Wikibuku idwikibooks https://id.wikibooks.org/wiki/Halaman_Utama MediaWiki 1.46.0-wmf.22 first-letter Media Istimewa Pembicaraan Pengguna Pembicaraan Pengguna Wikibuku Pembicaraan Wikibuku Berkas Pembicaraan Berkas MediaWiki Pembicaraan MediaWiki Templat Pembicaraan Templat Bantuan Pembicaraan Bantuan Kategori Pembicaraan Kategori Resep Pembicaraan Resep Wisata Pembicaraan Wisata TimedText TimedText talk Modul Pembicaraan Modul Acara Pembicaraan Acara Malang Punya Seni 0 27171 114801 2026-04-07T08:31:32Z Qaniadr 42827 Membuat halaman baru 114801 wikitext text/x-wiki Sudah empat tahun berlalu, aku malu untuk menyatakan bahwa aku baru kali ini mendalami sedikit dari banyaknya seni yang kota ini miliki. Setelah semua yang ku lalui selama ini, kemana saja aku? Ternyata aku belum mengenal kota yang aku huni ini cukup baik. Salahnya aku menganggap kota ini hanya sebagai kota singgahan untuk menempuh pendidikan ketika kota ini menawarkan lebih banyak daripada itu, seperti sebagai ruang hidup yang subur bagi tumbuhnya seni dan kreativitas. Setiap sudut kota ini mengekspresikan seni dalam berbagai bentuk, mulai dari seni modern maupun seni turun temurun. Tidak jauh di perkotaan Malang, hadir [[Seni Topeng Malangan]] oleh [[Sanggar Asmorobangun]] yang dipertahankan selama puluhan tahun dan saat ini oleh generasi kelima. Sanggar ini diketuai oleh Bapak Handoyo yang memiliki rasa cinta yang begitu besar, yang menurutku tidak ada seorang pun yang dapat menggoyahkannya, terhadap seni yang digeluti yakni, Topeng Malangan. Berkat dukungannya dan juga pengikut sanggar lainnya, sanggar ini mampu bertahan di tengah gempuran tren modern dan bahkan meluaskan cakupannya ke lingkup internasional. Setiap topeng memiliki karakter, cerita, dan juga usaha yang dituangkan oleh pencipta melalui jari jemarinya yang handal, yang kemudian digunakan untuk pertunjukan maupun koleksi semata. Bagaimana tidak? Tiap-tiap topeng yang dibentuk memiliki keunikannya masing-masing, memberikan nilai sentimental yang tinggi. Setiap topeng yang dilahirkan memiliki ritual dan rutinitas sendiri sebelum akhirnya digunakan oleh penarinya. Setiap pertunjukan memiliki cerita yang membuat pengunjung, penari, bahkan tim sanggar sendiri hanyut dalam setiap gerakan dalam tariannya. Beberapa hal memang sulit untuk dipahami, seperti bagaimana ketika pertunjukan di Rusia, penari terlihat berjumlah puluhan orang padahal nyatanya hanya 10 hingga 15 penari yang tampil. Namun, diskursus percaya atau tidak semuanya dikembalikan kepada masing-masing orang. Tentunya juga, kau tidak perlu percaya untuk menjadi alasan dalam mempertahankan keberlanjutan seni turun temurun yang menjadi ciri khas Kota Malang, lebih luas lagi, Nusantara. Dengan seni yang terus digempur dengan perkembangan global untuk menjadi lebih modern, Sanggar Asmorobangun menjadi salah satu dari sekian banyaknya seni di Kota Malang yang mampu bertahan sebagai identitas dan jati diri kita. Terkadang, berkembang menjadi lebih modern bisa bermakna kita kehilangan keunikan dan perbedaan yang ada untuk suatu hal yang lebih 'seragam'. Sanggar Asmorobangun, melalui Seni Topeng Malangan-nya, mencerminkan identitas kota yang dinamis, inklusif, dan juga terus berkembang. i4atqfp24z6j1625e7lgse0nnbs4pms