Wikisumber idwikisource https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama MediaWiki 1.46.0-wmf.24 first-letter Media Istimewa Pembicaraan Pengguna Pembicaraan Pengguna Wikisumber Pembicaraan Wikisumber Berkas Pembicaraan Berkas MediaWiki Pembicaraan MediaWiki Templat Pembicaraan Templat Bantuan Pembicaraan Bantuan Kategori Pembicaraan Kategori Pengarang Pembicaraan Pengarang Indeks Pembicaraan Indeks Halaman Pembicaraan Halaman Portal Pembicaraan Portal TimedText TimedText talk Modul Pembicaraan Modul Acara Pembicaraan Acara Wikisumber:Warung kopi 4 49 268373 268084 2026-04-26T00:58:33Z MediaWiki message delivery 6352 /* Request for comment (global AI policy) */ bagian baru 268373 wikitext text/x-wiki {{process header |title=Warung kopi |previous=[[Wikisource:Indeks/Komunitas|Halaman komunitas]] |next=[[Wikisource:Warung kopi/Arsip|Arsip]]/[[Wikisource:Warung kopi/Pesan global|Pesan global]] }} {{introkopi}} == Wikidata Item and Property labels soon displayed in Wiki Watchlist/Recent Changes == ''(Apologies for posting in English, you can help by translating into your language)'' Hello everyone, the [[m:Wikidata_For_Wikimedia_Projects/Clearer_Wikidata_Edit_Summaries/Resolve_Labels|Wikidata For Wikimedia Projects]] team is excited to announce an upcoming change in how Wikidata edit changelogs are displayed in your [[Special:Watchlist|Watchlists]] and [[Special:RecentChanges|Recent Changes]] lists. If an edit is made on Wikidata that affects a page in another Wikimedia Project, the changelog will contain some information about the nature of the edit. This can include a QID (or Q-number), a PID (or P-number) and a value (which can be text, numbers, dates, or also QID or PID’s). Confused by these terms? See the [[d:Special:MyLanguage/Wikidata:Glossary|Wikidata:Glossary]] for further explanations. The upcoming change is scheduled for '''17.07.2025''', between '''1300 - 1500 UTC'''. The change will display the label (item name) alongside any QID or PIDs, as seen in the image below: [[File:Apr10 edit summary on Wikidata.png|An edit sum entry on Wikidata, labels display alongside their P- and Q-no.'s]] These changes will only be visible if you have Wikidata edits enabled in your User Preferences for Watchlists and Recent Changes, or have the active filter ‘Wikidata edits’ checkbox toggled on, directly on the Watchlist and Recent Changes pages. Your bot and gadget may be affected! There are thousands of bots, gadgets and user-scripts and whilst we have researched potential effects to many of them, we cannot guarantee there won’t be some that are broken or affected by this change. Further information and context about this change, including how your bot may be affected can be found on this [[m:Wikidata_For_Wikimedia_Projects/Clearer_Wikidata_Edit_Summaries/Resolve_Labels|project task page]]. We welcome your questions and feedback, please write to us on this dedicated [[m:Talk:Wikidata_For_Wikimedia_Projects/Clearer_Wikidata_Edit_Summaries/Resolve_Labels|Talk page]]. Thank you, - [[m:User:Danny_Benjafield_(WMDE)|Danny Benjafield (WMDE)]] on behalf of the Wikidata For Wikimedia Projects Team. [[Pengguna:MediaWiki message delivery|MediaWiki message delivery]] ([[Pembicaraan Pengguna:MediaWiki message delivery|bicara]]) 14 Juli 2025 12.46 (UTC) <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Danny Benjafield (WMDE)@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=User:Danny_Benjafield_(WMDE)/MassMessage_Test_List&oldid=28981877 --> == Permintaan pembuatan [[MediaWiki:Wsexport about]] == Kalau kita unduh naskah di Wikisumber, di bagian akhir ada semacam halaman "''About this digital edition''" yang sayangnya masih dalam bahasa Inggris. Nah, setelah saya baca, halaman itu ditransklusikan dari halaman [[MediaWiki:Wsexport about]] (contohnya ada di [[:mul:MediaWiki:Wsexport about]] atau [[:fr:MediaWiki:Wsexport about]]). Saya lihat halaman itu masih belum ada di idws. Jadi, di sini saya minta tolong pengurus untuk membuat dan menerjemahkan halaman itu. Terima kasih banyak sebelumnya! [[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|bicara]]) 24 Juli 2025 02.36 (UTC) :Mohon para admin agar dilakukan eksekusi ping @[[Pengguna:Agus Damanik|Agus Damanik]] @[[Pengguna:Sathira15|Sathira15]]@[[Pengguna:Bennylin|Bennylin]] [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 17 Agustus 2025 16.22 (UTC) ::Done. Sudah saya modifikasi sedikit. Silakan diberi masukan. <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|&#x2712;]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 18 September 2025 05.18 (UTC) :::Terima kasih @[[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]! Saya sudah coba unduh naskah [[Tjempaka Merah]] dengan melewati ''caching'' dan halaman "Tentang edisi digital"-nya sudah menjadi bahasa Indonesia. Secara bawaan, sepertinya perlu menunggu beberapa waktu agar ''cache''-nya tergantikan dengan yang baru. [[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|bicara]]) 18 September 2025 05.45 (UTC) ::::Sudah dicoba di aplikasi Wikisource juga? Apakah berpengaruh? <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|&#x2712;]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 18 September 2025 07.34 (UTC) :::::Untuk pengunduhan dari aplikasi Wikisource masih belum berpengaruh. Saya akan coba cek apakah bisa kita "paksakan" agar ''cache''-nya diperbarui. [[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|bicara]]) 18 September 2025 11.46 (UTC) ::::::''Update'': Barusan saya coba pengunduhan dari aplikasi maupun dari web Wikisumber sudah secara bawaan menggunakan "Tentang edisi digital" versi bahasa Indonesia. Terima kasih! {{--}}[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|bicara]]) 6 Oktober 2025 09.06 (UTC) :::::::👍 <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|&#x2712;]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 7 Oktober 2025 06.27 (UTC) == <span lang="en" dir="ltr"> Upcoming Deployment of the CampaignEvents Extension</span> == <div lang="en" dir="ltr"> <section begin="message"/> Hello everyone, ''(Apologies for posting in English if English is not your first language. Please help translate to your language.)'' The Campaigns Product Team is planning a global deployment of the '''[[:mw:Help:Extension:CampaignEvents|CampaignEvents extension]]''' to all Wikisource, including this Wikisource, during the '''week of August 25th'''. This extension is designed to help organizers plan and manage events, WikiProjects, and other on-wiki collaborations - and to make these efforts more discoverable. The three main features of this extension are: * '''[[:m:Event_Center/Registration|Event Registration]]''': A simple way to sign up for events on the wiki. * '''[[:m:CampaignEvents/Collaboration_list|Collaboration List]]''': A global list of events and a local list of WikiProjects, accessible at '''[[:m:Special:AllEvents|Special:AllEvents]]'''. * '''[[:m:Campaigns/Foundation_Product_Team/Invitation_list|Invitation Lists]]''': A tool to help organizers find editors who might want to join, based on their past contributions. '''Note''': The extension comes with a new user right called '''"Event Organizer"''', which will be managed by administrators on this Wikisource. Organizer tools like Event Registration and Invitation Lists will only work if someone is granted this right. The Collaboration List is available to everyone immediately after deployment. The extension is already live on several wikis, including '''all Wikipedia, Meta, Wikidata''', and more ( [[m:CampaignEvents/Deployment_status#Current_Deployment_Status_for_CampaignEvents_extension| See the full deployment list]]) If you have any questions, concerns, or feedback, please feel free to share them on the [[m:Talk:CampaignEvents| extension talkpage]]. We’d love to hear from you before the rollout. Thank you! <section end="message"/> </div> <bdi lang="en" dir="ltr">[[User:Udehb-WMF|Udehb-WMF]] ([[User talk:Udehb-WMF|bicara]]) 31 Juli 2025 15.40 (UTC)</bdi> <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Udehb-WMF@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=User:Udehb-WMF/sandbox/MM_target_Wikisource&oldid=29066664 --> == Akun sementara akan diaktifkan segera == <section begin="body"/> Halo, kami dari tim [[mw:Special:MyLanguage/Product Safety and Integrity|Product and Safety]] Wikimedia Foundation ingin mengumumkan bahwa fitur '''[[mw:Special:MyLanguage/Trust and Safety Product/Temporary Accounts|akun sementara]] rencananya akan diaktifkan di wiki ini pada 1 September'''. Fitur ini sudah diaktifkan di 30 wiki, termasuk beberapa di antaranya adalah Wikipedia bahasa Jerman, Jepang, Prancis, dan Indonesia. Ini berguna untuk kontributor yang tidak memiliki akun dan/atau masuk log dalam melindungi privasinya. Selain itu, fitur ini juga bermanfaat bagi kontributor yang melakukan patroli maupun pengurus, sebagai bagian dari menjaga wiki senantiasa aman dan tetap akurat. '''Mengapa kami membuat fitur ini?''' Sudah sepatutnya proyek Wikimedia menjadi tempat yang aman bagi semua kontributor, termasuk mereka yang memilih untuk tidak masuk log (pengguna anonim). Fitur Akun Sementara mengizinkan pengguna anonim untuk bisa berkontribusi tanpa harus menunjukkan alamat IP mereka secara publik. Selain itu, perangkat lunak moderasi kami sangat bergantung pada jaringan yang digunakan (dalam hal ini adalah alamat IP) untuk mendeteksi perilaku vandal maupun penggunaan akun siluman secara tidak bertanggung jawab. Permasalahannya, tidak jarang satu/beberapa alamat IP yang digunakan oleh pelaku vandal juga berbarengan dengan pengguna berniat baik. Alhasil, kontributor berniat baik tersebut bisa saja enggan untuk menyunting kembali karena diblokir dan dianggap sama dengan pelaku vandal tersebut. Melalui Akun Sementara, kami harapkan hal seperti ini dapat diminimalkan. Untuk cara kerja dari fitur ini dapat dilihat di bawah. '''Bagaimana fitur ini bekerja?''' [[File:Temporary account banner and empty talk page.png|thumb]] Siapa saja yang menyunting secara anonim di wiki, sebuah kuki (cookie) akan disimpan ke dalam peramban web pengguna anonim tersebut. Kemudian, akun sementara yang terhubung dengan kuki tersebut akan dibuat secara otomatis. Nama akun pengguna tersebut akan mengikuti format sebagai berikut: <code dir=ltr>~2025-12345-67</code> (tanda tilda, tahun sekarang, dan angka). Format tersebut yang akan tampil di halaman perubahan terbaru, alih-alih alamat IP seperti sebelumnya. Kuki akan disimpan selama 90 hari sejak pembuatan. Selama kuki tersebut masih tersimpan, maka nama tersebutlah yang akan digunakan dan akan tetap sama apapun koneksi internet (alamat IP) yang dipakai. Catatan log terkait alamat IP dari akun tersebut akan disimpan selama 90 hari setelah penyuntingan terakhir. Namun, hanya beberapa pengguna terdaftar yang dapat melihat alamat IP tersebut. '''Apa artinya ini bagi kontributor?''' '''Bagi pengguna anonim (tidak masuk log)''' * Meningkatkan privasi atau keamanan. Pada saat ini, ketika Anda memilih untuk tidak masuk log, maka alamat IP Anda akan tampil secara publik. Hal seperti ini tidak akan terjadi lagi nantinya. * Apabila Anda menggunakan akun sementara untuk menyunting di lokasi yang berbeda selama 90 hari terakhir, maka riwayat suntingan dan alamat IP dari lokasi tersebut akan tersimpan di dalam akun sementara. Pengguna terdaftar yang [[foundation:Special:MyLanguage/Policy:Access_to_temporary_account_IP_addresses|memenuhi kriteria]] dapat melihat data tersebut. Jika hal ini membuat Anda terancam, silakan hubungi surel talktohumanrights@wikimedia.org untuk bantuan. '''Bagi kontributor yang berinteraksi dengan pengguna anonim''' * Akun sementara secara unik hanya terhubung ke satu perangkat. Jika dibandingkan dengan alamat IP, maka satu alamat IP bisa saja digunakan lebih banyak orang maupun perangkat pada saat yang bersamaan. * Akan jauh lebih mudah untuk berasumsi bahwa satu akun sementara hanya berlaku untuk satu orang. Jika dibandingkan dengan alamat IP, maka sulit untuk memprediksi apakah itu orang yang sama atau bukan. '''Bagi kontributor yang menggunakan alamat IP untuk patroli''' * '''Untuk kontributor yang rutin melakukan patroli''' dalam mencari pelaku vandal, melakukan investigasi pelanggaran kebijakan dan pedoman, dsb: kontributor yang [[foundation:Special:MyLanguage/Policy:Access_to_temporary_account_IP_addresses|memenuhi kriteria]] dapat melihat alamat IP dari akun sementara maupun seluruh kontribusi yang dibuat oleh akun sementara dari alamat IP secara spesifik/rentang tertentu ([[Special:IPContributions]]). Mereka juga akan memiliki akses ke informasi bermanfaat tentang alamat IP berkat fitur [[mw:Special:MyLanguage/Trust and Safety Product/IP Info|Info IP]]. Selain itu, fitur yang sudah tersedia seperti filter penyalahgunaan, blokir global, kontribusi global, dsb. akan disesuaikan agar dapat bekerja dengan fitur Akun Sementara. * '''Untuk pengurus yang memblokir alamat IP:''' ** Sangat memungkinkan untuk mencegah beberapa orang dalam membuat akun hanya dengan memblokir akun sementaranya. Seseorang yang diblokir tidak akan dapat membuat akun sementara baru jika pengurus memilih opsi [[mw:Special:MyLanguage/Autoblock|blokir otomatis.]] ** Blokir satu maupun rentang alamat IP tetap berlaku. * Akun Sementara tidak akan berlaku untuk kontribusi sebelum perilisan fitur ini. Pada halaman Istimewa:Kontribusi pengguna, alamat IP yang sudah ada sebelumnya tetap akan tampil. Jika ingin melihat suntingan oleh akun sementara, kunjungi halaman Istimewa:Kontribusi alamat IP. '''Tahap selanjutnya dan apa yang harus dilakukan''' * Apabila Anda mengetahui perkakas, akun bot, dsb. yang menggunakan alamat IP, sebaiknya dilakukan uji coba terlebih dahulu di [[testwiki:Main_Page|testwiki]] atau [[test2wiki:Main_Page|test2wiki]]. Jika Anda adalah pengembang sukarelawan, silakan membaca dokumentasi [[mw:Special:MyLanguage/Trust and Safety Product/Temporary Accounts/For developers| berikut ini]] dan lihat bagian [[mw:Special:MyLanguage/Trust and Safety Product/Temporary Accounts/For developers#How should I update my code?|kode Anda mungkin perlu diperbarui]]. * Apabila Anda ingin merasakan pengalaman menggunakan akun sementara, silakan kunjungi testwiki atau test2wiki tanpa masuk log. * Sampaikan kepada kami apa saja halangan maupun permasalahan yang dialami. Kami akan berusaha semaksimal mungkin dalam membantu, tetapi apabila tidak bisa maka kami akan memikirkan opsi lain yang tersedia. * Lihat kembali [[m:Meta:Babel#Temporary_Accounts:_access_to_IP_addresses_and_next_steps|pengumuman terakhir kami]] tentang syarat bagi pengguna tanpa hak khusus (pengurus, birokrat, pemeriksa, pengawas) yang ingin melihat alamat IP akun sementara. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang proyek ini, silakan kunjungi halaman [[mw:Special:MyLanguage/Trust and Safety Product/Temporary Accounts/FAQ|pertanyaan yang sering diajukan]]. Anda mungkin juga tertarik untuk melihat [[mw:Special:MyLanguage/Trust and Safety Product/Temporary Accounts/Updates|pengumuman terkini ]] dan [[mw:Newsletter:Product Safety and Integrity|berlangganan nawala kami]]. Salam.<section end="body" /> <bdi lang="en" dir="ltr">[[m:user:NKohli (WMF)|NKohli (WMF)]], [[m:user:SGrabarczuk (WMF)|SGrabarczuk (WMF)]]</bdi> 26 Agustus 2025 21.36 (UTC) <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Quiddity (WMF)@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=User:Quiddity_(WMF)/sandbox6&oldid=29181713 --> == Wiki Anda akan segera menjadi mode hanya baca == <section begin="server-switch"/><div class="plainlinks"> [[:m:Special:MyLanguage/Tech/Server switch|Baca pesan ini dalam bahasa lain]] • [https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Special:Translate&group=page-Tech%2FServer+switch&language=&action=page&filter= {{int:please-translate}}] [[foundation:|Wikimedia Foundation]] akan menguji coba mengalihkan pusat data utama dan sekundernya. Hal ini akan memastikan bahwa Wikipedia dan wiki Wikimedia lainnya dapat tetap beroperasi bahkan selepas bencana. Semua lalu lintas akan beralih pada '''{{#time:j xg|2025-09-24|id}}'''. Uji coba akan dimulai pukul '''[https://zonestamp.toolforge.org/{{#time:U|2025-09-24T15:00|en}} {{#time:H:i e|2025-09-24T15:00}}]'''. Akan tetapi, karena adanya keterbatasan dalam perangkat lunak [[mw:Special:MyLanguage/Manual:What is MediaWiki?|MediaWiki]], semua aktivitas penyuntingan harus berhenti sementara ketika proses pengalihan ini kami lakukan. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan kami akan berupaya untuk meminimalkan hal serupa pada waktu yang akan datang. Sebuah papan pengumuman akan ditampilkan di semua wiki 30 menit sebelum pelaksanaan operasi ini. Papan pengumuman tersebut akan selalu terlihat hingga akhir pengerjaan. <span lang="en" dir="ltr" class="mw-content-ltr">You can contribute to the [https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Special%3ATranslate&group=Centralnotice-tgroup-read_only_banner&task=view&language=&filter=&action=translate translation or proofreading] of this banner text.</span> '''Anda masih bisa membaca, tetapi tidak bisa menyunting, seluruh wiki dalam waktu terbatas.''' *Anda tidak dapat menyunting hingga satu jam pada hari {{#time:l j xg Y|2025-09-24|id}}. *Jika Anda mencoba menyunting atau menyimpan suntingan Anda pada waktu tersebut, akan muncul pesan galat. Kami berharap tidak ada suntingan yang hilang pada waktu-waktu tersebut, tetapi kami tidak dapat menjamin hal ini. Jika Anda mendapat pesan galat, mohon menunggu hingga semuanya kembali normal. Ketika uji coba telah selesai, Anda dapat menyimpan suntingan Anda. Namun, kami sangat menyarankan untuk membuat salinan suntingan Anda terlebih dahulu untuk berjaga-jaga. ''Pengaruh lainnya'': *Pekerjaan latar belakang akan menjadi lebih lambat dan beberapa pekerjaan mungkin akan diberhentikan. Pranala merah mungkin tidak dapat diperbarui secepat biasanya. Jika Anda membuat artikel yang telah terhubung dengan halaman lainnya, pranalanya akan tetap merah lebih lama daripada biasanya. Beberapa skrip yang berjalan lama terpaksa dihentikan. * Kami berharap penerapan kode akan terjadi seperti minggu-minggu lainnya. Namun, beberapa kasus pembekuan kode dapat terjadi secara cepat jika proses operasi membutuhkannya setelah itu. * [[mw:Special:MyLanguage/GitLab|GitLab]] akan tidak tersedia selama 90 menit. Proyek ini mungkin ditunda jika diperlukan. Anda dapat [[wikitech:Switch_Datacenter|membaca jadwalnya di wikitech.wikimedia.org]] Semua perubahan akan diumumkan dalam jadwal tersebut. '''Mohon sebarkan informasi ini kepada komunitas Anda.'''</div><section end="server-switch"/> <span dir=ltr>[[m:User:Trizek (WMF)|Trizek (WMF)]] ([[m:User talk:Trizek (WMF)|{{int:talk}}]])</span> 18 September 2025 15.41 (UTC) <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Trizek (WMF)@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Non-Technical_Village_Pumps_distribution_list&oldid=29170715 --> == Pengajuan pengurus baru ([[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]]) == {{atop}} Salam! Saya [[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]], salah satu pengguna dan kontributor di [[:s:id:|idws]]. Saya dengan ini ingin mengajukan diri menjadi pengurus Wikisumber bahasa Indonesia dan membantu merawat halaman-halaman yang ada di Wikisumber, khususnya untuk mengembangkan dan/atau menerjemahkan halaman-halaman bantuan di Wikisumber. Kontribusi saya dapat dilihat melalui pranala berikut: {{user-c|NikolasKHF}} Kiranya dapat menjadi pertimbangan. Terima kasih banyak sebelumnya! {{--}}[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|bicara]]) 6 Oktober 2025 06.00 (UTC) * {{setuju}} Ayo teman-teman yang lain juga mencalonkan diri, semakin banyak pengurus semakin baik! <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|&#x2712;]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 7 Oktober 2025 06.27 (UTC) * {{setuju}} [[Pengguna:Agus Damanik|Agus Damanik]] ([[Pembicaraan Pengguna:Agus Damanik|bicara]]) 7 Oktober 2025 13.44 (UTC) * {{setuju}} karena Kak Nikolas rajin menyunting dan mengunjungi Wikisource indonesia.[[Pengguna:Alfiyah Rizzy Afdiquni|Alfiyah Rizzy Afdiquni]] ([[Pembicaraan Pengguna:Alfiyah Rizzy Afdiquni|bicara]]) 7 Oktober 2025 14.02 (UTC) * {{setuju}} semoga dapat membantu menerjemahkan dan memeriksa terjemahan, khususnya halaman [[Bantuan:Isi|bantuan]] :[[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 7 Oktober 2025 15.28 (UTC) * {{Setuju}} ✨ [[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 7 Oktober 2025 15.30 (UTC) *{{setuju}} Semangat mengerjakan halaman2 bantuan!💪[[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 8 Oktober 2025 02.09 (UTC) *{{setuju}} [[Pengguna:Mrifqis713|Mrifqis713]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mrifqis713|bicara]]) 8 Oktober 2025 03.58 (UTC) *{{setuju}} [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 10 Oktober 2025 01.55 (UTC) *{{setuju}} [[Pengguna:Iripseudocorus|Iripseudocorus]] ([[Pembicaraan Pengguna:Iripseudocorus|bicara]]) 12 Oktober 2025 02.26 (UTC) *{{setuju}} [[Pengguna:Muufii|Muufii]] ([[Pembicaraan Pengguna:Muufii|bicara]]) 14 Oktober 2025 00.04 (UTC) *{{setuju}} gercep untuk patroli ya, Brur ;) [[Pengguna:Thersetya2021|Thersetya2021]] ([[Pembicaraan Pengguna:Thersetya2021|bicara]]) 14 Oktober 2025 09.29 (UTC) * {{Setuju}} [[Pengguna:Sibiru45|Sibiru45]] ([[Pembicaraan Pengguna:Sibiru45|bicara]]) 17 Oktober 2025 05.48 (UTC) :Saya tunggunya sampai tanggal 20 Oktober 2025 ya. Salam. [[Pengguna:Meursault2004|Meursault2004]] ([[Pembicaraan Pengguna:Meursault2004|bicara]]) 17 Oktober 2025 06.29 (UTC) ::{{done}}: [https://id.wikisource.org/w/index.php?title=Istimewa:Catatan&logid=133657]. '''&middot;&middot;&middot;''' <span title="Bunga sakura">🌸</span> [[User:Rachmat04|'''Rachmat04''']] '''&middot;''' [[User talk:Rachmat04|<span title="Ayo diskusi!">☕️</span>]] 13 Desember 2025 04.00 (UTC) {{abot}} == Berikan suara Anda: pemilihan Dewan Pengawas 2025 == <section begin="announcement-content" /> Halo semua, Masa pemungutan suara untuk [[m:Special:MyLanguage/Wikimedia Foundation elections/2025|pemilihan Dewan Pengawas 2025]] telah dibuka. Para calon akan bertanding untuk memperebutkan dua (2) kursi Dewan Pengawas. Untuk memeriksa kelayakan Anda sebagai pemilih, silakan kunjungi [[m:Special:MyLanguage/Wikimedia Foundation elections/2025/Voter eligibility guidelines|halaman kelayakan pemilih]]. Pelajari para calon dengan [[m:Special:MyLanguage/Wikimedia Foundation elections/2025/Candidates|membaca pernyataan yang tercantum dalam halaman pencalonan dan juga saksikan video mereka]]. Jika Anda telah merasa siap, silakan kunjungi [[m:Special:SecurePoll/vote/405|halaman pemungutan suara untuk memberikan suara Anda]]. '''Pemungutan suara akan dibuka dari pukul 00:00 UTC, 8 Oktober hingga 23:59 UTC, 22 Oktober 2022.''' Salam hangat, Abhishek Suryawanshi<br />Ketua, Komite Pemilihan<section end="announcement-content" /> [[Pengguna:MediaWiki message delivery|MediaWiki message delivery]] ([[Pembicaraan Pengguna:MediaWiki message delivery|bicara]]) 9 Oktober 2025 04.49 (UTC) <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:RamzyM (WMF)@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Global_message_delivery&oldid=29360896 --> == Pengajuan pengurus baru ([[Pengguna:Mrifqis713|Mrifqis713]]) == {{Atop}} Salam! Saya [[Pengguna:Mrifqis713|Mrifqis713]], salah satu pengguna dan kontributor di [[:id:|idws]]. Saya merupakan narahubung Komunitas Wikisource Indonesia di GSF24 (Juli 2024-Juli 2025). Saya mengajukan diri menjadi pengurus Wikisumber bahasa Indonesia untuk membantu merawat halaman-halaman yang ada di Wikisumber baik dari sisi konten maupun teknis. Kontribusi saya dapat dilihat melalui pranala berikut: {{user-c|Mrifqis713}}. Saya memiliki latar belakang IT sehingga ke depan apabila saya dipilih menjadi pengurus, saya berharap bisa mengajukan diri pula menjadi pengurus antarmuka untuk membantu merawat gawai yang tersedia pada Wikisumber bahasa Indonesia. Terima kasih. [[Pengguna:Mrifqis713|Mrifqis713]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mrifqis713|bicara]]) 12 Oktober 2025 14.49 (UTC) * {{setuju}} [[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 12 Oktober 2025 23.04 (UTC) * {{Setuju}} Semoga jika terpilih bisa juga diangkat untuk mengurus antarmuka dan merawat gawai di idws! —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 13 Oktober 2025 05.44 (UTC) * {{Setuju}} ✨ [[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 13 Oktober 2025 10.07 (UTC) * {{setuju}}[[Pengguna:Muufii|Muufii]] ([[Pembicaraan Pengguna:Muufii|bicara]]) 14 Oktober 2025 00.05 (UTC) * {{Setuju}} Rifqi bertanggung-jawab mengemban tugas [[Pengguna:Thersetya2021|Thersetya2021]] ([[Pembicaraan Pengguna:Thersetya2021|bicara]]) 14 Oktober 2025 09.33 (UTC) * {{setuju}} [[Pengguna:Alfiyah Rizzy Afdiquni|Alfiyah Rizzy Afdiquni]] ([[Pembicaraan Pengguna:Alfiyah Rizzy Afdiquni|bicara]]) 14 Oktober 2025 10.43 (UTC) * {{setuju}} [[Pengguna:Iripseudocorus|Iripseudocorus]] ([[Pembicaraan Pengguna:Iripseudocorus|bicara]]) 14 Oktober 2025 11.29 (UTC) * {{Setuju}} [[Pengguna:Sathira15|Sathira15]] ([[Pembicaraan Pengguna:Sathira15|bicara]]) 14 Oktober 2025 12.00 (UTC) * {{Setuju}} [[Pengguna:Rafarahh|Rafarahh]] ([[Pembicaraan Pengguna:Rafarahh|bicara]]) 14 Oktober 2025 15.33 (UTC) * {{Setuju}} [[Pengguna:Roniyronron|Roniyronron]] ([[Pembicaraan Pengguna:Roniyronron|bicara]]) 14 Oktober 2025 20.54 (UTC) * {{Setuju}} dengan bertambah ramainya WSID sebaiknya memang pengurusnya ditambah [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 15 Oktober 2025 17.15 (UTC) * {{setuju}} [[Pengguna:Srijembarrahayu|Srijembarrahayu]] ([[Pembicaraan Pengguna:Srijembarrahayu|bicara]]) 16 Oktober 2025 13.07 (UTC) * {{Setuju}} Saya sangat mendukung. [[Pengguna:Sibiru45|Sibiru45]] ([[Pembicaraan Pengguna:Sibiru45|bicara]]) 17 Oktober 2025 05.42 (UTC) * {{vote|y}}. '''&middot;&middot;&middot;''' <span title="Bunga sakura">🌸</span> [[User:Rachmat04|'''Rachmat04''']] '''&middot;''' [[User talk:Rachmat04|<span title="Ayo diskusi!">☕️</span>]] 19 Oktober 2025 04.30 (UTC) * {{setuju}} <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|&#x2712;]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 20 Oktober 2025 11.01 (UTC) :Baru saja saya ubah hak kepengurusannya. Salam. [[Pengguna:Meursault2004|Meursault2004]] ([[Pembicaraan Pengguna:Meursault2004|bicara]]) 18 November 2025 08.18 (UTC) {{abot}} == Permohonan hak akses pengguna ([[Pengguna:Quraeni|Quraeni]]) == Halo, Saya Qure. Saya ingin membuat halaman pendaftaran acara di Wikisumber bahasa Indonesia. Mohon bantuannya kepada pengurus untuk [https://drive.google.com/drive/folders/1B42fTqueYNuNcofNNgUxNc8b_IIWvZ5E memberikan akses]. Terima kasih. [[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 13 Oktober 2025 10.13 (UTC) :@[[Pengguna:Quraeni|Quraeni]]: Boleh disebutkan berapa lama aksesnya diperlukan, dan acara apa yang ingin diselenggarakan? '''&middot;&middot;&middot;''' <span title="Bunga sakura">🌸</span> [[User:Rachmat04|'''Rachmat04''']] '''&middot;''' [[User talk:Rachmat04|<span title="Ayo diskusi!">☕️</span>]] 17 Oktober 2025 04.08 (UTC) ::Sebulan aja, Mas (pra hingga pasca-kegiatan). Untuk kegiatan Kopdar Wikisource bersama Komunitas Wikimedia Surabaya (26 Oktober 2025). [[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 17 Oktober 2025 04.13 (UTC) :::{{done}}. Selamat berkegiatan! Silakan kabari kembali jika ada hal lain yang dapat dibantu. '''&middot;&middot;&middot;''' <span title="Bunga sakura">🌸</span> [[User:Rachmat04|'''Rachmat04''']] '''&middot;''' [[User talk:Rachmat04|<span title="Ayo diskusi!">☕️</span>]] 17 Oktober 2025 04.16 (UTC) ::::Siap, terima kasih banyak, Mas. [[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 17 Oktober 2025 04.21 (UTC) == <span lang="en" dir="ltr">Help us decide the name of the new Abstract Wikipedia project</span> == <div lang="en" dir="ltr"> <section begin="function1"/> {{int:Hello}}. Please help pick a name for the new Abstract Wikipedia wiki project. This project will be a wiki that will enable users to combine functions from [[:f:|Wikifunctions]] and data from Wikidata in order to generate natural language sentences in any supported languages. These sentences can then be used by any Wikipedia (or elsewhere). There will be two rounds of voting, each followed by legal review of candidates, with votes beginning on 20 October and 17 November 2025. Our goal is to have a final project name selected on mid-December 2025. If you would like to participate, then '''[[m:Special:MyLanguage/Abstract Wikipedia/Abstract Wikipedia naming contest|please learn more and vote now]]''' at meta-wiki. {{Int:Feedback-thanks-title}} <section end="function1"/> </div> -- [[User:Sannita (WMF)|User:Sannita (WMF)]] ([[User talk:Sannita (WMF)|talk]]) 20 Oktober 2025 11.43 (UTC) <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Sannita (WMF)@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Global_message_delivery&oldid=29432175 --> == <span lang="en" dir="ltr">Seeking volunteers to join several of the movement’s committees</span> == <div lang="en" dir="ltr"> <section begin="announcement-content" /> Each year, typically from October through December, several of the movement’s committees seek new volunteers. Read more about the committees on their Meta-wiki pages: * [[m:Special:MyLanguage/Affiliations Committee|Affiliations Committee (AffCom)]] * [[m:Special:MyLanguage/Ombuds commission|Ombuds commission (OC)]] * [[m:Special:MyLanguage/Wikimedia Foundation/Legal/Community Resilience and Sustainability/Trust and Safety/Case Review Committee|Case Review Committee (CRC)]] Applications for the committees open on October 30, 2025. Applications for the Affiliations Committee, Ombuds commission and the Case Review Committee close on December 11, 2025. Learn how to apply by [[m:Special:MyLanguage/Wikimedia Foundation/Legal/Committee appointments|visiting the appointment page on Meta-wiki]]. Post to the talk page or email cst[[File:At sign.svg|16x16px|link=|(_AT_)]]wikimedia.org with any questions you may have. For the Committee Support team, <section end="announcement-content" /> </div> -[[m:User:MKaur (WMF)| MKaur (WMF)]] 30 Oktober 2025 14.13 (UTC) <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:MKaur (WMF)@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Global_message_delivery&oldid=29517125 --> == <span lang="en" dir="ltr">Reminder: Help us decide the name of the new Abstract Wikipedia project</span> == <div lang="en" dir="ltr"> <section begin="function2"/> {{int:Hello}}. Reminder: Please help to choose name for the new Abstract Wikipedia wiki project. The finalist vote starts today. The finalists for the name are: <span lang="en" dir="ltr" class="mw-content-ltr">Abstract Wikipedia, Multilingual Wikipedia, Wikiabstracts, Wikigenerator, Proto-Wiki</span>. If you would like to participate, then '''[[m:Special:MyLanguage/Abstract Wikipedia/Abstract Wikipedia naming contest|please learn more and vote now]]''' at meta-wiki. {{Int:Feedback-thanks-title}} <section end="function2"/> </div> -- [[User:Sannita (WMF)|User:Sannita (WMF)]] ([[User talk:Sannita (WMF)|talk]]) 20 November 2025 14.23 (UTC) <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Sannita (WMF)@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Global_message_delivery&oldid=29583860 --> == Subhalaman [[Menggunakan Wikipedia dalam Pembelajaran]] == Untuk nama berkas yang diunggah di Wikimedia Commons menggunakan kata "Seri" dan yang tertulis di berkas sendiri adalah "Modul". Apa yang akan kita gunakan? Mohon pendapatnya, terutama jika memungkinkan, dari perwakilan Wikimedia Indonesia sendiri. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 21 November 2025 07.37 (UTC) :Menurut saya, agar konsisten dengan isi bukunya, lebih baik namanya diubah jadi "Modul" saja daripada "Seri". [[Pengguna:Radramboo|Radramboo]] ([[Pembicaraan Pengguna:Radramboo|bicara]]) 21 November 2025 14.48 (UTC) :ini konteksnya apa ya mas? apa bisa diberikan contoh berkasnya di commons? [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 23 November 2025 06.50 (UTC) ::itu klik aja di judul diskusinya, sudah ada linknya. [[Pengguna:Radramboo|Radramboo]] ([[Pembicaraan Pengguna:Radramboo|bicara]]) 23 November 2025 06.53 (UTC) :::kalo saran saya sejalan dengan saran mas @[[Pengguna:Radramboo|Radramboo]] agar antara isi dan dan judul digital bisa sama. :::mohon @[[Pengguna:Ayu (WMID)|mbak-mbak pendidikan)]] untuk menanggapi hal tersebut. [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 23 November 2025 06.56 (UTC) :Oh ya, ada perbedaan antara penyebutan di berkas dengan judul berkasnya. Setelah kami diskusikan, kami setuju untuk mengubah judul berkasnya menjadi modul, seperti yang teman-teman sarankan. Saya akan perbaiki judul di Commons maupun di Wikisource ya. Terima kasih sarannya kakak-kakak @[[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] @[[Pengguna:Radramboo|Radramboo]] @[[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] [[Pengguna:Ayu (WMID)|Ayu (WMID)]] ([[Pembicaraan Pengguna:Ayu (WMID)|bicara]]) 1 Desember 2025 08.34 (UTC) ::Kalo sudah diperbaiki mohon dikabari updatenya lg ya, Ka. Terima kasih. [[Pengguna:Radramboo|Radramboo]] ([[Pembicaraan Pengguna:Radramboo|bicara]]) 1 Desember 2025 08.52 (UTC) :::Sudah diperbaiki ya kak [[Pengguna:Ayu (WMID)|Ayu (WMID)]] ([[Pembicaraan Pengguna:Ayu (WMID)|bicara]]) 2 Desember 2025 04.19 (UTC) ::::Terima kasih. Dengan ini, transklusi lebih mudah. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 3 Desember 2025 12.03 (UTC) :::Sudah diupdate, kayaknya perlu bantuan bot juga memindahkan Halaman: yang masih pakai "Seri" beserta riwayat kontributornya. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 3 Desember 2025 12.09 (UTC) ::::[https://id.wikisource.org/w/api.php?action=query&list=allpages&apnamespace=104&apprefix=Menggunakan_Wikipedia_dalam_Pembelajaran-Seri&aplimit=max&format=json API] untuk Bot. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 5 Desember 2025 02.08 (UTC) == Membuka Perbincangan:Kapan Halaman Indeks Perlu Dibuat == Kekhasan Wikisumber dibanding saudari-saudarinya ada di perkakas ujibaca. [[Bantuan:Pedoman_pemula_tentang_sumber|Laman bantuan]] juga mengatakan bahwa kandungan Wikisumber semestinya merupakan salinan dari pindaian berkas asli. Namun belum ada ketentuan tentang naskah tanpa sumber. Maka dari itu ada baiknya jika sidang Warung kopi ini merundingkan bagaimana suntingan Wikisumber ke depan. [[:fr:Wikisource:Votes/Faut-il_refuser_les_nouveaux_textes_sans_fac-simil%C3%A9_%3F|Apakah kita akan menolak suntingan baru tanpa foto dokumen/naskah asli]]? Adapun suntingan lama tanpa foto dokumen/naskah asli, apabila kini ada foto dokumen/naskah aslinya, maka baiklah suntingan lama [[:en:Help:Match_and_split|dipecah-pecah dan dibagi-bagi ke halaman-halaman pada indeks]]. Namun, apabila memang susah mencari foto dokumen/naskah aslinya, maka suntingan lama itu dimaafkan dan dibiarkan apa adanya, tak usah dihapus. [[Pengguna:Hadithfajri|Hadithfajri]] ([[Pembicaraan Pengguna:Hadithfajri|bicara]]) 8 Desember 2025 03.17 (UTC) :Terima kasih banyak @[[Pengguna:Hadithfajri|Hadithfajri]] sudah memulai diskusi. Saya setuju agar kita mulai merundingkan ketentuan untuk memasukkan naskah ke Wikisumber Indonesia, salah satunya dengan adanya pindaian dan berkas asli dari naskah tersebut yang sudah diunggah ke Wikimedia Commons. Mungkin, jika ketentuan baru ini sudah disetujui, kita bisa menolak naskah baru tanpa dokumen atau naskah asli seperti contoh yang bung Hadithfajri berikan di Wikisource Prancis. Nah, untuk naskah lama yang sudah terbit tetapi belum memiliki naskah asli, mungkin dapat kita mulai cari naskah aslinya dan disesuaikan. Jika tidak bisa, misalnya seperti [[:Kategori:Lagu_daerah_Indonesia|lirik lagu daerah]], perlu ada diskusi lagi tentang bagaimana kita menanganinya (mungkin langsung dipindahkan ke [[:b:|Wikibuku]] jika memungkinkan?). :Terima kasih!—[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 8 Desember 2025 09.15 (UTC) :Terima kasih, bung @[[Pengguna:Hadithfajri|Hadithfajri]] atas usulannya. Di Wikisumber Inggris, ada templat {{tl|no source}} yang ditempatkan di halaman utama naskah tersebut. Jika ada, maka akan beralih ke pindaian (foto dokumen/naskah asli). :Sebenarnya, kasus ini sudah terjadi di Wikisumber Indonesia, yakni [[Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme]]. Versi yang lebih dahulu ada, malah versi EyD yang sudah dipindahkan ke [[Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme/EYD]]. :Sekarang, ada [[Sengsara Membawa Nikmat]] yang tanpa sumber, tetapi kita tahu betul bahwa karya ini memang ada. Saat ini, malah masih dipertahankan bukan? Saya rasa templat "tanpa sumber" ini bisa menjadi salah satu alternatif, asal memang karya itu terbukti keasliannya. (Meskipun saya sebenarnya sudah menemukan sumbernya, baik yang ejaan lama maupun ejaan baru). :Adapun lirik lagu daerah, saya sepakat untuk memindahkannya ke Wikibuku. Demikian pendapat saya. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 8 Desember 2025 11.18 (UTC) ::Tentang EYD, apakah mungkin dibikin templat seperti [[:fr:Modèle:Modernisation]]. Untuk novel, Apakah ada kendala mengenai naskah asli Sengsara Membawa Nikmat itu, bang? Kan sudah dapat. [[Pengguna:Hadithfajri|Hadithfajri]] ([[Pembicaraan Pengguna:Hadithfajri|bicara]]) 13 Desember 2025 04.13 (UTC) :::Tidak ada kendala sebenarnya. Hanya masih malas dan ragu mengunggahnya ke Wikimedia Commons. Mungkin hanya cetakan dengan ejaan lama yang saya rasa aman. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 13 Desember 2025 23.10 (UTC) :Menurut saya mas @[[Pengguna:Hadithfajri|Hadithfajri]], sebaiknya tidak diberikan batasan pada sumber seperti yang disampaikan @[[Pengguna:Mnam23|Mnam23]]. Karena risikonya jika diberikan batasan maka WSID tidak akan leluasa untuk mentranskripkan semua hal yang bisa ditranskripkan, seperti inisiasi om @[[Pengguna:Bennylin|Bennylin]], mbak @[[Pengguna:Quraeni|Qure]] dan @[[Pengguna:Mrifqis713|Mrifqis713]] untuk melakukan transkripsi video, dan juga literatur terjemahan yang sempat disampaikan dalam konferensi wikisource 2025. :Namun memang harus ada pembatasan agar tetap menghargai hak cipta sebuah karya dengan memberikan templat tertentu seperti yang di sampaikan mas @[[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] :Mungkin demikian pendapat saya, mengundang pula dalam diskusi para admin @[[Pengguna:Agus Damanik|Agus Damanik]] dan mas @[[Pengguna:Rachmat04|Rachmat04]] agar setelah diskusi ini disimpulkan dapat dibuatkan halaman yang memuat ketentuan tersebut. [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 12 Desember 2025 18.41 (UTC) ::Secara prinsip, saya setuju dengan @[[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] agar menggunakan {{tl|no source}} untuk naskah yang tidak ada sumber aslinya. Ini juga untuk menandai halaman-halaman seperti itu agar dilengkapi dengan sumber aslinya di masa depan jika sudah tersedia. ::Sependapat juga dengan @[[Pengguna:Hadithfajri|Hadithfajri]] agar halaman lama yang tanpa sumber asli, bisa dibiarkan seperti apa adanya. Tidak perlu dihapus, kecuali ada pengecualian khusus yang disetujui bersama terlebih dahulu. ::Salam, '''&middot;&middot;&middot;''' <span title="Bunga sakura">🌸</span> [[User:Rachmat04|'''Rachmat04''']] '''&middot;''' [[User talk:Rachmat04|<span title="Ayo diskusi!">☕️</span>]] 13 Desember 2025 03.47 (UTC) ::Sejujurnya, saya bisa melihat bahwa transkripsi video dan film tetap dapat dilakukan. Misalnya, pada halaman transkripsi, kita tetap memberikan video atau film aslinya di bagian atas atau semacamnya sebagai sumber asli. Ini bisa dijadikan panduan juga dalam transkripsi film. ::Untuk halaman yang memuat terjemahan, saya rasa kita juga tetap bisa memberikan pranala ke naskah aslinya. Misalnya, di bagian atas diberikan kalimat semacam "Naskah ini merupakan terjemahan oleh relawan Wikisumber bahasa Indonesia terhadap [[naskah aslinya]] yang berbahasa Inggris." ::Intinya, saya setuju dengan @[[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] agar menggunakan {{tl|No source}} untuk naskah-naskah setelah kebijakan semacam ini disetujui komunitas. Mungkin saya akan coba membuat draf kebijakan yang selanjutnya dapat kita diskusikan dalam minggu ini. Terima kasih! ::—[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 13 Desember 2025 03.54 (UTC) :::Mengenai templat no source ini, apakah daftar [[Istimewa:PagesWithoutScans]] tidak cukup? [[Pengguna:Hadithfajri|Hadithfajri]] ([[Pembicaraan Pengguna:Hadithfajri|bicara]]) 13 Desember 2025 04.09 (UTC) ::::Templat {{tl|No source}} itu saya rasa bisa dipakai sebagai templat pemeliharaan yang menambahkan kategori pemeliharaan (misalnya [[:Kategori:Naskah tanpa sumber]]?) dan yang bisa memberitahu pembaca kalau naskah itu tidak memiliki sumber. Mirip seperti templat-templat pemeliharaan di Wikipedia atau proyek lainnya. Menurut saya ini untuk transparansi Wikisumber juga. ::::Lalu, halaman [[Istimewa:PagesWithoutScans]] bisa kita pakai untuk pemeliharaan internal (tidak semua pembaca tahu ada halaman ini). ::::—[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 13 Desember 2025 04.16 (UTC) ::Batasan pada sumber seperti apa maksudnya, bang @[[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]]? Jika ada literatur yang hendak diterjemahkan di Wikisumber, tentu literatur asalnya sendiri sudah bebas hakcipta, sehingga boleh masuk Commons. Jadi tetap dibikinkan laman indeks, namun alih-alih menyalin, kita menerjemahkan [[:en:Page:AbrahamMinkowski2.djvu/1]]. Untuk film, saya ga ikut serta dalam proyeknya, tapi mengintip di Wikisumber lain, tetap ada kok laman indeks untuk video [[:en:Index:The_Wizard_of_Oz_(1925).webm]] [[Pengguna:Hadithfajri|Hadithfajri]] ([[Pembicaraan Pengguna:Hadithfajri|bicara]]) 13 Desember 2025 04.08 (UTC) :::batasan untuk tetap dapat memasukkan karya ke dalam WSID meskipun tidak ada sumber dan tetap menghormati hak cipta mas @[[Pengguna:Hadithfajri|Hadithfajri]], tapi setelah saya baca jawaban dari teman-teman sebelumnya, batasan ini sudah cukup jelas. [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 15 Desember 2025 04.04 (UTC) == Apa konten seperti ini layak di Wikisource? == * [[Manifesto Partai Gerakan Perubahan]] * [[Manuskrip Partai Gerakan Perubahan]] * [[11 Pilar Demokrasi - Partai Gerakan Perubahan]] * [[14 Prinsip Demokrasi - Partai Gerakan Perubahan]] * [[Manifesto Perjuangan Partai Gerakan Indonesia Raya]] Mohon untuk memberikan komentar. --[[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 4 Januari 2026 16.38 (UTC) :Menimbang [[Wikisumber:Kebijakan hak cipta|kebijakan hak cipta]] dan [[Wikisumber:Kebijakan inklusi]] yang masih belum lengkap, saya izin berpendapat menggunakan versi Inggris baik untuk [[:en:Wikisource:Copyright policy|kebijakan hak cipta]] maupun [[:en:Wikisource:What Wikisource includes|kebijakan inklusi]] tersebut. :'''Sudut pandang kebijakan hak cipta''' :Secara garis besar, Wikisource bahkan tidak menerima penggunaan wajar (fair use). Wikisource menghendaki bebas hak cipta, entah itu dilepas dengan lisensi CC BY-SA maupun sudah berada dalam domain publik. Wikisource sendiri peladennya berada di Amerika Serikat yang mematuhi perundang-undangan di sana, tetapi karena menggunakan bahasa Indonesia, saya merasa undang-undang Indonesia juga berlaku. :Di Indonesia, undang-undang tentang hak cipta adalah [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014]]. Berikut pandangan saya: Pasal 43 "Perbuatan yang tidak dianggap sebagai pelanggaran Hak Cipta meliputi:" huruf d "pembuatan dan penyebarluasan konten Hak Cipta melalui media teknologi informasi dan komunikasi yang bersifat tidak komersial dan/atau menguntungkan Pencipta atau pihak terkait, atau Pencipta tersebut menyatakan tidak keberatan atas pembuatan dan penyebarluasan tersebut." :Melalui ini, harus ada pernyataan tertulis dari pihak terkait atas tidak keberatan akan penyebarluasan tersebut. Bagaimana caranya? Untuk ini, saya belum memikirkan. :'''Sudut pandang kebijakan inklusi''' :Konten bebas dinyatakan memerlukan "atribusi" dan "memperbolehkan karya turunan". Kalau diterjemahkan ke lisensi Creative Commons, maka akan menjadi CC BY, CC BY-SA, dan CC0. :Meski secara otomatis segala konten di dalam Wikisource dilepas dalam lisensi CC BY-SA, lagi-lagi, alangkah baiknya ada pernyataan tertulis dari pihak terkait bahwa mereka berkenan atas hal itu. :Situs web resmi dari pihak terkait <u>tidak menyatakan teks mereka dilepas dalam lisensi tersebut</u>, sehingga alih-alih masuk Pasal 43 huruf d UU 28/2014, saya rasa rawan masuk Pasal 40 Ayat (1) huruf a yang dilindungi Pasal 58 Ayat (1) dan pidananya sudah ditentukan Pasal 113. :Demikian pendapat saya. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 5 Januari 2026 10.39 (UTC) ::berarti dapat disimpulkan bahwa konten tersebut menyalahi aturan hak cipta kan mas? di sisi lain pembuat juga tidak menyebutkan pencipta dan sumbernya. ::terimakasih atas komentarnya. @[[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 13 Januari 2026 16.17 (UTC) :Saya setuju dengan [[Wikisumber:Warung_kopi#c-Mnam23-20260105103900-Empat_Tilda-20260104163800|komentar]] bung @[[Pengguna:Mnam23|Mnam23]]. Sejujurnya, saya belum melihat pernyataan bahwa naskah-naskah di atas adalah naskah yang memiliki lisensi yang sesuai dengan Wikisumber. Kontributornya pun hanya akun sementara. Artinya, sepertinya naskah tidak (atau setidaknya belum) layak masuk Wikisumber. Terima kasih —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 14 Januari 2026 06.36 (UTC) == Terjemahan Al-Qur'an == Berkaca dari [[:en:Qur'an]] dan contoh [[:en:The Holy Qur'an (Maulana Muhammad Ali)/1. The Opening]], saya merasa naskah [[Al-Qur'an]] di Wikisumber perlu penyesuaian. Terjemahan yang sudah ada menurut saya bersumber dari edisi 1971 dan sudah saya unggah indeksnya di Wikisumber. Terjemahan terkini dari edisi 2019 juga saya unggah. Saya pun menyiapkan {{tl|Parallel}} untuk memudahkan nantinya. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 5 Januari 2026 12.58 (UTC) :Terima kasih bung @[[Pengguna:Mnam23|Mnam23]]. Saya rasa apa yang bung lakukan sangat baik. Untuk judul di Wikisumber, apakah menurut bung lebih baik judul pada halaman transklusi ditambahkan tahun untuk memastikan pembaca tahu perbedaan tahun terbit naskah? Misalnya, [[Al Qur'an dan Terjemahnya|Al Qur'an dan Terjemahnya (edisi 1971)]] dan [[Al-Qur'an dan Terjemahannya|Al Qur'an dan Terjemahannya (edisi 2019)]]. Terima kasih sebelumnya —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 14 Januari 2026 06.29 (UTC) ::Waduh. Kasus pertama beda judul beda edisi nih. Setuju, tapi tanpa kata "edisi". Penamaannya samakan seperti [[Sengsara Membawa Nikmat]] saja. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 14 Januari 2026 06.51 (UTC) :::Baik, setuju. Untuk yg pertama, apakah ada kemungkinan salah ketik pada naskah? Atau kita biarkan saja judulnya seperti sekarang (tanpa -an pada "terjemahnya" dan tidak tanbahkan tahun)? —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 14 Januari 2026 06.59 (UTC) ::::Nah itu sih, jadi alasan saya. Kenapa tidak dikasih tahun? Ya, karena judulnya sendiri beda. Untuk yang pertama memang dari sumbernya pakai "Terjemahnya". [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 14 Januari 2026 08.24 (UTC) :::::Baik, paham. Untuk selanjutnya, kalau judulnya sama baru kita tambahkan tahun, ya? —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 14 Januari 2026 08.30 (UTC) ::::::Betul. [[Bantuan:Disambiguasi]] sebenarnya bisa diberi contoh kasus, tapi di Wikisumber Indonesia masih terbatas. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 14 Januari 2026 13.06 (UTC) == [[KUHP]] dan [[KUHAP]] versi baru == To-do list: https://nasional.kompas.com/read/2026/01/02/06344221/kuhap-dan-kuhp-versi-terbaru-berlaku-perdana-hari-ini * KUHP: [[Indeks:UU 1 2023.pdf]] * KUHAP: https://jdih.setneg.go.id/downloadFile/Salinan%20UU%20Nomor%2020%20Tahun%202025.pdf (belum diunggah ke Commons) <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|&#x2712;]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 10 Januari 2026 21.08 (UTC) :Juga UU 1/2026 tentang Penyesuaian Pidana, yang bisa dimasukkan di Konsolidasi UU 1/2023. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 11 Januari 2026 00.05 (UTC) ::Sudah saya unggah. [[Indeks:UU 20 2025.pdf]] & [[Indeks:UU 1 2026.pdf]]. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 11 Januari 2026 00.22 (UTC) == Thank You for Last Year – Join Wiki Loves Ramadan 2026 == Dear Wikimedia communities, We hope you are doing well, and we wish you a happy New Year. ''Last year, we captured light. This year, we’ll capture legacy.'' In 2025, communities around the world shared the glow of Ramadan nights and the warmth of collective iftars. In 2026, ''Wiki Loves Ramadan'' is expanding, bringing more stories, more cultures, and deeper global connections across Wikimedia projects. We invite you to explore the ''Wiki Loves Ramadan 2026'' [[m:Special:MyLanguage/Wiki Loves Ramadan 2026|Meta page]] to learn how you can participate and [[m:Special:MyLanguage/Wiki Loves Ramadan 2026/Participating communities|sign up]] your community. 📷 ''Photo campaign on '' [[c:Special:MyLanguage/Commons:Wiki Loves Ramadan 2026|Wikimedia Commons]] If you have questions about the project, please refer to the FAQs: * [[m:Special:MyLanguage/Wiki Loves Ramadan/FAQ/|Meta-Wiki]] * [[c:Special:MyLanguage/Commons:Wiki Loves Ramadan/FAQ|Wikimedia Commons]] ''Early registration for updates is now open via the '''[[m:Special:RegisterForEvent/2710|Event page]]''''' ''Stay connected and receive updates:'' * [https://t.me/WikiLovesRamadan Telegram channel] * [https://lists.wikimedia.org/postorius/lists/wikilovesramadan.lists.wikimedia.org/ Mailing list] We look forward to collaborating with you and your community. '''The Wiki Loves Ramadan 2026 Organizing Team''' 16 Januari 2026 19.45 (UTC) <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:ZI Jony@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Non-Technical_Village_Pumps_distribution_list&oldid=29879549 --> == Pengalihan == Jujur, saya senang dengan kontribusi terkini dari OrophinBot. Akan tetapi, andai bisa juga membantu dalam beberapa hal. Seperti memudahkan suntingan-suntingan [https://id.wikisource.org/w/index.php?title=Wikisumber:Kompetisi_Wikisource_2025/Daftar_buku&oldid=259741 259741], [https://id.wikisource.org/w/index.php?title=Indeks:Menggunakan_Wikipedia_dalam_Pembelajaran-Modul_1.pdf&oldid=257452 257452], [https://id.wikisource.org/w/index.php?title=Indeks:Menggunakan_Wikipedia_dalam_Pembelajaran-Modul_2.pdf&oldid=257455 257455], dan [https://id.wikisource.org/w/index.php?title=Indeks:Menggunakan_Wikipedia_dalam_Pembelajaran-Modul_3.pdf&oldid=257458 257458] yang mengalih indeks tetapi tidak beserta halamannya padahal ada yang sudah diuji-baca. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 17 Januari 2026 11.39 (UTC) :Mungkin bisa dicoba untuk menghubungi pemilik bot tersebut. Barangkali dia bisa membantu. [[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 19 Januari 2026 07.07 (UTC) == Tinjauan tahunan untuk Kode Etik Universal dan Panduan Penegakan == <section begin="announcement-content" /> Saya ingin menyampaikan bahwa periode peninjauan tahunan Kode Etik Universal dan Pedoman Penegakannya saat ini telah dibuka. Usulan perubahan dapat diajukan hingga 9 Februari 2026. Tahap ini merupakan langkah awal dari rangkaian proses peninjauan tahunan yang akan dilakukan.[[m:Special:MyLanguage/Universal Code of Conduct/Annual review/2026|Informasi lengkap dan ruang diskusi tersedia di halaman UCoC di Meta]]. [[m:Special:MyLanguage/Universal Code of Conduct/Coordinating Committee|Komite Pengarah Kode Etik Universal]] (U4C) adalah grup global yang didedikasikan untuk memberikan implementasi yang adil dan konsisten dari UCoC. Tinjauan tahunan ini telah direncanakan dan diimplementasikan oleh U4C. Untuk informasi dan tanggung jawab U4C lebih lanjut, [[m:Special:MyLanguage/Universal Code of Conduct/Coordinating Committee/Charter|Anda dapat meninjaunya pada piagam U4C]]. Mohon bagikan informasi ini pada anggota lain di komunitas Anda di mana pun yang mungkin sesuai. -- Bekerja sama dengan U4C, [[m:User:Keegan (WMF)|Keegan (WMF)]] ([[m:User talk:Keegan (WMF)|bicara]])<section end="announcement-content" /> 19 Januari 2026 21.02 (UTC) <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Keegan (WMF)@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Global_message_delivery&oldid=29905753 --> == Penafsiran Pasal 58 [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014]] == [[Sengsara Membawa Nikmat]] menjadi contoh. Ada dua cetakan. Berdasarkan ayat 1, karya itu sendiri sudah berada dalam domain publik karena penulisnya meninggal lebih dari 70 tahun yang lalu. Namun, berdasarkan ayat 3, "Pelindungan Hak Cipta atas Ciptaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) yang dimiliki atau dipegang oleh badan hukum berlaku selama 50 (lima puluh) tahun sejak pertama kali dilakukan Pengumuman." Apakah dihitung dari tahun cetakan pertama, atau dihitung dari cetakan terkini? Jika dihitung dari cetakan terkini, jelas [[Sengsara Membawa Nikmat (2010)]] tidak lolos hak cipta. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 25 Januari 2026 03.01 (UTC) :Sejujurnya saya tidak pernah setuju terkait karya tersebut. Saya menyarankan untuk dihapus. Tapi mungkin ada yang berpendapat lain @[[Pengguna:Bennylin|Bennylin]] [[Pengguna:Agus Damanik|Agus Damanik]] ([[Pembicaraan Pengguna:Agus Damanik|bicara]]) 1 Februari 2026 09.40 (UTC) :Apabila kita punya yang ori, yang baru dihapus tidak apa-apa menurut saya. <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|&#x2712;]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 2 Februari 2026 08.35 (UTC) ::Karena sudah ada yang versi 1972. Sepertinya boleh kita hapus. [[Pengguna:Agus Damanik|Agus Damanik]] ([[Pembicaraan Pengguna:Agus Damanik|bicara]]) 7 Februari 2026 03.21 (UTC) == Ide Menambahkan Audio di Laman Wikisumber == Halo, Saya mempunyai ide untuk membuat versi lisan suatu halaman yang sudah ditransklusi di Wikisumber, terutama untuk novel agar bisa jadi semacam audiobook. Contohnya mungkin bisa seperti [https://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:WikiGalir WikiGalir] Apakah ada Wikisource edisi bahasa lain yang sudah melakukan hal semacam itu? Saya juga ingin meminta pendapat dari teman-teman mengenai ide ini - [[Pengguna:Mrifqis713|Mrifqis713]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mrifqis713|bicara]]) 19 Februari 2026 13.50 (UTC) :Saya ingin mencari templat yang sesuai untuk ide ini. Sejauh ini baru menemukan templat audio di [https://id.wikipedia.org/wiki/Templat:Wikipedia_Lisan Wikipedia] dan [https://id.wiktionary.org/wiki/Templat:suara Wiktionary]] [[Pengguna:Mrifqis713|Mrifqis713]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mrifqis713|bicara]]) 19 Februari 2026 13.53 (UTC) ::Saya membuat [[Templat:Dengar]] sebagai terjemahkan dari [https://en.wikisource.org/wiki/Template:Listen Template:Listen] dari en.wikisource.org sebagai awalan untuk ide ini [[Pengguna:Mrifqis713|Mrifqis713]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mrifqis713|bicara]]) 19 Februari 2026 23.58 (UTC) :Ini proyek menarik, kalo mau dijadikan proyek rapid/dana wiki bisa sepertinya wehehehe [[Pengguna:Radramboo|Radramboo]] ([[Pembicaraan Pengguna:Radramboo|bicara]]) 19 Februari 2026 14.01 (UTC) :ini [https://id.wikibooks.org/wiki/Gajah_Kecil_Mengunjungi_Peternakan contoh karya terjemahan yang dilengkapi audiobooks (di proyek Wikibuku bahasa Indonesia).] :Kurang tahu kalau di wikisource bahasa daerah di Indonesia, tapi ini contoh di [https://bn.wikisource.org/wiki/%E0%A6%97%E0%A6%B2%E0%A7%8D%E0%A6%AA%E0%A6%97%E0%A7%81%E0%A6%9A%E0%A7%8D%E0%A6%9B_(%E0%A6%AA%E0%A7%8D%E0%A6%B0%E0%A6%A5%E0%A6%AE_%E0%A6%96%E0%A6%A3%E0%A7%8D%E0%A6%A1)/%E0%A6%8F%E0%A6%95%E0%A6%B0%E0%A6%BE%E0%A6%A4%E0%A7%8D%E0%A6%B0%E0%A6%BF bangla wikisource] dan [https://en.wikisource.org/wiki/Winnie-the-Pooh_(1961)/Chapter_3 English wikisource.] :[[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 19 Februari 2026 14.08 (UTC) :Sangat menarik sebenarnya. Bisa jadi awal ''audiobook'' di Wikisumber dan meningkatkan inklusifitas. Menarik menjadi proyek selanjutnya setelah Transklusi Film. —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 19 Februari 2026 16.25 (UTC) :menarik mas, kalau jenisnya buku cerita bisa dipakai buat dongengin anakku sebelum tidur. [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 6 Maret 2026 17.17 (UTC) == Konsensus untuk pemasangan spanduk == Apakah komunitas Wikisumber bahasa Indonesia memutuskan ingin memasang spanduk terkait pembatasan akses wiki di Indonesia? (Untuk pembahasan isu ini selengkapnya dapat disimak/berpartisipasi secara anonim di https://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Permohonan_pendapat/Pembatasan_akses_wiki_di_Indonesia_(Februari_2026)#Konsensus_untuk_isi_spanduk Apabila mencapai konsensus, kita akan membawa hasil ini ke Meta untuk meminta supaya spanduk dipasang di situs-situs wiki bahasa-bahasa di Indonesia, untuk pembaca dari Indonesia, tanggal (tentatif) 23 Maret 2026, selama 31 hari (durasi paling lama), hingga 24 April 2026. Setelah itu, bisa diperpanjang melalui konsensus yang baru. # <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|&#x2712;]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 2 Maret 2026 19.48 (UTC) sebagai inisiator. # {{setuju}} [[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 3 Maret 2026 12.26 (UTC) # {{setuju}} [[Pengguna:Alfiyah Rizzy Afdiquni|Alfiyah Rizzy Afdiquni]] ([[Pembicaraan Pengguna:Alfiyah Rizzy Afdiquni|bicara]]) 4 Maret 2026 01.34 (UTC) # {{setuju}} karena pemblokiran auth.wikimedia.org itu tidak hanya berpengaruh pada situs Wikipedia (alasan yang sama yang saya gunakan di Wikikamus). —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 4 Maret 2026 07.29 (UTC) # {{setuju}} Turut mengajak seluruh pengguna aktif di berbagai proyek wiki untuk mengusulkan hal yang sama -- [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 6 Maret 2026 17.03 (UTC) # {{setuju}} jangan membatasi publik untuk berbagi pengetahuan menggunakan akun pribadi dan jangan mengusik data privasi kontributor wiki — [[Pengguna:Thersetya2021|Thersetya2021]] ([[Pembicaraan Pengguna:Thersetya2021|bicara]]) 9 Maret 2026 13.03 (UTC) == Manifesto Mippedia == Saya menemukan dua halaman berikut: [[Manifesto Rumi Haitami mengenai Mippedia]] dan [[Manifesto Proyek Mippedia dan Komunitas Mippedia]] yang saya rasa tidak begitu berhubungan dengan visi Wikisumber bahasa Indonesia. Bagaimana menurut teman-teman? —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 11 Maret 2026 04.25 (UTC) :{{vote|delete}} Lebih ke arah promosi, mirip dengan konten [[Wikisumber:Warung kopi#Apa konten seperti ini layak di Wikisource?|di sini]]. Dan sepertinya kita sepakat untuk menghapus koten sejenis. [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 14 Maret 2026 16.38 (UTC) ::Baik, terima kasih banyak untuk komentarnya. —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 15 Maret 2026 00.47 (UTC) == Permohonan hak akses == Halo, Saya Riiiv. Saya ingin membuat halaman pendaftaran acara di Wikisumber bahasa Indonesia. Mohon bantuannya kepada pengurus ([[Pengguna:Mrifqis713|Mrifqis713]]) untuk memberikan akses. Terima kasih. [[Pengguna:Riiiv|Riiiv]] ([[Pembicaraan Pengguna:Riiiv|bicara]]) 11 Maret 2026 11.56 (UTC) :{{done}}. Selamat berkegiatan! Hak akses diberikan karena @[[Pengguna:Riiiv|Riiiv]] merupakan Panitia Kompetisi Wikisource Bahasa Indonesia tahun 2026. Akses diberikan selama 3 bulan dan akan dievaluasi secara berkala. Silakan kabari kembali jika ada hal lain yang dapat dibantu. [[Pengguna:Mrifqis713|Mrifqis713]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mrifqis713|bicara]]) 11 Maret 2026 12.09 (UTC) == Permohonan Hak Akses == Halo, Saya Happywu, ingin membuat halaman pendaftaran acara di Wikisumber bahasa Indonesia. Mohon bantuannya kepada pengurus ([[Pengguna:Mrifqis713|Mrifqis713]]) untuk memberikan akses. Terima kasih. [[Pengguna:Happywu|Happywu]] ([[Pembicaraan Pengguna:Happywu|bicara]]) 13 Maret 2026 23.29 (UTC) :{{done}}. Selamat berkegiatan! Hak akses diberikan karena @[[Pengguna:Happywu|Happywu]] merupakan Panitia Kompetisi Wikisource Bahasa Indonesia tahun 2026. Akses diberikan selama 3 bulan dan akan dievaluasi secara berkala. Silakan kabari kembali jika ada hal lain yang dapat dibantu. [[Pengguna:Mrifqis713|Mrifqis713]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mrifqis713|bicara]]) 19 Maret 2026 06.46 (UTC) == Perlukah menyimpan RUU jika UU-nya sudah jadi? == Contoh: [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2008]] (masih teks mentah) * [[Rancangan Undang-Undang Republik Indonesia tentang Anti Pornografi (2003)]] * [[Rancangan Undang-Undang Republik Indonesia tentang Anti Pornografi dan Pornoaksi (2006)]] * [[Rancangan Undang-Undang Republik Indonesia tentang Pornografi (2008)]] dan [https://id.wikisource.org/w/index.php?title=Istimewa:Pencarian&search=rancangan+undang-undang&go=Lanjut&ns0=1&ns100=1&ns102=1&ns104=1 rancangan-rancangan] yang lain. <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|&#x2712;]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 25 Maret 2026 09.47 (UTC) :Saya berpendapat untuk tetap mempertahankannya. Tambahan koleksi naskah juga di Wikisumber. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 26 Maret 2026 09.17 (UTC) :Simpan saja. Boleh jadi perbandingan mana yang diubah andai ada. [[Pengguna:Hadithfajri|Hadithfajri]] ([[Pembicaraan Pengguna:Hadithfajri|bicara]]) 26 Maret 2026 10.48 (UTC) :Saya rasa bisa disimpan, seperti yang disebutkan di atas. —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 31 Maret 2026 09.55 (UTC) :Saya berberbeda pendapat dengan teman-teman sebelumnya, saya menilai RUU adalah sebuah naskah yang tidak/belum sah. Ibarat buku, RUU ini masih naskah buku yang tidak diterbitkan dan tidak ada penerbitnya. Sehingga lebih baik dihapus saja. :Kecuali jika kita mengijinkan naskah buku juga disimpan di WSID. Dan menurut saya ini juga salah, karena naskah buku yang belum terbit sebaiknya disiman di Wikibuku. [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 2 April 2026 15.18 (UTC) ::Sependapat dengan Anda. <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|&#x2712;]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 18 April 2026 14.28 (UTC) == Puisi-puisi Chairil Anwar == Terdapat beberapa buku yang memuat puisi Chairil Anwar, seperti [[Kerikil_Tadjam_dan_Jang_Terampas_dan_Jang_Putus/Kerikil_Tadjam|Kerikil Tadjam]] dan [[Aku Ini Binatang Jalang]]. Sayangnya, terdapat beberapa puisi yang sama yang dimuat di dua buku tersebut, misalnya [[Nisan]]. Apakah lebih baik untuk membuat halaman untuk masing-masing buku, misalnya [[Kerikil Tajam/Nisan]] dan [[Aku Ini Binatang Jalang/Nisan]] atau dibuat menjadi satu halaman utama, seperti yang ada sekarang? Namun, jika dibuat menjadi satu halaman utama seperti sekarang, agaknya sedikit sulit untuk memastikan sumber atau kualitas uji baca karena halaman tersebut tidak merujuk pada halaman uji bacanya (misalnya menggunakan <code><nowiki><pages /></nowiki></code>). —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 31 Maret 2026 09.54 (UTC) :Saya senang dengan pilihan membuat halaman untuk masing-masing buku, misalnya [[Kerikil Tajam/Nisan]] dan [[Aku Ini Binatang Jalang/Nisan]]. Nanti "[[Nisan]]" dijadikan halaman disambiguasi (yang ketentuannya bisa dicek di [[WS:STYLE]]). [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 2 April 2026 10.58 (UTC) ::Benar juga, saya baru terpikir tentang halaman disambiguasi itu. Terima kasih banyak, bung, idenya!—[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 2 April 2026 11.55 (UTC) :{{setuju}} [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 2 April 2026 15.22 (UTC) == Action Required: Update templates/modules for electoral maps (Migrating from P1846 to P14226) == Hello everyone, This is a notice regarding an ongoing data migration on Wikidata that may affect your election-related templates and Lua modules (such as <code>Module:Itemgroup/list</code>). '''The Change:'''<br /> Currently, many templates pull electoral maps from Wikidata using the property [[:d:Property:P1846|P1846]], combined with the qualifier [[:d:Property:P180|P180]]: [[:d:Q19571328|Q19571328]]. We are migrating this data (across roughly 4,000 items) to a newly created, dedicated property: '''[[:d:Property:P14226|P14226]]'''. '''What You Need To Do:'''<br /> To ensure your templates and infoboxes do not break or lose their maps, please update your local code to fetch data from [[:d:Property:P14226|P14226]] instead of the old [[:d:Property:P1846|P1846]] + [[:d:Property:P180|P180]] structure. A [[m:Wikidata/Property Migration: P1846 to P14226/List|list of pages]] was generated using Wikimedia Global Search. '''Deadline:'''<br /> We are temporarily retaining the old data on [[:d:Property:P1846|P1846]] to allow for a smooth transition. However, to complete the data cleanup on Wikidata, the old [[:d:Property:P1846|P1846]] statements will be removed after '''May 1, 2026'''. Please update your modules and templates before this date to prevent any disruption to your wiki's election articles. Let us know if you have any questions or need assistance with the query logic. Thank you for your help! [[User:ZI Jony|ZI Jony]] using [[Pengguna:MediaWiki message delivery|MediaWiki message delivery]] ([[Pembicaraan Pengguna:MediaWiki message delivery|bicara]]) 3 April 2026 17.11 (UTC) <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:ZI Jony@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Non-Technical_Village_Pumps_distribution_list&oldid=29941252 --> == Templat baru == [[Templat:Rak buku]] untuk halaman pengguna Anda (menampilkan buku-buku favorit Anda di Wikisumber, atau buku-buku yang Anda kerjakan/uji-baca). Silakan dicek. <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|&#x2712;]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 18 April 2026 14.28 (UTC) == Request for comment (global AI policy) == <bdi lang="en" dir="ltr" class="mw-content-ltr"> Apologies for writing in English. {{int:Please-translate}} A [[:m:Requests for comment/Artificial intelligence policy|request for comment]] is currently being held to decide on a global AI policy. {{int:Feedback-thanks-title}} [[Pengguna:MediaWiki message delivery|MediaWiki message delivery]] ([[Pembicaraan Pengguna:MediaWiki message delivery|bicara]]) 26 April 2026 00.58 (UTC) </bdi> <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Codename Noreste@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Global_message_delivery&oldid=30424282 --> hlwrlwcgt11k207t3227pt430lmrrf0 Gurindam Dua Belas 0 2882 268498 267778 2026-04-26T05:26:51Z ~2026-25352-49 26976 /* Gurindam V */ 268498 wikitext text/x-wiki {{header | title = {{PAGENAME}} | author = Raja Ali Haji | translator = | section = | previous = | next = | year = | notes = }} ===Gurindam I=== <em>Ini gurindam pasal yang pertama:</em> <poem> Barang siapa tiada memegang agama, sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama. Barang siapa mengenal yang empat, maka ia itulah orang yang ma'rifat. Barang siapa mengenal Allah, suruh dan tegahnya tiada ia menyalah. Barang siapa mengenal diri, maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri. Barang siapa mengenal dunia, tahulah ia barang yang teperdaya. Barang siapa mengenal akhirat, tahulah Ia dunia mudarat. </poem> ===Gurindam II=== <em>Ini gurindam pasal yang kedua</em> <poem> Barang siapa mengenal yang tersebut, tahulah ia makna takut. Barang siapa meninggalkan sembahyang, seperti rumah tiada bertiang. Barang siapa meninggalkan puasa, tidaklah mendapat dua termasa. Barang siapa meninggalkan zakat, tiadalah hartanya beroleh berkat. Barang siapa meninggalkan haji, tiadalah ia menyempurnakan janji. </poem> ===Gurindam III=== <em>Ini gurindam pasal yang ketiga:</em> <poem> Apabila terpelihara mata, sedikitlah cita-cita. Apabila terpelihara kuping, khabar yang jahat tiadalah damping. Apabila terpelihara lidah, niscaya dapat daripadanya paedah. Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan, daripada segala berat dan ringan. Apabila perut terlalu penuh, keluarlah fi'il yang tiada senunuh. Anggota tengah hendaklah ingat, di situlah banyak orang yang hilang semangat. Hendaklah peliharakan kaki, daripada berjalan yang membawa rugi. </poem> ===Gurindam IV=== <em>Ini gurindam pasal yang keempat:</em> <poem> Hati kerajaan di dalam tubuh, jikalau lalim segala anggotapun rubuh. Apabila dengki sudah bertanah, datanglah daripadanya beberapa anak panah. Mengumpat dan memuji hendaklah pikir, di situlah banyak orang yang tergelincir. Pekerjaan marah jangan dibela, nanti hilang akal di kepala. Jika sedikitpun berbuat bohong, boleh diumpamakan mulutnya itu pekong. Tanda orang yang amat celaka, aib dirinya tiada ia sangka. Bakhil jangan diberi singgah, itupun perampok yang amat gagah. Barang siapa yang sudah besar, janganlah kelakuannya membuat kasar. Barang siapa perkataan kotor, mulutnya itu umpama ketur2. Di mana tahu salah diri, jika tidak orang lain yang berperi. </poem> ===Gurindam V=== <em>Ini gurindam pasal yang kelima:</em> <poem> Jika hendak mengenal orang berbangsa, lihat kepada budi dan bahasa. Jika hendak mengenal orang yang berbahagia, sangat memeliharakan yang sia-sia. Jika hendak mengenal orang mulia, lihatlah kepada kelakuan dia. Jika hendak mengenal orang yang berilmu, bertanya dan belajar tiadalah jemu. Jika hendak mengenal orang yang berakal, di dalam dunia mengambil bekal. Jika hendak mengenal orang yang baik perangai, Iihat pada ketika bercampur dengan orang ramai. </poem> ===Gurindam VI=== <em>Ini gurindam pasal yang keenam:</em> <poem> Cahari olehmu akan sahabat, yang boleh dijadikan obat. Cahari olehmu akan guru, yang boleh tahukan tiap seteru. Cahari olehmu akan isteri, yang boleh dimenyerahkan diri. Cahari olehmu akan kawan, pilih segala orang yang setiawan. Cahari olehmu akan abdi, yang ada baik sedikit budi, </poem> ===Gurindam VII=== <em>Ini Gurindam pasal yang ketujuh:</em> <poem> Apabila banyak berkata-kata, di situlah jalan masuk dusta. Apabila banyak berlebih-lebihan suka, itulah landa hampirkan duka. Apabila kita kurang siasat, itulah tanda pekerjaan hendak sesat. Apabila anak tidak dilatih, jika besar bapanya letih. Apabila banyak mencela orang, itulah tanda dirinya kurang. Apabila orang yang banyak tidur, sia-sia sahajalah umur. Apabila mendengar akan khabar, menerimanya itu hendaklah sabar. Apabila mendengar akan aduan, membicarakannya itu hendaklah cemburuan. Apabila perkataan yang lemah-lembut, lekaslah segala orang mengikut. Apabila perkataan yang amat kasar, lekaslah orang sekalian gusar. Apabila pekerjaan yang amat benar, tidak boleh orang berbuat onar. </poem> ===Gurindam VIII=== <em>Ini gurindam pasal yang kedelapan:</em> <poem> Barang siapa khianat akan dirinya, apalagi kepada lainnya. Kepada dirinya ia aniaya, orang itu jangan engkau percaya. Lidah yang suka membenarkan dirinya, daripada yang lain dapat kesalahannya. Daripada memuji diri hendaklah sabar, biar dan pada orang datangnya khabar. Orang yang suka menampakkan jasa setengah daripada syirik mengaku kuasa. Kejahatan diri sembunyikan, kebalikan diri diamkan. Keaiban orang jangan dibuka, keaiban diri hendaklah sangka. </poem> ===Gurindam IX=== <em>Ini gurindam pasal yang kesembilan:</em> <poem> Tahu pekerjaan tak baik, tetapi dikerjakan, bukannya manusia yaitulah syaitan. Kejahatan seorang perempuan tua, itulah iblis punya penggawa. Kepada segaia hamba-hamba raja, di situlah syaitan tempatnya manja. Kebanyakan orang yang muda-muda, di situlah syaitan tempat berkuda. Perkumpulan laki-laki dengan perempuan, di situlah syaitan punya jamuan. Adapun orang tua yang hemat, syaitan tak suka membuat sahabat. Jika orang muda kuat berguru, dengan syaitan jadi berseteru. </poem> ===Gurindam X=== <em>Ini gurindam pasal yang kesepuluh:</em> <poem> Dengan bapa jangan durhaka, supaya Allah tidak murka. Dengan ibu hendaklah hormat, supaya badan dapat selamat. Dengan anak janganlah lalai, supaya boleh naik ke tengah balai. Dengan isteri dan gundik janganlah alpa, supaya kemaluan jangan menerpa. Dengan kawan hendaklah adil, supaya tangannya jadi kafill. </poem> ===Gurindam XI=== <em>Ini gurindam pasal yang kesebelas:</em> <poem> Hendaklah berjasa, kepada yang sebangsa. Hendaklah jadi kepala, buang perangai yang cela. Hendaklah memegang amanat, buanglah khianat. Hendak marah, dahulukan hujjah. Hendak dimalui, jangan memalui. Hendak ramai, murahkan perangai. </poem> ===Gurindam XII=== <em>Ini gurindam pasal yang kedua belas:</em> <poem> Raja mufakat dengan menteri, seperti kebun berpagarkan duri. Betul hati kepada raja, tanda jadi sebarang kerja. Hukum adil atas rakyat, tanda raja beroleh anayat. Kasihan orang yang berilmu, tanda rahmat atas dirimu. Hormat akan orang yang pandai, tanda mengenal kasa dan cindai. Ingatkan dirinya mati, itulah asal berbuat bakti. Akhirat itu terlalu nyata, kepada hati yang tidak buta. </poem> [[Category:Puisi]] mgt75rfirp70ub676x5atey0exsaxme Pengguna:Ichi Ocha 2 89111 268381 255882 2026-04-26T03:19:31Z Ichi Ocha 26099 268381 wikitext text/x-wiki Halo... Ini Ocha, yuk berbagi wawasan dan pengetahuan! {{Peserta WikiLatih|di=Madura|tgl=26 April 2026}} niptkmqbjolvrba4gmrqjsxdhh3dyk2 Kidung Lakbok 0 96301 268371 2026-04-25T17:42:25Z HenriPurwanto 26961 Menambahkan naskah asli Kidung Lakbok 268371 wikitext text/x-wiki "KIDUNG LAKBOK" "KiDung- Lakbok". Nja eta sasakala djeung uga Rawa Lakbok, tina paririmbon Aki Ranadjangga,Ma'lim anu nitis ka Buja Putih. »PAPATAT - MAKAR«. 1. Ngebul kukusna ka Mangung njambuang ka awang-awang,bau kalemba kastori, mangsoji djeung menjan putih, sasadjen djeung rurudjakan, puntjak manik tangtang angin, tjawisan para puhatji, nu datang ti Kahijangan.- 2. Mugi agung nja Paralun, muga djembar pangampura, Ka luhur ka Sang Rumuhun, ka Batara ka Batari, ka Batara Nagaradja, dedemit Onom Siluman, Sang Pramesti Uti Pati.- 3. Paralun amit rek ngindung, Kidung Lakbok nu kapungkur, tjarita kolor Baheula, sasakala asal tadi, Lakbok teh hidji nagara, Nu disupata ku dewa,Katelah "Bandjarpatroman", nagri gede loh djinawi. 4. Lembur kalingkung ku gunung, botjorna ngan ka sagara, pamali tarung djeung dulur, matak paanggang pakaja, Sang Ratu Ineung Buana, parebut dajeuh Patroman, Ratu Agung Tambakbaja. 5. Nu tarung Patutunggalan, ana djlog ka "Pataruman, Pataruman tempat tarung, nja silih tjabok di Lakbok, ngarengkol di Pasir Djengkol, mikiran kuma akalna, ngawang ngawang di Batulawang. 6. Silih sUrung di tjikawung, silih dupak di Kokoplak, silih sered di Kawasen, tempat ngadu kasakten, ramena anu keur perang, silih djingdjing silih djungjung, silih gusur silih sumtrung. 7. Silih dupak silih sepak, silih sepak sewangkara, silih djotos silih tjabok,, silih pojok silih haok, silih puak silih bekok, silih tjekek silih kadek, silih tumbuk silih tubruk, silih djingdjing djeung tampiling.- 8. silih gobang silih pedang, silih alung silih bojong, silih sered silih gentjet, silih pentung ku pepentung, silih irik silih gitik, silih pundjeung silih uleng, silih tenggok silih djekok, silih tjiwit silih djembel.- 9. Tarung paungku-ungku, perangna padjaga-djaga, pada sieun kabeunangan, boga rasa kawirangan, wiwirang dikolong tjatang, erana nu eleh perang, kaduhung sagede gunung, wirang sabeurang-sapueting.- 10. Nu perang taja eureuna, itu wani ieu wani, pada-pada embung eleh, taja hidji anu teter, djorelat ngajedat ka "Djelat, diboro ka tjiporoan, mundur ngukuj ka "Tjitanduj, rundag-randeg di "Randegan.- 11. Ngadon ngarandeg sakeudeung, ngadaweung ngabangbang areuj, HUdang patangtang pitingting, LUdeung semu taja keueung, . ....ajonan di Gagajonan, dipupu di "Gunung Tjupu, silih rontok di "Tjikotok, gaduh raos bet kaduhung. 12. Kaduhung tarung djeung dulur, rebut balung tanpa eusi, nu puguh onar ka batur, matak era ka tatangga, napsu nu matak kaduhung, badan anu katempuhan, lebur adjur tutumpuran, nagri ruksak ku sorangan. 13. Kolot mah mili kawirang, bingung patjampur djeung susah, mikiran nu djadi anak, taja reureuhna nu tarung,Tarung ngadukeun pakarang,Sabuk bandring ting kirintjing,Gondewa henteu kawawa, Ting siripit ting belesur. 14. Burinjaj adu di djalan,Paser potong djadi dua,Sami-sami digdjajana,Namung gaib anu njanding, Putra isin ku ramana,Rasa geus babalik pikir,Njingkiran era kaduhung,Nja njingkur di "Gunung Sangkur 15. "Gunung Sangkur tempat njingkur,Ngaheneng di "Gunung Tumpeng"Tjijdjurej di arej-arej, "Tjiigolentrak milu senggak,Njeggakan nu ngadu rosa,Perang tanding djeung saderek, Wekasan meunang supata,Ngahleng di "Tjitamiang. 16. Reup angkeb bumi djeung langit,Gunung rugrug laut motah,Lini teu aja eureuna,Galindeng sora kawahan,Hawar-hawar kabujutan,Njaksian supata dewa,Nu kantun sami gegetun,Nu nilar ngan bati kelar. 17. Nu anom mung kantun ngungun,Waas patjampur djeung sedih,Bet nagri "Bandjarpatroman,Salin djinis salin rupa,Urut djajeuh djadi leuweung,Urut gedong anu sigrong,Diparake sajang bagong,Djadi leuweung sima gonggong. 18. Situ kalangenan sari, Djadi rantja tjaneoman,Panjaniti musna leungit,Babantjong melong molongpong,Tjaneom djadi geueuman,Tempat etan duruwiksa,Tempat Siluman-sileman,Dedemit tukang tjilimit, 19. Batu karut nutjamerut,Tjimerut dumeh dikantun,Melong ngan bati bengong,Nagara ngarupa rawa, Gedong-gedong jadi pulo,Pulo putri "Pulo Erang,Manusa djaradi hewan,Lele betok belut sidat, 20. Tumenggung nyurup ka lutung,Korawa mangrupa owa,Si Lengser paeh saleser,"Bandjarsari leungit sari,Kabawa kunu ngahijang,Ratu Agung Tambak Baja,Nu aya ngan "Sindangdjaja,"Sindanghaju nu rahaju. 21. Batu petir nu kiwari,Batu karut nu Kapungkur,Mungkurkeun ti "Gunung Sangkur,Ngariung djeung "Batulawang,Batulawang nu ngahadang,Njandingkeun ka "Gunung Tjupu,Wadah manik astagina, Batu peti nu mupusti. 22. Sada gugur di kapitu,Sada gelap di kasanga,Aja sora tanpa rupa,Djaga dina djaman achir, Baris aja nu ngaruat,"Lakbok pulang ka asalna,Nja muntjang labuh ka puku,Kebo mulih pakandangan. 23. Ratu di Gunung Galungung,Menak pentjar Geusan Ulun, Ku eta dadak sakala,Nagara djadi waluja,Musna chajal timbul insan,Loba jalma kadjadjaden,Dedemit setan siluman,Djadi djalma bungkeuleukan. 25. Palungpung kasilih kampung,Tegal mandjah djadi saah,Nja ratu ngaradja dewek,Djalan panjang disaungan,"Langen djadi kalangenan,"Manganti keur sri Manganti,Paranti Gusti ningali, Ngawangngawang ka Batulawang. 25. Panungtung Ngadeg tumenggung,Bawah tatar beulah wetan,Duka dimana lebahna,Ngan disebut "KERTADJAGa,Djaga soteh tjeuk baheula,Nagara pulang ka asal,Kapulih manan birahi,Kapunah batan baheula.- 26. Kitu tjaturing pitutur,Kiwari geus njata pisan,Sihoreng Kangdjeng Pagusten,Nu ngaruat ieu "Lakbok,Nepi ka dieu djadina,Kawas nagara tjitjipatan,Tatapi tjerewedna mah,Baris nepi ka kiamah. »MENAK NGAPUNG« :Daweung Menak Padjajaran:  Gaya Baju Klasik 1. Ngadaweung ngababgban areuj,Ratu di Gunung GalungungMenak pentjar geusan Ulun,Njawang ka tataran wetan,Nagara Bandjarpatroman,Tanah datar bahe ngaler,Ngetan ngidul djlog ka laut,Tjitjiren Garuda ngupuk. 2. Njawang njeueung semu keueung,Rus-ras ka djaman katukang,Tjeuk udjarna nini mojang,Ngudat riwadjat sadjarah.Geusan ulun utun indji,Anu pibakaleun bisa,Nu ngaruat rawa Lakbok,Turunan Ratu Galunggung. 3. Rongheap manak kagugat,Ku riwajat djeung sadjarah,Sadjarah Bandjarpatroman,Baheulana tjenah nagri, Nagri ma'mur loh djinawi,Rea ketan rea keton.Ratuna luhung elmuna,Adil djeung sabar darana. 4. Sampiung ngapung ka manggung,Menak ngapak djomantara,Nu dimaksud rek ngaruat,Rawa Lakbok nu kiwari,Inget kana kawadjiban,Ngabela nagri nu gugur,Asal nagri djadi leuweung,Luwang-liwung ku geueuman. 5. Beki luhur pang ngapungna,Beuki lepas pang pangapakna,Paheula-heula djeung heulang,Pahiri-hiri djeung geuri,Paboro-boro djeung rangkong,Njoreang ka tebeh handap,Atra katingal gunungna, Gunung Galungung nu Agung. 6. Gunung Galunggung kapungkur,Majun ka Bandjarpatroman,Gunungna patingparentul, "Gunung Tumpeng nu ngaheneng,"Gunung Sangkur djiga mungkur,"Ngajegir "BAbakan ngelir,Pasir pandjang ngemat-ngemat,Djiga benteng tambak bahja. 7. Katingal Ti awang-awang,Sagara siaga tjileuntjang,Leumpang sakulit ing angin,Kapindingan indung peuting,Kalampatan mega bodas,Kareueukan mega hideung,Sawahna sariga kalang,Majakpak keur beuneur hedjo, 8. Katarandjang angin lada,Angin barat silantangan,Sumiriwing djeg karinding.Gugurna sada ngalindur, Gelapna sada korendang,Tarik tanding mimis bedil,Liang irung kikidungan,Liang tjeuli sondarian, 9. Rea lembur nu kalangkung,Lembur-lembur ting runggunuk,Imah-imahna djarangkung, Da sieun ku sato galak,Maung meong bagong badak,Sagara majakpak bodas,Katingal satungtung deuleu, Laut kidul matak waas. 10. Teu lami Raden djol sumping,Sumpingna ka mega malang,Sakeudeung Raden ngarandeg, Di luhur kota Randegan,Njawang bari larak-lirik,Ngetan ngidul reudjeung ngaler,Katembong Kalapa Nunggal,Ngawawangwang Bandjarpatroman. 11. Sumiripit di wiati,Ngawangwang di awang-awang,Rengking sagede papanting,Rentang sagede papatong,Sumerepet tanding walet,Sumeak tanding kadantja,Kadantja muru raratan,Kawas djogdjog moro mondok. 12. Kawas walik muru lamping,Muru pametinganana,Kawas tjiung muru gunung,Muru pangaubanana, Ngatjatjang di mega malang,Utjang angge mega koneng,Seueurna mega kaliwat,Salawe simpanganana. 13. Simpangan ti Kahijangan,Datang ka tundjang buna,Kana pongpok sarangenge,Tjunduk ka tjurugna galur,Sumpin ka bagalna bulan,Aki geleng Pangantjingan,Pangantjingan langit ping pitu, Neda widi rek Ngaruat, »SAGED MENAK ANU DANGDAN« 1. Menak Aria keur dangdan Saged tjangtjut tali wondo,Nu mendung lantjingan wulung,Nu njigi lantjingan pandji,Nu marong bandong kantjatna,Tali tjawet dibakutet,Riap sabuk tali datu,Sabuk palangi sahidji. 2. Lain ladang ngurup nukeur,Lain ladang babalantik,Ladang imut pipir lisung,Pangalungan indung-indung, Pamalangan tatambangan,Ladang imut patembongan,Susumping kembang djajanti,Tjettjet kamboja sutra. 3. Tilu suku djeung tjatutna,Sareal djeung naratajan,Satail tempuhanana,Tarolop gagang pangotna, Paranto njotjo nu bentol,Saranka sasarangatan,Gogodong ki djulang enom,Landean tjula bungalan. 4. Pamendak ronjong kantjana,Montjorong pendok emasna,Pondok emas beunang natah, Tatahan ganggong sapotong,Ukiran patra gumelas,Ti gigir di mata walik,Ti tukang dilatjah mentrang, Ti hareup dikuda njeungseung. 5. Dangdan Menak Nu raspati,Dangdan sakadangdan-dan­gdan,Surup payus kana tangtung,Semu geueuman pamulu,Sieup teureu ka pameunteu,Gandes pantes kana degdeg,Gandang tandang amis budi, Pertentang turunan ejang,Bismillah mimiti mudji,Ka Gusti Nu Maha Sutji,Abdi Gusti nu Maha SUtji, Abdi Gusti neda widi,Neda ma'ap rek ngaruat,Rawa Lakbok nu kiwari,Sedek rejem-rejem pantes, Sedek kaburu ku beurang,Pang radjah pamunah basa. »BANDJAR BAKAL BANDJIR« Numutkeun tjeuk udjaring Babad Lakbok, Ngudag latjak sadjarah Bandjatpatroman, Njuktjruk galur tjatur karuhun, kasauran sepuh kapungkur ,,,Bandjar teh bakal Bandjir" Tjenah, malah kunu aranom ajena nu parantos sami ngalaman djaman kiwari, Geus djadi katjapangan ,,,Bandjar Banjir" abong-abong aja paribasa ,,Wong tua gawe wiwitan sing enom darma ngelakoni" Hatina: Kolot nu ngamimitian, nu anom kantun nulujkeun." Tungtuna teh aja basa ,,Tuturut munding". Duka bener henteuna mah, naha enje ieu tah Bandjar bakal bandjir"? ,,,,,Bandjir ku naon?" ,,,Bandjir ku tjai atawa bamdjir ku getih?" ,,,Wallohu 'Alam Bissawab" tjenah tjeuk nu ngadjawab, "Tapi ku emutan sim kuring, kantenan sadayana oge p3antos sami uninga jen ELMU teh KANJAHO,ulah ngan sesemet nepika,,, Wallohu Alam Bissawab" Bae, da kedah nepi kana,, Alam Aenal Jakin Ulah kabar Jakin" margi ajeunamah Djaman,,, kajataan" ,,Kanjataan nu mana?" Kanjataan nu eta, anu njata, anu jakin, anu kaharti ku pikir, anu karampa ku rasa, Anu ka udag ku akal, anu karasa ku basa. Basa alam mikir sing nepi ka kaharti ka ukir ku pikir, basa Alam karampa sing nepi ka karasana kalawan njata, basa alam POK NGOMONG sing nepika BASANA, napi ka NGALAGENANA. Nintjak sing keuna kana hambalanana basa ing ninggang wirahmana, Ulah nete semplek nuntjak semplak, bisi urug teu puguh-puguh, ragrag teu karasa; urug mamawa euntjeh nu ragrag kababawa... Saolah-olah genteng-genteng ulah potong. Sabab naha enja jen Bandjar teh Bakal Bandjir?,,, Naha geus karasa, geus kaalaman atawa teu atjan?! TaaaaaaH,, Ajeuna mangga Urang bahas, Urang di Guar, Ulah Ngan wungkul wangwangan djeung ulang ngan Saukur kira-kira bae. Tjeuk anu nyebatkeun Bandjar Bakal Bandjir ku tjai, eta leres, da parantos sami ngalaman, dina tanggal 02 Djuli 1950, kaleresan kaping 16 bulan puasa 1349, taun Wau malem Ahad Manis, geus kadjadian Bandjar Bandjir nu panggede-gedena, tjeuk urang mah nu nembe ngalaman. Bandjir anu kahidji, anu geus kaalaman, ku sim kuring, kinten-kinten taun 1928, upami teu lepat, margi tjatetanana leungit. Teu sabara ageungna, mung saukur ruksak pasawahan palawidja djeung imah-imah nu aja dikampung Tjikadu, Kalapa Nunggal, Randegan, djeung Tjitapen. Namung Bandjir anu kadua kalina mah, nja eta nu geus kadjadian Kaping 2 Djuli 1950, anu kasebat tadi di luhur sim kuring oge nembe ngalaman. Kenging oge di sebatkeun bandjir anu panggede-gedena. Margi tjai di palebah Lapang Sudarsono djeung dipangadegan,, Luhurna kurang Leuwih 2 meter. Lebah Dieu urang, anu teu uninga bandjir di Bandjar, tiasa njawang, atanapi noong ku panon batin; Pisakumahaen temen djeung sabaraha anu korban, nu sami ngarandapan ruksak imahna, dibelaan ngadon njingkur di imah batur. Parabot Rumah tangga djeung ingon-ingon mah geus teu katjatur; hayam, Meri, soang, entog, Kuda, munding, sapi, embe, loba nu ngarodjaj ngajangkang di tjitanduj. Korban Manusa oge aja. Anu ngarandapan kitu teh nu katangen ti wangkid; Tjisaga, Tjigerendeng, Tjikulak, Parung Lesang, Parung Sari Bodobatu, KP, Pasar, Kp. Gudang, Tjikadu Kalapa Nunggal. Randegan djeung Tjitapen, nja eta lembur- lembur anu tjaket ka sisi tjitanduj. Ku kituna atuh surup djeung pantes kanu njebatkeun Bandjar Bandjir ku tjai, da kitu anu parantos kaalaman. »SAUR SEPUH KAPUNGKUR« Kadjadian-Kadjadian anu geus kaalaman ku urang teh, ngeunaan oge kana saur sepuh anu kieu tjenah,, Barudak engke didjaman ahir, dimana Gunung Babakan geus kawin djeung Gunung sangkur, Bandjar Bakal bandjir. Aja tjatur beunteur njeuseupan kembang kalapa, nyarusup na langari beukah, Handjat ngarendong dina sela-sela palapah kalapa. Nja Badjar djadi sagara. Sabadana Eta, Bandjar djadi nagara.. Sanggeusan Bandjar djadi nagara, Bandjar Bakal djadikatjapangan: BandjarPatroman_ Bandjar Aman. __________CAG___________ 9q59d2x5xmvw2wg9z1uiw380yd30v4z 268372 268371 2026-04-25T17:56:28Z HenriPurwanto 26961 Merapikan teks 268372 wikitext text/x-wiki "KIDUNG LAKBOK" "KiDung- Lakbok". Nja eta sasakala djeung uga Rawa Lakbok, tina paririmbon Aki Ranadjangga,Ma'lim anu nitis ka Buja Putih. »PAPATAT - MAKAR«. 1. Ngebul kukusna ka Mangung njambuang ka awang-awang,bau kalemba kastori, mangsoji djeung menjan putih, sasadjen djeung rurudjakan, puntjak manik tangtang angin, tjawisan para puhatji, nu datang ti Kahijangan.- 2. Mugi agung nja Paralun, muga djembar pangampura, Ka luhur ka Sang Rumuhun, ka Batara ka Batari, ka Batara Nagaradja, dedemit Onom Siluman, Sang Pramesti Uti Pati.- 3. Paralun amit rek ngindung, Kidung Lakbok nu kapungkur, tjarita kolor Baheula, sasakala asal tadi, Lakbok teh hidji nagara, Nu disupata ku dewa,Katelah "Bandjarpatroman", nagri gede loh djinawi. 4. Lembur kalingkung ku gunung, botjorna ngan ka sagara, pamali tarung djeung dulur, matak paanggang pakaja, Sang Ratu Ineung Buana, parebut dajeuh Patroman, Ratu Agung Tambakbaja. 5. Nu tarung Patutunggalan, ana djlog ka "Pataruman, Pataruman tempat tarung, nja silih tjabok di Lakbok, ngarengkol di Pasir Djengkol, mikiran kuma akalna, ngawang ngawang di Batulawang. 6. Silih sUrung di tjikawung, silih dupak di Kokoplak, silih sered di Kawasen, tempat ngadu kasakten, ramena anu keur perang, silih djingdjing silih djungjung, silih gusur silih sumtrung. 7. Silih dupak silih sepak, silih sepak sewangkara, silih djotos silih tjabok,, silih pojok silih haok, silih puak silih bekok, silih tjekek silih kadek, silih tumbuk silih tubruk, silih djingdjing djeung tampiling.- 8. silih gobang silih pedang, silih alung silih bojong, silih sered silih gentjet, silih pentung ku pepentung, silih irik silih gitik, silih pundjeung silih uleng, silih tenggok silih djekok, silih tjiwit silih djembel.- 9. Tarung paungku-ungku, perangna padjaga-djaga, pada sieun kabeunangan, boga rasa kawirangan, wiwirang dikolong tjatang, erana nu eleh perang, kaduhung sagede gunung, wirang sabeurang-sapueting.- 10. Nu perang taja eureuna, itu wani ieu wani, pada-pada embung eleh, taja hidji anu teter, djorelat ngajedat ka "Djelat, diboro ka tjiporoan, mundur ngukuj ka "Tjitanduj, rundag-randeg di "Randegan.- 11. Ngadon ngarandeg sakeudeung, ngadaweung ngabangbang areuj, HUdang patangtang pitingting, LUdeung semu taja keueung, . ....ajonan di Gagajonan, dipupu di "Gunung Tjupu, silih rontok di "Tjikotok, gaduh raos bet kaduhung. 12. Kaduhung tarung djeung dulur, rebut balung tanpa eusi, nu puguh onar ka batur, matak era ka tatangga, napsu nu matak kaduhung, badan anu katempuhan, lebur adjur tutumpuran, nagri ruksak ku sorangan. 13. Kolot mah mili kawirang, bingung patjampur djeung susah, mikiran nu djadi anak, taja reureuhna nu tarung,Tarung ngadukeun pakarang,Sabuk bandring ting kirintjing,Gondewa henteu kawawa, Ting siripit ting belesur. 14. Burinjaj adu di djalan,Paser potong djadi dua,Sami-sami digdjajana,Namung gaib anu njanding, Putra isin ku ramana,Rasa geus babalik pikir,Njingkiran era kaduhung,Nja njingkur di "Gunung Sangkur 15. "Gunung Sangkur tempat njingkur,Ngaheneng di "Gunung Tumpeng"Tjijdjurej di arej-arej, "Tjiigolentrak milu senggak,Njeggakan nu ngadu rosa,Perang tanding djeung saderek, Wekasan meunang supata,Ngahleng di "Tjitamiang. 16. Reup angkeb bumi djeung langit,Gunung rugrug laut motah,Lini teu aja eureuna,Galindeng sora kawahan,Hawar-hawar kabujutan,Njaksian supata dewa,Nu kantun sami gegetun,Nu nilar ngan bati kelar. 17. Nu anom mung kantun ngungun,Waas patjampur djeung sedih,Bet nagri "Bandjarpatroman,Salin djinis salin rupa,Urut djajeuh djadi leuweung,Urut gedong anu sigrong,Diparake sajang bagong,Djadi leuweung sima gonggong. 18. Situ kalangenan sari, Djadi rantja tjaneoman,Panjaniti musna leungit,Babantjong melong molongpong,Tjaneom djadi geueuman,Tempat etan duruwiksa,Tempat Siluman-sileman,Dedemit tukang tjilimit, 19. Batu karut nutjamerut,Tjimerut dumeh dikantun,Melong ngan bati bengong,Nagara ngarupa rawa, Gedong-gedong jadi pulo,Pulo putri "Pulo Erang,Manusa djaradi hewan,Lele betok belut sidat, 20. Tumenggung nyurup ka lutung,Korawa mangrupa owa,Si Lengser paeh saleser,"Bandjarsari leungit sari,Kabawa kunu ngahijang,Ratu Agung Tambak Baja,Nu aya ngan "Sindangdjaja,"Sindanghaju nu rahaju. 21. Batu petir nu kiwari,Batu karut nu Kapungkur,Mungkurkeun ti "Gunung Sangkur,Ngariung djeung "Batulawang,Batulawang nu ngahadang,Njandingkeun ka "Gunung Tjupu,Wadah manik astagina, Batu peti nu mupusti. 22. Sada gugur di kapitu,Sada gelap di kasanga,Aja sora tanpa rupa,Djaga dina djaman achir, Baris aja nu ngaruat,"Lakbok pulang ka asalna,Nja muntjang labuh ka puku,Kebo mulih pakandangan. 23. Ratu di Gunung Galungung,Menak pentjar Geusan Ulun, Ku eta dadak sakala,Nagara djadi waluja,Musna chajal timbul insan,Loba jalma kadjadjaden,Dedemit setan siluman,Djadi djalma bungkeuleukan. 25. Palungpung kasilih kampung,Tegal mandjah djadi saah,Nja ratu ngaradja dewek,Djalan panjang disaungan,"Langen djadi kalangenan,"Manganti keur sri Manganti,Paranti Gusti ningali, Ngawangngawang ka Batulawang. 25. Panungtung Ngadeg tumenggung,Bawah tatar beulah wetan,Duka dimana lebahna,Ngan disebut "KERTADJAGa,Djaga soteh tjeuk baheula,Nagara pulang ka asal,Kapulih manan birahi,Kapunah batan baheula.- 26. Kitu tjaturing pitutur,Kiwari geus njata pisan,Sihoreng Kangdjeng Pagusten,Nu ngaruat ieu "Lakbok,Nepi ka dieu djadina,Kawas nagara tjitjipatan,Tatapi tjerewedna mah,Baris nepi ka kiamah. »MENAK NGAPUNG« :Daweung Menak Padjajaran: 1. Ngadaweung ngababgban areuj,Ratu di Gunung GalungungMenak pentjar geusan Ulun,Njawang ka tataran wetan,Nagara Bandjarpatroman,Tanah datar bahe ngaler,Ngetan ngidul djlog ka laut,Tjitjiren Garuda ngupuk. 2. Njawang njeueung semu keueung,Rus-ras ka djaman katukang,Tjeuk udjarna nini mojang,Ngudat riwadjat sadjarah.Geusan ulun utun indji,Anu pibakaleun bisa,Nu ngaruat rawa Lakbok,Turunan Ratu Galunggung. 3. Rongheap manak kagugat,Ku riwajat djeung sadjarah,Sadjarah Bandjarpatroman,Baheulana tjenah nagri, Nagri ma'mur loh djinawi,Rea ketan rea keton.Ratuna luhung elmuna,Adil djeung sabar darana. 4. Sampiung ngapung ka manggung,Menak ngapak djomantara,Nu dimaksud rek ngaruat,Rawa Lakbok nu kiwari,Inget kana kawadjiban,Ngabela nagri nu gugur,Asal nagri djadi leuweung,Luwang-liwung ku geueuman. 5. Beki luhur pang ngapungna,Beuki lepas pang pangapakna,Paheula-heula djeung heulang,Pahiri-hiri djeung geuri,Paboro-boro djeung rangkong,Njoreang ka tebeh handap,Atra katingal gunungna, Gunung Galungung nu Agung. 6. Gunung Galunggung kapungkur,Majun ka Bandjarpatroman,Gunungna patingparentul, "Gunung Tumpeng nu ngaheneng,"Gunung Sangkur djiga mungkur,"Ngajegir "BAbakan ngelir,Pasir pandjang ngemat-ngemat,Djiga benteng tambak bahja. 7. Katingal Ti awang-awang,Sagara siaga tjileuntjang,Leumpang sakulit ing angin,Kapindingan indung peuting,Kalampatan mega bodas,Kareueukan mega hideung,Sawahna sariga kalang,Majakpak keur beuneur hedjo, 8. Katarandjang angin lada,Angin barat silantangan,Sumiriwing djeg karinding.Gugurna sada ngalindur, Gelapna sada korendang,Tarik tanding mimis bedil,Liang irung kikidungan,Liang tjeuli sondarian, 9. Rea lembur nu kalangkung,Lembur-lembur ting runggunuk,Imah-imahna djarangkung, Da sieun ku sato galak,Maung meong bagong badak,Sagara majakpak bodas,Katingal satungtung deuleu, Laut kidul matak waas. 10. Teu lami Raden djol sumping,Sumpingna ka mega malang,Sakeudeung Raden ngarandeg, Di luhur kota Randegan,Njawang bari larak-lirik,Ngetan ngidul reudjeung ngaler,Katembong Kalapa Nunggal,Ngawawangwang Bandjarpatroman. 11. Sumiripit di wiati,Ngawangwang di awang-awang,Rengking sagede papanting,Rentang sagede papatong,Sumerepet tanding walet,Sumeak tanding kadantja,Kadantja muru raratan,Kawas djogdjog moro mondok. 12. Kawas walik muru lamping,Muru pametinganana,Kawas tjiung muru gunung,Muru pangaubanana, Ngatjatjang di mega malang,Utjang angge mega koneng,Seueurna mega kaliwat,Salawe simpanganana. 13. Simpangan ti Kahijangan,Datang ka tundjang buna,Kana pongpok sarangenge,Tjunduk ka tjurugna galur,Sumpin ka bagalna bulan,Aki geleng Pangantjingan,Pangantjingan langit ping pitu, Neda widi rek Ngaruat, »SAGED MENAK ANU DANGDAN« 1. Menak Aria keur dangdan Saged tjangtjut tali wondo,Nu mendung lantjingan wulung,Nu njigi lantjingan pandji,Nu marong bandong kantjatna,Tali tjawet dibakutet,Riap sabuk tali datu,Sabuk palangi sahidji. 2. Lain ladang ngurup nukeur,Lain ladang babalantik,Ladang imut pipir lisung,Pangalungan indung-indung, Pamalangan tatambangan,Ladang imut patembongan,Susumping kembang djajanti,Tjettjet kamboja sutra. 3. Tilu suku djeung tjatutna,Sareal djeung naratajan,Satail tempuhanana,Tarolop gagang pangotna, Paranto njotjo nu bentol,Saranka sasarangatan,Gogodong ki djulang enom,Landean tjula bungalan. 4. Pamendak ronjong kantjana,Montjorong pendok emasna,Pondok emas beunang natah, Tatahan ganggong sapotong,Ukiran patra gumelas,Ti gigir di mata walik,Ti tukang dilatjah mentrang, Ti hareup dikuda njeungseung. 5. Dangdan Menak Nu raspati,Dangdan sakadangdan-dan­gdan,Surup payus kana tangtung,Semu geueuman pamulu,Sieup teureu ka pameunteu,Gandes pantes kana degdeg,Gandang tandang amis budi, Pertentang turunan ejang,Bismillah mimiti mudji,Ka Gusti Nu Maha Sutji,Abdi Gusti nu Maha SUtji, Abdi Gusti neda widi,Neda ma'ap rek ngaruat,Rawa Lakbok nu kiwari,Sedek rejem-rejem pantes, Sedek kaburu ku beurang,Pang radjah pamunah basa. »BANDJAR BAKAL BANDJIR« Numutkeun tjeuk udjaring Babad Lakbok, Ngudag latjak sadjarah Bandjatpatroman, Njuktjruk galur tjatur karuhun, kasauran sepuh kapungkur ,,,Bandjar teh bakal Bandjir" Tjenah, malah kunu aranom ajena nu parantos sami ngalaman djaman kiwari, Geus djadi katjapangan ,,,Bandjar Banjir" abong-abong aja paribasa ,,Wong tua gawe wiwitan sing enom darma ngelakoni" Hatina: Kolot nu ngamimitian, nu anom kantun nulujkeun." Tungtuna teh aja basa ,,Tuturut munding". Duka bener henteuna mah, naha enje ieu tah Bandjar bakal bandjir"? ,,,,,Bandjir ku naon?" ,,,Bandjir ku tjai atawa bamdjir ku getih?" ,,,Wallohu 'Alam Bissawab" tjenah tjeuk nu ngadjawab, "Tapi ku emutan sim kuring, kantenan sadayana oge p3antos sami uninga jen ELMU teh KANJAHO,ulah ngan sesemet nepika,,, Wallohu Alam Bissawab" Bae, da kedah nepi kana,, Alam Aenal Jakin Ulah kabar Jakin" margi ajeunamah Djaman,,, kajataan" ,,Kanjataan nu mana?" Kanjataan nu eta, anu njata, anu jakin, anu kaharti ku pikir, anu karampa ku rasa, Anu ka udag ku akal, anu karasa ku basa. Basa alam mikir sing nepi ka kaharti ka ukir ku pikir, basa Alam karampa sing nepi ka karasana kalawan njata, basa alam POK NGOMONG sing nepika BASANA, napi ka NGALAGENANA. Nintjak sing keuna kana hambalanana basa ing ninggang wirahmana, Ulah nete semplek nuntjak semplak, bisi urug teu puguh-puguh, ragrag teu karasa; urug mamawa euntjeh nu ragrag kababawa... Saolah-olah genteng-genteng ulah potong. Sabab naha enja jen Bandjar teh Bakal Bandjir?,,, Naha geus karasa, geus kaalaman atawa teu atjan?! TaaaaaaH,, Ajeuna mangga Urang bahas, Urang di Guar, Ulah Ngan wungkul wangwangan djeung ulang ngan Saukur kira-kira bae. Tjeuk anu nyebatkeun Bandjar Bakal Bandjir ku tjai, eta leres, da parantos sami ngalaman, dina tanggal 02 Djuli 1950, kaleresan kaping 16 bulan puasa 1349, taun Wau malem Ahad Manis, geus kadjadian Bandjar Bandjir nu panggede-gedena, tjeuk urang mah nu nembe ngalaman. Bandjir anu kahidji, anu geus kaalaman, ku sim kuring, kinten-kinten taun 1928, upami teu lepat, margi tjatetanana leungit. Teu sabara ageungna, mung saukur ruksak pasawahan palawidja djeung imah-imah nu aja dikampung Tjikadu, Kalapa Nunggal, Randegan, djeung Tjitapen. Namung Bandjir anu kadua kalina mah, nja eta nu geus kadjadian Kaping 2 Djuli 1950, anu kasebat tadi di luhur sim kuring oge nembe ngalaman. Kenging oge di sebatkeun bandjir anu panggede-gedena. Margi tjai di palebah Lapang Sudarsono djeung dipangadegan,, Luhurna kurang Leuwih 2 meter. Lebah Dieu urang, anu teu uninga bandjir di Bandjar, tiasa njawang, atanapi noong ku panon batin; Pisakumahaen temen djeung sabaraha anu korban, nu sami ngarandapan ruksak imahna, dibelaan ngadon njingkur di imah batur. Parabot Rumah tangga djeung ingon-ingon mah geus teu katjatur; hayam, Meri, soang, entog, Kuda, munding, sapi, embe, loba nu ngarodjaj ngajangkang di tjitanduj. Korban Manusa oge aja. Anu ngarandapan kitu teh nu katangen ti wangkid; Tjisaga, Tjigerendeng, Tjikulak, Parung Lesang, Parung Sari Bodobatu, KP, Pasar, Kp. Gudang, Tjikadu Kalapa Nunggal. Randegan djeung Tjitapen, nja eta lembur- lembur anu tjaket ka sisi tjitanduj. Ku kituna atuh surup djeung pantes kanu njebatkeun Bandjar Bandjir ku tjai, da kitu anu parantos kaalaman. »SAUR SEPUH KAPUNGKUR« Kadjadian-Kadjadian anu geus kaalaman ku urang teh, ngeunaan oge kana saur sepuh anu kieu tjenah,, Barudak engke didjaman ahir, dimana Gunung Babakan geus kawin djeung Gunung sangkur, Bandjar Bakal bandjir. Aja tjatur beunteur njeuseupan kembang kalapa, nyarusup na langari beukah, Handjat ngarendong dina sela-sela palapah kalapa. Nja Badjar djadi sagara. Sabadana Eta, Bandjar djadi nagara.. Sanggeusan Bandjar djadi nagara, Bandjar Bakal djadikatjapangan: BandjarPatroman_ Bandjar Aman. __________CAG___________ ja7um34hfuj3cg3ln294naxpoolfql5 Pengguna:Dankkum dunya 2 96302 268374 2026-04-26T03:18:23Z Dankkum dunya 25589 ←Membuat halaman berisi '{{Peserta WikiLatih|di=Madura|tgl=26 April 2026}}' 268374 wikitext text/x-wiki {{Peserta WikiLatih|di=Madura|tgl=26 April 2026}} 4j7shw110d0sw94i9am11lx2o5qhuf9 Pengguna:Lutfiyatun 2 96303 268375 2026-04-26T03:18:47Z Lutfiyatun 26681 ←Membuat halaman berisi '{{Peserta WikiLatih|di=Madura|tgl=26 April 2026}}' 268375 wikitext text/x-wiki {{Peserta WikiLatih|di=Madura|tgl=26 April 2026}} 4j7shw110d0sw94i9am11lx2o5qhuf9 Pengguna:Alykarina 2 96304 268376 2026-04-26T03:19:07Z Alykarina 26963 ←Membuat halaman berisi '{{Peserta WikiLatih|di=Madura|tgl=26 April 2026}}' 268376 wikitext text/x-wiki {{Peserta WikiLatih|di=Madura|tgl=26 April 2026}} 4j7shw110d0sw94i9am11lx2o5qhuf9 Pengguna:Anggita Firnanda 2 96305 268377 2026-04-26T03:19:14Z Anggita Firnanda 26953 ←Membuat halaman berisi '{{Peserta WikiLatih|di=Madura|tgl=26 April 2026}}' 268377 wikitext text/x-wiki {{Peserta WikiLatih|di=Madura|tgl=26 April 2026}} 4j7shw110d0sw94i9am11lx2o5qhuf9 Pengguna:Aksara Malam 2 96306 268378 2026-04-26T03:19:18Z Aksara Malam 26940 ←Membuat halaman berisi '{{Peserta Wikilatih|di=Madura|tgl=26 April 2026}}' 268378 wikitext text/x-wiki {{Peserta Wikilatih|di=Madura|tgl=26 April 2026}} duy2at63pc2kjiv3gydutlgvkb752em 268382 268378 2026-04-26T03:20:20Z Aksara Malam 26940 268382 wikitext text/x-wiki {{Peserta WikiLatih|di=Madura|tgl=26 April 2026}} 4j7shw110d0sw94i9am11lx2o5qhuf9 Pengguna:Masturulifadah 2 96307 268379 2026-04-26T03:19:21Z Masturulifadah 26942 ←Membuat halaman berisi '{{Peserta WikiLatih|di=Madura|tgl=26 April 2026}}' 268379 wikitext text/x-wiki {{Peserta WikiLatih|di=Madura|tgl=26 April 2026}} 4j7shw110d0sw94i9am11lx2o5qhuf9 Pengguna:Maulina Rahmawati 2 96308 268380 2026-04-26T03:19:23Z Maulina Rahmawati 26965 ←Membuat halaman berisi '{{Peserta WikiLatih|di=Madura|tgl=26 April 2026}}' 268380 wikitext text/x-wiki {{Peserta WikiLatih|di=Madura|tgl=26 April 2026}} 4j7shw110d0sw94i9am11lx2o5qhuf9 Pengguna:Niaakhss 2 96309 268383 2026-04-26T03:20:21Z Niaakhss 26033 ←Membuat halaman berisi '{{Peserta WikiLatih|di=Madura|tgl=26 April 2026}}' 268383 wikitext text/x-wiki {{Peserta WikiLatih|di=Madura|tgl=26 April 2026}} 4j7shw110d0sw94i9am11lx2o5qhuf9 Pengguna:Lisa Rahmawati Sufyan 2 96310 268384 2026-04-26T03:20:29Z Lisa Rahmawati Sufyan 26967 ←Membuat halaman berisi 'Peserta Wikilatih|di=Madura|tgl=26 April 2026' 268384 wikitext text/x-wiki Peserta Wikilatih|di=Madura|tgl=26 April 2026 2xwy5xxmdqzghul3slnhntv8fodormc 268385 268384 2026-04-26T03:21:32Z Lisa Rahmawati Sufyan 26967 268385 wikitext text/x-wiki {{Peserta Wikilatih|di=Madura|tgl=26 April 2026}} duy2at63pc2kjiv3gydutlgvkb752em 268389 268385 2026-04-26T03:22:13Z Lisa Rahmawati Sufyan 26967 268389 wikitext text/x-wiki {{Peserta WikiLatih|di=Madura|tgl=26 April 2026}} 4j7shw110d0sw94i9am11lx2o5qhuf9 Pengguna:Alfariyan Firdaus 2 96311 268386 2026-04-26T03:21:38Z Alfariyan Firdaus 26970 ←Membuat halaman berisi '{{Peserta WikiLatih|di=Madura|tgl=26 April 2026}}' 268386 wikitext text/x-wiki {{Peserta WikiLatih|di=Madura|tgl=26 April 2026}} 4j7shw110d0sw94i9am11lx2o5qhuf9 Pangangghuy:Alivia FN 0 96312 268387 2026-04-26T03:21:45Z Alivia FN 26955 ←Membuat halaman berisi '{{Peserta WikiLatih|di=Madura|tgl=26 April 2026}}' 268387 wikitext text/x-wiki {{Peserta WikiLatih|di=Madura|tgl=26 April 2026}} 4j7shw110d0sw94i9am11lx2o5qhuf9 Pengguna:Firdan Saputra 2 96313 268388 2026-04-26T03:22:03Z Firdan Saputra 26964 ←Membuat halaman berisi '{{Peserta WikiLatih|di=Madura|tgl=26 April 2026}}' 268388 wikitext text/x-wiki {{Peserta WikiLatih|di=Madura|tgl=26 April 2026}} 4j7shw110d0sw94i9am11lx2o5qhuf9 Pangangghuy:Putri Apras 0 96314 268390 2026-04-26T03:22:19Z Putri Apras 26973 ←Membuat halaman berisi '{{Peserta WikiLatih|di=Madura|tgl=26 April 2026}}' 268390 wikitext text/x-wiki {{Peserta WikiLatih|di=Madura|tgl=26 April 2026}} 4j7shw110d0sw94i9am11lx2o5qhuf9 Pangangghuy:Nadiya Nurr 0 96315 268391 2026-04-26T03:22:45Z Nadiya Nurr 26971 ←Membuat halaman berisi '{{Peserta WikiLatih|di=Madura|tgl=26 April 2026}}' 268391 wikitext text/x-wiki {{Peserta WikiLatih|di=Madura|tgl=26 April 2026}} 4j7shw110d0sw94i9am11lx2o5qhuf9 Pengguna:Rendi Javier 2 96316 268392 2026-04-26T03:22:48Z Rendi Javier 26968 ←Membuat halaman berisi '{{Peserta WikiLatih|di=Madura|tgl=26 April 2026}}' 268392 wikitext text/x-wiki {{Peserta WikiLatih|di=Madura|tgl=26 April 2026}} 4j7shw110d0sw94i9am11lx2o5qhuf9 268497 268392 2026-04-26T05:21:07Z Rendi Javier 26968 268497 wikitext text/x-wiki halo perkenalkan nama saya Rendi {{Peserta WikiLatih|di=Madura|tgl=26 April 2026}} 5axpv94toppw0xhw02p44y9a7a6u608 Pengguna:Risma risqo 2 96317 268393 2026-04-26T03:23:16Z Risma risqo 26969 ←Membuat halaman berisi '{{Peserta WikiLatih|di=Madura|tgl=26 April 2026}}' 268393 wikitext text/x-wiki {{Peserta WikiLatih|di=Madura|tgl=26 April 2026}} 4j7shw110d0sw94i9am11lx2o5qhuf9 Pangangghuy:Bintang Fauzani 0 96318 268394 2026-04-26T03:23:39Z Bintang Fauzani 26054 ←Membuat halaman berisi 'Halo nama saya Bintang Achmad Fauzani ! {{Peserta WikiLatih|di=Madura|tgl=26 April 2026}}' 268394 wikitext text/x-wiki Halo nama saya Bintang Achmad Fauzani ! {{Peserta WikiLatih|di=Madura|tgl=26 April 2026}} riflbgo6ets6f3atp4bdtzdp9fa4rqw Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 03.pdf/23 104 96319 268395 2026-04-26T03:28:29Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 268395 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>::: Namun dengar tjepat Ho Ho merangkak “pangun kembali, dengan nekad dia menjerudul menerdiang Sun’ Hwa Lian jang kala itu te. ngah berdjonykolk untuk me: ieee keadaan tiitiienja. Son Hwa Lian sama sekali tidak mendaga bahwa Ho Ho bisa melakukan penjerangan: la- gi, maka ketika tahu-tahu kedua kakinja kena dirangleul oleh Ho Ho, dia djadi terkediut ba kan main, Tahu-taha Ho Ho telah menggigit kaki Sun Hwa Lian sekuat. tenagania. C ‘Yentu sadja Sun Hwa Lian diadi kesakitan dan mendjerit sekuat tenaganja, dia djuga te- lib menangis. Kau mau meminta ampun tidak?” teriak Ho Ho sesaat kemudian, dan kemudian me- landiutkan lagi gigitannia. : Saking kesalitan Sun Hwa Lian diad mendjerit keras lagi dan menangis, sedangkan tangannja dengan kalap mendjambak rambnut Ho Ho, ditariknja keras-keras. 000 0 000 q _ LM.Arwah—3. 23<noinclude></noinclude> 01irljj6c3xh4o0j2npuwpqgg2ejesb 268396 268395 2026-04-26T03:40:50Z Ichi Ocha 26099 268396 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>Namun dengan tjepat Ho Ho merangkak bangun kembali, dengan nekad dia menjeruduk menerdjang Sun Hwa Lian jang kala itu tengah berdjongkok untuk memeriksa keadaan tjitjienja. Sun Hwa Lian sama sekali tidak menduga bahwa Ho Ho bisa melakukan penjerangan lagi, maka ketika tahu-tahu kedua kakinja kena dirangkul oleh Ho Ho, dia djadi terkedjut bukan main. Tahu-tahu Ho Ho telah menggigit kaki Sun Hwa Lian sekuat tenaganja. Tentu sadja Sun Hwa Lian djadi kesakitan dan mendjerit sekuat tenaganja, dia djuga telah menangis. „Kau mau meminta ampun tidak?" teriak Ho Ho sesaat kemudian, dan kemudian melandjutkan lagi gigitanja. Saking kesakitan Sun Hwa Lian diad mendjerit keras lagi dan menangis, sedangkan tangannja dengan kalap mendjambak rambut Ho Ho, ditariknja keras-keras. <poem align="center"> o o o O o o o<noinclude>23 <poem align="right"> L.M.Arwah-3.</noinclude> 77k2vzvvporxpaqxd8jj0vjynclam9i 268397 268396 2026-04-26T03:42:08Z Ichi Ocha 26099 268397 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>Namun dengan tjepat Ho Ho merangkak bangun kembali, dengan nekad dia menjeruduk menerdjang Sun Hwa Lian jang kala itu tengah berdjongkok untuk memeriksa keadaan tjitjienja. Sun Hwa Lian sama sekali tidak menduga bahwa Ho Ho bisa melakukan penjerangan lagi, maka ketika tahu-tahu kedua kakinja kena dirangkul oleh Ho Ho, dia djadi terkedjut bukan main. Tahu-tahu Ho Ho telah menggigit kaki Sun Hwa Lian sekuat tenaganja. Tentu sadja Sun Hwa Lian djadi kesakitan dan mendjerit sekuat tenaganja, dia djuga telah menangis. „Kau mau meminta ampun tidak?" teriak Ho Ho sesaat kemudian, dan kemudian melandjutkan lagi gigitanja. Saking kesakitan Sun Hwa Lian diad mendjerit keras lagi dan menangis, sedangkan tangannja dengan kalap mendjambak rambut Ho Ho, ditariknja keras-keras. <div style="text-align:center;"> o o o O o o o </div><noinclude>23 <div style="text-align:left;"> L.M.Arwah-3. </div></noinclude> bczr81i22mgjkw6m35s4n9tru7h3hh2 268398 268397 2026-04-26T03:42:42Z Ichi Ocha 26099 /* Belum diuji baca */ 268398 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ichi Ocha" /></noinclude>Namun dengan tjepat Ho Ho merangkak bangun kembali, dengan nekad dia menjeruduk menerdjang Sun Hwa Lian jang kala itu tengah berdjongkok untuk memeriksa keadaan tjitjienja. Sun Hwa Lian sama sekali tidak menduga bahwa Ho Ho bisa melakukan penjerangan lagi, maka ketika tahu-tahu kedua kakinja kena dirangkul oleh Ho Ho, dia djadi terkedjut bukan main. Tahu-tahu Ho Ho telah menggigit kaki Sun Hwa Lian sekuat tenaganja. Tentu sadja Sun Hwa Lian djadi kesakitan dan mendjerit sekuat tenaganja, dia djuga telah menangis. „Kau mau meminta ampun tidak?" teriak Ho Ho sesaat kemudian, dan kemudian melandjutkan lagi gigitanja. Saking kesakitan Sun Hwa Lian diad mendjerit keras lagi dan menangis, sedangkan tangannja dengan kalap mendjambak rambut Ho Ho, ditariknja keras-keras. <div style="text-align:center;"> o o o O o o o </div><noinclude>23 <div style="text-align:left;"> L.M.Arwah-3. </div></noinclude> mfa6nj1ifv39v332j1ysna6rdtft37e 268405 268398 2026-04-26T03:47:52Z Ichi Ocha 26099 268405 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ichi Ocha" /></noinclude>Namun dengan tjepat Ho Ho merangkak bangun kembali, dengan nekad dia menjeruduk menerdjang Sun Hwa Lian jang kala itu tengah berdjongkok untuk memeriksa keadaan tjitjienja. Sun Hwa Lian sama sekali tidak menduga bahwa Ho Ho bisa melakukan penjerangan lagi, maka ketika tahu-tahu kedua kakinja kena dirangkul oleh Ho Ho, dia djadi terkedjut bukan main. Tahu-tahu Ho Ho telah menggigit kaki Sun Hwa Lian sekuat tenaganja. Tentu sadja Sun Hwa Lian djadi kesakitan dan mendjerit sekuat tenaganja, dia djuga telah menangis. „Kau mau meminta ampun tidak?" teriak Ho Ho sesaat kemudian, dan kemudian melandjutkan lagi gigitanja. Saking kesakitan Sun Hwa Lian diad mendjerit keras lagi dan menangis, sedangkan tangannja dengan kalap mendjambak rambut Ho Ho, ditariknja keras-keras. <div style="text-align:center;"> o o o O o o o </div><noinclude> L.M.Arwah-3 23</noinclude> sh9n7tzusa4b1szc9295skamf9io66u 268426 268405 2026-04-26T04:04:51Z Ichi Ocha 26099 268426 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ichi Ocha" /></noinclude>Namun dengan tjepat Ho Ho merangkak bangun kembali, dengan nekad dia menjeruduk menerdjang Sun Hwa Lian jang kala itu tengah berdjongkok untuk memeriksa keadaan tjitjienja. Sun Hwa Lian sama sekali tidak menduga bahwa Ho Ho bisa melakukan penjerangan lagi, maka ketika tahu-tahu kedua kakinja kena dirangkul oleh Ho Ho, dia djadi terkedjut bukan main. Tahu-tahu Ho Ho telah menggigit kaki Sun Hwa Lian sekuat tenaganja. Tentu sadja Sun Hwa Lian djadi kesakitan dan mendjerit sekuat tenaganja, dia djuga telah menangis. „Kau mau meminta ampun tidak?" teriak Ho Ho sesaat kemudian, dan kemudian melandjutkan lagi gigitanja. Saking kesakitan Sun Hwa Lian diad mendjerit keras lagi dan menangis, sedangkan tangannja dengan kalap mendjambak rambut Ho Ho, ditariknja keras-keras. <div style="text-align:center;"> o o o O o o o </div><noinclude>{{rh|L.M.Arwah-3|||23}}</noinclude> 9aziyidl8xi1bl7wzr4f37tmx911ph6 268429 268426 2026-04-26T04:06:00Z Ichi Ocha 26099 268429 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ichi Ocha" /></noinclude>Namun dengan tjepat Ho Ho merangkak bangun kembali, dengan nekad dia menjeruduk menerdjang Sun Hwa Lian jang kala itu tengah berdjongkok untuk memeriksa keadaan tjitjienja. Sun Hwa Lian sama sekali tidak menduga bahwa Ho Ho bisa melakukan penjerangan lagi, maka ketika tahu-tahu kedua kakinja kena dirangkul oleh Ho Ho, dia djadi terkedjut bukan main. Tahu-tahu Ho Ho telah menggigit kaki Sun Hwa Lian sekuat tenaganja. Tentu sadja Sun Hwa Lian djadi kesakitan dan mendjerit sekuat tenaganja, dia djuga telah menangis. „Kau mau meminta ampun tidak?" teriak Ho Ho sesaat kemudian, dan kemudian melandjutkan lagi gigitanja. Saking kesakitan Sun Hwa Lian diad mendjerit keras lagi dan menangis, sedangkan tangannja dengan kalap mendjambak rambut Ho Ho, ditariknja keras-keras. {{rh||o o o O o o o}}<noinclude> {{rh|L.M.Arwah-3|||23}}</noinclude> qrxov6biqlfu24ktxc3diz4uvtxhlmd 268457 268429 2026-04-26T04:12:43Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 268457 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>Namun dengan tjepat Ho Ho merangkak bangun kembali, dengan nekad dia menjeruduk menerdjang Sun Hwa Lian jang kala itu tengah berdjongkok untuk memeriksa keadaan tjitjienja. Sun Hwa Lian sama sekali tidak menduga bahwa Ho Ho bisa melakukan penjerangan lagi, maka ketika tahu-tahu kedua kakinja kena dirangkul oleh Ho Ho, dia djadi terkedjut bukan main. Tahu-tahu Ho Ho telah menggigit kaki Sun Hwa Lian sekuat tenaganja. Tentu sadja Sun Hwa Lian djadi kesakitan dan mendjerit sekuat tenaganja, dia djuga telah menangis. „Kau mau meminta ampun tidak?" teriak Ho Ho sesaat kemudian, dan kemudian melandjutkan lagi gigitanja. Saking kesakitan Sun Hwa Lian diad mendjerit keras lagi dan menangis, sedangkan tangannja dengan kalap mendjambak rambut Ho Ho, ditariknja keras-keras. {{rh||o o o O o o o}}<noinclude> {{rh|L.M.Arwah-3|||23}}</noinclude> rvhanp79uou6pcryrgcc48i6jfnf84o Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 03.pdf/25 104 96320 268399 2026-04-26T03:46:12Z Lutfiyatun 26681 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Sedangkan pada saat itu Sun Hwa Ling telah merangkak bangun, ketika melihat keadaan adiknja, dia djadi terkedjut sekali, tjepat-tjepat dia mengambil pedangnja jang tadi terlepas djatuh diatas saldju. Dengan mengajunkan pedangnja itu, Sun Hwa Ling telah mengantjam akan menusuk Ho Ho. „Tjepat lepaskan, keparat !” bentak Sun Hwa Ling dengan bengis. Ho Ho merasakan udjung pedang Sun Hwa Ling telah menempel ditengkuknja, tetapi dia sedang gusar da... 268399 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Sedangkan pada saat itu Sun Hwa Ling telah merangkak bangun, ketika melihat keadaan adiknja, dia djadi terkedjut sekali, tjepat-tjepat dia mengambil pedangnja jang tadi terlepas djatuh diatas saldju. Dengan mengajunkan pedangnja itu, Sun Hwa Ling telah mengantjam akan menusuk Ho Ho. „Tjepat lepaskan, keparat !” bentak Sun Hwa Ling dengan bengis. Ho Ho merasakan udjung pedang Sun Hwa Ling telah menempel ditengkuknja, tetapi dia sedang gusar dan nekad, maka sudah tidak memperdulikan antjaman udjung pedang Sun Hwa Ling. Malah digigitnja paha Sun Hwa Lian tambah keras, membuat Sun Hwa Lian djadi berteriak-teriak kesakitan sambil menangis. Melihat Ho Ho masih menggigit adiknja, Sun Hwa Ling djadi mengkeretek giginja, dia djuga memang mendongkol tadi Ho Ho telah menjeruduknja sampai terguling. Maka dari itu, digerakkan pedangnja, akan ditusukkan kepada tengkuk Ho Ho ini. Tetapi sedang pedang itu meluntjur, dan hanja tinggal dua dim lagi dari kulit Ho Ho, tiba-tiba terdengar suara 'tringgg' jang perlahan, disusul mana pedang ditangan Sun Hwa Ling telah terpental terlepas dari tjekalannja dan djatuh diatas saldju. L.M.Arwah-3. 25 25<noinclude></noinclude> d973vk4mhga9uvqu94rzj3666k06ggf 268439 268399 2026-04-26T04:07:19Z Lutfiyatun 26681 268439 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Sedangkan pada saat itu Sun Hwa Ling telah merangkak bangun, ketika melihat keadaan adiknja, dia djadi terkedjut sekali, tjepat-tjepat dia mengambil pedangnja jang tadi terlepas djatuh diatas saldju. Dengan mengajunkan pedangnja itu, Sun Hwa Ling telah mengantjam akan menusuk Ho Ho. „Tjepat lepaskan, keparat !” bentak Sun Hwa Ling dengan bengis. Ho Ho merasakan udjung pedang Sun Hwa Ling telah menempel ditengkuknja, tetapi dia sedang gusar dan nekad, maka sudah tidak memperdulikan antjaman udjung pedang Sun Hwa Ling. Malah digigitnja paha Sun Hwa Lian tambah keras, membuat Sun Hwa Lian djadi berteriak-teriak kesakitan sambil menangis. Melihat Ho Ho masih menggigit adiknja, Sun Hwa Ling djadi mengkeretek giginja, dia djuga memang mendongkol tadi Ho Ho telah menjeruduknja sampai terguling. Maka dari itu, digerakkan pedangnja, akan ditusukkan kepada tengkuk Ho Ho ini. Tetapi sedang pedang itu meluntjur, dan hanja tinggal dua dim lagi dari kulit Ho Ho, tiba-tiba terdengar suara 'tringgg' jang perlahan, disusul mana pedang ditangan Sun Hwa Ling telah terpental terlepas dari tjekalannja dan djatuh diatas saldju.<noinclude>{{rh|L.M.Arwah-3|||25}}</noinclude> g8v0prfne867oqkq63y72qjbgty7sqx 268460 268439 2026-04-26T04:12:57Z Lutfiyatun 26681 /* Telah diuji baca */ 268460 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Sedangkan pada saat itu Sun Hwa Ling telah merangkak bangun, ketika melihat keadaan adiknja, dia djadi terkedjut sekali, tjepat-tjepat dia mengambil pedangnja jang tadi terlepas djatuh diatas saldju. Dengan mengajunkan pedangnja itu, Sun Hwa Ling telah mengantjam akan menusuk Ho Ho. „Tjepat lepaskan, keparat !” bentak Sun Hwa Ling dengan bengis. Ho Ho merasakan udjung pedang Sun Hwa Ling telah menempel ditengkuknja, tetapi dia sedang gusar dan nekad, maka sudah tidak memperdulikan antjaman udjung pedang Sun Hwa Ling. Malah digigitnja paha Sun Hwa Lian tambah keras, membuat Sun Hwa Lian djadi berteriak-teriak kesakitan sambil menangis. Melihat Ho Ho masih menggigit adiknja, Sun Hwa Ling djadi mengkeretek giginja, dia djuga memang mendongkol tadi Ho Ho telah menjeruduknja sampai terguling. Maka dari itu, digerakkan pedangnja, akan ditusukkan kepada tengkuk Ho Ho ini. Tetapi sedang pedang itu meluntjur, dan hanja tinggal dua dim lagi dari kulit Ho Ho, tiba-tiba terdengar suara 'tringgg' jang perlahan, disusul mana pedang ditangan Sun Hwa Ling telah terpental terlepas dari tjekalannja dan djatuh diatas saldju.<noinclude>{{rh|L.M.Arwah-3|||25}}</noinclude> m9199n3wv7b0zzvlcvu00ttfltvj8br Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 03.pdf/24 104 96321 268400 2026-04-26T03:46:32Z ~2026-25341-39 26975 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi ' HO HO sedang nekad dia tidak memperdulikan rambut dikepalanja itu ditarik begitu keras, dia malah menggigit lebih keras lagi. "Kau minta amoun tidak ?" teriak Ho Ho lagi disaat Sun Hwa Lian menangis lebih keras sambil teraduh-aduh. "Tidak! Kunjuk iblis kau! Kubunuh kau!" teriak Sun Hwa Lian sambil menangis kesakitan. Tetapi Ho Ho tidak mau melajani antjam. an Sun Hwa Lian, dia malah menggigit lagi paha Sun Hwa Lian lebih keras, sehingga gadi... 268400 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="157.85.221.133" /></noinclude> HO HO sedang nekad dia tidak memperdulikan rambut dikepalanja itu ditarik begitu keras, dia malah menggigit lebih keras lagi. "Kau minta amoun tidak ?" teriak Ho Ho lagi disaat Sun Hwa Lian menangis lebih keras sambil teraduh-aduh. "Tidak! Kunjuk iblis kau! Kubunuh kau!" teriak Sun Hwa Lian sambil menangis kesakitan. Tetapi Ho Ho tidak mau melajani antjam. an Sun Hwa Lian, dia malah menggigit lagi paha Sun Hwa Lian lebih keras, sehingga gadis ketjil ini mendjerit tambah keras.<noinclude></noinclude> 0hdikmf0yuz3xgo0g0qx5gl3w3qf4py 268421 268400 2026-04-26T03:56:08Z Nadiya Nurr 26971 /* Belum diuji baca */ 268421 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="157.85.221.133" /></noinclude>{{Big small-caps|8}} HO HO sedang nekad dia tidak memperdulikan rambut dikepalanja itu ditarik begitu keras, dia malah menggigit lebih keras lagi. "Kau minta amoun tidak ?" teriak Ho Ho lagi disaat Sun Hwa Lian menangis lebih keras sambil teraduh-aduh. "Tidak! Kunjuk iblis kau! Kubunuh kau!" teriak Sun Hwa Lian sambil menangis kesakitan. Tetapi Ho Ho tidak mau melajani antjam. an Sun Hwa Lian, dia malah menggigit lagi paha Sun Hwa Lian lebih keras, sehingga gadis ketjil ini mendjerit tambah keras.<noinclude></noinclude> 7mw1x7d9x7u52xbew8k7hkkaisktlt3 268437 268421 2026-04-26T04:07:08Z Nadiya Nurr 26971 268437 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="157.85.221.133" /></noinclude>{{Big small-caps|8}} HO HO sedang nekad dia tidak memperdulikan rambut dikepalanja itu ditarik begitu keras, dia malah menggigit lebih keras lagi. "Kau minta amoun tidak ?" teriak Ho Ho lagi disaat Sun Hwa Lian menangis lebih keras sambil teraduh-aduh. "Tidak! Kunjuk iblis kau! Kubunuh kau!" teriak Sun Hwa Lian sambil menangis kesakitan. Tetapi Ho Ho tidak mau melajani antjam. an Sun Hwa Lian, dia malah menggigit lagi paha Sun Hwa Lian lebih keras, sehingga gadis ketjil ini mendjerit tambah keras.<noinclude>{{rh|24|||L.M.Arwah-3.}}</noinclude> 26bjzmixzpo8sufkfycr2aciuog8rf3 268461 268437 2026-04-26T04:12:58Z Nadiya Nurr 26971 /* Telah diuji baca */ 268461 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Nadiya Nurr" /></noinclude>{{Big small-caps|8}} HO HO sedang nekad dia tidak memperdulikan rambut dikepalanja itu ditarik begitu keras, dia malah menggigit lebih keras lagi. "Kau minta amoun tidak ?" teriak Ho Ho lagi disaat Sun Hwa Lian menangis lebih keras sambil teraduh-aduh. "Tidak! Kunjuk iblis kau! Kubunuh kau!" teriak Sun Hwa Lian sambil menangis kesakitan. Tetapi Ho Ho tidak mau melajani antjam. an Sun Hwa Lian, dia malah menggigit lagi paha Sun Hwa Lian lebih keras, sehingga gadis ketjil ini mendjerit tambah keras.<noinclude>{{rh|24|||L.M.Arwah-3.}}</noinclude> teciuf5elf2l3uqlj3tjxfwupona77u Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 03.pdf/32 104 96322 268401 2026-04-26T03:47:06Z Aksara Malam 26940 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Ho Ho achirnja mengangguk djuga. „Benar Popo-dari mana Popo bisa mengetahui nama ajahku itu?" tanja Ho Ho heran sekali. Tetapi kala itu muka Phang Lin, jang bergelar Ngo Tok Sian Lie, telah berubah hebat sekali, tubuhnja djuga menggigil. Tahu-tahu: „Pllloookkk!" tangan Phang Lin telah melajang menempeleng muka Ho Ho, sampai tubuh si botjah terhujung-hujung dengan mengeluarkan djerit kaget dan kesakitan, karena sedikit pun dia tidak menjangka b... 268401 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aksara Malam" /></noinclude>Ho Ho achirnja mengangguk djuga. „Benar Popo-dari mana Popo bisa mengetahui nama ajahku itu?" tanja Ho Ho heran sekali. Tetapi kala itu muka Phang Lin, jang bergelar Ngo Tok Sian Lie, telah berubah hebat sekali, tubuhnja djuga menggigil. Tahu-tahu: „Pllloookkk!" tangan Phang Lin telah melajang menempeleng muka Ho Ho, sampai tubuh si botjah terhujung-hujung dengan mengeluarkan djerit kaget dan kesakitan, karena sedikit pun dia tidak menjangka bahwa si nenek akan menempelengnja begitu. Setelah terhujung-hujung, tubuhnja terguling diatas saldju. Dengan tepat Ho Ho telah merangkak bangun, dia djadi kaget dan djuga penasaran sekali, matanja mendelik mengawasi kepada Phang Lin. Dilihatnja si nenek tua, Phang Lin tengah berdiri dengan muka jang bengis sekali dan djuga tubuh jang gemetaran seperti sedang menahan amarah jang sangat. „Kau - ternjata kau sama sadja dengan murid-muridu itu -- kerdjamu tjuma bisa menghina orang jang tidak berdaja apa apa!" maki Ho Ho dengan sengit. Tetapi nenek tua Phang Lin itu tidak mau memperdulikan makian Ho Ho, dengan muka mengandung kemarahan jang sangat, dia L.M.Arwah 3. 32<noinclude></noinclude> 9mpy3k10uhiimzajtfi53qf5fw5u69f 268430 268401 2026-04-26T04:06:17Z Aksara Malam 26940 268430 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aksara Malam" /></noinclude>Ho Ho achirnja mengangguk djuga. „Benar Popo-dari mana Popo bisa mengetahui nama ajahku itu?" tanja Ho Ho heran sekali. Tetapi kala itu muka Phang Lin, jang bergelar Ngo Tok Sian Lie, telah berubah hebat sekali, tubuhnja djuga menggigil. Tahu-tahu: „Pllloookkk!" tangan Phang Lin telah melajang menempeleng muka Ho Ho, sampai tubuh si botjah terhujung-hujung dengan mengeluarkan djerit kaget dan kesakitan, karena sedikit pun dia tidak menjangka bahwa si nenek akan menempelengnja begitu. Setelah terhujung-hujung, tubuhnja terguling diatas saldju. Dengan tepat Ho Ho telah merangkak bangun, dia djadi kaget dan djuga penasaran sekali, matanja mendelik mengawasi kepada Phang Lin. Dilihatnja si nenek tua, Phang Lin tengah berdiri dengan muka jang bengis sekali dan djuga tubuh jang gemetaran seperti sedang menahan amarah jang sangat. „Kau - ternjata kau sama sadja dengan murid-muridu itu -- kerdjamu tjuma bisa menghina orang jang tidak berdaja apa apa!" maki Ho Ho dengan sengit. Tetapi nenek tua Phang Lin itu tidak mau memperdulikan makian Ho Ho, dengan muka mengandung kemarahan jang sangat, dia<noinclude>{{rh|32|||L.M.Arwah S}}</noinclude> o28050gmp0yrua3xy8vc53ivgzw50nt 268450 268430 2026-04-26T04:09:30Z Aksara Malam 26940 268450 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aksara Malam" /></noinclude>Ho Ho achirnja mengangguk djuga. „Benar Popo-dari mana Popo bisa mengetahui nama ajahku itu?" tanja Ho Ho heran sekali. Tetapi kala itu muka Phang Lin, jang bergelar Ngo Tok Sian Lie, telah berubah hebat sekali, tubuhnja djuga menggigil. Tahu-tahu: „Pllloookkk!" tangan Phang Lin telah melajang menempeleng muka Ho Ho, sampai tubuh si botjah terhujung-hujung dengan mengeluarkan djerit kaget dan kesakitan, karena sedikit pun dia tidak menjangka bahwa si nenek akan menempelengnja begitu. Setelah terhujung-hujung, tubuhnja terguling diatas saldju. Dengan tepat Ho Ho telah merangkak bangun, dia djadi kaget dan djuga penasaran sekali, matanja mendelik mengawasi kepada Phang Lin. Dilihatnja si nenek tua, Phang Lin tengah berdiri dengan muka jang bengis sekali dan djuga tubuh jang gemetaran seperti sedang menahan amarah jang sangat. „Kau - ternjata kau sama sadja dengan murid-muridu itu -- kerdjamu tjuma bisa menghina orang jang tidak berdaja apa apa!" maki Ho Ho dengan sengit. Tetapi nenek tua Phang Lin itu tidak mau memperdulikan makian Ho Ho, dengan muka mengandung kemarahan jang sangat, dia<noinclude>{{rh|32|||L.M Arwah S}}</noinclude> tcdro3hqf67ffxi1e6omzox36w9jipo 268456 268450 2026-04-26T04:12:34Z Aksara Malam 26940 268456 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aksara Malam" /></noinclude>Ho Ho achirnja mengangguk djuga. „Benar Popo-dari mana Popo bisa mengetahui nama ajahku itu?" tanja Ho Ho heran sekali. Tetapi kala itu muka Phang Lin, jang bergelar Ngo Tok Sian Lie, telah berubah hebat sekali, tubuhnja djuga menggigil. Tahu-tahu: „Pllloookkk!" tangan Phang Lin telah melajang menempeleng muka Ho Ho, sampai tubuh si botjah terhujung-hujung dengan mengeluarkan djerit kaget dan kesakitan, karena sedikit pun dia tidak menjangka bahwa si nenek akan menempelengnja begitu. Setelah terhujung-hujung, tubuhnja terguling diatas saldju. Dengan tepat Ho Ho telah merangkak bangun, dia djadi kaget dan djuga penasaran sekali, matanja mendelik mengawasi kepada Phang Lin. Dilihatnja si nenek tua, Phang Lin tengah berdiri dengan muka jang bengis sekali dan djuga tubuh jang gemetaran seperti sedang menahan amarah jang sangat. „Kau - ternjata kau sama sadja dengan murid-muridu itu -- kerdjamu tjuma bisa menghina orang jang tidak berdaja apa apa!" maki Ho Ho dengan sengit. Tetapi nenek tua Phang Lin itu tidak mau memperdulikan makian Ho Ho, dengan muka mengandung kemarahan jang sangat, dia<noinclude>{{rh|32|||L.M Arwah 3}}</noinclude> 8m8q8pejjhwucykya6zvklo691wqql3 268459 268456 2026-04-26T04:12:52Z Aksara Malam 26940 /* Telah diuji baca */ 268459 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aksara Malam" /></noinclude>Ho Ho achirnja mengangguk djuga. „Benar Popo-dari mana Popo bisa mengetahui nama ajahku itu?" tanja Ho Ho heran sekali. Tetapi kala itu muka Phang Lin, jang bergelar Ngo Tok Sian Lie, telah berubah hebat sekali, tubuhnja djuga menggigil. Tahu-tahu: „Pllloookkk!" tangan Phang Lin telah melajang menempeleng muka Ho Ho, sampai tubuh si botjah terhujung-hujung dengan mengeluarkan djerit kaget dan kesakitan, karena sedikit pun dia tidak menjangka bahwa si nenek akan menempelengnja begitu. Setelah terhujung-hujung, tubuhnja terguling diatas saldju. Dengan tepat Ho Ho telah merangkak bangun, dia djadi kaget dan djuga penasaran sekali, matanja mendelik mengawasi kepada Phang Lin. Dilihatnja si nenek tua, Phang Lin tengah berdiri dengan muka jang bengis sekali dan djuga tubuh jang gemetaran seperti sedang menahan amarah jang sangat. „Kau - ternjata kau sama sadja dengan murid-muridu itu -- kerdjamu tjuma bisa menghina orang jang tidak berdaja apa apa!" maki Ho Ho dengan sengit. Tetapi nenek tua Phang Lin itu tidak mau memperdulikan makian Ho Ho, dengan muka mengandung kemarahan jang sangat, dia<noinclude>{{rh|32|||L.M Arwah 3}}</noinclude> gfb0h5bgrlsgty4frrjsx5k2275wz7a Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 03.pdf/26 104 96323 268402 2026-04-26T03:47:07Z Niaakhss 26033 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Sun Hwa Ling sampai mengeluarkan seruan kaget dan merasakan telapakan tangannja pedih sekali, seperti djuga kulit telapakan tangannja itu petjah. Dia tjepat-tjepat menoleh dengan gusar, tetapi ketika melihat seorang wanita tua jang rambutnja sudah berubah putih seluruhnja, maku Sun Hwa Ling djadi berubah putjat. "Suhu---!" tanpa disadarinja dari mulutnja meluntjur perkataan itu. Sedangkan nenek tua jang tidak diketahuinja dari mana datangaja,... 268402 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Niaakhss" /></noinclude>Sun Hwa Ling sampai mengeluarkan seruan kaget dan merasakan telapakan tangannja pedih sekali, seperti djuga kulit telapakan tangannja itu petjah. Dia tjepat-tjepat menoleh dengan gusar, tetapi ketika melihat seorang wanita tua jang rambutnja sudah berubah putih seluruhnja, maku Sun Hwa Ling djadi berubah putjat. "Suhu---!" tanpa disadarinja dari mulutnja meluntjur perkataan itu. Sedangkan nenek tua jang tidak diketahuinja dari mana datangaja, telah mengeluarkan suara tertawa dingin dengan muka jang membeku tidak berperasaan, dia melangkah menghampiri Ho Ho, ditariknja lengan Ho Ho, dan tarikannja, itu berkekuatan luar biasa sekali, menjebabkan Ho Ho mau tidak mau melepaskan gigitannja pada paha Sun Hwa Ling, dan tubuhnja terangkat naik keatas. Sun Hwa Ling djuga telah melihat nenek tua itu, sambil masih mengutjurkan air mata, dia memanggil: Suhu---! Muridmu---- muridmu telah dihina botjah ini!" Nenek tua itu telah menurunkan tubuh Ho Ho jang kala itu sedang meronta-ronta, kemudian dengan sorot mata jang tadjam, dia mengawasi kearah Ho Ho. "Mengapa kau menggigit muridku itu heh ?" tegurnja tidak senang. 26 L.M.Arwal<noinclude></noinclude> 2y2smwpxiwpo7dy50g3ot7c2obg4dc3 268415 268402 2026-04-26T03:51:20Z Niaakhss 26033 268415 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Niaakhss" /></noinclude>Sun Hwa Ling sampai mengeluarkan seruan kaget dan merasakan telapakan tangannja pedih sekali, seperti djuga kulit telapakan tangannja itu petjah. Dia tjepat-tjepat menoleh dengan gusar, tetapi ketika melihat seorang wanita tua jang rambutnja sudah berubah putih seluruhnja, maku Sun Hwa Ling djadi berubah putjat. „Suhu---!„ tanpa disadarinja dari mulutnja meluntjur perkataan itu. Sedangkan nenek tua jang tidak diketahuinja dari mana datangaja, telah mengeluarkan suara tertawa dingin dengan muka jang membeku tidak berperasaan, dia melangkah menghampiri Ho Ho, ditariknja lengan Ho Ho, dan tarikannja, itu berkekuatan luar biasa sekali, menjebabkan Ho Ho mau tidak mau melepaskan gigitannja pada paha Sun Hwa Ling, dan tubuhnja terangkat naik keatas. Sun Hwa Ling djuga telah melihat nenek tua itu, sambil masih mengutjurkan air mata, dia memanggil: „Suhu---! Muridmu---- muridmu telah dihina botjah ini!„ Nenek tua itu telah menurunkan tubuh Ho Ho jang kala itu sedang meronta-ronta, kemudian dengan sorot mata jang tadjam, dia mengawasi kearah Ho Ho. „Mengapa kau menggigit muridku itu heh ?„ tegurnja tidak senang. 26 L.M.Arwal<noinclude></noinclude> 454i9nvzgh0t5rm49gb1yrhn8cr8zxk 268432 268415 2026-04-26T04:06:28Z Niaakhss 26033 268432 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Niaakhss" /></noinclude>Sun Hwa Ling sampai mengeluarkan seruan kaget dan merasakan telapakan tangannja pedih sekali, seperti djuga kulit telapakan tangannja itu petjah. Dia tjepat-tjepat menoleh dengan gusar, tetapi ketika melihat seorang wanita tua jang rambutnja sudah berubah putih seluruhnja, maku Sun Hwa Ling djadi berubah putjat. „Suhu---!„ tanpa disadarinja dari mulutnja meluntjur perkataan itu. Sedangkan nenek tua jang tidak diketahuinja dari mana datangaja, telah mengeluarkan suara tertawa dingin dengan muka jang membeku tidak berperasaan, dia melangkah menghampiri Ho Ho, ditariknja lengan Ho Ho, dan tarikannja, itu berkekuatan luar biasa sekali, menjebabkan Ho Ho mau tidak mau melepaskan gigitannja pada paha Sun Hwa Ling, dan tubuhnja terangkat naik keatas. Sun Hwa Ling djuga telah melihat nenek tua itu, sambil masih mengutjurkan air mata, dia memanggil: „Suhu---! Muridmu---- muridmu telah dihina botjah ini!„ Nenek tua itu telah menurunkan tubuh Ho Ho jang kala itu sedang meronta-ronta, kemudian dengan sorot mata jang tadjam, dia mengawasi kearah Ho Ho. „Mengapa kau menggigit muridku itu heh ?„ tegurnja tidak senang.<noinclude>{{rh|26|||L.M Arwah -3}}</noinclude> c4618mp9g5j73wz90q8jywm2ebrijef 268451 268432 2026-04-26T04:09:34Z Niaakhss 26033 268451 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Niaakhss" /></noinclude>Sun Hwa Ling sampai mengeluarkan seruan kaget dan merasakan telapakan tangannja pedih sekali, seperti djuga kulit telapakan tangannja itu petjah. Dia tjepat-tjepat menoleh dengan gusar, tetapi ketika melihat seorang wanita tua jang rambutnja sudah berubah putih seluruhnja, maku Sun Hwa Ling djadi berubah putjat. „Suhu---!„ tanpa disadarinja dari mulutnjameluntjur perkataan itu. Sedangkan nenek tua jang tidak diketahuinja dari mana datangaja, telah mengeluarkan suara tertawa dingin dengan muka jang membeku tidak berperasaan, dia melangkah menghampiri Ho Ho, ditariknja lengan Ho Ho, dan tarikannja, itu berkekuatan luar biasa sekali, menjebabkan Ho Ho mau tidak mau melepaskan gigitannja pada paha Sun Hwa Ling, dan tubuhnja terangkat naik keatas. Sun Hwa Ling djuga telah melihat nenek tua itu, sambil masih mengutjurkan air mata, dia memanggil: „Suhu---! Muridmu---- muridmu telah dihina botjah ini!„ Nenek tua itu telah menurunkan tubuh Ho Ho jang kala itu sedang meronta-ronta, kemudian dengan sorot mata jang tadjam, dia mengawasi kearah Ho Ho. „Mengapa kau menggigit muridku itu heh ?„ tegurnja tidak senang.<noinclude>{{rh|26|||L.M Arwah -3}}</noinclude> ijeo272fkn5qeh07u0f0oxybzxpnf86 268453 268451 2026-04-26T04:10:31Z Niaakhss 26033 268453 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Niaakhss" /></noinclude>Sun Hwa Ling sampai mengeluarkan seruan kaget dan merasakan telapakan tangannja pedih sekali, seperti djuga kulit telapakan tangannja itu petjah. Dia tjepat-tjepat menoleh dengan gusar, tetapi ketika melihat seorang wanita tua jang rambutnja sudah berubah putih seluruhnja, maku Sun Hwa Ling djadi berubah putjat. „Suhu---!„ tanpa disadarinja dari mulutnja meluntjur perkataan itu. Sedangkan nenek tua jang tidak diketahuinja dari mana datangaja, telah mengeluarkan suara tertawa dingin dengan muka jang membeku tidak berperasaan, dia melangkah menghampiri Ho Ho, ditariknja lengan Ho Ho, dan tarikannja, itu berkekuatan luar biasa sekali, menjebabkan Ho Ho mau tidak mau melepaskan gigitannja pada paha Sun Hwa Ling, dan tubuhnja terangkat naik keatas. Sun Hwa Ling djuga telah melihat nenek tua itu, sambil masih mengutjurkan air mata, dia memanggil: „Suhu---! Muridmu---- muridmu telah dihina botjah ini!„ Nenek tua itu telah menurunkan tubuh Ho Ho jang kala itu sedang meronta-ronta, kemudian dengan sorot mata jang tadjam, dia mengawasi kearah Ho Ho. „Mengapa kau menggigit muridku itu heh ?„ tegurnja tidak senang.<noinclude>{{rh|26|||L.M Arwah -3}}</noinclude> c4618mp9g5j73wz90q8jywm2ebrijef 268463 268453 2026-04-26T04:13:09Z Niaakhss 26033 /* Telah diuji baca */ 268463 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Niaakhss" /></noinclude>Sun Hwa Ling sampai mengeluarkan seruan kaget dan merasakan telapakan tangannja pedih sekali, seperti djuga kulit telapakan tangannja itu petjah. Dia tjepat-tjepat menoleh dengan gusar, tetapi ketika melihat seorang wanita tua jang rambutnja sudah berubah putih seluruhnja, maku Sun Hwa Ling djadi berubah putjat. „Suhu---!„ tanpa disadarinja dari mulutnja meluntjur perkataan itu. Sedangkan nenek tua jang tidak diketahuinja dari mana datangaja, telah mengeluarkan suara tertawa dingin dengan muka jang membeku tidak berperasaan, dia melangkah menghampiri Ho Ho, ditariknja lengan Ho Ho, dan tarikannja, itu berkekuatan luar biasa sekali, menjebabkan Ho Ho mau tidak mau melepaskan gigitannja pada paha Sun Hwa Ling, dan tubuhnja terangkat naik keatas. Sun Hwa Ling djuga telah melihat nenek tua itu, sambil masih mengutjurkan air mata, dia memanggil: „Suhu---! Muridmu---- muridmu telah dihina botjah ini!„ Nenek tua itu telah menurunkan tubuh Ho Ho jang kala itu sedang meronta-ronta, kemudian dengan sorot mata jang tadjam, dia mengawasi kearah Ho Ho. „Mengapa kau menggigit muridku itu heh ?„ tegurnja tidak senang.<noinclude>{{rh|26|||L.M Arwah -3}}</noinclude> bfe57qeb2l39j3duu2d57u867x1v9rp Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 03.pdf/20 104 96324 268403 2026-04-26T03:47:34Z Maulina Rahmawati 26965 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'bah mendongkol. „Pedang kami ini jang akan memaksa kanmau melakukannja!" sahut Sun Hwa Ling dengan tertawa mengedjek dan mata jang berkedip-kedip indah. Ho Ho djadi tambah gusar, tubuhnja sampai menggigil, karena dia penasaran sekali. „Dari mana ada aturan sematjam itu?" bentaknja sengit. „Memang itu aturan kami!" sahut Sun Hwa Ling tjepat. ,,Kalau kau tidak mau melakukannja, hmm, sedikitnja tubuhmu akan menderita tiga lobang oleh pedang kami... 268403 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Maulina Rahmawati" /></noinclude>bah mendongkol. „Pedang kami ini jang akan memaksa kanmau melakukannja!" sahut Sun Hwa Ling dengan tertawa mengedjek dan mata jang berkedip-kedip indah. Ho Ho djadi tambah gusar, tubuhnja sampai menggigil, karena dia penasaran sekali. „Dari mana ada aturan sematjam itu?" bentaknja sengit. „Memang itu aturan kami!" sahut Sun Hwa Ling tjepat. ,,Kalau kau tidak mau melakukannja, hmm, sedikitnja tubuhmu akan menderita tiga lobang oleh pedang kami ini!" Ho Ho telah mendengus memperdengarkan suara tertawa, kemudian telah memutar tubuhnja untuk berlalu tidak mau melajani kedua gadis tjilik tersebut. Tetapi Sun Hwa Ling ketika melihat orang akan berlalu, bergerak dengan tjepat, tubuhnja tahu-tahu telah ment jelat dan dia telah menghadang dihadapan Ho Ho. Malah jang lebih hebat lagi, udjung pedang Sun Hwa Ling telah menempel dileher Ho Ho. „Berhenti! Atau pedangku ini akan menembusi lehermu ini !" bentak Sun Hwa Liug dengan suara jang bengis. Ho Ho gemetaran saking gusarnja. „Apa jang kalian inginkan dariku?" betaknja sengit. ,,Berlutut dan mengangguk anggukkan kepala tiga kali untuk meminta maaf kepada L M.Arwah -3. 20<noinclude></noinclude> 4b4xpm14zqveke99ksey7uj0439ir5b 268413 268403 2026-04-26T03:50:27Z Maulina Rahmawati 26965 268413 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Maulina Rahmawati" /></noinclude>bah mendongkol. „Pedang kami ini jang akan memaksa kanmau melakukannja!" sahut Sun Hwa Ling dengan tertawa mengedjek dan mata jang berkedip-kedip indah. Ho Ho djadi tambah gusar, tubuhnja sampai menggigil, karena dia penasaran sekali. „Dari mana ada aturan sematjam itu?" bentaknja sengit. „Memang itu aturan kami!" sahut Sun Hwa Ling tjepat. ,,Kalau kau tidak mau melakukannja, hmm, sedikitnja tubuhmu akan menderita tiga lobang oleh pedang kami ini!" Ho Ho telah mendengus memperdengarkan suara tertawa, kemudian telah memutar tubuhnja untuk berlalu tidak mau melajani kedua gadis tjilik tersebut. Tetapi Sun Hwa Ling ketika melihat orang akan berlalu, bergerak dengan tjepat, tubuhnja tahu-tahu telah ment jelat dan dia telah menghadang dihadapan Ho Ho. Malah jang lebih hebat lagi, udjung pedang Sun Hwa Ling telah menempel dileher Ho Ho. „Berhenti! Atau pedangku ini akan menembusi lehermu ini !" bentak Sun Hwa Liug dengan suara jang bengis. Ho Ho gemetaran saking gusarnja. „Apa jang kalian inginkan dariku?" betaknja sengit. ,,Berlutut dan mengangguk anggukkan kepala tiga kali untuk meminta maaf kepada L M.Arwah -3. 20<noinclude></noinclude> kao62sq28h4y5xkcdpvwed6jwklhux2 268414 268413 2026-04-26T03:51:11Z Maulina Rahmawati 26965 268414 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Maulina Rahmawati" /></noinclude>bah mendongkol. „Pedang kami ini jang akan memaksa kau mau melakukannja!" sahut Sun Hwa Ling dengan tertawa mengedjek dan mata jang berkedip-kedip indah. Ho Ho djadi tambah gusar, tubuhnja sampai menggigil, karena dia penasaran sekali. „Dari mana ada aturan sematjam itu?" bentaknja sengit. „Memang itu aturan kami!" sahut Sun Hwa Ling tjepat. ,,Kalau kau tidak mau melakukannja, hmm, sedikitnja tubuhmu akan menderita tiga lobang oleh pedang kami ini!" Ho Ho telah mendengus memperdengarkan suara tertawa, kemudian telah memutar tubuhnja untuk berlalu tidak mau melajani kedua gadis tjilik tersebut. Tetapi Sun Hwa Ling ketika melihat orang akan berlalu, bergerak dengan tjepat, tubuhnja tahu-tahu telah ment jelat dan dia telah menghadang dihadapan Ho Ho. Malah jang lebih hebat lagi, udjung pedang Sun Hwa Ling telah menempel dileher Ho Ho. „Berhenti! Atau pedangku ini akan menembusi lehermu ini !" bentak Sun Hwa Liug dengan suara jang bengis. Ho Ho gemetaran saking gusarnja. „Apa jang kalian inginkan dariku?" betaknja sengit. ,,Berlutut dan mengangguk anggukkan kepala tiga kali untuk meminta maaf kepada L M.Arwah -3. 20<noinclude></noinclude> esjo184q78ad58t40lk8suo9qv74ycs 268431 268414 2026-04-26T04:06:26Z Maulina Rahmawati 26965 268431 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Maulina Rahmawati" /></noinclude>bah mendongkol. „Pedang kami ini jang akan memaksa kau mau melakukannja!" sahut Sun Hwa Ling dengan tertawa mengedjek dan mata jang berkedip-kedip indah. Ho Ho djadi tambah gusar, tubuhnja sampai menggigil, karena dia penasaran sekali. „Dari mana ada aturan sematjam itu?" bentaknja sengit. „Memang itu aturan kami!" sahut Sun Hwa Ling tjepat. ,,Kalau kau tidak mau melakukannja, hmm, sedikitnja tubuhmu akan menderita tiga lobang oleh pedang kami ini!" Ho Ho telah mendengus memperdengarkan suara tertawa, kemudian telah memutar tubuhnja untuk berlalu tidak mau melajani kedua gadis tjilik tersebut. Tetapi Sun Hwa Ling ketika melihat orang akan berlalu, bergerak dengan tjepat, tubuhnja tahu-tahu telah ment jelat dan dia telah menghadang dihadapan Ho Ho. Malah jang lebih hebat lagi, udjung pedang Sun Hwa Ling telah menempel dileher Ho Ho. „Berhenti! Atau pedangku ini akan menembusi lehermu ini !" bentak Sun Hwa Liug dengan suara jang bengis. Ho Ho gemetaran saking gusarnja. „Apa jang kalian inginkan dariku?" betaknja sengit. ,,Berlutut dan mengangguk anggukkan kepala tiga kali untuk meminta maaf kepada<noinclude>{{rh|20|||L M.Arwah -3.}}</noinclude> m0tag7mjkunfp69prarrsrlelzzrwu4 268462 268431 2026-04-26T04:13:06Z Putri Apras 26973 /* Telah diuji baca */ 268462 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Putri Apras" /></noinclude>bah mendongkol. „Pedang kami ini jang akan memaksa kau mau melakukannja!" sahut Sun Hwa Ling dengan tertawa mengedjek dan mata jang berkedip-kedip indah. Ho Ho djadi tambah gusar, tubuhnja sampai menggigil, karena dia penasaran sekali. „Dari mana ada aturan sematjam itu?" bentaknja sengit. „Memang itu aturan kami!" sahut Sun Hwa Ling tjepat. ,,Kalau kau tidak mau melakukannja, hmm, sedikitnja tubuhmu akan menderita tiga lobang oleh pedang kami ini!" Ho Ho telah mendengus memperdengarkan suara tertawa, kemudian telah memutar tubuhnja untuk berlalu tidak mau melajani kedua gadis tjilik tersebut. Tetapi Sun Hwa Ling ketika melihat orang akan berlalu, bergerak dengan tjepat, tubuhnja tahu-tahu telah ment jelat dan dia telah menghadang dihadapan Ho Ho. Malah jang lebih hebat lagi, udjung pedang Sun Hwa Ling telah menempel dileher Ho Ho. „Berhenti! Atau pedangku ini akan menembusi lehermu ini !" bentak Sun Hwa Liug dengan suara jang bengis. Ho Ho gemetaran saking gusarnja. „Apa jang kalian inginkan dariku?" betaknja sengit. ,,Berlutut dan mengangguk anggukkan kepala tiga kali untuk meminta maaf kepada<noinclude>{{rh|20|||L M.Arwah -3.}}</noinclude> 0tkef5kgr7bazjqmfurbujnnyp3kzln Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 03.pdf/15 104 96325 268404 2026-04-26T03:47:41Z Dankkum dunya 25589 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'jang bengis. „Apakah kau tuli! , Tjepat keluar!" Tetapi Ho Ho masih berdiam diri sadja, jang membuat kedua gadis ini tambah mendongkol. „Hei monjet!„ Bentaknja dengan suara jang kasar sekali, matanja kedua gadis ini djuga mendelik lebar. Ho Ho tambah mendongkol disebut sebagai monjet berulang kali. Dia menoleh dan memandang dengan tatapan mata jang mengedjek. „Hmmm ___ namaku bukan monjet!" kata Ho Ho kemudian. „Aku adalah manusia djuga sama... 268404 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Dankkum dunya" /></noinclude>jang bengis. „Apakah kau tuli! , Tjepat keluar!" Tetapi Ho Ho masih berdiam diri sadja, jang membuat kedua gadis ini tambah mendongkol. „Hei monjet!„ Bentaknja dengan suara jang kasar sekali, matanja kedua gadis ini djuga mendelik lebar. Ho Ho tambah mendongkol disebut sebagai monjet berulang kali. Dia menoleh dan memandang dengan tatapan mata jang mengedjek. „Hmmm ___ namaku bukan monjet!" kata Ho Ho kemudian. „Aku adalah manusia djuga sama seperti kalian berdua! Kalau kalian ingin dihormati olehku, maka hormatilah diri orang lain dulu ___ tidak baik sebagai seorang gadis bersikap begitu kasar ___!" Kedua gadis tanggung itu djadi murka bukan main. Tangan salah seorang gadis itu, sang entjie, telah meraih segumpal saldju, dilemparkannja kepada Ho Ho, gumpalan saldju itu meluntjur tjepat sekali. „Pukkkkk!" saldju tersebut telah menghantam kepala Ho Ho, dan bola saldju itu telah bujar kembali. Biarpun tidak sakit, tetapi timpukan bola saldju jang dilakukan oleh salah seorang gadis itu, telah menjebabkan Ho Ho djadi gusar bukan main. Dengan berani si botjah telah melompat keluar lalu tahu tahu tangannja telah dipukulkan ke L. M.Arwah-3. 15<noinclude></noinclude> a96x1z1k550tt6hsqlbtut6rabr84dh 268427 268404 2026-04-26T04:05:05Z Dankkum dunya 25589 268427 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Dankkum dunya" /></noinclude>jang bengis. „Apakah kau tuli! , Tjepat keluar!" Tetapi Ho Ho masih berdiam diri sadja, jang membuat kedua gadis ini tambah mendongkol. „Hei monjet!„ Bentaknja dengan suara jang kasar sekali, matanja kedua gadis ini djuga mendelik lebar. Ho Ho tambah mendongkol disebut sebagai monjet berulang kali. Dia menoleh dan memandang dengan tatapan mata jang mengedjek. „Hmmm ___ namaku bukan monjet!" kata Ho Ho kemudian. „Aku adalah manusia djuga sama seperti kalian berdua! Kalau kalian ingin dihormati olehku, maka hormatilah diri orang lain dulu ___ tidak baik sebagai seorang gadis bersikap begitu kasar ___!" Kedua gadis tanggung itu djadi murka bukan main. Tangan salah seorang gadis itu, sang entjie, telah meraih segumpal saldju, dilemparkannja kepada Ho Ho, gumpalan saldju itu meluntjur tjepat sekali. „Pukkkkk!" saldju tersebut telah menghantam kepala Ho Ho, dan bola saldju itu telah bujar kembali. Biarpun tidak sakit, tetapi timpukan bola saldju jang dilakukan oleh salah seorang gadis itu, telah menjebabkan Ho Ho djadi gusar bukan main. Dengan berani si botjah telah melompat keluar lalu tahu tahu tangannja telah dipukulkan ke L. M.Arwah-3. 15<noinclude>{{rh|L.M.Arwah-3.|||15}}</noinclude> m54d6gexshiw4sie6d8buxc7o8zzwd3 268428 268427 2026-04-26T04:05:32Z Dankkum dunya 25589 268428 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Dankkum dunya" /></noinclude>jang bengis. „Apakah kau tuli! , Tjepat keluar!" Tetapi Ho Ho masih berdiam diri sadja, jang membuat kedua gadis ini tambah mendongkol. „Hei monjet!„ Bentaknja dengan suara jang kasar sekali, matanja kedua gadis ini djuga mendelik lebar. Ho Ho tambah mendongkol disebut sebagai monjet berulang kali. Dia menoleh dan memandang dengan tatapan mata jang mengedjek. „Hmmm ___ namaku bukan monjet!" kata Ho Ho kemudian. „Aku adalah manusia djuga sama seperti kalian berdua! Kalau kalian ingin dihormati olehku, maka hormatilah diri orang lain dulu ___ tidak baik sebagai seorang gadis bersikap begitu kasar ___!" Kedua gadis tanggung itu djadi murka bukan main. Tangan salah seorang gadis itu, sang entjie, telah meraih segumpal saldju, dilemparkannja kepada Ho Ho, gumpalan saldju itu meluntjur tjepat sekali. „Pukkkkk!" saldju tersebut telah menghantam kepala Ho Ho, dan bola saldju itu telah bujar kembali. Biarpun tidak sakit, tetapi timpukan bola saldju jang dilakukan oleh salah seorang gadis itu, telah menjebabkan Ho Ho djadi gusar bukan main. Dengan berani si botjah telah melompat keluar lalu tahu tahu tangannja telah dipukulkan ke<noinclude>{{rh|L.M.Arwah-3.|||15}}</noinclude> 47l7tycg26zrroes4qtqopwp2t6hcop 268458 268428 2026-04-26T04:12:50Z Dankkum dunya 25589 /* Telah diuji baca */ 268458 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Dankkum dunya" /></noinclude>jang bengis. „Apakah kau tuli! , Tjepat keluar!" Tetapi Ho Ho masih berdiam diri sadja, jang membuat kedua gadis ini tambah mendongkol. „Hei monjet!„ Bentaknja dengan suara jang kasar sekali, matanja kedua gadis ini djuga mendelik lebar. Ho Ho tambah mendongkol disebut sebagai monjet berulang kali. Dia menoleh dan memandang dengan tatapan mata jang mengedjek. „Hmmm ___ namaku bukan monjet!" kata Ho Ho kemudian. „Aku adalah manusia djuga sama seperti kalian berdua! Kalau kalian ingin dihormati olehku, maka hormatilah diri orang lain dulu ___ tidak baik sebagai seorang gadis bersikap begitu kasar ___!" Kedua gadis tanggung itu djadi murka bukan main. Tangan salah seorang gadis itu, sang entjie, telah meraih segumpal saldju, dilemparkannja kepada Ho Ho, gumpalan saldju itu meluntjur tjepat sekali. „Pukkkkk!" saldju tersebut telah menghantam kepala Ho Ho, dan bola saldju itu telah bujar kembali. Biarpun tidak sakit, tetapi timpukan bola saldju jang dilakukan oleh salah seorang gadis itu, telah menjebabkan Ho Ho djadi gusar bukan main. Dengan berani si botjah telah melompat keluar lalu tahu tahu tangannja telah dipukulkan ke<noinclude>{{rh|L.M.Arwah-3.|||15}}</noinclude> e3ahbtdqnvkzm6zqrq98vrqrfljz8o0 Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 03.pdf/36 104 96326 268406 2026-04-26T03:49:14Z Lisa Rahmawati Sufyan 26967 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'perti telah berubah seperti djepit besi dan mentjekal sakit sekali. „Siluman djahat ― ― kau kau ― ― djahat sekali!„ maki Ho Ho dengan kalap karena dia sangat kesakitan sekali. „Tjepat katakan !„ bentak Phang Lin “ sambil memperkeras tjekalannja. „Tidak !„ „Katakan!„ „Tidak mau !„ „Kau mau mampus?„ „Tidak mau !„ „Hmmm — — aku akan menjiksa dan memaksa kau bitjara !„ „Djangan harap aku akan memberitahukan kepada...' 268406 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Lisa Rahmawati Sufyan" /></noinclude>perti telah berubah seperti djepit besi dan mentjekal sakit sekali. „Siluman djahat ― ― kau kau ― ― djahat sekali!„ maki Ho Ho dengan kalap karena dia sangat kesakitan sekali. „Tjepat katakan !„ bentak Phang Lin “ sambil memperkeras tjekalannja. „Tidak !„ „Katakan!„ „Tidak mau !„ „Kau mau mampus?„ „Tidak mau !„ „Hmmm — — aku akan menjiksa dan memaksa kau bitjara !„ „Djangan harap aku akan memberitahukan kepadamu dimana ajahku itu sekarang!„ „Aku Ngo Tok Sian Lie mempunjai banjak tjara untuk membikin kau bitjara !„ kata Phang Lin dengan mendongkol sekali melihat kepala batu Ho Ho jang tetap tidak memberitahukan dimana ajahnja itu. „Djangan harap kamu bisa memaksa diriku!„ sahut Ho Ho sengit. Dan sambil menjahuti begitu, Ho Ho berusaha untuk meronta, tetapi dia tidak berhasil, malah tjekalan tangan Phang Lin semakin keras dan menjakitkan benar lengannja itu. „Tjepat kau katakan dimana ajahmu kalau memang lenganmu ini tidak mau hantjur remuk ku'remas!„ antjam Phang Lin dengan suara jang bengis. 35 L.M.Arwah-3.<noinclude></noinclude> rkv8s20mcmwuvfnp6ve5ajo33cjsnhi 268416 268406 2026-04-26T03:51:23Z Lisa Rahmawati Sufyan 26967 268416 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Lisa Rahmawati Sufyan" /></noinclude>perti telah berubah seperti djepit besi dan mentjekal sakit sekali. „Siluman djahat ― ― kau ― ― kau djahat sekali!„ maki Ho Ho dengan kalap karena dia sangat kesakitan sekali. „Tjepat katakan !„ bentak Phang Lin “ sambil memperkeras tjekalannja. „Tidak !„ „Katakan!„ „Tidak mau !„ „Kau mau mampus?„ „Tidak mau !„ „Hmmm — — aku akan menjiksa dan memaksa kau bitjara !„ „Djangan harap aku akan memberitahukan kepadamu dimana ajahku itu sekarang!„ „Aku Ngo Tok Sian Lie mempunjai banjak tjara untuk membikin kau bitjara !„ kata Phang Lin dengan mendongkol sekali melihat kepala batu Ho Ho jang tetap tidak memberitahukan dimana ajahnja itu. „Djangan harap kamu bisa memaksa diriku!„ sahut Ho Ho sengit. Dan sambil menjahuti begitu, Ho Ho berusaha untuk meronta, tetapi dia tidak berhasil, malah tjekalan tangan Phang Lin semakin keras dan menjakitkan benar lengannja itu. „Tjepat kau katakan dimana ajahmu kalau memang lenganmu ini tidak mau hantjur remuk ku'remas!„ antjam Phang Lin dengan suara jang bengis. 35 L.M.Arwah-3.<noinclude></noinclude> exguzyau6bgu42hvjpgtp9yi1oqnh9s 268438 268416 2026-04-26T04:07:15Z Lisa Rahmawati Sufyan 26967 268438 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Lisa Rahmawati Sufyan" /></noinclude>perti telah berubah seperti djepit besi dan mentjekal sakit sekali. „Siluman djahat ― ― kau ― ― kau djahat sekali!„ maki Ho Ho dengan kalap karena dia sangat kesakitan sekali. „Tjepat katakan !„ bentak Phang Lin “ sambil memperkeras tjekalannja. „Tidak !„ „Katakan!„ „Tidak mau !„ „Kau mau mampus?„ „Tidak mau !„ „Hmmm — — aku akan menjiksa dan memaksa kau bitjara !„ „Djangan harap aku akan memberitahukan kepadamu dimana ajahku itu sekarang!„ „Aku Ngo Tok Sian Lie mempunjai banjak tjara untuk membikin kau bitjara !„ kata Phang Lin dengan mendongkol sekali melihat kepala batu Ho Ho jang tetap tidak memberitahukan dimana ajahnja itu. „Djangan harap kamu bisa memaksa diriku!„ sahut Ho Ho sengit. Dan sambil menjahuti begitu, Ho Ho berusaha untuk meronta, tetapi dia tidak berhasil, malah tjekalan tangan Phang Lin semakin keras dan menjakitkan benar lengannja itu. „Tjepat kau katakan dimana ajahmu kalau memang lenganmu ini tidak mau hantjur remuk ku'remas!„ antjam Phang Lin dengan suara jang bengis. 35 L.M.Arwah-3.<noinclude>{{left|35||L.M Arwah―3}}</noinclude> orpwgi7x1691t8joe4aioeol9gel3cf 268443 268438 2026-04-26T04:08:27Z Lisa Rahmawati Sufyan 26967 268443 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Lisa Rahmawati Sufyan" /></noinclude>perti telah berubah seperti djepit besi dan mentjekal sakit sekali. „Siluman djahat ― ― kau ― ― kau djahat sekali!„ maki Ho Ho dengan kalap karena dia sangat kesakitan sekali. „Tjepat katakan !„ bentak Phang Lin “ sambil memperkeras tjekalannja. „Tidak !„ „Katakan!„ „Tidak mau !„ „Kau mau mampus?„ „Tidak mau !„ „Hmmm — — aku akan menjiksa dan memaksa kau bitjara !„ „Djangan harap aku akan memberitahukan kepadamu dimana ajahku itu sekarang!„ „Aku Ngo Tok Sian Lie mempunjai banjak tjara untuk membikin kau bitjara !„ kata Phang Lin dengan mendongkol sekali melihat kepala batu Ho Ho jang tetap tidak memberitahukan dimana ajahnja itu. „Djangan harap kamu bisa memaksa diriku!„ sahut Ho Ho sengit. Dan sambil menjahuti begitu, Ho Ho berusaha untuk meronta, tetapi dia tidak berhasil, malah tjekalan tangan Phang Lin semakin keras dan menjakitkan benar lengannja itu. „Tjepat kau katakan dimana ajahmu kalau memang lenganmu ini tidak mau hantjur remuk ku'remas!„ antjam Phang Lin dengan suara jang bengis.<noinclude>{{LH|35|||L.M Arwah―3}}</noinclude> qxpl40n052thd732t0m2yw595nfuo41 268447 268443 2026-04-26T04:09:01Z Lisa Rahmawati Sufyan 26967 268447 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Lisa Rahmawati Sufyan" /></noinclude>perti telah berubah seperti djepit besi dan mentjekal sakit sekali. „Siluman djahat ― ― kau ― ― kau djahat sekali!„ maki Ho Ho dengan kalap karena dia sangat kesakitan sekali. „Tjepat katakan !„ bentak Phang Lin “ sambil memperkeras tjekalannja. „Tidak !„ „Katakan!„ „Tidak mau !„ „Kau mau mampus?„ „Tidak mau !„ „Hmmm — — aku akan menjiksa dan memaksa kau bitjara !„ „Djangan harap aku akan memberitahukan kepadamu dimana ajahku itu sekarang!„ „Aku Ngo Tok Sian Lie mempunjai banjak tjara untuk membikin kau bitjara !„ kata Phang Lin dengan mendongkol sekali melihat kepala batu Ho Ho jang tetap tidak memberitahukan dimana ajahnja itu. „Djangan harap kamu bisa memaksa diriku!„ sahut Ho Ho sengit. Dan sambil menjahuti begitu, Ho Ho berusaha untuk meronta, tetapi dia tidak berhasil, malah tjekalan tangan Phang Lin semakin keras dan menjakitkan benar lengannja itu. „Tjepat kau katakan dimana ajahmu kalau memang lenganmu ini tidak mau hantjur remuk ku'remas!„ antjam Phang Lin dengan suara jang bengis.<noinclude>{{RH|35|||L.M Arwah―3}}</noinclude> gjjl4p57pom5ig97g44wqxn69s7tiiv 268449 268447 2026-04-26T04:09:21Z Lisa Rahmawati Sufyan 26967 268449 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Lisa Rahmawati Sufyan" /></noinclude>perti telah berubah seperti djepit besi dan mentjekal sakit sekali. „Siluman djahat ― ― kau ― ― kau djahat sekali!„ maki Ho Ho dengan kalap karena dia sangat kesakitan sekali. „Tjepat katakan !„ bentak Phang Lin “ sambil memperkeras tjekalannja. „Tidak !„ „Katakan!„ „Tidak mau !„ „Kau mau mampus?„ „Tidak mau !„ „Hmmm — — aku akan menjiksa dan memaksa kau bitjara !„ „Djangan harap aku akan memberitahukan kepadamu dimana ajahku itu sekarang!„ „Aku Ngo Tok Sian Lie mempunjai banjak tjara untuk membikin kau bitjara !„ kata Phang Lin dengan mendongkol sekali melihat kepala batu Ho Ho jang tetap tidak memberitahukan dimana ajahnja itu. „Djangan harap kamu bisa memaksa diriku!„ sahut Ho Ho sengit. Dan sambil menjahuti begitu, Ho Ho berusaha untuk meronta, tetapi dia tidak berhasil, malah tjekalan tangan Phang Lin semakin keras dan menjakitkan benar lengannja itu. „Tjepat kau katakan dimana ajahmu kalau memang lenganmu ini tidak mau hantjur remuk ku'remas!„ antjam Phang Lin dengan suara jang bengis.<noinclude>{{rh|35|||L.M Arwah―3}}</noinclude> jp3jxvt0yxv76wxue442gygorznfc7j 268465 268449 2026-04-26T04:13:23Z Lisa Rahmawati Sufyan 26967 /* Telah diuji baca */ 268465 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lisa Rahmawati Sufyan" /></noinclude>perti telah berubah seperti djepit besi dan mentjekal sakit sekali. „Siluman djahat ― ― kau ― ― kau djahat sekali!„ maki Ho Ho dengan kalap karena dia sangat kesakitan sekali. „Tjepat katakan !„ bentak Phang Lin “ sambil memperkeras tjekalannja. „Tidak !„ „Katakan!„ „Tidak mau !„ „Kau mau mampus?„ „Tidak mau !„ „Hmmm — — aku akan menjiksa dan memaksa kau bitjara !„ „Djangan harap aku akan memberitahukan kepadamu dimana ajahku itu sekarang!„ „Aku Ngo Tok Sian Lie mempunjai banjak tjara untuk membikin kau bitjara !„ kata Phang Lin dengan mendongkol sekali melihat kepala batu Ho Ho jang tetap tidak memberitahukan dimana ajahnja itu. „Djangan harap kamu bisa memaksa diriku!„ sahut Ho Ho sengit. Dan sambil menjahuti begitu, Ho Ho berusaha untuk meronta, tetapi dia tidak berhasil, malah tjekalan tangan Phang Lin semakin keras dan menjakitkan benar lengannja itu. „Tjepat kau katakan dimana ajahmu kalau memang lenganmu ini tidak mau hantjur remuk ku'remas!„ antjam Phang Lin dengan suara jang bengis.<noinclude>{{rh|35|||L.M Arwah―3}}</noinclude> kc83pdhnic404oacxgfd21vg6c77sjq 268517 268465 2026-04-26T08:33:35Z Lisa Rahmawati Sufyan 26967 268517 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lisa Rahmawati Sufyan" /></noinclude>perti telah berubah seperti djepit besi dan mentjekal sakit sekali. „Siluman djahat ― ― kau ― ― kau djahat sekali!„ maki Ho Ho dengan kalap karena dia sangat kesakitan sekali. „Tjepat katakan !„ bentak Phang Lin “ sambil memperkeras tjekalannja. „Tidak !„ „Katakan!„ „Tidak mau !„ „Kau mau mampus?„ „Tidak mau !„ „Hmmm — — aku akan menjiksa dan memaksa kau bitjara !„ „Djangan harap aku akan memberitahukan kepadamu dimana ajahku itu sekarang!„ „Aku Ngo Tok Sian Lie mempunjai banjak tjara untuk membikin kau bitjara !„ kata Phang Lin dengan mendongkol sekali melihat kepala batu Ho Ho jang tetap tidak memberitahukan dimana ajahnja itu. „Djangan harap kamu bisa memaksa diriku!„ sahut Ho Ho sengit. Dan sambil menjahuti begitu, Ho Ho berusaha untuk meronta, tetapi dia tidak berhasil, malah tjekalan tangan Phang Lin semakin keras dan menjakitkan benar lengannja itu. „Tjepat kau katakan dimana ajahmu kalau memang lenganmu ini tidak mau hantjur remuk ku'remas!„ antjam Phang Lin dengan suara jang bengis.<noinclude>{{rh|35|||L.M Arwah―3}}</noinclude> kz6m501m1m6ex7k3xo4ie6qmr0n9t0p 268519 268517 2026-04-26T08:55:37Z Lisa Rahmawati Sufyan 26967 268519 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lisa Rahmawati Sufyan" /></noinclude>perti telah berubah seperti djepit besi dan mentjekal sakit sekali. „Siluman djahat ― ― kau ― ― kau djahat sekali!„ maki Ho Ho dengan kalap karena dia sangat kesakitan sekali. „Tjepat katakan !„ bentak Phang Lin “ sambil memperkeras tjekalannja. „Tidak !„ „Katakan!„ „Tidak mau !„ „Kau mau mampus?„ „Tidak mau !„ „Hmmm — — aku akan menjiksa dan memaksa kau bitjara !„ „Djangan harap aku akan memberitahukan kepadamu dimana ajahku itu sekarang!„ „Aku Ngo Tok Sian Lie mempunjai banjak tjara untuk membikin kau bitjara !„ kata Phang Lin dengan mendongkol sekali melihat kepala batu Ho Ho jang tetap tidak memberitahukan dimana ajahnja itu. „Djangan harap kamu bisa memaksa diriku!„ sahut Ho Ho sengit. Dan sambil menjahuti begitu, Ho Ho berusaha untuk meronta, tetapi dia tidak berhasil, malah tjekalan tangan Phang Lin semakin keras dan menjakitkan benar lengannja itu. „Tjepat kau katakan dimana ajahmu kalau memang lenganmu ini tidak mau hantjur remuk ku'remas!„ antjam Phang Lin dengan suara jang bengis.<noinclude>{{rh|35|||L.M Arwah―3}}</noinclude> 052amwag5b619mx152au12ubgrcjg82 268521 268519 2026-04-26T09:00:48Z Lisa Rahmawati Sufyan 26967 268521 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lisa Rahmawati Sufyan" /></noinclude>perti telah berubah seperti djepit besi dan mentjekal sakit sekali. „Siluman djahat ― ― kau ― ― kau djahat sekali!„ maki Ho Ho dengan kalap karena dia sangat kesakitan sekali. „Tjepat katakan !„ bentak Phang Lin “ sambil memperkeras tjekalannja „Tidak !„ „Katakan!„ „Tidak mau !„ „Kau mau mampus?„ „Tidak mau !„ „Hmmm — — aku akan menjiksa dan memaksa kau bitjara !„ „Djangan harap aku akan memberitahukan kepadamu dimana ajahku itu sekarang!„ „Aku Ngo Tok Sian Lie mempunjai banjak tjara untuk membikin kau bitjara !„ kata Phang Lin dengan mendongkol sekali melihat kepala batu Ho Ho jang tetap tidak memberitahukan dimana ajahnja itu. „Djangan harap kamu bisa memaksa diriku!„ sahut Ho Ho sengit. Dan sambil menjahuti begitu, Ho Ho berusaha untuk meronta, tetapi dia tidak berhasil, malah tjekalan tangan Phang Lin semakin keras dan menjakitkan benar lengannja itu. „Tjepat kau katakan dimana ajahmu kalau memang lenganmu ini tidak mau hantjur remuk ku'remas!„ antjam Phang Lin dengan suara jang bengis.<noinclude>{{rh|35|||L.M Arwah―3}}</noinclude> qdr7f2q8mhcyo1t8dqeh1g3e9unffm4 268523 268521 2026-04-26T09:09:06Z Lisa Rahmawati Sufyan 26967 268523 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lisa Rahmawati Sufyan" /></noinclude>perti telah berubah seperti djepit besi dan mentjekal sakit sekali. „Siluman djahat ― ― kau ― ― kau djahat sekali!„ maki Ho Ho dengan kalap karena dia sangat kesakitan sekali. „Tjepat katakan !„ bentak Phang Lin “ sambil memperkeras tjekalannja „Tidak !„ „Katakan!„ „Tidak mau !„ „Kau mau mampus?„ „Tidak mau !„ „Hmmm — — aku akan menjiksa dan memaksa kau bitjara!„ „Djangan harap aku akan memberitahukan kepadamu dimana ajahku itu sekarang!„ „Aku Ngo Tok Sian Lie mempunjai banjak tjara untuk membikin kau bitjara !„ kata Phang Lin dengan mendongkol sekali melihat kepala batu Ho Ho jang tetap tidak memberitahukan dimana ajahnja itu. „Djangan harap kamu bisa memaksa diriku!„ sahut Ho Ho sengit. Dan sambil menjahuti begitu, Ho Ho berusaha untuk meronta, tetapi dia tidak berhasil, malah tjekalan tangan Phang Lin semakin keras dan menjakitkan benar lengannja itu. „Tjepat kau katakan dimana ajahmu kalau memang lenganmu ini tidak mau hantjur remuk ku'remas!„ antjam Phang Lin dengan suara jang bengis.<noinclude>{{rh|35|||L.M Arwah―3}}</noinclude> rt163knowvty3sugbjzdqugadg6xcgq 268526 268523 2026-04-26T10:26:12Z Lisa Rahmawati Sufyan 26967 268526 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lisa Rahmawati Sufyan" /></noinclude>perti telah berubah seperti djepit besi dan mentjekal sakit sekali. „Siluman djahat ― ― kau ― ― kau djahat sekali!„ maki Ho Ho dengan kalap karena dia sangat kesakitan sekali. „Tjepat katakan !„ bentak Phang Lin “ sambil memperkeras tjekalannja „Tidak !„ „Katakan!„ „Tidak mau !„ „Kau mau mampus?„ „Tidak mau !„ „Hmmm — — aku akan menjiksa dan memaksa kau bitjara!„ „Djangan harap aku akan memberitahukan kepadamu dimana ajahku itu sekarang!„ „Aku Ngo Tok Sian Lie mempunjai banjak tjara untuk membikin kau bitjara !„ kata Phang Lin dengan mendongkol sekali melihat kepala batu Ho Ho jang tetap tidak memberitahukan dimana ajahnja itu. „Djangan harap kamu bisa memaksa diriku!„ sahut Ho Ho sengit. Dan sambil menjahuti begitu, Ho Ho berusaha untuk meronta, tetapi dia tidak berhasil, malah tjekalan tangan Phang Lin semakin keras dan menjakitkan benar lengannja itu. „Tjepat kau katakan dimana ajahmu kalau memang lenganmu ini tidak mau hantjur remuk ku'remas!„ antjam Phang Lin dengan suara jang bengis.<noinclude>{{rh|35|||L.M Arwah―3}}</noinclude> h7zwo2s9dyos9f6qfvlq5fne5k0wdrf 268528 268526 2026-04-26T10:57:22Z Lisa Rahmawati Sufyan 26967 268528 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lisa Rahmawati Sufyan" /></noinclude>perti telah berubah seperti djepit besi dan mentjekal sakit sekali. „Siluman djahat ― ― kau ― ― kau djahat sekali!„ maki Ho Ho dengan kalap karena dia sangat kesakitan sekali. „Tjepat katakan !„ bentak Phang Lin “ sambil memperkeras tjekalannja. „Tidak !„ „Katakan!„ „Tidak mau !„ „Kau mau mampus?„ „Tidak mau !„ „Hmmm — — aku akan menjiksa dan memaksa kau bitjara!„ „Djangan harap aku akan memberitahukan kepadamu dimana ajahku itu sekarang!„ „Aku Ngo Tok Sian Lie mempunjai banjak tjara untuk membikin kau bitjara !„ kata Phang Lin dengan mendongkol sekali melihat kepala batu Ho Ho jang tetap tidak memberitahukan dimana ajahnja itu. „Djangan harap kamu bisa memaksa diriku!„ sahut Ho Ho sengit. Dan sambil menjahuti begitu, Ho Ho berusaha untuk meronta, tetapi dia tidak berhasil, malah tjekalan tangan Phang Lin semakin keras dan menjakitkan benar lengannja itu. „Tjepat kau katakan dimana ajahmu kalau memang lenganmu ini tidak mau hantjur remuk ku'remas!„ antjam Phang Lin dengan suara jang bengis.<noinclude>{{rh|35|||L.M Arwah―3}}</noinclude> 7153eh7c72mmr6ho9ft3hjqnhn8zi0v 268529 268528 2026-04-26T11:54:44Z Lisa Rahmawati Sufyan 26967 268529 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lisa Rahmawati Sufyan" /></noinclude>perti telah berubah seperti djepit besi dan mentjekal sakit sekali. „Siluman djahat ― ― kau ― ― kau djahat sekali!„ maki Ho Ho dengan kalap karena dia sangat kesakitan sekali. „Tjepat katakan !„ bentak Phang Lin “ sambil memperkeras tjekalannja „Tidak !„ „Katakan!„ „Tidak mau !„ „Kau mau mampus?„ „Tidak mau !„ „Hmmm — — aku akan menjiksa dan memaksa kau bitjara!„ „Djangan harap aku akan memberitahukan kepadamu dimana ajahku itu sekarang!„ „Aku Ngo Tok Sian Lie mempunjai banjak tjara untuk membikin kau bitjara !„ kata Phang Lin dengan mendongkol sekali melihat kepala batu Ho Ho jang tetap tidak memberitahukan dimana ajahnja itu. „Djangan harap kamu bisa memaksa diriku!„ sahut Ho Ho sengit. Dan sambil menjahuti begitu, Ho Ho berusaha untuk meronta, tetapi dia tidak berhasil, malah tjekalan tangan Phang Lin semakin keras dan menjakitkan benar lengannja itu. „Tjepat kau katakan dimana ajahmu kalau memang lenganmu ini tidak mau hantjur remuk ku'remas!„ antjam Phang Lin dengan suara jang bengis.<noinclude>{{rh|35|||L.M Arwah―3}}</noinclude> dxtx1lvgd4jfr8qx57dqt5ymsx61b13 Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 03.pdf/11 104 96327 268407 2026-04-26T03:49:22Z Bintang Fauzani 26054 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Ho Ho mementang matanja lebar lebar, dia mengawasi terus. Sedangkan kedua gadis itu telah berlari-lari sambil tertawa-tawa lebih mendekat ketempat persembunjian Ho Ho. Terkadang, hanja sekali-sekali, terdengar suara.benturan pedang mereka dengan keras. Lalu diiringi oleh suara tertawa mereka pula. Tampaknja kedua gadis ini sangat gembira sekali. Waktu berlari sudah dekat dengan batu jang imenondjol keluar, kedua gadis tanggung tersebut berhen... 268407 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Bintang Fauzani" /></noinclude>Ho Ho mementang matanja lebar lebar, dia mengawasi terus. Sedangkan kedua gadis itu telah berlari-lari sambil tertawa-tawa lebih mendekat ketempat persembunjian Ho Ho. Terkadang, hanja sekali-sekali, terdengar suara.benturan pedang mereka dengan keras. Lalu diiringi oleh suara tertawa mereka pula. Tampaknja kedua gadis ini sangat gembira sekali. Waktu berlari sudah dekat dengan batu jang imenondjol keluar, kedua gadis tanggung tersebut berhenti disitu. Napas mereka agak memburu. ,,Tjietjie, aku sudah lelah !" kata gidis jang seorangnja. ,,Lebih baik kita pulang sadja--- mungkin suhu sedang menantikan kita." Gadis jang seorangnja lagi telah mengangguk. ,,Baik!" sahutnja. Tetapi tunggu dulu, aku ingin mengaso untuk mengatur djalan pernapasanku---!" dan dia lalu mengatur djalan pernapasannja jang agak memburu. Sedangkan gadis jang seorangnja lagi, sang adik, telah mengawasi sekeliling tempat tersebut. Tiba-tiba sekali gadis tersebut melihat Ho Ho jang sedang bersembunji di-Sudut batu jang menondjol itu. Mukanja sege-ra djuga djadi berubah dan dia mengeluarkan L.M.Arwah-3. 11<noinclude></noinclude> rl767zhmbeit13gmez1rpn1bexv2kbk 268418 268407 2026-04-26T03:52:22Z Bintang Fauzani 26054 268418 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Bintang Fauzani" /></noinclude>Ho Ho mementang matanja lebar lebar, dia mengawasi terus. Sedangkan kedua gadis itu telah berlari-lari sambil tertawa-tawa lebih mendekat ketempat persembunjian Ho Ho. Terkadang, hanja sekali-sekali, terdengar suara.benturan pedang mereka dengan keras. Lalu diiringi oleh suara tertawa mereka pula. Tampaknja kedua gadis ini sangat gembira sekali. Waktu berlari sudah dekat dengan batu jang menondjol keluar, kedua gadis tanggung tersebut berhenti disitu. Napas mereka agak memburu. ,,Tjietjie, aku sudah lelah !" kata gidis jang seorangnja. ,,Lebih baik kita pulang sadja--- mungkin suhu sedang menantikan kita." Gadis jang seorangnja lagi telah mengangguk. ,,Baik!" sahutnja. Tetapi tunggu dulu, aku ingin mengaso untuk mengatur djalan pernapasanku---!" dan dia lalu mengatur djalan pernapasannja jang agak memburu. Sedangkan gadis jang seorangnja lagi, sang adik, telah mengawasi sekeliling tempat tersebut. Tiba-tiba sekali gadis tersebut melihat Ho Ho jang sedang bersembunji di-Sudut batu jang menondjol itu. Mukanja sege-ra djuga djadi berubah dan dia mengeluarkan L.M.Arwah-3. 11<noinclude></noinclude> 8tnfshm6uudi8qu91qomuwkmk9dzwo5 268420 268418 2026-04-26T03:55:49Z Bintang Fauzani 26054 268420 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Bintang Fauzani" /></noinclude>Ho Ho mementang matanja lebar lebar, dia mengawasi terus. Sedangkan kedua gadis itu telah berlari-lari sambil tertawa-tawa lebih mendekat ketempat persembunjian Ho Ho. Terkadang, hanja sekali-sekali, terdengar suara.benturan pedang mereka dengan keras. Lalu diiringi oleh suara tertawa mereka pula. Tampaknja kedua gadis ini sangat gembira sekali. Waktu berlari sudah dekat dengan batu jang menondjol keluar, kedua gadis tanggung tersebut berhenti disitu. Napas mereka agak memburu. „Tjietjie, aku sudah lelah !" kata gidis jang seorangnja. ,,Lebih baik kita pulang sadja--- mungkin suhu sedang menantikan kita." Gadis jang seorangnja lagi telah mengangguk. „Baik!" sahutnja. Tetapi tunggu dulu, aku ingin mengaso untuk mengatur djalan pernapasanku---!" dan dia lalu mengatur djalan pernapasannja jang agak memburu. Sedangkan gadis jang seorangnja lagi, sang adik, telah mengawasi sekeliling tempat tersebut. Tiba-tiba sekali gadis tersebut melihat Ho Ho jang sedang bersembunji di-Sudut batu jang menondjol itu. Mukanja sege-ra djuga djadi berubah dan dia mengeluarkan L.M.Arwah-3. 11<noinclude></noinclude> 86vqakz7w4mdmq127i87o1n9ecflrvh 268446 268420 2026-04-26T04:09:01Z Bintang Fauzani 26054 268446 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Bintang Fauzani" /></noinclude>Ho Ho mementang matanja lebar lebar, dia mengawasi terus. Sedangkan kedua gadis itu telah berlari-lari sambil tertawa-tawa lebih mendekat ketempat persembunjian Ho Ho. Terkadang, hanja sekali-sekali, terdengar suara.benturan pedang mereka dengan keras. Lalu diiringi oleh suara tertawa mereka pula. Tampaknja kedua gadis ini sangat gembira sekali. Waktu berlari sudah dekat dengan batu jang menondjol keluar, kedua gadis tanggung tersebut berhenti disitu. Napas mereka agak memburu. „Tjietjie, aku sudah lelah !" kata gidis jang seorangnja. ,,Lebih baik kita pulang sadja--- mungkin suhu sedang menantikan kita." Gadis jang seorangnja lagi telah mengangguk. „Baik!" sahutnja. Tetapi tunggu dulu, aku ingin mengaso untuk mengatur djalan pernapasanku---!" dan dia lalu mengatur djalan pernapasannja jang agak memburu. Sedangkan gadis jang seorangnja lagi, sang adik, telah mengawasi sekeliling tempat tersebut. Tiba-tiba sekali gadis tersebut melihat Ho Ho jang sedang bersembunji di-Sudut batu jang menondjol itu. Mukanja sege-ra djuga djadi berubah dan dia mengeluarkan<noinclude>{{rh|L.M.Arwah-3.||11}}</noinclude> qzaavs8y7kndt5gbr4c4pq1m5dnlcbe 268452 268446 2026-04-26T04:09:36Z Bintang Fauzani 26054 /* Telah diuji baca */ 268452 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Bintang Fauzani" /></noinclude>Ho Ho mementang matanja lebar lebar, dia mengawasi terus. Sedangkan kedua gadis itu telah berlari-lari sambil tertawa-tawa lebih mendekat ketempat persembunjian Ho Ho. Terkadang, hanja sekali-sekali, terdengar suara.benturan pedang mereka dengan keras. Lalu diiringi oleh suara tertawa mereka pula. Tampaknja kedua gadis ini sangat gembira sekali. Waktu berlari sudah dekat dengan batu jang menondjol keluar, kedua gadis tanggung tersebut berhenti disitu. Napas mereka agak memburu. „Tjietjie, aku sudah lelah !" kata gidis jang seorangnja. ,,Lebih baik kita pulang sadja--- mungkin suhu sedang menantikan kita." Gadis jang seorangnja lagi telah mengangguk. „Baik!" sahutnja. Tetapi tunggu dulu, aku ingin mengaso untuk mengatur djalan pernapasanku---!" dan dia lalu mengatur djalan pernapasannja jang agak memburu. Sedangkan gadis jang seorangnja lagi, sang adik, telah mengawasi sekeliling tempat tersebut. Tiba-tiba sekali gadis tersebut melihat Ho Ho jang sedang bersembunji di-Sudut batu jang menondjol itu. Mukanja sege-ra djuga djadi berubah dan dia mengeluarkan<noinclude>{{rh|L.M.Arwah-3.||11}}</noinclude> 2dv52mktcy9s2kfa5ltmd9arg4574sg 268470 268452 2026-04-26T04:14:11Z Bintang Fauzani 26054 268470 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Bintang Fauzani" /></noinclude>Ho Ho mementang matanja lebar lebar, dia mengawasi terus. Sedangkan kedua gadis itu telah berlari-lari sambil tertawa-tawa lebih mendekat ketempat persembunjian Ho Ho. Terkadang, hanja sekali-sekali, terdengar suara.benturan pedang mereka dengan keras. Lalu diiringi oleh suara tertawa mereka pula. Tampaknja kedua gadis ini sangat gembira sekali. Waktu berlari sudah dekat dengan batu jang menondjol keluar, kedua gadis tanggung tersebut berhenti disitu. Napas mereka agak memburu. „Tjietjie, aku sudah lelah !" kata gadis jang seorangnja. ,,Lebih baik kita pulang sadja--- mungkin suhu sedang menantikan kita." Gadis jang seorangnja lagi telah mengangguk. „Baik!" sahutnja. Tetapi tunggu dulu, aku ingin mengaso untuk mengatur djalan pernapasanku---!" dan dia lalu mengatur djalan pernapasannja jang agak memburu. Sedangkan gadis jang seorangnja lagi, sang adik, telah mengawasi sekeliling tempat tersebut. Tiba-tiba sekali gadis tersebut melihat Ho Ho jang sedang bersembunji di-Sudut batu jang menondjol itu. Mukanja sege-ra djuga djadi berubah dan dia mengeluarkan<noinclude>{{rh|L.M.Arwah-3.||11}}</noinclude> c1ti32e492rjamou90el6pmpwhr2j16 Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 03.pdf/33 104 96328 268408 2026-04-26T03:49:25Z Alykarina 26963 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'telah menghampiri, wadjahnja itu bengis sekali Ditjengkeramaja dada Ho Ho dengan keras, lalu diangkatnja tinggi-tinggi. Ho Ho tidak berdaja sama sekali didalam tjengkeraman tangan nenek tua Phang Lin ini biarpun dia meronta, toch sama sadja bagaikan anak kelintji jang berada ditjengkraman burung elang, tidak bisa berkutik sedikitpun. ,,Dimana ajahmu itu bersembunji, heh ?" bentak Phang Lin dengan suara jang bengis. ,,Ada urusan apa kau selal... 268408 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Alykarina" /></noinclude>telah menghampiri, wadjahnja itu bengis sekali Ditjengkeramaja dada Ho Ho dengan keras, lalu diangkatnja tinggi-tinggi. Ho Ho tidak berdaja sama sekali didalam tjengkeraman tangan nenek tua Phang Lin ini biarpun dia meronta, toch sama sadja bagaikan anak kelintji jang berada ditjengkraman burung elang, tidak bisa berkutik sedikitpun. ,,Dimana ajahmu itu bersembunji, heh ?" bentak Phang Lin dengan suara jang bengis. ,,Ada urusan apa kau selalu menanjakan ajahku ?" bentak Ho Ho sengit dan penasaran sekali. ,,Plooookkkkkkk!" muka Ho Ho ditempeleng lagi oleh Phang Lin. ,,Tjepat katakan dimana ajahmu itu bersembunji,, bentak si nenek. ,,Tidak mau ! Aku tidak mau mengatakan teriak Ho Ho dengan suara jang nja. ring dan nekad sekali. Tjoba kalau si nenek bertanja setjara baik-baik, mungkin Ho Ho akan mendjelaskannja, tetapi Phang Lin te.lah menggunakan kekerasan terhadap dirinya, membuat sifat kepala batu Ho Ho datang lagi. ,,Plokkkk!" kembali muka Ho Ho telah ditempeleng oleh Phang Lin. ,,Kau mau mengatakannja tidak?" ,,Tidak mau ?" L.M.Arwah-3. 33<noinclude></noinclude> 5e68aoaio14f0tyz05004vyosjdtwdv 268412 268408 2026-04-26T03:50:05Z Alykarina 26963 268412 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Alykarina" /></noinclude>telah menghampiri, wadjahnja itu bengis sekali Ditjengkeramaja dada Ho Ho dengan keras, lalu diangkatnja tinggi-tinggi. Ho Ho tidak berdaja sama sekali didalam tjengkeraman tangan nenek tua Phang Lin ini biarpun dia meronta, toch sama sadja bagaikan anak kelintji jang berada ditjengkraman burung elang, tidak bisa berkutik sedikitpun. ,,Dimana ajahmu itu bersembunji, heh ?" bentak Phang Lin dengan suara jang bengis. ,,Ada urusan apa kau selalu menanjakan ajahku ?" bentak Ho Ho sengit dan penasaran sekali. ,,Plooookkkkkkk!" muka Ho Ho ditempeleng lagi oleh Phang Lin. ,,Tjepat katakan dimana ajahmu itu bersembunji,, bentak si nenek. ,,Tidak mau ! Aku tidak mau mengatakan teriak Ho Ho dengan suara jang nja. ring dan nekad sekali. Tjoba kalau si nenek bertanja setjara baik-baik, mungkin Ho Ho akan mendjelaskannja, tetapi Phang Lin te.lah menggunakan kekerasan terhadap dirinya, membuat sifat kepala batu Ho Ho datang lagi. ,,Plokkkk!" kembali muka Ho Ho telah ditempeleng oleh Phang Lin. ,,Kau mau mengatakannja tidak?" ,,Tidak mau ?" L.M.Arwah-3. 33<noinclude></noinclude> al6j8p1sv2khtmccpiao9ahkf094ivy 268423 268412 2026-04-26T04:00:12Z Alykarina 26963 268423 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Alykarina" /></noinclude>telah menghampiri, wadjahnja itu bengis sekali Ditjengkeramaja dada Ho Ho dengan keras, lalu diangkatnja tinggi-tinggi. Ho Ho tidak berdaja sama sekali didalam tjengkeraman tangan nenek tua Phang Lin ini biarpun dia meronta, toch sama sadja bagaikan anak kelintji jang berada ditjengkraman burung elang, tidak bisa berkutik sedikitpun. ,,Dimana ajahmu itu bersembunji, heh ?" bentak Phang Lin dengan suara jang bengis. ,,Ada urusan apa kau selalu menanjakan ajahku ?" bentak Ho Ho sengit dan penasaran sekali. ,,Plooookkkkkkk!" muka Ho Ho ditempeleng lagi oleh Phang Lin. ,,Tjepat katakan dimana ajahmu itu bersembunji,, bentak si nenek. ,,Tidak mau ! Aku tidak mau mengatakan teriak !" teriak Ho Ho dengan suara jang nja. ring dan nekad sekali. Tjoba kalau si nenek bertanja setjara baik-baik, mungkin Ho Ho akan mendjelaskannja, tetapi Phang Lin te.lah menggunakan kekerasan terhadap dirinya, membuat sifat kepala batu Ho Ho datang lagi. ,,Plokkkk!" kembali muka Ho Ho telah ditempeleng oleh Phang Lin. ,,Kau mau mengatakannja tidak?" ,,Tidak mau ?" L.M.Arwah-3. 33<noinclude></noinclude> kgbr5jzs0pbq6gps7cvrfo56lljkcqp 268425 268423 2026-04-26T04:01:02Z Alykarina 26963 268425 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Alykarina" /></noinclude>telah menghampiri, wadjahnja itu bengis sekali Ditjengkeramaja dada Ho Ho dengan keras, lalu diangkatnja tinggi-tinggi. Ho Ho tidak berdaja sama sekali didalam tjengkeraman tangan nenek tua Phang Lin ini biarpun dia meronta, toch sama sadja bagaikan anak kelintji jang berada ditjengkraman burung elang, tidak bisa berkutik sedikitpun. ,,Dimana ajahmu itu bersembunji, heh ?" bentak Phang Lin dengan suara jang bengis. ,,Ada urusan apa kau selalu menanjakan ajahku ?" bentak Ho Ho sengit dan penasaran sekali. ,,Plooookkkkkkk!" muka Ho Ho ditempeleng lagi oleh Phang Lin. ,,Tjepat katakan dimana ajahmu itu bersembunji,, bentak si nenek. ,,Tidak mau ! Aku tidak mau mengatakan !" teriak Ho Ho dengan suara jang nja. ring dan nekad sekali. Tjoba kalau si nenek bertanja setjara baik-baik, mungkin Ho Ho akan mendjelaskannja, tetapi Phang Lin te.lah menggunakan kekerasan terhadap dirinya, membuat sifat kepala batu Ho Ho datang lagi. ,,Plokkkk!" kembali muka Ho Ho telah ditempeleng oleh Phang Lin. ,,Kau mau mengatakannja tidak?" ,,Tidak mau ?" L.M.Arwah-3. 33<noinclude></noinclude> 0i3utu7tqph2pjdrwx4khd695rzcxu1 268433 268425 2026-04-26T04:06:39Z Alykarina 26963 268433 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Alykarina" /></noinclude>telah menghampiri, wadjahnja itu bengis sekali Ditjengkeramaja dada Ho Ho dengan keras, lalu diangkatnja tinggi-tinggi. Ho Ho tidak berdaja sama sekali didalam tjengkeraman tangan nenek tua Phang Lin ini biarpun dia meronta, toch sama sadja bagaikan anak kelintji jang berada ditjengkraman burung elang, tidak bisa berkutik sedikitpun. ,,Dimana ajahmu itu bersembunji, heh ?" bentak Phang Lin dengan suara jang bengis. ,,Ada urusan apa kau selalu menanjakan ajahku ?" bentak Ho Ho sengit dan penasaran sekali. ,,Plooookkkkkkk!" muka Ho Ho ditempeleng lagi oleh Phang Lin. ,,Tjepat katakan dimana ajahmu itu bersembunji,, bentak si nenek. ,,Tidak mau ! Aku tidak mau mengatakan !" teriak Ho Ho dengan suara jang nja. ring dan nekad sekali. Tjoba kalau si nenek bertanja setjara baik-baik, mungkin Ho Ho akan mendjelaskannja, tetapi Phang Lin te.lah menggunakan kekerasan terhadap dirinya, membuat sifat kepala batu Ho Ho datang lagi. ,,Plokkkk!" kembali muka Ho Ho telah ditempeleng oleh Phang Lin. ,,Kau mau mengatakannja tidak?" ,,Tidak mau ?" L.M.Arwah-3. 33<noinclude>{{rh|L.M.Arwah-3.|||33}}</noinclude> 6y0ln80e73ykfx89318hjj9t9eybua4 268442 268433 2026-04-26T04:08:13Z Alykarina 26963 268442 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Alykarina" /></noinclude>telah menghampiri, wadjahnja itu bengis sekali Ditjengkeramaja dada Ho Ho dengan keras, lalu diangkatnja tinggi-tinggi. Ho Ho tidak berdaja sama sekali didalam tjengkeraman tangan nenek tua Phang Lin ini biarpun dia meronta, toch sama sadja bagaikan anak kelintji jang berada ditjengkraman burung elang, tidak bisa berkutik sedikitpun. ,,Dimana ajahmu itu bersembunji, heh ?" bentak Phang Lin dengan suara jang bengis. ,,Ada urusan apa kau selalu menanjakan ajahku ?" bentak Ho Ho sengit dan penasaran sekali. ,,Plooookkkkkkk!" muka Ho Ho ditempeleng lagi oleh Phang Lin. ,,Tjepat katakan dimana ajahmu itu bersembunji,, bentak si nenek. ,,Tidak mau ! Aku tidak mau mengatakan !" teriak Ho Ho dengan suara jang nja. ring dan nekad sekali. Tjoba kalau si nenek bertanja setjara baik-baik, mungkin Ho Ho akan mendjelaskannja, tetapi Phang Lin te.lah menggunakan kekerasan terhadap dirinya, membuat sifat kepala batu Ho Ho datang lagi. ,,Plokkkk!" kembali muka Ho Ho telah ditempeleng oleh Phang Lin. ,,Kau mau mengatakannja tidak?" ,,Tidak mau ?"<noinclude>{{rh|L.M.Arwah-3.|||33}}</noinclude> geu35avqbb2q2tox17kypq06jqecvky 268469 268442 2026-04-26T04:14:09Z Alykarina 26963 /* Telah diuji baca */ 268469 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Alykarina" /></noinclude>telah menghampiri, wadjahnja itu bengis sekali Ditjengkeramaja dada Ho Ho dengan keras, lalu diangkatnja tinggi-tinggi. Ho Ho tidak berdaja sama sekali didalam tjengkeraman tangan nenek tua Phang Lin ini biarpun dia meronta, toch sama sadja bagaikan anak kelintji jang berada ditjengkraman burung elang, tidak bisa berkutik sedikitpun. ,,Dimana ajahmu itu bersembunji, heh ?" bentak Phang Lin dengan suara jang bengis. ,,Ada urusan apa kau selalu menanjakan ajahku ?" bentak Ho Ho sengit dan penasaran sekali. ,,Plooookkkkkkk!" muka Ho Ho ditempeleng lagi oleh Phang Lin. ,,Tjepat katakan dimana ajahmu itu bersembunji,, bentak si nenek. ,,Tidak mau ! Aku tidak mau mengatakan !" teriak Ho Ho dengan suara jang nja. ring dan nekad sekali. Tjoba kalau si nenek bertanja setjara baik-baik, mungkin Ho Ho akan mendjelaskannja, tetapi Phang Lin te.lah menggunakan kekerasan terhadap dirinya, membuat sifat kepala batu Ho Ho datang lagi. ,,Plokkkk!" kembali muka Ho Ho telah ditempeleng oleh Phang Lin. ,,Kau mau mengatakannja tidak?" ,,Tidak mau ?"<noinclude>{{rh|L.M.Arwah-3.|||33}}</noinclude> 608u4o7p92gf061mipxml9jppu9i1kv Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 03.pdf/49 104 96329 268409 2026-04-26T03:49:29Z Anggita Firnanda 26953 /* Belum diuji baca */ 268409 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Anggita Firnanda" /></noinclude>9 PHANG LIN telah menghela napas lagi,tahu-tahu tangannja telah menghadjar batu gunung jang ada didekatnja,saldju jang menempel dibatu gunung itu djadi muntjrat disertai oleh batu gunung itu jang djadi hantjur saking hebatnja pukulan tangan si nenek tua ini. ,,Hmmm--- disebabkan surat si bangsat itulah achirnja semua pengchianatanku itu terbongkar. Ajahku sangat marah, sampai muntah darah, waktu dia membatja surat dari si bangsat----! Hmmmm--- dengan bengis ajahku memeriksa dan mengadili L.M.Arwah--3. 49<noinclude></noinclude> et7k0osw0ro8zm8pqvmt09bwa8ijpif 268434 268409 2026-04-26T04:06:42Z Anggita Firnanda 26953 268434 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Anggita Firnanda" /></noinclude>9 PHANG LIN telah menghela napas lagi,tahu-tahu tangannja telah menghadjar batu gunung jang ada didekatnja,saldju jang menempel dibatu gunung itu djadi muntjrat disertai oleh batu gunung itu jang djadi hantjur saking hebatnja pukulan tangan si nenek tua ini. ,,Hmmm--- disebabkan surat si bangsat itulah achirnja semua pengchianatanku itu terbongkar. Ajahku sangat marah, sampai muntah darah, waktu dia membatja surat dari si bangsat----! Hmmmm--- dengan bengis ajahku memeriksa dan mengadili L.M.Arwah--3. 49<noinclude>{{rh|L.M.Arwah--3.|||49}}</noinclude> ofb7ug785suzgrvx9ir8l3xm32zrjqr 268440 268434 2026-04-26T04:07:20Z Anggita Firnanda 26953 268440 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Anggita Firnanda" /></noinclude>9 PHANG LIN telah menghela napas lagi,tahu-tahu tangannja telah menghadjar batu gunung jang ada didekatnja,saldju jang menempel dibatu gunung itu djadi muntjrat disertai oleh batu gunung itu jang djadi hantjur saking hebatnja pukulan tangan si nenek tua ini. ,,Hmmm--- disebabkan surat si bangsat itulah achirnja semua pengchianatanku itu terbongkar. Ajahku sangat marah, sampai muntah darah, waktu dia membatja surat dari si bangsat----! Hmmmm--- dengan bengis ajahku memeriksa dan mengadili<noinclude>{{rh|L.M.Arwah--3.|||49}}</noinclude> 5vx42ngp76civ0omnim58t38hhchsg6 268466 268440 2026-04-26T04:13:25Z Anggita Firnanda 26953 /* Telah diuji baca */ 268466 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Anggita Firnanda" /></noinclude>9 PHANG LIN telah menghela napas lagi,tahu-tahu tangannja telah menghadjar batu gunung jang ada didekatnja,saldju jang menempel dibatu gunung itu djadi muntjrat disertai oleh batu gunung itu jang djadi hantjur saking hebatnja pukulan tangan si nenek tua ini. ,,Hmmm--- disebabkan surat si bangsat itulah achirnja semua pengchianatanku itu terbongkar. Ajahku sangat marah, sampai muntah darah, waktu dia membatja surat dari si bangsat----! Hmmmm--- dengan bengis ajahku memeriksa dan mengadili<noinclude>{{rh|L.M.Arwah--3.|||49}}</noinclude> smbqlz5qh9bftiydhvshx0zq1foztkv Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 03.pdf/48 104 96330 268410 2026-04-26T03:49:29Z Masturulifadah 26942 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'pergi mentjari seorang gurti jang lebih hebat lagi dan djuga akan berusaha mengobati otot-otot tubuhnja jang telah putus itu, agar kelak disuatuhari dia bisa melakukan suatu pembalasan dendam lagi--!" dan bertjerita sampai disini. muka Phang Lin djadi putjat dan tubuh nja agak gemetar, berulang kali dia telah menghela napas. Lalu bagaimana reaksi ajahmu setelah menerima surat itu ?" tanja Ho Ho tertarik sekali, hati si botjah berdebar keras. Be... 268410 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Masturulifadah" /></noinclude>pergi mentjari seorang gurti jang lebih hebat lagi dan djuga akan berusaha mengobati otot-otot tubuhnja jang telah putus itu, agar kelak disuatuhari dia bisa melakukan suatu pembalasan dendam lagi--!" dan bertjerita sampai disini. muka Phang Lin djadi putjat dan tubuh nja agak gemetar, berulang kali dia telah menghela napas. Lalu bagaimana reaksi ajahmu setelah menerima surat itu ?" tanja Ho Ho tertarik sekali, hati si botjah berdebar keras. Begitu djuga Sun Hwa Ling dan Sun Hwa Lian, kedua gadis tjilik itu tampak mendengarkan dengan perhatian jang penuh, mereka tampak ikut mendongkol terhadap diri lelaki jang bernama Siangkoan Djie, jang telah memperdajakan diri guru mereka tersebut. ooo ooo 48 L.M. Arwah-3<noinclude></noinclude> end1u6c5nfc28qw63k086w54w25ieka 268436 268410 2026-04-26T04:07:00Z Masturulifadah 26942 268436 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Masturulifadah" /></noinclude>pergi mentjari seorang gurti jang lebih hebat lagi dan djuga akan berusaha mengobati otot-otot tubuhnja jang telah putus itu, agar kelak disuatuhari dia bisa melakukan suatu pembalasan dendam lagi--!" dan bertjerita sampai disini. muka Phang Lin djadi putjat dan tubuh nja agak gemetar, berulang kali dia telah menghela napas. Lalu bagaimana reaksi ajahmu setelah menerima surat itu ?" tanja Ho Ho tertarik sekali, hati si botjah berdebar keras. Begitu djuga Sun Hwa Ling dan Sun Hwa Lian, kedua gadis tjilik itu tampak mendengarkan dengan perhatian jang penuh, mereka tampak ikut mendongkol terhadap diri lelaki jang bernama Siangkoan Djie, jang telah memperdajakan diri guru mereka tersebut. ooo ooo 48 L.M. Arwah-3<noinclude>{{rh|48|||L.M Arwah S}}</noinclude> dg76e0wupstp4elv7p3ska6s6omh732 268441 268436 2026-04-26T04:07:32Z Masturulifadah 26942 268441 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Masturulifadah" /></noinclude>pergi mentjari seorang gurti jang lebih hebat lagi dan djuga akan berusaha mengobati otot-otot tubuhnja jang telah putus itu, agar kelak disuatuhari dia bisa melakukan suatu pembalasan dendam lagi--!" dan bertjerita sampai disini. muka Phang Lin djadi putjat dan tubuh nja agak gemetar, berulang kali dia telah menghela napas. Lalu bagaimana reaksi ajahmu setelah menerima surat itu ?" tanja Ho Ho tertarik sekali, hati si botjah berdebar keras. Begitu djuga Sun Hwa Ling dan Sun Hwa Lian, kedua gadis tjilik itu tampak mendengarkan dengan perhatian jang penuh, mereka tampak ikut mendongkol terhadap diri lelaki jang bernama Siangkoan Djie, jang telah memperdajakan diri guru mereka tersebut.<noinclude>{{rh|48|||L.M Arwah S}}</noinclude> 4ceejpdu8ryaccg1dcnz26c9shq13if 268444 268441 2026-04-26T04:08:34Z Masturulifadah 26942 268444 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Masturulifadah" /></noinclude>pergi mentjari seorang gurti jang lebih hebat lagi dan djuga akan berusaha mengobati otot-otot tubuhnja jang telah putus itu, agar kelak disuatuhari dia bisa melakukan suatu pembalasan dendam lagi--!" dan bertjerita sampai disini. muka Phang Lin djadi putjat dan tubuh nja agak gemetar, berulang kali dia telah menghela napas. Lalu bagaimana reaksi ajahmu setelah menerima surat itu ?" tanja Ho Ho tertarik sekali, hati si botjah berdebar keras. Begitu djuga Sun Hwa Ling dan Sun Hwa Lian, kedua gadis tjilik itu tampak mendengarkan dengan perhatian jang penuh, mereka tampak ikut mendongkol terhadap diri lelaki jang bernama Siangkoan Djie, jang telah memperdajakan diri guru mereka tersebut.<noinclude>{{rh|48|||L.M Arwah S}}</noinclude> cbywv1rpjwez3tlb4fv4swditcehzks 268454 268444 2026-04-26T04:10:58Z Masturulifadah 26942 268454 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Masturulifadah" /></noinclude>pergi mentjari seorang gurti jang lebih hebat lagi dan djuga akan berusaha mengobati otot-otot tubuhnja jang telah putus itu, agar kelak disuatuhari dia bisa melakukan suatu pembalasan dendam lagi--!" dan bertjerita sampai disini. muka Phang Lin djadi putjat dan tubuh nja agak gemetar, berulang kali dia telah menghela napas. ,,Lalu bagaimana reaksi ajahmu setelah menerima surat itu ?" tanja Ho Ho tertarik sekali, hati si botjah berdebar keras. Begitu djuga Sun Hwa Ling dan Sun Hwa Lian, kedua gadis tjilik itu tampak mendengarkan denganperhatian jang penuh, mereka tampak ikutmendongkol terhadap diri lelaki jang bernamaSiangkoan Djie, jang telah memperdajakandiri guru mereka tersebut.<noinclude>{{rh|48|||L.M Arwah S}}</noinclude> 73rdnosyjmo4zdocs5fbigilohtit5y 268474 268454 2026-04-26T04:16:10Z Masturulifadah 26942 /* Telah diuji baca */ 268474 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Masturulifadah" /></noinclude>pergi mentjari seorang gurti jang lebih hebat lagi dan djuga akan berusaha mengobati otot-otot tubuhnja jang telah putus itu, agar kelak disuatuhari dia bisa melakukan suatu pembalasan dendam lagi--!" dan bertjerita sampai disini. muka Phang Lin djadi putjat dan tubuh nja agak gemetar, berulang kali dia telah menghela napas. ,,Lalu bagaimana reaksi ajahmu setelah menerima surat itu ?" tanja Ho Ho tertarik sekali, hati si botjah berdebar keras. Begitu djuga Sun Hwa Ling dan Sun Hwa Lian, kedua gadis tjilik itu tampak mendengarkan dengan perhatian jang penuh, mereka tampak ikut mendongkol terhadap diri lelaki jang bernamaSiangkoan Djie, jang telah memperdajakandiri guru mereka tersebut.<noinclude>{{rh|48|||L.M Arwah 3}}</noinclude> avdye918nmoz05l2tct2dfb3z4klrgd Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 03.pdf/30 104 96331 268411 2026-04-26T03:49:33Z Alivia FN 26955 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Sedangkan nenek tua itu telah membalikkan tubuhnja lagi, dia berdjalan menghampiri kearah Ho Ho. Ketika sudah datang dekat, nenek tua ini telah merangkapkan kedua tangannja. "Siauw ko (engko ketjil), ku'minta dengan memandang mukaku, maulah kau memaafkan murid-muridku itu ! Aku, Ngo Tok Sian Lie (Dewi Lima Ratjun) Phang Lin, dengan ini mewakili mereka untuk meminta maafmu itu ---!" dan si nenek tua. Ngo Tok Sian Lie Phang Lin, telah mendjura be... 268411 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Alivia FN" /></noinclude>Sedangkan nenek tua itu telah membalikkan tubuhnja lagi, dia berdjalan menghampiri kearah Ho Ho. Ketika sudah datang dekat, nenek tua ini telah merangkapkan kedua tangannja. "Siauw ko (engko ketjil), ku'minta dengan memandang mukaku, maulah kau memaafkan murid-muridku itu ! Aku, Ngo Tok Sian Lie (Dewi Lima Ratjun) Phang Lin, dengan ini mewakili mereka untuk meminta maafmu itu ---!" dan si nenek tua. Ngo Tok Sian Lie Phang Lin, telah mendjura beberapa kali kepada Ho Ho. Tentu sadja hal ini membuat Ho Ho djadi sibuk sendirinja. "Djangan begitu, Popo--!" kata Ho Ho tjepat sambil membalas penghormatan dari nenek tua ini. "Aku--aku djuga sudah tidak marah kepada mereka lagi !" Si nenek tua, Phang Lin, telah menoleh kepada kedua murid-muridnja itu. "Ling-djie, Lian-djie, tjepat kalian meminta maaf kepada engko ketjil ini !" perintahnja. Dengan sikap segan-segan, dan tampaknja masih mendongkol terhadap Ho Ho, karena disebabkan botjah ini mereka sampai kena ditempeleng dua kali oleh guru mereka. Sun Hwa Ling dan Sun Hwa Lian menghampiri dan memberi hormat kepada Ho Ho. L.M Arwah-3. 30<noinclude></noinclude> rdjzaisx4t65xs6z16hzoe1pphvbpmf 268435 268411 2026-04-26T04:06:50Z Alivia FN 26955 268435 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Alivia FN" /></noinclude>Sedangkan nenek tua itu telah membalikkan tubuhnja lagi, dia berdjalan menghampiri kearah Ho Ho. Ketika sudah datang dekat, nenek tua ini telah merangkapkan kedua tangannja. "Siauw ko (engko ketjil), ku'minta dengan memandang mukaku, maulah kau memaafkan murid-muridku itu ! Aku, Ngo Tok Sian Lie (Dewi Lima Ratjun) Phang Lin, dengan ini mewakili mereka untuk meminta maafmu itu ---!" dan si nenek tua. Ngo Tok Sian Lie Phang Lin, telah mendjura beberapa kali kepada Ho Ho. Tentu sadja hal ini membuat Ho Ho djadi sibuk sendirinja. "Djangan begitu, Popo--!" kata Ho Ho tjepat sambil membalas penghormatan dari nenek tua ini. "Aku--aku djuga sudah tidak marah kepada mereka lagi !" Si nenek tua, Phang Lin, telah menoleh kepada kedua murid-muridnja itu. "Ling-djie, Lian-djie, tjepat kalian meminta maaf kepada engko ketjil ini !" perintahnja. Dengan sikap segan-segan, dan tampaknja masih mendongkol terhadap Ho Ho, karena disebabkan botjah ini mereka sampai kena ditempeleng dua kali oleh guru mereka. Sun Hwa Ling dan Sun Hwa Lian menghampiri dan memberi hormat kepada Ho Ho.<noinclude>{{rh|30|||L.M Arwah-3.}}</noinclude> nrfy8ldtklazchwbowaftgx0uf09yqu 268464 268435 2026-04-26T04:13:21Z Alivia FN 26955 /* Telah diuji baca */ 268464 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Alivia FN" /></noinclude>Sedangkan nenek tua itu telah membalikkan tubuhnja lagi, dia berdjalan menghampiri kearah Ho Ho. Ketika sudah datang dekat, nenek tua ini telah merangkapkan kedua tangannja. "Siauw ko (engko ketjil), ku'minta dengan memandang mukaku, maulah kau memaafkan murid-muridku itu ! Aku, Ngo Tok Sian Lie (Dewi Lima Ratjun) Phang Lin, dengan ini mewakili mereka untuk meminta maafmu itu ---!" dan si nenek tua. Ngo Tok Sian Lie Phang Lin, telah mendjura beberapa kali kepada Ho Ho. Tentu sadja hal ini membuat Ho Ho djadi sibuk sendirinja. "Djangan begitu, Popo--!" kata Ho Ho tjepat sambil membalas penghormatan dari nenek tua ini. "Aku--aku djuga sudah tidak marah kepada mereka lagi !" Si nenek tua, Phang Lin, telah menoleh kepada kedua murid-muridnja itu. "Ling-djie, Lian-djie, tjepat kalian meminta maaf kepada engko ketjil ini !" perintahnja. Dengan sikap segan-segan, dan tampaknja masih mendongkol terhadap Ho Ho, karena disebabkan botjah ini mereka sampai kena ditempeleng dua kali oleh guru mereka. Sun Hwa Ling dan Sun Hwa Lian menghampiri dan memberi hormat kepada Ho Ho.<noinclude>{{rh|30|||L.M Arwah-3.}}</noinclude> shiu7hj5e8sq8j31ov0r9cth2sproep Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 03.pdf/38 104 96332 268417 2026-04-26T03:51:45Z Firdan Saputra 26964 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Ho Ho tetap berdiam diri sadja. „Keparat kau!“ bentak Phang Lin jang tambah gusar oleh sikap si botjah. „Mengapa kau tidak teruskan hitungan. mu?“ tanja Ho Ho dengan mengedjek. „Benar-benar kau tidak takut mampus ?“ ,,Dari pada disiksa begini, lebih tjepat kau membunuhku sadja!" sahut Ho Ho. Phang Lin djadi melengak sedjenak, tetapi kemudian djadi tertawa dingin. ,,Hmmm---enak benar kau ingin sege. ra mampus!" katanja dingin. ,,Aku tidak... 268417 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Firdan Saputra" /></noinclude>Ho Ho tetap berdiam diri sadja. „Keparat kau!“ bentak Phang Lin jang tambah gusar oleh sikap si botjah. „Mengapa kau tidak teruskan hitungan. mu?“ tanja Ho Ho dengan mengedjek. „Benar-benar kau tidak takut mampus ?“ ,,Dari pada disiksa begini, lebih tjepat kau membunuhku sadja!" sahut Ho Ho. Phang Lin djadi melengak sedjenak, tetapi kemudian djadi tertawa dingin. ,,Hmmm---enak benar kau ingin sege. ra mampus!" katanja dingin. ,,Aku tidak sebodoh jang kau duga! Kalau kuhitung sampai angka ketiga kau masih tidak mau bitjara, aku malah akan menjiksa dirimu de ngau tjara jang lebih hebat lagi!" Ho Ho tjuma mendengus sadja. “Tiga!" teriak Phang Lin dengan suara jang bengis. Tetapi Ho Ho tetap berdiam diri sadja dia seperti tidak mendengar hitungan Phang Lin jang sudah sampai pada angka ketiga itu. Saat itu jang sedang dipikirkan oleh Ho Ho, hanjalah mengapa dirinja selalu ditimpa oleh kesialan belaka? Phang Lin melihat si botjah berdiam diri sadja, dia djadi tambah gusar. „Benar-benar kau berkepala batu!'' kata Phang Lin dengan mendongkol dan mengang kat tubuh Ho Ho tinggi-tinggi. Lalu dengan L.M.Arwah-3. 38<noinclude></noinclude> 8cbr3jxepo5shi91gscc387h9ohm9q5 268419 268417 2026-04-26T03:55:13Z Firdan Saputra 26964 268419 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Firdan Saputra" /></noinclude>Ho Ho tetap berdiam diri sadja. „Keparat kau!“ bentak Phang Lin jang tambah gusar oleh sikap si botjah. „Mengapa kau tidak teruskan hitungan. mu?“ tanja Ho Ho dengan mengedjek. „Benar-benar kau tidak takut mampus ?“ ,,Dari pada disiksa begini, lebih tjepat kau membunuhku sadja!" sahut Ho Ho. Phang Lin djadi melengak sedjenak, tetapi kemudian djadi tertawa dingin. „Hmmm---enak benar kau ingin sege. ra mampus!" katanja dingin. ,,Aku tidak sebodoh jang kau duga! Kalau kuhitung sampai angka ketiga kau masih tidak mau bitjara, aku malah akan menjiksa dirimu de ngau tjara jang lebih hebat lagi!" Ho Ho tjuma mendengus sadja. „Tiga!" teriak Phang Lin dengan suara jang bengis. Tetapi Ho Ho tetap berdiam diri sadja dia seperti tidak mendengar hitungan Phang Lin jang sudah sampai pada angka ketiga itu. Saat itu jang sedang dipikirkan oleh Ho Ho, hanjalah mengapa dirinja selalu ditimpa oleh kesialan belaka? Phang Lin melihat si botjah berdiam diri sadja, dia djadi tambah gusar. „Benar-benar kau berkepala batu!'' kata Phang Lin dengan mendongkol dan mengang kat tubuh Ho Ho tinggi-tinggi. Lalu dengan L.M.Arwah-3. 38<noinclude></noinclude> fh6s0ium17pb5lsd2sflq196mjbx22x 268445 268419 2026-04-26T04:08:44Z Firdan Saputra 26964 268445 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Firdan Saputra" /></noinclude>Ho Ho tetap berdiam diri sadja. „Keparat kau!“ bentak Phang Lin jang tambah gusar oleh sikap si botjah. „Mengapa kau tidak teruskan hitungan. mu?“ tanja Ho Ho dengan mengedjek. „Benar-benar kau tidak takut mampus ?“ ,,Dari pada disiksa begini, lebih tjepat kau membunuhku sadja!" sahut Ho Ho. Phang Lin djadi melengak sedjenak, tetapi kemudian djadi tertawa dingin. „Hmmm---enak benar kau ingin sege. ra mampus!" katanja dingin. ,,Aku tidak sebodoh jang kau duga! Kalau kuhitung sampai angka ketiga kau masih tidak mau bitjara, aku malah akan menjiksa dirimu de ngau tjara jang lebih hebat lagi!" Ho Ho tjuma mendengus sadja. „Tiga!" teriak Phang Lin dengan suara jang bengis. Tetapi Ho Ho tetap berdiam diri sadja dia seperti tidak mendengar hitungan Phang Lin jang sudah sampai pada angka ketiga itu. Saat itu jang sedang dipikirkan oleh Ho Ho, hanjalah mengapa dirinja selalu ditimpa oleh kesialan belaka? Phang Lin melihat si botjah berdiam diri sadja, dia djadi tambah gusar. „Benar-benar kau berkepala batu!'' kata Phang Lin dengan mendongkol dan mengang kat tubuh Ho Ho tinggi-tinggi. Lalu dengan<noinclude>{{rh|38|||L.M Arwah-.3}}</noinclude> fpot3suo0p9307av05iniuwh67v6oj6 268468 268445 2026-04-26T04:13:38Z Firdan Saputra 26964 /* Telah diuji baca */ 268468 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Firdan Saputra" /></noinclude>Ho Ho tetap berdiam diri sadja. „Keparat kau!“ bentak Phang Lin jang tambah gusar oleh sikap si botjah. „Mengapa kau tidak teruskan hitungan. mu?“ tanja Ho Ho dengan mengedjek. „Benar-benar kau tidak takut mampus ?“ ,,Dari pada disiksa begini, lebih tjepat kau membunuhku sadja!" sahut Ho Ho. Phang Lin djadi melengak sedjenak, tetapi kemudian djadi tertawa dingin. „Hmmm---enak benar kau ingin sege. ra mampus!" katanja dingin. ,,Aku tidak sebodoh jang kau duga! Kalau kuhitung sampai angka ketiga kau masih tidak mau bitjara, aku malah akan menjiksa dirimu de ngau tjara jang lebih hebat lagi!" Ho Ho tjuma mendengus sadja. „Tiga!" teriak Phang Lin dengan suara jang bengis. Tetapi Ho Ho tetap berdiam diri sadja dia seperti tidak mendengar hitungan Phang Lin jang sudah sampai pada angka ketiga itu. Saat itu jang sedang dipikirkan oleh Ho Ho, hanjalah mengapa dirinja selalu ditimpa oleh kesialan belaka? Phang Lin melihat si botjah berdiam diri sadja, dia djadi tambah gusar. „Benar-benar kau berkepala batu!'' kata Phang Lin dengan mendongkol dan mengang kat tubuh Ho Ho tinggi-tinggi. Lalu dengan<noinclude>{{rh|38|||L.M Arwah-.3}}</noinclude> mgs5tetcrbjtjo38ioqgv6cm062337q Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 03.pdf/39 104 96333 268422 2026-04-26T03:59:12Z Alfariyan Firdaus 26970 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'keras dia telah membantingnja. Kembali Ho Ho merasakan kepalanja dj:tdi berputar putar pusing, matanja djuga berkunang-kunang. Phang Lin telah menggunakan kak'uja untuk menjepak rusuk Ho Ho, membuat tubuh botjah ini terguling-guling diatas sarju. ,,Kalau hari ini aku tidak bisa memaksa kau bitjara---hmmmmm, pertjuma aku bergelar Ngo Tok Sian Lie ! Dengan rat junratjunku itu, akan kupaksa kau bitiara!" kata si nenek tua itu dengan suara jang b... 268422 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Alfariyan Firdaus" /></noinclude>keras dia telah membantingnja. Kembali Ho Ho merasakan kepalanja dj:tdi berputar putar pusing, matanja djuga berkunang-kunang. Phang Lin telah menggunakan kak'uja untuk menjepak rusuk Ho Ho, membuat tubuh botjah ini terguling-guling diatas sarju. ,,Kalau hari ini aku tidak bisa memaksa kau bitjara---hmmmmm, pertjuma aku bergelar Ngo Tok Sian Lie ! Dengan rat junratjunku itu, akan kupaksa kau bitiara!" kata si nenek tua itu dengan suara jang bengis. Biarpun kepala Ho Ho sedang pusing, namun dia bisa mendengar djelas perkataan si nenek. Hatinja djadi terkedjut ngeri djuga mende. ngar nenek tua ini ingin menggunakan rat jun. Kalau memang si nenek turun tangan lantas, membunuh dirinja, memang tidak mendjadi soal, tetapi kalau dirinja disiksa oleh ratjun, bukankah itu akan hebat sekali penderitaannja?! Diam-diam Ho Ho djadi mengeluh didalam hati. Untuk melarikan diri djelas sudah tidak keburu lagi, karena si nenek tua merupakan seorang djago silat. Maka tidak mungkin Ho Ho bisa melarikan diri dari tjengkeraman tangan si nenek. Habislah! Habislah djiwaku kali ini !" keluh Ho Ho dengan hati jang berduka sekali. Setiap kali aku selalu bertemu dengan manu- L.M.Arwah-3. 39<noinclude></noinclude> tc67of4tzblcqmnqjoj3okxlf52cggz 268448 268422 2026-04-26T04:09:08Z Alfariyan Firdaus 26970 268448 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Alfariyan Firdaus" /></noinclude>keras dia telah membantingnja. Kembali Ho Ho merasakan kepalanja dj:tdi berputar putar pusing, matanja djuga berkunang-kunang. Phang Lin telah menggunakan kak'uja untuk menjepak rusuk Ho Ho, membuat tubuh botjah ini terguling-guling diatas sarju. ,,Kalau hari ini aku tidak bisa memaksa kau bitjara---hmmmmm, pertjuma aku bergelar Ngo Tok Sian Lie ! Dengan rat junratjunku itu, akan kupaksa kau bitiara!" kata si nenek tua itu dengan suara jang bengis. Biarpun kepala Ho Ho sedang pusing, namun dia bisa mendengar djelas perkataan si nenek. Hatinja djadi terkedjut ngeri djuga mende. ngar nenek tua ini ingin menggunakan rat jun. Kalau memang si nenek turun tangan lantas, membunuh dirinja, memang tidak mendjadi soal, tetapi kalau dirinja disiksa oleh ratjun, bukankah itu akan hebat sekali penderitaannja?! Diam-diam Ho Ho djadi mengeluh didalam hati. Untuk melarikan diri djelas sudah tidak keburu lagi, karena si nenek tua merupakan seorang djago silat. Maka tidak mungkin Ho Ho bisa melarikan diri dari tjengkeraman tangan si nenek. Habislah! Habislah djiwaku kali ini !" keluh Ho Ho dengan hati jang berduka sekali. Setiap kali aku selalu bertemu dengan manu-<noinclude>{{rh|L.M.Arwah-3.|||39}}</noinclude> ss5i6eum40ujlmooeed7o72ubxn4cwq 268473 268448 2026-04-26T04:15:19Z Alfariyan Firdaus 26970 /* Telah diuji baca */ 268473 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Alfariyan Firdaus" /></noinclude>keras dia telah membantingnja. Kembali Ho Ho merasakan kepalanja dj:tdi berputar putar pusing, matanja djuga berkunang-kunang. Phang Lin telah menggunakan kak'uja untuk menjepak rusuk Ho Ho, membuat tubuh botjah ini terguling-guling diatas sarju. ,,Kalau hari ini aku tidak bisa memaksa kau bitjara---hmmmmm, pertjuma aku bergelar Ngo Tok Sian Lie ! Dengan rat junratjunku itu, akan kupaksa kau bitiara!" kata si nenek tua itu dengan suara jang bengis. Biarpun kepala Ho Ho sedang pusing, namun dia bisa mendengar djelas perkataan si nenek. Hatinja djadi terkedjut ngeri djuga mendengar nenek tua ini ingin menggunakan ratjun. Kalau memang si nenek turun tangan lantas, membunuh dirinja, memang tidak mendjadi soal, tetapi kalau dirinja disiksa oleh ratjun, bukankah itu akan hebat sekali penderitaannja?! Diam-diam Ho Ho djadi mengeluh didalam hati. Untuk melarikan diri djelas sudah tidak keburu lagi, karena si nenek tua merupakan seorang djago silat. Maka tidak mungkin Ho Ho bisa melarikan diri dari tjengkeraman tangan si nenek. ,,Habislah! Habislah djiwaku kali ini !" keluh Ho Ho dengan hati jang berduka sekali. Setiap kali aku selalu bertemu dengan manu-<noinclude>{{rh|L.M.Arwah-3.|||39}}</noinclude> 270501pcmb1393fdirbp35zjzpndb52 Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 03.pdf/50 104 96334 268424 2026-04-26T04:00:44Z MANALURROHMAH 26974 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'diriku ! Malah ajahku hampir pingsan waktu dia mendengar dari seorang tabib bahwa diriku sedang mengandung dan jang sedang kukandung itu adalah benih dari musuh besar. nja ! Dengan bengis ajah meme rintahkan kepada tabib itu agar menggugur. kan kandunganku itu! Setelah itu, aku diusirnja dan tidak mau diakui sebagai ketu. runan Phang lagi! Betapa menjedihkan sekali nasibku pada saat itu, tetapi aku tidak ber- daja sama sekali, maka aku telah ter... 268424 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="MANALURROHMAH" /></noinclude>diriku ! Malah ajahku hampir pingsan waktu dia mendengar dari seorang tabib bahwa diriku sedang mengandung dan jang sedang kukandung itu adalah benih dari musuh besar. nja ! Dengan bengis ajah meme rintahkan kepada tabib itu agar menggugur. kan kandunganku itu! Setelah itu, aku diusirnja dan tidak mau diakui sebagai ketu. runan Phang lagi! Betapa menjedihkan sekali nasibku pada saat itu, tetapi aku tidak ber- daja sama sekali, maka aku telah terlunta. lunta selama bertahun-tahun. Sampai achirnja aku telah mempeladjari ilmu silat dari seorang niekouw jang liehay sekali, dengan maksud ngin pergi mentjari orang she Siangkoan itu guna melakukan pembalasan dan penasaran jang ku'alami ini! Hmmm = tetapi biarpun aku telah mentjarinia puluhait tahun, namun manusia tidak berbudi itu terniata tidak meninggalkan dierliak, aku tetan tidak bisa ment jarinja! Aku telah bersumpah, kalau bertemu dengan dia, aku tidak ingin diriku dibudjuk dan diraju agar mengasihani dia lagi, aku akan mentjingtjang tubuhnja, karena disebabkan dia, aku sampai tidak dialul oleh keluargaku lagi, dan djuga telah diusir dari keluargaku!" Dan bertjerita sampai disini, tampakuja Phang Lin berduka sekali, mukanja dipenuhi oleh hawa amarah jang sangat. 50 L M.Arwah 3.<noinclude></noinclude> rsj4ijz5gdf9n46my2fyps7dx9cv9ur 268471 268424 2026-04-26T04:14:13Z MANALURROHMAH 26974 /* Telah diuji baca */ 268471 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="MANALURROHMAH" /></noinclude>diriku ! Malah ajahku hampir pingsan waktu dia mendengar dari seorang tabib bahwa diriku sedang mengandung dan jang sedang kukandung itu adalah benih dari musuh besar.nja ! Dengan bengis ajah memrintahkan kepada tabib itu agar menggugurkan kandunganku itu! Setelah itu, aku diusirnja dan tidak mau diakui sebagai keturunan Phang lagi! Betapa menjedihkan sekali nasibku pada saat itu, tetapi aku tidak ber-daja sama sekali, maka aku telah terluntalunta selama bertahun-tahun. Sampai achirnja aku telah mempeladjari ilmu silat dari seorangniekouw jang liehay sekali, dengan maksud ngin pergi mentjari orang she Siangkoan itu guna melakukan pembalasan dan penasaran jang ku'alami ini! Hmmm––––= tetapi biarpun aku telah mentjarinia puluhait tahun,namun manusia tidak berbudi itu terniata tidak meninggalkan dierliak, aku tetan tidak bisa ment jarinja! Aku telah bersumpah,kalau bertemu dengan dia, aku tidak ingin diriku dibudjuk dan diraju agar <ref><ref></ref></ref>mengasihani dia lagi, aku akan mentjingtjang tubuhnja, karena disebabkan dia, aku sampai tidak dialul oleh keluargaku lagi, dan djuga telah diusir dari keluargaku!" Dan bertjerita sampai disini, tampakuja Phang Lin berduka sekali, mukanja dipenuhi oleh hawa amarah jang sangat.<noinclude>{{rh|50|||L.M Arwah-3.</noinclude> 01mguvp16664t3j6jgn3ie885wjgpll 268525 268471 2026-04-26T09:57:20Z MANALURROHMAH 26974 268525 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="MANALURROHMAH" /></noinclude>diriku! Malah ajahku hampir pingsan waktu dia mendengar dari seorang tabib bahwa diriku sedang mengandung dan jang sedang kukandung itu adalah benih dari musuh besar.nja– – –! Dengan bengis ajah memrintahkan kepada tabib itu agar menggugurkan kandunganku itu! Setelah itu, aku diusirnja dan tidak mau diakui sebagai keturunan Phang lagi! Betapa menjedihkan sekali nasibku pada saat itu, tetapi aku tidak ber-daja sama sekali, maka aku telah terluntalunta selama bertahun-tahun. Sampai achirnja aku telah mempeladjari ilmu silat dari seorang niekouw jang liehay sekali, dengan maksud ngin pergi mentjari orang she Siangkoan itu guna melakukan pembalasan dan penasaran jang ku'alami ini! Hmmm––––= tetapi biarpun aku telah mentjarinia puluhait tahun,namun manusia tidak berbudi itu terniata tidak meninggalkan dierliak, aku tetap tidak bisa ment jarinja! Aku telah bersumpah,kalau bertemu dengan dia, aku tidak ingin diriku dibudjuk dan diraju agar mengasihani dia lagi, aku akan mentjingtjang tubuhnja,karena disebabkan dia, aku sampai tidak dialul oleh keluargaku lagi, dan djuga telah diusir dari keluargaku!" Dan bertjerita sampai disini, tampakuja Phang Lin berduka sekali, mukanja dipenuhi oleh hawa amarah jang sangat.<noinclude>{{rh|50|||L.M Arwah-3.</noinclude> e8qgsxrn61clicn5tqjsnfhntapz5r3 Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 03.pdf/35 104 96335 268455 2026-04-26T04:12:32Z Risma risqo 26969 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi ',,Tidak ! Sampai mati aku tidak mau dimana ajahku itu!" sahut Ho mengatakan Ho dengan nekad. ,,Botjah keparat kau !" dan saking gusarnja, P'hang Lin mengangkat tubuh Ho Ho tingg-tinggi, tahu-tahu dia telah membanting Ho Ho dengan keras, sehingga melesak kedalam tumpukan saldju dan saldju itu djadi muntjrat kemana-mana! Ho Ho merasakan kepalanja seperti djuga tertimpa benda keras waktu tubuhnja terbanting keras, dan djuga pandangan matanja djad... 268455 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Risma risqo" /></noinclude>,,Tidak ! Sampai mati aku tidak mau dimana ajahku itu!" sahut Ho mengatakan Ho dengan nekad. ,,Botjah keparat kau !" dan saking gusarnja, P'hang Lin mengangkat tubuh Ho Ho tingg-tinggi, tahu-tahu dia telah membanting Ho Ho dengan keras, sehingga melesak kedalam tumpukan saldju dan saldju itu djadi muntjrat kemana-mana! Ho Ho merasakan kepalanja seperti djuga tertimpa benda keras waktu tubuhnja terbanting keras, dan djuga pandangan matanja djadi berkunang-kunang. Dia tadi sudah terlalu menderita, tersiksa oleh Peng Bin Koayhiap dan dua djago wanita lainnja, jaitu Kauw Lie Lie dan Han Peng Lin. Maka dari itu. sekarang belum lagi seluruh kesehatan dan kesegaran dirinja pulih benar, dia telah disiksa pula oleh nenek tua ini. Bisa dibajangkan penderitaan jang dialami oleh botjah tersebut. Dengan sekuat tenaga, Ho Ho berusaha untuk merangkak bangun. Namun belum lagi dia bisa berdiri, Phang Lin telah menghampiri dan mentjengkeram lengannja. ,,Tjepat katakan dimana ajahmu !" bentak si nenek dengan bengis sambil memperkeras tjekalan tangannja itu, jang membuat Ho Ho djadi kesakitan, sebab botjah itu merasakan betapa kelima djari tangan si nenek itu.<noinclude>{{rh|35|||L.M Arwah S}}</noinclude> 7z806oq5h4eatmldft2qghoypk1z4on 268472 268455 2026-04-26T04:14:33Z Risma risqo 26969 /* Telah diuji baca */ 268472 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Risma risqo" /></noinclude>,,Tidak ! Sampai mati aku tidak mau dimana ajahku itu!" sahut Ho mengatakan Ho dengan nekad. ,,Botjah keparat kau !" dan saking gusarnja, P'hang Lin mengangkat tubuh Ho Ho tingg-tinggi, tahu-tahu dia telah membanting Ho Ho dengan keras, sehingga melesak kedalam tumpukan saldju dan saldju itu djadi muntjrat kemana-mana! Ho Ho merasakan kepalanja seperti djuga tertimpa benda keras waktu tubuhnja terbanting keras, dan djuga pandangan matanja djadi berkunang-kunang. Dia tadi sudah terlalu menderita, tersiksa oleh Peng Bin Koayhiap dan dua djago wanita lainnja, jaitu Kauw Lie Lie dan Han Peng Lin. Maka dari itu. sekarang belum lagi seluruh kesehatan dan kesegaran dirinja pulih benar, dia telah disiksa pula oleh nenek tua ini. Bisa dibajangkan penderitaan jang dialami oleh botjah tersebut. Dengan sekuat tenaga, Ho Ho berusaha untuk merangkak bangun. Namun belum lagi dia bisa berdiri, Phang Lin telah menghampiri dan mentjengkeram lengannja. ,,Tjepat katakan dimana ajahmu !" bentak si nenek dengan bengis sambil memperkeras tjekalan tangannja itu, jang membuat Ho Ho djadi kesakitan, sebab botjah itu merasakan betapa kelima djari tangan si nenek itu.<noinclude>{{rh|35|||L.M Arwah 3}}</noinclude> 41rnl9pteapnnjd10k8sliud8zqqg01 268520 268472 2026-04-26T08:58:10Z Lisa Rahmawati Sufyan 26967 268520 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Risma risqo" /></noinclude>,,Tidak ! Sampai mati aku tidak mau dimana ajahku itu!" sahut Ho mengatakan Ho dengan nekad. ,,Botjah keparat kau !" dan saking gusarnja, P'hang Lin mengangkat tubuh Ho Ho tingg-tinggi, tahu-tahu dia telah membanting Ho Ho dengan keras, sehingga melesak kedalam tumpukan saldju dan saldju itu djadi muntjrat kemana-mana! Ho Ho merasakan kepalanja seperti djuga tertimpa benda keras waktu tubuhnja terbanting keras, dan djuga pandangan matanja djadi berkunang-kunang. Dia tadi sudah terlalu menderita, tersiksa oleh Peng Bin Koayhiap dan dua djago wanita lainnja, jaitu Kauw Lie Lie dan Han Peng Lin. Maka dari itu. sekarang belum lagi seluruh kesehatan dan kesegaran dirinja pulih benar, dia telah disiksa pula oleh nenek tua ini. Bisa dibajangkan penderitaan jang dialami oleh botjah tersebut. Dengan sekuat tenaga, Ho Ho berusaha untuk merangkak bangun. Namun belum lagi dia bisa berdiri, Phang Lin telah menghampiri dan mentjengkeram lengannja. ,,Tjepat katakan dimana ajahmu !" bentak si nenek dengan bengis sambil memperkeras tjekalan tangannja itu, jang membuat Ho Ho djadi kesakitan, sebab botjah itu merasakan betapa kelima djari tangan si nenek itu.<noinclude>{{rh|35|||L.M Arwah 3}}</noinclude> g1b6tiwah3k2yo7wwkziigp4xplqokg 268522 268520 2026-04-26T09:03:26Z Lisa Rahmawati Sufyan 26967 268522 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Risma risqo" /></noinclude>,,Tidak! Sampai mati aku tidak mau dimana ajahku itu!" sahut Ho mengatakan Ho dengan nekad. ,,Botjah keparat kau !" dan saking gusarnja, P'hang Lin mengangkat tubuh Ho Ho tingg-tinggi, tahu-tahu dia telah membanting Ho Ho dengan keras, sehingga melesak kedalam tumpukan saldju dan saldju itu djadi muntjrat kemana-mana! Ho Ho merasakan kepalanja seperti djuga tertimpa benda keras waktu tubuhnja terbanting keras, dan djuga pandangan matanja djadi berkunang-kunang. Dia tadi sudah terlalu menderita, tersiksa oleh Peng Bin Koayhiap dan dua djago wanita lainnja, jaitu Kauw Lie Lie dan Han Peng Lin. Maka dari itu. sekarang belum lagi seluruh kesehatan dan kesegaran dirinja pulih benar, dia telah disiksa pula oleh nenek tua ini. Bisa dibajangkan penderitaan jang dialami oleh botjah tersebut. Dengan sekuat tenaga, Ho Ho berusaha untuk merangkak bangun. Namun belum lagi dia bisa berdiri, Phang Lin telah menghampiri dan mentjengkeram lengannja. ,,Tjepat katakan dimana ajahmu !" bentak si nenek dengan bengis sambil memperkeras tjekalan tangannja itu, jang membuat Ho Ho djadi kesakitan, sebab botjah itu merasakan betapa kelima djari tangan si nenek itu.<noinclude>{{rh|35|||L.M Arwah 3}}</noinclude> 298hzs9jrkwbwhmjfvv1af9f09bvjwx 268524 268522 2026-04-26T09:11:21Z Lisa Rahmawati Sufyan 26967 268524 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Risma risqo" /></noinclude>,,Tidak! Sampai mati aku tidak mau dimana ajahku itu!" sahut Ho mengatakan Ho dengan nekad. ,,Botjah keparat kau !" dan saking gusarnja, P'hang Lin mengangkat tubuh Ho Ho tingg-tinggi, tahu-tahu dia telah membanting Ho Ho dengan keras, sehingga melesak kedalam tumpukan saldju dan saldju itu djadi muntjrat kemana-mana! Ho Ho merasakan kepalanja seperti djuga tertimpa benda keras waktu tubuhnja terbanting keras, dan djuga pandangan matanja djadi berkunang-kunang. Dia tadi sudah terlalu menderita, tersiksa oleh Peng Bin Koayhiap dan dua djago wanita lainnja, jaitu Kauw Lie Lie dan Han Peng Lin. Maka dari itu. sekarang belum lagi seluruh kesehatan dan kesegaran dirinja pulih benar, dia telah disiksa pula oleh nenek tua ini. Bisa dibajangkan penderitaan jang dialami oleh botjah tersebut. Dengan sekuat tenaga, Ho Ho berusaha untuk merangkak bangun. Namun belum lagi dia bisa berdiri, Phang Lin telah menghampiri dan mentjengkeram lengannja. ,,Tjepat katakan dimana ajahmu !" bentak si nenek dengan bengis sambil memperkeras tjekalan tangannja itu, jang membuat Ho Ho djadi kesakitan, sebab botjah itu merasakan betapa kelima djari tangan si nenek itu.<noinclude>{{rh|35|||L.M Arwah 3}}</noinclude> dg7r7qchdgily4ut30xcbakady88xss 268527 268524 2026-04-26T10:28:04Z Lisa Rahmawati Sufyan 26967 268527 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Risma risqo" /></noinclude>,,Tidak! Sampai mati aku tidak mau dimana ajahku itu!" sahut Ho mengatakan Ho dengan nekad. ,,Botjah keparat kau !" dan saking gusarnja, P'hang Lin mengangkat tubuh Ho Ho tingg-tinggi, tahu-tahu dia telah membanting Ho Ho dengan keras, sehingga melesak kedalam tumpukan saldju dan saldju itu djadi muntjrat kemana-mana! Ho Ho merasakan kepalanja seperti djuga tertimpa benda keras waktu tubuhnja terbanting keras, dan djuga pandangan matanja djadi berkunang-kunang. Dia tadi sudah terlalu menderita, tersiksa oleh Peng Bin Koayhiap dan dua djago wanita lainnja, jaitu Kauw Lie Lie dan Han Peng Lin. Maka dari itu. sekarang belum lagi seluruh kesehatan dan kesegaran dirinja pulih benar, dia telah disiksa pula oleh nenek tua ini. Bisa dibajangkan penderitaan jang dialami oleh botjah tersebut. Dengan sekuat tenaga, Ho Ho berusaha untuk merangkak bangun. Namun belum lagi dia bisa berdiri, Phang Lin telah menghampiri dan mentjengkeram lengannja. ,,Tjepat katakan dimana ajahmu !" bentak si nenek dengan bengis sambil memperkeras tjekalan tangannja itu, jang membuat Ho Ho djadi kesakitan, sebab botjah itu merasakan betapa kelima djari tangan si nenek itu.<noinclude>{{rh|35|||L.M Arwah 3}}</noinclude> igqnv3rtwn907zw3errymug2wa4s2vb Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 03.pdf/37 104 96336 268467 2026-04-26T04:13:32Z Rendi Javier 26968 /* Telah diuji baca */ 268467 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Rendi Javier" /></noinclude> ,,Siluman tua siluman. djahat-- aturan dari mana kau pakai untuk menjiksa diriku? Apa salahku ?" teriak Ho Ho de- ngan kalap. Phang Lin mengeluarkan suara tertawa dingin. Kalau memang kau tetap keras kepala, hmmm, nku malah akan membunuhmu! Aku menggunakan aturanku sendiri, siapa sadja jang berani menentang perkataanku, maka bagian orang itu ialah satu, jaitu harus mam- pus!" Siluman djahat kau - - ohhh--" dan Ho Ho hampir sadja mendjerit kesakitan, karena tjekalan tangan Phang Lin semakin keras. Tetapi dasar si botjah memang ke- ras hati, dengan sendirinja dia tidak mau me. rintih kesakitan. Butir-butir keringat djadi mengutjur keluar dari tubuhnja. Tjepat kau katakan !" Tidak mau !" Aku akan hitung sampai tiga !" antjam Phang Lin dengan bengis. "Kalau kau ti- dak mau mengatakan djuga, hmmm, aku akan mengirimmu ke neraka !" Ho Ho tidak menjahuti. "Satu!" Phang Lin mulai menghitung. Ho Ho diam sadja. "Dua!" Ho Ho tetap tidak meladeninja. Apakah kau benar-benar mau mampus, heh ?" bentak Phang Lin mendongkol.<noinclude>{{rh|37|||L.M Arwah 3}}</noinclude> e8j4jglziz0sd2wupct07s3vfgj60x0 Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 03.pdf/65 104 96337 268475 2026-04-26T04:45:09Z Aksara Malam 26940 /* Telah diuji baca */ 268475 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aksara Malam" /></noinclude>baru kau ingin membuka mulut guna mendjelaskan dimana ajahmu itu bersembunji?" Ho Ho tiept-tjepat menggelengkan kepalanja. „Djangan marah-marah begitu suhu--!" kata Ho Ho dengan tjepat. „Aku bukan gurumu! Kau dengar? Akut bukan gurumu? Djangan kau memanggilku dengan sebutan Suhu lagi, aku tidak mau mempunjai murid seperti kau! Tjepat kaukatakan dimana bangsat she Siangkoan itu?!" Ho Ho benar-benar djadi bingung sekali. Mengapa ajahaja dimusuhi oleh setiap orang jang mendengar nama ajahnja? Apa jang telah dilakukan oleh ajahnja? Pekerdjaan terkutuk apa jang telah dikerdjakan oleh ajahnja, sehingga dia bisa dibentji oleh setiap orang jang mendengar namanja itu ? Ho Ho djadi menggidik dengan sendirinia melihat sinar mata Peng Bin Koay-hiap jang begitu bengis, dan dia djuga djadi tidak berani menentang tatapan mata Peng Bin Koay-hiap, ditundukkannja kepalanja. „Tjepat kau katakan, dimana si bangsat she Siangkoan itu kini berada?!" bentak Peng Bin Koay-hiap dengan kasar sekali. „Aku tidak tahu." achirnja Ho Ho berdusta. „Dusta!" „Benar aku tidak taha." „Bagaimana kau bisa tidak mengetahui di L.M.Arwah-3. 65<noinclude>{{rh|L.M.Arwah-3|||65}}</noinclude> 5p9leiiq8bvy9jq6vv2xxdjsf3bkqk7 Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 03.pdf/68 104 96338 268476 2026-04-26T04:45:43Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 268476 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>dua kali beruntun, dan pandangan mata Ho Ho djadi berkunang-kunang gelap Bangsat tjilik! Kau ternjata sudah mempunjai bakat-bakat djahat seperti ajahmu! Lebih bagus begitu kau memberitahukan kepadaku dimana tempat persembunjian ajahmu hmmm, kau akan kubunuh sadja untuk melenjapkan bibit busuk dipermukaan dunia ini ― ― ― Tjepat kau katakan, ditempat mana ajahmu bersembunji?" Ho Ho sedang sengit dan penasaran sekali, karena dia telah kena ditempeleng lagi oleh Peng Bin Kony hiap begitu keras. „Aku tidak mau memberitahukan kepadamu!" teriak Ho Ho dengan penasaran sekali. „Apa? Kau tidak mau memberitahukan kepadaku?" tanja Peng Bin Koay hiap dengan bengis. „Andjing geladak kau!" teriak Peng Bin Koay hiap dengan murka. „Baik! kau tidak mau memberitahukan kepadaku dimana bangsat she Siangkoan itu bersembunji, tidak mendjadi soal- - jang penting hari ini aku djuga akan menjiksa dan merusak mukamu itu dengan ujung pedangku, kemudian membiarkan kau pulang kerumah ajahmu, biar nanti mau tak mau ajahamu akan muntjul mentjariku<noinclude>{{rh|||L.M.Arwah}} {{rh|68}}</noinclude> mrcsp8acb3vlwy9akjydfu18y7vwe2v 268477 268476 2026-04-26T04:47:40Z Ichi Ocha 26099 268477 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>dua kali beruntun, dan pandangan mata Ho Ho djadi berkunang-kunang gelap Bangsat tjilik! Kau ternjata sudah mempunjai bakat-bakat djahat seperti ajahmu! Lebih bagus begitu kau memberitahukan kepadaku dimana tempat persembunjian ajahmu hmmm, kau akan kubunuh sadja untuk melenjapkan bibit busuk dipermukaan dunia ini ― ― ― Tjepat kau katakan, ditempat mana ajahmu bersembunji?" Ho Ho sedang sengit dan penasaran sekali, karena dia telah kena ditempeleng lagi oleh Peng Bin Kony hiap begitu keras. „Aku tidak mau memberitahukan kepadamu!" teriak Ho Ho dengan penasaran sekali. „Apa? Kau tidak mau memberitahukan kepadaku?" tanja Peng Bin Koay hiap dengan bengis. „Andjing geladak kau!" teriak Peng Bin Koay hiap dengan murka. „Baik! kau tidak mau memberitahukan kepadaku dimana bangsat she Siangkoan itu bersembunji, tidak mendjadi soal- - jang penting hari ini aku djuga akan menjiksa dan merusak mukamu itu dengan ujung pedangku, kemudian membiarkan kau pulang kerumah ajahmu, biar nanti mau tak mau ajahamu akan muntjul mentjariku<noinclude>{{rh|||L.M.Arwah-3}} {{rh|68}}</noinclude> 094me869boudnred6lrls90f13tvyqu 268478 268477 2026-04-26T04:59:22Z Ichi Ocha 26099 268478 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>dua kali beruntun, dan pandangan mata Ho Ho djadi berkunang-kunang gelap Bangsat tjilik! Kau ternjata sudah mempunjai bakat-bakat djahat seperti ajahmu! Lebih bagus begitu kau memberitahukan kepadaku dimana tempat persembunjian ajahmu hmmm, kau akan kubunuh sadja untuk melenjapkan bibit busuk dipermukaan dunia ini ― ― ― Tjepat kau katakan, ditempat mana ajahmu bersembunji?" Ho Ho sedang sengit dan penasaran sekali, karena dia telah kena ditempeleng lagi oleh Peng Bin Kony hiap begitu keras. „Aku tidak mau memberitahukan kepadamu!" teriak Ho Ho dengan penasaran sekali. „Apa? Kau tidak mau memberitahukan kepadaku?" tanja Peng Bin Koay hiap dengan bengis. „Andjing geladak kau!" teriak Peng Bin Koay hiap dengan murka. „Baik! Kalau kau tidak mau memberitahukan kepadaku dimana bangsat she Siangkoan itu bersembunji, tidak mendjadi soal- - jang penting hari ini aku djuga akan menjiksa dan merusak mukamu itu dengan ujung pedangku, kemudian membiarkan kau pulang kerumah ajahmu, biar nanti mau tak mau ajahamu akan muntjul mentjariku<noinclude>{{rh|||L.M.Arwah-3}} {{rh|68}}</noinclude> mt6p2wal2ovykylouw3not227balh6y 268481 268478 2026-04-26T05:04:37Z Ichi Ocha 26099 268481 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>dua kali beruntun, dan pandangan mata Ho Ho djadi berkunang-kunang gelap Bangsat tjilik! Kau ternjata sudah mempunjai bakat-bakat djahat seperti ajahmu! Lebih bagus begitu kau memberitahukan kepadaku dimana tempat persembunjian ajahmu hmmm, kau akan kubunuh sadja untuk melenjapkan bibit busuk dipermukaan dunia ini ― ― ― Tjepat kau katakan, ditempat mana ajahmu bersembunji?" Ho Ho sedang sengit dan penasaran sekali, karena dia telah kena ditempeleng lagi oleh Peng Bin Kony hiap begitu keras. „Aku tidak mau memberitahukan kepadamu!" teriak Ho Ho dengan penasaran sekali. „Apa? Kau tidak mau memberitahukan kepadaku?" tanja Peng Bin Koay hiap dengan bengis. „Andjing geladak kau!" teriak Peng Bin Koay hiap dengan murka. „Baik! Kalau kau tidak mau memberitahukan kepadaku dimana bangsat she Siangkoan itu bersembunji, tidak mendjadi soal ― ― jang penting hari ini aku djuga akan menjiksa dan merusak mukamu itu dengan ujung pedangku, kemudian membiarkan kau pulang kerumah ajahmu, biar nanti mau tak mau ajahamu akan muntjul mentjariku<noinclude>{{rh|||L.M.Arwah-3}} {{rh|68}}</noinclude> f7xwgfqini905jf87e1ge8szbciaoki Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 03.pdf/53 104 96339 268479 2026-04-26T05:04:13Z Dankkum dunya 25589 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'sadja dengan adanja kau disini! Hmmm, aku akan segera menabas putus kedua lenganmu ini---! " Ho Ho djadi kaget dan mendongkol. Dia djuga melihat bahwa Phang Lin bukanlah tjuma menggertak sadja, karena kalau dilihat sikapnja itu, bisa sadja nenek tua tersebut membuktikan antjamannja tersebut. „Apakah ― ― ― apakah kau memang benar-benar tidak mempunjai aturan dengan tjaia busukmu ingin menjiksaku?" tanja Ho Ho agak gugup. „Hmmm ― ― ― sudah, dj... 268479 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Dankkum dunya" /></noinclude>sadja dengan adanja kau disini! Hmmm, aku akan segera menabas putus kedua lenganmu ini---! " Ho Ho djadi kaget dan mendongkol. Dia djuga melihat bahwa Phang Lin bukanlah tjuma menggertak sadja, karena kalau dilihat sikapnja itu, bisa sadja nenek tua tersebut membuktikan antjamannja tersebut. „Apakah ― ― ― apakah kau memang benar-benar tidak mempunjai aturan dengan tjaia busukmu ingin menjiksaku?" tanja Ho Ho agak gugup. „Hmmm ― ― ― sudah, djangan bawel!" bentak si nenek tua ini sambil mengajunkan pedang pendeknja itu untuk menabas putus tangan Ho Ho. Tentu sadja hal ini membuat Ho Ho djadi kaget sekali, tetapi dia memang tidak berdaja untuk mentjoba mengelakkan sambaran pedang pendek si nenek jang bergerak tjepat itu. Achirnja Ho Ho tjuma bisa pasrah sadja, dia mengeluh didalam hatinja. Tetapi didalam detik-detik jang membahajakan keselamatan diri Ho Ho ini, terdengar suara bentakan jang mengguntur: „Djangan melukai muridku!" Phang Lin dan kedua muridnja djadi terkedjut, mereka menoleh. Begitu djuga Ho Ho, botjah ini telah melihat orang jang membentak itu, hatinja djadi girang.<noinclude>{{rh|L.M.Arwah-3.|||53}}</noinclude> djc36euzd59umf4sda33uiezco56jg6 268482 268479 2026-04-26T05:04:52Z Dankkum dunya 25589 /* Telah diuji baca */ 268482 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Dankkum dunya" /></noinclude>sadja dengan adanja kau disini! Hmmm, aku akan segera menabas putus kedua lenganmu ini ― ― ―! " Ho Ho djadi kaget dan mendongkol. Dia djuga melihat bahwa Phang Lin bukanlah tjuma menggertak sadja, karena kalau dilihat sikapnja itu, bisa sadja nenek tua tersebut membuktikan antjamannja tersebut. „Apakah ― ― ― apakah kau memang benar-benar tidak mempunjai aturan dengan tjaia busukmu ingin menjiksaku?" tanja Ho Ho agak gugup. „Hmmm ― ― ― sudah, djangan bawel!" bentak si nenek tua ini sambil mengajunkan pedang pendeknja itu untuk menabas putus tangan Ho Ho. Tentu sadja hal ini membuat Ho Ho djadi kaget sekali, tetapi dia memang tidak berdaja untuk mentjoba mengelakkan sambaran pedang pendek si nenek jang bergerak tjepat itu. Achirnja Ho Ho tjuma bisa pasrah sadja, dia mengeluh didalam hatinja. Tetapi didalam detik-detik jang membahajakan keselamatan diri Ho Ho ini, terdengar suara bentakan jang mengguntur: „Djangan melukai muridku!" Phang Lin dan kedua muridnja djadi terkedjut, mereka menoleh. Begitu djuga Ho Ho, botjah ini telah melihat orang jang membentak itu, hatinja djadi girang.<noinclude>{{rh|L.M.Arwah-3.|||53}}</noinclude> 6hf4uu1cx6f80tww4bx5dowidkyey25 Halaman:Citra Perempuan dalam Novel Putu Wijaya Kritik Sastra Feminis.pdf/43 104 96340 268480 2026-04-26T05:04:21Z Alfariyan Firdaus 26970 /* Telah diuji baca */ 268480 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Alfariyan Firdaus" /></noinclude>penyeroan. Ia tidak mau menjadi penyeroan Nelly. Menurut Putri, Nellylah yang pantas menjadi asistennya. Itu pun kalau ia bersedia menerima Nelly sebagai asistennya. Tindakan itu membuktikan komitmen Putri untuk tidak lari lagi dari kenyataan yang terpampang di hadapannya. Keberaniannya semakin menemukan jalan pelampiasannya. Dengan berani dan tegas, ia menyatakan sebuah kebenaran yang selama ini selalu disimpannya,yaitu kenyataan bahwa ialah yang sebenarnya menulis skripsi Nelly. Jadi, buku Tradisi Baru yang diakui Nelly sebagai buah pikirannya adalah hasil karyanya. Ia boleh berbangga dengan hal itu karena berarti buah pikirannya mendapatkan tempat di hati masyarakat. Penolakan Putri terhadap tawaran untuk bergabung dengan Palakarma merupakan wujud pemahamannya tentang tradisi. Buku Tradisi Baru yang sebenarnya merupakan buah pikirannya telah bercerita banyak tentang cita-citanya mengenai Bali. Ia memang menginginkan sebuah perubahan dalam memandang sebuah tradisi, tetapi ia tidak akan pernah menyetujui sebuah proyek mahakarya yang akan mengubah Bali secara total. Pada dasarnya, ia masih seorang tradisionalis yang menginginkan semua orang memandang tradisi dari sudut pandang yang lebih luas, bukan sudut pandang sempit yang selama ini telah membelenggu masyarakat Bali. Mereka rela diperbudak tradisi dan mengorbankan kehidupan mereka hanya untuk sebuah tradisi yang tidak cocok lagi dengan kondisi sekarang. Bagi Putri, yang penting adalah memaknai sebuah tradisi, bukan menelannya bulat-bulat sebagai sebuah peraturan, apalagi hukum karena tradisi itu hanya buatan manusia. Jadi, sah-sah saja jika penerus tradisi tersebut memaknainya dari sudut pandang yang berbeda. Tindakan tegas Putri memperlihatkan sikapnya sebagai seorang perempuan yang memiliki idealisme sendiri. Ia sanggup mempertahankan keyakinan dan pikirannya. Ia mengetahui dengan pasti apa yang terbaik untuk dirinya. Sikap inilah yang dikehendaki oleh perjuangan kaum feminis. Perempuan harus mempunyai sikap. Mereka harus tegas hingga akhirnya tidak mudah digoyahkan oleh iming-iming harta dan kedudukan. Untuk apa harta dan kedudukan, jika perempuan harus menggadaikan keyakinannya, menjual idealismenya. Putri memang berbeda dengan perempuan yang ada di Meliling. Cara pandang dan pola pikirnya pun jauh lebih maju. Setiap persoalan yang dihadapinya, dipandangnya dari sisi yang berbeda dari apa yang dipikirkan orang lain. Dalam menghadapi kasus kehamilan Nyoman pun, kelihatan kedewasaan dan kematangan Putri dalam<noinclude>{{rh||31|}}</noinclude> hs3yequgxxb5orzlccpefceamw8a9in Halaman:Citra Perempuan dalam Novel Putu Wijaya Kritik Sastra Feminis.pdf/41 104 96341 268483 2026-04-26T05:09:19Z Maulina Rahmawati 26965 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'hariannya, yang di dalamnya tercurah segala isi hati dan keinginannya, yang sama sekali bertentangan dengan apa yang selalu keluar dari mulutnya. Jika diamati sekilas, hal itu merupakan dampak dari pendidikannya atau pengaruh kebiasaan sebagai penyeroan (pembantu), yang selalu mengharuskannya untuk mengalah. Hal itu membuktikan bahwa sebagai seorang yang sudah mengecap pendidikan yang lebih dari perempuan kebanyakan dan memiliki pandangan yang... 268483 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Maulina Rahmawati" /></noinclude>hariannya, yang di dalamnya tercurah segala isi hati dan keinginannya, yang sama sekali bertentangan dengan apa yang selalu keluar dari mulutnya. Jika diamati sekilas, hal itu merupakan dampak dari pendidikannya atau pengaruh kebiasaan sebagai penyeroan (pembantu), yang selalu mengharuskannya untuk mengalah. Hal itu membuktikan bahwa sebagai seorang yang sudah mengecap pendidikan yang lebih dari perempuan kebanyakan dan memiliki pandangan yang cukup luas tentang kehidupan, sebagai perempuan Bali biasa, ia tidak dapat melepaskan diri dari sikap dan perilaku yang biasanya dipunyai oleh perempuan Bali pada umumnya. Sikap mengalah Putri menjadi ciri khasnya. Ia memilih untuk menghindar dan tidak mau mengungkapkan kenyataan yang sebenarnya, termasuk apa yang dipikirkan dan dimauinya. Kenyataan itu mungkin tidak disukai oleh pandangan kaum feminis yang menganut paham kebebasan. Perempuan harus bisa mengekspresikan seluruh keinginan dan perasaannya. Hal itu tidak untuk disimpan di dalam hati, tetapi untuk diutarakan dan diperjuangkan. Namun, jika ditelusuri lebih jauh, kita bisa memaklumi sikap Putri. Biar bagaimanapun, ia adalah seorang perempuan yang tumbuh besar dalam budaya yang tentu saja berbeda dengan budaya para pelopor gerakan feminisme. Ia tidak bisa melepaskan diri sepenuhnya dari akar budaya yang melekat pada dirinya, dengan segala bentuk perlakuannya karena ia tumbuh besar dan berkembang dalam budaya tersebut. Sikap mengalah Putri kembali terlihat ketika menemui Pak Raka, yang memintanya datang ke kampus membicarakan persoalan pengangkatannya sebagai dosen. Akan tetapi, kenyataan yang didapatinya di sana sungguh berbeda dari apa yang seharusnya diperolehnya. Pak Raka terlihat acuh, seolah-olah ia tidak pernah meminta Putri datang menghadapnya. Ia bahkan dengan santainya menanyakan maksud kedatangan Putri ke kampus dan terlihat tidak senang dengan hal itu. Dalam menyikapi kondisi itu, Putri kembali memilih untuk diam. Ia tidak berusaha untuk menyatakan apa sesungguhnya yang membuatnya datang ke kampus. Kenyataan itu bisa saja ia ungkapkan pada Pak Raka, tetapi ia memilih untuk diam dan menyimpannya di dalam hati. Tindakan itu juga merupakan hasil didikan puri yang membiasakannya untuk tidak terlalu bebas dalam mengungkapkan perasaannya, menyatakan ketidaksetujuan, dan ketidaksukaannya terhadap sesuatu yang terjadi pada dirinya. Sikap itu tentu saja 29<noinclude>{{rh||29}}</noinclude> 51z6vsc496x3rum8pjzw5ymrpfdcumi 268486 268483 2026-04-26T05:09:54Z Maulina Rahmawati 26965 268486 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Maulina Rahmawati" /></noinclude>hariannya, yang di dalamnya tercurah segala isi hati dan keinginannya, yang sama sekali bertentangan dengan apa yang selalu keluar dari mulutnya. Jika diamati sekilas, hal itu merupakan dampak dari pendidikannya atau pengaruh kebiasaan sebagai penyeroan (pembantu), yang selalu mengharuskannya untuk mengalah. Hal itu membuktikan bahwa sebagai seorang yang sudah mengecap pendidikan yang lebih dari perempuan kebanyakan dan memiliki pandangan yang cukup luas tentang kehidupan, sebagai perempuan Bali biasa, ia tidak dapat melepaskan diri dari sikap dan perilaku yang biasanya dipunyai oleh perempuan Bali pada umumnya. Sikap mengalah Putri menjadi ciri khasnya. Ia memilih untuk menghindar dan tidak mau mengungkapkan kenyataan yang sebenarnya, termasuk apa yang dipikirkan dan dimauinya. Kenyataan itu mungkin tidak disukai oleh pandangan kaum feminis yang menganut paham kebebasan. Perempuan harus bisa mengekspresikan seluruh keinginan dan perasaannya. Hal itu tidak untuk disimpan di dalam hati, tetapi untuk diutarakan dan diperjuangkan. Namun, jika ditelusuri lebih jauh, kita bisa memaklumi sikap Putri. Biar bagaimanapun, ia adalah seorang perempuan yang tumbuh besar dalam budaya yang tentu saja berbeda dengan budaya para pelopor gerakan feminisme. Ia tidak bisa melepaskan diri sepenuhnya dari akar budaya yang melekat pada dirinya, dengan segala bentuk perlakuannya karena ia tumbuh besar dan berkembang dalam budaya tersebut. Sikap mengalah Putri kembali terlihat ketika menemui Pak Raka, yang memintanya datang ke kampus membicarakan persoalan pengangkatannya sebagai dosen. Akan tetapi, kenyataan yang didapatinya di sana sungguh berbeda dari apa yang seharusnya diperolehnya. Pak Raka terlihat acuh, seolah-olah ia tidak pernah meminta Putri datang menghadapnya. Ia bahkan dengan santainya menanyakan maksud kedatangan Putri ke kampus dan terlihat tidak senang dengan hal itu. Dalam menyikapi kondisi itu, Putri kembali memilih untuk diam. Ia tidak berusaha untuk menyatakan apa sesungguhnya yang membuatnya datang ke kampus. Kenyataan itu bisa saja ia ungkapkan pada Pak Raka, tetapi ia memilih untuk diam dan menyimpannya di dalam hati. Tindakan itu juga merupakan hasil didikan puri yang membiasakannya untuk tidak terlalu bebas dalam mengungkapkan perasaannya, menyatakan ketidaksetujuan, dan ketidaksukaannya terhadap sesuatu yang terjadi pada dirinya. Sikap itu tentu saja<noinclude>{{rh||29}}</noinclude> kx8rw7oam51n0fvouyx9a8lbvat9z8c 268514 268486 2026-04-26T06:44:19Z Maulina Rahmawati 26965 /* Telah diuji baca */ 268514 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Maulina Rahmawati" /></noinclude>hariannya, yang di dalamnya tercurah segala isi hati dan keinginannya, yang sama sekali bertentangan dengan apa yang selalu keluar dari mulutnya. Jika diamati sekilas, hal itu merupakan dampak dari pendidikannya atau pengaruh kebiasaan sebagai penyeroan (pembantu), yang selalu mengharuskannya untuk mengalah. Hal itu membuktikan bahwa sebagai seorang yang sudah mengecap pendidikan yang lebih dari perempuan kebanyakan dan memiliki pandangan yang cukup luas tentang kehidupan, sebagai perempuan Bali biasa, ia tidak dapat melepaskan diri dari sikap dan perilaku yang biasanya dipunyai oleh perempuan Bali pada umumnya. Sikap mengalah Putri menjadi ciri khasnya. Ia memilih untuk menghindar dan tidak mau mengungkapkan kenyataan yang sebenarnya, termasuk apa yang dipikirkan dan dimauinya. Kenyataan itu mungkin tidak disukai oleh pandangan kaum feminis yang menganut paham kebebasan. Perempuan harus bisa mengekspresikan seluruh keinginan dan perasaannya. Hal itu tidak untuk disimpan di dalam hati, tetapi untuk diutarakan dan diperjuangkan. Namun, jika ditelusuri lebih jauh, kita bisa memaklumi sikap Putri. Biar bagaimanapun, ia adalah seorang perempuan yang tumbuh besar dalam budaya yang tentu saja berbeda dengan budaya para pelopor gerakan feminisme. Ia tidak bisa melepaskan diri sepenuhnya dari akar budaya yang melekat pada dirinya, dengan segala bentuk perlakuannya karena ia tumbuh besar dan berkembang dalam budaya tersebut. Sikap mengalah Putri kembali terlihat ketika menemui Pak Raka, yang memintanya datang ke kampus membicarakan persoalan pengangkatannya sebagai dosen. Akan tetapi, kenyataan yang didapatinya di sana sungguh berbeda dari apa yang seharusnya diperolehnya. Pak Raka terlihat acuh, seolah-olah ia tidak pernah meminta Putri datang menghadapnya. Ia bahkan dengan santainya menanyakan maksud kedatangan Putri ke kampus dan terlihat tidak senang dengan hal itu. Dalam menyikapi kondisi itu, Putri kembali memilih untuk diam. Ia tidak berusaha untuk menyatakan apa sesungguhnya yang membuatnya datang ke kampus. Kenyataan itu bisa saja ia ungkapkan pada Pak Raka, tetapi ia memilih untuk diam dan menyimpannya di dalam hati. Tindakan itu juga merupakan hasil didikan puri yang membiasakannya untuk tidak terlalu bebas dalam mengungkapkan perasaannya, menyatakan ketidaksetujuan, dan ketidaksukaannya terhadap sesuatu yang terjadi pada dirinya. Sikap itu tentu saja<noinclude>{{rh||29}}</noinclude> p8cmmntj1a15et29koxatqu43iy4jyl Halaman:Citra Perempuan dalam Novel Putu Wijaya Kritik Sastra Feminis.pdf/48 104 96342 268484 2026-04-26T05:09:39Z Lutfiyatun 26681 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Sementara Putri, pada usia yang biasanya bagi gadis Meliling sudah pernah melakukan kontak fisik dengan lawan jenisnya, tetap mempertahankan kegadisannya. Bagi Putri, konsep cinta tidak semata dibangun dari persentuhan secara fisik. Cinta adalah bangunan emosi antara laki-laki dan perempuan. Ia tidak menginginkan seorang laki-laki yang nantinya hanya akan membuahi rahimnya dan kemudian menjadi bapak dari anak-anaknya. Laki- laki harus mempunyai... 268484 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Sementara Putri, pada usia yang biasanya bagi gadis Meliling sudah pernah melakukan kontak fisik dengan lawan jenisnya, tetap mempertahankan kegadisannya. Bagi Putri, konsep cinta tidak semata dibangun dari persentuhan secara fisik. Cinta adalah bangunan emosi antara laki-laki dan perempuan. Ia tidak menginginkan seorang laki-laki yang nantinya hanya akan membuahi rahimnya dan kemudian menjadi bapak dari anak-anaknya. Laki- laki harus mempunyai ikatan secara emosi dengan perempuan dan pada saat itulah Putri akan dengan tulus dan ikhlas mempersembahkan keperawanannya. Apa yang terungkap di atas merupakan wujud perjuangan seorang perempuan untuk membebaskan tubuhnya dari kewajiban yang hanya dipandang secara biologis saja. Budaya patriarkat yang cenderung memandang perempuan dari aspek biologisnya saja hingga perempuan baru berarti, jika rahimnya berfungsi dengan baik. Di luar itu, perempuan tidak memiliki makna apa-apa. Mungkin inilah yang ingin dirombak oleh Putri. Baginya, seorang perempuan tidak hanya berarti karena fungsi biologisnya yang satu itu saja. Tanpa rahim pun, seharusnya perempuan memiliki hak yang sama dalam kehidupan. Mengapa tubuh perempuan dijadikan alat untuk memarginalkan dan menomorduakan mereka. Untuk apa seorang perempuan dikaruniai rahim dan alat biologis yang lain, jika hal itu hanya akan membuat laki-laki menginjak-injak harkat seorang perempuan. Mengapa perempuan baru berarti bagi laki-laki sejauh rahimnya masih berfungsi. Mengapa ada anggapan yang memandang bahwa peran perempuan tidak lebih dan tidak kurang hanya untuk menerima benih laki-laki, memelihara janin dalam rahimnya, dan merawat bayinya. Putri tidak menginginkan hal itu terjadi pada dirinya. Ia tidak ingin mengulang sejarah, seperti apa yang terjadi pada ibunya, menjadi mesin pencetak anak tanpa ada ikatan secara emosi sedikit pun dengan si pembuah benihnya. Ia ingin rahimnya dibuahi oleh laki- laki yang dicintai dan mencintainya. Ia menjadi berarti bukan karena rahimnya saja, tetapi karena dirinya secara keseluruhan, lahir dan batin. Pandangan Mangku Puseh tentang kedewasaan seorang perempuan adalah ketika ia telah memasuki dunia keperempuanan, yaitu datangnya haid untuk pertama kalinya. Hal itu mengharuskan seorang perempuan bisa mempelajari hal-hal, yang menurut Mangku Puseh sudah dilakukan oleh perempuan sejak dulu, seperti memasak dan menjahit, tetapi mendapat tantangan dari Putri. Menurut Putri, masa ketika seorang perempuan memasuki alam kedewasaannya 36<noinclude></noinclude> g1jnlap0mjdyffcgbq3doaxjv3m75kj 268493 268484 2026-04-26T05:18:55Z Lutfiyatun 26681 268493 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Sementara Putri, pada usia yang biasanya bagi gadis Meliling sudah pernah melakukan kontak fisik dengan lawan jenisnya, tetap mempertahankan kegadisannya. Bagi Putri, konsep cinta tidak semata dibangun dari persentuhan secara fisik. Cinta adalah bangunan emosi antara laki-laki dan perempuan. Ia tidak menginginkan seorang laki-laki yang nantinya hanya akan membuahi rahimnya dan kemudian menjadi bapak dari anak-anaknya. Laki-laki harus mempunyai ikatan secara emosi dengan perempuan dan pada saat itulah Putri akan dengan tulus dan ikhlas mempersembahkan keperawanannya. Apa yang terungkap di atas merupakan wujud perjuangan seorang perempuan untuk membebaskan tubuhnya dari kewajiban yang hanya dipandang secara biologis saja. Budaya patriarkat yang cenderung memandang perempuan dari aspek biologisnya saja hingga perempuan baru berarti, jika rahimnya berfungsi dengan baik. Di luar itu, perempuan tidak memiliki makna apa-apa. Mungkin inilah yang ingin dirombak oleh Putri. Baginya, seorang perempuan tidak hanya berarti karena fungsi biologisnya yang satu itu saja. Tanpa rahim pun, seharusnya perempuan memiliki hak yang sama dalam kehidupan. Mengapa tubuh perempuan dijadikan alat untuk memarginalkan dan menomorduakan mereka. Untuk apa seorang perempuan dikaruniai rahim dan alat biologis yang lain, jika hal itu hanya akan membuat laki-laki menginjak-injak harkat seorang perempuan. Mengapa perempuan baru berarti bagi laki-laki sejauh rahimnya masih berfungsi. Mengapa ada anggapan yang memandang bahwa peran perempuan tidak lebih dan tidak kurang hanya untuk menerima benih laki-laki, memelihara janin dalam rahimnya, dan merawat bayinya. Putri tidak menginginkan hal itu terjadi pada dirinya. Ia tidak ingin mengulang sejarah, seperti apa yang terjadi pada ibunya, menjadi mesin pencetak anak tanpa ada ikatan secara emosi sedikit pun dengan si pembuah benihnya. Ia ingin rahimnya dibuahi oleh laki- laki yang dicintai dan mencintainya. Ia menjadi berarti bukan karena rahimnya saja, tetapi karena dirinya secara keseluruhan, lahir dan batin. Pandangan Mangku Puseh tentang kedewasaan seorang perempuan adalah ketika ia telah memasuki dunia keperempuanan, yaitu datangnya haid untuk pertama kalinya. Hal itu mengharuskan seorang perempuan bisa mempelajari hal-hal, yang menurut Mangku Puseh sudah dilakukan oleh perempuan sejak dulu, seperti memasak dan menjahit, tetapi mendapat tantangan dari Putri. Menurut putri, masa ketika seorang perempuan memasuki alam kedewasaannya<noinclude>{{rh||36}}</noinclude> 6fuqiktu8j659ttebps09cvwuiv2bdc 268495 268493 2026-04-26T05:20:05Z Lutfiyatun 26681 268495 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Sementara Putri, pada usia yang biasanya bagi gadis Meliling sudah pernah melakukan kontak fisik dengan lawan jenisnya, tetap mempertahankan kegadisannya. Bagi Putri, konsep cinta tidak semata dibangun dari persentuhan secara fisik. Cinta adalah bangunan emosi antara laki-laki dan perempuan. Ia tidak menginginkan seorang laki-laki yang nantinya hanya akan membuahi rahimnya dan kemudian menjadi bapak dari anak-anaknya. Laki-laki harus mempunyai ikatan secara emosi dengan perempuan dan pada saat itulah Putri akan dengan tulus dan ikhlas mempersembahkan keperawanannya. Apa yang terungkap di atas merupakan wujud perjuangan seorang perempuan untuk membebaskan tubuhnya dari kewajiban yang hanya dipandang secara biologis saja. Budaya patriarkat yang cenderung memandang perempuan dari aspek biologisnya saja hingga perempuan baru berarti, jika rahimnya berfungsi dengan baik. Di luar itu, perempuan tidak memiliki makna apa-apa. Mungkin inilah yang ingin dirombak oleh Putri. Baginya, seorang perempuan tidak hanya berarti karena fungsi biologisnya yang satu itu saja. Tanpa rahim pun, seharusnya perempuan memiliki hak yang sama dalam kehidupan. Mengapa tubuh perempuan dijadikan alat untuk memarginalkan dan menomorduakan mereka. Untuk apa seorang perempuan dikaruniai rahim dan alat biologis yang lain, jika hal itu hanya akan membuat laki-laki menginjak-injak harkat seorang perempuan. Mengapa perempuan baru berarti bagi laki-laki sejauh rahimnya masih berfungsi. Mengapa ada anggapan yang memandang bahwa peran perempuan tidak lebih dan tidak kurang hanya untuk menerima benih laki-laki, memelihara janin dalam rahimnya, dan merawat bayinya. Putri tidak menginginkan hal itu terjadi pada dirinya. Ia tidak ingin mengulang sejarah, seperti apa yang terjadi pada ibunya, menjadi mesin pencetak anak tanpa ada ikatan secara emosi sedikit pun dengan si pembuah benihnya. Ia ingin rahimnya dibuahi oleh laki- laki yang dicintai dan mencintainya. Ia menjadi berarti bukan karena rahimnya saja, tetapi karena dirinya secara keseluruhan, lahir dan batin. Pandangan Mangku Puseh tentang kedewasaan seorang perempuan adalah ketika ia telah memasuki dunia keperempuanan, yaitu datangnya haid untuk pertama kalinya. Hal itu mengharuskan seorang perempuan bisa mempelajari hal-hal, yang menurut Mangku Puseh sudah dilakukan oleh perempuan sejak dulu, seperti memasak dan menjahit, tetapi mendapat tantangan dari Putri. Menurut putri, masa ketika seorang perempuan memasuki alam kedewasaannya<noinclude>{{rh||36}}</noinclude> j7ko2rhs5vbdv5zst3mhvc13z4jfyd5 268496 268495 2026-04-26T05:20:33Z Lutfiyatun 26681 /* Telah diuji baca */ 268496 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Sementara Putri, pada usia yang biasanya bagi gadis Meliling sudah pernah melakukan kontak fisik dengan lawan jenisnya, tetap mempertahankan kegadisannya. Bagi Putri, konsep cinta tidak semata dibangun dari persentuhan secara fisik. Cinta adalah bangunan emosi antara laki-laki dan perempuan. Ia tidak menginginkan seorang laki-laki yang nantinya hanya akan membuahi rahimnya dan kemudian menjadi bapak dari anak-anaknya. Laki-laki harus mempunyai ikatan secara emosi dengan perempuan dan pada saat itulah Putri akan dengan tulus dan ikhlas mempersembahkan keperawanannya. Apa yang terungkap di atas merupakan wujud perjuangan seorang perempuan untuk membebaskan tubuhnya dari kewajiban yang hanya dipandang secara biologis saja. Budaya patriarkat yang cenderung memandang perempuan dari aspek biologisnya saja hingga perempuan baru berarti, jika rahimnya berfungsi dengan baik. Di luar itu, perempuan tidak memiliki makna apa-apa. Mungkin inilah yang ingin dirombak oleh Putri. Baginya, seorang perempuan tidak hanya berarti karena fungsi biologisnya yang satu itu saja. Tanpa rahim pun, seharusnya perempuan memiliki hak yang sama dalam kehidupan. Mengapa tubuh perempuan dijadikan alat untuk memarginalkan dan menomorduakan mereka. Untuk apa seorang perempuan dikaruniai rahim dan alat biologis yang lain, jika hal itu hanya akan membuat laki-laki menginjak-injak harkat seorang perempuan. Mengapa perempuan baru berarti bagi laki-laki sejauh rahimnya masih berfungsi. Mengapa ada anggapan yang memandang bahwa peran perempuan tidak lebih dan tidak kurang hanya untuk menerima benih laki-laki, memelihara janin dalam rahimnya, dan merawat bayinya. Putri tidak menginginkan hal itu terjadi pada dirinya. Ia tidak ingin mengulang sejarah, seperti apa yang terjadi pada ibunya, menjadi mesin pencetak anak tanpa ada ikatan secara emosi sedikit pun dengan si pembuah benihnya. Ia ingin rahimnya dibuahi oleh laki- laki yang dicintai dan mencintainya. Ia menjadi berarti bukan karena rahimnya saja, tetapi karena dirinya secara keseluruhan, lahir dan batin. Pandangan Mangku Puseh tentang kedewasaan seorang perempuan adalah ketika ia telah memasuki dunia keperempuanan, yaitu datangnya haid untuk pertama kalinya. Hal itu mengharuskan seorang perempuan bisa mempelajari hal-hal, yang menurut Mangku Puseh sudah dilakukan oleh perempuan sejak dulu, seperti memasak dan menjahit, tetapi mendapat tantangan dari Putri. Menurut putri, masa ketika seorang perempuan memasuki alam kedewasaannya<noinclude>{{rh||36}}</noinclude> i60cy1m5sewtbibngsmst9gy99xaxmt Halaman:Citra Perempuan dalam Novel Putu Wijaya Kritik Sastra Feminis.pdf/61 104 96343 268485 2026-04-26T05:09:49Z Risma risqo 26969 /* Telah diuji baca */ 268485 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Risma risqo" /></noinclude>dipertahankan harus dilepaskan karena sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan zaman. Akan tetapi, etika agama, esensi agama, dan ajaran agama tetap dipegang teguh. Pada dasarnya, Putri menentang upacara yang dijadikan agama, bukan menentang agama. Namun, apa yang dipikirkan Putri tidak mendapat persetujuan dari para pemangku adat. Jika Putri tidak memiliki cukup uang untuk menyelenggarakannya, mereka akan dengan rela membantu karena jasa-jasa Mangku Puseh semasa hidupnya. Dalam pandangan Putri bukan masalah uangnya. Kalau ia mau, bisa saja ia menyelenggarakan jenazah bapaknya seperti apa yang diinginkan penduduk desa. Ia masih memiliki sedikit tabungan dan kalau pun itu tidak cukup, ia bisa menjual usaha kaus Suksemenya. Akan tetapi, akankah sebuah upacara membuat orang yang ditinggalkan dililit oleh utang dan sepanjang sisa hidupnya akan selalu disusahkan oleh utang tersebut. Untuk apa upacara, jika menyebabkan manusia berutang. Yang mati biarlah mati, yang harus dipikirkan adalah yang masih hidup. Putri yakin sekali dengan keputusannya karena ia yakin bapaknya juga tidak menginginkan sebuah upacara yang besar untuk menyelenggarakan tubuhnya. Pandangan umum yang menganggap perempuan irasional dan emosional sehingga tidak mampu memimpin tidak cocok untuk Putri. Ia adalah seorang pemimpin, bukan saja bagi diri dan keluarganya, melainkan juga bagi penduduk Meliling. Apalagi dengan usaha kaus Suksemenya, Putri bisa mengajak para pemuda Meliling, yang semula tidak bisa menghargai apa itu bekerja, menjadi menghargai sebuah pekerjaan. Para pemuda yang dulunya tidak memiliki pekerjaan yang pasti, sedikit demi sedikit dapat ditampung Putri bekerja di pabriknya. Putri memang seorang pemimpin. Apa saja yang ada di dekat Putri menjadi benar, semuanya menjadi, seperti Sueti, gadis kecil gelandangan yang kemudian diangkat Putri menjadi adiknya. Putri mendidiknya menjadi Sueti yang pintar dan penuh cita-cita. Begitu juga dengan para pemuda Meliling yang menjadi karyawannya. Bagi mereka, Putri adalah dewi penyelamat bagi kehidupan mereka. Tanpa Putri, mereka mungkin tidak akan mendapatkan dan menikmati, seperti apa yang telah mereka dapatkan dan nikmati saat ini. Bimbingan dan nasihat Putri telah mengubah mereka menjadi manusia berguna. Mereka sangat hormat dan patuh pada Putri. Di mata mereka, Putri mempunyai kharisma dalam dirinya, memiliki pesona rahasia yang bekerja di bawah kesadaran. Kharisma yang dimiliki Putri tumbuh lewat pengalaman hidupnya, lewat totalitas yang liberikannya untuk kemajuan hidup, diri, dan lingkungannya.<noinclude>{{rh||49}}</noinclude> 94pfr40tmhxyxhwgjqcfodyxy5j9a84 Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 03.pdf/55 104 96344 268487 2026-04-26T05:11:41Z Bintang Fauzani 26054 /* Telah diuji baca */ 268487 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Bintang Fauzani" /></noinclude>„Djangan takut! Tidak ada setan jang berani mengganggu muridku! Apa lagi hanja seorang nenek tua !" sahut Sam Tiong Gie. Ho Ho girang sekali mendengar sahutan Sam Tiong Gie, dengan tjepat dia telah bangun berdiri untuk menghampiri gurunja itu. Sedangkan nenek tua Phang Lin djadi gu-sar bukan main melihat Sam Tiong Gie begitu tidak memandang sebelah mata kepadanja. Mata nenek tua ini djadi mendelik besar sekali dan djuga mukanja putjat pasi serta tubuhnja djadi menggigil keras. „Orang she Sam --- menjesal sekali hari ini biar bagaimana aku harus membinasakan botjah ini! Maafkanlah, aku bukan tidak ingin memberi muka kepadamu, tetapi biar-pun botjah ini kenjataannja adalah muridmu, tapi dia mempunjai sangkutan dendam dengan ku sedalam lautan !" kata Phang Li dengansuara gusar. Peng Bin Koay-hiap djadi ketawa hehehe hehehe pandjang sekali, kemudian dia menge.dip-ngedipkan matanja. Luar biasa! Luar biasa! Apakah sekarang kau telah memperoleh kepandaian jang lebih tinggi lagi, sehingga membuat kau berani membentak diriku ?" tegur Sam Tiong Gie dengan suara jang mengedjek. Kemiri kau Ho-djie--- selembar rambutmu sadja dia berani mengusiknja. hmmm, aku akan membeset kulit tuanja itu !"<noinclude>{{rh|L.M.Arwah-3.||55}}</noinclude> 5jfxwjw00vuskhb1d22x1rhdqh3e085 Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 03.pdf/67 104 96345 268488 2026-04-26T05:14:31Z Nadiya Nurr 26971 /* Telah diuji baca */ 268488 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Nadiya Nurr" /></noinclude>aku akan mengambil djiwa andjingmit ini —— !” "Mengapa kau begitu membentji ajahku?” tanja Ho Ho dengait heran. Muka Peng Koay-hiap berubah hebat, tahu. tahu dia telah menundjuk mukanja jang rusalc sekali itu. "Ini! Ini! Kau lihat mukaku? Ini. jah hasil karya ajahmu jang telah mengukir mukaku dengan pedangnja sehingga mukaku djadi bertjatiad djelek begini.” kata Peng Bin Koay-hiap dengan suara jang bengis sekali, "Hah?” Ho Ho djadi kaget sekali ketika mendengar pendjelasan Peng Bin Koay hiap, si botjah sampai menelan air liurnja. "Apakah — — apakah ajahku begitu liehay dan kosen ?!” Kentut bau!” bentak Peng Bin Koay. hiap dengan bengis sekali. "Untuk apa kau masih pura-pura menanjakan hal itu kepadaiu ? Sebagai anaknja, tentu kau akan mengetahui dengan pasti, berapa banjak bulu jang tumbuh dipantatnja! "Tetapi — — setahuku — — ajahku tidak _ thengerti ilmu silat ——,”” sahut Ho Ho dengan sedjudjurnja. Tetapi tanpa mengatakan apa-apa lagi, tahu-tahu tangan Peng Bitt Koay hiap telah bergerak menghadjar muka Ho Ho dua kali, ditempelengnja dengan Keras, sampai terdengar suara "Plakkkkkk! Plokkkkkk!"<noinclude>{{rh|L.M.Arwah-3.|||67}}</noinclude> 04mo98uo953wni0llhpc3rgtecbjz1q 268489 268488 2026-04-26T05:15:07Z Nadiya Nurr 26971 268489 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Nadiya Nurr" /></noinclude>aku akan mengambil djiwa andjingmit ini —— !” "Mengapa kau begitu membentji ajahku?” tanja Ho Ho dengan heran. Muka Peng Koay-hiap berubah hebat, tahu. tahu dia telah menundjuk mukanja jang rusalc sekali itu. "Ini! Ini! Kau lihat mukaku? Ini. jah hasil karya ajahmu jang telah mengukir mukaku dengan pedangnja sehingga mukaku djadi bertjatiad djelek begini.” kata Peng Bin Koay-hiap dengan suara jang bengis sekali, "Hah?” Ho Ho djadi kaget sekali ketika mendengar pendjelasan Peng Bin Koay hiap, si botjah sampai menelan air liurnja. "Apakah — — apakah ajahku begitu liehay dan kosen ?!” Kentut bau!” bentak Peng Bin Koay. hiap dengan bengis sekali. "Untuk apa kau masih pura-pura menanjakan hal itu kepadaiu ? Sebagai anaknja, tentu kau akan mengetahui dengan pasti, berapa banjak bulu jang tumbuh dipantatnja! "Tetapi — — setahuku — — ajahku tidak _ thengerti ilmu silat ——,”” sahut Ho Ho dengan sedjudjurnja. Tetapi tanpa mengatakan apa-apa lagi, tahu-tahu tangan Peng Bitt Koay hiap telah bergerak menghadjar muka Ho Ho dua kali, ditempelengnja dengan Keras, sampai terdengar suara "Plakkkkkk! Plokkkkkk!"<noinclude>{{rh|L.M.Arwah-3.|||67}}</noinclude> gs9ci1qgd8xktprsrvt4dqh4mxcpk1b 268491 268489 2026-04-26T05:15:49Z Nadiya Nurr 26971 268491 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Nadiya Nurr" /></noinclude>aku akan mengambil djiwa andjingmu ini —— !” "Mengapa kau begitu membentji ajahku?” tanja Ho Ho dengan heran. Muka Peng Koay-hiap berubah hebat, tahu. tahu dia telah menundjuk mukanja jang rusalc sekali itu. "Ini! Ini! Kau lihat mukaku? Ini. jah hasil karya ajahmu jang telah mengukir mukaku dengan pedangnja sehingga mukaku djadi bertjatiad djelek begini.” kata Peng Bin Koay-hiap dengan suara jang bengis sekali, "Hah?” Ho Ho djadi kaget sekali ketika mendengar pendjelasan Peng Bin Koay hiap, si botjah sampai menelan air liurnja. "Apakah — — apakah ajahku begitu liehay dan kosen ?!” Kentut bau!” bentak Peng Bin Koay. hiap dengan bengis sekali. "Untuk apa kau masih pura-pura menanjakan hal itu kepadaiu ? Sebagai anaknja, tentu kau akan mengetahui dengan pasti, berapa banjak bulu jang tumbuh dipantatnja! "Tetapi — — setahuku — — ajahku tidak _ thengerti ilmu silat ——,”” sahut Ho Ho dengan sedjudjurnja. Tetapi tanpa mengatakan apa-apa lagi, tahu-tahu tangan Peng Bitt Koay hiap telah bergerak menghadjar muka Ho Ho dua kali, ditempelengnja dengan Keras, sampai terdengar suara "Plakkkkkk! Plokkkkkk!"<noinclude>{{rh|L.M.Arwah-3.|||67}}</noinclude> 3xdw31nemfwnxs3lg8bsumtgctwtt1g 268492 268491 2026-04-26T05:17:24Z Nadiya Nurr 26971 268492 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Nadiya Nurr" /></noinclude>aku akan mengambil djiwa andjingmu ini —— !” "Mengapa kau begitu membentji ajahku?” tanja Ho Ho dengan heran. Muka Peng Koay-hiap berubah hebat, tahu-tahu dia telah menundjuk mukanja jang rusak sekali itu. "Ini! Ini! Kau lihat mukaku? Ini. jah hasil karya ajahmu jang telah mengukir mukaku dengan pedangnja sehingga mukaku djadi bertjatiad djelek begini.” kata Peng Bin Koay-hiap dengan suara jang bengis sekali, "Hah?” Ho Ho djadi kaget sekali ketika mendengar pendjelasan Peng Bin Koay hiap, si botjah sampai menelan air liurnja. "Apakah — — apakah ajahku begitu liehay dan kosen ?!” Kentut bau!” bentak Peng Bin Koay. hiap dengan bengis sekali. "Untuk apa kau masih pura-pura menanjakan hal itu kepadaiu ? Sebagai anaknja, tentu kau akan mengetahui dengan pasti, berapa banjak bulu jang tumbuh dipantatnja! "Tetapi — — setahuku — — ajahku tidak _ thengerti ilmu silat ——,”” sahut Ho Ho dengan sedjudjurnja. Tetapi tanpa mengatakan apa-apa lagi, tahu-tahu tangan Peng Bitt Koay hiap telah bergerak menghadjar muka Ho Ho dua kali, ditempelengnja dengan Keras, sampai terdengar suara "Plakkkkkk! Plokkkkkk!"<noinclude>{{rh|L.M.Arwah-3.|||67}}</noinclude> d5gytycglj8f3n5ppmkv3xk37ih8or2 268504 268492 2026-04-26T05:42:49Z Nadiya Nurr 26971 268504 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Nadiya Nurr" /></noinclude>aku akan mengambil djiwa andjingmu ini —— !” "Mengapa kau begitu membentji ajahku?” tanja Ho Ho dengan heran. Muka Peng Koay-hiap berubah hebat, tahu-tahu dia telah menundjuk mukanja jang rusak sekali itu. "Ini! Ini! Kau lihat mukaku? Ini. jah hasil karya ajahmu jang telah mengukir mukaku dengan pedangnja sehingga mukaku djadi bertjatiad djelek begini.” kata Peng Bin Koay-hiap dengan suara jang bengis sekali, "Hah?” Ho Ho djadi kaget sekali ketika mendengar pendjelasan Peng Bin Koay hiap, si botjah sampai menelan air liurnja. "Apakah — — apakah ajahku begitu liehay dan kosen ?!” Kentut bau!” bentak Peng Bin Koay. hiap dengan bengis sekali. "Untuk apa kau masih pura-pura menanjakan hal itu kepadaiu ? Sebagai anaknja, tentu kau akan mengetahui dengan pasti, berapa banjak bulu jang tumbuh dipantatnja! "Tetapi — — setahuku — — ajahku tidak _ thengerti ilmu silat ——,”” sahut Ho Ho dengan sedjudjurnja. Tetapi tanpa mengatakan apa-apa lagi, tahu-tahu tangan Peng Bitt Koay hiap telah bergerak menghadjar muka Ho Ho dua kali, ditempelengnja dengan Keras, sampai terdengar suara "Plakkkkkk! Plokkkkkk!"<noinclude>{{rh|L.M.Arwah-3.||67}}</noinclude> 13iaq0relfyx6j6i50u43blm0lpso4y Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 03.pdf/54 104 96346 268490 2026-04-26T05:15:44Z Alivia FN 26955 /* Telah diuji baca */ 268490 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Alivia FN" /></noinclude>Kiranja, orang jang membentak itu adalah aeorang kakek tua bermuka djelek dan bertubuh bungkuk. Dia tidak lain dari Peng Bin Koay-hiap Sam Tiong Gie! Melihat kakek tua bermuka djelek ini muka Phang Lin djadi berubah. "Sam Tiong Gie, kuminta kau djangan mentjampuri urusanku!" bentaknja dengan suara mengandung perasaan tidak senang. "Aku tidak pernah mau mentjampuri urusan orang lain!" sahut Sam Tiong Gie sambil tertawa hahahehe dan berdjalan mengihampiri. "Tetapi urusan ini mempunja sangkutan djuga dengan diriku. sebab botjah itu adalah muridku, maka mau tidak mau, aku harus mentjampuri djuga! Apa salah muridku, sehingga kau ingin menabas putus lengannja?" Muka Phang Lin djuga berubah lagi, muram benar. "Botjah ini muridmu?" tanjanja dengan suara jang tidak lampias. "Benar! Sedikitpun tidak salah!" sahut Sam Tiong Gie. Dan setelah menjahuti begitu, dia menoleh kepada Ho Ho. "Kemari kau Ho djie--!" panggilnja. "Tetapi, Suhu -- nanti -- nanti nenek tua ini menusukku dengan pedangnja itu--!" kata Ho Ho pura-pura memperlihatkan sikap mandjanja.<noinclude>{{rh|54|||L.M Arwah-3.}}</noinclude> drnakjdy12m9q2si7c8zaes999oin6f Halaman:Citra Perempuan dalam Novel Putu Wijaya Kritik Sastra Feminis.pdf/49 104 96347 268494 2026-04-26T05:19:22Z MANALURROHMAH 26974 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'memiliki arti yang sangat dalam. Tidak hanya sebatas belajar memasak dan menjahit, seperti apa yang biasanya dilakukan oleh perempuan Meliling. Menjadi dewasa memiliki arti bahwa tanggung jawab perempuan menjadi semakin besar, terutama terhadap tubuhnya. Tubuh adalah barang suci yang harus dirawat dan dijaga karena dari situlah manusia akan dilahirkan. Mesin pencetak manusia itu harus dijaga dengan baik karena tidak ada satu pabrik pun di dunia... 268494 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="MANALURROHMAH" /></noinclude>memiliki arti yang sangat dalam. Tidak hanya sebatas belajar memasak dan menjahit, seperti apa yang biasanya dilakukan oleh perempuan Meliling. Menjadi dewasa memiliki arti bahwa tanggung jawab perempuan menjadi semakin besar, terutama terhadap tubuhnya. Tubuh adalah barang suci yang harus dirawat dan dijaga karena dari situlah manusia akan dilahirkan. Mesin pencetak manusia itu harus dijaga dengan baik karena tidak ada satu pabrik pun di dunia ini yang bisa membuatnya. Menjadi dewasa juga berarti sebuah tuntutan bagi seorang perempuan untuk lebih menghargai tubuhnya. Berkepribadian, tegas, dan pantang menyerah menjadi ciri khas Putri. Setiap persoalan dihadapinya dengan ketegasan yang menjadi ciri khas Putri. Salah satu peristiwa yang menuntut ketegasan Putri, apalagi yang menyangkut harga dirinya sebagai seorang perempuan, adalah ketika Ngurah Agung Wikan meminta Putri untuk menerima lamaran ayahnya yang sedang sakarat. Ia ingin Putri menyenangkan ayahnya di akhir hidupnya. Sebagai seorang perempuan yang telah berpikiran maju, Putri menganggap keinginan ayah Wikan, yang hidupnya hanya tinggal dua bulan lagi untuk memperistrinya adalah sebuah penghinaan. Ia adalah seorang perempuan yang memiliki cita-cita luhur untuk memajukan kehidupan keluarga dengan pendidikan yang telah diraihnya. Haruskah ia mengorbankan semua itu hanya untuk seorang bangsawan tua yang sudah hampir meninggal. Ia masih muda. Masih begitu panjang jalan kehidupan yang harus dilaluinya. Ia tidak mau mengubur cita-citanya hanya demi keinginan mengabdi kepada orang puri. Sebagai seorang perempuan, Putri telah menunjukkan sikap dan pendiriannya yang tegas terhadap segala sesuatu yang menurut pikirannya adalah tindakan pelecehan terhadap dirinya sebagai seorang perempuan. Ia telah menunjukkan sikap tegas seorang perempuan Bali yang tidak mau lagi dikungkung oleh tradisi, yang terkadang seringkali merugikan kaumnya. Ia telah bercermin dari kehidupan orang-orang di sekitarnya. Seorang perempuan, yang menyerahkan dirinya untuk menjadi istri ke sekian dari seorang bangsawan puri, hanya akan memperolah kenikmatan sesaat. Setelah itu, kenikmatan tersebut berganti dengan kesengsaraan karena sang bangsawan akan mencari perempuan lain yang lebih cantik. Putri belajar dari kondisi tersebut. Ia tidak ingin menghancurkan kehidupannya. Ia masih muda dan memiliki cita-cita.la sendirilah yang berhak menentukan apa yang diinginkannya karena diri dan tubuhnya adalah miliknya sendiri. Tidak ada orang lain<noinclude>{{rh||37}}</noinclude> 0shjrqr7jb9txopv41kgtzsbpawuz1a Halaman:Citra Perempuan dalam Novel Putu Wijaya Kritik Sastra Feminis.pdf/46 104 96348 268499 2026-04-26T05:27:49Z Firdan Saputra 26964 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'terbantahkan. Ketika Mangku Puseh meninggal, terjadi perdebatan dengan krama desa, para tetua kampung. Putri, dengan prinsipnya dan sesuai dengan pikirannya dalam tradisi baru, menginginkan sebuah upacara yang sederhana dalam menyelenggarakan upacara pemakaman bapaknya. Ia memilih tingkatan paling bawah, yaitu nista dalam upacara tersebut. Menurutnya, yang perlu diperbanyak adalah doa, bukan rentetan upacara yang begitu rumit, rentetan upacara y... 268499 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Firdan Saputra" /></noinclude>terbantahkan. Ketika Mangku Puseh meninggal, terjadi perdebatan dengan krama desa, para tetua kampung. Putri, dengan prinsipnya dan sesuai dengan pikirannya dalam tradisi baru, menginginkan sebuah upacara yang sederhana dalam menyelenggarakan upacara pemakaman bapaknya. Ia memilih tingkatan paling bawah, yaitu nista dalam upacara tersebut. Menurutnya, yang perlu diperbanyak adalah doa, bukan rentetan upacara yang begitu rumit, rentetan upacara yang menyerap tenaga dan juga uang. Ia juga yakin, Mangku Puseh menginginkan upacara yang sederhana saja untuk menghormati dirinya. Sementara itu, para sesepuh desa menginginkan upacara yang paling tinggi dengan alasan menghormati almarhun karena dia adalah seorang pemangku. Putri tetap pada pendiriannya. Ia tidak memedulikan ancaman krama desa yang tidak akan membantu penyelenggaraan upacara. Putri juga diancam akan dikeluarkan dari adat, jika tidak mematuhi keinginan desa. Putri tidak takut. Ia tetap teguh pada pendiriannya semula. Akhirnya, Putri memenangi perang urat saraf dengan para tetua adat. Prinsip dan idealismenya menang. Suatu tindakan yang dipuji oleh kaum feminis karena menunjukkan bahwa ternyata perempuan juga bisa mempunyai prinsip dan mampu mempertahankan prinsipnya itu, sekurang-kurangnya untuk kepentingan diri dan keluarganya. Seperti juga halnya kaum feminis, Putri sangat menentang segala bentuk pelecehan terhadap perempuan, termasuk dalam dunia kerja. Hal itu terlihat ketika Putri menolak dengan tegas tawaran Oka untuk menjadi wartawan di koran tempatnya bekerja. Menurut Oka, dengan segala kelebihan yang dimilikinya, apalagi karena ia perempuan, Putri pasti dengan mudah menembus dunia kewartawanan. Dengan kecantikan yang dimilikinya, ia pasti bisa melunakkan hati para narasumber. Menghadapi kenyataan yang demikian, Putri dengan tegas menolak. Ia tidak mau diterima bekerja hanya karena ia perempuan. Mengapa karena ia perempuan, ia dapat dengan mudah diterima? Bukankah sebuah pekerjaan membutuhkan kemampuan dan keinginan untuk bekerja, bukan karena orang yang ingin bekerja itu perempuan atau laki-laki sekalipun. Secara tidak langsung, Oka telah melecehkan Putri dengan mengemukakan alasan keperempuananlah yang akan membuat Putri diterima sebagai wartawan. НаН "Katanya kamu mau jadi wartawan. Aku bawa kamu<noinclude>{{rh</noinclude> mc89qde1079rwon1i9asha01wmschlz 268501 268499 2026-04-26T05:29:58Z Firdan Saputra 26964 /* Telah diuji baca */ 268501 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Firdan Saputra" /></noinclude>terbantahkan. Ketika Mangku Puseh meninggal, terjadi perdebatan dengan krama desa, para tetua kampung. Putri, dengan prinsipnya dan sesuai dengan pikirannya dalam tradisi baru, menginginkan sebuah upacara yang sederhana dalam menyelenggarakan upacara pemakaman bapaknya. Ia memilih tingkatan paling bawah, yaitu nista dalam upacara tersebut. Menurutnya, yang perlu diperbanyak adalah doa, bukan rentetan upacara yang begitu rumit, rentetan upacara yang menyerap tenaga dan juga uang. Ia juga yakin, Mangku Puseh menginginkan upacara yang sederhana saja untuk menghormati dirinya. Sementara itu, para sesepuh desa menginginkan upacara yang paling tinggi dengan alasan menghormati almarhun karena dia adalah seorang pemangku. Putri tetap pada pendiriannya. Ia tidak memedulikan ancaman krama desa yang tidak akan membantu penyelenggaraan upacara. Putri juga diancam akan dikeluarkan dari adat, jika tidak mematuhi keinginan desa. Putri tidak takut. Ia tetap teguh pada pendiriannya semula. Akhirnya, Putri memenangi perang urat saraf dengan para tetua adat. Prinsip dan idealismenya menang. Suatu tindakan yang dipuji oleh kaum feminis karena menunjukkan bahwa ternyata perempuan juga bisa mempunyai prinsip dan mampu mempertahankan prinsipnya itu, sekurang-kurangnya untuk kepentingan diri dan keluarganya. Seperti juga halnya kaum feminis, Putri sangat menentang segala bentuk pelecehan terhadap perempuan, termasuk dalam dunia kerja. Hal itu terlihat ketika Putri menolak dengan tegas tawaran Oka untuk menjadi wartawan di koran tempatnya bekerja. Menurut Oka, dengan segala kelebihan yang dimilikinya, apalagi karena ia perempuan, Putri pasti dengan mudah menembus dunia kewartawanan. Dengan kecantikan yang dimilikinya, ia pasti bisa melunakkan hati para narasumber. Menghadapi kenyataan yang demikian, Putri dengan tegas menolak. Ia tidak mau diterima bekerja hanya karena ia perempuan. Mengapa karena ia perempuan, ia dapat dengan mudah diterima? Bukankah sebuah pekerjaan membutuhkan kemampuan dan keinginan untuk bekerja, bukan karena orang yang ingin bekerja itu perempuan atau laki-laki sekalipun. Secara tidak langsung, Oka telah melecehkan Putri dengan mengemukakan alasan keperempuananlah yang akan membuat Putri diterima sebagai wartawan. НаН "Katanya kamu mau jadi wartawan. Aku bawa kamu<noinclude>{{rh||34}}</noinclude> suzqxfd316qh1fvh1chlrq56o633bdi Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 03.pdf/64 104 96349 268500 2026-04-26T05:29:22Z Lisa Rahmawati Sufyan 26967 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'maka si kakek tua bernruka djelek ini segera membatalkan maksudnja! Tentu sadja hal ini djadi membingungkan sekali bagi Ho Ho. ,,Kau kenapa Suhu?" tanja Ho Ho dengan tjepat. ,,Djangan panggil aku dengan sebutan Suhu! Kau dengar? Aku telah membatalkan pengangkatan kita sebagai guru dan murid! Sedjak detik ini kau bukan muridku, karena aku tidak ingin mempunjai seorang murid jang berasal dari keturunan seorang bangsat seperti Siangloan Djie itu!... 268500 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Lisa Rahmawati Sufyan" /></noinclude>maka si kakek tua bernruka djelek ini segera membatalkan maksudnja! Tentu sadja hal ini djadi membingungkan sekali bagi Ho Ho. ,,Kau kenapa Suhu?" tanja Ho Ho dengan tjepat. ,,Djangan panggil aku dengan sebutan Suhu! Kau dengar? Aku telah membatalkan pengangkatan kita sebagai guru dan murid! Sedjak detik ini kau bukan muridku, karena aku tidak ingin mempunjai seorang murid jang berasal dari keturunan seorang bangsat seperti Siangloan Djie itu! Tjepat kau katakan dimana bersembunjinja orang she Siang. koan itu! bentak Peng Bin Koay-hiap dengan suara jang bengis sekali. Ho Ho seperti orang kesima, dia djadi memandang mematung sadja dengan bingung. "Tjepat kau katakan!" bentak Peng Bin Koay hiap dengan suara jang mengguntur. "Dimana orang she Siangkoan itu kini berada!" Ho Ho djadi tersadar, kemudian dengan suara jang datar, Ho Ho menjahuti: "Ajahku itu sekarang berada--!" "Dimana?" tanja Peng Bin Koay-hiap dengan bernafsu sekali. "Diatas bumi ini--!" sahut Ho Ho. "Hah?" darah Peng Bin Koay. híap djadi meluap, dia merasakan bahwa dirinja sedang dipermainkan oleh Ho Ho. "Keparat kau! Apakah kau ingin aku menggunakan kekerasan,<noinclude>{{left|10}} {{rh|10|||L.M Arwah S}}</noinclude> ik4noh74fa7if7j1fh7lp1eix84089r 268502 268500 2026-04-26T05:32:13Z Lisa Rahmawati Sufyan 26967 268502 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Lisa Rahmawati Sufyan" /></noinclude>maka si kakek tua bermuka djelek ini segera membatalkan maksudnja! Tentu sadja hal ini djadi membingungkan sekali bagi Ho Ho. ,,Kau kenapa Suhu?" tanja Ho Ho dengan tjepat. ,,Djangan panggil aku dengan sebutan Suhu! Kau dengar? Aku telah membatalkan pengangkatan kita sebagai guru dan murid! Sedjak detik ini kau bukan muridku, karena aku tidak ingin mempujai seorang murid jang berasal dari keturunan seorang bangsat seperti Siangloan Djie itu! Tjepat kau katakan dimana bersembunjinja orang she Siang. koan itu! bentak Peng Bin Koay-hiap dengan suara jang bengis sekali. Ho Ho seperti orang kesima, dia djadi memandang mematung sadja dengan bingung. "Tjepat kau katakan!" bentak Peng Bin Koay hiap dengan suara jang mengguntur. "Dimana orang she Siangkoan itu kini berada!" Ho Ho djadi tersadar, kemudian dengan suara jang datar, Ho Ho menjahuti: "Ajahku itu sekarang berada--!" "Dimana?" tanja Peng Bin Koay-hiap dengan bernafsu sekali. "Diatas bumi ini--!" sahut Ho Ho. "Hah?" darah Peng Bin Koay. híap djadi meluap, dia merasakan bahwa dirinja sedang dipermainkan oleh Ho Ho. "Keparat kau! Apakah kau ingin aku menggunakan kekerasan,<noinclude>{{left|10}} {{rh|10|||L.M Arwah S}}</noinclude> 37v4gje175kjytai7tduyswd2w4k0dy 268503 268502 2026-04-26T05:33:33Z Lisa Rahmawati Sufyan 26967 /* Telah diuji baca */ 268503 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lisa Rahmawati Sufyan" /></noinclude>maka si kakek tua bermuka djelek ini segera membatalkan maksudnja! Tentu sadja hal ini djadi membingungkan sekali bagi Ho Ho. ,,Kau kenapa Suhu?" tanja Ho Ho dengan tjepat. ,,Djangan panggil aku dengan sebutan Suhu! Kau dengar? Aku telah membatalkan pengangkatan kita sebagai guru dan murid! Sedjak detik ini kau bukan muridku, karena aku tidak ingin mempujai seorang murid jang berasal dari keturunan seorang bangsat seperti Siangloan Djie itu! Tjepat kau katakan dimana bersembunjinja orang she Siang. koan itu! bentak Peng Bin Koay-hiap dengan suara jang bengis sekali. Ho Ho seperti orang kesima, dia djadi memandang mematung sadja dengan bingung. "Tjepat kau katakan!" bentak Peng Bin Koay hiap dengan suara jang mengguntur. "Dimana orang she Siangkoan itu kini berada!" Ho Ho djadi tersadar, kemudian dengan suara jang datar, Ho Ho menjahuti: "Ajahku itu sekarang berada--!" "Dimana?" tanja Peng Bin Koay-hiap dengan bernafsu sekali. "Diatas bumi ini--!" sahut Ho Ho. "Hah?" darah Peng Bin Koay. híap djadi meluap, dia merasakan bahwa dirinja sedang dipermainkan oleh Ho Ho. "Keparat kau! Apakah kau ingin aku menggunakan kekerasan,<noinclude>{{rh|10|||L.M Arwah S}}</noinclude> moz01gd1h1dt7fnpnzcy8aqyhw6lflt Halaman:Citra Perempuan dalam Novel Putu Wijaya Kritik Sastra Feminis.pdf/47 104 96350 268505 2026-04-26T05:49:48Z Alykarina 26963 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'menghadap Bos. Hari ini juga kamu akan jadi wartawan. Kamu perempuan, begitu cantik, masih single lagi, kamu akan mudah sekali menembus sumber berita. Dalam satu bulan kamu akan jadi wartawan hebat!" Putri berpikir. Kemudian menggeleng. "Tidak. Saya tidak mau diterima bekerja hanya karena saya perempuan... (Wijaya, 2004: 83). Putri memang pribadi yang kompleks. Di satu sisi, dapat dikatakan ia adalah pejuang kaum perempuan, yang ingin memajukan... 268505 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Alykarina" /></noinclude>menghadap Bos. Hari ini juga kamu akan jadi wartawan. Kamu perempuan, begitu cantik, masih single lagi, kamu akan mudah sekali menembus sumber berita. Dalam satu bulan kamu akan jadi wartawan hebat!" Putri berpikir. Kemudian menggeleng. "Tidak. Saya tidak mau diterima bekerja hanya karena saya perempuan... (Wijaya, 2004: 83). Putri memang pribadi yang kompleks. Di satu sisi, dapat dikatakan ia adalah pejuang kaum perempuan, yang ingin memajukan dan melepaskan diri dari ketergantungan terhadap laki-laki, sekaligus ingin memperbaiki cara pandang masyarakat terhadap tradisi. Namun, di sisi yang lain, Putri tetap menghormati dan menghargai nilai tradisional dan kebiasaan yang berlaku di masyarakatnya, apalagi jika hal itu datang dari sikap dan pribadi ayahnya, Mangku Puseh. Ketika mengetahui kenyataan bahwa ibunya menerima Mangku Puseh sebagai suaminya dengan keterpaksaan, Putri menanggapi hal itu dengan pikiran yang jernih. Ia tidak pernah menyalahkan Mangku Puseh yang telah merampas kehidupan perempuan yang telah puluhan tahun menjadi istrinya. Putri menyadari bahwa Mangku Puseh sendiri pun tidak menginginkan hal itu terjadi. Ia tidak pernah dengan sengaja ingin merampas hidup perempuan yang tidak pernah mencintainya ilu. Putri mengetahui dengan pasti bahwa Mangku Puseh melakukan itu karena mengikuti keinginan ibunya juga, yaitu nenek Putri. Ayahnya melakukan itu lebih sebagai kewajiban karena seluruh kehidupannya adalah dharma. Dapat dikatakan, ia juga adalah korban dari tradisi yang telah mendarah daging itu. Banyak pikiran tentang perempuan tercermin dalam diri tokoh Putri. Salah satu pikirannya yang melekat erat pada diri setiap manusia, khususnya perempuan adalah persoalan cinta. Cara pandang Putri pada konsep cinta sangat berbeda dari kebanyakan pandangan perempuan Meliling. Bagi mereka, konsep cinta tumbuh secara perlahan-lahan lewat persentuhan badan. Oleh karena itu, banyak dari gadis-gadis Meliling yang sudah tidak perawan lagi karena telah melepaskan keperawanan mereka, baik oleh pacar maupun suami mereka. Pada usia Putri, semua wanita di Meliling sudah tidak perawan lagi. Entah oleh suami, atau pacar-pacar. Hanya Putri yang tertahan atau bertahan. (Wijaya, 2004: 101).<noinclude>{{rh||35}}</noinclude> dr4b5npy0hbankcdt8lx8o6uvjo4bue 268507 268505 2026-04-26T05:54:21Z Alykarina 26963 /* Telah diuji baca */ 268507 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Alykarina" /></noinclude>menghadap Bos. Hari ini juga kamu akan jadi wartawan. Kamu perempuan, begitu cantik, masih single lagi, kamu akan mudah sekali menembus sumber berita. Dalam satu bulan kamu akan jadi wartawan hebat!" Putri berpikir. Kemudian menggeleng. "Tidak. Saya tidak mau diterima bekerja hanya karena saya perempuan... (Wijaya, 2004: 83). Putri memang pribadi yang kompleks. Di satu sisi, dapat dikatakan ia adalah pejuang kaum perempuan, yang ingin memajukan dan melepaskan diri dari ketergantungan terhadap laki-laki, sekaligus ingin memperbaiki cara pandang masyarakat terhadap tradisi. Namun, di sisi yang lain, Putri tetap menghormati dan menghargai nilai tradisional dan kebiasaan yang berlaku di masyarakatnya, apalagi jika hal itu datang dari sikap dan pribadi ayahnya, Mangku Puseh. Ketika mengetahui kenyataan bahwa ibunya menerima Mangku Puseh sebagai suaminya dengan keterpaksaan, Putri menanggapi hal itu dengan pikiran yang jernih. Ia tidak pernah menyalahkan Mangku Puseh yang telah merampas kehidupan perempuan yang telah puluhan tahun menjadi istrinya. Putri menyadari bahwa Mangku Puseh sendiri pun tidak menginginkan hal itu terjadi. Ia tidak pernah dengan sengaja ingin merampas hidup perempuan yang tidak pernah mencintainya ilu. Putri mengetahui dengan pasti bahwa Mangku Puseh melakukan itu karena mengikuti keinginan ibunya juga, yaitu nenek Putri. Ayahnya melakukan itu lebih sebagai kewajiban karena seluruh kehidupannya adalah dharma. Dapat dikatakan, ia juga adalah korban dari tradisi yang telah mendarah daging itu. Banyak pikiran tentang perempuan tercermin dalam diri tokoh Putri. Salah satu pikirannya yang melekat erat pada diri setiap manusia, khususnya perempuan adalah persoalan cinta. Cara pandang Putri pada konsep cinta sangat berbeda dari kebanyakan pandangan perempuan Meliling. Bagi mereka, konsep cinta tumbuh secara perlahan-lahan lewat persentuhan badan. Oleh karena itu, banyak dari gadis-gadis Meliling yang sudah tidak perawan lagi karena telah melepaskan keperawanan mereka, baik oleh pacar maupun suami mereka. Pada usia Putri, semua wanita di Meliling sudah tidak perawan lagi. Entah oleh suami, atau pacar-pacar. Hanya Putri yang tertahan atau bertahan. (Wijaya, 2004: 101).<noinclude>{{rh||35}}</noinclude> ghe3rz1j90yyjt0nu461hv6bsvz65sq Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 03.pdf/69 104 96351 268506 2026-04-26T05:51:45Z Niaakhss 26033 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'djuga!" Dan setelah berkata dengan suara jang begitu bengis, tahu-tahu Peng Bin Koay.hiap telah mentjabut pedangnja dengan sikap jang mengantjam sekali. Ho Ho djadi menggidik mendengar muka-nja ingin dirusak oleh Peng Bin Koay.hiap dengan Dia djadi ter menggunakan pedangnja itu. Dia djadi teringat kepada hidungnja jang kemarin ini telah dipotong hampir putus, diam-diam Ho Ho djadi menggidik ngeri. Tanpa disadarinja, tangan Ho Ho djadi memegangi... 268506 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Niaakhss" /></noinclude>djuga!" Dan setelah berkata dengan suara jang begitu bengis, tahu-tahu Peng Bin Koay.hiap telah mentjabut pedangnja dengan sikap jang mengantjam sekali. Ho Ho djadi menggidik mendengar muka-nja ingin dirusak oleh Peng Bin Koay.hiap dengan Dia djadi ter menggunakan pedangnja itu. Dia djadi teringat kepada hidungnja jang kemarin ini telah dipotong hampir putus, diam-diam Ho Ho djadi menggidik ngeri. Tanpa disadarinja, tangan Ho Ho djadi memegangi hidungnja jang mulai sembuh itu. „Kau mau mengatakan tidak, tempat ajah-mu bersembunji itu, heh?" bentak Peng Bin Koay.hiap dengan sikap jang bengis sekali. „Kalau aku mengatakannja, apakah kau akan membunuhku djuga?" tanja Ho Ho. "Benar!" Pert juma sadja kalau begitu!„ kata Ho Ho dengan suara jang njaring. „Apanja jang pertjuma?!" „Karena kalau aku mengatakan, kau djuga akan tetap membunuhku, kalau tidak, menga-takan, djuga aku akan dibunuh oleh kau! Dua-duanja sama sadja, lebih bagus aku tidak mengatakan sadja ! Bukankah nanti ajahku akan bisa membalaskan sakit hatikus kalau ajahku itu mendengar aku telah dibunuh oleh kau iblis djahat---?" em ried min Peng Bin Koay-hiap djadi melengak medengar perkataan si botjah, tetapi kemudian L.M.Arwah-3. 69<noinclude>{{</noinclude> 0in3elmvd5xa1j38i6hqzue6dldqup3 268510 268506 2026-04-26T06:05:56Z Niaakhss 26033 268510 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Niaakhss" /></noinclude>djuga!" Dan setelah berkata dengan suara jang begitu bengis, tahu-tahu Peng Bin Koay.hiap telah mentjabut pedangnja dengan sikap jang mengantjam sekali. Ho Ho djadi menggidik mendengar muka-nja ingin dirusak oleh Peng Bin Koay.hiap dengan Dia djadi ter menggunakan pedangnja itu. Dia djadi teringat kepada hidungnja jang kemarin ini telah dipotong hampir putus, diam-diam Ho Ho djadi menggidik ngeri. Tanpa disadarinja, tangan Ho Ho djadi memegangi hidungnja jang mulai sembuh itu. „Kau mau mengatakan tidak, tempat ajah-mu bersembunji itu, heh?" bentak Peng Bin Koay.hiap dengan sikap jang bengis sekali. „Kalau aku mengatakannja, apakah kau akan membunuhku djuga?" tanja Ho Ho. "Benar!" Pert juma sadja kalau begitu!„ kata Ho Ho dengan suara jang njaring. „Apanja jang pertjuma?!" „Karena kalau aku mengatakan, kau djuga akan tetap membunuhku, kalau tidak, menga-takan, djuga aku akan dibunuh oleh kau! Dua-duanja sama sadja, lebih bagus aku tidak mengatakan sadja ! Bukankah nanti ajahku akan bisa membalaskan sakit hatikus kalau ajahku itu mendengar aku telah dibunuh oleh kau iblis djahat---?" em ried min Peng Bin Koay-hiap djadi melengak medengar perkataan si botjah, tetapi kemudian L.M.Arwah-3. 69<noinclude>{{{{rh|L.M Arwah -3|||69}}</noinclude> 3365lfkwkgi0zjy40ak6mdb5dzjvvv8 268511 268510 2026-04-26T06:06:19Z Niaakhss 26033 268511 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Niaakhss" /></noinclude>djuga!" Dan setelah berkata dengan suara jang begitu bengis, tahu-tahu Peng Bin Koay.hiap telah mentjabut pedangnja dengan sikap jang mengantjam sekali. Ho Ho djadi menggidik mendengar muka-nja ingin dirusak oleh Peng Bin Koay.hiap dengan Dia djadi ter menggunakan pedangnja itu. Dia djadi teringat kepada hidungnja jang kemarin ini telah dipotong hampir putus, diam-diam Ho Ho djadi menggidik ngeri. Tanpa disadarinja, tangan Ho Ho djadi memegangi hidungnja jang mulai sembuh itu. „Kau mau mengatakan tidak, tempat ajah-mu bersembunji itu, heh?" bentak Peng Bin Koay.hiap dengan sikap jang bengis sekali. „Kalau aku mengatakannja, apakah kau akan membunuhku djuga?" tanja Ho Ho. "Benar!" Pert juma sadja kalau begitu!„ kata Ho Ho dengan suara jang njaring. „Apanja jang pertjuma?!" „Karena kalau aku mengatakan, kau djuga akan tetap membunuhku, kalau tidak, menga-takan, djuga aku akan dibunuh oleh kau! Dua-duanja sama sadja, lebih bagus aku tidak mengatakan sadja ! Bukankah nanti ajahku akan bisa membalaskan sakit hatikus kalau ajahku itu mendengar aku telah dibunuh oleh kau iblis djahat---?" em ried min Peng Bin Koay-hiap djadi melengak medengar perkataan si botjah, tetapi kemudian<noinclude>{{{{rh|L.M Arwah -3|||69}}</noinclude> jxpz8vo0jijr0uv0stigzj1w8vxm0ta 268513 268511 2026-04-26T06:15:37Z Niaakhss 26033 /* Telah diuji baca */ 268513 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Niaakhss" /></noinclude>djuga!" Dan setelah berkata dengan suara jang begitu bengis, tahu-tahu Peng Bin Koay.hiap telah mentjabut pedangnja dengan sikap jang mengantjam sekali. Ho Ho djadi menggidik mendengar muka-nja ingin dirusak oleh Peng Bin Koay.hiap dengan Dia djadi ter menggunakan pedangnja itu. Dia djadi teringat kepada hidungnja jang kemarin ini telah dipotong hampir putus, diam-diam Ho Ho djadi menggidik ngeri. Tanpa disadarinja, tangan Ho Ho djadi memegangi hidungnja jang mulai sembuh itu. „Kau mau mengatakan tidak, tempat ajah-mu bersembunji itu, heh?" bentak Peng Bin Koay.hiap dengan sikap jang bengis sekali. „Kalau aku mengatakannja, apakah kau akan membunuhku djuga?" tanja Ho Ho. "Benar!" Pert juma sadja kalau begitu!„ kata Ho Ho dengan suara jang njaring. „Apanja jang pertjuma?!" „Karena kalau aku mengatakan, kau djuga akan tetap membunuhku, kalau tidak, menga-takan, djuga aku akan dibunuh oleh kau! Dua-duanja sama sadja, lebih bagus aku tidak mengatakan sadja ! Bukankah nanti ajahku akan bisa membalaskan sakit hatikus kalau ajahku itu mendengar aku telah dibunuh oleh kau iblis djahat---?" em ried min Peng Bin Koay-hiap djadi melengak medengar perkataan si botjah, tetapi kemudian<noinclude>{{{{rh|L.M Arwah -3|||69}}</noinclude> 65c2r5b1xvcuy0n0em6y6u5qhpwne95 Halaman:Citra Perempuan dalam Novel Putu Wijaya Kritik Sastra Feminis.pdf/42 104 96352 268508 2026-04-26T05:59:02Z Rendi Javier 26968 /* Telah diuji baca */ 268508 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Rendi Javier" /></noinclude>tidak akan didukung oleh kaum feminis karena mereka meyakini bahwa sebagai seorang individu, sebagai seorang manusia, perempuan memiliki kebebasan untuk menyatakan perasaan dan pikirannya tanpa harus terbebani, tanpa rasa takut, atau segan. Selama yang dipikirkan dan diungkapkan itu berguna untuk diri sendiri dan orang lain, perempuan harus memiliki keberanian untuk menyatakannya. Pada akhirnya, Putri menemukan kembali dirinya sebagai manusia bebas karena sekarang ia bukan lagi Putri yang menjadi pembantu di puri. Ia adalah seorang Putri yang baru, yang memiliki pikiran sendiri untuk kemajuan diri dan lingkungannya. Kesadaran itu hadir berkat kata-kata Nyoman yang mengatakan bahwa Putri tidak mau bersikap jujur. Putri telah membohongi dirinya sendiri, sementara ia selalu menasihati Nyoman untuk tidak berbohong. Putri mengusap matanya. Ia heran sekali ketika menyadari bahwa ia sudah melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Nyoman, ketika menghadapi sesuatu yang tidak disukainya. Kenapa ia mesti lari. Apa gunanya ia bertahun-tahun dipersiapkan jadi sarjana, kalau pada akhirnya lari? (Wijaya, 2004: 164). Putri memeluk Nyoman, seperti menjemput kembalinya mimpi yang tercecer. Ia sudah dilangkahi oleh hidupnya sendiri. Namun ia sempat menyadari, meskipun barangkali sudah agak kasip, ia diberi kesempatan memandang seluruh kehilangannya. Mungkin bukan benar-benar seluruhnya, karena berbagai keterbatasan Putri sendiri. Tetapi yang sedikit itu saja sudah begitu banyak. Putri bersyukur atas karunia itu (Wijaya, 2004: 176). Kesadaran Putri terhadap sikapnya selama ini, yang selalu lari dari kenyataan, membuatnya berani mengungkapkan kebenaran yang brusnya sudah lama ia ungkapkan. Ketika Pak Raka dan Nelly datang ke rumahnya dan memintanya untuk menandatangani surat payataan bersedia menjadi asisten Nelly, ia dengan tegas menolaknya. Ia tidak ingin menjadi asisten karena menjadi asisten apa saja dengan menjadi pembantu. Ia tidak mau lagi menjadi zato karena sudah bertahun-tahun ia menjadi penyeroan. Selain sta, masa tolak pantas menjadi asisten Nelly karena ia tahu, bagi Nathy orang asisten sama saja dengan menjadi pembantu, menjadi<noinclude>{{rh||30||}}</noinclude> 0x6oy8cow4kmad1vc87emeicdr5n0g3 Halaman:Citra Perempuan dalam Novel Putu Wijaya Kritik Sastra Feminis.pdf/44 104 96353 268509 2026-04-26T06:05:52Z Anggita Firnanda 26953 /* Telah diuji baca */ 268509 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Anggita Firnanda" /></noinclude>berpikir. Ia tidak panik. Kediaman Nyoman yang tidak mau menyebutkan nama laki-laki yang telah menghamilinya, dihadapinya dengan kelembutan seorang kakak. Dengan kasih, ia mencoba mengorek informasi dari Nyoman, berbeda dari Mangku Puseh yang mencari jalan pintas untuk menyelamatkan malu keluarga. Putri tidak demikian. Pendekatan secara kewanitaan lebih memberi kepercayaan kepada Nyoman di tengah kekalutan pikirannya. Akhirnya, Putri mengetahui juga siapa bapak anak yang dikandung Nyoman. Putri menyelesaikan semua persoalan tersebut dengan caranya sendiri, sementara bapaknya juga melakukan hal yang sama, mengikuti caranya sendiri. Putri melakukan pendekatan secara kewanitaan, tetapi dengan tegas menyatakan ketidaksukaannya kepada laki-laki yang tidak bertanggung jawab. Ketegasan Putri akhirnya mendorong Made Sukada, laki-laki yang menghamili Nyoman, mengakui perbuatannya dan membawa Nyoman untuk kawin lari. Hal itu dilakukan untuk menghindari jalan keluar yang ditawarkan oleh Mangku Puseh untuk menghilangkan malu keluarga, yaitu dengan mengawinkan Nyoman dengan Sadra, saudara sepupu Nyoman yang sudah dikebiri. Putri lebih menyetujui Nyoman dibawa kawin lari daripada harus merelakan adiknya menikah dengan laki-laki yang sudah tidak lagi berfungsi kelaki-lakiannya karena sudah dikebiri. Nyoman masih muda. Masih panjang jalan yang harus dilewatinya. Untuk apa ia mengorbankan kehidupan dan masa depannya, hanya untuk seorang Sadra. Menghabiskan usia mudanya mengabdi kepada laki-laki yang sudah jelas-jelas tidak akan memberinya kebahagiaan. Bagi Putri, perempuan harus berjuang memperoleh kebahagiaannya, dengan cara apa pun akan ditempuh. Kawin lari pun merupakan sebuah solusi yang tidak bisa lagi dihindari. Perempuan harus mampu memutuskan sendiri apa yang terbaik untuk dirinya.Ketergantungan dan kepatuhan yang terlalu berlebihan malah akan merugikan diri perempuan sendiri. Putri sangat meyakini itu. Kaum feminis tentu saja akan mendukung apa yang dipikirkan dan diputuskan oleh Putri dan Nyoman. Keprihatinan Putri dan perjuangannya terhadap nasib perempuan kembali terlihat ketika Made Sukada, suami Nyoman, arliknya, melakukan penyelewengan dan berhubungan dengan wanita lain. Ia sangat menentang perbuatan tersebut. Putri sangat menentang dengan tegas sebuah penyelewengan. Ia tidak akan pernah bisa menerima, jika seorang laki-laki ataupun perempuan berhubungan dengan seseorang yang sudah terikat dalam tali perkawinan. Sangat<noinclude>{{rh||32}}</noinclude> g7tmxb4ri1xngu4uq700n0kj7qox0uv Halaman:Citra Perempuan dalam Novel Putu Wijaya Kritik Sastra Feminis.pdf/50 104 96354 268512 2026-04-26T06:11:33Z Masturulifadah 26942 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'yang lebih berhak atas dirinya, tidak juga keluarga yang telah membesarkannya, apalagi orang puri dengan sisa-sisa kekuasaannya.Hal itu tidak akan terjadi di alam demokrasi yang menganggap semua orang sama, sama rata, sama rasa. Tidak ada lagi perbedaan dan batasan antara orang puri dan orang kebanyakanKebiasaan itu sudah selayaknya ditinggalkan karena sudah tidak cocok lagi dengan kondisi hari ini. "Apalagi begitu!" potong Putri ketus. "Menga... 268512 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Masturulifadah" /></noinclude>yang lebih berhak atas dirinya, tidak juga keluarga yang telah membesarkannya, apalagi orang puri dengan sisa-sisa kekuasaannya.Hal itu tidak akan terjadi di alam demokrasi yang menganggap semua orang sama, sama rata, sama rasa. Tidak ada lagi perbedaan dan batasan antara orang puri dan orang kebanyakanKebiasaan itu sudah selayaknya ditinggalkan karena sudah tidak cocok lagi dengan kondisi hari ini. "Apalagi begitu!" potong Putri ketus. "Mengapa saya harus dijadikan korban buat orang yang hanya tinggal 2 bulan hidup, padahal saya masih memiliki puluhan tahun lagi yang harus saya kejar untuk mencapai cita- cita saya? Ini penghinaan Tu Rah! (Wijaya, 2004: 185). Sikap tegas Putri mempertahankan prinsip dan cita-citanya tentu saja sesuai dengan apa yang dicita-citakan oleh kaum feminis. Perempuan harus bisa menentukan sendiri jalan kehidupan yang terbaik untuk dirinya. Dengan begitu, ia bisa melepaskan diri dari ketergantungan terhadap orang lain. Perempuan harus menolak dengan tegas segala bentuk perlakuan yang akan merugikan dirinya. Sikap tegas Putri yang dibarengi sikap pasrah yang mengandung makna terlihat seperti dalam kutipan berikut ini. "Pak Oka. Memang salah wanita, karena kodrat kami gainpang tersentuh oleh kasih sayang, kami jadi seperti Jayangan, kalau sudah tertiup angin dengan gampang dikendalikan. (Wijaya, 2004: 203) Komentar Putri tentang kodrat perempuan itu terlontar ketika Oka memaksa Putri untuk menerima tawaran bergabung dengan proyek mahakarya. Pandangan yang diutarakannya merupakan sindiran bagi Oka yang menganggap Putri akan langsung saja menerima tawaran tersebut karena pernah dekat dan bekerja dengan Palakarma, bos mahakarya. Ia ingin menyindir Oka yang menganggap perempuan hanya seperti layangan, yang bisa diarahkan menurut kemauan si pemilik layangan. Menurut Putri, perempuan juga mempunyai prinsip. Memang pada dasarnya, perempuan itu memiliki kelembutan yang mungkin jauh berbeda dari laki-laki dan mudah tersentuh kasih sayang. Sifat itu sudah telanjur menjadi merek perempuan sebagai akibat yang terbangun dari konstruksi sosial. Namun, perempuan tidak akan goyah pendiriannya hanya karena kasih sayang dan kelembutan yang diberikan. Putri di sini, sebagai wakil perempuan, ingin 38<noinclude></noinclude> ocpgwtqudxnvc06cyzm278roa3uq1v0 268515 268512 2026-04-26T07:32:14Z Masturulifadah 26942 268515 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Masturulifadah" /></noinclude>yang lebih berhak atas dirinya, tidak juga keluarga yang telah membesarkannya, apalagi orang puri dengan sisa-sisa kekuasaannya.Hal itu tidak akan terjadi di alam demokrasi yang menganggap semua orang sama, sama rata, sama rasa. Tidak ada lagi perbedaan dan batasan antara orang puri dan orang kebanyakanKebiasaan itu sudah selayaknya ditinggalkan karena sudah tidak cocok lagi dengan kondisi hari ini. "Apalagi begitu!" potong Putri ketus. "Mengapa saya harus dijadikan korban buat orang yang hanya tinggal 2 bulan hidup, padahal saya masih memiliki puluhantahun lagi yang harus saya kejar untuk mencapai cita-cita saya? Ini penghinaan Tu Rah! (Wijaya, 2004: 185). Sikap tegas Putri mempertahankan prinsip dan cita-citanya tentu saja sesuai dengan apa yang dicita-citakan oleh kaum feminis.Perempuan harus bisa menentukan sendiri jalan kehidupan yang terbaik untuk dirinya. Dengan begitu, ia bisa melepaskan diri dari ketergantungan terhadap orang lain. Perempuan harus menolak dengan tegas segala bentuk perlakuan yang akan merugikan dirinya. Sikap tegas Putri yang dibarengi sikap pasrah yang mengandung makna terlihat seperti dalam kutipan berikut ini. "Pak Oka. Memang salah wanita, karena kodrat kami gainpang tersentuh oleh kasih sayang, kami jadi seperti Jayangan, kalau sudah tertiup angin dengan gampang dikendalikan. (Wijaya, 2004: 203) Komentar Putri tentang kodrat perempuan itu terlontar ketika Oka memaksa Putri untuk menerima tawaran bergabung dengan proyek mahakarya. Pandangan yang diutarakannya merupakan sindiran bagi Oka yang menganggap Putri akan langsung saja menerima tawaran tersebut karena pernah dekat dan bekerja dengan Palakarma, bos mahakarya. Ia ingin menyindir Oka yang menganggap perempuan hanya seperti layangan, yang bisa diarahkan menurut kemauan si pemilik layangan. Menurut Putri, perempuan juga mempunyain prinsip. Memang pada dasarnya, perempuan itu memiliki kelembutan yang mungkin jauh berbeda dari laki-laki dan mudah tersentuh kasih sayang. Sifat itu sudah telanjur menjadi merek perempuan sebagai akibat yang terbangun dari konstruksi sosial. Namun, perempuan tidak akan goyah pendiriannya hanya karena kasih sayang dan kelembutan yang diberikan. Putri di sini, sebagai wakil perempuan, ingin<noinclude>{{rh||38}}</noinclude> nmbjrrk8p7562u0zcuokewdpmja27nf 268516 268515 2026-04-26T07:33:18Z Masturulifadah 26942 /* Telah diuji baca */ 268516 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Masturulifadah" /></noinclude>yang lebih berhak atas dirinya, tidak juga keluarga yang telah membesarkannya, apalagi orang puri dengan sisa-sisa kekuasaannya.Hal itu tidak akan terjadi di alam demokrasi yang menganggap semua orang sama, sama rata, sama rasa. Tidak ada lagi perbedaan dan batasan antara orang puri dan orang kebanyakanKebiasaan itu sudah selayaknya ditinggalkan karena sudah tidak cocok lagi dengan kondisi hari ini. "Apalagi begitu!" potong Putri ketus. "Mengapa saya harus dijadikan korban buat orang yang hanya tinggal 2 bulan hidup, padahal saya masih memiliki puluhantahun lagi yang harus saya kejar untuk mencapai cita-cita saya? Ini penghinaan Tu Rah! (Wijaya, 2004: 185). Sikap tegas Putri mempertahankan prinsip dan cita-citanya tentu saja sesuai dengan apa yang dicita-citakan oleh kaum feminis.Perempuan harus bisa menentukan sendiri jalan kehidupan yang terbaik untuk dirinya. Dengan begitu, ia bisa melepaskan diri dari ketergantungan terhadap orang lain. Perempuan harus menolak dengan tegas segala bentuk perlakuan yang akan merugikan dirinya. Sikap tegas Putri yang dibarengi sikap pasrah yang mengandung makna terlihat seperti dalam kutipan berikut ini. "Pak Oka. Memang salah wanita, karena kodrat kami gainpang tersentuh oleh kasih sayang, kami jadi seperti Jayangan, kalau sudah tertiup angin dengan gampang dikendalikan. (Wijaya, 2004: 203) Komentar Putri tentang kodrat perempuan itu terlontar ketika Oka memaksa Putri untuk menerima tawaran bergabung dengan proyek mahakarya. Pandangan yang diutarakannya merupakan sindiran bagi Oka yang menganggap Putri akan langsung saja menerima tawaran tersebut karena pernah dekat dan bekerja dengan Palakarma, bos mahakarya. Ia ingin menyindir Oka yang menganggap perempuan hanya seperti layangan, yang bisa diarahkan menurut kemauan si pemilik layangan. Menurut Putri, perempuan juga mempunyain prinsip. Memang pada dasarnya, perempuan itu memiliki kelembutan yang mungkin jauh berbeda dari laki-laki dan mudah tersentuh kasih sayang. Sifat itu sudah telanjur menjadi merek perempuan sebagai akibat yang terbangun dari konstruksi sosial. Namun, perempuan tidak akan goyah pendiriannya hanya karena kasih sayang dan kelembutan yang diberikan. Putri di sini, sebagai wakil perempuan, ingin<noinclude>{{rh||38}}</noinclude> pp93xsl8twcz2l67atcx0spgxqelngr Halaman:Citra Perempuan dalam Novel Putu Wijaya Kritik Sastra Feminis.pdf/51 104 96355 268518 2026-04-26T08:46:10Z ~2026-25408-48 26979 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'menyampaikan bahwa perempuan juga mempunyai prinsip, mempunyai idealisme yang akan dipertahankannya. Perempuan tidak akan dengan mudah dikendalikan oleh dominasi laki-laki ataupun oleh embel-embel kasih sayang. Mereka juga bisa tegas dan menolak sesuatu yang tidak sesuai dengan prinsipnya. Pertanyaan yang diajukan Putri dan ketidakpuasannya terhadap kenyataan yang sering ditemuinya dalam masyarakat, menyangkut perlakuan mereka terhadap perempu... 268518 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="103.86.116.68" /></noinclude>menyampaikan bahwa perempuan juga mempunyai prinsip, mempunyai idealisme yang akan dipertahankannya. Perempuan tidak akan dengan mudah dikendalikan oleh dominasi laki-laki ataupun oleh embel-embel kasih sayang. Mereka juga bisa tegas dan menolak sesuatu yang tidak sesuai dengan prinsipnya. Pertanyaan yang diajukan Putri dan ketidakpuasannya terhadap kenyataan yang sering ditemuinya dalam masyarakat, menyangkut perlakuan mereka terhadap perempuan, merupakan pertanyaan kaum perempuan pada umumnya. Sepertinya, perempuan hanya menjadi objek, tidak diberi kesempatan untuk menjadi pelaku. Masyarakat sudah sangat terbiasa dengan sikap pengkultusan terhadap laki-laki. Laki-laki boleh melakukan ini atau itu, sementara tabu dan janggal bagi perempuan untuk melakukan sesuatu yang selama ini hanya dilakukan oleh laki-laki. Putri menganggap adat dan tradisi lebih berpihak kepada kaum laki-laki. Keberpihakan itu tidak saja terjadi dalam lingkungan yang besar, dalam lingkungan terkecil seperti keluarga pun keberpihakan itu terlihat nyata. Jika seorang laki-laki yang melakukan pelanggaran atau aib yang membuat malu keluarga, hal itu dianggap sebagai perbuatan yang biasa karena mereka adalah laki-laki. Akan tetapi, kalau perbuatan yang dianggap mendatangkan malu bagi keluarga, apalagi masyarakat, dilakukan oleh perempuan, mereka akan dikucilkan dan dicampakkan dari lingkungannya. Kesenjangan seperti itulah yang ingin didobrak Putri. Menurutnya, laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama. Hanya bentuk fisiklah yang secara kodrati membedakan perempuan dengan laki-laki. Kodrat itu telah digariskan oleh Tuhan, bukan kodrat yang digariskan oleh manusia, juga bukan kodrat yang dibangun oleh struktur sosial dan budaya. Putri menyadari sekali haknya sebagai seorang perempuan. Untuk itulah, ia menggugat kebiasaan yang seringkali tidak berpihak pada kaumnya. Sering kali Putri harus berdebat dengan bapaknya, jika sudah menyinggung persoalan perempuan. Mangku Puseh menganggap perempuan lebih kuat dari laki-laki. Oleh sebab itu, untuk keselarasan dalam keluarga, dibutuhkan pengorbanan dari perempuan. Dalam sebuah rumah tangga, ukurannya bukan kebenaran dan kesalahan, tetapi dharma sadu, kelayakan dalam rumah tangga demi keselarasan kehidupan yang lebih luas dalam masyarakat. Keselarasan itu membutuhkan pengorbanan dan pengorbanan itu kebanyakan dilakukan oleh perempuan karena menurut Mangku Puseh mereka lebih kuat.<noinclude>{{rh||39}}</noinclude> etgzl9ag93dlhnip60emcg5rye11qzl