Wikisumber
idwikisource
https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama
MediaWiki 1.46.0-wmf.24
first-letter
Media
Istimewa
Pembicaraan
Pengguna
Pembicaraan Pengguna
Wikisumber
Pembicaraan Wikisumber
Berkas
Pembicaraan Berkas
MediaWiki
Pembicaraan MediaWiki
Templat
Pembicaraan Templat
Bantuan
Pembicaraan Bantuan
Kategori
Pembicaraan Kategori
Pengarang
Pembicaraan Pengarang
Indeks
Pembicaraan Indeks
Halaman
Pembicaraan Halaman
Portal
Pembicaraan Portal
TimedText
TimedText talk
Modul
Pembicaraan Modul
Acara
Pembicaraan Acara
Halaman:Permainan rakyat daerah Kalimantan Selatan.pdf/26
104
25308
268548
73527
2026-04-27T03:04:25Z
Iripseudocorus
23824
268548
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Shinta Jasmen" /></noinclude>mukul/penendang, dia harus berdiri di belakangg pemain yang pasang. Keadaannya terserah kepada kemahiran masing - masing. Kalau pemain itu biasa menendang dengan kaki kanan, maka dia harus berdiri di bagian kiri belakang dari pemain yang pasang. Begitu pula sebaliknya kalau pemain itu biasa mempergunakan kaki kiri untuk menendang, maka dia harus berdiri di bagian kanan belakang dari pemain yang pasang.
{{Hanging indent inherit|2|-2}}Mengenai jalannya permainan, umpama saja pemain A adalah sebagai pemain yang menang dan B adalah pemain yang kalah. Pemain B segera memasang kakinya dengan tumpuan sebagaimana digambarkan di ates. Sedangkan berat badan ditumpukkan ke bagian kaki belakang. Hal ini tentunya untuk memperkuat kaki yang ditumpukan di bagian belakang., Jika pemain B sudah menyatakan kesiapannya untuk menahan pukulan, maka pemain A segera mengambil tempat di bagUian belakang pemain B. Dengan mengayunkan kakinya, Pemain A segera mengadakan pukulan/tendangan. Kalau pemain B mampu menahan tendangan pemain A, yaitu tidak kesakitan dan keadaan tidak
lentur serta tumpuan kakinya tidak tergeser dari tumpuan semula, maka pemain B berhak mengadakan pukulan balasan. Jadi dalam permainan lanjutan ini pemain A harus menjadi pemain yang pasang, sedang pemain B menjadi pemain yang mmukul. Caranya sama dengan apa yang telah diterangkan di atas.
{{Hanging indent inherit|2|-2}}Apabila pemain A juga mampu menahan pukulan/tendangan pemain B, maka diadakan pula pergantian pasangan dan pukulan. Permainan ini akan berakhir kalau di antara salah seoran pemain tidak mampu lagi menahan pukulan lainnya. Umpama pemain A kakinya tergeser dari tumpuannya, maka pemain A sebagai pemain yang kalah dan B sebagai pemain yang menang. Jadi permainan ini merupakan permainan yang berbalas - balasan.<br>
<br>
d. Konsekwensi kalah menang
{{Hanging indent inherit|2|-2}}Pemain yang kalah tidak boleh lagi melawan pemain yang menang. Kalau dia masih ingin bermain dia boleh mencari pasangan yang belum bermain atau pemain yang kalah di pihak lainnya.
{{Hanging indent inherit|2|-2}}Sedangkan pemain yang menang, dia bebas menantang pemain dari mana pun asalkan dia berani atau pun sepadan dengan dia.
{{Hanging indent inherit|2|-2}}Pemain yang sudah kalah boleh mengadakan tantangannya dengan lawannya bermain itu dalam kesempatan lainnya saja, umpama beberapa hari setelah permainan itu diadakan.<br>
<br>
9. Peranannya masa kini
{{Hanging indent inherit|2|-2}}Bila dibandingkan dengan masa lalu, permainan ini kelihatannya<br>
{{right|19.}}<noinclude><references/></noinclude>
pfrzxrmjx41fwghwy7mbslriv3d4o24
Halaman:Permainan rakyat daerah Kalimantan Selatan.pdf/24
104
25462
268541
73834
2026-04-26T13:10:21Z
Iripseudocorus
23824
saltik
268541
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sathira15" /></noinclude>akan memukul biasanya berbunyi : Naga Ulit naga umbang, hancur kulit ramuk sampai ka tulang. Artinya : Naga ulit naga umbang. merupakan ungkapan yang diperoleh secara turun temurun yang tidak diketahui artinya. Hancur kulit ramuk sampai ka tulang, berarti : hancur kulit remuk sampai ke tulang.<br>
{{hii|2|-2}}Mantera yang mereka ambil dari ayat suci Al Qur'an umpamanya ayat yang ada dalam surat Al Fatihah, yaitu : lyya kana budu wa iyya kanasta 'in, artinya dalam bahasa Indonesianya berarti : Kepada Engkau Ya Allah kami menyembah, kepada Engkau pula kami meminta pertolongan.
{{hii|2|-2}}b. Lapangan permainan
::Untuk melakukan permainan ini tidak diperlukan suatu lapangan secara khusus/tertentu. Asalkan ada tempat yang agak lapang ukurannya kurang lebih 2 meter persegi, permainan tersebut sudah dapat dilakukan.
7. Iringan ( musik, gamelan dan sebagainya )
::Permainan Babintih ini tidak memerlukan iringan musik apapun baik berupa vokal maupun musik lainnya.
8. Jalannya permainan
{{hii|2|-2}}a. Persiapannya
::Sebelum diadakan permainan, terlebih dahulu diadakan persiapan persiapan, yaitu :
:1). Memilih pasangan/lawan bermain<br>
::Bagi anak yang ingin mengadakan permainan Babintih ini, mereka memilih pasangan/lawan bermain. Pasangan/lawan bermain ini harus disesuaikan dengan keseimbangan fisik mereka dan juga keberanian yang ada bagi anak tersebut.<br>
:2). Memilih tempat bermain
::Kalau pasangan/lawan bermain sudah mereka temukan, mereka kemudian mencari tempat untuk melakukan permainan. Bagi anak yang suka memamerkan kekuatan, mereka melaksanakan permainan itu di tempat yang ramai. Kadang - kadang mereka sengaja mencari tempat di mana anak - anak yang sedang berkerumun. Tetapi bagi anak yang sudah menginjak remaja, mereka memilih tempat - tempat yang agak sunyi. Kalau pada malam hari mereka mencari tempat yang agak gelap saja. Hal ini mungkin mereka malu kalau kalau ditertawakan atau diejek oleh orang - orang yang tua.
{{right|17}}<noinclude><references/></noinclude>
mua5pg207pp05j8dr21mvy4xjxjp6q5
Wikisumber:Kompetisi Wikisource 2026
4
95012
268566
268100
2026-04-27T09:58:50Z
Riiiv
22458
268566
wikitext
text/x-wiki
<gallery mode="packed" heights="230px">
File:Kompetisi Wikisource Indonesia 2026.png </gallery>
{{Kompetisi Wikisource 2026/kepala}}
<div style="margin-bottom: 1em; padding: .5em 1em; background: #F3FDC3;" class="plainlinks">
'''Kompetisi Wikisource 2026''' merupakan kompetisi menguji baca (''proofreading'') dan mengetik ulang sejumlah buku yang disediakan di Wikisource. Kompetisi ini hanya dapat diikuti oleh kontributor proyek-proyek Wikimedia yang telah lama atau kontributor baru sebelum tanggal 23 April 2026. '''Pemenang pertama dan kedua akan mendapatkan hadiah sebagai upaya terbaiknya dalam menyelaraskan naskah dengan baik'''.
'''{{Countdown
|year = 2026
|month = 5
|day = 1
|hour = 17
|minute = 00
|second = 00
|event = Kompetisi Wikisource 2026
|duration = 14
|duration unit = day
|eventstart = Kompetisi Wikisource 2026 telah dimulai.
|eventend = Kompetisi Wikisource 2026 telah berakhir.
}}'''
== Syarat dan ketentuan ==
Syarat dan ketentuan mengikuti Kompetisi Wikisource 2026 adalah sebagai berikut.
# Peserta merupakan '''kontributor dalam proyek-proyek Wikimedia''' yang dibuktikan dengan akun dalam salah satu proyek-proyek Wikimedia ([[:w:|Wikipedia]], [[:s:|Wikisource]], [[:b:|Wikibooks]], [[:d:|Wikidata]], [[:n:en:|Wikinews]], [[:c:|Wikimedia Commons]], [[:q:en:|Wikiquote]], [[:species:|Wikispecies]], [[:v:|Wikiversity]], [[:voy:|Wikivoyage]], [[:wikt:|Wiktionary]], atau [[:m:|Meta-Wiki]]).
# Mendaftarkan diri kepada panitia melalui '''[https://bit.ly/kompetisi-WSI2026 pranala ini]'''.
# Menambahkan templat <code><nowiki>{{Peserta Kompetisi Wikisource 2026}}</nowiki></code> di [[Special:MyPage|halaman pengguna Wikisource bahasa Indonesia]]. Penempatan tanda ini '''wajib'''; peserta yang belum mencantumkan templat tersebut '''tidak''' dianggap sebagai peserta.
# Menyelaraskan teks sejumlah buku yang telah ditentukan '''(baca [[Wikisource:Kompetisi Wikisource 2026/Peserta, aturan, dan hadiah|Aturan]]!)'''. Peserta wajib menyamakan teks hasil transkripsi (dalam gambar sebelah kiri) dengan teks asli (dalam gambar sebelah kanan). Ingat, kontribusi peserta Kompetisi Wikisource 2026 hanyalah '''menyelaraskan (menyamakan)''' teks hasil transkripsi dengan teks asli.
# '''PERHATIKAN''' bahwa panitia akan menambahkan buku lain apabila buku yang disediakan telah selesai diselaraskan oleh para peserta Kompetisi Wikisource 2026. Oleh karena itu, terus pantau '''[[Wikisource:Kompetisi Wikisource 2026/Daftar buku|halaman ini]]''' untuk pembaruan daftar buku.
# Setiap peserta diharapkan aktif menyunting halaman-halaman buku '''secara bertanggung jawab''' selama mengikuti Kompetisi Wikisource 2026.
== Tujuan kompetisi ==
Kompetisi Wikisource 2026 adalah sebuah kompetisi untuk memberi sumbangsih yang baik terutama untuk Wikisource Bahasa Indonesia dan memperkaya literatur bahasa, terutama dari sumber-sumber primer dan sekunder.
Halaman-halaman yang diuji baca dan divalidasi akan ditransklusikan ke halaman artikel sehingga bisa dibaca dan diunduh dengan lebih mudah.
Sumber-sumber primer maupun sekunder dapat digunakan oleh proyek-proyek Wikimedia lainnya, misalnya [[:w:|Wikipedia]], [[:s:|Wikisource]], [[:b:|Wikibooks]], [[:d:|Wikidata]], [[:n:en:|Wikinews]], [[:c:|Wikimedia Commons]], [[:q:en:|Wikiquote]], [[:species:|Wikispecies]], [[:v:|Wikiversity]], [[:voy:|Wikivoyage]], [[:wikt:|Wiktionary]] dan proyek-proyek lainnya bahkan yang masih di Incubator.
Apabila buku-buku yang ada sudah selesai diselaraskan, siapa pun dapat mencetak kembali buku tersebut.
Setelah kompetisi ini selesai, peserta dapat melanjutkan menguji baca buku-buku lain yang sudah bebas hak cipta atau yang berlisensi bebas, dan berkontribusi di situs Wikisource Bahasa Indonesia.
Segera daftarkan diri dan ikut berkompetisi!
</div>
== Tanggal-tanggal penting ==
* Kompetisi Wikisource 2026 dimulai pada '''[https://zonestamp.toolforge.org/1710522000 1 Mei 2026, 00.00 (WIB)] s.d. [https://zonestamp.toolforge.org/1711817100 14 Mei 2026, 23.59 (WIB)]''' dan berpatokan pada [[:w:Waktu Universal Terkoordinasi|waktu UTC]]. Suntingan yang dibuat sebelum dan sesudah tanggal tertera di atas tidak akan dihitung oleh panitia.
* Pengumuman pemenang akan diumumkan pada '''20 Mei 2026'''.
== Hubungi kami ==
Apakah Anda mengalami kebingungan atau menemui kesulitan? Silakan menghubungi panitia melalui:
* Grup Whatsapp: https://chat.whatsapp.com/GRMnxWgW5jhI68WOVB2dXg untuk respons yang lebih dinamis - gunakan grup ini untuk menanyakan pertanyaan yang bersifat umum atau seputar kompetisi. Hanya peserta [https://bit.ly/Kompetisi-WSI2026 terdaftar] yang boleh bergabung
* Apabila Anda memiliki pertanyaan yang tidak bersifat umum, silakan hubungi panitia kompetisi Wikisource 2026:
# [[Special:EmailUser/Riiiv]] - atau via WhatsApp
# [[Special:EmailUser/Thersetya2021]] - atau via WhatsApp
* Grup Telegram: [https://t.me/komunitaswikisourceid @komunitaswikisourceid] - gunakan grup ini untuk memperkenalkan diri Anda kepada komunitas Wikisource Indonesia yang lebih besar. Tidak untuk menanyakan pertanyaan yang berhubungan dengan kompetisi.
</div>
[[Category:GLAM 2026]]
[[Category:Proyek 2026]]
3uo618iqcb2g2zbzmvjc3m46n11bqu4
268568
268566
2026-04-27T10:10:43Z
Riiiv
22458
268568
wikitext
text/x-wiki
<gallery mode="packed" heights="230px">
File:Kompetisi Wikisource Indonesia 2026.png </gallery>
{{Kompetisi Wikisource 2026/kepala}}
<div style="margin-bottom: 1em; padding: .5em 1em; background: #F3FDC3;" class="plainlinks">
'''Kompetisi Wikisource 2026''' merupakan kompetisi menguji baca (''proofreading'') dan mengetik ulang sejumlah buku yang disediakan di Wikisource. Kompetisi ini hanya dapat diikuti oleh kontributor proyek-proyek Wikimedia yang telah lama atau kontributor baru sebelum tanggal 25 April 2026. '''Pemenang pertama dan kedua akan mendapatkan hadiah sebagai upaya terbaiknya dalam menyelaraskan naskah dengan baik'''.
'''{{Countdown
|year = 2026
|month = 5
|day = 1
|hour = 17
|minute = 00
|second = 00
|event = Kompetisi Wikisource 2026
|duration = 14
|duration unit = day
|eventstart = Kompetisi Wikisource 2026 telah dimulai.
|eventend = Kompetisi Wikisource 2026 telah berakhir.
}}'''
== Syarat dan ketentuan ==
Syarat dan ketentuan mengikuti Kompetisi Wikisource 2026 adalah sebagai berikut.
# Peserta merupakan '''kontributor dalam proyek-proyek Wikimedia''' yang dibuktikan dengan akun dalam salah satu proyek-proyek Wikimedia ([[:w:|Wikipedia]], [[:s:|Wikisource]], [[:b:|Wikibooks]], [[:d:|Wikidata]], [[:n:en:|Wikinews]], [[:c:|Wikimedia Commons]], [[:q:en:|Wikiquote]], [[:species:|Wikispecies]], [[:v:|Wikiversity]], [[:voy:|Wikivoyage]], [[:wikt:|Wiktionary]], atau [[:m:|Meta-Wiki]]).
# Mendaftarkan diri kepada panitia melalui '''[https://bit.ly/kompetisi-WSI2026 pranala ini]'''.
# Menambahkan templat <code><nowiki>{{Peserta Kompetisi Wikisource 2026}}</nowiki></code> di [[Special:MyPage|halaman pengguna Wikisource bahasa Indonesia]]. Penempatan tanda ini '''wajib'''; peserta yang belum mencantumkan templat tersebut '''tidak''' dianggap sebagai peserta.
# Menyelaraskan teks sejumlah buku yang telah ditentukan '''(baca [[Wikisource:Kompetisi Wikisource 2026/Peserta, aturan, dan hadiah|Aturan]]!)'''. Peserta wajib menyamakan teks hasil transkripsi (dalam gambar sebelah kiri) dengan teks asli (dalam gambar sebelah kanan). Ingat, kontribusi peserta Kompetisi Wikisource 2026 hanyalah '''menyelaraskan (menyamakan)''' teks hasil transkripsi dengan teks asli.
# '''PERHATIKAN''' bahwa panitia akan menambahkan buku lain apabila buku yang disediakan telah selesai diselaraskan oleh para peserta Kompetisi Wikisource 2026. Oleh karena itu, terus pantau '''[[Wikisource:Kompetisi Wikisource 2026/Daftar buku|halaman ini]]''' untuk pembaruan daftar buku.
# Setiap peserta diharapkan aktif menyunting halaman-halaman buku '''secara bertanggung jawab''' selama mengikuti Kompetisi Wikisource 2026.
== Tujuan kompetisi ==
Kompetisi Wikisource 2026 adalah sebuah kompetisi untuk memberi sumbangsih yang baik terutama untuk Wikisource Bahasa Indonesia dan memperkaya literatur bahasa, terutama dari sumber-sumber primer dan sekunder.
Halaman-halaman yang diuji baca dan divalidasi akan ditransklusikan ke halaman artikel sehingga bisa dibaca dan diunduh dengan lebih mudah.
Sumber-sumber primer maupun sekunder dapat digunakan oleh proyek-proyek Wikimedia lainnya, misalnya [[:w:|Wikipedia]], [[:s:|Wikisource]], [[:b:|Wikibooks]], [[:d:|Wikidata]], [[:n:en:|Wikinews]], [[:c:|Wikimedia Commons]], [[:q:en:|Wikiquote]], [[:species:|Wikispecies]], [[:v:|Wikiversity]], [[:voy:|Wikivoyage]], [[:wikt:|Wiktionary]] dan proyek-proyek lainnya bahkan yang masih di Incubator.
Apabila buku-buku yang ada sudah selesai diselaraskan, siapa pun dapat mencetak kembali buku tersebut.
Setelah kompetisi ini selesai, peserta dapat melanjutkan menguji baca buku-buku lain yang sudah bebas hak cipta atau yang berlisensi bebas, dan berkontribusi di situs Wikisource Bahasa Indonesia.
Segera daftarkan diri dan ikut berkompetisi!
</div>
== Tanggal-tanggal penting ==
* Kompetisi Wikisource 2026 dimulai pada '''[https://zonestamp.toolforge.org/1710522000 1 Mei 2026, 00.00 (WIB)] s.d. [https://zonestamp.toolforge.org/1711817100 14 Mei 2026, 23.59 (WIB)]''' dan berpatokan pada [[:w:Waktu Universal Terkoordinasi|waktu UTC]]. Suntingan yang dibuat sebelum dan sesudah tanggal tertera di atas tidak akan dihitung oleh panitia.
* Pengumuman pemenang akan diumumkan pada '''20 Mei 2026'''.
== Hubungi kami ==
Apakah Anda mengalami kebingungan atau menemui kesulitan? Silakan menghubungi panitia melalui:
* Grup Whatsapp: https://chat.whatsapp.com/GRMnxWgW5jhI68WOVB2dXg untuk respons yang lebih dinamis - gunakan grup ini untuk menanyakan pertanyaan yang bersifat umum atau seputar kompetisi. Hanya peserta [https://bit.ly/Kompetisi-WSI2026 terdaftar] yang boleh bergabung
* Apabila Anda memiliki pertanyaan yang tidak bersifat umum, silakan hubungi panitia kompetisi Wikisource 2026:
# [[Special:EmailUser/Riiiv]] - atau via WhatsApp
# [[Special:EmailUser/Thersetya2021]] - atau via WhatsApp
* Grup Telegram: [https://t.me/komunitaswikisourceid @komunitaswikisourceid] - gunakan grup ini untuk memperkenalkan diri Anda kepada komunitas Wikisource Indonesia yang lebih besar. Tidak untuk menanyakan pertanyaan yang berhubungan dengan kompetisi.
</div>
[[Category: Kebudayaan 2026]]
[[Category:Proyek 2026]]
5iz7n6zclmpzxci3x905574s01b02qj
268569
268568
2026-04-27T10:20:14Z
Thersetya2021
15831
268569
wikitext
text/x-wiki
<gallery mode="packed" heights="230px">
File:Kompetisi Wikisource Indonesia 2026.png </gallery>
{{Kompetisi Wikisource 2026/kepala}}
<div style="margin-bottom: 1em; padding: .5em 1em; background: #F3FDC3;" class="plainlinks">
'''Kompetisi Wikisource 2026''' merupakan kompetisi menguji baca (''proofreading'') dan menyelaraskan hasil transkripsi dengan teks asli sejumlah buku, naskah, majalah, dst. yang disediakan di Wikisource. Kompetisi ini hanya dapat diikuti oleh kontributor proyek-proyek Wikimedia yang telah lama atau kontributor baru sebelum tanggal 25 April 2026. '''Pemenang pertama dan kedua akan mendapatkan hadiah sebagai upaya terbaiknya dalam menyelaraskan naskah dengan baik'''.
'''{{Countdown
|year = 2026
|month = 5
|day = 1
|hour = 17
|minute = 00
|second = 00
|event = Kompetisi Wikisource 2026
|duration = 14
|duration unit = day
|eventstart = Kompetisi Wikisource 2026 telah dimulai.
|eventend = Kompetisi Wikisource 2026 telah berakhir.
}}'''
== Syarat dan ketentuan ==
Syarat dan ketentuan mengikuti Kompetisi Wikisource 2026 adalah sebagai berikut.
# Peserta merupakan '''kontributor dalam proyek-proyek Wikimedia''' yang dibuktikan dengan akun dalam salah satu proyek-proyek Wikimedia ([[:w:|Wikipedia]], [[:s:|Wikisource]], [[:b:|Wikibooks]], [[:d:|Wikidata]], [[:n:en:|Wikinews]], [[:c:|Wikimedia Commons]], [[:q:en:|Wikiquote]], [[:species:|Wikispecies]], [[:v:|Wikiversity]], [[:voy:|Wikivoyage]], [[:wikt:|Wiktionary]], atau [[:m:|Meta-Wiki]]).
# Mendaftarkan diri kepada panitia melalui '''[https://bit.ly/kompetisi-WSI2026 pranala ini]'''.
# Menambahkan templat <code><nowiki>{{Peserta Kompetisi Wikisource 2026}}</nowiki></code> di [[Special:MyPage|halaman pengguna Wikisource bahasa Indonesia]]. Penempatan tanda ini '''wajib'''; peserta yang belum mencantumkan templat tersebut '''tidak''' dianggap sebagai peserta.
# Menyelaraskan teks sejumlah buku yang telah ditentukan '''(baca [[Wikisource:Kompetisi Wikisource 2026/Peserta, aturan, dan hadiah|Aturan]]!)'''. Peserta wajib menyamakan teks hasil transkripsi (dalam gambar sebelah kiri) dengan teks asli (dalam gambar sebelah kanan). Ingat, kontribusi peserta Kompetisi Wikisource 2026 hanyalah '''menyelaraskan (menyamakan)''' teks hasil transkripsi dengan teks asli.
# '''PERHATIKAN''' bahwa panitia akan menambahkan buku lain apabila buku yang disediakan telah selesai diselaraskan oleh para peserta Kompetisi Wikisource 2026. Oleh karena itu, terus pantau '''[[Wikisource:Kompetisi Wikisource 2026/Daftar buku|halaman ini]]''' untuk pembaruan daftar buku.
# Setiap peserta diharapkan aktif menyunting halaman-halaman buku '''secara bertanggung jawab''' selama mengikuti Kompetisi Wikisource 2026.
== Tujuan kompetisi ==
Kompetisi Wikisource 2026 adalah sebuah kompetisi untuk memberi sumbangsih yang baik terutama untuk Wikisource Bahasa Indonesia dan memperkaya literatur bahasa, terutama dari sumber-sumber primer dan sekunder.
Halaman-halaman yang diuji baca dan divalidasi akan ditransklusikan ke halaman artikel sehingga bisa dibaca dan diunduh dengan lebih mudah.
Sumber-sumber primer maupun sekunder dapat digunakan oleh proyek-proyek Wikimedia lainnya, misalnya [[:w:|Wikipedia]], [[:s:|Wikisource]], [[:b:|Wikibooks]], [[:d:|Wikidata]], [[:n:en:|Wikinews]], [[:c:|Wikimedia Commons]], [[:q:en:|Wikiquote]], [[:species:|Wikispecies]], [[:v:|Wikiversity]], [[:voy:|Wikivoyage]], [[:wikt:|Wiktionary]] dan proyek-proyek lainnya bahkan yang masih di Incubator.
Apabila buku-buku yang ada sudah selesai diselaraskan, siapa pun dapat mencetak kembali buku tersebut.
Setelah kompetisi ini selesai, peserta dapat melanjutkan menguji baca buku-buku lain yang sudah bebas hak cipta atau yang berlisensi bebas, dan berkontribusi di situs Wikisource Bahasa Indonesia.
Segera daftarkan diri dan ikut berkompetisi!
</div>
== Tanggal-tanggal penting ==
* Kompetisi Wikisource 2026 dimulai pada '''[https://zonestamp.toolforge.org/1710522000 1 Mei 2026, 00.00 (WIB)] s.d. [https://zonestamp.toolforge.org/1711817100 14 Mei 2026, 23.59 (WIB)]''' dan berpatokan pada [[:w:Waktu Universal Terkoordinasi|waktu UTC]]. Suntingan yang dibuat sebelum dan sesudah tanggal tertera di atas tidak akan dihitung oleh panitia.
* Pengumuman pemenang akan diumumkan pada '''20 Mei 2026'''.
== Hubungi kami ==
Apakah Anda mengalami kebingungan atau menemui kesulitan? Silakan menghubungi panitia melalui:
* Grup WhatsApp Grup Peserta Kompetisi WSI 2026. Hanya peserta [https://bit.ly/Kompetisi-WSI2026 terdaftar] yang boleh bergabung WAG ini.
* Apabila Anda memiliki pertanyaan yang tidak bersifat umum, silakan hubungi panitia kompetisi Wikisource 2026:
# [[Special:EmailUser/Riiiv]] - atau via WhatsApp
# [[Special:EmailUser/Thersetya2021]] - atau via WhatsApp
* Grup Telegram: [https://t.me/komunitaswikisourceid @komunitaswikisourceid] - gunakan grup ini untuk memperkenalkan diri Anda kepada komunitas Wikisource Indonesia yang lebih besar atau menghubungi panitia.
</div>
[[Category: Kebudayaan 2026]]
[[Category:Proyek 2026]]
qs4yekusa48h04mj1z9uq66v3o3fya3
Wikisumber:Kompetisi Wikisource 2026/Peserta, aturan, dan hadiah
4
95013
268567
268102
2026-04-27T10:08:30Z
Riiiv
22458
268567
wikitext
text/x-wiki
<gallery mode="packed" heights="230px">
File:Kompetisi Wikisource Indonesia 2026.png </gallery>
{{Kompetisi Wikisource 2026/kepala}}
Tertarik berpartisipasi dalam Kompetisi Wikisource 2026? Silakan baca persyaratannya di bawah ini!
<small>([[#Pengecualian peserta|Pengecualian]] diberikan kepada calon peserta tertentu.)</small>
== Aturan umum ==
'''Sebelum memulai, harap membaca Syarat dan Ketentuan berikut ini dengan saksama.'''
# Kompetisi Wikisource 2026 berlangsung pada 1 Mei 2026, 00:00 (WIB) s.d. 14 Mei 2026, 24:00 (WIB).
#* Hanya suntingan yang dibuat dalam rentang waktu di atas yang akan dihitung. Suntingan yang dibuat sebelum dan sesudah tanggal tertera di atas tidak akan dihitung oleh panitia.
#* Hitungan jumlah kontribusi setiap peserta akan dilakukan secara otomatis melalui perkakas WSContest.
#* Peserta dapat melihat jumlah kontribusi masing-masing di halaman '''[[Wikisource:Kompetisi Wikisource 2026/Hasil|Klasemen Buku-Buku Kompetisi]]'''.
# Peserta harus memiliki akun di proyek-proyek Wikimedia baik ([[:w:|Wikipedia]], [[:s:|Wikisumber]], [[:b:|Wikibooks]], [[:d:|Wikidata]], [[:n:en:|Wikinews]], [[:c:|Wikimedia Commons]], [[:q:en:|Wikiquote]], [[:species:|Wikispecies]], [[:v:|Wikiversity]], [[:voy:|Wikivoyage]], [[:wikt:|Wiktionary]], maupun [[:m:|Meta-Wiki]]) dan sudah menjadi '''kontributor minimal salah satu dari proyek-proyek Wikimedia'''.
#* Apabila telah memiliki akun, bisa masuk log melalui '''[[Special:Masuk log|pranala ini]]'''.
#* Apabila Anda pernah memenangkan salah satu hadiah utama kompetisi yang diselenggarakan Wikimedia dalam 3 tahun terakhir, Anda masih bisa mengikuti kompetisi ini, tetapi '''tidak bisa memperoleh hadiah utama'''. Lihat pula [[#Pengecualian peserta]] di bawah.
#* Peserta dilarang membuat dan berpartisipasi dengan akun baru yang belum pernah berkontribusi di mana pun (akun yang dibuat setelah tanggal 25 April 2026 akan didiskualifikasi).
#* Peserta wajib membubuhkan templat <code><nowiki>{{Peserta Kompetisi Wikisource 2026}}</nowiki></code> di [[Special:MyPage|halaman pengguna Anda]]'''.'''
# Peserta harus mendaftar terlebih dahulu melalui borang berikut: [https: Pendaftaran]
#* Hanya peserta terdaftar di borang dan mengisi seluruh informasi dengan lengkap yang diperbolehkan mengikuti kompetisi
#* Apabila Anda memasukkan data yang salah, Anda diperbolehkan mengisi ulang borang pendaftaran selama periode pendaftaran.
#* Pendaftaran peserta dibuka 29 - 30 Mei 2026, 24:00 WIB. Peserta yang belum terdaftar hingga tanggal tersebut, dianggap bukan peserta kompetisi walaupun telah menguji baca halaman-halaman yang dikompetisikan.
# Buka halaman indeks buku di '''[[Wikisource:Kompetisi Wikisource 2026/Daftar buku|halaman ini]]'''. Klik halaman indeks buku yang akan diuji-baca.
#* Nomor halaman yang berwarna <font style="background:red; color:white; padding:5px;">merah</font> menandakan bahwa teks dalam halaman tersebut '''perlu diuji-baca'''. Pastikan dulu halaman tersebut tidak sedang dikerjakan oleh peserta lain.
#* Nomor halaman yang berwarna <font style="background:yellow; padding:5px;>kuning</font> menandakan bahwa teks dalam halaman tersebut telah [[#Status halaman|diuji-baca]] dan siap divalidasi oleh peserta lain.
#* Nomor halaman yang berwarna <font style="background:green; color:white; padding:5px;">hijau</font> menandakan bahwa teks dalam halaman tersebut telah [[#Status halaman|divalidasi]]. Peserta lain tidak perlu menyunting lagi halaman-halaman seperti ini.
#* Tata cara melakukan uji-baca dan validasi halaman dapat dilihat di '''[[#Status halaman]] di bawah'''.
#* Jika Anda belum familiar dengan cara kerja Wikisource/Wikisumber, silakan simak [[s:Bantuan:Pedoman_pemula_tentang_uji-baca|halaman bantuan wikisource]] atau [https://docs.google.com/presentation/d/1todwSI7h1N7I01d13LrvAE2SUFZ3TTIJ/edit#slide=id.p13 PPT Lokakarya Wikisource kompetisi wikisource]
# '''PERHATIKAN''' bahwa panitia akan memberikan buku-buku lain (tambahan) apabila semua buku telah selesai diselaraskan oleh para peserta Kompetisi Wikisource 2026. Oleh karena itu, selalu pantau '''[[Wikisource:Kompetisi Wikisource 2025/Daftar buku|halaman ini]]''' untuk mengetahui daftar buku terbaru.
#* Panitia akan menyediakan 5 buku pertama. Buku akan ditambahkan apabila sekitar 90% dari total halaman buku-buku telah selesai divalidasi.
# Setiap peserta diharapkan selalu aktif menyunting halaman-halaman buku selama mengikuti Kompetisi Wikisource 2026.
# Setiap peserta wajib menaati [https://wikimedia.or.id/2019/09/02/kebijakan-ruang-ramah-acara/ Kebijakan Ruang Ramah Acara] dalam berkomunikasi dengan sesama peserta di wiki, di grup WA, dan/atau dengan panitia kompetisi.
#* Peserta diharapkan dapat berkontribusi dengan baik selama kompetisi berlangsung. '''Panitia akan mendiskualifikasi peserta yang melakukan tindakan curang, seperti menggunakan bot, menghapus kontribusi pengguna lain tanpa alasan yang dapat diterima, mengujibaca secara asal, memindahkan halaman, dan tindakan sejenis yang menyebabkan kerugian bagi panitia, peserta, dan pengguna Wikisumber lain.'''
# Aturan di sini dapat berubah sewaktu-waktu. Panitia akan mengumumkannya di WA grup peserta Kompetisi Wikisource 2026.
Apabila memerlukan bantuan, hubungi panitia '''[[Wikisource:Kompetisi Wikisource 2026#Hubungi kami|di sini]]'''.
=== Status halaman ===
Jalur validasi [[:id:Bantuan:Uji-baca|uji baca]] meliputi lima tingkat:
<center>
{|
|-
|colspan = 2, align=center| ↗ <span style="background:lightgrey; padding:5px;">Tanpa naskah</span>
|
|-
|<span style="color:#C00000">''halaman kosong'' </span>
|→ <span style="background:red; color:white; padding:5px;">Belum diuji-baca</span>
|→ <span style="background:yellow; padding:5px;">Telah diuji-baca</span>
|→ <span style="background:green; color:white; padding:5px;">Telah divalidasi</span>
|-
| align=right | ↘ →
|colspan = 2, align=center| ↘ <span style="background:purple; color:white; padding:5px;">Bermasalah</span> ↗
|}
</center>
Tiga yang pertama merupakan status normal:
*<span style="background:red; color:white; padding:5px;">Belum diuji baca</span> merupakan status standar.
*# Ketika Anda menyunting sebuah halaman baru, status baku (''default'') ketika Anda menyimpan halaman adalah "Belum diuji baca" (merah). Anda <u>tidak akan mendapat poin</u> jika Anda menyimpan dengan status ini.
*<span style="background:yellow; padding:5px;">Telah diuji baca</span> berarti telah diuji baca oleh seorang peserta.
*# Jika Anda sudah menguji baca halaman tersebut dengan memperhatikan tampilannya (tidak berantakan/multispasi), Anda dapat menyimpannya dengan status "Telah diuji baca" (kuning). Anda akan mendapat poin '''+3''' . Dalam status ini, kesalahan kata-kata masih diperbolehkan dalam jumlah sedikit (maksimal 5 kesalahan) dan '''tampilan sudah rapi/tidak ada multispasi'''. Jika ditemukan lebih dari lima kesalahan, status akan diturunkan menjadi merah lagi '''oleh panitia'''. Peserta tidak diperbolehkan menurunkan status peserta lain.
*# Uji baca yang dinilai: Tampilan secara keseluruhan sudah rapi, rata tengah/rata kanan sesuai, baris-baris puisi diapit dengan kode HTML "'''poem'''", penggunaan tabel di mana perlu, penggunaan poin-poin penomoran (''numbered list'') maupun tidak bernomor (''bullet list''), kata yang terpotong dengan tanda hubung ke baris berikutnya digabungkan dengan menghilangkan tanda hubung, kecuali kata ulang.
*<span style="background:green; color:white; padding:5px;">Tervalidasi</span> berarti telah diuji baca oleh dua peserta. Tombol warna hijau muncul pada halaman yang telah diuji baca oleh peserta lain. Halaman yang Anda kerjakan maksimal hanya bisa memilih status kuning.
*# Jika seorang peserta (A) sudah menguji baca, peserta lain (B) bisa mengubah status menjadi "Tervalidasi" (hijau), dengan syarat halaman tersebut sudah tidak ada kesalahan lain dari segi tampilan maupun ejaan. Anda akan mendapat poin '''+1'''. Jika masih ditemukan lebih dari tiga kesalahan, status akan diturunkan menjadi kuning '''oleh panitia'''. Peserta tidak diperbolehkan menurunkan status peserta lain.
*# '''Paragraf yang menjorok ke dalam''' (''hanging indent'') tetap dibiarkan rata kiri, tidak perlu memasukkan templat {{tl|hii}} untuk membuat paragraf menjorok.
Sebagai tambahan,
*<span style="background:lightgrey; padding:5px;">Tanpa teks</span> adalah untuk halaman kosong atau halaman lain yang tidak memerlukan uji baca ganda.
*# Peserta dianjurkan melompati halaman kosong atau simpan dengan status abu-abu.
*# Halaman-halaman kosong dengan cap atau penanda dari perpustakaan (mis. kartu peminjaman buku) atau tanda-tanda lainnya yang tidak memiliki kepentingan tinggi (mis. coret-coretan tidak jelas), dapat dianggap sebagai halaman kosong.
*<span style="background:purple; color:white; padding:5px;">Bermasalah</span> berlaku untuk halaman-halaman yang memuat huruf/karakter yang tidak bisa diketik, gambar coretan, gambar blur/tidak jelas, terpotong, atau rusak, dll..
*# Peserta dianjurkan membiarkan halaman rusak atau bermasalah, atau simpan dengan status ungu. Panitia akan memeriksa halaman tersebut dan mengupayakan untuk memperbaikinya.
Anda akan menemukan tombol terkait untuk menandakan apa yang telah Anda lakukan di bawah kotak suntingan seperti berikut ini jika ada peserta yang telah mengujibaca suatu halaman:
[[File:Wikisource page proofread buttons.png|Lima Tombol]]
atau seperti ini jika hanya Anda yang menguji baca suatu halaman dan harus divalidasi oleh peserta lain:
[[File:Wikisource page not proofread buttons.png|Empat tombol]]
;Peraturan kompetisi terkait status halaman
# Peserta hanya diperbolehkan menyimpan halaman dari status apa pun selain hijau ke kuning, dan dari kuning ke merah. Peserta '''dilarang''' menurunkan status hijau dan kuning ke status apa pun di bawahnya.
# Peserta hanya diperbolehkan mengerjakan satu halaman per waktu. Halaman yang belum selesai dikerjakan boleh disimpan dengan status "Belum diuji baca" (merah). Peserta memiliki waktu untuk mengerjakan halaman tersebut hingga berstatus "Telah teruji baca" (kuning) hingga kompetisi berakhir, tetapi sebelum halaman merah tersebut diuji baca, peserta tidak diperkenankan mengerjakan halaman lain.<br />a. Peserta lain diharap untuk tidak menyunting halaman merah yang sedang dikerjakan oleh orang lain.<br />b. Apabila Anda berubah pikiran dan ingin meninggalkan halaman yang Anda kerjakan, silakan mengganti statusnya dengan warna ungu (Bermasalah), dan <u>tinggalkan komentar: "Saya tidak mengerjakan halaman ini lagi"</u>
# Peserta boleh sewaktu-waktu menyunting halaman yang sedang dikerjakan, baik yang masih berstatus merah, kuning, maupun yang sudah berstatus hijau. Peserta lain hanya boleh menyunting halaman berstatus kuning yang bukan hasil uji bacanya (dikerjakan oleh peserta yang berbeda).<br />a. Apabila seorang peserta menyimpan halaman dengan status kuning, dan peserta lain "menghijaukannya", peserta pertama boleh menyunting halaman tersebut. Namun, ia tidak boleh menurunkan status halamannya (hanya panitia yang berhak menurunkan status halaman).<br />b. Peserta pertama (yang menguningkan) akan mendapatkan '''+3''', sementara peserta kedua (yang menghijaukan) mendapat '''+1'''. Silakan menguji baca halaman selanjutnya.
# Setiap peserta hanya diperbolehkan memiliki maksimal 2 (dua) halaman yang akan dikerjakan dengan memberi tanda status merah selama satu (1) hari. Jika peserta tersebut memberi tanda merah lebih dari dua halaman, dan membiarkannya lebih dari sehari peserta lain boleh mengambil alih dan mengerjakan uji baca pada halaman yang ditandai tersebut.
Penghitungan kontribusi akan menggunakan perkakas khusus. Pelajari sistemnya di bawah. Komponen yang akan dimasukkan ke dalam sistem skoring adalah sebagai berikut:
# jumlah poin,
# jumlah validasi halaman yang dikerjakan, dan
# jumlah uji baca halaman yang dikerjakan.
{| class="wikitable" style="margin: auto; width: 60%;"
|+ Sistem skoring naskah bahasa Indonesia
! Legenda
! Tindakan yang dilakukan
! Poin
! Validasi
! Kontribusi
|-
| [[File:Wikisource proofread yellow.svg|20px]]
| Dari status apa pun menjadi telah diuji baca
| 3 poin
| 0
| 1
|-
| [[File:Wikisource proofread green circle.svg|20px]]
| Dari telah diuji baca menjadi telah divalidasi
| 1 poin
| 1
| 1
|-
| [[File:Wikisource proofread green revert.svg|20px]]
| Jika status halaman yang telah divalidasi dicabut
| -1 poin
| -1
| -1
|-
| [[File:Wikisource proofread yellow revert.svg|20px]]
| Jika status halaman yang telah diuji baca dicabut
| -3 poin
| 0
| -1
|-
| [[File:Wikisource proofread violate circle.svg|20px]]
| Halaman bermasalah
| 0 poin
| —
| —
|-
| [[File:Wikisource proofread grey circle.svg|20px]]
| Halaman tanpa teks
| 0 poin
| —
| —
|-
| [[File:Wikisource proofread red circle.svg|20px]]
| Halaman belum diuji baca
| —
| —
| —
|}
== Hadiah ==
Hadiah utama akan diberikan kepada dua pemenang yang mencapai poin tertinggi. Peserta yang memenuhi syarat peserta terbaik berhak mendapatkan voucer dan cendera mata, dan peserta dengan jumlah suntingan tertentu akan mendapatkan cendera mata dari Wikimedia Indonesia.
{| class="wikitable" style="margin: auto; width: 80%;"
! style="text-align: center; font-weight:bold;" | Juara
! style="text-align: center; font-weight:bold;" | Hadiah
|-
! style="text-align: center; | I
| '''Laptop seharga Rp5.000.000''' + bingkisan cendera mata
|-
! style="text-align: center; | II
| '''Tablet seharga Rp3.000.000''' + bingkisan cendera mata
|-
! style="text-align: center; | Peserta terbaik
| '''Voucer belanja dengan total Rp2.000.000''' + bingkisan cendera mata
|-
| colspan="2" style="text-align: center; | Peserta dengan jumlah kontribusi lebih dari 1000 suntingan (di luar pemenang di atas) akan mendapatkan cendera mata.
|}
== Pengecualian peserta ==
Apabila Anda
* '''pernah memenangkan kompetisi yang diselenggarakan oleh Wikimedia Indonesia''', seperti laptop, perjalanan, konferensi, atau hadiah lain dari kompetisi Wikimedia Indonesia sejak '''1 Januari 2023''' dan
* '''mendapatkan juara 1, 2, dan 3''' dalam tiga tahun terakhir antara 2023-2025''', di salah satu kegiatan berikut
**WikiTeroka 2.0, 3.0, 4.0, dan 5.0
**Proyek Jatayu
**Wiki Cinta Alam 2023, 2024, dan 2025
**WikiKaleidoskop
**Kompetisi Wikisource 2023, 2024, dan 2025
**Kompetisi Wikipustaka 2023, 2024, dan 2025
**Kompetisi Wikisumber 2023, 2024, dan 2025
**Kompetisi Penyajian Data 2023, 2024, dan 2025
**Wikistories for GLAM
**WikiGalir
**WikiKaleidoskop 2.0
**Proyek Yuwana
***WikiPabukon - pemenang 1-5
***WikiSuku - pemenang 1-3
***WikiMekar - pemenang 1-6
***WikiPusaka - pemenang 1-3
***WikiSalman - pemenang 1-3
***WikiTetamian - pemenang 1-3
***WikiMolamahu - pemenang 1-3
***WikiHata - pemenang 1-3
<u>(Daftar ini telah final, terakhir diperbarui 19 April 2026)</u>
Anda tidak dapat memenangkan lagi hadiah utama I dan II dalam kompetisi ini, '''tetapi tetap bisa mendapatkan voucer/cendera mata''' jika memenuhi kriteria penilaian. Hadiah utama akan diutamakan untuk peserta lain yang belum pernah menjadi juara.
Kompetisi ini juga tidak boleh diikuti oleh '''karyawan atau staf, kontraktor, atau konsultan Wikimedia Indonesia, Wikimedia Foundation, atau afiliasi Wikimedia lain'''.
9ai788d8blnbwatqlcdz3um39a7adxo
Halaman:045 Indrapura.djvu/4
104
96260
268563
268284
2026-04-27T08:50:36Z
On Risanti
23075
/* Telah diuji baca */
268563
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="On Risanti" /></noinclude>{{multicol}}
257/<br>
258. anak<br>
261. anak laki laki<br>
262. anak padoesie<br>
263. nènèg, andoeng<br>
264. nènèg andoeng<br>
265. pojang<br>
266. pojang<br>
267. nènèg pojang<br>
268. soedara kandoeng laki laki<br>
269. soedara kandoeng padoesie<br>
270/<br>
271. kakag<br>
272/<br>
273. adig<br>
274. tjoetjoeng<br>
275. bapag<br>
276. mamag<br>
277/<br>
279. bapag toewå, mamak toewå<br>
278/<br>
280. bapag moedå, mamak moedå<br>
283-<br>
286. mag<br>
290/<br>
295. <11><br>
299. minantoe<br>
300. minantoe<br>
302/<br>
303. anak tirih<br>
304. bapag tirih<br>
305. anak angkat (angkẻ)<br>
306-<br>
309. bampajan<br>
310. ipar<br>
311-<br>
314. ipar padosesie<br>
315. bersanag<br>
316. tidak bersanag<br>
317. laki<br>
318. bini<br>
326. negeri<br>
327. kota<br>
328. iboe kampong<br>
329. pondok, tandjong
{{multicol-break}}
330. isi negeri<br>
331. toekang těnoeng<br>
332. azimat<br>
335. kitab<br>
336. soerat koraän<br>
337. gambaran berhalå<br>
338. alamat<br>
339. hantoe<br>
341. hantoe<br>
342. hantoe <12><br>
343/<br>
344. njawa<br>
345. Allah <13><br>
346. agamå<br>
347. menjambah<br>
351. soeratan<br>
352. hoeroef<br>
353. kertas<br>
354. soerat<br>
355. kitab, boekoe<br>
356. tjěrita, chabar<br>
357. hikajat<br>
358. sair<br>
359. lagoe<br>
360. langit<br>
361. narakå<br>
362. petalå boemi<br>
363. petalå boemi<br>
364. petala langit<br>
365. boemi poetrå <14><br>
366. achirat<br>
367. kebadjikan, boeat kebaikan<br>
368. doså, berdoså<br>
369. haram<br>
370. larangan<br>
371. Imam<br>
372. Imam prampoean<br>
374. mesigit, klènteng <15><br>
375. tampat jang soetji<br>
376. dibawah perentah<br>
377. roemah bitjara<br>
378. radja<br>
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
elq7bymi5zfc8zvcoey16jgfzasqqls
Kidung Lakbok
0
96301
268546
268372
2026-04-26T16:23:42Z
NiningYuningsih
26981
Menambahkan referensi sumber asal tulisan yang dipublikasikan penulis yang sama di blog pribadi tahun 2013
268546
wikitext
text/x-wiki
"KIDUNG LAKBOK"
"KiDung- Lakbok". Nja eta sasakala djeung uga Rawa Lakbok, tina paririmbon Aki Ranadjangga,Ma'lim anu nitis ka Buja Putih.
»PAPATAT - MAKAR«.
1. Ngebul kukusna ka Mangung njambuang ka awang-awang,bau kalemba kastori, mangsoji djeung menjan putih, sasadjen djeung rurudjakan, puntjak manik tangtang angin, tjawisan para puhatji, nu datang ti Kahijangan.-
2. Mugi agung nja Paralun, muga djembar pangampura, Ka luhur ka Sang Rumuhun, ka Batara ka Batari, ka Batara Nagaradja, dedemit Onom Siluman, Sang Pramesti Uti Pati.-
3. Paralun amit rek ngindung, Kidung Lakbok nu kapungkur, tjarita kolor Baheula, sasakala asal tadi, Lakbok teh hidji nagara, Nu disupata ku dewa,Katelah "Bandjarpatroman", nagri gede loh djinawi.
4. Lembur kalingkung ku gunung, botjorna ngan ka sagara, pamali tarung djeung dulur, matak paanggang pakaja, Sang Ratu Ineung Buana, parebut dajeuh Patroman, Ratu Agung Tambakbaja.
5. Nu tarung Patutunggalan, ana djlog ka "Pataruman, Pataruman tempat tarung, nja silih tjabok di Lakbok, ngarengkol di Pasir Djengkol, mikiran kuma akalna, ngawang ngawang di Batulawang.
6. Silih sUrung di tjikawung, silih dupak di Kokoplak, silih sered di Kawasen, tempat ngadu kasakten, ramena anu keur perang, silih djingdjing silih djungjung, silih gusur silih sumtrung.
7. Silih dupak silih sepak, silih sepak sewangkara, silih djotos silih tjabok,, silih pojok silih haok, silih puak silih bekok, silih tjekek silih kadek, silih tumbuk silih tubruk, silih djingdjing djeung tampiling.-
8. silih gobang silih pedang, silih alung silih bojong, silih sered silih gentjet, silih pentung ku pepentung, silih irik silih gitik, silih pundjeung silih uleng, silih tenggok silih djekok, silih tjiwit silih djembel.-
9. Tarung paungku-ungku, perangna padjaga-djaga, pada sieun kabeunangan, boga rasa kawirangan, wiwirang dikolong tjatang, erana nu eleh perang, kaduhung sagede gunung, wirang sabeurang-sapueting.-
10. Nu perang taja eureuna, itu wani ieu wani, pada-pada embung eleh, taja hidji anu teter, djorelat ngajedat ka "Djelat, diboro ka tjiporoan, mundur ngukuj ka "Tjitanduj, rundag-randeg di "Randegan.-
11. Ngadon ngarandeg sakeudeung, ngadaweung ngabangbang areuj, HUdang patangtang pitingting, LUdeung semu taja keueung, . ....ajonan di Gagajonan, dipupu di "Gunung Tjupu, silih rontok di "Tjikotok, gaduh raos bet kaduhung.
12. Kaduhung tarung djeung dulur, rebut balung tanpa eusi, nu puguh onar ka batur, matak era ka tatangga, napsu nu matak kaduhung, badan anu katempuhan, lebur adjur tutumpuran, nagri ruksak ku sorangan.
13. Kolot mah mili kawirang, bingung patjampur djeung susah, mikiran nu djadi anak, taja reureuhna nu tarung,Tarung ngadukeun pakarang,Sabuk bandring ting kirintjing,Gondewa henteu kawawa,
Ting siripit ting belesur.
14. Burinjaj adu di djalan,Paser potong djadi dua,Sami-sami digdjajana,Namung gaib anu njanding,
Putra isin ku ramana,Rasa geus babalik pikir,Njingkiran era kaduhung,Nja njingkur di "Gunung Sangkur
15. "Gunung Sangkur tempat njingkur,Ngaheneng di "Gunung Tumpeng"Tjijdjurej di arej-arej,
"Tjiigolentrak milu senggak,Njeggakan nu ngadu rosa,Perang tanding djeung saderek,
Wekasan meunang supata,Ngahleng di "Tjitamiang.
16. Reup angkeb bumi djeung langit,Gunung rugrug laut motah,Lini teu aja eureuna,Galindeng sora kawahan,Hawar-hawar kabujutan,Njaksian supata dewa,Nu kantun sami gegetun,Nu nilar ngan bati kelar.
17. Nu anom mung kantun ngungun,Waas patjampur djeung sedih,Bet nagri "Bandjarpatroman,Salin djinis salin rupa,Urut djajeuh djadi leuweung,Urut gedong anu sigrong,Diparake sajang bagong,Djadi leuweung sima gonggong.
18. Situ kalangenan sari,
Djadi rantja tjaneoman,Panjaniti musna leungit,Babantjong melong molongpong,Tjaneom djadi geueuman,Tempat etan duruwiksa,Tempat Siluman-sileman,Dedemit tukang tjilimit,
19. Batu karut nutjamerut,Tjimerut dumeh dikantun,Melong ngan bati bengong,Nagara ngarupa rawa, Gedong-gedong jadi pulo,Pulo putri "Pulo Erang,Manusa djaradi hewan,Lele betok belut sidat,
20. Tumenggung nyurup ka lutung,Korawa mangrupa owa,Si Lengser paeh saleser,"Bandjarsari leungit sari,Kabawa kunu ngahijang,Ratu Agung Tambak Baja,Nu aya ngan "Sindangdjaja,"Sindanghaju nu rahaju.
21. Batu petir nu kiwari,Batu karut nu Kapungkur,Mungkurkeun ti "Gunung Sangkur,Ngariung djeung "Batulawang,Batulawang nu ngahadang,Njandingkeun ka "Gunung Tjupu,Wadah manik astagina,
Batu peti nu mupusti.
22. Sada gugur di kapitu,Sada gelap di kasanga,Aja sora tanpa rupa,Djaga dina djaman achir,
Baris aja nu ngaruat,"Lakbok pulang ka asalna,Nja muntjang labuh ka puku,Kebo mulih pakandangan.
23. Ratu di Gunung Galungung,Menak pentjar Geusan Ulun,
Ku eta dadak sakala,Nagara djadi waluja,Musna chajal timbul insan,Loba jalma kadjadjaden,Dedemit setan siluman,Djadi djalma bungkeuleukan.
25. Palungpung kasilih kampung,Tegal mandjah djadi saah,Nja ratu ngaradja dewek,Djalan panjang disaungan,"Langen djadi kalangenan,"Manganti keur sri Manganti,Paranti Gusti ningali,
Ngawangngawang ka Batulawang.
25. Panungtung Ngadeg tumenggung,Bawah tatar beulah wetan,Duka dimana lebahna,Ngan disebut "KERTADJAGa,Djaga soteh tjeuk baheula,Nagara pulang ka asal,Kapulih manan birahi,Kapunah batan baheula.-
26. Kitu tjaturing pitutur,Kiwari geus njata pisan,Sihoreng Kangdjeng Pagusten,Nu ngaruat ieu "Lakbok,Nepi ka dieu djadina,Kawas nagara tjitjipatan,Tatapi tjerewedna mah,Baris nepi ka kiamah.
»MENAK NGAPUNG«
:Daweung Menak Padjajaran:
1. Ngadaweung ngababgban areuj,Ratu di Gunung GalungungMenak pentjar geusan Ulun,Njawang ka tataran wetan,Nagara Bandjarpatroman,Tanah datar bahe ngaler,Ngetan ngidul djlog ka laut,Tjitjiren Garuda ngupuk.
2. Njawang njeueung semu keueung,Rus-ras ka djaman katukang,Tjeuk udjarna nini mojang,Ngudat riwadjat sadjarah.Geusan ulun utun indji,Anu pibakaleun bisa,Nu ngaruat rawa Lakbok,Turunan Ratu Galunggung.
3. Rongheap manak kagugat,Ku riwajat djeung sadjarah,Sadjarah Bandjarpatroman,Baheulana tjenah nagri,
Nagri ma'mur loh djinawi,Rea ketan rea keton.Ratuna luhung elmuna,Adil djeung sabar darana.
4. Sampiung ngapung ka manggung,Menak ngapak djomantara,Nu dimaksud rek ngaruat,Rawa Lakbok nu kiwari,Inget kana kawadjiban,Ngabela nagri nu gugur,Asal nagri djadi leuweung,Luwang-liwung ku geueuman.
5. Beki luhur pang ngapungna,Beuki lepas pang pangapakna,Paheula-heula djeung heulang,Pahiri-hiri djeung geuri,Paboro-boro djeung rangkong,Njoreang ka tebeh handap,Atra katingal gunungna,
Gunung Galungung nu Agung.
6. Gunung Galunggung kapungkur,Majun ka Bandjarpatroman,Gunungna patingparentul,
"Gunung Tumpeng nu ngaheneng,"Gunung Sangkur djiga mungkur,"Ngajegir "BAbakan ngelir,Pasir pandjang ngemat-ngemat,Djiga benteng tambak bahja.
7. Katingal Ti awang-awang,Sagara siaga tjileuntjang,Leumpang sakulit ing angin,Kapindingan indung peuting,Kalampatan mega bodas,Kareueukan mega hideung,Sawahna sariga kalang,Majakpak keur beuneur hedjo,
8. Katarandjang angin lada,Angin barat silantangan,Sumiriwing djeg karinding.Gugurna sada ngalindur,
Gelapna sada korendang,Tarik tanding mimis bedil,Liang irung kikidungan,Liang tjeuli sondarian,
9. Rea lembur nu kalangkung,Lembur-lembur ting runggunuk,Imah-imahna djarangkung,
Da sieun ku sato galak,Maung meong bagong badak,Sagara majakpak bodas,Katingal satungtung deuleu,
Laut kidul matak waas.
10. Teu lami Raden djol sumping,Sumpingna ka mega malang,Sakeudeung Raden ngarandeg,
Di luhur kota Randegan,Njawang bari larak-lirik,Ngetan ngidul reudjeung ngaler,Katembong Kalapa Nunggal,Ngawawangwang Bandjarpatroman.
11. Sumiripit di wiati,Ngawangwang di awang-awang,Rengking sagede papanting,Rentang sagede papatong,Sumerepet tanding walet,Sumeak tanding kadantja,Kadantja muru raratan,Kawas djogdjog moro mondok.
12. Kawas walik muru lamping,Muru pametinganana,Kawas tjiung muru gunung,Muru pangaubanana,
Ngatjatjang di mega malang,Utjang angge mega koneng,Seueurna mega kaliwat,Salawe simpanganana.
13. Simpangan ti Kahijangan,Datang ka tundjang buna,Kana pongpok sarangenge,Tjunduk ka tjurugna galur,Sumpin ka bagalna bulan,Aki geleng Pangantjingan,Pangantjingan langit ping pitu,
Neda widi rek Ngaruat,
»SAGED MENAK ANU DANGDAN«
1. Menak Aria keur dangdan Saged tjangtjut tali wondo,Nu mendung lantjingan wulung,Nu njigi lantjingan pandji,Nu marong bandong kantjatna,Tali tjawet dibakutet,Riap sabuk tali datu,Sabuk palangi sahidji.
2. Lain ladang ngurup nukeur,Lain ladang babalantik,Ladang imut pipir lisung,Pangalungan indung-indung,
Pamalangan tatambangan,Ladang imut patembongan,Susumping kembang djajanti,Tjettjet kamboja sutra.
3. Tilu suku djeung tjatutna,Sareal djeung naratajan,Satail tempuhanana,Tarolop gagang pangotna,
Paranto njotjo nu bentol,Saranka sasarangatan,Gogodong ki djulang enom,Landean tjula bungalan.
4. Pamendak ronjong kantjana,Montjorong pendok emasna,Pondok emas beunang natah,
Tatahan ganggong sapotong,Ukiran patra gumelas,Ti gigir di mata walik,Ti tukang dilatjah mentrang,
Ti hareup dikuda njeungseung.
5. Dangdan Menak Nu raspati,Dangdan sakadangdan-dangdan,Surup payus kana tangtung,Semu geueuman pamulu,Sieup teureu ka pameunteu,Gandes pantes kana degdeg,Gandang tandang amis budi,
Pertentang turunan ejang,Bismillah mimiti mudji,Ka Gusti Nu Maha Sutji,Abdi Gusti nu Maha SUtji,
Abdi Gusti neda widi,Neda ma'ap rek ngaruat,Rawa Lakbok nu kiwari,Sedek rejem-rejem pantes,
Sedek kaburu ku beurang,Pang radjah pamunah basa.
»BANDJAR BAKAL BANDJIR«
Numutkeun tjeuk udjaring Babad Lakbok,
Ngudag latjak sadjarah Bandjatpatroman,
Njuktjruk galur tjatur karuhun, kasauran sepuh kapungkur ,,,Bandjar teh bakal Bandjir" Tjenah, malah kunu aranom ajena nu parantos sami ngalaman djaman kiwari,
Geus djadi katjapangan ,,,Bandjar Banjir" abong-abong aja paribasa ,,Wong tua gawe wiwitan sing enom darma ngelakoni"
Hatina: Kolot nu ngamimitian, nu anom kantun nulujkeun." Tungtuna teh aja basa ,,Tuturut munding". Duka bener henteuna mah, naha enje ieu tah Bandjar bakal bandjir"?
,,,,,Bandjir ku naon?"
,,,Bandjir ku tjai atawa bamdjir ku getih?"
,,,Wallohu 'Alam Bissawab" tjenah tjeuk nu ngadjawab, "Tapi ku emutan sim kuring, kantenan sadayana oge p3antos sami uninga jen ELMU teh KANJAHO,ulah ngan sesemet nepika,,, Wallohu Alam Bissawab"
Bae, da kedah nepi kana,, Alam Aenal Jakin
Ulah kabar Jakin" margi ajeunamah Djaman,,, kajataan"
,,Kanjataan nu mana?"
Kanjataan nu eta, anu njata, anu jakin, anu kaharti ku pikir, anu karampa ku rasa,
Anu ka udag ku akal, anu karasa ku basa.
Basa alam mikir sing nepi ka kaharti ka ukir ku pikir, basa Alam karampa sing nepi ka karasana kalawan njata, basa alam POK NGOMONG sing nepika BASANA, napi ka NGALAGENANA.
Nintjak sing keuna kana hambalanana basa ing ninggang wirahmana, Ulah nete semplek nuntjak semplak, bisi urug teu puguh-puguh, ragrag teu karasa; urug mamawa euntjeh nu ragrag kababawa... Saolah-olah genteng-genteng ulah potong.
Sabab naha enja jen Bandjar teh Bakal Bandjir?,,, Naha geus karasa, geus kaalaman atawa teu atjan?!
TaaaaaaH,, Ajeuna mangga Urang bahas, Urang di Guar, Ulah Ngan wungkul wangwangan djeung ulang ngan Saukur kira-kira bae.
Tjeuk anu nyebatkeun Bandjar Bakal Bandjir ku tjai, eta leres, da parantos sami ngalaman, dina tanggal 02 Djuli 1950, kaleresan kaping 16 bulan puasa 1349, taun Wau malem Ahad Manis, geus kadjadian Bandjar Bandjir nu panggede-gedena, tjeuk urang mah nu nembe ngalaman.
Bandjir anu kahidji, anu geus kaalaman, ku sim kuring, kinten-kinten taun 1928, upami teu lepat, margi tjatetanana leungit. Teu sabara ageungna, mung saukur ruksak pasawahan palawidja djeung imah-imah nu aja dikampung Tjikadu, Kalapa Nunggal, Randegan, djeung Tjitapen. Namung Bandjir anu kadua kalina mah, nja eta nu geus kadjadian Kaping 2 Djuli 1950, anu kasebat tadi di luhur sim kuring oge nembe ngalaman. Kenging oge di sebatkeun bandjir anu panggede-gedena. Margi tjai di palebah Lapang Sudarsono djeung dipangadegan,, Luhurna kurang
Leuwih 2 meter. Lebah Dieu urang, anu teu uninga bandjir di Bandjar, tiasa njawang, atanapi noong ku panon batin; Pisakumahaen temen djeung sabaraha anu korban, nu sami ngarandapan ruksak imahna, dibelaan ngadon njingkur di imah batur.
Parabot Rumah tangga djeung ingon-ingon mah geus teu katjatur; hayam, Meri, soang, entog, Kuda, munding, sapi, embe, loba nu ngarodjaj ngajangkang di tjitanduj. Korban Manusa oge aja.
Anu ngarandapan kitu teh nu katangen ti wangkid; Tjisaga, Tjigerendeng, Tjikulak, Parung Lesang, Parung Sari Bodobatu, KP, Pasar, Kp. Gudang, Tjikadu Kalapa Nunggal. Randegan djeung Tjitapen, nja eta lembur- lembur anu tjaket ka sisi tjitanduj.
Ku kituna atuh surup djeung pantes kanu njebatkeun Bandjar Bandjir ku tjai, da kitu anu parantos kaalaman.
»SAUR SEPUH KAPUNGKUR«
Kadjadian-Kadjadian anu geus kaalaman ku urang teh, ngeunaan oge kana saur sepuh anu kieu tjenah,, Barudak engke didjaman ahir, dimana Gunung Babakan geus kawin djeung Gunung sangkur, Bandjar Bakal bandjir. Aja tjatur beunteur njeuseupan kembang kalapa, nyarusup na langari beukah,
Handjat ngarendong dina sela-sela palapah kalapa. Nja Badjar djadi sagara.
Sabadana Eta, Bandjar djadi nagara.. Sanggeusan Bandjar djadi nagara, Bandjar Bakal djadikatjapangan: BandjarPatroman_ Bandjar Aman.
__________CAG___________
----
'''Sumber'''
Tulisan ini dipublikasikan pertama kali oleh penulis yang sama, Henri Purwanto, dalam tulisan berjudul *Riwadjat Bandjarpatroman* melalui blog WordPress pada tanggal 7 Desember 2013.
Dapat diakses di:
[https://henripurwantosumanding.wordpress.com/2013/12/07/riwadjat-bandjarpatroman/ Riwadjat Bandjarpatroman - Kidung Lakbok]
3fi1m98gvcm9wjeaij9edokyzmuq0qv
Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 03.pdf/36
104
96326
268530
268529
2026-04-26T11:59:01Z
Lisa Rahmawati Sufyan
26967
268530
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lisa Rahmawati Sufyan" /></noinclude>perti telah berubah seperti djepit besi dan
mentjekal sakit sekali.
„Siluman djahat ― ― kau ― ― kau djahat sekali!„ maki Ho Ho dengan kalap karena dia sangat kesakitan sekali.
„Tjepat katakan !„ bentak Phang Lin “ sambil memperkeras tjekalannja„
„Tidak !„
„Katakan!„
„Tidak mau !„
„Kau mau mampus?„
„Tidak mau !„
„Hmmm — — aku akan menjiksa dan memaksa kau bitjara!„
„Djangan harap aku akan memberitahukan kepadamu dimana ajahku itu sekarang!„
„Aku Ngo Tok Sian Lie mempunjai banjak
tjara untuk membikin kau bitjara !„ kata
Phang Lin dengan mendongkol sekali melihat
kepala batu Ho Ho jang tetap tidak
memberitahukan dimana ajahnja itu.
„Djangan harap kamu bisa memaksa diriku!„ sahut Ho Ho sengit.
Dan sambil menjahuti begitu, Ho Ho berusaha untuk meronta, tetapi dia tidak berhasil, malah tjekalan tangan Phang Lin semakin keras dan menjakitkan benar lengannja itu.
„Tjepat kau katakan dimana ajahmu kalau memang lenganmu ini tidak mau hantjur remuk ku'remas!„ antjam Phang Lin dengan suara jang bengis.<noinclude>{{rh|35|||L.M Arwah―3}}</noinclude>
c6o2b590504nzv586vqddds4kvttsgj
268531
268530
2026-04-26T12:15:07Z
Lisa Rahmawati Sufyan
26967
268531
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lisa Rahmawati Sufyan" /></noinclude>perti telah berubah seperti djepit besi dan
mentjekal sakit sekali.
„Siluman djahat ― ― kau ― ― kau djahat sekali!„ maki Ho Ho dengan kalap karena dia sangat kesakitan sekali.
„Tjepat katakan !„ bentak Phang Lin “ sambil memperkeras tjekalannja„
„Tidak !„
„Katakan!„
„Tidak mau !„
„Kau mau mampus?„
„Tidak mau !„
„Hmmm — — aku akan menjiksa dan memaksa kau bitjara!„
„Djangan harap aku akan memberitahukan kepadamu dimana ajahku itu sekarang!„
„Aku Ngo Tok Sian Lie mempunjai banjak
tjara untuk membikin kau bitjara !„ kata
Phang Lin dengan mendongkol sekali melihat
kepala batu Ho Ho jang tetap tidak
memberitahukan dimana ajahnja itu.
„Djangan harap kamu bisa memaksa diriku!„ sahut Ho Ho sengit.
Dan sambil menjahuti begitu, Ho Ho berusaha untuk meronta, tetapi dia tidak berhasil, malah tjekalan tangan Phang Lin semakin keras dan menjakitkan benar lengannja itu.
„Tjepat kau katakan dimana ajahmu kalau memang lenganmu ini tidak mau hantjur remuk ku'remas!„ antjam Phang Lin dengan suara jang bengis.<noinclude>{{rh|35|||L.M Arwah―3}}</noinclude>
iyeo30g9ci4zkzyc44okyowwoh10nqh
268532
268531
2026-04-26T12:15:50Z
Lisa Rahmawati Sufyan
26967
268532
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lisa Rahmawati Sufyan" /></noinclude>perti telah berubah seperti djepit besi dan
mentjekal sakit sekali.
„Siluman djahat ― ― kau ― ― kau djahat sekali!„ maki Ho Ho dengan kalap karena dia sangat kesakitan sekali.
„Tjepat katakan !„ bentak Phang Lin “ sambil memperkeras tjekalannja„
„Tidak !„
„Katakan!„
„Tidak mau !„
„Kau mau mampus?„
„Tidak mau !„
„Hmmm — — aku akan menjiksa dan memaksa kau bitjara!„
„Djangan harap aku akan memberitahukan kepadamu dimana ajahku itu sekarang!„
„Aku Ngo Tok Sian Lie mempunjai banjak
tjara untuk membikin kau bitjara !„ kata
Phang Lin dengan mendongkol sekali melihat
kepala batu Ho Ho jang tetap tidak
memberitahukan dimana ajahnja itu.
„Djangan harap kamu bisa memaksa diriku!„ sahut Ho Ho sengit.
Dan sambil menjahuti begitu, Ho Ho berusaha untuk meronta, tetapi dia tidak berhasil, malah tjekalan tangan Phang Lin semakin keras dan menjakitkan benar lengannja itu.
„Tjepat kau katakan dimana ajahmu kalau memang lenganmu ini tidak mau hantjur remuk ku'remas!„ antjam Phang Lin dengan suara jang bengis.<noinclude>{{rh|35|||L.M Arwah―3}}</noinclude>
4x1fri0hkcf3ra1wj2xvnahvi7gpv1o
268533
268532
2026-04-26T12:18:28Z
Lisa Rahmawati Sufyan
26967
268533
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lisa Rahmawati Sufyan" /></noinclude>perti telah berubah seperti djepit besi dan
mentjekal sakit sekali.
„Siluman djahat ― ― kau ― ― kau djahat sekali!„ maki Ho Ho dengan kalap karena dia sangat kesakitan sekali.
„Tjepat katakan !„ bentak Phang Lin “ sambil memperkeras tjekalannja„
„Tidak !„
„Katakan!„
„Tidak mau !„
„Kau mau mampus?„
„Tidak mau !„
„Hmmm — — aku akan menjiksa dan memaksa kau bitjara!„
„Djangan harap aku akan memberitahukan kepadamu dimana ajahku itu sekarang!„
„Aku Ngo Tok Sian Lie mempunjai banjak
tjara untuk membikin kau bitjara !„ kata
Phang Lin dengan mendongkol sekali melihat
kepala batu Ho Ho jang tetap tidak
memberitahukan dimana ajahnja itu.
„Djangan harap kamu bisa memaksa diriku!„ sahut Ho Ho sengit.
Dan sambil menjahuti begitu, Ho Ho berusaha untuk meronta, tetapi dia tidak berhasil, malah tjekalan tangan Phang Lin semakin keras dan menjakitkan benar lengannja itu.
„Tjepat kau katakan dimana ajahmu kalau memang lenganmu ini tidak mau hantjur remuk ku'remas!„ antjam Phang Lin dengan suara jang bengis.<noinclude>{{rh|35|||L.M Arwah―3}}</noinclude>
ljgqqmxibyoxk1e12f5rfx2ylbv0rz4
268534
268533
2026-04-26T12:19:36Z
Lisa Rahmawati Sufyan
26967
268534
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lisa Rahmawati Sufyan" /></noinclude>perti telah berubah seperti djepit besi dan
mentjekal sakit sekali.
„Siluman djahat ― ― kau ― ― kau djahat sekali!„ maki Ho Ho dengan kalap karena dia sangat kesakitan sekali.
„Tjepat katakan !„ bentak Phang Lin “ sambil memperkeras tjekalannja„
„Tidak !„
„Katakan!„
„Tidak mau !„
„Kau mau mampus?„
„Tidak mau !„
„Hmmm — — aku akan menjiksa dan memaksa kau bitjara!„
„Djangan harap aku akan memberitahukan kepadamu dimana ajahku itu sekarang!„
„Aku Ngo Tok Sian Lie mempunjai banjak
tjara untuk membikin kau bitjara !„ kata
Phang Lin dengan mendongkol sekali melihat
kepala batu Ho Ho jang tetap tidak
memberitahukan dimana ajahnja itu.
„Djangan harap kamu bisa memaksa diriku!„ sahut Ho Ho sengit.
Dan sambil menjahuti begitu, Ho Ho berusaha untuk meronta, tetapi dia tidak berhasil, malah tjekalan tangan Phang Lin semakin keras dan menjakitkan benar lengannja itu.
„Tjepat kau katakan dimana ajahmu kalau memang lenganmu ini tidak mau hantjur remuk ku'remas!„ antjam Phang Lin dengan suara jang bengis.<noinclude>{{rh|35|||L.M Arwah―3}}</noinclude>
4x1fri0hkcf3ra1wj2xvnahvi7gpv1o
Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 03.pdf/50
104
96334
268547
268525
2026-04-26T22:31:36Z
MANALURROHMAH
26974
268547
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="MANALURROHMAH" /></noinclude>diriku! Malah ajahku hampir pingsan waktu dia mendengar dari seorang tabib bahwa diriku sedang mengandung dan jang sedang kukandung itu adalah benih dari musuh besar.nja– – –! Dengan bengis ajah memrintahkan kepada tabib itu agar menggugurkan kandunganku itu! Setelah itu, aku diusirnja dan tidak mau diakui sebagai keturunan Phang lagi! Betapa menjedihkan sekali nasibku pada saat itu, tetapi aku tidak ber-daja sama sekali, maka aku telah terluntalunta selama bertahun-tahun. Sampai achirnja aku telah mempeladjari ilmu silat dari seorang niekouw jang liehay sekali, dengan maksud ngin pergi mentjari orang she Siangkoan itu guna melakukan pembalasan dan penasaran jang ku'alami ini! Hmmm––––= tetapi biarpun aku telah mentjarinia puluhait tahun,namun manusia tidak berbudi itu terniata tidak meninggalkan dierliak, aku tetap tidak bisa ment jarinja! Aku telah bersumpah,kalau bertemu dengan dia, aku tidak ingin diriku dibudjuk dan diraju agar mengasihani dia lagi, aku akan mentjingtjang tubuhnja,karena disebabkan dia, aku sampai tidak dialul oleh keluargaku lagi, dan djuga telah diusir dari keluargaku!"
Dan bertjerita sampai disini, tampakuja Phang Lin berduka sekali, mukanja dipenuhi oleh hawa amarah jang sangat.<noinclude>{{rh|50|||L.M Arwah-3}}.</noinclude>
a1j3cmcsmtkrhcy2yyumeawn4z4sutz
Halaman:Citra Perempuan dalam Novel Putu Wijaya Kritik Sastra Feminis.pdf/49
104
96347
268535
268494
2026-04-26T12:29:44Z
MANALURROHMAH
26974
/* Telah diuji baca */
268535
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="MANALURROHMAH" /></noinclude>memiliki arti yang sangat dalam. Tidak hanya sebatas belajar memasak dan menjahit, seperti apa yang biasanya dilakukan oleh perempuan Meliling. Menjadi dewasa memiliki arti bahwa tanggung jawab perempuan menjadi semakin besar, terutama terhadap tubuhnya. Tubuh adalah barang suci yang harus dirawat dan dijaga karena dari situlah manusia akan dilahirkan. Mesin pencetak manusia itu harus dijaga dengan baik karena tidak ada satu pabrik pun di dunia ini yang bisa membuatnya. Menjadi dewasa juga berarti sebuah tuntutan bagi seorang perempuan untuk lebih menghargai tubuhnya.
Berkepribadian, tegas, dan pantang menyerah menjadi ciri khas Putri. Setiap persoalan dihadapinya dengan ketegasan yang menjadi ciri khas Putri. Salah satu peristiwa yang menuntut ketegasan Putri, apalagi yang menyangkut harga dirinya sebagai seorang perempuan, adalah ketika Ngurah Agung Wikan meminta Putri untuk
menerima lamaran ayahnya yang sedang sakarat. Ia ingin Putri menyenangkan ayahnya di akhir hidupnya. Sebagai seorang perempuan yang telah berpikiran maju, Putri menganggap keinginan ayah Wikan, yang hidupnya hanya tinggal dua bulan lagi untuk memperistrinya adalah sebuah penghinaan. Ia adalah seorang perempuan yang memiliki cita-cita luhur untuk memajukan kehidupan keluarga dengan pendidikan yang telah diraihnya. Haruskah ia mengorbankan semua itu hanya untuk seorang bangsawan tua yang sudah hampir meninggal. Ia masih muda. Masih begitu panjang jalan
kehidupan yang harus dilaluinya. Ia tidak mau mengubur cita-citanya hanya demi keinginan mengabdi kepada orang puri.
Sebagai seorang perempuan, Putri telah menunjukkan sikap dan pendiriannya yang tegas terhadap segala sesuatu yang menurut pikirannya adalah tindakan pelecehan terhadap dirinya sebagai seorang perempuan. Ia telah menunjukkan sikap tegas seorang perempuan Bali yang tidak mau lagi dikungkung oleh tradisi, yang terkadang seringkali merugikan kaumnya. Ia telah bercermin dari kehidupan orang-orang di sekitarnya. Seorang perempuan, yang menyerahkan dirinya untuk menjadi istri ke sekian dari seorang bangsawan puri, hanya akan memperolah kenikmatan sesaat. Setelah itu, kenikmatan tersebut berganti dengan kesengsaraan karena sang bangsawan akan mencari perempuan lain yang lebih cantik.
Putri belajar dari kondisi tersebut. Ia tidak ingin menghancurkan kehidupannya. Ia masih muda dan memiliki cita-cita.la sendirilah yang berhak menentukan apa yang diinginkannya karena diri dan tubuhnya adalah miliknya sendiri. Tidak ada orang lain<noinclude>{{rh||37}}</noinclude>
iopgeob6gi0l4r6gnt9ryh4janrwhxv
Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 03.pdf/70
104
96356
268536
2026-04-26T12:35:46Z
Lisa Rahmawati Sufyan
26967
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'dia tertawa dingin. Mukanja masih tetap bengis dan dingin tidak berperasaan sedikitpun tjuma memantjarkan hawa pembunuhan jang menjerankan sekali. Baiklah! Kalau memang kau mau memberitahukan dengan djudjur dimana ajah. mu bersembunji, hmmm aku bersedia untuk membebaskan djiwamu dari kematian! Tetapi ingat, mukanmu tetap akan kurusakkan dulu dengan pedangku ini --!" Hati Ho Ho diadi berdebar keras. Dengan mukanja dirusak oleh si kakek tua bong...
268536
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lisa Rahmawati Sufyan" /></noinclude>dia tertawa dingin. Mukanja masih tetap bengis dan dingin tidak berperasaan sedikitpun tjuma memantjarkan hawa pembunuhan jang menjerankan sekali.
Baiklah! Kalau memang kau mau memberitahukan dengan djudjur dimana ajah. mu bersembunji, hmmm aku bersedia untuk membebaskan djiwamu dari kematian! Tetapi ingat, mukanmu tetap akan kurusakkan dulu dengan pedangku ini --!"
Hati Ho Ho diadi berdebar keras. Dengan mukanja dirusak oleh si kakek tua bongkok dan bermuka dielek ini, maka untuk selamanja bukankah dia akan mendjadi manusia bertjatjad?
"Tunggu dulu!" kata Ho Ho dengan tjepat.
"Apa lagi?"
"Maukah kau mentieritakan dulu kepadaku, permusuhan apa jang terdapat diantara kau dengan ajahku ?" tanja Ho Ho dengan tjepat.
"Tidak perlu kau dengar urusan itu!" bentak Peng Bin Koay hiap dengan bengis.
"Tetapi aku harus mendengarnja dulu, karena aku tidak mengetahui persoalan jang sebenarnja!" kata Ho Ho.
"Kalau nanti setelah mendengar tjeritamu, biarpun aku harus mati, hatiku puas--!"
Peng Bin Koay hiap tampak ragu-ragu,
sepasang alisnja itu telah berkerut dalam
"<noinclude>{{rh|10|||L.M Arwah S}}</noinclude>
syyu0h87mrkd2p9fv7i3ofy0si42kpg
268537
268536
2026-04-26T12:36:29Z
Lisa Rahmawati Sufyan
26967
268537
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lisa Rahmawati Sufyan" /></noinclude>dia tertawa dingin. Mukanja masih tetap bengis dan dingin tidak berperasaan sedikitpun tjuma memantjarkan hawa pembunuhan jang menjerankan sekali.
Baiklah! Kalau memang kau mau memberitahukan dengan djudjur dimana ajah. mu bersembunji, hmmm aku bersedia untuk membebaskan djiwamu dari kematian! Tetapi ingat, mukanmu tetap akan kurusakkan dulu dengan pedangku ini --!"
Hati Ho Ho diadi berdebar keras. Dengan mukanja dirusak oleh si kakek tua bongkok dan bermuka dielek ini, maka untuk selamanja bukankah dia akan mendjadi manusia bertjatjad?
"Tunggu dulu!" kata Ho Ho dengan tjepat.
"Apa lagi?"
"Maukah kau mentieritakan dulu kepadaku, permusuhan apa jang terdapat diantara kau dengan ajahku ?" tanja Ho Ho dengan tjepat.
"Tidak perlu kau dengar urusan itu!" bentak Peng Bin Koay hiap dengan bengis.
"Tetapi aku harus mendengarnja dulu, karena aku tidak mengetahui persoalan jang sebenarnja!" kata Ho Ho.
"Kalau nanti setelah mendengar tjeritamu, biarpun aku harus mati, hatiku puas--!"
Peng Bin Koay hiap tampak ragu-ragu,
sepasang alisnja itu telah berkerut dalam"<noinclude>{{rh|70|||L.M Arwah S}}</noinclude>
4yv7wouohg8msawz1my0ty4tnystnkl
268538
268537
2026-04-26T12:37:19Z
Lisa Rahmawati Sufyan
26967
/* Telah diuji baca */
268538
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lisa Rahmawati Sufyan" /></noinclude>dia tertawa dingin. Mukanja masih tetap bengis dan dingin tidak berperasaan sedikitpun tjuma memantjarkan hawa pembunuhan jang menjerankan sekali.
"Baiklah! Kalau memang kau mau memberitahukan dengan djudjur dimana ajah. mu bersembunji, hmmm aku bersedia untuk membebaskan djiwamu dari kematian! Tetapi ingat, mukanmu tetap akan kurusakkan dulu dengan pedangku ini --!"
Hati Ho Ho diadi berdebar keras. Dengan mukanja dirusak oleh si kakek tua bongkok dan bermuka dielek ini, maka untuk selamanja bukankah dia akan mendjadi manusia bertjatjad?
"Tunggu dulu!" kata Ho Ho dengan tjepat.
"Apa lagi?"
"Maukah kau mentieritakan dulu kepadaku, permusuhan apa jang terdapat diantara kau dengan ajahku ?" tanja Ho Ho dengan tjepat.
"Tidak perlu kau dengar urusan itu!" bentak Peng Bin Koay hiap dengan bengis.
"Tetapi aku harus mendengarnja dulu, karena aku tidak mengetahui persoalan jang sebenarnja!" kata Ho Ho.
"Kalau nanti setelah mendengar tjeritamu, biarpun aku harus mati, hatiku puas--!"
Peng Bin Koay hiap tampak ragu-ragu,
sepasang alisnja itu telah berkerut dalam"<noinclude>{{rh|70|||L.M Arwah S}}</noinclude>
i3ic3gs5tlrd6g780fy66ev2mp3u22p
268539
268538
2026-04-26T12:53:30Z
Lisa Rahmawati Sufyan
26967
268539
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lisa Rahmawati Sufyan" /></noinclude>dia tertawa dingin. Mukanja masih tetap bengis dan dingin tidak berperasaan sedikitpun tjuma memantjarkan hawa pembunuhan jang menjerankan sekali.
„Baiklah! Kalau memang kau mau memberitahukan dengan djudjur dimana ajah. mu bersembunji, hmmm aku bersedia untuk membebaskan djiwamu dari kematian! Tetapi ingat, mukanmu tetap akan kurusakkan dulu dengan pedangku ini --!„
Hati Ho Ho diadi berdebar keras. Dengan mukanja dirusak oleh si kakek tua bongkok dan bermuka dielek ini, maka untuk selamanja bukankah dia akan mendjadi manusia bertjatjad?
„Tunggu dulu!„ kata Ho Ho dengan tjepat.
„Apa lagi?„
„Maukah kau mentieritakan dulu kepadaku, permusuhan apa jang terdapat diantara kau dengan ajahku ?„ tanja Ho Ho dengan tjepat.
„Tidak perlu kau dengar urusan itu!„bentak Peng Bin Koay hiap dengan bengis.
„Tetapi aku harus mendengarnja dulu, karena aku tidak mengetahui persoalan jang sebenarnja!„ kata Ho Ho.
„Kalau nanti setelah mendengar tjeritamu, biarpun aku harus mati, hatiku puas--!„
Peng Bin Koay hiap tampak ragu-ragu,
sepasang alisnja itu telah berkerut dalam<noinclude>{{rh|70|||L.M Arwah--3}}</noinclude>
5arw7f4ayyegpeifsn8qzfuxvq92he2
268540
268539
2026-04-26T12:55:23Z
Lisa Rahmawati Sufyan
26967
268540
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lisa Rahmawati Sufyan" /></noinclude>dia tertawa dingin. Mukanja masih tetap bengis dan dingin tidak berperasaan sedikitpun tjuma memantjarkan hawa pembunuhan jang menjerankan sekali.
„Baiklah! Kalau memang kau mau memberitahukan dengan djudjur dimana ajah. mu bersembunji, hmmm aku bersedia untuk membebaskan djiwamu dari kematian! Tetapi ingat, mukanmu tetap akan kurusakkan dulu dengan pedangku ini --!„
Hati Ho Ho diadi berdebar keras. Dengan mukanja dirusak oleh si kakek tua bongkok dan bermuka dielek ini, maka untuk selamanja bukankah dia akan mendjadi manusia bertjatjad?
„Tunggu dulu!„ kata Ho Ho dengan tjepat.
„Apa lagi?„
„Maukah kau mentieritakan dulu kepadaku, permusuhan apa jang terdapat diantara kau dengan ajahku ?„ tanja Ho Ho dengan tjepat.
„Tidak perlu kau dengar urusan itu!„bentak Peng Bin Koay hiap dengan bengis.
„Tetapi aku harus mendengarnja dulu, karena aku tidak mengetahui persoalan jang sebenarnja!„ kata Ho Ho „Kalau nanti setelah mendengar tjeritamu, biarpun aku harus mati, hatiku puas--!„
Peng Bin Koay hiap tampak ragu-ragu,
sepasang alisnja itu telah berkerut dalam<noinclude>{{rh|70|||L.M Arwah--3}}</noinclude>
37lz9a5vnpw145qllzzbji8jjl6eqe2
Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 03.pdf/22
104
96357
268542
2026-04-26T14:07:17Z
~2026-25356-46
26982
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'kata Sun Hwa Ling dengan suara mengedjek. "Aku akan melukai tubuhmu dua kali lagi. agar lain kali kau kapok mengintai latihan ilmu silat orang lain—— !” tetapi baru sadja Sun Hwa Lian berkata sampai disitu, tiba-tiba telah terdengar teriakan kalap Ho Ho, dan tampak botjat ini me njeruduk dengan nekad. Kepalanja telah membentur perut Sun Hwa Ling, sehingga gadis ketjjl ini jang tidak menduga hal itu bisa terdjadi, selain kaget, djuga sudah tidak...
268542
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="125.164.81.121" /></noinclude>kata Sun Hwa Ling dengan suara mengedjek. "Aku akan melukai tubuhmu dua kali lagi. agar lain kali kau kapok mengintai latihan ilmu silat orang lain—— !”
tetapi baru sadja Sun Hwa Lian berkata sampai disitu, tiba-tiba telah terdengar teriakan kalap Ho Ho, dan tampak botjat ini me
njeruduk dengan nekad. Kepalanja telah membentur perut Sun Hwa Ling, sehingga gadis ketjjl ini jang tidak menduga hal itu bisa terdjadi, selain kaget, djuga sudah tidak keburu mengelakkan serudukan kepala Ho Ho jang sedang kalap dan mata gelap ini.
"Bukkkkkk !” kuat sekali kepala Ho Ho membentur perut Sun Hwa Ling.
Dengan mengeluarkan suara djerit kesakitan dan kaget, tampak tubuh Sun Hwa Ling telah terguling-galing diatas saldju.
Sun Hwa Lian djadi terkedjut sekali.
"Kunjuk setan! Kau melukai tjitjieku?" bentaknja galak sambil melompat akan menjerang kepada kepala Ho Ho.
Sun Hwa Lian menjerang kepada kepala Ho Ho.
Sun Hwa Lian menjerang dengan menggunakan kepalan tangan kanannja, jang mengenai kepala Ho Ho, karena Ho Ho memang
tidak bisa mengelakkan serangan Sun Hwa Lian tersebut. Seketika itu djuga tubuh Ho Ho telah terpental dan berguling-guling di:
saldju.<noinclude>{{rh|22|||L.M.Arwah-3.}}</noinclude>
mz1dh1jhuzfz7d99nj0zrxwg04y6zal
268543
268542
2026-04-26T14:17:41Z
Putri Apras
26973
/* Telah diuji baca */
268543
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Putri Apras" /></noinclude>kata Sun Hwa Ling dengan suara mengedjek. "Aku akan melukai tubuhmu dua kali lagi. agar lain kali kau kapok mengintai latihan ilmu silat orang lain—— !”
tetapi baru sadja Sun Hwa Lian berkata sampai disitu, tiba-tiba telah terdengar teriakan kalap Ho Ho, dan tampak botjat ini me
njeruduk dengan nekad. Kepalanja telah membentur perut Sun Hwa Ling, sehingga gadis ketjjl ini jang tidak menduga hal itu bisa terdjadi, selain kaget, djuga sudah tidak keburu mengelakkan serudukan kepala Ho Ho jang sedang kalap dan mata gelap ini.
"Bukkkkkk !” kuat sekali kepala Ho Ho membentur perut Sun Hwa Ling.
Dengan mengeluarkan suara djerit kesakitan dan kaget, tampak tubuh Sun Hwa Ling telah terguling-galing diatas saldju.
Sun Hwa Lian djadi terkedjut sekali.
"Kunjuk setan! Kau melukai tjitjieku?" bentaknja galak sambil melompat akan menjerang kepada kepala Ho Ho.
Sun Hwa Lian menjerang kepada kepala Ho Ho.
Sun Hwa Lian menjerang dengan menggunakan kepalan tangan kanannja, jang mengenai kepala Ho Ho, karena Ho Ho memang
tidak bisa mengelakkan serangan Sun Hwa Lian tersebut. Seketika itu djuga tubuh Ho Ho telah terpental dan berguling-guling di:
saldju.<noinclude>{{rh|22|||L.M.Arwah-3.}}</noinclude>
3j2s1bm55lix22gc015pwt1kyhchlhw
Halaman:Citra Perempuan dalam Novel Putu Wijaya Kritik Sastra Feminis.pdf/45
104
96358
268544
2026-04-26T15:17:56Z
Putri Apras
26973
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'hina baginya, jika mengetahui seseorang, apalagi orang itu adalah suami adiknya sendiri, mengkhianati janji yang sudah diikrarkan dalam lembaga perkawinan. Ia tidak akan tinggal diam. Ia sangat tidak menyukai tindakan Made Sukada yang menyia-nyiakan istri dan anaknya. Tidak masuk dalam pikiran Putri, bagaimana bisa seorang laki-laki yang sudah memiliki tanggung jawab terhadap istri dan anaknya bisa melakukan perbuatan seperti itu. Padahal, Nyom...
268544
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Putri Apras" /></noinclude>hina baginya, jika mengetahui seseorang, apalagi orang itu adalah suami adiknya sendiri, mengkhianati janji yang sudah diikrarkan
dalam lembaga perkawinan. Ia tidak akan tinggal diam. Ia sangat tidak menyukai tindakan Made Sukada yang menyia-nyiakan istri dan anaknya.
Tidak masuk dalam pikiran Putri, bagaimana bisa seorang laki-laki yang sudah memiliki tanggung jawab terhadap istri dan anaknya bisa melakukan perbuatan seperti itu. Padahal, Nyoman, adiknya, sudah bekerja keras dan berusaha menjadi istri yang baik. Putri dengan keberanian dan keteguhan hatinya menentang segala bentuk penyelewengan dan berusaha mengembalikan Made Sukada kepada keluarganya. Dengan tegas, ia meminta laki-laki itu memilih antara keduanya, keluarga atau kekasih gelapnya. Jika memang ia tidak lagi menginginkan istrinya, Putri dengan rela akan memboyong adiknya pulang ke rumah. Hidup seorang perempuan tidak untuk disia-siakan,
apalagi jika ia sudah bersuami dan memiliki anak. Begitulah pandangan Putri, yang tentu juga akan didukung oleh kaum feminis yang sangat anti pada tindakan pelecehan terhadap perempuan.
Putri adalah seorang pelopor. Niatnya yang tulus untuk menjadi guru, dalam arti yang sebenarnya, yaitu mengajar di sekolah atau di kampus selalu mendapat halangan. Ia tidak pernah benar-benar menjadi guru seperti apa yang diinginkannya. Akan tetapi, Mangku Puseh telah meyakinkan Putri bahwa sebenarnya ia telah menjadi guru. Ia adalah pelopor pemuda Meliling yang selama ini tidak jelas pekerjaannya dengan usahanya membuka pabrik kaus. Mereka yang dulunya cuma bisa keluyuran, sekarang, dengan bimbingan Putri, telah
mendapat pendidikan dan mulai memahami apa itu bekerja. Ia juga telah menjadi guru bagi Sueti karena telah membawanya keluar dari kehidupan yang kelam selama menjadi penyeroan dan gelandangan. Menjadi guru, menurut Mangku Puseh, tidak hanya bisa dilakukan di sekolah, tetapi juga bisa dilakukan di rumah dan di dalam masyarakat. Tanpa disadarinya, Putri telah melakukan tugas seorang guru.
Menjadi perempuan pelopor adalah cita-cita kaum feminis. Perempuan tidak hanya bisa menjadi pengikut. Mereka juga mampu menjadi pelopor, anutan bagi orang-orang di sekitarnya. Kepeloporan seorang perempuan mendapatkan tempat yang paling istimewa dalam pandangan kaum feminis. Dengan kepeloporannya, berarti ia telah mampu menjadi seorang pemimpin dan menghilangkan ketergantungan pada orang lain.
Sebagai seorang perempuan pelopor, Putri juga adalah wanita yang tegas. Prinsipnya tentang apa yang diyakininya tidak<noinclude>{{rh||33|}}</noinclude>
orxuxurlceaqsd329v12y302g9lwv1q
268545
268544
2026-04-26T15:18:16Z
Putri Apras
26973
/* Telah diuji baca */
268545
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Putri Apras" /></noinclude>hina baginya, jika mengetahui seseorang, apalagi orang itu adalah suami adiknya sendiri, mengkhianati janji yang sudah diikrarkan
dalam lembaga perkawinan. Ia tidak akan tinggal diam. Ia sangat tidak menyukai tindakan Made Sukada yang menyia-nyiakan istri dan anaknya.
Tidak masuk dalam pikiran Putri, bagaimana bisa seorang laki-laki yang sudah memiliki tanggung jawab terhadap istri dan anaknya bisa melakukan perbuatan seperti itu. Padahal, Nyoman, adiknya, sudah bekerja keras dan berusaha menjadi istri yang baik. Putri dengan keberanian dan keteguhan hatinya menentang segala bentuk penyelewengan dan berusaha mengembalikan Made Sukada kepada keluarganya. Dengan tegas, ia meminta laki-laki itu memilih antara keduanya, keluarga atau kekasih gelapnya. Jika memang ia tidak lagi menginginkan istrinya, Putri dengan rela akan memboyong adiknya pulang ke rumah. Hidup seorang perempuan tidak untuk disia-siakan,
apalagi jika ia sudah bersuami dan memiliki anak. Begitulah pandangan Putri, yang tentu juga akan didukung oleh kaum feminis yang sangat anti pada tindakan pelecehan terhadap perempuan.
Putri adalah seorang pelopor. Niatnya yang tulus untuk menjadi guru, dalam arti yang sebenarnya, yaitu mengajar di sekolah atau di kampus selalu mendapat halangan. Ia tidak pernah benar-benar menjadi guru seperti apa yang diinginkannya. Akan tetapi, Mangku Puseh telah meyakinkan Putri bahwa sebenarnya ia telah menjadi guru. Ia adalah pelopor pemuda Meliling yang selama ini tidak jelas pekerjaannya dengan usahanya membuka pabrik kaus. Mereka yang dulunya cuma bisa keluyuran, sekarang, dengan bimbingan Putri, telah
mendapat pendidikan dan mulai memahami apa itu bekerja. Ia juga telah menjadi guru bagi Sueti karena telah membawanya keluar dari kehidupan yang kelam selama menjadi penyeroan dan gelandangan. Menjadi guru, menurut Mangku Puseh, tidak hanya bisa dilakukan di sekolah, tetapi juga bisa dilakukan di rumah dan di dalam masyarakat. Tanpa disadarinya, Putri telah melakukan tugas seorang guru.
Menjadi perempuan pelopor adalah cita-cita kaum feminis. Perempuan tidak hanya bisa menjadi pengikut. Mereka juga mampu menjadi pelopor, anutan bagi orang-orang di sekitarnya. Kepeloporan seorang perempuan mendapatkan tempat yang paling istimewa dalam pandangan kaum feminis. Dengan kepeloporannya, berarti ia telah mampu menjadi seorang pemimpin dan menghilangkan ketergantungan pada orang lain.
Sebagai seorang perempuan pelopor, Putri juga adalah wanita yang tegas. Prinsipnya tentang apa yang diyakininya tidak<noinclude>{{rh||33|}}</noinclude>
2u27gzkie8achtnm3mwwso3j39eip9n
Halaman:Sarinah.pdf/224
104
96359
268549
2026-04-27T04:18:27Z
F4hroro
26348
/* Telah diuji baca */
268549
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="F4hroro" /></noinclude>Sarekat Rakyatnya? Tidakkah mereka akan dapat mencapai Indonesia Merdeka? Sebab tidakkah mereka revolusioner? dan tidakkah mereka berhubungan rapat dengan massa? Partai Komunis Indonesia dan Sarekat Rakyat, di dalam bentuknya dan politiknya yang dulu, tak dapat mencapai Indonesia Merdeka, oleh karena mereka justru tidak “tepat” politiknya itu, yaitu membuat satu kesalahan fundamentil dalam mengira bahwa kini sudah datang waktunya untuk revolusi sosial. Dan Partai Nasional Indonesia pun, partai saya sendiri dulu, di dalam bentuknya dan politiknya yang dulu, tak akan dapat mencapai Indonesia Merdeka, oleh karena ia terlalu memandang perjoangan rakyat Indonesia itu sebagai satu perjoangan nasional '''tersendiri''', dan kurang memperhatikan
kedudukan perjoangan rakyat Indonesia itu sebagai satu bagian daripada satu Revolusi Besar Internasional.
Lihat -alangkah pentingnya pengalaman-pengalaman yang saya sebutkan di atas itu. Kita sekarang telah merdeka, kita sekarang telah mempunyai Republik, tetapi manakala kita tidak memperhatikan pengalaman-pengalamannya sejarah
dan tidak memberi bentuk dan politik yang benar kepada perjoangan kita, -tidak menjalankan perjoangan kita itu dengan sifat yang benar dan pada tempat yang benar-, maka kemerdekaan itu mungkin terbang ke awang-awang. Maha Besar dan Maha Terpujilah Tuhan Rabbulalamin, bahwa
rakyat Indonesia telah merdeka, tetapi untuk '''memiliki kemerdekaan itu buat selama-lamanya''' dan mengisinya dengan
'''kesejahteraan sosial''', -untuk itu perlulah penglihatan yang tepat dan usaha-usaha yang tepat pula. Mencapai kemerdekaan alhamdulillah § sudah, memiliki terus kemerdekaan itu kini menjadi tugas.
Maka perlulah kita mengupas beberapa soal. Soal-soal sebagai misalnya: Haruskah kita terus revolusioner? dan apa yang dinamakan revolusioner? -dapatkah kita pisahkan Revolusi
Indonesia daripada Revolusi Besar Internasional? -haruskah kita sekarang ini menjalankan Revolusi Sosial, ataukah harus kita pusatkan sifat Revolusi kita sekarang ini kepada sifat Revolusi Nasional? -atau haruskah kita jalankan Revolusi
Sosial dan Revolusi Nasional itu simultan, serentak bersama-sama? dan kalau sifat Revolusi kita itu masih harus sifat
224<noinclude>{{rh|||224}}</noinclude>
jfrmlsplrfigb6er65q2r6ryjgjicpg
Halaman:Sarinah.pdf/225
104
96360
268550
2026-04-27T04:24:03Z
F4hroro
26348
/* Telah diuji baca */
268550
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="F4hroro" /></noinclude>nasional, buat apa program kesejahteraan sosial? -bagaimana caranya kita menuju kepada kesejahteraan sosial itu? dapatkah kita menyelesaikan Revolusi itu tidak dengan massa,
dan bagaimana jalannya supaya Revolusi itu tetap Revolusinya massa? "–bagaimana kewajiban wanita di dalam Revolusi yang berisi sekian banyak soal-soal itu, supaya Revolusi itu menjaminkan kedudukan sebaik-baiknya kepada wanita dikemudian hari?" -soal-soal sebagai ini harus berani kita hadapi, harus kita fikir-fikirkan, harus kita '''pecahkan'''. Tidak ada gunanya menghindari soal-soal ini, -semuanya toh pasti
akan menerkam kita. Dan mati hidup kita sebagai bangsa tergantung dari padanya!
Pukul 10 pagi, 17 Agustus 1945, Sang Merah Putih naik di angkasa Jakarta, Pegangsaan Timur 56. Apa yang terjadi di sana itu, dan di seluruh Indonesia di hari-hari yang kemudiannya, adalah satu peristiwa '''revolusioner'''. Sebab pada hari itu dirobek konstitusi Belanda yang menyatakan Indonesia menjadi satu bagian dari Kerajaan Belanda. Tetapi tidak saja yuridis, dan tidak saja politis, peristiwa itu adalah peristiwa revolusioner, -sosial (maatschappelijk) pun ia adalah pula satu peristiwa revolusioner. Sebab Proklamasi Kemerdekaan Indonesia adalah kita maksudkan sebagai langkah pertama ke arah penyelenggaraan satu tujuan sosial yang revolusioner, yaitu: satu pergaulan hidup Indonesia yang tidak berkapitalisme, satu pergaulan hidup di Indonesia yang sama sekali berazaskan azas-azas lain daripada yang sudah-sudah, satu pergaulan hidup kesejahteraan sosial, sebagai bagian daripada pergaulan hidup dunia yang berkesejahteraan sosial. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia kita lakukan bukan
untuk feitnya proklamasi belaka, Negara Republik Indonesia kita bangunkan bukan '''hanya''' untuk mempunjai '''negara''' belaka, kita laku-kan tindakan-tindakan itu sebagai pucukan perjoangan '''sosial''' yang revolusioner, -sebagai syaratnya satu perjoangan untuk melaksanakan satu prinsip sosial yang revolusioner. Undang-undang Dasar Negara yang kita susun, adalah menunjukkan dengan nyata arah yang revolusioner itu: mukaddimmahnya yang mengatakan bahwa: “Untuk
memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan
225<noinclude>{{rh|||225}}</noinclude>
2fbinzcqzx90l96evh4118wibwh5moh
268551
268550
2026-04-27T04:26:19Z
F4hroro
26348
/* Telah diuji baca */
268551
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="F4hroro" /></noinclude>nasional, buat apa program kesejahteraan sosial? -bagaimana caranya kita menuju kepada kesejahteraan sosial itu? dapatkah kita menyelesaikan Revolusi itu tidak dengan massa,
dan bagaimana jalannya supaya Revolusi itu tetap Revolusinya massa? '''–bagaimana kewajiban wanita di dalam Revolusi yang berisi sekian banyak soal-soal itu, supaya Revolusi itu menjaminkan kedudukan sebaik-baiknya kepada wanita dikemudian hari?''' -soal-soal sebagai ini harus berani kita hadapi, harus kita fikir-fikirkan, harus kita '''pecahkan'''. Tidak ada gunanya menghindari soal-soal ini, -semuanya toh pasti
akan menerkam kita. Dan mati hidup kita sebagai bangsa tergantung dari padanya!
Pukul 10 pagi, 17 Agustus 1945, Sang Merah Putih naik di angkasa Jakarta, Pegangsaan Timur 56. Apa yang terjadi di sana itu, dan di seluruh Indonesia di hari-hari yang kemudiannya, adalah satu peristiwa '''revolusioner'''. Sebab pada hari itu dirobek konstitusi Belanda yang menyatakan Indonesia menjadi satu bagian dari Kerajaan Belanda. Tetapi tidak saja yuridis, dan tidak saja politis, peristiwa itu adalah peristiwa revolusioner, -sosial (maatschappelijk) pun ia adalah pula satu peristiwa revolusioner. Sebab Proklamasi Kemerdekaan Indonesia adalah kita maksudkan sebagai langkah pertama ke arah penyelenggaraan satu tujuan sosial yang revolusioner, yaitu: satu pergaulan hidup Indonesia yang tidak berkapitalisme, satu pergaulan hidup di Indonesia yang sama sekali berazaskan azas-azas lain daripada yang sudah-sudah, satu pergaulan hidup kesejahteraan sosial, sebagai bagian daripada pergaulan hidup dunia yang berkesejahteraan sosial. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia kita lakukan bukan
untuk feitnya proklamasi belaka, Negara Republik Indonesia kita bangunkan bukan '''hanya''' untuk mempunjai '''negara''' belaka, kita laku-kan tindakan-tindakan itu sebagai pucukan perjoangan '''sosial''' yang revolusioner, -sebagai syaratnya satu perjoangan untuk melaksanakan satu prinsip sosial yang revolusioner. Undang-undang Dasar Negara yang kita susun, adalah menunjukkan dengan nyata arah yang revolusioner itu: mukaddimmahnya yang mengatakan bahwa: “Untuk
memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan
225<noinclude>{{rh|||225}}</noinclude>
o9gr05qu5h9tewf6p8eymwo84q8dra7
Halaman:Sarinah.pdf/96
104
96361
268552
2026-04-27T04:31:14Z
F4hroro
26348
/* Telah diuji baca */
268552
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="F4hroro" /></noinclude>dengan golok terang-terangan. Karena itu maka perjuangan antara matriarchat dan patriarchat di zaman dulu itu mungkin tidak begitu tenang sebagai di Minangkabau sekarang ini.
Ya, dulu orang lebih “mentah”. Patriarchat pun lebih “mentah”. Sudah saya katakan, bahwa nafsu kepada '''milik''', nafsu kepada milik perseorangan motornya patriarchat ini, dan bahwa perempuan pun dijadikan milik, dijadikan milik
perseorangan. Sarinah berpindah sifat, dan sifat memilik menjadi sifat dimilik, dari subyek menjadi obyek. Ia tadinya cakrawarti, kini ia menjadi benda. Benda, yang dimiliki, yang harus disimpan, harus disembunyikan, tak boleh dilihat orang lain, apalagi disentuh orang lain. Perempuan yang suka disentuh orang lain, disembelih kontan-kontanan.
Edward Carpenter berkata: “'''Nafsu kepada milik''' itu membuat laki-laki menutup dan '''memperbudakkan perempuan yang ia cintai itu'''”.
Ya, -“milik”! Karena itupun, tidak, kalau “milik” itu (dulu lebih “mentah-mentahan” daripada sekarang) bukan saja disimpan dan disembunyikan, tetapi juga '''ditambah''', sebagaimana orang
'''menambah''' juga barang milik yang biasa: di mana-mana patriarchat datang, di situ datanglah pula poligami, atau lebih benar: poligine, '''polyginie''', yakni peristerian yang banyakbanyak. Makin banyak perempuan, makin baik; sebab makin bertambah banyaknya “milik” itu, berarti bertambahnya kesejahteraan dan kemuliaan, bertambahnya tenaga bekerja dan kekuasaan, bertambahnya rezeki dan kemegahan. Manakala laki-laki hanya mempunyai isteri seorang saja,
maka isteri satu ini tidak menjadi halangan buat mengambil “selir” berapa banyaknya pun juga. Menurut keterangan Injil, maka Koning Salomo (Sulaiman) mempunyai 700 isteri dan 300
'''orang selir'''! Demikianlah memang; adatnya patriarchat di zaman dulu! Perhatikanlah lagi beberapa contoh yang berikut ini: Di dalam kitab Perjanjian Lama, Genesis, fasal 16, ayat 1
dan 2, diceritakan bahwa Nabi Ibrahim disuruh oleh Sarah buat “mengambil” budaknya yang bernama Hajar; juga di dalam Genesis, fasal 30, ayat 1 dan berikutnya, diceritakan bahwa Yakub disuruh oleh Rachel buat “mengambil”
96<noinclude>{{rh|||96}}</noinclude>
8zk5kvs8xf7vts6ja5kl7tdqrmei1ei
Halaman:Sarinah.pdf/97
104
96362
268553
2026-04-27T04:36:50Z
F4hroro
26348
/* Telah diuji baca */
268553
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="F4hroro" /></noinclude>budaknya yang bernama Bilha, dan disuruh pula oleh Lea (saudara Rachel) buat “mengambil’ budaknya yang bernama Zilpa.
Dan ada lagi satu hal yang boleh kita ambil dari cerita Yakub. Menurut Injil, maka isteri-isteri Yakub yang bernama Rachel dan Lea itu, adalah '''dua saudara'''. Mereka kedua-duanya
adalah anak Laban. Entah, mereka dua-duanya menjadi isteri satu orang! Inipun oleh patriarchat dianggap sopan, tidak melanggar kesusilaan.
Dan masih ada lagi satu hal penting dalam cerita Yakub. Menurut Injil, Yakub mendapat Rachel dan Lea itu dengan jalan '''membelinya''' dari bapanya: baik Rachel maupun Lea ia beli dengan menjual tenaganya, kepada Laban, masing-masing
tujuh tahun lamanya. Maka kita di sini menginjak satu sifat penting dari patriarchat pula: '''perempuan milik yang harus dibeli'''. Inilah yang di dalam salah satu bab di muka sudah
pula saya terangkan: kawin beli, perkawinan dengan jalan membeli, perkawinan dengan menganggap perempuan itu sebagai satu
'''benda perdagangan'''. Orang Yunani di zaman
dulu menyebutkan wanita-wanitanya “alphesiboiai”, yang artinya: menghasilkan sapi, berharga sapi, boleh ditukarkan dengan sapi! Ya, perempuan satu benda perdagangan, yang, kalau sudah dibayar harganya, dapat diperlakukan semau-maunya, oleh yang membelinya itu. Ia boleh dipandang sebagai benda perhiasan rumah, boleh disimpan dan disembunyikan rapat-rapat, boleh disuruh bekerja mati- matian seperti budak-belian, boleh dijual lagi, boleh dibunuh, boleh diwariskan kepada ahli-waris bersama benda yang lain-lain. Ia boleh dihidupi atau tidak dihidupi, boleh dimanusiakan atau tidak. dimanusiakan. Di zaman Rumawi
dahulu, menurut keterangan Engels adalah satu kebiasaan, bahwa perempuan itu, beserta semua famili, sebelum suaminja mati, sudah ditentukan dengan testamen kepada siapakah ia nanti akan diwariskan kalau suaminya mati. Ya, ia memang benda belaka, milik ia punja suami! Kalau ia
dibunuh oleh suaminya itu, maka '''itupun hak''' suaminya. (Engels). Sampai di abad kelimabelas di Jerman dan di negeri Belanda menurut keterangan Murner perempuan masih “disuguhkan” kepada tetamu, sebagai orang menyuguh-kan
97<noinclude>{{rh|||97}}</noinclude>
9v1iqn73gw4r5xx6mv4cyul5qnz4ucj
Halaman:Sarinah.pdf/98
104
96363
268554
2026-04-27T04:40:56Z
F4hroro
26348
/* Telah diuji baca */
268554
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="F4hroro" /></noinclude>sepotong kuih. “Het is in Nederland het gebruik, wanneer de man een gast heeft, dat hij hem zijn vrouw op goed geloof toevertrouwt”. Atau mungkinkah ini sisa “ibu umum” daripada hukum peribuan?
Dan kalau laki-laki tidak mempunyai cukup syarat untuk membeli perempuan itu? Tidak cukup harta benda, atau tidak mau membeli dengan tenaga buruh seperti Yakub kepada Laban? Sudah saya terangkan di muka: zaman dulu zaman “mentah-mentahan”. Kalau tidak dapat '''dibeli''' perempuan itu,
maka tiada keberatan moral sama sekali, jika perempuan itu dicuri, dirampok mentah-mentahan. '''Kawin rampas''', itulah menurut keterangan saya di muka tadi juga salah satu sifat patriarchat liar. Kita semua sudah pernah membaca cerita “Perampokan perawan Saba”, dan kita malah sering sekali melihat cerita wayang di mana perempuan dicuri dan dibawa lari. Di dalam Perjanjian Lama, bagian Boek der Richteren, 21,
diceritakan, bahwa kaum Buntamin mencuri anak-anak gadis Silo.
“Kawin beli” dan “kawin rampas”, ...
'''sampai sekarang''' kita masih mengalaminya dan mengerjakannya, meskipun dengan jalan yang lebih “sopan”. Sampai di zaman sekarang masih ada adat “marlojong” di tanah Batak. Dan di Chili Selatan tiap-tiap pengantin perempuan “harus dirampas lebih dulu” oleh suaminya, dengan persetujuan orang tua atau tidak dengan persetujuan orang tua. Tapi justru perkawinan yang demikian
itu yang dianggap syah. Dan apakah asalnya uang “antaran”, “uang belis”, uang “sasrahan” atau barang “sasrahan” yang di kalangan bangsa Eropa dan di kalangan bangsa kita sampai sekarang masih saja orang bayarkan kepada pengantin perempuan atau bakal mertua, -lain daripada '''uang pembeli'''
perempuan di zamannya patriarchat liar itu?
Di kalangan Eropa, terutama sekali di lapisan-lapisan yang atas, orang tidak segan-segan memperhubungkan perkawinan dengan perhitungan untung atau rugi. Di kalangan bangsa kitapun, terutama sekali di “tanah seberang”, nyata
perempuan masih dianggap barang dagangan. Di Flores masih kuat sekali adat pembayaran “uang belis” sampai ratusan rupiah; di Bengkulu, di Kroe, di Lampung, di lain-lain negeri
98<noinclude>{{rh|||98}}</noinclude>
mei7aq2f7f79kia6cmj6sq5uczt59no
Halaman:Sarinah.pdf/99
104
96364
268555
2026-04-27T04:44:56Z
F4hroro
26348
/* Telah diuji baca */
268555
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="F4hroro" /></noinclude>pun “uang antaran” kadang-kadang sampai ribuan rupiah! Sudah saya terangkan, bahwa inilah menjadi sebab begitu banyak “gadis tua” yang sampai tinggi umur belum mempunjai suami: orang lelaki terhalang kepada perkawinan, oleh karena
uang '''pembeliannya''' begitu mahal! Dan bukan saja kawin beli dengan kontan kita kenal, kita di Indonesia pun mengenal kawin beli dengan kredit, (boleh dicicil) dan kita kenal juga kawin beli yang dibelinya dengan menjual tenaga buruh. Inilah yang oleh ahli etnologi dan sosiologi dinamakan '''kawin jasa''', dan inilah yang kita jumpai pula di beberapa bagian di negeri kita, antara lain di negeri Batak.
Dan kawin rampas? Lihatlah adat kebiasaan bangsa Eropa, mengadakan “perjalanan perkawinan” sesudah nikah! Pada asal-nya adat kebiasaan yang romantis ini tidak lain daripada adat kebiasaan '''mencuri''' (melarikan) perempuan itu dari
kekuasaan orang tua. Dulu di zaman purbakala waktu segala hal masih “mentah”, orang tentu saja melawan atau menyerang kepada pencuri itu dengan senjata, mengejar dia dengan tombak dan panah, melempari dia dengan batu atau pentung. Kini orang sudah “sopan”; kini orang melempari
pengantin yang mau berangkat untuk perjalanan perkawinan itu dengan ... beras!
Di kalangan bangsa kita masih banyak juga daerah-daerah yang perempuan itu dicuri lebih dulu, misalnya saja di negeri Tapanuli, yang di situ masih ada adat “marlojong’ atau “dilojongkon” (dilarikan) atau adat “tangko babiat” (seperti
macan), Di daerah Pasemah adat inipun masih ada. Menurut keterangan Eisler, maka pencurian perempuan inilah yang menjadi asalnya adat “pembalasan darah” di zaman dulu, yakni asalnya adat '''bela pati, ambil nyawa balas nyawa''', yang lazim terdapat di semua bangsa-bangsa di seluruh muka bumi.
Tahukah tuan asalnya adat “tukar cincin” pada bangsa Eropa? Adat ini adalah berasal dari adat merampas perempuan: si perempuan diikat, dirantai oleh fihak yang merampas. Lambat laun “rantai” ini menjadi lebih sopan. Di kota Roma adat ini
sudah menyopan sedikit; sebagai tanda menjadi hamba sang suami, maka pengantin perempuan di Roma mendapat cincin
99<noinclude>{{rh|||99}}</noinclude>
61b75mpz2p54gqgzyg28ii5tyjlt40j
Halaman:Sarinah.pdf/100
104
96365
268556
2026-04-27T04:50:24Z
F4hroro
26348
/* Telah diuji baca */
268556
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="F4hroro" /></noinclude>'''besi''' dari ia punya suami. Di kemudian hari, maka diubahlah cincin besi ini menjadi cincin tembaga, cincin perak, cincin emas, dan kemudian lagi terjadilah adat sekarang, jaitu lelaki
dan perempuan “tukar cincin”, sebagai tanda setia satu sama lain dari dunia sampai akhirat ...
Maka demikianlah, sifat-sifat patriarchat liar itu masih saja berkesan dalam adat-istiadat di zaman sekarang, bukan saja pada bangsa-bangsa yang belum berkemajuan, tetapi juga pada bangsa-bangsa yang sudah modern seperti bangsa Eropa
dan Amerika. Berabad-abad, ratusan tahun, ribuan tahun cap “benda” itu masih saja melekat pada perempuan. Ia masih tetap saja dianggap sebagai milik yang boleh diperlakukan sesuka-suka orang tuanya dan sesuka-suka suaminya. Dulu kasar-kasaran, kini halus-halusan; dulu mentah-mentahan, kini sopan-sopanan; tapi pada hakekatnya sama: laki-laki kuasa, isteri benda; laki-laki tuan, isteri hamba. Malah adat
kebiasaan '''levirat''' masih juga terus berjalan sampai sekarang. Apakah '''levirat''' itu? Levirat adalah perkataan yang asalnya dari perkataan levir, yang artinya '''ipar'''. Levirat adalah adat, yang menetapkan, bahwa kalau sang suami mati, maka jandanya lantas menjadi isterinya saudara-suami itu, -isteri iparnya sendiri-, atau isterinya keluarga dekat dari suami itu. Nyatalah di sini perempuan itu dianggap sebagai satu milik yang dioperkan ke saudara suaminya, satu benda yang diwariskan pindah ke tangan saudaranya suami yang mati. Atau setidak-tidaknya, ia hanyalah dianggap sebagai alat penegakkan keturunan saja, satu alat pelahirkan anak, satu “mesin pengeram”! Di India orang perempuan yang tidak dapat hamil, dioperkan kepada saudara suaminya, '''sebelum''' suaminya itu mati, -coba-coba barangkali dengan saudara
suami inilah mesin pengeram itu dapat mengeluarkan anak. Inilah yang dinamakan “perkawinan nyoga’, satu macam perkawinan yang dasar ideologinya sama dengan levirat itu. Dan ambillah adat kebiasaan orang Yahudi. Di dalam kitab Perjanjian Lama, bagian kitab Musa Deuteronomium, 25, ayat 5 sampai 10, ternyatalah bahwa orang perempuan yang tak mempunyai anak, dioperkan kepada iparnya, kalau suaminya
meninggal dunia. Benar di dalam hukum Yahudi pengoperan ini adalah satu '''hak''' yang boleh '''dituntut''' oleh janda itu, -kalau si ipar tak mau mengoper dia, dia boleh meludahi muka
100<noinclude>{{rh|||100}}</noinclude>
f5xx48unenvbk7r1nd547vn8qgou2cw
Halaman:Sarinah.pdf/103
104
96366
268557
2026-04-27T04:55:46Z
F4hroro
26348
/* Telah diuji baca */
268557
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="F4hroro" /></noinclude>masyarakat” (perkataan Engels), sebagai patriarchat sendiri pun satu buatan masyarakat. “la adalah suatu buatan masyarakat seperti yang lain-lain; ia melanjutkan adanya kebebasan seksuil, -untuk kepentingan kaum lelaki’. Ia tak
dapat lenyap, kalau susunan masyarakat yang salah itu tidak lenyap dan anggapan salah terhadap perempuan itu tidak dibongkar. la, menurut perkataan Marx, tetap mengikuti peri-
kemanusiaan “sebagai satu bayangan”, sampai ke alamnya “peradaban” sekalipun. Dan ia sebaliknya juga akan membangunkan satu “buatan masyarakat” yang lain lagi, yang juga tak dapat lenyap di zaman _ sekarang ini: ia membangunkan Figurnya '''isteri yang mendurhakai suami''', karena suami mendurhakai isteri.
Laki-laki pergi bercinta dengan sundal di luar rumah tangga, isteri pun yang ditinggalkan di rumah itu menerima percintaan-nya orang dari luar rumah tangga. Laki-laki tidak setia, perempuan tidak setia pula. “Di samping perlaki-isterian
tunggal (antara seorang suami dan seorang isteri) dan hetaerisme (maksudnya: pelacuran) perceraian adalah suatu peristiwa masyarakat yang tak dapat dihindari -dilarang, dihukum keras, tetapi tak dapat ditindas.” Begitulah Engels menulis.
Persundalan adalah satu buatan masyarakat, tetapi pendurhakaan suami pun adalah satu buatan masyarakat. Walaupun dilarang keras, diancam dengan hukuman berat, diperangi dengan wet dan penjara, ia tidak dapat ditindas dan dihilangkan.
Itulah sebabnya, maka meskipun patriarchat itu pertama- tama dan terutama sekali diadakan untuk “memastikan turunan”, toh sampai sekarang, kendati penjagaan wet, kendati ancaman neraka yang bagaimanapun juga “siapa bapa” masih tetap satu soal “'''kepercayaan'''” saja, dan bukan
satu hal yang dapat dijamin kepastiannya. Satu hal “kepercayaan”, dan bukan satu hal '''kenyataan'''. Satu hal '''kira-kira''', dan bukan satu hal '''kepastian'''. Sehingga kitab hukum Code Napoleonpun, yang menjadi contoh bagi banyak kitab-kitab hukum di Eropa, (antara lain-lain juga menjadi contoh hukum Nederland), di dalam artikel 312 ada menulis: “L’enfant
103<noinclude>{{rh|||103}}</noinclude>
okfxp37y8yhm1ug1m22l5hndm3gz3kz
Halaman:Sarinah.pdf/104
104
96367
268558
2026-04-27T05:05:12Z
F4hroro
26348
/* Telah diuji baca */
268558
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="F4hroro" /></noinclude>concu pendant le mariage a pour pere le mari”. -“Anak yang dihamilkan di dalam persuami-istrian, yang '''dianggap''' menjadi bapanya ialah sang suami”. Dengan jitu dan jenaka sekali Engels membubuhi komentar atas artikel 312 Code Napoleon
ini: '''Inilah hasil yang paling baru tiga ribu tahun persuami-isterian satu'''! ...
Marilah sekarang kita bicarakan sifat patriarchat yang lain lagi itu: perempuan sebagai “makhluk dosa”. Inipun sudah saya ceritakan sedikit-sedikit di dalam bab yang di muka. Patriarchat dengan jalan parit-paritnya “agama” telah
merendahkan kedudukan perempuan, antara lain dengan mengatakan, bahwa perempuan itu bikinan syaitan. Sebagaimana di antara kaum agama ada yang mengatakan, bahwa buat kemuliaan di akhirat nanti, segala hal keduniaan harus dijauhi dan dibenci, yakni, bahwa kesucian roh hanyalah dapat diperoleh apabila manusia menjauhi tiap-tiap nafsu. kepada kekayaan milik dan kekayaan benda,
sebagaimana bagi setengah kaum agama, '''kemiskinan''' adalah satu ideal dan satu pedoman hidup-, maka terhadap kepada perempuanpun, (yang juga benda, juga milik, juga kekayaan!), mereka berkata: jauhilah dan bencilah perempuan itu, karena ia adalah menjauhkan kamu dari nikmatnya akhirat. Aneh sekali pertentangan ini: Kaum “dunia” mencari kemuliaan Clan kenikmatan sebesar-besarnya dengan mengumpulkan
sebanyak mungkin perempuan di dalam rumah tangganya laksana mengumpulkan sebanyak mungkin ternak di dalam kandang, kaum “agama” mencari kemuliaan dan kenikmatan dengan mensyaitankan tiap-tiap perhubungan, ya tiap-tiap angan-angan kepada perempuan! Faham benci dan mensyaitan-kan perempuan di kalangan agama ini dinamakan
'''asketisme''' dan '''selibat''' ('''ascetisme''' dan '''celibaat''').
Apakah arti asketisme dan selibat itu? Asketisme memuliakan cara hidup yang semiskin-miskinnya, dan memerangi tiap-tiap nafsu kepada kemewahan dan kesenangan: baik nafsu kepada harta kekayaan, maupun nafsu kepada kelezatan makan dan minum, maupun nafsu kepada kerumah-tanggaan, maupun
nafsu kepada '''kepuasan syahwat'''. Selibat memuliakan cara hidup tidak dengan perlaki-isterian, -lelaki tidak dengan perempuan, perempuan tidak dengan lelaki. Asketisme dan
104<noinclude>{{rh|||104}}</noinclude>
ebk2x2vcv2dhtb9ugo52rrwoioelim8
Halaman:Sarinah.pdf/105
104
96368
268559
2026-04-27T05:12:52Z
F4hroro
26348
/* Telah diuji baca */
268559
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="F4hroro" /></noinclude>selibat sudah menyelinap ke dalam banyak agama di zaman dulu. Agama Manu, agama Buddha, agama Nasrani sampai kepada berontaknya Maarten Luther di abad yang keenambelas, semuanya dimasukinya. Perempuan dianggap sebagai '''asal segala dosa'''. Perempuanlah yang dulu menjatuhkan Adam dari kemuliaan sorga, dan perempuanlah
yang sampai akhir zaman akan tetap berdaya-upaya
menjatuhkan anak Adam dari kemuliaan sorga. Malah ada satu fihak yang berkata, bahwa memotong kemaluan (lelaki) adalah satu perbuatan yang dibenarkan oleh Allah; fihak ini menunjukkan, bahwa di dalam Injil Mattheus 19 ayat 11 dim
12 ada tertulis: “Ada orang yang terpotong, yang dilahirkan demikian oleh ibunya; dan ada orang yang terpotong, yang dipotong oleh orang lain; dan ada orang yang terpotong, yang memotong dirinya sendiri, untuk mendapat kerajaan akhirat”. Menurut fihak ini, pengebirian adalah satu perbuatan ulia, tidak kawin satu perbuatan terpuji, benci perempuan satu tabiat yang maha luhur. Origenes berkata: “Perkawinan adalah
tidak kudus, satu hal yang kotor, satu alat pemuaskan syahwat”, dan buat menolak kekotoran ini, ia telah mengebiri dirinya sendiri! Begitupun telah tercatat di dalam sejarah,
bahwa memang sering pendeta-pendeta yang karena merasa dirinya kurang kuat mengekang kehendak syahwatnya dengan kekang jiwa saja, lantas mengebiri diri sendiri, seperti Origenes itu. Tertullianus berkata: “Perempuan, engkau akan
selalu mengeluh dan berpakaian koyak-koyak, matamu akan selalu penuh dengan air: mata kemasygulan, buat melupakan, bahwa engkaulah telah menjerumuskan peri-kemanusiaan ke dalam lumpur kebinasaan. Perempuan, engkaulah pintu
gerbang neraka jahanam!”,
Di muka sudah saya tuliskan, bahwa di dalam agama yang lain-lainpun, misalnya agama Buddha dan Manu, ada aturan keras yang mengharamkan perempuan itu. Di dalam Sufi Islam pun aliran asketisme dan selibat itu keras sekali. Saya
kira, di dalam patriarchat liar asketisme dan selibat di kalangan kaum agama adalah sama-sama satu buatan masyarakat sebagai persundalan adalah satu buatan masyarakat. Sebab, baik persundalan, maupun asketisme dan selibat, adalah sama-sama akibat daripada anggapan bahwa perempuan adalah milik dan benda; milik dan benda yang
105<noinclude>{{rh|||105}}</noinclude>
mhhcocvzr6fa07imif8xhghrjj3o43l
Halaman:Sarinah.pdf/106
104
96369
268560
2026-04-27T05:25:57Z
F4hroro
26348
/* Telah diuji baca */
268560
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="F4hroro" /></noinclude>boleh dijual-belikan, atau -yang harus dijauhi, agar dapat mencapai kenikmatan akhirat.
Sudah barang tentu golongan-golongan agama yang mengikuti aliran asketisme dan selibat itu '''tidak''' mau mengakui, bahwa mereka merendahkan perempuan. Mereka selalu mengatakan,
bahwa mereka justru memuliakan perempuan. Mereka malah mengakui, bahwa Tuhan “kadang-kadang” mensucikan perempuan juga! Fihak Islam Sufi menyebutkan nama Siti Aminah yang ditakdirkan oleh Tuhan buat mengandung Muhammad; fihak selibat Nasrani menyebutkan nama Siti Maryam; dan fihak Buddha menyebutkan nama Maya. Tidakkah mereka semuanya perempuan-perempuan yang
dimuliakan?
Mereka tidak mengetahui, bahwa di lain-lain agama pun ada perempuan-perempuan yang dimuliakan, bahkan disembah!, tetapi yang di situ perempuan sebagai makhluk '''masyarakat''' ditindas clan direndahkan. '''Dewi''' Kybele, '''dewi''' Mylitta, '''dewi''' Aphrodite, '''dewi''' Venus, '''dewi''' Ceres di Eropa Selatan, '''dewi''' Edda, '''dewi''' Freya di Eropa Utara, '''dewi''' Syri, '''dewi''' Pratiwi, '''dewi''' Lakshmi, '''dewi''' Kwan Im atau Kwannon di dunia Timur, -
tidakkah mereka ini semuanya perempuan-perempuan yang disembah? Tetapi tidakkah di negerinya dewi-dewi itu posisi sosial daripada kaum perempuan amat rendah sekali?
Marilah sekarang kita palingkan muka ke Indonesia.
Di manakah di Indonesia masih ada patriarchat? Pertanyaan yang demikian ini kurang tegas. Yang dimaksudkan tentunya: di manakah di Indonesia masih ada patriarchat liar? Sebab kita bangsa Indonesia hampir semua hidup di dalam sistim
patriarchat. Kecuali di daerah-daerah yang nyata matriarchat, maka kita semua, beragama atau tidak beragama, kita semua patri-archat. Malahan di muka telah saya katakan, bahwa agama Islam dan agama Keristen sebenarnya adalah '''koreksi'''
atas patriarchat yang mengekses, '''koreksi''' atas hukum perbapaan yang bersifat kebiadaban. Hukum perbapaan yang menindas dan merampok, memperlakukan perempuan sebagai benda dan sebagai ternak, hukum perbapaan yang “liar” itu dikoreksi, hendak diganti dengan hukum perbapaan yang adil
106<noinclude>{{rh|||106}}</noinclude>
pef36haos6avbckvvj1476x7ptl8btr
Halaman:Sarinah.pdf/107
104
96370
268561
2026-04-27T05:29:47Z
F4hroro
26348
/* Telah diuji baca */
268561
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="F4hroro" /></noinclude>dan baik. Tetapi agama sering sekali belum cukup
“mendalam”, atau agama nyata diabaikan oleh pengikut-pengikutnya, sehingga di berapa daerah Indonesia yang penduduknya telah “Islam” atau telah “Keristen”, patriarchat liar masih tampak dengan nyata.
Saya di muka telah menceritakan hal adat “marlojong”.
Tanah Batak memang masih tampak sekali “klassik” ditentang kepatriarchatan. Kawin beli, kawin rampas, kawin jual tenaga, levirat (koophuwelijk, roofhuwelijk, diensthuwelijk, levirat) masih semua berbekas di tanah Batak itu. Orang Batak yang hendak kawin, harus lebih dulu membayar uang “mangoli”, yakni uang membeli. Orang yang tidak mempunyai cukup uang, bolehlah membeli kekasihnya dengan tenaga kerja; ia harus “sumondo”. Dengan dibelinya perempuan. itu, pindahlah perem-puan itu dari tangan bapanya menjadi '''milik'''
suaminya sama sekali. la keluar dari marga sendiri, masuk ke dalam marga suaminya sama sekali. Ia tidak mewaris harta benda suaminya itu, kalau suaminya itu meninggal. la tidak
boleh mewaris, malahan akan diwariskan. Kalau suaminya itu tidak mempunyai saudara atau tidak mempunyai keluarga yang dekat, maka sepeninggal suaminya itu ia boleh kembali kepada marganya sendiri, tetapi ia dimustikan membayar kembali uang beliannya lebih dahulu! Anak-anaknya yang
perempuan tidak boleh ikut mewaris harta benda peninggalan bapanya, oleh karena mereka kelak '''toh''' akan dibeli orang lain, '''-toh''' akan menjadi milik orang lain dan meninggalkan marga
bapanya.
Pembaca melihat, semua sifat-sifat patriarchat terdapat kembali di tanah Batak itu. Dengarkanlah perumpamaan Batak di bawah ini:
Sian dangkana tu rantingna, Sian angkangna tu anggina.
Dalam bahasa Indonesia kira-kira sebagai berikut:
Dari dahan ke rantingnya, Dari kakak ke adiknya.
Ya, kalau saudara tua mati, saudara muda akan mengganti dia! Orang yang mencinta adat ini barangkali akan mengatakan, bahwa levirat toh ada baiknya juga? Memang,
107<noinclude>{{rh|||107}}</noinclude>
2m9rcgw07f6onygephrs2q9slhqmegz
268562
268561
2026-04-27T05:30:41Z
F4hroro
26348
/* Telah diuji baca */
268562
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="F4hroro" /></noinclude>dan baik. Tetapi agama sering sekali belum cukup
“mendalam”, atau agama nyata diabaikan oleh pengikut-pengikutnya, sehingga di berapa daerah Indonesia yang penduduknya telah “Islam” atau telah “Keristen”, patriarchat liar masih tampak dengan nyata.
Saya di muka telah menceritakan hal adat “marlojong”.
Tanah Batak memang masih tampak sekali “klassik” ditentang kepatriarchatan. Kawin beli, kawin rampas, kawin jual tenaga, levirat (koophuwelijk, roofhuwelijk, diensthuwelijk, levirat) masih semua berbekas di tanah Batak itu. Orang Batak yang hendak kawin, harus lebih dulu membayar uang “mangoli”, yakni uang membeli. Orang yang tidak mempunyai cukup uang, bolehlah membeli kekasihnya dengan tenaga kerja; ia harus “sumondo”. Dengan dibelinya perempuan. itu, pindahlah perem-puan itu dari tangan bapanya menjadi '''milik'''
suaminya sama sekali. la keluar dari marga sendiri, masuk ke dalam marga suaminya sama sekali. Ia tidak mewaris harta benda suaminya itu, kalau suaminya itu meninggal. la tidak
boleh mewaris, malahan akan diwariskan. Kalau suaminya itu tidak mempunyai saudara atau tidak mempunyai keluarga yang dekat, maka sepeninggal suaminya itu ia boleh kembali kepada marganya sendiri, tetapi ia dimustikan membayar kembali uang beliannya lebih dahulu! Anak-anaknya yang
perempuan tidak boleh ikut mewaris harta benda peninggalan bapanya, oleh karena mereka kelak '''toh''' akan dibeli orang lain, '''-toh''' akan menjadi milik orang lain dan meninggalkan marga
bapanya.
Pembaca melihat, semua sifat-sifat patriarchat terdapat kembali di tanah Batak itu.
Dengarkanlah perumpamaan Batak di bawah ini:
Sian dangkana tu rantingna, Sian angkangna tu anggina.
Dalam bahasa Indonesia kira-kira sebagai berikut:
Dari dahan ke rantingnya, Dari kakak ke adiknya.
Ya, kalau saudara tua mati, saudara muda akan mengganti dia! Orang yang mencinta adat ini barangkali akan mengatakan, bahwa levirat toh ada baiknya juga? Memang,
107<noinclude>{{rh|||107}}</noinclude>
pkn8epj7oj1s0iel5o5ukit664c3ysh
Halaman:045 Indrapura.djvu/5
104
96371
268564
2026-04-27T09:20:34Z
On Risanti
23075
/* Telah diuji baca */
268564
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="On Risanti" /></noinclude>{{multicol}}
379. nama pangkat orang<br>
380. nama pangkat orang<br>
381. penggawa<br>
382. agahan<br>
386. kapala kampong<br>
388. bangsawan<br>
389. orang toewa<br>
390. pendjoerit<br>
391. oentoeng<br>
392. malang<br>
393. bebas, lepas<br>
394. boedak, hamba<br>
396. adat<br>
397. orang salah<br>
398. mehoekoem<br>
399. mehoekoem<br>
400. denda<br>
401. saksi, saådah<br>
402. hakim<br>
403. boedak teboesan<br>
404. mengerdjati orang mati<br>
407/<br>
408. kawin/nikah<br>
410. bertjerei<br>
411. mas kawin/oeang mahal<br>
412. taälik<br>
413. beranak, berpoetra <16><br>
414. doekoen balian<br>
415. berdjina/berzina<br>
416. prampoean djalang/djahat<br>
418. topèng<br>
419. biola, rĕbab<br>
420. soeling<br>
421. gĕndang<br>
422. adok/rebana<br>
424. gong/agong<br>
426. gènggong<br>
427. seroenei<br>
428. menarie<br>
437. roemah<br>
438. soedoeng, pondok<br>
439. atap<br>
{{multicol-break}}
441/<br>
442. atap<br>
443. atap papan<br>
444. atap lapis<br>
443/<br>
444. atap<br>
449. pintoe<br>
451. djandelå<br>
453. tanggå<br>
454. djandjang<br>
456. lantai paloepoeh<br>
457. lantai papan<br>
456/<br>
457. lantai<br>
461. toenggak<br>
462. paran<br>
463. kasoer, tampat tidoer<br>
464. klamboe<br>
465. katiel<br>
467. bantal goeling<br>
468. lapik<br>
469. bantal kapalå<br>
470. balè balè<br>
472. pagoe/lotèng<br>
474. dapoer<br>
475. apie<br>
476. roemah tapanggang, roemah
tabakar<br>
477. mahidoepi api<br>
478. padam memadamie<br>
483. aboe<br>
484. kajoe apie<br>
485. <17><br>
486. padam lampoe<br>
487. beroemah <18><br>
488. klamboe katidoeran<br>
489. bangkoe doedoek<br>
493. koealie<br>
494. belangå<br>
495. děngdang<br>
496. prioek tanah<br>
497. pinggan<br>
498. mangkok, tjangkir<br>
500. tèko thee<br>
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
1in65zg6ja9sawr7r6kojl1fxy1lr8p
Halaman:045 Indrapura.djvu/6
104
96372
268565
2026-04-27T09:27:15Z
On Risanti
23075
/* Telah diuji baca */
268565
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="On Risanti" /></noinclude>{{multicol}}
501. pinggan djèrong gedang<br>
502. pinggan djèrong ketjil<br>
503. talěm<br>
505. <19><br>
506. kapak<br>
507. kris<br>
508. badik<br>
510. sendok<br>
511. galang/temba<br>
514. <20><br>
515. <21><br>
516. soemboe lampoe, palitå<br>
517. soeloeh<br>
519. kotak, selapa <22><br>
520. peti barang barang<br>
522. <23><br>
524. goetjie<br>
525-<br>
527. masak, memasak<br>
528. gorèng, menggorèng<br>
529. membembam<br>
530. memanggang/panggang<br>
534. makanan<br>
535. bakal berdjalan<br>
536. goelai <24><br>
537. sajoer sajoeran<br>
539. bantai<br>
540. dèngdèng<br>
539/<br>
540. daging<br>
541. laoe, ikan<br>
544. beras<br>
545. nasi<br>
546. padi<br>
547. djerami, batang padi<br>
548. tangkai<br>
549. kapoek, loemboeng<br>
550. lesoeng<br>
551. aloe<br>
555. menggiling<br>
560. djoeadah, kwee<br>
561. boeboer<br>
562. ladå<br>
{{multicol-break}}
563. garam<br>
565. saroeng<br>
567. sarawal, tjelana<br>
568. kabaja, badjoe<br>
573. sikat, sisir<br>
576. tjintjin<br>
577/<br>
578. ikat pinggang, kebat
pinggang<br>
579. gelang tangan<br>
580. gelang kaki<br>
582. anting anting, soebang<br>
583. kraboe<br>
586. salendang<br>
588. koelamboe<br>
589. kain kapas<br>
590. soetra<br>
591. lakan<br>
592. planil<br>
593. menenoen kain<br>
594. soeri<br>
595. soerak<br>
594-<br>
597. pekakas tenoen<br>
600. mengajam<br>
601. pilin tali, memilin tali<br>
602. tali<br>
603. benang<br>
604. memboehoer<br>
605/<br>
606. <25><br>
608. pedang<br>
611. tombak<br>
612. soempitan<br>
613. panah<br>
614. tali panah<br>
615. anak panah <26><br>
617. parisai<br>
618. bendera, merawa<br>
619. lela<br>
620. senapang bedil<br>
621. mensioe<br>
622. peloeroe<br>
623. tembak, pasang<br>
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
mcai0hnr95txfl1ebw9qhy2epeyqcak
Halaman:Sarinah.pdf/138
104
96373
268570
2026-04-27T11:30:20Z
Rafarahh
13414
/* Telah diuji baca */
268570
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rafarahh" /></noinclude>mereka yang amat besar, '''Clara Zetkin''', mereka itu yuridis dan politis merupakan satu '''vijfde stand''' dalam masyarakat zaman sekarang? Satu “vijfde stand”, yang lebih rendah lagi derajatnya daripada “vierde stand”nya kaum proletar laki-laki?
Karena itu memang, memang harus direbut persamaan hak dengan kaum laki-laki itu! Tetapi perempuan-perempuan bawahan itu sedar bahwa tuntutan-tuntutan feminisme '''saja''' belum mencukupi.
Yang sebenarnya perlu bukanlah '''hanya''' persamaan hak dengan laki-laki '''saja''', tetapi -'''perobahan susunan masyarakat sama sekali'''. Apakah telah mencukupi persamaan hak saja, kalau '''seluruh''' susunan masyarakat penuh dengan ketidakadilan? Kalau perempuan '''dan''' laki-laki, '''dua-duanya'''!, sebagai kelas, tertindas dan terhisap? Henriette Roland Holst di dalam satu pidato yang berapi-api berkata: “Geef de vrouw het kiesrecht, schaf alle wettelijke bepalingen af die haar bij den man achterstellen en in haar vrijheid belemmeren, open voor haar den toegang tot alle, beroepen en bedrijven, maak haa opleiding en opvoeding gelijk aan die van den man, zoodat zij zooveel mogelijk gelijke kansen heeft, -zult gij daarmee het lot van de millioenen arbeidsters in loondienst verbeteren, zult gij deze opheffen uit de proletarische ellende, zult gij de ongezonde, slecht betaalde huisindustrie waarin andere
millioenen zwoegen en sloven, uit de wereld helpen, zult gij het raadsel oplossen van de sfinx der prostitutie? Neen, dat alles zult ge niet! Al dit vrouwelijden zit vast aan den burgelijke
maatschappijvorm, aan het kapitalistisch stelsel van voortbrenging. Maar: zelfs voor de groote meerderheid van de vrouwen uit de vrouwen uit de burgerlijke klassen, voor hen burgerlijke die huwen en kinderen krijgen, kan de burgerlijke vrouwenbeweging de bevrijding niet brengen, niet de oplossing van het moeilijke vraagstuk in hun leven”. Artinya: “Berilah kepada wanita hak memilih dan dipilih, hapuskan semua aturan-aturan yang membelakangkan mereka dari laki-laki dan merintang-rintangi kemerdekaannya, bukakan pintu bagi
mereka kepada semua jawatan dan perusahaan, buatkan pendidikannya menjadi sederajat dengan pendidikan laki-laki sehingga mereka mendapat kesempatan yang sama luasnya, apakah Tuan dengan itu akan dapat memperbaiki nasib kaum buruh wanita, upahan yang berjuta-juta itu, akan dapat<noinclude>{{rh|||138}}</noinclude>
1dn97lhya44a0oehb2f34a4mos1verk
Halaman:Sarinah.pdf/139
104
96374
268571
2026-04-27T11:35:12Z
Rafarahh
13414
/* Telah diuji baca */
268571
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rafarahh" /></noinclude>mengangkat mereka dari kesengsaraan proletar, -akan dapat membasmi industri di rumah yang tidak sehat dan rendah upah itu yang di dalamnya berkeluh-kesah pula miliun-miliunan wanita lain, -akan dapat memecahkan rahasianya hantu persundalan? Tidak, Tuan tidak akan dapat semua itu! Semua kesengsaraan wanita ini adalah terikat kepada bentuk masyarakat yang borjuis, kepada cara produksi yang
sistimnya kapitalistis. Malah juga kepada sebagian besar daripada wanita-wanita golongan atasan dan pertengahan, kepada mereka yang dapat bersuami dan beranak, pergerakan wanita borjuis itu tidak dapat mendatangkan kemerdekaan, tidak dapat mendatangkan pemecahan soal hidup mereka yang paling sulit”.
Maka dengan keyakinan yang semacam ini, berkembanglah '''tingkat ketiga''' daripada pergerakan wanita, yaitu pergerakan wanita yang di dalam aksi '''sosialis''' hendak mendatangkan satu Dunia Baru sama sekali, yang di dalamnya perempuan dan laki-laki sama-sama mendapat bahagia, dengan tiada pemerasan satu kelas oleh kelas yang lain, tiada penindasan satu sekse oleh sekse yang lain. Satu Dunia Baru, yang di situ bukan saja perempuan sama haknya dengan laki-laki, tetapi juga tidak menderita “retak” atau “scheur”, oleh karena di dalam Dunia Baru itu ada pertemuan, ada pertunggalan, ada '''sintese''',
antara “pekerjaan masyarakat” dan “pekerjaan rumah tangga”.
Maka justru berhubung dengan tujuan tingkat yang ketiga ini, sebenarnya tidak boleh dikatakan ada spesial pergerakan '''wanita''' tingkat ketiga. Sebab di dalam aksi menyelenggarakan Dunia Baru itu, perempuan tidak beraksi sendiri, dan laki-laki
pun tidak beraksi sendiri, tetapi kedua-dua sekse '''itu
bersama-sama''' berjoang, '''bersama-sama''' bergerak, bahumembahu, di dalam '''satu''' gelombang yang makin lama makin mendahsyat. '''Satu''' gelombang perjoangan '''kelas''', yang tidak kenal perbedaan antara manusia dengan manusia, '''satu''' gelombang menuju kepada Kemerdekaan, -Kemerdekaan lakilaki dan '''kemerdekaan''' perempuan. Kemerdekaan kelas '''dan''' Kemerdekaan sekse!
Aksi wanita feminis berjalan '''melawan''' laki-laki.<noinclude>{{rh|||139}}</noinclude>
5ojujng5yrm3js1bax3i2xc0ygstwru
268572
268571
2026-04-27T11:36:38Z
Rafarahh
13414
268572
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Rafarahh" /></noinclude>mengangkat mereka dari kesengsaraan proletar, -akan dapat membasmi industri di rumah yang tidak sehat dan rendah upah itu yang di dalamnya berkeluh-kesah pula miliun-miliunan wanita lain, -akan dapat memecahkan rahasianya hantu persundalan? Tidak, Tuan tidak akan dapat semua itu! Semua kesengsaraan wanita ini adalah terikat kepada bentuk masyarakat yang borjuis, kepada cara produksi yang
sistimnya kapitalistis. Malah juga kepada sebagian besar daripada wanita-wanita golongan atasan dan pertengahan, kepada mereka yang dapat bersuami dan beranak, pergerakan wanita borjuis itu tidak dapat mendatangkan kemerdekaan, tidak dapat mendatangkan pemecahan soal hidup mereka yang paling sulit”.
Maka dengan keyakinan yang semacam ini, berkembanglah '''tingkat ketiga''' daripada pergerakan wanita, yaitu pergerakan wanita yang di dalam aksi '''sosialis''' hendak mendatangkan satu Dunia Baru sama sekali, yang di dalamnya perempuan dan laki-laki sama-sama mendapat bahagia, dengan tiada pemerasan satu kelas oleh kelas yang lain, tiada penindasan satu sekse oleh sekse yang lain. Satu Dunia Baru, yang di situ bukan saja perempuan sama haknya dengan laki-laki, tetapi juga tidak menderita “retak” atau “scheur”, oleh karena di dalam Dunia Baru itu ada pertemuan, ada pertunggalan, ada '''sintese''',
antara “pekerjaan masyarakat” dan “pekerjaan rumah tangga”.
Maka justru berhubung dengan tujuan tingkat yang ketiga ini, sebenarnya tidak boleh dikatakan ada spesial pergerakan '''wanita''' tingkat ketiga. Sebab di dalam aksi menyelenggarakan Dunia Baru itu, perempuan tidak beraksi sendiri, dan laki-laki
pun tidak beraksi sendiri, tetapi kedua-dua sekse '''itu
bersama-sama''' berjoang, '''bersama-sama''' bergerak, bahumembahu, di dalam '''satu''' gelombang yang makin lama makin mendahsyat. '''Satu''' gelombang perjoangan '''kelas''', yang tidak kenal perbedaan antara manusia dengan manusia, '''satu''' gelombang menuju kepada Kemerdekaan, -Kemerdekaan laki-laki dan '''kemerdekaan''' perempuan. Kemerdekaan kelas '''dan''' Kemerdekaan sekse!
Aksi wanita feminis berjalan '''melawan''' laki-laki.<noinclude>{{rh|||139}}</noinclude>
pee1kws9jqyprklgqycqbjy303tg7o1