Wikisumber idwikisource https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama MediaWiki 1.46.0-wmf.24 first-letter Media Istimewa Pembicaraan Pengguna Pembicaraan Pengguna Wikisumber Pembicaraan Wikisumber Berkas Pembicaraan Berkas MediaWiki Pembicaraan MediaWiki Templat Pembicaraan Templat Bantuan Pembicaraan Bantuan Kategori Pembicaraan Kategori Pengarang Pembicaraan Pengarang Indeks Pembicaraan Indeks Halaman Pembicaraan Halaman Portal Pembicaraan Portal TimedText TimedText talk Modul Pembicaraan Modul Acara Pembicaraan Acara Halaman:Warisan Seorang Pangeran 02.pdf/6 104 53828 267803 152784 2026-04-16T08:23:07Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 267803 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Tjong Beng To itu. Untuk perdjalanannja ini, Tjeng Loen telah mesti djalan mutar dari Yam-shia. Setelah bertemu dengan saudara angkat ini, Tjeng Loen menuturkan dengan singkat, lalu tanpa banjak omong lagi, tanpa sungkan, ia adjak Pek Ngo ikut pergi ke Kangpak. Tapi ia dapat sambutan diluar dugaannja. „Toako, kau beristirahatlah dulu !” demikian Sim Teng Yang berkata. „Kau dengar aku dulu. Urusanmu memang penting sekali, akan tetapi untuk itu, kau masih punja waktu duapuluh-satu hari, djadi dalam beberapa hari ini, masih dapat kita berunding. Tidak demikian dengan urusanku disini, jang seperti api mengantjam membakar alis. Waktunja hanja tiga hari lagi! Toako, kau bantu aku dulu, habis itu baru kita bersama pergi ke Siang Yang Ouw!” „Sebenarnja kau mempunjai urusan apakah ?” tanja Tjeng Loen heran. „Nanti aku djelaskan”, djawab saudara angkat itu, jang terus menutur: Setengah bulan jang lalu, keponakan Hek Sat Sin, diwaktu mabuk arak, sudah melukai kakak sepupu Teng Yang. Teng Yang minta keadilan, karenanja, ia djadi berkelahi dengan keponakannja Hek Sat Sin itu, jang ia hadjar sehingga sebelah lengannja tjatjad. Hek Sat Sin mendjadi marah. Ia hendak mengadakan sidang besar dari Liang Pang, untuk petjat Teng Yang, buat mengusirnja dari pulau Tjong Beng. Lalu muntjul seorang tua dari Rimba Persilatan, untuk mendamaikan. Sebagai persetudjuan diambil putusan, lagi beberapa hari kedua pihak akan mengadakan pie-boe— pertandingan — dikuti Tiauw Sin Bio. Kedjadian itu telah tersiar luas disekitar Tjong Beng To. {{C|'''IV}} {{C|'''DIMEDAN PESTA,'''}} Tjeng Loen heran. Hek Sat Sin adalah ketua. Sudah selajaknja dia menghimpun sidang. Kenapa djadinja pieboe? Maka ia minta pendjelasan lebih djauh. Setelah ini, baru ia ketahui terang duduknja perkara. Jaitu: Keponakan Hek Sat Sin itu bukan anggota, dan kakak sepupu dari Teng Yang pun orang luar. Djadi tidak ada alasan memakai aturan perkumpulan.<noinclude></noinclude> n1a0ujmopiz7lvqfqfmpbtbfu1k4z1y Halaman:Warisan Seorang Pangeran 02.pdf/15 104 53874 267812 152855 2026-04-16T08:26:50Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 267812 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>tadi memotong daging. Sekarang ini mereka setiap waktu dapat menumpuk dengan goloknja itu. Malah ia segera dapat kenjataan disitu adalah Kee Seng Liang jang mendjadi pemimpinnja. Maka ia lebih² memasang mata kepada orang berkupingi tipis dan mulut lantjip itu. Djuga Kee Seng Liang memasang mata, maka ia mendapat tahu, tetamu wanita itu tidak menjentuh dagingnja, dan bahwa seperti diintjar. Ia tidak dapat menerka pikiran orang, tetapi ia menjangka, walaupun ada orang Boe Tong Pay, sinona mestinja tak beda dari kebanjakan wanita, Maka itu, alis dan matanja segera bergerak. Dengan itu ia memberi tanda kepada Hek Sat Sin. Atas tanda rahasia itu, Tjioe Too Liong segera memberikan djawabannja. Tiba² sadja ia berlompat bangun dan berseru kearah tangga pendopo. „Simpan golok !” ia beri titahnja jang njaring. Djusteru itu diundakan tangga terlihat dua orang sedang menggotong sepotong bok_pay papan kaju, lebar empat kaki, tinggi tudjuh kaki, tampaknja seperti pintu angin, Di-tengah² bokpay itu dilukis tubuh seorang tanpa pakaian, hingga tampak tegas semua anggota tubuhnja, Gambar itu mirip dengan gambar untuk latihan menotok djalan darah, tetapi disitu tidak ada aliran djalan darah atau urat, hanja didepan dada diberi titik merah sebesar empat atau lima dim. Dua orang itu agaknja telah dapat titah terlebih dahulu, maka tanpa berkata suatu apa, mereka bawa bokpay itu ketempat kosong dimuka pendopo, tjukup djauh dari kedua tuan rumah dan tetamu. Pihak Teng Yang masih belum dapat menerka apa maksudnja, atau Too Liong sudah merapatkan kedua tangannja, memberi hormat sambil tertawa kepada tetamunja. „Kita orang² jang mejakinkan ilmu silat tak pernah berpisah dari pokok kita”, ia berkata. Tidak beda seperti itu bangsa siangkong, diwaktu minum arak mereka tentulah main tebak²an tangan atau bersjair. Kita tidak berbuat demikian. Permainan sematjam itu sangat tawar, tidak ada rasanja. Maka djuga kami sudah memikir sesuatu untuk main², untuk membuat orang tertawa. Kita akan menggunakan golok tusukan daging ini untuk menimpuk gambar orang di bokpa, itu. Diwaktu mau menimpuk, kita mesti bersuara dulu, menjebutkan anggota jang mana hendak kita timpuk, Timpukan mesti djitu dan golok djuga tidak boleh djatuh kelantai.<noinclude>{{rh||7}}</noinclude> nimhnokff4nonx74mqa9zuhnq8b10qn Halaman:Warisan Seorang Pangeran 02.pdf/7 104 53889 267804 152878 2026-04-16T08:23:36Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 267804 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Hek Sat Sin sangat setudjui pieboe. Ia tahu, umpama Teng Yang diperiksa sidang, sebab dia tjuma memukul orang luar, dia tidak bakal dihukum berat. Hukuman enteng tidak memuaskan. Sebaliknja bila orang pieboe, bukankah sendjata tidak ada matanja? Bukankah pieboe pun tidak bakal ada ekornja ? Bukankah lebih gampang memuaskan hati dengan memainkan sendjata tadjam? Disamping itu, masih ada satu keuntungan lain baginja. Dalam perkumpulan, kedudukannja lebih tinggi dua tingkat dari Teng Yang. Maka kalau ia dapat menghadjar Teng Yang sepuasnja tidak mungkin Teng Yang berani mentjelakai padanja. Kalau Teng Yang berani, berarti dia melawan tjouwsoe — pendiri Liang Pang! Maka djuga Hek Sat Sin sangat menjetudjui usul siorang pertengahan, jaitu, Tjin-kioe-siauw Lok Tjiauw, orang jang „Menggetarkan Sembilan Tingkat Langit”. Sim Teng Yang dapat menerka maksud tersembunji ketua itu, malah dia dengar djuga, untuk pieboe itu, Hek Sat Sin sudah mengundang dua pembantu jang katanja gagah. Tapi ia muda-belia, ia tidak djeri. Iapun mempunjai andalan. Maka itu, kebetulan sekali datangnja Tjeng Loen, hingga ia djadi semakin besar hatinja. Tjeng Loen tidak dapat menolak permintaan saudara ini. Di samping sesama orang kang-ouw, sahabat, merekapun merupakan saudara angkat. Selain itu Hek Sat Sin memang bersikap keterla.uan, Lagi pula, ia hendak minta bantuan saudara-angkat ini, karena seharusnja mereka saling membantu. Ia hanja belum tahu sampai dimana kekuatan pihak lawan. Lekas sekali, hari ketiga telah tiba. Selama itu, Lok Tjiauw telah repot mengatur persiapan, hingga ia mesti mundar-mandir ke kuil Tiauw Sin Bio, jang letaknja ditepi laut. Tiauw Sin Bio itu berarti kuilnja malaikat atau dewa gelombang. Hari itu Teng Yang pun bersiapsedia. Pieboe ditetapkan malam, tetapi djam siensie, djam tiga atau empat lohor, ia sudah pindjam sebuah djoli hidjau dan mungil dari besannja. Djoli itu ia taroh didepan pintu rumahnja. Apakah kau hendak gotong si terluka kekuil ?" tanja Tjeng Loen heran. Padanja telah diterangkan, bahwa diwaktu dianiaja. Kakak sepupunja terluka setengah mati. Sim Pek Ngo menggeleng kepala pelahan². Ia pun bersenjum. „Itulah tak perlu”, djawabnja. „Aku tjuma hendak mengguna- {{bar}} ketika ini, untuk mengadjar adat kepada Hek Sat Sin. Kau<noinclude></noinclude> 52oopjvfjs2zc5h64ar186lu06tb0zn Halaman:Warisan Seorang Pangeran 02.pdf/8 104 53893 267805 152891 2026-04-16T08:24:00Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 267805 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>tahu, karena mengandalkan pengaruhnja sebagai ketua, dalam beberapa tahun ini, sering sekali Hek Sat Sin mentjari gara², untuk menjusahkan aku. Ia djuga telah melakukan beberapa perkara darah karena kegalakkannja itu. Kakakku berniat memberi adjaran, tetapi tanpa alasan, niat itu mesti dibekap sadja. Sekarang tibalah waktunja". Tjeng Loen heran, hingga ia menatap saudara angkat itu dengan matanja terbuka lebar. Orang menjebutnja kakak dalam artian kakak perempuan — entjie. „Eh, lao-hiatee, bagaimana? Kau masih mempunjai kakak ?” ia menanja tegas². „Dan kakakmu itu pun mengarti silat ?” Sim Teng Yang bersenjum, ia mengangguk pula. „Benar”, sahutnja. „Kakakku itu sutjikan diri dengan tetap memelihara rambutnja. Ia berdiam digunung Boe Ie San dipropinsi Hokkian, mendjadi murid So In Taysoe. Duapuluh tahun lamanja ia tinggal digunung itu. Ketika dulu kita angkat saudara, kakakku belum pulang, dan aku pun tidak ingat menjebutnja, maka kau djadi tidak dapat tahu”. Tjeng Loen mau pertjaja Teng Yang punja saudara perempuan, tetapi ia sangsikan kepandaian entjienja itu, tidak perduli So In Taysoe adalah ketua dari Boe Tong Pay dan sangat terkenal dan muridnja mestinja liehay. Ia bertjuriga sebab entjie itu hendak duduk djoli. Djarak dari rumah kekuil Tiauw Sin Bio itu dekat. Hal jang aneh dimatanja piauwsoe dari Ban Seng Piauw Kiok itu masih ada lagi. Kalau djoli didatangkan pada djam sinsie, djam tiga atau empat lohor, maka pada djam yoe_sie, lima atau enam magrib, dua budak perempuan muntjul dari dalam rumah, menghampiri djoli hidjau itu. Keduanja lantas bekerdja. Djoli itu ditjutji, disikat dan digosok sehingga habislah debu dan kotorannja. Setelah itu, tiga batang hio dupa dinjalakan, dipasang didalam djoli itu. Harumnja dupa itu tersebar sampai djauhnja lebih dari duapuluh tindak ! Tjeng Loen mengawasi dengan melongo. „Sungguh aneh !” katanja didalam hati-ketjilnja. „Seorang wanita kang_ouw begini resik? Kalau begitu, mana dapat dia berkelahi, beradu tangan dengan sembarang orang?” Teng Yang tampak roman orang jang bersangsi itu, ia tertawa. „Kau tidak tahu, saudaraku”, katanja mendjelaskan. „Kakakku itu telah sangat terpengaruh So In Taysoe, hingga iapun mentjontoh tabiat aneh dari gurunja itu. Biasanja mereka tidak suka”<noinclude></noinclude> jhwtczkq3b81kbg5d5uiow4od174xg5 Halaman:Warisan Seorang Pangeran 02.pdf/9 104 53899 267806 152898 2026-04-16T08:24:45Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 267806 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>segala apa jang kotor. Kalau mereka pergi keluar, selalu itu dilakukan diwaktu malam dan selamanja mereka tidak pernah pakai kereta, hanja dengan mengandalkan ilmu lari tjepat. Guru dan murid itu sangat ringan kaki dan tubuhnja. Satu perdjalanan dua-tiga ratus lie dapat mereka lakukan bulak-balik dalam satu malam sadja. Hari ini ada Lok Tjianpwee diantara kita, tidak dapat kakakku bertindak sembarangan, maka itu menurut pikiranku, kakakku perlu naik djoli. Kau rupanja heran, saudaraku!" Mendengar itu, Tjeng Loen tertawa terkekek. „Begitulah biasanja sifat wanita !” katanja. „Sebenarnja satu murid murtad dan terusir, sudah tjukup kita berdua jang melajaninja!” Apakah saudaraku masih ragu² hingga kau mesti ganggu kakakmu itu ?” Teng Yang berlaku tenang. „Kita ber-djaga sadja”, katanja. Tidak lama setelah itu, muntjullah dua muridnja Lok Tjiauw, jang mengenakan badju pandjang. Mereka menjambut dengan kelakuan jang sangat menghormat. Mereka djuga menjampaikan pesannja djuru pemisah itu untuk djangan membawa alat-sendjata. Katanja, urusan dapat disudahi dengan pieboe tangan kosong. Demikian, Sim Pek Ngo tidak membekal toja Tjie-bie-koen dan Tjian Tjeng Loen tidak membawa golok Gan_leng-too, sedang Sim Goat Hoa, ialah entjienja Sim Pek Ngo, dandan rapi dengan koenjang pandjang, hingga dia mirip orang jang hendak mengundjungi pesta. Waktu Tjeng Loen sudah melihat wadjah sipertapa wanita, berubahlah pandangannja. Ia sekarang mendjadi kagum. Sim Teng Yang sudah berumur hampir tigapuluh tahun. Menurut Teng Yang, entjienja itu lebih tua sepuluh tahun daripadanja. Maka itu, Goat Hoa mesti berusia kira empatpuluh tahun. Akan tetapi sekarang, dimatanja Tjian Tjeng Loen, dia mirip dengan satu nona remadja jang baru berumur duapuluhan tahun. Kulitnja putih dan halus, mukanja bersemu dadu, tubuhnja tak tinggi dan tak kate, tak gemuk dan tak kurus, sepasang alisnja lantjip mulutnja ketjil, hidungnja bangir. Se-mua² tepat untuk ketjantikan jang sempurna. Dan semua itu dilengkapi dengan roman jang toapan serta gerak-gerik jang halus-agung. Malah untuk Tjeng Loen, seorang ahli silat, sinar mata sinona sadja sudah tjukup membuktikan kepadanja, {{hws|bah|bahwa}}<noinclude></noinclude> qgy2nb09jvmfrwjny4m9zqf7xk3efjv Halaman:Warisan Seorang Pangeran 02.pdf/10 104 53908 267807 152915 2026-04-16T08:25:01Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 267807 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{hwe|wa|bahwa}} ia telah terlatih lweekang, ilmu dalam, jang sempurna. Sinar mata itu halus tetapi berpengaruh. „Sungguh inilah kebetulan untukku !” pikir Tjeng Loen. Ia segera mendapat harapan. Katanja pula dalam hati ketjilnja. „Setelah menjaksikan ilmu kepandaian djago Siauw Lim Sie dan Boe Tong Pay, aku pun boleh minta Teng Yang adjak kakaknja ini pergi membantu aku......” Keras Tjeng Loen berpikir, dan tahu² mereka telah tiba di Tiauw Sin Bio. Kuilnja sendiri tidak besar, tetapi pekarangan muka luas dan kosong. Disana telah ditanami kira tigapuluh buah pohon besar dan tua. Belum sampai dipintu, mereka sudah dipapak empat orang. Satu diantaranja adalah seorang tua kate-gemuk dengan kumis-djenggot ubanan dan wadjah bersinar merah, jang menandakan dialah seorang djiatsim. Teng Yang madju mendahului, untuk membalas hormat serta lantas memperkenalkan kakaknja pada Tjeng Loen. Sebab orang tua itu adalah Tjin-kioe_siauw Lok Tjiauw, pemimpin kaum Rimba Persilatan untuk wilajah kepulauan Tjong Beng To. Lok Tjiauw tua, tetapi matanja belum lamur. Begitu ia tampak Sim Goat Hoa, timbullah kekagumannja, hingga tidak berani ia bersikap terlalu merdeka sebagaimana biasanja ia riang-gembira menghadapi Teng Yang. Murid-nja pun kena tersedot pengaruh nona pertapa itu. Setelah kedua pihak berbitjara, maka ternjatalah bahwa rombongan Tjioe Too Liong, toapangtauw dari Tjeng Pang dari Tjong Beng To sudah datang terlebih dahulu dan sudah menantikan di houw_tian, jaitu ruang belakang dari kuil. Malah, Lok Tjiauw memberitahukan, sebab Too Liong dengar Sim Siotjia datang bersama, sebagai satu tamu djauh, pihaknja sudah menjediakan djuga satu perdjamuan, untuk kedua pihak serta pihak djuru-pemisah. Habis bersantap, barulah akan diurus urusan mereka. Teng Yang agak heran tetapi ia tidak menolak. Baiklah, silahkan ! katanja, jang terus djalan mengikuti. Ia didepan, entjienja ditengah, dan Tjeng Loen paling belakang. Hek-Sat-Sin Tjioe Too Liong mau pertontonkan temberangnja. Ia telah adjak beberapa puluh murid pilihannja, ia atur mereka berbaris dari muka pintu hingga dipendopo, Seragam dandanan {{hws|murid²|muridnja}}<noinclude>{{rh|||69}}</noinclude> m62qrz9y7rqul60jeh4w10oef8e6alf Halaman:Warisan Seorang Pangeran 02.pdf/11 104 53915 267808 152926 2026-04-16T08:25:20Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 267808 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{hwe|nja|murid²nja}} itu, terdiri dari badju dan tjelana hidjau sutera dan ikat kepala hitam serta betis dililit, hingga mereka mirip dengan orang² gagah dipanggung wajang, sedang dada mereka semua dikembungkan. Melihat itu, hampir Tjeng Loen tak dapat menahan diri untuk tidak tertawa. Tjioe Too Liong heran apabila ia tampak pihak lawan tjuma terdiri dari tiga orang, dan jang ditengah adalah seorang wanita jang djalannja bergaja élok. Ia menjambut tetamu sebagaimana harusnja. Tidak berani dia bersikap temberang. Sebenarnja djanggal djuga kedudukannja. Karena ia adalah toapangtauw. Sebaliknja, dalam tingkatan rumah perguruan ia terlebih rendah satu deradjat. Hal ini ia tidak berani abaikan. Iapun berhati tetap, sebab ia tahu, ia dapat mengandal pada bantuannja seorang jang liehay dipandangan matanja, hingga ia harap bisalah mentjabut paku dimatanja, paku jang berupa dirinja Sim Pek Ngo itu! Setelah saling memberi hormat dan saling merendah, sampailah Teng Yang bertiga dipendopo belakang. Ruang pendopo ini luas, sebab medja sutji dan patung²nja entah telah digeser kemana, disitu tinggal sebuah ruang kosong bagaikan lapangan dengan batu hidjaunja, lapangan jang siap untuk pertempuran. Rombongannja Too Liong ada besar, orangnja djangkung dan kate, djumlahnja duapuluh orang. Tjeng Loen sebaliknja mengawasi toa-pangtauw dari Tjeng Pang itu, jang mempunjai mata ulung² dan hidung singa, mukanja berewokan, dadanja lebar; dengan berkerebong mantel, dia itu tampak garang, tjuma terlihatnja dia bukan sebagai satu manusia djahat jang berbahaja, Disini ketua itu ada seorang tua serta seorang muda. Siorang tua telah ubanan rambut dan kumisnja, tubuhnja djangkung melebihkan ia, tetapi mukanja merah, hidungnja besar dan merah-mengkilap seperti bawang. Dipandang seumumnja dia beroman bengis. Siorang muda beralis kurus dan bermata ketjil, kupingnja tipis, mulutnja lantjip, sepasang bidji matanja senantiasa berputar, maka dapatlah diduga bahwa dia ada seorang litjik. Sebagai djuru-pemisah atau orang disama tengah, Lok Tjiauw memperkenalkan kedua pihak seraja menjebutkan setiap nama. Tahulah sekarang pihak Teng Yang bahwa siorang tua djangkung itu ada Hoe Loen, begal tunggal didaerah telaga Tjiauw Ouw, propinsi An-hoei, sedang sianak muda, Kee Seng Liang namanja, ada<noinclude>{{rh|70}}</noinclude> 59120dzg4ptrb25kfxciwo1ycvvrh24 Halaman:Warisan Seorang Pangeran 02.pdf/12 104 53920 267809 152950 2026-04-16T08:25:47Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 267809 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>puteranja Kee Koan Lam guru silat Pat Kwa Tjiang dari bukit Eng Yoe Nia di Hay-tjioe. Njata kedua pihak telah kenal nama masing² dari itu mereka berkenalan setjara gembira sekali, sambil ter-tawa². Beberapa muridnja Lok Tjiauw segera kepalai beberapa orang, jang romannja kasar, untuk mengatur kursi dikedua belah ruangan. Satu baris terdiri dari duapuluh buah, satu karis lagi hanja tiga buah. Dibagian bawah ada lagi sebuah kursi serta bangku. Lok Tjiauw melirik, untuk dapat kepastian bahwa semua telah beres, lalu ia beri hormat kepada kedua pihak, jang ia undang untuk ambil tempat duduknja masing². Teng Yang adjak entjienja dan Tjeng Loen pergi kesebelah kanan. Ia bermaksud memberikan kursi pertama untuk piauwsoe she Tjian itu, tetapi Tjeng Loen tahu aturan, ia mengalah untuk Goat Hoa, jang dengan tampan lantas duduk dikursi pertama itu. Disebelah kiri, rombongan Tjioe Too Liong duduk menurut runtunan deradjat dan umur, jang duduk dikursi pertama adalah siorang tua, ialah Hoe Loen. Sesudah semua orang duduk rapi, baharulah Lok Tjiauw ambil tempat duduknja, ialah dikursi dibawah dengan ditemani beberapa muridnja. Hampir berbareng semua mata diarahkan kepada Sim Goat Hoa, jang romannja tjantik dan agung, jang sikapnja sangat tenang, sehingga ia seperti tak ambil mumat semua orang itu Lok Tjiauw segera berdiri. Ia mendjura kepada semua hadirin, lalu ia membuka pembitjaraan, menuturkan kenapa ia sudi mendjadi orang perantara. Ia bitjara dengan rapi. Ia mengharapkan perdamaian, atau kalau toh terpaksa, biarlah tangan kosong jang menjelesaikannja...... Sepantasnja, Tjioe Too Liong jang mesti menjambut pidato pembukaan itu. Tapi tidak demikian. Adalah Hoe Loen jang bertjokol dikursi pertama itu, jang membuka mulut setelah meng-usut² djenggotnja. „Sudahlah!” katanja. „Dimana orang pun telah dihadjar hingga luka, kita baik djangan terlalu keburu napsu. Eh, Tjioe Pangtauw, bukankah kau mengundang tetamu untuk didjamu? Sekarang semua sudah hadir, perutku situa djuga sudah berbunji gerijukan, kenapa kau masih belum mau menitahkan mereka menggotong datang barang hidangan ?” Habis berkata, dia tertawa ber-gelak², suaranja njaring sekali.<noinclude>{{rh|||71}}</noinclude> 2hl0f98ezxm6jocpq92yc899tmekbif Halaman:Warisan Seorang Pangeran 02.pdf/13 104 53926 267810 152942 2026-04-16T08:26:03Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 267810 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>„Baiklah!” sahut Tjioe Pangtauw dengan tjepat, sikapnja sangat menghormat. Ia terus membentur seorang jang duduk dibawahnja dengan sikutnja. Orang itu berbangkit, lalu lari kependopo depan, untuk memperdengarkan suaranja beberapa kali. Menjusul itu terdengarlah tindakan ramai dari banjak kaki, dan kemudian tampak beberapa orang dengan dandanan singsat warna hidjau datang masing membawa sebuah medja ketjil jang diletakkan didepan setiap hadirin. Kemudian diatas medja itu ditaroh setjangkir arak. Tidak ada jang lainnja lagi. Melihat itu mau tidak mau, Pek Ngo dan Tjen Loen heran djuga. „Bawa sajur !” tiba berseru orang jang bertubuh besar dan beroman bengis, jang baru sadja muntjul diundakan tangga pendopo. Seruan itu disusul dengan ramainja suara tetabuhan. Itulah tetabuhan tjara desa. Jang aneh hanja tjara datangnja jang tiba². Tjiauw Lok sendiri turut merasa heran, hingga ia mengagumi tjara persiapan toapangtauw itu. Ia tentu tidak menjangka, bahwa semua itu keluar dari otaknja Kee Seng Liang, untuk Too Liong. Suara tetabuhan hanja terdengar serintasan. Setelah itu muntjullah duapuluh lebih pemuda, jang dandanannja singsat djuga dan warnanja hidjau, muntjulnja dari belakang pendopo, dan setiap orang membawa selembar nenampan kaju diatas mana terletak sepotong daging kerbau goreng berat kira setengah kati. Pada daging itu, masing² tertantjap sebilah golok lantjip untuk mengiris daging, jang tadjam sekali dan memberi sinar berkilauan. Digagang golok itu diikatkan setangkai bunga merah terbuat dari benang wol. Rombongan pemuda itu memetjah diri dalam dua baris jang rapi. Mereka mendatangi setiap hadirin, dan meletakkan setiap potong daging diatas medja ketjil itu. Belum lagi mereka mengundurkan diri, atau muntjul lagi beberapa orang jang memakai pakaian merah, Mereka ini membawa potji arak, untuk menuang arak kedalam tjawan. Selama itu, tidak berani mereka membuka suara, tidak berani mereka menoleh tjelingukan. Orang semua tahu, mereka itu adalah anggota² Tjeng Pang setempat.<noinclude>{{rh|72}}</noinclude> j3wocvoyk9uq8e19d4vznc25j6ls7hh Halaman:Warisan Seorang Pangeran 02.pdf/14 104 53928 267811 152947 2026-04-16T08:26:29Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 267811 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Ketika orang tiba didepan Sim Teng Yang, dia ini berbangkit untuk menghaturkan terima kasih. Nampak itu, Tjioe Too Liong memperlihatkan roman puas. Ia rupanja anggap bahwa ia sudah mengatur dengan sempurna sekali. Ia berbangkit apabila semua pembantu sudah mengundurkan diri. Ia pun mengangkat tinggi tjawannja. „Malam ini aku bersjukur atas kundjungan sahabat: jang baik hat”, ia berkata dengan njaring,,,hanja aku menjesal bahwa aku hanja bisa menjuguhkan beberapa kati arak tawar ini. Sahabat2, silakan minum!" Ia angkat tjawannja, melenggakkan kepala dan tenggak arak itu sekali tjegluk. Kemudian, ia memandang sekelilingnja. „Silakan, silakan minum !” ia menambahkan. Sim Teng Yang beramai minum kering arak mereka dan pelajan mengisikannja pula. Pelajan jang memegang potji arak tetap berdiri dipinggiran. Sesudah tiga edaran, Hek Sat Sin mentjabut golok jang menantjap didaging goreng. Ia kibaskan golok itu kearah para hadirin „Silakan !” ia mengundang. Segeralah terdengar berisiknja orang memotong daging goreng itu. Sim Teng Yang bertiga, dalam hatinja masing² berpikir dan mengawasi lengan semua orang²nja Too Liong itu. Mereka bertjuriga, kuatir ditimpuk dengan golok tadjam itu. Tapi orang Tjeng Pang itu terus memotong dagingnja, lantas memakannja. Maka sebentar kemudian, habislah daging itu, dan bersihlah piring mereka. Selama itu, Teng Yang dan Tjeng Loen djuga tidak sangsi memakan daging mereka, hanja mereka dahar sambil memasang mata. Tjuma daging didepan Sim Goat Hoa tetap utuh. Satu hal tampak aneh, Too Liong semua sudah dahar habis daging mereka, tapi mereka tidak melepaskan golok mereka, mereka masih tetap memegangnja, seperti djuga mereka asjik menantikan tibanja daging jang lain. Selama itu Sim Goat Hoa duduk diam tanpa bergerak. Ia seperti tidak melihat dan mendengar; adalah setelah itu, ia menjapu dengan matanja kepada semua orang pihak tuan rumah, hingga ia dapat kenjataan, orang² itu mentjekal goloknja beda dengan tjara mereka<noinclude>{{rh|||73}}</noinclude> 9klamvl5mnbp3mq145sd96djeq4z40f Halaman:Warisan Seorang Pangeran 02.pdf/16 104 54012 267813 153246 2026-04-16T08:27:24Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 267813 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Siapa dapat berbuat begitu, dia barulah pandai. Kita ramai² akan memberi selamat padanja dengan setjawan arak. Umpama kata dia gagal, atau kalau dia dapat menimpuk djitu tetapi goloknja djatuh, maka dia harus dihukum denda, dengan setjawan arak djuga. Turut anggapan aku jang rendah, sjarat ini sangat adil, Kita mengguna kan tjara halus, bukan tjara kasar tetapi begitu, kepandaian kita dapat diudji, tanpa kita melukai siapa djuga.Lok Lootjianpwee, Sim Laotee, bagaimana pendapatmu ?” Teng Yang masih bersangsi, ia kuatir Too Liong menggunakan akal-muslihat, Tidak demikian Lok Tjiauw. Djago tua ini sudah lantas bertepuk tangan dan tertawa besar. Iapun memudji tinggi : „Tjioe Pangtauw, bagus pikiranmu !” „Bagus !” Too Liong menjambung, „Dimana semua saudara sudah menjatakan akur, baiklah, aku jang akan memulai mentjoba² ! Tuan², harap kamu tidak menertawakan aku, Aku hendak mempertundjukkan keburukanku !” Lantas ia menimpuk sambil berteriak : „Lihat aku pilih hatinja !” Dengan berkelebat, golok menjambar kearah bokpay, lalu terdengar suara sendjata nantjap dipapan. Menjusul itu, orang banjak — ialah pihak tuan rumah sendiri, — ,bertempik sorak. Timpukan itu tepat sekali mengenai hati jang diarah. Too Liong puas bukan kepalang, ia tertawa besar. „Lekas isikan tjawan ! Aku ingin lihat, tuan siapa hendak mentjoba, nanti kita beri selamat padanja dengan angkatan arak !” Orang mengagumi Too Liong sebab ia menimpuk diantara tjahaja api jang memain tak hentinja, Tentunja ketua itu sudah melatih diri, tetapi ia toh benar² liehay. Tjeng Loen tidak sabar menjaksikan lagak orang jang temberang itu. Ia berbangkit lalu madju beberapa tindak, Ia berdiri menghadapi Lok Tjiauw sidjuru pemisah, kemudian ia menoleh kekedua samping sambil bersenjum. Ia kata: „Aku siorang she Tjian telah datang kemari, suka tjoba². Apa aku akan berhasil atau gagal, inilah aku tidak tahu, maka lebih dulu aku mohon sahabat² memaafkannja !” Ia lantas mengawasi bokpay, keningnja mengkerut, Ia berkata pula: „Saudara², sebatang golok sadja tidak tjukup, maka itu siapakah jang sudi memindjamkan lagi satu ?” Teng Yang tahu saudara angkat itu ahli menggunakan panah<noinclude></noinclude> 70pkqc42pw4u7ba6ex45pfgij65x59z Halaman:Warisan Seorang Pangeran 02.pdf/17 104 54015 267814 153252 2026-04-16T08:27:45Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 267814 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>peluru, maka ia mendahului berbangkit, untuk serahkan goloknja. Dipihak Too Liang, semua orang bungkam, tjuma alis dan mata mereka memain. Mereka tidak ambil mumat permintaan piauwsoe itu. Melihat itu, Tjeng Loen menghampiri Lok Tjiauw. „Lok Losejiaipwee, bolehkah aku pindjam golokmu ?” ia minta. Lok Tjiauw adalah seorang djudjur, disamping itu, ia tidak ingin mendatangkan perasaan tak senang pada salah satu pihak, maka djuga melihat djumlah hadirin didua pihak, ia berkuatir untuk pihak siorang she Sim, hingga ia ingin sekali Teng Yang berhasil. Adalah kehendaknja. : tidak ada salah satu jang kelah, Maka itu, atas permintaan Tieng Loen, sambil tertawa ia serahkan goloknja. Ia malah manggut kepada piauwsoe itu. Dengan mentjekal tiga batang golok, Tjeng Loen pergi kedepan pintu angin dari pendopo itu, dengan begitu, ia memisahkan diri dari bokpay lima atau enam tumbak djauhnja, lebih djauh daripada djarak Too Liong tadi, Tjeng Loen menghentikan tindakannja ditempat dimana ia tak dapat berdjalan terlebih djauh. Disitu, berpaling kekiri, kepada Too Liong semua, ia berkata sambil tertawa : „Aku jang rendah berkepandaian tjetek, dari itu aku tjuma hendal membantu meramaikan sadja, seperti memindjam bunga untuk dipersembahkan kepada Sang Buddha ! Dengan inipun aku hendak mewakilkan Sim Hiantee menghaturkan beberapa thawan arak kepada tuan² semua. Djikalau dapat aku memberi selamat, itulah untung baik dari aku, kalau aku gagal, itu berarti aku rubuh !” Tjeng Loen bersifat sembrono tetapi kali ini ia bisa mengatur kata²nja. Kemudian tanpa menantikan sambutan apa djuga dari pihak Tjeng Pang, sebatang goloknja ia selipkan dipinggangnja, dan kedua golok lainnja masing² ia tjekal dikedua tangannja, Mendadak ia berseru: „Lihat matanja!” lalu kedua tangannja itu terajun. Kedua golok itu terbang, disusul dengan suara nantjapnja dua sendjata diatas bokpay itu, tepat sekali dikedua matanja ! Mau tidak mau, semua hadirin bertepuk tangan, memudji dengan seruannja. Selagi orang bersorak, Tjeng Loen memutar tubuhnja. Tangannja jang kanan mentjabut golok dipinggangnja, untuk terus dipakai Menimpuk sambil mulutnja memperdengarkan seruannja: „Satu lagi!” Waktu orang melihat kearah bokpay, disana golok itu nantjap tepat dimulut gambar anak²an, hingga ketiga batang golok {{hws|menan|menantjap|}}<noinclude>{{rh|76}}</noinclude> 3eynxaeg2w125aurb1f95po00dq528g Halaman:Warisan Seorang Pangeran 02.pdf/18 104 54019 267815 170995 2026-04-16T08:28:00Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 267815 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>tjap rapi ditiga tempat, seperti merupakan huruf „pin” — tingkat jang dipasang terbalik ! Bukan main girangnja Teng Yang, hingga ia berdjingkrakan. Malah Lok Tjiauw dan Sim Goat Hoa turut memperdengarkan pudjian : „Bagus !” Dipihak lainnja, pihak Too Liong dan kawan²nja reaksinja adalah sebaliknja, Karena sangat heran dan gegetun, ketua Tjeng Pang itu sampai melongo, matanja mentjilak, mulutnja terpentang. Tjuma Seng Liang seorang, jang Sanggup mengendalikan diri. Ia isikan tjawannja sendiri sampai luber dan ia bawa itu kepada Tjeng Loen, Sambil tertawa, ia berkata: „Laoko, kau ahli menimpuk peluru, permainanmu ini apakah anehnja ? Kami beramai biasa bersilat dengan tangan kosong, maka itu kami sekarang seperti lagi menonton pendjual djimat didepan kuilnja Thio Thian Soe! Hingga tentunja kau mentertawakan kami.........” Kata² ini bermaksud merendahkan kepandaian Tjeng Loen berbareng untuk menolong muka sendiri, Selagi Tjeng Loen sendiri belum sempat bilang apa², Teng Yang telah mendahului karena ia mendjadi tidak senang hati, Hanja, disaat Teng Yang hendak menegur, seorang lainpun sudah mendahuluinja. Orang itu membuat berisik dengan djeritannja seperti orang kalap. Iapun bukan lain daripada orang jang Tjioe Too Liong undang dengan segala kehormatan sambil dibekali bingkisan jang berarti, ialah Hoe Loen, sidjago Rimba Hidjau. Orang tua ini telah tenggak beberapa tjawan arak, hidungnja mendjadi bertambah mengkilap, mukanja pun merah sebagai darah. Tegas bedanja dengan kumis dan alisnja jang putih meletak seperti saldju. Karena tubuhnja jang djangkung, tampaknja mirip dengan Liam Po atau Oey Tiong sidjenderal tua jang tersohor! Sesudah memperdengarkan suaranja jang perisik itu, djago tua ini lantas memandang semua orang. Ia memperlihatkan roman sangat temberang. lapun melenggak, lalu tertawa besar sepuas²nja. Achirnja ia ngotjeh seorang diri: „Bagaimana sekarang ? Duapuluh tahun jang lampau, permainan ini aku telah wariskan kepada anakku, kepada. tjutjuku! Apakah sekarang, sesudah berumur enampuluh tahun, aku mesti mejakinkannja lagi ? Tapi, siapa suruh aku mengikuti orang lari-larian seperti sibuta ? Setelah sekarang aku kena bentur orang, apa aku mesti terus²an ber-pura² buta terlebih lama?”<noinclude>{{rh|Warisan Seorang Pangeran djilid II — 2||77}}</noinclude> f9v3pz800zyptz1blghefi7t3m6ret0 Halaman:20 Mei Pelopor 17 Agustus - Museum Dewantara Kirti Griya.pdf/22 104 67102 267817 203123 2026-04-16T09:37:44Z Iripseudocorus 23824 saltik 267817 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Rahmaziz" /></noinclude>kolonial”. Sebagai akibat mutlak timbullah „perang-kolonial” jang ke I, Pihak Luar-Negeri merasa perlu pula untuk bertjampur-tangan dan menekan dan memaksa terlaksananja „persetudjuan Renville”. Timbullah „perang-kolonial” jang ke II. Atas putusan „Persatuan Bangsa-bangsa” datanglah zaman K.M.B. dengan persetudjuannja, jang seperti persetudjuan-persetudjuan Linggardjati dan Renville, hanja dapat disahkan sebagai persetudjuan jang berdasar „compromis”. Sjukurlah Tuhan tetap terus melindungi kita. Tentara nasional kita, bersama-sama dengan para pemuda, bahkan dengan seluruh rakjat dapat merupakan „tentara-gerilja”, jang amat ditakuti oleh Belanda dan kawan-kawannja Luar-Negeri. Segala apa jang ditjiptakan oleh pihak Belanda, ja’ni perpetjahan dan perpisahan rakjat, berdirinja daerah-daerah dan negara-negara bagian diseluruh Indonesia, kemudian runtuh semua. Pada saat ini Negara Kesatuan menurut proklamasi 17 Agustus akan pulih kembali. Ini semua adalah buah dari siap sedianja rakjat kita, untuk meneruskan perdjuangannja, setjara mati-matian. Dan inilah buah pemeliharaan serta latihan semangat perdjuangan, sejak 20 Mei 1908, empatpuluh dua tahun jang lampau. Marilah pada hari ini kita merenungkan, peladjaran apakah kiranja jang dapat kita pungut dari pada sedjarah perdjuangan kita sedjak 20 Mei 1908 itu. Dapatlah kiranja peladjaran itu kita simpulkan demikian: #terbuktilah, bahwa seluruh rakjat, dalam segala lapisannja, menghendaki kemerdekaan nusa dan bangsa, lepas dari pendjajahan dari siapapun;<noinclude>{{rh|||'''23'''}}</noinclude> afq03tsnjctbcghq0c6a8ugrhxm7lea Halaman:20 Mei Pelopor 17 Agustus - Museum Dewantara Kirti Griya.pdf/44 104 67457 267818 203144 2026-04-16T10:07:15Z Iripseudocorus 23824 saltik 267818 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Rahmaziz" /></noinclude>{{r|'''Turunan Daéng Kraeng Nobo.'''}} Sangkaan, bahwa dr. Wahidin bukan seorang jang berdarah Djawa murni, sungguh benar. Salah seorang jang menurunkan dia jalah '''Daéng Kraeng Nobo''', seorang '''bangsawan Mangkasar''', golongan pradjurit, jang dalam djaman Mataram ke-II (Mataram-Islam) dengan pasukannja mendarat di Djawa, karena huru-hara dalam negeri di Sulawesi Selatan memaksa dia menghindarkan diri ke Djawa, untuk mentjari bantuan ketentaraan. Di Mataram Daéng Kraeng Nobo dapat menghadap Sri Sultan sendiri, jaitu Sunan Mangkurat Tegal-arum, jang ingin menggunakan tenaga sang Hulubalang Bugis itu, karena Mataram kala itu sangat terdesak oleh pasukan-pasukan pemberontakan sang '''Trunodjojo'''. Demikianlah keadaan memaksa Daéng KraengNobo ikut bertempur, sebagai pemimpin Pasukan Bugis di Mataram. Bersangkutan dengan masuknja Kraeng Nobo dalam tentara Mataram itu ditjeriterakan pula, bahwa saudara~mudanja, djuga seorang pemimpin pradjurit Bugis, bernama '''Daeng Aru Palaka''' , dan jang lebih dahulu datang ke Djawa dengan maksud jang sama, setibanja di Mataram, tidak langsung menghadap Sri Sultan, melainkan terus menjerahkan diri kepada Trunodjojo dengan sangkaan, bahwa inilah Sultan Mataram. Karena djasa-djasanja, maka kemudian Aru Palaka mendjadi anak menantu sang Trunodjojo. Adapun Sultan Mangkurat memberi titah kepada Kraeng Nobo, untuk menarik saudara mudanja, Aru Palaka, kedalam tentara Mataram. Karena usaha itu berhasil, maka Kraeng Nobo kemudian mendapat hadiah sebidang tanah jang luas dikaki Gunung Merapi,<noinclude>{{rh|||'''45'''}}</noinclude> nnc56dxtfr1w9ndl3zcwyuvta9r13b8 Halaman:035,036 Tolour Tondano.djvu/26 104 95988 267779 2026-04-15T13:12:44Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 267779 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1316. teloe ngapoeloe<br> 1317. epat ngapoeloe<br> 1318. lima ngapoeloe<br> 1319. ěněm ngapoeloe<br> 1323. maatoes<br> 1324. mariwoe<br> 1325. mapoeloe ngariwoe<br> 1326. ěsa wo sangapaṙoea<br> 1327. paapat<br> 1328. mekasa<br> 1329. makaŕoea<br> 1330/<br> 1331. kětarè<br> 1332/<br> 1333. koemaroeä karoeä<br> 1336/<br> 1337. kaapoean, kalěkěpan<br> 1338. takoera<br> 1339. lakeṙ<br> 1340. tojo<br> 1341. mana<br> 1347/<br> 1348. kimeṙe, kasa<br> 1349. kimere katopo, kasa tojo<br> 1350. baja<br> 1356. taäsa<br> 1357. koe niäkoe<br> 1359. kou nikou<br> 1360. kau nikau<br> 1361. kau<br> 1362. niseä<br> 1363. sia nisia<br> 1365. kai nikai<br> 1366. kai<br> 1364/<br> 1367/<br> 1368. seä<br> 1369. koe<br> 1370. ngai<br> 1373. moe<br> 1374. miou<br> 1378. na<br> 1379. sei<br> 1380. sapa {{multicol-break}} 1382. wisa<br> 1383. jai<br> 1385. nijai<br> 1386. niǐtoe<br> 1388. wiaǐ<br> 1389. witoela<br> 1392. rior<br> 1393. oerè<br> 1394. oät <30><br> 1398. sě-na<br> 1399. oras<br> 1400. sangaĕndo, sangawĕngi<br> 1402. bengi <31><br> 1406. taoen<br> 1407. palimboan reġès<br> 1408. ijai<br> 1409. tarekan<br> 1410. jai<br> 1411. rior<br> 1412/<br> 1413. rior<br> 1414. rior<br> 1416. ṙaipe oeṙe<br> 1418. kaawiǐn<br> 1419. soeměĕkasa<br> 1420. nania<br> 1422. woöndo<br> 1423. ngasoesa<br> 1426. mekasa-mekasa<br> 1427. kawisa<br> 1428. ou<br> 1429. dai pè<br> 1431. amian<br> 1432. timoe<br> 1433. sendangan<br> 1434. talikoeran<br> 1435. kawi<br> 1436. lělèos<br> 1437. atas<br> 1439. waki atas<br> 1440. rerăm<br> 1441. waki rarem {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> jzppxu5on5fk1imlg17lp6z1ckd1mcf Halaman:035,036 Tolour Tondano.djvu/25 104 95989 267780 2026-04-15T13:32:25Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 267780 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1168. i-těm<br> 1169. me-a<br> 1170. me-a toe-a<br> 1171. koeniṙ<br> 1172. wiroe<br> 1173. kinamata, W. lisou<br> 1174. mě-nè-ro<br> 1175. mi-na-ka-a-to<br> 1176. wee<br> 1179. mendo<br> 1180. laami<br> 1193. ketaoeän<br> 1194. magenang<br> 1195. metaoë<br> 1196. pěġěģĕnangěn<br> 1197. kinalioeṙan<br> 1198. ma-kè-long<br> 1199. mai-jon maanè W. mangakoe<br> 1200. měněs<br> 1201. meṙawit / mangoengoel<br> 1202. ma-i-la<br> 1203. metambak<br> 1206. ma-kè-rèt / mengèrèt<br> 1208. toro<br> 1210. maajang<br> 1211. ma-pě-sa-anen<br> 1212. ma-soe-oen<br> 1213. ma-po-po<br> 1214. ma-a-wei<br> 1220. maroe-oer<br> 1221. merawak<br> 1222-<br> 1224. memongke-mongkě, maloekaṙ<br> 1225. <28><br> 1238. ma-oe-poes<br> 1239. kaṙiṙis kasĕnso<br> 1240. metajoeṙ<br> 1244. képåar<br> 1242-<br> 1244. paaṙ<br> 1245. moe-kà<br> 1246. pě ně-těn<br> 1251. toemoro {{multicol-break}} 1253-<br> 1255. petieën<br> 1260/<br> 1261. toematal, toemongki<br> 1262/<br> 1263. sampeten, kawoesen<br> 1264. wakěsěn<br> 1266. koemiṙong<br> 1265/<br> 1266. toetoelan<br> 1267. ma-ki-wè<br> 1268. ma-wing-kot<br> 1269. koemiwee<br> 1270. kelongan<br> 1271. toemowo<br> 1276/<br> 1277. maréngis <29><br> 1278. kiaren<br> 1284. ka-a-go<br> 1286. mang-kat<br> 1291. mekel, wěwèn<br> 1292. soemoeli<br> 1293. esa<br> 1294. ṙoea<br> 1295. teloe<br> 1296. ěpat<br> 1297. lima<br> 1298. ěněm<br> 1299. pitoe<br> 1300. waloe<br> 1301. siou <siow ?><br> 1302. poeloe<br> 1303. mapoeloe wo nesa <uesa ?><br> 1304. mapoeloe wo ṙoea<br> 1305. mapoeloe wo těloe<br> 1306. mapoeloe wo epat<br> 1307. mapoeloe wo lima<br> 1308. mapoeloe wo ěněm<br> 1309. mapoeloe wo pitoe<br> 1310. mapoeloe wo oewaloe<br> 1311. mapoeloe wo siou <Siow ?><br> 1312. ṙoea ngapoeloe<br> 1313. ṙoea ngapoeloe wo ĕsa<br> 1315. ṙoea ngapoeloe wo lima {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> en1tgkgq5sug7lv860laqu4bgtb3n6q Halaman:035,036 Tolour Tondano.djvu/21 104 95990 267781 2026-04-15T13:43:58Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 267781 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 639. siġi<br> 640, bentee, W. asil<br> 642. pajeko<br> 643. kědjěng<br> 644. kekoka<br> 645. bewawi<br> 648. songkop, baai<br> 649. serojow<br> 651. оеoерое<br> 652. bě-wing-koeng<br> 653. oe-ma<br> 654. kě-ta-na-an<br> 655. lě-po<br> 656. litiṙ<br> 657. sa-loe<br> 659. rě-reen<br> 660. tetaněměn, tinanem<br> 662/<br> 663. ma-sim-boi<br> 664. kaan toemou<br> 665. te-ta-ně-měn<br> 668. bo-wos<br> 669. ma-ta<br> 672. mě-ngoe-poe, ma-poe-poe<br> 674. ta-lěn-dei<br> 677. batoena<br> 678. bongkis<br> 679. belaan<br> 681. to-wa-koe<br> 682. po-la<br> 683. kekiaren<br> 685, laboe, kapitoe<br> 686. kapoet<br> 688. kapoet sajawoe<br> 689. <13><br> 690. marisa<br> 691-<br> 693. po-po<br> 695. W. akel<br> 696. si-rar<br> 697. W. timpa'<br> 698. W. tuak<br> 699. tim-pà {{multicol-break}} 700. goela ṙinano<br> 701. goela<br> 702. sẽsa<br> 703. akěl<br> 704. karèö<br> 705. kapas<br> 706. kapok<br> 707. pondoeng <pondang ?><br> 708. ka-lim-bong<br> 709. mangka<br> 710. ramboetang<br> 711. doeriang<br> 712. kojawas, koepa<br> 717. saoet woloi<br> 716-<br> 718. saoet<br> 720. moente sina<br> 721. moente wangko<br> 722. moen-tè-in-ta<br> 723. ko-pi<br> 724/<br> 725. W. taum<br> 726. gamber<br> 727. W. lenoe<br> 728. a-poe<br> 729. koenir<br> 731. pon-dos<br> 732. tam-bě-lang<br> 734. ka-joe<br> 739/<br> 740. pa-nga<br> 742-<br> 744. amoet wongko, amoet rintěk<br> 746. la-lai-na<br> 748. koe-li-na<br> 750. seṙing<br> 751. poeloet<br> 752. tě-nga<br> 753. la-loi<br> 754. ṙama=dama<br> 755. so-lo<br> 757. soeṙoena seena<br> 758. soe-woek <14> {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> lyg6moaqmg7fye4tdo8qqe9rrebnunw Halaman:Hikajat Khonghoetjoe.pdf/119 104 95991 267782 2026-04-15T13:57:01Z Najla Khairani Siregar 23893 /* Telah diuji baca */ 267782 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude>djinasatnja KHONGTJOE ka pakoeboeran. Sekalian moerid kaboengi KHONGTJOE seperti kaboengi bapa sendiri, sedang TJOE KONG berkaboeng teroes sampe anem tahon lamanja. Kira-kira saratoes moerid ada diriken roemah-roemah di sapoetar koeboeran KHONGTJOE dan tinggal di sitoe bersamasama anak dan istri, hingga dengan bagitoe ija-orang djadi terbitken satoe kampoeng, jang ija-orang namaïn ''Khongli'' (artinja kampoeng kaoem ''Khong''). Ija-orang mengatakan diri hamba-hambanja KHONGTJOE dan meminta pada TJOE SOE, soepaja TJOE SOE memandang demikian kapada ija-orang; dan dengan soeka sendiri, . aken djadi tandanja hormat kapada KHONGTJOE, ija-orang angkat TJOE SOE mendjadi ija-orang poenja kapala. Sigra djoega orang-orang kampoeng itoe soedah mendapat banjak toeroenan, dan sasoedahnja bebrapa abad berlaloe, toeroenannja orang-orang itoe ada djadi bagitoe banjak, hingga ija-orang poenja tampat men­djadi satoe negri pangkat katiga. Pada moela kali di koeboerannja KHONUTJOE ditaro sadja soewatoe batoe jang tiada pake soerat. Tapi sigra djoega baginda AIJ KONG soeroeh diriken di dekat koeboeran itoe soewatoe roemah pertandaan, soepaja — sabagimana katanja baginda — orang-orang di djeman itoe dan di djeman komoedian, boleh datang ka roemah itoe pada tempo-tempo jang nanti ditantoeken, aken sembahken hormat kapada KHONGTJOE, jang telah memboeka djalan, di mana orang haroes berlakoe, dan telah membri toeladan jang haroes ditoeroet oleh orang sekalian. Di dalam itoe roemah pertandaan, bio, ada ditaro KHONGTJOE poenja gambar dan satoe salinan dari masing-masing kitab karangannja ; djoega ada ditaro ija poenja taboe-taboeän dan kareta jang ija biasa pake berdjalan ka sana-sini, dan lagi bebrapa roepa perabot roemah-tangga jang biasa dipake olehnja. Tempo roemah itoe soedah sadia<noinclude></noinclude> 1g2e174bknoj6p0dumdt8ia7vkr0cta 267783 267782 2026-04-15T13:57:16Z Najla Khairani Siregar 23893 267783 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" />{{rh||- 115 -}}</noinclude>djinasatnja KHONGTJOE ka pakoeboeran. Sekalian moerid kaboengi KHONGTJOE seperti kaboengi bapa sendiri, sedang TJOE KONG berkaboeng teroes sampe anem tahon lamanja. Kira-kira saratoes moerid ada diriken roemah-roemah di sapoetar koeboeran KHONGTJOE dan tinggal di sitoe bersamasama anak dan istri, hingga dengan bagitoe ija-orang djadi terbitken satoe kampoeng, jang ija-orang namaïn ''Khongli'' (artinja kampoeng kaoem ''Khong''). Ija-orang mengatakan diri hamba-hambanja KHONGTJOE dan meminta pada TJOE SOE, soepaja TJOE SOE memandang demikian kapada ija-orang; dan dengan soeka sendiri, . aken djadi tandanja hormat kapada KHONGTJOE, ija-orang angkat TJOE SOE mendjadi ija-orang poenja kapala. Sigra djoega orang-orang kampoeng itoe soedah mendapat banjak toeroenan, dan sasoedahnja bebrapa abad berlaloe, toeroenannja orang-orang itoe ada djadi bagitoe banjak, hingga ija-orang poenja tampat men­djadi satoe negri pangkat katiga. Pada moela kali di koeboerannja KHONUTJOE ditaro sadja soewatoe batoe jang tiada pake soerat. Tapi sigra djoega baginda AIJ KONG soeroeh diriken di dekat koeboeran itoe soewatoe roemah pertandaan, soepaja — sabagimana katanja baginda — orang-orang di djeman itoe dan di djeman komoedian, boleh datang ka roemah itoe pada tempo-tempo jang nanti ditantoeken, aken sembahken hormat kapada KHONGTJOE, jang telah memboeka djalan, di mana orang haroes berlakoe, dan telah membri toeladan jang haroes ditoeroet oleh orang sekalian. Di dalam itoe roemah pertandaan, bio, ada ditaro KHONGTJOE poenja gambar dan satoe salinan dari masing-masing kitab karangannja ; djoega ada ditaro ija poenja taboe-taboeän dan kareta jang ija biasa pake berdjalan ka sana-sini, dan lagi bebrapa roepa perabot roemah-tangga jang biasa dipake olehnja. Tempo roemah itoe soedah sadia<noinclude></noinclude> jh38h3ze2whxnu1a6czo5m1eq5kx6y9 Halaman:Hikajat Khonghoetjoe.pdf/118 104 95992 267784 2026-04-15T13:58:00Z Najla Khairani Siregar 23893 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '''Tjee'', kaloe marika ini toeroet toeladan radjanja itoe? Komoedian dari itoe tempo djarang sekali KHONGTJOE kaloewar dari roemah; kerna kasoesahannja toeboeh jaug terdjadi padanja dengan lantaran oesia tinggi, ada bertambahtambah dengan tjepat, dan mewartaken padanja, bahoewa perdjalanannja soedah ampir habis. Sigra djoega kasoesahan jang ketjil-ketjil itoe bersamboeng dengan penjakit berat, dan maskipoMi KHONGTJOÜ; semboeh kombali dari penjak... 267784 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Najla Khairani Siregar" />{{rh||- 114 -}}</noinclude>''Tjee'', kaloe marika ini toeroet toeladan radjanja itoe? Komoedian dari itoe tempo djarang sekali KHONGTJOE kaloewar dari roemah; kerna kasoesahannja toeboeh jaug terdjadi padanja dengan lantaran oesia tinggi, ada bertambahtambah dengan tjepat, dan mewartaken padanja, bahoewa perdjalanannja soedah ampir habis. Sigra djoega kasoesahan jang ketjil-ketjil itoe bersamboeng dengan penjakit berat, dan maskipoMi KHONGTJOÜ; semboeh kombali dari penjakit ini, semboehnja itoe ada djadi dengan perlahan sekali, dan sasoedahnja semboeh poen, toeboehnja KHONGTJOE ada koe­ rang koewat dan penjakitan. Di dalam halnja jang demi­ kian itoe, ya didjaga oleh moerid-moeridnja, jang, dengan bergantian, tiada sekali berlaloe dari dampingnja dan ada merawati padanja seperti rawati bapa sendiri Dengan lantaran senang hati, kerna moerid-moerid itoe beroelang-oelang berdjandji, jang ija-orang nanti toeroet KHOSGTJOB poenja toeladan dan siarken KHONOTJOE poenja adjaran, goeroe ini djadi segar kombali. Di dalam tempo kasegarannja itoe KHONGTJOB periksa kombali sabagian besar dari kitab-kitab karangannja; aken tetapi di dalam oesia 73 tahon KHONGTJOE dapat saroepa penjakit lesoe dan mengantoek, dan sasoedahnja melaloei toedjoeh hari dengan penjakit ini, KHONGTJOE mangkat ka raclimatoellah, dengan tersenjoeni sabagimana biasanja orang berhati beresih, diliari It-Thioe pada boelan kaämpat di tahon kaämpat-poeloeli dari tachtanja baginda KEIFG ONG, berbetoelan pada tahon 479 sabelon tahon Mesehi. Dari sebab KHONGTJOB poenja tjoetjoe, TJOE SOE namanja, masih terlaloe moeda, maka hal niengoeboerken djinasatnja KHONGTJOE dioeroes oleh moerid-moerid bernama TJOE KONG dan KONG SE TJEK. Tanda-tanda kahormatan besar dan riboean orang, jaitoe moerid-moerid dan orang-orang jang toeroet adjaran KHONGTJOE, dan sobat-sobat, ada mengiringken<noinclude></noinclude> agfg5u03tacg7vxzt7onjmxuugubw04 Halaman:035,036 Tolour Tondano.djvu/22 104 95993 267785 2026-04-15T14:00:04Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 267785 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 759. boe-a-na<br> 761. koeli-na<br> 763. ba-toe-na<br> 764. lè-o-na<br> 765. pa-rè <15><br> 766. la-na<br> 770. doe-koet<br> 771. doekoet<br> 772. koen<br> 773. saraw nasa<br> 774. těkapěn<br> 775. <16><br> 776. maĕmbè<br> 778. ni-poes<br> 779. na-è<br> 780. kěm-bĕng<br> 781. kě-ka-rot<br> 786. tě-tè-lèw<br> 787. boe-oek<br> 789. sa-la<br> 790. boe-rè-nga<br> 794. ti-ei<br> 797. me-ěm-boes, ma-rěm-bèk<br> 798. loemba<br> 800-<br> 802. ke-re-wou<br> 803/<br> 804. sapi, sapi sinĕrěp<br> 806. marěmbèk maamè<br> 807. koenda<br> 808. maamè<br> 809. roesa<br> 811. a-soe<br> 812. main-toek<br> 813. mè-ong<br> 814. ma-mè-ong<br> 815. masang<br> 816. maame<br> 817. beroewang<br> 823. kasawari<br> 824. <17><br> 825. kě-lè-ak item<br> 826. ko-ko {{multicol-break}} 827. koko oki<br> 828. oe-pa<br> 830. laka<br> 831. koko penaka<br> 834. keleak li-sou, kě-ring-kěring<br> 835. kè-roet<br> 836. ma-pas<br> 840. po-kok poeti, pokok item<br> 843. <18><br> 844. kòkò<br> 845. tangkasi <tangkosi ?><br> 846. pee-rét<br> 847. ma-wo-lai-pee-rét aa-soe<br> 851. ka-wok<br> 852. ka-wok sě-la<br> 853. sě-ngit<br> 854. wo-lai=ang-ko<br> 861. <19><br> 865. ka-si-li<br> 866. lèka<br> 869. timas<br> 870. koe-toe W. koekoelotok<br> 871. ka-ri-mom-bot<br> 872. lalĕr<br> 877. ro-ngit<br> 878. ka-li-po-po<br> 879. roe-mě-rě-ngis<br> 881. ko-ro-pi-tan<br> 884. <20><br> 886. <21><br> 891. lo-lo-a-ti<br> 892. sa-poen<br> 893. ka-jong<br> 894. kě-kě-ri-ran<br> 896. pě-kak<br> 898. to-ro-kèk<br> 899. kěrombar<br> 900. sangoeŕan<br> 901/<br> 902. wa-oe, poi-kan <22><br> 903. kaöatatan <kaöawatan ?><br> 904. langit {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> atfxa425yhoxhgqlcqyzuryxqtfhdv6 Halaman:035,036 Tolour Tondano.djvu/23 104 95994 267786 2026-04-15T14:14:27Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 267786 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 905. la-ngit<br> 906. ĕn-do<br> 907. tinongko ni ramaoë<br> 908. soe-měn-dot<br> 910. sanga soeměndot<br> 911. tinongko ni ramaoë<br> 912. soe-mě-sě-nà<br> 917. ka-o-wa-tan<br> 919. a-ro<br> 921. li-naak, W. raboen<br> 923. kolěni ma-ka-lon-sou<br> 924. tang-ker=lěn-teṙ<br> 925. watoe ni kelapong<br> 927. pě-ngè-ṙo<br> 928. reġěs<br> 929. réġěs rěpět<br> 930. da-no<br> 931. lauṙ<br> 932. taġas, ěti<br> 934. oe-rep, W. sonop<br> 935. ba-lo-lo-ngan<br> 936. pa-kě-moe-an, W. sempa'<br> 937. loe-ok<br> 938. la-wa-nan<br> 939. pepontaran, W. paselaten<br> 940. kuatian, katĕtaġasan<br> 941. watoe roemangkang<br> 942. kotanaan<br> 943. banoeä<br> 944. poen-tèn<br> 945. kakopitan, W. kati'ngelan<br> 946. tana timongkei<br> 947. to-ka<br> 948. timoka<br> 951. ke-pa-ta-ran<br> 952. so-in-song<br> 955. ta-loen<br> 957. kě-ka-joen, W. rekat<br> 958. ma-a-woe<br> 959. la-lan<br> 962. soe-poe<br> 963. so-so-an {{multicol-break}} 967. <23><br> 968. so-so<br> 969. wa-toe<br> 970. ta-nà<br> 971. ě-ris<br> 973. oe-wa-sei<br> 974. bitoe<br> 975. tambaga<br> 976. salaka<br> 977. kaoë<br> 978. toeta poeti<br> 979. toeta item<br> 980. wa-lè-lang<br> 991. tam-bèr<br> 992. mesesoesoei<br> 993. maleosan<br> 994. masaän<br> 995. měwangkĕe<br> 996. mě-ngoe-ma<br> 998. maana-aana<br> 999. makiit-kiǐt, W. wéla<br> 1000. mina-ě-sa<br> 1001. pewangkèran<br> 1002. tě-ta-aṙan<br> 1003. mě-wang-kèr<br> 1004. roko pě-wang-kèr<br> 1007. bee=tělěs<br> 1010. toe-mě-lěs<br> 1011. lakeř tělěs<br> 1012. oki kelěs<br> 1013. bě nang<br> 1014. sarorong<br> 1015. bee-wee, W. mewán<br> 1016. me-wang-kér<br> 1017/<br> 1018. mala=pala<br> 1019. matooṙan<br> 1020. mětětělěs<br> 1021. gade<br> 1022. metĕtélěs<br> 1024. datjeng<br> 1025. tetimbangan {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> hbokjkbevbnosk6mdtqmooefc2eua6u Halaman:035,036 Tolour Tondano.djvu/24 104 95995 267787 2026-04-15T14:46:16Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 267787 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1026-<br> 1028. <24><br> 1029/<br> 1030. londei<br> 1031. kapal api<br> 1032. londei<br> 1033. lon-dei<br> 1035. sě-sèng-ko-tan<br> 1037. sèng-kot<br> 1038. rěrěndai, W. oelin<br> 1040. <25><br> 1043. maroo-le<br> 1049. bě-la-ngou<br> 1050. rakit<br> 1051. sě-soe-wa-an<br> 1052. naika-kě-moe<br> 1053. mangĕndanon<br> 1058. ṙoeměṙakěp<br> 1059. W. maġio-ġio<br> 1060. marèng tělěs <26><br> 1061. wang-ko-bang-ko<br> 1062. o-ki<br> 1063. lam-bot<br> 1064. oe-rè<br> 1065/<br> 1066. po-tot<br> 1067. rěm-boet<br> 1068. koe-ram-běr<br> 1070. i-pis<br> 1071. roe-koes<br> 1072-<br> 1074. rěm-boer<br> 1075. ra-sà, W. renét<br> 1076. rin-těk<br> 1083/<br> 1084. ra-rěm <27><br> 1085/<br> 1086. taġas<br> 1087. ra-kěk<br> 1088. koe-mĕng<br> 1089. rèn-dai<br> 1090. re-kò<br> 1092. lè-laṙ<br> 1096. sě-na, W. terang {{multicol-break}} 1097. toe-roe-wè-sa<br> 1098. taṙem<br> 1101. kě-tè<br> 1102. lě-mè<br> 1104/<br> 1105. pa-soe 1106/<br> 1107. ġěġěr<br> 1109-<br> 1111. tam-boe-lè-lèng<br> 1112. miněpat ṙoena<br> 1113. penaṙ<br> 1114. ko-pit, W. koesal<br> 1115. lě-sèt<br> 1116. ělas, W. loas<br> 1117. ĕn-tě<br> 1118. lămè<br> 1125. pě-ra<br> 1127. pi-pì<br> 1130. lě-os<br> 1131. ġio<br> 1132-<br> 1134. ġiolëos, wangoen<br> 1136-<br> 1139. ġio lewo<br> 1142. dai si sapa <sopa ?><br> 1143. boe-ta-woe-ta<br> 1146/<br> 1147. kě-tè<br> 1148-<br> 1149. oewar<br> 1150. toe-a<br> 1152. som-bor<br> 1153. bě-roe, meroe<br> 1154. lě-ngei<br> 1155. lè-os<br> 1159. lingei, likoko<br> 1160. mě ta-oe<br> 1161. ně-mis, tom-bal<br> 1162. ě-sěm<br> 1163. pa-it<br> 1164. koemělěs, mimet<br> 1166. pait moera<br> 1167. poe-ti {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 0zg467dmfkxam0uacldw0r7uuhdel45 267788 267787 2026-04-15T14:47:01Z Thersetya2021 15831 267788 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1026-<br> 1028. <24><br> 1029/<br> 1030. londei<br> 1031. kapal api<br> 1032. londei<br> 1033. lon-dei<br> 1035. sě-sèng-ko-tan<br> 1037. sèng-kot<br> 1038. rěrěndai, W. oelin<br> 1040. <25><br> 1043. maroo-le<br> 1049. bě-la-ngou<br> 1050. rakit<br> 1051. sě-soe-wa-an<br> 1052. naika-kě-moe<br> 1053. mangĕndanon<br> 1058. ṙoeměṙakěp<br> 1059. W. maġio-ġio<br> 1060. marèng tělěs <26><br> 1061. wang-ko-bang-ko<br> 1062. o-ki<br> 1063. lam-bot<br> 1064. oe-rè<br> 1065/<br> 1066. po-tot<br> 1067. rěm-boet<br> 1068. koe-ram-běr<br> 1070. i-pis<br> 1071. roe-koes<br> 1072-<br> 1074. rěm-boer<br> 1075. ra-sà, W. renét<br> 1076. rin-těk<br> 1083/<br> 1084. ra-rěm <27><br> 1085/<br> 1086. taġas<br> 1087. ra-kěk<br> 1088. koe-mĕng<br> 1089. rèn-dai<br> 1090. re-kò<br> 1092. lè-laṙ<br> 1096. sě-na, W. terang {{multicol-break}} 1097. toe-roe-wè-sa<br> 1098. taṙem<br> 1101. kě-tè<br> 1102. lě-mè<br> 1104/<br> 1105. pa-soe<br> 1106/<br> 1107. ġěġěr<br> 1109-<br> 1111. tam-boe-lè-lèng<br> 1112. miněpat ṙoena<br> 1113. penaṙ<br> 1114. ko-pit, W. koesal<br> 1115. lě-sèt<br> 1116. ělas, W. loas<br> 1117. ĕn-tě<br> 1118. lămè<br> 1125. pě-ra<br> 1127. pi-pì<br> 1130. lě-os<br> 1131. ġio<br> 1132-<br> 1134. ġiolëos, wangoen<br> 1136-<br> 1139. ġio lewo<br> 1142. dai si sapa <sopa ?><br> 1143. boe-ta-woe-ta<br> 1146/<br> 1147. kě-tè<br> 1148-<br> 1149. oewar<br> 1150. toe-a<br> 1152. som-bor<br> 1153. bě-roe, meroe<br> 1154. lě-ngei<br> 1155. lè-os<br> 1159. lingei, likoko<br> 1160. mě ta-oe<br> 1161. ně-mis, tom-bal<br> 1162. ě-sěm<br> 1163. pa-it<br> 1164. koemělěs, mimet<br> 1166. pait moera<br> 1167. poe-ti {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 59rmwdgbbjexfz9ssn6x0kv86mlcxvx Halaman:037,038,041 (Tom)pakewa.djvu/10 104 95996 267789 2026-04-16T03:34:20Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 267789 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1062. <151><br> 1063. lambot/těmběr<br> 1064. oerem<br> 1065. kolěk<br> 1066. raīpè oere<br> 1067. kěměl<br> 1068. koeràber<br> 1070. īmpīs 1071. woroeng<br> 1072-<br> 1074. kěměl<br> 1075. rajad<br> 1076. potot<br> 1083/<br> 1084, rarěm<br> 1085/<br> 1086. wawo<br> 1087. rangka W: rangka'<br> 1088. koempè W: koempé'<br> 1089. rondor<br> 1090. pengkor<br> 1092. lelar<br> 1096. porà<br> 1097. tīleng<br> 1098. těběl<br> 1101. kětě<br> 1102. lěmè<br> 1104/<br> 1105. pasò<br> 1106/<br> 1107. oesīn<br> 1109/<br> 1110. poerengkej<br> 1112. màtempa<br> 1113. wělad<br> 1114. īmpīt<br> 1115. pěsoet<br> 1116. lo'as<br> 1117. kětěd/ĕntè<br> 1118. lěmbī, lepe<br> 1125. pěra<br> 1127. raměs<br> 1130. samà<br> 1131. lewò {{multicol-break}} 1132-<br> 1135. lo'or/wangoen<br> 1136-<br> 1139. ra'ītja loor/ra'ītja wangoen<br> 1142. kosong<br> 1143. mawoeta-woeta <152><br> 1146/<br> 1147. kětěd/ĕntè<br> 1148/<br> 1149. lokà<br> 1150. matoe'am<br> 1151. lalej<br> 1152. rowar; wòbas <153><br> 1153. wěroe<br> 1154. lěngej<br> 1155. samà<br> 1159. bodok<br> 1160. pandej<br> 1161. tombal/tapè<br> 1162. ěsěm<br> 1163. pěntoè<br> 1166. ma'asīn, asīn <154><br> 1167. koelò<br> 1168. woerīng/ītěm<br> 1169. ra'īn dang<br> 1170. ra'īn dang matoe'a<br> 1171. koenī<br> 1172. òlej<br> 1173. òlej<br> 1174. eren/mere <155><br> 1175. maka'ere/ka'ere'an<br> 1176. <156><br> 1179. īndon, mīndo<br> 1180. mange Indon / angen na'ī<br> 1193. katoe'oesan, makatoe 'oes <157><br> 1194. roemeken / toemànej <158><br> 1195. makajlà<br> 1196. katànejan <159><br> 1197 maloepa <160><br> 1198. koemelong <161><br> 1199. mangakoe, pangakoen <162><br> 1200. měněs <163><br> 1201. mimboeroeng <164> {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> h28bzazb6n6500lrw7hkfzqum96hw0j 267790 267789 2026-04-16T03:35:46Z Thersetya2021 15831 267790 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1062. <151><br> 1063. lambot/těmběr<br> 1064. oerem<br> 1065. kolěk<br> 1066. raīpè oere<br> 1067. kěměl<br> 1068. koeràber<br> 1070. īmpīs<br> 1071. woroeng<br> 1072-<br> 1074. kěměl<br> 1075. rajad<br> 1076. potot<br> 1083/<br> 1084, rarěm<br> 1085/<br> 1086. wawo<br> 1087. rangka W: rangka'<br> 1088. koempè W: koempé'<br> 1089. rondor<br> 1090. pengkor<br> 1092. lelar<br> 1096. porà<br> 1097. tīleng<br> 1098. těběl<br> 1101. kětě<br> 1102. lěmè<br> 1104/<br> 1105. pasò<br> 1106/<br> 1107. oesīn<br> 1109/<br> 1110. poerengkej<br> 1112. màtempa<br> 1113. wělad<br> 1114. īmpīt<br> 1115. pěsoet<br> 1116. lo'as<br> 1117. kětěd/ĕntè<br> 1118. lěmbī, lepe<br> 1125. pěra<br> 1127. raměs<br> 1130. samà<br> 1131. lewò {{multicol-break}} 1132-<br> 1135. lo'or/wangoen<br> 1136-<br> 1139. ra'ītja loor/ra'ītja wangoen<br> 1142. kosong<br> 1143. mawoeta-woeta <152><br> 1146/<br> 1147. kětěd/ĕntè<br> 1148/<br> 1149. lokà<br> 1150. matoe'am<br> 1151. lalej<br> 1152. rowar; wòbas <153><br> 1153. wěroe<br> 1154. lěngej<br> 1155. samà<br> 1159. bodok<br> 1160. pandej<br> 1161. tombal/tapè<br> 1162. ěsěm<br> 1163. pěntoè<br> 1166. ma'asīn, asīn <154><br> 1167. koelò<br> 1168. woerīng/ītěm<br> 1169. ra'īn dang<br> 1170. ra'īn dang matoe'a<br> 1171. koenī<br> 1172. òlej<br> 1173. òlej<br> 1174. eren/mere <155><br> 1175. maka'ere/ka'ere'an<br> 1176. <156><br> 1179. īndon, mīndo<br> 1180. mange Indon / angen na'ī<br> 1193. katoe'oesan, makatoe 'oes <157><br> 1194. roemeken / toemànej <158><br> 1195. makajlà<br> 1196. katànejan <159><br> 1197 maloepa <160><br> 1198. koemelong <161><br> 1199. mangakoe, pangakoen <162><br> 1200. měněs <163><br> 1201. mimboeroeng <164> {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 65qykign86dwm5tv60afdm64bs42p1w Halaman:037,038,041 (Tom)pakewa.djvu/2 104 95997 267791 2026-04-16T03:46:31Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 267791 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''2. (TOM) PAKEWA LIST''' {{multicol}} 1. owak<br> 2. ròkos<br> 3. amo<br> 4. toe 'īntoeng<br> 5. takojna in dòkos <1><br> 6. woe'oek<br> 8. līmpoeroe'an<br> 9. loentěng<br> 11. wěrěn<br> 15. koeroembeng<br> 17. loe'è<br> 18. ngīroeng<br> 21. pīpī<br> 22. wàbà<br> 25. wīwī<br> 27. koemī<br> 28. koemī<br> 29. tīntjoèkoè W. tintjoe'koe'<br> 30. sambīng<br> 31. līlà<br> 32. nga'i<br> 33. wa'ang<br> 34. wawa'ang<br> 35. ěsī<br> 37. kěro'ang<br> 38. kanàt<br> 41/<br> 42. raidak W: ra'idak<br> 45. soesoe<br> 46. ranona īn soesoe<br> 47. ranona īn soesoe<br> 50. salaīsak<br> 51. ate pěra <2><br> 52. ate<br> 53. wěntoe'an<br> 54. sīna'ī<br> 56. ate<br> 61. poesěd<br> 62. poesěd<br> 63. lītjoèd<br> 66. tongkà {{multicol-break}} 68. litjoèd<br> 69. sosomoj<br> 70. ĕngkok<br> 72. ma'īlong<br> 73. ĕntoet<br> 75. měntoet<br> 82. mīpi<br> 83. pīpi<br> 84. kekej<br> 86. kekej<br> 88. woengkele W: woengkélé'<br> 90. parangkej<br> 91. koendoe<br> 93. tī'īs<br> 94. roèdoer<br> 95. lowas īn tjama (kama) <3><br> 97. kama<br> 99. kīkīlè<br> 100. sītjoe<br> 102. palàd īn tjama (kama) <4><br> 105. popondol<br> 107. soeloe<br> 108. wawangkò<br> 109. toetoeroè <5><br> 112. kalasīn<br> 115. roe'ī<br> 116. ěndà/rarà<br> 117. samàna<br> 118. samàna sělà <6><br> 121. koelīt<br> 122. parasi<br> 123. woe'oek<br> 124. līmoe'oet<br> 125. loelà<br> 127. masěng <7><br> 128. koeman <8><br> 129. ma'arem <9><br> 130. mělěp, ělěpěn <10><br> 132. ma' re'om <11><br> 133. ma' wesò <12> {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> ktxgodex7fzonzc8wi8lyhw4dzxto56 Halaman:037,038,041 (Tom)pakewa.djvu/3 104 95998 267792 2026-04-16T03:59:35Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 267792 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 137. lomòtěn, lengkoe'ĕn <13><br> 138. toeměkěl <14><br> 139/<br> 140. īpī, mangīpī<br> 144. toemoeloeng/toemòd <15><br> 145. majà, waja<br> 146. toemīndòsar <16><br> 147. koeměpa <17><br> 148. mekel, wekel<br> 149. loemoekoet <18><br> 150. roemomej <19><br> 151. roemomej <19><br> 152. koemontoj <20><br> 153. koemengkeng <21><br> 154. loemělè <22><br> 156. màbowo-wowò <23><br> 157. loememò <24><br> 158. roma/tengena īn doma <25><br> 160. mangkò <26><br> 161. koemekē <27><br> 163. mangkò<br> 165. ngoemīngī, ngīngī<br> 166. ngoemanjal <28><br> 167. loemoelà<br> 169. màba'an <29><br> 170. màsěkol <30><br> 176. mangajab <31><br>{{gap}}W: mangaja'b<br> 177. koemoeroe īn dòkos/<br>{{gap}}makoeroe īn dokos<br> 182. menonou<br> 183. mate<br> 184. papate<br> 185. màpate<br> 188. tola<br> 191. pàloběngan<br> 192. paten <32><br> 193. mindo īn těla'oe'ĕn<br> 194. těla'oe'ĕn <33><br> 196. pelà W: péla'<br> 197. katamba<br> 198. pali/kalat W: pali'<br> 199. soemakīt <34> {{multicol-break}} 200. soemakīt<br> 201. ngoeměĕngět W: ngoeme 'nget<br> 202. samà<br> 203. koepěs<br> 205. rate<br> 207. ngĕngětaīn sīna'ī <35><br> 209. waro'os<br> 210. roepoe<br> 211. sarampa<br> 214. koewīl<br> 219. ngĕngět in dokos<br> 220. soepì<br> 222. lěmoèd<br> 223. těkĕrěn, tīněkěr <36><br> 224. těkěrěn, tīněkěr<br> 225. palaj<br> 227. wowò<br> 228. wěngěl<br> 229. wola<br> 231. warat<br> 232. masama'am W: sama'<br> 235. ma'oendam, měngoendam <37><br> 236. tou<br> 237. tou<br> 238. tou<br> 239. ngaran<br> 240. ngaran ai sàket<br> 241. toe'ama<br> 242. wewene<br> 243. toe'ama<br> 244. <38> 245. wewene<br> 246. sīwej<br> 248/<br> 249. mangala'oen <39><br> 250. toja'ang toe'ama<br> 252. toja'ang wewene<br> 255. amang, ama<br> 256. <40><br> 257. toja'ang loeloena<br> 258. toja'ang ka'a kàdon<br> 257/<br> 258. toja'ang {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> qfrk17lj1jan02969gv3xzb6p0mnh4y Halaman:037,038,041 (Tom)pakewa.djvu/4 104 95999 267793 2026-04-16T04:07:04Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 267793 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 257/<br> 258. toja'ang<br> 261. toja'ang toeama<br> 262. toja'ang wewene<br> 263. apò toeama<br> 264. apò wewene<br> 265. apò an soeloe<br> 266. apò an koendoe<br> 267. apò-apò<br> 268. po'ow toeama<br> 269. po'ow wewene<br> 270. kakà toe 'ama<br> 271. kaka wewene<br> 272. toearī toe'ama<br> 273. toearī wewene<br> 274. pojò<br> 275/<br> 276. itò<br> 277-<br> 280. ito<br> 281-<br> 286. ra'a<br> 295. makaīto, makara'a <41><br> 296. makaīto, makara'a <41><br> 299. empo<br> 300. empo<br> 302/<br> 303. tolo'atěkěn<br> 304. toemolo'atěk<br> 305. pīnamītong <42><br> 306-<br> 309. īpaġ<br> 310. īpaġ toe'ama<br> 311-<br> 314. īpag wewene<br> 315. taranak<br> 316. īn tona<br> 317. pěnana'an <43><br> 318. penana'an<br> 326. tanà<br> 327. ro'ong<br> 328. ro'ong<br> 329. ro'ong<br> 330. toun<br> 332. pepe'eten <44> {{multicol-break}} 337. toemotowa<br> 339. měngīnde <45><br> 340. moekoed sama W: sama'<br> 341. <46><br> 343/<br> 344. moekoèd<br> 345. wa 'īlan kasoeroe'an <47><br> 346. pa'eman<br> 347. ma'apo<br> 351. patītja<br> 352. patjita<br> 353. kartas <48><br> 354. soerat <49><br> 355. <49><br> 356. koekoe'a<br> 357. koekoe'a<br> 358. nananī <50><br> 359. pakananī<br> 360. kasale-salè'an, kakolano'an<br> 361. kawěndoe'an <51><br> 365. tou<br> 366. katou an an somoj<br> 367. karondoran<br> 368. ka'enkolan<br> 369. pělī'ī<br> 370. pělī'ī<br> 371. tona'as, walī'an <52><br> 372. walī'an<br> 375. kapelī'ī'an<br> 376. tanī, toemanì <53><br> 377. wale panoewoe'an<br> 378. kolano<br> 381. màbalī walī<br> 382. ka īnde'en <54><br> 386. pamatoe 'an<br> 388. aka īm banoe'a<br> 389. matoe-matoe'a<br> 390. soeraro<br> 391. kamang<br> 392. kawangkoeran <55><br> 394. ata<br> 396. kanaraměn<br> 397. tou nī mese'a {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 421t1avrqz2ce03o0e6ngrvh15k9ksv Halaman:037,038,041 (Tom)pakewa.djvu/5 104 96000 267794 2026-04-16T04:49:25Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 267794 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 395. poetoesěn<br> 399. pědisěn <56><br> 400. toe'ar<br> 401. sa'iri<br> 402. toemītīmbang<br> 403. tou ai djade<br> 404. romaġ<br> 407/<br> 408. mamale, pamale'an <57><br> 410. maweteng <58><br> 411. īrang<br> 412. ta'ar īm pamale'an <59><br> 413. maka'ero toja'ang <60><br>{{gap}}W: makaéré<br> 415. tawojěn kare'en <61><br> 416. wěloè<br> 417. ma'oraj<br> 418. saka'ība<br> 419. rababo<br> 420. soesoelingen <62><br> 421. toewoeng<br> 422. toewoeng<br> 424. momongan<br> 426. olī-olī<br> 427. sěsěmboengan <63><br> 428. moraj <64><br> 437. wale<br> 438. loilong<br> 439. woewoengan<br> 441. atep<br> 442. sero-sero<br> 449. panàpà <65><br> 451. tětěngo'an <66><br> 453. ràdan<br> 454. tàkěs<br> 456/<br> 457. salè <67><br> 458/<br> 459. rīdīr, līwoe'ak W: ri'dir<br> 461. arī'ī<br> 462. antangěn īn solīmaj<br> 463. pàtěkělan, tětěkělan <68><br> 464. kěkěndir <69> {{multicol-break}} 465. pàtěkělan, tětěkělan<br> 468. pà'alī<br> 469. pa'oeloenan<br> 470. dego-dego; loekoetan<br> 471. loġos<br> 472/<br> 473. solīmaj <70><br> 474. pàtīrò'an <71><br> 475. apī<br> 476. la'oeng<br> 477. roemītjet apī<br> 478. lěsěměn/loeměsěm <72><br> 483. awoe<br> 484. pàdoeroek <73><br> 485. mengket in sosolo'an/solo<br> 486. soeměngo in solo <74><br> 487. rarěm īm bale<br> 488. kěkěndīr<br> 489. loekoetan <75><br> 493. roempīng <76><br> 494. wela<br> 496. koerè<br> 497. koesī<br> 498. mangkoe kopi/pa'ělěpan īn tjopī<br> 499. paělěpan<br> 500. getel <77><br> 501-<br> 503. kakanan, kokoloran<br> 505. paġi <78> W: paġi'<br> 506. pisow/kentar<br> 507. lolabi W: lolabi'<br> 508. lolabi W: lolabi'<br> 510. totongka<br> 511. sasa'ap<br> 514. wantang, karaja <79><br>{{gap}}W: karaja'<br> 515. sosolo'an<br> 516. soemboe<br> 517. salàb<br> 519. tempa<br><br> 520. pītī <80><br> 522. koerè {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> gjxz50i86mk130f3viu109lfreiwf99 Halaman:037,038,041 (Tom)pakewa.djvu/6 104 96001 267795 2026-04-16T05:05:21Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 267795 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 524. tampajang<br> 525-<br> 527. toemīrò<br> 528. goemoreng, gorengen <81><br> 529. měra <82><br> 530. rarangen, roemarang <83><br> 534. kaněn<br> 535. kaněn<br> 536. ītjan<br> 537. sende'en<br> 540. sědà pĕra<br> 541. ponkor<br> 539. sěda<br> 544. wī'īr <84><br> 545. toetoe W: toe'toe'<br> 546. wenè W: wéné'<br> 547. ra'amī<br> 548. o'am<br> 549. nī'oemoeng <85><br> 550. lěsoeng<br> 551. rara'as<br> 555. koemīsar<br> 560. koekīs <86><br> 561. rajak<br> 562. rītja djawa<br> 563. asīn<br> 565. woejang<br> 567. salana<br> 568. karaj<br> 573. kokotjot<br> 576. sīsīm<br> 578. wěngkal<br> 579/<br> 580. lolat, olat<br> 582. timběġa<br> 583. timběġa<br> 586. pàbaratěn <87><br> 588. lawěn<br> 589. rokò<br> 590. kapas lĕmè<br> 591. lakeng, kakěra <88><br> 593. toemitjoj <89><br> 594-<br> 597. pàtītjojan <90> {{multicol-break}} 600. ajaměn, majam <91><br> 601. wībītěn, mībīt <92><br> 602. wakěs<br> 603. pàbīlīt<br> 604. soemangat <93><br> 605/<br> 606. sompoj<br> 608. soemala/soembala<br> 611. wěngkow<br> 612. pàsĕngo, sěsěngo <94><br> 613-<br> 616. wěntīr<br> 617. kělid<br> 618. warena<br> 619. lantaka<br> 620. loetaw<br> 621. oewa<br> 622. pīlor<br> 623. loetawĕn <95><br> 624. wawajong <96><br> 625. <97><br> 626. <98><br> 627. kaseke, katokol W: kaséké'<br> 628. soepera<br> 629. mamoe'īs <99><br> 630. mětěnga'an <100><br> 634. toemoeroek īnowak<br> 635. <101><br> 636. tou nīrakěp <102><br> 637. roeroedoe'an <103><br> 639. weteng, īpa'apò<br> 640. asīl<br> 642. padjeko<br> 643. wěrěna in padjeko<br> 651. sosolongĕn <104><br> 652. patjol<br> 653. oema<br> 654. pàlěpon<br> 655. oema<br> 656. līsīd<br> 657. posopoet<br> 659. paġer/pare'en W: paré'én<br> 660. sīnaněm {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 3d13hehaw9dym3s2ltc6fx72eyvlrfy Indeks:042 Enemawira, Tabukan (Sangir).djvu 102 96002 267796 2026-04-16T05:07:15Z Thersetya2021 15831 ←Membuat halaman berisi '' 267796 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item= |Title=042 Enemawira, Tabukan (Sangir) |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author=Karel Frederik Holle |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor=Stokhof, W. A. L. |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year=1987 |Key= |ISBN= |Source=djvu |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} 2pbvhzutpeu43wf8j36lahi6ysduf17 Halaman:037,038,041 (Tom)pakewa.djvu/7 104 96003 267797 2026-04-16T05:16:10Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 267797 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 662/<br> 663. iparoet, iwoeras <105><br> 664. watoena<br> 665. moesěb <106><br> 668. wowos<br> 669. matà<br> 671/<br> 672. moepoè W: moepé'<br> 674. tande<br> 677. bontjīs <86><br> 678. bont jis <86><br> 679. wala'ang<br> 681. towakoe<br> 682. pola<br> 683. katjang<br> 685. tīntjo<br> 686. oewī<br> 688. oewī<br> 690. marīsa<br> 691-<br> 693. popò W: po'po'<br> 695. àkěl<br> 696. sīlar<br> 699. oepè<br> 701. goela<br> 702. sẽsa<br> 703. těwasěn<br> 704. towang<br> 705. kapes<br> 706. kapok<br> 707. pondan<br> 708. kawīlej<br> 709. nangka<br> 710. ramboetan<br> 711. doerīan<br> 712. koepa, kěmbes<br> 716. poentē<br> 717. poenti im bolaj<br> 720. moente tombal/moente tàpè<br> 721. kasoemba/moente kasoemba<br> 722. moente īnta<br> 723. kopī<br> 725. blauw <?> {{multicol-break}} 726. gamber<br> 727. popòdoe<br> 728. apoè<br> 729. koenī<br> 731. pondos<br> 732. <107><br> 734. toe'oed<br> 739/<br> 740. panga<br> 742-<br> 744. <108><br> 746. lalajna<br> 748. koelīna<br> 750. ranona<br> 751. poeloet <109><br> 752. tengà<br> 753. lalaj<br> 754. ramà, sědīnga<br> 755. ramà<br> 757. se'e<br> 758. boengang<br> 759. woe'ana<br> 761. koelīna<br> 763. watoena<br> 764. samàna<br> 765. toetoe'oen<br> 766. lana/solo<br> 770. roekoet<br> 771. roekoet<br> 772. koe'oen<br> 773. salab <110><br> 774. bīnatang<br> 775. anak <111><br> 778. īpoes<br> 779. kekej<br> 780. soeloe<br> 781. soeloe<br> 786. teiteleb<br> 787. woe'oek<br> 789. roemoen<br> 790. woelīnja<br> 794. wawī<br> 797. mīmboeroeng {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> fzymdt2eb6jrqboee98bu4akese16sm Halaman:037,038,041 (Tom)pakewa.djvu/8 104 96004 267798 2026-04-16T05:24:02Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 267798 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 798. loemba<br> 800-<br> 802. kěrěbow, kěrěwow<br> 803. sapī sīwej<br> 804. sapī mondangan<br> 803/<br> 804. sapī<br> 806. měmbè<br> 807. kawajo<br> 808. toemenge <112><br> 809. roesal<br> 811. asoe<br> 812. goemagow <113><br> 813. me'ong<br> 814. mànge'ong<br> 815. matjang <114><br> 816. mēngkěr <115><br> 824. mombo <116><br> 825. koko ak<br> 826. kokò W: ko'ko'<br> 827. sīsī 828. kokò sīwej<br> 830. kokò lakà W: ko'ko laka'<br> 831. wansal<br> 834. kěle'ak<br> 835. keroet<br> 836. pīsok<br> 843. roemaraģīt/sītjěp<br> 844. loemelempàd<br> 846. peret<br> 847. peret wolaj <117><br> 851. kawok<br> 852. kawok <118><br> 853. worongīs<br> 854. wolaj<br> 861. poekět <119><br> 865. kosej<br> 866. koetoe<br> 869. tīma'as<br> 870. woerotok<br> 871. tetelengka<br> 872. rongit<br> 877. pangka {{multicol-break}} 878. tenteres<br> 879. līnsěn<br> 881. komong<br> 884. <120><br> 886. <121><br> 891. oelěd<br> 892. oelang<br> 893. kelītjīd<br> 894. nī'ī<br> 896. pekak<br> 898. sopit<br> 899. līwang<br> 900. sawoerang<br> 901. bīlang-bīlang<br> 902. potjan W: poitjan<br> 903. kaijoba'an<br> 904. langīt<br> 905. langīt<br> 906. endo<br> 907. kinakerèban si endo <122><br> 908. sĕrap<br> 910. sěrap <123><br> 911. tinongko sī serap <124><br> 912. soeměndot<br> 917. tanà<br> 919. oeran<br> 921. kamboeng<br> 923. līmbawa<br> 924. ĕroet<br> 925. toeloes īn tjīlat<br> 927. mangedò <125><br> 928. rěġěs<br> 929. awa'at<br> 930. rano<br> 931. laoer, ta'asītj<br> 932. taġas<br> 934. sonop<br> 935. roe'oena<br> 936. sěmpa<br> 937. roe'oena<br> 938. lawanan<br> 939. těmbĕran {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> q8lrj5bxxn6mm09bbpamc6lhug54l1o Halaman:037,038,041 (Tom)pakewa.djvu/9 104 96005 267799 2026-04-16T05:28:33Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 267799 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 940. tataġasan<br> 941. napo<br> 942. katana'an<br> 943. tana<br> 944. poenten<br> 945. ka'īmpītan īntana <126><br> 946. tongkejna<br> 947. koentoeng<br> 948. koentong těkek<br> 951. lopàna<br> 952. lepak<br> 955. taloen<br> 957. sīnī'a, zěkat <rěkat ?><br> 958. ma'awoe<br> 959. lalan<br> 962. soepoe<br> 963. rojongan <127><br> 967. sapàna/pàlembojan <128><br> 968. sosò W: so'so'<br> 969. watoe<br> 970. tanà<br> 971. rangīngīs<br> 973. wasej<br> 974. wītoè<br> 975. wītoè raindang<br> 976. pera<br> 977. paser<br> 978. toetà<br> 979. toetà<br> 980. walelang<br> 991. tatamber/tamber, somar<br> 992. měnoewoe-noewoe<br> 993. měsama'an<br> 994. memata'ar/menta'aran<br> 995. màbangker, wangker <129><br> 996. měngangoema<br> 997. toekang<br> 998. tou <130><br> 999. makī'ikī īt <131><br> 1000. walī-walī<br> 1002. pasar<br> 1003. toeměrok, těrok <132> {{multicol-break}} 1004. barang<br> 1006. wīlīt<br> 1007. wa'era <133> 1008. oentoeng<br> 1009. roeġī<br> 1010. tělěsan/toemělěs <134><br> 1011. kěli wa'era<br> 1012. pīra wa'era<br> 1013. wěnang<br> 1014. woeroètoeng<br> 1015. wa'eran/ma'er<br> 1016. toeměrok <135><br> 1017/<br> 1018. īramĕn/mīram <136><br> 1019. sawělan/soemawěl <137><br> 1020. we'e<br> 1021. gade<br> 1022. měkī kokos <138><br> 1024. toetoembī'an <139><br> 1025. toetoembī'an<br> 1026. sosòkad, pasokad<br> 1027. toetoembian, pàtoembī'an<br> 1028. pàtoro'an, totoro'an<br> 1031. kapal api<br> 1032. skoetji <140 ><br> 1033. londej <141><br> 1035. pala'eng<br> 1037. sengkot<br> 1038. wowoelīng <142><br> 1040. wole<br> 1041. sasa'ap <143><br> 1042. soema'ap <143><br> 1043. mole <144><br> 1049. walangow <145><br> 1050. rakīt<br> 1051. pàsoewa'an <146><br> 1052. tjasampel <147><br> 1053. ma'andet an la'oer <148><br> 1058. ròemarakěp <149><br>{{gap}}W: roemara'kep<br> 1059. pada'ī ra'ī'ĕn<br> 1060. tondongĕn <150><br> 1061. wankĕr {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> dikmw0jhra8c4i76kw922bz18ahxea1 Halaman:037,038,041 (Tom)pakewa.djvu/19 104 96006 267800 2026-04-16T05:40:12Z Thersetya2021 15831 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '(TOM) PAKEWA 148 . andet = to rob , take away from 149 . from rakp to kidnap people W: ra ' kep 150 . tondong = to fol low (somebody ) 15l . tkek, trpIs, tr sIt j 152 . rootword woeta 153 . of persons and animal s wobas 154 . asIn = salt 155 . rootword ere 156. me 'e, 1 we 'e, we 'an, me 'e also means 157. toe'oes = mark 158 . reken en tanej thought 159 . rootword tanej 160. rootword loepa 161 . rootword kelong 162 . mangakoe , p... 267800 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>(TOM) PAKEWA 148 . andet = to rob , take away from 149 . from rakp to kidnap people W: ra ' kep 150 . tondong = to fol low (somebody ) 15l . tkek, trpIs, tr sIt j 152 . rootword woeta 153 . of persons and animal s wobas 154 . asIn = salt 155 . rootword ere 156. me 'e, 1 we 'e, we 'an, me 'e also means 157. toe'oes = mark 158 . reken en tanej thought 159 . rootword tanej 160. rootword loepa 161 . rootword kelong 162 . mangakoe , pangakoen , rootword akoe 163. pns = silent 164 . rootword Imboeroeng 165 . roma = speech 166 . nanI or nanani = singing 167 . rootword rangat = calling 168 . roro 'ona means also : we alth tou roro 'ona a we althy person 169 . tawoj = work 170. (hip = tengkej ) 17 1. to wake some body up polon 172. tip = spy on 173. oepoes love 174 . rootword kanat = throat manganat , to look at someone with envy 175. sale = will W: sale' sale means also = fl oor 176 . woeka = open do as you like 227<noinclude></noinclude> fbdsyvqiftdme4yx6t8b58r22487pv4 267801 267800 2026-04-16T06:50:17Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 267801 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="148"> andet = to rob, take away from<br> # from rakěp = to kidnap people W: ra'kep<br> # tondong = to follow (somebody)<br> # těkek, těrěpīs, tĕrĕsītj<br> # rootword woeta<br> # of persons and animals = wòbas<br> # asīn = salt<br> # rootword ere<br> # me'e, ī we'e, we'an, me'e also means = do as you like<br> # toe'oes = mark<br> # reken en tanej = thought<br> # rootword tanej<br> # rootword loepa<br> # rootword kelong<br> # mangakoe, pangakoen, rootword akoe<br> # pěněs = silent<br> # rootword īmboeroeng<br> # romà = speech<br> # nanī or nanani = singing<br> # rootword rangat = calling<br> # roro'ona means also : wealth<br>tou roro'ona = a wealthy person<br> # tawoj = work<br> # (hip = tengkej)<br> # to wake somebody up = polon<br> # ětip = spy on<br> # oepoes = love<br> # rootword kanat = throat<br>manganat, to look at someone with envy<br> # salè = will W: salé'<br>salè means also = floor<br> # woeka = open<noinclude></noinclude> dbxza4u0fle8frr2u0p0l65bpt8tfis Halaman:037,038,041 (Tom)pakewa.djvu/18 104 96007 267802 2026-04-16T06:56:37Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 267802 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="124"> tongko = to seize with the <..?..> or beak, according to the traditional belief at that occasion the man is swallowed by a supernatural giant snake<br> # edò = movement<br> # īmpīt = narrow<br> # rojang or roemojong = to run <of water><br> # lěmboj or loemeboj = to escape<br> # = sale<br> # his servant = touna; your servant = tounoe<br> # kǐ'ǐt = to follow<br> # = sale<br> # rootword waer payment<br> # tělěs = buy<br> # rootword těrok<br> # rootword ǐram<br> # rootword sawěl = to change something for something else<br> # měki = to ask; kokos = low W: meki = prefix<br>ate kokos = humble of heart W: ate ko'kos<br> # toembī = to weigh<br> # derived from the <Dutch> word schuit<br> # londej is also a general name for all kinds of boats<br>image: tombiloeng<br>image: kalebat<br>image: bolotoe }those three always have outriggers # also the rear end of a boat<br> # rootword saap<br> # from wole = oar<br> # also rope with which one ties a horse <to a pole etc.><br> # from soewà = to arrive (e.g. of a ship)<br> # sampel : everything which is washed ashore by the sea<noinclude></noinclude> 778upa87jdajfcfjw5zacmclno0lwsa Halaman:Warisan Seorang Pangeran 02.pdf/19 104 96008 267816 2026-04-16T08:41:54Z Sandi rambe 25813 /* Telah diuji baca */ 267816 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sandi rambe" /></noinclude>Lagu suara orang ini sangat tidak enak didengarnja, dan tak sedap masuknja kedalam telinga Teng Yang dan Tjeng Loen, Setjarn tidak langsing, mereka telah disindir dan ditjatji. Waktu itu Hoe Loen telah bertindak kebokpay, Dengan meng-ulur dua djari tangannja, dengan tjepet in telah mendjepit dan mentjabut ke-empat batang golok, kemudian dengan gerait-geriknja jang atjuh tak stjuh ataupun agungan, sambil meng-usut djang-gutnja, ia pergi ketempat dimana tadi Tjeng Loen berdiri untuk melepaskan goloknja itu. Disitu, sambil memiringkan kepalanja. dengan atjuh tak aljuh, ia berkata kepada Tjioe Too Long: Sudah, kau djangan terlalu banjak pikir! Lihat aku si Hoe jang tua nanti menambah sebatang golok lebih banjak daripada orang lain !" Too Liong memang ingin sangat orang menundjukkan kepandai-annja, supaja Tjeng Loen dapat ditandingi, maka lekas in memberi hormat kepada orang tua itu. Silakan, lootjianpwee!" ia berkata. Peribahasa menjatakan, djahe tua semakin pedas, maka itu sekarang kami hendak lebih dulu menuang arak, untuk menanti guna memberi selamat padamu!" Belum lagi djago Tjong Pang ini menutup mulutnja, Hoe, Loen sudah memutar tubuhnja, hingga bokpay berada dibelakangnja, me-njusal mana, tanpa menoleh lagi, sambil berseru: Lihat tangan. nja!" kedua tangannja sudah terajun, Dua rupa benda bersinar putih-mengkilap berkelebat lewat diatasan pundaknja, disusul suara benturan keras, Hampir saling-susul, kedua golok sudah nantjap di-tengah telapak-tangan kiri dan kanan! Hoe Loen tidak berhenti sampai disitu, Belum sempat orang bersorak untuk memudji padanja, ja sudah menggerakkan lagi ke-dua tangannja, dibarengi dengan seruannja Lihat dengkulnja!" Menjusul itu, lagi dua golok berkelebat, nantjap didengkul kiri dan kanan gambar manusia di bokpay itu. Jang hebat adalah dengan udjungnja tembus satu dim, jang menandakan hebatnja tenaganja jang besar! Sedangkan golok Too Liong dan Tjeng Loen tjuma menantjap sadja. Pertundjukan ini membikin disatu pihak orang mengulur lidah saking kagum, dilain pihak orang bertempik.sorak dengan pudjian-nja, tidak ketjuall Teng Yang dan Tjeng Loen serta Lok Tjiauw djuga, Tjuma Sim Goat Hoa sendiri jang tidak menundjukkan sikap kagum. Ia hanja bersenjum...... Walaupun suasana demikian rupa, sikap Goat Hoa ini tidak<noinclude></noinclude> 3tujgm2uq32j88h9nxbu7ai4ud77i8o