Wikisumber
idwikisource
https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama
MediaWiki 1.46.0-wmf.23
first-letter
Media
Istimewa
Pembicaraan
Pengguna
Pembicaraan Pengguna
Wikisumber
Pembicaraan Wikisumber
Berkas
Pembicaraan Berkas
MediaWiki
Pembicaraan MediaWiki
Templat
Pembicaraan Templat
Bantuan
Pembicaraan Bantuan
Kategori
Pembicaraan Kategori
Pengarang
Pembicaraan Pengarang
Indeks
Pembicaraan Indeks
Halaman
Pembicaraan Halaman
Portal
Pembicaraan Portal
TimedText
TimedText talk
Modul
Pembicaraan Modul
Acara
Pembicaraan Acara
Halaman:Si Malin Kundang by Dahsinar.pdf/1
104
37678
267458
111111
2026-04-11T16:35:21Z
Hotmaa
26919
/* Tervalidasi */
267458
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Hotmaa" /></noinclude>{{gambar hilang}}
{{c|{{X-larger|'''''Si Malin'''''}}}}
{{c|{{X-larger|'''KUNDANG'''}}}}
{{c|{{X-larger|'''tjeritera:DAHSINAR'''}}}}
{{c|'''gambar: SOFJAN Z.'''}}
{{c|B.P Pek. No. 142 - 1971}}<noinclude></noinclude>
3u4exli53e7szpeirutqp4q2gyx3x22
Halaman:Si Malin Kundang by Dahsinar.pdf/5
104
37687
267464
111127
2026-04-11T16:39:05Z
Hotmaa
26919
/* Tervalidasi */
267464
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Hotmaa" /></noinclude>{{rh||2|}}
Orang tuanja sangat sajang pada anak tunggalnja itu. Kadang2 ber-lebih2an. “Tetapi Malin Kundang anak nakal. Kelakuannja sangat menjedihkan hati orang tuanja.
Suatu pagi ibunja duduk menenun kain diruang tengah rumah. Diam2 Malin Kundang mendekatinja dari belakang dan tjepat2 ia ambil torak tenunan ibunja. Setelah dapat Jalu dilarikannja. Tetapi malang baginja, ia tertarung lalu djatuh. Torak jang tadjam melukai keningnja. Sambil menangis ia kembali pada ibunja. Segera dibalutnja luka dikepala anaknja. Tak lama luka itu sembuh, tetapi bekasnja jang besar masih tertinggal.
{{gambar hilang}}<noinclude></noinclude>
s9co6y5j2maazw0xmauxgs7rhkgb9n8
267465
267464
2026-04-11T16:40:30Z
Hotmaa
26919
267465
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Hotmaa" /></noinclude>{{rh||2|}}
Orang tuanja sangat sajang pada anak tunggalnja itu. Kadang2 ber-lebih2an. “Tetapi Malin Kundang anak nakal. Kelakuannja sangat menjedihkan hati orang tuanja.
Suatu pagi ibunja duduk menenun kain diruang tengah rumah. Diam2 Malin Kundang mendekatinja dari belakang dan tjepat2 ia ambil torak tenunan ibunja. Setelah dapat Jalu dilarikannja. Tetapi malang baginja, ia tertarung lalu djatuh. Torak jang tadjam melukai keningnja. Sambil menangis ia kembali pada ibunja. Segera dibalutnja luka dikepala anaknja. Tak lama luka itu sembuh, tetapi bekasnja jang besar masih tertinggal.
{{gambar hilang}}
KOLEKTOR eBOOK<noinclude></noinclude>
dplgvcd884435l65nw47f5xp7aov4sk
Halaman:Si Malin Kundang by Dahsinar.pdf/6
104
37690
267467
111130
2026-04-11T16:45:22Z
Hotmaa
26919
/* Tervalidasi */
267467
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Hotmaa" /></noinclude>{{rh||3|}}
Suatu hari berkatalah nelajan itu pada anaknja :"Hai Malin, ada sebuah kapal sedang berlabuh dimuara sungai. Nakoda kapalnja mentjari awak kapal. Kamu ingin ikut berlajar?”
Ja, itu jang disenangi Malin Kundang! Tjita2nja terkabul djuga. Alangkah senangnja ia me-lihat? negeri orang. Bergaul dengan ber-bagai<sup>2</sup> bangsa, mengetahui adat istiadatnja.
Malin Kundang diterima sebagai awak kapal itu. Tak lama kemudian berlajarlah ia. Orang tuanja melepas dia dengan air mata bertjutjuran; mereka sedih berpisah dengan anak kesajangannja itu.
{{gambar hilang}}
KOLEKTOR eBOOK<noinclude></noinclude>
9vqxteemuhmi4crrfs0bfn8lwehfu1t
267468
267467
2026-04-11T16:46:13Z
Hotmaa
26919
267468
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Hotmaa" /></noinclude>{{rh||3|}}
Suatu hari berkatalah nelajan itu pada anaknja :"Hai Malin, ada sebuah kapal sedang berlabuh dimuara sungai. Nakoda kapalnja mentjari awak kapal. Kamu ingin ikut berlajar?”
Ja, itu jang disenangi Malin Kundang! Tjita<sup>2</sup>nja terkabul djuga. Alangkah senangnja ia me-lihat? negeri orang. Bergaul dengan ber-bagai<sup>2</sup> bangsa, mengetahui adat istiadatnja.
Malin Kundang diterima sebagai awak kapal itu. Tak lama kemudian berlajarlah ia. Orang tuanja melepas dia dengan air mata bertjutjuran; mereka sedih berpisah dengan anak kesajangannja itu.
{{gambar hilang}}
KOLEKTOR eBOOK<noinclude></noinclude>
sv0l0p6ulbpdobe4geeqtj1ms59kezh
Halaman:Si Malin Kundang by Dahsinar.pdf/7
104
37691
267469
111132
2026-04-11T16:48:13Z
Hotmaa
26919
/* Tervalidasi */
267469
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Hotmaa" /></noinclude>{{rh||4|}}
Tinggallah sekarang mereka berdua lagi. Anaknja telah pergi membawa nasibnja.
Setelah berangkat, orang tuanja tak pernah mendengar kabar dari anaknja, si Malin Kundang. Mereka sangat sedih, tetapi harapan mereka tak putus.
Tak lama kemudian nelajan itu meninggal. Isterinja tinggal sendirian dalam kemiskinan. Badannja bertambah kurus lemah, hampir2 tak dapat lagi ia bekerdja. Tak ada jang membantu mentjarikan nafkah. Ia ingin bertemu dengan anaknja, sebelum sampai adjalnja.
{{gambar hilang}}
KOLLEKTOR eBOOK<noinclude></noinclude>
i5186ok6sttiuwseg4htyy0a9rg9e30
267470
267469
2026-04-11T16:48:31Z
Hotmaa
26919
267470
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Hotmaa" /></noinclude>{{rh||4|}}
Tinggallah sekarang mereka berdua lagi. Anaknja telah pergi membawa nasibnja.
Setelah berangkat, orang tuanja tak pernah mendengar kabar dari anaknja, si Malin Kundang. Mereka sangat sedih, tetapi harapan mereka tak putus.
Tak lama kemudian nelajan itu meninggal. Isterinja tinggal sendirian dalam kemiskinan. Badannja bertambah kurus lemah, hampir2 tak dapat lagi ia bekerdja. Tak ada jang membantu mentjarikan nafkah. Ia ingin bertemu dengan anaknja, sebelum sampai adjalnja.
{{gambar hilang}}
KOLEKTOR eBOOK<noinclude></noinclude>
lvnqb7iyxsdtltecak1eee80str9xlo
Halaman:Si Malin Kundang by Dahsinar.pdf/8
104
37693
267471
111135
2026-04-11T16:50:24Z
Hotmaa
26919
/* Tervalidasi */
267471
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Hotmaa" /></noinclude>{{rh||5|}}
Bagaimanakah dengan si Malin Kundang sendiri ? Nasibnja baik. Dinegeri orang ia mudjur. Penghasilannja banjak. Sekarang ia mendjadi saudagar kaja raja. Hidupnja mewah. Rumahnja banjak, Hartanja tak terhitung lagi, berlimpah ruah. Ia telah mempunjai kapal<sup>2</sup> sendiri. Dengan kapal miliknja ia berlajar dari sebuah negeri kenegeri lain.
Karena kajanja, Malin Kundang djadi sombong dan tekebur. Terhadap orang miskin, perasaan iba dan kasihannja tak ada lagi, Ia tak ingat lagi nasibnja dikampung dulu.
{{gambar hilang}}
KOLEKTOR eBOOK<noinclude></noinclude>
2422m12grjfmlx8see0g51ley6wvlc9
Halaman:Si Malin Kundang by Dahsinar.pdf/9
104
37694
267472
111138
2026-04-11T16:52:11Z
Hotmaa
26919
/* Tervalidasi */
267472
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Hotmaa" /></noinclude>{{rh||'''6'''|}}
Pada suatu hari timbul keinginannja hendak melihat kampung halaman jang telah sekian lama ditinggalkannja. Bagaimanakah dengan kedua orang tuanja? Masih hidupkah?
Ia berlajar menudju Batang Arau. Setelah sampai, kapalnja berlabuh dimuara sungai “itu. Orang2 kampung keluar dari rumahnja, Mereka ingin melihat kapal asing jang bagus itu, Djarang sekali kapal sebagus itu singgah disara. Siapakah jang empunja?
Mereka melihat takoda kapalnja. Orang-orang tua jang ada disitu ber-bisik2: “Itu si Malin Kundang.” Kita kenal akan tanda dikeningnja. Alangkah gagah dan tampannja ia sekarang. Lihatlah pakaiannja! Orang jang berharta sadja dapat memakainja."
KOLEKTOR eBOOK<noinclude></noinclude>
aykwurhhrqij7vo7ro1yfh01aran33l
Halaman:Si Malin Kundang by Dahsinar.pdf/10
104
37696
267473
111140
2026-04-11T16:55:02Z
Hotmaa
26919
/* Tervalidasi */
267473
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Hotmaa" /></noinclude>{{rh||'''7'''|}}
Seorang bapak jang telah landjut usianja berdjalan tjepat<sup>2</sup> menudju rumah ibu si Malin Kundang. “Ibu,” katanja dengan ter-engah<sup>2</sup> "Anakmu telah kembali pulang. Sekarang ia sudah kaja, punja kapal bagus sekali. Pergilah kau lihat anakmu!”
Perempuan itu menangis kegirangan. Dengan membawa bakul berisikan nasi bergegas ia berangkat menudju kepelabuhan. Anaknja jang selama ini di-harap<sup>2</sup>kannja sekarang datang. Bagaimanakah pertemuan mereka itu kelak?
{{gambar hilang}}
KOLEKTOR eBOOK<noinclude></noinclude>
0um2ssxdp0eqoyrk4yvx2ohar4ek8vy
267545
267473
2026-04-11T20:24:28Z
Dyalim
21704
267545
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Hotmaa" /></noinclude>{{c||'''7'''|}}
Seorang bapak jang telah landjut usianja berdjalan tjepat<sup>2</sup> menudju rumah ibu si Malin Kundang. “Ibu,” katanja dengan ter-engah<sup>2</sup> "Anakmu telah kembali pulang. Sekarang ia sudah kaja, punja kapal bagus sekali. Pergilah kau lihat anakmu!”
Perempuan itu menangis kegirangan. Dengan membawa bakul berisikan nasi bergegas ia berangkat menudju kepelabuhan. Anaknja jang selama ini di-harap<sup>2</sup>kannja sekarang datang. Bagaimanakah pertemuan mereka itu kelak?
{{gambar hilang}}
KOLEKTOR eBOOK<noinclude></noinclude>
ihq9o0qqdy1ts19h4wpzdjro0n0nv4u
267546
267545
2026-04-11T20:24:40Z
Dyalim
21704
267546
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Hotmaa" /></noinclude>{{c|'''7'''|}}
Seorang bapak jang telah landjut usianja berdjalan tjepat<sup>2</sup> menudju rumah ibu si Malin Kundang. “Ibu,” katanja dengan ter-engah<sup>2</sup> "Anakmu telah kembali pulang. Sekarang ia sudah kaja, punja kapal bagus sekali. Pergilah kau lihat anakmu!”
Perempuan itu menangis kegirangan. Dengan membawa bakul berisikan nasi bergegas ia berangkat menudju kepelabuhan. Anaknja jang selama ini di-harap<sup>2</sup>kannja sekarang datang. Bagaimanakah pertemuan mereka itu kelak?
{{gambar hilang}}
KOLEKTOR eBOOK<noinclude></noinclude>
e35a7hjteqoq2ot0ljc7tvqo0paa0gc
Halaman:Si Malin Kundang by Dahsinar.pdf/11
104
37697
267474
111142
2026-04-11T16:57:54Z
Hotmaa
26919
/* Tervalidasi */
267474
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Hotmaa" /></noinclude>{{rh||'''8'''|}}
Kepada orang jang banjak jang mengelilingi kapal itu ia bertanjakan nukodanja. Salah seorang tua menundjuk anaknja. Si ibu, meskipun matanja sudah rabun masih mengenali anaknja. Orang tua itu naik kekapal dan ketika ia melihat anaknja segera dipeluknja.
Tetapi Malin Kundang malu mengakui perempuan tua itu ibunja, karena miskin dan pakaiannja kotor. Ia, nakoda gagah dan kaja, tak patut beribukan perempuan tua itu, Tak mau ia mengenalnja. Ia perintahkan salah seorang awakkapalnia: "Usir perempuan tua itu! Mengapa ia datang kemari. Katakan, anaknja tak ada disini.”
{{gambar hilang}}
KOLEKTOR eBOOK<noinclude></noinclude>
596jxhbtxflucv9q629xqqgh8ftujyn
267542
267474
2026-04-11T20:23:57Z
Dyalim
21704
267542
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Hotmaa" /></noinclude>{{c||'''8'''|}}
Kepada orang jang banjak jang mengelilingi kapal itu ia bertanjakan nukodanja. Salah seorang tua menundjuk anaknja. Si ibu, meskipun matanja sudah rabun masih mengenali anaknja. Orang tua itu naik kekapal dan ketika ia melihat anaknja segera dipeluknja.
Tetapi Malin Kundang malu mengakui perempuan tua itu ibunja, karena miskin dan pakaiannja kotor. Ia, nakoda gagah dan kaja, tak patut beribukan perempuan tua itu, Tak mau ia mengenalnja. Ia perintahkan salah seorang awakkapalnia: "Usir perempuan tua itu! Mengapa ia datang kemari. Katakan, anaknja tak ada disini.”
{{gambar hilang}}
KOLEKTOR eBOOK<noinclude></noinclude>
6cwhzyx3b3hfbq6060765m8vo9yxfxi
267543
267542
2026-04-11T20:24:14Z
Dyalim
21704
267543
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Hotmaa" /></noinclude>{{c|'''8'''|}}
Kepada orang jang banjak jang mengelilingi kapal itu ia bertanjakan nukodanja. Salah seorang tua menundjuk anaknja. Si ibu, meskipun matanja sudah rabun masih mengenali anaknja. Orang tua itu naik kekapal dan ketika ia melihat anaknja segera dipeluknja.
Tetapi Malin Kundang malu mengakui perempuan tua itu ibunja, karena miskin dan pakaiannja kotor. Ia, nakoda gagah dan kaja, tak patut beribukan perempuan tua itu, Tak mau ia mengenalnja. Ia perintahkan salah seorang awakkapalnia: "Usir perempuan tua itu! Mengapa ia datang kemari. Katakan, anaknja tak ada disini.”
{{gambar hilang}}
KOLEKTOR eBOOK<noinclude></noinclude>
dcyixb47zumuy5ktllqc5o9hzv24d1h
Halaman:RESEP-RESEP PUSAKA OBAT-OBAT TIONGHOA.pdf/2
104
48623
267425
140159
2026-04-11T15:52:15Z
Dyalim
21704
/* Tervalidasi */
267425
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dyalim" /></noinclude><center>www.scribd.com/madromi
{{c_|RESEP PUSAKA OBAT2 TIONG HOA}}<noinclude></noinclude>
qr2sdbrk2blj7f8chaid1eavao4mbil
Halaman:RESEP-RESEP PUSAKA OBAT-OBAT TIONGHOA.pdf/4
104
48624
267426
140160
2026-04-11T15:53:19Z
Dyalim
21704
/* Tervalidasi */
267426
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dyalim" /></noinclude>Semua obat2 jang ada dibuku ini
halal untuk segala bangsa untuk se-
mua kepertjajaan, kerena obat2nja
hanja terdiri dari reramuan — dan di-
tanggung mandjur 100%. Tahan udji —
silahkan tjoba!<noinclude></noinclude>
d7t5kl1e0q39w7wwauvs4f59ate2xtg
Halaman:Sarinah.pdf/15
104
49614
267572
142883
2026-04-12T07:24:30Z
Quraeni
22485
/* Tervalidasi */
267572
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Quraeni" /></noinclude>begitu terikat yang satu kepada yang lain, sehingga yang satu tak dapat mendahului selangkah-pun kepada yang lain, tak dapat maju setapakpun dengan tidak membawa juga kepada yang lain. Olive Schreiner adalah benar: Memang begitulah keadaan manusia! Bukan saja laki dan perempuan tak dapat terpisah satu daripada yang lain, tetapi juga tiada masyarakat manusia satupun dapat berkemajuan, kalau laki-perempuan yang satu tidak membawa yang lain. Karenanya, janganlah masyarakat laki-laki mengira, bahwa ia dapat maju dan subur, kalau tidak dibarengi oleh kemajuan masyarakat perempuan pula.
Janganlah laki-laki mengira, bahwa bisa ditanam sesuatu kultur yang sewajar-wajarnja kultur, kalau perempuan dihinakan di dalam kultur itu. Setengah ahli tarikh menetapkan, bahwa kultur Yunani jatuh, karena perempuan dihinakan di dalam kultur Yunani itu. Nazi Jerman jatuh, oleh karena di Nazi Jerman perempuan dianggap hanya baik buat Kirche-Kiiche-Kleider-Kinder. Dan semenjak kultur masyarakat Islam (bukan agama Islam!) kurang menempatkan kaum perempuan pula ditempatnya yang seharusnya, maka matahari kultur Islam terbenam, sedikit-sedikitnya suram!
Sesungguhnya benarlah perkataan Charles Fourrier kalau ia mengatakan, bahwa tinggi rendahnya tingkat kemajuan sesuatu masyarakat, adalah ditetapkan oleh tinggi rendahnya tingkat kedudukan perempuan di dalam masyarakat itu. Atau,
benarlah pula perkataan Baba O’illah, yang menulis, bahwa “laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung”. Jika dua sayap itu sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai puncak udara yang setinggi-tingginya; jika patah satu daripada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang
burung itu sama sekali.
Perkataan Baba O’illah ini sudah sering kali kita baca.
Tetapi walaupun perkataannya itu hampir basi, kebenarannya akan tinggal ada, buat selama-lamanya.
Jadi: laki-laki dan perempuan menetapkan sifat hakekat masing-masing. Tali hidup yang ditamsilkan oleh Olive<noinclude>{{rh|||15}}</noinclude>
smf6i3xzz9be8fxbl6s15uoxi2f8zcm
Halaman:Menggunakan Wikipedia dalam Pembelajaran-Seri 3.pdf/59
104
71324
267395
205226
2026-04-11T14:37:46Z
Hotmaa
26919
/* Tervalidasi */
267395
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Hotmaa" /></noinclude>{{center|{{x-larger|'''Matematika'''}}}}
{{multicol}}
{{border|'''Kegiatan:'''
Visualisasi data di Wikipedia
}}
{{multicol-break}}
{{border|'''Kelas/tingkatan:'''
}}
{{multicol-end}}
{{multicol}}
{{border|'''Ringkasan materi:'''
Penyajian data melalui grafik di Wikipedia
}}
{{multicol-break}}
{{border|'''Bahan ajar:'''
Komputer atau ponsel, akses internet, buku catatan, dan alat tulis
}}
{{multicol-end}}
{{border|'''Standar kompetensi:'''
*Peserta dapat mengidentifikasi dan menginterpretasi visualisasi data demografi negara yang termuat dalam artikel Wikipedia dan membuat versinya sendiri.
'''Hasil pembelajaran:'''
*Peserta dapat menganalisis informasi demografi dengan visualisasi data, mengidentifikasi sumber-sumber perolehan data, dan membuat visualisasi data yang baru.
}}
{{border|'''Persiapan:'''
*Buatlah daftar artikel Wikipedia tentang beberapa negara di dunia yang memuat visualisasi data di bagian “Demografi” pada masing-masing artikel.
*Pastikan data-data tersebut tepercaya dan termutakhir dengan memverifikasi sumbernya terlebih dahulu.
*Buatlah 2-3 alternatif artikel yang juga berisi visualisasi data. Anda juga bebas memodifikasi penyajian data tersebut. Gunakan berbagai objek, ubah tabel menjadi grafik, atau tambahkan animasi sederhana agar penyajian data menjadi lebih menarik.
*Siapkan juga daftar pertanyaan sederhana yang bisa Anda ajukan saat mengajak para peserta meninjau data demografis 2-3 negara di daftar artikel yang telah Anda siapkan. Pertanyaan-pertanyaan sederhana dapat berupa: Bahasa apa saja yang dipertuturkan di Malaysia? Agama apa yang mayoritas dianut masyarakat India? Kota apa yang paling padat di Amerika Serikat? Atau pertanyaan-pertanyaan lain yang masih berkaitan dengan data demografi suatu negara.}}
{{border|'''Pelaksanaan:'''
*Ajak para peserta untuk menebak-nebak atau mengingat-ingat data demografi suatu negara lewat beberapa pertanyaan sederhana.
*Pusatkan perhatian para peserta ke Wikipedia dan ajak mereka untuk mencari jawaban pertanyaan tersebut berdasarkan informasi dalam artikel-artikel yang telah Anda siapkan.}}
{{rh|||59}}<noinclude></noinclude>
ok3dr02mixpwvmbxbgp0vfswf4nth05
Halaman:Sarinah.pdf/54
104
89366
267585
256748
2026-04-12T07:43:35Z
Quraeni
22485
/* Tervalidasi */
267585
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Quraeni" /></noinclude>dengan kaum lelaki, mengusir kaum laki-laki dari negeri-negeri daerahnya. Atau dongengnya Dewi Rayungwulan dari negeri Sigaluh, dalam cerita Banjarsari. Kita juga kenal akan dongeng Ratu Roro Kidul, yang tak mau tunduk kepada siapa juga, tak mau terambil kekuasaannya oleh siapapun juga. Mungkinkah di zaman purbakala di Selatan tanah Jawa ada satu kerajaan matriarchat, yang kini sudah lenyap, atau satu pulau patriarchat, yang kini sudah tenggelam, sebagai di dalam dongeng Eropa ada pula diceritakan satu negeri tenggelam yang bernama Atlantis? Di negeri Eropa pun ada dongeng-dongeng perjoangan antara perempuan dengan laki-laki itu. Tiap-tiap murid sekolah menengah telah pernah mendengar dari hal kaum "Amazone" yang berperang dengan kaum laki-laki gagah-gagah dan sigap-sigap, berkuda seperti pahlawan-pahlawan yang gagah berani, yang pedangnya menyambar-nyambar ke kanan dan ke kiri seperti kilat. Perhiasan perhiasan yang orang pahatkan di gedung-gedung Yunani atau Rumawi zaman dulu, banyak pula yang menggambarkan peperangan antara kaum laki-laki dan perempuan itu. Tapi kecuali di beberapa tempat, hampir di mana-mana, di dalam perjoangan ini kaum perempuan terpaksa kalah dan takluk.
Sesudah kaum laki-laki berkuasa, maka bukan saja segala hukum-hukum masyarakat, hukum-hukum perkawinan, hukum-hukum keturunan dan perwarisan, diubah dan dibentuk menurut kemanfaatan hukum perbapaan itu, tetapi semua moral, adat-istiadat, kepercayaan, seni, ideologi, agama, berubah pula menurut kemanfaatan hukum perbapaan itu. Agama-agama penyembahan alam yang dahulu, terdesak oleh agama-agama baru, yang semuanya merendahkan deradjat perempuan. Cerita Yahudi tua tentang pembuatan Sitti Hawa, bukan menurut "gambarnya Tuhan", tetapi dari tulang rusuk Adam, (Qur'an tidak mengatakan begitu, meski setengah kaum mengatakannya, tetapi dibantah oleh kaum muda), tidakkah cerita ini bermaksud menggambarkan bahwa perempuan itu adalah "kelas dua" dari laki-laki? Dan bukanlah orang katakan pula, bahwa Hawalah, -ai dia! perempuan!-, yang menjadi sebabnya Adam terusir dari sorga? Bukankah oleh karena itu perempuan lantasan dikatakan "makhluk dosa" dan makhluk yang tak suci?<noinclude>{{rh|||54}}</noinclude>
58uxys527i5pvjmjezszpsfbn4upxay
Halaman:Sarinah.pdf/57
104
89367
267583
256749
2026-04-12T07:42:11Z
Quraeni
22485
/* Tervalidasi */
267583
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Quraeni" /></noinclude>tenaganya seperti sapi. Bagi kita kaum yang sadar di zaman sekarang, kejatuhan ini kita rasakan sebagai satu kesedihan yang maha sedih, satu tragedi yang maha tragis. Tetapi ditinjau dari sudut pertumbuhan masyarakat, maka perpindahan hukum peribuan kepada hukum perbapaan itu adalah satu kemajuan yang maha besar, satu evolusi masyarakat yang maha penting. Bagi masyarakat di zaman itu perpindahan itu adalah satu keharusan sejarah. Sebab masyarakat tak dapat berkembang-biak benar-benar, kalau masyarakat itu terikat kepada perikatan gens dan hukum peribuan yang di situ individualitas (keperibadian manusia seorang-orang) tak dapat merdeka dan leluasa, tak dapat "bertumbuh" dan "berkembang" menurut kehendaknya sendiri-sendiri, menurut hasrat sosial sendiri-sendiri. Maka oleh karena itulah tenaga-tenaga masyarakat dan tenaga-tenaga individualitas lantas memberontak kepada ikatan gens dan hukum peribuan itu, menghantam hancur perikatan-perikatan itu, menyapu bersih segala rintangan-rintangan yang menghalangi kepada berkembangnya individualitas itu. "Kita laki-laki mau merdeka dari asuhan ibu, kita mau merdeka mengeluarkan keringat kita buat kita sendiri, dan buat anak kita sendiri, kita mau merdeka menyusun keluarga!" -itulah semboyan revolusi sosial pertama yang maha hebat ini.
Dan revolusi yang menjelmakan faham milik perseorangan memang berhasil! Berhasil, oleh karena memang disuruh dan dibuat oleh masyarakat. Nyata masyarakat beruntung dengan merdekanya individuaitas, nyata masyarakat akan dapat merdeka berkembang dengan merdekanya individualitas itu. Nyata hukum keturunan menurut garis ibu itu adalah kurang cocok, kurang sesuai, kurang mendorong maju, kurang menjadi stimulasi kepada individualitas itu. Nyata di dalam hukum tua itu somah (keluarga) tak dapat berkembang, somah, yaitu satu-satunya benteng tempat berkembang individualitas itu. Maka oleh karena itu, terteropong dengan teropong umum, terpandang dari pandangan kemasyarakatan, maka revolusi ini adalah revolusi kemajuan, dan bukan revolusi kemunduran, bukan revolusi reaksioner. Maka benarlah kita, kalau kita bersorak syukur, bersorak "horas" atas berhasilnya perjuangan mengganti hukum ... tua dengan<noinclude>{{rh|||57}}</noinclude>
kkspohuy8ijnjv01smd0jjtw6psaz2s
Halaman:Sarinah.pdf/75
104
89390
267581
256776
2026-04-12T07:40:38Z
Quraeni
22485
/* Tervalidasi */
267581
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Quraeni" /></noinclude>begitu, yang "model kuno", terpaksa terus hidup kehidupannya yang sediakala, tersia-sia menunggu-nunggu datangnya seorang jejaka, sampai ia sendiri menjadi gadis tua yang layu dan hilang keelokan dan kesegarannya.
Tetapi masyarakat kapitalistis sekarang inipun tidak selalu mengasih kesempatan bekerja kepada semua orang yang mau bekerja, tidak selalu mengasih kesempatan kawin kepada semua orang yang mau kawin. Di dalam bab II telah saya terangkan hal ini sedikit-sedikit. Maka oleh karena itu, masih banyak sekali gadis-gadis dan perempuan-perempuan yang tidak mendapat suami, -kendati ketangkasan, kendati kesportifan, kendati kecakapan. Meskipun cakap, meskipun tangkas, meskipun telah berdiploma, belum tentu itu menjadi jaminan akan mendapat seorang suami. Hanya yang paling jempol sajalah, yang paling cakap, yang paling cantik, yang paling menarik, yang paling ber-"sex-appeal", mempunyai harapan akan mendapat jodoh. "Struggle for life" kini juga menjadi "struggle for man". Maka oleh karena itu, timbullah, -mula-mula di Amerika di mana "cari suami" itu yang paling susah-, satu pergerakan "menambah kecantikan", satu make-up-movement, yang maksudnya mempelajari dan mempraktekkan, betapakah cara mustinya perempuan menarik hati kaum laki-laki. Menghaluskan kulit, mengatur rambut, memerahkan bibir, memilih warnanya bedak, mencabut bulu alis supaya alis ini menjadi kecil seperti bulan tanggal satu, menentukan warna creme dan menyapukan creme, mengatur badan waktu duduk, menggerakkan badan waktu berjalan, itu semua-nya menjadi satu "ilmu", yang siang dan malam berputar di dalam otaknya perempuan-perempuan fihak atasan itu. Roman muka dan tingkah laku perempuan itu menjadi berubah sama sekali. Kulit jelita, bibir merah dan alis melengkung, bukan lagi satu hadiah alam yang terdapat pada satu dua perempuan saja, tetapi menjadi milik tiap-tiap hidung yang mampu membelinya. Kadang-kadang sungguh menarik benar perempuan-perempuan yang telah di "make-up" itu, tapi kadang-kadang juga menjadilah mereka itu justru seperti "hantu", karena "cap" di atas muka mereka itu terlalu melebihi-lebihi batasnya kesederhanaan! Tetapi sebagai satu peristiwa sosial adalah ini akibat dari masyarakat yang di situ "struggle for man" menjadi sukar sesukar-sukarnya. Juga di<noinclude>{{rh|||75}}</noinclude>
ogaxe7mu1euzf5ldso5pvarhnaj2ja2
Halaman:Sarinah.pdf/76
104
89391
267573
256777
2026-04-12T07:27:14Z
Quraeni
22485
/* Tervalidasi */
267573
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Quraeni" /></noinclude>Indonesia, ini “movement”, walaupun sebab-sebabnya dalam tidak diinsyafi oleh tiap-tiap orang, sudah mulai menjalar, tentu saja di bawah pimpinan beberapa nyonya dari kalangan atasan!
Jadi: juga di kalangan perempuan atasan, dunia belum menjadi satu sorga, walaupun pada umumnya sudah banyak hasil pergerakan feminisme itu.
Ya, sekali lagi, walaupun pada umumnya sudah banyak hasil pergerakan feminisme itu! Di kebanyakan negeri Eropa perempuan sudah boleh menjabat pelbagai pekerjaan di dunia ramai, sudah banyak yang masuk sekolah tinggi dan menjadi wartawan, peniaga, insinyur, dokter, advokat. Di banyak negeri Eropa perempuan malahan sudah mendapat hak-hak politik yang sama dengan kaum lelaki, sehingga banyak dari mereka telah menjadi anggota dewan haminte, dewan propinsi atau dewan parlemen. Tetapi kendati hasil-hasil baik dari perjoang-annya ini, juga pada mereka dirasakan oleh mereka sendiri adanya satu scheur. Juga pada mereka ada satu "retak", tetapi satu retak yang berbeda sedikit daripada retak di kalangan perempuan kaum buruh. Di kalangan kaum buruh itu retaknya ialah: terombang-ambing dan terbanting-banting antara dua tanggungan, tanggungan mencari nafkah di luar, dan tanggungan mengurus rumah tangga, terbanting-banting antara tanggungan sebagai pekerja masyarakat, dan tanggungan sebagai isteri dan ibu di rumah tangganya. Bagi perempuan kaum buruh itu, sebenarnya adalah satu ideal, satu keinginan jiwa yang maha tinggi: ingin merdeka di dalam masyarakat dengan jalan ikut menjadi produsen masyarakat, dan ingin menjadi isteri dan ibu yang mencinta, mengasih, menyayang, memelihara suami serta anak-anak menurut kodrat alam. Tetapi tidak satu dari dua keinginan ini dapat ia capai dengan sempurna, tidak satu dari dua ideal ini dapat menjadi satu realitas baginya. Sebab di dalam masyarakat kapitalistis sekarang ini, sempurnanya pelayanan dua kewajiban ini adalah terlalu membebani kepadanya, terlalu berat bagi tenaganya satu orang, sehingga ia menjadi "senewen" dan patah tulang belakang: Mau melepaskan kerja di dalam masyarakat tak dapat, sebab, itu berarti hilangnya sesuap nasi dan hilangnya kemerdekaan; mau melepaskan<noinclude>{{rh|||76}}</noinclude>
2qk2z6f3clmnanl4f11zz3816cb9j4b
Halaman:Sarinah.pdf/77
104
89392
267574
256778
2026-04-12T07:27:36Z
Quraeni
22485
/* Tervalidasi */
267574
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Quraeni" /></noinclude>suami dan anak-anak tak mungkin, sebab, itu adalah bertentangan dengan kodrat dan keinginan jiwa. Begitulah gambarnya retak yang membelah jiwa-raga perempuan kaum bawahan menjadi dua belahan yang terombang-ambing satu sama lain.
Bagaimanakah retak perempuan kaum atasan? Juga di sini ia kini telah banyak menjabat pekerjaan masyarakat. Juga di sini ia telah banyak bekerja di luar rumah tangga. Juga di sinipun ia, selain memikirkan kerja di masyarakat itu, harus juga memikirkan kerja sebagai isteri dan sebagai ibu. Tetapi manakala dua pekerjaan ini di kalangan kaum buruh mendatangkan "senewen", maka di kalangan atasan hanyalah mendatangkan "rasa kurang puas" sahaja. Sebab perempuan atasan itu di rumah tangganya cukup mendapat bantuan, bantuan alat-alat teknik sebagai gas dan listrik, bantuan harta yang dapat membeli semua keperluan, dan bantuan pelayanan yang tinggal memerintah saja. Ketidakpuasan yang ia rasakan itu bukan ketidakpuasan karena "patahnya tulang belakang", tetapi adalah ketidakpuasan terganggunya waktu untuk menumpahkan cinta kasih kepada suami dan terutama sekali kepada anak-anak, sebagai panggilan jiwanya dan panggilan kodratnja. Kerja di masyarakat itu menjadi satu halangan buat kesempurnaan kehidupan laki-isteri anak, satu rintangan bagi kehidupan laki-isteri yang sempurna dan bahagia.
Dan bukan saja rintangan bagi kesempurnaan kehidupan laki-isteri manakala kehidupan itu sudah ada – artinya: manakala sudah hidup berlaki-isteri, sudah ada suami, sudah ada anak, tetapi bagi banyak kaum perempuan atasan kehidupan laki-isteri inipun satu hal yang susah didapatnya. Bagi banyak kaum atasan, sebagai tadi sudah saya katakan, mendapat suami masih satu teka teki, sehingga timbul peristiwa “gadis-tua” dan “make-up movement”. Maka oleh karena itu, kini, sebagai reaksi atas keadaan yang demikian itu, bukan lagi kerja di dalam masyarakatlah yang menjadi tujuan dan cita-cita, tetapi kehidupan laki-isteri yang bahagia. Bersuami, beranak, berumah tangga bahagia, itulah kini idam-idaman yang pertama, keinginan jiwa yang paling tinggi. Kini timbul satu aliran baru di kalangan kaum perempuan atasan itu,<noinclude>{{rh|||77}}</noinclude>
8agqhjp2ue0i80yratwqgdoozqiwfvs
Modul:License scope
828
90032
267576
258003
2026-04-12T07:28:24Z
Mnam23
12152
267576
Scribunto
text/plain
--[=[
Implements [[Template:License scope]] and [[Template:License grammar]]
]=]
local p = {} --p stands for package
local getArgs = require('Module:Arguments').getArgs
local yesno = require('Module:Yesno')
local namespace = mw.title.getCurrentTitle().nsText
function p.plural_namespace()
local plural_namespaces = {
["Pengarang"] = true,
["Author talk"] = true,
["Portal"] = true,
["Portal talk"] = true,
["Kategori"] = true,
["Category talk"] = true
}
return plural_namespaces[namespace] or false
end
--[=[
Implements [[Template:License scope]]
]=]
function p._license_scope(args)
if not args then
args = {}
end
local text
if p.plural_namespace() then
local usesome
if namespace == "Category" or namespace == "Category talk" then
usesome = yesno(args.usesome or 'no')
else
usesome = yesno(args.usesome or 'yes')
end
if usesome then
text = "Some or all works "
else
text = "Works "
end
if namespace == "Author" or namespace == "Author talk" then
text = text .. "oleh pengarang ini"
elseif namespace == "Portal" or namespace == "Portal talk" then
text = text .. "listed in this portal"
elseif namespace == "Category" or namespace == "Category talk" then
text = text .. "in this category"
end
elseif namespace == "File" or namespace == "File talk" then
text = "This file"
elseif namespace == "Image" or namespace == "Image talk" then
text = "This image"
else
text = "Karya ini"
end
local useverb = yesno(args.useverb) or args.useverb == nil
if useverb then
local past = yesno(args.past or 'no')
if past and p.plural_namespace() then
text = text .. " were"
elseif past then
text = text .. " was"
elseif p.plural_namespace() then
text = text .. " are"
else
text = text .. " is"
end
end
if yesno(args.lc or 'no') then
text = string.lower(text)
end
return text
end
function p.license_scope(frame)
return p._license_scope(getArgs(frame))
end
--[=[
Implements [[Template:License grammar]]
]=]
function p._license_grammar(args)
if not args then
args = {}
end
if p.plural_namespace() then
return args[2]
else
return args[1]
end
end
function p.license_grammar(frame)
return p._license_grammar(getArgs(frame))
end
return p
h63nevd5jm4u7lovu2uwbp06djolik5
Halaman:Antara Tjinta dan Harta.pdf/14
104
90991
267393
260486
2026-04-11T14:31:35Z
Dyalim
21704
/* Tervalidasi */
267393
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dyalim" />12{{r|TJILIK ROMAN'S}}</noinclude>Diam-diam Surjati merasa aneh, kutika ia masih
sekolah ia mempunjai banjak kawan pamuda-pamuda tjakap dan terpladjar, tetapi terhadap itu semua kawan tetap,,dingin" hanjalah tjuma,,kawan-biasa" sadja.
Tetapi pengrasa'an sekarang ia rasakan terhadap
Andang ada laen. Ia merasa kasian tertjampur sajang, dan berbareng di-situ telah terbit pengrasa'an ,,suka" dan djustru iapunja,,lapangan" hati masih kosong, telah terisih wadjahnja Andang, maski tjuma ada satu gombala-kerbo tetapi tjakap, sopan-santun serta bisa menjesuaikan dengan ke'adaan dirinja.
Dilaen fihak, Andang pun merasa heran atas sikepnja Surjati, terlebih lagi ia tida mengarti, mengapa Surjati atjapkali suka mengawaskan kepadanja dengan sinaran mata jang agak aneh.
Samentara Andang jang kena di-awaskan begitu
rupa, merasa hatinja,,berdebaran".
*
Di-suatu sendjah......
Kutika Surjati lagi duduk di serambi depan
rumahnja.
Dari djau ia nampak Andang sedang berdjalan
mendatangin dengan memangul satu krandjang terisi penuh rumput, dengan tindakan begitu plahan.
Kutika Andang suda sampe dekat dan masuk
dipekarangan, Surjati djadi kaget, ia meliat dengan tegas, bahua sabelah telapan kakinja Andang berloboran darah...... sedang tampang mukanja putjat, serta meringis-ringis kasakitan.
Andang djalan terus ka samping gedong buat
menudju ka blakang rumah. Adalah Surjati seperti ada kakuatan gaib jang menjurung padanja, dengan tida ajal lagi, lalu masuk ka dalam langsung ka blakang dimana dekat kandang kerbo; ia dapetkan Andang sedang duduk di-atas tanah sembari tangannja<noinclude></noinclude>
2hg1i3tmy415hfqu33pexgufgyem7wb
Halaman:Ekologi & Anarkisme.pdf/5
104
95251
267579
266523
2026-04-12T07:33:41Z
Mnam23
12152
267579
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Mnam23" /></noinclude>{{c|{{larger|Daftar Isi}}}}
{{TOC begin}}
{{TOC row 2dot-1|Daftar Isi|IV}}
{{TOC row 2dot-1|[[Ekologi & Anarkisme/Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah]]|V}}
{{TOC row 2dot-1|[[Ekologi & Anarkisme/Murray Bookchin, Ekologi Radikal dan Demokrasi Kiri|Murray Bookchin, Ekologi Radikal dan Demokrasi Kiri]]|VI}}
{{TOC row 2dot-1|[[Ekologi & Anarkisme/Ekologi Sosial: Sebuah Pengantar|Ekologi Sosial: Sebuah Pengantar]]|XVIII}}
{{TOC row 1-dot-1|[[Ekologi & Anarkisme/Bagian 1|Bagian 1]]|Ekologi dan Pemikiran Revolusioner|1}}
{{TOC row 1-dot-1|[[Ekologi & Anarkisme/Bagian 2|Bagian 2]]|Krisis dalam Gerakan Ekologi|42}}
{{TOC row 1-dot-1|[[Ekologi & Anarkisme/Bagian 3|Bagian 3]]|Kematian Planet Kecil|56}}
{{TOC row 1-dot-1|[[Ekologi & Anarkisme/Bagian 4|Bagian 4]]|Apa Itu Ekologi Sosial?|72}}
{{TOC row 1-dot-1|[[Ekologi & Anarkisme/Bagian 5|Bagian 5]]|Akankah Ekologi Menjadi 'Ilmu Pengetahuan yang Suram?'|111}}
{{TOC end}}<noinclude></noinclude>
cqk4531olsas0ksd9hq9bp2ba2l2oq5
Halaman:Keppres No 03 TH 1983.pdf/1
104
95367
267448
266759
2026-04-11T16:31:16Z
Hotmaa
26919
267448
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="NikolasKHF" /></noinclude>{{Pres/Head
|KEPUTUSAN
|3
|1983
|PERUBAHAN KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 251 TAHUN 1967 TENTANG HARI-HARI LIBUR SEBAGAIMANA TELAH BEBERAPA KALI DIUBAH TERAKHIR DENGAN KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 10 TAHUN 1971
|old=y}}
{{PUU-konsideran|ket=Menimbang|{{PUU-nomor|n=a
|bahwa untuk meningkatkan kemantapan perbadatan bagi umat Hindu dan umat Buddha dipandang perlu menetapkan hari libur Nyepi bagi umat Hindu dan hari libur Waisak bagi umat Buddha sebagai hari libur nasional;
|bahwa berhubung dengan hal sebagaimana dimaksud dalam huruf a dipandang perlu mengubah {{PUU-pranala|keppres|251|1967}} sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan {{PUU-pranala|keppres|10|1971}};
}}
}}
{{PUU-konsideran|ket=Mengingat|{{PUU-nomor
|Pasal 4 ayat (1), dan Pasal 29 {{PUU-pranala|uud}};
|{{PUU-pranala|keppres|251|1967}} tentang Hari-hari libur;
|{{PUU-pranala|keppres|148|1968}} tentang Perubahan {{PUU-pranala|keppres|251|1967}} tentang Hari-hari libur;
|{{PUU-pranala|keppres|10|1971}} tentang Hari Raya Santa Maria;
}}
}}
{{c|MEMUTUSKAN:}}
{{PUU-konsideran|ket=Menetapkan
|KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 251 TAHUN 1967 TENTANG HARI-HARI LIBUR SEBAGAIMANA TELAH BEBERAPA KALI DIUBAH, TERAKHIR DENGAN KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 10 TAHUN 1971.}}
{{PUU-pasal|pasal=I|Mengubah Keputusan Presiden Nomor 251 Tahun 1967 sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 1971 sebagai berikut :{{PUU-nomor
|Pada Pasal 1 ditambah ketentuan menjadi Nomor urut 11 dan Nomor urut 12 yaitu :
{{PUU-nomor|m=11
|Nyepi (Tahun Baru Saka);
|Waisak}}}}}}
{{rh|||2. Ketentuan ...|||<noinclude></noinclude>
b05wf0hsqw2vpa4nnnqm4quiuj22w4s
267451
267448
2026-04-11T16:32:06Z
Hotmaa
26919
267451
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="NikolasKHF" /></noinclude>{{Pres/Head
|KEPUTUSAN
|3
|1983
|PERUBAHAN KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 251 TAHUN 1967 TENTANG HARI-HARI LIBUR SEBAGAIMANA TELAH BEBERAPA KALI DIUBAH TERAKHIR DENGAN KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 10 TAHUN 1971
|old=y}}
{{PUU-konsideran|ket=Menimbang|{{PUU-nomor|n=a
|bahwa untuk meningkatkan kemantapan perbadatan bagi umat Hindu dan umat Buddha dipandang perlu menetapkan hari libur Nyepi bagi umat Hindu dan hari libur Waisak bagi umat Buddha sebagai hari libur nasional;
|bahwa berhubung dengan hal sebagaimana dimaksud dalam huruf a dipandang perlu mengubah {{PUU-pranala|keppres|251|1967}} sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan {{PUU-pranala|keppres|10|1971}};
}}
}}
{{PUU-konsideran|ket=Mengingat|{{PUU-nomor
|Pasal 4 ayat (1), dan Pasal 29 {{PUU-pranala|uud}};
|{{PUU-pranala|keppres|251|1967}} tentang Hari-hari libur;
|{{PUU-pranala|keppres|148|1968}} tentang Perubahan {{PUU-pranala|keppres|251|1967}} tentang Hari-hari libur;
|{{PUU-pranala|keppres|10|1971}} tentang Hari Raya Santa Maria;
}}
}}
{{c|MEMUTUSKAN:}}
{{PUU-konsideran|ket=Menetapkan
|KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 251 TAHUN 1967 TENTANG HARI-HARI LIBUR SEBAGAIMANA TELAH BEBERAPA KALI DIUBAH, TERAKHIR DENGAN KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 10 TAHUN 1971.}}
{{PUU-pasal|pasal=I|Mengubah Keputusan Presiden Nomor 251 Tahun 1967 sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 1971 sebagai berikut :{{PUU-nomor
|Pada Pasal 1 ditambah ketentuan menjadi Nomor urut 11 dan Nomor urut 12 yaitu :
{{PUU-nomor|m=11
|Nyepi (Tahun Baru Saka);
|Waisak}}}}}}
{{rh|||2. Ketentuan ...<noinclude></noinclude>
lcm11uetvghsyibed122jq7ztjdtd1x
267453
267451
2026-04-11T16:32:29Z
Hotmaa
26919
267453
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="NikolasKHF" /></noinclude>{{Pres/Head
|KEPUTUSAN
|3
|1983
|PERUBAHAN KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 251 TAHUN 1967 TENTANG HARI-HARI LIBUR SEBAGAIMANA TELAH BEBERAPA KALI DIUBAH TERAKHIR DENGAN KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 10 TAHUN 1971
|old=y}}
{{PUU-konsideran|ket=Menimbang|{{PUU-nomor|n=a
|bahwa untuk meningkatkan kemantapan perbadatan bagi umat Hindu dan umat Buddha dipandang perlu menetapkan hari libur Nyepi bagi umat Hindu dan hari libur Waisak bagi umat Buddha sebagai hari libur nasional;
|bahwa berhubung dengan hal sebagaimana dimaksud dalam huruf a dipandang perlu mengubah {{PUU-pranala|keppres|251|1967}} sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan {{PUU-pranala|keppres|10|1971}};
}}
}}
{{PUU-konsideran|ket=Mengingat|{{PUU-nomor
|Pasal 4 ayat (1), dan Pasal 29 {{PUU-pranala|uud}};
|{{PUU-pranala|keppres|251|1967}} tentang Hari-hari libur;
|{{PUU-pranala|keppres|148|1968}} tentang Perubahan {{PUU-pranala|keppres|251|1967}} tentang Hari-hari libur;
|{{PUU-pranala|keppres|10|1971}} tentang Hari Raya Santa Maria;
}}
}}
{{c|MEMUTUSKAN:}}
{{PUU-konsideran|ket=Menetapkan
|KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 251 TAHUN 1967 TENTANG HARI-HARI LIBUR SEBAGAIMANA TELAH BEBERAPA KALI DIUBAH, TERAKHIR DENGAN KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 10 TAHUN 1971.}}
{{PUU-pasal|pasal=I|Mengubah Keputusan Presiden Nomor 251 Tahun 1967 sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 1971 sebagai berikut :{{PUU-nomor
|Pada Pasal 1 ditambah ketentuan menjadi Nomor urut 11 dan Nomor urut 12 yaitu :
{{PUU-nomor|m=11
|Nyepi (Tahun Baru Saka);
|Waisak}}}}}}
{{rh|||2. Ketentuan ...}}<noinclude></noinclude>
cw04frn1n1abxtvg0hhmdyaxmkqa5pv
267456
267453
2026-04-11T16:33:28Z
Hotmaa
26919
/* Tervalidasi */
267456
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Hotmaa" /></noinclude>{{Pres/Head
|KEPUTUSAN
|3
|1983
|PERUBAHAN KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 251 TAHUN 1967 TENTANG HARI-HARI LIBUR SEBAGAIMANA TELAH BEBERAPA KALI DIUBAH TERAKHIR DENGAN KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 10 TAHUN 1971
|old=y}}
{{PUU-konsideran|ket=Menimbang|{{PUU-nomor|n=a
|bahwa untuk meningkatkan kemantapan perbadatan bagi umat Hindu dan umat Buddha dipandang perlu menetapkan hari libur Nyepi bagi umat Hindu dan hari libur Waisak bagi umat Buddha sebagai hari libur nasional;
|bahwa berhubung dengan hal sebagaimana dimaksud dalam huruf a dipandang perlu mengubah {{PUU-pranala|keppres|251|1967}} sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan {{PUU-pranala|keppres|10|1971}};
}}
}}
{{PUU-konsideran|ket=Mengingat|{{PUU-nomor
|Pasal 4 ayat (1), dan Pasal 29 {{PUU-pranala|uud}};
|{{PUU-pranala|keppres|251|1967}} tentang Hari-hari libur;
|{{PUU-pranala|keppres|148|1968}} tentang Perubahan {{PUU-pranala|keppres|251|1967}} tentang Hari-hari libur;
|{{PUU-pranala|keppres|10|1971}} tentang Hari Raya Santa Maria;
}}
}}
{{c|MEMUTUSKAN:}}
{{PUU-konsideran|ket=Menetapkan
|KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 251 TAHUN 1967 TENTANG HARI-HARI LIBUR SEBAGAIMANA TELAH BEBERAPA KALI DIUBAH, TERAKHIR DENGAN KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 10 TAHUN 1971.}}
{{PUU-pasal|pasal=I|Mengubah Keputusan Presiden Nomor 251 Tahun 1967 sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 1971 sebagai berikut :{{PUU-nomor
|Pada Pasal 1 ditambah ketentuan menjadi Nomor urut 11 dan Nomor urut 12 yaitu :
{{PUU-nomor|m=11
|Nyepi (Tahun Baru Saka);
|Waisak}}}}}}
{{rh|||2. Ketentuan ...}}<noinclude></noinclude>
3dnm1t6mxe767h1yvuqbkyielnukp6q
Ekologi & Anarkisme
0
95690
267577
267238
2026-04-12T07:28:42Z
Mnam23
12152
267577
wikitext
text/x-wiki
{{header
| title = Ekologi & Anarkisme
| author = Murray Bookchin
| translator = Bima Satria Putra
| section =
| previous =
| next =
| year = 2021
| notes =
}}
<pages index="Ekologi & Anarkisme.pdf" include=1 />
{{pb|label=}}
<pages index="Ekologi & Anarkisme.pdf" include=2 />
{{pb|label=}}
<pages index="Ekologi & Anarkisme.pdf" include=3 />
{{pb|label=}}
<pages index="Ekologi & Anarkisme.pdf" include=4 />
{{pb|label=}}
<pages index="Ekologi & Anarkisme.pdf" include=5 />
{{pb|label=}}
{{Lisensi terjemahan
|asli={{DP-lama}}
|terjemahan={{DP-pengarang-lepas}}
}}
lqu7gffftzfb5nclitp4i2n94vjaxfu
Pengguna:Hotmaa
2
95803
267394
2026-04-11T14:35:57Z
Hotmaa
26919
←Membuat halaman berisi 'MENULIS, MEMBACA, MEMAHAMI'
267394
wikitext
text/x-wiki
MENULIS, MEMBACA, MEMAHAMI
h4tprj5s9curfbehnqejgdry8fbgngm
Halaman:Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (2010).pdf/16
104
95804
267396
2026-04-11T14:47:53Z
Dyalim
21704
/* Telah diuji baca */
267396
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" /></noinclude>
== '''Zaman Jepang''' ==<noinclude></noinclude>
gxnfkal6xehv2l5f0jti0oti8276aff
267397
267396
2026-04-11T14:49:02Z
Dyalim
21704
267397
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" /></noinclude>
::'''Zaman Jepang'''<noinclude></noinclude>
1r2st7qquoqo1ay0ovkbpe8yczrvauo
267398
267397
2026-04-11T14:49:47Z
Dyalim
21704
267398
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" /></noinclude>
::::::::'''Zaman Jepang'''<noinclude></noinclude>
ks5d9rge9ssaersesip38kf0vgyqo7h
Halaman:Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (2010).pdf/10
104
95805
267399
2026-04-11T14:54:11Z
Hotmaa
26919
/* Telah diuji baca */
267399
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>Pendahuluan
Zaman Jepang melahirkan Chairil Anwar dan Idrus, masing-masing pembaharu puisi dan prosa. Pembaharuan itu tidak berarti sekiranya hanya mengenai bentuk belaka, tetapi dalam hal ini perubahan lahir itu berakar pada perubahan jiwa. Perubahan jiwa yang dimasak ke arah dewasa selama tiga setengah tahun tekanan mengenai pikiran dan perasaan serta keadaan ekonomi yang mengguncangkan seluruh watak manusia Indonesia. Baik pada Idrus maupun pada Chairil Anwar pelarian ke dasar jiwa sebagai
benteng yang tidak dapat direbut. Dan berkat watak yang kuat keluar kembali jernih melihat sekitar dengan dasar yang lebih teguh.
Di dalam buku ini dikumpulkan beberapa karangan Idrus dari semenjak kedatangan Jepang tahun 1942 dan sesudah 17 Agustus 1945. Dalam "Ave Maria" dan lain-lain karangannya yang mula-mula
kelihatan romantik yang merawankan hati, di dalam sandiwara "Kejahatan Membalas Dendam" pendalaman ke dasar jiwa. Sandiwara ini dapat dipertunjukkan dengan hanya memakai dekorasi sederhana dan teknik yang mengarah pada pengambilan gambar film dengan permainan sorotan lampu yang tepat, karena yang dipentingkan adalah jiwa pelakonnya. Dengan ini, Idrus mungkin dengan tidak disadarinya telah memulai percobaan baru dalam dunia penulisan sandiwara. Sebagai tulisan yang dimaksud untuk diterbitkan di<noinclude></noinclude>
k2sk2s0dlwqgbz82q2b6yfwibgxnpyp
267401
267399
2026-04-11T14:57:19Z
Hotmaa
26919
267401
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>===Pendahuluan===
Zaman Jepang melahirkan Chairil Anwar dan Idrus, masing-masing pembaharu puisi dan prosa. Pembaharuan itu tidak berarti sekiranya hanya mengenai bentuk belaka, tetapi dalam hal ini perubahan lahir itu berakar pada perubahan jiwa. Perubahan jiwa yang dimasak ke arah dewasa selama tiga setengah tahun tekanan mengenai pikiran dan perasaan serta keadaan ekonomi yang mengguncangkan seluruh watak manusia Indonesia. Baik pada Idrus maupun pada Chairil Anwar pelarian ke dasar jiwa sebagai
benteng yang tidak dapat direbut. Dan berkat watak yang kuat keluar kembali jernih melihat sekitar dengan dasar yang lebih teguh.
Di dalam buku ini dikumpulkan beberapa karangan Idrus dari semenjak kedatangan Jepang tahun 1942 dan sesudah 17 Agustus 1945. Dalam "Ave Maria" dan lain-lain karangannya yang mula-mula
kelihatan romantik yang merawankan hati, di dalam sandiwara "Kejahatan Membalas Dendam" pendalaman ke dasar jiwa. Sandiwara ini dapat dipertunjukkan dengan hanya memakai dekorasi sederhana dan teknik yang mengarah pada pengambilan gambar film dengan permainan sorotan lampu yang tepat, karena yang dipentingkan adalah jiwa pelakonnya. Dengan ini, Idrus mungkin dengan tidak disadarinya telah memulai percobaan baru dalam dunia penulisan sandiwara. Sebagai tulisan yang dimaksud untuk diterbitkan di<noinclude></noinclude>
7lwwqerv7cx9ii3ccw74ilp02hn4lik
Halaman:Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (2010).pdf/17
104
95806
267400
2026-04-11T14:54:57Z
Dyalim
21704
/* Telah diuji baca */
267400
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" /></noinclude>===Ave Maria===
MALAM bulan purnama raya. Kami duduk di beranda depan. Ayah dan Ibu bercakap sebentar-sebentar, tetapi percakapan itu sudah lama rupanya. Keindahan alam yang demikian mengenangkan kami kepada suatu kejadian. Perpisahan dengan Zulbahri. Zulbahri yang dengan secara aneh berkenalan dengan kami. Bagaimana lekatnya hati kami kepada Zulbahri terasa waktu Ibu berkata,"Kasihan Zulbahri. Bntah di mana
dia sekarang. Serasa anak sendiri."
Masih jelas teringat oleh kami, hari perkenalan kami dengan
Zulbahri.
Aneh betul. Kami sedang duduk-duduk di beranda depan. Hari panas alang kepalang.Adik Usup mempermain-mainkan ujung kebaya Ibu,sampai kebaya itu robek dibuatnya. Hampir-hampir ia menangis dimarahi Ibu.
Tiba-tiba ia tertawa gelak-gelak, sambil menunjuk ke tengah
jalan. Kami menoleh dan tampaklah kepada kami seorang laki-laki, sedang asyik membaca buku, sambil berjalan juga. Pakaian orang itulah yang menerbitkan tertawa Adik Usup. Baju jasnya sudah robek-robek, di bagian belakang tinggal benang-benang, dan terkulai seperti ekor kuda. Mendengar tertawa Adik Usup, ia tertegun, berhenti, dan melihat kepada kami. b ikut tertawa. Sesudah itu, ia<noinclude></noinclude>
nah3fda9jpit6luz3yx7ouz8mavpn5s
Halaman:Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (2010).pdf/18
104
95807
267402
2026-04-11T15:05:42Z
Dyalim
21704
/* Telah diuji baca */
267402
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" />Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Romo
3</noinclude>
seperti orang berpikir dan tidak lama kemudian, ia masuk ke dalam pekarangan kami. Ia memberi hormat kepada Ayah dan Ibu, lalu duduk di sebelah kursi dekat meja bundar di tengah beranda rumah kami. Ibu sudah ketakutan saja. Tanya Ayah, "Tuan mencari saya?"
:::Banyak lagi pertanyaan Ayah, tetapi semua dijawabnya dengan suara yang halus sekali sehingga tidak jelas kedengaran pada kami. Segala perkakas rumah kami yang ada di beranda depan diperhatikannya satu per satu. Sesudah itu, matanya tertambat kepada majalah-majalah yang disimpan Ayah di bawah meja bundar itu.
:::Diusai-usainya majalah itu. Diambilnya sebuah, lalu dimasuk-
kannya ke dalam sakunya. Bukunya yang dibawanya ditinggalkannya di atas meja, lalu ia pergi pula.
:::"Gila," kata Ibu.
:::Perlahan-lahan Ayah pergi ke meja bundar, diambilnya buku orang laki-laki itu, dan sesudah beberapa lama diperhatikannya, katanya, "Hm, buku filsafat. Orang pintar juga barangkali."
:::Keesokan harinya ia datang pula kembali. Diambilnya pula
majalah yang lain, dan majalah yang lama diletakkannya kembali ke tempatnya. Setiap hari ia datang. Dan setiap kali ia datang, ada saja perubahan yang membaikkan tampak pada dirinya. Bajunya tidak lagi sekotor yang dulu. Sudah keluar beberapa perkataan dari mulutnya. Begitulah kami mengetahui berturut-turut bahwa ia dulu seorang pengarang. Sungguhpun belum dikenal umum, tetapi bukunya banyak juga yang diterbitkan. Keinginan kami hendak mengetahui lebih
banyak lagi tak dipenuhinya.
:::Pada suatu hari kata ibu, "Sudah lama Zulbahri tidak datang-datang. Sudah lebih seminggu canggung pula aku."
:::Dan tidak berapa lama disambungnya sambil menunjuk ke jalan, "Ha, itu dia."
:::Kami menoleh ke arah jalan. Memang Zulbahrilah itu. Seperti biasa ia tertawa masuk, lalu duduk. Segala tingkah laku Zulbahri bagi orang yang baru mengenal dia akan terlihat aneh. Akan tetapi, bagi kami, hal itu sudah biasa.<noinclude></noinclude>
0b2nq97xzqvqwqw07lxgyhdya5zkmy4
267403
267402
2026-04-11T15:06:38Z
Dyalim
21704
267403
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" />Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Romo
3</noinclude>
seperti orang berpikir dan tidak lama kemudian, ia masuk ke dalam pekarangan kami. Ia memberi hormat kepada Ayah dan Ibu, lalu duduk di sebelah kursi dekat meja bundar di tengah beranda rumah kami. Ibu sudah ketakutan saja. Tanya Ayah, "Tuan mencari saya?"
Banyak lagi pertanyaan Ayah, tetapi semua dijawabnya dengan suara yang halus sekali sehingga tidak jelas kedengaran pada kami. Segala perkakas rumah kami yang ada di beranda depan diperhatikannya satu per satu. Sesudah itu, matanya tertambat kepada majalah-majalah yang disimpan Ayah di bawah meja bundar itu.
Diusai-usainya majalah itu. Diambilnya sebuah, lalu dimasuk-
kannya ke dalam sakunya. Bukunya yang dibawanya ditinggalkannya di atas meja, lalu ia pergi pula.
"Gila," kata Ibu.
Perlahan-lahan Ayah pergi ke meja bundar, diambilnya buku orang laki-laki itu, dan sesudah beberapa lama diperhatikannya, katanya, "Hm, buku filsafat. Orang pintar juga barangkali."
Keesokan harinya ia datang pula kembali. Diambilnya pula
majalah yang lain, dan majalah yang lama diletakkannya kembali ke tempatnya. Setiap hari ia datang. Dan setiap kali ia datang, ada saja perubahan yang membaikkan tampak pada dirinya. Bajunya tidak lagi sekotor yang dulu. Sudah keluar beberapa perkataan dari mulutnya. Begitulah kami mengetahui berturut-turut bahwa ia dulu seorang pengarang. Sungguhpun belum dikenal umum, tetapi bukunya banyak juga yang diterbitkan. Keinginan kami hendak mengetahui lebih
banyak lagi tak dipenuhinya.
Pada suatu hari kata ibu, "Sudah lama Zulbahri tidak datang-datang. Sudah lebih seminggu canggung pula aku."
Dan tidak berapa lama disambungnya sambil menunjuk ke jalan, "Ha, itu dia."
Kami menoleh ke arah jalan. Memang Zulbahrilah itu. Seperti biasa ia tertawa masuk, lalu duduk. Segala tingkah laku Zulbahri bagi orang yang baru mengenal dia akan terlihat aneh. Akan tetapi, bagi kami, hal itu sudah biasa.<noinclude></noinclude>
nqejlsgakuwy4d06rcp8oz02w206maw
267404
267403
2026-04-11T15:07:20Z
Dyalim
21704
267404
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" />Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Romo
3</noinclude>
seperti orang berpikir dan tidak lama kemudian, ia masuk ke dalam pekarangan kami. Ia memberi hormat kepada Ayah dan Ibu, lalu duduk di sebelah kursi dekat meja bundar di tengah beranda rumah kami. Ibu sudah ketakutan saja. Tanya Ayah, "Tuan mencari saya?"
Banyak lagi pertanyaan Ayah, tetapi semua dijawabnya dengan suara yang halus sekali sehingga tidak jelas kedengaran pada kami. Segala perkakas rumah kami yang ada di beranda depan diperhatikannya satu per satu. Sesudah itu, matanya tertambat kepada majalah-majalah yang disimpan Ayah di bawah meja bundar itu.
Diusai-usainya majalah itu. Diambilnya sebuah, lalu dimasuk-
kannya ke dalam sakunya. Bukunya yang dibawanya ditinggalkannya di atas meja, lalu ia pergi pula.
"Gila," kata Ibu.
Perlahan-lahan Ayah pergi ke meja bundar, diambilnya buku orang laki-laki itu, dan sesudah beberapa lama diperhatikannya, katanya, "Hm, buku filsafat. Orang pintar juga barangkali."
Keesokan harinya ia datang pula kembali. Diambilnya pula
majalah yang lain, dan majalah yang lama diletakkannya kembali ke tempatnya. Setiap hari ia datang. Dan setiap kali ia datang, ada saja perubahan yang membaikkan tampak pada dirinya. Bajunya tidak lagi sekotor yang dulu. Sudah keluar beberapa perkataan dari mulutnya. Begitulah kami mengetahui berturut-turut bahwa ia dulu seorang pengarang. Sungguhpun belum dikenal umum, tetapi bukunya banyak juga yang diterbitkan. Keinginan kami hendak mengetahui lebih
banyak lagi tak dipenuhinya.
Pada suatu hari kata ibu, "Sudah lama Zulbahri tidak datang-datang. Sudah lebih seminggu canggung pula aku."
Dan tidak berapa lama disambungnya sambil menunjuk ke jalan, "Ha, itu dia."
Kami menoleh ke arah jalan. Memang Zulbahrilah itu. Seperti biasa ia tertawa masuk, lalu duduk. Segala tingkah laku Zulbahri bagi orang yang baru mengenal dia akan terlihat aneh. Akan tetapi, bagi kami, hal itu sudah biasa.<noinclude></noinclude>
9uxgh51tt55ine7pagvlxohkalyt59s
267406
267404
2026-04-11T15:12:42Z
Dyalim
21704
267406
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" />Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Romo</noinclude>
seperti orang berpikir dan tidak lama kemudian, ia masuk ke dalam pekarangan kami. Ia memberi hormat kepada Ayah dan Ibu, lalu duduk di sebelah kursi dekat meja bundar di tengah beranda rumah kami. Ibu sudah ketakutan saja. Tanya Ayah, "Tuan mencari saya?"
Banyak lagi pertanyaan Ayah, tetapi semua dijawabnya dengan suara yang halus sekali sehingga tidak jelas kedengaran pada kami. Segala perkakas rumah kami yang ada di beranda depan diperhatikannya satu per satu. Sesudah itu, matanya tertambat kepada majalah-majalah yang disimpan Ayah di bawah meja bundar itu.
Diusai-usainya majalah itu. Diambilnya sebuah, lalu dimasuk-
kannya ke dalam sakunya. Bukunya yang dibawanya ditinggalkannya di atas meja, lalu ia pergi pula.
"Gila," kata Ibu.
Perlahan-lahan Ayah pergi ke meja bundar, diambilnya buku orang laki-laki itu, dan sesudah beberapa lama diperhatikannya, katanya, "Hm, buku filsafat. Orang pintar juga barangkali."
Keesokan harinya ia datang pula kembali. Diambilnya pula
majalah yang lain, dan majalah yang lama diletakkannya kembali ke tempatnya. Setiap hari ia datang. Dan setiap kali ia datang, ada saja perubahan yang membaikkan tampak pada dirinya. Bajunya tidak lagi sekotor yang dulu. Sudah keluar beberapa perkataan dari mulutnya. Begitulah kami mengetahui berturut-turut bahwa ia dulu seorang pengarang. Sungguhpun belum dikenal umum, tetapi bukunya banyak juga yang diterbitkan. Keinginan kami hendak mengetahui lebih
banyak lagi tak dipenuhinya.
Pada suatu hari kata ibu, "Sudah lama Zulbahri tidak datang-datang. Sudah lebih seminggu canggung pula aku."
Dan tidak berapa lama disambungnya sambil menunjuk ke jalan, "Ha, itu dia."
Kami menoleh ke arah jalan. Memang Zulbahrilah itu. Seperti biasa ia tertawa masuk, lalu duduk. Segala tingkah laku Zulbahri bagi orang yang baru mengenal dia akan terlihat aneh. Akan tetapi, bagi kami, hal itu sudah biasa.<noinclude></noinclude>
2m2wrodtk9unqgfp0epg6wym92wfx18
267408
267406
2026-04-11T15:16:07Z
Dyalim
21704
267408
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" />Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Romo
{{rh||3|}}</noinclude>
seperti orang berpikir dan tidak lama kemudian, ia masuk ke dalam pekarangan kami. Ia memberi hormat kepada Ayah dan Ibu, lalu duduk di sebelah kursi dekat meja bundar di tengah beranda rumah kami. Ibu sudah ketakutan saja. Tanya Ayah, "Tuan mencari saya?"
Banyak lagi pertanyaan Ayah, tetapi semua dijawabnya dengan suara yang halus sekali sehingga tidak jelas kedengaran pada kami. Segala perkakas rumah kami yang ada di beranda depan diperhatikannya satu per satu. Sesudah itu, matanya tertambat kepada majalah-majalah yang disimpan Ayah di bawah meja bundar itu.
Diusai-usainya majalah itu. Diambilnya sebuah, lalu dimasuk-
kannya ke dalam sakunya. Bukunya yang dibawanya ditinggalkannya di atas meja, lalu ia pergi pula.
"Gila," kata Ibu.
Perlahan-lahan Ayah pergi ke meja bundar, diambilnya buku orang laki-laki itu, dan sesudah beberapa lama diperhatikannya, katanya, "Hm, buku filsafat. Orang pintar juga barangkali."
Keesokan harinya ia datang pula kembali. Diambilnya pula
majalah yang lain, dan majalah yang lama diletakkannya kembali ke tempatnya. Setiap hari ia datang. Dan setiap kali ia datang, ada saja perubahan yang membaikkan tampak pada dirinya. Bajunya tidak lagi sekotor yang dulu. Sudah keluar beberapa perkataan dari mulutnya. Begitulah kami mengetahui berturut-turut bahwa ia dulu seorang pengarang. Sungguhpun belum dikenal umum, tetapi bukunya banyak juga yang diterbitkan. Keinginan kami hendak mengetahui lebih
banyak lagi tak dipenuhinya.
Pada suatu hari kata ibu, "Sudah lama Zulbahri tidak datang-datang. Sudah lebih seminggu canggung pula aku."
Dan tidak berapa lama disambungnya sambil menunjuk ke jalan, "Ha, itu dia."
Kami menoleh ke arah jalan. Memang Zulbahrilah itu. Seperti biasa ia tertawa masuk, lalu duduk. Segala tingkah laku Zulbahri bagi orang yang baru mengenal dia akan terlihat aneh. Akan tetapi, bagi kami, hal itu sudah biasa.<noinclude></noinclude>
tf2dekvjie52xp80wyynmg36hse67xn
267411
267408
2026-04-11T15:18:50Z
Dyalim
21704
267411
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" />{{rh|Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Romo|||3}}</noinclude>
seperti orang berpikir dan tidak lama kemudian, ia masuk ke dalam pekarangan kami. Ia memberi hormat kepada Ayah dan Ibu, lalu duduk di sebelah kursi dekat meja bundar di tengah beranda rumah kami. Ibu sudah ketakutan saja. Tanya Ayah, "Tuan mencari saya?"
Banyak lagi pertanyaan Ayah, tetapi semua dijawabnya dengan suara yang halus sekali sehingga tidak jelas kedengaran pada kami. Segala perkakas rumah kami yang ada di beranda depan diperhatikannya satu per satu. Sesudah itu, matanya tertambat kepada majalah-majalah yang disimpan Ayah di bawah meja bundar itu.
Diusai-usainya majalah itu. Diambilnya sebuah, lalu dimasuk-
kannya ke dalam sakunya. Bukunya yang dibawanya ditinggalkannya di atas meja, lalu ia pergi pula.
"Gila," kata Ibu.
Perlahan-lahan Ayah pergi ke meja bundar, diambilnya buku orang laki-laki itu, dan sesudah beberapa lama diperhatikannya, katanya, "Hm, buku filsafat. Orang pintar juga barangkali."
Keesokan harinya ia datang pula kembali. Diambilnya pula
majalah yang lain, dan majalah yang lama diletakkannya kembali ke tempatnya. Setiap hari ia datang. Dan setiap kali ia datang, ada saja perubahan yang membaikkan tampak pada dirinya. Bajunya tidak lagi sekotor yang dulu. Sudah keluar beberapa perkataan dari mulutnya. Begitulah kami mengetahui berturut-turut bahwa ia dulu seorang pengarang. Sungguhpun belum dikenal umum, tetapi bukunya banyak juga yang diterbitkan. Keinginan kami hendak mengetahui lebih
banyak lagi tak dipenuhinya.
Pada suatu hari kata ibu, "Sudah lama Zulbahri tidak datang-datang. Sudah lebih seminggu canggung pula aku."
Dan tidak berapa lama disambungnya sambil menunjuk ke jalan, "Ha, itu dia."
Kami menoleh ke arah jalan. Memang Zulbahrilah itu. Seperti biasa ia tertawa masuk, lalu duduk. Segala tingkah laku Zulbahri bagi orang yang baru mengenal dia akan terlihat aneh. Akan tetapi, bagi kami, hal itu sudah biasa.<noinclude></noinclude>
ngaraa316sro3oqsc4mxen6jcyk79sb
Halaman:Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (2010).pdf/11
104
95808
267405
2026-04-11T15:07:51Z
Hotmaa
26919
/* Telah diuji baca */
267405
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>masa Jepang itu, tentunya keduanya tidak sunyi dari anasir-anasir semangat, pohon jarak, dan propaganda buat pengumpulan padi, tetapi hal ini pun perlu diketahui dipandang dari sudut perjalanan jiwa dan sejarah zaman. Dan lagi perlu diterangkan bahwa kedua tulisan tersebut tidak ada yang dapat lolos dari sensor Jepang, karena masih dianggap terlalu individualistis dan tidak berjiwa "ketimuran" (Lihat saja kepala: "Ave Maria", mengapa tidak "Angklung"?).
Dari tulisan-tulisannya yang mula-mula kelihatan bahwa Idrus tidak terus menjadi orang yang skeptis, tetapi pernah mengalami romantiknya. Kemudian, karena bosan dengan romantik itu, dengan sengaja mencari jalan lain dan tiba kepada corak "kesederhanaan
baru" (''Niuwe Zakelijkheid''). Agak kemudian di masa Jepang juga Idrus mengarang "Corat-Coret di Bawah Tanah", lukisan-lukisan dari kehidupan sehari-hari dipandang dengan kacamata realistis humoristis, yang hanya mungkin berhasil dengan ukuran yang benar tentang perbandingan-perbandingan di dalam kehidupan yang nyata. Dan semua itu tatkala didengung-dengungkan semboyan-semboyan "kemakmuran bersama".
Karangan-karangan Idrus sesudah 17 Agustus 1945 menunjukkan pula pandangannya yang tepat tentang realitas, seperti jelas terlihat
dalam novelnya "Surabaya", di kala revolusi sedang berkobar dengan hebatnya dengan semboyan-semboyan yang berapi-api, pengarang
telah melihat dan mengritik berbagai kekurangan yang terlihat olehnya. Dan alangkah banyaknya kekurangan-kekurangan tersebut
sehingga mungkin orang akan mengatakan bahwa pengarang tidak hidup dengan revolusi bangsanya. Akan tetapi, apakah seseorang yang
mengritik kekurangan bangsanya berarti membenci dan memusuhi bangsanya?
Dengan novelnya "Surabaya" Idrus memberikan sesuatu yang baru pada prosa Indonesia. Dalam bentuk nyata suatu revolusi menyalahi yang lama. Hal ini berlaku pula pada karya Idrus tersebut. Dan oleh sifatnya yang dengan sengaja dan insaf menyalahi yang lama, tidak dapat diukur dengan ukuran yang lama, atau tidak dengan cara<noinclude></noinclude>
kgvw4b9i9p3jn984zc1z1ep5hke4ycy
Halaman:Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (2010).pdf/12
104
95809
267407
2026-04-11T15:15:24Z
Hotmaa
26919
/* Telah diuji baca */
267407
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>melihat dengan mata revolusi orang-orang Indonesia seperti koboi-koboi, orang Inggris dan Belanda seperti gangster, Tuhan lama yang
diganti dengan Tuhan baru: meriam, mortir, karabin, revolver. Lebih jauh lagi pengarang melihat revolusi seperti penglihatannya tentang
kesewenang-wenangan, perbandingan kekuatan yang sebenarnya dan tidak berdasarkan sentimen-sentimen yang ''khauvinistis''. Dalam hanya dua ''vel format oktave'', Idrus telah memberikan apa yang dapat diceritakan oleh romantikus avonturir tua dan muda dalam berpuluh-puluh dan beratus-ratus halaman dengan perkataan-perkataan yang
indah-indah dan merayu-rayu, tetapi penuh dengan kebohongan.
"Jalan Lain ke Roma" adalah perkawinan yang berhasil dari romatisme idealisme dalam "Ave Maria" dan "Kejahatan Membalas Dendam" dengan realisme "Corat-Coret di Bawah Tanah".
H.B. Jassin<noinclude></noinclude>
qpr98th9axa8j9l8gu83xe3ipcuwe3m
267409
267407
2026-04-11T15:16:43Z
Hotmaa
26919
267409
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>melihat dengan mata revolusi orang-orang Indonesia seperti koboi-koboi, orang Inggris dan Belanda seperti gangster, Tuhan lama yang
diganti dengan Tuhan baru: meriam, mortir, karabin, revolver. Lebih jauh lagi pengarang melihat revolusi seperti penglihatannya tentang
kesewenang-wenangan, perbandingan kekuatan yang sebenarnya dan tidak berdasarkan sentimen-sentimen yang ''khauvinistis''. Dalam hanya dua ''vel format oktave'', Idrus telah memberikan apa yang dapat diceritakan oleh romantikus avonturir tua dan muda dalam berpuluh-puluh dan beratus-ratus halaman dengan perkataan-perkataan yang
indah-indah dan merayu-rayu, tetapi penuh dengan kebohongan.
"Jalan Lain ke Roma" adalah perkawinan yang berhasil dari romatisme idealisme dalam "Ave Maria" dan "Kejahatan Membalas Dendam" dengan realisme "Corat-Coret di Bawah Tanah".
H.B. Jassin<noinclude></noinclude>
t7hlsy5ue7aa1i4mtbucjombn09s60y
Halaman:Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (2010).pdf/13
104
95810
267410
2026-04-11T15:17:59Z
Hotmaa
26919
/* Tanpa teks */
267410
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Hotmaa" /></noinclude><noinclude></noinclude>
4t5z4zrkg77pngg4uduy47oy0vntmlm
Halaman:Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (2010).pdf/15
104
95811
267412
2026-04-11T15:21:43Z
Hotmaa
26919
/* Tanpa teks */
267412
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Hotmaa" /></noinclude><noinclude></noinclude>
4t5z4zrkg77pngg4uduy47oy0vntmlm
Halaman:Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (2010).pdf/19
104
95812
267413
2026-04-11T15:29:37Z
Dyalim
21704
/* Telah diuji baca */
267413
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" />{{rh|4|||''Idrus'']]</noinclude>
Zulbahri menarik napas panjang-panjang.
Tanya Ibu, "Mengapa sudah lama tidak datang-datang, Bahri?"
Sangat terkejut kami, waktu Zulbahri berkata terus-menerus.
Belum pernah kejadian yang demikian. Seakan-akan ceritanya itulah jawaban atas pertanyaan Ibu.
Matahari sudah mulai condong ke barat, dan sebentar lagi akan
hilang dari pandangan mata. Lampu di beranda depan sudah dipasang Ibu. Zulbahri terus juga bercerita. Kami mendengarkannya dengan penuh perhatian.
Kami bahagia. Aku dengan istriku. Sudah delapan bulan kami
kawin, Wartini belum juga mempunyai tanda-tanda akan segera
mendapat anak.
Sungguhpun begitu, cinta kami sedikit pun tidak berkurang.
Karanganku makin lama makin mendapat perhatian umum dan para
ahli. Akan tetapi, aku selalu dalam ketakutan saja. Terasa olehku bahwa kebahagiaan yang demikian takkan selama-lamanya. Nanti tentu akan datang masanya, bahagia itu bertukar dengan kesusahan dan sengsara. Akan tetapi, dari mana datangnya kesusahan itu, itulah yang menjadi pertanyaan besar bagiku.
Sungguhpun begitu aku yakin, bahwa kebahagiaan itu takkan
lekas betul meninggalkan kami. Kami baru delapan bulan saja kawin. Setiap hari kucoba menghilangkan perasaan takut itu. Hampir-hampir aku berhasil, dan hampir-hampir aku berpendapat, bahwa bahagia itu takkan meninggalkan kami untuk selama-lamanya. Hampir-hampir tidak masuk ke dalam akalku, bahwa aku akan menderita kesengsaraan. Akan tetapi, pada waktu itu pulalah dimulai pertukaran bahagia kami dengan sengsara yang akan datang. Aku menerima surat dari Syamsu,
adikku, dari Shonanto. Dua hari dua malam suratnya itu kusimpan dalam sakuku, kubawa ke mana-mana. Surat yang menjadikan pikiranku kacau-balau sehingga pekerjaanku pun terbengkalai.
Matahari sudah lama terbenam. Bulan purnama mulai naik perlahan-lahan, memancarkan sinarnya melalui daun-daun jarak di<noinclude></noinclude>
72fdryme8watawryuq01olprw53uzwd
267414
267413
2026-04-11T15:29:53Z
Dyalim
21704
267414
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" />{{rh|4|||''Idrus''}}</noinclude>
Zulbahri menarik napas panjang-panjang.
Tanya Ibu, "Mengapa sudah lama tidak datang-datang, Bahri?"
Sangat terkejut kami, waktu Zulbahri berkata terus-menerus.
Belum pernah kejadian yang demikian. Seakan-akan ceritanya itulah jawaban atas pertanyaan Ibu.
Matahari sudah mulai condong ke barat, dan sebentar lagi akan
hilang dari pandangan mata. Lampu di beranda depan sudah dipasang Ibu. Zulbahri terus juga bercerita. Kami mendengarkannya dengan penuh perhatian.
Kami bahagia. Aku dengan istriku. Sudah delapan bulan kami
kawin, Wartini belum juga mempunyai tanda-tanda akan segera
mendapat anak.
Sungguhpun begitu, cinta kami sedikit pun tidak berkurang.
Karanganku makin lama makin mendapat perhatian umum dan para
ahli. Akan tetapi, aku selalu dalam ketakutan saja. Terasa olehku bahwa kebahagiaan yang demikian takkan selama-lamanya. Nanti tentu akan datang masanya, bahagia itu bertukar dengan kesusahan dan sengsara. Akan tetapi, dari mana datangnya kesusahan itu, itulah yang menjadi pertanyaan besar bagiku.
Sungguhpun begitu aku yakin, bahwa kebahagiaan itu takkan
lekas betul meninggalkan kami. Kami baru delapan bulan saja kawin. Setiap hari kucoba menghilangkan perasaan takut itu. Hampir-hampir aku berhasil, dan hampir-hampir aku berpendapat, bahwa bahagia itu takkan meninggalkan kami untuk selama-lamanya. Hampir-hampir tidak masuk ke dalam akalku, bahwa aku akan menderita kesengsaraan. Akan tetapi, pada waktu itu pulalah dimulai pertukaran bahagia kami dengan sengsara yang akan datang. Aku menerima surat dari Syamsu,
adikku, dari Shonanto. Dua hari dua malam suratnya itu kusimpan dalam sakuku, kubawa ke mana-mana. Surat yang menjadikan pikiranku kacau-balau sehingga pekerjaanku pun terbengkalai.
Matahari sudah lama terbenam. Bulan purnama mulai naik perlahan-lahan, memancarkan sinarnya melalui daun-daun jarak di<noinclude></noinclude>
c9g5rhsfp8sul72r4djths9469uy4ih
Halaman:Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (2010).pdf/21
104
95813
267415
2026-04-11T15:33:07Z
Hotmaa
26919
/* Telah diuji baca */
267415
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>{{rh|6|||''Idrus''}}
Syamsu datang dari Shonanto. Katanya ia kurang senang sekolah di sana. Pernah ia berkelahi dengan seorang guru besar. Oleh karena itu, ia akan mencoba untungnya di Sekolah Tabib Tinggi di Jakarta.
Mintakan saja aku dapat lulus di sini. Nah, sudah itu orang akan memanggil aku "Doktor Syamsu".
Tidak ada yang dapat dicela tentang pergaulan Syamsu dan Wartini. Keduanya hormat-menghormati. Hatiku jugalah yang berkata-kata bahwa aku adalah seorang perampok. Hatiku berkata, aku berdosa terhadap Syamsu. Dan kata hatiku, cinta Wartini tidak lama lagi akan timbul kembali terhadap Syamsu.
Perasaan-perasaan yang demikian menjadikan aku menjadi sangat curiga. Segala percakapan Wartini dengan Syamsu kupikir-pikirkan, kalau-kalau ada mempunyai arti yang lain. Sering pula kudengarkan percakapan orang itu dari balik dinding. Akan tetapi, sekalipun belum pernah aku mendengar perkataan Syamsu yang melewati batas. Syamsu tetap menjaga kesopanan.
Bulan semakin terang juga. Dari jauh kedengaran bunyi seruling, sayup-sayup sampai. Daun-daun jarak berdesir-desir ditiup angin malam.
Mereka, Wartini dan Syamsu, sering bermain musik bersama-sama. Wartini bermain piano dan Syamsu bermain biola. Sejak datang Syamsulah, Wartini mulai bermain piano kembali. Sekali, malam-malam, Wartini dan Syamsu memainkan lagu Ave Maria, karangan Gounod. Aku waktu itu sedang sakit kepala sedikit dan tidur saja
dalam kamarku.
Asyik betul mereka bermain, bunyi biola Syamsu sangat mengharukan hati. Pertengahan lagu itu mengenangkan kepada seorang yang hampir putus asa, memekik ke arah langit, meminta pertolongan dari Yang Maha Kuasa. Mereka bermain penuh perasaan ... Dan sesudah habis lagu itu, kedengaran olehku sedu orang menangis. Terdengar pula Syamsu lekas-lekas meletakkan biolanya di atas piano.<noinclude></noinclude>
mveqb7e654p59kixmlm2fp4h01pqv50
267417
267415
2026-04-11T15:34:31Z
Hotmaa
26919
267417
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>{{rh|6|||''Idrus''}}
Syamsu datang dari Shonanto. Katanya ia kurang senang sekolah di sana. Pernah ia berkelahi dengan seorang guru besar. Oleh karena itu, ia akan mencoba untungnya di Sekolah Tabib Tinggi di Jakarta.
Mintakan saja aku dapat lulus di sini. Nah, sudah itu orang akan memanggil aku "Doktor Syamsu".
Tidak ada yang dapat dicela tentang pergaulan Syamsu dan Wartini. Keduanya hormat-menghormati. Hatiku jugalah yang berkata-kata bahwa aku adalah seorang perampok. Hatiku berkata, aku berdosa terhadap Syamsu. Dan kata hatiku, cinta Wartini tidak lama lagi akan timbul kembali terhadap Syamsu.
Perasaan-perasaan yang demikian menjadikan aku menjadi sangat curiga. Segala percakapan Wartini dengan Syamsu kupikir-pikirkan, kalau-kalau ada mempunyai arti yang lain. Sering pula kudengarkan percakapan orang itu dari balik dinding. Akan tetapi, sekalipun belum pernah aku mendengar perkataan Syamsu yang melewati batas. Syamsu tetap menjaga kesopanan.
Bulan semakin terang juga. Dari jauh kedengaran bunyi seruling, sayup-sayup sampai. Daun-daun jarak berdesir-desir ditiup angin malam.
Mereka, Wartini dan Syamsu, sering bermain musik bersama-sama. Wartini bermain piano dan Syamsu bermain biola. Sejak datang Syamsulah, Wartini mulai bermain piano kembali. Sekali, malam-malam, Wartini dan Syamsu memainkan lagu Ave Maria, karangan Gounod. Aku waktu itu sedang sakit kepala sedikit dan tidur saja
dalam kamarku.
Asyik betul mereka bermain, bunyi biola Syamsu sangat mengharukan hati. Pertengahan lagu itu mengenangkan kepada seorang yang hampir putus asa, memekik ke arah langit, meminta pertolongan dari Yang Maha Kuasa. Mereka bermain penuh perasaan ... Dan sesudah habis lagu itu, kedengaran olehku sedu orang menangis. Terdengar pula Syamsu lekas-lekas meletakkan biolanya di atas piano.<noinclude></noinclude>
evotiso4kgrqm0djf8xqyo389975ei4
Halaman:Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (2010).pdf/20
104
95814
267416
2026-04-11T15:33:46Z
Dyalim
21704
/* Telah diuji baca */
267416
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" />{{rh|''Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma''|||5}}</noinclude>
pekarangan, menerangi pekarangan itu. Zulbahri terus juga bercerita, kadang-kadang lambat, kadang-kadang cepat.
Dua hari dua malam surat itu kubawa ke mana-mana. Pada malam
ketiganya kami sedang duduk di ruang dalam rumah. Maksudku
hendak membicarakan isi surat itu dengan Wartini, tetapi lidahku kaku. Kalimat-kalimat yang sudah kuhafalkan, untuk dikatakan kepada Wartini, hilang dari ingatanku. Aku berjalan ke jendela. Mataku memandang ke langit yang bertaburan bintang. Hatiku mulai terbuka kembali waktu melihat keindahan alam itu.
"Wartini, indah betul malam ini, seperti pada malam pertemuan
kita. Lihatlah ke bintang yang berderet tiga buah itu."
Entah karena apa, perkataanku itu menimbulkan syak wasangka dalam hati Wartini.
"Adakah yang hendak kaubicarakan dengan daku, Zul Ceritakanlah!"
Perkataan Wartini menambah semangatku untuk menguraikan segala-galanya kepadanya. Sesaat kami termenung setelah kuceritakan bahwa Syamsu, adikku, hendak pindah dari Shonanto ke Jakarta dan hendak tinggal bersama kami. Kuterangkan pula, bahwa aku tidak dapat menolak keinginan adikku itu. Jika kutolak, aku dipandang rendah oleh orang kampungku. Wartini pun mengerti tentang hal itu. Dan tentang bahayanya Syamsu tinggal bersama kami, terus terang pula kuuraikan kepada Wartini.
"Takutmu berlebih-lebihan, Zul. Aku cinta kepadamu. Syamsu hanya teman mainku di waktu kecil. Cinta demikian tidak masuk ke dalam hati. Cinta monyet, kata orang."
Perlu pula kuterangkan, selama aku kawin dengan Wartini, sekali-
sekali ada timbul perasaan kepadaku bahwa perbuatanku kepada Syamsu salah adanya. Syamsulah yang sebenarnya berhak mendapat Wartini. Anehnya, meskipun Wartini menerangkan bahwa ia hanya menyintai aku sendiri, tetapi hatiku terus berkata bahwa Wartini lebih dekat kepada Syamsu. Aku merasa diriku sebagai seorang perampok.<noinclude></noinclude>
hkl20p9p7qml20w68tamksksl9x5wep
Halaman:Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (2010).pdf/23
104
95815
267418
2026-04-11T15:41:56Z
Dyalim
21704
/* Telah diuji baca */
267418
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" />{{rh|8|||Irus</noinclude>
musik. Baru sekarang aku tahu, hal itu mungkin juga merupakan kejadian dalam kehidupan sehari-hari."
Sejurus lamanya kami berpandang-pandangan. Sekali lagi kuberanikan diriku dan tegas kataku, "Semua kuketahui, Tini ..."
"Tidak, Syam, bukan maksudku hendak mengatakan kelakuanmu kurang senonoh. Akan tetapi, aku hanya hendak mengatakan bahwa perasaan hatiku benar adanya. Wartini adalah hakmu."
Setelah itu, aku meninggalkan kota Jakarta menuju Malang. Setibanya di Malang, kucoba menghilangkan ingatanku kepada Wartini, tetapi tidak dapat. Badanku makin lama makin kurus. Bajuku tidak kuhiraukan lagi. Bercakap pun sedapat-dapatnya kuhindarkan. Tetangga-tetangga menyangka pikiranku sudah bertukar. Aku masuk ke dalam rumah sakit. Tiga bulan aku di rumah sakit, aku keluar kembali. Kata dokter aku tidak boleh pergi ke Jakarta. Sedapat-dapatnya aku harus meninggalkan Pulau Jawa. Akan tetapi, perkataan dokter tidak kudengarkan. Seminggu sudah itu aku ada di Jakarta. Maksudku hendak meminta Wartini kembali kepada Syamsu. Di tengah jalan sering betul pikiranku bolak-balik. Sekali-sekali ada pula timbul putusan hendak membunuh Wartini, Syamsu, dan aku sendiri.
Di sini Zulbahri berhenti sebentar. Tidak seorang pun dari kami yang berani menyela cerita Zulbahri. Dikeluarkannya saputangannya, lalu dihapusnya air matanya yang mengenai pipinya. Kedengarannya susah ia hendak meneruskan percakapannya.
Tiba di Jakarta aku terus menuju rumah Syamsu dan Wartini. Dari jauh sudah kedengaran bunyi piano dan biola,... lagu Ave Maria. Aku tahu mereka sedang mengenangkan zaman silam, kebahagiaan mereka. Piano berbunyi cepat sekali, sedang biola memperdengarkan Andante yang begitu sempurna. Seperti pencuri kudekati rumah itu. Dari jendela kaca aku menengok ke dalam rumah. Pandanganku tertambat kepada Wartini semata. Kelihatan mukanya berseri, badannya agak gemuk sedikit... Wartini sedang hamil. Sungguh berbahagia engkau<noinclude></noinclude>
g0gyftteturj3711qcn9j5iiq7s4scu
267419
267418
2026-04-11T15:42:18Z
Dyalim
21704
267419
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" />{{rh|8|||''Idrus''}}</noinclude>
musik. Baru sekarang aku tahu, hal itu mungkin juga merupakan kejadian dalam kehidupan sehari-hari."
Sejurus lamanya kami berpandang-pandangan. Sekali lagi kuberanikan diriku dan tegas kataku, "Semua kuketahui, Tini ..."
"Tidak, Syam, bukan maksudku hendak mengatakan kelakuanmu kurang senonoh. Akan tetapi, aku hanya hendak mengatakan bahwa perasaan hatiku benar adanya. Wartini adalah hakmu."
Setelah itu, aku meninggalkan kota Jakarta menuju Malang. Setibanya di Malang, kucoba menghilangkan ingatanku kepada Wartini, tetapi tidak dapat. Badanku makin lama makin kurus. Bajuku tidak kuhiraukan lagi. Bercakap pun sedapat-dapatnya kuhindarkan. Tetangga-tetangga menyangka pikiranku sudah bertukar. Aku masuk ke dalam rumah sakit. Tiga bulan aku di rumah sakit, aku keluar kembali. Kata dokter aku tidak boleh pergi ke Jakarta. Sedapat-dapatnya aku harus meninggalkan Pulau Jawa. Akan tetapi, perkataan dokter tidak kudengarkan. Seminggu sudah itu aku ada di Jakarta. Maksudku hendak meminta Wartini kembali kepada Syamsu. Di tengah jalan sering betul pikiranku bolak-balik. Sekali-sekali ada pula timbul putusan hendak membunuh Wartini, Syamsu, dan aku sendiri.
Di sini Zulbahri berhenti sebentar. Tidak seorang pun dari kami yang berani menyela cerita Zulbahri. Dikeluarkannya saputangannya, lalu dihapusnya air matanya yang mengenai pipinya. Kedengarannya susah ia hendak meneruskan percakapannya.
Tiba di Jakarta aku terus menuju rumah Syamsu dan Wartini. Dari jauh sudah kedengaran bunyi piano dan biola,... lagu Ave Maria. Aku tahu mereka sedang mengenangkan zaman silam, kebahagiaan mereka. Piano berbunyi cepat sekali, sedang biola memperdengarkan Andante yang begitu sempurna. Seperti pencuri kudekati rumah itu. Dari jendela kaca aku menengok ke dalam rumah. Pandanganku tertambat kepada Wartini semata. Kelihatan mukanya berseri, badannya agak gemuk sedikit... Wartini sedang hamil. Sungguh berbahagia engkau<noinclude></noinclude>
46bkkb2z4u5wcjb8vz94oqp3peo3nz8
Halaman:Si Malin Kundang by Dahsinar.pdf/12
104
95816
267420
2026-04-11T15:44:43Z
Dyalim
21704
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi ' Ibunja tak lekas2 putus asa. Keesokan harinja ia kembali lagi. la mengharap anaknja sadar. Mungkin djuga Malin Kundang salah lihat, maka lupa padanja. Tetapi ia diusir ingi. Untuk ketiga kalinja ibu tua itu mentjoba pula. Sekali ini Malin Kundang sendiri mengusirnja. "Pergi dari sini!" serunja. "Apa jang kau inginkan dari aku? Aku tak kenal kamu." Perempuan tua itu melihat berputus asa pada Malin Kundang dan berkata: "Ja Tuhan, hukumlah anak...
267420
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Dyalim" />{{rh|9||}}</noinclude>
Ibunja tak lekas2 putus asa. Keesokan harinja ia kembali lagi. la mengharap anaknja sadar. Mungkin djuga Malin Kundang salah lihat, maka lupa padanja. Tetapi ia diusir ingi.
Untuk ketiga kalinja ibu tua itu mentjoba pula. Sekali ini Malin Kundang sendiri mengusirnja. "Pergi dari sini!" serunja. "Apa jang kau inginkan dari aku? Aku tak kenal kamu."
Perempuan tua itu melihat berputus asa pada Malin Kundang dan berkata: "Ja Tuhan, hukumlah anak jang durhaka ini!"
{{rh|KOLEKTOR eBOOK||}}<noinclude></noinclude>
q49driumcsap9ckqov4tlz6emwzg97v
267421
267420
2026-04-11T15:46:29Z
Dyalim
21704
/* Telah diuji baca */
267421
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" />{{rh|9||}}</noinclude>
Ibunja tak lekas2 putus asa. Keesokan harinja ia kembali lagi. la mengharap anaknja sadar. Mungkin djuga Malin Kundang salah lihat, maka lupa padanja. Tetapi ia diusir ingi.
Untuk ketiga kalinja ibu tua itu mentjoba pula. Sekali ini Malin Kundang sendiri mengusirnja. "Pergi dari sini!" serunja. "Apa jang kau inginkan dari aku? Aku tak kenal kamu."
Perempuan tua itu melihat berputus asa pada Malin Kundang dan berkata: "Ja Tuhan, hukumlah anak jang durhaka ini!"
<gallery>
Contoh.jpg|Judul1
</gallery>
{{rh|KOLEKTOR eBOOK||}}<noinclude></noinclude>
6y88yzjpo37ow0cqjeovbxtn5ki551n
267422
267421
2026-04-11T15:46:49Z
Dyalim
21704
267422
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" />{{rh|9||}}</noinclude>
Ibunja tak lekas2 putus asa. Keesokan harinja ia kembali lagi. la mengharap anaknja sadar. Mungkin djuga Malin Kundang salah lihat, maka lupa padanja. Tetapi ia diusir ingi.
Untuk ketiga kalinja ibu tua itu mentjoba pula. Sekali ini Malin Kundang sendiri mengusirnja. "Pergi dari sini!" serunja. "Apa jang kau inginkan dari aku? Aku tak kenal kamu."
Perempuan tua itu melihat berputus asa pada Malin Kundang dan berkata: "Ja Tuhan, hukumlah anak jang durhaka ini!"
<gallery>
Contoh.jpg|
</gallery>
{{rh|KOLEKTOR eBOOK||}}<noinclude></noinclude>
gxtsutcmixq03v4l1nsdgo7wub27n3q
267475
267422
2026-04-11T16:58:55Z
Hotmaa
26919
/* Tervalidasi */
267475
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Hotmaa" />{{rh|9||}}</noinclude>
Ibunja tak lekas<sup>2</sup> putus asa. Keesokan harinja ia kembali lagi. la mengharap anaknja sadar. Mungkin djuga Malin Kundang salah lihat, maka lupa padanja. Tetapi ia diusir ingi.
Untuk ketiga kalinja ibu tua itu mentjoba pula. Sekali ini Malin Kundang sendiri mengusirnja. "Pergi dari sini!" serunja. "Apa jang kau inginkan dari aku? Aku tak kenal kamu."
Perempuan tua itu melihat berputus asa pada Malin Kundang dan berkata: "Ja Tuhan, hukumlah anak jang durhaka ini!"
<gallery>
Contoh.jpg|
</gallery>
{{rh|KOLEKTOR eBOOK||}}<noinclude></noinclude>
adogm2lz0fdwvq0j7g85pvb6nstc1xx
267540
267475
2026-04-11T20:23:41Z
Dyalim
21704
267540
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Hotmaa" />{{c|9||}}</noinclude>
Ibunja tak lekas<sup>2</sup> putus asa. Keesokan harinja ia kembali lagi. la mengharap anaknja sadar. Mungkin djuga Malin Kundang salah lihat, maka lupa padanja. Tetapi ia diusir ingi.
Untuk ketiga kalinja ibu tua itu mentjoba pula. Sekali ini Malin Kundang sendiri mengusirnja. "Pergi dari sini!" serunja. "Apa jang kau inginkan dari aku? Aku tak kenal kamu."
Perempuan tua itu melihat berputus asa pada Malin Kundang dan berkata: "Ja Tuhan, hukumlah anak jang durhaka ini!"
<gallery>
Contoh.jpg|
</gallery>
{{rh|KOLEKTOR eBOOK||}}<noinclude></noinclude>
0klm6l8npc5si4b8m37zjq457hh3atp
Halaman:Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (2010).pdf/22
104
95817
267423
2026-04-11T15:49:44Z
Hotmaa
26919
/* Telah diuji baca */
267423
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>{{rh|''Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Rome''|||7}}
"Mengapa menangis, Tini? Engkau bersedih?"
"Aku terkenang kepada masa silam. Pernah kita memainkan lagu ini dahulu bersama-sama."
"Ya, waktu itu takkan dapat kulupakan selama-lamanya, Tini. Waktu itu aku sedang penuh dengan cita-cita yang sangat tinggi."
"Dan semua cita-cita itu kandas, bukan, Syam? Engkau tidak meneruskan pelajaran biolamu."
"Ya... dan gadis yang kucintai hilang dari pelupuk mataku." Hatiku berdebar-debar. Kedengaran sedu Wartini bertambah-tambah.
"Tetapi, mengapa engkau menangis, Wartini?"
Pertanyaan Syamsu itu kuulangi pula sendiri perlahan-lahan dan telingaku kupasang baik-baik. Halus sekali kedengaran suara Wartini.
"Syam, dapatkah seorang perempuan mencintai dua orang laki-laki sekaligus?"
"Tidak, Tini. Hanya cinta seorang ibu kepada anak-anaknya yang dapat seperti itu. Engkau sehat, Wartini. Hanya aku ..."
Perkataan Syamsu tidak diteruskan. Akan tetapi, aku mengerti sudah. Mataku berkunang-kunang. Pikiranku kacau.
Zulbahri melihat ke bulan purnama yang makin lama makin terang. Kami menahan napas kami sejurus. Cerita Zulbahri sangat mengharukan hati kami. Di jalan tidak ada lagi orang yang hilir mudik. Di sekeliling rumah sepi hening. Bunyi seruling masih kedengaran dari jauh, lagu bersedih. Tinggi sekali bunyi seruling itu,
seakan-akan hendak mencari penghibur sedih jauh dari dunia ini.
Kukenakan piyamaku. Kuberanikan hati. Perlahan-lahan aku keluar mendapatkan Syamsu dan Wartini. Melihat aku, Wartini terkejut, gugup katanya, "Kukira engkau sudah tidur, Zul."
"Masakan dapat aku tidur, mendengarkan musik yang semerdu itu."
"Tetapi, mengapa engkau menangis, Tini? Karena musik barangkali? Dalam roman sering kubaca, orang menangis karena<noinclude></noinclude>
8odwu7psp6bbn0rvu3qn8sythpyxjac
267424
267423
2026-04-11T15:51:19Z
Hotmaa
26919
267424
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>{{rh|''Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Rome''|||7}}
"Mengapa menangis, Tini? Engkau bersedih?"
"Aku terkenang kepada masa silam. Pernah kita memainkan lagu ini dahulu bersama-sama."
"Ya, waktu itu takkan dapat kulupakan selama-lamanya, Tini. Waktu itu aku sedang penuh dengan cita-cita yang sangat tinggi."
"Dan semua cita-cita itu kandas, bukan, Syam? Engkau tidak meneruskan pelajaran biolamu."
"Ya... dan gadis yang kucintai hilang dari pelupuk mataku." Hatiku berdebar-debar. Kedengaran sedu Wartini bertambah-tambah.
"Tetapi, mengapa engkau menangis, Wartini?"
Pertanyaan Syamsu itu kuulangi pula sendiri perlahan-lahan dan telingaku kupasang baik-baik. Halus sekali kedengaran suara Wartini.
"Syam, dapatkah seorang perempuan mencintai dua orang laki-laki sekaligus?"
"Tidak, Tini. Hanya cinta seorang ibu kepada anak-anaknya yang dapat seperti itu. Engkau sehat, Wartini. Hanya aku ..."
Perkataan Syamsu tidak diteruskan. Akan tetapi, aku mengerti sudah. Mataku berkunang-kunang. Pikiranku kacau.
Zulbahri melihat ke bulan purnama yang makin lama makin terang. Kami menahan napas kami sejurus. Cerita Zulbahri sangat mengharukan hati kami. Di jalan tidak ada lagi orang yang hilir mudik. Di sekeliling rumah sepi hening. Bunyi seruling masih kedengaran dari jauh, lagu bersedih. Tinggi sekali bunyi seruling itu,
seakan-akan hendak mencari penghibur sedih jauh dari dunia ini.
Kukenakan piyamaku. Kuberanikan hati. Perlahan-lahan aku keluar mendapatkan Syamsu dan Wartini. Melihat aku, Wartini terkejut, gugup katanya, "Kukira engkau sudah tidur, Zul."
"Masakan dapat aku tidur, mendengarkan musik yang semerdu itu."
"Tetapi, mengapa engkau menangis, Tini? Karena musik barangkali? Dalam roman sering kubaca, orang menangis karena<noinclude></noinclude>
eto2oi1lne7x5a6atr1mz3rvuqri6ja
Halaman:RESEP-RESEP PUSAKA OBAT-OBAT TIONGHOA.pdf/8
104
95818
267427
2026-04-11T15:56:44Z
Dyalim
21704
/* Telah diuji baca */
267427
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" /></noinclude>
{{rh|'''PERHATIAN PENTING'''||}}
Tjukup dengan membawa buku ini kerumah obat Tionghoa jang ter-
dekat ditempat saudara (didaerah saudara masing2) tundjukkan sadja resep jang sedang di-perlukan kemudian buku ini simpan lagi baik2 di rumah. Buku ini tjukup lengkap memuat keterangan 2 penjakit, aturan 2 meminum obatnja serta jang penting, pantangan2 makanan selama meminum obat2 ini.<noinclude></noinclude>
jpwac8roee2xltwoi1732fj56rq7axd
267555
267427
2026-04-11T20:28:47Z
Hotmaa
26919
/* Tervalidasi */
267555
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Hotmaa" /></noinclude>
{{rh|'''PERHATIAN PENTING'''||}}
Tjukup dengan membawa buku ini kerumah obat Tionghoa jang terdekat ditempat saudara (didaerah saudara masing2) tundjukkan sadja resep jang sedang di-perlukan kemudian buku ini simpan lagi baik2 di rumah. Buku ini tjukup lengkap memuat keterangan 2 penjakit, aturan 2 meminum obatnja serta jang penting, pantangan2 makanan selama meminum obat2 ini.<noinclude></noinclude>
cy3ziqoebxosp8pp6eyczdql6j7a1jc
Halaman:Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (2010).pdf/24
104
95819
267428
2026-04-11T15:59:00Z
Hotmaa
26919
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '{{rh|''Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Rome ''|||9}} Wartini. Tidak, tidak, aku takkan mengganggumu. Teruskanlah lagu Ave Maria itu, lagu bahagiamu berdua. Kami terharu dan kasihan mendengarkan cerita Zulbahri itu. Ia menengadah ke langit yang bertaburan bintang itu. Air matanya tergenang. Aku lari kembali dari rumah yang sedang diliputi bahagia itu. Tiba di hotel aku menangis, ya, menangis aku.... Sementara itu, keadaan keuangan tidak mengiz...
267428
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Hotmaa" /></noinclude>{{rh|''Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Rome
''|||9}}
Wartini. Tidak, tidak, aku takkan mengganggumu. Teruskanlah lagu Ave Maria itu, lagu bahagiamu berdua.
Kami terharu dan kasihan mendengarkan cerita Zulbahri itu. Ia menengadah ke langit yang bertaburan bintang itu. Air matanya tergenang.
Aku lari kembali dari rumah yang sedang diliputi bahagia itu. Tiba di hotel aku menangis, ya, menangis aku.... Sementara itu, keadaan keuangan tidak mengizinkan lagi aku untuk tinggal di hotel lama-lama. Aku memutuskan meninggalkan hotel, dan tinggal di sebuah rumah, di sebuah gang kecil. Yang menjadi hiburan bagiku tinggal buku-buku. Aku selalu mencari, mencari tempat jiwaku dapat bergantung. Sekian lama aku mencari, tetapi sia-sia belaka. Aku menjadi tidak acuh kembali kepada diriku. Pakaianku tidak kuhiraukan pula. Kadang-kadang pakai sepatu, kadang-kadang tidak. Surat kabar tidak pernah kubaca lagi. Karangan-karangan tentang berkorban untuk tanah air kuejekkan saja. Korbanku kupandang lebih besar lagi daripada mereka yang berjibaku.
Angin malam mulai meresapkan pengaruhnya. Badanku terasa dingin. Bulu-bulu tangan berdiri tegak karena dingin.
Begitulah keadaanku sampai waktu kita berkenalan untuk pertama kalinya. Aku heran sekali. Waktu aku melihat majalah-majalah di bawah meja bundar ini, entah dari mana timbul keinginanku hendak membaca cerita pendek yang selalu ada dalam tiap-tiap majalah itu. Kuakui, sangatlah besar pengaruhnya cerita-cerita pendek itu kepada jiwaku. Baru aku insaf, bahwa kehidupanku yang dulu-dulu itu semata-mata berdasarkan kepentingan diri sendiri belaka. Aku sangat menyesal.
Angin malam mendesir-desirkan daun-daun jarak. Bulan semakin terang. Zulbahri berhenti bicara. Dari kantongnya dikeluarkannya sehelai kertas, dan diberikannya kepada Ayah. Air teh yang disediakan Ibu tidak disinggungnya. Ia berdiri lalu meninggalkan kami.
Lipatan kertas dibuka oleh Ayah, lalu dibacanya. Perlahan-lahan katanya, "Ia telah masuk barisan jibaku."<noinclude></noinclude>
2k64o4dqmnsb10xj8gxez8y8bp2hil2
267429
267428
2026-04-11T15:59:15Z
Hotmaa
26919
/* Telah diuji baca */
267429
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>{{rh|''Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Rome
''|||9}}
Wartini. Tidak, tidak, aku takkan mengganggumu. Teruskanlah lagu Ave Maria itu, lagu bahagiamu berdua.
Kami terharu dan kasihan mendengarkan cerita Zulbahri itu. Ia menengadah ke langit yang bertaburan bintang itu. Air matanya tergenang.
Aku lari kembali dari rumah yang sedang diliputi bahagia itu. Tiba di hotel aku menangis, ya, menangis aku.... Sementara itu, keadaan keuangan tidak mengizinkan lagi aku untuk tinggal di hotel lama-lama. Aku memutuskan meninggalkan hotel, dan tinggal di sebuah rumah, di sebuah gang kecil. Yang menjadi hiburan bagiku tinggal buku-buku. Aku selalu mencari, mencari tempat jiwaku dapat bergantung. Sekian lama aku mencari, tetapi sia-sia belaka. Aku menjadi tidak acuh kembali kepada diriku. Pakaianku tidak kuhiraukan pula. Kadang-kadang pakai sepatu, kadang-kadang tidak. Surat kabar tidak pernah kubaca lagi. Karangan-karangan tentang berkorban untuk tanah air kuejekkan saja. Korbanku kupandang lebih besar lagi daripada mereka yang berjibaku.
Angin malam mulai meresapkan pengaruhnya. Badanku terasa dingin. Bulu-bulu tangan berdiri tegak karena dingin.
Begitulah keadaanku sampai waktu kita berkenalan untuk pertama kalinya. Aku heran sekali. Waktu aku melihat majalah-majalah di bawah meja bundar ini, entah dari mana timbul keinginanku hendak membaca cerita pendek yang selalu ada dalam tiap-tiap majalah itu. Kuakui, sangatlah besar pengaruhnya cerita-cerita pendek itu kepada jiwaku. Baru aku insaf, bahwa kehidupanku yang dulu-dulu itu semata-mata berdasarkan kepentingan diri sendiri belaka. Aku sangat menyesal.
Angin malam mendesir-desirkan daun-daun jarak. Bulan semakin terang. Zulbahri berhenti bicara. Dari kantongnya dikeluarkannya sehelai kertas, dan diberikannya kepada Ayah. Air teh yang disediakan Ibu tidak disinggungnya. Ia berdiri lalu meninggalkan kami.
Lipatan kertas dibuka oleh Ayah, lalu dibacanya. Perlahan-lahan katanya, "Ia telah masuk barisan jibaku."<noinclude></noinclude>
silhs5oq8gxsz6ot82f6sgbzma6vsbs
Halaman:RESEP-RESEP PUSAKA OBAT-OBAT TIONGHOA.pdf/12
104
95820
267430
2026-04-11T16:02:37Z
Dyalim
21704
/* Telah diuji baca */
267430
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" /></noinclude>{{rh|== Resep Obat Untuk:
PENJAKIT LUMPUH SEBELAH BADAN ==||}}
PENJAKIT Lumpuh sebelah badan (sebelah kanan) seperti Lumpuh lurus kaku atau lurus lemah (Kempleng), mulut mengok, suara pelo atau bisu (tak dapat berbitjara) Penjakit Lumpuh adalah penjakit jang berbahaja, karena barang siapa terserang penjakit Lumpuh jang hebat, hanja paling lama dapat menahan kurang lebih satu minggu. Bila terserang jang tak begitu hebat, ada harapan untuk dapat menahan beberapa bulan lamanja.
Akan tetapi itu semua bergantung dengan tjotjok atau tidaknja obat jang diberikan pada penderita penjakit lumpuh itu. Sekalipun serangan penjakit Lumpuh ada hebat, bila tepat Obatnja, pasti tertolong, begitu djuga sebaliknja. Penjakit Lumpuh, bila tak disembuhkan sampai keakar2nja, sipenderita itu mungkin akan menderita tjatjat seumur hidupnja dan djuga ada kemungkinan bahwa penjakit itu akan datang kembali (Kambuh).
Selain dari itu, bahwa penjakit Lumpuh itu dapat pula menular pada Kaki Tangan sebelah Kiri atau sebaliknja, sehingga mendjadi Lumpuh seluruhnja (Dua kaki dan dua tangan). Kelak akan menjusul pula penjakit Kentjing Gula atau Darah Bergula sebagai penjakit,,tambahan" (complicatie) karena rusaknja Gegindjal (Buah Pinggang). Jang terlebih hebat pula bahwa penjakit Lumpuh itu dapat mengakibatkan si Penderita mendjadi berobah ingatan (Gila),
ini banjak terdjadi bahwa Lumpuhnja si Penderita itu asǎlnja dari penjakit Tekanan Darah Tinggi.
Penjakit Lumpuh itu, tak lain dan tak bukan adalah sebagai penjakit,,tambahan" (Complicatie). Karena, manusia itu tidak akan terserang penjakit Lumpuh, bila tak ada menderita lain2 penjakit terlebih dahulu, seperti satu diantara penjakit2 seperti : Tekanan Darah Tinggi Tekanan Darah Rendah Kentjing Gula Darah Bergula Djantung Gegindjal dan Kempungan Kentjing bengkak Kentjing
Kentjing Putih telur, dlsbnja.
{{rh|9|||}}<noinclude></noinclude>
lx1l48anucuts1qvyu3x1az9alm6l39
267431
267430
2026-04-11T16:03:45Z
Dyalim
21704
267431
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" /></noinclude>{{rh|== Resep Obat Untuk: PENJAKIT LUMPUH SEBELAH BADAN ==||}}
PENJAKIT Lumpuh sebelah badan (sebelah kanan) seperti Lumpuh lurus kaku atau lurus lemah (Kempleng), mulut mengok, suara pelo atau bisu (tak dapat berbitjara) Penjakit Lumpuh adalah penjakit jang berbahaja, karena barang siapa terserang penjakit Lumpuh jang hebat, hanja paling lama dapat menahan kurang lebih satu minggu. Bila terserang jang tak begitu hebat, ada harapan untuk dapat menahan beberapa bulan lamanja.
Akan tetapi itu semua bergantung dengan tjotjok atau tidaknja obat jang diberikan pada penderita penjakit lumpuh itu. Sekalipun serangan penjakit Lumpuh ada hebat, bila tepat Obatnja, pasti tertolong, begitu djuga sebaliknja. Penjakit Lumpuh, bila tak disembuhkan sampai keakar2nja, sipenderita itu mungkin akan menderita tjatjat seumur hidupnja dan djuga ada kemungkinan bahwa penjakit itu akan datang kembali (Kambuh).
Selain dari itu, bahwa penjakit Lumpuh itu dapat pula menular pada Kaki Tangan sebelah Kiri atau sebaliknja, sehingga mendjadi Lumpuh seluruhnja (Dua kaki dan dua tangan). Kelak akan menjusul pula penjakit Kentjing Gula atau Darah Bergula sebagai penjakit,,tambahan" (complicatie) karena rusaknja Gegindjal (Buah Pinggang). Jang terlebih hebat pula bahwa penjakit Lumpuh itu dapat mengakibatkan si Penderita mendjadi berobah ingatan (Gila),
ini banjak terdjadi bahwa Lumpuhnja si Penderita itu asǎlnja dari penjakit Tekanan Darah Tinggi.
Penjakit Lumpuh itu, tak lain dan tak bukan adalah sebagai penjakit,,tambahan" (Complicatie). Karena, manusia itu tidak akan terserang penjakit Lumpuh, bila tak ada menderita lain2 penjakit terlebih dahulu, seperti satu diantara penjakit2 seperti : Tekanan Darah Tinggi Tekanan Darah Rendah Kentjing Gula Darah Bergula Djantung Gegindjal dan Kempungan Kentjing bengkak Kentjing
Kentjing Putih telur, dlsbnja.
{{rh|9||||}}<noinclude></noinclude>
91ax7d7fbi5lswvnmtu6fz7fov7dwkr
267432
267431
2026-04-11T16:05:07Z
Dyalim
21704
267432
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" /></noinclude>{{rh|'''Resep Obat Untuk: PENJAKIT LUMPUH SEBELAH BADAN'''||}}
PENJAKIT Lumpuh sebelah badan (sebelah kanan) seperti Lumpuh lurus kaku atau lurus lemah (Kempleng), mulut mengok, suara pelo atau bisu (tak dapat berbitjara) Penjakit Lumpuh adalah penjakit jang berbahaja, karena barang siapa terserang penjakit Lumpuh jang hebat, hanja paling lama dapat menahan kurang lebih satu minggu. Bila terserang jang tak begitu hebat, ada harapan untuk dapat menahan beberapa bulan lamanja.
Akan tetapi itu semua bergantung dengan tjotjok atau tidaknja obat jang diberikan pada penderita penjakit lumpuh itu. Sekalipun serangan penjakit Lumpuh ada hebat, bila tepat Obatnja, pasti tertolong, begitu djuga sebaliknja. Penjakit Lumpuh, bila tak disembuhkan sampai keakar2nja, sipenderita itu mungkin akan menderita tjatjat seumur hidupnja dan djuga ada kemungkinan bahwa penjakit itu akan datang kembali (Kambuh).
Selain dari itu, bahwa penjakit Lumpuh itu dapat pula menular pada Kaki Tangan sebelah Kiri atau sebaliknja, sehingga mendjadi Lumpuh seluruhnja (Dua kaki dan dua tangan). Kelak akan menjusul pula penjakit Kentjing Gula atau Darah Bergula sebagai penjakit,,tambahan" (complicatie) karena rusaknja Gegindjal (Buah Pinggang). Jang terlebih hebat pula bahwa penjakit Lumpuh itu dapat mengakibatkan si Penderita mendjadi berobah ingatan (Gila),
ini banjak terdjadi bahwa Lumpuhnja si Penderita itu asǎlnja dari penjakit Tekanan Darah Tinggi.
Penjakit Lumpuh itu, tak lain dan tak bukan adalah sebagai penjakit,,tambahan" (Complicatie). Karena, manusia itu tidak akan terserang penjakit Lumpuh, bila tak ada menderita lain2 penjakit terlebih dahulu, seperti satu diantara penjakit2 seperti : Tekanan Darah Tinggi Tekanan Darah Rendah Kentjing Gula Darah Bergula Djantung Gegindjal dan Kempungan Kentjing bengkak Kentjing
Kentjing Putih telur, dlsbnja.
{{rh|||9}}<noinclude></noinclude>
k83ltnwue9bauo09oe13npc01ssz78e
267433
267432
2026-04-11T16:05:33Z
Dyalim
21704
267433
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" /></noinclude>{{rh||'''Resep Obat Untuk: PENJAKIT LUMPUH SEBELAH BADAN'''||}}
PENJAKIT Lumpuh sebelah badan (sebelah kanan) seperti Lumpuh lurus kaku atau lurus lemah (Kempleng), mulut mengok, suara pelo atau bisu (tak dapat berbitjara) Penjakit Lumpuh adalah penjakit jang berbahaja, karena barang siapa terserang penjakit Lumpuh jang hebat, hanja paling lama dapat menahan kurang lebih satu minggu. Bila terserang jang tak begitu hebat, ada harapan untuk dapat menahan beberapa bulan lamanja.
Akan tetapi itu semua bergantung dengan tjotjok atau tidaknja obat jang diberikan pada penderita penjakit lumpuh itu. Sekalipun serangan penjakit Lumpuh ada hebat, bila tepat Obatnja, pasti tertolong, begitu djuga sebaliknja. Penjakit Lumpuh, bila tak disembuhkan sampai keakar2nja, sipenderita itu mungkin akan menderita tjatjat seumur hidupnja dan djuga ada kemungkinan bahwa penjakit itu akan datang kembali (Kambuh).
Selain dari itu, bahwa penjakit Lumpuh itu dapat pula menular pada Kaki Tangan sebelah Kiri atau sebaliknja, sehingga mendjadi Lumpuh seluruhnja (Dua kaki dan dua tangan). Kelak akan menjusul pula penjakit Kentjing Gula atau Darah Bergula sebagai penjakit,,tambahan" (complicatie) karena rusaknja Gegindjal (Buah Pinggang). Jang terlebih hebat pula bahwa penjakit Lumpuh itu dapat mengakibatkan si Penderita mendjadi berobah ingatan (Gila),
ini banjak terdjadi bahwa Lumpuhnja si Penderita itu asǎlnja dari penjakit Tekanan Darah Tinggi.
Penjakit Lumpuh itu, tak lain dan tak bukan adalah sebagai penjakit,,tambahan" (Complicatie). Karena, manusia itu tidak akan terserang penjakit Lumpuh, bila tak ada menderita lain2 penjakit terlebih dahulu, seperti satu diantara penjakit2 seperti : Tekanan Darah Tinggi Tekanan Darah Rendah Kentjing Gula Darah Bergula Djantung Gegindjal dan Kempungan Kentjing bengkak Kentjing
Kentjing Putih telur, dlsbnja.
{{rh|||9}}<noinclude></noinclude>
jep3jq9r6dp3r4r0ipguvedkbeqdsiz
267517
267433
2026-04-11T19:48:55Z
Dyalim
21704
267517
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" /></noinclude>{{c|'''<big>Resep Obat Untuk: PENJAKIT LUMPUH SEBELAH BADAN</big>'''|}}
PENJAKIT Lumpuh sebelah badan (sebelah kanan) seperti Lumpuh lurus kaku atau lurus lemah (Kempleng), mulut mengok, suara pelo atau bisu (tak dapat berbitjara) Penjakit Lumpuh adalah penjakit jang berbahaja, karena barang siapa terserang penjakit Lumpuh jang hebat, hanja paling lama dapat menahan kurang lebih satu minggu. Bila terserang jang tak begitu hebat, ada harapan untuk dapat menahan beberapa bulan lamanja.
Akan tetapi itu semua bergantung dengan tjotjok atau tidaknja obat jang diberikan pada penderita penjakit lumpuh itu. Sekalipun serangan penjakit Lumpuh ada hebat, bila tepat Obatnja, pasti tertolong, begitu djuga sebaliknja. Penjakit Lumpuh, bila tak disembuhkan sampai keakar2nja, sipenderita itu mungkin akan menderita tjatjat seumur hidupnja dan djuga ada kemungkinan bahwa penjakit itu akan datang kembali (Kambuh).
Selain dari itu, bahwa penjakit Lumpuh itu dapat pula menular pada Kaki Tangan sebelah Kiri atau sebaliknja, sehingga mendjadi Lumpuh seluruhnja (Dua kaki dan dua tangan). Kelak akan menjusul pula penjakit Kentjing Gula atau Darah Bergula sebagai penjakit,,tambahan" (complicatie) karena rusaknja Gegindjal (Buah Pinggang). Jang terlebih hebat pula bahwa penjakit Lumpuh itu dapat mengakibatkan si Penderita mendjadi berobah ingatan (Gila),
ini banjak terdjadi bahwa Lumpuhnja si Penderita itu asǎlnja dari penjakit Tekanan Darah Tinggi.
Penjakit Lumpuh itu, tak lain dan tak bukan adalah sebagai penjakit,,tambahan" (Complicatie). Karena, manusia itu tidak akan terserang penjakit Lumpuh, bila tak ada menderita lain2 penjakit terlebih dahulu, seperti satu diantara penjakit2 seperti : Tekanan Darah Tinggi Tekanan Darah Rendah Kentjing Gula Darah Bergula Djantung Gegindjal dan Kempungan Kentjing bengkak Kentjing
Kentjing Putih telur, dlsbnja.
{{rh|||9}}<noinclude></noinclude>
bn8ywv03tbpzyc1n1sa4evhheiig7mc
267561
267517
2026-04-11T20:37:46Z
Hotmaa
26919
/* Tervalidasi */
267561
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Hotmaa" /></noinclude>{{c|'''Resep Obat Untuk:'''|}}
{{c|{{X-larger|'''PENJAKIT LUMPUH SEBELAH BADAN'''|}}}}
'''<big>PENJAKIT Lumpuh</big>''' sebelah badan (sebelah kanan) seperti Lumpuh lurus kaku atau lurus lemah (Kempleng), mulut mengok, suara pelo atau bisu (tak dapat berbitjara) Penjakit Lumpuh adalah penjakit jang berbahaja, karena barang siapa terserang penjakit Lumpuh jang hebat, hanja paling lama dapat menahan kurang lebih satu minggu. Bila terserang jang tak begitu hebat, ada harapan untuk dapat menahan beberapa bulan lamanja.
Akan tetapi itu semua bergantung dengan tjotjok atau tidaknja obat jang diberikan pada penderita penjakit lumpuh itu. Sekalipun serangan penjakit Lumpuh ada hebat, bila tepat Obatnja, pasti tertolong, begitu djuga sebaliknja. Penjakit Lumpuh, bila tak disembuhkan sampai keakar<sup>2</sup>nja, sipenderita itu mungkin akan menderita tjatjat seumur hidupnja dan djuga ada kemungkinan bahwa penjakit itu akan datang kembali (Kambuh).
Selain dari itu, bahwa penjakit Lumpuh itu dapat pula menular pada Kaki Tangan sebelah Kiri atau sebaliknja, sehingga mendjadi Lumpuh seluruhnja (Dua kaki dan dua tangan). Kelak akan menjusul pula penjakit Kentjing Gula atau Darah Bergula sebagai penjakit,,tambahan" (complicatie) karena rusaknja Gegindjal (Buah Pinggang). Jang terlebih hebat pula bahwa penjakit Lumpuh itu dapat mengakibatkan si Penderita mendjadi berobah ingatan (Gila),
ini banjak terdjadi bahwa Lumpuhnja si Penderita itu asǎlnja dari penjakit Tekanan Darah Tinggi.
Penjakit Lumpuh itu, tak lain dan tak bukan adalah sebagai penjakit,,tambahan" (Complicatie). Karena, manusia itu tidak akan terserang penjakit Lumpuh, bila tak ada menderita lain<sup>2</sup> penjakit terlebih dahulu, seperti satu diantara penjakit<sup>2</sup> seperti : Tekanan Darah Tinggi - Tekanan Darah Rendah - Kentjing Gula - Darah Bergula - Djantung - Gegindjal dan Kempungan Kentjing bengkak - Kentjing batu -
Kentjing Putih telur, dlsbnja.
{{rh|||9}}<noinclude></noinclude>
591exxnhl40vrj9opp3upa9rkkapv83
Halaman:Tjahaja II.pdf/5
104
95821
267434
2026-04-11T16:09:24Z
Hotmaa
26919
/* Telah diuji baca */
267434
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>{{rh||1. ADIK BELADJAR||}}
Adik si Boerhan masih ketjil, baroe lima tahoen 'oemoernja. Ia beloem bersekolah.
,,Mak, mengapa beloem boléh djoega saja bersekolah?"
{{rh|||3}}<noinclude></noinclude>
jfbijcic5enrfiho9s2tc4bacv2rx9s
Halaman:Si Malin Kundang by Dahsinar.pdf/13
104
95822
267435
2026-04-11T16:14:09Z
Dyalim
21704
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '{{rh||'''10'''||}} Si Malin Kundang berlajar kembali. Dekat Air Manis, lepas sedikit dari muara Batang Arau, bertiup angin topan. Malin Kundang sedang berdiri diatas geladak. Ia melihat ombak besar dan dahsjat bergulung<sup>2</sup> menudju kapalnja. Angin bertiup dengan kentjangaja, se-akan<sup>2</sup> marah karena kelakuan si Malin Kundang. Sekarang baru ia ingat ibunja. Pada saat itu ia insjaf bagaimana djahatnja. ia memperlakukan ibunja. T...
267435
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Dyalim" /></noinclude>{{rh||'''10'''||}}
Si Malin Kundang berlajar kembali. Dekat Air Manis, lepas sedikit dari muara Batang Arau, bertiup angin topan. Malin Kundang sedang berdiri diatas geladak. Ia melihat ombak besar dan dahsjat bergulung<sup>2</sup> menudju kapalnja. Angin bertiup dengan kentjangaja, se-akan<sup>2</sup> marah karena kelakuan si Malin Kundang.
Sekarang baru ia ingat ibunja. Pada saat itu ia insjaf bagaimana djahatnja. ia memperlakukan ibunja. Tuhan akan menghukumnja. Dengan ketakutan Malin Kundang berlutut dan berkata: "Ibu, ibu, ampunilah aku. Aku telah berdosa!" Tetapi ibunja djauh. Ia tak mendengar rintihan anaknja.
{{rh|KOLEKTOR eBOOK||}}<noinclude></noinclude>
9gxp1lpuk4q94lwi4xh9e2qbs49wa2f
267437
267435
2026-04-11T16:15:48Z
Dyalim
21704
/* Telah diuji baca */
267437
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" /></noinclude>{{rh||'''10'''||}}
Si Malin Kundang berlajar kembali. Dekat Air Manis, lepas sedikit dari muara Batang Arau, bertiup angin topan. Malin Kundang sedang berdiri diatas geladak. Ia melihat ombak besar dan dahsjat bergulung<sup>2</sup> menudju kapalnja. Angin bertiup dengan kentjangaja, se-akan<sup>2</sup> marah karena kelakuan si Malin Kundang.
Sekarang baru ia ingat ibunja. Pada saat itu ia insjaf bagaimana djahatnja. ia memperlakukan ibunja. Tuhan akan menghukumnja. Dengan ketakutan Malin Kundang berlutut dan berkata: "Ibu, ibu, ampunilah aku. Aku telah berdosa!" Tetapi ibunja djauh. Ia tak mendengar rintihan anaknja.
{{rh|KOLEKTOR eBOOK||}}<noinclude></noinclude>
c3g0ij3rgeb7sv2a0mty5kfnxwg7ay2
267476
267437
2026-04-11T17:00:13Z
Hotmaa
26919
/* Tervalidasi */
267476
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Hotmaa" /></noinclude>{{rh||'''10'''||}}
Si Malin Kundang berlajar kembali. Dekat Air Manis, lepas sedikit dari muara Batang Arau, bertiup angin topan. Malin Kundang sedang berdiri diatas geladak. Ia melihat ombak besar dan dahsjat bergulung<sup>2</sup> menudju kapalnja. Angin bertiup dengan kentjangaja, se-akan<sup>2</sup> marah karena kelakuan si Malin Kundang.
Sekarang baru ia ingat ibunja. Pada saat itu ia insjaf bagaimana djahatnja. ia memperlakukan ibunja. Tuhan akan menghukumnja. Dengan ketakutan Malin Kundang berlutut dan berkata: "Ibu, ibu, ampunilah aku. Aku telah berdosa!" Tetapi ibunja djauh. Ia tak mendengar rintihan anaknja.
{{rh|KOLEKTOR eBOOK||}}<noinclude></noinclude>
bxiuid5cvbrfpefla0lg4gez5kmhcpm
267539
267476
2026-04-11T20:23:08Z
Dyalim
21704
267539
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Hotmaa" /></noinclude>{{c|'''10'''|}}
Si Malin Kundang berlajar kembali. Dekat Air Manis, lepas sedikit dari muara Batang Arau, bertiup angin topan. Malin Kundang sedang berdiri diatas geladak. Ia melihat ombak besar dan dahsjat bergulung<sup>2</sup> menudju kapalnja. Angin bertiup dengan kentjangaja, se-akan<sup>2</sup> marah karena kelakuan si Malin Kundang.
Sekarang baru ia ingat ibunja. Pada saat itu ia insjaf bagaimana djahatnja. ia memperlakukan ibunja. Tuhan akan menghukumnja. Dengan ketakutan Malin Kundang berlutut dan berkata: "Ibu, ibu, ampunilah aku. Aku telah berdosa!" Tetapi ibunja djauh. Ia tak mendengar rintihan anaknja.
{{rh|KOLEKTOR eBOOK||}}<noinclude></noinclude>
5ifnt8t0tpber2ejcsh5ddit0mgdk1r
Halaman:Tjahaja II.pdf/6
104
95823
267436
2026-04-11T16:14:27Z
Hotmaa
26919
/* Telah diuji baca */
267436
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>,,Engkau masih ketjil. Tahoen datang boléh engkau sekolah."
,,Tahoen datang? Berapa hari lagi itoe? Sepceloeh?"
,,Lebih!"
Lebih sepoeloeh hari lagi ia mesti menanti. Alangkah lamanja!
,,Biar, mak," katanja.,,Saja tak akan bersekolah. Saja akan beladjar sendiri."
Sambil merengoet pergilah ia keroeang tengah. Di sitoe abangnja sedang menghafal. Boekoe-boekoenja terletak diatas médja.
,,Boléh saja lihat boekoe abang seboeah?" tanja
adik si Boerhan.
,,Boléh, tetapi hati-hati, djangan tjabik !" kata si Boerhan. Laloe diberinja adiknja kitab seboeah.
Kitab itoe dibalik-balik adik. Seboeah hoeroefpoen beloem tahoe ia, tetapi lakoenja seperti orang jang 'asjik membatja.
,,Boekoe binatang," katanja.
,,Boekan," kata si Boerhan.,,Boekoe 'ilmoe binatang."
Sedang ia membalik-balik kitab itoe, tampak oléhnja gambar rangka ajam. Lama diperhatikannja gambar itoe, laloe ia bertanja:,,Gambar apa ini, bang?"
,,Gambar ajam," sahoet si Boerhan.
.,Ajam?"
,,Ja!"
4<noinclude></noinclude>
mqsw8atsbvsj5s5v6f3hoid4ycs3ps0
Halaman:Si Malin Kundang by Dahsinar.pdf/14
104
95824
267438
2026-04-11T16:18:26Z
Dyalim
21704
/* Telah diuji baca */
267438
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" /></noinclude>{{rh||11||}}
Angin bertiup kentjang sekali. Ombak memetjah dengan kerasnja pada dinding kapal. Kapal itu bergojang dan ber-derak<sup>2</sup> se-akan<sup>2</sup> hendak petjah. Tiang kapal patah, kemudian terlepas, hingga kapal itu tak
terkendalikan lagi. Kapal jang tadinja gagah, sekarang se-akan2 sabut dipermainkan oleh gelombang besar. Sebentar diempaskan kekiri, tak lama kemudian kekanan.
<big>KOLEKTOR eBOOK</big><noinclude></noinclude>
q38p5j0fnd1ejrpg56r6ykq3rw4fre7
267536
267438
2026-04-11T20:21:57Z
Dyalim
21704
267536
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" /></noinclude>{{c|11|}}
Angin bertiup kentjang sekali. Ombak memetjah dengan kerasnja pada dinding kapal. Kapal itu bergojang dan ber-derak<sup>2</sup> se-akan<sup>2</sup> hendak petjah. Tiang kapal patah, kemudian terlepas, hingga kapal itu tak
terkendalikan lagi. Kapal jang tadinja gagah, sekarang se-akan2 sabut dipermainkan oleh gelombang besar. Sebentar diempaskan kekiri, tak lama kemudian kekanan.
<big>KOLEKTOR eBOOK</big><noinclude></noinclude>
31b6g8d4wpx6rdofosovzvionovgxnz
267541
267536
2026-04-11T20:23:54Z
Hotmaa
26919
/* Tervalidasi */
267541
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Hotmaa" /></noinclude>{{c|11|}}
Angin bertiup kentjang sekali. Ombak memetjah dengan kerasnja pada dinding kapal. Kapal itu bergojang dan ber-derak<sup>2</sup> se-akan<sup>2</sup> hendak petjah. Tiang kapal patah, kemudian terlepas, hingga kapal itu tak
terkendalikan lagi. Kapal jang tadinja gagah, sekarang se-akan2 sabut dipermainkan oleh gelombang besar. Sebentar diempaskan kekiri, tak lama kemudian kekanan.
<big>KOLEKTOR eBOOK</big><noinclude></noinclude>
ladqjf26q6zj6hyijblvlfzq178bl6g
Halaman:Si Malin Kundang by Dahsinar.pdf/15
104
95825
267439
2026-04-11T16:20:26Z
Dyalim
21704
/* Telah diuji baca */
267439
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" /></noinclude>{{rh||12||}}
Air mulai masuk kedalam kapal, tambah lama tambah banjak. Orang jang berada diatas kapal berpekikan minta tolong. Masing<sup>2</sup> berusaha menjelamatkan dirinja.
Tetapi sia².
Tak lama kapal itu karam dan semua jang berada dikapal ikut tenggelam. Ombak besar melemparkan kapal itu kedaratan. Disini ia itu berubah djadi batu. Sampai sekarang masih ada terdapat batu itu. Itulah balasan Tuhan jang setimpal.
<big>KOLEKTOR eBOOK</big><noinclude></noinclude>
fbpwi0eo0te4b0i4dj3rn32ylk7umdw
267477
267439
2026-04-11T17:01:32Z
Hotmaa
26919
267477
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" /></noinclude>{{rh||12||}}
Air mulai masuk kedalam kapal, tambah lama tambah banjak. Orang jang berada diatas kapal berpekikan minta tolong. Masing<sup>2</sup> berusaha menjelamatkan dirinja.
Tetapi sia<sup>2</sup>.
Tak lama kapal itu karam dan semua jang berada dikapal ikut tenggelam. Ombak besar melemparkan kapal itu kedaratan. Disini ia itu berubah djadi batu. Sampai sekarang masih ada terdapat batu itu. Itulah balasan Tuhan jang setimpal.
<big>KOLEKTOR eBOOK</big><noinclude></noinclude>
76ytbigppffwk6l0jcxd5nier7pencr
267538
267477
2026-04-11T20:22:33Z
Dyalim
21704
267538
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" /></noinclude>{{c|12|}}
Air mulai masuk kedalam kapal, tambah lama tambah banjak. Orang jang berada diatas kapal berpekikan minta tolong. Masing<sup>2</sup> berusaha menjelamatkan dirinja.
Tetapi sia<sup>2</sup>.
Tak lama kapal itu karam dan semua jang berada dikapal ikut tenggelam. Ombak besar melemparkan kapal itu kedaratan. Disini ia itu berubah djadi batu. Sampai sekarang masih ada terdapat batu itu. Itulah balasan Tuhan jang setimpal.
<big>KOLEKTOR eBOOK</big><noinclude></noinclude>
8xje7zesx8lemu9b1lqdcmhct16nxqn
267544
267538
2026-04-11T20:24:21Z
Hotmaa
26919
/* Tervalidasi */
267544
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Hotmaa" /></noinclude>{{c|12|}}
Air mulai masuk kedalam kapal, tambah lama tambah banjak. Orang jang berada diatas kapal berpekikan minta tolong. Masing<sup>2</sup> berusaha menjelamatkan dirinja.
Tetapi sia<sup>2</sup>.
Tak lama kapal itu karam dan semua jang berada dikapal ikut tenggelam. Ombak besar melemparkan kapal itu kedaratan. Disini ia itu berubah djadi batu. Sampai sekarang masih ada terdapat batu itu. Itulah balasan Tuhan jang setimpal.
<big>KOLEKTOR eBOOK</big><noinclude></noinclude>
76adaotx6nuq010jzwoyge4wjxzg7p6
Halaman:Si Malin Kundang by Dahsinar.pdf/16
104
95826
267440
2026-04-11T16:21:02Z
Dyalim
21704
/* Telah diuji baca */
267440
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" /></noinclude><noinclude>{{rh||KOLEKTOR eBOOK||}}</noinclude>
6mul7ayspgonubow349lgj5y0llugnm
267478
267440
2026-04-11T17:02:12Z
Hotmaa
26919
/* Tervalidasi */
267478
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Hotmaa" /></noinclude><noinclude>{{rh||KOLEKTOR eBOOK||}}</noinclude>
jmhlynboh6sjg0lut9ssaehhtku8g8y
Halaman:028 Mafor.djvu/1
104
95827
267441
2026-04-11T16:22:41Z
Hotmaa
26919
/* Telah diuji baca */
267441
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>{{rh|||MAFOR|||}}
=== 1. GENERAL INFORMATION ===
==== 1.1.''BASIC DATA'' ====
Language/dialect : Mafor
Number of the list : 28
Mentioned in/date of receipt : NBG 1895
{{rh|||3|||<noinclude></noinclude>
g64zz4biiq4r2pnxj411wb6y22c7lx3
267442
267441
2026-04-11T16:24:31Z
Hotmaa
26919
267442
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>{{rh|||MAFOR|||}}
=== 1. GENERAL INFORMATION ===
==== 1.1.''BASIC DATA'' ====
Language/dialect : Mafor
Number of the list : 28
Mentioned in/date of receipt : NBG 1895
{{rh|||3}}<noinclude></noinclude>
ti9yhto12oaml6345zdr5f4qd7a0dzj
267443
267442
2026-04-11T16:25:22Z
Hotmaa
26919
267443
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>{{rh|||MAFOR|||}}
==== 1. GENERAL INFORMATION ====
===== 1.1.''BASIC DATA'' =====
Language/dialect : Mafor
Number of the list : 28
Mentioned in/date of receipt : NBG 1895
{{rh|||3}}<noinclude></noinclude>
ccg1xzvetrmcqk5binfn2foflmcoz6i
267444
267443
2026-04-11T16:26:23Z
Hotmaa
26919
267444
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>{{rh|||== MAFOR ==|||}}
==== 1. GENERAL INFORMATION ====
===== 1.1.''BASIC DATA'' =====
Language/dialect : Mafor
Number of the list : 28
Mentioned in/date of receipt : NBG 1895
{{rh|||3}}<noinclude></noinclude>
nw80asj5th6royi9scy1klvzmau3b7d
267445
267444
2026-04-11T16:26:54Z
Hotmaa
26919
267445
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>{{rh|||MAFOR|||}}
==== 1. GENERAL INFORMATION ====
===== 1.1.''BASIC DATA'' =====
Language/dialect : Mafor
Number of the list : 28
Mentioned in/date of receipt : NBG 1895
{{rh|||3}}<noinclude></noinclude>
ccg1xzvetrmcqk5binfn2foflmcoz6i
Halaman:Si Malin Kundang by Dahsinar.pdf/3
104
95828
267446
2026-04-11T16:28:34Z
Dyalim
21704
/* Telah diuji baca */
267446
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" /></noinclude>
[[<big>'''SI MALIN KUNDANG'''</big>]]
Tjeritera
''Dahsinar''
Gambar
''Sofjan Z.''
''P. N. Balai Pustaka''
DJAKARTA 1971<noinclude></noinclude>
8grrq2eaqlnvge09jqywls1texabxug
267447
267446
2026-04-11T16:29:19Z
Dyalim
21704
267447
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" /></noinclude>
<big>'''[[SI MALIN KUNDANG]]'''</big>
Tjeritera
''Dahsinar''
Gambar
''Sofjan Z.''
''P. N. Balai Pustaka''
DJAKARTA 1971<noinclude></noinclude>
rwnqmimpslju9w4ae3yxitzmsafx8kl
267449
267447
2026-04-11T16:31:28Z
Dyalim
21704
267449
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" /></noinclude>
{{rh||==<big>'''SI MALIN KUNDANG'''</big>==||}}
{{rh||Tjeritera||}}
{{rh||''Dahsinar''||}}
{{rh||Gambar||}}
{{rh||''Sofjan Z.''||}}
{{rh||''P. N. Balai Pustaka''||}}
{{rh||DJAKARTA 1971||}}<noinclude>KOLEKTOR eBOOK</noinclude>
l18fag41k62g6j8gplxmfotketjnwzd
267450
267449
2026-04-11T16:31:47Z
Dyalim
21704
267450
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" /></noinclude>
{{rh||== <big>'''SI MALIN KUNDANG'''</big> ==||}}
{{rh||Tjeritera||}}
{{rh||''Dahsinar''||}}
{{rh||Gambar||}}
{{rh||''Sofjan Z.''||}}
{{rh||''P. N. Balai Pustaka''||}}
{{rh||DJAKARTA 1971||}}<noinclude>KOLEKTOR eBOOK</noinclude>
887k4rpppm9lfg3g8szkx07z064xb30
267452
267450
2026-04-11T16:32:09Z
Dyalim
21704
267452
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" /></noinclude>
== {{rh||<big>'''SI MALIN KUNDANG'''</big>||}} ==
{{rh||Tjeritera||}}
{{rh||''Dahsinar''||}}
{{rh||Gambar||}}
{{rh||''Sofjan Z.''||}}
{{rh||''P. N. Balai Pustaka''||}}
{{rh||DJAKARTA 1971||}}<noinclude>KOLEKTOR eBOOK</noinclude>
14r44y0s2fyun21tjxi3ehxn6o5g9v4
267454
267452
2026-04-11T16:32:34Z
Dyalim
21704
267454
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" /></noinclude>
=={{rh||<big>'''SI MALIN KUNDANG'''</big>||}}==
{{rh||Tjeritera||}}
{{rh||''Dahsinar''||}}
{{rh||Gambar||}}
{{rh||''Sofjan Z.''||}}
{{rh||''P. N. Balai Pustaka''||}}
{{rh||DJAKARTA 1971||}}<noinclude>KOLEKTOR eBOOK</noinclude>
jcfhwziznuvjkt0gpvsap8464m3t4gd
267455
267454
2026-04-11T16:33:01Z
Dyalim
21704
267455
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" /></noinclude>
{{rh||<big>'''SI MALIN KUNDANG'''</big>||}}
{{rh||Tjeritera||}}
{{rh||''Dahsinar''||}}
{{rh||Gambar||}}
{{rh||''Sofjan Z.''||}}
{{rh||''P. N. Balai Pustaka''||}}
{{rh||DJAKARTA 1971||}}<noinclude>KOLEKTOR eBOOK</noinclude>
afqjr82uzeqlqsa57odq0lykffqgh84
267457
267455
2026-04-11T16:33:47Z
Dyalim
21704
267457
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" /></noinclude>
{{rh||<big>'''SI MALIN KUNDANG'''</big>||}}
{{rh||Tjeritera||}}
{{rh||''Dahsinar''||}}
{{rh||Gambar||}}
{{rh||''Sofjan Z.''||}}
{{rh||''P. N. Balai Pustaka''||}}
{{rh||DJAKARTA 1971||}}<noinclude>
KOLEKTOR eBOOK</noinclude>
7rzqxi97zbvei694dpwmz77vgyblwx7
267459
267457
2026-04-11T16:36:12Z
Dyalim
21704
267459
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" /></noinclude>
{{c|{{X-larger|'''KUNDANG'''}}}}
{{rh||<big>'''SI MALIN KUNDANG'''</big>||}}
{{rh||Tjeritera||}}
{{rh||''Dahsinar''||}}
{{rh||Gambar||}}
{{rh||''Sofjan Z.''||}}
{{rh||''P. N. Balai Pustaka''||}}
{{rh||DJAKARTA 1971||}}<noinclude>
KOLEKTOR eBOOK</noinclude>
cmjj3l7cifiism7qfciiybtaz6o6umu
267460
267459
2026-04-11T16:36:33Z
Dyalim
21704
267460
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" /></noinclude>
{{c|{{X-larger|'''SI MALIN KUNDANG'''}}}}
{{rh||Tjeritera||}}
{{rh||''Dahsinar''||}}
{{rh||Gambar||}}
{{rh||''Sofjan Z.''||}}
{{rh||''P. N. Balai Pustaka''||}}
{{rh||DJAKARTA 1971||}}<noinclude>
KOLEKTOR eBOOK</noinclude>
db0lmfb9qbtox7g7j6beqe5rw4imjh8
267461
267460
2026-04-11T16:37:00Z
Dyalim
21704
267461
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" /></noinclude>
{{c|{{X-larger|'''SI MALIN KUNDANG'''}}}}
{{rh|||Tjeritera|||}}
{{rh|||''Dahsinar''|||}}
{{rh||Gambar||}}
{{rh||''Sofjan Z.''||}}
{{rh||''P. N. Balai Pustaka''||}}
{{rh||DJAKARTA 1971||}}<noinclude>
KOLEKTOR eBOOK</noinclude>
bkzm322g4gda2twgfk6u9223e5q9rnj
267462
267461
2026-04-11T16:37:33Z
Dyalim
21704
267462
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" /></noinclude>
{{c|{{X-larger|'''SI MALIN KUNDANG'''}}}}
{{c||Tjeritera||}}
{{c||''Dahsinar''||}}
{{rh||Gambar||}}
{{rh||''Sofjan Z.''||}}
{{rh||''P. N. Balai Pustaka''||}}
{{rh||DJAKARTA 1971||}}<noinclude>
KOLEKTOR eBOOK</noinclude>
jmk0yaxl4tv1rsyrel50kyk49c38w2o
267463
267462
2026-04-11T16:38:39Z
Dyalim
21704
267463
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" /></noinclude>
{{c|{{X-larger|'''SI MALIN KUNDANG'''}}}}
{{c|Tjeritera|}}
{{c|''Dahsinar''|}}
{{c|Gambar|}}
{{c|''Sofjan Z.''|}}
{{c|''P. N. Balai Pustaka''|}}
{{c|DJAKARTA 1971|}}<noinclude>
KOLEKTOR eBOOK</noinclude>
di0ump6pr27tgctpthyjdkpgsf59s2u
267466
267463
2026-04-11T16:41:35Z
Hotmaa
26919
/* Tervalidasi */
267466
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Hotmaa" /></noinclude>
{{c|{{X-larger|'''SI MALIN KUNDANG'''}}}}
{{c|Tjeritera|}}
{{c|''Dahsinar''|}}
{{c|Gambar|}}
{{c|''Sofjan Z.''|}}
{{c|''P. N. Balai Pustaka''|}}
{{c|DJAKARTA 1971|}}<noinclude>
KOLEKTOR eBOOK</noinclude>
q7euzpyjhmrqsut0h6nnehl86pv9x8o
Halaman:RESEP-RESEP PUSAKA OBAT-OBAT TIONGHOA.pdf/20
104
95829
267479
2026-04-11T17:11:57Z
Hotmaa
26919
/* Telah diuji baca */
267479
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>
'''Pantangan :'''
1). Obat dilarang ditjampur minum dengan Obat<sup>2</sup> Dokter atau patent, ketjuali sesudahnja 12 djam. 2). Minuman<sup>2</sup> jang mengandung alcohol. 3). Makanan jang pedas<sup>2</sup>. 4). Lobak. 5). Rebung. 6). Toge. 7). Kangkung. 8). Katjang Hidjau. 9). Air Kelapa. 10). Goreng2an djangan terlalu banjak dimakan, karena akan mengakibatkan susah buang air besar.
Tiap hari mandilah dengan air hangat dan itu Kaki jang sakit harus di-urut<sup>2</sup> untuk membantu melaraskan djalannja urat<sup>2</sup> dan darah, djuga tulang punggung harus di-urut<sup>2</sup> pula supaja tak mendjadi bengkok.
'''Perhatian:'''
Obat dapat diminum sebelum atau sesudahnja makan.
[{rh|||17}}<noinclude></noinclude>
d79uqwyf2md5ebbgjqx9ap0chsgozbl
267480
267479
2026-04-11T17:12:32Z
Hotmaa
26919
267480
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>
'''Pantangan :'''
1). Obat dilarang ditjampur minum dengan Obat<sup>2</sup> Dokter atau patent, ketjuali sesudahnja 12 djam. 2). Minuman<sup>2</sup> jang mengandung alcohol. 3). Makanan jang pedas<sup>2</sup>. 4). Lobak. 5). Rebung. 6). Toge. 7). Kangkung. 8). Katjang Hidjau. 9). Air Kelapa. 10). Goreng2an djangan terlalu banjak dimakan, karena akan mengakibatkan susah buang air besar.
Tiap hari mandilah dengan air hangat dan itu Kaki jang sakit harus di-urut<sup>2</sup> untuk membantu melaraskan djalannja urat<sup>2</sup> dan darah, djuga tulang punggung harus di-urut<sup>2</sup> pula supaja tak mendjadi bengkok.
'''Perhatian:'''
Obat dapat diminum sebelum atau sesudahnja makan.
{{rh|||17}}<noinclude></noinclude>
3fjo28frstp2uu0c65s2vujchdp4goi
267481
267480
2026-04-11T17:13:01Z
Hotmaa
26919
267481
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>
'''Pantangan :'''
1). Obat dilarang ditjampur minum dengan Obat<sup>2</sup> Dokter atau patent, ketjuali sesudahnja 12 djam. 2). Minuman<sup>2</sup> jang mengandung alcohol. 3). Makanan jang pedas<sup>2</sup>. 4). Lobak. 5). Rebung. 6). Toge. 7). Kangkung. 8). Katjang Hidjau. 9). Air Kelapa. 10). Goreng2an djangan terlalu banjak dimakan, karena akan mengakibatkan susah buang air besar.
Tiap hari mandilah dengan air hangat dan itu Kaki jang sakit harus di-urut<sup>2</sup> untuk membantu melaraskan djalannja urat<sup>2</sup> dan darah, djuga tulang punggung harus di-urut<sup>2</sup> pula supaja tak mendjadi bengkok.
'''Perhatian:'''
Obat dapat diminum sebelum atau sesudahnja makan.
{{rh|||17}}<noinclude></noinclude>
3hp8uofe394yamvez0i9ofr6e3p2cgf
267524
267481
2026-04-11T20:09:45Z
Dyalim
21704
/* Tervalidasi */
267524
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dyalim" /></noinclude>
'''Pantangan :'''
1). Obat dilarang ditjampur minum dengan Obat<sup>2</sup> Dokter atau patent, ketjuali sesudahnja 12 djam. 2). Minuman<sup>2</sup> jang mengandung alcohol. 3). Makanan jang pedas<sup>2</sup>. 4). Lobak. 5). Rebung. 6). Toge. 7). Kangkung. 8). Katjang Hidjau. 9). Air Kelapa. 10). Goreng2an djangan terlalu banjak dimakan, karena akan mengakibatkan susah buang air besar.
Tiap hari mandilah dengan air hangat dan itu Kaki jang sakit harus di-urut<sup>2</sup> untuk membantu melaraskan djalannja urat<sup>2</sup> dan darah, djuga tulang punggung harus di-urut<sup>2</sup> pula supaja tak mendjadi bengkok.
'''Perhatian:'''
Obat dapat diminum sebelum atau sesudahnja makan.
{{rh|||17}}<noinclude></noinclude>
khfwqzlr7odbqff6x1ex60s62uuybsy
Halaman:RESEP-RESEP PUSAKA OBAT-OBAT TIONGHOA.pdf/72
104
95830
267482
2026-04-11T17:21:09Z
Hotmaa
26919
/* Telah diuji baca */
267482
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>jang keras dari sang Ibu itu, seringkali banjak marah, marah jang keras atau sengit.
Jang mengakibatkan itu darah mendjadi berdidih (panas) sehingga mempengaruhi djalannja itu urat rasa dan urat<sup>2</sup> di otak. Selain dari itu adat tabiat jang keras dari sang Ibu dapat pula mempengaruhi itu perangai ,,anak" jang akan dilahirkan maupun jang telah dilahirkan. Untuk menjembuhkan itu penjakit gugur kandungan (kluron) obatnja adalah sebagai resep
{{rh|||No. XXIX|||}}
'''Aturan masak (godoknja) obat adalah :'''
Tak berbeda seperti menurut obat resep nomer I atau II begitu pula aturan minumnja (1 × minum 1 gelas minum biasa).
'''Pantangan:'''
1. Obat dilarang ditjampur minum dengan obat<sup>2</sup> Dokter atau patent, ketjuali sesudahnja 12 djam. 2. Lobak. 3. Rebung. 4. Toge. 5. Kangkung. 6. Katjang Hidjau. 7. Air Kelapa.
Mandilah tiap hari dengan air hangat.
Obat dapat diminum sebelum atau sesudahnja makan.
{{rh|||69}}<noinclude></noinclude>
3biq79voyxf1gbu26124y4z9j08ghv0
267483
267482
2026-04-11T17:21:58Z
Hotmaa
26919
267483
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>jang keras dari sang Ibu itu, seringkali banjak marah, marah jang keras atau sengit.
Jang mengakibatkan itu darah mendjadi berdidih (panas) sehingga mempengaruhi djalannja itu urat rasa dan urat<sup>2</sup> di otak. Selain dari itu adat tabiat jang keras dari sang Ibu dapat pula mempengaruhi itu perangai ,,anak" jang akan dilahirkan maupun jang telah dilahirkan. Untuk menjembuhkan itu penjakit gugur kandungan (kluron) obatnja adalah sebagai resep
{{rh|||No. XXIX|||}}
'''Aturan masak (godoknja) obat adalah :'''
Tak berbeda seperti menurut obat resep nomer I atau II begitu pula aturan minumnja (1 × minum 1 gelas minum biasa).
'''Pantangan:'''
1. Obat dilarang ditjampur minum dengan obat<sup>2</sup> Dokter atau patent, ketjuali sesudahnja 12 djam. 2. Lobak. 3. Rebung. 4. Toge. 5. Kangkung. 6. Katjang Hidjau. 7. Air Kelapa.
Mandilah tiap hari dengan air hangat.
Obat dapat diminum sebelum atau sesudahnja makan.
{{rh|||69}}<noinclude></noinclude>
c0uc9sov2oawlyu5xk3ig6hwg03zv0u
267484
267483
2026-04-11T17:22:44Z
Hotmaa
26919
267484
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>jang keras dari sang Ibu itu, seringkali banjak marah, marah jang keras atau sengit.
Jang mengakibatkan itu darah mendjadi berdidih (panas) sehingga mempengaruhi djalannja itu urat rasa dan urat<sup>2</sup> di otak. Selain dari itu adat tabiat jang keras dari sang Ibu dapat pula mempengaruhi itu perangai ,,anak" jang akan dilahirkan maupun jang telah dilahirkan. Untuk menjembuhkan itu penjakit gugur kandungan (kluron) obatnja adalah sebagai resep
{{rh||No. XXIX||}}
'''Aturan masak (godoknja) obat adalah :'''
Tak berbeda seperti menurut obat resep nomer I atau II begitu pula aturan minumnja (1 × minum 1 gelas minum biasa).
'''Pantangan:'''
1. Obat dilarang ditjampur minum dengan obat<sup>2</sup> Dokter atau patent, ketjuali sesudahnja 12 djam. 2. Lobak. 3. Rebung. 4. Toge. 5. Kangkung. 6. Katjang Hidjau. 7. Air Kelapa.
Mandilah tiap hari dengan air hangat.
Obat dapat diminum sebelum atau sesudahnja makan.
{{rh|||69}}<noinclude></noinclude>
2og82guvyhuovne8m8fsl75ok6x9bh3
267485
267484
2026-04-11T17:23:56Z
Hotmaa
26919
267485
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>jang keras dari sang Ibu itu, seringkali banjak marah, marah jang keras atau sengit.
Jang mengakibatkan itu darah mendjadi berdidih (panas) sehingga mempengaruhi djalannja itu urat rasa dan urat<sup>2</sup> di otak. Selain dari itu adat tabiat jang keras dari sang Ibu dapat pula mempengaruhi itu perangai ,,anak" jang akan dilahirkan maupun jang telah dilahirkan. Untuk menjembuhkan itu penjakit gugur kandungan (kluron) obatnja adalah sebagai resep
{{c|No. XXIX|}}
'''Aturan masak (godoknja) obat adalah :'''
Tak berbeda seperti menurut obat resep nomer I atau II begitu pula aturan minumnja (1 × minum 1 gelas minum biasa).
'''Pantangan:'''
1. Obat dilarang ditjampur minum dengan obat<sup>2</sup> Dokter atau patent, ketjuali sesudahnja 12 djam. 2. Lobak. 3. Rebung. 4. Toge. 5. Kangkung. 6. Katjang Hidjau. 7. Air Kelapa.
Mandilah tiap hari dengan air hangat.
Obat dapat diminum sebelum atau sesudahnja makan.
{{rh|||69}}<noinclude></noinclude>
hkigdcazsvwd2reu3k8ugui4lqyc0q6
267486
267485
2026-04-11T17:24:46Z
Hotmaa
26919
267486
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>jang keras dari sang Ibu itu, seringkali banjak marah, marah jang keras atau sengit.
Jang mengakibatkan itu darah mendjadi berdidih (panas) sehingga mempengaruhi djalannja itu urat rasa dan urat<sup>2</sup> di otak. Selain dari itu adat tabiat jang keras dari sang Ibu dapat pula mempengaruhi itu perangai ,,anak" jang akan dilahirkan maupun jang telah dilahirkan. Untuk menjembuhkan itu penjakit gugur kandungan (kluron) obatnja adalah sebagai resep
{{c|No. '''XXIX'''|}}
'''Aturan masak (godoknja) obat adalah :'''
Tak berbeda seperti menurut obat resep nomer I atau II begitu pula aturan minumnja (1 × minum 1 gelas minum biasa).
'''Pantangan:'''
1. Obat dilarang ditjampur minum dengan obat<sup>2</sup> Dokter atau patent, ketjuali sesudahnja 12 djam. 2. Lobak. 3. Rebung. 4. Toge. 5. Kangkung. 6. Katjang Hidjau. 7. Air Kelapa.
Mandilah tiap hari dengan air hangat.
Obat dapat diminum sebelum atau sesudahnja makan.
{{rh|||69}}<noinclude></noinclude>
mtxr1exct6ve4i71pko2q2gxst8rc0l
267560
267486
2026-04-11T20:30:12Z
Dyalim
21704
/* Tervalidasi */
267560
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dyalim" /></noinclude>jang keras dari sang Ibu itu, seringkali banjak marah, marah jang keras atau sengit.
Jang mengakibatkan itu darah mendjadi berdidih (panas) sehingga mempengaruhi djalannja itu urat rasa dan urat<sup>2</sup> di otak. Selain dari itu adat tabiat jang keras dari sang Ibu dapat pula mempengaruhi itu perangai ,,anak" jang akan dilahirkan maupun jang telah dilahirkan. Untuk menjembuhkan itu penjakit gugur kandungan (kluron) obatnja adalah sebagai resep
{{c|No. '''XXIX'''|}}
'''Aturan masak (godoknja) obat adalah :'''
Tak berbeda seperti menurut obat resep nomer I atau II begitu pula aturan minumnja (1 × minum 1 gelas minum biasa).
'''Pantangan:'''
1. Obat dilarang ditjampur minum dengan obat<sup>2</sup> Dokter atau patent, ketjuali sesudahnja 12 djam. 2. Lobak. 3. Rebung. 4. Toge. 5. Kangkung. 6. Katjang Hidjau. 7. Air Kelapa.
Mandilah tiap hari dengan air hangat.
Obat dapat diminum sebelum atau sesudahnja makan.
{{rh|||69}}<noinclude></noinclude>
61cmtze99ahflcmf9jni1aoxtf5ppyt
Halaman:RESEP-RESEP PUSAKA OBAT-OBAT TIONGHOA.pdf/64
104
95831
267487
2026-04-11T17:30:21Z
Hotmaa
26919
/* Telah diuji baca */
267487
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>
Bila wanita jang lagi dalam hamil 6-7 bulan karena mengangkat barang jang berat<sup>2</sup> atau djatuh atau terpukul. pinggang terasa sakit pegal, badan lesu perut begah. Djanganlah sampai kandungan gugur, lekaslah minum obat tersebut diatas.
'''Perhatian:'''
Obat dapat diminum sebelum atau sesudahnja makan.
{{c|||61}}<noinclude></noinclude>
ruyzwe5a6lwe5ew6cyhzhc8u7togu3l
267488
267487
2026-04-11T17:31:14Z
Hotmaa
26919
267488
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>
Bila wanita jang lagi dalam hamil 6-7 bulan karena mengangkat barang jang berat<sup>2</sup> atau djatuh atau terpukul. pinggang terasa sakit pegal, badan lesu perut begah. Djanganlah sampai kandungan gugur, lekaslah minum obat tersebut diatas.
'''Perhatian:'''
Obat dapat diminum sebelum atau sesudahnja makan.
{{rh|||61}}<noinclude></noinclude>
mzkwsdh536f4k7pg1338xk10f0g2zqi
267559
267488
2026-04-11T20:29:58Z
Dyalim
21704
/* Tervalidasi */
267559
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dyalim" /></noinclude>
Bila wanita jang lagi dalam hamil 6-7 bulan karena mengangkat barang jang berat<sup>2</sup> atau djatuh atau terpukul. pinggang terasa sakit pegal, badan lesu perut begah. Djanganlah sampai kandungan gugur, lekaslah minum obat tersebut diatas.
'''Perhatian:'''
Obat dapat diminum sebelum atau sesudahnja makan.
{{rh|||61}}<noinclude></noinclude>
0yccp356gtmz5ktk957ivywd2prp7ak
Halaman:RESEP-RESEP PUSAKA OBAT-OBAT TIONGHOA.pdf/62
104
95832
267489
2026-04-11T17:36:41Z
Hotmaa
26919
/* Telah diuji baca */
267489
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>
'''Aturan masak (godoknja)-Minumnja obat:'''
Tak berbeda seperti menurut resep nomer I atau II (Tua-Muda boleh minum gelas minum).
'''Pantangan:'''
1. Obat dilarang ditjampur minum dengan obat<sup>2</sup> Dokter atau patent, ketjuali sesudahnja 12 djam. 2. Asam<sup>2</sup>. 3. Lobak. 4. Rebung. 5. Toge. 6. Katjang Hidjau. 7. Kangkung. 8. Air Kelapą.
'''Perhatian:'''
Obat dapat diminum sebelum atau sesudahnja makan.
{{rh|||59}}<noinclude></noinclude>
ocj2j81393degvf99notnms7kr466kl
267558
267489
2026-04-11T20:29:39Z
Dyalim
21704
/* Tervalidasi */
267558
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dyalim" /></noinclude>
'''Aturan masak (godoknja)-Minumnja obat:'''
Tak berbeda seperti menurut resep nomer I atau II (Tua-Muda boleh minum gelas minum).
'''Pantangan:'''
1. Obat dilarang ditjampur minum dengan obat<sup>2</sup> Dokter atau patent, ketjuali sesudahnja 12 djam. 2. Asam<sup>2</sup>. 3. Lobak. 4. Rebung. 5. Toge. 6. Katjang Hidjau. 7. Kangkung. 8. Air Kelapą.
'''Perhatian:'''
Obat dapat diminum sebelum atau sesudahnja makan.
{{rh|||59}}<noinclude></noinclude>
o7szerzp94iy0el2uc9gmxji2xh0lw0
Halaman:RESEP-RESEP PUSAKA OBAT-OBAT TIONGHOA.pdf/58
104
95833
267490
2026-04-11T17:40:15Z
Hotmaa
26919
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi ' '''Perhatian:''' Untuk mempertjepat sembuhnja penjakit tersebut tjampurlah obat itu dengan temulawak kering banjaknja kira<sup>2</sup> ½ ons, ini dapat dibeli pada warung<sup>2</sup> rempa<sup>2</sup>.ramu<sup>2</sup>an) di-pasar<sup>2</sup>. {{rh|||53}}'
267490
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Hotmaa" /></noinclude>
'''Perhatian:'''
Untuk mempertjepat sembuhnja penjakit tersebut tjampurlah obat itu dengan temulawak kering banjaknja kira<sup>2</sup> ½ ons, ini dapat dibeli pada warung<sup>2</sup> rempa<sup>2</sup>.ramu<sup>2</sup>an) di-pasar<sup>2</sup>.
{{rh|||53}}<noinclude></noinclude>
foy5p6lyg1i62ki8wle49e0uvd6o363
267491
267490
2026-04-11T17:40:30Z
Hotmaa
26919
/* Telah diuji baca */
267491
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>
'''Perhatian:'''
Untuk mempertjepat sembuhnja penjakit tersebut tjampurlah obat itu dengan temulawak kering banjaknja kira<sup>2</sup> ½ ons, ini dapat dibeli pada warung<sup>2</sup> rempa<sup>2</sup>.ramu<sup>2</sup>an) di-pasar<sup>2</sup>.
{{rh|||53}}<noinclude></noinclude>
ag4ftyeexlruhwgrpleiraorvmghi1v
267557
267491
2026-04-11T20:29:16Z
Dyalim
21704
/* Tervalidasi */
267557
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dyalim" /></noinclude>
'''Perhatian:'''
Untuk mempertjepat sembuhnja penjakit tersebut tjampurlah obat itu dengan temulawak kering banjaknja kira<sup>2</sup> ½ ons, ini dapat dibeli pada warung<sup>2</sup> rempa<sup>2</sup>.ramu<sup>2</sup>an) di-pasar<sup>2</sup>.
{{rh|||53}}<noinclude></noinclude>
bibrzdcff8xl6n3ap46ixxnhhzkcxjm
Halaman:RESEP-RESEP PUSAKA OBAT-OBAT TIONGHOA.pdf/49
104
95834
267492
2026-04-11T17:53:20Z
Hotmaa
26919
/* Telah diuji baca */
267492
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>
'''Aturan masak (godoknja) obat adalah :'''
Tak berbeda seperti menurut resep nomer I dan II begitu pula aturan minum untuk orang dewasa dan kanak2 jang berusia 10 tahun keatas 1/2 atau 1/4 gelas.
ANAK OROK ATAU BAJI DILARANG MINUM.
'''Pantangan:'''
1. Obat dilarang ditjampur minum dengan obat<sup>2</sup> Dokter atau patent, ketjuali sesudahnja 12 djam. 2. Alcohol. 3. Daging<sup>2</sup>. 4. Goreng2an. 5. Lobak. 6. Rebung. 7. Toge. 8. Katjang Hidjau. 9. Kangkung. 10. Air Kelapa.
Leher bila terasa panas dapat dikompres dengan kapas jang dibikin basah dengan air bersih, bila itu kapas kering harus dibasahi pula. Mandilah setiap hari dengan air hangat betul (setahan-tahan badan) agar supaja itu keringat dapat keluar dengan sempurna.
'''Perhatian:'''
Obat dapat diminum sebelum dan sesudahnja makan.
{{c|RESEP OBAT UNTUK PENJAKIT BENGEK (ASTHMA)-BATUK DARAH-PEPARU PANAS.|}}
'''Penjakit bengek atau asthma''', adalah serupa penjakit jang bandel dan menjiksa. Penjakit mana adalah sangat sukar untuk disembuhkan bila sipenderita itu tak dapat dengan baik untuk mendjaga tentang tjara makannja, (Tahan Pantang). terutama sekali itu makanan<sup>2</sup> jang banjak mengandung gemuk<sup>2</sup> (minjak<sup>2</sup>) jang membikin itu napas bertambah sesak (enjap). Penderita<sup>2</sup> penjakit bengek jang baru atau lama lekaslah meminum obat seperti resep '''No. XVII'''
46<noinclude></noinclude>
l5ad6wh8v81m9ijyk7z86bdula0jy3y
267493
267492
2026-04-11T17:54:00Z
Hotmaa
26919
267493
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>
'''Aturan masak (godoknja) obat adalah :'''
Tak berbeda seperti menurut resep nomer I dan II begitu pula aturan minum untuk orang dewasa dan kanak2 jang berusia 10 tahun keatas 1/2 atau 1/4 gelas.
ANAK OROK ATAU BAJI DILARANG MINUM.
'''Pantangan:'''
1. Obat dilarang ditjampur minum dengan obat<sup>2</sup> Dokter atau patent, ketjuali sesudahnja 12 djam. 2. Alcohol. 3. Daging<sup>2</sup>. 4. Goreng2an. 5. Lobak. 6. Rebung. 7. Toge. 8. Katjang Hidjau. 9. Kangkung. 10. Air Kelapa.
Leher bila terasa panas dapat dikompres dengan kapas jang dibikin basah dengan air bersih, bila itu kapas kering harus dibasahi pula. Mandilah setiap hari dengan air hangat betul (setahan-tahan badan) agar supaja itu keringat dapat keluar dengan sempurna.
'''Perhatian:'''
Obat dapat diminum sebelum dan sesudahnja makan.
{{c|RESEP OBAT UNTUK PENJAKIT BENGEK (ASTHMA)-BATUK DARAH-PEPARU PANAS.|}}
'''Penjakit bengek atau asthma''', adalah serupa penjakit jang bandel dan menjiksa. Penjakit mana adalah sangat sukar untuk disembuhkan bila sipenderita itu tak dapat dengan baik untuk mendjaga tentang tjara makannja, (Tahan Pantang). terutama sekali itu makanan<sup>2</sup> jang banjak mengandung gemuk<sup>2</sup> (minjak<sup>2</sup>) jang membikin itu napas bertambah sesak (enjap). Penderita<sup>2</sup> penjakit bengek jang baru atau lama lekaslah meminum obat seperti resep '''No. XVII'''
46<noinclude></noinclude>
swr0hswqhr0xqwbbjvvcopnh8kyejo4
267556
267493
2026-04-11T20:29:02Z
Dyalim
21704
/* Tervalidasi */
267556
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dyalim" /></noinclude>
'''Aturan masak (godoknja) obat adalah :'''
Tak berbeda seperti menurut resep nomer I dan II begitu pula aturan minum untuk orang dewasa dan kanak2 jang berusia 10 tahun keatas 1/2 atau 1/4 gelas.
ANAK OROK ATAU BAJI DILARANG MINUM.
'''Pantangan:'''
1. Obat dilarang ditjampur minum dengan obat<sup>2</sup> Dokter atau patent, ketjuali sesudahnja 12 djam. 2. Alcohol. 3. Daging<sup>2</sup>. 4. Goreng2an. 5. Lobak. 6. Rebung. 7. Toge. 8. Katjang Hidjau. 9. Kangkung. 10. Air Kelapa.
Leher bila terasa panas dapat dikompres dengan kapas jang dibikin basah dengan air bersih, bila itu kapas kering harus dibasahi pula. Mandilah setiap hari dengan air hangat betul (setahan-tahan badan) agar supaja itu keringat dapat keluar dengan sempurna.
'''Perhatian:'''
Obat dapat diminum sebelum dan sesudahnja makan.
{{c|RESEP OBAT UNTUK PENJAKIT BENGEK (ASTHMA)-BATUK DARAH-PEPARU PANAS.|}}
'''Penjakit bengek atau asthma''', adalah serupa penjakit jang bandel dan menjiksa. Penjakit mana adalah sangat sukar untuk disembuhkan bila sipenderita itu tak dapat dengan baik untuk mendjaga tentang tjara makannja, (Tahan Pantang). terutama sekali itu makanan<sup>2</sup> jang banjak mengandung gemuk<sup>2</sup> (minjak<sup>2</sup>) jang membikin itu napas bertambah sesak (enjap). Penderita<sup>2</sup> penjakit bengek jang baru atau lama lekaslah meminum obat seperti resep '''No. XVII'''
46<noinclude></noinclude>
gbg9pcdyc3jwim0zsjngcve9b7lo50u
Halaman:RESEP-RESEP PUSAKA OBAT-OBAT TIONGHOA.pdf/42
104
95835
267494
2026-04-11T18:00:53Z
Hotmaa
26919
/* Telah diuji baca */
267494
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>
<gallery>
Contoh.jpg
</gallery>
Jang sudah mentjoba resep<sup>2</sup> Sin She Tan Wie Siong, tentu sudah merasa manfaät kemandjurannja. Sedialah pajung sebelum hudjan-Sedialah selalu resep<sup>2</sup> obat sebelum terdesak keperluan. Itulah tindakan bidjaksana jang Anda lakukan : Kesehatan pokok kehidupan, ia lebih penting dari kekajaan.
{{rh|||39}}<noinclude></noinclude>
aweat3b0oovxmwmcpe0uc0tjhelx36g
267554
267494
2026-04-11T20:28:46Z
Dyalim
21704
/* Tervalidasi */
267554
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dyalim" /></noinclude>
<gallery>
Contoh.jpg
</gallery>
Jang sudah mentjoba resep<sup>2</sup> Sin She Tan Wie Siong, tentu sudah merasa manfaät kemandjurannja. Sedialah pajung sebelum hudjan-Sedialah selalu resep<sup>2</sup> obat sebelum terdesak keperluan. Itulah tindakan bidjaksana jang Anda lakukan : Kesehatan pokok kehidupan, ia lebih penting dari kekajaan.
{{rh|||39}}<noinclude></noinclude>
c17qr2m60f67wm87ecihxm5h5b0edwj
Halaman:RESEP-RESEP PUSAKA OBAT-OBAT TIONGHOA.pdf/41
104
95836
267495
2026-04-11T18:03:57Z
Hotmaa
26919
/* Telah diuji baca */
267495
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>
<gallery>
Contoh.jpg
</gallery>
Bukti njata dari kemandjuran resep? Sin She Tan Wie Siong - kami tjantumkan sebagai wakil dari ratusan surat<sup>2</sup> pudjian bermaterai jang datang dengan penuh ichlas dan rasa berhutang budi.
38<noinclude></noinclude>
5iw5a9od2g8kxyxl5xho3h4bycme7gr
267553
267495
2026-04-11T20:28:27Z
Dyalim
21704
/* Tervalidasi */
267553
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dyalim" /></noinclude>
<gallery>
Contoh.jpg
</gallery>
Bukti njata dari kemandjuran resep? Sin She Tan Wie Siong - kami tjantumkan sebagai wakil dari ratusan surat<sup>2</sup> pudjian bermaterai jang datang dengan penuh ichlas dan rasa berhutang budi.
38<noinclude></noinclude>
2v1rit4qu60zzqedf63nhnlayd9avh4
Halaman:RESEP-RESEP PUSAKA OBAT-OBAT TIONGHOA.pdf/37
104
95837
267496
2026-04-11T18:11:38Z
Hotmaa
26919
/* Telah diuji baca */
267496
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>
'''Aturan masak (godoknja) Obat adalah:'''
Tak berbeda seperti menurut Obat resep No. I atau II, begitu pula aturan minumnja untuk orang dewasa, untuk jang berusia 20 tahun kebawah 1/2 atau 3/4 gelas untuk 1 X minumnja (1 hari 3 X).
'''Pantangan :'''
1). Obat dilarang ditjampur minum dengan obat<sup>2</sup> Dokter atau patent, ketjuali sesudahnja 12 djam. 2). Ikan² jang tak
bersisik seperti: Lajur, peperek, belut, teri dsb-nja. 3). Alcohol. 4). Pedas<sup>2</sup>. 5). Tjuka. 6). Lobak. 7). Rebung. 8). Toge. 9). Katjang Hidjau. 10). Kangkung. 11). Air Kelapa.
Mandilah dengan air hangat bila mungkin mandi berendam dengan air godokan daun sirih banjaknja ± 2 susun jang ditumbuk halus.
'''Perhatian:'''
Obat dapat diminum sebelum atau sesudahnja makan.
34<noinclude></noinclude>
2vb5k7xizjj9iraozb5hlsv5y3803ve
267552
267496
2026-04-11T20:28:12Z
Dyalim
21704
/* Tervalidasi */
267552
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dyalim" /></noinclude>
'''Aturan masak (godoknja) Obat adalah:'''
Tak berbeda seperti menurut Obat resep No. I atau II, begitu pula aturan minumnja untuk orang dewasa, untuk jang berusia 20 tahun kebawah 1/2 atau 3/4 gelas untuk 1 X minumnja (1 hari 3 X).
'''Pantangan :'''
1). Obat dilarang ditjampur minum dengan obat<sup>2</sup> Dokter atau patent, ketjuali sesudahnja 12 djam. 2). Ikan² jang tak
bersisik seperti: Lajur, peperek, belut, teri dsb-nja. 3). Alcohol. 4). Pedas<sup>2</sup>. 5). Tjuka. 6). Lobak. 7). Rebung. 8). Toge. 9). Katjang Hidjau. 10). Kangkung. 11). Air Kelapa.
Mandilah dengan air hangat bila mungkin mandi berendam dengan air godokan daun sirih banjaknja ± 2 susun jang ditumbuk halus.
'''Perhatian:'''
Obat dapat diminum sebelum atau sesudahnja makan.
34<noinclude></noinclude>
97q4ku1lx4zq36v7pfjg1uiv0tk02sw
Halaman:RESEP-RESEP PUSAKA OBAT-OBAT TIONGHOA.pdf/35
104
95838
267497
2026-04-11T18:16:26Z
Hotmaa
26919
/* Telah diuji baca */
267497
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>
'''Pantangan:'''
1). Obat dilarang ditjampur dengan obat<sup>2</sup> Dokter atau patent, ketjuali sesudahnja 12 djam. 2). Alcohol. 3). Pedas2
4). Tjuka. 5). Daging Kambing. 6). Lobak. 7). Rebung. 8). Toge. 9). Katjang Hidjau. 10). Kangkung. 11). Air Kelapa. 12). Buah Salak.
'''Penting :'''
Untuk memperkuat bekerdjanja obat tsb. diatas dan mempertjepat sembuhnja penjakit tsb. ada baiknja obat ditjampur dengan Daun Saga (Daunnja halus2 dan rasanja manis) jang
masih basah (hidjau) banjaknja 2 genggam ±(½ ons) dan Temulawak kering ± ½ ons, dimasak mendjadi satu.
Dua upa rempah<sup>2</sup> itu dapat dibeli di warung<sup>2</sup> djamu atau ditukang djual rempah di-pasar².
'''Perhatian:'''
Obat dapat diminum sebelum atau sesudahnja makan.
32<noinclude></noinclude>
hzgq9hr166ypekcr4pdl8ilsqwnac25
267498
267497
2026-04-11T18:17:26Z
Hotmaa
26919
267498
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>
'''Pantangan:'''
1). Obat dilarang ditjampur dengan obat<sup>2</sup> Dokter atau patent, ketjuali sesudahnja 12 djam. 2). Alcohol. 3). Pedas2
4). Tjuka. 5). Daging Kambing. 6). Lobak. 7). Rebung. 8). Toge. 9). Katjang Hidjau. 10). Kangkung. 11). Air Kelapa. 12). Buah Salak.
'''Penting :'''
Untuk memperkuat bekerdjanja obat tsb. diatas dan mempertjepat sembuhnja penjakit tsb. ada baiknja obat ditjampur dengan Daun Saga (Daunnja halus2 dan rasanja manis) jang
masih basah (hidjau) banjaknja 2 genggam ±(½ ons) dan Temulawak kering ± ½ ons, dimasak mendjadi satu.
Dua rupa rempah<sup>2</sup> itu dapat dibeli di warung<sup>2</sup> djamu atau ditukang djual rempah di-pasar².
'''Perhatian:'''
Obat dapat diminum sebelum atau sesudahnja makan.
32<noinclude></noinclude>
l5dc9fexkq6q0mes68xd0vvprid1k2l
267551
267498
2026-04-11T20:27:30Z
Dyalim
21704
/* Tervalidasi */
267551
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dyalim" /></noinclude>
'''Pantangan:'''
1). Obat dilarang ditjampur dengan obat<sup>2</sup> Dokter atau patent, ketjuali sesudahnja 12 djam. 2). Alcohol. 3). Pedas2
4). Tjuka. 5). Daging Kambing. 6). Lobak. 7). Rebung. 8). Toge. 9). Katjang Hidjau. 10). Kangkung. 11). Air Kelapa. 12). Buah Salak.
'''Penting :'''
Untuk memperkuat bekerdjanja obat tsb. diatas dan mempertjepat sembuhnja penjakit tsb. ada baiknja obat ditjampur dengan Daun Saga (Daunnja halus2 dan rasanja manis) jang
masih basah (hidjau) banjaknja 2 genggam ±(½ ons) dan Temulawak kering ± ½ ons, dimasak mendjadi satu.
Dua rupa rempah<sup>2</sup> itu dapat dibeli di warung<sup>2</sup> djamu atau ditukang djual rempah di-pasar².
'''Perhatian:'''
Obat dapat diminum sebelum atau sesudahnja makan.
32<noinclude></noinclude>
n9jiscme325gow4hez3x8d3zxp0ajxz
Halaman:RESEP-RESEP PUSAKA OBAT-OBAT TIONGHOA.pdf/33
104
95839
267499
2026-04-11T18:23:19Z
Hotmaa
26919
/* Telah diuji baca */
267499
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>
'''Aturan masak (godoknja) Obat adalah sbb. :'''
Tak berbeda seperti menurut obat resep No. I atau No. II. begitu pula aturan minumnja untuk Orang Dewasa atau Kanak<sup>2</sup>.
'''Pantangan :'''
1). Obat dilarang ditjampur minum dengan Obat<sup>2</sup> Dokter atau patent, ketjuali sesudahnja 12 djam. 2). Alcohol. 3). Pedas2. 4). Tjuka. 5). Lobak. 6). Rebung. 7). Toge. 8). Katjang Hidjau. 9). Kangkung. 10). Air Kelapa. 11). Garam djangan terlalu banjak dimakan.
'''Perhatian:'''
Obat dapat diminum sebelum atau sesudahnja makan.
30<noinclude></noinclude>
haey30qaso6obcmut9ap4fr12isngb9
267548
267499
2026-04-11T20:26:30Z
Dyalim
21704
/* Tervalidasi */
267548
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dyalim" /></noinclude>
'''Aturan masak (godoknja) Obat adalah sbb. :'''
Tak berbeda seperti menurut obat resep No. I atau No. II. begitu pula aturan minumnja untuk Orang Dewasa atau Kanak<sup>2</sup>.
'''Pantangan :'''
1). Obat dilarang ditjampur minum dengan Obat<sup>2</sup> Dokter atau patent, ketjuali sesudahnja 12 djam. 2). Alcohol. 3). Pedas2. 4). Tjuka. 5). Lobak. 6). Rebung. 7). Toge. 8). Katjang Hidjau. 9). Kangkung. 10). Air Kelapa. 11). Garam djangan terlalu banjak dimakan.
'''Perhatian:'''
Obat dapat diminum sebelum atau sesudahnja makan.<noinclude>30</noinclude>
oolzui6ozy6s4k6rkfav1y6if3p8duc
267549
267548
2026-04-11T20:26:53Z
Dyalim
21704
267549
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dyalim" /></noinclude>
'''Aturan masak (godoknja) Obat adalah sbb. :'''
Tak berbeda seperti menurut obat resep No. I atau No. II. begitu pula aturan minumnja untuk Orang Dewasa atau Kanak<sup>2</sup>.
'''Pantangan :'''
1). Obat dilarang ditjampur minum dengan Obat<sup>2</sup> Dokter atau patent, ketjuali sesudahnja 12 djam. 2). Alcohol. 3). Pedas2. 4). Tjuka. 5). Lobak. 6). Rebung. 7). Toge. 8). Katjang Hidjau. 9). Kangkung. 10). Air Kelapa. 11). Garam djangan terlalu banjak dimakan.
'''Perhatian:'''
Obat dapat diminum sebelum atau sesudahnja makan.<noinclude>{{rh||30||}}</noinclude>
hyspauwoi6oy92kod68ziad3xy9021c
267550
267549
2026-04-11T20:27:05Z
Dyalim
21704
267550
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dyalim" /></noinclude>
'''Aturan masak (godoknja) Obat adalah sbb. :'''
Tak berbeda seperti menurut obat resep No. I atau No. II. begitu pula aturan minumnja untuk Orang Dewasa atau Kanak<sup>2</sup>.
'''Pantangan :'''
1). Obat dilarang ditjampur minum dengan Obat<sup>2</sup> Dokter atau patent, ketjuali sesudahnja 12 djam. 2). Alcohol. 3). Pedas2. 4). Tjuka. 5). Lobak. 6). Rebung. 7). Toge. 8). Katjang Hidjau. 9). Kangkung. 10). Air Kelapa. 11). Garam djangan terlalu banjak dimakan.
'''Perhatian:'''
Obat dapat diminum sebelum atau sesudahnja makan.<noinclude>{{rh|30||}}</noinclude>
johc6gd0jwgvi3ib1gf7zlbku7vuel9
Halaman:RESEP-RESEP PUSAKA OBAT-OBAT TIONGHOA.pdf/31
104
95840
267500
2026-04-11T18:25:32Z
Hotmaa
26919
/* Telah diuji baca */
267500
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>
'''Pantangan :'''
1). Obat dilarang ditjampur minum dengan Obat<sup>2</sup> Dokter atau patent. Ketjuali sesudahnja 12 djam. 2). Alcohol. 3). Pedas2. 4). Daging Kambing. 5). Lobak. 6). Rebung. 7). Toge. 8). Katjang Hidjau. 9). Kangkung. 10). Air kelapa.
'''Perhatian:'''
Obat dapat diminum sebelum atau sesudahnja makan.
28<noinclude></noinclude>
clymjo6wsr3313lz78bjw211x0mco44
267531
267500
2026-04-11T20:12:21Z
Dyalim
21704
/* Tervalidasi */
267531
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dyalim" /></noinclude>
'''Pantangan :'''
1). Obat dilarang ditjampur minum dengan Obat<sup>2</sup> Dokter atau patent. Ketjuali sesudahnja 12 djam. 2). Alcohol. 3). Pedas2. 4). Daging Kambing. 5). Lobak. 6). Rebung. 7). Toge. 8). Katjang Hidjau. 9). Kangkung. 10). Air kelapa.
'''Perhatian:'''
Obat dapat diminum sebelum atau sesudahnja makan.
28<noinclude></noinclude>
njhunlgblif8tp1fe8xztxygg9a66b5
Halaman:RESEP-RESEP PUSAKA OBAT-OBAT TIONGHOA.pdf/29
104
95841
267501
2026-04-11T18:29:40Z
Hotmaa
26919
/* Telah diuji baca */
267501
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>
'''Aturan minumnja:'''
Obat diminum selagi masih hangat, diwaktu pagi selagi perut masih kosong. Obat harus diminum 3-5 bungkus sampai itu penjakit utjus buntu sembuh betul<sup>2</sup>. (Satu bungkus Obat hanja untuk diminum 1 x sadja).
'''Pantangan :'''
Selagi minum Obat tsb. sedapat mungkin djangan makan nasi, hanja bubur. Djuga makanan jang pedas<sup>2</sup> dan goreng<sup>2</sup>-an maupun Obat2 lain djangan makan.
Resep ini adalah lain dari pada resep Utjus buntu dari Sin She2 jang lain. Dan resep ini telah banjak menolong penderita<sup>2</sup> penjakit utjus buntu sekalipun jang telah parah
(bernanah) Buktikanlah !
'''Penting :'''
Untuk mentjegah agar supaja penjakit tsb. tak datang kembali (Kambuh), ada baiknja dalam 1 atau 2 bulan 1 X meminum Obat tsb.
26<noinclude></noinclude>
2i5blmnm11cezsv1ksp23p0gq2l60p3
267502
267501
2026-04-11T18:31:21Z
Hotmaa
26919
267502
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>
'''Aturan minumnja:'''
Obat diminum selagi masih hangat, diwaktu pagi selagi perut masih kosong. Obat harus diminum 3-5 bungkus sampai itu penjakit utjus buntu sembuh betul<sup>2</sup>. (Satu bungkus Obat hanja untuk diminum 1 x sadja).
'''Pantangan :'''
Selagi minum Obat tsb. sedapat mungkin djangan makan nasi, hanja bubur. Djuga makanan jang pedas<sup>2</sup> dan goreng<sup>2</sup>-an maupun Obat<sup>2</sup> lain djangan makan.
Resep ini adalah lain dari pada resep Utjus buntu dari Sin She<sup>2</sup> jang lain. Dan resep ini telah banjak menolong penderita<sup>2</sup> penjakit utjus buntu sekalipun jang telah parah
(bernanah) Buktikanlah !
'''Penting :'''
Untuk mentjegah agar supaja penjakit tsb. tak datang kembali (Kambuh), ada baiknja dalam 1 atau 2 bulan 1 X meminum Obat tsb.
26<noinclude></noinclude>
4wwdyuk7nh3wzhhs2qhwme1q9urnene
267529
267502
2026-04-11T20:11:53Z
Dyalim
21704
/* Tervalidasi */
267529
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dyalim" /></noinclude>
'''Aturan minumnja:'''
Obat diminum selagi masih hangat, diwaktu pagi selagi perut masih kosong. Obat harus diminum 3-5 bungkus sampai itu penjakit utjus buntu sembuh betul<sup>2</sup>. (Satu bungkus Obat hanja untuk diminum 1 x sadja).
'''Pantangan :'''
Selagi minum Obat tsb. sedapat mungkin djangan makan nasi, hanja bubur. Djuga makanan jang pedas<sup>2</sup> dan goreng<sup>2</sup>-an maupun Obat<sup>2</sup> lain djangan makan.
Resep ini adalah lain dari pada resep Utjus buntu dari Sin She<sup>2</sup> jang lain. Dan resep ini telah banjak menolong penderita<sup>2</sup> penjakit utjus buntu sekalipun jang telah parah
(bernanah) Buktikanlah !
'''Penting :'''
Untuk mentjegah agar supaja penjakit tsb. tak datang kembali (Kambuh), ada baiknja dalam 1 atau 2 bulan 1 X meminum Obat tsb.
26<noinclude></noinclude>
buubgu5q04uwzvjhm9j9miafw44lrsd
Halaman:RESEP-RESEP PUSAKA OBAT-OBAT TIONGHOA.pdf/22
104
95842
267503
2026-04-11T18:35:33Z
Hotmaa
26919
/* Telah diuji baca */
267503
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>
'''Aturan masak (godoknja) Obat adalah sbb. :'''
Tak berbeda seperti menurut Obat resep No. I atau No. II begitu pula aturan minumnja untuk Orang Dewasa atau Kanak<sup>2</sup>. Harus ditjampur Djahe ½ ons.
'''Pantangan:'''
1). Obat dilarang tjampur minum dengan Obat<sup>2</sup> Dokter atau patent, ketjuali sesudahnja 12 djam. 2). Lobak. 3). Rebung. 4). Toge. 5). Katjang Hidjau. 6). Kangkung. 7). Air
Kelapa. Mandilah setiap hari dengan air hangat.
'''Perhatian:'''
Obat dapat diminum sebelum dan sesudahnja makan.
{{rh|||19}}<noinclude></noinclude>
d282iva00oiei8kiu74vdfibpfz8fti
267526
267503
2026-04-11T20:10:47Z
Dyalim
21704
/* Tervalidasi */
267526
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dyalim" /></noinclude>
'''Aturan masak (godoknja) Obat adalah sbb. :'''
Tak berbeda seperti menurut Obat resep No. I atau No. II begitu pula aturan minumnja untuk Orang Dewasa atau Kanak<sup>2</sup>. Harus ditjampur Djahe ½ ons.
'''Pantangan:'''
1). Obat dilarang tjampur minum dengan Obat<sup>2</sup> Dokter atau patent, ketjuali sesudahnja 12 djam. 2). Lobak. 3). Rebung. 4). Toge. 5). Katjang Hidjau. 6). Kangkung. 7). Air
Kelapa. Mandilah setiap hari dengan air hangat.
'''Perhatian:'''
Obat dapat diminum sebelum dan sesudahnja makan.
{{rh|||19}}<noinclude></noinclude>
f4blxvsm46y3eknti41vdj8v1vxfn93
267530
267526
2026-04-11T20:11:59Z
Hotmaa
26919
267530
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dyalim" /></noinclude>
'''Aturan masak (godoknja) Obat adalah sbb. :'''
Tak berbeda seperti menurut Obat resep No. I atau No. II begitu pula aturan minumnja untuk Orang Dewasa atau Kanak<sup>2</sup>. Harus ditjampur Djahe ½ ons.
'''Pantangan:'''
1). Obat dilarang tjampur minum dengan Obat<sup>2</sup> Dokter atau patent, ketjuali sesudahnja 12 djam. 2). Lobak. 3). Rebung. 4). Toge. 5). Katjang Hidjau. 6). Kangkung. 7). Air
Kelapa. Mandilah setiap hari dengan air hangat.
'''Perhatian:'''
Obat dapat diminum sebelum dan sesudahnja makan.
{{rh|||19}}<noinclude></noinclude>
86s359edmi19z4ovbwp0nhqbgs97oar
Halaman:RESEP-RESEP PUSAKA OBAT-OBAT TIONGHOA.pdf/18
104
95843
267504
2026-04-11T18:44:02Z
Hotmaa
26919
/* Telah diuji baca */
267504
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>
'''Pantangan:'''
1). Segala rupa minuman keras seperti: Arak, bier dan Anggur Obat jang mengandung alcohol. 2). Obat<sup>2</sup> dokter atau patent, ketjuali sesudahnja 12 djam. 3). Makanan jang
pedas2. 4). Tjuka. 5). Lobak. 6). Rebung. 7). Toge. 8). Katjang Hidjau. 9). Kangkung. 10). Air Kelapa.
Mandilah tiap hari dengan air hangat atau badan dilap dengan air hangat. Garam djangan terlalu banjak dimakan dan djangan terlalu banjak berpikir. (Pikiran harus selalu ditentramkan). Makanlah banjak2 buah pepaja (untuk jang djantungnja lemah atau gojang).
'''Perhatian:'''
Obat dapat diminum sebelum atau sesudahnja makan.
{{c|RESEP OBAT UNTUK:|}}
'''Penjakit Lumpuh''' Kaki Lemas (Kempleng) jang disebut pula penjakit Polio. Penjakit mana disebabkan karena penjakit Kurang Kapur dalam tulang. Penderita<sup>2</sup>nja kebanjakan adalah Kanak<sup>2</sup> jang berusia satu tahun keatas. Datangnja penjakit tersebut per-tama<sup>2</sup> pada sebelah Kaki (kiri atau kanan). Penjakit tsb. adalah 2 rupa. Pertama Lumpuh dari bagian pinggang kebawah. Kedua: Lumpuh dari bagian lutut (dengkul) kebawah.
Bilamana penjakit tsb. diabaikan atau tak dapat di Obat jang tepat, lambat laun tetapi pasti Kaki itu akan mendjadi Lumpuh ke-dua<sup>2</sup>nja. Jang terlebih hebat pula dan sukar untuk disembuhkan, bila urat2 telah mendjadi kaku, kedua kaki akan mendjadi bengkok, dan tulang punggung pun akan mendjadi
bengkok pula dan penderita itu mendjadi bongkok. Sebelumnja terlambat (kasep) lekas meminum Obat seperti resepnja
jang tertera '''No. IV'''
{{rh|||15|||}}
15<noinclude></noinclude>
qa1jx9k3od98pd6ac7bnagiliqx5g7s
267525
267504
2026-04-11T20:10:06Z
Hotmaa
26919
267525
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>
'''Pantangan:'''
1). Segala rupa minuman keras seperti: Arak, bier dan Anggur Obat jang mengandung alcohol. 2). Obat<sup>2</sup> dokter atau patent, ketjuali sesudahnja 12 djam. 3). Makanan jang
pedas2. 4). Tjuka. 5). Lobak. 6). Rebung. 7). Toge. 8). Katjang Hidjau. 9). Kangkung. 10). Air Kelapa.
Mandilah tiap hari dengan air hangat atau badan dilap dengan air hangat. Garam djangan terlalu banjak dimakan dan djangan terlalu banjak berpikir. (Pikiran harus selalu ditentramkan). Makanlah banjak2 buah pepaja (untuk jang djantungnja lemah atau gojang).
'''Perhatian:'''
Obat dapat diminum sebelum atau sesudahnja makan.
{{c|'''RESEP OBAT UNTUK''':|}}
'''Penjakit Lumpuh''' Kaki Lemas (Kempleng) jang disebut pula penjakit Polio. Penjakit mana disebabkan karena penjakit Kurang Kapur dalam tulang. Penderita<sup>2</sup>nja kebanjakan adalah Kanak<sup>2</sup> jang berusia satu tahun keatas. Datangnja penjakit tersebut per-tama<sup>2</sup> pada sebelah Kaki (kiri atau kanan). Penjakit tsb. adalah 2 rupa. Pertama Lumpuh dari bagian pinggang kebawah. Kedua: Lumpuh dari bagian lutut (dengkul) kebawah.
Bilamana penjakit tsb. diabaikan atau tak dapat di Obat jang tepat, lambat laun tetapi pasti Kaki itu akan mendjadi Lumpuh ke-dua<sup>2</sup>nja. Jang terlebih hebat pula dan sukar untuk disembuhkan, bila urat2 telah mendjadi kaku, kedua kaki akan mendjadi bengkok, dan tulang punggung pun akan mendjadi
bengkok pula dan penderita itu mendjadi bongkok. Sebelumnja terlambat (kasep) lekas meminum Obat seperti resepnja
jang tertera '''No. IV'''
{{rh|||15|||}}<noinclude></noinclude>
ij4eu7s48r1qbdxttddhbc6xc9592n6
267527
267525
2026-04-11T20:11:12Z
Hotmaa
26919
267527
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>
'''Pantangan:'''
1). Segala rupa minuman keras seperti: Arak, bier dan Anggur Obat jang mengandung alcohol. 2). Obat<sup>2</sup> dokter atau patent, ketjuali sesudahnja 12 djam. 3). Makanan jang
pedas2. 4). Tjuka. 5). Lobak. 6). Rebung. 7). Toge. 8). Katjang Hidjau. 9). Kangkung. 10). Air Kelapa.
Mandilah tiap hari dengan air hangat atau badan dilap dengan air hangat. Garam djangan terlalu banjak dimakan dan djangan terlalu banjak berpikir. (Pikiran harus selalu ditentramkan). Makanlah banjak2 buah pepaja (untuk jang djantungnja lemah atau gojang).
'''Perhatian:'''
Obat dapat diminum sebelum atau sesudahnja makan.
{{c|'''RESEP OBAT UNTUK''':|}}
'''Penjakit Lumpuh''' Kaki Lemas (Kempleng) jang disebut pula penjakit Polio. Penjakit mana disebabkan karena penjakit Kurang Kapur dalam tulang. Penderita<sup>2</sup>nja kebanjakan adalah Kanak<sup>2</sup> jang berusia satu tahun keatas. Datangnja penjakit tersebut per-tama<sup>2</sup> pada sebelah Kaki (kiri atau kanan). Penjakit tsb. adalah 2 rupa. Pertama Lumpuh dari bagian pinggang kebawah. Kedua: Lumpuh dari bagian lutut (dengkul) kebawah.
Bilamana penjakit tsb. diabaikan atau tak dapat di Obat jang tepat, lambat laun tetapi pasti Kaki itu akan mendjadi Lumpuh ke-dua<sup>2</sup>nja. Jang terlebih hebat pula dan sukar untuk disembuhkan, bila urat2 telah mendjadi kaku, kedua kaki akan mendjadi bengkok, dan tulang punggung pun akan mendjadi
bengkok pula dan penderita itu mendjadi bongkok. Sebelumnja terlambat (kasep) lekas meminum Obat seperti resepnja
jang tertera '''No. IV'''
{{rh|||15}}<noinclude></noinclude>
2fx00do965fqebd7ct51c2m01awjp3x
267528
267527
2026-04-11T20:11:26Z
Dyalim
21704
/* Tervalidasi */
267528
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dyalim" /></noinclude>
'''Pantangan:'''
1). Segala rupa minuman keras seperti: Arak, bier dan Anggur Obat jang mengandung alcohol. 2). Obat<sup>2</sup> dokter atau patent, ketjuali sesudahnja 12 djam. 3). Makanan jang
pedas2. 4). Tjuka. 5). Lobak. 6). Rebung. 7). Toge. 8). Katjang Hidjau. 9). Kangkung. 10). Air Kelapa.
Mandilah tiap hari dengan air hangat atau badan dilap dengan air hangat. Garam djangan terlalu banjak dimakan dan djangan terlalu banjak berpikir. (Pikiran harus selalu ditentramkan). Makanlah banjak2 buah pepaja (untuk jang djantungnja lemah atau gojang).
'''Perhatian:'''
Obat dapat diminum sebelum atau sesudahnja makan.
{{c|'''RESEP OBAT UNTUK''':|}}
'''Penjakit Lumpuh''' Kaki Lemas (Kempleng) jang disebut pula penjakit Polio. Penjakit mana disebabkan karena penjakit Kurang Kapur dalam tulang. Penderita<sup>2</sup>nja kebanjakan adalah Kanak<sup>2</sup> jang berusia satu tahun keatas. Datangnja penjakit tersebut per-tama<sup>2</sup> pada sebelah Kaki (kiri atau kanan). Penjakit tsb. adalah 2 rupa. Pertama Lumpuh dari bagian pinggang kebawah. Kedua: Lumpuh dari bagian lutut (dengkul) kebawah.
Bilamana penjakit tsb. diabaikan atau tak dapat di Obat jang tepat, lambat laun tetapi pasti Kaki itu akan mendjadi Lumpuh ke-dua<sup>2</sup>nja. Jang terlebih hebat pula dan sukar untuk disembuhkan, bila urat2 telah mendjadi kaku, kedua kaki akan mendjadi bengkok, dan tulang punggung pun akan mendjadi
bengkok pula dan penderita itu mendjadi bongkok. Sebelumnja terlambat (kasep) lekas meminum Obat seperti resepnja
jang tertera '''No. IV'''
{{rh|||15}}<noinclude></noinclude>
45ndox881h6w13fbl28g91p5svyhs8p
Halaman:RESEP-RESEP PUSAKA OBAT-OBAT TIONGHOA.pdf/14
104
95844
267505
2026-04-11T19:08:00Z
Hotmaa
26919
/* Telah diuji baca */
267505
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>
'''Aturan Masak (godoknja) Obat adalah sbb. :'''
Satu bungkus Obat dimasa (digodok) satu kaligus (1 X godok) ditjampur dengan djahe jang telah ditumbuk halus banjaknja Ons dan diberi air setjukupnja, Obat supaja kerendam. Bila sudah mendidih (matang) obat harus diaduk<sup>2</sup> biar rata, setelah itu lantas diangkat. Satu bungkus obat itu dapat dipakai (diminum) untuk lamanja 3 - 4 hari atau lebih. Untuk mentjegah agar djangan basi (rusak) maka setiap malam (setiap hari) itu obat harus ditambah air dan dimasak (digodok) lagi sampai mendidih matang).
Obat tsb. harus diminum terus sampai itu penjakit Lumpuh sembuh.
Perhatian : Obat harus dimasak dalam Pantji biasa (emaille) atau Alluminium, tak boleh menggunakan alat<sup>2</sup> dari tembaga atau Kuningan, karena tembaga dan kuningan itu mengandung ,,hawa ratjun".
'''Aturan Minumnja :'''
Obat harus diminum selagi masih hangat. Satu hari 3 X (pagi petang dan malam), satu kali minum gelas minum biasa (bukan gelas ES jang besar) untuk Orang dewasa. Untuk Kanak<sup>2</sup> usia 15 tahun keatas 1/4-1/2 gelas dan jang berusia 1 tahun keatas dibagi sepuluh (1/10 bagian) atau kira<sup>2</sup> banjaknja 2 sendok makan.
'''Pantangannja :'''
1) Obat dilarang ditjampur minum dengan Obat<sup>2</sup> Dokter atau patent, ketjuali sesudahnja 12 djam. 2) Daging Kambing dan Babi. 3) Minum2an jang mengandung alkohol. 4) Minuman jang mengandung Soda. 5) Lobak. 6) Rebung. 7) Toge. 8) Katjang Hidjau. 9) Kangkung. 10) Air Kelapa.
Mandilah setiap hari dengan air hangat atau badan di-lap dengan air hangat. Banjak2lah memakan buah<sup>2</sup>an dan sajur<sup>2</sup>-an jang segar. Dan daging ajam tidak ada larangan untuk dimakan.
Obat dapat diminum sebelum atau sesudahnja makan.
{{|rh|||11}}<noinclude></noinclude>
bhnlre0j0l3gew53z75eized93r9d4v
267506
267505
2026-04-11T19:08:59Z
Hotmaa
26919
267506
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>
'''Aturan Masak (godoknja) Obat adalah sbb. :'''
Satu bungkus Obat dimasa (digodok) satu kaligus (1 X godok) ditjampur dengan djahe jang telah ditumbuk halus banjaknja Ons dan diberi air setjukupnja, Obat supaja kerendam. Bila sudah mendidih (matang) obat harus diaduk<sup>2</sup> biar rata, setelah itu lantas diangkat. Satu bungkus obat itu dapat dipakai (diminum) untuk lamanja 3 - 4 hari atau lebih. Untuk mentjegah agar djangan basi (rusak) maka setiap malam (setiap hari) itu obat harus ditambah air dan dimasak (digodok) lagi sampai mendidih matang).
Obat tsb. harus diminum terus sampai itu penjakit Lumpuh sembuh.
Perhatian : Obat harus dimasak dalam Pantji biasa (emaille) atau Alluminium, tak boleh menggunakan alat<sup>2</sup> dari tembaga atau Kuningan, karena tembaga dan kuningan itu mengandung ,,hawa ratjun".
'''Aturan Minumnja :'''
Obat harus diminum selagi masih hangat. Satu hari 3 X (pagi petang dan malam), satu kali minum gelas minum biasa (bukan gelas ES jang besar) untuk Orang dewasa. Untuk Kanak<sup>2</sup> usia 15 tahun keatas 1/4-1/2 gelas dan jang berusia 1 tahun keatas dibagi sepuluh (1/10 bagian) atau kira<sup>2</sup> banjaknja 2 sendok makan.
'''Pantangannja :'''
1) Obat dilarang ditjampur minum dengan Obat<sup>2</sup> Dokter atau patent, ketjuali sesudahnja 12 djam. 2) Daging Kambing dan Babi. 3) Minum2an jang mengandung alkohol. 4) Minuman jang mengandung Soda. 5) Lobak. 6) Rebung. 7) Toge. 8) Katjang Hidjau. 9) Kangkung. 10) Air Kelapa.
Mandilah setiap hari dengan air hangat atau badan di-lap dengan air hangat. Banjak2lah memakan buah<sup>2</sup>an dan sajur<sup>2</sup>-an jang segar. Dan daging ajam tidak ada larangan untuk dimakan.
Obat dapat diminum sebelum atau sesudahnja makan.
{{rh|||11}}<noinclude></noinclude>
hm7dhkkh6wh5a2y5ewvh21cftai7o60
267518
267506
2026-04-11T19:50:50Z
Dyalim
21704
/* Tervalidasi */
267518
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dyalim" /></noinclude>
'''Aturan Masak (godoknja) Obat adalah sbb. :'''
Satu bungkus Obat dimasak (digodok) satu kaligus (1 X godok) ditjampur dengan djahe jang telah ditumbuk halus banjaknja Ons dan diberi air setjukupnja, Obat supaja kerendam. Bila sudah mendidih (matang) obat harus diaduk<sup>2</sup> biar rata, setelah itu lantas diangkat. Satu bungkus obat itu dapat dipakai (diminum) untuk lamanja 3 - 4 hari atau lebih. Untuk mentjegah agar djangan basi (rusak) maka setiap malam (setiap hari) itu obat harus ditambah air dan dimasak (digodok) lagi sampai mendidih matang).
Obat tsb. harus diminum terus sampai itu penjakit Lumpuh sembuh.
Perhatian : Obat harus dimasak dalam Pantji biasa (emaille) atau Alluminium, tak boleh menggunakan alat<sup>2</sup> dari tembaga atau Kuningan, karena tembaga dan kuningan itu mengandung ,,hawa ratjun".
'''Aturan Minumnja :'''
Obat harus diminum selagi masih hangat. Satu hari 3 X (pagi petang dan malam), satu kali minum gelas minum biasa (bukan gelas ES jang besar) untuk Orang dewasa. Untuk Kanak<sup>2</sup> usia 15 tahun keatas 1/4-1/2 gelas dan jang berusia 1 tahun keatas dibagi sepuluh (1/10 bagian) atau kira<sup>2</sup> banjaknja 2 sendok makan.
Pantangannja :
1) Obat dilarang ditjampur minum dengan Obat<sup>2</sup> Dokter atau patent, ketjuali sesudahnja 12 djam. 2) Daging Kambing dan Babi. 3) Minum2an jang mengandung alkohol. 4) Minuman jang mengandung Soda. 5) Lobak. 6) Rebung. 7) Toge. 8) Katjang Hidjau. 9) Kangkung. 10) Air Kelapa.
Mandilah setiap hari dengan air hangat atau badan di-lap dengan air hangat. Banjak2lah memakan buah<sup>2</sup>an dan sajur<sup>2</sup>-an jang segar. Dan daging ajam tidak ada larangan untuk dimakan.
Obat dapat diminum sebelum atau sesudahnja makan.
{{rh|||11}}<noinclude></noinclude>
jsibb5jr883jrjoovi2e8fw263sgy8j
Halaman:RESEP-RESEP PUSAKA OBAT-OBAT TIONGHOA.pdf/11
104
95845
267507
2026-04-11T19:18:45Z
Hotmaa
26919
/* Telah diuji baca */
267507
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>
=== '''PERSEMBAHAN''' ===
Tiap<sup>2</sup> perdjuangan dalam bentuk apapun menghendaki pengorbanan dan tanpa pengorbanan, perdjuangan tidak akan mentjapai titik hasil.
Guna mentjapai titik tudju dari hasil perdjuangan dimaksud ummat manusia ini tidak berhak mengabaikan faktor<sup>2</sup> kesehatan djustru kesehatan itu merupakan unsur pertama dalam menghadapi kehidupan ini.
Untuk itulah maka ummat manusia ini diandjurkan mendjaga kesehatan dirinja karena pada diri jang sehat terdapat djiwa jang kuat.
Kesehatan diri bagi seseorang tidak hanja didasarkan pada pertumbuhan djiwa karena suratan alam telah menentukan bahwa segala sesuatunja didunia ini, didjadikan Tuhan dalam bentuk dan ragam jang berlawanan, misalnja siang dan malam, panas dan dingin dan sebagainja termasuk diantaranja '''Sakit dan Sehat.'''
Kita manusia ini tidak usah chawatir, karena tiap2 penjakit ada obatnja. Itu sudah mendjadi penentuan didunia ini.
Kami merasa bangga djika pada saat<sup>2</sup> seperti sekarang ini kami dapat menjodorkan sebuah buku resep<sup>2</sup> obat jang kami beri nama ,,Resep<sup>2</sup> Pusaka Obat<sup>2</sup> Tionghoa".
Resep<sup>2</sup>/Obat<sup>2</sup> ini diturunkan oleh Sin She Tan Wie Siong,
obat<sup>2</sup> mana didapat beliau dari turun temurun sedjak beberapa tingkat keturunan.
Karenanja dalam kesempatan inipun kami ambil kesempatan untuk mengutjapkan terima kasih kepada Sin She jang terhormat jang telah menurunkan/menjumbangkan resep²/
obat<sup>2</sup> ini kepada masjarakat.
Semoga sumbangan Sin She Tan Wie Siong dan maksud baik kami dalam menerbitkan buku ini mendapat dukungan masjarakat dari segenap lapisan untuk menudju kearah rakjat sehat negara kuat.
{{rh|||Hormat kami}}
{{rh|||'''Penerbit.'''}}
8<noinclude></noinclude>
f4msnwxermtiggz3n3eqj0k5w4nf6yq
267508
267507
2026-04-11T19:20:07Z
Hotmaa
26919
267508
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>
=== '''PERSEMBAHAN''' ===
Tiap<sup>2</sup> perdjuangan dalam bentuk apapun menghendaki pengorbanan dan tanpa pengorbanan, perdjuangan tidak akan mentjapai titik hasil.
Guna mentjapai titik tudju dari hasil perdjuangan dimaksud ummat manusia ini tidak berhak mengabaikan faktor<sup>2</sup> kesehatan djustru kesehatan itu merupakan unsur pertama dalam menghadapi kehidupan ini.
Untuk itulah maka ummat manusia ini diandjurkan mendjaga kesehatan dirinja karena pada diri jang sehat terdapat djiwa jang kuat.
Kesehatan diri bagi seseorang tidak hanja didasarkan pada pertumbuhan djiwa karena suratan alam telah menentukan bahwa segala sesuatunja didunia ini, didjadikan Tuhan dalam bentuk dan ragam jang berlawanan, misalnja siang dan malam, panas dan dingin dan sebagainja termasuk diantaranja '''Sakit dan Sehat.'''
Kita manusia ini tidak usah chawatir, karena tiap<sup>2</sup> penjakit ada obatnja. Itu sudah mendjadi penentuan didunia ini.
Kami merasa bangga djika pada saat<sup>2</sup> seperti sekarang ini kami dapat menjodorkan sebuah buku resep<sup>2</sup> obat jang kami beri nama ,,Resep<sup>2</sup> Pusaka Obat<sup>2</sup> Tionghoa".
Resep<sup>2</sup>/Obat<sup>2</sup> ini diturunkan oleh Sin She Tan Wie Siong,
obat<sup>2</sup> mana didapat beliau dari turun temurun sedjak beberapa tingkat keturunan.
Karenanja dalam kesempatan inipun kami ambil kesempatan untuk mengutjapkan terima kasih kepada Sin She jang terhormat jang telah menurunkan/menjumbangkan resep<sup>2</sup>/
obat<sup>2</sup> ini kepada masjarakat.
Semoga sumbangan Sin She Tan Wie Siong dan maksud baik kami dalam menerbitkan buku ini mendapat dukungan masjarakat dari segenap lapisan untuk menudju kearah rakjat sehat negara kuat.
{{rh|||Hormat kami}}
{{rh|||'''Penerbit.'''}}
8<noinclude></noinclude>
5z1ih334ehj7qgb67kqs1uv6uimcbdk
267516
267508
2026-04-11T19:47:42Z
Dyalim
21704
/* Tervalidasi */
267516
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dyalim" /></noinclude>
=== '''PERSEMBAHAN''' ===
Tiap<sup>2</sup> perdjuangan dalam bentuk apapun menghendaki pengorbanan dan tanpa pengorbanan, perdjuangan tidak akan mentjapai titik hasil.
Guna mentjapai titik tudju dari hasil perdjuangan dimaksud ummat manusia ini tidak berhak mengabaikan faktor<sup>2</sup> kesehatan djustru kesehatan itu merupakan unsur pertama dalam menghadapi kehidupan ini.
Untuk itulah maka ummat manusia ini diandjurkan mendjaga kesehatan dirinja karena pada diri jang sehat terdapat djiwa jang kuat.
Kesehatan diri bagi seseorang tidak hanja didasarkan pada pertumbuhan djiwa karena suratan alam telah menentukan bahwa segala sesuatunja didunia ini, didjadikan Tuhan dalam bentuk dan ragam jang berlawanan, misalnja siang dan malam, panas dan dingin dan sebagainja termasuk diantaranja '''Sakit dan Sehat.'''
Kita manusia ini tidak usah chawatir, karena tiap<sup>2</sup> penjakit ada obatnja. Itu sudah mendjadi penentuan didunia ini.
Kami merasa bangga djika pada saat<sup>2</sup> seperti sekarang ini kami dapat menjodorkan sebuah buku resep<sup>2</sup> obat jang kami beri nama ,,Resep<sup>2</sup> Pusaka Obat<sup>2</sup> Tionghoa".
Resep<sup>2</sup>/Obat<sup>2</sup> ini diturunkan oleh Sin She Tan Wie Siong,
obat<sup>2</sup> mana didapat beliau dari turun temurun sedjak beberapa tingkat keturunan.
Karenanja dalam kesempatan inipun kami ambil kesempatan untuk mengutjapkan terima kasih kepada Sin She jang terhormat jang telah menurunkan/menjumbangkan resep<sup>2</sup>/
obat<sup>2</sup> ini kepada masjarakat.
Semoga sumbangan Sin She Tan Wie Siong dan maksud baik kami dalam menerbitkan buku ini mendapat dukungan masjarakat dari segenap lapisan untuk menudju kearah rakjat sehat negara kuat.
{{rh|||Hormat kami}}
{{rh|||'''Penerbit.'''}}
8<noinclude></noinclude>
m27otdgectzfqigsvy3zz4z588cplnj
Halaman:RESEP-RESEP PUSAKA OBAT-OBAT TIONGHOA.pdf/10
104
95846
267509
2026-04-11T19:31:26Z
Hotmaa
26919
/* Telah diuji baca */
267509
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>
Pantangan.
'''BILA''' obat jang diminum terlalu keras, tanda<sup>2</sup>nja adalah sbb Kepala terasa pening (pusing) nafsu makan hilang dan untuk melenjapkan gangguan<sup>2</sup> seperti tersebut diatas adalah : Kurangkanlah tjara minumnja Obat, dari 1 gelas upamanja
mendjadi atau ½ gelas. Barang siapa jang kebetulan ada dapat mengalami gangguan<sup>2</sup> seperti tersebut diatas, tak usah mendjadi gelisah, karena tak membahajakan adanja.
'''TEMPAT dan TJARA membelinja Obat adalah sbb:'''
'''OBAT<sup>2</sup>''' jang ada tertera dalam tiap<sup>2</sup> resep, adalah mudah sekali dibeli pada tiap<sup>2</sup> rumah Obat Tionghoa setempat (jang terdekat didaerah Sdr.) dengan membawa buku resep tsb. atau resep jang dibutuhkan itu sadja (boleh ditjontoh kepada kertas tulis lain).
Obat<sup>2</sup> Tionghoa terdiri hanja dari Akar<sup>2</sup> - Daun<sup>2</sup> - Buah<sup>2</sup> dan ada djuga dari Batu<sup>2</sup> jang ditumbuk halus.
OBAT<sup>2</sup> Tionghoa itu, tak semuanja didatangkan (asal) dari Tiongkok, tapi ada djuga dari Djepang-India-Indo-China-Korea dan lain<sup>2</sup> tempat.
KEMANDJURAN obat<sup>2</sup> jang tertera resepnja dibuku ini bolehlah didjamin dgn mengandelkan pengalaman jg sudah bertahun<sup>2</sup>-asal sadja, '''pantangannja''' harap Sdr.<sup>2</sup> djaga
benar<sup>2</sup>. Dan berobatlah sungguh<sup>2</sup>.
Demikianlah, naskah ''',,resep<sup>2</sup> pusaka obat<sup>2</sup> Tionghoa"''' ini
saja pertjajakan kepada P.P. ROSE Djakarta untuk diterbitkan, dimana salah satu penerbit jang saja pertjajakan 100%.
{{rh|||Hormat dan Tabe,}}
<gallery>
Contoh.jpg
</gallery>
{{rh|||(SIN SHE TAN WIE SIONG).}}
{{rh|||7}}<noinclude></noinclude>
m9tmc2zm6qs26omsatip2c6oo931cg1
267510
267509
2026-04-11T19:32:19Z
Hotmaa
26919
267510
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>
Pantangan.
'''BILA''' obat jang diminum terlalu keras, tanda<sup>2</sup>nja adalah sbb: Kepala terasa pening (pusing) nafsu makan hilang dan untuk melenjapkan gangguan<sup>2</sup> seperti tersebut diatas adalah : Kurangkanlah tjara minumnja Obat, dari 1 gelas upamanja
mendjadi atau ½ gelas. Barang siapa jang kebetulan ada dapat mengalami gangguan<sup>2</sup> seperti tersebut diatas, tak usah mendjadi gelisah, karena tak membahajakan adanja.
'''TEMPAT dan TJARA membelinja Obat adalah sbb:'''
'''OBAT<sup>2</sup>''' jang ada tertera dalam tiap<sup>2</sup> resep, adalah mudah sekali dibeli pada tiap<sup>2</sup> rumah Obat Tionghoa setempat (jang terdekat didaerah Sdr.) dengan membawa buku resep tsb. atau resep jang dibutuhkan itu sadja (boleh ditjontoh kepada kertas tulis lain).
Obat<sup>2</sup> Tionghoa terdiri hanja dari Akar<sup>2</sup> - Daun<sup>2</sup> - Buah<sup>2</sup> dan ada djuga dari Batu<sup>2</sup> jang ditumbuk halus.
OBAT<sup>2</sup> Tionghoa itu, tak semuanja didatangkan (asal) dari Tiongkok, tapi ada djuga dari Djepang-India-Indo-China-Korea dan lain<sup>2</sup> tempat.
KEMANDJURAN obat<sup>2</sup> jang tertera resepnja dibuku ini bolehlah didjamin dgn mengandelkan pengalaman jg sudah bertahun<sup>2</sup>-asal sadja, '''pantangannja''' harap Sdr.<sup>2</sup> djaga
benar<sup>2</sup>. Dan berobatlah sungguh<sup>2</sup>.
Demikianlah, naskah ''',,resep<sup>2</sup> pusaka obat<sup>2</sup> Tionghoa"''' ini
saja pertjajakan kepada P.P. ROSE Djakarta untuk diterbitkan, dimana salah satu penerbit jang saja pertjajakan 100%.
{{rh|||Hormat dan Tabe,}}
<gallery>
Contoh.jpg
</gallery>
{{rh|||(SIN SHE TAN WIE SIONG).}}
{{rh|||7}}<noinclude></noinclude>
4830rnjsl3onv8iz91l68u7sbc8kbg7
267515
267510
2026-04-11T19:45:40Z
Dyalim
21704
/* Tervalidasi */
267515
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dyalim" /></noinclude>
Pantangan.
'''BILA''' obat jang diminum terlalu keras, tanda<sup>2</sup>nja adalah sbb: Kepala terasa pening (pusing) nafsu makan hilang dan untuk melenjapkan gangguan<sup>2</sup> seperti tersebut diatas adalah : Kurangkanlah tjara minumnja Obat, dari 1 gelas upamanja
mendjadi atau ½ gelas. Barang siapa jang kebetulan ada dapat mengalami gangguan<sup>2</sup> seperti tersebut diatas, tak usah mendjadi gelisah, karena tak membahajakan adanja.
'''TEMPAT dan TJARA membelinja Obat adalah sbb:'''
'''OBAT<sup>2</sup>''' jang ada tertera dalam tiap<sup>2</sup> resep, adalah mudah sekali dibeli pada tiap<sup>2</sup> rumah Obat Tionghoa setempat (jang terdekat didaerah Sdr.) dengan membawa buku resep tsb. atau resep jang dibutuhkan itu sadja (boleh ditjontoh kepada kertas tulis lain).
Obat<sup>2</sup> Tionghoa terdiri hanja dari Akar<sup>2</sup> - Daun<sup>2</sup> - Buah<sup>2</sup> dan ada djuga dari Batu<sup>2</sup> jang ditumbuk halus.
OBAT<sup>2</sup> Tionghoa itu, tak semuanja didatangkan (asal) dari Tiongkok, tapi ada djuga dari Djepang-India-Indo-China-Korea dan lain<sup>2</sup> tempat.
KEMANDJURAN obat<sup>2</sup> jang tertera resepnja dibuku ini bolehlah didjamin dgn mengandelkan pengalaman jg sudah bertahun<sup>2</sup>-asal sadja, '''pantangannja''' harap Sdr.<sup>2</sup> djaga
benar<sup>2</sup>. Dan berobatlah sungguh<sup>2</sup>.
Demikianlah, naskah ''',,resep<sup>2</sup> pusaka obat<sup>2</sup> Tionghoa"''' ini
saja pertjajakan kepada P.P. ROSE Djakarta untuk diterbitkan, dimana salah satu penerbit jang saja pertjajakan 100%.
{{rh|||Hormat dan Tabe,}}
<gallery>
Contoh.jpg
</gallery>
{{rh|||(SIN SHE TAN WIE SIONG).}}
{{rh|||7}}<noinclude></noinclude>
s5p3hpbv2xz9mo4yq7hxn50fpl0r94a
Halaman:RESEP-RESEP PUSAKA OBAT-OBAT TIONGHOA.pdf/9
104
95847
267511
2026-04-11T19:41:08Z
Hotmaa
26919
/* Telah diuji baca */
267511
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>
{{c|'''KATA PENGANTAR'''|}}
'''MESKIPUN''' telah banjak barang kali buku<sup>2</sup> resep obat<sup>2</sup>
Tionghoa, jang tersebar di Indonesia, akan tetapi kebanjakan buku<sup>2</sup> itu kurang mendjelaskan tjaranja dengan mengambil singkat belaka, jaitu tjara minumnja dan tjara memasaknja sadja. Sedangkan Pantangan jang sangat penting selalu dilupakan begitu sadja. Pantangan, bagi kami adalah penting, karena menurut kejakinan kami dan menurut pengalaman jang telah ber-tahun<sup>2</sup>, menundjukkan bahwa soal Pantangan harus diutamakan dan tentang tjara masak dan minumnja adalah soal ke-dua. Karena bagaimanapun Mandjurnja Obat jang diminum itu, bila Si Penderita tak dapat menahan Pantangan (Memakan Makanan jang bertentangan dengan penjakitnja) itu, tak nanti itu penjakit dapat disembuhkan. Mungkin pula
terdjadi bahwa, jang memberikan Obat itu (Sin She atau Tabib) tak memberi tahu pantangannja atau tak mengetahui makanan/minuman apa jang tak boleh dimakan/diminum, oleh Si Penderita tadi.
Pantangan itu, dapat pula mengakibatkan jang penjakitnja Si Penderita bertambah membahajakan. Umpamanja, itu penderita penjakit lumpuh jang disebabkan dari penjakit Darah Tinggi atau lain<sup>2</sup> penjakit, bila diberi minum minuman jang ada mengandung Alcohol adalah sangat berbahaja, dan lebih berbahaja pula bila Obat<sup>2</sup> Tionghoa itu ditjampur minum dengan Obat Dokter atau patent lainnja, ketjuali sesudah lewat masanja, seperti nanti ada diterangkan lebih landjut di-bab resep obat masing<sup>2</sup>.
Selain dari itu perlu kiranja diterangkan disini bahwa, untuk dapat mengetahui tentang chasiatnja itu Obat dari salah satu resep jang diminum, se-kurang<sup>2</sup>nja harus 3 bungkus dan mungkin pula dengan hanja 1 bungkus chasiatnja telah terbukti. Untuk penjakit jang agak parah (jang telah ber-tahun<sup>2</sup>) tentu sekali memerlukan lebih dari 3 bungkus,
karena: tak ada Obat jang bagaimana mandjurpun, jang dapat menjembuhkan penjakit jang telah 1 tahun lamanja, hanja dalam tempo 1 hari dapat disembuhkan oleh itu Obat. begitu pula: Tak ada penjakit jang dapat sembuh tanpa
6<noinclude></noinclude>
7vnnzo0gdl0a6gjzm3c51fviwa7ujak
267512
267511
2026-04-11T19:43:43Z
Dyalim
21704
/* Tervalidasi */
267512
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dyalim" /></noinclude>
{{c|'''KATA PENGANTAR'''|}}
'''MESKIPUN''' telah banjak barang kali buku<sup>2</sup> resep obat<sup>2</sup>
Tionghoa, jang tersebar di Indonesia, akan tetapi kebanjakan buku<sup>2</sup> itu kurang mendjelaskan tjaranja dengan mengambil singkat belaka, jaitu tjara minumnja dan tjara memasaknja sadja. Sedangkan Pantangan jang sangat penting selalu dilupakan begitu sadja. Pantangan, bagi kami adalah penting, karena menurut kejakinan kami dan menurut pengalaman jang telah ber-tahun<sup>2</sup>, menundjukkan bahwa soal Pantangan harus diutamakan dan tentang tjara masak dan minumnja adalah soal ke-dua. Karena bagaimanapun Mandjurnja Obat jang diminum itu, bila Si Penderita tak dapat menahan Pantangan (Memakan Makanan jang bertentangan dengan penjakitnja) itu, tak nanti itu penjakit dapat disembuhkan. Mungkin pula
terdjadi bahwa, jang memberikan Obat itu (Sin She atau Tabib) tak memberi tahu pantangannja atau tak mengetahui makanan/minuman apa jang tak boleh dimakan/diminum, oleh Si Penderita tadi.
Pantangan itu, dapat pula mengakibatkan jang penjakitnja Si Penderita bertambah membahajakan. Umpamanja, itu penderita penjakit lumpuh jang disebabkan dari penjakit Darah Tinggi atau lain<sup>2</sup> penjakit, bila diberi minum minuman jang ada mengandung Alcohol adalah sangat berbahaja, dan lebih berbahaja pula bila Obat<sup>2</sup> Tionghoa itu ditjampur minum dengan Obat Dokter atau patent lainnja, ketjuali sesudah lewat masanja, seperti nanti ada diterangkan lebih landjut di-bab resep obat masing<sup>2</sup>.
Selain dari itu perlu kiranja diterangkan disini bahwa, untuk dapat mengetahui tentang chasiatnja itu Obat dari salah satu resep jang diminum, se-kurang<sup>2</sup>nja harus 3 bungkus dan mungkin pula dengan hanja 1 bungkus chasiatnja telah terbukti. Untuk penjakit jang agak parah (jang telah ber-tahun<sup>2</sup>) tentu sekali memerlukan lebih dari 3 bungkus,
karena: tak ada Obat jang bagaimana mandjurpun, jang dapat menjembuhkan penjakit jang telah 1 tahun lamanja, hanja dalam tempo 1 hari dapat disembuhkan oleh itu Obat. begitu pula: Tak ada penjakit jang dapat sembuh tanpa
6<noinclude></noinclude>
0g99pwxdmnzigjms5h7258norgk58ax
267513
267512
2026-04-11T19:44:18Z
Dyalim
21704
267513
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dyalim" /></noinclude>
{{c|'''KATA PENGANTAR'''|}}
'''<big>MESKIPUN</big>''' telah banjak barang kali buku<sup>2</sup> resep obat<sup>2</sup>
Tionghoa, jang tersebar di Indonesia, akan tetapi kebanjakan buku<sup>2</sup> itu kurang mendjelaskan tjaranja dengan mengambil singkat belaka, jaitu tjara minumnja dan tjara memasaknja sadja. Sedangkan Pantangan jang sangat penting selalu dilupakan begitu sadja. Pantangan, bagi kami adalah penting, karena menurut kejakinan kami dan menurut pengalaman jang telah ber-tahun<sup>2</sup>, menundjukkan bahwa soal Pantangan harus diutamakan dan tentang tjara masak dan minumnja adalah soal ke-dua. Karena bagaimanapun Mandjurnja Obat jang diminum itu, bila Si Penderita tak dapat menahan Pantangan (Memakan Makanan jang bertentangan dengan penjakitnja) itu, tak nanti itu penjakit dapat disembuhkan. Mungkin pula
terdjadi bahwa, jang memberikan Obat itu (Sin She atau Tabib) tak memberi tahu pantangannja atau tak mengetahui makanan/minuman apa jang tak boleh dimakan/diminum, oleh Si Penderita tadi.
Pantangan itu, dapat pula mengakibatkan jang penjakitnja Si Penderita bertambah membahajakan. Umpamanja, itu penderita penjakit lumpuh jang disebabkan dari penjakit Darah Tinggi atau lain<sup>2</sup> penjakit, bila diberi minum minuman jang ada mengandung Alcohol adalah sangat berbahaja, dan lebih berbahaja pula bila Obat<sup>2</sup> Tionghoa itu ditjampur minum dengan Obat Dokter atau patent lainnja, ketjuali sesudah lewat masanja, seperti nanti ada diterangkan lebih landjut di-bab resep obat masing<sup>2</sup>.
Selain dari itu perlu kiranja diterangkan disini bahwa, untuk dapat mengetahui tentang chasiatnja itu Obat dari salah satu resep jang diminum, se-kurang<sup>2</sup>nja harus 3 bungkus dan mungkin pula dengan hanja 1 bungkus chasiatnja telah terbukti. Untuk penjakit jang agak parah (jang telah ber-tahun<sup>2</sup>) tentu sekali memerlukan lebih dari 3 bungkus,
karena: tak ada Obat jang bagaimana mandjurpun, jang dapat menjembuhkan penjakit jang telah 1 tahun lamanja, hanja dalam tempo 1 hari dapat disembuhkan oleh itu Obat. begitu pula: Tak ada penjakit jang dapat sembuh tanpa
6<noinclude></noinclude>
oxxtgpa6za4kskfa5rku5d52f5zp65s
267514
267513
2026-04-11T19:44:45Z
Dyalim
21704
267514
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dyalim" /></noinclude>
{{c|'''<big>KATA PENGANTAR</big>'''|}}
'''<big>MESKIPUN</big>''' telah banjak barang kali buku<sup>2</sup> resep obat<sup>2</sup>
Tionghoa, jang tersebar di Indonesia, akan tetapi kebanjakan buku<sup>2</sup> itu kurang mendjelaskan tjaranja dengan mengambil singkat belaka, jaitu tjara minumnja dan tjara memasaknja sadja. Sedangkan Pantangan jang sangat penting selalu dilupakan begitu sadja. Pantangan, bagi kami adalah penting, karena menurut kejakinan kami dan menurut pengalaman jang telah ber-tahun<sup>2</sup>, menundjukkan bahwa soal Pantangan harus diutamakan dan tentang tjara masak dan minumnja adalah soal ke-dua. Karena bagaimanapun Mandjurnja Obat jang diminum itu, bila Si Penderita tak dapat menahan Pantangan (Memakan Makanan jang bertentangan dengan penjakitnja) itu, tak nanti itu penjakit dapat disembuhkan. Mungkin pula
terdjadi bahwa, jang memberikan Obat itu (Sin She atau Tabib) tak memberi tahu pantangannja atau tak mengetahui makanan/minuman apa jang tak boleh dimakan/diminum, oleh Si Penderita tadi.
Pantangan itu, dapat pula mengakibatkan jang penjakitnja Si Penderita bertambah membahajakan. Umpamanja, itu penderita penjakit lumpuh jang disebabkan dari penjakit Darah Tinggi atau lain<sup>2</sup> penjakit, bila diberi minum minuman jang ada mengandung Alcohol adalah sangat berbahaja, dan lebih berbahaja pula bila Obat<sup>2</sup> Tionghoa itu ditjampur minum dengan Obat Dokter atau patent lainnja, ketjuali sesudah lewat masanja, seperti nanti ada diterangkan lebih landjut di-bab resep obat masing<sup>2</sup>.
Selain dari itu perlu kiranja diterangkan disini bahwa, untuk dapat mengetahui tentang chasiatnja itu Obat dari salah satu resep jang diminum, se-kurang<sup>2</sup>nja harus 3 bungkus dan mungkin pula dengan hanja 1 bungkus chasiatnja telah terbukti. Untuk penjakit jang agak parah (jang telah ber-tahun<sup>2</sup>) tentu sekali memerlukan lebih dari 3 bungkus,
karena: tak ada Obat jang bagaimana mandjurpun, jang dapat menjembuhkan penjakit jang telah 1 tahun lamanja, hanja dalam tempo 1 hari dapat disembuhkan oleh itu Obat. begitu pula: Tak ada penjakit jang dapat sembuh tanpa
6<noinclude></noinclude>
bq8aybk726d58d9qgf3xw394yodz4tr
Halaman:RESEP-RESEP PUSAKA OBAT-OBAT TIONGHOA.pdf/3
104
95848
267519
2026-04-11T19:51:53Z
Hotmaa
26919
/* Telah diuji baca */
267519
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>
{{c|<big>RESEP<sup>2</sup> PUSAKA</big>|}}
{{c|OBAT<sup>2</sup> TIONGHOA|}}
{{c|oleh:|}}
{{c|SIN SHE TAN WIE SIONG|}}
{{c|tjetakan pertama Agustus 1960|}}
{{c|DJILID I|}}
{{c|diterbitkan oleh :|}}
<gallery>
Contoh.jpg
</gallery>
{{c|P. P. ROSE - DJAKARTA|}}<noinclude></noinclude>
b46zmor74no7i2e0f19i682linuz1s7
267520
267519
2026-04-11T19:53:12Z
Hotmaa
26919
267520
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>
{{c|<big>RESEP<sup>2</sup> PUSAKA</big>|}}
{{c|OBAT<sup>2</sup> TIONGHOA|}}
{{c|oleh:|}}
{{c|SIN SHE TAN WIE SIONG|}}
{{c|tjetakan pertama Agustus 1960|}}
{{c|DJILID I|}}
{{c|diterbitkan oleh :|}}
{{c|<gallery>
Contoh.jpg
</gallery>|}}
{{c|P. P. ROSE - DJAKARTA|}}<noinclude></noinclude>
jlrinkoqkbqdkjq0k3fmrvh9mxug0pw
267521
267520
2026-04-11T19:54:27Z
Hotmaa
26919
267521
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>
{{c|<big>RESEP<sup>2</sup> PUSAKA</big>|}}
{{c|OBAT<sup>2</sup> TIONGHOA|}}
{{c|oleh:|}}
{{c|SIN SHE TAN WIE SIONG|}}
{{c|tjetakan pertama Agustus 1960|}}
{{c|DJILID I|}}
{{c|diterbitkan oleh :|}}
<gallery>
{{c|Contoh.jpg|}}
</gallery>
{{c|P. P. ROSE - DJAKARTA|}}<noinclude></noinclude>
kbv0cf5ugdkzthh5g90wcvmss60ol2y
267522
267521
2026-04-11T19:57:18Z
Hotmaa
26919
267522
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>
{{c|'''<big>RESEP<sup>2</sup> PUSAKA</big>'''|}}
{{c|<big>'''OBAT<sup>2</sup> TIONGHOA'''</big>|}}
{{c|oleh:|}}
{{c|SIN SHE TAN WIE SIONG|}}
{{c|tjetakan pertama Agustus 1960|}}
{{c|DJILID I|}}
{{c|diterbitkan oleh :|}}
{{c|<gallery>|}}
{{c|Contoh.jpg|}}
{{c|</gallery>|}}
{{c|P. P. ROSE - DJAKARTA|}}<noinclude></noinclude>
fh9ftprtjr5ffcp1ddhpb9sor5tl2am
267523
267522
2026-04-11T19:58:32Z
Hotmaa
26919
267523
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>
{{c|'''<big>RESEP<sup>2</sup> PUSAKA</big>'''|}}
{{c|<big>'''OBAT<sup>2</sup> TIONGHOA'''</big>|}}
{{c|oleh:|}}
{{c|SIN SHE TAN WIE SIONG|}}
{{c|tjetakan pertama Agustus 1960|}}
{{c|DJILID I|}}
{{c|diterbitkan oleh :|}}
{{c|<gallery>|}}
{{c|Contoh.jpg|}}
{{c|</gallery>|}}
{{c|P. P. ROSE - DJAKARTA|}}<noinclude></noinclude>
75nwsblcxlq2er519pshj5ljp4hclpb
267532
267523
2026-04-11T20:15:47Z
Hotmaa
26919
267532
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>
{{c|{{X-larger|'''RESEP<sup>2</sup> PUSAKA'''|}}}}
{{c|{{X-larger|'''OBAT<sup>2</sup> TIONGHOA'''|}}}}
{{c|oleh:|}}
{{c|SIN SHE TAN WIE SIONG|}}
{{c|tjetakan pertama Agustus 1960|}}
{{c|DJILID I|}}
{{c|diterbitkan oleh :|}}
{{c|<gallery>|}}
{{c|Contoh.jpg|}}
{{c|</gallery>|}}
{{c|P. P. ROSE - DJAKARTA|}}<noinclude></noinclude>
8bh87kq2bdgquxvzb104z0ekvsgaoe5
267533
267532
2026-04-11T20:17:23Z
Hotmaa
26919
267533
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>
{{c|{{X-larger|'''RESEP<sup>2</sup> PUSAKA'''|}}}}
{{c|{{X-larger|'''OBAT<sup>2</sup> TIONGHOA'''|}}}}
{{c|oleh:|}}
{{c|SIN SHE T A N W I E S I O N G|}}
{{c|tjetakan pertama Agustus 1960|}}
{{c|DJILID I|}}
{{c|diterbitkan oleh :|}}
{{c|<gallery>|}}
{{c|Contoh.jpg|}}
{{c|</gallery>|}}
{{c|P. P. ROSE - DJAKARTA|}}<noinclude></noinclude>
9rsqwbdfqylt0m2cw9d316odmiqzcf1
267534
267533
2026-04-11T20:17:54Z
Hotmaa
26919
267534
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>
{{c|{{X-larger|'''RESEP<sup>2</sup> PUSAKA'''|}}}}
{{c|{{X-larger|'''OBAT<sup>2</sup> TIONGHOA'''|}}}}
{{c|oleh:|}}
{{c|SIN SHE T A N W I E S I O N G|}}
{{c|tjetakan pertama Agustus 1960|}}
{{c|DJILID I|}}
{{c|diterbitkan oleh :|}}
{{c|<gallery>|}}
{{c|Contoh.jpg|}}
{{c|</gallery>|}}
{{c|P. P. ROSE - DJAKARTA|}}<noinclude></noinclude>
azacyndz0k0k7fe82zqn5po2ksils9k
267535
267534
2026-04-11T20:20:24Z
Hotmaa
26919
267535
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>
{{c|{{X-larger|'''RESEP<sup>2</sup> PUSAKA'''|}}}}
{{c|{{X-larger|'''OBAT<sup>2</sup> TIONGHOA'''|}}}}
{{c|oleh:|}}
{{c|SIN SHE TAN WIE SIONG|}}
{{c|tjetakan pertama Agustus 1960|}}
{{c|DJILID I|}}
{{c|diterbitkan oleh :|}}
{{c|<gallery>|}}
{{c|Contoh.jpg|}}
{{c|</gallery>|}}
{{c|P. P. ROSE - DJAKARTA|}}<noinclude></noinclude>
8bh87kq2bdgquxvzb104z0ekvsgaoe5
267537
267535
2026-04-11T20:22:31Z
Hotmaa
26919
267537
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hotmaa" /></noinclude>
{{c|{{X-larger|'''RESEP<sup>2</sup> PUSAKA'''|}}}}
{{c|{{X-larger|'''OBAT<sup>2</sup> TIONGHOA'''|}}}}
{{c|oleh:|}}
{{c|SIN SHE TAN WIE SIONG|}}
{{c|tjetakan pertama Agustus 1960|}}
{{c|'''DJILID I'''|}}
{{c|'''diterbitkan oleh :'''|}}
{{c|<gallery>|}}
{{c|Contoh.jpg|}}
{{c|</gallery>|}}
{{c|'''P. P. ROSE - DJAKARTA'''|}}<noinclude></noinclude>
dn1us5yv9tvkqjn1k9nu0bqjgwpvl34
267547
267537
2026-04-11T20:25:17Z
Dyalim
21704
/* Tervalidasi */
267547
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Dyalim" /></noinclude>
{{c|{{X-larger|'''RESEP<sup>2</sup> PUSAKA'''|}}}}
{{c|{{X-larger|'''OBAT<sup>2</sup> TIONGHOA'''|}}}}
{{c|oleh:|}}
{{c|SIN SHE TAN WIE SIONG|}}
{{c|tjetakan pertama Agustus 1960|}}
{{c|'''DJILID I'''|}}
{{c|'''diterbitkan oleh :'''|}}
{{c|<gallery>|}}
{{c|Contoh.jpg|}}
{{c|</gallery>|}}
{{c|'''P. P. ROSE - DJAKARTA'''|}}<noinclude></noinclude>
a4zyzfk0fmhxh0f9tlgms54bm10ho92
Indeks:Undang Undang Perkawinan 1960.pdf
102
95849
267562
2026-04-12T03:23:41Z
Eevee Coffee
25961
←Membuat halaman berisi ''
267562
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=
|Title=Undang Undang Perkawinan 1960
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=Departemen Wanita Comite Central Partai Komunis Indonesia
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=Jajasan ,,Pembaruan"
|Address=Jakarta
|Printer=
|Year=1960
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=OCR
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
fd83jlsussqd031y0lsbt6fqq9nyf4q
Halaman:Sarinah.pdf/78
104
95850
267563
2026-04-12T07:05:01Z
Ulumarifah
16349
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'yang mengatakan, bahwa feminisme tak cukup untuk mendatangkan kebahagiaan. Kini timbul aliran neofeminisme, feminisme baru, yang menganggap pekerjaan masyarakat itu “nomor dua”, tetapi perkawinan, menjadi ibu, memimpin keuarga nomor satu. Sebelum kita lebih lanjut, izinkanlah saya nanti dalam bab IV lebih dulu mengulangi hal matriarchat dan patriarchat dengan kupasan yang sedikit lebih lebar. Sebab hanya dengan mengerti betul-betul matriarchat d...
267563
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Ulumarifah" /></noinclude>yang mengatakan, bahwa feminisme tak cukup untuk
mendatangkan kebahagiaan. Kini timbul aliran neofeminisme, feminisme baru, yang menganggap pekerjaan
masyarakat itu “nomor dua”, tetapi perkawinan, menjadi ibu,
memimpin keuarga nomor satu.
Sebelum kita lebih lanjut, izinkanlah saya nanti dalam bab IV
lebih dulu mengulangi hal matriarchat dan patriarchat dengan
kupasan yang sedikit lebih lebar. Sebab hanya dengan
mengerti betul-betul matriarchat dan patriarchat itulah kita
akan dapat mengerti sebab-sebabnya segala kesusahankesusahan yang diderita oleh kaum perempuan. Sudah barang
tentu kupasan itu tak dapat bersifat lebih daripada satu
“peninjauan” saja, satu orientasi. Bukan tempatnya kitab ini
mengupas soal itu terlalu dalam. Buat kupasan yang dalam
itu, perlu satu buku tebal yang spesial!
Maka sekarang kita, di dalam perjalanan “dari gua ke kota”
itu, sudah menginjak halaman zaman kita sendiri. Dengan
cara ikhtisar, kita sudah mengikuti sejarah Sarinah, dari
zaman kelompok sampai ke zamannya radio dan lampu listrik.
Satu kali kita melihat Sarinah di atas puncak kemuliaan, satu
kali ia menjadi cakrawarti dunia, yaitu di zaman
berkembangnya sistim matriarchat. Tetapi di bagian yang lainlain, di dalam kelompok, di zaman histori tua, di zaman histori
baru, di zaman histori paling baru, -di semua bagian-bagian
sejarah itu Sarinah selalu menjadi makhluk yang celaka,
makhluk yang selalu dikalahkan kaum laki-laki, makhluk
yang teperdaya. August Bebel di dalam bukunya “Die Frau
und der Sozialismus” berkata, bahwa perempuan adalah
“makhluk yang paling dulu diperbudak”. Tetapi di lain tempat,
di dalam majalah “Neue Zeit”, ia pernah berkata pula, bahwa
perempuan itu adalah “makhluk jang diperbudak selamalamanya”. Kecuali perkecualian di zamannya matriarchat itu,
maka benar sekali perkataan Bebel ini. Mungkin-kah datang
satu waktu, di mana ia akan hidup merdeka kembali?
Ataukah sudah memang “kodrat” perempuan, hidup di bawah
telapak laki-laki?
78<noinclude>{{rh|||78}}</noinclude>
ql4xud55vix3bcqed98vifd3qga3j57
267564
267563
2026-04-12T07:10:07Z
Ulumarifah
16349
/* Telah diuji baca */
267564
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ulumarifah" /></noinclude>yang mengatakan, bahwa feminisme tak cukup untuk mendatangkan kebahagiaan. Kini timbul aliran '''neofeminisme''', feminisme baru, yang menganggap pekerjaan masyarakat itu “nomor dua”, tetapi perkawinan, menjadi ibu, memimpin keuarga nomor satu.
Sebelum kita lebih lanjut, izinkanlah saya nanti dalam bab IV lebih dulu mengulangi hal matriarchat dan patriarchat dengan kupasan yang sedikit lebih lebar. Sebab hanya dengan mengerti betul-betul matriarchat dan patriarchat itulah kita akan dapat mengerti sebab-sebabnya segala kesusahankesusahan yang diderita oleh kaum perempuan. Sudah barang tentu kupasan itu tak dapat bersifat lebih daripada satu “peninjauan” saja, satu orientasi. Bukan tempatnya kitab ini mengupas soal itu terlalu dalam. Buat kupasan yang dalam itu, perlu satu buku tebal yang spesial!
Maka sekarang kita, di dalam perjalanan “dari gua ke kota” itu, sudah menginjak halaman zaman kita sendiri. Dengan cara ikhtisar, kita sudah mengikuti sejarah Sarinah, dari zaman kelompok sampai ke zamannya radio dan lampu listrik. Satu kali kita melihat Sarinah di atas puncak kemuliaan, satu kali ia menjadi cakrawarti dunia, yaitu di zaman berkembangnya sistim matriarchat. Tetapi di bagian yang lainlain, di dalam kelompok, di zaman histori tua, di zaman histori baru, di zaman histori paling baru, -di semua bagian-bagian sejarah itu Sarinah selalu menjadi makhluk yang celaka, makhluk yang selalu dikalahkan kaum laki-laki, makhluk yang teperdaya. August Bebel di dalam bukunya “Die Frau und der Sozialismus” berkata, bahwa perempuan adalah “makhluk yang paling dulu diperbudak”. Tetapi di lain tempat, di dalam majalah “Neue Zeit”, ia pernah berkata pula, bahwa perempuan itu adalah “makhluk jang diperbudak '''selama-lamanya'''”. Kecuali perkecualian di zamannya matriarchat itu, maka benar sekali perkataan Bebel ini. Mungkin-kah datang satu waktu, di mana ia akan hidup merdeka kembali? Ataukah sudah memang “kodrat” perempuan, hidup di bawah telapak laki-laki?<noinclude>{{rh|||78}}</noinclude>
9speul5gwwl0wfwmetbnn8to8vutusj
267565
267564
2026-04-12T07:11:36Z
Ulumarifah
16349
267565
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ulumarifah" /></noinclude>yang mengatakan, bahwa feminisme tak cukup untuk mendatangkan kebahagiaan. Kini timbul aliran '''neofeminisme''', feminisme baru, yang menganggap pekerjaan masyarakat itu “nomor dua”, tetapi perkawinan, menjadi ibu, memimpin {{SIC|keuarga|keluarga}} nomor satu.
Sebelum kita lebih lanjut, izinkanlah saya nanti dalam bab IV lebih dulu mengulangi hal matriarchat dan patriarchat dengan kupasan yang sedikit lebih lebar. Sebab hanya dengan mengerti betul-betul matriarchat dan patriarchat itulah kita akan dapat mengerti sebab-sebabnya segala kesusahankesusahan yang diderita oleh kaum perempuan. Sudah barang tentu kupasan itu tak dapat bersifat lebih daripada satu “peninjauan” saja, satu orientasi. Bukan tempatnya kitab ini mengupas soal itu terlalu dalam. Buat kupasan yang dalam itu, perlu satu buku tebal yang spesial!
Maka sekarang kita, di dalam perjalanan “dari gua ke kota” itu, sudah menginjak halaman zaman kita sendiri. Dengan cara ikhtisar, kita sudah mengikuti sejarah Sarinah, dari zaman kelompok sampai ke zamannya radio dan lampu listrik. Satu kali kita melihat Sarinah di atas puncak kemuliaan, satu kali ia menjadi cakrawarti dunia, yaitu di zaman berkembangnya sistim matriarchat. Tetapi di bagian yang lainlain, di dalam kelompok, di zaman histori tua, di zaman histori baru, di zaman histori paling baru, -di semua bagian-bagian sejarah itu Sarinah selalu menjadi makhluk yang celaka, makhluk yang selalu dikalahkan kaum laki-laki, makhluk yang teperdaya. August Bebel di dalam bukunya “Die Frau und der Sozialismus” berkata, bahwa perempuan adalah “makhluk yang paling dulu diperbudak”. Tetapi di lain tempat, di dalam majalah “Neue Zeit”, ia pernah berkata pula, bahwa perempuan itu adalah “makhluk jang diperbudak '''selama-lamanya'''”. Kecuali perkecualian di zamannya matriarchat itu, maka benar sekali perkataan Bebel ini. Mungkin-kah datang satu waktu, di mana ia akan hidup merdeka kembali? Ataukah sudah memang “kodrat” perempuan, hidup di bawah telapak laki-laki?<noinclude>{{rh|||78}}</noinclude>
55chmq5rmruqukx2x5efa5pq6jw4uwd
267566
267565
2026-04-12T07:14:28Z
Ulumarifah
16349
267566
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ulumarifah" /></noinclude>yang mengatakan, bahwa feminisme tak cukup untuk mendatangkan kebahagiaan. Kini timbul aliran '''neofeminisme''', feminisme baru, yang menganggap pekerjaan masyarakat itu “nomor dua”, tetapi perkawinan, menjadi ibu, memimpin {{SIC|keuarga|keluarga}} nomor satu.
Sebelum kita lebih lanjut, izinkanlah saya nanti dalam bab IV lebih dulu mengulangi hal matriarchat dan patriarchat dengan kupasan yang sedikit lebih lebar. Sebab hanya dengan mengerti betul-betul matriarchat dan patriarchat itulah kita akan dapat mengerti sebab-sebabnya segala kesusahan-kesusahan yang diderita oleh kaum perempuan. Sudah barang tentu kupasan itu tak dapat bersifat lebih daripada satu “peninjauan” saja, satu orientasi. Bukan tempatnya kitab ini mengupas soal itu terlalu dalam. Buat kupasan yang dalam itu, perlu satu buku tebal yang spesial!
Maka sekarang kita, di dalam perjalanan “dari gua ke kota” itu, sudah menginjak halaman zaman kita sendiri. Dengan cara ikhtisar, kita sudah mengikuti sejarah Sarinah, dari zaman kelompok sampai ke zamannya radio dan lampu listrik. Satu kali kita melihat Sarinah di atas puncak kemuliaan, satu kali ia menjadi cakrawarti dunia, yaitu di zaman berkembangnya sistim matriarchat. Tetapi di bagian yang lain-lain, di dalam kelompok, di zaman histori tua, di zaman histori baru, di zaman histori paling baru, -di semua bagian-bagian sejarah itu Sarinah selalu menjadi makhluk yang celaka, makhluk yang selalu dikalahkan kaum laki-laki, makhluk yang teperdaya. August Bebel di dalam bukunya “Die Frau und der Sozialismus” berkata, bahwa perempuan adalah “makhluk yang paling dulu diperbudak”. Tetapi di lain tempat, di dalam majalah “Neue Zeit”, ia pernah berkata pula, bahwa perempuan itu adalah “makhluk jang diperbudak '''selama-lamanya'''”. Kecuali perkecualian di zamannya matriarchat itu, maka benar sekali perkataan Bebel ini. Mungkin-kah datang satu waktu, di mana ia akan hidup merdeka kembali? Ataukah sudah memang “kodrat” perempuan, hidup di bawah telapak laki-laki?<noinclude>{{rh|||78}}</noinclude>
hwh3jw6zlvtdf3swwdydlz8cb94t13l
267575
267566
2026-04-12T07:28:06Z
Quraeni
22485
/* Tervalidasi */
267575
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Quraeni" /></noinclude>yang mengatakan, bahwa feminisme tak cukup untuk mendatangkan kebahagiaan. Kini timbul aliran '''neofeminisme''', feminisme baru, yang menganggap pekerjaan masyarakat itu “nomor dua”, tetapi perkawinan, menjadi ibu, memimpin {{SIC|keuarga|keluarga}} nomor satu.
Sebelum kita lebih lanjut, izinkanlah saya nanti dalam bab IV lebih dulu mengulangi hal matriarchat dan patriarchat dengan kupasan yang sedikit lebih lebar. Sebab hanya dengan mengerti betul-betul matriarchat dan patriarchat itulah kita akan dapat mengerti sebab-sebabnya segala kesusahan-kesusahan yang diderita oleh kaum perempuan. Sudah barang tentu kupasan itu tak dapat bersifat lebih daripada satu “peninjauan” saja, satu orientasi. Bukan tempatnya kitab ini mengupas soal itu terlalu dalam. Buat kupasan yang dalam itu, perlu satu buku tebal yang spesial!
Maka sekarang kita, di dalam perjalanan “dari gua ke kota” itu, sudah menginjak halaman zaman kita sendiri. Dengan cara ikhtisar, kita sudah mengikuti sejarah Sarinah, dari zaman kelompok sampai ke zamannya radio dan lampu listrik. Satu kali kita melihat Sarinah di atas puncak kemuliaan, satu kali ia menjadi cakrawarti dunia, yaitu di zaman berkembangnya sistim matriarchat. Tetapi di bagian yang lain-lain, di dalam kelompok, di zaman histori tua, di zaman histori baru, di zaman histori paling baru, -di semua bagian-bagian sejarah itu Sarinah selalu menjadi makhluk yang celaka, makhluk yang selalu dikalahkan kaum laki-laki, makhluk yang teperdaya. August Bebel di dalam bukunya “Die Frau und der Sozialismus” berkata, bahwa perempuan adalah “makhluk yang paling dulu diperbudak”. Tetapi di lain tempat, di dalam majalah “Neue Zeit”, ia pernah berkata pula, bahwa perempuan itu adalah “makhluk jang diperbudak '''selama-lamanya'''”. Kecuali perkecualian di zamannya matriarchat itu, maka benar sekali perkataan Bebel ini. Mungkin-kah datang satu waktu, di mana ia akan hidup merdeka kembali? Ataukah sudah memang “kodrat” perempuan, hidup di bawah telapak laki-laki?<noinclude>{{rh|||78}}</noinclude>
4rfk7ll4phhxszdzk0o44sc694h4otf
Halaman:Sarinah.pdf/79
104
95851
267567
2026-04-12T07:17:03Z
Ulumarifah
16349
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '{{center|{{xxx-larger|{{red|BAB IV<br> MATRIARCHAT DAN PATRIARCHAT}}}}}} Satu kali perempuan berkedudukan mulia, yakni di zaman berkembangnya matriarchat. Adakah ini berarti, bahwa kita, untuk kemuliaan perempuan itu musti mengharap diadakan kembali sistim matriarchat itu? Anggapan yang demikian ini adalah anggapan yang salah, walaupun misalnya orang perempuan sekalipun yang beranggapan begitu. Sering sekali ada perempuan menanya kepada saya: t...
267567
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Ulumarifah" /></noinclude>{{center|{{xxx-larger|{{red|BAB IV<br>
MATRIARCHAT DAN PATRIARCHAT}}}}}}
Satu kali perempuan berkedudukan mulia, yakni di zaman
berkembangnya matriarchat. Adakah ini berarti, bahwa kita,
untuk kemuliaan perempuan itu musti mengharap diadakan
kembali sistim matriarchat itu?
Anggapan yang demikian ini adalah anggapan yang salah,
walaupun misalnya orang perempuan sekalipun yang beranggapan begitu. Sering sekali ada perempuan menanya
kepada saya: tidakkah lebih baik bagi kami sistim peribuan itu
daripada sistim yang sekarang ini? Sebab, tidakkah di dalam
sistim peribuan itu perempuan berkedudukan mulia? Saya
selalu menjawab: Jangan tertarik oleh nama saja! Buangkan
fikiran yang demikian itu dari ingatan saudara! Pertama oleh
karena kita harus mencari keselamatan masyarakat
seumumnya, dan tidak keselamatan perempuan saja; kedua
oleh karena matriarchat itu adalah hasil perbandinganperbandingan masyarakat yang kuno dan tidak dapat
diadakan lagi di dalam masyarakat sekarang; dan ketiga oleh
karena tidak selamanya peribuan itu mengasih tempat mulia
kepada kaum perempuan.
Lebih dulu marilah kita ingati, bahwa perkataan Bachofen,
bahwa di mana saja ada hukum peribuan, di situ pasti
kedudukan perempuan tinggi dan mulia, sudah dibantah oleh
ilmu pengeta-huan: hukum peribuan ada yang membawa
kemuliaan bagi perempuan, tetapi ada juga yang tidak
membawa kemuliaan bagi perempuan. Sebab, apakah hukum
peribuan itu pada asalnya? Hukum peribuan pada asalnya
hanyalah satu aturan untuk menjaga, jangan sampai
manusia-manusia dari satu kekeluargaan hantam-kromo saja
kawin satu sama lain, sehingga hantam-kromo pula
turunannya bercampuran darah. Ia adalah reaksi kepada
kebiasaan Promiskuiteit (pergaulan laki-perempuan hantamkromo) yang di situpun pergaulan laki-laki perempuan tak
mengenal batasnya ibu, anak, dan saudara. Oleh sistim
peribuan itu lantas ditentukan, bahwa hanya laki-laki dari
lain gerombolan saja yang boleh berkawin dengan seseorang
perempuan, dan turunannya dihitung menurut garis<noinclude>{{rh|||79}}</noinclude>
2oob6ia0teuu1qn3e33vxmk37hn7kha
267568
267567
2026-04-12T07:20:22Z
Ulumarifah
16349
/* Telah diuji baca */
267568
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ulumarifah" /></noinclude>{{center|{{larger|{{red|'''BAB IV'''<br>
'''MATRIARCHAT DAN PATRIARCHAT'''}}}}}}
Satu kali perempuan berkedudukan mulia, yakni di zaman berkembangnya matriarchat. Adakah ini berarti, bahwa kita, untuk kemuliaan perempuan itu musti mengharap diadakan kembali sistim matriarchat itu?
Anggapan yang demikian ini adalah anggapan yang salah, walaupun misalnya orang perempuan sekalipun yang beranggapan begitu. Sering sekali ada perempuan menanya kepada saya: tidakkah lebih baik bagi kami sistim peribuan itu daripada sistim yang sekarang ini? Sebab, tidakkah di dalam sistim peribuan itu perempuan berkedudukan mulia? Saya selalu menjawab: Jangan tertarik oleh nama saja! Buangkan fikiran yang demikian itu dari ingatan saudara! Pertama oleh karena kita harus mencari keselamatan masyarakat seumumnya, dan tidak keselamatan perempuan saja; kedua oleh karena matriarchat itu adalah hasil perbandinganperbandingan masyarakat yang '''kuno''' dan tidak dapat diadakan lagi di dalam masyarakat sekarang; dan ketiga oleh karena tidak selamanya peribuan itu mengasih tempat mulia kepada kaum perempuan.
Lebih dulu marilah kita ingati, bahwa perkataan Bachofen, bahwa di mana saja ada hukum peribuan, di situ pasti kedudukan perempuan tinggi dan mulia, sudah dibantah oleh ilmu pengeta-huan: hukum peribuan ada yang membawa kemuliaan bagi perempuan, tetapi ada juga yang tidak membawa kemuliaan bagi perempuan. Sebab, apakah hukum peribuan itu pada asalnya? Hukum peribuan pada asalnya hanyalah satu aturan untuk menjaga, jangan sampai manusia-manusia dari satu kekeluargaan hantam-kromo saja kawin satu sama lain, sehingga hantam-kromo pula turunannya bercampuran darah. Ia adalah reaksi kepada kebiasaan Promiskuiteit (pergaulan laki-perempuan hantamkromo) yang di situpun pergaulan laki-laki perempuan tak mengenal batasnya ibu, anak, dan saudara. Oleh sistim peribuan itu lantas ditentukan, bahwa hanya laki-laki dari lain gerombolan saja yang boleh berkawin dengan seseorang perempuan, dan turunannya dihitung menurut garis<noinclude>{{rh|||79}}</noinclude>
hu19embzkpq6tkpgul7uhot5uxnqoe7
267570
267568
2026-04-12T07:23:06Z
Ulumarifah
16349
267570
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ulumarifah" /></noinclude>{{center|{{larger|{{red|'''BAB IV'''<br>
'''MATRIARCHAT DAN PATRIARCHAT'''}}}}}}
Satu kali perempuan berkedudukan mulia, yakni di zaman berkembangnya matriarchat. Adakah ini berarti, bahwa kita, untuk kemuliaan perempuan itu musti mengharap diadakan kembali sistim matriarchat itu?
Anggapan yang demikian ini adalah anggapan yang salah, walaupun misalnya orang perempuan sekalipun yang beranggapan begitu. Sering sekali ada perempuan menanya kepada saya: tidakkah lebih baik bagi kami sistim peribuan itu daripada sistim yang sekarang ini? Sebab, tidakkah di dalam sistim peribuan itu perempuan berkedudukan mulia? Saya selalu menjawab: Jangan tertarik oleh nama saja! Buangkan fikiran yang demikian itu dari ingatan saudara! Pertama oleh karena kita harus mencari keselamatan masyarakat seumumnya, dan tidak keselamatan perempuan saja; kedua oleh karena matriarchat itu adalah hasil perbandinganperbandingan masyarakat yang '''kuno''' dan tidak dapat diadakan lagi di dalam masyarakat sekarang; dan ketiga oleh karena tidak selamanya peribuan itu mengasih tempat mulia kepada kaum perempuan.
Lebih dulu marilah kita ingati, bahwa perkataan Bachofen, bahwa di mana saja ada hukum peribuan, di situ pasti kedudukan perempuan tinggi dan mulia, sudah dibantah oleh ilmu pengeta-huan: hukum peribuan ada yang membawa kemuliaan bagi perempuan, tetapi ada juga yang tidak membawa kemuliaan bagi perempuan. Sebab, apakah hukum peribuan itu pada asalnya? Hukum peribuan pada asalnya hanyalah satu aturan untuk menjaga, jangan sampai manusia-manusia dari satu kekeluargaan hantam-kromo saja kawin satu sama lain, sehingga hantam-kromo pula turunannya bercampuran darah. Ia adalah reaksi kepada kebiasaan Promiskuiteit (pergaulan laki-perempuan hantamkromo) yang di situpun pergaulan laki-laki perempuan tak mengenal batasnya ibu, anak, dan saudara. Oleh sistim peribuan itu lantas ditentukan, bahwa hanya laki-laki dari '''lain gerombolan''' saja yang boleh berkawin dengan seseorang perempuan, dan turunannya dihitung '''menurut garis'''<noinclude>{{rh|||79}}</noinclude>
1xjsf6qww116wxeb9oroex5wk8vxkvo
Halaman:Ekologi & Anarkisme.pdf/1
104
95852
267569
2026-04-12T07:21:11Z
Mnam23
12152
/* Bermasalah */
267569
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="2" user="Mnam23" /></noinclude>{{raw image|Halaman:Ekologi & Anarkisme.pdf/1}}<noinclude></noinclude>
h25cr8xwwwwkbb6e48526fdh5cd1hkl
Halaman:Ekologi & Anarkisme.pdf/3
104
95853
267571
2026-04-12T07:23:12Z
Mnam23
12152
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi ''''Penerjemah'''<br /> Bima Satria Putra '''Sampul'''<br /> Jual Tanah Wakaf Bookchin, Murray.<br /> Ekologi & Anarkisme: Kumpulan Esai Dari berbagai esai yang tersebar secara daring. Sumber tercantum. '''Cetakan Pertama''', Januari 2018.<br /> '''Cetakan Kedua''', Mei 2021. xliii + 126 hlm<br /> 14 x 21 cm <s>©</s> Fuck ISBN {{rule}} Hak cipta bebas dan merdeka. Setiap makhluk dianjurkan dan dinasehatkan untuk mengkopi, mencetak, me...
267571
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Mnam23" /></noinclude>'''Penerjemah'''<br />
Bima Satria Putra
'''Sampul'''<br />
Jual Tanah Wakaf
Bookchin, Murray.<br />
Ekologi & Anarkisme: Kumpulan Esai
Dari berbagai esai yang tersebar secara daring. Sumber tercantum.
'''Cetakan Pertama''', Januari 2018.<br />
'''Cetakan Kedua''', Mei 2021.
xliii + 126 hlm<br />
14 x 21 cm
<s>©</s> Fuck ISBN
{{rule}}
Hak cipta bebas dan merdeka. Setiap makhluk dianjurkan dan dinasehatkan untuk mengkopi, mencetak, menggandakan, menyebar isi serta materi-materi di dalamnya. Buku ini bisa diunduh gratis di archive.org/details/@arsip_bawah tanah. Untuk keberlanjutan Pustaka Catut dalam proses penerjemahan dan penerbitan literatur anarkisme, silahkan beli buku fisiknya. Itu adalah bentuk solidaritas yang nyata.
{{rule}}
Pustaka Catut<br />
Facebook: Pustaka Catut<br />
Instagram: @pustakacatut<br />
Surel: pustakacatut@gmail.com<noinclude></noinclude>
dqz1sgn0cwwmaollnppeutzskr7bzav
Halaman:Sarinah.pdf/80
104
95854
267578
2026-04-12T07:31:54Z
Salisyahsall
19603
/* Telah diuji baca */
267578
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Salisyahsall" /></noinclude>'''peribuan''' dan menjadi hak perempuan itu. Hanya ini sajalah asalnya maksud hukum peribuan itu, dan tidak lain. “Aturan ini tidak tentu membawa kedudukan perempuan yang lebih baik dan lebih merdeka; di dalam banyak sekali suku-suku yang memakai aturan peribuan kedudukan perempuan sama sengsaranya dengan kedudukan perempuan di dalam suku-suku yang memakai aturan perbapaan”, begitulah Henriette Roland Holst berkata. Begitu pula pendapat Mrs Ray Strachey. Beliau mengatakan, bahwa peribuan itu “kadang-kadang mendatangkan perbudakan perempuan, kadang-kadang pula mengekalkan milik-milik dan kekayaan-kekayaan di dalam tangannya, sehingga ia lantas mendapat satu kedudukan yang lebih berkuasa”. Muller Lyer pun berpendapat begitu, dan begitu pula ahli-ahli penyelidik lain seperti Schurz, Eisler dll.
Hanya di mana hukum peribuan ini menjadi pemerintahan peribuan, menjadi gynaeco-creatie, menjadi matriarchat, menjadi sistim '''pemerintahan''' -ibu, maka di situlah perempuan berderajat, di situlah perempuan bermartabat tinggi. Tetapi kitapun tidak boleh lupa memikirkan dan menanya: Apa sebab pernah terjadi satu masa, yang '''perempuan''' yang berkuasa, dan tidak laki-laki? Sebabnya ialah, oleh karena pada bagian pertama dari zaman pertanian itu, perempuanlah produsen masyarakat yang terpenting. Dialah yang mengerjakan dan memimpin pertanian, dialah yang menggenggam nasib perekonomiannya gens. Kalau dia tidak bekerja, laparlah semua orang. Maka kedudukan sebagai produksi pokok itulah yang menjunjung derajatnja; harganya sebagai pengasih hidup kepada anggota-anggota gens itulah yang mengangkat namanya. Bukan hukum peribuan, bukan sesuatu hukum, bukan sesuatu timbangan moral, yang menjadi sebab kedudukannya penting. Sebaliknya, hukum peribuan, moral, hukum itu, adalah '''akibat''' daripada kedudukannya yang penting itu.
Maka oleh karena itu, tak dapat matriarchat itu datang kembali, kalau kedudukan perempuan sebagai produsen masya-rakat tidak menjadi terpenting lagi seperti dulu. Mungkinkah ini? Mungkinkah zaman pertanian cara dulu balik kembali? Atau mungkinkah datang lagi satu sistim produksi masyarakat, yang kaum perempuan saja menjadi<noinclude>{{rh|||80}}</noinclude>
hlcx5wbjk6nhgfmd2bzlc3vjpeg7duz
Ekologi & Anarkisme/Catatan Penerjemah
0
95855
267580
2026-04-12T07:37:53Z
Mnam23
12152
←Membuat halaman berisi '{{header | title = [[../]] | author = | translator = | section = Catatan Penerjemah | previous = | next = | notes = }} <pages index="Ekologi & Anarkisme.pdf" include=6 />'
267580
wikitext
text/x-wiki
{{header
| title = [[../]]
| author =
| translator =
| section = Catatan Penerjemah
| previous =
| next =
| notes =
}}
<pages index="Ekologi & Anarkisme.pdf" include=6 />
0g96lmkyp50z58v14c36chvqz51sbru
Halaman:Sarinah.pdf/293
104
95856
267582
2026-04-12T07:41:56Z
Ulumarifah
16349
/* Telah diuji baca */
267582
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ulumarifah" /></noinclude>meriam, bom dan dinamit menggeledek dan mengguntur di angkasa, ribuan rakyat dan prajurit kita mati bergelimpangan, kota-kota kita menjadi puing, desa-desa kita menjadi lautan api, bumi Republik menjadi laksana menggempa, -segenap tenaga pertahanan kita kerahkan habis-habisan untuk mempertahankan Republik kita yang diserang itu. Sungguh seratus kali lebih genting keadaan kita jika dibandingkan dengan keadaan perjoangan sosialis di Jermania itu! Manakala Bebel menegaskan bahwa tiada seorang pun boleh ketinggalan, - betapa pula dengan kita sekarang ini? Ibaratnya, bukan saja manusia yang harus kita kerahkan, tetapi juga segala isi alam ini, yang berupa apapun, harus kita gugahkan, bangkit-kan, mobilisasikan untuk membela Negara yang hendak dihancurkan musuh itu. Di Jermania adalah dulu itu perjoangan di bawah ancaman Undang-undang Sosialis, tetapi di sini perjoangan adalah perjoangan membela hidup terhadap serangan kontra-revolusi yang sedang memuntahkan peluru dan memuntahkan api, sedang mengamuk, membinasa, membunuh, membakar! Tidak seorang pun boleh ketinggalan dalam perjoangan yang semacam itu!
Wanita Indonesia, kewajibanmu telah terang! Sekarang ikutlah serta mutlak dalam usaha menyelamatkan Republik, dan nanti jika Republik telah selamat, ikutlah serta mutlak dalam usaha menyusun Negara Nasional.
Jangan ketinggalan di dalam Revolusi Nasional ini dari awal sampai akhirnya, dan jangan ketinggalan pula nanti di dalam usaha menyusun masyarakat keadilan sosial dan kesejahteraan-sosial.
Di dalam masyarakat keadilan sosial dan kesejahteraan sosial itulah engkau nanti menjadi wanita yang bahagia, wanita yang Merdeka!
***<noinclude>{{rh|||293}}</noinclude>
ovzoklxgayu091h6csd2hfmwr4rxy9m
Halaman:Sarinah.pdf/81
104
95857
267584
2026-04-12T07:42:56Z
F4hroro
26348
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'pokoknya? Pembaca boleh mengharapkan segala hal, boleh memasang cita-cita yang setinggi langit, tetapi jangan mengharapkan arah evolusi masya-rakat berbalik kembali. Pembaca boleh mengharapkan susunan masyarakat yang lebih baik, kedudukan manusia yang lebih layak, penghargaan kepada manusia satu sama lain yang lebih adil, tetapi janganlah pembaca mengharapkan jarum masyarakat diputarkan mundur. Sebab harapan yang demikian itu adalah harapan yang...
267584
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="F4hroro" /></noinclude>pokoknya? Pembaca boleh mengharapkan segala hal, boleh memasang cita-cita yang setinggi langit, tetapi jangan mengharapkan arah evolusi masya-rakat berbalik kembali. Pembaca boleh mengharapkan susunan masyarakat yang
lebih baik, kedudukan manusia yang lebih layak, penghargaan kepada manusia satu sama lain yang lebih adil, tetapi janganlah pembaca mengharapkan jarum masyarakat diputarkan mundur. Sebab harapan yang demikian itu adalah harapan yang mustahil, harapan yang kosong. Masyarakat tak dapat diharap balik kembali kepada tingkat yang terdahulu, tiap-tiap fase yang telah diliwati oleh perjalanan masyarakat, sudahlah termasuk ke dalam alamnya “kemarin”. Pertanian kini bukan alam orang perempuan saja, dan fase pertanian
itupun sebagai fase kemasyarakatan sudah terbenam di dalam kabutnya “zaman dahulu”. Kini fase masyarakat adalah fase kepaberikan, fase permesinan, fase industrialisme. Tidak dapat fase industrial-isme ini lenyap lagi untuk balik kembali kepada fase pertanian, dan tidak dapat pula di dalam industrialisme ini perempuan saja yang memegang kendali produksi! Perempuan dan laki-laki, laki-laki dan perempuan, kedua-duanya menjadi produsen di dalam industrialisme itu. Maka oleh karena itu, juga di dalam masyarakat sekarang ini matriarchat tak dapat datang kembali.
Saudara barangkali bertanya, tidakkah di Minangkabau kini ada matriarchat? Pembaca, di Minangkabau sekarang sudah tidak ada lagi matriarchat, yang ada hanyalah restan-restan
dari hukum peribuan saja, yang makin lama makin lapuk. Hak keturunan menurut garis peribuan masih ada di situ, perkawinan eksogam (mencari suami dimustikan dari suku lain, tidak boleh dari suku sendiri) masih diadatkan di situ, hak ''harta pusaka tetap tinggal di dalam lingkungan ibu'' masih ditegakkan di situ, tetapi matriarchat sudah lama lenyap, sejak pemerintahan Bunda Kandung di Pagar Ruyung. Yang masih ada hanyalah runtuhan-runtuhan saja dari hukum peribuan, sebagaimana runtuhan-runtuhan ini juga terdapat
pula di beberapa daerah di luar Minangkabau di daerahdaerah Lampung, daerah-daerah Bengkulu, di daerah Batanghari, di Aceh, di Mentawai, di Enggano, di Belu, di Waihala, di Sulawesi Selatan, dll, -dan di luar Indonesia pada beberapa suku Indian di Amerika Utara, di kepulauan
81<noinclude>{{rh|||81}}</noinclude>
eql6n36rufhavk0e0ogwivadod35d6f
267589
267584
2026-04-12T07:46:47Z
Salisyahsall
19603
/* Telah diuji baca */
267589
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Salisyahsall" /></noinclude>pokoknya? Pembaca boleh mengharapkan segala hal, boleh memasang cita-cita yang setinggi langit, tetapi jangan mengharapkan arah evolusi masya-rakat berbalik kembali. Pembaca boleh mengharapkan susunan masyarakat yang
lebih baik, kedudukan manusia yang lebih layak, penghargaan kepada manusia satu sama lain yang lebih adil, tetapi janganlah pembaca mengharapkan jarum masyarakat diputarkan mundur. Sebab harapan yang demikian itu adalah harapan yang mustahil, harapan yang kosong. Masyarakat tak dapat diharap balik kembali kepada tingkat yang terdahulu, tiap-tiap fase yang telah diliwati oleh perjalanan masyarakat, sudahlah termasuk ke dalam alamnya “kemarin”. Pertanian kini bukan alam orang perempuan saja, dan fase pertanian
itupun sebagai fase kemasyarakatan sudah terbenam di dalam kabutnya “zaman dahulu”. Kini fase masyarakat adalah fase kepaberikan, fase permesinan, fase industrialisme. Tidak dapat fase industrial-isme ini lenyap lagi untuk balik kembali kepada fase pertanian, dan tidak dapat pula di dalam industrialisme ini perempuan saja yang memegang kendali produksi! Perempuan dan laki-laki, laki-laki dan perempuan, kedua-duanya menjadi produsen di dalam industrialisme itu. Maka oleh karena itu, juga di dalam masyarakat sekarang ini matriarchat tak dapat datang kembali.
Saudara barangkali bertanya, tidakkah di Minangkabau kini ada matriarchat? Pembaca, di Minangkabau sekarang sudah tidak ada lagi matriarchat, yang ada hanyalah restan-restan
dari hukum peribuan saja, yang makin lama makin lapuk. Hak keturunan menurut garis peribuan masih ada di situ, perkawinan eksogam (mencari suami dimustikan dari suku lain, tidak boleh dari suku sendiri) masih diadatkan di situ, hak ''harta pusaka tetap tinggal di dalam lingkungan ibu'' masih ditegakkan di situ, tetapi matriarchat sudah lama lenyap, sejak pemerintahan Bunda Kandung di Pagar Ruyung. Yang masih ada hanyalah runtuhan-runtuhan saja dari hukum peribuan, sebagaimana runtuhan-runtuhan ini juga terdapat
pula di beberapa daerah di luar Minangkabau di daerahdaerah Lampung, daerah-daerah Bengkulu, di daerah Batanghari, di Aceh, di Mentawai, di Enggano, di Belu, di Waihala, di Sulawesi Selatan, dll, -dan di luar Indonesia pada beberapa suku Indian di Amerika Utara, di kepulauan
81<noinclude>{{rh|||81}}</noinclude>
jqlsl8mc6wkz6u0m1pbwiagf8y8uhd7
267590
267589
2026-04-12T07:48:00Z
Salisyahsall
19603
267590
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Salisyahsall" /></noinclude>pokoknya? Pembaca boleh mengharapkan segala hal, boleh memasang cita-cita yang setinggi langit, tetapi jangan mengharapkan arah evolusi masya-rakat berbalik kembali. Pembaca boleh mengharapkan susunan masyarakat yang
lebih baik, kedudukan manusia yang lebih layak, penghargaan kepada manusia satu sama lain yang lebih adil, tetapi janganlah pembaca mengharapkan jarum masyarakat diputarkan mundur. Sebab harapan yang demikian itu adalah harapan yang mustahil, harapan yang kosong. Masyarakat tak dapat diharap balik kembali kepada tingkat yang terdahulu, tiap-tiap fase yang telah diliwati oleh perjalanan masyarakat, sudahlah termasuk ke dalam alamnya “kemarin”. Pertanian kini bukan alam orang perempuan saja, dan fase pertanian
itupun sebagai fase kemasyarakatan sudah terbenam di dalam kabutnya “zaman dahulu”. Kini fase masyarakat adalah fase kepaberikan, fase permesinan, fase industrialisme. Tidak dapat fase industrial-isme ini lenyap lagi untuk balik kembali kepada fase pertanian, dan tidak dapat pula di dalam industrialisme ini perempuan saja yang memegang kendali produksi! Perempuan dan laki-laki, laki-laki dan perempuan, kedua-duanya menjadi produsen di dalam industrialisme itu. Maka oleh karena itu, juga di dalam masyarakat sekarang ini matriarchat tak dapat datang kembali.
Saudara barangkali bertanya, tidakkah di Minangkabau kini ada matriarchat? Pembaca, di Minangkabau sekarang sudah tidak ada lagi matriarchat, yang ada hanyalah restan-restan
dari hukum peribuan saja, yang makin lama makin lapuk. Hak keturunan menurut garis peribuan masih ada di situ, perkawinan eksogam (mencari suami dimustikan dari suku lain, tidak boleh dari suku sendiri) masih diadatkan di situ, hak ''harta pusaka tetap tinggal di dalam lingkungan ibu'' masih ditegakkan di situ, tetapi matriarchat sudah lama lenyap, sejak pemerintahan Bunda Kandung di Pagar Ruyung. Yang masih ada hanyalah runtuhan-runtuhan saja dari hukum peribuan, sebagaimana runtuhan-runtuhan ini juga terdapat
pula di beberapa daerah di luar Minangkabau di daerahdaerah Lampung, daerah-daerah Bengkulu, di daerah Batanghari, di Aceh, di Mentawai, di Enggano, di Belu, di Waihala, di Sulawesi Selatan, dll, -dan di luar Indonesia pada beberapa suku Indian di Amerika Utara, di kepulauan<noinclude>{{rh|||81}}</noinclude>
2vrnmxejtyuuc7u7t4qkdg8b2c0cgrr
267591
267590
2026-04-12T07:48:37Z
Salisyahsall
19603
267591
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Salisyahsall" /></noinclude>pokoknya? Pembaca boleh mengharapkan segala hal, boleh memasang cita-cita yang setinggi langit, tetapi jangan mengharapkan arah evolusi masya-rakat berbalik kembali. Pembaca boleh mengharapkan susunan masyarakat yang
lebih baik, kedudukan manusia yang lebih layak, penghargaan kepada manusia satu sama lain yang lebih adil, tetapi janganlah pembaca mengharapkan jarum masyarakat diputarkan mundur. Sebab harapan yang demikian itu adalah harapan yang mustahil, harapan yang kosong. Masyarakat tak dapat diharap balik kembali kepada tingkat yang terdahulu, tiap-tiap fase yang telah diliwati oleh perjalanan masyarakat, sudahlah termasuk ke dalam alamnya “kemarin”. Pertanian kini bukan alam orang perempuan saja, dan fase pertanian
itupun sebagai fase kemasyarakatan sudah terbenam di dalam kabutnya “zaman dahulu”. Kini fase masyarakat adalah fase kepaberikan, fase permesinan, fase industrialisme. Tidak dapat fase industrial-isme ini lenyap lagi untuk balik kembali kepada fase pertanian, dan tidak dapat pula di dalam industrialisme ini perempuan saja yang memegang kendali produksi! Perempuan dan laki-laki, laki-laki dan perempuan, kedua-duanya menjadi produsen di dalam industrialisme itu. Maka oleh karena itu, juga di dalam masyarakat sekarang ini matriarchat tak dapat datang kembali.
Saudara barangkali bertanya, tidakkah di Minangkabau kini ada matriarchat? Pembaca, di Minangkabau sekarang sudah tidak ada lagi matriarchat, yang ada hanyalah restan-restan dari hukum peribuan saja, yang makin lama makin lapuk. Hak keturunan menurut garis peribuan masih ada di situ, perkawinan eksogam (mencari suami dimustikan dari suku lain, tidak boleh dari suku sendiri) masih diadatkan di situ, hak ''harta pusaka tetap tinggal di dalam lingkungan ibu'' masih ditegakkan di situ, tetapi matriarchat sudah lama lenyap, sejak pemerintahan Bunda Kandung di Pagar Ruyung. Yang masih ada hanyalah runtuhan-runtuhan saja dari hukum peribuan, sebagaimana runtuhan-runtuhan ini juga terdapat pula di beberapa daerah di luar Minangkabau di daerahdaerah Lampung, daerah-daerah Bengkulu, di daerah Batanghari, di Aceh, di Mentawai, di Enggano, di Belu, di Waihala, di Sulawesi Selatan, dll, -dan di luar Indonesia pada beberapa suku Indian di Amerika Utara, di kepulauan<noinclude>{{rh|||81}}</noinclude>
oaz0x8c9hk5qj7twdl7ui0iq0ts9r1d
267592
267591
2026-04-12T07:50:40Z
F4hroro
26348
/* Telah diuji baca */
267592
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Salisyahsall" /></noinclude>pokoknya? Pembaca boleh mengharapkan segala hal, boleh memasang cita-cita yang setinggi langit, tetapi jangan mengharapkan arah evolusi masya-rakat berbalik kembali. Pembaca boleh mengharapkan susunan masyarakat yang lebih baik, kedudukan manusia yang lebih layak, penghargaan kepada manusia satu sama lain yang lebih adil, tetapi janganlah pembaca mengharapkan jarum masyarakat diputarkan mundur. Sebab harapan yang demikian itu adalah harapan yang mustahil, harapan yang kosong. Masyarakat tak dapat diharap balik kembali kepada tingkat yang terdahulu, tiap-tiap fase yang telah diliwati oleh perjalanan masyarakat, sudahlah termasuk ke dalam alamnya “kemarin”. Pertanian kini bukan alam orang perempuan saja, dan fase pertanian itupun sebagai fase kemasyarakatan sudah terbenam di dalam kabutnya “zaman dahulu”. Kini fase masyarakat adalah fase kepaberikan, fase permesinan, fase industrialisme. Tidak dapat fase industrial-isme ini lenyap lagi untuk balik kembali kepada fase pertanian, dan tidak dapat pula di dalam industrialisme ini perempuan saja yang memegang kendali produksi! Perempuan dan laki-laki, laki-laki dan perempuan, kedua-duanya menjadi produsen di dalam industrialisme itu. Maka oleh karena itu, juga di dalam masyarakat sekarang ini matriarchat tak dapat datang kembali.
Saudara barangkali bertanya, tidakkah di Minangkabau kini ada matriarchat? Pembaca, di Minangkabau sekarang sudah tidak ada lagi matriarchat, yang ada hanyalah restan-restan dari hukum peribuan saja, yang makin lama makin lapuk. Hak keturunan menurut garis peribuan masih ada di situ, perkawinan eksogam (mencari suami dimustikan dari suku lain, tidak boleh dari suku sendiri) masih diadatkan di situ, hak ''harta pusaka tetap tinggal di dalam lingkungan ibu'' masih ditegakkan di situ, tetapi matriarchat sudah lama lenyap, sejak pemerintahan Bunda Kandung di Pagar Ruyung. Yang masih ada hanyalah runtuhan-runtuhan saja dari hukum peribuan, sebagaimana runtuhan-runtuhan ini juga terdapat pula di beberapa daerah di luar Minangkabau di daerahdaerah Lampung, daerah-daerah Bengkulu, di daerah Batanghari, di Aceh, di Mentawai, di Enggano, di Belu, di Waihala, di Sulawesi Selatan, dll, -dan di luar Indonesia pada beberapa suku Indian di Amerika Utara, di kepulauan<noinclude>{{rh|||81}}</noinclude>
mt1yssx7rplgjnwdqwp26edwfmi1656
Ekologi & Anarkisme/Murray Bookchin, Ekologi Radikal dan Demokrasi Kiri
0
95858
267586
2026-04-12T07:45:21Z
Mnam23
12152
←Membuat halaman berisi '{{header | title = [[../]] | author = | translator = | section = Murray Bookchin, Ekologi Radikal dan Demokrasi Kiri | previous = | next = | notes = }} <pages index="Ekologi & Anarkisme.pdf" from=7 to=18 />'
267586
wikitext
text/x-wiki
{{header
| title = [[../]]
| author =
| translator =
| section = Murray Bookchin, Ekologi Radikal dan Demokrasi Kiri
| previous =
| next =
| notes =
}}
<pages index="Ekologi & Anarkisme.pdf" from=7 to=18 />
nyn8kz6lav5qdeldplm5qqn7p93rzva
Ekologi & Anarkisme/Ekologi Sosial: Sebuah Pengantar
0
95859
267587
2026-04-12T07:46:10Z
Mnam23
12152
←Membuat halaman berisi '{{header | title = [[../]] | author = | translator = | section = Ekologi Sosial: Sebuah Pengantar | previous = | next = | notes = }} <pages index="Ekologi & Anarkisme.pdf" from=19 to=44 />'
267587
wikitext
text/x-wiki
{{header
| title = [[../]]
| author =
| translator =
| section = Ekologi Sosial: Sebuah Pengantar
| previous =
| next =
| notes =
}}
<pages index="Ekologi & Anarkisme.pdf" from=19 to=44 />
edv1q5fc5aw1aoojcf9td8t69olg3ty
Ekologi & Anarkisme/Bagian 1
0
95860
267588
2026-04-12T07:46:45Z
Mnam23
12152
←Membuat halaman berisi '{{header | title = [[../]] | author = | translator = | section = Bagian 1 | previous = | next = | notes = }} <pages index="Ekologi & Anarkisme.pdf" from=45 to=85 />'
267588
wikitext
text/x-wiki
{{header
| title = [[../]]
| author =
| translator =
| section = Bagian 1
| previous =
| next =
| notes =
}}
<pages index="Ekologi & Anarkisme.pdf" from=45 to=85 />
ob0zaqfsmmksc058k2vypx4ka8btqbr
Halaman:Sarinah.pdf/292
104
95861
267593
2026-04-12T07:53:32Z
Ulumarifah
16349
/* Telah diuji baca */
267593
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ulumarifah" /></noinclude>bertindak sesuai dengan alam itu, maka kemenangan akhir pasti nanti datang.
Kemenangan itu akan makin menjadi besar, bilamana semua orang masing-masing meneruskan perjalanannya dengan cara yang lebih rajin dan lebih giat. Keraguan hati, apakah kita masih akan melihat permulaannya periode kebudayaan yang lebih indah itu, yakni apakah kita masih akan mengalami permulaan-nya periode itu, pertimbangan-pertimbangan semacam itu tak boleh menghambat kita, dan sekali-kali tak boleh menjadi sebab untuk meninggalkan jalan yang sudah kita injak.
Kita tak mampu menentukan berapa lamanya atau bagaimana sifatnya bagian-bagian pertumbuhan itu satu-persatu, sebagaimana kita pun tak mampu mengatakan apa-apa dengan yakin tentang berapa panjang usia kita sendiri, tetapi harapan akan mengalami kemenangan itu tak perlu kita lepaskan di dalam zaman seperti zaman yang kita alamkan sekarang ini. Kita berjoang terus dan berusaha terus, dan tak memperdulikan soal “di mana” atau “kapan” batu-batu tandanya zaman bahagia bagi kemanusiaan itu akan dipasang.
Dan jikalau kita jatuh di padang perjoangan ini, maka turunan-turunan kita mengisi tempat kita itu. Dengan demikian kita jatuh dengan keinsyafan, bahwa kita telah memenuhi kewajiban kita sebagai manusia, dan dengan keyakinan, '''bahwa tujuan kita pasti tercapai''', bagaimanapun juga musuh-musuhnya kemanusiaan menentang tercapainya tujuan itu!”
Demikianlah Bebel! Saya teruskan pesanan Bebel itu kepada kamu, wanita-wanita Indonesia. Malah saya tambah lagi: bandingkanlah zaman Bebel itu dengan zaman kita sekarang ini! Bebel bicara dalam zaman yang meski ada Undang-undang Sosialis sekalipun, masih bernama '''aman''' jika dibandingkan dengan zaman kita sekarang ini. Kita, kita sekarang ini berada dalam zaman perjoangan yang sepuluh, seratus kali lebih gegap-gempita daripada zamannya Bebel itu. Kita sekarang ini dalam bahaya, Negara kita dalam bahaya,<noinclude>{{rh|||292}}</noinclude>
8ykrqojaenwnbp0ia8mk9nyvdu5m3il
Halaman:Sarinah.pdf/82
104
95862
267594
2026-04-12T07:57:38Z
Salisyahsall
19603
/* Telah diuji baca */
267594
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Salisyahsall" /></noinclude>Mariana, di beberapa bagian kepulauan Philipina, di Oceania, di beberapa daerah Neger, dll. Perhatikan pembaca, restan-restan hukum peribuan ini (kecuali di Minangkabau) hanyalah
terdapat pada bangsa-bangsa yang masih sangat terbelakang saja, dan tidak pada bangsa-bangsa yang sudah cerdas dan tinggi evolusinya serta kulturnya! Maka sebenarnya hukum peribuan di Minangkabau itu adalah '''restan-restan''' dari
Minangkabau tingkat rendah, dan bukan milik Minangkabau
tingkat sekarang. Siapa mau memelihara hukum peribuan itu
di Minangkabau sekarang ini, dia adalah memelihara restan-restan Minangkabau tingkat rendah, memelihara sisa-sisa bangkai periode kultur yang telah silam. Dia dapat kita bandingkan dengan orang yang menghiaskan bunga melati di
sekeliling muka gadis cantik yang sudah mati: Cantik,
merindukan, memilukan, menggoyangkan jiwa, tetapi -mati!
Memang tak dapat dibantah, bahwa hukum peribuan itu adalah hukumnya masa yang telah silam. Lihatlah, di dalam kitab agama bahagian yang tua-tua saja terdapat hukum peribuan itu, bukan di dalam kitab agama yang dari zaman yang kemudian: di dalam Perjanjian Lama, Genesis 2,24 ada tertulis: “Maka oleh karena itu, orang laki-laki akan meninggalkan bapa-nya dan ibunya, dan bergantung kepada isterinya, dan mereka akan menjadi satu daging”. Benar kalimat ini terdapat juga di Perjanjian Baru (misalnya Mattheus 19,5 dan Markus 10, 7), dan diartikan sebagai kesetiaan laki-laki kepada isterinya, tetapi asal-asalnya nyatalah dari kitab Perjanjian Lama. Di dalam Perjanjian Lama pula, Numeri 32,41 ada diceritakan hal yang berikut: Yair mempunyai bapa yang asalnya dari suku Yuda, tetapi ibunya Yair adalah dari suku Manasse, maka dengan nyata Yair di situ disebutkan “ibnu Manasse”, dan mendapat warisan dari suku Manasse itu. Begitu pula di dalam Nehemia 7,63: Di sini anak-anak seorang pendeta yang beristerikan seorang perempuan dari suku Barzillai, dinamakan anak-anak Barzillai, jadi menurut nama suku ibunya. Tidakkah, sebagai di muka saya sebutkan juga, Nabi 1sa masih disebutkan Isa Ibnu Maryam?
Di dalam kitab sejarah dunia Dr. Jan Romein, jilid I, diterangkan dengan yakin, bahwa peradaban kuno di kanan<noinclude>{{rh|||82}}</noinclude>
bu4tve0ngjeyiafire00kqj8snzt0hf
Ekologi & Anarkisme/Bagian 2
0
95863
267595
2026-04-12T08:01:37Z
Mnam23
12152
←Membuat halaman berisi '{{header | title = [[../]] | author = | translator = | section = Bagian 2 | previous = | next = | notes = }} <pages index="Ekologi & Anarkisme.pdf" from=86 to=99 />'
267595
wikitext
text/x-wiki
{{header
| title = [[../]]
| author =
| translator =
| section = Bagian 2
| previous =
| next =
| notes =
}}
<pages index="Ekologi & Anarkisme.pdf" from=86 to=99 />
k0q3lde3rk1ujo36y1d4t3m080lik9t
Ekologi & Anarkisme/Bagian 3
0
95864
267596
2026-04-12T08:02:05Z
Mnam23
12152
←Membuat halaman berisi '{{header | title = [[../]] | author = | translator = | section = Bagian 3 | previous = | next = | notes = }} <pages index="Ekologi & Anarkisme.pdf" from=100 to=115 />'
267596
wikitext
text/x-wiki
{{header
| title = [[../]]
| author =
| translator =
| section = Bagian 3
| previous =
| next =
| notes =
}}
<pages index="Ekologi & Anarkisme.pdf" from=100 to=115 />
q40sqit0xlstoj5bs0b92y7hm8h5cuk
Ekologi & Anarkisme/Bagian 4
0
95865
267597
2026-04-12T08:02:49Z
Mnam23
12152
←Membuat halaman berisi '{{header | title = [[../]] | author = | translator = | section = Bagian 4 | previous = | next = | notes = }} <pages index="Ekologi & Anarkisme.pdf" from=116 to=154 />'
267597
wikitext
text/x-wiki
{{header
| title = [[../]]
| author =
| translator =
| section = Bagian 4
| previous =
| next =
| notes =
}}
<pages index="Ekologi & Anarkisme.pdf" from=116 to=154 />
0k2w913cc61dgvvo5wuwkvo0qc7simb
Ekologi & Anarkisme/Bagian 5
0
95866
267598
2026-04-12T08:03:17Z
Mnam23
12152
←Membuat halaman berisi '{{header | title = [[../]] | author = | translator = | section = Bagian 5 | previous = | next = | notes = }} <pages index="Ekologi & Anarkisme.pdf" from=155 to=170 />'
267598
wikitext
text/x-wiki
{{header
| title = [[../]]
| author =
| translator =
| section = Bagian 5
| previous =
| next =
| notes =
}}
<pages index="Ekologi & Anarkisme.pdf" from=155 to=170 />
cmgxciaxnql6o94vrjcosg0qnibqjed
Halaman:Sarinah.pdf/171
104
95867
267599
2026-04-12T08:17:16Z
F4hroro
26348
/* Telah diuji baca */
267599
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="F4hroro" /></noinclude>bangsawan dan rakyat jelata? Ataukah hak pemilihan terbatas, yang diberikan hanya kepada wanita-wanita yang memenuhi_ syarat-syarat minimum tentang kekayaan, kecerdasan, keturunan?
Sudah di dalam Kongresnya di Berlin, Alliance '''tidak''' mau menjelaskan hal ini, dan di dalam Kongres-kongresnya yang kemudian pun tidak. Tetapi prakteknya di pelbagai negara menunjukkan sifat burgerlijkk itu senyata-nyatanja. Di Norwegia misalnya, Alliance terang-terangan telah puas dengan hak-pemilihan terbatas yang tercapai dalam tahun 1907, di Belgia orang menganjurkan hak pemilihan terbatas buat perempuan guna menambah kekuatan reaksi menentang kenaikannya partai-partai proletar, di Jermania pemimpin-
pemimpin Alliance mengepalai satu gerakan buat meminta hak pemilihan terbatas di haminte berdasar jumlah pajak buat wanita!
Memang nyata gerakan feminis adalah '''burgerlijk'''. Lihatlah misalnya Kongres Besar Alliance itu di Amsterdam 1908, Indah gemerlapan pakaian utusan-utusan yang menghadlirinya, yang datang dari berpuluh-puluh negeri; indah dan gemerlapan perhiasan ruangan Kongres, dengan
karangan-karangan bunga dan bendera-bendera dari putuhan negara; “indah” dan “gemerlapan” pula susunan kalimat pidato-pidato yang diucapkan. Presidente Kongres, Nyonya C. Chapman Catt dari Amerika, membuka Kongres itu dengan satu pidato, dalam mana ia memuji tercapainya hak pemilihim
wanita di Norwegia 1907 sebagai satu kemenangan gilang- gemilang yang telah memuaskan. Ia tidak jelaskan, bahwa hak pemilihan yang tercapai di Norwegia itu ialah hak pemilihan buat wanita atasan semata-mata. Seorang utusan yang hadlir,
yaitu utusan wanita Rusia yang bernama Golowine, berkali- kali minta diberi kesempatan bicara, tetapi selalu ditolak permintaannya. Akhirnya ia diberi kesempatan berpidato ... 5 menit. Di dalam pidato lima menit itu Golowine menuntut hak
pemilihan umum, dan bahwa hak pemilihan hanyalah satu dari pada alat-alat saja untuk men-capai susunan masyarakat yang sosialistis. Sambutan atas pidato yang singkat itu, ialah bahwa ia ... tidak mendapat sambutan sama sekali. Di dalam
171<noinclude>{{rh|||171}}</noinclude>
29tn23lz844iynrpkue81i5xd0snrpf
Halaman:Sarinah.pdf/172
104
95868
267600
2026-04-12T08:31:07Z
F4hroro
26348
/* Telah diuji baca */
267600
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="F4hroro" /></noinclude>perslah Kongres pun pidato ini sama sekali tidak disebut-sebut! ...
Nyata dan terang, bahwa Alliance adalah perserikatan burgerlijk, perserikatannya wanita atasan, dengan tuntutan- tuntutan yang tuntutannya wanita atasan, dengan mengejar
hak pemilihan yang hak pemilihan wanita atasan. Semua fikirannya, keinginan-keinginannya, faham-fahamnya, ideologi-ideologinya adalah burgerlijk, buah-hasil daripada masyarakat burgerlijk. Menurut ideologi mereka, masyarakat hanya mempunyai satu cacat saja, yaitu bahwa kaum laki-laki (tentu saja kaum laki-laki '''mereka''') tidak memperlakukan '''mereka''' secara adil. Tidak memberikan hak untuk bekerja kepada '''mereka''', tidak mengasih hak sama di lapangan hukum negara kepada '''mereka'''. Kalau ketidakadilan '''ini''' telah lenyap,
dunia menurut anggapan mereka telah menjadi sorga.
Tetapi tertinjau dari sudut burgerlijk, memang besar hasil Alliance ini. Pada waktu ia mengadakan Kongres di dalam tahun 1926, maka dari 43 negeri yang menjadi anggota, sudah 26 negeri yang mempunyai hak pemilihan wanita. (Terbatas!)
Tertinjau dari sudut umum, sering sekali Alliance itu kecuali burgerlijk, ternyata pula reaksioner. Sebab sering sekali ternyata bahwa pemerintah-pemerintah memberikan hak pemilihan terbatas itu, -dus kepada wanita atasan!- '''hanya untuk memperkuat kedudukan reaksi di dalam parlemen,
guna mengalahkan perwakilan proletar di dalam parlemen yang makin hari makin kuat.'''
Bagi wanita rakyat jelata, pergerakan feminisme itu dus nyata tidak memuaskan, malahan kadang-kadang nyata-nyata satu bahaya. Bagi wanita rakyat jelata feminisme itu tidak memberi
“pemecahan soal” malahan sering menjadi lawan dalam perjoangannya untuk “memecahkan soal”. Mereka, wanita rakyat jelata itu) mencari kemerdekaan, bukan saja kemerdekaan politik, tetapi juga kemerdekaan ekonomi. Mereka mencari kemerdekaan sosial. Dan di dalam usaha mereka untuk mencapai kemerdekaan sosial ini, sering sekali kaum feminis tidak berdiri di samping mereka, melainkan berhadap-hadapan dengan mereka, menentang mereka,
172<noinclude>{{rh|||172}}</noinclude>
cv1jybwhnmvs3sadnmklgeuq8aohhsc
Halaman:Sarinah.pdf/175
104
95869
267601
2026-04-12T08:50:01Z
F4hroro
26348
/* Telah diuji baca */
267601
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="F4hroro" /></noinclude>ellende maakte hen wel ontvankelijk voor de gedachte van verzet, voor de hoop van een betere toekomst; doch de lange arbeidsdagen, de ontzettende afmatting die haar telkens overviel, en het feit dat ze thuis dadelijk weer moesten
beginnen met te zorgen voor het eten, voor de was, voor de kinderen, dat zij nooit tijd en kracht vonden zich rekenschap te geven van hun leven en hun omgeving, -en daarbij de oude
gewoonte van geduldig en lijdzaam dragen, dit alles maakte, dat zij slechts na langen, langen tijd konden komen tot aaneensluiting en verzet. Reeds tientallen jaren waren de arbeiders bezig den vak-vereehigingsstrijd en den klassenstrijd
te strijden, reeds ver waren die op den weg der bevrijding, reeds groot en machtig waren hun organisaties, en nog hingen de vrouwen als een dood gewicht aan hen, de vrouwen van hun eigen klasse. Ze begrepen den strijd hunner mannen niet, en belemmerden dien vaak, en verzetten zich tegen de offers van tijd en geld die die strijd kostte”.
Pokok artinya sama dengan apa yang saya katakan tadi.
Lily Braun juga memberi keterangan yang demikian.
Dengarkan uraiannya: “De arbeid is voor hen (den arbeider) het eenige beroep; de vrouw is we I gedwongen met hem ademloos den wedloop om de broodwinning aan te gaan, maar zij heeft daarnaast nog zooveel weegs af te leggen, dat zij niet slechts bij hem achterblijft en vroeg gebroken is, maar ook niet den minsten tijd heeft om over haren toestand en de voorwaarden van haren arbeid eenigszins na te. denken. Zij is
niet alleen arbeidster geworden, zij bleef huisvrouw. Zij is echter ook moeder. Terwijl de man zich op vergaderingen ontwikkelt, zich met zijn kameraden verstaat, boeken en bladen leest, heeft zij te koken, te naaien, te verstellen, de
kill;deren te verzorgen, ze op te voeden en op hen te passen; en om der kinderen wi! wordt zij zelfs vaak een heftige tegenstandster der vereeniging, die contributie van haar eischt
welke zij zoo volstrekt noodig heeft voor de bevrediging harer behoeften, die haar zelfs tot staking van den arbeid dwingen kan”.
Tetapi lama-kelamaan kesedaran itu toh datang juga. Lamakelamaan proses industrialisme
kapitalis yang “memasyarakatkan” kaum wanita jelata itu toh memasukkan
175<noinclude>{{rh|||175}}</noinclude>
cdiz3c51pomg8f0hfts2k8mvhj5m91l
Halaman:Sarinah.pdf/291
104
95870
267602
2026-04-12T09:24:30Z
Salisyahsall
19603
/* Telah diuji baca */
267602
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Salisyahsall" /></noinclude>kuberikan itu! Berjuanglah, bangkitlah sehebat-hebatnya, sebab sebagai tadi pun telah kukatakan, tiada orang lain dapat menolong wanita, melainkan wanita sendiri!
Jangan segan jerih-payah, buanglah jauh-jauh tiap-tiap kuman inferioriteits-complex! Memang perjoanganmu bukan perjoangan ringan, perjoanganmu adalah perjoangan raksasa. Memang tujuan yang kugambarkan di kitab ini bukan tujuan yang kecil, tetapi tujuan yang amat besar. Tiada tujuan besar dapat tercapai dengan tiada jerih payah, dengan tiada mengatasi kesukaran-kesukaran, dengan tiada melakukan pengorbanan-pengorbanan.
August Bebel, kampiun wanita yang sering kusebut-sebut namanya di muka tadi, mengunci bukunya “Die Frau und der Sozialismus” dengan kata-kata: “Juga di atas pundak wanitalah terletak kewajiban untuk tidak ketinggalan di dalam perjoangan ini, dalam mana diperjoangkan kemerdekaan mereka dan pembebasan mereka. Mereka sendirilah harus membuktikan, bahwa mereka mengerti benar-benar tempat mereka dalam perjoangan sekarang yang mengejar masa depan yang lebih baik itu, - bahwa mereka telah bertetap hati '''ikut serta''' dalam perjoangan itu. Pihak laki-laki berkewajiban, membantu mereka itu dalam membuang semua purbasangka yang salah, dan membantu mereka itu dalam ikut serta mereka dalam perjoangan.
Jangan satu orang pun menilaikan tenaganya terlalu rendah, dan mengira bahwa satu orang ikut atau satu orang tidak ikut, tidak menjadi apa. Guna kemajuan kemanusiaan itu, tiada tenaga satupun, walau yang sekecil-kecilnyapun, yang dapat dianggap tiada berharga. Tetesan air yang terus menerus, akhirnya membuat lobang dalam batu yang bagaimana kerasnya pun juga. Dan tetesan-tetesan air menjadilah sungai kecil, sungai-sungai kecil menjadilah sungai besar, sungai-sungai besar berhimpun dalam sungai benua. Tiada satu halangan pun akhirnya cukup kuat untuk menahan alirannya yang maha hebat itu. Demikianlah pula keadaan di dalam hidup kebudayaannya kemanusiaan; selamanya alam itu memang menjadi guru kita. Jikalau kita<noinclude>{{rh|||291}}</noinclude>
73giwx5g1iydeeddqhnh9m7eulp18vt
Halaman:Sarinah.pdf/290
104
95871
267603
2026-04-12T09:29:22Z
Salisyahsall
19603
/* Telah diuji baca */
267603
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Salisyahsall" /></noinclude>nasional bersama dengan isi-isi tujuan ke arah sosialisme itu, tidak perduli di dalam partai manapun juga atau gerakan manapun juga. Saya mengutamakan keaktifan dan isi keaktifan itu, tidak mengutamakan nama-nama dan formalitas!
Saya nasionalis, dan Insya Allah di dalam seluruh Revolusi Nasional ini politis akan tetap mengutamakan nasionalisme, tetapi saya cinta pula kepada sosialisme oleh karena fikiran saya berkata, bahwa akhirnya hanya dalam masyarakat sosialismelah manusia dan dunia dapat selamat. Saya mengajak segenap wanita Indonesia dan segenap rakyat Indonesia mencintai dan mengejar sosialisme itu (via Revolusi Nasional) oleh karena fikiran saya berkata, bahwa '''hanya''' dalam sosialisme lah wanita Indonesia dan rakyat Indonesia dapat kebahagiaan, bahkan seluruh wanita sedunia dan seluruh kemanusiaan sedunia pula. Memang kebahagiaan kemanusiaan sedunia itulah tujuan sosial kita yang terakhir, idam-idaman sosial kita yang terakhir!
Dan ... entah ini dimengerti orang atau tidak ... saya mencintai sosialisme, oleh karena saya ber-Tuhan dan menyembah kepada Tuhan. Saya mencintai sosialisme, oleh karena saya cinta kepada Islam. Saya mencintai sosialisme dan '''berjoang''' untuk sosialisme itu, malahan sebagai salah satu ibadah kepada Allah. Di dalam cita-cita politikku aku ini nasionalis, di dalam cita-cita sosialku aku ini sosialis, di dalam cita-cita sukmaku aku ini sama sekali theis: Sama sekali percapa kepada Tuhan, sama sekali ingin '''mengabdi''' kepada Tuhan. Tetapi untuk menerangkan hal ini, bukanlah tempatnya di dalam kitab ini.
Saja menulis kitab ini melulu buat mengupas soal wanita dan membicarakan kewajiban wanita dalam perjoangan Republik Indonesia. Buat mencoba mencetuskan api idam-idaman jiwaku kepada segenap wanita Indonesia, yang jika tiada mereka tak mungkin kita mencapai kemenangan sosial. Wahai wanita Indonesia, buat engkaulah kitabku ini, buat engkaulah aku menggoyangkan pena, kadang-kadang di bawah sinar lilin sampai jauh di waktu malam! Sadarlah, bangunlah, bangkitlah, berjoanglah menurut petunjuk-petunjuk yang<noinclude>{{rh|||290}}</noinclude>
gd7w6csgstwjkuh1v3rmm7fi7magxgn