Wikisumber
idwikisource
https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama
MediaWiki 1.46.0-wmf.21
first-letter
Media
Istimewa
Pembicaraan
Pengguna
Pembicaraan Pengguna
Wikisumber
Pembicaraan Wikisumber
Berkas
Pembicaraan Berkas
MediaWiki
Pembicaraan MediaWiki
Templat
Pembicaraan Templat
Bantuan
Pembicaraan Bantuan
Kategori
Pembicaraan Kategori
Pengarang
Pembicaraan Pengarang
Indeks
Pembicaraan Indeks
Halaman
Pembicaraan Halaman
Portal
Pembicaraan Portal
TimedText
TimedText talk
Modul
Pembicaraan Modul
Acara
Pembicaraan Acara
Halaman:Horison 11 1985.pdf/20
104
89058
267008
258881
2026-03-27T13:13:58Z
Hadithfajri
15274
267008
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hadithfajri" /></noinclude><section begin="bertanya" />{{Block center|
<big><big><big>'''''BERTANYA KERBAU<br>PADA PEDATI'''''</big></big></big>
A. A. NAVIS
}}
Kerbau pernah punya arti spesial
dalam hidupku pada suatu masa.
Tapi bukan karena jadi mitos
dalam cerita "Cindur Mato" yang
mengisahkan seekor kerbau keramat
yang bernama Binuang, yang
dalam telinganya bersarang lebah
berbisa yang bila dikehendaki Cindur
Mato lebah-lebah itu akan memantak
penyamun yang menghadang
perjalanan tuannya.
Bukan, bukan karena itu yang
menyebabkan kerbau pernah punya
arti spesial dalam hidupku.
Bukan karena mitos lain yang
mengisahkan tentang kalah perangnya
panglima Jawa melawan
Datuk nan Baduo, oleh sebab kalah
taruhan adu kerbau. Taruhan
mereka bukan main-main. Kalau
panglima Jawa menang, ia boleh menjajah
negeri Datuk nan Baduo. Tapi
kalau kalah, ia harus angkat
kaki dengan seluruh pasukannya.
Dalam aduan itu, panglima Jawa
menampilkan kerbau yang berdepa
panjang tanduknya, karena
sangking besarnya. Datuk nan Baduo
menampilkan anak kerbau
yang lagi syarat menyusu. Ketika
aduan mulai, masing-masing kerbau
dilepas ke tengah padang. Maka
anak kerbau yang telah tiga hari
tidak menyusu itu, serta merta
menyerbu ke kerampang kerbau
besar, itu untuk menyusu. Karena
di moncong anak kerbau itu telah
dipasang taji besar yang tajam sekali,
tak urung terbusai-busailah isi
perut kerbau besar ditusuk-tusuk
oleh taji itu. Setelah lari ke mana-mana,
akhirnya nafasnya habis bersama
jiwanya yang melayang.
Maka kalahlah taruhan panglima
Jawa itu. Lalu kembalilah ia pulang
dengan tangan hampa. Sedang
kan Datuk nan Baduo, yaitu
Datuk Ketumanggungan dan Datuk
Perpatih nan Sebatang yang menang
karena banyak akalnya, akhir
nya menamakan negerinya dengan
memakai peristiwa itu. Yaitu
Manang Kabau, yang lambat laun
menjadi Minangkabau. Dan semenjak
itu, konon, kerbau yang dalam
bahasa setempat disebut kabau,
menjadi binatang yang dikeramatkan.
Kepala kerbau panglima
Jawa itu ditanam di tanah sebagai
penangkal agar panglima Jawa tidak
akan datang-datang lagi dengan
maksud untuk menjarah.
Kepala kerbau pun ditanam pada
pangkal setiap bangunan agar
bangunan itu selamat dari bencana.
Atau digantungkan di bagian rumah,
agar rumah itu selamat pula
dari mara bahaya. Rumah gadang
diberi beratap melengkung seperti
tanduk kerbau. Dan pemilik rumah
itu, perempuan melipat selendang
kebesarannya hingga berbentuk
tanduk, dan selendang itu
dinamakan tengkuluk tanduk. Bila
terjadi musibah, misalnya terlanggar
pantang adat, si pelanggar
didenda dengan sebuah kepala
kerbau, atau menjamu orang sebagai
tanda tobat dengan menyembelih
seekor kerbau. Untuk kenduri sebuah
pesta besar, misalnya menobatkan
penghulu, perlu seekor
kerbau direbahkan dan dagingnya
dilapah. Pihak bako, yaitu kerabat
ayah, dari seorang penganten akan
memberikan seekor kerbau sebagai
suatu tanda kebesaran, dan kerbau
itu diarak dengan telempong setelah
diberi pakaian serba kuning.
Meski mitos itu dipercaya dan
diagung-agungkan sampai kini, namun
kalau aku dimaki orang sebagai
kerbau, rasanya aku mau jadi
macan supaya bisa menerkam
orang itu. Berbeda dengan mitos,
binatang kerbau dipandang sebagai
binatang bodoh. Binatang yang
rendah mutunya. Meski tenaganya
kuat untuk membajak dan menarik
pedati, daya tahannya segera
turun disengat matahari. Jadi kalah
dari sapi. Isteri-isteri lebih suka
menggulai daging sapi ketimbang
daging kerbau untuk suami tersayang.
Dan restoran akan segera
bangkrut kalau menggunakan daging
kerbau. Dan kulit kerbau tidak
dipakai untuk sepatu, selain
untuk solnya. Dan kalau dibuat
kerupuk, tak laku dijual. Namun
susunya, Allahurabbi enaknya, apabila
diasamkan. Lebih enak dari{{nop}}
<section end="bertanya" /><noinclude>{{rule}}
HORISON/XX/428</noinclude>
0p1290auzxuzbc07tiehne8brck51ln
Halaman:Horison 11 1985.pdf/23
104
90231
267012
258947
2026-03-27T13:35:28Z
Hadithfajri
15274
267012
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hadithfajri" /></noinclude><section begin="bertanya" />setiap memandang kerbau-kerbau
yang lewat itu. Dan dalam khayalku,
andaikata tidak ada ampas makanan
yang dikeluarkannya dari
duburnya, tentulah ususnya yang
akan keluar sewaktu menarik pedati
yang sarat di pendakian yang
panjang ini.
Aku kira, aku menjadi tidak
normal melihat kesengsaraan binatang
itu.
Aku tidak bisa menghindar lagi
untuk tidak melihatnya lewat di
depan warung ayah. Akan tetapi
bila aku punya kesibukan lain, dan
tak dapat membantu ayah seperti
biasanya, serasa ada suatu kekurangan
dalam hidupku, oleh karena
tidak bisa melihat binatang itu
dengan segala penderitaannya. Seperti
telah ada kontak batin antara
aku dengan mereka. Dan bahkan
seperti aku dapat membaca pikirannya,
kalau mereka punya, melalui
matanya yang memandang
padaku.
Sekali senja ketika konvoi itu
lewat lagi di depan warung ayah,
selagi aku mengerjakan pekerjaan
rutinku membantu ayah, aku seperti
mendengar kerbau itu berkata-kata.
Tak jelas apa yang dikatakannya.
Tapi lambat laun memperhatikan
mereka lewat, apa yang
dikatakannya makin jelas. Yaitu
suatu pertanyaan. Pertanyaan
yang sama oleh setiap kerbau yang
lagi menarik pedati di pendakian
yang panjang itu. Pertanyaan yang
sama ke arah yang sama, Tapi tak
ada pertanyaan itu yang terjawab.
Pertanyaan itu selalu terdengar setelah
kerbau itu memancarkan beraknya
di depanku. — Wahai pedati,
masih jauhkah pendakian ini? —
Memang tak ada jawab. Karena
tempat bertanya benda mati
yang telah ditukangi dan dibentuk
menurut polapola yang tetap. Ya,
senantiasa tak ada jawaban. Dan
akan selamanya pertanyaan itu
akan mendapat jawaban.
Selalu pertanyaan yang sama
ditujukan kepada alamat yang sama.
Dan selalu tak ada jawabannya.
Sesungguhnya aku bisa menjawabnya.
Tapi apakah bahasaku
mereka pahami? Sudah pasti tidak
bisa mereka pahami. Akan tetapi
karena pertanyaan itu terus dimajukan
kepada pedati setiap habis
berak di depanku, menyebabkan
aku gemas kepada pedati itu, — Jawablah.
— kataku. Tapi pedati tak
hendak menjawabnya.
Karena setiap konvoi itu lewat,
dan peristiwa yang sama berlanjut
terus, serta aku pun selalu
menyuruh pedati itu menjawab,
malah akhirnya dengan bentakan,
aku dengar juga akhirnya suara pedati
itu. Tapi ia pun bertanya: —
Wahai muatan, kerbau bertanya:
masih jauhkah pendakian ini? —
Tentu saja muatan tidak bisa
menjawab, sebab mereka bukan
pedati dan juga bukan kerbau. Tapi
kebisuan itu membuat aku gundah
juga pada muatan. Lalu aku
berteriak padanya, karena setiap
muatan dalam setiap pedati selalu
saja membisu, — Jawablah. — kataku
membentak juga.
Karena berulang-ulang berlaku,
setiap mereka lewat aku membentak
muatan itu, setiap kerbau
bertanya kepada pedati dan pedati
bertanya lagi pada muatan, kudengar
juga muatan itu bertanya pada
tukang pedati; — Wahai tukang
pedati, kerbau bertanya: masih
jauhkah pendakian ini? —
Akan tetapi tukang pedati
yang duduk berjuntai di langkan
itu seperti bertelinga pekak. Ia tak
perduli sama sekali. Konvoi pedati
itu lewat. Pertanyaan terus lewat.
Hari-hari pun lewat. Dan tukang
pedati tak pernah menjawab, Kini
aku nak pitam. Lalu aku membentak;
— Jawablah. —
Aku lakukan berulang-ulang,
setiap mereka lewat, setiap pertanyaan
beranting di sampaikan.
Dan selalu aku membentak pula.
Maka akhirnya, karena kerbau nyinyir
bertanya kepada pedati, pedati
nyinyir melanjutkan kepada muatan,
dan muatan nyinyir pula meneruskan
kepada tukang pedati
dan aku terus menerus membentak
menyuruh tukang pedati menjawab,
akhirnya aku dengar tukang
pedati itu berkata : — Huss,
Kau nyinyir amat. Kalau sedang di
atas diam-diam sajalah. Kan bukan
engkau yang payah? —
Aku marah mendengarkan jawaban
itu. Tapi muatan itu begitu
tololnya, sama tololnya dengan
pedati. Karena apa jawaban tukang
pedati itu disampaikan persis.
Dan ketika jawaban itu sampai
ke kerbau, kerbau memandang dengan
sinar mata yang sulit aku baca.
Zaman itu zaman revolusi, zaman
perang kemerdekaan, di mana
aku terlibat. Maka tidak ada suatu
alternatif lain dalam pikiranku,
bahwa hanya pemberontakanlah
yang akan dapat mengatasi siksaan.
Demi melihat kerbau itu begitu
tersiksanya, dengan marah aku
berteriak: — Kalau kau manusia
berontaklah. —
Tapi kerbau itu berjalan terus
setelah dipukul-pukul bagian pantatnya
dengan cemeti. Namun kemudian
baru aku sadar bahwa teriakanku
salah alamat, Karena kerbau
itu bukan manusia, melainkan
kerbau. Mestinya yang kuteriakan:
— Kalau kau kerbau, berontaklah,
—
Pada hari yang lain, peristiwa
yang sama terjadi lagi. Malahan
lebih parah lagi keadaannya.
Pedati yang begitu berat muatannya,
betul-betul tak mampu dihela
kerbau itu pada pendakian yang
panjang di depan kedai ayahku.
Dua orang tukang pedati membantu
memutar roda dengan mendorong
jari-jarinya. Tukang pedati
yang lain, duduk di kayu bum dekat
tengkuk kerbau itu untuk memelihara
keseimbangan muatan.
Sehingga kepala kerbau itu kian
tertekur dan mulutnya nyaris menyentuh
jalan aspal. Busa dari mulutnya
sampai berjatuhan. Dan dengusannya
menyentak-nyentak
sampai ke jantungku. Sedang
pemiliknya, melecut pantat kerbau<section end="bertanya" /><noinclude>{{right|Bersambung ke hal. 443}}
{{rule}}
HORISON/XX/431</noinclude>
t4opoz1ut29yuz7wkez406wyckl6vx4
Halaman:Horison 11 1985.pdf/22
104
90232
267010
258883
2026-03-27T13:28:52Z
Hadithfajri
15274
267010
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hadithfajri" /></noinclude><section begin="bertanya" />perti kap mobil yang dibuka ketika
kerusakan mesin. Tapi biasanya
muatan seperti itu terdiri dari atap
daun rumbia. Dan pada umumnya
setiap pedati dari pesisir itu membawa
atap rumbia sebagai beban
tambahan, Ditambatkan di langkan
belakangnya. Ada kalanya juga,
di langkan belakang ditambatkan
sedrum minyak kelapa, maka
tukang pedati itu akan duduk di
bum pedati, yaitu pada kayu panjang
yang jadi cantelan ke kuduk
kerbau. Maksudnya duduk di situ,
ialah untuk menjaga keseimbangan
berat, pada jalan yang mendaki.
Setiap datang dari pesisir, setiap
pedati akan berhenti beberapa
saat di depan warung ayah. Bukan
untuk beristirahat atau tukang pedati
itu mau membeli sesuatu di
warung ayah, Tidak, tidak itu alasannya,
Melainkan kerbau itu berhenti
karena buang kotoran, berak.
Sebaliknya bila mereka pulang
ke pesisir, mereka lewat saja
dengan tenang-tenang. Tapi sambil
jalan kerbau itu terkencing-kencing.
Berak dan kencing selalu saja
di depan warung ayah, ketika aku
sedang membantu membersih-bersih
atau membungkus-bungkus jualan.
Jadinya, kerbau-kerbau itu
selalu melakukannya di depan hidungku.
Dan karenanya hidungkulah
yang paling sering diterpa baunya.
Sungguh aku begitu dongkol,
karena kenapa mereka selalu melakukannya
di depan warung ayah.
Apakah tidak ada tempat lain
yang sepi. Apakah itu maunya tukang
pedati? Kalau maunya, tentang
apa mereka tidak menyukai
kami, sehingga binatangnya harus
membuang kotoran di situ? Pada
hal kami tidak pernah mengganggu
mereka yang lewat.
Beruntunglah kotaku kota
penghujan, sehingga kotoran dan
bau yang ditinggalkan kerbau-kerbau
itu dibersihkan secara alamiah
saja. Tapi kalau tidak pada musim
penghujan? Setidaknya kotoran
kerbau itu sering menimbulkan kecelakaan
yang menyakitkan bagi
yang terkena, tapi menimbulkan
tawa bagi yang melihatnya. Peristiwa
kecelakaan itu terjadinya sering
malam. Sejak jaman pendudukan
Jepang, jalan-jalan di kotaku
sudah terbiasa bergelap-gelap di
malam hari, karena listrik tidak
dinyalakan di tiang-tiangnya, baik
karena kekurangan strum atau karena
bolanya tidak dapat diganti
kalau sudah putus atau dicuri
orang. Maklumlah dalam zaman
perang. Bentuk kecelakaan itu lazimnya
tai-tai kerbau itu ibarat
ranjau darat di tengah jalan, sehingga
sering bertabrakan dengan
kaki orang yang lewat. Dan selalu
saja ada teriakan, kalau kecelakaan
itu terjadi. Tentu saja gaya teriakan
itu macam-macam. Bayangkan
kalau kecelakaan itu menimpa perjaka
yang mau bertandang ke rumah
pacarnya, atau sepasang anak
muda yang baru akan keluar malam.
Aku dongkol, bukan karena
kecelakaan itu. Melainkan kenapa
justru di depan warung ayah kerbau-kerbau
itu memilih kakusnya.
Sekali aku ikut: membantu tukang
gerobak memunggah barang-barang
yang baru dibeli ibu, Segoni
beras aku gotong berdua dengan
tukang gerobak itu. Bukan main
beratnya, sehingga aku seperti
orang menghejankan berak. Dan
nafasku ngos-ngosan. Bahkan masih
ngos-ngosan beberapa lamanya
setelah beras itu ditaruh di teras
warung. Dalam terkapar duduk di
bangku untuk meredakan ngos-ngosan
nafasku, aku ingat pada
ngos-ngosan kerbau yang lewat di
depan warung. Aku pikir, berat
beras yang kugotong berdua tentulah
sama kualitasnya dengan berat
muatan pedati itu. Bahkan mungkin
lebih berat lagi. Kalau aku hanya
sampai menghejan berak tapi
tak pernah keluar, namun kerbau-kerbau
itu sampai mengeluarkan
berak. Maka pastilah muatan yang
sangat berat itu akan berganda di
jalan pendakian. Secara berangsur,
sehabis ngos-ngosan nafasku,
dongkolku pada kerbau-kerbau
yang berak di depan warung pun
lenyap. Malah sebaliknya kini, aku
jatuh hiba ketika aku membayangkan
betapa panjangnya pendakian
dan berapa banyaknya yang sudah
dilaluinya.
Setiap konvoi pedati itu datang
dan pergi, terberak-berak dan
terkencing-kencing di depan warung
ayah, aku kian merasakan
penderitaan binatang itu. Kepalanya
tak terangkat, hingga moncongnya
hampir menyentuh aspal
jalan yang telah banyak terkelupas
itu. Nafasnya mendengus-dengus
menanjaki pendakian yang panjang.
Dan ketika berhenti tepat di
depan warung, aku melihat matanya
memerah seperti urat-urat
darahnya mau memecah. Dan matanya
liar, seperti mencari-cari cara
bisa melepaskan kelasa kayu
yang menekan pundaknya. Jika
kerbau itu lama tertegak setelah
beraknya terpencar, tukang pedati
itu segera menarik tali ijuk yang
keras di dekat hidung binatang itu.
Mungkin karena rasa sakit di hidung
itu ia meneruskan perjalanannya
lagi menarik pedati yang
sarat beban itu.
— Mengapa ia tidak membiarkan
kerbau itu berhenti sejenak
lagi, supaya tenaganya pulih untuk
melewati pendakian yang masih
panjang? — tanya hatiku. Atau kadang-kadang
hatiku menyoal, kenapa
tukang pedati itu tidak mengurangkan
barang sedikit berat
bebannya? — Karena serakah. —
teriak hatiku yang gemas.
Bila aku melihat seorang perempuan
muda duduk berjuntai di
langkan pedati, di bawah tirai kain
yang norak warnanya, dan merekah
senyum bibirnya yang merah
karena sirih, sambil melirik aku
dengan matanya yang jeli, tidak lagi
membangkitkan rasa senang di
hatiku. Aku lebih tertarik pada
mata kerbau yang merah urat-urat
darahnya, liar pandangannya, hidungnya
yang mendengus-dengus
karena nafasnya yang ngos-ngosan,
serta pada buih kental yang mengalir
dari mulutnya. Hatiku hiba
<section end="bertanya" /><noinclude>{{rule}}
HORISON/XX/430</noinclude>
jh6egqelh641yiujlemo356queaa5vh
Halaman:Horison 11 1985.pdf/21
104
90233
267009
258882
2026-03-27T13:21:59Z
Hadithfajri
15274
267009
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hadithfajri" /></noinclude><section begin="bertanya" />joghur. Apalagi kalau diberi bertengguli
gula aren. Dadih namanya.
Bukan, bukan karena itu yang
menyebabkan kerbau pernah punya
arti spesial dalam hidupku.
Arti spesial kerbau dalam hidupku,
karena ia sering lalu lintas
di hadapan mataku. Waktu itu masa
perang kemerdekaan. Ayahku
membuka warung sebagai pengganti
lapangan hidup yang selama
ini tidak menolong lagi. Letak warung
ayah di tepi jalan raya di pendakian
yang panjang. Persis di
pinggang pendakian itu.
Setiap pagi dan sore, bila aku
tak punya urusan, aku ikut membantu
ayah di warung. Membersih-bersih
atau membungkus-bungkus
jualan. Biasanya aku suka mengerjakannya
di teras. Supaya, sambil
kerja, mataku bisa meliar-liar melihat
orang lalu-lalang di jalan raya.
Tentu saja sebagai orang muda,
yang paling menarik mataku melihat
anak-anak gadis. Apa lagi anak
gadis di kotaku banyak yang cantik-cantik.
Namun akhirnya yang
paling menggoda pikiranku ialah
pedati dan kerbau yang lewat.
Pada perang kemerdekaan pedati
menjadi alat transpor yang vital.
Tentu saja bukan untuk mengangkut
orang, apalagi pasukan
yang akan berangkat ke front. Melainkan
barang-barang perdagangan.
Seperti sayur, minyak goreng,
sabun, atau daun rumbia dan lain-lain.
Umumnya pedati itu milik
penduduk pesisir. Maka dari tempat
asalnya mereka mengangkut
kelapa, minyak goreng, garam, sabun
yang sodanya dari abu pelepah
kelapa, atap daun rumbia,
arang batok. Dari kotaku mereka
mengangkut sayuran, kapur tembok,
tadir bambu untuk dinding
rumah. Jadi, pulang-pergi pedati
itu selalu terisi. Semuanya bahan
bahan yang telah dipesan langganan
di kedua tempat yang dikunjunginya.
Jalan pedati itu lamban sekali.
Maklum kerbau yang menariknya.
Jarak antara tempat asalnya dengan
kotaku ditempuhnya dalam
sehari semalam. Mereka berjalan
beriringan antara 10 sampai 20
pedati dengan cara berkonvoi-konvoian.
Setiap konvoi berasal dari
desa yang berbeda di pesisir. Dari
pesisir ke kotaku jalannya mendaki.
Separoh perjalanan pendakian
terjal dan berliku di lereng-lereng
bukit. Pendakian panjang dan paling terjal di lembah Anai. Para kusir, yang ditempatku disebut tukang pedati, menggiring pedatinya
dengan ekstra berat. Roda-roda
pedati dibantu memutarnya oleh
rekan-rekannya secara bergantian,
Di empat perhentian yang berjarak
3 a 4 jam perjalanan kerbau dilepaskan
dari kalarnya untuk makan
dan memamah biak. Terutama di
waktu matahari terik masa istirahatnya
lebih panjang. Di tempat
perhentian itu selalu ada lepau.
Tapi perhentian yang disukai, yaitu
yang halamannya sejuk. Bukan
hanya terlindung dari sinar mata
hari, juga oleh karena tanahnya
lembab. Dan biasanya perhentian
itu selalu di dekat ada air mengalir.
Oleh karena perjalanan pulang
pergi yang dibutuhkan sampai 3
hari, tukang pedati itu ada kalanya
membawa isterinya ikut. Tapi biasanya
yang dibawa ialah isteri muda
yang baru dinikahinya. Jadinya
perjalanan itu semacam perjalanan
bulan madu mereka. Jika isteri
ikut, langkah pedati yang biasanya
digunakan sebagai tempat duduk bawah
atau tidur selama perjalanan itu, di
hiasi dengan kain seperti gorden
yang norak warnanya. Kasur dan
bantal pun dibawa. Alas dan sarungnya
dari kain berwarna yang
disuji dengan bunga-bungaan motivnya.
Tepi sarung bantal biasanya
diberi renda pula. Maka jadilah
langkan pedati itu menyerupai
ranjang tidur penganten.
Aku tidak tahu, bagaimana
romantisnya kehidupan pasangan
penganten baru itu di atas pedatinya.
Dan juga aku tidak tahu, bagaimana
meriahnya suasana konvoi itu.
Namun aku bisa mengkhayalkan
macam-macam. Stidaknya peristiwa
itu tentulah akan merangsang
hati tukang pedati lainnya untuk
menikah lagi dengan seorang gadis
atau dengan seorang janda muda.
Tidak jarang aku lihat pada setiap
konvoi yang lewat di depan warung
ayah, ada perempuannya seperti
itu. Biasanya bibir perempuan
itu merah oleh sirih, semerah
kukunya yang kena inai, sebagai
pertanda penganten barunya. Tontonan
seperti itu, bisa menarik kesimpulan
dalam khayalku, bahwa
tukang pedati termasuk favorit juga
di kampung asalnya masing-masing
pada masa itu.
Konvoi pedati dari pesisir lewat
di depan warung ayah selalu
pada waktu yang tetap. Sore, sehari
sebelum pasar atau pagi pada hari
pasar di kotaku. Kembalinya sore
pada hari pasar atau pagi sehari
sudah pasar. Hari pasar di kotaku
dua kali seminggu, Senin dan Jumat.
Jadinya, pedati yang tiba sore
kembalinya besok paginya. Yang
tiba pagi, kembali sorenya. Dan setiap
lewat, bagaimana pun mataku
terpaksa menyangkut pada kerenah
tukang pedati, kerbaunya
dan juga pedati itu sendiri. Type
tukang pedati itu khas. Wajahnya
ada yang klimis tapi ada juga yang
kumisnya panjang. Di kepalanya
selalu tertutup topi sebo. Yang
terbikin dari kain bulu tebal, seperti
topinya pemain ski es. Yang bisa
digulung ke atas dan dilepaskan ke
bawah sehingga bisa menutup seluruh
kepala dengan hanya matanya
saja yang terbuka. Wajah mereka
seperti bringas kelihatannya.
Setidak-tidaknya bila lewat di depan
warung ayah. Pakaiannya model
baju Cina dan celananya gelembong
seperti celana pemain silat.
Dan ikat pinggangnya lebar yang
bersaku-saku. Dan setiap saku punya
tutup yang berkancing jepit.
Kakinya beralas dari bahan ban
mobil bekas dan diikat dengan karet
ban dalam. Muatan pedati itu
biasanya sarat. Kadang-kadang
melebihi ruang badannya. Sehingga
bagian atapnya di jongkangkan se
<section end="bertanya" /><noinclude>{{rule}}
HORISON/XX/429</noinclude>
3gmhd2324cix1a4k0nuquw6qlp5qvg3
Halaman:Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020.pdf/3
104
95222
267030
266617
2026-03-27T23:44:14Z
Gombang
188
fix typo. badan, usaha -> badan usaha
267030
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="NikolasKHF" /></noinclude>{{PUU-pasal|
{{PUU-nomor|n=1|m=2
|Dokumen Elektronik adalah setiap Informasi Elektronik yang dibuat, diteruskan, dikirim, diterima, atau disimpan dalam bentuk analog, digital, elektromagnetik, optikal, atau sejenisnya, yang dapat dilihat, ditampilkan, dan/atau didengar melalui komputer atau Sistem Elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, kode akses, simbol atau perforasi yang memiliki makna atau arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.
|Data Elektronik adalah data berbentuk elektronik yang tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto, ''electronic data interchange'' (EDI), surat elektronik (''electronic mail''), telegram, teleks, ''telecopy'' atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, kode akses, simbol, atau perforasi.
|Sistem Elektronik adalah serangkaian perangkat dan prosedur elektronik yang berfungsi mempersiapkan, mengumpulkan, mengolah, menganalisis, menyimpan, menampilkan, mengumumkan, mengirimkan, dan/atau menyebarkan Informasi Elektronik.
|Penyelenggara Sistem Elektronik adalah setiap orang, penyelenggara negara, badan usaha, dan masyarakat yang menyediakan, mengelola, dan/atau mengoperasikan Sistem Elektronik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama kepada Pengguna Sistem Elektronik untuk keperluan dirinya dan/atau keperluan pihak lain.
|Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat yang selanjutnya disebut PSE Lingkup Privat adalah penyelenggara Sistem Elektronik oleh orang, badan usaha, dan masyarakat.
|PSE Lingkup Privat ''User Generated Content'' adalah PSE Lingkup Privat yang penyediaan, penayangan, pengunggahan, dan/atau pertukaran Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektroniknya dilakukan oleh Pengguna Sistem Elektronik.
}}
}}<noinclude></noinclude>
44w644w45hfoaztno93b3toj1clavnk
Halaman:029,079 Galela.djvu/26
104
95538
267011
267007
2026-03-27T13:34:19Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
267011
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
1168. da taro<br>
1169. da sawala<br>
1171. da kurati<br>
1172. da taro, da bisi <152><br>
1173. da bisi<br>
1174. sari<br>
1175. maké<br>
1176. hikè<br>
1179. dènè<br>
1180. dènè<br>
1193. nàko; si hòda<br>
1194. tibang; dakòlo <153><br>
1195. nàko / si hòda<br>
1196. ma sininga<br>
1197. (i na) wòsa<br>
1198. ma nòsu<br>
1199. ma wàsu; ma ngàku<br>
1200. momòngo<br>
1201. fėto<br>
1202. bitjara; tèmo <154><br>
1203. ma njanji; ulè<br>
1206. àso<br>
1208. àku<br>
1210. manara, àka <155><br>
1211. mòku<156><br>
1212. o saliė-ku <o sahė-ku?>, ja tami<br>
1213. aho<br>
1214. tòti<br>
1215. gòlutuhu-no<br>
1216. aho - tjotjoho<br>
1220. pàpa <157><br>
1221. pàpa <157><br>
1223. ma mabo<br>
1224. djaga<br>
1225. tamo<br>
1227. isè<br>
1228. kělèlo <158><br>
1229. hamé<br>
1233. suluru<br>
1234. tèta
{{multicol-break}}
1236/<br>
1237. hamé<br>
1238. sibòso<br>
1239. duhudu<br>
1240. sihòmu<br>
1243. mau<br>
1244. mòdé dupa, sininga<br>
1245. pělėnga<br>
1246. pěrèsu<br>
1251. <159><br>
1253-<br>
1255. <160><br>
1259. <161><br>
1260. solano<br>
1262-<br>
1263. ma togu - si dogu<br>
1264. piliku<br>
1265. ihu-ngihu<br>
1266. ma mingihu<br>
1267. sano<br>
1268. sango<br>
1269. gòlo<br>
1270. hiké wa, hòlu <162><br>
1271. sihaga<br>
1272. kulai damato<br>
1276. ḋa uku <163><br>
1277. tupu<br>
1278. puàé<br>
1284. ma si diado<br>
1286. ma djobo<br>
1291. ngàpo <164)<br>
1292. o balàsi jadènè<br>
1293. moi <165><br>
1294. sinòto<br>
1295. saàngé <166><br>
1296. iha <167><br>
1297. motòha<br>
1298. butanga<br>
1299. tumidingi<br>
1300. tupaàngé<br>
1301. sio, siwo<br>
1302. mogiowo
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
f7rg4egokqbu12ocf0bkofho3xqed0i
Halaman:029,079 Galela.djvu/42
104
95539
267013
2026-03-27T13:39:44Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
267013
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="199"> (following a verb; as a suffix: wa)<br>
# the particle ka, preceding the pronouns in the sentence<br>
# the particle ka, sometimes kaka; also tjawali<br>
# (objects) ja dan gadé<br>(persons) ta-na-wa-ma<br>{{gap}}{{gap}}pa-mija-nija-ja dangadé<br>
# although : ngāroko<br>therefore : mutuādé<noinclude></noinclude>
r0kjihetao8mvusoo334pgyflaoeq1u
Halaman:029,079 Galela.djvu/28
104
95540
267014
2026-03-27T14:01:37Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
267014
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
1435. o gubali<br>
1436. o girina<br>
1437. kadàku<br>
1439. kudàku<br>
1440. kadàhu<br>
1441. idàhu<br>
1442/<br>
1443. Ka.....si-sidago<br>
1445. ma daté-ka - ma dalàto-ka<br>
1446. no <193><br>
1447. sidago<br>
1448. ka <194><br>
1449. ka <195><br>
1450. ma raba-ka<br>
1451. ma raba-no<br>
1452. i dumu<br>
1453. ma sōa i kaku<br>
1454. i kilòli<br>
1460. kékia-ka <196>
{{multicol-break}}
1461. i dodoòha<br>
1462. kòmanėna - kòmagėna <197><br>
1465. ḋa doòha-so; òkia-so<br>
1466. i gogōu<br>
1467. nāgala, tèkadé, gogàka<br>
1469. dé<br>
1470. dédé <198><br>
1471. mahiwa<br>
1472. īja<br>
1474. hiwa <199><br>
1475. upa<br>
1476. <200><br>
1477. <201><br>
1478. <202><br>
1479. duma<br>
1481. duma<br>
1482. <203><br>
1486. moi-wa-hiwa
{{multicol-end}}
'''No. 79''
# <li value="1522"> Muruwo-àsa o dòro manėna ja tudu?<br>(In our area one plants the rice on dry grounds to the extent of exhaustive cultivation)<br>
# O dòro magėna àsa o tamo jo tudu?<br>
# Ngohi to fangu ma lamo kòmagėna to hòlu<br>
# O tàbako to si bangu<br>
# O rònga moi magėna no mi si idja ngomi - ka<br>
# Òna o rupa-rupa ja idja ngomi-ka
# Ma kolano nagu-una i wi si ngado-ka, wo dàdi to una awi sosulo?<br>
# Ani kolano o njawa ja muruwo wa parèta?<br>
# O sěléra manėna pa sòlo pa àku-wa<br>(This river is not navigable)<br>Po déru dé o sěléra manėna pa mōté paàku-wa<br>(This river is not navigable by canoe)<br>
# Podéru de pa kahòko o téwo-ko, doné ma sōa o ōràsi muruwo?<br>
# Ma dodòku i hiwa; so o sěléra ta tola ta dodoòha <dodoòka?> ?<br>
# O wàngé i sigèto gèto o pònga-sa mi kahisa, o gòta ma sòpo mi sari<br>
# To mau ai djara ma ino, o kokělèda ta sari<br>
# Manėna o wange muruwo i muūra-wa?<br>
# Òkia òna-i tèmongomé-ka, magėna i banari-wa<br>(I have read what they tell us)<br>Òkia òna-i sidèmo ma ngale ngòné, magėna i banari-wa<noinclude></noinclude>
rzegdy4su05v60t6pdq0edhwr6zcczb
Halaman:029,079 Galela.djvu/27
104
95541
267015
2026-03-27T14:09:05Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
267015
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
1303. mogiowo dé moi<br>
1304. mogiowo dé sinòto<br>
1305. mogiowo dé saàngé<br>
1310. mogiowo dé tupaàngé<br>
1311. mogiowo dé sio<br>
1312. monahalo<br>
1313. monahalo dé moi<br>
1315. monahalo dé motòha<br>
1316. moruangé<br>
1317. moruha<br>
1318. moritòha<br>
1319. moributanga<br>
1323. o ratu moi<br>
1324. o tjala moi<br>
1325. o lākisa moi<br>
1326. ma sonònga<br>
1328. ma moi / ma para ma moi<br>
1329. ma sinòto / ma para ma sinòto<br>
1330/<br>
1331. ma nonòma<br>
1332/<br>
1333. ma sinòto<br>
1336/<br>
1337. ma dodogu<br>
1338. <168><br>
1339. <169><br>
1340. <170><br>
1341. ma dòku-ka<br>
1347/<br>
1348. i folöi<br>
1349. ja ado-wa <171><br>
1350. ḋa ngodu <172><br>
1356. ma nuka<br>
1357. ngohi to <173><br>
1358. ngohi ma si rèté <173><br>
1359. ngòna no <173><br>
1362. ngini ni <173><br>
1363. una wo <173><br>
1365. ngoné po <173><br>
1366. ngomi mi <173><br>
1364/<br>
1367/<br>
1368. òna i
{{multicol-break}}
1369. to ngohiai / ai <174><br>
1370. to ngònẻ nànga / nànga<175><br>
1373. to ngòna ani / ani <176><br>
1374. to ngini nia / nia <177><br>
1375/<br>
1376. to ōna mànga / mànga <178><br>
1378. to una awi / awi <179><br>
1379. <180><br>
1380. òkia<br>
1382. òkia<br>
1383. manėna<br>
1385. magėna<br>
1386. madòké <181><br>
1385/<br>
1386. <182><br>
1388. kanėna<br>
1389. <183><br>
1394. o wange <184><br>
1398. o silo <185><br>
1402. o putu <186><br>
1406. o musungu - o pariàma<br>
1407. <187><br>
1408. doné manėna - manėna<br>
1409. àsa<br>
1411. i dodòma <188><br>
1412. ma sima-ka<br>
1413. i hiwa-si <189><br>
1416. kangano<br>
1418. kanugo<br>
1419. kapidiri<br>
1420. o wàngé manėna<br>
1422. ḋa ginita àsa<br>
1423. mědiri<br>
1424. o goginita<br>
1426. ūtung-ūtung; ma moi-ma moi<br>
1427. kapuruwo, muruwo àsa <190><br>
1428. ka; ḋa bòlo <191><br>
1429. hiwàsi <192><br>
1431. o Koré-mijé<br>
1432. o Koré-sara<br>
1433. o wàngé ma njonjijé<br>
1434. o wàngé ma sosoru
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
nhn6nnllcqm2ea4o1vuq7sv0jvpvfzm
Halaman:029,079 Galela.djvu/29
104
95542
267016
2026-03-27T14:18:28Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
267016
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="1537"> O ngèko i sago; so kékia-ka pa kahika?<br>
# O borūa manėna nago-òna ja mòku ja àku?<br>
# O àké na dèhè, ai pakéang no sipòka<br>
# O tòko muruwo-naga no ma gòlo una-ka, tèkadé wo nihiké<br>
# Nago-òna ǐ motè ja àku-wa, bilàsu kanèna i gòge<br>
# Janau ja sinòto kanèna ta dolòda<br>
# Ma kolano wo soné-ka dé o gudòti i ma àka<br>
# O gudoti magèna dé i laku nago-òna?<br>
# Ma ngalé òkia so o njawa magėna ja siri-ka?<br>
# O njawa moi-naga, una magėna wa àku wo ni lòha-kali
'''3. NOTES'''
# papàla = shell; also coconut shell<br>
# (lower jaw = o sadu)<br>
# (whiskers = o paràsi)<br>
# o mamata = chest; o susu = breast<br>
# to suck on an object : pipi<br>
# pěgajoen (Malay)<br>
# o tòko magòsi (chicken egg)<br>
# o samangau (the ear-pick)<br>
# Malay = isi<br>
# o gògo (also : feathers)<br>
# nànga kiri dadudu (the dribble has dried)<br>
# (to be asleep = i na kiòlo)<br>
# (to go) = tagi, to run = magogora<br>
# to spit out = si wéla<br>to vomit = ma nguna<br>
# a lamp = sòne<br>to butcher = tola<br>
# it is infected, it festers = ḋa òmu<br>whitlow = o nawo ma làko<br>
# to have a fever = (ina) gòga<br>
# tjòpu (to spout)<br>
# o hàko (itchy rash)<br><noinclude></noinclude>
kx0wue3ohi52muvwpnsm3rbngfl02gq
Halaman:029,079 Galela.djvu/30
104
95543
267017
2026-03-27T14:27:45Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
267017
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="20"> (ina) hai (bed-millepede)<br>
# cramp in the stomach = o pòko i rama<br>
# (with and without magic properties)<br>
# But when one says: "People of Ternate, Java, Holland" then the suffix -ka is affixed to the country names to refer to the inhabitants: o Tarinaté-ka, o Djawa-ka, o Wòlàda-ka<br>
# brother of a woman = o hira<br>
# sister of a man = o bira<br>
# male cousin (of a woman) = o hira<br>male cousin (of a man) if older than the latter <?> : o ria<br>male cousin (of a man) if younger than the latter <?> : o nongoru<br>The Dutch text when translated literally reads: <if of an older brother or sister/if of a younger brother or sister - which does not make sense here: Perhaps the distinction is between sons of older brothers/sisters of a parent and sons of younger brothers/sisters of a parent><br>
# female cousin (of a man) = o bira<br>female cousin (of a woman) same as with cousin of a man<br>
# parents-in-law of a man = o torōa<br>parents-in-law of a woman = o dunu<br>
# the man addresses his brother-in-law with : o géri<br>the woman addresses her brother-in-law with o tàfu<br>
# the brother-in-law, who in seniority comes directly before the man is o moli of the wife<br>the sister-in-law, who in seniority comes directly before the wife is o moli of the man<br>brothers and sisters <-in-law> who are older than o moli are called o torōa by the man and o dunu by his wife<br>his younger brothers <-in-law> the man calls o géri; his younger sisters <-in-law> he addresses by o dapu<br>the wife addresses the younger brothers of her husband by: o tàfu and the younger sisters by : o dàpu<br>when two men have married two sisters, they are <each other's> o tiòpo<br>when two women have married two brothers, they are <each other's> o diòpo<noinclude></noinclude>
o8d6gyd9fdnf862zzi7au18qaoccy7v
Halaman:029,079 Galela.djvu/31
104
95544
267018
2026-03-27T14:55:19Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
267018
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="31"> Ghosts are called "the dead" o soné i kulai : the dead play tricks on you. I don't know any special kinds of ghosts.<br>
# o goma = (ghosts of the dead)<br>o wòngé = (the village-spirit - the ghost of the male ancestor of a village <br>o djini the ghost who possesses sorcerers or mediums<br>
# o tòka (person having the form of a werewolf or perhaps better: vampire, whose head and entrails fly about like a bird in search of the livers of his fellow man, which he devours.<br>o mèki: an invisible, wild hunter who hunts with dogs <br>o kèka : a being with very long tongues who can devour his victims alive<br>o firu-firu: also a human being who flies about in the night like a nocturnal bird<br>o putiana : women who died during childbirth and now wander about as evil spirits intent to cause harm, especially to pregnant women or women in labour<br>
# O Gikisnoi (the One - the Supreme Being), one calls on him only as a witness or to punish somebody who commits injustice. Otherwise their worship is animistic and leaves the Supreme Being out of the picture. One does say, however, that He has created everything, but that probably reflects the influence of the Islam.<br>He is also called: O Djōu ma duhutu, the real Lord; or the Lord, the Owner (of everything)<br>And sometimes also: 0 Djou Laha - Tàla (Islam.), or; Djou to ma gàku : the Lord up there, or; the Upper Host (Ternatese).<br>
# to worship (pudji) to ask for, in a prayer = ma nia<br>
# o lèfo (literally: the drawing on the tree bark)<br>
# o hūrufu (Malay)<br>
# o suràti (Malay) the way they send messages to each other is by sending flowers or leaves, or objects<br>
# o buku (Dutch)<br>
# The words of the song. There are quite a few names for singing, depending on the way of accompaniment by drum and gong - or on the occasion<br>
# o dosa (?), o sala (?), o dorōu ja àka<br><noinclude></noinclude>
gkaubad4lf0tnk9x08u0ks1bu4y3z0q
267019
267018
2026-03-27T15:04:09Z
Thersetya2021
15831
267019
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="31"> Ghosts are called "the dead" o soné i kulai : the dead play tricks on you. I don't know any special kinds of ghosts.<br>
# o gòma = (ghosts of the dead)<br>o wòngé = (the village-spirit - the ghost of the male ancestor of a village <br>o djini the ghost who possesses sorcerers or mediums<br>
# o tòka (person having the form of a werewolf or perhaps better: vampire, whose head and entrails fly about like a bird in search of the livers of his fellow man, which he devours.<br>o mèki: an invisible, wild hunter who hunts with dogs <br>o kèka : a being with very long tongues who can devour his victims alive<br>o firu-firu: also a human being who flies about in the night like a nocturnal bird<br>o putiana : women who died during childbirth and now wander about as evil spirits intent to cause harm, especially to pregnant women or women in labour<br>
# O Gikisnoi (the One - the Supreme Being), one calls on him only as a witness or to punish somebody who commits injustice. Otherwise their worship is animistic and leaves the Supreme Being out of the picture. One does say, however, that He has created everything, but that probably reflects the influence of the Islam.<br>He is also called: O Djōu ma duhutu, the real Lord; or the Lord, the Owner (of everything)<br>And sometimes also: 0 Djou Laha - Tàla (Islam.), or; Djou to ma gàku : the Lord up there, or; the Upper Host (Ternatese).<br>
# to worship (pudji) to ask for, in a prayer = ma nia<br>
# o lèfo (literally: the drawing on the tree bark)<br>
# o hūrufu (Malay)<br>
# o suràti (Malay) the way they send messages to each other is by sending flowers or leaves, or objects<br>
# o buku (Dutch)<br>
# The words of the song. There are quite a few names for singing, depending on the way of accompaniment by drum and gong - or on the occasion<br>
# o dosa (?), o sala (?), o dorōu ja àka<br><noinclude></noinclude>
7av6oogzr6o726ykwx4d6u664l65swp
Halaman:029,079 Galela.djvu/32
104
95545
267020
2026-03-27T15:17:16Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
267020
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="42"> there are only sorcerers<br>
# o sigi (Muhammedan)<br>o séri : the house or the shed without walls in which the village spirit (wòngè) swells
# (holy grave - Islam.)<br>
# o kimalaha, o ngòpa maria, o hūkum, o himo<br>
# (not a separate class here) o surudadu<br>
# a minor mishap = o bodito<br>
# o dàfa = prisoner of war<br>
# ija (vulgar) / mamoḍòka, also : kawi (Malay)<br>
# ("they don't want each other")<br>
# not used<br>
# (of men with swords and shields sòḋa)<br>
# thatch made of sago palm leaves<br>
# o boběrēsu (partition) mostly made of mats; o salipi of nipa palm leaves; also of plaited bamboo slats : o làla, or of pounded bamboo - o tàta<br>
# minor posts = o uto<br>
# ("it is burning")<br>
# o uku pa tiòdo (extinguish with water)<br>
# the houses are built on the ground, not on stilts<br>
# frying pan<br>
# o papàla = coconut shell<br>
# there are many old, porcelain saucers : o piga, o saruni, etc.<br>
# o diha : name for all kinds of knives, mostly made in Europe.<br>There are also knives which have been made in Tidore; often people like it if the back and the cutting edge turn slightly upwards at the point; such a knife is called : o diha pèla<br>
# o djidjibubo (earthenware)<br>o iru = skimmers (kitchenware)<br>
# o tònga - round and open, plaited of bamboo, all kinds of sizes sometimes plaited of rattan, with wide mazes = o ràta<noinclude></noinclude>
6x40rtbtumbc7xhcpvd4fjgsg7t3mzr
Halaman:029,079 Galela.djvu/33
104
95546
267021
2026-03-27T15:17:53Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'GALELA 139 65. (in all sizes, square or round, plaited of pandanus leaves, with a lid) 66. (porcelain jar with a lid like the snuff-jars in Holland) : o momolo 67. (to cook dinner = ma sakahi) 68. depending on the animal: o sàpi, o titi (pork) o maidjanga; generally also eaten as dessart: o sihòdé 69. generally also eaten as dessert : o sihòdé but when contrasted with meat = o nawo fresh fish: o nawo da ò hu smoked fish: o nawo idodòpo large sal...
267021
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>GALELA
139
65. (in all sizes, square or round, plaited of pandanus leaves, with
a lid)
66. (porcelain jar with a lid like the snuff-jars in Holland) : o
momolo
67. (to cook dinner = ma sakahi)
68. depending on the animal: o sàpi, o titi (pork) o maidjanga;
generally also eaten as dessart: o sihòdé
69. generally also eaten as dessert : o sihòdé
but when contrasted with meat = o nawo
fresh fish: o nawo da ò hu
smoked fish: o nawo idodòpo
large salted fish : o nawo ma ria
smaller fish, smoked on racks : o nawo o galaféa
70. unhusked: a tamo ma kahi
strictly speaking: o tamo dé ma kahi-ka
71. of girls : o döi magolòngi (belt plaited of rattan and painted
red, on which small shells or silver coins have been fastened in
patterns
of women: metal belly-plate or buckle : o pidingi
72. I. upper arm, young men (palm fibre) : : o aro-aro
wrist, boy and girls, made of shells : o basané
made of silver : o talanga
II. girls : o dòhu ma golòngi, these are made of palm fibre
made of silver : o dōhu ma talanga
73. o kumèta: for men
o taugė, o ngaté-ngatė = for women
74. not used as clothing%3B when used as a sling: o boburusa
75. no more than a piece of cloth between the legs : o sabéba
wound around the waist, coloured and with a fringe : o dõima sasangi
76. locally made : o dino
European : o baro
77. (not native to the area)
78. to twine several threads into a rope = ruki
=
very thin borèngo
79. made of idjoek = o gago
-
or, when it is<noinclude></noinclude>
fd3d09y96k5j4wh6ujubi6s76x0h0gj
267031
267021
2026-03-28T03:21:02Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
267031
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="65"> (in all sizes, square or round, plaited of pandanus leaves, with a lid)<br>
# (porcelain jar with a lid like the snuff-jars in Holland) : o momòlo<br>
# (to cook dinner = ma sakahi)<br>
# depending on the animal: o sàpi, o titi (pork) o maidjanga; generally also eaten as dessart: o sihòdé<br>
# generally also eaten as dessert : o sihòdé<br>but when contrasted with meat = o nawo<br>fresh fish: o nawo da ò hu<br> smoked fish: o nawo idodòpo<br>large salted fish : o nawo ma ria smaller fish, smoked on racks : o nawo o galaféa<br>
# unhusked: a tamo ma kahi<br>strictly speaking: o tamo dé ma kahi-ka<br>
# of girls : o döi magolòngi (belt plaited of rattan and painted red, on which small shells or silver coins have been fastened in patterns of women: metal belly-plate or buckle : o pidingi<br>
# I. upper arm, young men (palm fibre) : o aro-aro<br>{{gap}}wrist, boy and girls, made of shells : o basané<br>{{gap}}made of silver : o talanga<br>II. girls : o dòhu ma golòngi, these are made of palm fibre<br>{{gap}}made of silver : o dōhu ma talanga<br>
#<li value="73"> o kumèta: for men<br>o taugė, o ngaté-ngaté = for women<br>
# not used as clothing; when used as a sling: o boburusa<br>
# no more than a piece of cloth between the legs : o sabéba<br>wound around the waist, coloured and with a fringe : o dõima sasangi<br>
# locally made : o dino<br>European : o baro<br>
# (not native to the area)<br>
# to twine several threads into a rope = ruki - or, when it is very thin = borèngo<br>
# made of idjoek = o gago<noinclude></noinclude>
azhsh9aet97e1ljj29ehs398b92p227
Halaman:029,079 Galela.djvu/34
104
95547
267022
2026-03-27T15:17:57Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '140 GALELA 80. to braid a net = hari to knot = tòlo puku 81. (not native to the area) 82. wooden fork used to rake things together = o gogarado 83. (originally a sharp sliver of bamboo%3B nowadays mostly a small knife with a small piece of wood fastened cross-wise on the back) 84. the planting of trees = o raki 85. not known : one practises exhaustive cultivation on dry grounds 86. not known any kind of dike: o bangi 87. (harvest, yeild) o dòro...
267022
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>140
GALELA
80. to braid a net = hari
to knot = tòlo puku
81. (not native to the area)
82. wooden fork used to rake things together = o gogarado
83. (originally a sharp sliver of bamboo%3B nowadays mostly a small
knife with a small piece of wood fastened cross-wise on the back)
84. the planting of trees = o raki
85. not known : one practises exhaustive cultivation on dry grounds
86. not known any kind of dike: o bangi
87. (harvest, yeild) o dòro ma ngàsi
2
88. the seed is not scatterd about, but put in small holes pricked
in the ground: o tamo ja umo
89. (to plant rice : tudu)
90. of rice : da osa
91. if they climb up to them: dola
if they pull them off : towo
if they cut them off : sàka
92. different kinds of katjang beans: green
= o těmělo
brown = o kupuwo
yellow = o Jaba
93. watermelon = o samaka
red labu
osambiki
white labu = o koko
94. o gumi (batatas) o ubi, o dilago o kiha o siapu
95. o mandĕràsi, o nasibi, o ima-gòta
96. which kind?
97. there are several kinds : o kòkèné, o mumu, o toko ma běhèlé,
o pělèsoku
98. (the so-called palm is obtained here from the aren palm)
99. (boiled sap of sugarcane)
100. (not native to this area)
101. generic term : o manara
many species: o boku, o kokoa, o kulèwé
o ōro-ōro, o ngòmabòlo, o siho, o tabaluko<noinclude></noinclude>
i1vztyui9h7uf05ujh1p4cvqlfpnpau
267032
267022
2026-03-28T03:31:23Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
267032
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="80"> to braid a net = hari<br>to knot = tòlo puku<br>
# (not native to the area)<br>
# wooden fork used to rake things together = o gogarado<br>
# (originally a sharp sliver of bamboo; nowadays mostly a small knife with a small piece of wood fastened cross-wise on the back)br>
# the planting of trees = o ràki<br>
# not known : one practises exhaustive cultivation on dry grounds<br>
# not known any kind of dike: o bangi²<br>
# (harvest, yeild) o dòro ma ngàsi<br>
# the seed is not scatterd about, but put in small holes pricked in the ground: o tamo ja umo<br>
# (to plant rice : tudu)<br>
# of rice : da òsa<br>
# if they climb up to them: dola<br>if they pull them off : towo<br>if they cut them off : sàka<br>
# different kinds of katjang beans: green = o těmělo<br>{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}brown = o kupuwo<br>{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}yellow = o jaba<br>
# watermelon = o samàka<br>red labu = osambiki<br>white labu = o kòko<br>
# o gumi (batatas) o ubi, o dilago o kiha o siàpu<br>
# o mandĕràsi, o nāsibi, o ima-gòta<br>
# which kind?<br>
# there are several kinds : o kòkèné, o mumu, o tòko ma běbèlé, o pělèsoku<br>
# (the so-called palm is obtained here from the aren palm)<br>
# (boiled sap of sugarcane)<br>
# (not native to this area)<br>
# generic term : o manara<br>many species: o bòku, o kokōa, o kulèwé<br>{{gap}}{{gap}}{{gap}}o ōro-ōro, o ngòmabòlo, o siho, o tabaluko<noinclude></noinclude>
dpngnixiq8xk7y9q5nneilm0a6ojwll
Halaman:029,079 Galela.djvu/35
104
95548
267023
2026-03-27T15:18:07Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'GALELA 141 102. (are found in great variety) 103. (djeroek manis) 104. the root yields a yellow dye 105. no general term : o tònga-djawa, o aulòto, o galau, o lōu, o tětéwanga, o tabadiko-tjina, o suma, o wèmo, etc. 106. o tagé (kanari) o oki (lansat) o liri (kokos) o gotjèla (pinang) 107. o takiu, o kàso ma hutu, o rai-rai, o kokělèda, etc. 108. ("its child") 109. boar = o titi ma màko SOW piglet = o titi ma èsa o titi ma musé 110. o namo dara...
267023
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>GALELA
141
102. (are found in great variety)
103. (djeroek manis)
104. the root yields a yellow dye
105. no general term : o tònga-djawa, o aulòto, o galau, o lōu,
o tětéwanga, o tabadiko-tjina, o suma, o wèmo, etc.
106. o tagé (kanari) o oki (lansat) o liri (kokos) o gotjèla (pinang)
107. o takiu, o kàso ma hutu, o rai-rai, o kokělèda, etc.
108. ("its child")
109. boar = o titi ma màko
SOW
piglet
= o titi ma èsa
o titi ma musé
110. o namo dara (European dove).
o dara furu (turtle dove)
o luga o kòkuhuhu - o boldro (species of small doves in dif-
ferent colours)
o ngòku (white with black edges around the wings; large)
o ngoōmi (large green wood pigeon)
o měrému
-
purple-glow. dove
111. white = o gotola
green o gotopo
red
o ubo
yellowish-green = o gulėla
Lorikeet = o luri
112. o tjiba, o mododòlènge, o salabota
113. flying squirrel: o palado.
114. small species (paniki pisang)
115. (civet cat = o bōu-lamo)
116. (large mouse)
117. these are not found here; on the Bacan Islands there is only one
species, without a tail
118. o djala = casting net
o sòma = a long kind of net, having floats at the topside and
lead weights at the bottom%3B it is one fathom wide.
The net,
forming half a circle, is dragged from one point near the beach<noinclude></noinclude>
f7swfanj0nwb834a2il75l2qufzvsfz
267033
267023
2026-03-28T03:38:20Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
267033
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="102"> (are found in great variety)<br>
# (djeroek manis)<br>
# the root yields a yellow dye<br>
# no general term : o tònga-djawa, o aulòto, o galau, o lōu, o tětéwanga, o tabadiko-tjina, o suma, o wèmo, etc.<br>
# o tàgé (kanari) o oki (lansat) o liri (kokos) o gotjèla (pinang)<br>
# o takīu, o kàso ma hutu, o rai-rai, o kòkělèda, etc.<br>
# ("its child")<br>
# boar = o titi ma màko<br>sow = o titi ma èsa<br>piglet = o titi ma musé<br>
# o namo dara (European dove)<br>o dara furu (turtle dove)<br>o luga o kòkuhuhu - o bolòro (species of small doves in different colours)<br>o ngòku (white with black edges around the wings; large)<br>o ngoōmi (large green wood pigeon)<br>o měrému - purple-glow dove<br>
# white = o gotòla<br>green = o gotòpo<br>red = o ubo<br>yellowish-green = o gulėla<br>Lorikeet = o luri<br>
# o tjiba, o mododòlènge, o salabota<br>
# flying squirrel: o palado<br>
# small species (paniki pisang)<br>
# (civet cat = o bōu-lamo)<br>
# (large mouse)<br>
# these are not found here; on the Bacan Islands there is only one species, without a tail<br>
# o djala = casting net<br>o sòma = a long kind of net, having floats at the topside and lead weights at the bottom; it is one fathom wide. The net, forming half a circle, is dragged from one point near the beach<noinclude></noinclude>
qldcamicx41qb1cn1t4vpafccym2yg4
Halaman:029,079 Galela.djvu/36
104
95549
267024
2026-03-27T15:18:27Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '142 GALELA to another; there a canoe is waiting. One brings both ends of the net closer together and hauls it in towards the canoe. The fish collects in the centre of the net, which is made of stronger rope than the other parts. The centre of the net is finally lifted out of the water and emptied in the canoe. o siu = a long, conical shaped scoop-net. It is stretched between two bamboos with its point downwards and then put on the prow of the ca...
267024
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>142
GALELA
to another; there a canoe is waiting. One brings both ends of
the net closer together and hauls it in towards the canoe. The
fish collects in the centre of the net, which is made of stronger
rope than the other parts. The centre of the net is finally
lifted out of the water and emptied in the canoe.
o siu = a long, conical shaped scoop-net. It is stretched between
two bamboos with its point downwards and then put on the prow of
the canoe. A number of canoes equipped in this way surround a
school of fish, approach each other and all at the same time dip
their nets into the water. The fish, unable to escape, enters
one or more of the nets.
119. dog's flea
120. black ant
o guludu da tataro
red ant =
o guludu da sosawala
very small ant in cupboards with food = o mala-mala
red tree-ant = o kané-kané
black, large tree-ant = o iho
121. boa-constrictor : o gumi-lamo "the big rope"
the so-called blind snake, small, grey and brown : o lako-soné
with yellow stripes : o populéga
with green spots : o wawàngé
the flying snake : o ngihia i sosòso
there are no poisonous snakes here
122. big land-crab
-
Birguslatro
-
o kutǎti
123. many specific names, o kahi is : shell, skin, bark, etc.
ma : genitive marker : o buūku makahi, o kālèngè makahi, etc.
124. o kèdo, o djuku, o kàso ma wuwawu, o susupo kuno, etc.
muur-hagedis : o lalāhikāna
125. different kinds : o wasi, o rubè, o djeki, o ori ma lòha, etc.
126. ("the dragon swallows the sun")
127. Although the Galelarese counts in years of twelve moons each
(strictly speaking: his year is the time needed by the constel-
lation the pleiades to rise again at the same time of the night
as before) he names only six of them : from the time that, at
sunset, the pleiades are almost in the zenith till they disappear
in the evening under the western horizon. He calls those months :
o nàwoko; o blànga (in blànga the pleiades are in the zenith at
sunset = approximately our month February)<noinclude></noinclude>
pio8jvmkxk5wavdaexyewi6ehlaiujm
267034
267024
2026-03-28T03:45:36Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
267034
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude><ol>to another; there a canoe is waiting. One brings both ends of the net closer together and hauls it in towards the canoe. The fish collects in the centre of the net, which is made of stronger rope than the other parts. The centre of the net is finally lifted out of the water and emptied in the canoe.<br>o siu = a long, conical shaped scoop-net. It is stretched between two bamboos with its point downwards and then put on the prow of the canoe. A number of canoes equipped in this way surround a school of fish, approach each other and all at the same time dip their nets into the water. The fish, unable to escape, enters one or more of the nets.</ol>
# <li value="119">dog's flea<br>
# black ant = o guludu ḋa tataro<br>red ant = o guludu ḋa sosawàla<br>very small ant in cupboards with food = o mala-mala<br>red tree-ant = o kané-kané<br>black, large tree-ant = o iho<br>
# boa-constrictor : o gumi-lamo "the big rope"<br>the so-called blind snake, small, grey and brown : o làko-soné<br>with yellow stripes : o populéga<br>with green spots : o wawàngé<br>the flying snake : o ngihia i sosòso<br>there are no poisonous snakes here
# big land-crab - Birguslatro - o kutǎti<br>
# many specific names, o kahi is : shell, skin, bark, etc.<br>ma : genitive marker : o buūku makahi, o kālèngè makahi, etc.<br>
# o kèdo, o djuku, o kàso ma wuwawu, o sūsupō kuno, etc.<br>muur-hagedis : o lalāhikāna<br>
# different kinds : o wasi, o rubè, o djeki, o ori ma lòha, etc.<br>
# ("the dragon swallows the sun")<br>
# Although the Galelarese counts in years of twelve moons each (strictly speaking: his year is the time needed by the constellation the pleiades to rise again at the same time of the night as before) he names only six of them : from the time that, at sunset, the pleiades are almost in the zenith till they disappear in the evening under the western horizon. He calls those months : o nàwoko; o bīànga (in bīànga the pleiades are in the zenith at sunset = approximately our month February)<noinclude></noinclude>
bd7r81gg7csq60d7ewgi9y9s4nglezo
Halaman:029,079 Galela.djvu/37
104
95550
267025
2026-03-27T15:18:39Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'GALELA 143 128. o sằngo-ka; ma ngòpa; ma awa; ma awa ma dudu Those who in recent times have been to school also know the European names of the months pleiades : o pariàma 129. the moisture : o gagi 130. anchorage : o loléo 131. (secondary growth on former gardens) 132. (white lead) 133. (black lead) 134. Tidorese blacksmiths travel about%; forgeing is not native to Galela 135. i totoro "those who make gardens" : no separate class of people, ever...
267025
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>GALELA
143
128.
o sằngo-ka; ma ngòpa; ma awa; ma awa ma dudu
Those who in recent times have been to school also know the
European names of the months
pleiades : o pariàma
129. the moisture : o gagi
130. anchorage : o loléo
131. (secondary growth on former gardens)
132. (white lead)
133. (black lead)
134. Tidorese blacksmiths travel about%; forgeing is not native to Galela
135. i totoro "those who make gardens" : no separate class of people,
everybody makes gardens
136. linear measurements : a span
o sanga
✓ fathom
o ròhé ma sononga
1 fathom
o mongoho 1
10 fathoms = o taranu 1
lower arm
o
asita
137. measures of volume: 1 bowl ¼ tjūpak
=
o udð 1 <?>
1 tjūpak
o kula 1
measures of fluids :
1 bottle
= o botoli 1
10 bottles
o pělěsoku 1
138. dug-out canoe ; o déru of o déru ma awa%3B the same but without
outriggers and with a rounder bottom :
o dadé
the keel = ma awa%; the planks extending the keel fore and aft :
ma pàkatā%;B the outriggers = ma sèsa
outrigger floats = ma suma
the built-up prow and stern = ma kalulu
the knee-timbers at the extremities of the outriggers to which
the floats have been fastened = ma sėkė
the cross-sticks between which the sėká are fastened : ma bobènga
the planks ma ifa are hewn from one piece of wood in a slightly
curved form%3B later they are bent further till they fit; they
stand on the keel, fastened to each other by pegs. On the inside
of the planks small wooden blocks have been left at regular
intervals: ma maru-maru. In these, holes have been chiseled.<noinclude></noinclude>
7b4ztoe0dos9ohr5r6uanfuzkhfb99v
267035
267025
2026-03-28T03:57:50Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
267035
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude><ol>o sāngo-ka; ma ngòpa; ma awa; ma awa ma dudu<br>Those who in recent times have been to school also know the European names of the months</ol>
#<li value="128">pleiades : o pariàma<br>
# the moisture : o gagi<br>
# anchorage : o loléo<br>
# (secondary growth on former gardens)<br>
# (white lead)<br>
# (black lead)<br>
# Tidorese blacksmiths travel about; forgeing is not native to Galela<br>
# i totoro "those who make gardens" : no separate class of people, everybody makes gardens<br>
# linear measurements : a span = o sànga<br>{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}½ fathom = o ròhé ma sonònga<br>{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}1 fathom = o mongòho 1<br>{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}10 fathoms = o taranu 1<br>{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}lower arm = o āsita<br>
# measures of volume: 1 bowl ¼ tjūpak = o udǒ 1 <?><br>{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}1 tjūpak = o kulà 1<br>measures of fluids : 1 bottle = o bōtoli 1<br>{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}10 bottles = o pēlēsoku 1<br>
# dug-out canoe ; o déru of o déru ma awa; the same but without outriggers and with a rounder bottom : o dadé<br>the keel = ma awa; the planks extending the keel fore and aft : ma pàkatā; the outriggers = ma sèsa<br>outrigger floats = ma suma<br>the built-up prow and stern = ma kalulu<br>the knee-timbers at the extremities of the outriggers to which the floats have been fastened = ma sėké<br>the cross-sticks between which the sėká are fastened : ma bobènga the planks ma ifa are hewn from one piece of wood in a slightly curved form; later they are bent further till they fit; they stand on the keel, fastened to each other by pegs. On the inside of the planks small wooden blocks have been left at regular intervals: ma maru-maru. In these, holes have been chiseled.<noinclude></noinclude>
bcuvoy2os6rrckhv5upbb54c6s9k7it
Halaman:029,079 Galela.djvu/38
104
95551
267026
2026-03-27T15:18:55Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'On the ma maru-maru are tied the cross-beams : ma ngalo which serve to prevent the planks from bending outwards national canoes, smaller or larger = o déru o pakata%3B the larger ones carry a tent or little house, erected in the middle 17/1 139. is steered with an oar 140. is not used with these canoes <?> 141. ("it is big") i lamo (big, large) i lalamo 142. "it is small" : da tjéké small da tjětjéké 143. (also of round objects) 144. of flat obj...
267026
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>On the ma maru-maru are tied the cross-beams : ma ngalo which
serve to prevent the planks from bending outwards
national canoes, smaller or larger = o déru o pakata%3B the larger
ones carry a tent or little house, erected in the middle
17/1
139. is steered with an oar
140. is not used with these canoes <?>
141. ("it is big") i lamo
(big, large) i lalamo
142. "it is small" : da tjéké
small da tjětjéké
143. (also of round objects)
144. of flat objects: da kipiri
: 1 pako
of rope, thread, needle, nail, etc.
145. of flat objects: da hina; round ones : da tjėkė
rope, thread, etc. 1 alusu
146. slim of body = 1 sėna
147. da guui (not heavy)
sėna; very tall and thin 1 ngau
148. 1 léri = leaning
149. da dudu (not wet)
dry wood, e.g. da tolòlé
of dried fish, e.g. 1 toré
150. i wòra (of rope)
151. (very young) da kian <dakiau?>
(bigger) ma goho
152. da taro = dark
da bisi = light
153. dakòlo = to have an opinion on
154. to say =
tèmo<noinclude></noinclude>
f82jiupi2715hhsuj72fb1794959vod
267037
267026
2026-03-28T05:56:39Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
267037
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude><ol>On the ma maru-maru are tied the cross-beams : ma ngalo which serve to prevent the planks from bending outwards national canoes, smaller or larger = o déru o pakātā; the larger ones carry a tent or little house, erected in the middle</ol>
# <li value="139"> is steered with an oar<br>
# is not used with these canoes <?><br>
# ("it is big") i lamo<br>(big, large) i lalamo<br>
# "it is small" : ḋa tjéké<br>small da tjětjéké<br>
# (also of round objects)<br>
# of flat objects: da kipiri<br>of rope, thread, needle, nail, etc. : 1 pàko<br>
# of flat objects: ḋa hina; round ones : ḋa tjėkė<br>{{gap}}{{gap}}{{gap}}rope, thread, etc. : i ālusu<br>
# slim of body = 1 sėna - sėna; very tall and thin : i ngau<br>
# ḋa guūi (not heavy)<br>
# i léri = leaning<br>
# ḋa dudu (not wet)<br>dry wood, e.g. da tolòlé<br>of dried fish, e.g. i toré<br>
# i wòra (of rope)<br>
# (very young) ḋa kian <ḋakiau?><br>(bigger) ma gòho<br>
# ḋa taro = dark<br>ḋa bisi = light<br>
# dakòlo = to have an opinion on<br>
# to say = tèmo<noinclude></noinclude>
3he9t5b6nibkp45hd1lx2zh51vbfcai
Halaman:029,079 Galela.djvu/39
104
95552
267027
2026-03-27T15:19:26Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '155. to make àka to do 156. to carry, of two people who together carry a stick to which the load is fastened 3B ma ridöi 157. carry in a piece of cloth 158. to look at = nano to go to have a look at, to investigate to go to see somebody, to visit = kurumi = léga to have a look, to watch, look on = tomina 159. dahè, téro, raba 160. tèpi - - rogi lèta - pelòté 161. ramo tého polòso 162. hikéwa (not to give) hòlu (not to want) simaha - wa (not to...
267027
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>155. to make
àka to do
156. to carry, of two people who together carry a stick to which the
load is fastened 3B ma ridöi
157. carry in a piece of cloth
158. to look at = nano
to go to have a look at, to investigate
to go to see somebody, to visit = kurumi
=
léga
to have a look, to watch, look on = tomina
159. dahè, téro, raba
160. tèpi
-
-
rogi lèta
-
pelòté
161. ramo tého
polòso
162. hikéwa (not to give)
hòlu (not to want)
simaha
-
wa (not to permit)
163. i sòra (it flames)
164. to slap, hit once : poka
165. one (male person) = i wi moi
one (female person) = i mi moi
nobody, none (of people)
166. for persons Ja ruangél
167. for persons: ja ruha
ja moi - wa
further, if there are two or more people,
then ja is added before the numeral and
it is repeated with the other parts of
the numeric expression: ja ratu moi dé
ja mogiowo dé ja motoha = 155 people
168. for objects : muruwo
-
moi
for a price : okia
for people you (pl.)
-
they
-
169. with countable objects: i dala
with masses : 1 lamo
people
-
ja
we (excl.) : ini
we (incl.) : imi - ina
how many
ini- Ja -imi ina dala
170. objects: 1 dala - wa
masses : 1 lamo
: muruwo
wa
people
ini ja
a little, few
imi - ina dala - wa
sutu / ma tjutjuūtu<noinclude></noinclude>
1xppy3zat00xzgfhrik0ki68hsgcurv
267038
267027
2026-03-28T06:08:55Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
267038
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="155">to make<br>to do }àka <br>
# to carry, of two people who together carry a stick to which the load is fastened ; ma ridöi<br>
# carry in a piece of cloth<br>
# to look at = nano<br>to go to have a look at, to investigate = léga<br>to go to see somebody, to visit = kurumi<br>to have a look, to watch, look on = tomina<br>
# dahè, téro, raba<br>
# tèpi - rogi - lèta - pelòté<br>
# ramo - tého - polòso<br>
# hiké - wa (not to give)<br>hòlu (not to want)<br>simaha - wa (not to permit)<br>
# i sòra (it flames)<br>
# to slap, hit once : pòka<br>
# one (male person) = i wi moi<br>one (female person) = i mi moi<br>nobody, none (of people) = ja moi - wa<br>
# for persons : ja ruangé<br>
# for persons : ja ruha}further, if there are two or more people, then ja is added before the numeral and it is repeated with the other parts of the numeric expression: ja ratu moi dé ja mogiowo dé ja motoha = 155 people<br>
# for objects : muruwo<br>for a price : okia - moi<br>for people you (pl.) - they - we (excl.) : ini - ja<br>we (incl.) : imi - ina<br>how many : muruwo<br>
# with countable objects: i dala<br>with masses : i lamo<br>people : ini - ja - imi - ina dala<br>
# objects: i dala - wa<br>masses : i lamo - wa<br>people : ini ja - imi - ina dala - wa<br>a little, few : sutu / ma tjutjuūtu<noinclude></noinclude>
m7aieu3635uyt1j0xbpw65n0nqee4nz
Halaman:029,079 Galela.djvu/40
104
95553
267028
2026-03-27T15:19:52Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '171. ("it is not sufficient") 172. objects: da ngodu persons: ini - also : moi - ja moi - - imi ina ngodu 173. with the objective way of speaking, or the so-called stative verb: ..ina (we) ..i (I) .ini (you, sg.) da (it) ..iwi (he) ...imi (she) ...imi (we, exclusive) ...ini (you, pl.) ..ja (they) with the action verbs: ...to (I) . . . po (we) ...no (you, sg.) ...jo (it) ...wo (he) ...mijo (we, exclusive) ...nijo (you, pl.) ...Jo (they) ...mo (s...
267028
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>171. ("it is not sufficient")
172. objects: da ngodu
persons: ini
-
also
: moi
-
ja
moi
-
-
imi ina ngodu
173. with the objective way of speaking, or the so-called stative verb:
..ina (we)
..i
(I)
.ini (you, sg.)
da (it)
..iwi (he)
...imi (she)
...imi (we, exclusive)
...ini (you, pl.)
..ja (they)
with the action verbs:
...to (I)
. . . po
(we)
...no (you, sg.)
...jo (it)
...wo (he)
...mijo (we, exclusive)
...nijo (you, pl.)
...Jo
(they)
...mo (she)
with transitive verbs:
...ta (I)
...na (you, sg.)
...ja (it)
...wa (he)
...ma (she)
..pa (we)
...mija (we, exclusive)
...nija (you, pl.)
.
...ja (they)
with the intransitive verbs:
...ngohi to (I)
...ngòna no (you, sg.)
...1
(it)
(she)
...ngoné po (we)
...ngomi mi (we, exclusive)
...ngohi ma si rèté (I myself)
...ngini ni (you, pl.)
...ona i
(they)
. . . muna mo
...una Wo (he)
174. ai = shortened form
175. nanga = shortened form (exclusive : to ngomi mia (shortened) : mia
176. ani (shortened)
177. nia (shortened)
her to muna ami (shortened) ami
with objects, or neuter nouns = ma
178. många (shortened)
179. awi (shortened)
180. nagu una, nagu
-
muna, nago
ona
181. on the other side<noinclude></noinclude>
o6bj34qbaozus4w82vl0cc6261zjw5n
267040
267028
2026-03-28T06:34:02Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
267040
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="171"> ("it is not sufficient")<br>
# objects: da ngodu<br>persons: ini - ja - imi - ina ngodu<br>also : moi - moi<br>
# with the objective way of speaking, or the so-called stative verb:
{{multicol}}
...i (I)<br>
...ini (you, sg.) - da (it)<br>
...iwi (he)<br>
...imi (she)
{{multicol-break}}
...ina (we)<br>
...imi (we, exclusive)<br>
...ini (you, pl.)<br>
...ja (they)
{{multicol-end}}
with the action verbs:
{{multicol}}
...to (I)<br>
...no (you, sg.)<br>
...jo (it)<br>
...wo (he)<br>
...mo (she)
{{multicol-break}}
...po (we)<br>
...mijo (we, exclusive)<br>
...nijo (you, pl.)<br>
...jo (they)
{{multicol-end}}
with transitive verbs:
{{multicol}}
...ta (I)<br>
...na (you, sg.)<br>
...ja (it)<br>
...wa (he)<br>
...ma (she)
{{multicol-break}}
...pa (we)<br>
...mija (we, exclusive)<br>
...nija (you, pl.)<br>
...ja (they)
{{multicol-end}}
with the intransitive verbs:
{{multicol}}
...ngohi to (I)<br>
...ngòna no (you, sg.)<br>
...i (it)<br>
...muna mo(she)<br>
...una wo (he)
{{multicol-break}}
...ngoné po (we)<br>
...ngomi mi (we, exclusive)<br>
...ngohi ma si rèté (I myself)<br>
...ngini ni (you, pl.)<br>
...òna i (they)
{{multicol-end}}
# <li value="174"> ai = shortened form<br>
# nanga = shortened form (exclusive : to ngomi mia (shortened) : mia<br>
# ani (shortened)<br>
# nia (shortened)<br>her to muna ami (shortened) ami<br>with objects, or neuter nouns = ma<br>
# mànga (shortened)<br>
# awi (shortened)<br>
# nagu - una, nagu - muna, nago - òna<br>
# on the other side<noinclude></noinclude>
clb1pop18brx5lm14c109k1wv2l0638
Halaman:029,079 Galela.djvu/41
104
95554
267029
2026-03-27T15:20:12Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '182. madiné (inland) madàdé (by the sea) madàké (that, those, up there) madàhé (that, those, down there) 183. kagėna, kadòké, kadiné, kadàdé, kadàké, kadàhé 184. very early : i langi-langi it becomes light: 1 lòfo i langi the dew has dried : o gagi da dudu (± 9 a.m.) the sun is in the centre <of the sky> : o wange i tiai the sun is yonder at the other side : o wangé kadòke (± 3 p.m.) when the wind drops at the end of the afternoon o wange i...'
267029
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>182. madiné (inland)
madàdé (by the sea)
madàké (that, those, up there)
madàhé (that, those, down there)
183. kagėna, kadòké, kadiné, kadàdé, kadàké, kadàhé
184. very early : i langi-langi
it becomes light: 1 lòfo i langi
the dew has dried : o gagi da dudu (± 9 a.m.)
the sun is in the centre <of the sky> : o wange i tiai
the sun is yonder at the other side : o wangé kadòke (± 3 p.m.)
when the wind drops at
the end of the afternoon
o wange i mada ka
i mada-mada
ka}
± 5 p.m.
185. torch of rosin
186. midnight = o putu i totongiraba
± 3.30 a.m. : the first crowing of the cocks : o toko i soré ma moi
187. there are no such clearly defined wet and dry monsoons here; it
rains every now and then throughout the whole year
the names for the north and south trade winds are
(north wind) en Korésara (south wind)
188. (for some time: Kapuruwo
189. first : kasi
(this or that) :i hiwa - -
190. kapuruwo (in the past)
muruwo àsa (in the future)
191. ka = suffix
192. following a verb : waasi
193. no = suffix
naga)
: Koremiè
si <is> not yet there <?>
194. suffix = ka
195. suffix = ka
196. from where: kékia
-
no
197. thus, in this way: kòmanėna
-
komagėna
198. (often with the preposition si (also in a causative or instrumental
sense)<noinclude></noinclude>
jo014jkjyqki8h2hwgylh83p5omgy36
267036
267029
2026-03-28T05:17:47Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
267036
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="182"> madiné (inland)<br>madàdé (by the sea)<br>madàké (that, those, up there)<br>madàhé (that, those, down there)<br>
# kagėna, kadòké, kadiné, kadàdé, kadàké, kadàhé<br>
# very early : i langi-langi<br>it becomes light: i lòfo i langi<br>the dew has dried : o gagi da ḋudu (± 9 a.m.)<br>the sun is in the centre <of the sky> : o wange i tiāi<br>the sun is yonder at the other side : o wangé kadòke (± 3 p.m.)<br>when the wind drops at - o wange i maḋa ka<br>the end of the afternoon - i maḋa-maḋa }± 5 p.m.<br>
# torch of rosin<br>
# midnight = o putu i totongiraba<br>± 3.30 a.m. : the first crowing of the cocks : o toko i soré ma moi<br>
# there are no such clearly defined wet and dry monsoons here; it rains every now and then throughout the whole year<br>the names for the north and south trade winds are : Koremiè<br>(north wind) en Korésara (south wind)<br>
# (for some time: Kapuruwo - naga)<br>
# first : kàsi<br>(this or that) :i hiwa - si : <is> not yet there <?><br>
# kapuruwo (in the past)<br>muruwo àsa (in the future)<br>
# ka = suffix<br>
# following a verb : waàsi<br>
# no = suffix<br>
# suffix = ka<br>
# suffix = ka<br>
# from where: kékia - no<br>
# thus, in this way: kòmanėna - komagėna<br>
# (often with the preposition si (also in a causative or instrumental sense)<noinclude></noinclude>
ko0xpwwkiwb9u3xd9p8uhovss43yqs2
Halaman:Horison 03 1990.pdf/17
104
95555
267039
2026-03-28T06:29:39Z
Hadithfajri
15274
/* Telah diuji baca */
267039
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hadithfajri" /></noinclude>'''Sajak-sajak'''<br>
<big>'''RABINDRANATH TAGORE'''</big>
Terjemahan: Abdul Hadi W.M.
'''TAMU'''
<poem>
Lama tiada tamu berkunjung ke rumah, pintu-pintuku
tertutup, jendela terpalang: kupikir malam-malamku akan
sepi.
Ketika mataku kubuka kusaksikan gelap telah lenyap.
Aku bangkit dan lari kemudian kulihat buat gapura
rumahku hancur, dan lewat pintu terbuka angin dan
cahayamu mengibarkan bendera-benderanya.
Dulu ketika aku jadi tawanan di rumahku sendiri, dan
pintu-pintu tertutup, hatiku senantiasa ingin melarikan diri
dan pergi mengembara.
Kini aku masih saja duduk di muka gapuraku yang
hancur, menunggu kehadiranmu.
Kini kau telah mengikatku dengan kebebasanku.
</poem>
'''PANGGILAN HIDUP'''
<poem>
Jika gong berdengung sepuluh kali di pagi hari dan aku
berjalan menuju sekolah, bertemulah aku setiap hari de-
ngan penjual kelontong yang berteriak, "Manik! Manik
batul"
Tak ada yang memburu dia, tak ada jalan yang harus
ditempuh, tak ada tempat kemana ia harus pergi.
Aku ingin jadi penjual kelontong yang menghabiskan
hari-harinya di jalanan sambil berteriak, "Manik! Manik
batu!"
Jika sore hari pukul empat aku pulang dari sekolah,
kulihat dari gerbang masuk tukang kebun sedang menyabit
rumput di halaman.
la bekerja sesuka hatinya, mengotori bajunya dengan
debu, berjemur di bawah panas matahari, kehujanan tanpa
seorang pun melarangnya.
Aku ingin jadi tukang kebun yang bekerja sesuka hati,
dan tak seorang pun malarangku.
Jika malam tiba dan ibu menyuruhku tidur, kulihat lewat
jendela, peronda malam bolak-balik di gang.
Jalanan gelap, dan sepi, dan lampu pasar tegak bagai
raksasa bermata merah di tengah kepalanya.
Peronda itu berjalan membawa lampunya bersama
bayang-bayangnya, dan ia tak pernah tidur selama hidupnya.
Aku ingin jadi peronda dan berjalan di jalanan sepanjang
malam sambil menghalau bayang-bayang dengan lam-
puku.
</poem>
'''DI PANTAI'''
<poem>
Di pantai dunia tak berujung anak-anak bertemu.
Langit luas tak bergerak di atas dan air tak hentinya
gemuruh. Di pantai dunia tak berujung anak-anak bertemu
dengan sahutan dan tarian.
Mereka dirikan rumah-rumah mereka dari pasir, dan
bermain dengan kerang-kerang kosong. Dengan daun-
daun kering mereka luncurkan perahu-perahu mereka dan
tersenyum seraya menghanyutkannya ke lautan dalam.
Anak-anak punya mainan di pantai dunia-dunia.
Mereka tak bisa berenang, tak tahu bagaimana mem-
bentangkan jala. Penyelam pergi mencari mutiara, para
pedagang berlayar jauh dengan kapal-kapal mereka, se-
mentara anak-anak memungut kerikil dan melemparkan-
nya kembali. Mereka tak mencari harta karun yang terpen-
dam, mereka tak tahu bagaimana membentangkan jala.
Laut gemuruh tertawa dan pancang-pancang
menyilaukan senyum pantai. Ombak memercik menya-
nyikan lagu-lagu tanpa arti pada anak-anak, bagaikan
seorang ibu sambil mengikat ayunannya. Laut bermain
dengan anak-anak, dan pancang-pancang menyilaukan
senyum pantai.
Di pantai dunia tak berujung anak-anak bertemu. Badai
mengembara di langit tanpa jalan, kapal-kapal karam dalam
air tanpa bekas, ajal berada di mana-mana dan anak-anak
bermain. Di pantai dunia tak berujung anak-anak mengadakan pertemuan besar.
</poem>
'''DI TEPI SUNGAI RUP-NARAIN'''
<poem>
Di tepi sungai Rup- Narain
Aku terjaga:
Dunia ini
Bukan sebuah mimpi.
Dalam tutur kata darah kulihat
Wujudku.
Kukenal diriku
Lewat perih
Dan sakit.
Kebenaran keras
Dan tak pernah menipu.
Kucintai kekerasan itu.
Tapa panjang menahan derita
Agar meraih nilai kebenaran
Dan membayar semua hutang
Dalam kematian.
</poem>
'''SAJAK-SAJAK MASA TUA'''
<poem>
Ketika aku masih muda
Siang hari pukul dua
Kuhadapkan kepalaku ke pintu
Kamarku di atap
Tikarku lebar terhampar
Dan kuhabiskan jam-jam riang.
Jauh di udara burung elang
Memanggil-manggil
Di angin basah
Daun-daun shisu berkilauan
Dengan paruh pecah karena haus, burung gagak
</poem><noinclude>{{c|HORISON/XXIV/521}}</noinclude>
jnp4nbcbtw4nsfft1coqo6mcghkivgn
Indeks:030,107 Wandesi or Windesi.djvu
102
95556
267041
2026-03-28T06:36:26Z
Thersetya2021
15831
←Membuat halaman berisi ''
267041
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=
|Title=030,107 Wandesi or Windesi
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=Karel Frederik Holle
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=Stokhof, W. A. L.
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=1987
|Key=
|ISBN=
|Source=djvu
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
nevysyfpc8675iu8aovstp24wlgvl2p
Halaman:030,107 Wandesi or Windesi.djvu/2
104
95557
267042
2026-03-28T06:37:51Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
267042
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>The r and 1 are often interchanged. Only after long practice they start to keep those two apart.<br>ai has become a diphthong; the same applies to au, of and ui (Dutch oei).<br>The g is pronounced as a soft k, as in the English word good.<noinclude></noinclude>
ck0njtigzno4o9j7o9tu11l5xgkwi9q
Halaman:030,107 Wandesi or Windesi.djvu/34
104
95558
267043
2026-03-28T06:41:52Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
267043
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="89"> I'm buying it for tobacco.
'''4. ADDITIONAL DATA'''
# at once, immediately = tòkato <br>
# a piece, part of = rawesi<noinclude></noinclude>
dqw6iimf1uvk2o2ts6nu7y7smiwjcbf
Halaman:030,107 Wandesi or Windesi.djvu/3
104
95559
267044
2026-03-28T07:06:03Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
267044
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''2. WANDESI LIST'''
{{multicol}}
1. terrai<br>
2. ru<br>
3. reh<br>
4. rehbohsïna<br>
5. rusīna<br>
6. rünandau<br>
8. rubabuaar<br>
9. taragöndi<br>
11. reh<br>
15. rehbabüru<br>
17. rehkaru<br>
18. swom<br>
21. tärareh<br>
22. sorrëh<br>
25. sorrehpa<br>
27. subabüru<br>
28. subabüru<br>
29. direh bäba<br>
30. subabüru<br>
31. sorrehtaparëh<br>
32. direhbäsu<br>
34. direh babä<br>
33-<br>
35. direhtërrai<br>
36. ruwëra<br>
37. raubäba<br>
38. rau<br>
41/<br>
42. süsu<br>
45. susurèboh<br>
46. süsupai<br>
47. süsupai<br>
48. <1><br>
50. süran<br>
51. bohbüsa<br>
52. äiboh <2><br>
53. sanehbara<br>
54. sanëh<br>
56. attëhni<br>
57. woppipai<br>
61. sanehkwä
{{multicol-break}}
62. sanehkwä<br>
63. käru<br>
65. waradiära<br>
66. aduwäru<br>
68. sama<br>
69. sama<br>
71. samakoberöri<br>
72. sasien<br>
73. sasien/sasienpai <3><br>
75. sasiën<br>
77. tansiempai<br>
78. dimupai<br>
79. sorrompai<br>
80/<br>
81. koĭt<br>
82. kariëri<br>
83. kariëri<br>
84. ai<br>
86. ai/aipai<br>
87. aiwan<br>
88. aikamai<br>
90. awädu<br>
91. aĭbu<br>
93. aiterräi<br>
94. aisina<br>
95. wära<br>
97. wara<br>
99. warabäba<br>
100. warabu<br>
102. wärawan <4><br>
105. waräkiasi<br>
107. diërsi<br>
108. duim <5><br>
109. warakia berwana<br>
110. warakia babä<br>
111. warakia kawin<br>
112. warakia katu <6><br>
115. sĭna<br>
116. riaät<br>
117. terräi<br>
118. karändo
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
7mordj1w7s73kc1mp457wu74a1ostje
Halaman:030,107 Wandesi or Windesi.djvu/4
104
95560
267045
2026-03-28T07:14:02Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
267045
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
121. rawa<br>
122/<br>
123. tun, tu<br>
124. samajaär<br>
125. kanĭsu<br>
127. <7><br>
128. aänpi, aum <8><br>
129. babisi<br>
130. <9><br>
132. räuparari<br>
133. mosjě<br>
137. <10><br>
138. <11><br>
139/<br>
140. ena mĭa <12<br>
144. <13><br>
145. <14><br>
148. bata<br>
149. masoi<br>
150. masoi<br>
151. masoi<br>
152. masoi<br>
153. aas<br>
154. soiëp<br>
158. raukana<br>
160. <15><br>
161. <16><br>
163. sijs<br>
165. marĭ<br>
166. säsen<br>
167. <17><br>
169. <17><br>
170. sëssa<br>
176. mawäb<br>
177. rehkaman<br>
182. tënam<br>
183. börru<br>
184. börrupai<br>
185. borru<br>
188. běborrupai<br>
191. kambereë<br>
192. mun
{{multicol-break}}
196. käpor<br>
197. mänu<br>
198. kottiëtti<br>
199. pötta<br>
200. pötta<br>
201. pötta<br>
202. wesjeën<br>
203. mänu<br>
205. bisi<br>
207. sanëhpotta<br>
209. särar<br>
210. nawĭsi<br>
214. kaporsi<br>
219. ru potta<br>
220. potta<br>
222. manu mun <18><br>
223. patitiëh<br>
224. potta<br>
225. ramöjaba <19><br>
227. kabiomojaba <20><br>
228. tarapo<br>
229. rëhpupu<br>
232. wesjeenja<br>
233. airäwi<br>
234. airäwi<br>
235. tükan airäwi<br>
236. kawassa<br>
237. sienjoontu<br>
238. sienjoondee <21><br>
239. sanohpai<br>
240. sanohpai<br>
241. sienjoontu<br>
242. bwabwǐen<br>
243/<br>
244. tapeh muan<br>
245/<br>
246. tapeh bwabwien <22><br>
248/<br>
249. karabwǐen<br>
250. maräria<br>
252. bwabwien katü<br>
255. tamaän <23>
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
av4ng5n37nkmtd7ciks39532ld7x9nr