Wikisumber idwikisource https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama MediaWiki 1.46.0-wmf.21 first-letter Media Istimewa Pembicaraan Pengguna Pembicaraan Pengguna Wikisumber Pembicaraan Wikisumber Berkas Pembicaraan Berkas MediaWiki Pembicaraan MediaWiki Templat Pembicaraan Templat Bantuan Pembicaraan Bantuan Kategori Pembicaraan Kategori Pengarang Pembicaraan Pengarang Indeks Pembicaraan Indeks Halaman Pembicaraan Halaman Portal Pembicaraan Portal TimedText TimedText talk Modul Pembicaraan Modul Acara Pembicaraan Acara Halaman:Horison 11 1985.pdf/20 104 89058 267008 258881 2026-03-27T13:13:58Z Hadithfajri 15274 267008 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Hadithfajri" /></noinclude><section begin="bertanya" />{{Block center| <big><big><big>'''''BERTANYA KERBAU<br>PADA PEDATI'''''</big></big></big> A. A. NAVIS }} Kerbau pernah punya arti spesial dalam hidupku pada suatu masa. Tapi bukan karena jadi mitos dalam cerita "Cindur Mato" yang mengisahkan seekor kerbau keramat yang bernama Binuang, yang dalam telinganya bersarang lebah berbisa yang bila dikehendaki Cindur Mato lebah-lebah itu akan memantak penyamun yang menghadang perjalanan tuannya. Bukan, bukan karena itu yang menyebabkan kerbau pernah punya arti spesial dalam hidupku. Bukan karena mitos lain yang mengisahkan tentang kalah perangnya panglima Jawa melawan Datuk nan Baduo, oleh sebab kalah taruhan adu kerbau. Taruhan mereka bukan main-main. Kalau panglima Jawa menang, ia boleh menjajah negeri Datuk nan Baduo. Tapi kalau kalah, ia harus angkat kaki dengan seluruh pasukannya. Dalam aduan itu, panglima Jawa menampilkan kerbau yang berdepa panjang tanduknya, karena sangking besarnya. Datuk nan Baduo menampilkan anak kerbau yang lagi syarat menyusu. Ketika aduan mulai, masing-masing kerbau dilepas ke tengah padang. Maka anak kerbau yang telah tiga hari tidak menyusu itu, serta merta menyerbu ke kerampang kerbau besar, itu untuk menyusu. Karena di moncong anak kerbau itu telah dipasang taji besar yang tajam sekali, tak urung terbusai-busailah isi perut kerbau besar ditusuk-tusuk oleh taji itu. Setelah lari ke mana-mana, akhirnya nafasnya habis bersama jiwanya yang melayang. Maka kalahlah taruhan panglima Jawa itu. Lalu kembalilah ia pulang dengan tangan hampa. Sedang kan Datuk nan Baduo, yaitu Datuk Ketumanggungan dan Datuk Perpatih nan Sebatang yang menang karena banyak akalnya, akhir nya menamakan negerinya dengan memakai peristiwa itu. Yaitu Manang Kabau, yang lambat laun menjadi Minangkabau. Dan semenjak itu, konon, kerbau yang dalam bahasa setempat disebut kabau, menjadi binatang yang dikeramatkan. Kepala kerbau panglima Jawa itu ditanam di tanah sebagai penangkal agar panglima Jawa tidak akan datang-datang lagi dengan maksud untuk menjarah. Kepala kerbau pun ditanam pada pangkal setiap bangunan agar bangunan itu selamat dari bencana. Atau digantungkan di bagian rumah, agar rumah itu selamat pula dari mara bahaya. Rumah gadang diberi beratap melengkung seperti tanduk kerbau. Dan pemilik rumah itu, perempuan melipat selendang kebesarannya hingga berbentuk tanduk, dan selendang itu dinamakan tengkuluk tanduk. Bila terjadi musibah, misalnya terlanggar pantang adat, si pelanggar didenda dengan sebuah kepala kerbau, atau menjamu orang sebagai tanda tobat dengan menyembelih seekor kerbau. Untuk kenduri sebuah pesta besar, misalnya menobatkan penghulu, perlu seekor kerbau direbahkan dan dagingnya dilapah. Pihak bako, yaitu kerabat ayah, dari seorang penganten akan memberikan seekor kerbau sebagai suatu tanda kebesaran, dan kerbau itu diarak dengan telempong setelah diberi pakaian serba kuning. Meski mitos itu dipercaya dan diagung-agungkan sampai kini, namun kalau aku dimaki orang sebagai kerbau, rasanya aku mau jadi macan supaya bisa menerkam orang itu. Berbeda dengan mitos, binatang kerbau dipandang sebagai binatang bodoh. Binatang yang rendah mutunya. Meski tenaganya kuat untuk membajak dan menarik pedati, daya tahannya segera turun disengat matahari. Jadi kalah dari sapi. Isteri-isteri lebih suka menggulai daging sapi ketimbang daging kerbau untuk suami tersayang. Dan restoran akan segera bangkrut kalau menggunakan daging kerbau. Dan kulit kerbau tidak dipakai untuk sepatu, selain untuk solnya. Dan kalau dibuat kerupuk, tak laku dijual. Namun susunya, Allahurabbi enaknya, apabila diasamkan. Lebih enak dari{{nop}} <section end="bertanya" /><noinclude>{{rule}} HORISON/XX/428</noinclude> 0p1290auzxuzbc07tiehne8brck51ln Halaman:Horison 11 1985.pdf/23 104 90231 267012 258947 2026-03-27T13:35:28Z Hadithfajri 15274 267012 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Hadithfajri" /></noinclude><section begin="bertanya" />setiap memandang kerbau-kerbau yang lewat itu. Dan dalam khayalku, andaikata tidak ada ampas makanan yang dikeluarkannya dari duburnya, tentulah ususnya yang akan keluar sewaktu menarik pedati yang sarat di pendakian yang panjang ini. Aku kira, aku menjadi tidak normal melihat kesengsaraan binatang itu. Aku tidak bisa menghindar lagi untuk tidak melihatnya lewat di depan warung ayah. Akan tetapi bila aku punya kesibukan lain, dan tak dapat membantu ayah seperti biasanya, serasa ada suatu kekurangan dalam hidupku, oleh karena tidak bisa melihat binatang itu dengan segala penderitaannya. Seperti telah ada kontak batin antara aku dengan mereka. Dan bahkan seperti aku dapat membaca pikirannya, kalau mereka punya, melalui matanya yang memandang padaku. Sekali senja ketika konvoi itu lewat lagi di depan warung ayah, selagi aku mengerjakan pekerjaan rutinku membantu ayah, aku seperti mendengar kerbau itu berkata-kata. Tak jelas apa yang dikatakannya. Tapi lambat laun memperhatikan mereka lewat, apa yang dikatakannya makin jelas. Yaitu suatu pertanyaan. Pertanyaan yang sama oleh setiap kerbau yang lagi menarik pedati di pendakian yang panjang itu. Pertanyaan yang sama ke arah yang sama, Tapi tak ada pertanyaan itu yang terjawab. Pertanyaan itu selalu terdengar setelah kerbau itu memancarkan beraknya di depanku. — Wahai pedati, masih jauhkah pendakian ini? — Memang tak ada jawab. Karena tempat bertanya benda mati yang telah ditukangi dan dibentuk menurut polapola yang tetap. Ya, senantiasa tak ada jawaban. Dan akan selamanya pertanyaan itu akan mendapat jawaban. Selalu pertanyaan yang sama ditujukan kepada alamat yang sama. Dan selalu tak ada jawabannya. Sesungguhnya aku bisa menjawabnya. Tapi apakah bahasaku mereka pahami? Sudah pasti tidak bisa mereka pahami. Akan tetapi karena pertanyaan itu terus dimajukan kepada pedati setiap habis berak di depanku, menyebabkan aku gemas kepada pedati itu, — Jawablah. — kataku. Tapi pedati tak hendak menjawabnya. Karena setiap konvoi itu lewat, dan peristiwa yang sama berlanjut terus, serta aku pun selalu menyuruh pedati itu menjawab, malah akhirnya dengan bentakan, aku dengar juga akhirnya suara pedati itu. Tapi ia pun bertanya: — Wahai muatan, kerbau bertanya: masih jauhkah pendakian ini? — Tentu saja muatan tidak bisa menjawab, sebab mereka bukan pedati dan juga bukan kerbau. Tapi kebisuan itu membuat aku gundah juga pada muatan. Lalu aku berteriak padanya, karena setiap muatan dalam setiap pedati selalu saja membisu, — Jawablah. — kataku membentak juga. Karena berulang-ulang berlaku, setiap mereka lewat aku membentak muatan itu, setiap kerbau bertanya kepada pedati dan pedati bertanya lagi pada muatan, kudengar juga muatan itu bertanya pada tukang pedati; — Wahai tukang pedati, kerbau bertanya: masih jauhkah pendakian ini? — Akan tetapi tukang pedati yang duduk berjuntai di langkan itu seperti bertelinga pekak. Ia tak perduli sama sekali. Konvoi pedati itu lewat. Pertanyaan terus lewat. Hari-hari pun lewat. Dan tukang pedati tak pernah menjawab, Kini aku nak pitam. Lalu aku membentak; — Jawablah. — Aku lakukan berulang-ulang, setiap mereka lewat, setiap pertanyaan beranting di sampaikan. Dan selalu aku membentak pula. Maka akhirnya, karena kerbau nyinyir bertanya kepada pedati, pedati nyinyir melanjutkan kepada muatan, dan muatan nyinyir pula meneruskan kepada tukang pedati dan aku terus menerus membentak menyuruh tukang pedati menjawab, akhirnya aku dengar tukang pedati itu berkata : — Huss, Kau nyinyir amat. Kalau sedang di atas diam-diam sajalah. Kan bukan engkau yang payah? — Aku marah mendengarkan jawaban itu. Tapi muatan itu begitu tololnya, sama tololnya dengan pedati. Karena apa jawaban tukang pedati itu disampaikan persis. Dan ketika jawaban itu sampai ke kerbau, kerbau memandang dengan sinar mata yang sulit aku baca. Zaman itu zaman revolusi, zaman perang kemerdekaan, di mana aku terlibat. Maka tidak ada suatu alternatif lain dalam pikiranku, bahwa hanya pemberontakanlah yang akan dapat mengatasi siksaan. Demi melihat kerbau itu begitu tersiksanya, dengan marah aku berteriak: — Kalau kau manusia berontaklah. — Tapi kerbau itu berjalan terus setelah dipukul-pukul bagian pantatnya dengan cemeti. Namun kemudian baru aku sadar bahwa teriakanku salah alamat, Karena kerbau itu bukan manusia, melainkan kerbau. Mestinya yang kuteriakan: — Kalau kau kerbau, berontaklah, — Pada hari yang lain, peristiwa yang sama terjadi lagi. Malahan lebih parah lagi keadaannya. Pedati yang begitu berat muatannya, betul-betul tak mampu dihela kerbau itu pada pendakian yang panjang di depan kedai ayahku. Dua orang tukang pedati membantu memutar roda dengan mendorong jari-jarinya. Tukang pedati yang lain, duduk di kayu bum dekat tengkuk kerbau itu untuk memelihara keseimbangan muatan. Sehingga kepala kerbau itu kian tertekur dan mulutnya nyaris menyentuh jalan aspal. Busa dari mulutnya sampai berjatuhan. Dan dengusannya menyentak-nyentak sampai ke jantungku. Sedang pemiliknya, melecut pantat kerbau<section end="bertanya" /><noinclude>{{right|Bersambung ke hal. 443}} {{rule}} HORISON/XX/431</noinclude> t4opoz1ut29yuz7wkez406wyckl6vx4 Halaman:Horison 11 1985.pdf/22 104 90232 267010 258883 2026-03-27T13:28:52Z Hadithfajri 15274 267010 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Hadithfajri" /></noinclude><section begin="bertanya" />perti kap mobil yang dibuka ketika kerusakan mesin. Tapi biasanya muatan seperti itu terdiri dari atap daun rumbia. Dan pada umumnya setiap pedati dari pesisir itu membawa atap rumbia sebagai beban tambahan, Ditambatkan di langkan belakangnya. Ada kalanya juga, di langkan belakang ditambatkan sedrum minyak kelapa, maka tukang pedati itu akan duduk di bum pedati, yaitu pada kayu panjang yang jadi cantelan ke kuduk kerbau. Maksudnya duduk di situ, ialah untuk menjaga keseimbangan berat, pada jalan yang mendaki. Setiap datang dari pesisir, setiap pedati akan berhenti beberapa saat di depan warung ayah. Bukan untuk beristirahat atau tukang pedati itu mau membeli sesuatu di warung ayah, Tidak, tidak itu alasannya, Melainkan kerbau itu berhenti karena buang kotoran, berak. Sebaliknya bila mereka pulang ke pesisir, mereka lewat saja dengan tenang-tenang. Tapi sambil jalan kerbau itu terkencing-kencing. Berak dan kencing selalu saja di depan warung ayah, ketika aku sedang membantu membersih-bersih atau membungkus-bungkus jualan. Jadinya, kerbau-kerbau itu selalu melakukannya di depan hidungku. Dan karenanya hidungkulah yang paling sering diterpa baunya. Sungguh aku begitu dongkol, karena kenapa mereka selalu melakukannya di depan warung ayah. Apakah tidak ada tempat lain yang sepi. Apakah itu maunya tukang pedati? Kalau maunya, tentang apa mereka tidak menyukai kami, sehingga binatangnya harus membuang kotoran di situ? Pada hal kami tidak pernah mengganggu mereka yang lewat. Beruntunglah kotaku kota penghujan, sehingga kotoran dan bau yang ditinggalkan kerbau-kerbau itu dibersihkan secara alamiah saja. Tapi kalau tidak pada musim penghujan? Setidaknya kotoran kerbau itu sering menimbulkan kecelakaan yang menyakitkan bagi yang terkena, tapi menimbulkan tawa bagi yang melihatnya. Peristiwa kecelakaan itu terjadinya sering malam. Sejak jaman pendudukan Jepang, jalan-jalan di kotaku sudah terbiasa bergelap-gelap di malam hari, karena listrik tidak dinyalakan di tiang-tiangnya, baik karena kekurangan strum atau karena bolanya tidak dapat diganti kalau sudah putus atau dicuri orang. Maklumlah dalam zaman perang. Bentuk kecelakaan itu lazimnya tai-tai kerbau itu ibarat ranjau darat di tengah jalan, sehingga sering bertabrakan dengan kaki orang yang lewat. Dan selalu saja ada teriakan, kalau kecelakaan itu terjadi. Tentu saja gaya teriakan itu macam-macam. Bayangkan kalau kecelakaan itu menimpa perjaka yang mau bertandang ke rumah pacarnya, atau sepasang anak muda yang baru akan keluar malam. Aku dongkol, bukan karena kecelakaan itu. Melainkan kenapa justru di depan warung ayah kerbau-kerbau itu memilih kakusnya. Sekali aku ikut: membantu tukang gerobak memunggah barang-barang yang baru dibeli ibu, Segoni beras aku gotong berdua dengan tukang gerobak itu. Bukan main beratnya, sehingga aku seperti orang menghejankan berak. Dan nafasku ngos-ngosan. Bahkan masih ngos-ngosan beberapa lamanya setelah beras itu ditaruh di teras warung. Dalam terkapar duduk di bangku untuk meredakan ngos-ngosan nafasku, aku ingat pada ngos-ngosan kerbau yang lewat di depan warung. Aku pikir, berat beras yang kugotong berdua tentulah sama kualitasnya dengan berat muatan pedati itu. Bahkan mungkin lebih berat lagi. Kalau aku hanya sampai menghejan berak tapi tak pernah keluar, namun kerbau-kerbau itu sampai mengeluarkan berak. Maka pastilah muatan yang sangat berat itu akan berganda di jalan pendakian. Secara berangsur, sehabis ngos-ngosan nafasku, dongkolku pada kerbau-kerbau yang berak di depan warung pun lenyap. Malah sebaliknya kini, aku jatuh hiba ketika aku membayangkan betapa panjangnya pendakian dan berapa banyaknya yang sudah dilaluinya. Setiap konvoi pedati itu datang dan pergi, terberak-berak dan terkencing-kencing di depan warung ayah, aku kian merasakan penderitaan binatang itu. Kepalanya tak terangkat, hingga moncongnya hampir menyentuh aspal jalan yang telah banyak terkelupas itu. Nafasnya mendengus-dengus menanjaki pendakian yang panjang. Dan ketika berhenti tepat di depan warung, aku melihat matanya memerah seperti urat-urat darahnya mau memecah. Dan matanya liar, seperti mencari-cari cara bisa melepaskan kelasa kayu yang menekan pundaknya. Jika kerbau itu lama tertegak setelah beraknya terpencar, tukang pedati itu segera menarik tali ijuk yang keras di dekat hidung binatang itu. Mungkin karena rasa sakit di hidung itu ia meneruskan perjalanannya lagi menarik pedati yang sarat beban itu. — Mengapa ia tidak membiarkan kerbau itu berhenti sejenak lagi, supaya tenaganya pulih untuk melewati pendakian yang masih panjang? — tanya hatiku. Atau kadang-kadang hatiku menyoal, kenapa tukang pedati itu tidak mengurangkan barang sedikit berat bebannya? — Karena serakah. — teriak hatiku yang gemas. Bila aku melihat seorang perempuan muda duduk berjuntai di langkan pedati, di bawah tirai kain yang norak warnanya, dan merekah senyum bibirnya yang merah karena sirih, sambil melirik aku dengan matanya yang jeli, tidak lagi membangkitkan rasa senang di hatiku. Aku lebih tertarik pada mata kerbau yang merah urat-urat darahnya, liar pandangannya, hidungnya yang mendengus-dengus karena nafasnya yang ngos-ngosan, serta pada buih kental yang mengalir dari mulutnya. Hatiku hiba <section end="bertanya" /><noinclude>{{rule}} HORISON/XX/430</noinclude> jh6egqelh641yiujlemo356queaa5vh Halaman:Horison 11 1985.pdf/21 104 90233 267009 258882 2026-03-27T13:21:59Z Hadithfajri 15274 267009 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Hadithfajri" /></noinclude><section begin="bertanya" />joghur. Apalagi kalau diberi bertengguli gula aren. Dadih namanya. Bukan, bukan karena itu yang menyebabkan kerbau pernah punya arti spesial dalam hidupku. Arti spesial kerbau dalam hidupku, karena ia sering lalu lintas di hadapan mataku. Waktu itu masa perang kemerdekaan. Ayahku membuka warung sebagai pengganti lapangan hidup yang selama ini tidak menolong lagi. Letak warung ayah di tepi jalan raya di pendakian yang panjang. Persis di pinggang pendakian itu. Setiap pagi dan sore, bila aku tak punya urusan, aku ikut membantu ayah di warung. Membersih-bersih atau membungkus-bungkus jualan. Biasanya aku suka mengerjakannya di teras. Supaya, sambil kerja, mataku bisa meliar-liar melihat orang lalu-lalang di jalan raya. Tentu saja sebagai orang muda, yang paling menarik mataku melihat anak-anak gadis. Apa lagi anak gadis di kotaku banyak yang cantik-cantik. Namun akhirnya yang paling menggoda pikiranku ialah pedati dan kerbau yang lewat. Pada perang kemerdekaan pedati menjadi alat transpor yang vital. Tentu saja bukan untuk mengangkut orang, apalagi pasukan yang akan berangkat ke front. Melainkan barang-barang perdagangan. Seperti sayur, minyak goreng, sabun, atau daun rumbia dan lain-lain. Umumnya pedati itu milik penduduk pesisir. Maka dari tempat asalnya mereka mengangkut kelapa, minyak goreng, garam, sabun yang sodanya dari abu pelepah kelapa, atap daun rumbia, arang batok. Dari kotaku mereka mengangkut sayuran, kapur tembok, tadir bambu untuk dinding rumah. Jadi, pulang-pergi pedati itu selalu terisi. Semuanya bahan bahan yang telah dipesan langganan di kedua tempat yang dikunjunginya. Jalan pedati itu lamban sekali. Maklum kerbau yang menariknya. Jarak antara tempat asalnya dengan kotaku ditempuhnya dalam sehari semalam. Mereka berjalan beriringan antara 10 sampai 20 pedati dengan cara berkonvoi-konvoian. Setiap konvoi berasal dari desa yang berbeda di pesisir. Dari pesisir ke kotaku jalannya mendaki. Separoh perjalanan pendakian terjal dan berliku di lereng-lereng bukit. Pendakian panjang dan paling terjal di lembah Anai. Para kusir, yang ditempatku disebut tukang pedati, menggiring pedatinya dengan ekstra berat. Roda-roda pedati dibantu memutarnya oleh rekan-rekannya secara bergantian, Di empat perhentian yang berjarak 3 a 4 jam perjalanan kerbau dilepaskan dari kalarnya untuk makan dan memamah biak. Terutama di waktu matahari terik masa istirahatnya lebih panjang. Di tempat perhentian itu selalu ada lepau. Tapi perhentian yang disukai, yaitu yang halamannya sejuk. Bukan hanya terlindung dari sinar mata hari, juga oleh karena tanahnya lembab. Dan biasanya perhentian itu selalu di dekat ada air mengalir. Oleh karena perjalanan pulang pergi yang dibutuhkan sampai 3 hari, tukang pedati itu ada kalanya membawa isterinya ikut. Tapi biasanya yang dibawa ialah isteri muda yang baru dinikahinya. Jadinya perjalanan itu semacam perjalanan bulan madu mereka. Jika isteri ikut, langkah pedati yang biasanya digunakan sebagai tempat duduk bawah atau tidur selama perjalanan itu, di hiasi dengan kain seperti gorden yang norak warnanya. Kasur dan bantal pun dibawa. Alas dan sarungnya dari kain berwarna yang disuji dengan bunga-bungaan motivnya. Tepi sarung bantal biasanya diberi renda pula. Maka jadilah langkan pedati itu menyerupai ranjang tidur penganten. Aku tidak tahu, bagaimana romantisnya kehidupan pasangan penganten baru itu di atas pedatinya. Dan juga aku tidak tahu, bagaimana meriahnya suasana konvoi itu. Namun aku bisa mengkhayalkan macam-macam. Stidaknya peristiwa itu tentulah akan merangsang hati tukang pedati lainnya untuk menikah lagi dengan seorang gadis atau dengan seorang janda muda. Tidak jarang aku lihat pada setiap konvoi yang lewat di depan warung ayah, ada perempuannya seperti itu. Biasanya bibir perempuan itu merah oleh sirih, semerah kukunya yang kena inai, sebagai pertanda penganten barunya. Tontonan seperti itu, bisa menarik kesimpulan dalam khayalku, bahwa tukang pedati termasuk favorit juga di kampung asalnya masing-masing pada masa itu. Konvoi pedati dari pesisir lewat di depan warung ayah selalu pada waktu yang tetap. Sore, sehari sebelum pasar atau pagi pada hari pasar di kotaku. Kembalinya sore pada hari pasar atau pagi sehari sudah pasar. Hari pasar di kotaku dua kali seminggu, Senin dan Jumat. Jadinya, pedati yang tiba sore kembalinya besok paginya. Yang tiba pagi, kembali sorenya. Dan setiap lewat, bagaimana pun mataku terpaksa menyangkut pada kerenah tukang pedati, kerbaunya dan juga pedati itu sendiri. Type tukang pedati itu khas. Wajahnya ada yang klimis tapi ada juga yang kumisnya panjang. Di kepalanya selalu tertutup topi sebo. Yang terbikin dari kain bulu tebal, seperti topinya pemain ski es. Yang bisa digulung ke atas dan dilepaskan ke bawah sehingga bisa menutup seluruh kepala dengan hanya matanya saja yang terbuka. Wajah mereka seperti bringas kelihatannya. Setidak-tidaknya bila lewat di depan warung ayah. Pakaiannya model baju Cina dan celananya gelembong seperti celana pemain silat. Dan ikat pinggangnya lebar yang bersaku-saku. Dan setiap saku punya tutup yang berkancing jepit. Kakinya beralas dari bahan ban mobil bekas dan diikat dengan karet ban dalam. Muatan pedati itu biasanya sarat. Kadang-kadang melebihi ruang badannya. Sehingga bagian atapnya di jongkangkan se <section end="bertanya" /><noinclude>{{rule}} HORISON/XX/429</noinclude> 3gmhd2324cix1a4k0nuquw6qlp5qvg3 Halaman:Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020.pdf/3 104 95222 267030 266617 2026-03-27T23:44:14Z Gombang 188 fix typo. badan, usaha -> badan usaha 267030 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="NikolasKHF" /></noinclude>{{PUU-pasal| {{PUU-nomor|n=1|m=2 |Dokumen Elektronik adalah setiap Informasi Elektronik yang dibuat, diteruskan, dikirim, diterima, atau disimpan dalam bentuk analog, digital, elektromagnetik, optikal, atau sejenisnya, yang dapat dilihat, ditampilkan, dan/atau didengar melalui komputer atau Sistem Elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, kode akses, simbol atau perforasi yang memiliki makna atau arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya. |Data Elektronik adalah data berbentuk elektronik yang tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto, ''electronic data interchange'' (EDI), surat elektronik (''electronic mail''), telegram, teleks, ''telecopy'' atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, kode akses, simbol, atau perforasi. |Sistem Elektronik adalah serangkaian perangkat dan prosedur elektronik yang berfungsi mempersiapkan, mengumpulkan, mengolah, menganalisis, menyimpan, menampilkan, mengumumkan, mengirimkan, dan/atau menyebarkan Informasi Elektronik. |Penyelenggara Sistem Elektronik adalah setiap orang, penyelenggara negara, badan usaha, dan masyarakat yang menyediakan, mengelola, dan/atau mengoperasikan Sistem Elektronik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama kepada Pengguna Sistem Elektronik untuk keperluan dirinya dan/atau keperluan pihak lain. |Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat yang selanjutnya disebut PSE Lingkup Privat adalah penyelenggara Sistem Elektronik oleh orang, badan usaha, dan masyarakat. |PSE Lingkup Privat ''User Generated Content'' adalah PSE Lingkup Privat yang penyediaan, penayangan, pengunggahan, dan/atau pertukaran Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektroniknya dilakukan oleh Pengguna Sistem Elektronik. }} }}<noinclude></noinclude> 44w644w45hfoaztno93b3toj1clavnk Halaman:029,079 Galela.djvu/26 104 95538 267011 267007 2026-03-27T13:34:19Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 267011 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1168. da taro<br> 1169. da sawala<br> 1171. da kurati<br> 1172. da taro, da bisi <152><br> 1173. da bisi<br> 1174. sari<br> 1175. maké<br> 1176. hikè<br> 1179. dènè<br> 1180. dènè<br> 1193. nàko; si hòda<br> 1194. tibang; dakòlo <153><br> 1195. nàko / si hòda<br> 1196. ma sininga<br> 1197. (i na) wòsa<br> 1198. ma nòsu<br> 1199. ma wàsu; ma ngàku<br> 1200. momòngo<br> 1201. fėto<br> 1202. bitjara; tèmo <154><br> 1203. ma njanji; ulè<br> 1206. àso<br> 1208. àku<br> 1210. manara, àka <155><br> 1211. mòku<156><br> 1212. o saliė-ku <o sahė-ku?>, ja tami<br> 1213. aho<br> 1214. tòti<br> 1215. gòlutuhu-no<br> 1216. aho - tjotjoho<br> 1220. pàpa <157><br> 1221. pàpa <157><br> 1223. ma mabo<br> 1224. djaga<br> 1225. tamo<br> 1227. isè<br> 1228. kělèlo <158><br> 1229. hamé<br> 1233. suluru<br> 1234. tèta {{multicol-break}} 1236/<br> 1237. hamé<br> 1238. sibòso<br> 1239. duhudu<br> 1240. sihòmu<br> 1243. mau<br> 1244. mòdé dupa, sininga<br> 1245. pělėnga<br> 1246. pěrèsu<br> 1251. <159><br> 1253-<br> 1255. <160><br> 1259. <161><br> 1260. solano<br> 1262-<br> 1263. ma togu - si dogu<br> 1264. piliku<br> 1265. ihu-ngihu<br> 1266. ma mingihu<br> 1267. sano<br> 1268. sango<br> 1269. gòlo<br> 1270. hiké wa, hòlu <162><br> 1271. sihaga<br> 1272. kulai damato<br> 1276. ḋa uku <163><br> 1277. tupu<br> 1278. puàé<br> 1284. ma si diado<br> 1286. ma djobo<br> 1291. ngàpo <164)<br> 1292. o balàsi jadènè<br> 1293. moi <165><br> 1294. sinòto<br> 1295. saàngé <166><br> 1296. iha <167><br> 1297. motòha<br> 1298. butanga<br> 1299. tumidingi<br> 1300. tupaàngé<br> 1301. sio, siwo<br> 1302. mogiowo {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> f7rg4egokqbu12ocf0bkofho3xqed0i Halaman:029,079 Galela.djvu/42 104 95539 267013 2026-03-27T13:39:44Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 267013 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="199"> (following a verb; as a suffix: wa)<br> # the particle ka, preceding the pronouns in the sentence<br> # the particle ka, sometimes kaka; also tjawali<br> # (objects) ja dan gadé<br>(persons) ta-na-wa-ma<br>{{gap}}{{gap}}pa-mija-nija-ja dangadé<br> # although : ngāroko<br>therefore : mutuādé<noinclude></noinclude> r0kjihetao8mvusoo334pgyflaoeq1u Halaman:029,079 Galela.djvu/28 104 95540 267014 2026-03-27T14:01:37Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 267014 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1435. o gubali<br> 1436. o girina<br> 1437. kadàku<br> 1439. kudàku<br> 1440. kadàhu<br> 1441. idàhu<br> 1442/<br> 1443. Ka.....si-sidago<br> 1445. ma daté-ka - ma dalàto-ka<br> 1446. no <193><br> 1447. sidago<br> 1448. ka <194><br> 1449. ka <195><br> 1450. ma raba-ka<br> 1451. ma raba-no<br> 1452. i dumu<br> 1453. ma sōa i kaku<br> 1454. i kilòli<br> 1460. kékia-ka <196> {{multicol-break}} 1461. i dodoòha<br> 1462. kòmanėna - kòmagėna <197><br> 1465. ḋa doòha-so; òkia-so<br> 1466. i gogōu<br> 1467. nāgala, tèkadé, gogàka<br> 1469. dé<br> 1470. dédé <198><br> 1471. mahiwa<br> 1472. īja<br> 1474. hiwa <199><br> 1475. upa<br> 1476. <200><br> 1477. <201><br> 1478. <202><br> 1479. duma<br> 1481. duma<br> 1482. <203><br> 1486. moi-wa-hiwa {{multicol-end}} '''No. 79'' # <li value="1522"> Muruwo-àsa o dòro manėna ja tudu?<br>(In our area one plants the rice on dry grounds to the extent of exhaustive cultivation)<br> # O dòro magėna àsa o tamo jo tudu?<br> # Ngohi to fangu ma lamo kòmagėna to hòlu<br> # O tàbako to si bangu<br> # O rònga moi magėna no mi si idja ngomi - ka<br> # Òna o rupa-rupa ja idja ngomi-ka # Ma kolano nagu-una i wi si ngado-ka, wo dàdi to una awi sosulo?<br> # Ani kolano o njawa ja muruwo wa parèta?<br> # O sěléra manėna pa sòlo pa àku-wa<br>(This river is not navigable)<br>Po déru dé o sěléra manėna pa mōté paàku-wa<br>(This river is not navigable by canoe)<br> # Podéru de pa kahòko o téwo-ko, doné ma sōa o ōràsi muruwo?<br> # Ma dodòku i hiwa; so o sěléra ta tola ta dodoòha <dodoòka?> ?<br> # O wàngé i sigèto gèto o pònga-sa mi kahisa, o gòta ma sòpo mi sari<br> # To mau ai djara ma ino, o kokělèda ta sari<br> # Manėna o wange muruwo i muūra-wa?<br> # Òkia òna-i tèmongomé-ka, magėna i banari-wa<br>(I have read what they tell us)<br>Òkia òna-i sidèmo ma ngale ngòné, magėna i banari-wa<noinclude></noinclude> rzegdy4su05v60t6pdq0edhwr6zcczb Halaman:029,079 Galela.djvu/27 104 95541 267015 2026-03-27T14:09:05Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 267015 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1303. mogiowo dé moi<br> 1304. mogiowo dé sinòto<br> 1305. mogiowo dé saàngé<br> 1310. mogiowo dé tupaàngé<br> 1311. mogiowo dé sio<br> 1312. monahalo<br> 1313. monahalo dé moi<br> 1315. monahalo dé motòha<br> 1316. moruangé<br> 1317. moruha<br> 1318. moritòha<br> 1319. moributanga<br> 1323. o ratu moi<br> 1324. o tjala moi<br> 1325. o lākisa moi<br> 1326. ma sonònga<br> 1328. ma moi / ma para ma moi<br> 1329. ma sinòto / ma para ma sinòto<br> 1330/<br> 1331. ma nonòma<br> 1332/<br> 1333. ma sinòto<br> 1336/<br> 1337. ma dodogu<br> 1338. <168><br> 1339. <169><br> 1340. <170><br> 1341. ma dòku-ka<br> 1347/<br> 1348. i folöi<br> 1349. ja ado-wa <171><br> 1350. ḋa ngodu <172><br> 1356. ma nuka<br> 1357. ngohi to <173><br> 1358. ngohi ma si rèté <173><br> 1359. ngòna no <173><br> 1362. ngini ni <173><br> 1363. una wo <173><br> 1365. ngoné po <173><br> 1366. ngomi mi <173><br> 1364/<br> 1367/<br> 1368. òna i {{multicol-break}} 1369. to ngohiai / ai <174><br> 1370. to ngònẻ nànga / nànga<175><br> 1373. to ngòna ani / ani <176><br> 1374. to ngini nia / nia <177><br> 1375/<br> 1376. to ōna mànga / mànga <178><br> 1378. to una awi / awi <179><br> 1379. <180><br> 1380. òkia<br> 1382. òkia<br> 1383. manėna<br> 1385. magėna<br> 1386. madòké <181><br> 1385/<br> 1386. <182><br> 1388. kanėna<br> 1389. <183><br> 1394. o wange <184><br> 1398. o silo <185><br> 1402. o putu <186><br> 1406. o musungu - o pariàma<br> 1407. <187><br> 1408. doné manėna - manėna<br> 1409. àsa<br> 1411. i dodòma <188><br> 1412. ma sima-ka<br> 1413. i hiwa-si <189><br> 1416. kangano<br> 1418. kanugo<br> 1419. kapidiri<br> 1420. o wàngé manėna<br> 1422. ḋa ginita àsa<br> 1423. mědiri<br> 1424. o goginita<br> 1426. ūtung-ūtung; ma moi-ma moi<br> 1427. kapuruwo, muruwo àsa <190><br> 1428. ka; ḋa bòlo <191><br> 1429. hiwàsi <192><br> 1431. o Koré-mijé<br> 1432. o Koré-sara<br> 1433. o wàngé ma njonjijé<br> 1434. o wàngé ma sosoru {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> nhn6nnllcqm2ea4o1vuq7sv0jvpvfzm Halaman:029,079 Galela.djvu/29 104 95542 267016 2026-03-27T14:18:28Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 267016 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="1537"> O ngèko i sago; so kékia-ka pa kahika?<br> # O borūa manėna nago-òna ja mòku ja àku?<br> # O àké na dèhè, ai pakéang no sipòka<br> # O tòko muruwo-naga no ma gòlo una-ka, tèkadé wo nihiké<br> # Nago-òna ǐ motè ja àku-wa, bilàsu kanèna i gòge<br> # Janau ja sinòto kanèna ta dolòda<br> # Ma kolano wo soné-ka dé o gudòti i ma àka<br> # O gudoti magèna dé i laku nago-òna?<br> # Ma ngalé òkia so o njawa magėna ja siri-ka?<br> # O njawa moi-naga, una magėna wa àku wo ni lòha-kali '''3. NOTES''' # papàla = shell; also coconut shell<br> # (lower jaw = o sadu)<br> # (whiskers = o paràsi)<br> # o mamata = chest; o susu = breast<br> # to suck on an object : pipi<br> # pěgajoen (Malay)<br> # o tòko magòsi (chicken egg)<br> # o samangau (the ear-pick)<br> # Malay = isi<br> # o gògo (also : feathers)<br> # nànga kiri dadudu (the dribble has dried)<br> # (to be asleep = i na kiòlo)<br> # (to go) = tagi, to run = magogora<br> # to spit out = si wéla<br>to vomit = ma nguna<br> # a lamp = sòne<br>to butcher = tola<br> # it is infected, it festers = ḋa òmu<br>whitlow = o nawo ma làko<br> # to have a fever = (ina) gòga<br> # tjòpu (to spout)<br> # o hàko (itchy rash)<br><noinclude></noinclude> kx0wue3ohi52muvwpnsm3rbngfl02gq Halaman:029,079 Galela.djvu/30 104 95543 267017 2026-03-27T14:27:45Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 267017 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="20"> (ina) hai (bed-millepede)<br> # cramp in the stomach = o pòko i rama<br> # (with and without magic properties)<br> # But when one says: "People of Ternate, Java, Holland" then the suffix -ka is affixed to the country names to refer to the inhabitants: o Tarinaté-ka, o Djawa-ka, o Wòlàda-ka<br> # brother of a woman = o hira<br> # sister of a man = o bira<br> # male cousin (of a woman) = o hira<br>male cousin (of a man) if older than the latter <?> : o ria<br>male cousin (of a man) if younger than the latter <?> : o nongoru<br>The Dutch text when translated literally reads: <if of an older brother or sister/if of a younger brother or sister - which does not make sense here: Perhaps the distinction is between sons of older brothers/sisters of a parent and sons of younger brothers/sisters of a parent><br> # female cousin (of a man) = o bira<br>female cousin (of a woman) same as with cousin of a man<br> # parents-in-law of a man = o torōa<br>parents-in-law of a woman = o dunu<br> # the man addresses his brother-in-law with : o géri<br>the woman addresses her brother-in-law with o tàfu<br> # the brother-in-law, who in seniority comes directly before the man is o moli of the wife<br>the sister-in-law, who in seniority comes directly before the wife is o moli of the man<br>brothers and sisters <-in-law> who are older than o moli are called o torōa by the man and o dunu by his wife<br>his younger brothers <-in-law> the man calls o géri; his younger sisters <-in-law> he addresses by o dapu<br>the wife addresses the younger brothers of her husband by: o tàfu and the younger sisters by : o dàpu<br>when two men have married two sisters, they are <each other's> o tiòpo<br>when two women have married two brothers, they are <each other's> o diòpo<noinclude></noinclude> o8d6gyd9fdnf862zzi7au18qaoccy7v Halaman:029,079 Galela.djvu/31 104 95544 267018 2026-03-27T14:55:19Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 267018 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="31"> Ghosts are called "the dead" o soné i kulai : the dead play tricks on you. I don't know any special kinds of ghosts.<br> # o goma = (ghosts of the dead)<br>o wòngé = (the village-spirit - the ghost of the male ancestor of a village <br>o djini the ghost who possesses sorcerers or mediums<br> # o tòka (person having the form of a werewolf or perhaps better: vampire, whose head and entrails fly about like a bird in search of the livers of his fellow man, which he devours.<br>o mèki: an invisible, wild hunter who hunts with dogs <br>o kèka : a being with very long tongues who can devour his victims alive<br>o firu-firu: also a human being who flies about in the night like a nocturnal bird<br>o putiana : women who died during childbirth and now wander about as evil spirits intent to cause harm, especially to pregnant women or women in labour<br> # O Gikisnoi (the One - the Supreme Being), one calls on him only as a witness or to punish somebody who commits injustice. Otherwise their worship is animistic and leaves the Supreme Being out of the picture. One does say, however, that He has created everything, but that probably reflects the influence of the Islam.<br>He is also called: O Djōu ma duhutu, the real Lord; or the Lord, the Owner (of everything)<br>And sometimes also: 0 Djou Laha - Tàla (Islam.), or; Djou to ma gàku : the Lord up there, or; the Upper Host (Ternatese).<br> # to worship (pudji) to ask for, in a prayer = ma nia<br> # o lèfo (literally: the drawing on the tree bark)<br> # o hūrufu (Malay)<br> # o suràti (Malay) the way they send messages to each other is by sending flowers or leaves, or objects<br> # o buku (Dutch)<br> # The words of the song. There are quite a few names for singing, depending on the way of accompaniment by drum and gong - or on the occasion<br> # o dosa (?), o sala (?), o dorōu ja àka<br><noinclude></noinclude> gkaubad4lf0tnk9x08u0ks1bu4y3z0q 267019 267018 2026-03-27T15:04:09Z Thersetya2021 15831 267019 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="31"> Ghosts are called "the dead" o soné i kulai : the dead play tricks on you. I don't know any special kinds of ghosts.<br> # o gòma = (ghosts of the dead)<br>o wòngé = (the village-spirit - the ghost of the male ancestor of a village <br>o djini the ghost who possesses sorcerers or mediums<br> # o tòka (person having the form of a werewolf or perhaps better: vampire, whose head and entrails fly about like a bird in search of the livers of his fellow man, which he devours.<br>o mèki: an invisible, wild hunter who hunts with dogs <br>o kèka : a being with very long tongues who can devour his victims alive<br>o firu-firu: also a human being who flies about in the night like a nocturnal bird<br>o putiana : women who died during childbirth and now wander about as evil spirits intent to cause harm, especially to pregnant women or women in labour<br> # O Gikisnoi (the One - the Supreme Being), one calls on him only as a witness or to punish somebody who commits injustice. Otherwise their worship is animistic and leaves the Supreme Being out of the picture. One does say, however, that He has created everything, but that probably reflects the influence of the Islam.<br>He is also called: O Djōu ma duhutu, the real Lord; or the Lord, the Owner (of everything)<br>And sometimes also: 0 Djou Laha - Tàla (Islam.), or; Djou to ma gàku : the Lord up there, or; the Upper Host (Ternatese).<br> # to worship (pudji) to ask for, in a prayer = ma nia<br> # o lèfo (literally: the drawing on the tree bark)<br> # o hūrufu (Malay)<br> # o suràti (Malay) the way they send messages to each other is by sending flowers or leaves, or objects<br> # o buku (Dutch)<br> # The words of the song. There are quite a few names for singing, depending on the way of accompaniment by drum and gong - or on the occasion<br> # o dosa (?), o sala (?), o dorōu ja àka<br><noinclude></noinclude> 7av6oogzr6o726ykwx4d6u664l65swp Halaman:029,079 Galela.djvu/32 104 95545 267020 2026-03-27T15:17:16Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 267020 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="42"> there are only sorcerers<br> # o sigi (Muhammedan)<br>o séri : the house or the shed without walls in which the village spirit (wòngè) swells # (holy grave - Islam.)<br> # o kimalaha, o ngòpa maria, o hūkum, o himo<br> # (not a separate class here) o surudadu<br> # a minor mishap = o bodito<br> # o dàfa = prisoner of war<br> # ija (vulgar) / mamoḍòka, also : kawi (Malay)<br> # ("they don't want each other")<br> # not used<br> # (of men with swords and shields sòḋa)<br> # thatch made of sago palm leaves<br> # o boběrēsu (partition) mostly made of mats; o salipi of nipa palm leaves; also of plaited bamboo slats : o làla, or of pounded bamboo - o tàta<br> # minor posts = o uto<br> # ("it is burning")<br> # o uku pa tiòdo (extinguish with water)<br> # the houses are built on the ground, not on stilts<br> # frying pan<br> # o papàla = coconut shell<br> # there are many old, porcelain saucers : o piga, o saruni, etc.<br> # o diha : name for all kinds of knives, mostly made in Europe.<br>There are also knives which have been made in Tidore; often people like it if the back and the cutting edge turn slightly upwards at the point; such a knife is called : o diha pèla<br> # o djidjibubo (earthenware)<br>o iru = skimmers (kitchenware)<br> # o tònga - round and open, plaited of bamboo, all kinds of sizes sometimes plaited of rattan, with wide mazes = o ràta<noinclude></noinclude> 6x40rtbtumbc7xhcpvd4fjgsg7t3mzr Halaman:029,079 Galela.djvu/33 104 95546 267021 2026-03-27T15:17:53Z Thersetya2021 15831 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'GALELA 139 65. (in all sizes, square or round, plaited of pandanus leaves, with a lid) 66. (porcelain jar with a lid like the snuff-jars in Holland) : o momolo 67. (to cook dinner = ma sakahi) 68. depending on the animal: o sàpi, o titi (pork) o maidjanga; generally also eaten as dessart: o sihòdé 69. generally also eaten as dessert : o sihòdé but when contrasted with meat = o nawo fresh fish: o nawo da ò hu smoked fish: o nawo idodòpo large sal... 267021 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>GALELA 139 65. (in all sizes, square or round, plaited of pandanus leaves, with a lid) 66. (porcelain jar with a lid like the snuff-jars in Holland) : o momolo 67. (to cook dinner = ma sakahi) 68. depending on the animal: o sàpi, o titi (pork) o maidjanga; generally also eaten as dessart: o sihòdé 69. generally also eaten as dessert : o sihòdé but when contrasted with meat = o nawo fresh fish: o nawo da ò hu smoked fish: o nawo idodòpo large salted fish : o nawo ma ria smaller fish, smoked on racks : o nawo o galaféa 70. unhusked: a tamo ma kahi strictly speaking: o tamo dé ma kahi-ka 71. of girls : o döi magolòngi (belt plaited of rattan and painted red, on which small shells or silver coins have been fastened in patterns of women: metal belly-plate or buckle : o pidingi 72. I. upper arm, young men (palm fibre) : : o aro-aro wrist, boy and girls, made of shells : o basané made of silver : o talanga II. girls : o dòhu ma golòngi, these are made of palm fibre made of silver : o dōhu ma talanga 73. o kumèta: for men o taugė, o ngaté-ngatė = for women 74. not used as clothing%3B when used as a sling: o boburusa 75. no more than a piece of cloth between the legs : o sabéba wound around the waist, coloured and with a fringe : o dõima sasangi 76. locally made : o dino European : o baro 77. (not native to the area) 78. to twine several threads into a rope = ruki = very thin borèngo 79. made of idjoek = o gago - or, when it is<noinclude></noinclude> fd3d09y96k5j4wh6ujubi6s76x0h0gj 267031 267021 2026-03-28T03:21:02Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 267031 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="65"> (in all sizes, square or round, plaited of pandanus leaves, with a lid)<br> # (porcelain jar with a lid like the snuff-jars in Holland) : o momòlo<br> # (to cook dinner = ma sakahi)<br> # depending on the animal: o sàpi, o titi (pork) o maidjanga; generally also eaten as dessart: o sihòdé<br> # generally also eaten as dessert : o sihòdé<br>but when contrasted with meat = o nawo<br>fresh fish: o nawo da ò hu<br> smoked fish: o nawo idodòpo<br>large salted fish : o nawo ma ria smaller fish, smoked on racks : o nawo o galaféa<br> # unhusked: a tamo ma kahi<br>strictly speaking: o tamo dé ma kahi-ka<br> # of girls : o döi magolòngi (belt plaited of rattan and painted red, on which small shells or silver coins have been fastened in patterns of women: metal belly-plate or buckle : o pidingi<br> # I. upper arm, young men (palm fibre) : o aro-aro<br>{{gap}}wrist, boy and girls, made of shells : o basané<br>{{gap}}made of silver : o talanga<br>II. girls : o dòhu ma golòngi, these are made of palm fibre<br>{{gap}}made of silver : o dōhu ma talanga<br> #<li value="73"> o kumèta: for men<br>o taugė, o ngaté-ngaté = for women<br> # not used as clothing; when used as a sling: o boburusa<br> # no more than a piece of cloth between the legs : o sabéba<br>wound around the waist, coloured and with a fringe : o dõima sasangi<br> # locally made : o dino<br>European : o baro<br> # (not native to the area)<br> # to twine several threads into a rope = ruki - or, when it is very thin = borèngo<br> # made of idjoek = o gago<noinclude></noinclude> azhsh9aet97e1ljj29ehs398b92p227 Halaman:029,079 Galela.djvu/34 104 95547 267022 2026-03-27T15:17:57Z Thersetya2021 15831 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '140 GALELA 80. to braid a net = hari to knot = tòlo puku 81. (not native to the area) 82. wooden fork used to rake things together = o gogarado 83. (originally a sharp sliver of bamboo%3B nowadays mostly a small knife with a small piece of wood fastened cross-wise on the back) 84. the planting of trees = o raki 85. not known : one practises exhaustive cultivation on dry grounds 86. not known any kind of dike: o bangi 87. (harvest, yeild) o dòro... 267022 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>140 GALELA 80. to braid a net = hari to knot = tòlo puku 81. (not native to the area) 82. wooden fork used to rake things together = o gogarado 83. (originally a sharp sliver of bamboo%3B nowadays mostly a small knife with a small piece of wood fastened cross-wise on the back) 84. the planting of trees = o raki 85. not known : one practises exhaustive cultivation on dry grounds 86. not known any kind of dike: o bangi 87. (harvest, yeild) o dòro ma ngàsi 2 88. the seed is not scatterd about, but put in small holes pricked in the ground: o tamo ja umo 89. (to plant rice : tudu) 90. of rice : da osa 91. if they climb up to them: dola if they pull them off : towo if they cut them off : sàka 92. different kinds of katjang beans: green = o těmělo brown = o kupuwo yellow = o Jaba 93. watermelon = o samaka red labu osambiki white labu = o koko 94. o gumi (batatas) o ubi, o dilago o kiha o siapu 95. o mandĕràsi, o nasibi, o ima-gòta 96. which kind? 97. there are several kinds : o kòkèné, o mumu, o toko ma běhèlé, o pělèsoku 98. (the so-called palm is obtained here from the aren palm) 99. (boiled sap of sugarcane) 100. (not native to this area) 101. generic term : o manara many species: o boku, o kokoa, o kulèwé o ōro-ōro, o ngòmabòlo, o siho, o tabaluko<noinclude></noinclude> i1vztyui9h7uf05ujh1p4cvqlfpnpau 267032 267022 2026-03-28T03:31:23Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 267032 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="80"> to braid a net = hari<br>to knot = tòlo puku<br> # (not native to the area)<br> # wooden fork used to rake things together = o gogarado<br> # (originally a sharp sliver of bamboo; nowadays mostly a small knife with a small piece of wood fastened cross-wise on the back)br> # the planting of trees = o ràki<br> # not known : one practises exhaustive cultivation on dry grounds<br> # not known any kind of dike: o bangi²<br> # (harvest, yeild) o dòro ma ngàsi<br> # the seed is not scatterd about, but put in small holes pricked in the ground: o tamo ja umo<br> # (to plant rice : tudu)<br> # of rice : da òsa<br> # if they climb up to them: dola<br>if they pull them off : towo<br>if they cut them off : sàka<br> # different kinds of katjang beans: green = o těmělo<br>{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}brown = o kupuwo<br>{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}yellow = o jaba<br> # watermelon = o samàka<br>red labu = osambiki<br>white labu = o kòko<br> # o gumi (batatas) o ubi, o dilago o kiha o siàpu<br> # o mandĕràsi, o nāsibi, o ima-gòta<br> # which kind?<br> # there are several kinds : o kòkèné, o mumu, o tòko ma běbèlé, o pělèsoku<br> # (the so-called palm is obtained here from the aren palm)<br> # (boiled sap of sugarcane)<br> # (not native to this area)<br> # generic term : o manara<br>many species: o bòku, o kokōa, o kulèwé<br>{{gap}}{{gap}}{{gap}}o ōro-ōro, o ngòmabòlo, o siho, o tabaluko<noinclude></noinclude> dpngnixiq8xk7y9q5nneilm0a6ojwll Halaman:029,079 Galela.djvu/35 104 95548 267023 2026-03-27T15:18:07Z Thersetya2021 15831 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'GALELA 141 102. (are found in great variety) 103. (djeroek manis) 104. the root yields a yellow dye 105. no general term : o tònga-djawa, o aulòto, o galau, o lōu, o tětéwanga, o tabadiko-tjina, o suma, o wèmo, etc. 106. o tagé (kanari) o oki (lansat) o liri (kokos) o gotjèla (pinang) 107. o takiu, o kàso ma hutu, o rai-rai, o kokělèda, etc. 108. ("its child") 109. boar = o titi ma màko SOW piglet = o titi ma èsa o titi ma musé 110. o namo dara... 267023 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>GALELA 141 102. (are found in great variety) 103. (djeroek manis) 104. the root yields a yellow dye 105. no general term : o tònga-djawa, o aulòto, o galau, o lōu, o tětéwanga, o tabadiko-tjina, o suma, o wèmo, etc. 106. o tagé (kanari) o oki (lansat) o liri (kokos) o gotjèla (pinang) 107. o takiu, o kàso ma hutu, o rai-rai, o kokělèda, etc. 108. ("its child") 109. boar = o titi ma màko SOW piglet = o titi ma èsa o titi ma musé 110. o namo dara (European dove). o dara furu (turtle dove) o luga o kòkuhuhu - o boldro (species of small doves in dif- ferent colours) o ngòku (white with black edges around the wings; large) o ngoōmi (large green wood pigeon) o měrému - purple-glow. dove 111. white = o gotola green o gotopo red o ubo yellowish-green = o gulėla Lorikeet = o luri 112. o tjiba, o mododòlènge, o salabota 113. flying squirrel: o palado. 114. small species (paniki pisang) 115. (civet cat = o bōu-lamo) 116. (large mouse) 117. these are not found here; on the Bacan Islands there is only one species, without a tail 118. o djala = casting net o sòma = a long kind of net, having floats at the topside and lead weights at the bottom%3B it is one fathom wide. The net, forming half a circle, is dragged from one point near the beach<noinclude></noinclude> f7swfanj0nwb834a2il75l2qufzvsfz 267033 267023 2026-03-28T03:38:20Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 267033 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="102"> (are found in great variety)<br> # (djeroek manis)<br> # the root yields a yellow dye<br> # no general term : o tònga-djawa, o aulòto, o galau, o lōu, o tětéwanga, o tabadiko-tjina, o suma, o wèmo, etc.<br> # o tàgé (kanari) o oki (lansat) o liri (kokos) o gotjèla (pinang)<br> # o takīu, o kàso ma hutu, o rai-rai, o kòkělèda, etc.<br> # ("its child")<br> # boar = o titi ma màko<br>sow = o titi ma èsa<br>piglet = o titi ma musé<br> # o namo dara (European dove)<br>o dara furu (turtle dove)<br>o luga o kòkuhuhu - o bolòro (species of small doves in different colours)<br>o ngòku (white with black edges around the wings; large)<br>o ngoōmi (large green wood pigeon)<br>o měrému - purple-glow dove<br> # white = o gotòla<br>green = o gotòpo<br>red = o ubo<br>yellowish-green = o gulėla<br>Lorikeet = o luri<br> # o tjiba, o mododòlènge, o salabota<br> # flying squirrel: o palado<br> # small species (paniki pisang)<br> # (civet cat = o bōu-lamo)<br> # (large mouse)<br> # these are not found here; on the Bacan Islands there is only one species, without a tail<br> # o djala = casting net<br>o sòma = a long kind of net, having floats at the topside and lead weights at the bottom; it is one fathom wide. The net, forming half a circle, is dragged from one point near the beach<noinclude></noinclude> qldcamicx41qb1cn1t4vpafccym2yg4 Halaman:029,079 Galela.djvu/36 104 95549 267024 2026-03-27T15:18:27Z Thersetya2021 15831 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '142 GALELA to another; there a canoe is waiting. One brings both ends of the net closer together and hauls it in towards the canoe. The fish collects in the centre of the net, which is made of stronger rope than the other parts. The centre of the net is finally lifted out of the water and emptied in the canoe. o siu = a long, conical shaped scoop-net. It is stretched between two bamboos with its point downwards and then put on the prow of the ca... 267024 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>142 GALELA to another; there a canoe is waiting. One brings both ends of the net closer together and hauls it in towards the canoe. The fish collects in the centre of the net, which is made of stronger rope than the other parts. The centre of the net is finally lifted out of the water and emptied in the canoe. o siu = a long, conical shaped scoop-net. It is stretched between two bamboos with its point downwards and then put on the prow of the canoe. A number of canoes equipped in this way surround a school of fish, approach each other and all at the same time dip their nets into the water. The fish, unable to escape, enters one or more of the nets. 119. dog's flea 120. black ant o guludu da tataro red ant = o guludu da sosawala very small ant in cupboards with food = o mala-mala red tree-ant = o kané-kané black, large tree-ant = o iho 121. boa-constrictor : o gumi-lamo "the big rope" the so-called blind snake, small, grey and brown : o lako-soné with yellow stripes : o populéga with green spots : o wawàngé the flying snake : o ngihia i sosòso there are no poisonous snakes here 122. big land-crab - Birguslatro - o kutǎti 123. many specific names, o kahi is : shell, skin, bark, etc. ma : genitive marker : o buūku makahi, o kālèngè makahi, etc. 124. o kèdo, o djuku, o kàso ma wuwawu, o susupo kuno, etc. muur-hagedis : o lalāhikāna 125. different kinds : o wasi, o rubè, o djeki, o ori ma lòha, etc. 126. ("the dragon swallows the sun") 127. Although the Galelarese counts in years of twelve moons each (strictly speaking: his year is the time needed by the constel- lation the pleiades to rise again at the same time of the night as before) he names only six of them : from the time that, at sunset, the pleiades are almost in the zenith till they disappear in the evening under the western horizon. He calls those months : o nàwoko; o blànga (in blànga the pleiades are in the zenith at sunset = approximately our month February)<noinclude></noinclude> pio8jvmkxk5wavdaexyewi6ehlaiujm 267034 267024 2026-03-28T03:45:36Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 267034 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude><ol>to another; there a canoe is waiting. One brings both ends of the net closer together and hauls it in towards the canoe. The fish collects in the centre of the net, which is made of stronger rope than the other parts. The centre of the net is finally lifted out of the water and emptied in the canoe.<br>o siu = a long, conical shaped scoop-net. It is stretched between two bamboos with its point downwards and then put on the prow of the canoe. A number of canoes equipped in this way surround a school of fish, approach each other and all at the same time dip their nets into the water. The fish, unable to escape, enters one or more of the nets.</ol> # <li value="119">dog's flea<br> # black ant = o guludu ḋa tataro<br>red ant = o guludu ḋa sosawàla<br>very small ant in cupboards with food = o mala-mala<br>red tree-ant = o kané-kané<br>black, large tree-ant = o iho<br> # boa-constrictor : o gumi-lamo "the big rope"<br>the so-called blind snake, small, grey and brown : o làko-soné<br>with yellow stripes : o populéga<br>with green spots : o wawàngé<br>the flying snake : o ngihia i sosòso<br>there are no poisonous snakes here # big land-crab - Birguslatro - o kutǎti<br> # many specific names, o kahi is : shell, skin, bark, etc.<br>ma : genitive marker : o buūku makahi, o kālèngè makahi, etc.<br> # o kèdo, o djuku, o kàso ma wuwawu, o sūsupō kuno, etc.<br>muur-hagedis : o lalāhikāna<br> # different kinds : o wasi, o rubè, o djeki, o ori ma lòha, etc.<br> # ("the dragon swallows the sun")<br> # Although the Galelarese counts in years of twelve moons each (strictly speaking: his year is the time needed by the constellation the pleiades to rise again at the same time of the night as before) he names only six of them : from the time that, at sunset, the pleiades are almost in the zenith till they disappear in the evening under the western horizon. He calls those months : o nàwoko; o bīànga (in bīànga the pleiades are in the zenith at sunset = approximately our month February)<noinclude></noinclude> bd7r81gg7csq60d7ewgi9y9s4nglezo Halaman:029,079 Galela.djvu/37 104 95550 267025 2026-03-27T15:18:39Z Thersetya2021 15831 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'GALELA 143 128. o sằngo-ka; ma ngòpa; ma awa; ma awa ma dudu Those who in recent times have been to school also know the European names of the months pleiades : o pariàma 129. the moisture : o gagi 130. anchorage : o loléo 131. (secondary growth on former gardens) 132. (white lead) 133. (black lead) 134. Tidorese blacksmiths travel about%; forgeing is not native to Galela 135. i totoro "those who make gardens" : no separate class of people, ever... 267025 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>GALELA 143 128. o sằngo-ka; ma ngòpa; ma awa; ma awa ma dudu Those who in recent times have been to school also know the European names of the months pleiades : o pariàma 129. the moisture : o gagi 130. anchorage : o loléo 131. (secondary growth on former gardens) 132. (white lead) 133. (black lead) 134. Tidorese blacksmiths travel about%; forgeing is not native to Galela 135. i totoro "those who make gardens" : no separate class of people, everybody makes gardens 136. linear measurements : a span o sanga ✓ fathom o ròhé ma sononga 1 fathom o mongoho 1 10 fathoms = o taranu 1 lower arm o asita 137. measures of volume: 1 bowl ¼ tjūpak = o udð 1 <?> 1 tjūpak o kula 1 measures of fluids : 1 bottle = o botoli 1 10 bottles o pělěsoku 1 138. dug-out canoe ; o déru of o déru ma awa%3B the same but without outriggers and with a rounder bottom : o dadé the keel = ma awa%; the planks extending the keel fore and aft : ma pàkatā%;B the outriggers = ma sèsa outrigger floats = ma suma the built-up prow and stern = ma kalulu the knee-timbers at the extremities of the outriggers to which the floats have been fastened = ma sėkė the cross-sticks between which the sėká are fastened : ma bobènga the planks ma ifa are hewn from one piece of wood in a slightly curved form%3B later they are bent further till they fit; they stand on the keel, fastened to each other by pegs. On the inside of the planks small wooden blocks have been left at regular intervals: ma maru-maru. In these, holes have been chiseled.<noinclude></noinclude> 7b4ztoe0dos9ohr5r6uanfuzkhfb99v 267035 267025 2026-03-28T03:57:50Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 267035 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude><ol>o sāngo-ka; ma ngòpa; ma awa; ma awa ma dudu<br>Those who in recent times have been to school also know the European names of the months</ol> #<li value="128">pleiades : o pariàma<br> # the moisture : o gagi<br> # anchorage : o loléo<br> # (secondary growth on former gardens)<br> # (white lead)<br> # (black lead)<br> # Tidorese blacksmiths travel about; forgeing is not native to Galela<br> # i totoro "those who make gardens" : no separate class of people, everybody makes gardens<br> # linear measurements : a span = o sànga<br>{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}½ fathom = o ròhé ma sonònga<br>{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}1 fathom = o mongòho 1<br>{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}10 fathoms = o taranu 1<br>{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}lower arm = o āsita<br> # measures of volume: 1 bowl ¼ tjūpak = o udǒ 1 <?><br>{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}1 tjūpak = o kulà 1<br>measures of fluids : 1 bottle = o bōtoli 1<br>{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}10 bottles = o pēlēsoku 1<br> # dug-out canoe ; o déru of o déru ma awa; the same but without outriggers and with a rounder bottom : o dadé<br>the keel = ma awa; the planks extending the keel fore and aft : ma pàkatā; the outriggers = ma sèsa<br>outrigger floats = ma suma<br>the built-up prow and stern = ma kalulu<br>the knee-timbers at the extremities of the outriggers to which the floats have been fastened = ma sėké<br>the cross-sticks between which the sėká are fastened : ma bobènga the planks ma ifa are hewn from one piece of wood in a slightly curved form; later they are bent further till they fit; they stand on the keel, fastened to each other by pegs. On the inside of the planks small wooden blocks have been left at regular intervals: ma maru-maru. In these, holes have been chiseled.<noinclude></noinclude> bcuvoy2os6rrckhv5upbb54c6s9k7it Halaman:029,079 Galela.djvu/38 104 95551 267026 2026-03-27T15:18:55Z Thersetya2021 15831 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'On the ma maru-maru are tied the cross-beams : ma ngalo which serve to prevent the planks from bending outwards national canoes, smaller or larger = o déru o pakata%3B the larger ones carry a tent or little house, erected in the middle 17/1 139. is steered with an oar 140. is not used with these canoes <?> 141. ("it is big") i lamo (big, large) i lalamo 142. "it is small" : da tjéké small da tjětjéké 143. (also of round objects) 144. of flat obj... 267026 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>On the ma maru-maru are tied the cross-beams : ma ngalo which serve to prevent the planks from bending outwards national canoes, smaller or larger = o déru o pakata%3B the larger ones carry a tent or little house, erected in the middle 17/1 139. is steered with an oar 140. is not used with these canoes <?> 141. ("it is big") i lamo (big, large) i lalamo 142. "it is small" : da tjéké small da tjětjéké 143. (also of round objects) 144. of flat objects: da kipiri : 1 pako of rope, thread, needle, nail, etc. 145. of flat objects: da hina; round ones : da tjėkė rope, thread, etc. 1 alusu 146. slim of body = 1 sėna 147. da guui (not heavy) sėna; very tall and thin 1 ngau 148. 1 léri = leaning 149. da dudu (not wet) dry wood, e.g. da tolòlé of dried fish, e.g. 1 toré 150. i wòra (of rope) 151. (very young) da kian <dakiau?> (bigger) ma goho 152. da taro = dark da bisi = light 153. dakòlo = to have an opinion on 154. to say = tèmo<noinclude></noinclude> f82jiupi2715hhsuj72fb1794959vod 267037 267026 2026-03-28T05:56:39Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 267037 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude><ol>On the ma maru-maru are tied the cross-beams : ma ngalo which serve to prevent the planks from bending outwards national canoes, smaller or larger = o déru o pakātā; the larger ones carry a tent or little house, erected in the middle</ol> # <li value="139"> is steered with an oar<br> # is not used with these canoes <?><br> # ("it is big") i lamo<br>(big, large) i lalamo<br> # "it is small" : ḋa tjéké<br>small da tjětjéké<br> # (also of round objects)<br> # of flat objects: da kipiri<br>of rope, thread, needle, nail, etc. : 1 pàko<br> # of flat objects: ḋa hina; round ones : ḋa tjėkė<br>{{gap}}{{gap}}{{gap}}rope, thread, etc. : i ālusu<br> # slim of body = 1 sėna - sėna; very tall and thin : i ngau<br> # ḋa guūi (not heavy)<br> # i léri = leaning<br> # ḋa dudu (not wet)<br>dry wood, e.g. da tolòlé<br>of dried fish, e.g. i toré<br> # i wòra (of rope)<br> # (very young) ḋa kian <ḋakiau?><br>(bigger) ma gòho<br> # ḋa taro = dark<br>ḋa bisi = light<br> # dakòlo = to have an opinion on<br> # to say = tèmo<noinclude></noinclude> 3he9t5b6nibkp45hd1lx2zh51vbfcai Halaman:029,079 Galela.djvu/39 104 95552 267027 2026-03-27T15:19:26Z Thersetya2021 15831 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '155. to make àka to do 156. to carry, of two people who together carry a stick to which the load is fastened 3B ma ridöi 157. carry in a piece of cloth 158. to look at = nano to go to have a look at, to investigate to go to see somebody, to visit = kurumi = léga to have a look, to watch, look on = tomina 159. dahè, téro, raba 160. tèpi - - rogi lèta - pelòté 161. ramo tého polòso 162. hikéwa (not to give) hòlu (not to want) simaha - wa (not to... 267027 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>155. to make àka to do 156. to carry, of two people who together carry a stick to which the load is fastened 3B ma ridöi 157. carry in a piece of cloth 158. to look at = nano to go to have a look at, to investigate to go to see somebody, to visit = kurumi = léga to have a look, to watch, look on = tomina 159. dahè, téro, raba 160. tèpi - - rogi lèta - pelòté 161. ramo tého polòso 162. hikéwa (not to give) hòlu (not to want) simaha - wa (not to permit) 163. i sòra (it flames) 164. to slap, hit once : poka 165. one (male person) = i wi moi one (female person) = i mi moi nobody, none (of people) 166. for persons Ja ruangél 167. for persons: ja ruha ja moi - wa further, if there are two or more people, then ja is added before the numeral and it is repeated with the other parts of the numeric expression: ja ratu moi dé ja mogiowo dé ja motoha = 155 people 168. for objects : muruwo - moi for a price : okia for people you (pl.) - they - 169. with countable objects: i dala with masses : 1 lamo people - ja we (excl.) : ini we (incl.) : imi - ina how many ini- Ja -imi ina dala 170. objects: 1 dala - wa masses : 1 lamo : muruwo wa people ini ja a little, few imi - ina dala - wa sutu / ma tjutjuūtu<noinclude></noinclude> 1xppy3zat00xzgfhrik0ki68hsgcurv 267038 267027 2026-03-28T06:08:55Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 267038 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="155">to make<br>to do }àka <br> # to carry, of two people who together carry a stick to which the load is fastened ; ma ridöi<br> # carry in a piece of cloth<br> # to look at = nano<br>to go to have a look at, to investigate = léga<br>to go to see somebody, to visit = kurumi<br>to have a look, to watch, look on = tomina<br> # dahè, téro, raba<br> # tèpi - rogi - lèta - pelòté<br> # ramo - tého - polòso<br> # hiké - wa (not to give)<br>hòlu (not to want)<br>simaha - wa (not to permit)<br> # i sòra (it flames)<br> # to slap, hit once : pòka<br> # one (male person) = i wi moi<br>one (female person) = i mi moi<br>nobody, none (of people) = ja moi - wa<br> # for persons : ja ruangé<br> # for persons : ja ruha}further, if there are two or more people, then ja is added before the numeral and it is repeated with the other parts of the numeric expression: ja ratu moi dé ja mogiowo dé ja motoha = 155 people<br> # for objects : muruwo<br>for a price : okia - moi<br>for people you (pl.) - they - we (excl.) : ini - ja<br>we (incl.) : imi - ina<br>how many : muruwo<br> # with countable objects: i dala<br>with masses : i lamo<br>people : ini - ja - imi - ina dala<br> # objects: i dala - wa<br>masses : i lamo - wa<br>people : ini ja - imi - ina dala - wa<br>a little, few : sutu / ma tjutjuūtu<noinclude></noinclude> m7aieu3635uyt1j0xbpw65n0nqee4nz Halaman:029,079 Galela.djvu/40 104 95553 267028 2026-03-27T15:19:52Z Thersetya2021 15831 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '171. ("it is not sufficient") 172. objects: da ngodu persons: ini - also : moi - ja moi - - imi ina ngodu 173. with the objective way of speaking, or the so-called stative verb: ..ina (we) ..i (I) .ini (you, sg.) da (it) ..iwi (he) ...imi (she) ...imi (we, exclusive) ...ini (you, pl.) ..ja (they) with the action verbs: ...to (I) . . . po (we) ...no (you, sg.) ...jo (it) ...wo (he) ...mijo (we, exclusive) ...nijo (you, pl.) ...Jo (they) ...mo (s... 267028 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>171. ("it is not sufficient") 172. objects: da ngodu persons: ini - also : moi - ja moi - - imi ina ngodu 173. with the objective way of speaking, or the so-called stative verb: ..ina (we) ..i (I) .ini (you, sg.) da (it) ..iwi (he) ...imi (she) ...imi (we, exclusive) ...ini (you, pl.) ..ja (they) with the action verbs: ...to (I) . . . po (we) ...no (you, sg.) ...jo (it) ...wo (he) ...mijo (we, exclusive) ...nijo (you, pl.) ...Jo (they) ...mo (she) with transitive verbs: ...ta (I) ...na (you, sg.) ...ja (it) ...wa (he) ...ma (she) ..pa (we) ...mija (we, exclusive) ...nija (you, pl.) . ...ja (they) with the intransitive verbs: ...ngohi to (I) ...ngòna no (you, sg.) ...1 (it) (she) ...ngoné po (we) ...ngomi mi (we, exclusive) ...ngohi ma si rèté (I myself) ...ngini ni (you, pl.) ...ona i (they) . . . muna mo ...una Wo (he) 174. ai = shortened form 175. nanga = shortened form (exclusive : to ngomi mia (shortened) : mia 176. ani (shortened) 177. nia (shortened) her to muna ami (shortened) ami with objects, or neuter nouns = ma 178. många (shortened) 179. awi (shortened) 180. nagu una, nagu - muna, nago ona 181. on the other side<noinclude></noinclude> o6bj34qbaozus4w82vl0cc6261zjw5n 267040 267028 2026-03-28T06:34:02Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 267040 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="171"> ("it is not sufficient")<br> # objects: da ngodu<br>persons: ini - ja - imi - ina ngodu<br>also : moi - moi<br> # with the objective way of speaking, or the so-called stative verb: {{multicol}} ...i (I)<br> ...ini (you, sg.) - da (it)<br> ...iwi (he)<br> ...imi (she) {{multicol-break}} ...ina (we)<br> ...imi (we, exclusive)<br> ...ini (you, pl.)<br> ...ja (they) {{multicol-end}} with the action verbs: {{multicol}} ...to (I)<br> ...no (you, sg.)<br> ...jo (it)<br> ...wo (he)<br> ...mo (she) {{multicol-break}} ...po (we)<br> ...mijo (we, exclusive)<br> ...nijo (you, pl.)<br> ...jo (they) {{multicol-end}} with transitive verbs: {{multicol}} ...ta (I)<br> ...na (you, sg.)<br> ...ja (it)<br> ...wa (he)<br> ...ma (she) {{multicol-break}} ...pa (we)<br> ...mija (we, exclusive)<br> ...nija (you, pl.)<br> ...ja (they) {{multicol-end}} with the intransitive verbs: {{multicol}} ...ngohi to (I)<br> ...ngòna no (you, sg.)<br> ...i (it)<br> ...muna mo(she)<br> ...una wo (he) {{multicol-break}} ...ngoné po (we)<br> ...ngomi mi (we, exclusive)<br> ...ngohi ma si rèté (I myself)<br> ...ngini ni (you, pl.)<br> ...òna i (they) {{multicol-end}} # <li value="174"> ai = shortened form<br> # nanga = shortened form (exclusive : to ngomi mia (shortened) : mia<br> # ani (shortened)<br> # nia (shortened)<br>her to muna ami (shortened) ami<br>with objects, or neuter nouns = ma<br> # mànga (shortened)<br> # awi (shortened)<br> # nagu - una, nagu - muna, nago - òna<br> # on the other side<noinclude></noinclude> clb1pop18brx5lm14c109k1wv2l0638 Halaman:029,079 Galela.djvu/41 104 95554 267029 2026-03-27T15:20:12Z Thersetya2021 15831 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '182. madiné (inland) madàdé (by the sea) madàké (that, those, up there) madàhé (that, those, down there) 183. kagėna, kadòké, kadiné, kadàdé, kadàké, kadàhé 184. very early : i langi-langi it becomes light: 1 lòfo i langi the dew has dried : o gagi da dudu (± 9 a.m.) the sun is in the centre <of the sky> : o wange i tiai the sun is yonder at the other side : o wangé kadòke (± 3 p.m.) when the wind drops at the end of the afternoon o wange i...' 267029 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>182. madiné (inland) madàdé (by the sea) madàké (that, those, up there) madàhé (that, those, down there) 183. kagėna, kadòké, kadiné, kadàdé, kadàké, kadàhé 184. very early : i langi-langi it becomes light: 1 lòfo i langi the dew has dried : o gagi da dudu (± 9 a.m.) the sun is in the centre <of the sky> : o wange i tiai the sun is yonder at the other side : o wangé kadòke (± 3 p.m.) when the wind drops at the end of the afternoon o wange i mada ka i mada-mada ka} ± 5 p.m. 185. torch of rosin 186. midnight = o putu i totongiraba ± 3.30 a.m. : the first crowing of the cocks : o toko i soré ma moi 187. there are no such clearly defined wet and dry monsoons here; it rains every now and then throughout the whole year the names for the north and south trade winds are (north wind) en Korésara (south wind) 188. (for some time: Kapuruwo 189. first : kasi (this or that) :i hiwa - - 190. kapuruwo (in the past) muruwo àsa (in the future) 191. ka = suffix 192. following a verb : waasi 193. no = suffix naga) : Koremiè si <is> not yet there <?> 194. suffix = ka 195. suffix = ka 196. from where: kékia - no 197. thus, in this way: kòmanėna - komagėna 198. (often with the preposition si (also in a causative or instrumental sense)<noinclude></noinclude> jo014jkjyqki8h2hwgylh83p5omgy36 267036 267029 2026-03-28T05:17:47Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 267036 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="182"> madiné (inland)<br>madàdé (by the sea)<br>madàké (that, those, up there)<br>madàhé (that, those, down there)<br> # kagėna, kadòké, kadiné, kadàdé, kadàké, kadàhé<br> # very early : i langi-langi<br>it becomes light: i lòfo i langi<br>the dew has dried : o gagi da ḋudu (± 9 a.m.)<br>the sun is in the centre <of the sky> : o wange i tiāi<br>the sun is yonder at the other side : o wangé kadòke (± 3 p.m.)<br>when the wind drops at - o wange i maḋa ka<br>the end of the afternoon - i maḋa-maḋa }± 5 p.m.<br> # torch of rosin<br> # midnight = o putu i totongiraba<br>± 3.30 a.m. : the first crowing of the cocks : o toko i soré ma moi<br> # there are no such clearly defined wet and dry monsoons here; it rains every now and then throughout the whole year<br>the names for the north and south trade winds are : Koremiè<br>(north wind) en Korésara (south wind)<br> # (for some time: Kapuruwo - naga)<br> # first : kàsi<br>(this or that) :i hiwa - si : <is> not yet there <?><br> # kapuruwo (in the past)<br>muruwo àsa (in the future)<br> # ka = suffix<br> # following a verb : waàsi<br> # no = suffix<br> # suffix = ka<br> # suffix = ka<br> # from where: kékia - no<br> # thus, in this way: kòmanėna - komagėna<br> # (often with the preposition si (also in a causative or instrumental sense)<noinclude></noinclude> ko0xpwwkiwb9u3xd9p8uhovss43yqs2 Halaman:Horison 03 1990.pdf/17 104 95555 267039 2026-03-28T06:29:39Z Hadithfajri 15274 /* Telah diuji baca */ 267039 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Hadithfajri" /></noinclude>'''Sajak-sajak'''<br> <big>'''RABINDRANATH TAGORE'''</big> Terjemahan: Abdul Hadi W.M. '''TAMU''' <poem> Lama tiada tamu berkunjung ke rumah, pintu-pintuku tertutup, jendela terpalang: kupikir malam-malamku akan sepi. Ketika mataku kubuka kusaksikan gelap telah lenyap. Aku bangkit dan lari kemudian kulihat buat gapura rumahku hancur, dan lewat pintu terbuka angin dan cahayamu mengibarkan bendera-benderanya. Dulu ketika aku jadi tawanan di rumahku sendiri, dan pintu-pintu tertutup, hatiku senantiasa ingin melarikan diri dan pergi mengembara. Kini aku masih saja duduk di muka gapuraku yang hancur, menunggu kehadiranmu. Kini kau telah mengikatku dengan kebebasanku. </poem> '''PANGGILAN HIDUP''' <poem> Jika gong berdengung sepuluh kali di pagi hari dan aku berjalan menuju sekolah, bertemulah aku setiap hari de- ngan penjual kelontong yang berteriak, "Manik! Manik batul" Tak ada yang memburu dia, tak ada jalan yang harus ditempuh, tak ada tempat kemana ia harus pergi. Aku ingin jadi penjual kelontong yang menghabiskan hari-harinya di jalanan sambil berteriak, "Manik! Manik batu!" Jika sore hari pukul empat aku pulang dari sekolah, kulihat dari gerbang masuk tukang kebun sedang menyabit rumput di halaman. la bekerja sesuka hatinya, mengotori bajunya dengan debu, berjemur di bawah panas matahari, kehujanan tanpa seorang pun melarangnya. Aku ingin jadi tukang kebun yang bekerja sesuka hati, dan tak seorang pun malarangku. Jika malam tiba dan ibu menyuruhku tidur, kulihat lewat jendela, peronda malam bolak-balik di gang. Jalanan gelap, dan sepi, dan lampu pasar tegak bagai raksasa bermata merah di tengah kepalanya. Peronda itu berjalan membawa lampunya bersama bayang-bayangnya, dan ia tak pernah tidur selama hidupnya. Aku ingin jadi peronda dan berjalan di jalanan sepanjang malam sambil menghalau bayang-bayang dengan lam- puku. </poem> '''DI PANTAI''' <poem> Di pantai dunia tak berujung anak-anak bertemu. Langit luas tak bergerak di atas dan air tak hentinya gemuruh. Di pantai dunia tak berujung anak-anak bertemu dengan sahutan dan tarian. Mereka dirikan rumah-rumah mereka dari pasir, dan bermain dengan kerang-kerang kosong. Dengan daun- daun kering mereka luncurkan perahu-perahu mereka dan tersenyum seraya menghanyutkannya ke lautan dalam. Anak-anak punya mainan di pantai dunia-dunia. Mereka tak bisa berenang, tak tahu bagaimana mem- bentangkan jala. Penyelam pergi mencari mutiara, para pedagang berlayar jauh dengan kapal-kapal mereka, se- mentara anak-anak memungut kerikil dan melemparkan- nya kembali. Mereka tak mencari harta karun yang terpen- dam, mereka tak tahu bagaimana membentangkan jala. Laut gemuruh tertawa dan pancang-pancang menyilaukan senyum pantai. Ombak memercik menya- nyikan lagu-lagu tanpa arti pada anak-anak, bagaikan seorang ibu sambil mengikat ayunannya. Laut bermain dengan anak-anak, dan pancang-pancang menyilaukan senyum pantai. Di pantai dunia tak berujung anak-anak bertemu. Badai mengembara di langit tanpa jalan, kapal-kapal karam dalam air tanpa bekas, ajal berada di mana-mana dan anak-anak bermain. Di pantai dunia tak berujung anak-anak mengadakan pertemuan besar. </poem> '''DI TEPI SUNGAI RUP-NARAIN''' <poem> Di tepi sungai Rup- Narain Aku terjaga: Dunia ini Bukan sebuah mimpi. Dalam tutur kata darah kulihat Wujudku. Kukenal diriku Lewat perih Dan sakit. Kebenaran keras Dan tak pernah menipu. Kucintai kekerasan itu. Tapa panjang menahan derita Agar meraih nilai kebenaran Dan membayar semua hutang Dalam kematian. </poem> '''SAJAK-SAJAK MASA TUA''' <poem> Ketika aku masih muda Siang hari pukul dua Kuhadapkan kepalaku ke pintu Kamarku di atap Tikarku lebar terhampar Dan kuhabiskan jam-jam riang. Jauh di udara burung elang Memanggil-manggil Di angin basah Daun-daun shisu berkilauan Dengan paruh pecah karena haus, burung gagak </poem><noinclude>{{c|HORISON/XXIV/521}}</noinclude> jnp4nbcbtw4nsfft1coqo6mcghkivgn Indeks:030,107 Wandesi or Windesi.djvu 102 95556 267041 2026-03-28T06:36:26Z Thersetya2021 15831 ←Membuat halaman berisi '' 267041 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item= |Title=030,107 Wandesi or Windesi |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author=Karel Frederik Holle |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor=Stokhof, W. A. L. |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year=1987 |Key= |ISBN= |Source=djvu |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} nevysyfpc8675iu8aovstp24wlgvl2p Halaman:030,107 Wandesi or Windesi.djvu/2 104 95557 267042 2026-03-28T06:37:51Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 267042 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>The r and 1 are often interchanged. Only after long practice they start to keep those two apart.<br>ai has become a diphthong; the same applies to au, of and ui (Dutch oei).<br>The g is pronounced as a soft k, as in the English word good.<noinclude></noinclude> ck0njtigzno4o9j7o9tu11l5xgkwi9q Halaman:030,107 Wandesi or Windesi.djvu/34 104 95558 267043 2026-03-28T06:41:52Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 267043 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="89"> I'm buying it for tobacco. '''4. ADDITIONAL DATA''' # at once, immediately = tòkato <br> # a piece, part of = rawesi<noinclude></noinclude> dqw6iimf1uvk2o2ts6nu7y7smiwjcbf Halaman:030,107 Wandesi or Windesi.djvu/3 104 95559 267044 2026-03-28T07:06:03Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 267044 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''2. WANDESI LIST''' {{multicol}} 1. terrai<br> 2. ru<br> 3. reh<br> 4. rehbohsïna<br> 5. rusīna<br> 6. rünandau<br> 8. rubabuaar<br> 9. taragöndi<br> 11. reh<br> 15. rehbabüru<br> 17. rehkaru<br> 18. swom<br> 21. tärareh<br> 22. sorrëh<br> 25. sorrehpa<br> 27. subabüru<br> 28. subabüru<br> 29. direh bäba<br> 30. subabüru<br> 31. sorrehtaparëh<br> 32. direhbäsu<br> 34. direh babä<br> 33-<br> 35. direhtërrai<br> 36. ruwëra<br> 37. raubäba<br> 38. rau<br> 41/<br> 42. süsu<br> 45. susurèboh<br> 46. süsupai<br> 47. süsupai<br> 48. <1><br> 50. süran<br> 51. bohbüsa<br> 52. äiboh <2><br> 53. sanehbara<br> 54. sanëh<br> 56. attëhni<br> 57. woppipai<br> 61. sanehkwä {{multicol-break}} 62. sanehkwä<br> 63. käru<br> 65. waradiära<br> 66. aduwäru<br> 68. sama<br> 69. sama<br> 71. samakoberöri<br> 72. sasien<br> 73. sasien/sasienpai <3><br> 75. sasiën<br> 77. tansiempai<br> 78. dimupai<br> 79. sorrompai<br> 80/<br> 81. koĭt<br> 82. kariëri<br> 83. kariëri<br> 84. ai<br> 86. ai/aipai<br> 87. aiwan<br> 88. aikamai<br> 90. awädu<br> 91. aĭbu<br> 93. aiterräi<br> 94. aisina<br> 95. wära<br> 97. wara<br> 99. warabäba<br> 100. warabu<br> 102. wärawan <4><br> 105. waräkiasi<br> 107. diërsi<br> 108. duim <5><br> 109. warakia berwana<br> 110. warakia babä<br> 111. warakia kawin<br> 112. warakia katu <6><br> 115. sĭna<br> 116. riaät<br> 117. terräi<br> 118. karändo {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 7mordj1w7s73kc1mp457wu74a1ostje Halaman:030,107 Wandesi or Windesi.djvu/4 104 95560 267045 2026-03-28T07:14:02Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 267045 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 121. rawa<br> 122/<br> 123. tun, tu<br> 124. samajaär<br> 125. kanĭsu<br> 127. <7><br> 128. aänpi, aum <8><br> 129. babisi<br> 130. <9><br> 132. räuparari<br> 133. mosjě<br> 137. <10><br> 138. <11><br> 139/<br> 140. ena mĭa <12<br> 144. <13><br> 145. <14><br> 148. bata<br> 149. masoi<br> 150. masoi<br> 151. masoi<br> 152. masoi<br> 153. aas<br> 154. soiëp<br> 158. raukana<br> 160. <15><br> 161. <16><br> 163. sijs<br> 165. marĭ<br> 166. säsen<br> 167. <17><br> 169. <17><br> 170. sëssa<br> 176. mawäb<br> 177. rehkaman<br> 182. tënam<br> 183. börru<br> 184. börrupai<br> 185. borru<br> 188. běborrupai<br> 191. kambereë<br> 192. mun {{multicol-break}} 196. käpor<br> 197. mänu<br> 198. kottiëtti<br> 199. pötta<br> 200. pötta<br> 201. pötta<br> 202. wesjeën<br> 203. mänu<br> 205. bisi<br> 207. sanëhpotta<br> 209. särar<br> 210. nawĭsi<br> 214. kaporsi<br> 219. ru potta<br> 220. potta<br> 222. manu mun <18><br> 223. patitiëh<br> 224. potta<br> 225. ramöjaba <19><br> 227. kabiomojaba <20><br> 228. tarapo<br> 229. rëhpupu<br> 232. wesjeenja<br> 233. airäwi<br> 234. airäwi<br> 235. tükan airäwi<br> 236. kawassa<br> 237. sienjoontu<br> 238. sienjoondee <21><br> 239. sanohpai<br> 240. sanohpai<br> 241. sienjoontu<br> 242. bwabwǐen<br> 243/<br> 244. tapeh muan<br> 245/<br> 246. tapeh bwabwien <22><br> 248/<br> 249. karabwǐen<br> 250. maräria<br> 252. bwabwien katü<br> 255. tamaän <23> {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> av4ng5n37nkmtd7ciks39532ld7x9nr