Wikisumber
idwikisource
https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama
MediaWiki 1.47.0-wmf.2
first-letter
Media
Istimewa
Pembicaraan
Pengguna
Pembicaraan Pengguna
Wikisumber
Pembicaraan Wikisumber
Berkas
Pembicaraan Berkas
MediaWiki
Pembicaraan MediaWiki
Templat
Pembicaraan Templat
Bantuan
Pembicaraan Bantuan
Kategori
Pembicaraan Kategori
Pengarang
Pembicaraan Pengarang
Indeks
Pembicaraan Indeks
Halaman
Pembicaraan Halaman
Portal
Pembicaraan Portal
TimedText
TimedText talk
Modul
Pembicaraan Modul
Acara
Pembicaraan Acara
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/27
104
70218
295115
293133
2026-05-14T08:56:48Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295115
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>{{rh||'''BAB I'''}}
{{rh||'''PERKEMBANGAN POLITIK'''}}
{{rh||'''BAHAGIAN 1'''}}
{{rh||'''PERDJUANGAN MENENTANG PENDJADJAHAN DAN SUSUNAN PEMERINTAHAN SEBELUM PROKLAMASI KEMERDEKAAN.'''}}<noinclude></noinclude>
s12gjxujom7141fre3smnl4sshhvlb0
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/276
104
70257
295374
292410
2026-05-14T11:35:15Z
Menyusurisudutnegeri
25205
295374
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Riiiv" /></noinclude>{Multicol}}
Maret 1946.
Ketua Muda: Sjamsulbahrun
Anggota-anggota:
H. Ali Hamzah.
Jang Tjik.
M. Chatib.
Dr. Sjagaf Jahja
Djuni 1946.
Ketua Muda Sjamsulbahrun.
Anggota-anggota:
H. Ali Hamzah.
Jang Tjik.
M. Chatib.
Rd. Hamzah.
A. Sjarnubi.
Septemeber 1946.
Ketua Muda: Sjamsulbahrun.
Anggota-anggota:
H. Ali Hamzah
A. Sjarnubi
Rd. Hamzah.
Salim.
Ibrahim Bangko.
Djuli 1947.
Ketua Muda: A. Sjarnubi.
Anggota-anggota:
Rd. Hamzah.
Salim.
F. Silaen.
A. Chatib Suleman.
{{rh||'''PEMUNGUTAN FONDS DAKOTA DAERAH DJAMBI SEHARGA 4 DAKOTA.'''}}
Dengan adanja rantjangan Pemerintah N.R.I. Daerah Djambi
untuk membeli 4 (empat) Dakota, ternjata setingkat demi setingkat perlengkapan Negara kita dapat disiapkan dengan hasil Indonesia jang kaja-raja itu, tegasnja Djambi dengan hasil getahnja. 4 Dakota adalah seharga 1500 ton getah kering.
Usaha Pemerintah dalam mentjiptakan djumlah harga tersebut adalah:
a. Dengan djalan menarik 5% dari hasil penjadapan getah, dan hasil pertanian jang bersesuaian dengan djumlah getah jang ditetapkan di kewedanaan jang tidak menghasilkan getah.
b. Pertama kali untuk pembeli sebagian dari djumlah 4 Dakota Pemerintah Daerah Djambi dapat memindjam dari saudagar-saudagar dikota Djambi sedjumlah $ 120.000, dengan djalan menarik 30% dari djumlah harga barang-barang jang dikeluarkan, djumlah ini mesti telah tersedia sebelum bulan Agustus 1948. 50% dari djumlah harga 4 Dakota dipandang sebagai bakti 50 % dari djumlah harga 4 Dakota dipandang sebagai andeel.
Dengan kesanggupan rakjat Djambi untuk membeli 4 Dakota
dengan kebidjaksanaan Pemerintah Djambi, kita bisa {{hws|membangga|membanggakan}}<noinclude>{{rh|270}}</noinclude>
ji5so5axns76jxy9cdu9qg1ex8mz7hb
295379
295374
2026-05-14T11:39:52Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
295379
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{Multicol}}
{{c|''Maret 1946.''}}
Ketua Muda: Sjamsulbahrun
Anggota-anggota:
H. Ali Hamzah.
Jang Tjik.
M. Chatib.
Dr. Sjagaf Jahja
{{Multicol-break}}
{{c|''Djuni 1946.''}}
Ketua Muda Sjamsulbahrun.
Anggota-anggota:
H. Ali Hamzah.
Jang Tjik.
M. Chatib.
Rd. Hamzah.
A. Sjarnubi.
{{Multicol-end}}
{{Multicol}}
{{c|''Septemeber 1946.''}}
Ketua Muda: Sjamsulbahrun.
Anggota-anggota:
H. Ali Hamzah
A. Sjarnubi
Rd. Hamzah.
Salim.
Ibrahim Bangko.
{{Multicol-break}}
{{c|''Djuli 1947.''}}
Ketua Muda: A. Sjarnubi.
Anggota-anggota:
Rd. Hamzah.
Salim.
F. Silaen.
A. Chatib Suleman.
{{Multicol-end}}
{{c||'''PEMUNGUTAN FONDS DAKOTA DAERAH DJAMBI SEHARGA 4 DAKOTA.'''}}
Dengan adanja rantjangan Pemerintah N.R.I. Daerah Djambi untuk membeli 4 (empat) Dakota, ternjata setingkat demi setingkat perlengkapan Negara kita dapat disiapkan dengan hasil Indonesia jang kaja-raja itu, tegasnja Djambi dengan hasil getahnja. 4 Dakota adalah seharga 1500 ton getah kering.
Usaha Pemerintah dalam mentjiptakan djumlah harga tersebut adalah:
{{ol|type=a
|Dengan djalan menarik 5% dari hasil penjadapan getah, dan hasil pertanian jang bersesuaian dengan djumlah getah jang ditetapkan di kewedanaan jang tidak menghasilkan getah.
|Pertama kali untuk pembeli sebagian dari djumlah 4 Dakota Pemerintah Daerah Djambi dapat memindjam dari saudagar-saudagar dikota Djambi sedjumlah $ 120.000, dengan djalan menarik 30% dari djumlah harga barang-barang jang dikeluarkan, djumlah ini mesti telah tersedia sebelum bulan Agustus 1948. 50% dari djumlah harga 4 Dakota dipandang sebagai bakti 50 % dari djumlah harga 4 Dakota dipandang sebagai andeel.
}}
Dengan kesanggupan rakjat Djambi untuk membeli 4 Dakota dengan kebidjaksanaan Pemerintah Djambi, kita bisa {{hws|membangga|membanggakan}}<noinclude>{{rh|270}}</noinclude>
41fq1il8ukk4e2uefdhhb70mqgavjjk
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/340
104
70264
295182
202451
2026-05-14T09:35:28Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295182
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>2. Jang boleh dipilih mendjadi Wali Negeri ialah segala Warga Negara jang memenuhi sjarat-sjarat untuk mendjadi anggota Dewan Perwakilan Negeri dengan ketentuan, bahwa sjaratsjarat pandai membatja dan menulis ialah dalam huruf latin.
3. Pemilihan Wali Negeri wadjib disahkan oleh Wali Daerah (Residen) dan dengan pengesahan itu Wali Negeri itu diakui oleh Wali Daerah (Residen).
{{rh||Pasal 9.}}
1. Wali Negeri boleh meminta berhenti dengan memasukkan surat pada Dewan Perwakilan Negeri. Keberhentian itu wadjib disahkan oleh Wali Daerah (Residen).
2. Dewan Perwakilan Negeri boleh mengusulkan kepada Wali
Daerah (Residen) untuk memperhentikan Wali Negerinja.
3. Usul itu hendaklah diiringi dengan alasan, sebabnja Wali Negeri itu patut diperhentikan.
Kalau Wali Negeri itu tiada puas dengan keberhentiannja oleh Wali Daerah, boleh ia membanding putusan itu kepada Dewan Perwakilan Daerah jang putusannja tiada boleh dibanding lagi.
{{rh||Pasal 10.}}
1. Untuk pertama kali Wali Negeri dipilih untuk 1 tahun mulai 1 Djuli 1946 tetapi kalau ditimbang perlu oleh Dewan Perwakilan Negeri, maka djangka itu boleh ditambah tiap-tiap kali untuk setahun, paling lama empat tahun.
{{rh||{{sp|VI. Setia Usaha dan Pegawai lain-lain.
}}}}
{{rh||Pasal 11.}}
1. Dewan Perwakilan Negeri mempunjai seorang Setia Usaha jang diangkat oleh Dewan itu.
2. Setia Usaha Dewan Perwakilan Negeri mendjadi Setia Usaha Dewan Harian Negeri.
3. Pegawai-pegawai lain, seberapa ditimbang perlu oleh Dewan Perwakilan Negeri diangkat dan diberhentikan oleh Dewan Harian Negeri .
{{rh||{{sp|VII. Rumah Tangga Negeri.}}}}
{{rh||Pasal 12.}}
1. Dewan Perwakilan Negeri bersama- sama dan dengan dipimpin oleh Wali Negeri mendjalankan pekerdjaan mengatur rumah tangga Negerinja, asal tidak bertentangan dengan Peraturan<noinclude>{{rh|334}}</noinclude>
cxhrh4zowb9idbqsyud24yunowyfee9
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/270
104
70265
295146
292515
2026-05-14T09:17:05Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295146
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>{{c|'''BANGKO.'''}}
Dikewedanaan Bangko, seperti djuga ditempat- tempat lain
Angkatan Pemuda Republik Indonesia (A.P.R.I.), memegang peranan jang penting, diketuai oleh Bahar Mahjudin jang kemudian gugur dalam T.N.I. sewaktu pertempuran clash ke-II di Badjubang. Komite Nasional tjabang kewedanaan Bangko berdiri dengan susunan pengurusnja:
{|
|1.||Ketua||:||Dokter R. Perwadi {{--}} kemudian pindah kekota Djambi, memimpin P.R.I.
|-
|2.||Wk. Ketua||:||Marah Ismail.
|-
|3.||Sekretaris I||:||Mhd. Samin.
|-
|4.||Sekretaris II||:||Mh. Saidi.
|-
|valign="top"|5.||valign="top"|Anggota-anggota||valign="top"|:||
{{ol|list_style_type=upper-roman
|Mohd. Saidi.|Ali Sudir.|Abi Hasan.|Rukman Hadi.|Ismail.|Satro.}}
|-
|6.||Bhg. Perekonomian||:||Nung Tjik.
|-
|7.||Penasehat||:||R. Soedarjo.
|}
{{c|'''SAROLANGUN.'''}}
Di Sarolangun sesudah proklamasi, Organisasi jang mulai berdiri ialah: „Badan Keamanan Masjarakat” atau singkatnja B.K.M. jang kemudian mendjelma mendjadi A.P.I. dan P.R.I.
Komite Nasional Indonesia tjabang mempunjai susunan Pengurus:
{|
|1.||Ketua||:||Sjamsulbahrun.
|-
|2.||Wk. Kerua||:|| Ahmad Sjarnubi.
|-
|3.||Sekretaris||:|| Teleng.
|-
|4.||Keuangan||:||Jusuf Nasri.
|-
|valign="top"|5.||valign="top"|Anggota||valign="top"|:||
{{ol|list_style_type=upper-roman|Abu Tohid.|Aminuddin.}}
|}
'''Raden Inu Kertapati menggantikan Sjagaf Jahja.'''
Djepang masih mempunjai kedudukan jang kuat dikota Djambi. Dalam bulan Desember 1945 Dokter Sjagaf Jahja ditangkap oleh Djepang. Djuga beberapa orang Pemimpin turut tertangkap. Maksud Djepang hendak menangkap lagi beberapa Pemimpin lain,<noinclude>{{rh|264}}</noinclude>
tavvuk8anj4jx2ippcyo77oip8qbt1v
Halaman:Welas Asih Tak Terkalahkan - Jilid 2.pdf/49
104
87179
294409
293873
2026-05-13T14:11:22Z
N.imaema
22481
/* Tervalidasi */
294409
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" /></noinclude>Buku2 tjerita keluaran kami dapat dibeli pada:
:Toko buku ”A - A”
::standplaats Bus
::Jogjakarta.
::☆
:::Toko buku ”Abadi”
::::stand Pasar Blauran
:::::Surabaja.
::::::☆
:::::::Toko buku ”Aneka”
::::::::Djl. Oto Iskandardinata 481
::::::::Bandung.
:::::::::☆
::::::::::Toko buku ”Lie”
:::::::::::Djl. Laksa 58
:::::::::::Djakarta-Kota.
::::::::::::☆<noinclude></noinclude>
7x9nxhs347rmzb7g41ufi3270slfx0q
294413
294409
2026-05-13T14:13:20Z
N.imaema
22481
294413
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" /></noinclude>{{border|1=
Buku2 tjerita keluaran kami dapat dibeli pada:
:Toko buku ”A - A”
::standplaats Bus
::Jogjakarta.
::☆
:::Toko buku ”Abadi”
::::stand Pasar Blauran
:::::Surabaja.
::::::☆
:::::::Toko buku ”Aneka”
::::::::Djl. Oto Iskandardinata 481
::::::::Bandung.
:::::::::☆
::::::::::Toko buku ”Lie”
:::::::::::Djl. Laksa 58
:::::::::::Djakarta-Kota.
::::::::::::☆
}}<noinclude></noinclude>
0t8ngecronzyc2xep39gjb53edi8o6t
Halaman:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga.pdf/3
104
95632
294744
267151
2026-05-13T22:46:44Z
Riiiv
22458
/* Belum diuji baca */
294744
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Riiiv" /></noinclude>Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga
Tri Widiarto Soemardjan
@ 2023, pada Penulis
Diterbitkan oleh Widya Sari Press Salatiga Bekerja
Sama Dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota
Salatiga
ISBN 978-623-6328-57-6
Penerbit : Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
Kota Salatiga - Widya Sari Press
Salatiga
Hak Cipta : Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
Kota Salatiga
Setting & Layout : Lio
Dicetak : Widya Sari Press Salatiga
Cetakan I : 2023
ISBN 978-623-6328-57-6<noinclude></noinclude>
rfc7f9z9k9xr1a7aazmvtknef4a5lpz
294833
294744
2026-05-14T02:36:44Z
Alicya-
21994
/* Telah diuji baca */
294833
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Alicya-" /></noinclude>{{x-larger|Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga}}
{{Larger|Tri Widiarto Soemardjan}}
@ 2023, pada Penulis
Diterbitkan oleh Widya Sari Press Salatiga Bekerja
Sama Dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota
Salatiga
'''ISBN 978-623-6328-57-6'''
{{Rule|align=left|50em}}
{|
|Penerbit||:||Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga - Widya Sari Press Salatiga
|-
|Hak Cipta||:||Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga
|-
|Setting & Layout||:||Lio
|-
|Dicetak||:||Widya Sari Press Salatiga
|-
|Cetakan I||:||2023
|}
'''ISBN 978-623-6328-57-6'''<noinclude></noinclude>
8hb3v0fnigg28d5ajyihzovouslpkmv
294835
294833
2026-05-14T02:41:03Z
Ars-arsa
26526
/* Validated */
294835
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>{{x-larger|Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga}}
{{Larger|Tri Widiarto Soemardjan}}
@ 2023, pada Penulis
Diterbitkan oleh Widya Sari Press Salatiga Bekerja
Sama Dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota
Salatiga
'''ISBN 978-623-6328-57-6'''
{{Rule|align=left|50em}}
{|
|Penerbit||:||Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga - Widya Sari Press Salatiga
|-
|Hak Cipta||:||Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga
|-
|Setting & Layout||:||Lio
|-
|Dicetak||:||Widya Sari Press Salatiga
|-
|Cetakan I||:||2023
|}
'''ISBN 978-623-6328-57-6'''<noinclude></noinclude>
lgifhyjrq6uonh4ayxusknsp7q3zbay
Halaman:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga.pdf/4
104
95633
294271
267152
2026-05-13T12:54:21Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294271
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>{{C|'''SAMBUTAN PENERBIT'''}}
Upaya untuk menginventarisasikan pemikiran-pemikiran
seseorang dalam wujud buku merupakan upaya serius yang perlu
dikembangkan, sebab pemikiran seseorang tidak akan dapat
diwariskan secara otomatis. Salah satu upaya pewarisan
pemikiran yang efektif dan memiliki daya jangkau yang luas
adalah melalui buku.
Berdasarkan pemikiran di depan, maka penerbit Widya
Sari Salatiga, berusaha untuk menghimpun buah pikir yang layak
diinventarisasikan dalam wujud buku.
Penerbit Widya Sari Salatiga (Anggota ISBN Perpustakaan
Nasional), menerima sumbangan pemikiran dari para pembaca
untuk diproses menjadi buku.
Kiranya upaya sederhana ini dapat berguna bagi
pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni untuk
kesejahteraan manusia.
{{right sidenote|Salatiga, Januari 2023
<br>
'''Widya Sari Press'''}}<noinclude></noinclude>
33lzx2tm1vs7yarwto398r51g6hd613
294960
294271
2026-05-14T04:55:40Z
Ichi Ocha
26099
294960
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>{{C|'''SAMBUTAN PENERBIT'''}}
Upaya untuk menginventarisasikan pemikiran-pemikiran seseorang dalam wujud buku merupakan upaya serius yang perlu dikembangkan, sebab pemikiran seseorang tidak akan dapat diwariskan secara otomatis. Salah satu upaya pewarisan pemikiran yang efektif dan memiliki daya jangkau yang luas adalah melalui buku.
Berdasarkan pemikiran di depan, maka penerbit Widya Sari Salatiga, berusaha untuk menghimpun buah pikir yang layak diinventarisasikan dalam wujud buku.
Penerbit Widya Sari Salatiga (Anggota ISBN Perpustakaan Nasional), menerima sumbangan pemikiran dari para pembaca untuk diproses menjadi buku.
Kiranya upaya sederhana ini dapat berguna bagi
pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni untuk kesejahteraan manusia.
{{right sidenote|Salatiga, Januari 2023
<br>
'''Widya Sari Press'''}}<noinclude></noinclude>
psj2e8w0m65k9llq5fkgkh8yvjbluf0
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/10
104
96673
294847
292893
2026-05-14T02:49:36Z
Ars-arsa
26526
/* Validated */
294847
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>{{center|'''Angkatan Darat No.2-3 th VII Pebr.-Maret '57'''}}
Tadjuk Rentjana:
{{center|UJANGAN DILUPAKAN TUGAS}}
{{center|MASING-MASING}}
Dalam beberapa bulan ini telah terjadi hal-hal jang luar
biasa kalangan kita. Kedjadian² dimana Angkatan Darat ter-
libat didalamnja. Semuanja itu telah banjak meminta tenaga dan
fikiran untuk menjelesaikannja. Pemerasan energie itu demikian hebatnja, sehingga seolah-olah tak ada lagi energie jang tinggal untuk memikirkan jang lain.
Tetapi walaupun demikian, walaupun rasanja habislah tenaga
dan fikiran kita untuk mengatasi kesulitan² itu, satu hal tak boleh dilupakan, jaitu, bahwa pekerdjaan dan tugas kita masing² perlu diselesaikan. Tugas-tugas dalam lapangan pembangunan, pemulihan keamanan dan lain-lain. Sjukurlah, bahwa kita melihat adanja suasana jang „nuchter” dikalangan pimpinan jang bertanggung-djawab.
Tetapi, disana-sini ada kita melihat, bahwa orang melupakan tugas jang pokok, dan kerdjanja sehari-harian '''hanja itu-itu sadja''' '''jang dibitjacarakan,''' sampai pekerdjaan menjadi terlantar karenanja. Terhadap mereka ini perlu diserukan disini, bahwa '''sikap itu sangat''' '''merugikan.''' Disatu fihak tak mungkin ikut menjelesaikan dan dilain fihak pekerdjaannja sendiri tak kundjung selesai.
Ingatlah, bahwa pekerdjaan perlu diselesaikan. Organisasi adalah misalkan satu mesin. Apabila ada satu roda jang matjet tak berdjalan sebagaimana mestinja tentu akan mempengaruhi seluruhnja. Ini terang.
Maka, pegangan kita jalah: '''apapun jang terdjadi: tugas masing-masing harus berdjalan semestinja.'''
Tjamkanlah!<noinclude>{{rh|||Hsn}}</noinclude>
1kwuetzcweb5jx23mgvhvpow47h2103
294938
294847
2026-05-14T04:27:48Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ line break
294938
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" /></noinclude>{{center|'''Angkatan Darat No.2-3 th VII Pebr.-Maret '57'''}}
Tadjuk Rentjana:
{{center|UJANGAN DILUPAKAN TUGAS}}
{{center|MASING-MASING}}
Dalam beberapa bulan ini telah terjadi hal-hal jang luar
biasa kalangan kita. Kedjadian² dimana Angkatan Darat ter-
libat didalamnja. Semuanja itu telah banjak meminta tenaga dan
fikiran untuk menjelesaikannja. Pemerasan energie itu demikian hebatnja, sehingga seolah-olah tak ada lagi energie jang tinggal untuk memikirkan jang lain.
Tetapi walaupun demikian, walaupun rasanja habislah tenaga
dan fikiran kita untuk mengatasi kesulitan² itu, satu hal tak boleh dilupakan, jaitu, bahwa pekerdjaan dan tugas kita masing² perlu diselesaikan. Tugas-tugas dalam lapangan pembangunan, pemulihan keamanan dan lain-lain. Sjukurlah, bahwa kita melihat adanja suasana jang „nuchter” dikalangan pimpinan jang bertanggung-djawab.
Tetapi, disana-sini ada kita melihat, bahwa orang melupakan tugas jang pokok, dan kerdjanja sehari-harian '''hanja itu-itu sadja''' '''jang dibitjacarakan,''' sampai pekerdjaan menjadi terlantar karenanja. Terhadap mereka ini perlu diserukan disini, bahwa '''sikap itu sangat''' '''merugikan.''' Disatu fihak tak mungkin ikut menjelesaikan dan dilain fihak pekerdjaannja sendiri tak kundjung selesai.
Ingatlah, bahwa pekerdjaan perlu diselesaikan. Organisasi adalah misalkan satu mesin. Apabila ada satu roda jang matjet tak berdjalan sebagaimana mestinja tentu akan mempengaruhi seluruhnja. Ini terang.
Maka, pegangan kita jalah: '''apapun jang terdjadi: tugas masing-masing harus berdjalan semestinja.'''
Tjamkanlah!<noinclude>{{rh|||Hsn}}</noinclude>
99evpukfdi06xx38h0z8or4zbxrm9f7
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/941
104
96901
295108
283994
2026-05-14T08:52:09Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295108
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>{{rh||'''Pasal 58.'''}}
{{rh||'''MASJARAKAT MINANGKABAU.'''}}
{{Dropinitial|T}}IDAK mudah bagi seorang putera Alam Minangkabau untuk melepaskan dirinja dari ,,kundjungan-kundjungan adat" dan masjarakat bangsanja. Walaupun dimana djuga dia berada, kebiasaan-kebiasaan masjarakat tempat dia dilahirkan tidak bisa ,,dilepaskan" sama sekali, karena dia seakan terdiri kepada suatu norma jang dilahirkan dari adat jang disebut ,,tidak lapuk kena hudjan dan tidak lekang kena panas".
Mereka tidak hanja terikat kepada orang-orang jang sedari ketjil berada dalam lingkungan mereka sadja, tapi mereka djuga terikat kepada suatu masjarakat jang djauh lebih besar dari masjarakat jang dikenalnja dengan njata. Dan karena luasnja lapangan masjarakat jang ,,mengikatnja" itu, diapun harus lebih banjak membiasakan dirinja dalam berbagai masalah jang timbul karena luas dan banjaknja sebab-sebab jang tertimbul karena masjarakat itu.
Bagaimana eratnja ikatan" adat terhadap seorang putera Minangkabau, dapat diketahui antaranja dari hal-hal jang akan diterangkan dibawah ini.
Mereka mempunjai hubungan kekeluargaan jang sangat luas. Selain dari perhubungan karena suatu kelahiran, mereka djuga bertaut rapat dengan keluarga ,,satu hindu". Jang disebut dengan keluarga ,,sehindu" itu, ialah kumpulan keluarga jang berasal dari seorang nenek perempuan jang kemudian mendjadi berkembang biak. Perhinduan jang terpetjah mendjadi beberapa buah, dikumpulkan mendjadi satu, dan disebut dengan keluarga ,,sepajung ". Diatas itu ada lagi hubungan kekeluargaan jang disebut dengan ,,seninik".
Gabungan dari beberapa buah ,,pajung" atau ,,ninik", mendjadi satu Pesukuan. Achirnja, barulah terdapat masjarakat bernagari.
Dalam hal ini, sebuah petitih Minangkabau membajangkan susunan masjarakat negari itu dengan:
<poem>
{{gap}}{{gap}}...Manggarik bakarek kuku,
{{gap}}{{gap}}Dikarek djo sirauik,
{{gap}}{{gap}}Kaparauik batuang tuo,
{{gap}}{{gap}}Tuonja elok kalantai;
{{gap}}{{gap}}Nagari baka ampek Suku,
{{gap}}{{gap}}Dalam suku babuah paruik;
{{gap}}{{gap}}Kampung dibari batuo,
{{gap}}{{gap}}Rumah dibari batungganai".</poem><noinclude>{{rh|||933}}</noinclude>
7txitwib1f77wcbnqa64g2i6nmdvqj2
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/942
104
96919
295110
289082
2026-05-14T08:52:48Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295110
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>Di Indonesiakan dengan:
<poem>
{{gap}}{{gap}}Bergerak berkerat (memotong) kuku,
{{gap}}{{gap}}Dikerat dengan seraut,
{{gap}}{{gap}}Untuk peraut betung-tua,
{{gap}}{{gap}}Tuanja baik ke lantai;
{{gap}}{{gap}}Negari diperempat suku,
{{gap}}{{gap}}Dalam suku berbuah perut;
{{gap}}{{gap}}Kampung diberi bertua,
{{gap}}{{gap}}Rumah diberi bertengganai.</poem>
Perintjihan hubungan kekeluargaan ini dengan tjara lain diterangkan sebagai berikut:
Tingkatan jang terendah dalam suatu Pesukuan, dinamakan dengan ,,sepajung" atau ,,sebuah gedang", jaitu himpunan dari beberapa keluarga didalam naungan seorang penghulu. Kemudian terdapat hubungan karena ,,sehindu", jaitu tingkatan jang lebih rendah dari hubungan ,,sepajung". Hubungan kekeluargaan jang paling terdekat, dinamakan dengan ,,sepamit", jaitu hubungan kekeluargaan dalam pergaulan dalam satu rumah tangga.
Pengaruh perhubungan jang paling besar, ialah perhubungan karena satu Pesukuan. Tidak ,,apa kampung/negeri" jang ditanjakan oleh seorang putera Minangkabau kepada putera Minangkabau lainnja, tapi ,,apa sukumu", atau „apakah sukunja?"
Adapun persukuan di Minangkabau ada 4 buah djenisnja, jaitu pesukuan- pesukuan jang disebut dengan:
{{multicol}}
<ol>
<li> Urang (orang ) nan ampek (empat),</li>
<li> Urang nan lima ninik,</li>
<li> Urang nan enam ninik, dan</li>
<li> Urang nan sembilan ninik.</li>
{{multicol-end}}
</ol>
Pesukuan jang termasuk lingkungan golongan pertama, jaitu Bendang, Melaju, Kampai dan Lubuk Batang.
Jang dinamakan pesukuan urang nan limo ninik, jaitu Kutianjir, Petapang, Banuhampu, Salo dan Djambak. Pesukuan Urang jang enam ninik ialah: Budi, Tjaniago, Singkuang, Sipandjang, Mandahiling dan Andomo. Dan Pesukuan Urang nan sembilan ninik adalah: Koto, Piliang, Simabur, Tandjung, Pisang, Sikumbang, Gutji, Dalimo dan Pagatjantjang.
Dengan demikian maka teranglah, bahwa tiap-tiap putera Minangkabau satu sama lainnja diperhubungkan oleh hubungan kekeluargaan jang djauh lebih luas dari jang disangka orang. Dia tidak dapat melepaskan dirinja dari ikatan Pesukuan ini, terutama dalam mengangkat tiap-tiap pekerdjaan jang besar dan berat, apalagi jang menjangkut paut dengan adat istiadatnja.<noinclude>{{rh|934}}</noinclude>
cn9plsz2dvxun6ql2pard4fugiipbpj
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/34
104
96941
295118
293844
2026-05-14T09:00:01Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295118
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>perdjoangan dan bersemangat matjan, maka gerakan ini dinamai mereka dengan „Gerakan Harimau nan Salapan” (Harimau jang delapan).
Dalam gerakan pembersihan jang mereka lakukan didaerah-daerah jang mendjadi daerah „kekuasaan” Belanda, mereka selalu beroleh kemenangan-kemenangan besar. Kekuasaan keradjaan Minangkabau jang semendjak beberapa tahun jang lampau dipetjah-belah oleh kompeni Belanda, mereka persatukan kembali. Pemerintahan alam Minangkabau jang mereka bebaskan itu mereka pusatkan kembali ke Pagarrujung, dimana Tuanku Pasaman bertindak sebagai kepala Pemerintahan. Hampir seluruh. daerah kekuasaan Belanda itu mereka bebaskan kembali.
Gerakan Harimau nan Salapan ini boleh dipandang sebagai langkah pertama dari rakjat Minangkabau dalam menghadapi perlawanan jang berpandjang-pandjang dan tidak sedikit meminta pengorbanan. Dan gerakan ini pula merupakan gerakan jang mempelopori Perang Padri jang sangat masjhur itu.
'''Perdjuangan ,,Sulit Air”.'''
Perdjuangan berlangsung hampir bersamaan dengan sedang berkobarnja gerakan Harimau nan Salapan. Timbulnja perdjuangan ini adalah disebabkan karena tidak senangnja beberapa orang ulama jang berpendirian „kolot” atau jang biasa disebut dengan „kaum tua” terhadap tindakan-tindakan jang dilakukan oleh ulama-ulama jang progresip itu.
Melihat timbulnja kekatjauan-kekatjauan jang terdjadi disebabkan karena berlangsungnja perlawanan terhadap kekuasaan kompeni Belanda, maka beberapa orang ulama jang berpendirian pitjik itu pergi dengan tjara menjelundup ke Bengkulen untuk menemui pembesar Inggeris jang berkuasa disana pada waktu itu, jaitu Letnan Djenderal Thomas S. Raffles. Kedatangan mereka adalah untuk meminta pertolongan dan bantuan dari pembesar Inggeris ini untuk mengembalikan keamanan di Minangkabau.
Achirnja Raffles datang dengan tenteranja. Untuk menghantjurkan kekuasaan Minangkabau jang berpusat di Pagarrujung, maka Raffles mendirikan sebuah kubu (benteng) dipinggir danau Singkarak, dinegeri Sinawang. Tapi karena serangan ini tertahan disebabkan oleh perlawanan jang dilakukan oleh rakjat dari arah Sulit Air, maka rentjana penggempuran Raffles itu mendjadi gagal dan Pagarrujung tidak djadi dapat dialahkannja.
Mungkin karena mendapat teguran dari Pemerintah Inggeris, bahwa dia tidak dibolehkan ikut serta mentjampuri perdjoangan antara rakjat dengan tentera kompeni Belanda, maka achirnja Raffles meninggalkan daerah Minangkabau dan kembali ke Bengkulen, dengan meninggalkan benteng jang baru dipersendjatainja (Port Simawang).
{{div end|}}<noinclude>{{rh|28}}</noinclude>
bbyck7yt2lfrh41tzkbpa7mr950wbnr
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/257
104
97305
295143
292443
2026-05-14T09:15:34Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295143
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude><ol>Jang menembaknja ialah pendjaganja nama Keyman Bruno (soldaat K.N.I.L) di Brenkelen. Sdr. R. Sunarjo gugur pada ketika itu djuga. Perkara penembakan ini oleh pembesar-pembesar K.N.I.L, dideponeer dan Keyman Bruno tersebut diberi kesempatan Kembali kenegeri Belanda. Tjatatan: R. Sunarjo lahir dikampung Kebun Sari distik Pasuruan pada tanggal 28-6-1920, ajahnja nama R. Wiroatmodjo. Mantri-polisi di Probolinggo. Isterinja bernama Rukini (sekarang pegawai Kantor Inspeksi S.R. di Tg. Pinang).
</ol>
{{ol|list_style_type=lower-alpha|start=4
|Begitupun dikewedanaan Karimun, Tandjung Uban, Kidjang dan Tg. Pinang menjusul beberapa tangkapan/penahanan, Rumah-rumah pendjara penuh sebahagian besar dari orang-orang jang katanja „Merah-Putih”.<br>Dikewedanaan Karimun semakin hangat setelah dalam bulan Djuli 1946 T.R.I. jang dipimpin oleh Kapten Muchtar (kemudian gugur) dan Letnan Sardjono mendarat di Durai (Ketjamatan, Morosulit/kewedanaan Karimun).
|Beberapa pegawai jang ditjurigai dipindahkan keluar dari daerah Kepulauan Riau, seperti R. Subarma (Ketua II dari B.K.I.R.), pegawai Kantor Kadaster di Tanjung Pinang dipindahkan ke Bandung (tahun 1947), Sdr. Urip gelar Sutan Radja Indera (salah satu pemimpin B.K.I.R.), pegawal sipil pada Kleding Magazijn K.N.I.L, di Tg. Pinang dipindahkan ke Ambon (1947), sekarang berada di Djakarta. Sdr. Sutarmo (Ketua P.B.R.I. Tandjung Uban, pegawai pada N.V. S.V.M. di Tandjung Uban) dipindahkan ke Sungai Gerong (Palembang) Kemudian diberhentikan (1950-1951 tidak bekerdja); sekarang di Tandjung Uban dan lain-lain,
|Dalam bulan Djuni 1948 (peristiwa 5 Djuni) di Tandjung Pinang dilakukan penggeledahan/penangkapan tethadap orang-orang jang ditjurigai jaitu saudara '''Mohd. Amin Ali''' (Ketua Amir; sekarang pegawai kantor Urusan Agama di Tandjung Pinang); saudara '''Dahlan Deo''' (Wk. Ketua Amir + Ketua G.R.I.R., sekarang pegawai kantor Bupati (Bahagian Politik) di Tandjung Pinang); saudara '''Chairul Ali Rasahan''' (secretaris Amir; sekarang pegawai Djawatan Penerangan Kabupaten Kepulauan Riau di Tandjung Pinang): saudara '''A. Rachmankadir''' (anggota B.K.I.R. sekarang agen G.I.A. di Tandjung Pinang); saudara, '''Abd. Wahab Hassan''' (Secretaris II + Bendahara G.R.I.R; sekarang pegawai kantor Djurubajar di Tandjung Pinang); saudara '''Hasjim Ali''' (Bendahara Amir; sekarang pegawai Kantor Kehutanan Tandjung Pinang): saudara '''Willem Sinjal''' (anggota Amir G.R.I.R.: sekarang radio monteur P.T.T. di Tandjung Pinang); saudara '''Timporok''' (aggota Amir + G.R.I.R.; anggota K.N.I.L., kemudian masok T.N.I. sekarang pensiun di Tandjung Pinang): saudara '''J. Wallewangko''' (anggota G.R.I.R.: anggota K.N.I.L, {{hws|seka-|sekarang}}}}<noinclude>{{rh|||251}}</noinclude>
6x2pg3zbwvger3ofdpztfvbxtex9ub5
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/358
104
97370
295149
270851
2026-05-14T09:20:05Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295149
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>#<li value=10>Histori, jaitu sesuatu keadaan daerah jang semendjakdahulu kala sudah begitu, sehingga tidak diperlukan lagi perubahan.
#Dalam pembagian kabupaten diutamakan factor economie, dalam pembagian negeri diutamakan factor adat istiadat.
#Ada perimbangan tentangan ketjerdasan rakjat.
#Menghindarkan sentimen-sentimen rakjat jang mungkin timbul.
#Dasar pertahanan dan strategie. Tiap-tiap daerah sedapat-dapatnja mempunjai pedalaman jang dimasa perdjuangan bisa selfsupporting dalam soal makanan untuk bisa lama bertahan: djadi satu achterland jang economisch tjukup kuat.
#Dasar realiteit jaitu, satu keadaan jang sekarang lantas bisa ditjiptakan dan bukan jang berdasarkan ideologie untuk beberapa tahun dimasa depan.
#Dan last but not least: dasar tjepat.
#Tentangan nama-nama Kabupaten diambil sedapat-dapatnja jang berdasarkan sedjarah dan alam ( gunung dan sungaisungai).</li>
Dengan dasar-dasar ini dapatlah Propinsi Sumatera Tengah direntjanakan pembagiannja kepada 11 Kabupaten
jaitu:
#Kabupaten Singgalang-Pasaman: (dulu: Kabupaten Agam) dengan ibu negerinja Bukittinggi,
#Kabupaten Sinamar: (dulu Kabupaten 50 Kota) dengan ibu negerinja Pajakumbuh.
#Kabupaten Talang: (dulu Kabupaten Tanah Datar) dengan ibu negerinja Solok.
#Kabupaten Samudera: (dulu Kabupaten Padang Pariaman) dengan ibu negerinja Pariaman.
#Kabupaten Pesisir Selatan dan Kerintji: (dulu Kabupaten Balai Selasa) ibu negerinja Sungai Penuh.
#Kabupaten Kampar: (dulu Kabupaten Pakan Baru) dengan ibu negerinja Pakan Baru.
#Kabupaten Inderagiri: (dulu idem) dengan ibu negerinja Rengat.
#Kabupaten Bengkalis: (dulu idem) dengan ibu negerinja Bengkalis.<noinclude>{{rh|352}}</noinclude>
48dl0jwhvcenyuip0ggmgym3x4i4m1y
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/359
104
97393
295150
270894
2026-05-14T09:20:41Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295150
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>#<li value="9">Kabupaten Kepulauan Riau: (dulu Kabupaten Tandjung Pinang) dengan ibu negerinja Tandjung Pinang.
#Kabupaten Merangin: (dulu Kabupaten Djambi Hulu) dengan ibu negerinja Muara Tebo.
#Kabupaten Batang Hari: (dulu Kabupaten Djambi Hilir) dengan ibu negerinja Djambi.</li>
Perobahan jang terpenting dalam pembagian baru ini ialah antara lain-lain :
#Sumatera Barat jang dulu mempunjai 7 Kabupaten sekarang didjadikan 5 Kabupaten menurut dasar-dasar jang telah dikemukakan tadi.
#Kewedanaan Bangkinang masuk Kabupaten Kampar.
#Kewedanaan Siak masuk Kabupaten Bengkalis.
#Kewedanaan Pelalawan dibagi , bagian Hilir masuk Kabupaten Bengkalis, dan bagian Hulunja masuk Kabupaten Kampar.
# Ketjamatan Singingi masuk Kabupaten Inderagiri.
B. Tentang pembagian Daerah Negeri.
Dasar-dasar jang dipakai buat menentukan pembagian daerah Negeri dalam garis besarnja adalah sama dengan dasar-dasar pembagian Kabupaten, hanja sadja disini lebih diutamakan '''factor adat-istiadat dan perhubungan seperti tadi djuga telah diterangkan.''' Pekerdjaan ini sangat dapat dipermudah, karena sebelum Panitia Desentralisasi Sumatera Tengah dibentuk, tiap-tiap daerah Keresidenan jang lama telah mempunjai Panitia-panitia Desentralisasi Keresiden masing-masing dalam beberapa rombongan, dan mengadakan permusjawaratan dengan pemimpin-pemimpin dan wakil-wakil rakjat, Wilajah-wilajah mana jang dapat atau suka, bergabung mendjadikan daerah Otonomi negeri jang dibesarkan, jang akan diberi hak mengatur dan menjusun rumah tangganja sendiri.
Didalam rapat-rapat Panitia Desentralisasi, anggota-anggota berpendapat tjukuplah kiranja, wilajah-wilajah itu dimusjawaratkan oleh anggota dari masing-masing daerah jang bersangkutan sadja, dan sebagai hasil pembagiannja didapatkan wilajah-wilajah jang besarnja: di Sumatera Barat kira- kira berdasar kepada ketjamatan atau Kelarasan jang lama, dan di Djambi dan Riau: kira-kira sedikit lebih besar dari ketjamatan, tetapi lebih ketjil dari kewedanaan. Sebagai nama dari gabungan negeri-negeri itu ditetapkan 1 (satu) nama buat seluruh Sumatera Tengah, jaitu nama :<noinclude>{{rh|||353}}</noinclude>
2t68j6amj4syu9dd2u513m51iaiaf60
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/20
104
97567
294936
281149
2026-05-14T04:26:54Z
Riiiv
22458
/* Belum diuji baca */ line break, nomer
294936
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Riiiv" /></noinclude>berkisar pada: mentjegah agar
supaja informasi jang sebenarnja
tidak djatuh ketangan musuh:
dan menipu atau memperdajakan
musuh dengan muslihat.
{{gap}}Pentjegahan dilakukan setjara
aktif maupun pasif. Dikatakan
aktif kalau tindakan?-nja itu me-
rintangi setjara fisik usaha{{sup|2}} mu-
suh dalam mendapatkan apa jang
ditjari. Termasuk katagori ini,
a.l. kontraspionase. Dikatakan
pasif kalau tindakan{{sup|2}} itu ditudju-
kan untuk menjembunjikan infor-
masi jang sebenarnja dari musuh.
Termasuk katagori ini, a.l. pe-
njensoran dan pengamanan do-
kumen? rahasia. Menipu atau
memperdajakan musuh bersifat
positif-negatif. Termasuk kata-
gori ini, a.l. penjebaran infor-
masi? palsu.
'''Tingkatan Intelligence.'''
{{gap}}Intelligence bergerak disemua
lapangan kehidupan, baik politik,
ekonomi maupun militer. Dalam
gerakannja terbagi atas keluasan
tugas jang dihadapi. Maka dari
itu kita mengenal 3 tingkatan
intelligence. Tingkatan '''strategis :'''
membantu merumuskan kehen-
dak? dan kemampuan suatu
bangsa, misalnja, dalam lapangan
militer membantu merumuskan
ikut atau tidaknja dalam pakta{{sup|2}}
militer, dalam lapangan politik
atau ekonomi membantu meru-
muskan kebidjaksanaan{{sup|2}} dalam
perundingan{{sup|2}} atau perdjandjian{{sup|2}}.
Tingkatan '''operasionil:''' ting-
katan ini bergerak. antara ting-
katan strategis dan taktis. Biasa-
nja jang dibantu itu '''tidak''' mem-
punjai kekuasaan membuat kebi-
djaksanaan. Pemakaian istilah
operasionil dipakai mengenai pe-
njelarasan pelbagai taktik guna
mentjapai puntjak dalam kesatu-
an tindakan, atau keselarasan
pelbagai tindakan? ketjil terha-
dap langkah? antara didalam me-
rumuskan kebidjaksanaan jang
pasti. Tingkatan '''taktis:''' tingkat-
an ini bersifat chusus atau setem-
pat.
'''Organisasi badan{{sup|2}} intelligence.
'''
{{gap}}Dalam menjusun badan{{sup|2}} intel-
ligence biasanja berbeda satu sa-
ma lain, begitupun dalam lapang-
an methode dan hasilguna, tetapi
semuanja memakai kesamaan
fungsi{{sup|2}} azasi.
'''Di Amerika-Serikat.'''
{{gap}}Selain badan{{sup|2}} intelligence jang
berada di Angkatan Darat, Laut,
dan Udara, demikianpun dibebe-
rapa Kementerian sipil, Amerika-
Serikat memiliki badan intelli-
gence diatasnja badan? jang ada
dan disebut CIA (= Badan In-
telligence Pusat). Badan terse-
but didirikan dibawah Dewan
Keamanan Nasional. Fungsi Uta-
ma CIA memperlengkapi ketera-
ngan{{sup|2}} (= data, gegevens) jang
dibutuhkan Dewan Keamanan
Nasional guna memberikan na-
sihat{{sup|2}} kepada Presiden. Oleh
karena CIA satu-satunja badan
intelligence jang tertinggi, maka
terhadap badan? intelligence lain
ia mempunjai pengaruh dominan
(= dominerend) melalui usaha{{sup|2}}
memperlengkapi informasi dalam
rangka memberikan nasihat{{sup|2}} ke-
pada Presiden. Sebagai kebiasa-
an badan intelligence, CIA-pun
disusun melalui saluran{{sup|2}} jang
berliku-liku dan luas dengan pel-
bagai bagian{{sup|2}} untuk pelbagai
bentuk intelligence, seperti: peng-
usahaan informasi jang terang-
terangan dan jang dirahasiakan,
penjelidikan keilmiahan dan ana-
lisa, dsb.-nja. Djumlah personil
seluruhnja ditafsir lk. 9000 sam-
pai 15000 orang.
CIA merupakan badan intel-
ligence positif dan negatif. Intel-
ligence negatif tidak ditugaskan
kepada CIA sadja, tetapi djuga
kepada sebuah badan dari Ke-
menterian Kehakiman jang dise-
but FBI (= Biro Investigasi Fe-
deral). Kewadjiban badan ini
mengadakan pengusutan menge-
nai pelanggaran undang{{sup|2}} fede-
ral, mentjari dan menangkap pe-
langgar{{sup|2}}-nja. Dalam arti intel-
ligence negatif, FBI adalah ba-
dan kontra-spionase. Kontra-
Spionase setjara azasi adalah
fungsi '''kepolisian.''' Ketegasan per-
bedaan antara badan? jang men-
djalankan kontra-spionase dan
security pada umumnja masih
kurang dimengerti. Tiada penger-
tian itulah menjebabkan tugas{{sup|2}}
mendjadi terhambat karenanja.
Sering terdjadi, bahwa badan jg
diserahi tugas kontra-spionase
dituduh menggagalkan dalam
menangkap spion{{sup|2}} sebelum me-
reka mengachiri tugasnja. Pen-
tjegahan spionase dan sabotase
bukan fungsi azasi dari kontra-
Spionase, tetapi tanggung-djawab
dari badan? security diachir sum-
ber informasi. Melindungi sum-
ber informasi agak mudah, tetapi
menangkap spion{{sup|2}} adalah tugas
jang sulit dan memusingkan.
'''Di Inggeris.'''
{{gap}}Badan Intelligence setingkat
dengan CIA adalah JIB (= Biro
Intelligence Bersama). Biro ini
merupakan gabungan intelligence
antara ketiga Angkatan. Fungsi
utama memperlengkapi keterang-
an? jang dibutuhkan kabinet ter-
masuk kesimpulan-tafsiran intel-
ligence. Intelligence Militer Ing-
geris atau disingkat MI terdiri
atas tjabang{{sup|2}} chusus dipimpin
masing? oleh spesialis, a.l. MI-5
untuk intelligence negatif, MI-8
untuk kriptografi, MI-11 untuk
propaganda. Intelligence negatif
didjalankan djuga oleh Bagian
Chusus dari Dinas Pengusutan
Kedjahatan jang dibawahkan
oleh Djawatan Kepolisian ,,Scot-
land Yard”.
{{gap}}Selain intelligence jang berada
dilingkungan ketentaraan dan
kepolisian terdapat pula intelli-
gence politik dilingkungan Ke-
menterian Luar Negeri.
'''Di Rusia.'''
{{gap}}Badan Intelligence Rusia jang
sama dengan CIA dan JIB dise-
but RU. Susunan terdiri dari 3
seksi selingkungan strategis me-
liputi geografis seluruh dunia,
dan kedalam seksi-seksi fungsio-
nil untuk mengerdjakan tugas{{sup|2}}
tehnis, seperti : otentikasi, karto-
grafi, kriptografi, dsb.-nja. Peni-
laian dipertanggung-djawabkan
kepada Seksi Politik dan penje-
baran diseksi lain.
{{gap}}Intelligence negatif hanja ada
dilingkungan kepolisian jang ber-
ada di Kementerian Dalam Ne-
geri. Perlu diketahui, bahwa
pendjagaan kerahasiaan sangat
{{left|14}}<noinclude></noinclude>
efdalkvny7gtetxne4bdiks3el7no4g
294944
294936
2026-05-14T04:36:42Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294944
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>berkisar pada: mentjegah agar supaja informasi jang sebenarnja tidak djatuh ketangan musuh; dan menipu atau memperdajakan musuh dengan muslihat.
Pentjegahan dilakukan setjara aktif maupun pasif. Dikatakan aktif kalau tindakan²-nja itu merintangi setjara fisik usaha² musuh dalam mendapatkan apa jang ditjari. Termasuk katagori ini, a.l. kontraspionase. Dikatakan pasif kalau tindakan² itu ditudjukan untuk menjembunjikan informasi jang sebenarnja dari musuh. Termasuk katagori ini, a.l. pen jensoran dan pengamanan dokumen² rahasia. Menipu atau memperdajakan musuh bersifat positif-negatif. Termasuk katagori ini, a.l. penjebaran informasi² palsu.
'''Tingkatan Intelligence.'''
Intelligence bergerak disemua lapangan kehidupan, baik politik, ekonomi maupun militer. Dalam gerakannja terbagi atas keluasan tugas jang dihadapi. Maka dari itu kita mengenal 3 tingkatan intelligence. '''Tingkatan strategis:''' membantu merumuskan kehendak² dan kemampuan suatu bangsa, misalnja, dalam lapangan militer membantu merumuskan ikut atau tidaknja dalam pakta² militer, dalam lapangan politik atau ekonomi membantu merumuskan kebidjaksanaan² dalam perundingan² atau perdjandjian².
'''Tingkatan operasionil:''' tingkatan ini bergerak antara tingkatan strategis dan taktis. Biasanja jang dibantu itu tidak mempunjai kekuasaan membuat kebidjaksanaan. Pemakaian istilah operasionil dipakai mengenai pendjelasan pelbagai taktik guna mentjapai puntjak dalam kesatuan tindakan, atau keselarasan pelbagai tindakan² ketjil terhadap langkah² antara didalam merumuskan kebidjaksanaan jang pasti. '''Tingkatan taktis:''' tingkatan ini bersifat chusus atau setempat.
'''Organisasi badan² intelligence.'''
Dalam menjusun badan² intelligence biasanja berbeda satu sama lain, begitupun dalam lapangan methode dan hasilguna, tetapi semuanja memakai kesamaan fungsi² azasi.
'''Di Amerika-Serikat.'''
Selain badan² intelligence jang berada di Angkatan Darat, Laut, dan Udara, demikianpun dibeberapa Kementerian sipil, Amerika-Serikat memiliki badan intelligence diatasnja badan² jang ada dan disebut CIA (= Badan Intelligence Pusat). Badan tersebut didirikan dibawah Dewan Keamanan Nasional. Fungsi Utama CIA memperlengkapi keterangan² (= data, gegevens) jang dibutuhkan Dewan Keamanan Nasional guna memberikan nasihat² kepada Presiden. Oleh karena CIA satu-satunja badan intelligence jang tertinggi, maka terhadap badan² Intelligence lain ia mempunjai pengaruh dominan (= dominerend) melalui usaha² memperlengkapi informasi dalam rangka memberikan nasihat² kepada Presiden. Sebagai kebiasaan badan intelligence, CIA-pun disusun melalui saluran² jang berliku-liku dan luas dengan pelbagai bagian² untuk pelbagai bentuk intelligence, seperti: pengusahaan informasi jang terang-terangan dan jang dirahasiakan, penjelidikan keilmiahon dan analisa, dsb.-nja. Djumlah personil seluruhnja ditafsir lk. 9000 sampai 15000 orang.
CIA merupakan badan intelligence positif dan negatif. Intelligence negatif tidak ditugaskan kepada CIA sadja, tetapi djuga kepada sebuah badan dari Kementerian Kehakiman jang disebut FBI (= Biro Investigasi Federal). Kewadjiban badan ini mengadakan pengusutan mengenai pelanggaran undang² federal, mentjari dan menangkap pelanggar²-nja. Dalam arti intelligence negatif, FBI adalah badan kontra-spionase. Kontraspionase setjara azasi adalah fungsi kepolisian. Ketegasan perbedaan antara badan² jang mendjalankan kontra-spionase dan security pada umumnja masih kurang dimengerti. Tiada pengertian itulah menjebabkan tugas² mendjadi terhambat karenanja. Sering terdjadi, bahwa badan jg diserahi tugas kontra-spionase dituduh menggagalkan dalam menangkap spion² sebelum mereka mengachiri tugasnja. Pentjegahan spionase dan sabotase '''bukan''' fungsi azasi dari kontra-spionase, tetapi tanggung-djawab dari badan² ''security'' diachir sumber informasi. Melindungi sumber informasi agak mudah, tetapi menangkap spion² adalah tugas jang sulit dan memusingkan.
'''Di Inggeris.'''
Badan ''Intelligence'' setingkat dengan CIA adalah JIB (= Biro ''Intelligence'' Bersama). Biro ini merupakan gabungan ''intelligence'' antara ketiga Angkatan. Fungsi utama memperlengkapi keterangan² jang dibutuhkan kabinet termasuk kesimpulan-tafsiran ''intelligence''. ''Intelligence'' Militer Inggeris atau disingkat MI terdiri atas tjabang² chusus dipimpin masing² oleh spesialis, a.l. MI-5 untuk ''intelligence'' negatif, MI-8 untuk kriptografi, MI-11 untuk propaganda. ''Intelligence'' negatif didjalankan djuga oleh Bagian Chusus dari Dinas Pengusutan Kedjahatan jang dibawahkan oleh Djawatan Kepolisian „Scotland Yard”.
Selain ''intelligence'' jang berada dilingkungan ketentaraan dan kepolisian terdapat pula ''intelligence'' politik dilingkungan Kementerian Luar Negeri.
'''Di Rusia.'''
Badan ''Intelligence'' Rusia jang sama dengan CIA dan JIB disebut RU. Susunan terdiri dari 3 seksi selingkungan strategis meliputi geografis seluruh dunia, dan kedalam seksi-seksi fungsionil untuk mengerdjakan tugas² tehnis, seperti: otentikasi, kartografi, kriptografi, dsb-nja. Penilaian dipertanggung-djawabkan kepada Seksi Politik dan penjebaran diseksi lain.
''Intelligence'' negatif hanja ada dilingkungan kepolisian jang berada di Kementerian Dalam Negeri. Perlu diketahui, bahwa pendjagaan kerahasiaan sangat<noinclude>{{rh|14}}</noinclude>
ba1rms895fwwaldq6j08lytqb17rzux
294948
294944
2026-05-14T04:38:36Z
Link PB
26772
294948
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>berkisar pada: mentjegah agar supaja informasi jang sebenarnja tidak djatuh ketangan musuh; dan menipu atau memperdajakan musuh dengan muslihat.
Pentjegahan dilakukan setjara aktif maupun pasif. Dikatakan aktif kalau tindakan²-nja itu merintangi setjara fisik usaha² musuh dalam mendapatkan apa jang ditjari. Termasuk katagori ini, a.l. kontraspionase. Dikatakan pasif kalau tindakan² itu ditudjukan untuk menjembunjikan informasi jang sebenarnja dari musuh. Termasuk katagori ini, a.l. pen jensoran dan pengamanan dokumen² rahasia. Menipu atau memperdajakan musuh bersifat positif-negatif. Termasuk katagori ini, a.l. penjebaran informasi² palsu.
'''Tingkatan Intelligence.'''
Intelligence bergerak disemua lapangan kehidupan, baik politik, ekonomi maupun militer. Dalam gerakannja terbagi atas keluasan tugas jang dihadapi. Maka dari itu kita mengenal 3 tingkatan intelligence. Tingkatan '''strategis:''' membantu merumuskan kehendak² dan kemampuan suatu bangsa, misalnja, dalam lapangan militer membantu merumuskan ikut atau tidaknja dalam pakta² militer, dalam lapangan politik atau ekonomi membantu merumuskan kebidjaksanaan² dalam perundingan² atau perdjandjian².
Tingkatan '''operasionil:''' tingkatan ini bergerak antara tingkatan strategis dan taktis. Biasanja jang dibantu itu tidak mempunjai kekuasaan membuat kebidjaksanaan. Pemakaian istilah operasionil dipakai mengenai pendjelasan pelbagai taktik guna mentjapai puntjak dalam kesatuan tindakan, atau keselarasan pelbagai tindakan² ketjil terhadap langkah² antara didalam merumuskan kebidjaksanaan jang pasti. Tingkatan '''taktis:''' tingkatan ini bersifat chusus atau setempat.
'''Organisasi badan² intelligence.'''
Dalam menjusun badan² intelligence biasanja berbeda satu sama lain, begitupun dalam lapangan methode dan hasilguna, tetapi semuanja memakai kesamaan fungsi² azasi.
'''Di Amerika-Serikat.'''
Selain badan² intelligence jang berada di Angkatan Darat, Laut, dan Udara, demikianpun dibeberapa Kementerian sipil, Amerika-Serikat memiliki badan intelligence diatasnja badan² jang ada dan disebut CIA (= Badan Intelligence Pusat). Badan tersebut didirikan dibawah Dewan Keamanan Nasional. Fungsi Utama CIA memperlengkapi keterangan² (= data, gegevens) jang dibutuhkan Dewan Keamanan Nasional guna memberikan nasihat² kepada Presiden. Oleh karena CIA satu-satunja badan intelligence jang tertinggi, maka terhadap badan² Intelligence lain ia mempunjai pengaruh dominan (= dominerend) melalui usaha² memperlengkapi informasi dalam rangka memberikan nasihat² kepada Presiden. Sebagai kebiasaan badan intelligence, CIA-pun disusun melalui saluran² jang berliku-liku dan luas dengan pelbagai bagian² untuk pelbagai bentuk intelligence, seperti: pengusahaan informasi jang terang-terangan dan jang dirahasiakan, penjelidikan keilmiahon dan analisa, dsb.-nja. Djumlah personil seluruhnja ditafsir lk. 9000 sampai 15000 orang.
CIA merupakan badan intelligence positif dan negatif. Intelligence negatif tidak ditugaskan kepada CIA sadja, tetapi djuga kepada sebuah badan dari Kementerian Kehakiman jang disebut FBI (= Biro Investigasi Federal). Kewadjiban badan ini mengadakan pengusutan mengenai pelanggaran undang² federal, mentjari dan menangkap pelanggar²-nja. Dalam arti intelligence negatif, FBI adalah badan kontra-spionase. Kontraspionase setjara azasi adalah fungsi kepolisian. Ketegasan perbedaan antara badan² jang mendjalankan kontra-spionase dan security pada umumnja masih kurang dimengerti. Tiada pengertian itulah menjebabkan tugas² mendjadi terhambat karenanja. Sering terdjadi, bahwa badan jg diserahi tugas kontra-spionase dituduh menggagalkan dalam menangkap spion² sebelum mereka mengachiri tugasnja. Pentjegahan spionase dan sabotase bukan fungsi azasi dari kontra-spionase, tetapi tanggung-djawab dari badan² ''security'' diachir sumber informasi. Melindungi sumber informasi agak mudah, tetapi menangkap spion² adalah tugas jang sulit dan memusingkan.
'''Di Inggeris.'''
Badan ''Intelligence'' setingkat dengan CIA adalah JIB (= Biro ''Intelligence'' Bersama). Biro ini merupakan gabungan ''intelligence'' antara ketiga Angkatan. Fungsi utama memperlengkapi keterangan² jang dibutuhkan kabinet termasuk kesimpulan-tafsiran ''intelligence''. ''Intelligence'' Militer Inggeris atau disingkat MI terdiri atas tjabang² chusus dipimpin masing² oleh spesialis, a.l. MI-5 untuk ''intelligence'' negatif, MI-8 untuk kriptografi, MI-11 untuk propaganda. ''Intelligence'' negatif didjalankan djuga oleh Bagian Chusus dari Dinas Pengusutan Kedjahatan jang dibawahkan oleh Djawatan Kepolisian „Scotland Yard”.
Selain ''intelligence'' jang berada dilingkungan ketentaraan dan kepolisian terdapat pula ''intelligence'' politik dilingkungan Kementerian Luar Negeri.
'''Di Rusia.'''
Badan ''Intelligence'' Rusia jang sama dengan CIA dan JIB disebut RU. Susunan terdiri dari 3 seksi selingkungan strategis meliputi geografis seluruh dunia, dan kedalam seksi-seksi fungsionil untuk mengerdjakan tugas² tehnis, seperti: otentikasi, kartografi, kriptografi, dsb-nja. Penilaian dipertanggung-djawabkan kepada Seksi Politik dan penjebaran diseksi lain.
''Intelligence'' negatif hanja ada dilingkungan kepolisian jang berada di Kementerian Dalam Negeri. Perlu diketahui, bahwa pendjagaan kerahasiaan sangat<noinclude>{{rh|14}}</noinclude>
dz64zfnishufr3ttin9kd7dq9i95lyy
294950
294948
2026-05-14T04:40:17Z
Link PB
26772
294950
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>berkisar pada: mentjegah agar supaja informasi jang sebenarnja tidak djatuh ketangan musuh; dan menipu atau memperdajakan musuh dengan muslihat.
Pentjegahan dilakukan setjara aktif maupun pasif. Dikatakan aktif kalau tindakan²-nja itu merintangi setjara fisik usaha² musuh dalam mendapatkan apa jang ditjari. Termasuk katagori ini, a.l. kontraspionase. Dikatakan pasif kalau tindakan² itu ditudjukan untuk menjembunjikan informasi jang sebenarnja dari musuh. Termasuk katagori ini, a.l. pen jensoran dan pengamanan dokumen² rahasia. Menipu atau memperdajakan musuh bersifat positif-negatif. Termasuk katagori ini, a.l. penjebaran informasi² palsu.
'''Tingkatan Intelligence.'''
Intelligence bergerak disemua lapangan kehidupan, baik politik, ekonomi maupun militer. Dalam gerakannja terbagi atas keluasan tugas jang dihadapi. Maka dari itu kita mengenal 3 tingkatan intelligence. Tingkatan '''strategis:''' membantu merumuskan kehendak² dan kemampuan suatu bangsa, misalnja, dalam lapangan militer membantu merumuskan ikut atau tidaknja dalam pakta² militer, dalam lapangan politik atau ekonomi membantu merumuskan kebidjaksanaan² dalam perundingan² atau perdjandjian².
Tingkatan '''operasionil:''' tingkatan ini bergerak antara tingkatan strategis dan taktis. Biasanja jang dibantu itu tidak mempunjai kekuasaan membuat kebidjaksanaan. Pemakaian istilah operasionil dipakai mengenai pendjelasan pelbagai taktik guna mentjapai puntjak dalam kesatuan tindakan, atau keselarasan pelbagai tindakan² ketjil terhadap langkah² antara didalam merumuskan kebidjaksanaan jang pasti. Tingkatan '''taktis:''' tingkatan ini bersifat chusus atau setempat.
'''Organisasi badan² intelligence.'''
Dalam menjusun badan² intelligence biasanja berbeda satu sama lain, begitupun dalam lapangan methode dan hasilguna, tetapi semuanja memakai kesamaan fungsi² azasi.
'''Di Amerika-Serikat.'''
Selain badan² intelligence jang berada di Angkatan Darat, Laut, dan Udara, demikianpun dibeberapa Kementerian sipil, Amerika-Serikat memiliki badan intelligence diatasnja badan² jang ada dan disebut CIA (= Badan Intelligence Pusat). Badan tersebut didirikan dibawah Dewan Keamanan Nasional. Fungsi Utama CIA memperlengkapi keterangan² (= data, gegevens) jang dibutuhkan Dewan Keamanan Nasional guna memberikan nasihat² kepada Presiden. Oleh karena CIA satu-satunja badan intelligence jang tertinggi, maka terhadap badan² Intelligence lain ia mempunjai pengaruh dominan (= dominerend) melalui usaha² memperlengkapi informasi dalam rangka memberikan nasihat² kepada Presiden. Sebagai kebiasaan badan intelligence, CIA-pun disusun melalui saluran² jang berliku-liku dan luas dengan pelbagai bagian² untuk pelbagai bentuk intelligence, seperti: pengusahaan informasi jang terang-terangan dan jang dirahasiakan, penjelidikan keilmiahon dan analisa, dsb.-nja. Djumlah personil seluruhnja ditafsir lk. 9000 sampai 15000 orang.
CIA merupakan badan intelligence positif dan negatif. Intelligence negatif tidak ditugaskan kepada CIA sadja, tetapi djuga kepada sebuah badan dari Kementerian Kehakiman jang disebut FBI (= Biro Investigasi Federal). Kewadjiban badan ini mengadakan pengusutan mengenai pelanggaran undang² federal, mentjari dan menangkap pelanggar²-nja. Dalam arti intelligence negatif, FBI adalah badan kontra-spionase. Kontraspionase setjara azasi adalah fungsi kepolisian. Ketegasan perbedaan antara badan² jang mendjalankan kontra-spionase dan security pada umumnja masih kurang dimengerti. Tiada pengertian itulah menjebabkan tugas² mendjadi terhambat karenanja. Sering terdjadi, bahwa badan jg diserahi tugas kontra-spionase dituduh menggagalkan dalam menangkap spion² sebelum mereka mengachiri tugasnja. Pentjegahan spionase dan sabotase bukan fungsi azasi dari kontra-spionase, tetapi tanggung-djawab dari badan² security diachir sumber informasi. Melindungi sumber informasi agak mudah, tetapi menangkap spion² adalah tugas jang sulit dan memusingkan.
'''Di Inggeris.'''
Badan Intelligence setingkat dengan CIA adalah JIB (= Biro Intelligence Bersama). Biro ini merupakan gabungan intelligence antara ketiga Angkatan. Fungsi utama memperlengkapi keterangan² jang dibutuhkan kabinet termasuk kesimpulan-tafsiran intelligence. Intelligence Militer Inggeris atau disingkat MI terdiri atas tjabang² chusus dipimpin masing² oleh spesialis, a.l. MI-5 untuk intelligence negatif, MI-8 untuk kriptografi, MI-11 untuk propaganda. Intelligence negatif didjalankan djuga oleh Bagian Chusus dari Dinas Pengusutan Kedjahatan jang dibawahkan oleh Djawatan Kepolisian „Scotland Yard”.
Selain intelligence jang berada dilingkungan ketentaraan dan kepolisian terdapat pula intelligence politik dilingkungan Kementerian Luar Negeri.
'''Di Rusia.'''
Badan Intelligence Rusia jang sama dengan CIA dan JIB disebut RU. Susunan terdiri dari 3 seksi selingkungan strategis meliputi geografis seluruh dunia, dan kedalam seksi-seksi fungsionil untuk mengerdjakan tugas² tehnis, seperti: otentikasi, kartografi, kriptografi, dsb-nja. Penilaian dipertanggung-djawabkan kepada Seksi Politik dan penjebaran diseksi lain.
''Intelligence'' negatif hanja ada dilingkungan kepolisian jang berada di Kementerian Dalam Negeri. Perlu diketahui, bahwa pendjagaan kerahasiaan sangat<noinclude>{{rh|14}}</noinclude>
asrx0gzfmax7zmy0h4uuu6aw3d3qb7l
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/189
104
97746
295137
292541
2026-05-14T09:13:18Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295137
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>{{hwe|gota|anggota}} B.P.N.K. dan pemimpin-pemimpin Rakjat, dan dinegeri- negeri terdiri dari Wali Negeri sebagai Ketua, dan anggota D.H.N., seorang penghulu, ulama dan Komandan B.P.N.K.
Didjelaskan bahwa pemungutan ini dilakukan atas dasar sepuluh persen (sepersepuluh) dari kekajaan penghasilan rakjat berupa natura (jaitu bahan makanan, beras, djagung, ternak, dan lainlain).
Maka panitia ini mempunjai tugas kewadjiban menaksir dan memungut luran Perang Negara dengan dibantu oleh Ninik Mamak, Alim Ulama dan anggota-anggota B.P.N.K. Sedangkan penaksiran dan pemungutan natura haruslah dilakukan dengan bidjaksana sehingga rakjat jang miskin djangan menderita. Dan djika pemungutan natura sukar didjalankan mengingat keadaan makanan rakjat dinegeri masing-masing, maka boleh dilakukan pemungutan menurut harga pemungutan natura. Kemudian hasil pemungutan dikumpulkan dikantor Wali Negeri dan dilapurkan kepada Tjamat, Wedana, Bupati, dan D.P.D. Sumatera Barat. Tiap-tiap pemungutan ini dilakukan, harus ditinggalkan tanda bukti penerimaannja jang ditandatangani oleh Wali Negeri jang bersangkutan atas nama D.P.D. Sumatera Barat.
Achirnja didjelaskan bahwa kepada tiap-tiap pemungut akan diberi komisi sebanjak 10% dari hasil pemungutan dan sebahagiannja diserahkan kepada Wali Negeri atas petundjuk Wedana dan Tjamat jang bersangkutan. Sedangkan setiap warganegara jang tidak memenuhi peraturan ini akan dituntut menurut undangundang keadaan perang.
Sekianlah undang-undang tentang pemungutan I.N.P. itu !
'''Perhubungan Pos, 4 Djanuari 1949.'''
Sekarang tentang perhubungan pos. Bagaimanakah pula tjaranja mengatur satu hubungan jang rapi dan tetap antara segala badan-badan Pemerintahan dan ketenteraan diseluruh daerah berdjuang, sedangkan segala Kantor Pos jang terletak dikota-kota telah tak dapat dipakai lagi, karena djatuh ketangan musuh !
Satu sistim kurir jang sambung-bersambung djalannja mempertalikan seluruh daerah perdjuangan dan badan-badan pertempuran, sehingga segala instruksi dan perintah beserta lapuran dapat berdjalan dengan beres. Dalam hal ini amat besarlah djasa dari para kurir jang umumnja terdiri dari anak-anak jang berumur kurang dari 18 tahun. Ada diantaranja jang dari kalangan peladjar dikotakota, dan banjak pula dari anak kampung biasa sadja, jang mempertaruhkan djiwanja untuk menjampaikan segala instruksi dan perintah serta banjak jang gugur ditembak dan ditangkap musuh, sehingga dapat dikatakan bahwa dengan urat dan darahnja mereka telah mendjadi urat nadi perdjuangan kemerdekaan.
Dalam instruksi Gubernur Militer Sumatera Barat tanggal 4 Djanuari 1949 No. 8/DPD/Instr. didjelaskan bentukan perhubungan pos diseluruh Sumatera Barat ini.<noinclude>{{rh|||183}}</noinclude>
io5ue6n0j2rfqcztgozxmwgnt5yei8d
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/446
104
97771
295323
274925
2026-05-14T11:00:35Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295323
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>{|class="wikitable" width="100%"
|+LUAS TANAMAN JANG DIPANEN SERTA TAMBAHAN TANAMAN<br>DI SELURUH PROPINSI DJAWA-TIMUR.
! rowspan=2 | Djenis tanaman
!colspan=3 | Panen (ha)
!colspan=3 | Tambahan tanaman (ha)
|-
! 1937 !! 1951 !! 1952
! 1937 !! 1951 !! 1952
|-
| Padi sawah dan gogorantjah
| 1.148.059 || {{--}} || 1.138.593 || 1.196.270 || {{--}} || 1.486
|-
| Djagung
| 1.331.914 || 931.643 || 1.115.480 || 1.342.381 || 1.127.016 || 1.238
|-
| Ketela pohon
| 435.592 || 318.712 || 310.746 || 435.821 || 307.010 || 382.
|-
| Ketela rambat
| 91.811 || 60.971 || 85.415 || 90.944 || 63.220 || 96
|-
| Katjang tanah
| 108.050 || 260.901 || 81.301 || 107.547 || 280.509 || 85
|-
| Kedele
| 224.140 || 247.863 || 258.190 || 227.096 || 288.221 || 274
|-
| Tembakau Rakjat
| 83.883 || 42.695 || 53.313 || 92.646 || 48.854 || 66
|-
| Tebu Rakjat
| 10.723 || 13.476 || 17.249 || 12.030 || 18.299 || 11
|}
Djuga sebagai hasil usaha mempergunakan pupuk dan benih-benih jang sesuai dengan keadaan tanah dan iklim daerah, hasil pertanian dari berbagai djenis tanaman telah naik. Hasil rata-rata tiap ha dihitung dalam kwintal dari beberapa tanaman perdagangan di Djawa-Timur menurut keadaan pungutan hasil pada pertengahan tahun 1951 dan 1952 adalah sebagai berikut:
{|class="wikitable" width="100%"
! rowspan=2 | Karesidenan
! colspan=2 | Kapas
! colspan=2 | Tebu
! colspan=2 | Tembakau
! Ketela
|-
! 1951 !! 1952 !! 1951 !! 1952 !! 1951 !! 1952 !! 1951
|-
| Surabaja || 2 || {{--}} || 40 || 50 || 3 || {{--}} || 5
|-
| Madiun || 2 || {{--}} || 50 || 65 || 3 || {{--}} || 71
|-
| Kediri || 2 || {{--}} || 50 || 65 || 3 || {{--}} || 71
|-
| Malang || 2 || 3 || 60 || 70 || 3 || 3 || 90
|-
| Besuki || 2 || 3 || 40 || 35 || 3 || 4 || 71
|-
| Madura || 1,5 || 2 || 40 || {{--}} || 3 || {{--}} || 60
|-
| Bodjonegoro || 0,5 || 0,8 || 40 || {{--}} || 3 || {{--}} || 45
|-
| Djawa-Timur || 1,7 || 2,2 || 46 || 58 || 3 || 3,5 || 69
|}<noinclude>{{rh|414}}</noinclude>
5t0j791cc2xyitgqpivkyqbab0uec50
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/390
104
97976
295171
292112
2026-05-14T09:27:48Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295171
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>'''Sidang Pleno ke-IV.'''
Sidang ini diadakan tanggal 4 dan 5 Desember tahun 1945 dengan mengambil putusan seperti berikut:
{{ol|list_style_type=decimal
|Mengadakan susunan pengurus baru dari K.N.I. sesuai dengan isi kawat dari Djawa jang mengandjurkan mengadakan Dewan Harian dan Dewan Executief, jang mana Dewan Harian itu terdiri dari saudara Dr. M. Djamil (Ketua) dan anggotaanggotanja S. J. St. Mangkuto, Usman Keadilan, Bachtaruddin, Darwis Thaib, Marzuki Jatim, Sjarif Usman dan Abdoellah Kamil.<br>Sedang Dewan Executief terdiri dari Residen Sumatera Barat, sebagai Ketua , Dr. M. Djamil, Wakil Ketua beserta anggota-anggota Mr. St. M. Rasjid, Mr. Nasroen, Chatib Soeleman, Anwar St. Saidi dan Abdoellah.
|Memilih diantara mereka 20 orang untuk mendjadi anggota Dewan Perwakilan Sumatera, sesuai dengan Instruksi Gubernur Sumatera dan untuk ini terpilihlah saudara-saudara Chatib Soeleman, S. J. St. Mangkoeto, Anwar St. Saidi , Rasuna Said, Mr. St. M. Rasjid, Barioen A.S., Dr. M. Djamil, Abdoellah, Dt. Simaradjo, Bachtaroeddin, Mr. M. Nasroen, A. Sjoeib, Sultani St. Malako, Mr. Nazaroeddin, H. Mahmud Junus, Sjarif Usman, Marzoeki Jatim, Saadoeddin Djambek, dan A. Gafar Djambek.
|Memilih anggota Mr. M. Nasroen untuk duduk dalam Badan Pekerdja K.N.I. Pusat di Djakarta, memenuhi permintaan K.N.I.P.<br>Selandjutnja dalam rapat Executief dan Dewan Harian diadakan dalam K.N.I. beberapa bagian untuk malantjarkan djalan perdjuangan jaitu, Fonds Kemerdekaan diketuai oleh saudara Marzoeki Jatim, bagian Pendidikan diketuai oleh saudara Saaduddin Djambek, bahagian Penerangan diketuai oleh saudara Darwis Thaib, bagian jang mengurus penjelesaian insiden-insiden diketuai oleh Usman Keadilan dan bagian organisasi. Perobahan susunan Dewan Harian terdjadi lagi, disebabkan diangkatnja saudara-saudara Usman Keadilan, S. J. St. Mangkuto dan Saadoeddin Djambek mendjadi pegawai Pemerintah jang mana saudara-saudara itu kedudukannja dalam Dewan Harian digantikan oleh saudara B. M. Thahar,bSjamsoe Anwar dan Barioen A.S.
|Mengingat gentingnja keadaan, Pleno mengusulkan kepada Pemerintah antara lain, supaja mengatur distribusi bahan makanan, terutama beras, membentuk Pedjabat Penerangan dan Pedjabat Sosial, mengatur pungutan bakti-bakti dari rakjat, mengatur perbelandjaan T.R.I. dan mengusahakan memasukkan}}<noinclude>{{rh|384}}</noinclude>
65rnv6fnwti58obao2u6ha0ebwt1g64
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/33
104
97985
295117
293147
2026-05-14T08:58:54Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295117
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>{{hwe|pal|setimpal}}” menurut ukuran mereka. Serdadu-serdadu Belanda melakukan penembakan dan pembakaran setjara besar-besaran dengan membabi-buta terhadap rakjat dengan tidak mengadakan pengusutan terlebih dahulu. Kota Pariaman pada waktu itu mendjadi lautan api.
Karena akibat dari pembalasan tentera Belanda ini, maka sangat banjak rakjat jang melarikan dirinja dari tempat kediaman mereka untuk menjelamatkan dan memperlindungi diri mereka. Disamping itu tidak pula sedikit djumlahnja diantara mereka jang mati dan hilang.
Karena didalam peristiwa ini Belanda memandang dirinja berada dipihak jang menang, maka mereka mengumumkan, bahwa mulai dari saat itu semua daerah kekuasaan keradjaan Minangkabau berada ditangan mereka. Kekuasaan-kekuasaan Minangkabau di Pagarrujung, di Sungai Tarab dan di Saruaso mereka batalkan semua dan ketiga-tiganja oleh mereka dinjatakan telah hapus.
Upatjara penjerahan kekuasaan Minangkabau kepada pemerintah kompeni Belanda ini dilakukan dikota Padang pada tanggal 10 Pebruari tahun 1821. Piagam penjerahan kekuasaan ini ditanda tangani oleh 14 orang jang menamakan diri mereka sebagai wakilwakil dari berbagai daerah. Kemudian ternjata bahwa ke 14 orang „wakil” ini adalah orang-orang jang sekian lama mendjadi kaki tangan tentera Belanda jang dipergunakannja sebagai alat untuk menghasut-hasut dan memetjah belah persatuan rakjat Minangkabau sendiri.
Tanggal penanda tanganan piagam penjerahan itu dipandang sebagai hari pertama dari pendjadjahan Belanda atas seluruh daerah Minangkabau jaitu penanda-tanganan jang dilakukan oleh orang-orang jang berusaha untuk beroleh keuntungan untuk diri mereka sendiri dan tidak setahu rakjat.
'''Gerakan „Harimau nan salapan”.'''
Kegelisan-kegelisahan dan rasa tidak senang terhadap penipuan jang dilakukan oleh kompeni Belanda pada tahun 1821 itu mendjalar kemana-mana diseluruh daerah di Minangkabau.
Setahun sebelum itu, jaitu pada tahun 1820 beberapa orang alim ulama jang berpengaruh dan bertempat tinggal ditengah-tengah alam Minangkabau telah mempersiapkan diri mereka untuk mempelopori pertempuran guna menghapuskan penipuan kompeni Belanda itu. Gerakan pemberontakan dan perlawanan ini dikepalai oleh Tuanku nan Rentjeh dan Tuanku Imam Bonjol.
Gerakan mereka ini mendapat sambutan jang sangat baik dan besar dari rakjat, sehingga dalam waktu jang singkat sadja mereka sudah dapat menjusun suatu kekuatan dan angkatan perang jang tjukup besar djumlahnja.
Karena gerakan ini dipimpin oleh delapan orang kijai-kijai besar jang dipandang oleh rakjat sebagai pendorong semangat<noinclude>{{rh|||27}}</noinclude>
hsy8n1krl5y1td7l5ltv5u74mgi9j96
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/188
104
98073
295133
292540
2026-05-14T09:11:37Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295133
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>diambil tindakan dengan tepat dengan mengadakan '''Mahkamah Militer terpentjar''' jang tempatnja akan ditentukan oleh Gubernur Militer. Dan dengan dibentuknja daerah militer ini, hak-hak dan
milik rakjat tidaklah akan terganggu, malahan lebih mendapat djaminan perlindungan dari pemerintah, tetapi sebaliknja diharapkan agar rakjat lebih lagi dari waktu jang lampau memenuhi kewadjibannja untuk negara dan mematuhi tiap-tiap peraturan
jang dikeluarkan mengenai beban rakjat menurut kesanggupan masing-masing.
{{gap}}Pendjelasan itu diachiri dengan seruan bahwa hanja dengan kesatuan dan persatuan jang bulat, satu pimpinan dan satu komando, rakjat berdjuang akan mendapat kemenangan.
{{gap}}Dan pendjelasan ini rasanja telah tjukup djelas ! Perdjuangan berdjalan dengan sengitnja, sedangkan uang kertas tidak ditjetak lagi, agar inflasi djangan memuntjak. Dari manakah
diambilkan bekal dan belandja untuk perdjuangan ?
'''Iuran Perang.'''
{{gap}}Perbelandjaan ditutup dengan mengadakan sematjam padjak jang dinamakan '''Iuran Perang Negara''', atau lebih populer dengan sebutan I.N.P. ( Iuran Negara dalam Perang ), jang meliputi akan
sepersepuluh dari apa jang dihasilkan dan dipunjai oleh rakjat, ketjuali rumah dan barang -barang perhiasan . I.N.P. ini adalah satu udjian maha berat tetapi sangat tepat untuk mengukur sampai
dimana besarnja hasrat rakjat untuk merdeka karena pada masa segala sumber kehidupan dan perekonomian terkandas dan tertutup mati, pada masa seluruh rakjat menderita kemelaratan jang sebesar-besarnja, akibat dari tiga setengah tahun pendudukan Djepang dihimpit lagi oleh beban tiga setengah tahun perdjuangan
kemerdekaan, maka sekarang dalam masa jang sesulit- sulitnja ini, dimana hampir setiap orang tidak mempunjai apa-apa lagi, dia masih harus menjerahkan lagi sepuluh persen dari harta- benda
dan hasil sawah ladangnja beserta ternaknja untuk Negara. Tetapi masjarakat Sumatera Barat jang ekonominja berpangkal kepada pertanian itu masih dapat memikul beban ini, dan Pemerintah
dapat meneruskan memimpin perdjuangan dengan tak usah mengeluarkan uang kertas baru, sedangkan segala belandja dipikul oleh rakjat.
{{gap}}Untuk mengatur tjara pemungutan I.N.P. ini maka D.P.D. Sumatera Barat pada tanggal 28 Desember 1948 mengeluarkan Peraturan No. 2/DPD/P- Ist tentang pemungutan Iuran Perang Negara dimana dinjatakan bahwa untuk memperkuat tenaga perdjuangan dan untuk mentjegah pengambilan hak milik rakjat
dengan setjara tak teratur, maka pemungutan resmi dipusatkan dalam satu tangan . Maka ditetapkan bahwa disetiap kawedanaan dan negeri haruslah dibentuk satu panitia pemungutan jang diketuai oleh Wedana , dan anggotanja terdiri dari Kepala Polisi, {{hws|ang|anggota}}<noinclude>{{rh|182}}</noinclude>
o5n2vdk8q3oj8kyeplut4qmfmxjqwq0
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/19
104
98131
294941
292293
2026-05-14T04:29:55Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ gambar
294941
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" /></noinclude>Lalu dimulai oleh beliau membersihkan, mengupas, meradjang, nentjatjah, dsb.-nja. Kini tinggal menggolongkan menurut matjam masakan. Ibu berfikir: kalau ini diberi garam dan gula sedikit rasanja akan begini dan kalau diberi vetsin rasanja akan begitu. Bila menurut fikiran beliau sudah tepat baru dimulai menggoreng atau merebus. Kadang-kadang dalam menggoreng atau merebus itu masakan diketjapinja untuk meyakinkan teorinja. Fase kedua ini disebut fase pengolahan.
Dalam intelligence berhasil baiknja fase pengolahan tergantung pada ketjerdasan dan adanja keahlian jang mengolahnja. Orang jang tiada ketjerdasan selalu lambat dalam menafsirkan dan merumuskan sesuatu. Pada waktu kebutuhan mendesak akan hilang artinja dan tiada guna. Tiadanja keahlian berarti disangsikan mutunja. Apakah ketjerdasan masih dapat diperbaiki melalui adjar, meskipun hal itu termasuk pembawaan? Kebiasaan berfikir kritis dan logis dapat memperbaiki daja kerdja otak. Kritis: tidak tjukup puas dengan these jang diberikan, tetapi tiap-tiap these masih dapat ditjari anti- dan synthesenja. Logis: kemampuan memberikan djawaban terhadap pertanjaan-pertanjaan: apa (siapa), bagaimana, dan mengapa; kalau perlu dapat ditambah bila, dimana, dan kapan. Keahlian berpusat pada faktor-faktor: pendidikan, latihan, dan pengalaman. Soal ini tiada kesukaran asal memenuhi sjarat-sjarat tes jang minimaal diperlukan.
Kembali kepada ibu. Sebelum masakan disadjikan, beliau masih harus mengatur medja-makan. Alas medja harus dipasang. Piring, sendok, garpu, gelas, dsb.-nja masih harus diatur pada tempatnja, sehingga memudahkan bagi penjantap-nja. Dengan demikian ajah nanti tidak memanggil-manggil sebab sendok belum disediakan atau Toni bersungut-sungut karena tidak diberi air minum.
Fase ketiga ini disebut fase penghidangan. Dalam intelligence kelantjaran fase penghidangan tergantung pada ketjakapan penjadjian dalam bentuk kesimpulan-tafsiran (=estimate) intelligence. Oleh karena masakan itu tidak hanja ajah dan putera-putera-nja sadja jang membutuhkan, maka ibu pun meneruskan hasil pekerdjaannja kepada pembantu-pembantu rumah (= komandan-komandan bawah, sedjadjar, dan atas). Sehabis makan dan ajah sedang duduk dan merokok, ibu kadang-kadang bertanja kepada ajah: Bagaimana Pak, masakannja lezat atau tidak? Tetapi djarang ajah mendjawabnja tidak lezat, walaupun ibu masakannja agak kurang dari biasanja. Tetapi djika suka kritik jang membangun, ajah pun tidak keberatan mengatakan ini dan itu, dan esoknja ibu giat memenuhi harapan ajah. Sering pula ajah menjuruh ibu membuat masakan kegemaran ajah. Untuk meluluskan permintaan ajah, paginja ibu mengkoordinasikan pengusaha-pengusaha untuk mentjari apa jang diminta ajah. Dan bila telah mendapatkan apa jang ditjari, rangkaian tindakan ibu sama dengan kemarin dan begitulah seterusnja. Demikian pun azas intelligence jang tak berudjung pangkal berputar andaikan roda tetap dalam poros.
'''Intelligence negatif.'''
Intelligence bersifat positif kalau kegiatan-nja bersifat offensif. Antithese intelligence positif disebut intelligence negatif. Sifat kegiatan intelligence negatif bersifat defensif. Tugas pokok intelligence negatif melumpuhkan atau menghantjurkan sistim intelligence musuh. Kegiatan2-nja<noinclude>{{rh|||13}}</noinclude>
90c0fje1a31xubbu81bje8kgwjmqvzg
294954
294941
2026-05-14T04:43:08Z
Riiiv
22458
/* Belum diuji baca */ gambar, line break
294954
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Riiiv" /></noinclude>Lalu dimulai oleh beliau membersihkan, mengupas, meradjang, nentjatjah, dsb.-nja. Kini tinggal menggolongkan menurut matjam masakan. Ibu berfikir: kalau ini diberi garam dan gula sedikit rasanja akan begini dan kalau diberi vetsin rasanja akan begitu. Bila menurut fikiran beliau sudah tepat baru dimulai menggoreng atau merebus. Kadang-kadang dalam menggoreng atau merebus itu masakan diketjapinja untuk meyakinkan teorinja. Fase kedua ini disebut fase pengolahan.
Dalam intelligence berhasil baiknja fase pengolahan tergantung pada ketjerdasan dan adanja keahlian jang mengolahnja. Orang jang tiada ketjerdasan selalu lambat dalam menafsirkan dan merumuskan sesuatu. Pada waktu kebutuhan mendesak akan hilang artinja dan tiada guna. Tiadanja keahlian berarti disangsikan mutunja. Apakah ketjerdasan masih dapat diperbaiki melalui adjar, meskipun hal itu termasuk pembawaan? Kebiasaan berfikir kritis dan logis dapat memperbaiki daja kerdja otak. Kritis: tidak tjukup puas dengan these jang diberikan, tetapi tiap-tiap these masih dapat ditjari anti- dan synthesenja. Logis: kemampuan memberikan djawaban terhadap pertanjaan-pertanjaan: apa (siapa), bagaimana, dan mengapa; kalau perlu dapat ditambah bila, dimana, dan kapan. Keahlian berpusat pada faktor-faktor: pendidikan, latihan, dan pengalaman. Soal ini tiada kesukaran asal memenuhi sjarat-sjarat tes jang minimaal diperlukan.
Kembali kepada ibu. Sebelum masakan disadjikan, beliau masih harus mengatur medja-makan. Alas medja harus dipasang. Piring, sendok, garpu, gelas, dsb.-nja masih harus diatur pada tempatnja, sehingga memudahkan bagi penjantap-nja. Dengan demikian ajah nanti tidak memanggil-manggil sebab sendok belum disediakan atau Toni bersungut-sungut karena tidak diberi air minum.
Fase ketiga ini disebut fase penghidangan. Dalam intelligence kelantjaran fase penghidangan tergantung pada ketjakapan penjadjian dalam bentuk kesimpulan-tafsiran (=estimate) intelligence. Oleh karena masakan itu tidak hanja ajah dan putera-putera-nja sadja jang membutuhkan, maka ibu pun meneruskan hasil pekerdjaannja kepada pembantu-pembantu rumah (= komandan-komandan bawah, sedjadjar, dan atas). Sehabis makan dan ajah sedang duduk dan merokok, ibu kadang-kadang bertanja kepada ajah: Bagaimana Pak, masakannja lezat atau tidak? Tetapi djarang ajah mendjawabnja tidak lezat, walaupun ibu masakannja agak kurang dari biasanja. Tetapi djika suka kritik jang membangun, ajah pun tidak keberatan mengatakan ini dan itu, dan esoknja ibu giat memenuhi harapan ajah. Sering pula ajah menjuruh ibu membuat masakan kegemaran ajah. Untuk meluluskan permintaan ajah, paginja ibu mengkoordinasikan pengusaha-pengusaha untuk mentjari apa jang diminta ajah. Dan bila telah mendapatkan apa jang ditjari, rangkaian tindakan ibu sama dengan kemarin dan begitulah seterusnja. Demikian pun azas intelligence jang tak berudjung pangkal berputar andaikan roda tetap dalam poros.
'''Intelligence negatif.'''
Intelligence bersifat positif kalau kegiatan-nja bersifat offensif. Antithese intelligence positif disebut intelligence negatif. Sifat kegiatan intelligence negatif bersifat defensif. Tugas pokok intelligence negatif melumpuhkan atau menghantjurkan sistim intelligence musuh. Kegiatan2-nja<noinclude>{{rh|||13}}</noinclude>
b6zofky32c967cfq815jhuwqmdxjyim
294955
294954
2026-05-14T04:48:19Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294955
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}}
<small>''Komando² Militer selalu mengadakan pers konperensi. Tetapi keterangan² jang diberikan itu hendaklah berbidjaksana dan teliti. Sebab potongan² berita disurat² kabar, oleh intelligence² jang tjerdik dengan meng-hubung²kannja dapat menjelami rahasia² militer dan negara. Disini nampak Let. Kol. Sj. Gaharu, Komandan K.D.M.A. (kiri) sedang memberikan keterangan kepada para wartawan. Dan para wartawan (kanan) mentjatatnja.''</small>
Lalu dimulai oleh beliau membersihkan, mengupas, meradjang, mentjatjah, dsh.-nja. Kini tinggal menggolongkan menurut matjam masakan. Ibu berfikir: kalau ini diberi garam dan gula sedikit rasanja akan begini dan kalau diberi vetsin rasanja akan begitu. Bila menurut fikiran beliau sudah tepat baru dimulai menggoreng atau merebus. Kadang² dalam menggoreng atau merebus itu masakan diketjapinja untuk mejakinkan teorinja. Fase kedua ini disebut fase pengolahan.
Dalam intelligence berhasil baiknja fase pengolahan tergantung pada ketjerdasan dan adanja keahlian jang mengolahnja. Orang jang tiada ketjerdasan selalu lambat dalam menafsirkan dan merumuskan sesuatu. Pada waktu kebutuhan mendesak akan hilang artinja dan tiada guna. Tiadanja keahlian berarti disangsikan mutunja. Apakah ketjerdasan masih dapat diperbaiki melalui adjar, meskipun hal itu termasuk pembawaan? Kebiasaan berfikir kritis dan logis dapat memperbaiki daja kerdja otak. Kritis: tidak tjukup puas dengan hasil jang diberikan, tetapi tiap² fase masih dapat ditjari anti-dan synthesenja. Logis: kemampuan memberikan djawaban terhadap pertanjaan²: apa (siapa), bagaimana, dan mengapa; kalau perlu dapat ditambah bila, dimana, dan kapan. Keahlian berpusat pada faktor²: pendidikan, latihan, dan pengalaman. Soal ini tiada kesukaran asal memenuhi sjarat² tes jang minimaal diperlukan.
Kembali kepada ibu. Sebelum masakan disadjikan, beliau masih harus mengatur medja-makan. Alas medja harus dipasang. Piring, sendok, garpu, gelas, dab.-nja masih harus diatur pada tempatnja, sehingga memudahkan bagi penjantap²-nja. Dengan demikian ajah nanti tidak memanggil-manggil sebab sendok belum disediakan atau Toni bersungut² karena tidak diberi air minum.
Fase ketiga ini disebut fase penghidangan. Dalam intelligence kelantjaran fase penghidangan tergantung pada ketjakapan penjadjian dalam bentuk kesimpulan-tafsiran (= esimate) intelligence. Oleh karena masakan itu tidak hanja ajah dan putera²-nja sadja jang membutuhkan, maka ibupun meneruskan hasil pekerdjaannja kepada pembantu² rumah (= komandan² bawah, sedjadjar, dan atas). Sehabis makan dan ajah sedang duduk dan merokok, ibu kadang² bertanja kepada ajah: "Bagaimana Pak masakannja lezat atau tidak?" Tetapi djarang ajah mendjawabnja tidak lezat, walaupun ibu masakannja agak kurang dari biasanja. Tetapi djika suka kritik jang membangun, ajahpun tidak keberatan mengatakan ini dan itu, dan esoknja ibu giat memenuhi harapan ajah. Sering pula ajah menjuruh ibu membuat masakan kegemaran ajah. Untuk meluluskan permintaan ajah paginja ibu mengkoordinasikan pengusaha² untuk mentjari apa jang diminta ajah. Dan bila telah mendapatkan apa jang ditjari, rangkaian tindakan ibu sama dengan kemarin dan begitulah seterusnja. Demikianpun azas intelligence jang tak berudjung pangkal berputar andaikan roda tetap dalam poros.
'''Intelligence negatif.'''
Intelligence bersifat positif kalau kegiatan²-nja bersifat offensif. Antithese intelligence positif disebut intelligence negatif. Sifat kegiatan² intelligence negatif bersifat defensif. Tugas pokok intelligence negatif melumpuhkan atau menghantjurkan sistim intelligence musuh. Kegiatan²-nja<noinclude>{{rh|||13}}</noinclude>
lvzyuquouwp9c7vzkl7plwy8uvoacag
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/61
104
98306
295128
293181
2026-05-14T09:07:36Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295128
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>{{c|'''Pasal 2.'''<br>
'''PEMERINTAHAN DAN PERDJUANGAN RAKJAT<br>
'''DI DJAMBI'''.}}
<br>
'''Abad ke-12.'''
<br>
Pada permulaan abad ke 12 Keradjaan Melaju dapat berdiri sendiri lepas dari kekuasaan Sriwidjaja, bahkan pada tahun 1183 keradjaan Melaju dapat merebut kekuasaan Sriwidjaja ditanah Semenandjung Melaka. Demikianlah dalam abad ke 12 negeri Sriwidjaja dari sedikit kesedikit berkurang kekuasaannja hingga keradjaan besar itu hanja tinggal sedikit sadja terbatas didaerah Palembang jang sekarang ini. Disamping itu negeri Melaju dengan pesatnja sampai dapat menggantikan Sriwidjaja dalam menguasai perniagaan Selat Melaka.
<br>
'''Pada tahun 1286.'''
<br>
Kekuasaan Melaju dipegang oleh radja bangsa Sjailendera djuga jang berkedudukan di Ulu Batang Hari, didaerah Siguntur sekarang. Pada masa itu keradjaan Melaju disebut keradjaan '''Darmaseraja.''' Jang memerintah ditanah Melaju pada sebelum adanja keradjaan Darmaseraja itu tidak dapat diketahui, hanja setelah adanja keradjaan Darmaseraja itu terdapat bekas-bekas (tulisan diatas batu tjandi) jang menundjukkan bahwa jang memerintah keradjaan Darmaseraja itu adalah keturunan keluarga Sjailendera. Dari hal ini dapat diduga bahwa petjahnja keradjaan Sriwidjaja itu
adalah disebabkan perselisihan anggota -anggota keluarga Sjailendera jang achirnja bertjerai-berai. Djuga diduga bahwa selagi berada dibawah kekuasaan Sriwidjaja, negeri Melaju sebagai djadjahan dari Sriwidjaja, oleh salah seorang dari keluarga Sjailendera didirikan pusat keradjaannja di Ulu Batang Hari (Siguntur).
<br>
'''Pada tahun 1275 — 1293.'''
<br>
Sementara itu dipulau Djawa telah berdiri keradjaan jang besar kekuasaannja jaitu keradjaan '''Tumapel-Singosari''' dibawah pemerintahan Seri Kartanegara. Pada tahun 1275 Seri Kertanegara mengutus peradjuritnja kenegeri Melaju untuk menundukkan keradjaan ini. Perutusan Tumapel- Singosari kenegeri Melaju ini dinamakan Pemelaju ". Utusan Pemelaju ini berangkat dari Tuban (Djawa Timur) mendarat didaerah Djambi mendjalani Sungai Batang Hari sampai keibu kota Darmaseraja. Dengan kedatangan peradjurit Djawa kenegeri Melaju itu, negeri Melaju mendjadi kekuasaan keradjaan Tumapel-Singosari jang diperintah oleh<noinclude>{{rh|||55}}</noinclude>
3eb7brk1e7gpy1ics6s1cfnvd1e8dbi
295129
295128
2026-05-14T09:08:15Z
Arymuslichudin
24021
295129
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>{{c|'''Pasal 2.'''<br>
'''PEMERINTAHAN DAN PERDJUANGAN RAKJAT<br>
'''DI DJAMBI'''.}}
<br>
'''Abad ke-12.'''
Pada permulaan abad ke 12 Keradjaan Melaju dapat berdiri sendiri lepas dari kekuasaan Sriwidjaja, bahkan pada tahun 1183 keradjaan Melaju dapat merebut kekuasaan Sriwidjaja ditanah Semenandjung Melaka. Demikianlah dalam abad ke 12 negeri Sriwidjaja dari sedikit kesedikit berkurang kekuasaannja hingga keradjaan besar itu hanja tinggal sedikit sadja terbatas didaerah Palembang jang sekarang ini. Disamping itu negeri Melaju dengan pesatnja sampai dapat menggantikan Sriwidjaja dalam menguasai perniagaan Selat Melaka.
'''Pada tahun 1286.'''
Kekuasaan Melaju dipegang oleh radja bangsa Sjailendera djuga jang berkedudukan di Ulu Batang Hari, didaerah Siguntur sekarang. Pada masa itu keradjaan Melaju disebut keradjaan '''Darmaseraja.''' Jang memerintah ditanah Melaju pada sebelum adanja keradjaan Darmaseraja itu tidak dapat diketahui, hanja setelah adanja keradjaan Darmaseraja itu terdapat bekas-bekas (tulisan diatas batu tjandi) jang menundjukkan bahwa jang memerintah keradjaan Darmaseraja itu adalah keturunan keluarga Sjailendera. Dari hal ini dapat diduga bahwa petjahnja keradjaan Sriwidjaja itu
adalah disebabkan perselisihan anggota -anggota keluarga Sjailendera jang achirnja bertjerai-berai. Djuga diduga bahwa selagi berada dibawah kekuasaan Sriwidjaja, negeri Melaju sebagai djadjahan dari Sriwidjaja, oleh salah seorang dari keluarga Sjailendera didirikan pusat keradjaannja di Ulu Batang Hari (Siguntur).
'''Pada tahun 1275 — 1293.'''
Sementara itu dipulau Djawa telah berdiri keradjaan jang besar kekuasaannja jaitu keradjaan '''Tumapel-Singosari''' dibawah pemerintahan Seri Kartanegara. Pada tahun 1275 Seri Kertanegara mengutus peradjuritnja kenegeri Melaju untuk menundukkan keradjaan ini. Perutusan Tumapel- Singosari kenegeri Melaju ini dinamakan Pemelaju ". Utusan Pemelaju ini berangkat dari Tuban (Djawa Timur) mendarat didaerah Djambi mendjalani Sungai Batang Hari sampai keibu kota Darmaseraja. Dengan kedatangan peradjurit Djawa kenegeri Melaju itu, negeri Melaju mendjadi kekuasaan keradjaan Tumapel-Singosari jang diperintah oleh<noinclude>{{rh|||55}}</noinclude>
r2nkmk4b4yp8kjyavy2h6foblniuq5k
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/48
104
98369
295121
293169
2026-05-14T09:03:03Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295121
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>Den Haag. Dari itu tidak putus-putusnja direntjanakan muslihat dan siasat baru untuk menghadapi kaum Padri ini.
Sesudah mengalami kekalahan di Matur dalam serangannja terhadap Bondjol jang kedua kalinja, beberapa bulan lamanja suasana mendjadi tenang dan aman. Tapi ketenangan ini hanja kelihatan dari luar sadja. Dengan diam-diam kedua belah pihak sama-sama mempersiapkan diri. terutama kaum Padri jang sudah kerap kali kena tipu oleh perdjandjian-perdjandjian bagus dari tentera Belanda, tidak lagi menaruh kepertjajaan sedikit djuga terhadap kedjudjuran musuhnja.
Pada tanggal 22 April 1835 sepasukan besar tentera Belanda mulai bergerak dari Matur ke Sipisang dan membikin kubu pertahanan dipinggir sungai Masang. Sepasukan jang lain bergerak dari Simawang, (Batusangkar) menudju Kumpulan, dipinggir sebuah sungai, Perlawanan-perlawanan dari rakjat tidaklah banjak mereka temui sampai ketanggal 27 April 1835.
Pada tanggal itu pasukan Belanda jang tengah berkubu ditepi sungai Kumpulan itu diserang oleh pasukan tentera Padri dengan tiba-tiba dari segala djurusan. Pengepungan ini dilakukan mereka dengan teratur, dan dengan demikian maka kemadjuan tentera Belanda ini mendjadi terhalang dan banjak mengorbankan djiwa dan harta benda tentera dan pasukannja.
Pada waktu serangan barisan rakjat menghebat, tiba-tiba datanglah balabantuan tentera Belanda jang sedang terkepung itu, dan dengan demikian maka kehantjurannja buat sementara dapat dipertahankannja. Pada tanggal 3 Mei 1835 kedua pasukan Belanda jang baru bergabung itu melantjarkan serangan jang besar dibawah pimpinan Letnan Kolonel Bauer dimana komandan ini kena randjau kakinja dan pimpinan selandjutnja diserahkan kepada seorang major dibawahnja. Penjerangan jang berlangsung beberapa hari lamanja itu meminta pengorbanan jang sangat banjak dari tentera Belanda dan beberapa orang opsirnja meninggal. Pada malam tanggal 6/7 Djuni 1835 pasukan Belanda jang sudah diperkuat dengan tenteranja jang masih segar melantjarkan penjerangan dari Kumpulan menudju kelembah Alahan Pandjang untuk menembus pertahanan rakjat dikubu Padang Lawas, jaitu sebuah benteng rakjat jang letaknja hanja kira-kira 1 km sadja dari Kota Bondjol. Pertempuran untuk menduduki dan mempertahankan benteng itu berlangsung dengan hebat dan kedua belah pihak berdjuang dengan gigih. Achirnja pasukan Padri terpaksa melepaskan benteng itu sesudah kedua belah pihak memberikan korban djiwa jang beratus-ratus orang djumlahnja.
Dengan didudukinja benteng itu oleh Tentera Belanda, maka penjerangan terhadap kota Bondjolpun dapat dilantjarkan dengan tembakan meriam-meriam besar, pada tanggal 17 Djuni 1835.
Tapi penggempuran tembakan-tembakan meriam itu tidaklah memberikan hasil memuaskan bagi tentera Belanda karena {{hws|sebaha|sebahagian}}<noinclude>{{rh|42}}</noinclude>
c9zhjm747nvitudo2w564xbl3na827c
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/49
104
98400
295123
293847
2026-05-14T09:03:39Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295123
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>{{hwe|gian|sebahagian}} besar diantara sasaran meriam itu sudah dibongkar lebih dahulu oleh tentera Padri, terutama atap mesdjid jang mudah terbakar.
Sementara itu kubu pertahanan tentera Belanda diansurkan memadjukannja setapak demi setapak kemuka sehingga mentjapai djarak jang hanja beberapa ratus meter sadja dari kota Bondjol. Dalam pertempuran jang berlangsung selama sepuluh hari sampai tanggal 21 Djuli 1835 tentera Belanda kerugian 257 orang jang luka-luka dan mati, diantaranja banjak opsir-opsirnja.
Kekalahan jang diderita oleh pasukan Belanda inilah jang menjebabkan bertambah meluapnja semangat perdjuangan rakjat dan tentera Padri. Dari mana-mana Tuanku Imam Bondjol menerima balabantuan jang tidak sadja terdiri dari hulubalang-hulubalang dan pahlawan-pahlawan jang gagah berani, tapi djuga terdiri dari obat-obat bedil dan sendjata-sendjata perang lainnja.
Pada tanggal 9 Djuli 1835 tentera Belanda menerima balabantuan baru jang terdiri dari pasukan jang didatangkannja dari Air Bangis dibawah pimpinan Letnan Schultze. Segera djuga pasukan jang baru datang itu diperintahkan untuk menjerang dan menduduki kubu pertahanan rakjat di Lubuk Ambatjang jang letaknja lebih ketinggian dari benteng-benteng lainnja. Dengan kekuatan 1500 orang serdadu dan barisan pembantu dan dengan memberikan pengorbanan jang banjak pula, benteng itu achirnja dapat diduduki oleh barisan Letnan jang masih muda ini. Menurut tjatatan untuk merebut benteng jang satu itu sadja, tentera Belanda mengorbankan tidak kurang dari 50 orang tentera jang paling tjakap dan jang sudah banjak berdjasa kepadanja.
Dalam pertengahan bulan Agustus 1835 Letnan Kolonel Bauer menerima balabantuan jang baru didatangkan dari Betawi dengan djumlah jang sangat besar dan bersendjatakan meriam-meriam jang pada waktu itu sangat dibutuhkannja.
Mulai dari permulaan bulan September 1835, tentera Belanda melantjarkan serangan besar-besaran jang tidak putus-putusnja terhadap pertahanan-pertahanan tentera Padri jang bertahan disekeliling kota Bondjol. Penjerangan-penjerangan dilakukan oleh Letnan Kolonel Bauer dari segala djurusan. Dalam mempertahankan Bondjol dari penjerangan tentera Belanda jang ketiga kalinja ini, ikut djuga memperlihatkan keperwiraannja berpuluh orang kaum wanita jang masih muda belia. Kesatria-kesatria puteri belia ini tidak hanja menjumbangkan tenaganja untuk merawat tentera-tentera jang luka, tapi djuga ikut mengajunkan kelewangnja dan menjerbu kekubu pertahanan musuh dengan gagah beraninja.
Dalam suatu serangan malam jang dilakukan oleh tentera Padri terhadap kubu pertahanan tentera Belanda jang terdepan, tentera Belanda kehilangan sangat banjak pula tenteranja jang sekian lama sangat dibanggakannja. Dan karena itu maka terasalah oleh<noinclude>{{rh|||43}}</noinclude>
69fxj6m4fykkzo0ybpsy3nulh80mi62
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/644
104
98874
295405
274783
2026-05-14T11:58:30Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
295405
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{missing image}}
<small>''Presiden Soekarno melakukan pemeriksaan barisan pengawal kehormatan sewaktu berkundjung ke Sumatera Tengah (Djuni 1948).''</small>
{{missing image}}
<small>''Kompi Halilintar jang sedang mengawal diatas Ngarai Sianok waktu agressi ke-II.''</small><noinclude></noinclude>
0z1hsyzke83gu2ze845jypom5be5bw6
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/643
104
98875
295403
274785
2026-05-14T11:57:23Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
295403
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{missing image}}
{{c|<small>''Salah seorang jang mendjadi korban perdjuangan.''</small>}}
{{missing image}}
{{c|<small>''Konperensi kesatuan tentara Divisi IX jang diikuti oleh seluruh kepala staf dan komandan-komandan Bataljon. Diabadikan selesai konperensi.''</small>}}<noinclude></noinclude>
k5w0cu5j2hsk7bxe5exwl12ez68t79n
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/642
104
98876
295397
274786
2026-05-14T11:54:32Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
295397
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{missing image}}
<small>''Para pengikut latihan opsir tentera lichting kedua mengadakan demonstrasi.''</small>
{{missing image}}
<small>''Mereka sudah siap sedia, hanja lagi menunggu perintah.''</small><noinclude></noinclude>
s29jlq9m5ykq0pdbzi8c06lqqe8hzib
295400
295397
2026-05-14T11:56:36Z
Link PB
26772
295400
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{missing image}}
{{c|<small>''Para pengikut latihan opsir tentera lichting kedua mengadakan demonstrasi.''</small>}}
{{missing image}}
{{c|<small>''Mereka sudah siap sedia, hanja lagi menunggu perintah.''</small>}}<noinclude></noinclude>
334c6nupjozg59gcazhgyeu1u73y6tv
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/641
104
98877
295395
274787
2026-05-14T11:53:49Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
295395
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{missing image}}
<small>''Polisi negara. Mereka dilatih tjara-tjara bertempur jang baru tamat latihan mengadakan demonstrasi pada waktu penutupan latihan.''</small>
{{missing image}}
<small>''Pantjaragam, Pasukan Musik Tentera Divisi IX Banteng.''</small><noinclude></noinclude>
hh45c6b8e65yt4cvta5rjpb99wd6383
295399
295395
2026-05-14T11:56:13Z
Link PB
26772
295399
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{missing image}}
{{c|<small>''Polisi negara. Mereka dilatih tjara-tjara bertempur jang baru tamat latihan mengadakan demonstrasi pada waktu penutupan latihan.''</small>}}
{{missing image}}
{{c|<small>''Pantjaragam, Pasukan Musik Tentera Divisi IX Banteng.''</small>}}<noinclude></noinclude>
o17a4at1t31mit2mapahzv9wztsm2hw
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/640
104
98878
295392
274789
2026-05-14T11:52:53Z
Link PB
26772
/* Tervalidasi */
295392
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{missing image}}
<small>''Diantara runtuhan-runtuhan karena perdjoangan, mereka teruskan pertempuran guna mentjapai tudjuan.''</small>
{{missing image}}
<small>
''Polisi negara. Mereka dilatih tjara bertempur. Jang baru tamat latihan mengadakan demonstrasi pada waktu penutupan latihan.''</small><noinclude></noinclude>
c9xvadr6niojv9txpcsjwf3jrdncjt9
295398
295392
2026-05-14T11:55:51Z
Link PB
26772
295398
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{missing image}}
{{c|<small>''Diantara runtuhan-runtuhan karena perdjoangan, mereka teruskan pertempuran guna mentjapai tudjuan.''</small>}}
{{missing image}}
{{c|<small>''Polisi negara. Mereka dilatih tjara bertempur. Jang baru tamat latihan mengadakan demonstrasi pada waktu penutupan latihan.''</small>}}<noinclude></noinclude>
0k69z3xadrmgf1y41t0awn25sawt53y
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/123
104
98939
295027
276930
2026-05-14T06:01:51Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
295027
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>'''Dorongan keberanian menulis.'''
Jang mendjadi pendorong untuk berbuat segala sesuatu dengan bebas, untuk mengetjam dan mengkritik setjara leluasa dan menimbulkan keberanian jang luar biasa itu disebabkan a.l. seperti berikut :
<ol type="a">
<li>Semendjak negara kita bebas merdeka dan demokratis.</li>
<li>Maklumat pemerintah tanggal 3-11-1945 tentang andjuran pemerintah untuk membentuk party² politik (multi party systeem).</li>
<li>Hak-hak dan kebebasan Dasar manusia seperti telah tertjantum dalam UUDS Bagian V, dengan rentetan pasal² jang berhubungan dengan ini.<br>
::Jang penting adalah : Pasal 18. UUDS jang menjatakan bahwa : setiap orang berhak atas kebebasan agama, keinsjafan bathin dan fikiran.</li>
::Dalam pasal 19 telah dinjatakan bahwa : setiap orang berhak atas kebebasan mempunjai dan mengeluarkan pendapat.<br>
::Dalam pasal 29. UUDS. menjatakan bahwa : setiap orang berhak mendirikan serikat sekerdja dan masuk kedalamnja untuk melindungi dan memperdjangkan kepentingannja.</li>
<li>Pentjabutan beberapa pasal² dari K.U.H.P. jang mengenai persdelict, drukpersdelict dsb.</li></ol>
Diatas ini adalah sandaran jang penting bagi pendjabat² persuratkabaran untuk menggerakkan fikirannja ditengah² pembatjanja, sehingga sering lupa pada batas² kesopanan umum. Dalam soal ini pers tidak mungkin mentjerminkan sesuatu jang dapat diharapkan oleh masjarakat.
'''Kebebasan jang mengikat.'''
Hak-hak kebebasan itulah jang dapat mendorong keberanian menjatakan suatu pendapat baik setjara lisan maupun setjara tertulis.
Kesalahan² dari pendjabat² persuratkabaran adalah terletak pada :
<ol type="a">
<li>kurang ketelitian atau mengabaikan pasal² dalam UUDS, jang mengenai pengaturan kebebasan.</li>
<li>kurang memahami bunji pasal : 132. UUDS, jang menjatakan bahwa : setiap orang jang ada didaerah negara harus patuh pada undang², termasuk aturan² hukum jang tertulis ataupun tidak tertulis.</li></ol>
Kurang memahami UUD. Proklamasi pasal 28 jang menjatakan : bahwa kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan ditentukan dengan undang².
Djelaslah disini bahwa hak-hak kebebasan itu masih harus diatur sebaik²nja dengan melalui hukum.
Manusia adalah tetap sebagai "manusia", jang memiliki hak-haknja. Hak-hak itu berasal tidak dengan sendirinja, dari chodratnja, akan tetapi hukumlah jang memberi hak itu.
Dan oleh karena hukum jang memberi hak itu, maka hukum pulalah jang dapat membatasi hak² tersebut. Disinilah terdapat hubungan jang erat dengan ethiek journalistik. (lihat ethiek Kant).
Walaupun setiap orang boleh mengeluarkan pendapat, tetapi karena jang memberikan kebebasan itu hukum, maka hukum pula jang dapat membatasi segala sesuatunja.
Bagi pendjabat² persuratkabaran tidak ada keistimewaan untuk mendjalankan tugasnja. Pelanggaran jang dilakukan berhubungan dengan tugasnja tjukup dituntut melalui K.U.H.P. Disinilah tempatnja kekangan bagi mereka jg. mengeluarkan pendapat dan penjiaran² berita jang dianggap tidak baik.
'''Pers dalam keadaan S.O.B.'''
Sebagai jang telah dikemukakan diatas, bahwa hukumlah jang memberi hak-hak manusia itu; hak-hak ini dapat dikurangi atau dapat dilenjapkan, jaitu djika kepentingan negara dan kepentingan umum mengharuskannja atau djika keadaan membahajakan.
Kebebasan menjatakan pendapat setjara lisan ataupun tertulis, bersidang dan berkumpul dapat dibatasi dengan peraturan jang ditentukan oleh penguasa militer.
Apakah jang mendjadi sebab suatu negara dalam keadaan S.O.B.?
Dalam WVS. disebutkan: Negara dinjatakan dalam keadaan S.O.B. bila terdjadi:
<ol type="a">
<li>ada serangan.</li>
<li>bahaja serangan.</li>
<li>pemberontakan, perusuhan, hingga dikhawatirkan pemerintah sipil tidak sanggup mendjalankan pekerdjaannja.</li>
<li>bahaja alam.</li></ol>
Setelah pernjataan negara dalam keadaan bahaja dilakukan untuk sebagian atau seluruh daerah negara, maka kekuasaan jang mendjalankan peraturan² undang² diserahkan pada Dewan Pertahanan Negara, hal ini penguasa militer.
Penguasa militer berhak membatasi atau menghapuskan kemerdekaan bersepakat, berkumpul atau mengeluarkan fikiran menurut aturan² jang ditetapkan olehnja.
Penguasa militer berhak membatasi atau melarang pentjetakan pengumuman², gambar² dsb. menurut aturan² jang ditentukannja.
Penguasa militer berhak membatasi atau sama sekali melarang pengiriman berita² dengan perantaraan² pos, tilpun, radio menurut peraturan² jang ditetapkan.
Dengan batasan² itulah pendjabat² pers harus mengetahuinja dan memahaminja.
Pendjabat² pers harus dapat menempatkan dirinja diatas segala²nja. Hal ini disebabkan karena<noinclude>{{rh|||5}}</noinclude>
li25gmm5g0u6gdt4zvrupzgjp0g8an4
295028
295027
2026-05-14T06:02:21Z
Link PB
26772
295028
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>'''Dorongan keberanian menulis.'''
Jang mendjadi pendorong untuk berbuat segala sesuatu dengan bebas, untuk mengetjam dan mengkritik setjara leluasa dan menimbulkan keberanian jang luar biasa itu disebabkan a.l. seperti berikut :
<ol type="a">
<li>Semendjak negara kita bebas merdeka dan demokratis.</li>
<li>Maklumat pemerintah tanggal 3-11-1945 tentang andjuran pemerintah untuk membentuk party² politik (multi party systeem).</li>
<li>Hak-hak dan kebebasan Dasar manusia seperti telah tertjantum dalam UUDS Bagian V, dengan rentetan pasal² jang berhubungan dengan ini.<br>
::Jang penting adalah : Pasal 18. UUDS jang menjatakan bahwa : setiap orang berhak atas kebebasan agama, keinsjafan bathin dan fikiran.<br>
::Dalam pasal 19 telah dinjatakan bahwa : setiap orang berhak atas kebebasan mempunjai dan mengeluarkan pendapat.<br>
::Dalam pasal 29. UUDS. menjatakan bahwa : setiap orang berhak mendirikan serikat sekerdja dan masuk kedalamnja untuk melindungi dan memperdjangkan kepentingannja.</li>
<li>Pentjabutan beberapa pasal² dari K.U.H.P. jang mengenai persdelict, drukpersdelict dsb.</li></ol>
Diatas ini adalah sandaran jang penting bagi pendjabat² persuratkabaran untuk menggerakkan fikirannja ditengah² pembatjanja, sehingga sering lupa pada batas² kesopanan umum. Dalam soal ini pers tidak mungkin mentjerminkan sesuatu jang dapat diharapkan oleh masjarakat.
'''Kebebasan jang mengikat.'''
Hak-hak kebebasan itulah jang dapat mendorong keberanian menjatakan suatu pendapat baik setjara lisan maupun setjara tertulis.
Kesalahan² dari pendjabat² persuratkabaran adalah terletak pada :
<ol type="a">
<li>kurang ketelitian atau mengabaikan pasal² dalam UUDS, jang mengenai pengaturan kebebasan.</li>
<li>kurang memahami bunji pasal : 132. UUDS, jang menjatakan bahwa : setiap orang jang ada didaerah negara harus patuh pada undang², termasuk aturan² hukum jang tertulis ataupun tidak tertulis.</li></ol>
Kurang memahami UUD. Proklamasi pasal 28 jang menjatakan : bahwa kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan ditentukan dengan undang².
Djelaslah disini bahwa hak-hak kebebasan itu masih harus diatur sebaik²nja dengan melalui hukum.
Manusia adalah tetap sebagai "manusia", jang memiliki hak-haknja. Hak-hak itu berasal tidak dengan sendirinja, dari chodratnja, akan tetapi hukumlah jang memberi hak itu.
Dan oleh karena hukum jang memberi hak itu, maka hukum pulalah jang dapat membatasi hak² tersebut. Disinilah terdapat hubungan jang erat dengan ethiek journalistik. (lihat ethiek Kant).
Walaupun setiap orang boleh mengeluarkan pendapat, tetapi karena jang memberikan kebebasan itu hukum, maka hukum pula jang dapat membatasi segala sesuatunja.
Bagi pendjabat² persuratkabaran tidak ada keistimewaan untuk mendjalankan tugasnja. Pelanggaran jang dilakukan berhubungan dengan tugasnja tjukup dituntut melalui K.U.H.P. Disinilah tempatnja kekangan bagi mereka jg. mengeluarkan pendapat dan penjiaran² berita jang dianggap tidak baik.
'''Pers dalam keadaan S.O.B.'''
Sebagai jang telah dikemukakan diatas, bahwa hukumlah jang memberi hak-hak manusia itu; hak-hak ini dapat dikurangi atau dapat dilenjapkan, jaitu djika kepentingan negara dan kepentingan umum mengharuskannja atau djika keadaan membahajakan.
Kebebasan menjatakan pendapat setjara lisan ataupun tertulis, bersidang dan berkumpul dapat dibatasi dengan peraturan jang ditentukan oleh penguasa militer.
Apakah jang mendjadi sebab suatu negara dalam keadaan S.O.B.?
Dalam WVS. disebutkan: Negara dinjatakan dalam keadaan S.O.B. bila terdjadi:
<ol type="a">
<li>ada serangan.</li>
<li>bahaja serangan.</li>
<li>pemberontakan, perusuhan, hingga dikhawatirkan pemerintah sipil tidak sanggup mendjalankan pekerdjaannja.</li>
<li>bahaja alam.</li></ol>
Setelah pernjataan negara dalam keadaan bahaja dilakukan untuk sebagian atau seluruh daerah negara, maka kekuasaan jang mendjalankan peraturan² undang² diserahkan pada Dewan Pertahanan Negara, hal ini penguasa militer.
Penguasa militer berhak membatasi atau menghapuskan kemerdekaan bersepakat, berkumpul atau mengeluarkan fikiran menurut aturan² jang ditetapkan olehnja.
Penguasa militer berhak membatasi atau melarang pentjetakan pengumuman², gambar² dsb. menurut aturan² jang ditentukannja.
Penguasa militer berhak membatasi atau sama sekali melarang pengiriman berita² dengan perantaraan² pos, tilpun, radio menurut peraturan² jang ditetapkan.
Dengan batasan² itulah pendjabat² pers harus mengetahuinja dan memahaminja.
Pendjabat² pers harus dapat menempatkan dirinja diatas segala²nja. Hal ini disebabkan karena<noinclude>{{rh|||5}}</noinclude>
l7il7yfk9bb2ow8ixwm0sdgo46rva15
295029
295028
2026-05-14T06:02:35Z
Link PB
26772
295029
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>'''Dorongan keberanian menulis.'''
Jang mendjadi pendorong untuk berbuat segala sesuatu dengan bebas, untuk mengetjam dan mengkritik setjara leluasa dan menimbulkan keberanian jang luar biasa itu disebabkan a.l. seperti berikut :
<ol type="a">
<li>Semendjak negara kita bebas merdeka dan demokratis.</li>
<li>Maklumat pemerintah tanggal 3-11-1945 tentang andjuran pemerintah untuk membentuk party² politik (multi party systeem).</li>
<li>Hak-hak dan kebebasan Dasar manusia seperti telah tertjantum dalam UUDS Bagian V, dengan rentetan pasal² jang berhubungan dengan ini.<br>
:Jang penting adalah : Pasal 18. UUDS jang menjatakan bahwa : setiap orang berhak atas kebebasan agama, keinsjafan bathin dan fikiran.<br>
:Dalam pasal 19 telah dinjatakan bahwa : setiap orang berhak atas kebebasan mempunjai dan mengeluarkan pendapat.<br>
:Dalam pasal 29. UUDS. menjatakan bahwa : setiap orang berhak mendirikan serikat sekerdja dan masuk kedalamnja untuk melindungi dan memperdjangkan kepentingannja.</li>
<li>Pentjabutan beberapa pasal² dari K.U.H.P. jang mengenai persdelict, drukpersdelict dsb.</li></ol>
Diatas ini adalah sandaran jang penting bagi pendjabat² persuratkabaran untuk menggerakkan fikirannja ditengah² pembatjanja, sehingga sering lupa pada batas² kesopanan umum. Dalam soal ini pers tidak mungkin mentjerminkan sesuatu jang dapat diharapkan oleh masjarakat.
'''Kebebasan jang mengikat.'''
Hak-hak kebebasan itulah jang dapat mendorong keberanian menjatakan suatu pendapat baik setjara lisan maupun setjara tertulis.
Kesalahan² dari pendjabat² persuratkabaran adalah terletak pada :
<ol type="a">
<li>kurang ketelitian atau mengabaikan pasal² dalam UUDS, jang mengenai pengaturan kebebasan.</li>
<li>kurang memahami bunji pasal : 132. UUDS, jang menjatakan bahwa : setiap orang jang ada didaerah negara harus patuh pada undang², termasuk aturan² hukum jang tertulis ataupun tidak tertulis.</li></ol>
Kurang memahami UUD. Proklamasi pasal 28 jang menjatakan : bahwa kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan ditentukan dengan undang².
Djelaslah disini bahwa hak-hak kebebasan itu masih harus diatur sebaik²nja dengan melalui hukum.
Manusia adalah tetap sebagai "manusia", jang memiliki hak-haknja. Hak-hak itu berasal tidak dengan sendirinja, dari chodratnja, akan tetapi hukumlah jang memberi hak itu.
Dan oleh karena hukum jang memberi hak itu, maka hukum pulalah jang dapat membatasi hak² tersebut. Disinilah terdapat hubungan jang erat dengan ethiek journalistik. (lihat ethiek Kant).
Walaupun setiap orang boleh mengeluarkan pendapat, tetapi karena jang memberikan kebebasan itu hukum, maka hukum pula jang dapat membatasi segala sesuatunja.
Bagi pendjabat² persuratkabaran tidak ada keistimewaan untuk mendjalankan tugasnja. Pelanggaran jang dilakukan berhubungan dengan tugasnja tjukup dituntut melalui K.U.H.P. Disinilah tempatnja kekangan bagi mereka jg. mengeluarkan pendapat dan penjiaran² berita jang dianggap tidak baik.
'''Pers dalam keadaan S.O.B.'''
Sebagai jang telah dikemukakan diatas, bahwa hukumlah jang memberi hak-hak manusia itu; hak-hak ini dapat dikurangi atau dapat dilenjapkan, jaitu djika kepentingan negara dan kepentingan umum mengharuskannja atau djika keadaan membahajakan.
Kebebasan menjatakan pendapat setjara lisan ataupun tertulis, bersidang dan berkumpul dapat dibatasi dengan peraturan jang ditentukan oleh penguasa militer.
Apakah jang mendjadi sebab suatu negara dalam keadaan S.O.B.?
Dalam WVS. disebutkan: Negara dinjatakan dalam keadaan S.O.B. bila terdjadi:
<ol type="a">
<li>ada serangan.</li>
<li>bahaja serangan.</li>
<li>pemberontakan, perusuhan, hingga dikhawatirkan pemerintah sipil tidak sanggup mendjalankan pekerdjaannja.</li>
<li>bahaja alam.</li></ol>
Setelah pernjataan negara dalam keadaan bahaja dilakukan untuk sebagian atau seluruh daerah negara, maka kekuasaan jang mendjalankan peraturan² undang² diserahkan pada Dewan Pertahanan Negara, hal ini penguasa militer.
Penguasa militer berhak membatasi atau menghapuskan kemerdekaan bersepakat, berkumpul atau mengeluarkan fikiran menurut aturan² jang ditetapkan olehnja.
Penguasa militer berhak membatasi atau melarang pentjetakan pengumuman², gambar² dsb. menurut aturan² jang ditentukannja.
Penguasa militer berhak membatasi atau sama sekali melarang pengiriman berita² dengan perantaraan² pos, tilpun, radio menurut peraturan² jang ditetapkan.
Dengan batasan² itulah pendjabat² pers harus mengetahuinja dan memahaminja.
Pendjabat² pers harus dapat menempatkan dirinja diatas segala²nja. Hal ini disebabkan karena<noinclude>{{rh|||5}}</noinclude>
gzwdjbw4yn1995irp0q67e94kywbk1k
295030
295029
2026-05-14T06:02:47Z
Link PB
26772
295030
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>'''Dorongan keberanian menulis.'''
Jang mendjadi pendorong untuk berbuat segala sesuatu dengan bebas, untuk mengetjam dan mengkritik setjara leluasa dan menimbulkan keberanian jang luar biasa itu disebabkan a.l. seperti berikut :
<ol type="a">
<li>Semendjak negara kita bebas merdeka dan demokratis.</li>
<li>Maklumat pemerintah tanggal 3-11-1945 tentang andjuran pemerintah untuk membentuk party² politik (multi party systeem).</li>
<li>Hak-hak dan kebebasan Dasar manusia seperti telah tertjantum dalam UUDS Bagian V, dengan rentetan pasal² jang berhubungan dengan ini.<br>
Jang penting adalah : Pasal 18. UUDS jang menjatakan bahwa : setiap orang berhak atas kebebasan agama, keinsjafan bathin dan fikiran.<br>
Dalam pasal 19 telah dinjatakan bahwa : setiap orang berhak atas kebebasan mempunjai dan mengeluarkan pendapat.<br>
Dalam pasal 29. UUDS. menjatakan bahwa : setiap orang berhak mendirikan serikat sekerdja dan masuk kedalamnja untuk melindungi dan memperdjangkan kepentingannja.</li>
<li>Pentjabutan beberapa pasal² dari K.U.H.P. jang mengenai persdelict, drukpersdelict dsb.</li></ol>
Diatas ini adalah sandaran jang penting bagi pendjabat² persuratkabaran untuk menggerakkan fikirannja ditengah² pembatjanja, sehingga sering lupa pada batas² kesopanan umum. Dalam soal ini pers tidak mungkin mentjerminkan sesuatu jang dapat diharapkan oleh masjarakat.
'''Kebebasan jang mengikat.'''
Hak-hak kebebasan itulah jang dapat mendorong keberanian menjatakan suatu pendapat baik setjara lisan maupun setjara tertulis.
Kesalahan² dari pendjabat² persuratkabaran adalah terletak pada :
<ol type="a">
<li>kurang ketelitian atau mengabaikan pasal² dalam UUDS, jang mengenai pengaturan kebebasan.</li>
<li>kurang memahami bunji pasal : 132. UUDS, jang menjatakan bahwa : setiap orang jang ada didaerah negara harus patuh pada undang², termasuk aturan² hukum jang tertulis ataupun tidak tertulis.</li></ol>
Kurang memahami UUD. Proklamasi pasal 28 jang menjatakan : bahwa kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan ditentukan dengan undang².
Djelaslah disini bahwa hak-hak kebebasan itu masih harus diatur sebaik²nja dengan melalui hukum.
Manusia adalah tetap sebagai "manusia", jang memiliki hak-haknja. Hak-hak itu berasal tidak dengan sendirinja, dari chodratnja, akan tetapi hukumlah jang memberi hak itu.
Dan oleh karena hukum jang memberi hak itu, maka hukum pulalah jang dapat membatasi hak² tersebut. Disinilah terdapat hubungan jang erat dengan ethiek journalistik. (lihat ethiek Kant).
Walaupun setiap orang boleh mengeluarkan pendapat, tetapi karena jang memberikan kebebasan itu hukum, maka hukum pula jang dapat membatasi segala sesuatunja.
Bagi pendjabat² persuratkabaran tidak ada keistimewaan untuk mendjalankan tugasnja. Pelanggaran jang dilakukan berhubungan dengan tugasnja tjukup dituntut melalui K.U.H.P. Disinilah tempatnja kekangan bagi mereka jg. mengeluarkan pendapat dan penjiaran² berita jang dianggap tidak baik.
'''Pers dalam keadaan S.O.B.'''
Sebagai jang telah dikemukakan diatas, bahwa hukumlah jang memberi hak-hak manusia itu; hak-hak ini dapat dikurangi atau dapat dilenjapkan, jaitu djika kepentingan negara dan kepentingan umum mengharuskannja atau djika keadaan membahajakan.
Kebebasan menjatakan pendapat setjara lisan ataupun tertulis, bersidang dan berkumpul dapat dibatasi dengan peraturan jang ditentukan oleh penguasa militer.
Apakah jang mendjadi sebab suatu negara dalam keadaan S.O.B.?
Dalam WVS. disebutkan: Negara dinjatakan dalam keadaan S.O.B. bila terdjadi:
<ol type="a">
<li>ada serangan.</li>
<li>bahaja serangan.</li>
<li>pemberontakan, perusuhan, hingga dikhawatirkan pemerintah sipil tidak sanggup mendjalankan pekerdjaannja.</li>
<li>bahaja alam.</li></ol>
Setelah pernjataan negara dalam keadaan bahaja dilakukan untuk sebagian atau seluruh daerah negara, maka kekuasaan jang mendjalankan peraturan² undang² diserahkan pada Dewan Pertahanan Negara, hal ini penguasa militer.
Penguasa militer berhak membatasi atau menghapuskan kemerdekaan bersepakat, berkumpul atau mengeluarkan fikiran menurut aturan² jang ditetapkan olehnja.
Penguasa militer berhak membatasi atau melarang pentjetakan pengumuman², gambar² dsb. menurut aturan² jang ditentukannja.
Penguasa militer berhak membatasi atau sama sekali melarang pengiriman berita² dengan perantaraan² pos, tilpun, radio menurut peraturan² jang ditetapkan.
Dengan batasan² itulah pendjabat² pers harus mengetahuinja dan memahaminja.
Pendjabat² pers harus dapat menempatkan dirinja diatas segala²nja. Hal ini disebabkan karena<noinclude>{{rh|||5}}</noinclude>
kynagk3368l9clzq912bnxmqy0s6df3
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/334
104
99126
295157
292225
2026-05-14T09:23:50Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295157
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>sanggup pula membajar dengan uang. Kebentjian ini mereka pikul sendiri, sedangkan jang sebenarnja bersalah adalah peraturan-peraturan dari pendjadjah jang mereka djalankan. Dan mereka mendjalankan ini adalah terpaksa oleh karena hendak melepaskan diri mereka sendiri dari beban padjak jang amat berat itu, dan untuk mendapat sedikit uang berupa kollekte-loon jang 8% jang dibagi-bagi pula dengan Kepala Negeri dan Dubalang-dubalang (orang suruhan Kepala Negeri, biasanja terdiri dari pemuda-pemuda kampung) jang berusaha memungut.
Maka berdjalanlah perintah dengan segala kekerasannja, makin kebawah makin keras, mulai dari Kontrolir Belanda jang menitikkan perintah kepada para Demang dan Demang kepada Ass. Demang, dan Ass. Demang kepada Kepala Negeri, dan Kepala Negeri kepada ninik mamak, seterusnja dari ninik mamak kepada Dubalang dan anak kemenakan. Segala perintah ini setitik mendiadi laut dan beban perintah jang telah berlipat ganda mulai dari Kontrolir, Demang dan Ass. Demang terus ke Kepala Negeri dan ninik mamak, dalam bentuk jang maha berat dipikul achirnja oleh rakjat, baik berupa uang maupun berupa kerdja.
Djadi bentuk demokrasi dari Dewan ninik mamak + Kepala Negeri telah beralih oleh tjorak pendjadjahan mendjadi diktatur jang maha garang dan menakutkan.
'''Zaman Djepang djuga demikian.'''
Keadaan ini tak banjak berubah dengan datangnja Djepang. Karena Djepang kemudian segera memakai alat pemerintahan jang ditinggalkan Belanda ini untuk kepentingan pelaksanaan perang mereka.
Tentu mereka tahu dari ahli<sup>2</sup> penjelidiknja jang telah tersebar diseluruh Indonesia lama sebelum perang meletus, bahwa alat jang dimiliki Belanda dan terdiri dari bangsa Indonesia, jang telah tahan udji kepatuhannja dan ketepatannja mendjalankan perintah selama puluhan tahun ini, dapat pula mereka pakai untuknja sendiri.
Kepala<sup>2</sup> Negeri dan Dewan Negeri jang terdiri dari ninik mamak itu, sama sekali tak berdaja untuk mentjegah diri mereka dari mendjadi alat pemerintahan Militer Djepang,untuk mentjari orang gotong-rojong guna membikin djalan<sup>2</sup> dan pekerdjaan peperangan Djepang. Djuga tak berdaja untuk menahan padi rakjatnja jang diminta Djepang sebahagian besar, sehingga harga beras membubung berpuluh-puluh kali lipat dan dipasar-pasar hanja dapat dibeli setjara gelap. Pun djuga dalam penderitaan zaman Djepang jang maha hebat ini, banjak djuga diantara mereka jang timbul keinsjafannja untuk berdiri dipihak rakjat, dan mempergunakan kedudukannja dalam badan-badan jang dibentuk Djepang seperti Hoko Kai dan lain-lain untuk mengurangkan agak sedikit penderitaan rakjat.<noinclude>{{rh|328|}}</noinclude>
l8qgsf4d7uucf4bu8redfuxxxmzi76g
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/745
104
99322
294467
276016
2026-05-13T14:55:40Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294467
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>{{hwe|duduk|penduduk}} aseli, jang katanja bukan bangsa Indonesia. Dan sekarang kaum kolonialis mempergunakannja untuk menampung pelarian<sup>2</sup> Permesta jang memusuhi RI.
Para pradjurit TNI !
Saja perlu menekankan hal ini, karena sementara orang sudah berbuat se-olah<sup>2</sup> negara sudah aman sama sekali, sedangkan
anasir<sup>2</sup> kolonialisme masih terus mengantjam Proklamasi kita dari luar dan dari dalam.
Tidaklah kebetulan, bahwa kesulitan<sup>2</sup> kita didalam negeri selalu berbarengan dengan kehangatan persoalan Irian Barat. Seperti dibuktikan djuga dengan pemberontakan RMS di tahun 1950, dan kini dengan pemberontakan PRRI-Permesta ditahun 1958. Tidak lah kebetulan bahwa DI dapat bantuan tenaga dan sendjata dari kolonialisme Belanda dan ta' kebetulan bahwa Apra, Andi Azis c. dan RMS digerakkan oleh tentara kolonial Belanda sebelum
meninggalkan Indonesia.
'''Para pradjurit TNI !'''
Tidaklah kebetulan pula, kalau sedjak th. 45 berkali-kali kita menghadapi peristiwa jang ingin menjelewengkan negara 45 kekiri dan kekanan. Dasar Pantjasila, pedoman Bhineka Tunggal Ika serta politik bebas aktif tidak
bisa dipisah<sup>2</sup> dari Proklamasi 17 Agustus 45 dan tidak bisa dipisah<sup>2</sup> dari pengorbanan berpuluh-puluh ribu TNI untuk menegakkan Proklamasi. Pengorbanan TNI, jang saat ini masih terus tertjatat 3 sampai 5 djiwa setiap hari. Usaha menjelewengkan itu masih terus mengantjam tubuh negara baik dari dalam maupun dari luar, baik dalam bentuk jang terang maupun dalam bentuk jang gelap.
Untuk mendjawab tantangan itu kita harus menjusun dan mengembangkan politik, militer dan ekonomi Indonesia dan kita harus menghindari perpetjahan dalam tubuh negara dan bangsa. Dan kepada pradjurit TNI maka Sapta Marga dengan tegas memerintahkan kita membela ideologi negara 45 itu terhadap siapapun djuga.
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 745 crop).jpg|Madjalah Angkatan Darat (page 745 crop)|pus|jmpl|400px|{{c|Dalam rangka memperingati Hari Angkatan Perang, Presiden/Pim. Tertinggi Soekarno telah berkenan mengundjungi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD). Tampak Panglima Tertinggi sedang berdjabat tangan dengan para Dokter jang menjumbangkan dharmanja di Djawatan tsb. }}]]
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 745 crop) II.jpg|Madjalah Angkatan Darat (page 745 crop) II|pus|jmpl|400px|{{c|KSAD. Letnan Djenderal A.H. Nasution djuga menjertai Presiden/Panglima Tertinggi dalam kundjungannja ke RSPAD. Tampak beliau sedang memeriksa salah seorang Pasien. }}]]
TNI telah ditradisikan oleh perdjoangan RI untuk menstabilisasi negara di-masa<sup>2</sup> jang genting sedjak th. 45. TNI masih menghadapi tugas operasi<sup>2</sup> keamanan dan stabilisasi territorial untuk masa tahunan jad. Soal gangguan keamanan jang kita hadapi sekarang ini, bukanlah sekedar gangguan gerombolan melulu. Pemberontakan DI, RMS,
PRRI, Permesta adalah njata bekerdja sama untuk meruntuhkan RI Proklamasi dan berdjalinan dengan aksi subversif asing dalam rangka pergolakan Irian Barat dan perang dingin antara dua blok dunia didaerah Asia Tenggara. Soal gerombolan, soal smokkel, soal subversif dan intervensi asing, ini semuanja bukanlah soal daerah demi daerah, dan bukan pula soal kekatjauan dalam negeri sadja, tapi adalah {{hws|sa|satu}}<noinclude>{{rh|||7}}</noinclude>
3i0j17k88y6b7ypadvavfa5txxg09i5
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/746
104
99330
294470
276033
2026-05-13T14:56:20Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294470
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>{{hwe|tu|satu}} tantangan terhadap pertahanan nasional seluruhnja. Dan dalam pada itu TNI masih harus membangun diri pula, dengan pengremadjaan perorangan serta pembaharuan peralatannja.
Pemerintah untuk pertama kalinja sedjak 1945 dengan wadjar memperhatikan pembangunan TNI. Dibidang personil dengan pengremadjaan dari rekrutering sukarela serta wadjib militer. Dibidang materiil dengan pembelian alat<sup>2</sup> baru dari berbagai negara sesuai dengan politik bebas jang aktif.
Para pradjurit, dengan ini semua saja hendak menegaskan, bahwa tahun<sup>2</sup> didepan ini kita menghadapi tugas keamanan jang berat serta tugas pembangunan TNI jang wadjar bagi tanah air kita nusantara jang luas. TNI harus menjesuaikan diri kepada tugasnja di-masa<sup>2</sup> jad.
Pendeknja tugas stabilisasi keluar dan kedalam. Keamanan keluar dan kedalam. Dalam pada itu saja perlu ingatkan pula para pradjurit kepada kalimat<sup>2</sup> dari pidato Proklamasi ke 13 dari Panglima Tertinggi, jang djadi kehendak bersama antara Panglima Tertinggi, Pemerintah dan APRI :
#Dalam melakukan tugasnja membasmi pemberontakan, Angkatan Perang Republik Indonesia melandaskannja kepada kejakinan, bahwa setelah tugasnja berhasil, maka tidak akan terulang lagi ekses<sup>2</sup> politik di-masa<sup>2</sup> jang lalu, seperti misalnja : ,,dagang sapi", memperpolitikkan soal<sup>2</sup> ekonomi dan kepegawaian dll. Ekses<sup>2</sup> jang buruk inilah jang mendjadi sebab pokok dari kekatjauan.
#TNI bertekad, bahwa sesudah pemberontakan ini, ia akan memusatkan tenaga kepada penertiban hukum dan disiplin, serta pembersihan didalam tubuh alat<sup>2</sup> negara, baik sipil maupun militer.
#Pemerintah hendaknja mendjamin bahwa djustru sesudah terbasminja pemberontakan, akan di-intensifkan usaha otonomi dan pembangunan dengan berpegang antara lain kepada hasil<sup>2</sup> Munas dan Munap.
#TNI mengharap diberikan pernjataan penghargaan kepada pradjurit<sup>2</sup> jang telah menunaikan tugas jang setia, dan kepada keluarganja jang menderita.
'''Para pradjurit !'''
TNI berkewadjiban bersama pemerintah mewudjudkan kehendak itu.
'''Para pradjurit !'''
TNI telah menundjukkan kemampuannja menjelamatkan dan menegakkan NRI Proklamasi terhadap berbagai agresi dan pemberontakan semendjak th. 45 setjara terus-menerus. Untuk mendjamin keutuhan TNI dan kemampuannja di-masa<sup>2</sup> jad. serta membela kehormatannja, maka taraf ini kita harus sungguh<sup>2</sup> melaksanakan isi kalimat kedua tadi, jaitu penertiban dan pembersihan dalam tubuh TNI sendiri. Kegiatan Mahkamah<sup>2</sup> Tentara beserta saringan dalam pelaksanaan ikatan dinas baru, harus dimanfaatkan sepenuhnja untuk keperluan itu. Penertiban dan pembersihan seluruhnja tidak dapat dikerdjakan oleh pimpinan sadja, tapi harus dikerdjakan pula oleh kita masing<sup>2</sup> mulai dari Djenderal jang teratas sampai kepada Tamtama dan Tjaper jang terbawah. Kita masing<sup>2</sup> harus terus mempertinggi ketertiban, kebersihan dan disiplin pribadi tanpa ketjuali.
'''Para pradjurit TNI !'''
Kita berbesar hati karena ditakdirkan memikul tugas negara jang berat itu. Sebagaimana dimasa agressi Belanda dan pemberontakan<sup>2</sup> jang lalu TNI dapat memenuhi kewadjibannja, maka di-masa<sup>2</sup> berat jang akan datangpun saja jakin bahwa kita akan tetap dapat mengamalkan amanat terachir alm. Panglima Besar
kita jang berbunji sbb. :
{{rh|||(Bersambung ke hal. 52). }}
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 746 crop).jpg|Madjalah Angkatan Darat (page 746 crop)|pus|jmpl|400px|{{c|Kepala Staf Angkatan Darat Letnan Djenderal A.H. Nasution bergambar bersama Njonja dan puterinja. }}]]<noinclude>{{rh|8}}</noinclude>
aw13ibpl185hbotxlxmjymlwmjl7uyq
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/747
104
99336
294472
276053
2026-05-13T14:57:06Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294472
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>''Pidato K.S.A.L. Laksamana Madya Laut SOEBYAKTO Pada Han A.P.:''
{{center|'''<big>Angkatan Laut Siap Menghadapi Setiap Tantangan</big>'''}}
Pada Hari Angkatan Perang jang ke-XIII, kami menjampaikan penghargaan kepada Anggauta-anggauta Angkatan Laut jang dalam tahun jang lampau berbakti kepada Negara dan Bangsa dengan penuh ketaatan, keuletan serta kedjudjuran.
Dalam tahun ke-XIII jg terachir ini, kita mengalami aktivitet jang sangat besar didalam sedjarah Angkatan Laut kita :
#Berbagai operasi harus kita rentjanakan, kita siapkan, kita selenggarakan, seperti: Operasi Tegas diperairan Riau sampai ke Pekanbaru, operasi terhadap pemberontakan di Medan, operasi 17 Agustus jang merupakan pendaratan di Padang, operasi Sapta Marga jang merupakan pendaratan di Gorontalo serta pengamanan Teluk Tomini, operasi Mena jang merupakan pendaratan di Morotai dan Djailolo serta pengamanan perairan disekitarnja dan operasi Merdeka jang merupakan pendaratan di Kema Sulewesi Utara, pembebasan kota Menado, Tasuka dan jang terachir kota Amurang.
#Kita diserang oleh musuh dengan pesawat<sup>2</sup> pembomnja.
#Pembelian<sup>2</sup> peralatan untuk kebutuhan operasi kita usahakan terus menerus.
#Anggauta<sup>2</sup> Angkatan Laut, kita kirim keluar Negeri untuk beladjar dan mengambil kapal-kapal.
#Penjelundupan dan barter liar terus kita kedjar.
Dalam operasi<sup>2</sup> tersebut Angkatan Laut menundjukkan kesanggupannja untuk mendjalankan tugas dengan kapal<sup>2</sup> perang jang tua dan alat serta sendjata jang sangat kurang.
Angkatan Laut menundjukkan suatu keuletan serta kemauan keras dan dengan demikian memulai suatu tradisi, jang akan mendjadi landasan kuat dan kokoh. diatas mana Angkatan Laut dapat dibangun sebagai suatu sendjata jang sanggup mendjaga
keselamatan dan kemerdekaan Bangsa.
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 747 crop).jpg|Madjalah Angkatan Darat (page 747 crop)|pus|jmpl|400px|{{c|Sesaat upatjara pengheningan tjipta dilangsungkan untuk menghormati arwah<sup>2</sup> jang telah gugur dimedan bhakti dalam mempertahankan Bangsa dan Negara. }}]]
Dalam menunaikan tugas operasi, kita pula menderita kerugian-kerugian djiwa dan materieel, pengalaman jang pahit ini mendjadilah peladjaran untuk masa jang akan datang.
Kepada mereka jang dalam mengabdi Negara dan Bangsa, telah mengorbankan djiwanja, gugur dalam pertempuran<sup>2</sup>, kami menjampaikan hormat serta penghargaan jang setingai<sup>2</sup>nja, disamping do'a semoga Tuhan Jang Maha Esa menerima arwahnja dan menempatkan ditempat jang selajaknja.
Semoga kepada para keluarga jang ditinggalkan diberi kekuatan dalam kesusahan.
Materiaal jang sangat kita butuhkan, jang dengan segala usaha kita perdjoangankan, berangsur<sup>2</sup> mulai datang, berkat keteguhan serta keuletan para anggauta Angkatan Laut, keteguhan dan keuletan untuk mentjari djalan keluar dari segala kesulitan, sebagai jang kami andjurkan dua tahun jang lampau, waktu keadaan materiaal kita sangat suram.
Keteguhan dan keuletan sekali lagi mentjapai kemenangan.
Tetap kita akan menang djika kita terus berusaha, berdjoang, teguh dan ulet, walaupun kita hanja mempunjai tekad sadja sebagai pangkalan.
Penjelundupan dan barter mulai berkurang, akan tetapi Negara telah kehilangan berdjuta-djuta devisen.
Dalam keseluruhannja, berkat disiplin, loyaliteit terhadap Tugas dan Negara, keuletan dan kemauan jang keras kita dapat menindjau kembali prestasi Angkatan Laut dalam tahun ke-XIII ini, dengan rasa bangga. Angkatan Laut telah menundjukkan hasil dari pekerdjaannja, persiapannja jang bertahun-tahun, dengan keluar sebagai pemenang dalam operasi<sup>2</sup> jang terachir.
Akan tetapi kesulitan belum
lenjap semuanja : Negara kita
{{rh|||(Bersambung ke hal. 52).}}<noinclude>{{rh|||9}}</noinclude>
9wqzkyc18o9q8niobvet4u5mei00bjv
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/748
104
99346
294474
276113
2026-05-13T14:58:01Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294474
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>''Pidato K.S.A.U. Laksamana Madya Udara SURYADARMA Pada Hari A.P.:''
{{center|'''Tahun ke XIII A.P. kita, merupakan tahun jang padat dengan udjian<sup>2</sup> jang maha berat bagi seluruh Bangsa dan Angkatan Perangnja. '''}}
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 748 crop).jpg|Madjalah Angkatan Darat (page 748 crop)|400px]]
Dalam pidatonja jang ditudjukan kepada segenap arggauta AURI pada hari Angkatan Perang ke-13, KSAU Laksamana Madya Udara Suryadarma mengatakan, bahwa dewasa ini kita sekedar berada dalam suatu ,,adempauze” dalam perdjuangan kita dan hendaknja djanganlah kita menganggap tahun jang lalu itu sebagai sekedar intermezzo jang selekas<sup>2</sup>nja kita harus lupakan.
KSAU mengatakan selandjutnja, bahwa hari Ulang Tahun ke XIII berdirinja Angkatan Perang kita, apabila dibandingkan dengan hari<sup>2</sup> Ulang Tahun Angkatan Perang jang lalu, adalah suatu hari jang istimewa, jang akan tinggal dalam kenang<sup>2</sup>an kita, sebab tahun ke XIII jang baru kita Jalui adalah suatu tahun jang padat dengan udjian<sup>2</sup> jang maha berat bagi seluruh Negara, Bangsa dan Angkatan Perang kita chususnja.
Bagi suatu bangsa jang lahir dari kantjah revolusi pergolakan<sup>2</sup> dalam negeri adalah suatu jang sudah inherent dengan pertumbuhan masa dan tidak usah mengherankan.
Tetapi pergolakan<sup>2</sup> jang terdjadi dalam tahun ke-XIII ini merupakan puntjak peristiwa<sup>2</sup> sebab segala unsur kontra-revolusioner, baik dari dalam maupun dari luar negeri telah tergabung dalam usahanja untuk menghantjurkan negara proklamasi 17 Agustus.
Mendjelang Hari Ulang tahun jang ke-XIII ini, kita sekedar berada dalam suatu ,,adempauze” dalam perdjoangan kita dan patutlah adempauze itu kita pergunakan untuk mengenalisa pergolakan<sub>2</sub> jang lalu untuk mendapatkan peladjaran<sup>2</sup> jg berharga bagi kelandjutan perdjoangan kita.
Djanganlah kita merasa lega karena peristiwa<sup>2</sup> telah kita lalui dengan selamat. Djanganlah kita menganggap tahun jang lalu itu sebagai sekedar intermezzo jang selekas<sup>2</sup>nja kita harus lupakan, tetapi djustru sebaliknja. Kita harus berani menghadapi pelbagai kenjataan sebab dengan tjara demikian kita hanja dapat mengoreksi pula kesalahan<sup>2</sup> jang telah terdjadi itu.
'''Kekurangan<sup>2</sup> dan kesalahan kita.'''
Dikatakan selandjutnja, bahwa diantara kesalahan<sup>2</sup> jang telah kita perbuat terdapatnja kurang kewaspadaan dalam keseluruhan sehingga anasir subversip dan destruktip dapat mempengaruhi bidang kehidupan bangsa kita seluruhnja, baik dibidang politik, ekonomi, sosial dan kebudajaan, maupun chususnja dibidang militer.
Kesalahan lain jang kita harus akui adalah toleransi jang tidak ada batasnja sehingga benih penjakit jg tadinja hanja bersifat lokaal dapat merembes dan meresap kepelbagai bagian dari tubuh negara. Membiarkan segala<sup>2</sup>nja sampai berlarut<sup>2</sup> dengan "wishfull-thinking", mudah<sup>2</sup>an soal<sup>2</sup> jang kita hadapi itu akan terpetjah dengan sendiri, telah membawa negara dan bangsa kita dalam keadaan seperti sekarang.
Kekurangan jang terlihat pada masjarakat kita adalah tidak ada pembagian tugas jang konkrit antara golongan<sup>2</sup> fungsionil, antara aparatur negara, sehingga timbul pentjampuradukkan dan tidak ada instansi atau orang lagi {{hws|da|dapat}}<noinclude>{{rh|10}}</noinclude>
kr8jnm2dcvqn5inuy2vyeoghv2luofs
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/750
104
99360
294477
276145
2026-05-13T15:01:07Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294477
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 750 crop).jpg|Madjalah Angkatan Darat (page 750 crop)|pus|400px|jmpl|{{c|Pada tanggal 14 September 1958, dilapangan SSKAD Bandung telah dilangsungkan upatjara timbang terima djabatan Direktur SSKAD. Dari pendjabat jang lama Kol. AJ. Mokoginta kepada pendjabat jang baru Kol. A. Latief Hendraningrat. Hadir dalam upatjara tsb. KSAD Letnan Djenderal A.H.
Nasution. }}]]
<big>PERTAHANAN INDONESIA:</big>
{{center|<big>'''<big>HARUS BERDASARKAN STRATEGI MARITIM</big>'''</big> }}
Komandan SSKAD jang baru, Kolonel A. Latief Hendraningrat, dalam pidato pengangkatannja pada upatjara timbang terima djabatan Komandan SSKAD di Bandung, telah mengupas soal<sup>2</sup> Perairan Teritorial Indonesia dan Pertahanan Wilajah.
Dalam pidato tersebut telah diuraikan sedjarah perairan teritorial sebelum perang dunia ke-II dan sesudahnja, tuntutan Indonesia mengenai batas perairan, faktor<sup>2</sup> geografis Indonesia, unsur<sup>2</sup> lainnja, idee kenusantaraan, bahajanja djika meletus perang, apalagi djika perang itu nanti dipergunakan sendjata<sup>2</sup> atom, dan pada achirnja beliau mengemukakan pikiran<sup>2</sup> tentang bagaimana Pemerintah hendaknja mengimplementasikan pernjataannja tentang perluasan perairan teritorial mendjadi 12 mil (berdasarkan base lini) itu. Dalam implementasi ini beliau menganggap sangat penting konsepsi pertahanan berdasarkan strategi maritim, sekalipun ini tidak berarti mengurangi kepentingan Angkatan Darat.
Dengan berbentuknja Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai negara kepulauan (arshipel), maka sudah semestinja sistim kehidupan bangsa Indonesia adalah sesuai (dan djika belum harus disesuaikan) dengan geografis negara kita. Dengan kata lain bahwa, sesungguhnja bangsa Indonesia harus hidup menurut idee kenusantaraan (overeenkomstig de archipel gedachts).
Empat pokok penting menurut pendapat Kolonel A. Latief jang perlu diberi prioritet jaitu bahwa kita harus memiliki empat armada jang dapat menguasai perairan dan udara kita dalam keadaan apapun : Ke-empat armada tersebut ialah: Armada Perikanan, Armada Pelajaran, Armada Penerbangan dan Armada Perang. Ke-empat armada ini akan merupakan Soko Guru negara kepulauan Indonesia dan dapat dipandang sebagai implementasi dari pernjataan Pemerintah jang pada tanggal 13 Desember 1957 menetapkan bahwa semua perairan didalam wilajah Negara Kesatuan Republik Indonesia akan merupakan internal seas (lautan dalam) dan bukan lagi merupakan high seas (lautan bebas).
Sehubungan dengan perluasan perairan teritorial, maka semua<noinclude>{{rh|12}}</noinclude>
bob73ahzkqyfh1y5eego0u283a3uqd4
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/751
104
99367
294478
276165
2026-05-13T15:01:54Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294478
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 751 crop).jpg|Madjalah Angkatan Darat (page 751 crop)|pus|jmpl|400px|{{c|KSAD Letnan Djenderal A.H. Nasution tengah mentjetjahkan tanda tangan persaksiannja diatas naskah timbang terima djabatan Direktur SSKAD. }}]]
udara diatas lautan-dalam Indonesia itu djuga termasuk kedaulatan Republik, bukan udara bebas. Tentang bagaimana implementasinja, maka kiranja kita dapat memahami sikap Pemerintah dalam hal pernjataan keluar itu.
Kini soalnja tinggal mengimplementeer pernjataan kedalam. Dan, seperti telah kami kemukakan diatas tadi, pangkal permulaan didalam penjusunan suatu kekuatan nasional jang mampu dan kuat (national power), dalam arti ekonomi-sosial-militer, adalah pikiran kenusantaraan (archipel gedachte) jang lebih sesuai dengan keadaan geografis kita. Dalam hal mengimplementeer pikiran kenusantaraan itu, sudah tentu Pemerintah harus menerima suatu konsepsi maritim sebagai pedomannja. Dan bergandengan dengan konsepsi ini, maka konsepsi pertahanan Indonesia harus berdasar atas Strategi Maritim pula. Dengan begini dimaksudkan untuk mendapatkan keseimbangan kekuatan jang tepat antar angkatan untuk dapat
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 751 crop) ii.jpg|Madjalah Angkatan Darat (page 751 crop) ii|pus|jmpl|{{c|Letnan Djenderal A.H. Nasution sedang memasang tanda djabatan Direktur SSKAD disaku badju Kol. A. Latief. }}]]<noinclude>{{rh|||13}}</noinclude>
ktr9r84r597k9h6t6tavcno11w2gsfo
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/754
104
99376
294482
276198
2026-05-13T15:02:48Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294482
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>{{center|<big><big>'''PENJEMPURNAAN KETAHANAN MILITER'''</big></big>}}
{{center|<big>'''OLEH. LET. KOL. INF. SLAMET ALI JUNUS'''</big>}}
'''Sumber kekuatan.'''
Proklamasi 17 Agustus 1945 adalah komando utama untuk segera menjusun kekuatan mutlak guna membelanja. Kehidupan patriotisme jang militant dan pernah digelorakan oleh pahlawan<sup>2</sup> penentang pendjadjah seperti Sultan Agung, Tengku Umar, Hasanudin, Trunodjojo, Pangeran Diponegoro, Pattimura, Suprijadi dll., didalam waktu sesingkat-singkatnja meluap kembali setjara merata dikalangan rakjat Indonesia. Kata<sup>2</sup> Proklamasi jg. diutjapkan setjara tenang dan penuh chidmat oleh Bung Karno dari sebuah gedung di Pegangsaan Timur 56 Djakarta dibawah antjaman bajonet dan sendjata<sup>2</sup> Djepang jang siap memuntahkan peluru<sup>2</sup>nja, sebenarnja tiada Jain merupakan hudjan lebat hingga timbul bandjir semangat perdjuangan rakjat guna menjapu bersih kekuasaan serta segala kotoran pendjadjah dari atas bumi Indonesia. Kristalisasi dari semangat pembelaan ini menemukan salurannja antara lain dalam bentuk badan<sup>2</sup> bersendjata jang achirnja diberi nama Tentara
Nasional Indonesia (TNI) setelah melampaui sebutan<sup>2</sup> Badan Keamanan Rakjat (BKR), Tentara Keamanan Rakjat (TKR) dan Tentara Republik Indonesia (TRI). Tingkatan kedewasaan TNI dipertjepat oleh berkobarnja perang kemerdekaan jang telah kita laksanakan setjara perang rakjat. Sekalipun kita mengetahui bahwa perang kemerdekaan itu diachiri dengan pukulan penentuan (genadeslag) bukan dari bidang militer se-mata<sup>2</sup> karena kemenangan kita dipastikan didalam bidang politik, namun tiada seorangpun dapat menjangkal akan ampuhnja perang rakjat jang kita lantjarkan terhadap tentara pendjadjah Belanda jang djauh lebih teratur serta dipersendjatai lebih lengkap dan modern. Taktik gerilja jang dipraktekkan mendorong kita menempuh bentuk peperangan baru setjara totaal diluar dugaan dan perhitungan Belanda, sedang bentuk peperangan demikian sebenarnja terus tumbuh menudju kesempurnaannja setelah para ahli militer mempeladjari, mengupas dan menjusun faedah<sup>2</sup> dari pengalaman<sup>2</sup> peperangan akibat kemadjuan<sup>2</sup> jang ditjapai manusia dilapangan ilmu pengetahuan dan technik, terutama sedjak perang dunia pertama, kedua dan sengketa<sup>2</sup> bersendjata berikutnja. Kemadjuan<sup>2</sup> jang telah ditjapai manusia ini tidak lagi menitik-beratkan kepada peperangan konvensionil dengan Angkatan Perang sebagai sumber kekuatannja, melainkan menemukan bentuk peperangan baru jang lebih luas atau bersifat totaal dan bersumber kepada keinginan rakjat untuk membela kemerdekaannja serta bersandar kepada bantuan rakjat jang disusun, dilatih dan dipersendjatai setjara modern. Perang rakjat demikian seperti telah pernah kita buktikan didalam perang kemerdekaan jang lalu hanja dapat didjalankan apabila dikalangan rakjat hidup patriotisme jang militant.
Kita wadjib mengutjapkan sjukur kehadlirat Ilahi bahwa ketahanan militer Negara kita memiliki sumber kekuatan jang berakar setjara luas dan mendalam dikalangan rakjat kita jang berdjiwa patriotik. Berdosalah kita kepada generasi jang akan datang kalau kita tidak berusaha menjempurnakan ketahanan militer dalam bentuk baru jang kita ketemukan sendiri sedjak dari
pengalaman<sup>2</sup> perang kemerdekaan jang lalu, usaha<sup>2</sup> penjempurnaan mana menuntut sjarat adanja kebulatan hati dan kebulatan pendapat mengenai soal-soal pertahanan Negara disamping dasar-dasar kemampuan berorganisasi dan kepemimpinan. Tidak dipenuhinja sjarat<sup>2</sup> ini akan melemahkan ketahanan militer kita jg berarti menjia-njiakan usaha-usaha patriotik dari pahlawan<sup>2</sup> Bangsa seperti disebutkan diatas. dan berarti djuga akan menjia-njiakan pengalaman<sup>2</sup> perdjuangan kita sendiri jang tak terhingga nilainja setelah menelan korban<sup>2</sup> berupa harta-benda, keringat, darah, perasaan dan djiwa-raga. Setelah diketahui sumber kekuatan dari ketahanan militer kita, maka pemikiran serta pelaksanaan dari usaha penjempurnaan tidak terbatas pada "orang<sup>2</sup> militer" sadja, tetapi seluruh rakjat Indonesia harus memperhatikan dan turut serta dalam tugas nasional ini setjara tertib dan teratur, karena bidang pembelaan Negara menjangkut setiap rakjat jang merupakan sebagian sumber kekuatannja.
'''Akibat<sup>2</sup> Dari Perang Rakjat.'''
Setiap peperangan pasti membawa akibat jang menimbulkan vacuum dalam pelbagai lapangan kehidupan masjarakat dari kedua belah pihak, baik jang kalah maupun jang muntjul sebagai pemenang. Perang rakjat jang bersifat totaal akan lebih luas akibat-akibatnja seperti apa jang kita alami sampai dewasa ini. Dan untuk mempersoalkannja lebih dalam barangkali ada baiknja pula kita terlebih dahulu menindjau setjara singkat tjontoh<sup>2</sup> perang rakjat jang dilaksanakan selama perang dunia kedua dibenua Eropa, ialah di '''Peranjtis''' dan di '''Sovjet Rusia'''. Setelah {{hws|bertem|bertempur}}<noinclude>{{rh|16}}</noinclude>
i4j6neibovxz2y4fjoiz4fgvmeh5ms7
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/729
104
99466
295245
282906
2026-05-14T10:12:09Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295245
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>{{c|'''Pasal 39.'''}}
{{c|'''PERTAMBANGAN DI SUMATERA TENGAH.'''}}
{{dropinitial|D}}AERAH Sumatera Tengah selain dari menghasilkan berbagai matjam hasil hutan dan berdjenis ikan dari lautnja, djuga dari dalam buminja banjak mengeluarkan zat dan benda jang berharga seperti minjak, bauxit, emas, perak, batu bara, timah dan lain-lain.
Pertambangan ini kebanjakan dilakukan oleh maskapai partikulir asing, hanja tambang batu bara Sawah Lunto jang diusahakan oleh Pemerintah. Menurut keadaan tahun 1928, hampir pada seluruh Kabupaten di Sumatera ini, diberikan tanah-tanah konsessi kepada kongsi partikulir asing oleh Pemerintah Hindia Belanda.
Adapun maskapai jang beruntung mendapat konsessi dan masih terus mendjalankan usahanja sampai waktu ini ialah:
<ol start="1">
<li>''Tambang minjak'' jang diusahakan oleh maskapai N.I.A.M. (Nederlands Indise Aardolie Maatschappij). Tanah konsessi ini terletak di Badjubang, Tempino, Kinali Asam, Muara Senami dan Tebo Ubi, semuanja didaerah Kabupaten Batang Hari.</li>
Tambang ini diusahakannja semendjak tahun 1922 dengan kontrak sampai tahun 1995. Pada sebelum perang mengeluarkan hasil sebanjak 4000 kg ton setiap 24 djam dengan djumlah boringnja (sumur minjak) 360 buah. Minjak ini tidak dimasak di Djambi, tapi dipompa ke Pladju (Palembang) melalui pipa jang pandjangnja 300 Km.
Maskapi ini memakai tenaga pekerdja sebanjak ± 1338 orang.
<li>''Tambang minjak'' jang diusahakan oleh S.V.P.M. (Standard Vacuum Petroleum Mij.). Daerahnja terdapat di Malembung Kabupaten Kampar, Pelalawan Bunut di Kabupaten Bengkalis dan Lirik di Kabupaten Indragiri.</li>
<li>''Tambang Minjak'' jang diusahakan oleh C.P.P.M.: (Caltex Pacific Petroleum Maatschappij). Daerahnja terdapat di Sei Rumbai, Sei Pakning dan Minas di Kabupaten Kampar dan Bengkalis . Maskapai ini menggiatkan usahanja semendjak sesudah pemulihan, dan sudah dilengkapi dengan alat-alat modern dan kapal tangki.</li>
Dewasa ini dia memakai buruh sebanjak ± 1678 orang .
</ol><noinclude>{{rh|||721}}</noinclude>
8rufozwvi0kosz22vzpawxb3uo43s0u
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/269
104
99628
295144
292488
2026-05-14T09:16:26Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295144
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>{{ol|list_style_type=upper-roman|start=3
|P.S.I. (Persatuan Sopir Indonesia) berdiri tanggal 23-10-1945.
|P.D.I. (Persatuan Dagang Indonesia) berdiri tanggal 14-11-1945.
|Petir {{--}} berdiri tanggal 8-11-1945.
|Perwari (Persatuan Wanita Republik Indonesia) berdiri tanggal 12-10-1945.
|P.P.R.I. berdiri tanggal 11-11-1945.
|Satu partai politik, jaitu Partai Komunis Indonesia (P.K.I.) berdiri tanggal 6-3-1946.}}
Komite Nasional Indonesia diperluas dan diperlengkapi lagi. Susunan jang kedua kali ini, mendapat tambahan tenaga dari persatuan-persatuan dan organisasi jang ada.
Susunannja adalah:
{|
|-
|1.||Ketua||:|| H.B.Yahya.
|-
|2.||Ketua Muda||:|| R. Sudarjo.
|-
|3.||Panitera||:|| Muhd. Zein, A. Rauf, Hasan Thaher
|-
|4.||Bendahara||:|| Munawar, Abd. Kadir Hamzah.
|-
|5.||Penerangan||:|| Ludin, Muchtar Ismail, Ibrahim Gr.
|-
|6.||Pemeriksa||:|| Muhd. Zahari, Muhd. Sjarif, Sudarsono.
|-
|7.||Balai Umum||:|| Muhd. Zahari, Muhd. Sjarif, Sudarsono.
|-
| ||I. Ketua||:|| Abdul Manaf.
|-
| ||II. Ketua Muda||:|| Ibrahim Yahya.
|-
| ||Anggota-anggota dari||:||
|-
|colspan="4" style="text-align:center"|Pasirah-pasirah (Kepala Marga) sedjumlah 8 Pasirah.
|-
| ||P.S.I.||:|| H. Abd. Roni, Husin Ali.
|-
| ||P.R.I.||:|| Victor Simatupang, Anwar S.S.
|-
| ||Perwari||:|| Chadijah, Raimin.
|-
| ||B.P.K||:|| Sjarifuddin, Abd. Rahman.
|-
| ||P.D.I.||:|| Muchtar Ismail.
|-
| ||Fonds Kemerdekaan||:|| Ali R.M.
|-
| ||Petir||:|| Iljas Njanaib, Mahmud Bendaro
|-
| ||P.B.I.||:|| Bachsan, Zainal Abidin.
|-
| ||Tentera||:|| Muhd. Thaib, Said Abdullah.
|-
|}
Patut ditjatat disini, bahwa untuk memupuk keuangan K.N.I., banjak diterima bantuan dari perkumpulan-perkumpulan organisasi-organisasi, dan lain-lain. Dari keuangan inilah dibantu T.R.I. dan dilantjarkan perdjuangan kemerdekaan Indonesia .<noinclude>{{rh|||263}}</noinclude>
cqa3l79eibl1mhljgjkafcsrhzgsfqx
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/757
104
99660
294484
277998
2026-05-13T15:03:45Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294484
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 757 crop).jpg|Madjalah Angkatan Darat (page 757 crop)|pus|jmpl|{{c|KSAD sedang memeriksa pasukan Peleton ”N” M BAD jang akan bertugas didaerah operasi Sulawesi Utara.}}]]
Disamping semangat jang berkobar-kobar, mendesak pula kebutuhan lain ialah mempertinggimutu ketentaraan kita jang diusahakan dengan pembentukan
kader. Pendidikan kader ini tersebar diseluruh daerah, dan jang terpusat adalah Akademi Militer Nasional. Teori<sup>2</sup> jang mereka peladjari banjak sekali dipraktekkan dalam kantjah peperangan jang sebenarnja hingga dasar<sup>2</sup> keperadjuritannja mengalami latihan-latihan murni jang amat penting artinja bagi penjempurnaan selandjutnja. Tetapi akibat perang rakjat antara lain telah memperlihatkan terdesaknja kader-kader berharga ini oleh praktek-praktek kurang sehat jang memakai pertimbangan mempertahankan diri (zelfbehoud) dengan segala akibat<sup>2</sup>nja seperti
kliek — dan vriendensysteem, bapakisme, rasa kedaerahan (provincialisme), sukuisme dll. jang kemudian meningkat kepada pertimbangan<sup>2</sup> politis. Jang terachir ini kadang<sup>2</sup> didorong oleh semangat meluap jang mengangkat dirinja selaku seorang pedjuang kemerdekaan dengan norma-normanja jang masih dapat dibenarkan selama perang rakjat sedang berkobar sehebat-hebatnja, dan kemudian membekasi djiwa pedjuang jang seharusnja dipergunakan bagi penjempurnaan keperadjuritan sesuai dengan kepribadian Bangsa kita. Warisan djiwa pedjuang demikian djuga menjebabkan timbulnja rasa sudah puas atas pengalaman<sup>2</sup> jang lampau sadja serta memperlihatkan sikap segan menambah kekurangan pengetahuan dan ketjakapannja sesuai dengan kedudukan jang telah diakui oleh perdjuangan revolusi, hal mana mendjadi sjarat minimaal untuk memelihara dan mempertinggi mutu TNI seperti ditjita-tjitakan bersama. Dan bila ditambah dengan kekatjauan<sup>2</sup> lain jang terdjadi dilapangan politik dan ekonomi, maka makin djelaslah tentang tiadanja tanggung-djawab mengenai pengendalian djiwa pedjuang, karena kekatjauan<sup>2</sup> dilain lapangan itu didjadikan alasan bagi kegagalan<sup>2</sup> dilapangannja sendiri. Tidak heranlah kita kalau sedjarah pertumbuhan TNI sekalipun kemerdekaan telah tertjapai, terus-menerus dihasi rentetan peristiwa<sup>2</sup> jang merupakan katja<sup>2</sup> hitam. Setjara sadar haruslah diakui bahwa peristiwa<sup>2</sup> itu bersumber pada tipuan dari anggapan ”revolusioner” jang bersifat herois dan pernah memenuhi dada kita masing<sup>2</sup> sewaktu melaksanakan perang kemerdekaan jang lalu. Oleh sebab perlu kiranja dikadji dan diperhatikan, bahwa langkah pertama kearah penjelenggaraan satu tudjuan jang revolusioner, adalah revolusioner. Bukan adanja atau tidak adanja pertumpahan darahlah jg. menentukan sesuatu kedjadian bersifat revolusioner, tetapi isinja kedjadian itu ! Sering kali banjak darah ditumpahkan djustru oleh anasir<sup>2</sup> reaksioner.
Akibat sebaliknja dari apa jang telah dikemukakan diatas, maka perang rakjat telah menanamkan dasar<sup>2</sup> ketabahan, keuletan dan semangat perdjuangan jang flexible untuk mempertahankan kemerdekaan Nusa dan Bangsa sampai achir zaman.<noinclude>{{rh|||19}}</noinclude>
mzgyhcugqzkgv5fqe63auja6f0zwrvs
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/759
104
99668
294487
278018
2026-05-13T15:09:00Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294487
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>oleh malapetaka jang menimpa kita itu dan berakibat terasanja kebutuhan mutlak bagi pemikiran dan pelaksanaan penertiban<sup>2</sup> jg. lebih pokok daripada apa jang telah kita tjapai pada waktu itu. Semua pihak lalu turut memusatkan perhatian- dan pikirannja atas soal-soal jang sedang dihadapi oleh TNI, sedang saran<sup>2</sup> dari pihak tentara sendiri achirnja dapat disimpulkan dalam pokok-pokok pemikiran sbb. :
Harus ada Undang<sup>2</sup> Pertahanan, ada rentjana, ada budget jang seimbang dan ada jang bertanggung-djawab.
Kebutuhan jang menjetuskan pengadjuan saran<sup>2</sup> tersebut, dimaksudkan agar terdapati norma<sup>2</sup> jang sjah bagi kedudukan — dan penjelenggaraan pertahanan Negara pada umumnja, sehingga tertjapai adanja landasan<sup>2</sup> tertentu dan terhindar perkembangan<sup>2</sup> selandjutnja jang hanja didasarkan kepada kebidjaksanaan<sup>2</sup> perorangan. Sampai dimana saran<sup>2</sup> tersebut menemui tudjuannja, dibuktikan oleh pengalaman<sup>2</sup> kita berikutnja jang masih dipengaruhi suasana<sup>2</sup> explosif sekalipun saran<sup>2</sup> itu berhasil mempertjepat kelahiran dari sebuah Undang<sup>2</sup> Pertahanan jang dapat dipakai
sebagai alat penertiban bagi pertumbuhan TNI chususnja dan penjelenggaraan pertahanan Negara pada umumnja. Undang Pertahanan ini hanja mengatur soal<sup>2</sup> pokok sadja hingga perkembangan perwudjudannja masih membutuhkan Undang<sup>2</sup> dan/atau Peraturan-peratuan Pemerintah lainnja sebagai alat-alat pelengkap. Tetapi soal-soal pokok jang telah ditetapkan itu sudah tjukup djelas memberikan gambaran tentang hak-hak dan kewadjiban peradjurit chususnja dan warga-negara Indonesia umumnja, serta arah gerakan dari segala kegiatan-kegiatan kita dilapangan pertahanan Negara. Pimpinan pertahanan Negara atau garis komandonja dapat digambarkan sbb. :
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 759 crop).jpg|Madjalah Angkatan Darat (page 759 crop)|pus|400px]]<noinclude>{{rh|||21}}</noinclude>
gnadgghx5azfeyvetwhq9hwru2ohp3n
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/760
104
99672
294489
278035
2026-05-13T15:09:46Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294489
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>Pendjelasan<sup>2</sup> mengenai pendjabat-pendjabat atau badan<sup>2</sup> pimpinan didalam gambar ini kita ketahui selengkapnja dalam Undang-undang Pertahanan No. 29 tahun 1954; dari gambar ini kita dapat melihat siapa<sup>2</sup> jang sebenarnja wmempunjai wewenang untuk mendjalankan komando.
Dari Undang<sup>2</sup> Pertahanan jg. sama dapat pula kita ketahui bagaimana pembagian rakjat Indonesia didalam susunan<sup>2</sup> pertahanan Negara jang harus kita realisir sesuai dengan pertahanan rakjat teratur sebagai sifat pertahanan Negara jang telah ditetapkan. Gambarannja adalah sbb. :
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 760 crop).jpg|Madjalah Angkatan Darat (page 760 crop)|pus|400px]]
Gambar<sup>2</sup> ini menundjukkan pembagian susunan rakjat kita dilihat dari sudut pertahanan rakjat teratur ; dari keadaan kita sekarang (gmb. I) harus diproseskan menudju pembagian susunan<sup>2</sup> berikutnja (gamb. II dan III).
Djelas kiranja bahwa susunan<sup>2</sup> jang telah mendjadi ketentuan itu baik dalam tjara<sup>2</sup> mengarahkan maupun bagi kedudukan susunan-susunannja sendiri masih
banjak diperlukan kebidjaksanaan jang berlandasan Undang<sup>2</sup> dan/atau Peraturan<sup>2</sup> Pemerintah jang bersangkutan dengan realisasi Undang<sup>2</sup> Pertahanan jang telah ada. Dengan demikian akan kita ketahui lebih djelas lagi bagaimana dan apa jang harus kita tertibkan. Kemudian dapat pula dibuktikan dari gambaran<sup>2</sup> ini, bahwa usaha<sup>2</sup> penertibannja tidak terbatas pada ”orang<sup>2</sup> militer” sadja, karena materie persoalannja menjangkut seluruh rakjat kita jang sekarang djuga didesak oleh kebutuhan akan pemusatan terhadap suatu perbuatan besar, perbutan mana akan dapat mempertebal adanja {{hws|dja|djaminan}}<noinclude>{{rh|22}}</noinclude>
6a3cn4rahapnvgvnutqc8xh1gn1vaop
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/736
104
99851
295187
278753
2026-05-14T09:38:34Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295187
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>Diantara 15 buah perkebunan teh di Sumatera Barat, 5 buah diantaranja mentjapai produksi kelas I, 3 buah kelas II, 4 buah kelas III, sebuah kelas IV dan dua buah kelas V. Menurut perbandingan itu, diantara 211 buah perkebunan teh di Djawa Barat, 14 buah diantaranja mentjapai produksi kelas I, 13 buah kelas II. 19 buah kelas III, 44 buah kelas IV, 70 buah kelas V dan 51 buah kelas VI.
Daftar dibawah ini menggambarkan besarnja produksi dan kelas produksi teh itu dari perkebunan-perkebunan teh di Sumatera Barat, dari mana orang dapat membajangkan hasil produksi seluruhnja.
{| class="wikitable" style="width:100%;"
|-
! Nama kebun !! hasil per ha. !! kelas produksi
|-
| Bukit Malingang || style="text-align:right;" | 1.720 kg. || style="text-align:center;" | III
|-
| Danau Gadang || style="text-align:right;" | 2.500 ,, || style="text-align:center;" | I
|-
| Halaban || style="text-align:right;" | 1.615 ,, || style="text-align:center;" | III
|-
| Huberta || style="text-align:right;" | 1.700 ,, || style="text-align:center;" | III
|-
| Kaju Aro || style="text-align:right;" | 2.525 ,, || style="text-align:center;" | I
|-
| Pecconina || style="text-align:right;" | 2.024 ,, || style="text-align:center;" | II
|-
| Sako Dua || style="text-align:right;" | 2.825 ,, || style="text-align:center;" | I
|-
| Tanang Talu || style="text-align:right;" | 982 ,, || style="text-align:center;" | V
|}
Semendjak tahun 1934, seluruh perkebunan teh di Sumatera Barat sudah memberikan hasil.
Tapi karena beberapa kekurangan mengenai „cultuur-technis”,
beberapa areaal diantaranja dibiarkan „beristirahat” buat sementara.
'''Perkebunan kopi.'''
Menurut keterangan Kielstra dalam bukunja „De koffiecultuur
ter Westkust van Sumatera” (De Indische Gids tahun 1888). pada tahun 1877 didaerah Sumatera Barat terdapat sebanjak 17 buah perkebunan kopi partikelir jang diusahakan oleh pengusaha-pengusaha bangsa Belanda ditanah-tanah erfpacht. Menurut keterangannja selandjutnja, ke 17 buah perkebunan itu mengambil lapangan seluas 4300 bahu dan rata-rata mengeluarkan hasil sebanjak 7300 pikul kopi dalam setahun.
Perkembangan perkebunan kopi ini kemudian berdjalan dengan pesat, terutama karena adanja „dwang-cultuur” dari Pemerintah Hindia Belanda, sebagai alat untuk menampung merosot dan<noinclude>{{rh|728}}</noinclude>
06koz68wt0nca3964iwwdlkduoaii3h
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/374
104
99981
295324
279062
2026-05-14T11:02:43Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295324
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>Desember 1949, dengan djumlah anggota sebanjak 24 orang. Dan perimbangan kursi didalamnja adalah sebagai berikut:
{|
|-
| Partai Sosialis Indonesia ||{{Right|9 orang}}
|-
| {{sp|Masjumi}} || {{Right|6 orang}}
|-
| Partai Murba || {{Right|1 orang}}
|-
| Madjelis Tinggi Kerapatan Adat Alam Minangkabau || {{Right|1 orang}}
|-
| Partai Komunis Indonesia || {{Right|1 orang}}
|-
| {{sp|Perwari}} || {{Right|1 orang}}
|-
| Partai Politik Islam Perti || {{Right|1 orang}}
|-
| Tidak berpartai || {{Right|4 orang}}
|}
Wilajah-wilajah jang masuk dalam lingkungan Kabupaten Pasaman ini, adalah Lubuk Sikaping, Bondjol, Rao, Talamau (Talu), Pasaman, Lembah Malintang, Sungei Beremas.
<big>'''LIMA PULUH KOTA'''</big>
D.P.R. ini dibentuk menurut instruksi Gubernur Militer No. 10 djuga, dan diresmikan pada tanggal 19 Desember 1949. Anggotanja berdjumlah 24 orang, dan perimbangan kursi didalamnja adalah sebagai berikut :
{|
|-
| {{sp|Masjumi}} || {{Right|15 orang}}
|-
| Partai Komunis Indonesia || {{Right|3 orang}}
|-
| Partai Politik Islam Perti || {{Right|3 orang}}
|-
| Muhammadijah || {{Right|2 orang}}
|-
| Partai Sjarikat Islam Indonesia || {{Right|1 orang}}
|}
Sedangkan Wilajah-wilajah jang masuk dalam lingkungannja ialah Pangkalan, Kapur IX, Suliki, Harau , Guguk, Luhak dan Pajakumbuh.
<big>'''TANAH DATAR'''</big>
D.P.R. Kabupaten Tanah Datar dibentuk menurut Instruksi Gubernur Militer Sumatera Tengah No. 10 djuga, dan diresmikan pada tanggal 26 Desember 1949. D.P.R. ini beranggota sebanjak
23 orang, dan perimbangan kursi didalamnja adalah sebagai berikut:
{|
|-
| {{sp|Masjumi}} || {{Right|14 orang}}
|-
| Partai Komunis Indonesia || {{Right|5 orang}}
|-
| Partai Sosialis Indonesia || {{Right|2 orang}}
|-
| Madjelis Tinggi Kerapatan Adat Alam Minangkabau || {{Right|1 orang}}
|-
| C.P.P.T.D. (Coordinasi Penghulu2 Tanah Datar) || {{Right|1 orang}}
|}<noinclude>{{rh|368}}</noinclude>
15fv6epf837v5l2ab8yz4mieb84c9ta
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/854
104
100048
295200
279234
2026-05-14T09:42:44Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295200
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>surat-surat kabar dan bulletin-bulletin tak dapat dilandjutkan lagi. Tetapi sungguhpun demikian, adanja surat kabar lebih dirasakan lagi kepentingannja, terutama untuk penggemblengan semangat perdjuangan jang menentukan hidup atau mati.
Oleh karena itu dibeberapa tempat didaerah gerilja diusahakan dengan segala djalan jang mungkin menerbitkan surat-surat kabar. ada jang distensil dan ada jang hanja dengan ditep sadja. Di Pusat Pemerintahan Gubernur Militer Sumatera Tengah diterbitkan pula harian „Menara Rakjat” dibawah pimpinan Suska. Besar sekali pengaruhnja terhadap perdjuangan totaliter, dan didjadikan pedoman serta batjaan Umum oleh kaum gerilja.
Saudara Darwis Abbas dari staf K.B. Antara mengeluarkan bulletin sendiri di Gunung Singgalang sampai waktu cease fire. sedang oleh markas pertempuran mobil didaerah Padang Pandjang dikeluarkan pula madjallah Gelora Djiwa. Dan selama masa bergerilja itu, sama djuga artinja dengan surat-surat kabar beritaberita kurier jang disampaikan oleh tenaga-tenaga kurier dari satu tempat ketempat jang lain.
Dalam pada itu, sementara perang gerilja sedang menghebat, oleh saudara Adaham Hasibuan dan kawan-kawannja di Bukittinggi diusahakan menerbitkan harian Haluan dengan seizin Belanda Berita-berita dan tulisan-tulisan jang dimuat tentu sadja sesudah melalui sensur dari pihak kekuasaan Belanda lebih dahulu. Selain dari Haluan, dikota Bukittinggi djuga diterbitkan pula madjallah Riak Buana bersifat umum dan pengetahuan.
{{c|PERS SESUDAH PENJERAHAN KEDAULATAN.}}
Perkembangan pers sesudah pemulihan sampai pada sa'at ini boleh dikatakan sudah merata diseluruh kabupaten di Sumatera Tengah ini.
Tjuma surat-surat kabar itu sebahagian besar diusahakan oleh Djawatan Penerangan Kabupaten Kota berikut dengan berita-berita
harian untuk daerahnja masing-masing.
Surat-surat kabar jang diterbitkan oleh Djawatan-djawatan Penerangan Kab/Ko adalah sebagai berikut:
{| class="wikitable" style="width:100%;"
|-
! Nomor !! Nama surat kabar !! Dikeluarkan oleh:
|-
| 1. || Dunia Seminggu || Djawatan Penerangan Prop. Sum. Tengah Bukittinggi.
|-
| 2. || Berita Harian || I d e m.
|-
| 3. || Penuntun || Djapenkab Agam Bukittinggi
|-
| 4. || Tjahaja || style="text-align:center;" | „ Padang/Pariaman, Pariaman
|-
| 5. || Suluh Masjarakat || style="text-align:center;" | „ Pasaman, Lb. Sikaping
|}<noinclude>{{rh|846}}</noinclude>
5juynae36dn7b1zvp8nmwctm96dw2nm
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/674
104
100066
295233
279286
2026-05-14T10:06:38Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295233
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>membangunkan Koperasi untuk kemakmuran. Bahkan atas inisiatif beliau, didjadikanlah tanggal 12 Djuli mendjadi Hari Koperasi
Begitu djuga dengan kembalinja beberapa orang Bupati dari studi opdrachtnja ke Djawa, menambah pula kegiatan kepada daerah tersebut untuk membangunkan koperasi dalam daerahnja masing-masing.
Pada waktu sesudah pemulihan ini, perhatian masjarakat bukan sadja tertudju kepada Koperasi Konsumsi seperti ditahun-tahun sebelum clash II, tapi banjak djuga diarahkan kepada Koperasi Produksi dan Kredit.
Diachir tahun 1951 telah didaftarkan 103 buah koperasi pada Kantor Inspeksi Koperasi, selain itu masih banjak lagi koperasi jang belum didaftarkan.
Sesuai dengan pertumbuhan koperasi didesa-desa, oleh Inspeksi Pendidikan Koperasi Sumatera Tengah, selalu diadakan bimbingan dan pemeriksaan. baik berupa anggaran dasar dan tetangga. maupun tjara-tjara adınınistrasinja untuk membawa kepada pembukan jang teratur.
Dalam rangkaian usaha kearah ini, pada tahun 1952, dalanı triwulan I, II, III, telah dilakukan pemeriksaan jang teliti terhadap 14 perkumpulan koperasi jang sudah terdaftar pada Inspeksi Koperasi Sumatera Tengah, jaitu pada koperasi seperti berikut:</p>
<div style="border-top: 3px double #000; margin-bottom: 0.5em;"></div>
<table style="border-collapse: collapse; width: 100%; line-height: 1.3; font-size: 0.95em; margin-bottom: 1.5em;">
<tr style="border-bottom: 1px solid #000;">
<th style="text-align: left; padding: 5px; width: 30px; border-right: 1px solid #000;">No.</th>
<th style="text-align: center; padding: 5px; border-right: 1px solid #000;">N a m a</th>
<th style="text-align: center; padding: 5px; border-right: 1px solid #000;">Tempat</th>
<th style="text-align: center; padding: 5px; border-right: 1px solid #000;">Anggota</th>
<th style="text-align: center; padding: 5px;">Djumlah<br>modal</th>
</tr>
<tr><td style="text-align: right; padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">1.</td><td style="padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">Persatuan Tenun Rakjat Silungkang</td><td style="padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">Silungkang</td><td style="text-align: right; padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">115</td><td style="text-align: right; padding: 2px 5px;">87.021,98</td></tr>
<tr><td style="text-align: right; padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">2.</td><td style="padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">Simpan Pindjam</td><td style="padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">Pauh Kambar</td><td style="text-align: right; padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">120</td><td style="text-align: right; padding: 2px 5px;">11.623,82</td></tr>
<tr><td style="text-align: right; padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">3.</td><td style="padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">Pertenunan Rakjat</td><td style="padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">Piagu</td><td style="text-align: right; padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">19</td><td style="text-align: right; padding: 2px 5px;">6.746,50</td></tr>
<tr><td style="text-align: right; padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">4.</td><td style="padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">Bank Koperasi Pegawai</td><td style="padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">Penindjauan</td><td style="text-align: right; padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">62</td><td style="text-align: right; padding: 2px 5px;">5.550.—</td></tr>
<tr><td style="text-align: right; padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">5.</td><td style="padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">S.S.K.D.N. (Konsumsi)</td><td style="padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;"></td><td style="text-align: right; padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">107</td><td style="text-align: right; padding: 2px 5px;">19.145.—</td></tr>
<tr><td style="text-align: right; padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">6.</td><td style="padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">Penjelenggara Kebutuhan Rakjat</td><td style="padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">Solok</td><td style="text-align: right; padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">27</td><td style="text-align: right; padding: 2px 5px;">1.560.—</td></tr>
<tr><td style="text-align: right; padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">7.</td><td style="padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">Kredit Dagang Pariaman</td><td style="padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">Solok</td><td style="text-align: right; padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">32</td><td style="text-align: right; padding: 2px 5px;">2.365.—</td></tr>
<tr><td style="text-align: right; padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">8.</td><td style="padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">C.K.I.</td><td style="padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">50 Kota</td><td style="text-align: right; padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">28</td><td style="text-align: right; padding: 2px 5px;">200.699,82</td></tr>
<tr><td style="text-align: right; padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">9.</td><td style="padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">S.P.P.N.</td><td style="padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">Kamang</td><td style="text-align: right; padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">97</td><td style="text-align: right; padding: 2px 5px;">5.416.—</td></tr>
<tr><td style="text-align: right; padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">10.</td><td style="padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">Memperkembang Ternak</td><td style="padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">Mungkar</td><td style="text-align: right; padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">22</td><td style="text-align: right; padding: 2px 5px;">7.732.—</td></tr>
<tr><td style="text-align: right; padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">11.</td><td style="padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">Karet Taratak Baru</td><td style="padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">Kateba Sw/Sdj.</td><td style="text-align: right; padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">93</td><td style="text-align: right; padding: 2px 5px;">63.500.—</td></tr>
<tr><td style="text-align: right; padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">12.</td><td style="padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">"Pura"</td><td style="padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">Agam</td><td style="text-align: right; padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">124</td><td style="text-align: right; padding: 2px 5px;">7.047,80</td></tr>
<tr><td style="text-align: right; padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">13.</td><td style="padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">Gambir Sumpur Kudus</td><td style="padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">Sw. Sidjundjung</td><td style="text-align: right; padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000;">22</td><td style="text-align: right; padding: 2px 5px;">3.491.—</td></tr>
<tr><td style="text-align: right; padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000; border-bottom: 1px solid #000;">14.</td><td style="padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000; border-bottom: 1px solid #000;">Pindjaman Rakjat Indonesia</td><td style="padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000; border-bottom: 1px solid #000;">Surian</td><td style="text-align: right; padding: 2px 5px; border-right: 1px solid #000; border-bottom: 1px solid #000;">30</td><td style="text-align: right; padding: 2px 5px; border-bottom: 1px solid #000;">20.833,87</td></tr>
</table><noinclude>{{rh|668|}}</noinclude>
s2fek9dgpczxf83k9oif7z6d5chkov7
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/675
104
100104
295236
279465
2026-05-14T10:07:18Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295236
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>Dalam pemeriksaan koperasi-koperasi tersebut, didapat kesan jang memuaskan, dan sebagian ketjil dari koperasi-koperasi itu masih membutuhkan petundjuk, terutama dalam soal pembukuan.
Pada tahun 1952 ini, nampak benar kegiatan masjarakat untuk mendirikan koperasi ini, berkat hasil kerdja sama dari Djawatandjawatan dan Pamong Pradja beserta pemimpin-pemimpin Rakjat, dan pemuda-pemuda keluaran Kursus Koperasi jang diadakan oleh Inspeksi Koperasi hingga dapat ditjatat pada triwulan III tahun ini seperti berikut.
{{c|'''Daftar pelaksanaan pendaftaran perkumpulan² Koperasi.'''}}
{{c|'''Dalam daerah Insko S. Tengah s/d 22 September 1952.'''}}
{| class="wikitable" style="text-align:right; width:100%; font-size:90%;"
|-
! rowspan="3" style="text-align:left;" | Kabupaten
! rowspan="3" | Djumlah
! rowspan="3" | Jang telah<br />mendaftarkan
! colspan="3" style="text-align:center;" | Angg. Dasar jang sudah dikirimkan ke Pusat dari Koperasi
! rowspan="3" | Djumlah<br />anggota
! colspan="3" style="text-align:center;" | M o d a l
|-
! colspan="2" | 1951 | 1952 !! Djum- !! Uang !! Bt. Getah !! Gambir
|-
! 1951 !! 1952 !! Djum- !! !! !!
|-
| style="text-align:left;" | '''1951.''' || || || || || || || || ||
|-
| style="text-align:left;" | 1. Agam || 12 || 15 || 7 || 5 || 12 || || || ||
|-
| style="text-align:left;" | 2. Pasaman || 39 || 37 || 13 || 6 || 19 || || || ||
|-
| style="text-align:left;" | 3. Pd'Pariaman || 69 || 20 || 4 || 4 || 8 || || || ||
|-
| style="text-align:left;" | 4. Solok || 26 || 12 || 4 || — || 4 || || || ||
|-
| style="text-align:left;" | 5. Tanah Datar || 31 || 3 || 1 || 2 || 3 || || || ||
|-
| style="text-align:left;" | 6. 50 Kota || 55 || 5 || — || — || — || || || ||
|-
| style="text-align:left;" | 7. Sw'Sidjundjung || 36 || 14 || 2 || 1 || 3 || || || ||
|-
| style="text-align:left;" | 8. P.S.K. || 12 || 12 || — || — || — || || || ||
|-
| style="text-align:left;" | 9. Kotapr. Padang || 14 || 5 || — || — || — || || || ||
|-
| style="text-align:left;" | 10. Kampar || 19 || 1 || 1 || — || 1 || || || ||
|-
| style="text-align:left;" | 11. Inderagiri || 13 || 10 || 1 || — || 1 || || || ||
|-
| style="text-align:left;" | 12. Bt. Hari || 4 || 4 || — || — || — || || || ||
|-
| style="text-align:left;" | 13. P. Tello || 11 || 1 || 1 || — || 1 || || || ||
|-
| style="text-align:left;" | 14. Merangin || 12 || — || — || — || — || || || ||
|-
! style="text-align:left;" | Keadaan achir 1951 !! 343 !! 144 !! 34 !! 18 !! 52 !! 18.177 *) !! 529.900 !! 1.000 kg. !!
|}
; Keterangan:
: *) Rp. 1.036.386,15.<noinclude>{{rh|||669}}</noinclude>
2wni8i3oksr90oim7d58lxvf1uqfpre
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/676
104
100105
295240
279481
2026-05-14T10:09:46Z
Arymuslichudin
24021
/* Telah diuji baca */
295240
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Arymuslichudin" /></noinclude>'''Kursus Kader Koperasi.'''
Oleh Inspeksi Koperasi Sumatera Tengah telah diadakan kursus untuk kader koperasi, jang mana pengikutnja diambil dari pengurus-pengurus koperasi diberbagai Kabupaten dan pemuda-pemuda lainnja.
Kursus ini dimulai sedjak 1 Oktober 1951 jang diikuti oleh 41 orang. Hingga pada tanggal 2 Oktober 1952 telah diadakan 8 X kursus jaitu di Bukittinggi, Solok, Inderagiri, dan Kerintji. Untuk djelasnja digambarkan dibawah ini keadaan kursus tersebut.
{{gap}}{{gap}}{{gap}} Inspesksi {{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}} Kabupaten
{| class="wikitable" style="text-align:right; width:100%; font-size:90%;"
|-
! rowspan="3" style="text-align:left; vertical-align:bottom;" | Kabupaten
! 1 !! 3 !! 5 !! 8 !! !! 2 !! 4 !! 6 !! 7 !! rowspan="3" style="vertical-align:bottom;" | Djumlah
|-
! I !! II !! III !! IV !! rowspan="2" | Dj.
! rowspan="2" | Solok.
! rowspan="2" | Swl./Sdd.
! rowspan="2" | Inderagiri.
! rowspan="2" | P.S.K.
|-
! '51 !! '52 !! '52 !! '52
|-
| style="text-align:left;" | Agam || 7 || 3 || 7 || 4 || 21 || — || — || — || — || 21
|-
| style="text-align:left;" | Tanah Datar || 4 || 2 || 2 || 3 || 11 || — || — || — || — || 11
|-
| style="text-align:left;" | 50 Kota || 5 || 2 || 2 || 7 || 16 || — || — || — || — || 16
|-
| style="text-align:left;" | Pd./Pariaman || 5 || 2 || 5 || 3 || 15 || — || — || — || — || 15
|-
| style="text-align:left;" | Swl./Sdd. || 3 || 2 || — || 4 || 9 || — || 27 || — || — || 36
|-
| style="text-align:left;" | Pasaman || 3 || 4 || 2 || 2 || 11 || — || — || — || — || 11
|-
| style="text-align:left;" | Solok || 3 || — || 2 || 3 || 8 || 38 || — || — || — || 46
|-
| style="text-align:left;" | Kampar || 2 || 3 || 3 || 1 || 9 || — || — || — || — || 9
|-
| style="text-align:left;" | Inderagiri || 3 || 3 || 3 || — || 9 || — || — || 38 || — || 47
|-
| style="text-align:left;" | Bengkalis || — || — || — || 6 || 6 || — || — || — || — || 6
|-
| style="text-align:left;" | Batang Hari || 1 || 4 || — || — || 5 || — || — || — || — || 5
|-
| style="text-align:left;" | P.S.K. || 3 || 3 || 2 || 1 || 9 || — || — || — || 38 || 47
|-
| style="text-align:left;" | Padang || 2 || 2 || 2 || 2 || 8 || — || — || — || — || 8
|-
| style="text-align:left;" | Nias || — || — || — || — || — || — || — || — || — || 1
|-
! style="text-align:left;" | Djumlah !! 41 !! 30 !! 30 !! 36 !! 137 !! 38 !! 27 !! 38 !! 38 !! 278
|-
| colspan="11" |
|-
| style="text-align:left;" | Tidak lulus || 7 || 6 || 4 || — || 17 || 6 || 11 || 7 || 9 || 50
|-
| style="text-align:left;" | Lulus || 34 || 24 || 26 || 36 || 120 || 36 || 16 || 29 || 29 || 228
|-
| style="text-align:left;" | Wanita || 6 || 2 || 3 || 2 || 13 || 2 || — || — || — || 15
|-
| style="text-align:left;" | Angka rata² || 6.5 || 6.5 || 6.6 || 6 || — || 6.3 || 6 || 6.2 || 6 || —
|}
: Rata-rata tiap bulan dapat mengeluarkan kader 23 orang.
Dengan ini nampaklah beberapa segi dari kegiatan membangun ''Ekonomi Nasional'', jang mana dasar-dasarnja haruslah dititik beratkan pada usaha ber-koperasi. Terutama bagi bangsa Indonesia jang memang masih lemah dalam lapangan modal dan organisasi ekonomi.
{{asterism}}<noinclude>{{rh|670}}</noinclude>
h70fklnap31vxqelb7dpj3ky2cipfbd
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/257
104
100692
294381
281818
2026-05-13T13:53:16Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ ada lebih dari 5 kesalahan ejaan, tanda », tanda petik belakang, dan paragraf tidak rapi
294381
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>moe-in dia, biar dia pegi besok pagi tiada oesah ketemoe akoe. Soeda begitoe maka Zobiada titanken boedakaja aken sediahkеn makanan di kamarnja Ala Eddin.
Hata maka Ala Eddin makan baik sebab memang ia lapar, abis makan ia doedoek batja koran.
Zobaida pasang koeping terang-terang maka di dengernja soewara anak moeda itoe njaring dan lemah lemboet, djadi berfikirlah ia: ,,Terkoetoek Allah si perampoewan toewa itoe jang kataken padakoe, baboewa soewami koe ini sa-orang jang kena penjakit besar. Orang jang kadal-an tiada bisa ada poenja soewara begitoe bagoes dan enak. Tentoe bohonglah ia."
Maka Zobaida lantas ambil ketjapinja laloe di maininja itoe semba ring menjanji, maka soewaranja amat merdoe sekali.
Koetika Ala Eddin dengar soewara ini bernjanji maka ia poen abis batja koran teroes bernjanji djoeya aken timpal-in nja-nji-annja Zobaida. Oleh kerna perboewatan ini maka Zobaida djadi terlebi birahi. Kadoewa kawar itoe terpisah oleh lelangsé kaen tebal, djadi Zobaida singkapken lelaugsé itoe aken memandang soewaminja. Barang ianja dapet liat itoe anak moeda begitoe tjakep maka Zobaida lantas hendak ampirin dia aken tetapi lelaki itoe lantas bediri moendoer sambil berkata: ,,Djanganlah engkau deket-in akoe sebab engkau nanti djangkit-in akoe dengen penjakitmoe."
Apabila Zobaida dengar katanja orang moeda itoe, maka ia lantas oendjoekin leher dan tangannja jang bagoes poeti dan montok seperti boenga menoer seraja berkata djoega: ,,Engkau poen djangan terlaloe deketin akoe sebab engkau orang berpenjakit kadalan tentoe menoelari akoe.”
Ala Eddin kaget mendengar bitjara demikian maka ia bertanja: ,,Siapakah tjeritaken padamoe adinda jang akoe ini bersakit kadal?"
Djawabnja Zobaida: ,,Alima jang kataken begitoe padamoe, ia itoe
iboe pengasohnja akoe poenja soewami jang doeloe."
Setelah demikian maka Ala Eddin goeloeng tangan badjoenja laloe
di oendjoekinja tangannja kapada Zobaida, maka njatalah kaliatan tangan itoe tiada koerang apa-apa. Dan orang kadoewa itoe lantas doedoek berhampiran dan beroentoeng sanget rasanja, belon pernah Ala Eddin merasa dirinja begitoe senang dan beroentoeng seperti sekarang ini, berdampingan sa-orang perampoewan moeda jang elok dan tjantik bersama sama persantap-an jang ledzat dan anggoer jang haroem. Aken tetapi pada ka-esokan hari ilanglah oentoenguja sebagi kilat lekasnja maka itoe ia bersesalan sanget maka dia kata djoega kaberat-an atinja pada Zobaida, ia itoe behoewa ia kapaksa aken bertjere esokan pagi. Katanja: ,,Ja, adiudakoe jang tertjinta, emas badankoe,, tjahija
matakoe, lagi sedikit tempo sadja kanda bole doedoek berdamping pada adinda.”
Koetika Zobaida tanja padanja kenapa ia begitoe bersoesah ati maka<noinclude>{{rh||1420}}</noinclude>
9850yv5lqow9nbrqz6vwlr8xr6jjzc8
294763
294381
2026-05-14T00:09:20Z
N.imaema
22481
/* Telah diuji baca */
294763
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>moe-in dia, biar dia pegi besok pagi tiada oesah ketemoe akoe. Soeda begitoe maka Zobiada titanken boedakaja aken sediahkеn makanan di kamarnja Ala Eddin.
Hata maka Ala Eddin makan baik sebab memang ia lapar, abis makan ia doedoek batja koran.
Zobaida pasang koeping terang-terang maka di dengernja soewara anak moeda itoe njaring dan lemah lemboet, djadi berfikirlah ia: »Terkoetoek Allah si perampoewan toewa itoe jang kataken padakoe, baboewa soewami koe ini sa-orang jang kena penjakit besar. Orang jang kadal-an tiada bisa ada poenja soewara begitoe bagoes dan enak. Tentoe bohonglah ia."
Maka Zobaida lantas ambil ketjapinja laloe di maininja itoe semba ring menjanji, maka soewaranja amat merdoe sekali.
Koetika Ala Eddin dengar soewara ini bernjanji maka ia poen abis batja koran teroes bernjanji djoeya aken timpal-in nja-nji-annja Zobaida. Oleh kerna perboewatan ini maka Zobaida djadi terlebi birahi. Kadoewa kawar itoe terpisah oleh lelangsé kaen tebal, djadi Zobaida singkapken lelaugsé itoe aken memandang soewaminja. Barang ianja dapet liat itoe anak moeda begitoe tjakep maka Zobaida lantas hendak ampirin dia aken tetapi lelaki itoe lantas bediri moendoer sambil berkata: »Djanganlah engkau deket-in akoe sebab engkau nanti djangkit-in akoe dengen penjakitmoe."
Apabila Zobaida dengar katanja orang moeda itoe, maka ia lantas oendjoekin leher dan tangannja jang bagoes poeti dan montok seperti boenga menoer seraja berkata djoega: »Engkau poen djangan terlaloe deketin akoe sebab engkau orang berpenjakit kadalan tentoe menoelari akoe.”
Ala Eddin kaget mendengar bitjara demikian maka ia bertanja: »Siapakah tjeritaken padamoe adinda jang akoe ini bersakit kadal?"
Djawabnja Zobaida: »Alima jang kataken begitoe padamoe, ia itoe iboe pengasohnja akoe poenja soewami jang doeloe."
Setelah demikian maka Ala Eddin goeloeng tangan badjoenja laloe di oendjoekinja tangannja kapada Zobaida, maka njatalah kaliatan tangan itoe tiada koerang apa-apa. Dan orang kadoewa itoe lantas doedoek berhampiran dan beroentoeng sanget rasanja, belon pernah Ala Eddin merasa dirinja begitoe senang dan beroentoeng seperti sekarang ini, berdampingan sa-orang perampoewan moeda jang elok dan tjantik bersama sama persantap-an jang ledzat dan anggoer jang haroem. Aken tetapi pada ka-esokan hari ilanglah oentoenguja sebagi kilat lekasnja maka itoe ia bersesalan sanget maka dia kata djoega kaberat-an atinja pada Zobaida, ia itoe behoewa ia kapaksa aken bertjere esokan pagi. Katanja:»,Ja, adiudakoe jang tertjinta, emas badankoe, tjahija matakoe, lagi sedikit tempo sadja kanda bole doedoek berdamping pada adinda.”
Koetika Zobaida tanja padanja kenapa ia begitoe bersoesah ati maka<noinclude>{{rh||1420}}</noinclude>
f2izq8pce9p4qlcx4b408x0r1qsmk7c
294792
294763
2026-05-14T01:01:26Z
N.imaema
22481
294792
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>moe-in dia, biar dia pegi besok pagi tiada oesah ketemoe akoe. Soeda begitoe maka Zobiada titanken boedakaja aken sediahkеn makanan di kamarnja Ala Eddin.
Hata maka Ala Eddin makan baik sebab memang ia lapar, abis makan ia doedoek batja koran.
Zobaida pasang koeping terang-terang maka di dengernja soewara anak moeda itoe njaring dan lemah lemboet, djadi berfikirlah ia: »Terkoetoek Allah si perampoewan toewa itoe jang kataken padakoe, baboewa soewami koe ini sa-orang jang kena penjakit besar. Orang jang kadal-an tiada bisa ada poenja soewara begitoe bagoes dan enak. Tentoe bohonglah ia.”
Maka Zobaida lantas ambil ketjapinja laloe di maininja itoe semba ring menjanji, maka soewaranja amat merdoe sekali.
Koetika Ala Eddin dengar soewara ini bernjanji maka ia poen abis batja koran teroes bernjanji djoeya aken timpal-in nja-nji-annja Zobaida. Oleh kerna perboewatan ini maka Zobaida djadi terlebi birahi. Kadoewa kawar itoe terpisah oleh lelangsé kaen tebal, djadi Zobaida singkapken lelaugsé itoe aken memandang soewaminja. Barang ianja dapet liat itoe anak moeda begitoe tjakep maka Zobaida lantas hendak ampirin dia aken tetapi lelaki itoe lantas bediri moendoer sambil berkata: »Djanganlah engkau deket-in akoe sebab engkau nanti djangkit-in akoe dengen penjakitmoe.”
Apabila Zobaida dengar katanja orang moeda itoe, maka ia lantas oendjoekin leher dan tangannja jang bagoes poeti dan montok seperti boenga menoer seraja berkata djoega: »Engkau poen djangan terlaloe deketin akoe sebab engkau orang berpenjakit kadalan tentoe menoelari akoe.”
Ala Eddin kaget mendengar bitjara demikian maka ia bertanja: »Siapakah tjeritaken padamoe adinda jang akoe ini bersakit kadal?”
Djawabnja Zobaida: »Alima jang kataken begitoe padamoe, ia itoe iboe pengasohnja akoe poenja soewami jang doeloe.”
Setelah demikian maka Ala Eddin goeloeng tangan badjoenja laloe di oendjoekinja tangannja kapada Zobaida, maka njatalah kaliatan tangan itoe tiada koerang apa-apa. Dan orang kadoewa itoe lantas doedoek berhampiran dan beroentoeng sanget rasanja, belon pernah Ala Eddin merasa dirinja begitoe senang dan beroentoeng seperti sekarang ini, berdampingan sa-orang perampoewan moeda jang elok dan tjantik bersama sama persantap-an jang ledzat dan anggoer jang haroem. Aken tetapi pada ka-esokan hari ilanglah oentoenguja sebagi kilat lekasnja maka itoe ia bersesalan sanget maka dia kata djoega kaberat-an atinja pada Zobaida, ia itoe behoewa ia kapaksa aken bertjere esokan pagi. Katanja:»,Ja, adiudakoe jang tertjinta, emas badankoe, tjahija matakoe, lagi sedikit tempo sadja kanda bole doedoek berdamping pada adinda.”
Koetika Zobaida tanja padanja kenapa ia begitoe bersoesah ati maka<noinclude>{{rh||1420}}</noinclude>
44iespv17lgik8ewdb0i7wbdcewpn6x
294799
294792
2026-05-14T01:15:39Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
294799
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>{{hwe|moe-in|ketemoe-in}} dia, biar dia pegi besok pagi tiada oesah ketemoe akoe. Soeda begitoe maka Zobiada titahken boedaknja aken sediahkеn makanan di kamarnja Ala Eddin.
Hata maka Ala Eddin makan baik sebab memang ia lapar, abis makan ia doedoek batja koran.
Zobaida pasang koeping terang-terang maka di dengernja soewara anak moeda itoe njaring dan lemah lemboet, djadi berfikirlah ia: »Terkoetoek Allah si perampoewan toewa itoe jang kataken padakoe, bahoewa soewami koe ini sa-orang jang kena penjakit besar. Orang jang kadal-an tiada bisa ada poenja soewara begitoe bagoes dan enak. Tentoe bohonglah ia.”
Maka Zobaida lantas ambil ketjapinja laloe di maininja itoe sembaring menjanji, maka soewaranja amat merdoe sekali.
Koetika Ala Eddin dengar soewara ini bernjanji maka ia poen abis batja koran teroes bernjanji djoega aken timpal-in nja-nji-annja Zobaida. Oleh kerna perboewatan ini maka Zobaida djadi terlebi birahi. Kadoewa kawar itoe terpisah oleh lelangsé kaen tebal, djadi Zobaida singkapken lelangsé itoe aken memandang soewaminja. Barang ianja dapet liat itoe anak moeda begitoe tjakep maka Zobaida lantas hendak ampirin dia aken tetapi lelaki itoe lantas bediri moendoer sambil berkata: »Djanganlah engkau deket-in akoe sebab engkau nanti djangkit-in akoe dengen penjakitmoe.”
Apabila Zobaida dengar katanja orang moeda itoe, maka ia lantas oendjoekin leher dan tangannja jang bagoes poeti dan montok seperti boenga menoer seraja berkata djoega: »Engkau poen djangan terlaloe deketin akoe sebab engkau orang berpenjakit kadalan tentoe menoelari akoe.”
Ala Eddin kaget mendengar bitjara demikian maka ia bertanja: »Siapakah tjeritaken padamoe adinda jang akoe ini bersakit kadal?”
Djawabnja Zobaida: »Alima jang kataken begitoe padamoe, ia itoe iboe pengasohnja akoe poenja soewami jang doeloe.”
Setelah demikian maka Ala Eddin goeloeng tangan badjoenja laloe di oendjoekinja tangannja kapada Zobaida, maka njatalah kaliatan tangan itoe tiada koerang apa-apa. Dan orang kadoewa itoe lantas doedoek berhampiran dan beroentoeng sanget rasanja, belon pernah Ala Eddin merasa dirinja begitoe senang dan beroentoeng seperti sekarang ini, berdampingan sa-orang perampoewan moeda jang elok dan tjantik bersama sama persantap-an jang ledzat dan anggoer jang haroem. Aken tetapi pada ka-esokan hari ilanglah oentoengnja sebagi kilat lekasnja maka itoe ia bersesalan sanget maka dia kata djoega kaberat-an atinja pada Zobaida, ia itoe behoewa ia kapaksa aken bertjere esokan pagi. Katanja:»,Ja, adindakoe jang tertjinta, emas badankoe, tjahija matakoe, lagi sedikit tempo sadja kanda bole doedoek berdamping pada adinda.”
Koetika Zobaida tanja padanja kenapa ia begitoe bersoesah ati maka<noinclude>{{rh||1420}}</noinclude>
bew6wbs5dbgetms8qj2q2berrqz0n9e
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/259
104
100693
294383
281821
2026-05-13T13:54:45Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ ada lebih dari 5 tanda », tanda petik belakang, paragraf yang harus di-backspace
294383
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>katanja Ala Eddin: Ajanda adinda minta pada kakanda emas kawin sepoeloe riboe dinar emas, kapan kakanda tiada sanggoep ada-in oewang emas kawin itoe maka kakanda misti bertjerei dari adinda, kapan tiada kakanda bertjerci nistisija kakanda rosak kena di pendjara, abis sekarang ini maskipoen sekeping di belah seriboe kakanda tiada ada poenja."
Djawab Zobaida: ,,Itoe gampang sekali, apakah kakanda tiada bisa melawan?"
Bole kita melawan aken tetapi bagimanakah kakanda sanggoep kaloe kakanda tiada ada poenja oewang barang sa sigar?"
Katanja Zobaida: ,,Moedah sadja, djangan kakanda terlaloe bersoesah ati. Ambil sadja, ini oewang tiga ratoes dinar emas, tjoba adinda ada oewang lebi nistjaija adinda brihken, aken tetapi ajandakoe terlaloe tjinta dan soeka sama mantoenja jang lama dari itoe ia ambil semoewa oewang adinda, soepnja adinda kapaksa lagi aken balik kombali pada soewami adiuda jang doeloewan. Maski poen barang mas intan adinda poen abis di ambil. Kadli dan penggawe hoekoem tentoe pagi soeda bakalan dateng kamari. Kapan ajanda kami atawa Kadli maoe paksa pada kakanda aken kasi talak pada adinda, baiklah kakanda brani-in bertanja igama apakah itoe jang dapet memaksaken orang jaug bernikah semaleman aken talak isterinja di ka-esokan harinja. Sembaring menauja sademikian maka brikkenlah apa apa pada hakim, abis kakanda dekatin kadli laloe kasi dia oewang sedikit di dalen tangannja djangan sampe kaliatau orang. Bole di tentoe-in kadli lantas nanti toeloeng pada kakanda. Kapan orang tanja pada kakanda kenapa tiada maoe trima itoe oewaug scriboe diuar emas, dan itoe pakejan bersama
sama itoe koeda bagal, maka kakanda baik saoetin, bahoewa sa lembar ramboet isteri kakanda itoepoen lebi besar harganja dari pada oewang pakejan dan koeda bagal itoe sekalian; serta lagi kakanda soeda bernijat keras tiada hendak bertjerei dari pada kakanda poenja isteri dan kakanda tiada maoe trima itoe oewang dan pakejan dan itoe koeda bagal. Djikaloe ajanda kami minta itoe oewang emas kawin sepoeloe riboe dinar emas, maka kakanda baik bilang bahoewa oewang itoe kakanda belon bisa brihken."
Sedang Zobaida lagi beromong-omong begitoe maka kadengaran orang mengetok pintoe keras. Ala Eddin toeroen aken boeka itoe pintoe maka di lijatnja hakim bersama-sama sa-orang sakit, jang dateng mendakwa dia di badepan pengadilan atas nama mertoewanja. Ala Eddin tanja pada hakim itoe, jang di brihkeunja lima oewang emas, apakah oendang-oendang jang memaksa dia boewat bertjerei dari isterinja jang baroe semaleman di nikah. Penggawe itoe djawab, balioewa tiada ada oeudang-oendang sademikian, abis hakim itoe hendak toeloeng padanja aken melawan itoe dakwa, djikaloe Ala Eddin barangkali tiada sanggoep melawan sendiri.<noinclude>{{rh||1421}}</noinclude>
14y08ux31ghjuojugfjz0qsd53p0xo9
294766
294383
2026-05-14T00:17:09Z
N.imaema
22481
294766
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>katanja Ala Eddin: »Ajanda adinda minta pada kakanda emas kawin sepoeloe riboe dinar emas, kapan kakanda tiada sanggoep ada-in oewang emas kawin itoe maka kakanda misti bertjerei dari adinda, kapan tiada kakanda bertjerci nistisija kakanda rosak kena di pendjara, abis sekarang ini maskipoen sekeping di belah seriboe kakanda tiada ada poenja."
Djawab Zobaida: »Itoe gampang sekali, apakah kakanda tiada bisa melawan?"
Bole kita melawan aken tetapi bagimanakah kakanda sanggoep kaloe kakanda tiada ada poenja oewang barang sa sigar?"
Katanja Zobaida: »Moedah sadja, djangan kakanda terlaloe bersoesah ati. Ambil sadja, ini oewang tiga ratoes dinar emas, tjoba adinda ada oewang lebi nistjaija adinda brihken, aken tetapi ajandakoe terlaloe tjinta dan soeka sama mantoenja jang lama dari itoe ia ambil semoewa oewang adinda, soepnja adinda kapaksa lagi aken balik kombali pada soewami adiuda jang doeloewan. Maski poen barang mas intan adinda poen abis di ambil. Kadli dan penggawe hoekoem tentoe pagi soeda bakalan dateng kamari. Kapan ajanda kami atawa Kadli maoe paksa pada kakanda aken kasi talak pada adinda, baiklah kakanda brani-in bertanja igama apakah itoe jang dapet memaksaken orang jaug bernikah semaleman aken talak isterinja di ka-esokan harinja. Sembaring menauja sademikian maka brikkenlah apa apa pada hakim, abis kakanda dekatin kadli laloe kasi dia oewang sedikit di dalen tangannja djangan sampe kaliatau orang. Bole di tentoe-in kadli lantas nanti toeloeng pada kakanda. Kapan orang tanja pada kakanda kenapa tiada maoe trima itoe oewaug scriboe diuar emas, dan itoe pakejan bersama sama itoe koeda bagal, maka kakanda baik saoetin, bahoewa sa lembar ramboet isteri kakanda itoepoen lebi besar harganja dari pada oewang pakejan dan koeda bagal itoe sekalian; serta lagi kakanda soeda bernijat keras tiada hendak bertjerei dari pada kakanda poenja isteri dan kakanda tiada maoe trima itoe oewang dan pakejan dan itoe koeda bagal. Djikaloe ajanda kami minta itoe oewang emas kawin sepoeloe riboe dinar emas, maka kakanda baik bilang bahoewa oewang itoe kakanda belon bisa brihken."
Sedang Zobaida lagi beromong-omong begitoe maka kadengaran orang mengetok pintoe keras. Ala Eddin toeroen aken boeka itoe pintoe maka di lijatnja hakim bersama-sama sa-orang sakit, jang dateng mendakwa dia di badepan pengadilan atas nama mertoewanja. Ala Eddin tanja pada hakim itoe, jang di brihkeunja lima oewang emas, apakah oendang-oendang jang memaksa dia boewat bertjerei dari isterinja jang baroe semaleman di nikah. Penggawe itoe djawab, balioewa tiada ada oeudang-oendang sademikian, abis hakim itoe hendak toeloeng padanja aken melawan itoe dakwa, djikaloe Ala Eddin barangkali tiada sanggoep melawan sendiri.<noinclude>{{rh||1421}}</noinclude>
hqhc6i1zgeauvy55wctkrf4wbsg7v9j
294768
294766
2026-05-14T00:20:14Z
N.imaema
22481
/* Telah diuji baca */
294768
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>katanja Ala Eddin: »Ajanda adinda minta pada kakanda emas kawin sepoeloe riboe dinar emas, kapan kakanda tiada sanggoep ada-in oewang emas kawin itoe maka kakanda misti bertjerei dari adinda, kapan tiada kakanda bertjerci nistisija kakanda rosak kena di pendjara, abis sekarang ini maskipoen sekeping di belah seriboe kakanda tiada ada poenja."
Djawab Zobaida: »Itoe gampang sekali, apakah kakanda tiada bisa melawan?"
Bole kita melawan aken tetapi bagimanakah kakanda sanggoep kaloe kakanda tiada ada poenja oewang barang sa sigar?"
Katanja Zobaida: »Moedah sadja, djangan kakanda terlaloe bersoesah ati. Ambil sadja, ini oewang tiga ratoes dinar emas, tjoba adinda ada oewang lebi nistjaija adinda brihken, aken tetapi ajandakoe terlaloe tjinta dan soeka sama mantoenja jang lama dari itoe ia ambil semoewa oewang adinda, soepnja adinda kapaksa lagi aken balik kombali pada soewami adiuda jang doeloewan. Maski poen barang mas intan adinda poen abis di ambil. Kadli dan penggawe hoekoem tentoe pagi soeda bakalan dateng kamari. Kapan ajanda kami atawa Kadli maoe paksa pada kakanda aken kasi talak pada adinda, baiklah kakanda brani-in bertanja igama apakah itoe jang dapet memaksaken orang jaug bernikah semaleman aken talak isterinja di ka-esokan harinja. Sembaring menauja sademikian maka brikkenlah apa apa pada hakim, abis kakanda dekatin kadli laloe kasi dia oewang sedikit di dalen tangannja djangan sampe kaliatau orang. Bole di tentoe-in kadli lantas nanti toeloeng pada kakanda. Kapan orang tanja pada kakanda kenapa tiada maoe trima itoe oewaug seriboe dinar emas, dan itoe pakejan bersama sama itoe koeda bagal, maka kakanda baik saoetin, bahoewa sa lembar ramboet isteri kakanda itoepoen lebi besar harganja dari pada oewang pakejan dan koeda bagal itoe sekalian; serta lagi kakanda soeda bernijat keras tiada hendak bertjerei dari pada kakanda poenja isteri dan kakanda tiada maoe trima itoe oewang dan pakejan dan itoe koeda bagal. Djikaloe ajanda kami minta itoe oewang emas kawin sepoeloe riboe dinar emas, maka kakanda baik bilang bahoewa oewang itoe kakanda belon bisa brihken."
Sedang Zobaida lagi beromong-omong begitoe maka kadengaran orang mengetok pintoe keras. Ala Eddin toeroen aken boeka itoe pintoe maka di lijatnja hakim bersama-sama sa-orang sakit, jang dateng mendakwa dia di badepan pengadilan atas nama mertoewanja. Ala Eddin tanja pada hakim itoe, jang di brihkeunja lima oewang emas, apakah oendang-oendang jang memaksa dia boewat bertjerei dari isterinja jang baroe semaleman di nikah. Penggawe itoe djawab, balioewa tiada ada oeudang-oendang sademikian, abis hakim itoe hendak toeloeng padanja aken melawan itoe dakwa, djikaloe Ala Eddin barangkali tiada sanggoep melawan sendiri.<noinclude>{{rh||1421}}</noinclude>
0laxiky22qa6gshwo3jtqqp3j91dnp8
294789
294768
2026-05-14T00:59:33Z
N.imaema
22481
294789
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>katanja Ala Eddin: »Ajanda adinda minta pada kakanda emas kawin sepoeloe riboe dinar emas, kapan kakanda tiada sanggoep ada-in oewang emas kawin itoe maka kakanda misti bertjerei dari adinda, kapan tiada kakanda bertjerei nistjaija kakanda rosak kena di pendjara, abis sekarang ini maskipoen sekeping di belah seriboe kakanda tiada ada poenja.”
Djawab Zobaida: »Itoe gampang sekali, apakah kakanda tiada bisa melawan?”
Bole kita melawan aken tetapi bagimanakah kakanda sanggoep kaloe kakanda tiada ada poenja oewang barang sa sigar?”
Katanja Zobaida: »Moedah sadja, djangan kakanda terlaloe bersoesah ati. Ambil sadja, ini oewang tiga ratoes dinar emas, tjoba adinda ada oewang lebi nistjaija adinda brihken, aken tetapi ajandakoe terlaloe tjinta dan soeka sama mantoenja jang lama dari itoe ia ambil semoewa oewang adinda, soepnja adinda kapaksa lagi aken balik kombali pada soewami adiuda jang doeloewan. Maski poen barang mas intan adinda poen abis di ambil. Kadli dan penggawe hoekoem tentoe pagi soeda bakalan dateng kamari. Kapan ajanda kami atawa Kadli maoe paksa pada kakanda aken kasi talak pada adinda, baiklah kakanda brani-in bertanja igama apakah itoe jang dapet memaksaken orang jaug bernikah semaleman aken talak isterinja di ka-esokan harinja. Sembaring menauja sademikian maka brikkenlah apa apa pada hakim, abis kakanda dekatin kadli laloe kasi dia oewang sedikit di dalen tangannja djangan sampe kaliatau orang. Bole di tentoe-in kadli lantas nanti toeloeng pada kakanda. Kapan orang tanja pada kakanda kenapa tiada maoe trima itoe oewaug seriboe dinar emas, dan itoe pakejan bersama sama itoe koeda bagal, maka kakanda baik saoetin, bahoewa sa lembar ramboet isteri kakanda itoepoen lebi besar harganja dari pada oewang pakejan dan koeda bagal itoe sekalian; serta lagi kakanda soeda bernijat keras tiada hendak bertjerei dari pada kakanda poenja isteri dan kakanda tiada maoe trima itoe oewang dan pakejan dan itoe koeda bagal. Djikaloe ajanda kami minta itoe oewang emas kawin sepoeloe riboe dinar emas, maka kakanda baik bilang bahoewa oewang itoe kakanda belon bisa brihken.”
Sedang Zobaida lagi beromong-omong begitoe maka kadengaran orang mengetok pintoe keras. Ala Eddin toeroen aken boeka itoe pintoe maka di lijatnja hakim bersama-sama sa-orang sakit, jang dateng mendakwa dia di badepan pengadilan atas nama mertoewanja. Ala Eddin tanja pada hakim itoe, jang di brihkeunja lima oewang emas, apakah oendang-oendang jang memaksa dia boewat bertjerei dari isterinja jang baroe semaleman di nikah. Penggawe itoe djawab, balioewa tiada ada oeudang-oendang sademikian, abis hakim itoe hendak toeloeng padanja aken melawan itoe dakwa, djikaloe Ala Eddin barangkali tiada sanggoep melawan sendiri.<noinclude>{{rh||1421}}</noinclude>
qjoxor0t2ymte0wffv7y2wmbki7ap0c
294801
294789
2026-05-14T01:21:45Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
294801
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>katanja Ala Eddin: »Ajanda adinda minta pada kakanda emas kawin sepoeloe riboe dinar emas, kapan kakanda tiada sanggoep ada-in oewang emas kawin itoe maka kakanda misti bertjerei dari adinda, kapan tiada kakanda bertjerei nistjaija kakanda roesak kena di pendjara, abis sekarang ini maskipoen sekeping di belah seriboe kakanda tiada ada poenja.”
Djawab Zobaida: »Itoe gampang sekali, apakah kakanda tiada bisa melawan?”
Bole kita melawan aken tetapi bagimanakah kakanda sanggoep kaloe kakanda tiada ada poenja oewang barang sa sigar?”
Katanja Zobaida: »Moedah sadja, djangan kakanda terlaloe bersoesah ati. Ambil sadja, ini oewang tiga ratoes dinar emas, tjoba adinda ada oewang lebi nistjaija adinda brihken, aken tetapi ajandakoe terlaloe tjinta dan soeka sama mantoenja jang lama dari itoe ia ambil semoewa oewang adinda, soepaja adinda kapaksa lagi aken balik kombali pada soewami adiuda jang doeloewan. Maski poen barang mas intan adinda poen abis di ambil. Kadli dan penggawe hoekoem tentoe pagi soeda bakalan dateng kamari. Kapan ajanda kami atawa Kadli maoe paksa pada kakanda aken kasi talak pada adinda, baiklah kakanda brani-in bertanja igama apakah itoe jang dapet memaksaken orang jaug bernikah semaleman aken talak isterinja di ka-esokan harinja. Sembaring menanja sademikian maka brihkenlah apa apa pada hakim, abis kakanda dekatin kadli laloe kasi dia oewang sedikit di dalem tangannja djangan sampe kaliatan orang. Bole di tentoe-in kadli lantas nanti toeloeng pada kakanda. Kapan orang tanja pada kakanda kenapa tiada maoe trima itoe oewaug seriboe dinar emas, dan itoe pakejan bersama sama itoe koeda bagal, maka kakanda baik saoetin, bahoewa sa lembar ramboet isteri kakanda itoepoen lebi besar harganja dari pada oewang pakejan dan koeda bagal itoe sekalian; serta lagi kakanda soeda bernijat keras tiada hendak bertjerei dari pada kakanda poenja isteri dan kakanda tiada maoe trima itoe oewang dan pakejan dan itoe koeda bagal. Djikaloe ajanda kami minta itoe oewang emas kawin sepoeloe riboe dinar emas, maka kakanda baik bilang bahoewa oewang itoe kakanda belon bisa brihken.”
Sedang Zobaida lagi beromong-omong begitoe maka kadengaran orang mengetok pintoe keras. Ala Eddin toeroen aken boeka itoe pintoe maka di lijatnja hakim bersama-sama sa-orang sakit, jang dateng mendakwa dia di hadepan pengadilan atas nama mertoewanja. Ala Eddin tanja pada hakim itoe, jang di brihkennja lima oewang emas, apakah oendang-oendang jang memaksa dia boewat bertjerei dari isterinja jang baroe semaleman di nikah. Penggawe itoe djawab, bahoewa tiada ada oendang-oendang sademikian, abis hakim itoe hendak toeloeng padanja aken melawan itoe dakwa, djikaloe Ala Eddin barangkali tiada sanggoep melawan sendiri.<noinclude>{{rh||1421}}</noinclude>
o9yjqnr441e34htfemwg3yuhwfxwqhv
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/261
104
100694
294390
281726
2026-05-13T13:57:27Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ ada lebih dari 5 kesalahan, periksa lebih teliti
294390
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>{{gap}}Abis begitoe kadoewa-doewanja pegi mengadap di hadepan madjelis hakim. Toewan kadli minta bajaran emas kawin itoe dari pada Ala Eddin dari sebab Ala Eddin tiada maoe kasi talak istorinja. Maka Ala Eddin dateng mengadep dengan hormat laloe berdjabatan tangan pada kadli dan sembaring berdjabat tangannja itoe maka ia taro bebrapa oewang emas di dalem tangannja kadli, soeda itoe maka ia bermoehoen pada kadli aken di brihken tempo sepoeloe ari lamanja bocwat bajar itoe emas kawin sebagimana telah di tentoewin di dalam oendang-oendang. Permoehoenan ini adil djoega djadi di kaboelkenlah adapoen di djandjiken poela baboewa kaloe tempo itoe soeda liwat maka salah satoe misti di perboewatnja, ia itoe ia misti bajar oewang emas kawin sepoeloe riboe dinar emas atawa dia misti talak-in isterinja.
{{gap}}Ala Eddin kaloewar dari roemah pengadilan hakim, sasoedsbuja berdjandji seperti bitjaranja toewan kadli. Maka sanget girang soeka atinja, ia beli roepa roepa santapan jang ledzat aken di bawanja poelang ka-roemah. Sampe di roemah, ia tjeritain isterinja apa jang telah soeda kedjadian. Zobaida poen girang djoega, serta katanja baik bersoeka soeka ati sadja di dalem tempo sepoeloe ari itoe djadi ia sedia sediaken barang makanan dan minoeman. Koetika hari malen maka sekalian barang makanan dan minoeman itoe di sediahkennja di atas medja laloe berdoedoek orang kadoewa laki isteri beromong omong sembaring makan persantapan itoe. Setelah abis makan, maka Ala Eddin minta isterinja aken menjanji dengan maen ketjapinja. Zobaida dengan sigrah djoega ambil tetaboewannja itoe laloe moelia bernjanji dengan soewara jang amat manis dan merdoe.
{{gap}}Sekoenjoeng koenjoeng, selagi orang laki isteri itoe enak bernjanji njanji maka kadengeran orang berketok pintoe keras. Ala Eddin lekas keloewar boeka pintoe maka di liatnja ampat orang derwisj bediri dengan kasian sekali. Ala Eddin tanja padanja apa jang di kahendaki olehnja, maka djawablah sa-orang derwisj: ,,Toewan, kita orang ini derwisj orang asing dari laen negri belon kenal ini kota, kita bermoehoen pada toewan kaloe bole aken bermalem di roemah toewan. Besok pagi hari kita orang hendak pegi lebi djaoe. Nistjaja toewan di berkatken Allah djikaloe permoehoenan kami ini di kaboelken oleh toewankoe,"
{{gap}}Djawabnja Ala Eddin: ,,Toenggoelah doeloe, kami ini misti tanja doeloe pada isteri kami, nanti lantas kami balik kombali." Lantas ia pegi ketemoe-in Zobaida aken kasi taoe padanja apa jang telah kedjadian sama ampat derwisj itoe. Zobaida tiada ada alangan maka ia bilang baik itoe ampat orang bole masoek.
{{gap}}Koetika orang itoe masoek maka di trima oleh Ala Eddin dengan manis. Katanja orang itoe: ,,Menoeroet adat biasa kami maka tiada bole<noinclude>{{rh||1442}}</noinclude>
a3guiwhj0x1jcldsqz8hyc67fs158a7
294770
294390
2026-05-14T00:29:17Z
N.imaema
22481
/* Telah diuji baca */
294770
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>{{gap}}Abis begitoe kadoewa-doewanja pegi mengadap di hadepan madjelis hakim. Toewan kadli minta bajaran emas kawin itoe dari pada Ala Eddin dari sebab Ala Eddin tiada maoe kasi talak isterinja. Maka Ala Eddin dateng mengadep dengan hormat laloe berdjabatan tangan pada kadli dan sembaring berdjabat tangannja itoe maka ia taro bebrapa oewang emas di dalem tangannja kadli, soeda itoe maka ia bermoehoen pada kadli aken di brihken tempo sepoeloe ari lamanja boewat bajar itoe emas kawin sebagimana telah di tentoewin di dalam oendang-oendang. Permoehoenan ini adil djoega djadi di kaboelkenlah adapoen di djandjiken poela bahoewa kaloe tempo itoe soeda liwat maka salah satoe misti di perboewatnja, ia itoe ia misti bajar oewang emas kawin sepoeloe riboe dinar emas atawa dia misti talak-in isterinja.
{{gap}}Ala Eddin kaloewar dari roemah pengadilan hakim, sasoedahnja berdjandji seperti bitjaranja toewan kadli. Maka sanget girang soeka atinja, ia beli roepa roepa santapan jang ledzat aken di bawanja poelang ka-roemah. Sampe di roemah, ia tjeritain isterinja apa jang telah soeda kedjadian. Zobaida poen girang djoega, serta katanja baik bersoeka soeka ati sadja di dalem tempo sepoeloe ari itoe djadi ia sedia sediaken barang makanan dan minoeman. Koetika hari malen maka sekalian barang makanan dan minoeman itoe di sediahkennja di atas medja laloe berdoedoek orang kadoewa laki isteri beromong omong sembaring makan persantapan itoe. Setelah abis makan, maka Ala Eddin minta isterinja aken menjanji dengan maen ketjapinja. Zobaida dengan sigrah djoega ambil tetaboewannja itoe laloe moelia bernjanji dengan soewara jang amat manis dan merdoe.
{{gap}}Sekoenjoeng koenjoeng, selagi orang laki isteri itoe enak bernjanji njanji maka kadengeran orang berketok pintoe keras. Ala Eddin lekas keloewar boeka pintoe maka di liatnja ampat orang derwisj bediri dengan kasian sekali. Ala Eddin tanja padanja apa jang di kahendaki olehnja, maka djawablah sa-orang derwisj: »Toewan, kita orang ini derwisj orang asing dari laen negri belon kenal ini kota, kita bermoehoen pada toewan kaloe bole aken bermalem di roemah toewan. Besok pagi hari kita orang hendak pegi lebi djaoe. Nistjaja toewan di berkatken Allah djikaloe permoehoenan kami ini di kaboelken oleh toewankoe,"
{{gap}}Djawabnja Ala Eddin: »Toenggoelah doeloe, kami ini misti tanja doeloe pada isteri kami, nanti lantas kami balik kombali." Lantas ia pegi ketemoe-in Zobaida aken kasi taoe padanja apa jang telah kedjadian sama ampat derwisj itoe. Zobaida tiada ada alangan maka ia bilang baik itoe ampat orang bole masoek.
{{gap}}Koetika orang itoe masoek maka di trima oleh Ala Eddin dengan manis. Katanja orang itoe: »Menoeroet adat biasa kami maka tiada bole<noinclude>{{rh||1442}}</noinclude>
ckvhk0y188nktz5pibup5paqpp8r5vd
294788
294770
2026-05-14T00:57:34Z
N.imaema
22481
294788
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>{{gap}}Abis begitoe kadoewa-doewanja pegi mengadap di hadepan madjelis hakim. Toewan kadli minta bajaran emas kawin itoe dari pada Ala Eddin dari sebab Ala Eddin tiada maoe kasi talak isterinja. Maka Ala Eddin dateng mengadep dengan hormat laloe berdjabatan tangan pada kadli dan sembaring berdjabat tangannja itoe maka ia taro bebrapa oewang emas di dalem tangannja kadli, soeda itoe maka ia bermoehoen pada kadli aken di brihken tempo sepoeloe ari lamanja boewat bajar itoe emas kawin sebagimana telah di tentoewin di dalam oendang-oendang. Permoehoenan ini adil djoega djadi di kaboelkenlah adapoen di djandjiken poela bahoewa kaloe tempo itoe soeda liwat maka salah satoe misti di perboewatnja, ia itoe ia misti bajar oewang emas kawin sepoeloe riboe dinar emas atawa dia misti talak-in isterinja.
{{gap}}Ala Eddin kaloewar dari roemah pengadilan hakim, sasoedahnja berdjandji seperti bitjaranja toewan kadli. Maka sanget girang soeka atinja, ia beli roepa roepa santapan jang ledzat aken di bawanja poelang ka-roemah. Sampe di roemah, ia tjeritain isterinja apa jang telah soeda kedjadian. Zobaida poen girang djoega, serta katanja baik bersoeka soeka ati sadja di dalem tempo sepoeloe ari itoe djadi ia sedia sediaken barang makanan dan minoeman. Koetika hari malen maka sekalian barang makanan dan minoeman itoe di sediahkennja di atas medja laloe berdoedoek orang kadoewa laki isteri beromong omong sembaring makan persantapan itoe. Setelah abis makan, maka Ala Eddin minta isterinja aken menjanji dengan maen ketjapinja. Zobaida dengan sigrah djoega ambil tetaboewannja itoe laloe moelia bernjanji dengan soewara jang amat manis dan merdoe.
{{gap}}Sekoenjoeng koenjoeng, selagi orang laki isteri itoe enak bernjanji njanji maka kadengeran orang berketok pintoe keras. Ala Eddin lekas keloewar boeka pintoe maka di liatnja ampat orang derwisj bediri dengan kasian sekali. Ala Eddin tanja padanja apa jang di kahendaki olehnja, maka djawablah sa-orang derwisj: »Toewan, kita orang ini derwisj orang asing dari laen negri belon kenal ini kota, kita bermoehoen pada toewan kaloe bole aken bermalem di roemah toewan. Besok pagi hari kita orang hendak pegi lebi djaoe. Nistjaja toewan di berkatken Allah djikaloe permoehoenan kami ini di kaboelken oleh toewankoe,”
{{gap}}Djawabnja Ala Eddin: »Toenggoelah doeloe, kami ini misti tanja doeloe pada isteri kami, nanti lantas kami balik kombali.” Lantas ia pegi ketemoe-in Zobaida aken kasi taoe padanja apa jang telah kedjadian sama ampat derwisj itoe. Zobaida tiada ada alangan maka ia bilang baik itoe ampat orang bole masoek.
{{gap}}Koetika orang itoe masoek maka di trima oleh Ala Eddin dengan manis. Katanja orang itoe: »Menoeroet adat biasa kami maka tiada bole<noinclude>{{rh||1442}}</noinclude>
jq4zju047w9lnjqsqfoy5ijkiouksb2
294805
294788
2026-05-14T01:25:47Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
294805
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>Abis begitoe kadoewa-doewanja pegi mengadap di hadepan madjelis hakim. Toewan kadli minta bajaran emas kawin itoe dari pada Ala Eddin dari sebab Ala Eddin tiada maoe kasi talak isterinja. Maka Ala Eddin dateng mengadep dengan hormat laloe berdjabatan tangan pada kadli dan sembaring berdjabat tangannja itoe maka ia taro bebrapa oewang emas di dalem tangannja kadli, soeda itoe maka ia bermoehoen pada kadli aken di brihken tempo sepoeloe ari lamanja boewat bajar itoe emas kawin sebagimana telah di tentoewin di dalam oendang-oendang. Permoehoenan ini adil djoega djadi di kaboelkenlah adapoen di djandjiken poela bahoewa kaloe tempo itoe soeda liwat maka salah satoe misti di perboewatnja, ia itoe ia misti bajar oewang emas kawin sepoeloe riboe dinar emas atawa dia misti talak-in isterinja.
Ala Eddin kaloewar dari roemah pengadilan hakim, sasoedahnja berdjandji seperti bitjaranja toewan kadli. Maka sanget girang soeka atinja, ia beli roepa roepa santapan jang ledzat aken di bawanja poelang ka-roemah. Sampe di roemah, ia tjeritain isterinja apa jang telah soeda kedjadian. Zobaida poen girang djoega, serta katanja baik bersoeka soeka ati sadja di dalem tempo sepoeloe ari itoe djadi ia sedia sediaken barang makanan dan minoeman. Koetika hari malen maka sekalian barang makanan dan minoeman itoe di sediahkennja di atas medja laloe berdoedoek orang kadoewa laki isteri beromong omong sembaring makan persantapan itoe. Setelah abis makan, maka Ala Eddin minta isterinja aken menjanji dengan maen ketjapinja. Zobaida dengan sigrah djoega ambil tetaboewannja itoe laloe moelia bernjanji dengan soewara jang amat manis dan merdoe.
Sekoenjoeng koenjoeng, selagi orang laki isteri itoe enak bernjanji njanji maka kadengeran orang berketok pintoe keras. Ala Eddin lekas keloewar boeka pintoe maka di liatnja ampat orang derwisj bediri dengan kasian sekali. Ala Eddin tanja padanja apa jang di kahendaki olehnja, maka djawablah sa-orang derwisj: »Toewan, kita orang ini derwisj orang asing dari laen negri belon kenal ini kota, kita bermoehoen pada toewan kaloe bole aken bermalem di roemah toewan. Besok pagi hari kita orang hendak pegi lebi djaoe. Nistjaja toewan di berkatken Allah djikaloe permoehoenan kami ini di kaboelken oleh toewankoe,”
Djawabnja Ala Eddin: »Toenggoelah doeloe, kami ini misti tanja doeloe pada isteri kami, nanti lantas kami balik kombali.” Lantas ia pegi ketemoe-in Zobaida aken kasi taoe padanja apa jang telah kedjadian sama ampat derwisj itoe. Zobaida tiada ada alangan maka ia bilang baik itoe ampat orang bole masoek.
Koetika orang itoe masoek maka di trima oleh Ala Eddin dengan manis. Katanja orang itoe: »Menoeroet adat biasa kami maka tiada bole<noinclude>{{rh||1442}}</noinclude>
6s7b15wfx6yonva0kj59tau2jvmf4d0
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/245
104
100721
294424
292367
2026-05-13T14:18:15Z
N.imaema
22481
/* Tervalidasi */
294424
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" /><center>1001 MALAM</center></noinclude>machloeknja, djadi djikaloe sanda di toeloengnja nistjaija tiadalah sanda oesah takoet soewatoe apa.”
Setelah Schemseddin soeda taoe tentoe bahoewa tetaplah ati anaknja aken pegi berniaga ka laen negri maka berkatalah ia pada anaknja: »Naik bagalmoe abis toeroet pada koe pegi ka pekan di mana orang djoewal binatang pemikolan.”
Ala Eddin toeroet seperti bitjara ajandanja. Apabila sampe di pekan, maka sa-orang toekang kalde Ķemal Eddin namanja berlompat dari atas blakang kaldenja teroes pegang dan tjioem blakang tangannja Schemseddin sambil berkata: »Demi Allah, lama soenggoelah toewankoe tiada berdjalan pegi berniaga” Schemseddin berdjawab:
»Satoe satoe masja atawa moesin poen ada orangnja tentoe jang poenja waktoe, seperti kami di itoe marja memang waktoe kami aken berniaga, adapoen sekarang ini maka anak kamilah jang poenja waktoe aken pegi berniaga.” Insja alla, biarlah ia di perlindoengken Alah;” berkata Kemal Eddin.
Hata maka Schemseddin lantas bikin soewatoe perdjandjian sama orang itoe, bahoewa ia bakalan djaga baik pada Ala Eddin seperti soewatoe bapa djaga anaknja selamanja perdjalanan berdagang itoe. Barang djadi di trima perdjandjian ini, maka Schemseddin serahken padanja seratoes dinar emas sambil berkata: »Ambil ini oewang boewat orang jang nanti toeroet padamoe anterin anakkoe.”
Setelah soedah maka Schemseddin beliken ampat poeloe kalde dan koeda bagal bersama-sama satoe klamboe boewat di gantoeng pada koeboernja Sheik Abdel Kader el Galane, abis ia berkata pada anaknja: »Ingat Ala Eddin, kapan akoe tiada ada maka ini Kemal Eddin lah jang djadi gantikoe, apa doega ia kataken misti engkau toeroet.
Kamoedian itoe marika poelang ka roema bersama-sama koeda bagal jang di beli tadi dengan boedjang moeda jang nanti toeroet. Besokan malemnja, maka Schemseddin soeroeh batja kor-an oleh iman dan ketib serta orang sedekah aken menjelamatin Scheikh Abd-el Kader el Gane.
Koetika hari terbit aken berangkat maka Schemseddin briken anaknja sepoeloe riboe oewang emas sambil berkata: »Kapan engkau sampe di Bagdad engkau bisa djoewal barang moe, baiklah djoewal, djikaloe tiada bisa, baiklah pake oewang jang akoe brihken ini pada moe.”
Soedah abis begitoe, maka anak dan bapa ambil selamat tinggal laloe berangkatlah kafilah ítoe. Beroentoeng marika itoe berdjalan meliwat padang balantara dengan tiada koerang apa-apa, abis marika itoe liwat kota Damsjak dan Aleppo laloe berdjalan menoedjoe kota Bagdad. Koetika sampe pada lembah Banon Kaleb maka Ala Eddin prentahken aken pasang heimath.
Kemal Eddin kasi ingat sama Ala Eddin bahoewa di tempat ini sanget<noinclude>{{rh||1414}}</noinclude>
movz9zt8io9wx4l4bp5lxjeg98o6ib5
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/247
104
100725
294370
281804
2026-05-13T13:46:33Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ ada lebih dari 5 kesalahan ejaan, tanda », dan tanda petik
294370
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>berbahaja sekali aken bermalem, serta di katakennja bahoewa sekarang masih ada tjoekoep tempo boewat dateng sanpe di Bagdad sabelonnja pintoe kota di toetoep.
,,Ingatlah," berkatah Kemal Eddin, Pintoe kota Bagdad di toetoep
saben malem apa bila matahari terbeuam, dan tinggal tertoetoep sampe pada waktoe matahari terbit baroelah di boeka, itoe semoewa di perboewat sademikian sebab pendoedoek kota Bagdad koewatirken djangan nanti orang djahat masoek."
Ala Eddin tiada djoega maoe toeroet bitjaranja Kemal Eddin, ia maoe
djoega keras aken tinggal bermalem di sitoe. Ala Eddin bilang bahoewa ia tinggalin negrinja boekan sadja boewat pegi berdagang baluja aken melist liat negri djoega. Kemal Eddin ingat-in poela padanja bahoewa besarlab bahaja djika kafilah itoe di terdjang rampok orang badoel, adapoen Ala Eddin menjacet dengen ati tinggi: Dengarlah, siapakah toewan di antara kita berdoea, engkaukah apa akoekah. Akoe maoe liat kota Bagdad di waktoe pagi hari mata hari terbit aken mengoendjoeken barang dagangankoe pada orang di dalem kota."
Kemal Eddin soeda tiada melawan bitjara lagi, tjoema ia berkata: ,,Bikin sadja seperti kehendakmoe, akoe soeda tegorin padamoe sebagimana akoe rasa baik, adapoen kaloe kamoedian djika soeda kasep engkau sediri rasai baikuja bitjarakoe djanganlah menjesal." Ala Eddin tiada ambil poesing bitjaranja Kemal Eddin, ia titahken sekalian koeda bagal misti di boeka dan barang di masoekin di dalem cheimat. Kira-kira tengah malem maka sa-orang pendjaga dapet liat dari djaoe roepa barang berkilat. Ia lantas kasi bangoen pada Ala Eddin dan ia inidengan sigra pegi kasi taoe pada Kemal Eddin serta di tanjanja apakah itoe jang berkilat. Kemal Eddin bangoen berdiri laloe memandang ka tempat dari mana sinar itoe kaliatan, srenta di liatnja betoel maka tiadalah salah jang berkilat itoe tiada laen melaenken sendjata pedang dan toembak jang teroenoes. Begal orang Badoei telah dateng. Tida sebrapa lama lagi maka sekalian kafilah itoepoen terkoeroeng oleh rampok jang menjerang dengan bertampik soerak. Kemal Eddin hendak melawan ken tetapi kapala begal lantas toembak padanja hingga ia mati betoel di pintoe cheimat. Sakkanja kafilah, ia itoe orang toekang djaga akon kasi minoem binatang djoega hendak melawan aken tetapi perljoema sadja, ia mati di boenoeh rampok lehernja kena ketabas.
Ala Eddin bahna kaget dan takoet, tinggal berdiam di podjokan cheimat djadi tiada kaliatan oleh rampok jang membinasaken sekalian orang jang bediri di hadepannja.
Setelah soedah maka barang semoewa di moewat lagi di koeda bagal abis dia orang pegi lari membawa sekalian barang itoe.<noinclude>{{rh||1415}}</noinclude>
h0hgpac7lmgoh3d0armqo7ptu1piley
294433
294370
2026-05-13T14:23:16Z
N.imaema
22481
294433
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>berbahaja sekali aken bermalem, serta di katakennja bahoewa sekarang masih ada tjoekoep tempo boewat dateng sanpe di Bagdad sabelonnja pintoe kota di toetoep.
,,Ingatlah," berkatah Kemal Eddin, Pintoe kota Bagdad di toetoep saben malem apa bila matahari terbeuam, dan tinggal tertoetoep sampe pada waktoe matahari terbit baroelah di boeka, itoe semoewa di perboewat sademikian sebab pendoedoek kota Bagdad koewatirken djangan nanti orang djahat masoek."
Ala Eddin tiada djoega maoe toeroet bitjaranja Kemal Eddin, ia maoe djoega keras aken tinggal bermalem di sitoe. Ala Eddin bilang bahoewa ia tinggalin negrinja boekan sadja boewat pegi berdagang baluja aken melist liat negri djoega. Kemal Eddin ingat-in poela padanja bahoewa besarlab bahaja djika kafilah itoe di terdjang rampok orang badoel, adapoen Ala Eddin menjacet dengen ati tinggi: Dengarlah, siapakah toewan di antara kita berdoea, engkaukah apa akoekah. Akoe maoe liat kota Bagdad di waktoe pagi hari mata hari terbit aken mengoendjoeken barang dagangankoe pada orang di dalem kota."
Kemal Eddin soeda tiada melawan bitjara lagi, tjoema ia berkata: ,,Bikin sadja seperti kehendakmoe, akoe soeda tegorin padamoe sebagimana akoe rasa baik, adapoen kaloe kamoedian djika soeda kasep engkau sediri rasai baikuja bitjarakoe djanganlah menjesal." Ala Eddin tiada ambil poesing bitjaranja Kemal Eddin, ia titahken sekalian koeda bagal misti di boeka dan barang di masoekin di dalem cheimat. Kira-kira tengah malem maka sa-orang pendjaga dapet liat dari djaoe roepa barang berkilat. Ia lantas kasi bangoen pada Ala Eddin dan ia inidengan sigra pegi kasi taoe pada Kemal Eddin serta di tanjanja apakah itoe jang berkilat. Kemal Eddin bangoen berdiri laloe memandang ka tempat dari mana sinar itoe kaliatan, srenta di liatnja betoel maka tiadalah salah jang berkilat itoe tiada laen melaenken sendjata pedang dan toembak jang teroenoes. Begal orang Badoei telah dateng. Tida sebrapa lama lagi maka sekalian kafilah itoepoen terkoeroeng oleh rampok jang menjerang dengan bertampik soerak. Kemal Eddin hendak melawan ken tetapi kapala begal lantas toembak padanja hingga ia mati betoel di pintoe cheimat. Sakkanja kafilah, ia itoe orang toekang djaga akon kasi minoem binatang djoega hendak melawan aken tetapi perljoema sadja, ia mati di boenoeh rampok lehernja kena ketabas.
Ala Eddin bahna kaget dan takoet, tinggal berdiam di podjokan cheimat djadi tiada kaliatan oleh rampok jang membinasaken sekalian orang jang bediri di hadepannja.
Setelah soedah maka barang semoewa di moewat lagi di koeda bagal abis dia orang pegi lari membawa sekalian barang itoe.<noinclude>{{rh||1415}}</noinclude>
dsrw7d8lry52xy9doldyvf9nczmjtqh
294439
294433
2026-05-13T14:25:33Z
N.imaema
22481
294439
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>berbahaja sekali aken bermalem, serta di katakennja bahoewa sekarang masih ada tjoekoep tempo boewat dateng sanpe di Bagdad sabelonnja pintoe kota di toetoep.
»Ingatlah," berkatah Kemal Eddin, »Pintoe kota Bagdad di toetoep saben malem apa bila matahari terbeuam, dan tinggal tertoetoep sampe pada waktoe matahari terbit baroelah di boeka, itoe semoewa di perboewat sademikian sebab pendoedoek kota Bagdad koewatirken djangan nanti orang djahat masoek."
Ala Eddin tiada djoega maoe toeroet bitjaranja Kemal Eddin, ia maoe djoega keras aken tinggal bermalem di sitoe. Ala Eddin bilang bahoewa ia tinggalin negrinja boekan sadja boewat pegi berdagang baluja aken melist liat negri djoega. Kemal Eddin ingat-in poela padanja bahoewa besarlab bahaja djika kafilah itoe di terdjang rampok orang badoel, adapoen Ala Eddin menjacet dengen ati tinggi: Dengarlah, siapakah toewan di antara kita berdoea, engkaukah apa akoekah. Akoe maoe liat kota Bagdad di waktoe pagi hari mata hari terbit aken mengoendjoeken barang dagangankoe pada orang di dalem kota."
Kemal Eddin soeda tiada melawan bitjara lagi, tjoema ia berkata: ,,Bikin sadja seperti kehendakmoe, akoe soeda tegorin padamoe sebagimana akoe rasa baik, adapoen kaloe kamoedian djika soeda kasep engkau sediri rasai baikuja bitjarakoe djanganlah menjesal." Ala Eddin tiada ambil poesing bitjaranja Kemal Eddin, ia titahken sekalian koeda bagal misti di boeka dan barang di masoekin di dalem cheimat. Kira-kira tengah malem maka sa-orang pendjaga dapet liat dari djaoe roepa barang berkilat. Ia lantas kasi bangoen pada Ala Eddin dan ia inidengan sigra pegi kasi taoe pada Kemal Eddin serta di tanjanja apakah itoe jang berkilat. Kemal Eddin bangoen berdiri laloe memandang ka tempat dari mana sinar itoe kaliatan, srenta di liatnja betoel maka tiadalah salah jang berkilat itoe tiada laen melaenken sendjata pedang dan toembak jang teroenoes. Begal orang Badoei telah dateng. Tida sebrapa lama lagi maka sekalian kafilah itoepoen terkoeroeng oleh rampok jang menjerang dengan bertampik soerak. Kemal Eddin hendak melawan ken tetapi kapala begal lantas toembak padanja hingga ia mati betoel di pintoe cheimat. Sakkanja kafilah, ia itoe orang toekang djaga akon kasi minoem binatang djoega hendak melawan aken tetapi perljoema sadja, ia mati di boenoeh rampok lehernja kena ketabas.
Ala Eddin bahna kaget dan takoet, tinggal berdiam di podjokan cheimat djadi tiada kaliatan oleh rampok jang membinasaken sekalian orang jang bediri di hadepannja.
Setelah soedah maka barang semoewa di moewat lagi di koeda bagal abis dia orang pegi lari membawa sekalian barang itoe.<noinclude>{{rh||1415}}</noinclude>
lhq9c20bj5l3d3l9qjyv17lqew6hdsf
294446
294439
2026-05-13T14:31:20Z
N.imaema
22481
294446
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>berbahaja sekali aken bermalem, serta di katakennja bahoewa sekarang masih ada tjoekoep tempo boewat dateng sanpe di Bagdad sabelonnja pintoe kota di toetoep.
»Ingatlah," berkatah Kemal Eddin, »Pintoe kota Bagdad di toetoep saben malem apa bila matahari terbeuam, dan tinggal tertoetoep sampe pada waktoe matahari terbit baroelah di boeka, itoe semoewa di perboewat sademikian sebab pendoedoek kota Bagdad koewatirken djangan nanti orang djahat masoek."
Ala Eddin tiada djoega maoe toeroet bitjaranja Kemal Eddin, ia maoe djoega keras aken tinggal bermalem di sitoe. Ala Eddin bilang bahoewa ia tinggalin negrinja boekan sadja boewat pegi berdagang baluja aken melist liat negri djoega. Kemal Eddin ingat-in poela padanja bahoewa besarlab bahaja djika kafilah itoe di terdjang rampok orang badoel, adapoen Ala Eddin menjacet dengen ati tinggi: »Dengarlah, siapakah toewan di antara kita berdoea, engkaukah apa akoekah. Akoe maoe liat kota Bagdad di waktoe pagi hari mata hari terbit aken mengoendjoeken barang dagangankoe pada orang di dalem kota."
Kemal Eddin soeda tiada melawan bitjara lagi, tjoema ia berkata: »Bikin sadja seperti kehendakmoe, akoe soeda tegorin padamoe sebagimana akoe rasa baik, adapoen kaloe kamoedian djika soeda kasep engkau sediri rasai baikuja bitjarakoe djanganlah menjesal." Ala Eddin tiada ambil poesing bitjaranja Kemal Eddin, ia titahken sekalian koeda bagal misti di boeka dan barang di masoekin di dalem cheimat.
Kira-kira tengah malem maka sa-orang pendjaga dapet liat dari djaoe roepa barang berkilat. Ia lantas kasi bangoen pada Ala Eddin dan ia ini dengan sigra pegi kasi taoe pada Kemal Eddin serta di tanjanja apakah itoe jang berkilat. Kemal Eddin bangoen berdiri laloe memandang ka tempat dari mana sinar itoe kaliatan, srenta di liatnja betoel maka tiadalah salah jang berkilat itoe tiada laen melaenken sendjata pedang dan toembak jang teroenoes. Begal orang Badoei telah dateng. Tida sebrapa lama lagi maka sekalian kafilah itoepoen terkoeroeng oleh rampok jang menjerang dengan bertampik soerak. Kemal Eddin hendak melawan : ken tetapi kapala begal lantas toembak padanja hingga ia mati betoel di pintoe cheimat. Sakkanja kafilah, ia itoe orang toekang djaga akon kasi minoem binatang djoega hendak melawan aken tetapi perljoema sadja, ia mati di boenoeh rampok lehernja kena ketabas.
Ala Eddin bahna kaget dan takoet, tinggal berdiam di podjokan cheimat djadi tiada kaliatan oleh rampok jang membinasaken sekalian orang jang bediri di hadepannja.
Setelah soedah maka barang semoewa di moewat lagi di koeda bagal abis dia orang pegi lari membawa sekalian barang itoe.<noinclude>{{rh||1415}}</noinclude>
ri7dblc3s9f9d2he13dq72nsun8ytc8
294447
294446
2026-05-13T14:31:30Z
N.imaema
22481
/* Telah diuji baca */
294447
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>berbahaja sekali aken bermalem, serta di katakennja bahoewa sekarang masih ada tjoekoep tempo boewat dateng sanpe di Bagdad sabelonnja pintoe kota di toetoep.
»Ingatlah," berkatah Kemal Eddin, »Pintoe kota Bagdad di toetoep saben malem apa bila matahari terbeuam, dan tinggal tertoetoep sampe pada waktoe matahari terbit baroelah di boeka, itoe semoewa di perboewat sademikian sebab pendoedoek kota Bagdad koewatirken djangan nanti orang djahat masoek."
Ala Eddin tiada djoega maoe toeroet bitjaranja Kemal Eddin, ia maoe djoega keras aken tinggal bermalem di sitoe. Ala Eddin bilang bahoewa ia tinggalin negrinja boekan sadja boewat pegi berdagang baluja aken melist liat negri djoega. Kemal Eddin ingat-in poela padanja bahoewa besarlab bahaja djika kafilah itoe di terdjang rampok orang badoel, adapoen Ala Eddin menjacet dengen ati tinggi: »Dengarlah, siapakah toewan di antara kita berdoea, engkaukah apa akoekah. Akoe maoe liat kota Bagdad di waktoe pagi hari mata hari terbit aken mengoendjoeken barang dagangankoe pada orang di dalem kota."
Kemal Eddin soeda tiada melawan bitjara lagi, tjoema ia berkata: »Bikin sadja seperti kehendakmoe, akoe soeda tegorin padamoe sebagimana akoe rasa baik, adapoen kaloe kamoedian djika soeda kasep engkau sediri rasai baikuja bitjarakoe djanganlah menjesal." Ala Eddin tiada ambil poesing bitjaranja Kemal Eddin, ia titahken sekalian koeda bagal misti di boeka dan barang di masoekin di dalem cheimat.
Kira-kira tengah malem maka sa-orang pendjaga dapet liat dari djaoe roepa barang berkilat. Ia lantas kasi bangoen pada Ala Eddin dan ia ini dengan sigra pegi kasi taoe pada Kemal Eddin serta di tanjanja apakah itoe jang berkilat. Kemal Eddin bangoen berdiri laloe memandang ka tempat dari mana sinar itoe kaliatan, srenta di liatnja betoel maka tiadalah salah jang berkilat itoe tiada laen melaenken sendjata pedang dan toembak jang teroenoes. Begal orang Badoei telah dateng. Tida sebrapa lama lagi maka sekalian kafilah itoepoen terkoeroeng oleh rampok jang menjerang dengan bertampik soerak. Kemal Eddin hendak melawan : ken tetapi kapala begal lantas toembak padanja hingga ia mati betoel di pintoe cheimat. Sakkanja kafilah, ia itoe orang toekang djaga akon kasi minoem binatang djoega hendak melawan aken tetapi perljoema sadja, ia mati di boenoeh rampok lehernja kena ketabas.
Ala Eddin bahna kaget dan takoet, tinggal berdiam di podjokan cheimat djadi tiada kaliatan oleh rampok jang membinasaken sekalian orang jang bediri di hadepannja.
Setelah soedah maka barang semoewa di moewat lagi di koeda bagal abis dia orang pegi lari membawa sekalian barang itoe.<noinclude>{{rh||1415}}</noinclude>
93pyws0q3kuxpho3extzu61n489dfd4
294764
294447
2026-05-14T00:11:41Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
294764
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>berbahaja sekali aken bermalem, serta di katakennja bahoewa sekarang masih ada tjoekoep tempo boewat dateng sanpe di Bagdad sabelonnja pintoe kota di toetoep.
»Ingatlah,” berkatah Kemal Eddin, »Pintoe kota Bagdad di toetoep saben malem apa bila matahari terbenam, dan tinggal tertoetoep sampe pada waktoe matahari terbit baroelah di boeka, itoe semoewa di perboewat sademikian sebab pendoedoek kota Bagdad koewatirken djangan nanti orang djahat masoek.”
Ala Eddin tiada djoega maoe toeroet bitjaranja Kemal Eddin, ia maoe djoega keras aken tinggal bermalem di sitoe. Ala Eddin bilang bahoewa ia tinggalin negrinja boekan sadja boewat pegi berdagang halnja aken melist liat negri djoega. Kemal Eddin ingat-in poela padanja bahoewa besarlahb bahaja djika kafilah itoe di terdjang rampok orang badoei, adapoen Ala Eddin menjaoet dengen ati tinggi: »Dengarlah, siapakah toewan di antara kita berdoea, engkaukah apa akoekah. Akoe maoe liat kota Bagdad di waktoe pagi hari mata hari terbit aken mengoendjoeken barang dagangankoe pada orang di dalem kota.”
Kemal Eddin soeda tiada melawan bitjara lagi, tjoema ia berkata: »Bikin sadja seperti kehendakmoe, akoe soeda tegorin padamoe sebagimana akoe rasa baik, adapoen kaloe kamoedian djika soeda kasep engkau sediri rasai baiknja bitjarakoe djanganlah menjesal.” Ala Eddin tiada ambil poesing bitjaranja Kemal Eddin, ia titahken sekalian koeda bagal misti di boeka dan barang di masoekin di dalem cheimat.
Kira-kira tengah malem maka sa-orang pendjaga dapet liat dari djaoe roepa barang berkilat. Ia lantas kasi bangoen pada Ala Eddin dan ia ini dengan sigra pegi kasi taoe pada Kemal Eddin serta di tanjanja apakah itoe jang berkilat. Kemal Eddin bangoen berdiri laloe memandang ka tempat dari mana sinar itoe kaliatan, srenta di liatnja betoel maka tiadalah salah jang berkilat itoe tiada laen melaenken sendjata pedang dan toembak jang teroenoes. Begal orang Badoei telah dateng. Tida sebrapa lama lagi maka sekalian kafilah itoepoen terkoeroeng oleh rampok jang menjerang dengan bertampik soerak. Kemal Eddin hendak melawan : ken tetapi kapala begal lantas toembak padanja hingga ia mati betoel di pintoe cheimat. Sakkanja kafilah, ia itoe orang toekang djaga akon kasi minoem binatang djoega hendak melawan aken tetapi perljoema sadja, ia mati di boenoeh rampok lehernja kena ketabas.
Ala Eddin bahna kaget dan takoet, tinggal berdiam di podjokan cheimat djadi tiada kaliatan oleh rampok jang membinasaken sekalian orang jang bediri di hadepannja.
Setelah soedah maka barang semoewa di moewat lagi di koeda bagal abis dia orang pegi lari membawa sekalian barang itoe.<noinclude>{{rh||1415}}</noinclude>
cvzo3n39g8w2v2w8djx6iqol4uhuysg
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/249
104
100727
294374
288908
2026-05-13T13:48:13Z
Thersetya2021
15831
294374
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>Koetika Ala Eddin moelai ingat kombali maka berkatalah ia dalem
diri: »Itoe rampok boleh balik kombali maka tentoe tiada akoe di kasianinja djikaloe dia orang dapetin padakoe.” Kerna itoe maka ia boeka pakejannja laloe diboewangnja diantara mait jang terletak di itoe tempat.
Ejlan, ia itoe kepala rampok jang menjerang tadi, bilang pada orangnja.
»Apakah itoe kafilah dateng dari Metsir hendak pigi ka Bagdad?”
Orangnja pada menjaoet: »bahoewa benarlah itoe dateng dari Metsir hendak pegi ka Bagdad.”
Laloe berkata poela Ejlan: »Kaloe begitoe baliklah engkau dengan sigrah ka tempat engkau menjerang tadi, sebab pada fikirkoe, orang jang ampoenja kafilah itoe tiada kena di boenoeh.”
Orang Badoei itoe lantas lariken poela koedanja balik ka tempat di
mana tadi marika itoe menjerang itoe kafilah laloe membinasa in poela apa jang di ketemoenja sampe dia orang ketemoe Ala Eddin sendiri. Dia ini ada semboeni di antara orang jang mati itoe. Setelah ia kedapetan oleh rampok maka marika itoe berkata »Engkau tadi melaga mati dari itoe sekarang kita orang dateng aken memboenoeh padamoe”
Sa orang badoei laloe hoenoes toembaknja hendak menikam. Setelah Ala
Eddin liat dirinja ada dalem bahaja maoet maka berseroehlah ia: »Toeloengkenlah hambanja, ja Toehan jang Maha moelija Abd-el-Gane.” Baroe ia berseroe seperti ini maka di liatnja satoe tangan menolak toembaknja orang Badoei itoe hingga kena di tikemnja lagi maitnja Kemal Eddin jang terletak di sebelahnja Ala Eddin.
Barang orang Badoei itoe dapet liat bahoewa ada qodrat koewasa jang
tiada kaliatan memperlindoengken pada Ala Eddin, maka dia orang djadi takoet teroes lari poelang kombali.
Ala Eddin bernanti sampe orang itoe soeda djaoe, maka baroelah
ia bangoen bediri teroes lariken dirinja.
Hata maka Aboe Naib sa-orang bedoei perampok jang sedang lari itoe berkata pada temen temennja: »Akoe dapet liat itoe seperti ada barang bergerak.”
Sa-orang perampok laloe balik kombali sama lariken koedanja maka
di liatnja Ala Eddin sedang lari sakoewat koewatnja. Si rampok itoe lantas berseroe: »Hei tiada goenah engkau berlari anggoeran serahken sadja dirimoe.” sambil berkata begitoe maka si rampok poekoel lagi koedanja soepaja berlari lebi kentjang.
Ala Eddin sembari lari dapet liat ada soemoer mati di ampirnja. Dia lantas masoek di sitoe sambil meminta doa: »Ja, Toehan jang moelija, jang melindoengken hamba dari pada bahaja, biar apalah kiranja Toehan toeloengken poela pada hamba, soepaja hamba tiada di dapeti moesoeh.” Samentara itoe maka<noinclude>{{rh||1416}}</noinclude>
ironf20wot6nq1yztakfvnpyemhq3v4
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/251
104
100736
294377
281808
2026-05-13T13:49:17Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ ada lebih dari 5 kesalahan tanda » dan tanda petik belakang
294377
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{rh||1001 MALAM}}
itoe Badoei toeroen dari koedanja mengadapin itoe soemoer. Ia tjaboet poela toembakuja aken menikam pada Als Eddin akeu tetapi tangannja orang itoe sekoenjoeng koenjoeng kona ka antock kala djengking hingga ia mendjerit-djerit kesakit-an. ,,O, teman, marilah dateng toeloengi kami ini kena di antoek kala djengking." Ia pegi dari itoe soemoer mati, dan teman temannja lantas dateng toeloeng kasi dia naik di atas koedauja abis di tanja padanja apa jang telah kedjadian. Koetika marika itoe dengar dia kena di antoek kaladjengking betoel di waktoe ia hoenoesken toembak aken Ala Eddin hendak di tikemnja, maka teman temau rampok Budoci itoe pada berkata: ,,Orang itoe ada terdjaga oleh orang aloes, sooda djangan kita ganggoo lagi padanja baik poelang sadja. Abis bitjara sademikian maka dia orang poelang kombali ketemoe-in loerahnja.
Sabermoela maka di tjeriteralken bahoewa Ala Eddin di dalem soemoer
mati itoe djato poeles ujenjak bebrapa djam lamanja, hingga ia bangoen mendoesin mata hari soeda terbit. Dia lantas ambil aer sambajang teroes bersambajang abis dia berdjalan menoedjoe kota Bagdad.
Oleh kerna orang rampok itoe soeda rampaskeu semoea barang-barang dan oewangaja sampe abis tiada ketinggalan satoe apa, hingga sorbannja poen di ambil oleh si rampok, maka roepanja Ala Eddin djadi sanget
doesoen. Di djalannan ia tiada makan. Koetika ia sampe di kota Bagdad
maka ia di gong-gongi andjing jang ada di djalan-djalanan ampir tida bisa ia melepaskan dirinja dari penggoda andjing-andjing ini.
Achir achiraja ia sampe ka dalem kota. Dia berdjalan meliwati doewa
djalanan sampe pada soewaktoe mesigit. Di sini ia masoek memboewang tjapé.
Sasoedanja ia doedoek berdiam di sitoe bebrapa sa-at lamanja, maka
di liatnja dari djaoe ada dɔewa orang dateng roepanja hendak masoek
djoega ka dalem ini mesigit tempat Ala Eddin berdoedoek.
Maka di liatuja orang itoe doewa orang soedagar jang satoe soeda toewa dan jang lain roepanja masih moeda.
Koetika orang doewa itoe sampe di ampirnja, maka Ala Eddin dengar orang moeda itoe berkata pada jang toewa: ,,Mamak, djanganlah sampe
ati, brihkeulah kombali pada saija anakmoe itoe!"
Djawabnja orang toewa itoe: ,,Soeda brapa kali kami kataken pada-moe, tiada bisa akoe serahken lagi anakkoe ini padamoe; boekan kah engkau soeda brihken padanja talak tiga sama sekali?" Orang toewa ini kebetoelan dapet liat sama Ala Eddin maka heranlah ia djedjaka begitoe bagoes roepanja, ianja lantas brih salam pada Ala Eddin dengan manis bahasa.
Sasoedanja Ala Eddin bales salam itoe, maka bertanja orang toewa dianja itoe siapa. Djawabnja: ,,saija uama Ala Eddin anakuja Schemseddin kepala soedagar dari Kairo." Abis ia tjeritaken segala hal ichwalnja di {{hws|dja|djalan}}<noinclude>{{rh||1417}}</noinclude>
5z6ez4mxmrnb3t21pascgkoa65ucx8x
294463
294377
2026-05-13T14:50:25Z
N.imaema
22481
/* Telah diuji baca */
294463
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>itoe Badoei toeroen dari koedanja mengadapin itoe soemoer. Ia tjaboet poela toembakuja aken menikam pada Als Eddin akeu tetapi tangannja orang itoe sekoenjoeng koenjoeng kona ka antock kala djengking hingga ia mendjerit-djerit kesakit-an. »O, teman, marilah dateng toeloengi kami ini kena di antoek kala djengking." Ia pegi dari itoe soemoer mati, dan teman temannja lantas dateng toeloeng kasi dia naik di atas koedauja abis di tanja padanja apa jang telah kedjadian. Koetika marika itoe dengar dia kena di antoek kaladjengking betoel di waktoe ia hoenoesken toembak aken Ala Eddin hendak di tikemnja, maka teman temau rampok Budoci itoe pada berkata: »Orang itoe ada terdjaga oleh orang aloes, sooda djangan kita ganggoo lagi padanja baik poelang sadja. Abis bitjara sademikian maka dia orang poelang kombali ketemoe-in loerahnja.
Sabermoela maka di tjeriteralken bahoewa Ala Eddin di dalem soemoer mati itoe djato poeles ujenjak bebrapa djam lamanja, hingga ia bangoen mendoesin mata hari soeda terbit. Dia lantas ambil aer sambajang teroes bersambajang abis dia berdjalan menoedjoe kota Bagdad.
Oleh kerna orang rampok itoe soeda rampaskeu semoea barang-barang dan oewangaja sampe abis tiada ketinggalan satoe apa, hingga sorbannja poen di ambil oleh si rampok, maka roepanja Ala Eddin djadi sanget doesoen. Di djalannan ia tiada makan. Koetika ia sampe di kota Bagdad
maka ia di gong-gongi andjing jang ada di djalan-djalanan ampir tida bisa ia melepaskan dirinja dari penggoda andjing-andjing ini.
Achir achiraja ia sampe ka dalem kota. Dia berdjalan meliwati doewa djalanan sampe pada soewaktoe mesigit. Di sini ia masoek memboewang tjapé.
Sasoedanja ia doedoek berdiam di sitoe bebrapa sa-at lamanja, maka di liatnja dari djaoe ada dɔewa orang dateng roepanja hendak masoek
djoega ka dalem ini mesigit tempat Ala Eddin berdoedoek.
Maka di liatuja orang itoe doewa orang soedagar jang satoe soeda toewa dan jang lain roepanja masih moeda.
Koetika orang doewa itoe sampe di ampirnja, maka Ala Eddin dengar orang moeda itoe berkata pada jang toewa: »Mamak, djanganlah sampe
ati, brihkeulah kombali pada saija anakmoe itoe!"
Djawabnja orang toewa itoe: »Soeda brapa kali kami kataken pada-moe, tiada bisa akoe serahken lagi anakkoe ini padamoe; boekan kah engkau soeda brihken padanja talak tiga sama sekali?" Orang toewa ini kebetoelan dapet liat sama Ala Eddin maka heranlah ia djedjaka begitoe bagoes roepanja, ianja lantas brih salam pada Ala Eddin dengan manis bahasa.
Sasoedanja Ala Eddin bales salam itoe, maka bertanja orang toewa dianja itoe siapa. Djawabnja: »saija uama Ala Eddin anakuja Schemseddin kepala soedagar dari Kairo." Abis ia tjeritaken segala hal ichwalnja di {{hws|dja|djalan}}<noinclude>{{rh||1417}}</noinclude>
s43zin99964adbwzbl1i1kn8297wmrg
294780
294463
2026-05-14T00:49:39Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
294780
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" />{{rh||1001 MALAM}}</noinclude>itoe Badoei toeroen dari koedanja mengadapin itoe soemoer. Ia tjaboet poela toembaknja aken menikam pada Ala Eddin aken tetapi tangannja orang itoe sekoenjoeng koenjoeng kena ka antoek kala djengking hingga ia mendjerit-djerit kesakit-an. »O, teman, marilah dateng toeloengi kami ini kena di antoek kala djengking.” Ia pegi dari itoe soemoer mati, dan teman temannja lantas dateng toeloeng kasi dia naik di atas koedanja abis di tanja padanja apa jang telah kedjadian. Koetika marika itoe dengar dia kena di antoek kaladjengking betoel di waktoe ia hoenoesken toembak aken Ala Eddin hendak di tikemnja, maka teman temau rampok Budoci itoe pada berkata: »Orang itoe ada terdjaga oleh orang aloes, soeda djangan kita ganggoe lagi padanja baik poelang sadja. Abis bitjara sademikian maka dia orang poelang kombali ketemoe-in loerahnja.
Sabermoela maka di tjeriterahken bahoewa Ala Eddin di dalem soemoer mati itoe djato poeles njenjak bebrapa djam lamanja, hingga ia bangoen mendoesin mata hari soeda terbit. Dia lantas ambil aer sambajang teroes bersambajang abis dia berdjalan menoedjoe kota Bagdad.
Oleh kerna orang rampok itoe soeda rampasken semoea barang-barang dan oewangnja sampe abis tiada ketinggalan satoe apa, hingga sorbannja poen di ambil oleh si rampok, maka roepanja Ala Eddin djadi sanget doesoen. Di djalannan ia tiada makan. Koetika ia sampe di kota Bagdad maka ia di gong-gongi andjing jang ada di djalan-djalanan ampir tida bisa ia melepaskan dirinja dari penggoda andjing-andjing ini.
Achir achirnja ia sampe ka dalem kota. Dia berdjalan meliwati doewa djalanan sampe pada soewaktoe mesigit. Di sini ia masoek memboewang tjapé.
Sasoedanja ia doedoek berdiam di sitoe bebrapa sa-at lamanja, maka di liatnja dari djaoe ada doewa orang dateng roepanja hendak masoek
djoega ka dalem ini mesigit tempat Ala Eddin berdoedoek.
Maka di liatnja orang itoe doewa orang soedagar jang satoe soeda toewa dan jang lain roepanja masih moeda.
Koetika orang doewa itoe sampe di ampirnja, maka Ala Eddin dengar orang moeda itoe berkata pada jang toewa: »Mamak, djanganlah sampe
ati, brihkeulah kombali pada saija anakmoe itoe!”
Djawabnja orang toewa itoe: »Soeda brapa kali kami kataken padamoe, tiada bisa akoe serahken lagi anakkoe ini padamoe; boekan kah engkau soeda brihken padanja talak tiga sama sekali?” Orang toewa ini kebetoelan dapet liat sama Ala Eddin maka heranlah ia djedjaka begitoe bagoes roepanja, ianja lantas brih salam pada Ala Eddin dengan manis bahasa.
Sasoedanja Ala Eddin bales salam itoe, maka bertanja orang toewa dianja itoe siapa. Djawabnja: »saija uama Ala Eddin anakuja Schemseddin kepala soedagar dari Kairo.” Abis ia tjeritaken segala hal ichwalnja di {{hws|dja|djalan}}<noinclude>{{rh||1417}}</noinclude>
kjihn2hc213fhl5ptswrze89y99czmq
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/253
104
100741
294379
281812
2026-05-13T13:50:56Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ ada lebih dari 5 kesalahan ejaan, tanda », dan tanda petik belakang
294379
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>{{hwe|lan|djalan}} serta di katakennja poela balioewa ia sampe di Bagdad ini dengan tiada taoe kamana aken pegi miuta toempangan kerna itoe ianja masoek kadalem ini mesigit kaloe-kaloe dia dapet bermalem di sini.
Barang abis ia bitjara begitoe maka berkatalah orang toewa itoe: ,,Sandenja akoe brikken padamoe pakejan baroe anlengkepnja jang berharga seriboe dinar emas, dengan akoe brihken poela padamoe satoe kantong oewang terisi seriboe dinar emas bersama satoe koeda bagal, apakah engkau nanti bilang?"
Maka bertanja Ala Eddin: ,,Orang tiada membrihken barang dan oewang sakeijan banjakaja pada sa-orang jang tiada di kenaluja kapan orang itoe tiada ada maoenja, maka apakah jang di kahendaki toewan dari
pada saija."
Djawab orang toewa: ,,Engkau liat ini anak moeda, ia toelah anak soedarakoe. Maka akoe berpoenja sa-orang anak perampoewan jang sanget koe tjinta, Zobaida namanja, orangnja elok dan tjantik sekali, maka lain dari itoe ia sa-orang pandé menjanji dan mematik dindi. Zobaida itoelah akoe kasi di nika-in oleh kaponakankoe sebab ia ini sanget keras birahinja pada anakkoe, adapoen anakkoe tiada soeka padanja. Bahna kaponakankoe tiada enak ati jang isterinja tiada begitoe soeka padanja maka lantas ia djadi marah teroes di bribnja talak tiga sama sekali laloe di tenggalkennja. Maka sekarang dia minta maoe ambil kombali isterinja, dia minta sebole bole pada akoe. Aken tetapi akoe bilang tida bisa sebab kaloe ia maoe ambil kombali lagi isterinja maka misti ada moestabil daoeloe (selo) sasoedanja soewami moestabil ini padanja, maka baroelah bole di ambil kombali oleh soewami jang bertalak tiga, itoelah adat nabi. Hata maka akoe sanggoepin aken tjari sa-orang orang boewat djadi moestabil soepaja bole menoeloeng kaponakan koe. Sekarang akoe kebetoelan ketemoe padamoe, maka baiklah engkau toeroet pada kami berdoewa pegi pada toewan kadli aken bernika sama anakkoe, abis nikah maka isterimoe bakalan tinggal sa-ari di ampirmoe, ada-poen pada kaesokan harinja engkau misti talak lagi padanja. Djikaloe engkau toeroet sebagimana bitjarakos ini, nistjaija akoe kaboelken djandjikoe jang tadi
Ala Eddin toeroet seperti djandji ini maka pergilah ia bersama sama ka hadepan kadli. Sampe di sini maka berkata orang toewa itoe pada kadli: ,,Kami hendak briken kami poenja anak perampoean djadi isterinja anak moeda ini, adapoen kami djandjiken besok pagi ianja misti talak poela isterinja jang baroe ini, soepaja bole perampoewan itoe balik kombali katempat soewaminja jang doeloe. Djikaloe ianja tiada toeroet sebagimana djandjikoe, maka hendaklah ia brihken pada isterinja emas kawin sepoeloe riboe dinar emas banjaknja. Oleh kerna ia tentoe tiada sanggoep aken bajar emas kawin<noinclude>{{rh||1418}}</noinclude>
7zlxpxqzdnwp598zl8wdkpylf9xy4st
294469
294379
2026-05-13T14:56:19Z
N.imaema
22481
/* Telah diuji baca */
294469
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>{{hwe|lan|djalan}} serta di katakennja poela balioewa ia sampe di Bagdad ini dengan tiada taoe kamana aken pegi miuta toempangan kerna itoe ianja masoek kadalem ini mesigit kaloe-kaloe dia dapet bermalem di sini.
Barang abis ia bitjara begitoe maka berkatalah orang toewa itoe: »Sandenja akoe brikken padamoe pakejan baroe anlengkepnja jang berharga seriboe dinar emas, dengan akoe brihken poela padamoe satoe kantong oewang terisi seriboe dinar emas bersama satoe koeda bagal, apakah engkau nanti bilang?"
Maka bertanja Ala Eddin: »Orang tiada membrihken barang dan oewang sakeijan banjakaja pada sa-orang jang tiada di kenaluja kapan orang itoe tiada ada maoenja, maka apakah jang di kahendaki toewan dari pada saija."
Djawab orang toewa: »Engkau liat ini anak moeda, ia toelah anak soedarakoe. Maka akoe berpoenja sa-orang anak perampoewan jang sanget koe tjinta, Zobaida namanja, orangnja elok dan tjantik sekali, maka lain dari itoe ia sa-orang pandé menjanji dan mematik dindi. Zobaida itoelah akoe kasi di nika-in oleh kaponakankoe sebab ia ini sanget keras birahinja pada anakkoe, adapoen anakkoe tiada soeka padanja. Bahna kaponakankoe tiada enak ati jang isterinja tiada begitoe soeka padanja maka lantas ia djadi marah teroes di brihnja talak tiga sama sekali laloe di tenggalkennja. Maka sekarang dia minta maoe ambil kombali isterinja, dia minta sebole bole pada akoe. Aken tetapi akoe bilang tida bisa sebab kaloe ia maoe ambil kombali lagi isterinja maka misti ada moestabil daoeloe (selo) sasoedanja soewami moestabil ini padanja, maka baroelah bole di ambil kombali oleh soewami jang bertalak tiga, itoelah adat nabi. Hata maka akoe sanggoepin aken tjari sa-orang orang boewat djadi moestabil soepaja bole menoeloeng kaponakan koe. Sekarang akoe kebetoelan ketemoe padamoe, maka baiklah engkau toeroet pada kami berdoewa pegi pada toewan kadli aken bernika sama anakkoe, abis nikah maka isterimoe bakalan tinggal sa-ari di ampirmoe, ada-poen pada kaesokan harinja engkau misti talak lagi padanja. Djikaloe engkau toeroet sebagimana bitjarakos ini, nistjaija akoe kaboelken djandjikoe jang tadi
Ala Eddin toeroet seperti djandji ini maka pergilah ia bersama sama ka hadepan kadli. Sampe di sini maka berkata orang toewa itoe pada kadli: »Kami hendak briken kami poenja anak perampoean djadi isterinja anak moeda ini, adapoen kami djandjiken besok pagi ianja misti talak poela isterinja jang baroe ini, soepaja bole perampoewan itoe balik kombali katempat soewaminja jang doeloe. Djikaloe ianja tiada toeroet sebagimana djandjikoe, maka hendaklah ia brihken pada isterinja emas kawin sepoeloe riboe dinar emas banjaknja. Oleh kerna ia tentoe tiada sanggoep aken bajar emas kawin<noinclude>{{rh||1418}}</noinclude>
j82a85nifj0zm7vp9on7547ncufxvu7
294787
294469
2026-05-14T00:56:39Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
294787
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>{{hwe|lan|djalan}} serta di katakennja poela bahoewa ia sampe di Bagdad ini dengan tiada taoe kamana aken pegi miuta toempangan kerna itoe ianja masoek kadalem ini mesigit kaloe-kaloe dia dapet bermalem di sini.
Barang abis ia bitjara begitoe maka berkatalah orang toewa itoe: »Sandenja akoe brihken padamoe pakejan baroe salengkepnja jang berharga seriboe dinar emas, dengan akoe brihken poela padamoe satoe kantong oewang terisi seriboe dinar emas bersama satoe koeda bagal, apakah engkau nanti bilang?”
Maka bertanja Ala Eddin: »Orang tiada membrihken barang dan oewang sakeijan banjaknja pada sa-orang jang tiada di kenalnja kapan orang itoe tiada ada maoenja, maka apakah jang di kahendaki toewan dari pada saija.”
Djawab orang toewa: »Engkau liat ini anak moeda, ia toelah anak soedarakoe. Maka akoe berpoenja sa-orang anak perampoewan jang sanget koe tjinta, Zobaida namanja, orangnja elok dan tjantik sekali, maka lain dari itoe ia sa-orang pandé menjanji dan mematik dindi. Zobaida itoelah akoe kasi di nika-in oleh kaponakankoe sebab ia ini sanget keras birahinja pada anakkoe, adapoen anakkoe tiada soeka padanja. Bahna kaponakankoe tiada enak ati jang isterinja tiada begitoe soeka padanja maka lantas ia djadi marah teroes di brihnja talak tiga sama sekali laloe di tenggalkennja. Maka sekarang dia minta maoe ambil kombali isterinja, dia minta sebole bole pada akoe. Aken tetapi akoe bilang tida bisa sebab kaloe ia maoe ambil kombali lagi isterinja maka misti ada moestabil daoeloe (selo) sasoedanja soewami moestabil ini padanja, maka baroelah bole di ambil kombali oleh soewami jang bertalak tiga, itoelah adat nabi. Hata maka akoe sanggoepin aken tjari sa-orang orang boewat djadi moestabil soepaja bole menoeloeng kaponakan koe. Sekarang akoe kebetoelan ketemoe padamoe, maka baiklah engkau toeroet pada kami berdoewa pegi pada toewan kadli aken bernika sama anakkoe, abis nikah maka isterimoe bakalan tinggal sa-ari di ampirmoe, ada-poen pada kaesokan harinja engkau misti talak lagi padanja. Djikaloe engkau toeroet sebagimana bitjarakoe ini, nistjaija akoe kaboelken djandjikoe jang tadi
Ala Eddin toeroet seperti djandji ini maka pergilah ia bersama sama ka hadepan kadli. Sampe di sini maka berkata orang toewa itoe pada kadli: »Kami hendak briken kami poenja anak perampoean djadi isterinja anak moeda ini, adapoen kami djandjiken besok pagi ianja misti talak poela isterinja jang baroe ini, soepaja bole perampoewan itoe balik kombali katempat soewaminja jang doeloe. Djikaloe ianja tiada toeroet sebagimana djandjikoe, maka hendaklah ia brihken pada isterinja emas kawin sepoeloe riboe dinar emas banjaknja. Oleh kerna ia tentoe tiada sanggoep aken bajar emas kawin<noinclude>{{rh||1418}}</noinclude>
t0bwmaczexy4r85hxhjv784zhhvnnsn
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/279
104
100742
294425
292407
2026-05-13T14:18:38Z
N.imaema
22481
/* Tervalidasi */
294425
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" />{{rh||1001 MALAM||}}</noinclude>{{hwe|soek|masoek}} maka di liatnja dia poenja mantoe soeda tempati kadoedoekan jang biasa di doedoeki kepala soedagar serta lagi mantoenja berpake pakejan kahormatan. Djadi mertoewanja Ala Eddin itoe bermoehoen menanja pada toewan Kalief, apakah artinja Ala Eddin tempati tempat doedoeknja kepala soedagar.
Djawabnja Kalief : „Baroesan ini kami telah angkat Ala Eddin djadi kepala soedagar. Sebab pangkat itoe tiada di brihken boewat sa-oemoer idoep kapada sa-orang penggawei, maka sekarang kami fikir baik engkau di lepas dari pada pangkatmoe!”
Katanja orang toewa jang soeda beroeban itoe: „Sjoekoer, benarlah dan adil perboewatan doeli sjah alam. Kahormatan jang telah di peroleh hambanja poenja mantoe tentoe djato djoega di atas badan hambanja. Pilihan doeli jang di pertoewan telah di oendjoeki oleh jang Maha Koewasa. Biar bagimana hina poen, djikaloe di kahendaki jang Maha Moelia maka ia itoelah berpangkat tinggi. Brapa kali telah kedjadian bahoewa orang jang kemaren di hinaken, dapet di hormati pada ka esokannja!”
Kalief memang soeroeh bikin firman sendirian aken pembrihan pangkatnja Ala Eddin, maka di titahken sekarang olehnja aken maloemken firman itoe di koeliling negri oleh hakim. Maka hakim ini serabken firman jang aken di maloemken itoe kapada orang pengawe jang ketjilan. Ini pengawe moelai berseroe di madjelis divan masjawarat baboewa sekarang ini Ala Eddin Aboe chamat soedah di angkat djadi kapala soedagar di Bagdad dan siapa djoega wadjib dengar dan kenal serta hormati padanja sebagimana patoet menoeroet pangkatnja. Di waktoe malem koetika abis bermasjawarat maka kepala hakim berdjalan koeliling dengan di doeloei oleh toekang poekoel bende dan di iring oleh bebrapa orang. Di mana podjok-podjokan djalan toekang poekoel bende itoe berseroe aken kasi taoe titah radja bahoewa toewan Kalief telah angkat Ala Eddin Aboechamat djadi kepala soedagar di Bagdad maka dari ini waktoe barang siapa djoega wadjib akoeken dia dan hormati dianja itoe sebagimana patoet menoeroet pangkatnja. Pada ka esokan hari maka Ala Eddin boeka satoe toko besar dan sa-orang boedaknja di djadiken toekang djaga toko itoe. Ia sendiri tjoema misti toeroet berhadlir di madjelis masjawarat besar.
Sekali prestiwa pada soewatoe hari, kabetoelan di waktoe ia pegi ka madjelis masjawarat maka dateng sa-orang pengawe astana kasi taoe pada radja bahoewa sa-orang kepala bitjara karadja-an telah mati mendadak. Toewan Kalief lantas soeroeh Ala Eddin dateng menghadap abis di soeroeh dia itoe pake kaftan serta di brihkennja pangkat itoe jang baroe terboeka sebab kamatiannja penggawe itoe. Blandjanja satoe boelan seriboe dinar emas banjaknja. Ala Eddin semangkin naik pangkat dan semangkin di soekai oleh Kalief. Pada soewatoe hari sedang Ala Eddin ada di madjelis {{hws|masja|masjawarat}}<noinclude>{{rh||1431||}}</noinclude>
o5hiwb3inwfpo8o3txo6jjroa6ivef7
294449
294425
2026-05-13T14:35:26Z
N.imaema
22481
294449
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" />{{rh||1001 MALAM||}}</noinclude>{{hwe|soek|masoek}} maka di liatnja dia poenja mantoe soeda tempati kadoedoekan jang biasa di doedoeki kepala soedagar serta lagi mantoenja berpake pakejan kahormatan. Djadi mertoewanja Ala Eddin itoe bermoehoen menanja pada toewan Kalief, apakah artinja Ala Eddin tempati tempat doedoeknja kepala soedagar.
Djawabnja Kalief : »Baroesan ini kami telah angkat Ala Eddin djadi kepala soedagar. Sebab pangkat itoe tiada di brihken boewat sa-oemoer idoep kapada sa-orang penggawei, maka sekarang kami fikir baik engkau di lepas dari pada pangkatmoe!”
Katanja orang toewa jang soeda beroeban itoe: »Sjoekoer, benarlah dan adil perboewatan doeli sjah alam. Kahormatan jang telah di peroleh hambanja poenja mantoe tentoe djato djoega di atas badan hambanja. Pilihan doeli jang di pertoewan telah di oendjoeki oleh jang Maha Koewasa. Biar bagimana hina poen, djikaloe di kahendaki jang Maha Moelia maka ia itoelah berpangkat tinggi. Brapa kali telah kedjadian bahoewa orang jang kemaren di hinaken, dapet di hormati pada ka esokannja!”
Kalief memang soeroeh bikin firman sendirian aken pembrihan pangkatnja Ala Eddin, maka di titahken sekarang olehnja aken maloemken firman itoe di koeliling negri oleh hakim. Maka hakim ini serabken firman jang aken di maloemken itoe kapada orang pengawe jang ketjilan. Ini pengawe moelai berseroe di madjelis divan masjawarat baboewa sekarang ini Ala Eddin Aboe chamat soedah di angkat djadi kapala soedagar di Bagdad dan siapa djoega wadjib dengar dan kenal serta hormati padanja sebagimana patoet menoeroet pangkatnja. Di waktoe malem koetika abis bermasjawarat maka kepala hakim berdjalan koeliling dengan di doeloei oleh toekang poekoel bende dan di iring oleh bebrapa orang. Di mana podjok-podjokan djalan toekang poekoel bende itoe berseroe aken kasi taoe titah radja bahoewa toewan Kalief telah angkat Ala Eddin Aboechamat djadi kepala soedagar di Bagdad maka dari ini waktoe barang siapa djoega wadjib akoeken dia dan hormati dianja itoe sebagimana patoet menoeroet pangkatnja. Pada ka esokan hari maka Ala Eddin boeka satoe toko besar dan sa-orang boedaknja di djadiken toekang djaga toko itoe. Ia sendiri tjoema misti toeroet berhadlir di madjelis masjawarat besar.
Sekali prestiwa pada soewatoe hari, kabetoelan di waktoe ia pegi ka madjelis masjawarat maka dateng sa-orang pengawe astana kasi taoe pada radja bahoewa sa-orang kepala bitjara karadja-an telah mati mendadak. Toewan Kalief lantas soeroeh Ala Eddin dateng menghadap abis di soeroeh dia itoe pake kaftan serta di brihkennja pangkat itoe jang baroe terboeka sebab kamatiannja penggawe itoe. Blandjanja satoe boelan seriboe dinar emas banjaknja. Ala Eddin semangkin naik pangkat dan semangkin di soekai oleh Kalief. Pada soewatoe hari sedang Ala Eddin ada di madjelis {{hws|masja|masjawarat}}<noinclude>{{rh||1431||}}</noinclude>
t95pgjplz0ffci99t4cfqo6xxoqqjfi
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/255
104
100746
294380
281814
2026-05-13T13:52:02Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ ada lebih dari 5 kesalahan ejaan, tanda », dan tanda petik belakang
294380
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>itoe maka kepaksalah ia menjampeken djandjinja dan akoe nanti brihken
padanja pakejan salengkapnja dari seriboe dinar emas dengan oewang contant seriboe dinar emas bersama-sama satoe koeda bagal.
Dari sebab kadoewa filak soeda bersatoe hatilah atas hal djandji, maka kaldi itoe nikahken Ala Eddin dan di brihkennja soerat nikah. Setelah soeda maka orang toews itoe bawa mantoenja poelang laloe di brihkennja pakejan, oewang dan koeda bagal sa-ekor seperti di djandjikennja.
Abis orang toewa pegi ketemoe-in anaknja aken kasi taoe padanja segala hal jang telah kedjadian, aken tetapi ia dapet-in anaknja itoe lagi tidoer dan di toenggoenja sampe anak itoe bangoen. Koetika anak itoe soeda bangoen, maka ajandanja oendjoekin padanja soerat nikah itoe sambil berkata bahoewa ia soeda di nikahken kapada sa-orang anak moeda jang tjakep Ala Eddin Aboechamat namanja, serta di kasi ingat djoega pada anak itoe bahoewa ia baroes trima soewaminja itoe deogan segala baik. Setelah soeda maka orang toewa itoe pegi kaloewar sedang Ala Eddin bole masoek ketemoe-in isterinja.
Hata maka soewaminja anak itoe jang lebi doeloe dari Ala Eddin koewatir sanget kaloe bekas isterinja dapet ketemoe sama Ala Eddin, sa-orang jang jakep, djangan djangan djadilah Zobaida loepahken soenggoe pada soewaminja jang doeloean, oleh kerna itoe, maka ia panggil iboe pengasohnja jang sering dateng ketemoe in Zobaida. Maka katanja pada perampoewan itoe: ,,Emak, kaloe Zobaida dapet ketemoe sama anak moeda jang djadi moestabil itoe, sa orang tjakep soenggoe, maka tentoe Zobaida nanti loepa-in pada akoe. Dari itoe baiklah emak tikirin akal aken bikin djangan sampe orang berdoewa itoe dapet ketemoe satoe sama lain."
Djawab perampoewan toewa: ,,Baiklah akoe nanti akal-in soepaja orang doewa itoe tiada dapet bertemoe-an, malahan takoet masing masing aken liat satoe sama lain."
Soeda begitoe maka perampoewan itoe pegi ketemoe-in Ala Eddin serta katanja:
,,Anak, baiklah kami kasi ingat padamoe, sabole-bole djangan engkau
katemoein atawa berdekatan sama isterimoe, baik engkau tinggal djaoeh dari padanja."
Katanja Ala Eddin: ,,Mengapa begitoe?"<br>
Djawab perampoewan itoe: ,,Isterimoe itoe sa-orang jang ada penjakit kadal andjing dan kami koewatir djangan engkau sampe kena di djangkitken,"
,,O, kaloe begitoe adanja tiada akoe nanti hendak dekat orang itoe."<br> Dari Ala Eddin maka orang perampoewan toewa itoe pegi ketemoe Zobaida Kapada Zobnida, di adjarken djoega sebagimana ia ajarin pada Ala Eddin hingga Zobaida berkata: ,,Kaloe begitoe akoe tiada maoe {{hws|kete|ketemoe-in}}<noinclude>{{rh||1419}}</noinclude>
tkkmsk13v3sirst62urq7epq6xk6kat
294760
294380
2026-05-14T00:04:43Z
N.imaema
22481
/* Telah diuji baca */
294760
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>itoe maka kepaksalah ia menjampeken djandjinja dan akoe nanti brihken padanja pakejan salengkapnja dari seriboe dinar emas dengan oewang contant seriboe dinar emas bersama-sama satoe koeda bagal.
Dari sebab kadoewa filak soeda bersatoe hatilah atas hal djandji, maka kaldi itoe nikahken Ala Eddin dan di brihkennja soerat nikah. Setelah soeda maka orang toews itoe bawa mantoenja poelang laloe di brihkennja pakejan, oewang dan koeda bagal sa-ekor seperti di djandjikennja.
Abis orang toewa pegi ketemoe-in anaknja aken kasi taoe padanja segala hal jang telah kedjadian, aken tetapi ia dapet-in anaknja itoe lagi tidoer dan di toenggoenja sampe anak itoe bangoen. Koetika anak itoe soeda bangoen, maka ajandanja oendjoekin padanja soerat nikah itoe sambil berkata bahoewa ia soeda di nikahken kapada sa-orang anak moeda jang tjakep Ala Eddin Aboechamat namanja, serta di kasi ingat djoega pada anak itoe bahoewa ia baroes trima soewaminja itoe deogan segala baik. Setelah soeda maka orang toewa itoe pegi kaloewar sedang Ala Eddin bole masoek ketemoe-in isterinja.
Hata maka soewaminja anak itoe jang lebi doeloe dari Ala Eddin koewatir sanget kaloe bekas isterinja dapet ketemoe sama Ala Eddin, sa-orang jang jakep, djangan djangan djadilah Zobaida loepahken soenggoe pada soewaminja jang doeloean, oleh kerna itoe, maka ia panggil iboe pengasohnja jang sering dateng ketemoe in Zobaida. Maka katanja pada perampoewan itoe: »Emak, kaloe Zobaida dapet ketemoe sama anak moeda jang djadi moestabil itoe, sa orang tjakep soenggoe, maka tentoe Zobaida nanti loepa-in pada akoe. Dari itoe baiklah emak tikirin akal aken bikin djangan sampe orang berdoewa itoe dapet ketemoe satoe sama lain."
Djawab perampoewan toewa: »Baiklah akoe nanti akal-in soepaja orang doewa itoe tiada dapet bertemoe-an, malahan takoet masing masing aken liat satoe sama lain."
Soeda begitoe maka perampoewan itoe pegi ketemoe-in Ala Eddin serta katanja:
»Anak, baiklah kami kasi ingat padamoe, sabole-bole djangan engkau katemoein atawa berdekatan sama isterimoe, baik engkau tinggal djaoeh dari padanja."
Katanja Ala Eddin: »Mengapa begitoe?"<br>
Djawab perampoewan itoe: »Isterimoe itoe sa-orang jang ada penjakit kadal andjing dan kami koewatir djangan engkau sampe kena di djangkitken."
»O, kaloe begitoe adanja tiada akoe nanti hendak dekat orang itoe.'<br> Dari Ala Eddin maka orang perampoewan toewa itoe pegi ketemoe Zobaida Kapada Zobnida, di adjarken djoega sebagimana ia ajarin pada Ala Eddin hingga Zobaida berkata: »Kaloe begitoe akoe tiada maoe {{hws|kete|ketemoe-in}}<noinclude>{{rh||1419}}</noinclude>
jjg4yxbnshu4q63yd8c9tu0jgnwla1r
294790
294760
2026-05-14T01:00:47Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
294790
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>itoe maka kepaksalah ia menjampeken djandjinja dan akoe nanti brihken padanja pakejan salengkapnja dari seriboe dinar emas dengan oewang contant seriboe dinar emas bersama-sama satoe koeda bagal.
Dari sebab kadoewa filak soeda bersatoe hatilah atas hal djandji, maka kaldi itoe nikahken Ala Eddin dan di brihkennja soerat nikah. Setelah soeda maka orang toewa itoe bawa mantoenja poelang laloe di brihkennja pakejan, oewang dan koeda bagal sa-ekor seperti di djandjikennja.
Abis orang toewa pegi ketemoe-in anaknja aken kasi taoe padanja segala hal jang telah kedjadian, aken tetapi ia dapet-in anaknja itoe lagi tidoer dan di toenggoenja sampe anak itoe bangoen. Koetika anak itoe soeda bangoen, maka ajandanja oendjoekin padanja soerat nikah itoe sambil berkata bahoewa ia soeda di nikahken kapada sa-orang anak moeda jang tjakep Ala Eddin Aboechamat namanja, serta di kasi ingat djoega pada anak itoe bahoewa ia haroes trima soewaminja itoe deogan segala baik. Setelah soeda maka orang toewa itoe pegi kaloewar sedang Ala Eddin bole masoek ketemoe-in isterinja.
Hata maka soewaminja anak itoe jang lebi doeloe dari Ala Eddin koewatir sanget kaloe bekas isterinja dapet ketemoe sama Ala Eddin, sa-orang jang jakep, djangan djangan djadilah Zobaida loepahken soenggoe pada soewaminja jang doeloean, oleh kerna itoe, maka ia panggil iboe pengasohnja jang sering dateng ketemoe in Zobaida. Maka katanja pada perampoewan itoe: »Emak, kaloe Zobaida dapet ketemoe sama anak moeda jang djadi moestabil itoe, sa orang tjakep soenggoe, maka tentoe Zobaida nanti loepa-in pada akoe. Dari itoe baiklah emak tikirin akal aken bikin djangan sampe orang berdoewa itoe dapet ketemoe satoe sama lain.”
Djawab perampoewan toewa: »Baiklah akoe nanti akal-in soepaja orang doewa itoe tiada dapet bertemoe-an, malahan takoet masing masing aken liat satoe sama lain.”
Soeda begitoe maka perampoewan itoe pegi ketemoe-in Ala Eddin serta katanja:
»Anak, baiklah kami kasi ingat padamoe, sabole-bole djangan engkau katemoein atawa berdekatan sama isterimoe, baik engkau tinggal djaoeh dari padanja.”
Katanja Ala Eddin: »Mengapa begitoe?”
Djawab perampoewan itoe: »Isterimoe itoe sa-orang jang ada penjakit kadal andjing dan kami koewatir djangan engkau sampe kena di djangkitken.”
»O, kaloe begitoe adanja tiada akoe nanti hendak dekat orang itoe.'
Dari Ala Eddin maka orang perampoewan toewa itoe pegi ketemoe Zobaida Kapada Zobaida, di adjarken djoega sebagimana ia ajarin pada Ala Eddin hingga Zobaida berkata: »Kaloe begitoe akoe tiada maoe {{hws|kete|ketemoe-in}}<noinclude>{{rh||1419}}</noinclude>
ovvn9ivm5u7lo60s9jxbcavi14ms7nx
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/299
104
100819
295072
282327
2026-05-14T07:13:17Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295072
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><div style="text-align: center; line-height: 1.5; margin-bottom: 2em;">
<span style="font-size: 130%; font-weight: bold; letter-spacing: 2px;">Toko-Boekoe A L B R E C H T & Co.</span><br />
<span style="font-size: 100%; letter-spacing: 1px;">KANTOR PEMBRITA BETAWI,</span><br />
<br />
<span style="font-size: 120%; letter-spacing: 1px;">SEBRANG KANTOOR POST BATAVIA.</span><br />
<br />
<br />
<span style="font-size: 110%; font-weight: bold; letter-spacing: 1px;">BOEKOE BAROE KLOEAR:</span>
</div>
{| style="line-height: 1.5; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%; font-size: 95%;"
| style="vertical-align: top; width: 3.5em;" | 87b.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | BOEKOE PANTOEN RODJA MELATI, terkarang oleh si nona Boto Roepa-roepa pantoen njang terpilih amat bagoesnja.
| style="vertical-align: bottom; width: 1.5em; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; width: 1.5em; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; width: 1.5em; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; width: 2em; text-align: right;" | ƒ
| style="vertical-align: bottom; width: 3em; text-align: right;" | 0,60
|-
| style="vertical-align: top;" | 87c.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | PANTHOEN SINDIRAN terkarang oleh si nona L. Boenga hati negri Betawie
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | »
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | 1,10
|-
| style="vertical-align: top;" | 87d.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | BOEKOE PANTOEN dari tjeritanja nonah ASSCHEPOESTER anak njang di hinaken oleh Mama tirinja. Tersalin bahasa Melajoe terkarang oleh H.
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | »
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | 0,80
|-
| style="vertical-align: top;" | 90a.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | BOEKOE ADJARAN ANAK-ANAK menoeroet boekoe tjina Biat Kiat Kong, njang mengarang Panthoen, oleh Tan Hiap Lee.
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | »
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | 0,80
|-
| style="vertical-align: top;" | 91b.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | BOEKOE PANTOEN KALOENG MELATI karangannja Boeng Hendrik
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | »
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | 0,80
|-
| style="vertical-align: top;" | 110b.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | BOEKOE KETRANGAN DARI PENJAKIT KOLERA, pegimana mistinja mendjaga soepaja djangan sampe kena atau ketoelaran penjakit itoe oleh toewan L. Th. Maijer.
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | »
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | 0,30
|-
| style="vertical-align: top;" | 113b.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | HIKAJAT ILMOE MENGGAMBAR PHOTOGRAPHIE di trangken dengen bahasa Melajoe aken goena sekalian orang njang ingin bisa menggambar lantaran dari sinarnja matahari, terkarang oleh Raden Ngabehi Basah Tirto Soebroto
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | »
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | 0,60
|-
| style="vertical-align: top;" | 129b.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | SOERAT KETRANGAN DARI HAL KA'ADA-AN BANGSA TJINA DI NEGRI HINDIA OLANDA terkarang oleh toewan J. E. Albrecht.
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | »
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | 1,35
|-
| style="vertical-align: top;" | 129c.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | BOEKOE WEES- EN BOEDELKAMER. Perbendaharan harta peninggalan di dalem Tanah Hindia Nederland. Perentah negeri njang bergoena sekali aken orang Arab, Melajoe, Tjina dan laen-laen bangsa oleh toewan C. A. VERMANDEL, <span style="font-style: italic;">assistent-resident pensioen</span>
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | »
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | 2,00
|-
| style="vertical-align: top;" | 133a.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | PERATOERAN PACHT APIOEN dalem residentie Riouw staatsblad 1817 No. 105 dan 1879 No. 154.
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | »
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | 1,10
|-
| style="vertical-align: top;" | 416.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | KITAB MELIBOERKEN HATI satoe tjeritajn pendek njang bagoes sekali, soeda kloewar 2 boekoe. Harga 1 boekoe.
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | »
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | 0,30
|-
| style="vertical-align: top;" | 443.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | SIE LAIJ KON di dalem ini boekoe di tjeritahken Sie Laij Kon dari miskin sampe djadi senang dan di blakang kali djadi miskin kembali, maka dengan pinternja dia membikin roepa-roepa barang njang heran kamoedian dia dapet satoe anak laki-laki nama Sie Pit Tjih njang amat bodo tetapi dari bodonja bisa mendjadi orang hartawan
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | »
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | 1,10
|-
| style="vertical-align: top;" | 22a.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | TJEMPAKA MOELIA MENJERITAKEN HAL MANOESIA di dalem anem fatsal njang tersedia. Terkarang oleh Oesman bin Abdulla bin Jahja
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | »
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | 0,35
|-
| style="vertical-align: top;" | 47.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | SAIR POETRA MAKOETA KERADJA-AN ROES, koetika datengnja di Betawi, dan peginja, tersamboeng dengen sair Binatang di hoetan aken mengingetin anak-anak, soepaja mendengar kata dan sajang kepada orang toewa dan harta banda, terkarang oleh Tan Teng Kie. Tjitakan baroe
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | »
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | 0,30
|}<noinclude></noinclude>
akiu7uojg6o5q130nxlzvd1xmhw546w
295325
295072
2026-05-14T11:04:52Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295325
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude><div style="text-align: center; line-height: 1.5; margin-bottom: 2em;">
<span style="font-size: 130%; font-weight: bold; letter-spacing: 2px;">Toko-Boekoe A L B R E C H T & Co.</span><br />
<span style="font-size: 100%; letter-spacing: 1px;">KANTOR PEMBRITA BETAWI,</span><br />
<br />
<span style="font-size: 120%; letter-spacing: 1px;">SEBRANG KANTOOR POST BATAVIA.</span><br />
<br />
<br />
<span style="font-size: 110%; font-weight: bold; letter-spacing: 1px;">BOEKOE BAROE KLOEAR:</span>
</div>
{| style="line-height: 1.5; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%; font-size: 95%;"
| style="vertical-align: top; width: 3.5em;" | 87b.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | BOEKOE PANTOEN RODJA MELATI, terkarang oleh si nona Boto Roepa-roepa pantoen njang terpilih amat bagoesnja.
| style="vertical-align: bottom; width: 1.5em; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; width: 1.5em; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; width: 1.5em; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; width: 2em; text-align: right;" | ƒ
| style="vertical-align: bottom; width: 3em; text-align: right;" | 0,60
|-
| style="vertical-align: top;" | 87c.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | PANTHOEN SINDIRAN terkarang oleh si nona L. Boenga hati negri Betawie
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | »
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | 1,10
|-
| style="vertical-align: top;" | 87d.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | BOEKOE PANTOEN dari tjeritanja nonah ASSCHEPOESTER anak njang di hinaken oleh Mama tirinja. Tersalin bahasa Melajoe terkarang oleh H.
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | »
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | 0,80
|-
| style="vertical-align: top;" | 90a.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | BOEKOE ADJARAN ANAK-ANAK menoeroet boekoe tjina Biat Kiat Kong, njang mengarang Panthoen, oleh Tan Hiap Lee.
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | »
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | 0,80
|-
| style="vertical-align: top;" | 91b.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | BOEKOE PANTOEN KALOENG MELATI karangannja Boeng Hendrik
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | »
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | 0,80
|-
| style="vertical-align: top;" | 110b.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | BOEKOE KETRANGAN DARI PENJAKIT KOLERA, pegimana mistinja mendjaga soepaja djangan sampe kena atau ketoelaran penjakit itoe oleh toewan L. Th. Maijer.
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | »
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | 0,30
|-
| style="vertical-align: top;" | 113b.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | HIKAJAT ILMOE MENGGAMBAR PHOTOGRAPHIE di trangken dengen bahasa Melajoe aken goena sekalian orang njang ingin bisa menggambar lantaran dari sinarnja matahari, terkarang oleh Raden Ngabehi Basah Tirto Soebroto
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | »
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | 0,60
|-
| style="vertical-align: top;" | 129b.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | SOERAT KETRANGAN DARI HAL KA'ADA-AN BANGSA TJINA DI NEGRI HINDIA OLANDA terkarang oleh toewan J. E. Albrecht.
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | »
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | 1,35
|-
| style="vertical-align: top;" | 129c.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | BOEKOE WEES- EN BOEDELKAMER. Perbendaharan harta peninggalan di dalem Tanah Hindia Nederland. Perentah negeri njang bergoena sekali aken orang Arab, Melajoe, Tjina dan laen-laen bangsa oleh toewan C. A. VERMANDEL, <span style="font-style: italic;">assistent-resident pensioen</span>
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | »
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | 2,00
|-
| style="vertical-align: top;" | 133a.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | PERATOERAN PACHT APIOEN dalem residentie Riouw staatsblad 1817 No. 105 dan 1879 No. 154.
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | »
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | 1,10
|-
| style="vertical-align: top;" | 416.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | KITAB MELIBOERKEN HATI satoe tjeritajn pendek njang bagoes sekali, soeda kloewar 2 boekoe. Harga 1 boekoe.
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | »
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | 0,30
|-
| style="vertical-align: top;" | 443.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | SIE LAIJ KON di dalem ini boekoe di tjeritahken Sie Laij Kon dari miskin sampe djadi senang dan di blakang kali djadi miskin kembali, maka dengan pinternja dia membikin roepa-roepa barang njang heran kamoedian dia dapet satoe anak laki-laki nama Sie Pit Tjih njang amat bodo tetapi dari bodonja bisa mendjadi orang hartawan
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | »
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | 1,10
|-
| style="vertical-align: top;" | 22a.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | TJEMPAKA MOELIA MENJERITAKEN HAL MANOESIA di dalem anem fatsal njang tersedia. Terkarang oleh Oesman bin Abdulla bin Jahja
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | »
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | 0,35
|-
| style="vertical-align: top;" | 47.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | SAIR POETRA MAKOETA KERADJA-AN ROES, koetika datengnja di Betawi, dan peginja, tersamboeng dengen sair Binatang di hoetan aken mengingetin anak-anak, soepaja mendengar kata dan sajang kepada orang toewa dan harta banda, terkarang oleh Tan Teng Kie. Tjitakan baroe
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | .
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | »
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | 0,30
|}<noinclude></noinclude>
sig8tysja1spnakusihu73fe1yvkdd5
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/309
104
100831
294429
292359
2026-05-13T14:21:52Z
N.imaema
22481
/* Tervalidasi */
294429
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>Menoer. Kerna itoe dia lantas lari naik tangga masoek ka dalem kamarnja Menoer jang kaget meliat orang itoe masoek ka dalem kamar seperti brandal. Ianja minta ampoen djangan di anijaja, aken tetapi Achmed paksa bawa lari padanja teroes karoemah iboenja. Maka iboenja ini di soeroehnja bawa lekas perampoewan itoe kapada Chaloun isterinja walie Emir Chaleb. Achmed poenja iboe bikin sebagimana di kataken anaknja.
Apabila Habdalum Besasa dapet liat orang perampoewan itoe jang sanget di tjintanja, maka ia lantas moelia djadi segar hingga semboeh sama sekali. Koetika ianja soedah baik sama sekali maka ia berpake pakejan bagoes-bagoes aken pegi ketemoe-in Menoer. Aken tetapi Menoer tiada maoe sekali kali ia di dekatin oleh Habdalum, koetika ia ini dateng menghampiri perampoewan katjinta-annja aken oendjoeki tjinta kekasihnja, maka Menoer lantas tolak sama Habdalum sambil berkata: kaloe Habdalum tiada lekas kaloewar dari itoe tempat maka Menoer tida tanggoeng apa jang nanti kedjadian, sebab ianja tiada bisa liat orang seperti Habdalum.
Isterinja walie, djadi iboenja Habdalum, dateng boedjock boedjoek sama si Menoer, sebab di liatnja Menoer sengal-sengal seperti orang jang sanget tjape, maka katanja iboe Habdalum: »Ja, perampoewan bagoes, biarkenlah kami poenja anak oendjoeki katjintaannja pada kamoe sebab sanget keras birahinja padamoe dan kaloe ia tiada dapet padamoe, nistjaija matilah ia.”
Maka Menoer berdjawab: »Doerdjana, apakah kami sa-orang bole mempoenjai doewa toewan? Dari kapankah, andjing bole masoek kadalem krangkeng singa?”
Barang Habdalum Besasa dengar bitjaranja Menoer sademikian, maka ia djato pangsan loepaken dirinja. Iboenja djadi bingoeng serta sanget keras marahnja pada Menoer hingga ia kata-in perampoewan itoe: »Hei bangsat, apakah engkau maoe makan djiwa anak koe? Nantilah engkau merasai sendiri, tiada lama maka Ala Eddin bakalan mati di boenoeh legodjo, baroelah engkau rasa.”
Djawabnja Menoer; soewaranja bernafsoe seperti orang jang sanget bertjinta: »Kapan sademikian adanja, baiklah, kami rasa diri kami terlebi beroentoeng aken toeroet mati bersama soepaija ia taoe bahewa soenggoelah keras tjinta kami pada kami poenja soewami.”
Isteri walie djadi keras marah mendengar perkataan demikian, djadi ia toebroek si Menoer laloe di robak rabek pakejannja dari badannja si Menoer abis di soeroe pakein pakejan jang kasar-kasar. Lagi iboenja Habdalum titahken si Menoer tida bole laen melaenken kerdja di dapoer sadja, ia itoe pakerdja-an jang kasar-kasar, seperti membelah kajoe, mengoepas katjang, bikin api dan laen-laen. Adapoen Menoer tiada ferdoeli-in. Ia berkata bahoewa pakerdja-an jang terlebi hina sekali poen dari pada pakerdja-an ini,<noinclude>{{rh||1444}}</noinclude>
cy5l7svvcow90tela9e286lju6a0q6h
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/302
104
100941
295152
292380
2026-05-14T09:21:30Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295152
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>{{center|SOAL PEGAWAI FEDERAL ( NON- CO ).|}}
{{Dropinitial|K}}ETIKA mulai masuk kota sentimen antara para pegawai Republik dan Federal lalu memuntjak, jang biasa disebut pertentangan non dan co. Didaerah Sumatera Tengah percentage kaum non lebih besar dari kaum co.
Dalam kalangan kepolisian maka polisi Federal seluruhnja di tarik oleh Belanda ke Padang . Pada waktu ini Gubernur Militer mengeluarkan sebuah Maklumat untuk menuduhkan pertentangan itu, dimana ditegaskan supaja para pegawai Federal melapurkan diri kepada Pemerintah R.I. sementara statusnja diperundingkan dengan Pemerintah R.I.S.
Hal ini menimbulkan beberapa reaksi a.l. berupa pemogokan dari para guru S.R. Federal di Bukittinggi, sehingga terpaksa didirikan pula sebuah panitia untuk menjelesaikan soal ini.
'''Penjusunan Dewan Pemerintahan Sumatera Tengah.'''
Njatalah sekarang pekerdjaan jang harus pada permulaan tahun pada waktu itu masih betapa banjak dan beratnja pekerjaan dihadapi oleh pemerintah Sumatera Tengah 1950, terutama bila diingat bahwa keadaan kurang stabiel dalam semua lapangan.
Karena itu, maka selekasnja Kepala Daerah harus dibantu oleh Dewan Pekerdja jaitu suatu Dewan Pemerintah Daerah sebagai jang berlaku pada sebelum adanja penjerbuan tentera Belanda.
Didalam susunannja jang baru pada permulaan tahun 1950, anggota Dewan Pemerintah Daerah Propinsi Sumatera Tengah terdiri dari:
{|
|-
|Ketua||:||Gubernur Propinsi Sumatera Tengah
|-
|Wakil Ketua||:||Dr. A. Rahim Usman.
|-
|Anggota||:||S. J. Sutan Mangkuto.
|-
|Acting-acting Anggota||:||Dt. Mangku.
|-
|Sekretaris Propinsi||:||Marzuki Jatim.
|-
|valign="top"|Sum. Tengah||valign="top"|:||R. S. Suriapradja.<br>M. Rakana Daljan.
|}
Susunan tersebut diatas merupakan susunan sementara, jaitu sebelum dapat dilangsungkannja sidang pertama DPRST tahun 1950, dimana nanti akan dipilih anggota jang tetap.<noinclude>{{rh|296}}</noinclude>
17g9ltxmrd3llms3clmyjy8kr3sgdbj
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/237
104
100975
294394
288899
2026-05-13T13:59:38Z
Thersetya2021
15831
294394
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" />{{rh||1001 MALAM|}}</noinclude>{{hwe|nja|padanja}}, apakah sebab sekalian soedagar-soedagar tiada menoeroet adat biasa.
Djawabnja nakib: »Sekalian soedagar-soedagar telah bernijat aken melepasken toewann dari pada pangkat mendjadi kepala; itoelah sebabnja mengapa marika itoe tiada dateng aken minta toewan batja-in kor-an.”
»Kenapa marika itoe bole, menghinaken kami sademikian?” bertanja Schemseddin dengan marahnja.
Nakib berkata: »Itoe anak moeda jang toeroet sama toewan ia itoelah soeda bikin marah pada sekalian soedagar-soedagar. Ingatlah, toewan ini saorang soedah toewa serta poela berpangkat besar di antara sekalian soedagar-soedagar. Maka itoe anak moeda boekan boedak, dari itoe toewan bersalah sekali aken mengoendjoeki katjintaän toewan pada itoe orang di mata matanja soedagar-soedagar.”
Djawabnja Schemseddin: »Apa? Engkau brani bitjara begitoe dari pada kami poenja anak jang soeloeng?”
»Toewan poenja anak?” Bertanja nakib dengan sanget heran; kita orang belon pernah dengar toewan ada poenja anak.”
Katanja Schemseddin: »kamoe sekalian tiada taoe sebab kami sengadja, piara anak kami itoe di roemah dalem tanah, soepaja ia djangan kena
tergoda Kålå. Kami poenja nijat, tiada kami hendak kasi dia keloewar dari itoe tempat djikaloe tjambangnja belon bertoemboe, aken tetapi iboenja tiada tahan lama-an anaknja di persemboeniken, maka itoe kemaren iboenja minta pada kami aken bawa anak itoe adjar berniaga.”
Setelah nakib dapet dengar ini maka dengen sigra ia pegi panggil sekalian soedagar-soedagar aken berkoempoel boewat adjak marika itoe pegi ketemoe-in kepalanja sebagimana biasa. Sekalian marika itoe sanget bersoeka ati koetika di dengar halnja anak moeda itoe, maka sekalian membrih selamat pada kepala soedagar itoe bersama anaknja. Saorang soedagar laloe dateng dekat pada Schemseddin, abis di katakennja bahoewa orang-orang jang miskin sekalipoen djikaloe beroleh anak, nistjaija berame-ramejan makan minoem aken mengoendjoeki kagirangannja. Schemseddin mengarti apa kahendaknja soedagar itoe, djadi Sehemseddin berkata bahoewa ia poen bernijat keras aken bikin selamatan besar, dan sekalian soedagar-soedagar itoe poen di oendangkennja aken dateng berselamatan.
Pada ka-esokan hari Schemseddin sedia-sediaken di kedeinja aken bikin selamatan jang amat besar, roemah di bawah loteng dan di atas loteng di blakang kedei semoewa itoe di rihaskennja. Ianja soeroe taro satoe medja pandjang di roemah jang bawah, satoe medja pandjang di taronja di atas loteng abis anak dengan ajah kadoewa soeda berpakejan besar aken merima tetamoe, maka berkata Schemseddin pada anaknja: »Kapan soedagar-soedagar toewa pada dateng maka kamilah jang samboet padanja dan kami soeroeh<noinclude>{{rh||1410|}}</noinclude>
7j8cz9o96ygz6x65347nu98smcitybn
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/425
104
101013
294420
291593
2026-05-13T14:15:30Z
N.imaema
22481
/* Tervalidasi */
294420
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>Aken tetapi tiadanja hamba brani, aken kasi harga, hamba tjoema moehoenken pada doeli sjah alam biarlah kaloe sri baginda pennedjoe, maka sri baginda ambil sadja padanja sebagi soewatoe persembahan dari pada hamba bagi hamba poenja djoendjoengan doeli sjah alam jang termoelija.”
Titah radja: »Banjak trima kasi aken moerah atimoe, tetapi kami ini tiada biasa berboewat sademikian bagei soedagar-soedagar dari djaoe, aken menjenangken ati kami. Nanti kami kasi padamoe sepoeloe riboe dinar emas apakah sampe tjoekoep?”
Sembahnja soedagar: »Doeli sjah alam jang termoelija, hamba ini terlaloe amat beroentong djikaloe doeli sjah alam trima sadja persembah-an hamba, adapoen kalimpahan kamoerahan ati sri baginda, aken membrihken hamba oewang sekejan banjaknja, tiada haroes hamba tampik. Hamba djoendjoerg sepoeloe djari hamba, aken membilang trima kasi pada doeli sjah alam. Tiada loepoetnja hamba nanti poedjiken kamoerahan ati doeli sjah alam di antero negri di mana djoega hamba pegi-in.” Setelah soeda, maka sri baginda brihken padanja sapotong soerat, aken bole dia trima oewang itoe, dan sabelonnja orang itoe pegi, maka radja brihken padanja persalinan dari pada kaen sahelat emas.
Alkaesah, maka di tjeriterahken doeli baginda sadiahken satoe bilik sendiri jang paling bagoes perihasannja boewat ini boedak perampoewan jang baroe, maka bilik itoe di sebelahnja biliknja radja. Bebrapa dajang-dajang dan biti-biti dan boedak di brihkennja, aken melajanin pada perampoewan baroe ini. Maka radja titahken marika itoe, aken bawa njonjanja ka dalem-permandi-an kaloe soeda, maka ia misti di pake-in pakejan jang paling bagoes jang ada di dalem astana perihasannja, poen misti di pilihken jang paling bagoes seperti kaloeng leher, gelang, tjinjin dan laen-laen dari pada moetiara, intan, djambroet dan laen-laen batoe ratna moetoe manikam, soepaija. ia sendiri bole pilih apa jang di soekanja.
Sekalian boedjang-boedjarg perampoewan jang bekerdja itoe memang tiada laen di jakininnja, tjoema aken menjenangken ali sri bagindanja, maka koetika marika itoe dapet liat perampoewan baroe itoe jang bakalan djadi njonjanja, maka sekalian marika itoe tertjengang tiada di ketahoeinja bidadarikah ini jang toeroen dari langit, atawa orang. Abis marika itoe berkata pada sri baginda, bahoewa baginda radja sabole-bole sabarken atinja barang tiga ari sadja lamanja, sebab marika itoe maoe bikin, soepaija perampoewan moeda itoe, kaloe abis di pale olehnja bakalan djadi terlebi manis, elok dan tjantik dari sekarang adanja, sahingga radja poen tiada bisa kenalin apakah peri atawa bidaradari jang dateng menjenangken atinja.
Sri baginda keras birahinja sampe ia soesah ati soenggoe, aken bernanti sabegitoe lamanja, aken tetapi apa bole boewat, biarlah dia toenggoe selama<noinclude>{{rh||1499}}</noinclude>
8gzyt6yvibjdxw7v8avzefu4axm8tmf
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/461
104
101044
294452
291530
2026-05-13T14:38:40Z
N.imaema
22481
/* Tervalidasi */
294452
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" />{{c|1001 MALAM}}</noinclude>nerdjoen ka dalem laoet bersama-sama itoe pangeran ketjil, teroes ilang tiada kaliatan kamana peginja.
Radja Persie tiada sekali-kali bisa njana, jang iparnja bakalan bikin begitoe, maka kaget soenggoelah ia sampe keras mendjeritnja. Dia kira anaknja jang begitoe di tjintanja, nistjaija matilah kaboenoeh aer, maka doeka tjitanja radja terlaloe amat, sampe ia ampir djato pangsan. Adapoen Gulnare berkata padanja dengan ati girang sekali, soepaija soewaminja bole djadi senang katanja: »Toewankoe tiada oesah takoet apa-apa. Ingatlah toewan pangeran itoe poen kami poenja anak djoega, lagi kami poen sanget tjinta padanja seperti toewankoe, maka toewankoe liat sendiri kami tiada sekali merasa koewatir jang radja Saleh bawa kaponakannja masoek ka dalem laoet, soenggoe anak kita tiada nanti koerang satoe apa, dia nanti lekas djoega balik kombali bersama-sama mamaknja. Toewankoe ingat hamba sendiri, boekankah anak itoe djoega ada kena asal sama kami, dari itoe ia poen bisa idoep djoega di dalem laoetan.”
Iboenja Gulnare dengan poeteri-poeteri jang laen bilang benar seperti katanja Gulnare. Adapoen biar bagimana djoega bitjaranja orang-orang itoe, aken bikin ilang koewatirnja radja, pertjoema sadja, sebab dia masih takoet djangan anaknja itoe nanti dapet tjilaka. Sabelonnja anaknja kombali, ia belon djoega mendjadi senang.
Achir-achirnja laoetan itoe poen berombak keras seperti kena angin riboet, maka tida sebrapa lama lagi radja Saleh timboel dari dalem laoet dengan membawa pengeran Beder di tangannja teroes masoek melajang ka dalem kamar dari djendela di mana tadi dia nerdjoen ka dalem laoet.
Radja Persie girang sekali, maka ia pelok koetika di liatnja Beder tiada koerang apa-apa. Maka radja Saleh berkata pada radja Persie: »Doeli toewankoe tentoe koewatir sanget, tatkala di liatnja kami berterdjoen masoek ka dalem laoet bersama-sama pangeran jang ketjil ini.”
Djawabnja radja Persie: »Adoeh, toewan, kami tiada bisa berkata kata sademikian kerasnja takoet kami, maka kami soeda kira, bahoewa matilah poetera kami kaboenoeh aer, adapoen koeroes manget, toewankoe soeda bawa anak kami kombali.”
Katanja radja Saleh : »Memang kami doega sademikian djoega, aken tetapi tiada oesah sekali toewankoe berkoewatir. Sabelonnja kami menerdjoen masoek ka dalem, maka kami soedah batja-in doeloe rapallan wacijat dari nabi Soleiman.
Begitoepoen perboewatan kami orang sekalian di dalem laoet, djikaloe ada anak-anak jang di lahirken, soepaija marika itoe bisa idoep di dalem aer. Oleh kerna itoelah, maka bole doeli sjah alam fikirken sendiri, bahoewa pangeran Beder ini besar sekali oentoengaja, dia bisa idoep di darat<noinclude>{{rh||1517}}</noinclude>
ruc9y44hruev8i4mrg3putw3pao9c7f
Halaman:Hikajat 1001 Malam Djilid Katiga.pdf/459
104
101114
294426
291525
2026-05-13T14:19:34Z
N.imaema
22481
/* Tervalidasi */
294426
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" />{{c|10001 MALAM}}</noinclude>toewankoe, memang soeda di takdirken Allah, bahoewa kami inilah aken djadi soewaminja Gulnare. Katjinta-an kami bagi Gulnare, ia itoelah soewatoe tanda besar, bahoewa sabelonnja kami dapet sama Gulnare, maka belon pernah menjintaken orang sebagi kami tjintaken padanja. Kami tiada sanggoep menjoekoepken poedjian kami bagi iboenja Gulnare dan bagi toewankoe radja Saleh, jang telah ridlaken perboewatannja Gulnare, aken perhoeboengken kami mendjadi sanak dari pada kaoem ka-radja-an toewankoe jang termoelija.” Abis bijara sademikian, maka radja adjaken sekalian marika itoe doedoek di medja, maka radja doedoek di sebelahnja Gulnare.
Abis makan minoem, maka radja beromong-omong sama tetamoenja sampe tengah malem, barang waktoe orang misti masoek tidoer, maka radja anterken marika itoe ka tempat peradoewannja jang memang soeda di sediahken dengan sepantesnja.
Hata, maka aken menjenangken ati tetamoenja, maka radja baginda Persie bikin rame-ramejan, hingga njata soenggoe di liat oleh mertoewanja dan iparnja, bahoewa besar soenggoelah koewasa karadja-an baginda radja Persie. Kamoedian radja Persie boedjoek-boedjoek pada sekalian tetamoenja, aken djangan poelang doeloe biar bernanti sampe pada waktoenja Gulnare bersalin. Sekalian bilang baik, djadi tinggallah marika itoe.
Alkaesah, maka di tjeritahken koetika waktoe jang amat baik, maka permeisoeri sri baginda maharadja Persie bersalin, melahirken sа orang poetra anak laki-laki, hingga girang sanget antero isi astana Persie. Anak itoe terlaloe amat elok dan bagoes parasnja, maka orang namaken anak itoe BEDER, artinja boelan lima belas malem. Bahna terlaloe amat girangnja radja, maka radja titahken aken membrihken dermah pada fakir dan miskin, membikin sedekah pada mesigiet dan soeran. aken melepasken orang-orang hoekoeman dan aken bikin mardika bebrapa boedak. Penggawi astana sekalian di brihkennja persalinan baroe dan oewang, serta sekalian rajat negri di titahken boeat bikin rame-ramejan aken tanda peringatan kagirangan radja. Antero negri rame dan rejoeh bebrapa ari brapa malem lamanja.
Sasoedahnja permeisoeri Gulnare soeda semboeh lagi dari pada sakitnja, maka pada soewatoe hari ia doedoek-doedoek bersama-sama sanak soedaranja di dalem bilik aken bitjara-bitjara, sedang ia lagi beromong-omong itoe, maka dateng dajang pengasoh sa-orang bersama-sama mergendong anak itoe. Barang dia masoek, maka radja Saleh lantas lontjat dari tempat doedoeknja teroes mengampiri anak itoe laloe di ambilnja dari tangan baboenja abis di gendong sem baring di tjioem dan di eloes-eloesnja anak itoe. Ia berdjalan-djalan moedar mandir di dalem itoe kamar, sembaring ajoen-ajoen anak itoe di tangannja, maka sama sekali roepanja mendjadi begitoe girang, hingga ia lari ka djendela kamar jang terboeka laloe ia<noinclude>{{rh|{{smaller|1001 Malam}}|1516|{{smaller|74}}}}</noinclude>
jwc83p5ndhissmmaf8xt4pke620tupp
Halaman:Bibliografi Beranotasi Karya Tjipto Mangoenkoesoemo.pdf/143
104
101123
295337
283047
2026-05-14T11:13:25Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295337
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>[[File:Bibliografi Beranotasi Karya Tjipto Mangoenkoesoemo.pdf|page 143]]<noinclude></noinclude>
lsj3zoz8zdfe3medgbfffcf9dyhtvsg
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/711
104
101125
295260
283875
2026-05-14T10:20:49Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
295260
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude>{{c|<big>''Pengertian & Pemakaian dari'''<br>'''Intelligence dan Security'''</big>}}
Maksud tulisan ini ialah untuk sekedar memberikan uraian tentang pengertian globaal dari pada intelligence dan security serta fungsi dari masing²-nja guna pemakaiannja jang tidak keliru. Uraian² jang mendalam tentang ini akan diberikan sesudah tulisan ini dapat dihidangkan kepada para peminatnja.
Perlunja uraian jang setjara globaal ini diberikan, mengingat bahwa sering orang mempergunakan istilah² intelligence dan security dengan pengertian jang salah, ditjampur baurkan atau disamakan sadja arti keduanja dalam menafsirkan dan menjatakan fungsi²nja. Jang lebih mengetjewakan lagi ialah bahwa banjak jang menganggap activiteit dari pada fungsi intelligence dan security sebagai suatu „momok” dan karenanja lalu timbul perasaan untuk memandang ”ongunstig” terhadap pendjabat-pendjabat dari pada intelligence dan security.
Dengan membitjarakan soal ini hanja jang chusus terdapat dalam A.P. kita dalam Negara jang masih muda, maka sebab² dari pada keadaan diatas antara lain adalah:
#Salah mengartikan istilah² intelligence dan security maupun oleh pendjabat² intelligence/security sendiri, ataupun oleh pendjabat-pendjabat lainnja dalam Angkatan Perang.
#Karenanja lalu berakibat pula salah pemakaiannja dan penggunaannja jg disebut dalam ad. 1 dan 2 maka sering terdapat kesukaran² dalam kerdja sama antara pendjabat² intelligence/security dengan pendjabat lainnja, umpama dalam kesatuan, staven, djawatan² dan sebagainja terutama dalam pelaksanaan security militer.
#Perasaan jang timbul pada sebagian besar petugas² intelligence/security, se-akan² mereka ”orang² istimewa” atau „orang² pilihan”, karenanja lalu menimbulkan sikap jang mengetjewakan anggota lainnja jang bukan petugas intelligence/security.
#Ini suatu kesalahan besar, karena petugas² intelligence/security (umpama di Seksi I Terr./A.D. dsb) adalah tidak lebih dan tidak kurang sebagai peradjurit² lainnja. Mungkin sudah satu sebab dari padanja ialah karena, mereka jang termasuk dalam golongan ini, menghubungkan istilah intelligence dengan pengertian „ketjerdasan” (intelligence berarti djuga ketjerdasan), lalu menganggap dirinja lebih tjerdas dari peradjurit² lainnja. Padahal tugas mereka jang memang menghadjatkan ketjerdasan berfikir, hanjalah guna memberikan kesempurnaan bagi hasil² pertempuran dari si-peradjurit (combat intelligence). meskipun tugasnja sering bersifat istimewa.
#Selama Pemerintah Djadjahan Belanda dan Djepang rakjat Indonesia banjak jang mendjadi korban fitnahan dari petugas² intelligence Pemerintah tersebut. Kebanjakan kegiatan² dari pada petugas² intelligence dizaman Pemerintahan² tersebut hanja ditudjukan kepada kepentingan mendapatkan uang (honoraium) sadja, tidak perduli kalau keterangan² jang diberikan hanja di-tjari² djadi kesalahan² hanja diada²kan.
Maka bagi rakjat dari Negara kita jang masih muda ini, sukarlah untuk menghilangkan kesan² jang buruk terhadap kegiatan intelligence meskipun mereka telah hidup dialam jang merdeka dan berdaulat.
Kesimpulan dari keterangan² ad. 1, 2, 3 dan 4 ialah, bahwa: keinsjafan terhadap intelligence dan security (inteligence-& security mindedness) masih kurang dan belum mendalam, karena pertumbuhan dari Angkatan Perang kita melalui proses jang revolusionair.<br>
Pengertian tentang intelligence & security.<br>
Pengertian tentang intelligence & security.<br>
Perkataan Intelligence berasal dari bahasa Latin: Intelectum.
Dalam bahasa Indonesia berarti; {{sp|Ketjerdasan}}. Mengapa intelligence didasarkan kepada pengertian ketjerdasan? Karena untuk mentjiptakan sesuatu jang dinamakan intelligence, menghendaki ketjerdasan dalam tjara mendapatkannja, mentjari hubungannja dsb. Intelligence djuga diartikan: Penjelidikan, dan pengertian inilah jang paling banjak dipergunakan:
Sebetulnja istilah intelligence tidak dapat diartikan sepenuhnja dengan istilah penjelidikan. Penjelidikan hanjalah salah satu dari pada fungsi² intelligence, atau dengan lain kata, karena hasil² penjelidikan, maka tertjiptalah apa jang dinamakan intelligence. Definisi bagi istilah intelligence ialah:
a. dalam arti jang lebih luas : pengetahuan atau ilmu jang mentjari pendjelasan² atau djawaban-djawaban pada tingkatan terbaik atas masaalah², umpama masaalah² militer, politik, ekonomi, dsb.
b. dalam arti jang lebih sempit antara lain segala kegiatan jang bertjorak gelap atau rahasia guna menimbulkan kerugian kepada musuh atau sesuatu jang dianggap/mungkin djadi musuh (sabotage, spionnage, propaganda).
Hasil penjelidikan jang belum melalui proses penjelenggaraannja jang telah ditentukan, belum dapat dipergunakan sebagai intelligence, djadi belum dapat ia mendjelaskan sesuatu keadaan atau possisi jang dibutuhkan. Umpama hasil² penjelidikan terhadap kubu pertahanan musuh jang begitu sadja diterima dari petugas penjelidik belum dapat dipergunakan oleh seorang komandan kesatuan guna menentukan tindakan selandjutnja. Djadi djelaslah, bahwa apa jang sering dan selalu diartikan dengan penjelidikan bagi istilah intelligence, sebenarnja hanjalah pengertian tentang salah satu dari pada fungsi intelligence itu.<noinclude>{{rh|||53}}</noinclude>
mzg06n3ytgsg7pej5hfqegriz2xnqt4
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/87
104
101126
294998
283140
2026-05-14T05:34:36Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294998
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Tambahan perlengkapan selain jang sudah sebutkan diatas ditambah/perlengkapi lagi dengan kaos kaki wool, sun glasses, masker (kedua-duanja ini dipergunakan selama perdjalanan di padang pasir), tanda2, vergasern (karena tiap outpost Pn. menjelenggarakan makananja sendiri).
Setelah l.k. 10 hari kita berada di Shandora dan dalam pada itu Djendral Burns telah menindjau dan inspeksi pasukan, maka turunlah perintah bahwa satu Kie ialah Kie "A" diperintahkan mengganti tugas Danem didaerah Sinai. Setelah perintah tsb., berturut2 tugas check-post, pendjagaan H.Q. UNEF, post Abu Suweir dan lain2 sebagainja diberikan kepada Bn. kita.
Mengenai keadaan tugas umumnja tiadalah berat dan lain sekali sifatnja dengan di G.B.N. ataupun di Djawa-Barat. Seperti tentunja Sdr. djuga maklum bahwa kita bukannja dimaksud untuk bertempur. Bahkan djustru kebalikannja, berusaha mentjegah dan djangan sampai terdjadi pertempuran/pertumpahan darah lagi didaerah ini.
Jang agak berat buat pertama kali ialah menghadapi dingin. Tempat tugas dipadang pasir ini lebih dingin lagi dari Shandora, ditambah adanja angin kentjang jang mendingin. Kadang2 dinginnja sampai mendekati nol deradjat, hingga air mendjadi beku dan kalau hudjan bertjampur dengan es. Tetapi di Mesir djarang2 terdapat hudjan dan kalau ada hanja sebentar dan tidak keras. Sekarang tahulah kita Sdr. mengapa orang disini bertjebok dengan kertas. Karena disamping airnja sukar, djuga karena dinginnja. Bisa sang tangan mendjadi "kedju" karena berani menjentuh air dipagi hari.
Untuk mendapatkan air ini tidaklah mudah. Baru ber-puluh2 kilometer kemudian didapat tempat pompa-air.
Seperti sekarang ini setiap hari Kompi harus mengambil air di sumur pompa jang djauhnja 60 Km lebih untuk keperluan2 Pn2 didepan. Tetapi Pn2 didepan djuga telah diperlengkapi dengan jerrycans dengan perhitungan rata-rata seorang 1 jerrycan untuk sehari, terbatas hanja untuk keperluan masak, minum, sikat gigi dan mentjutji muka. Dilarang untuk dipergunakan mandi atau mentjutji, karena tjutjian disentraliseer dan dikirim kebelakang (basis Bn.).
Letak outpost Pn dari C.P. Kie sampai sedjauh 60 Km sama dengan 2 djam perdjalanan kendaraan dipadang pasir. Kadang² Pn itu mengeluarkan check-post sedjauh 30 Km atau lebih. Tetapi sedemikian itu biasa sadja karena tiap post diperlengkapi dengan kendaraan dan perhubungan unit P.H.B. selalu lantjar. Transport dan/atau dropping sesuatu jang penting dapat dengan pesawat terbang ketjil type Otter jang untuk landasannja mudah sekali dibuat dipadang pasir ini.
Kendaraan jang dipergunakan dipadang pasir harus dalam keadaan jang baik. Jang kita pergunakan sekarang ini adalah Jeep, Austin ¾ tonner, Bedford 3 ton dan truck Canada fluit drive 4 tonner.
Mengambil djalan dipadang pasir adalah tidak begitu sukar, karena djalannja hanja satu. Tetapi harus berhati-hati dimedan luar djalanan kadang² masih terdapat randjau² baik jang dahulu dipasang oleh Mesir sendiri maupun oleh Israel. Kalau ada lapangan randjau sudah djuga diberi tanda-tandanja.
O, ja tadi lupa saja katakan, bahwa sesudah 9 minggu kita menggantikan tugasnja Kie "A". Ditempat tugas kita sekarang ini diperbantukan tenaga² Canadian Signal Corps dan Norwy Medical Detashement dengan seorang Dokter. Perhubungan anak² kita dengan mereka itu (Canada dan Norwegia) akrab sekali. Walaupun dengan bahasa Inggris "Tarzan-an" mereka itu dapat omong² dan bersenda-gurau dengan senangnja.
Mengenai kesenangan teman²? Djangan dikira bahwa ditempat tugas dipadang pasir ini tidak ada kesenangannja. Senang sekali, ja kesenangan dalam lingkungan ketentaraan. Kadang² senang lebih lama bertugas daripada beristirahat dipangkalan Bn. Bagaimana tidak senang teman²! Kalau tidak senang kan berubah mendjadi susah! Disana segala sesuatu kita kerdjakan sendiri. Bikin rumah dengan tenten opslaan sendiri, memperbaiki "perkampungan" sendiri, masak sendiri, perawatan tjukup baik.
(Bersamb. hal. 36).
{{Missing image}}
<small>''</small><noinclude>{{rh|||21}}</noinclude>
csbi595f305ylu2lbkk3xgj2f5o9w3f
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/288
104
101145
294304
283390
2026-05-13T13:04:29Z
Lutfiyatun
26681
/* Tervalidasi */
294304
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{missing image}}
[[Berkas:Proklamasi 17 Agustus 1945.jpg|thumb|center|Dengan memakai jas hudjan, Presiden Sukarno tepat pada djam 24.00 malam mengutjapkan djanji setia pada proklamasi 17 Agustus 1945.]]
{{c|IKRAR SETIA KEPADA PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945}}
{{c|''Diutjapkan Dibawah Hudjan Lebat di Stadion Ikada.''}}
Didalam hudjan jang membasahi bumi Djakarta sedjak senjanja, djam 24.00 hari Sabtu tanggal 17 Agustus 1957 tengah malam, berlangsunglah penutjapan ikrar setia kepada proklamasi 17 Agustus 1945 oleh Presiden Sukarno jang diikuti oleh puluhan ribu rakjat dalam suatu upatjara di Stadion Ikada.
Upatjara ini disiarkan oleh seluruh studio RRI Indonesia, sehingga seluruh rakjat dikepulauan Indonesia dan dimana sadja di berada dapat mengikuti upatjara rasional ini.
<ol start="1">
<li>Kami, bangsa Indonesia, menjadari sedalam²nja akan besarnja korban dan penderitaan lahir batin beribu-djuta rakjat didalam perdjoangan kemerdekaan bangsa dan negara, bersudju kehadrat Tuhan jang Maha Esa, dan berdjanji tetap setia kepada Proklamasi 17 Agustus 1945.</li>
<li>Kami, bangsa Indonesia, demi keselamatan negara Proklamasi 17 Agustus 1945, bersedia mengorbankan segenap djiwa-raga untuk membela dan menegakkan keutuhan dan kesatuan negara Republik Indonesia.</li>
<li>Kami bangsa Indonesia, demi kebahagiaan jang merdeka seluruh rakjat, bertekad melandjutkan perdjoangan melaksanakan tjita² proklamasi 1945, menuju masjarakat jang bebas, bersatu, adil dan makmur.</li>
<li>Kami, bangsa Indonesia, demi pelandjutan perdjoangan itu, berkeras hati melakukan hidup baru jang berdjiwa dan bersemangat proklamasi 17 Agustus 1945.</li>
<li>Kami, bangsa Indonesia, demi pelandjutan perdjoangan itu pula, bersedia mengutamakan kepentingan negara diatas kepentingan golongan ataupun kepentingan diri sendiri.</li>
</ol>
Demikianlah bunji ikrar jang diutjapkan oleh Presiden Sukarno, diikuti oleh segenap hadirin, jang bagaikan menjtah stadion Ikada gegap gempita suasana.
Upatjara seperti ini adalah untuk pertama kalinja dilakukan dalam sedjarah kemerdekaan Indonesia.
Upatjara ini disudahi dengan melakukan Indonesia Raya, dan seluruh upatjara berachir pada djam 00.30 tengah malam.<noinclude>{{rh|10}}</noinclude>
9jhj74xr0z39iaqos3hm4dycj28fk2y
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/290
104
101147
294308
283397
2026-05-13T13:05:39Z
Lutfiyatun
26681
/* Tervalidasi */
294308
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{missing image}}
[[Berkas:Usaha dilapangan keamanan.jpg|thumb|center|Baru² ini sebanyak 34 orang anggota gerombolan bersama keluarganja telah menjeraḥ kepaḍa alat negara didaerah Bekasi. Pada gambar kiri tampak pada saat mereka menjeraḥ. Sedang gambar kanan adalah pada saat mereka menjeraḥkan alat sedjatanja kepada alat negara.]]
{{c|'''USAHA DILAPANGAN KEAMANAN'''}}
Dalam rangka peringatan hari ulang tahun ke 12 proklamasi kemerdekaan, Dewan Perwakilan Rakjat pada tanggal 16 Agustus malam telah mengadakan sidang istimewanja.
Perdana Menteri Djuanda dalam pidatonja setelah sidang dibuka telah menjampaikan kemadjuan² jang ditjapai oleh pemerintah, sekalipun pemerintah menghadapi pelbagai rintangan dalam usaha²nja itu. Antaranja oleh Perdana Menteri telah diuraikan pula mengenai usaha² dilapangan keamanan.
Perdana Menteri Djuanda mengatakan, bahwa mengenai masalah gerombolan² bersendjata, pemerintah berpendapat bahwa perlawanan jang dilakukan dengan kekerasan sendjata, harus pula dihadapi dengan tindakan jang setimpal.
Disamping itu, masih selalu terbuka kesempatan bagi setiap anggota gerombolan untuk kembali kepangkuan Ibu Pertiwi.
Djalan mana jang diutamakan dari kedua djalan ini, tergantung dari pada keadaan daerah jang bersangkutan.
Selandjutnja, mengenai tawanan² SOB jang sudah lama berada dalam tahanan, telah di-usahakan untuk sekalanja dapat dibebaskan kembali.
Dalam soal peristiwa² didaerah², dibidang militer pemerintah tetap berusaha mentjari penjeleseian dengan djalan musjawarah sedjauh mungkin, dengan tidak melepaskan ketentuan² hierarchi dan disiplin, sedjalan dengan garis kebidjaksanaan pemerintah dalam usahanja menormalisasi kembali keadaan.
Untuk menghadapi pembangunan angkatan perang, maka pemerintah telah mengeluarkan instruksi tentang rentjana pembangunan djangka pendek jang bermaksud untuk didjadikan pegangan guna menetapkan arah dan tudjuan setjara prinsipiil dalam pembangunan dan perkembangan angkatan perang selandjutnja.
Pemerintah menginsjafi, bahwa disamping tugas membantu usaha pemulihan keamanan dalam negeri, angkatan perang perlu dibangun demi kepentingan tugasnja jang primer sebagai alat pertahanan negara.
Dalam pada itu pembangunan angkatan perang sesungguhnja tidak dapat dilepaskan dari soal pembangunan negara pada keseluruhannja.
Oleh pemerintah telah dibentuk suatu dewan pembantu Menteri Pertahanan selaku penguasa militer tertinggi, jang terdiri dari Wakil Perdana Menteri III sebagai Ketua dan Menteri Dalam Negeri, Kehakiman, Keuangan dan Penerangan sebagai anggota², dengan maksud untuk memper-erat koordinasi dipusat antara menteri Pertahanan selaku penguasa militer tertinggi dan penguasa² militer/kepala² staf angkatan darat/laut/udara.
Berbitjara mengenai soal² militer ini achirnja dikemukakan, bahwa dengan penjeleseian rantjangan undang² tentang keadaan bahaja nan ti selain memenuhi ketentuan dalam pasal 129 undang² dasar sementara, pemerintah dan dewan perwakilan rakjat akan berhasil menggantikan ”Regeling op de Staat van Oorlog en van Beleg” jang berasal dari zaman Belanda dan Undang² keadaan bahaja tahun 1956, jang tidak selaras lagi dengan perkembangan keadaan negara sekarang.
Begitu pula dalam tahun ini telah diambil langkah² jang konkrit kearah penjeleseian masalah Veteran Pedjuang kemerdekaan.<noinclude>{{rh|12}}</noinclude>
2cppw5a2yxvhdwomaj5f6u14fn4uesb
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/292
104
101148
294324
283408
2026-05-13T13:12:56Z
Lutfiyatun
26681
/* Tervalidasi */
294324
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" /></noinclude>''Sambutan K.S.A.D.:''
{{xx-larger|MEMPERINGATI HARI ULANG TAHUN KEMERDEKAAN R.I. JANG KE XII}}
[[Berkas:KSAD Djenderal Madjor A.H. Nasution.jpg|thumb|right|KSAD Djenderal Madjor A.H. NASUTION.]]
Proklamasi kemerdekaan jang dikumandangkan 12 tahun jang lalu adalah merupakan komando bagi bangsa Indonesia untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia.
Komando inilah jang menggerakkan bangsa Indonesia untuk terdjun kedalam kantjah revolusi jang dengan segera bergolak diseluruh pelosok tanah air. Dengan komando ini, maka petjahlah perang kemerdekaan dengan segala runtunan dan akibatnja.
Perang kemerdekaan ini menimbulkan akibat jang tidak sedikit, baik dalam lapangan materi maupun kedjiwaan. Ia tidak sadja telah menghantjurkan ekonomi kita, tetapi djuga telah menghantjurkan tjara berfikir jang lama dengan tjara berfikir jang dinamis. Dalam 2 lapangan kehantjuran ini terdapat perbedaan² jang besar dalam menghadapi perbaikannja: Bagaimana selandjutnja, setelah perang kemerdekaan berachir. Kehantjuran ekonomi perlu mendapat perbaikan dan kehantjuran tjara berfikir jang lama tidak memerlukan revisie atau penindjauan kembali, malah dianggap perlu bahwa tjara berfikir dinamis itu harus dipupuk dan disebar tanahkan.
Setelah tudjuh tahun peperangan bersendjata berachir, maka pada hemat saja akibat dari kedua kehantjuran ini masih terasa akibatnja disana air kita. Segenap gedjala jang timbul setelah selesainja perang kemerdekaan sedikit banjaknja mengandung nasir jang merupakan akibat dari kedua kehantjuran ini.
Persoalannja adalah sebagai berikut:
Kehantjuran ekonomi memerlukan perbaikan sedjak dari sendi hingga kepada bangunan jang diatasnja. Perbaikan ini adalah merupakan urgentie jang primair, karena djustr kemerdekaan adalah untuk memberikan kemakmuran kepada bangsa. Soal² ekonomi adalah persoalan jang mengandung banjak segi (poligoon) jang bukan hanja tergantung kepada segi keinginan semata². Orang tak perlu untuk mendjadi ekonom terlebih dahulu untuk mengetahui bahwa ekonomi mempunyai hukum dan dali serta rumus² jang tak dapat dipaksakan sesuka hati, seperti djuga soal mathematick mempunyai rumus² sendiri.
Dalam pada itu kehantjuran tjara berfikir jang lama dengan tjara berfikir jang dinamis menimbulkan, akibat, bahwa sebagian besar bangsa Indonesia terutama para pemudanja mengingini agar sesuatu didjalankan dengan tjara jang dinamis, djuga dalam menghadapi persoalan ekonomi. Kita harus mengakui bahwa banjak para pemimpin kita menganggap bahwa dengan selesainja perdjuangan bersendjata, maka selesai pulalah tjara berfikir dan bertindak jang dinamis. Inilah jang menimbulkan gedjala² jang lebih mementingkan formaliteit daripada isi, jang menimbulkan birokrasi jang membatu dan gedjala² lain jang sering ditentang oleh mereka jang masih berdjiwa dinamis.
Dengan demikian tidaklah heran kita bila timbul pertentangan antara kedua tjara berfikir tersebut.
Bukanlah maksud saja disini untuk membenarkan atau menjalahkan demikian sadja sesuatu fihak jang mewakili kedua tjara berfikir itu. Karena tjara berfikir dinamis jang ingin meniadakan hukum, atau jang membentji setiap a-priori terhadap apa jang dibuat golongan lain, tidaklah djuga dapat saja benarkan.
Sesuai dengan tjara saja melihat persoalan tanah air dewasa ini seperti jang saja terakan diatas maka sudahlah pada tempatnja pula bila saja menerima dengan baik andjuran Presiden Soekarno dengan Dewan Nasionalnja mengenai Gerakan Hidup Baru (New Life Movement). Gerakan Hidup Baru ini dengan singkat saja dapat memberikan rumus tudjuannja jakni: ”kembali kepada tjara berfikir dan tjara hidup dizaman perdjuangan 1945-1950”.
```<noinclude>{{rh|14}}</noinclude>
s7lnwv27mdeymfmt60s7465tc0gp2xi
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/297
104
101149
294368
283416
2026-05-13T13:45:38Z
Lutfiyatun
26681
/* Tervalidasi */
294368
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" /></noinclude>ka achirnja artileri Swedia menang, sehingga pasukan Tilly tidak lagi dapat menahanja.
Karena itu maka kedua sadja pasukan berkuda itu lalu madju untuk melakukan serbuanja. Sadja kanan Tilly agak mengapi kemadjuan. Pasukan berkuda Saksen jang masih belum begitu berpengalaman achirnja tidak tahan akan serangan-serangan Furstenberg tersebut. Sebaliknja Pappenheim tidak mendapat kemadjuan dan mendapat perlawanan sengit. Berkat latihan² jang sempurna sadja kanan Gustavus Adolphus dapat membelok sehingga dapat menghindarkan serangan lambung Pappenheim. Ketjuali itu meriam² serta senapan² mereka memuntahkan pelurunja. Pasukan² kaki Swedia sibuk dengan menembak, mengisi, menembak, mengisi lagi. Pappenheimpun tidak mau kalah., oleh karena itu ditjobanja lagi untuk menembus pertahanan sadja kanan Swedia. Sampai tudjuh kali Pappenheim melakukan serbuanja, tetapi tiap² kali selalu gagal.
Tilly jang berada ditengah menggerakkan pasukannja sedjata seorang dan bermahsud untuk menghantam lambung kiri Swedia. Memang agak susah gerakan tersebut sehingga memakan waktu agak banjak. Dalam pd. itu pasukan Swedia telah dapat menjusun barisanja untuk menghadapi serangan tsb. Dan ketjuali itu senapan² terus memuntahkan peluru²nja. Artileripun tidak mau ketinggalan, hingga achirnja penyerang mendapat tembakan dari dua djurusan. Untuk melengkapi kemenanganja, maka Gustavus Adolphus menggerakkan tjadangan pasukan berkudanja. Terhadap serangan balasan ini Tilly tidak berdaja, lebih² pada waktu pasukan berkuda Gustavus mulai menjerbu, maka hantjurlah pasukan Tilly dan pada waktu hari hendak berganti malam, habislah pertempuran bretenfeld.
Dengan demikian terbuka halaman baru bagi perang agama. Sebab dalam pertempuran tersebut dapat dilihat kerdja sama jang erat antara pasukan kaki, berkuda dan artileri. Ketjuali itu serangan² Tilly tidak dilakukan.
Sebab mula-mula digerakkan artileri, sesudah itu pasukan berkudanja dan achirnja pasukan kakinja. Dan meskipun serangan-serangan tersebut dilakukan orang² jang telah matang dalam peperangan, dan djuga dilakukan dengan bersendjata tetapi tidak merupakan suatu serbuan jang teratur.
[[Berkas:Perkundjungan Presiden Sukarno ke Kalimantan Tengah.jpg|thumb|center|Perkundjungan Presiden Sukarno ke Kalimantan Tengah untuk me-resmikan Pelabuhan/ Polangan Raja sebagai Ibu Kotanja. Presiden kesana dari Bandjarmasin ke Pahandut mempergunakan kapal sungai. Dan beliau disambut dengan tari²an. Dan pendjutanannja dilakukan pula dengan helikopter.]]<noinclude></noinclude>
pj4f6uiygpzmhzi7prdyyyijvu1h1ez
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/310
104
101154
294934
283462
2026-05-14T04:26:10Z
Sarieffe
26994
/* Tervalidasi */
294934
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude><center>{{Xx-larger|'''badan kerdja-sama pemuda-penguasa militer diresmikan'''.}}</center>
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 310 crop).jpg|800px|pus|jmpl|''Dengan bertempat di Istana Negara pada tgl. 26 Djuli malam telah dilakukan peresmian „Badan Kerdja Sama Pemuda-Militer". Seperti nampak pada gambar ini, upatjara peresmian ini dihadiri djuga oleh Presiden Sukarno, Kolonel Sadikin jang mewakili KSAD, beberapa Pa. ALRI dan AURI, Menteri² serta undangan lainja.'']]
<div style="column-count:3; text-align:justify;">
Presiden Sukarno dalam wedjangannja di Istana Negara pada tgl. 26 Djuli malam, untuk meresmikan berdirinja Badan Kerdja Sama Pemuda dan Militer mengatakan bahwa sembojan untuk menegakkan satu negara Republik Indonesia kesatuan hendaknja tetap terkobar dalam setiap dada bangsa kita. Api keramat 17 Agustus 1945 ini masih hendaknja mendjadi mythos bagi kita semua.
Badan Kerdja Sama Pemuda-Penguasa Militer (BKS-PM) ini dibentuk beberapa waktu jang lalu atas persetudjuan staf penguasa militer pusat dengan wakil-wakil dari empat organisasi inti pemuda guna menegakkan aparatur negara dan hukum jang berlaku (lihat madjalah kita nomor jang lalu).
'''Tjahaja harapan bagi masa depan :'''
Presiden Sukarno menjebut BKS-PM ini sebagai tjahaja harapan bagi masa depan bangsa Indonesia. Dalam BKS-PM itu pemuda² dan penguasa militer telah bersatu untuk keselamatan negara dan undangan meluaskan kesadaran keseluruh lapisan masjarakat kita jang dalam waktu² jang achir ini selalu diantjam oleh bahaja.
Kata Presiden, ada dua hal jg selalu menimbulkan kesulitan bagi penggalangan persatuan kita itu, jaitu pertama perbedaan ideologie antara kita dan kita jg sangat merundjung dan kedua perbedaan pengertian tentang pembangunan.
Presiden mengatakan, banjak matjamnja ideologie dalam suatu negara bukanlah hal jang djelek. Tetapi kita harus menjusun ideologie jang beragam² itu mendjadi suatu harmoni, bukan berantakan seperti jang kita alami dalam waktu jang achir² ini. Tiap kita bebas untuk memperdjuangkan ideologie kita, asal sadja demokrasi jang berlaku dinegeri kita didjundjung tinggi.
'''Apakah Revolusi Nasional kita sudah selesai ?'''
Presiden berkata, bahwa diantara kita terdapat perbedaan pikiran apakah revolusi nasional kita sudah selesai atau belum. Golongan jang berpendapat revolusi nasional itu selesai mau mentjurahkan seluruh tenaga
</div><noinclude>{{rh|32|}}</noinclude>
f9so3rof511lyqduo9u5h9c3yjev1zq
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/312
104
101156
294957
283474
2026-05-14T04:50:10Z
Sarieffe
26994
/* Tervalidasi */
294957
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 312 crop).jpg|200px|jmpl|''Sdr. Damsih jang mewakili semua anggota Dewan ketika mengutjapkan djandji pemuda tahun 1928.'']]
'''Untuk mentjapai dinamika dan militansi:'''
BKS-PM mempunjai tudjuan pokok menegakkan aparatur negara dan hukum jang berlaku. Maksud kerdja sama ini ditudjukan untuk mentjapai suatu pengertian dalam keadaan perang dan darurat perang dan mentjapai suatu kemanfaatan, baik jang berupa dinamika maupun jang menjerupai militansi.
'''Bekerdja atas tiga landasan :'''
Dalam sidang² pelaksanaan Program dan dalam sidang² pembentukan Dewan Pertimbangan BKS-PM sangat menggembirakan, karena disini ternjata pemuda mempunjai semangat berapi-api, tetapi tjukup toleransi, sehingga dalam waktu jang singkat telah terbentuk suatu Pedoman Tata Tertib. Kalau semangat dari pemuda dan angkatan bersendjata ini terus berdjalan demikian dengan ditambah pangestu dari bapak² kita, tidak ada alasan pesimistis bagi hari depan bangsa Indonesia.
Tentang Tata Tertib DP BKSM-PM itu selandjutnja Letnan Kolonel Pamurahardjo mendjelaskan, bahwa berdasarkan Tata Tertib itu dapatlah dipetjahkan segala sesuatu dengan semangat musjawarah tetapi toleran jang menjangkut segala kesulitan sesuai dengan tiga landasan jang telah disetudjui bersama jaitu: Pertama landasan keamanan, Kedua landasan ekonomi dan Ketiga landasan agama/pendidikan/kebudajaan (lihat madjalah kita nomor jang lalu).
Disamping itu kita bentuk satu badan lengkap dengan staf dan departement²-nja untuk pelaksanaan, dimana segenap lapisan pemuda akan kita adjak ikut serta melekaskan segala program pelaksanaan. Sudah terang dalam pelaksanaan ini akan kita utamakan mobiliteit dan ketangkasan untuk dapat gerak tjepat dan tepat. Demikian pokok pendjelasan Letnan Kolonel Pamurahardjo.
'''Berfungsi memberi pertimbangan², turut memimpin dan melaksanakan'''
Lahirnja kerdja sama Pemuda dan Militer ini mendapat sambutan jang baik dari masjarakat. Maka disini ada baiknja kami muatkan suatu kutipan jang kami ambil dari Mimbar Indonesia jang ditulis oleh sdr. A. Laksmi.
Bahwa badan kerdja sama ini ternjata bukanlah semata-mata merupakan suatu barang mati, birokratis atau jang akan mengatur segala sesuatunja itu dari belakang medja sadja, dapat dilihat pada susunan organisasinja jang terdiri dari :
'''Pertama :''' Dewan Pertimbangan, dimana duduk wakil² organisasi inti/pendukung dan wakil staf penguasa militer.
'''Kedua :''' Pemimpin pelaksana jang terdiri dari wakil² Penguasa Militer dan wakil² Organisasi inti.
Kedua-duanja berfungsi memberi pertimbangan² kepada Penguasa Militer dalam ketiga landasan gerakan tadi serta turut memimpin dan melaksanakan usaha-usaha dalam ketiga landasan gerakan itu.
Lepas dari persoalan jang mengatakan, kerdja sama ini diadakan selama Penguasa Militer selaku pemegang SOB memandang perlu, bagi kita jang penting bagaimana badan kerdja sama dengan organisasi² pemuda² intinja ini bisa mengembangkan sajapnja didaerah² dalam keadaan seperti sekarang.
Menindjau landasan pertama mengenai keamanan, dimana gerakan subversif asing dan musuh negara dinegeri kita ini nampaknja tidaklah memilih tempat, maka memang pada saatnjalah sekarang kalau dalam mengadakan tindakan² langsung untuk membantu memelihara ataupun memperbaiki keamanan itu, tiap² organisasi pemuda dari empat Besar ini, dengan bekerdja sama dengan Penguasa² Militer setempat dan organisasi² pemuda lainnja, mewadjibkan pula kepada anggota² tjabang, anak tjabang maupun ranting organisasi² daerah² untuk memberikan pula bantuannja menurut batas kekuatan dan kemampuannja masing² dengan djalan jang sjah djika dipandang perlu.
Ini patut kita tekankan disini, ialah untuk mendjaga supaja ketiga landasan gerakan itu djangan tjuma tinggal tergantung dipusat sadja ditempat naskah ditanda tangani. Terutama dalam bantuan dilapang perbaikan produksi nasional, disamping bergeraknja roda² industri dikota-kota besar, jang utama adalah pula bagaimana usaha dan amal jang harus dikerdjakan untuk membantu paman² tani kita dalam memperbaiki dan melipat gandakan hasil buminja.
Dalam lapangan distribusi, dimana pihak kaum kapitalis asing<noinclude>{{rh|34|}}</noinclude>
s3ig4ew6ffgh7zcc2qmwcv0betwc7d4
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/419
104
101191
295081
283632
2026-05-14T07:39:43Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
295081
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}}
<big><big><big><big>'''MEDALI SEWINDU APRI'''</big></big></big></big>
<big>'''ksad:'''</big>
<big>MEDALI SEWINDU INI ADALAH PENGHARGAAN JANG SETINGGI-TINGGINJA DARI NEGARA TERHADAP SEGALA SESUATU JG. TELAH KITA LAKUKAN DALAM PERDJUANGAN KEMERDEKAAN.</big>
{{center|—o—}}
'''Kebanggaan terhadap tradisi:'''
Pada tgl 29 Djanuari 1958 bertepatan dengan ulang tahun sewindu wafatnja Bapak TNI Djenderal Sudirman, dihalaman MBAD Djakarta telah dilakukan upatjara pemberian Medali Sewindu Angkatan Perang Republik Indonesia kepada tiga anggota Staf AD/MBAD (Pa. Menengah, Pa. Pertama dan Bintara) jang setjara simbolik mewakili kawan-kawannja jang berhak menerima Medali tersebut.
Pemberian Medali Sewindu APRI itu adalah sebagai realisasi daripada Undang² No: 30 th 1954 dlm dimana dalam gelombang pertama ini ada lebih kurang 10.000 orang warga Angkatan Darat dari seluruh TNI jang berhak mendapatnja. Maksud pemerintah dengan pemberian Medali itu ialah untuk memberikan tanda kehormatan sebagai tanda penghargaan kepada anggota TNI jang selama sewindu sedjak hari lahirnja Angkatan Perang RI terus menerus sebagai anggota A.P., menundjukkan kesetiaan, kesungguhan, serta budi pekerti jang baik dalam melakukan tugas dan kewadjibannja.
Dengan memberikan tanda penghargaan itu, pemerintah bermaksud pula untuk mendjadikan mereka itu sebagai tauladan bagi anggota² A.P. lainnja, hingga dengan demikian mereka semua itu dibimbing kearah sifat² jang utama dalam pengabdiannja untuk kepentingan negara dan bangsa. Disamping itu pemerintah hendak menanam dan membangkitkan perasaan kebanggaan terhadap tradisi, pengertian dan kesadjahan akan kewadjiban dan tanggung djawab segenap anggota² A.P. untuk memperteguh, memelihara, dan mendjutkan untuk masa depan tradisi jang baik, jang telah diletakkan dasar²nja dalam masa sewindu jang telah lampau itu. Sebab bagi A.P.R.I. dimana anggota²nja insjaf akan tanggung djawabnja, dan tahu menghargai dan memelihara tradisinja, maka akan merupakan Angkatan Perang jang berdjiwa Bhajangkari dan jang akan merupakan sendi² jang kuat bagi negara sepandjang masa.
'''Warislah semangat kepatriotan:'''
Adapun amanat KSAD pada upatjara penjerahan Medali Sewindu jang bertepatan dengan upatjara memperingati wafatnja Djenderal Sudirman adalah sebagai berikut:
Hari ini pada tgl 29 Djanuari 1958 kita memperingati sewindu hari wafatnja almarhum Djenderal Sudirman jang sangat kita hormati dan tjintai itu. Tepat pada hari ini delapan tahun jang lalu, beliau telah meninggalkan kita dan mewariskan kepada kita semangat kepradjuritan dan semangat kepatriotan jang djarang kita dapati pada tokoh² lain diluar A.P. kita ini. Dalam sedjarah kemiliteran RI, nama beliau tertjantum dengan tinta emas, sebagai pedjuang, sebagai pendjiat, sebagai pahlawan, sebagai pendiri TNI, sebagai Panglima Besar jang di bersatu dalam pribadi djiwanja terbakti disetiap krida, dan hanja diatas² jang kemuljah seseorang itu djudji djiwanja. Kesederhanaannja, kekuatan djiwanja, ketekunannja, kesetiaan pada negara adalah jang harus didjadikan lambang oleh kita jang harus kita wariskan, karena suatu waktu generasi kita ini harus diganti oleh generasi jang lain.<noinclude>{{rh|||9}}</noinclude>
14kbc2svekzl6qdbvrcynnhf10hnu41
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/284
104
101194
294297
283679
2026-05-13T12:59:49Z
Lutfiyatun
26681
/* Tervalidasi */
294297
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 284 crop).jpg|300px|kiri|jmpl|'''''Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Jugoslavia Tempo sedang membalas penghormatan pasukan jang berdeville.''''' ]]
luar batas, senang lenggangkangkung, produktiviteit kerdja tak melebihi 50 persen, banjak antara kita lupa akan tjita-tjita Proklamasi, gemar mendjiplak, kehilangan kepribadian sendiri, kurang rasa persatuan, banjak petualang² politik, kereta api kotor dan sebagainja.
'''Bukan hanja „Gerakan Hidup Sederhana” :'''
Gerakan Hidup Baru bukan hanja gerakan „hidup sederhana” sadja. Kaum Marhaen pun memang sudah tjukup hidup sederhana.
Hanja terutama sekali kaum atasan perlu penjederhanaan, dan kita semua, — marhaen dan atasan —, perlu mendapat pengertian baru dari kata penjederhanaan.
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 284 crop2).jpg|500px|pus|jmpl|'''''Deville ini diikuti pula oleh para veteran dengan pandji² pembangunannja dan oleh para peladjar.''''' ]]<noinclude>{{rh|6}}</noinclude>
abgcgdlabu8seveg3tuzrp0w5vbm2cd
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/451
104
101221
295102
283730
2026-05-14T08:49:24Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
295102
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><p style="text-align: center; font-variant: small-caps;">Nj. Arsin Ikut Bertempur</p>
Berbitjara tentang Tentara, fikiran kita akan tertumbuk pada orang² dengan pakaian seragam serba hidjau, sepatu boots lengkap dengan mas bintang dipundak. Tinggal di Asrama serba sepa bek.
Sehari² nja bergelutkan sendjata bahkan berkelahi atau menembak. Seringkali orang menganggap bahwa Tentara hidupnja selalu diliputi bahagia djauh dari duka. Tidak akan salah kalau ada anggapan demikian. Tetapi djika diselami lebih djauh, disamping suka, Tentara sebagai manusia biasa tidak lepas dari duka. Bagi jang dekat dalam hubungan atau keluarga dari satu diantaranya, tjukup memilukan duka ditundjukan. Boleh dikatakan bahwa Tentara adalah kumpulan dari suka dan duka.
Karena diantara mereka satupun tidak ada jang gentar. Suasananja diliputi sedih hingga detik ini hanja kaum pria sadja jang diperdjudikan, meskipun beberapa wanita memiliki kemampuan. Tetapi dalam banjak hal beberapa wanita mempunjai pengaruh setara tak langsung pada djalan fikiran suaminja. Dan pengaruh ini begitu mendalam sehingga perpaduan suami turut menderita. Disamping itu banjak pula jang mendjadi pendorong kearah terlepasnja tjita-tjita. Ny. Arsin sebagai tokoh dalam tjeritera ini salah satu diantara kenjataan itulah. Jang karena gelombang tjintanja begitu meluap, hingga menggelamkan semangat suaminja.
Pelabuhan Benoa hari itu dalam puntjak kesibukan. Sebuah kapal berlabuh dengan sekotji² jang mandir-mandir penuh manusia berpakaian hidjau. Didaratan masih ada djumlah jang lebih besar lagi menanti giliran. Hari itu adalah saatnja Ki V berangkat ke Sulawesi Selatan. Sekelompok keluarga jang turut mengantar, sebagai si penjaji buat kepergian dan mentjoba menahan terik matahari dengan payung atau selendang. Mereka akan berpisah, tetapi untuk berapa lama?
Satu bulan, dua bulan satu tahun atau dikejutkan sebuah berita kematian suaminja jang tjukup memberi pandangan gelap pada hari kematian.
Disudut agak djauh dari kelompok itu berdiri dua manusia berlainan djenis. Itulah Arni dan suaminja Arsin. Umurnja baru mengachiri bilangan belasan. Wadjah dan tingkah lakunja mengesankan bahwa ia dari keluarga baik². Kalau masjarakat Bali termasuk golongan Anak Agung. Tetapi masjarakat Djawa biasa menjebut „Den Aju”. Arus revolusi menenggelamkan sebutan-sebutan itu. Dan Arni sudah puas disebut „mbakju” atau „dik”. Hanja sifat kekanakan dan mendja jang masih melekat, lajak sebagai anak perempuan satu-satunja dari ketiga saudaranja. Dari kedua manusia itu jang terdengar hanja isakan diselingi suara membudjuk. Mereka baru kali ini akan berpisah. Apalagi perut Arni begitu menondjol padat berisi baji jang sudah mendekati perhitungannja. Siapa jang lebih sedih diantara mereka sukar dibedakan. Begitu sedih si Arni seolah² mengantar suaminja kekubur.
— Sudah djeng, sudah. Djangan menangis sadja. Apa tidak malu dilihat orang²? budjuk Arsin sambil melengok kesebuah kelompok jang berbaris.
— Anggap sadja aku pergi satu minggu, lain kali anggap pula demikian.
— Tidak mas, aku tidak tahan. Aku menikah untuk berbahagia. Tetapi kalau mas pergi dimana bahagia itu? Ratap Arni.
— Aku pergi kan bertugas, dik.
— Mas, lebih baik mas minta keluar sedikit, mas. Nanti pulang ke-orangtuaku. Makan seadanja. Tjarilah kerdja lain. Nanti aku turut kerdja di madrasah. Apa jang kau kerdja di Tentara. Kalau tak selamat. mati. Mas, mas keluar sadja lekas-lekas! teriak Arni terputus-putus sedih.
Arsin diam terpaku tenggelam dalam renungan mendengar ratap isterinja. Ibukan Arni kini mendekati suaminja. Saputangannja basah berat menampung air matanja.
— Mas, keluar sadja mas, teriak Arni sambil menggojang tangan suaminja. Aku kepunjaanmu dan engkau kepunjaanku. Aku berhak memiliki. Perhatian orang disekitarnja tertumpah pada mereka berdua. Mereka mendatangi dan masing² ingin mengetahui persoalannja.
— Kini hamba berpisah Tuan aku akan melahirkan baji. Siapa jang akan menunggu dan siapa jang akan menghibur diwaktu lara? sambung Arni. Bu Indro jang turut mengantar suaminja dan sedari semula mendengar setjara tak sengadja persoalan itu datang menengahi.
— Sudah, djeng. Djangan seperti anak ketjil. Tjoba lihat seperti ibu ini. Sudah berulang kali ditinggalkan bapaknja Ria ke front. Toh djuga kembali. Bahkan sedari Ria diperut hingga berumur satu tahun tidak pernah ditengok.
Masing untuk pertama kalinja sangat mengedjutkan. Arsin sangat malu mendjadi perhatian orang banjak. Dengan bantuan bu Leman Indro ia membudjuk kembali isterinja. Tapi rupa-njaja Arni teguh pada pendirian. Untuk memuaskan, Arsin menanggupi permintaannja.
— Kumpul ...... rombongan terachir berangkat, teriak seorang Pradjurit.
— Sudah, djeng. Selamat tinggal. Djaga dirimu baik². Perantauanmu akan kuadjukan keatasan, utjap Arsin sambil berlari menudju motorboot.
— Mas, Mas Arsin aku turut, teriak Arni sambil mengedjar suaminja. Arni berlari. Tidak menghiraukan orang² disekitarnja dan kau<noinclude>{{rh|||41}}</noinclude>
qime8e9go2nj5m8xgmdonr68uvuaw6m
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/892
104
101236
295402
291299
2026-05-14T11:56:54Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
295402
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>apabila gugur, pasti tak akan tumbuh jang kedua kalinja. Kata-kat{{Illegible}} Ini disebut „sabda pendita ratu”.
Pada tahun 1450 Masehi beliau beristerikan seorang puteri Tuba{{Illegible}} Njai Ageng Manilah namanja. Dari perkawinan ini, beliau berputera
# Makdum Ibrahim jang achirnja bergelar Sunan Bonang;
# Masih Munat jang achirnja bergelar Sunan Dradjat (dek{{Illegible}} Sedaju) dan
# Njai Gede Malichah (Maleka) jang achirnja mendjadi iste{{Illegible}} Sunan Giri.
'''Peladjaran Sunan Ngampel.'''
Peladjaran Islam jang dikembangkan oleh Sunan Ngampel pad{{Illegible}} masa itu ialah Bismillah, kalimah Shahadat dan tauhid. Sungguhpu{{Illegible}} beliau kurang pandai berbahasa Djawa, namun berkat ke-ichlasa{{Illegible}} kedjudjuran dan isi lidahnja sesuai dengan perbuatannja, berkembangl{{Illegible}} agama Islam dengan suburnja.
Peladjaran Tauhidnja jang diuraikan dengan bahasa Arab, lalu disal{{Illegible}} dalam bahasa Djawa tjara Ngampel jaitu:
„Wa jadjibu ’ala kulli mukallafin, an ja’rifa anna Allaha, wadjibul-wudjud”.
„Lan wadjib ing atasé saben-saben wong mukallaf, jèn ta ngaweruhi, satuhuné Allah iku zhat kang wadjib wudjudé”.
Kalimat itu sebenarnja belum disalin dalam bahasa Djawa, mas{{Illegible}} separuh-separuh bahasa Arab dan Djawa, akan tetapi dapat dimenge{{Illegible}} dan difahami oleh Rakjat.
'''Tjara mengembangkan Islam.'''
Pekerdjaan Sunan Ngampel itu apabila selesai mengadjar, beli{{illegible}} meromet-romet di rumah, membuat kipas dari pada bambu (ilir Bahasa Djawa). Hasil pekerdjaannja itu tidak didjual dengan ua{{Illegible}} melainkan didjualnja dengan kalimah shahadat dan bismillah. Unt{{Illegible}} itu beliau masuk kampung keluar kampung menawarkan kipasnja dengan membawa beberapa helai kipas buatannja itu. Setiap orang bol{{Illegible}} membelinja hanja sehelai dengan membatja shahadat dan bismilla{{Illegible}} Dalam pada itu manakala melihat orang-orang berkerumun menjabu{{Illegible}} djago (ajam djantan), beliau datang mendekatinja. Beliau memperhatik{{Illegible}} dan mempeladjari benar-benar akan djiwa masjarakat Surabaja. Dianta{{Illegible}} penjabung-penjabung djago itu ada pula jang datang kerumah beli{{Illegible}} hendak mohon djimat dan mantra, supaja djago jang disabungnja memperoleh kemenangan. Untuk itu olehnja disuruh membatja shahad{{Illegible}} Dalam hal ini banjak pula jang mudjarab. Oleh karena inilah nama d{{Illegible}} kesaktiannja tersohor. Pada achirmja beliau mendapat gelar Sun{{Illegible}} Ngampel.<noinclude>{{rvh|782}}</noinclude>
hl4n528yk0nfiw1rbn1q7mvkgkaciuj
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/704
104
101266
295161
284172
2026-05-14T09:24:59Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
295161
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude>{{font-size|150%|''ADAT - ISTIADAT:''}}
{{C|{{font-size|150%|'''Jang Perlu Diketahui Oleh Seorang'''<br>
'''Petugas2 Diluar Daerahnja.'''}}}}
<big>{{C|OLEH: MAJOR E. W. SULAIMAN.}}</big>
Marilah kita landjutkan uraian kita kepada matjam² persekutuan hukum jang kita dapatkan diseluruh kepulauan Indonesia.
Kalau sdr. bertugas di Minangkabau, akan melihat suatu persekutuan hukum jang dinamakan Nagari, jang merupakan pokok pangkal tata-susunan rakjat. Orang² Minangkabau mempunjai tertib bermamak kemenakan. Dalam Nagari terdapat clan-clan (suku-suku) dan bagian² dari clan atau famili jang merupakan satu keturunan dari fihak si-ibu. Djadi di Minangkabau ikatan kekeluargaan melalui si-ibu (melalui perempuan), tidak melalui si-bapa (laki-laki).
Dalam sebuah Nagari biasanja tinggal segolongan orang² jang sedikit-dikitnja terbagi atas empat clan jang berlainan. Bagian dari clan itu tersusun sebagai persekutuan hukum dalam suatu famili jang disebut „parui”. Kadang² beberapa famili ini bersatu lagi dalam satu uni (suku) dalam Nagari itu. Dimasa dahulu setiap famili pada adatnja tinggal bersama disebuah rumah besar jang dinamakan „rumah gadang”. Jang tinggal didalam rumah gadang ini nenek dengan suaminja clan anak-anaknja jg perempuan; perempuan jang telah kawin duduk dengan suami dan anak²-nja dalam kamar tidur, demikian pula dengan tiap-tiap tjutju perempuan jang telah bersuami. Tiap² anak laki² jang sudah dewasa keluar dari rumah, mentjari tempat sendiri, ikut dengan isteri-nja. Jang belum kawin pergi ke surau untuk beladjar ngadji dsb-nja.
Persekutuan hukum di Minangkabau tidak seluruhnja sama. Di Agam, nagari² tersusun dari famili² „parui-parui”, adat di Agam Ginamakan „Badi-Tjamiago”.
Dalam adat Koto-Piliang di Tanah Datar dan Limapuluh-Koto masing² famili bersatu mendjadi suku² dan suku² tersusun mendjadi Nagari. Sjaratnja untuk mendjadi Nagari harus ada balai, tapian, galangan dan mesdjid sendiri. Demikianlah susunan persekutuan hukum di Minangkabau. Di Tapanuli lain lagi.
Persekutuan hukum di Tapanuli disebut Negeri dan didalamnja tersusun huta-huta. Dalam huta-huta ini terdapat paling sedikit dua clan. Clan ini disebut „marga”. Djadi dalam satu huta terdapat sedikit-dikitnja 2 marga. Dalam huta, marga jang mendirikan huta itu, djadi marga pendatang pertama itu ialah jang „terutama”, jang berkuasa atau jang memerintah, namanja marga tanah atau marga radja. Hal ini bertalian djuga dengan tjara hubungan perkawinan antara marga². Seorang Batak tidak boleh kawin dengan seorang gadis dari marga sendiri. Marga gadis ini disebut marga hula-hula bagai marga tjalon suaminja. Si gadis ini pindah ke marga suami-nja. Djadi marga jang memerintah dalam suatu huta ialah marga hula-hula, marga dari mana
seorang Batak ambil bakal isteri-nja. Marga hula-hula mempunjai kedudukan nomor satu dalam hutanja dan marga pendatang disebut marga „boru”. Djadi marga hula² dihutanja mendjadi marga boru, marga pendatang, dihuta lain.
Didesa di Djawa dan di Bali perhubungan tingkat antara jg memerintah dan jang diperintah erat hubungannja dgn memiliki sawah. Orang jang punja sawah, pekarangan dan rumah termasuk orang pertama, jaitu, orang² baku, kemudian tingkat kedua orang² jang hanja punja tegalan dan rumah, kemudian tingkat ketiga orang² jang tidak punja rumah dan tanah, jang disebut orang² „penumpang”. Orang² pertama dapat menempati djabatan² desa.
Di Sumba terdapat dua tingkat pokok „preman” dan „budak belian”. Preman disebut, „tau kabisu”, budak belian disebut „tau ata”. Dikalangan tau kabisu dibedakan lagi antara, „maramba” (bangsawan tertinggi — radja²) „tau rimba” (bangsawan biasa) dan „tau Ikabisu” (preman biasa).
Pada orang bugis terdapat tingkat bangsawan (ana karaeng), tingkatan tengah dan rakjat djelata. Pada mulanja ada pantangan perkawinan diluar golongan sendiri, tetapi sekarang pantangan ini sudah tidak diindahkan lagi.
Demikianlah mengenai susunan persekutuan hukum. Selandjutnja dalam tiap² persekutuan hukum mesti ada alat-alat perlengkapan jang bertugas dalam daerah, jg disebut pendjabat² daerah. Sifat
pemerintahan dari persekutuan hukum adat diseluruh Indonesia hampir sama, ialah: „pemerintah dalam persekutuan hukum Indonesia disetiap tempat adalah didalam tangan beberapa gembong atau pembesar, kepala desa, kepala nagari, kepala urung”.<noinclude>{{rh||46}}</noinclude>
f5tr5plr35v1m7trb5sj7o789kaix3f
295163
295161
2026-05-14T09:25:37Z
Aeia aai
24023
295163
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude>{{font-size|150%|''ADAT - ISTIADAT:''}}
{{C|{{font-size|150%|'''Jang Perlu Diketahui Oleh Seorang'''<br>
'''Petugas2 Diluar Daerahnja.'''}}}}
<big>{{C|OLEH: MAJOR E. W. SULAIMAN.}}</big>
Marilah kita landjutkan uraian kita kepada matjam² persekutuan hukum jang kita dapatkan diseluruh kepulauan Indonesia.
Kalau sdr. bertugas di Minangkabau, akan melihat suatu persekutuan hukum jang dinamakan Nagari, jang merupakan pokok pangkal tata-susunan rakjat. Orang² Minangkabau mempunjai tertib bermamak kemenakan. Dalam Nagari terdapat clan-clan (suku-suku) dan bagian² dari clan atau famili jang merupakan satu keturunan dari fihak si-ibu. Djadi di Minangkabau ikatan kekeluargaan melalui si-ibu (melalui perempuan), tidak melalui si-bapa (laki-laki).
Dalam sebuah Nagari biasanja tinggal segolongan orang² jang sedikit-dikitnja terbagi atas empat clan jang berlainan. Bagian dari clan itu tersusun sebagai persekutuan hukum dalam suatu famili jang disebut „parui”. Kadang² beberapa famili ini bersatu lagi dalam satu uni (suku) dalam Nagari itu. Dimasa dahulu setiap famili pada adatnja tinggal bersama disebuah rumah besar jang dinamakan „rumah gadang”. Jang tinggal didalam rumah gadang ini nenek dengan suaminja clan anak-anaknja jg perempuan; perempuan jang telah kawin duduk dengan suami dan anak²-nja dalam kamar tidur, demikian pula dengan tiap-tiap tjutju perempuan jang telah bersuami. Tiap² anak laki² jang sudah dewasa keluar dari rumah, mentjari tempat sendiri, ikut dengan isteri-nja. Jang belum kawin pergi ke surau untuk beladjar ngadji dsb-nja.
Persekutuan hukum di Minangkabau tidak seluruhnja sama. Di Agam, nagari² tersusun dari famili² „parui-parui”, adat di Agam Ginamakan „Badi-Tjamiago”.
Dalam adat Koto-Piliang di Tanah Datar dan Limapuluh-Koto masing² famili bersatu mendjadi suku² dan suku² tersusun mendjadi Nagari. Sjaratnja untuk mendjadi Nagari harus ada balai, tapian, galangan dan mesdjid sendiri. Demikianlah susunan persekutuan hukum di Minangkabau. Di Tapanuli lain lagi.
Persekutuan hukum di Tapanuli disebut Negeri dan didalamnja tersusun huta-huta. Dalam huta-huta ini terdapat paling sedikit dua clan. Clan ini disebut „marga”. Djadi dalam satu huta terdapat sedikit-dikitnja 2 marga. Dalam huta, marga jang mendirikan huta itu, djadi marga pendatang pertama itu ialah jang „terutama”, jang berkuasa atau jang memerintah, namanja marga tanah atau marga radja. Hal ini bertalian djuga dengan tjara hubungan perkawinan antara marga². Seorang Batak tidak boleh kawin dengan seorang gadis dari marga sendiri. Marga gadis ini disebut marga hula-hula bagai marga tjalon suaminja. Si gadis ini pindah ke marga suami-nja. Djadi marga jang memerintah dalam suatu huta ialah marga hula-hula, marga dari mana
seorang Batak ambil bakal isteri-nja. Marga hula-hula mempunjai kedudukan nomor satu dalam hutanja dan marga pendatang disebut marga „boru”. Djadi marga hula² dihutanja mendjadi marga boru, marga pendatang, dihuta lain.
Didesa di Djawa dan di Bali perhubungan tingkat antara jg memerintah dan jang diperintah erat hubungannja dgn memiliki sawah. Orang jang punja sawah, pekarangan dan rumah termasuk orang pertama, jaitu, orang² baku, kemudian tingkat kedua orang² jang hanja punja tegalan dan rumah, kemudian tingkat ketiga orang² jang tidak punja rumah dan tanah, jang disebut orang² „penumpang”. Orang² pertama dapat menempati djabatan² desa.
Di Sumba terdapat dua tingkat pokok „preman” dan „budak belian”. Preman disebut, „tau kabisu”, budak belian disebut „tau ata”. Dikalangan tau kabisu dibedakan lagi antara, „maramba” (bangsawan tertinggi — radja²) „tau rimba” (bangsawan biasa) dan „tau Ikabisu” (preman biasa).
Pada orang bugis terdapat tingkat bangsawan (ana karaeng), tingkatan tengah dan rakjat djelata. Pada mulanja ada pantangan perkawinan diluar golongan sendiri, tetapi sekarang pantangan ini sudah tidak diindahkan lagi.
Demikianlah mengenai susunan persekutuan hukum. Selandjutnja dalam tiap² persekutuan hukum mesti ada alat-alat perlengkapan jang bertugas dalam daerah, jg disebut pendjabat² daerah. Sifat
pemerintahan dari persekutuan hukum adat diseluruh Indonesia hampir sama, ialah: „pemerintah dalam persekutuan hukum Indonesia disetiap tempat adalah didalam tangan beberapa gembong atau pembesar, kepala desa, kepala nagari, kepala urung”.<noinclude>{{rh|46}}</noinclude>
imr1cuzf7qqjgezanpvh346p7jrgxc6
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/226
104
101271
295074
293626
2026-05-14T07:17:29Z
Riiiv
22458
/* Belum diuji baca */
295074
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Riiiv" /></noinclude>„.............''pertempuran jang harus mendapat perhatian dari jang lain akrena meskipun Inggris mengalami kekalahan, dilakukan setjara ksatria”.
{{right|Daniel.}}
Pertempuran ini besar artinja bagi Inggeris. Dengan dikalahkannja radja Harold oleh William dari Normandi, maka terbukalah sedjarah baru bagi keradjaan Inggeris. Hal ini diakui djuga oleh ahli? sedjarah Inggeris, meski mereka harus mengakui kekalahannja terhadap bangsa Normandi. Berkata Creasy dalam hal ini, bahwa pengaruh pertempuran di Hasting itu tidak dapat dianggap enteng bagi mereka jg. mengikuti kedjajaan keradjaan Inggeris. Rapin-seorang pengarang bangsa Perantjis jang kenamaan mengatakan, bahwa pengaruh pertempuran tersebut setjara revolusioner merubah dan membangkitkan kedjajaan keradjaan Inggeris.
Andaikata tidak ada pertempuran Hastings, Inggeris tidak dapat mentjapai puntjak kedjajaan seperti jang terlihat sekarang ini. Tidak harja dalam hubungan
sedjarah sadja Hastings itu penting artinja, tetapi djuga dipandang dari sudut sedajarah kemiliteran. Sebab untuk pertama kali meskipun barangkali tidak
disengadja - dilakukan kerdjasama jang erat antara pasukan berkuda dengan pasukan2 penembak panah. Djadi antara Kavaleri jang mempunjai daja penggempur dengan pasukan jang memiliki daja penembak. Tetapi sajang taktik gabungan jang baik sekali itu kurang mendapat per
hatian, sehingga baru satu abad kemudian mendapat tempat selajaknja dlm taktik bertempur. Teringat kita akan Xenophon dalam bukunja “Anabasis” jang antara lain mengatakan: "Bangsa Junani tidak dapat menawan lawannja meski seorangpun, karena tidak mempunjai pasukan berku-
da sebaliknja bangsa Persia dalam waktu mengundurkan diripun masih dapat memberi
pukulan2 kepada lawannja, karena sambil menunggang kuda masih dapat menembakkan panah2nja kebalakang”.
Untuk dapat menghargai pertempuran Hastings baik dipandang dari sudut sedjarah umum maupun militer baiklah diutarakan sebab-musabab pertempur itu.
Pokok dari perselisihan antara Inggeris dan Normandi itu berpangkal pada perebutan mahkota keradjaan Inggeis. Dalam persengketaan ini turut tjampur pula radja Harold Hardrada dari Norwegia jang djuga mengingini mahkota tersebut.
Ketika radja Inggeris Edward masih hidup, Harold pernah mengundjungi istana William di Normandi. Dan pada waktu itu
William pernah menjinggung2 soal warisan mahkota Inggeris. la mengatakan, bahwa semasa ia masih hidup barsama dengan ra-
dja Edward selaku kakak beradik, kepadanja telah didjandjikan mahkota keradjaan Inggeris sebagai warisan. Karena itu ia berhadapan supaja Harold turut membantu melaksanakan soal itu. Lain dari pada itu kepada Harold diandjurkan supaja menikah dengan anaknja. Dan ketjuali itu Harold diminta supaja menjuruh saudaranja pe-
rempuan untuk pergi ke Normandi sehingga dapat dikawinkan dengan salah seorang pengikut William. Kepada itu semua Harold terpaksa menjetudjuinja karena disitu ia merasa bukan mendjadi tamu melainkan sebagai tawanan. . Untuk melengkapkan kesediaan Harold dalam
menjerahkan mahkoto keradjaan Inggeris kepada William, ia disuruh bersumpah diatas tulang-belulang orang2 sakti dimuka para bangsawan Normandi. Baru
setelah ini dilakukan merasa puaslah William.
Tidak lama kemudian radja Edward mangkatlah. Dan baik para bangsawan Inggeris maupun<noinclude>{{rh||4}}</noinclude>
3ejbfw9bzym85b5tkc51kdrggze0g13
295366
295074
2026-05-14T11:28:05Z
Alicya-
21994
/* Telah diuji baca */
295366
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Alicya-" /></noinclude>{{Border|{{Right|{{Xxx-larger|Perang}}<br>{{X-larger|DARI MASA KE MASA}}<br>{{X-larger|HASTING Th. 1066.}}}}}}
'''„.............pertempuran jang harus mendapat perhatian dari jang lain{{sp|2}}; karena meskipun Inggris mengalami kekalahan, dilakukan setjara ksatria.”'''
{{right|'''Daniel.'''}}
Pertempuran ini besar artinja bagi Inggeris. Dengan dikalahkannja radja Harold oleh William dari Normandi, maka terbukalah sedjarah baru bagi keradjaan Inggeris. Hal ini diakui djuga oleh ahli{{sp|2}} sedjarah Inggeris, meski mereka harus mengakui kekalahannja terhadap bangsa Normandi. Berkata Creasy dalam hal ini, bahwa pengaruh pertempuran di Hasting itu tidak dapat dianggap enteng bagi mereka jg. mengikuti kedjajaan keradjaan Inggeris. Rapin - seorang pengarang bangsa Perantjis jang kenamaan - mengatakan, bahwa pengaruh pertempuran tersebut setjara revolusioner merubah dan membangkitkan kedjajaan keradjaan Inggeris.
Andaikata tidak ada pertempuran Hastings, Inggeris tidak dapat mentjapai puntjak kedjajaan seperti jang terlihat sekarang ini. Tidak harja dalam hubungan sedjarah sadja Hastings itu penting artinja, tetapi djuga dipandang dari sudut sedajarah kemiliteran. Sebab untuk pertama kali meskipun barangkali tidak disengadja - dilakukan kerdjasama jang erat antara pasukan berkuda dengan pasukan{{sp|2}} penembak panah. Djadi antara Kavaleri jang mempunjai daja penggempur dengan pasukan jang memiliki daja penembak. Tetapi sajang taktik gabungan jang baik sekali itu kurang mendapat perhatian, sehingga baru satu abad kemudian mendapat tempat selajaknja dlm taktik bertempur. Teringat kita akan Xenophon dalam bukunja “Anabasis” jang antara lain mengatakan: “Bangsa Junani tidak dapat menawan lawannja meski seorangpun, karena tidak mempunjai pasukan berkuda {{Ellipsis|15}} sebaliknja bangsa Persia dalam waktu mengundurkan diripun masih dapat memberi pukulan{{sp|2}} kepada lawannja, karena sambil menunggang kuda masih dapat menembakkan panah{{sp|2}}nja kebalakang”.
Untuk dapat menghargai pertempuran Hastings baik dipandang dari sudut sedjarah umum maupun militer baiklah diutarakan sebab-musabab pertempur itu.
Pokok dari perselisihan antara Inggeris dan Normandi itu berpangkal pada perebutan mahkota keradjaan Inggeis. Dalam persengketaan ini turut tjampur pula radja Harold Hardrada dari Norwegia jang djuga mengingini mahkota tersebut.
Ketika radja Inggeris Edward masih hidup, Harold pernah mengundjungi istana William di Normandi. Dan pada waktu itu William pernah menjinggung{{sp|2}} soal warisan mahkota Inggeris. Ia mengatakan, bahwa semasa ia masih hidup barsama dengan radja Edward selaku kakak beradik, kepadanja telah didjandjikan mahkota keradjaan Inggeris sebagai warisan. Karena itu ia berhadapan supaja Harold turut membantu melaksanakan soal itu. Lain dari pada itu kepada Harold diandjurkan supaja menikah dengan anaknja. Dan ketjuali itu Harold diminta supaja menjuruh saudaranja perempuan untuk pergi ke-Normandi sehingga dapat dikawinkan dengan salah seorang pengikut William. Kepada itu semua Harold terpaksa menjetudjuinja karena disitu ia merasa bukan mendjadi tamu melainkan sebagai tawanan. Untuk melengkapkan kesediaan Harold dalam menjerahkan mahkoto keradjaan Inggeris kepada William, ia disuruh bersumpah diatas tulang-belulang orang{{sp|2}} sakti dimuka para bangsawan Normandi. Baru setelah ini dilakukan merasa puaslah William.
Tidak lama kemudian radja Edward mangkatlah. Dan baik para bangsawan Inggeris maupun<noinclude>{{rh||4}}</noinclude>
s0t0uw4eav7r6h4iye4z547h9cmirog
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/313
104
101277
294963
284228
2026-05-14T04:59:55Z
Sarieffe
26994
/* Tervalidasi */
294963
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude>maupun kapitalis nasional dalam keadaan harga barang² keperluan rakjat sehari-hari jang sangat gila seperti sekarang sudah timbul nafsu main spekulasi, memang tidaklah ketjil artinja peranan dan bantuan pemuda untuk turut serta mengontrole mengawasinja setjara intensif. Begitupun dalam usaha turut membantu memberantas korupsi, peredaran uang palsu, dan penjelundupan, baik smokel legaal maupun illegaal, apalagi dalam masa berlakunja peraturan penilikan harta benda seperti sekarang ini, memang tidak lain dari pemudalah satu-satunja harapan kita untuk dapat mendobrak segala perbuatan² tertjela dan jang sangat menghalang-halangi terlaksananja tjita-tjita kearah kemakmuran rakjat dan keselamatan negara jang adil, aman sentosa itu.
Selandjutnja dengan menjandarkan pengharapan kita kepada pemuda2 dengan organisasi²-nja jang harus dapat kembali berdjiwa dan mendjiwai semangatnja dengan arus semangat Proklamasi 1945, dengan semangat dan api revolusi nasional jang tak kundjung padam, mengingat revolusi kita memang belum selesai, memang hanja pemudalah satu-satunja jang betul2 akan dapat mendorong pelaksanaan pembatalan KMB tanpa tedeng aling². Begitupun disamping mentjegah adanja usaha² jang menjalahgunakan maksud² baik dari agama dan dalam melindungi agama² sesuai dengan UUD, maka untuk mentjegah beredarnja hal-hal (buku², brosur², madjalah², gambar² film² dsb.) jang merosotkan achlak pemuda, memang bukan orang lain kalau bukan pemuda sendiri jang membereskan golongannja jang sudah merosot achlaknja itu. Tegasnja, soal-soal jang langsung mengenai pemuda, baik dalam soal kemerosotan achlak, kebedjatan moral dan tindakan² jang tidak bisa dimengerti, seperti tindakan main cowboy²-an diantara kalangan pemuda² dengan pelbagai organisasinja, memang seharusnja pemuda pulalah jang tepat untuk mengatasinja, mengingat jang tua-tua seolah-olah sudah kewalahan dalam menghadapi soal-soal jang demikian rupa.
'''Harus konsekwen dengan tidak pilih kasih:'''
Betapa beratnja tugas dan batu udjian jang akan didjalani oleh badan kerdja sama ini, terutama dikalangan pemuda² itu sendiri, tiap2 orang tentu akan dapat membajangkannja. Karena salah satu sjarat jang harus dipenuhi, ialah kedjudjuran. Djudjur terhadap diri sendiri dan djudjur dalam bertindak dimana rakjat banjak jang akan mendjadi saksi. Dan ini sudah tentu menghendaki pengorbanan perasaan, dimana kepentingan diri, kepentingan perseorangan ataupun kepentingan golongan jang kebetulan sealiran dan sefaham harus disingkirkan djauh².
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 313 crop).jpg|800px|pus|jmpl|''Ingatlah selalu ! Djanganlah memakai pakaian seragam untuk mendapat perhatian istimewa. Djangan berperang lidah dengan saudagar tentang harga dan mutu barang.'']]<noinclude>{{rh|||35}}</noinclude>
gxwukn0s5ebhc8olawjcke50evfmf47
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/314
104
101282
294978
284243
2026-05-14T05:17:04Z
Sarieffe
26994
/* Tervalidasi */
294978
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 314 crop).jpg|800px|pus|jmpl|''Pakaian seragam membawa kewadjiban terhadap masjarakat. ||Kelakuanmu akan lebih diperhatikan sebagai peradjurit daripada sebagai seorang sipil.'' ]]
Berbitjara perkara golongan dan fihak jang sealiran ini, nanti akan dapat sama-sama dilihat sampai dimana pemuda² jang duduk dalam badan kerdja sama itu memberikan pertimbangannja, turut memimpin dan melaksanakan ketiga dasar gerakan itu. Misalnja sadja dalam turut memberantas korupsi, jang sebagian besar boleh dikatakan jang mendjadi biang keladinja adalah diantaranja orang² asing. Baik ia sudah mendjadi warga negara maupun belum, baik mereka ada jang sealiran dengan sebagian diantara penganut faham² jang ada ataupun tidak !
Karena perbedaan ideologie bukanlah mendjadi soal dalam badan kerdja sama ini, karena tudjuannja jang utama adalah keselamatan negara, mewudjudkan terlaksananja usaha² pembangunan negara jang kita hadapi sekarang bagi kemakmuran rakjat, maka tindakan konsekwen, jang tidak pilih kasih, tidak pandang bulu, tiba dimata tidak boleh dipitjingkan, tiba diperut tidak boleh dikempiskan, sungguh sangat kita harapkan dalam pelaksanaan ketiga gerakan itu.
Kita tjukup mengetahui, bahwa kaum rearsi dengan kaki tangannja, terutama dikalangan gerakan² subversif asing sudah tentu tidak senang dan gelisah melihat tenaga² pemuda jang merupakan potensi nasional itu telah bersatu dan jang hendaknja dapat memberi tjontoh bagi lapangan masjarakat jang lebih luas. Tetapi bagaimanapun djuga mereka hendak menghalang-halangi kenjataan ini, jang sudah terang kita harus membangun, sekali lagi membangun baik dilapangan materieel maupun spiritueel ! Apalagi djika melihat masih banjak usaha² jang kini masih terbengkalai, disamping kerusakan² materie akibat revolusi dimasa jang lampau jang harus diperbaiki, telah timbul pula kerusakan² baru dalam djiwa diantara sebagian bangsa dan pemimpin kita jang harus pula segera diperbaiki dan dibangun kembali. Meradjalelanja korupsi, penjelundupan², birokrasi jang keterlaluan, tidak adanja selfkoreksi, disiplin dan toleransi, diiringi lagi dengan meruntjingnja sentimen sentimen kepartaian, dimana antara satu sama lain orang sering main tjakar²an, semuanja adalah akibat dari rusaknja sebagian djiwa bangsa jang harus dibangun kembali itu.
Satu-satunja obat jang paling mudjarab untuk semuanja ini, ialah tindakan2 tegas dan tjontoh teladan jang diberikan oleh pemuda² jang masih bersih, mempunjai semangat dan djiwa jang djudjur, berani bertindak atas kebenaran dan memiliki rasa tanggung djawab jang tidak dapat ditawar-tawar bagi keselamatan negara dan bangsanja.
Mudah-mudahan berhasillah hendaknja, walaupun kerdja sama ini diadakan selama Penguasa Militer selaku pemegang SOB memandang perlu.<noinclude>{{rh||36}}</noinclude>
1psht6u05xc6vq7765mbbgkxtndh085
294979
294978
2026-05-14T05:17:52Z
Sarieffe
26994
294979
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 314 crop).jpg|800px|pus|jmpl|''Pakaian seragam membawa kewadjiban terhadap masjarakat. Kelakuanmu akan lebih diperhatikan sebagai peradjurit daripada sebagai seorang sipil.'' ]]
Berbitjara perkara golongan dan fihak jang sealiran ini, nanti akan dapat sama-sama dilihat sampai dimana pemuda² jang duduk dalam badan kerdja sama itu memberikan pertimbangannja, turut memimpin dan melaksanakan ketiga dasar gerakan itu. Misalnja sadja dalam turut memberantas korupsi, jang sebagian besar boleh dikatakan jang mendjadi biang keladinja adalah diantaranja orang² asing. Baik ia sudah mendjadi warga negara maupun belum, baik mereka ada jang sealiran dengan sebagian diantara penganut faham² jang ada ataupun tidak !
Karena perbedaan ideologie bukanlah mendjadi soal dalam badan kerdja sama ini, karena tudjuannja jang utama adalah keselamatan negara, mewudjudkan terlaksananja usaha² pembangunan negara jang kita hadapi sekarang bagi kemakmuran rakjat, maka tindakan konsekwen, jang tidak pilih kasih, tidak pandang bulu, tiba dimata tidak boleh dipitjingkan, tiba diperut tidak boleh dikempiskan, sungguh sangat kita harapkan dalam pelaksanaan ketiga gerakan itu.
Kita tjukup mengetahui, bahwa kaum rearsi dengan kaki tangannja, terutama dikalangan gerakan² subversif asing sudah tentu tidak senang dan gelisah melihat tenaga² pemuda jang merupakan potensi nasional itu telah bersatu dan jang hendaknja dapat memberi tjontoh bagi lapangan masjarakat jang lebih luas. Tetapi bagaimanapun djuga mereka hendak menghalang-halangi kenjataan ini, jang sudah terang kita harus membangun, sekali lagi membangun baik dilapangan materieel maupun spiritueel ! Apalagi djika melihat masih banjak usaha² jang kini masih terbengkalai, disamping kerusakan² materie akibat revolusi dimasa jang lampau jang harus diperbaiki, telah timbul pula kerusakan² baru dalam djiwa diantara sebagian bangsa dan pemimpin kita jang harus pula segera diperbaiki dan dibangun kembali. Meradjalelanja korupsi, penjelundupan², birokrasi jang keterlaluan, tidak adanja selfkoreksi, disiplin dan toleransi, diiringi lagi dengan meruntjingnja sentimen sentimen kepartaian, dimana antara satu sama lain orang sering main tjakar²an, semuanja adalah akibat dari rusaknja sebagian djiwa bangsa jang harus dibangun kembali itu.
Satu-satunja obat jang paling mudjarab untuk semuanja ini, ialah tindakan2 tegas dan tjontoh teladan jang diberikan oleh pemuda² jang masih bersih, mempunjai semangat dan djiwa jang djudjur, berani bertindak atas kebenaran dan memiliki rasa tanggung djawab jang tidak dapat ditawar-tawar bagi keselamatan negara dan bangsanja.
Mudah-mudahan berhasillah hendaknja, walaupun kerdja sama ini diadakan selama Penguasa Militer selaku pemegang SOB memandang perlu.<noinclude>{{rh||36}}</noinclude>
ioxwvma239t34chjrpev81d2yuititx
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/316
104
101285
294991
284248
2026-05-14T05:29:10Z
Sarieffe
26994
/* Tervalidasi */
294991
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" />{{C|{{Larger|'''RAZIA PENDJUDI DAN PEMADAT DENGAN ALAT2NJA'''}}}}</noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 316 crop).jpg|800px|pus]]
Oleh penguasa militer T.T. II telah dilakukan razia terhadap pemadat² dan pendjudi dikampung Ilir Palembang. Gambar atas menundjukkan sedjumlah pengisap madat beserta alat²nja jang dihimpun pada suatu tempat tahanan. Sedang gambar bawah menundjukkan sedjumlah pendjudi² jang lengkap dengan alat²nja.
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 316 crop2).jpg||800px|pus]]<noinclude>{{rh||38}}</noinclude>
34db27fjhzxaz8hmst40y6fuv9tvnha
294993
294991
2026-05-14T05:30:45Z
Sarieffe
26994
294993
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude>{{C|{{Larger|'''RAZIA PENDJUDI DAN PEMADAT DENGAN ALAT²NJA'''}}}}
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 316 crop).jpg|800px|pus]]
Oleh penguasa militer T.T. II telah dilakukan razia terhadap pemadat² dan pendjudi dikampung Ilir Palembang. Gambar atas menundjukkan sedjumlah pengisap madat beserta alat²nja jang dihimpun pada suatu tempat tahanan. Sedang gambar bawah menundjukkan sedjumlah pendjudi² jang lengkap dengan alat²nja.
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 316 crop2).jpg||800px|pus]]<noinclude>{{rh||38}}</noinclude>
c0gvqk2bwxsgcb7ma7frpi5g1l15zxt
294996
294993
2026-05-14T05:32:11Z
Sarieffe
26994
294996
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude>{{C|{{x-Larger|'''RAZIA PENDJUDI DAN PEMADAT DENGAN ALAT²NJA'''}}}}
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 316 crop).jpg|800px|pus]]
{{smaller|'''Oleh penguasa militer T.T. II telah dilakukan razia terhadap pemadat² dan pendjudi dikampung Ilir Palembang. Gambar atas menundjukkan sedjumlah pengisap madat beserta alat²nja jang dihimpun pada suatu tempat tahanan. Sedang gambar bawah menundjukkan sedjumlah pendjudi² jang lengkap dengan alat²nja.'''}}
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 316 crop2).jpg||800px|pus]]<noinclude>{{rh||38}}</noinclude>
a9qrrmksb7q37nr34h5894i7xhrm8s2
294997
294996
2026-05-14T05:33:45Z
Sarieffe
26994
294997
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude><center>{{Xx-larger|'''RAZIA PENDJUDI DAN PEMADAT DENGAN ALAT²NJA'''}}</center>
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 316 crop).jpg|800px|pus]]
{{smaller|'''Oleh penguasa militer T.T. II telah dilakukan razia terhadap pemadat² dan pendjudi dikampung Ilir Palembang. Gambar atas menundjukkan sedjumlah pengisap madat beserta alat²nja jang dihimpun pada suatu tempat tahanan. Sedang gambar bawah menundjukkan sedjumlah pendjudi² jang lengkap dengan alat²nja.'''}}
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 316 crop2).jpg||800px|pus]]<noinclude>{{rh||38}}</noinclude>
51w59jk0nlwmku5giecvuv32twe6uak
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/981
104
101294
294942
284289
2026-05-14T04:34:53Z
N.imaema
22481
/* Telah diuji baca */
294942
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" /></noinclude>djadi alat PENINDAS rakjat dan bangsa sendiri, melainkan sebaliknja, sanggup berkorban untuk kepentingan bangsa dan rakjatnja, meskipun mereka itu terpaksa harus memberontak melawan fihak PENGUASA ketika itu.
'''II. Tugas<sup>2</sup> umum dan chusus daripada peranan Angkatan Perang kita :'''
Setelah PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA ditjetuskan, maka segala semangat, sifat dan langkah<sup>2</sup> bangsa kita kembali dalam penjusunan jang asli, kembali kepada DJIWA Indonesia, membuang sifat dan sikap<sup>2</sup> jang tidak tjotjok lagi bagi bangsa kita, mendjauhkan pengaruh<sup>2</sup> asing, malahan bau<sup>2</sup> pendjadjahan dan penindasan: melainkan menjusun kebudajaan INDONESIA, jang sebenarnja bermutu tinggi dan berharga itu. tidak kalah dengan kebudajaan<sup>2</sup> asing, jang djika ditindjau dari segi<sup>2</sup> MORAL dan PSYCHOLOGIE, maka kebudajaan INDONESIA dapat mengalahkan beberapa kebudajaan negeri lainnja. Demikian pulalah kita menjusun Angkatan Perang sendiri dengan tjara dan sifat<sup>2</sup> sendiri, typisch INDONESIA, tidak mengoper ataupun mendjiplak begitu sadja pengaruh dan tjara<sup>2</sup> dari fihak asing: tetapi kita menjusun dan membentuk Angkatan Perang kita dengan djiwa dan semangat jang ASLI, seperti djiwa pradjurit tamtama dalam masa<sup>2</sup> ke-emasan Indonesia jang gemilang. Dalam hal ini perlu sekali diperhatikan ialah: Pendidikan dan peladjaran<sup>2</sup> Angkatan Perang kita harulsah didasarkan pada sifat dan sikap<sup>2</sup> jang baik terhadap sesama warga negara, tjinta kepada rakjat Indonesia, dan terutama sekali ialah : dapat bergaul, hidup ber-sama<sup>2</sup> dengan rakjat sendiri. Djangan lagi anggota Angkatan Perang mendjadi „HANTU” bagi rakjatnia, seperti: halnja dengan SERDADU<sup>2</sup> pendjadjah pada tahun<sup>2</sup> jang telah silam itu. Maka karena itu, demi maksud dan tjita<sup>2</sup> jang tersehut ini, marilah kita perintjikan tugas<sup>2</sup> Angkatan Perang kita sebagai berikut :
'''Tugas Umum:''' Pembangunan
(intern).
Dalam masa pembangunan ini, maka tugas<sup>2</sup> A.P. dapat dilegaliseer dengan djalan :
Pendidikan-Latihan<sup>2</sup> jang sem-purna, jang teratur menurut rentjana waktu dan tertentu. Dalam hal ini kepadanja dapat dipermahir mulai dari awalnja, jaitu dari sikap dan gerakan? dasar kemiliteran, memahami dengan sedalam<sup>2</sup>nja segala alat sendjata jang kita miliki, dari pistol, segala sendjata pandjang, sampai pada sendjata<sup>2</sup> berat seperti mortir, brengun dan sebagainja, mulai dari tjara memakai, sampai pada membongkar dan memeliharanja.
Selandjutnja latihan<sup>2</sup> berat sangat dibutuhkan, diantaranja ialah : serangan<sup>2</sup> regu sampai kompi, ber-ulang<sup>2</sup> hingga sungguh<sup>2</sup> mengerti dan faham karenanja, meningkat latihan<sup>2</sup> jang lebih besar lagi, jaitu baik serangan maupun pertahanan<sup>2</sup> Bataljon, Resimen dan Divisie sekalipun. Disamping itu, tidak pula ketinggalan, bagaimana tjara<sup>2</sup> mempertahankan serangan<sup>2</sup> modern jang mungkin terdjadi, dari serangan<sup>2</sup> bom biasa sampai kemungkinan
serangan<sup>2</sup> dengan peluru kendali bom<sup>2</sup> gas dan hidrogin sekalipun. Untuk kepentingan jang terachir ini, tentulah harus ada rentjana besar, karena harus ber-sama<sup>2</sup> dengan seluruh rakjat kita, baik diatur dari kota-kekota, ataupun untuk seluruh daerah keresidenan sampaipun pada daerah provinsi hingga seluruh daratan Negara. Pokoknja, harus ada planning jang masak<sup>2</sup> dan meluas/umum. Pembangunan (extern).
Dalam bidang pembangunan jang umum, maka tenaga<sup>2</sup> dari Angkatan Perang dapat pula mengambil bagian didalamnja, mitsalnja : diatur setjara bergiliran, melakukan KERDJA-BAKTI, bergotong-rojong bersama rakjat djelata, antaranja ialah: Membantu mengerdjakan sawah jang kering tidak berair, membuatkan selokan<sup>2</sup> saluran air (irrigasi), menanam tumbuh?an jang meluas, membuatkan djalan<sup>2</sup> dalam kampung<sup>2</sup> dan desa<sup>2</sup>, membuatkan bendungan air/sungai, membuatkan djembatan<sup>2</sup> darurat, membuatkan terowongan<sup>2</sup> pentjegah bandjir, serta masih banjak lagi usaha<sup>2</sup> kerdja jang diperlukan bagi rakjat kita. Djuga tidak ketinggalan memberantas hama<sup>2</sup> chewan-perusak seperti kera, babi hutan, lain? binatang perusak dan segala pengganggu keselamatan tanaman rakjat. Dibidang<noinclude>{{rh|||27}}</noinclude>
34w8aqd3suzgr8za05sgp36ez6g6hcw
294945
294942
2026-05-14T04:37:15Z
N.imaema
22481
294945
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" /></noinclude>{{missing image}}
''Rumah<sup>2</sup> rakjat jang tiada berdosa sama sekali telah dimusnahkannja sampai datar aengan tanah. Puing<sup>2</sup> dan abu inilah jang mendjadi saksi kekedjaman gerombolan.''
djadi alat PENINDAS rakjat dan bangsa sendiri, melainkan sebaliknja, sanggup berkorban untuk kepentingan bangsa dan rakjatnja, meskipun mereka itu terpaksa harus memberontak melawan fihak PENGUASA ketika itu.
'''II. Tugas<sup>2</sup> umum dan chusus daripada peranan Angkatan Perang kita :'''
Setelah PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA ditjetuskan, maka segala semangat, sifat dan langkah<sup>2</sup> bangsa kita kembali dalam penjusunan jang asli, kembali kepada DJIWA Indonesia, membuang sifat dan sikap<sup>2</sup> jang tidak tjotjok lagi bagi bangsa kita, mendjauhkan pengaruh<sup>2</sup> asing, malahan bau<sup>2</sup> pendjadjahan dan penindasan: melainkan menjusun kebudajaan INDONESIA, jang sebenarnja bermutu tinggi dan berharga itu. tidak kalah dengan kebudajaan<sup>2</sup> asing, jang djika ditindjau dari segi<sup>2</sup> MORAL dan PSYCHOLOGIE, maka kebudajaan INDONESIA dapat mengalahkan beberapa kebudajaan negeri lainnja. Demikian pulalah kita menjusun Angkatan Perang sendiri dengan tjara dan sifat<sup>2</sup> sendiri, typisch INDONESIA, tidak mengoper ataupun mendjiplak begitu sadja pengaruh dan tjara<sup>2</sup> dari fihak asing: tetapi kita menjusun dan membentuk Angkatan Perang kita dengan djiwa dan semangat jang ASLI, seperti djiwa pradjurit tamtama dalam masa<sup>2</sup> ke-emasan Indonesia jang gemilang. Dalam hal ini perlu sekali diperhatikan ialah: Pendidikan dan peladjaran<sup>2</sup> Angkatan Perang kita harulsah didasarkan pada sifat dan sikap<sup>2</sup> jang baik terhadap sesama warga negara, tjinta kepada rakjat Indonesia, dan terutama sekali ialah : dapat bergaul, hidup ber-sama<sup>2</sup> dengan rakjat sendiri. Djangan lagi anggota Angkatan Perang mendjadi „HANTU” bagi rakjatnia, seperti: halnja dengan SERDADU<sup>2</sup> pendjadjah pada tahun<sup>2</sup> jang telah silam itu. Maka karena itu, demi maksud dan tjita<sup>2</sup> jang tersehut ini, marilah kita perintjikan tugas<sup>2</sup> Angkatan Perang kita sebagai berikut :
'''Tugas Umum:''' Pembangunan
(intern).
Dalam masa pembangunan ini, maka tugas<sup>2</sup> A.P. dapat dilegaliseer dengan djalan :
Pendidikan-Latihan<sup>2</sup> jang sem-purna, jang teratur menurut rentjana waktu dan tertentu. Dalam hal ini kepadanja dapat dipermahir mulai dari awalnja, jaitu dari sikap dan gerakan? dasar kemiliteran, memahami dengan sedalam<sup>2</sup>nja segala alat sendjata jang kita miliki, dari pistol, segala sendjata pandjang, sampai pada sendjata<sup>2</sup> berat seperti mortir, brengun dan sebagainja, mulai dari tjara memakai, sampai pada membongkar dan memeliharanja.
Selandjutnja latihan<sup>2</sup> berat sangat dibutuhkan, diantaranja ialah : serangan<sup>2</sup> regu sampai kompi, ber-ulang<sup>2</sup> hingga sungguh<sup>2</sup> mengerti dan faham karenanja, meningkat latihan<sup>2</sup> jang lebih besar lagi, jaitu baik serangan maupun pertahanan<sup>2</sup> Bataljon, Resimen dan Divisie sekalipun. Disamping itu, tidak pula ketinggalan, bagaimana tjara<sup>2</sup> mempertahankan serangan<sup>2</sup> modern jang mungkin terdjadi, dari serangan<sup>2</sup> bom biasa sampai kemungkinan
serangan<sup>2</sup> dengan peluru kendali bom<sup>2</sup> gas dan hidrogin sekalipun. Untuk kepentingan jang terachir ini, tentulah harus ada rentjana besar, karena harus ber-sama<sup>2</sup> dengan seluruh rakjat kita, baik diatur dari kota-kekota, ataupun untuk seluruh daerah keresidenan sampaipun pada daerah provinsi hingga seluruh daratan Negara. Pokoknja, harus ada planning jang masak<sup>2</sup> dan meluas/umum. Pembangunan (extern).
Dalam bidang pembangunan jang umum, maka tenaga<sup>2</sup> dari Angkatan Perang dapat pula mengambil bagian didalamnja, mitsalnja : diatur setjara bergiliran, melakukan KERDJA-BAKTI, bergotong-rojong bersama rakjat djelata, antaranja ialah: Membantu mengerdjakan sawah jang kering tidak berair, membuatkan selokan<sup>2</sup> saluran air (irrigasi), menanam tumbuh?an jang meluas, membuatkan djalan<sup>2</sup> dalam kampung<sup>2</sup> dan desa<sup>2</sup>, membuatkan bendungan air/sungai, membuatkan djembatan<sup>2</sup> darurat, membuatkan terowongan<sup>2</sup> pentjegah bandjir, serta masih banjak lagi usaha<sup>2</sup> kerdja jang diperlukan bagi rakjat kita. Djuga tidak ketinggalan memberantas hama<sup>2</sup> chewan-perusak seperti kera, babi hutan, lain? binatang perusak dan segala pengganggu keselamatan tanaman rakjat. Dibidang<noinclude>{{rh|||27}}</noinclude>
a20afadji3qke2z2vmd5eyvbfvu2dum
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/219
104
101336
294888
293396
2026-05-14T03:15:48Z
Ars-arsa
26526
/* Validated */
294888
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh|PERATURAN-PERATURAN NEGARA|||215}}</noinclude>{{center|'''KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA'''}}
{{center|'''No. 148 TAHUN 1963.'''}}
{{center|KAMI, PRESIDEN/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN}}
{{center|BERSENDJATA REPUBLIK INDONESIA,}}
'''Menimbang:''' bahwa dalam rangka pengembangan tugas Staf Komando Tertinggi Pembebasan Irian Barat mendjadi Staf Komando Operasi Tertinggi, perlu segera menetapkan pendjabat-pendjabat jang akan memangku djabatan-djabatan pada Staf Komando Operasi Tertinggi;
'''Mengingat:'''
# Pasal 4 ajat (1) dan pasal 10 Undang-undang Dasar Republik Indonesia;
# Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 142 tahun 1963;
{{center|'''M e m u t u s k a n :'''}}
'''Menetapkan:'''
'''Pertama:''' Mengangkat pendjabat-pendjabat pada Staf Komando Operasi Tertinggi, sebagaimana jang dimaksud dalam ketentuan KEDUA pasal 4 Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 142 tahun 1963 sebagai berikut:
{| style="margin-left: 2em; line-height: 1.5;"
| 1. Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi (KOTI) || — || Major Djenderal T.N.I. Achmad Jani;
|-
| 2. Ketua Gabungan I (Intelligence) || — || Laksamana Muda (Ud.) Tit. Dr. Subandrio;
|-
| 3. Ketua Gabungan II (Operasi) || — || Komodor (Ud.) Sri Muljono;
|-
| 4. Ketua Gabungan III (Pengerahan Tenaga) || — || Brigadir Djenderal T.N.I. Tit. Achmadi;
|-
| 5. Ketua Gabungan IV (Logistik) || — || Kolonel Inf. Jusuf Nrp. 13096;
|-
| 6. Ketua Gabungan V (Politik Ekonomi dan Sosial) || — || Kolonel C.K.H. Sutjipto S.H. Nrp. 13653;
|}<noinclude></noinclude>
769y0unekijxqd6kyg23zbtvxcqdstg
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/236
104
101371
294829
294005
2026-05-14T02:29:40Z
Alicya-
21994
/* Telah diuji baca */
294829
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Alicya-" />{{rh|232||PERATURAN-PERATURAN NEGARA}}</noinclude><center>
'''Pasal 4'''</center>
Hal-hal jang perlu diatur dalam rangka pelaksanaan Penetapan ini diatur lebih landjut dengan Peraturan Presiden.
<center>'''Pasal 5'''</center>
Penetapan Presiden ini mulai berlaku pada hari ditetapkan.
Agar supaja setiap orang dapat mengetahuinja memerintahkan pengundangan Penetapan ini dengan penempatan dalam Lembaran-Negara Republik Indonesia.
{{col-begin}}
{{col-2|align=center}}
{{col-2|align=center}}
Ditetapkan di Djakarta<br/>pada tanggal 16 Oktober 1963.<br>
Presiden Republik Indonesia/Panglima<br/>
Besar Komando Tertinggi Operasi<br/>
Ekonomi,<br/>
ttd.
<br>
'''SUKARNO'''
{{col-end}}
{{col-begin}}
{{col-2|align=center}}
Diundangkan di Djakarta<br>pada tanggal 16 Oktober 1963.<br>
Sekretaris Negara,<br/>ttd.<br/>'''MOHD. ICHSAN'''
{{col-2|align=center}}
{{col-end}}
<center>LEMBARAN-NEGARA TAHUN 1963 No. 100.</center>
{{rule|6em}}<noinclude></noinclude>
g5nvcetxbl7g6viiplskuwiw4xol8u1
294843
294829
2026-05-14T02:44:57Z
Alicya-
21994
294843
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Alicya-" />{{rh|232||PERATURAN-PERATURAN NEGARA}}</noinclude>{{PUU-pasal|Pasal=4|Hal-hal jang perlu diatur dalam rangka pelaksanaan Penetapan ini diatur lebih landjut dengan Peraturan Presiden.}}
{{PUU-pasal|Pasal=5|Penetapan Presiden ini mulai berlaku pada hari ditetapkan.<br>Agar supaja setiap orang dapat mengetahuinja memerintahkan pengundangan Penetapan ini dengan penempatan dalam Lembaran-Negara Republik Indonesia.}}
{{col-begin}}
{{col-2|align=center}}
{{col-2|align=center}}
Ditetapkan di Djakarta<br/>pada tanggal 16 Oktober 1963.<br>
Presiden Republik Indonesia/Panglima<br/>
Besar Komando Tertinggi Operasi<br/>
Ekonomi,<br/>
ttd.
<br>
'''SUKARNO'''
{{col-end}}
{{col-begin}}
{{col-2|align=center}}
Diundangkan di Djakarta<br>pada tanggal 16 Oktober 1963.<br>
Sekretaris Negara,<br/>ttd.<br/>'''MOHD. ICHSAN'''
{{col-2|align=center}}
{{col-end}}
<center>LEMBARAN-NEGARA TAHUN 1963 No. 100.</center>
{{rule|6em}}<noinclude></noinclude>
1swngjegnhaqx7kwhujzyhsfg10lilj
294901
294843
2026-05-14T03:23:15Z
Ars-arsa
26526
/* Validated */
294901
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh|232||PERATURAN-PERATURAN NEGARA}}</noinclude>{{PUU-pasal|Pasal=4|Hal-hal jang perlu diatur dalam rangka pelaksanaan Penetapan ini diatur lebih landjut dengan Peraturan Presiden.}}
{{PUU-pasal|Pasal=5|Penetapan Presiden ini mulai berlaku pada hari ditetapkan.<br>Agar supaja setiap orang dapat mengetahuinja memerintahkan pengundangan Penetapan ini dengan penempatan dalam Lembaran-Negara Republik Indonesia.}}
{{col-begin}}
{{col-2|align=center}}
{{col-2|align=center}}
Ditetapkan di Djakarta<br/>pada tanggal 16 Oktober 1963.<br>
Presiden Republik Indonesia/Panglima<br/>
Besar Komando Tertinggi Operasi<br/>
Ekonomi,<br/>
ttd.
<br>
'''SUKARNO'''
{{col-end}}
{{col-begin}}
{{col-2|align=center}}
Diundangkan di Djakarta<br>pada tanggal 16 Oktober 1963.<br>
Sekretaris Negara,<br/>ttd.<br/>'''MOHD. ICHSAN'''
{{col-2|align=center}}
{{col-end}}
<center>LEMBARAN-NEGARA TAHUN 1963 No. 100.</center>
{{rule|6em}}<noinclude></noinclude>
mnunrqcizymqflgx02767cvyemmbcaa
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/238
104
101375
294192
294017
2026-05-13T12:25:43Z
Aeia aai
24023
/* Telah diuji baca */
294192
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|234||PERATURAN-PERATURAN NEGARA}}</noinclude>'''Keempat :''' Sesudah tanggal 30 Nopember 1963 djenis-djenis mata-uang tersebut pada ketentuan pertama tidak dapat ditukarkan lagi dengan alat pembajaran jang sah jang berlaku didaerah tingkat II Kepulauan Riau dan sebagai mata-uang asing harus diserahkan kepada Bank Indonesia menurut ketentuan-ketentuan jang ditetapkan oleh L.A.A.P.L.N.
'''Kelima :''' Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal 1 Nopember 1963.
{{col-begin}}
{{col-2|align=center}}
{{col-2|align=center}}
Ditetapkan di Djakarta <br>pada tanggal 25 Oktober 1963.
{{col-end}}
{{col-begin}}
{{col-2|align=center}}
Menteri Urusan<br>Bank Sentral,
<br><br>
ttd.
<br><br>
SOEMARNO
{{col-2|align=center}}
Menteri Urusan Pendapatan,<br>Pembiajaan dan Pengawasan,
<br><br>
ttd.
<br><br>
NOTOHAMIPRODJO
{{col-end}}
{{rule|6em}}<noinclude></noinclude>
i2k59kt38u8i6nagy0q3qpiaxwjhm6g
294899
294192
2026-05-14T03:22:39Z
Ars-arsa
26526
/* Validated */
294899
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh|234||PERATURAN-PERATURAN NEGARA}}</noinclude>'''Keempat :''' Sesudah tanggal 30 Nopember 1963 djenis-djenis mata-uang tersebut pada ketentuan pertama tidak dapat ditukarkan lagi dengan alat pembajaran jang sah jang berlaku didaerah tingkat II Kepulauan Riau dan sebagai mata-uang asing harus diserahkan kepada Bank Indonesia menurut ketentuan-ketentuan jang ditetapkan oleh L.A.A.P.L.N.
'''Kelima :''' Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal 1 Nopember 1963.
{{col-begin}}
{{col-2|align=center}}
{{col-2|align=center}}
Ditetapkan di Djakarta <br>pada tanggal 25 Oktober 1963.
{{col-end}}
{{col-begin}}
{{col-2|align=center}}
Menteri Urusan<br>Bank Sentral,
<br><br>
ttd.
<br><br>
SOEMARNO
{{col-2|align=center}}
Menteri Urusan Pendapatan,<br>Pembiajaan dan Pengawasan,
<br><br>
ttd.
<br><br>
NOTOHAMIPRODJO
{{col-end}}
{{rule|6em}}<noinclude></noinclude>
rw7s7zs7zk1enq5doj5jxlv7cqtg1sf
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/240
104
101379
294224
294021
2026-05-13T12:40:52Z
Aeia aai
24023
/* Telah diuji baca */
294224
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|236||PERATURAN-PERATURAN NEGARA}}</noinclude><center>'''Pasal 2'''</center>
(1) Barangsiapa dengan sengadja melakukan perbuatan jang terlarang tersebut dalam pasal 1 Penetapan ini dihukum kurungan selama-lamanja satu tahun.
(2) Pesawat dan atau alat lainnja jang digunakan untuk melakukan perbuatan jang tersebut dalam pasal 1 Penetapan ini dapat dirampas.
<center>'''Pasal 3'''</center>
Tindak pidana jang tersebut dalam pasal 1 berhubungan dengan pasal 2 Penetapan ini adalah pelanggaran.
<center>'''Pasal 4'''</center>
Apabila perbuatan tersebut dalam pasal 1 dilakukan dalam rangka kegiatan mata-mata, sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 ajat (1) angka 4 berhubungan dengan pasal 2 huruf c Penetapan Presiden No. 11 tahun 1963 (Lembaran-Negara tahun 1963 No. 101) tentang Pemberantasan Kegiatan Subversi, maka jang berlaku adalah ketentuan-ketentuan jang termaktub dalam Penetapan Presiden No. 11 tahun 1963.
<center>'''Pasal 5'''</center>
Penetapan Presiden ini mulai berlaku pada hari diundangkan.
Agar supaja setiap orang dapat mengetahuinja memerintahkan pengundangan Penetapan Presiden ini dengan penempatan dalam Lembaran-Negara Republik Indonesia.
{{col-begin}}
{{col-2|align=center}}
{{col-2|align=center}}
Ditetapkan di Djakarta<br>pada tanggal 4 Nopember 1963<br>Presiden Republik Indonesia<br>ttd.<br>'''SUKARNO'''
{{col-end}}
{{col-begin}}
{{col-2|align=center}}
Diundangkan di Djakarta<br>pada tanggal 4 Nopember 1963.<br>
Menteri/Sekretaris Negara,<br>ttd.<br>MOHD. ICHSAN
{{col-2|align=center}}
{{col-end}}
<center>LEMBARAN-NEGARA TAHUN 1963 No. 105.</center><noinclude></noinclude>
rdgvncweggjfux74bwdznqb6k80um7d
294897
294224
2026-05-14T03:22:18Z
Ars-arsa
26526
/* Validated */
294897
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh|236||PERATURAN-PERATURAN NEGARA}}</noinclude><center>'''Pasal 2'''</center>
(1) Barangsiapa dengan sengadja melakukan perbuatan jang terlarang tersebut dalam pasal 1 Penetapan ini dihukum kurungan selama-lamanja satu tahun.
(2) Pesawat dan atau alat lainnja jang digunakan untuk melakukan perbuatan jang tersebut dalam pasal 1 Penetapan ini dapat dirampas.
<center>'''Pasal 3'''</center>
Tindak pidana jang tersebut dalam pasal 1 berhubungan dengan pasal 2 Penetapan ini adalah pelanggaran.
<center>'''Pasal 4'''</center>
Apabila perbuatan tersebut dalam pasal 1 dilakukan dalam rangka kegiatan mata-mata, sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 ajat (1) angka 4 berhubungan dengan pasal 2 huruf c Penetapan Presiden No. 11 tahun 1963 (Lembaran-Negara tahun 1963 No. 101) tentang Pemberantasan Kegiatan Subversi, maka jang berlaku adalah ketentuan-ketentuan jang termaktub dalam Penetapan Presiden No. 11 tahun 1963.
<center>'''Pasal 5'''</center>
Penetapan Presiden ini mulai berlaku pada hari diundangkan.
Agar supaja setiap orang dapat mengetahuinja memerintahkan pengundangan Penetapan Presiden ini dengan penempatan dalam Lembaran-Negara Republik Indonesia.
{{col-begin}}
{{col-2|align=center}}
{{col-2|align=center}}
Ditetapkan di Djakarta<br>pada tanggal 4 Nopember 1963<br>Presiden Republik Indonesia<br>ttd.<br>'''SUKARNO'''
{{col-end}}
{{col-begin}}
{{col-2|align=center}}
Diundangkan di Djakarta<br>pada tanggal 4 Nopember 1963.<br>
Menteri/Sekretaris Negara,<br>ttd.<br>MOHD. ICHSAN
{{col-2|align=center}}
{{col-end}}
<center>LEMBARAN-NEGARA TAHUN 1963 No. 105.</center><noinclude></noinclude>
3gufprrd0qvwu3ean53dw36cuuz2rnn
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/243
104
101383
294279
293955
2026-05-13T12:57:03Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
294279
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" />{{rh|PERATURAN-PERATURAN NEGARA||239}}</noinclude><center>
'''KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA'''<br>
'''No. 230 TAHUN 1963'''<br>
<br>
KAMI, PRESIDEN/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN<br>
BERSENDJATA REPUBLIK INDONESIA,<br>
</center>
Menimbang:
# bahwa untuk mengsukseskan pelaksanaan konfrontasi dalam bidang ekonomi terhadap apa jang dinamakan „Malaysia", perlu mengerahkan semua alat pengangkutan dilaut;
# bahwa untuk lantjarnja pelaksanaan lebih landjut perlu menempatkan potensi pengangkutan dilaut setjara koordinatip dan pengendalian operasionil dibawah satu pimpinan.
Mengingat:
# Pasal 4 dan 10 Undang-undang Dasar;
# Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 26/PLM.T. tahun 1962;
# Keputusan Presiden/Panglima Besar Komando Tertinggi Operasi Ekonomi No. 1/KOTOE tahun 1963 tanggal 25 September 1963.
<center>{{sp|Memutuskan:}}</center>
Menetapkan:
'''Pertama :''' Mengerahkan semua alat pengangkutan dilaut baik militer, Pemerintah, perusahaan Negara maupun swasta nasional untuk pelaksanaan konfrontasi dalam bidang ekonomi terhadap apa jang dinamakan „Malaysia".
'''Kedua :''' Semua potensi pengangkutan dilaut jang dimaksud dalam ketentuan '''pertama''' koordinatip dan pengendalian operasionil berada dibawah Komando Tertinggi Operasi Ekonomi, dalam hal ini dilakukan oleh Panglima Kesatuan Operasi III Komando Tertinggi Operasi Ekonomi.<noinclude></noinclude>
q981ovl2c00tw3ei2drhrbkulixw5h4
294284
294279
2026-05-13T12:57:34Z
Aeia aai
24023
294284
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" />{{rh|PERATURAN-PERATURAN NEGARA||239}}</noinclude><center>
'''KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA'''<br>
'''No. 230 TAHUN 1963'''<br>
<br>
KAMI, PRESIDEN/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN<br>
BERSENDJATA REPUBLIK INDONESIA,<br>
</center>
Menimbang:
# bahwa untuk mengsukseskan pelaksanaan konfrontasi dalam bidang ekonomi terhadap apa jang dinamakan „Malaysia", perlu mengerahkan semua alat pengangkutan dilaut;
# bahwa untuk lantjarnja pelaksanaan lebih landjut perlu menempatkan potensi pengangkutan dilaut setjara koordinatip dan pengendalian operasionil dibawah satu pimpinan.
Mengingat:
# Pasal 4 dan 10 Undang-undang Dasar;
# Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 26/PLM.T. tahun 1962;
# Keputusan Presiden/Panglima Besar Komando Tertinggi Operasi Ekonomi No. 1/KOTOE tahun 1963 tanggal 25 September 1963.
<center>{{sp|Memutuskan:}}</center>
Menetapkan:
'''Pertama :''' Mengerahkan semua alat pengangkutan dilaut baik militer, Pemerintah, perusahaan Negara maupun swasta nasional untuk pelaksanaan konfrontasi dalam bidang ekonomi terhadap apa jang dinamakan „Malaysia".
'''Kedua :''' Semua potensi pengangkutan dilaut jang dimaksud dalam ketentuan '''pertama''' koordinatip dan pengendalian operasionil berada dibawah Komando Tertinggi Operasi Ekonomi, dalam hal ini dilakukan oleh Panglima Kesatuan Operasi III Komando Tertinggi Operasi Ekonomi.<noinclude></noinclude>
llu96hvjnqwdo7pmeyc4sryimcphsfa
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/244
104
101384
294237
293956
2026-05-13T12:45:31Z
Aeia aai
24023
/* Telah diuji baca */
294237
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|240{{gap}}PERATURAN-PERATURAN NEGARA}}</noinclude>
'''Ketiga :''' Keputusan ini tidak merobah ketentuan bahwa setjara administratip dan tehnis, management alat-alat pengangkutan dilaut tersebut masih tetap dibawah pengusahaan Departemen atau perusahaan pelajaran jang bersangkutan.
'''Keempat :''' Keputusan ini berlaku mulai tanggal ditetapkan.
<div style="margin-left: 50%;">
<center>Ditetapkan di Djakarta<br>pada tanggal 9 Nopember 1963.
<br>
Presiden/Panglima Tertinggi<br>Angkatan Bersendjata Republik Indonesia,
<br />
ttd.
'''SUKARNO'''</center>
</div>
{{rule|6em}}<noinclude></noinclude>
jqjgkjorysefaddg8zwmnj6haq2sfmi
294241
294237
2026-05-13T12:47:19Z
Aeia aai
24023
294241
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|240||PERATURAN-PERATURAN NEGARA}}</noinclude>
'''Ketiga :''' Keputusan ini tidak merobah ketentuan bahwa setjara administratip dan tehnis, management alat-alat pengangkutan dilaut tersebut masih tetap dibawah pengusahaan Departemen atau perusahaan pelajaran jang bersangkutan.
'''Keempat :''' Keputusan ini berlaku mulai tanggal ditetapkan.
<div style="margin-left: 50%;">
<center>Ditetapkan di Djakarta<br>pada tanggal 9 Nopember 1963.
<br>
Presiden/Panglima Tertinggi<br>Angkatan Bersendjata Republik Indonesia,
<br />
ttd.
'''SUKARNO'''</center>
</div>
{{rule|6em}}<noinclude></noinclude>
qkp9nhq8o7t8kr0tv9vrqoskyxvrzda
294889
294241
2026-05-14T03:16:25Z
Ars-arsa
26526
/* Validated */
294889
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh|240||PERATURAN-PERATURAN NEGARA}}</noinclude>
'''Ketiga :''' Keputusan ini tidak merobah ketentuan bahwa setjara administratip dan tehnis, management alat-alat pengangkutan dilaut tersebut masih tetap dibawah pengusahaan Departemen atau perusahaan pelajaran jang bersangkutan.
'''Keempat :''' Keputusan ini berlaku mulai tanggal ditetapkan.
<div style="margin-left: 50%;">
<center>Ditetapkan di Djakarta<br>pada tanggal 9 Nopember 1963.
<br>
Presiden/Panglima Tertinggi<br>Angkatan Bersendjata Republik Indonesia,
<br />
ttd.
'''SUKARNO'''</center>
</div>
{{rule|6em}}<noinclude></noinclude>
fqrgp4sa99y2dlbfv24x4rmn547b0ga
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/247
104
101388
294260
294023
2026-05-13T12:51:29Z
Aeia aai
24023
/* Telah diuji baca */
294260
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|PERATURAN-PERATURAN NEGARA||243}}</noinclude>{{sp|Keenam}}: Untuk mendjaga kelantjaran penjelenggaraan perusahaan, dipergunakan saluran-saluran pembiajaan jang lama, sampai ada ketentuan lain.
{{sp|Ketudjuh}} : Semua ongkos jang diperlukan untuk penguasaan dibebankan pada perusahaan jang bersangkutan.
{{sp|Kedelapan}} : Hal-hal lain jang belum diatur dalam keputusan ini, ditetapkan oleh Menteri Pertanian dan Agraria.
{{sp|Kesembilan}} : Surat keputusan ini mulai berlaku pada pada tanggal ditetapkan dan diumumkan dalam Berita Negara Indonesia.
{{block right|align=center|Ditetapkan di Djakarta<br />
pada tanggal 1 Pebruari 1964.
<br>
Menteri Pertanian dan Agraria,
<br>
ttd.
<br>
SADJARWO S.H.}}<noinclude></noinclude>
fi7o1atyarctqpxxscshfn9e834u9pt
294266
294260
2026-05-13T12:52:56Z
Aeia aai
24023
294266
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|PERATURAN-PERATURAN NEGARA||243}}</noinclude>{{sp|Keenam}}: Untuk mendjaga kelantjaran penjelenggaraan perusahaan, dipergunakan saluran-saluran pembiajaan jang lama, sampai ada ketentuan lain.
{{sp|Ketudjuh}} : Semua ongkos jang diperlukan untuk penguasaan dibebankan pada perusahaan jang bersangkutan.
{{sp|Kedelapan}} : Hal-hal lain jang belum diatur dalam keputusan ini, ditetapkan oleh Menteri Pertanian dan Agraria.
{{sp|Kesembilan}} : Surat keputusan ini mulai berlaku pada pada tanggal ditetapkan dan diumumkan dalam Berita Negara Indonesia.
{{block right|align=center|Ditetapkan di Djakarta<br />
pada tanggal 1 Pebruari 1964.
<br>
Menteri Pertanian dan Agraria,
<br>
ttd.
<br>
SADJARWO S.H.}}
{{rule|6em}}<noinclude></noinclude>
eb7ynu9180qd1263dajuv5wiep5xax7
294892
294266
2026-05-14T03:16:55Z
Ars-arsa
26526
/* Validated */
294892
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh|PERATURAN-PERATURAN NEGARA||243}}</noinclude>{{sp|Keenam}}: Untuk mendjaga kelantjaran penjelenggaraan perusahaan, dipergunakan saluran-saluran pembiajaan jang lama, sampai ada ketentuan lain.
{{sp|Ketudjuh}} : Semua ongkos jang diperlukan untuk penguasaan dibebankan pada perusahaan jang bersangkutan.
{{sp|Kedelapan}} : Hal-hal lain jang belum diatur dalam keputusan ini, ditetapkan oleh Menteri Pertanian dan Agraria.
{{sp|Kesembilan}} : Surat keputusan ini mulai berlaku pada pada tanggal ditetapkan dan diumumkan dalam Berita Negara Indonesia.
{{block right|align=center|Ditetapkan di Djakarta<br />
pada tanggal 1 Pebruari 1964.
<br>
Menteri Pertanian dan Agraria,
<br>
ttd.
<br>
SADJARWO S.H.}}
{{rule|6em}}<noinclude></noinclude>
bqw6pquz8xy8b98bgn5e0m1lss8sifd
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/250
104
101391
294206
287147
2026-05-13T12:33:26Z
Riiiv
22458
/* Belum diuji baca */ gunakan templat PUU
294206
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Riiiv" />{{rh|246{{gap}}PERATURAN-PERATURAN NEGARA}}</noinclude><center>'''Pasal 6.'''</center>
Ketjuali gadji/upah dan lain-lain hak penerimaan jang dimaksud dalam pasal 4 Keputusan ini, maka kepada Sukarelawan jang telah dikerahkan untuk mendjalani tugas sukarelawan diberikan perawatan/pemeliharaan dengan tjuma-tjuma dan uang saku, jang diatur lebih landjut oleh Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi.
<center>'''Pasal 7.'''</center>
Biaja perdjalanan serta koordinasi dari tempat kedudukan jang lama ketempat kedudukan baru dan sebaliknja dibiajai dan diatur lebih landjut oleh Staf Komando Operasi Tertinggi.
<center>'''Pasal 8.'''</center>
Setelah masa mendjalani tugas sukarelawan berachir, Pegawai Negeri jang bersangkutan ditempatkan kembali pada instansi/djawatan semula dengan diberi kedudukan sama atau sederadjat atau lebih tinggi dari kedudukannja sebelum mendjalankan tugas sebagai sukarelawan.
<center>'''Pasal 9.'''</center>
(1) Bagi Sukarelawan berasal dari Peker dja Pemerintah diadakan pentjatatan oleh pimpinan usaha dalam buku dinas kerdjanja berdasarkan panggilan jang dikeluarkan oleh pendjabat dimaksud dalam pasal 1 Keputusan ini.
(2) Djika usaha tersebut pada ajat (1) dihapuskan pada waktu sedang mendjalankan tugas sukarelawan, maka tanpa ketentuan lain dari Djawatan jang bersangkutan, hubungan kerdjanja terputus pada hari berikutnja masa 60 (enam puluh) hari setelah penghapusan usaha itu; masa mendjalani tugas sukarelawan hingga saat pemutusan hubungan kerdjanja ikut dihitung penuh sebagai masa kerdja untuk Penetapan uang lepas jang diberikan kepadanja berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 31 tahun 1954.
(3) Setelah tugas sukarelawan berachir maka Sukarelawan Pekerdja Pemerintah dalam waktu 14 (empat belas) hari diharuskan melaporkan diri kepada usaha pekerdjannja untuk dipekerdjakan kembali.<noinclude></noinclude>
anifg9fabinpp52416b94f9vslce44q
294842
294206
2026-05-14T02:43:45Z
Alicya-
21994
/* Telah diuji baca */
294842
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Alicya-" />{{rh|246||PERATURAN-PERATURAN NEGARA}}</noinclude>{{PUU-pasal|pasal=6.|Ketjuali gadji/upah dan lain-lain hak penerimaan jang dimaksud dalam pasal 4 Keputusan ini, maka kepada Sukarelawan jang telah dikerahkan untuk mendjalani tugas sukarelawan diberikan perawatan/pemeliharaan dengan tjuma-tjuma dan uang saku, jang diatur lebih landjut oleh Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi.}}
{{PUU-pasal|Pasal=7.|Biaja perdjalanan serta koordinasi dari tempat kedudukan jang lama ketempat kedudukan baru dan sebaliknja dibiajai dan diatur lebih landjut oleh Staf Komando Operasi Tertinggi.}}
{{PUU-pasal|Pasal=8.|Setelah masa mendjalani tugas sukarelawan berachir, Pegawai Negeri jang bersangkutan ditempatkan kembali pada instansi/djawatan semula dengan diberi kedudukan sama atau sederadjat atau lebih tinggi dari kedudukannja sebelum mendjalankan tugas sebagai sukarelawan.}}
{{PUU-pasal|Pasal=9.|
|{{PUU-ayat|Bagi Sukarelawan berasal dari Peker dja Pemerintah diadakan pentjatatan oleh pimpinan usaha dalam buku dinas kerdjanja berdasarkan panggilan jang dikeluarkan oleh pendjabat dimaksud dalam pasal 1 Keputusan ini.
|Djika usaha tersebut pada ajat (1) dihapuskan pada waktu sedang mendjalankan tugas sukarelawan, maka tanpa ketentuan lain dari Djawatan jang bersangkutan, hubungan kerdjanja terputus pada hari berikutnja masa 60 (enam puluh) hari setelah penghapusan usaha itu; masa mendjalani tugas sukarelawan hingga saat pemutusan hubungan kerdjanja ikut dihitung penuh sebagai masa kerdja untuk Penetapan uang lepas jang diberikan kepadanja berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 31 tahun 1954.
|Setelah tugas sukarelawan berachir maka Sukarelawan Pekerdja Pemerintah dalam waktu 14 (empat belas) hari diharuskan melaporkan diri kepada usaha pekerdjannja untuk dipekerdjakan kembali.}}}}<noinclude></noinclude>
6h9quy4nny4hxnpl0v0toygllz32dvv
294893
294842
2026-05-14T03:18:16Z
Ars-arsa
26526
/* Validated */
294893
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh|246||PERATURAN-PERATURAN NEGARA}}</noinclude>{{PUU-pasal|pasal=6.|Ketjuali gadji/upah dan lain-lain hak penerimaan jang dimaksud dalam pasal 4 Keputusan ini, maka kepada Sukarelawan jang telah dikerahkan untuk mendjalani tugas sukarelawan diberikan perawatan/pemeliharaan dengan tjuma-tjuma dan uang saku, jang diatur lebih landjut oleh Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi.}}
{{PUU-pasal|Pasal=7.|Biaja perdjalanan serta koordinasi dari tempat kedudukan jang lama ketempat kedudukan baru dan sebaliknja dibiajai dan diatur lebih landjut oleh Staf Komando Operasi Tertinggi.}}
{{PUU-pasal|Pasal=8.|Setelah masa mendjalani tugas sukarelawan berachir, Pegawai Negeri jang bersangkutan ditempatkan kembali pada instansi/djawatan semula dengan diberi kedudukan sama atau sederadjat atau lebih tinggi dari kedudukannja sebelum mendjalankan tugas sebagai sukarelawan.}}
{{PUU-pasal|Pasal=9.|
|{{PUU-ayat|Bagi Sukarelawan berasal dari Pekerdja Pemerintah diadakan pentjatatan oleh pimpinan usaha dalam buku dinas kerdjanja berdasarkan panggilan jang dikeluarkan oleh pendjabat dimaksud dalam pasal 1 Keputusan ini.
|Djika usaha tersebut pada ajat (1) dihapuskan pada waktu sedang mendjalankan tugas sukarelawan, maka tanpa ketentuan lain dari Djawatan jang bersangkutan, hubungan kerdjanja terputus pada hari berikutnja masa 60 (enam puluh) hari setelah penghapusan usaha itu; masa mendjalani tugas sukarelawan hingga saat pemutusan hubungan kerdjanja ikut dihitung penuh sebagai masa kerdja untuk Penetapan uang lepas jang diberikan kepadanja berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 31 tahun 1954.
|Setelah tugas sukarelawan berachir maka Sukarelawan Pekerdja Pemerintah dalam waktu 14 (empat belas) hari diharuskan melaporkan diri kepada usaha pekerdjannja untuk dipekerdjakan kembali.}}}}<noinclude></noinclude>
00gesy2rjkovpajp04z9y8mseipgvf4
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/251
104
101394
294208
287148
2026-05-13T12:34:52Z
Riiiv
22458
/* Belum diuji baca */ gunakan templat PUU
294208
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Riiiv" />{{rh|||PERATURAN-PERATURAN NEGARA{{gap}}247}}</noinclude>
(4) Djika usaha tersebut pada ajat (3) dihapuskan, maka pekerdja melaporkan diri pada djawatan jang bersangkutan jang mengusahakan penempatannja pada usaha lain.
(5) Djika pekerdja tidak memenuhi kewadjiban tersebut pada ajat (3), maka hubungan kerdjanja dapat diputuskan atau dapat dianggap terputus pada saat berachirnja tugas sukarelawan, dan putusan hubungan kerdja ini dianggap dilakukan atas permintaan sendiri.
<center>'''Pasal 10.'''</center>
(1) Setelah mendjalankan tugas sukarelawan, buruh diterima kembali bekerdja pada tempat perusahaannja jang semula dengan kedudukan sama atau bersamaan dengan kedudukan sebelum ia mendjalankan tugas sebagai Sukarelawan.
(2) Hubungan kerdja dianggap putus:
<ol type="a">
<li>djika buruh tidak kembali bekerdja pada perusahaannja jang lama, 30 (tiga puluh) hari setelah tugas sukarelawan berachir;</li>
<li>meninggal dunia dalam waktu melaksanakan tugas sukarelawan;</li>
<li>permintaan sendiri;</li>
<li>ternjata sudah bekerdja dalam perusahaan lain atau instansi Pemerintah.</li>
</ol>
(3) Hubungan kerdja Sukarelawan Buruh jang mendjalankan tugas Sukarelawan hanja dapat diputuskan dengan persetudjuan Departemen Perburuhan, misalnja karena perusahaan failliet, hal-hal jang mendesak dan sebagainja.
(4) Dalam hal hubungan kerdja Sukarelawan buruh terpaksa diputuskan, sebagaimana dimaksud dalam ajat (3) pasal ini, maka sjarat-sjarat pemutusan hubungan kerdja jang berlaku harus diindahkan.
(5) Djika selama tugas sukarelawan perusahaan dimana ia bekerdja berpindah tangan, maka kewadjiban-kewadjiban terhadap buruh berdasarkan Keputusan ini dilakukan oleh madjukan baru.<noinclude></noinclude>
hh4ppoizhza6pqy76212w3ven34ofe7
294846
294208
2026-05-14T02:48:53Z
Alicya-
21994
/* Telah diuji baca */
294846
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Alicya-" />{{rh|PERATURAN-PERATURAN NEGARA||247}}</noinclude>{{PUU-pasal|{{PUU-ayat|m=4
|Djika usaha tersebut pada ajat (3) dihapuskan, maka pekerdja melaporkan diri pada djawatan jang bersangkutan jang mengusahakan penempatannja pada usaha lain.
|Djika pekerdja tidak memenuhi kewadjiban tersebut pada ajat (3), maka hubungan kerdjanja dapat diputuskan atau dapat dianggap terputus pada saat berachirnja tugas sukarelawan, dan putusan hubungan kerdja ini dianggap dilakukan atas permintaan sendiri.}}}}
{{PUU-pasal|Pasal=10.|
{{PUU-ayat|Setelah mendjalankan tugas sukarelawan, buruh diterima kembali bekerdja pada tempat perusahaannja jang semula dengan kedudukan sama atau bersamaan dengan kedudukan sebelum ia mendjalankan tugas sebagai Sukarelawan.
|Hubungan kerdja dianggap putus:
{{PUU-nomor|n=a
|djika buruh tidak kembali bekerdja pada perusahaannja jang lama, 30 (tiga puluh) hari setelah tugas sukarelawan berachir;
|meninggal dunia dalam waktu melaksanakan tugas sukarelawan;
|permintaan sendiri;
|ternjata sudah bekerdja dalam perusahaan lain atau instansi Pemerintah.}}
|Hubungan kerdja Sukarelawan Buruh jang mendjalankan tugas Sukarelawan hanja dapat diputuskan dengan persetudjuan Departemen Perburuhan, misalnja karena perusahaan failliet, hal-hal jang mendesak dan sebagainja.
|Dalam hal hubungan kerdja Sukarelawan buruh terpaksa diputuskan, sebagaimana dimaksud dalam ajat (3) pasal ini, maka sjarat-sjarat pemutusan hubungan kerdja jang berlaku harus diindahkan.
|Djika selama tugas sukarelawan perusahaan dimana ia bekerdja berpindah tangan, maka kewadjiban-kewadjiban terhadap buruh berdasarkan Keputusan ini dilakukan oleh madjukan baru.}}}}<noinclude></noinclude>
abme4w0fe20olef0wll14u11e9y9cjy
294895
294846
2026-05-14T03:19:46Z
Ars-arsa
26526
/* Validated */
294895
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh|PERATURAN-PERATURAN NEGARA||247}}</noinclude>{{PUU-pasal|{{PUU-ayat|m=4
|Djika usaha tersebut pada ajat (3) dihapuskan, maka pekerdja melaporkan diri pada djawatan jang bersangkutan jang mengusahakan penempatannja pada usaha lain.
|Djika pekerdja tidak memenuhi kewadjiban tersebut pada ajat (3), maka hubungan kerdjanja dapat diputuskan atau dapat dianggap terputus pada saat berachirnja tugas sukarelawan, dan putusan hubungan kerdja ini dianggap dilakukan atas permintaan sendiri.}}}}
{{PUU-pasal|Pasal=10.|
{{PUU-ayat|Setelah mendjalankan tugas sukarelawan, buruh diterima kembali bekerdja pada tempat perusahaannja jang semula dengan kedudukan sama atau bersamaan dengan kedudukan sebelum ia mendjalankan tugas sebagai Sukarelawan.
|Hubungan kerdja dianggap putus:
{{PUU-nomor|n=a
|djika buruh tidak kembali bekerdja pada perusahaannja jang lama, 30 (tiga puluh) hari setelah tugas sukarelawan berachir;
|meninggal dunia dalam waktu melaksanakan tugas sukarelawan;
|permintaan sendiri;
|ternjata sudah bekerdja dalam perusahaan lain atau instansi Pemerintah.}}
|Hubungan kerdja Sukarelawan Buruh jang mendjalankan tugas Sukarelawan hanja dapat diputuskan dengan persetudjuan Departemen Perburuhan, misalnja karena perusahaan failliet, hal-hal jang mendesak dan sebagainja.
|Dalam hal hubungan kerdja Sukarelawan buruh terpaksa diputuskan, sebagaimana dimaksud dalam ajat (3) pasal ini, maka sjarat-sjarat pemutusan hubungan kerdja jang berlaku harus diindahkan.
|Djika selama tugas sukarelawan perusahaan dimana ia bekerdja berpindah tangan, maka kewadjiban-kewadjiban terhadap buruh berdasarkan Keputusan ini dilakukan oleh madjikan baru.}}}}<noinclude></noinclude>
7o7r5aesrlr67nm7yqxkhfn2plliqf5
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/252
104
101396
294303
294049
2026-05-13T13:02:09Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
294303
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" />{{rh|248||PERATURAN-PERATURAN NEGARA}}</noinclude><center>'''Pasal 11.'''</center>
Para Sukarelawan jang semula tidak mempunjai kedudukan Pegawai Negeri, Pekerdja Pemerintah atau Buruh, setelah tugas sukarelawan berakhir dikembalikan kekampung halamannja semula atau bilamana ada objek-objek kerdja jang terbuka kepadanja dapat diberikan prioritas untuk penjalurannja.
<center>'''Pasal 12.'''</center>
Sukarelawan jang mendapat tjatjad ingatan dan/atau tjatjad badan jang didapat didalam dan oleh karena mendjalankan tugas kewadjiban sebagai Sukarelawan, diberi perlakuan berdasarkan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
<ol type="a">
<li>Mereka jang berkedudukan sebagai Pegawai Negeri/Pekerdja Pemerintah menerima djaminan sosial (pensiun/tundjangan karena tjatjad dan sebagainja) berdasarkan peraturan-peraturan jang berlaku baginja sebagai Pegawai Negeri/Pekerdja Pemerintah;
</li>
<li>Sukarelawan Buruh jang menderita tjatjad sebagian atau seluruhnja berhak menerima tundjangan sebesar jang ditetapkan dalam Undang-undang Ketjelakaan tahun 1947;</li>
<li>Bagi mereka jang tidak termasuk golongan a dan b diatas diatur dalam peraturan tersendiri dan ditanggung oleh Departemen Sosial.</li>
</ol>
<center>'''Pasal 13'''</center>
Djika Sukarelawan meninggal dunia didalam dan oleh karena mendjalankan tugas kewadjibannja sebagai Sukarelawan, maka kepada djanda jang ditinggalkan dan/atau anak-anak jatim/piatu, atau bilamana tidak ada, kepada ahli warisnja jang sjah, diberi perlakuan berdasarkan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
<ol type="a">
<li>Isteri dan/atau anak jatim/piatu, atau bilamana tidak ada, kepada ahli warisnja jang sjah daripada Sukarelawan jang berkedudukan sebagai Pegawai Negeri/Pekerdja Pemerintah diberi djaminan sosial (pensiun/tundjangan djanda, tundjangan anak jatim/piatu, dsb) berdasarkan peraturan-
</li>
</ol><noinclude></noinclude>
b97comhr1obuj5g99b8j6etbktf4f3v
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/258
104
101400
294319
294063
2026-05-13T13:10:10Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
294319
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" />{{rh|254|||KEBEBASAN JANG KELIMA ADALAH SENDJATA KITA}}</noinclude>Mudah-mudahan Saudara-saudara memperoleh kesenangan dan kenikmatan dengan kehadiran Saudara-saudara ditengah-tengah kita.
Tetapi, Saudara-saudara, maafkanlah kalau sambutan saja ini agak pandjang lebar. Sebenarnjalah, kata-kata ini keluar dari hati-sanubari saja dan dari hati-sanubari Rakjat Indonesia, dan saja pertjaja bahwa bahasa dari hati adalah lebih baik daripada bahasa lidah. Lagi pula, ini adalah pertemuan kerdja.
Pekerdjaan jang Saudara-saudara hadapi adalah besar dan agung, satu pekerdjaan jang selajaknja memperoleh tjurahan tenaga sebesar-besarnja dari Saudara, dan selajaknja memperoleh pemusatan pikiran sedalam-dalamnja. Diatas pundak Saudara-saudara terletak pertanggung-djawab jang besar untuk suksesnja Konperensi ini. Tetapi selama kita bekerdja dan berusaha pada hari-hari ini, semangat dari Konperensi Asia-Afrika Pertama jang besar itu kini menjelimuti Saudara-saudara. Atas dasar inilah Saudara-saudara akan dapat memperoleh inspirasi.
Perkenankanlah saja mengenangkan kembali sedjenak apakah sebenarnja Konperensi tersebut dan apakah daja pengaruhnja.
Hampir sembilan tahun jang lalu, Negarawan-negarawan terkemuka dari 29 Negara-negara Asia-Afrika berkumpul di Bandung. Dalam menjambut mereka pada waktu itu, saja berdoa bahwa kebidjaksanaan mereka bersama akan dapat „mengeluarkan tjetusan api dari batu apinja” keadaan dunia ditahun 1955. Pada waktu itu saja mengharapkan bahwa Konperensi akan „memberi bimbingan kepada ummat manusia”, akan „menundjukkan djalan kepada ummat manusia jang harus ditempuh untuk mentjapai keamanan dan perdamaian”.
Sesuatu doa tidak pernah mendapat djawaban jang begitu baik dari Jang Maha Agung, tidak pernah Jang Maha Kuasa memberikan ridlo lebih daripada terhadap pertemuan itu!
Dengan kebidjaksanaan jang diliputi harmoni jang sebenar-benarnja, para peserta Konperensi telah menghasilkan {{hws|Sema|Semangat}}<noinclude></noinclude>
otb2906ehuq2t16zyvu7dipp4eirkl2
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/260
104
101402
294325
294068
2026-05-13T13:13:09Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
294325
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" />{{rh|265||KEBEBASAN JANG KELIMA ADALAH SENNDJATA KITA}}</noinclude>bangsa-bangsa Asia-Afrika menjadari bahwa perbedaan dan perselisihan antara sesama manusia itu telah dianugerahkan oleh Tuhan Jang Maha Besar atas kebidjaksanaan-Nja, untuk keagungan dan pengertian kita. Perbedaan dan perselisihan tidaklah boleh dianggap sebagai sesuatu untuk menimbulkan pertengkaran dan petjah-belah, dan tidak untuk menimbulkan pertentangan jang merusak. Oleh sebab itulah kita mentjari persatuan, dan Konperensi kita telah mengambil keputusan-keputusan jang besar dan berfaedah itu, dengan aklamasi.
Para peserta Konperensi Asia-Afrika jang pertama itupun tidak melupakan terbukanja kemungkinan untuk usaha-usaha selandjutnja dalam satu djurusan jang sama. Dalam paragraaf penutup dari Komunike terdapatlah suatu rekomendasi jang mentjakup hal tersebut. Kelima Negara-negara sponsor berkewadjiban memberi pertimbangan mengenai diadakannja Konperensi berikutnya dengan konsultasi dengan peserta-peserta jang lain.
Dan hal itu selalu diingat. Dan sesuai dengan itu, kira-kira tiga tahun jang lalu, Indonesia telah mengadakan kontak sesuai dengan rekomendasi tersebut. Tetapi pendapat jang pada waktu itu diperoleh adalah „tunggu sebentar”. Dengan demikian kami telah menunggu. Tetapi hari ini situasi telah berobah, dan rupanja waktunja telah masak. Maka dari itu untuk pelaksanaan rekomendasi tersebut, sekarang Indonesia mengatur pertemuan persiapan ini, dan sukses pertama telah dapat disaksikan dengan kehadiran Saudara-saudara disini.
Saudara-saudara, apabila pada Konperensi Asia-Afrika jang pertama soal „dimana kita berpidjak” mendjadi kuntji, maka sekarang ini „kemana akan kita pergi dan apa jang harus kita perbuat”, hendaknja mendjadi pedoman kita.
Kita belum mentjapai tempat tertentu dalam dunia pada waktu Konperensi Asia-Afrika jang pertama. Jang penting bagi kita sebagai negara-negara jang baru sadja terlepas dari kolonialisme, ialah untuk djuga menjadari dimana kita berdiri terhadap dunia lainnja.
Sekarang, sekalipun belum sembilan tahun kemudian, tempat kita didunia ini tak sedikitpun meragu-ragukan. Soalnja {{hws|seka|sekarang}}<noinclude></noinclude>
nkbna9ywennppq56xawyd7s35jzh0g6
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/262
104
101404
294343
294070
2026-05-13T13:20:31Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
294343
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" />{{rh|258||KEBEBASAN JANG KELIMA ADALAH SENNDJATA KITA}}</noinclude>Kolonialisme sedang diseret ke kehantjuran — benar! Akan tetapi penghantjuran sadja tidaklah tjukup. Perdjoangan kita memperhatikan pembangunan dan penghantjuran. Kesadaran politik dan sosial Rakjat kita telah dibangkitkan. Mereka tidak hanja mentjari perobahan pemerintahan dari asing ketangan bangsa sendiri! Air mata dan kerdja keras, kesengsaraan dan penderitaan Rakjat kita jang telah diberikan dalam perdjoangan kemerdekaan, mempunjai tudjuan jang lebih mulia. Rakjat kita meminta penebusan kekeliruan-kekeliruan dimasa lampau, mereka mentjari hidup jang lebih baik. Rakjat kita sama sekali tidak mau lagi di-eksploitir oleh orang lain, mereka sama sekali tidak mau lagi dikuasai oleh orang lain. Rakjat kita menghendaki keadilan sosial dan mengatur sendiri urusan mereka sendiri. Inilah arti daripada perdjoangan untuk kemerdekaan nasional.
Djangan keliru, Saudara-saudara, perdjoangan itu harus berdjalan terus! Djangan keliru, perdjoangan itu senantiasa berat! Djangan keliru, perdjoangan itu menghendaki perhatian kita, meminta waktu kita!
Sebab djustru sukses perdjoangan kita telah menimbulkan reaksi. Ingat akan perbedaan keadaan kita pada waktu sekarang dan keadaan kita pada waktu Konperensi Asia-Afrika Pertama diadakan! Dan hal itu telah terdjadi dalam waktu kurang dari sepuluh tahun! Pengaruh kemenangan kita atas bekas kekuasaan-kekuasaan kolonial adalah lebih njata.
Dunia kini sudah mulai dibangun kembali. Imperium-imperium ambruk, djadjahan-djadjahan mendjadi merdeka.
{{hii|2|0}}
„Orde lama diganti, menjerah kepada jang baru,<br>
Dan Tuhan menepati djandji-Nja dalam banjak tjara,<br>
Djanganlah satu kebiasaan baik merusak dunia" —<br>
demikian tulisan Tennyson.<br>
Tulisan aslinja:<br>
”The old order changeth, yielding place to new,<br>
And God fulfils Himself in many ways,<br>
Lest one good custom should corrupt the world” — <br>
{{div end}}
Dan penggantian orde lama telah mengelilingi bekas kekuasaan-kekuasaan kolonial dengan suatu dunia jang bukan bikinan<noinclude></noinclude>
mtgcv28f6u9r9pneatxypuqxcazwros
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/265
104
101408
294353
294077
2026-05-13T13:30:48Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
294353
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" />{{rh|KEBEBASAN JANG KELIMA ADALAH SENNDJATA KITA||261}}</noinclude>penguasa Asia dan Afrika, kekuatan-kekuatan kolonial jang lama telah dapat mengendalikan urusan-urusan mereka seketjil-ketjilnja, dan kekuatan-kekuatan itu tidak sudi melepaskan kedudukan jang menguntungkan ini. Oleh karena itu mereka melakukan intervensi seolah-olah mereka berhak berbuat demikian, mereka melakukan intervensi untuk mempertahankan kekuasaan mereka jang dahulu, mereka melakukan intervensi untuk membela kepentingan-kepentingan mereka jang telah tertanam itu.
Mereka telah melakukan intervensi, mereka masih melakukan intervensi dimana-mana diseluruh Asia dan Afrika. Bolehlah saja berkata bahwa abad ini adalah abad intervensi! Abad intervensi oleh dunia lama kedalam dunia baru! Intervensi dalam segala tingkat, dalam segala matjam tjampur-tangan, subversi dan intervensi terang-terangan kedalam dunia Asia-Afrika kita!
Dalam melakukan tjampur-tangan dengan subversi dan intervensi itu, kekuatan-kekuatan kolonial jang lama itu selalu dapat menemukan orang-orang dalam tanah-tanah djadjahan mereka dahulu, untuk memihak kepada mereka dan membantu maksud-maksud mereka. Sebab, sebagaimana kekuatan-kekuatan baru jang muntjul didunia dewasa ini terdapat disemua negara, begitu pula penjokong-penjokong orde lama (old established order) terdapat diseluruh dunia, termasuk negara-negara Asia-Afrika jang baru mentjapai kemerdekaannja.
Dinegara-negara Barat dapat kita lihat bahwa meningkatnja gerakan buruh telah merobah kekedjaman-kekedjaman penindasan kapitalis terhadap buruh. Kita dapat lihat disana, bahwa gagasan-gagasan keadilan sosial jang timbul karena memuntjaknja budi-nurani Manusia, telah mengilhami „negara sedjahtera”. Djadi, meskipun negara-negara Barat pada umumnja tergolong dalam ”old established order”, dinegara-negara itu terdapat kelompok-kelompok penduduk jang digerakkan oleh kekuatan-kekuatan baru jang muntjul.
Dan, meskipun negara-negara jang baru merdeka di Asia dan Afrika pada pokoknja tergolong dalam kekuatan-kekuatan baru jang muntjul — karena tak boleh tidak mereka menentang kolonialisme dan imperialisme — namun, kekuatan-kekuatan<noinclude></noinclude>
l2hjh6p9hf5hz1horvg1qkp7bmxg2hb
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/266
104
101409
294358
294081
2026-05-13T13:33:40Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
294358
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" />{{rh|262{{gap}}KEBEBASAN JANG KELIMA ADALAH SENNDJATA KITA}}</noinclude>lama jang berkuasa belum terhapus sama sekali dari kalangan masjarakat-masjarakat mereka. Dinegara-negara kita jang baru merdeka — di Indonesia, misalnja, hal ini ternjata beberapa waktu jang lalu — kita dapat melihat bahwa golongan-golongan kontra-revolusi telah dapat menghalang-halangi pembangunan masjarakat-masjarakat kita jang sesuai dengan perubahan dunia.
Kekuatan-kekuatan jang menjokong ”old established order” bukanlah negara-negara, bukanlah bangsa-bangsa, bukanlah rakjat, tetapi kekuatan-kekuatan dalam masjarakat. Batas-batas nasional dilampaui dan tidak ada sebuah negarapun didunia dimana kedua matjam kekuatan itu hidup berdampingan.
Memang benar, bahwa kekuatan-kekuatan baru jang muntjul meningkat bersamaan dengan waktu. Maka kita telah melihat kekuatan-kekuatan baru jang muntjul membentuk golongan-golongan dan negara-negara jang mendjalankan politik mendorong dan memadjukan kekuatan-kekuatan ini. Tetapi sebelum kemenangan jang sempurna ditjapai oleh kekuatan-kekuatan baru jang muntjul, maka akan selalu mungkin bagi ”old established order” untuk menemukan hubungan antara negara jang satu dengan jang lain, untuk menemukan rekan-rekan mereka dinegara-negara lain, untuk menemukan kawan-kawan dipelbagai bagian dunia.
Djadi negara-negara kolonial jang lama selalu dapat menemukan anasir-anasir didalam tanah-tanah djadjahan mereka dahulu untuk menjokong tjampur-tangan mereka, subversi dan intervensi mereka; anasir-anasir tersebut bertindak sebagai kaki-tangan kaum '''reaksi'''.
Walaupun demikian keadaannja, — walaupun ada pelbagai matjam intervensi, dan mereka menemukan bantuan dalam tanah-tanah djadjahan mereka dahulu — namun negara-negara djadjahan jang dahulu itu djarang memberi hasil jang sempurna bagi usaha-usaha mereka. Selandjutnja dapat dilihat bahwa dunia Barat sering mengalami kegagalan dalam politiknja di Asia dan Afrika. Bahkan djika dunia Barat benar-benar berusaha untuk menolong, akibat dari usaha-usaha mereka jang baik maksudnja itu, seringkali menimbulkan kesulitan-kesulitan<noinclude></noinclude>
l2q8vnvcuahifjzcebb2jt64osw1hol
294361
294358
2026-05-13T13:37:29Z
Aeia aai
24023
294361
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" />{{rh|262||KEBEBASAN JANG KELIMA ADALAH SENNDJATA KITA}}</noinclude>lama jang berkuasa belum terhapus sama sekali dari kalangan masjarakat-masjarakat mereka. Dinegara-negara kita jang baru merdeka — di Indonesia, misalnja, hal ini ternjata beberapa waktu jang lalu — kita dapat melihat bahwa golongan-golongan kontra-revolusi telah dapat menghalang-halangi pembangunan masjarakat-masjarakat kita jang sesuai dengan perubahan dunia.
Kekuatan-kekuatan jang menjokong ”old established order” bukanlah negara-negara, bukanlah bangsa-bangsa, bukanlah rakjat, tetapi kekuatan-kekuatan dalam masjarakat. Batas-batas nasional dilampaui dan tidak ada sebuah negarapun didunia dimana kedua matjam kekuatan itu hidup berdampingan.
Memang benar, bahwa kekuatan-kekuatan baru jang muntjul meningkat bersamaan dengan waktu. Maka kita telah melihat kekuatan-kekuatan baru jang muntjul membentuk golongan-golongan dan negara-negara jang mendjalankan politik mendorong dan memadjukan kekuatan-kekuatan ini. Tetapi sebelum kemenangan jang sempurna ditjapai oleh kekuatan-kekuatan baru jang muntjul, maka akan selalu mungkin bagi ”old established order” untuk menemukan hubungan antara negara jang satu dengan jang lain, untuk menemukan rekan-rekan mereka dinegara-negara lain, untuk menemukan kawan-kawan dipelbagai bagian dunia.
Djadi negara-negara kolonial jang lama selalu dapat menemukan anasir-anasir didalam tanah-tanah djadjahan mereka dahulu untuk menjokong tjampur-tangan mereka, subversi dan intervensi mereka; anasir-anasir tersebut bertindak sebagai kaki-tangan kaum '''reaksi'''.
Walaupun demikian keadaannja, — walaupun ada pelbagai matjam intervensi, dan mereka menemukan bantuan dalam tanah-tanah djadjahan mereka dahulu — namun negara-negara djadjahan jang dahulu itu djarang memberi hasil jang sempurna bagi usaha-usaha mereka. Selandjutnja dapat dilihat bahwa dunia Barat sering mengalami kegagalan dalam politiknja di Asia dan Afrika. Bahkan djika dunia Barat benar-benar berusaha untuk menolong, akibat dari usaha-usaha mereka jang baik maksudnja itu, seringkali menimbulkan kesulitan-kesulitan<noinclude></noinclude>
bt37sfixoaosfg7ggfo7ziukyk2czc1
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/271
104
101415
294363
294011
2026-05-13T13:42:11Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
294363
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" />{{rh|KEBEBASAN JANG KELIMA ADALAH SENDJATA KITA||267}}</noinclude>politik baru, bagi pembangunan konsep-konsep ekonomi jang baru, bagi pembangunan konsep-konsep sosial jang baru, jang mutlak diperlukan bagi setiap negara jang baru merdeka dan sedang berkembang.
Sesungguhnja ini adalah mutlak tidak hanja untuk negara-negara jang baru merdeka dan sedang berkembang. Bukti daripada keperluan ini dapat dilihat dinegara-negara jang sudah madju dalam bidang tehnik, maupun jang sudah madju dalam masalah-masalah politik. Apakah kita tidak mendengar dari Amerika Serikat tentang suatu politik ”new frontier”? Apakah kita tidak mendengar di Eropa tentang suatu ”approach baru” oleh Perantjis?
Suatu politik ”new frontier”, suatu ”new approach”. Apakah kita setudju atau tidak dengan idee-idee ini, tetapi muntjulnja idee-idee ini membuktikan bahwa negara-negara jang telah madju dalam bidang tehniknjapun memerlukan konsep-konsep baru.
Kita dari Asia dan Afrika mendjadi pelopor dalam lapangan ini. Kita tergolong kepada dunia baru, dan tidak kepada zaman jang lalu jang sedang sekarat. Kita sudah mulai membuat konsep-konsep baru untuk kita sendiri. Dalam hal ini kita mempunjai kemampuan untuk memperkaja dunia. Kita dapat memberi sumbangan untuk kemadjuan dunia ini tanpa rasa rendah diri.
Bagaimanapun djuga, harus kita pertama-tama melepaskan diri dari alam pikiran jang telah ditanamkan dalam djiwa dan hati kita, dan dalam kepribadian nasional kita dizaman kolonial.
Ini adalah soal-soal, Saudara-saudara, jang dapat kita bitjarakan bersama didalam Konferensi Asia-Afrika ke-II. Sebab kita dapat saling beladjar dalam soal-soal pemikiran, dan dalam soal-soal kedjiwaan. Memang, bagi kita semua, banjak hal-hal jang menjenangkan tentang kemadjuan materi jang ditjapai oleh dunia jang telah madju dalam bidang tehniknja. Banjak hal-hal jang ingin kita miliki. Tetapi disana tidak ada sesuatupun jang dapat memberi ilham pada kita, tidak sesuatupun jang dapat memikat hati kita, tidak sesuatupun jang dapat<noinclude></noinclude>
2cm7pr11ev9jhp6ha0lvc66cvzisp5e
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/274
104
101418
294352
287111
2026-05-13T13:30:15Z
Thersetya2021
15831
294352
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" />{{rh|270||KEBEBASAN JANG KELIMA ADALAH SENNDJATA KITA}}</noinclude>Pembangunan simultan jang mempunjai aspek banjak merupakan faktor baru, tidak diketahui sebelumnja oleh ”old established nations”. Kami menamakan Revolusi Indonesia, revolusi jang kompleks, suatu ”revolution of many generations in one”, suatu revolusi jang simultan.
Sudah barang tentu konsep-konsep baru ini telah ditjapai dengan melalui suatu proses. Konsep-konsep ini tidaklah timbul dengan sendirinja. Kita telah menggali peninggalan sedjarah jang kaja, peninggalan kebidjaksanaan politik jang telah diwariskan oleh peradaban-peradaban kita jang kuno. Di Indonesia peninggalan politik telah mewariskan kepada kita konsep-konsep seperti gotong rojong, jang berarti kerdja-sama dan pembagian pertanggungan-djawab, musjawarah jang berarti konsultasi, dan mufakat jang berarti persamaan daripada pendapat. Tjita-tjita jang seperti ini besar sekali faedahnja dimasa sekarang. Meskipun digali dari warisan kuno, tetapi hal-hal ini masih berlaku untuk djaman sekarang, dan akan tjotjok pula untuk tjita-tjita kita kemudian.
Ketjuali apa jang dapat kita ambil dari warisan jang lalu, kita harus pula menambahnja dengan mempeladjari revolusi-revolusi progresip dari lain-lain negara. Bukannja untuk mendjiplak — Tidak! Tetapi untuk mempeladjari perkembangan daripadanja, fase-fasenja dan tuntutan-tuntutannja. Inilah jang saja namakan tuntutan revolusi jang makin meningkat. Peningkatan tuntutan jang timbul karena berkembangnja kesadaran sosial dari rakjat seluruh dunia. Peningkatan tuntutan jang timbul karena kemadjuan tehnologi, baik dalam bidang produksi maupun dalam bidang persendjataan.
Tjobalah lihat pada revolusi-revolusi nasional jang kini terdapat dinegara-negara jang baru merdeka dan sedang berkembang. Perhatikanlah bagaimana peningkatan tuntutan mereka itu lebih kompleks dan lebih mentjakup keseluruhan dibanding dengan revolusi-revolusi sebelumnja, bagaimanapun djuga besarnja. Paling sedikit, hal itu berlaku bagi negara-negara jang baru merdeka jang tidak puas begitu sadja dengan hanja ditjapainja kemerdekaan politik, dan menganggap perdjoangan telah selesai setelah puas dengan dirinja sendiri.<noinclude></noinclude>
8v0deth2kuddovp2aakpl7b74qe939v
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/278
104
101422
294355
287115
2026-05-13T13:31:33Z
Thersetya2021
15831
294355
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" />{{rh|274||KEBEBASAN JANG KELIMA ADALAH SENNDJATA KITA}}</noinclude>telah dapat membuktikan bahwa kita mampu untuk membuat konsepsi-konsepsi baru, mentjiptakan tjita-tjita baru. Kita punja warisan jang kaja jang dapat kita gali.
Kita tidak perlu lagi menunggu-nunggu. Kita harus tidak usah lagi menunggu-nunggu.
Marilah kita pergunakan waktu kita ini! Marilah kita pergunakan kesempatan kita ini, dan, Insja'allah, kita akan mempertjepat dunia ini dengan ketjepatan jang revolusioner.
Marilah kita adakan Konperensi Asia-Afrika Kedua untuk menentukan sendiri bagaimanakah seharusnja dunia baru kita itu nanti. Marilah kita persatukan tjita-tjita kita, marilah kita beri bentuk gagasan-gagasan kita dan kita bangun setjara harmonis konsep-konsep kita untuk kebaikan seluruh Umat Manusia. Marilah kita bitjarakan bersama-sama apakah jang harus kita kerdjakan untuk maksud-maksud tersebut, dan marilah kita, bersama-sama, menggenggam nasib kita ditangan kita sendiri dengan penuh kejakinan dan pertjaja pada diri sendiri.
Renggut dan pegang teguhlah ”Freedom to be Free” (Kebebasan untuk Merdeka), kebebasan untuk berfikir merdeka, kebebasan untuk mentjiptakan konsep-konsep baru, kebebasan untuk bertindak dan mengamalkan konsep-konsep tersebut. Ganjang dan hantjurkanlah kubu-kubu terachir dari kolonialisme dan imperialisme dengan ”Freedom to be Free!” (Kebebasan untuk Merdeka).
Hadapilah perongrongan, hadapilah subversi, hadapilah usaha-usaha tjampur-tangan dengan kekuatan dari kita punja pikiran sendiri jang dipadukan dalam harmoni jang sesungguhnja dalam kekuatan solidaritas Asia-Afrika. Dan apabila kemenangan tersebut telah dapat ditjapai, masalah-masalah Asia-Afrika akan dipetjahkan oleh bangsa-bangsa Asia-Afrika sendiri dengan tjara Asia-Afrika!
Kemudian, dibawah lindungan Tuhan, Asia-Afrika akan selalu madju terus menudju dunia jang penuh dengan Persaudaraan, Kemakmuran dan Perdamaian jang sebenar-benarnja!
Mudah-mudahan kita di-ridloi oleh Tuhan! Bismillah!***<noinclude></noinclude>
gb6yv62zrem0fvb2b2hk62weajgx3rs
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/283
104
101427
294359
287120
2026-05-13T13:34:50Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ paragraf tidak rapi harus di-backspace/kata yang dipisahkan dengan kata hubung harus digabung
294359
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" />{{rh|||POLITIK KITA ADALAH POLITIK KONFRONTASI{{gap}}279}}</noinclude>beri blessing kepada kita, memberi rachmat kepada kita tetapi
tjaranja Tuhan memberi rachmat kepada kita itu, jaitu dengan
kembalinja Irian Barat kedalam wilajah kekuasaan Republik,
tidak sebagai saja memberi saputangan kepada jang pakai ka-
tja-mata itu. Ini nak, ini, lantas dia terima. Tidak.
Tuhan memberikan blessing itu, memberikan karunia itu,
memberikan hadiah Irian Barat masuk kedalam wilajah ke-
kuasaan Republik itu, dengan tjara tertutup. Ditutupkan se-
hingga kelihatannja, Saudara-saudara, seperti sukar sekali,
kelihatannja, wah, hasil perdjuangan, kelihatannja dengan
banjak pentjutjuran keringat, kelihatannja dengan kita ber-
malam-malam tidak tidur, kelihatannja dengan kita harus
menggerakkan Trikora, kelihatannja berpuluh-puluh ribu
pemuda kita, kita kirim ke Irian Barat untuk djikalau perlu
bertempur dirimbaraia Irian Barat.
Sebab ini, Saudara-saudara, achirnja mendjadi satu blessing
kepada kita, rachmat. Sebab apa? Sebab kita itu makin men-
djadi kuat, makin mendjadi kuat, makin tergemblèng. Ini jang
kumaksudkan bahwa kita, Saudara-saudara, jang dilahirkan
didalam api, bahwa kita makin lama makin mendjadi kuat.
Djanganlah kita bangsa Indonesia itu mohon kepada Tuhan,
supaja kita itu dilahirkan hanja dibawah sinarnja bulan pur-
nama sadja, tidak! Dengan harum semerbaknja bunga-melati
dan bunga-mawar, tidak! Marilah kita mengutjap alhamdulillah
kehadirat Allah Subhanahu Wata'ala, bahwa kita didalam kan-
tjah perdjuangan, didalam api-perdjuangan, bahwa kita me-
ngerti benar akan firman Allah Subhanahu Wata'ala, bahwa
Tuhan tidak memberi begitu sadja, tidak! Tuhan hanja mem-
beri, djikalau kita berdjoang. Tuhan hanja memberi djikalau
kita bertindak, Tuhan hanja memberi djikalau kita berusaha
— Innallaha lajugojjiru mabiquamin hatta jugojjiru mabianfu-
sihim — blessing in disguise.
Karena itu, Saudara-saudara, malam ini saja diundang oleh
Front Nasional datang disini. Pak Chaerul tadi menegaskan,
Presiden diundang. Ja, saja ini diundang, saja ini tamu,
Saudara-saudara. Diundang, saja berbesar hati oleh karena saja
bisa menjaksikan bahwa bangsa Indonesia memang bukan<noinclude></noinclude>
6axsc58f4jzhooz5sdcl88jneb9tmkl
294373
294359
2026-05-13T13:47:57Z
Aeia aai
24023
/* Telah diuji baca */
294373
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|POLITIK KITA ADALAH POLITIK KONFRONTASI||279}}</noinclude>beri blessing kepada kita, memberi rachmat kepada kita tetapi tjaranja Tuhan memberi rachmat kepada kita itu, jaitu dengan kembalinja Irian Barat kedalam wilajah kekuasaan Republik, tidak sebagai saja memberi saputangan kepada jang pakai katja-mata itu. Ini nak, ini, lantas dia terima. Tidak.
Tuhan memberikan blessing itu, memberikan karunia itu, memberikan hadiah Irian Barat masuk kedalam wilajah kekuasaan Republik itu, dengan tjara tertutup. Ditutupkan sehingga kelihatannja, Saudara-saudara, seperti sukar sekali, kelihatannja, wah, hasil perdjuangan, kelihatannja dengan banjak pentjutjuran keringat, kelihatannja dengan kita bermalam-malam tidak tidur, kelihatannja dengan kita harus menggerakkan Trikora, kelihatannja berpuluh-puluh ribu pemuda kita, kita kirim ke Irian Barat untuk djikalau perlu bertempur dirimbaraia Irian Barat.
Sebab ini, Saudara-saudara, achirnja mendjadi satu blessing kepada kita, rachmat. Sebab apa? Sebab kita itu makin mendjadi kuat, makin mendjadi kuat, makin tergemblèng. Ini jang kumaksudkan bahwa kita, Saudara-saudara, jang dilahirkan didalam api, bahwa kita makin lama makin mendjadi kuat. Djanganlah kita bangsa Indonesia itu mohon kepada Tuhan, supaja kita itu dilahirkan hanja dibawah sinarnja bulan purnama sadja, tidak! Dengan harum semerbaknja bunga-melati
dan bunga-mawar, tidak! Marilah kita mengutjap alhamdulillah kehadirat Allah Subhanahu Wata'ala, bahwa kita didalam kantjah perdjuangan, didalam api-perdjuangan, bahwa kita mengerti benar akan firman Allah Subhanahu Wata'ala, bahwa Tuhan tidak memberi begitu sadja, tidak! Tuhan hanja memberi, djikalau kita berdjoang. Tuhan hanja memberi djikalau kita bertindak, Tuhan hanja memberi djikalau kita berusaha — Innallaha lajugojjiru mabiquamin hatta jugojjiru mabianfusihim — blessing in disguise.
Karena itu, Saudara-saudara, malam ini saja diundang oleh Front Nasional datang disini. Pak Chaerul tadi menegaskan, Presiden diundang. Ja, saja ini diundang, saja ini tamu, Saudara-saudara. Diundang, saja berbesar hati oleh karena saja bisa menjaksikan bahwa bangsa Indonesia memang bukan<noinclude></noinclude>
ozttia4rwnebr9rv15hhz0etg3r4gz2
294627
294373
2026-05-13T17:56:41Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294627
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|POLITIK KITA ADALAH POLITIK KONFRONTASI|||279}}</noinclude>{{hwe|beri|memberi}} blessing kepada kita, memberi rachmat kepada kita tetapi tjaranja Tuhan memberi rachmat kepada kita itu, jaitu dengan kembalinja Irian Barat kedalam wilajah kekuasaan Republik, tidak sebagai saja memberi saputangan kepada jang pakai katja-mata itu. Ini nak, ini, lantas dia terima. Tidak.
Tuhan memberikan blessing itu, memberikan karunia itu, memberikan hadiah Irian Barat masuk kedalam wilajah kekuasaan Republik itu, dengan tjara tertutup. Ditutupkan sehingga kelihatannja, Saudara-saudara, seperti sukar sekali, kelihatannja, wah, hasil perdjuangan, kelihatannja dengan banjak pentjutjuran keringat, kelihatannja dengan kita bermalam-malam tidak tidur, kelihatannja dengan kita harus menggerakkan Trikora, kelihatannja berpuluh-puluh ribu pemuda kita, kita kirim ke Irian Barat untuk djikalau perlu bertempur dirimbaraia Irian Barat.
Sebab ini, Saudara-saudara, achirnja mendjadi satu blessing kepada kita, rachmat. Sebab apa? Sebab kita itu makin mendjadi kuat, makin mendjadi kuat, makin tergemblèng. Ini jang kumaksudkan bahwa kita, Saudara-saudara, jang dilahirkan didalam api, bahwa kita makin lama makin mendjadi kuat. Djanganlah kita bangsa Indonesia itu mohon kepada Tuhan, supaja kita itu dilahirkan hanja dibawah sinarnja bulan purnama sadja, tidak! Dengan harum semerbaknja bunga-melati
dan bunga-mawar, tidak! Marilah kita mengutjap alhamdulillah kehadirat Allah Subhanahu Wata'ala, bahwa kita didalam kantjah perdjuangan, didalam api-perdjuangan, bahwa kita mengerti benar akan firman Allah Subhanahu Wata'ala, bahwa Tuhan tidak memberi begitu sadja, tidak! Tuhan hanja memberi, djikalau kita berdjoang. Tuhan hanja memberi djikalau kita bertindak, Tuhan hanja memberi djikalau kita berusaha — Innallaha lajugojjiru mabiquamin hatta jugojjiru mabianfusihim — blessing in disguise.
Karena itu, Saudara-saudara, malam ini saja diundang oleh Front Nasional datang disini. Pak Chaerul tadi menegaskan, Presiden diundang. Ja, saja ini diundang, saja ini tamu, Saudara-saudara. Diundang, saja berbesar hati oleh karena saja bisa menjaksikan bahwa bangsa Indonesia memang bukan<noinclude></noinclude>
a53tgqjm0ikuxv4uaulsbvsd6ec3a49
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/287
104
101432
294351
287125
2026-05-13T13:27:23Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */ pastikan ada tidaknya teks bercetak miring, ada kata-kata yang harus digabung
294351
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" />{{rh|||POLITIK KITA ADALAH POLITIK KONFRONTASI{{gap}}283}}</noinclude>dum. Tidak ada disebutkan plebisit. Tidak, tetapi dengan tegas dikatakan to ascertain the wishes of the people dari Kali- mantan Utara.
Nah, itu menurut anggapan orang djaman sekarang, bukan anggapannja seorang djamannja Sultan Agung Hanjokroku-sumo tigaratus limapuluh tahun jang lalu, tidak. Tetapi menurut anggapan orang djaman sekarang ialah djalannja itu dengan referendum atau plebisit.
Malahan, saja buka lagi rahasia, Bapak Sudjarwo Tjondro-negoro, bitjara dengan tuan U Thant dari P.B.B., Sekdjen P.B.B. Tuan U Thant berkata, wah, kalau memang demikian, djalan satu-satunja untuk ''ascertain the wishes of the people'' ialah referendum atau plebisit.
Kami sudah senang, wah akan diadakan referendum ini, sebab P.B.B.-pun mengatakan referendum atau plebisit. Lha, kok udjuk-udjuk, Saudara-saudara, terdjadilah penanda-tangan-an kontrak, kata Pak Djuhartono atas nama Front Nasional, Kontrak London.
Itu bagaimana, apa itu tidak menjalahi djandji, Saudara-saudara? Mereka berkata, jaitu Tengku cs. berkata, wah tidak apa-apa, tidak apa-apa, London itu tjuma satu ''procedure'', per- mulaan sadja, belum „Malaysia” didirikan, itu tjuma ja tanda-tangan, parap-parapan sadja. Tidak apa-apa, kata beliau. Tetapi saja berkata di Istana Negara tempohari, ini belum apa-apa kok sudah beli kartjis. Ja, 'kan tadinja disetudjui, sebelum kita pergi ke „Malaysia” atau ke Surabaja atau kemanapun, jang sudah di-akorkan bersama-sama, akan bitjara lebih dahulu, kita harus mengadakan penjelidikan tentang kehendaknja Rakjat. Itu sudah disetudjui demikian, kok ini belum apa-apa kok sudah beli kartjis. Saja berkata, lho, belakangan ini, Saudara-saudara, ternjata bukan beli kartjis sadja, bukan. Malahan betul-betul ini permulaan daripada mendirikan „Malaysia”.
Dan saja sekarang buka rahasia, terus terang rahasia saja buka, bahwa Pemerintah Malaya sudah mengadakan surat-surat undangan ja, undangan resmi, surat-surat undangan resmi supaja datang di Kualalumpur pada tanggal 31 Agustus jangakan datang, untuk upatjara pendirian „Malaysia”.<noinclude></noinclude>
dhcd70gg50abew6vrz94c4dtjp0hww7
294393
294351
2026-05-13T13:59:28Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
294393
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" />{{rh|POLITIK KITA ADALAH POLITIK KONFRONTASI||283}}</noinclude>{{hwe|dum|referendum}}. Tidak ada disebutkan plebisit. Tidak, tetapi dengan tegas dikatakan to ascertain the wishes of the people dari Kalimantan Utara.
Nah, itu menurut anggapan orang djaman sekarang, bukan anggapannja seorang djamannja Sultan Agung Hanjokrokusumo tigaratus limapuluh tahun jang lalu, tidak. Tetapi menurut anggapan orang djaman sekarang ialah djalannja itu dengan referendum atau plebisit.
Malahan, saja buka lagi rahasia, Bapak Sudjarwo Tjondronegoro, bitjara dengan tuan U Thant dari P.B.B., Sekdjen P.B.B. Tuan U Thant berkata, wah, kalau memang demikian, djalan satu-satunja untuk ascertain the wishes of the people ialah referendum atau plebisit.
Kami sudah senang, wah akan diadakan referendum ini, sebab P.B.B.-pun mengatakan referendum atau plebisit. Lha, kok udjuk-udjuk, Saudara-saudara, terdjadilah penanda-tanganan kontrak, kata Pak Djuhartono atas nama Front Nasional, Kontrak London.
Itu bagaimana, apa itu tidak menjalahi djandji, Saudara-saudara? Mereka berkata, jaitu Tengku cs. berkata, wah tidak apa-apa, tidak apa-apa, London itu tjuma satu procedure, permulaan sadja, belum „Malaysia” didirikan, itu tjuma ja tanda-tangan, parap-parapan sadja. Tidak apa-apa, kata beliau. Tetapi saja berkata di Istana Negara tempohari, ini belum apa-apa kok sudah beli kartjis. Ja, 'kan tadinja disetudjui, sebelum kita pergi ke „Malaysia” atau ke Surabaja atau kemanapun, jang sudah di-akorkan bersama-sama, akan bitjara lebih dahulu, kita harus mengadakan penjelidikan tentang kehendaknja Rakjat. Itu sudah disetudjui demikian, kok ini belum apa-apa kok sudah beli kartjis. Saja berkata, lho, belakangan ini, Saudara-saudara, ternjata bukan beli kartjis sadja, bukan. Malahan betul-betul ini permulaan daripada mendirikan „Malaysia”.
Dan saja sekarang buka rahasia, terus terang rahasia saja buka, bahwa Pemerintah Malaya sudah mengadakan surat-surat undangan ja, undangan resmi, surat-surat undangan resmi supaja datang di Kualalumpur pada tanggal 31 Agustus jang akan datang, untuk upatjara pendirian „Malaysia”.<noinclude></noinclude>
4ex4cgmmdzcdvyycccs7m18sc1xenfy
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/294
104
101440
294345
287082
2026-05-13T13:21:35Z
Thersetya2021
15831
294345
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" />{{rh|290{{gap}}KITA PASTI MENANG}}</noinclude>ndrawaské. Kalau Indonesia tidak lekas dibendung, Saudara-saudara, mungkin Indonesia itu lantas mendjadi, jah, mendjadi {{...|7}}
Saja ini lho, Saudara-saudara, Bung Karno, Bung Karno atau Pak Karno — hé, ada pemudi-pemudi jang bilang Bung Karno —, saja ini, Bung Karno, wong saja ini orang jang terkenal orang baik-baik, dikatakan saja ini ingin kekuasaan, bukan sadja ingin kekuasaan ditanah-air Indonesia, tetapi ingin kekuasaan kedaerah-daerah luar Indonesia; sampai ada satu tulisan, Saudara-saudara, didalam satu surat kabar jang besar, — saja tidak sebutkan surat kabar itu dari mana, T.S.T. Saudara-saudara, tahu sama tahu —, bunjinja begini: Sukarno, a big for power, Sukarno a big for power. Apa artinja a big for power itu? Artinja ini lho, Sukarno itu waah begini, mau menambah, mau mentjari, mau menambah, menambah, menambah, menambah, menambah ia punja kekuasaan. Lho, lha kok aku diarani ngono, dulur-dulur.
Tapi kita mengerti ini, sebetulnja bukan Sukarno jang ditakuti, bukan Sukarno jang dituduh. Jang ditakuti dan jang dituduh ialah semangat daripada Rakjat Indonesia. Semangat kemerdekaan, semangat kebebasan, semangat tidak mau ditindas, semangat tidak mau adanja ''exploitation de l'homme par l'homme'', semangat untuk melawan tiap-tiap penindasan, semangat untuk melawan tiap-tiap kolonialisme dan imperialisme, semangat untuk melawan tiap-tiap kapitalisme. Itu jang ditakuti, Saudara-saudara. Lha ini kalau ndak lekas-lekas dibendung, gèk, pijé dadiné? Nah, itu antara lain adalah sebab diadakannja „Malaysia”, Saudara-saudara.
Saudara-saudara, maka sudah barang tentu kita berichtiar untuk membatalkan terdjadinja „Malaysia” itu, karena kita bertanggung-djawab atas keselamatan Indonesia sendiri. Dan bukan sadja bertanggung-djawab atas keselamatan bangsa Indonesia sendiri, tetapi juga bertanggung-djawab atas keselamatan umat manusia diseluruh dunia ini.
Ingat kerangka Revolusi kita, tiga matjam. Kerangka pertama, mengadakan satu Negara Kesatuan jang berwilajah kekuasaan antara Sabang dan Merauke, jang bernama Republik<noinclude></noinclude>
scfddqxrfi5n23lp206pmbl7zo9cg71
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/298
104
101444
294342
287086
2026-05-13T13:20:21Z
Thersetya2021
15831
294342
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" />{{rh|294{{gap}}KITA PASTI MENANG}}</noinclude>Court Houses itu sini mana ja, mana ja, gedung jang paling seram di Jogja ini. Gedung jang seram dipanggil Court Houses. Gedung seram itu, Saudara-saudara, diluar, didalam, didjaga dengan serdadu-serdadu jang pegang bajonet. Orang disuruh masuk gedung jang demikian itu. Eeh, kalau orang biasa sudah gemetar, Saudara-saudara. Masuk digedung itu lantas ditanja, engkau mewakili orang berapa, engkau setudju kepada „Malaysia” apa tidak? Aah, sudah barang tentu, Saudara-saudara, sebagian daripada orang-orang itu karena gemetarnja jah, mendjawab: e, e, e, ee, se-se-setudju, ee e, se-tudju. Malahan terus-terang sadja kami hormat, kagum kepada orang-orang jang berani mengatakan tidak setudju. Lha wong gedungnja sadja seram dikelilingi oleh serdadu-serdadu jang berbajonet, Saudara-saudara.
Ada lagi di Manila jang kita setudjui. Di Manila kita setudjui, bahwa orang-orang jang ditawan oleh pihak Inggeris didengarkan djuga suaranja. Pemimpin-pemimpin politik, inilah sudah barang tentu besar pengaruhnja dikalangan rakjat, mereka itu ditahan oleh pihak Inggeris, didjebloskan didalam bui tahanan oleh pihak Inggeris.
Di Manila kami bersetudju, agar supaja mereka itu ditanja djuga setudju atau tidak kepada „Malaysia”. Malahan orang-orang ini, Saudara-saudara, jang penting. Orang-orang ini tadinja mendjalankan oposisi menentang kepada „Malaysia”. Orang-orang ini adalah pemimpin-pemimpin partai, orang-orang inilah jang berpengaruh, orang-orang ini jang mempunjai wibawa, orang-orang ini mempunjai pengikut banjak. Mereka ditangkap oleh Inggeris, dimasukkan didalam pendjara.
Di Manila kami menjetudjui agar supaja mereka itu ditanja setudju atau tidak kepada „Malaysia”. Bagaimana hasilnja, Saudara-saudara? Menurut keterangan info jang kami terima, orang tahanan, pemimpin-pemimpin jang ditahan itu djumlahnja lebih daripada seribu orang. Berapa orang jang didengar, Saudara-saudara, jang dipanggil, katanja untuk memenuhi pasal Manila itu? Berapa orang daripada seribu lebih itu? Bukan seribu, bukan seratus, bukan empat-puluh, tetapi empat ekor, Saudara-saudara. Hanja empat orang pemimpin politik<noinclude></noinclude>
5zps62bkvmq4jugkw7dd11ur40f2qlf
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/300
104
101448
294339
287088
2026-05-13T13:19:17Z
Thersetya2021
15831
294339
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" />{{rh|296||KITA PASTI MENANG}}</noinclude>Waah, kami ini dituduh lagi oleh dunia luaran, there again Sukarno, the trouble-maker, katanja, there again the Indonesian people, the trouble-makers. Kami dituduh rewel, kami dituduh mblendjani djandji, sebab djandjinja di Manila ialah, kalau Sekdjen P.B.B. menjatakan bahwa sebagian besar rakjat Kalimantan Utara pro „Malaysia”, kami akan O.K. kepada „Malaysia”. Nah, ini Sekdjen P.B.B. mengeluarkan satu pernjataan, rakjat Kalimantan Utara sebagian besar pro „Malaysia". Kok Presiden Sukarno, kok Pemerintah Republik Indonesia, kok Menteri Subandrio, kok Pemerintah Philipina, tetap berkata tidak setudju kepada „Malaysia".
Saja ulangi, kami tidak setudju meskipun ini utjapan daripada Sekdjen P.B.B., oleh karena prosedur jang kita tentukan di Manila tidak dipenuhi. Saja minta ditjatat oleh Duta-duta Besar jang hadir disini. Saja minta ditjatat oleh semua Duta Besar jang hadir disini, kami bukan tidak setudju, tetapi kami tidak setudju kepada Sekdjen P.B.B. punja utjapan, oleh karena Sekdjen P.B.B. itu, Saudara-saudara, mengeluarkan keputusan ini, tidak sesuai dengan prosedur jang kita tentukan di Manila.
Nah, sekarang bagaimana, Saudara-saudara, sekarang bagaimana? Saja sudah terang-terangan, ja kalau bisa, ja sudah, minta diulangi lagi sadja, ulangi, ulangi, selidikilah lagi suara rakjat Kalimantan Utara itu, selidikilah lagi. Sebab prosedur jang pertama kami tidak setudju, kami berkata prosedur jang pertama itu tidak sesuai dengan keputusan Manila, sudah, ulangi lagi. Dan sekali lagi aku berkata, kalau menurut prosedur jang ditentukan di Manila ternjata rakjat Kalimantan Utara sebagian besar pro „Malaysia”, kami akan berkata, O.K. Tetapi kalau tidak dengan setjara prosedur itu, héeé, tanpa tedèng aling-aling kita djuga berkata, kami tidak mau menerima „Malaysia" jang demikian itu, Saudara-saudara.
Bangsa Indonesia tetap berpendirian akan menggajang tiap-tiap kolonialisme dan imperialisme. Biar bangsa Indonesia dikatakan trouble-makers, biar Sukarno dikatakan trouble-maker, biar Sukarno dikatakan a big for power, kami tidak perduli, Saudara-saudara. Kami mendjalankan kewadjiban kami, mendjalankan kewadjiban kami terhadap kepada bangsa<noinclude></noinclude>
lu6y6pegr3fak7ve91n9mns5li7iiuc
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/306
104
101449
294215
287089
2026-05-13T12:37:43Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop sesuaikan dengan teks aslinya
294215
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|302{{gap}}TETAP SIAP-SIAGA, GENGGAM TEGUH SENDJATAMU!}}</noinclude>Angkatan Perang kita, Angkatan Bersendjata kita telah madju lagi setapak, dan kita memohon kehadirat Allah supaja seterusnja diberi berkat demikian rupa sehingga Angkatan Bersendjata kita makin lama makin madju, makin lama makin memenuhi segenap harapan kita dalam mengabdi kepada Rakjat dan Negara Republik Indonesia.
Lihat Saudara-saudara, upatjara hari ini bukan sadja disaksikan badaniah oleh seluruh lapisan Rakjat jang hadir disini, disaksikan badaniah oleh wakil-wakil daripada Negara-negara dan Pemerintah-pemerintah luar negeri, disaksikan badaniah oleh utusan-utusan jang hadir disini, — baik dari dalam negeri, bangsa kita sendiri maupun dari luar negeri, bangsa lain —, tetapi peringatan Hari Angkatan Bersendjata hari ini diperhatikan pula oleh seluruh Pemerintah-pemerintah itu, oleh seluruh Negara-negara dan Bangsa-bangsa didunia ini, baik Negara-negara dan Bangsa-bangsa sahabat kita, maupun Negara-negara dan Bangsa-bangsa jang tidak senang kepada kita.
Negara-negara dan Bangsa-bangsa jang bersahabat dengan kita, jang tjinta kepada kita, jang simpati kepada kita, didalam hatinja ikut djuga mendo'a kehadirat Tuhan agar supaja Republik Indonesia makin lama makin mendjadi kuat dan sempurna, agar supaja Republik Indonesia makin lama makin sentausa, agar supaja Angkatan Bersendjatanja makin lama makin kuat, makin sempurna, makin sentausa.
Dan Negara-negara dan Bangsa-bangsa jang tidak senang kepada kita, melihat dengan rasa-hati bentji, dengan rasa-hati jang tidak senang, bahkan mengawaskan benar-benar apa jang saja, — Pangima Tertinggi —, akan perintahkan atau amanatkan kepadamu sekalian.
Pada hari ini, pada djam ini, barangkali saja-lah salah seorang didunia ini jang paling diawasi oleh pihak jang tidak senang kepada Republik Indonesia. Paling diawasi oleh pihak jang bentji kepada kita; diawaskan, diperhatikan, didengarkan, diintai-intai, apa jang dia akan katakan, apa jang Presiden Sukarno akan katakan terhadap kepada Angkatan Bersendjata Republik Indonesia. Pernah, Saudara-saudara, saja ini dinamakan oleh pihak jang tidak senang kepada kita, satu orang, satu Pemimpin, satu Kepala Negara, satu Panglima Tertinggi jang<noinclude></noinclude>
3942jm1ofd66vew7sfn0i0spfnntnj6
294396
294215
2026-05-13T14:01:24Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
294396
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" />{{rh|302||TETAP SIAP-SIAGA, GENGGAM TEGUH SENDJATAMU!}}</noinclude>Angkatan Perang kita, Angkatan Bersendjata kita telah madju lagi setapak, dan kita memohon kehadirat Allah supaja seterusnja diberi berkat demikian rupa sehingga Angkatan Bersendjata kita makin lama makin madju, makin lama makin memenuhi segenap harapan kita dalam mengabdi kepada Rakjat dan Negara Republik Indonesia.
Lihat Saudara-saudara, upatjara hari ini bukan sadja disaksikan badaniah oleh seluruh lapisan Rakjat jang hadir disini, disaksikan badaniah oleh wakil-wakil daripada Negara-negara dan Pemerintah-pemerintah luar negeri, disaksikan badaniah oleh utusan-utusan jang hadir disini, — baik dari dalam negeri, bangsa kita sendiri maupun dari luar negeri, bangsa lain —, tetapi peringatan Hari Angkatan Bersendjata hari ini diperhatikan pula oleh seluruh Pemerintah-pemerintah itu, oleh seluruh Negara-negara dan Bangsa-bangsa didunia ini, baik Negara-negara dan Bangsa-bangsa sahabat kita, maupun Negara-negara dan Bangsa-bangsa jang tidak senang kepada kita.
Negara-negara dan Bangsa-bangsa jang bersahabat dengan kita, jang tjinta kepada kita, jang simpati kepada kita, didalam hatinja ikut djuga mendo'a kehadirat Tuhan agar supaja Republik Indonesia makin lama makin mendjadi kuat dan sempurna, agar supaja Republik Indonesia makin lama makin sentausa, agar supaja Angkatan Bersendjatanja makin lama makin kuat, makin sempurna, makin sentausa.
Dan Negara-negara dan Bangsa-bangsa jang tidak senang kepada kita, melihat dengan rasa-hati bentji, dengan rasa-hati jang tidak senang, bahkan mengawaskan benar-benar apa jang saja, — Pangima Tertinggi —, akan perintahkan atau amanatkan kepadamu sekalian.
Pada hari ini, pada djam ini, barangkali saja-lah salah seorang didunia ini jang paling diawasi oleh pihak jang tidak senang kepada Republik Indonesia. Paling diawasi oleh pihak jang bentji kepada kita; diawaskan, diperhatikan, didengarkan, diintai-intai, apa jang dia akan katakan, apa jang Presiden Sukarno akan katakan terhadap kepada Angkatan Bersendjata Republik Indonesia. Pernah, Saudara-saudara, saja ini dinamakan oleh pihak jang tidak senang kepada kita, satu orang, satu Pemimpin, satu Kepala Negara, satu Panglima Tertinggi jang<noinclude></noinclude>
t7c4lc2x2bnxr6poarf4byv4s0pqgh3
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/307
104
101450
294218
287090
2026-05-13T12:38:28Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop, tanda petik
294218
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|||TETAP SIAP-SIAGA, GENGGAM TEGUH SENDJATAMU!{{gap}}303}}</noinclude>"unpredictable". Artinja "unpredictable", ialah tidak bisa diketahui lebih dulu apa jang akan dia perbuat, apa jang dia akan katakan; tak dapat diketahui lebih dahulu, tak dapat diduga-duga lebih dahulu, kata mereka. Presiden Sukarno is an unpredictable man ! Awaskan dia ! Dia itu unpredictable, dia itu kita tidak tahu apa jang dia akan katakan atau perbuat.
Terhadap seluruh dunia saja berkata, dus kepada orang-orang jang tidak senang kepada Republik Indonesia, dus kepada semua orang jang bentji kepada saja, saja berkata: „Saja tidak unpredictable!". Saja mempunjai pendirian, saja berpendirian tetap pada satu amanat dari pada Rakjat Indonesia jang dipikulkan oleh Rakjat Indonesia kepada saja, diatas pundak saja; ja Allah, bahwa didalam segala keadaan, dalam segala situasi, saja selalu akan berkata, pertahankan kemerdekaan Republik Indonesia! Djagalah keselamatan Republik Indonesia, djaga keagungan Republik Indonesia, djaga kemerdekaan kita ini jang telah kita perdjoangkan berpuluh-puluh tahun dengan segenap korbanan jang telah kita djalankan!
Sekarang saja berkata demikian, besok pagi isja-Allah saja akan berkata demikian. Dan djikalau saja masih hidup, sampai achir djam, achir detik, dari pada hidup saja ini, saja akan tetap berkata kepada segenap Rakjat Indonesia: „Pertahankan kemerdekaan-mu, djaga kemerdekaan-mu, selamatkan negara-mu jang telah kau dirikan dengan segenap korbanan jang telah kamu djalankan!"
Oleh karena itu saja berkata saja tidak unpredictable. Hal jang demikian itu harus diketahui oleh orang-orang, semua orang-orang dari sekarang sampai nanti.
Dan ini saja katakan kepadamu sekalian, hai anggauta-anggauta dari pada Angkatan Bersendjata, pertahankan Negara-mu, pertahankan keselamatan Negara-mu, pertahankan keselamatan Bangsa-mu.
Engkau pada Hari 5 Oktober 1946, didirikan untuk mendjaga keselamatan Republik Indonesia, untuk mendjaga keselamatan Bangsa-mu. Itu adalah tugasmu, tugasmu terus-menerus, dan pada hari ini aku memperingatkan kepadamu, bahwa tugasmu tetap terletak diatas pundak-mu. Satu tahun jang lalu, dipodium ini saja telah berkata pula pada Hari Angkatan Bersendjata,<noinclude></noinclude>
t47i546yadclajx2hvdca30khfftauc
294631
294218
2026-05-13T18:04:03Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294631
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|TETAP SIAP-SIAGA, GENGGAM TEGUH SENDJATAMU!|||303}}</noinclude>"unpredictable". Artinja "unpredictable", ialah tidak bisa diketahui lebih dulu apa jang akan dia perbuat, apa jang dia akan katakan; tak dapat diketahui lebih dahulu, tak dapat diduga-duga lebih dahulu, kata mereka. Presiden Sukarno is an unpredictable man ! Awaskan dia ! Dia itu unpredictable, dia itu kita tidak tahu apa jang dia akan katakan atau perbuat.
Terhadap seluruh dunia saja berkata, dus kepada orang-orang jang tidak senang kepada Republik Indonesia, dus kepada semua orang jang bentji kepada saja, saja berkata: „Saja tidak unpredictable!". Saja mempunjai pendirian, saja berpendirian tetap pada satu amanat dari pada Rakjat Indonesia jang dipikulkan oleh Rakjat Indonesia kepada saja, diatas pundak saja; ja Allah, bahwa didalam segala keadaan, dalam segala situasi, saja selalu akan berkata, pertahankan kemerdekaan Republik Indonesia! Djagalah keselamatan Republik Indonesia, djaga keagungan Republik Indonesia, djaga kemerdekaan kita ini jang telah kita perdjoangkan berpuluh-puluh tahun dengan segenap korbanan jang telah kita djalankan!
Sekarang saja berkata demikian, besok pagi isja-Allah saja akan berkata demikian. Dan djikalau saja masih hidup, sampai achir djam, achir detik, dari pada hidup saja ini, saja akan tetap berkata kepada segenap Rakjat Indonesia: „Pertahankan kemerdekaan-mu, djaga kemerdekaan-mu, selamatkan negara-mu jang telah kau dirikan dengan segenap korbanan jang telah kamu djalankan!"
Oleh karena itu saja berkata saja tidak unpredictable. Hal jang demikian itu harus diketahui oleh orang-orang, semua orang-orang dari sekarang sampai nanti.
Dan ini saja katakan kepadamu sekalian, hai anggauta-anggauta dari pada Angkatan Bersendjata, pertahankan Negara-mu, pertahankan keselamatan Negara-mu, pertahankan keselamatan Bangsa-mu.
Engkau pada Hari 5 Oktober 1946, didirikan untuk mendjaga keselamatan Republik Indonesia, untuk mendjaga keselamatan Bangsa-mu. Itu adalah tugasmu, tugasmu terus-menerus, dan pada hari ini aku memperingatkan kepadamu, bahwa tugasmu tetap terletak diatas pundak-mu. Satu tahun jang lalu, dipodium ini saja telah berkata pula pada Hari Angkatan Bersendjata,<noinclude></noinclude>
8xpihkbx1blpkcy2hh2l0p14wa3gffw
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/308
104
101451
294219
287091
2026-05-13T12:39:07Z
Riiiv
22458
/* Belum diuji baca */ tanda petik, kop perbaiki dan sesuaikan
294219
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Riiiv" />{{rh|304{{gap}}TETAP SIAP-SIAGA, GENGGAM TEGUH SENDJATAMU!}}</noinclude>tetaplah siap-siaga, tetaplah siap-siaga, berdirilah terus dan genggam sendjatamu tetap didalam tanganmu. Djangan lepaskan sendjata itu sekedjap mata-pun dari genggaman tanganmu itu!
Apa lagi sekarang, Saudara-saudara, apa lagi sekarang jang kita ini oleh orang lain jang tidak senang kepada kita sedang diichtiarkan agar supaja kita bangsa Indonesia, Republik Indonesia remuk, setidak-tidaknja kita sekarang ini sedang diusahakan dikepung; dikepung agar supaja kita tidak dapat bergerak mendjalankan tugas-tugas sebagai diletakkan diatas pundak kita sesuai dengan Amanat Penderitaan Rakjat dalam tiga-kerangka Revolusi.
Tadi saja berkata, dulu saja dinamakan ''an unpredictable man'', — satu orang jang tidak bisa diketahui lebih dahulu, tidak bisa disangka lebih dahulu apa jang dia hendak katakan atau apa jang hendak dia perbuat. Sekarang ini, Saudara-saudara, ada satu pen-tjapan lain terhadap kepada diri saja, sebagai Presiden Republik Indonesia, diri saja sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Perang R.I., diri saja sebagai Pemimpin Besar Revolusi Bangsa Indonesia. Pada waktu-waktu sekarang ini, dimana aku mendjalankan perdjoangan menentang didirikannja Malaysia; ada satu pihak mengatakan, bahwa saja, Presiden/Panglima Tertinggi Sukarno, adalah satu orang jang "ungovernable", ungovernable; dan bahwa saja adalah sebagai satu "cornered rat". Ungovernable, artinja tidak bisa dikendalikan, tidak bisa di-"govern", tidak bisa diperintah, jaitu tetap tidak bisa dikendalikan, tidak bisa di-"govern". "He is an ungovernable man".
Itulah tjap jang orang berikan kepadaku didalam waktu-waktu kita mendjalankan penentangan berdirinja Malaysia.
Dan saja dikatakan sekarang ini sebagai satu ekor "cornered rat". Rat artinja tikus. Cornered rat artinja tikus jang sudah kepèpèt, tikus jang sudah didesak kesatu podjok, jang sudah didesak kesatu corner. Sukarno is now like a cornered rat. Nah itulah apa jang diberikan kepada saja, saja tidak perduli. I do not care, saja tidak perduli. Saja hanjalah mengabdi kepada Rakjat Indonesia, kepada Negara Republik Indonesia, mengabdi kepada tjita-tjita bangsa Indonesia...<noinclude></noinclude>
ofmz1dacovinwm2p8vfyf6fheca0m0a
294751
294219
2026-05-13T23:44:05Z
Aeia aai
24023
/* Telah diuji baca */
294751
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|304||TETAP SIAP-SIAGA, GENGGAM TEGUH SENDJATAMU!}}</noinclude>tetaplah siap-siaga, tetaplah siap-siaga, berdirilah terus dan genggam sendjatamu tetap didalam tanganmu. Djangan lepaskan sendjata itu sekedjap mata-pun dari genggaman tanganmu itu!
Apa lagi sekarang, Saudara-saudara, apa lagi sekarang jang kita ini oleh orang lain jang tidak senang kepada kita sedang diichtiarkan agar supaja kita bangsa Indonesia, Republik Indonesia remuk, setidak-tidaknja kita sekarang ini sedang diusahakan dikepung; dikepung agar supaja kita tidak dapat bergerak mendjalankan tugas-tugas sebagai diletakkan diatas pundak kita sesuai dengan Amanat Penderitaan Rakjat dalam tiga-kerangka Revolusi.
Tadi saja berkata, dulu saja dinamakan an unpredictable man, — satu orang jang tidak bisa diketahui lebih dahulu, tidak bisa disangka lebih dahulu apa jang dia hendak katakan atau apa jang hendak dia perbuat. Sekarang ini, Saudara-saudara, ada satu pen-tjapan lain terhadap kepada diri saja, sebagai Presiden Republik Indonesia, diri saja sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Perang R.I., diri saja sebagai Pemimpin Besar Revolusi Bangsa Indonesia. Pada waktu-waktu sekarang ini, dimana aku mendjalankan perdjoangan menentang didirikannja Malaysia; ada satu pihak mengatakan, bahwa saja, Presiden/Panglima Tertinggi Sukarno, adalah satu orang jang ”ungovernable”, ungovernable; dan bahwa saja adalah sebagai satu ”cornered rat”. Ungovernable, artinja tidak bisa dikendalikan, tidak bisa di-”govern”, tidak bisa diperintah, jaitu tetap tidak bisa dikendalikan, tidak bisa di-”govern”. ”He is an ungovernable man”.
Itulah tjap jang orang berikan kepadaku didalam waktu-waktu kita mendjalankan penentangan berdirinja Malaysia.
Dan saja dikatakan sekarang ini sebagai satu ekor ”cornered rat”. Rat artinja tikus. Cornered rat artinja tikus jang sudah kepèpèt, tikus jang sudah didesak kesatu podjok, jang sudah didesak kesatu corner. Sukarno is now like a cornered rat. Nah itulah apa jang diberikan kepada saja, saja tidak perduli. I do not care, saja tidak perduli. Saja hanjalah mengabdi kepada Rakjat Indonesia, kepada Negara Republik Indonesia, mengabdi kepada tjita-tjita bangsa Indonesia, {{hws|meng|mengabdi}}<noinclude></noinclude>
jgifk27uf6ck5bpkwy1o5x018blfk7j
294887
294751
2026-05-14T03:14:47Z
Ars-arsa
26526
/* Validated */
294887
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh|304||TETAP SIAP-SIAGA, GENGGAM TEGUH SENDJATAMU!}}</noinclude>tetaplah siap-siaga, tetaplah siap-siaga, berdirilah terus dan genggam sendjatamu tetap didalam tanganmu. Djangan lepaskan sendjata itu sekedjap mata-pun dari genggaman tanganmu itu!
Apa lagi sekarang, Saudara-saudara, apa lagi sekarang jang kita ini oleh orang lain jang tidak senang kepada kita sedang diichtiarkan agar supaja kita bangsa Indonesia, Republik Indonesia remuk, setidak-tidaknja kita sekarang ini sedang diusahakan dikepung; dikepung agar supaja kita tidak dapat bergerak mendjalankan tugas-tugas sebagai diletakkan diatas pundak kita sesuai dengan Amanat Penderitaan Rakjat dalam tiga-kerangka Revolusi.
Tadi saja berkata, dulu saja dinamakan an unpredictable man, — satu orang jang tidak bisa diketahui lebih dahulu, tidak bisa disangka lebih dahulu apa jang dia hendak katakan atau apa jang hendak dia perbuat. Sekarang ini, Saudara-saudara, ada satu pen-tjapan lain terhadap kepada diri saja, sebagai Presiden Republik Indonesia, diri saja sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Perang R.I., diri saja sebagai Pemimpin Besar Revolusi Bangsa Indonesia. Pada waktu-waktu sekarang ini, dimana aku mendjalankan perdjoangan menentang didirikannja Malaysia; ada satu pihak mengatakan, bahwa saja, Presiden/Panglima Tertinggi Sukarno, adalah satu orang jang ”ungovernable”, ungovernable; dan bahwa saja adalah sebagai satu ”cornered rat”. Ungovernable, artinja tidak bisa dikendalikan, tidak bisa di-”govern”, tidak bisa diperintah, jaitu tetap tidak bisa dikendalikan, tidak bisa di-”govern”. ”He is an ungovernable man”.
Itulah tjap jang orang berikan kepadaku didalam waktu-waktu kita mendjalankan penentangan berdirinja Malaysia.
Dan saja dikatakan sekarang ini sebagai satu ekor ”cornered rat”. Rat artinja tikus. Cornered rat artinja tikus jang sudah kepèpèt, tikus jang sudah didesak kesatu podjok, jang sudah didesak kesatu corner. Sukarno is now like a cornered rat. Nah itulah apa jang diberikan kepada saja, saja tidak perduli. I do not care, saja tidak perduli. Saja hanjalah mengabdi kepada Rakjat Indonesia, kepada Negara Republik Indonesia, mengabdi kepada tjita-tjita bangsa Indonesia, {{hws|meng|mengabdi}}<noinclude></noinclude>
r2wrylo7o8cvyrcy1gvvuu5g05vp4uw
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/309
104
101452
294221
287092
2026-05-13T12:39:32Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop
294221
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|||TETAP SIAP-SIAGA, GENGGAM TEGUH SENDJATAMU!{{gap}}305}}</noinclude>abdi kepada pelaksanaan Amanat Penderitaan Rakjat, meng- abdi kepada pelaksanaan tiga-kerangka daripada Revolusi bangsa Indonesia.
Tetapi istilah jang mereka utjapkan kepada saja itu membuka rahasia mereka sendiri. Membuka kedok muka mereka sendiri. Pertama saja dikatakan ungovernable, tidak bisa dikendalikan. Govern artinja kendali, dikendalikan, diperintah. Sukarno is an ungovernable man.
Lho, dus mereka itu sebetulnja ingin sekali mengendalikan kita, ingin sekali mendikté kepada kita, ingin sekali menjuruh kepada kita apa jang mereka kehendaki; ingin sekali mengen-dalikan kita, sekali lagi mengendalikan kita sebagai seorangkusir kepada kuda keretanja. Djustru ini jang kita tidak mau, Saudara-saudara. Djustru ini jang kita berdjoang mati-matian menentangnja. Kita berdjoang berpuluh-puluh tahun, bahkan sebenarnja beratus-ratus tahun, kita mendjalankan korbanan- korbanan jang amat pedih, djustru oleh karena kita tidak mau di-govern; djustru oleh karena kita tidak mau dikendalikan oleh orang lain atau bangsa lain. Djustru kita mau berdaulat sen-diri, djustru oleh karena kita mau merdeka, djustru oleh karena kita mau berdiri diatas kepribadian sendiri, dan tidak di-dikté, atau disuruh atau dikendalikan oleh bangsa lain.
Sebagai tadi dikatakan, saja unpredictable, dan saja tentang bahwa saja unpredictable, sebab saja selalu, selalu tetap tidak berobah-robah akan sikap saja mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia ini. Sekarang djikalau saja dinamakan ungovernable, saja berkata sjukur alhamdulillah; ja saja un-governable oleh bangsa lain, oleh orang lain, oleh pihak asing, apalagi kalau pihak itu adalah pihak imperialis. Ja, kita ungovernable, ja bangsa Indonesia ungovernable, ja Pemerintah Republik Indonesia ungovernable, ja Angkatan Bersendjata Republik Indonesia ungovernable, ungovernable oleh mereka, oleh pihak asing, oleh pihak imperialis.
Membuka kedok mereka sendiri, Saudara-saudara, perkataan ungovernable ini. Karena dengan perkataan itu mereka sebe-narnja dengan terus-terang berkata menghendaki, mengingini supaja kita ini governable, bisa diperintah, bisa dikendalikan, bisa disuruh menurut segala kehendak mereka.
166/b (20)<noinclude></noinclude>
0aliy2kp1a0tjt5m3w3rgdqtwj2s9ne
294632
294221
2026-05-13T18:06:03Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294632
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|KONFRONTASI TERHADAP ,,MALAYSIA" BERDJALAN TERUS|||305}}</noinclude>abdi kepada pelaksanaan Amanat Penderitaan Rakjat, meng- abdi kepada pelaksanaan tiga-kerangka daripada Revolusi bangsa Indonesia.
Tetapi istilah jang mereka utjapkan kepada saja itu membuka rahasia mereka sendiri. Membuka kedok muka mereka sendiri. Pertama saja dikatakan ungovernable, tidak bisa dikendalikan. Govern artinja kendali, dikendalikan, diperintah. Sukarno is an ungovernable man.
Lho, dus mereka itu sebetulnja ingin sekali mengendalikan kita, ingin sekali mendikté kepada kita, ingin sekali menjuruh kepada kita apa jang mereka kehendaki; ingin sekali mengen-dalikan kita, sekali lagi mengendalikan kita sebagai seorangkusir kepada kuda keretanja. Djustru ini jang kita tidak mau, Saudara-saudara. Djustru ini jang kita berdjoang mati-matian menentangnja. Kita berdjoang berpuluh-puluh tahun, bahkan sebenarnja beratus-ratus tahun, kita mendjalankan korbanan- korbanan jang amat pedih, djustru oleh karena kita tidak mau di-govern; djustru oleh karena kita tidak mau dikendalikan oleh orang lain atau bangsa lain. Djustru kita mau berdaulat sen-diri, djustru oleh karena kita mau merdeka, djustru oleh karena kita mau berdiri diatas kepribadian sendiri, dan tidak di-dikté, atau disuruh atau dikendalikan oleh bangsa lain.
Sebagai tadi dikatakan, saja unpredictable, dan saja tentang bahwa saja unpredictable, sebab saja selalu, selalu tetap tidak berobah-robah akan sikap saja mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia ini. Sekarang djikalau saja dinamakan ungovernable, saja berkata sjukur alhamdulillah; ja saja un-governable oleh bangsa lain, oleh orang lain, oleh pihak asing, apalagi kalau pihak itu adalah pihak imperialis. Ja, kita ungovernable, ja bangsa Indonesia ungovernable, ja Pemerintah Republik Indonesia ungovernable, ja Angkatan Bersendjata Republik Indonesia ungovernable, ungovernable oleh mereka, oleh pihak asing, oleh pihak imperialis.
Membuka kedok mereka sendiri, Saudara-saudara, perkataan ungovernable ini. Karena dengan perkataan itu mereka sebe-narnja dengan terus-terang berkata menghendaki, mengingini supaja kita ini governable, bisa diperintah, bisa dikendalikan, bisa disuruh menurut segala kehendak mereka.
166/b (20)<noinclude></noinclude>
i8bw2luhuutsl8fn0482qdd7iu6sywn
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/310
104
101453
294223
287093
2026-05-13T12:40:13Z
Riiiv
22458
/* Belum diuji baca */ kop, tanda petik
294223
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Riiiv" />{{rh|306{{gap}}TETAP SIAP-SIAGA, GENGGAM TEGUH SENDJATAMU!}}</noinclude>butkan satu tikus, tikus besar, rat jang sudah kepopet, jang sudah cornered, jang sudah digiring kepodjok.
Lagi mereka membuka kedok mereka sendiri, sebetulnja mereka ingin corner kepada kita, ingin memodjokkan kita, ingin mengepung kita kepada podjok, jang kita tidak bisa lagi bergerak madju, tidak bisa bergerak kekiri, tidak bisa bergerak kekanan, tidak bisa bergerak kelain tempat.
Inilah arti perkataanku djuga kepada Angkatan Bersendjata tahun jang lalu, bahwa engkau sekalian Saudara-saudara tetaplah siap-siaga, pegang teguh sendjata didalam tanganmu, oleh karena pihak musuh lebih bentji kepada kita, berusaha mengepung kepada kita. Kita hendak dikepung, Saudara-saudara, kita hendak di-cornered. Dan kalau kita sudah di-cornered, kita di-governed, kita diperintah.
Nauzubillahi-minasjsjaitan.........nirrodjim!
Kita tidak mau di-govern, kita tidak mau di-corner. Itulah sebabnja maka kita, Saudara-saudara, kita berkata dengan tegas, bahwa kita tidak mau tunduk kepada kehendak mereka itu. Bahwa kita menentang berdirinja Malaysia djikalau "Malaysia" bukan kehendak daripada rakjat-rakjat jang hendak dimasukkan dalam Malaysia.
Sajapun dengan tegas telah berkata, bahwa pihak Republik Indonesia tidak mau menerima pernjataan daripada pihak P.B.B. dengan djalan komisi Michelmore, jang mengatakan bahwa Rakjat Kalimantan Utara setudju/senang semuanja atau sebagian terbesar kepada "Malaysia". Tidak. Michelmore cs. mendjalankan ia punja penjelidikan di Kalimantan Utara tidak sesuai dengan procedure jang telah kita setudjui di Manila, procedure Manila jang telah disetudjui oleh Presiden Macapagal, oleh Tengku Abdul Rahman Putra, oleh Presiden Sukarno, Presiden Republik Indonesia/Panglima Tertinggi Angkatan Bersendjata R.I., Pemimpin Besar Revolusi Bangsa Indonesia. Procedure Manila ini tidak dipenuhi, procedure Manila ini tidak didjalankan.
Oleh karena itu kita dengan tegas berkata, kita tidak mau terima pernjataan, bahwa seluruh Rakjat atau sebagian terbesar daripada Rakjat Kalimantan Utara pro "Malaysia". Dan<noinclude></noinclude>
sxf18o0memvypdvue8441e31fae6wxv
294754
294223
2026-05-13T23:49:22Z
Aeia aai
24023
/* Telah diuji baca */
294754
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|306||TETAP SIAP-SIAGA, GENGGAM TEGUH SENDJATAMU!}}</noinclude>{{hwe|butkan|sebutkan}} satu tikus, tikus besar, rat jang sudah kepèpèt, jang sudah cornered, jang sudah digiring kepodjok.
Lagi mereka membuka kedok mereka sendiri, sebetulnja mereka ingin corner kepada kita, ingin memodjokkan kita, ingin mengepung kita kepada podjok, jang kita tidak bisa lagi bergerak madju, tidak bisa bergerak kekiri, tidak bisa bergerak kekanan, tidak bisa bergerak kelain tempat.
Inilah arti perkataanku djuga kepada Angkatan Bersendjata tahun jang lalu, bahwa engkau sekalian Saudara-saudara tetaplah siap-siaga, pegang teguh sendjata didalam tanganmu, oleh karena pihak musuh lebih bentji kepada kita, berusaha mengepung kepada kita. Kita hendak dikepung, Saudara-saudara, kita hendak di-cornered. Dan kalau kita sudah di-cornered, kita di-governed, kita diperintah.
Nauzubillahi-minasjsjaitan{{...|10}}nirrodjim!
Kita tidak mau di-govern, kita tidak mau di-corner. Itulah sebabnja maka kita, Saudara-saudara, kita berkata dengan tegas, bahwa kita tidak mau tunduk kepada kehendak mereka itu. Bahwa kita menentang berdirinja Malaysia djikalau „Malaysia” bukan kehendak daripada rakjat-rakjat jang hendak dimasukkan dalam Malaysia.
Sajapun dengan tegas telah berkata, bahwa pihak Republik Indonesia tidak mau menerima pernjataan daripada pihak P.B.B. dengan djalan komisi Michelmore, jang mengatakan bahwa Rakjat Kalimantan Utara setudju/senang semuanja atau sebagian terbesar kepada „Malaysia”. '''Tidak. Michelmore cs. mendjalankan ia punja penjelidikan di Kalimantan Utara tidak sesuai dengan procedure jang telah kita setudjui di Manila, procedure Manila jang telah disetudjui oleh Presiden Macapagal, oleh Tengku Abdul Rahman Putra, oleh Presiden Sukarno, Presiden Republik Indonesia/Panglima Tertinggi Angkatan Bersendjata R.I., Pemimpin Besar Revolusi Bangsa Indonesia. Procedure Manila ini tidak dipenuhi, procedure Manila ini tidak didjalankan.'''
Oleh karena itu kita dengan tegas berkata, kita tidak mau terima pernjataan, bahwa seluruh Rakjat atau sebagian terbesar daripada Rakjat Kalimantan Utara pro "Malaysia". Dan<noinclude></noinclude>
0vh576ubrimhnbilbmi6etcrmmnimo1
294907
294754
2026-05-14T03:28:49Z
Ars-arsa
26526
/* Validated */
294907
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh|306||KONFRONTASI TERHADAP „MALAYSIA” BERJALAN TERUS}}</noinclude>{{hwe|butkan|sebutkan}} satu tikus, tikus besar, rat jang sudah kepèpèt, jang sudah cornered, jang sudah digiring kepodjok.
Lagi mereka membuka kedok mereka sendiri, sebetulnja mereka ingin corner kepada kita, ingin memodjokkan kita, ingin mengepung kita kepada podjok, jang kita tidak bisa lagi bergerak madju, tidak bisa bergerak kekiri, tidak bisa bergerak kekanan, tidak bisa bergerak kelain tempat.
Inilah arti perkataanku djuga kepada Angkatan Bersendjata tahun jang lalu, bahwa engkau sekalian Saudara-saudara tetaplah siap-siaga, pegang teguh sendjata didalam tanganmu, oleh karena pihak musuh lebih bentji kepada kita, berusaha mengepung kepada kita. Kita hendak dikepung, Saudara-saudara, kita hendak di-cornered. Dan kalau kita sudah di-cornered, kita di-governed, kita diperintah.
Nauzubillahi-minasjsjaitan{{...|10}}nirrodjim!
Kita tidak mau di-govern, kita tidak mau di-corner. Itulah sebabnja maka kita, Saudara-saudara, kita berkata dengan tegas, bahwa kita tidak mau tunduk kepada kehendak mereka itu. Bahwa kita menentang berdirinja Malaysia djikalau „Malaysia” bukan kehendak daripada rakjat-rakjat jang hendak dimasukkan dalam Malaysia.
Sajapun dengan tegas telah berkata, bahwa pihak Republik Indonesia tidak mau menerima pernjataan daripada pihak P.B.B. dengan djalan komisi Michelmore, jang mengatakan bahwa Rakjat Kalimantan Utara setudju/senang semuanja atau sebagian terbesar kepada „Malaysia”. '''Tidak. Michelmore cs. mendjalankan ia punja penjelidikan di Kalimantan Utara tidak sesuai dengan procedure jang telah kita setudjui di Manila, procedure Manila jang telah disetudjui oleh Presiden Macapagal, oleh Tengku Abdul Rahman Putra, oleh Presiden Sukarno, Presiden Republik Indonesia/Panglima Tertinggi Angkatan Bersendjata R.I., Pemimpin Besar Revolusi Bangsa Indonesia. Procedure Manila ini tidak dipenuhi, procedure Manila ini tidak didjalankan.'''
Oleh karena itu kita dengan tegas berkata, kita tidak mau terima pernjataan, bahwa seluruh Rakjat atau sebagian terbesar daripada Rakjat Kalimantan Utara pro "Malaysia". Dan<noinclude></noinclude>
4t5st2yb25dy2m79ntko8fkawiepfoj
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/311
104
101454
294225
287094
2026-05-13T12:41:05Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop
294225
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|||TETAP SIAP-SIAGA, GENGGAM TEGUH SENDJATAMU!{{gap}}307}}</noinclude>kita tetap berkata, djikalau memang „Malaysia” ini tidak dikehendaki oleh Rakjat Kalimantan Utara, kita tetap akan menentangnja habis-habisan. Sebab kitapun, Saudara-saudara, mengetahui usaha pengepungan kepada kita; kitapun menghendaki supaja kepada bangsa Kalimantan Utara djangan diadakan sesuatu hal jang tidak mereka setudjui. Kita tidak mau Rakjat Kalimantan Utara atau Rakjat lain-lain di-govern. Kita tidak mau Rakjat Kalimantan Utara dan Rakjat lain-lain di-corner, Saudara-saudara.
Bangsa Indonesia dari sedjak semula sudah berkata dengan tegas dan terus-terang tanpa tédèng aling-aling, bangsa Indonesia berdjoang untuk kemerdekaan, bukan sadja bangsa Indonesia berdjoang untuk kemerdekaan dirinja sendiri, tetapi bangsa Indonesia simpati bahkan bersedia memberikan bantuan kepada setiap perdjoangan daripada setiap bangsa jang menentang kolonialisme-imperialisme, pendjadjahan. Terus-terang sadja dulu kita bersimpati kepada Rakjat Aldjazair, memberikan bantuan kepada Rakjat Aldjazair oleh karena Rakjat Aldjazair berdjoang untuk kemerdekaan. Terus-terang tanpa tédèng aling-aling kita bersimpati kepada perdjoangan Rakjat Angola, dan kitapun tanpa tédèng aling-aling bersimpati dan bersedia memberi bantuan kepada Rakjat Kalimantan Utara jang ingin merdeka, jang berdjoang untuk kemerdekaan.
Tentang hal ini djanganlah pihak imperialis mengira bahwa saja unpredictable, bahwa Rakjat Indonesia unpredictable, bahwa Pemerintah Republik Indonesia unpredictable. Tidak, saja ulangi, sekarang, besok, lusa, kapanpun kita, saja, Rakjat Indonesia, Pemerintah Republik Indonesia akan tetap berdjoang mempertahankan kemerdekaannja sendiri dan memberikan bantuan dan simpati kepada tiap-tiap perdjoangan antikolonialisme dari bangsa lain apapun djuga.
Nah, Saudara-saudara, saja dinamakan cornered rat dan dengan ini pun dimaksudkan bahwa sebenarnja engkau daripada Angkatan Bersendjata djuga hendak di-corner, Saudara-saudara. Engkau hendak didjadikan satu cornered rat pula; engkau hendak didjadikan satu Angkatan Bersendjata jang governable. Engkau tentu tidak mau. Saja tahu engkau seia-sekata denganku, bahwa kita, ja Presiden, ja engkau daripada Angkatan Bersendjata, ja semua Rakjat Indonesia tidak mau<noinclude></noinclude>
ab3z0heev8uknfiogoxm1i4rpog23hz
294638
294225
2026-05-13T18:11:47Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294638
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|TETAP SIAP-SIAGA, GENGGAM TEGUH SENDJATAMU!|||307}}</noinclude>kita tetap berkata, djikalau memang „Malaysia” ini tidak dikehendaki oleh Rakjat Kalimantan Utara, kita tetap akan menentangnja habis-habisan. Sebab kitapun, Saudara-saudara, mengetahui usaha pengepungan kepada kita; kitapun menghendaki supaja kepada bangsa Kalimantan Utara djangan diadakan sesuatu hal jang tidak mereka setudjui. Kita tidak mau Rakjat Kalimantan Utara atau Rakjat lain-lain di-govern. Kita tidak mau Rakjat Kalimantan Utara dan Rakjat lain-lain di-corner, Saudara-saudara.
Bangsa Indonesia dari sedjak semula sudah berkata dengan tegas dan terus-terang tanpa tédèng aling-aling, bangsa Indonesia berdjoang untuk kemerdekaan, bukan sadja bangsa Indonesia berdjoang untuk kemerdekaan dirinja sendiri, tetapi bangsa Indonesia simpati bahkan bersedia memberikan bantuan kepada setiap perdjoangan daripada setiap bangsa jang menentang kolonialisme-imperialisme, pendjadjahan. Terus-terang sadja dulu kita bersimpati kepada Rakjat Aldjazair, memberikan bantuan kepada Rakjat Aldjazair oleh karena Rakjat Aldjazair berdjoang untuk kemerdekaan. Terus-terang tanpa tédèng aling-aling kita bersimpati kepada perdjoangan Rakjat Angola, dan kitapun tanpa tédèng aling-aling bersimpati dan bersedia memberi bantuan kepada Rakjat Kalimantan Utara jang ingin merdeka, jang berdjoang untuk kemerdekaan.
Tentang hal ini djanganlah pihak imperialis mengira bahwa saja unpredictable, bahwa Rakjat Indonesia unpredictable, bahwa Pemerintah Republik Indonesia unpredictable. Tidak, saja ulangi, sekarang, besok, lusa, kapanpun kita, saja, Rakjat Indonesia, Pemerintah Republik Indonesia akan tetap berdjoang mempertahankan kemerdekaannja sendiri dan memberikan bantuan dan simpati kepada tiap-tiap perdjoangan antikolonialisme dari bangsa lain apapun djuga.
Nah, Saudara-saudara, saja dinamakan cornered rat dan dengan ini pun dimaksudkan bahwa sebenarnja engkau daripada Angkatan Bersendjata djuga hendak di-corner, Saudara-saudara. Engkau hendak didjadikan satu cornered rat pula; engkau hendak didjadikan satu Angkatan Bersendjata jang governable. Engkau tentu tidak mau. Saja tahu engkau seia-sekata denganku, bahwa kita, ja Presiden, ja engkau daripada Angkatan Bersendjata, ja semua Rakjat Indonesia tidak mau<noinclude></noinclude>
ijuvs23bd460ka5c1cexf7ldnargick
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/318
104
101455
294232
287052
2026-05-13T12:43:49Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ hwe
294232
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|314{{gap}}KONFRONTASI TERHADAP ,,MALAYSIA" BERDJALAN TERUS}}</noinclude>
bodja? — Kambodja. Kemudian sesudah Kambodjapun dianggap amat perlu untuk datang di Tokyo. Djadi kedatangan saja kembali ditanah-air tertunda beberapa hari, maka pembukaan daripada solidarity meeting inipun ditunda sampai hari ini dan saja mengutjapkan banjak-banjak terima-kasih atasnja.
Saudara-saudara,
Djarang saja punja hati besar seperti malam ini. Memang hati saja selalu besar, sebab orang tak dapat menangkan revolusi tanpa hati besar. Orang mengadakan revolusi kalau hatinja kintel, hati ketjil, hati semut, djangan harap bisa menang revolusinja itu. Tapi toh Saudara-saudara, saja kata, djarang hati saja besar seperti malam ini, karena malam ini saja dapat melihat dengan mata kepala sendiri, mendengar dengan telinga sendiri, merasakan dengan semangat berkobar-kobar jang ada didalam dada saja sendiri, bahwa benar perkataan saja jang saja utjapkan beberapa waktu jang lalu, jaitu bahwa perdjoangan kita membantu perdjoangan rakjat Kalimantan Utara dan mengganjang „Malaysia” tidak berdiri sendiri. Bahwa perdjoangan kita itu mendapat sambutan, simpati, bantuan daripada seluruh kekuatan-kekuatan progresif didunia ini. Tidakkah benar demikian, Saudara-saudara? Saja selalu berkata, kita tidak berdiri sendiri, kita tidak berdjalan sendiri, kita berdjalan dan berdiri dengan berdjuta-djuta rakjat, kita meneruskan perdjoangan ini, onward, onward, no retreat! Pasti kita menang!
Nah, Saudara-saudara, terutama sekali Saudara-saudara dari negara-negara luar negeri. Saudara-saudara datang disini, menjatakan simpati Saudara-saudara, bantuan Saudara-saudara, kepada perdjoangan membantu kemerdekaan Kalimantan Utara dan mengganjang „Malaysia”, apakah itu hanja sekedar Saudara-saudara simpati kepada Rakjat Indonesia? Apakah itu hanja sekedar Saudara-saudara tjinta kepada Rakjat Indonesia? Apakah itu sekedar oleh karena Saudara adalah merasa bahwa Rakjat Indonesia ini pantas dibantu? Tidak! Saudara-saudara datang di Indonesia ini untuk menjatakan simpati dan bantuan Saudara-saudara pada perdjoangan menentang „Malaysia”, membantu Kalimantan Utara, ialah karena Saudara-saudara<noinclude></noinclude>
9eo5yzbk11nmilmqug45opni3bils4j
294622
294232
2026-05-13T17:46:27Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294622
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|314|||KONFRONTASI TERHADAP ,,MALAYSIA" BERDJALAN TERUS}}</noinclude>{{hwe|bodja?|Kambodja?}} — Kambodja. Kemudian sesudah Kambodjapun dianggap amat perlu untuk datang di Tokyo. Djadi kedatangan saja kembali ditanah-air tertunda beberapa hari, maka pembukaan daripada solidarity meeting inipun ditunda sampai hari ini dan saja mengutjapkan banjak-banjak terima-kasih atasnja.
Saudara-saudara,
Djarang saja punja hati besar seperti malam ini. Memang hati saja selalu besar, sebab orang tak dapat menangkan revolusi tanpa hati besar. Orang mengadakan revolusi kalau hatinja kintel, hati ketjil, hati semut, djangan harap bisa menang revolusinja itu. Tapi toh Saudara-saudara, saja kata, djarang hati saja besar seperti malam ini, karena malam ini saja dapat melihat dengan mata kepala sendiri, mendengar dengan telinga sendiri, merasakan dengan semangat berkobar-kobar jang ada didalam dada saja sendiri, bahwa benar perkataan saja jang saja utjapkan beberapa waktu jang lalu, jaitu bahwa perdjoangan kita membantu perdjoangan rakjat Kalimantan Utara dan mengganjang „Malaysia” tidak berdiri sendiri. Bahwa perdjoangan kita itu mendapat sambutan, simpati, bantuan daripada seluruh kekuatan-kekuatan progresif didunia ini. Tidakkah benar demikian, Saudara-saudara? Saja selalu berkata, kita tidak berdiri sendiri, kita tidak berdjalan sendiri, kita berdjalan dan berdiri dengan berdjuta-djuta rakjat, kita meneruskan perdjoangan ini, onward, onward, no retreat! Pasti kita menang!
Nah, Saudara-saudara, terutama sekali Saudara-saudara dari negara-negara luar negeri. Saudara-saudara datang disini, menjatakan simpati Saudara-saudara, bantuan Saudara-saudara, kepada perdjoangan membantu kemerdekaan Kalimantan Utara dan mengganjang „Malaysia”, apakah itu hanja sekedar Saudara-saudara simpati kepada Rakjat Indonesia? Apakah itu hanja sekedar Saudara-saudara tjinta kepada Rakjat Indonesia? Apakah itu sekedar oleh karena Saudara adalah merasa bahwa Rakjat Indonesia ini pantas dibantu? Tidak! Saudara-saudara datang di Indonesia ini untuk menjatakan simpati dan bantuan Saudara-saudara pada perdjoangan menentang „Malaysia”, membantu Kalimantan Utara, ialah karena Saudara-saudara<noinclude></noinclude>
3yanbkmcfbfz1puci3jude4dh114xzc
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/319
104
101456
294233
287053
2026-05-13T12:44:23Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop
294233
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|||KONFRONTASI TERHADAP ,,MALAYSIA" BERDJALAN TERUS{{gap}}315}}</noinclude>berdiri diatas prinsip jang sama dengan Rakjat Indonesia; ialah oleh karena Saudara-saudara seperti Rakjat Indonesia berdjoang untuk kemerdekaan, untuk satu dunia baru, untuk bebasnja umat manusia didunia ini, untuk hilangnja exploitation de l'homme par l'homme. Itulah sebabnja Saudara-saudara datang disini.
Nah, Saudara-saudara, maka oleh karena itu benar pula apa jang saja katakan, bahwa dunia dalam abad ke-20 ini lain daripada dunia abad-abad jang lalu. Saja sering berkata, bahwa abad ke-20 ini mempunjai tiga tjiri. Pertama tjirinja ialah bebasnja negara-negara di Asia dan Afrika, muntjulnja negara-negara merdeka di Asia dan Afrika. Kedua ialah terdjadinja negara-negara sosialis didunia ini, jang sampai sekarang djumlah rakjatnja sudah lebih dari 1000 djuta manusia. Ketiga ialah bahwa abad ke-20 ini mempunjai tjiri apa jang saja namakan atomic revolution and outer space revolution. Tetapi, Saudara-saudara, diwaktu-waktu jang akhir ini saja tambah lagi satu tjiri pada abad ke-20, saja tambah dengan tjiri jang keempat, jaitu, bahwa didalam abad ke-20 ini oleh imperialisme jang sudah megap-megap, — imperialisme jang tadi dikatakan oleh Pak Subandrio belum mati, tetapi sedang mundur, saja selalu berkata belum mati, tetapi sedang sekarat megap-megap. Tempo hari saja berkata disini, imperialism is not yet dead, but is dying, kataku. — oleh imperialisme jang megap-megap jang sedang sekarat ini, didalam abad ke-20 ini Saudara-saudara, dilakukan politik intervensi dinegara-negara jang sudah merdeka itu, dilandjutkan politik divide et impera dinegara-negara jang sudah merdeka itu. Ini adalah tjiri benar dari abad ke-20. Maka oleh karena itu tempo hari di Pnom Penh — Pnom Penh itu ibukota Kambodja — saja katakan: oleh karena abad ke-20 ini mempunjai tjiri baru, tjiri intervensi oleh imperialisme kedalam urusan dalam negeri daripada negara-negara jang baru merdeka di Asia, di Afrika, di Amerika Latin dan lain-lain bagian dunia, maka saja anggap "the Four Freedoms of Franklin Delano Roosevelt" itu tidak tjukup. Dulu ada Presiden Amerika Serikat jang bernama Franklin Delano Roosevelt. Dan Roosevelt mengatakan, bahwa manusia ini, manusia seluruh dunia ini,<noinclude></noinclude>
qgljam5j3o5kt62enln80uziymp3q9m
294623
294233
2026-05-13T17:47:25Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294623
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|KONFRONTASI TERHADAP ,,MALAYSIA" BERDJALAN TERUS|||315}}</noinclude>berdiri diatas prinsip jang sama dengan Rakjat Indonesia; ialah oleh karena Saudara-saudara seperti Rakjat Indonesia berdjoang untuk kemerdekaan, untuk satu dunia baru, untuk bebasnja umat manusia didunia ini, untuk hilangnja exploitation de l'homme par l'homme. Itulah sebabnja Saudara-saudara datang disini.
Nah, Saudara-saudara, maka oleh karena itu benar pula apa jang saja katakan, bahwa dunia dalam abad ke-20 ini lain daripada dunia abad-abad jang lalu. Saja sering berkata, bahwa abad ke-20 ini mempunjai tiga tjiri. Pertama tjirinja ialah bebasnja negara-negara di Asia dan Afrika, muntjulnja negara-negara merdeka di Asia dan Afrika. Kedua ialah terdjadinja negara-negara sosialis didunia ini, jang sampai sekarang djumlah rakjatnja sudah lebih dari 1000 djuta manusia. Ketiga ialah bahwa abad ke-20 ini mempunjai tjiri apa jang saja namakan atomic revolution and outer space revolution. Tetapi, Saudara-saudara, diwaktu-waktu jang akhir ini saja tambah lagi satu tjiri pada abad ke-20, saja tambah dengan tjiri jang keempat, jaitu, bahwa didalam abad ke-20 ini oleh imperialisme jang sudah megap-megap, — imperialisme jang tadi dikatakan oleh Pak Subandrio belum mati, tetapi sedang mundur, saja selalu berkata belum mati, tetapi sedang sekarat megap-megap. Tempo hari saja berkata disini, imperialism is not yet dead, but is dying, kataku. — oleh imperialisme jang megap-megap jang sedang sekarat ini, didalam abad ke-20 ini Saudara-saudara, dilakukan politik intervensi dinegara-negara jang sudah merdeka itu, dilandjutkan politik divide et impera dinegara-negara jang sudah merdeka itu. Ini adalah tjiri benar dari abad ke-20. Maka oleh karena itu tempo hari di Pnom Penh — Pnom Penh itu ibukota Kambodja — saja katakan: oleh karena abad ke-20 ini mempunjai tjiri baru, tjiri intervensi oleh imperialisme kedalam urusan dalam negeri daripada negara-negara jang baru merdeka di Asia, di Afrika, di Amerika Latin dan lain-lain bagian dunia, maka saja anggap "the Four Freedoms of Franklin Delano Roosevelt" itu tidak tjukup. Dulu ada Presiden Amerika Serikat jang bernama Franklin Delano Roosevelt. Dan Roosevelt mengatakan, bahwa manusia ini, manusia seluruh dunia ini,<noinclude></noinclude>
tbb9qqdi528kfmgbkjdf23e66abpqg6
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/320
104
101457
294234
287054
2026-05-13T12:44:54Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ hws
294234
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|316{{gap}}KONFRONTASI TERHADAP ,,MALAYSIA" BERDJALAN TERUS}}</noinclude>... harus mengetjam empat kemerdekaan. Satu: kemerdekaan untuk mengeluarkan pendapat, freedom of speech. Kedua: kemerdekaan, kebebasan untuk memeluk sesuatu agama jang ia senangi sendiri, freedom of religion. Ketiga: — kata Roosevelt — manusia harus mempunjai rasa bebas dari takut, freedom from fear. Keempat : freedom from want, artinja bebas dari kemiskinan.
Mula-mula Saudara-saudara, saja sebagai orang muda, ja lebih muda dari sekarang, waktu mendengar Four Freedoms daripada Franklin Delano Roosevelt ini, saja kagum dan setudju. Tetapi tatkala saja melihat bahwa makin lama makin ada usaha daripada imperialisme untuk mengganggu kemerdekaan-kemerdekaan daripada bangsa-bangsa, — intervensi didjalankan, udeg-udeg, korek-korek, dinegara-negara jang sudah merdeka, subversi-subversi didjalankan dengan segala bentuk subversi, politik divide et impera diteruskan, politik memetjah belah bangsa-bangsa jang sudah merdeka, — saja lantas mendjadi jakin, tidak tjukup dengan empat kemerdekaan Roosevelt. Harus ditambah dengan satu kemerdekaan lagi. Kemerdekaan jang nomor lima, jaitu — didalam bahasa Inggeris — the freedom to be free. The freedom to be free, the freedom to remain free. Kebebasan untuk tetap merdeka. Kebebasan untuk tidak didjadjah lagi oleh bangsa jang lain.
Saudara-saudara, djadi tjiri tiga jang tempohari saja kemukakan; tjiri tiga, jaitu satu: timbulnja negara-negara merdeka di Asia dan Afrika; dua: timbulnja negara-negara sosialis; tiga: revolusi atom atau revolusi ruang-angkasa; tambah mendjadi empat, jaitu tjiri bahwa imperialisme mendjalankan intervensi, subversi, politik divide et impera dimana-mana. Sekarang saja tambah lagi nomor lima, Saudara-saudara, bukan sekedar empat tjiri daripada abad ke-20 ini, Nomor lima ialah bahwa abad ke-20 ini mempunjai tjiri solidaritas daripada New Emerging Forces, solidaritas daripada semua tenaga-tenaga progresip didunia ini. Bukan lagi tenaga progresip di Indonesia berdiri sendiri, bukan lagi tenaga progresip Aldjazair berdiri sendiri, bukan lagi tenaga progresip Djepang berdiri sendiri, bukan lagi tenaga progresip Sovjet Uni berdiri sendiri, bukan lagi tenaga progresip Kambodja berdiri sendiri, bukan lagi te-<noinclude></noinclude>
9yh151spwrxf5nixmzxqrlbmmh2aqwc
294625
294234
2026-05-13T17:48:45Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294625
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|316|||KONFRONTASI TERHADAP ,,MALAYSIA" BERDJALAN TERUS}}</noinclude>harus mengetjam empat kemerdekaan. Satu: kemerdekaan untuk mengeluarkan pendapat, freedom of speech. Kedua: kemerdekaan, kebebasan untuk memeluk sesuatu agama jang ia senangi sendiri, freedom of religion. Ketiga: — kata Roosevelt — manusia harus mempunjai rasa bebas dari takut, freedom from fear. Keempat : freedom from want, artinja bebas dari kemiskinan.
Mula-mula Saudara-saudara, saja sebagai orang muda, ja lebih muda dari sekarang, waktu mendengar Four Freedoms daripada Franklin Delano Roosevelt ini, saja kagum dan setudju. Tetapi tatkala saja melihat bahwa makin lama makin ada usaha daripada imperialisme untuk mengganggu kemerdekaan-kemerdekaan daripada bangsa-bangsa, — intervensi didjalankan, udeg-udeg, korek-korek, dinegara-negara jang sudah merdeka, subversi-subversi didjalankan dengan segala bentuk subversi, politik divide et impera diteruskan, politik memetjah belah bangsa-bangsa jang sudah merdeka, — saja lantas mendjadi jakin, tidak tjukup dengan empat kemerdekaan Roosevelt. Harus ditambah dengan satu kemerdekaan lagi. Kemerdekaan jang nomor lima, jaitu — didalam bahasa Inggeris — the freedom to be free. The freedom to be free, the freedom to remain free. Kebebasan untuk tetap merdeka. Kebebasan untuk tidak didjadjah lagi oleh bangsa jang lain.
Saudara-saudara, djadi tjiri tiga jang tempohari saja kemukakan; tjiri tiga, jaitu satu: timbulnja negara-negara merdeka di Asia dan Afrika; dua: timbulnja negara-negara sosialis; tiga: revolusi atom atau revolusi ruang-angkasa; tambah mendjadi empat, jaitu tjiri bahwa imperialisme mendjalankan intervensi, subversi, politik divide et impera dimana-mana. Sekarang saja tambah lagi nomor lima, Saudara-saudara, bukan sekedar empat tjiri daripada abad ke-20 ini, Nomor lima ialah bahwa abad ke-20 ini mempunjai tjiri solidaritas daripada New Emerging Forces, solidaritas daripada semua tenaga-tenaga progresip didunia ini. Bukan lagi tenaga progresip di Indonesia berdiri sendiri, bukan lagi tenaga progresip Aldjazair berdiri sendiri, bukan lagi tenaga progresip Djepang berdiri sendiri, bukan lagi tenaga progresip Sovjet Uni berdiri sendiri, bukan lagi tenaga progresip Kambodja berdiri sendiri, bukan lagi {{hws|te|tenaga|}}<noinclude></noinclude>
dx4bnta4woj1h0lyveyo2hl1965vozw
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/321
104
101458
294238
287055
2026-05-13T12:45:41Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop sesuaikan dengan teks aslinya
294238
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|||KONFRONTASI TERHADAP ,,MALAYSIA" BERDJALAN TERUS{{gap}}317}}</noinclude>naga progresip Iran berdiri sendiri, bukan lagi tenaga progresip Malaja berdiri sendiri, bukan lagi tenaga progresip Kalimantan Utara berdiri sendiri, bukan lagi tenaga progresip Belanda berdiri sendiri, tetapi sekarang bersatu-padu semua tenaga-tenaga progresip itu mendjadi satu gelombang jang maha hebat, satu bandjir jang maha hebat, jang djumlah manusianja makim lama makin bertambah, makin lama makin bertambah, makin lama makin bertambah.
Dan oleh karena itu maka kita berkata, kita pasti akan menang. Tempohari aku sudah berkata, Saudara-saudara, hanja siapa jang bisa merobah peredaran matahari dan bulan, hanja siapa jang bisa menahan matahari dan bulan, akan bisa mengelakkan hantjurnja imperialisme dan kapitalisme oleh hebatnja bandjir tenaga-tenaga progresip ini. Sebab tenaga progresip jang dikatakan tadi makin lama makin besar, makin lama makin kuat, dan saja sebagai orang Indonesia sudah barang tentu merasa sjukur kehadirat Tuhan, bahwa Indonesia ikut duduk didalam barisan, lebih daripada barisan, didalam bandjir-bandang daripada tenaga-tenaga progresip ini. Indonesia akan menang, engkau akan menang, engkau akan menang, engkau akan menang, kita semuanja daripada tenaga-tenaga progresip djuga akan menang; dunia baru pasti akan datang.
Nah inilah modal kita, Saudara-saudara. Tadi dikatakan oleh Pak Bandrio, benar, musuh mempunjai kapal udara banjak, musuh mempunjai meriam banjak, musuh mempunjai armada jang hebat, musuh mempunjai tenaga-tenaga nuklir jang hebat; kita mempunjai semangat jang hebat, semangat persatuan internasional. Dan sebagai dikatakan oleh utusan dari Aldjazair itu tadi, Saudara-saudara, persatuan, persatuan, persatuan. Alat tiga, satu: persatuan, dua: persatuan, tiga: persatuan. Benar demikian. Dan bukan sadja persatuan antara Rakjat Aldjazair dengan Rakjat Aldjazair, bukan sadja persatuan antara Rakjat Indonesia dengan Rakjat Indonesia, bukan sadja persatuan antara Rakjat Tiongkok dengan Rakjat Tiongkok, tetapi persatuan daripada semua tenaga-tenaga progresip didunia ini, satu gelombang jang maha dahsjat, kataku jang hanja siapa bisa menahan matahari dan bulanlah, bisa menahannja.<noinclude></noinclude>
jlrbokyujbu0sn7kuewkdg4auylzexp
294626
294238
2026-05-13T17:50:09Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294626
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|KONFRONTASI TERHADAP ,,MALAYSIA" BERDJALAN TERUS|||317}}</noinclude>{{hwe|naga|tenaga}} progresip Iran berdiri sendiri, bukan lagi tenaga progresip Malaja berdiri sendiri, bukan lagi tenaga progresip Kalimantan Utara berdiri sendiri, bukan lagi tenaga progresip Belanda berdiri sendiri, tetapi sekarang bersatu-padu semua tenaga-tenaga progresip itu mendjadi satu gelombang jang maha hebat, satu bandjir jang maha hebat, jang djumlah manusianja makim lama makin bertambah, makin lama makin bertambah, makin lama makin bertambah.
Dan oleh karena itu maka kita berkata, kita pasti akan menang. Tempohari aku sudah berkata, Saudara-saudara, hanja siapa jang bisa merobah peredaran matahari dan bulan, hanja siapa jang bisa menahan matahari dan bulan, akan bisa mengelakkan hantjurnja imperialisme dan kapitalisme oleh hebatnja bandjir tenaga-tenaga progresip ini. Sebab tenaga progresip jang dikatakan tadi makin lama makin besar, makin lama makin kuat, dan saja sebagai orang Indonesia sudah barang tentu merasa sjukur kehadirat Tuhan, bahwa Indonesia ikut duduk didalam barisan, lebih daripada barisan, didalam bandjir-bandang daripada tenaga-tenaga progresip ini. Indonesia akan menang, engkau akan menang, engkau akan menang, engkau akan menang, kita semuanja daripada tenaga-tenaga progresip djuga akan menang; dunia baru pasti akan datang.
Nah inilah modal kita, Saudara-saudara. Tadi dikatakan oleh Pak Bandrio, benar, musuh mempunjai kapal udara banjak, musuh mempunjai meriam banjak, musuh mempunjai armada jang hebat, musuh mempunjai tenaga-tenaga nuklir jang hebat; kita mempunjai semangat jang hebat, semangat persatuan internasional. Dan sebagai dikatakan oleh utusan dari Aldjazair itu tadi, Saudara-saudara, persatuan, persatuan, persatuan. Alat tiga, satu: persatuan, dua: persatuan, tiga: persatuan. Benar demikian. Dan bukan sadja persatuan antara Rakjat Aldjazair dengan Rakjat Aldjazair, bukan sadja persatuan antara Rakjat Indonesia dengan Rakjat Indonesia, bukan sadja persatuan antara Rakjat Tiongkok dengan Rakjat Tiongkok, tetapi persatuan daripada semua tenaga-tenaga progresip didunia ini, satu gelombang jang maha dahsjat, kataku jang hanja siapa bisa menahan matahari dan bulanlah, bisa menahannja.<noinclude></noinclude>
50dwmmxymyr4nkerz3i67g9jf2j4s8y
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/322
104
101459
294235
287056
2026-05-13T12:45:18Z
Thersetya2021
15831
294235
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" />{{rh|318|||KONFRONTASI TERHADAP „MALAYSIA” BERDJALAN TERUS}}</noinclude>Maka oleh karena itu, Saudara-saudara, onward, onward, onward, no retreat! Saudara dari Malaya, djangan merasa Saudara berdiri sendiri. Saudara tadi mengatakan, mengutjapkan satu pidato, bahwa Saudara dari Malaya anti kepada „Malaysia”, bahwa Saudara djuga ingin menghantjur-leburkan „Malaysia". Djangan Saudara mempunjai fikiran bahwa Saudara berdiri dan berdjalan sendiri. Saudara mendapat bantuan daripada seluruh tenaga-tenaga New Emerging Forces didunia ini. Onward, onward, onward, no retreat! Berdjalan terus!
Ja, karena Indonesia ikut-ikut berdjalan, bahkan didalam barisan terdepan daripada bandjir-bandang ini, Saudara-saudara, Indonesia selalu dimaki-maki oleh kaum imperialis. Apalagi Bung Karno ini, manja Allah. Kalau kata orang Djawa, Bung Karno kulitė kapalen, kalau kata orang Sunda, kulit Bung Karno geus sasanggaleun. Sudah kebal Bung Karno dikatakan, dimaki-maki matjam-matjam makian, dikatakan dia pendjahat, the bad man of Asia, dikatakan dia the trouble-maker of Asia. Dan Indonesia dikatakan satu negeri jang katjau, ja, tempo-hari ada satu tulisan, artikel dalam madjalah besar Amerika Serikat. Dikatakan, Indonesia katjau-balau, Indonesia akan tenggelam, rakjat Indonesia makan batu. Saja sekarang berhadapan dengan utusan-utusan dari negara-negara dari seluruh dunia, saja minta Saudara-saudara lihat sendiri keadaan di Indonesia ini. Lihatlah di Indonesia, sebagai tadi dikatakan oleh Saudara dari Kuba, lihat di Kuba. Saja sendiri djuga pernah datang di Habana, Saudara-saudara, di Kuba, dan saja melihat dengan mata-kepala sendiri apa jang ditulis oleh kaum imperialis adalah tidak benar; bohong, bohong, bohong sama sekali. Maka saja persilahkan Saudara-saudara supaja lihat keadaan di Indonesia ini, djangan sekedar Saudara-saudara nanti kongres-kongresan disini. mBok ja dibawa Saudara-saudara ini kemana-mana, ja sudahlah, Pemerintah nanti akan bantu uang sedikit untuk mengongkosi Saudara-saudara.
Dan lihat, apakah benar Indonesia akan tenggelam, apakah benar Indonesia adalah didalam kekatjauan, apakah benar Indonesia Rakjatnja makan batu, apakah benar Sukarno pendjahat jang memberi batu kepada Rakjat Indonesia. Oleh karena itu, Saudara-saudara, saja sudah senang sekali bahwa Saudara<noinclude></noinclude>
laqswgxm28e6bcilf5pf93ekezxzy82
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/323
104
101460
294240
287057
2026-05-13T12:46:15Z
Thersetya2021
15831
294240
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" />{{rh|KONFRONTASI TERHADAP „MALAYSIA” BERDJALAN TERUS|||319}}</noinclude>dari Malaja tadi berkata apa jang dikatakan oleh Tengku Abdul Rahman adalah bohong sama sekali. Dikatakan Indonesia djuga chaos, — kata Saudara dari Malaja tadi Tengku Abdul Rahman mengatakan bahwa Indonesia chaos, chaos itu artinja katjau —, bahwa Indonesia adalah negeri rosokan. Malah pernah didoakan, ja, pada waktu diadakan peringatan/perajaan Isra' dan Mi'radj didoakan, supaja Dr Subandrio dan Sukarno lekas mati. Itu semuanja tidak benar, bahwa kita itu ada dalam kekatjauan, bahwa negara Indonesia adalah negara rosokan dan sebagainja. Tidak! Dikatakan oleh pihak imperialis bahwa djikalau kita hendak membantu Kalimantan Utara, agar negara Kalimantan Utara mendjadi bebas dan merdeka, dikatakan bahwa Indonesia sebenarnja ekspansionis. Ekspansionis artinja mau melebarkan wilajah. Dulu Irian Barat sudah direbut, katanja, sekarang Kalimantan Utara mau direbut. Sama sekali tidak! Tadi dikatakan oleh Pak Subandrio bahwa Indonesia sudah tjukup luas, luas sekali. Kekajaannja meluap-luap, kata Dr Subandrio.
Saja selalu berkata, Indonesia bisa memberi makan — djikalau benar-benar kita urus — kepada 250 djuta manusia. Notabene saja tempohari kan berkata, saja tidak setudju dengan pembatasan {{...|7}} Ja, maaf ja, saja pernah berdebatan dengan Perdana Menteri India dan Presiden Pakistan. Perdana Menteri India, Jawaharlal Nehru, demikian pula Presiden Pakistan, Presiden Ayub Khan, mengatakan: Bung Karno, kenapa di Indonesia tidak diadakan birth control. Birth control itu pembatasan baji. mBok djangan banjak-banjak punja anak. Kenapa Bung Karno kok berkata bahwa Rakjat Indonesia itu seperti marmut, katanja, anaknja tiap-tiap kali protjot; protjot-anak, protjot-anak, protjot-anak. Saja mendjawab kepada Jawaharlal Nehru dan Presiden Ayub Khan, why do you want me to make birth control in Indonesia, kenapa saja harus mengadakan birth control di Indonesia? Djawab Ayub Khan, — woordelijk ini lho — ; woordelijk itu apa, demikianlah kata-katanja satu per satu: Bung Karno, I tremble if I see children. I tremble if I see children, kata Ayub Khan, aku gemetar djikalau aku melihat anak-anak ketjil. Lha kok aku melihat di Indonesia, kata Ayub Khan, anak-anak ketjil, anak-anak<noinclude></noinclude>
0hyuy86az5l3utv359wm6oo9waos0vz
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/324
104
101461
294245
287058
2026-05-13T12:48:13Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop, tanda petik
294245
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|320{{gap}}KONFRONTASI TERHADAP ,,MALAYSIA" BERDJALAN TERUS}}</noinclude>ketjil. Saja mendjawab, ja Pakistan adalah lain dari Indonesia. Pakistan sebagian besar padang pasir, India sebagian besar padang pasir. Tetapi lihat Indonesia, dimana-mana idjo rojo-rojo, kadya pengantén anjar, gemah ripah loh djinawi, subur kang sarwa tinandur, murah kang sarwa tinuku. Masa disini saja harus mengadakan birth control. Indonesia bisa memberi makan tjukup — djikalau diurus benar — kepada 250 djuta manusia.
Saudara-saudara, maka oleh karena itu Indonesia bekerdja keras untuk membentuk dunia baru di Indonesia, disekeliling Indonesia dan diseluruh dunia. Dan saja jakin bahwa Saudara-saudara dari negara-negara lainpun bekerdja sehebat-hebatnja untuk ini. Djikalau dikatakan kita ekspansionis, bohong, kita tidak perlu tambah wilayah, kita tidak perlu tambah manusia.Kata Pak Bandrio, sekarang ini, kita sudah mempunjai 103 djuta manusia, kok mau merampas Rakjat daripada Kaliman-tan Utara, jang kata Pak Bandrio hanja satu djuta. Buat apa, buat apa ?? Tetapi Indonesia berdiri diatas satu prinsip, prin-sip kemerdekaan jang ditulis disitu: we love peace but we love freedom even more. Sedjak dari mulanja kita tjinta kepada kemerdekaan, malahan — ini malahan — hé orang-orang Indo-nesia, batja Undang-Undang Dasarmu sendiri, — apa jang ter- tulis didalam Undang-Undang Dasarmu sendiri? Undang-Un-dang Dasar Republik Indonesia, kalimat jang pertama, jaitu bahwa kolonialisme harus dihilangkan daripada muka bumi ini. Kalimat pertama daripada Undang-Undang Dasar kita telah menjebut, bahwa kita itu adalah anti kolonialisme dan harus bekerdja untuk melenjapkan kolonialisme diseluruh dunia. Oleh karena itu djikalau kita memberi bantuan kepada usaha kemerdekaan daripada Rakjat Kalimantan Utara, kataku tempo hari, it is a matter of principle. Bukan kita mau merebut Kalimantan Utara, tidak, it is a matter of principle. Saudara dari Aldjazair, ini lho, bisa, bisa, bisa Saudara itu menjaksikan, menjatakan kepada Saudara-saudara, waktu Rakjat Aldjazair berdjuang mati-matian untuk kemerdekaan, apakah tidak be-nar Rakjat Indonesia, Pemerintah Indonesia memberi bantuan kepada perdjuangan Rakjat Aldjazair? Padahal Aldjazair itu berapa ribu mil dari sini, Saudara-saudara? Ja Kalimantan<noinclude></noinclude>
2vld2vjpjc61g4rekdt2jt4nhfx8a51
294755
294245
2026-05-13T23:52:17Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
294755
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" />{{rh|320||KONFRONTASI TERHADAP „MALAYSIA” BERDJALAN TERUS}}</noinclude>ketjil. Saja mendjawab, ja Pakistan adalah lain dari Indonesia. Pakistan sebagian besar padang pasir, India sebagian besar padang pasir. Tetapi lihat Indonesia, dimana-mana idjo rojo-rojo, kadya pengantén anjar, gemah ripah loh djinawi, subur kang sarwa tinandur, murah kang sarwa tinuku. Masa disini saja harus mengadakan birth control. Indonesia bisa memberi makan tjukup — djikalau diurus benar — kepada 250 djuta manusia.
Saudara-saudara, maka oleh karena itu Indonesia bekerdja keras untuk membentuk dunia baru di Indonesia, disekeliling Indonesia dan diseluruh dunia. Dan saja jakin bahwa Saudara-saudara dari negara-negara lainpun bekerdja sehebat-hebatnja untuk ini. Djikalau dikatakan kita ekspansionis, bohong, kita tidak perlu tambah wilayah, kita tidak perlu tambah manusia. Kata Pak Bandrio, sekarang ini, kita sudah mempunjai 103 djuta manusia, kok mau merampas Rakjat daripada Kalimantan Utara, jang kata Pak Bandrio hanja satu djuta. Buat apa, buat apa ?? Tetapi Indonesia berdiri diatas satu prinsip, prin-sip kemerdekaan jang ditulis disitu: we love peace but we love freedom even more. Sedjak dari mulanja kita tjinta kepada kemerdekaan, malahan — ini malahan — hé orang-orang Indonesia, batja Undang-Undang Dasarmu sendiri, — apa jang tertulis didalam Undang-Undang Dasarmu sendiri? Undang-Undang Dasar Republik Indonesia, kalimat jang pertama, jaitu bahwa kolonialisme harus dihilangkan daripada muka bumi ini. Kalimat pertama daripada Undang-Undang Dasar kita telah menjebut, bahwa kita itu adalah anti kolonialisme dan harus bekerdja untuk melenjapkan kolonialisme diseluruh dunia. Oleh karena itu djikalau kita memberi bantuan kepada usaha kemerdekaan daripada Rakjat Kalimantan Utara, kataku tempo hari, it is a matter of principle. Bukan kita mau merebut Kalimantan Utara, tidak, it is a matter of principle. Saudara dari Aldjazair, ini lho, bisa, bisa, bisa Saudara itu menjaksikan, menjatakan kepada Saudara-saudara, waktu Rakjat Aldjazair berdjuang mati-matian untuk kemerdekaan, apakah tidak benar Rakjat Indonesia, Pemerintah Indonesia memberi bantuan kepada perdjuangan Rakjat Aldjazair? Padahal Aldjazair itu berapa ribu mil dari sini, Saudara-saudara? Ja Kalimantan<noinclude></noinclude>
pl3fkc880w6ssjv1bgvuaesgkejcyia
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/325
104
101462
294243
287059
2026-05-13T12:47:34Z
Thersetya2021
15831
294243
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" />{{rh|KONFRONTASI TERHADAP „MALAYSIA” BERDJALAN TERUS||321}}</noinclude>
Utara adalah tetangga kita, satu batas dengan kita, satu tapal batas dengan kita. Tetapi Aldjazair, berapa ratus, berapa ribu kilometer djauhnja dari Indonesia, en toch, tatkala Rakjat Aldjazair bertempur, berdjuang mati-matian untuk kemerdekaan, Rakjat Indonesia memberi bantuan kepada Rakjat Aldjazair. Terus terang sadja kita membantu dengan sendjata kepada Rakjat Aldjazair. Dan saja tanja kepada utusan daripada Aldjazair: Tidakkah benar, bahwa Indonesia-lah negara jang pertama, sekali lagi saja ulangi pertama, pertama, mengakui pemerintah Aldjazair, pemerintah revolusioner Aldjazair? It is a matter of principle. Saja lihat disitu djuga utusan dari Angola. Ja, betul, terang-terangan, kami membantu perdjuangan Rakjat Angola. Tiap-tiap perdjuangan untuk kemerdekaan dapat simpati daripada Rakjat Indonesia dan dapat bantuan daripada Rakjat Indonesia, oleh karena ini dianggap sebagai satu kewadjiban moril daripada Rakjat Indonesia itu, sebab Rakjat Indonesia sendiri merasakan, apakah jang dinamakan imperialisme itu, apakah jang dinamakan kolonialisme itu. 350 tahun kita merasakan penghisapan, penindasan exploitation de l'homme par l'homme and exploitation de nation par nation. Kita merasakan mendjadi satu bangsa jang harus hidup daripada sebenggol satu orang sehari, kita merasakan mendjadi satu bangsa jang menjebut nama Indonesia sadja tidak boleh, kita merasakan mendjadi satu bangsa jang dihina, diindjak-indjak, dipetjah-petjah, dirobek-robek kita punja dada. Kita tahu apa jang dinamakan kolonialisme dan imperialisme, dan oleh karena itupun, Saudara-saudara, kita mempunjai simpati, bahkan membantu kepada perdjuangan-perdjuangan daripada Rakjat-Rakjat lain jang hendak mentjapai kemerdekaannja. Oleh karena itu Saudara-saudara, sekarang ternjata bahwa usaha bangsa Indonesia membantu perdjuangan kemerdekaan Kalimantan Utara dan usaha bangsa Indonesia untuk mengganjang „Malaysia” mendapat bantuan pula daripada seluruh tenaga-tenaga New Emerging Forces.
Berdjalanlah kita terus, onward, onward, onward, no retreat! Saudara Subandrio telah berkata, perdjuangan kita confrontation terhadap kepada „Malaysia" berdjalan terus. Ja, berdjalan terus! Taktik boleh berobah, Saudara-saudara, taktik boleh be-
166/B ( 21 )<noinclude></noinclude>
dvgaazp15u7e51nrfkcxd492e8xltns
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/328
104
101463
294248
287060
2026-05-13T12:49:05Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop sesuaikan dengan teks aslinya
294248
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|324{{gap}}DJADILAH PENJUMBANG KONSTRUKTIF}}</noinclude>nasional swasta adalah salah satu soko-guru daripada Revolusi Indonesia, sebagaimana misalnja kaum buruh adalah soko-guru, kaum tani adalah soko-guru daripada Revolusi Indonesia itu. Dengan gembira saja melihat, bahwa golongan-golongan didalam masjarakat kita, baik jang berupa buruh maupun jang berupa tani, maupun jang berupa pengusaha nasional swasta, maupun jang berupa pegawai, maupun jang berupa tentara — Angkatan Bersendjata — semuanja merasakan dirinja sebagai soko-guru daripada Revolusi Indonesia, gembira oleh karena memang seharusnja demikianlah, Revolusi Indonesia adalah satu Revolusi Nasional, revolusi jang dipikul, didukung, didjalankan oleh seluruh bangsa Indonesia, malahan — sebagai jang berulang-ulang saja katakan — Revolusi Indonesia adalah sekedar satu bagian daripada The Revolution of Mankind, Revolusi maha besar, jang meliputi tiga-perempat daripada seluruh ummat manusia, jang dengan istilah baru saja sebutkan The New Emerging Forces.
Apa jang terdjadi ini hari di Istana Negara, adalah satu demonstrasi keluar, bahwa benar-benar Revolusi Indonesia itu didjalankan oleh semua golongan, didukung oleh semua golongan di Indonesia ini, diemban oleh seluruh golongan bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Satu demonstrasi jang baik diperhatikan oleh seluruh dunia, sebab kadang-kadang dunia luaran jang tidak senang kepada kita, jang tidak senang kepada Revolusi Indonesia, jang tidak senang kepada tegak dan perkasanja Republik Indonesia, jang tidak senang dengan sosialisme Indonesia, dunia luaran itu mendjelek-djelekkan Revolusi Indonesia, mendjelek-djelekkan Republik Indonesia, mendjelek-djelekkan bangsa Indonesia, pendek kata tidak ada perkataan jang manis ditulis atau diutjap kan oleh mereka itu terhadap kepada kita. Misalnja, pagi ini Saudara-saudara, disodorkan kepada saja satu madjalah dari Australia, jang didalam madjalah ini dikatakan, bahwa bangsa Indonesia is a ramshackle nation; a ramshackle nation, artinja satu bangsa jang, ja, tjampur-aduk, katjau-balau, satu bangsa jang tidak kompak bersatu, satu bangsa jang ramshackle. Pada pagi ini ada demonstrasi di Istana Negara, bahwa bangsa Indonesia<noinclude></noinclude>
gvhpzdm7fx9b84ziw0quid1et19biel
294758
294248
2026-05-13T23:54:20Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
294758
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" />{{rh|324||DJADILAH PENJUMBANG KONSTRUKTIF}}</noinclude>nasional swasta adalah salah satu soko-guru daripada Revolusi Indonesia, sebagaimana misalnja kaum buruh adalah soko-guru, kaum tani adalah soko-guru daripada Revolusi Indonesia itu. Dengan gembira saja melihat, bahwa golongan-golongan didalam masjarakat kita, baik jang berupa buruh maupun jang berupa tani, maupun jang berupa pengusaha nasional swasta, maupun jang berupa pegawai, maupun jang berupa tentara — Angkatan Bersendjata — semuanja merasakan dirinja sebagai soko-guru daripada Revolusi Indonesia, gembira oleh karena memang seharusnja demikianlah, Revolusi Indonesia adalah satu Revolusi Nasional, revolusi jang dipikul, didukung, didjalankan oleh seluruh bangsa Indonesia, malahan — sebagai jang berulang-ulang saja katakan — Revolusi Indonesia adalah sekedar satu bagian daripada The Revolution of Mankind, Revolusi maha besar, jang meliputi tiga-perempat daripada seluruh ummat manusia, jang dengan istilah baru saja sebutkan The New Emerging Forces.
Apa jang terdjadi ini hari di Istana Negara, adalah satu demonstrasi keluar, bahwa benar-benar Revolusi Indonesia itu didjalankan oleh semua golongan, didukung oleh semua golongan di Indonesia ini, diemban oleh seluruh golongan bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Satu demonstrasi jang baik diperhatikan oleh seluruh dunia, sebab kadang-kadang dunia luaran jang tidak senang kepada kita, jang tidak senang kepada Revolusi Indonesia, jang tidak senang kepada tegak dan perkasanja Republik Indonesia, jang tidak senang dengan sosialisme Indonesia, dunia luaran itu mendjelek-djelekkan Revolusi Indonesia, mendjelek-djelekkan Republik Indonesia, mendjelek-djelekkan bangsa Indonesia, pendek kata tidak ada perkataan jang manis ditulis atau diutjap kan oleh mereka itu terhadap kepada kita. Misalnja, pagi ini Saudara-saudara, disodorkan kepada saja satu madjalah dari Australia, jang didalam madjalah ini dikatakan, bahwa bangsa Indonesia is a ramshackle nation; a ramshackle nation, artinja satu bangsa jang, ja, tjampur-aduk, katjau-balau, satu bangsa jang tidak kompak bersatu, satu bangsa jang ramshackle. Pada pagi ini ada demonstrasi di Istana Negara, bahwa bangsa Indonesia<noinclude></noinclude>
naaicy37c2imrmr18au4dasd31epouu
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/329
104
101464
294249
287061
2026-05-13T12:49:27Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop sesuaikan dengan teks aslinya
294249
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|||DJADILAH PENJUMBANG KONSTRUKTIF{{gap}}325}}</noinclude>
bukan satu ramshackle nation. Kaum buruh, kaum tani, kaum pegawai, Angkatan Bersendjata, kaum pengusaha nasional swasta menunjukkan dirinja, bahwa bangsa Indonesia adalah bulat, bersatu didalam revolusinja, bahwa revolusinja adalah revolusi jang dipikul oleh seluruh bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke, bahwa tjita-tjita sosialisme Indonesia bukan sekadar satu tjita-tjita jang diperdjoangkan oleh misalnja kaum buruh Indonesia sadja, atau kaum tani Indonesia sadja, atau kaum marhaen Indonesia sadja, tidak, bahkan tjita-tjita sosialisme Indonesia dipikul, ditjintai, diperdjoangkan oleh seluruh bangsa Indonesia, termasuk didalamnja pengusaha-pengusaha nasional swasta.
Memang Saudara-saudara, sebagai kukatakan berulang-ulang, revolusi selalu mempunjai musuh, revolusi selalu mempunjai musuh, mempunjai lawan, sebaliknjapun revolusi mempunjai kawan, bahwa kawan-kawan kita selalu memberi bantuan kepada kita, itu adalah sudah garis daripada sedjarah, oleh karena jang mendjadi kawan-kawan kita itupun duduk didalam satu revolusi, revolusi jang kukatakan revolution of mankind, revolusi jang menudju kepada perbaikan dunia, revolusi jang menudju kepada pembentukan dunia baru, oleh karena revolusi kita itu sebenarnja adalah revolusi mereka djuga, maka mereka berkawan dengan kita, bersama-sama kita the New Emerging Forces, dibawah sembojan onward, jakin, bahwa tudjuan Revolusi Indonesia, tudjuan daripada onward, onward, no retreat, berdjalan terus dan kita semuanja jakin, bahwa tudjuan Revolusi Indonesia, tudjuan daripada revolution of mankind, tudjuan daripada semua elemen-elemen progresif dikalangan kemanusiaan ini achirnja akan mentjapai kemenangan, artinja bahwa kita akan hidup didalam dunia jang baru, dunia tanpa exploitation de l'homme par l'homme dan tanpa exploitation de nation par nation. Tetapi sebaliknja, bahwa Revolusi Indonesia, oleh karena ia adalah satu revolusi, mempunjai lawan-lawan, itupun tidak mengherankan kita. Buka sedjarah dunia, Saudara-saudara, adakah sesuatu revolusi tanpa lawan? Adakah revolusi Amerika satu revolusi tanpa lawan? Adakah revolusi Perantjis satu revolusi tanpa lawan?<noinclude></noinclude>
e0mdwr7p3bf4mwhanz0pk6wxt9fcbem
294533
294249
2026-05-13T15:50:29Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294533
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{left sidenote|DJADILAH PENJUMBANG KONSTRUKTIF{{right sidenote|325}}}}</noinclude>
bukan satu ramshackle nation. Kaum buruh, kaum tani, kaum pegawai, Angkatan Bersendjata, kaum pengusaha nasional swasta menunjukkan dirinja, bahwa bangsa Indonesia adalah bulat, bersatu didalam revolusinja, bahwa revolusinja adalah revolusi jang dipikul oleh seluruh bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke, bahwa tjita-tjita sosialisme Indonesia bukan sekadar satu tjita-tjita jang diperdjoangkan oleh misalnja kaum buruh Indonesia sadja, atau kaum tani Indonesia sadja, atau kaum marhaen Indonesia sadja, tidak, bahkan tjita-tjita sosialisme Indonesia dipikul, ditjintai, diperdjoangkan oleh seluruh bangsa Indonesia, termasuk didalamnja pengusaha-pengusaha nasional swasta.
Memang Saudara-saudara, sebagai kukatakan berulang-ulang, revolusi selalu mempunjai musuh, revolusi selalu mempunjai musuh, mempunjai lawan, sebaliknjapun revolusi mempunjai kawan, bahwa kawan-kawan kita selalu memberi bantuan kepada kita, itu adalah sudah garis daripada sedjarah, oleh karena jang mendjadi kawan-kawan kita itupun duduk didalam satu revolusi, revolusi jang kukatakan revolution of mankind, revolusi jang menudju kepada perbaikan dunia, revolusi jang menudju kepada pembentukan dunia baru, oleh karena revolusi kita itu sebenarnja adalah revolusi mereka djuga, maka mereka berkawan dengan kita, bersama-sama kita the New Emerging Forces, dibawah sembojan onward, jakin, bahwa tudjuan Revolusi Indonesia, tudjuan daripada onward, onward, no retreat, berdjalan terus dan kita semuanja jakin, bahwa tudjuan Revolusi Indonesia, tudjuan daripada revolution of mankind, tudjuan daripada semua elemen-elemen progresif dikalangan kemanusiaan ini achirnja akan mentjapai kemenangan, artinja bahwa kita akan hidup didalam dunia jang baru, dunia tanpa exploitation de l'homme par l'homme dan tanpa exploitation de nation par nation. Tetapi sebaliknja, bahwa Revolusi Indonesia, oleh karena ia adalah satu revolusi, mempunjai lawan-lawan, itupun tidak mengherankan kita. Buka sedjarah dunia, Saudara-saudara, adakah sesuatu revolusi tanpa lawan? Adakah revolusi Amerika satu revolusi tanpa lawan? Adakah revolusi Perantjis satu revolusi tanpa lawan?<noinclude></noinclude>
5xtcbb8o33qw9e1q674xgum0mpak3eo
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/330
104
101465
294251
287062
2026-05-13T12:49:51Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop sesuaikan dengan teks aslinya
294251
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|326{{gap}}DJADILAH PENJUMBANG KONSTRUKTIF}}</noinclude>Adakah revolusi sosialis satu revolusi tanpa lawan? Adakah dus Revolusi Indonesia satu revolusi tanpa lawan? Adanja lawan itu kita terima, sebagai tadi sadja katakan, sebagai garis sedjarah dan kita akan berdjalan terus dibawah sembojan onward, onward, onward, onward for ever, no retreat! Sebab revolusi jang berdjalan dibawah sembojan jang demikian sadjalah akan bisa mentjapai kedjajaan dan kemenangan.
Saudara-saudara, lawan-lawan kita itu mentjoba, bukan sadja mendjelekkan revolusi kita, tetapi memetjah revolusi kita, menghantjur-leburkan segala tjita revolusi kita itu dengan segala matjam djalan. Ada jang memaki-maki kita, mengatakan bahwa Indonesia adalah satu ramshackle nation. Ada jang mengatakan, bahwa Indonesia going to collapse, bahwa Indonesia akan tenggelam. Ada jang mengatakan, bahwa the Indonesian nation is eating stone, bahwa kita memakan batu. Ada jang mengatakan, bahwa tidak lama lagi Sukarno will be toppled down. Segala matjam maki-makan ditudjukan dan dilantjarkan terhadap kepada kita. Bukan sadja radio, misalnja Kualalumpur jang berkata demikian, Saudara-saudara, tetapi seluruh lawan-lawan kita selalu berbuat demikian dan kita tidak heran akan hal itu, bahkan kita hadapi hal-hal jang demikian itu dengan dada jang tegak, dengan muka jang tetap berseri-seri dan penuh tekad.
Saudara-saudara, antara lain tjaranja mereka mentjoba men-down revolusi itu ialah, selalu menakut-nakutkan kita, djikalau Indonesia berdjalan demikian terus, djikalau Indonesia terus-menerus mengganjang „Malaysia" misalnja, djikalau Indonesia terus-menerus mengedjar kepada sosialisme, kita akan withdraw our economic aid. Kembali, kembali bantuan ekonomi ini didjadikan sendjata. Economic aid, economic aid, economic aid, economic aid, selalu economic aid ini didjadikan sebagai satu threat, sebagai satu antjaman, supaja kita mengikuti mereka punja kemauan. Dan djikalau kita tidak mengikuti mereka punja kemauan, katanja economic aid ini akan ditjabut kembali.
Saudara-saudara para swasta, sebagaimana djuga seluruh bangsa Indonesia mengetahui, bahwa Indonesia ini kaja raja.<noinclude></noinclude>
kqsf9cnwzxkc71atmdqktgqmleqfj9q
294575
294251
2026-05-13T16:38:34Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294575
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{left sidenote|326}}{{right sidenote|DJADILAH PENJUMBANG KONSTRUKTIF}}</noinclude>Adakah revolusi sosialis satu revolusi tanpa lawan? Adakah dus Revolusi Indonesia satu revolusi tanpa lawan? Adanja lawan itu kita terima, sebagai tadi sadja katakan, sebagai garis sedjarah dan kita akan berdjalan terus dibawah sembojan onward, onward, onward, onward for ever, no retreat! Sebab revolusi jang berdjalan dibawah sembojan jang demikian sadjalah akan bisa mentjapai kedjajaan dan kemenangan.
Saudara-saudara, lawan-lawan kita itu mentjoba, bukan sadja mendjelekkan revolusi kita, tetapi memetjah revolusi kita, menghantjur-leburkan segala tjita revolusi kita itu dengan segala matjam djalan. Ada jang memaki-maki kita, mengatakan bahwa Indonesia adalah satu ramshackle nation. Ada jang mengatakan, bahwa Indonesia going to collapse, bahwa Indonesia akan tenggelam. Ada jang mengatakan, bahwa the Indonesian nation is eating stone, bahwa kita memakan batu. Ada jang mengatakan, bahwa tidak lama lagi Sukarno will be toppled down. Segala matjam maki-makan ditudjukan dan dilantjarkan terhadap kepada kita. Bukan sadja radio, misalnja Kualalumpur jang berkata demikian, Saudara-saudara, tetapi seluruh lawan-lawan kita selalu berbuat demikian dan kita tidak heran akan hal itu, bahkan kita hadapi hal-hal jang demikian itu dengan dada jang tegak, dengan muka jang tetap berseri-seri dan penuh tekad.
Saudara-saudara, antara lain tjaranja mereka mentjoba men-down revolusi itu ialah, selalu menakut-nakutkan kita, djikalau Indonesia berdjalan demikian terus, djikalau Indonesia terus-menerus mengganjang „Malaysia" misalnja, djikalau Indonesia terus-menerus mengedjar kepada sosialisme, kita akan withdraw our economic aid. Kembali, kembali bantuan ekonomi ini didjadikan sendjata. Economic aid, economic aid, economic aid, economic aid, selalu economic aid ini didjadikan sebagai satu threat, sebagai satu antjaman, supaja kita mengikuti mereka punja kemauan. Dan djikalau kita tidak mengikuti mereka punja kemauan, katanja economic aid ini akan ditjabut kembali.
Saudara-saudara para swasta, sebagaimana djuga seluruh bangsa Indonesia mengetahui, bahwa Indonesia ini kaja raja.<noinclude></noinclude>
h8omvijlexu2g7so3a0sj34azffddy7
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/331
104
101466
294254
287063
2026-05-13T12:50:20Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop, hws
294254
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|||DJADILAH PENJUMBANG KONSTRUKTIF{{gap}}327}}</noinclude>tidak ada satu bangsa, satu tanah-air, satu negeri didunia ini jang sekaja Indonesia. Tidak ada satu bangsa, satu tanah-air, satu negeri didunia ini, jang begitu penuh dengan resources seperti Indonesia ini. Resources jang berupa hal-hal diatas bumi, resources jang berupa hal-hal didalam bumi. Saja tan-tang semua orang didunia ini, mana ada satu negeri jang de-mikian banjaknja resources seperti Indonesia? Bahkan negara-negara jang besar, Saudara-saudara, tidak bisa mengalahkan kita tentang resources ini. Manpower kitapun mempunjai, se-karang sudah 103 djuta manusia, manpower meluap-luap, re-sources meluap-luap. Djikalau saja berpidato di Washington, di Moskow, ditempat-tempat jang lain dan saja tjeritakan, bahwa Indonesia mempunjai ini, mempunjai ini, mempunjai ini, mempunjai ini, mempunjai ini sebagai resources, selalu saja berkata, itu resources jang kita ketahui, jang sudah kita ke-tahui. Kita ketahui bahwa ada minjak-tanahnja, kita ketahui bahwa ada nikkelnja, kita ketahui bahwa ada kaju-hutannja, kita ketahui bahwa ada kopinja, kita ketahui bahwa ada ka-retnja, kita ketahui bahwa ada gulanja, kita ketahui bahwa ada besinja. Jang saja sebutkan di Moskow, di Washington dan lain-lain tempat itu hanjalah resources jang sudah kita ketahui. Dan saja mengakui di Moskow, di Washington, ditem-pat jang lain-lain, kami belum mengetahui apa jang masih ter-pendam dibumi Indonesia itu. Dan apa jang saja sebutkan itu tadi, kataku dipidato-pidato saja itu, adalah sekedar apa jang we scratch with our hands, apa jang kita garuk dari muka bumi Indonesia. Tetapi apa jang tertanam didalam bumi Indo-nesia, Allah Subhanahu Wataala-lah jang mengetahui, dan kita bangsa Indonesia harus mengetahuinja dengan usaha dan kemauan jang tinggi.
Saudara-saudara, maka satu bangsa dengan resources jang demikian dan manpower jang makin lama makin bertambah, adakah satu bangsa jang demikian itu, Saudara-saudara, going to collapse? Adakah satu bangsa jang demikian itu akan hantjur-lebur? Adakah satu bangsa jang demikian itu akan tidak dapat menjelesaikan revolusinja? Adakah satu bangsa jang demikian itu akan hantjur-lebur didalam kabutnja sedja-<noinclude></noinclude>
b7bhya28te2hi6flp0vgelik8o0r7vr
294577
294254
2026-05-13T16:41:02Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294577
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{left sidenote|DJADILAH PENJUMBANG KONSTRUKTIF}}{{right sidenote|327}}</noinclude>tidak ada satu bangsa, satu tanah-air, satu negeri didunia ini jang sekaja Indonesia. Tidak ada satu bangsa, satu tanah-air, satu negeri didunia ini, jang begitu penuh dengan resources seperti Indonesia ini. Resources jang berupa hal-hal diatas bumi, resources jang berupa hal-hal didalam bumi. Saja tan-tang semua orang didunia ini, mana ada satu negeri jang de-mikian banjaknja resources seperti Indonesia? Bahkan negara-negara jang besar, Saudara-saudara, tidak bisa mengalahkan kita tentang resources ini. Manpower kitapun mempunjai, se-karang sudah 103 djuta manusia, manpower meluap-luap, re-sources meluap-luap. Djikalau saja berpidato di Washington, di Moskow, ditempat-tempat jang lain dan saja tjeritakan, bahwa Indonesia mempunjai ini, mempunjai ini, mempunjai ini, mempunjai ini, mempunjai ini sebagai resources, selalu saja berkata, itu resources jang kita ketahui, jang sudah kita ke-tahui. Kita ketahui bahwa ada minjak-tanahnja, kita ketahui bahwa ada nikkelnja, kita ketahui bahwa ada kaju-hutannja, kita ketahui bahwa ada kopinja, kita ketahui bahwa ada ka-retnja, kita ketahui bahwa ada gulanja, kita ketahui bahwa ada besinja. Jang saja sebutkan di Moskow, di Washington dan lain-lain tempat itu hanjalah resources jang sudah kita ketahui. Dan saja mengakui di Moskow, di Washington, ditem-pat jang lain-lain, kami belum mengetahui apa jang masih ter-pendam dibumi Indonesia itu. Dan apa jang saja sebutkan itu tadi, kataku dipidato-pidato saja itu, adalah sekedar apa jang we scratch with our hands, apa jang kita garuk dari muka bumi Indonesia. Tetapi apa jang tertanam didalam bumi Indo-nesia, Allah Subhanahu Wataala-lah jang mengetahui, dan kita bangsa Indonesia harus mengetahuinja dengan usaha dan kemauan jang tinggi.
Saudara-saudara, maka satu bangsa dengan resources jang demikian dan manpower jang makin lama makin bertambah, adakah satu bangsa jang demikian itu, Saudara-saudara, going to collapse? Adakah satu bangsa jang demikian itu akan hantjur-lebur? Adakah satu bangsa jang demikian itu akan tidak dapat menjelesaikan revolusinja? Adakah satu bangsa jang demikian itu akan hantjur-lebur didalam kabutnja {{hws|sedja|sedjarah}}<noinclude></noinclude>
bs6dwbpbbns4306c3nj13v684epf27e
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/332
104
101467
294256
287064
2026-05-13T12:50:41Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ hwe, kop
294256
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|328{{gap}}DJADILAH PENJUMBANG KONSTRUKTIF}}</noinclude>rah ini? Tidak, Saudara-saudara! Akan hantjur-lebur, akan hantjur-lebur, djikalau benar-benar bangsa Indonesia itu adalah satu ramshackle nation. Tetapi Allahu Akbar, Saudara-saudara, kita bukan ramshackle nation, kita kompak bersatu. Bahkan saja tadi berkata, demonstrasi pagi ini, Saudara-saudara, bahwa kaum pengusaha nasional swasta jang dinamakanlah kaum kapitalis Indonesia, kaum kapitalis Indonesia pun kompak bersatu bersama-sama dengan Rakjat Indonesia seluruhnja untuk mengedjar kepada sosialisme.
Ini membesarkan hati kita, Saudara-saudara, dan tentang antjaman, threat, antjaman, we shall withdraw our economic aid in Indonesian, sebetulnja kami, kita Saudara-saudara, berkata O.K., O.K., you may withdraw your economic aid to Indonesia. Tetapi kita tidak akan mundur setapak, tidak akan berkisar sedjari. Sebab apa? Oleh karena Indonesia penuh dengan resources, penuh dengan manpower; asal kita seluruh bangsa Indonesia, ja buruhnja, ja taninja, ja pegawainja, ja anggota-anggota Angkatan Bersendjataja, ja pengusaha-pengusaha nasional swastanja kompak bersatu mendjalankan Revolusi ini diatas garis-garis jang Saudara-saudara sendiri tentukan didalam Saudara punja Pantja Bhakti ini, Manipol dan Dekon, kita tidak akan tenggelam, Saudara-saudara, kita tidak akan tenggelam.
Maka oleh karena itu, Saudara-saudara, dengan gembira saja ini hari sesudah saja membatja, mendengar Pantja Bhakti ini, sesudah saja mendengarkan pernjataan ini, saja lantik Badan Musjawarah Pengusaha Nasional Swasta dengan menjebut asma Allah Subhanahu Wataala, moga-moga Saudara-saudara sekalian benar-benar mendjadi penjumbang konstruktif kepada selesainja Revolusi Indonesia, kepada perdjoangan bangsa Indonesia ini.
Bekerdjalah dengan sebaik-baiknja. Bismillah. ***<noinclude></noinclude>
p41naj78jaj0asxws22sdk5aztscgre
294581
294256
2026-05-13T16:44:20Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294581
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{left sidenote|328}}{{right sidenote|DJADILAH PENJUMBANG KONSTRUKTIF}}</noinclude>{{hwe|rah|sedjarah}} ini? Tidak, Saudara-saudara! Akan hantjur-lebur, akan hantjur-lebur, djikalau benar-benar bangsa Indonesia itu adalah satu ramshackle nation. Tetapi Allahu Akbar, Saudara-saudara, kita bukan ramshackle nation, kita kompak bersatu. Bahkan saja tadi berkata, demonstrasi pagi ini, Saudara-saudara, bahwa kaum pengusaha nasional swasta jang dinamakanlah kaum kapitalis Indonesia, kaum kapitalis Indonesia pun kompak bersatu bersama-sama dengan Rakjat Indonesia seluruhnja untuk mengedjar kepada sosialisme.
Ini membesarkan hati kita, Saudara-saudara, dan tentang antjaman, threat, antjaman, we shall withdraw our economic aid in Indonesian, sebetulnja kami, kita Saudara-saudara, berkata O.K., O.K., you may withdraw your economic aid to Indonesia. Tetapi kita tidak akan mundur setapak, tidak akan berkisar sedjari. Sebab apa? Oleh karena Indonesia penuh dengan resources, penuh dengan manpower; asal kita seluruh bangsa Indonesia, ja buruhnja, ja taninja, ja pegawainja, ja anggota-anggota Angkatan Bersendjataja, ja pengusaha-pengusaha nasional swastanja kompak bersatu mendjalankan Revolusi ini diatas garis-garis jang Saudara-saudara sendiri tentukan didalam Saudara punja Pantja Bhakti ini, Manipol dan Dekon, kita tidak akan tenggelam, Saudara-saudara, kita tidak akan tenggelam.
Maka oleh karena itu, Saudara-saudara, dengan gembira saja ini hari sesudah saja membatja, mendengar Pantja Bhakti ini, sesudah saja mendengarkan pernjataan ini, saja lantik Badan Musjawarah Pengusaha Nasional Swasta dengan menjebut asma Allah Subhanahu Wataala, moga-moga Saudara-saudara sekalian benar-benar mendjadi penjumbang konstruktif kepada selesainja Revolusi Indonesia, kepada perdjoangan bangsa Indonesia ini.
Bekerdjalah dengan sebaik-baiknja. Bismillah. ***<noinclude></noinclude>
e2xg5a89b5fccw21hr0kjo6lrkuuo9n
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/338
104
101468
294261
285881
2026-05-13T12:51:52Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop sesuaikan dengan teks aslinya
294261
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|335{{gap}}ADAKAN GERAKAN SUKARELAWAN INDONESIA}}</noinclude>Ja, Saudara-saudara, kita masih dalam Revolusi, dan kita harus menjelesaikan Revolusi itu. Sebab, djikalau kita tidak menjelesaikan Revolusi itu, maka sebenarnja kita baik sebagai bangsa maupun sebagai pemimpin-pemimpin bangsa itu, telah mengchianati kepada Amanat Penderitaan Rakjat, amanat jang sebagai Saudara-saudara ketahui berdiri atas tiga hal:
'''Pertama''', mengadakan satu negara jang merdeka, Negara Kesatuan Republik Indonesia jang berwilajah kekuasaan dari Sabang sampai Merauke.
'''Kedua''', mengadakan satu masjarakat jang adil dan makmur dalam Republik Indonesia itu.
'''Ketiga''', menjusun suatu dunia baru, satu dunia baru jang didalamnja semua bangsa dan semua ummat manusia hidup sebagai sahabat-sahabat dan saudara-saudara bersama tanpa ''exploitation de l'homme par l'homme'', tanpa ''exploitation de nation par nation''.
Djikalau memang kita semuanja, Saudara-saudara, merasa berkewadjiban untuk melaksanakan Amanat Penderitaan Rakjat itu, maka sebenarnja kita harus mengerti bahwa menjelesaikan Revolusi Indonesia itu — Revolusi jang untuk melaksanakan Amanat Penderitaan Rakjat itu — adalah satu tugas kewadjiban jang sutji. Oleh karena itu maka saja amat bergembira sekali dan menjatakan penghargaan jang setinggi-tingginja kepada segenap anggota-anggota Tjatur-Tunggal seluruh Indonesia jang bersama-sama dengan Presidium telah membulatkan tekad sebagai jang dibatjakan oleh Wakil Perdana Menteri Saudara Subandrio itu tadi.
Saudara-saudara sekalian. Diminta oleh Saudara Subandrio sebagai penjambung lidah daripada Saudara-saudara kepada saja, untuk saja memberi satu amanat jang bersedjarah. Satu amanat jang bersedjarah dalam melaksanakan dan menjelesaikan Revolusi itu. Memang, Saudara-saudara, didalam tingkat Revolusi kita sekarang ini, maka sedjak dari kemarin sadja berketetapan hati untuk memberi amanat jang demikian itu. Amanat jang berhubungan dengan penjelesaiaan Revolusi kita. Bukan sekedar amanat untuk — katakanlah untuk bekerdja keras,<noinclude></noinclude>
ap91vkrhcjpkpfk5q6wgf7g46a4z1ss
294633
294261
2026-05-13T18:06:54Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294633
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|335|||ADAKAN GERAKAN SUKARELAWAN INDONESIA}}</noinclude>Ja, Saudara-saudara, kita masih dalam Revolusi, dan kita harus menjelesaikan Revolusi itu. Sebab, djikalau kita tidak menjelesaikan Revolusi itu, maka sebenarnja kita baik sebagai bangsa maupun sebagai pemimpin-pemimpin bangsa itu, telah mengchianati kepada Amanat Penderitaan Rakjat, amanat jang sebagai Saudara-saudara ketahui berdiri atas tiga hal:
'''Pertama''', mengadakan satu negara jang merdeka, Negara Kesatuan Republik Indonesia jang berwilajah kekuasaan dari Sabang sampai Merauke.
'''Kedua''', mengadakan satu masjarakat jang adil dan makmur dalam Republik Indonesia itu.
'''Ketiga''', menjusun suatu dunia baru, satu dunia baru jang didalamnja semua bangsa dan semua ummat manusia hidup sebagai sahabat-sahabat dan saudara-saudara bersama tanpa ''exploitation de l'homme par l'homme'', tanpa ''exploitation de nation par nation''.
Djikalau memang kita semuanja, Saudara-saudara, merasa berkewadjiban untuk melaksanakan Amanat Penderitaan Rakjat itu, maka sebenarnja kita harus mengerti bahwa menjelesaikan Revolusi Indonesia itu — Revolusi jang untuk melaksanakan Amanat Penderitaan Rakjat itu — adalah satu tugas kewadjiban jang sutji. Oleh karena itu maka saja amat bergembira sekali dan menjatakan penghargaan jang setinggi-tingginja kepada segenap anggota-anggota Tjatur-Tunggal seluruh Indonesia jang bersama-sama dengan Presidium telah membulatkan tekad sebagai jang dibatjakan oleh Wakil Perdana Menteri Saudara Subandrio itu tadi.
Saudara-saudara sekalian. Diminta oleh Saudara Subandrio sebagai penjambung lidah daripada Saudara-saudara kepada saja, untuk saja memberi satu amanat jang bersedjarah. Satu amanat jang bersedjarah dalam melaksanakan dan menjelesaikan Revolusi itu. Memang, Saudara-saudara, didalam tingkat Revolusi kita sekarang ini, maka sedjak dari kemarin sadja berketetapan hati untuk memberi amanat jang demikian itu. Amanat jang berhubungan dengan penjelesaiaan Revolusi kita. Bukan sekedar amanat untuk — katakanlah untuk bekerdja keras,<noinclude></noinclude>
4ajh0rkfpw9ak028veqa9smf18yxiul
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/339
104
101469
294262
287070
2026-05-13T12:52:17Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop sesuaikan dengan teks aslinya
294262
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|||ADAKAN GERAKAN SUKARELAWAN INDONESIA{{gap}}335}}</noinclude>
bukan sekedar amanat untuk — katakanlah makan djagung, bukan sekedar amanat untuk — katakanlah mendjalankan pekerdjaan Saudara-saudara dengan penuh kegembiraan. Tidak! Tetapi satu amanat sebagai satu Komando untuk menjelesaikan Revolusi ini. Dan komando jang saja berikan kepada Saudara-saudara pada ini hari, insja Allah S.W.T., bukanlah satu komando jang saja tudjukan kepada anggota-anggota Tjatur-Tunggal sadja, tetapi satu komando kepada seluruh Rakjat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Sebab ini satu komando untuk menjelamatkan Revolusi kita. Satu komando untuk menjelesaikan Revolusi kita, jang sebagai dikatakan oleh Saudara Subandrio tadi, baik dari dalam maupun dari luar selalu menghadapi tantangan-tantangan, selalu menghadapi antjaman-antjaman, selalu menghadapi perlawanan-perlawanan, selalu menghadapi perongrongan-perongrongan.
Memang tiap-tiap revolusi mempunjai kawan dan mempunjai lawan, kataku berulang-ulang. Dan tiap-tiap revolusi mempunjai kewadjiban untuk menundukkan lawan-lawan daripada revolusi. Tiap-tiap revolusi mempunjai kewadjiban — djikalau ia memang ingin menjelesaikan revolusi itu — untuk, — katakanlah dengan perkataanku jang berulang-ulang —, menghantjur-leburkan lawan-lawan daripada revolusi itu. Tiap-tiap revolusi mempunjai lawan didalam dan diluar. Salah satu lawan daripada Revolusi kita itu ialah neo-kolonialisme. Salah satu lawan daripada Revolusi kita ialah imperialisme. Imperialisme jang sedjak dari dulu merongrong kepada kita dan ingin duduk diatas punggung kita.
Saudara-saudara. Saja ini dikatakan oleh pihak musuh seorang trouble-maker, dikatakan oleh pihak musuh seorang war-monger, dikatakan oleh pihak musuh, bahwa akulah selalu membuat gaduh. Saudara-saudara sendiri berkata bahwa aku tak lain tak bukan ialah sekedar penjambung lidah daripada Rakjat Indonesia. Dan aku bergembira bahwa aku disini berpidato bukan sadja dihadapan Saudara-saudara anggota-anggota dari Tjatur-Tunggal, tetapi djuga dengan Diplomatique Corps. Saudara-saudara dari Diplomatique Corps baik dari Amerika, maupun dari Itali, maupun dari Sovjet Uni, maupun dari Polandia, maupun dari Thailand, maupun dari R.R.T., mau-<noinclude></noinclude>
qw7wi6iyijo3s5bespxve4cewdufpe5
294634
294262
2026-05-13T18:08:33Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294634
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|ADAKAN GERAKAN SUKARELAWAN INDONESIA|||335}}</noinclude>bukan sekedar amanat untuk — katakanlah makan djagung, bukan sekedar amanat untuk — katakanlah mendjalankan pekerdjaan Saudara-saudara dengan penuh kegembiraan. Tidak! Tetapi satu amanat sebagai satu Komando untuk menjelesaikan Revolusi ini. Dan komando jang saja berikan kepada Saudara-saudara pada ini hari, insja Allah S.W.T., bukanlah satu komando jang saja tudjukan kepada anggota-anggota Tjatur-Tunggal sadja, tetapi satu komando kepada seluruh Rakjat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Sebab ini satu komando untuk menjelamatkan Revolusi kita. Satu komando untuk menjelesaikan Revolusi kita, jang sebagai dikatakan oleh Saudara Subandrio tadi, baik dari dalam maupun dari luar selalu menghadapi tantangan-tantangan, selalu menghadapi antjaman-antjaman, selalu menghadapi perlawanan-perlawanan, selalu menghadapi perongrongan-perongrongan.
Memang tiap-tiap revolusi mempunjai kawan dan mempunjai lawan, kataku berulang-ulang. Dan tiap-tiap revolusi mempunjai kewadjiban untuk menundukkan lawan-lawan daripada revolusi. Tiap-tiap revolusi mempunjai kewadjiban — djikalau ia memang ingin menjelesaikan revolusi itu — untuk, — katakanlah dengan perkataanku jang berulang-ulang —, menghantjur-leburkan lawan-lawan daripada revolusi itu. Tiap-tiap revolusi mempunjai lawan didalam dan diluar. Salah satu lawan daripada Revolusi kita itu ialah neo-kolonialisme. Salah satu lawan daripada Revolusi kita ialah imperialisme. Imperialisme jang sedjak dari dulu merongrong kepada kita dan ingin duduk diatas punggung kita.
Saudara-saudara. Saja ini dikatakan oleh pihak musuh seorang trouble-maker, dikatakan oleh pihak musuh seorang war-monger, dikatakan oleh pihak musuh, bahwa akulah selalu membuat gaduh. Saudara-saudara sendiri berkata bahwa aku tak lain tak bukan ialah sekedar penjambung lidah daripada Rakjat Indonesia. Dan aku bergembira bahwa aku disini berpidato bukan sadja dihadapan Saudara-saudara anggota-anggota dari Tjatur-Tunggal, tetapi djuga dengan Diplomatique Corps. Saudara-saudara dari Diplomatique Corps baik dari Amerika, maupun dari Itali, maupun dari Sovjet Uni, maupun dari Polandia, maupun dari Thailand, maupun dari R.R.T., {{hws|mau|maupun}}<noinclude></noinclude>
kspjkeqq01yp34sr1jic0pei0yooozs
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/340
104
101470
294264
287071
2026-05-13T12:52:42Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop sesuaikan dengan teks aslinya
294264
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|336{{gap}}ADAKAN GERAKAN SUKARELAWAN INDONESIA}}</noinclude>
pun dari United Kingdom, saja ulangi apa jang dikatakan oleh Rakjat Indonesia sendiri, bahwa aku ini tidak berdiri sendiri. Aku sekedar adalah penjambung lidah daripada Rakjat Indonesia. Apa jang saja utjapkan adalah sebenarnja utjapan dari Rakjat Indonesia.
Apa sebab Rakjat Indonesia tanpa kehendak saja, tanpa permintaan saja mengangkat aku sebagai Presiden Republik Indonesia seumur hidup? Apakah pernah aku minta? Apa pernah aku mengemis untuk didjadikan Presiden seumur hidup daripada Republik Indonesia itu? Tidak! Tidak! Malah ini Saudara Chaerul Saleh, Ketua M.P.R.S. bisa mendjadi saksi bahwa pernah saja berkata kepada Saudara Chaerul Saleh: „Djanganlah, djanganlah aku ini diangkat atau diusulkan mendjadi Presiden seumur hidup!”. Tetapi, jah, M.P.R.S. jang mewakili seluruh Rakjat Indonesia menetapkan, bahwa saja ini didjadikan Presiden Republik Indonesia seumur hidup, ialah karena Rakjat Indonesia seluruhnja menganggap saja ini adalah penjambung lidah daripada Rakjat Indonesia itu. Ini baik ditjatat oleh seluruh Diplomatique Corps jang hadir disini, sebab antara Diplomatique Corps ada jang mengatakan: Sukarno is a trouble-maker. Tidak, Saudara-saudara, I am not a troublemaker. I represent the Indonesian people, 103 million strong. Rakjat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, 103 djuta djumlahnja, jang telah mengangkat saja mendjadi penjambung lidahnja, jang telah mengangkat saja mendjadi Presiden seumur hidup daripada Republik Indonesia.
Kita didalam revolusi. Apa revolusi, kataku? Berulang-ulang: revolusi adalah pertemuan daripada „het bewuste dan het onderbewuste in de natie”. „Revolutie is de ontmoeting tussen het bewuste en het onderbewuste in de natie”. Inilah Revolusi Indonesia! Misalnja terhadap pada „Malaysia”, jang selalu kita tjap sebagai neo-kolonialisme, neo-kolonialisme, sebagai satu usaha untuk merongrong kita. Apa sebab kita berkata demikian? Oleh karena „het bewuste in ons en het onderbewuste in ons” mengetahui, bahwa „Malaysia” adalah satu projek neo-kolonialis, antara lain untuk merongrong Revolusi Indonesia.<noinclude></noinclude>
pzh1dow9ve5474wx3d3pbm22j3fx10v
294635
294264
2026-05-13T18:09:22Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294635
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|336|||ADAKAN GERAKAN SUKARELAWAN INDONESIA}}</noinclude>{{hwe|pun|maupun}} dari United Kingdom, saja ulangi apa jang dikatakan oleh Rakjat Indonesia sendiri, bahwa aku ini tidak berdiri sendiri. Aku sekedar adalah penjambung lidah daripada Rakjat Indonesia. Apa jang saja utjapkan adalah sebenarnja utjapan dari Rakjat Indonesia.
Apa sebab Rakjat Indonesia tanpa kehendak saja, tanpa permintaan saja mengangkat aku sebagai Presiden Republik Indonesia seumur hidup? Apakah pernah aku minta? Apa pernah aku mengemis untuk didjadikan Presiden seumur hidup daripada Republik Indonesia itu? Tidak! Tidak! Malah ini Saudara Chaerul Saleh, Ketua M.P.R.S. bisa mendjadi saksi bahwa pernah saja berkata kepada Saudara Chaerul Saleh: „Djanganlah, djanganlah aku ini diangkat atau diusulkan mendjadi Presiden seumur hidup!”. Tetapi, jah, M.P.R.S. jang mewakili seluruh Rakjat Indonesia menetapkan, bahwa saja ini didjadikan Presiden Republik Indonesia seumur hidup, ialah karena Rakjat Indonesia seluruhnja menganggap saja ini adalah penjambung lidah daripada Rakjat Indonesia itu. Ini baik ditjatat oleh seluruh Diplomatique Corps jang hadir disini, sebab antara Diplomatique Corps ada jang mengatakan: Sukarno is a trouble-maker. Tidak, Saudara-saudara, I am not a troublemaker. I represent the Indonesian people, 103 million strong. Rakjat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, 103 djuta djumlahnja, jang telah mengangkat saja mendjadi penjambung lidahnja, jang telah mengangkat saja mendjadi Presiden seumur hidup daripada Republik Indonesia.
Kita didalam revolusi. Apa revolusi, kataku? Berulang-ulang: revolusi adalah pertemuan daripada „het bewuste dan het onderbewuste in de natie”. „Revolutie is de ontmoeting tussen het bewuste en het onderbewuste in de natie”. Inilah Revolusi Indonesia! Misalnja terhadap pada „Malaysia”, jang selalu kita tjap sebagai neo-kolonialisme, neo-kolonialisme, sebagai satu usaha untuk merongrong kita. Apa sebab kita berkata demikian? Oleh karena „het bewuste in ons en het onderbewuste in ons” mengetahui, bahwa „Malaysia” adalah satu projek neo-kolonialis, antara lain untuk merongrong Revolusi Indonesia.<noinclude></noinclude>
tfx9jk2q8eammno4g9enzkhl807n3fl
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/341
104
101471
294263
287072
2026-05-13T12:52:21Z
Thersetya2021
15831
294263
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" />{{rh|||ADAKAN GERAKAN SUKARELAWAN INDONESIA{{gap}}337}}</noinclude>Saja dikatakan oleh Tengku Abdul Rahman, dikatakan oleh „Radio Malaysia”: „Bagaimana, kita dari Malaysia, jang hanja 10 djuta manusia merongrong Republik Indonesia jang beranggotakan 100 djuta lebih?”.
Saja katakan dengan tandas disini dan berulang-ulang: Bukan rakjat Malaya jang kami musuhi! Bukan! Rakjat Malaya atau Rakjat jang dinamakan „Malaysia” itu, rakjat djelata 10 djuta, adalah sekulit sedaging dengan kita. Di Manila saja berkata berulang-ulang: They are of the same racial stock as the Indonesian people. Rakjatnja Tengku Abdul Rahman, baik jang di Malaya, rakjatnja Lee Kuan Yu di Singapura, rakjat di Serawak, rakjat di Brunai, rakjat di Sabah, they are of the same racial stock as the Indonesian people. Kami tidak bermusuhan dengan mereka itu! Sama sekali tidak! Kami tidak bermaksud ”crush” mereka itu! Sama sekali tidak! Harap tjatat, tjatat, tjatat! Hai, anggota-anggota Diplomatic Corps!
Kami tidak memusuhi Rakjat Malaya! Tidak memusuhi Rakjat Singapura! Tidak memusuhi Rakjat Serawak, tidak memusuhi Rakjat Brunai, tidak memusuhi Rakjat Sabah! Tidak! Tetapi kami mengetahui, bewust dan onderbewust, bahwa „Malaysia” adalah satu bahaja untuk merongrong Revolusi Indonesia! Jang kami musuhi itu ialah imperialis dan neo-imperialis jang menongkrong diatas punggungnja Rakjat Malaya, Rakjat Singapura, Rakjat Brunai dan Sabah. Itu jang kami musuhi! Bukan kami memusuhi rakjat-rakjat disana itu, apalagi mereka itu adalah sekedar 10 djuta manusia! Bewust dan onderbewust! „Bewust” kami tahu! Hai engkau, Saudara-saudara dari militer, dari Tjatur-Tunggal, Angkatan Bersendjata, Tjatur-Tunggal, tidakkah kita mempunjai bukti-bukti bahwa dulu pemberontakan di Atjeh mendapat bantuan dari daerah sana itu? Dari imperialis-imperialis jang disana itu? Sendjata-sendjata jang mereka drop, uang jang mereka drop, parasute-parasute jang mereka drop masih kita simpan sampai sekarang. Hai, Saudara-saudara dari Tjatur-Tunggal bagian Angkatan Bersendjata dan Polisi! Tidakkah benar bahwa P.R.R.I. dulu djuga mendapat supply dari imperialis daerah sana itu?
166/B (22 )<noinclude></noinclude>
07kyp53zgqqbf0fm8lp5w0z6b2ig13k
294267
294263
2026-05-13T12:53:18Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop sesuaikan dengan teks aslinya
294267
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|||ADAKAN GERAKAN SUKARELAWAN INDONESIA{{gap}}337}}</noinclude>Saja dikatakan oleh Tengku Abdul Rahman, dikatakan oleh „Radio Malaysia”: „Bagaimana, kita dari Malaysia, jang hanja 10 djuta manusia merongrong Republik Indonesia jang beranggotakan 100 djuta lebih?”.
Saja katakan dengan tandas disini dan berulang-ulang: Bukan rakjat Malaya jang kami musuhi! Bukan! Rakjat Malaya atau Rakjat jang dinamakan „Malaysia” itu, rakjat djelata 10 djuta, adalah sekulit sedaging dengan kita. Di Manila saja berkata berulang-ulang: They are of the same racial stock as the Indonesian people. Rakjatnja Tengku Abdul Rahman, baik jang di Malaya, rakjatnja Lee Kuan Yu di Singapura, rakjat di Serawak, rakjat di Brunai, rakjat di Sabah, they are of the same racial stock as the Indonesian people. Kami tidak bermusuhan dengan mereka itu! Sama sekali tidak! Kami tidak bermaksud ”crush” mereka itu! Sama sekali tidak! Harap tjatat, tjatat, tjatat! Hai, anggota-anggota Diplomatic Corps!
Kami tidak memusuhi Rakjat Malaya! Tidak memusuhi Rakjat Singapura! Tidak memusuhi Rakjat Serawak, tidak memusuhi Rakjat Brunai, tidak memusuhi Rakjat Sabah! Tidak! Tetapi kami mengetahui, bewust dan onderbewust, bahwa „Malaysia” adalah satu bahaja untuk merongrong Revolusi Indonesia! Jang kami musuhi itu ialah imperialis dan neo-imperialis jang menongkrong diatas punggungnja Rakjat Malaya, Rakjat Singapura, Rakjat Brunai dan Sabah. Itu jang kami musuhi! Bukan kami memusuhi rakjat-rakjat disana itu, apalagi mereka itu adalah sekedar 10 djuta manusia! Bewust dan onderbewust! „Bewust” kami tahu! Hai engkau, Saudara-saudara dari militer, dari Tjatur-Tunggal, Angkatan Bersendjata, Tjatur-Tunggal, tidakkah kita mempunjai bukti-bukti bahwa dulu pemberontakan di Atjeh mendapat bantuan dari daerah sana itu? Dari imperialis-imperialis jang disana itu? Sendjata-sendjata jang mereka drop, uang jang mereka drop, parasute-parasute jang mereka drop masih kita simpan sampai sekarang. Hai, Saudara-saudara dari Tjatur-Tunggal bagian Angkatan Bersendjata dan Polisi! Tidakkah benar bahwa P.R.R.I. dulu djuga mendapat supply dari imperialis daerah sana itu?
166/B (22 )<noinclude></noinclude>
ljbksivmwefs8rmxbbvubk2n4q4s0uf
294636
294267
2026-05-13T18:10:12Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294636
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|ADAKAN GERAKAN SUKARELAWAN INDONESIA|||337}}</noinclude>Saja dikatakan oleh Tengku Abdul Rahman, dikatakan oleh „Radio Malaysia”: „Bagaimana, kita dari Malaysia, jang hanja 10 djuta manusia merongrong Republik Indonesia jang beranggotakan 100 djuta lebih?”.
Saja katakan dengan tandas disini dan berulang-ulang: Bukan rakjat Malaya jang kami musuhi! Bukan! Rakjat Malaya atau Rakjat jang dinamakan „Malaysia” itu, rakjat djelata 10 djuta, adalah sekulit sedaging dengan kita. Di Manila saja berkata berulang-ulang: They are of the same racial stock as the Indonesian people. Rakjatnja Tengku Abdul Rahman, baik jang di Malaya, rakjatnja Lee Kuan Yu di Singapura, rakjat di Serawak, rakjat di Brunai, rakjat di Sabah, they are of the same racial stock as the Indonesian people. Kami tidak bermusuhan dengan mereka itu! Sama sekali tidak! Kami tidak bermaksud ”crush” mereka itu! Sama sekali tidak! Harap tjatat, tjatat, tjatat! Hai, anggota-anggota Diplomatic Corps!
Kami tidak memusuhi Rakjat Malaya! Tidak memusuhi Rakjat Singapura! Tidak memusuhi Rakjat Serawak, tidak memusuhi Rakjat Brunai, tidak memusuhi Rakjat Sabah! Tidak! Tetapi kami mengetahui, bewust dan onderbewust, bahwa „Malaysia” adalah satu bahaja untuk merongrong Revolusi Indonesia! Jang kami musuhi itu ialah imperialis dan neo-imperialis jang menongkrong diatas punggungnja Rakjat Malaya, Rakjat Singapura, Rakjat Brunai dan Sabah. Itu jang kami musuhi! Bukan kami memusuhi rakjat-rakjat disana itu, apalagi mereka itu adalah sekedar 10 djuta manusia! Bewust dan onderbewust! „Bewust” kami tahu! Hai engkau, Saudara-saudara dari militer, dari Tjatur-Tunggal, Angkatan Bersendjata, Tjatur-Tunggal, tidakkah kita mempunjai bukti-bukti bahwa dulu pemberontakan di Atjeh mendapat bantuan dari daerah sana itu? Dari imperialis-imperialis jang disana itu? Sendjata-sendjata jang mereka drop, uang jang mereka drop, parasute-parasute jang mereka drop masih kita simpan sampai sekarang. Hai, Saudara-saudara dari Tjatur-Tunggal bagian Angkatan Bersendjata dan Polisi! Tidakkah benar bahwa P.R.R.I. dulu djuga mendapat supply dari imperialis daerah sana itu?
166/B (22 )<noinclude></noinclude>
rqq3xqgx8qkdy7to6q5s148ppg1fmy6
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/342
104
101472
294265
287073
2026-05-13T12:52:51Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */ perhatikan tanda petik
294265
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" />{{rh|338{{gap}}ADAKAN GERAKAN SUKARELAWAN INDONESIA}}</noinclude>Sendjata jang mereka drop, uang jang mereka drop, supply jang mereka drop, parasute jang mereka drop sampai sekarang masih kita simpan baik-baik sebagai bukti bewust, bukti bewust! Bukti bewust, bahwa dari sana itu kaum imperialis menghendaki "crush the Indonesian Revolution".
Dan onderbewust-pun kita mengetahui, Saudara-saudara! Tanja kepada si Marhaen dikampung Tjidadap, tanja kepada si Marhaen dikampung Tjidjerokaso, tanja kepada si Marhaen dikampung Pratjimantoro, tanja kepada si Marhaen jang miskin di Nglijep dipantai selatan dari Djawa, tanja kepada kaum Marhaen dikidulnja Gianjar di Bali, tanja kepada kaum Marhaen jang katanja bodoh didaerah Flores jang asing djauh dari Djakarta, tanja kepada kaum Marhaen di Uluniau sebelah utaranja Manado, tanja kepada kaum Marhaen dipulau-pulau Sangihe dan Talaud, tanja kepada kaum Marhaen didaerah Atjeh! Semuanja mereka setjara onderbewust djuga bisa mengatakan: Pak, kami merasa, merasa, bahwa "Malaysia" adalah untuk mengganjang, menghantjur-leburkan Revolusi kami, Revolusi Indonesia!
Oleh karena itu, maka kita terhadap persoalan "Malaysia" ini berdiri diatas dasar menjelamatkan Revolusi Indonesia. Dikatakan, bahwa kita berdiri diatas dasar "menjelamatkan Sukarno", katanja. Tidak, tidak! Saja sekedar adalah penjambung lidah dari Rakjat Indonesia, seluruh Rakjat Indonesia! Malahan Saudara-saudara dari Diplomatic Corps dengar sendiri, Tjatur-Tunggal dari seluruh Indonesia mengatakan dengan tegas berdiri dibelakang Presiden Sukarno didalam hal mengganjang "Malaysia" ini. Sanggup melaksanakan tiap-tiap komando jang diberikan oleh Presiden Sukarno untuk mengganjang "Malaysia" ini! Engkau, hai Saudara-saudara Tjatur-Tunggal, engkau bukan orang bodoh. Engkau toh bukan orang jang selalu harus kuindjeki? Engkau mempunjai kedaulatan sendiri untuk berfikir. Engkau mempunjai kedewasaan sendiri untuk berfikir. En toch engkau mengatakan: berdiri bulat dibelakang Presiden Sukarno. Siap-sedia untuk mendjalankan tiap-tiap komando daripada Presiden Sukarno, Panglima Tertinggi/Pemimpin Besar Revolusi.<noinclude></noinclude>
mikmfg8bq9yztkhg2zoqi8w681arrtn
294270
294265
2026-05-13T12:53:55Z
Riiiv
22458
/* Belum diuji baca */ tanda petik, kop perbaiki dan sesuaikan
294270
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Riiiv" />{{rh|338{{gap}}ADAKAN GERAKAN SUKARELAWAN INDONESIA}}</noinclude>Sendjata jang mereka drop, uang jang mereka drop, supply jang mereka drop, parasute jang mereka drop sampai sekarang masih kita simpan baik-baik sebagai bukti bewust, bukti bewust! Bukti bewust, bahwa dari sana itu kaum imperialis menghendaki "crush the Indonesian Revolution".
Dan onderbewust-pun kita mengetahui, Saudara-saudara! Tanja kepada si Marhaen dikampung Tjidadap, tanja kepada si Marhaen dikampung Tjidjerokaso, tanja kepada si Marhaen dikampung Pratjimantoro, tanja kepada si Marhaen jang miskin di Nglijep dipantai selatan dari Djawa, tanja kepada kaum Marhaen dikidulnja Gianjar di Bali, tanja kepada kaum Marhaen jang katanja bodoh didaerah Flores jang asing djauh dari Djakarta, tanja kepada kaum Marhaen di Uluniau sebelah utaranja Manado, tanja kepada kaum Marhaen dipulau-pulau Sangihe dan Talaud, tanja kepada kaum Marhaen didaerah Atjeh! Semuanja mereka setjara onderbewust djuga bisa mengatakan: Pak, kami merasa, merasa, bahwa "Malaysia" adalah untuk mengganjang, menghantjur-leburkan Revolusi kami, Revolusi Indonesia!
Oleh karena itu, maka kita terhadap persoalan "Malaysia" ini berdiri diatas dasar menjelamatkan Revolusi Indonesia. Dikatakan, bahwa kita berdiri diatas dasar "menjelamatkan Sukarno", katanja. Tidak, tidak! Saja sekedar adalah penjambung lidah dari Rakjat Indonesia, seluruh Rakjat Indonesia! Malahan Saudara-saudara dari Diplomatic Corps dengar sendiri, Tjatur-Tunggal dari seluruh Indonesia mengatakan dengan tegas berdiri dibelakang Presiden Sukarno didalam hal mengganjang "Malaysia" ini. Sanggup melaksanakan tiap-tiap komando jang diberikan oleh Presiden Sukarno untuk mengganjang "Malaysia" ini! Engkau, hai Saudara-saudara Tjatur-Tunggal, engkau bukan orang bodoh. Engkau toh bukan orang jang selalu harus kuindjeki? Engkau mempunjai kedaulatan sendiri untuk berfikir. Engkau mempunjai kedewasaan sendiri untuk berfikir. En toch engkau mengatakan: berdiri bulat dibelakang Presiden Sukarno. Siap-sedia untuk mendjalankan tiap-tiap komando daripada Presiden Sukarno, Panglima Tertinggi/Pemimpin Besar Revolusi.<noinclude></noinclude>
5h44r9c0hsdyt6a4lx21gtc6xw1xh3t
294720
294270
2026-05-13T19:45:33Z
Aeia aai
24023
/* Telah diuji baca */
294720
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|338||ADAKAN GERAKAN SUKARELAWAN INDONESIA}}</noinclude>Sendjata jang mereka drop, uang jang mereka drop, supply jang mereka drop, parasute jang mereka drop sampai sekarang masih kita simpan baik-baik sebagai bukti bewust, bukti bewust! Bukti bewust, bahwa dari sana itu kaum imperialis menghendaki ”crush the Indonesian Revolution”.
Dan onderbewust-pun kita mengetahui, Saudara-saudara! Tanja kepada si Marhaen dikampung Tjidadap, tanja kepada si Marhaen dikampung Tjidjerokaso, tanja kepada si Marhaen dikampung Pratjimantoro, tanja kepada si Marhaen jang miskin di Nglijep dipantai selatan dari Djawa, tanja kepada kaum Marhaen dikidulnja Gianjar di Bali, tanja kepada kaum Marhaen jang katanja bodoh didaerah Flores jang asing djauh dari Djakarta, tanja kepada kaum Marhaen di Uluniau sebelah utaranja Manado, tanja kepada kaum Marhaen dipulau-pulau Sangihe dan Talaud, tanja kepada kaum Marhaen didaerah Atjeh! Semuanja mereka setjara onderbewust djuga bisa mengatakan: Pak, kami merasa, merasa, bahwa „Malaysia” adalah untuk mengganjang, menghantjur-leburkan Revolusi kami, Revolusi Indonesia!
Oleh karena itu, maka kita terhadap persoalan „Malaysia” ini berdiri diatas dasar menjelamatkan Revolusi Indonesia. Dikatakan, bahwa kita berdiri diatas dasar „menjelamatkan Sukarno”, katanja. Tidak, tidak! Saja sekedar adalah penjambung lidah dari Rakjat Indonesia, seluruh Rakjat Indonesia! Malahan Saudara-saudara dari Diplomatic Corps dengar sendiri, Tjatur-Tunggal dari seluruh Indonesia mengatakan dengan tegas berdiri dibelakang Presiden Sukarno didalam hal mengganjang „Malaysia” ini. Sanggup melaksanakan tiap-tiap komando jang diberikan oleh Presiden Sukarno untuk mengganjang „Malaysia” ini! Engkau, hai Saudara-saudara Tjatur-Tunggal, engkau bukan orang bodoh. Engkau toh bukan orang jang selalu harus kuindjeki? Engkau mempunjai kedaulatan sendiri untuk berfikir. Engkau mempunjai kedewasaan sendiri untuk berfikir. En toch engkau mengatakan: berdiri bulat dibelakang Presiden Sukarno. Siap-sedia untuk mendjalankan tiap-tiap komando daripada Presiden Sukarno, Panglima Tertinggi/Pemimpin Besar Revolusi.<noinclude></noinclude>
a19bmkv7t56c2frbu0jj58vip0ca0ts
294878
294720
2026-05-14T03:09:24Z
Ars-arsa
26526
/* Validated */
294878
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh|338||ADAKAN GERAKAN SUKARELAWAN INDONESIA}}</noinclude>Sendjata jang mereka drop, uang jang mereka drop, supply jang mereka drop, parasute jang mereka drop sampai sekarang masih kita simpan baik-baik sebagai bukti bewust, bukti bewust! Bukti bewust, bahwa dari sana itu kaum imperialis menghendaki ”crush the Indonesian Revolution”.
Dan onderbewust-pun kita mengetahui, Saudara-saudara! Tanja kepada si Marhaen dikampung Tjidadap, tanja kepada si Marhaen dikampung Tjidjerokaso, tanja kepada si Marhaen dikampung Pratjimantoro, tanja kepada si Marhaen jang miskin di Nglijep dipantai selatan dari Djawa, tanja kepada kaum Marhaen dikidulnja Gianjar di Bali, tanja kepada kaum Marhaen jang katanja bodoh didaerah Flores jang asing djauh dari Djakarta, tanja kepada kaum Marhaen di Uluniau sebelah utaranja Manado, tanja kepada kaum Marhaen dipulau-pulau Sangihe dan Talaud, tanja kepada kaum Marhaen didaerah Atjeh! Semuanja mereka setjara onderbewust djuga bisa mengatakan: Pak, kami merasa, merasa, bahwa „Malaysia” adalah untuk mengganjang, menghantjur-leburkan Revolusi kami, Revolusi Indonesia!
Oleh karena itu, maka kita terhadap persoalan „Malaysia” ini berdiri diatas dasar menjelamatkan Revolusi Indonesia. Dikatakan, bahwa kita berdiri diatas dasar „menjelamatkan Sukarno”, katanja. Tidak, tidak! Saja sekedar adalah penjambung lidah dari Rakjat Indonesia, seluruh Rakjat Indonesia! Malahan Saudara-saudara dari Diplomatic Corps dengar sendiri, Tjatur-Tunggal dari seluruh Indonesia mengatakan dengan tegas berdiri dibelakang Presiden Sukarno didalam hal mengganjang „Malaysia” ini. Sanggup melaksanakan tiap-tiap komando jang diberikan oleh Presiden Sukarno untuk mengganjang „Malaysia” ini! Engkau, hai Saudara-saudara Tjatur-Tunggal, engkau bukan orang bodoh. Engkau toh bukan orang jang selalu harus kuindjeki? Engkau mempunjai kedaulatan sendiri untuk berfikir. Engkau mempunjai kedewasaan sendiri untuk berfikir. En toch engkau mengatakan: berdiri bulat dibelakang Presiden Sukarno. Siap-sedia untuk mendjalankan tiap-tiap komando daripada Presiden Sukarno, Panglima Tertinggi/Pemimpin Besar Revolusi.<noinclude></noinclude>
gpoaoxhik9c1cw4hv1w7dishg9icfxm
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/343
104
101473
294227
287074
2026-05-13T12:42:13Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ perhatikan tanda petik
294227
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" />{{rh|ADAKAN GERAKAN SUKARELAWAN INDONESIA||339}}</noinclude>Ini baik ditjatat oleh Diplomatic Corps, agar supaja seluruh dunia mengetahui, bahwa sebetulnja "it is not President Sukarno who is the trouble-maker. It is not President Sukarno who is the trouble-maker". Tetapi trouble-maker ada didaerah utara itulah, Saudara-saudara, oleh karena dia mau di-„tangkroki" oleh kaum imperialis dan neo-kolonialis.
Saudara-saudara. Saudara-saudara sekalian telah mengetahui dan seluruh dunia mengetahui, bahwa kami berulang-ulang berkata: Kami bersedia mengadakan perundingan dengan Tengku Abdul Rahman cs. Kami mau mengadakan pembitjaraan dengan Tengku Abdul Rahman cs. Kami mau mengadakan summit meeting dengan Tengku Abdul Rahman cs. untuk memetjahkan persoalan „Malaysia" ini tanpa pre-conditiona. Semua orang tahu. You know it! You know itu! You know it! Semua orang mengetahui, bahwa kami selalu bersedia untuk mengadakan perundingan, to solve this "Malaysian" problem with peaceful means. Ja, benar, kami mengadakan Doktrin Su-Mac, Sukarno-Macapagal. Benar. Asian problems to be solved by Asians themselves in an Asian way. Di Bandung saja stress: Asian problems to be solved by Asians themselves, oleh karena tiap-tiap orang mengerti bahwa banjak sekali Asian problems ditjoba di-"solved" oleh negara-negara jang bukan Asia dan hasilnja apa? Hasilnja apa? Katjau-balau, katjau-balau, katjau-balau! Kami berkata: oleh karena itu abad ke-20 ini ketjuali abad dari "the emergence of national states in Asia and Africa", "the establishment of socialist states", "the atomic and outer-space revolution", kamipun berkata bahwa abad ke-20 ini adalah abad "intervention". Negara-negara asing, negara-negara imperialis selalu tjampur-tangan, intervensi didalam urusan-urusan kita bangsa-bangsa Asia dan Afrika. Dan oleh karena kami mengetahui, bahwa hasil daripada intervensi ini adalah selalu katjau-balau, divide et impera, penderitaan, maut, kematian, maka Sukarno-Macapagal menjusun doktrin "Asian problems to be solved by Asians themselves in an Asian way".
Saudara-saudara, Tuan-tuan Jang Mulia dari Diplomatic Corps, saja mau memberi keterangan apa artinja "in an Asian way", "in an Asian fashion". What is an Asian fashion? What<noinclude></noinclude>
1tymiiuakg43y302lt5xngmulacmckz
294722
294227
2026-05-13T19:49:47Z
Aeia aai
24023
/* Telah diuji baca */
294722
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|ADAKAN GERAKAN SUKARELAWAN INDONESIA||339}}</noinclude>Ini baik ditjatat oleh Diplomatic Corps, agar supaja seluruh dunia mengetahui, bahwa sebetulnja ”it is not President Sukarno who is the trouble-maker. It is not President Sukarno who is the trouble-maker”. Tetapi trouble-maker ada didaerah utara itulah, Saudara-saudara, oleh karena dia mau di-„tangkroki” oleh kaum imperialis dan neo-kolonialis.
Saudara-saudara. Saudara-saudara sekalian telah mengetahui dan seluruh dunia mengetahui, bahwa kami berulang-ulang berkata: Kami bersedia mengadakan perundingan dengan Tengku Abdul Rahman cs. Kami mau mengadakan pembitjaraan dengan Tengku Abdul Rahman cs. Kami mau mengadakan summit meeting dengan Tengku Abdul Rahman cs. untuk memetjahkan persoalan „Malaysia” ini tanpa pre-conditiona. Semua orang tahu. You know it! You know itu! You know it! Semua orang mengetahui, bahwa kami selalu bersedia untuk mengadakan perundingan, to solve this ”Malaysian” problem with peaceful means. Ja, benar, kami mengadakan Doktrin Su-Mac, Sukarno-Macapagal. Benar. Asian problems to be solved by Asians themselves in an Asian way. Di Bandung saja stress: Asian problems to be solved by Asians themselves, oleh karena tiap-tiap orang mengerti bahwa banjak sekali Asian problems ditjoba di-”solved” oleh negara-negara jang bukan Asia dan hasilnja apa? Hasilnja apa? Katjau-balau, katjau-balau, katjau-balau! Kami berkata: oleh karena itu abad ke-20 ini ketjuali abad dari ”the emergence of national states in Asia and Africa”, ”the establishment of socialist states”, ”the atomic and outer-space revolution”, kamipun berkata bahwa abad ke-20 ini adalah abad ”intervention”. Negara-negara asing, negara-negara imperialis selalu tjampur-tangan, intervensi didalam urusan-urusan kita bangsa-bangsa Asia dan Afrika. Dan oleh karena kami mengetahui, bahwa hasil daripada intervensi ini adalah selalu katjau-balau, divide et impera, penderitaan, maut, kematian, maka Sukarno-Macapagal menjusun doktrin ”Asian problems to be solved by Asians themselves in an Asian way”.
Saudara-saudara, Tuan-tuan Jang Mulia dari Diplomatic Corps, saja mau memberi keterangan apa artinja ”in an Asian way”, ”in an Asian fashion”. What is an Asian fashion? What<noinclude></noinclude>
89mm4v2hrv7u4g5t4tlh4atgifr852h
294879
294722
2026-05-14T03:11:02Z
Ars-arsa
26526
/* Validated */
294879
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh|ADAKAN GERAKAN SUKARELAWAN INDONESIA||339}}</noinclude>Ini baik ditjatat oleh Diplomatic Corps, agar supaja seluruh dunia mengetahui, bahwa sebetulnja ”it is not President Sukarno who is the trouble-maker. It is not President Sukarno who is the trouble-maker”. Tetapi trouble-maker ada didaerah utara itulah, Saudara-saudara, oleh karena dia mau di-„tangkroki” oleh kaum imperialis dan neo-kolonialis.
Saudara-saudara. Saudara-saudara sekalian telah mengetahui dan seluruh dunia mengetahui, bahwa kami berulang-ulang berkata: Kami bersedia mengadakan perundingan dengan Tengku Abdul Rahman cs. Kami mau mengadakan pembitjaraan dengan Tengku Abdul Rahman cs. Kami mau mengadakan summit meeting dengan Tengku Abdul Rahman cs. untuk memetjahkan persoalan „Malaysia” ini tanpa pre-conditiona. Semua orang tahu. You know it! You know itu! You know it! Semua orang mengetahui, bahwa kami selalu bersedia untuk mengadakan perundingan, to solve this ”Malaysian” problem with peaceful means. Ja, benar, kami mengadakan Doktrin Su-Mac, Sukarno-Macapagal. Benar. Asian problems to be solved by Asians themselves in an Asian way. Di Bandung saja stress: Asian problems to be solved by Asians themselves, oleh karena tiap-tiap orang mengerti bahwa banjak sekali Asian problems ditjoba di-”solved” oleh negara-negara jang bukan Asia dan hasilnja apa? Hasilnja apa? Katjau-balau, katjau-balau, katjau-balau! Kami berkata: oleh karena itu abad ke-20 ini ketjuali abad dari ”the emergence of national states in Asia and Africa”, ”the establishment of socialist states”, ”the atomic and outer-space revolution”, kamipun berkata bahwa abad ke-20 ini adalah abad ”intervention”. Negara-negara asing, negara-negara imperialis selalu tjampur-tangan, intervensi didalam urusan-urusan kita bangsa-bangsa Asia dan Afrika. Dan oleh karena kami mengetahui, bahwa hasil daripada intervensi ini adalah selalu katjau-balau, divide et impera, penderitaan, maut, kematian, maka Sukarno-Macapagal menjusun doktrin ”Asian problems to be solved by Asians themselves in an Asian way”.
Saudara-saudara, Tuan-tuan Jang Mulia dari Diplomatic Corps, saja mau memberi keterangan apa artinja ”in an Asian way”, ”in an Asian fashion”. What is an Asian fashion? What<noinclude></noinclude>
i1hfzl43uczy1iyfpsklvkwo6166nqf
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/344
104
101474
294226
287075
2026-05-13T12:41:14Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ perhatikan tanda petik
294226
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" />{{rh|340|||ADAKAN GERAKAN SUKARELAWAN INDONESIA}}</noinclude>is the Asian fashion? The Asian fashion is "musjawarah". Djelas! Djelas! Sukarno-Macapagal mengemukakan Asian fashion jaitu musjawarah! Kami selalu menegaskan hal ini. Musjawarah, musjawarah, musjawarah, sekali lagi musjawarah! Djuga, djuga, djuga dengan Tengku Abdul Rahman.
Tetapi apa jang Tengku Abdul Rahman telah perbuat, Saudara-saudara? Saudara ketahui. Bukan dia berkata bersedia untuk musjawarah dengan Sukarno-Macapagal, tetapi apa? Dia mengatakan: "Tidak sudi bitjara dengan Sukarno lagi". Kemarin dulu 'kan Saudara batja: "tidak sudi bitjara"? Memakai perkataan "sudi" lagi! Aduh, aduh, aduh. "Tidak sudi bitjara". "Tidak sudi bitjara"! Seperti kami ini andjing kotor. "Kami tidak sudi lagi bitjara dengan Sukarno". Satu penghinaan jang besar bukan sadja kepada saja pribadi, tetapi kepada seluruh bangsa Indonesia.
Dan ketjuali itu Tengku Abdul Rahman, Saudara-saudara, mengadakan mobilisasi umum. Semua pemuda-pemuda antara umur 21 tahun dan 29 dikerahkan dalam mobilisasi umum.
Nah, kami djuga, Saudara-saudara, mempunjai kewadjiban mempertahankan Revolusi ini, untuk menjelamatkan Revolusi ini, untuk menjelesaikan Revolusi ini. Kalau Tengku Abdul Rahman tidak mau musjawarah, tidak mau bitjara dengan kami, saja toh tidak bisa njeret Abdul Rahman dari tempat tidurnja: hai Tengku, hai Tengku, hai Tengku, bitjaralah, bitjaralah, bitjaralah. Tidak bisa! Apalagi Tengku sudah memakai perkataan tidak "sudi" bitjara dengan Presiden Sukarno. Malahan Tengku mengadakan mobilisasi terhadap Indonesia. Indonesia dikatakan "pengganas". "Sukarno pemimpin pengganas". Ja apa tidak, Saudara Roeslan? Pidato didalam radio "kan begitu? "Pengganas. Sukarno pemimpin pengganas". Jani, engkau disebut Djendral "pengganas". Kami dikatakan "pengganas". Menteri Luar Negeri "pengganas". Leimena "pengganas". Lailahaillallah, Leimena dikatakan "pengganas". Kami dikatakan "pengganas", kami dikatakan tidak sudi bitjara dengan dia. Mereka mengadakan malahan mobilisasi umum. Saja ingat akan kewadjiban saja, Saudara-saudara. Kewadjiban saja apa? Menjelamatkan Revolusi! Mempertahankan Revolusi!<noinclude></noinclude>
9ul6yg5fi78lgksbzpqkd1e84mt5xq3
294724
294226
2026-05-13T19:56:25Z
Aeia aai
24023
/* Telah diuji baca */
294724
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|340|||ADAKAN GERAKAN SUKARELAWAN INDONESIA}}</noinclude>is the Asian fashion? The Asian fashion is ”musjawarah”. Djelas! Djelas! Sukarno-Macapagal mengemukakan Asian fashion jaitu musjawarah! Kami selalu menegaskan hal ini. Musjawarah, musjawarah, musjawarah, sekali lagi musjawarah! Djuga, djuga, djuga dengan Tengku Abdul Rahman.
Tetapi apa jang Tengku Abdul Rahman telah perbuat, Saudara-saudara? Saudara ketahui. Bukan dia berkata bersedia untuk musjawarah dengan Sukarno-Macapagal, tetapi apa? Dia mengatakan: „Tidak sudi bitjara dengan Sukarno lagi”. Kemarin dulu 'kan Saudara batja: „tidak sudi bitjara”? Memakai perkataan „sudi” lagi! Aduh, aduh, aduh. „Tidak sudi bitjara”. „Tidak sudi bitjara”! Seperti kami ini andjing kotor. „Kami tidak sudi lagi bitjara dengan Sukarno”. Satu penghinaan jang besar bukan sadja kepada saja pribadi, tetapi kepada seluruh bangsa Indonesia.
Dan ketjuali itu Tengku Abdul Rahman, Saudara-saudara, mengadakan mobilisasi umum. Semua pemuda-pemuda antara umur 21 tahun dan 29 dikerahkan dalam mobilisasi umum.
Nah, kami djuga, Saudara-saudara, mempunjai kewadjiban mempertahankan Revolusi ini, untuk menjelamatkan Revolusi ini, untuk menjelesaikan Revolusi ini. Kalau Tengku Abdul Rahman tidak mau musjawarah, tidak mau bitjara dengan kami, saja toh tidak bisa njeret Abdul Rahman dari tempat tidurnja: hai Tengku, hai Tengku, hai Tengku, bitjaralah, bitjaralah, bitjaralah. Tidak bisa! Apalagi Tengku sudah memakai perkataan tidak „sudi” bitjara dengan Presiden Sukarno. Malahan Tengku mengadakan mobilisasi terhadap Indonesia. Indonesia dikatakan „pengganas”. „Sukarno pemimpin pengganas”. Ja apa tidak, Saudara Roeslan? Pidato didalam radio 'kan begitu? „Pengganas. Sukarno pemimpin pengganas”. Jani, engkau disebut Djendral „pengganas”. Kami dikatakan „pengganas”. Menteri Luar Negeri „pengganas”. Leimena „pengganas”. Lailahaillallah, Leimena dikatakan „pengganas”. Kami dikatakan „pengganas”, kami dikatakan tidak sudi bitjara dengan dia. Mereka mengadakan malahan mobilisasi umum. Saja ingat akan kewadjiban saja, Saudara-saudara. Kewadjiban saja apa? Menjelamatkan Revolusi! Mempertahankan Revolusi!<noinclude></noinclude>
8x0fkuauhkm5zk0vwhv8bph640fad06
294881
294724
2026-05-14T03:12:06Z
Ars-arsa
26526
/* Validated */
294881
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh|340|||ADAKAN GERAKAN SUKARELAWAN INDONESIA}}</noinclude>is the Asian fashion? The Asian fashion is ”musjawarah”. Djelas! Djelas! Sukarno-Macapagal mengemukakan Asian fashion jaitu musjawarah! Kami selalu menegaskan hal ini. Musjawarah, musjawarah, musjawarah, sekali lagi musjawarah! Djuga, djuga, djuga dengan Tengku Abdul Rahman.
Tetapi apa jang Tengku Abdul Rahman telah perbuat, Saudara-saudara? Saudara ketahui. Bukan dia berkata bersedia untuk musjawarah dengan Sukarno-Macapagal, tetapi apa? Dia mengatakan: „Tidak sudi bitjara dengan Sukarno lagi”. Kemarin dulu 'kan Saudara batja: „tidak sudi bitjara”? Memakai perkataan „sudi” lagi! Aduh, aduh, aduh. „Tidak sudi bitjara”. „Tidak sudi bitjara”! Seperti kami ini andjing kotor. „Kami tidak sudi lagi bitjara dengan Sukarno”. Satu penghinaan jang besar bukan sadja kepada saja pribadi, tetapi kepada seluruh bangsa Indonesia.
Dan ketjuali itu Tengku Abdul Rahman, Saudara-saudara, mengadakan mobilisasi umum. Semua pemuda-pemuda antara umur 21 tahun dan 29 dikerahkan dalam mobilisasi umum.
Nah, kami djuga, Saudara-saudara, mempunjai kewadjiban mempertahankan Revolusi ini, untuk menjelamatkan Revolusi ini, untuk menjelesaikan Revolusi ini. Kalau Tengku Abdul Rahman tidak mau musjawarah, tidak mau bitjara dengan kami, saja toh tidak bisa njeret Abdul Rahman dari tempat tidurnja: hai Tengku, hai Tengku, hai Tengku, bitjaralah, bitjaralah, bitjaralah. Tidak bisa! Apalagi Tengku sudah memakai perkataan tidak „sudi” bitjara dengan Presiden Sukarno. Malahan Tengku mengadakan mobilisasi terhadap Indonesia. Indonesia dikatakan „pengganas”. „Sukarno pemimpin pengganas”. Ja apa tidak, Saudara Roeslan? Pidato didalam radio 'kan begitu? „Pengganas. Sukarno pemimpin pengganas”. Jani, engkau disebut Djendral „pengganas”. Kami dikatakan „pengganas”. Menteri Luar Negeri „pengganas”. Leimena „pengganas”. Lailahaillallah, Leimena dikatakan „pengganas”. Kami dikatakan „pengganas”, kami dikatakan tidak sudi bitjara dengan dia. Mereka mengadakan malahan mobilisasi umum. Saja ingat akan kewadjiban saja, Saudara-saudara. Kewadjiban saja apa? Menjelamatkan Revolusi! Mempertahankan Revolusi!<noinclude></noinclude>
2lpkdlsz6z131vyw5one8i3a3clkrax
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/345
104
101475
294222
287076
2026-05-13T12:39:40Z
Thersetya2021
15831
294222
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" />{{rh|ADAKAN GERAKAN SUKARELAWAN INDONESIA||341}}</noinclude>Saja ini jang Saudara-saudara angkat mendjadi Pemimpin Besar Revolusi, mendjadi Presiden seumur hidup, saja ini 45 tahun didalam perdjoangan; 45 tahun. Tatkala banjak diantara Saudara-saudara belum lahir, saja sudah berada didalam perdjoangan. Mula-mula perdjoangan saja ialah untuk mempersatukan Rakjat Indonesia. Mempersatukan! Mempersatukan, dengan memelekkan, membuka matanja Rakjat Indonesia akan djahatnja imperialisme dan kolonialisme. Bertahun-tahun pekerdjaan saja tiap-tiap hari hanjalah itu: mempersatukan Rakjat Indonesia, membuka mata Rakjat Indonesia akan kedjahatan imperialisme dan kolonialisme. Saja buktikan dengan segala bukti jang available pada saja.
Kemudian saja punja perdjoangan ialah untuk menjadarkan Rakjat Indonesia bahwa djikalau Rakjat Indonesia ingin mendjadi satu bangsa jang selamat, tidak ada lain djalan melainkan kita harus berdjoang untuk mentjapai Indonesia Merdeka. Bertahun-tahun saja mengatakan merdeka, merdeka, merdeka, merdeka, merdeka, sekali lagi merdeka. Malah aku berkata: merdeka sekarang djuga! Merdeka adalah djembatan emas, kataku, untuk memperbaiki masjarakat kita.
Meningkat lagi, Saudara-saudara. Saja katakan bahwa merdeka itu tidak bisa kita tjapai dengan djalan jang konvensionil-konstitusionil a la Belanda. Tidak bisa dengan djalan konvensionil-konstitusionil a la Belanda! Djalan satu-satunja ialah dengan revolutionnaire massa-actie daripada Rakjat Indonesia. Djuga bertahun-tahun saja menggembleng Rakjat Indonesia untuk revolutionnaire massa-actie ini. Bertahun-tahun, bertahun-tahun, sehingga achirnja pada tahun 1945 kita sampai pada satu saat kita mengatakan: Ja, sekarang adalah saat untuk revolusi! Dan pada tanggal 17 Agustus 1945 kita mengadakan revolusi itu, revolusi fisik kemudian disambung dengan peningkatan-peningkatan daripada revolusi.
Sekarang tahun 1964 ini, saja merasa sebagai satu kewadjiban — bukan sekedar, sekedar, sekedar mempersatukan Rakjat Indonesia; bukan sekedar, sekedar, sekedar mejakinkan Rakjat Indonesia bahwa djalan satu-satunja ialah merdeka; bukan sekedar, sekedar, sekali lagi sekedar mejakinkan<noinclude></noinclude>
c65siwtumskjjik1u2xpi91ig97th0u
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/346
104
101476
294214
287027
2026-05-13T12:36:54Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */ perhatikan tanda petik dan tanda baca paragraf terakhir
294214
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" />{{rh|342{{gap}}ADAKAN GERAKAN SUKARELAWAN INDONESIA}}</noinclude>Rakjat Indonesia bahwa kemerdekaan hanja bisa ditjapai dengan revolutionnaire massa-actie; bukan sekedar, sekedar, sekali lagi sekedar mengatakan kepada Rakjat Indonesia bahwa kita harus berevolusi, tetapi naik lagi setingkat, Saudara-saudara, — bahwa kita sekarang harus mengikuti apa jang Saudara Subandrio tadi katakan "the rising demands of revolution", "the rising stages of revolution".
Revolusi kitapun tumbuh, Saudara-saudara. Tadi telah digambarkan oleh Saudara Subandrio, bahwa Revolusi kita itu melalui stadia-stadia. Dan kita melihat kenaikan, kenaikan, kenaikan. Maka sekarang, Saudara-saudara, salah satu tingkat daripada Revolusi kita ialah mengganjang musuh daripada Revolusi Indonesia dari luar. Dan itu jang saja mau tandaskan kepada Saudara-saudara pada hari ini.
Abdul Rahman mengadakan satu mobilisasi. Apa djawab saja? Apa komando saja? Bukan sekedar kepada Tjatur-Tunggal, tetapi kepada seluruh Rakjat Indonesia, djawab saja ialah: Okay, djikalau Abdul Rahman tidak mau musjawarah dengan kami, okay! Djikalau Abdul Rahman mengadakan mobilisasi umum, okay! SAJA KOMANDOKAN SEKARANG SATU GERAKAN SUKARELAWAN INDONESIA. (Sambutan tepuk-tangan riuh rendah).
Saudara dapat menjaksikan sendiri sambutan terhadap komando saja ini. Komando mengadakan gerakan sukarelawan untuk mempertinggi ketahanan Revolusi kita ini. Ketahanan Revolusi kita ini jang sekarang hendak dihantam oleh pihak Tengku Abdul Rahman dengan mobilisasi umumnja.
Saudara-saudara. Didalam perdjoangan kita untuk memasukkan Irian Barat kedalam wilajah kekuasaan Republik Indonesia, saja mengadakan appeal, panggilan kepada seluruh pemuda-pemudi Rakjat Indonesia untuk mendjadi sukarelawan. Dan pada waktu itu, Saudara-saudara, panggilan saja itu disambut oleh seluruh dunia pemuda-pemudi dengan terdaftarnja hampir 7 djuta pemuda-pemudi, 7 djuta pemuda-pemudi, jang menjerahkan dirinja untuk diterdjunkan didalam perdjoangan memasukkan Irian Barat didalam wilajah kekuasaan Republik. Sekarang saja memanggil lagi pemuda...<noinclude></noinclude>
5d81izawfdjnihe05izf7vdxa90j53u
294658
294214
2026-05-13T18:33:59Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294658
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|342|||ADAKAN GERAKAN SUKARELAWAN INDONESIA}}</noinclude>Rakjat Indonesia bahwa kemerdekaan hanja bisa ditjapai dengan revolutionnaire massa-actie; bukan sekedar, sekedar, sekali lagi sekedar mengatakan kepada Rakjat Indonesia bahwa kita harus berevolusi, tetapi naik lagi setingkat, Saudara-saudara, — bahwa kita sekarang harus mengikuti apa jang Saudara Subandrio tadi katakan "the rising demands of revolution", "the rising stages of revolution".
Revolusi kitapun tumbuh, Saudara-saudara. Tadi telah digambarkan oleh Saudara Subandrio, bahwa Revolusi kita itu melalui stadia-stadia. Dan kita melihat kenaikan, kenaikan, kenaikan. Maka sekarang, Saudara-saudara, salah satu tingkat daripada Revolusi kita ialah mengganjang musuh daripada Revolusi Indonesia dari luar. Dan itu jang saja mau tandaskan kepada Saudara-saudara pada hari ini.
Abdul Rahman mengadakan satu mobilisasi. Apa djawab saja? Apa komando saja? Bukan sekedar kepada Tjatur-Tunggal, tetapi kepada seluruh Rakjat Indonesia, djawab saja ialah: Okay, djikalau Abdul Rahman tidak mau musjawarah dengan kami, okay! Djikalau Abdul Rahman mengadakan mobilisasi umum, okay! SAJA KOMANDOKAN SEKARANG SATU GERAKAN SUKARELAWAN INDONESIA. (Sambutan tepuk-tangan riuh rendah).
Saudara dapat menjaksikan sendiri sambutan terhadap komando saja ini. Komando mengadakan gerakan sukarelawan untuk mempertinggi ketahanan Revolusi kita ini. Ketahanan Revolusi kita ini jang sekarang hendak dihantam oleh pihak Tengku Abdul Rahman dengan mobilisasi umumnja.
Saudara-saudara. Didalam perdjoangan kita untuk memasukkan Irian Barat kedalam wilajah kekuasaan Republik Indonesia, saja mengadakan appeal, panggilan kepada seluruh pemuda-pemudi Rakjat Indonesia untuk mendjadi sukarelawan. Dan pada waktu itu, Saudara-saudara, panggilan saja itu disambut oleh seluruh dunia pemuda-pemudi dengan terdaftarnja hampir 7 djuta pemuda-pemudi, 7 djuta pemuda-pemudi, jang menjerahkan dirinja untuk diterdjunkan didalam perdjoangan memasukkan Irian Barat didalam wilajah kekuasaan Republik. Sekarang saja memanggil lagi pemuda<noinclude></noinclude>
47t2ddyvngapada8n2ek1uorhjyhe5f
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/347
104
101477
294311
287028
2026-05-13T13:06:53Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop
294311
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|||ADAKAN GERAKAN SUKARELAWAN INDONESIA{{gap}}343}}</noinclude>
dan pemudi seluruh Indonesia. AJO, TJATATKAN DIRIMU UNTUK MENDJADI SUKARELAWAN UNTUK MENINGGIKAN KETAHANAN REVOLUSI INDONESIA! SIAP-SEDIA MENINGGIKAN KESIAP-SIAGAAN REVOLUSI INDONESIA UNTUK MEMPERTAHANKAN DIRINJA SENDIRI!
Kalau kita diantjam dari luar, Saudara-saudara, djanganlah kita enak-enak duduk ongkang-ongkang didalam. Mari kita semuanja, pemuda-pemudi Indonesia, mendaftarkan diri untuk mendjadi sukarelawan.
Mempertinggi ketahanan Revolusi Indonesia, bukan sadja dalam arti ketahanan Revolusi Indonesia djikalau kita diserang dari luar lalu kita hantam musuh jang menjerang kita dari luar itu, tetapi djuga ketahanan Revolusi didalam arti, sebagai jang diputuskan oleh Tjatur-Tunggal tadi, kita punja swadaya dan swa-sembada kita pertinggikan. Pemuda-pemuda jang nanti mendaftarkan diri bukan akan kita latih untuk berbaris sadja, bukan akan kita latih dalam hal menembak sadja — terus terang, tetapi kita minta, mereka kita kerahkan djuga untuk membantu Rakjat Indonesia mempertinggikan produksi dan lain-lain sebagainja. Segala hal jang bisa meninggikan ketahanan daripada Revolusi Indonesia ini.
Ini adalah, saja kira, satu komando jang tepat sebagai djawaban atas komando Abdul Rahman terhadap kepada bangsanja.
Maka sebagai penutup, Saudara-saudara, berulang-ulang saja katakan, bahwa Revolusi kita ini tidak bisa diselesaikan oleh Sukarno sendiri, tidak bisa diselesaikan oleh Nasution sendiri, meskipun ia adalah K.S.A.B., tidak bisa diselesaikan oleh Jani sendiri, meskipun ia adalah Pangad; tidak bisa diselesaikan oleh Subandrio sendiri, meskipun ia adalah Wakil Perdana Menteri I; tidak bisa diselesaikan oleh Chaerul Saleh sendiri, meskipun ia adalah pemuda jang ternama dikalangan pemuda Indonesia. Tidak! Revolusi Indonesia adalah Revolusi Rakjat Indonesia. Semua potensi daripada Rakjat Indonesia itu harus kita persatukan, harus kita dinamiskan, harus kita offensifkan untuk mempertahankan Revolusi itu.<noinclude></noinclude>
mncbmiss67v7txpoj4zzmzhh288or22
294659
294311
2026-05-13T18:34:37Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294659
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|ADAKAN GERAKAN SUKARELAWAN INDONESIA|||343}}</noinclude>dan pemudi seluruh Indonesia. AJO, TJATATKAN DIRIMU UNTUK MENDJADI SUKARELAWAN UNTUK MENINGGIKAN KETAHANAN REVOLUSI INDONESIA! SIAP-SEDIA MENINGGIKAN KESIAP-SIAGAAN REVOLUSI INDONESIA UNTUK MEMPERTAHANKAN DIRINJA SENDIRI!
Kalau kita diantjam dari luar, Saudara-saudara, djanganlah kita enak-enak duduk ongkang-ongkang didalam. Mari kita semuanja, pemuda-pemudi Indonesia, mendaftarkan diri untuk mendjadi sukarelawan.
Mempertinggi ketahanan Revolusi Indonesia, bukan sadja dalam arti ketahanan Revolusi Indonesia djikalau kita diserang dari luar lalu kita hantam musuh jang menjerang kita dari luar itu, tetapi djuga ketahanan Revolusi didalam arti, sebagai jang diputuskan oleh Tjatur-Tunggal tadi, kita punja swadaya dan swa-sembada kita pertinggikan. Pemuda-pemuda jang nanti mendaftarkan diri bukan akan kita latih untuk berbaris sadja, bukan akan kita latih dalam hal menembak sadja — terus terang, tetapi kita minta, mereka kita kerahkan djuga untuk membantu Rakjat Indonesia mempertinggikan produksi dan lain-lain sebagainja. Segala hal jang bisa meninggikan ketahanan daripada Revolusi Indonesia ini.
Ini adalah, saja kira, satu komando jang tepat sebagai djawaban atas komando Abdul Rahman terhadap kepada bangsanja.
Maka sebagai penutup, Saudara-saudara, berulang-ulang saja katakan, bahwa Revolusi kita ini tidak bisa diselesaikan oleh Sukarno sendiri, tidak bisa diselesaikan oleh Nasution sendiri, meskipun ia adalah K.S.A.B., tidak bisa diselesaikan oleh Jani sendiri, meskipun ia adalah Pangad; tidak bisa diselesaikan oleh Subandrio sendiri, meskipun ia adalah Wakil Perdana Menteri I; tidak bisa diselesaikan oleh Chaerul Saleh sendiri, meskipun ia adalah pemuda jang ternama dikalangan pemuda Indonesia. Tidak! Revolusi Indonesia adalah Revolusi Rakjat Indonesia. Semua potensi daripada Rakjat Indonesia itu harus kita persatukan, harus kita dinamiskan, harus kita offensifkan untuk mempertahankan Revolusi itu.<noinclude></noinclude>
0v9lshallvqi5su666fqw0mwyowg0jj
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/348
104
101478
294313
287029
2026-05-13T13:07:13Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop
294313
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|346{{gap}}ADAKAN GERAKAN SUKARELAWAN INDONESIA}}</noinclude>
Oleh karena itu komando saja djuga kepada Presidium, supaja Tjatur-Tunggal sedjak hari besok pagi dirobah mendjadi Pantja-Tunggal. Bukan sadja Pamongpradja, Angkatan Perang (Angkatan Darat, Angkatan Udara, Angkatan Laut), Angkatan Kepolisian dan Kedjaksaan, bukan sadja empat — tjatur adalah empat — unsur ini, tetapi djadikanlah Pantja-Tunggal, tambah satu lagi, jaitu Front Nasional masukkan dalam Pantja-Tunggal itu. Dengan demikian, maka kita bisa memperlengkapi ketahanan Revolusi kita ini dengan tjara jang benar-benar bersama-sama dengan Rakjat Indonesia, untuk Rakjat Indonesia, oleh Rakjat Indonesia.
Saudara-saudara, saja kira sekian tjukuplah amanat saja. Kerdjakan!***<noinclude></noinclude>
0o3lhly5qz7v2x7itvvkmyxwa5p9of5
294645
294313
2026-05-13T18:18:34Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294645
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|346|||ADAKAN GERAKAN SUKARELAWAN INDONESIA}}</noinclude>
Oleh karena itu komando saja djuga kepada Presidium, supaja Tjatur-Tunggal sedjak hari besok pagi dirobah mendjadi Pantja-Tunggal. Bukan sadja Pamongpradja, Angkatan Perang (Angkatan Darat, Angkatan Udara, Angkatan Laut), Angkatan Kepolisian dan Kedjaksaan, bukan sadja empat — tjatur adalah empat — unsur ini, tetapi djadikanlah Pantja-Tunggal, tambah satu lagi, jaitu Front Nasional masukkan dalam Pantja-Tunggal itu. Dengan demikian, maka kita bisa memperlengkapi ketahanan Revolusi kita ini dengan tjara jang benar-benar bersama-sama dengan Rakjat Indonesia, untuk Rakjat Indonesia, oleh Rakjat Indonesia.
Saudara-saudara, saja kira sekian tjukuplah amanat saja. Kerdjakan!***<noinclude></noinclude>
2i0iyv1hzbqw0fk2jjfbxckd6dhntpi
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/353
104
101480
294314
287033
2026-05-13T13:08:07Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop
294314
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|||BERSIAP-SEDIALAH MENERIMA TUGAS{{gap}}349}}</noinclude>
ingin mendirikan satu Negara merdeka, berwilajah kekuasaan antara Sabang dan Merauke, daerah wilajah jang dulu dinamakan Hindia-Belanda. Pulau-pulau Indonesia, tanah-air Indonesia jang dulu dinamakan Hindia-Belanda, jang dulu ditjaplok oleh imperialisme Belanda, daerah itulah jang hendak kita dirikan diatasnja, Republik Indonesia jang berdaulat penuh dibawah pandji Sang Merah Putih jang kita tjintai. Kita tidak mempunjai aspirasi atau keinginan untuk melebarkan wilajah Republik Indonesia ini diluar daerah jang dulu bernama Hindia-Belanda; tidak mempunjai aspirasi kepada pulau Timor bagian Timur; tidak mempunjai aspirasi kepada Malaya; tidak mempunjai aspirasi kepada Singapura; tidak mempunjai aspirasi kepada Serawak; tidak mempunjai aspirasi kepada Brunai, tidak mempunjai aspirasi kepada Sabah. Samasekali tidak! Tetapi, tetapi, sekali lagi tetapi, kita adalah satu bangsa jang berdjoang untuk menentang, menentang, mentjoba menghantjur-leburkan imperialisme, baik imperialisme jang duduk ditanah air kita, baik imperialisme jang nunggangi kepada kita, dan djuga imperialisme dilain-lain daerah dimuka bumi ini. Oleh karena memang kerangka Revolusi Indonesia berisikan unsur itu.
Saudara-saudara mengetahui, bahwa Revolusi kita ialah berkerangka tiga.
:'''Satu''', mendirikan satu Negara berdaulat merdeka bernama Republik Indonesia, berwilajah kekuasaan dari Sabang sampai Merauke.
:'''Dua''', mendirikan satu masjarakat jang adil dan makmur didalam Republik Indonesia itu.
:'''Tiga''', mengadakan persahabatan dunia.
Dan kita bangsa Indonesia, Saudara-saudara, jakin, jakin, jakin, jakin, bahwa kemakmuran dunia, persahabatan antara bangsa dengan bangsa, persahabatan dan perdamaian dunia, tidak mungkin djikalau didunia ini masih ada imperialisme dan kapitalisme, maka oleh karena itu kita berdjoang terus terhadap kepada imperialisme dimanapun djuga, malahan Saudara-saudara, Saudara-saudara tahu, pada hari-hari ini berkumpullah disini utusan-utusan dari 21 negara, dengan Indonesia 22, untuk mengadakan persiapan daripada Konperensi Asia-Afrika<noinclude></noinclude>
dg3kftpo32nshyeggmt82w3duef9t1h
294647
294314
2026-05-13T18:20:30Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294647
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|BERSIAP-SEDIALAH MENERIMA TUGAS|||349}}</noinclude>ingin mendirikan satu Negara merdeka, berwilajah kekuasaan antara Sabang dan Merauke, daerah wilajah jang dulu dinamakan Hindia-Belanda. Pulau-pulau Indonesia, tanah-air Indonesia jang dulu dinamakan Hindia-Belanda, jang dulu ditjaplok oleh imperialisme Belanda, daerah itulah jang hendak kita dirikan diatasnja, Republik Indonesia jang berdaulat penuh dibawah pandji Sang Merah Putih jang kita tjintai. Kita tidak mempunjai aspirasi atau keinginan untuk melebarkan wilajah Republik Indonesia ini diluar daerah jang dulu bernama Hindia-Belanda; tidak mempunjai aspirasi kepada pulau Timor bagian Timur; tidak mempunjai aspirasi kepada Malaya; tidak mempunjai aspirasi kepada Singapura; tidak mempunjai aspirasi kepada Serawak; tidak mempunjai aspirasi kepada Brunai, tidak mempunjai aspirasi kepada Sabah. Samasekali tidak! Tetapi, tetapi, sekali lagi tetapi, kita adalah satu bangsa jang berdjoang untuk menentang, menentang, mentjoba menghantjur-leburkan imperialisme, baik imperialisme jang duduk ditanah air kita, baik imperialisme jang nunggangi kepada kita, dan djuga imperialisme dilain-lain daerah dimuka bumi ini. Oleh karena memang kerangka Revolusi Indonesia berisikan unsur itu.
Saudara-saudara mengetahui, bahwa Revolusi kita ialah berkerangka tiga.
:'''Satu''', mendirikan satu Negara berdaulat merdeka bernama Republik Indonesia, berwilajah kekuasaan dari Sabang sampai Merauke.
:'''Dua''', mendirikan satu masjarakat jang adil dan makmur didalam Republik Indonesia itu.
:'''Tiga''', mengadakan persahabatan dunia.
Dan kita bangsa Indonesia, Saudara-saudara, jakin, jakin, jakin, jakin, bahwa kemakmuran dunia, persahabatan antara bangsa dengan bangsa, persahabatan dan perdamaian dunia, tidak mungkin djikalau didunia ini masih ada imperialisme dan kapitalisme, maka oleh karena itu kita berdjoang terus terhadap kepada imperialisme dimanapun djuga, malahan Saudara-saudara, Saudara-saudara tahu, pada hari-hari ini berkumpullah disini utusan-utusan dari 21 negara, dengan Indonesia 22, untuk mengadakan persiapan daripada Konperensi Asia-Afrika<noinclude></noinclude>
7svcunp1hpdrnxg593uch26tul8bcwj
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/354
104
101481
294315
287034
2026-05-13T13:08:35Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop, tanda petik
294315
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|350{{gap}}BERSIAP-SEDIALAH MENERIMA TUGAS}}</noinclude>jang kedua. Tidakkah didalam Konperensi Asia-Afrika jang kesatu tahun 1955, seia-sekata, telah ditetapkan oleh Konperensi Asia-Afrika jang pertama itu, bahwa Rakjat-rakjat Asia dan Afrika akan berdjoang menentang imperialisme didalam segala bentuknja, imperialisme dimanapun djuga.
Nah, Saudara-saudara, kita mengetahui bahwa daerah Kalimantan Utara diduduki oleh imperialisme, bahwa daerah lain-lain didunia diduduki oleh imperialisme, dan kita mengetahui bahwa Rakjat disanapun berdjoang menentang imperialisme itu. Adalah satu kewadjiban kita Saudara-saudara memberi bantuan kepada Rakjat Kalimantan Utara itu. Tidakkah dulu kita memberi bantuan kepada perdjoangan Aldjazair, Saudara-saudara ?
Ja, tanpa tédèng aling-aling, saja berkata, bukan sadja Indonesia mengakui Pemerintah revolusioner Aldjazair, tetapi Indonesia memberi bantuan djuga materiil kepada revolusi Aldjazair itu. Oleh karena revolusi Aldjazair adalah satu revolusi anti imperialisme dan oleh karena Indonesia anti imperialisme dan jang telah bersumpah, berdjoang terus menentang tiap-tiap imperialisme dimuka bumi ini dan dimanapun adanja. Oleh karena imperialisme djikalau belum dikikis habis dari muka bumi ini, tak mungkin didunia ini akan bisa ada perdamaian, tak mungkin didunia ini akan ada kemakmuran, tak mungkin didunia ini akan ada persahabatan antara bangsa-bangsa, sebagai termaktub didalam kerangka-ketiga daripada Revolusi Indonesia, revolusi maha-agung jang dikagumi oleh seluruh manusia didunia ini.
Saudara-saudara, saja pernah berkata, saja tahu, tahu, tahu segala seluk-beluk ,,Malaysia" itu, kita tidak anti Rakjat Malaya, — hai Rakjat Malaya dengarkan —, kami bangsa Indonesia tidak menentang kepada kamu Rakjat Malaya, tidak! Kami tidak menentang dan bermusuhan dengan Rakjat Singapura, kami tidak menentang dan bermusuhan dengan Rakjat Serawak, tidak menentang dan bermusuhan dengan Rakjat Brunei, tidak menentang kepada Rakjat Sabah, sama sekali tidak. Jang kami tentang, jang kami akan ganjang, Saudara-saudara, ialah neo-kolonialisme, imperialisme jang nongkrong dipundaknja<noinclude></noinclude>
2vipk7u0nnj35dwoyq9q9z9hdh8n0yw
294649
294315
2026-05-13T18:23:00Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294649
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|350|BERSIAP-SEDIALAH MENERIMA TUGAS}}</noinclude>jang kedua. Tidakkah didalam Konperensi Asia-Afrika jang kesatu tahun 1955, seia-sekata, telah ditetapkan oleh Konperensi Asia-Afrika jang pertama itu, bahwa Rakjat-rakjat Asia dan Afrika akan berdjoang menentang imperialisme didalam segala bentuknja, imperialisme dimanapun djuga.
Nah, Saudara-saudara, kita mengetahui bahwa daerah Kalimantan Utara diduduki oleh imperialisme, bahwa daerah lain-lain didunia diduduki oleh imperialisme, dan kita mengetahui bahwa Rakjat disanapun berdjoang menentang imperialisme itu. Adalah satu kewadjiban kita Saudara-saudara memberi bantuan kepada Rakjat Kalimantan Utara itu. Tidakkah dulu kita memberi bantuan kepada perdjoangan Aldjazair, Saudara-saudara ?
Ja, tanpa tédèng aling-aling, saja berkata, bukan sadja Indonesia mengakui Pemerintah revolusioner Aldjazair, tetapi Indonesia memberi bantuan djuga materiil kepada revolusi Aldjazair itu. Oleh karena revolusi Aldjazair adalah satu revolusi anti imperialisme dan oleh karena Indonesia anti imperialisme dan jang telah bersumpah, berdjoang terus menentang tiap-tiap imperialisme dimuka bumi ini dan dimanapun adanja. Oleh karena imperialisme djikalau belum dikikis habis dari muka bumi ini, tak mungkin didunia ini akan bisa ada perdamaian, tak mungkin didunia ini akan ada kemakmuran, tak mungkin didunia ini akan ada persahabatan antara bangsa-bangsa, sebagai termaktub didalam kerangka-ketiga daripada Revolusi Indonesia, revolusi maha-agung jang dikagumi oleh seluruh manusia didunia ini.
Saudara-saudara, saja pernah berkata, saja tahu, tahu, tahu segala seluk-beluk ,,Malaysia" itu, kita tidak anti Rakjat Malaya, — hai Rakjat Malaya dengarkan —, kami bangsa Indonesia tidak menentang kepada kamu Rakjat Malaya, tidak! Kami tidak menentang dan bermusuhan dengan Rakjat Singapura, kami tidak menentang dan bermusuhan dengan Rakjat Serawak, tidak menentang dan bermusuhan dengan Rakjat Brunei, tidak menentang kepada Rakjat Sabah, sama sekali tidak. Jang kami tentang, jang kami akan ganjang, Saudara-saudara, ialah neo-kolonialisme, imperialisme jang nongkrong dipundaknja<noinclude></noinclude>
0n27d4fj13aysttt44q727gg4pq0x53
294650
294649
2026-05-13T18:23:17Z
Arymuslichudin
24021
294650
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|350|||BERSIAP-SEDIALAH MENERIMA TUGAS}}</noinclude>jang kedua. Tidakkah didalam Konperensi Asia-Afrika jang kesatu tahun 1955, seia-sekata, telah ditetapkan oleh Konperensi Asia-Afrika jang pertama itu, bahwa Rakjat-rakjat Asia dan Afrika akan berdjoang menentang imperialisme didalam segala bentuknja, imperialisme dimanapun djuga.
Nah, Saudara-saudara, kita mengetahui bahwa daerah Kalimantan Utara diduduki oleh imperialisme, bahwa daerah lain-lain didunia diduduki oleh imperialisme, dan kita mengetahui bahwa Rakjat disanapun berdjoang menentang imperialisme itu. Adalah satu kewadjiban kita Saudara-saudara memberi bantuan kepada Rakjat Kalimantan Utara itu. Tidakkah dulu kita memberi bantuan kepada perdjoangan Aldjazair, Saudara-saudara ?
Ja, tanpa tédèng aling-aling, saja berkata, bukan sadja Indonesia mengakui Pemerintah revolusioner Aldjazair, tetapi Indonesia memberi bantuan djuga materiil kepada revolusi Aldjazair itu. Oleh karena revolusi Aldjazair adalah satu revolusi anti imperialisme dan oleh karena Indonesia anti imperialisme dan jang telah bersumpah, berdjoang terus menentang tiap-tiap imperialisme dimuka bumi ini dan dimanapun adanja. Oleh karena imperialisme djikalau belum dikikis habis dari muka bumi ini, tak mungkin didunia ini akan bisa ada perdamaian, tak mungkin didunia ini akan ada kemakmuran, tak mungkin didunia ini akan ada persahabatan antara bangsa-bangsa, sebagai termaktub didalam kerangka-ketiga daripada Revolusi Indonesia, revolusi maha-agung jang dikagumi oleh seluruh manusia didunia ini.
Saudara-saudara, saja pernah berkata, saja tahu, tahu, tahu segala seluk-beluk ,,Malaysia" itu, kita tidak anti Rakjat Malaya, — hai Rakjat Malaya dengarkan —, kami bangsa Indonesia tidak menentang kepada kamu Rakjat Malaya, tidak! Kami tidak menentang dan bermusuhan dengan Rakjat Singapura, kami tidak menentang dan bermusuhan dengan Rakjat Serawak, tidak menentang dan bermusuhan dengan Rakjat Brunei, tidak menentang kepada Rakjat Sabah, sama sekali tidak. Jang kami tentang, jang kami akan ganjang, Saudara-saudara, ialah neo-kolonialisme, imperialisme jang nongkrong dipundaknja<noinclude></noinclude>
g9l475l48i55pig6dl4ye8hkhh96vxa
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/355
104
101482
294316
287035
2026-05-13T13:09:03Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop sesuaikan dengan teks aslinya
294316
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|||BERSIAP-SEDIALAH MENERIMA TUGAS{{gap}}351}}</noinclude>'''Rakjat-rakjat Malaya, Singapura, Serawak, Brunai dan Sabah''' itu. Dan saja tadi berkata, saja tahu, tahu, tahu seluk-beluk ini, saja tahu bahwa „Malaysia” adalah satu konsep neo-kolonialisme. Pertjajalah Saudara-saudara, kalau saja malahan tahu orangnja, orang Inggeris; orangnja saja kenal hidungnja Saudara-saudara, jang mendjadi arsitek dari „Malaysia” ini. Saja pernah bitjara dengan dia, pernah bitjara dengan dia, tatkala dia mentjoba mengadjak saja untuk menjetudjui „Malaysia”, ooh djauh sebelum Tengku Abdul Rahman tampil kemuka. Pada waktu saja belum lama duduk di Istana Merdeka ini, Saudara, seorang Inggeris datang bitjara dengan saja mengenai tjita-tjitanja, tjita-tjita negerinja untuk mengadakan „Malaysia”. Boleh ditjatat oleh wartawan-wartawan asing; hai wartawan-wartawan Indonesia, terangkan, terangkan kepada wartawan-wartawan asing itu apa jang saja katakan, sebab mereka itu kadang-kadang ngarang sendiri, tidak mengerti pidato saja itu. Terangkan kepada mereka, bahwa saja Sukarno, Presiden Republik Indonesia/Panglima Tertinggi Angkatan Bersendjata Republik Indonesia/Pemimpin Besar Revolusi Indonesia berkata, bahwa ia, pada waktu ia belum lama duduk di Istana Merdeka ini, pernah bitjara dengan orang Inggeris, arsitek utama daripada „Malaysia” itu. Saja tahu segala seluk-beluk „Malaysia” ini. Kok lantas dikatakan, hée, Republik Indonesia mau mentjaplok Malaya, Republik Indonesia mau mentjaplok Singapura, Republik Indonesia mau mentjaplok Serawak, Brunai, Sabah; Nauzubillah min dzalik, tidak, Saudara-saudara, tidak. Malahan saja terangkan djelas, djelas, djelas kepada beberapa wakil negara asing disini, Indonesia setudju diadakan Malaya merdeka jang penuh, djangan Malaya ditongkrongi oleh imperialis, pura-pura dinamakan merdeka, tetapi sebetulnja ditongkrongi oleh imperialis. Sajapun pribadi setudju Malaya merdeka, setudju Singapura merdeka, setudju adanja Serawak merdeka, setudju adanja Brunai merdeka, setudju adanja Sabah merdeka. Setudju, malahan kami bantu; bantu kepada Rakjat Malaya, bantu kepada Rakjat Singapura, bantu kepada Rakjat Serawak, bantu kepada Rakjat Brunai, bantu kepada Rakjat Sabah didalam perdjoangan mereka untuk melepaskan dirinja daripada imperialisme ini. Dan kami setu-<noinclude></noinclude>
n48qverxmzelflrfj2q4x28zy9fz8as
294652
294316
2026-05-13T18:25:02Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294652
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|BERSIAP-SEDIALAH MENERIMA TUGAS|||351}}</noinclude>'''Rakjat-rakjat Malaya, Singapura, Serawak, Brunai dan Sabah''' itu. Dan saja tadi berkata, saja tahu, tahu, tahu seluk-beluk ini, saja tahu bahwa „Malaysia” adalah satu konsep neo-kolonialisme. Pertjajalah Saudara-saudara, kalau saja malahan tahu orangnja, orang Inggeris; orangnja saja kenal hidungnja Saudara-saudara, jang mendjadi arsitek dari „Malaysia” ini. Saja pernah bitjara dengan dia, pernah bitjara dengan dia, tatkala dia mentjoba mengadjak saja untuk menjetudjui „Malaysia”, ooh djauh sebelum Tengku Abdul Rahman tampil kemuka. Pada waktu saja belum lama duduk di Istana Merdeka ini, Saudara, seorang Inggeris datang bitjara dengan saja mengenai tjita-tjitanja, tjita-tjita negerinja untuk mengadakan „Malaysia”. Boleh ditjatat oleh wartawan-wartawan asing; hai wartawan-wartawan Indonesia, terangkan, terangkan kepada wartawan-wartawan asing itu apa jang saja katakan, sebab mereka itu kadang-kadang ngarang sendiri, tidak mengerti pidato saja itu. Terangkan kepada mereka, bahwa saja Sukarno, Presiden Republik Indonesia/Panglima Tertinggi Angkatan Bersendjata Republik Indonesia/Pemimpin Besar Revolusi Indonesia berkata, bahwa ia, pada waktu ia belum lama duduk di Istana Merdeka ini, pernah bitjara dengan orang Inggeris, arsitek utama daripada „Malaysia” itu. Saja tahu segala seluk-beluk „Malaysia” ini. Kok lantas dikatakan, hée, Republik Indonesia mau mentjaplok Malaya, Republik Indonesia mau mentjaplok Singapura, Republik Indonesia mau mentjaplok Serawak, Brunai, Sabah; Nauzubillah min dzalik, tidak, Saudara-saudara, tidak. Malahan saja terangkan djelas, djelas, djelas kepada beberapa wakil negara asing disini, Indonesia setudju diadakan Malaya merdeka jang penuh, djangan Malaya ditongkrongi oleh imperialis, pura-pura dinamakan merdeka, tetapi sebetulnja ditongkrongi oleh imperialis. Sajapun pribadi setudju Malaya merdeka, setudju Singapura merdeka, setudju adanja Serawak merdeka, setudju adanja Brunai merdeka, setudju adanja Sabah merdeka. Setudju, malahan kami bantu; bantu kepada Rakjat Malaya, bantu kepada Rakjat Singapura, bantu kepada Rakjat Serawak, bantu kepada Rakjat Brunai, bantu kepada Rakjat Sabah didalam perdjoangan mereka untuk melepaskan dirinja daripada imperialisme ini. Dan kami {{hws|setu|setudju}}<noinclude></noinclude>
g3qhd00e7motsoom8diq4i49hvthv3c
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/356
104
101483
294317
287036
2026-05-13T13:09:32Z
Riiiv
22458
/* Belum diuji baca */ kop, tanda petik
294317
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Riiiv" />{{rh|352{{gap}}BERSIAP-SEDIALAH MENERIMA TUGAS}}</noinclude>dju, Saudara-saudara tjatat, tjatat, tjatat, wartawan asing tjatat, ketjuali kami setudju Malaya merdeka, Singapura mer-deka, Sabah merdeka, Brunai merdeka, Serawak merdeka, — Sabah merdeka dalam gabungan Philipina atau tidak, terserah kepada Rakjat Sabah sendiri, Saudara-saudara —, ketjuali saja setudju bagian-bagian ini merdeka penuh, dan oleh karena itulah kami memberi bantuan kepada perdjoangan mereka untuk mendjadi merdeka, kami setudju nanti diadakan satu gabungan besar, jang dalam bahasa Inggeris-nja saja namakan "a greater Maphilindo", gabungan besar antara Philipina, Malaya, Singapura, Serawak, Sabah, Brunai, Indonesia, "a greater Maphilindo". Bukan "Malaysia" sebagai sekarang ini, Saudara-saudara, jang djelas adalah ditongkrongi oleh impe-rialisme, bahkan konsepsi daripada imperialisme.
Nah, saja senang Saudara berkata "mufakat" dan memang demikianlah Rakjat Indonesia punja tekad, Saudara-saudara.
Jah tatkala mula-mula ada gégér tentang hal "Malaysia" ini, sebagai Saudara-saudara ketahui, saja mengadakan per-temuan dengan Tengku Abdul Rahman Putra di Tokyo, bitjara dengan beliau, Tengku Abdul Rahman Putra, senjum sama senjum, ketawa sama ketawa. Ja, kemudian sesudah di Tokyo itu, Saudara-saudara, kami, Tengku Abdul Rahman Putra, Presiden Macapagal, Presiden Sukarno, mengadakan pertemuan tingkat tinggi di Manila, dan di Manila itu dibitjarakan hal "Malaysia". Di Manila ini dibitjarakan bahwa kami bangsa Indonesia tidak setudju dengan konsepsi "Malaysia" neo-kolonialis, tetapi kami, malahan kami jang mengusulkan supaja di Kalimantan Utara diadakan satu penjelidikan oleh P.B.B.: ditanja kepada Rakjat Kalimantan Utara setudju apa tidak dengan "Malaysia". Dan kami tegaskan dengan djelas didalam persetudjuan Manila ini, jang namanja Manila Accord, bahwa penjelidikan ini harus didjalankan menurut garis-garis de-mokratis, "along democratic procedure". Malah kami dengan tegas, tegas, tegas, — bisa dibatja hitam diatas putih —, penjelidikan akan kehendak dan perasaan Rakjat Kalimantan Utara ini harus didjalankan sesuai dengan resolusi P.B.B.<noinclude></noinclude>
go86vanr6kxt0ozcgfh6s7gjcg675su
294726
294317
2026-05-13T20:01:53Z
Aeia aai
24023
/* Telah diuji baca */
294726
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|352||BERSIAP-SEDIALAH MENERIMA TUGAS}}</noinclude>{{hwe|dju|setudju}}, Saudara-saudara tjatat, tjatat, tjatat, wartawan asing tjatat, ketjuali kami setudju Malaya merdeka, Singapura merdeka, Sabah merdeka, Brunai merdeka, Serawak merdeka, — Sabah merdeka dalam gabungan Philipina atau tidak, terserah kepada Rakjat Sabah sendiri, Saudara-saudara —, ketjuali saja setudju bagian-bagian ini merdeka penuh, dan oleh karena itulah kami memberi bantuan kepada perdjoangan mereka untuk mendjadi merdeka, '''kami setudju nanti diadakan satu gabungan besar, jang dalam bahasa Inggeris-nja saja namakan ”a greater Maphilindo”, gabungan besar antara Philipina, Malaya, Singapura, Serawak, Sabah, Brunai, Indonesia, ”a greater Maphilindo”.''' Bukan ”Malaysia” sebagai sekarang ini, Saudara-saudara, jang djelas adalah ditongkrongi oleh imperialisme, bahkan konsepsi daripada imperialisme.
Nah, saja senang Saudara berkata „mufakat” dan memang demikianlah Rakjat Indonesia punja tekad, Saudara-saudara.
Jah tatkala mula-mula ada gégér tentang hal „Malaysia” ini, sebagai Saudara-saudara ketahui, saja mengadakan pertemuan dengan Tengku Abdul Rahman Putra di Tokyo, bitjara dengan beliau, Tengku Abdul Rahman Putra, senjum sama senjum, ketawa sama ketawa. Ja, kemudian sesudah di Tokyo itu, Saudara-saudara, kami, Tengku Abdul Rahman Putra, Presiden Macapagal, Presiden Sukarno, mengadakan pertemuan tingkat tinggi di Manila, dan di Manila itu dibitjarakan hal „Malaysia”. Di Manila ini dibitjarakan bahwa kami bangsa Indonesia tidak setudju dengan konsepsi „Malaysia” neo-kolonialis, tetapi kami, malahan kami jang mengusulkan supaja di Kalimantan Utara diadakan satu penjelidikan oleh P.B.B.: ditanja kepada Rakjat Kalimantan Utara setudju apa tidak dengan „Malaysia”. Dan kami tegaskan dengan djelas didalam persetudjuan Manila ini, jang namanja Manila Accord, bahwa penjelidikan ini harus didjalankan menurut garis-garis de-mokratis, ”along democratic procedure”. Malah kami dengan tegas, tegas, tegas, — bisa dibatja hitam diatas putih —, penjelidikan akan kehendak dan perasaan Rakjat Kalimantan Utara ini harus didjalankan sesuai dengan resolusi P.B.B.<noinclude></noinclude>
ipu7u7amgr7u0qnnixhgp1bbcjbtk5v
294883
294726
2026-05-14T03:13:11Z
Ars-arsa
26526
/* Validated */
294883
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh|352||BERSIAP-SEDIALAH MENERIMA TUGAS}}</noinclude>{{hwe|dju|setudju}}, Saudara-saudara tjatat, tjatat, tjatat, wartawan asing tjatat, ketjuali kami setudju Malaya merdeka, Singapura merdeka, Sabah merdeka, Brunai merdeka, Serawak merdeka, — Sabah merdeka dalam gabungan Philipina atau tidak, terserah kepada Rakjat Sabah sendiri, Saudara-saudara —, ketjuali saja setudju bagian-bagian ini merdeka penuh, dan oleh karena itulah kami memberi bantuan kepada perdjoangan mereka untuk mendjadi merdeka, '''kami setudju nanti diadakan satu gabungan besar, jang dalam bahasa Inggeris-nja saja namakan ”a greater Maphilindo”, gabungan besar antara Philipina, Malaya, Singapura, Serawak, Sabah, Brunai, Indonesia, ”a greater Maphilindo”.''' Bukan ”Malaysia” sebagai sekarang ini, Saudara-saudara, jang djelas adalah ditongkrongi oleh imperialisme, bahkan konsepsi daripada imperialisme.
Nah, saja senang Saudara berkata „mufakat” dan memang demikianlah Rakjat Indonesia punja tekad, Saudara-saudara.
Jah tatkala mula-mula ada gégér tentang hal „Malaysia” ini, sebagai Saudara-saudara ketahui, saja mengadakan pertemuan dengan Tengku Abdul Rahman Putra di Tokyo, bitjara dengan beliau, Tengku Abdul Rahman Putra, senjum sama senjum, ketawa sama ketawa. Ja, kemudian sesudah di Tokyo itu, Saudara-saudara, kami, Tengku Abdul Rahman Putra, Presiden Macapagal, Presiden Sukarno, mengadakan pertemuan tingkat tinggi di Manila, dan di Manila itu dibitjarakan hal „Malaysia”. Di Manila ini dibitjarakan bahwa kami bangsa Indonesia tidak setudju dengan konsepsi „Malaysia” neo-kolonialis, tetapi kami, malahan kami jang mengusulkan supaja di Kalimantan Utara diadakan satu penjelidikan oleh P.B.B.: ditanja kepada Rakjat Kalimantan Utara setudju apa tidak dengan „Malaysia”. Dan kami tegaskan dengan djelas didalam persetudjuan Manila ini, jang namanja Manila Accord, bahwa penjelidikan ini harus didjalankan menurut garis-garis de-mokratis, ”along democratic procedure”. Malah kami dengan tegas, tegas, tegas, — bisa dibatja hitam diatas putih —, penjelidikan akan kehendak dan perasaan Rakjat Kalimantan Utara ini harus didjalankan sesuai dengan resolusi P.B.B.<noinclude></noinclude>
sn3x68lq2gzq2yqp3q5ccn33v3neobd
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/357
104
101484
294318
287037
2026-05-13T13:09:53Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop
294318
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|||BERSIAP-SEDIALAH MENERIMA TUGAS{{gap}}353}}</noinclude>no. 1541. Djelas ini, sebab ada di P.B.B resolusi ini, 1541, resolution number one-five-four-one. Malahan kami sebutkan, dari resolusi ini ajat (b), Prinsip IX dari Lampirannja. Gamblang, Saudara-saudara, kami mempersilahkan United Nations atau Sekdjen P.B.B. mengadakan penjelidikan di Kalimantan Utara, menurut aturan demokrasi ini, resolusi 1541 P.B.B. mengenai dekolonisasi, ajat (b) Prinsip IX, djelas, djelas. Maka kami didalam Manila Accord itu, di Manila, jaitu Sukarno, Macapagal, Abdul Rahman Putra, kami berdjandji, djikalau sebagai hasil dari penjelidikan jang demokratis ini ternjata bahwa Rakjat Kalimantan Utara setudju dengan „Malaysia”, kami Indonesia, djuga Philipina akan welcome „Malaysia” ini, akan menerima baik „Malaysia” ini, akan menghormati „Malaysia” ini, akan mengakui „Malaysia” ini. Ini kan djelas, Saudara-saudara, pendirian kami, djadi kami tidak semau-mau kami sadja mengatakan, hé, „Malaysia” kami tidak mau menerima, „Malaysia” tidak mau kami akui, tidak, malahan kami mempersilahkan P.B.B. Kami merasa bahwa „Malaysia” itu adalah satu hal jang ditunggangkan kepada Rakjat di Kalimantan Utara dan di Malaya. Oleh karena itu, ja, kalau memang menghendaki supaja kami mengakui „Malaysia”, menerima „Malaysia”, adakanlah penjelidikan lebih dahulu, "along democratic procedure", dengan tjara-tjara jang demokratis, bahkan kami tentukan, kami tuliskan dengan gamblang, dengan djelas, hitam diatas putih, menurut resolusi 1541 ajat (b) Prinsip IX daripada P.B.B.
Nah, Saudara-saudara, kami tunggu-tunggu, tunggu-tunggu penjelidikan ini, kami tunggu-tunggu djuga dengan hati jang ja, demokratis, sebab didalam Manila Accord, Persetudjuan Manila itu djuga disebutkan bahwa kami boleh mengirimkan penindjau-penindjau ke Kalimantan Utara itu pada waktu diadakan penjelidikan, — observers katanja dalam bahasa Inggris —, dibolehkan mengirim observers ke Kalimantan Utara, baik Indonesia maupun Philipina. Malahan Tengku Abdul Rahman Putra di Manila itu berkata, sah, O.K., O.K., you may send observers, boleh mengirim observers, malahan djangan satu-dua, ratusan observers boleh, katanja. Wah kami gembira sekali boleh mengirim ratusan observers untuk melihat, mengawasi penjelidikan suara rakjat ini. Tetapi apa lathur,
166/B ( 23)<noinclude></noinclude>
gyxterqpb2xpzliaejwdgxfmgh8t2wy
294583
294318
2026-05-13T16:45:55Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294583
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{left sidenote|BERSIAP-SEDIALAH MENERIMA TUGAS}}{{right sidenote|353}}</noinclude>no. 1541. Djelas ini, sebab ada di P.B.B resolusi ini, 1541, resolution number one-five-four-one. Malahan kami sebutkan, dari resolusi ini ajat (b), Prinsip IX dari Lampirannja. Gamblang, Saudara-saudara, kami mempersilahkan United Nations atau Sekdjen P.B.B. mengadakan penjelidikan di Kalimantan Utara, menurut aturan demokrasi ini, resolusi 1541 P.B.B. mengenai dekolonisasi, ajat (b) Prinsip IX, djelas, djelas. Maka kami didalam Manila Accord itu, di Manila, jaitu Sukarno, Macapagal, Abdul Rahman Putra, kami berdjandji, djikalau sebagai hasil dari penjelidikan jang demokratis ini ternjata bahwa Rakjat Kalimantan Utara setudju dengan „Malaysia”, kami Indonesia, djuga Philipina akan welcome „Malaysia” ini, akan menerima baik „Malaysia” ini, akan menghormati „Malaysia” ini, akan mengakui „Malaysia” ini. Ini kan djelas, Saudara-saudara, pendirian kami, djadi kami tidak semau-mau kami sadja mengatakan, hé, „Malaysia” kami tidak mau menerima, „Malaysia” tidak mau kami akui, tidak, malahan kami mempersilahkan P.B.B. Kami merasa bahwa „Malaysia” itu adalah satu hal jang ditunggangkan kepada Rakjat di Kalimantan Utara dan di Malaya. Oleh karena itu, ja, kalau memang menghendaki supaja kami mengakui „Malaysia”, menerima „Malaysia”, adakanlah penjelidikan lebih dahulu, "along democratic procedure", dengan tjara-tjara jang demokratis, bahkan kami tentukan, kami tuliskan dengan gamblang, dengan djelas, hitam diatas putih, menurut resolusi 1541 ajat (b) Prinsip IX daripada P.B.B.
Nah, Saudara-saudara, kami tunggu-tunggu, tunggu-tunggu penjelidikan ini, kami tunggu-tunggu djuga dengan hati jang ja, demokratis, sebab didalam Manila Accord, Persetudjuan Manila itu djuga disebutkan bahwa kami boleh mengirimkan penindjau-penindjau ke Kalimantan Utara itu pada waktu diadakan penjelidikan, — observers katanja dalam bahasa Inggris —, dibolehkan mengirim observers ke Kalimantan Utara, baik Indonesia maupun Philipina. Malahan Tengku Abdul Rahman Putra di Manila itu berkata, sah, O.K., O.K., you may send observers, boleh mengirim observers, malahan djangan satu-dua, ratusan observers boleh, katanja. Wah kami gembira sekali boleh mengirim ratusan observers untuk melihat, mengawasi penjelidikan suara rakjat ini. Tetapi apa lathur,
166/B (23)<noinclude></noinclude>
ftwddqh23w0in72w0uraezihqkwayrd
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/358
104
101485
294320
287038
2026-05-13T13:10:17Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop, tanda petik
294320
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|354{{gap}}BERSIAP-SEDIALAH MENERIMA TUGAS}}</noinclude>Saudara-saudara, apa jang terdjadi ? Dikirim ke Kalimantan Utara utusan P.B.B. jang bernama Michelmore. Ingat nama itu ? Michelmore. Dan Michelmore ini bekerdja tidak menurut aturan-aturan demokratis, tidak menurut aturan 1541 resolusi P.B.B. ajat (b) Prinsip IX; tidak, ia mengadakan penjelidikan ini, hanja didalam beberapa hari sadja, Saudara-saudara. Dan kami mau mengirimkan observers, penindjau-penindjau, dipersulit oleh pihak Inggeris sampai èngkèl-èngkèlan. Èngkèl-èngkèlan perkara observers, achirnja Saudara-saudara, achirnja sesudah beberapa hari èngkèl-èngkèlan, kami dibolehkan mengirim observers hanja beberapa „ekor" sadja, Saudara-saudara.
Dan sebagai tadi sadja katakan, Michelmore tidak bekerdja setjara demokratis. Bagaimana tjara bekerdjandja ? Orang dipanggil, tidak dibawah pohon asam, sehingga ni-orang itu tenang; tidak, dipanggil kedalam gedung madjelis, dipanggil kedalam gedung jang sedikitnja seperti Istana Merdeka ini, Saudara-saudara, disitu ditaruh microfoon, kanan-kiri pengawal bersendjata dengan bajonet, revolver, pelor-pelor. Orang-orang itu dibawa masuk gedung-gedung jang demikian itu, lantas ditanja: Engkau setudju dengan „Malaysia"? Ja, kebanjakan, Saudara-saudara, mendjawab: Yes Sir, yes Sir, I am pro „Malaysia". Ada jang berani, Saudara-saudara, berkata: No, no, saja tidak setudju „Malaysia". Malahan saja berkata kemudian, saja betul-betul kagum keberanian orang-orang jang berani mendjawab „No", Lha wong didalam gedung jang megah, Saudara-saudara, lebih megah daripada Istana Merdeka ini, kanan-kiri orang jang bersendjata, orang Inggeris, hidungnja mantjung-mantjung, matanja hidjau-hidjau, bawa senapan, bajonet, revolver. Jang berani mendjawab no, itu sebetulnja sudah pemberani, sungguh pemberani, Saudara-saudara. Dan djumlahnja jang dipanggil itu berapa ? Apa engkau kira bahwa tiap-tiap orang dipanggil ? Atau tiap-tiap orang jang berpengaruh dipanggil ? Tidak, jang dipanggil itu hanja beberapa ratus sadja, padahal rakjat di Kalimantan Utara itu bukan seribu, dua-ribu, empat-ribu; ratusan ribu, Saudara-saudara, rakjat disana itu. Jang ditanja hanja beberapa orang sadja. Dan pertanjaan ini hanja beberapa hari sadja.<noinclude></noinclude>
imafoeknwh43xhurx11l25qv97iqn1s
294745
294320
2026-05-13T23:02:10Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
294745
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" />{{rh|354||BERSIAP-SEDIALAH MENERIMA TUGAS}}</noinclude>Saudara-saudara, apa jang terdjadi ? Dikirim ke Kalimantan Utara utusan P.B.B. jang bernama Michelmore. Ingat nama itu ? Michelmore. Dan Michelmore ini bekerdja tidak menurut aturan-aturan demokratis, tidak menurut aturan 1541 resolusi P.B.B. ajat (b) Prinsip IX; tidak, ia mengadakan penjelidikan ini, hanja didalam beberapa hari sadja, Saudara-saudara. Dan kami mau mengirimkan observers, penindjau-penindjau, dipersulit oleh pihak Inggeris sampai èngkèl-èngkèlan. Èngkèl-èngkèlan perkara observers, achirnja Saudara-saudara, achirnja sesudah beberapa hari èngkèl-èngkèlan, kami dibolehkan mengirim observers hanja beberapa „ekor” sadja, Saudara-saudara.
Dan sebagai tadi sadja katakan, Michelmore tidak bekerdja setjara demokratis. Bagaimana tjara bekerdjandja ? Orang dipanggil, tidak dibawah pohon asam, sehingga ni-orang itu tenang; tidak, dipanggil kedalam gedung madjelis, dipanggil kedalam gedung jang sedikitnja seperti Istana Merdeka ini, Saudara-saudara, disitu ditaruh microfoon, kanan-kiri pengawal bersendjata dengan bajonet, revolver, pelor-pelor. Orang-orang itu dibawa masuk gedung-gedung jang demikian itu, lantas ditanja: Engkau setudju dengan „Malaysia”? Ja, kebanjakan, Saudara-saudara, mendjawab: Yes Sir, yes Sir, I am pro „Malaysia”. Ada jang berani, Saudara-saudara, berkata: No, no, saja tidak setudju „Malaysia”. Malahan saja berkata kemudian, saja betul-betul kagum keberanian orang-orang jang berani mendjawab „No”, Lha wong didalam gedung jang megah, Saudara-saudara, lebih megah daripada Istana Merdeka ini, kanan-kiri orang jang bersendjata, orang Inggeris, hidungnja mantjung-mantjung, matanja hidjau-hidjau, bawa senapan, bajonet, revolver. Jang berani mendjawab no, itu sebetulnja sudah pemberani, sungguh pemberani, Saudara-saudara. Dan djumlahnja jang dipanggil itu berapa ? Apa engkau kira bahwa tiap-tiap orang dipanggil ? Atau tiap-tiap orang jang berpengaruh dipanggil ? Tidak, jang dipanggil itu hanja beberapa ratus sadja, padahal rakjat di Kalimantan Utara itu bukan seribu, dua-ribu, empat-ribu; ratusan ribu, Saudara-saudara, rakjat disana itu. Jang ditanja hanja beberapa orang sadja. Dan pertanjaan ini hanja beberapa hari sadja.<noinclude></noinclude>
7e4z5o4fbf478yh9qqczg1k5c9qop8u
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/359
104
101486
294321
287039
2026-05-13T13:10:52Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop, tanda petik
294321
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|||BERSIAP-SEDIALAH MENERIMA TUGAS{{gap}}355}}</noinclude>padahal wilajah Kalimantan Utara itu, Saudara-saudara, sebagai Saudara-saudara ketahui lebar sekali, lebih lebar daripada pulau Djawa ini. Demikian pula didalam Manila Accord ditentukan, Saudara-saudara, bahwa pemimpin-pemimpin jang sedang ditahan oleh Inggeris, itu harus didengar pula, ditanja pula, djadi semua pemimpin-pemimpin Kalimantan Utara jang sedang diringkukkan didalam pendjara, beratus-ratus mereka itu, harus didengar pula. Kiranja berapa didengar, Saudara-saudara ? Sekali lagi sadja maaf, memakai perkataan jang kasar, hanja beberapa ekor sadja, dipanggil dan ditanja : Are you pro "Malaysia"? No, Sir. Hanja beberapa ekor sadja, Saudara-saudara. Dan segala apa jang didjalankan oleh Michelmore atas nama P.B.B. tidak sesuai dengan democratic procedure, tidak sesuai dengan resolusi 1541, tidak sesuai dengan ajat (b) Prinsip IX jang sudah diterima baik oleh Macapagal, Sukarno, Tengku Abdul Rahman Putra.
Maka terdjadilah satu hal jang lebih lagi menjakiti hati kami. Sebelum Michelmore selesai dengan pekerdjaannja, jang nota bene djuga hanja beberapa hari ini, sebelum Michelmore selesai dengan pekerdjaannja itu, pada tanggal 16 September, Inggeris dan Tengku telah memproklamirkan „Malaysia". Tidak mau menunggu sampai ja, hasilnja Michelmore itu, tidak. Sebelum Michelmore selesai dengan pekerdjaannja, pada tanggal 16 September sudah mereka memproklamirkan „Malaysia". Itu kami anggap sebagai satu hinaan besar. Saudara-saudara, terhadap kepada Indonesia dan terhadap kepada Philipina.<noinclude></noinclude>
994keppn7mubs0t77l7warlvb8d7cgf
294746
294321
2026-05-13T23:25:34Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
294746
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" />{{rh|BERSIAP-SEDIALAH MENERIMA TUGAS||355}}</noinclude>padahal wilajah Kalimantan Utara itu, Saudara-saudara, sebagai Saudara-saudara ketahui lebar sekali, lebih lebar daripada pulau Djawa ini. Demikian pula didalam Manila Accord ditentukan, Saudara-saudara, bahwa pemimpin-pemimpin jang sedang ditahan oleh Inggeris, itu harus didengar pula, ditanja pula, djadi semua pemimpin-pemimpin Kalimantan Utara jang sedang diringkukkan didalam pendjara, beratus-ratus mereka itu, harus didengar pula. Kiranja berapa didengar, Saudara-saudara ? Sekali lagi sadja maaf, memakai perkataan jang kasar, hanja beberapa ekor sadja, dipanggil dan ditanja : Are you pro ”Malaysia”? No, Sir. Hanja beberapa ekor sadja, Saudara-saudara. Dan segala apa jang didjalankan oleh Michelmore atas nama P.B.B. tidak sesuai dengan democratic procedure, tidak sesuai dengan resolusi 1541, tidak sesuai dengan ajat (b) Prinsip IX jang sudah diterima baik oleh Macapagal, Sukarno, Tengku Abdul Rahman Putra.
Maka terdjadilah satu hal jang lebih lagi menjakiti hati kami. Sebelum Michelmore selesai dengan pekerdjaannja, jang nota bene djuga hanja beberapa hari ini, sebelum Michelmore selesai dengan pekerdjaannja itu, pada tanggal 16 September, Inggeris dan Tengku telah memproklamirkan „Malaysia”. Tidak mau menunggu sampai ja, hasilnja Michelmore itu, tidak. Sebelum Michelmore selesai dengan pekerdjaannja, pada tanggal 16 September sudah mereka memproklamirkan „Malaysia”. Itu kami anggap sebagai satu hinaan besar. Saudara-saudara, terhadap kepada Indonesia dan terhadap kepada Philipina.
Ini ada satu persetudjuan, ditanda-tangani oleh Presiden Republik Philipina, Macapagal, satu persetudjuan ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia, jang rakjatnja 103 djuta, laksana disobèk seperti kertas jang tiada berharga oleh Inggeris itu, Saudara-saudara; pada tanggal 16 September; sebelum djuga Michelmore selesai dengan pekerdjaan penjelidikannja jang toh sudah tidak demokratis itu, „Malaysia” diproklamirkan. Karena itu, Saudara-saudara, lantas kami dari Indonesia berkata, hah kami tidak mau mengakui „Malaysia” jang demikian itu. Dengan tegas kami berkata, tidak mau mengakui.
Pada satu hari saja kedatangan Menteri Luar Negeri daripada satu negara tetangga, Menteri Luar Negeri itu mau {{hws|me|menuduh}}<noinclude></noinclude>
4piyzme0an6b3n1o4zvklqqy0q0sh15
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/360
104
101487
294322
287040
2026-05-13T13:11:20Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop
294322
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|356{{gap}}BERSIAP-SEDIALAH MENERIMA TUGAS}}</noinclude>nuduh kepada saja : „Tuan toh sanggup, berdjandji akan mengakui „Malaysia“, djikalau Rakjat Kalimantan Utara pro-„Malaysia“. Sekarang rakjat Kalimantan Utara sudah menjatakan dirinja pro, kenapa Tuan tidak mau mengakui „Malaysia“? Tuan adalah mengchianati djandji Tuan“.
Saja berkata, saja tidak mengchianati djandji, sebab di Manila dikatakan penjelidikan itu harus setjara demokratis, harus menurut apa jang ditentukan oleh resolusi 1541 P.B.B., harus menurut ajat (b) Prinsip IX. Dan „Malaysia“ ini, Saudara-saudara, diproklamasikan sebelum penjelidikannja selesai dan Michelmore mendjalankan penjelidikan itu tidak sesuai dengan tjara-tjara jang demokratis.
Maka oleh karena itu, Saudara-saudara, kami berkata, kami akan terus mendjalankan konfrontasi terhadap pada politik jang demikian ini. Apa artinja konfrontasi? Dada adu dada, iki dadaku, endi dadamu? Itulah politik konfrontasi, Saudara-saudara. Tapi Indonesia dengan djelas, djelas, djelas, — tolong kasih tahu sama wartawan-wartawan asing —, dengan djelas Indonesia berkata: '''Indonesia bersedia berunding, berunding, berunding, mengadakan perundingan, mengadakan negotiation, pembitjaraan dengan Tengku Abdul Rahman Putra.''' Bersedia berunding, agar supaja persoalan ini bisa dipetjahkan dimedja perundingan. Bukan satu kali, bukan dua kali, bukan tiga kali, berpuluh-puluh kali saja katakan, Saudara-saudara, kami bersedia berunding. Malah pada satu hari datang kepada kami disini, adiknja Presiden Amerika Serikat, Tuan Robert Kennedy disebutkan djuga Bob Kennedy, Djaksa Agung Amerika Serikat. Djaksa Agung Amerika Serikat mengusulkan kepada kami : Ja, kami senang sekali, Presiden Sukarno suka berunding dengan Tengku Abdul Rahman Putra, tapi perundingan itu tidak bisa berdjalan dengan tenang, dengan baik, dengan berhasil baik, djikalau masih tembak menembak satu sama lain. Kami berkata : Yes, kami setudju, marilah kita berhenti tembak-menembak. Setudju, setudju kami mengadakan cease fire. Dan kami dengan Robert Kennedy, dengan Djaksa Agung Amerika Serikat, dan Bob Kennedy itu, Saudara-saudara, kami setudju seia-sekata. Cease fire ini berarti apa ! Berarti ber-<noinclude></noinclude>
i78jk47zcc3b7hg4r7okf7r3fiqjdlx
294590
294322
2026-05-13T16:54:53Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294590
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{left sidenote|356}}{{right sidenote|BERSIAP-SEDIALAH MENERIMA TUGAS}}</noinclude>{{hwe|nuduh|menuduh}} kepada saja : „Tuan toh sanggup, berdjandji akan mengakui „Malaysia“, djikalau Rakjat Kalimantan Utara pro-„Malaysia“. Sekarang rakjat Kalimantan Utara sudah menjatakan dirinja pro, kenapa Tuan tidak mau mengakui „Malaysia“? Tuan adalah mengchianati djandji Tuan“.
Saja berkata, saja tidak mengchianati djandji, sebab di Manila dikatakan penjelidikan itu harus setjara demokratis, harus menurut apa jang ditentukan oleh resolusi 1541 P.B.B., harus menurut ajat (b) Prinsip IX. Dan „Malaysia“ ini, Saudara-saudara, diproklamasikan sebelum penjelidikannja selesai dan Michelmore mendjalankan penjelidikan itu tidak sesuai dengan tjara-tjara jang demokratis.
Maka oleh karena itu, Saudara-saudara, kami berkata, kami akan terus mendjalankan konfrontasi terhadap pada politik jang demikian ini. Apa artinja konfrontasi? Dada adu dada, iki dadaku, endi dadamu? Itulah politik konfrontasi, Saudara-saudara. Tapi Indonesia dengan djelas, djelas, djelas, — tolong kasih tahu sama wartawan-wartawan asing —, dengan djelas Indonesia berkata: '''Indonesia bersedia berunding, berunding, berunding, mengadakan perundingan, mengadakan negotiation, pembitjaraan dengan Tengku Abdul Rahman Putra.''' Bersedia berunding, agar supaja persoalan ini bisa dipetjahkan dimedja perundingan. Bukan satu kali, bukan dua kali, bukan tiga kali, berpuluh-puluh kali saja katakan, Saudara-saudara, kami bersedia berunding. Malah pada satu hari datang kepada kami disini, adiknja Presiden Amerika Serikat, Tuan Robert Kennedy disebutkan djuga Bob Kennedy, Djaksa Agung Amerika Serikat. Djaksa Agung Amerika Serikat mengusulkan kepada kami : Ja, kami senang sekali, Presiden Sukarno suka berunding dengan Tengku Abdul Rahman Putra, tapi perundingan itu tidak bisa berdjalan dengan tenang, dengan baik, dengan berhasil baik, djikalau masih tembak menembak satu sama lain. Kami berkata : Yes, kami setudju, marilah kita berhenti tembak-menembak. Setudju, setudju kami mengadakan cease fire. Dan kami dengan Robert Kennedy, dengan Djaksa Agung Amerika Serikat, dan Bob Kennedy itu, Saudara-saudara, kami setudju seia-sekata. Cease fire ini berarti apa ! Berarti {{hws|ber|berhenti}}<noinclude></noinclude>
krkjpyodenczae7gj9jksi29pmgq4i4
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/361
104
101488
294323
287041
2026-05-13T13:11:49Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop, tanda petik
294323
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|||BERSIAP-SEDIALAH MENERIMA TUGAS{{gap}}357}}</noinclude>henti tembak-menembak, nomor satu. Cease fire artinja berhenti fire, fire artinja dor, berhenti dar-der-dor, O.K., kami terima. Cease fire berarti djuga standfast. Standfast artinja berdiri ditempat masing-masing, tidak usah mundur, tidak usah berkisar, berdiri ditempat jang sudah engkau ada diatasnja, standfast. Berdiri diam itu standfast, tapi djangan menembak. Dua dua ini, Saudara-saudara, berhenti tembak-menembak dan standfast, berdiri ditempat masing-masing.
Dan kami djuga menuntut didalam persetudjuan cease fire ini, bahwa tidak diadakan oleh fihak sana itu "mopping-up operations". "Mopping-up operation" itu artinja gerakan untuk pembersihan. Djangan-djangan kami tidak menembak, kami diam, standfast, lhoo, dibersihkan oleh mereka. Itupun disetudjui. Tidak ada shot, Saudara-saudara, pokoknja cease fire, cease-fire, berhenti tembak-menembak. Nomor dua, standfast, berdiri ditempat jang sudah engkau duduki. Djangan bergerak, djangan madju, djangan mundur, djangan kekiri, djangan kekanan, berdiri ditempatmu itu. Ketiga, tidak boleh diadakan mopping-up operations.
Nah, karena sudah disetudjui demikian, Saudara-saudara, maka sajapun sudah mengeluarkan perintah cease fire kepada Angkatan Perang kita jang diperbatasan, kepada kaum geriljawan jang ada didalam daerah Kalimantan Utara. Kami djelaskan, standfast, cease fire, no mopping-up operations. Artinja berdirilah ditempatmu, djanganlah menembak, tetapi djikalau engkau ditembak, tembak kembali habis-habisan. Ini perintah sudah saja berikan, Saudara-saudara. Lantas kami tinggal menunggu sekarang. Cease fire sudah kami keluarkan, menunggu Tengku Abdul Rahman Putra, mau apa tidak berunding dengan kami. Sebab memang prinsip kami berunding, petjahkan soal „Malaysia" ini dengan tjara damai. Itu adalah prinsip kami, tentu kami pegang teguh sampai sekarang, oleh karena kami adalah satu bangsa jang tjinta kepada perdamaian.
Nou, lantas diadakan pembitjaraan di Bangkok, Saudara-saudara. Dikirim oleh Presiden Republik Indonesia ke Bangkok, Menteri Luar Negeri Subandrio, dikirim oleh Presiden Macapagal ke Bangkok, Menteri Luar Negeri Lopez, dikirim oleh<noinclude></noinclude>
m34breu4nkt428t27v4i6rotrme9m5a
294747
294323
2026-05-13T23:29:37Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
294747
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" />{{rh|BERSIAP-SEDIALAH MENERIMA TUGAS||357}}</noinclude>{{hwe|henti|berhenti}} tembak-menembak, nomor satu. Cease fire artinja berhenti fire, fire artinja dor, berhenti dar-der-dor, O.K., kami terima. Cease fire berarti djuga standfast. Standfast artinja berdiri ditempat masing-masing, tidak usah mundur, tidak usah berkisar, berdiri ditempat jang sudah engkau ada diatasnja, standfast. Berdiri diam itu standfast, tapi djangan menembak. Dua dua ini, Saudara-saudara, berhenti tembak-menembak dan standfast, berdiri ditempat masing-masing.
Dan kami djuga menuntut didalam persetudjuan cease fire ini, bahwa tidak diadakan oleh fihak sana itu ”mopping-up operations”. ”Mopping-up operation” itu artinja gerakan untuk pembersihan. Djangan-djangan kami tidak menembak, kami diam, standfast, lhoo, dibersihkan oleh mereka. Itupun disetudjui. Tidak ada shot, Saudara-saudara, pokoknja cease fire, cease-fire, berhenti tembak-menembak. Nomor dua, standfast, berdiri ditempat jang sudah engkau duduki. Djangan bergerak, djangan madju, djangan mundur, djangan kekiri, djangan kekanan, berdiri ditempatmu itu. Ketiga, tidak boleh diadakan mopping-up operations.
Nah, karena sudah disetudjui demikian, Saudara-saudara, maka sajapun sudah mengeluarkan perintah cease fire kepada Angkatan Perang kita jang diperbatasan, kepada kaum geriljawan jang ada didalam daerah Kalimantan Utara. Kami djelaskan, standfast, cease fire, no mopping-up operations. Artinja berdirilah ditempatmu, djanganlah menembak, tetapi djikalau engkau ditembak, tembak kembali habis-habisan. Ini perintah sudah saja berikan, Saudara-saudara. Lantas kami tinggal menunggu sekarang. Cease fire sudah kami keluarkan, menunggu Tengku Abdul Rahman Putra, mau apa tidak berunding dengan kami. Sebab memang prinsip kami berunding, petjahkan soal „Malaysia” ini dengan tjara damai. Itu adalah prinsip kami, tentu kami pegang teguh sampai sekarang, oleh karena kami adalah satu bangsa jang tjinta kepada perdamaian.
Nou, lantas diadakan pembitjaraan di Bangkok, Saudara-saudara. Dikirim oleh Presiden Republik Indonesia ke Bangkok, Menteri Luar Negeri Subandrio, dikirim oleh Presiden Macapagal ke Bangkok, Menteri Luar Negeri Lopez, dikirim oleh<noinclude></noinclude>
1ado0jekb6fsyqqfh34o56fmtq4nvp1
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/362
104
101490
294326
287042
2026-05-13T13:13:30Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop
294326
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|358{{gap}}BERSIAP-SEDIALAH MENERIMA TUGAS}}</noinclude>Tengku Abdul Rahman Putra, Perdana Menteri jang dinamakan „Malaysia” ke Bangkok. Saudara-saudara, Tun Abdulrazak. Tiga orang ini bitjara. Lho, lho, lho, lho, ini Tun Abdulrazak, Saudara-saudara menjalahi perdjandjian ''cease fire''. Ia berkata : Ja, mau, mau Malaya mengadakan perundingan dengan Indonesia, tapi lebih dahulu geriljawan-geriljawan harus keluar daripada kantong-kantong, tapi lebih dahulu harus ada ''withdrawal'', tapi lebih dahulu harus keluar, harus mundur, harus bersihkan wilajah Kalimantan Utara itu daripada geriljawan Indonesia. Sudah barang tentu Pak Bandrio mendjawab : Tidak, kami setudju dulu itu diadakan ''cease fire'', ialah '''cease fire, standfast, standfast, sekali lagi standfast, berdiri ditempat jang kami sudah ada disitu, djangan bergerak. Tidak ada utjapan withdrawal, tidak ada utjapan harus mundur, tidak ada utjapan harus keluar dari kantong, tidak. Dan no mopping-up operations.''' Malah Presiden Sukarno sudah memberi order, djikalau engkau ditembak, tembak kembali. Satu kali ditembak, tiga kali tembak kembali.
Nah ini, Saudara-saudara, Tun Abdulrazak ngotot, ngotot, tidak mau ia adakan perundingan kalau tidak diadakan ''withdrawal'' djuga. Ah, kami menunggu, menunggu, menunggu, barangkali, barangkali Tengku Abdul Rahman Putra, Saudara-saudara, berpendirian lain daripada Tun Abdulrazak. Kiranja, Saudara-saudara, Tengku Abdul Rahman Putra-pun berkata : Tidak sudi bitjara dengan Presiden Sukarno, sebelum ada ''withdrawal''. Malahan ia memakai „tidak sudi bitjara dengan Presiden Sukarno”. Lho, saja sudah terangkan, Saudara-saudara, saja ini bitjara bukan sebagai individu, bukan Presiden Sukarno sebagai pribadi, bukan Presiden Sukarno sebagai perorangan, tidak, Presiden Sukarno sebagai Presiden Republik Indonesia, Presiden Sukarno sebagai Pemimpin Besar Revolusi, Presiden Sukarno sebagai Panglima Tertinggi seluruh Angkatan Bersendjata Republik Indonesia, Presiden Sukarno sebagai penjambung lidah daripada Rakjat 103 djuta manusia. Tidak sudi dengan Sukarno. Buat orang Asia, Saudara-saudara, itu adalah satu perkataan kasar dan menghina. Ja, saja tjukup dengan mengatakan : O, memang Tengku itu sedang ditjekokin oleh imperialis; memang orang kalau sedang ditjekokin itu, Saudara-<noinclude></noinclude>
fhv2hqewpz1cp6yhtkmvrvq1bw78hrc
294592
294326
2026-05-13T16:57:00Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294592
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{left sidenote|358}}{{right sidenote|BERSIAP-SEDIALAH MENERIMA TUGAS}}</noinclude>Tengku Abdul Rahman Putra, Perdana Menteri jang dinamakan „Malaysia” ke Bangkok. Saudara-saudara, Tun Abdulrazak. Tiga orang ini bitjara. Lho, lho, lho, lho, ini Tun Abdulrazak, Saudara-saudara menjalahi perdjandjian ''cease fire''. Ia berkata : Ja, mau, mau Malaya mengadakan perundingan dengan Indonesia, tapi lebih dahulu geriljawan-geriljawan harus keluar daripada kantong-kantong, tapi lebih dahulu harus ada ''withdrawal'', tapi lebih dahulu harus keluar, harus mundur, harus bersihkan wilajah Kalimantan Utara itu daripada geriljawan Indonesia. Sudah barang tentu Pak Bandrio mendjawab : Tidak, kami setudju dulu itu diadakan ''cease fire'', ialah '''cease fire, standfast, standfast, sekali lagi standfast, berdiri ditempat jang kami sudah ada disitu, djangan bergerak. Tidak ada utjapan withdrawal, tidak ada utjapan harus mundur, tidak ada utjapan harus keluar dari kantong, tidak. Dan no mopping-up operations.''' Malah Presiden Sukarno sudah memberi order, djikalau engkau ditembak, tembak kembali. Satu kali ditembak, tiga kali tembak kembali.
Nah ini, Saudara-saudara, Tun Abdulrazak ngotot, ngotot, tidak mau ia adakan perundingan kalau tidak diadakan ''withdrawal'' djuga. Ah, kami menunggu, menunggu, menunggu, barangkali, barangkali Tengku Abdul Rahman Putra, Saudara-saudara, berpendirian lain daripada Tun Abdulrazak. Kiranja, Saudara-saudara, Tengku Abdul Rahman Putra-pun berkata : Tidak sudi bitjara dengan Presiden Sukarno, sebelum ada ''withdrawal''. Malahan ia memakai „tidak sudi bitjara dengan Presiden Sukarno”. Lho, saja sudah terangkan, Saudara-saudara, saja ini bitjara bukan sebagai individu, bukan Presiden Sukarno sebagai pribadi, bukan Presiden Sukarno sebagai perorangan, tidak, Presiden Sukarno sebagai Presiden Republik Indonesia, Presiden Sukarno sebagai Pemimpin Besar Revolusi, Presiden Sukarno sebagai Panglima Tertinggi seluruh Angkatan Bersendjata Republik Indonesia, Presiden Sukarno sebagai penjambung lidah daripada Rakjat 103 djuta manusia. Tidak sudi dengan Sukarno. Buat orang Asia, Saudara-saudara, itu adalah satu perkataan kasar dan menghina. Ja, saja tjukup dengan mengatakan : O, memang Tengku itu sedang ditjekokin oleh imperialis; memang orang kalau sedang ditjekokin itu, Saudara-<noinclude></noinclude>
cjc9cw6l9kxh2slzlpjoumq032gtje5
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/372
104
101496
294307
287049
2026-05-13T13:05:35Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop sesuaikan dengan teks aslinya
294307
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|368{{gap}}DWIKORA UNTUK MENGGANJANG „MALAYSIA”}}</noinclude>Indonesia penggandjangan „Malaysia”. Saja ulangi, seluruh dunia memperhatikan, pasang telinga, apa gerangan jang hendak dikomandokan oleh Presiden Sukarno kepada 21 djuta sukarelawan Indonesia penggandjangan „Malaysia”.
Sebagian daripada mereka itu — sebagian daripada pendengar-pendengar jang pasang telinga — mengatakan: Sukarno pendjahat, Sukarno trouble-maker. Malah menurut perkataan Tengku Abdul Rahman Putra, Sukarno, Hitler dari Indonesia. Lho, saja dinamakan Hitler, Saudara-saudara. Saudara-saudara sendiri telah mendjawab: Bohong, bohong, bohong! Memang, saja bukan Hitler Indonesia, bukan seorang pemimpin jang menekankan kehendak saja kepada Rakjat Indonesia, bukan! Saja sekedar adalah penjambung lidah daripada Rakjat Indonesia, penjambung lidah daripada Revolusi Indonesia. Revolusi Indonesia bukan revolusi Sukarno, bukan, bukan revolusi Pak Sumarno, bukan revolusi Pak Chaerul Saleh, bukan revolusi Pak Nasution, bukan revolusi Pak Omar Dhani, bukan revolusi Pak Martadinata, bukan revolusi Pak Sutjipto Danukusumo, bukan revolusi Pak Sudibjo, bukan revolusi Pak Achmadi, tidak, Revolusi Indonesia adalah Revolusi Rakjat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Revolusi Indonesia adalah revolusimu, revolusimu, revolusimu, revolusimu, revolusimu, hai Rakjat Indonesia dari Sabang sampai Merauke!
Karena Revolusi Indonesia adalah Revolusi Rakjat, maka seluruh Rakjat Indonesia adalah bertanggung-djawab terhadap kepada Revolusi itu. Saja merasa bertanggung-djawab, Saudara-saudara jang duduk disini merasa bertanggung-djawab, Saudara-saudara jang duduk disana merasa bertanggung-djawab, Saudara-saudara jang berdiri dibelakang saja ini merasa bertanggung-djawab, itu anak-anak gadis jang duduk disana berderet-deret merasa bertanggung-djawab, Saudara-saudara wanita jang berbadju biru disana itu merasa bertanggung-djawab, Ibu-ibu Menteri jang memakai badju kuning jang duduk dihadapan saja ini merasa bertanggung-djawab, seluruh kita dari Sabang sampai Merauke, tua-muda, laki-perempuan, kaja-miskin merasa bertanggung-djawab.
Karena itu, djikalau ada sesuatu hal jang membahajai Revolusi Indonesia itu, maka seluruh Rakjat Indonesia serentak<noinclude></noinclude>
snaqftnggnks19htoqzn5iz4z2u88d1
294613
294307
2026-05-13T17:38:03Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294613
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|368|||DWIKORA UNTUK MENGGANJANG „MALAYSIA”}}</noinclude>Indonesia penggandjangan „Malaysia”. Saja ulangi, seluruh dunia memperhatikan, pasang telinga, apa gerangan jang hendak dikomandokan oleh Presiden Sukarno kepada 21 djuta sukarelawan Indonesia penggandjangan „Malaysia”.
Sebagian daripada mereka itu — sebagian daripada pendengar-pendengar jang pasang telinga — mengatakan: Sukarno pendjahat, Sukarno trouble-maker. Malah menurut perkataan Tengku Abdul Rahman Putra, Sukarno, Hitler dari Indonesia. Lho, saja dinamakan Hitler, Saudara-saudara. Saudara-saudara sendiri telah mendjawab: Bohong, bohong, bohong! Memang, saja bukan Hitler Indonesia, bukan seorang pemimpin jang menekankan kehendak saja kepada Rakjat Indonesia, bukan! Saja sekedar adalah penjambung lidah daripada Rakjat Indonesia, penjambung lidah daripada Revolusi Indonesia. Revolusi Indonesia bukan revolusi Sukarno, bukan, bukan revolusi Pak Sumarno, bukan revolusi Pak Chaerul Saleh, bukan revolusi Pak Nasution, bukan revolusi Pak Omar Dhani, bukan revolusi Pak Martadinata, bukan revolusi Pak Sutjipto Danukusumo, bukan revolusi Pak Sudibjo, bukan revolusi Pak Achmadi, tidak, Revolusi Indonesia adalah Revolusi Rakjat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Revolusi Indonesia adalah revolusimu, revolusimu, revolusimu, revolusimu, revolusimu, hai Rakjat Indonesia dari Sabang sampai Merauke!
Karena Revolusi Indonesia adalah Revolusi Rakjat, maka seluruh Rakjat Indonesia adalah bertanggung-djawab terhadap kepada Revolusi itu. Saja merasa bertanggung-djawab, Saudara-saudara jang duduk disini merasa bertanggung-djawab, Saudara-saudara jang duduk disana merasa bertanggung-djawab, Saudara-saudara jang berdiri dibelakang saja ini merasa bertanggung-djawab, itu anak-anak gadis jang duduk disana berderet-deret merasa bertanggung-djawab, Saudara-saudara wanita jang berbadju biru disana itu merasa bertanggung-djawab, Ibu-ibu Menteri jang memakai badju kuning jang duduk dihadapan saja ini merasa bertanggung-djawab, seluruh kita dari Sabang sampai Merauke, tua-muda, laki-perempuan, kaja-miskin merasa bertanggung-djawab.
Karena itu, djikalau ada sesuatu hal jang membahajai Revolusi Indonesia itu, maka seluruh Rakjat Indonesia serentak<noinclude></noinclude>
9tp017izsrzs3vjieh1c3zrurh7np6c
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/373
104
101497
294306
287050
2026-05-13T13:05:09Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop sesuaikan dengan teks aslinya
294306
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|||DWIKORA UNTUK MENGGANJANG „MALAYSIA”{{gap}}369}}</noinclude>
merasa bertanggung-djawab untuk mempertahankan keselamatan Revolusinja. Salah satu hal jang membahajai Revolusi Indonesia ialah didirikannja oleh imperialis Inggeris „Malaysia”. Ada orang jang berkata: Indonesia itu kok meribut-ributkan „Malaysia”, kenapa Indonesia meribut-ributkan „Malaysia”, mbok jo sudah biar sadja rakjat disana itu, rakjat di Malaya, di Singapore, di Serawak, di Brunei, di Sabah mengadakan „Malaysia”, kenapa Indonesia meribut-ributkan „Malaysia”? Djawab saja ialah selalu: „Malaysia” adalah satu kreasi, satu buatan imperialis Inggeris jang membahajakan, membahajai Revolusi Indonesia. Saja kan selalu berkata, saja ini punja bukti-bukti, hitam tertulis diatas kertas putih, bahwa „Malaysia” adalah membahajakan dan membahajai Republik Indonesia. Djelas bukti-bukti ini dan itu saja simpan didalam kantong saja. Ketjuali daripada itu, kita kan mengerti, mengerti, mengerti djelas, kenapa ini „Malaysia” dipertahankan dan dilindungi mati-matian oleh imperialis, kenapa dilindungi dan dipertahankan mati-matian oleh imperialis Inggeris, ialah oleh karena „Malaysia” itu sebenarnja adalah kreasi, bikinan daripada imperialis Inggeris.
Kan tempo hari saja disini, disini sudah berkata, bahwa lama sebelum 16 September 1963, — 16 September 1963 itu, jaitu hari diproklamasikannja „Malaysia” —, lama sebelum itu, Saudara-saudara, utusan dari Inggeris sudah datang kesini, ke Istana Merdeka untuk membitjarakan dengan saja, bahkan untuk mengadjak kepada saja untuk mengadakan gabungan jang demikian itu. Dan saja sudah berkata pada waktu itupun saja tolak, saja tidak mau ikut-ikutan didalam satu gabungan, satu federasi, satu kreasi jang sebenarnja ialah untuk mengekang djiwa kemerdekaan daripada rakjat-rakjat di Asia Tenggara. Kalau perlu, orang ini saja sebutkan namanja, Saudara-saudara. Ja, sebagaimana tempo hari saja berkata bahwa bukti tertulis itu saja simpan sadja didalam kantong, djuga nama daripada orang jang datang kepada saja ini tidak akan saja utjapkan, tetapi sedjarah nanti, Saudara-saudara, akan mengetahui. Pendek kata, meskipun tanpa saja menjebutkan nama, tanpa saja menundjukkan kepada Saudara-saudara akan bukti hitam diatas kertas putih ini, Saudara-saudara
166/B ( 24 )<noinclude></noinclude>
8skmot30flpiuxpzsxwsx7tkdxobbpl
294614
294306
2026-05-13T17:39:04Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294614
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|DWIKORA UNTUK MENGGANJANG „MALAYSIA”|||369}}</noinclude>
merasa bertanggung-djawab untuk mempertahankan keselamatan Revolusinja. Salah satu hal jang membahajai Revolusi Indonesia ialah didirikannja oleh imperialis Inggeris „Malaysia”. Ada orang jang berkata: Indonesia itu kok meribut-ributkan „Malaysia”, kenapa Indonesia meribut-ributkan „Malaysia”, mbok jo sudah biar sadja rakjat disana itu, rakjat di Malaya, di Singapore, di Serawak, di Brunei, di Sabah mengadakan „Malaysia”, kenapa Indonesia meribut-ributkan „Malaysia”? Djawab saja ialah selalu: „Malaysia” adalah satu kreasi, satu buatan imperialis Inggeris jang membahajakan, membahajai Revolusi Indonesia. Saja kan selalu berkata, saja ini punja bukti-bukti, hitam tertulis diatas kertas putih, bahwa „Malaysia” adalah membahajakan dan membahajai Republik Indonesia. Djelas bukti-bukti ini dan itu saja simpan didalam kantong saja. Ketjuali daripada itu, kita kan mengerti, mengerti, mengerti djelas, kenapa ini „Malaysia” dipertahankan dan dilindungi mati-matian oleh imperialis, kenapa dilindungi dan dipertahankan mati-matian oleh imperialis Inggeris, ialah oleh karena „Malaysia” itu sebenarnja adalah kreasi, bikinan daripada imperialis Inggeris.
Kan tempo hari saja disini, disini sudah berkata, bahwa lama sebelum 16 September 1963, — 16 September 1963 itu, jaitu hari diproklamasikannja „Malaysia” —, lama sebelum itu, Saudara-saudara, utusan dari Inggeris sudah datang kesini, ke Istana Merdeka untuk membitjarakan dengan saja, bahkan untuk mengadjak kepada saja untuk mengadakan gabungan jang demikian itu. Dan saja sudah berkata pada waktu itupun saja tolak, saja tidak mau ikut-ikutan didalam satu gabungan, satu federasi, satu kreasi jang sebenarnja ialah untuk mengekang djiwa kemerdekaan daripada rakjat-rakjat di Asia Tenggara. Kalau perlu, orang ini saja sebutkan namanja, Saudara-saudara. Ja, sebagaimana tempo hari saja berkata bahwa bukti tertulis itu saja simpan sadja didalam kantong, djuga nama daripada orang jang datang kepada saja ini tidak akan saja utjapkan, tetapi sedjarah nanti, Saudara-saudara, akan mengetahui. Pendek kata, meskipun tanpa saja menjebutkan nama, tanpa saja menundjukkan kepada Saudara-saudara akan bukti hitam diatas kertas putih ini, Saudara-saudara
166/B ( 24 )<noinclude></noinclude>
jrmvhiemu99wpwimxlbvxlcxp63xwma
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/374
104
101498
294305
287051
2026-05-13T13:04:45Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ tanda petik
294305
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|370{{gap}}DWIKORA UNTUK MENGGANJANG „MALAYSIA”}}</noinclude>sendiri merasakan bahwa „Malaysia" adalah bahaja, membahajai, membahajakan Revolusi Indonesia. Karena itu maka kita serempak seia-sekata, „Malaysia" harus kita ganjang habis-habisan.
Saja selalu kalau berpidato disini ini merasa senang, bahwa pidato saja ini didengarkan djuga oleh wartawan-wartawan asing. Hajo tjatatlah, wartawan-wartawan asing, tjatatlah. Apakah engkau sekalian seia-sekata hendak mengganjang „Malaysia" itu karena saja jang menjuruh kepada engkau? Apa aku memaksa kepadamu seperti Hitler memaksa kepada rakjat Djermania? Saja kira malahan, umpama aku melarang kepadamu, hai Rakjat Indonesia djangan ganjang „Malaysia", malahan engkau akan marah kepadaku, ja apa tidak?
Pendek, kehendak daripada Rakjatlah jang sekarang ini njata keluar meluap daripada kalbu Rakjat, bukan oleh karena diperintahkan oleh Sukarno, bukan oleh karena diperintahkan oleh Djenderal Abdul Haris Nasution, — Hidup Pak Nasution, ja —, bukan djuga oleh karena diperintahkan oleh Pak Chaerul Saleh ini, bukan oleh karena diperintahkan oleh Pak Sudibjo, Sekdjen Front Nasional, bukan diperintahkan oleh perwira ini, perwira ini, perwira ini, perwira ini, perwira itu, perwira itu, perwira itu, perwira itu, tidak, ini adalah kehendak daripada Rakjat Indonesia sendiri. Tapi, kalau saja berkata begini ini, wartawan-wartawan asing tidak mau tjatat, Saudara-saudara, jang didjadikan berita ialah bohong. Sukarno again, Sukarno again, Sukarno again, Sukarno, sekali lagi Sukarno, sekali lagi Sukarno, the trouble-maker of Asia. Hé, hé, hé, saja dinamakan trouble-maker. Sama sekali tidak. Saja malahan menghendaki agar supaja seluruh rakjat-rakjat bukan sadja di Asia, tetapi seluruh dunia ini hidup dalam keamanan dan perdamaian, hidup dalam suasana adil dan makmur, hidup didalam satu dunia baru tanpa ''exploitation de l'homme par l'homme''. Itu memang kehendaknja Revolusi Indonesia. Saja sebagai penjambung lidah daripada Revolusi Indonesia itu selalu mengandjur-andjurkan hal ini.
Tempo hari saja berdiri disini, tanggal 13 April jang lalu, waktu itu saja sudah berkata, bahwa saja, Presiden Republik Indonesia atas-nama Republik Indonesia, atas-nama 103 djuta<noinclude></noinclude>
37ij0yudcqqtyufdo26ly40sn6g6ffe
294617
294305
2026-05-13T17:40:32Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294617
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|370|||DWIKORA UNTUK MENGGANJANG „MALAYSIA”}}</noinclude>sendiri merasakan bahwa „Malaysia" adalah bahaja, membahajai, membahajakan Revolusi Indonesia. Karena itu maka kita serempak seia-sekata, „Malaysia" harus kita ganjang habis-habisan.
Saja selalu kalau berpidato disini ini merasa senang, bahwa pidato saja ini didengarkan djuga oleh wartawan-wartawan asing. Hajo tjatatlah, wartawan-wartawan asing, tjatatlah. Apakah engkau sekalian seia-sekata hendak mengganjang „Malaysia" itu karena saja jang menjuruh kepada engkau? Apa aku memaksa kepadamu seperti Hitler memaksa kepada rakjat Djermania? Saja kira malahan, umpama aku melarang kepadamu, hai Rakjat Indonesia djangan ganjang „Malaysia", malahan engkau akan marah kepadaku, ja apa tidak?
Pendek, kehendak daripada Rakjatlah jang sekarang ini njata keluar meluap daripada kalbu Rakjat, bukan oleh karena diperintahkan oleh Sukarno, bukan oleh karena diperintahkan oleh Djenderal Abdul Haris Nasution, — Hidup Pak Nasution, ja —, bukan djuga oleh karena diperintahkan oleh Pak Chaerul Saleh ini, bukan oleh karena diperintahkan oleh Pak Sudibjo, Sekdjen Front Nasional, bukan diperintahkan oleh perwira ini, perwira ini, perwira ini, perwira ini, perwira itu, perwira itu, perwira itu, perwira itu, tidak, ini adalah kehendak daripada Rakjat Indonesia sendiri. Tapi, kalau saja berkata begini ini, wartawan-wartawan asing tidak mau tjatat, Saudara-saudara, jang didjadikan berita ialah bohong. Sukarno again, Sukarno again, Sukarno again, Sukarno, sekali lagi Sukarno, sekali lagi Sukarno, the trouble-maker of Asia. Hé, hé, hé, saja dinamakan trouble-maker. Sama sekali tidak. Saja malahan menghendaki agar supaja seluruh rakjat-rakjat bukan sadja di Asia, tetapi seluruh dunia ini hidup dalam keamanan dan perdamaian, hidup dalam suasana adil dan makmur, hidup didalam satu dunia baru tanpa exploitation de l'homme par l'homme. Itu memang kehendaknja Revolusi Indonesia. Saja sebagai penjambung lidah daripada Revolusi Indonesia itu selalu mengandjur-andjurkan hal ini.
Tempo hari saja berdiri disini, tanggal 13 April jang lalu, waktu itu saja sudah berkata, bahwa saja, Presiden Republik Indonesia atas-nama Republik Indonesia, atas-nama 103 djuta<noinclude></noinclude>
0444jx1vglcqthfnln53nn5n8nt105j
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/375
104
101499
294301
287013
2026-05-13T13:01:19Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop sesuaikan dengan teks aslinya
294301
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|||DWIKORA UNTUK MENGGANJANG „MALAYSIA”{{gap}}371}}</noinclude>Rakjat Indonesia mengadjak kepada Tengku Abdul Rahman untuk menjelesaikan persoalan „Malaysia” ini dengan tjara perundingan. Ja, kami tidak tédèng aling-aling, kami tidak senang kepada „Malaysia”, kami tidak tédèng aling-aling, „Malaysia” adalah membahajakan kepada Republik Indonesia, membahajakan kepada Revolusi Indonesia dan kami tidak tédèng aling-aling hal itu. Tapi kamipun selalu berkata, mari kita adakan negotiatíon tentang hal ini. Negotiation artinja perundingan, bitjara, bitjara, bitjara dengan baik. Dan terus terang, didalam pembitjaraan itu kami akan berkata, kami pihak Indonesia tidak senang sama „Malaysia” itu, kami dari pihak Indonesia merasa bahwa „Malaysia” itu adalah satu bahaja bagi kami.
Tetapi, demikian kukatakan, baik di Manila dan selalu akan kukatakan: djikalau benar-benar rakjat, sekali lagi rakjat Malaya, rakjat Singapore, rakjat Serawak, rakjat Brunei, rakjat Sabah menghendaki „Malaysia”, apa boleh buat, saja tundukkan kepala, saja akan malahan akui „Malaysia” itu sebagai negara tetangga. Ini pendirianku jang selalu saja terangkan, terangkan, terangkan kepada Tengku Abdul Rahman Putra. Malahan tempohari aku djelaskan, bahwa kami sama sekali tidak bermusuhan dengan rakjat-rakjat Malaya, Singapore, Serawak, Brunei, Sabah. Bagaimana kita bangsa Indonesia bisa bermusuhan dengan mereka. Mereka itu sama-sama bangsa Melaju, sama-sama dengan kita adalah daripada, katakanlah bangsa Melaju. Kulitnja sama dengan kulit kita, hitam-hitam, sawo-matang, hidung pèsèk sama pèsèk, bibir tebal sama tebal, makan nasi sama nasi; pendek sama, kok kita dikatakan bermusuhan dengan mereka, tidak, kita tidak bermusuhan dengan mereka. Jang kita musuhi ialah imperialisme Inggeris jang nongkrong diatas pundak mereka itu.
Kemarin, Saudara-saudara, saja didatangi oleh wartawan-wartawan dari Djepang. Mereka dengan manis budi sopan-santun menanja kepada saja: apa toch jang Tuan musuhi itu? Saja djelaskan kepada mereka, kami tidak memusuhi rakjat-rakjat Malaya, Singapore, Serawak, Brunei, Sabah. Malahan kami hendak membantu mereka, membantu mereka untuk mendjadi merdeka. Kami sendiri mengetahui rasanja didjadjah 350 tahun<noinclude></noinclude>
t27o5nn8lkbor59uku1rfle2cxwnnca
294618
294301
2026-05-13T17:41:33Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294618
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|DWIKORA UNTUK MENGGANJANG „MALAYSIA”|||371}}</noinclude>Rakjat Indonesia mengadjak kepada Tengku Abdul Rahman untuk menjelesaikan persoalan „Malaysia” ini dengan tjara perundingan. Ja, kami tidak tédèng aling-aling, kami tidak senang kepada „Malaysia”, kami tidak tédèng aling-aling, „Malaysia” adalah membahajakan kepada Republik Indonesia, membahajakan kepada Revolusi Indonesia dan kami tidak tédèng aling-aling hal itu. Tapi kamipun selalu berkata, mari kita adakan negotiatíon tentang hal ini. Negotiation artinja perundingan, bitjara, bitjara, bitjara dengan baik. Dan terus terang, didalam pembitjaraan itu kami akan berkata, kami pihak Indonesia tidak senang sama „Malaysia” itu, kami dari pihak Indonesia merasa bahwa „Malaysia” itu adalah satu bahaja bagi kami.
Tetapi, demikian kukatakan, baik di Manila dan selalu akan kukatakan: djikalau benar-benar rakjat, sekali lagi rakjat Malaya, rakjat Singapore, rakjat Serawak, rakjat Brunei, rakjat Sabah menghendaki „Malaysia”, apa boleh buat, saja tundukkan kepala, saja akan malahan akui „Malaysia” itu sebagai negara tetangga. Ini pendirianku jang selalu saja terangkan, terangkan, terangkan kepada Tengku Abdul Rahman Putra. Malahan tempohari aku djelaskan, bahwa kami sama sekali tidak bermusuhan dengan rakjat-rakjat Malaya, Singapore, Serawak, Brunei, Sabah. Bagaimana kita bangsa Indonesia bisa bermusuhan dengan mereka. Mereka itu sama-sama bangsa Melaju, sama-sama dengan kita adalah daripada, katakanlah bangsa Melaju. Kulitnja sama dengan kulit kita, hitam-hitam, sawo-matang, hidung pèsèk sama pèsèk, bibir tebal sama tebal, makan nasi sama nasi; pendek sama, kok kita dikatakan bermusuhan dengan mereka, tidak, kita tidak bermusuhan dengan mereka. Jang kita musuhi ialah imperialisme Inggeris jang nongkrong diatas pundak mereka itu.
Kemarin, Saudara-saudara, saja didatangi oleh wartawan-wartawan dari Djepang. Mereka dengan manis budi sopan-santun menanja kepada saja: apa toch jang Tuan musuhi itu? Saja djelaskan kepada mereka, kami tidak memusuhi rakjat-rakjat Malaya, Singapore, Serawak, Brunei, Sabah. Malahan kami hendak membantu mereka, membantu mereka untuk mendjadi merdeka. Kami sendiri mengetahui rasanja didjadjah 350 tahun<noinclude></noinclude>
b6avobhtk0r68wfyg9qszpgoive029d
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/376
104
101500
294299
287014
2026-05-13T13:00:29Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop, hws
294299
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|368{{gap}}DWIKORA UNTUK MENGGANJANG „MALAYSIA”}}</noinclude>...lamanja oleh pihak imperialis Belanda, mengetahui hal itu, kami mengetahui kesengsaraan, kami mengetahui penghinaan, kami mengetahui segala hal-hal jang membuat kita itu hidup seperti binatang didunia ini karena didjadjah oleh imperialis. Nah, dari pihak Malaya, dari pihak Singapore, dari pihak Serawak, dari pihak Brunei, dari pihak Sabah itu, datanglah pernjataan-pernjataan kepada kami, bahwa mereka itu ingin sekali merdeka, bahwa mereka itu merasa tidak senang dibawah kekuasaan Inggeris. Malahan mereka mengutus utusan-utusan datang kesini, minta bantuan kepada kami. Ja, Presiden Republik Indonesia, kami mengetahui bahwa Republik Indonesia selalu membantu kepada perdjongan bangsa-bangsa atau rakjat-rakjat jang hendak merdeka, mengingini kemerdekaan, kami mengetahui hal itu, karena itu kami minta supaja Republik Indonesia membantu perdjoangan kami, jaitu dari Malaya, dari Singapore, dari Serawak, Brunei, Sabah, untuk mendjadi merdeka. Mereka kirim utusan-utusan kesini, ada jang bernama Azhari, tjatat, ada jang bernama Zahidi, tjatat, ada jang bernama Mangol, tjatat, bahkan pernah ada seorang wanita gemuk, Saudara-saudara, wanita gemuk didalam team seperti wanita-wanita kita ini, datang dari Singapore, djuga minta bantuan.
Lho, kami kalau ada permintaan jang demikian itu, selalu bersedia membantu. Dan tempoharipun sudah saja katakan tanpa tédèng aling-aling, kami selalu membantu, memberi sokongan kepada perdjoangan kemerdekaan daripada bangsa-bangsa lain. Dan tanpa tédèng aling-aling aku berkata bahwa rakjat Aldjazair tempohari kami bantu, tanpa tédèng aling-aling. Malah pernah aku bertjakap-tjakap dengan Presiden Perantjis sekarang, Djenderal De Gaulle; Djenderal De Gaulle berkata, ja, kenapa dulu Indonesia begitu tidak manis kepada Perantjis? Tidak manis bagaimana? Kenapa Indonesia membantu Aldjazair? Saja mendjawab dengan tanpa tédèng aling-aling, ja, sudah barang tentu kami membantu kepada perdjoangan kemerdekaan daripada rakjat Aldjazair. Kami ini malahan pengikut daripada revolusi Perantjis, revolusi Perantjis jang bersembojan: Liberté, Égalité, Fraternité; Égalité artinja samarata sama-rasa, Fraternité artinja persaudaraan, Liberté ar...<noinclude></noinclude>
poe7gqyamlzfaq1wym7s3igf4fhzoxi
294619
294299
2026-05-13T17:43:06Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294619
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|368|||DWIKORA UNTUK MENGGANJANG „MALAYSIA”}}</noinclude>lamanja oleh pihak imperialis Belanda, mengetahui hal itu, kami mengetahui kesengsaraan, kami mengetahui penghinaan, kami mengetahui segala hal-hal jang membuat kita itu hidup seperti binatang didunia ini karena didjadjah oleh imperialis. Nah, dari pihak Malaya, dari pihak Singapore, dari pihak Serawak, dari pihak Brunei, dari pihak Sabah itu, datanglah pernjataan-pernjataan kepada kami, bahwa mereka itu ingin sekali merdeka, bahwa mereka itu merasa tidak senang dibawah kekuasaan Inggeris. Malahan mereka mengutus utusan-utusan datang kesini, minta bantuan kepada kami. Ja, Presiden Republik Indonesia, kami mengetahui bahwa Republik Indonesia selalu membantu kepada perdjongan bangsa-bangsa atau rakjat-rakjat jang hendak merdeka, mengingini kemerdekaan, kami mengetahui hal itu, karena itu kami minta supaja Republik Indonesia membantu perdjoangan kami, jaitu dari Malaya, dari Singapore, dari Serawak, Brunei, Sabah, untuk mendjadi merdeka. Mereka kirim utusan-utusan kesini, ada jang bernama Azhari, tjatat, ada jang bernama Zahidi, tjatat, ada jang bernama Mangol, tjatat, bahkan pernah ada seorang wanita gemuk, Saudara-saudara, wanita gemuk didalam team seperti wanita-wanita kita ini, datang dari Singapore, djuga minta bantuan.
Lho, kami kalau ada permintaan jang demikian itu, selalu bersedia membantu. Dan tempoharipun sudah saja katakan tanpa tédèng aling-aling, kami selalu membantu, memberi sokongan kepada perdjoangan kemerdekaan daripada bangsa-bangsa lain. Dan tanpa tédèng aling-aling aku berkata bahwa rakjat Aldjazair tempohari kami bantu, tanpa tédèng aling-aling. Malah pernah aku bertjakap-tjakap dengan Presiden Perantjis sekarang, Djenderal De Gaulle; Djenderal De Gaulle berkata, ja, kenapa dulu Indonesia begitu tidak manis kepada Perantjis? Tidak manis bagaimana? Kenapa Indonesia membantu Aldjazair? Saja mendjawab dengan tanpa tédèng aling-aling, ja, sudah barang tentu kami membantu kepada perdjoangan kemerdekaan daripada rakjat Aldjazair. Kami ini malahan pengikut daripada revolusi Perantjis, revolusi Perantjis jang bersembojan: Liberté, Égalité, Fraternité; Égalité artinja samarata sama-rasa, Fraternité artinja persaudaraan, Liberté {{hws|ar|artinja}}<noinclude></noinclude>
5rdcq4opusohpam27zjde2dpgxxmn4l
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/377
104
101501
294298
287015
2026-05-13T13:00:04Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop sesuaikan dengan teks aslinya
294298
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|||DWIKORA UNTUK MENGGANJANG „MALAYSIA”{{gap}}373}}</noinclude>tinja kemerdekaan. Saja sesuai dengan prinsip-prinsip revolusi Perantjis itu. Maka oleh karena rakjat Aldjazair hendak memerdekakan dirinja sendiri, mentjari liberté, égalité, fraternité, maka kami bangsa Indonesia membantu kepada perdjoangan rakjat Aldjazair itu. Demikian pula kami membantu perdjoangan rakjat-rakjat lain untuk kemerdekaan, tanpa tédèng aling-aling aku berkata demikian itu.
Kemarin di Senajan aku berkata, ja, Indonesia djaman sekarang ini bukan seperti Indonesia djaman dulu, Indonesia djaman dulu mungkin, mungkin dikatakan bangsa kintel, kataku di Senajan kemarin, bangsa tempe, tetapi Indonesia djaman sekarang bukan lagi tempe, bukan lagi kintel, tetapi Gatutkotjo jang berdiri sekarang ini. Gatutkotjo jang selalu memberi bantuan kepada bangsa-bangsa lain dan rakjat-rakjat lain jang menderita. Lha kok kita dituduh pula, demikian kukatakan di podium ini, bahwa kita mau mentjaplok Malaya, mentjaplok Singapore, mentjaplok Serawak, mentjaplok Brunei, mentjaplok Sabah. Lho, lho, lho, lho, kita katanja mau mentjaplok. Jang mengatakan demikian itu oleh karena mereka sendiri, mereka-punja otak adalah otak pentjaplok. Kita tidak, kita-punja otak bukan otak pentjaplok, kita-punja otak ialah otak kemerdekaan, otak persahabatan, otak persaudaraan, otak keadilan, otak kemakmuran, otak untuk membebaskan seluruh umat manusia ini daripada penghinaan dan penghisapan. Oleh karena itu maka kami mengadakan hubungan, hubungan bantu-membantu satu sama lain kepada rakjat-rakjat jang mentjari kemerdekaan.
Saja berkata kemarinpun kepada wartawan-wartawan Djepang, tjobalah Tuan-tuan pikirkan, wilajah Republik Indonesia itu luasnja bagaimana, dari Sabang sampai Merauke; wilajah Republik Indonesia ini sudah lebih lebar daripada wilajah Amerika Serikat, pantai Barat Amerika Serikat sampai pantai Timur belum seluas seperti dari Sabang sampai Merauke. Dan tanah-air kami ini bukan tanah-air djembel, bukan tanah air kering, bukan tanah-air batu, bukan tanah-air pasir, tidak, tanah-air kami adalah tanah-air jang kaja-raja jang tiada taranja dimuka bumi ini. Mau apa dari Indonesia, ada sadja,<noinclude></noinclude>
ovombs9zedv8x5qbz4rr58j9gehj70z
294620
294298
2026-05-13T17:44:03Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294620
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|DWIKORA UNTUK MENGGANJANG „MALAYSIA”|||373}}</noinclude>{{hwe|tinja|artinja}} kemerdekaan. Saja sesuai dengan prinsip-prinsip revolusi Perantjis itu. Maka oleh karena rakjat Aldjazair hendak memerdekakan dirinja sendiri, mentjari liberté, égalité, fraternité, maka kami bangsa Indonesia membantu kepada perdjoangan rakjat Aldjazair itu. Demikian pula kami membantu perdjoangan rakjat-rakjat lain untuk kemerdekaan, tanpa tédèng aling-aling aku berkata demikian itu.
Kemarin di Senajan aku berkata, ja, Indonesia djaman sekarang ini bukan seperti Indonesia djaman dulu, Indonesia djaman dulu mungkin, mungkin dikatakan bangsa kintel, kataku di Senajan kemarin, bangsa tempe, tetapi Indonesia djaman sekarang bukan lagi tempe, bukan lagi kintel, tetapi Gatutkotjo jang berdiri sekarang ini. Gatutkotjo jang selalu memberi bantuan kepada bangsa-bangsa lain dan rakjat-rakjat lain jang menderita. Lha kok kita dituduh pula, demikian kukatakan di podium ini, bahwa kita mau mentjaplok Malaya, mentjaplok Singapore, mentjaplok Serawak, mentjaplok Brunei, mentjaplok Sabah. Lho, lho, lho, lho, kita katanja mau mentjaplok. Jang mengatakan demikian itu oleh karena mereka sendiri, mereka-punja otak adalah otak pentjaplok. Kita tidak, kita-punja otak bukan otak pentjaplok, kita-punja otak ialah otak kemerdekaan, otak persahabatan, otak persaudaraan, otak keadilan, otak kemakmuran, otak untuk membebaskan seluruh umat manusia ini daripada penghinaan dan penghisapan. Oleh karena itu maka kami mengadakan hubungan, hubungan bantu-membantu satu sama lain kepada rakjat-rakjat jang mentjari kemerdekaan.
Saja berkata kemarinpun kepada wartawan-wartawan Djepang, tjobalah Tuan-tuan pikirkan, wilajah Republik Indonesia itu luasnja bagaimana, dari Sabang sampai Merauke; wilajah Republik Indonesia ini sudah lebih lebar daripada wilajah Amerika Serikat, pantai Barat Amerika Serikat sampai pantai Timur belum seluas seperti dari Sabang sampai Merauke. Dan tanah-air kami ini bukan tanah-air djembel, bukan tanah air kering, bukan tanah-air batu, bukan tanah-air pasir, tidak, tanah-air kami adalah tanah-air jang kaja-raja jang tiada taranja dimuka bumi ini. Mau apa dari Indonesia, ada sadja,<noinclude></noinclude>
6vwn6br28gwjpt36gm9bmaij5d3xepj
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/378
104
101502
294295
287016
2026-05-13T12:59:37Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop sesuaikan dengan teks aslinya
294295
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|374{{gap}}DWIKORA UNTUK MENGGANJANG „MALAYSIA”}}</noinclude>minjak, Indonesia punja, teh, Indonesia punja, besi, Indonesia punja, karet, Indonesia punja, timah, Indonesia punja, gula, Indonesia punja, kopi, Indonesia punja, kambing, Indonesia punja, segala hal Indonesia punja. Teu kurang parab, dulur-dulur, tidak kurang makan kita ini. Malahan tanah-air kita jang seluas itu, lebih luas daripada pantai Barat Amerika Serikat kepantai Timur Amerika Serikat, kita-punja daerah ini sebetulnja, demikianlah kukatakan berulang-ulang, bisa memberi makanan kepada 250 djuta rakjat, bisa memberi makanan jang lajak kepada 250 djuta rakjat, sekarang baru 103 djuta.
Masa kita, Saudara-saudara, jang masih mempunjai kemungkinan ditanah-air sendiri untuk hidup makmur, hidup adil dan makmur, masa kita, kami mau ambil Malaya, ambil Serawak, ambil Brunei, ambil Sabah? Tidak, sama sekali tidak, demikian kukatakan dipidato 13 April disini. Kita bukan expansionis, en toch Saudara-saudara, kami dituduh expansionisme, kami dituduh trouble-maker, saja dituduh, saja persoonlijk dituduh mendjadi Hitler djaman sekarang, dan saja mengutjap terimakasih kepada Saudara-saudara, bahwa Saudara-saudara sendiri mendjawab, bohong hal itu, bohong, Bung Karno bukan Hitler, Bung Karno adalah penjambung lidah Rakjat Indonesia. Nah, saja sebagai penjambung lidah daripada Rakjat Indonesia itu berulang-ulang berkata kepada Tengku Abdul Rahman Putra, marilah kita petjahkan persoalan „Malaysia” jang menurut pendapat kami adalah membahajakan Republik Indonesia dan Revolusi Indonesia itu, marilah kita petjahkannja dengan tjara perundingan.
Ini Tengku, ndak tahu, ini orang aneh, Saudara-saudara. Sekali dia berkata, baik, baik, kami mau berunding, lain kali dia maki-maki lagi sama sadja; sekali dia berkata baik, mau berunding meskipun di Djakarta, kami mau datang, lain kali dia mengatakan, to hell with Sukarno, to hell itu artinja, Sukarno boleh masuk neraka sadja. Eé, rupanja ia meniru kalimat saja tempo-hari itu. Tempo-hari kan saja berkata: To hell with your aid. Terus terang pada waktu itu jang saja maksudkan, jaitu to hell, masuklah, pergilah, persetan dengan bantuanmu, with your aid, jang saja maksudkan ialah bantuan dari Amerika Serikat. Apa sebab? Oleh karena pihak, pihak lho, Amerika<noinclude></noinclude>
4odeihe8nsus4ezx1kgjt7bmk2v65sh
294621
294295
2026-05-13T17:44:36Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294621
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|374|||DWIKORA UNTUK MENGGANJANG „MALAYSIA”}}</noinclude>minjak, Indonesia punja, teh, Indonesia punja, besi, Indonesia punja, karet, Indonesia punja, timah, Indonesia punja, gula, Indonesia punja, kopi, Indonesia punja, kambing, Indonesia punja, segala hal Indonesia punja. Teu kurang parab, dulur-dulur, tidak kurang makan kita ini. Malahan tanah-air kita jang seluas itu, lebih luas daripada pantai Barat Amerika Serikat kepantai Timur Amerika Serikat, kita-punja daerah ini sebetulnja, demikianlah kukatakan berulang-ulang, bisa memberi makanan kepada 250 djuta rakjat, bisa memberi makanan jang lajak kepada 250 djuta rakjat, sekarang baru 103 djuta.
Masa kita, Saudara-saudara, jang masih mempunjai kemungkinan ditanah-air sendiri untuk hidup makmur, hidup adil dan makmur, masa kita, kami mau ambil Malaya, ambil Serawak, ambil Brunei, ambil Sabah? Tidak, sama sekali tidak, demikian kukatakan dipidato 13 April disini. Kita bukan expansionis, en toch Saudara-saudara, kami dituduh expansionisme, kami dituduh trouble-maker, saja dituduh, saja persoonlijk dituduh mendjadi Hitler djaman sekarang, dan saja mengutjap terimakasih kepada Saudara-saudara, bahwa Saudara-saudara sendiri mendjawab, bohong hal itu, bohong, Bung Karno bukan Hitler, Bung Karno adalah penjambung lidah Rakjat Indonesia. Nah, saja sebagai penjambung lidah daripada Rakjat Indonesia itu berulang-ulang berkata kepada Tengku Abdul Rahman Putra, marilah kita petjahkan persoalan „Malaysia” jang menurut pendapat kami adalah membahajakan Republik Indonesia dan Revolusi Indonesia itu, marilah kita petjahkannja dengan tjara perundingan.
Ini Tengku, ndak tahu, ini orang aneh, Saudara-saudara. Sekali dia berkata, baik, baik, kami mau berunding, lain kali dia maki-maki lagi sama sadja; sekali dia berkata baik, mau berunding meskipun di Djakarta, kami mau datang, lain kali dia mengatakan, to hell with Sukarno, to hell itu artinja, Sukarno boleh masuk neraka sadja. Eé, rupanja ia meniru kalimat saja tempo-hari itu. Tempo-hari kan saja berkata: To hell with your aid. Terus terang pada waktu itu jang saja maksudkan, jaitu to hell, masuklah, pergilah, persetan dengan bantuanmu, with your aid, jang saja maksudkan ialah bantuan dari Amerika Serikat. Apa sebab? Oleh karena pihak, pihak lho, Amerika<noinclude></noinclude>
luvptmrf054g3283m8jp4glem4ksqz6
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/379
104
101503
294293
287017
2026-05-13T12:58:49Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop, hws
294293
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|||DWIKORA UNTUK MENGGANJANG „MALAYSIA”{{gap}}375}}</noinclude>Serikat berkata: memberi bantuan kepada Indonesia, kalau Indonesia suka memberhentikan konfrontasinja kepada „Malaysia“; memberi bantuan kepada kita dengan sjarat-sjarat. Eé, kita tidak mau disjarati, Saudara-saudara, sama sekali tidak. Kita mau mendapat bantuan, siapa tidak mau mendapat bantuan, mau dapat bantuan, dari Amerika Serikat, mau, dari Italia, mau, dari Perantjis, mau, dari R.R.T., mau, dari Sovjet Unie, mau, dari manapun, mau, asal bantuan itu tidak dengan sjarat-sjarat mengikat. Kalau ada sesuatu negeri berkata, ja, kami beri bantuan kepadamu, tetapi kamu harus memberhentikan kau-punja konfrontasi kepada „Malaysia“, aku akan mendjawab: Go to hell with your aid. Apalagi sekarang Indonesia ini kaja-raja, tidak kekurangan bahan, bahan apapun Indonesia ada, sampai kambing-kambing ada, kok mau disjarati. Kita bisa berdiri diatas kaki kita sendiri, heh, tegak, malahan tadi aku berkata, Indonesia ini sekarang sudah seperti Gatutkotjo, Saudara-saudara. Ja, Gatutkotjo, Gatutkotjo daripada dunia Timur, ja Indonesia. Lha kok kita mau disjarati, ndak mau, kita tidak mau disjarati.
Nah, ini rupanja Tengku Abdul Rahman itu, Saudara-saudara, waah, Bung Karno atau Sukarno, sipendjahat Sukarno itu memakai perkataan go to hell, go to hell. Haa, saja djuga pakai perkataan go to hell, go to hell, bukan with your aid kepada Inggeris, tidak, go to hell with you, Sukarno. Nah, tjobalah, tjoba dia berkata go to hell with your aid kepada Inggeris, kalau dia berkata demikian, hai, Inggeris go to hell with your aid, waah, kami akan berkata, waah betul-betul djempol ini Abdul Rahman Putra. Tetapi dikatakan, go to hell with Sukarno. Padahal apa jang dikehendaki oleh Sukarno? Jang dikehendaki oleh Sukarno ialah perundingan. Mari kalau Tengku mau, mari kita berunding. Ha, Saudara berkata ndak berani, saja ndak tahu itu, berani apa tidak. Tapi sudah njata Inggeris, Inggeris, Inggeris, Saudara-saudara, mendikte kepada Tengku ini. Go to hell with Sukarno; nah, saja mendjawab kalau dikatakan go to hell with Sukarno, saja mendjawab: Kami Indonesia tidak mengemis, tidak minta perundingan, kami tjuma mengusulkan, memetjahkan persoalan „Malaysia“ ini dengan tjara perundingan. Tapi kalau Tengku menghendaki pemetjahan ti-<noinclude></noinclude>
fkb3ggcfcbrnpemcfibkd4xkmbzj0t4
294594
294293
2026-05-13T17:00:02Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294594
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{left sidenote|DWIKORA UNTUK MENGGANJANG „MALAYSIA”}}{{right sidenote|375}}</noinclude>Serikat berkata: memberi bantuan kepada Indonesia, kalau Indonesia suka memberhentikan konfrontasinja kepada „Malaysia“; memberi bantuan kepada kita dengan sjarat-sjarat. Eé, kita tidak mau disjarati, Saudara-saudara, sama sekali tidak. Kita mau mendapat bantuan, siapa tidak mau mendapat bantuan, mau dapat bantuan, dari Amerika Serikat, mau, dari Italia, mau, dari Perantjis, mau, dari R.R.T., mau, dari Sovjet Unie, mau, dari manapun, mau, asal bantuan itu tidak dengan sjarat-sjarat mengikat. Kalau ada sesuatu negeri berkata, ja, kami beri bantuan kepadamu, tetapi kamu harus memberhentikan kau-punja konfrontasi kepada „Malaysia“, aku akan mendjawab: Go to hell with your aid. Apalagi sekarang Indonesia ini kaja-raja, tidak kekurangan bahan, bahan apapun Indonesia ada, sampai kambing-kambing ada, kok mau disjarati. Kita bisa berdiri diatas kaki kita sendiri, heh, tegak, malahan tadi aku berkata, Indonesia ini sekarang sudah seperti Gatutkotjo, Saudara-saudara. Ja, Gatutkotjo, Gatutkotjo daripada dunia Timur, ja Indonesia. Lha kok kita mau disjarati, ndak mau, kita tidak mau disjarati.
Nah, ini rupanja Tengku Abdul Rahman itu, Saudara-saudara, waah, Bung Karno atau Sukarno, sipendjahat Sukarno itu memakai perkataan go to hell, go to hell. Haa, saja djuga pakai perkataan go to hell, go to hell, bukan with your aid kepada Inggeris, tidak, go to hell with you, Sukarno. Nah, tjobalah, tjoba dia berkata go to hell with your aid kepada Inggeris, kalau dia berkata demikian, hai, Inggeris go to hell with your aid, waah, kami akan berkata, waah betul-betul djempol ini Abdul Rahman Putra. Tetapi dikatakan, go to hell with Sukarno. Padahal apa jang dikehendaki oleh Sukarno? Jang dikehendaki oleh Sukarno ialah perundingan. Mari kalau Tengku mau, mari kita berunding. Ha, Saudara berkata ndak berani, saja ndak tahu itu, berani apa tidak. Tapi sudah njata Inggeris, Inggeris, Inggeris, Saudara-saudara, mendikte kepada Tengku ini. Go to hell with Sukarno; nah, saja mendjawab kalau dikatakan go to hell with Sukarno, saja mendjawab: Kami Indonesia tidak mengemis, tidak minta perundingan, kami tjuma mengusulkan, memetjahkan persoalan „Malaysia“ ini dengan tjara perundingan. Tapi kalau Tengku menghendaki pemetjahan {{hws|ti|tidak}}<noinclude></noinclude>
cu5az89lqmscajxmp66g0a4nq94fyqt
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/380
104
101504
294289
287018
2026-05-13T12:58:13Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop sesuaikan dengan teks aslinya
294289
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|376{{gap}}DWIKORA UNTUK MENGGANJANG „MALAYSIA”}}</noinclude>dak dengan tjara perundingan, apa boleh buat, segala djalan kami akan terima. Dengan perundingan, baik, tanpa perundingan, baik, bangsa Indonesia bukan bangsa tempe, bangsa Indonesia tidak mau Revolusinja dirongrong, bangsa Indonesia tidak mau didekat pintunja diadakan satu federasi oleh imperialisme jang membahajakan kepada Indonesia.
Tjoba, hal bahaja ja, hal bahaja, saja mau tjerita, barangkali Saudara-saudara tidak lupa tatkala ada pemberontakan P.R.R.I. Pada waktu itu pangkalan daripada pemberontak-pemberontak P.R.R.I. untuk menggempur Indonesia dimana? Mana tempatnja pangkalan itu? Di Semenandjung. Sekarang ini misalnja, baru sadja kita tumpas aksi djahat dari Andi Selle, éé, Pak Banrio kemarin baru kembali dari Makassar, dari Pare-Pare untuk melihat keadaan di Sulawesi Selatan. Andi Selle itu mengadakan penghianatan, mengadakan korupsi, mengadakan ini, mengadakan itu, dengan bantuan siapa? Bantuan dari sana itu, dari daerah jang sekarang bernama „Malaysia”. Karena itu, Saudara-saudara, njata benar „Malaysia” adalah bahaja bagi kita. Tetapi aku telah berkata, bukti hitam diatas putih ada. Orang Inggeris jang bitjara dengan Bung Karno tahun '50 ada, dia masih hidup. Bukti pemberontakan P.R.R.I. ada, bukti Andi Selle ada. Pendek kata kami bangsa Indonesia semuanja merasakan benar, bahwa „Malaysia” harus kita ganjang habishabisan. Dan oleh karena Revolusi Indonesia adalah Revolusi Rakjat, maka seluruh Rakjat itu menghendaki supaja kita mengganjang „Malaysia”. Bukan oleh karena diperintahkan oleh Sukarno, sama sekali tidak. Malah Sukarno itu rasanja kadang-kadang seperti didjungkak-djungkrakkan oleh Rakjat, didorong-dorong oleh Rakjat. Jah, saja mau didjungkak-djungkrakkan oleh Rakjat lho, bukan oleh Inggeris, oleh Amerika atau oleh Perantjis atau oleh Australia atau oleh siapapun, saja tidak mau didjungkak-djungkrakkan. Tetapi kalau didjungkak-djungkrakkan oleh Rakjat saja sendiri, jang memang aku ini, dulur-dulur, penjambung lidahmu, didjungkak-djungkrakkan, hajo Bung, begini Bung, begini Bung, saja terima.
Saja tempo-hari lantas memberi perintah kepada Pak Subandrio untuk menjatakan dimuka umum hal pengakuan Kaliman-<noinclude></noinclude>
l51a2g71c4wvdstwzap4rwxq876o17k
294596
294289
2026-05-13T17:02:48Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294596
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{left sidenote|376}}{{right sidenote|DWIKORA UNTUK MENGGANJANG „MALAYSIA”}}</noinclude>dak dengan tjara perundingan, apa boleh buat, segala djalan kami akan terima. Dengan perundingan, baik, tanpa perundingan, baik, bangsa Indonesia bukan bangsa tempe, bangsa Indonesia tidak mau Revolusinja dirongrong, bangsa Indonesia tidak mau didekat pintunja diadakan satu federasi oleh imperialisme jang membahajakan kepada Indonesia.
Tjoba, hal bahaja ja, hal bahaja, saja mau tjerita, barangkali Saudara-saudara tidak lupa tatkala ada pemberontakan P.R.R.I. Pada waktu itu pangkalan daripada pemberontak-pemberontak P.R.R.I. untuk menggempur Indonesia dimana? Mana tempatnja pangkalan itu? Di Semenandjung. Sekarang ini misalnja, baru sadja kita tumpas aksi djahat dari Andi Selle, éé, Pak Banrio kemarin baru kembali dari Makassar, dari Pare-Pare untuk melihat keadaan di Sulawesi Selatan. Andi Selle itu mengadakan penghianatan, mengadakan korupsi, mengadakan ini, mengadakan itu, dengan bantuan siapa? Bantuan dari sana itu, dari daerah jang sekarang bernama „Malaysia”. Karena itu, Saudara-saudara, njata benar „Malaysia” adalah bahaja bagi kita. Tetapi aku telah berkata, bukti hitam diatas putih ada. Orang Inggeris jang bitjara dengan Bung Karno tahun '50 ada, dia masih hidup. Bukti pemberontakan P.R.R.I. ada, bukti Andi Selle ada. Pendek kata kami bangsa Indonesia semuanja merasakan benar, bahwa „Malaysia” harus kita ganjang habishabisan. Dan oleh karena Revolusi Indonesia adalah Revolusi Rakjat, maka seluruh Rakjat itu menghendaki supaja kita mengganjang „Malaysia”. Bukan oleh karena diperintahkan oleh Sukarno, sama sekali tidak. Malah Sukarno itu rasanja kadang-kadang seperti didjungkak-djungkrakkan oleh Rakjat, didorong-dorong oleh Rakjat. Jah, saja mau didjungkak-djungkrakkan oleh Rakjat lho, bukan oleh Inggeris, oleh Amerika atau oleh Perantjis atau oleh Australia atau oleh siapapun, saja tidak mau didjungkak-djungkrakkan. Tetapi kalau didjungkak-djungkrakkan oleh Rakjat saja sendiri, jang memang aku ini, dulur-dulur, penjambung lidahmu, didjungkak-djungkrakkan, hajo Bung, begini Bung, begini Bung, saja terima.
Saja tempo-hari lantas memberi perintah kepada Pak Subandrio untuk menjatakan dimuka umum hal pengakuan {{hws|Kaliman|Kalimantan}}<noinclude></noinclude>
qugm9e2lycrztqwplgr41q5629155b9
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/381
104
101505
294287
287019
2026-05-13T12:57:54Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop sesuaikan dengan teks aslinya
294287
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|||DWIKORA UNTUK MENGGANJANG „MALAYSIA”{{gap}}377}}</noinclude>tan Utara is a matter of time, artinja hoo tunggu sadja, tunggu sadja, sebentar, tunggu, sabar, nanti Kalimantan Utara tentu kita akui sebagai satu negara jang merdeka. A matter of time. Dan saja ini didjungrak-djungrakkan oleh Rakjat, kok lantas saja dituduh bahwa sajalah jang mendorong-dorong Rakjat, katanja saja ini mendjungrakkan Rakjat hantjur-lebur tenggelam didalam lautan, hantjur-lebur, djatuh didalam djurang, katanja. Tidak, saja malahan jang didorong-dorong oleh Rakjat dan saja merasa bahagia bahwa Rakjat berdiri dibelakang saja. Bukankah benar bahwa Rakjat berdiri dibelakang saja? Itu tadi Pak Hadji Muhammad Djambek, ini hari sadja, ia berkata, buat ini hari, ia berkata, jang berkumpul disini dari semua golongan, golongan wanita ada, golongan laki-laki ada, golongan mahasiswa ada, golongan buruh ada, golongan tani ada, golongan serikat-serikat buruh ada, golongan D.P.R.-G.R. ada, golongan M.P.R.S. ada, golongan perwira-perwira ada, Angkatan Darat ada, Angkatan Laut ada, Angkatan Udara ada, Angkatan Kepolisian ada, semuanja ada disini. Saja dapat dukungan daripada seluruh Rakjat Indonesia.
Malahan tempo-hari sesudah saja mengadakan panggilan untuk sukarelawan, Saudara-saudara, 21 djuta mentjatatkan dirinja didalam waktu jang singkat, demikian meluap-luapnja sampai saja mengambil keputusan pada tanggal 13 April jang lalu, stop, tjukup 21, tjukup 21 djuta, tjukup, tjukup untuk menghadapi Tengku Abdul Rahman, tjukup untuk menghadapi „Malaysia", malah saja sudah sesumbar tempo-hari itu. He, Tengku Abdul Rahman Putra, kalau ada satu serdadu „Malaysia" melintasi garis batas masuk kedalam Republik Indonesia, sepuluh sukarelawan Indonesia akan saja masukkan ke Kalimantan Utara, seratus masuk, sepuluh ribu saja masukkan, sekedar sebagai pembalasan.
Lha wong bagaimana toch, Saudara-saudara, saja di Tokyo tempohari didatangi oleh Tuan Robert Kennedy, adiknja Presiden Kennedy almarhum; dia berkata kepada saja, waah, sebaiknja ini persoalan „Malaysia" dibitjarakan dengan perundingan. Saja berkata, ja, setudju sekali, itu pendirian kami, lebih baik dengan tjara bitjara, dengan tjara perundingan.<noinclude></noinclude>
bl56c9ednmmx61ma5c5zt8o6w2kk89d
294600
294287
2026-05-13T17:10:31Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294600
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{left sidenote|DWIKORA UNTUK MENGGANJANG „MALAYSIA”}}{{right sidenote|377}}</noinclude>{{hwe|tan|Kalimantan}} Utara is a matter of time, artinja hoo tunggu sadja, tunggu sadja, sebentar, tunggu, sabar, nanti Kalimantan Utara tentu kita akui sebagai satu negara jang merdeka. A matter of time. Dan saja ini didjungrak-djungrakkan oleh Rakjat, kok lantas saja dituduh bahwa sajalah jang mendorong-dorong Rakjat, katanja saja ini mendjungrakkan Rakjat hantjur-lebur tenggelam didalam lautan, hantjur-lebur, djatuh didalam djurang, katanja. Tidak, saja malahan jang didorong-dorong oleh Rakjat dan saja merasa bahagia bahwa Rakjat berdiri dibelakang saja. Bukankah benar bahwa Rakjat berdiri dibelakang saja? Itu tadi Pak Hadji Muhammad Djambek, ini hari sadja, ia berkata, buat ini hari, ia berkata, jang berkumpul disini dari semua golongan, golongan wanita ada, golongan laki-laki ada, golongan mahasiswa ada, golongan buruh ada, golongan tani ada, golongan serikat-serikat buruh ada, golongan D.P.R.-G.R. ada, golongan M.P.R.S. ada, golongan perwira-perwira ada, Angkatan Darat ada, Angkatan Laut ada, Angkatan Udara ada, Angkatan Kepolisian ada, semuanja ada disini. Saja dapat dukungan daripada seluruh Rakjat Indonesia.
Malahan tempo-hari sesudah saja mengadakan panggilan untuk sukarelawan, Saudara-saudara, 21 djuta mentjatatkan dirinja didalam waktu jang singkat, demikian meluap-luapnja sampai saja mengambil keputusan pada tanggal 13 April jang lalu, stop, tjukup 21, tjukup 21 djuta, tjukup, tjukup untuk menghadapi Tengku Abdul Rahman, tjukup untuk menghadapi „Malaysia", malah saja sudah sesumbar tempo-hari itu. He, Tengku Abdul Rahman Putra, kalau ada satu serdadu „Malaysia" melintasi garis batas masuk kedalam Republik Indonesia, sepuluh sukarelawan Indonesia akan saja masukkan ke Kalimantan Utara, seratus masuk, sepuluh ribu saja masukkan, sekedar sebagai pembalasan.
Lha wong bagaimana toch, Saudara-saudara, saja di Tokyo tempohari didatangi oleh Tuan Robert Kennedy, adiknja Presiden Kennedy almarhum; dia berkata kepada saja, waah, sebaiknja ini persoalan „Malaysia" dibitjarakan dengan perundingan. Saja berkata, ja, setudju sekali, itu pendirian kami, lebih baik dengan tjara bitjara, dengan tjara perundingan.<noinclude></noinclude>
7vgfididt1sp3qnmwrjwsoysnf35680
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/382
104
101506
294283
287020
2026-05-13T12:57:30Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop
294283
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|378{{gap}}DWIKORA UNTUK MENGGANJANG „MALAYSIA”}}</noinclude>Kemudian Robert Kennedy berkata, ja sebaiknja perundingan itu dalam suasana manis-manisan, dalam suasana jang tenang, dalam suasana damai, djangan dalam suasana dar-der-dor, dar-der-dor. Saja berkata, ja, itupun pendirian kami. Tjatat — kemudian Robert Kennedy berkata, kalau Tuan Sukarno setudju dengan pendirian ini, jaitu perundingan, pertama, — perundingan dalam suasana tenang dan damai —, kedua, saja mengusulkan — Robert Kennedy — diadakan cease-fire antara Indonesia dan „Malaysia“. Saja bilang, setudju, setudju. Nah tjoba, saja setudju cease-fire, cease-fire jang diusulkan oleh Robert Kennedy. Saja tanja kepada Robert Kennedy, cease fire itu apa? Cease fire jaitu berhenti tembak-menembak. Akoor, tidak tembak-menembak satu sama lain. Meskipun berhadap-hadapan begini, seperti saja dengan Ibu jang badju kuning itu, hanja berapa, sepuluh meter, tapi djangan tembak-menembak satu sama lain, tjuma pandang-memandang sadja.
Lantas saja tanja kepada Robert Kennedy, bagaimana ini, apakah Tengku Abdul Rahman Putra setudju dengan cease-fire jang demikian? Robert Kennedy mendjawab: Saja dari Tokyo ini akan pergi ke Manila, sesudah Manila aku akan pergi ke Kuala Lumpur bitjara dengan Tengku Abdul Rahman Putra mengenai cease-fire ini, saja akan usulkan kepada Tengku Abdul Rahman Putra supaja diadakan cease-fire, dan bagaimana hasil daripada pembitjaraanku dengan Tengku Abdul Rahman Putra itu akan aku beritahukan kepada Presiden Sukarno. Artinja, dari Kuala Lumpur, saja akan datang di Djakarta. Saja berkata, thank you, thank you, Bob, thank you. Lantas Robert Kennedy pergi ke Manila, saja pulang ke Djakarta, Robert Kennedy pergi ke Manila, dari Manila pergi ke Kuala Lumpur bitjara sama Tengku Abdul Rahman Putra, saja tunggu di Djakarta ini, tunggu kepada Robert Kennedy. Robert Kennedy datang dari Kuala Lumpur membawa kabar, Tengku Abdul Rahman Putra setudju dengan cease-fire. Wah, saja berkata sjukur Alhamdulillah.
Malahan saja begini, Saudara-saudara, terus-terang sadja, pada waktu di Tokyo saja ini sedikit bodoh, terusterang bodoh pada waktu itu, saja mengira jang diusulkan oleh Robert Ken-<noinclude></noinclude>
egckqd0ocmm5sbs142ljq513array81
294601
294283
2026-05-13T17:14:14Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294601
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{left sidenote|378}}{{right sidenote|DWIKORA UNTUK MENGGANJANG „MALAYSIA”}}</noinclude>Kemudian Robert Kennedy berkata, ja sebaiknja perundingan itu dalam suasana manis-manisan, dalam suasana jang tenang, dalam suasana damai, djangan dalam suasana dar-der-dor, dar-der-dor. Saja berkata, ja, itupun pendirian kami. Tjatat — kemudian Robert Kennedy berkata, kalau Tuan Sukarno setudju dengan pendirian ini, jaitu perundingan, pertama, — perundingan dalam suasana tenang dan damai —, kedua, saja mengusulkan — Robert Kennedy — diadakan cease-fire antara Indonesia dan „Malaysia“. Saja bilang, setudju, setudju. Nah tjoba, saja setudju cease-fire, cease-fire jang diusulkan oleh Robert Kennedy. Saja tanja kepada Robert Kennedy, cease fire itu apa? Cease fire jaitu berhenti tembak-menembak. Akoor, tidak tembak-menembak satu sama lain. Meskipun berhadap-hadapan begini, seperti saja dengan Ibu jang badju kuning itu, hanja berapa, sepuluh meter, tapi djangan tembak-menembak satu sama lain, tjuma pandang-memandang sadja.
Lantas saja tanja kepada Robert Kennedy, bagaimana ini, apakah Tengku Abdul Rahman Putra setudju dengan cease-fire jang demikian? Robert Kennedy mendjawab: Saja dari Tokyo ini akan pergi ke Manila, sesudah Manila aku akan pergi ke Kuala Lumpur bitjara dengan Tengku Abdul Rahman Putra mengenai cease-fire ini, saja akan usulkan kepada Tengku Abdul Rahman Putra supaja diadakan cease-fire, dan bagaimana hasil daripada pembitjaraanku dengan Tengku Abdul Rahman Putra itu akan aku beritahukan kepada Presiden Sukarno. Artinja, dari Kuala Lumpur, saja akan datang di Djakarta. Saja berkata, thank you, thank you, Bob, thank you. Lantas Robert Kennedy pergi ke Manila, saja pulang ke Djakarta, Robert Kennedy pergi ke Manila, dari Manila pergi ke Kuala Lumpur bitjara sama Tengku Abdul Rahman Putra, saja tunggu di Djakarta ini, tunggu kepada Robert Kennedy. Robert Kennedy datang dari Kuala Lumpur membawa kabar, Tengku Abdul Rahman Putra setudju dengan cease-fire. Wah, saja berkata sjukur Alhamdulillah.
Malahan saja begini, Saudara-saudara, terus-terang sadja, pada waktu di Tokyo saja ini sedikit bodoh, terusterang bodoh pada waktu itu, saja mengira jang diusulkan oleh Robert {{hws|Ken|Kennedy}}<noinclude></noinclude>
jn82z9m8phy4zcvflf1c50bmpqhni9i
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/383
104
101507
294281
287021
2026-05-13T12:57:12Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop
294281
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|||DWIKORA UNTUK MENGGANJANG „MALAYSIA”{{gap}}379}}</noinclude>nedy ialah cease-fire dengan satu pihak mundur sekian kilometer, pihak kitapun mundur sekian kilometer. Itu mula-mula saja kira, dan itu tadinja di Tokyo saja nggelenggem sadja, ja saja setudju, saja setudju, saja setudju; belakangan datang di Djakarta, wah, kok pakai mundur-munduran. Robert Kennedy dari Kuala Lumpur datang di Djakarta memberitahu kepada saja, bahwa cease-fire berarti — cease-fire jang djuga disetudjui oleh Tengku Abdul Rahman Putra —: tidak tembak-menembak, satu; stand-fast, dua; artinja stand-fast itu tetap ditempat masing-masing dan tidak diadakan mopping-up operations, artinja tidak ada pembersihan-pembersihan oleh sesuatu pihak. Kita tidak mengadakan pembersihan, mereka tidak mengadakan pembersihan. Saja tanja kepada Robert Kennedy, benar begitu, tanpa mundur-munduran? Tidak, kata Robert Kennedy. Tjatat, tjatat, tjatat, tjatat, Robert Kennedy mengatakan itu, tanpa mundur-munduran, just only stand-fast, cease-fire, no shooting and stand-fast and no mopping-up operations. Boleh ditanjakan pada Robert Kennedy sendiri.
Karena Robert Kennedy berkata, yes, itu memang jang disetudjui oleh Tengku Abdul Rahman Putra waktu ia bitjara di Kuala Lumpur, haa, saja kemudian mengeluarkan saja-punja cease-fire order, perintah cease-fire saja kepada tentara Republik Indonesia dan kepada geriljawan-geriljawan. Saja berkata, berhenti, stop dulu tembak-menembak, djangan menembak, cease-fire, tetaplah ditempatmu masing-masing, stand-fast, tetapi djikalau engkau ditembak, hantam kembali musuh jang menembak kepadamu itu. Ini cease-fire order saja jang ditjetak dipamflet-pamflet, pamflet-pamflet itu diserahkan oleh pimpinan negara kepada Pak Omar Dhani, Pangau, dan Pak Omar Dhani mengerahkan ia-punja kapal-kapal udara, terbang diatas wilajah Kalimantan Utara, djatuhkan pamflet-pamflet itu, jang berdjudul: Perintah kepada geriljawan, kepada tentara Republik Indonesia diperbatasan, cease-fire, djangan menembak, tetaplah ditempatmu masing-masing, tetapi djikalau engkau ditembak, hantam kembali tembakan itu.
Nah, tadinja saja kira, kalau sudah dengan cease-fire ini tentu lantas suasana mendjadi tenang, dan Tengku Abdul Rahman Putra bersedia berunding dengan kami, berunding tentang<noinclude></noinclude>
ar4zw60kvfcqsot0yx7e5bgkhcpax8u
294604
294281
2026-05-13T17:20:55Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294604
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{left sidenote|DWIKORA UNTUK MENGGANJANG „MALAYSIA”}}{{right sidenote|379}}</noinclude>{{hwe|nedy|Kennedy}} ialah cease-fire dengan satu pihak mundur sekian kilometer, pihak kitapun mundur sekian kilometer. Itu mula-mula saja kira, dan itu tadinja di Tokyo saja nggelenggem sadja, ja saja setudju, saja setudju, saja setudju; belakangan datang di Djakarta, wah, kok pakai mundur-munduran. Robert Kennedy dari Kuala Lumpur datang di Djakarta memberitahu kepada saja, bahwa cease-fire berarti — cease-fire jang djuga disetudjui oleh Tengku Abdul Rahman Putra —: tidak tembak-menembak, satu; stand-fast, dua; artinja stand-fast itu tetap ditempat masing-masing dan tidak diadakan mopping-up operations, artinja tidak ada pembersihan-pembersihan oleh sesuatu pihak. Kita tidak mengadakan pembersihan, mereka tidak mengadakan pembersihan. Saja tanja kepada Robert Kennedy, benar begitu, tanpa mundur-munduran? Tidak, kata Robert Kennedy. Tjatat, tjatat, tjatat, tjatat, Robert Kennedy mengatakan itu, tanpa mundur-munduran, just only stand-fast, cease-fire, no shooting and stand-fast and no mopping-up operations. Boleh ditanjakan pada Robert Kennedy sendiri.
Karena Robert Kennedy berkata, yes, itu memang jang disetudjui oleh Tengku Abdul Rahman Putra waktu ia bitjara di Kuala Lumpur, haa, saja kemudian mengeluarkan saja-punja cease-fire order, perintah cease-fire saja kepada tentara Republik Indonesia dan kepada geriljawan-geriljawan. Saja berkata, berhenti, stop dulu tembak-menembak, djangan menembak, cease-fire, tetaplah ditempatmu masing-masing, stand-fast, tetapi djikalau engkau ditembak, hantam kembali musuh jang menembak kepadamu itu. Ini cease-fire order saja jang ditjetak dipamflet-pamflet, pamflet-pamflet itu diserahkan oleh pimpinan negara kepada Pak Omar Dhani, Pangau, dan Pak Omar Dhani mengerahkan ia-punja kapal-kapal udara, terbang diatas wilajah Kalimantan Utara, djatuhkan pamflet-pamflet itu, jang berdjudul: Perintah kepada geriljawan, kepada tentara Republik Indonesia diperbatasan, cease-fire, djangan menembak, tetaplah ditempatmu masing-masing, tetapi djikalau engkau ditembak, hantam kembali tembakan itu.
Nah, tadinja saja kira, kalau sudah dengan cease-fire ini tentu lantas suasana mendjadi tenang, dan Tengku Abdul Rahman Putra bersedia berunding dengan kami, berunding tentang<noinclude></noinclude>
p0tdbrqwa5ah57yc4u8tefec47xb9hj
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/386
104
101509
294277
287023
2026-05-13T12:56:24Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop sesuaikan dengan teks aslinya
294277
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|382{{gap}}DWIKORA UNTUK MENGGANJANG „MALAYSIA”}}</noinclude>memang dia dilindungi dari belakang, ditiup dari belakang oleh imperialis Inggeris. Kata orang Djakarta ini, mengerti perkataan „ububi” apa tidak? Ngerti, ja ndak? „Ngububi”, makin lama makin galak ia-punja suara, bahkan ia pernah berkata, orang „Malaysia”, orangnja Tengku Abdul Rahman Putra dan Abdul Rahman Putra sendiri makin galaknja, tjongkaknja, ho-hoo. „Kami kuat, kami kuat”, kami itu „Malaysia”, dalam belakang kepalanja „kami kuat, oleh karena kami dibantu, disokong oleh Inggeris, oleh Australia, oleh Amerika. Kami kuat”, lantas dia berkata: "We have routed the man from Djakarta". We have routed the man from Djakarta, apa artinja routed itu? Routed itu artinja sudah kikis habis. Orangnja Tengku Abdul Rahman Putra dan dia sendiri berkata: „Kami, kita sudah kikis habis orang-orang di Djakarta itu!” Ini apakah benar, sudah kikis habis? Hai Tengku, engkau berkata, routed rakjat di Djakarta, the man from Djakarta, tapi apa kenjataannja? Ini Sukarno berdiri, ini Chaerul Saleh berdiri, ini ada Djenderal Nasution, ini ada Omar Dhani, ini ada Martadinata, ini ada Sutjipto, ini ada Sumarno, ini ada Sudibjo, seluruh rakjat Djakarta Raya masih ada disini, bahkan 21 djuta sukarelawan siap-sedia untuk mengganjang „negara”mu. We have routed the man from Djakarta. Hai Subandrio, apakah engkau sudah routed? Belum, ia malahan, nah berdiri ngganteng dibelakang sadja itu, lho. Bu Bandrio, Bu Bandrio, ini lho suamimu. Katanja mereka sudah routed sama dia, routed jaitu artinja sudah kikis habis. Hoo, kikis habis.
Karena itu kemarinpun saja berkata: Lhoo, kalau situ galak, saja galak djuga. Saja katakan lagi: Satu Tengku Abdul Rahman Putra, lha mbok seratus Tengku Abdul Rahman Putra kita ganjang habis-habisan. Madjua kabèh leganing atiku, adja nidji adja loro! Ja, madjua kabèh leganing atiku, kataku di Senajan, saleksa ing ngarsa, jaitu sepuluh-ribu dimuka, saketi ing wuri, seratus-ribu dibelakang, ampjaken kadya wong ndjala, rajahen kadya mendjangan mati, antjik-antjika puntjaké gunung Merapi, kekedjera kaja manuk brandjangan, kopat-kapita kaja ula tapak-angin, kena gepuk limpung alugara, ............. adjur-mumur tanpa aran. Lha kok katanja kita sudah routed,<noinclude></noinclude>
avb4dqlbc9fdyunl8k1yv01v9ma7zls
294653
294277
2026-05-13T18:26:48Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294653
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|382|||DWIKORA UNTUK MENGGANJANG „MALAYSIA”}}</noinclude>memang dia dilindungi dari belakang, ditiup dari belakang oleh imperialis Inggeris. Kata orang Djakarta ini, mengerti perkataan „ububi” apa tidak? Ngerti, ja ndak? „Ngububi”, makin lama makin galak ia-punja suara, bahkan ia pernah berkata, orang „Malaysia”, orangnja Tengku Abdul Rahman Putra dan Abdul Rahman Putra sendiri makin galaknja, tjongkaknja, ho-hoo. „Kami kuat, kami kuat”, kami itu „Malaysia”, dalam belakang kepalanja „kami kuat, oleh karena kami dibantu, disokong oleh Inggeris, oleh Australia, oleh Amerika. Kami kuat”, lantas dia berkata: "We have routed the man from Djakarta". We have routed the man from Djakarta, apa artinja routed itu? Routed itu artinja sudah kikis habis. Orangnja Tengku Abdul Rahman Putra dan dia sendiri berkata: „Kami, kita sudah kikis habis orang-orang di Djakarta itu!” Ini apakah benar, sudah kikis habis? Hai Tengku, engkau berkata, routed rakjat di Djakarta, the man from Djakarta, tapi apa kenjataannja? Ini Sukarno berdiri, ini Chaerul Saleh berdiri, ini ada Djenderal Nasution, ini ada Omar Dhani, ini ada Martadinata, ini ada Sutjipto, ini ada Sumarno, ini ada Sudibjo, seluruh rakjat Djakarta Raya masih ada disini, bahkan 21 djuta sukarelawan siap-sedia untuk mengganjang „negara”mu. We have routed the man from Djakarta. Hai Subandrio, apakah engkau sudah routed? Belum, ia malahan, nah berdiri ngganteng dibelakang sadja itu, lho. Bu Bandrio, Bu Bandrio, ini lho suamimu. Katanja mereka sudah routed sama dia, routed jaitu artinja sudah kikis habis. Hoo, kikis habis.
Karena itu kemarinpun saja berkata: Lhoo, kalau situ galak, saja galak djuga. Saja katakan lagi: Satu Tengku Abdul Rahman Putra, lha mbok seratus Tengku Abdul Rahman Putra kita ganjang habis-habisan. Madjua kabèh leganing atiku, adja nidji adja loro! Ja, madjua kabèh leganing atiku, kataku di Senajan, saleksa ing ngarsa, jaitu sepuluh-ribu dimuka, saketi ing wuri, seratus-ribu dibelakang, ampjaken kadya wong ndjala, rajahen kadya mendjangan mati, antjik-antjika puntjaké gunung Merapi, kekedjera kaja manuk brandjangan, kopat-kapita kaja ula tapak-angin, kena gepuk limpung alugara, ............. adjur-mumur tanpa aran. Lha kok katanja kita sudah routed,<noinclude></noinclude>
5wl0x7j89v9pg6alg90t10yny6o5e3q
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/389
104
101514
294203
286605
2026-05-13T12:32:51Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop perbaiki tanda baca
294203
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|DWIKORA UNTUK MENGGANJANG ,,MALAYSIA"||385}}</noinclude>
sabaro, saja sabar. Ada batasnja sabar, ja toh betul ada batasnja sabar?
Tapi saja masih sabar, sabar, sabar, mendadak muntjul lagi penghinaan. Berkata: Mau bitjara dengan Sukarno, tetapi lebih dahulu semua geriljawan harus keluar dari Kalimantan Utara. Saja kan berkata, itu memang sudah disetudjui dengan Kennedy, oleh Kennedy sendiri, bahwa cease-fire berarti cease-fire and stand-fast. Tapi dia berkata, mau bitjara dengan Sukarno tetapi harus dia-punja geriljawan keluar dulu dari Kalimantan Utara dan ditambah dengan penghinaan jang maha penghinaan, ....... dan Sukarno harus lebih dahulu mengadakan perdjandjian tertulis bahwa dia akan mendjalankan segala apa jang diputuskan, disetudjui dalam perundingan-perundingan itu. Heh, Abdul Rahman kurangadjar, saja disuruh mengadakan perdjandjian tertulis lebih dahulu: Dengan ini saja, begini maksudnja itu lho, dengan ini saja, Presiden Republik Indonesia, Panglima Tertinggi Angkatan Bersendjata Republik Indonesia, Pemimpin Besar Revolusi Indonesia, Mandataris M.P.R.S. Indonesia, Presiden seumur hidup daripada Republik Indonesia, dengan ini saja berdjandji, hitam diatas putih, bahwa apa jang akan disetudjui, diputuskan dalam perudingan dengan Tengku Abdul Rahman Putra, akan saja taati dengan sepenuhnja. Laailaaha-Illallah , apa itu bukan penghinaan, Saudara-saudara? Djadi dia itu lebih dahulu sudah mengira bahwa saja penipu , Sukarno itu penipu, djadi djangan bitjara dengan dia sebab nanti toh apa jang dia sudah setudjui dalam perundingan, dia akan ingkari ; uuh, saja dinamakan penipu, Saudara-saudara. Dan untuk mendjaga kehormatan daripada seluruh Rakjat Indonesia, saja tidak mau terima penghinaan jang demikian ini.
Lantas ja, lantas di Malaya diadakan pemilihan umum. Ah tadinja, Saudara-saudara, dengarkan, saja dari tadinja sudah tahu bahwa pemilihan umum di Malaya ini adalah pemilihan umum setjara sekongkol. Pemimpin-pemimpin oposisi lebih dahulu dimasukkan dalam kandang tikus, uang disebarkan, disebarkan dikalangan rakjat supaja memilih, memenangkan Tengku Abdul Rahman Putra, saban orang dikasi lima-ribu rupiah atau lima-ribu dollar,
ndak tahu, pendek, main<noinclude>{{rh|166/B (25)||}}</noinclude>
optc5vys2voijvoxz6diz2osy1tbn5c
294711
294203
2026-05-13T19:34:00Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
294711
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" />{{rh|DWIKORA UNTUK MENGGANJANG „MALAYSIA”||385}}</noinclude>sabaro, saja sabar. Ada batasnja sabar, ja toh betul ada batasnja sabar?
Tapi saja masih sabar, sabar, sabar, mendadak muntjul lagi penghinaan. Berkata: Mau bitjara dengan Sukarno, tetapi lebih dahulu semua geriljawan harus keluar dari Kalimantan Utara. Saja kan berkata, itu memang sudah disetudjui dengan Kennedy, oleh Kennedy sendiri, bahwa cease-fire berarti cease-fire and stand-fast. Tapi dia berkata, mau bitjara dengan Sukarno tetapi harus dia-punja geriljawan keluar dulu dari Kalimantan Utara dan ditambah dengan penghinaan jang maha penghinaan, ....... dan Sukarno harus lebih dahulu mengadakan perdjandjian tertulis bahwa dia akan mendjalankan segala apa jang diputuskan, disetudjui dalam perundingan-perundingan itu. Heh, Abdul Rahman kurangadjar, saja disuruh mengadakan perdjandjian tertulis lebih dahulu: Dengan ini saja, ― begini maksudnja itu lho ―, dengan ini saja, Presiden Republik Indonesia, Panglima Tertinggi Angkatan Bersendjata Republik Indonesia, Pemimpin Besar Revolusi Indonesia, Mandataris M.P.R.S. Indonesia, Presiden seumur hidup daripada Republik Indonesia, dengan ini saja berdjandji, hitam diatas putih, bahwa apa jang akan disetudjui, diputuskan dalam perudingan dengan Tengku Abdul Rahman Putra, akan saja taati dengan sepenuhnja. Laailaaha-Illallah, apa itu bukan penghinaan, Saudara-saudara? Djadi dia itu lebih dahulu sudah mengira bahwa saja penipu, Sukarno itu penipu, djadi djangan bitjara dengan dia sebab nanti toh apa jang dia sudah setudjui dalam perundingan, dia akan ingkari; uuh, saja dinamakan penipu, Saudara-saudara. Dan untuk mendjaga kehormatan daripada seluruh Rakjat Indonesia, saja tidak mau terima penghinaan jang demikian ini.
Lantas ja, lantas di Malaya diadakan pemilihan umum. Ah tadinja, Saudara-saudara, dengarkan, saja dari tadinja sudah tahu bahwa pemilihan umum di Malaya ini adalah pemilihan umum setjara sekongkol. Pemimpin-pemimpin oposisi lebih dahulu dimasukkan dalam kandang tikus, uang disebarkan, disebarkan dikalangan rakjat supaja memilih, memenangkan Tengku Abdul Rahman Putra, saban orang dikasi lima-ribu rupiah atau lima-ribu dollar,
ndak tahu, pendek, main<noinclude>{{rh|166/B (25)||}}</noinclude>
s0c1iup7vo5p0cpdozq9hnofjmo74zd
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/390
104
101515
294183
286606
2026-05-13T12:17:51Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ tanda petik
294183
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|386||DWIKORA UNTUK MENGGANJANG ,,MALAYSIA"}}</noinclude>uang, main tangkap pemimpin-pemimpin oposisi, sekongkolan, Saudara-saudara, kalau tidak lima-ribu, ja lima-ratus, saja tjuma ingat angka lima, Saudara-saudara. Dari tadinja saja sudah tahu, bahwa nanti sebagai hasil daripada pemilihan umum ini ialah bahwa Tengku akan segera mendapat kemenangan, bahwa sebagian besar daripada pemilih akan membenarkan kepada Tengku. Itu dari tadinja saja sudah tahu, karena saja tahu djuga tjaranja mereka mengadakan pemilihan umum, jaitu pemilihan umum sekongkol. Toh. toh, meskipun saja tahu bahwa dia akan mendapat kemenangan, saja tadinja masih ada harapan, barangkali kalau dia sudah mendapat kemenangan, dia itu lantas merasa dirinja lebih aman; sebelum ada pemilihan umum dia merasa dirinja kurang aman, dia merasa bahwa dia itu harus, ha-ha galak-galak, bahwa dia itu harus mengeluarkan suara jang galak terhadap pada Indonesia, bahwa dia harus djago-djagoan. Tadinja saja kira begitu, bahwa sesudah dia mentjapai kemenangan dalam pemilihan umum ini dia akan merasa dirinja aman, lantas otak pikirannjapun lebih tenang, dan lantas dia berkata, nah, sekarang saja sudah menang dalam pemilihan umum, O.K., Sukarno, mari kita berunding. Tadinja saja kira begitu, dia tadinja saja kira akan berkata, now I have the backing of the majority of the Malayan people, artinja aku sekarang sudah mempunjai dukungan daripada sebagian besar daripada rakjat Malaya, nah Sukarno, sekarang mari kita berunding. Tadinja saja kira begitu, malahan saja harap begitu. Oo kiranja tidak, Saudara-saudara, kiranja tidak, begitu dia mendengar bahwa dia mendapat kemenangan, begitu dia berkata, go to hell with Sukarno. Laailaaha Illallah.
Djadi, Saudara-saudara, tadi siapa berteriak, kesabaran itu ada batasnja? Ja Bung, ja Bung, memang, saja itu sudah mentjapai batas kesabaran sekarang ini, saja sudah mentjapai batas kesabaran. Saja sudah tjukup, tjukup, tjukup dimarahi oleh Rakjat Indonesia karena saja terlalu sabar. Dulunja saja selalu, saja selalu, saja sebagai Presiden/Panglima Tertinggi selalu saja berkata kepada Rakjat Indonesia, sabar, sabar, sabar, bahasa Inggerisnja, ― supaja mereka dapat dengar ―, leave it to me, leave it to me, leave it to me, artinja, sudah<noinclude></noinclude>
azcpdh8hbcjrp4craz1j5umpso6h6jg
294712
294183
2026-05-13T19:35:48Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
294712
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" />{{rh|386||DWIKORA UNTUK MENGGANJANG „MALAYSIA”}}</noinclude>uang, main tangkap pemimpin-pemimpin oposisi, sekongkolan, Saudara-saudara, kalau tidak lima-ribu, ja lima-ratus, saja tjuma ingat angka lima, Saudara-saudara. Dari tadinja saja sudah tahu, bahwa nanti sebagai hasil daripada pemilihan umum ini ialah bahwa Tengku akan segera mendapat kemenangan, bahwa sebagian besar daripada pemilih akan membenarkan kepada Tengku. Itu dari tadinja saja sudah tahu, karena saja tahu djuga tjaranja mereka mengadakan pemilihan umum, jaitu pemilihan umum sekongkol. Toh. toh, meskipun saja tahu bahwa dia akan mendapat kemenangan, saja tadinja masih ada harapan, barangkali kalau dia sudah mendapat kemenangan, dia itu lantas merasa dirinja lebih aman; sebelum ada pemilihan umum dia merasa dirinja kurang aman, dia merasa bahwa dia itu harus, ha-ha galak-galak, bahwa dia itu harus mengeluarkan suara jang galak terhadap pada Indonesia, bahwa dia harus djago-djagoan. Tadinja saja kira begitu, bahwa sesudah dia mentjapai kemenangan dalam pemilihan umum ini dia akan merasa dirinja aman, lantas otak pikirannjapun lebih tenang, dan lantas dia berkata, nah, sekarang saja sudah menang dalam pemilihan umum, O.K., Sukarno, mari kita berunding. Tadinja saja kira begitu, dia tadinja saja kira akan berkata, now I have the backing of the majority of the Malayan people, artinja aku sekarang sudah mempunjai dukungan daripada sebagian besar daripada rakjat Malaya, nah Sukarno, sekarang mari kita berunding. Tadinja saja kira begitu, malahan saja harap begitu. Oo kiranja tidak, Saudara-saudara, kiranja tidak, begitu dia mendengar bahwa dia mendapat kemenangan, begitu dia berkata, go to hell with Sukarno. Laailaaha Illallah.
Djadi, Saudara-saudara, tadi siapa berteriak, kesabaran itu ada batasnja? Ja Bung, ja Bung, memang, saja itu sudah mentjapai batas kesabaran sekarang ini, saja sudah mentjapai batas kesabaran. Saja sudah tjukup, tjukup, tjukup dimarahi oleh Rakjat Indonesia karena saja terlalu sabar. Dulunja saja selalu, saja selalu, saja sebagai Presiden/Panglima Tertinggi selalu saja berkata kepada Rakjat Indonesia, sabar, sabar, sabar, bahasa Inggerisnja, ― supaja mereka dapat dengar ―, leave it to me, leave it to me, leave it to me, artinja, sudah<noinclude></noinclude>
7bk4xilqef0vx0v2evxxdkspuylp1m5
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/405
104
101540
294182
286620
2026-05-13T12:14:04Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ tanda petik
294182
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|ADA MUSJAWARAH ATAU TIDAK||401}}</noinclude>saan antara Sabang dan Merauke, bernegara jang berbentuk Republik Kesatuan. Kedua, untuk menanamkan didalam negara itu satu masjarakat jang adil dan makmur. Ketiga, untuk mengadakan dunia baru antara semua manusia didunia ini. Satu dunia baru tanpa exploitation de l'homme parl'homme dan tanpa exploitation de nation par nation.
Ini, Saudara-saudara, ini jang mengisi kalbu kita. Oleh karena itulah, saja ulangi, oleh karena itulah, kita mau mengganjang ,,Malaysia" itu. Oleh karena ,,Malaysia" adalah satu usaha daripada imperialis untuk mengganjang Revolusi Indonesia ini. Kita mengetahui hal itu, jah ini, Saudara-saudara. Dutabesar jang saja maksudkan itu tadi, ia pernah berkata, kepada Pak Ban, eeh Mr. Subandrio, don't be apologated, in the past we knew how to twist the tails of any nation, berkata Dutabesar itu kepada Pak Bandrio; artinja, hai Pak Bandrio Saudara Subandrio, Menteri Subandrio. Jang Mulia Menteri Subandrio, djanganlah apologated, djanganlah mengemukakan alasan-alasan, mentjoba menerangkan ini dan itu , djangan, in the past we knew how to twist the tails of nations, ia berkata demikian.
Dia berkata maksudnja, djaman dulu atau dulu, kami ini, kami ini, kami selalu bisa twist the tail, puter ekornja bangsa-bangsa apapun, we knew how to twist the tails of nations. Lha Pak Bandrio dibilangin begitu, didalam kalbunja Pak Bandrio didalam bathinnja Pak Bandrio, Pak Bandrio berkata, ja engkau boleh berkata in the past, dulu, engkau knew to twist the tails of any nation, bisa memuter, memuter itu apa itu, ja dipelintir ekornja bangsa apapun, tetapi kita sekarang ini akan mendjawab : bahwa ja, dulu kita bisa diingkelingkel oleh imperialisme 350 tahun lamanja. Sekarang kita bukan djadjahan, we knew to twist the tail daripada imperialisme, bahkan kita bisa motong lehernja imperialis-imperialis apapun.
Saja kan sudah berkata, Rakjat Indonesia itu sekarang Gatutkatja dunia Timur. Gatutkatja itu pekerdjaannja apa, motèli gulu Saudara-saudara, motèli leher, motong leher. Ja, engkau boleh, engkau itu, orang itu, kulit putih itu berkata, engkau dulu bisa twist the tail, puter ekornja any nation. Kita sekarang bangsa Indonesia bisa motèl gulunja tiap-tiap {{hws|impe-|imperialisme}}
166/B (26)<noinclude></noinclude>
j732bh2iqj2d7mtz2gumq3npoe8r631
294715
294182
2026-05-13T19:38:43Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
294715
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" />{{rh|ADA MUSJAWARAH ATAU TIDAK||401}}</noinclude>saan antara Sabang dan Merauke, bernegara jang berbentuk Republik Kesatuan. Kedua, untuk menanamkan didalam negara itu satu masjarakat jang adil dan makmur. Ketiga, untuk mengadakan dunia baru antara semua manusia didunia ini. Satu dunia baru tanpa exploitation de l'homme par l'homme dan tanpa exploitation de nation par nation.
Ini, Saudara-saudara, ini jang mengisi kalbu kita. Oleh karena itulah, saja ulangi, oleh karena itulah, kita mau mengganjang „Malaysia” itu. Oleh karena „Malaysia” adalah satu usaha daripada imperialis untuk mengganjang Revolusi Indonesia ini. Kita mengetahui hal itu, jah ini, Saudara-saudara. Dutabesar jang saja maksudkan itu tadi, ia pernah berkata, kepada Pak Ban, eeh Mr. Subandrio, don't be apologated, in the past we knew how to twist the tails of any nation, berkata Dutabesar itu kepada Pak Bandrio; artinja, hai Pak Bandrio Saudara Subandrio, Menteri Subandrio. Jang Mulia Menteri Subandrio, djanganlah apologated, djanganlah mengemukakan alasan-alasan, mentjoba menerangkan ini dan itu, djangan, in the past we knew how to twist the tails of nations, ia berkata demikian.
Dia berkata maksudnja, djaman dulu atau dulu, kami ini, kami ini, kami selalu bisa twist the tail, puter ekornja bangsa-bangsa apapun, we knew how to twist the tails of nations. Lha Pak Bandrio dibilangin begitu, didalam kalbunja Pak Bandrio didalam bathinnja Pak Bandrio, Pak Bandrio berkata, ja engkau boleh berkata in the past, dulu, engkau knew to twist the tails of any nation, bisa memuter, memuter itu apa itu, ja dipelintir ekornja bangsa apapun, tetapi kita sekarang ini akan mendjawab : bahwa ja, dulu kita bisa diingkelingkel oleh imperialisme 350 tahun lamanja. Sekarang kita bukan djadjahan, we knew to twist the tail daripada imperialisme, bahkan kita bisa motong lehernja imperialis-imperialis apapun.
Saja kan sudah berkata, Rakjat Indonesia itu sekarang Gatutkatja dunia Timur. Gatutkatja itu pekerdjaannja apa, motèli gulu Saudara-saudara, motèli leher, motong leher. Ja, engkau boleh, engkau itu, orang itu, kulit putih itu berkata, engkau dulu bisa twist the tail, puter ekornja any nation. Kita sekarang bangsa Indonesia bisa motèl gulunja tiap-tiap {{hws|impe-|imperialisme}}
166/B (26)<noinclude></noinclude>
9fa60laagsl3ss07iricz3o67axs40x
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/406
104
101548
294181
286621
2026-05-13T12:13:35Z
Riiiv
22458
294181
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" />{{rh|402||ADA MUSJAWARAH ATAU TIDAK}}</noinclude>{{hwe|rialisme|imperialisme}}, imperialisme apapun. Jaa, kita sekarang sudah selalu, malahan saja sudah termasjhur dengan sumbaran saja, hé, adja sidji adja loro, madjua kabèh leganing atiku. Adja sidji adja loro, saleksa ing ngarso, saketi ing wuri, ampjaken kadya wong ndjala, rajahen kadya mendjangan mati, antjik-antjika puntjaké gunung Semeru, ongkang-ongkanga nèng puntjaké gunung Slamet, kekedjera kaja manuk brandjangan, kopatkapita kaja ula tapak-angin, kena gepuk limpung alugoro persatuan Indonesia, adjur-mumur tanpa ngaran imperialisme. Lhako k kita, Saudara-saudara, dituduh ini, dituduh itu, katanja Sukarno is a trouble maker, Sukarno is the bad man of Asia. Karena itu mau ditjoba, ditjobalah, ditjoba, get rid of Sukarno, get rid of him, artinja itulah, bèrèsilah Sukarno itu, bèrèsi Sukarno itu, kalau bisa bunuh sadja. Ja saja sudah beberapa kali Saudara-saudara, mau ditjoba dibunuh, dikira kalau Sukarno sudah mati, Rakjat Indonesia akan nurut, Rakjat Indonesia akan bisa diingkel-ingkel lagi, Rakjat Indonesia akan bisa dihisap lagi. Eeh dia tidak tahu bahwa aku ini sekadar adalah penjambung lidah daripada Rakjat Indonesia. Kalau Sukarno mati, Saudara-saudara, tetap bangsa Indonesia seluruhnja akan mengganjang „Malaysia”, akan bangkit, akan meneruskan Revolusinja, jaitu mendirikan Negara Kesatuan Nasional, kesatuan dari Sabang sampai Merauke, mendirikan satu masjarakat jang adil dan makmur, mendirikan satu dunia baru buat ummat manusia diseluruh dunia ini.
Karena itu, hai Sukarelawan, engkau mendjadi Sukarelawan itu sebenarnja, sebagai dikatakan oleh Pak Subandrio tadi, sebagai pemenuhan daripada satu historical necessity, satu keharusan sedjarah, satu permintaan sedjarah. Memang sedjarah kita menuntut hal ini, Revolusi berdjalan terus, berdjalan terus! Dulu, kita mengganjang musuh-musuh dalam negeri, sekarang kita mengganjang musuh-musuh diluar negeri, imperialis apapun dan kita tetap onward no retreat. Kita tidak takut, kita tidak bisa digertak oleh siapapun djuga. Apa dikira kita ini lantas djadi takut kalau digertak, digertak oleh imperialis ini, digertak oleh imperialis itu, ditakut-takuti oleh imperialis ini, ditakut-takuti oleh imperialis itu!? Uuh, onward no retreat!, djalan terus, berdjalan terus dan tidak boleh tidak Insja Allah<noinclude></noinclude>
95m9gp1o2j0lcs5ixa12x7wkb494hrg
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/407
104
101550
294179
286622
2026-05-13T12:13:03Z
Riiiv
22458
/* Belum diuji baca */ kop, tanda petik
294179
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Riiiv" />{{rh|403||ADA MUSJAWARAH ATAU TIDAK}}</noinclude>Subhanahu Wataala, kita jang akan menang, bukan mereka akan menang, sebab kita ini berdjalan diatas relnja sedjarah.
Tengku Abdul Rahman Putra, suaranja itu selalu galak, Saudara-saudara, bukan main selalu galak. Kemarinpun Tun Razak suaranja galak sekali, Tun Razak itu pembantunja Tengku, katanja kalau perlu Indonesia akan kami serbu dengan bantuan Inggeris. Lho, lho, lho, lho, djadi jang diagung- agungkan jang diagul-agulkan itu, bantuannja Inggeris. Bantuannja itu, bantuannja imperialis ini, bantuannja imperialis itu. Kami telah mendjawab, tempo haripun sudah, ajo, satu serdadu dari sana masuk wilajah Indonesia, sepuluh Sukarelawan kita masukkan didalam wilajah mereka. Sebagai tadi dikatakan oleh Pak Achmadi, kalau mereka tiap-tiap tahun, tiap-tiap hari membunuh Sukarelawan kita duaratus orang, duapuluh tudjuh setengah tahun mereka baru bisa menghabisi Sukarelawan kita. Tetapi dalam waktu itu, sebelum matahari terbit, Saudarasaudara, pada tanggal 1 Djanuari 1965,,,Malaysia" sudah terganjang sama sekali oleh kekuatan Rakjat Indonesia ini.
Kalau kita Saudara- saudara, kalau kita berdjalan ini, ini adalah satu historical necessity. Please, please, please, hay, diplomatique corps, please do understand this, pease do understand this. Artinja saja minta supaja diplomatique corps itu mengerti akan hal ini. Djangan kok tjuma melihat, heh, Sukarno, Sukarno, Sukarno, Sukarno, djangan kok melihat heh,,,Malaysia" ini barang jang harus dilindungi, harus dibantu. Lihat, bahwa bangsa Indonesia semuanja tidak suka sama „ Malaysia”, bahwa bangsa Indonesia semuanja sudah seia-sekata, setekad untuk mengganjang ,,Malaysia" itu. Mereka sudah menerangkan dengan terang-terangan, membantu Tengku Abdul Rahman. Djangan kira kita ini berdiri sendiri, Indonesia tidak berdiri sendiri, tidak berdjalan sendiri! Seluruh barisan Asia-Afrika, sembilan -puluh -lima persen daripada mereka itu berdiri disamping Indonesia dan dibelakang Indonesia. Barisan daripada Amerika Latin berdampingan dengan kita untuk membantu kita, sedikitnja bersimpati dengan kita didalam perdjoangan kita untuk mengganjang,, Malaysia ". Seluruh tenaga New Emerging Forces berdampingan dengan kita. Tempo hari Pemerintah R.R.T. dengan terang dan djelas tanpa tèdèng {{hws|aling-|aling-aling}}<noinclude></noinclude>
65x3diwu49ahmz419ehol6g8jldajdk
294717
294179
2026-05-13T19:42:10Z
Aeia aai
24023
/* Telah diuji baca */
294717
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|ADA MUSJAWARAH ATAU TIDAK||403}}</noinclude>Subhanahu Wataala, kita jang akan menang, bukan mereka akan menang, sebab kita ini berdjalan diatas relnja sedjarah.
Tengku Abdul Rahman Putra, suaranja itu selalu galak, Saudara-saudara, bukan main selalu galak. Kemarinpun Tun Razak suaranja galak sekali, Tun Razak itu pembantunja Tengku, katanja kalau perlu Indonesia akan kami serbu dengan bantuan Inggeris. Lho, lho, lho, lho, djadi jang diagung-agungkan jang diagul-agulkan itu, bantuannja Inggeris. Bantuannja itu, bantuannja imperialis ini, bantuannja imperialis itu. Kami telah mendjawab, tempo haripun sudah, ajo, satu serdadu dari sana masuk wilajah Indonesia, sepuluh Sukarelawan kita masukkan didalam wilajah mereka. Sebagai tadi dikatakan oleh Pak Achmadi, kalau mereka tiap-tiap tahun, tiap-tiap hari membunuh Sukarelawan kita duaratus orang, duapuluh tudjuh setengah tahun mereka baru bisa menghabisi Sukarelawan kita. Tetapi dalam waktu itu, sebelum matahari terbit, Saudarasaudara, pada tanggal 1 Djanuari 1965, „Malaysia” sudah terganjang sama sekali oleh kekuatan Rakjat Indonesia ini.
Kalau kita Saudara-saudara, kalau kita berdjalan ini, ini adalah satu historical necessity. Please, please, please, hay, diplomatique corps, please do understand this, pease do understand this. Artinja saja minta supaja diplomatique corps itu mengerti akan hal ini. Djangan kok tjuma melihat, heh, Sukarno, Sukarno, Sukarno, Sukarno, djangan kok melihat heh, „Malaysia” ini barang jang harus dilindungi, harus dibantu. Lihat, bahwa bangsa Indonesia semuanja tidak suka sama „Malaysia”, bahwa bangsa Indonesia semuanja sudah seia-sekata, setekad untuk mengganjang „Malaysia” itu. Mereka sudah menerangkan dengan terang-terangan, membantu Tengku Abdul Rahman. Djangan kira kita ini berdiri sendiri, Indonesia tidak berdiri sendiri, tidak berdjalan sendiri! Seluruh barisan Asia-Afrika, sembilan-puluh-lima persen daripada mereka itu berdiri disamping Indonesia dan dibelakang Indonesia. Barisan daripada Amerika Latin berdampingan dengan kita untuk membantu kita, sedikitnja bersimpati dengan kita didalam perdjoangan kita untuk mengganjang „Malaysia”. Seluruh tenaga New Emerging Forces berdampingan dengan kita. Tempo hari Pemerintah R.R.T. dengan terang dan djelas tanpa tèdèng {{hws|aling|aling-aling}}<noinclude></noinclude>
8j81rr5xxhuc4l6d8nc8j8bdd6u5r49
294861
294717
2026-05-14T03:01:19Z
Ars-arsa
26526
/* Validated */
294861
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh|ADA MUSJAWARAH ATAU TIDAK||403}}</noinclude>Subhanahu Wataala, kita jang akan menang, bukan mereka akan menang, sebab kita ini berdjalan diatas relnja sedjarah.
Tengku Abdul Rahman Putra, suaranja itu selalu galak, Saudara-saudara, bukan main selalu galak. Kemarinpun Tun Razak suaranja galak sekali, Tun Razak itu pembantunja Tengku, katanja kalau perlu Indonesia akan kami serbu dengan bantuan Inggeris. Lho, lho, lho, lho, djadi jang diagung-agungkan jang diagul-agulkan itu, bantuannja Inggeris. Bantuannja itu, bantuannja imperialis ini, bantuannja imperialis itu. Kami telah mendjawab, tempo haripun sudah, ajo, satu serdadu dari sana masuk wilajah Indonesia, sepuluh Sukarelawan kita masukkan didalam wilajah mereka. Sebagai tadi dikatakan oleh Pak Achmadi, kalau mereka tiap-tiap tahun, tiap-tiap hari membunuh Sukarelawan kita duaratus orang, duapuluh tudjuh setengah tahun mereka baru bisa menghabisi Sukarelawan kita. Tetapi dalam waktu itu, sebelum matahari terbit, Saudara-saudara, pada tanggal 1 Djanuari 1965, „Malaysia” sudah terganjang sama sekali oleh kekuatan Rakjat Indonesia ini.
Kalau kita Saudara-saudara, kalau kita berdjalan ini, ini adalah satu historical necessity. Please, please, please, hay, diplomatique corps, please do understand this, pease do understand this. Artinja saja minta supaja diplomatique corps itu mengerti akan hal ini. Djangan kok tjuma melihat, heh, Sukarno, Sukarno, Sukarno, Sukarno, djangan kok melihat heh, „Malaysia” ini barang jang harus dilindungi, harus dibantu. Lihat, bahwa bangsa Indonesia semuanja tidak suka sama „Malaysia”, bahwa bangsa Indonesia semuanja sudah seia-sekata, setekad untuk mengganjang „Malaysia” itu. Mereka sudah menerangkan dengan terang-terangan, membantu Tengku Abdul Rahman. Djangan kira kita ini berdiri sendiri, Indonesia tidak berdiri sendiri, tidak berdjalan sendiri! Seluruh barisan Asia-Afrika, sembilan-puluh-lima persen daripada mereka itu berdiri disamping Indonesia dan dibelakang Indonesia. Barisan daripada Amerika Latin berdampingan dengan kita untuk membantu kita, sedikitnja bersimpati dengan kita didalam perdjoangan kita untuk mengganjang „Malaysia”. Seluruh tenaga New Emerging Forces berdampingan dengan kita. Tempo hari Pemerintah R.R.T. dengan terang dan djelas tanpa tèdèng {{hws|aling|aling-aling}}<noinclude></noinclude>
sb8pwbn075ui0w15wjyh3y1qlz2aikh
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/415
104
101557
294171
286625
2026-05-13T12:09:58Z
Riiiv
22458
/* Belum diuji baca */ tanda petik
294171
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Riiiv" />{{rh|TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPEN||411}}</noinclude>Ada seorang ahli ekonomi dipihak pengandjur ,,Malaysia” itu jang berspekulasi atas kesulitan-kesulitan ekonomi jang sedang dialami oleh Indonesia dengan harapan agar Indonesia jang sudah menundjukkan daja-tahannja dalam bidang politisideologis dan dalam bidang militer, djatuh dalam bidang ekonominja. Dengan membentuk suatu federasi seperti ,,Malaysia", para pengandjurnja mau membangun sematjam "welfare state", jang nantinja mau mengadakan gerakan penjedotan terhadap Indonesia sebagaimana halnja dengan perdagangan karet dan timah jang seakan-akan merupakan ,,omsingelings politiek" itu.
Kita ketahui bagaimana sikap Australia dan bagaimana sikap Amerika Serikat terhadap pembentukan,,Malaysia" itu.
Kita berpendapat, bahwa dibelakang gerakan„ Malaysia ” itu masih ada neo-kolonialismenja jang berupa eksploitasi ekonomi, walaupun tanpa dominasi politik pendjadjahannja. Kita berpendapat, bahwa gerakan pembentukan itu merupakan "a British project".<noinclude></noinclude>
fvrmek239qwgfj7ywuyfjeuoca6l9df
294685
294171
2026-05-13T19:00:44Z
Aeia aai
24023
/* Telah diuji baca */
294685
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPEN||411}}</noinclude>Ada seorang ahli ekonomi dipihak pengandjur „Malaysia” itu jang berspekulasi atas kesulitan-kesulitan ekonomi jang sedang dialami oleh Indonesia dengan harapan agar Indonesia jang sudah menundjukkan daja-tahannja dalam bidang politis-ideologis dan dalam bidang militer, djatuh dalam bidang ekonominja. Dengan membentuk suatu federasi seperti „Malaysia”, para pengandjurnja mau membangun sematjam „welfare state”, jang nantinja mau mengadakan gerakan penjedotan terhadap Indonesia sebagaimana halnja dengan perdagangan karet dan timah jang seakan-akan merupakan „omsingelings politiek” itu.
Kita ketahui bagaimana sikap Australia dan bagaimana sikap Amerika Serikat terhadap pembentukan „Malaysia” itu.
Kita berpendapat, bahwa dibelakang gerakan „Malaysia” itu masih ada neo-kolonialismenja jang berupa eksploitasi ekonomi, walaupun tanpa dominasi politik pendjadjahannja. Kita berpendapat, bahwa gerakan pembentukan itu merupakan ”a British project”.
{{c|{{gap}}*{{gap}}*}}<noinclude></noinclude>
nyrgnzp267hryql8j2qyusrpat3ft9c
294874
294685
2026-05-14T03:06:59Z
Ars-arsa
26526
/* Validated */
294874
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh|TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPEN||411}}</noinclude>Ada seorang ahli ekonomi dipihak pengandjur „Malaysia” itu jang berspekulasi atas kesulitan-kesulitan ekonomi jang sedang dialami oleh Indonesia dengan harapan agar Indonesia jang sudah menundjukkan daja-tahannja dalam bidang politis-ideologis dan dalam bidang militer, djatuh dalam bidang ekonominja. Dengan membentuk suatu federasi seperti „Malaysia”, para pengandjurnja mau membangun sematjam „welfare state”, jang nantinja mau mengadakan gerakan penjedotan terhadap Indonesia sebagaimana halnja dengan perdagangan karet dan timah jang seakan-akan merupakan „omsingelings politiek” itu.
Kita ketahui bagaimana sikap Australia dan bagaimana sikap Amerika Serikat terhadap pembentukan „Malaysia” itu.
Kita berpendapat, bahwa dibelakang gerakan „Malaysia” itu masih ada neo-kolonialismenja jang berupa eksploitasi ekonomi, walaupun tanpa dominasi politik pendjadjahannja. Kita berpendapat, bahwa gerakan pembentukan itu merupakan ”a British project”.
{{c|{{gap}}*{{gap}}*}}<noinclude></noinclude>
asqtyy4g2nkpdb783sqtugcwz8xyoxv
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/418
104
101563
294166
287011
2026-05-13T12:08:50Z
Riiiv
22458
/* Belum diuji baca */ line break, tanda petik, dkk. Harap teliti dan rapikan. Tetap semangat.
294166
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Riiiv" />{{rh|414||TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPEN}}</noinclude>{{c|KITA TIDAK DAPAT MEMBIARKAN RAKJAT KITA DI}}
{{c|KALIMANTAN UTARA DITANGKAPI}}
{{rh||''Penegasan Dr H. Roeslan Abdulgani dihadapan para wartawan pada hari Selasa pagi tanggal 2 September 1963, sebagai reaksi atas berita-berita dari Kutjing, Serawak, bahwa pemimpin-pemimpin Kalimatan Utara membantah utjapan-utjapan Dr H. Roeslan Abdulgani di Medan dan Pematang Siantar jang mengatakan, bahwa Kalimantan Utara ingin bergabung dengan Republik Indonesia.''}}
,,Saja tidak pernah mengatakan, bahwa pemegang-pemegang kekuasaan jang sekarang sedang berkuasa di Kalimantan Utara itu ingin bergabung dengan Republik Indonesia. Apa jang pernah saja katakan di Medan dan Pematang Siantar ialah, bahwa pemegang-pemegang kekuasaan itu djangan main tangkap-tangkapan terhadap Rakjat Kalimantan Utara jang menentang ,,Malaysia", apalagi Rakjat jang pro Republik Indonesia nesia dan jang ingin bergabung kembali dengan tanah-air nenek mojang kita bersama. Memang saja mengadakan perbedaan antara golongan ketjil jang dewasa ini memegang kekuasaan, berdasarkan bajonetnja kaum kolonialis , dengan majoritas
Rakjat jang ingin hidup bebas dari tekanan bajonet itu. Dan sekalipun kita sudah berkali-kali menegaskan, bahwa kita bukan bangsa expansionis, tetapi kita tidak dapat membiarkan Rakjat seketurunan dan senenek-mojang ditindas dan dimasukkan pendjara, hanja karena mereka ingin bergabung dengan tanah-air para leluhur kita. Pintu kita tidak dapat kita tutup bagi mereka.
Saja tidak pernah memberikan sesuatu "suggestion ", melainkan memperingatkan sadja djangan pemimpin-pemimpin boneka di Kalimantan Utara itu mengindjak-mengindjak hak azasi Rakjatnja, apalagi dengan bantuan bajonetnja Inggeris. Kalimantan Utara menurut realitasnja sedjarah tidak pernah mendjadi tanah leluhurnja Inggeris. Inggeris datang disana sedjak tahun 1840, dibawah pimpinan James Brook, pada saat Inggeris mulai melantjarkan perang-tjandunja untuk menaklukkan Tiongkok; bersamaan waktunja dengan expansi Belanda<noinclude></noinclude>
a6edm1vpusz3nvavcxaa8j1cnhbcupu
294692
294166
2026-05-13T19:05:42Z
Aeia aai
24023
/* Telah diuji baca */
294692
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|414||TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPEN}}</noinclude>{{c|'''KITA TIDAK DAPAT MEMBIARKAN RAKJAT KITA DI<br>KALIMANTAN UTARA DITANGKAPI'''}}
:::::::''Penegasan Dr H. Roeslan Abdulgani dihadapan para wartawan pada hari Selasa pagi tanggal 2 September 1963, sebagai reaksi atas berita-berita dari Kutjing, Serawak, bahwa pemimpin-pemimpin Kalimatan Utara membantah utjapan-utjapan Dr H. Roeslan Abdulgani di Medan dan Pematang Siantar jang mengatakan, bahwa Kalimantan Utara ingin bergabung dengan Republik Indonesia.''
„Saja tidak pernah mengatakan, bahwa pemegang-pemegang kekuasaan jang sekarang sedang berkuasa di Kalimantan Utara itu ingin bergabung dengan Republik Indonesia. Apa jang pernah saja katakan di Medan dan Pematang Siantar ialah, bahwa pemegang-pemegang kekuasaan itu djangan main tangkap-tangkapan terhadap Rakjat Kalimantan Utara jang menentang „Malaysia”, apalagi Rakjat jang pro Republik Indonesia nesia dan jang ingin bergabung kembali dengan tanah-air nenek mojang kita bersama. Memang saja mengadakan perbedaan antara golongan ketjil jang dewasa ini memegang kekuasaan, berdasarkan bajonetnja kaum kolonialis, dengan majoritas Rakjat jang ingin hidup bebas dari tekanan bajonet itu. Dan sekalipun kita sudah berkali-kali menegaskan, bahwa kita bukan bangsa expansionis, tetapi kita tidak dapat membiarkan Rakjat seketurunan dan senenek-mojang ditindas dan dimasukkan pendjara, hanja karena mereka ingin bergabung dengan tanah-air para leluhur kita. Pintu kita tidak dapat kita tutup bagi mereka.
Saja tidak pernah memberikan sesuatu ”suggestion”, melainkan memperingatkan sadja djangan pemimpin-pemimpin boneka di Kalimantan Utara itu mengindjak-mengindjak hak azasi Rakjatnja, apalagi dengan bantuan bajonetnja Inggeris. Kalimantan Utara menurut realitasnja sedjarah tidak pernah mendjadi tanah leluhurnja Inggeris. Inggeris datang disana sedjak tahun 1840, dibawah pimpinan James Brook, pada saat Inggeris mulai melantjarkan perang-tjandunja untuk menaklukkan Tiongkok; bersamaan waktunja dengan expansi Belanda<noinclude></noinclude>
041bq240c363vpfpuirm19zz4ss3rpj
294873
294692
2026-05-14T03:06:21Z
Ars-arsa
26526
/* Validated */
294873
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh|414||TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPEN}}</noinclude>{{c|'''KITA TIDAK DAPAT MEMBIARKAN RAKJAT KITA DI<br>KALIMANTAN UTARA DITANGKAPI'''}}
:::::::''Penegasan Dr H. Roeslan Abdulgani dihadapan para wartawan pada hari Selasa pagi tanggal 2 September 1963, sebagai reaksi atas berita-berita dari Kutjing, Serawak, bahwa pemimpin-pemimpin Kalimatan Utara membantah utjapan-utjapan Dr H. Roeslan Abdulgani di Medan dan Pematang Siantar jang mengatakan, bahwa Kalimantan Utara ingin bergabung dengan Republik Indonesia.''
„Saja tidak pernah mengatakan, bahwa pemegang-pemegang kekuasaan jang sekarang sedang berkuasa di Kalimantan Utara itu ingin bergabung dengan Republik Indonesia. Apa jang pernah saja katakan di Medan dan Pematang Siantar ialah, bahwa pemegang-pemegang kekuasaan itu djangan main tangkap-tangkapan terhadap Rakjat Kalimantan Utara jang menentang „Malaysia”, apalagi Rakjat jang pro Republik Indonesia nesia dan jang ingin bergabung kembali dengan tanah-air nenek mojang kita bersama. Memang saja mengadakan perbedaan antara golongan ketjil jang dewasa ini memegang kekuasaan, berdasarkan bajonetnja kaum kolonialis, dengan majoritas Rakjat jang ingin hidup bebas dari tekanan bajonet itu. Dan sekalipun kita sudah berkali-kali menegaskan, bahwa kita bukan bangsa expansionis, tetapi kita tidak dapat membiarkan Rakjat seketurunan dan senenek-mojang ditindas dan dimasukkan pendjara, hanja karena mereka ingin bergabung dengan tanah-air para leluhur kita. Pintu kita tidak dapat kita tutup bagi mereka.
Saja tidak pernah memberikan sesuatu ”suggestion”, melainkan memperingatkan sadja djangan pemimpin-pemimpin boneka di Kalimantan Utara itu mengindjak-mengindjak hak azasi Rakjatnja, apalagi dengan bantuan bajonetnja Inggeris. Kalimantan Utara menurut realitasnja sedjarah tidak pernah mendjadi tanah leluhurnja Inggeris. Inggeris datang disana sedjak tahun 1840, dibawah pimpinan James Brook, pada saat Inggeris mulai melantjarkan perang-tjandunja untuk menaklukkan Tiongkok; bersamaan waktunja dengan expansi Belanda<noinclude></noinclude>
fplqikx0sfzu2rnggcz2fvz9soi5as7
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/432
104
101654
294159
287012
2026-05-13T12:04:07Z
Riiiv
22458
/* Belum diuji baca */ kop, tanda petik
294159
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Riiiv" />{{rh|428{{gap}}TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPEN}}</noinclude><center>
'''POLITIK INGGERIS DAN U.S.A. SEWAKTU PERTEM-'''<br>
'''PURAN SURABAJA DULU DAN KINI DISELURUH'''<br>
'''ASIA TENGGARA'''<br>
</center>
:''"The British do not Mix. The most pleasant locality in almost any Asiatic city is the site of the British clue . . . . . ."''
:'''JOHN GUNTHER in: "Inside Asia" (1942).'''
:''"British forces retaliated by shelling native villages, butchering their inhabitants, and at November's end, capturing Sourabaya after weeks of savage battle.''
:''When Sukarno protested against the use of U.S. tanks, guns and airplanes, Byrnes requested the British and Dutch to remove American labels from the lend-lease weapons they were using to crush the rebellion . . . . ."''
:'''FREDERICK L. SCHUMAN in: "International Politics" (1948).'''
Dua kutipan diatas adalah buah-pikirannja orang Amerika, dan kedua-duanja mentjerminkan pandangan dan pendapat segolongan orang Amerika terhadap orang Inggeris, sebagai refleksi daripada kontradiksi umum jang terdapat antara kedua bangsa ini, dan sebagai tjerminan pula daripada kontradiksi chusus, jang terdapat sewaktu pertempuran-pertempuran di Surabaja dulu itu.
JOHN GUNTHER, jang terkenal dengan buku-bukunja berseri: „Inside Europe", „Inside America", „Inside Latin-America", „Inside Africa" dan sebagainja, menulis dalam karyanja jang sudah agak tua, jaitu „Inside Asia" dari tahun 1942, bagaimana sebenarnja kaum kolonis-kolonis Inggeris dibenua Asia tidak suka bertjampur-baur dengan penduduk asli dari daerah-daerah taklukannja. Mereka hidup menjendiri, dan setjara exclusif mendirikan diseluruh benua Asia dan Afrika suatu „perbentengan ras superior", dari kubu mana mereka menguasai dan mengendalikan seluruh peri-kehidupan rakjat pribuminja Asia-Afrika.
Memang kita harus mengakui keunggulan kolonialisme Inggeris ini, jang tidak hanja dengan persendjataan physik tetapi<noinclude></noinclude>
7b0p4e9js1t1rsrj2mz7u4apudq4epl
294697
294159
2026-05-13T19:12:06Z
Aeia aai
24023
/* Telah diuji baca */
294697
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|428||TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPEN}}</noinclude><center>
'''POLITIK INGGERIS DAN U.S.A. SEWAKTU PERTEM-'''<br>
'''PURAN SURABAJA DULU DAN KINI DISELURUH'''<br>
'''ASIA TENGGARA'''<br>
</center>
:::::''”The British do not Mix. The most pleasant locality in almost any Asiatic city is the site of the British clue . . . . . .”''
:::::JOHN GUNTHER in: ”Inside Asia” (1942).
:::::''”British forces retaliated by shelling native villages, butchering their inhabitants, and at November's end, capturing Sourabaya after weeks of savage battle.''
:::::''When Sukarno protested against the use of U.S. tanks, guns and airplanes, Byrnes requested the British and Dutch to remove American labels from the lend-lease weapons they were using to crush the rebellion . . . . .”''
:::::''FREDERICK L. SCHUMAN in: ”International Politics” (1948).''
Dua kutipan diatas adalah buah-pikirannja orang Amerika, dan kedua-duanja mentjerminkan pandangan dan pendapat segolongan orang Amerika terhadap orang Inggeris, sebagai refleksi daripada kontradiksi umum jang terdapat antara kedua bangsa ini, dan sebagai tjerminan pula daripada kontradiksi chusus, jang terdapat sewaktu pertempuran-pertempuran di Surabaja dulu itu.
JOHN GUNTHER, jang terkenal dengan buku-bukunja berseri: „Inside Europe”, „Inside America”, „Inside Latin-America”, „Inside Africa” dan sebagainja, menulis dalam karyanja jang sudah agak tua, jaitu „Inside Asia” dari tahun 1942, bagaimana sebenarnja kaum kolonis-kolonis Inggeris dibenua Asia tidak suka bertjampur-baur dengan penduduk asli dari daerah-daerah taklukannja. Mereka hidup menjendiri, dan setjara exclusif mendirikan diseluruh benua Asia dan Afrika suatu „perbentengan ras superior”, dari kubu mana mereka menguasai dan mengendalikan seluruh peri-kehidupan rakjat pribuminja Asia-Afrika.
Memang kita harus mengakui keunggulan kolonialisme Inggeris ini, jang tidak hanja dengan persendjataan physik tetapi<noinclude></noinclude>
hv6fim3imq2lh6r4eibrj1uyyuywk2e
294698
294697
2026-05-13T19:12:39Z
Aeia aai
24023
294698
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|428||TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPEN}}</noinclude><center>
'''POLITIK INGGERIS DAN U.S.A. SEWAKTU PERTEM-'''<br>
'''PURAN SURABAJA DULU DAN KINI DISELURUH'''<br>
'''ASIA TENGGARA'''<br>
</center>
:::::''”The British do not Mix. The most pleasant locality in almost any Asiatic city is the site of the British clue . . . . . .”''
:::::''JOHN GUNTHER in: ”Inside Asia” (1942).''
:::::''”British forces retaliated by shelling native villages, butchering their inhabitants, and at November's end, capturing Sourabaya after weeks of savage battle.''
:::::''When Sukarno protested against the use of U.S. tanks, guns and airplanes, Byrnes requested the British and Dutch to remove American labels from the lend-lease weapons they were using to crush the rebellion . . . . .”''
:::::''FREDERICK L. SCHUMAN in: ”International Politics” (1948).''
Dua kutipan diatas adalah buah-pikirannja orang Amerika, dan kedua-duanja mentjerminkan pandangan dan pendapat segolongan orang Amerika terhadap orang Inggeris, sebagai refleksi daripada kontradiksi umum jang terdapat antara kedua bangsa ini, dan sebagai tjerminan pula daripada kontradiksi chusus, jang terdapat sewaktu pertempuran-pertempuran di Surabaja dulu itu.
JOHN GUNTHER, jang terkenal dengan buku-bukunja berseri: „Inside Europe”, „Inside America”, „Inside Latin-America”, „Inside Africa” dan sebagainja, menulis dalam karyanja jang sudah agak tua, jaitu „Inside Asia” dari tahun 1942, bagaimana sebenarnja kaum kolonis-kolonis Inggeris dibenua Asia tidak suka bertjampur-baur dengan penduduk asli dari daerah-daerah taklukannja. Mereka hidup menjendiri, dan setjara exclusif mendirikan diseluruh benua Asia dan Afrika suatu „perbentengan ras superior”, dari kubu mana mereka menguasai dan mengendalikan seluruh peri-kehidupan rakjat pribuminja Asia-Afrika.
Memang kita harus mengakui keunggulan kolonialisme Inggeris ini, jang tidak hanja dengan persendjataan physik tetapi<noinclude></noinclude>
fjhv9tliwuiid7wu293iictjbfrprx7
294864
294698
2026-05-14T03:02:22Z
Ars-arsa
26526
/* Validated */
294864
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh|428||TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPEN}}</noinclude><center>
'''POLITIK INGGERIS DAN U.S.A. SEWAKTU PERTEM-'''<br>
'''PURAN SURABAJA DULU DAN KINI DISELURUH'''<br>
'''ASIA TENGGARA'''<br>
</center>
:::::''”The British do not Mix. The most pleasant locality in almost any Asiatic city is the site of the British clue . . . . . .”''
:::::''JOHN GUNTHER in: ”Inside Asia” (1942).''
:::::''”British forces retaliated by shelling native villages, butchering their inhabitants, and at November's end, capturing Sourabaya after weeks of savage battle.''
:::::''When Sukarno protested against the use of U.S. tanks, guns and airplanes, Byrnes requested the British and Dutch to remove American labels from the lend-lease weapons they were using to crush the rebellion . . . . .”''
:::::''FREDERICK L. SCHUMAN in: ”International Politics” (1948).''
Dua kutipan diatas adalah buah-pikirannja orang Amerika, dan kedua-duanja mentjerminkan pandangan dan pendapat segolongan orang Amerika terhadap orang Inggeris, sebagai refleksi daripada kontradiksi umum jang terdapat antara kedua bangsa ini, dan sebagai tjerminan pula daripada kontradiksi chusus, jang terdapat sewaktu pertempuran-pertempuran di Surabaja dulu itu.
JOHN GUNTHER, jang terkenal dengan buku-bukunja berseri: „Inside Europe”, „Inside America”, „Inside Latin-America”, „Inside Africa” dan sebagainja, menulis dalam karyanja jang sudah agak tua, jaitu „Inside Asia” dari tahun 1942, bagaimana sebenarnja kaum kolonis-kolonis Inggeris dibenua Asia tidak suka bertjampur-baur dengan penduduk asli dari daerah-daerah taklukannja. Mereka hidup menjendiri, dan setjara exclusif mendirikan diseluruh benua Asia dan Afrika suatu „perbentengan ras superior”, dari kubu mana mereka menguasai dan mengendalikan seluruh peri-kehidupan rakjat pribuminja Asia-Afrika.
Memang kita harus mengakui keunggulan kolonialisme Inggeris ini, jang tidak hanja dengan persendjataan physik tetapi<noinclude></noinclude>
mvx0h9xcbb2f5ld8cvn7lyu7gjis2kx
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/433
104
101660
294158
286980
2026-05-13T12:03:20Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop dan tanda petik
294158
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|||TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPENA{{gap}}429}}</noinclude>djuga dengan persendjataan mental dapat membangunkan suatu Imperium modern diseluruh pendjuru dunia, berdasarkan adagiumnja jang terkenal jaitu "divide et impera".
Tetapi kita tidak boleh lupa sekedjap-mata-pun, bahwa hal ini adalah situasi dalam abad ke-18 dan ke-19. Abad ke-20 adalah abadnja sosialisme Eropa Timur dan abadnja nasionalisme Asia-Afrika, jang merupakan gelombang pemukul kembali jang maha-dahsjat terhadap imperialisme dan kolonialisme internasional, termasuk jang berkubu dikepulauan Inggeris.
Terusirnja mereka dari benteng-benteng-badjanja seperti Hongkong dan Singapura oleh Djepang, merupakan suatu pukulan jang hebat atas gensi dan prestisenja orang Inggeris dan bangsa-bangsa kulit putih lainnja dimata bangsa-bangsa jang berwarna.
Saja sendiri tidak pertjaja akan keunggulan sesuatu ras atas ras jang lain; atau sebaliknja kerendahan sesuatu ras dibanding dengan ras jang lain. Tetapi pasang-naiknja kolonialisme dan imperialisme di Asia-Afrika, jaitu terutama di-abad ke-19 dan pada permulaan abad ke-20, menundjukkan sebagai suatu kenjataan, betapa tadjamnja pisau-pemisah rasialisme itu digunakan oleh imperialisme dan kolonialisme Eropa Barat untuk memetjah-belah "the coloured peoples", rakjat-rakjat berwarna.
Rasialisme dan exclusivisme adalah dua anak-kembar dari kandungannja hawa-nafsu ''exploitation de l'homme par l'homme'', ''exploitation de nation par nation'', dan ''exploitation de race par race''.
Rasialisme dan exclusivisme memudja-mudja diri sendiri, golongannja sendiri dan ras-nja sendiri, serta men-djidjik-kan orang lain, golongan lain dan ras jang lain. Tetapi rasialisme dan exclusivisme dapat djuga bersenjum manis terhadap orang dan ras lain, dan bersamaan dengan itu dapat pula berlaku kedjam dan ganas terhadap orang dan ras lain, hal mana tergantung sama sekali dari keuntungan-keuntungan belaka jang dapat diperoleh oleh ras jang menganggap dirinja super-ras itu.<noinclude></noinclude>
e3gbqkj2v67ch9vjvnh2dbe03alivr1
294700
294158
2026-05-13T19:15:17Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
294700
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" />{{rh|TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPENA||429}}</noinclude>djuga dengan persendjataan mental dapat membangunkan suatu Imperium modern diseluruh pendjuru dunia, berdasarkan adagiumnja jang terkenal jaitu ”divide et impera”.
Tetapi kita tidak boleh lupa sekedjap-mata-pun, bahwa hal ini adalah situasi dalam abad ke-18 dan ke-19. Abad ke-20 adalah abadnja sosialisme Eropa Timur dan abadnja nasionalisme Asia-Afrika, jang merupakan gelombang pemukul kembali jang maha-dahsjat terhadap imperialisme dan kolonialisme internasional, termasuk jang berkubu dikepulauan Inggeris.
Terusirnja mereka dari benteng-benteng-badjanja seperti Hongkong dan Singapura oleh Djepang, merupakan suatu pukulan jang hebat atas gensi dan prestisenja orang Inggeris dan bangsa-bangsa kulit putih lainnja dimata bangsa-bangsa jang berwarna.
Saja sendiri tidak pertjaja akan keunggulan sesuatu ras atas ras jang lain; atau sebaliknja kerendahan sesuatu ras dibanding dengan ras jang lain. Tetapi pasang-naiknja kolonialisme dan imperialisme di Asia-Afrika, jaitu terutama di-abad ke-19 dan pada permulaan abad ke-20, menundjukkan sebagai suatu kenjataan, betapa tadjamnja pisau-pemisah rasialisme itu digunakan oleh imperialisme dan kolonialisme Eropa Barat untuk memetjah-belah ”the coloured peoples”, rakjat-rakjat berwarna.
Rasialisme dan exclusivisme adalah dua anak-kembar dari kandungannja hawa-nafsu exploitation de l'homme par l'homme, exploitation de nation par nation, dan exploitation de race par race.
Rasialisme dan exclusivisme memudja-mudja diri sendiri, golongannja sendiri dan ras-nja sendiri, serta men-djidjik-kan orang lain, golongan lain dan ras jang lain. Tetapi rasialisme dan exclusivisme dapat djuga bersenjum manis terhadap orang dan ras lain, dan bersamaan dengan itu dapat pula berlaku kedjam dan ganas terhadap orang dan ras lain, hal mana tergantung sama sekali dari keuntungan-keuntungan belaka jang dapat diperoleh oleh ras jang menganggap dirinja super-ras itu.<noinclude></noinclude>
j4suz6t3ubip4fi5zznqjgs0l4wc2n0
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/434
104
101662
294157
286982
2026-05-13T12:02:30Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop sesuaikan dengan teks aslinya
294157
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|430{{gap}}TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPEN}}</noinclude>Segala djalan akan ditempuhnja, halal atau tidak halal, bermoral atau tidak, asal kepentingan rasnja terdjamin.
Ditindjau dari sudut pengobaran rasialisme dan exclusivisme dari golongan imperialis dan kolonialis berabad-abad lamanja itu, maka pertempuran-pertempuran dikota Surabaja, 18 tahun jang dulu itu sebenarnja adalah djuga suatu reaksi-massaal untuk mengkikis-habis adjaran-adjaran rasialisme-nja kolonialisme dan imperialisme, terutama dari pihak Inggeris, jang disinjalir sendiri oleh seorang Amerika seperti GUNTHER tersebut diatas. Dan reaksi-massaal tidak hanja dikerdjakan oleh Rakjat Indonesia sendiri, melainkan dikerdjakan bersama-sama dengan pemuda-pemuda keturunan Arab, pemuda-pemuda keturunan Tionghoa, dan lain-lain golongan jang sudah dapat membebaskan dirinja dari rasialisme dan exclusivisme terhadap Rakjat Indonesia. Malahan djuga tidak sedikit golongan-golongan India, terutama dibawah pimpinannja saudara KUNDAN, ikut dalam barisan-barisan Rakjat dan Pemuda menentang tentara Inggeris jang djauh lebih kuat persendjataannja itu. Sudah tentu dalam hal ini ada pengetjualiannja djuga, jaitu terutama terdiri dari golongan-golongan jang ekonomis sudah kuat dan jang hanja mentjari „selamat” sadja, dengan menjeberang kegaris pertahanan Inggeris.
Apabila kita kembali kepada sinjalemen penulis Amerika, GUNTHER tadi itu, tentang rasialismenja dan exclusivisme orang-orang Inggeris, maka memang sinjalemen itu memperlihatkan adanja kontradiksi-kontradiksi antara Inggeris disatu pihak dengan Amerika dilain pihak. Tetapi, perlu saja peringatkan disini, djanganlah kita lekas-lekas menarik kesimpulan, bahwa dus antara Inggeris dan Amerika itu ada antagonisme jang prinsipill.
Kutipan kedua jang saja muat diatas dari sebuah text-book jang terkenal, jaitu dari bukunja SCHUMAN bernama „International Politics” menundjukkan betapa rapi-nja kadang-kadang kerdja-sama antara kekuasaan-kekuasaan Barat, jaitu Inggeris dan Belanda dengan Amerika, ditengah-tengah timbulnja kontradiksi-kontradiksi antar-mereka sewaktu pertempuran-pertempuran dikota Surabaja dulu itu.<noinclude></noinclude>
2rt6khb6c5o9cw6newm4v5upme55ekk
294606
294157
2026-05-13T17:25:05Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294606
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|430|||TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPEN}}</noinclude>Segala djalan akan ditempuhnja, halal atau tidak halal, bermoral atau tidak, asal kepentingan rasnja terdjamin.
Ditindjau dari sudut pengobaran rasialisme dan exclusivisme dari golongan imperialis dan kolonialis berabad-abad lamanja itu, maka pertempuran-pertempuran dikota Surabaja, 18 tahun jang dulu itu sebenarnja adalah djuga suatu reaksi-massaal untuk mengkikis-habis adjaran-adjaran rasialisme-nja kolonialisme dan imperialisme, terutama dari pihak Inggeris, jang disinjalir sendiri oleh seorang Amerika seperti GUNTHER tersebut diatas. Dan reaksi-massaal tidak hanja dikerdjakan oleh Rakjat Indonesia sendiri, melainkan dikerdjakan bersama-sama dengan pemuda-pemuda keturunan Arab, pemuda-pemuda keturunan Tionghoa, dan lain-lain golongan jang sudah dapat membebaskan dirinja dari rasialisme dan exclusivisme terhadap Rakjat Indonesia. Malahan djuga tidak sedikit golongan-golongan India, terutama dibawah pimpinannja saudara KUNDAN, ikut dalam barisan-barisan Rakjat dan Pemuda menentang tentara Inggeris jang djauh lebih kuat persendjataannja itu. Sudah tentu dalam hal ini ada pengetjualiannja djuga, jaitu terutama terdiri dari golongan-golongan jang ekonomis sudah kuat dan jang hanja mentjari „selamat” sadja, dengan menjeberang kegaris pertahanan Inggeris.
Apabila kita kembali kepada sinjalemen penulis Amerika, GUNTHER tadi itu, tentang rasialismenja dan exclusivisme orang-orang Inggeris, maka memang sinjalemen itu memperlihatkan adanja kontradiksi-kontradiksi antara Inggeris disatu pihak dengan Amerika dilain pihak. Tetapi, perlu saja peringatkan disini, djanganlah kita lekas-lekas menarik kesimpulan, bahwa dus antara Inggeris dan Amerika itu ada antagonisme jang prinsipill.
Kutipan kedua jang saja muat diatas dari sebuah text-book jang terkenal, jaitu dari bukunja SCHUMAN bernama „International Politics” menundjukkan betapa rapi-nja kadang-kadang kerdja-sama antara kekuasaan-kekuasaan Barat, jaitu Inggeris dan Belanda dengan Amerika, ditengah-tengah timbulnja kontradiksi-kontradiksi antar-mereka sewaktu pertempuran-pertempuran dikota Surabaja dulu itu.<noinclude></noinclude>
nqyt80kysq042wxleli8fbkniakhpid
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/435
104
101664
294156
286983
2026-05-13T12:02:02Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ tanda petik, kop
294156
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|||TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPENA{{gap}}431}}</noinclude>Text-booknja SCHUMAN mengakui adanja pertempuran-pertempuran jang sengit dan ganas di Surabaja, mengakui penembakan-penembakan dengan meriam atas kampung-kampung dikota Surabaja, mengakui pula „penjembelihan” oleh tentara Inggeris terhadap penduduk kota Surabaja, dan sewaktu BUNG KARNO mengadjukan protes kepada Amerika, karena jang digunakan untuk menentang Rakjat Indonesia dikota Surabaja itu adalah sendjata Amerika jang dulu diberikan kepada Inggeris dalam perdjandjian "lend and lease", jaitu perdjandjian „memindjam dan menjewa” untuk melawan Hitlerisme di Eropa, maka Menteri Luar Negeri Amerika pada waktu itu, jakni JAMES F. BYRNES, sekedar meminta kepada Inggeris dan Belanda untuk menghilangkan sadja tanda-tanda dan merk-merknja "Made in U.S.A." jang melekat diatas sendjata-sendjata itu .....................
Apabila kenjataan dalam tahun 1945 dulu itu kita bandingkan dengan situasi tahun 1963 sekarang ini, dimana kita di Asia Tenggara menghadapi neo-kolonialisme „Malaysia”, maka dari sikap Amerika dewasa ini kita melihat bahwa konsepsi „Malaysia” jang „made in England” itu, sekalipun tidak dipertandai oleh merk „made also in U.S.A.”, paling sedikit direstui oleh Amerika. Mungkin desakannja terhadap pada Inggeris ialah supaja Inggeris menghilangkan segera merk „made in England”-nja „Malaysia” itu, dengan mentjelupkannja „Malaysia” bersama-sama dengan Philipina dan Indonesia kedalam „ember-tjampur-baurnja” Maphilindo.
Saja tidak mau mengatakan, bahwa Maphilindo itu tidak ada gunanja sama sekali, melainkan saja hanja memperingatkan bahwa sebenarnja ada dua konsepsi Maphilindo.
Jang satu jang saja ibaratkan seperti „ember tjelupan” untuk mentjampur-baurkan djiwa Revolusi kita dan Semangat Hari Pahlawan kita, dengan djiwa feodalisme dan neo-kolonialisme, agar supaja tjairlah dan lunturlah warna Revolusi kita, dan agar supaja hilanglah Djiwa orisinil kita, jang bersumber kepada Proklamasi dan Hari Pahlawan 18 tahun jang dulu itu.<noinclude></noinclude>
n25e3dyaa7hl1c49d44lrxyopz1w9u5
294702
294156
2026-05-13T19:18:32Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
294702
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" />{{rh|TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPENA||431}}</noinclude>Text-booknja SCHUMAN mengakui adanja pertempuran-pertempuran jang sengit dan ganas di Surabaja, mengakui penembakan-penembakan dengan meriam atas kampung-kampung dikota Surabaja, mengakui pula „penjembelihan” oleh tentara Inggeris terhadap penduduk kota Surabaja, dan sewaktu BUNG KARNO mengadjukan protes kepada Amerika, karena jang digunakan untuk menentang Rakjat Indonesia dikota Surabaja itu adalah sendjata Amerika jang dulu diberikan kepada Inggeris dalam perdjandjian ”lend and lease”, jaitu perdjandjian „memindjam dan menjewa” untuk melawan Hitlerisme di Eropa, maka Menteri Luar Negeri Amerika pada waktu itu, jakni JAMES F. BYRNES, sekedar meminta kepada Inggeris dan Belanda untuk menghilangkan sadja tanda-tanda dan merk-merknja ”Made in U.S.A.” jang melekat diatas sendjata-sendjata itu {{...|21}}
Apabila kenjataan dalam tahun 1945 dulu itu kita bandingkan dengan situasi tahun 1963 sekarang ini, dimana kita di Asia Tenggara menghadapi neo-kolonialisme „Malaysia”, maka dari sikap Amerika dewasa ini kita melihat bahwa konsepsi „Malaysia” jang „made in England” itu, sekalipun tidak dipertandai oleh merk „made also in U.S.A.”, paling sedikit direstui oleh Amerika. Mungkin desakannja terhadap pada Inggeris ialah supaja Inggeris menghilangkan segera merk „made in England”-nja „Malaysia” itu, dengan mentjelupkannja „Malaysia” bersama-sama dengan Philipina dan Indonesia kedalam „ember-tjampur-baurnja” Maphilindo.
Saja tidak mau mengatakan, bahwa Maphilindo itu tidak ada gunanja sama sekali, melainkan saja hanja memperingatkan bahwa sebenarnja ada dua konsepsi Maphilindo.
Jang satu jang saja ibaratkan seperti „ember tjelupan” untuk mentjampur-baurkan djiwa Revolusi kita dan Semangat Hari Pahlawan kita, dengan djiwa feodalisme dan neo-kolonialisme, agar supaja tjairlah dan lunturlah warna Revolusi kita, dan agar supaja hilanglah Djiwa orisinil kita, jang bersumber kepada Proklamasi dan Hari Pahlawan 18 tahun jang dulu itu.<noinclude></noinclude>
anjn86i0ifxi9srspo2m33fkso1eivh
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/436
104
101665
294154
286984
2026-05-13T12:01:23Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop sesuaikan dengan teks aslinya
294154
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|432{{gap}}TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPEN}}</noinclude>Jang kedua ialah Maphilindo konsepsinja '''BUNG KARNO''', jang tidak mau mentjelupkan Revolusi kita kedalam „embertjelupan”-nja pihak kolonialisme dan imperialisme, tetapi jang menginginkan supaja daerah-daerah di Semenandjung Malaya dan disebelah utara Borneo benar-benar merupakan bagian daripada barisan "new emerging forces" dan didjiwai oleh Semangat A-A dari Konperensi Bandung tahun 1955.
Akte-kelahirannja Maphilindo, jang mulai ditulis konsepnja di Manila baru-baru ini, adalah sesuai dengan konsepsinja '''BUNG KARNO''', jang pandai menggabungkan persamaannja nasionalisme Philipina dengan socio-nasionalisme Indonesia, tetapi jang hingga sekarang ini belum dapat memisahkan tengku-nasionalisme-nja Malaya — atau dengan perkataan lain: sisa-sisa feodalisme-nja Malaya — daripada tjengkeramannja dan genggamannja kolonialisme Inggeris.
Bagaimanakah sebenarnja nasionalisme Asia-Tenggara itu, agar supaja pertumbuhannja benar-benar sedjiwa dengan Proklamasi Kemerdekaan dan dengan Hari Pahlawan kita 18 tahun jang lalu, dan agar supaja daerah Asia-Tenggara ini benar-benar dapat dibersihkan dari sisa-sisa neo-kolonialisme?
Mari kita ikuti bagian sambutan saja berikutnja.<noinclude></noinclude>
rc6haevxxsdcpk4967ahe9kkibnwguh
294607
294154
2026-05-13T17:25:52Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294607
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|432|||TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPEN}}</noinclude>Jang kedua ialah Maphilindo konsepsinja '''BUNG KARNO''', jang tidak mau mentjelupkan Revolusi kita kedalam „embertjelupan”-nja pihak kolonialisme dan imperialisme, tetapi jang menginginkan supaja daerah-daerah di Semenandjung Malaya dan disebelah utara Borneo benar-benar merupakan bagian daripada barisan "new emerging forces" dan didjiwai oleh Semangat A-A dari Konperensi Bandung tahun 1955.
Akte-kelahirannja Maphilindo, jang mulai ditulis konsepnja di Manila baru-baru ini, adalah sesuai dengan konsepsinja '''BUNG KARNO''', jang pandai menggabungkan persamaannja nasionalisme Philipina dengan socio-nasionalisme Indonesia, tetapi jang hingga sekarang ini belum dapat memisahkan tengku-nasionalisme-nja Malaya — atau dengan perkataan lain: sisa-sisa feodalisme-nja Malaya — daripada tjengkeramannja dan genggamannja kolonialisme Inggeris.
Bagaimanakah sebenarnja nasionalisme Asia-Tenggara itu, agar supaja pertumbuhannja benar-benar sedjiwa dengan Proklamasi Kemerdekaan dan dengan Hari Pahlawan kita 18 tahun jang lalu, dan agar supaja daerah Asia-Tenggara ini benar-benar dapat dibersihkan dari sisa-sisa neo-kolonialisme?
Mari kita ikuti bagian sambutan saja berikutnja.<noinclude></noinclude>
1ag2pid1fyzpwmicfqhizkjskc7zkp2
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/437
104
101668
294152
286985
2026-05-13T12:00:31Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ kop sesuaikan dengan teks aslinya
294152
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|||TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPENA{{gap}}433}}</noinclude>{{center|'''MAPHILINDO DENGAN NASIONALISME DAN PATRIOTISME ASIA TENGGARA'''}}
<div style="margin: 1em 5%;">
''"Adios, Patria adorada,''<br />
''Perla del Mar de Oriente . . . . . . . . . .''
</div>
<div style="margin: 1em 10%;">
''Mi Patria idolatrada,''<br />
''Querida Filipinas, oye el postrer adios . . . . .''
</div>
<div style="margin: 1em 5%;">
''. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .''<br />
''Adios, dulce extranjera, mi amiga, mi alegria,''<br />
''Adios, queridos seres.''<br />
''Morir es descansar".''
,,Selamat tinggal, Tanah Airku,<br />
Mutiara di Timur . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
</div>
<div style="margin: 1em 10%;">
Tanah Airku jang kupudja,<br />
Rakjat Philipina jang kutjinta,<br />
Dengarkan kata perpisahan jang terachir . . .
</div>
<div style="margin: 1em 5%;">
Selamat tinggal, semua kawan jang menerangi<br />
djalan perdjoangan saja,<br />
Selamat tinggal, semua jang kutjinta<br />
Mati adalah istirahat".
</div>
<div style="margin: 1em 10%;">
'''Dr. JOSE RIZAL''' dalam ''"Ultimo adios"''<br />(1896)
</div>
<div style="margin: 1em 5%;">
''"General Yamamoto stressed that nationalist leaders such as Soekarno and Hatta, cooperated with the Japanese, not because they liked doing so but merely so as to use them as a means for gaining their independence".''
</div>
<div style="margin: 1em 10%;">
Notulen pembitjaraan antara Admiral '''PATTERSON''' (Inggeris) dan Djenderal '''YAMAMOTO''' (Djepang) diatas kapal perang Inggeris "Cumberland" tanggal 21 September 1945.
</div>
166/B (28)<noinclude></noinclude>
imeu1o4nafsu9od4qdptys010hja4oj
294608
294152
2026-05-13T17:26:50Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294608
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPENA|||433}}</noinclude>{{center|'''MAPHILINDO DENGAN NASIONALISME DAN PATRIOTISME ASIA TENGGARA'''}}
<div style="margin: 1em 5%;">
''"Adios, Patria adorada,''<br />
''Perla del Mar de Oriente . . . . . . . . . .''
</div>
<div style="margin: 1em 10%;">
''Mi Patria idolatrada,''<br />
''Querida Filipinas, oye el postrer adios . . . . .''
</div>
<div style="margin: 1em 5%;">
''. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .''<br />
''Adios, dulce extranjera, mi amiga, mi alegria,''<br />
''Adios, queridos seres.''<br />
''Morir es descansar".''
,,Selamat tinggal, Tanah Airku,<br />
Mutiara di Timur . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
</div>
<div style="margin: 1em 10%;">
Tanah Airku jang kupudja,<br />
Rakjat Philipina jang kutjinta,<br />
Dengarkan kata perpisahan jang terachir . . .
</div>
<div style="margin: 1em 5%;">
Selamat tinggal, semua kawan jang menerangi<br />
djalan perdjoangan saja,<br />
Selamat tinggal, semua jang kutjinta<br />
Mati adalah istirahat".
</div>
<div style="margin: 1em 10%;">
'''Dr. JOSE RIZAL''' dalam ''"Ultimo adios"''<br />(1896)
</div>
<div style="margin: 1em 5%;">
''"General Yamamoto stressed that nationalist leaders such as Soekarno and Hatta, cooperated with the Japanese, not because they liked doing so but merely so as to use them as a means for gaining their independence".''
</div>
<div style="margin: 1em 10%;">
Notulen pembitjaraan antara Admiral '''PATTERSON''' (Inggeris) dan Djenderal '''YAMAMOTO''' (Djepang) diatas kapal perang Inggeris "Cumberland" tanggal 21 September 1945.
</div>
166/B (28)<noinclude></noinclude>
s056prfptszxt0lkdxmh7skx1fds835
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/59
104
101673
294682
285209
2026-05-13T18:57:27Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294682
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||13|}}</noinclude>{{u|Foto Pengarang}}
Setu kategori lain yang perlu dimasukkan dalam map, ialah foto-foto. Foto-foto ini, akan kita perlukan apabila kita hendak memperkenalkan wajah pengarang dalam sesuatu pembicaraann kita, misalnya.
Foto-foto itu kita simpan dalam map: foto pengarang. Susunannya menurut abjad.
Apabila kita mengarang sebuah buku sejarah kesusastraan misalnya, tentulah kita ingin pula memperkenalkan wajah pengarang-pengarang yang telah berjasa dilapangan kesusastraan. Pembaca ingin mengetahui bagaimana rupa Mara Rousli, Abdoel Moeis, Takdir Alisjahbana, Armijn Pane, Sanusi Pane, Chairil Anwar, dan lain-lain dan lain-lain.
Dari manakah kita mendapatkan foto-foto ini ?
Kalau saudara cukup kaya untuk membeli fototustel, sebaiknyalah saudara mengambil sendiri foto-foto itu atau saudara minta dari pengarang, atau saudara beli dari seorang fotograf yang kebetulan memotretnya. Adakalanya saudara bisa mendapatnya dari sesuatu instansi yang mempunyai dokumentasi foto, misalnya Departemen Penerangan, dengan mengeluarkan ganti kerugian.
Belakangan ini ada fotograf yang mengkhususkan diri dalam pembuatan foto-foto artistik dari pengarang-pengarang dan budayawan-budayawan. Dari padanya pun kita bisa membeli foto-foto pengarang yang baik.
{{u|Kartu Tulisan}}
Adalah ideal apabila dari tiap pengarang kita mempunyai catatan tentang semua tulisannya, baik yang berupa buku, maupun yang dimuat dalam majalah dan surat kabar. Dengan demikian kita dengan mudah bisa mengumpulkan semua tulisannya, jike diperlukan.
Seorang tokoh pengarang yang banyak menulis dimasa jayanya, ialah Sanusi Pane, Tulisan-tulisannya sangat berharga dan sekali waktu harusnya dikumpulkan supaya selamat dari kebinasaan. Seharusnya kita membuat inventarisasi tentang semua tulisannya itu menurut sistim kartu.
Kite catatlah dalam pekartuan semua sajaknya, cerita pondoknya drama-dramanya, pembahasan-pembahasannya mengenai kesusastraan, karangan-karangan yang tersebar dalam berbagai majalah dan surat kabar seperti {{u|Jong Sumatra, Pandji Poestaka, Poedjangga Baru, Kebangoenan}} (surat kabar), {{u|Kebudajaan Timoer, Asia Raya}} (surat kabar), {{u|Daya}}, dan lain-lain.<noinclude></noinclude>
eejt1bbu8jzgqdyf41wrzt0d8lnpddv
Halaman:Sawatoe Penghantar bagi orang jang membatja.djvu/80
104
101674
295306
285216
2026-05-14T10:49:46Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295306
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||-72-}}</noinclude>waktoe termasjhoer rameinja, dan orang bernijaga banjak disana. Maka orang Korinti itoe adatnja tiada baik, marika-itoe berbantah-bantah terlaloe, dan tiada berdjalan salakoe orang mesehi; tetapi PAULOES dapat berdiri agama disana, dan ija dijam doewa tahoen lamanja disana. Maka dikarangken soerat ini di Efeso es pada tahoen 57, akan menegor salah marika-itoe dan soeroh bertobat; akan mengartiken bebrapa perkara jang tentang agama; dan akan hal nikah dan hal makanan. Adalah 16 fatsal dalamnja.
Maka soerat jang kedoewa itoe dikarangken satoe tahoen kemoedian daripada jang pertama, dinegeri Makedonia. Nijatnja PAULOES dalam soerat itoe akan menghiboerken orang jang bertobat, dan akan membenarken kelakoean rasoel itoe djoega. Adalah 13 fatsal dalamnja.
{{c|{{bar}}}}
{{c|'''SOERAT KEPADA ORANG GALATI.'''}}
Maka orang Galati itoe dijam pada sabahagian benoewa Asia, maka djemaät itoe telah didiriken oleh PAULOES (Galati 1:6 = Perb. Seg. rasoel XVI: 6 XVIII: 23). Maka djemaät mesehi itoe daripada orang-orang Jehoedi dan Hindoe, jang bebrapa pengadjar doesta
mentjahri marika-itoe moendoer daripada PAULOES, sebab katanja: bahoewa PAULOES itoe boekan rasoel jang benar. Sebab itoe disoeratken ini akan membalik hatinja, dan bahoewa pengalasan agama mesehi itoe tetap di atas pengadjaran ini, ja-itoe: bahoewa sa'orang manoesija dibenarken oleh berimanken JESOES KRISTOES; oleh karena kasihan sehadja. Adalah 6 fatsal dalamnja, dikarangken pada tahoen 53 di negeri Korinthi.
{{c|{{bar}}}}
{{c|'''SOERAT KEPADA ORANG EFESOES.'''}}
Adapon negeri Efeso es itoe doedoeknja di benoewa Asia ketjil. Pada waktoe itoe adalah saboewah roemah bagoes bagi berhala Diana, jang termasjhoer keliling. Maka orangnja pertjaja segala djenis perkara, dan menjembah berhala, dan tjaboel adatnja. Maka djemaät mesehi disana didiriken pada tahoen 54, maka soerat ini di karangken oleh PAULOES pada tahoen 62, waktoe ija ada dalam pendjara di negeri Roem. Adalah 6 fatsal dalamnja.
{{c|{{bar}}}}<noinclude></noinclude>
r2ww5y0tdajbb8k41imhptfysfqi0cv
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/438
104
101675
294150
286986
2026-05-13T11:59:33Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ hws, tanda petik
294150
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|434{{gap}}TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPEN}}</noinclude><div style="margin: 1em 5%;">
''"The Malayan Patriot of the future who seeks to indentify patriots of old Malaya will seek in vain . . . . . . . . . .''
</div>
<div style="margin: 1em 10%;">
''Malaya as we know it, did not exist.''
''It remained for the British to invent it".''
</div>
<div style="margin: 1em 15%;">
C.N. PARKINSON in: "British intervention in Malaya 1867 — 1877", series Malayan Historical Studies 1960.
</div>
Tiga kutipan diatas dimaksud untuk menundjukkan sumber nasionalisme dan patriotisme jang sekarang ini sedang terus membara disebagian besar dari Asia Tenggara ini, terutama didaerah jang mulai dikenal dengan Maphilindo.
Dr JOSE RIZAL, jang menulis sjairnja diatas, sesaat sebelum ditembak mati oleh kolonialisme Spanjol, tergolong salah satu perintis daripada nasionalisme dan patriotisme di Asia Tenggara umumnja dan didaerah Maphilindo chususnja. Memang hal ini dapat kita mengerti, apabila kita ingat betapa kedjamnja dan ganasnja kolonialisme Spanjol itu. Seorang nasionalis Philipina jang berkenamaan, jaitu CARLOS P. ROMULO, pernah mengatakan bahwa sebagai akibat daripada 300 tahun pendjadjahan Spanjol, Rakjat Philipina telah membangkitkan nasionalisme jang paling tua dan paling agresif di Asia, karena boleh dikata rata-rata setiap tiga tahun di Philipina zamannja kolonialisme Spanjol timbul perlawanan dan pemberontakan. Demikian ROMULO.
Kita tidak dapat mengharapkan dari ROMULO bahwa beliau berkesempatan meneliti djuga kolonialisme Belanda di Indonesia, dengan rantai-rantai pemberontakan Rakjat kita jang tak terputus-putus; tetapi bahwasanja apa jang dinjatakan oleh ROMULO mengenai tanah-airnja sendiri itu mengandung suatu kebenaran, ternjata bahwa banjak diantara pemimpin-pemimpin angkatan Perintis Kemerdekaan kita mendapat inspirasi dari djiwa dan semangat patriotisme-nja JOSE RIZAL dan lain-lain pemimpin Philipina lagi.
Adapun sumber-pokok daripada nasionalisme dan patriotisme Indonesia adalah berakar lebih dalam dan lebih djauh lagi. Sumber-pokoknja ialah dalam kedjajaan dan kebesaran nenek-mojang kita semasa Madjapahit dan Sriwidjaja, jang merupa-<noinclude></noinclude>
svx9eiy0177ulp983gw335iokvc4yi9
294609
294150
2026-05-13T17:31:29Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294609
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|434|||TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPEN}}</noinclude><div style="margin: 1em 5%;">
''"The Malayan Patriot of the future who seeks to indentify patriots of old Malaya will seek in vain . . . . . . . . . .''
</div>
<div style="margin: 1em 10%;">
''Malaya as we know it, did not exist.''
''It remained for the British to invent it".''
</div>
<div style="margin: 1em 15%;">
C.N. PARKINSON in: "British intervention in Malaya 1867 — 1877", series Malayan Historical Studies 1960.
</div>
Tiga kutipan diatas dimaksud untuk menundjukkan sumber nasionalisme dan patriotisme jang sekarang ini sedang terus membara disebagian besar dari Asia Tenggara ini, terutama didaerah jang mulai dikenal dengan Maphilindo.
Dr JOSE RIZAL, jang menulis sjairnja diatas, sesaat sebelum ditembak mati oleh kolonialisme Spanjol, tergolong salah satu perintis daripada nasionalisme dan patriotisme di Asia Tenggara umumnja dan didaerah Maphilindo chususnja. Memang hal ini dapat kita mengerti, apabila kita ingat betapa kedjamnja dan ganasnja kolonialisme Spanjol itu. Seorang nasionalis Philipina jang berkenamaan, jaitu CARLOS P. ROMULO, pernah mengatakan bahwa sebagai akibat daripada 300 tahun pendjadjahan Spanjol, Rakjat Philipina telah membangkitkan nasionalisme jang paling tua dan paling agresif di Asia, karena boleh dikata rata-rata setiap tiga tahun di Philipina zamannja kolonialisme Spanjol timbul perlawanan dan pemberontakan. Demikian ROMULO.
Kita tidak dapat mengharapkan dari ROMULO bahwa beliau berkesempatan meneliti djuga kolonialisme Belanda di Indonesia, dengan rantai-rantai pemberontakan Rakjat kita jang tak terputus-putus; tetapi bahwasanja apa jang dinjatakan oleh ROMULO mengenai tanah-airnja sendiri itu mengandung suatu kebenaran, ternjata bahwa banjak diantara pemimpin-pemimpin angkatan Perintis Kemerdekaan kita mendapat inspirasi dari djiwa dan semangat patriotisme-nja JOSE RIZAL dan lain-lain pemimpin Philipina lagi.
Adapun sumber-pokok daripada nasionalisme dan patriotisme Indonesia adalah berakar lebih dalam dan lebih djauh lagi. Sumber-pokoknja ialah dalam kedjajaan dan kebesaran nenek-mojang kita semasa Madjapahit dan Sriwidjaja, jang {{hws|merupa|merupakan}}<noinclude></noinclude>
hmop1z82y6kzv3novqqklrqm71v4bow
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/439
104
101680
294149
286987
2026-05-13T11:59:00Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ tanda petik, kop
294149
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|||TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPENA{{gap}}435}}</noinclude>kan sematjam Amanat Kedjajaan Leluhur kita. Bahwasanja kita kemudian mengalami kemunduran disegala bidang akibat kolonialisme dan imperialisme, hal ini merupakan suatu kepedihan dan penderitaan djasmaniah dan rochaniah, jang menumbuhkan kepada kita sekalian hasrat dan tekad kuat untuk membebaskan diri kita dari belenggu imperialisme dan kolonialisme itu. Dorongan-dorongan inilah jang dewasa ini terkenal dengan nama Amanat Penderitaan Rakjat, jang harus kita emban bersama dan kita tebus bersama-sama dengan djiwa nasionalisme dan patriotisme jang menjala-njala. Bahwasanja kita banjak mendapat inspirasi dari Philipina hal itu adalah wadjar. Dan bahwasanja kita dizaman Djepang menggunakan kesempatan-kesempatan jang ada untuk melatih diri kita dalam ketjakapan kemiliteran dan kepandaian administrasi ditengah-tengah penderitaan-penderitaan jang besar, adalah wadjar pula.
Kewadjaran ini adalah kewadjarannja nasionalisme dan patriotisme jang sehat, dan jang Apinja menjala-njala semurni-murninja.
Orang luaran sering tidak mengerti bagaimanakah situasi jang sebenarnja dizaman Djepang dulu itu, dan apakah hakiki daripada nasionalisme kita. Orang luaran, terutama kaum imperialis Barat sering menuduh kita seakan-akan nasionalisme kita dan Proklamasi Kemerdekaan kita serta Hari Pahlawan kita dulu itu „Japanese-made" atau „Japanese-inspired".
Dalam pidato Proklamasi jang pertama, jaitu pada tanggal '''17 Agustus 1945''', berkatalah '''BUNG KARNO''':
:„............ didalam Djaman Djepang usaha kita untuk mentjapai kemerdekaan-nasional tidak berhenti-henti. Didalam djaman Djepang ini, tampaknja sadja kita menjandarkan diri kepada mereka. Tetapi pada hakekatnja tetap kita menjusun tenaga kita sendiri, tetap kita pertjaja kepada kekuatan sendiri."
Saja merasa perlu mengutip kembali pidato '''BUNG KARNO''' ini, karena masih sadja ada pihak-pihak jang tidak mengerti aspirasi nasional kita, dan djiwa patriotisme kita.
Nasionalisme kita jang setjara revolusioner menerima kerdjasama dengan Djepang, diartikan oleh kolonialisme Belanda<noinclude></noinclude>
czxf3tnm41h7tql7chuax31tujyql4w
294611
294149
2026-05-13T17:34:20Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294611
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPENA|||435}}</noinclude>{{hwe|kan|merupakan}} sematjam Amanat Kedjajaan Leluhur kita. Bahwasanja kita kemudian mengalami kemunduran disegala bidang akibat kolonialisme dan imperialisme, hal ini merupakan suatu kepedihan dan penderitaan djasmaniah dan rochaniah, jang menumbuhkan kepada kita sekalian hasrat dan tekad kuat untuk membebaskan diri kita dari belenggu imperialisme dan kolonialisme itu. Dorongan-dorongan inilah jang dewasa ini terkenal dengan nama Amanat Penderitaan Rakjat, jang harus kita emban bersama dan kita tebus bersama-sama dengan djiwa nasionalisme dan patriotisme jang menjala-njala. Bahwasanja kita banjak mendapat inspirasi dari Philipina hal itu adalah wadjar. Dan bahwasanja kita dizaman Djepang menggunakan kesempatan-kesempatan jang ada untuk melatih diri kita dalam ketjakapan kemiliteran dan kepandaian administrasi ditengah-tengah penderitaan-penderitaan jang besar, adalah wadjar pula.
Kewadjaran ini adalah kewadjarannja nasionalisme dan patriotisme jang sehat, dan jang Apinja menjala-njala semurni-murninja.
Orang luaran sering tidak mengerti bagaimanakah situasi jang sebenarnja dizaman Djepang dulu itu, dan apakah hakiki daripada nasionalisme kita. Orang luaran, terutama kaum imperialis Barat sering menuduh kita seakan-akan nasionalisme kita dan Proklamasi Kemerdekaan kita serta Hari Pahlawan kita dulu itu „Japanese-made" atau „Japanese-inspired".
Dalam pidato Proklamasi jang pertama, jaitu pada tanggal 17 Agustus 1945, berkatalah BUNG KARNO:
{{quote|„............ didalam Djaman Djepang usaha kita untuk mentjapai kemerdekaan-nasional tidak berhenti-henti. Didalam djaman Djepang ini, tampaknja sadja kita menjandarkan diri kepada mereka. Tetapi pada hakekatnja tetap kita menjusun tenaga kita sendiri, tetap kita pertjaja kepada kekuatan sendiri."}}
Saja merasa perlu mengutip kembali pidato BUNG KARNO ini, karena masih sadja ada pihak-pihak jang tidak mengerti aspirasi nasional kita, dan djiwa patriotisme kita.
Nasionalisme kita jang setjara revolusioner menerima kerdjasama dengan Djepang, diartikan oleh kolonialisme Belanda<noinclude></noinclude>
npqgepdujbgfj137nlnkk9wi3io9bpz
Halaman:Sawatoe Penghantar bagi orang jang membatja.djvu/81
104
101681
295307
285231
2026-05-14T10:50:09Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295307
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||-73-}}</noinclude>{{c|'''SOERAT KEPADA ORANG FILIPPI.'''}}
Adapon Filippi itoe sawatoe negeri di tanah Makedonia, dibawah perentah orang Roem. Maka negeri itoe, jang doedoek dalam benową Eiropah, pertama-tama di chabarken indjil, sebab PAULOES melihat sawatoe penglihatan, salakoe sa'orang berdiri meminta daripadanja, katanja: Marilah engkau menjeberang ka Makedonia menoeloeng kami (Perb. sag. rasoel XVI); sehingga jang pertama masok mesehi itoe, ja-itoe sa'orang perampoewan namanja LIDIA, orang Eiropah. Maka soerat ini dikarangken dalam pendjara pada tahoen 62, akan mengadjar dan menghiboer orang beriman disana djangan menoeroet. akan adat orang Jehoedi.
{{c|{{bar}}}}
{{c|'''SOERAT KEPADA ORANG KOLOSSI.'''}}
Adapon Kolossi ini sawatoe negeri jang teroetama di tanah Frigia. Barangkali EPAPRAS atau FILEMON telah mengchabar indjil itoe dahoeloe disana. Maka dikarangken soerat itoe di dalam pendjara di negeri Roem djoewa, sebabnja EPAFRAS datang di negeri Roem.
kepada PAULOES, hendak menanja seberapa perkara dari hal goeroe-goeroe doesta, dari hal sembahjang akan melaikat, salakoe ija ini orang pertengah pada Allah. Maka nijatnja dalam soerat itoe, hendah mengadjar, bahoewa pengharapan orang berdosa atas pahala KRISTOES sahdja.
Djikalau hendak mengarti soerat ini, bijarlah dibatja sama-sama akan soerat kepada orang Efeso es itoe.
{{c|{{bar}}}}
{{c|'''DOEWA SOERAT KEPADA ORANG THESSALONIKA.'''}}
Maka Thessalonika itoe sawatoe negeri di benowa Eiropah ditepi laoet, dahoeloe iboe negeri Makedonia, keradjaän ISKANDER jang besar. Maka PAULOBS berdiriken agama mesehi di sana, sehingga orang Jehoedi marah dan menghambat dija kaloewar pergi ka Athene; maka dari sana menjoerohlah PAULOES akan TIMOTHEOES pergi ka Thesfalónika; kemoedian poelanglah TIMOTHEOES kepada PAULOES mengchabarken, bahoewa segala orang-orang adalah tetap dalam agama; sebab itoe disoeratken kepada marika-itoe soeratnja doewa itoe dari negeri Korinthi, pada tahoen 52.<noinclude></noinclude>
qpfk7humslhg0y44n2jvw5wrojpomrh
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/440
104
101682
294612
294148
2026-05-13T17:37:32Z
Arymuslichudin
24021
294612
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" />{{rh|436|||TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPEN}}</noinclude>sebagai „kollaborasi dengan pendjahat-pendjahat perang Djepang". Dan masih teranglah mendengung dalam telinga kita antjaman dari radionja NICA dengan NIGIS-nja, jaitu Netherlands Indies Government Information Service, dari Radio Melbourne, Australia, jang dengan tjongkak akan menjeret kelak BUNG KARNO dan lain-lain pemimpin kita kemuka Mahkamah dan Pengadilan Sekutu sebagai pendjahat-perang atau sebagai kaum kollaborator.
Ketahuilah, bahwa antjaman-antjaman jang tidak beralasan inilah jang antara lain djuga merupakan kaju-pembakarnja nasionalisme dan patriotisme kita, dan jang ikut meletuskan Hari Pahlawan di Surabaja.
Dengan sengadja saja kutip diatas djuga utjapannja Djenderal YAMAMOTO dihadapan para penuntutnja dikapal perang „Cumberland" pada tanggal 21 September 1945, dimana YAMAMOTO sendiri mengakui, bahwa para nasionalis Indonesia seperti BUNG KARNO dan BUNG HATTA bekerdja-sama dengan Djepang tidak berdasarkan karena mereka setudju dan senang dengan pemerintahan militair Djepang, melainkan karena keharusan strategi dan taktik perdjoangan kemerdekaan Rakjat kita, didorong oleh tuntutan nasionalisme dan patriotisme jang wadjar, dan jang melihat segi-segi positipnja serta perspektipnja berdjangka djauh.
Kini, pada tahun 1963, BUNG KARNO dan para pemimpin kita mendjadi lagi sasaran-sasaran dari kaum imperialis dan kaum kolonialis, seakan-akan kita ini sudah mendjadi kaki-tangannja kaum komunis internasional, malahan seakan-akan segala garis-politiknja BUNG KARNO itu didikte oleh Moskow dan Peking.
Tuduhan-tuduhan ini adalah pertandaan kepitjikan kaum imperialis dan kaum kolonialis, jang memang tidak mau mengerti aspirasi jang sewadjarnja daripada nasionalisme dan patriotisme Indonesia dan Asia Tenggara. Mereka rupanja tidak beladjar apa-apa dari sedjarah dimasa lampau.
Kita, kaum nasionalis di Indonesia dan Asia Tenggara disini sudah kenjang rasanja dengan segala tuduhan-tuduhan itu. Dulu dizaman Hindia-Belanda pernah BUNG KARNO ditjap<noinclude></noinclude>
b0dv82pwa8gj3hk0u9lkhkywaqrmdlc
294704
294612
2026-05-13T19:20:42Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
294704
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" />{{rh|436|||TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPEN}}</noinclude>sebagai „kollaborasi dengan pendjahat-pendjahat perang Djepang”. Dan masih teranglah mendengung dalam telinga kita antjaman dari radionja NICA dengan NIGIS-nja, jaitu Netherlands Indies Government Information Service, dari Radio Melbourne, Australia, jang dengan tjongkak akan menjeret kelak BUNG KARNO dan lain-lain pemimpin kita kemuka Mahkamah dan Pengadilan Sekutu sebagai pendjahat-perang atau sebagai kaum kollaborator.
Ketahuilah, bahwa antjaman-antjaman jang tidak beralasan inilah jang antara lain djuga merupakan kaju-pembakarnja nasionalisme dan patriotisme kita, dan jang ikut meletuskan Hari Pahlawan di Surabaja.
Dengan sengadja saja kutip diatas djuga utjapannja Djenderal YAMAMOTO dihadapan para penuntutnja dikapal perang „Cumberland” pada tanggal 21 September 1945, dimana YAMAMOTO sendiri mengakui, bahwa para nasionalis Indonesia seperti BUNG KARNO dan BUNG HATTA bekerdja-sama dengan Djepang tidak berdasarkan karena mereka setudju dan senang dengan pemerintahan militair Djepang, melainkan karena keharusan strategi dan taktik perdjoangan kemerdekaan Rakjat kita, didorong oleh tuntutan nasionalisme dan patriotisme jang wadjar, dan jang melihat segi-segi positipnja serta perspektipnja berdjangka djauh.
Kini, pada tahun 1963, BUNG KARNO dan para pemimpin kita mendjadi lagi sasaran-sasaran dari kaum imperialis dan kaum kolonialis, seakan-akan kita ini sudah mendjadi kaki-tangannja kaum komunis internasional, malahan seakan-akan segala garis-politiknja BUNG KARNO itu didikte oleh Moskow dan Peking.
Tuduhan-tuduhan ini adalah pertandaan kepitjikan kaum imperialis dan kaum kolonialis, jang memang tidak mau mengerti aspirasi jang sewadjarnja daripada nasionalisme dan patriotisme Indonesia dan Asia Tenggara. Mereka rupanja tidak beladjar apa-apa dari sedjarah dimasa lampau.
Kita, kaum nasionalis di Indonesia dan Asia Tenggara disini sudah kenjang rasanja dengan segala tuduhan-tuduhan itu. Dulu dizaman Hindia-Belanda pernah BUNG KARNO ditjap<noinclude></noinclude>
jif4o7rkfv5twvn8xct1t5yia3sk2yo
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/442
104
101685
294654
294147
2026-05-13T18:29:10Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294654
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|438|||TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPEN}}</noinclude>kepentingan kapitalis-kapitalis Tionghoa, dan kolonialis-kolonialis Inggeris.
Pihak Inggeris sendiri malahan sudah begitu tjongkak dan sombong untuk setjara „historis-ilmiah” menundjukkan baru-baru ini, bahwa sebenarnja Malaya sebagai „begrip”, sebagai sesuatu „pengertian”, tidak ada, dan tidak pernah ada! Demikian pula patriotisme atau nasionalisme Malaya itu sebenarnja tidak ada; baik dulu maupun sekarang.
Kutipan saja diatas sebagai motto ke-3, jang saja ambilkan dari serie penerbitannja „Malayan Historical Studies” dan jang dipimpin oleh orang Inggeris, adalah bukti tentang ketjongkakan, kesombongan itu. Pada tahun 1960 baru-baru ini, pihak Inggeris masih berani mengatakan, bahwa setiap patriot Malaya dimasa-depan jang akan meng-identifikasi-kan dirinja dengan patriot-patriot Malaya dizaman lampau, dan akan mentjari siapa-siapa sebenarnja patriot-patriot Malaya dimasa lampau untuk didjadikan tjontoh guna identifikasi itu, akan mentjarinja dengan sia-sia ............................................................
Sebab, kata PARKINSON selandjutnja, Malaya seperti jang dikenal oleh Inggeris sekarang ini tidak pernah ada. Pada orang Inggerislah letak tugas-sedjarahnja untuk menemukannja ....................................................................................................
Dan kini dipenuhilah tugas-sedjarahnja orang Inggeris itu. "The white's men burden"-nja KIPLING telah menelorkan Malaya dan „Malaysia” ............................................................
Nasionalisme-nja dan patriotisme-nja Malaya/„Malaysia” sekarang ini adalah bukan nasionalisme-nja dan patriotisme-nja Asia Tenggara. Ia adalah dissonant terhadap patriotisme-nja JOSE RIZAL, dan terhadap nasionalisme Indonesia. Ia adalah nasionalisme-nja kaum kapitalis Inggeris, jang tetap tjinta kepada kepulauan Britain dan ingin terus „tjinta” djuga kepada kekajaan-kekajaannja Semenandjung Malaya, dan jang mengintjar djuga kepada kekajaan alamnja seluruh Asia Tenggara".<noinclude></noinclude>
msn2po7mkhxqetz95ds8p11tip8971d
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/443
104
101686
294655
294146
2026-05-13T18:30:07Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294655
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPEN|||439}}</noinclude><center>
'''„COERCION” DAN „PERSUASION”'''
</center>
„Kaum imperialis, kolonialis dan neo-kolonialis disamping menggunakan „coercion” berupa menghentikan bantuan-bantuannja kepada kita serta menggerakkan kekuatan physik militernja (memperkuat pangkalan-pangkalan perang disekitar negara kita, menggerakkan Armada ke-7 ke Samudera Indonesia dan sebagainja), melantjarkan djuga aksi-aksi subversif, kampanje-kampanje penerangan dan psywar.
Tema-tema psywar itu, adalah mengadu domba Presiden Sukarno dengan Rakjat kita, sambil menondjolkan kesulitan ekonomi kita, mengadu domba Presiden dengan sebagian pembantu-pembantunja, penasehatnja dan alat-alat negara dan alat-alat masjarakat, mengadu domba Pemerintah pusat dan daerah, mengadu domba suku-suku, terutama Djawa dengan Sumatera dan suku-suku lain pulau dan mengadu domba golongan-golongan nasionalis, agama dan komunis.
Kesemua tema ini diprojektir atas „kebobrokan, kekorupan, kedholiman regim Sukarno dengan Demokrasi Terpimpinnja sebagai kedok daripada kediktatorannja” dengan mendjalankan „persuasion” untuk menghantjurkannja.
Djika diteliti semua tema itu berdjiwa, bernada dan berbahasa temanja PRRI/Permesta dulu itu. Bedanja apabila dulu beroperasi dipangkalan jang njata didalam negeri dengan bantuan dari pangkalan-pangkalan jang samar-samar dan tak njata dari luar negeri, maka kampanje sekarang ini berpangkalan di „Malaysia” serta pelindung-pelindungnja, sambil menggunakan pangkalan-pangkalan subversif (physik dan mental) didalam negeri kita”.
{{right|''Sumbangan pikiran pada Musjawarah''<br />''Besar Angkatan '45 di Djakarta, tanggal''<br />''19 Desember 1961.''}}
<center>
'''●●'''
</center><noinclude></noinclude>
7hrwv80lckx74kztcf07s6tswedyp88
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/444
104
101688
294706
294145
2026-05-13T19:23:52Z
Aeia aai
24023
/* Telah diuji baca */
294706
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|449||TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPEN}}</noinclude><center>
'''BILA PERLU KITA DENTUMKAN MERIAM-MERIAM'''
'''KITA DARI DJAKARTA'''
</center>
:::::<div style="text-align: left; font-style: italic; font-size: 90%;">
Sambutan pada peringatan ulang tahun<br>
pertama Akademi Djurnalistik Dr Rivai<br>
di Djakarta, 27 Desember 1963.
</div>
„Kalau perlu dari Djakarta kita dentumkan meriam-meriam kita kepada kaum imperialis dan kolonialis, termasuk kepada projek neo-kolonialis „Malaysia”.
Bangsa Indonesia dan Pemerintah Indonesia tidak pernah merasa ragu-ragu untuk membantu perdjuangan kemerdekaan Rakjat-rakjat jang masih tertindas, seperti dahulu kita telah memberikan bantuan jang konkrit dalam bentuk sendjata kepada perdjuangan kemerdekaan Rakjat Aldjazair. Bantuan dan dukungan seperti itu akan kita landjutkan pula kepada perdjuangan kemerdekaan Rakjat Kalimantan Utara jang kini sedang berdjuang mati-matian melawan kaum imperialis dan neo-kolonialis. Apalagi mengingat bahwa Rakjat Kalimantan Utara adalah tetangga kita jang dekat sekali.
Pena jang harus kita pergunakan ialah pena jang berdjiwa anti imperialis dan kolonialis, tetapi disamping itu pena jang berisi ilmijah.
Pemerintah Indonesia tidak melarang pedjoang-pedjoang Indonesia untuk ikut berdjoang di Kalimantan Utara, membantu perdjuangan Rakjat diwilajah tersebut untuk menegakkan kemerdekaannja. Ini bukanlah ekspansi, karena dalam persoalan mempertahankan kemerdekaan dan membantu Rakjat-rakjat jang berdjuang, disitu tidak berlaku istilah „ekspansi”, sebab disana itu, jaitu di Kalimantan Utara sekarang ini njatanjata terdapat ketidak-adilan jang didjalankan oleh pihak Inggeris dengan projek apa jang dinamakan „Malaysia”.”
<center>
'''* *'''
</center><noinclude></noinclude>
pzmesjv0bivkr5ivts4iguc5i6pfjnt
294707
294706
2026-05-13T19:24:42Z
Aeia aai
24023
294707
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|449||TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPEN}}</noinclude><center>
'''BILA PERLU KITA DENTUMKAN MERIAM-MERIAM'''<br>'''KITA DARI DJAKARTA'''
</center>
<div style="text-align: left; font-style: italic; font-size: 90%;">
:::::Sambutan pada peringatan ulang tahun<br>
pertama Akademi Djurnalistik Dr Rivai<br>
di Djakarta, 27 Desember 1963.
</div>
„Kalau perlu dari Djakarta kita dentumkan meriam-meriam kita kepada kaum imperialis dan kolonialis, termasuk kepada projek neo-kolonialis „Malaysia”.
Bangsa Indonesia dan Pemerintah Indonesia tidak pernah merasa ragu-ragu untuk membantu perdjuangan kemerdekaan Rakjat-rakjat jang masih tertindas, seperti dahulu kita telah memberikan bantuan jang konkrit dalam bentuk sendjata kepada perdjuangan kemerdekaan Rakjat Aldjazair. Bantuan dan dukungan seperti itu akan kita landjutkan pula kepada perdjuangan kemerdekaan Rakjat Kalimantan Utara jang kini sedang berdjuang mati-matian melawan kaum imperialis dan neo-kolonialis. Apalagi mengingat bahwa Rakjat Kalimantan Utara adalah tetangga kita jang dekat sekali.
Pena jang harus kita pergunakan ialah pena jang berdjiwa anti imperialis dan kolonialis, tetapi disamping itu pena jang berisi ilmijah.
Pemerintah Indonesia tidak melarang pedjoang-pedjoang Indonesia untuk ikut berdjoang di Kalimantan Utara, membantu perdjuangan Rakjat diwilajah tersebut untuk menegakkan kemerdekaannja. Ini bukanlah ekspansi, karena dalam persoalan mempertahankan kemerdekaan dan membantu Rakjat-rakjat jang berdjuang, disitu tidak berlaku istilah „ekspansi”, sebab disana itu, jaitu di Kalimantan Utara sekarang ini njatanjata terdapat ketidak-adilan jang didjalankan oleh pihak Inggeris dengan projek apa jang dinamakan „Malaysia”.”
<center>
'''* *'''
</center><noinclude></noinclude>
iu8udrbqfu3ik2lwgbdff9zhyb4izde
294708
294707
2026-05-13T19:25:19Z
Aeia aai
24023
294708
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|449||TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPEN}}</noinclude><center>
'''BILA PERLU KITA DENTUMKAN MERIAM-MERIAM'''<br>'''KITA DARI DJAKARTA'''
</center>
<div style="text-align: left; font-style: italic; font-size: 90%;">
:::::Sambutan pada peringatan ulang tahun<br>pertama Akademi Djurnalistik Dr Rivai<br>di Djakarta, 27 Desember 1963.
</div>
„Kalau perlu dari Djakarta kita dentumkan meriam-meriam kita kepada kaum imperialis dan kolonialis, termasuk kepada projek neo-kolonialis „Malaysia”.
Bangsa Indonesia dan Pemerintah Indonesia tidak pernah merasa ragu-ragu untuk membantu perdjuangan kemerdekaan Rakjat-rakjat jang masih tertindas, seperti dahulu kita telah memberikan bantuan jang konkrit dalam bentuk sendjata kepada perdjuangan kemerdekaan Rakjat Aldjazair. Bantuan dan dukungan seperti itu akan kita landjutkan pula kepada perdjuangan kemerdekaan Rakjat Kalimantan Utara jang kini sedang berdjuang mati-matian melawan kaum imperialis dan neo-kolonialis. Apalagi mengingat bahwa Rakjat Kalimantan Utara adalah tetangga kita jang dekat sekali.
Pena jang harus kita pergunakan ialah pena jang berdjiwa anti imperialis dan kolonialis, tetapi disamping itu pena jang berisi ilmijah.
Pemerintah Indonesia tidak melarang pedjoang-pedjoang Indonesia untuk ikut berdjoang di Kalimantan Utara, membantu perdjuangan Rakjat diwilajah tersebut untuk menegakkan kemerdekaannja. Ini bukanlah ekspansi, karena dalam persoalan mempertahankan kemerdekaan dan membantu Rakjat-rakjat jang berdjuang, disitu tidak berlaku istilah „ekspansi”, sebab disana itu, jaitu di Kalimantan Utara sekarang ini njatanjata terdapat ketidak-adilan jang didjalankan oleh pihak Inggeris dengan projek apa jang dinamakan „Malaysia”.”
<center>
'''* *'''
</center><noinclude></noinclude>
q98wcc15f1bd61dv6x6xmf716q1tcwy
294870
294708
2026-05-14T03:04:47Z
Ars-arsa
26526
/* Validated */
294870
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh|449||TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPEN}}</noinclude><center>
'''BILA PERLU KITA DENTUMKAN MERIAM-MERIAM'''<br>'''KITA DARI DJAKARTA'''
</center>
<div style="text-align: left; font-style: italic; font-size: 90%;">
:::::Sambutan pada peringatan ulang tahun<br>pertama Akademi Djurnalistik Dr Rivai<br>di Djakarta, 27 Desember 1963.
</div>
„Kalau perlu dari Djakarta kita dentumkan meriam-meriam kita kepada kaum imperialis dan kolonialis, termasuk kepada projek neo-kolonialis „Malaysia”.
Bangsa Indonesia dan Pemerintah Indonesia tidak pernah merasa ragu-ragu untuk membantu perdjuangan kemerdekaan Rakjat-rakjat jang masih tertindas, seperti dahulu kita telah memberikan bantuan jang konkrit dalam bentuk sendjata kepada perdjuangan kemerdekaan Rakjat Aldjazair. Bantuan dan dukungan seperti itu akan kita landjutkan pula kepada perdjuangan kemerdekaan Rakjat Kalimantan Utara jang kini sedang berdjuang mati-matian melawan kaum imperialis dan neo-kolonialis. Apalagi mengingat bahwa Rakjat Kalimantan Utara adalah tetangga kita jang dekat sekali.
Pena jang harus kita pergunakan ialah pena jang berdjiwa anti imperialis dan kolonialis, tetapi disamping itu pena jang berisi ilmijah.
Pemerintah Indonesia tidak melarang pedjoang-pedjoang Indonesia untuk ikut berdjoang di Kalimantan Utara, membantu perdjuangan Rakjat diwilajah tersebut untuk menegakkan kemerdekaannja. Ini bukanlah ekspansi, karena dalam persoalan mempertahankan kemerdekaan dan membantu Rakjat-rakjat jang berdjuang, disitu tidak berlaku istilah „ekspansi”, sebab disana itu, jaitu di Kalimantan Utara sekarang ini njata-njata terdapat ketidak-adilan jang didjalankan oleh pihak Inggeris dengan projek apa jang dinamakan „Malaysia”.”
<center>
'''* *'''
</center><noinclude></noinclude>
r975qwq5ph9w8gu5k39lvj01ky2rh8h
Halaman:Sawatoe Penghantar bagi orang jang membatja.djvu/83
104
101689
295313
285245
2026-05-14T10:54:16Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295313
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||-75-}}</noinclude>{{c|'''SOERAT KEPADA FILEMON.'''}}
Adapon FILEMON itoe sa'orang mesehi jang benar, dan barang kali PAULOES mengangkat dija mendjadi diaken atau goeroe di negeri Kolossi. Maka disoeratken pada tahoen 63 akan berdameiken dija dengan hambanja ONESIMOS, jang lari daripada toewannja datang di negeri Roem, maka ija mendjadi mesehi oleh pengadjaran PAULOES.
{{c|{{bar}}}}
{{c|'''SOERAT KEPADA ORANG IBRANI.'''}}
Maka orang Ibrani itoe, ja-itoe orang Jehoedi jang pertjaja akan indjil, sebab itoe dianijajaken oleh orang-orang Jehoedi jang tiada pertjaja, katanja: agama Jehoedi itoe daripada Allah, dan MOESA itoe terlebeh moelija daripada JESOES orang Nazaret; dan lagi dikata: orang mesehi tiada ampoenja kaäbah dan imam, dan tiada persembahan djoewa adanja. Sebab itoe PAULOES memberi tahoe, bahoewa peratoeran orang Lewi itoe benar daripada Allah, tetapi tiada kekal kebaktian itoe, sebab tjoema bajang-bajang perkara jang akan datang dalam Jesoes, ijalah Anak Allah, dinjataken dalam darah-daging manoesija, terlaloe amat moelija daripada melaikat dan MOESA, dan Ija mendjadi KRISTOES, terpanggil oleh Allah dengan soempahnja, bahoewa Ijalah Imam besar itoe teroetama daripada HAROEN adanja; dan bahoewa Ija telah mengadaken keampoenan bagi orang berdosa oleh kematiannja jang dikehendaki sendiri, akan mendatangken kelepasan dan salamat kepada siapa jang pertjaja akan Dija.
Maka soerat ini soenggoeh teroetama dalam Wasiat baharoe, dan mendjadi perhoeboengan dengan soerat kepada orang ROEM.
{{c|{{bar}}}}
{{c|'''SOERAT RASOEL JAKOEB JANG 'AM.'''}}
Maka soerat ini diseboet jang 'am atau sedjati, sebab boekan disoeratken kepada satoe djemaät, tetapi kepada segala djemaät sekalian di dalam doenija. Maka baik akan hal orang beriman, baik akan hal orang kafir, ditoetoerken 'djoega. Maka dikarangken dija di Joedea pada tahoen 61., akan mengartiken akan hal kebenaran orang oleh {{hws|je|kepertjajaan}}<noinclude></noinclude>
31objvn0tdjl4aahcayw3qvgvtq41hg
295314
295313
2026-05-14T10:54:43Z
Arymuslichudin
24021
295314
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||-75-}}</noinclude>{{c|'''SOERAT KEPADA FILEMON.'''}}
Adapon FILEMON itoe sa'orang mesehi jang benar, dan barang kali PAULOES mengangkat dija mendjadi diaken atau goeroe di negeri Kolossi. Maka disoeratken pada tahoen 63 akan berdameiken dija dengan hambanja ONESIMOS, jang lari daripada toewannja datang di negeri Roem, maka ija mendjadi mesehi oleh pengadjaran PAULOES.
{{c|{{bar}}}}
{{c|'''SOERAT KEPADA ORANG IBRANI.'''}}
Maka orang Ibrani itoe, ja-itoe orang Jehoedi jang pertjaja akan indjil, sebab itoe dianijajaken oleh orang-orang Jehoedi jang tiada pertjaja, katanja: agama Jehoedi itoe daripada Allah, dan MOESA itoe terlebeh moelija daripada JESOES orang Nazaret; dan lagi dikata: orang mesehi tiada ampoenja kaäbah dan imam, dan tiada persembahan djoewa adanja. Sebab itoe PAULOES memberi tahoe, bahoewa peratoeran orang Lewi itoe benar daripada Allah, tetapi tiada kekal kebaktian itoe, sebab tjoema bajang-bajang perkara jang akan datang dalam Jesoes, ijalah Anak Allah, dinjataken dalam darah-daging manoesija, terlaloe amat moelija daripada melaikat dan MOESA, dan Ija mendjadi KRISTOES, terpanggil oleh Allah dengan soempahnja, bahoewa Ijalah Imam besar itoe teroetama daripada HAROEN adanja; dan bahoewa Ija telah mengadaken keampoenan bagi orang berdosa oleh kematiannja jang dikehendaki sendiri, akan mendatangken kelepasan dan salamat kepada siapa jang pertjaja akan Dija.
Maka soerat ini soenggoeh teroetama dalam Wasiat baharoe, dan mendjadi perhoeboengan dengan soerat kepada orang ROEM.
{{c|{{bar}}}}
{{c|'''SOERAT RASOEL JAKOEB JANG 'AM.'''}}
Maka soerat ini diseboet jang 'am atau sedjati, sebab boekan disoeratken kepada satoe djemaät, tetapi kepada segala djemaät sekalian di dalam doenija. Maka baik akan hal orang beriman, baik akan hal orang kafir, ditoetoerken 'djoega. Maka dikarangken dija di Joedea pada tahoen 61., akan mengartiken akan hal kebenaran orang oleh {{hws|ke|kepertjajaan}}<noinclude></noinclude>
eo51cyp9a3uuvfca345akkdqbm6afd8
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/447
104
101690
294639
294144
2026-05-13T18:12:33Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294639
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPENA|||443}}</noinclude><center>
'''HARI KEBANGKITAN NASIONAL DALAM ALAM'''
'''MENINGKATNJA KONFRONTASI MELAWAN'''
'''„MALAYSIA”'''
</center>
Para penonton T.V.-R.I. dan para pendengar R.R.I., diseluruh Tanah-Air, terutama didaerah-daerah perbatasan Kalimantan Utara, Singapura dan Malaya, dan diluar negeri, dimanapun suara saja ini dapat didengar.
Malam ini adalah malam 19 Mei. Dan kita sedang berada diambang pintu 20 Mei 1964. Dengan begitu kita akan memasuki lagi Hari Kebangkitan Nasional kita jang telah ditjetuskan 56 tahun jang lalu atau tudjuh-windu jang lalu.
Apabila kita merenungkan sebentar garis-sedjarah dan garis-kehidupan kita sebagai Bangsa, maka kita selalu akan menemukan disepandjang garis-sedjarah dan garis-kehidupan itu titik-titik jang menondjol, dan jang merupakan titik-permulaan daripada menaiknja garis-sedjarah dan garis-kehidupan itu.
Salah satu daripada titik jang menondjol didalam garis itu ialah tanggal 20 Mei 1908. Titik itu merupakan pula tanda-permulaan menggetarnja garis itu, untuk kemudian menarik keatas menudju kearah evolusinja kebangunan dan kebangkitan kita sebagai Bangsa.
Apabila kita sekarang ini, didalam pasang-naiknja Revolusi Nasional kita, serta dalam meningkatnja konfrontasi kita melawan projek neo-kolonialisme „Malaysia”, memperingati Hari Kebangkitan Nasional kita 7-windu jang lalu itu, maka hal ini adalah karena dorongan kewadjaran-sedjarah.
Sedjarah setiap bangsa jang hidup selalu menudju kemasa depan, selalu menantjapkan tjita-tjitanja kemasa depan, selalu historis-visionair, dan historis-telescopis.
Dan tidak dapat disangkal oleh siapapun djuga, bahwa garis-sedjarah kehidupan kita sebagai bangsa sedjak tahun 1908 dulu terus menaik dan meningkat.
Tjoba, mari kita renungkan sebentar apa jang sebenarnja terdjadi pada 20 Mei 1908 dulu itu. Memang setjara simplistis seringkali diterangkan, bahwa pada hari itu lahirlah Budi Utomo,<noinclude></noinclude>
lxnhvfp1kgzp9upzihpdoh21gg3z7gg
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/448
104
101692
294640
294143
2026-05-13T18:13:41Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294640
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|444|||TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPEN}}</noinclude>suatu perkumpulan para siswa kedokteran putera-puteranja prijaji-tinggi Djawa. Tetapi kita tidak boleh hanja melihatnja sesimplistis itu, melainkan kita harus melihat berdirinja Budi Utomo itu sebagai tjerminan daripada pertandaan zaman-baru, jang benih-benihnja sudah lebih dulu mulai 1899 sampai 1905 telah disebarkan oleh R.A. Kartini, Dewi Sartika, Dr. Rivai dan sebagainja; dan jang pertumbuhan selandjutnja dipengaruhi oleh kemenangannja Djepang atas Czaris-Rusia pada tahun 1904—1905, oleh penggerakan revolusioner di Rusia sendiri pada tahun 1905, dan di Turki oleh gerakan Turki-Muda pada tahun 1908.
Inilah arti-sedjarahnja tahun 1908 dulu itu.
Dan memang benar, bahwa jang bangkit pada waktu itu adalah bukan — atau belum — nasionalisme Indonesia seperti jang sekarang ini kita kenal, jaitu sosio-nasionalisme dan sosio-demokrasi jang ber-ke-Tuhanan sesuai dengan rumusan Presiden Sukarno, dan memang benar djuga, bahwa jang bangkit pada waktu itu adalah „elite-nasionalisme”, nasionalisme-nja putera prijaji-tinggi, jang berwatak kulturil dan provinsial, seperti jang dirumuskan oleh ahli-sedjarah Marxis Ir S.J. Rutgers; tetapi tahun 1908 itulah jang kemudian mendorong lahirnja Sarikat Dagang Islam dan kemudian Sarikat Islam pada tahun 1911, dengan middle-class nasionalismenja, berwatak Islam dan komersiil; dan kemudian mendorong pula lahirnja National-Indische Partij pada tahun 1912, sebagai kebangunannja intellektuil-nasionalisme, jang berwatak politik dan sosial.
Dari fakta-fakta sedjarah inilah kita melihat betapa pentingnja tahun 1908 dulu itu bagi sedjarah kehidupan kita sebagai Bangsa. Dari kebangunannja „elite-nasionalisme” jang berwatak kulturil dan provinsial, ia mendorong lahirnja „middle-class” nasionalisme jang berwatak Islam dan komersiil, dan lahirnja „intellektuil nasionalisme” jang berwatak politik dan sosial.
Tetapi tidak itu sadja pengaruhnja tahun 1908 dulu itu.
Perkembangan-perkembangan dimasa perang dunia pertama, sikap politik Pemerintah kolonial Hindia-Belanda sesudah perang dunia pertama dulu itu jang sangat reaksioner dan mengingkari djandji-djandjinja, dan mengadakan divide-et-{{hws|im|impera}}<noinclude></noinclude>
lj6xdn2857g99tgmh4jg1q462i4tzgi
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/449
104
101693
294641
294139
2026-05-13T18:14:34Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294641
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPENA|||445}}</noinclude>{{hwe|pera|impera}} antara kita sama kita, mendorong lahirnja Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Dengan demikian maka pemuda-lah jang menaikkan lagi garis-sedjarah dan garis-kehidupan kita sebagai Bangsa, kearah tingkat-nasionalisme jang lebih tinggi, dengan memasukkan unsur-kerakjatan dan unsur-persatuan Indonesia.
Bukankah itu semua tanda menaiknja garis-sedjarah dan garis-kehidupan kita sebagai Bangsa? Dan bukankah kemudian hari 17 Agustus 1945, jaitu Hari Proklamasi Kemerdekaan kita, berarti puntjaknja daripada garis jang terus menaik itu? Dan bukankah Hari-hari jang bersedjarah didalam alam kemerdekaan kita sekarang ini seperti Hari Angkatan Perang 5 Oktober, Hari Pahlawan 10 Nopember, Hari Dekrit Presiden 5 Djuli, dan sebagainja dan sebagainja lagi itu, tanda-tanda bahwa kita sebagai Bangsa terus hidup? Dan tidak hanja terus hidup sadja, melainkan djuga terus hidup ever-onward? Terus hidup sambil ber-evolusi dan ber-revolusi, meningkatkan segala kwalitas kita sebagai manusia dan kwalitas kita sebagai Bangsa ditengah-tengah kehidupan nasional dan internasional dewasa ini?
Para pendengar sekalian,
Hal-hal inilah jang sekiranja perlu kita perhatikan dengan seksama apabila kita pada malam ini memperingati sedjenak Hari Kebangkitan Nasional kita itu.
Dan apabila nasionalisme kita sekarang ini kita pertegas tjorak dan wataknja berdasarkan Pantja Sila serta Manipol/Usdek dan kita djernihkan sumbernja kepada Amanat Penderitaan Rakjat kita sepandjang masa, maka adalah historis-wadjar dan evolusionair serta revolusionair wadjar, bila kita sekarang ini mati-matian menentang projek neo-kolonialisme ,,Malaysia".
Adalah suatu pandangan jang pitjik, jang mengatakan seakan-akan kita menentang ,,Malaysia" itu karena iri-hati kita berhubung dengan standard-kehidupan ,,Malaysia" jang lebih tinggi dari kita, katanja!
Adalah djuga suatu pandangan jang sempit seakan-akan nasionalisme kita jang menentang kepungan neo-kolonialisme ,,Malaysia" projek-Inggeris itu adalah karena nasionalisme kita itu agressif dan expansionis.<noinclude></noinclude>
9bi3usv6kr0dqpm7vk4gwkth4gofe6s
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/450
104
101695
294642
294137
2026-05-13T18:15:07Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294642
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|446|||TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPEN}}</noinclude>Siapa jang ingin membuang waktu sedikit sadja kepada sedjarah kehidupan bangsa kita akan mengetahui watak dan tjorak jang sebenarnja daripada nasionalisme kita itu. Nasionalisme kita bukan lagi nasionalismenja kaum elite, bukan lagi nasionalisme kaum prijaji jang hanja bersifat kulturil dan provinsial sadja; nasionalisme kita bukan lagi ''middel-class'' nasionalisme jang berwatak Islam dan komersiil sadja; nasionalisme kita djuga bukan lagi nasionalismenja kaum intellek jang berwatak politik dan sosial sadja, melainkan nasionalisme kita adalah sudah mendewasa, menaik dan meningkat mendjadi nasionalismenja Pantja Sila, jang mewakili kepentingannja Rakjat-Marhaen berdjuta-djutaan, dan jang mewakili persatuan Indonesia, sebagai perpaduannja kepentingan daerah-daerah dalam solidaritasnja „Bhineka Tunggal Ika”, dari Sabang sampai Merauke.
Sifat jang menaik, sifat jang meningkat dan sifat mendewasanja nasionalisme kita inilah jang sekarang ini harus kita djaga bersama. Dan tidak hanja kita djaga bersama, tetapi djuga kita pupuk bersama.
Djangan sampai nasionalisme kita dalam Alam Indonesia Merdeka sekarang ini didjadikan tempat sembunjinja djiwa-prijaji-isme jang sebagai kelas sudah runtuh didalam Revolusi kita sekarang ini; djangan pula nasionalisme kita hanja mewakili kepentingannja komersialisme sadja, melainkan mari kita bersama-sama menaikkan terus djiwa nasionalisme Indonesia itu sebagai mewakili kepentingannja Rakjat-Marhaen kita, Rakjat-Murba kita, Rakjat-djelata kita; dengan Kaum Buruhnja, Kaum Taninja, Pradjurit-pradjuritnja Angkatan Bersendjata, pemuda-pemudanja, wanita-wanitanja, intellek-intelleknja, Alim-Ulamanja, dsb. dsb.
Mari kita dalam memperingati Hari 20 Mei ini terus melaksanakan „nation building” dan „character building” itu, dengan selalu mendjaga „national dignity” kita, „Nationale waardigheid” kita; martabat, nilai dan mutu kepribadian dan watak Bangsa dan Rakjat kita, demi kemenangan tjita-tjita Revolusi Nasional kita bersama.<noinclude></noinclude>
nd78clvp4915zvbhvh9uf1mzcluhwp3
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/451
104
101700
294643
294135
2026-05-13T18:15:38Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294643
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPENA|||447}}</noinclude><center>
'''PENTJERMINAN STRUKTUR'''
'''EKONOMI KOLONIAL INGGERIS IALAH „INEQUALITY”'''
'''DALAM „DISTRIBUTION” DARIPADA'''
'''„NATIONAL INCOME”'''
</center>
<div style="float:right; width:45%; font-size:90%; text-align:left; border:0px; padding:10px;">
''Tjeramah indoktrinasi didepan para sukarelawati, jang terdiri dari Ibu-ibu Menteri diasrama Ragunan di Pasar Minggu, Djakarta, Kamis pagi tanggal 21 Mei 1964.''
</div>
<div style="clear:both;"></div>
„Keseluruhan doktrin revolusi kita adalah berwatak anti-feodalisme, anti-kapitalisme, anti-imperialisme, anti-kolonialisme dan anti-neo-kolonialisme.
Revolusi kita mempunjai dwi-tahap, jaitu tahap nasional-demokratis, dan kemudian tahap ekonomi sosialis Indonesia. Sedangkan masjarakat jang kita idam-idamkan ialah masjarakat sosialisme; sosialisme dalam arti-kata adil-dan-makmur, makmur-dan-adil, materiil dan spirituil.
'''NEO-KOLONIALISME „MALAYSIA”'''
„Neo-kolonialisme adalah kolonialisme dalam bentuk baru, berupa: a) mundurnja dominasi politik kaum kolonialis, b) tetap terdjaminnja exploitasi ekonomi dan infiltrasi kebudajaan dalam tubuh negara-negara pribumi itu, umpamanja dengan tjara blok-blok ekonomi, monopoli serta dengan offensi kebudajaan asing jang merusak achlak, c) pakta-pakta militer serta basis-basis militer jang lebih banjak digunakan untuk aksi-aksi infiltrasi dan subversip menentang gerakan-gerakan kemerdekaan Rakjat daripada untuk maksud-maksud jang setjara resmi biasanja dikatakan untuk menghadapi agressi komunis, dan d) memetjah-belah persatuan bangsa dengan dalih „self-determination”.
Sebagai salah satu tjontoh jang tegas daripada neo-kolonialisme, adalah „Malaysia”, jang sekalipun sering membanggakan diri akan tingginja „national income” mereka dibanding dengan negara-negara tetangganja, tetapi dalam „distribution” daripada „national income” itu mendjalankan prinsip „inequality” sebagai pentjerminan daripada struktur ekonomi kolonial<noinclude></noinclude>
1c398nnrfyquwu15g2daj29q96hp7i6
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/452
104
101702
294709
294130
2026-05-13T19:29:36Z
Aeia aai
24023
/* Telah diuji baca */
294709
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|448||TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPEN}}</noinclude>daripada „national income” itu mendjalankan prinsip „inequality” sebagai pentjerminan daripada struktur ekonomi kolonial Inggeris, jang bekerdja-sama dengan kekuasaan feodalisme para tengku-tengku. Sedangkan jang mendjadi korban daripada praktek „inequality of distribution” itu ialah Rakjat djelata, dan lapisan atasannja dengan „kemerdekaan politik” jang baru diperoleh itu tidak mengintegrasikan nasib dan hari depannja dengan Rakjat djelata, melainkan dengan kaum neokolonialis jang tetap memegang dominasi militer dan exploitasi ekonomi”.
'''ADA ,,UDANG DIBALIK BATU'''''
„Adalah sangat djanggal sekali, bahwa Inggeris jang dulu memetjah daerah Kalimantan Utara itu dalam daerah-daerah seketjil „gurem” seperti Serawak, Brunai, Sabah, berdasarkan adagiumnja jang klassik „devide et impera”, sekonjong-konjong mempersatukannja bersama-sama dengan Singapura kedalam Persekutuan Tanah Melayu. Kalau tidak ada „udang dibalik batu”, untuk apa Inggeris bertindak demikian?
Kita mengenal Persekutuan Tanah Melaju sebagai Inggerisnja Negara Sumatera Timur bikinan Van Mook dulu, dimana struktur politiknja harus bermusuhan terhadap struktur kesatuannja Negara Republik Indonesia dan dimana struktur perekonomiannja harus tetap mendjamin dominasi kapitalisme asing sebagai basis-perlawanan untuk mentjegah dibangunkan-nja struktur perekonomian sosialis Republik kita berdasarkan prinsip-prinsip Ekonomi Terpimpin.
Dan perubahan adagium Inggeris dari „devide et impera” mendjadi ,,„unite” tetapi tetap „impera” ini, adalah tidak lain daripada bermaksud untuk mengepung Republik Indonesia jang ber-Pantja Sila dan ber-Manipol-Usdek ini, dan untuk memetjah-belah solidaritas Afrika-Asia umumnja dan memperkokoh „cordon sanitairnja” antara Indonesia di selatan dengan Kambodja, Vietnam dan R.R.T. disebelah utara.
Perubahan adagium ini, adalah bukan perubahan djiwa. Djiwa dan hawa-nafsu kolonialisme masih tetap hidup, malah dalam tingkat keserakahan jang lebih tinggi, tetapi bentuk-bentuknja ialah seakan-akan mereka mau mempersatukan<noinclude></noinclude>
623mhlqiffkw8y6kijikk4qh65kcb44
294858
294709
2026-05-14T02:57:04Z
Ars-arsa
26526
/* Validated */
294858
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh|448||TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPEN}}</noinclude>daripada „national income” itu mendjalankan prinsip „inequality” sebagai pentjerminan daripada struktur ekonomi kolonial Inggeris, jang bekerdja-sama dengan kekuasaan feodalisme para tengku-tengku. Sedangkan jang mendjadi korban daripada praktek „inequality of distribution” itu ialah Rakjat djelata, dan lapisan atasannja dengan „kemerdekaan politik” jang baru diperoleh itu tidak mengintegrasikan nasib dan hari depannja dengan Rakjat djelata, melainkan dengan kaum neokolonialis jang tetap memegang dominasi militer dan exploitasi ekonomi”.
'''ADA ,,UDANG DIBALIK BATU'''''
„Adalah sangat djanggal sekali, bahwa Inggeris jang dulu memetjah daerah Kalimantan Utara itu dalam daerah-daerah seketjil „gurem” seperti Serawak, Brunai, Sabah, berdasarkan adagiumnja jang klassik „devide et impera”, sekonjong-konjong mempersatukannja bersama-sama dengan Singapura kedalam Persekutuan Tanah Melayu. Kalau tidak ada „udang dibalik batu”, untuk apa Inggeris bertindak demikian?
Kita mengenal Persekutuan Tanah Melaju sebagai Inggerisnja Negara Sumatera Timur bikinan Van Mook dulu, dimana struktur politiknja harus bermusuhan terhadap struktur kesatuannja Negara Republik Indonesia dan dimana struktur perekonomiannja harus tetap mendjamin dominasi kapitalisme asing sebagai basis-perlawanan untuk mentjegah dibangunkan-nja struktur perekonomian sosialis Republik kita berdasarkan prinsip-prinsip Ekonomi Terpimpin.
Dan perubahan adagium Inggeris dari „devide et impera” mendjadi ,,„unite” tetapi tetap „impera” ini, adalah tidak lain daripada bermaksud untuk mengepung Republik Indonesia jang ber-Pantja Sila dan ber-Manipol-Usdek ini, dan untuk memetjah-belah solidaritas Afrika-Asia umumnja dan memperkokoh „cordon sanitairnja” antara Indonesia di selatan dengan Kambodja, Vietnam dan R.R.T. disebelah utara.
Perubahan adagium ini, adalah bukan perubahan djiwa. Djiwa dan hawa-nafsu kolonialisme masih tetap hidup, malah dalam tingkat keserakahan jang lebih tinggi, tetapi bentuk-bentuknja ialah seakan-akan mereka mau mempersatukan<noinclude></noinclude>
bhfgdcvptameaib0w4dervcjrcsndno
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/455
104
101707
294663
294124
2026-05-13T18:37:27Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294663
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|INSTRUKSI-INSTRUKSI|||451}}</noinclude>{{center|'''MENTERI ROESLAN ABDULGANI MENENTUKAN GARIS-'''}}
{{center|'''GARIS TAKTIS-OPERASIONIL PENERANGAN'''}}
{{center|'''MENGGANJANG „MALAYSIA”'''}}
<div style="text-align: justify; text-indent: 2em;">
Wampa/Menpen Dr. H. Roeslan Abdulgani Selasa pagi tanggal 10 Oktober 1963 mengadakan rapat dengan stafnja jang dihadiri antara lain oleh Sekretaris Wampa Chusus, Pembantu Menpen Urusan Publisitet dan Sekretariat Penerangan KOTI jang diwakili oleh Major Entjung, untuk menentukan garis-garis taktis-operasionil penerangan dalam rangka konfrontasi terhadap pada „Malaysia”, berdasarkan penggerakan kekuatan massa disegala bidang.
</div>
<div style="text-align: justify; text-indent: 2em;">
Garis-garis taktis-operasionil itu bersumber kepada garis strategi dasar penerangan jang beberapa waktu jang lalu telah ditentukan oleh Presiden bersama-sama dengan Wampa Chusus/Menpen untuk menghadapi apa jang disebut dengan „Malaysia” ini.
</div>
<div style="text-align: justify; text-indent: 2em;">
Dalam pada itu oleh Wampa/Menpen Roeslan Abdulgani ditentukan pula setjara lebih djelas dan lebih tegas lagi kerdjasama antara Deppen, baik dipusat maupun di daerah-daerah beserta seluruh peralatan penerangannja seperti radio, film, pertjetakan, mobil unit dan sebagainja, dengan Front Nasional Pusat dan Daerah, sedjalan dengan instruksi P.B. Front Nasional mengganjang „Malaysia”.
</div>
<div style="text-align: justify; text-indent: 2em;">
Dalam menentukan garis-garis taktis-operasionil penerangan pada tingkat dewasa ini, Wampa/Menpen memperhatikan pula segala saran-saran lisan dari fihak Front Nasional daerah-daerah, sewaktu ia Senin siang menghadiri rapat Front Nasional Pusat dan Daerah-daerah dimana Menteri djuga memberikan garis-garis besar strategi dasar penerangan dalam mengganjang „Malaysia”.
</div>
<div style="text-align: justify; text-indent: 2em;">
Sedjalan dengan ini pula Wampa/Menpen telah memberikan instruksi kepada Djapen-Djapen daerah, Kepala-Kepala Studio RRI diseluruh Indonesia, dan segenap aparat penerangan didaerah. * *
</div><noinclude></noinclude>
teblc9rzazlwnqdkllvedyg5ddz0lv3
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/456
104
101710
294868
294121
2026-05-14T03:03:00Z
Alicya-
21994
/* Telah diuji baca */
294868
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Alicya-" />{{rh|452||INSTRUKSI-INSTRUKSI}}</noinclude>Cq-press/Kawat kilat.
{{center|'''INSTRUKSI WAMPA BIDANG CHUSUS/MENTERI'''}}
{{center|'''PENERANGAN/KETUA TEAM INDOKTRINASI'''}}
{{center|'''TANGGAL 1 OKTOBER 1963 No. 02a/INSTR/1963'''}}
{{center|'''TENTANG PENERANGAN DALAM KONFRONTASI'''}}
{{center|'''ANTI „MALAYSIA”'''}}
Kepada:
KpPr<br>
Kepsto<br>
Team Indoktrinasi Dati I seluruh Indonesia (.)
'''Isi (:)'''
Berhubung instruksi Ketua Pengurus Besar Front Nasional dibidang Penerangan dalam rangka konfrontasi anti „Malaysia” jaitu (:)
{{sp|pertama}} mengintensifkan penerangan dengan djalan penjebaran pamflets posters slides serta rapats umum
{{sp|kedua}} mengisi programa R.R.I. dengan thema gema perdjoangan mengganjang „Malaysia” (,)
Saja instruksikan agar penerangan tentang hal itu didasarkan atas thema sebagai berikut (:)
'''(I) Thema Dasar (:)'''
{{ol|list_style_type=decimal|Isi penerangan berpedoman pada pernjataans Presiden dan pendjelasan Wampa Chusus Menteri Penerangan jang mengenai inti hakekat neo-kolonialisme (,)|Konfrontasi anti „Malaysia” harus bertulang-punggung rpt bertulang-punggung pada kekuatan massa (,) jang dengan penerangan perlu terus dipupuk dan dibina kearah jang militant-konstruktif (.)}}
'''(II) Thema penegasan konfrontasi dibidang militer (:)'''
{{ol|list_style_type=decimal|Dalam rangka memberi bantuan kepada perdjoangan Rakjat Kalimantan Utara penerangan berpegangan kepada utjapan Wampa Kasab dan Menteri Pengad jaitu (:){{ol|list_style_type=lower-alpha|Kita tetap memberi bantuan kepada setiap perdjoangan bersendjata untuk merebut kemerdekaan Nasional (,)}}}}<noinclude></noinclude>
72gw434h48plk1r3p1uop6eeh98lkbh
294904
294868
2026-05-14T03:24:58Z
Ars-arsa
26526
/* Validated */
294904
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh|452||INSTRUKSI-INSTRUKSI}}</noinclude>Cq-press/Kawat kilat.
{{center|'''INSTRUKSI WAMPA BIDANG CHUSUS/MENTERI'''}}
{{center|'''PENERANGAN/KETUA TEAM INDOKTRINASI'''}}
{{center|'''TANGGAL 1 OKTOBER 1963 No. 02a/INSTR/1963'''}}
{{center|'''TENTANG PENERANGAN DALAM KONFRONTASI'''}}
{{center|'''ANTI „MALAYSIA”'''}}
Kepada:
Kppr<br>
Kepsto<br>
Team Indoktrinasi Dati I seluruh Indonesia (.)
'''Isi (:)'''
Berhubung instruksi Ketua Pengurus Besar Front Nasional dibidang Penerangan dalam rangka konfrontasi anti „Malaysia” jaitu (:)
{{sp|pertama}} mengintensifkan penerangan dengan djalan penjebaran pamflets posters slides serta rapats umum
{{sp|kedua}} mengisi programa R.R.I. dengan thema gema perdjoangan mengganjang „Malaysia” (,)
Saja instruksikan agar penerangan tentang hal itu didasarkan atas thema sebagai berikut (:)
'''(I) Thema Dasar (:)'''
{{ol|list_style_type=decimal|Isi penerangan berpedoman pada pernjataans Presiden dan pendjelasan Wampa Chusus Menteri Penerangan jang mengenai inti hakekat neo-kolonialisme (,)|Konfrontasi anti „Malaysia” harus bertulang-punggung rpt bertulang-punggung pada kekuatan massa (,) jang dengan penerangan perlu terus dipupuk dan dibina kearah jang militant-konstruktif (.)}}
'''(II) Thema penegasan konfrontasi dibidang militer (:)'''
{{ol|list_style_type=decimal|Dalam rangka memberi bantuan kepada perdjoangan Rakjat Kalimantan Utara penerangan berpegangan kepada utjapan Wampa Kasab dan Menteri Pengad jaitu (:){{ol|list_style_type=lower-alpha|Kita tetap memberi bantuan kepada setiap perdjoangan bersendjata untuk merebut kemerdekaan Nasional (,)}}}}<noinclude></noinclude>
9iks0we94r95nfsabi73n7hri57rt5n
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/89
104
101714
295151
290857
2026-05-14T09:21:09Z
Arulbe
24016
/* Tervalidasi */
295151
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arulbe" /></noinclude>{{rh||'''{{sp|LINGGUISTIKA}}'''}}
{{rh||'''(sebuah pengantar)'''}}
Bunji-bunji jang membangun struktur ekspresi pada hakekatnja adalah satuan-satuan bunji (1) satuan bunji jang merupakan dasar paling minim dan membedakan arti disebut {{u|fonim}},<sup>1)</sup> (2) satuan bunji jang djuga merupakan dasar tapi berhubungan dengan struktur isi disebut {{u|morfim}}.<sup>1)</sup>
Djika pemakai bahasa Indonesia mengutjapkan {{u|badju}} dan {{u|batu}}, maka pendengar jang berbahasa Indonesia akan memahami adanja perbedaan arti jang didukung oleh kedua satuan bunji itu. Perbedaan itu disebabkan oleh bunji / j /²) jang dilambangkan dengan dwihuruf {{u|dj}} dan oleh bunji / t / jang dilambangkan dengan huruf {{u|t}}. Dengan kata lain: kedua bunji itu, / j, t, berfungsi membedakan arti kedua satuan bunji {{u|badju}} dan {{u|batu}} itu, tapi kedua bunji itu sendiri tidak mempunjai arti. Kedua bunji itu pada hakekatnja merupakan satuan bunji jang paling minim, jang terketjil. Satuan-satuan bunji pembeda arti demikianlah jang disebut fonim. Djelaslah, bahwa fenim bukanlah huruf seperti dapat dipahami dari analisa diatas.
Tidak setiap bunji dalam suatu bahasa sebagai fonim. Misalnja: bunji {{u|z}} pada pasangan {{u|djaman}} dan {{u|zaman dalam bahasa Indonesia bukanlah fonim; {{u|z}} adalah variasi bebas dari fonim /j/. Tiap bahasa mempunjai tatafonim sendiri.
Tuturan {{u|badju}}, {{u|batu}} adalah satuan-satuan. bunji jang berhubungan dengan isi atau arti. Djika satuan-satuan bunji itu dipetjahkan atau dipenggal-penggal mendjadi satuan-satuan bunji jang lebih ketjil lagi, maka hilanglah hubungannja dengan arti itu. Djadi, kedua satuan bunji itu, {{u|badju}} dan {{u|batu}}, sudah merupakan satuan-satuan bunji jang terketjil untuk tetap sebagai pendukung arti. Satuan-satuan bunji lain, misalnja {{u|pe}} dan {{u|ber}} dalam {{u|pelari}} dan {{u|berlari}}, djuga mempunjai hubungan dengan arti, jang djika dipetjahkan mendjadi satuan-satuan bunji jang lebih ketjil lagi, akan kehilangan adanja hubungan itu. Kedua satuan bunji itu, {{u|pe}} dan {{u|ber}}, sudah merupakan satuan-satuan bunji jang terketjil untuk tetap sebagai pendukung arti. Satuan-satuan bunji demikianlah jang disebut morfim. Berdasarkan analisa diatas dapatlah dikatakan, bahwa morfim tidak selalu sama dengan apa jang biasa disebut kata.
<sup>+</sup> Landjutan {{u|Bahasa dan Kesusastraan}}, No 2. Th 1/1968<noinclude>{{rh|||3}}</noinclude>
qraxkds2bos8x4hc3g2u2tp2q8satex
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/91
104
101715
295156
285368
2026-05-14T09:23:42Z
Arulbe
24016
/* Tervalidasi */
295156
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arulbe" />{{rh||5}}</noinclude>{{rh||II}}
Fona-fona sebagai data paling sederhana jang terdengar dari runtun tuturan atau diskursi jang diutjapkan manusia dapat ditelaah dari berbagai pendekatan, antaralain dari fonetika.
Fonetika adalah suatu ilmu jang berusaha menelaah, menganalisa dan menerangkan fenomena fona jang diutjapkan melalui mulut manusia, baik/bunji bahasa maupun bukan bunji bahasa, tanpa mempertimbangkan fungsi fona-fona itu dalam struktur bahasa./sebagai
Salahsatu tjabang fonetika jang telah lama berkembang dengan hasil-hasil penelitian jang makin mantap ialah {{u|fonetika artikulatorik}}. Ia menelaah (a) bagian-bagian tubuh jang berhubungan dengan peristiwa pengutjapan/artikulasi fona, (b) mekanisme bagian-bagian itu dalam memproduksi fona, (c) pengklasifikasian fona dan memerikannja dalam transkripsi fonetika dengan mempergunakan alfabet fonetika dan tanda-tanda lain chusus untuk melambangkan berbagai fona. Dalam telaah fonetika ini para fonetisi memanfaatkan hasil-hasil penelitian biologi/fisiologi manusia, telaah jang mempelajari faal tubuh.
Jang lain ialah {{u|fonetika akustik}}, jang, mempeladjari: (a) hakekat fona, (b) pengklasifikasian fona dan memerikannja setepat mungkin berdasarkan hakekat fona itu. Dalam tolaah fonetika ini para fonetisi memanfaatkan hasil-hasil penelitian akustika, tjabang fisika jang menelaah, menganalisa dan menerangkan fenomena bunjį.
Kedua telaah ini memerlukan beberapa peralatan/instrumen, antara lain fotograf sinar-X untuk mengetahui gerak-gerak lidah, laringgoskop untuk mengetahui letak dan struktur larings, indikator suara untuk mengetahui bergetar-tidaknja pitasuara dalam larings, spektrograf bunji untuk merekam spektrum suatu bunji, dan laboratoium, sehingga bisa diharapkan hasil-hasil penelitian jang lebih teliti dan tjermat. Itulah sebabnja fonetika disebut djuga fonetika instrumental atau fonetika laboratorik.
Transkripsi fonetik ialah suatu sistim perekaman/pentjatatan fona dengan pergunakan alfabet atau abdjat fonetik jang ujungnja terdiri dari sedjumlah huruf Latin-romawi dan sejumlah lambang lain dan beberapa tanda diakritik. Djumlah abdjad fonetika ini disesuaikan dengan kebutuhan perekaman fona jang dianalisa. Abdjad fonetika jang terkenal ialah dari {{u|International phonetic Alphabet}}, Tapi tidak semua linguis mengikuti dan mempergunakannja seratus prosen; disanasini dipergunakan lambang lain seperti djuga akan dilakukan untuk artikel ini.
<ol type="1" start="1">
<li>Kita mulai dengan {{u|alat-alat udjaran}} jang terdapat dalam rongga mulut gigi (dens) langit-langit (palatum), lidah dan bibir (labium). Untuk kepentingan analisa fonetika artikulatorik, (atas) di-<noinclude></noinclude>
71os9m13oaauo6xhlx6nl5xv9cp8voi
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/457
104
101719
294664
294120
2026-05-13T18:38:01Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294664
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|INSTRUKSI-INSTRUKSI|||453}}</noinclude>in concreto didaerah Kalimantan Utara seperti setjara tradisionil pernah kita berikan pula bantuan itu kepada perdjoangan rakjat Aldjazair dan lains (,)
* b. Kita tidak melarang pemudas Indonesia berdjoang sebagai sukarelawan untuk membantu setiap perdjoangan kemerdekaan didaerah Kalimantan Utara (.)
'''(III) Thema penegasan konfrontasi dibidang politik (:)'''
# Meskipun kita bukan bangsa ekspansionis dan tidak rpt tidak mempunjai claim apapun terhadap Kalimantan Utara tetapi kita tidak bisa membiarkan pedjoangs rakjat Kalimantan Utara ditindas dan dipendjarakan oleh pihak kolonialis (,) apalagi dalam hal mereka mengetok pintu ingin bergabung dengan tanah leluhurnja rpt tanah leluhurnja (djangan rpt djangan pakai katas „bergabung dengan Republik Indonesia”) (,)
# Musuh kita jang utama adalah bukan rakjat Malaya tetapi konseptors dari neo-kolonialisme „Malaysia” (,)
'''(IV) Thema penegasan konfrontasi dibidang ekonomi (:)'''
Dimana perlu (,) kita harus menegaskan bahwa diputusannja hubungan ekonomi dengan „Malaysia” itu akan menimbulkan berbagai kesulitan ekonomi didalam djangka pendek (,) tetapi „Malaysia”-pun akan lebih berat lagi menghadapi akibatnja (;) dalam pada itu perspektif perkembangan ekonomi kita untuk djangka djauh adalah lebih menguntungkan dengan dipatahkannja kedudukan Singapura sebagai pusat dari pada vested economic and financial interests dari kekuatan imperialisme dan kolonialisme internasional (.)
pemen urpbl sends
ttkhbs
{{right|deppen}}<noinclude></noinclude>
i12suptg1o8yq58tzb1z7a8i0nzfkor
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/458
104
101724
294665
294118
2026-05-13T18:38:31Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294665
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|454|||INSTRUKSI-INSTRUKSI}}</noinclude>{{center|'''<u>I N S T R U K S I</u>'''}}
{{center|'''No. 03/Instr/M/63'''}}
{{center|'''WAMPA CHUSUS/MENTERI PENERANGAN R.I. MENGINSTRUKSIKAN:'''}}
; I. Menimbang :
<ol type="1">
<li>Bahwa perlu diadakan campagne penerangan anti „Malaysia”, didaerah-daerah penjelundupan dipesisir timur Sumatera, karena terusnja penjelundupan ke „Malaysia” berarti memperlemah kedudukan Indonesia dalam konfrontasi tersebut;</li>
<li>Bahwa perlu diberikan kepada Rakjat pengertian, pengetahuan dan keinsjafan tentang tudjuan Indonesia dalam konfrontasi terutama untuk menjelamatkan revolusi dan untuk membebaskan diri dari dominasi Singapore terhadap ekonomi kita sebagai langkah jang konkrit guna menjusun ekonomi nasional kita.</li></ol>
; II. Mengingat :
{{PUU-nomor|n=1|m=1|Setrategi dasar penerangan jang telah dirumuskan oleh P.J.M. Presiden dengan Wampa Chusus/Menteri Penerangan.}}
; III. Menginstruksikan kepada :
<ol type="1">
<li>Kepala Djawatan Penerangan Propinsi Atjeh.</li>
<li>{{gap}}"{{gap}}"{{gap}}"{{gap}} Sumatera Utara.</li>
<li>{{gap}}"{{gap}}"{{gap}}"{{gap}} Riau.</li>
<li>{{gap}}"{{gap}}"{{gap}}"{{gap}} Djambi.</li>
<li>{{gap}}"{{gap}}"{{gap}}"{{gap}} Sumatera Selatan.</li>
</ol>
'''U N T U K :'''
: Melakukan campagne penerangan kedaerah-daerah jang diketahui sebagai pusat-pusat penjelundupan dipesisir timur Sumatera, dengan ketentuan sbb.:<noinclude></noinclude>
2t0wlj17bv7fzvfwrcpvnabmi41pvq8
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/459
104
101732
294666
294117
2026-05-13T18:40:01Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294666
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|INSTRUKSI-INSTRUKSI|||455}}</noinclude>IV. Organisasi :
Campagne penerangan ini dapat dilakukan setjara fungsionil oleh Djapen Propinsi sendiri atau dengan bekerdja-sama dengan instansi-instansi jang erat hubungannja dengan konfrontasi ekonomi.
V. Thema penerangan :
<ol type="a">
<li>Politik :</li>
<ol type="1">
<li>Konfrontasi ,,Malaysia'' adalah soal prinsip karena ,,Malaysia'' adalah project neo-kolonialisme Inggeris dalam rangka mengepung Indonesia setjara militer maupun politis ekonomi.</li>
<li>Indonesia tidak memusuhi bangsa Melayu dan suku-suku di Kalimantan Utara, tetapi djustru menghendaki agar Melayu berkuasa penuh dirumahnja sendiri dalam bidang politik, militer, sosial, ekonomi.</li>
<li>Indonesia tidak menjetudjui adanja pemerintah boneka di Semenandjung Melayu jang bermusuhan terhadap R.I. Karena Indonesia ingin bersahabat dengan bangsa sepupunja. Pemerintah ,,Malaysia'' dewasa ini adalah boneka kolonialis jang ingin memperalat bangsa Melayu untuk memusuhi Indonesia.</li></ol>
<li>Ekonomi :</li>
<ol type="1">
<li>Pemutusan dagang adalah suatu sendjata offensive, karena adanja ,,stalemate'' dalam bidang politik/militer.</li>
<li>Pemutusan dagang adalah sendjata jang menentukan kemenangan, karena neo-kolonialisme sering didasarkan untuk meneruskan vested interest dalam soal perekonomian.</li>
<li>Dominasi Singapore terhadap ekonomi kita adalah sebab utama kesulitan kita dalam menjusun dan memperbaiki ekonomi kita. Aparatur perdagangan kita selama ini adalah hanja merupakan makelar-makelar dari kapitalis-kapitalis di Singapore.</li>
<li>Dalam masa transisi (sebelum kita mendapat pasar baru dan sebelum dunia merasa kekurangan akan djenis bahan mentah produksi Indonesia) memang akan timbul {{hws|ke|kesulitan}}</li>
</ol></ol><noinclude></noinclude>
b3pnvjy1mg79uqvw8dp7xnsm81axong
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/92
104
101738
295162
290824
2026-05-14T09:25:21Z
Arulbe
24016
/* Tervalidasi */
295162
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arulbe" />{{rh||6}}</noinclude>{{illegible}} atas belakanggigi (posdons), gusisigi (alveolum) diatas belakanggigi dan berhubungan dengan langit-langit. Langit-langit koras (palatun)dilangit-langit lembut (volun) jang udjungnja disebut anaktekak (uvula).
Belakang velun disebut velik jang dapat menutup rongga hidung djika velum menaik. Sebaliknja, velik terbuka dan menutup rongga mulut djika velum merendah. Lidah dibedakan atas udjunglidah (apex), jang berhadapan dengan gigi, daunlidah (lamina, blade) jang berhadapan dengan gusi gigi, depanlidah (front) jang berhadapan dengan langit-langit keras, belakanglidah (dorsum) jang berhadapan dengan langit-langit lembut, dan akargigi (radix) Jang mendindingi rongga tenggorok (farings) dibelakang. Bagian terbelakang depanlidah plus bagian terdepan belakanglidah disebut tengahlidah (sentrum, medium).
Dibawah farings terletak pangkaltenggorok (larings) jang berhubungan dengan djalan nafas keparu-paru. Ketika orang menelan sesuatu, laringe tertutup oleh sematjan katup (epiglotis) jang terletak dibawah akarlidah dekat diatas larings. Dalam larings inilah terdapat apa jang disebut {{u|pitasuara}}, sepasang selaput menjerupai sepasang pita jang terentang dari muka kebelakang dan dapat merenggang-perapat. Renggang pitasuara ini disebut {{u|tjelahsuara}} (glotis). Pitasuara berfungsi sebagai sumber bunji. Djika pitasuara atau glotis merapat demikian rupa dan arus udara dari paru-paru terhembus melewatinja, maka bergetarlah pitasuara itu. Getaran ini menimbulkan bunji jang disebut {{u|bunji bersuara}}. Djika ia merenggang demikian rupa, dalam keadaan orang diam atau bernafas misalnja, pitasuara tidak bergetar, tapi terdjadi sematjam bunji ''[ h ]'' jang disebut {{u|bunji tak bersuara}}. Diantara kedua posisi inilah térdjadi bermatjan-matjan bunji bahasa.
Rongga mulut, rongga hidung dan rongga tenggorok berfungsi sebagai resonator, ruang jang ikut serta memperbanjak frekuensi getaran bunji dari pitasuara itu, sehingga terdengar lebih tinggi dan punja warna tertentu.
Beberapa alat udjaran jang disebutkan diatas dapat dibedakan atas (1) jang dapat atau mudah bergerak, terutama lidah, disebut pengutjap atau artikulator, dan (2) jang tidak atau sukar bergerak, terutama gigiatas dan langit-langit, disebut {{u|titik pengutiapan atau titik artikulasi}}: gerak artikulator ialah mendekati atau menjentuh titik artikulasi: titik artikulasi ialah tempat artikulator mendekati atau menjentuh. Pendekatan atau persentuhan antara artikulator dengan titik artikulasi pada posisi tertentu ketika terdjadi peristiwa pengtjapan/artikulasi bunji-bunji bahasa disebut posisi pengut japan atau posisi artikulasi.<noinclude></noinclude>
ai6aia3ixcbhl1sf7c0bfblwpzj9nbo
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/461
104
101744
294662
294113
2026-05-13T18:36:03Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294662
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|INSTRUKSI-INSTRUKSI|||457}}</noinclude><center>
'''INSTRUKSI'''<br>
'''No. 262/PMUAV/63'''<br>
<br>
'''WAMPA CHUSUS/MENTERI PENERANGAN R.I.,'''
</center>
I. '''Menimbang:'''
# bahwa dalam stadia konfrontasi dengan "Malaysia" dewasa ini, satu-satunja mass-communication media jang effectif adalah radio,
# bahwa "Malaysia" perlu dikepung dengan siaran-siaran radio chusus jang ditudjukan ke "Malaysia", oleh studio-studio jang berada didaerah perbatasan dengan tjara bergiliran untuk menghalangi kemungkinan diadakannja jamming oleh fihak lawan terhadap R.R.I. Djakarta,
# bahwa perlu djam siaran chusus konfrontasi tersebut diatur sedemikian rupa tanpa mengorbankan siaran sentral dan tanpa banjak mengorbankan politik siaran R.R.I. jang ada.
II. '''Mengingat:''' Strategi dasar penerangan jang telah digariskan oleh P.J.M. Presiden dan Wampa Chusus/Menteri Penerangan.
III a. '''Menginstruksikan kepada:'''
# Kepala Studio R.R.I. Medan.
# {{gap}}"{{gap}}"{{gap}}"{{gap}} Kotaradja.
# {{gap}}"{{gap}}"{{gap}}"{{gap}} Pakan Baru.
# {{gap}}"{{gap}}"{{gap}}"{{gap}} Tg. Pinang.
# {{gap}}"{{gap}}"{{gap}}"{{gap}} Djambi.
# {{gap}}"{{gap}}"{{gap}}"{{gap}} Palembang.
# {{gap}}"{{gap}}"{{gap}}"{{gap}} Pontianak.
# {{gap}}"{{gap}}"{{gap}}"{{gap}} Palangkaraja.
# {{gap}}"{{gap}}"{{gap}}"{{gap}}Samarinda.
'''Untuk:'''
# Jang tersebut ad 1 s/d 6 jang tersebut diatas, agar melakukan siaran chusus jang ditudjukan kepada Malaya dan Singapore dengan memperhatikan ketentuan dibawah ini.<noinclude></noinclude>
99qxnesio0tgqcfpp0uyzdkcz5177c1
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/179
104
101785
295248
293057
2026-05-14T10:14:58Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295248
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>POLITIK BAHASA DAN SASTRA
{{tab}}
Dalam kegiatan apapun, apakah itu kegiatan bahasa dan sastra atau kegiatan lain yang menyangkut kehidupan manusia, diperlukan adanya kebijaksanaan tertentu yang sanggup memelihara dan mengarahkan kegiatan tersebut sampai kepada terwujudnya tujuan yang hendak dicapai. Kegiatan semacam itu akan kita namakan politik kegiatan, bukan kegiatan politik.
Kegiatan kita adalah kegiatan dalam bidang bahasa dan sastra, suatu kegiatan yang membutuhkan adanya politik bahasa dan sastra yang mantap, bukan bahasa politik atau sastra politik sebagai objek telaah.
Politik bahasa dan sastra kita seyogyanya memperlihatkan dan merupakan kesanggupan-kesanggupan (a) menemukan masalah-masalah bahasa dan sastra, (b) menentukan pilihan terhadap masalah-masalah bahasa dan sastra yang ditemukan, dan (c) memahami atau menghayati kecenderungan-kecenderungan semperlihatkan psiko-sosiologis masyarakat bahasa dan sastra.
Kesanggupan pertama akan berkembang karena kita terus menerus berurusan dengan bahasa dan sastra, terus menerus menggali secara sadar berbagai masalah dari Kenyataan Khazanah atau kehidupan bahasa dan sastra. Tanpa sikap demikian, cepat atau lambat, kegiatan bahasa kita akan mengalami nasib yang menyedihkan: lesu atau mati sama sekali. Konsekwensi selanjutnya: bahasa dan sastra kita akan menjadi kerdil alih-alih 'borwibawa’ di Asia Tenggara seperti dikehendaki masyarakat bahasa kita.
Kesanggupan kudua akan berkembang karena kita terus menerus meng'up-grade' diri, terus menerus belajar, meneliti dan menelaah mana yang menjadi masalah pokok, mana yang seyogyanya diungkapkan sebagai hasil telaah atau sebagai hasil penciptaan kesastraan. Tanpa sikap demikian, cepat atau lambat, kegiatan bahasa dan sastra akan menjadi gersang. Akibat selanjutnya: 'keliaran' bahasa dan sastra alih-alih 'ketertiban' dinamis perkembangan bahasa dan sastra.
Kesanggupan ketiga akan berkembang karena kita terus menerus bergaul dengan manusia sebagai individu atau masyarakat pendukung bahasa dan sastra, terus menerus berurusan dengan kecenderungan-kecenderungan kejiwaan dan kemasyarakatan dan memperkembangkannya secara kreatif. Tanpa sikap demikian, kegiatan bahasa dan sastra tidak akan mendapat<noinclude>{{rh|||1}}</noinclude>
63j6tsgegkqy7dd6r7bf9kxg8zi1zl9
Halaman:Sawatoe Penghantar bagi orang jang membatja.djvu/82
104
101792
295308
285612
2026-05-14T10:51:25Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295308
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||-74-}}</noinclude>Maka disoeratken soerat jang kedoewa itoe kepada djemaät di {{sp|Thessalonika}}, sebab adalah beberapa orang tiada mengarti betoel akan hal kedatangan TOEHAN, dan penghabisan hari doenija, sangkanja adalah dekat soedah, sebab itoe tiadalah marika-itoe mengerdjaken pekerdjaän jang sahari-hari itoe.
Maka jang teroetama dalam soerat itoe, ja-itoe akan hal orang mendjadi LAWAN KRISTOES, ''sa'orang berdosa'', ja-itoe ''anak kebinasaän'', dan akan hal ''rahasija kedjahatan''. Maka artinja ini, ja-itoe segala padri-padri orang Roem jang meroesak agama mesehi oleh sembahjang pada melaikat, dan orang-orang koeddoes, dan patong-patong jang boekan-boekan itoe, dan larang membatja elkitab.
{{rh||————″————}}
{{rh||'''DOEWA SOERAT KEPADA TIMOTHEOES.'''}}
Maka THIMOTHEOES itoe diperanakken di {{sp|Lister}}, sawatoe negeri di {{sp|Licaonia}}. Maka bapanja orang Joejani, dan iboenja orang Jehoedi, dan neneknja bernama Lois. Sjahadan masih lagi moeda PAULOES mengadjar dija dalam soerat-soerat jang koeddoes. Maka ditoeroet akan PAULOES keliling perdjalanannja, dan mendiriken djemaät sina-sana, kemoedian tinggallah ija di {{sp|Efesoes}}. Adalah banjak adjaran dalam soerat itoe, bagaimana pemerentah gredja haroes berboewat.
Maka soerat jang pertama itoe disoeratken pada tahoen 64, dan jang kedoewa disoeratken dalam pendjara, sedang ija menanti hoekoem matinja. Ingatlah, djikalau sa'orang bapa menoelis kepada anaknja, pada waktoe hampir diboenoeh akan dija, sesoenggoehnja ta'dapat tiada benar tentoe adjarannja, jang disoerat dengan hati jang sedih, hendak membaiki TIMOTHEOES itoe, dan dengan dija segala djemaät mesehi didalam doenija djoega; karena PAULOES kata: Hei TIMOTHEOES! peliharakenlah kiranja barang jang dipertjajaken kepadamoe (1 Timoth. VI: 20).
{{rh||————″————}}
{{rh||'''SOERAT KEPADA TITOES.'''}}
Maka TITOES itoe sa'orang goeroe-indjil, daripada bangsa Hindoe, ijalah penoeloeng PAULOES dalam pekerdjaännja (2 Korinti VIII: 23). Pada waktoe TITOES di poelau Kreta datanglah soerat ini, soepaja njata koewasanja akan mengatoerken perkara djemaät di poelau itoe.
{{rh||————″————}}<noinclude></noinclude>
n2vzzewgw25qub8u9grp5atam8ok4no
Halaman:Sawatoe Penghantar bagi orang jang membatja.djvu/84
104
101822
295320
285640
2026-05-14T10:56:15Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295320
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||-76}}</noinclude>{{hwe|pertjajaän|kepertjajaan}}, akan melarang djangan menoeroet adat orang Jahoedi, serta memberi tahoe akan hal hoekoeman.
{{rh||————″————}}
{{rh||'''DOEWA SOERAT rasoel PETROES JANG 'AM.'''}}
Maka soerat jang pertama dikarangken di Babel, dan disampeiken kepada orang-orang mesehi jang tersijar, pada waktoe keradjaän NERO, pada tahoen 64.
Maka PETROES menghiboerken orang-orang itoe dengan perkataan indjil, jang daripadanja sahadja dapat dihiboerken. Ija larang segala perboewatan djahat dan hina, dan diadjak berboewat baik. Itoelah agama jang endah.
Maka soerat jang kedoewa itoe, dikarangken di {{sp|Roem}}, dimana ija mangkat Kematian sangsara. (2 Petroes 1: 14).
{{rh||————″————}}
{{rh||'''TIGA SOERAT RASOEL JAHJA.'''}}
Maskipon tiada diseboet nama JAHJA didalam soerat itoe, tetapi dari dahoeloe soedah ditentoeken, bahoewa soerat ini daripadanja. Maka soerat ini seperti sawatoe chotbat, menoendjoek kesempornaän Allah dan ke- binasaän manoesija, dan Korban KRISTOES itoе. Maka ditegor akan orang orang mesehi djangan menoeroet adjaran orang jang LAWAN KRISTOES, minta marika-itoe hidoep seperti saudara-bersaudara, dengan harap akan salamat di dalam sorga.
Maka soerat jang kedoewa itoe disampeiken kepada sáorang ''entjik perampoewan jang terpileh'', sa'orang mesehi jang benar akan menegoehken kepertjajaän dija itoe. Maka diseboet dirinja ''penatoewa'', jang tjara belanda dikata ''ouderling''
Maka soerat jang ketiga itoe disampeiken kepada GAJOES, sáorang kekasih JAHJA, sebab telah didengar oleh JAHJA, bahoewa {{sp|Gajoes}} itoe adalah melakoeken dirinja dalam kebenaran.
{{rh||————″————}}
{{rh||'''SOERAT RASOEL JOEDAS.'''}}
Adapon dikarangken soerat ini pada tahoen 65, dengan nasihat minta<noinclude></noinclude>
52ho45300ru9h9cwhotbuppx152xk95
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/453
104
101827
294860
294126
2026-05-14T02:58:58Z
Ars-arsa
26526
/* Validated */
294860
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh|DOKUMEN-DOKUMEN|||449}}</noinclude>untuk mendjadikan bendungan terhadap arusnja nasionalisme bangsa-bangsa Asia-Afrika dan arusnja kekuatan-kekuatan Nefo.
Konsepsi demikian ini kita lihat djuga dalam pembentukan „Central African Federation”, „Federation of East Africa”, „Federation countries like Jamaica, Barbados and Tobago”, dan „Sheikdoms and Amirates Federated with Aden”. Kesemuanja ini, adalah „Malaysia"-nja Inggeris di Afrika dan Arabia untuk memetjah-belah semangat Bandung.
Berdasarkan Doktrin Revolusi kita diatas serta kenjataan-kenjataan masih hidupnja imperialisme dengan projek-projek neo-kolonialismenja, antara lain „Malaysia”, maka kita tidak dapat bersikap lain daripada mengganjang, „Malaysia” sesuai dengan Dwikora”.
{{missing image}}
{{c|''„Selamat tinggal dan selamat berdjoang. Ganjang<br>dan bubarkan neo-kolonialis „Malaysia”!" demi-<br>kian a.l. Pak Roeslan.''}}<noinclude>{{rh|166/B (29)}}</noinclude>
okg5d2c6h2s69b5cgsi7d6lyfwbi2o8
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/430
104
101837
294162
287808
2026-05-13T12:04:55Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ missing image tetap 2
294162
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" /></noinclude>{{missing image}}
''Upatjara didepan halaman kantor Gubernur.''
''Indoktrinasi dan berbagai masalah, al. konfrontasi pengganjangan „Malaysia” bagi para alat Pemerintah, baik sipil maupun militer.''<noinclude></noinclude>
lnmv7k795jqxhkhj5kk9n5pwejt936u
294866
294162
2026-05-14T03:02:50Z
Ars-arsa
26526
/* Validated */
294866
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>{{missing image}}
''Upatjara didepan halaman kantor Gubernur.''
''Indoktrinasi dan berbagai masalah, al. konfrontasi pengganjangan „Malaysia” bagi para alat Pemerintah, baik sipil maupun militer.''<noinclude></noinclude>
gli4y4xgy30fy3jtryf5bwslfdjihhi
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/599
104
101844
294909
287804
2026-05-14T03:29:37Z
Ars-arsa
26526
/* Validated */
294909
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>{{xx-larger|'''BAHASA DAN KESUSASTRAAN'''}}
{{larger|'''LEMBAGA BAHASA NASIONAL'''}}<noinclude>{{rh|TAHUN VII}}
{{Rh|{{larger|'''1'''}}}}
{{Rh|1974}}</noinclude>
r046460n7q6jbx2i4dwbgvsuizfi42z
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/333
104
101896
294250
287065
2026-05-13T12:49:40Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */ perhatikan tanda petik
294250
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{missing image}}
{{c|''Rakjat Indonesia siap mengganjang neo-kolonialis ,,Malaysia"''}}<noinclude></noinclude>
ng52q4rc7c7czab2ihkkl6l5fs59baa
294776
294250
2026-05-14T00:40:58Z
N.imaema
22481
294776
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{missing image}}
{{c|''Rakjat Indonesia siap mengganjang neo-kolonialis „Malaysia”''}}<noinclude></noinclude>
61q04mie4vmyn7smkrui18p303es4xj
294884
294776
2026-05-14T03:13:35Z
Ars-arsa
26526
/* Validated */
294884
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>{{missing image}}
{{c|''Rakjat Indonesia siap mengganjang neo-kolonialis „Malaysia”''}}<noinclude></noinclude>
kmqbr8acpb8fmw5f6o1jjvnmrf88p3v
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/334
104
101900
294253
287066
2026-05-13T12:50:10Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */ perhatikan tanda petik
294253
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{missing image}}
{{c|'',,Perhebat ketahanan Indonesia dan bantu perdjoangan revolusioner Rakjat-rakjat Malaya, Singapura, Sabah, Serawak dan Brunai, untuk membubarkan negara boneka ,,Malaysia"''}}<noinclude></noinclude>
d7ecbhf4pffjpjwqj481n7mdphg1vsw
294786
294253
2026-05-14T00:56:30Z
N.imaema
22481
294786
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{missing image}}
{{c|''„Perhebat ketahanan Indonesia dan bantu perdjoangan revolusioner Rakjat-rakjat Malaya, Singapura, Sabah, Serawak dan Brunai, untuk membubarkan negara boneka „Malaysia”''}}<noinclude></noinclude>
q38xhpqkdfu4os5a8otgw2sx8k3ftac
294885
294786
2026-05-14T03:14:00Z
Ars-arsa
26526
/* Validated */
294885
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>{{missing image}}
{{c|''„Perhebat ketahanan Indonesia dan bantu perdjoangan revolusioner Rakjat-rakjat Malaya, Singapura, Sabah, Serawak dan Brunai, untuk membubarkan negara boneka „Malaysia”''}}<noinclude></noinclude>
p58ir9bsnvq172cltnvq22l3250aybn
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/335
104
101902
294255
287067
2026-05-13T12:50:35Z
Thersetya2021
15831
/* Belum diuji baca */ salah templat
294255
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{big|'''DWIKORA MENGGELEGAR'''}}
{{rh|||_______________________}}
{{rh|||- Adakan gerakan sukarelawan Indonesia untuk mempertinggi ketahanan Revolusi kita.}}
{{rh|||- Bersiap-sedialah untuk menjelamatkan Republik Indonesia dan untuk mengganjang ,,Malaysia".}}
{{rh|||- Dwikomando Rakjat untuk pengganjangan Malaysia”.}}
{{rh|||- Ada musjawarah atau tidak, bela dan djalankan Dwikora!}}
{{rh|||__________________________}}<noinclude></noinclude>
fka6qcs0066v95k68j2elrec81s2f3t
294749
294255
2026-05-13T23:35:46Z
Aeia aai
24023
/* Telah diuji baca */
294749
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /></noinclude>{{big|'''DWIKORA MENGGELEGAR'''}}
{{col-begin}}
{{col-2}}
{{col-2}}
{{rule}}
{{hii}}
''- Adakan gerakan sukarelawan Indonesia untuk mempertinggi ketahanan Revolusi kita.''
''- Bersiap-sedialah untuk menjelamatkan Republik Indonesia dan untuk mengganjang „Malaysia”.''
''- Dwikomando Rakjat untuk pengganjangan „Malaysia”.''
''- Ada musjawarah atau tidak, bela dan djalankan Dwikora!''
{{div end}}
{{rule}}
{{col-end}}<noinclude></noinclude>
tvpgyy35wbkrevhofgiv9x5ohp0ozse
294781
294749
2026-05-14T00:51:03Z
N.imaema
22481
/* Tervalidasi */
294781
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" /></noinclude>{{big|'''DWIKORA MENGGELEGAR'''}}
{{col-begin}}
{{col-2}}
{{col-2}}
{{rule}}
{{hii}}
''- Adakan gerakan sukarelawan Indonesia untuk mempertinggi ketahanan Revolusi kita.''
''- Bersiap-sedialah untuk menjelamatkan Republik Indonesia dan untuk mengganjang „Malaysia”.''
''- Dwikomando Rakjat untuk pengganjangan „Malaysia”.''
''- Ada musjawarah atau tidak, bela dan djalankan Dwikora!''
{{div end}}
{{rule}}
{{col-end}}<noinclude></noinclude>
2on2043xecvyudnasfxkxywxnf63oqh
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/337
104
101915
294258
287069
2026-05-13T12:51:13Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */ bagian amanat salah templat
294258
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{missing image}}
<small>''Presiden Sukarno''</small>
{{c|'''ADAKAN GERAKAN SUKARELAWAN INDONESIA UNTUK MEMPERTINGGI KETAHANAN REVOLUSI KITA !'''}}
<small>{{rh|||Amanat Presiden Sukarno pada penutupan Konperensi Presidium Kabinet Kerdja dengan Tjatur-Tunggal seluruh Indonesia, pada tanggal 16 Maret 1964 di Istana Negara.}}</small>
Saudara-saudara sekalian,
{{Di|L}}APORAN tentang hasil daripada Konperensi Presidium dengan Tjatur-Tunggal seluruh Indonesia, saja dengarkan dengan minat jang amat tinggi, minat jang sangat mendalam. Dan saja menjatakan kegembiraan saja bahwa Konperensi itu telah menelorkan pernjataan serta keputusan sebagai tadi dibatjakan oleh Saudara Wakil Perdana Menteri I Saudara Subandrio. Dengan persetudjuan jang penuh saja djuga mendengarkan uraian dari anggota Presidium Saudara Subandrio mengenai Revolusi kita.<noinclude></noinclude>
3ernaas07uaj3kzposw1goi207lyze1
294773
294258
2026-05-14T00:36:08Z
N.imaema
22481
/* Tervalidasi */
294773
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" /></noinclude>{{missing image}}
<small>''Presiden Sukarno''</small>
{{c|'''ADAKAN GERAKAN SUKARELAWAN INDONESIA UNTUK MEMPERTINGGI KETAHANAN REVOLUSI KITA !'''}}
<small>{{right|''Amanat Presiden Sukarno pada penutupa''n<br> ''Konperensi Presidium Kabinet<br> Kerdja dengan Tjatur-Tunggal seluruh''<br> ''Indonesia, pada tanggal 16 Maret 1964''<br> ''di Istana Negara.''}}</small>
Saudara-saudara sekalian,
{{Di|L}}APORAN tentang hasil daripada Konperensi Presidium dengan Tjatur-Tunggal seluruh Indonesia, saja dengarkan dengan minat jang amat tinggi, minat jang sangat mendalam. Dan saja menjatakan kegembiraan saja bahwa Konperensi itu telah menelorkan pernjataan serta keputusan sebagai tadi dibatjakan oleh Saudara Wakil Perdana Menteri I Saudara Subandrio. Dengan persetudjuan jang penuh saja djuga mendengarkan uraian dari anggota Presidium Saudara Subandrio mengenai Revolusi kita.<noinclude></noinclude>
c30v1y0zb606wahgb8ydnnxpbaz4ptw
294774
294773
2026-05-14T00:36:51Z
N.imaema
22481
/* Tervalidasi */
294774
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" /></noinclude>{{missing image}}
<small>''Presiden Sukarno''</small>
{{c|'''ADAKAN GERAKAN SUKARELAWAN INDONESIA UNTUK MEMPERTINGGI KETAHANAN REVOLUSI KITA !'''}}
<small>{{ block right|''Amanat Presiden Sukarno pada penutupa''n<br> ''Konperensi Presidium Kabinet<br> Kerdja dengan Tjatur-Tunggal seluruh''<br> ''Indonesia, pada tanggal 16 Maret 1964''<br> ''di Istana Negara.''}}</small>
Saudara-saudara sekalian,
{{Di|L}}APORAN tentang hasil daripada Konperensi Presidium dengan Tjatur-Tunggal seluruh Indonesia, saja dengarkan dengan minat jang amat tinggi, minat jang sangat mendalam. Dan saja menjatakan kegembiraan saja bahwa Konperensi itu telah menelorkan pernjataan serta keputusan sebagai tadi dibatjakan oleh Saudara Wakil Perdana Menteri I Saudara Subandrio. Dengan persetudjuan jang penuh saja djuga mendengarkan uraian dari anggota Presidium Saudara Subandrio mengenai Revolusi kita.<noinclude></noinclude>
68f3hsitf8slxlyzm16cnbfd9ggibxb
294775
294774
2026-05-14T00:37:44Z
N.imaema
22481
/* Tervalidasi */
294775
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" /></noinclude>{{missing image}}
<small>{{right|''Presiden Sukarno''}}</small>
{{c|'''ADAKAN GERAKAN SUKARELAWAN INDONESIA UNTUK MEMPERTINGGI KETAHANAN REVOLUSI KITA !'''}}
<small>{{ block right|''Amanat Presiden Sukarno pada penutupa''n<br> ''Konperensi Presidium Kabinet<br> Kerdja dengan Tjatur-Tunggal seluruh''<br> ''Indonesia, pada tanggal 16 Maret 1964''<br> ''di Istana Negara.''}}</small>
Saudara-saudara sekalian,
{{Di|L}}APORAN tentang hasil daripada Konperensi Presidium dengan Tjatur-Tunggal seluruh Indonesia, saja dengarkan dengan minat jang amat tinggi, minat jang sangat mendalam. Dan saja menjatakan kegembiraan saja bahwa Konperensi itu telah menelorkan pernjataan serta keputusan sebagai tadi dibatjakan oleh Saudara Wakil Perdana Menteri I Saudara Subandrio. Dengan persetudjuan jang penuh saja djuga mendengarkan uraian dari anggota Presidium Saudara Subandrio mengenai Revolusi kita.<noinclude></noinclude>
4z7dzgw7fsrcwfegvpma2eof0d8x8gk
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/326
104
101936
294246
287798
2026-05-13T12:48:31Z
Thersetya2021
15831
294246
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" />{{rh|322|||KONFRONTASI TERHADAP „MALAYSIA” BERDJALAN TERUS}}</noinclude>robah, tetapi tudjuannja untuk meniadakan „Malaysia” bikinan Inggeris daripada muka bumi ini tetap tertjantum didalam kita punja program. Malahan, Saudara-saudara, haruslah Saudara bangga, bangga sebagai orang Indonesia, bahwa Pemerintah Indonesia, Kabinet Gaja Baru ini mempunjai program gaja baru pula. Program jang djelas, tegas, nomor satu sandang pangan, nomor dua ganjang „Malaysia”, nomor tiga meneruskan pembangunan, terutama sekali pembangunan jang vital.
Sekian sadja, saja ulangi terimakasih saja kepada seluruh Saudara-saudara daripada utusan-utusan jang hadir disini. Merdeka! Onward, onward, onward, no retreat! ***
{{c|''Stadion Utama di Senajan Djakarta
sering pula berfunksi sebagai arena
pengganjangan „Malaysia”.''}}
{{missing image}}<noinclude></noinclude>
k2h6vrbw5r9vqhgwmfcfvepx7l896sa
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/317
104
101940
294230
287795
2026-05-13T12:43:23Z
Riiiv
22458
/* Telah diuji baca */ hws
294230
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" /></noinclude>{{missing image}}
{{c|'''KONFRONTASI TERHADAP „MALAYSIA”<br>BERDJALAN TERUS'''}}
{{block right|Amanat P.J.M. Presiden pada Pembu-<br>kaan Sidang Setiakawan Pemuda Inter-<br>nasional untuk kemerdekaan nasional<br>
Kalimantan Utara dan mengganjang<br>„Malaysia” di Istana Olahraga Senajan,<br>Djakarta, tanggal 23 Djanuari 1964.}}
Saudara-saudara sekalian,
{{dropinitial|S}}AJA sungguh merasa terharu bahwa pembukaan apa jang dinamakan solidarity meeting for national independent of North
Kalimantan and against the neo-colonialist project „Malaysia” ditunda dua kali sampai pada hari ini. Sebabnja ialah, bahwa beberapa hari jang lalu saja masih berada diluar negeri. Sebagaimana Saudara-saudara ketahui, mula-mula di Manila, kemudian menimbang dirasa perlu untuk berkundjung pula ke Kambodja — Kambodja — jah sebab orang Inggeris dan orang Amerika selalu berkata Kambodia, salah itu. Kambodja! Saja tanja sendiri kepada Saudara kita jang tertjinta Pangeran Norodom Sihanouk dan Radja Putri: Kambodja ataukah Kam-<noinclude></noinclude>
ozrabzez8y49qcobpf8ky3j8a9xpbrk
295298
294230
2026-05-14T10:44:14Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295298
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>{{missing image}}
{{c|'''KONFRONTASI TERHADAP „MALAYSIA”<br>BERDJALAN TERUS'''}}
{{block right|Amanat P.J.M. Presiden pada Pembu-<br>kaan Sidang Setiakawan Pemuda Inter-<br>nasional untuk kemerdekaan nasional<br>
Kalimantan Utara dan mengganjang<br>„Malaysia” di Istana Olahraga Senajan,<br>Djakarta, tanggal 23 Djanuari 1964.}}
Saudara-saudara sekalian,
{{dropinitial|S}}AJA sungguh merasa terharu bahwa pembukaan apa jang dinamakan solidarity meeting for national independent of North
Kalimantan and against the neo-colonialist project „Malaysia” ditunda dua kali sampai pada hari ini. Sebabnja ialah, bahwa beberapa hari jang lalu saja masih berada diluar negeri. Sebagaimana Saudara-saudara ketahui, mula-mula di Manila, kemudian menimbang dirasa perlu untuk berkundjung pula ke Kambodja — Kambodja — jah sebab orang Inggeris dan orang Amerika selalu berkata Kambodia, salah itu. Kambodja! Saja tanja sendiri kepada Saudara kita jang tertjinta Pangeran Norodom Sihanouk dan Radja Putri: Kambodja ataukah {{hws|Kam|Kambodja}}<noinclude></noinclude>
okbk9tgv9qwo6nw0du7qwcgrma0xqqg
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/254
104
101944
294932
294052
2026-05-14T04:22:21Z
Alicya-
21994
/* Telah diuji baca */
294932
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Alicya-" />{{rh|250|||PERATURAN-PERATURAN NEGARA}}</noinclude>{{PUU-pasal|{{hwe|tusan|keputusan}} ini, maka pimpinan/madjikan jang bersangkutan wadjib selekasnja memberitahukan hal itu kepada instansi jang ditundjuk untuk itu dengan menundjukkan bukti-bukti jang dapat dipertjaja.}}
{{PUU-pasal|{{PUU-ayat|m=2|Djika berdasarkan bukti-bukti tersebut hal-hal jang diketemui terdapat benar, maka perusahaan/madjikan dapat dibebaskan dari kewadjiban dan selandjutnja Sukarelawan atau keluarga jang bersangkutan dapat diberi perlakuan seperti tersebut dalam pasal 12 huruf ''c'' atau pasal 13 huruf ''c'' Keputusan ini.}}}}
{{PUU-pasal|Pasal=17.|Keputusan ini mulai berlaku pada hari ditetapkan dan mempunjai daja surut pada tanggal 2 September 1963.}}
{{col-begin}}
{{col-2|align=center}}
{{col-2|align=center}}
{{c|Ditetapkan di Djakarta<br>
pada tanggal 27 April 1964.<br>
Presiden Republik Indonesia,<br>
ttd<br>
'''SUKARNO'''||}}
{{col-end}}
{{rule|5em}}
{{missing image}}
<small>''Pemandangan suatu sidang Persiapan Konperensi A-A di Djakarta (10 {{--}} 15 April 1964)''</small><noinclude></noinclude>
jgge18appewvak99bpfrdf7lic4pgh8
295168
294932
2026-05-14T09:27:41Z
N.imaema
22481
/* Tervalidasi */
295168
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" />{{rh|250|||PERATURAN-PERATURAN NEGARA}}</noinclude>{{PUU-pasal|{{hwe|tusan|keputusan}} ini, maka pimpinan/madjikan jang bersangkutan wadjib selekasnja memberitahukan hal itu kepada instansi jang ditundjuk untuk itu dengan menundjukkan bukti-bukti jang dapat dipertjaja.}}
{{PUU-pasal|{{PUU-ayat|m=2|Djika berdasarkan bukti-bukti tersebut hal-hal jang diketemui terdapat benar, maka perusahaan/madjikan dapat dibebaskan dari kewadjiban dan selandjutnja Sukarelawan atau keluarga jang bersangkutan dapat diberi perlakuan seperti tersebut dalam pasal 12 huruf ''c'' atau pasal 13 huruf ''c'' Keputusan ini.}}}}
{{PUU-pasal|Pasal=17.|Keputusan ini mulai berlaku pada hari ditetapkan dan mempunjai daja surut pada tanggal 2 September 1963.}}
{{col-begin}}
{{col-2|align=center}}
{{col-2|align=center}}
{{c|Ditetapkan di Djakarta<br>
pada tanggal 27 April 1964.<br>
Presiden Republik Indonesia,<br>
ttd<br>
'''SUKARNO'''||}}
{{col-end}}
{{rule|5em}}
{{missing image}}
<small>''Pemandangan suatu sidang Persiapan Konperensi A-A di Djakarta (10 {{--}} 15 April 1964)''</small><noinclude></noinclude>
r9o3q40wfg5328xq8h0ltfd7c4sp7pt
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/255
104
101947
294927
294054
2026-05-14T04:15:24Z
Alicya-
21994
/* Telah diuji baca */
294927
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Alicya-" /></noinclude>{{big|'''AMANAT'''<BR>
'''PENJAMBUNG LIDAH RAKJAT INDONESIA'''}}
{{col-begin}}
{{col-2|align=center}}
{{col-2|align=center}}
{{rule|35em}}
{{Bulleted list|list_style=list-style-type:"―"; |''Kebebasan jang kelima adalah sendjata kita.''
|''Politik kita adalah Politik Konfrontasi.''
|''Kita pasti Menang!''
|''Tetap siap-siaga genggam teguh sendjatamu!''
|Konfrontasi terhadap „Malaysia” berdjalan terus.
|Pengusaha Nasional Swasta, djadilah penjumbang konstruktif untuk penjelesaian Revolusi.}}
{{rule|35em}}
{{col-end}}<noinclude></noinclude>
nsoa2y1chcldsgnysh01hbyp9b2avn0
295280
294927
2026-05-14T10:32:51Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295280
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>{{big|'''AMANAT'''<BR>
'''PENJAMBUNG LIDAH RAKJAT INDONESIA'''}}
{{col-begin}}
{{col-2|align=center}}
{{col-2|align=block right}}
{{rule|35em}}
{{Bulleted list|list_style=list-style-type:"―"; |''Kebebasan jang kelima adalah sendjata kita.''
|''Politik kita adalah Politik Konfrontasi.''
|''Kita pasti Menang!''
|''Tetap siap-siaga genggam teguh sendjatamu!''
|Konfrontasi terhadap „Malaysia” berdjalan terus.
|Pengusaha Nasional Swasta, djadilah penjumbang konstruktif untuk penjelesaian Revolusi.}}
{{rule|35em}}
{{col-end}}<noinclude></noinclude>
qtrnggt3envbpmuh7xk5j7sdz4lmk75
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/257
104
101970
294784
294060
2026-05-14T00:53:23Z
N.imaema
22481
/* Telah diuji baca */
294784
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" /></noinclude>{{missing image}}
<small>{{c|''Para Delegasi tengah mendengarkan pidato Presiden Sukarno''}}</small>
{{c|'''KEBEBASAN JANG KELIMA ADALAH SENDJATA KITA'''}}
<small>{{block right|''Amanat Perestuan Presiden Republik<br> Indonesia pada Musjawarah Menteri-<br>Menteri untuk persiapan Konperensi Asia-<br>Afrika ke-II, diutjapkan di Istana<br> Negara, pada tanggal 10 April 1964,<br> djam 19.30. (Naskah asli dalam bahasa<br> Inggeris).''}}</small>
Para Jang Mulia,
Para Anggota Delegasi pada Musjawarah Menteri-Menteri, Saudara-saudara sekalian,
{{di|'''S'''}}'''AJA''' merasa sangat berbahagia telah mendapat kehormatan untuk menjambut Saudara-saudara atas nama Rakjat dan Pemerintah Indonesia. Saja utjapkan selamat datang di Indonesia kepada Saudara-saudara, para Menteri dan Anggota-anggota Delegasi dari keduapuluh-satu negara jang berkumpul disini untuk mempersiapkan Konperensi Asia-Afrika ke-II.<noinclude></noinclude>
p1akgfk2xdoafjdadu7pjf8e6rztumd
295279
294784
2026-05-14T10:31:57Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295279
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>{{missing image}}
<small>{{c|''Para Delegasi tengah mendengarkan pidato Presiden Sukarno''}}</small>
{{c|'''KEBEBASAN JANG KELIMA ADALAH SENDJATA KITA'''}}
<small>{{block right|''Amanat Perestuan Presiden Republik<br> Indonesia pada Musjawarah Menteri-<br>Menteri untuk persiapan Konperensi Asia-<br>Afrika ke-II, diutjapkan di Istana<br> Negara, pada tanggal 10 April 1964,<br> djam 19.30. (Naskah asli dalam bahasa<br> Inggeris).''}}</small>
Para Jang Mulia,
Para Anggota Delegasi pada Musjawarah Menteri-Menteri, Saudara-saudara sekalian,
{{di|'''S'''}}'''AJA''' merasa sangat berbahagia telah mendapat kehormatan untuk menjambut Saudara-saudara atas nama Rakjat dan Pemerintah Indonesia. Saja utjapkan selamat datang di Indonesia kepada Saudara-saudara, para Menteri dan Anggota-anggota Delegasi dari keduapuluh-satu negara jang berkumpul disini untuk mempersiapkan Konperensi Asia-Afrika ke-II.<noinclude></noinclude>
0nbp89p6n3qzeuw0oug0awl7qf2udh3
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/411
104
101972
294176
287008
2026-05-13T12:11:39Z
Riiiv
22458
/* Belum diuji baca */ tanda petik
294176
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Riiiv" /></noinclude>{{big|{{c|'''TJUKILAN-TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPEN Dr H. ROESLAN ABDULGANI'''}}}}
* Revolusi Rakjat Kalimantan Utara meledak pada saat jang tepat
*Latar belakang persoalan pembentukan ,,Malaysia".
*Ganjang setiap bentuk neo-kolonialisme jang mengepung Republik Indonesia
*Kita tidak dapat membiarkan Rakjat kita di Kalimantan Utara ditangkapi
* Lawan terus neo - kolonialisme ,,Malaysia ......
* Kita anti ,,Malaysia" bukan tanpa alternatif jang positif
*Pergolakan di Kalimantan Utara
* Unsur destruksi dari Revolusi harus mempunjai sasaran jang tepat
* Musuh utama kita adalah konsepsor neo-kolonialis
* Bukan hasil minta-minta seperti Malaya
* Asia Tenggara sebagai adjangnja pertarungan dan pertentangan imperialisme
* Politik Inggeris dan U.S.A. sewaktu pertempuran Surabaja dulu, dan kini diseluruh Asia Tenggara
* Maphilindo dengan nasionalime dan patriotisme Asia Tenggara
*"Coercion" dan "persuasion"
*Bila perlu kita dentumkan meriam-meriam kita dari Djakarta
* Hari Kebangkitan Nasional dalam alam meningkatnja Konfrontasi melawan ,,Malaysia”
• Pentjerminan struktur ekonomi kolonial Inggeris ialah inequality" dalam ,,distribution" daripada „national income".<noinclude></noinclude>
2qfn48548d4vck8lskukqi43ycdzv34
294679
294176
2026-05-13T18:53:53Z
Aeia aai
24023
/* Telah diuji baca */
294679
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /></noinclude>{{big|{{c|'''TJUKILAN-TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPEN Dr H. ROESLAN ABDULGANI'''}}}}
* ''Revolusi Rakjat Kalimantan Utara meledak pada saat jang tepat''
* ''Latar belakang persoalan pembentukan „Malaysia”.''
* ''Ganjang setiap bentuk neo-kolonialisme jang mengepung Republik Indonesia''
* ''Kita tidak dapat membiarkan Rakjat kita di Kalimantan Utara ditangkapi''
* ''Lawan terus neo - kolonialisme „Malaysia ......
* ''Kita anti „Malaysia” bukan tanpa alternatif jang positif''
* ''Pergolakan di Kalimantan Utara''
* ''Unsur destruksi dari Revolusi harus mempunjai sasaran jang tepat''
* ''Musuh utama kita adalah konsepsor neo-kolonialis''
* ''Bukan hasil minta-minta seperti Malaya''
* ''Asia Tenggara sebagai adjangnja pertarungan dan pertentangan imperialisme''
* ''Politik Inggeris dan U.S.A. sewaktu pertempuran Surabaja dulu, dan kini diseluruh Asia Tenggara''
* ''Maphilindo dengan nasionalime dan patriotisme Asia Tenggara''
* ''”Coercion” dan ”persuasion”''
* ''Bila perlu kita dentumkan meriam-meriam kita dari Djakarta''
* ''Hari Kebangkitan Nasional dalam alam meningkatnja Konfrontasi melawan „Malaysia”''
• ''Pentjerminan struktur ekonomi kolonial Inggeris ialah „inequality” dalam „distribution” daripada „national income”.''<noinclude></noinclude>
qqq07hf99hnnbkh6qzfn587idxd0jxu
294680
294679
2026-05-13T18:54:43Z
Aeia aai
24023
294680
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /></noinclude>{{big|{{c|'''TJUKILAN-TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPEN Dr H. ROESLAN ABDULGANI'''}}}}
* ''Revolusi Rakjat Kalimantan Utara meledak pada saat jang tepat''
* ''Latar belakang persoalan pembentukan „Malaysia”.''
* ''Ganjang setiap bentuk neo-kolonialisme jang mengepung Republik Indonesia''
* ''Kita tidak dapat membiarkan Rakjat kita di Kalimantan Utara ditangkapi''
* ''Lawan terus neo - kolonialisme „Malaysia ......
* ''Kita anti „Malaysia” bukan tanpa alternatif jang positif''
* ''Pergolakan di Kalimantan Utara''
* ''Unsur destruksi dari Revolusi harus mempunjai sasaran jang tepat''
* ''Musuh utama kita adalah konsepsor neo-kolonialis''
* ''Bukan hasil minta-minta seperti Malaya''
* ''Asia Tenggara sebagai adjangnja pertarungan dan pertentangan imperialisme''
* ''Politik Inggeris dan U.S.A. sewaktu pertempuran Surabaja dulu, dan kini diseluruh Asia Tenggara''
* ''Maphilindo dengan nasionalime dan patriotisme Asia Tenggara''
* ''”Coercion” dan ”persuasion”''
* ''Bila perlu kita dentumkan meriam-meriam kita dari Djakarta''
* ''Hari Kebangkitan Nasional dalam alam meningkatnja Konfrontasi melawan „Malaysia”''
* ''Pentjerminan struktur ekonomi kolonial Inggeris ialah „inequality” dalam „distribution” daripada „national income”.''<noinclude></noinclude>
1cljcci1hci3nrgkf88fiharsrnrxi1
294876
294680
2026-05-14T03:07:42Z
Ars-arsa
26526
/* Validated */
294876
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>{{big|{{c|'''TJUKILAN-TJUKILAN PIDATO/TJERAMAH MENKO/MENPEN Dr H. ROESLAN ABDULGANI'''}}}}
* ''Revolusi Rakjat Kalimantan Utara meledak pada saat jang tepat''
* ''Latar belakang persoalan pembentukan „Malaysia”.''
* ''Ganjang setiap bentuk neo-kolonialisme jang mengepung Republik Indonesia''
* ''Kita tidak dapat membiarkan Rakjat kita di Kalimantan Utara ditangkapi''
* ''Lawan terus neo - kolonialisme „Malaysia ......
* ''Kita anti „Malaysia” bukan tanpa alternatif jang positif''
* ''Pergolakan di Kalimantan Utara''
* ''Unsur destruksi dari Revolusi harus mempunjai sasaran jang tepat''
* ''Musuh utama kita adalah konsepsor neo-kolonialis''
* ''Bukan hasil minta-minta seperti Malaya''
* ''Asia Tenggara sebagai adjangnja pertarungan dan pertentangan imperialisme''
* ''Politik Inggeris dan U.S.A. sewaktu pertempuran Surabaja dulu, dan kini diseluruh Asia Tenggara''
* ''Maphilindo dengan nasionalime dan patriotisme Asia Tenggara''
* ''”Coercion” dan ”persuasion”''
* ''Bila perlu kita dentumkan meriam-meriam kita dari Djakarta''
* ''Hari Kebangkitan Nasional dalam alam meningkatnja Konfrontasi melawan „Malaysia”''
* ''Pentjerminan struktur ekonomi kolonial Inggeris ialah „inequality” dalam „distribution” daripada „national income”.''<noinclude></noinclude>
s13yfu38iujmz6kff0o6zwnpju711dz
Halaman:Gelora Konfrontasi Mengganjang Malaysia.pdf/312
104
102019
294228
287790
2026-05-13T12:42:16Z
Riiiv
22458
294228
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" />{{rh|308|||KONFRONTASI TERHADAP „MALAYSIA” BERDJALAN TERUS}}</noinclude>di-govern oleh pihak asing siapapun djuga. Tidak mau di-corner
oleh pihak asing siapapun djuga.
Dengan tekad jang demikian itulah, Saudara-saudara, Hari Angkatan Bersendjata ini mendjadi satu Hari Angkatan Bersendjata jang berarti dalam bagi kita sekalian.
Dan saja minta diperhatikan oleh seluruh pihak lain, oleh seluruh pihak imperialisme, oleh seluruh pihak luar negeri jang bentji kepada kita, bahwa kita tidak unpredictable, bahwa kita tidak mau di-govern, bahwa kita tidak mau di-corner. Tidak, kita tetap mendjadi wakil daripada tjita -tjita bangsa Indonesia jang ingin merdeka, dan sudah sekali bersumpah: SEKALI MERDEKA, TETAP MERDEKA!
Demikianlah Amanat-ku kepadamu, hai sekalian anak-anakku, sebagai tahun jang lalu aku berkata: TETAP SIAP-SIAGA, GENGGAM
TEGUH-TEGUH SENDJATAMU DALAM TANGANMU.
Kita tidak mau merampas daerah orang lain, kita bukan ekspansionis, kita tidak mau berperang dengan orang lain, tetapi djikalau kita dihantam, kita akan melawan, Saudara-saudara, Angkatan Perang R.I., Angkatan Bersendjata R.I. akan melawan mati-matian, oleh karena Angkatan Bersendjata R.I. adalah wakil daripada Rakjat Indonesia jang gandrung akan kemerdekaan kekal dan abadi.
Perhatikan Amanat-ku ini. Sekian! ***<noinclude></noinclude>
fcdlzwcgg8fxxbhre50f8ebu8mhb56t
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/65
104
102064
294687
286349
2026-05-13T19:01:50Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294687
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|19}}</noinclude>'Anak-sistem samping! tidak beriubungan Jargsung dengan 'dunia udjaran!' dan baru berguna ditelaah dalem hubungannja dengan 'anak sisten pusat!'. Ia kenja pembantu, sebagai iluu kerabat bagi telaah linguistika deskriptif.
Telaah, 'anak-sistem pusat' relatif lebih mudah daripada telaah semantik dan fonetik, Muselah arti jang termasuk telaah semantik adalah masalah jang sangat rumit dan sulit, karena menjangkut keseluruhan pengalaman manusia. Pemetjahan masalah hakekat bunji jang termasuk telaah fonetik memerlukan ketjerkapan dan pengetahuan fisika, akustika dan fisiologi, jang tidak dimiliki oleh semua linguis. Struktur bahasa sebagai data linguistik lebih konkrit dan lebih mudah diaraiisa. Arti atau situasi jang mendukung struktur bahasa bersifat ahstrak dan lebih sulit dianalisa. Antara lain karena itulah para lirguis lebih mentjurahkan perhatiannja kepada telaah struktur bahasa dengan penemuan-penemuan telaah semantik dan fonetik sebagai pembantu memperkembangkan telaah struktur bahasa.
Pengantar linguistika ini akan nonitikberatkan teluahnja pada telaah linguistika deskriptif sebagai bagien pertama.
{{sp|2. Bahasa}} dan {{sp|struktur bahasa}}. Bahasa kita djumpai di-segala kegiatan kehidupan munusia, didarat, dilaut, diudara, Dapat di-bajangkan apa jang terdjadi apabila kegiatan hidupan manusia tanpa bahasa, Bahasa Rengan masalah-masalahnja makin menarik perhatian kalangan jang lebih luass filosof, psikolog, sosiolog, antropolog, kritikus sastra, linguis sendiri dan banjak lagi untuk disebutkan satupersatu. Karena itulah berbagai definisi telah dikemukakan oleh berbagai golongan dan keahlian itu. Masing-masing definisi mengemukakan aspek atau aspek-aspek tertentu berdasarkan sudutpandang, pemikirnja dan satu dengan jang lain saling melengkapi, isi-mengisi, sehingga tertjapailah pengertian jang lebih memuaskan. Karena itu tidak perlu adanja satu definisi bahasa. Jang berikut akan diketengahkan beberapa pengertian bahasa dan struk-
bahasa:
{{u|Pertama}}, bahasa ialah {{sp|suatu bentuk komunikasi/milik manusia jang paling penting}}. Suatu bentuk komunikasi berarti salahsatu bentuk jang merupakan salahsatu alat komunikasi, sebab ada alat-alat komunikasi lain jang dipergunakan manusia, seperti tjahaja merah-hidjau lampu lalu-lintas, bendera, morse, dsb. Semua itu hanjalah sebagai pelengkap alat komunikasi bahaya, bukan jang paling penting dalam kehidupan manusia. Kehidupan hewani pun memiliki<noinclude></noinclude>
lzdz1vz1xzr6iucxfa4ot07dq4vxx7r
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/66
104
102066
294688
286391
2026-05-13T19:02:32Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294688
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||20}}</noinclude>alat komunikasi, seperti kitjau burung, aum harimau, ringkik kuda, eong kutjing, gonggong andjing dan sebagainja, tapi tidak mengenal bitjara, tidak memiliki bahasa. Hanja nanusialah jang memliki bahasa dan bisa bitjara. Komunikasi adalah suatu peristiwa jang terdjadi djika suatu organisme (berudjud manusia, hewan atau peralatan lein) memberikan suatu djawab terhadap rangsang dari luar jang mengenai dirinja. Dalam kehidupan manusia, djawab atau rangsang itu terutama berupa tuturan bahasa (utterance) dan peristiwa jang terdjadi adalah peristiwa saling mengerti: 'Kemana engkau pergi?' (tuturan sebagai rangsang), 'Kerumah kawan' (tuturan sebagai djawab); 'Siapa?' (rangsang), 'Amin' (djawab), dan sebagainja.
Kedua, bahasa ialah {{sp|suatu bentuk tingkahlaku kemasjarakatan<sup>6)</sup>. Perumusan ini merupakan punegasan perumusan pertama. Dalam keadaan normal, komunikasi terdjadi paling sedikit antara dua individu atau anggota masjarakat: si A bertutur tentulah ditudjukan kepada seseorang atau beberapa orang; surat ditulis bukan untuk dirisendiri, tapi untuk orang lain; buku dibatja oleh anggota atau angota-angota masjarakat, sedang penulisnja dibalik sana; tjatatan harian pribadi jang ditulis disuatu tempat, keadaan dan waktu, sekalipun untuk pribadi tapi pribadi dalam suatu tempat, keadaan dan waktu lain. Bagiamana dengan bitjara sendiri atau monolog? Ini terdjadi dalam keadaan chusus. Dalam keadaan inipun sebenarnja terdjadi djuga 'djawab' dalan 'diri' pembitjara: dia dan dirinja merupakan 'dan' anggota jang 'terpisah'. Sekali lagi, ini terjadi dalam keadaan chusus dan merupakan gedjala jang menarik bagi telaah psikologi, individual. Gedjala-gedjala dalam keadaan normal itu memperlihatkan kepada kita, bahwa bahasa monperhubungkan anggota-anggota masjarakat dan mempertahankan adanja hubungan itu, dalam bentuk ketjil maupun besar. Hubungan karena bahasa sering lebih mantep dari hubungan jang terdjadi karena hal lain, misalnja peraturan pemerintah, undang-undang negara. Inilah perumusan lebih kongkrit untuk apa jang dimaksud dengan 'suatu bentuk tingkah-laku kemasjarakan'.(ef. rumusan Herskovits, hal <sup>5)</sup>.
{{u|Ketiga}}, bahasa adalah {{sp|suatu bentuk lambang bunji udjaran jang tersusun sistimatik}}. Atau dengan singkat: {{sp|suatu sistem lambang bunji udjaran}} <sup>7)</sup>. Apakah lambang? Lambang adalah suatu bentuk jang uwakili sesuatu. Dalam lambeng bahusu suatu bentuk itu berudjud bunji-bunji udjaran,<noinclude></noinclude>
rkufh92cxoibzht609jts90kyoxfail
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/366
104
102141
295344
286711
2026-05-14T11:19:30Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295344
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>{{c|{{xx-large|BAHASA DAN KESUSASTRAAN}}}}
{{c|{{big|''Majalah Duabulanan''}}}}
{{c|MEMUAT MASALAH BAHASA/KESUSASTRAAN INDONESIA DAN DAERAH}}
<small>{{c|Diterbitkan oleh}}</small>
<big>{{c|'''LEMBAGA BAHASA NASIONAL'''}}</big>
{{c|{{sp|DIREKTORAT DJENDRAL KEBUDAJAAN<br>
DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAJAAN}}}}
{{c|________________}}
{| style="border:none"
|-
| Pemimpin Umum || : || Dra. Ny. S.W. Rudjiati Muljudi
|-
| Pemimpin Redaksi || : || Drs. Lukman Ali
|-
| Staf Redaksi ||:|| Drs. H. B. Jassin
|-
| || ||Drs. S. Effendi
|-
| || ||Drs. Djajanto Supra
|-
| Redaksi Pelaksana || : || Adun Sjubarsa M. Supardja
|-
| Pembantu Redaksi || : || Para Ketua Bidang dan Kepala Cabang Lembaga Bahasa Nasionol
|-
| Administrasi || : || Perpustakaan Lembaga Bahasa Nasional
|-
|valign="top"|{{sp|Alamat}} ||valign="top"| : || Djl. Diponegoro 82 (atas) Jakarta <br> Telepon 81459 - 82669 - 82554 <br> Kotakpos 2625 Jakarta.
{{c|____________}}<noinclude></noinclude>
ftsao13gasx9cbxuvqboft3vbr7arpa
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/261
104
102230
295341
286890
2026-05-14T11:17:08Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295341
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude><div style="text-align:center; margin-top:3em;">
<span style="font-size:300%; font-family:serif; letter-spacing:3px;">'''bahasa'''</span><br />
<div style="margin-top:1em; font-size:150%;">dan</div>
<span style="font-size:300%; font-family:serif; letter-spacing:3px;">'''kesusastraan'''</span>
</div><noinclude></noinclude>
3ktp8mzu0wwckrekhkv0o77p27yd7hj
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/313
104
102231
295339
286891
2026-05-14T11:15:34Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295339
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude><div style="text-align:center; margin-top:3em;">
<span style="font-size:300%; font-family:serif; letter-spacing:3px;">'''bahasa'''</span><br />
<div style="margin-top:1em; font-size:150%;">dan</div>
<span style="font-size:300%; font-family:serif; letter-spacing:3px;">'''kesusastraan'''</span>
</div>
<div style="text-align:center; margin-top:3em;">
<span style="font-size:90%; font-family:serif; letter-spacing:3px;">NO. 1 TAHUN V/1972</span>
{{Rule}}
<div style="margin-top:6em; text-align:center; font-size:90%;">
diterbitkan oleh :
<div style="margin-top:0.5em; letter-spacing:2px;">
LEMBAGA BAHASA NASIONAL<br />
DIREKTORAT DJENDRAL KEBUDAJAAN<br />
DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAJAAN<br />
D J A K A R T A
</div><noinclude></noinclude>
rin725f7ubiqquixzrbmenwbdwrfce5
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/220
104
102243
295276
286916
2026-05-14T10:30:01Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295276
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude><center>
{{sp|'''BAHASA DAN KESUSASTRAAN'''}}
MADJALAH DUABULANAN
MEMUAT MASALAH BAHASA/KESUSASTRAAN INDONESIA DAN DAERAH
{{sp|diterbitkan oleh :}}
DIREKTORAT BAHASA DAN KESUSASTRAAN
Direktorat Djendral Kebudajaan
Departemen Pendidikan dan Kebudajaan
</center>
{| style="border:none"
|-
|Dewan Redaksi|| : ||Dra. Nj. S.W. Rudjiati Muljadi||Ketua
|-
| || ||Drs. Lukman Ali||Sekretaris
|-
| || ||Drs. H.B. Jassin||Anggota
|-
| || ||Drs. S. Effendi||Anggota
|-
|Pembantu Redaksi|| : ||Kepala<sup>2</sup> Dinas Direktorat Bahasa dan Kesusastraan
|-
|Pelaksana|| : ||Djajanto Supra
|-
| || ||Adun Sjubarsa, B.A.
|-
|Administrasi|| : ||Hermanoe Maulana
|-
| || ||Dra. Ipon Sukarsih
|-
|valign="top"|{{sp|Alamat}}||valign="top"| : ||Dj. Diponegoro 82, Djakarta <br>Telepon 81459 — 82669 — 82554 <br> Kotakpos 2625 Djakarta
|}<noinclude></noinclude>
orc1mqq65aa68fc8rm7c2nxkrkceh1j
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/416
104
102246
295229
286919
2026-05-14T10:04:29Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295229
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>{{c|{{xx-large|'''BAHASA DAN KESUSASTRAAN'''}}}}
{{c|{{big|{{Cursive|''Majalah Duabulanan''}}}}}}
{{c|'''MEMUAT MASALAH BAHASA/KESUSASTRAAN INDONESIA DAN DAERAH'''}}
<small>{{c|'''Diterbitkan oleh'''}}</small>
<big>{{c|'''LEMBAGA BAHASA NASIONAL'''}}</big>
<big>{{c|{{sp|DIREKTORAT JENDRAL KEBUDAYAAN<br>
DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN}}}}</big>
{{rule|10em}}
{| style="border:none"
|-
| Pemimpin Umum || : || {{Cursive|Ny. S.W. Rudjiati Muljadi}}
|-
| Pemimpin Redaksi || : || {{Cursive|Lukman Ali}}
|-
| Staf Redaksi ||:|| {{Cursive|H. B. Jassin}}
|-
| || ||{{Cursive|S. Effendi}}
|-
| || ||{{Cursive|Djajanto Supraba}}
|-
| || || {{Cursive|Adun Sjubarsa M. Supardja}}
|-
| Pembantu Redaksi || : || {{Cursive|Para Ketua Bidang dan Kepala Cabang Lembaga Bahasa Nasional}}
|-
| Administrasi || : || {{Cursive|Perpustakaan Lembaga Bahasa Nasional}}
|-
|valign="top"|Alamat||valign="top"| : || {{Cursive|Jl. Diponegoro 82 (atas) Jakarta <br> Telepon 81459 - 82669 - 82554 <br> Kotakpos 2625 Jakarta.}}
|}<noinclude></noinclude>
0z9hrwgakqpdkwr0zn6mihkvtnu9wi2
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/67
104
102362
294689
287774
2026-05-13T19:03:05Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294689
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||21}}</noinclude>jakni bunji-bunji jang dihasilkan oleh alat-alat udjaran manusia (speech-organ), seperti rongga mulut, hidung, tenggorok, bibir, lidah, gigi, dsb., jang dianggap sebagai bunji-bunji bahasa. Sebab ada bunji-bunji jang dihasilkan oleh alat-alat udjaran jang tidak dianggap sebagai bunji-bunji bahasa, seperti tangis dan djerit manusia, siul, igauan diwaktu tidur, erang-rintih, kesakitan, dsb. Salahsatu udjud bunji udjaran bahasa itu ialah k a t a. Sesuatu jang diwakilinja bisa berupa pengertian atau konsepsi peristiwa atau tindakan atau benda. Hubungan lambang dengan apa jang diwakilinja/dilambangkannja bersifat tidak langsung:
{|
|-
| lambang || ...... ||pengertian || ..... || benda/tindakan/peristiwa
|-
| bunga || || " bunga || || bendanja
|-
| batja || || " batja || || tindakannja
|-
| hujan || || " hudjan || || peristiwanja
|}
Lain hainja dengan apa jang disebut t a n d a jang punja hubungan langsung dengan peristiwanja: titik-titik air dari atas pepohonan adalah tanda hudjan.
<center> tanda.................... peristiva</center>
Sistematik berarti menurut aturan-aturan, kaidah-kaidah tertentu'. Artinja, bunji-bunji udjaran tidak akan bergungsi sebagai lambang bahasa djika tidak tersusun menurut kaidah-kaidah tertent; n g a b u, t j a b a, n a d j u h bukanlah lambang bahasa, sedang b u n g a, b a t j a, h u d j a n adalah lambang bahasa; tuturan b u k u b a t j a s a j a bukanlah lambang bahasa, sedang s a j a b a t j a b u k u adalah lambang bahasa, Kaidah-kaidah itu berulang kembali atau dapat diramalkan terdjadi kenbali dalam pemakaian bahasa dan mewujudkan s t r u k t u r bahasa. Kenjataan ini memperkuat anggapan, bahwa setiap bahasa, bagaimanapun sederhananja, pasti mempunjai kaidah-kaidah tertentu jang merupakan sistem atau strukturnja.
Lambang dengan apa jang dilambangkannja dan kaidah-kaidah jang membangun struktur bahasa itu ditentukan setjara manasuka berdasarkan p e r d j a n d j i a n atau k o n v e n s i masjarakat bahasa bersangkutan. Masjarakat bahasa Indonesia menetapkan lambang b u n g a untuk suatu pengertian dan benda tertentu jang akan dipahami oleh tiap orang jang berbahasa Indonesia. Tapi untuk pengertian dan benda jang sama dengan bunga itu, masjarakat bahasa Inggeris menetapken lambang bahasa f l o w e r, masjarakat bahasa Arab z a h r u n, masjarakat bahasa Belanda b l o e m, masjarakat bahasa Djepang h a n a. Rewolf, nurhaz, bloem atau naha bukanlah lambang bahasa dari masjarakat bahasa bersangkutan, karena tidak menurut kaidan-kaidah jang sepakati, jang berlaku.<noinclude></noinclude>
a7c17i7ns58zl2jcjztudvn2j5zh36h
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/68
104
102394
294690
287850
2026-05-13T19:04:03Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294690
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||22 }}</noinclude>Djelaslah pemilihan/penetapan lambang bersifat manasuka dan tidak mutlak.
Satu hal lagi: mengenal dan memahami perdjandjian masjarakat bahasa tertentu, djadi mengenal dan memahami lambang bahasa dengan apa jang dilambangkannja dan kaidah-kaidah jang membangun struktur bahasa, adalah suatu p e r i s t i w a b u d a j a, dalam arti kemampuan mengenal dan memahami itu tidak diperoleh setjara naluriah tapi dengan m e m p e l a d j a r i; setjara sadar atau tidak. Dengan kata lain: bahasa tidak diwariskan kepada manusia sedjak dilahirkan, tapi harus d i p e l a d j a r i setjara sadar atau tidak, oleh manusia sedjak kurang-lebih berusia satu tahun dalam kehidupan masjarakat, masjarakat keluarga, masjarakat sekolah, tahun dalam kehidupan masjarakat umumnja. Anak beladjar bitjara, beladjar berbahasa dari saudara-saudaranja. Dalam hal ini kita memasuki persoalan p e m b a w a a n dan l i n g k u n g an (batja psikologi pendidikan). Maka: bahasa bukanlah pembawaan, melainkan lingkungan. Bagi
anak, menangis, menjusu dan berdjalan adaiah pembawaan, sedang bahasa adalah suatu lingkungan jang diterima kemudian; setelah ia lahir dan peka untuk beladjar berkenalan dengan lingkungan itu.
'''<u>Keempat</u>''', dari Edward Sapir <sup>8</sup>) untuk melengkapi: Bahasa adalah suatu metode jang bersifat tak-instingtif dan hanja dimiliki manusia untuk mengkomunikasikan tjita, rasa dan karsa dengan mempergunakan sistem lambang jang dihasilkan setjara manasuka. Pada instansi pertama, lambang itu terdengar sebagai bunji jang dihasilkan oleh apa jang disebut "alat-alat udjaran".
Dari penerimaan Sapir ini kita tidak melihat perbedaan pengertian dengan apa jang sudah kita kemukakan, sebaliknja bahkan memperdjelas, mempertegas. Hanja dalam pendjelasan-pendjelasan selanajutnja, B. Sapir banjak berurusan dengan pandangan-pandangan psikofisiologi: tentang hubungan peristiwa berpikir dan bahasa atau lambang bunji, peranan otak, persarafan dan kesadaran dalam hubungan itu pula, dan banjak lagi. Jang perlu ditjatat ialah 'pada instansi pertama laambang berudjud bunji'. Ini berarti bahwa pada instansi lain bisa berudjud 1ain, misainja lambang jang terlihat (visual symbol). Lambang b u n g a dapat didengar sebagai bunji udjaran (bahasa) djika diudjarkan dan dapat dilihat sebagai susun huruf menurut tatatulis tertentu. Jang pertama adalah bahasa sesungguhnja. Jang tersebut terachir <u>bukanlah</u> bahasa, sekalipun setjara tradisi- onal kita mengenal apa jang disebut 'bahasa tertulis'.<noinclude></noinclude>
35tw1srn0l3f27mc6r64yqger0e6yes
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/69
104
102400
294691
287941
2026-05-13T19:04:39Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294691
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||23}}</noinclude><u>Kelima</u>, Henry & Gleason, Jr. tentang struktur bahasa<sup>9)</sup> antara lain menjatukan (terdjemahan bebas), bahwa bahasa dibangun oleh dua komponen besar, (1) bunji udjaran dan (2) tjita, situasi sosial, arti, kenjataan, atau fantasi tentang udjud manusia, benda, jang merupakan reaksi atau responsi manusia dan berusaha menjampaikannja kepada orang lain. Untuk duа komponen besar ini dipergunakan istilah masing-masing e x p r e s s i o n dan c o n t e n t atau dengan alih bahasa sementara: ekspresi dan isi. bunji jang merupakan ekspresi itu adalah bunji udjaran teratur sistemik, menurut pola-pola tertentu jang membangun s t r u k t u r ekspresi. Tjita, situasi sosial dan seterusnja (seluruh pengalaman manusia) jang merupakan isi itu pun tersusun teratur, menurut pola-pola tertentu mendukung struktur ekspresi. Pola-pola ini membangun s t r u k t u r isi. Pola-pola membangun struktur itu berulang terdjadi dalam pemakaiann bahasa atau sedikitnja bisa diramalkan akan berulang terdapat dalam pemakaian bahana. Hubungan kedua struktur sangat erat-padu.
{{Right sidenote|(bersambung)}}
'''<u>R a l a t:</u>'''
<ol value="1">
<li>Kata-kata "linguistika", "linguistik" dan "linguis".</li>
<li> Halaman 17, baris 2 dari atas, "membina linguistika bahasa Indonesia" seharusnja "menbina bahasa Indonesia".</li>
<li> Halaman 18, baris 1 seharusnja demikian, "Atau seperti apa jang dikemukakan <u>Joshua Whatmough</u>, ahli fisiolologi konparatif di Harvard University, bahwa...."</li>
<li> Idem, baris 13 dari atas, tanda / seharusnja tidak ada.</li>
<li>Halaman 19, baris 6 dari bawah, tanda / dianggap tidak ada. </li>
<li>Halaman 20, baris 14 dari bawah, tanda (,) seharusnja tidak ada.</li>
<li> Idem, baris 7 dari bawah "hal 5" seharusnja "halaman 24".</li>
<li> Halaman 21, baris 2 dari bawah "bloem" seharusnja "boelm".</li>
<li>Halaman 22, baris 12 dari atas, "tahun dalam kehiidupan" dianggap tidak ada.</li>
<li> Idem, baris 15 dari bawah kata "penerimaan" seharusnja "pemerian"</li>
<li> Halaman 24, nomor 4, baris 2, "linguists".
<center> {{Asterism}} </center><noinclude></noinclude>
2dpkpao02edl9fz2urz803bsplc9o2w
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/72
104
102461
294693
288192
2026-05-13T19:05:52Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294693
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>{{c|BAHASA DAN KESUSASTRAAN MINANGKABAU
DALAM TINDJAUAN SELINTAS}}
{{Right sidenote|Julius Habib<sup>+</sup>}}
Penulis ini ingin mengadjak para pembatja untuk melihat agak sekilas bahasa dan kesusastraan dari salah satu daerah Indonesia kita ini jaitu Minangkabau. Sebagaimana umum. telah mengetahui, istilah jang lazim dipakai dibidang ketatanegaraan (administrasi pemerintahan) untuk menjebut
deerah itu sesuai dengan letak geografisnja ialah Sumatra barat. Tetapi kalau orang berbitjara dibidang kebudajaan, maka istilah jang biasa dipergunakan ialah Minangkabau, Pemberian nama ini ada riwajatnja. Bagi orang jang ingin mengetahuinja dapat membatja antara Jain: 1) <u>Tambo Minangkabau</u> disusun oleh Ahmad Dt.Batuah dan A.Dt.Madjoindo, diterbitkan oleh Balai Pustaka - Djakarta th 1956; 2) <u>Riwajat Indonesia I</u> oleh Prof. Dr.Purbatjaraka, diterbitkan oleh Jajasan Pembangunan th 1952; 3) Madjalah "Pustaka dan Budaja" No.10-11 dan 12 Th. 1962.
Tindjauan ini dimaksudkan untuk mengetahui sekedarnja keadaan dan perkembangan Bahasa dan Kesusastraan Minangkabau sebagai bagian dari kebudajaan Indonesia. Dengan demikian semnoga akan tertanam saling pengertian antara sesama kita bangsa Indonesia jang terdiri dari bermatjam suku dan beragam bahasa. Pribahasa mengatakan : <u>Bahasa menundjukkan bangsa.</u>. Dengan mengetahui dan mempeladjari bahasa/kesusastraan sesuatu daerah, maka hal itu berarti kita menjalani djiwa dan sifat dari suku bargsa kita didaerah itu. Dengan menjelidiki kebudajaannja banjaklah manfaat jang dapat diambil, untuk disumbangkan dalan membina saling pengertian dalam rangka pembinaan watak bengsa menudju masjarakat Indonesia jang sedjahtra lahir dan batin dengan penuh ridho Ilahi.
Mempeladjari Bahasa Minangkabau bagi orang jang dan sudah mendalami Bahasa Indonesia tidakiah akan mengalami kesulitan benar. Sebab banjak terdapat persamaan antara kedua bahasa tersebut, seperti susunan kalimatnja, bentuk kata madjemuknja dan lain-lain. Dapat dikatakan bahwa Bahasa Minangkabau lebih kaja akan idiom-idiom seperti penatah-pepatan. bidal dan sebagainja dibandingkan dengan bahasa Indonesia.
Untuk studi Tatabahasa Minangkabau, orang dapat membatja buku-buku:
1) <u>Minanrkabausche Spraakkunat</u> disusun oleh J.L. van der Toorn, diterbitkan okeh Martinus Hijhoff-'S Gravenhage, 1899. 2) <u>Peladjaran Bahasa Minangkabau</u>> oleh Rusli, diterbitkan oleh Bhratara, Djakarta, 1967. Dan untuk memperkaja chazanah kata-kata, orang dapat mengutip dari kamus :
{{Left sidenote|-------------------}}
<sup>+</sup>Kepala Seksi Minangkabau Dinas Bahasa dan Kesusastraan Daerah, Direktorat Bahasa dan Kesusastraan.<noinclude></noinclude>
nd9uv6p7pthvbamslyq4mwuaac69s9u
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/73
104
102532
294694
288294
2026-05-13T19:06:16Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294694
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||27}}</noinclude>1) <u>Minangkabausch - Maleisch - Nederlandech Woordenboek</u>, disusun oleh
J.L. van derToorn, diterbitkan oleh “Martirus Pijhoff - 'S Gravenhage, 1891.
2) <u>Kamoes Ninangkabau - Melajoe Riau</u> disusun oleh M. Thaib gl.St.Pamoentjak, diterbitkan oleh Balai Pustaka - Batavia, 1935.
Kalau untuk menelaah Filologi/kesusastraan Minangkabau, sampai saat ini belum terbit satu bukupun jang penulis ketahui jang chas membitjarakan bidang ini. Kita hanja dapat mempeladjari artikel-artikel/karangan-karangan jang dimuat dimadjalah-madjalah seperti : <u>T.B.G</u>. (Tijdschrift voor Indische Taal, Land en Volkenkundo) jang diterbitkan oleh Het Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetunschanpen); <u>V.B.G.</u> (Verhandelingen van het Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten or Wetenachappen): B.K.I.(Bijdragen tot de Taal, Land en Volkenkunde van Neder-
landsch Indie), jang diserbitkan oleh Ffet koninklijk Instituut voor de
Taal, Land on Volkenkunde van Nederlandsch Indie). Sampai Sekarang B.K.I. ini masih terbit di Nederland dan tentu tanpa sebutan Nederlandsch Indie). Selain itu djuga madjalah-madjalah "Bahasa dan Budaja", "Medan Bahasa", "Pustaka dan Budaja" dan madjalah ini Sendiri "Bahasa dan Kesusastraan".
Dibidang penerbitan Tjiptasastra Minang kelihatan masih tampak kegiatan, walaupun ibarat orang tjatjat kaki, berdjalan miring-miring seperti mau djatuh. Penerbit-penerbit jang bergerak dibidang ini pada waktu achir-achir ini dapat disebutkan disini ialah : 1) Tsaameratul Ichwan: 2) Pustaka Arga, 3) Pustaka Indonesia; 4) C.V. Penerbit Indah (semuanja di Bukit Tinggi); 5) C.V. Genta (di Padang)j 6) Pustaka Eleonora (di Pajakumbuh).
Bentuk tJiptasastra jang utama dalam kesusastraan Minangkabau adalah "kaba", Ditindjau dari isi dan bentuk karangannja "kaba" ini adalah "roman klasik" Minang. Tampaknja "kaba" ini masih banjak penggemarnja. Pengarang jang profuktif sekali dalam hal ini ialah <u>Sjamsuddin Sutan Radjo Endah</u>. Berpuluh-puluh bukunja telah terbit. Diantara "kaba-kaba" jang disusun atau dikarangnja dapat disebutkan disini : <u>Siti Nurlela</u>, diterbitKan oleh V.V. Indah. <u>Puti Nilam Tjajo dengan Dang Tuanku Gombang Alam</u>, diterbitkan oleh Pustaka Indonesia. <u>Sutan Manangkerang dengan Puti Andam DeWi</u>, diterbitkan oleh Tsamaratul Ichwan. Siti Bahanam (penjusunannja dibantu oleh Irsda Muljana), diterbitkan oleh Pustaka Arga.
Selain dari "kaba", bentuk "pidato-pidato adat" adalah bentuk tjiptasastra (lisan) jang masih subur hidupnja hingsa dewasa ini.
Satu hal jang menggembirakan pada waktu achir-achir ini (1966) ialah telah dipetjiahkannja "tradisi lama" dalam Kesusastraan Minangkabau. Pengarang muda Nasrul Siddik muntjul dengan karjanja : <u>Saputangan Sirah Baragi</u>, jaitu suatu kumpulan tjerpen, diterbitkan oleh C.V. Genta.<noinclude></noinclude>
4t5sk58c52idlvkn77dlymmxqryewmr
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/57
104
102661
294952
292420
2026-05-14T04:42:10Z
Riiiv
22458
/* Belum diuji baca */ teks bukan gambar
294952
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Riiiv" /></noinclude>{{missing image}}
{{missing image}}
{{missing image}}
{{missing image}}<noinclude></noinclude>
n0d1fki9zwg6qu4adqs55g6ftvkjqit
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/418
104
102731
295231
288748
2026-05-14T10:05:20Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295231
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{c|<u>Bahasa dan Kesusastraan</u> <br> Th. VI, No. 1, 1973}}</noinclude><div style="flex-grow: 1; height: 1px; background: black; margin-left: 10px;"></div>
</div>
Pokok-pokok pikiran <br>
TENTANG KRITIK SASTRA <br>
M. Saleh Saad <br>
1 <br>
<div style="flex-grow: 1; height: 1px; background: black; margin-left: 10px;"></div>
</div>{{rh|||HIKAYAT MALIM DEMAN <br> Edwar Jamaris <br> 7}}
<div style="flex-grow: 1; height: 1px; background: black; margin-left: 10px;"></div>
</div> BEBERAPA MASALAH <br>
PENGAJARAN BAHASA INDONESIA <br>
S. Effendi <br>
19 <br>
<div style="flex-grow: 1; height: 1px; background: black; margin-left: 10px;"></div>
</div>
{{rh|||HIKAYAT ZAKARIA <br> DALAM KESUSASTRAANMELAYU <br> Nalom Siahaan <br> 32}}
<div style="flex-grow: 1; height: 1px; background: black; margin-left: 10px;"></div>
</div>
BAHASA PROFESI <br>
Jos Daniel Parera <br>
53 <br>
<div style="flex-grow: 1; height: 1px; background: black; margin-left: 10px;"></div>
</div>
{{rh|||ISTILAH-ISTILAH <br> 57}}
<div style="flex-grow: 1; height: 1px; background: black; margin-left: 10px;"></div>
</div><noinclude></noinclude>
g1kc8r1xnpiweb4aiob1xdp0ojxvz7u
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/77
104
102772
294695
288913
2026-05-13T19:07:23Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294695
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||31}}</noinclude>{|
|-
|fusing current||<center>-</center>||arus peleleh
|-
|gain controller||<center>-</center>||pengatur tambahan
|-
|galena detector||<center>-</center>||detektor galena
|-
|galvanic bath||<center>-</center>||penangas galvanik
|-
|galvanic metallisation||<center>-</center>||pelogaman galvanik
|-
|ganging||<center>-</center>||gandengan mekanik
|-
|gang switch||<center>-</center>||tombol ganda
|-
|gas amplification||<center>-</center>||penguatan gas
|-
|gas formation||<center>-</center>||peninbunan gas
|-
|gaseous discharge lamp||<center>-</center>||lampu lepasmuat gas
|-
|gas magnification||<center>-</center>||penguatan gas
|-
|gaaze||<center>-</center>||kasa, jala
|-
|gear changing||<center>-</center>||ganti persneling, ganti gigi
|-
|goared-down||<center>-</center>||menurunkan persneling, menurunkan gigi
|-
|generating plant||<center>-</center>||pusat tenanga listrik
|-
|generating set||<center>-</center>||alat pembangkit
|}
'''ILMU KIMIA/FARMASI'''
{|
|-
|atoxyl||<center>-</center>||atoksil, natrium arsanilat
|-
|atropine||<center>-</center>||atropina
|-
|attendant lines||<center>-</center>||garis serta
|-
|attractive force||<center>-</center>||gaja tarik
|-
|average life period||<center>-</center>||tahan lama rata-rata, awet rata-rata
|-
|azimuthal quantum number||<center>-</center>||bilangan qwantum sekunder
|-
|azobenzene||<center>-</center>||azobenzena, fenilazobenzena
|-
|balance reaction||<center>-</center>||reaksi dapat balik
|-
|bare wire||<center>-</center>||kawat bugil
|-
|barium peroxide||<center>-</center>||barium peroksida
|-
|base exchange||<center>-</center>||pertukaran basa
|-
|basic-lead carbonate||<center>-</center>||timbelhidroksidacarbonat
|-
|batch process||<center>-</center>||proses selangseling
|-
|bead trust||<center>-</center>||pertjobaan reaksi mutiara
|-
|bearing metal||<center>-</center>||logam bantalan lindung
|-
|ring compound||<center>-</center>||senyawaan lingkar
|-
|roast reaction process||<center>-</center>||reaksi proses panggang
|-
|roll sulphur||<center>-</center>||batang leher
|}<noinclude></noinclude>
9nwakmwukbg8e0u42o1vjsqpqmasg1t
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/93
104
102782
295164
288969
2026-05-14T09:25:58Z
Arulbe
24016
/* Tervalidasi */
295164
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arulbe" />{{rh||7}}</noinclude>[[File:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7 (page 93 crop).jpg|400px|kiri|jmpl|Diagram alat-alat Udjaran]]
{|
|-
|u||<center>=</center>|| ujung lidah (apex)
|-
|dl||<center>=</center>|| daun lidah (lamina)
|-
|d||<center>=</center>|| depanlidah (front)
|-
|t||<center>=</center>||tengahlidah (sentrum)
|-
|a||<center>=</center>||akarlidah (radix)
|-
|g||<center>=</center>||gigi (dens)
|-
|gg||<center>=</center>||gusigigi (alveolum)
|-
|lk||<center>=</center>||langit2 keras (palatum)
|-
|ll||<center>=</center>||langit2 lembut (velum)
|-
|ps||<center>=</center>||pitasuara
|-
|k||<center>=</center>||kerongkongan (esophagus)
|}
#<li value="2"> Fona-fona bahasa diutjapkan manusia mempunjai posisi artikulasi tertentu. Misalnja 「<sup>-</sup>t<sub>-</sub>」 pada kata <u>tidak</u> mempunjai posisi artikulasi dengan udjung/lidah (apex) dan belakanggigi (postdens), jakni pengutjap udjunglidah menekan pada titik artikulaso belakanggigi ketika terdjadi peristiwa pengutjapan fona tersebut. Dengan singkat posisi artikulasi fona tersebut disebut posisi artikulasi apiko-postdental; kata jang pertama (apiko) menjatukan artikulator, kata jang kedua (postdental) menjatakan titik artikulasi.
Pengartikulasian fona-fona bahasa mekanistik, Mekanisme artikulasi dapat diklasifikasikan berdasarkan:
(1) artikulator jang menjentuh dan mendekati titik artikulasi, maka akan dihasilkan :
<ol style="list style type:decimal;">
<li> artikulasi udjunglidah (apikal); misalnja : 「t, d, n, l, r」;</li>
<li> artikulasi daun lidah (laminal); misalnja: 「č, ĵ, s, z,」; </li>
<li> artikulasi depanlidah (frontal); misalnja: 「ń, y, i, e, ε, a<sub>-</sub>」 </li>
<li> artikulasi tengahlidah (sentral) ; misalnja: 「*, ə」 </li>
<li> artikulasi belakanglidah (dorsal); misalnja : 「k,g, x, G, g, O, o, u<sub>-</sub>」 </li>
</ol><noinclude></noinclude>
a5uz2cw2bu91iqx1cq2qifqczhivxsp
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/84
104
102818
294982
289041
2026-05-14T05:22:46Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294982
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}}
<small>''Gambar diatas melukiskan Terusan Suez jang pandjangnja kira-kira 160 km. Disebelah kanan kelihatan kota-kota Port Said dan Port Fuad dan diudjung kiri kota Suez. Disepandjang terusan terdapat installasi-installasi militer (ditandai dengan segitiga) dan lapangan-lapangan udara militer. Disebelah kiri atas nampak kota Cairo dan dibagian bawah terbentang Semenandjung Sinai.''</small>
{{c|<big><big><big><big><big>'''SAJA DITUGASKAN KE MESIR'''</big></big></big></big></big>}}
{{border|1=
Surat kiriman dari Lts. I. Koesnandhir jang kini bertagas di Mesir untuk teman? ditanah air.
}}
Sengadja baru ini kali saja menulis untuk teman² sekalian. Karena apa? Selama ini dengan penuh perhatian saja menunggu berita hangat dari keluarga saja sendiri di Tanah-Air. Barulah 10 hari jang lampau kuterima surat — dari rumah bahwa isteri saja telah melahirkan anak dengan selamat pada tgl. 6 Djanuari 1957 djam 06.10. Berita mengenai bevalling ini telah saja dengar pula sewaktu kedatangan pasukan pada tgl. 12 Djanuari 1957, tetapi berita tsb. masih bersimpang-siur. Ada jang mengabarkan melahirkan dua orang anak kembar, dirawat dirumah sakit Panti-Rapih dsb. Seperti Sdr. mungkin telah maklum, saja berangkat mendahului pasukan pada tgl. 2 Djanuari 1957 seba-
{{Missing image}}
<small>''Kolonel G.P.H. Djatikusumo, Ketua Komisi Persiapan Politik P.B.B. Indonesia untuk Mesir sedang bertjakap-tjakap dengan Atase Militer Amerika Serikat Kolonel Ashman di Kairo.''</small><noinclude>{{rh|18}}</noinclude>
djmc6vfgxm03lhq5hy0dexh4xox5009
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/85
104
102822
294989
289051
2026-05-14T05:27:50Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294989
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>sebagai anggauta Advance Party Bn. Djadi saja berangkat ke Mesir 4 hari sebelum anak kami jang ke-5 lahir. Dapatlah kiranja teman-teman pajangkan, bagaimana perasaan hati seorang Bapak jang sedang mendengar dan menunggu berita jang sematjam itu tadi. Bersjukurlah kami kepada Tuhan jang Maha Esa bahwa isteri beserta anak kami dalam keadaan jang sehat wal 'afiat. Tidak kembar, dan tjantik-manis pula parasnja ............ kata Ibunja. Mudah-mudahan dalam achir tahun ini dapatlah kami lihat dan kuraih akan wadjab anak kami tsb.
Itulah sebabnja teman-teman, Sdr.-Sdr. sekalian. Dan kini kumulailah tjeritera kami semendjak pemberangkatan dari Tanah-Air sampai sekarang ini. Tetapi dengan perdjandjian sebelumnja, bahwa dengan tulisan saja ini saja berharap akan menerima surat-surat lebih banjak lagi dari Tanah-Air, dari Sdr.-Sdr. sekalian.
Kami berangkat bersama-sama dengan anggauta-anggauta advance party Bn. Garuda I sebanjak 36 orang dibawah pimpinan Maj. Soetikno Kepala G. I Bn. Dari Djakarta berangkat pada tgl. 010217.30 dengan menumpang pesawat terbang U.S. Navy Military Air Transport Service. Pesawat tsb. chusus diperuntukkan rombongan kita, jang disamping dapat memuat 40 orang penumpang memuat pula 5 ton barang-barang. Djadi pemberangkatan kami ini tidak dengan pesawat Globe Master type C-124 seperti jang dipergunakan pemberangkatan pasukan Bataljon.
Diperjalanan tidak perlu kami tjeriterakan, jang pada pokoknja dari Djakarta terus Bangkok — Calcutta — Dahran — Beyrouth dan achirnja Abu Suweir.
Pada tiap-tiap pemberhentian tsb. pada umumnja beristirahat 2 djam di Airport, — hingga tgl. 010323.00 kita telah mendarat di Beyrouth. Di Beyrouth kita bermalam di Kamp Tentara Libanon, karena esok harinja akan ganti pesawat. Esok harinja tgl. 4 Djajanuari 1957 djam 12.00 kita telah berangkat dari Beyrouth Airport dengan pesawat "Flying Boxcar" dari Canadian Air Force menudjo Abu Suweir, dan tiba disana pada djam 14.00. Mulai saat itu kita telah mengindjak bumi Mesir jang kita tudju.
Mulai di Bangkok sampai Abu Suweir rombongan kita selalu didjemput oleh Perwakilan dan Milat kita di Negara2 tsb. terkecuali di Dahran karena letaknja terlalu djauh. Dahran ini agaknja memang merupakan pangkalan Amerika di Timur Tengah jang penting, kalau kami lihat pesawat² U.S.A. dan kekuasaannja disitu. Karena tidak ada jang mendjemput, di Dahran kita dipersilahkan oleh seorang Kapten Amerika untuk makan siang dan didjamu di-mesnja.
Mulai Dahran sudah terasa dinginnja, terlebih di Libanon dan Mesir karena waktu ini musim dingin. Perhubungan kita dengan crew-members dari plane mulai Djakarta dan sesampainja ditempat adalah baik sekali dan menjenangkan, service-njapun memutuskan. Dari Beyrouth ke Abu Suweir semua penumpang diwadjibkan mengenakan zwem-vest dan parachoot, karena melintasi Laut Tengah dan diatas daerah Israel.
Sesampainja di Abu Suweir rombongan kita untuk sementara waktu ditempatkan di UNEF doorgangscamp disekitar lapangan terbang. Semendjak saat itu kita telah berada dalam hubungan internasional, karena disitu telah banjak kesatuan-kesatuan dari lain Negara dan Staf UNEF sendiri seperti dari Canada, Norwegia, Swedia, Finlandia, Denmark, India dsb. Perhubungan kita dengan mereka termasuk orang-orang Mesir mempergunakan bahasa Inggeris, walaupun untuk kami sendiri masih sering ,,kesleu". Tetapi ingat akan pesan Panglima kita, djuga dari Presiden agar djangan sampai ada perasaan minderwaardig walaupun dengan bahasa Inggeris jang sederhana kami lajani pula mereka itu.
Betul djuga, tidak semua opsir-opsir dari Negara-negara lain itu berbahasa Inggeris, bahkan dari kita umum-
{{Missing image}}
<small>''Dengan pesawat terbang tgl. 21 Febr. 57 Overste Suadi telah berangkat ke Mesir untuk menggantikan Letnan Kolonel Hartojo sebagai Komandan Garuda I.''<br>
''Sesaat hendak meninggalkan tanah air bergambar bersama keluarganya dilapangan terbang Kemajoran Djakarta.''</small><noinclude>{{rh|||19}}</noinclude>
8jjuda3p5e3p3nh6e49pc305nma3f9w
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/86
104
102823
294995
289052
2026-05-14T05:31:14Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294995
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}}
<small>''Dalam kundjungannja baru² ini ke Mesir, Mr. Endang Subu, Kepala Hubungan Luar Negeri Kempen, telah menindjau tempat latihan para wanita Mesir. Disini dia sedang menerima pendjelasan² dari salah seorang anggota "Liberation Army" tentang senapan jang dipergunakan oleh mereka.''</small>
nja lebih banjak jang dapat. Tetapi jang kadang² mendjemukan ialah kalau berbitjara dengan mereka jang memang itu bahasanja, seperti dengan Canada mitsalnja. Dianggapnja berbitjara dengan temannja sekampung. Suatu keuntungan jang kedua, ada kesempatan memahami dan memperdalam bahasa Inggeris dalam praktek. Keuntungan jang pertama ialah dapat mengenal, mengetahui dan pengalaman² seperti tjeritera tsb. diatas.
Di Abu Suweir kita mendapatkan pelajaran jang tidak baik. Menurut peraturan disini djuga lazimnja dalam ketentaraan Barat, ada perbedaan untuk Pa., untuk Ba. dan bawahan, jang biasanja tidak terdapat pada TNI kita, mitsalnja sadja: tempat makan, cantine, kamar mandi dsb. disediakan tersendiri.
Mengenai makannja tidak pernah kita bertemu dengan nasi. Makanan Barat jang disediakan, tetapi sang perut lama-kelamaan ja biasa sadja. Disini perlu sekali etiquette makan kita perhatikan, terlebih bagi anggauta² bawahan dalam mempergunakan alat² makan dan tjara memakan sadjian jang asing itu.
Diatas telah saja katakan bahwa kini adalah musim dingin. Walaupun pakaian kita telah ditambah dengan under wear, pull over, super-battle dress, over coat dan memakai sarung tangan masih djuga terasa dingin. Kita mendapatkan tambahan selimut wool 3 helai lagi, toh masih terasa dingin diwaktu tidur malam. Kalau kebetulan terbangun djam 3 malam djangan mengharapkan dapat tidur lagi sampai pagi. Karena itu dinasehatkan djangan tidur disiang hari. Oleh Ibu Duta jang datang ketempat kami djuga menasehatkan lebih baik djangan mandi, karena salah² bisa mengakibatkan rheumatiek. Selama di Abu Suweir ataupun semenjak pemberangkatan dari Djakarta, saja baru mandi satu kali itupun dengan air panas. Setiap hari tjukuplah hanja "raup kutjing"; memangnja orang Mesir sendiri tak pernah mandi.
Setelah perhubungan<sup style= "font-size:66%; vertical-align:0.6em; line-height:0px;">2</sup> dengan H.Q. UNEF dan persiapan<sup style= "font-size:66%; vertical-align:0.6em; line-height:0px;">2</sup> di Abu Suweir selesai, maka pada tgl. 8 Djanuari 1957 kita terus menudju El Shandura l.k. 75 KM sebelah Selatan Abu Suweir. Shandura Camp adalah bekas kampement Mesir atau Inggeris dahulu, jang diperuntukkan asrama Bn. kita bila nanti sudah datang. Djadi pemberangkatan kita ketempat tsb. adalah untuk persiapan<sup style= "font-size:66%; vertical-align:0.6em; line-height:0px;">2</sup> tempat. Shandura letaknja sedikit sebelah Selatan Little Bitterlake ditepi sebelah Barat Suez-kanaal. Di camp tsb. telah berada satu Para Bn. dari India jang sebulan lebih dahulu datangnja dari kita.
Karena banjaknja kerusakan<sup style= "font-size:66%; vertical-align:0.6em; line-height:0px;">2</sup> diperumahan camp tsb. maka setiap hari bagian genie Mesir terus-menerus membersihkan dan memperbaiki, hingga tanggal 12 Djanuari 1957 sudah siap menerima kedatangan pasukan, walaupun dalam hal ini anggota<sup style= "font-size:66%; vertical-align:0.6em; line-height:0px;">2</sup> kwartiermakers harus bekerdja keras siang dan malam.
Tanggal 011212.00 datanglah rombongan pertama pasukan Bn. dibawah pimpinan Maj. Soekarno Kmd. Kie. "A". Pada hari itu djuga pada djam 17.30 datanglah Kompi kami Kompi "B" dibawah pimpinan Kapt. Soeprapto.
Pada hari<sup style= "font-size:66%; vertical-align:0.6em; line-height:0px;">2</sup> jang pertama masih belum teratur keadaan-nja, karena banjaknja kesibukan<sup style= "font-size:66%; vertical-align:0.6em; line-height:0px;">2</sup>. Terlebih dalam soal pemasakan makan, karena banjak alat<sup style= "font-size:66%; vertical-align:0.6em; line-height:0px;">2</sup>, bahan<sup style= "font-size:66%; vertical-align:0.6em; line-height:0px;">2</sup>, bumbu<sup style= "font-size:66%; vertical-align:0.6em; line-height:0px;">2</sup> dan kelengkapan lainnja masih ketinggalan bersama rombongan jang terakhir. Tentunja Sdr. dapat maklum, bahwa sedatangnja pasukan Bn. harus menjelenggarakan sendiri mengenai segala hal dengan hubungan permintaannja kepada UNEF. Jang lebih menjulitkan lagi bahwa waktu itu kita belum menerima kendaraan dari UNEF. Tetapi lama kelamaan dari hari ke hari keadaan mendjadi lebih baik dan teratur.
Selama di Shandura Camp ini waktu dipergunakan untuk konsolidasi, memperlengkapi segala kebutuhan dan perlengkapan tugas jang akan dihadapi. Djadi kini belumlah kita sampai pada tugas jang sesungguhnja.<noinclude>{{rh|20}}</noinclude>
kaz4418vzhy9w9th94yil72wrpeaowj
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/182
104
102859
295254
289202
2026-05-14T10:17:18Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295254
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||4}}</noinclude>{{ppoem|end=follow|
Bila aku mengenang bungsa
Ini jua pikiran jiwa
Mana jalan menempuh sempurna
Satu kata semua bahagia
}}
{{Right sidenote|hal 100}}
Tak ada kekuatan ekspresi untuk mendukung kata-kata besar yang lalu terasa bombastis:
{{ppoem|end=follow|
Datang lagi nasib diriku,
Berbulan-bulan sudah merana,
Sejak meluncur dari jiwaku,
Tujuan hidup bagi bangsaku.
}}
{{Right block|(Jiwa lumpuh,' hal. 102)}}
Retorik yang cenderung pada permainan kata baris-baris seperti ini:
{{ppoem|end=follow|
Ramping lampai lezan melantik meninjau,
Putih rapuh dilautan kelam mutu
}}
dan:
{{ppoem|end=follow|
Tubuhku rapuh dirapuh rayu
Terlalu sayang buat meradang
}}
{{Right block|(Simpangan tiada berdjiwa',hal 103)}}
Disini dengan sengaja dan diberikan 'bahasa nan indah: dengan mengorbankan kejelasan apa jang hendak dikatakan, malah seolan-olah meliuk melambai,
Lain-lain contoh permainan kata:
{{ppoem|end=follow|
Bermimpi berbuai-buai pikiran -- Diawang-awang rindu mimpi,
Merenung menung melarat-larat _- Senang berbuai berayun-ayun
Didahan angan-angan kebangsaan (Didahan Angan², hal. 114)
}}<noinclude></noinclude>
6yprl56r13uc49skwyo7kwcv2wnjhnz
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/60
104
102878
294966
292896
2026-05-14T05:02:03Z
Riiiv
22458
/* Belum diuji baca */ Teks
294966
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Riiiv" /></noinclude>{{missing image}}<noinclude></noinclude>
pz7xwprmuh1hcwt5vcevubzmywpljbd
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/61
104
102879
294968
292897
2026-05-14T05:02:32Z
Riiiv
22458
/* Belum diuji baca */ teks
294968
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Riiiv" /></noinclude>{{missing image}}<noinclude></noinclude>
pz7xwprmuh1hcwt5vcevubzmywpljbd
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/282
104
102960
294291
289679
2026-05-13T12:58:28Z
Lutfiyatun
26681
/* Tervalidasi */
294291
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{missing image}}
''Presiden Sukarno dihalaman muka istana Merdeka diantara para hadirin, nampak sedang mengutjapkan pidato Peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi ke-12.''
{{c|'''Memperkenalkan Gerakan Hidup Baru'''}}
{{c|'''„REVOLUS! MENTAL”'''}}
'''Kita perlukan Revolusi Mental:'''
Berbitjara tentang masa nation-buildingdan ber-matjam? kesentrisan jang sama timbul, Presiden Sukarno menjatakan, bahwa jang perlu bagi kita ialah revolusi mental.
Inilah inti sari dari pada andjuran mengadakan satu Gerakan Hidup Baru, agar supaja kita dapat menjelesaikan tugas-historis kita dalam masa nation-building ini dengan tjara_jang gilang gemilang. „Hidup Baru”, oleh Karena kita, mengingat segala
gedjala<sup>2</sup> dan keburukan<sup>2</sup> dalam masjarakat kita sekarang ini, memang memerlukan satu Pembaruan Djiwa „Gerakan", — oleh karena Revolusi Mental jang harus meliputi seluruh masjarakat itu tak dapat berlangsung zonder organisasi, zonder pimpinan, zonder Gerakan.
Selandjutnja Presiden menjatakan, bahwa gerakan itu bukan-
{{missing image}}
''Ketika seorang gadis sedang menerima Bendera Pusaka dari Presiden Sukarno untuk dikibarkan.''<noinclude>{{rh|4}}</noinclude>
bxshw160czg06dqgfpy76hiy2p6uevu
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/306
104
103379
294668
290770
2026-05-13T18:41:53Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294668
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||44}}</noinclude>Buku ini selayaknya menjelaskan, misalnya: apakah {{u|struktur}} puisi itu. Bagaimana hubungannja dengan {{u|tema}}. Apapula yang dimaksudkan dengan: "keseimbangan segala unsur dalam membangun struktur puisi membangun keindahan jang mengesankan kepada pembatja/penikmat puisi"<sup>3</sup>.<br>
{{u|Semua itu dalam hubungannya dengan puisi yang disajikan.}}
Menjelaskan secara tertib, tahap demi tahap masalah yang ada dalam puisi itu, tanpa takut dituduh "mencincang-cincang", andaikan itu hanja salah satu usaha mencari kebenaran dan kejelasan dalam puisi itu sendiri, adalah lebih berharga buat pembaca daripada berlarut-larut dalam keasyikan interese pribadi yang mengakibatkan kaburnya arah yang hendak dicapai.
Oleh sebab itu, pemisahan bab IV (yang menerangkan metode yang dipakai penulis dalam buku ini) dari bab-bab yang membicarakan puisi, tidak akan membuat orang bisa "memahami dan menikmati" puisi, sebab puisi itu sendiri akan tetap "mentah" dihadapan pembacanya.
Disamping itu, keinginan penulis untuk membicarakan juga tentang penilaian (hal. 68 dan selanjutnya), hanyalah memberi kesan terburu-buru untuk buku yang setebal 78 halaman ini.
Hal itu tidak berarti bahwa dalam apresiasi tidak terkandung segi-segi normatif. Tetapi soalnya, kemantapan dan kebulatan pemahaman yang ditimbulkan oleh usaha apresiasi itu sendirilah yang harus dipikirkan lebih dulu sungguh-sungguh, keintima terhadap puisi-puisi yang terseleksi dengan baik beserta segenap aspek yang memberi bobot didalamnya.
Hal ini perlu dinyatakan, karena orang beranggapan bahwa buku semacam ini bukan tidak ada gunanya. Justru karena bermanfaat, orang menghendaki lebih banyak, lebih baik, lebih .....
Oleh sebab itu, usaha semacam ini pasti tidak berhenti
sampai disitu. Setidak-tidaknya, hal itu dapat diharapkan dari Drs. M.S. Hutagalung.<noinclude></noinclude>
24h04pxpls5rlkfml4wcqj3bzyzjge2
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/102
104
103425
295184
290833
2026-05-14T09:36:52Z
Arulbe
24016
/* Tervalidasi */
295184
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arulbe" />{{rh||16}}</noinclude>Apakah keadaan jang serba "favourable" bagi mereka, jang memungkinkan mereka studi dengan tjara jang tidak tanggung-tanggung?
Pernah kami berkesempatan mengundjungi Army Language School di Monterey (California).
Diantara ± 40 bahasa jang dipeladjari disana, termasuk bahasa nasional kita. Kami memasuki kelas jang terdiri dari opsir-opsir tentang AS dan diadjak bertjakap-tjakap oleh mereka dalam Bahasa Indonesia, sedangkan mereka nota bene belum pernah mendjedjak bumi Indonesia. Kops kami diperdengarkan lagu-lagu top hit Indonesia, jang dinjanjikan oleh para opsir itu. Kita tidak hendak mempersoalkan dengan maksud apa mereka begitu tekun beladjar bahasa kita. Hanja kita kagum pada tjara-tjara jang mereka pergunakan untuk mentjapai hasil, jang di Indonesia sendiri kita tidak bisa membajangkan. Mereka memakai alat-alat modern lengkap dengan language - lab. nja. Latihan mereka sudah pasti disesuaikan dengan sifat kemiliterannja. Konon kabarnja mereka dilatih untuk menangkap dan memahami perintah/berita dalam bahasa kita dalam situasi serba matjam, walaupun ditengah dentuman dan ledakan meriam/mortir sekalipun.
Dapat saudara menerka, siapa jang memimpin kursus ini? Satu iron
{{...|7}} jang mengepalai Latihan Bahasa Indonesia bukan orang Indonesia tetapi seorang Belanda (Indo), lulusan Universitas Leiden. Dialah jang membawahi 3 a 4 tenaga berbangsa Indonesia.
Sekianlah sedikit tjontoh tentang perkembangan pengadjaran bahasa kita diluar tanah air. Disajangkan, bahwa tidak suatupun badan dan intansi dinegara kita, jang mempunjai data-data tentang luas dan sampai dimana kegiatan untuk mempeladjari bahasa kita di luar negeri.
{{u|Tudjuan Peladjaran Bahasa Indonesia bagi Bangsa Asing}}
Hasrat mempeladjari bahasa kita dari pihak mereka digolongkan seperti berikut :
<ol type="a" start="1">
<li>sebagai ilmu pengetahuan</li>
<li>untuk keperluan praktis</li>
</ol>
Sungguhpun banjak dari mereka, jang bergerak dalam bidang ilmiah
tidak pernah mengundjungi negeri kita, fasilitas-fasilitas jang ada dalam negeri mereka, memberi tjukup peluang bagi mereka untuk menjelami seluk beluk bahasa dan sastra kita.<noinclude></noinclude>
t9tee77bzr0r9ba007mknfh70ipm8yj
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/103
104
103427
295185
290845
2026-05-14T09:37:39Z
Arulbe
24016
/* Tervalidasi */
295185
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arulbe" /></noinclude>Mereka mendjeladjahi perpustakaan-perpustakaan dan menjelidiki chazanah-chazanah universitas untuk mentjapai tudjuan mereka. Memang telah diketahui, bahwa untuk mempeladjari negara kita, pergilah ke luar negeri.
Usaha untuk mendapat kesempatan datang kenegeri ini tetap dilakukan oleh mahasiswa itu. Biasanja ada sadja dana-dana dari universitas atau jajasan, jang memberikan biaja kepada mereka untuk mengikuti kuliah-kuliah di Indonesia. Atau dengan biaja sendiri mereka datang untuk hidup diantara rakjat didesa-desa dalam mempeladjari sesuatu dialek.
Suatu ironi lagi {{...|10}} hasil karja mereka inilah nanti didjadikan sumber reference oleh sardjana-sardjana kita. Mungkin karena lebih tinggi otoritas mereka.
Dalam kategori b. dapat kita golongkan mereka jang akan bertugas
di Indonesia umpamanja:
<ol type="1" start="1">
<li>kalangan missie dan zending</li>
<li>anggota perwakilan/kedutaan</li>
<li>kalangan perdagangan/perusahaan</li>
<li>anggota rumah tangga.</li>
</ol>
Kalangan 1 umumnja sebelum datang kesini, terlebih dahulu telah dibekali sedikit banjak dengan bahasa kita, karena lapangan kerdja mereka erat hubungannja dengan masjarakat.
Diantara anggota perwakilan jang ditempatkan di Indonesia ada jang telah mempeladjari dasar-dasar bahasa kita sebelumnja, tergantung dari pos jang dipegangnja. Dalam hal ini perwakilan Uni Sovjet unggul sekali. Mereka menjediakan djuru-djuru bahasa bangsa mereka sendiri dan tokoh pimpinan mereka tidak djarang menguasai bahasa kita dengan lumajan. Oleh sebab itu Perwakilan Sovjetlah jang paling sedikit mempekerdja pegawai Indonesia.
Golongan ke 3 dari perdagangan/perusahaan kian hari kian kan membandjiri negeri kita. Umumnja mereka menjangka, bahwa dengan Bahasa Inggeris mereka melangkahkan kaki di bumi Indonesia, begitu mereka merasakan kebutuhan akan pengetahuan Bahasa Indonesia.
Buru-buru mereka mentjari guru-guru jang akan mengadjar, dalam waktu setjepat mungkin dan usaha seminim mungkin. Beladjar bahasa sebagai studi sedapat mungkin mereka elakkan dengan pertimbangan, bahwa begitu mereka meninggalkan daerah kita, begitu semua boleh mereka lupakan lagi.
Dalam satu kategori dengan kalangan pengusaha dapat kita masukkan njonja-njonja dari kalangan rumah tangga bahasa asing.<noinclude></noinclude>
1r8fm4ll7r5oj37z0z4aqpdk2ahhin4
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/105
104
103430
295197
290856
2026-05-14T09:40:05Z
Arulbe
24016
/* Tervalidasi */
295197
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arulbe" />{{rh||19}}</noinclude>Masih ingat kita pada tahun-tahun permulaan sesudah Perang Dunia II bagaimana giatnja Belanda memberikan peladjaran-peladjaran Bahasa Indonesia melalui radio.
Apakah usaha seperti ini akan tenggelam sadja, setelah kita memiliki tenaga-tenaga ahli bangsa sendiri?.
Tenaga-tenaga jang penuh "elan" untuk mengan tamir usaha ini bukan tidak ada. Hanja mereka terbentur pada soal penerbitan. Berbeda dengan penerbit-penerbit Belanda, penerbit-penerbit kita masih terpaksa menitikberatkan pada segi komersil, oleh karena kurangnja modal dan seretnja persedian kertas. Keadaan belum mengizinkan mereka, untuk menjorot soal ini dari segi nasional. Mereka sudah tentu lebih dahulu memperhitungkan djumlah oplaagnja.
Kesulitan ini memaksa tenaga-tenaga kita untuk menjerahkan naskah-naskah mereka kepada penerbit-penerbit di luar negeri. Sebagai tjontoh kita ambil buku-buku :
<ol type="1" start="1">
<li>{{u|Introduction to Bahasa Indonesia}}, J.P. Sarumpaet, J.A.C. Mackie, terbitan Melbourne University Press (Australia).</li>
<li>{{u|The Structure of Bahasa Indonesia}}, J.P. Sarumpaet, terbitan Departement of Indonesian and Malayan Studies University of Melbourne (Australia).</li>
<li>{{u|Bahasa Indonesia}}, United States Information Service (Amerika).</li>
</ol>
Djika pemerintah tidak memberikan bantuannja, sangat dichawatirkan, bahwa dalam hal pengembangan bahasa nasional, kita akan tergantung pula pada impor dari luar negeri. Tidakkah djanggal, kalau kita harus memesan buku-buku pengadjaran Bahasa Indonesia ke Australia ke Nederland atau ke Amerika Serikat? Kekuatiran kita, bahwa Malaysia akan mendahului kita lagi dalam usaha pengembangan bahasa, saja pikir, tjukup beralasan.
Ahli-ahli bahasa dan lingguistik kita tjukup kreatif. Mereka dapat mentjiptakan metode-metode jang menarik, seperti jang dilantjarkan oleh Goethe Instttut untuk bahasa Djerman dan kursus-kursus bahasa lain jang banjak beroperasi di tanah air kita dewasa ini.
Karena usaha ini termasuk usaha bersifat nasional, sudah pada waktunja, djika pihak pemerintah mengulurkannja tangannja, dimana pihak swasta belum memperlihatkan kemampuan sebagaimana jang diharapkan.<noinclude></noinclude>
el96idb3q2j26b0wbiz2r53h12hzmez
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/111
104
103432
295208
290878
2026-05-14T09:46:39Z
Arulbe
24016
/* Tervalidasi */
295208
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arulbe" /></noinclude>{{rh||APAKAH BAHASA ITU?}}
{{rh|||Oleh: B. Soehardi}}
<ol type="1" start="1">
<li>Pengantar</li>
Dari pengalaman hidup kita ternjata bahwa kita harus hidup bersama orang lain. Kita tidak dapat hidup menjendiri, karena kebutuhan kita sehari-hari hanja dapat kita penuhi langsung atau tidak dengan bantuan orang lain. Tidak seorangpun dapat menghindari hal ini, lebih-lebih pada djaman modern seperti sekarang ini. (Sebagai keketjualian barangkali Robinson Crusoe jang terpaksa hidup terpentjil disebuah pulau kosong.)
Dari pengalaman hidup kita ternjata pula bahwa untuk memenuhi kebutuhan kita sehari-hari kita harus berbitjara dengan orang lain. Berbitjara berarti berbahasa. Dari pengalaman hidup kita ternjata pula bahwa kita -- mau tidak mau, sadar atau tidak -- harus berbitjara setiap hari. Hal ini berarti bahwa setiap hari pula kita berbahasa. Kalau kita hitung -- mulai dari saat bangun tidur di pagi hari sampai saat untuk tidur lagi pada malam berikutnja -- berapa kalikah kita berbitjara: dengan saudara, dengan isteri atau suami, dengan anak, dengan pelajan, atau dengan teman? Hal ini kita lakukan setiap hari tanpa kita perhatikan betapa pentingnja peranan bahasa dalam kehidupan kita. Memang, pergaulan kita jang begitu mesra dengan bahasa berlangsung setiap hari, dan djustru kemesraan inilah jang menjebabkan kita tidak sempat memikirkan soal-soal jang berhubungan dengan bahasa, soal-soal mengenai hakekat bahasa. Andaikata pada suatu saat sampai kepada kita pertanjaani "Apakah bahasa itu?" rasa-rasanja sulit djuga bagi kita untuk menjedia-
kan djawaban jang agak sempurna. Tentu sadja kita dapat memberikan berbabagai matjam djawaban, tergantung pada titik tolak pandangan kita.
Sering sekali kita mendengar kalau -- kita berhadapan dengan peladjar, mahasiswa, guru-guru bahasa, buku-buku tatabahasa, atau dengan kalangan lain -- djawaban sebagai berikut: "Babasa adalah alat untuk menjampaikan pikiran atau perasaan seseorang kepada orang lain."
Sepintas lalu djawaban tersebut terdengar sudah agak sempurna. Marilah kita lihat apakah jang kita peroleh dari djawaban tadi.
Kalau jang dimaksud dengan bahasa mehang demikian, apakah hal ini berarti bahwa perbuatan kita memukul seorang anak ketjil misalnja, dapat kita golongkan kedalam pengertian bahasa? Atas pertanjaan ini, seorang mahasiswa (jang pernah memberikan batasan bahasa tadi kepada penulis) mendjawab:
</ol><noinclude>{{rh|||25}}</noinclude>
ob3m4psyax3qw1nab5mskn0f5e4f487
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/112
104
103437
295211
290932
2026-05-14T09:52:00Z
Arulbe
24016
/* Tervalidasi */
295211
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arulbe" />{{rh||26}}</noinclude><ol>
"Tidak, bukan itu jang saja maksud, tetapi bukankah perbuatan kita memukul anak ketjil tadi merupakan alat untuk menjampaikan perasaan marah kita kepada anak ketjil tersebut? Bukankah perbuatan kita sesuai, tjotjok dengan batasan balasan diatas Tetapi mengapa tidak boleh disebut bahasa? Mahasiswa tadi mendjawab "Jang saja maksud ialah bahwa bahasa merupakan alat untuk berhubungan dengan orang lain." Memang benar bahwa fungsi bahasa antara lain untuk berhubungan dengan orang lain.
Tetapi perumusan itu tidak seluruhnja benar, Misalnya sadja ada sebuah lubang besar ditengah djalan, Karena chawatir akan adanja ketjelakaan, kita meletakkan sebuah pohon pisang ditengah lubang itu. Dengan tjara demikian kita memberitahukan kepada --djadi artinja "berhubungan dengan -- orang lain, supaja berhati-hati kalau berdjalan didjalan itu. Apakah perbuatan kita itu dapat disebut bahasa? Mahasiswa kita tadi mendjawab: "Tidak demikian, tetapi{{...|4}}" Semakin dia berusaha menerangkan jang dia maksud, semakin djauh dia meninggalkan persoalan pokoknja. Demikian djugalah jang dialami oleh peladjar, guru-guru bahasa tadi. Hal jang demikian memberikan kesimpulan kepada kita, bahwa batasan mengenai bahasa tadi kurang memuaskan, Karena itu kita harus mentjari djalan jang paling baik ialah melihat bahasa dari tjiri-tjirinja jang shas jang chas pada bahasa itu.
</ol>
<ol type="1" start="2">
<li>{{u|Tjiri-tjiri chas bahasa}}</li>
Tadi kita katakan, bahwa berbitjara berarti berbahasa. Ini berarti bahwa bahasa pertama-tama harus diutjapkan. Tubuh kita diperlengkapi dengan alat untuk mengutjapkan bahasa. Oleh ahli-ahli bahasa alat itu disebut {{u|alat-alat utjap}} (vocal) Alat-alat utjap ini -- seperti bibir lidah, langit-langit, pita suara, dan lain-lain -- terdapat diantara rongga mulut, rongga hidung sampai rongga dada. Dengan alat-alat utjap ini kita dapat menghasilkan bunji-bunji jang kita perlukan, djuga dapat kita hasilkan '''kataiabanjkalimatkjangrkitaringinkan'''. Bunji-bunji jang kita hasilkan melalui alat-alat utjap kita disebut {{u|bunji bahasa}} atau disingkat {{u|bunji}} sadja. Bunji-bunji lain, seperti bunji peluit, kotek ajam, siulan, otjehan burung beo, bunji infra pada semut tidak termasuk bunji bahasa.
Perlu pula kita perhatikan, bahwa tulisan-tulisan jang terdapat dalam buku-buku, suratkabar-suratkabar, madjalah-madjalah, dan lain Sebagainja {{u|bukanlah}} bahasa. Tulisan-tulisan atau huruf-huruf itu -- betapapun penting artinja -- hanjalah sekedar gambar(an) dari pada bunji-binji bahasa jang kita hasilkan.
</ol><noinclude></noinclude>
ltjqhvys5ts1rrify8kmzflj79q1r7o
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/113
104
103453
295213
291034
2026-05-14T09:53:48Z
Arulbe
24016
/* Tervalidasi */
295213
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arulbe" />{{rh||27}}</noinclude>Djauh sebelum mengenal tulisan, kita telah lebih dulu mengenal bunji bahasa. Bunji bahasa telah dikenal sedjak dimulainja sedjarah umat manusia, kira-kira sedjak lima ratus ribu sampai satu djuta tahun jang lampau. Tulisan tertua jang kita kenal, jaitu huruf paku di Suneria dan huruf hieroglyph di Mesir, berasal dari kira-kira lima sampai enam ribu tahun jang lalu. Usia tulisan memang djauh lebih muda daripada usia bunji bahasa. Disamping itu kita lihat adanja kenjataan bahwa sampai sekarang ini sistem tulisan itu hanja aikanal oleh kalungan jang lebih/Berapa personkah diantara saudara-saudara kita di Indonesia ini, di Afrika, dipedalaman-pedalaman Asia, Amerika Tengah, Amerika Selatan jang sudah kenal tulisan? Meskipun demikian mereka toh berbitjara, berbahasa setiap hari Inilah tjiri chas bahasa jang pertama: bahasa berupa bunji-bunji jang dihasilkan oleh alat utjap kita terbatas.
Selama kita berbitjara lawan bitjara kita mendengarkan. Kadang-kadang dia mendjawab dan ganti kita jang mendengarkan. Demikian terdjadi terus-menerus tanpa ada salah pengertian diantara kita. Hal ini disebabkan karena bunji-bunji bahasa jang kita keluarkan sesungguhnja merupakan "wakil" daripada benda-benda jang ada disekitar kita, baik jang kongkrit maupun jang abstrak. Kalau pada suatu hari jang panas terik kita mengatakan "hudjan", maka jang terbajang didalam pikiran kita ialah air jang djatuh dari langit. Kata "hudjan" itu merupakan wakil atau lambang dari peristiwa djatuhnja air dari langit, sedang air jang djatuh dari langit itu merupakan {{u|tanda}} daripada adanja hudjan. Demikian juga halnja dengan kata-kata seperti "buku", "rumput", "bulan", dan semua kata jang lain.
Lambang-lambang jang berupa bunji-bunji bahasa (atau lebih baik: lambang-lambang bunji) itu menundjuk pada benda-benda tertentu. Pada situasi tertentu lambang-lambang bunji itu mewakili benda-benda tertentu pula. Kata "hudjan" tidak selalu menundjuk pada air jang djatuh dari langit. Dalam keadaan tertentu, kalau ada seseorang jang mengatakan "Wah, hudjan!" ini dapat berarti adanja seorang penbitjara jang berbitjara demikian bersemangat hingga air ludahnja berhamburan kian kemari. Hubungan antara lambang dan situasi dengan benda jang dimaksud disebut {{u|arti}} atau {{u|makna}}.
Lambang bunji itu kita/berulang-ulang sotjara tetap dan teratur, hingga kalau ada orang asing aau memperhatikan, akan njata padanja bahwa ada bagian-bagian dari lambang bunji itu jang tetap tempatnja dalam kalimat. Lama-kelamaan orang asing itu akan mentjatat bahwa kata benda misalnja hanja akan dapat menampati tempat-tempat tertentu dalam kalimat bahasa Indonesia.
{{c|pakai}}<noinclude></noinclude>
k9dhzbzvn24p00fr846xoaswj2lc12c
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/121
104
103460
295241
291093
2026-05-14T10:09:48Z
Arulbe
24016
/* Tervalidasi */
295241
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arulbe" /></noinclude>{{rh||MARAH RUSLI TELAH MENINGGALKAN KITA}}
Sanusi Pane baru sadja dua minggu pergi. Duka kita belum habis. Tiba-tiba kita dikedjutkan pula oleh kepergian Marah Rusli. Seorang lagi pengarang Indonesia kembali kehadirat Ilahi setelah ia dengan segala usaha dan tjiptaannja ikut mengisi bumi kesusastraan Indonesia. Ia adalah salah satu tokoh mula dalam kesusastraan Indonesia modern.
Ia dilahirkan di Padang pada tanggal 7 Agustus 1889, putra dari seorang bekas Demang Bukit Tinggi, Abubakar gelar Sutan Pangeran. Setelah menamatkan Sekolah Dasar Marah Rusli masuk kesekolah guru jang pada waktu itu disebut "Sekolah Radja (Kweekschool) di Bukit Tinggi dan lulus pada tahun 1910. Kemudian ia meneruskan ke Sekolah Dokter Hewan (Veeartsenschool) di Bogor dan tamat tahun 1915. Karirnja sebagai dokter hewan dimulainja di Sumbawa Besar dan Bima tahun 1915. Pengalamannja ditempat inilah jang memberinja bahan-bahan untuk romannja {{u|La Hami}}. Lalu pindah ke Bandung tahun 1918 sebagai Kepala Peternakan Hewan Ketjil. Kemudian pindah ke Tjirebon dan Blitar. Pada tahun 1920 ia diangkat djadi Assistent-Leeraar pada Sekolah Doktor Hewan di Bogor, tempat ia beladjar dahulu. Tetapi kemudian dischors karena ia dianggap tidak patuh. Pada waktu inilah ia mulai menulis {{U|Siti Nurbaja}}. Selandjutnja pindah ke Djakarta, Balige dan Semarang sampai tahun 1929, sebagai dokter hewan. Tahun 1946 ia diangkat djadi Major Dokter Hewan pada Angkatan Laut Republik Indonesia di Tegal. Pekerdjaannja sebagai pengadjar (dosen) diteruskannja lagi pada Sekolah Dokter Hewan Tinggi di Klaten sedjak tahun 1948. Dan kemudian ia pindah lagi ke Semarang tahun 1950 sampai ia mendjalani masa pensiunnja mulai 1952. Dan selama masa pensiun ini Marah Rusli masih tetap menjumbangkan tenaganja pada Balai Penjelidikan Peternakan dan pada Sekolah Pengamat Kehewanan di Bogor.
Marah Rusli memang kurang dikenal sebagai dokter hewan. Ia lebih banjak disebut-sebut sebagai pengarang {{u|Siti Nurbaja}}. Dalam dunia penelitian kehewanan di Indonesia ia pernah mentjapai prestasi ilmiah (soal penjakit lepra pada binatang). Tetapi prestasinja ini tidak diterima dengan hati baik oleh pemerintah Belanda, hingga hasil tersebut tidak disebarkan.
Penulis {{u|Siti Nurbaja}} ini sebenarnja giat pula dalam bidang keolahragaan jang tak begitu banjak diketahui orang. Ia adalah seorang penggemar sepakbola. Pernah mendjadi Komisaris P.S.S.I. di Semarang ketika organisasi sepakbola itu mulai didirikan. Dan djauh sebelum itu Marah Rusli telah mendirikan "Voetbalbond Indonesia" di Semarang bersama dengan Ir. Sujatin.
Bukunja jang paling banjak mendapat perhatian dan mendjadi bahan<noinclude>{{rh|||35}}</noinclude>
btmztpyg7d06h0iscyfdxvmbf8uu1iq
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/122
104
103472
295244
291133
2026-05-14T10:11:55Z
Arulbe
24016
/* Tervalidasi */
295244
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arulbe" />{{rh||36}}</noinclude>pembitjaraan hangat terutama pada saat buku itu mula beredar ialah {{u|Siti Nurbaja}}. Ketjaman jang keras terutama datang dari pihak apa jang disebut "kaum tua". Tetapi sebaliknja banjak pula jang pro. Dan ini datangnja dari apa jang disebut "kaum muda".
Anak dan Kemanakan (1956) adalah romannja jang ketiga jang sesungguhnja dalam temanja tak mempunjai persoalan baru, ketjuali sebagai variasi dari tema kawin (ter)paksa jang telah ramai dikemukakan oleh pengarang-pengarang tahun dua puluhan termasuk Marah Rusli sendiri.
Karangan-karanganja jang telah berbentuk buku ada tiga buah:
{{u|Siti Nurbaja}} (Balai Pustaka, {{illegible}} eltevreden, 1922). Sampai tahun 1965, telah mengalami tjetakan kesebelas.
{{u|La Hami}} (Balai Pustaka, Djakarta, 1953). Tjetakan kedua tahun 1965. Anak dan Kemanakan (Balai Pustaka, Djakarta, 1956).
Selain dari karangan-karangan diatas, Marah Rusli masih mempunjai dua buah naskah jang belum diterbitkan Jaitu: {{u|Memang Djodoh}}, jang isinja merupakan olahan dari riwajat hidupnja sendiri dan Tisna Zahara, Marah Rusli berpesan agar naskah Memang Djodoh diterbitkan setelah ia meninggal. Naskahnja telah lama disiapkan.
Perlu pula diketahui bahwa Siti Nurbaja telah diterjemahkan kedalam bahasa Rusia dan Tjina.
Kini Marah Rusli telah tiada. Ia telah meninggalkan kita pada tanggal 17 Djanuari 1968 di Bandung, dan dimakamkan di Bogor. Ia pernah hadir dalam persada kesusastraan Indonesia. Dan kehadirannja telah meninggalkan arti bagi pertumbuhan dan perkembangan kesusastraan Indonesia.
{{right|Lukman Ali}}
{{c|No. 3 Th I 1968}}<noinclude></noinclude>
3k64i2q4o2sh22ljj2a98cbeyfm33hd
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/124
104
103476
295246
291159
2026-05-14T10:13:32Z
Arulbe
24016
/* Tervalidasi */
295246
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arulbe" />{{rh||38}}</noinclude>H.B. JASSIN TAK JADI KE SINGAPURA
Drs. H.B. Jassin seorang pegawai tinggi pada Direktorat Bahasa dan Kesusastraan merangkap dosen Fakultas Sastra Universitas Indonesia, beberapa waktu yang lalu diberitakan akan mengajar pada Universitas Nan Yang, Singapura, untuk mata kuliah bahasa dan Kesusastraan Indonesia. Tetapi berita terakhir menyatakan bahwa H.B. Jassin tak diberi visa oleh jawatan imigrasi Singapura. Sementara itu didapat pula kabar bahwa seorang sarjana anggota H.S.I. (organisasi yang dinyatakan terlarang oleh pemerintah) yaitu Prof. Dr. Tjan Tjoe Siem, bekas dekan Fakultas Sastra Universitas Indonesia yang sampai saat terakhir ini masih dinonaktifkan, telah diangkat menggantikan H.B. Jassin. Dapat diduga kemana arah angin politik negara Singapura. Yang jadi soal sekarang ialah apakah Prof. Tjan Tjoe Siem tersebut yang punya indikasi terlibat "G. 30 S", dapat izin keluar dari Indonesia atau tidak. Seharusnya tentu tidak.
Dalam pada itu tersiar pula berita baru bahwa H.B. Jassin telah
mendapat tawaran pula dari Universitas Malaya di Kuala Lumpur untuk mengajar disana. Tetapi diketahui bahwa sebegitu jauh H.B. Jassin masih belum memastikan menerima permintaan tersebut.
CERAMAH PROF. DR. A. TEEUW
Prof. Teeuw adalah seorang sarjana Belanda ahli bahasa dan kesusastraan Indonesia yang baru-baru ini mengunjungi Indonesia selama kurang lebih sebulan. Ia telah memberikan ceramah mengenai kesusastraan Indonesia Lama dan Modern. Pertemuan pertama dengan sastrawan Indonesia diibu kota diadakan tanggal 15 Pebruari 1968 ditempat kediaman Dr. Umar Kayam (Direktur Jendral RRI/TV) dan dilanjutkan dengan ceramah di Balai Budaya tanggal 21 Pebruari 1968 yang disponsori oleh majalah {{u|Horison}}. Pokok pembicaraan bertolak dari buku Teeuw yang terakhir: {{u|Modern Indonesian Literature}} (Leiden, 1967). Buku ini sebenarnya perluasan dan perbaikan dari bukunya yang terdahulu. {{u|Pokok dan Tokoh}} (Pembangunan, Jakarta, 1952, cetakan I), yang banyak dibicarakan dan dikritik orang. Dalam ceramah ini Teeuw menyatakan bahwa dewasa ini ia belum melihat adanya angkatan yang dapat disebut Angkatan 66. Jikapun ada, katanya, mungkin baru bisa kelihatan pada tahun 2000 nanti. Tapi ia mengakui bahwa tahun 1966 telah menghasilkan sejumlah karya.<noinclude></noinclude>
6p55a4eftnei6yecxxsspv26255olpv
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/163
104
103493
295362
291314
2026-05-14T11:26:11Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295362
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>{{c|TJERAMAH ROESTAM EFFENDI DI FAKULTAS SASTRA<br>
UNIVERSITAS INDONESIA}}
{{block right|{{hii|10|0}}Nj. Anita K. Rustapa<br>
<br>Tulisan berikut ini adalah tjatatan singkat dari tjeramah Roestam Effendi pada tanggal 27 April 1968 di Fakultas Sastra Universitas Indonesia atas prakarsa Djurusan Sastra Indonesia. Tjeramah ini dipimpin oleh Drs. J.U. Nasution (dosen pada Djurusan Sastra Indonesia)}}
Roestam Effendi, seorang pengarang dari angkatan Pudjangga Baru jang sekian lama tidak muntjul, kini muntjul kembali dengan semangat dan sikap jang masih segar. Gajanja dalam berbitjara masih tetap sebagai orang muda. Tertawanja jang babas menundjukkan dia seorang periang. Karena itu dalam usia 65 tahun ia masih tetap segar dan bersemangat.
Dalam tjeramah ini Roestan telah mengemukakan apa jang selama ini masih gelap bagi kita. Ia telah memaparkan bagaimana permulaan kegiatannja dalam sastra.
Tempat dimana ia mulai aktif dalam bidang kesusastraan ialah di Padang, dalam suatu madjalah jang bernama Asjraq (Bersatu). Asjraq ini adalah suatu madjalah wanita dimana Roestam Effendi aktif menulis dengan mempergunakan nama samaran. Antara lain ia memakai nama samaran Rahasia Emas antara tahun 1925 dan 1926. Mulai aktif dalam kesusastraan sedjak tahun 1924 saapai tahun 1927. Setelah itu pada tahun 1927, ia meninggalkan Indonesia, pergi kenegeri Belanda. Disana ia banjak menulis dalam bahasa Belanda jang tidak bersifat kesusastraan, tetapi merupakan karja politik. Atas pertanjaan hadirin apa sebab ia pergi kenegeri Belanda? Roestam setjara sportif mengakui bahwa kepergiannja itu, ialah melarikan diri karena ia dimusuhi pemerintah Hindia. Pada waktu itu ia dituduh membantu komunis dengan wang. Padahal ia hanja memberi wang kepada sahabatnja jang kebetulan seorang anggota partai komunis. Dinegeri Belanda ia bergerak dalam dunia politik dan mendjadi anggota C.P.N. ('''Communistische Party''' :'''Nederland'''). Dalam keterangannja apa sebab ia memasuki partai ini, ia mengatakan bahwa diantara sekian banjak partai jang ada dinegeri Belanda pada masa itu, hanja partai komunislah jang setjara tegas membela perdjuangan Kemerdekaan Rakjat Indonesia. Atas keaktifannja dalam partai ini, ia terpilih tiga kali
mendjadi anggota Tweede Kamer dalam waktu 12 tahun. Akan tetapi sedjak
–––––––––
*Pegawai Dinas Kesusastraan Indonesia, Direktorat Bahasa dan Kesusastraan.<noinclude>{{rh|||35}}</noinclude>
nray1mcj4s1ze5s01z87oz9uzlev725
295363
295362
2026-05-14T11:26:36Z
Arymuslichudin
24021
295363
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>{{c|TJERAMAH ROESTAM EFFENDI DI FAKULTAS SASTRA<br>
UNIVERSITAS INDONESIA}}
{{block right|{{hii|10|0}}Nj. Anita K. Rustapa*<br>
<br>Tulisan berikut ini adalah tjatatan singkat dari tjeramah Roestam Effendi pada tanggal 27 April 1968 di Fakultas Sastra Universitas Indonesia atas prakarsa Djurusan Sastra Indonesia. Tjeramah ini dipimpin oleh Drs. J.U. Nasution (dosen pada Djurusan Sastra Indonesia)}}
Roestam Effendi, seorang pengarang dari angkatan Pudjangga Baru jang sekian lama tidak muntjul, kini muntjul kembali dengan semangat dan sikap jang masih segar. Gajanja dalam berbitjara masih tetap sebagai orang muda. Tertawanja jang babas menundjukkan dia seorang periang. Karena itu dalam usia 65 tahun ia masih tetap segar dan bersemangat.
Dalam tjeramah ini Roestan telah mengemukakan apa jang selama ini masih gelap bagi kita. Ia telah memaparkan bagaimana permulaan kegiatannja dalam sastra.
Tempat dimana ia mulai aktif dalam bidang kesusastraan ialah di Padang, dalam suatu madjalah jang bernama Asjraq (Bersatu). Asjraq ini adalah suatu madjalah wanita dimana Roestam Effendi aktif menulis dengan mempergunakan nama samaran. Antara lain ia memakai nama samaran Rahasia Emas antara tahun 1925 dan 1926. Mulai aktif dalam kesusastraan sedjak tahun 1924 saapai tahun 1927. Setelah itu pada tahun 1927, ia meninggalkan Indonesia, pergi kenegeri Belanda. Disana ia banjak menulis dalam bahasa Belanda jang tidak bersifat kesusastraan, tetapi merupakan karja politik. Atas pertanjaan hadirin apa sebab ia pergi kenegeri Belanda? Roestam setjara sportif mengakui bahwa kepergiannja itu, ialah melarikan diri karena ia dimusuhi pemerintah Hindia. Pada waktu itu ia dituduh membantu komunis dengan wang. Padahal ia hanja memberi wang kepada sahabatnja jang kebetulan seorang anggota partai komunis. Dinegeri Belanda ia bergerak dalam dunia politik dan mendjadi anggota C.P.N. ('''Communistische Party''' :'''Nederland'''). Dalam keterangannja apa sebab ia memasuki partai ini, ia mengatakan bahwa diantara sekian banjak partai jang ada dinegeri Belanda pada masa itu, hanja partai komunislah jang setjara tegas membela perdjuangan Kemerdekaan Rakjat Indonesia. Atas keaktifannja dalam partai ini, ia terpilih tiga kali
mendjadi anggota Tweede Kamer dalam waktu 12 tahun. Akan tetapi sedjak
–––––––––
*Pegawai Dinas Kesusastraan Indonesia, Direktorat Bahasa dan Kesusastraan.<noinclude>{{rh|||35}}</noinclude>
5nwfvj8req4rkbjg0nsvm5u5skzkj7s
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/21
104
103499
294673
291410
2026-05-13T18:45:31Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294673
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||15}}</noinclude>istilah jang dihasilkan dalam rapat-rapatnja.
Istilah jang telah disahkan oleh masing-masing seksi diserahkan kepada Sekretariat Umum, dalam hal ini Dinas Peristilahan. Disinilah istilah-istilah tersebut dikartukan, jaitu ditik diatus 2 matjam kartu: kartu putih dan kartu kuning. Kartu putih untuk kampulan istilah masing-masing seksi, sedangkan kartu kuning disusun menurut abdjad sadja, tidak berdasarkan seksi.
Djika kemudian oleh bagian Perkamusan Istilah, disusun mendjadi buram dan sebagai naskah telah siap untuk diterbitkan dalam bentuk kasus atau disiarkan.
Ketika madjalah Bahasa dan Budaja masih terbit, hasil-hasil Komisi Istilah (sebagai lampiran) dapat sampai kepada masjarakat dengan melalui media tersebut. Setelah madjalah itu matjet, diusahakanlah tjara lain untuk menjiarkannja jaitu menstensil hasil-hasil seksi Komisi Istilah tersebut dan mengirimkannja kepada surat-surat kabar utau madjalah. Tetapi tjara ini, pada waktu-waktu terachirpun mengalimi kematjetan pula.
<u>Kamus-kamus Istilah jang sudah terbit ialah:</u>
{|
|-
|l. ||Kamus Istilah kedokteran ||Asing-Indonesia ||<center>Djakarta, Balai Pustaka, 1954, tjat. I</center>
|-
|2. ||Kamus Istilah Peladjaran ||Asing-Indonesia ||<center>Djakarta, Balai Pustaka, 1956, tjat. I</center>
|-
|3.||Kamus Istilah Kehewanan ||Asing-Indonesia ||<center>Djakarta, Balai Pustaka, 1956, tjat. I</center>
|-
| || ||Indonesia-Asing||
|-
|4.||Intisari Tatanan : ||Asing-Indonesia||<center>Djakarta, Balai Pustaka, 1956, tjat. I</center>
|-
| ||Kimia Anorganik dan ||
|-
| ||Kimia Organik beserta ||
|-
| ||Kamus Istilah Kimia
|-
|5.||Kamus Istilah Teknik||Asing-Indonesia||<center>Djakarta, Balai Pustaka, 1956, tjat. I</center>
|-
|6.|| Kamus Istilah Keradjinan Wanita ||Asing-Indonesia||<center>Djakarta, Balai Pustaka, 1957, tjat. I</center>
|-
|7.||Kamus Istilah Pendidikan,||<center>Asing-Indonesia||Djakarta, Balai Pustaka, 1958, tjat. I</center>
|-
| ||Pengadjaran dan Ilmu Djiwa||
|-
|8.||Kamus Istilah Ilmu Hukum ||Asing-Indonesia||<center>Djakarta, Balai Pustaka, 1960, tjat. I</center>
|-
|9.||Kamus Istilah Pertanian, kehutanan dan Perikanan ||Asing-Indonesia||<center>Djakarta, Balai Pustaka, 1960, tjat. I</center>
|-
|1o.||Kamus Istilah Ekonomi-Keuangan ||Asing-Indonesia||<center>Djakarta, Balai Pustaka, 1960, tjat. I</center>
|-
|11.||Kamus Istilah Kedokteran ||Asing-Indonesia||<center>Djakarta, Balai Pustaka, 1961, tjat. II</center>
|-
|12.||kamus Ilmu Bahasa dan Kesusastraan||Asing-Indonesia||<center>Djakarta, Balai Pustaka, 1965, tjat. I</center>
|-
| || ||<center>(definisi)</center>|| <center>(stensilan)</center>
|}
<u>Naskah-naskah Kamus Istilah jang belum diterbitkan</u>:
{|
|-
|1.||Kamus Istilah Tata Usaha ||Asing-Indonesia||<center>1959</center>
|-
|2.|| kamus Istilah Kehewanan||Asing-Indonesia||<center>1961</center>
|-
|3.|| kamus Istilah Kesenian||Asing-Indonesia||<center>1962</center>
|-
|}<noinclude></noinclude>
6uu7q6dwyf795h0tf10mske2lkne6mc
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/55
104
103504
294678
291415
2026-05-13T18:50:16Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294678
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||9}}</noinclude>Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) dan dalam majalah {{u|Spektra}} oleh (anonim) Achdiat K. Mihardja.
Selanjutnya dalam map ini kita bertemu pula tembusan kumpulan asli naskah {{u|Deru tjampur Debu}}, sebelum diterbitkan oleh Pembangunan.
Naskah asli semacam ini memang perlu disimpan, sebab adakalanya apa yang kemudian tercetak, ternyata mengandung kekeliruan-kekeliruan. Dengan tersimpannya naskah asli semacam ini dapatlah kesalahan cetak itu diketahui dan dikoreksi kemudian.
Dan memang {{u|Deru tjampur Debu}} cetakan pertama hingga cetakan ke 5 ada salah cetak yang baru diperbaiki dalam cetakan ke-6, sesudah penerbit diberitahu tentang itu. Malahan salah cetak dalam cetakan pertama, yang hanya 3 buah, dalam cetakan ke-5 talah menjadi 5 buah. Dapatlah saudara bayangkan sekiranya buku ini dicetak sampai cetakan ke-20, mungkin salah cetak itu telah bertambah menjadi beberapa kali lipat pula.
Itulah perlunya kita menyimpan Naskah asli, yaitu supaya dapat selalu dipergunakan sebagai perbandingan pada tiap ulang cetak.
Tentu saja adakalanya ada pula perobahan dalam cetakan kemudian yang
memang disengaja oleh pengarang. Dalam hal itu haruslah pula disimpan versi asli dari yang dirobah itu.
Akhirnya dalam map ini kita temukan surat menyurat mengenai {{u|Deru
tjampur Debu}}. Salah satu surat ialah surat kepada redaksi penerbit tanggal 28 April 1958, mensinyalir adanya salah cetak dalam cetakan pertama hingga cetakan keempat dan meminta supaya diralat dalam cetakan berikutnya. Surat ini rupanya tidak pernah diterima oleh penerbit, sehingga perlu ditulis surat sepucuk lagi, bertanggal dua tahun kemudian, yaitu tanggal 9 Maret 1960.
Map Chairil yang ketiga memuat kumpulan sajak {{u|Tiga menguak Takdir}}, yaitu kumpulan bersama Chairil anwar, Rivai dan Asrul Sani, terbit pada Salai Pustaka tahun 1950.
Selanjutnya ada map: "Chairil Anwar diterjemahkan", yang memuat
{{u|Selected Poems}}, terjemahan Burton Raffel dan Nurdin Salam, diterbitkan di New York, tahun 1962. Dan sajak-sajak Chairil yang ditransliterasi oleh Liaw Yock Fang ke ejaan Melayu.
Naskah asli Chairil Anwar disimpan pula dalam map tersendiri. Disini disimpan naskah-naskah tulisan tangan Chairil Anwar.
Dan juga kita temui naskah tulisan tangan terjemahan cerita pendek
Steinbeck, "Raid" {{u|(Kena Gempur)}}.<br>
Tentu saudara masih ingat orang ramai-ramai tentang plagiat Chairil
Anwar. Majalah-majalah dan surat kabar penuh dengan pembahasan pembahasan mengenai plagiatnya itu.<noinclude></noinclude>
rdqa0ufkxt84qxdi479jm9erg12chk1
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/22
104
103507
294674
291436
2026-05-13T18:46:47Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294674
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||16}}</noinclude>{|
|-
|4.||Kamus Istilah Pendidikan dan Psychologi||Asing-Indonesia||<center>1962</center>
|-
|5.||Kamus Istilah Penerbangan||Asing-Indonesia||<center>1964</center>
|-
|6. ||Kamus Istilah Militer||Asing-Indonesia||<center>1964</center>
|-
|7.||Kamus Istilah Bahasa dan Kesusastraan||Asing-Indonesia||<center>1963</center>
|-
| || ||<center> (dalam percetakan)</center>
|-
|8.||Kamus Istilah Ilmu Bumi dan Sosiologi||Asing-Indonesia||<center>1964</center>
|-
|9.|| Kamus Istilah Ilmu Hukum||Asing-Indonesia||<center>1966</center>
|-
|10.|| Kamus Istilah Agama (Islam)||Asing-Indonesia||<center>1965</center>
|-
| || ||<center> (dalam percetakan)</center>
|-
|11. ||Kamus Istilah Kehewanan||Asing-Indonesia||<center>1967</center>
|}
<u>'''Djumlah Istilah jang đihasilkan'''</u>
Menurut tjatatan, banjaknja istilah jang dihasilkan oleh komisi Istilah dalan rapat seksi-seksinja dari tahun 1952 sampai dengan 1966 adalah sebagai berikut:
{|
|-
|1.||<center>1952</center>||76.240||<center> istilah</center>
|-
|2.||<center>1953</center>||37.776||<center>"</center>
|-
|3.||<center>1954</center>||19.146 ||<center>"</center>
|-
|4.||<center>1955</center>||23.714 ||<center>"</center>
|-
|5.||<center>1956</center>||22.050 ||<center>"</center>
|-
|6.||<center>1957</center>||25.404 ||<center>"</center>
|-
|7.||<center>1958</center>||23.025 ||<center>"</center>
|-
|8.||<center>1959</center>||25.525||<center>"</center>
|-
|9.||<center>1960</center>||16.792||<center>"</center>
|-
|10.||<center>1961</center>||13.419||<center>"</center>
|-
|11.||<center>1962</center>||13.630||<center>"</center>
|-
|12.||<center>1963</center>||10.894||<center>"</center>
|-
|13.||<center>1964</center>||5.634||<center>"</center>
|-
|14.||<center>1965</center>||7.429||<center>"</center>
|-
|15.||<center>1966</center>||7.249||<center>"</center>
|-
| || || ||-----------------------
|-
| || ||327.927 ||<center>Djumlah:</center>
|-
|}
<u>Keadaan Komisi Istilah dalam tahun 1957</u>
Sedjak permulaan tahun 1967 seksi-seksi komisi Istilah tidak lagi mengadakan rapat, turketjuali Seksi Keradjinan Wanita jang tetap melandjutkan rapat-rapatnja atas dasar sukurela para anggotanja dan Seksi Teknik jang honorariumnja ditanggung oleh Ditdjen Tenaga dan Listrik. Hal ini disebabkan karena surat keputusan izin perpandjangan masa kerdja Komisi Istilah untuk tahun 1967 belum djuga dikeluarkan oleh Sekretariat Negara, jang menjebabkan Komisi Istilah mengalami kematjetan dalam pembiajannnja.
Naskah-naskah Kamus Istilah jang sudah siap ditjetakpun tidak lekas dapat diterbitkan. Selain anggaran penerbitan tidak mendjadi beban Sekretariat Negara (tetapi ditanggung oleh Direktorat Bahasa dan Kesusastraan), djuga dengan adanja keharusan bagi Komisi Istilah untuk mentjetakkannja pada Balai Pustaka, maka kita harus bertahun-tahun menunggu selesainnja ditjetak. Akan tetapi kini oleh Direktorat telah diambil inisiatif sendiri dengan berusaha nont jotaknja diluar Balai Pustaka, agar Kamus Istilah itu dapat lebih lekas diedarkan.<noinclude></noinclude>
gcsyxplstcugqeldci9t1w3qvm8eqgy
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/678
104
103533
294332
291575
2026-05-13T13:15:21Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294332
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>{{hwe|ralisme|liberalisme}} politik dan liberalisme mental, virusnja kesukuan jang di-runtjing²kan, virusnja egosentrisme, virusnja warlordism, virusnja ultramulti-partysystem, virusnja dagang-sapi, virusnja keliang djiwa djuga dikalangan pemuda, virusnja subversi kasarkasaran dan halus-halusan, virusnja diplomasi jang hendak membuat kita satu bangsa bebek jang kehilangan sama sekali Kepribadian. Awas!, kataku pada waktu itu, bertindaklah tepat dan tjepat, djanganlah ragu-ragu, djangan tele-tele seperti orang hilang-akal, — kita akan binasa nanti sama sekali kalau keadaan kita biarkan terus begini matjam! Alhamdulillah, kita kemudian sadar! Pada permulaan tahun 1958 bisul kanker itu ndjebrot, kita adakan operasi dengan tidak ragu-ragu dan tegas, dan sekali lagi Alhamdulillah, krisis sekarang sudah kita atasi. Dan kita harus bertindak terus, dengan tidak berbalik ditengah djalan, bertindak terus pula dilapangan "retooling for the future". — retooling materiil-mental di segala lapangan —, sungguh kita tidak boleh balik lagi kembali ke sikap beku dan ragu-ragu seperti dulu, dan Insja Allah, hari depan tidak akan gelap.
Nama apa jang harus saja berikan kepada tahun 1958? '''What is in a name!''' Sedjarah adalah satu rantai pandjang, jang tidak saban tahun mengenal satu datum untuk memarkir: disebelah sana adalah hari besok". Dan tugas kita, tidak pula bisa berkata: "sampai hari ini tugas kita sematjam ini, mulai besok pagi tugas kita sematjam itu". Tahun 1958 adalah kelandjutan daripada tugas tahun 1957.
Tjobalah dengarkan sekali lagi sebagian daripada amanat saja tahun jang lalu: "Kalau kita terus-menerus lupa-diri setjara begini, saja chawatir, hari-gelap akan menimpa kita. Kita sekarang harus heran ...............
Berani meninggalkan apa jang lama, berani memasuki apa jang baru ............... Kita harus tidak ragu-ragu lagi melangkahi garisseluh jang memisahkan jang lama dari jang baru ........... Kita sudah sampai kepada ,,point of no return'' ........... Hajo kita tinggalkan apa jang lama, memasuki apa jang baru!''
Tiap² kalimat, tiap² '''kata''' dari pada amanat 1957 itu '''masih berlaku penuh''' bagi hari sekarang. Sekarangpun sadja masih berkata: ,,Djangan ragu-ragu! Tinggalkanlah apa jang lama, masukilah apa jang baru!''
Kalau tahun 1957 sadja namakan ,,tahun penentuan'', ,,tahun keputusan'', ,,a year of decision'', maka sebenarnja tahun 1958 pun masih ,,tahun penentuan'', ,,tahun keputusan'', ,,a year of decision'' 1957 hanjalah '''salah satu sadja''' dari pada beberapa tahun jang menentukan. 1957 Hanjalah '''salah satu sadja''' daripada beberapa ,,year of decision''.
Sebab pertumbuhan dan perpindahan itu memang bukan satu proses '''jang hanja satu tahun!''' Tiap² bangsa dalam masa pertumbuhan, putihkah kulitnja atau kuningkah kulitnja, hitamkah warnanja atau sawo matangkah warnanja, dalam masa pertumbuhannja nistjaja mengalami waktu-waktu jang menentukan, — mengalami ,,decisive periode'', — jang menentukan kemadjuan atau '''kematjetan, kedjajaan atau breakdown sama sekali.'''
Dalam keadaan demikian, maka fikiran² beku jang ngamplok sadja kepada segala matjam kebiasaan², fikiran² beku jang bersifat ,,conventional thought'', hanja akan menimbulkan keraguan belaka. Dan tiap² keraguan tak mungkin dapat mengatasi keadaan² jg genting. Tiap² keraguan malahan membuat keadaan genting mendjadi makin genting.
,,Wise in judgement'', ,,original in thought, resolute in action'' — bidjaksana dalam menimbang, orisinil dalam fikiran, tegas dan tangkas dalam tindakan —, itulah kombinasi jang dapat mengatasi pergolakan dalam pertumbuhan nasional. Karena itulah maka saja mengandjurkan adanja djiwa jang tangkas dan dinamis. '''Djiwa jang tidak takut kepada perubahan.''' Djiwa jang berani mengadakan perobahan kalau perlu. Djiwa jang berani think and rethink, berani shape and reshape, berani make and remake. Djiwa jang berani terdjun kedalam lautan bergelora, untuk menjelam mentjari mutiara!
Djanganlah takut kepada "persoalan". Kalau tiap-tiap bangsa jg sedang dalam pertumbuhan dan perpindahan, maka '''tiap-tiap kemadjuan akan menimbulkan persoalan.'''
Siapa takut persoalan, ia sebenarnja takut kepada kemadjuan. Siapa takut persoalan, ia sebenarnja beku, ia sebenarnja konservatif, ia sebenarnja takut initiatif.
Djangan sekali-kali kita berbalik lagi! Djangan sekali-kali kita ragu-ragu! Djangan sekali-kali kita tidak mempunjai keberanian meneruskan usaha kita membuang apa jang lama, membongkar apa jang bobrok, menjudet-menjutji-bersih sisa-sisa kanker jang bervirus matjam-matjam jang meratjuni tubuh kita itu, menantjepkan dalam tubuh kita djarum-djarum injeksi jang perlu, — menggodok-menempa-menggembleng-kembali tubuh kita itu dengan segala sendjata jang diperlukan, laksana penggodogan-penggemblengan tubuhnja Bambang Tutuka dengan segala matjam sendjata dewata dalam kawah Tjandradimuka, sehingga achirnja ia keluar dari kawah itu sebagai Gatutkatja jang Maha-Sakti. Konkritnja, punjailah keberanian — djanganlah ragu-ragu — untuk mengadakan pemikiran baru dan tindakan-tindakan baru disegala lapangan sebagai usaha "retooling for the future" untuk memenuhi tuntutan penjongsongan kepada tantangan-tantangan poloitik sosial dan nasional-internasional sebagai jang saja terangkan dimuka tadi — penjongsongan kepada tuntutan "double faced revolution" jang kini telah mendjadi satu challenge maha dahsjat jang makin njata.
Dus, nama apa buat tahun 1958? Sekali lagi djawab saja: What is in a name? — apa arti sesuatu nama! Tetapi djikalau toh saja harus beri nama pada<noinclude>
20</noinclude>
fk4mljmdq27te1mlj7u1ewjwutp5zze
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/679
104
103534
294335
291564
2026-05-13T13:17:43Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294335
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>tahun 1958 itu, baiklah saja beri nama „year of challenge” kepadanja: tahun tantangan, tahun mendjawab tantangan!<br> '''Negara R.I. diselamatkan dgn djalan memenuhi many-faced revolution.'''
Sebab, memang 1958 adalah penuh dengan tantangan: tantangannja pemberontakan PRRI-Permesta, tantangannja DI-TII jang masih sadja belum tertumpas, tantangannja „aksi-djalan-lain” Irian Barat, tantangannja kemungkinan perang-dunia III karena situasi Timur-Tengah, tantangannja subversi-intervensi-agressi asing, dan terutama sekali intern: tantangannja menghindarkan bangkrutnja Negara jang hanja bisa kita selamatkan dengan memenuhi „double-faced revolution” atau „many-faced revolution” jang memang makin hari makin dituntut oleh Rakjat, dan jang hanja dapat diselenggarakan dengan pembangunan menurut plannja, talak tiga kepada liberalisme, melaksanakan demokrasi terpimpin, penjederhanaan kepartaian, kelandjutan likwidasi KMB setjara konsekwen, dan lain sebagainja. Dalam suasana tantangan² itu kita tidak boleh setengah-hati. Kita harus '''resolut.''' Kita harus berani, djuga berani sedikit „main djadi”. Dalam istilah Vivekananda: berani terdjun kedalam samudera-bergelora jang kita tidak kenal dasarnja, dalam istilah seorang pemimpin-besar lain: berani „face life in a rather adventurous way”.
Dan kita harus menggembleng kembali Persatuan. Dalam masa tantangan² seperti sekarang ini, lebih daripada di-masa² jg lampau, kita harus menggembleng kembali Persatuan. Saja andjurkan persatuan ini berkali-kali dan berpuluh-puluh kali meski saja tahu bahwa ada sadja orang² dikalangan kita jang mengedjek, dan mengatakan bahwa persatuan adalah „hobbynja Soekarno”. biar saja di-edjek, — kulit saja ini toh sudah „kapalan” karena di-edjek. Tentang nasionalisme Indonesia dan Asia saja di-edjek, tentang aksi Irian Barat saja di-edjek, tentang Persatuan saja di-edjek. Biar mereka mengedjek sampai mulutnja meniran! Persatuan bukan „hobby Soekarno”. '''Saja gandrung Persatuan, oleh karena Persatuan adalah tuntutan-tuntutan sedjarah.''' Pertentangan tetek-bengek antara kita dengan kita, terutama sekali antara sesama pendukung Pemerintah, hendaknja ditundukkan kepada kepentingan jang besar, jaitu menjelamatkan Republik.
Nah, saudara²! Tinggal beberapa detik lagi, maka nanti mulailah tahun ke-empat belas daripada kita punja Revolusi. Mari kita berdjalan terus dgn tekad-baru dan pandangan² baru didalam kita punja dada, berdjalan terus, dengan mata kita diarahkan kemuka.
Djangan terlalu menoleh kebelakang! Ja, dizaman purbakala memang kita ini sering mengalami puntjak² kedjadian jang besar, jang pantas mendjadi kita punja kebanggaan. En toh, djangan terlalu sering kita menoleh kebelakang, djangan kita terlalu „teren” kepada zaman kebesaran jang telah lampau. Menoleh kebelakang hanjalah boleh sekedar untuk menghirup inspirasi² bagi perdjoangan jang sedang berdjalan.
Ada tiga puntjak-kedjadian di sedjarah gilang-gemilang. Pertama tatkala Gadjah Mada bersumpah tidak akan memakan palapa sebelum seluruh Nusantara disatupadukan dalam satu Negara. Kedua tatkala Dipanegara, disinar api kebakaran rumahnja jang dibakar oleh musuh, mengadjak mendirikan satu rumah baru jang lebih besar, jaitu Rumah Besar bagi seluruh bangsa. Ketiga tatkala kita pada 17 Agustus 1945 mengadakan Proklamasi.
Ambillah '''inspirasi''' daripada puntjak²-kedjadian ini untuk berdjalan, berdjoang, membanting-tulang, bertempur dimana perlu, — tetapi djanganlah duduk enak-enak dikursi kedjantanan atau keharimauan jang telah lampau itu. Tidak ada sesuatu jang lebih berbahaja dan lebih mentjelakakan bagi sesuatu bangsa, dari duduk ngglenggem-ajem-ajem, enak-enak diatas bantal, sambil memakan warisan dari pada leluhurnja jang telah mangkat. Jang membuat sesuatu bangsa bertambah dan mendjadi besar ialah: usaha, keringat, dinamika, pembantingan-tulang, perdjoangan, aktiviteit jang kreatif, inbentif, dan vital. Bangsa jg duduk termenung, — meski leluhurnja adalah gembong²-kebesaran, dan sedjarah lampaunja adalah gilang-gemilang laksana Nur dilangit, — bangsa jang demikian itu akan laju dengan sendirinja, bangsa bertumbuh dan mendjadi besar .......... dan achirnja akan mati. Kebesaran dan kebahagiaanmu tidak lagi ditangan leluhurmu jang telah mangkat, kebesaran dan kebahagiaanmu adalah didalam tanganmu sendiri, dan itupun: didalam tanganmu sendiri jang berdjoang, didalam tanganmu jang menjala-njala dengan Apinja Tjipta.
Sebab hanja tangan jang demikian itulah tangan jang diberkahi Tuhan! Moga-moga Tuhan memberkahi kita!
Merdeka!
Terima kasih!
<div style="border: 1px dotted gray; padding: 10px; width: 600px; font-family: sans-serif;">
<p style="font-size: 150%; font-weight: bold; margin-bottom: 0;">EVEREADY</p>
<p style="font-size: 80%; margin-top: -5px; margin-left: 100px;">trade-mark</p>
<p style="text-align: center; margin-top: 10px;">FLASHLIGHTS, BATTERIES, BULBS</p>
<p style="text-align: right; margin-top: 10px;">Nasional Carbon Co (Java) Ltd Djakarta.</p>
</div><noinclude>
21</noinclude>
3c73c3nvmu5ue4uxm0cq4f5u9aavtu9
294337
294335
2026-05-13T13:18:45Z
Arymuslichudin
24021
294337
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>tahun 1958 itu, baiklah saja beri nama „year of challenge” kepadanja: tahun tantangan, tahun mendjawab tantangan!<br> '''Negara R.I. diselamatkan dgn djalan memenuhi many-faced revolution.'''
Sebab, memang 1958 adalah penuh dengan tantangan: tantangannja pemberontakan PRRI-Permesta, tantangannja DI-TII jang masih sadja belum tertumpas, tantangannja „aksi-djalan-lain” Irian Barat, tantangannja kemungkinan perang-dunia III karena situasi Timur-Tengah, tantangannja subversi-intervensi-agressi asing, dan terutama sekali intern: tantangannja menghindarkan bangkrutnja Negara jang hanja bisa kita selamatkan dengan memenuhi „double-faced revolution” atau „many-faced revolution” jang memang makin hari makin dituntut oleh Rakjat, dan jang hanja dapat diselenggarakan dengan pembangunan menurut plannja, talak tiga kepada liberalisme, melaksanakan demokrasi terpimpin, penjederhanaan kepartaian, kelandjutan likwidasi KMB setjara konsekwen, dan lain sebagainja. Dalam suasana tantangan² itu kita tidak boleh setengah-hati. Kita harus '''resolut.''' Kita harus berani, djuga berani sedikit „main djadi”. Dalam istilah Vivekananda: berani terdjun kedalam samudera-bergelora jang kita tidak kenal dasarnja, dalam istilah seorang pemimpin-besar lain: berani „face life in a rather adventurous way”.
Dan kita harus menggembleng kembali Persatuan. Dalam masa tantangan² seperti sekarang ini, lebih daripada di-masa² jg lampau, kita harus menggembleng kembali Persatuan. Saja andjurkan persatuan ini berkali-kali dan berpuluh-puluh kali meski saja tahu bahwa ada sadja orang² dikalangan kita jang mengedjek, dan mengatakan bahwa persatuan adalah „hobbynja Soekarno”. biar saja di-edjek, — kulit saja ini toh sudah „kapalan” karena di-edjek. Tentang nasionalisme Indonesia dan Asia saja di-edjek, tentang aksi Irian Barat saja di-edjek, tentang Persatuan saja di-edjek. Biar mereka mengedjek sampai mulutnja meniran! Persatuan bukan „hobby Soekarno”. '''Saja gandrung Persatuan, oleh karena Persatuan adalah tuntutan-tuntutan sedjarah.''' Pertentangan tetek-bengek antara kita dengan kita, terutama sekali antara sesama pendukung Pemerintah, hendaknja ditundukkan kepada kepentingan jang besar, jaitu menjelamatkan Republik.
Nah, saudara²! Tinggal beberapa detik lagi, maka nanti mulailah tahun ke-empat belas daripada kita punja Revolusi. Mari kita berdjalan terus dgn tekad-baru dan pandangan² baru didalam kita punja dada, berdjalan terus, dengan mata kita diarahkan kemuka.
Djangan terlalu menoleh kebelakang! Ja, dizaman purbakala memang kita ini sering mengalami puntjak² kedjadian jang besar, jang pantas mendjadi kita punja kebanggaan. En toh, djangan terlalu sering kita menoleh kebelakang, djangan kita terlalu „teren” kepada zaman kebesaran jang telah lampau. Menoleh kebelakang hanjalah boleh sekedar untuk menghirup inspirasi² bagi perdjoangan jang sedang berdjalan.
Ada tiga puntjak-kedjadian di sedjarah gilang-gemilang. Pertama tatkala Gadjah Mada bersumpah tidak akan memakan palapa sebelum seluruh Nusantara disatupadukan dalam satu Negara. Kedua tatkala Dipanegara, disinar api kebakaran rumahnja jang dibakar oleh musuh, mengadjak mendirikan satu rumah baru jang lebih besar, jaitu Rumah Besar bagi seluruh bangsa. Ketiga tatkala kita pada 17 Agustus 1945 mengadakan Proklamasi.
Ambillah '''inspirasi''' daripada puntjak²-kedjadian ini untuk berdjalan, berdjoang, membanting-tulang, bertempur dimana perlu, — tetapi djanganlah duduk enak-enak dikursi kedjantanan atau keharimauan jang telah lampau itu. Tidak ada sesuatu jang lebih berbahaja dan lebih mentjelakakan bagi sesuatu bangsa, dari duduk ngglenggem-ajem-ajem, enak-enak diatas bantal, sambil memakan warisan dari pada leluhurnja jang telah mangkat. Jang membuat sesuatu bangsa bertambah dan mendjadi besar ialah: usaha, keringat, dinamika, pembantingan-tulang, perdjoangan, aktiviteit jang kreatif, inbentif, dan vital. Bangsa jg duduk termenung, — meski leluhurnja adalah gembong²-kebesaran, dan sedjarah lampaunja adalah gilang-gemilang laksana Nur dilangit, — bangsa jang demikian itu akan laju dengan sendirinja, bangsa bertumbuh dan mendjadi besar .......... dan achirnja akan mati. Kebesaran dan kebahagiaanmu tidak lagi ditangan leluhurmu jang telah mangkat, kebesaran dan kebahagiaanmu adalah didalam tanganmu sendiri, dan itupun: didalam tanganmu sendiri jang berdjoang, didalam tanganmu jang menjala-njala dengan Apinja Tjipta.
Sebab hanja tangan jang demikian itulah tangan jang diberkahi Tuhan! Moga-moga Tuhan memberkahi kita!
Merdeka!
Terima kasih!
<div style="border: 1px dotted gray; padding: 10px; width: 600px; font-family: sans-serif;">
<p style="font-size: 150%; font-weight: bold; margin-bottom: 0;">EVEREADY</p>
<p style="font-size: 80%; margin-top: -5px; margin-left: 100px;">trade-mark</p>
<p style="text-align: center; margin-top: 10px;">FLASHLIGHTS, BATTERIES, BULBS</p>
<p style="text-align: right; margin-top: 10px;">Nasional Carbon Co (Java) Ltd Djakarta.</p>
</div><noinclude>{{r|21}}</noinclude>
jb7u38fbwljrbcgq7ze40ryx0mbdi3d
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/681
104
103536
294346
291567
2026-05-13T13:22:40Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294346
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>Adalah berdosa, kalau ada perwira dan pegawai, kalau ada pengusaha dan politikus berbuat demikian digaris belakang. Kita seluruh pendjabat dari Panglima Tertinggi sampai kepada jang paling bawah berkewadjiban menindaki atau mengoreksi terhadap anasir-anasir demikian seberapa sadja dapat langsung kita tjapai. Kita seluruh pendjabat dari paling atas kepada paling bawah berkewadjiban meneliti lagi dari kita masing-masing untuk mengoreksi diri sendiri-sendiri sedjauh mungkin. Adalah pertjuma semua pengorbanan serta penderitaan peradjurit-peradjurit dan keluarga-keluarga beserta rakjat jang tertimpa, djika berulang lagi penjakit-penjakit itu. Adalah pertjuma kemenangan-kemenangan TNI jg gemilang, kalau ini dibiarkan. Peradjurit madju digaris depan dgn doa harapan, agar praktek-praktek itu tidak berulang lagi.
Usaha gerakan hidup baru jg dimulai pada hari Proklamasi jg lalu tidak berhasil sebagaimana kita harapkan. Kita tak boleh putus asa, mari tahun ini kita tekadkan kembali. Marilah kita mengoreksi diri dan mengoreksi bawahan kita jang masih alpa. Marilah kita teruskan usaha menudju kesederhanaan, usaha mempertinggi produktiviteit kerdja dan usaha memperbaiki disiplin disegala lapangan. Marilah kita mengurangi pemborosan waktu dan marilah kita memperbanjak kerdja.
Panglima tertinggi dan perdana menteri djuga telah sependapat dan seniat dengan pimpinan TNI agar dilaksanakan penertiban personil dalam alat² negara, agar lebih terdjamin tatatertib kesediaan dan ketjakapan alat pelaksana negara. Norma² kepegawaian dan ketentaraan perlu lebih diutamakan dari pada dimasa-masa jang lalu. Ini adalah sjarat mutlak untuk mendjamin, bahwa kemenangan² TNI berkat pengorbanan dan penderitaan selama ini, tidak akan sia-sia lagi. Marilah kita semua membantu usaha ini dengan tulus ichlas.
'''Penertiban Personil.'''
Pimpinan negara, pemerintah dan TNI djuga sependapat dan semaksud agar pelaksanaan hasil² Munas/Munap chususnja jang mengenai otonomi dan pembangunan akan dimulai dengan lebih giat, djustru karena pemberontakan PRRI—Permesta sebagai penghalang utama sudah dapat disingkirkan karena pembangunan daerah telah disalah gunakan oleh pemberontak dan kaum intervensi asing untuk menutupi maksud² politik jg terkutuk selama ini. Otonomi dan pembangunan sebagai tjita² daerah jang sungguh murni adalah tjita² kita. Marilah kita sepenuh tenaga membantu pemerintah serta penguasa perang mendobrak semua penghalang² dan menjingsingkan lengan badju untuk pelaksanaan program tsb. guna menudju kepada masjarakat jang adil dan makmur, sesuai dengan hasrat Proklamasi.
Pada kesempatan ini perkenankanlah saja menjampaikan terima kasih kepada masjarakat umum jang telah memberikan bantuan kepada TNI dalam melaksanakan tugasnja, chusus di-daerah² operasi. Seperti dalam perang kemerdekaan melawan Belanda dahulu sekarangpun dalam membasmi PRRI-Permesta, TNI dapat menjelamatkan negara berkat bantuan rakjat jg. tetap setia dan tjinta kepada Proklamasi. Berkat bantuan itulah maka TNI tetap mengamalkan amanat almarhum Panglima Besar sehabis perang gerilja kemerdekaan, bahwa satu-satunja hak milik nasional Republik jang masih tetap utuh tidak ber-obah² meskipun harus menghadapi segala matjam soal dan perobahan adalah hanja APRI (TNI), untuk mendjamin keamanan dan keselamatan Nusa dan Bangsa kita.
Dengan ini marilah kita mengheningkan tjipta bagi teman² kita kesuma bangsa jang telah gugur dalam tugas menegakkan dan membela Republik Proklamasi. Semoga Allah SWT tetap memberi bimbingan dan kekuatan kepada kita untuk tetap tegak di-masing² pos tugasnja dalam mengabdi kepada Nusa dan Bangsa.
Sekian ; Tetap Merdeka !
<div style="text-align: center; border: 1px solid black; padding: 20px;">
'''N. V. Tjirebon Fosfaat dan Perindustrian Umum'''<br />
'''dan'''<br />
'''N. V. Perusahaan Belirang „Telaga Bodas”'''<br />
Djl. Kongsi Tiga No. 19 — Djakarta.-
''Mengutjapkan;''
,,'''SELAMAT HARI-ULANG TAHUN ke XIII'''<br />
'''PROKLAMASI REPUBLIK INDONESIA 17 AGUSTUS 1945 — 1958'''“
</div><noinclude>{{Right|23}}</noinclude>
m2i2shwudnd867hd2kix9sfk2ojx6bi
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/696
104
103554
295135
291612
2026-05-14T09:12:31Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
295135
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude><center><big><big><big>'''Penjelesaian Dan Pemeliharaan'''</big></big></big></center>
<center><big><big><big>'''Keamanan'''</big></big></big></center>
<center>'''OLEH: LET. KOL SLAMET ALI JUNUS'''</center>
Selama irama kehidupan melalui kekatjauan, pemberontakan atau peperangan, maka selama itu pula kita mustahil dapat melepaskan pemikiran tentang soal keamanan. Dalam soal ini tampil faktor tjara² pelaksanaan untuk mentjapai tjita² abadi dari perorangan, golongan, bangsa maupun umat manusia seluruhnja. Tetapi keamanan abadi tidak kita kenal dalam kamus sedjarah, kalau kita teliti sedjarah itu jang berirama peperangan sepandjang masa. Karena matjam² sebab apapun jang dapat menimbulkan perang dan jang dilaksanakan dengan tudjuan apapun djuga, maka sebab jang lebih dalam dari tiap perang sebenarnja terletak pada {{sp|manusia}}. Baru kalau manusia telah berubah dan pembawaannja tidak lagi mendorongnja untuk mengedjar tudjuannja serta hendak mendjamin kelangsungan hidupnja dengan bantuan kekerasan dan penghantjuran, terbukalah kemungkinan untuk menghindari perang.
Pada hakekatnja kita mengutuk setiap kekatjauan ataupun setiap peperangan jang bertentangan dengan peri-kemanusiaan. Oleh karenanja kita tidak djemu berusaha untuk merealisir keamanan. Kita mengetahui adanja usaha dalam wudjud Volkenbond di Djenewa untuk menghindarkan perang dunia baru sebagai djandji djera umat manusia setelah mengalami kehantjuran² akibat perang dunia pertama (1914-1918). Namun kita menjaksikan djuga akan kegagalan Volkenbond karena diruntuhkan oleh berkobarnja perang dunia kedua jang lebih seram dan lebih dahsjat daripada jang pertama. Pengalaman² perang dunia kedua mendorong adanja usaha jang lebih konkrit untuk menghindarkan berkobarnja perang besar jang tidak dapat diramalkan betapa hebatnja malapetaka jang akan menimpa umat manusia diatas bumi kita ini kalau perang dunia itu berkobar lagi untuk ketiga kalinja, berhubung dengan dahsjatnja alat-alat persendjataan jang akan dipergunakan demi kehantjuran dan kebinasaan. Itulah tugas maha berat jang dibebankan kepada Dewan Keamanan dari Perserikatan Bangsa² jang sampai kini masih berhasil dan mampu melokalisir peperangan jang timbul akibat ketegangan² jang tiada henti-hentinja.
Pada waktu akhir² ini umat manusia menahan napas akibat memuntjaknja ketegangan² di Timur Tengah jang akan mendjadi udjian mutlak bagi kemampuan serta hak hidup selandjutnja dari PBB dengan Dewan Keamanannja. Semua pihak memeras pikiran agar penjelesaian dan pemeliharaan keamanan dunia berlangsung setjara damai atau musjawarah, karena disadari bahwa setiap penjelesaian dengan kekerasan sendjata pada saat² genting ini akan berarti kehantjuran dan kebinasaan jang amat ngerikan bagi umat manusia jang belum pernah dialami dalam sepandjang perputaran sedjarah.
Dengan maksud tidak memihak salah satu pihak negara raksasa jang sedang bertentangan sesuai dengan politik luar negeri bebas dan aktip, maka Pemerintah Indonesia telah turut melopori usaha² meredakan serta menjelesaikan ketegangan² tersebut demi pemeliharaan keamanan dunia. Turut sertanja Negara kita dalam usaha² untuk mempertahankan dan memelihara perdamaian dunia pasti tidak didasarkan pada kekuatan sendjata jang kita miliki ataupun pada kekuatan angkatan perang Bangsa² lain jang dipersendjatai setjara serba modern, tetapi dititik-beratkan pada moral seluruh umat manusia jang hendak mempertahankan diri terhadap nafsu² dalam pelbagai bentuk, tjorak dan sifatnja jang hendak mengakibatkan kemiskinan, penderitaan, perbudakan dan kemusnaan. Dasar kemanusiaan inilah jang agaknja merupakan kekuatan abstrak — tetapi positip bagi usaha² untuk menjelamatkan umat manusia. Dan kekuatan itu telah mengilhamkan Bangsa Indonesia untuk melopori perdamaian dunia terhadap nafsu-nafsu jang disebutkan diatas. Tulisan sedjarah sedjak berachirnja perang dunia kedua jang masih terang-benderang tertantjap dalam lembaran ingatan kita mendunjukkan kenjataan bahwa nasionalisme Indonesia telah mendjadi pelopor dalam menumbang kolonialisme, chususnja di Asia.
Dalam perdjuangan ini kita telah memperkenalkan diri kepada dunia sebagai Bangsa jang tjinta damai, sekalipun masih dalam bentuk slogan sembojan jang berbunji: „Kita tjinta damai, tetapi lebih mentjintai kemerdekaan!” Sembojan ini kiranja masih tetap berlaku didalam rangka perdjuangan Irian Barat terhadap koloniaal Belanda jang terus mempertahankan kepala batunja dan tidak suka menarik peladjaran dari sikap dan kehendak damai dari Bangsa Indonesia seperti telah dialami pada waktu² jang lampau. Djauh berbeda dengan Bangsa tetangganja Inggeris jg<noinclude>
38</noinclude>
mt3driruhokjtkaivec0crjrva62nd9
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/705
104
103569
295181
291661
2026-05-14T09:35:11Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
295181
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude>Dan diantara para pembesar itu biasanja terdapat seorang jang deradjatnja terhitung paling tinggi. Dalam pemerintahan persekutuan hukum itu ia memegang tampuk kekuasaan, sedangkan pembesar lainnja mendjadi pembantunja. Di-desa² sebelah Djawa Tengah dan Timur terdapat sebagai alat perlengkapan daerah sebagai pendjabat terutama : Kepala desa (bekel, Lurah, Petinggi). Untuk pekerdjaannja ia disampingi oleh beberapa pembantu jang dinamakan prabot desa atau serekat desa. Wakil dari kepala desa disebut Kamituwa. Urusan surat-menjurat dilakukan oleh djuru tulis desa „tjarik”, kemudian ada pesuruh desa „kebajan” sebagai orang jang bertugas meneruskan perintah. Djabatan agama dipegang oleh „modin” dan kepolisian dipegang oleh „Djagabaja”.
Didaerah Minangkabau dalam adat Bodi Tjamiago tiap² famili berada dibawah pimpinan seorang kepala famili jang disebut „penghulu andiko”. Penghulu andiko ini biasanja laki-laki jang tertua dari tjabang jang tertua dari famili. Tiap² tjabang famili (djurai) masing² dibawah seorang² tua jang disebut „mamak kepala waris” atau „tunggani”. Penghulu² andiko dari tiap² famili merupakan „kerapatan nagari” jang memegang tampuk kekuasaan dalam nagari itu. Mereka berapat dalam balai, jang „duduk sama rendah tegak sama tinggi”, keputusan harus diambil dengan suara bulat. Didaerah adat Koto-Paliang setiap famili- pun diketuai oleh seorang „Penghulu andiko”, tiap² suku (clan) dikepalai oleh „Penghulu suku”, jaitu jang dituakan dari antara penghulu² andiko jang bersama memerintah suku itu. Kaki tangan dari Kepala suku terdiri dari „manti” untuk pemerintahan, „dubalang” untuk kepolisian, „malim” untuk agama. Penghulu suku dengan pembantunja itu disebutkan „Urang ampe djinih”.
Kepala dari nagari, disebut putjuk Nagari, diangkat dari jang tertua dari antara penghulu suku.
'''Hukum Perkawinan setjara Hukum „Adat”.'''
Setelah saja utarakan tentang susunan masjarakat hukum adat diberbagai daerah di Indonesia, maka sampailah sekarang kepada bagian terachir dari uraian ini.
Jang saja akan uraikan ialah tentang Hukum Perkawinan setjara Hukum Adat.
Soal ini penting sekali untuk diketahui, karena mungkin akan dialami sendiri oleh saudara² kalau saudara² terpikat oleh gadis tjantik didaerah dimana saudara bertugas.
Seperti halnja dengan soal² lain, maka systeem perkawinanpun berbeda-beda dalam tiap daerah persekutuan — hukum jg mempunjai systeem sendiri. Di Djawa lain dengan di Tapanuli dan inipun lain lagi dengan di Minangkabau atau di Bali.
Disini saja akan tjoba memberikan uraian tentang tiap² systeem perkawinan dalam garis besarnja. Dalam hal seketjil-ketjilnja saudara² dapat selidiki sendiri setelah saudara² mengetahui persoalannja dalam garis besarnja.
Dalam hukum Adat Indonesia, kita mengenal systeem perkawinan seperti jang dinamakan: Perkawinan dengan Djudjur seperti didaerah Batak ; Perkawinan semendo seperti didaerah Minangkabau ; Perkawinan bebas seperti di Djawa ; Perkawinan pakai pembajaran Djasa seperti di Palembang, Lampung dan Bali ; Perkawinan memasukkan seperti di Saparua dan Lampung ; dan Perkawinan silih-tikar di Djawa dan Ambon, atau Perkawinan landjutan, dan banjak lagi variasi dari systeem perkawinan ini.
Perkawinan dengan Djudjur umumnja dilakukan didaerah Batak (Tapanuli).
Dalam hal ini penting sekali diperhatikan oleh saudara² jang bertugas di Tapanuli. Jang dimaksud „Perkawinan dengan Djudjur" ialah suatu perkawinan dimana si mempelai laki² harus membajar djudjur atau maskawin. Kalau perkawinan itu dilakukan dengan Djudjur maka si mempelai perempuan ikut dengan suaminja dan dilepaskan sama sekali dari keluarganja, djuga dari marganja. Ia masuk marga suaminja. Keluarganja tidak mempunjai hak lagi terhadap perempuan ini. Pun perempuan ini tidak berhak atas harta kekajaan keluarganja sendiri. Hidup atau mati dalam marga suaminja. Bahkan biasanja kalau ia mendjadi djanda karena suaminja meninggal dunia dan tidak punja anak maka ia dikawinkan lagi dengan saudara muda dari suaminja jang meninggal dunia.
Perkawinan sematjam ini kemudian dinamakan „Perkawinan landjutan". Djudjur itu sangat berat sekali, sehingga banjak sekali laki-laki tidak mampu
{{col-begin}}
{{col-2}}
{| style="width:100%; border-collapse: collapse;"
|-
| width="50%" style="border:1px solid black; padding:10px; vertical-align:top;" |
<p style="font-size:120%;"><big><big><big>{{c|'''trio hotel'''}}</big></big></big></p>
<center>Djl. Gardudjali No 33, 35, 37, 39<br/></center>
<center>{{sp|'''BANDUNG'''}}<br/></center>
<center><p style="margin:20px 0;">|<big>|</big>|</p></center>
<p>
{{right|Telepon (Weselbor)}}
{{right|No. 3156-3157}}
|}
{{col-2}}
{| style="width:100%; border-collapse:collapse;"
|-
| width="50%" style="border:1px solid black; padding:10px; vertical-align:top;" |
<p style="font-size:130%;">'''Perusahaan :'''</p>
'''Bahan2 Bangunan & Angkutan<br/>'''
<center><p style="margin:20px 0;">|<big>|</big>|</p></center>
TJEROJOM {{gap}}{{gap}}BANDUNG<br>
Telf: 3283. {{gap}}P. Kapur Tjipatat.
|}
{{col-end}}
</div><noinclude>
47</noinclude>
qwcpsesj9e57o9wcx7ofvfy1a5kx27j
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/706
104
103571
295188
291671
2026-05-14T09:38:43Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
295188
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude>membajar djudjur. Kalau si laki² kawin tidak dengan djudjur maka ia bekerdja di mertuanja, ia tidak boleh membawa isteri atau anaknja ke marganja, atau ke rumahnja sendiri selama djudjur belum dibajar, atau hasil dari kerdjanja belum tjukup untuk bajar djudjur. Perkawinan sematjam ini dinamakan „Perkawinan pakai pembajaran djasa”. Djadi pada umumnja perkawinan dimana si laki-laki membawa isteri ke kampungnja, dalam arti si isteri harus mengikuti suaminja diharuskan dilakukan dengan pembajaran mas-kawin. Mas-kawin ini di Tapanuli dinamakan „Djudjur”, di Nias Selatan „Beuli Niha”, di daerah Gajo, Sumatera „Oendjoek”, di daerah Batak lainnja „Simnamot”, „Pangoli”, „Tuhor”, „Boli”, di Lampung „Seroh”, di Maluku „Wilin”, di Timor „Belis”, di Bali „Petoekoen loeh”. Besar ketjilnja mas-kawin ini diukur menurut tinggi rendahnja deradjat si mempelai perempuan.
Di Minangkabau kita melihat systeem perkawinan jang lain lagi. „Perkawinan nan semendo” namanja. Dalam hal ini tidak ada persoalan mas-kawin. Jang perlu dipunjai oleh laki² disini adalah harkat dan deradjat. Dalam perkawinan semendo tidak ada soal melepaskan si isteri dari keluarganja dan membawa ke rumah suami. Si isteri tetap tinggal di rumah keluarganja (ibunja) sendiri. Demikian djuga anak-anaknja dari perkawinan ini. Si laki datang „mendatang” dirumah isterinja, dan kemudian menetap untuk selama-lamanja.
Pada waktu perkawinan si laki diambil dari rumahnja dengan memakai upatjara („Didjampoih” — didjemput memakai alat melepas mempelai). Si laki² ini disebut orang Soemando. Ada kalanja si laki mempunjai isteri lebih dari satu (didjampoih oleh lebih dari satu perempuan), maka dalam hal ini si laki mendatangi isterinja setjara bergiliran. Anak² dari perkawinan tidak ikut bapanja dan tidak berhak atas harta kekajaan bapanja. Perkawinan di Djawa umumnja disebut „Perkawinan bebas". Ini berarti bahwa biarpun diadakan pembajaran mas-kawin, si isteri dan si suami bebas untuk memilih sendiri tempat tinggalnja. Tergantung pada kehendak mereka bersama. Boleh tinggal di kampung/keluarga isterinja, boleh di kampung atau keluarga suaminja, boleh tjari tempat sendiri. Anak² dari perkawinan berhak atas harta kekajaan si bapa maupun si ibu.
Di Bali ada matjam perkawinan jang disebut „Perkawinan dengan melarikan" atau „Perkawinan selariang". Ialah perkawinan jang terdjadi sesudah si laki melarikan si wanita jang telah bertunangan dengan laki lain, atau wanita itu dilarikan setjara paksa. Perkawinan kemudian dilakukan dengan sjah setelah si laki mengadakan pembajaran setjara adat (mengisi adat namanja). Sedjenis dengan matjam ini ada perkawinan jang disebut „Perkawinan lari" atau „kawin merat". Kedua merpati itu bersama-sama lari dan mentjari perlindungan kepada seorang pendjabat agama untuk dikawinkan. Perkawinan lari/merat itu terdjadi biasanja kalau orang tuanja akan menentang perkawinan atau si laki tidak mampu membajar ongkos² perkawinan. Selandjutnja di Saparua dan di Lampung dikenal suatu matjam perkawinan jang dinamakan „Perkawinan memasukkan". Biasanja dilakukan oleh keluarga seorang bangsawan Adat (penjimbang) jang hanja punja anak perempuan dari isteri pertama (padami). Untuk tetap mempertahankan turunan kebangsawannanja maka perkawinan anaknja dilakukan dengan tjara mengangkat mempelai laki² sebagai anaknja dahulu, baru kemudian dikawinkan dengan anaknja jang perempuan itu. Sehingga anak dari perkawinan ini merupakan tjutju dari orang tua si isteri melalui anak angkatnja (menantunja). Perkawinan ini merupakan penjimpangan dari kawin djudjur, jang mana anak selalu ikut keluarga dari fihak bapa, dan tidak ada hubungan hukum dengan orang tua si ibu. Perkawinan sematjam ini di Lampung disebut „Kawin tegaq-tegi" kalau jang diambil anak itu sanak keluarganja sendiri, atau „Kawin ambil-anak" kalau jang diambil anak itu orang lain. Tapi kalau perkawinan sematjam ini tidak dengan tjara mengambil anak dahulu disebutnja „Perkawinan mengindjam djago".
Di Djawa dan di Ambon dikenal lagi sematjam perkawinan jang disebut „Perkawinan silih-tikar". Ialah suatu perkawinan dimana si djanda laki² jang ditinggalkan mati oleh isterinja, dikawinkan dengan adik perempuan si isterinja. Pada umumnja sebelum perkawinan dilakukan, selalu diadakan pertunangan dahulu dengan memberikan suatu ikatan berupa wang atau barang. Pengikat ini dinamakan di Atjeh: Tanda köng narit. Nias: Bobo mibu. Mentawai: Sesero. Sulawesi Selatan: Passikoq. Halmahera: Tapoë. Di Kei: Mas aje. Djawa: Pandjer, paningset. Sunda: Panjangtjang. Toradja: Poedjompo. Bali: Base panglarang.
Demikian uraian saja tentang soal² jang saudara harus ketahui bilamana saudara bertugas di daerah diluar kelahiran sendiri. Nistjajalah saudara akan mendapat penghargaan jang setimpal dari rakjat kalau saudara menghormati mereka dan saudara dapat hidup tjampur dengan mereka. Karena itu peridlah saudara mempeladjari soal kebiasaan adat Hukum adat daerah.
{| style="width:100%; border-collapse: collapse;"
| colspan="2" style="border: 2px solid black; padding: 10px;" |
Bantulah penielenggaraan Madjalah Angkatan Darat, dengan mengirimkan naskah2, pengalaman² humor, foto² dan lain-lain.<br>
Medja Redaksi selalu menunggu.
<div style="text-align:right; margin-right:15%;">
Red
</div>
|-
|}<noinclude>
48</noinclude>
6lcj61ehiabs4w56wgbbiqlit86keeu
295193
295188
2026-05-14T09:39:32Z
Aeia aai
24023
295193
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude>membajar djudjur. Kalau si laki² kawin tidak dengan djudjur maka ia bekerdja di mertuanja, ia tidak boleh membawa isteri atau anaknja ke marganja, atau ke rumahnja sendiri selama djudjur belum dibajar, atau hasil dari kerdjanja belum tjukup untuk bajar djudjur. Perkawinan sematjam ini dinamakan „Perkawinan pakai pembajaran djasa”. Djadi pada umumnja perkawinan dimana si laki-laki membawa isteri ke kampungnja, dalam arti si isteri harus mengikuti suaminja diharuskan dilakukan dengan pembajaran mas-kawin. Mas-kawin ini di Tapanuli dinamakan „Djudjur”, di Nias Selatan „Beuli Niha”, di daerah Gajo, Sumatera „Oendjoek”, di daerah Batak lainnja „Simnamot”, „Pangoli”, „Tuhor”, „Boli”, di Lampung „Seroh”, di Maluku „Wilin”, di Timor „Belis”, di Bali „Petoekoen loeh”. Besar ketjilnja mas-kawin ini diukur menurut tinggi rendahnja deradjat si mempelai perempuan.
Di Minangkabau kita melihat systeem perkawinan jang lain lagi. „Perkawinan nan semendo” namanja. Dalam hal ini tidak ada persoalan mas-kawin. Jang perlu dipunjai oleh laki² disini adalah harkat dan deradjat. Dalam perkawinan semendo tidak ada soal melepaskan si isteri dari keluarganja dan membawa ke rumah suami. Si isteri tetap tinggal di rumah keluarganja (ibunja) sendiri. Demikian djuga anak-anaknja dari perkawinan ini. Si laki datang „mendatang” dirumah isterinja, dan kemudian menetap untuk selama-lamanja.
Pada waktu perkawinan si laki diambil dari rumahnja dengan memakai upatjara („Didjampoih” — didjemput memakai alat melepas mempelai). Si laki² ini disebut orang Soemando. Ada kalanja si laki mempunjai isteri lebih dari satu (didjampoih oleh lebih dari satu perempuan), maka dalam hal ini si laki mendatangi isterinja setjara bergiliran. Anak² dari perkawinan tidak ikut bapanja dan tidak berhak atas harta kekajaan bapanja. Perkawinan di Djawa umumnja disebut „Perkawinan bebas". Ini berarti bahwa biarpun diadakan pembajaran mas-kawin, si isteri dan si suami bebas untuk memilih sendiri tempat tinggalnja. Tergantung pada kehendak mereka bersama. Boleh tinggal di kampung/keluarga isterinja, boleh di kampung atau keluarga suaminja, boleh tjari tempat sendiri. Anak² dari perkawinan berhak atas harta kekajaan si bapa maupun si ibu.
Di Bali ada matjam perkawinan jang disebut „Perkawinan dengan melarikan" atau „Perkawinan selariang". Ialah perkawinan jang terdjadi sesudah si laki melarikan si wanita jang telah bertunangan dengan laki lain, atau wanita itu dilarikan setjara paksa. Perkawinan kemudian dilakukan dengan sjah setelah si laki mengadakan pembajaran setjara adat (mengisi adat namanja). Sedjenis dengan matjam ini ada perkawinan jang disebut „Perkawinan lari" atau „kawin merat". Kedua merpati itu bersama-sama lari dan mentjari perlindungan kepada seorang pendjabat agama untuk dikawinkan. Perkawinan lari/merat itu terdjadi biasanja kalau orang tuanja akan menentang perkawinan atau si laki tidak mampu membajar ongkos² perkawinan. Selandjutnja di Saparua dan di Lampung dikenal suatu matjam perkawinan jang dinamakan „Perkawinan memasukkan". Biasanja dilakukan oleh keluarga seorang bangsawan Adat (penjimbang) jang hanja punja anak perempuan dari isteri pertama (padami). Untuk tetap mempertahankan turunan kebangsawannanja maka perkawinan anaknja dilakukan dengan tjara mengangkat mempelai laki² sebagai anaknja dahulu, baru kemudian dikawinkan dengan anaknja jang perempuan itu. Sehingga anak dari perkawinan ini merupakan tjutju dari orang tua si isteri melalui anak angkatnja (menantunja). Perkawinan ini merupakan penjimpangan dari kawin djudjur, jang mana anak selalu ikut keluarga dari fihak bapa, dan tidak ada hubungan hukum dengan orang tua si ibu. Perkawinan sematjam ini di Lampung disebut „Kawin tegaq-tegi" kalau jang diambil anak itu sanak keluarganja sendiri, atau „Kawin ambil-anak" kalau jang diambil anak itu orang lain. Tapi kalau perkawinan sematjam ini tidak dengan tjara mengambil anak dahulu disebutnja „Perkawinan mengindjam djago".
Di Djawa dan di Ambon dikenal lagi sematjam perkawinan jang disebut „Perkawinan silih-tikar". Ialah suatu perkawinan dimana si djanda laki² jang ditinggalkan mati oleh isterinja, dikawinkan dengan adik perempuan si isterinja. Pada umumnja sebelum perkawinan dilakukan, selalu diadakan pertunangan dahulu dengan memberikan suatu ikatan berupa wang atau barang. Pengikat ini dinamakan di Atjeh: Tanda köng narit. Nias: Bobo mibu. Mentawai: Sesero. Sulawesi Selatan: Passikoq. Halmahera: Tapoë. Di Kei: Mas aje. Djawa: Pandjer, paningset. Sunda: Panjangtjang. Toradja: Poedjompo. Bali: Base panglarang.
Demikian uraian saja tentang soal² jang saudara harus ketahui bilamana saudara bertugas di daerah diluar kelahiran sendiri. Nistjajalah saudara akan mendapat penghargaan jang setimpal dari rakjat kalau saudara menghormati mereka dan saudara dapat hidup tjampur dengan mereka. Karena itu peridlah saudara mempeladjari soal kebiasaan adat Hukum adat daerah.
{| style="width:100%; border-collapse: collapse;"
| colspan="2" style="border: 2px solid black; padding: 10px;" |
''Bantulah penielenggaraan Madjalah Angkatan Darat, dengan mengirimkan naskah2, pengalaman² humor, foto² dan lain-lain.''<br>
''Medja Redaksi selalu menunggu.''
<div style="text-align:right; margin-right:15%;">
''Red''
</div>
|-
|}<noinclude>
48</noinclude>
8n6ttyzmlyehqpoly18jvzib4toud0m
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/193
104
103588
295269
291769
2026-05-14T10:23:46Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295269
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||15|}}</noinclude>Sudah pasti kecaman Abdullah yang tajam terhadap masyarakat Melayu dalam berbagai aspek dianggap terlalu keras dan keterlaluan oleh setengah orang namun apa yang dicetuskan Abdullah adalah satu kenyataan. Kelantangan Abdullah menyuarakan rasahatinya tidak menimbulkan satu tekanan saikolojis apa pun karena beliau bukan orang Melayu 1006. Dalam jasadnya mengalir darah Keling/Arab. Lebih-lebih lagi Abdullah dilahir dan dibesarkan di Malaka dimana Malaka pada waktu itu di Kuasai oleh Penjajah Inggeris. Dengan demikian beliau menghirup udara demokrasi yang lebih leluasa dari rakyat yang dibawah kuasa raja-raja Melayu yang otokratik, Nilai-nilai kebudayaan Eropah yang mementingkan pengetahuanbersipat individualistik serta undang-undang yang lebih liberal untuk rakyat kolonialnya jika dibandingkan dengan undang-undang dibawah Kerajaan Melayu feodal besar sekali pengarohnya dalam jiwa Abdullah dan ciptaan beliau. Benar seperti kata Prof. Teew dalam kata pengantar <u>Hikayat Abdullah</u>" yang dibuatnya bahwa Abdullah hidup oleh karena ada Inggeris" Begitulah lebih kurang bunyinya.
Zaman Abdullah membawa masuk nilai kebudayaan Eropah yang lebih maju ditanah jajahan Inggeris seperti P. Pinang, Malaka dan lepas itu Singapura. Bersama dengan penjajahan Inggeris/Belanda datang pula alat-alat moden seperti percetakan (lithograph)dan kapal api. Masyarakat Melayu cuma mengenali pengajian agama Islam yang sempit disurau-surau dan Sekolah Melayu masih belum di tumbuhkan lagi hingga Rev. Keasbury seorang mubaligh kristian membuka sekolah untuk anak-anak pembesar Melayu di Singapura sekitar pertengahan abad ke 19. Dinegeri-negeri Melayu pada zamannya tidak terdapat langsung sebuah sekolah Melayu pun.
Pengarang yang sezaman dengan Abdullah Hunci, yaitu Raja Ali Baji masih membanggakan kaum feodal seperti yang terdapat dalam <u>Salsilah Raja-Raja Melayu dan Bugis</u>. Kurangnya hasil sastera Melayu yang dicipta oleh pengarang-pengarang di masa itu disebabkan pusat kebudayaan Melayu masih berlengkar di istana raja-raja dan buku-buku yang dihasilkan adalah ditulis tangan. Justru itu penyebarannya untuk bacaan rakyat tidak bisa dilakukan. Ini berbeda dengan karya-karya Abdullah Hunci yang diterbitkan. Satu faktor lagi mengapa hasil sastera dari pengarang-pengarang golongan rakyat biasa tidak timbul dalam negeri Melayu yang feodalistis ialah kongkongan undang-undang yang lebih banyak menyembelah rakyat,yang cuma menggugat kuasa feodal. Tambah lagi masyarakat Melayu dewasa itu menjadi beku oleh karena dikongkong oleh adat yang lapok, kurang pengetahuan dan pelajaran, dan pengajaran agama Islam yang ortodok.<noinclude></noinclude>
614j78sauaeoykvrwa1n582mn3efqvp
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/719
104
103590
295342
291708
2026-05-14T11:18:22Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
295342
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude>sudah kami pasang rapih sekali didjalan besar. Kawat² penarik sudah beres. Kami mentjegat konvoi Belanda jang menudju ke Solo.
Aku dan Marno bertugas menarik dan lima orang lainnja bertempat agak-djauh diseberang djalan dibalik tanggul sawah jang agak tinggi letaknja bersendjatakan stengun² dan sebuah brengun untuk mengatjaukan pengawal²-konvoi dan melindungi pengunduran diri jang menarik pasangan².
Semuanja sudah siap waktu derum konvoi mulai kedengaran. Keringat mengalir dan tenggorokan mengering dengan mulut rapat. Jang kami tjemaskan terutama kalau tidak tepat kenandja, hingga pengawal² konvoi sempat mengatur serangan pembalasan sebelum kami bisa meloloskan diri. Dan lagi, keadaan medan disitu tidak menguntungkan, begitu merata.
Hanja ada sebuah desa ketjil jang sudah kosong dan selebihnja sawah, terlalu djauh untuk mentjapai desa lain.
Derum konvoi mendekat. Tanganku terasa gemetar meskipun ku-kaku²kan. Ketenangan Marno sedikit mengurangi ketakutanku. Ia kelihatan tenang dengan muka ber-sungguh², berdjongkok disebelahku, siap pula dengan thompsonnja. Aku sudah bersedia dengan empat utas tali kawat jang kudjadikan satu. Kami berdinding dibalik pohon kelapa dipinggiran rumah. Ah, fikirku sombong, baru begini sadja sudah takut!? Begitulah tjaraku menguasai ketakutanku. Sebentar kulirik Marno. Matanja tak berketip, mulutnja bergerak kaku. Dan tahu² brencarrier jang mendahului konvoi sudah meliwati pasangan.
Kemudian menjusul truck² dan sesudah beberapa buah tepat diatas pasangan², kawat kutarik serentak sambil memedjamkan mata.
Ledakan hebat menggelegar, empat peluru howitser! Waktu aku dan Marno ter-birit² melarikan diri mem-bongkok² menjusur tanggul sawah, tembakan dari teman² menjusul. Sebentar aku menengok. Sebuah truck terbakar dan entah berapa lagi. Api mendjilat-djilat, asap dan debu memenuhi djalan.
Mendjelang tengah hari semuanja sudah berkumpul di R.V., sebuah desa terpentjil. Semuanja selamat.
„Hebat kau, Tris!”
„He-eh! Empat peluru empat truck!”
„Ah, hanja kebetulan sadja”.
„Kau tahu!? Truck paling belakang jang penuh serdadu kugasak habis-habisan. Lima hower habis!”
„Kalau tak ada brencarrier tentu habis semuanja!”
Waktu matahari sudah tidak terik lagi sinarnja, kami mengadakan patroli untuk menjelidiki bekas-bekas konvoi jang kami ledakkan. Banjak sisa²nja, bekas keributan dan kematian. Matjam² jang masih tertjetjer disana-sini. Kami menemukan sebuah pistol jang waktu itu sangat asing bagi kami, F.N. 9 mm! Muljadi ketjewa. Ia jang per-tama² melihat pistol itu, tapi kami anggap kepunjaan bersama.
Dengan bangga kami kembali ketempat kami. Hampir semalaman penuh tak bosan² berbitjara tentang konvoi jang kami tjegat. Teman-teman pada kagum.
Dan mulailah sedjarah regu penggempur konvoi; tudjuh orang dengan peluru² howitser! Meskipun pengawalan konvoi makin diperkuat, kami tetap mengadakan pentjegatan². Dalam tempo hampir dua bulan, kami telah enam kali menjerang konvoi dengan bom tarik buatan sendiri. Dan setiap patroli pemeriksaan sehabis penjerangan kami ketemukan matjam². Kadang² sendjata, peluru, djuga pakaian tentara dan obat²an. Sekali kami temui majat seorang serdadu Belanda jang sudah hantjur.
Jang paling dahsjat waktu Kresno jang menarik pasangan. Rasanja kami ikut hantjur bersama konvoi! Bumi bergojang keras. Kami jakin konvoi jang kami serang itu mengangkut alat² peledak jang tidak sedikit. Tapi kami selamat.
Ratman dan Muljadi pernah tersesat dalam pengunduran diri sesudah bertugas menarik. Keduanya dikedjar pengawal² konvoi. Untung sadja bisa lolos.
Regu kami tjepat terkenal. Beberapa opsir dari Djogja pernah susah-pajah mentjari kami jang selalu ber-pindah² dan setelah ketemu hanja untuk menjampaikan pudjian². Tapi menjenangkan djuga.
Usaha² Belanda untuk melumpuhkan regu kami dengan pembersihan² jang sangat teliti dan kedjam, tak ada hasilnja. Desa² sekitar tempat jang kami gunakan untuk mentjegat selalu mengalami penggeledahan².
Sajang, desa kosong jang selalu kami pergunakan!
Kami bertudjuh selalu gembira melakukan tugas kami. Tomo djarang kelihatan bersedih meskipun dua djari tangan kirinja tak ada lagi. Djarang ia mengeluh. Marno tak seribut Tomo atau aku, tapi dalam kesungguhannja masih ada kelakarnja djuga. Ia jang tertua diantara kami. Ratman mudah gugup. Sedikit bedanja dengan Muljadi, sama ke-kanak²annja. Geli aku kalau ingat waktu keduanja kembali sesudah dikedjar Belanda. Keduanja menangis dan Muljadi me-njebut² ibunja. Ia sendiri merasa malu beberapa hari kemudian.
Kresna orangnja seperti Kresna dalam wajang, hitamnja. Kemahirannja dalam mengebor peluru² mengagumkan. Ia menggemari pekerdjaan itu. Kalau ada kesulitan² mengenai pembuatan bom-tarik, umpama sadja longgar gandjelnja, tentu kami serahkan kepada Kresna. Tentu beres.
Aku paling suka menggoda Tomo. Karena ia suka marah dan kalau sudah marah menjenangkan tingkah-lakunja. Mukanja merah, matanja melotot dan urat² dilehernja djadi kelihatan.
Pada umumnja kami tidak pernah benar² bersedih. Biasalah kalau rindu pada rumah, keluarga, sekolah atau kekasih. Kalau menggerutu memang hampir setiap waktu. Itu seperti kebiasaan sadja, sama sadja dengan kebiasaan meng-garuk² kepala umpamanja.<noinclude>{{rh|||61}}</noinclude>
qvxzw405m8vlstvlo081p92sdb09gi5
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/195
104
103604
295271
292023
2026-05-14T10:24:38Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295271
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||17|}}</noinclude>Malim pun dibuka pada tahun 1922. Tujuan kerajean Kolonial Inggeris pendidikan maktab perguruan ini dapat disimpulkan dari pernyataan R.O. Winstedt yang cuma hendak memberi pelajaran pertukangen tangan, pertanian dan tentang menghetong yang senang-senang supaya mereka bisa menjadi petani, nelayan dan tukang yang lebih baik dari ibu bapa mereka.
Sesuai dengan kemajuan ilmu yang diniliki oleh masyarakat Melayu maka daerah pengetahuan dan pembacaan bagi orang Melayu ditambah lagi bila kegiatan persuratkabaran muncul dalam masyarakat Melayu, suratkabar 4) mengikut W.Roff dalam "Malaynewspapers" terdapat 46 buah akhbar/majalah sebelum perang dunia II dahulu, Yang mula-mula sekali muncul ialah "Jawi Peranakan" yang terbit di Singapura pada tahun 1877. Selepas itu muncul pula akhbar-akhbar. seperti: "Shamsul Kamar", "Sekolah Melayu", "Hujum - al - Fajar"", "Lembaga Melayu" yang semuanya diterbitkan di Singapura. Di Pulau Pinang, Taiping tarbit juga akhbar-akhbar Melayu. Sayed Sheikh Al-Hadi di Pulau Pinang menerbitkan pula majalah "Al-Imam" (1906) dan dalam tahun 1920 terbit pula akhbar baharu "Saudara". Guru-guru Melayu pula menerbitkan "Majalah Guru" yang besar artinyn dalam perkembangan kesusasteraan dan pemikiran orang Melayu diwaktu itu.
Disamping memuatkan berita-berita tempatan dan luar negeri kebanyakan akhbar-akhbar tersebut juga membibing masyarakat pembaca dalam lapangan pendidikan agama, adat resam, soal bahasa dan soal-soal masyarakat yang bisa menyedarkan orang Melayu dari lamunan mereka. Sayed Sheikh Al-Hadi terutama sekali mennggunakan majalah "Al-Imam" dan "Saudara" untuk menyebarkan pengetahuan Islam yang progresif. Bibit-bibit pertumbuhan sejak moden pula dipupuk dalam "Majalah Guru" yang dipimpin oleh M.Yamin Makmur dan teman-temannya yang lain.<noinclude></noinclude>
pz8ojus7kg7ltalmrozuoai3n5k3vml
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/882
104
103618
295380
291883
2026-05-14T11:41:36Z
Menyusurisudutnegeri
25205
295380
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Wiwil13" /></noinclude>Radja Sindok memindahkan kerajaan Mataram di Djawa-Tu
pada tahun 929, dan pada tahun 990 diganti oleh Radja Pr
Darmawangsa hingga pada tahun 1007. Kerajaan pada waktu
mempunjai sebutan Keradjaan Medang, sedang letak Ibu-Kotanja ti
dapat diketahui, hanja luasnja daerah kira-kira sepandjang dataran
Berantas, sekarang daerah-daerah Kediri, Surabaja dan Pasuri
Sebagaimana telah diketahui Djawa-Timur mempunjai 2 sungai b
jaitu Kali Berantas jang pandjangnja ± 525 km dan Bengawan
±540 km.
Kerajaan Medang mengalami peperangan jang hebat. Perpindaha
dari Djawa-Tengah ke Djawa-Timur dilakukan dalam suasana pantja
melalui Gunung Lawu tiba sampai di-daerah Gunung Wilis dan Gur
Kelud. Kemudian berdirilah Keradjaan Djawa-Timur dengan megal
dibawah pimpinan Prabu Erlangga, seorang jang sakti dan bidjaksana,
tahun 1019 sampai 1041. Keradjaan disebut Keradjaan Kahuripan. Pi
Erlangga jang sangat mashur kepandaiannja tentang olah-tata-nej
mempunjal seorang pudjangga bernama Empu Kanwa. Adapun k
Jang dikeluarkan jaitu Kitab Ardjuna Wiwaha.
Radja-Radja pengganti Prabu Erlangga ialah Radja-Radja Ke
Kameswara I (Raden Asmara Bangun) pada tahun 1041, Prabu Djaja
(tahun 1135 1157) dengan pudjangganja Empu Sedah
Panuluh, Kameswara II, Radja Srengga dan kemudian Radja Kertaċ
pada tahun 1216 sampai 1222. Para pudjangga pada djaman
mengadjarkan pendidikan kerochanian menurut sedjarahnja
Dewa-Dewa. Kitab-kitab Ardjunawiwaha Mahabarata - Bratajud
Negarakertagama memberikan wedjangan pada kehidupan d
masjarakat pada djaman itu. Agama Hindu dikawinkan dengan Ag
Buddha serta dilaraskan dengan keadaan masjarakat oleh para E
Empu dan Radja-Radja dimana kemudian didjadikan pedoman d
pergaulan hidup masjarakat besar dan pemerintahan. Hingga
peladjaran-peladjaran atau wedjangan-wedjangan tersebut
.,ilmu" jang terdapat dalam lakon Ramayana masih dianggap peladj
sutji oleh sebagian masjarakat penduduk aseli. Radja-Radja K
kesemuanja itu adalah keturunan dari Empu Sindok. Radja jang ter
ialah Prabu Kertadjaja. Kediri djatuh dan kemudian Keradjaan Sing
atau Tumapel timbul dan Radja-Radjanja sebagai berikut:
1.
mis
Ken Arok jang bergelar Sri Ranggah Radjasa, Sang Amwu
bumi, memerintah Tumapel sedjak tahun Saka 11421169
Masehi 1220 - 1247;
2. Sang Anusapati, putera Tunggul Ametung sedjak tahun
1169 1170 atau Masehi 12471248;
3. Sang Prabu Tohdjaja, turunan Ken Arok sedjak tahun
1170 1171 atau Masehi 12481249.
4. Sri Wisnuwardana, turunan Ken Dedes sedjak tahun
1171 1190 atau Masehi 12491268;
5.
Sri Kartanegara sedjak tahun Saka 1190 1214 atau M
1268 1292.
Kerajaan Singosari kemudian runtuh dan mendjadi Kera
Madjapahit dengan Ibu-Kota di Modjokerto.
772
Digilized by
Google<noinclude>{{rh|772}}</noinclude>
e721e4rlad6xfgl9y4wj5rojbl6iq57
295394
295380
2026-05-14T11:53:23Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
295394
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Radja Sindok memindahkan kerajaan Mataram di Djawa-Tu{{illegible}} pada tahun 929, dan pada tahun 990 diganti oleh Radja Pr{{illegible}} Darmawangsa hingga pada tahun 1007. Kerajaan pada waktu mempunjai sebutan Keradjaan Medang, sedang letak Ibu-Kotanja t{{illegible}} dapat diketahui, hanja luasnja daerah kira-kira sepandjang dataran {{illegible}} Berantas, sekarang daerah-daerah Kediri, Surabaja dan Pasur{{illegible}} Sebagaimana telah diketahui Djawa-Timur mempunjai 2 sungai b{{illegible}} jaitu Kali Berantas jang pandjangnja ± 525 km dan Bengawan {{illegible}} ±540 km.
Kerajaan Medang mengalami peperangan jang hebat. Perpindahan dari Djawa-Tengah ke Djawa-Timur dilakukan dalam suasana pantja{{illegible}} melalui Gunung Lawu tiba sampai di-daerah Gunung Wilis dan Gu{{illegible}} Kelud. Kemudian berdirilah Keradjaan Djawa-Timur dengan mega{{illegible}} dibawah pimpinan Prabu Erlangga, seorang jang sakti dan bidjaksana, tahun 1019 sampai 1041. Keradjaan disebut Keradjaan Kahuripan. P{{illegible}} Erlangga jang sangat mashur kepandaiannja tentang olah-tata-ne{{illegible}} mempunjal seorang pudjangga bernama Empu Kanwa. Adapun k{{illegible}} Jang dikeluarkan jaitu Kitab Ardjuna Wiwaha.
Radja-Radja pengganti Prabu Erlangga ialah Radja-Radja Ke{{illegible}} Kameswara I (Raden Asmara Bangun) pada tahun 1041, Prabu Djaja{{illegible}} (tahun 1135 1157) dengan pudjangganja Empu Sedah Panuluh, Kameswara II, Radja Srengga dan kemudian Radja Kerta{{illegible}} pada tahun 1216 sampai 1222. Para pudjangga pada djaman mengadjarkan pendidikan kerochanian menurut sedjarahnja Dewa-Dewa. Kitab-kitab Ardjunawiwaha Mahabarata - Bratajud{{illegible}} Negarakertagama memberikan wedjangan pada kehidupan d{{illegible}} masjarakat pada djaman itu. Agama Hindu dikawinkan dengan Ag{{illegible}} Buddha serta dilaraskan dengan keadaan masjarakat oleh para E{{illegible}} Empu dan Radja-Radja dimana kemudian didjadikan pedoman d{{illegible}} pergaulan hidup masjarakat besar dan pemerintahan. Hingga peladjaran-peladjaran atau wedjangan-wedjangan tersebut mis{{illegible}} „ilmu” jang terdapat dalam lakon Ramayana masih dianggap peladj{{illegible}} sutji oleh sebagian masjarakat penduduk aseli. Radja-Radja K{{illegible}} kesemuanja itu adalah keturunan dari Empu Sindok. Radja jang ter{{illegible}} ialah Prabu Kertadjaja. Kediri djatuh dan kemudian Keradjaan Sing{{illegible}} atau Tumapel timbul dan Radja-Radjanja sebagai berikut:
{{ol
|Ken Arok jang bergelar Sri Ranggah Radjasa, Sang Amwu{{illegible}} bumi, memerintah Tumapel sedjak tahun Saka 1142 – 1169 Masehi 1220 - 1247;
|Sang Anusapati, putera Tunggul Ametung sedjak tahun 1169 – 1170 atau Masehi 1247 – 1248;
|Sang Prabu Tohdjaja, turunan Ken Arok sedjak tahun 1170 – 1171 atau Masehi 1248 – 1249.
|Sri Wisnuwardana, turunan Ken Dedes sedjak tahun 1171 – 1190 atau Masehi 1249 – 1268;
|Sri Kartanegara sedjak tahun Saka 1190 – 1214 atau M 1268 –1292.
}}
Kerajaan Singosari kemudian runtuh dan mendjadi Kera{{illegible}} Madjapahit dengan Ibu-Kota di Modjokerto.<noinclude>{{rh|772}}</noinclude>
6z4k6bfkygdtciaytb3ax8tung9ma5k
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/207
104
103627
294778
292837
2026-05-14T00:43:48Z
Sarieffe
26994
294778
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 207 crop).jpg|400px|kanan]]
Bakar bukan? Dia hanja mengangguk beberapa kali sadja dan diteruskan pertanjaannja itu.
— Kau masih ingat dengan Plt. Bakar? Ingat pula dengan nasih mereka dengan sendjata ini: kata-katanja bersemangat.
— Tidak, djawabku tjepat.
— Kau mau mendengarkan tjeritanja Plt. Bakar dengan Tomson ini? Aku hanja mengangguk dan puntung rokok kretek segera kumatikan apinja. Maka Saiful mulai membetulkan kursinja dan mulailah ia mentjeriterakan alm. Komd. Plt. jang paling disajanginja.
Barangkali kau djuga tahu sendiri Ton, sendjata Tomson ini dimiliki Kompi kami sudah sedjak clas I, jaitu waktu kota Ambarawa diserbu musuh. Berkat keberanian Prdd. Hadji, sendjata ini dapat dirampasnja dari tangan seorang Sers. M.P. Belanda. Waktu itu keadaan sendjata ini masih sangat bagus. Tidak antara lama dalam pertempuran sengit diperbatasan Ambarawa — Salatiga, Prdd. Hadji gugur sebagai ratna dan sendjata itu pindah ketangan Kopral Salim, wk. Komd. Regunja. Selang beberapa bulan diselingi dengan peristiwa² perdjandjian jang merugikan kita.
Dan ta' lama sesudah itu clas II dilantjarkan keseluruh daerah R.I. dan kota Djokja diduduki musuh. Dalam keadaan kritis jang mengantjam negara itu, Tomson ini masih tetap mendjiwa kompi kami, ia bekerdja dan berdjuang. Dan dalam pengabdiannja kepada nusa dan bangsa Kopral Salim gugur menunaikan baktinja dalam serangan umum tanggal 1 Maret 1949. Bersamaan dengan gugurnja Kopral Salim itu, Tomson ini djuga mengalami invalide pada udjung larasnja, karena peluru jang dimuntahkan Kopral Salim ketika ia mengamuk pada pertempuran itu melampaui batas maximal sehingga udjung larasnja petjah. Walau demikian sendjata ini tidak djatuh ketangan musuh Ia hanja beralih ketangan seorang gerilja jang masih muda, waktu itu ia adalah siswa dari SMA-B jang paling atas tingkat kelasnja. Tapi gerilja muda ini djuga ta' dapat tahan lama mengasuh sendjata ini. Karena di-saat² Corps
kita, Corps Angkatan Darat chususnja dan Angkatan Perang umumnja sedang mengkosilideer diri, jang disana-sini djuga timbul pemberontakan² bersendjata, baik pemberontakan R.M.S. jang membawa korban perwira² patriotik muda kita seperti Let. Kol. Slamet Rijadi, Let. Kol. Sudarto Penjerbuan APRA jang menelan Let. Kol. Lembong ataupun pemberontakan ex Bn. 426 jang mengakibatkan gugurnja Major Basuno, Major Kusmanto, Major Sunarjo dan masih banjak lagi. Dan pada peristiwa pemberontakan jang kusebut terachir ini gerilja muda kita ini djuga mengalami kemurungan jang amat sangat. Waktu itu dia diperintahkan Komd. Kompinja untuk mengawal Pak Lurah untuk memberi pendjelasan kepada penduduk diwilajahnja. Sebelum ia sampai ditempat tudjuan, ia disergap gerombolan sampai habis²an, sehingga duel dengan sangkur terhunus dilaksanakan. Jaah, semua hantjur ........ Dengan lenjapnja suara hantjur dari mulut Saiful, maka ia menunduk dan matanja nampak kemerah²an.
— Ful, Saiful ......? Lalu bagaimana nasib anak itu?
— Mati dia ...... ?, bahu Saiful kugojangkan supaja dia mau melandjutkan tjeriteranja jang sangat mengharu itu. Mengapa kau turut sedih dengan adanja sergapan itu? tanjaku sekali lagi.
— Jaa, ...... tentu sadja aku ikut sedih Ton. Karena ...... katanja terputus dan nada suara hilang.
— Karena apa ...... ? — Tjoba teruskan, Ful! Kataku mendesak. Dan Saiful mengangkat kepalanja dan rangkaian kalimat disusun lagi.
Betapa tidak ikut sedih Ton, kalau anak itu terus mati ditembak kepalanja ataupun disembelih gerombolan sudah karuan, tinggal berkabung dan djenazahnja dimakamkan di Taman Pahlawan. Beres. Dan tak perlu ribut² lagi! Tetapi tidak demikian halnja Ton, anak itu tidak mati, berkat Tomsonnja ia dapat {{hws|menjelamat|menjelamatkan}}<noinclude>{{rh|||37}}</noinclude>
qx47xnn0pckem6h7pl79jahpfz3g1yq
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/210
104
103628
294815
292839
2026-05-14T01:54:37Z
Sarieffe
26994
294815
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{Larger|SEBENTAR DENGAN PELUKIS BELGIA }}
{{center|<big><big><big>'''A.J. LE MAYEUR'''</big></big></big>}}
'''<big>A. S. AHMAD</big>'''
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 210 crop).jpg|400px|kanan|jmpl|Inilah pelukis Belgia jang sudah 25 tahun berdiam di Bali.<br>
Dari kiri ke kanan : Seniman Le Mayeur, isterinja Pollok dan tju-tjunja Nicole Jacguemin jang baru lima bulan berada di Indonesia. ]]
Nama lengkapnja A. J. Le Mayeur de Merpeës. Orangnja pendek, badannja tegap dan warna kulitnja putih ke-kuning²an, seperti lazimnja orang² Eropa. Kalau berpakaian suka badju hemd dan tjelana pendek kotak² atau berkembang² dan telandjang kaki.
Kalau kita berada di Bali, Denpasar, maka sedjauh 6½ kilometer lagi kita akan mendapati rumahnja di-tengah² semak² kembang aneka warna jang aksi mewangi. Tempat itu dikenal dengan Taman SANUR, terletak dipinggir laut ditepi pantai jang berteluk, jang digunakan djuga oleh orang² sebagai tempat afwisseling, tempat menghibur diri diwaktu senggang menikmati udara laut dan air samudra.
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 210 crop2).jpg|400px|kiri|jmpl|''— seorang Pelukis Asing jang sudah 25 tahun di Indonesia, Kawin dengan gadis Bali, pelukis amateur jang tidak punja studio, hidup dari lukisannja dengan bahan? jang didatangkan sendiri dari Belgia, jang terachir mengerdjakan lukisan pesanan Presiden selama tudjuh bulan.'']]
Ketika kami menudju rumah pelukis ini, kami dapati dia sedang berenang ber-simbah²an dengan isteri dan tjutjunja di pantai dimuka rumahnja. Alangkah bahagia kelihatan hidupnja. Dengan ramah-tamah mereka menjambut kedatangan kami dan menjilakan kami masuk ditempat kediamannja. Rumahnja sederhana sekali, ramuannja terdiri dari bahan² jang murah sadja dengan perabot dari kaju dan bambu jang di-ukir². Tetapi karena kepandaiannja mengatur dan meletakkan alat² rumah tangganja mendjadilah rumah itu berseri sesuai dengan sifat² antiek dari pulau Bali. Disepandjang dinding ruangan depan disitu bergantungan hasil² lukisannja ketjil besar ber-matjam² ukiran dengan
{{rule|width=30em}}
'''''Bila kita masuk kedalam rumahnja maka kita akan mendjumpai lukisan²nja bergantungan disepandjang dinding ruangan dengan ber-bagai² motief.'''''<noinclude>
40</noinclude>
bdyv0xixe9x8ljivy367md5f384memv
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/269
104
103649
294204
291928
2026-05-13T12:32:52Z
Lutfiyatun
26681
/* Tervalidasi */
294204
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{u|<big><big>Pengalaman para Pembatja:</big></big>}}
{{Missing image}}
''Randjau Darat.''
Sebelum tentara Djepang bertekuk lutut, berarti sebelum proklamasi kemerdekaan, kita kagum djuga melihat kegagahan mereka diatas truk². Biasanja truk² mereka penuh² dengan serdadu jang berdiri rapat² jang dengan tegap memandang kemuka dengan sendjata ditangan. Kontje² jang ada ditopi mereka sebagai pelindung pundak dari sorotan matahari, me-lambai² ditiup angin. Beginilah tjara mereka berkenderaan waktu malam atau siang, dalam convooi atau tidak. Tetapi kalau tuan tinggal sekota dengan saja, ketika masa perebutan sendjata Djepang. sebelum mereka mengurung diri di-kamp² mereka, tuan akan melihat sesuatu jang aneh kalau mereka berkenderaan. Kalau dahulu mereka dengan tegap berdiri, maka kini setjara ber-desak² mereka djongkok atau duduk bersila diatas truk. Kalau tuan bukan seorang pedjuang, tentu tuan tak mengerti sikap aneh tentera Djepang itu.
Sikap begini karena mereka menghindarkan diri dari randjau darat pedjuang kita jang sukar untuk dilihat jang pernah memutuskan leher, membutakan mata teman² mereka.
Apakah hubungannja randjau darat dengan djongkok atau berdiri? Memang sendjata randjau darat bukan randjau darat jang sebenarnja, tetapi hanja terdiri dari seutas kawat badja jang halus, agar sukar dilihat dari djauh.
Kawat wadja itu diikatkan diantara dua pohon jang berseberangan djalan begitu rupa, sehingga ia tak menjentuh atap truk dimana supir bernaung. tetapi agar menjentuhkan leher² dan kepala² jang berderet dalam truk itu. Randjau darat sematjam ini tak sedikit memusnahkan, membutakan atau mendjatuhkan tentera Djepang dari atas truknja.
Kini mengertilah tuan, apa hubungannja sendjata itu dengan Djepang jang djongkok atau berdiri.
{{Missing image}}
''Alat Anti Rampas.''
Tuan tentu masih ingat senapan Djepang jang pandjang? itu. Djuga tjaranja mereka memanggul sendjatanja jang pandjang itu kalau mereka berdjalan atau mondar-mandir didepan pos pengawalannja.
Ketika musim perebutan sendjata Djepang, maka tjara memanggul sendjata jang demikian sungguh mudah untuk mendjadi sergapan pemuda² kita dari belakang (biasanja oleh anak² ketjil).
Achirnja diambillah tindakan oleh komandan² Djepang untuk menjelamatkan senapan mereka dari sergapan pemuda² kita. Mereka tidak lagi memanggul senapan mereka, tetapi menjandangnja dibahunja. Djadi mendjadi agak sukar bagi anak² ketjil untuk menjentakkannja dari belakang sebagaimana biasa. Tetapi bagi tentera Djepang tjara baru ini lebih merugikan mereka. Karena bukan sedikit mereka ditjekek dan ditikam dari belakang oleh pemuda² kita tanpa sempat mempergunakan sendjatanja. Maklumlah sendjata mereka sedang tersandang. Djadi kerugian Djepang kini mendjadi dua : sendjata dan djiwa.
Kembali mereka memeras otak. Achirnja kembali mereka memanggul sendjata mereka dengan tjara jang lama, jakni dipanggul, tetapi dengan suatu alat „anti rampas”, jakni sendjata tersebut dihubungkan dengan pinggang 2 a 3 belit. Penghubung jang membelit pinggang itu terdiri dari kawat wadja telepon.
{{rule|width=4em}}<noinclude></noinclude>
fm8q4xwa4swyg73ksls2pzu4ct3oxh6
294205
294204
2026-05-13T12:33:15Z
Lutfiyatun
26681
294205
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{u|<big><big>'''Pengalaman para Pembatja''':</big></big>}}
{{Missing image}}
''Randjau Darat.''
Sebelum tentara Djepang bertekuk lutut, berarti sebelum proklamasi kemerdekaan, kita kagum djuga melihat kegagahan mereka diatas truk². Biasanja truk² mereka penuh² dengan serdadu jang berdiri rapat² jang dengan tegap memandang kemuka dengan sendjata ditangan. Kontje² jang ada ditopi mereka sebagai pelindung pundak dari sorotan matahari, me-lambai² ditiup angin. Beginilah tjara mereka berkenderaan waktu malam atau siang, dalam convooi atau tidak. Tetapi kalau tuan tinggal sekota dengan saja, ketika masa perebutan sendjata Djepang. sebelum mereka mengurung diri di-kamp² mereka, tuan akan melihat sesuatu jang aneh kalau mereka berkenderaan. Kalau dahulu mereka dengan tegap berdiri, maka kini setjara ber-desak² mereka djongkok atau duduk bersila diatas truk. Kalau tuan bukan seorang pedjuang, tentu tuan tak mengerti sikap aneh tentera Djepang itu.
Sikap begini karena mereka menghindarkan diri dari randjau darat pedjuang kita jang sukar untuk dilihat jang pernah memutuskan leher, membutakan mata teman² mereka.
Apakah hubungannja randjau darat dengan djongkok atau berdiri? Memang sendjata randjau darat bukan randjau darat jang sebenarnja, tetapi hanja terdiri dari seutas kawat badja jang halus, agar sukar dilihat dari djauh.
Kawat wadja itu diikatkan diantara dua pohon jang berseberangan djalan begitu rupa, sehingga ia tak menjentuh atap truk dimana supir bernaung. tetapi agar menjentuhkan leher² dan kepala² jang berderet dalam truk itu. Randjau darat sematjam ini tak sedikit memusnahkan, membutakan atau mendjatuhkan tentera Djepang dari atas truknja.
Kini mengertilah tuan, apa hubungannja sendjata itu dengan Djepang jang djongkok atau berdiri.
{{Missing image}}
''Alat Anti Rampas.''
Tuan tentu masih ingat senapan Djepang jang pandjang? itu. Djuga tjaranja mereka memanggul sendjatanja jang pandjang itu kalau mereka berdjalan atau mondar-mandir didepan pos pengawalannja.
Ketika musim perebutan sendjata Djepang, maka tjara memanggul sendjata jang demikian sungguh mudah untuk mendjadi sergapan pemuda² kita dari belakang (biasanja oleh anak² ketjil).
Achirnja diambillah tindakan oleh komandan² Djepang untuk menjelamatkan senapan mereka dari sergapan pemuda² kita. Mereka tidak lagi memanggul senapan mereka, tetapi menjandangnja dibahunja. Djadi mendjadi agak sukar bagi anak² ketjil untuk menjentakkannja dari belakang sebagaimana biasa. Tetapi bagi tentera Djepang tjara baru ini lebih merugikan mereka. Karena bukan sedikit mereka ditjekek dan ditikam dari belakang oleh pemuda² kita tanpa sempat mempergunakan sendjatanja. Maklumlah sendjata mereka sedang tersandang. Djadi kerugian Djepang kini mendjadi dua : sendjata dan djiwa.
Kembali mereka memeras otak. Achirnja kembali mereka memanggul sendjata mereka dengan tjara jang lama, jakni dipanggul, tetapi dengan suatu alat „anti rampas”, jakni sendjata tersebut dihubungkan dengan pinggang 2 a 3 belit. Penghubung jang membelit pinggang itu terdiri dari kawat wadja telepon.
{{rule|width=4em}}<noinclude></noinclude>
jjtt3qrs41pwwvsiydr6ncrf3xz8o40
294207
294205
2026-05-13T12:33:37Z
Lutfiyatun
26681
294207
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{u|<big><big>''Pengalaman para Pembatja'':</big></big>}}
{{Missing image}}
'''Randjau Darat.'''
Sebelum tentara Djepang bertekuk lutut, berarti sebelum proklamasi kemerdekaan, kita kagum djuga melihat kegagahan mereka diatas truk². Biasanja truk² mereka penuh² dengan serdadu jang berdiri rapat² jang dengan tegap memandang kemuka dengan sendjata ditangan. Kontje² jang ada ditopi mereka sebagai pelindung pundak dari sorotan matahari, me-lambai² ditiup angin. Beginilah tjara mereka berkenderaan waktu malam atau siang, dalam convooi atau tidak. Tetapi kalau tuan tinggal sekota dengan saja, ketika masa perebutan sendjata Djepang. sebelum mereka mengurung diri di-kamp² mereka, tuan akan melihat sesuatu jang aneh kalau mereka berkenderaan. Kalau dahulu mereka dengan tegap berdiri, maka kini setjara ber-desak² mereka djongkok atau duduk bersila diatas truk. Kalau tuan bukan seorang pedjuang, tentu tuan tak mengerti sikap aneh tentera Djepang itu.
Sikap begini karena mereka menghindarkan diri dari randjau darat pedjuang kita jang sukar untuk dilihat jang pernah memutuskan leher, membutakan mata teman² mereka.
Apakah hubungannja randjau darat dengan djongkok atau berdiri? Memang sendjata randjau darat bukan randjau darat jang sebenarnja, tetapi hanja terdiri dari seutas kawat badja jang halus, agar sukar dilihat dari djauh.
Kawat wadja itu diikatkan diantara dua pohon jang berseberangan djalan begitu rupa, sehingga ia tak menjentuh atap truk dimana supir bernaung. tetapi agar menjentuhkan leher² dan kepala² jang berderet dalam truk itu. Randjau darat sematjam ini tak sedikit memusnahkan, membutakan atau mendjatuhkan tentera Djepang dari atas truknja.
Kini mengertilah tuan, apa hubungannja sendjata itu dengan Djepang jang djongkok atau berdiri.
{{Missing image}}
'''Alat Anti Rampas.'''
Tuan tentu masih ingat senapan Djepang jang pandjang? itu. Djuga tjaranja mereka memanggul sendjatanja jang pandjang itu kalau mereka berdjalan atau mondar-mandir didepan pos pengawalannja.
Ketika musim perebutan sendjata Djepang, maka tjara memanggul sendjata jang demikian sungguh mudah untuk mendjadi sergapan pemuda² kita dari belakang (biasanja oleh anak² ketjil).
Achirnja diambillah tindakan oleh komandan² Djepang untuk menjelamatkan senapan mereka dari sergapan pemuda² kita. Mereka tidak lagi memanggul senapan mereka, tetapi menjandangnja dibahunja. Djadi mendjadi agak sukar bagi anak² ketjil untuk menjentakkannja dari belakang sebagaimana biasa. Tetapi bagi tentera Djepang tjara baru ini lebih merugikan mereka. Karena bukan sedikit mereka ditjekek dan ditikam dari belakang oleh pemuda² kita tanpa sempat mempergunakan sendjatanja. Maklumlah sendjata mereka sedang tersandang. Djadi kerugian Djepang kini mendjadi dua : sendjata dan djiwa.
Kembali mereka memeras otak. Achirnja kembali mereka memanggul sendjata mereka dengan tjara jang lama, jakni dipanggul, tetapi dengan suatu alat „anti rampas”, jakni sendjata tersebut dihubungkan dengan pinggang 2 a 3 belit. Penghubung jang membelit pinggang itu terdiri dari kawat wadja telepon.
{{rule|width=4em}}<noinclude></noinclude>
dh0scgxhpixz5gv7xvr8w35vd2sxu17
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/270
104
103650
294231
291930
2026-05-13T12:43:26Z
Lutfiyatun
26681
/* Tervalidasi */
294231
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{Missing image}}
{{Missing image}}
'''„Hormat Sendjata”.'''
Pada permulaan revolusi, sendjata kita betul² terdiri dari 1001 matjam. Tuan akan lihat, sendjata Djepang dan Turki jang pandjang. Steyer atau Hambrug jang pendek. L.E. jang gendut dan sebagainja. Variasi ini ditambah lagi dengan tombak, bambu runtjing dan sebagainja.
'''Komando.'''
Setiap tentera mempunjai aba² (komando) tersendiri. Demikian djuga TNI mempunjai aba² tersendiri. Tetapi tersendiri disini berarti bukanlah satu, hanja berarti bukan memakai komando Belanda, Inggeris atau Djepang.
Kalau tuan tinggal didekat asrama tentera atau didekat lapangan dimana tentera berlatih, tentu tuan memperhatikan bahwa komando itu terdiri dari satu kalimat jang merupakan perintah jang terdiri dari dua potong kata. Jang sepotong depan disebut: aba² peringatan, dan jang sepotong lagi disebut aba² pelaksanaan.
Kini aba² itu telah sama untuk semua TNI, hasil dari instruksi jang satu dari pusat pendidikan jang satu. Tetapi dizaman perdjuangan dahulu, komando ada ber-matjam². Umpamanja aba² lentjang kanan, kita dengar ada jang mengabakannja sebagai berikut: Lentjang{{...|12}}kanan! Ada lagi: Lentjang Ka {{...|12}} nan!
Demikianlah tuan, bahwa opsir anu pernah menerima penghormatan jang di-aba²kan sbb: Beri hormat kepada Kapten A {{...|12}} nu!
Untuk Kapten anu namanja hanja terdiri dengan dua patah kata. Tetapi bagaimanakah sang perwira jang namanja terdiri dari 5 a 6 suku kata seperti mode nama didjaman kini? Bisa jang memberi komando kehabisan nafas sebelum komandonja selesai. Komando ketika itu apa sadja jang diteriakkan dengan irama komando.
{{rule|width=4em}}
Dalam hormat bersendjata, sendjata² ini tentu diangkat menurut tjaranja, jakni sendjata dipegang bagian tengahnja dengan tangan kanan, dibantu dengan tangan kiri dibagian bawah dengan djempol kiri, menundjuk keatas. Sendjata persis di-tengah² badan dan satu kepal djarak antara sendjata dan dada.
Sikap ini berlaku untuk segala matjam senapan dan tentu djuga untuk tombak dan bambu runtjing. Karena tombak dan bambu runtjing djuga tergolong pada sendjata.
Demikianlah pernah salah seorang perwira menerima penghormatan sendjata dengan tjara sungguh², tetapi sendjata itu adalah sapu. Penghormatan diterima dari seorang peladjan asrama jang selama ini turut berlatih kalau tidak tengah bertugas (batja: menjapu).
Pada pikiran si peladjan ia djuga merasa mempunjai saham dalam perdjuangan, karena ia membantu tentera dengan sapunja. Kalau jang lain berdjuang dengan senapan, tombak, bambu runtjing sebagai sendjata, ia djuga bertugas berdjuang dengan sendjata: sapu.
Tak lain penghormatan jang tulus ini diterima oleh perwira itu dengan saluut jang tulus dar sungguh².
Djiwa² beginilah tuan jang turut memenangkar perdjuangan bersendjata dimasa jang lalu.<noinclude>{{rh|48}}</noinclude>
9w0wzz0cvmyhsbvsuucgdbd9salrr2x
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/271
104
103652
294236
291932
2026-05-13T12:45:30Z
Lutfiyatun
26681
/* Tervalidasi */
294236
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{Missing image}}
'''Djas Hudjan di Panas Terik.'''
Dalam usaha merebut sendjata Djepang berbagai matjam tjara dipergunakan. Bukan sendjatanja sadja jang diintjer, tetapi djuga pakaian, blok² kain belatju, jah apa sadja, karena pada saat itu kita memerlukan apa sadja.
Jang bertindak dalam usaha ini biasanja pemuda² dan anak² jang tergolong dalam pedjuang. Tetapi selain pedjuang ada djuga golongan lain jang memindahkan milik Djepang ketangan kita. Mereka ini adalah pendjudi². Mereka memantjing tentera Djepang agar mau berdjudia dengan mereka. Karena moreel telah bedjat, apalagi iseng menantikan kapal Sekutu untuk mengantarkan mereka pulang, maka mereka banjak djuga jang berdjudi. Taruhannja dapat apa sadja. Selain uang, adalah sendjata, pakaian, sepatu, kain blatju dan sebagainja.
Demikianlah pada suatu kali, dipanas terik seorang tentera Djepang memakai djas hudjan. Memang djas hudjan jang dipakainja, tuan, walaupun hari panas terik. Ketika melewati pos pengawalan asramanja, ia ditegur oleh pengawal, jang mungkin djuga dia heran seperti saja.
Dari djauh saja perhatikan gerak-gerik tangan mereka. Achirnja sipengawal menjuruh buka djas hudjan tersebut. Maka djas hudjan dibuka dan dibaliknja djas hudjan itu hanja ada sepotong tjawat. Rupanja ia telah menaruh kan apa jang dipakainja dalam perdjudian itu. Sungguh akal jang tepat, tjara itu dipergunakan dimalam hari atau dihari hudjan.
{{Missing image}}
'''Adu Besar.'''
Setiap turun zaman mempunjai kemegahan masing². Seperti sekarang kemegahannja adalah mengadu besar. Tetapi jang diadu besar sekarang bukan sapi atau ternak jang lain²nja, melainkan hanjalah radio, rumah, mobil sedan, simpanan uang dalam bank dan sebagainja.
Dizaman perdjuangan dulu jang diadu besar lain lagi, jakni pistol. Mula² para perdjuang telah puas dengan dames pistol kaliber 22, lama² naik kaliber 32. Kemudian Revolver Coolt tjap kuda kaliber 38, dan begitulah seterusnja hingga revolver S.W., Bulldog, pistol Mauser dan lain². Kesatuan² djuga tidak ketinggalan mengadakan adu besar sendjata dari bren gun hingga senapan mesin kaliber 12,7 dan lain². Dan saat itu adalah biasa sadja kalau meriam²pun dibawa kegaris terdepan dan ditembakkan sebagai sendjata flakbaan geschut (sendjata lansung) jang sebenarnja adalah sendjata krombaan.
Demikianlah pistol² besar jang bergantungan dipinggang pemuda² perdjuang, mempunjai daja penarik jang sama dengan auto sedan besar mengkilap bagi gadis² dizaman ini. Rasanja tidaklah tjukup kepemudaannja bila dipinggangnja tak terbelit dengan tali pinggang jang bertahtakan ”Bidji² menindjau” jang diganduli dengan pistol besar. Jah itu dizaman dulu tuan.
Demikianlah pernah salah seorang teman saja dengan bangganja menggentole pinggangnja dengan sebuah pistol besar, luar biasa besarnja. Sungguh luar biasa tuan, rasanja pelornja harus sebesar batu baterei Eveready. Banjak djuga kawan² jang kagum dan iri hati, dan ini tentu lebih membanggakan kawan tersebut. Lain dari tjara memakai jang lazim dizaman itu, dia tak memakai sarung pistol, djadi betul bergentol dipinggangnja dalam arti jang sebenarnja. Entah karena untuk demonstrasi, entah memang karena tak ada sarung pistol jang muat untuk menjaring loop jang luar biasa besarnja itu.
Kemudian setelah kami banjak mengenal djenis sendjata, tahulah kami apa itu pistol jang luar biasa besarnja itu. Tidak lain tuan, hanja: Sein pistol jang tak mungkin untuk membunuh, karena kegunaannja '''hanja untuk mengeluarkan bunga api sebagai isjarat.'''<noinclude>
49</noinclude>
d4r3hc3psxuf28tqww3yha02megxxpc
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/285
104
103653
294302
291938
2026-05-13T13:01:25Z
Lutfiyatun
26681
/* Tervalidasi */
294302
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{Missing image}}
<small>''Njanjian bersama peladjar? sekolah menengah sebanjak 10.000 peladiar² putera dan putri dihadapan Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Jugoslavia Tempo di Istana Merdeka.''</small>
Kurang dalam kita semua mengginsjafi, bahwa hanja sebagian ketjil sadja dari pada penghasilan rakjat hingga sekarang dipergunakan untuk menambah produksi, — artinja: dipergunakan untuk memperbesar penghasilan dikemudian hari. Sampai sekarang, boleh dikatakan tiap² penambahan penghasilan, betapa ketjilnjapun, dipergunakan untuk menambah konsumsi, dan chususnja konsumsi jang tak begitu perlu, seperti pakaian baru, perhiasan, dan lain-lain.
Sebagai akibat dari pada tahun 1957 ini, Negara hampir² sadja menghadapi bangkrut.
Sekarang Alhamdulillah mulailah sudah ada perbaikan. Hendaknja djanganlah kita salah gunakan perbaikan jang mulai timbul itu dengan mengulangi lagi sikap hidup jang dulu itu. Hendaknja kita menjederhanakan penghidupan kita dengan penjederhanaan untuk produksi, artinja: untuk meninggikan tingkat hidup kita dikemudian hari. Ini antara lain djuga berarti, bahwa perhatian harus lebih ditudjukan kepada produksi ekspor dan pemakaian barang bikinan Indonesia sendiri, dan keinginan untuk impor dibatasi dan dikurangi.
'''Point of no return :'''
Saudara², tjamkan : — ini adalah tahun penentuan. Kalau kita terus menerus lupa-diri setjara begini, saja chawatir, hari gelap akan menimpa kita. Kita sekarang harus berani. Berani mengambil keputusan. Berani meninggalkan apa jang lama, berani memasuki apa jang baru.
Kita sudah sampai kepada satu titik, dari mana kita tidak bisa balik kembali. Kita sudah sampai kepada „point of no return”. Kita hanja ada satu pilihan lagi : mundur ? mandek ? madju ? Mundur — hantjur ! mandek — amblek ! Maka hanja kita madju, hajo kita tinggalkan apa jang lama, memasuki apa jang baru !
{{Missing image}}
<small>''Perletakan karangan bunga ditugu Proklamasi Pegangsaan Timur 56 oleh Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Jugoslavia Tempo. Tugu ini akan diganti dengan tugu perunggu?''</small><noinclude>{{rh|||7}}</noinclude>
5gpsh7voe44s9o63q7grm6bctccr2r8
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/293
104
103654
294330
291942
2026-05-13T13:14:57Z
Lutfiyatun
26681
/* Tervalidasi */
294330
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Memang haruslah kita akui bahwa tjara berfikir dan tjara hidup dari sebagian kaum elite kita dewasa ini tidaklah sesuai dengan keadaan dewasa ini, dimana kita masih harus meneruskan peperangan terhadap kemelaratan. Tjara berfikir dan tjara hidup dari sebagian kaum elite kita ini adalah tjara dari orang jang menganggap bahwa perdjuangan telah selesai, bahwa kemakmuran bangsa telah tertjapai.
Selain daripada itu dalam menghadapi Gerakan Hidup Baru hendaklah kita masing² tambah memperkuat organisasi negara jang telah kita bangun selama 12 tahun ini, agar negara tersebut dapat kita pergunakan sebagai alat untuk memakmurkan bangsa kita. Kita dapat memperkuatnja dengan masing² kita melaksanakan tugas dalam lapangan masing² setjara lebih baik dan lebih intensip.
Selama beberapa tahun jang terachir ini sudah sering tampak gedjala² bahwa ada kekaburan batas² dari masing² golongan dalam lapangan ketata-negaraan kita. Sering tampak bahwa golongan politikus umpamanja sudah memasuki lapangan diluar lapangannja sendiri, idem dengan militer, djuga sama dengan pengusaha dan sebagainja. Alasan mereka adalah: demi untuk keselamatan/kesedjahteraan negara. Hal jang begini sebenarnja tidak sadja merupakan pemborosan tenaga dengan pertjuma tetapi djuga tambah mengatjaukan hal jang telah katjau.
Hanja dengan tjara dimana masing² melaksanakan tugasnja dengan benar dan djangan mentjampuri tugas dan lapangan orang lain maka kita akan dapat memperkuat sendiri² organisasi negara kita, jang djuga mendjadi objek dari Gerakan Hidup Baru ini. Hal ini saja rasa adalah sesuatu jang lumrah sadja karena kita hanja kembali kepada norma² jang memang telah ada.
Dengan Gerakan Hidup Baru ini jang kita mulai pada saat kita memperingati hari jang kita besarkan ini, maka kita sekaligus membuktikan kepada segenap korban perdjuangan, bahwa kita tidak bersuka-ria menari diatas pengorbanan mereka, tetapi meneruskan bakti mereka dalam usaha memakmurkan dan memberi kesedjahteraan pada segenap bangsa Indonesia.
Dengan tjara demikian maka kita telah memberi arti jang tepat untuk peringatan hari jang keramat ini.
{{sp|Sekian.}}
{{Missing image}}
<small>''Bom atom ramai dibitjarakan dikalangan luar negeri. Masing² negara mengakui mempunjai bom atom jang terbaik. Bagaimana pandangan seorang ahli karikatur Djerman melihat persoalan bom njata dari gambar diatas.''</small><noinclude>
15</noinclude>
0b12n0k5of9cclq7gp8kzh1iqrbqjrq
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/296
104
103655
294340
291943
2026-05-13T13:19:43Z
Lutfiyatun
26681
/* Tervalidasi */
294340
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{Missing image}}
ka setiap peradjurit selama berkemah dapat minta garam, anggur dan tempat tidur dari penduduk.
Tidak hanja dalam soal² tersebut diatas sadja Gustavus Adolphus mengadakan perbaikan² tetapi djuga dalam taktik. Pasukannja jang tersusun atas brigade². dalam pertempuran diaturnja serupa segitiga jang terdiri dari pasukan² tombak sebagai dasar kekuatan. Diantara, dibelakang dan disamping susunan tersebut ditempatkan penembak² jang dapat berkumpul, mengembang, menembak dan mundur dengan tjepat. Oleh karena susunan ini terdiri dari orang² maka dinamakan djuga "benteng manusia".
Tidak heran kalau pada waktu itu terdapat utjapan jang berbunji: "Bangsa Swedia tidak mempertahankan benteng dengan manusia, melainkan manusialah jang mendjadi benteng".
Pasukan artilerinjapun mendapat perhatian, sebab meriam²nja lebih ringan jang memungkinkan ketjepatan gerakan dalam medan pertempuran. Ketjuali itu peluru²nja disiapkan lebih dahulu seperti halnja dengan peluru² senapan. Dengan demikian ia dapat memuntahkan lebih banjak peluru² dari pada lawannja.
Demikianlah keadaan pasukan Radja Gustavus Adolphus pada waktu bertemu dengan pasukan² Tilly. Ketjuali pasukannja sendiri ia mendapat bantuan bangsa Saksen jang berupa pasukan berkuda dan pasukan kaki.
Djadi kekuatan tentaranja berjumlah kurang lebih 37.000 orang.
Lawanaja dibawah pimpinan Tilly jang sudah berpengalaman dalam medan peperangan terdiri dari kurang lebih 32.000 orang. Perbedaan dalam djumlah boleh dikatakan tidak begitu banjak, tetapi pada achir pertempuran Tilly kehilangan separoh dari pasukannja sedang semua meriamnja dapat dirampas lawannja. Kerugian Gustavus Adolphus hanja berupa 3.000 orang. Terang bahwa keunggulan taktik tidak hanja dapat menghantjurkan lawan sadja, tetapi djuga dapat memperketjil kerugian sendiri.
Mula² Gustavus Adolphus tidak menghendaki suatu pertempuran melainkan bermaksud melakukan perang gerak. Tetapi karena Tilly dapat merebut Magdeburg dan membakarnja serta membunuh penduduknja, maka sekutu menghendaki supaja Gustavus Adolphus membalasnja. Tetapi pasukan Radja Swedia ini sedang menderita penjakit sehingga terpaksa mengadakan pertahanan ditepi sungai Elbe. Tilly menjerangnja tetapi untuk keduakalinnja ia terpukul mundur hingga kehilangan 6.000 orang.
Achirnja Gustavus Adolphus bergerak dengan pasukannja dan memilih Breitenfeld sebagai medan pertempuran. Tillypun mulai mengatur pasukannja. Disajapkiri ditempatkan Pappenheim dengan pasukannja jang dinamakan "Black Cuirassiers" dan jang telah terkenal di-Eropah. Ditengah² berada Tilly dengan pasukan kakinja sedang sebagai sajap kanan ditempatkan lagi pasukan berkuda dibawah pimpinan Furstenberg.
Pertempuran dimulai dengan perkelahian antara pasukan berkuda ringan Tilly dengan pasukan dragonder Gustavus Adolphus jang dimenangkan oleh pasukan Radja Swedia. Dan dimuka pasukan² Tilly, Gustavus Adolphus menjusun dua baris "benteng manusia" dengan sebuah baris sebagai tjadangan. Tidak dapat dimengerti oleh pasukan² Tilly susunan jang aneh itu. Dan selama pasukan² Swedia mengembang kedua lawan melakukan pertempuran artileri. Tetapi karena peluru² jang telah disiapkan dahulu, ma-<noinclude>{{rh|18}}</noinclude>
kfkbjk9eerkj4r0vzu2ltq1lrvb70k2
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/302
104
103657
294369
291951
2026-05-13T13:46:09Z
Lutfiyatun
26681
/* Tervalidasi */
294369
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{center|<big><big>'''PELANTIKAN'''</big></big>}}
{{center|<big><big>KOLONEL KUSNOUTOMO</big></big>}}
{{Missing image}}
<small>''Gambar atas:<br>
Pada tgl. 7 Agustus 1957, KSAD dengan rombongannja telah berangkat ke Bandiarmasin untuk melantik Pd. Plm. T.T. VI. Disini nampak pada saat KSAD mendarat dilangan Ulin jang disambut oleh Kol. Kusno Utomo, Gubernur dan pembesar? mil./ sipil lainnja.''</small>
{{Missing image}}
<small>''Gambar tengah:<br>
KSAD nampak sedang melantik Kol. Kusno Utomo mendjadi Pd. Panglima T.T. VI Tandjung Pura.''</small>
{{Missing image}}
<small>''Gambar bawah:<br>
Selesai pelantikan, diadakan Gdevili Disini nampak KSAD dan Pa. P1 T.T. VI sedang menerima perghomatan dari pasukan jang berdevii jang lengkap dengan pandji²nija.''</small><noinclude>
24</noinclude>
ha0lrfa765qj3n7gn425o9933rbbe23
294372
294369
2026-05-13T13:47:00Z
Lutfiyatun
26681
294372
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{center|<big><big>'''PELANTIKAN'''</big></big>}}
{{center|<big><big>KOLONEL KUSNOUTOMO</big></big>}}
{{Missing image}}
<small>''Gambar atas:''<br>
''Pada tgl. 7 Agustus 1957, KSAD dengan rombongannja telah berangkat ke Bandiarmasin untuk melantik Pd. Plm. T.T. VI. Disini nampak pada saat KSAD mendarat dilangan Ulin jang disambut oleh Kol. Kusno Utomo, Gubernur dan pembesar? mil./ sipil lainnja.''</small>
{{Missing image}}
<small>''Gambar tengah:''<br>
''KSAD nampak sedang melantik Kol. Kusno Utomo mendjadi Pd. Panglima T.T. VI Tandjung Pura.''</small>
{{Missing image}}
<small>''Gambar bawah:''<br>
''Selesai pelantikan, diadakan Gdevili Disini nampak KSAD dan Pa. P1 T.T. VI sedang menerima perghomatan dari pasukan jang berdevii jang lengkap dengan pandji²nija.''</small><noinclude>{{rh|24}}</noinclude>
hxucw8qraryon6bv62qzeuvn6xnijwz
294375
294372
2026-05-13T13:48:22Z
Lutfiyatun
26681
294375
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{center|<big><big>'''PELANTIKAN'''</big></big>}}
{{center|<big><big>KOLONEL KUSNOUTOMO</big></big>}}
{{Missing image}}
<small>''Gambar atas:''<br>
''Pada tgl. 7 Agustus 1957, KSAD dengan rombongannja telah berangkat ke Bandiarmasin untuk melantik Pd. Plm. T.T. VI. Disini nampak pada saat KSAD mendarat dilangan Ulin jang disambut oleh Kol. Kusno Utomo, Gubernur dan pembesar² mil./ sipil lainnja.''</small>
{{Missing image}}
<small>''Gambar tengah:''<br>
''KSAD nampak sedang melantik Kol. Kusno Utomo mendjadi Pd. Panglima T.T. VI Tandjung Pura.''</small>
{{Missing image}}
<small>''Gambar bawah:''<br>
''Selesai pelantikan, diadakan Gdevili Disini nampak KSAD dan Pa. P1 T.T. VI sedang menerima perghomatan dari pasukan jang berdevii jang lengkap dengan pandji²nja.''</small><noinclude>{{rh|24}}</noinclude>
10mi88s1al44od9n8bh263iud2x1o3e
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/250
104
103666
295282
292027
2026-05-14T10:35:27Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295282
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>{{rh||{{sp|LINGGUISTIKA}}}}
{{rh||(sebuah pengantar)}}
{{rh|||S. Effendi}}
3.2 {{u|Kontoid}} ialah fona yang dalam pembentukannya arus udara paru-paru mendapat hambatan samasekali atau penyempitan rada suatu tempat dalam jalan ucap demikian rupa, sehingga terjadilah semacam letupan atau geseran, Misalnya fona-fona ''[{{sp|pbnsz}}]''.
Pada Lembentukan ''[{{sp|pb}}]'' misalnya dari kata {{u|paruh}} dan {{u|baru}}, arus udara mendapat hambatan samasekali oleh kedua bibir yang: terkatup rapat, langit-langit Lembut menaik, udara dalam jalan ucap jadi mampat oleh tekanan paru-paru, dan ketika bibir terbuka terlepaslah udara mampat itu keluar mulut disertai semacam letupan.
Pada pembentukan ''[n]'' misalnya dari kata {{u|nama}}, arus udara mendapat hambatan samasekali oleh ujunglidah yang menekan pada gigiatas, langit-langit lembut merendah demikian rupa, udara dalam jalan ucap jadi mampat oleh tekanan paru-paru, dan ketika ujunglidah dilepaskan, keluarlah udara mampat itu melalui rongga hidung disertai semacam letupan pula.
Lain halnya dengan pembentukan ''[{{sp|sz}}]'' misalnya dari kata {{u|sama}} dan {{u|zaman}}, arus udara tidak terhambat samasekali, tapi hanya mengalami penyempitan oleh gerak daunlidah mendekati gusigigi demikian rupa sehingga masih ada lubang kecil yang dapat dilalui arus udara keluar mulut serta
menimbulkan semacam bunyi gesekan atau friksi.
Ketika terjadi fona-fona ''[{{sp|ps}}]'' pitasuara tidak bergetar, sedang ketika terjadi fona-fona ''[{{sp|bnz}}]'' pitasuara bergetar. Demikianlah biasa disebut fona dengan pitasuara tak bergetar adalah fona tak bersuara dan fona dengan pitasuara bergetar adalah fona bersuara.
Demikianlah jika dirumuskan kembali ciri-ciri utama kontoid adalah:
<ol type="a" start="1">
<li>terjadi karena gerak mekanistik udara paru-paru (pulmonik);</li>
<li>arus udara paru-paru keluar melalui mulut atau hidung (agresif);</li>
<li>arus udara paru-paru mendapat hambatan samasekali atau hanya mendapat penyempitan jalan ucap;</li>
<li>hambatan atau penyempitan itu karena gerak mekanistik alat-alat ujaran;</li>
<li>sebagai fona bersuara atau fona tidak bersuara;</li>
<li>sebagai fona mulut (oral) atau fona sengau (nasal).</li>
</ol>
- -----------
<sup>+</sup>Lanjutan Bahasa dan Kesusastraan. No. 2 dan 3 Th.1/1968<noinclude>{{rh|||30}}</noinclude>
tjrf08bhrpjvifz19k9z98mqo2nv66u
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/304
104
103674
294376
292064
2026-05-13T13:49:12Z
Lutfiyatun
26681
/* Tervalidasi */
294376
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{center|'''<big><big><big>Panjumpahan TJALON PERADJURIT'''</big></big><br>
'''dari TT.IZ'''<br>
'''di'''<br>
'''B.T.C.'''<br>
'''Purworedjo.'''<br>
'''tgl.22/7-57</big>'''}}
{{Missing image}}
<small>''Pemeriksaan tjalon peradjurit oleh T.T. IV, Kolenel Suharto''</small>
{{Missing image}}
<small>''Pada upatjara pelantikan, mereka disumpah menurut agamanja masing?. Antaranja masih terdapat jang beragama animisme.''</small>
{{Missing image}}<noinclude>
26</noinclude>
ht8xg8l2u2krm81i37ogoaqc4z2krxk
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/306
104
103677
294920
292069
2026-05-14T03:40:17Z
Sarieffe
26994
/* Tervalidasi */
294920
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude>{{center|'''<big>penutupan sskad angkatan ke. V.</big>'''}}
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 306 crop).jpg|kanan|400px|jmpl|''Menteri Pertahanan Ir. Djuanda Kartawidjaja dengan disertai oleh Komandan Upatjara memeriksa barisan para siswa SSKAD angkatan ke-V jang baru menamatkan peladjarannja.'']]
Pada tanggal 8 Agustus '57 pagi, bertempat dilapangan "Melati Mekar" dalam komplek SSKAD di Bandung telah dilangsungkan upatjara penutupan angkatan ke V SSKAD jang dihadiri oleh Menteri Pertahanan a.i. Ir. Djuanda Kartawidjaja sebagai inspektur upatjara, Wakil KSAD Brigadir Djenderal Gatot Subroto jang bertugas menerima kembali siswa² angkatan ke V ini dari tangan Direktur SSKAD Kolonel Mokoginta, Panglima T.T. III Kolonel Kosasih, Gubernur Djawa Barat Ipik Gandamana, Ketua DPRD-P Djawa Barat Ojo Somanteri, para Asisten KSAD, Kolonel Sadikin dari MBAD dan Kepala² Dinas/Djawatan dalam lingkungan KMKB Bandung.
Panglima Tertinggi Ir. Sukarno jang semula diharapkan akan mendjadi inspektur upatjara, ternjata berhalangan datang karena harus mempersiapkan pidatonja pada peringatan hari Proklamasi di Bali, sedang KSAD Djenderal Major A.H. Nasution untuk suatu tugas lain harus pergi ke Kalimantan.
Upotjara jang telah berlangsung dilapangan „Melati Mekar” ini tjukup memberikan kesan kechidmatan sesuai dengan tradisi '''SSKAD''' sedjak didirikannja, begitu pula suasana dalam resepsi sesudah itu benar² diliputi oleh suasana kekeluargaan antara para siswa dengan mereka jang masih bertugas, djustru pada saat² situasi jg kurang memuaskan ini.
Setelah Komandan Upatjara Letnan Kolonel Suwarto memberikan lapurannja kepada Direktur SSKAD, penjambutan penghormatan kepada inspektur upatjara serta inspeksi pasukan oleh inspektur upatjara rombongan, maka Direktur SSKAD Kolonel Mokoginta telah memberikan laporan djalannja pendidikan kepada Wakil KSAD Brigadir Djenderal Gatot Subroto pada saat mana setjara resmi bekas siswa² angkatan ke V itu diserahkan kepada Wakil KSAD.
Sesudah Wakil KSAD dengan resmi mengumumkan penutupan angkatan ke V ini jang diiringi pembagian idjazah dan penggantian tanda pangkat, dan setelah sambutan² Wakil KSAD dan Menteri Pertahanan diutjapkan maka upatjara diachiri dengan disusul oleh suatu resepsi. Dalam resepsi ini oleh angkatan
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 306 crop2).jpg|400px|kiri|jmpl|''Direktur SSKAD Kolonel Mokoginta sedang memberikan laporan djalannja pendidikan kepada W. KSAD Brigadir Djenderal Gatot Subroto.'']]<noinclude>{{rh|28}}</noinclude>
eisjpywctrl39bwb5yvzhonfi758y3l
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/307
104
103680
294922
292082
2026-05-14T03:49:04Z
Sarieffe
26994
/* Tervalidasi */
294922
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 307 crop).jpg|400px|kiri|jmpl|''Sesudah W. KSAD dengan resmi mengumumkan penutupan SSKAD angkatan ke-V, maka oleh beliau sendiri idjazah.'']]
V telah pula diserahkan bingkisan tanda terima kasih kepada Direktur, Korps Guru dan Staf SSKAD.
'''Sambutan Menteri Pertahanan :'''
Menteri Pertahanan a.i. Ir. Djuanda Kartawidjaja dalam upatjara penutupan SSKAD angkatan ke V ini telah ikut mengutjapkan amanatnja jang ditudjukan kepada siswa² tammatan SSKAD angkatan ke V ini. Antara lain Menteri Pertahanan mengatakan, bahwa Angkatan Perang kita dalam tahun ini sudah banjak mentjapai kemadjuan² dalam rangka usaha membentuk suatu Angkatan Perang jang modern. Meskipun demikian, apabila para siswa nanti kembali kedalam masjarakat Angkatan Perang, maka ternjata masih banjak terdapat kesulitan terutama jang mengenai materi dan personil.
Dikatakan selandjutnja, bahwa pemerintah insjaf akan adanja kekurangan ini, dan selalu berusaha memenuhi kekurangan² ini, dan selalu berusaha memenuhi kekurangan serta mengatasi kesulitan itu sesuai dengan kemampuan jang ada padanja.
Menurut Djuanda, tugas jang dihadapi oleh Angkatan Perang kita dewasa ini bertambah sulit, berhubung dengan adanja berbagai peristiwa didalam negeri dan berhubung dengan diumumkannja keadaan SOB oleh Kepala Negara. Kedua matjam keadaan ini memberikan tugas lebih berat kepada Angkatan Perang kita jang harus dapat dilaksanakannja sebaik mungkin.
Menteri Pertahanan a.i. Ir. Djuanda berpendapat, bahwa pengetahuan jang telah diterima selama dalam pendidikan SSKAD itu, sementara sudah dapat dianggap tjukup untuk dapat mendjalankan tugas-tugasnja tersebut tadi. Dalam rangka inilah, Menteri Pertahanan berharap agar para perwira dapat mendjadi teladan jang baik bagi kemadjuan bangsa dan negara.
Achirnja Menteri Pertahanan a.i. Ir. Djuanda meminta perhatian atas amanat Panglima Tertinggi Ir. Sukarno pada tanggal 14 Maret jang lalu jang antara lain meminta agar anggota² Angkatan Perang dapat bertindak tegas dan tepat terhadap dirinja untuk dapat bertindak tegas keluar.
'''Sambutan Wakil KSAD :'''
Wakil KSAD Brigadir Djenderal Gatot Subroto dalam amanatnja antara lain mengatakan, bahwa dewasa ini ilmu kemiliteran sudah sedemikian pentingnja hingga tak dapat diremehkan lagi oleh ilmu pengetahuan lainnja.
Wakil KSAD mengakui, bahwa hanja dengan keberanian {{hws|sa|sadja}}
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 307 crop2).jpg|400px|kanan|jmpl|''Sesudah pemberian idjazah, maka oleh W. KSAD dilakukan pula penggantian tanda pangkat siswa dengan tanda pangkat mereka masing'']]<noinclude>{{rh|||29}}
29</noinclude>
9g1zo74iele29gltqr5tupefd4bp7wh
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/319
104
103683
295354
292089
2026-05-14T11:23:04Z
Sarieffe
26994
/* Tervalidasi */
295354
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 319 crop).jpg|400px|kiri|jmpl|''KSAD sedang memberikan pendjelasan? dalam suatu rapat jang diadakan di Prapat. Disampingnja nampak pula Plm. T.T. I, Let. Kol. Dijamin Ginting.'']]
Djuga dari kalangan Pemerintah Sipil, DPR dan DPD banjak diberikan andjuran², dan dalam hal ini KSAD sebagai Penguasa Militer Pusat, dapat memahami sehingga apa jang mungkin dapat diberikan pusat, akan diberikan.
Selama perkundjungan KSAD didaerah ini, KSAD telah banjak melihat dan mendengar dari dekat sehingga KSAD dimasa jang akan datang ini lebih mudah mengadakan penjelesaian² jang masih terbengkalai dan dapat diakui dalam kundjungan² ini banjak diperoleh kemadjuan², jaitu sesudah berapat, bertemu, beramah-tamah dengan segala instansi pemerintahan maupun militer.
Disamping itu, KSAD dalam rangka kundjungannja sebagai Penguasa Militer Pusat kedaerah ini, pada tanggal 29 Djuli pagi bertempat dikediaman Panglima T.T.I. telah mengadakan pula pertemuan dengan semua pemimpin Redaksi/Penanggung djawab seluruh harian di Medan, dalam suasana ramah tamah.
Pembitjaraan jang berlangsung selama lebih kurang satu djam itu berpokok soalkan peranan pers ditengah² masjarakat chusus pada saat² sedang berlakunja Peraturan Keadaan Darurat Perang seperti sekarang ini, dalam mana KSAD antara lain menekankan permintaan dan peringatan beliau sesuai dengan peraturan² SOB, agar pers dapat membantu mendjernihkan suasana keruh jang meliputi tanah air sekarang ini.
Berkata KSAD antara lain dalam pertemuan ini: "Selama delapan hari saja berada didaerah ini untuk mengadakan hubungan dengan berbagai pihak, dan selama itu pulalah saja memperoleh kesan jang mengetjewakan tentang tjara² pemberitaan surat² kabar di Medan jang satu sama lain sangat tadjam pertentangannja. Medan, bahkan menurut anggapan saja sudah mendjadi djuara nomor satu dalam hal ini".
Setjara terus terang, KSAD djuga dapat mengakui bahwa hal jang seperti ini kalau semata² dilihat dari satu segi, ada baiknja; akan tetapi, kata beliau, bagi beliau selaku Penguasa Militer hal tadi djuga tidak sedikit menimbulkan kesulitan dalam melaksanakan tugas.
"Pertentangan pers di Medan ini sangat tadjam", demikian KSAD tegaskan, "bahkan terlalu tadjam, dan saja mengambil kesimpulan, pertentangan ini akan menjulitkan pekerdjaan kami". "Memang", demikian KSAD selandjutnja, "adalah mendjadi hak bagi setiap warga negara dalam demokrasi untuk mengeluarkan suara dan saja tidak akan mengekangkunja; akan tetapi dalam keadaan SOB ini karena satu sama lain mempunjai tjara {{hws|mentja|mentjampaikan}}
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 319 crop2).jpg|400px|kanan|''Ramah tamah dirumah Plm. T.T. I. Nampak KSAD duduk disamping kanan Gubernur Propinsi Sumatera Uutara St. Kumala Pontas. Sedang sebelah kiri Gubernur adalah Menteri Antar Daerah F.L. Tobing.'']]<noinclude>{{rh|||41}}
41</noinclude>
878k8f56jddyg2naz026pmy3w8t8gbr
295357
295354
2026-05-14T11:24:12Z
Sarieffe
26994
295357
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 319 crop).jpg|400px|kiri|jmpl|''KSAD sedang memberikan pendjelasan? dalam suatu rapat jang diadakan di Prapat. Disampingnja nampak pula Plm. T.T. I, Let. Kol. Dijamin Ginting.'']]
Djuga dari kalangan Pemerintah Sipil, DPR dan DPD banjak diberikan andjuran², dan dalam hal ini KSAD sebagai Penguasa Militer Pusat, dapat memahami sehingga apa jang mungkin dapat diberikan pusat, akan diberikan.
Selama perkundjungan KSAD didaerah ini, KSAD telah banjak melihat dan mendengar dari dekat sehingga KSAD dimasa jang akan datang ini lebih mudah mengadakan penjelesaian² jang masih terbengkalai dan dapat diakui dalam kundjungan² ini banjak diperoleh kemadjuan², jaitu sesudah berapat, bertemu, beramah-tamah dengan segala instansi pemerintahan maupun militer.
Disamping itu, KSAD dalam rangka kundjungannja sebagai Penguasa Militer Pusat kedaerah ini, pada tanggal 29 Djuli pagi bertempat dikediaman Panglima T.T.I. telah mengadakan pula pertemuan dengan semua pemimpin Redaksi/Penanggung djawab seluruh harian di Medan, dalam suasana ramah tamah.
Pembitjaraan jang berlangsung selama lebih kurang satu djam itu berpokok soalkan peranan pers ditengah² masjarakat chusus pada saat² sedang berlakunja Peraturan Keadaan Darurat Perang seperti sekarang ini, dalam mana KSAD antara lain menekankan permintaan dan peringatan beliau sesuai dengan peraturan² SOB, agar pers dapat membantu mendjernihkan suasana keruh jang meliputi tanah air sekarang ini.
Berkata KSAD antara lain dalam pertemuan ini: "Selama delapan hari saja berada didaerah ini untuk mengadakan hubungan dengan berbagai pihak, dan selama itu pulalah saja memperoleh kesan jang mengetjewakan tentang tjara² pemberitaan surat² kabar di Medan jang satu sama lain sangat tadjam pertentangannja. Medan, bahkan menurut anggapan saja sudah mendjadi djuara nomor satu dalam hal ini".
Setjara terus terang, KSAD djuga dapat mengakui bahwa hal jang seperti ini kalau semata² dilihat dari satu segi, ada baiknja; akan tetapi, kata beliau, bagi beliau selaku Penguasa Militer hal tadi djuga tidak sedikit menimbulkan kesulitan dalam melaksanakan tugas.
"Pertentangan pers di Medan ini sangat tadjam", demikian KSAD tegaskan, "bahkan terlalu tadjam, dan saja mengambil kesimpulan, pertentangan ini akan menjulitkan pekerdjaan kami". "Memang", demikian KSAD selandjutnja, "adalah mendjadi hak bagi setiap warga negara dalam demokrasi untuk mengeluarkan suara dan saja tidak akan mengekangkunja; akan tetapi dalam keadaan SOB ini karena satu sama lain mempunjai tjara {{hws|mentja|mentjapai}}
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 319 crop2).jpg|400px|kanan|''Ramah tamah dirumah Plm. T.T. I. Nampak KSAD duduk disamping kanan Gubernur Propinsi Sumatera Uutara St. Kumala Pontas. Sedang sebelah kiri Gubernur adalah Menteri Antar Daerah F.L. Tobing.'']]<noinclude>{{rh|||41}}
41</noinclude>
lm6omkq4lfwwn2p04763atwcsote6le
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/320
104
103685
295378
292092
2026-05-14T11:38:34Z
Sarieffe
26994
/* Tervalidasi */
295378
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 320 crop).jpg|400px|kiri|jmpl|''Kolonel Bamidjo sedang memberikan tjerawahnja ketika diadakan rapat Staf diruangan Stafkwartier T.T. I, jang dihadiri oleh Menteri F.L. Tobing dan Gubernur Komala Puntas.'']]
{{hwe|pai|mentjapai}} tudjuan tersendiri, kami selaku Penguasa Militer mengharapkan bantuan dari pers. Tidak perlu saja rasa harus konsekwensi dari pada andjuran ini dalam bentuk mempergunakan kewenangan didjalankan, tapi tjukuplah kalau sekedar dengan pengertian".
Usaha kita jang pertama sekali, demikian KSAD, ialah normalisasi keadaan dalam bidang² militer dan pemerintahan. Memperuntjing keadaan sama artinja dengan merintangi pekerdjaan Penguasa Militer.
Mendjelaskan kemungkinan akibat dari pada peringatan dan andjuran beliau ini, KSAD dengan lebih dahulu mengatakan bahwa "jang sudah² itu, sudahlah" setiap pelanggaran jang dilakukan jang bertentangan dengan ketentuan ini, apalagi kalau tidak bersumber dari instansi militer jang ditundjuk, akan dikenakan tindakan penutupan terhadap hariannja; akan tetapi apabila pelanggaran itu dianggap enteng, tjukuplah dengan diberikan teguran² sadja.
Berbitjara chusus soal² jang timbul dalam angkatan darat sendiri, KSAD mendjelaskan, sesuai dengan tingkat usaha jang telah kita tjapai sekarang, didaerah ini sebagaimana djuga daerah² lainnja pengaruh kata² dan tulisan, terutama oleh surat² kabar, sangat mempengaruhi masjarakat. Sedangkan haruslah diakui, bahwa Angkatan Darat sebagai tentara jang baru lahir dan timbul dari perdjuangan ini, sebagaimana djuga usaha kita mendirikan negara RI, mengandungbanjak tjara² kerdja kita sendiri jang mengakibatkan pertentangan satu sama lain.
Peristiwa² jang didengar dan dialami terdjadi dalam tubuh Angkatan Darat bukan sadja timbulnja sedjak "Peristiwa 17 Oktober", akan tetapi sudah sedjak "djaman Djokja"; hal mana serupa dengan apa jang dialami di Sumatera Timur, di Tapanuli dan sebagainja pada djaman revolusi. Djustru karenaitulah, demikian KSAD, kita tak perlu berkertjil hati oleh persoalan-persoalan jang sedang kita hadapi sekarang ini, karena ia adalah hal jang logis, sesuai dengan pertumbuhan negara kita ini sendiri.
Seterusnja, diterangkan pula hal² jang mengenai "Peristiwa Sumatera Selatan", "Sumatera Tengah", "Sulawesi Utara" dan "Sumatera Utara".
Dalam hubungan semua peristiwa ini, saja, demikian KSAD, selaku Penguasa Militer dan Pimpinan Angkatan Darat harus mengemukakan kepada masjarakat, bahwa apa² jang kita umumkan kepada masjarakat itu semuanja dalam rangka usaha membantu penjelesaian.
Pembatasan terhadap pers jg kami lakukan, chusus setelah
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 320 crop2).jpg|400px|kanan|jmpl|''KSAD sedang mengenakan kain adat Karo (Uis Perembah Djulu) sambil menjampaikan terima kasihnja kepada rakjat/penduduk Tanah Karo pada waktu beliau mengundjungi Kota Kabandjahe.'']]<noinclude>{{rh|42}}
42</noinclude>
0bv2rlmuzrx0t4sf2z2izvm2pl5uum1
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/322
104
103686
295387
292099
2026-05-14T11:49:30Z
Sarieffe
26994
/* Tervalidasi */
295387
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 322 crop).jpg|400px|kiri|jmpl|''Penutupan Kali Tjiliwung untuk tempat parkir mobil didepan Istana Negara dan Hotel Dharma Nirmala Djakarta sepandjang 100 m dengan lebar 18 m oleh pasukan Genie A.D. Disini nampak pada waktu kali tsb. masih terbuka dan para anggota pasukan genie pada mulai hendak bekerdja.'']]
{{X-larger|pasukan genie angkatan darat}}
<center> {{Xx-larger|SIAPKAN DALAM ENAM SETENGAH HARI}}</center>
<center>{{Xx-larger|TEMPAT PARKIR MOBIL SEPANDJANG 100 M.}}</center>
<center>{{Xx-larger|LEBAR 18M DIATAS KALI TJILIWUNG}}</center>
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 322 crop2).jpg|300px|kiri|jmpl|''Lihatlah betapa sibuknja mereka bekerdja dan mendorong.'']]
Pembuatan „tempat parkir” di Djalan Nusantara/Segara diatas kali Tjiliwung — Djakarta — bagi Pasukan Genie adalah merupakan satu latihan, dimana masjarakat ikut mengetjap hasilnja. '''Pasukan Genie Angkatan Darat memang satu-satunja pasukan jang mahal harganja, memerlukan biaja jang besar. Dalam waktu sekarang ini, masa bukan perang, memang sebaiknja mereka ini dikerahkan untuk pembangunan.'''
Demikian Kol. Djatikusumo dan Major Rustamadji, Komandan Dinas Genie Angkatan Darat dan Komandan Batalionnja sewaktu wartawan² ibu-kota<noinclude>{{rh|44}}
44</noinclude>
lz8ad4wwn4tqwt202njpqcymomzinx7
295389
295387
2026-05-14T11:50:46Z
Sarieffe
26994
295389
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 322 crop).jpg|400px|kiri|jmpl|''Penutupan Kali Tjiliwung untuk tempat parkir mobil didepan Istana Negara dan Hotel Dharma Nirmala Djakarta sepandjang 100 m dengan lebar 18 m oleh pasukan Genie A.D. Disini nampak pada waktu kali tsb. masih terbuka dan para anggota pasukan genie pada mulai hendak bekerdja.'']]
{{X-larger|pasukan genie angkatan darat}}
<center> {{Xx-larger|SIAPKAN DALAM ENAM SETENGAH HARI}}</center>
<center>{{Xx-larger|TEMPAT PARKIR MOBIL SEPANDJANG 100 M.}}</center>
<center>{{Xx-larger|LEBAR 18M DIATAS KALI TJILIWUNG}}</center>
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 322 crop2).jpg|300px|kiri|jmpl|''Lihatlah betapa sibuknja mereka bekerdja dan mendorong.'']]
Pembuatan „tempat parkir” di Djalan Nusantara/Segara diatas kali Tjiliwung — Djakarta — bagi Pasukan Genie adalah merupakan satu latihan, dimana masjarakat ikut mengetjap hasilnja. '''Pasukan Genie Angkatan Darat memang satu-satunja pasukan jang mahal harganja, memerlukan biaja jang besar. Dalam waktu sekarang ini, masa bukan perang, memang sebaiknja mereka ini dikerahkan untuk pembangunan.'''
Demikian Kol. Djatikusumo dan Major Rustamadji, Komandan Dinas Genie Angkatan Darat dan Komandan Batalionnja sewaktu wartawan² ibu-kota<noinclude>{{rh|44}}</noinclude>
5btg3zl605p8937s32dkvuou96y56fn
295391
295389
2026-05-14T11:52:02Z
Sarieffe
26994
295391
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 322 crop).jpg|400px|kiri|jmpl|''Penutupan Kali Tjiliwung untuk tempat parkir mobil didepan Istana Negara dan Hotel Dharma Nirmala Djakarta sepandjang 100 m dengan lebar 18 m oleh pasukan Genie A.D. Disini nampak pada waktu kali tsb. masih terbuka dan para anggota pasukan genie pada mulai hendak bekerdja.'']]
{{X-larger|pasukan genie angkatan darat}}
<center> {{Xx-larger|''SIAPKAN DALAM ENAM SETENGAH HARI''}}</center>
<center>{{Xx-larger|''TEMPAT PARKIR MOBIL SEPANDJANG 100 M.''}}</center>
<center>{{Xx-larger|''LEBAR 18M DIATAS KALI TJILIWUNG''}}</center>
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 322 crop2).jpg|300px|kiri|jmpl|''Lihatlah betapa sibuknja mereka bekerdja dan mendorong.'']]
Pembuatan „tempat parkir” di Djalan Nusantara/Segara diatas kali Tjiliwung — Djakarta — bagi Pasukan Genie adalah merupakan satu latihan, dimana masjarakat ikut mengetjap hasilnja. Pasukan Genie Angkatan Darat memang satu-satunja pasukan jang mahal harganja, memerlukan biaja jang besar. Dalam waktu sekarang ini, masa bukan perang, memang sebaiknja mereka ini dikerahkan untuk pembangunan.
Demikian Kol. Djatikusumo dan Major Rustamadji, Komandan Dinas Genie Angkatan Darat dan Komandan Batalionnja sewaktu wartawan² ibu-kota<noinclude>{{rh|44}}</noinclude>
1d8dct30fp4tltq2xiickgozku4chct
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/399
104
103705
295222
292172
2026-05-14T09:57:50Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295222
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude><u>Daftar bacaan</u>:
<br>
<br>
<ol type=1 start=1>
<li>Alisjahbana, Takdir, <u>Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia I</u>. Jakarta, 1979</li>
<li>Alisjahbana, Takdir, <u>Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia II</u>. Jakarta, 1979</li>
<li>Lubis, Madong, <u>Paramasastra Landjut</u>. Medan, t.th.</li>
<li>Pudjawijatna, I.II, dan Dr. P.Y. Zoetmulder, <u>Tatabahasa Indonesia I</u>. Jakarta, 1954</li>
<li>Zain, Sutan Muhammad, <u>Djalan Bahasa Indonesia</u>. Jakarta, 1954</li>
<li>Hadidjaja, Tardjan, <u>Tatabahasa Indonesia</u>. Yogya, 1965</li>
<li>Fries, Ch.C, <u>The Structure of English</u>. New York, 1952</li>
<li>Bloomfield, Leonard, <u>Language</u>. New York, 1933</li>
</ol><noinclude></noinclude>
1gs9p1xvea35nad12oawlsz3wewohy3
Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/278
104
103725
295147
292190
2026-05-14T09:17:41Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295147
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>Uang Daerah jang pertama keluar, bernama „''Coupon Penukaran''” terdiri dari harga jang 1 rupiah dan 2½ rupiah. Kertasnja adalah kertas biasa sadja, dipilih jang kuat dan jang tebal. Mula-mula keluar, bentuk dan ukurannja seperti digambarkan dibawah ini:
Bahagian muka dari harga 2½ rupiah:
{{rule}}{{rule}}
{{Multicol|140%}}
2½<br>{{rule|6em|align=left}}
{{Multicol-break}}
2½<br>{{rule|6em|align=left}}
{{Multicol-end}}
{{border|position=center|compact=true|color=#FFFFFF|maxwidth=30em|
{{Multicol|100%}}
No..........
{{Multicol-break}}
No..........
{{Multicol-end}}
{{c|COUPON PENUKARAN}}
Pemerintah Negara Republik Indonesia Daerah Djambi mendjamin penukaran Coupon Pembajaran ini seharga
{{Multicol|100%}}
Dua setengah rupiah
{{Multicol-break}}
{{rule|margin_tb=2em|5em}}
{{Multicol-break}}
Dua setengah rupiah
{{Multicol-end}}
{{Multicol|100%}}
{{Multicol-break}}
2½
{{Multicol-end}}
{{Multicol|100%}}
Residen N.R.I. Djambi
{{Multicol-break}}
{{rule|margin_tb=2em|5em}}
{{Multicol-break}}
Komisi Keuangan
{{Multicol-end}}
}}
{{Multicol|140%}}
2½<br>{{rule|6em|align=left}}
{{Multicol-break}}
2½<br>{{rule|6em|align=left}}
{{Multicol-end}}
{{rule}}{{rule}}
Bahagian belakang dengan berpetak ketjil djuga setiap sudut dan angka serta bertulisan:
:Coupon ini berlaku hanja di Daerah Djambi sebagai alat penukaran jang sjah buat sementara. Penukaran dengan wang Orips R. 100 (Seratus rupiah) dan R. 25 (Dua puluh lima rupiah) ditanggung oleh Pemerintah setiap waktu di Kas Negara Djambi.
{{right|Djambi, 24 Oktober 1947.}}
Dalam bulan Desember 1947, bentuk Coupon ini diperbagus lagi dengan diberi berwarna dan pinggir berbunga-bunga; ditambah pula dengan pengeluaran dari Coupon jang seharga R. 5.{{--}} dan Rp. 10.{{--}} Pertjetakan berdjalan terus dengan produksinja sampai pada penghabisan tahun 1948, dan berkesudahan dengan hantjurnja pertjetakan tersebut pada waktu tentera Belanda menjerbu ke-kota Djambi dengan parachutenja.
{{rule|10em}}<noinclude>{{rh|272}}</noinclude>
4s70x2epr11sxklrqwvhovyacsprg36
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/397
104
103731
295217
292234
2026-05-14T09:55:30Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295217
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||3}}</noinclude>3.1 Dalam pengajaran bahasa Indonesia di sekolah-sekolah dikenal bermacam jenis kalimat, seperti kalimat ingkar, kalimat berita, kalimat perintah dsb. kalau ditelaah pengertian<sup>2</sup> yang dirumuskan untuk jenis<sup>2</sup> kalimat tersebut tampilan saling cakup pengertian yang cukup membingungkan, misalnya kalimat berita juga dapat sebagai kalimat ingkar, atau sebaliknya. Hal itu disebabkan oleh kriteria yang dipergunakan untuk tiap peragaman/klasifikasi kalimat tidak selalu tetap, bertukar-tukar.
Yang berikut ini adalah peragaman kalimat berdasarkan konteks pemakaian bahasa dalam suatu percakapan dan reaksi/responsi yang timbul dari padanya. Dasar peragaman ini diambil sebagai usaha untuk meghindari timbulnya saling cakup pengertian, seperti telah dilakukan oleh Charles Carpenter Frice dalam buku <u>The Structure of English</u>
:a) Kalimat sapa, umumnya minim berpola tetap/stereotip, diikuti responsi tutur dengan pola tetap pula, atau dengan pola kalimat sapa, misalnya:
::{|
|-
|Selamat pagi.|| - Selamat pagi.
|-
|Hai!|| - Hai!
|-
|}
:b) kalimat panggil, umumnya kalimat minim diikuti responsi tutur singkat dan/atau disertai responsi tindak misalnya:
::{|
|-
|Hasan! || ||A. Ada apa, bu? (dan/atau: Hasan pergi menghampiri)
|-
|Amin || ||-Ya. pak.
|-
|}
:c) Kalimat seru, umuanya kalimat minim berpola tetap, {{hws|ti|tidak}}<noinclude>{{rh||29}}</noinclude>
g23oihmsl38fe3i9sgx8wn8pjx5d7o6
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/579
104
103732
294931
292211
2026-05-14T04:20:41Z
Ars-arsa
26526
/* Validated */
294931
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude><ol>
Indikator kwasi pasif:
</ol>
<ol>
ko-/ka dari Bahner (Khmer).
</ol>
Ter-, dari teh ({{u|Mon}}), berarti mencapai, misalnya teh pyi = mendapat malu, kena malu, to get blamed.
Akhiran: -an, dari akhiran pasif -an Birhar cabang {{u|Munda}},
misalnya: makanan, minuman, ketakutan.
Pa-, po, per- dari: {{u|pan-}} (Palaung) = apa; misal: pawoh
apa yang diberikan.
Pe-, pa- + nasal homorgan menjadi penunjuk pelaku.
Akhiran -nya dari: nyeh ({{u|mon}}) dia, -nya; -é, -né (Jawa)
dari: ó ({{u|Mundari}}).
Kalimat pasif Austronesia asli dengan indikator -in- dijum-
pai di dalam bahasa Sriwijaya pada piagam Kota Kapur, piagam tertua berbahasa Nusantara, dalam kalimat: Tandrun Luah Winunu (Tandrun Luah dibunuh).
Sekian sekadar basic vocabulary dan tata bahasa. Pada dasarnya bangsa Nusantara baru memencar ke barat dan ke timur, sesudah
terbentuk bahasa baru di Sumatera antara pendatang dari daratan
Asia yang bermukin di Semenanjung Austronesia Barat Purba. Anasir bahasa-bahasa daratan Asia agak dominan, sedang unsur-unsur Austronesia Purba terbatas pemakaiannya dalam bahasa-bahasa daerah.
Sebagian besar kata-kata dan unsur bahasa Melayu berasal dari bahasa-bahasa daratan Asia Selatan dan Tenggara, yang mempunyai
watak yang sama dengan bahasa Campa. Sedang bahasa Melayu sendiri juga mempunyai watak yang sama dengan bahasa Campa. Bahasa-bahasa Asia Selatan dan Tenggara (dari Assam hingga Annam) ini tidak mengenal fleksi dan bentuk pasif, pada mulanya mempunyai watak-watak yang sama dan serumpun, dan sangat besar pengaruhnya pada bahasa Austronesia. Bahasa-bahasa ini di sebelah barat berbatasan dengan bahasa<noinclude>{{rh|||45 Bahasa dan Kesusastraan VI (3), 1973}}</noinclude>
polw9sjsryf57louturyzz57r68wy8x
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/572
104
103742
294911
292228
2026-05-14T03:31:13Z
Ars-arsa
26526
/* Validated */
294911
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>schap veronderstelt gewoonlijk golijkkheid van afkomst en gelijkvormigheid van goestelijk begaafdheid. On togonzoggolijk maakt de wereldgeschiedenis ons bekend met meer dan con voorbeeld dat een voolk genoopt werd van taal te veranderen, maar die dwang is steeds vergezeld gogaan van inmenging van vreemd bloed." V.G. H. Korn XIV, 286).
Acapkali terjadi bahwa sesuatu kelompok suku/wangsa terpaksa
berpindah tempat, mengungsi, atau menjadi budak musuh. Terpaksa pula mereka mempergunakan bahasa keluarga dengan bahasa di tempat mereka mengungsi atau mengabdi demi mempertahankan kelangsungan hidupnya. Namun pengalaman sejarah menunjukkan bahwa mereka tidak mau juga melepaskan sama sekali bahasa keluarganya. Mereka ternyata masih mempergunakan bahasa ibunya di waktu-waktu tertentu dalam kesempatan tertentu pula. Jika demikian, mudah kita bayangkan keadaan bahasa suku-suku yang lama atau tetap terisolasi dari pengaruh asing seperti yang telah disebutkan di depan. Contoh lainnya lagi ialah: suku-suku petualangan/Zigeuners di India, yang telah 1000 tahun meninggalkan daerah asalnya, ternyata masih utuh dialek bahasa Hindunya, walaupun mendapat unsur-unsur campuran dari beberapa tempat yang lama disinggahinya.
Begitu pula bangsa Hoidon yang berasal dari India Barat Laut, sebelum diselidiki bahasanya, disangka: wangsa Gipsi dari Mesir. Ada pula yang mengira bangsa Bohemian, Tartar dan sebagainya. Karena itu tidak salah kiranya kesimpulan H. Kern yang mengatakan bahwa asal sesuatu bangsa itu dapat di tentukan melalui penyelidikan bahasanya, selama belum ada bukti-bukti sejarah yang meyakinkan dan ciri-ciri dasar bagi sesuatu bangsa yang menyatakan bahwa bangsa itu telah berganti bahasa dari bahasa nenek-moyangnya (V.G. H. Kern XIV, 287). Kesimpulan ini dapat di terapkan pada hipotesa penentuan tempat asal<noinclude>{{rh|||37 Bahasa dan Kesusastraan VI (3), 19}}</noinclude>
cyd5u148qyxy1383f2ovqnjd8zss3f5
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/439
104
103757
295355
292283
2026-05-14T11:23:39Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295355
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|21}}</noinclude>{{c|II}}
6.1 Pengajaran Bahasa Indonesia (BI) adalah suatu proses yang sistematik. Dalam proses itu terjadilah interaksi diantara:
{{Hanging indent|1.5em|(1) satuan anak didik sebagai input bakal;}}
{{Hanging indent|1.5em|(2) satuan kurikulum, guru, nonguru, metodik, manajemen, alat pelajaran dan evaluasi sebagai input instrumental;}}
{{Hanging indent|1.5em|(3) satuan keluarga, masyarakat, ekonomi, dan politik sebagai input lingkungan;}}
{{Hanging indent|1.5em|(4) satuan proses dimana anak didik dikembangkan kemampuan bahasanya melalui pembinaan pengertian, komunikasi, dan apresiasi (sikap, nilai etis-estetis);}}
{{Hanging indent|1.5em|(5) satuan lulusan sebagai output.}}
6.2 Sepintas lalu (lihat lampiran 1) proses itu cukup sederhana -- hanya dibangun oleh lima satuan. Tapi apabila tiap satuan itu ditelaah dan dianalisa sungguh-sungguh, maka akan ditemukanlah suatu jaringan komponen masalah yang maha luas, rumit dan saling berinteraksi. Menyadari kenyataan ini, siapa pun seyogianya akan berhati-hati mengambil kebijaksanaan pembaruan pengajaran BI. Artinya, tiap kebijaksanaan pembaruan sejogianya sejauh mungkin mempertimbangkan kenyataan-kenyataan yang ada -- yang menguntungkan maupun yang menghambat -- pada tiap satuan dan komponen dalam proses pengajaran itu. Ini adalah tugas yang sangat berat. Sekalipun demikian kita tidak bisa mengabaikan pembaruan pengajaran BI apabila pembaruan itu dianggap sebagai suatu keharusan untuk kehidupan anak didik masa kini dan mendatang.
6.3 Dasar pembaruan pengajaran BI itu seyogianya tidak terlepas dari usaha pembangunan BI secara keseluruhan seperti terlihat pada bagan diajukan untuk pemikiran lebih lanjut -- terlampir. (lihat lampiran 2).<noinclude></noinclude>
5cwhhckkjfibkljqjmutopf35wdagun
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/440
104
103758
295356
292301
2026-05-14T11:24:04Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295356
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|22}}</noinclude>7.1 Kurikulum SMP yang berlaku hingga dewasa ini telah mengidentifikasi itu kurang konsisten. Untuk lebih mengonsistenkan, tujuan pengajaran BI akan diidentifikasikan sebagai berikut:<ref>Dalam beberapa kali loka karyanya (1972), Badan Pengembangan Pendidikan Dep. P dan K telah mengidentifikasikan tujuan kurikuler, tujuan instruksionil, silabus, dan program pengajaran BI untuk Sekolah Menengah Pembangunan.</ref>
::{{Hanging indent|1.5em|(1) Pengetahuan, yakni konsep-konsep, pengertian-pengertian yang seyogianya diselami dan dimiliki oleh anak didik;}}
::{{Hanging indent|1.5em|(2) Ketrampilan, yakni sejumlah kemampuan yang kongkrit yang seyogianya dimiliki dan dikembangkan oleh anak didik;}}
::{{Hanging indent|1.5em|(3) Sikap dan nilai, yakni perilaku-perilaku tertentu yang seyogianya dimiliki dan dikembangkan oleh anak didik, dan nilai-nilai etis maupun estetis yang hendaknya dialami sendiri dan dikembangkan oleh anak didik; sikap dan nilai berintegrasi dengan pengetahuan dan ketrampilan.}}
Pengetahuan, ketrampilan, sikap dan nilai-nilai seyogianya diturunkan demikian rupa hingga perinciannya "cocok" dengan perincian-perincian komponen pelajaran yang bersangkutan, dalam hal ini pelajaran Bahasa Indonesia di SMP.
7.2 Dalam kurikulum SMP komponen pelajaran bahasa Indonesia sebagai berikut: membaca, bercakap, mengarang, pengetahuan bahasa, kesusastraan. Jika ditelaah baik-baik, penurunan komponen itu tidak konsisten dengan proses belajar bahasa dengan tujuan memperoleh pengetahuan, ketrampilan, sikap dan nilai seperti dimaksud pada nomor 7.1.
{{rule|15em|align=left}}
{{Smallrefs}}<noinclude></noinclude>
0ksy9yqrgkh5vajztku108e5x539qi9
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/9
104
103764
294670
292328
2026-05-13T18:43:49Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294670
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>{{c|'''EDJAAN BARU DITINDJAU DARI SUDUT BAHASA'''<br />
'''Oleh: Nj. S.W. Rudjiati Muljadi'''}}<br />
{{left|<u>'''Pengantar Redaksi''':</u>
Karangan ini ditulis oleh Nj. S.W. Rudjiati Muljadi, Kepala Direktorat Bahasa dan Kesusastraan, Direktorat Djendral Kebudajaan dan Wakil Ketua Panitia Edjaan Baru Bahasa Indonesia Departemen Pendidikan dan Kebudajaan. Karangan ini merupakan sebuah prasaran jang telah disampaikan dalam diskusi tentang edjaan baru jang diprakarsai oleh P.W.I. Pusat dan diikuti oleh P.W.I. Djaya, O.P.S. S.P.S., Ikapi (Ikatan Penerbit Indonesia), beberapa tokoh kebudajaan, dan wakil-wakil pers ibukota, pada tanggal 27 September 1967 di gedung P.W.I. Pusat Djakarta.
Diharapkan para pembatja memperoleh gambaran jang djelas tentang gagasan konsep edjaan baru tersebut.|offset=10em}}
A. <u>Sedjarah dan latar belakang</u>
Gagasan untuk memperbaharui edjaan bahasa Indonesia jang berlaku sekarang, jang lazimnja dinamakan Edjaan Suwandi atau Edjaan Republik, timbul pada waktu diadakan Konggres Bahasa Indonesia di Medan pada tanggal 28 Oktober sampai 2 November 1954. Sebagai tindaklandjutnja pada tanggal 1 Agustus 1956, dengan surat Keputusan Menteri no. 44876/S, ttg. 19 Djuli 1956, dibentuk Panitia Pembaharuan Edjaan Bahasa Indonesia. Panitia siap dengan keputusan-keputusannja pada tahun 1957.
Sementara itu pada bulan September 1956 di Johor diadakan Konggres Bahasa Melayu, jang menjatakan hasratnja untuk menjatukan edjaan bahasa Melayu dengan edjaan bahasa Indonesia. Kertas kerdjanja didjadikan bahan pertimbangan pula oleh Panitia Pembaharuan Edjaan jang tersebut diatas.
Sebagai tindak landjut suatu perdjandjian persahabatan antara Republik Indonesia dengan Persekutuan Tanah Melayu pada tanggal 17 April 1959, pada bulan Desember tahun itu diadakan pembitjaraan di Djakarta antara Panitia Pelaksanaan Kerdjasama Bahasa Melayu - Bahasa Indonesia dengan Jawatan-Kuasa Edjaan Rumi Baharu Persekutuan Tanah Melayu. Hasil perembukan itu, diterbitkan oleh Departemen P.P. dan K, Republik Indonesia dalam bentuk buku ketjil jang berdjudul <u>Pengumuman Bersama : Edjaan Bahasa Melayu - Indonesia (Melindo)</u> pada tahun 1961. Salah satu fasal dalam buku tersebut menjatakan, bahwa Edjaan Melayu-Indonesia ini akan diumumkan oleh Pemerintah masing-masing pada waktu jang sama; dan penetapan serta waktu berlakunja telah ditetapkan, jaitu selambat-lambatnja pada bulan Djanuari 1962. Kita ketahui, bahwa keputusan tersebut belum pernah terlaksana, karena perkembangan politik, jang menjebabkan hubungan jang makin memburuk diantara Indonesia dan Persekutuan Tanah Melayu waktu itu.
Suara-suara mengenai Edjaan Melindo ini mulai terdengar lagi pada permulaan tahun 1966, ketika telah timbul usaha-usaha untuk memperbaiki hubungan antara Indonesia dan Malaysia, baik melalui berita-berita radio maupun didalam surat kabar.<noinclude></noinclude>
0us9h609xek4pntii0r79yv969uyjhz
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/577
104
103769
294912
292348
2026-05-14T03:31:48Z
Ars-arsa
26526
/* Validated */
294912
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>lebih sebagai berikut:
Dari rumpun bahasa {{u|Tai}} dari Yunan, dan {{u|Munda}} dari Assam, bahasa-bahasa Austronesia mendapat unsur-unsur bahasa berupa kata-kata {{u|basic vocabulary}}.
{{u|Kata ganti diri}}, hampir semuanya berasal dari daratan, Asia, tetapi dari berbagai rumpun. Kata: "aku, kamu" dari Shan (rumpun Tai): "kau, mau". "Ia" dari bahasa {{u|Khasi War}} (rumpun Tai) "ie". "Engkau" dan Mon "hekau".
{{u|Kata ganti refleksif}}: "diri" dari {{u|Campa-Jarai}}: "drei".
Kata "to" dan "tu" yang berarti orang dalam bahasa Indonesia/Nusantara seperti dalam kata-kata: Toraja, Towana, Tolalaki, Tondano, tun, tuan, Tuhan, ratu, datu, datuk, berasal dari bahasa {{u|Shan}}: to, tu = diri, badan; tubuh = badan, sampai di Indonesia sebelah Timur berubah menjadi: {{u|butu}}.
Kata "déwé, dèwèk", terdapat dalam bahasa Jawa, Sunda, Bali, berasal dari "de" bahasa {{u|Palaung}}.
{{u|Kata tanya}} apa (Ind), apai (Batak Karo, lelawi), ahai (Loda), dari bahasa {{u|Khemer}}: avei.
{{u|Kata kala kerja}}: "sudah, tolah, sedang, akan" dari "da, la, dang, ngan" {{u|Khasi}}. Pengertian "akan" dalam kata "ngnn" {{u|Khasi}} ini diambilkan wadah atau bentuk kata: "Khang" dari {{u|Khmer}} yang sebenarnya berarti "ke-" (Ind).
{{u|Kata perangkai}}: "dengan" dari {{u|Shan}} "tang", kata "dengan" yang berarti: kawan, terdapat dalam bahasa {{u|Batak}} "dengan" mengambil dari {{u|Khmer}}: "thong" = dengan, dan "ngan" juga berarti: dengan, dua kata searti (sinonim) digabungkan menjadi "thongngan" dengan (ind)
Kata: "than" dari {{u|Mundari}} menjadi dan (Ind), lan (Jawa).
Kata "seh, dat" ({{u|Palaung}}), "ka" ({{u|Shan}} = pergi), menjadi: sisi (h), dekat, ke- (Ind).<noinclude>{{rh|||43 Bahasa dan Kesusastraan VI (3), 1973.}}</noinclude>
9z8mr87qkjacxnykqpx3uozig7pmm93
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/578
104
103770
294930
292381
2026-05-14T04:20:17Z
Ars-arsa
26526
/* Validated */
294930
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>{{u|Kata penunjuk}}: "itu" (Ind), "eta" (Sd) dari: "tu" dan "ta" {{u|Khasi}} (Assam) ke Indonesia lewat {{u|Palaung}} (Birma Utara), {{u|Mon}} (teluk Martaban), Semonanjung, selanjutnya tersebar ke Austronesia,
"Ini" dari {{u|Mundari}} (India Selatan).
"Kana" (Jawa), "sana" (Ind) dari {{u|Munda}} (Mundari); "ana".
"Kene" (Jw) = sini, "kono" (Jw) = situ, dari {{u|Khmer}}: "ne, no".
{{u|Kata penunjuk kelamin}}: "laki" dari "lakei" (Campa); "bi" (Jawa Kuno), bini (Ind), binai (Campa), dari: "bi" {{u|Mon}}.
"Perempuan" dari "parapon" {{u|Khmer}}, "rapon" ({{u|Wa}} di {{u|Birma}}).
"lanang" (Jw) dari "lana" ({{u|Nahali}} daratan Asia).
'"wadon" (Jw), "isteri" (Ind) dari: "wadhu, stri" (Sanskerta)
Kata: "yah, ya, ie" ({{u|Khasi}}) menjadi: "pejah" (Jawa = mati), "kaya" (Jw = seperti), "ia" (kgo III Semenanjung, Sumatera, Indonesia) dari {{u|Khasi}} tanpa melalui Campa, Kamboja, tetapi langsung ke Semenanjung, Sumatera dan Jawa.
{{u|Kata bilangan}}: pitu (7), valu (8), siwa (9), adalah kata bilangan Indonesia asli Purba dari Sumatera, Kata Bilangan ini menyebar ke barat ke {{u|Malagasi}} (fitu, walo, sivy), dan ke timur ke Polinesia. Kata "ker" dari {{u|Palaung}} berarti 10, meluas sampai ke Polinesia. Di Jawa menjadi "likur", artinya berubah menjadi: 20.
{{u|Indikator aktif-pasif}}:
Awalan: me-/ma- dari: me-/ma- {{u|Mon}}, berarti: menjalankan, memakai, membuat. Pa-/pe- kausatif dari: pa- kausatif {{u|Mon}}.
{{u|Indikator pasif}}:
ku-, kamu- dari kataganti diri I dan II tunggal bahasa {{u|Ahon}} di Assam. Kau- dari: hekau {{u|Mon}}. Di- dari de(h) {{u|Mon}} kata ganti diri III tunggal, menjadi dwisuku: dia, dan sebagai awalan tetap berbentuk ekasuku: di-.<noinclude>{{rh|||44 Bahasa dan Kesusastraan VI (3), 1373}}</noinclude>
s2bp9rjh6zv52s63quplifa8u3sueyo
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/116
104
103792
295216
292456
2026-05-14T09:55:24Z
Arulbe
24016
/* Tervalidasi */
295216
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arulbe" />{{rh||30}}</noinclude>3. {{u|Beladjar bahasa}}<br>
Ketika kita masih ketjil, kita diadjar oleh orangtua kita untuk mengatjapkan kata-kata jang kita perlukan. Dengan demikian sedikit demi sedikit tambahlah djumlah perbendaharaan kata kita. Hal jang sama terdjadi pula atas diri orangtua kita. Mereka beladjar dari orangtua mereka, orang-tua mereka beladjar dari orangtua mereka lagi, dan begitu seterusnja.
Disamping dari orangtua, kita beladjar pula dari teman sebaja kita
pada waktu kita bermain-main bersama-sama. Dari waktu kewaktu tambahlah lagi perbendaharaan kata kita. juga, hal ini dialami pula oleh orangtua kita. Orangtua kita beladjar dari teman-temannja, teman-temannja beladjar pula dari teman-temannja lagi, dan begitu seterusnja.
Perbendaharaan kata kita ini tidak tetap sifatnja. Kata-kata lama jang sudah djarang dipakai kita lupakan, sebagai gantinja kita peladjari kata-kata baru jang sering kita dengar atau kita batja dalam buku-buku atau kamus-kamus.
Demikian kita beladjar bahasa.
4. {{u|Lingguistik}}<br>
Ilmu jang mempeladjari bahasa dari struktur bahasa itu sendiri disebut {{u|lingguistik}}. (Selandjutnja lihat karangan mengenai hal ini pada halaman lain majalah ini.)
5. {{u|Beberapa saran}}<br>
Para peminat bahasa jang ingin memperdalam pengetahuannja dibidang bahasa penulis andjurkan untuk membatja buku-buku jang sangat berharga ini:<br>
Bloch, Bernard and George L. Trager, {{u|Outline of Linguistic <br>
Analysis}}, Linguistic Society of America, Baltimore, Md.,<br>
1942<br>
Hall, Jr., Robert A.. {{u|Linguistics and Your Language}}, Doubleday &<br>
Coy., New York, 1960.<br>
Sapir, Edward, {{u|Language}}, Harvest Books series, No. HB7, 1955
Buku-buku diatas adalah buku-buku jang relatif mudah dibatja oleh
kaum awam. Untuk permulaan, empat buah buku tersebut sudah tjukup. Dari empat daftar buku tersebut jang paling penulis andjurkan untuk dibatja ialah {{u|Linguistics and Your Language}}, karena penulisnja memang menudjukan bukunja ini untuk kaum awam.
Hockett, Charles F., {{u|A Course in Modern Linguistics}}, The McMillan Coy.,<br>
New York. 1960.<noinclude></noinclude>
fxqac1q23fz14btt85s0wjdj22g32om
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/257
104
103798
295296
292477
2026-05-14T10:42:14Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295296
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>{{sp|{{c|KRONIK}}}}
{{rh|IKATAN LINGGUISTIK INDONESIA}}
Sebagai acara tetap, ILI telah melangsungkan seminar bulanannya.
Tanggal 6 Juli 1968, Drs. S. Effendi memberikan prasarannya "Metode
Mengajar - Belajar Bahasa Indonesia disekolah menengah umum".
Bulan berikutnya, tangga 7 September, berbicara Drs. Harimurti Kridalaksana dengan pokok '"Tutursapa dalam Bahasa Indonesia: suatu Studi Sosiolingguistik".
Kemudian tanggal 5 Oktober, Ch. Laurens mengetengahkan pokok "Lingguistik aliran Inggris".
{{rh|TESIS BARU}}
Pada tangga 5 Juli 1968 yang lalu Johannes Jacobus Ras, yang lahir
di Rotterdam pada tahun 1926 telah memperoleh gelar Doktor Sastra pada Rijksuniversiteit di Leiden, dengan tesisnya yang berjudul {{u|Hikajat Banajar}} : {{u|A Study in Malay Historiography}}. Promotornya ialah Prof. Dr. A. Teeuw.
Tesis ini keluar sebagai {{u|Bibliotheca Indonesica}}, Volume I, yang diterbitkan oleh Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde. Penya{{u|lur}} tunggalnya ialah Martinus Nijhoff, dicetak di N.V. De Nedelandsche Boek- en Stcendrukkerij v/h H.L. Smits, s-Gravenhage, dan tebalnya 651 halaman. Kapan disusuli oleh sarjana-sarjana di Indonesia?
{{u|CERAMAH KESUSASTRAAN, INDONESIA DI DENPASAR}}
Pada tanggal 28 Juli 1968, Drs. Lukman Ali, Kejala Dinas Kesusastraan
Indonesia, (DBK), pada waktu berkunjung ke Direktorat Bahasa dan Kesusastraan Cabang Singaraja, telah diminta untuk memberi ceramah di depan para mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Udayana Denpasar untuk memberi Ceramah mengenai situasi Kesusastraan Indonesia Modern dewasa ini. Selain mahasiswa dan dosen-dosen hadir pula para sastrawan dan wartawan Denpasar.
{{u|SEMINAR BAHASA}}
Ditengah-tengah aktifitas peringatan Sumpah Pemuda yang keempat puluh, Ikatan Lingguistik Indonesia (ILI) dengan sponsor Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Djakarta dan Direktorat Bahasa dan Kesusastraan, telah melangsungkan seminar bahasa selama tiga hari dengan acara:<noinclude>{{rh|||37}}</noinclude>
oi8rsu3ijvyhxh6dvi0s4uy8jt4umol
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/761
104
103826
294490
292679
2026-05-13T15:10:26Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294490
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>{{hwe|minan|Djaminan}} untuk memulihkan ketenteraman serta mengisi kewaspadaan nasional pada setiap saat.
'''Pokok² Penjempurnaan.'''
Pelbagai kesulitan sudah lazim dialami oleh Negara muda seperti Negara kita jang baru membebaskan diri dari belenggu pendjadjahan. Tetapi usia muda itu, jang biasanja didjadikan excuus, haruslah kita kesampingkan guna serentak menghadapi keretakan-keretakan nasional jang bila dibiarkan sadja akan merupakan antjaman fataal bagi kepribadian Bangsa kita. Pengalaman² pada waktu achir² ini kiranja telah tjukup dapat menjadarkan para pemimpin kita untuk menamatkan gerakan² kesulitan didalam lingkaran tak berudjung-pangkal (vicieuze cirkel) jang djuga melintasi bidang kemiliteran. Persoalan² jang sedang dihadapi oleh Negara kita rasanja tiada satupun jang tidak penting, dan semuanja meminta penjelesaian guna mentjapai kestabilan Negara jang memungkinkan kita menikmati kemerdekaan. Mendjadi kewadjiban pemimpinlah utk mengutamakan persoalan² Bangsa kita, dan berusaha mendahulukan pemetjahan jang terpenting dari antara soal-soal penting lainnja.
Beberapa waktu jang lalu Staf Umum Angkatan Darat atas nama Pemerintah telah menugaskan sebuah panitya untuk membuat ber-matjam² rantjangan Undang² dalam rangka kelandjutan dari Undang² Pertahanan No. 29 tahun 1954. Hasil² tugas panitya itu kemudian ditjeramahkan setjara luas kepada pelbagai lapisan masjarakat cq. Seksi Pertahanan Parlemen didalam atjara "Wadjib Bela Umum". Tindakan ini dimaksudkan agar terdapat kelantjaran serta persiapan² luas untuk menjambut rantjangan² tersebut dalam kelahiran Undang-undang setelah Pemerintah memeriksa hasil² tugas panitya dan kemudian mengesjahkannja sesudah mendapat persetudjuan dari Parlemen. Kelantjaran jang diharapkan mengalami kematjetan pada kalangan wakil² rakjat jang terhormat, sehingga persoalan² jang menunggu pemetjahan telah lebih memberikan akibat² mahal kepada kita semua. Mungkin karena terdorong oleh akibat² inilah, maka Parlemen pada pertengahan bulan Agustus jbl. telah menjetudjui sebuah Undang² Wadjib-Militer jang segera diundangkan, atau mungkin disebabkan djuga oleh tindakan Penguasa Perang Pusat jang telah mendahului mengeluarkan sebuah Peraturan Militer tentang materie jang sama karena telah terdesak oleh kebutuhan mutlak. Begitu pula dengan lahirnja Undang² jang dikeluarkan lebih dulu oleh Pemerintah sebagai Undang² Darurat No. 2 tahun 1958 tentang tanda penghargaan chusus untuk Angkatan Perang. Undang² mana baru kemudian dibitjarakan dan disetudjui Parlemen untuk ditetapkan sebagai Undang² biasa sesudah mendapat ketentuan tambahan jang membuka kemungkinan bagi rakjat sipil jang berdjasa dan berhak pula menerima penghargaan seperti anggauta A.P.
Beberapa waktu jang lalu Staf Umum Angkatan Darat atas nama Pemerintah telah menugaskan sebuah panitya untuk membuat ber-matjam² rantjangan Undang² dalam rangka kelandjutan dari Undang² Pertahanan No. 29 tahun 1954. Hasil² tugas panitya itu kemudian ditjeramahkan setjara luas kepada pelbagai lapisan masjarakat cq. Seksi Pertahanan Parlemen didalam atjara "Wadjib Bela Umum". Tindakan ini dimaksudkan agar terdapat kelantjaran serta persiapan² luas untuk menjambut rantjangan² tersebut dalam kelahiran Undang-undang setelah Pemerintah memeriksa hasil² tugas panitya dan kemudian mengesjahkannja sesudah mendapat persetudjuan dari Parlemen. Kelantjaran jang diharapkan mengalami kematjetan pada kalangan wakil² rakjat jang terhormat, sehingga persoalan² jang menunggu pemetjahan telah lebih memberikan akibat² mahal kepada kita semua. Mungkin karena terdorong oleh akibat² inilah, maka Parlemen pada pertengahan bulan Agustus jbl. telah menjetudjui sebuah Undang² Wadjib-Militer jang segera diundangkan, atau mungkin disebabkan djuga oleh tindakan Penguasa Perang Pusat jang telah mendahului mengeluarkan sebuah Peraturan Militer tentang materie jang sama karena telah terdesak oleh kebutuhan mutlak. Begitu pula dengan lahirnja Undang² jang dikeluarkan lebih dulu oleh Pemerintah sebagai Undang² Darurat No. 2 tahun 1958 tentang tanda penghargaan chusus untuk Angkatan Perang. Undang² mana baru kemudian dibitjarakan dan disetudjui Parlemen untuk ditetapkan sebagai Undang² biasa sesudah mendapat ketentuan tambahan jang membuka kemungkinan bagi rakjat sipil jang berdjasa dan berhak pula menerima penghargaan seperti anggauta A.P.
Beberapa waktu jang lalu Staf Umum Angkatan Darat atas nama Pemerintah telah menugaskan sebuah panitya untuk membuat ber-matjam² rantjangan Undang² dalam rangka kelandjutan dari Undang² Pertahanan No. 29 tahun 1954. Hasil² tugas panitya itu kemudian ditjeramahkan setjara luas kepada pelbagai lapisan masjarakat cq. Seksi Pertahanan Parlemen didalam atjara "Wadjib Bela Umum". Tindakan ini dimaksudkan agar terdapat kelantjaran serta persiapan² luas untuk menjambut rantjangan² tersebut dalam kelahiran Undang-undang setelah Pemerintah memeriksa hasil² tugas panitya dan kemudian mengesjahkannja sesudah mendapat persetudjuan dari Parlemen. Kelantjaran jang diharapkan mengalami kematjetan pada kalangan wakil² rakjat jang terhormat, sehingga persoalan² jang menunggu pemetjahan telah lebih memberikan akibat² mahal kepada kita semua. Mungkin karena terdorong oleh akibat² inilah, maka Parlemen pada pertengahan bulan Agustus jbl. telah menjetudjui sebuah Undang² Wadjib-Militer jang segera diundangkan, atau mungkin disebabkan djuga oleh tindakan Penguasa Perang Pusat jang telah mendahului mengeluarkan sebuah Peraturan Militer tentang materie jang sama karena telah terdesak oleh kebutuhan mutlak. Begitu pula dengan lahirnja Undang² jang dikeluarkan lebih dulu oleh Pemerintah sebagai Undang² Darurat No. 2 tahun 1958 tentang tanda penghargaan chusus untuk Angkatan Perang. Undang² mana baru kemudian dibitjarakan dan disetudjui Parlemen untuk ditetapkan sebagai Undang² biasa sesudah mendapat ketentuan tambahan jang membuka kemungkinan bagi rakjat sipil jang berdjasa dan berhak pula menerima penghargaan seperti anggauta A.P.
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 761 crop).jpg|400px|kanan|jmpl|''Baru² ini kapal ALRI "Gadjah Mada" telah berkundjung ke KDMA untuk mengadakan penindjauan didaerah tsb. Tampak Let Kol Laut John Lie disambut di Gubernuran Atjeh oleh Major T. Hamzah KS KDNA dan Gubernur Propinsi Atjeh'']]
Kenangan 'memperingati Hari Proklamasi ke-XIII jbl. antara lain telah memberikan bekas kepada masjarakat Angkatan Perang chususnja dengan diterimanja pelbagai matjam Satyalantjana oleh peradjurit jang berhak sesuai dengan ketentuan dalam pasal dari Undang-Undang Darurat No. 2 tahun 1958. Pemberian bintang² itu adalah suatu hal jang lazim terdjadi dalam organisasi militer manapun djuga serta merupakan salah satu alat untuk memelihara dan mempertinggi moril peradjurit sebagai salah satu faktor sumber penting bagi penilaian kekuatan dan mutu tentara. Djadi betapa penting artinja bintang² penghargaan itu bagi kehidupan peradjurit kiranja tiada seorang pun jang akan menjangkalnja, terutama bagi peradjurit TNI kita jang sedjak semula sampai dewasa sekarang
tidak mengenal "istirahat".
Sesuai dengan uraian diatas, maka ketahanan militer kita sebenarnja didesak oleh kebutuhan penjempurnaan jang lebih pokok daripada jang telah kita laksanakan sampai saat ini, ialah kedudukan TNI chususnja sebagai Tentara Sukarela dan kedudukan rakjat pada umumnja didalam rangka pertahanan Negara. Kita telah mengetahui bahwa hak dan kewadjiban warga-negara untuk turut serta dalam pertahanan Negara dapat dilakukan dalam bentuk-bentuk:
<ol type="a">
<li>rakjat jang terlatih untuk mendjalankan perlawanan dan </li>
<li>Angkatan Perang jang terdiri dari mereka jang masuknja berdasarkan perdjandjian su-karela dan mereka jang ma-suknja berdasarkan wadjib-militer.</li>
</ol><noinclude>{{rh|||23}}</noinclude>
p4o9rl62b29rtwmd5f6hix6ye8clpsl
Halaman:Peraturan Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2025.pdf/103
104
103851
295069
293155
2026-05-14T07:08:55Z
Diaryharumpuspita
26988
/* Tervalidasi */
295069
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Diaryharumpuspita" />{{rh||- 103 -}}</noinclude>{{c|BAGAN ORGANISASI SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL}}
{{familytree/start}}
{{familytree | | | | | | SIJ | | | | | | | SIJ=Sekretariat Inspektorat Jenderal}}
{{familytree | | |,|-|-|-|+|-|-|-|.| | | }}
{{familytree | | BUB | | |!| | BPHPPM | | BUB=Bagian Umum dan BMN|BPHPPM=Bagian Pengelolaan Hasil Pengawasan dan Pengaduan Masyarakat}}
{{familytree | | | | | | |!| | | | | | | }}
{{familytree | | | | | JFJP | | | | | | JFJP=Jabatan Fungsional dan Jabatan Pelaksana}}
{{familytree/end}}<noinclude></noinclude>
6xz04fqcjtvhvc0panr60l0v1k4c1m8
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/404
104
103855
295186
292702
2026-05-14T09:38:11Z
N.imaema
22481
/* Tervalidasi */
295186
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" /></noinclude><big>'''PENGALAMAN PEMBATJA'''</big>
{{c|{{sp|'''LUPA'''}}}}
{{gambar hilang}}
Betapa senangnja hati kami ketika perdjalanan patroli memasuki kampung jang penuh dengan kebun buah-buahan. Saat itu tak ubahnja kami sebagai anak-anak jang dibawa orang tuanja ke taman kanak² dimana ia dengan bebas boleh ber-main² dan djadjan.
Tuan tentu tahu apa itu patroli. Jang dikatakan patroli adalah berdjalan kaki dengan senapan LE jang berat itu. Tuan tak usah mengatakan tentang auto atau kendaraan lain, karena patroli jang demikian sama sadja dengan pic-nic sesama lelaki. Penat, haus, dan mengertilah tuan apa arti buah?an disaat jang demikian.
Jang banjak berbuah ketika itu adalah djambu bidji, karena buah²an tahun lainnja kebetulan belum musimnja. Tentu kami tak akan melukai hati rakjat dengan memetik begitu sadja djambu² jang setengah ranum itu jang seolah meraju-raju kami agar memetiknja. Tentu salah seorang dari kami memintanja dengan senjum dan tjara seolah-olah ia telah bersahabat baik dengan jang empunja djambu itu. Apa bila telah keluar kata: „ambil sadja!” atau „silahkan”, maka seperti satu komando, jang lain² mulai memetik, walaupun jang meminta tadi hanja seorang. Mungkin inipun merupakan salah satu praktek „corps geest” dalam suka duka. Komandan kami karena tahu harga diri, tentu tidak mau berlompatan dari pohon kepohon. Dan kamipun memberinja djuga
hasil perolehan kami. Djambu² itu tentu diterimanja dan beberapa hidji dikantonginia : maklumiah djalan masih djauh.
Setelah puas memetik dan kantong telah pula penuh mulailah kami mentjitjip perolehan itu. Djuga komandan kami. Tetapi sedang enak makan, terdengar sang komandan mengutuk, serta mengeluarkan isi kantongnja dan membagi-bagikan djambu² bagiannja. Mula-mula kami pikir sang komandan akan mempraktekkan : „biar bapak tak makan asal anak² kenjang”. Achirnja tahulah kami bahwa komandan kami ompong semua gigi depannja, tetapi lupa karena rajuan sang djambu, Kasihan {{...|20}}!
{{c|'''„TOLERANSI INDONESIA”.'''}}
Sociologis dapat kita katakan, bahwa: „Bhineka Tunggal Ika”, lambang negara kita adalah hasil toleransi dari bangsa Indonesia dalam lapangan politik, kebudajaan, agama dan kehidupan.
Tjoba tuan udji dilapangan praktis. Kita masih melihat upatjara agama Islam jang masih ada bau-bau animismenja, ada tjandi bersama dimana orang memudja. Budha dan djuga Shiwa, ada lembaga² social dimana dapat berkumpul darah panas dari Bugis dengan darah tenang dari Pasundan : bisa bersatu penganut agama ini dengan penganut agama anu. Bukankah ini semua karena adanja toleransi ? Bangsa Indonesia memang bangsa jang tolerant. Satu tjontoh jang sangat berharga saja kemukakan dizaman perdjuangan. Kedaerah setkor kami sampailah satu pasukan jang pemimpinja telah gugur, dan jang masih buta tentang keadaan daerah. Oleh Komandan sektor ditundjuklah seorang Perwira sebagai Komandan pasukan jang baru itu. Perwira tsb. serta pasukannja itu senantiasa menundjukkan hasil² jang besar dalam setiap gerakkan. Tuan mau tahu keanehannja ?
Perwira tsb. adalah seorang beragama Kristen dan jang dipimpinnja itu adalah Lasjkar Hizbullah.
Toleransi demi untuk perdjuangan kemerdekaan.<noinclude>{{rh|42}}</noinclude>
fi1ditp8gdbzzcv5q9c14008rxtc7ji
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/762
104
103857
294498
292715
2026-05-13T15:17:02Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294498
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 762 crop).jpg|400px|kanan|jmpl|''Di Gubernuran diadakan ramah tamah antara anak buah kapal R.I. "Gadjah Mada” dan para pembesar Sipil dan Militer didaerah KDMA. Tampak Let. Kol. John Lie sedang berdjabat tangan dengan Major T. Hamzah.'']]
TNI jang ada sekarang dianggap tentara sukarela jang Undang-undangnja sedang menunggu pengesjahan serta pengundangan, sedang menurut penentuan bentuk A.P. diatas, maka "'standing army" kita akan terdiri dari
tentara sukarela dan tentara jg.
berdasaran pada wadjib-militer. Pembentukan tentara demikian mendekati pembentukan tentara rakjat jang harus melopori pertahanan Negara jang bersifat pertahanan rakjat teratur atau pertahanan totaal jang memerlukan adanja rakjat dilatih setjara tersusun dan dipersiapkan tjadangan-tjadangan. Tentara sukarela adalah tentara tetap jang berfungsi sebagai inti dari A.P., hingga perlu memiliki ketjakapan technis militer jang "up to date".
Djumlah anggautanja haruslah pasti dan tidak terpengaruh oleh keadaan apapun djuga. Beda dengan djumlah anggauta wadjib-militer jang dapat berobah-robah menurut kebutuhan. Dengan tjara pembentukan ini, maka A.P. kita tidak akan terus-menerus memberatkan anggaran belandja Negara, dan pasti meringankan kalau dibandingkan dengan pemeliharaan tentara sukarela sekarang jang sukar dibatasi djumlah
keanggautaannja jang makin meningkat setjara tidak berketentuan. Dengan tidak terpengaruh oleh penjusunan konsepsi pertahanan jang hendak didasarkan
strategi apapun djuga, maka pembentukan Angkatan Perang menurut Undang² haruslah memiliki suatu rangka organisasi jang lebih sempurna daripada jang ada
sekarang serta bersifat flexible demikian rupa guna menampung susunan tentara sukarela dan sedjumlah tentara wadjib-militer sesuai dengan kebutuhan keadaan. Flexibility dari pidjakan suatu standaard organisasi baik jang didasarkan trangulare — maupun jang didasarkan square organisasi. Akibat dari kepintjangan² organisasi tidak mungkin dapat mengatasi kekatjauan jang mengandung bahaja² bersendjata hingga sulit mentjapai stabilitet Angkatan Perang kita. Memang organisasi demikian tidak berbeda dengan gerombolan tanpa tudjuan. Organisasi itu pula jang akan dapat mendjadi alat
penilai bagi kemampuan² seorang peradjurit setjara tepat dan adil.
Kemudian kiranja djuga sudah tiba waktunja untuk memberikan kedudukan hukum kepada pemuda-pemuda kita jang telah dan sedang berdjasa dalam rangka usaha pemulian keamanan, ialah mereka jang tergabung dalam
OKD, PKD, Pagar Desa atau nama² lain jang sematjam itu.
Kesadaran warga-negara kita ini dapat disiramkan kedalam ketentuan-ketentuan jang diatur oleh Undang² Wadjib-Latih.
Singkatnja kita insjafi — disamping Undang² Wadjib-Militer jang telah ada — perlunja segera dilahirkan Undang² Tentara Sukarela, Undang² Wadjib-Latih dan Undang² lainnja jang dapat didjadikan alat-alat pokok
penjempurnaan bagi ketahanan militer Negara kita.
<center> ----o----- </center>
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 762 crop2).jpg|400px|kanan|jmpl|''Para Kadet Angkatan Laut jang ikut kapal "Gadjah Mada” diperkenalkan dengan A. Hasjimi Gubernur Atjeh serta para Pa Garnizun Atjeh.'']]<noinclude>{{rh|24}}</noinclude>
svrcxhurxx3xj71cg7sh1pxn4t06ra2
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/764
104
103862
294501
292739
2026-05-13T15:17:47Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294501
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>{{Xx-larger|Hubungan timbal balik antara : }}
<center>{{Xxx-larger|INDUSTRI PERANG dan INDUSTRI DAMAI }}</center>>
<center> {{X-larger|Oleh : '''MAJOR SOEDIONO'''}}</center>
Belum lama berselang, kita semua telah mengikuti djalannja Musjawarah Pembangunan Nasional. Pada achir² ini dalam berita² pers kita djumpai pekabaran² tentang dimulainja pembangunan dipelbagai daerah. Memang seluruh lapisan masjarakat sedang membangun. Hal ini memang sudah sewadjarnja dan merupakan suatu keharusan. Walaupun Negeri kita tidak begitu menderita akibat perang dunia kedua djika dibandingkan dgn negeri² lainnja, tetapi perang kemerdekaan tjukup mengakibatkan kerusakan². Ketjuali hal tsb., karena kita harus merobah negara kita dari negara djadjahan mendjadi negara jang merdeka dan berdaulat, maka hal ini memerlukan suatu perobahan jang besar dalam segala lapisan sehingga memerlukan suatu pembangunan jang maha dahsjat.
Presiden/Panglima Tertinggi telah beberapa kali menegaskan bahwa kita harus mengisi Kemerdekaan jang telah kita rebut; salah satu djalan ialah dengan
mengadakan pembangunan dalam segala lapangan, termasuk pula '''Angkatan Perang.'''
Maka Angkatan Perang kita tidak boleh tinggal diam diantara kesibukan pembangunan jang sedang bergelora ini. Kita djuga |harus turut beramai-ramai membangun Angkatan Perang kita. Inti Angkatan Perang jang timbul selama revolusi harus dibangun, disesuaikan dengan tugasnja jang baru dan disesuaikan dengan kemadjuan ilmu dan teknik kemiliteran. Lagi pula sisa² kebiasaan dan peraturan² dari KNIL dahulu harus disesuaikan dengan perkembangan djaman. Hal ini disebabkan karena tugas KNIL dahulu sebagai alat
Pemerintah Djadjahan hanja ditudjukan kepada keamanan
dalam Negeri. Lain halnja dengan tugas Angkatan Perang kita sebagai alat sesuatu Negara jang merdeka jaitu ditudjukan kepada pertahanan terhadap serangan
dari luar dan dalam negeri sehingga baik organisasi maupun perlengkapannja djauh berbeda.Maka dengan demikian mendjadi tugas kita sekarang untuk membangun Angkatan Perang kita supaja dapat memenuhi tugasnja
dengan sempurna.
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 764 crop).jpg|300px|kanan|jmpl|''Baru² ini Atase Militer Amerika Serikat telah menindjau berbagai objek pembangunan Angkatan Darat. Tampak Brigader Djenderal G.P.H. Djatikusumo sedang mengantar Attase Militer A.S. keobjek² pembangunan.'']]
Kita telah mengetahui bahwa Pimpinan Angkatan Perang telah menginsjafi pula keadaan ini, maka sudah sedjak tahun 1950 kita kenal istilah wensbegroting jaitu persediaan beaja chusus untuk Pembangunan Angkatan Perang. Dengan dikirimnja pelbagai missi ke luar Negeri jang merupakan tindakan² Pimpinan dalam usahanja untuk membangun Angkatan Perang kita. Dalam
hal ini tidak boleh dilupakan pula pengiriman Perwira² untuk beladjar di Luar Negeri, sebagai salah satu usaha pembentukan kader jang sangat diperlukan
dalam usaha pembangunan ini. Dengan demikian djelaslah bahwa kita disampingnja menghadapi tugas jang maha berat jaitu mengusahakan adanja suasana aman dan tenteram jang sangat diperlukan untuk masa pembangunan ini, kita sendiri dgn giat dan penuh perhatian membangun Angkatan Perang kita.
Hanja karena perhatian terpaksa bertjabang jaitu satu untuk tugas keamanan dan lainnja untuk tugas pembangunan maka kadang² hatsilnja tidak kelihatan
dan belum memuaskan.
Djuga dalam mempeladjari dan membitjarakan soal² pembangunan Angkatan Perang tidak boleh dilupakan hubungan dan pengaruh jang timbal balik antara rentjana pembangunan Angkatan Perang dan rentjana dalam sektor sipil. Djustru karena hal-hal<noinclude>{{rh|26}}</noinclude>
4dpvuwf0xq25sq4sl9kw1h66tx1wlqx
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/129
104
103864
294194
292738
2026-05-13T12:25:50Z
Lutfiyatun
26681
/* Tervalidasi */
294194
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" /></noinclude>saan surat<sup>2</sup>, kami didorong<sup>2</sup> supaja segera naik.
Sjukur alhamdulillah, aku ikut terdorong masuk, naik kapal. Dan ditengah<sup>2</sup> orang sakit didalam kapal itu kulihat Norman ketawa, melambai<sup>2</sup>kan tangannja menjambut aku.
Aman dan selamat kami sampai di Swedia. Kami dipindah kekapal palang merah Inggeris. Ketika sampai ditengah lautan, Norman memutuskan untuk mengumumkan siapa aku dan dia ini sebenarnja. Kapten kapal memanggil aku dan Norman menghadapnja. Kepada kami berdua disampaikan utjapan selamat atas berhasilnja kami berdua melarikan diri dari kamp-tawanan. Disamping itu kepada kami diterangkan, bahwa kami akan dikirimkan kembali ke Swedia. Sebentar lagi kapal akan memasuki perairan Djerman. Manakala Djerman menahan kapal palang merah ini dan mengetahui kami pelarian berada didalamnja, mereka dapat menembak mati kami berdua atau sebagai tindakan pembalasan, Djerman dapat menenggelamkan kapal ini, kata kapten itu.
Aku dan Norman tak dapat berbuat apa<sup>2</sup>. Tjuma melihat sadja betapa tjara pak kapten memanggil sebuah kapal pemburu terpedo Swedia jang akan membawa aku dan Norman kesana. Di Swedia kami berdua tak tinggal lama. Tjuma 3 minggu sadja. Kemudian dengan pesawat terbang kami diangkut ke Scotlandia.
{{Right|(Brwdj).}}
{{border|
{{c|'''ERRATA'''}}
Pada penerbitan M.A.D. No. 2-3 Bl. Febr.-Maret 1957, pagina 33 terdapat kechilafan jaitu Pertempuran Di Rawa<sup>2</sup>" Oleh Raoul Ravon, dimana naskah tsb. belum kami tjantumkan nama penterdjemahnja jaitu oleh S.M.A.D. Terr. VII, demikian pula foto<sup>2</sup> jang menghiasi naskah itu, djuga atas hasil reproduksinja.
Maka dengan ini kechilafan tersebut telah kami betulkan.}}
{{Border|
'''ANEH, TAPI BENAR:'''
{{Xxx-larger|''Baji dwi-tunggal.''}}
''Lagi baji adjaib telah dilahirkan pada tanggal 2 Maret 1957, hari Sabtu djam 15.00 dikampung Isimu Selatan 30 km sebelah Utara Kota Gorontalo. KeadjaiBan tersebut adalah terletak pada badannja sebelah pusat keatas jang bertjabang dua. Dimana kedua tjabang tersebut sama besarnja, sama bentuknja serta mempunjai wadjah muka jang bersamaan. Sehingga merupakan dua baji, jang mempunjai badan dari pusat kebawan jang tunggal. Dan inilah dwi-tunggal jang sungguh<sup>2</sup> tidak bisa dipisah<sup>2</sup>kan serta tiada dapat ditjerat badan.''
''Baji dwi-tunggal ini mempunjai pusat satu, berbidang dada dua jang masing<sup>2</sup> berlengan tangan sepasang<sup>2</sup>, berkepala dua jang lengkap dengan alat nja jang kembar itu. Dengan demikian baji dwi-tunggal jang adjaib itu, hanja mempunjai keadjaiban pada dadanja jang bertjabang dua dan satu sama lain sama besarnja. Sedangkan segala alat<sup>2</sup> serta perlengkapan<sup>2</sup> badan lainnya adalah kesemuanja dalam keadaan biasa/normal, seperti lajaknja bagi seorang baji jang sempurna.''
''Menurut pemeriksaan Dokter dikota ini, selandjutnja menjatakan bahwa baji tersebut mempunjai empat buah paru<sup>2</sup>, dua buah djantung sedangkan lambungnja/perut hanjalah sebuah. Mempunjai berat badannja 3.550 kg dan berukuran tubuh 41 cm.''
''Perlu ditambahkan bahwa ibu dari baji tersebut bernama Hawa Kasim berumur 22 tahun sebagai isteri dari seorang petani di Isimu/Gorontalo. Dimana ketika bersalin itu hanja dihadapan seorang bidan kampung setempat bernama Noji Tilei Abdullah. BajI tersebut adalah anak jang ketiga dan tergolong kepada istilah tjepat lahir, dimana atas pertanjaan wartawan tuan kepada sang ibu itu menjatakan bahwa ketika sedang bersalin sang ibu itu tiada pernah terasa sakit ataupun siksa jang luar biasa, karena keadjaiban itu.''
''Hingga tulisan ini dinaik-perskan sang Bajt dwi-tunggal itu sudah berumur 7 x 24 djam, dan tetap dalam keadaan sehat walafiat bersama ibunja, dimana sementara kini sudah dalam rawatan Rumah Bersalin Gorontalo dikota ini.''
''Oleh sementara tokoh alim ulama dikota ini menjatakan kesimpulan pemikirannja jang mendalam kepada Wartawan tuan bahwa keadjaiban sematjam ini adalah menandakan bahwa kini sudah ada tanda<sup>2</sup>, bahwa tokoh dwi-tunggal kita Sukarno-Hatta semakin djelas kemungkinan<sup>2</sup>nja akan kembali utuh pada kedudukannja dan djabatannja semula sebagai tokoh dwi-tunggal perlambang Negara dan Rakjat Republik Indonesia.''
{{rule|8em}}
}}<noinclude></noinclude>
07g4uuw2xli75boxcg5semwz596v2dk
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/765
104
103865
294506
292891
2026-05-13T15:21:09Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294506
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>itulah dan mengingat memuntjaknja usaha² pembangunan dalam sektor sipil, baik jang direntjanakan oleh Pusat jaitu Biro Perantjang Negara maupun oleh daerah sendiri maka perlulah kita teropong bersama hubungan timbal balik jang telah kami sebut tadi. Djika kita telah sadar akan adanja hubungan timbal balik maka gelora pembangunan ini tidak akan mengalami keketjewaan. Maka sejogjanjalah kalau diadakan kerdja sama jang erat antara sipil dan militer dalam merentjanakan projek² pembangunan. Hal ini bukan berarti bahwa Angkatan Perang ingin berkuasa, djuga tidak se-mata² karena adanja keadaan bahaja (s.o.b.). Tetapi hal ini dikarena kan se-mata² adanja hubungan timbal balik antara sektor sipil dan militer.
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 765 crop).jpg|400px|kiri|jmpl|''Brigader Djendral G.P.H. Djatikusumo tengah memberikan pendjelasan² tentang sesuatu rentjana bangunan gedung² jang diperuntukkan Angkatan Darat.'']]
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 765 crop2).jpg|400px|kiri|jmpl|''Atase Militer Amerika Serikat sedang asjik memperhatikan rentetan gedung² jang sedang dibangun'']]
Untuk lebih djelasnja maka marilah kita tindjau bersama-sama dalam hal-hal mana sadja terdapatnja hubungan timbal balik antara sektor sipil dan militer.
Kita mulai dengan Perindustrian, Tjita² kita sebagai bangsa inlah antara lain untuk merobah struktuur ekonomi kolonial mendjadi ekonomi nasional seperti negara² jang merdeka lainnja. Sebagai negara djadjahan dahulu kita dipergunakan oleh kaum pendjadjah sebagai penghasil bahan-bahan mentah dan konsumen (pembeli) dari hatail perindustrian mereka. Dengan demikian sudah selajaknja bahwa dalam pembangunan ekonomi kita akan memberi tempat istimewa kepada soal-soal perindustrian. Hal ini dapat djuga kita saksikan dalam bertia² tentang pembangunan pelbagai pabrik umpamanja pabrik gula di Djokja, pabrik semen di Gresik, rentjana pembaangunan pabrik kertas di daerah Atjeh dan Djawa Tengah dll. Dengan demikian djelaslah bahwa kita akan mempunjai djuga daerah² industri seperti negeri lain umpamanja daerah Ruhr di Djerman Barat, daerah Ukraina di Soviet Uni, daerah Manchester, Leeds di Inggeris dll. Hal ini perlu mendapat perhatian kita, dalam usaha membangun Angkatan Perang jaitu dislokasi pasukan², garis² pertahanan, besarnja pasukan², itu itu semua harus disesuaikan dengan adanja daerah industri. Dalam soal ini dapat kami kemukakan beberapa tjontoh umpamanja : Garis pertahanan Djerman jaitu Sigfried lini meliputi djuga daerah industri Rhur dan tidak hanja menghadapi garis pertahanan Perantjis Maginot lini; sebagai lawannja. Sebaliknja Sovjet Uni dalam perang dunia II memindahkan daerah industrinja ke daerah jang sukar mendapat serangan dari musuh jaitu daerah Ural. Sovjet Uni sesudah perang dunia kedua jaitu dalam tahun 1950 menempatkan di daerah industri Ukraina satu army group jaitu army group ke III dengan kekuatan kira-kira 45 dipisi. Selama perang dunia {{hws|ke|kedua}}<noinclude>{{rh|||27}}</noinclude>
n56l65xupprjujnptv7kssj57oc3a2i
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/81
104
103868
295210
292810
2026-05-14T09:50:45Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295210
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||35}}</noinclude>tjepat2 mendjawab: "No, sir, I had just one!", artinja: Tidak, tuan, saja baru sadja mengalaminja.
Sampai disini tjukuplah djelas kiranja, betapa pentingnja peran jang dipegang oleh lagu kalimat. Sajang sekali, bahwa soal jang penting ini sedikit sekali diperhatikan oleh para penulis kita, terutama oleh para ahli bahasanja. Mudah2an tulisan diatas, jang sama sekali tidak sempurna, bisa menggugah rasa dan pikiran para sardjana dan ahli bahasa untuk memikirkan soal lagu kalimat bahasa Indonesia jang memang pelik ini. Amin!<br />
<br />
<div style="width:15em; border-top:1px dashed black;"></div>
{{Hanging indent|1.5em|1) dari kata tahu}}
{{Hanging indent|1.5em|2) Unsur-unsur pembentuk kalimat jang lain seperti "urutan kata" tidak dibitjarakan disini.}}
{{border|maxwidth=40em|bstyle=double|bthickness=4px|align=center|padding=20px|
{{center|Direktorat Bahasa dan Kesusastraan<br>Direktorat Djenderal Kebudajaan<br>Departemen P. dan K.}}
<br />
{{c|mengutjapkan}}
<br />
{{C|SELAMAT HARI RAJA IDUL FITRI 1387 H.<br />SELAMAT TAHUN BARU 1968}}
}}<noinclude></noinclude>
m3u0zp84kxeqnx2m0hzceqiurofflno
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/79
104
103869
295209
292843
2026-05-14T09:47:34Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295209
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>{{c|'''LAGU KALIMAT BAHASA INDONESIA'''}}
{{right|B. Soehardi {{ref|p.1|*)}}}}
Pada suatu hari, seorang-orang jang baru datang diibu kota bertanja kepada seorang anak ketjil:
{{left|"Tahukah kamu, dimana letak Gedung Wanita?"<br>
Anak ketjil itu mendjawab:<br>
"Tahu!", dengan lagu kalimat dari rendah ketinggi.<br>
"Ja, dimana itu?"<br>|offset=3em}}
{{gap|3em}}"Tahu!", dengan memandjangkan sukukata <u>ta</u> dan dengan lagu kalimat dari tinggi kerendah. Tentu sadja djawaban anak itu samasekali tidak memuaskan orang baru tadi. Dia marah2, menggerutu pandjang pendek. Dengan tenang anak tadi mendjawab:<br>
{{left|"Memang saja tidak tahu! Habis mau apa?".|offset=3em}}
Kesalahpahaman diatas bisa terdjadi, karena adanja lagu kalimat<sup>1)</sup> jang berbeda untuk maksud jang sama, jaitu: <u>Tidak tahu</u>. Disamping itu, saudara2 kita dari Djakarta memang sedikit istimewa. Untuk mengatakan 'tidak tahu', mereka memakai kata <u>tahu</u> djuga, hingga bisa menimbulkan kesukaran bagi saudara2 kita dari lain daerah jang baru datang di Djakarta.
Pernah djuga sekali penulis mengalami hal jang hampir sama. Penulis bertanja kepada seorang teman dengan lagu kalimat datar: "Mahasiswa asing sudah datang?"
Teman tadi mengira bahwa penulis memberitahukan padanja, karena itu dia tidak mendjawab, malah sebaliknja dia bertanja:
{{gap|3em}}"O ja, kapan?"
{{gap|3em}}Dengan adanja sedikit "kortsluiting" tsb., pembitjaraan jang tadinja lantjar djadi agak matjet djuga sebentar.
Tjontoh2 tsb. diatas menundjukkan, betapa pentingnja peranan lagu kalimat dalam pembitjaraan kita se-hari2. Begitu pentingnja lagu kalimat ini hingga dapatlah dipastikan, bahwa lagu kalimat merupakan satu unsur penentu dalam pembentukan kalimat<sup>2)</sup>. Kita tidak boleh sembarang atau seenaknja sadja berbitjara tanpa menghiraukan lagu kalimat.
Biasanja, jang dianggap sebagai lagu kalimat adalah "tekanan",
<br /><br />
<div style="width:15em; border-top:1px dashed black;"></div>
{{note|p.1|*)}}Petugas ahli pada Dinas Bahasa Indonesia, Direktorat Bahasa dan Kesusastraan.<noinclude></noinclude>
f7bm0r0zndscp4n2f6hrx40cazph6ul
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/766
104
103879
294511
292908
2026-05-13T15:28:59Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294511
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>{{hwe|dua|kedua}} Djepang menempatkan didaerah industri Osaka Kijoto central army jang terdiri dari 4 dipisi. Dengan uraian ini djelaslah bahwa '''ada hubungan antara adanja daerah² industri dengan soal-soal pertahanan.''' Maka dalam gelora pembangunan jang sedang menjala-njala ini tidak ada djeleknja kita mintakan perhatian para pembatja jang budiman atas hal-hal jang telah diuraikan tadi Walaupun Pimpinan tentu telah mengetahui akan soal² ini tetapi kemungkinan besar sekali bahwa diantara para pembatja ada jang diserahi tugas untuk merentjanakan sesuatu objek pembangunan baik sipil maupun militer, maka tidak ada djeleknja untuk mengemukakan soal ini sekedar sebagai sumbangan kami dalam usaha pembangunan Angkatan Perang kita.
Diatas telah kami uraikan bahwa kita hendak merobah struktuur ekonomi kita dari ekonomi kolonial ke ekonomi nasional. Pula telah kami uraikan bahwa
industrialisasi merupakan salah satu usaha kearah tudjuan kita. Hubungan timbal balik antara rentjana pembangunan industri dan pembangunan Angkatan Perang telah kita tindjau bersama-sama. Maka marilah sekarang kita tindjau dari sudut lain jaitu djenis atau matjam industri jang akan diadakan. Djelasnja djika sektor sipil hendak membangun pabrik badja umpamanja, bagaimana sikap Angkatan Perang terhadap rentjana itu ; perobahan-perobahan apakah jang harus
diadakan dalam rentjana Angkatan Perang, atau hal-hal apakah jang harus mendapat perhatian Angkatan Perang supaja ada persesuaian antara rentjana
pembangunan dalam sektor sipil dan militer.
Dalam istilah industri terdapat dua pengertian jang penting untuk Angkatan Perang jaitu istilah industri damai dan industri perang. Jang dinamakan industri damai ialah industri jang tidak ada atau sedikit sekali sangkut pautnja dengan soal kemiliteran, umpamanja industri keramik, jaitu pembuatan piring, gelas, tjangkir, rabuk, industri bahan makanan dll. Sebaliknja industri perang ialah industri jang banjak sekali sangkut pautnja dengan soal-soal kemiliteran dan sangat bermanfaat untuk Angkatan Perang ; umpamanja industri badja, industri kimia, perkapalan, industri karet, industri minjak dll. Dengan demikian pembangunan² industri dalam sektor sipil tidak begitu mempengaruhi rentjana pembangunan Angkatan Perang, chususnja pembangunan² dalam sektor militer. Djika rentjana dalam sektor sipil sementara baru akan membangun industri² damai sadja maka pihak Angkatan Perang tidak begitu terpengaruh olehnja dan hanja dapat menjarankan supaja pembangunan industri² itu dilaksanakan sedemikian rupa sehingga dalam sekedjap mata dapat dirobah mendjadi industri perang djika dikehendakinja.
Lain persoalannja djika sektor sipil telah memulai dengan membangun industri perang. Djika demikian halnja maka Angkatan Perang perlu memperhatikan
soal ini. Hal ini disebabkan karena industri perang sangat penting artinja sehingga rentjana Angkatan Perang perlu disesuaikan supaja tidak ada waktu atau
beaja jang terbuang karena rentjana kembar.
Marilah kita mulai dengan industri badja. Djika dalam sektor sipil telah dimulai pembangunan industri badja, maka Angkatan Perang perlu memperhatikan soal-soal seperti berikut :
Pertama : Karena adanja pembangunan industri badja dapat diketahui bahwa dalam waktu 2 atau 3 tahun kita telah dapat menghatsilkan badja sendiri. Maka rentjana pembelian sendjata dari Angkatan Perang dapat dirobah dan disesuaikan dengan kemungkinan produksi sendiri.
Kedua : Rentjana pembangunan atau perluasan pabrik sendjata dapat dipertjepat karena bahan mentahnja jaitu badja badja bukan merupakan penghalang lagi dengan adanja produksi badja dalam negeri.
Ketiga : Dalam tahun pertama pembelian sendjata diluar Negeri disertai pengiriman tjalon² ahli untuk turut beladjar dalam praktek pembuatan sendjata. Dengan demikian maka dalam soal pesanan² sendjata soal pengiriman tjalon² ahli dititik beratkan. Dalam waktu jang tidak bersamaan dengan mulainja produksi badja dalam negeri Angkatan Perang telah siap pula dengan ahli-ahlinja jang telah tjukup berpengalaman.
Ke-empat : Systeem pertahanan dapat dirobah dan disesuaikan dengan kemampuan kita dalam soal sendjata, karena soal ini kita tidak tergantung lagi kepada pembelian² luar Negeri.
Kelima: Pula persendjataan atau bewapening dapat dirobah, diperkuat dan disesuaikan dengan kemampuan produksi alat² sendjata dalam Negeri dan
Ke-enam : Karena dengan adanja industri badja maka akan timbul djuga industri² lainnja sehingga perlengkapan Angkatan Perang dapat diperbaiki djuga.
Tjabang industri perang lainnja jang sangat penting untuk Angkatan Perang ialah industri kimia. Djika dalam sektor sipil telah dimulai dgn pembangunan
industri kimia maka tidak hanja scoal perawatan kesehatan mendjadi lebih sempurna tetapi djuga pembuatan mesiu mendjadi mendapat manfaatnja djuga. Hal ini disebabkan karena industri kimia merupakan industri pokok untuk pembuatan mesiu, djelasnja bahan-bahan pokok untuk pembuatan mesiu dapat dihatsilkan oleh industri kimia tadi. Djadi djika '''kita telah mempunjai''' industri kimia maka pabrik mesiu Angkatan Perang tidak akan kekurangan bahan mentah dan tidak tergantung kepada pembelian Luar Negeri. Dengan demikian pembangunan industri kimia di sektor sipil membawa perobahan dalam pembangunan Angkatan Perang, umpamanja :<noinclude>{{rh|28}}</noinclude>
72en9r9zslp9pyxzdo7qw078dkrempu
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/59
104
103880
294965
292895
2026-05-14T05:00:55Z
Riiiv
22458
/* Belum diuji baca */ teks
294965
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Riiiv" /></noinclude>{{missing image}}<noinclude></noinclude>
pz7xwprmuh1hcwt5vcevubzmywpljbd
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/62
104
103881
294969
292898
2026-05-14T05:02:54Z
Riiiv
22458
/* Belum diuji baca */ teks
294969
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Riiiv" /></noinclude>{{missing image}}<noinclude></noinclude>
pz7xwprmuh1hcwt5vcevubzmywpljbd
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/149
104
103883
294850
292911
2026-05-14T02:52:35Z
Ars-arsa
26526
/* Validated */
294850
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>”Ja Allah..........” Ia mengeluh.
Mengapa hal ini sadja jang harus menimpa diriku, mengapa... apakah tidak hakku untuk dapat hidup lebih lajak seperti orang lain”. Ia memprotes nasibnja ”dan ini, ini”. Dirabatja lengan badjunja sebelah kanan: ”Mengapa tidak pernah berubah, sedjak kupakai lima tahun jang lalu, mengapa tidak bertambah barang satu sadja. Dan mengapa aku harus selalu ditempat jang genting seperti ini. Singaparna, Tjikatomas. Tjidjulang. Wanaradja, Leles, telah habis kudjeladjahi. Ah alangkah enaknja tentera² jang berdiam dikota, pagi berangkat bekerdja, djam dua siang pulang. Dan sekali membolos pula. Dan setiap hari dapat berkumpul dengan anak isteri. Serta kalau ada uang menonton sepuas²nja. Mengapa tidak pernah sekali sadja mereka disuruh menggantikan tugasku, supaja biar mereka tahu betapa sulit dan beratnja. Mengapa menga-..........ja.........pa". Ia mengerutu. Kemudian dia berkata lagi lambat: ”Tapi, djika seandainja aku dan teman²ku disuruh mendjalankan tugas mereka, dan mereka mendjalankan tugasku, apakah kiranja aku dapat mengerdjakannja seperti mereka. Di bengkel umpamanja, tidak mungkin, karena tak sedikitpun pengetahuanku tentang motor mobil. Djadi djuru tulis,
apakah idjazah sekolah rendah 3 tahunku tjukup djadi djaminan ?”
la mengeluh lagi kebingungan. Panas kepalanja memikirkan semuanja itu. Maka disentakkan tumit sepatunja ketanah sekuat²nja, hingga ia terkedjut sendiri mendengar suaranja.
Ditebarkannja pandangannja jang terhampar luas, pada pohon² jang terhampar luas, pada pohon jang kelam sama, pada gunung² jang redup berselimutkan awan putih, pada awan2 jang mengarak diatas kepalanja, pada bulan sabit jang memuda putjat, dan : pada bintang2 jang menggigil djernih. Djelas ditelinganja dering djengkerik dikesamaran arah, riak2 air diselokan jang mengalir tjepat, dengung angin dirumpun bambu bagai berdendang ria, merupakan njanjian abadi. Terasa oleh Unel betapa agungnja kebesaran Tuhan jang Maha Esa. Kalbunja menjurut sedjuk. Ia ingat kembali kepada pesan Ibunja ketika saat sebelum meninggal dunia: "Ingat Neb, Ibu tak dapat memberikan pusaka
apa-apa kepadamu. Harta tidak ada dan ilmu seperti kau ketahui,
Ibu hanja sanggup menjekolah kanmu sampai kelas tiga sadja. Oleh sebab itu Ibu ingin berperOleh sebab itu Ibu ingin berpesan kepadamu, jaitu agar engkau selamanja tetap bersifat sabar dan bertawakkal kepada Tuhan Jang Maha Esa. Karena hanja itulah satu nja bekal hidupmu. Dari itu serahkan seg kesuka ran dan kesusahan kepada Tuhan, dan berusahalah sekuat tenagamu".
Bagai disiram air dingin, lembutlah kembali seketika itu hati Uneb. Djernihlah kembali pikirannja. Dan sanubarinja berbisik: "Tidak, aku tidak akan mendjadi gila karena penderitaan ini. Aku tidak mengiri nasib² mereka jang baik, aku akan tetap bertawakkal".
Dipandangnja sekali lagi keindahan alam sekelilingnja. Dan lebih nampak lagi mukanja djernih berseri2. Bisikan pula dalam hati: "Hmmm, biar tugas mereka senang, tapi mereka tak akan pernah menikmati keindahan ini. Mereka tak kan pernah melihat sembirat fadjar dikebiruan langit dikala subuh. Sungguh indah tanah airku ini, dan disinilah tempatku menunaikan dharma bakti pada persada nusa". Ia mengadah kekehitaman lazuardi, doa: "Oh Tuhan Jang Esa. Segala kehendak ditanganMu. Tak ada jang kuasa selain KuasaMu. Berilah saja kesabaran dan kekuatan iman dan selamat-
kanlah isteri saja".
Malam kian larut. Bulan jang tadjam menjabit kian tjondong kebarat. Hampir djam tiga pagi kini. Desir angin mengeras.
Sedang bisik daun mengguruh dengan nadanja jang itu djuga.
Senjala tjahaja lampu battrij nampak dikedjauhan. Uneb tenang sadja mengawasi. Kemudian kelip terlihat lagi beberapa
kali dari dua arah. Tapi sedjurus itu lenjap pula.
Detik berlarian. Saat2 pun berkedjaran. Hampir satu djam telah lewat, njaris Uneb terlena dibuat kantuk. Dengan tiba-tiba sepertjik api memantjar dari tepi kebun tembakau. Tarr...... perulu mendesing tinggi diatas kepala Uneb. Ia tersentak, diamat-amatinja dengan tadjam arah tembakan datang. Tapi sepi tak nampak sesuatu, selain batang tembakau menghitam bergojang dihembus angin. Rupanja tembakan pantjingan.
"Djangan menembak sebelum nampak dekat". Sersan Ganda membisik kepada Uneb dan Uneb mengangguk.
Tiba², bagai gempita kedengaranlah suara berpuluh² orang berteriak menjerukan takbir: ”Al-lahu Akbar... Allahu Akbar
........". Agak menggigil ia mendengar suara itu. Begitu agung,
begitu sutji kedengarannja. Ia tahu bagaimana sutjinja kalimat
itu, karena dikampung ia selalu hidup dalam lingkungan Agama.
Detak djantungnja njata dari beberapa langkah. Nampak bibir-
nja komat-kamit mohon perlindungan dan maaf Tuhan: "sajang kau pergunakan nama Tuhan pada djalan jang salah". la mengguman dan dengan tidak sadar ia berdiri.
Darrr.........sebuah salvo menggegar. Uneb mendjatuhkan dirinja kembali dan bertiarap ditanah. Sinar api berpantjaran dari udjung2 senapan. Sebutir bersarang diperut Uneb, berdentang ditopi wadjanja, jang menjebabkan berdenging telinga Uneb dibuatnja. Untung peluru menjimpang kearah lain. Serentak batang tembakau berguguran dilantai kaki manusia. Kini njata sudah bentuk² manusia berlarian gila, mendaki sambil menembak dan bertakbir.<noinclude></noinclude>
t6oq49azeqd2z63w2udb18bbv2lucuy
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/403
104
103890
295183
292966
2026-05-14T09:36:09Z
N.imaema
22481
/* Tervalidasi */
295183
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" /></noinclude><center>
<big><big><big>'''R.P.K.A.D.'''</big></big></big><br>
<big><big><big>'''BERGERAK'''</big></big></big><br>
<big><big><big>'''TJEPAT'''</big></big></big>
★
</center>
{{Missing image}}
<small>''Gbr. atas :'' <br>
Setelah menjelesaikan tugasnja, pada tanggal 18-12-'57, anggota² RPKAD telah meninggalkan Medan menudju kepostnja di Batudjadjar. ''<br>
''Gbr. tengah :'' <br>
''Satu persatu anggota RPKAD menudju ke tangga pesawat untuk terbang kepostnja jang lama. ''<br></small>
{{Missing image}}
<small>''Gbr. bawah : ''<br>
''Penerbang? jang membawa pasukan² RPKAD bergambar bersama sebelum mereka meninggalkan Medan.''</small><noinclude>
{{rh|||41}}</noinclude>
32qqbfds5s205gsmi3sfz9yad5v02xj
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/13
104
103897
294672
293061
2026-05-13T18:44:54Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294672
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||7}}</noinclude>Seperti jang telah kami singgung tadi, maka masalah edjaan, disamping pertama-tama menjangkut bidang tatabunji, djuga berhubungan dengan tatabentuk. Dalam penulisan bentuk bahasa hendaknja dibedakan dengan djelas, mana jang dianggap kata, dan mana jang bukan. Pada umumnja semua kata jang betapapun ketjilnja, harus ditulis sebagai suatu kesatuan, seperti umpamanja <u>di</u> dan <u>ke</u> dalam kalimat-kalimat seperti :
{{left|Saya pergi ke kota Bandung.<br>
Ia berdiri di sudut itu.|offset=3em}}
Kata-kata seperti <u>kepada</u>, dan <u>daripada</u> ditulis sebagai satu kesatuan, satu kata.
Bentuk-bentuk penegas, seperti : <u>lah</u>, <u>kah</u>, dan <u>pun</u>, jang bukan achiran dalam bahasa Indonesia, ditulis terpisah ; ketjuali kata-kata seperti <u>ialah</u>, <u>adapun</u>, dan <u>adalah</u>. Sebagai tjontoh umpamanja :
{{left|Yang diperlukan <u>ialah</u> ketjakapan, kedjudjuran, dan keberanian bertindak.|offset=3em}}
{{left|Ia <u>lah</u> yang mengambil buku itu.|offset=3em}}
Penulisan kata madjemuk ditulis serangkai, djika gabungan kata itu dapat diulang seluruhnja, atau diberi awalan dan achiran. Umpamanja <u>tandatangan</u> dapat diulang sebagai <u>tandatangan-tandatangan</u>. Kalau diberi awalan dan achiran mendjadi <u>penandatanganan</u>. Tetapi gabungan kata jang tidak dapat mendjadi pangkal perluasan lebih lanjut, ditulis terpisah, seperti :
{{left|jaksa tinggi {{gap|4em}} - {{gap|3em}}kejaksaan tinggi|offset=3em}}
{{left|tanggung jawab {{gap|2em}} - {{gap|3em}}pertanggungjawaban|offset=3em}}
Disamping menjangkut bidang tatabunji atau fonologi, masalah edjaan djuga berhubungan dengan tatabentuk atau morfologi. Disamping itu masalah edjaan djuga menjangkut bidang tatakalimat atau sintaktis, jaitu jang meliputi tanda batja.
Ingin kami tutup uraian kami dengan menandaskan disini, bahwa edjaan baru ini kami susun untuk bahasa Indonesia jang dipakai diseluruh wilajah Indonesia. Bahasa Indonesia kita tumbuh diantara kebinekaan bahasa dinegeri kita. Usaha-usaha untuk menjesuaikan edjaan bahasa daerah dengan edjaan bahasa Indonesia patut dihargai ; tetapi harus diingat, bahwa suatu edjaan hanja berlaku bagi satu bahasa sadja. Bahasa Indonesia disamping bahasa-bahasa daerah jang masing-masing dianggap sebagai bahasa otonom, tumbuh dengan edjaannja jang mungkin dapat didjadikan landasan bagi edjaan bahasa-bahasa daerah di Nusantara. Didalam persamaannja, akan ada beberapa perbedaan. Disamping itu bahasa Indonesia jang terpakai oleh bangsa Indonesia jang mendiami wilajah jang demikian luasnja, dapatlah mengerti djika telah menghasilkan beberapa variasi geografis bahasa Indonesia, jang disebut logat. Logat mana jang lebih baik, orang tidak tahu. Biasanja bahasa jang dipakai oleh masjarakat jang ada dipusat kebudajaan, politik dan perdagangan, akan dianggap sebagai tolok atau standar sesuatu bahasa. Jang pasti dapat kita tjapai, ialah suatu penjeragaman edjaan Indonesia jang berlaku bagi seluruh wilajah Republik Indonesia.
<br /><br />
{{c|---}}<noinclude></noinclude>
c1eadt6im26p2ly1dtweydwefvek8fh
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/106
104
103968
295199
293123
2026-05-14T09:41:42Z
Arulbe
24016
/* Tervalidasi */
295199
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arulbe" /></noinclude>{{c|<u>'''PERIBAHASA DALAM KESUSASTRAAN ATJEH'''</u>}}
{{right|Ramli Harun}}
Sebagaimana terdapat dalam bahasa-bahasa daerah lainnja, didalam bahasa Atjehpun kita djumpai peribahasa-peribahasa jang berbentuk perumpamaan, pepatah atau kata-kata hikmat jang oleh penduduk setempat lazim disebut "kheun ureueng tuha" atau "hadin madja" artinja "kata orang-orang tua". Kebanjakan peribahasa Atjeh bersadjak. Peribahasa-peribahasa jang berbentuk perumpamaan sebagian besar dimulai kata-kata "lagèe jang berarti "seperti".
Peribahasa ini sangat hidup dalam masjarakat lebih-lebih dikalangan orang-orang tua dikampung-kampung. Tiap pembitjaraan selalu diselingi dengan peribahasa-peribahasa jang berkenaan dengan buah pembitjaraan tersebut, seperti hendak menjatakan sifat-sifat berani, sabar, dan sama halnja dipakai untuk memudji, menjindir, menghina dan lain-lain sebagainja jang biasanja dimaksudkan untuk sedapat mungkin menghindarkan pemakaian kata-kata jang kasar jang dapat merusak persahabatan, dan persatuan.
Peribahasa inipun merupakan salah salah satu unsur penting dalam bimbingan massa. Seorang pemimpin seringkali menggunakan suatu peribahasa jang tepat dalam setiap dalil buah pikirannja, untuk mejakinkan massanja. Didalam sesuatu perdebatan tentang berbagai masaalah peribahasa merupakan salah satu sendjata ampuh dalam usaha saling menundukkan lawan jang terlibat didalamnja. Segala segi kehidupan masjarakat ada tertjermin dalam bentuk peribahasa.
Dibawah ini kita tjatat beberapa peribahasa Atjeh jang sampai sekarang masih hidup ditengah pergaulan penduduk disana jang didalam maksudnja dapat terlihat betapa peribahasa itu diutjapkan sebagai alat untuk sesuatu tudjuan.
{{ol|type=I|start=1
|'''TADEUNGO PUM DJEULEUPAK, WATEE TADJAK PADE NEUBA.'''
{{Hanging indent|3.5em|Artinja : Mendengar suaranja seperti orang sedang menumbuk djeuleupak (sedjenis makanan), tetapi ternjata orang sedang menumbuk padi.}}
Maksudnja: Sindiran kepada seseorang jang menjatakan sesuatu tidak sesuai dengan kenjataannja, umpamanja kalau kita mendengar tutur katanja seolah olah ia seorang jang tjerdik pandai, tetapi ternjata ia tidak demikian.
}}
<br /><br />
{{note|106|*}}Kepala Seksi Atjeh, Dinas Bahasa dan Kesusatraan Daerah, DBK.<noinclude>{{rh|||20}}</noinclude>
jtwamjjfbnis5ul2yu7u4hwalsydkqv
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/107
104
103969
295201
293208
2026-05-14T09:42:45Z
Arulbe
24016
/* Tervalidasi */
295201
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arulbe" />{{rh||21}}</noinclude>{{ol|type=1|start=2
|'''MEUSUREUK LAM ALAEUE DJAT.'''<br>
Artinja{{gap|4em}}: Terpelosok dilantai jang rapat.<br>
{{Hanging indent|7.5em|Maksudnja{{gap|2em}}: Sesuatu kesalahan jang seharusnja tidak dilakukan {{Illegible}} persoalannja sangat djelas.}}<br>
|'''LAGEE ASEE DAK BAK TEUNGOH TUTUE.'''<br>
Artinja{{gap|4em}}: Seperti andjing kesulitan ditengah djambatan.<br>
{{Hanging indent|7.5em|Maksudnja{{gap|2em}}: Diumpamakan kepada seseorang jang berbuat nekat karena sudah gelap pikiran tidak dapat mentjari djalan keluar dalam menghadapi sesuatu kesulitan.}}<br>
|'''MEUNJO KA PAKAT LAMPOH DJEURAT TAPEUGALA.'''<br>
Artinja{{gap|4em}}: Kalau sudah dimufakati orang banjak tanah kuburanpun dapat digadaikan.<br>
{{Hanging indent|7.5em|Maksudnja{{gap|2em}}: Segala keputusan jang sudah disetudjui oleh bersama dilaksanakan dengan segala akibatnja.}}<br>
|'''WEE HAN DJITUHO BUNGKOK'''<br>
Artinja{{gap|4em}}: Huruf wawpun ia tak tahu kemana lengkungnja.<br>
{{Hanging indent|7.5em|Maksudnja{{gap|2em}}: Kiasan kepada orang jang bodoh dan mudah diperdajakan orang.}}<br>
|'''U BEK BEUKAH KUAH BEULEUMAK.'''<br>
Artinja{{gap|4em}}: Kelapa tidak petjah sajur harus pakai santan.<br>
{{Hanging indent|7.5em|Maksudnja{{gap|2em}}: Ingin dapat untung tanpa usaha. Sesuatu keinginan jang tak mungkin dapat tertjapai kalau tidak disertai dengan ichtiar jang sungguh-sungguh.}}<br>
|'''LAGEE TJRAH MEUNAN BEUKAH'''<br>
Artinja{{gap|4em}}: Petjah menurut retaknja.<br>
{{Hanging indent|7.5em|Maksudnja{{gap|2em}}: Diumpamakan kepada seseorang jang suka berterus-terang dalam segala hal.}}<br>
|'''SIUROE DUA GO LUHO.'''<br>
Artinja{{gap|4em}}: Satu hari dua kali lohor.
{{Hanging indent|7.5em|Maksudnja{{gap|2em}}: Tidak ada pendirian dalam perkataan atau perbuatan. Dalam djangka waktu singkat pendiriannja dapat berobah beberapa kali.}}<br>
|'''IDJO NALEUENG IDJO TAREN.'''<br>
Artinja{{gap|4em}}: Hidjau rumput hidjau djeratnja.<br>
{{Hanging indent|7.5em|Maksudnja{{gap|2em}}: Pandai menjesuaikan diri dalam keadaan bagaimanapun djuga.}}<br>
}}<noinclude></noinclude>
mbr88qtyrrdg0cackz6ziw16qb5jodr
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1042
104
103970
294389
293085
2026-05-13T13:56:24Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
294389
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{xx-larger|'''Tidak Mau Menjerah.'''}}
{{c|'''Oleh M. S. KATABAL'''}}
Demikianlah antara lain sebuah demagogie jang diutjapkan oleh pemimpin Militer Permesta.
Perkataan ini disiarkan untuk menjala kan semangat dan hawa nafsu pasukannja (klieknja) disatu pihak dan me-nakut kan golongan anti pemberontak Permesta dilain pihak. Bagaimana kenjataan sembojan itu, akan terbukti dalam kisah njata ini jang
mentjeritakan situasi sesungguhnja. Penulis hendak mempersem-
bahkan pada para pembatja bahkan bangsa Indonesia seluruhnja,
tentang kekuatan raksasa kaum pemberontak Permesta dihalau
dari Sulawesi Tengah dalam tempo jang sangat singkat. Tiap2
orang jang tidak mengingini adanja penjelewengan atas Proklamasi 17-8-1945 serentak bangkit mengadakan perlawanan atas penjelewengan menurut kesanggupan masing2 disamping gerakan gerilla. Anggota T.N.f. jang insjaf bahwa dirinja sebagai alat
Negara bersendjata, bukanlah kepunjaan segolongan pemimipin.
segera menjingkirkan diri dari pasukan Permesta. Mereka turut
memimpin pasukan2 gerilja anti Permesta jang bergabung dalam
Gerakan Pemuda Sulawesi Tengah (GPST). Dalam pada itu pasukan pemberontak dibawah pimpinan Kapten Sumilat dan Lts. Tecoalu terus-menerus mengadakan operasinja, sambil merampok milik penduduk, memperkosa wanita dan menganiaja siapa sadja jang ditjurigainja setjara jang sangat kedjam. Gembong Permesta Major Palar cs, jang katanja intelectuel itu, tidak dapat mengatasi tindakan anak buahnja, disebabkan mereka setiap hari bermandikan wang puluhan-ribu diatas medja djudi. Teringat kita pada N.V. "Indo
{{missing image}}
''Serombongan APRI dan Rakjat, dengan menggunakan perahu jang
amat sederhana ini, untuk menindjau daerah² jang telah dibebaskan dari kaum pembrontak Permesta.''
''Menghitung laba bagi pedagang², sehabis pendjualan. Bagi Tentara, sehabis pertempuran djuga selalu meng-hitung² hatsilnja.<noinclude>{{rh|32}}</noinclude>
qvq3h4ttzbvnshzzjl6d5l12y0uxavs
294392
294389
2026-05-13T13:58:29Z
Lutfiyatun
26681
294392
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{xx-larger|c|'''Tidak Mau Menjerah.'''}}
{{c|'''Oleh M. S. KATABAL'''}}
Demikianlah antara lain sebuah demagogie jang diutjapkan oleh pemimpin Militer Permesta.
Perkataan ini disiarkan untuk menjala kan semangat dan hawa nafsu pasukannja (klieknja) disatu pihak dan me-nakut kan golongan anti pemberontak Permesta dilain pihak. Bagaimana kenjataan sembojan itu, akan terbukti dalam kisah njata ini jang
mentjeritakan situasi sesungguhnja. Penulis hendak mempersem-
bahkan pada para pembatja bahkan bangsa Indonesia seluruhnja,
tentang kekuatan raksasa kaum pemberontak Permesta dihalau
dari Sulawesi Tengah dalam tempo jang sangat singkat. Tiap2
orang jang tidak mengingini adanja penjelewengan atas Proklamasi 17-8-1945 serentak bangkit mengadakan perlawanan atas penjelewengan menurut kesanggupan masing2 disamping gerakan gerilla. Anggota T.N.f. jang insjaf bahwa dirinja sebagai alat
Negara bersendjata, bukanlah kepunjaan segolongan pemimipin.
segera menjingkirkan diri dari pasukan Permesta. Mereka turut
memimpin pasukan2 gerilja anti Permesta jang bergabung dalam
Gerakan Pemuda Sulawesi Tengah (GPST). Dalam pada itu pasukan pemberontak dibawah pimpinan Kapten Sumilat dan Lts. Tecoalu terus-menerus mengadakan operasinja, sambil merampok milik penduduk, memperkosa wanita dan menganiaja siapa sadja jang ditjurigainja setjara jang sangat kedjam. Gembong Permesta Major Palar cs, jang katanja intelectuel itu, tidak dapat mengatasi tindakan anak buahnja, disebabkan mereka setiap hari bermandikan wang puluhan-ribu diatas medja djudi. Teringat kita pada N.V. "Indo
{{missing image}}
''Serombongan APRI dan Rakjat, dengan menggunakan perahu jang
amat sederhana ini, untuk menindjau daerah² jang telah dibebaskan dari kaum pembrontak Permesta.''
''Menghitung laba bagi pedagang², sehabis pendjualan. Bagi Tentara, sehabis pertempuran djuga selalu meng-hitung² hatsilnja.<noinclude>{{rh|32}}</noinclude>
anr5mmuos6taqyk6ig7xs4iere7nhtr
294395
294392
2026-05-13T14:00:45Z
Lutfiyatun
26681
294395
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude><center>{{xx-larger|'''Tidak Mau Menjerah.'''}}</center>
{{c|'''Oleh M. S. KATABAL'''}}
Demikianlah antara lain sebuah demagogie jang diutjapkan oleh pemimpin Militer Permesta.
Perkataan ini disiarkan untuk menjala kan semangat dan hawa nafsu pasukannja (klieknja) disatu pihak dan me-nakut kan golongan anti pemberontak Permesta dilain pihak. Bagaimana kenjataan sembojan itu, akan terbukti dalam kisah njata ini jang
mentjeritakan situasi sesungguhnja. Penulis hendak mempersem-
bahkan pada para pembatja bahkan bangsa Indonesia seluruhnja,
tentang kekuatan raksasa kaum pemberontak Permesta dihalau
dari Sulawesi Tengah dalam tempo jang sangat singkat. Tiap²
orang jang tidak mengingini adanja penjelewengan atas Proklamasi 17-8-1945 serentak bangkit mengadakan perlawanan atas penjelewengan menurut kesanggupan masing² disamping gerakan gerilla. Anggota T.N.f. jang insjaf bahwa dirinja sebagai alat
Negara bersendjata, bukanlah kepunjaan segolongan pemimipin.
segera menjingkirkan diri dari pasukan Permesta. Mereka turut
memimpin pasukan² gerilja anti Permesta jang bergabung dalam
Gerakan Pemuda Sulawesi Tengah (GPST). Dalam pada itu pasukan pemberontak dibawah pimpinan Kapten Sumilat dan Lts. Tecoalu terus-menerus mengadakan operasinja, sambil merampok milik penduduk, memperkosa wanita dan menganiaja siapa sadja jang ditjurigainja setjara jang sangat kedjam. Gembong Permesta Major Palar cs, jang katanja intelectuel itu, tidak dapat mengatasi tindakan anak buahnja, disebabkan mereka setiap hari bermandikan wang puluhan-ribu diatas medja djudi. Teringat kita pada N.V. "Indo
{{missing image}}
''Serombongan APRI dan Rakjat, dengan menggunakan perahu jang
amat sederhana ini, untuk menindjau daerah² jang telah dibebaskan dari kaum pembrontak Permesta.''
''Menghitung laba bagi pedagang², sehabis pendjualan. Bagi Tentara, sehabis pertempuran djuga selalu meng-hitung² hatsilnja.<noinclude>{{rh|32}}</noinclude>
sj7rcncpfj9itt2ancl2amibgqfb4ub
294397
294395
2026-05-13T14:02:24Z
Lutfiyatun
26681
294397
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>''KISAH EMPAT DJAM DIPOSO:''
<center>{{xx-larger|'''Sebelum Danau Poso Darah.<br>Tidak Mau Menjerah.'''}}</center>
{{c|'''Oleh M. S. KATABAL'''}}
Demikianlah antara lain sebuah demagogie jang diutjapkan oleh pemimpin Militer Permesta.
Perkataan ini disiarkan untuk menjala kan semangat dan hawa nafsu pasukannja (klieknja) disatu pihak dan me-nakut kan golongan anti pemberontak Permesta dilain pihak. Bagaimana kenjataan sembojan itu, akan terbukti dalam kisah njata ini jang
mentjeritakan situasi sesungguhnja. Penulis hendak mempersem-
bahkan pada para pembatja bahkan bangsa Indonesia seluruhnja,
tentang kekuatan raksasa kaum pemberontak Permesta dihalau
dari Sulawesi Tengah dalam tempo jang sangat singkat. Tiap²
orang jang tidak mengingini adanja penjelewengan atas Proklamasi 17-8-1945 serentak bangkit mengadakan perlawanan atas penjelewengan menurut kesanggupan masing² disamping gerakan gerilla. Anggota T.N.f. jang insjaf bahwa dirinja sebagai alat
Negara bersendjata, bukanlah kepunjaan segolongan pemimipin.
segera menjingkirkan diri dari pasukan Permesta. Mereka turut
memimpin pasukan² gerilja anti Permesta jang bergabung dalam
Gerakan Pemuda Sulawesi Tengah (GPST). Dalam pada itu pasukan pemberontak dibawah pimpinan Kapten Sumilat dan Lts. Tecoalu terus-menerus mengadakan operasinja, sambil merampok milik penduduk, memperkosa wanita dan menganiaja siapa sadja jang ditjurigainja setjara jang sangat kedjam. Gembong Permesta Major Palar cs, jang katanja intelectuel itu, tidak dapat mengatasi tindakan anak buahnja, disebabkan mereka setiap hari bermandikan wang puluhan-ribu diatas medja djudi. Teringat kita pada N.V. "Indo
{{missing image}}
''Serombongan APRI dan Rakjat, dengan menggunakan perahu jang
amat sederhana ini, untuk menindjau daerah² jang telah dibebaskan dari kaum pembrontak Permesta.''
''Menghitung laba bagi pedagang², sehabis pendjualan. Bagi Tentara, sehabis pertempuran djuga selalu meng-hitung² hatsilnja.<noinclude>{{rh|32}}</noinclude>
93zcifyx5aitc9cio65o5844wbe03yf
294398
294397
2026-05-13T14:02:39Z
Lutfiyatun
26681
294398
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>''KISAH EMPAT DJAM DIPOSO:''
<center>{{xx-larger|'''Sebelum Danau Poso Darah.<br>Tidak Mau Menjerah.'''}}</center>
{{c|'''Oleh M. S. KATABAL'''}}
Demikianlah antara lain sebuah demagogie jang diutjapkan oleh pemimpin Militer Permesta.
Perkataan ini disiarkan untuk menjala kan semangat dan hawa nafsu pasukannja (klieknja) disatu pihak dan me-nakut kan golongan anti pemberontak Permesta dilain pihak. Bagaimana kenjataan sembojan itu, akan terbukti dalam kisah njata ini jang
mentjeritakan situasi sesungguhnja. Penulis hendak mempersem-
bahkan pada para pembatja bahkan bangsa Indonesia seluruhnja,
tentang kekuatan raksasa kaum pemberontak Permesta dihalau
dari Sulawesi Tengah dalam tempo jang sangat singkat. Tiap²
orang jang tidak mengingini adanja penjelewengan atas Proklamasi 17-8-1945 serentak bangkit mengadakan perlawanan atas penjelewengan menurut kesanggupan masing² disamping gerakan gerilla. Anggota T.N.f. jang insjaf bahwa dirinja sebagai alat
Negara bersendjata, bukanlah kepunjaan segolongan pemimipin.
segera menjingkirkan diri dari pasukan Permesta. Mereka turut
memimpin pasukan² gerilja anti Permesta jang bergabung dalam
Gerakan Pemuda Sulawesi Tengah (GPST). Dalam pada itu pasukan pemberontak dibawah pimpinan Kapten Sumilat dan Lts. Tecoalu terus-menerus mengadakan operasinja, sambil merampok milik penduduk, memperkosa wanita dan menganiaja siapa sadja jang ditjurigainja setjara jang sangat kedjam. Gembong Permesta Major Palar cs, jang katanja intelectuel itu, tidak dapat mengatasi tindakan anak buahnja, disebabkan mereka setiap hari bermandikan wang puluhan-ribu diatas medja djudi. Teringat kita pada N.V. "Indo
{{missing image}}
''Serombongan APRI dan Rakjat, dengan menggunakan perahu jang
amat sederhana ini, untuk menindjau daerah² jang telah dibebaskan dari kaum pembrontak Permesta.''
{{missing image}}
''Menghitung laba bagi pedagang², sehabis pendjualan. Bagi Tentara, sehabis pertempuran djuga selalu meng-hitung² hatsilnja.<noinclude>{{rh|32}}</noinclude>
iik2scnc3wo3tl05ea6wtaqgg0nvzyo
Halaman:Welas Asih Tak Terkalahkan - Jilid 2.pdf/1
104
103983
294407
293757
2026-05-13T14:10:40Z
N.imaema
22481
/* Tervalidasi */
294407
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" /></noinclude>[[Berkas:Welas Asih Tak Terkalahkan - Jilid 2 (page 1 crop).jpg|600px|nirbing|pus]]<noinclude></noinclude>
hmsp4bfn620yds07q5jaae499je1vq2
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/433
104
103999
294526
293213
2026-05-13T15:42:36Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294526
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>{{c|{{font-size|150%|'''MENUDJU KE SATU KOMANDO'''}}}}
Kita semua tentu pernah mendengar perkataan satu komando. Jang dimaksudkan dengan perkataan atau istilah tersebut, adalah bahwa dengan satu komando sadja, semua lapisan masjarakat dari Angkatan Perang, Polisi, pemuda<sup>2</sup> dan lain-lain sudah dapat digerakkan untuk mentjapai tudjuan daripada komando tadi. Tentu sadja kita setjara kasar mengartikan „komando” disini sebagai aba-aba dan bukan sebagai apa jang kita artikan dalam istilah dinas staf.
Mari kita melihat lebih mendalam ke istilah komando jang diartikan aba-aba ini.
Dapatkah seorang Perwira Angkatan Darat dengan pengetahuannja dalam aba-aba di Angkatan Darat, memberi aba-aba kepada 1 peleton KKO.A.L. atau sebaliknja ? Dan mungkinkah seorang Perwira Angkatan Udara bagian pengawal lapangan terbang memberi aba-aba kepada 1 peleton Mobrig?
Disini saja terangkan bahwa ini mungkin dan dapat: hanja kira-kira kurang dimengerti oleh jang menerima aba-aba.
Karena apa? Karena di negara kita ini belum ada persamaan dalam bentuk baris-berbaris serta aba-abanja antara semua alat bersendjata, pandu-pandu dan murid-murid sekolah.
Pernahkah pembatja melihat upatjara-upatjara kemiliteran jang diikuti oleh pasukan-pasukan dari Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara?. Dalam upatjara tersebut pembatja nanti dapat melihat bahwa ada perbedaan<sup>2</sup> dalam gerakan<sup>2</sup> P.B.B.-nja, aba-abanja.
Pernahkah saudara melihat upatjara-upatjara'jang dilakukan bersama oleh Angkatan-Perang, Polisi, pemuda dan lain-lainnja? Nah disini terlihat kegandjilan dalam perbedaan-perbedaan aba-aba dan gerakan-gerakannja jang sebetulnja harus dihapuskan dan diadakan uniformiteit dalam gerakan baris-berbaris serta aba-abanja untuk seluruh alat bersendjata, pandu-pandu, pemuda pemuda dan murid-murid sekolah.
Kalau kita menengok kebelakang, kezaman sebelum perang dan kezaman pendudukan Djepang maka dari murid-murid sekolah sampai ke alat-alat bersendjata diberi peladjaran satu matjam aba-aba dan gerakan berbaris.
Begitu pula dalam tanda-tanda sangkala.
Untuk menaikkan Sang Merah - Putih, Mobrig mempunjai tanda tersendiri jang berbeda dari Angkatan Darat. Pula tanda reveille, berbeda-beda...
Sampai kapankah perbedaan-perbedaan ini akan berlangsung? Nanti bila pelaksanaan undang-undang wadjib bela umum dimulai, maka persamaan tersebut harus sudah diadakan, untuk mempertjepat pengertian wadjib bela umum tadi.
Perlu mulai sekarang diadakan suatu panitia jang terdiri dari ahli<sup>2</sup> peraturan berbaris dan tanda-tanda sangkala dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Kepolisian dan dalam panitia tersebut perlu diolah semasak-masaknja segala matjam aba-aba serta gerakannja agar kelak di Indonesia hanja ada satu matjam peraturan berbaris jang dapat dimengerti dan dikerdjakan oleh seluruh lapisan masjarakat.
Saling mengalah dan toleransi perlu dalam panitia demi perbaikan-perbaikan tersebut.
Bila persamaan sudah ada, maka dalam parade-parade, defile-defile serta upatjara-upatjara lainnja tentu akan terlihat lebih rapinja, tertibnja segala gerakan-gerakan dari semua pengikut.
Disamping persamaan dalam berbaris dan aba-abanja, adalah penting pula adanja satu matjam „standaardwapen” untuk semua alat bersendjata.
Karena sendjata mempengaruhi djuga adanja perbedaan dalam peraturan berbaris.
Dengan adanja satu matjam sendjata pokok (standaardwapen) tadi jang berkaliber sama serta peraturan berbaris jang sama, maka tudjuan „satu komando” akan terlaksana dengan lebih baik.
Mudah-mudahan isi Caripada karangan ini dapat mendjadi bahan pertimbangan para pimpinan kita.
{{block right|align=center|'''Kapt. HADI HERMONO'''<br>'''Wk. Kmd. Bn. 431 RJ. 12'''}}<noinclude>{{rh|||23}}</noinclude>
tc44scbptzk26vcxv4jzavw18p4pq9d
Halaman:Welas Asih Tak Terkalahkan - Jilid 2.pdf/2
104
104042
294836
293326
2026-05-14T02:41:47Z
Ars-arsa
26526
/* Validated */
294836
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>{{c|
{{xxx-larger|'''WELAS - ASIH'''}} {{xx-larger|'''tak terkalahkan'''}}
{{x-larger|'''Djilid-II'''}}
'''oleh:'''
{{xx-larger|'''M. Niep-T. W. L.'''}}}}<noinclude></noinclude>
c65k8oowotcr2ptmhjgk1oyzlsd3dez
Halaman:Welas Asih Tak Terkalahkan - Jilid 2.pdf/3
104
104046
294838
293328
2026-05-14T02:42:11Z
Ars-arsa
26526
/* Validated */
294838
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>{{c|
{{xxx-larger|'''WELAS - ASIH'''}} {{xx-larger|'''tak terkalahkan'''}}
{{x-larger|'''Djilid-II'''}}
'''oleh:'''
{{xx-larger|'''M. Niep-T. W. L.'''}}}}<noinclude></noinclude>
c65k8oowotcr2ptmhjgk1oyzlsd3dez
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/925
104
104055
294556
293437
2026-05-13T16:15:56Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
294556
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>[[Berkas:Madjalah Angkatan Darat (page 925 crop).jpg|bingkai|kiri|al=''Pada tanggal 15 Djanuari 1959, dilapangan Merdeka Tebing Tingi telah dilangsungkan upatjara peringatan 6 tahun dibentuknja BI 133. Tampak Plma T&T-I sedang membatjakan petuah²nja.''|''Pada tanggal 15 Djanuari 1959, dilapangan Merdeka Tebing Tingi telah dilangsungkan upatjara peringatan 6 tahun dibentuknja BI 133. Tampak Plma T&T-I sedang membatjakan petuah²nja.'']]
[[Berkas:Madjalah Angkatan Darat (page 925 crop)1.jpg|bingkai|kiri|al=''Kmd Res. Inf. II Overste Manap Lubis mengutjapkan kata sambutannja, dihadapan para pembesar Sipil dan Militer jang menghadiri upatjara peringatan berdirinja BI 133.''|''Kmd Res. Inf. II Overste Manap Lubis mengutjapkan kata sambutannja, dihadapan para pembesar Sipil dan Militer jang menghadiri upatjara peringatan berdirinja BI 133.'']]
[[Berkas:Madjalah Angkatan Darat (page 925 crop)2.jpg|bingkai|kiri|al=''Achirnja Kmd. BI 133 Major Radja Sjahnan mengutarakan sedjarah pertumbuhan BI 133 sampai pada saat jang genting, dimana anak buah BI 133 mengambil bagian dalam operasi membasmi petualang² pembrontak.''|''Achirnja Kmd. BI 133 Major Radja Sjahnan mengutarakan sedjarah pertumbuhan BI 133 sampai pada saat jang genting, dimana anak buah BI 133 mengambil bagian dalam operasi membasmi petualang² pembrontak.'']]
Propaganda partai² politik atau organisasi masjarakat lainnja, jang sedikit banjaknja akan mengakibatkan rusaknja disiplin tentara, menimbulkan perpetjahan², menghilangkan kepertjajaan terhadap pimpinan, turut menjokong gerakan suatu partai atau organisasi masjarakat lainnja, adalah merupakan salah satu tugas bagi anggauta pengamanan personeel.
Perkembangan dilapangan ekonomi dan sosial jang tidak sedikit menimbulkan akibat buruk terhadap personeel, misalnja meningkatnja harga² barang kebutuhan hidup se-hari², kematjetan² dilapangan pemeliharaan kesedjahteraan, misalnja soal perumahan, peralatan dan lain², akan digunakan oleh musuh untuk mengadakan pengaruh² tidak puas terhadap anggauta Angkatan Perang.
Penduduk adalah merupakan persembunjian jang baik bagi kaki tangan musuh, dengan melalui saluran² pergaulan hidup se-hari², akan selalu mempengaruhi dan memperalat anggauta² kesatuan untuk melantjarkan serangan setjara tidak langsung.
Penjebaran desas desus, kabar² bohong jang dapat membingungkan dan menjesatkan djiwa atau pikiran anggauta² kesatuan jang berada digaris belakang. jang kesemuanja ini memerlukan kewaspadaan jang sangat tjermat dari masing² anggauta Angkatan Perang.
{{c|— O —}}<noinclude>{{rh|||23}}</noinclude>
qfutoujafuwogsgvjmwqbwch18dh1cx
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/41
104
104056
295084
293444
2026-05-14T07:43:52Z
Humilis Kumulus
26996
/* Telah diuji baca */
295084
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Humilis Kumulus" />{{rh||35|}}</noinclude><u>PIAGAM AMBRI</u>
Untuk pertama kalinja, Hadiah Sastra Tahunan jang disebut PIAGAM AMBRI telah diberikan oleh PPSS (Paguyuban Pengarang Sastra Sunda) {{illegible}} Bandung kepada tiga orang pengarang Sunda jang telah menghasilkan karja terbaik dibidang puisi dan tjerita pendek jang {{illegible}} dalam tahun 1966. Adapun pengarang-pengarang jang karjanja telah ditetapkan untuk mendapat Hadiah Sastra PIAGAM AMBRI itu adalah:
<ol type=1 start=1>
<li>Ajat Rohaedi, "Kebon Binatang". Dimuat dalam <u>Madjalah Sunda</u>. Th. II, No.60 (sadjak).</li>
<li>Rachnat M. Sas Karana, <u>Ombak Laut Kidul</u>. Djatiwangi, TJupumanik, 1966 (kumpulan sadjaK).</li>
<li>Aam Amilia, "Di Tjidjulang aja Kembang". Dimuat dalam <u>Madjalah Mangle</u>. Th. X, No 177 (tjerita pendek).</li>
</ol>
Selain puisi dan tjerita pendek, bentuk-bentuk sastra lainnja: novel dan roman, jang terbit dalam tahun 1965 menurut Dewan Djuri PPSS tak ada jang pantas diberi hadiah. Perlu diketahui, bahwa jang duduk dalam Dewan Djuri Hadiah Sastra PIAGAM AMBRI tersebut adalah: Ajip Rosidi, Drs. Pope Iskandar dan Rukasah S.W.
Selain PIAGAM AMBRI, dikabarkan rentjana PPSS selandjutnja, dalam rangka membina dan meningkatkan mutu kesusastraan Sunda akan memberikan Hadiah Sastra limatahunan jang dlsebut PIAGAM U. HASAN MUSTAPA.
MADJALAH "SASTRA" AKAN TERBIT LAGI
Setelah beberapa tahun berhenti terbit (karena dilarang oleh pemerintah Sukarno) maka mulai bulan Nopember 1967 madjalah kesusastraan "Sastra" akan terbit kembali dibawah pimpinan H.B. Jassin. Penerbitnja ialah "Mitra Indonesia" Djakarta. Sebagai diketahui madjalah tersebut terbit untuk pertama kali bulan Djuli 1961 dan terhenti pada bulan Maret 1964.
Dalam madjalah ini antara lain akan dimuat tjerpen, puisi, esai, sorotan.
SIARAN KESUSASTRAAN MELALUI TELEVISI
Mendjelang pameran pustakan dan dokumentasi bahasa dan kesusastraan jang dimulai tanggal 28 Oktober ini, Direktorat Bahasa dan Kesusastraan telah menjelenggarakan siaran melalui televisi Djakarta, tentang arti dan guna dokumentasi (chususnja kesusastraan) bersambung mulai tanggal 12 Oktober 1967 jang lalu. Siaran kedua tanggal 19 Oktober dan jang ketiga tanggal 26 Oktober. Siaran-siaran kesusastraan selandjutnja akan dilaksanakan lagi bulan Djanuari 1968.
PROF. SLAMETMULJANA MEMBERI KULIAH DI DJEPANG
Prof. Slametmuljana, Dekan Fakultas Sastra Universitas Indonesia Djakart telah memberikan kuliah-kuliah selama 2 minggu pada beberapa universitas di Djepang termasuk Tokyo University of Foreign Studies. Beliau diundang ke Djepang sebagai "guest lecturer" mengenai sedjarah, kebudajaan dan sastra Indonesia. Dalam kesempatan ini Prof. Slametmuljana djuga membitjarakan berbagai hal jang berhubungan dengan djurusan Djepang (Japanologi) pada Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Prof. Slametmuljana singgah di Djepang dalam perdjalanan pulang dari Amerika Serikat setelah menghadiri konperensi para orientalis di Ann Arbor. Mengenai hasil konperensi dikatakan oleh Prof. Slametmuljana bahwa salah satu resolusi jang diterima isinja menjerukan bantuan untuk memperbaiki tjandi Borobudur. Dua orang anggota delegasi Indonesia lainnja ialah H. Rosihan Anwar dan Drs. Sukmono Kepala Direktorat Purbakala Ditdjen Kebudajaan Departemen P. dan K.<noinclude></noinclude>
cs0pkmvlbitqki1hcskdzybxkx3vz5b
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/305
104
104060
294667
293536
2026-05-13T18:41:22Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294667
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||43}}</noinclude>Buku Sutan Takdir Alisjahbana <u>Kebangkitan Puisi Baru Indonesia</u><sup>1</sup>, yang diangkat dari tulisannya dimajalah <u>Poedjangga Baroe</u> 37 tahun yang lampau, tidaklah lebih dari usaha kearah apresiasi puisi baru, puisi yang sedang berkembang pada waktu itu. Namun, ia tidak kurang menarik dan populer karena penulisnya memiliki gaja. Dan tidak lupa adanya sistimatik dalam pendekatan dan penyajiannya.
Hal-hal tersebut kurang mantap kita dapati dalam buku Drs. M.S. Hutagalung ini.<br>Tidak kurang dari tiga bab (sampai hal. 52) buku ini menyajikan kutipan-kutipan puisi beserta pandangan Drs. M.S. Hutagalung, sebagai usaha untuk memperkenalkan puisi-puisi itu dengan harapan dapat dipahami dan dinikmati para pembaca.
Ada sekitar 47 puisi dari beberapa penyair, misalnya Ali Hasjmi, Ramadhan K.H., Asrul Sani, Taufiq Ismail, Subagio Sastrowardojo, Chairil Anwar dan W.S. Rendra. Sampai-sampai kepada puisi terjemahan dari Baudelaire, Victor Hugo dan Emily Dickinson, suatu hal yang kurang tepat untuk tingkat apresiasi ini. Sebab disamping terjemahan itu masih merupakan persoalan tersendiri, puisi Indonesia lainnya masih cukup banyak yang dapat dijadikan bahan.
Pembicaraan puisi dalam ketiga bab tersebut disebutkan oleh penulis sebagai usaha yang tidak tradisionil dalam pendekatan: "memisahkan bentuk/technik dan tema/isi/amanat tjipta sastra."<br>Kata penulis: "Dalam pembitjaraan ini kami tidak lagi memisahkannja ketjuali untuk memperdjelas persoalan jang hendak diterangkan, dalam hal ini fikiran-fikiran dan persoalan-persoalan jang hendak dikemukakan penjair, kami anggap telah lebur dalam struktur puisi" <sup>2</sup>.
Andaikan buku ini dimaksudkan sebagai bimbingan apresiasi puisi; dan <u>apresiasi</u> diartikan sebagai suatu pengenalan untuk dapat "memahami dan menikmati", mengerti dan menghargai terhadap cipta sastra beserta seluruh aspek yang mendukungnya, maka sikap yang perlu dimiliki oleh penulisnya ialah memandang materi yang dihadapi dengan titik tolak dari (atau paling tidak memperhitungkan!) kaum awam.<noinclude></noinclude>
lyuppt0e94par3s41jamcht9wlxqr49
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/591
104
104061
294910
293534
2026-05-14T03:30:35Z
Ars-arsa
26526
/* Validated */
294910
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>Akhirnya, apabila hipotesa mEngenai asal nama-nama tempat tersebut dari nama-nama tumbuhan itu diterima, dengan mudah dapat diperkirakan bahwa kata Malaya, Malaka, Melayu untuk penamaan suku bangsa dan tempat di Semenanjung (± abad ke-7 s.M.) lebih tua dari pada kata Jawa untuk suku dan pulau Jawa yang timbul bersamaan dengan kedatangan orang Hindu di pulau itu (± abad 1 sesudah Masehi). Akan tetapi sebagai nama-nama tumbuhan, hanya Tuhan yang tahu. Wallahualam bissawab.<br>
<br /><br />
{{c|BACAAN }}
{{Hanging indent|3em|Alisjahbana, St. Takdir, <u>Dari Perjuangan dan Pertumbuhan Bahasa Indonesia</u>, P.T, Pustaka Rakyat, Jakarta, 1957.}}
{{Hanging indent|3em|Brandstetter, Renward, Ph.D., <u>Akar Kata dalam Bahasa-Bahasa Indonessa</u>, diterjemahkan oleh Sjaukat Djajadiningrat, P.T, Pustaka Rakyat, Jakarta, 1957.}}
{{Hanging indent|3em|Dempwolff, Otto, <u>Perbendaharaan Kata-kata dalam Berbagai Bahasa Polinesia</u>, diterjemahkan oleh Sjaukat Djajadiningrat, P.T, Pustaka Rakyat, Jakarta, 1956. }}
{{Hanging indent|3em|Kern, H, <u>Ramayana</u>, Martinus Nijhoff, 's-Gravenhage, 1900.}}
{{Hanging indent|3em|------- , <u>Verspreido Geschriften</u>, V, VI, XIV, Martinus Nijhoff, 's-Gravenhage, 1913-1929. '''}}
<u>Kunthi,</u> majalah basa Jawa, Yayasan Penerbit "Lohjinawi" , Jakarta, 1971, no. 8.<br>
{{Hanging indent|3em|Poerbatjaraka, Prof. Dr., <u>Riwayat Indonesia I</u>, Yayasan Pembangunan, Jakarta, 1952. }}<noinclude>{{rh|||57 Bahasa dann Kesusastraan VI (3), 1973}}</noinclude>
ev5wp22srm7zkf1nh2mu8s8lg7stjvm
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/437
104
104159
295352
293785
2026-05-14T11:22:50Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295352
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|19}}</noinclude>'''BEBERAPA MASALAH<br>PENGAJARAN BAHASA INDONESIA'''
<br /><br />
S. Effendi
{{rule|15em|align=left}}
<br>
{{ol|type=I|start=1
|1. Hasil analisa kwesioner murid SMP<br>
2. Hasil analisa kwesioner guru SMP<br>
3. Hasil analisa soal-soal ujian SMP<br>
4. Kesimpulan analisa<br>
5. Urutan pembicaraan kertas kerja<br>
<br>
|6.1 Pengajaran BI sebagai suatu sistim<br>
6.2 Kekomplekan sistim dan pembaruan pengajaran BI<br>
6.3 Pengajaran BI dan pengembangan BI<br>
7.1 Identifikasi tujuan kurikuler BI<br>
7.2 Penurunan komponen pelajaran BI<br>
7.3 Penurunan ketrampilan<br>
7.4 Hubungan tujuan dengan komponen pelajaran BI<br>
8.1 Asas-asas umum metodik<br>
8.2 Asas-asas kebebasan<br>
8.3 Hubungan asas-asas dengan pengajaran BI
<br>
Lampiran-lampiran
}}<noinclude></noinclude>
3y86u5o5enq3t4ialmy7e9tmx9r0sry
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/435
104
104172
295347
293882
2026-05-14T11:21:18Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295347
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|17}}</noinclude>Malim Deman mengetahui perselisihan itu dan ikut menyelesaikannya, tetapi malah menjadi bertambah ramai. Berkelahian antara Malim Deman dengan Malim Duano tak terelakkan lagi, karena masing-masing tidak mengenal. Perkelahian itu seimbang karena keduanya sama-sama sakti. Malim Deman kemudian menanyai asal usulnya. Dikatakannyalah, bahwa ia anak Malim Deman dengan Putri Bungsu dari Kayangan. Terpesonalah ia mendengar cerita Malim Duano itu dan tahulah ia, bahwa Malim Duano itu anaknya sendiri. Keduanya pulang bersama ke istana. Tak lama kemudian mereka pulang ke negeri asalnya Bandar Muar.
Negerinya sudah dialahkan oleh raja Angat Garang. Orang tuanya sudah tua pula. Malim Deman marah dan diserangnya Raja Angat Garang itu. Mereka berjanji akan berkelahi satu lawan satu di tengah padang disaksikan oleh seluruh rakyatnya. Keduanya sama-sama sakti dan kebal. Tapi akhirnya Raja Angat Garang mati juga ditikamnya dengan keris yang bernama Ganja Erah.
Malim Deman dinobatkan jadi raja. Mulailah kembali negeri Bandar Muar tentram. Putri Bungsu dipanggilnya dari Kayangan dengan membakar kemenyan putih. Putri Bungsupun datang. Hiduplah mereka kembali berkasih-kasihan. Malim Duano dinikahkan pula dengan Putri Mayang Terurai.
Akhirnya diceritakan, bahwa tak lama kemudian Raja Tua dan Putri Mayang Seni mangkat. Menyusul kemudian Malim Deman. Tinggallah Malim Duano memerintah negeri Bandar Muar itu.
<br><br>
<u>Catatan</u>
{{Hanging indent|1em|1) Bottoms, J.G. Kata Pengantar dalam <u>Hikayat Malim Dewa</u>, Kuala Lumpur, Oxford University Press, Cet. IV, 1965, hal. VII}}<noinclude></noinclude>
hmhne168rnlpvpf94b54o5pjkgok88f
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/436
104
104173
295349
293888
2026-05-14T11:21:44Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295349
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh|18}}</noinclude>{{Hanging indent|1em|2) Ronkell, Ph. S. van "Catalogus der Maleische Handschriften in het Bataviaasche Genootschap van Kunsten en Wetenschappen". <u>Verhandelingen van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen</u>, LVII, 1909, hal. 474.}}
{{Hanging indent|1em|3) Kasim Shamsuddin "Cherita Malim Deman suatu versi dari Perlis", <u>Dewan Bahasa</u>, VIII, 6, 1964, hal. 273 - 278.}}
{{Hanging indent|1em|4) Madjoindo, A. Dt. <u>Tjerita Malim Deman dan Putri Bungsu</u>, Djakarta, P. N. Balai Pustaka, Cet. II, 1965, hal. 3.}}
{{Hanging indent|1em|5) <u>Tjerita Rakyat</u> I Diusahakan oleh Urusan Adat Istiadat dan Tjerita Rakyat, Djawatan Kebudajaan Departemen P.D. & K. Djakarta, P.N. Balai Pustaka, 1963, hal. 67 - 72.}}
{{Hanging indent|1em|6) <u>ibid</u>. hal. 59 - 66.}}
{{Hanging indent|1em|7) <u>ibid</u>. hal. 53 - 58.}}
<br><br>
{{right|Jakarta, 2 April 1973.}}<noinclude></noinclude>
q5av1red712ugizjnwp49k35l3x4l4x
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/371
104
104192
295148
293970
2026-05-14T09:19:26Z
Arulbe
24016
/* Tervalidasi */
295148
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arulbe" /></noinclude>lain ''[''sók'']'', ''[''óbat'']'', ''[''rókók'']'' dan seterusnya. Dengan catatan tambahan bahwa o yang terdapat dalam pola-pola bentuk seperti o-Konsonan-e, o-Konsonan-o juga dipakai vakoid yang pertama. Jadi pada bentuk-bentuk seperti ''[''bole'']'', ''[''oleole'']'' dipakai o yang pertama, sekalipun pada posisi bukan akhir. Demkian juga ''[''toko'']'', ''[''boroboro'']'' dan seterusnya, o yang bukan akhir diucapkan juga ''[''o'']'' dan bukan ''[''ó'']''.
Tetapi Hans Kähler telah mengambil kesimpulan lain, menurut pengarang ini kedua-dua vokoid itu masing-masing adalah fonim<sup>11)</sup>. Untuk membuktikan pendapatnya itu telah diambilnya pasangan [bótóh] "cantik" yang berlainan ucapan dan artinya dengan [b{{overline|o}}toh] "petaruh dalam judi ayam jantan". Contoh yang pertama dicatat sebagai contoh dari daerah Petamburan, sebagai bentuk yang searti dengan / boto / tanpa / h /.
A. Teeow dalam perseprsinya terhadap buku Hans Kähler meragukan
tentang kesimpulan yang diambil oleh penulis itu, karena pasangan yang dipakai itu adalah suatu varian dialektis dari dialek Jakarta<sup>12)</sup>.Untuk memecahkan salah ini, seperti diharapkan oleh penulis resensi itu, kebetulan pernah saya lakukan suatu pengecekan terhadap salahsatu daerah Pinggir Kota, yakni Tambun (Bekasi). Sekalipun daerah pengecekan saya bukan tempat yang tepat seperti disebutkan oleh Hans Kähler (Petamburan), namun kesimpulan yang saya peroleh tentang kenyataan fonologis subdialek itu tidak jauh berbeda dengan keterangan Hanns Kähler yang antara lain menandai bahwa subdialek Pinggir Kota mempunyai ucapan-ucapan -n', -8'
atau -ah yang sejajar dengan o (ejaan saya é) untuk sudialek Dalam Kota;
{{quote|"inlaiischem -a, -ah entspricht in Krant ({{u|Dalam Kota}}, {{u|pan}}) regelmässig -e, bisweilen -a'; in Tanah Abang, -ē, selten -8',und in der Pinggir Kota -'a, 8' oder -ah; "<sup>13)</sup>}}
Dengan formulasi yang sedikit berlainan, hasil peninjauan saya
dapat saya ringkaskan sebagai berikut: Semua vokal pada posisi akhir pada ucapan penutup subdialek Tambun sering disertai dengan glotalisasi ''[''?'']'' atau ''[''h'']''. Glotalisasi ini terutama terjadi pada akhir contour sebuah ujaran, misalnya:
{{gap}}''[''sapa n̄ang datēng ya<sup>?</sup>'']''
atau<noinclude>{{rh||3}}</noinclude>
l2ie17nvq3uugejptyhe1o2v1nhqwvf
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/370
104
104199
295189
293972
2026-05-14T09:38:54Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295189
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||2}}</noinclude>beda itu terutama terletak pada jumlah fonim vokal. Oleh sebab itu pembicaraan saya hari ini akan berpusat kepada masalah itu.
1. {{u|Vokoid ''['' ó- '']''}}
Vokoid ''['' ó '']'' ini adalah vokoid yang dalam sistim yang disebut "cardinal vowels" dari Daniel Jones<sup>7)</sup> termasuk nomor 3 atau vokal depan tengah-rendah. Dalam dialek Jakarta terdapat dalam contoh seperti ini ''['' babó '']'' "ayah", ''['' tu<sup>w</sup>ó '']'' ''['' meró '']'' "merah" dsb. Hans Kähler<sup>8)</sup> dan saya sendiri<sup>9)</sup> dengan contoh-contoh pasangan yang sama, bersama-sama telah membuktikan bahwa unsur itu adalah fonim dalam dialek Jakarta: ''['' bolé '']'' "bola" diucapkan berbeda dengan ''['' bolo '']'' "boleh"; ''['' gulé '']'' yang berarti "gula" lain ucapannya dengan ''['' gule '']'' "gulai".
Baik Hans Kähler maupun saya sendiri sama-sama mengambil informan dari dalam kota Jakarta, darimana pasangan-pasangan yang dipakai sebagai bukti itu dituturkan dalam bahasa mereka; Tetapi Junaidi, sebagaimana ternyata dari judul tulisannya hanya mengambil informan dari suatu daerah di luar kota Jakarta. Di daerah itu tempat-tempat dalam tuturan yang biasanya ditempati oleh vokal / é / pada bahasa Melayu didalam kota, disana ditempati oleh vokal / a /. Itulah sebabnya maka Junaidi dalam diskripsinya tidak menghitung unsur ''['' é '']'' sebagai fonim. Dengan kata lain letak perbedaan kesimpulan Junaidi dan penulis lainnya adalah pada daerah penelitian yang tidak sama.
2. {{u|Vokoid ''['' o '']'' dan ''['' ó '']''}}
Dialek ini mengenal dua o, yaitu vokoid belakang tengah ''['' o '']'' dan vokoid belakang tengah rendah ''['' ó '']'' atau menurut urutan "cardinal vowels" nya Daniel Jones, vokoid-vokoid nomor 7 dan 8. Yang pertama terdapat dalam contoh-contoh seperti ''['' pulo '']'' "pulau" dan ''['' boroboro '']'' "apalagi", sedang yang kedua terdapat dalam contoh ini ''['' sók '']'' "sombong" dan ''['' lóbaŋg '']'' "lubang".
Dalam tulisan saya tersebut<sup>10)</sup>, telah saya simpulkan bahwa kedua vokoid itu adalah alofon dari satu fonim; Yang terdapat dalam semua posisi akhir: ''['' pulo '']'', ''['' baso '']'', sedang yang kedua menempati semua posisi<noinclude>{{rh|2}}</noinclude>
hzqq9eq84jlb9mliwntn2nquxrxxfql
295192
295189
2026-05-14T09:39:13Z
Upiak Ituih
27011
295192
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||2}}</noinclude>beda itu terutama terletak pada jumlah fonim vokal. Oleh sebab itu pembicaraan saya hari ini akan berpusat kepada masalah itu.
1. {{u|Vokoid ''['' ó- '']''}}
Vokoid ''['' ó '']'' ini adalah vokoid yang dalam sistim yang disebut "cardinal vowels" dari Daniel Jones<sup>7)</sup> termasuk nomor 3 atau vokal depan tengah-rendah. Dalam dialek Jakarta terdapat dalam contoh seperti ini ''['' babó '']'' "ayah", ''['' tu<sup>w</sup>ó '']'' ''['' meró '']'' "merah" dsb. Hans Kähler<sup>8)</sup> dan saya sendiri<sup>9)</sup> dengan contoh-contoh pasangan yang sama, bersama-sama telah membuktikan bahwa unsur itu adalah fonim dalam dialek Jakarta: ''['' bolé '']'' "bola" diucapkan berbeda dengan ''['' bolo '']'' "boleh"; ''['' gulé '']'' yang berarti "gula" lain ucapannya dengan ''['' gule '']'' "gulai".
Baik Hans Kähler maupun saya sendiri sama-sama mengambil informan dari dalam kota Jakarta, darimana pasangan-pasangan yang dipakai sebagai bukti itu dituturkan dalam bahasa mereka; Tetapi Junaidi, sebagaimana ternyata dari judul tulisannya hanya mengambil informan dari suatu daerah di luar kota Jakarta. Di daerah itu tempat-tempat dalam tuturan yang biasanya ditempati oleh vokal / é / pada bahasa Melayu didalam kota, disana ditempati oleh vokal / a /. Itulah sebabnya maka Junaidi dalam diskripsinya tidak menghitung unsur ''['' é '']'' sebagai fonim. Dengan kata lain letak perbedaan kesimpulan Junaidi dan penulis lainnya adalah pada daerah penelitian yang tidak sama.
2. {{u|Vokoid ''['' o '']'' dan ''['' ó '']''}}
Dialek ini mengenal dua o, yaitu vokoid belakang tengah ''['' o '']'' dan vokoid belakang tengah rendah ''['' ó '']'' atau menurut urutan "cardinal vowels" nya Daniel Jones, vokoid-vokoid nomor 7 dan 8. Yang pertama terdapat dalam contoh-contoh seperti ''['' pulo '']'' "pulau" dan ''['' boroboro '']'' "apalagi", sedang yang kedua terdapat dalam contoh ini ''['' sók '']'' "sombong" dan ''['' lóbaŋg '']'' "lubang".
Dalam tulisan saya tersebut<sup>10)</sup>, telah saya simpulkan bahwa kedua vokoid itu adalah alofon dari satu fonim; Yang terdapat dalam semua posisi akhir: ''['' pulo '']'', ''['' baso '']'', sedang yang kedua menempati semua posisi<noinclude>{{rh||2}}</noinclude>
36l56c1ux20ishlqgubvqmaayln4xil
295196
295192
2026-05-14T09:39:42Z
Upiak Ituih
27011
295196
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||2}}</noinclude>beda itu terutama terletak pada jumlah fonim vokal. Oleh sebab itu pembicaraan saya hari ini akan berpusat kepada masalah itu.
1. {{u|Vokoid ''['' ó- '']''}}
Vokoid ''['' ó '']'' ini adalah vokoid yang dalam sistim yang disebut "cardinal vowels" dari Daniel Jones<sup>7)</sup> termasuk nomor 3 atau vokal depan tengah-rendah. Dalam dialek Jakarta terdapat dalam contoh seperti ini ''['' babó '']'' "ayah", ''['' tu<sup>w</sup>é '']'' ''['' meró '']'' "merah" dsb. Hans Kähler<sup>8)</sup> dan saya sendiri<sup>9)</sup> dengan contoh-contoh pasangan yang sama, bersama-sama telah membuktikan bahwa unsur itu adalah fonim dalam dialek Jakarta: ''['' bolé '']'' "bola" diucapkan berbeda dengan ''['' bolo '']'' "boleh"; ''['' gulé '']'' yang berarti "gula" lain ucapannya dengan ''['' gule '']'' "gulai".
Baik Hans Kähler maupun saya sendiri sama-sama mengambil informan dari dalam kota Jakarta, darimana pasangan-pasangan yang dipakai sebagai bukti itu dituturkan dalam bahasa mereka; Tetapi Junaidi, sebagaimana ternyata dari judul tulisannya hanya mengambil informan dari suatu daerah di luar kota Jakarta. Di daerah itu tempat-tempat dalam tuturan yang biasanya ditempati oleh vokal / é / pada bahasa Melayu didalam kota, disana ditempati oleh vokal / a /. Itulah sebabnya maka Junaidi dalam diskripsinya tidak menghitung unsur ''['' é '']'' sebagai fonim. Dengan kata lain letak perbedaan kesimpulan Junaidi dan penulis lainnya adalah pada daerah penelitian yang tidak sama.
2. {{u|Vokoid ''['' o '']'' dan ''['' ó '']''}}
Dialek ini mengenal dua o, yaitu vokoid belakang tengah ''['' o '']'' dan vokoid belakang tengah rendah ''['' ó '']'' atau menurut urutan "cardinal vowels" nya Daniel Jones, vokoid-vokoid nomor 7 dan 8. Yang pertama terdapat dalam contoh-contoh seperti ''['' pulo '']'' "pulau" dan ''['' boroboro '']'' "apalagi", sedang yang kedua terdapat dalam contoh ini ''['' sók '']'' "sombong" dan ''['' lóbaŋg '']'' "lubang".
Dalam tulisan saya tersebut<sup>10)</sup>, telah saya simpulkan bahwa kedua vokoid itu adalah alofon dari satu fonim; Yang terdapat dalam semua posisi akhir: ''['' pulo '']'', ''['' baso '']'', sedang yang kedua menempati semua posisi<noinclude>{{rh||2}}</noinclude>
tv4qdo8gt88rhh6kglsau08sq8a798z
Halaman:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga.pdf/12
104
104202
294288
293988
2026-05-13T12:57:57Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294288
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>{{center|<big>'''FOREWORD'''</big>}}
The book with the title Folklore of Johar Manik From Salatiga is an ADDITION of the results or product of the author's research with the title Folklore of Johar Manik From Blondo Celong Salatiga (Study of Literary Theology and Life Value), so that this book only took a small part of the book above, especially concerning folklore with Johar Manik as the main character. Therefore it is recommended for readers who want to explore this book more deeply toread book further.
The main purpose of writing this book is to reveal more fully the story of Johar Manik's journey in Salatiga and its surroundings in terms of Literary Theology and Values of Life. It should be understood that Johar Manik is an Islamic aristocrat from Surakarta with mixed blood from the country of Yemen. The figure of Johar Manik has a degree of nobility and abundant wealth, but after meeting Prince Diponegoro, a nobleman, and Islamic religious adviser from the Yogyakarta palace, Johar Manik completely changed into a devout Muslim figure and left all wealth and positions, and joined the struggle against the invaders. Dutch joined Prince Diponegoro's troops and was headquartered in the Celong Blondo Salatiga area.
According to several interview results and the author's imagination (because this book is folklore), Johar Manik's pilgrimage in Salatiga areas was quite successful in spreading Islam, including in the area of Sawo Village in Bugel, Kali Prambanan in Kutowinangun Village, Mulungan Village, Getasan, Karangbawang Village, and Gejayan Village. In these villages, Johar Manik was able to convince the community to work hard by local Javanese traditions and Islamic teachings and succeeded in recruiting local Islamic leaders in development.<noinclude>{{c|xi}}</noinclude>
o4drb8eh4kgguu0ovsl8ldfptbwus7o
Halaman:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga.pdf/45
104
104215
294496
294007
2026-05-13T15:14:28Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
294496
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>to the debate between the two figures, several things can be criticized. In essence, humans cannot separate from life, but on the other hand, humans must not be controlled by desires, so the afterlife goals must also underlie human's goals.
[[Berkas:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga (page 45 crop).jpg|400px|jmpl|pus|{{c|'''''Sapodilla trees and large banyan trees in Sawo Village Salatiga, Johar Manik discussed and debated fiercely with a local youth leader named Saworono, ending the debate with the philosophy of sapodilla trees so that the place was named Sawo Village.'''''}}]]
From the folklore above, the place where Johar Manik and Sawongrono discussed was called Sawo Village. Until now, in the Village of Sawo, many sapodilla trees grow, including in Kali Sawo, there is a large sapodilla tree which the community believes is the place where the two figures debated.<br>
'''5. The Origin of Kali Prambanan/Kali Benoyo'''
The Prambanan River (Benoyo) is located in the Kutowinangun Village in Salatiga City. Johar Manik finished his discussion with the Sawungrono and continued his journey and arrived at a place where there was water to rest and pray. After had the prayer, Johar Manik came to the residents and started teaching Islam. Many residents were interested, the main discussion was an expression of gratitude to God because the local community was<noinclude>{{rh||31}}</noinclude>
ktpw9txhha5i8s8r2wqn7aype62o1vm
294518
294496
2026-05-13T15:36:18Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294518
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>to the debate between the two figures, several things can be criticized. In essence, humans cannot separate from life, but on the other hand, humans must not be controlled by desires, so the afterlife goals must also underlie human's goals.
[[Berkas:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga (page 45 crop).jpg|400px|jmpl|pus|{{c|'''''Sapodilla trees and large banyan trees in Sawo Village Salatiga, Johar Manik discussed and debated fiercely with a local youth leader named Saworono, ending the debate with the philosophy of sapodilla trees so that the place was named Sawo Village.'''''}}]]
From the folklore above, the place where Johar Manik and Sawongrono discussed was called Sawo Village. Until now, in the Village of Sawo, many sapodilla trees grow, including in Kali Sawo, there is a large sapodilla tree which the community believes is the place where the two figures debated.<br>
'''5. The Origin of Kali Prambanan/Kali Benoyo'''
The Prambanan River (Benoyo) is located in the Kutowinangun Village in Salatiga City. Johar Manik finished his discussion with the Sawungrono and continued his journey and arrived at a place where there was water to rest and pray. After had the prayer, Johar Manik came to the residents and started teaching Islam. Many residents were interested, the main discussion was an expression of gratitude to God because the local community was<noinclude>{{rh||31}}</noinclude>
96zb5h5sakqtza61kn93xa18095d1ze
Halaman:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga.pdf/49
104
104220
294603
294013
2026-05-13T17:20:37Z
Suga Widi
25678
/* Telah diuji baca */
294603
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>Hindu-Buddhist to become Muslim. The long journey of Johar Manik has ended with a search for a true purpose in life by fighting both militaries, religious and socio-cultural. Like rain showers during the dry season, Johar Manik's journey has provided Islamic spiritual cleansing to the people in the areas he passes through, especially
the Salatiga area, Kab. Semarang and its surroundings. Johar Manik's persistence in the military struggle and tenacious and intelligent preachers of religion have been able to change the local community's view of Islam, and in the end, Islam was accepted by the wider community in Central Java.
Johar Manik's steadfastness in adhering to the principle of peacefully spreading Islam was tested in Salatiga when he met the young leader of Sawonggrono in the Village of Sawo, Bugel. This was Johar Manik's greatness as an Islamic figure who respected the diversity of his time.
'''2. The Future'''
Based on Johar Manik's Folklore, has left noble values that have been left behind by society, which are: (1) The value of simplicity has been shown by Johar Manik by leaving his wealth and position to become a simple human being, (2) The value of hard work. The long journey of struggle against the Dutch can only be carried out of the course with hard work, and many temptations and challenges along the way but can be overcome properly, (3) The value of tolerance. Johar Manik's sense of tolerance was manifested in discussions and debates with Sawungrono in Sawo Village, Salatiga.
Johar Manik's attitude shown through the values mentioned above is an essential value that must be upheld. It even needs to be developed to face the challenges of development today; the active role played by Johar Manik in upholding the truth through spreading the Islamic religion is the most valuable lesson that needs to be<noinclude>{{rh||5}}</noinclude>
g2os8owmh5r4sbguewfet7b8c3mg9ir
294921
294603
2026-05-14T03:47:05Z
Ah.Masyhar
20068
/* Tervalidasi */
294921
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ah.Masyhar" /></noinclude>Hindu-Buddhist to become Muslim. The long journey of Johar Manik has ended with a search for a true purpose in life by fighting both militaries, religious and socio-cultural. Like rain showers during the dry season, Johar Manik's journey has provided Islamic spiritual cleansing to the people in the areas he passes through, especially the Salatiga area, Kab. Semarang and its surroundings. Johar Manik's persistence in the military struggle and tenacious and intelligent preachers of religion have been able to change the local community's view of Islam, and in the end, Islam was accepted by the wider community in Central Java.
Johar Manik's steadfastness in adhering to the principle of peacefully spreading Islam was tested in Salatiga when he met the young leader of Sawonggrono in the Village of Sawo, Bugel. This was Johar Manik's greatness as an Islamic figure who respected the diversity of his time.
'''2. The Future'''
Based on Johar Manik's Folklore, has left noble values that have been left behind by society, which are: (1) The value of simplicity has been shown by Johar Manik by leaving his wealth and position to become a simple human being, (2) The value of hard work. The long journey of struggle against the Dutch can only be carried out of the course with hard work, and many temptations and challenges along the way but can be overcome properly, (3) The value of tolerance. Johar Manik's sense of tolerance was manifested in discussions and debates with Sawungrono in Sawo Village, Salatiga.
Johar Manik's attitude shown through the values mentioned above is an essential value that must be upheld. It even needs to be developed to face the challenges of development today; the active role played by Johar Manik in upholding the truth through spreading the Islamic religion is the most valuable lesson that needs to be<noinclude>{{rh||35}}</noinclude>
kt8ad5hkwa0425lj1j4hza99vlhvlhx
Halaman:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga.pdf/42
104
104221
294163
294014
2026-05-13T12:06:46Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294163
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>the following phrase ''"wong lanang kudu ngerti lanange nggawa keluarga menyang surga"'' this expression shows that a man is given the main task of guiding his family and society to live according to the rules religion so that it can lead to heaven. According to the narrative of village elders, the terms Kyai Nyenyet and Nyai Nyenyet denote Karangbawang village before the arrival of Johar Manik, which is a quiet village, backward and without ideals.
'''3. The Origin of Gejayan Village'''
Gejayan Village is so named based on folklore that developed from mouth to mouth in the local community, namely the predecessor of Gejayan Village, Kyai Harjoyo. Where it came from is still a mystery. The name of Gejayan was taken from the Kyai, namely Harjoyo. According to local lore, this character was an escapee, because he was a criminal. In his escape he hid in the village, then he met Johar Manik, and he began to study Islam. Finally, Harjoyo who was originally a thug turned into a loyal Muslim, so he was given the title Kyai Harjoyo.
The more philosophical meaning of Gejayan Village is triumph or victory. This symbolizes the life story of Kyai Harjoyo. Before knowing Islam, this Kyai was a hooligan who always disturbed people's peace. Told further, Harjoyo had very high magical power, that is, he can disappear if chased by people, but this superiority was always used for negative things, like robbing, killing, and rioting. Until finally Harjoyo ran away and hid in the Gejayan Village. While hiding, Harjoyo deepened his spiritual power by practicing ''kungkum'' in the spring (the ''sendang'' are still exist today). Harjoyo's main goal was to master all black magic for pleasure and satisfaction of desires. When Harjoyo was meditating he met Ki Johar Manik, there was a deep dialogue about the purpose of human life; Johar Manik told the story of his purpose in life through a pilgrimage. For Johar Manik, possessions, including<noinclude>{{c|28}}</noinclude>
cge33wg280xfql96yrwu7e0hn6zlcka
Halaman:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga.pdf/11
104
104222
294187
294140
2026-05-13T12:21:06Z
Suga Widi
25678
/* Telah diuji baca */
294187
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude><BIG>{{C|'''PUBLISHER’S REMARK'''}}</BIG>
Efforts to inventory one's thoughts in the form of a book
is a serious effort that needs to be developed because one's thoughts cannot be inherited automatically. One of the efforts to inherit ideas that are effective and have a broad reach is through books.
Based on the foregoing thoughts, the publisher, Widya
Sari Press, tries to collect ideas that are worthy of being inventoried in the form of books.
Widya Sari Press (Member of ISBN National Library), accepts contributions from readers to be processed into books.
Hopefully, this simple effort can be useful for the development of science, technology, and art for human welfare.
{{right|Salatiga, January 2023}}
{{right|'''Widya Sari Press'''}}<noinclude>{{rh|x}}</noinclude>
5sxtqsci61x2go2al9rkb00y849i013
294188
294187
2026-05-13T12:21:48Z
Suga Widi
25678
/* Telah diuji baca */
294188
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude><BIG>{{C|'''PUBLISHER’S REMARK'''}}</BIG>
Efforts to inventory one's thoughts in the form of a book
is a serious effort that needs to be developed because one's thoughts cannot be inherited automatically. One of the efforts to inherit ideas that are effective and have a broad reach is through books.
Based on the foregoing thoughts, the publisher, Widya
Sari Press, tries to collect ideas that are worthy of being inventoried in the form of books.
Widya Sari Press (Member of ISBN National Library), accepts contributions from readers to be processed into books.
Hopefully, this simple effort can be useful for the development of science, technology, and art for human welfare.
{{right|Salatiga, January 2023}}
{{right|'''Widya Sari Press'''}}<noinclude>{{rh||x}}</noinclude>
544bpd9t52jwcgayi6ngghbdm1am4wp
294282
294188
2026-05-13T12:57:24Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294282
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude><BIG>{{C|'''PUBLISHER’S REMARK'''}}</BIG>
Efforts to inventory one's thoughts in the form of a book
is a serious effort that needs to be developed because one's thoughts cannot be inherited automatically. One of the efforts to inherit ideas that are effective and have a broad reach is through books.
Based on the foregoing thoughts, the publisher, Widya
Sari Press, tries to collect ideas that are worthy of being inventoried in the form of books.
Widya Sari Press (Member of ISBN National Library), accepts contributions from readers to be processed into books.
Hopefully, this simple effort can be useful for the development of science, technology, and art for human welfare.
{{right|Salatiga, January 2023}}
{{right|'''Widya Sari Press'''}}<noinclude>{{rh||x}}</noinclude>
k7ksjt3i2t715ipgxma5tfe9d11vsko
Halaman:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga.pdf/44
104
104224
294165
294018
2026-05-13T12:08:05Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294165
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>who behaved smoothly and politely and always defended the truth. Sawungrono met Johar Manik, and in this meeting, a fierce debate ensued. The main issue being debated was what is the purpose of human life. For Sawungrono, training oneself, seeking strength, and helping the weak are the true goals of life, but for Johar Manik, power and wealth are no longer needed. People's main goal was to spread religion. Hearing Johar Manik's purpose in life, Sawongrono firmly objected that the main reason was that humans must be filled with life and useful activities, religious symbols were not necessary. For Sawungrono, who was valiant, seeking strength and helping fellow human beings was the main goal.
The debate between the two figures did not find common ground. Both Johar Manik and Sawungrono both strongly defended their opinion. In the end, both of them agreed with the "sapodilla (''sawo'') tree philosophy". The philosophy of the sapodilla tree was the bridge to the life goals of Johar Manik and Sawungrono. The sapodilla tree provides very deep benefits, the wood is very good and classified as hard and heavy wood, with a smooth texture and attractive colors, so sapodilla wood is very suitable for household furniture and home-making materials. The fruit is delicious to eat and highly nutritious. The leaves can be used as medicine to dissolve kidney stones and stomach aches. The sap of the Sapodilla tree can be used as natural gum and it is even believed that the sap of the sapodilla tree is used as an ingredient in tooth fillings. It's all a philosophy about the need for humans to be fully useful for many people (society). On the other hand, the religious philosophy of the sapodilla tree also reminds humans that they should bear sweet fruit and be useful to others.
The philosophy of the Sawo tree has provided a balanced understanding between Sawongrono's will and the afterlife-oriented will of Johar Manik, even though at the end of the debate the two figures Sawongrono still did not agree with Johar Manik's. Based on<noinclude>{{c|30}}</noinclude>
c0vekmbf24kcxssa3jxhaksejvo28rc
Halaman:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga.pdf/47
104
104225
294167
294019
2026-05-13T12:08:58Z
Aeia aai
24023
/* Tervalidasi */
294167
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude>The name Kali Prambanan comes from the word ''rambanan'' which the locals interpret as plants that are taken by residents to be used as vegetable ingredients and or for animal feed. Residents call the Prambanan River a reminder of Johar Manik's service in teaching him to always keep the water clean for ablution.
Once a year in the month before Suro, people around the Prambanan River hold a traditional ceremony in the form of Nyadran Lepen. This ceremony for the local community has a symbolic meaning, to worship of the goddess of fertility. This ceremony is usually held before the holding of the traditional ''Saparan'' ceremony (''merti desa'').
The ceremonial procession lasts from morning to night, the form of activity carried out by the local community is cleaning the Prambanan River of river debris and garbage, after that, the giving of ''pisungsung'' is a reward for the income they receive through soil fertility. The ''pisungsung'' is offered to the river ''danyang'' which has given fertility to the village. In the Islamic religion that is adhered to by some people in the village, this ceremony is also an expression of gratitude to God Almighty for giving a river that can provide fertility to their agricultural land; this is also for the local community to remember the services of Johar Manik who had stopped at that place.
Until now, the local people still believe that the very clear water of the Prambanan River can cure various diseases.<noinclude>{{c|33}}</noinclude>
btvgvzoih26j64ahuupas6sce14zo4l
Halaman:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga.pdf/50
104
104226
294172
294022
2026-05-13T12:10:03Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294172
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>inherited, especially in providing a mental dimension in the development of local communities.<noinclude>{{c|36}}</noinclude>
0ylshjutzcpjhr5rvhgwh2wyjcgfer5
294173
294172
2026-05-13T12:10:38Z
Humilis Kumulus
26996
294173
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>inherited, especially in providing a mental dimension in the development of local communities.<noinclude>{{rh|36|}}</noinclude>
ra88y73knklbyc5ibbmvhjo701lrnsz
294174
294173
2026-05-13T12:10:59Z
Humilis Kumulus
26996
294174
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>inherited, especially in providing a mental dimension in the development of local communities.<noinclude>{{rh||36|}}</noinclude>
k2ppkic05ze6x9tpisognmvshzxpoj8
Halaman:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga.pdf/20
104
104227
294160
294026
2026-05-13T12:04:08Z
Link PB
26772
294160
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>penjalin atau rotan, ia akan memiliki kekuatan yang luar biasa dalam menghadapi tantangan hidup karena rotan adalah sejenis tanaman yang sudah dikenal sejak awal Islam ke pulau Jawa. Tanaman ini menurut cerita rakyat setempat beberapa puluh tahun yang lalu masih ditemui di desa Mulungan.
<center>
{{Missing image}}
''Makam Kyai Pogol (Murid Johar Manik) di Dusun Mulungan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang; Johar Manik pernah datang ke tempat ini dalam rangka syiar agama Islam''
</center>
Kyai Pogol dikenal luas oleh masyarakat dusun Mulungan sebagai Kyai yang sangat sederhana tetapi bekerja keras. Dikisahkan suatu saat Kyai Pogol setiap hari hanya makan nasi ''selepek'' dan lauknya seadanya, ini melambangkan kesederhanaan Kyai Pogol dari gurunya yaitu Johar Manik. Sampai saat ini para tetua dusun Mulungan selalu menerapkan nasehat Kyai Pogol yaitu jikalau makan nasi hanya ''selepek'', dalam arti hidup sederhana.
'''2. Cerita Rakyat Terjadinya Dusun Karangbawang'''
Asal usul nama Dusun Karangbawang didasarkan pada keyakinan bahwa masyarakat setempat suka mengarang (memiliki cita-cita) apa saja yang dicita-citakan itu bila disertai dengan usaha yang sungguh-sungguh selalu dapat terwujud. Sementara itu daerah tersebut sangat cocok untuk tanaman bawang bila<noinclude>{{c|6}}</noinclude>
68iipm3w9i6by256o75d9zs4qidpk4g
294532
294160
2026-05-13T15:48:36Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Tervalidasi */
294532
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>penjalin atau rotan, ia akan memiliki kekuatan yang luar biasa dalam menghadapi tantangan hidup karena rotan adalah sejenis tanaman yang sudah dikenal sejak awal Islam ke pulau Jawa. Tanaman ini menurut cerita rakyat setempat beberapa puluh tahun yang lalu masih ditemui di desa Mulungan.
[[Berkas:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga (page 20 crop).jpg|bingkai|pus|al=''Makam Kyai Pogol (Murid Johar Manik) di Dusun Mulungan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang; Johar Manik pernah datang ke tempat ini dalam rangka syiar agama Islam''|''Makam Kyai Pogol (Murid Johar Manik) di Dusun Mulungan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang; Johar Manik pernah datang ke tempat ini dalam rangka syiar agama Islam'']]
Kyai Pogol dikenal luas oleh masyarakat dusun Mulungan sebagai Kyai yang sangat sederhana tetapi bekerja keras. Dikisahkan suatu saat Kyai Pogol setiap hari hanya makan nasi ''selepek'' dan lauknya seadanya, ini melambangkan kesederhanaan Kyai Pogol dari gurunya yaitu Johar Manik. Sampai saat ini para tetua dusun Mulungan selalu menerapkan nasehat Kyai Pogol yaitu jikalau makan nasi hanya ''selepek'', dalam arti hidup sederhana.
'''{{ol|start=2|Cerita Rakyat Terjadinya Dusun Karangbawang}}'''
Asal usul nama Dusun Karangbawang didasarkan pada keyakinan bahwa masyarakat setempat suka mengarang (memiliki cita-cita) apa saja yang dicita-citakan itu bila disertai dengan usaha yang sungguh-sungguh selalu dapat terwujud. Sementara itu daerah tersebut sangat cocok untuk tanaman bawang bila<noinclude>{{c|6}}</noinclude>
56muudpibj2hubv1abmwcqxk0bwnra1
Halaman:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga.pdf/39
104
104236
294547
294043
2026-05-13T15:58:58Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Tervalidasi */
294547
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>surrenders his life to God will be like a plaiting wood or rattan, he will have extraordinary strength in facing life's challenges because rattan is a type of plant that has been known since the beginning of Islam to the island of Java. According to local folklore, this plant was still found in Mulungan village several decades ago.
[[Berkas:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga (page 39 crop).jpg|bingkai|pus|al=''Tomb of Kyai Pogol (Disciple of Johar Manik) in Mulungan Village, Getasan District, Semarang Regency; Johar Manik once came to this place to spread the word of Islam''|''Tomb of Kyai Pogol (Disciple of Johar Manik) in Mulungan Village, Getasan District, Semarang Regency; Johar Manik once came to this place to spread the word of Islam'']]
Kyai Pogol is widely known by the Mulungan village community as a very simple but hard-working Kyai. It is said that once Kyai Pogol only ate selepek rice every day and the side dishes were sober, this symbolized the simplicity of Kyai Pogol from his teacher, Johar Manik. Until now, the elders of the Mulungan village have always applied Kyai Pogol's advice, namely if you only eat rice on a plate, in the sense of living a simple life.
'''2. The Origin of Karangbawang Village'''
The origin of the name Karangbawang Village is based on the belief that local people like to make up (have ideals) whatever they aspire to, if accompanied by the serious effort it can always come true. Meanwhile, the area is very suitable for growing onions when compared to the surrounding area. Of his habit of composing<noinclude>{{c|25}}</noinclude>
0bba5uohq12pv1umcc1pq6vcnnxnxzh
Halaman:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga.pdf/40
104
104237
294543
294047
2026-05-13T15:56:56Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Tervalidasi */
294543
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>and the onion plants that thrive in this area, this village is called Karangbawang Village.
According to the local community, this was the forerunner to the formation of Karangbawang Village, which was started by a pair of figures named Kyai Nyenyet and Nyai Nyenyet, both of whom were students of Johar Manik. Ki Johar Manik's pilgrimage journey arrived at the Karangbawang Village area before this village was uninhabited or vacant land; then Johar Manik prayed because he wanted water to drink, and immediately he found a spring in the village. Residents consider Johar Manik to be a figure who is good at composing or has high aspirations. Why is that, because the local people have long dreamed of making a well but it could never come true with Ki Ageng Pandanaran, the community's aspirations could be realized.
[[Berkas:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga (page 40 crop).jpg|bingkai|pus|al=''Onion and vegetable crops are the main sources of income for Dusun Karangbawang (this is a recommendation from Johar Manik who has visited this place)''|''Onion and vegetable crops are the main sources of income for Dusun Karangbawang (this is a recommendation from Johar Manik who has visited this place)'']]
Kyai Nyenyet and Nyai Nyenyet always emphasize to the public need to compose or have high aspirations if accompanied by<noinclude>{{c|26}}</noinclude>
i4zt94i0fksyrox8iiy3jp898a71esf
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1035
104
104238
294756
294045
2026-05-13T23:52:50Z
N.imaema
22481
/* Telah diuji baca */
294756
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" /></noinclude>{{missing image}}
{{c|{{illegible}}NDERAL<br>
{{illegible}}}}
{{illegible}} Militer Per {{illegible}}jung di Indonesia {{illegible}} 1913 di Kabu {{illegible}} Tahun 1929 {{illegible}} buruh-Tani Ti {{illegible}} ga tahun 1936, {{illegible}} Komisaris Po {{illegible}} Divisi dan {{illegible}} 1 Front Army {{illegible}} buruh-Tani Tiong {{illegible}} resor Djepang, {{illegible}} di Tentara {{illegible}}ljabat sebagai {{illegible}}engah daerah {{illegible}} Army. Masa {{illegible}}ahun 1945 s/d {{illegible}}batan sebagai {{illegible}}ara Lapangan {{illegible}} dari Tentara Lapangan Tiongkok {{illegible}} beliau berturut: memegang djaba {{illegible}} tongkok Utara. Dan pada waktu pe{{illegible}} Korea Utara, beliau turut dalam {{illegible}}bagai Komandan Army Group. Pada {{illegible}}an setempat untuk daerah Peking {{illegible}} Tintsin. Djabatan terachir jang di{{illegible}} Kepala Staf Umum Tentara Pem{{illegible}} {{illegible}}djukkan Djenderal Yang Cheng-wu
{{missing image}}
''Gbr. Atas :'' <br>
''Malam ramah-tamah jang diadakan di Kedutaan Besar R.R.T. Djenderal Yang berkenan menjendokan lauk
dipiring WKASAD Brigadir Dijenderal Gatot Subroto.''
''Gbr. Kanan Tengah :''<br>
''Dalam rangka kundiungannja di Indonesia, Djenderal Yang dan rombongan telah meletakan karangan bunga di Taman Pahlalawan Kalibata.''
{{missing image}}
''Rombongan Missi Militer Persahabatan. R.R,T. sedang. menjaksikan demontrasi membatja peta.''<noinclude></noinclude>
czgpqs1z2ezvbj1n5hv6oc7ziigi2zf
Halaman:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga.pdf/43
104
104240
294164
294073
2026-05-13T12:07:12Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294164
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>power, had no meaning at all. The main goal of Johar Manik was to enlighten the community on the right path, leaving the world's wrath and greed behind.
[[Berkas:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga (page 43 crop).jpg|400px|jmpl|pus|{{c|'''''Harjoyo's grave, the founder of Gejayan Village, was a runaway thief/robber who met Johar Manik and became a pious Muslim by Ki Ageng Pandan Aran, who was given the title Kyai Harjoyo'''''}}]]
In the end of the dialogue, Harjoyo agreed with Johar Manik's opinion so he became a loyal Muslim. Harjoyo received the title Kyai Harjoyo and became the local ruler of his area called Gejayan Village.
Until now the local people still believe that the spirit of Johar Manik through Kyai Harjoyo is the main foundation of life. The people always say hello to each other and remind them to always do good, and leave things that are polytheistic by following Kyai Harjoyo's example.
'''4. The Origin of Sawo Village'''
Sawo Village, Bugel, Sidorejo District, Salatiga City, is a village that is quite remote, however, this Sawo Village has quite interesting folklore. The name of the village of Sawo is taken from a character named Sawungrono. Sawungrono was a brave young man<noinclude>{{rh||29}}</noinclude>
ksk0z8undriq7jm3z0e0v5jwidz072m
Halaman:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga.pdf/46
104
104241
294202
294051
2026-05-13T12:30:14Z
Humilis Kumulus
26996
/* Tervalidasi */
294202
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Humilis Kumulus" /></noinclude>given the gift of a lot of springs (''belik'') and there was even a river with very clear water, all gifts from God, the most generous one. Johar Manik advised the public to maintain the purity of the water in that location. Water was a symbol of life given by God, therefore people must give thanks for water through ablution or purifying themselves before praying.
Johar Manik's invitation was positively responded to by the local community so the community worked together to build a ''belik'' so that the purity of the water was maintained from the dirt. After the water cleaned or sanctified, a very clear streamed of water emerges from the sidelines of the stones. For the people at that time, this indicated that they had been granted the blessing of following Johar Manik's teachings to purify water. Long after Johar Manik passed along the riverbanks, very fertile vegetables grew which were needed by the local people. The local people did not lack food because they can "''ngramban''" by the river; ''ngramban'' is taking vegetables to be cooked.
{{Missing image}}
{{c|'''''In Salatiga's Prambanan River, Johar Manik advised on the need to respect water as a source of life, especially as holy water for ablution, on either side of the river grow plants for vegetables and fodder, so this river is called the Prambanan River from the word ramban (picking up plants for vegetables).'''''}}<noinclude>{{rh||32|}}</noinclude>
pcv3cyqudwmdonr37lvtch1fxi8fs4o
Halaman:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga.pdf/1
104
104242
294939
294066
2026-05-14T04:28:15Z
Alicya-
21994
/* Telah diuji baca */
294939
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Alicya-" /></noinclude>{{border|position=right|compact=true|maxwidth=5em|bthickness=2px|SISIPAN}}
<center>
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga
{{Missing image}}
{{Xx-larger|CERITA RAKYAT<br>JOHAR MANIK<br>DARI SALATIGA}}
{{rule|25em}}
Dr. Tri Widiarto Soemardjan, M.Pd.
</center><noinclude></noinclude>
ex635ue7imlddj1ui75ricnjw745iz9
295169
294939
2026-05-14T09:27:42Z
Arulbe
24016
/* Tervalidasi */
295169
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arulbe" /></noinclude>{{border|position=right|compact=true|maxwidth=5em|bthickness=2px|SISIPAN}}
<center>
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga
{{Missing image}}
{{Xx-larger|CERITA RAKYAT<br>JOHAR MANIK<br>DARI SALATIGA}}
{{rule|25em}}
Dr. Tri Widiarto Soemardjan, M.Pd.
</center><noinclude></noinclude>
4sxmct7opxvvqansi8y2gunizi54d1i
Halaman:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga.pdf/14
104
104243
294292
294108
2026-05-13T12:58:41Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294292
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude><big>{{c|'''TABLE OF CONTENT'''}}</big>
{{daftarisi dtt||Foreword|xi}}
{{daftarisi dtt||Table of Content|xiii}}
{{daftarisi dtt||CHAPTER A THE ORIGINS OF JOHAR MANIK|21}}
<ol type=1 start=1>
<li>{{daftarisi dtt||The Origin of Mulungan Village|24}}</li>
<li>{{daftarisi dtt||The Origin of Karangbawang Village|25}}<li>
<li>{{daftarisi dtt||The Origin of Gejayan Village|28}}</li>
<li>{{daftarisi dtt||The Origin of Sawo Village|29}}</li>
<li>{{daftarisi dtt||The Origin of Kali Prambanan/Kali Benoyo|31}}</li>
</ol>
{{daftarisi dtt||CHAPTER B CLOSING|34}}
<ol type=1 start=1>
<li>{{daftarisi dtt||Important Meaning|34}}</li>
<li>{{daftarisi dtt||The Future|35}}</li>
</ol>
{{daftarisi dtt||Bibliography|37}}<noinclude></noinclude>
0vt4ivw28s4nyl7tit8trapusy7evz8
294296
294292
2026-05-13T12:59:41Z
Arymuslichudin
24021
294296
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude><big>{{c|'''TABLE OF CONTENT'''}}</big>
{{daftarisi dtt||Foreword|xi}}
{{daftarisi dtt||Table of Content|xiii}}
{{daftarisi dtt||CHAPTER A THE ORIGINS OF JOHAR MANIK|21}}
<ol type=1 start=1>
<li>{{daftarisi dtt||The Origin of Mulungan Village|24}}</li>
<li>{{daftarisi dtt||The Origin of Karangbawang Village|25}}<li>
<li>{{daftarisi dtt||The Origin of Gejayan Village|28}}</li>
<li>{{daftarisi dtt||The Origin of Sawo Village|29}}</li>
<li>{{daftarisi dtt||The Origin of Kali Prambanan/Kali Benoyo|31}}</li>
</ol>
{{daftarisi dtt||CHAPTER B CLOSING|34}}
<ol type=1 start=1>
<li>{{daftarisi dtt||Important Meaning|34}}</li>
<li>{{daftarisi dtt||The Future|35}}</li>
</ol>
{{daftarisi dtt||BIBLIOGRAPHY|37}}<noinclude></noinclude>
kf6oso022u61yiaw6fcd56re01akapr
Halaman:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga.pdf/2
104
104246
294310
294075
2026-05-13T13:06:29Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
294310
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude><br>
<br>
{{c|{{x-larger|'''CERITA RAKYAT JOHAR MANIK<br>DARI SALATIGA'''}}}}
<br>
<br>
<br>
{{c|{{larger|'''Dr. Tri Widiarto Soemardjan, M.Pd.'''<br>
Ketua Pusat Studi Sejarah dan Budaya Jawa<br>
Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga}}}}
<br>
<br>
<br>
<br>
[[Berkas:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga (page 2 crop).jpg|200px|nirbing|pus]]
{{c|'''DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN'''<br>
'''KOTA SALATIGA'''}}
<br>
<br><noinclude></noinclude>
319l2gg9ittjy6prdxtwr91x416vi4y
294312
294310
2026-05-13T13:07:12Z
Moel81
25980
294312
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude><br>
<br>
{{c|{{x-larger|'''CERITA RAKYAT JOHAR MANIK<br>DARI SALATIGA'''}}}}
<br>
<br>
<br>
{{c|{{larger|'''Dr. Tri Widiarto Soemardjan, M.Pd.'''<br>
Ketua Pusat Studi Sejarah dan Budaya Jawa<br>
Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga}}}}
<br>
<br>
<br>
<br>
[[Berkas:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga (page 2 crop).jpg|200px|nirbing|pus]]
{{c|{{larger|'''DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN'''<br>
'''KOTA SALATIGA'''}}}}
<br>
<br><noinclude></noinclude>
4uueqm4bfc1zamax3lzw65ow30oozag
294416
294312
2026-05-13T14:14:02Z
N.imaema
22481
/* Tervalidasi */
294416
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" /></noinclude><br>
<br>
{{c|{{x-larger|'''CERITA RAKYAT JOHAR MANIK<br>DARI SALATIGA'''}}}}
<br>
<br>
<br>
{{c|{{larger|'''Dr. Tri Widiarto Soemardjan, M.Pd.'''<br>
Ketua Pusat Studi Sejarah dan Budaya Jawa<br>
Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga}}}}
<br>
<br>
<br>
<br>
[[Berkas:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga (page 2 crop).jpg|200px|nirbing|pus]]
{{c|{{larger|'''DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN'''<br>
'''KOTA SALATIGA'''}}}}
<br>
<br><noinclude></noinclude>
mm0e63auiximlvbn1vpc82l0jlu7szk
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/983
104
104247
294750
294076
2026-05-13T23:41:06Z
N.imaema
22481
/* Telah diuji baca */
294750
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" /></noinclude>{{missing image}}
''Di Staf Kwartier KDM-SST, telah dilangsungkan upatjara timbang terima djabatan Kepala Staf KDM-SST dari pedjabat jany lama Major PM. Hertasning kepada pedjabat jang baru Let, Kol. Andi Jusuf. Digambar tampak Kmd. KDM-SST Let. Kol. Andi Matalata sedang memasang tanda djabatan disaku kanan Let. Kol. Andi Jusuf.''
{{missing image}}
''Major PM. Hertasning, pedjabat Kepala Staf jang lama sedang menanda-tangani naskah penjerahan atas djabatannja.''
{{missing image}}
''Let. Kol. Andi Jusuf, pedjabat Kepala Staf jang baru tengah mentjetjahkan tanda-tangannja diatas naskah penjerahan djabatan Kepala Staf KDM-SST.''<noinclude></noinclude>
32t2jbovanzzclm19jyqzehcaj5u75h
Halaman:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga.pdf/51
104
104248
294161
294079
2026-05-13T12:04:50Z
Moel81
25980
294161
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Moel81" /></noinclude>'''BIBLIOGRAPHY'''
<br>
{{Hanging indent|2em|Abrams, HS 1976. The Mirror and The Lamp. New York: Oxford University Press.}}<br/>
{{Hanging indent|2em|Depdikbud Jarahnitra Central Java. 1997. Inventory of Historical and Cultural Heritage of Central Java. Semarang.}}
{{Hanging indent|2em|Herman, J. Waluyo. 1992. Literary Appreciation and Study. Surakarta: UNS Press.}}
{{Hanging indent|2em|_______. 1994. Assessment of Fiction Stories. Surakarta: UNS Press.}}
{{Hanging indent|2em|_______. 2002. Literary Appreciation and Study. Surakarta: UNS Press.}}
{{Hanging indent|2em|_______. 2008. Fictional Story Assessment. Salatiga: Widya Sari Press.}}
{{Hanging indent|2em|Likumahua, Nico. 2002. Folklore in Critical Studies. Salatiga: Widya Sari Press.}}
{{Hanging indent|2em|Sarwiji, Kelvin. 2008. The Role of Folklore in Developing Students' Multicultural Insights (Paper Contribution of Folklore in Learning Language and Literature, 21 July 2008). Solo: UNS.}}
{{Hanging indent|2em|Wellek, Rene and Austin Warren. 1979. Literary Theory. translated by Melanie Budiman. Jakarta: PT Gramedia}}
{{Hanging indent|2em|Widiarto, Tri, Soemardjan, 2022. Folklore of Johar Manik from Blondo salatiga (study of Literary Theology and Educational Values). Dinpersip Salatiga-Widya Sari Press Salatiga.}}<noinclude>{{rh||37}}</noinclude>
al1v9q18dp88and87ojjeoh141rdq80
294286
294161
2026-05-13T12:57:48Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
294286
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>'''BIBLIOGRAPHY'''
<br>
{{Hanging indent|2em|Abrams, HS 1976. The Mirror and The Lamp. New York: Oxford University Press.}}<div style="margin-bottom:0.8em;></div>
{{Hanging indent|2em|Depdikbud Jarahnitra Central Java. 1997. Inventory of Historical and Cultural Heritage of Central Java. Semarang.}}<div style="margin-bottom:0.8em;></div>
{{Hanging indent|2em|Herman, J. Waluyo. 1992. Literary Appreciation and Study. Surakarta: UNS Press.}}<div style="margin-bottom:0.8em;></div>
{{Hanging indent|2em|_______. 1994. Assessment of Fiction Stories. Surakarta: UNS Press.}}<div style="margin-bottom:0.8em;></div>
{{Hanging indent|2em|_______. 2002. Literary Appreciation and Study. Surakarta: UNS Press.}}<div style="margin-bottom:0.8em;></div>
{{Hanging indent|2em|_______. 2008. Fictional Story Assessment. Salatiga: Widya Sari Press}}<div style="margin-bottom:0.8em;></div>
{{Hanging indent|2em|Likumahua, Nico. 2002. Folklore in Critical Studies. Salatiga: Widya Sari Press.}}<div style="margin-bottom:0.8em;></div>
{{Hanging indent|2em|Sarwiji, Kelvin. 2008. The Role of Folklore in Developing Students' Multicultural Insights (Paper Contribution of Folklore in Learning Language and Literature, 21 July 2008). Solo: UNS.}}<div style="margin-bottom:0.8em;></div>
{{Hanging indent|2em|Wellek, Rene and Austin Warren. 1979. Literary Theory. translated by Melanie Budiman. Jakarta: PT Gramedia}}<div style="margin-bottom:0.8em;></div>
{{Hanging indent|2em|Widiarto, Tri, Soemardjan, 2022. Folklore of Johar Manik from Blondo salatiga (study of Literary Theology and Educational Values). Dinpersip Salatiga-Widya Sari Press Salatiga.}}<noinclude>{{rh||37}}</noinclude>
1obhw3gv894h3dtvusly82xl4g5yi89
294515
294286
2026-05-13T15:35:18Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294515
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>'''BIBLIOGRAPHY'''
<br>
{{Hanging indent|2em|Abrams, HS 1976. The Mirror and The Lamp. New York: Oxford University Press.}}<div style="margin-bottom:0.8em;></div>
{{Hanging indent|2em|Depdikbud Jarahnitra Central Java. 1997. Inventory of Historical and Cultural Heritage of Central Java. Semarang.}}<div style="margin-bottom:0.8em;></div>
{{Hanging indent|2em|Herman, J. Waluyo. 1992. Literary Appreciation and Study. Surakarta: UNS Press.}}<div style="margin-bottom:0.8em;></div>
{{Hanging indent|2em|_______. 1994. Assessment of Fiction Stories. Surakarta: UNS Press.}}<div style="margin-bottom:0.8em;></div>
{{Hanging indent|2em|_______. 2002. Literary Appreciation and Study. Surakarta: UNS Press.}}<div style="margin-bottom:0.8em;></div>
{{Hanging indent|2em|_______. 2008. Fictional Story Assessment. Salatiga: Widya Sari Press}}<div style="margin-bottom:0.8em;></div>
{{Hanging indent|2em|Likumahua, Nico. 2002. Folklore in Critical Studies. Salatiga: Widya Sari Press.}}<div style="margin-bottom:0.8em;></div>
{{Hanging indent|2em|Sarwiji, Kelvin. 2008. The Role of Folklore in Developing Students' Multicultural Insights (Paper Contribution of Folklore in Learning Language and Literature, 21 July 2008). Solo: UNS.}}<div style="margin-bottom:0.8em;></div>
{{Hanging indent|2em|Wellek, Rene and Austin Warren. 1979. Literary Theory. translated by Melanie Budiman. Jakarta: PT Gramedia}}<div style="margin-bottom:0.8em;></div>
{{Hanging indent|2em|Widiarto, Tri, Soemardjan, 2022. Folklore of Johar Manik from Blondo salatiga (study of Literary Theology and Educational Values). Dinpersip Salatiga-Widya Sari Press Salatiga.}}<noinclude>{{rh||37}}</noinclude>
20fc561ek87n5x93bwpwesg3cjz9ai3
Halaman:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga.pdf/16
104
104250
294151
294102
2026-05-13T12:00:12Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294151
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><div style="border-bottom: 1px solid #000; padding-bottom: 5px; font-weight: bold; font-family: sans-serif; letter-spacing: 0.5px;">
<span style="background: #000; color: #fff; padding: 5px 10px; margin-right: 10px; font-size: 0.9em;">BAGIAN A</span> ASAL USUL JOHAR MANIK
</div>
Menurut wawancara dengan ahli waris Johar Manik, Johar Manik, dengan nama asli Sayid Abdillah atau KH Muh. Usman Bahwi, lahir dari pasangan Ibu Roro Ngatirah dan bapak Sayid Umar, sedangkan istri Johara Manik adalah Roro Sarinah, nama purta putri Johar Manik ada delapan sebagai berikut: Mbah Karyo (bekel Pateran Plumbon Suruh, Kab. Semarang), Mbah Buyut Karmin Karyo Dinomo (bekel pertama Blondo Celong), Mbah Karmin Karyo Dinoyo, Mbah Karmin Wongso Diharjo, Mbah Karmin Wongso Dikromo, Mbah Buyut Karmin Reso Wijoyo, Mbah Suro Amijoyo, Mbah Pasinem.
Sedangkan leluhur Johar Manik berasal dari Handramauth Jaman, Ia dipanggil ke Bantul Mataram untuk membantu Pangeran Diponegoro dalam mendirikan kealifaan Islam di Tanah Jawa, yang
bernaung dibawah Kekalifaan Turki Usmani.
Melihat silsilah tersebut, menurut penulis boleh jadi Johar
Manik adalah tokoh dari Handramauth Jaman yang datang ke
Indonesia dalam upaya mendirikan dan menegakkan kekalifan Islam
di Jawa yang berorientasi Kekaalifahan Turki Usmani, hal ini dapat difahami karena tahun-tahun tersebut (1825-1830) tanah Jawa sedang dijajah bangsa Belanda, untuk menghadapi Belanda yang sangat kuat, maka perlu menjalin Kerjasama dengan Kekalifaan Turki yang sangat berkuasa waktu itu.
Dalam perjalanan hidupnya, Johar Manik berasal dari keluarga bangsawan Jawa (dari pihak Ibu) dan bangsawan Handramauth Jaman, dari kedua orang tuanya menunjukkan status sosial yang cukup tinggi, tentu pada mulanya sangat mendambakan<noinclude>{{rh||2}}</noinclude>
hb8789gffe8pas9t1odjo4h4my6g0zf
294209
294151
2026-05-13T12:34:55Z
Humilis Kumulus
26996
/* Tervalidasi */
294209
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Humilis Kumulus" /></noinclude><div style="border-bottom: 1px solid #000; padding-bottom: 5px; font-weight: bold; font-family: sans-serif; letter-spacing: 0.5px;">
<span style="background: #000; color: #fff; padding: 5px 10px; margin-right: 10px; font-size: 0.9em;">BAGIAN A</span> ASAL USUL JOHAR MANIK
</div>
Menurut wawancara dengan ahli waris Johar Manik, Johar Manik, dengan nama asli Sayid Abdillah atau KH Muh. Usman Bahwi, lahir dari pasangan Ibu Roro Ngatirah dan bapak Sayid Umar, sedangkan istri Johara Manik adalah Roro Sarinah, nama purta putri Johar Manik ada delapan sebagai berikut: Mbah Karyo (bekel Pateran Plumbon Suruh, Kab. Semarang), Mbah Buyut Karmin Karyo Dinomo (bekel pertama Blondo Celong), Mbah Karmin Karyo Dinoyo, Mbah Karmin Wongso Diharjo, Mbah Karmin Wongso Dikromo, Mbah Buyut Karmin Reso Wijoyo, Mbah Suro Amijoyo, Mbah Pasinem.
Sedangkan leluhur Johar Manik berasal dari Handramauth Jaman, Ia dipanggil ke Bantul Mataram untuk membantu Pangeran Diponegoro dalam mendirikan kealifaan Islam di Tanah Jawa, yang bernaung dibawah Kekalifaan Turki Usmani.
Melihat silsilah tersebut, menurut penulis boleh jadi Johar Manik adalah tokoh dari Handramauth Jaman yang datang ke Indonesia dalam upaya mendirikan dan menegakkan kekalifan Islam di Jawa yang berorientasi Kekaalifahan Turki Usmani, hal ini dapat difahami karena tahun-tahun tersebut (1825-1830) tanah Jawa sedang dijajah bangsa Belanda, untuk menghadapi Belanda yang sangat kuat, maka perlu menjalin Kerjasama dengan Kekalifaan Turki yang sangat berkuasa waktu itu.
Dalam perjalanan hidupnya, Johar Manik berasal dari keluarga bangsawan Jawa (dari pihak Ibu) dan bangsawan Handramauth Jaman, dari kedua orang tuanya menunjukkan status sosial yang cukup tinggi, tentu pada mulanya sangat mendambakan<noinclude>{{rh||2}}</noinclude>
9inoju6ipfj2ebbbw3cynp7bsmbcno3
Halaman:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga.pdf/48
104
104251
294168
294103
2026-05-13T12:08:59Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294168
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><div style="border-bottom: 1px solid #000; padding-bottom: 5px; font-weight: bold; font-family: sans-serif; letter-spacing: 0.5px;">
<span style="background: #000; color: #fff; padding: 5px 10px; margin-right: 10px; font-size: 0.9em;">BAGIAN B</span> CLOSING
</div>
<p style="text-indent:0">1. Important Meaning</p>
Folklore is a study and imagination that focuses on events that were carried out by humans in the past in certain places and time, regarding the journey of the characters' lives. The meaning of folklore is that an event that is carried out by a person, community, or nation can have a positive impact on change, development, and progress for society at large. Achievements that have been successfully carved by a person or community group and even a nation become a source of folklore studies if these sources are minimal. The study of folklore can be included in the study of fictional stories but can also be included in the study of oral history. Folklore provides a meaningful historical source for the development of oral history.
These sources of folklore can be used as material for analysis of history, literature, and culture to be used as stories of oral history. The results of this study in the form of oral history stories can produce educational, inspirational, and predictive benefits for every human being who pays attention to them. In turn, folklore as oral historical material can evoke pride or a sense of pride, responsibility, and a willingness to carry out a sense of obligation, as well as form good members of society and feel they have their own national culture or a sense of belonging.
Johar Manik's journey at the beginning of the 19th century marked the spread of Islam to remote parts of Central Java, thus changing the structure of Central Java society which was originally<noinclude>{{rh||34}}</noinclude>
4vxxmd89e4er2dcmq5vj6a8dqhh7y3a
294169
294168
2026-05-13T12:09:18Z
Upiak Ituih
27011
294169
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><div style="border-bottom: 1px solid #000; padding-bottom: 5px; font-weight: bold; font-family: sans-serif; letter-spacing: 0.5px;">
<span style="background: #000; color: #fff; padding: 5px 10px; margin-right: 10px; font-size: 0.9em;">BAGIAN B</span> CLOSING
</div>
<p style="text-indent:0">1. '''Important Meaning'''</p>
Folklore is a study and imagination that focuses on events that were carried out by humans in the past in certain places and time, regarding the journey of the characters' lives. The meaning of folklore is that an event that is carried out by a person, community, or nation can have a positive impact on change, development, and progress for society at large. Achievements that have been successfully carved by a person or community group and even a nation become a source of folklore studies if these sources are minimal. The study of folklore can be included in the study of fictional stories but can also be included in the study of oral history. Folklore provides a meaningful historical source for the development of oral history.
These sources of folklore can be used as material for analysis of history, literature, and culture to be used as stories of oral history. The results of this study in the form of oral history stories can produce educational, inspirational, and predictive benefits for every human being who pays attention to them. In turn, folklore as oral historical material can evoke pride or a sense of pride, responsibility, and a willingness to carry out a sense of obligation, as well as form good members of society and feel they have their own national culture or a sense of belonging.
Johar Manik's journey at the beginning of the 19th century marked the spread of Islam to remote parts of Central Java, thus changing the structure of Central Java society which was originally<noinclude>{{rh||34}}</noinclude>
jcp6935qzsmhplel50820cpppz5y8yg
294170
294169
2026-05-13T12:09:41Z
Upiak Ituih
27011
294170
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><div style="border-bottom: 1px solid #000; padding-bottom: 5px; font-weight: bold; font-family: sans-serif; letter-spacing: 0.5px;">
<span style="background: #000; color: #fff; padding: 5px 10px; margin-right: 10px; font-size: 0.9em;">BAGIAN B</span> CLOSING
</div>
<p style="text-indent:0">'''1. Important Meaning'''</p>
Folklore is a study and imagination that focuses on events that were carried out by humans in the past in certain places and time, regarding the journey of the characters' lives. The meaning of folklore is that an event that is carried out by a person, community, or nation can have a positive impact on change, development, and progress for society at large. Achievements that have been successfully carved by a person or community group and even a nation become a source of folklore studies if these sources are minimal. The study of folklore can be included in the study of fictional stories but can also be included in the study of oral history. Folklore provides a meaningful historical source for the development of oral history.
These sources of folklore can be used as material for analysis of history, literature, and culture to be used as stories of oral history. The results of this study in the form of oral history stories can produce educational, inspirational, and predictive benefits for every human being who pays attention to them. In turn, folklore as oral historical material can evoke pride or a sense of pride, responsibility, and a willingness to carry out a sense of obligation, as well as form good members of society and feel they have their own national culture or a sense of belonging.
Johar Manik's journey at the beginning of the 19th century marked the spread of Islam to remote parts of Central Java, thus changing the structure of Central Java society which was originally<noinclude>{{rh||34}}</noinclude>
bafccghqyitreiukcm5uoommc7sd51n
294178
294170
2026-05-13T12:12:48Z
Humilis Kumulus
26996
/* Tervalidasi */
294178
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Humilis Kumulus" /></noinclude><div style="border-bottom: 1px solid #000; padding-bottom: 5px; font-weight: bold; font-family: sans-serif; letter-spacing: 0.5px;">
<span style="background: #000; color: #fff; padding: 5px 10px; margin-right: 10px; font-size: 0.9em;">CHAPTER B</span> CLOSING
</div>
<p style="text-indent:0">'''1. Important Meaning'''</p>
Folklore is a study and imagination that focuses on events that were carried out by humans in the past in certain places and time, regarding the journey of the characters' lives. The meaning of folklore is that an event that is carried out by a person, community, or nation can have a positive impact on change, development, and progress for society at large. Achievements that have been successfully carved by a person or community group and even a nation become a source of folklore studies if these sources are minimal. The study of folklore can be included in the study of fictional stories but can also be included in the study of oral history. Folklore provides a meaningful historical source for the development of oral history.
These sources of folklore can be used as material for analysis of history, literature, and culture to be used as stories of oral history. The results of this study in the form of oral history stories can produce educational, inspirational, and predictive benefits for every human being who pays attention to them. In turn, folklore as oral historical material can evoke pride or a sense of pride, responsibility, and a willingness to carry out a sense of obligation, as well as form good members of society and feel they have their own national culture or a sense of belonging.
Johar Manik's journey at the beginning of the 19th century marked the spread of Islam to remote parts of Central Java, thus changing the structure of Central Java society which was originally<noinclude>{{rh||34}}</noinclude>
akfwsgo84ge8svod0g0sy3ylr9u5kj5
Halaman:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga.pdf/35
104
104252
294530
294141
2026-05-13T15:46:22Z
Diaryharumpuspita
26988
/* Tervalidasi */
294530
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Diaryharumpuspita" /></noinclude>CHAPTER A
'''THE ORIGINS OF JOHAR MANIK'''
{{rule}}
According to interviews with Johar Manik's heir, Johar Manik,
with real name Sayid Abdillah or KH Muh. Usman Bahwi, born to
Mrs. Roro Ngatirah and Mr. Sayid Umar, while Johara Manik's wife is
Roro Sarinah, the royal names of Johar Manik's daughters are eight
as follows: Mbah Karyo (''bekel'' of Pateran Plumbon Suruh, Semarang
Regency), Mbah Buyut Karmin Karyo Dinomo (first ''bekel'' of Blondo
Celong), Mbah Karmin Karyo Dinoyo, Mbah Karmin Wongso Diharjo,
Mbah Karmin Wongso Dikromo, Mbah Karmin Reso Wijoyo, Mbah Suro Amijoyo, and Mbah Pasinem.
Meanwhile, Johar Manik's ancestor came from the Handramauth Age, he was summoned to Bantul Mataram to assist Prince Diponegoro in establishing an Islamic Caliphate in the Land of Java, which was under the auspices of the Ottoman Empire.
Looking at this genealogy, according to the author, perhaps Johar Manik was a character from the Handramauth Age who came to Indonesia to establish and uphold the Islamic Caliphate in Java which was oriented towards the Ottoman Empire, this can be understood because those years (1825-1830) the land of Java was being colonized by the Dutch, to deal with the very strong Netherlands, it was necessary to establish cooperation with the Turkish Caliphate which was very powerful at that time.
In his life journey, Johar Manik came from a Javanese aristocratic family (from his mother's side) and the Handramauth Age aristocracy, both of his parents showed a fairly high social status. As time went by, Johar Manik finally realized that wealthy life<noinclude>{{rh|||21|}}</noinclude>
8hyfqt12418juxt2twczsefnq1c7yxt
Halaman:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga.pdf/52
104
104253
294153
2026-05-13T12:01:14Z
Iripseudocorus
23824
/* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong
294153
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude>
3ykuxguduzn6rpx5lfy068fgabq13cd
294193
294153
2026-05-13T12:25:48Z
Iripseudocorus
23824
/* Telah diuji baca */
294193
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>[[Berkas:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga (page 52 crop).jpg|600px|nirbing|pus]]<noinclude></noinclude>
fgz88zd23bivapiou6r2dryvvmnskzt
294259
294193
2026-05-13T12:51:25Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294259
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>[[Berkas:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga (page 52 crop).jpg|600px|nirbing|pus]]<noinclude></noinclude>
asn43vzr4q6e6ed974gu0bk6unu2dpq
Halaman:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga.pdf/30
104
104254
294155
2026-05-13T12:01:53Z
Iripseudocorus
23824
/* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong
294155
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude>
3ykuxguduzn6rpx5lfy068fgabq13cd
294180
294155
2026-05-13T12:13:07Z
Iripseudocorus
23824
/* Telah diuji baca */
294180
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{Float left|BAGIAN<br>'''B'''}}{{gap}}'''PENUTUP'''
{{rule|margin_tb=2em}}
#''' Arti Penting'''
Kajian cerita rakyat adalah studi dan imajinasi yang memusatkan perhatiannya pada peristiwa-peristiwa yang dilakukan manusia pada masa lampau di tempat dan ruang tertentu, mengenai perjuangan hidup tokoh-tokohnya. Makna dari cerita rakyat adalah jika suatu kejadian yang dilakukan seseorang, masyarakat ataupun bangsa mampu membawa dampak positif bagi perubahan, perkembangan, dan kemajuan bagi masyarakat banyak. Prestasi-prestasi yang berhasil diukir oleh seseorang atau kelompok masyarakat bahkan suatu bangsa menjadi sumber kajian cerita rakyat jika sumber-sumber tersebut sangat minim. Kajian tentang cerita rakyat dapat dimasukkan dalam studi cerita fiktif tetapi dapat juga dimasukkan dalam studi sejarah lisan. Karena pada hakikatnya, cerita rakyat memberikan sumber sejarah yang berarti bagi perkembangan sejarah lisan.
Sumber-sumber dari cerita rakyat tersebut dapat menjadi bahan analisis bagi sejarah, sastra, dan budaya untuk dijadikan kisah sejarah lisan. Hasil kajian berupa kisah sejarah lisan inilah yang dapat membuahkan manfaat edukatif, inspiratif, maupun prediktif bagi setiap manusia yang menaruh perhatian kepadanya. Pada gilirannya, cerita rakyat sebagai bahan sejarah lisan mampu membangkitkan kebanggan atau ''sense of ride'', tanggung jawab, dan kesediaan menjalankan kewajiban atau ''sense of obligation'', juga membentuk anggota masyarakat yang baik dan merasa memiliki budaya bangsa sendiri atau ''sense of belonging''.<noinclude>{{rh||16}}</noinclude>
7w0qta9k9ao90g2ohhh1g4mdtmvjf4z
294535
294180
2026-05-13T15:53:42Z
Diaryharumpuspita
26988
Memperbaiki baris atas
294535
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>CHAPTER B
'''PENUTUP'''
{{rule}}
#''' Arti Penting'''
Kajian cerita rakyat adalah studi dan imajinasi yang memusatkan perhatiannya pada peristiwa-peristiwa yang dilakukan manusia pada masa lampau di tempat dan ruang tertentu, mengenai perjuangan hidup tokoh-tokohnya. Makna dari cerita rakyat adalah jika suatu kejadian yang dilakukan seseorang, masyarakat ataupun bangsa mampu membawa dampak positif bagi perubahan, perkembangan, dan kemajuan bagi masyarakat banyak. Prestasi-prestasi yang berhasil diukir oleh seseorang atau kelompok masyarakat bahkan suatu bangsa menjadi sumber kajian cerita rakyat jika sumber-sumber tersebut sangat minim. Kajian tentang cerita rakyat dapat dimasukkan dalam studi cerita fiktif tetapi dapat juga dimasukkan dalam studi sejarah lisan. Karena pada hakikatnya, cerita rakyat memberikan sumber sejarah yang berarti bagi perkembangan sejarah lisan.
Sumber-sumber dari cerita rakyat tersebut dapat menjadi bahan analisis bagi sejarah, sastra, dan budaya untuk dijadikan kisah sejarah lisan. Hasil kajian berupa kisah sejarah lisan inilah yang dapat membuahkan manfaat edukatif, inspiratif, maupun prediktif bagi setiap manusia yang menaruh perhatian kepadanya. Pada gilirannya, cerita rakyat sebagai bahan sejarah lisan mampu membangkitkan kebanggan atau ''sense of ride'', tanggung jawab, dan kesediaan menjalankan kewajiban atau ''sense of obligation'', juga membentuk anggota masyarakat yang baik dan merasa memiliki budaya bangsa sendiri atau ''sense of belonging''.<noinclude>{{rh||16}}</noinclude>
9a6l9x602m8hzbll7u9mqdr8vydxgpo
294537
294535
2026-05-13T15:54:11Z
Diaryharumpuspita
26988
294537
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>BAGIAN B
'''PENUTUP'''
{{rule}}
#''' Arti Penting'''
Kajian cerita rakyat adalah studi dan imajinasi yang memusatkan perhatiannya pada peristiwa-peristiwa yang dilakukan manusia pada masa lampau di tempat dan ruang tertentu, mengenai perjuangan hidup tokoh-tokohnya. Makna dari cerita rakyat adalah jika suatu kejadian yang dilakukan seseorang, masyarakat ataupun bangsa mampu membawa dampak positif bagi perubahan, perkembangan, dan kemajuan bagi masyarakat banyak. Prestasi-prestasi yang berhasil diukir oleh seseorang atau kelompok masyarakat bahkan suatu bangsa menjadi sumber kajian cerita rakyat jika sumber-sumber tersebut sangat minim. Kajian tentang cerita rakyat dapat dimasukkan dalam studi cerita fiktif tetapi dapat juga dimasukkan dalam studi sejarah lisan. Karena pada hakikatnya, cerita rakyat memberikan sumber sejarah yang berarti bagi perkembangan sejarah lisan.
Sumber-sumber dari cerita rakyat tersebut dapat menjadi bahan analisis bagi sejarah, sastra, dan budaya untuk dijadikan kisah sejarah lisan. Hasil kajian berupa kisah sejarah lisan inilah yang dapat membuahkan manfaat edukatif, inspiratif, maupun prediktif bagi setiap manusia yang menaruh perhatian kepadanya. Pada gilirannya, cerita rakyat sebagai bahan sejarah lisan mampu membangkitkan kebanggan atau ''sense of ride'', tanggung jawab, dan kesediaan menjalankan kewajiban atau ''sense of obligation'', juga membentuk anggota masyarakat yang baik dan merasa memiliki budaya bangsa sendiri atau ''sense of belonging''.<noinclude>{{rh||16}}</noinclude>
sxzlflazvzfe16siytaigjx3o7b2sfo
294541
294537
2026-05-13T15:55:44Z
Diaryharumpuspita
26988
/* Tervalidasi */
294541
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Diaryharumpuspita" /></noinclude>BAGIAN B
'''PENUTUP'''
{{rule}}
#''' Arti Penting'''
Kajian cerita rakyat adalah studi dan imajinasi yang memusatkan perhatiannya pada peristiwa-peristiwa yang dilakukan manusia pada masa lampau di tempat dan ruang tertentu, mengenai perjuangan hidup tokoh-tokohnya. Makna dari cerita rakyat adalah jika suatu kejadian yang dilakukan seseorang, masyarakat ataupun bangsa mampu membawa dampak positif bagi perubahan, perkembangan, dan kemajuan bagi masyarakat banyak. Prestasi-prestasi yang berhasil diukir oleh seseorang atau kelompok masyarakat bahkan suatu bangsa menjadi sumber kajian cerita rakyat jika sumber-sumber tersebut sangat minim. Kajian tentang cerita rakyat dapat dimasukkan dalam studi cerita fiktif tetapi dapat juga dimasukkan dalam studi sejarah lisan. Karena pada hakikatnya, cerita rakyat memberikan sumber sejarah yang berarti bagi perkembangan sejarah lisan.
Sumber-sumber dari cerita rakyat tersebut dapat menjadi bahan analisis bagi sejarah, sastra, dan budaya untuk dijadikan kisah sejarah lisan. Hasil kajian berupa kisah sejarah lisan inilah yang dapat membuahkan manfaat edukatif, inspiratif, maupun prediktif bagi setiap manusia yang menaruh perhatian kepadanya. Pada gilirannya, cerita rakyat sebagai bahan sejarah lisan mampu membangkitkan kebanggan atau ''sense of ride'', tanggung jawab, dan kesediaan menjalankan kewajiban atau ''sense of obligation'', juga membentuk anggota masyarakat yang baik dan merasa memiliki budaya bangsa sendiri atau ''sense of belonging''.<noinclude>{{rh||16}}</noinclude>
caspqrxt0slo7k32y08ve1da0g0isvb
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/867
104
104255
294175
2026-05-13T12:10:59Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294175
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}}
<small>''Gbr. atas:''<br>
''Baru-baru ini KSAD Letnan Djenderal A.H. Nasution telah mendapat kundjungan kehormatan dari Duta Besar Sovjet Uni untuk Indonesia.''<br>
<br>
''Gbr. bawah:''<br>
'Djuga Duta Besar Tjekoslowakia untuk Indonesia telah mengundjungi Letnan Djenderal A.H. Nasution diruang kerdjanja.''</small>
{{Missing image}}
<small>''Duta Besar Pakistan dengan didampingi Milatnja telah berkundjung keruang kerdja KSAD di MBAD.''</small>
waktu2 mengoper kekuasaan dan mendjatuhkan kelompok jang lain dan seterusnja. Banjak orang mengira, bahwa Indonesia pun akan begitu.
'''Usaha mempengaruhi pemimpin2 militer.'''
KSAD mengatakan, bahwa banjak pengaruh dari luar negeri dalam perang dingin terhadap tanah air kita, dimana antara lain tampak orang berusaha mempengaruhi pemimpin2 militer supaja bisa digolongkan kepada keinginan2nja, baik jang mempunjai djurusan lebih ketimur, lebih kebarat dan djurusan lain. Djuga didalam negeri ada golongan2 politik jang berusaha untuk mempengaruhi pemimpin2 militer, supaja dapat dibawa kedjurusan2 sesuai dengan keinginan politiknja.
Tetapi djelaslah — demikian KSAD — perkembangan dari tentara kita sedjak tahun 1945 dengan segala matjam peristiwa, sampai pada saat ini menunjukkan, bahwa tentara kita dan negara kita tidaklah demikian. Dan setiap usaha seperti jang diuraikan diatas itu sampai sekarang dapat kita atasi.
Ada djuga perkembangan kita lihat seperti di Eropah Barat umumnja, jang menimbulkan indoktrinasi pada para pemikir kita terutama para ahli hukum kita, jang melihat tentara itu semata2 sebagai alat dari pada pemegang politik dan harus taat dan dipergunakan semau2nja sadja.
{{c|-c-}}<noinclude>{{rh|||13}}</noinclude>
4qcy6kcpwwkl1e7o1hn66e3tsf8gnb8
294177
294175
2026-05-13T12:11:58Z
Link PB
26772
294177
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}}
<small>''Gbr. atas:''<br>
''Baru-baru ini KSAD Letnan Djenderal A.H. Nasution telah mendapat kundjungan kehormatan dari Duta Besar Sovjet Uni untuk Indonesia.''<br>
<br>
''Gbr. bawah:''<br>
'Djuga Duta Besar Tjekoslowakia untuk Indonesia telah mengundjungi Letnan Djenderal A.H. Nasution diruang kerdjanja.''</small>
{{Missing image}}
<small>''Duta Besar Pakistan dengan didampingi Milatnja telah berkundjung keruang kerdja KSAD di MBAD.''</small>
waktu² mengoper kekuasaan dan mendjatuhkan kelompok jang lain dan seterusnja. Banjak orang mengira, bahwa Indonesia pun akan begitu.
'''Usaha mempengaruhi pemimpin² militer.'''
KSAD mengatakan, bahwa banjak pengaruh dari luar negeri dalam perang dingin terhadap tanah air kita, dimana antara lain tampak orang berusaha mempengaruhi pemimpin² militer supaja bisa digolongkan kepada keinginan²nja, baik jang mempunjai djurusan lebih ketimur, lebih kebarat dan djurusan lain. Djuga didalam negeri ada golongan² politik jang berusaha untuk mempengaruhi pemimpin² militer, supaja dapat dibawa kedjurusan² sesuai dengan keinginan politiknja.
Tetapi djelaslah — demikian KSAD — perkembangan dari tentara kita sedjak tahun 1945 dengan segala matjam peristiwa, sampai pada saat ini menunjukkan, bahwa tentara kita dan negara kita tidaklah demikian. Dan setiap usaha seperti jang diuraikan diatas itu sampai sekarang dapat kita atasi.
Ada djuga perkembangan kita lihat seperti di Eropah Barat umumnja, jang menimbulkan indoktrinasi pada para pemikir kita terutama para ahli hukum kita, jang melihat tentara itu semata² sebagai alat dari pada pemegang politik dan harus taat dan dipergunakan semau²nja sadja.
{{c|-c-}}<noinclude>{{rh|||13}}</noinclude>
892o5wnap8u392618kjhitgw39xrr1r
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/868
104
104256
294184
2026-05-13T12:17:55Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294184
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>korps artileri kita merayakan hari;
{{c|<big><big>'''SANTA BARBARA'''</big></big>|
{{Missing image}}
<small>''Kol. Ir. Sudarto Direktur Zeni Angkatan Darat tengah memeriksa barisan Tjalon Peradjurit Zeni.''</small>
„CES'T avec l'artillerie qu'on fait la guerre”. Demikian didengung-dengungkan oleh Napoleon Bonaparte seorang ahli militer besar jang tentaranja hampir berhasil menaklukkan seluruh Eropah berabad-abad jang lalu.
Pendapat Napoleon diatas jg berarti „kita menang perang dengan artileri” terbukti kebenarannja sedjak djaman Tiongkok kuno hingga ke masa perang Korea jl. Bahkan insiden „Quemoy” jang menggegerkan dan hingga kini masih diikuti perkembangannja dengan tjemas oleh dunia internasional, dimulai dengan salvo tembakan artileri oleh Tentara Pembebasan Rakjat Tiongkok.
Dan di Indonesia sedikit sekali orang mengetahui sedjarah artileri jang pembentukannja dimulai pada tanggal 4 Desember 13 tahun jang lalu oleh almarhum Let. Kol. Surjosumarno jg tewas di Djokja Utara pada waktu clash kedua. Pada waktu revolusi bersendjata, Panglima Tertinggi Soekarno sendiri mensjahkan pembentukan „Divisi Artileri Sapu Djagad” jang lambangnja hingga kini masih disimpan di Pusat Artileri Tjimahi.
'''Pahlawan Karang Bolong.'''
Pasukan Artileri jang mulai dibentuk dengan beberapa putjuk meriam pantai rongsokan dan meriam lapangan peninggalan Djepang, hingga sekarang tidak dapat melupakan Peristiwa „Karang Bolong” dimuka pantai Tjilatjap, dimana suatu pasukan penembak terbakar hidup2 dalam kubu pertahanan akibat bom napalm jang didjatuhkan Belanda dari pesawat udara. Peristiwa ini terdjadi mendjelang clash ke-I, dimana Belanda mentjoba mendaratkan tentaranja di pantai Tjilatjap dekat Nusa Kambangan. Setelah terdjadi pertempuran sengit selama hampir 3 djam, pasukan² artileri jang bertahan dikubu-kubu peninggalan Djepang itu, berhasil menenggelamkan sebuah kapal perang Belanda dan merusakkan sebuah kapal pengangkut.
Pendaratan tentara Belanda dapat digagalkan, tetapi harus dibajar dengan mahal sekali. Tentara Belanda jang gagal melakukan pendaratan tersebut ketika mengundurkan diri, melaporkannja ke Markas Besar mereka, dan tidak lama kemudian setelah mengetahui kedudukan meriam penangkis pantai tsb., oleh Belanda dikirim ketempat tsb. satu squadron pesawat terbang untuk menghantjurkan sarang artileri pantai di Karang Bolong dengan akibat jang diketahui sadja, 45 orang gugur dengan terbakar hidup-hidup dalam guha perlindungan mereka.
Peristiwa ini diingat baik² oleh corps artileri. Untuk menghormati para pahlawan tsb. dan anggota² artileri lainnja jang tewas sedjak tahun 1945 hingga 1949, di Pusat Artileri Tjimahi didirikan tugu pahlawan jang pembukaannja diresmikan pada tahun 1957 oleh djanda almarhum pelopor artileri Indonesia Letkol. Surjosumarno.
'''Jang menembak djatuh pesawat Pope.'''
Pasukan artileri jang dalam ilmu kemiliteran dikenal sebagai tenaga bantuan dan tenaga penggempur, sesuai dengan fungsinja turut aktif mengambil bagian dalam usaha menumpas pemberontakan „PRRI/Permesta”. Ditempat² pertahanan pemberontak jang agak berat, artileri bersuara lebih dulu, sebelum pasukan infanteri madju. Djuga kota Padang sebelum diduduki, digempur dengan tembakan² jang diperhitungkan, selama hampir 24 djam.<noinclude>{{rh|14}}</noinclude>
scmwvgdtc6ads5hitawoydwjuzdvia5
294185
294184
2026-05-13T12:18:08Z
Link PB
26772
294185
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>korps artileri kita merayakan hari;
{{c|<big><big>'''SANTA BARBARA'''</big></big>}}
{{Missing image}}
<small>''Kol. Ir. Sudarto Direktur Zeni Angkatan Darat tengah memeriksa barisan Tjalon Peradjurit Zeni.''</small>
„CES'T avec l'artillerie qu'on fait la guerre”. Demikian didengung-dengungkan oleh Napoleon Bonaparte seorang ahli militer besar jang tentaranja hampir berhasil menaklukkan seluruh Eropah berabad-abad jang lalu.
Pendapat Napoleon diatas jg berarti „kita menang perang dengan artileri” terbukti kebenarannja sedjak djaman Tiongkok kuno hingga ke masa perang Korea jl. Bahkan insiden „Quemoy” jang menggegerkan dan hingga kini masih diikuti perkembangannja dengan tjemas oleh dunia internasional, dimulai dengan salvo tembakan artileri oleh Tentara Pembebasan Rakjat Tiongkok.
Dan di Indonesia sedikit sekali orang mengetahui sedjarah artileri jang pembentukannja dimulai pada tanggal 4 Desember 13 tahun jang lalu oleh almarhum Let. Kol. Surjosumarno jg tewas di Djokja Utara pada waktu clash kedua. Pada waktu revolusi bersendjata, Panglima Tertinggi Soekarno sendiri mensjahkan pembentukan „Divisi Artileri Sapu Djagad” jang lambangnja hingga kini masih disimpan di Pusat Artileri Tjimahi.
'''Pahlawan Karang Bolong.'''
Pasukan Artileri jang mulai dibentuk dengan beberapa putjuk meriam pantai rongsokan dan meriam lapangan peninggalan Djepang, hingga sekarang tidak dapat melupakan Peristiwa „Karang Bolong” dimuka pantai Tjilatjap, dimana suatu pasukan penembak terbakar hidup2 dalam kubu pertahanan akibat bom napalm jang didjatuhkan Belanda dari pesawat udara. Peristiwa ini terdjadi mendjelang clash ke-I, dimana Belanda mentjoba mendaratkan tentaranja di pantai Tjilatjap dekat Nusa Kambangan. Setelah terdjadi pertempuran sengit selama hampir 3 djam, pasukan² artileri jang bertahan dikubu-kubu peninggalan Djepang itu, berhasil menenggelamkan sebuah kapal perang Belanda dan merusakkan sebuah kapal pengangkut.
Pendaratan tentara Belanda dapat digagalkan, tetapi harus dibajar dengan mahal sekali. Tentara Belanda jang gagal melakukan pendaratan tersebut ketika mengundurkan diri, melaporkannja ke Markas Besar mereka, dan tidak lama kemudian setelah mengetahui kedudukan meriam penangkis pantai tsb., oleh Belanda dikirim ketempat tsb. satu squadron pesawat terbang untuk menghantjurkan sarang artileri pantai di Karang Bolong dengan akibat jang diketahui sadja, 45 orang gugur dengan terbakar hidup-hidup dalam guha perlindungan mereka.
Peristiwa ini diingat baik² oleh corps artileri. Untuk menghormati para pahlawan tsb. dan anggota² artileri lainnja jang tewas sedjak tahun 1945 hingga 1949, di Pusat Artileri Tjimahi didirikan tugu pahlawan jang pembukaannja diresmikan pada tahun 1957 oleh djanda almarhum pelopor artileri Indonesia Letkol. Surjosumarno.
'''Jang menembak djatuh pesawat Pope.'''
Pasukan artileri jang dalam ilmu kemiliteran dikenal sebagai tenaga bantuan dan tenaga penggempur, sesuai dengan fungsinja turut aktif mengambil bagian dalam usaha menumpas pemberontakan „PRRI/Permesta”. Ditempat² pertahanan pemberontak jang agak berat, artileri bersuara lebih dulu, sebelum pasukan infanteri madju. Djuga kota Padang sebelum diduduki, digempur dengan tembakan² jang diperhitungkan, selama hampir 24 djam.<noinclude>{{rh|14}}</noinclude>
ss8fjdlc1rweh4pzrk6yqpihriec6lr
294186
294185
2026-05-13T12:18:36Z
Link PB
26772
294186
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>'''korps artileri kita merayakan hari;'''
{{c|<big><big><big><big>'''SANTA BARBARA'''</big></big></big></big>}}
{{Missing image}}
<small>''Kol. Ir. Sudarto Direktur Zeni Angkatan Darat tengah memeriksa barisan Tjalon Peradjurit Zeni.''</small>
„CES'T avec l'artillerie qu'on fait la guerre”. Demikian didengung-dengungkan oleh Napoleon Bonaparte seorang ahli militer besar jang tentaranja hampir berhasil menaklukkan seluruh Eropah berabad-abad jang lalu.
Pendapat Napoleon diatas jg berarti „kita menang perang dengan artileri” terbukti kebenarannja sedjak djaman Tiongkok kuno hingga ke masa perang Korea jl. Bahkan insiden „Quemoy” jang menggegerkan dan hingga kini masih diikuti perkembangannja dengan tjemas oleh dunia internasional, dimulai dengan salvo tembakan artileri oleh Tentara Pembebasan Rakjat Tiongkok.
Dan di Indonesia sedikit sekali orang mengetahui sedjarah artileri jang pembentukannja dimulai pada tanggal 4 Desember 13 tahun jang lalu oleh almarhum Let. Kol. Surjosumarno jg tewas di Djokja Utara pada waktu clash kedua. Pada waktu revolusi bersendjata, Panglima Tertinggi Soekarno sendiri mensjahkan pembentukan „Divisi Artileri Sapu Djagad” jang lambangnja hingga kini masih disimpan di Pusat Artileri Tjimahi.
'''Pahlawan Karang Bolong.'''
Pasukan Artileri jang mulai dibentuk dengan beberapa putjuk meriam pantai rongsokan dan meriam lapangan peninggalan Djepang, hingga sekarang tidak dapat melupakan Peristiwa „Karang Bolong” dimuka pantai Tjilatjap, dimana suatu pasukan penembak terbakar hidup2 dalam kubu pertahanan akibat bom napalm jang didjatuhkan Belanda dari pesawat udara. Peristiwa ini terdjadi mendjelang clash ke-I, dimana Belanda mentjoba mendaratkan tentaranja di pantai Tjilatjap dekat Nusa Kambangan. Setelah terdjadi pertempuran sengit selama hampir 3 djam, pasukan² artileri jang bertahan dikubu-kubu peninggalan Djepang itu, berhasil menenggelamkan sebuah kapal perang Belanda dan merusakkan sebuah kapal pengangkut.
Pendaratan tentara Belanda dapat digagalkan, tetapi harus dibajar dengan mahal sekali. Tentara Belanda jang gagal melakukan pendaratan tersebut ketika mengundurkan diri, melaporkannja ke Markas Besar mereka, dan tidak lama kemudian setelah mengetahui kedudukan meriam penangkis pantai tsb., oleh Belanda dikirim ketempat tsb. satu squadron pesawat terbang untuk menghantjurkan sarang artileri pantai di Karang Bolong dengan akibat jang diketahui sadja, 45 orang gugur dengan terbakar hidup-hidup dalam guha perlindungan mereka.
Peristiwa ini diingat baik² oleh corps artileri. Untuk menghormati para pahlawan tsb. dan anggota² artileri lainnja jang tewas sedjak tahun 1945 hingga 1949, di Pusat Artileri Tjimahi didirikan tugu pahlawan jang pembukaannja diresmikan pada tahun 1957 oleh djanda almarhum pelopor artileri Indonesia Letkol. Surjosumarno.
'''Jang menembak djatuh pesawat Pope.'''
Pasukan artileri jang dalam ilmu kemiliteran dikenal sebagai tenaga bantuan dan tenaga penggempur, sesuai dengan fungsinja turut aktif mengambil bagian dalam usaha menumpas pemberontakan „PRRI/Permesta”. Ditempat² pertahanan pemberontak jang agak berat, artileri bersuara lebih dulu, sebelum pasukan infanteri madju. Djuga kota Padang sebelum diduduki, digempur dengan tembakan² jang diperhitungkan, selama hampir 24 djam.<noinclude>{{rh|14}}</noinclude>
b8ywyn7uyl03tjqkojrctxs3iv253ty
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/869
104
104257
294189
2026-05-13T12:23:25Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294189
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}}
<small>''Kol. Ir. Sudarto menjumpah salah seorang Tjaper Zeni. Seorang Tjaper Zeni mengangkat sumpah menurut agama Roma Katolik.''</small>
Karena kekurangan tenaga pada waktu artlieri ditugaskan mengawal konvoi tentara pada waktu hendak menduduki Morotai, sebagai sjarat utama untuk melumpuhkan keunggulan pemberontak diudara beberapa waktu jang lalu, tugas tsb. diisi oleh instruktur² dan tenaga² pelatih dari Pusat artileri di Tjimahi, dengan menempatkan meriam² dengan regu penembak setjara darurat diatas dek kapal. Menurut keterangan Wakil Kepala Staf Pusat Artileri Tjimahi Major Purbo Suwondho, pesawat terbang B-25 jang dikemudikan oleh penerbang Amerika A.L. Pope berhasil ditembak djatuh oleh kesatuan Artileri dari Pusat Pendidikan Tjimahi jang ditempatkan diatas dek kapal setjara darurat itu, dibawah pimpinan letnan Achmad.
'''Perkembangan Artileri.'''
Angkatan² Perang negara besar didunia hingga sekarang terus berusaha memodernisir pasukan artileri mereka sesuai dengan kemadjuan ilmu pengetahuan, hingga mereka dapat melengkapi pasukan artileri tersebut dengan meriam atom dan peluru kendali. Dan Indonesia jang dulu hanja mengenal meriam pantai rongsokan peninggalan Djepang dan beberapa putjuk meriam lapangan kini dapat bangga dengan dimilikinja meriam² gunung jang dapat ditjopot² onderdilnja dan diangkut dengan kuda, serta mortir 120 mm dan batery roket 32 laras jang dapat melepaskan salvo tembakan 32 peluru roket dalam waktu 9 detik dengan daja tembak jang mempunjai kemampuan menghantjur luluhkun suatu daerah sasaran 16 sampai 17 ha dengan djarak paling sedikit 12 Km dari sarang roket.
Sendjata² modern jang mempunjai daja penghantjur luar biasa ini hingga sekarang belum pernah dipergunakan untuk menumpas pemberontak, karena dianggap belum perlu dipergunakan.
Berlainan dengan kesatuan² bersendjata lainnja, pasukan artileri mengenal suatu hari artileri Internasional jang diberi nama „Santa Barbara” dan kebetulan djatuh pada hari artileri Indonesia tanggal 4 Desember, jang dirajakan oleh beberapa negara bersama². Karena hari artileri Indonesia djuga pada tanggal 4 Desember, maka di Indonesia
{{Missing image}}
<small>''Direktur Zeni AD Kol. Ir. Sudarto sedang memasang tanda-peladjar kepada salah seorang siswa Tjuper Zeni.''</small><noinclude>{{rh|||15}}</noinclude>
slxgcrlj2qr88e5xsglekhakq3r1dfi
Halaman:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga.pdf/8
104
104258
294190
2026-05-13T12:23:40Z
Iripseudocorus
23824
/* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong
294190
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude>
3ykuxguduzn6rpx5lfy068fgabq13cd
294217
294190
2026-05-13T12:38:15Z
Iripseudocorus
23824
/* Telah diuji baca */
294217
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{C|{{Larger|'''DAFTAR ISI'''}}}}
{{Daftarisi dtt||Kata Pengantar|iv}}
{{Daftarisi dtt||Daftar isi|vii}}
{{Daftarisi dtt||BAGIAN A ASAL USUL JOHAR MANIK|1}}
{{Daftarisi dtt|{{gap}}1.|Cerita Rakyat Terjadinya Dusun Mulungan|4}}
{{Daftarisi dtt|{{gap}}2.|Cerita Rakyat Terjadinya Dusun Karangbawang|6}}
{{Daftarisi dtt|{{gap}}3.|Cerita Rakyat Terjadinya Dusun Gejayan|9}}
{{Daftarisi dtt|{{gap}}4.|Cerita Rakyat Terjadinya Dusun Sawo|11}}
{{Daftarisi dtt|{{gap}}5.|Cerita Rakyat Terjadinya Prambanan/Kali Benoyo|13}}
{{Daftarisi dtt||BAGIAN B PENUTUP|16}}
{{Daftarisi dtt|{{gap}}1.|Arti Penting|16}}
{{Daftarisi dtt|{{gap}}2.|Hari Depan|17}}
{{Daftarisi dtt||Daftar Pustaka|19}}<noinclude></noinclude>
ekby7rkiekpzgyu6t1jp4uvq3w88aw5
294273
294217
2026-05-13T12:55:19Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294273
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>{{C|{{Larger|'''DAFTAR ISI'''}}}}
{{Daftarisi dtt||Kata Pengantar|iv}}
{{Daftarisi dtt||Daftar isi|vii}}
{{Daftarisi dtt||BAGIAN A ASAL USUL JOHAR MANIK|1}}
{{Daftarisi dtt|{{gap}}1.|Cerita Rakyat Terjadinya Dusun Mulungan|4}}
{{Daftarisi dtt|{{gap}}2.|Cerita Rakyat Terjadinya Dusun Karangbawang|6}}
{{Daftarisi dtt|{{gap}}3.|Cerita Rakyat Terjadinya Dusun Gejayan|9}}
{{Daftarisi dtt|{{gap}}4.|Cerita Rakyat Terjadinya Dusun Sawo|11}}
{{Daftarisi dtt|{{gap}}5.|Cerita Rakyat Terjadinya Prambanan/Kali Benoyo|13}}
{{Daftarisi dtt||BAGIAN B PENUTUP|16}}
{{Daftarisi dtt|{{gap}}1.|Arti Penting|16}}
{{Daftarisi dtt|{{gap}}2.|Hari Depan|17}}
{{Daftarisi dtt||Daftar Pustaka|19}}<noinclude></noinclude>
lf8qaxccptkgw1becrfxxv1adu7q9zs
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1014
104
104259
294191
2026-05-13T12:25:14Z
Ichi Ocha
26099
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi ''
294191
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Ichi Ocha" />{{rh|PIDATO PRESIDEN SOEKARNO TENTANG:}}
{{C| ANDJURAN KEMBALI KE UNDANG-UNDANG DASAR'45}}</noinclude><noinclude></noinclude>
21kvtdbitrdthokrzo4k6hmh0fixvjr
294211
294191
2026-05-13T12:35:32Z
Ichi Ocha
26099
/* Telah diuji baca */
294211
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh|PIDATO PRESIDEN SOEKARNO TENTANG:}}
{{C| ANDJURAN KEMBALI KE UNDANG-UNDANG DASAR'45}}</noinclude>{{C|RES PUBLICA, SEKALI LAGI RES PUBLICA}}
Saudara Ketua dan Saudara2 Anggauta Konstituante jang terhormat.
Pada hari ini sudah tepat 2 tahun, 5 bulan dan 12 hari berlangsung, sedjak saja melantik Sidang Pembuat Undang Dasar jang terhormat ini.
Seperti Saudara sekalian masih ingat, pelantikan Konstituante itu tempo-hari dengan sengadja
dilangsungkan pada waktu seluruh Rakjat Indonesia memperingati ulang tahun ke-11 Hari Pahlawan, jaitu 10 November 1956.
Sebagaimana saja katakan dalam upatjara pelantikan itu, maka Bangsa Indonesia telah
mentjapai salah satu puntjak Revolusi Nasionalnja dengan pembukaan sidang Konstituante pada waktu itu. Sekarang Bangsa kita mendekati lagi salah satu puntjak Perdjoangannja, jaitu apabila Konstituante telah menjelesaikan tugasnja, sebagaimana mestinja, dan sebagaimana diharapkan
oleh 85 djuta Rakjat jang membentuknja.
Dalam masa antara pembukaan dan penutupan sidang Konstituante itu, telah terdjadilah banjak hal, banjak gedjala peristiwa, jang symptom-nja sudah saja sinjalir dalam uraian saja pada tanggal 10 November 1956.
Kedjadian2 didalam Negeri maupun diluar Negeri selama itu, jang tentunja telah mendapat
perhatian sepenuhnja dari Saudara sekalian sebagai wakil2 rakjat Indonesia. begitu pula
kesibukan pekerdjaan se-hari2, mungkin menjebabkan Saudara sudah tidak ingat lagi apa jang saja katakan hampir 2 tahun jang lalu.
Karena itu ada baiknja kiranja, apabila saja disini mengulangi beberapa pokok-fikiran jang penting dari amanat jang saja utjapkan pada upatja.a pelantikan sidang Konstituante dulu itu.
''Pada tanggal 22 April 1959 jg. lalu bertempat di Gedung Konstituante di Bandung, PJM Presiden Sukarno telah memberikan amanat jang ditudjukan kepada Sidang Pleno Konstituante. Amanat beliau bersifat andjuran dan adjakun, agar kita kembali
kepada UUD-45. Mengingat pentingnja isi pidato tersebut maka ber-turut akan kami muat selengkapnja pada tiap2 penerbitan M.A.D.
ini hingga selesai. Marilah kita ikuti, kita fahamkan, kita renungkan dan kita tjamkan.''
{{rh|||Red.}}
Apa pokok-fikiran itu?
Dalam pidato pelantikan Konstituante jang saja maksudkan tadi saja terangkan, bahwa tanggal 10 November 1945 itu kita peringati tiap2 tahun, karena pada hari itu bangkit kembali Semangat Pahlawan Indonesia setjara massal.
Pahlawan kita ~ demikianlah
kukatakan selandjutnja rela ~ mengorbankan segala sesuatu utk. membela suatu "idee", jaitu idee
kemerdekaan dan keselamatan seluruh Bangsa, idee jang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945, idee untuk bernegara jang berbentuk Republik Kesatuan berdasarkan Undang2 Dasar 1945.
Idee tadi sebelum itu telah mengalami beberapa fase. Fase pertama adalah fase kesukuan.
Tiap suku merasa dirinja sebagai suatu kesatuan jang mutlak, dan masing2 hanja mementingkan keselamatan dirinja sendiri sadja.
Fase kedua adalah fase kepulauan.
Tiap pulau merasa dirinja sebagai suatu kesatuan jang mutlak, dan masing" hanja mementingkan keselamatan dirinja sendiri sadja.
Fase ketiga adalah fase kerdjasama antar-suku dan antar-pulau, tetapi kerdja-sama itu hanja dilakukan atas dasar federasi, karena tidak ada satu suku ataupun satu pulau jang rela berkorban
untuk seluruh bangsa atau tanah air Indonesia.
Pada tahun 1928 turunlah Idee Baru, jang mewahjuhi Angkatan Pemuda, dan selandjutnja seluruh Bangsa Indonesia.
Pada tanggal 28 Oktober 1928 Angkatan Pemuda ini mengikrarkan sumpahnja jang termasjhur:
"Kami setanah air, tanah air Indonesia"
Kami sebangsa, bangsa Indonesia"
"Kami sebahasa, bahasa Indonesia"
Dengan terbitnja matahari Kebangsaan Indonesia jang bulat dan bersatu itu. hilanglah hak sedjarah bagi idee provincialisme. idee insularisme dan idee fede-
ralisme.
Maka barang siapa sekarang ini membangkitkan kembali idee kesukuan, idee kepulauan atau
idee federalisme itu, ia adalah seperti orang jang menggali kubur<noinclude>{{rh|4}}</noinclude>
34sorszox1ycxqks7mcrm0ibqes83iu
294212
294211
2026-05-13T12:36:20Z
Ichi Ocha
26099
294212
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh|PIDATO PRESIDEN SOEKARNO TENTANG:}}
{{C| ANDJURAN KEMBALI KE UNDANG-UNDANG DASAR'45}}</noinclude>{{C|RES PUBLICA, SEKALI LAGI RES PUBLICA}}
Saudara Ketua dan Saudara2 Anggauta Konstituante jang terhormat.
Pada hari ini sudah tepat 2 tahun, 5 bulan dan 12 hari berlangsung, sedjak saja melantik Sidang Pembuat Undang Dasar jang terhormat ini.
Seperti Saudara sekalian masih ingat, pelantikan Konstituante itu tempo-hari dengan sengadja
dilangsungkan pada waktu seluruh Rakjat Indonesia memperingati ulang tahun ke-11 Hari Pahlawan, jaitu 10 November 1956.
Sebagaimana saja katakan dalam upatjara pelantikan itu, maka Bangsa Indonesia telah
mentjapai salah satu puntjak Revolusi Nasionalnja dengan pembukaan sidang Konstituante pada waktu itu. Sekarang Bangsa kita mendekati lagi salah satu puntjak Perdjoangannja, jaitu apabila Konstituante telah menjelesaikan tugasnja, sebagaimana mestinja, dan sebagaimana diharapkan
oleh 85 djuta Rakjat jang membentuknja.
Dalam masa antara pembukaan dan penutupan sidang Konstituante itu, telah terdjadilah banjak hal, banjak gedjala peristiwa, jang symptom-nja sudah saja sinjalir dalam uraian saja pada tanggal 10 November 1956.
Kedjadian2 didalam Negeri maupun diluar Negeri selama itu, jang tentunja telah mendapat
perhatian sepenuhnja dari Saudara sekalian sebagai wakil2 rakjat Indonesia. begitu pula
kesibukan pekerdjaan se-hari2, mungkin menjebabkan Saudara sudah tidak ingat lagi apa jang saja katakan hampir 2 tahun jang lalu.
Karena itu ada baiknja kiranja, apabila saja disini mengulangi beberapa pokok-fikiran jang penting dari amanat jang saja utjapkan pada upatja.a pelantikan sidang Konstituante dulu itu.
''Pada tanggal 22 April 1959 jg. lalu bertempat di Gedung Konstituante di Bandung, PJM Presiden Sukarno telah memberikan amanat jang ditudjukan kepada Sidang Pleno Konstituante. Amanat beliau bersifat andjuran dan adjakun, agar kita kembali
kepada UUD-45. Mengingat pentingnja isi pidato tersebut maka ber-turut akan kami muat selengkapnja pada tiap2 penerbitan M.A.D.
ini hingga selesai. Marilah kita ikuti, kita fahamkan, kita renungkan dan kita tjamkan.''
{{rh|||Red.}}
Apa pokok-fikiran itu?
Dalam pidato pelantikan Konstituante jang saja maksudkan tadi saja terangkan, bahwa tanggal 10 November 1945 itu kita peringati tiap2 tahun, karena pada hari itu bangkit kembali Semangat Pahlawan Indonesia setjara massal.
Pahlawan kita ~ demikianlah
kukatakan selandjutnja rela ~ mengorbankan segala sesuatu utk. membela suatu "idee", jaitu idee
kemerdekaan dan keselamatan seluruh Bangsa, idee jang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945, idee untuk bernegara jang berbentuk Republik Kesatuan berdasarkan Undang2 Dasar 1945.
Idee tadi sebelum itu telah mengalami beberapa fase. Fase pertama adalah fase kesukuan.
Tiap suku merasa dirinja sebagai suatu kesatuan jang mutlak, dan masing2 hanja mementingkan keselamatan dirinja sendiri sadja.
Fase kedua adalah fase kepulauan.
Tiap pulau merasa dirinja sebagai suatu kesatuan jang mutlak, dan masing" hanja mementingkan keselamatan dirinja sendiri sadja.
Fase ketiga adalah fase kerdjasama antar-suku dan antar-pulau, tetapi kerdja-sama itu hanja dilakukan atas dasar federasi, karena tidak ada satu suku ataupun satu pulau jang rela berkorban
untuk seluruh bangsa atau tanah air Indonesia.
Pada tahun 1928 turunlah Idee Baru, jang mewahjuhi Angkatan Pemuda, dan selandjutnja seluruh Bangsa Indonesia.
Pada tanggal 28 Oktober 1928 Angkatan Pemuda ini mengikrarkan sumpahnja jang termasjhur:
"Kami setanah air, tanah air Indonesia"
Kami sebangsa, bangsa Indonesia"
"Kami sebahasa, bahasa Indonesia"
Dengan terbitnja matahari Kebangsaan Indonesia jang bulat dan bersatu itu. hilanglah hak sedjarah bagi idee provincialisme. idee insularisme dan idee fede-
ralisme.
Maka barang siapa sekarang ini membangkitkan kembali idee kesukuan, idee kepulauan atau idee federalisme itu, ia adalah seperti orang jang menggali kubur<noinclude>{{rh|4}}</noinclude>
602tszhpchdfmh1h9kesd9315bg8j1i
294213
294212
2026-05-13T12:36:48Z
Ichi Ocha
26099
294213
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh|PIDATO PRESIDEN SOEKARNO TENTANG:}}
{{C| ANDJURAN KEMBALI KE UNDANG-UNDANG DASAR'45}}</noinclude>{{C|RES PUBLICA, SEKALI LAGI RES PUBLICA}}
Saudara Ketua dan Saudara2 Anggauta Konstituante jang terhormat.
Pada hari ini sudah tepat 2 tahun, 5 bulan dan 12 hari berlangsung, sedjak saja melantik Sidang Pembuat Undang Dasar jang terhormat ini.
Seperti Saudara sekalian masih ingat, pelantikan Konstituante itu tempo-hari dengan sengadja
dilangsungkan pada waktu seluruh Rakjat Indonesia memperingati ulang tahun ke-11 Hari Pahlawan, jaitu 10 November 1956.
Sebagaimana saja katakan dalam upatjara pelantikan itu, maka Bangsa Indonesia telah
mentjapai salah satu puntjak Revolusi Nasionalnja dengan pembukaan sidang Konstituante pada waktu itu. Sekarang Bangsa kita mendekati lagi salah satu puntjak Perdjoangannja, jaitu apabila Konstituante telah menjelesaikan tugasnja, sebagaimana mestinja, dan sebagaimana diharapkan
oleh 85 djuta Rakjat jang membentuknja.
Dalam masa antara pembukaan dan penutupan sidang Konstituante itu, telah terdjadilah banjak hal, banjak gedjala peristiwa, jang symptom-nja sudah saja sinjalir dalam uraian saja pada tanggal 10 November 1956.
Kedjadian2 didalam Negeri maupun diluar Negeri selama itu, jang tentunja telah mendapat
perhatian sepenuhnja dari Saudara sekalian sebagai wakil2 rakjat Indonesia. begitu pula
kesibukan pekerdjaan se-hari2, mungkin menjebabkan Saudara sudah tidak ingat lagi apa jang saja katakan hampir 2 tahun jang lalu.
Karena itu ada baiknja kiranja, apabila saja disini mengulangi beberapa pokok-fikiran jang penting dari amanat jang saja utjapkan pada upatja.a pelantikan sidang Konstituante dulu itu.
''Pada tanggal 22 April 1959 jg. lalu bertempat di Gedung Konstituante di Bandung, PJM Presiden Sukarno telah memberikan amanat jang ditudjukan kepada Sidang Pleno Konstituante. Amanat beliau bersifat andjuran dan adjakun, agar kita kembali
kepada UUD-45. Mengingat pentingnja isi pidato tersebut maka ber-turut akan kami muat selengkapnja pada tiap2 penerbitan M.A.D.
ini hingga selesai. Marilah kita ikuti, kita fahamkan, kita renungkan dan kita tjamkan.''
{{rh|||Red.}}
Apa pokok-fikiran itu?
Dalam pidato pelantikan Konstituante jang saja maksudkan tadi saja terangkan, bahwa tanggal 10 November 1945 itu kita peringati tiap2 tahun, karena pada hari itu bangkit kembali Semangat Pahlawan Indonesia setjara massal.
Pahlawan kita ~ demikianlah
kukatakan selandjutnja rela ~ mengorbankan segala sesuatu utk. membela suatu "idee", jaitu idee
kemerdekaan dan keselamatan seluruh Bangsa, idee jang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945, idee untuk bernegara jang berbentuk Republik Kesatuan berdasarkan Undang2 Dasar 1945.
Idee tadi sebelum itu telah mengalami beberapa fase. Fase pertama adalah fase kesukuan.
Tiap suku merasa dirinja sebagai suatu kesatuan jang mutlak, dan masing2 hanja mementingkan keselamatan dirinja sendiri sadja.
Fase kedua adalah fase kepulauan.
Tiap pulau merasa dirinja sebagai suatu kesatuan jang mutlak, dan masing" hanja mementingkan keselamatan dirinja sendiri sadja.
Fase ketiga adalah fase kerdjasama antar-suku dan antar-pulau, tetapi kerdja-sama itu hanja dilakukan atas dasar federasi, karena tidak ada satu suku ataupun satu pulau jang rela berkorban
untuk seluruh bangsa atau tanah air Indonesia.
Pada tahun 1928 turunlah Idee Baru, jang mewahjuhi Angkatan Pemuda, dan selandjutnja seluruh Bangsa Indonesia.
Pada tanggal 28 Oktober 1928 Angkatan Pemuda ini mengikrarkan sumpahnja jang termasjhur:
"Kami setanah air, tanah air Indonesia"
Kami sebangsa, bangsa Indonesia"
"Kami sebahasa, bahasa Indonesia"
Dengan terbitnja matahari Kebangsaan Indonesia jang bulat dan bersatu itu. hilanglah hak sedjarah bagi idee provincialisme. idee insularisme dan idee federalisme.
Maka barang siapa sekarang ini membangkitkan kembali idee kesukuan, idee kepulauan atau idee federalisme itu, ia adalah seperti orang jang menggali kubur<noinclude>{{rh|4}}</noinclude>
ix2my9lz8ngxjyxl60fvv9iwdbsc0ip
294216
294213
2026-05-13T12:38:00Z
Ichi Ocha
26099
294216
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh|PIDATO PRESIDEN SOEKARNO TENTANG:}}
{{C| ANDJURAN KEMBALI KE UNDANG-UNDANG DASAR'45}}</noinclude>{{C|RES PUBLICA, SEKALI LAGI RES PUBLICA}}
Saudara Ketua dan Saudara2 Anggauta Konstituante jang terhormat.
Pada hari ini sudah tepat 2 tahun, 5 bulan dan 12 hari berlangsung, sedjak saja melantik Sidang Pembuat Undang Dasar jang terhormat ini.
Seperti Saudara sekalian masih ingat, pelantikan Konstituante itu tempo-hari dengan sengadja
dilangsungkan pada waktu seluruh Rakjat Indonesia memperingati ulang tahun ke-11 Hari Pahlawan, jaitu 10 November 1956.
Sebagaimana saja katakan dalam upatjara pelantikan itu, maka Bangsa Indonesia telah
mentjapai salah satu puntjak Revolusi Nasionalnja dengan pembukaan sidang Konstituante pada waktu itu. Sekarang Bangsa kita mendekati lagi salah satu puntjak Perdjoangannja, jaitu apabila Konstituante telah menjelesaikan tugasnja, sebagaimana mestinja, dan sebagaimana diharapkan
oleh 85 djuta Rakjat jang membentuknja.
Dalam masa antara pembukaan dan penutupan sidang Konstituante itu, telah terdjadilah banjak hal, banjak gedjala peristiwa, jang symptom-nja sudah saja sinjalir dalam uraian saja pada tanggal 10 November 1956.
Kedjadian2 didalam Negeri maupun diluar Negeri selama itu, jang tentunja telah mendapat
perhatian sepenuhnja dari Saudara sekalian sebagai wakil2 rakjat Indonesia. begitu pula
kesibukan pekerdjaan se-hari2, mungkin menjebabkan Saudara sudah tidak ingat lagi apa jang saja katakan hampir 2 tahun jang lalu.
Karena itu ada baiknja kiranja, apabila saja disini mengulangi beberapa pokok-fikiran jang penting dari amanat jang saja utjapkan pada upatja.a pelantikan sidang Konstituante dulu itu.
''Pada tanggal 22 April 1959 jg. lalu bertempat di Gedung Konstituante di Bandung, PJM Presiden Sukarno telah memberikan amanat jang ditudjukan kepada Sidang Pleno Konstituante. Amanat beliau bersifat andjuran dan adjakun, agar kita kembali kepada UUD-45. Mengingat pentingnja isi pidato tersebut maka ber-turut akan kami muat selengkapnja pada tiap2 penerbitan M.A.D. ini hingga selesai. Marilah kita ikuti, kita fahamkan, kita renungkan dan kita tjamkan.''
{{rh|||Red.}}
Apa pokok-fikiran itu?
Dalam pidato pelantikan Konstituante jang saja maksudkan tadi saja terangkan, bahwa tanggal 10 November 1945 itu kita peringati tiap2 tahun, karena pada hari itu bangkit kembali Semangat Pahlawan Indonesia setjara massal.
Pahlawan kita ~ demikianlah
kukatakan selandjutnja rela ~ mengorbankan segala sesuatu utk. membela suatu "idee", jaitu idee
kemerdekaan dan keselamatan seluruh Bangsa, idee jang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945, idee untuk bernegara jang berbentuk Republik Kesatuan berdasarkan Undang2 Dasar 1945.
Idee tadi sebelum itu telah mengalami beberapa fase. Fase pertama adalah fase kesukuan.
Tiap suku merasa dirinja sebagai suatu kesatuan jang mutlak, dan masing2 hanja mementingkan keselamatan dirinja sendiri sadja.
Fase kedua adalah fase kepulauan.
Tiap pulau merasa dirinja sebagai suatu kesatuan jang mutlak, dan masing" hanja mementingkan keselamatan dirinja sendiri sadja.
Fase ketiga adalah fase kerdjasama antar-suku dan antar-pulau, tetapi kerdja-sama itu hanja dilakukan atas dasar federasi, karena tidak ada satu suku ataupun satu pulau jang rela berkorban
untuk seluruh bangsa atau tanah air Indonesia.
Pada tahun 1928 turunlah Idee Baru, jang mewahjuhi Angkatan Pemuda, dan selandjutnja seluruh Bangsa Indonesia.
Pada tanggal 28 Oktober 1928 Angkatan Pemuda ini mengikrarkan sumpahnja jang termasjhur:
"Kami setanah air, tanah air Indonesia"
Kami sebangsa, bangsa Indonesia"
"Kami sebahasa, bahasa Indonesia"
Dengan terbitnja matahari Kebangsaan Indonesia jang bulat dan bersatu itu. hilanglah hak sedjarah bagi idee provincialisme. idee insularisme dan idee federalisme.
Maka barang siapa sekarang ini membangkitkan kembali idee kesukuan, idee kepulauan atau idee federalisme itu, ia adalah seperti orang jang menggali kubur<noinclude>{{rh|4}}</noinclude>
8f7djnh00cmuybl8wazdjhoqi1kbnov
Halaman:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga.pdf/9
104
104260
294195
2026-05-13T12:26:23Z
Iripseudocorus
23824
/* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong
294195
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude>
3ykuxguduzn6rpx5lfy068fgabq13cd
294239
294195
2026-05-13T12:46:00Z
Iripseudocorus
23824
/* Telah diuji baca */
294239
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{C|{{X-larger|'''FOLKLORE OF JOHAR MANIK<br>FROM SALATIGA'''}}}}
{{C|{{larger|'''Dr. Tri Widiarto Soemardjan, M.Pd.'''}}
Head of the Center
for the Study of Javanese History and Culture
Satya Wacana Christian University Salatiga}}
[[Berkas:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga (page 9 crop).jpg|100px|nirbing|pus]]
{{C|'''DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN<br>KOTA SALATIGA'''
{{smaller|viii}}}}<noinclude></noinclude>
cjs2esku6vk3rqthr6hhdqr7wf6rslt
294275
294239
2026-05-13T12:55:45Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294275
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>{{C|{{X-larger|'''FOLKLORE OF JOHAR MANIK<br>FROM SALATIGA'''}}}}
{{C|{{larger|'''Dr. Tri Widiarto Soemardjan, M.Pd.'''}}
Head of the Center
for the Study of Javanese History and Culture
Satya Wacana Christian University Salatiga}}
[[Berkas:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga (page 9 crop).jpg|100px|nirbing|pus]]
{{C|'''DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN<br>KOTA SALATIGA'''
{{smaller|viii}}}}<noinclude></noinclude>
9frlb4oajv8vr219azx0un074hn5qgu
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/927
104
104261
294196
2026-05-13T12:27:00Z
Sarieffe
26994
/* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong
294196
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Sarieffe" /></noinclude><noinclude></noinclude>
ccplgwmprsu678uegthnfc77ifsefnn
294336
294196
2026-05-13T13:17:46Z
Sarieffe
26994
/* Telah diuji baca */
294336
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 927 crop).jpg|200px|kiri|jmpl|''Ini bukannja panggang sapi jg. siap untuk disantap, tetapi salah seorang kawan jang tewas, berpeluk²an dengan adiknja dan terbakar hangus bersama².'']]
lajar kau tumpangi. Kira², jah, separohnjalah, tiada ber-kamar² untuk penumpang. Djika kau bandingkan dengan perahu² jang sering kau lihat dipelabuhan-pelabuhan Ambon, Makasar, Surabaja, jah menang besar dan pandjang.
Tuti, gambarkanlah sebentar. bagaimana perasaan kami waktu itu. Kami serombongan berdjumlah k.l. 200 orang plus barang² dan sendjata². Geladak muka, tengah dan belakang penuh sudah dengan penumpang² dan barang². Jah, apalagi jang hendak dikata, dan....... antara manusia² dan barang² ini, kami menjelinap mentjari tempat untuk berbaring, sekedar menghilang kan rasa-rasa penat, pening dan lapar. Tetapi rupa-rupanja aku masih mudjur. Aku dengan seorang kawan mendapatkan sebuah kamar diruangan bawah jang berhimpitan dengan kamar mesin. Sebenarnja kamar ini hanja untuk anak buah kapal. Tanpa komando lagi, aku berbaring sesudah koper² pakaianku kumasuk-masukkan kedalam kamar. Kapal mulai bergegar dan kira² djam 22.30 kami bergerak meninggalkan Surabaja.
Mataku ta' dapat ku-tahan², se-irama paluan mesin kapal, aku mulai mendengkur.
Hari sudah siang, waktu aku dibangunkan
„Sampai kemana” tanjaku.
„Masih menjusur pantai Madura” djawab kawanku. „Kita tidak mengambil djalan biasanja, tetapi putar melalui Timor Kupang dan seterusaja melalui lautan Banda terus ke Ambon”.
„Asal djangan sampai tertjium oleh musuh rentjana perdjalanan ini. Nah mudah-mudahan sadja selamat sampai ke Ambon” tukasku.
„Lekas, mandi dan segera mentjari makan”.
„Makan? Oh, ja, kalau begitu aku tjukup mandi pasfoto sadja, alias tjuji muka”.
Sesudah makan pagi dan minum kopi, aku duduk ber-omong² datas geladak sambil menikmati pagi jang sangat sedjuk dan tjerah. Laut tiada berombak, dari djauh tampak remang-remang pantai Madura. Pagi hari jang sungguh menjenangkan, tanggal 10 Mei 1958. Kubajangkan lagi wadjah si Dhendi, wadjahmu, kubajangkan apa jang sepagi ini kukerdjakan. Budak² ketjil sudah mandi mustinja, dan kau Tut, asjik menjusuhi si Tjekli sambil menikmati lagu² dari pesawat radio.
Tiba-tiba lamunanku tersontak oleh keributan beberapa kawan² jang sedang membikin tempat stellingen untuk brengun di geladak depan dan belakang.
Otakku mulai diisi lagi dengan chajalan jang bukan². Andaikata kita diserang mendadak, andaikata kita dihantjurkan di tengah lautan, sedangkan aku sendiri tidak dapat berenang, andaikata, andaikata.........
Hih sungguh ngeri. Aku ingat isi tjerita tenggelamanja kapal Titanic. Betapa hink-pikuknja kegaduhan penumpang² jang sedang menghadapi maut. Sedu sedan jang memilukan dari ibu-ibu jang tidak dapat menguasai keadaan lagi, tangis jang sedjadi-djadinja dari baji-baji atau teriakan² jang menjajat hati. Dan......andaikata kapal NAIKO ini hantjur di-tengah² lautan senasib dengan kapal Titanic itu......sisa-sisa tiang dan belahan² papan jang ter-apung² ditelan ganasnja ombak.......dan diantara puing² ini......aku dengan sekuat tenaga antara timbul dan tenggelam berusaha menjelamatkan diri. Sungguh tolol lamunanku ini!
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 927 crop2).jpg|300px|kanan|jmpl|''Karena siraman tembakan 12,7 dari empat laras jang dimuntahkan oleh pesawat terbang Permesta inilah jang mengachiri djiwa rekan²ku'']]
Toeti, sebagai anggauta A.P., telah ber-kali² aku menghadapi saat jang kritis, dimana malaikat maut sedang menanti² mangsanja, tetapi perasaan waktu di kapal ini, sungguh² mengerikan, suatu perasaan jang djarang kualami. Apakah hanja akulah jang berperasaan demikian? tidak! Hampir semua kawan². Tiada henti²nja mereka sepandjang hari mengawasi udara, dipelbagai pendjuru. Jah, se-akan² mereka ahli² ruang angkasa jang sedang mengikuti perdjalanannja Laika dalam Sputnik II.
Sehabis makan siang kami menerima pembagian alat penolong berenang atau zwemvesten, tetapi sial bagiku, jang kuterima bukan ukuran jang betul² untukku, tetapi sebuah zwemvest untuk orok ketjil, dgn huruf: CHILD. Jah, apa boleh buat. Minta ganti.......sudah tidak ada lagi, persediaan tidak mentjukupi, bahkan diantara penumpang² ada jang tidak menerima. Minta tukar dengan teman lainnja....djangan diharapkan........semua menghendaki selamat......didalam bahaja manusia tak akan mau zwemvest orokku harus kusimpan baik², siapa tau djangan² nanti dalam bahaja, alat ini akan menundjukkan djasa²nja kepada tuannja.
Siang ini amat teriknja. Naiko berlajar dengan ketjepatan full-speed. Aku berbaring dalam {{hws|kan|kantong}}<noinclude>{{rh|||25}}</noinclude>
p5ada8n65yxs3u8ujofcgam9qpjctp6
294348
294336
2026-05-13T13:24:50Z
Sarieffe
26994
294348
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 927 crop).jpg|200px|kiri|jmpl|''Ini bukannja panggang sapi jg. siap untuk disantap, tetapi salah seorang kawan jang tewas, berpeluk²an dengan adiknja dan terbakar hangus bersama².'']]
lajar kau tumpangi. Kira², jah, separohnjalah, tiada ber-kamar² untuk penumpang. Djika kau bandingkan dengan perahu² jang sering kau lihat dipelabuhan-pelabuhan Ambon, Makasar, Surabaja, jah menang besar dan pandjang.
Tuti, gambarkanlah sebentar. bagaimana perasaan kami waktu itu. Kami serombongan berdjumlah k.l. 200 orang plus barang² dan sendjata². Geladak muka, tengah dan belakang penuh sudah dengan penumpang² dan barang². Jah, apalagi jang hendak dikata, dan....... antara manusia² dan barang² ini, kami menjelinap mentjari tempat untuk berbaring, sekedar menghilang kan rasa-rasa penat, pening dan lapar. Tetapi rupa-rupanja aku masih mudjur. Aku dengan seorang kawan mendapatkan sebuah kamar diruangan bawah jang berhimpitan dengan kamar mesin. Sebenarnja kamar ini hanja untuk anak buah kapal. Tanpa komando lagi, aku berbaring sesudah koper² pakaianku kumasuk-masukkan kedalam kamar. Kapal mulai bergegar dan kira² djam 22.30 kami bergerak meninggalkan Surabaja.
Mataku ta' dapat ku-tahan², se-irama paluan mesin kapal, aku mulai mendengkur.
Hari sudah siang, waktu aku dibangunkan
„Sampai kemana” tanjaku.
„Masih menjusur pantai Madura” djawab kawanku. „Kita tidak mengambil djalan biasanja, tetapi putar melalui Timor Kupang dan seterusaja melalui lautan Banda terus ke Ambon”.
„Asal djangan sampai tertjium oleh musuh rentjana perdjalanan ini. Nah mudah-mudahan sadja selamat sampai ke Ambon” tukasku.
„Lekas, mandi dan segera mentjari makan”.
„Makan? Oh, ja, kalau begitu aku tjukup mandi pasfoto sadja, alias tjuji muka”.
Sesudah makan pagi dan minum kopi, aku duduk ber-omong² datas geladak sambil menikmati pagi jang sangat sedjuk dan tjerah. Laut tiada berombak, dari djauh tampak remang-remang pantai Madura. Pagi hari jang sungguh menjenangkan, tanggal 10 Mei 1958. Kubajangkan lagi wadjah si Dhendi, wadjahmu, kubajangkan apa jang sepagi ini kukerdjakan. Budak² ketjil sudah mandi mustinja, dan kau Tut, asjik menjusuhi si Tjekli sambil menikmati lagu² dari pesawat radio.
Tiba-tiba lamunanku tersontak oleh keributan beberapa kawan² jang sedang membikin tempat stellingen untuk brengun di geladak depan dan belakang.
Otakku mulai diisi lagi dengan chajalan jang bukan². Andaikata kita diserang mendadak, andaikata kita dihantjurkan di tengah lautan, sedangkan aku sendiri tidak dapat berenang, andaikata, andaikata.........
Hih sungguh ngeri. Aku ingat isi tjerita tenggelamanja kapal Titanic. Betapa hink-pikuknja kegaduhan penumpang² jang sedang menghadapi maut. Sedu sedan jang memilukan dari ibu-ibu jang tidak dapat menguasai keadaan lagi, tangis jang sedjadi-djadinja dari baji-baji atau teriakan² jang menjajat hati. Dan......andaikata kapal NAIKO ini hantjur di-tengah² lautan senasib dengan kapal Titanic itu......sisa-sisa tiang dan belahan² papan jang ter-apung² ditelan ganasnja ombak.......dan diantara puing² ini......aku dengan sekuat tenaga antara timbul dan tenggelam berusaha menjelamatkan diri. Sungguh tolol lamunanku ini!
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 927 crop2).jpg|300px|kanan|jmpl|''Karena siraman tembakan 12,7 dari empat laras jang dimuntahkan oleh pesawat terbang Permesta inilah jang mengachiri djiwa rekan²ku'']]
Toeti, sebagai anggauta A.P., telah ber-kali² aku menghadapi saat jang kritis, dimana malaikat maut sedang menanti² mangsanja, tetapi perasaan waktu di kapal ini, sungguh² mengerikan, suatu perasaan jang djarang kualami. Apakah hanja akulah jang berperasaan demikian? tidak! Hampir semua kawan². Tiada henti²nja mereka sepandjang hari mengawasi udara, dipelbagai pendjuru. Jah, se-akan² mereka ahli² ruang angkasa jang sedang mengikuti perdjalanannja Laika dalam Sputnik II.
Sehabis makan siang kami menerima pembagian alat penolong berenang atau zwemvesten, tetapi sial bagiku, jang kuterima bukan ukuran jang betul² untukku, tetapi sebuah zwemvest untuk orok ketjil, dgn huruf: CHILD. Jah, apa boleh buat. Minta ganti.......sudah tidak ada lagi, persediaan tidak mentjukupi, bahkan diantara penumpang² ada jang tidak menerima. Minta tukar dengan teman lainnja....djangan diharapkan........semua menghendaki selamat......didalam bahaja manusia tak akan mau zwemvest orokku harus kusimpan baik², siapa tau djangan² nanti dalam bahaja, alat ini akan menundjukkan djasa²nja kepada tuannja.
Siang ini amat teriknja. Naiko berlajar dengan ketjepatan full-speed. Aku berbaring dalam {{hws|kan|kandangku}}<noinclude>{{rh|||25}}</noinclude>
m1p3mapygj3pwss25wh4c4xsvt2lwdw
Halaman:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga.pdf/10
104
104262
294197
2026-05-13T12:27:06Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294197
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>'''Folklore of Johar Manik From Salatiga'''
@2023, pada Penulis
<poem>
Published by Widya Sari Press Salatiga in Association
with ''Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga''
</poem>
'''ISBN 978-623-6328-57-6'''
<hr style="border: 1px solid gray; width: 40%; margin-left: 0;">
{| style="background:transparent; line-height:1.5em;"
| Publisher || : || ''Dinas Perpustakaan dan Kearsipan''
|-
| || || ''Kota Salatiga - Widya Sari Press''
|-
| || || ''Salatiga''
|-
| Copyright || : || ''Dinas Perpustakaan dan Kearsipan''
|-
| || || ''Kota Salatiga''
|-
| Setting & Layout || : || Lio
|-
| Printed by || : || Widya Sari Press Salatiga
|-
| First Printing || : || 2023
|}
{{rh||'''ISBN 978-623-6328-57-6'''}}<noinclude>{{rh||ix}}</noinclude>
3ps3snwz48bufdxy25iabiouulj69sy
294198
294197
2026-05-13T12:27:52Z
Upiak Ituih
27011
294198
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><ol>
'''Folklore of Johar Manik From Salatiga'''
@2023, pada Penulis
<poem>
Published by Widya Sari Press Salatiga in Association
with ''Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga''
</poem>
'''ISBN 978-623-6328-57-6'''
<hr style="border: 1px solid gray; width: 100%; margin-left: 0;">
{| style="background:transparent; line-height:1.5em;"
| Publisher || : || ''Dinas Perpustakaan dan Kearsipan''
|-
| || || ''Kota Salatiga - Widya Sari Press''
|-
| || || ''Salatiga''
|-
| Copyright || : || ''Dinas Perpustakaan dan Kearsipan''
|-
| || || ''Kota Salatiga''
|-
| Setting & Layout || : || Lio
|-
| Printed by || : || Widya Sari Press Salatiga
|-
| First Printing || : || 2023
|}
{{rh||'''ISBN 978-623-6328-57-6'''}}
</ol><noinclude>{{rh||ix}}</noinclude>
oaoob9ezgqak02n21qjor8uaw018upq
294200
294198
2026-05-13T12:29:04Z
Upiak Ituih
27011
294200
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><ol>
'''Folklore of Johar Manik From Salatiga'''
@2023, pada Penulis
<poem>
Published by Widya Sari Press Salatiga in Association
with ''Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga''
</poem>
'''ISBN 978-623-6328-57-6'''
<hr style="border: 1px solid gray; width: 100%; margin-left: 0;">
{| style="background:transparent; line-height:1.5em;"
| Publisher || : || ''Dinas Perpustakaan dan Kearsipan''
|-
| || || ''Kota Salatiga - Widya Sari Press''
|-
| || || ''Salatiga''
|-
| Copyright || : || ''Dinas Perpustakaan dan Kearsipan''
|-
| || || ''Kota Salatiga''
|-
| Setting & Layout || : || Lio
|-
| Printed by || : || Widya Sari Press Salatiga
|-
| First Printing || : || 2023
|}
{{rh||'''ISBN 978-623-6328-57-6'''}}
</ol><noinclude>{{rh||ix}}</noinclude>
6aq01xaxb9kco72u5ad56iycrqstw31
294201
294200
2026-05-13T12:29:47Z
Upiak Ituih
27011
294201
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><ol>
'''Folklore of Johar Manik From Salatiga'''
</ol>
<ol>
@2023, pada Penulis
<poem>
Published by Widya Sari Press Salatiga in Association
with ''Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga''
</poem>
'''ISBN 978-623-6328-57-6'''
<hr style="border: 1px solid gray; width: 100%; margin-left: 0;">
{| style="background:transparent; line-height:1.5em;"
| Publisher || : || ''Dinas Perpustakaan dan Kearsipan''
|-
| || || ''Kota Salatiga - Widya Sari Press''
|-
| || || ''Salatiga''
|-
| Copyright || : || ''Dinas Perpustakaan dan Kearsipan''
|-
| || || ''Kota Salatiga''
|-
| Setting & Layout || : || Lio
|-
| Printed by || : || Widya Sari Press Salatiga
|-
| First Printing || : || 2023
|}
{{rh||'''ISBN 978-623-6328-57-6'''}}
</ol><noinclude>{{rh||ix}}</noinclude>
s7nilnetzdfz928w8422ix2lx72jvjj
294278
294201
2026-05-13T12:56:49Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294278
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude><ol>
'''Folklore of Johar Manik From Salatiga'''
</ol>
<ol>
@2023, pada Penulis
<poem>
Published by Widya Sari Press Salatiga in Association
with ''Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga''
</poem>
'''ISBN 978-623-6328-57-6'''
<hr style="border: 1px solid gray; width: 100%; margin-left: 0;">
{| style="background:transparent; line-height:1.5em;"
| Publisher || : || ''Dinas Perpustakaan dan Kearsipan''
|-
| || || ''Kota Salatiga - Widya Sari Press''
|-
| || || ''Salatiga''
|-
| Copyright || : || ''Dinas Perpustakaan dan Kearsipan''
|-
| || || ''Kota Salatiga''
|-
| Setting & Layout || : || Lio
|-
| Printed by || : || Widya Sari Press Salatiga
|-
| First Printing || : || 2023
|}
{{rh||'''ISBN 978-623-6328-57-6'''}}
</ol><noinclude>{{rh||ix}}</noinclude>
jq1t92udnnthjl0x249cvtlkxz8fwmx
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/870
104
104263
294199
2026-05-13T12:27:59Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294199
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}}
<small>''Setelah upatjara pembukaan Tjaper Zeni selesai, kemudian diadakan perlombaan memasang Patok jang diikuti oleh para Tjaper dan Peradjurit² Zeni.''</small>
djuga dirajakan „Santa Barbara” jang terkenal sebagai „Dewi Pelindung” itu. Pada malam „Santa Barbara” tsb. perwira² baru dipelontjo, dan pada malam itu seluruh perwira mempunjai kedudukan sama.
Pada malam „Santa Barbara” tsb., seorang pembantu Letnan kedudukannja sama dengan Letnan Kolonel. Mereka bersama² merajakan hari tsb. dan minum untuk keselamatan Artileri dgn sebelah kaki diangkat keatas dan tangan kanan merangkul pundak teman. Pada malam itu „diadililah” pula perwira² baru jang kesalahannja hanja ........................ karena baru mendjadi corps perwira artileri dengan „djaksa” dan „hakim” jang mendjatuhkan hukuman „kedjam” jang membikin bulu tengkuk „orang luar” berdiri. Dan pada malam itu djuga dibukalah kesempatan untuk mengadakan koreksian kepada atasan dengan memberikan hadiah jang mempunjai arti simbolis, untuk menginsjafkan keteledorannja.
'''Siapa Santa Barbara.'''
Menurut tjeritanja, „Santa Barbara” itu adalah seorang sutji jang alim, anak dari seorang pedagang besar di Spanjol. Orang tuanja berniat mengawinkan anaknja itu dengan seorang pedagang, djuga untuk melandjutkan usaha dagangannja. Karena „Santa Barbara” memilih lebih baik hantjur lebur daripada kawin, maka dia dikurung diatas sebuah loteng dan terus dipaksa mengikuti kemauan orang tuanja. Pada suatu hari, oleh karena kesal dengan sikap penolakan Santa Barbara, si ajah naik ke atas loteng untuk menghukum anak jang tidak mau menurut kata orang tua tsb. dengan membawa sebilah pedang.
Pada saat si ajah hendak memenggal leher anaknja, terdjadilah suatu ledakan dengan api menjambar2 jang menjebabkan kematian si ajah, dan Santa Barbara sendiri lenjap setjara aneh dari tempat tsb. Suara ledakan jang menolong Santa Barbara dari paksaan orang tuanja itu, kemudian didjadikan lambang sebagai „Dewi Penolong” dan selandjutnja didjadikan hari artileri internasonal jang dirajakan dengan serentak setiap tgl. 4 Desember oleh beberapa kesatuan artileri didunia ini, karena ledakan jang menolong Santa Barbara tsb. terdjadi ada tgl. 4 Desember.
Dan hingga sekarang „Santa Barbara” dianggap sebagai „Dewi Pelindung” kes. Artileri dunia, dan dirajakan setiap tgl. 4 Desember ................................
{{Missing image}}
<small>''Dalam show jang sama, para peradjurit Zeni sedang berlomba memasang/memindah Djembatan².''</small><noinclude>{{rh|16}}</noinclude>
c6aag5ps3k0rtnft9winwo5ao8mb070
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/881
104
104264
294210
2026-05-13T12:35:19Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294210
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}}
{{c|<big><big><big><big>*</big></big></big></big>}}<br><br>
<small>''Persit Djakarta Raya telah memberikan bingkisan kepada Badan Penjalur Bantuan Garis Depan. Tampak Ibu Muskita sedang menjerahkan bingkisan dengan disaksikan oleh Ibu Rukmintu dan Ibu Nasution.''</small><br><br>
{{c|<big><big><big><big>*</big></big></big></big>}}
{{Missing image}}
{{c|<big><big><big><big>*</big></big></big></big>}}<br><br>
<small>''Bingkisan² jang akan segera dikirimkan kegaris depan.''</small><br><br>
{{c|<big><big><big><big>*</big></big></big></big>}}
{{Missing image}}
{{c|<big><big><big><big>*</big></big></big></big>}}<br><br>
<small>''Badan Penjalur Bantuan Garis Depan jang diketuai oleh Ibu Suryadarma bergambar bersama dengan anggota-anggotanja. Tampak bingkisan² jang telah dikumpulkan.''</small><br><br>
{{c|<big><big><big><big>*</big></big></big></big>}}<noinclude>{{rh|||27}}</noinclude>
mdn4cpxkzavjjdt8fkrz2iyz25766sd
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/888
104
104265
294220
2026-05-13T12:39:30Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294220
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}}
<small>''Pasukan Bn 501 sedang beristirahat sedjenak, sekedar untuk mengisi perut, setelah mendjalankan tugas operasi jang sangat berat.''</small>
reka melihat ada kebon kelapa, suatu tanda bahwa kampung telah dekat. Setiba mereka disebuah kebon kelapa segerlah mentjari siapa pemiliknja untuk minta idzin dapatnja memetik buah kelapa sekedar meringankan lapar dan haus. Disinilah letak kepribadian peradjurit kita, walaupun mereka itu telah beberapa hari mengalami kelaparan dan kehausan, taklah begitu sadja merusak milik orang atau meminta setjara paksa. Karena tindakan demikian, maka pemilik kebun merasa hormat dan bahkan bersedia mendjadi penundjuk djalan ketempat tudjuan.
Tempat ini disebut titik Serak. Dari titik Serak ini dimulailah persiapan penjerangan, dengan pedoman :
# Overrompeling terhadap perbentengan musuh, guna memperoleh pukulan moreel.
# Gerakan untuk mendapatkan basis dan bahan² makan.
# Pengusiran musuh dari kota Parigi terus ke Selatan.
# Memasuki/menduduki induk pasukan musuh di Toboli dan
# Menduduki Kebon Kopi.
Tanggal 23 Mei djam 1.00 Kie I/501 bergerak mengadakan serangan terhadap perkubuhan musuh jang berada di Pelawa. Kie III/501 bergerak ke djalan besar antara Pelawa dan Parigi dengan tugas mengadakan pengandangan terhadap pengunduran atau bantuan musuh.
Dengan berdjalan ± 4 djam tepat djam 05.00 mulailah Kie 501 mengadakan serangan setjara mendadak. Tembak menembak terdjadi dengan sengit. Walaupun musuh menggunakan sendjata modern dan menghambur-hamburkan peluru setjara royal, dengan gigih pasukan kita terus mendekat. Mereka tidak begitu sadja melepaskan tembakan kalau tidak pasti kena. Dan ...... rupa-rupanja sudah mendjadi pegangan peradjurit-peradjurit kita, untuk sedapat mungkin menjergap musuh dengan tidak usah menembak. Tjukup dengan bajonet. Inilah keberanian peradjurit 501 jang patut kita banggakan dan kita hormati.
Dan njatalah beberapa pasukan berhasil mendekati perlindungan senapan mesin. Walaupun demikian tidaklah mereka dengan segera menghantjurkan. Mereka masih memberi kesempatan kepada musuh agar menjerah. Tetapi rupa-rupanja musuh membandel. Terpaksalah pasukan kita mengambil tindakan, melemparkan granat kedalam perlindungan. Dan meledaklah granaat bersama-sama hantjurnja musuh. Kemudian pertempuran terus dilandjutkan keperbentengan-perbentengan lain dengan tidak mengenal maut. Achirnja musuh jang berada di Pelawa hantjur sama sekali. Djam 9.10 selesailah per-
{{Missing image}}
<small>''Pasukan² kita sedang menghadapi serangan-serangan jang membabi buta dari Permesta di km 14 dekat Kebonkopi. Hanja dengan modal ketabahan dan keuletan jang dimiliki peradjurit² kita, maka gerombolan Permesta dapat kita pukul mundur.''</small><noinclude>{{rh|34}}</noinclude>
igzru0sxcg21xz1udpe765y6qvw8r57
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/889
104
104266
294229
2026-05-13T12:42:55Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294229
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>tempuran. Dan djam 13.00 pasukan² kita kembali ke titik Serak. Dengan djatuhnja Pelawa ke tangan kita, musuh jang berada di Parigi gentar. Ternjata ketika pada tanggal 25 Mei pasukan kita menjerang Parigi, musuh telah meninggalkan Parigi. Parigi kita duduki tanpa ada perlawanan dan musuh melarikan diri ke Selatan kampung Olaja dan Dolago dengan kekuatan ± 177 orang. Pengedjaran terus dilakukan oleh Kie III/501 dan kie "P" dari Ba "R". Disini terdjadi tembak menembak dengan sengit, tetapi achirnja musuh melarikan ke kampung Namburu. Achirnja sekira djam 15.00 pasukan² kita mengadakan konsolidasi di Parigi.
Dengan djatuhnja Parigi dan Pelawa, musuh jang berada di Toboli dan Kebonkopi telah melarikan diri sebelum diserang. Suatu hal jang diluar dugaan. Disinilah dapat kita ukur betapa nilai bertempur dari pada pasukan² Permesta jang dengan lagak melalui radio mereka seakan sukar ditembus.
Pada tanggal 29 Mei, maka djatuhlah keseluruhan perbentengan musuh jang berada di Parigi — Toboli — Pelawa dan Kebonkopi.
Betapa gembiranja sambutan rakjat pada waktu itu dapat kita lukiskan disini. Berdujun-dujun mereka datang dari pengungsian sambil membawa makanan untuk diberikan kepada pasukan² kita. Mereka meletuskan segala perasaannja, bahkan ada jang menangis gembira. Seorang kakek² dengan terharu menjerahkan pisang goreng walaupun tak seberapa banjaknja. Seakan akan mereka itu menjambut kepada anak²nja jang baru datang. Kurang lengkaplah kiranja, kalau tidak diutarakan sekali berapa hasil pertempuran ini:
erugian kita:
2 orang luka² agak berat, 3 orang luka² ringan dan materieel tidak ada sama sekali.
Kerugian musuh:
51 orang mati, 2 orang kita tawan dan materieel 2 putjuk bren, 1 Mortier, 6 putjuk Sten
{{Missing image}}
<small>''Markas pasukan Permesta di Pelawa Sulawesi Tengah telah dapat kita hantjur-leburkan.''</small>
{{Missing image}}
<small>''Gambar tengah dan bawah : Berbagai djenis sendjata ringan-berat dan bermatjam peluru jang berganti telah dapat kita rampas.''</small>
{{Missing image}}<noinclude>{{rh|||35}}</noinclude>
j51k4wimhd41ehtyttwu6qgn2946cdi
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1015
104
104267
294242
2026-05-13T12:47:21Z
Ichi Ocha
26099
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '''Baru2 ini di Djakarta telah dilangsungkan Konperensi Dokter Angkatan Darat jang dihadiri oleh utusan dari daerah². '' {{rh|||(Foto Penad)}} dan mentjoba menghidupkan kembali tulang orang jang dikuburkan 30 tahun jang lampau. Memang kita tetap berhak mentjintai dan memadjukan suku atau daerah kita masing, tetapi kita harus mentjintainja dan memadjukannja dalam rangka kesatuan tanah-air Indonesia, jang tak bisa di-pisahkan. Pada tahun 1933 Id...
294242
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Ichi Ocha" /></noinclude>''Baru2 ini di Djakarta telah dilangsungkan Konperensi Dokter Angkatan Darat jang dihadiri oleh utusan dari daerah².
''
{{rh|||(Foto Penad)}}
dan mentjoba menghidupkan kembali tulang orang jang dikuburkan 30 tahun jang lampau.
Memang kita tetap berhak mentjintai dan memadjukan suku atau daerah kita masing, tetapi
kita harus mentjintainja dan memadjukannja dalam rangka kesatuan tanah-air Indonesia, jang tak bisa di-pisahkan.
Pada tahun 1933 Idee berbangsa, bertanah-air dan berbahasa satu itu meningkat lagi dengan timbulnja Idee Bernegara satu jang berbentuk Republik.
Untuk Idee itulah, jaitu Idee "Bangsa Indonsia bersatu dalam satu Negara Nasional jang berbentuk Republik Kesatuan, jang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945", dilakukanlah tindakan² kepahlawanan setjara massal semendjak 10 Nopem-
ber 1945.
Dan karena Idee itulah pula.
maka Negara Republik Indoesia
Serikat, jang didasarkan idee
provincialisme, idee insularisme
dan idee federalisme, jang telah
kita kubur 30 tahun jang lampau,
hanja dapat hidup 72 bulan, iba-
rat suatu tengkorak jang dihi-
dupkan dan didalangkan setjara
buatan atau kunstmatig".
Saudara sekalian.
Kita telah berhasil memulihkan
(Foto Penad).
kembali Negara Kesatuan Re-
publik Indonesia pada tanggal 17
Agustus 1950, jang tersusun ber-
dasarkan Undang Dasar Semen-
tara jang berlaku sampai seka
rang, tetapi Djiwa dan Semangat
dan Undang Dasar 1945 terasa
belum dipulihkan pula dengan
belum dipulihkan pula dengan
itu.
Oleh karena itu maka pasal
134 Undang2 Dasar Sementara
menentukan, supaja se-lekas²nja
ditetapkan "Undang Dasar Re-
publik Indonesia" jang akan
mengantikan Undang Dasar Se-
mentara itu.
Untuk itu maka dibentuklah
Konstituante ini, jang ber-sama²
dengan Pemerintah, se-lekas²nja
harus menetapkan "Undang2 Da-
sar Republik Indonesia" jang sa-
ja maksudkan tadi.
Pada upatjara pelantikan
Konstituante pada tanggal 10
Nopember 1956 itu saja menjam-
paikan beberapa pesanan kepada
Konstituante jang terhormat ini,
untuk dipergunakan dalam me-
nunaikan tugasnja menetapkan
nunaikan tugasnja menetapkan
"Undang Dasar Republik Indo-
nesia".
Pertama: Saja minta supa-
ja Saudara sebagai Anggauta"
Konstituante mendjadilah penjam-
bung-lidah jang setia daripada
80-85 djuta Rakjat Indonesia
jang telah berkorban dan mati,
jang tiap tahun pada tanggal 10
Nopember kita peringati.
-
Kedua Saja minta supaja
Konstituante ber-sama dengan
Pemerintah menetapkan suatu
"Undang Dasar Republik Indo-
nesia" jang sesuai dengan djiwa,
watak dan kepribadian Bangsa
Indonesia sendiri.
Kita dalam pada itu, tidak per-
lu menutup mata kepada dunia
sekeliling kita. Kita malahan se-
baliknja perlu mempeladjari pe-
ngalaman, ke-adaan, adjaran³
dan konstitusi di-negeri lain.
Tetapi segala sesuatu itu tidak
boleh mendorong kita menghasil-
kan suatu konstitusi jang hanja
merupakan satu "copy" belaka
daripada konstitusi asing. Sega-
la sesuatu dari luar-negeri itu ha-
njalah merupakan bahan2 sadja,
untuk menjempurnakan "Un-
dang Dasar Republik Indone-
sia", jang harus kita buat ber-
sama.
Bagi Bangsa Indonesia, jang
sedang ber-revolusi, Konstitusi
harus merupakan suatu Konstitu-
si Perdjoangan, jang memberikan
arah dan dinamik kepada Per
djoangan, jang merupakan suatu
manifestasi daripada geloranja
dan gegap-gempitanja Perdjo-
angan.
Bagi Bangsa Indonesia, jang
sedang merombak tata koloniai
jang mesum mendjadi tata nasio-
nal jang modern dan berba-
hagia, sebaiknja dibuatkanlah
suatu Konstitusi jang berdasar-
kan falsafah nasional, jang me-
ngenal apa jang saja namakan
pada waktu itu "demokrasi ter-
bimbing atau demokrasi terpim-
pin", disegala lapangan kenega-
raan dan disegala lapangan ke-
masja:akatan, disegala lapangan
Politik, disegala bidang2 militer,
disegala bidang2 sosial-ekonomi.
Ketiga: Saja minta dja-
nganlah Konstituante didjadikan
tempat berdebat ber-tele, suatu
medan pertempuran bagi partai²
atau pemimpin² politik.
Saja peringatkan pada itu wak-
tu, bahwa Konstituante bukan
gelanggang antithese, melainkan
badan untuk bersynthese.
Digitized by Google
5<noinclude></noinclude>
9wxes5opq43xfqje20hdyqgwivg9pvk
294268
294242
2026-05-13T12:53:37Z
Ichi Ocha
26099
/* Telah diuji baca */
294268
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>''Baru2 ini di Djakarta telah dilangsungkan Konperensi Dokter Angkatan Darat jang dihadiri oleh utusan dari daerah².
''
{{rh|||(Foto Penad)}}
dan mentjoba menghidupkan kembali tulang orang jang dikuburkan 30 tahun jang lampau.
Memang kita tetap berhak mentjintai dan memadjukan suku atau daerah kita masing, tetapi
kita harus mentjintainja dan memadjukannja dalam rangka kesatuan tanah-air Indonesia, jang tak bisa di-pisahkan.
Pada tahun 1933 Idee berbangsa, bertanah-air dan berbahasa satu itu meningkat lagi dengan timbulnja Idee Bernegara satu jang berbentuk Republik.
Untuk Idee itulah, jaitu Idee "Bangsa Indonsia bersatu dalam satu Negara Nasional jang berbentuk Republik Kesatuan, jang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945", dilakukanlah tindakan² kepahlawanan setjara massal semendjak 10 Nopem-
ber 1945.
Dan karena Idee itulah pula. maka Negara Republik Indoesia Serikat, jang didasarkan idee provincialisme, idee insularisme dan idee federalisme, jang telah kita kubur 30 tahun jang lampau, hanja dapat hidup 7½ bulan, ibarat suatu tengkorak jang dihidupkan dan didalangkan setjara
buatan atau ,,kunstmatig".
Saudara sekalian.
Kita telah berhasil memulihkan kembali Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1950, jang tersusun berdasarkan Undang Dasar Sementara jang berlaku sampai sekarang, tetapi Djiwa dan Semangat dan Undang Dasar 1945 terasa belum dipulihkan pula dengan belum dipulihkan pula dengan itu.
Oleh karena itu maka pasal 134 Undang2 Dasar Sementara menentukan, supaja se-lekas²nja ditetapkan "Undang Dasar Republik Indonesia" jang akan mengantikan Undang Dasar Sementara itu.
Untuk itu maka dibentuklah Konstituante ini, jang ber-sama² dengan Pemerintah, se-lekas²nja
harus menetapkan "Undang2 Dasar Republik Indonesia" jang saja maksudkan tadi.
Pada upatjara pelantikan Konstituante pada tanggal 10 Nopember 1956 itu saja menjampaikan beberapa pesanan kepada Konstituante jang terhormat ini, untuk dipergunakan dalam menunaikan tugasnja menetapkan "Undang Dasar Republik Indonesia".
Pertama: Saja minta supaja Saudara sebagai Anggauta" Konstituante mendjadilah penjambung lidah jang setia daripada 80-85 djuta Rakjat Indonesia jang telah berkorban dan mati,
jang tiap tahun pada tanggal 10 Nopember kita peringati.
Kedua Saja minta supaja Konstituante ber-sama dengan Pemerintah menetapkan suatu "Undang Dasar Republik Indonesia" jang sesuai dengan djiwa, watak dan kepribadian Bangsa Indonesia sendiri.
Kita dalam pada itu, tidak perlu menutup mata kepada dunia sekeliling kita. Kita malahan sebaliknja perlu mempeladjari pengalaman, ke-adaan, adjaran2 dan konstitusi di-negeri lain.
Tetapi segala sesuatu itu tidak boleh mendorong kita menghasilkan suatu konstitusi jang hanja merupakan satu "copy" belaka daripada konstitusi asing. Segala sesuatu dari luar-negeri itu hanjalah merupakan bahan2 sadja, untuk menjempurnakan "Undang Dasar Republik Indonesia", jang harus kita buat bersama.
Bagi Bangsa Indonesia, jang sedang ber-revolusi, Konstitusi harus merupakan suatu Konstitusi Perdjoangan, jang memberikan arah dan dinamik kepada Perdjoangan, jang merupakan suatu manifestasi daripada geloranja dan gegap gempitanja Perdjoangan.
Bagi Bangsa Indonesia, jang sedang merombak tata koloniai jang mesum mendjadi tata nasional jang modern dan berbahagia, sebaiknja dibuatkanlah suatu Konstitusi jang berdasarkan falsafah nasional, jang mengenal apa jang saja namakan pada waktu itu "demokrasi terbimbing atau demokrasi terpimpin", disegala lapangan kenega-
raan dan disegala lapangan kemasja:akatan, disegala lapangan Politik, disegala bidang2 militer, disegala bidang2 sosial-ekonomi.
Ketiga: Saja minta djanganlah Konstituante didjadikan tempat berdebat ber-tele, suatu medan pertempuran bagi partai² atau pemimpin² politik.
Saja peringatkan pada itu waktu, bahwa Konstituante bukan gelanggang antithese, melainkan badan untuk bersynthese.<noinclude>{{rh|||5}}</noinclude>
q9zn1n4gyi4mb2q5ewsoipiv5r1pgin
294272
294268
2026-05-13T12:54:45Z
Ichi Ocha
26099
294272
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>''Baru2 ini di Djakarta telah dilangsungkan Konperensi Dokter Angkatan Darat jang dihadiri oleh utusan dari daerah².
''
{{rh|||(Foto Penad)}}
dan mentjoba menghidupkan kembali tulang orang jang dikuburkan 30 tahun jang lampau.
Memang kita tetap berhak mentjintai dan memadjukan suku atau daerah kita masing, tetapi
kita harus mentjintainja dan memadjukannja dalam rangka kesatuan tanah-air Indonesia, jang tak bisa di-pisahkan.
Pada tahun 1933 Idee berbangsa, bertanah-air dan berbahasa satu itu meningkat lagi dengan timbulnja Idee Bernegara satu jang berbentuk Republik.
Untuk Idee itulah, jaitu Idee "Bangsa Indonsia bersatu dalam satu Negara Nasional jang berbentuk Republik Kesatuan, jang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945", dilakukanlah tindakan² kepahlawanan setjara massal semendjak 10 Nopem-
ber 1945.
Dan karena Idee itulah pula. maka Negara Republik Indoesia Serikat, jang didasarkan idee provincialisme, idee insularisme dan idee federalisme, jang telah kita kubur 30 tahun jang lampau, hanja dapat hidup 7½ bulan, ibarat suatu tengkorak jang dihidupkan dan didalangkan setjara
buatan atau ,,kunstmatig".
Saudara sekalian.
Kita telah berhasil memulihkan kembali Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1950, jang tersusun berdasarkan Undang Dasar Sementara jang berlaku sampai sekarang, tetapi Djiwa dan Semangat dan Undang Dasar 1945 terasa belum dipulihkan pula dengan belum dipulihkan pula dengan itu.
Oleh karena itu maka pasal 134 Undang2 Dasar Sementara menentukan, supaja se-lekas²nja ditetapkan "Undang Dasar Republik Indonesia" jang akan mengantikan Undang Dasar Sementara itu.
Untuk itu maka dibentuklah Konstituante ini, jang ber-sama² dengan Pemerintah, se-lekas²nja
harus menetapkan "Undang2 Dasar Republik Indonesia" jang saja maksudkan tadi.
Pada upatjara pelantikan Konstituante pada tanggal 10 Nopember 1956 itu saja menjampaikan beberapa pesanan kepada Konstituante jang terhormat ini, untuk dipergunakan dalam menunaikan tugasnja menetapkan "Undang Dasar Republik Indonesia".
Pertama: Saja minta supaja Saudara sebagai Anggauta" Konstituante mendjadilah penjambung lidah jang setia daripada 80-85 djuta Rakjat Indonesia jang telah berkorban dan mati,
jang tiap tahun pada tanggal 10 Nopember kita peringati.
Kedua Saja minta supaja Konstituante ber-sama dengan Pemerintah menetapkan suatu "Undang Dasar Republik Indonesia" jang sesuai dengan djiwa, watak dan kepribadian Bangsa Indonesia sendiri.
Kita dalam pada itu, tidak perlu menutup mata kepada dunia sekeliling kita. Kita malahan sebaliknja perlu mempeladjari pengalaman, ke-adaan, adjaran2 dan konstitusi di-negeri lain.
Tetapi segala sesuatu itu tidak boleh mendorong kita menghasilkan suatu konstitusi jang hanja merupakan satu "copy" belaka daripada konstitusi asing. Segala sesuatu dari luar-negeri itu hanjalah merupakan bahan2 sadja, untuk menjempurnakan "Undang Dasar Republik Indonesia", jang harus kita buat bersama.
Bagi Bangsa Indonesia, jang sedang ber-revolusi, Konstitusi harus merupakan suatu Konstitusi Perdjoangan, jang memberikan arah dan dinamik kepada Perdjoangan, jang merupakan suatu manifestasi daripada geloranja dan gegap gempitanja Perdjoangan.
Bagi Bangsa Indonesia, jang sedang merombak tata koloniai jang mesum mendjadi tata nasional jang modern dan berbahagia, sebaiknja dibuatkanlah suatu Konstitusi jang berdasarkan falsafah nasional, jang mengenal apa jang saja namakan pada waktu itu "demokrasi terbimbing atau demokrasi terpimpin", disegala lapangan kenegaraan dan disegala lapangan kemasjarakatan, disegala lapangan Politik, disegala bidang2 militer, disegala bidang2 sosial-ekonomi.
Ketiga: Saja minta djanganlah Konstituante didjadikan tempat berdebat ber-tele, suatu medan pertempuran bagi partai² atau pemimpin² politik.
Saja peringatkan pada itu waktu, bahwa Konstituante bukan gelanggang antithese, melainkan badan untuk bersynthese.<noinclude>{{rh|||5}}</noinclude>
fes229fidhp49t3nvp4jzj2tnjyq7of
294274
294272
2026-05-13T12:55:23Z
Ichi Ocha
26099
294274
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>''Baru2 ini di Djakarta telah dilangsungkan Konperensi Dokter Angkatan Darat jang dihadiri oleh utusan dari daerah².
''
{{rh|||(Foto Penad)}}
dan mentjoba menghidupkan kembali tulang orang jang dikuburkan 30 tahun jang lampau.
Memang kita tetap berhak mentjintai dan memadjukan suku atau daerah kita masing, tetapi
kita harus mentjintainja dan memadjukannja dalam rangka kesatuan tanah-air Indonesia, jang tak bisa di-pisahkan.
Pada tahun 1933 Idee berbangsa, bertanah-air dan berbahasa satu itu meningkat lagi dengan timbulnja Idee Bernegara satu jang berbentuk Republik.
Untuk Idee itulah, jaitu Idee "Bangsa Indonsia bersatu dalam satu Negara Nasional jang berbentuk Republik Kesatuan, jang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945", dilakukanlah tindakan² kepahlawanan setjara massal semendjak 10 Nopember 1945.
Dan karena Idee itulah pula. maka Negara Republik Indoesia Serikat, jang didasarkan idee provincialisme, idee insularisme dan idee federalisme, jang telah kita kubur 30 tahun jang lampau, hanja dapat hidup 7½ bulan, ibarat suatu tengkorak jang dihidupkan dan didalangkan setjara
buatan atau ,,kunstmatig".
Saudara sekalian.
Kita telah berhasil memulihkan kembali Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1950, jang tersusun berdasarkan Undang Dasar Sementara jang berlaku sampai sekarang, tetapi Djiwa dan Semangat dan Undang Dasar 1945 terasa belum dipulihkan pula dengan belum dipulihkan pula dengan itu.
Oleh karena itu maka pasal 134 Undang2 Dasar Sementara menentukan, supaja se-lekas²nja ditetapkan "Undang Dasar Republik Indonesia" jang akan mengantikan Undang Dasar Sementara itu.
Untuk itu maka dibentuklah Konstituante ini, jang ber-sama² dengan Pemerintah, se-lekas²nja
harus menetapkan "Undang2 Dasar Republik Indonesia" jang saja maksudkan tadi.
Pada upatjara pelantikan Konstituante pada tanggal 10 Nopember 1956 itu saja menjampaikan beberapa pesanan kepada Konstituante jang terhormat ini, untuk dipergunakan dalam menunaikan tugasnja menetapkan "Undang Dasar Republik Indonesia".
Pertama: Saja minta supaja Saudara sebagai Anggauta" Konstituante mendjadilah penjambung lidah jang setia daripada 80-85 djuta Rakjat Indonesia jang telah berkorban dan mati,
jang tiap tahun pada tanggal 10 Nopember kita peringati.
Kedua Saja minta supaja Konstituante ber-sama dengan Pemerintah menetapkan suatu "Undang Dasar Republik Indonesia" jang sesuai dengan djiwa, watak dan kepribadian Bangsa Indonesia sendiri.
Kita dalam pada itu, tidak perlu menutup mata kepada dunia sekeliling kita. Kita malahan sebaliknja perlu mempeladjari pengalaman, ke-adaan, adjaran2 dan konstitusi di-negeri lain.
Tetapi segala sesuatu itu tidak boleh mendorong kita menghasilkan suatu konstitusi jang hanja merupakan satu "copy" belaka daripada konstitusi asing. Segala sesuatu dari luar-negeri itu hanjalah merupakan bahan2 sadja, untuk menjempurnakan "Undang Dasar Republik Indonesia", jang harus kita buat bersama.
Bagi Bangsa Indonesia, jang sedang ber-revolusi, Konstitusi harus merupakan suatu Konstitusi Perdjoangan, jang memberikan arah dan dinamik kepada Perdjoangan, jang merupakan suatu manifestasi daripada geloranja dan gegap gempitanja Perdjoangan.
Bagi Bangsa Indonesia, jang sedang merombak tata koloniai jang mesum mendjadi tata nasional jang modern dan berbahagia, sebaiknja dibuatkanlah suatu Konstitusi jang berdasarkan falsafah nasional, jang mengenal apa jang saja namakan pada waktu itu "demokrasi terbimbing atau demokrasi terpimpin", disegala lapangan kenegaraan dan disegala lapangan kemasjarakatan, disegala lapangan Politik, disegala bidang2 militer, disegala bidang2 sosial-ekonomi.
Ketiga: Saja minta djanganlah Konstituante didjadikan tempat berdebat ber-tele, suatu medan pertempuran bagi partai² atau pemimpin² politik.
Saja peringatkan pada itu waktu, bahwa Konstituante bukan gelanggang antithese, melainkan badan untuk bersynthese.<noinclude>{{rh|||5}}</noinclude>
pf2uw9z0eha0h5aosrljpeo2g7tphek
294276
294274
2026-05-13T12:56:12Z
Ichi Ocha
26099
294276
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>{{missing image}}
''Baru2 ini di Djakarta telah dilangsungkan Konperensi Dokter Angkatan Darat jang dihadiri oleh utusan dari daerah².
''
{{rh|||(Foto Penad)}}
dan mentjoba menghidupkan kembali tulang orang jang dikuburkan 30 tahun jang lampau.
Memang kita tetap berhak mentjintai dan memadjukan suku atau daerah kita masing, tetapi
kita harus mentjintainja dan memadjukannja dalam rangka kesatuan tanah-air Indonesia, jang tak bisa di-pisahkan.
Pada tahun 1933 Idee berbangsa, bertanah-air dan berbahasa satu itu meningkat lagi dengan timbulnja Idee Bernegara satu jang berbentuk Republik.
Untuk Idee itulah, jaitu Idee "Bangsa Indonsia bersatu dalam satu Negara Nasional jang berbentuk Republik Kesatuan, jang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945", dilakukanlah tindakan² kepahlawanan setjara massal semendjak 10 Nopember 1945.
Dan karena Idee itulah pula. maka Negara Republik Indoesia Serikat, jang didasarkan idee provincialisme, idee insularisme dan idee federalisme, jang telah kita kubur 30 tahun jang lampau, hanja dapat hidup 7½ bulan, ibarat suatu tengkorak jang dihidupkan dan didalangkan setjara
buatan atau ,,kunstmatig".
Saudara sekalian.
Kita telah berhasil memulihkan kembali Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1950, jang tersusun berdasarkan Undang Dasar Sementara jang berlaku sampai sekarang, tetapi Djiwa dan Semangat dan Undang Dasar 1945 terasa belum dipulihkan pula dengan belum dipulihkan pula dengan itu.
Oleh karena itu maka pasal 134 Undang2 Dasar Sementara menentukan, supaja se-lekas²nja ditetapkan "Undang Dasar Republik Indonesia" jang akan mengantikan Undang Dasar Sementara itu.
Untuk itu maka dibentuklah Konstituante ini, jang ber-sama² dengan Pemerintah, se-lekas²nja
harus menetapkan "Undang2 Dasar Republik Indonesia" jang saja maksudkan tadi.
Pada upatjara pelantikan Konstituante pada tanggal 10 Nopember 1956 itu saja menjampaikan beberapa pesanan kepada Konstituante jang terhormat ini, untuk dipergunakan dalam menunaikan tugasnja menetapkan "Undang Dasar Republik Indonesia".
Pertama: Saja minta supaja Saudara sebagai Anggauta" Konstituante mendjadilah penjambung lidah jang setia daripada 80-85 djuta Rakjat Indonesia jang telah berkorban dan mati,
jang tiap tahun pada tanggal 10 Nopember kita peringati.
Kedua Saja minta supaja Konstituante ber-sama dengan Pemerintah menetapkan suatu "Undang Dasar Republik Indonesia" jang sesuai dengan djiwa, watak dan kepribadian Bangsa Indonesia sendiri.
Kita dalam pada itu, tidak perlu menutup mata kepada dunia sekeliling kita. Kita malahan sebaliknja perlu mempeladjari pengalaman, ke-adaan, adjaran2 dan konstitusi di-negeri lain.
Tetapi segala sesuatu itu tidak boleh mendorong kita menghasilkan suatu konstitusi jang hanja merupakan satu "copy" belaka daripada konstitusi asing. Segala sesuatu dari luar-negeri itu hanjalah merupakan bahan2 sadja, untuk menjempurnakan "Undang Dasar Republik Indonesia", jang harus kita buat bersama.
Bagi Bangsa Indonesia, jang sedang ber-revolusi, Konstitusi harus merupakan suatu Konstitusi Perdjoangan, jang memberikan arah dan dinamik kepada Perdjoangan, jang merupakan suatu manifestasi daripada geloranja dan gegap gempitanja Perdjoangan.
Bagi Bangsa Indonesia, jang sedang merombak tata koloniai jang mesum mendjadi tata nasional jang modern dan berbahagia, sebaiknja dibuatkanlah suatu Konstitusi jang berdasarkan falsafah nasional, jang mengenal apa jang saja namakan pada waktu itu "demokrasi terbimbing atau demokrasi terpimpin", disegala lapangan kenegaraan dan disegala lapangan kemasjarakatan, disegala lapangan Politik, disegala bidang2 militer, disegala bidang2 sosial-ekonomi.
Ketiga: Saja minta djanganlah Konstituante didjadikan tempat berdebat ber-tele, suatu medan pertempuran bagi partai² atau pemimpin² politik.
Saja peringatkan pada itu waktu, bahwa Konstituante bukan gelanggang antithese, melainkan badan untuk bersynthese.<noinclude>{{rh|||5}}</noinclude>
tl8h0zrh0wy13aqz5yq8fjep11dbe6q
294280
294276
2026-05-13T12:57:09Z
Ichi Ocha
26099
294280
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>{{missing image}}
''Baru2 ini di Djakarta telah dilangsungkan Konperensi Dokter Angkatan Darat jang dihadiri oleh utusan dari daerah².
''
{{rh|||(Foto Penad)}}
dan mentjoba menghidupkan kembali tulang orang jang dikuburkan 30 tahun jang lampau.
Memang kita tetap berhak mentjintai dan memadjukan suku atau daerah kita masing, tetapi
kita harus mentjintainja dan memadjukannja dalam rangka kesatuan tanah-air Indonesia, jang tak bisa di-pisahkan.
Pada tahun 1933 Idee berbangsa, bertanah-air dan berbahasa satu itu meningkat lagi dengan timbulnja Idee Bernegara satu jang berbentuk Republik.
Untuk Idee itulah, jaitu Idee "Bangsa Indonsia bersatu dalam satu Negara Nasional jang berbentuk Republik Kesatuan, jang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945", dilakukanlah tindakan² kepahlawanan setjara massal semendjak 10 Nopember 1945.
Dan karena Idee itulah pula. maka Negara Republik Indoesia Serikat, jang didasarkan idee provincialisme, idee insularisme dan idee federalisme, jang telah kita kubur 30 tahun jang lampau, hanja dapat hidup 7½ bulan, ibarat suatu tengkorak jang dihidupkan dan didalangkan setjara
buatan atau ,,kunstmatig".
Saudara sekalian.
Kita telah berhasil memulihkan kembali Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1950, jang tersusun berdasarkan Undang Dasar Sementara jang berlaku sampai sekarang, tetapi Djiwa dan Semangat dan Undang Dasar 1945 terasa belum dipulihkan pula dengan belum dipulihkan pula dengan itu.
Oleh karena itu maka pasal 134 Undang2 Dasar Sementara menentukan, supaja se-lekas²nja ditetapkan "Undang Dasar Republik Indonesia" jang akan mengantikan Undang Dasar Sementara itu.
Untuk itu maka dibentuklah Konstituante ini, jang ber-sama² dengan Pemerintah, se-lekas²nja
harus menetapkan "Undang2 Dasar Republik Indonesia" jang saja maksudkan tadi.
Pada upatjara pelantikan Konstituante pada tanggal 10 Nopember 1956 itu saja menjampaikan beberapa pesanan kepada Konstituante jang terhormat ini, untuk dipergunakan dalam menunaikan tugasnja menetapkan "Undang Dasar Republik Indonesia".
Pertama: Saja minta supaja Saudara sebagai Anggauta" Konstituante mendjadilah penjambung lidah jang setia daripada 80-85 djuta Rakjat Indonesia jang telah berkorban dan mati,
jang tiap tahun pada tanggal 10 Nopember kita peringati.
Kedua Saja minta supaja Konstituante ber-sama dengan Pemerintah menetapkan suatu "Undang Dasar Republik Indonesia" jang sesuai dengan djiwa, watak dan kepribadian Bangsa Indonesia sendiri.
Kita dalam pada itu, tidak perlu menutup mata kepada dunia sekeliling kita. Kita malahan sebaliknja perlu mempeladjari pengalaman, keadaan, adjaran2 dan konstitusi di negeri lain.
Tetapi segala sesuatu itu tidak boleh mendorong kita menghasilkan suatu konstitusi jang hanja merupakan satu "copy" belaka daripada konstitusi asing. Segala sesuatu dari luar-negeri itu hanjalah merupakan bahan2 sadja, untuk menjempurnakan "Undang Dasar Republik Indonesia", jang harus kita buat bersama.
Bagi Bangsa Indonesia, jang sedang ber-revolusi, Konstitusi harus merupakan suatu Konstitusi Perdjoangan, jang memberikan arah dan dinamik kepada Perdjoangan, jang merupakan suatu manifestasi daripada geloranja dan gegap gempitanja Perdjoangan.
Bagi Bangsa Indonesia, jang sedang merombak tata koloniai jang mesum mendjadi tata nasional jang modern dan berbahagia, sebaiknja dibuatkanlah suatu Konstitusi jang berdasarkan falsafah nasional, jang mengenal apa jang saja namakan pada waktu itu "demokrasi terbimbing atau demokrasi terpimpin", disegala lapangan kenegaraan dan disegala lapangan kemasjarakatan, disegala lapangan Politik, disegala bidang2 militer, disegala bidang2 sosial-ekonomi.
Ketiga: Saja minta djanganlah Konstituante didjadikan tempat berdebat ber-tele, suatu medan pertempuran bagi partai² atau pemimpin² politik.
Saja peringatkan pada itu waktu, bahwa Konstituante bukan gelanggang antithese, melainkan badan untuk bersynthese.<noinclude>{{rh|||5}}</noinclude>
bnhuif6qobj10493iz6l1xlt844ja73
294285
294280
2026-05-13T12:57:38Z
Ichi Ocha
26099
294285
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>{{missing image}}
''Baru2 ini di Djakarta telah dilangsungkan Konperensi² Dokter Angkatan Darat jang dihadiri oleh utusan dari daerah².
''
{{rh|||(Foto Penad)}}
dan mentjoba menghidupkan kembali tulang orang jang dikuburkan 30 tahun jang lampau.
Memang kita tetap berhak mentjintai dan memadjukan suku atau daerah kita masing, tetapi
kita harus mentjintainja dan memadjukannja dalam rangka kesatuan tanah-air Indonesia, jang tak bisa di-pisahkan.
Pada tahun 1933 Idee berbangsa, bertanah-air dan berbahasa satu itu meningkat lagi dengan timbulnja Idee Bernegara satu jang berbentuk Republik.
Untuk Idee itulah, jaitu Idee "Bangsa Indonsia bersatu dalam satu Negara Nasional jang berbentuk Republik Kesatuan, jang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945", dilakukanlah tindakan² kepahlawanan setjara massal semendjak 10 Nopember 1945.
Dan karena Idee itulah pula. maka Negara Republik Indoesia Serikat, jang didasarkan idee provincialisme, idee insularisme dan idee federalisme, jang telah kita kubur 30 tahun jang lampau, hanja dapat hidup 7½ bulan, ibarat suatu tengkorak jang dihidupkan dan didalangkan setjara
buatan atau ,,kunstmatig".
Saudara sekalian.
Kita telah berhasil memulihkan kembali Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1950, jang tersusun berdasarkan Undang Dasar Sementara jang berlaku sampai sekarang, tetapi Djiwa dan Semangat dan Undang Dasar 1945 terasa belum dipulihkan pula dengan belum dipulihkan pula dengan itu.
Oleh karena itu maka pasal 134 Undang2 Dasar Sementara menentukan, supaja se-lekas²nja ditetapkan "Undang Dasar Republik Indonesia" jang akan mengantikan Undang Dasar Sementara itu.
Untuk itu maka dibentuklah Konstituante ini, jang ber-sama² dengan Pemerintah, se-lekas²nja
harus menetapkan "Undang2 Dasar Republik Indonesia" jang saja maksudkan tadi.
Pada upatjara pelantikan Konstituante pada tanggal 10 Nopember 1956 itu saja menjampaikan beberapa pesanan kepada Konstituante jang terhormat ini, untuk dipergunakan dalam menunaikan tugasnja menetapkan "Undang Dasar Republik Indonesia".
Pertama: Saja minta supaja Saudara sebagai Anggauta" Konstituante mendjadilah penjambung lidah jang setia daripada 80-85 djuta Rakjat Indonesia jang telah berkorban dan mati,
jang tiap tahun pada tanggal 10 Nopember kita peringati.
Kedua Saja minta supaja Konstituante ber-sama dengan Pemerintah menetapkan suatu "Undang Dasar Republik Indonesia" jang sesuai dengan djiwa, watak dan kepribadian Bangsa Indonesia sendiri.
Kita dalam pada itu, tidak perlu menutup mata kepada dunia sekeliling kita. Kita malahan sebaliknja perlu mempeladjari pengalaman, keadaan, adjaran2 dan konstitusi di negeri lain.
Tetapi segala sesuatu itu tidak boleh mendorong kita menghasilkan suatu konstitusi jang hanja merupakan satu "copy" belaka daripada konstitusi asing. Segala sesuatu dari luar-negeri itu hanjalah merupakan bahan2 sadja, untuk menjempurnakan "Undang Dasar Republik Indonesia", jang harus kita buat bersama.
Bagi Bangsa Indonesia, jang sedang ber-revolusi, Konstitusi harus merupakan suatu Konstitusi Perdjoangan, jang memberikan arah dan dinamik kepada Perdjoangan, jang merupakan suatu manifestasi daripada geloranja dan gegap gempitanja Perdjoangan.
Bagi Bangsa Indonesia, jang sedang merombak tata koloniai jang mesum mendjadi tata nasional jang modern dan berbahagia, sebaiknja dibuatkanlah suatu Konstitusi jang berdasarkan falsafah nasional, jang mengenal apa jang saja namakan pada waktu itu "demokrasi terbimbing atau demokrasi terpimpin", disegala lapangan kenegaraan dan disegala lapangan kemasjarakatan, disegala lapangan Politik, disegala bidang2 militer, disegala bidang2 sosial-ekonomi.
Ketiga: Saja minta djanganlah Konstituante didjadikan tempat berdebat ber-tele, suatu medan pertempuran bagi partai² atau pemimpin² politik.
Saja peringatkan pada itu waktu, bahwa Konstituante bukan gelanggang antithese, melainkan badan untuk bersynthese.<noinclude>{{rh|||5}}</noinclude>
53n525e464txb3rjabrcb5a8k378mo0
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/906
104
104268
294244
2026-05-13T12:47:39Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294244
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><big>'''IN MEMORIAM:'''</big>
{{c|<big><big><big>'''Djendral Sudirman & Perdjuangan'''</big></big></big>}}
{{Missing image}}
<small>''Pada tanggal 29 Djanuari, bertepatan dengan hari wafatnja Alm. Djenderal Sudirman, Di Sitihinggil Djokjakarta telah dilangsungkan upatjara pemberian Bintang Gerilja. Tampak Bu Dirman, Bu Ruswo, Bu Suryokusumo dengan diiringi oleh Sri Sultan tengah turun dari Sitihinggil.''</small>
Tentang riwajat hidup Djendral Besar Soedirman kiranja tiap-tiap putera Indonesia, terutama masjarakat Djawa Tengah, tidaklah asing lagi.
Kita mengenal Almarhum Djendral Besar Soedirman, dalam perdjuangannja sebagai Bapak TNI.
'''Pada masa permulaan Revolusi.'''
Almarhum adalah suatu „persoonlijkheid”, suatu pendjelmaan kesatuan tentara, hal mana tidak mudah didapatnja dalam sedjarah keperadjuritan. Sedjarah Soedirman adalah pula sedjarah kebangsaan rakjat Indonesia jang sedjak 17 Agustus telah menemui diri-pribadinja kembali.
Proklamasi kemerdekaan membawa Soedirman di-tengah² kantjah perdjuangan, dalam mana almarhum berkesempatan memperkembangkan sifat keperadjuritannja. Proklamasi Kemerdekaan itu adalah satu detik dari sedjarah Indonesia jang memungkinkan lahirnja negara Indonesia Merdeka, jang memberi rintisan djalan hidup kepada almarhum Soedirman guna mengisinja dan menghiasinja dengan tenaga dan djasanja.
'''Soedirman sebagai organisator tentara.'''
Dalam tugasnja selaku pemimpin tentara, almarhum Soedirman berhadapan dengan bermatjam² sifat ketentaraan, berhadapan dengan corp perwira jang berasal dari pelbagai matjam pendidikan, tetapi almarhum Soedirman selaku opsir tinggi, bekas daidancho, dapat mengambil djalan tengah sehingga perimbangan suasana dapat terdjamin.
Hasilnja ialah, corps ini dapat merupakan suatu front kesatuan jang teguh dan sentausa, dapat menggembleng suatu corpsgeest jang bersemangat hadja tempaan guna menghadapi lawan, ini sungguh suatu djasa kepada Republik Proklamasi kita.
'''Soedirman dalam lingkungan masjarakat.'''
Pertahanan jang dilaksanakan oleh Angkatan Perang kita adalah pertahanan jang diselenggarakan oleh rakjat, oleh negara, oleh masjarakat Indonesia seluruhnja. Maka oleh karena itu pertahanan kita disebut sebagai „pertahanan rakjat totaliter” atau „total people defense”. Persatuan rakjat dan tentara seperti tergambar dalam sistem pertahanan kita itu adalah hasil kemahiran almarhum Soedirman sebagai koordinator dari pada segala kekuatan jang ada dalam masjarakat kita. Ini bukanlah pekerdjaan seorang Djendral, melainkan semata-mata kewadjiban seorang pemimpin rakjat, pemimpin negara.
Namun demikian almarhum Djendral Soedirman mempersatupadukan segala kekuatan jang ada pada kita dalam rangka pertahanan negara.
'''Soedirman di-tengahnja pergolakan politik.'''
Almarhum Soedirman adalah seorang patriot, seorang peradjurit, seorang pelindung masjarakat dan seorang alim, jang bertudjuan mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negara Republik Indonesia, jang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945 atas nama seluruh rakjat Indonesia. Ideologi politik Soedirman adalah ideologi Republik Proklamasi jang berdasarkan Pantjasila.
'''Soedirman sebagai manusia.'''
Pendiriannja terhadap soal kepertjaan dan Ketuhanan sangat luas dan pendirian inilah jang dipentingkan pada saat-saat seorang<noinclude>{{rh|4}}</noinclude>
flqa3585m3t9jc30ezqr386xdonjeiz
Halaman:Sawatoe Penghantar bagi orang jang membatja.djvu/85
104
104269
294247
2026-05-13T12:48:51Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294247
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||— 7 —}}</noinclude>
membantoe akan iman, jang sekali soedah diserahken kepada segala orang tsaleh, sebab banjak kedjahatan dan poeter-balik telah masok antara orang-orang mesehi, dengan mentjela barang jang tiada ija mengarti, katanja lagi ''Peliharakenlah dirimoe dalam pengasehan Allah'', ''sambel menantiken rahmat'' Toehan kita JESOES KRISTOES bagi ''kehidoepan jang kekal''.
{{rh||— 7 —}}
{{rh||WAHI JANG KEPADA JAHJA.}}
Maka alamat soerat ini adalah dalam ajat pertama, jang tersoerat „Wahi JESOES KRISTOES, jang telak dikaroenijaken Allah kepada Jahja.“
Maka kitab ini dikarangken oleh JAHJA pada waktoе diboewangken
dija di poelau РАTMOS, akan menoendjoek segala perkara-perkara mesehi jang soenggoeh-soenggoeh akan djadi, karena adalah ditjeriteraken daripada hal Allah dan perkara sorga, akan hal tempat rahmat, dan Kemoeliaän Peneboes, akan hal kaum dan keoentoengannja, dan akan kedjahatan dan kebinasaän moesoeh-moesoeh Toehan.
Adalah toedjoeh soerat kepada djemaät mesehi, akan hal sesawatoe
djemaät, disampeikennja kepada pemerentah gredja, jang diseboet ''melaikat sidang djemaät'', jaitoe:
<ol type="1" start="1">
<li>Soerat kepada djemaät mesehi di {{sp|Efesoes}} (fatsal II: 1-7).</li>
<li>Soerat kepada djemaät mesehi di {{sp|Smirna}} (fatsal II: 8-11).</li>
<li>Soerat kepada djemaät mesehi di Pergamoes (fatsal II: 12-17).</li>
<li>Soerat kepada djemaät mesehi di Tiatira (fatsal II: 18-29).</li>
<li>Soerat kepada djemaät mesehi di Sardis (fatsal II: 1-6).</li>
<li>Soerat kepada djemaät mesehi di Filadelfia (fatsal II: 7-13).</li>
<li>Soerat kepada djemaät mesehi di Laodisea (fatsal II: 14-22).</li>
</ol>
Maka pada kesoedahan tijap-tijap Soerat dipinta: ''hendaklah di dengarnja barang jang dikataken oleh Roh kepada sidang djemaät itoe''. Sebab itoe djanganlah kata {{sp|Wahi}} ini terlaloe gelap akan mengerti, maka boekan roh manoesija dapat mengerti; tetapi Rohoelkoeddoes djoega, djika dipinta pertoeloengannja; karena sabarang apa dalam alkitab tiada tersemboenji pada kita; djika demikijan apa goenanja disoeratken dija bagi kita. Dahoeloe daripada saorang membatja alkitab, patoetlah dipinta pertoeloengan Roh itoc. Maka ingatlah djoega, bahoewa dilarang, djangan barang orang menambahi atau mengoerangi akan. perkataan ini, karena bela besar akan kena dija, atau diroegiken bahagiannja daripada Kitab-alhajat itoe.
{{rh||———————————}}<noinclude></noinclude>
30pw9qccaqfharxmt1b9norw0k7whyu
294252
294247
2026-05-13T12:50:03Z
Upiak Ituih
27011
294252
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||— 77 —}}</noinclude>
membantoe akan iman, jang sekali soedah diserahken kepada segala orang tsaleh, sebab banjak kedjahatan dan poeter-balik telah masok antara orang-orang mesehi, dengan mentjela barang jang tiada ija mengarti, katanja lagi ''Peliharakenlah dirimoe dalam pengasehan Allah'', ''sambel menantiken rahmat'' Toehan kita JESOES KRISTOES bagi ''kehidoepan jang kekal''.
{{rh||— " —}}
{{rh||WAHI JANG KEPADA JAHJA.}}
Maka alamat soerat ini adalah dalam ajat pertama, jang tersoerat „Wahi JESOES KRISTOES, jang telak dikaroenijaken Allah kepada Jahja.“
Maka kitab ini dikarangken oleh JAHJA pada waktoе diboewangken
dija di poelau РАTMOS, akan menoendjoek segala perkara-perkara mesehi jang soenggoeh-soenggoeh akan djadi, karena adalah ditjeriteraken daripada hal Allah dan perkara sorga, akan hal tempat rahmat, dan Kemoeliaän Peneboes, akan hal kaum dan keoentoengannja, dan akan kedjahatan dan kebinasaän moesoeh-moesoeh Toehan.
Adalah toedjoeh soerat kepada djemaät mesehi, akan hal sesawatoe
djemaät, disampeikennja kepada pemerentah gredja, jang diseboet ''melaikat sidang djemaät'', jaitoe:
<ol type="1" start="1">
<li>Soerat kepada djemaät mesehi di {{sp|Efesoes}} (fatsal II: 1-7).</li>
<li>Soerat kepada djemaät mesehi di {{sp|Smirna}} (fatsal II: 8-11).</li>
<li>Soerat kepada djemaät mesehi di Pergamoes (fatsal II: 12-17).</li>
<li>Soerat kepada djemaät mesehi di Tiatira (fatsal II: 18-29).</li>
<li>Soerat kepada djemaät mesehi di Sardis (fatsal II: 1-6).</li>
<li>Soerat kepada djemaät mesehi di Filadelfia (fatsal II: 7-13).</li>
<li>Soerat kepada djemaät mesehi di Laodisea (fatsal II: 14-22).</li>
</ol>
Maka pada kesoedahan tijap-tijap Soerat dipinta: ''hendaklah di dengarnja barang jang dikataken oleh Roh kepada sidang djemaät itoe''. Sebab itoe djanganlah kata {{sp|Wahi}} ini terlaloe gelap akan mengerti, maka boekan roh manoesija dapat mengerti; tetapi Rohoelkoeddoes djoega, djika dipinta pertoeloengannja; karena sabarang apa dalam alkitab tiada tersemboenji pada kita; djika demikijan apa goenanja disoeratken dija bagi kita. Dahoeloe daripada saorang membatja alkitab, patoetlah dipinta pertoeloengan Roh itoc. Maka ingatlah djoega, bahoewa dilarang, djangan barang orang menambahi atau mengoerangi akan. perkataan ini, karena bela besar akan kena dija, atau diroegiken bahagiannja daripada Kitab-alhajat itoe.
{{rh||———————————}}<noinclude></noinclude>
qz90ezv1ao3kc5999goa6vp3kiqcb0b
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/907
104
104270
294257
2026-05-13T12:50:58Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294257
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>pemimpin menghadapi bahaja maut. Hal ini diperkuat pula oleh pengalaman sedjarah peperangan, terutama jang ada sangkut-pautnja dengan peristiwa keagamaan. Sebagai orang berumah tangga, Soedirman memperlihatkan budi serta tingkah laku jang sewadjarnja: bersahadja dan sederhana akan tetapi penuh sopan santun.
'''Soedirman dalam kisah gerilja terhadap agresi Belanda ke II.'''
Dalam keadaan sakit setelah dirawat dirumah sakit Pantirapih, almarhum Soedirman menetapkan kepada anak buahnja akan melakukan siasat perang gerilja.
Sebagaimana umum mengetahui, almarhum Djendral Besar Soedirman dalam keadaan sakit itu memimpin geriljanja bukan sadja dari satu tempat melainkan berpindah-pindah menurut keadaan dari satu tempat kelain tempat.
Almarhum Soedirman melalui djarak jang beratus-ratus kilometer, namun demikian pada wadjah beliau memantjar semangat jang menjala-njala, wadjah berkemerah-merahan jang selalu mendjadi pendorong bagi anak buahnja untuk meneruskan perdjuangannja.
Dengan ketentuan jang telah diambilnja, almarhum Soedirman terus melakukan siasatnja memimpin pertempuran dan senantiasa memelihara perhubungan dengan pemerintah darurat R.I. di Sumatera.
Pikiran almarhum Soedirman tidak hanja ditjurahkan kepada soal pertahanan militer terhadap tentara musuh, melainkan djuga ditudjukan kearah mempertahankan politik pertahanan negara Republik Indonesia, baik setjara langsung berhubungan dengan pusat pemerintahan, maupun setjara berunding dengan para menteri² jang ikut serta bergerilja. Beliau masih dalam keadaan sakit, akan tetapi beliau tetap awas dan waspada. Sangat beratlah tugas kewadjibannja, akan tetapi lebih beratlah mendjundjung tinggi kehormatannja sebagai peradjurit, pelindung rakjat, jang harus dibebaskan dari genggaman dan teror tentara musuh.
Perdjuangan rakjat achirnja mendapat kemenangan gilang gemilang; pada tanggal 7 Mei 1949 tertjapailah persetudjuan Roem-Van Royen jang memberi kesempatan baik untuk memperkembangkan keaktipan dalam lapangan diplomasi. Hasil pertama
{{Missing image}}
<small>''Gbr. atas:''<br>
''Setelah upatjara selesai, KSAD Letn. Djend. A.H. Nasution berziarah ke Makam Pahlawan Semaki. Tampak beliau tengah meletakkan karangan bunga dinisan para Pahlawan.''<br>
<br>
''Gbr. tengah:''<br>
''Djuga Sri Sultan Hamengku Buwono IX berkenan menaburkan bunga diperistirahatann abadi Djenderal Sudirman.''<br>
<br>
''Gbr. bawah:''<br>
''Pun tidak ketinggalan K. Puspen AD Major Harsono dan para Pa EAD untuk menaburkan bunga di Nisan Bapak TNI kita.''</small><noinclude>{{rh|||5}}</noinclude>
q9v4clvuau1ddg9j2aj05cnw6qltnff
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/908
104
104271
294269
2026-05-13T12:53:41Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294269
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}}
<small>''Dalam gambar tampak, Bu Dirman, Bu Kusno dan Ibu Surjosumarno telah menerima tanda penghargaan Bintang Gerilja, jang disampaikan sendiri oleh Presiden Soekarno.''</small>
{{Missing image}}
<small>''Dalam upatjara jg. penuh chidmat, tampak Presiden Soekarno tengah menjematkan Bintang Gerilja kepada Bu Kusno.''</small>
dari persetudjuan itu ialah kembalinja pemerintah pusat di Djokjakarta pada tanggal 30 Djuni 1949. Pada saat itu almarhum Soedirman masih ada dipegunungan ditengah-tengah daerah gerilja; oleh pemerintah Belanda dipanggil dan pada tempat dan hari jang ditentukan Soedirman bertolak ke Djokja. Soedirman dengan pengawalnja tiba di Ibu-Kota dan tiada ragu-ragu dengan pakaian hitam, kain kepala hitam dan memakai mantel tebal, beliau menudju ke istana presiden Soekarno, Panglima Tertinggi Angkatan Perang Republik Indonesia.
Dengan singkat beliau menjampaikan laporannja dan beliau menjelesaikan perintah dari Panglima Tertinggi APRI. Soedirman telah menunaikan tugasnja sebagai peradjurit. Ia kembali lagi ditengah-tengah keluarga, dalam suasana rumah tangga. Ia gembira hidup lagi sebagai manusia biasa, akan tetapi kiranja merasa sedih apabila teringat pada nasib anak buahnja jang masih terlibat dalam pertempuran.
Mungkin oleh karena itulah, Soedirman djatuh sakit lagi, ia diangkut lagi kerumah sakit Panti-rapih. Ia harus dirawat lagi, mula-mula dirumahnja, kemudian dipandang perlu dipindahkan di Magelang jang lebih sedjuk alam-hawanja. Dalam keadaan demikian itu, ia senantiasa mengikuti perkembangan politik dan diplomasi antara Indonesia dan Nederland jang memuntjak pada Konperensi Medja Bundar di Den Haag dan berhasil Penjerahan Kedaulatan pada tgl. 27 Nopember 1949.
Tertjapailah tjita² sebagian besar dari Soedirman. Dan kiranja inilah jang dinanti-nanti oleh Soedirman sebelum ia meninggalkan dunia jang fana ini. Meskipun raganja telah hantjur, djiwa Soedirman tetap tinggal abadi, tetap mendjadi penjuluh dan pedoman bagi tiap² peradjurit Indonesia. Hendaknja sebagai isjarat selama-lamanja.
{{c| [[Pengguna:Link PB|Link PB]] ([[Pembicaraan Pengguna:Link PB|bicara]]) 13 Mei 2026 12.53 (UTC) }}<noinclude>{{rh|6}}</noinclude>
tr8bom1molkroud24iihf82bitosfta
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/909
104
104272
294290
2026-05-13T12:58:17Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294290
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>
<big><big>SRI SULTAN, MENDAPAT</big></big>
<big><big><big><big><big>„BINTANG GERILJA“</big></big></big></big></big>
</center>
{{right|SEPI ING PAMRIH,}}
{{right|RAME ING GAWE.}}
{{Missing image}}
'''Riwayat Hidup Sri Sultan Hamengku Buwono IX.'''
Mengenal sedjarah Revolusi Bangsa Indonesia, berarti pula mengenal riwayat perdjuangan Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Nama atau figuur Sri Sultan, seperti halnja djuga dengan pemimpin² kita lainnja seperti Bung Karno, Bung Hatta dan lain-lain, tidak dapat dipisah-pisahkan dari Sedjarah Revolusi Indonesia. Tiap putera Indonesia mengenal Sri Sultan Hamengku Buwono IX akan perdjuangan²-nja dalam mempertahankan kemerdekaan tanah-airnja.
'''Pada permulaan revolusi.'''
Sebagaimana umumnja dialami oleh putera² Indonesia, pentjetusan Revolusi Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia pada 17 Agustus 1945, membuka kesempatan dan djalan jang seluas-luasnja untuk memperlihatkan kepribadiannja. Apa jang masih terpendam pada waktu sebelum Revolusi, sedjak saat itu nampaklah "pamor" pada putera² Indonesia. Demikianlah pula halnja dengan Sri Sultan, jang oleh rakjat Indonesia hanja dikenal didaerahnja sendiri sadja, sedjak permulaan Revolusi mendjadi semakin harum diseluruh wilajah Republik Indonesia. Djasa-djasa Sri Sultan jang menghiasi sedjarah Indonesia adalah berkat Proklamasi Kemerdekaan, kepribadiannja jang semula baru dikenal oleh lingkungannja sendiri jang sangat terbatas itu, meluas keseluruh Tanah Air.
'''Dalam lingkungan masjarakat.'''
Sri Sultan dalam lingkungan masjarakat adalah seorang peramah jang dapat menempatkan diri sesuai dengan lingkungannja serta dapat bergaul dengan segala lapisan. Selaku Kepala Daerah Istimewa beliau sangat menaruh perhatian kepada kemadjuan daerah dan rakjatnja. Beliau adalah suatu lambang kesatuan dan persatuan dari rakjat diwilajahnja. Tidak mengherankan, apabila beliau pernah menjatakan kepada seorang wartawan: "Djika bukan untuk negaraku, aku sudah lama pergi" (Als het niet voor mijn land is dan ben ik al lang weggegaan).
'''Di-tengah² pergolakan politik.'''
Sri Sultan bukanlah seorang jang berpartai. Apabila beliau duduk didalam salah satu kabinet, maka pilihan itu bukanlah karena dukungan sesuatu partai atau aliran, melainkan karena sifat kepribadiannja jang oleh pemerintah dianggap tepat untuk melaksanakan program kabinet. Beliau adalah seorang jang berdisiplin dan konsekwen: segala sesuatu jang sudah mendjadi keputusannja tidak mungkin dirobah, sekalipun kedudukannja terantjam karenanja. Tidaklah mengherankan bahwa beliau pernah berkali-kali mendjabat sebagai menteri:
# Dalam Kab. Sjahrir, sbg. '''Menteri Negara''' (2 Okt. '46 — 3 Djuli '47).
# Dalam Kab. Amir Sjarifuddin ke I, sbg. '''Menteri Negara''' (3 Djuli '47 — 11 Nop. '47).
# Dalam Kab. Amir Sjarifuddin ke II, '''Menteri Negara''' (11 Nop. — 29 Djan. '48).
# Dalam Kab. Hatta ke I, sbg. '''Menteri Negara''' (29 Djan. '48 s/d 4 Agustus '49).
# Dalam Kab. Hatta ke II, sbg. '''Menteri Pertahanan, Koordinator Keamanan Dalam Negeri''' (4 Agustus '49 s/d 20 Desember '49).
# Dalam Kab. Hatta R.I.S., sbg. '''Menteri Pertahanan''' (20 Des. '49 s/d 6 September '50).
# Dalam Kab. Hatta-Natsir, sbg. '''Wakil Perdana Menteri''' (6 Sept. '50 s/d 27 April '52).
# Dalam Kab. Wilopo, sbg. '''Menteri Pertahanan''' (3 April '52 s/d 1 Agustus '53).
Dalam djabatan terakhir beliau mengundurkan diri pada 2 Djuni 1953.
Masih segar ingatan kita, terutama penduduk Daerah Istimewa Jogjakarta, betapa pentingnja peranan Sri Sultan dikala mempersiapkan pengembalian Pemerintah R.I. ke Ibu-Kota (lama) Jogjakarta. Apabila pada...<noinclude>{{rh|||7}}</noinclude>
boi6qgue7gm00vs5fh34rs1quswb771
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/539
104
104273
294294
2026-05-13T12:59:01Z
Arunikala
27004
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Keadaan Angkatan Perang kita di Alahan Pandjang dirampas dari Sastera tersebut diatas. Menudju Realisasi ,, Tjita” : Dalam dokumen Zulkifli Lubis itu, apa jang dinamakannja me- nudju realisasi ,,Tjita” dengan djalan merealisasi breed front jang geconsolideerd antara da- erah? jang berdynamik, ditegas- kan bahwa dalam hal ini sangat perlu materieel on-afhankelijk- heid. Atau mengadakan tindakan langsung terhadap unsur machts- con...
294294
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>Keadaan Angkatan Perang kita di Alahan Pandjang
dirampas dari Sastera tersebut
diatas.
Menudju Realisasi ,, Tjita” :
Dalam dokumen Zulkifli Lubis
itu, apa jang dinamakannja me-
nudju realisasi ,,Tjita” dengan
djalan merealisasi breed front
jang geconsolideerd antara da-
erah? jang berdynamik, ditegas-
kan bahwa dalam hal ini sangat
perlu materieel on-afhankelijk-
heid. Atau mengadakan tindakan
langsung terhadap unsur machts-
concentratie dipusat.
Sebagai alternatief? Jainnja,
jang bertempat agak djauh, oleh
Zulkifli — Lubis dikemukakan
alternatief? : Proklamasi negara,
sehanai eat move taktis jang
maximum : pembentukan suatu
pemerintah pusat lain : atjara jang
membawakan sifat silently pas-
sing through jang dapat mendju-
ruskan kita (Zulkifli Lubis dan
kawan?nja) pada suatu isolasi
negatif.
Dalam usaha merealisir kon-
sepsinja itu Zulkifli Lubis menji-
apkan konsep? ,,Keputusan Pre-
siden” dan sebagainja, jaitu, djika
ia berhasil melakukan coup detat,
ia akan melaksanakan konsep?
tersebut dengan kekerasan.
Antara lain konsep? itu berisi
,Surat Keputusan Presiden” ten-
tang pentjabutan mandat kabinet
Djuanda-ldham Chalid-Leimena-
(menurut istilah kabinet Djuha-
ril), perubahan dalam pimpinan
Angkatan Darat dan pimpinan
T.T. III. Djuga konsep amanat
Presiden berhubung dengan pero-
Gbr. Tengah :
Groep nhoto AP kita di Alahan
Pandjang setelah dibebaskan dari
pasukan ACHMAD HUSIN.
Gbr. Bawah :
Dua orang Ibu mendjundjung ma-
kanan dengan tak gentar sedikit-
pun bertemu dengan pasukan kita
jang sedang menudju ke Paria-
man.
—-<noinclude></noinclude>
nk59eozvsw1sxbbmaf8qy1otku1vv4e
294309
294294
2026-05-13T13:05:56Z
Arunikala
27004
294309
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>dirampas dari Sastera tersebut diatas.
'''Menudju Realisasi „Tjita” :'''
Dalam dokumen Zulkifli Lubis itu, apa jang dinamakannja menudju realisasi „Tjita” dengan djalan merealisasi breed front jang geconsolideerd antara daerah<sup>2</sup> jang berdynamik, ditegaskan bahwa dalam hal ini sangat perlu materieel on-afhankelijkheid. Atau mengadakan tindakan langsung terhadap unsur machtsconcentratie dipusat.
Sebagai alternatief<sup>2</sup> lainnja, jang bertempat agak djauh, oleh Zulkifli Lubis dikemukakan alternatief<sup>2</sup> : Proklamasi negara, sebanai suatu move taktis jang maximum ; pembentukan suatu pemerintah pusat lain ; atjara jang membawakan sifat silently passing through jang dapat mendjuruskan kita (Zulkifli Lubis dan kawan<sup>2</sup>nja) pada suatu isolasi negatif.
Dalam usaha merealisir konsepsinja itu Zulkifli Lubis menjiapkan konsep<sup>2</sup> „Keputusan Presiden” dan sebagainja, jaitu, djika ia berhasil melakukan coup détat, ia akan melaksanakan konsep<sup>2</sup> tersebut dengan kekerasan.
Antara lain konsep<sup>2</sup> itu berisi „Surat Keputusan Presiden” tentang pentjabutan mandat kabinet Djuanda-ldham Chalid-Leimena-(menurut istilah kabinet Djuharil), perubahan dalam pimpinan Angkatan Darat dan pimpinan T.T. III. Djuga konsep amanat Presiden berhubung dengan pero-
Keadaan Angkatan Perang kita di Alahan Pandjang
d
Gbr. Tengah :
Groep nhoto AP kita di Alahan
Pandjang setelah dibebaskan dari
pasukan ACHMAD HUSIN.
Gbr. Bawah :
Dua orang Ibu mendjundjung ma-
kanan dengan tak gentar sedikit-
pun bertemu dengan pasukan kita
jang sedang menudju ke Paria-
man.
—-<noinclude></noinclude>
1tdsl5busd9vjvb95kfn35qdpsbjchz
294327
294309
2026-05-13T13:14:05Z
Arunikala
27004
/* Telah diuji baca */
294327
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Arunikala" /></noinclude>[[File:1Madjalah Angkatan Darat (page 539 crop).jpg|1Madjalah Angkatan Darat (page 539 crop)|jmpl|{{c|Keadaan Angkatan Perang kita di Alahan Pandjang}}]]
dirampas dari Sastera tersebut diatas.
'''Menudju Realisasi „Tjita” :'''
Dalam dokumen Zulkifli Lubis itu, apa jang dinamakannja menudju realisasi „Tjita” dengan djalan merealisasi breed front jang geconsolideerd antara daerah<sup>2</sup> jang berdynamik, ditegaskan bahwa dalam hal ini sangat perlu materieel on-afhankelijkheid. Atau mengadakan tindakan langsung terhadap unsur machtsconcentratie dipusat.
Sebagai alternatief<sup>2</sup> lainnja, jang bertempat agak djauh, oleh Zulkifli Lubis dikemukakan alternatief<sup>2</sup> : Proklamasi negara, sebanai suatu move taktis jang maximum ; pembentukan suatu pemerintah pusat lain ; atjara jang membawakan sifat silently passing through jang dapat mendjuruskan kita (Zulkifli Lubis dan kawan<sup>2</sup>nja) pada suatu isolasi negatif.
Dalam usaha merealisir konsepsinja itu Zulkifli Lubis menjiapkan konsep<sup>2</sup> „Keputusan Presiden” dan sebagainja, jaitu, djika ia berhasil melakukan coup détat, ia akan melaksanakan konsep<sup>2</sup> tersebut dengan kekerasan.
Antara lain konsep<sup>2</sup> itu berisi „Surat Keputusan Presiden” tentang pentjabutan mandat kabinet Djuanda-ldham Chalid-Leimena-(menurut istilah kabinet Djuharil), perubahan dalam pimpinan Angkatan Darat dan pimpinan T.T. III. Djuga konsep amanat Presiden berhubung dengan {{hws|pero|perobahan}}
[[File:2Madjalah Angkatan Darat (page 539 crop).jpg|2Madjalah Angkatan Darat (page 539 crop)|jmpl|pus|{{c|Gbr. Tengah : Groep photo AP kita di Alahan Pandjang setelah dibebaskan dari pasukan ACHMAD HUSIN}}]]
[[File:3Madjalah Angkatan Darat (page 539 crop).jpg|3Madjalah Angkatan Darat (page 539 crop)|jmpl|pus|{{c|Gbr. Bawah : Dua orang Ibu mendjundjung makanan dengan tak gentar sedikitpun bertemu dengan pasukan kita jang sedang menudju ke Pariaman}}]]<noinclude>{{rh|||5}}</noinclude>
4b6oa25426ijq1mdk7atgwr2g6kmk3c
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/910
104
104274
294300
2026-05-13T13:00:53Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294300
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}}
<small>''Sesaat Presiden Soekarno turun dari tangga pesawat terbang Dolok Martimbang, dan Ibu Nasution dengan Menteri PP&K Prof. Dr. Prijono telah menunggunya.''</small>
{{Missing image}}
<small>''Letn. Djend. Sri Sultan Hamengku Buwono, Pang. T&T-IV Kol. Suharto, Sri Paku Alam, Prof. Dr. Sardjito dan pembesar² lain telah siap untuk menjambut kedatangan Presiden.''</small>
{{Missing image}}
<small>''"Lho, Pak Nas kok ngapu rantjang, sedang Sri Sultan malah enggak?" Begitulah kalau Bapak² berkumpul, mesti berkelakar!''</small>
waktu itu pimpinan tidak ada pada seorang jang berkewibawaan dan patriotik. kita tidak dapat membajangkan apa jang terdjadi pada masa itu.
'''Sebagai manusia'''
Sekalipun Sri Sultan dibesarkan dilingkungan Keraton dan dididik setjara Barat, namun sebagai manusia, belum merasa dan berbuat tidak lebih daripada putera Indonesia, jang patriotik dan mentjintai Tanah Airnja.
Satu hal jang patut ditjontoh oleh setiap putera Indonesia, adalah utjapan dalam pidato beliau sewaktu Sri Sultan dinobatkan untuk naik tachta :
"Al heb ik een uitgesproken Westerse opvoeding gehad, toch ben en blijk ik in de allereerste plaats Javaan".
Didalam kalimat jang sederhana itu, jang diutjapkan oleh seorang Sultan diwaktu djaman pendjadjahan, sesungguhnja tersirat maksud jang dalam. Kalimat itu merupakan suatu tantangan untuk tidak begitu sadja menerima apa jang disodorkan oleh Belanda.
Realisasinja adalah perbuatan² dan djasa² Sri Sultan dikala Negara dan Bangsa membutuhkan pimpinannja.
Penolakan beliau untuk menandatanganni kontrak politik dengan Belanda (sematjam "persetudjuan" politik jang dipaksakan), dapat menundjukkan bahwa beliau menghendaki tachta karena kehendak rakjat, dan bukan sebagai kurnia keradjaan Belanda.
"Sepi ing pamrih, rame ing gawe", itulah kesan jang kita dapat dari manusia B.R.M. DARADJATUN, nama ketjil Sri Sultan Hamengku Buwono IX.
'''Dalam kisah gerilja terhadap agresi Belanda ke II'''
Kiranja tidak seorangpun jang tidak mengetahui peranan Sri Sultan dimasa pendudukan Jogjakarta oleh tentara Belanda.
Pada saat² pertama Belanda menduduki Jogjakarta, Sri Sultan dalam keadaan sakit. Keadaan beliau jang demikian itu<noinclude>{{rh|8}}</noinclude>
p4jzo012jjm0ujiqlbhz1dvbixxroev
Halaman:Sawatoe Penghantar bagi orang jang membatja.djvu/79
104
104275
294328
2026-05-13T13:14:36Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294328
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||— 71 —}}</noinclude>
itoe. Maka moelai ija mengadjar indjil di Samaria, Galilea, Idoemea, kemoedian di negeri Arab, Sjam, Mesopotamia dan Persi, dan berkoewasa memboewat moedjizat.
{{rh||— " —}}
<div style="text-align: center;">
<ol type="I" start="2" style="display: inline-block; text-align: left;">
<li>{{sp|Akan Soerat-Soerat kiriman atau risalet Pauloes}}.</li>
</ol>
</div>
{{rh||—————————————}}
{{rh||'''SOERAT KEPADA ORANG ROEM'''.}}
Adapon negeri Roem itoe iboe negeri di boemi pada waktoe soerat
itoe dikirimken pada orang-orangnja. Maka tiada diketahoei dengan benar barang siapa telah mengchabarken indjil disana dahoeloe, barangkali oleh orang-orang jang telah menerima Rohoe'lkoeddoes di Jeroesalem itoe (Perb. seg. Rasoel II: 10); karena PAULOES mengoetjap sjoekoer dalam soeratnja ini, sebab iman orang Roem termasjhoer soedah disana (Roem I: 8).
Maka beberapa kali soedah nijatnja hendak pergi ka Roem, tetapi
tersangkoetlah ija kasana, sebab itoe dikarangken soerat ini, jang boleh dikata soerat ini kapala wasiat baharoe, karena terlaloe banjak adjaran dan keterangan daripada indjil itoe.
Akan dapat mengarti soerat ini baroes kita beringat dahoeloe:
<table style="background:transparent; border:none; width:100%; border-collapse:collapse;">
<tr style="vertical-align:top;">
<td style="width:35px; padding-right:10px; white-space:nowrap;">1<span style="font-size:65%; vertical-align:middle; position:relative; bottom:-0.1em;">e</span>.</td>
<td>Akan dapat mengarti soerat ini haroes kita beringat dahoeloe: adatoja orang-orang jang dalam djemaät mesehi disana; karena saparoh orang, ja-itoe: orang Hindoe dahoeloe, saparohnja orang Jehoedi; orang Jehoedi tiada maoe orang Hindoe masok Kristen, kalau tiada disoenat dahoeloe; sjahadan orang Hindoe minta diperboewat akan dija sama djoega orang Jehoedi.</td>
</tr>
<tr style="vertical-align:top;">
<td style="padding-top:8px;">2<span style="font-size:65%; vertical-align:middle; position:relative; bottom:-0.1em;">e</span>.</td>
<td style="padding-top:8px;">orang Jehoedi belom mengarti betoel daripada hal kebenaren manoesija oleh kepertjajaän sahadja; sebab orang Jehoedi kira tsaleh nenek-mojangnja, dan perdjandjian Allah dengan dija tjoekoep soedah; dan lagi pengartiannja daripada Taurat Moesa, dan kepreksaännja akan kitab-kitab genap djoega; dan sebab menoeroet permintaan Taurat dengan bersoenat pada temponja dan persembahan pada waktoe-waktoe, boleh mengamponken dosanja.</td>
</tr>
</table>
<p style="text-indent: 20px; margin-top:10px;">Maka adalah 16 fatsal; dan dikarangken pada tahoen 60 kemoedian daripada Kristoes.</p>
{{rh||—"—}}
{{rh||DOEWA SOERAT KEPADA ORANG KORINTI.}}
{{rh||Adapon {{sp|Korinti}} ini iboe negeri {{sp|Achaja}} di tanah {{sp|Joejani}}, pada}}<noinclude></noinclude>
6yl5bhdu8dc8pp5t941pic38uraifpx
294331
294328
2026-05-13T13:15:14Z
Upiak Ituih
27011
294331
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||— 71 —}}</noinclude>
itoe. Maka moelai ija mengadjar indjil di Samaria, Galilea, Idoemea, kemoedian di negeri Arab, Sjam, Mesopotamia dan Persi, dan berkoewasa memboewat moedjizat.
{{rh||— " —}}
<div style="text-align: center;">
<ol type="I" start="2" style="display: inline-block; text-align: left;">
<li>{{sp|Akan Soerat-Soerat kiriman atau risalet Pauloes}}.</li>
</ol>
</div>
{{rh||—————————————}}
{{rh||'''SOERAT KEPADA ORANG ROEM'''.}}
Adapon negeri Roem itoe iboe negeri di boemi pada waktoe soerat
itoe dikirimken pada orang-orangnja. Maka tiada diketahoei dengan benar barang siapa telah mengchabarken indjil disana dahoeloe, barangkali oleh orang-orang jang telah menerima Rohoe'lkoeddoes di Jeroesalem itoe (Perb. seg. Rasoel II: 10); karena PAULOES mengoetjap sjoekoer dalam soeratnja ini, sebab iman orang Roem termasjhoer soedah disana (Roem I: 8).
Maka beberapa kali soedah nijatnja hendak pergi ka Roem, tetapi
tersangkoetlah ija kasana, sebab itoe dikarangken soerat ini, jang boleh dikata soerat ini kapala wasiat baharoe, karena terlaloe banjak adjaran dan keterangan daripada indjil itoe.
Akan dapat mengarti soerat ini baroes kita beringat dahoeloe:
<table style="background:transparent; border:none; width:100%; border-collapse:collapse;">
<tr style="vertical-align:top;">
<td style="width:35px; padding-right:10px; white-space:nowrap;">1<span style="font-size:65%; vertical-align:middle; position:relative; bottom:-0.1em;">e</span>.</td>
<td>Akan dapat mengarti soerat ini haroes kita beringat dahoeloe: adatoja orang-orang jang dalam djemaät mesehi disana; karena saparoh orang, ja-itoe: orang Hindoe dahoeloe, saparohnja orang Jehoedi; orang Jehoedi tiada maoe orang Hindoe masok Kristen, kalau tiada disoenat dahoeloe; sjahadan orang Hindoe minta diperboewat akan dija sama djoega orang Jehoedi.</td>
</tr>
<tr style="vertical-align:top;">
<td style="padding-top:8px;">2<span style="font-size:65%; vertical-align:middle; position:relative; bottom:-0.1em;">e</span>.</td>
<td style="padding-top:8px;">orang Jehoedi belom mengarti betoel daripada hal kebenaren manoesija oleh kepertjajaän sahadja; sebab orang Jehoedi kira tsaleh nenek-mojangnja, dan perdjandjian Allah dengan dija tjoekoep soedah; dan lagi pengartiannja daripada Taurat Moesa, dan kepreksaännja akan kitab-kitab genap djoega; dan sebab menoeroet permintaan Taurat dengan bersoenat pada temponja dan persembahan pada waktoe-waktoe, boleh mengamponken dosanja.</td>
</tr>
</table>
<p style="text-indent: 20px; margin-top:10px;">Maka adalah 16 fatsal; dan dikarangken pada tahoen 60 kemoedian daripada Kristoes.</p>
{{rh||—"—}}
{{rh||DOEWA SOERAT KEPADA ORANG KORINTI.}}
Adapon {{sp|Korinti}} ini iboe negeri {{sp|Achaja}} di tanah {{sp|Joejani}}, pada<noinclude></noinclude>
raho55re4lcfym0t1l9ehuvj0ui99jk
295305
294331
2026-05-14T10:48:54Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295305
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||— 71 —}}</noinclude>
itoe. Maka moelai ija mengadjar indjil di Samaria, Galilea, Idoemea, kemoedian di negeri Arab, Sjam, Mesopotamia dan Persi, dan berkoewasa memboewat moedjizat.
{{rh||— " —}}
<div style="text-align: center;">
<ol type="I" start="2" style="display: inline-block; text-align: left;">
<li>{{sp|Akan Soerat-Soerat kiriman atau risalet Pauloes}}.</li>
</ol>
</div>
{{rh||—————————————}}
{{rh||'''SOERAT KEPADA ORANG ROEM'''.}}
Adapon negeri Roem itoe iboe negeri di boemi pada waktoe soerat
itoe dikirimken pada orang-orangnja. Maka tiada diketahoei dengan benar barang siapa telah mengchabarken indjil disana dahoeloe, barangkali oleh orang-orang jang telah menerima Rohoe'lkoeddoes di Jeroesalem itoe (Perb. seg. Rasoel II: 10); karena PAULOES mengoetjap sjoekoer dalam soeratnja ini, sebab iman orang Roem termasjhoer soedah disana (Roem I: 8).
Maka beberapa kali soedah nijatnja hendak pergi ka Roem, tetapi
tersangkoetlah ija kasana, sebab itoe dikarangken soerat ini, jang boleh dikata soerat ini kapala wasiat baharoe, karena terlaloe banjak adjaran dan keterangan daripada indjil itoe.
Akan dapat mengarti soerat ini baroes kita beringat dahoeloe:
<table style="background:transparent; border:none; width:100%; border-collapse:collapse;">
<tr style="vertical-align:top;">
<td style="width:35px; padding-right:10px; white-space:nowrap;">1<span style="font-size:65%; vertical-align:middle; position:relative; bottom:-0.1em;">e</span>.</td>
<td>Akan dapat mengarti soerat ini haroes kita beringat dahoeloe: adatoja orang-orang jang dalam djemaät mesehi disana; karena saparoh orang, ja-itoe: orang Hindoe dahoeloe, saparohnja orang Jehoedi; orang Jehoedi tiada maoe orang Hindoe masok Kristen, kalau tiada disoenat dahoeloe; sjahadan orang Hindoe minta diperboewat akan dija sama djoega orang Jehoedi.</td>
</tr>
<tr style="vertical-align:top;">
<td style="padding-top:8px;">2<span style="font-size:65%; vertical-align:middle; position:relative; bottom:-0.1em;">e</span>.</td>
<td style="padding-top:8px;">orang Jehoedi belom mengarti betoel daripada hal kebenaren manoesija oleh kepertjajaän sahadja; sebab orang Jehoedi kira tsaleh nenek-mojangnja, dan perdjandjian Allah dengan dija tjoekoep soedah; dan lagi pengartiannja daripada Taurat Moesa, dan kepreksaännja akan kitab-kitab genap djoega; dan sebab menoeroet permintaan Taurat dengan bersoenat pada temponja dan persembahan pada waktoe-waktoe, boleh mengamponken dosanja.</td>
</tr>
</table>
<p style="text-indent: 20px; margin-top:10px;">Maka adalah 16 fatsal; dan dikarangken pada tahoen 60 kemoedian daripada Kristoes.</p>
{{rh||—"—}}
{{rh||DOEWA SOERAT KEPADA ORANG KORINTI.}}
Adapon {{sp|Korinti}} ini iboe negeri {{sp|Achaja}} di tanah {{sp|Joejani}}, pada<noinclude></noinclude>
jlmh3kx8sh0rvbgmgl33owdygfr7ine
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/540
104
104276
294329
2026-05-13T13:14:55Z
Arunikala
27004
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Pantserwagen pasukan APRRI memasuki kota Pariaman. Djenazah pradjurit jang gugur, mendapat penghormatan dari para Perwira ketiga Angkatan, terutama dari Ko. Operasi "17-Agustus". Seluruh kesatuan jang tergabung didalam Ko. Operasi "17 Agustus" telah memberi penghormatan jang terachir kepada rekan mereka jang telah gugur. bahan jang djauh dan prinsipil dalam pimpinan negara dan Ang- katan Perang itu jang ditudjukan kepada seluruh bangsa Indonesia...
294329
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>Pantserwagen pasukan APRRI memasuki kota Pariaman.
Djenazah pradjurit jang gugur, mendapat penghormatan dari para
Perwira ketiga Angkatan, terutama dari Ko. Operasi "17-Agustus".
Seluruh kesatuan jang tergabung didalam Ko. Operasi "17 Agustus"
telah memberi penghormatan jang terachir kepada rekan mereka
jang telah gugur.
bahan jang djauh dan prinsipil
dalam pimpinan negara dan Ang-
katan Perang itu jang ditudjukan
kepada seluruh bangsa Indonesia,
dan selandjutnja susunan perso-
nalia kabinet dan personalia pim-
pinan Angkatan Darat. Selain itu
telah disiapkan pula suatu sumpah
djabatan jang diberinja nama
..kata ichlas" jang bunjinja ber-
beda sama sekali dengan jang
telah ditjantumkan dalam UUDS.
Disamping itu terdapat pula
dokumen dari apa jang dinama-
kan Piagam Persetudjuan Pa-
lembang" dari bekas Letnan
Kolonel Ahmad Husin, bekas
Letnan Kolonel Sumual dan Let-
nan Kolonel Barlian jang dibuat
mereka, beberapa saat sebelum
dilangsungkannja Musjawarah
Nasional jang isinja tentang tun-
tutan daerah bergolak jang di-
katakannja untuk penjelesaian
nasional.
Perobahan Pimpinan Pemerintah:
Dalam konsep ..Surat Keputusan
Presiden" jang disusun oleh Zul-
kifli Lubis itu tentang perobahan
susunan pemerintahan jang akan
dipaksanja itu ditetapkan pentja-
butan kembali mandat kabinet
Djuhril dan dengan itu kabinet
dibubarkan. Kemudian menun-
djuk (x atau x dengan yn)
sebagai penanggung djawab pim-
pinan pemerintah RI dengan
antara lain membentuk/menjusun
suatu kabinet kerdja. (x atau
x dengan yn) tidak disebutkan
nama²nja.
Dalam hubungan ini telah di-
rentjanakan pula oleh Zulkifli
Lubis, nama jang akan mengisi
personalia kabinet jang akan di-
bentuk dengan paksa itu.
Selain itu direntjanakan pula
adanja panitia konstitusi negara,
suatu panitia perombak undang2
kolonial serta suatu panitia politik
jang terdiri dari ketua umum atau
anggota pimpinan dari ex partai2
besar dan ex partai2 ketjil jang
mempunjai tjukup landasan untuk
saling kerdja sama, dan tugas
dari partai tersebut adalah
memberikan nasihat2 se-luasnja
chusus pada bidang politik.
Perobahan dalam pimpinan
Angkatan Darat menurut kon-
Digitized by Google
6<noinclude></noinclude>
6q4n2qb0sa9gvp0d4hwo79z1x3umsf6
294333
294329
2026-05-13T13:17:12Z
Arunikala
27004
294333
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>[[File:1Madjalah Angkatan Darat (page 540 crop).jpg|1Madjalah Angkatan Darat (page 540 crop)|pus]]
<center>{{''Pantserwagen pasukan APRRI memasuki kota Pariaman.''}}
[[File:2Madjalah Angkatan Darat (page 540 crop).jpg|2Madjalah Angkatan Darat (page 540 crop)|pus]]
Djenazah pradjurit jang gugur, mendapat penghormatan dari para
Perwira ketiga Angkatan, terutama dari Ko. Operasi "17-Agustus".
Seluruh kesatuan jang tergabung didalam Ko. Operasi "17 Agustus"
telah memberi penghormatan jang terachir kepada rekan mereka
jang telah gugur.
bahan jang djauh dan prinsipil
dalam pimpinan negara dan Ang-
katan Perang itu jang ditudjukan
kepada seluruh bangsa Indonesia,
dan selandjutnja susunan perso-
nalia kabinet dan personalia pim-
pinan Angkatan Darat. Selain itu
telah disiapkan pula suatu sumpah
djabatan jang diberinja nama
..kata ichlas" jang bunjinja ber-
beda sama sekali dengan jang
telah ditjantumkan dalam UUDS.
Disamping itu terdapat pula
dokumen dari apa jang dinama-
kan Piagam Persetudjuan Pa-
lembang" dari bekas Letnan
Kolonel Ahmad Husin, bekas
Letnan Kolonel Sumual dan Let-
nan Kolonel Barlian jang dibuat
mereka, beberapa saat sebelum
dilangsungkannja Musjawarah
Nasional jang isinja tentang tun-
tutan daerah bergolak jang di-
katakannja untuk penjelesaian
nasional.
Perobahan Pimpinan Pemerintah:
Dalam konsep ..Surat Keputusan
Presiden" jang disusun oleh Zul-
kifli Lubis itu tentang perobahan
susunan pemerintahan jang akan
dipaksanja itu ditetapkan pentja-
butan kembali mandat kabinet
Djuhril dan dengan itu kabinet
dibubarkan. Kemudian menun-
djuk (x atau x dengan yn)
sebagai penanggung djawab pim-
pinan pemerintah RI dengan
antara lain membentuk/menjusun
suatu kabinet kerdja. (x atau
x dengan yn) tidak disebutkan
nama²nja.
Dalam hubungan ini telah di-
rentjanakan pula oleh Zulkifli
Lubis, nama jang akan mengisi
personalia kabinet jang akan di-
bentuk dengan paksa itu.
Selain itu direntjanakan pula
adanja panitia konstitusi negara,
suatu panitia perombak undang2
kolonial serta suatu panitia politik
jang terdiri dari ketua umum atau
anggota pimpinan dari ex partai2
besar dan ex partai2 ketjil jang
mempunjai tjukup landasan untuk
saling kerdja sama, dan tugas
dari partai tersebut adalah
memberikan nasihat2 se-luasnja
chusus pada bidang politik.
Perobahan dalam pimpinan
Angkatan Darat menurut kon-
Digitized by Google
6<noinclude></noinclude>
dj90x3i9x47woaoyxwf5gs1iop2dh9r
294334
294333
2026-05-13T13:17:42Z
Arunikala
27004
294334
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>[[File:1Madjalah Angkatan Darat (page 540 crop).jpg|1Madjalah Angkatan Darat (page 540 crop)|pus]]
{{center|{{''Pantserwagen pasukan APRRI memasuki kota Pariaman.''}}
[[File:2Madjalah Angkatan Darat (page 540 crop).jpg|2Madjalah Angkatan Darat (page 540 crop)|pus]]
Djenazah pradjurit jang gugur, mendapat penghormatan dari para
Perwira ketiga Angkatan, terutama dari Ko. Operasi "17-Agustus".
Seluruh kesatuan jang tergabung didalam Ko. Operasi "17 Agustus"
telah memberi penghormatan jang terachir kepada rekan mereka
jang telah gugur.
bahan jang djauh dan prinsipil
dalam pimpinan negara dan Ang-
katan Perang itu jang ditudjukan
kepada seluruh bangsa Indonesia,
dan selandjutnja susunan perso-
nalia kabinet dan personalia pim-
pinan Angkatan Darat. Selain itu
telah disiapkan pula suatu sumpah
djabatan jang diberinja nama
..kata ichlas" jang bunjinja ber-
beda sama sekali dengan jang
telah ditjantumkan dalam UUDS.
Disamping itu terdapat pula
dokumen dari apa jang dinama-
kan Piagam Persetudjuan Pa-
lembang" dari bekas Letnan
Kolonel Ahmad Husin, bekas
Letnan Kolonel Sumual dan Let-
nan Kolonel Barlian jang dibuat
mereka, beberapa saat sebelum
dilangsungkannja Musjawarah
Nasional jang isinja tentang tun-
tutan daerah bergolak jang di-
katakannja untuk penjelesaian
nasional.
Perobahan Pimpinan Pemerintah:
Dalam konsep ..Surat Keputusan
Presiden" jang disusun oleh Zul-
kifli Lubis itu tentang perobahan
susunan pemerintahan jang akan
dipaksanja itu ditetapkan pentja-
butan kembali mandat kabinet
Djuhril dan dengan itu kabinet
dibubarkan. Kemudian menun-
djuk (x atau x dengan yn)
sebagai penanggung djawab pim-
pinan pemerintah RI dengan
antara lain membentuk/menjusun
suatu kabinet kerdja. (x atau
x dengan yn) tidak disebutkan
nama²nja.
Dalam hubungan ini telah di-
rentjanakan pula oleh Zulkifli
Lubis, nama jang akan mengisi
personalia kabinet jang akan di-
bentuk dengan paksa itu.
Selain itu direntjanakan pula
adanja panitia konstitusi negara,
suatu panitia perombak undang2
kolonial serta suatu panitia politik
jang terdiri dari ketua umum atau
anggota pimpinan dari ex partai2
besar dan ex partai2 ketjil jang
mempunjai tjukup landasan untuk
saling kerdja sama, dan tugas
dari partai tersebut adalah
memberikan nasihat2 se-luasnja
chusus pada bidang politik.
Perobahan dalam pimpinan
Angkatan Darat menurut kon-
Digitized by Google
6<noinclude></noinclude>
h9ig8onep6nq22nz7o06dklod89alqv
294344
294334
2026-05-13T13:21:34Z
Arunikala
27004
294344
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>[[File:1Madjalah Angkatan Darat (page 540 crop).jpg|1Madjalah Angkatan Darat (page 540 crop)|pus]]
{{c| ''Pantserwagen pasukan APRRI memasuki kota Pariaman.'' }}
[[File:2Madjalah Angkatan Darat (page 540 crop).jpg|2Madjalah Angkatan Darat (page 540 crop)|pus]]
Djenazah pradjurit jang gugur, mendapat penghormatan dari para
Perwira ketiga Angkatan, terutama dari Ko. Operasi "17-Agustus".
Seluruh kesatuan jang tergabung didalam Ko. Operasi "17 Agustus"
telah memberi penghormatan jang terachir kepada rekan mereka
jang telah gugur.
bahan jang djauh dan prinsipil
dalam pimpinan negara dan Ang-
katan Perang itu jang ditudjukan
kepada seluruh bangsa Indonesia,
dan selandjutnja susunan perso-
nalia kabinet dan personalia pim-
pinan Angkatan Darat. Selain itu
telah disiapkan pula suatu sumpah
djabatan jang diberinja nama
..kata ichlas" jang bunjinja ber-
beda sama sekali dengan jang
telah ditjantumkan dalam UUDS.
Disamping itu terdapat pula
dokumen dari apa jang dinama-
kan Piagam Persetudjuan Pa-
lembang" dari bekas Letnan
Kolonel Ahmad Husin, bekas
Letnan Kolonel Sumual dan Let-
nan Kolonel Barlian jang dibuat
mereka, beberapa saat sebelum
dilangsungkannja Musjawarah
Nasional jang isinja tentang tun-
tutan daerah bergolak jang di-
katakannja untuk penjelesaian
nasional.
Perobahan Pimpinan Pemerintah:
Dalam konsep ..Surat Keputusan
Presiden" jang disusun oleh Zul-
kifli Lubis itu tentang perobahan
susunan pemerintahan jang akan
dipaksanja itu ditetapkan pentja-
butan kembali mandat kabinet
Djuhril dan dengan itu kabinet
dibubarkan. Kemudian menun-
djuk (x atau x dengan yn)
sebagai penanggung djawab pim-
pinan pemerintah RI dengan
antara lain membentuk/menjusun
suatu kabinet kerdja. (x atau
x dengan yn) tidak disebutkan
nama²nja.
Dalam hubungan ini telah di-
rentjanakan pula oleh Zulkifli
Lubis, nama jang akan mengisi
personalia kabinet jang akan di-
bentuk dengan paksa itu.
Selain itu direntjanakan pula
adanja panitia konstitusi negara,
suatu panitia perombak undang2
kolonial serta suatu panitia politik
jang terdiri dari ketua umum atau
anggota pimpinan dari ex partai2
besar dan ex partai2 ketjil jang
mempunjai tjukup landasan untuk
saling kerdja sama, dan tugas
dari partai tersebut adalah
memberikan nasihat2 se-luasnja
chusus pada bidang politik.
Perobahan dalam pimpinan
Angkatan Darat menurut kon-
Digitized by Google
6<noinclude></noinclude>
n4tzhb0q18a6dui5p5uahcrviz49z85
294354
294344
2026-05-13T13:30:51Z
Arunikala
27004
294354
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>[[File:1Madjalah Angkatan Darat (page 540 crop).jpg|1Madjalah Angkatan Darat (page 540 crop)|pus]]
{{c| ''Pantserwagen pasukan APRRI memasuki kota Pariaman.'' }}
[[File:2Madjalah Angkatan Darat (page 540 crop).jpg|2Madjalah Angkatan Darat (page 540 crop)|pus]]
{{c|''Djenazah pradjurit jang gugur, mendapat penghormatan dari para Perwira ketiga Angkatan, terutama dari Ko. Operasi ”17-Agustus”.'' }}
{{c|Seluruh kesatuan jang tergabung didalam Ko. Operasi ”17 Agustus” telah memberi penghormatan jang terachir kepada rekan mereka jang telah gugur. }}
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 540 crop).jpg|Madjalah Angkatan Darat (page 540 crop)|pus]]
{{hwe|bahan|perobahan}} jang djauh dan prinsipil dalam pimpinan negara dan Angkatan Perang itu jang ditudjukan kepada seluruh bangsa Indonesia, dan selandjutnja susunan personalia kabinet dan personalia pimpinan Angkatan Darat. Selain itu telah disiapkan pula suatu sumpah djabatan jang diberinja nama „kata ichlas” jang bunjinja berbeda sama sekali dengan jang telah ditjantumkan dalam UUDS.
Disamping itu terdapat pula dokumen dari apa jang dinamakan „Piagam Persetudjuan” Palembang" dari bekas Letnan Kolonel Ahmad Husin, bekas Letnan Kolonel Sumual dan Letnan Kolonel Barlian jang dibuat mereka, beberapa saat sebelum dilangsungkannja Musjawarah Nasional jang isinja tentang tuntutan daerah<sup>2</sup> bergolak jang dikatakannja untuk penjelesaian nasional.
'''Perobahan Pimpinan Pemerintah:'''
Dalam konsep „Surat Keputusan Presiden” jang disusun oleh Zulkifli Lubis itu tentang perobahan susunan pemerintahan jang akan dipaksanja itu ditetapkan pentjabutan kembali mandat kabinet Djuhril dan dengan itu kabinet dibubarkan. Kemudian menundjuk (x — atau x dengan yn) sebagai penanggung djawab pimpinan pemerintah RI dengan antara lain membentuk/menjusun suatu kabinet kerdja. (x — atau x dengan yn) tidak disebutkan nama<sup>2</sup>nja.
Dalam hubungan ini telah direntjanakan pula oleh Zulkifli Lubis, nama<sup>2</sup> jang akan mengisi personalia kabinet jang akan dibentuk dengan paksa itu.
Selain itu direntjanakan pula adanja panitia konstitusi negara, suatu panitia perombak undang<sup>2</sup> kolonial serta suatu panitia politik jang terdiri dari ketua umum atau anggota<sup>2</sup> pimpinan dari ex partai<sup>2</sup> besar dan ex partai<sup>2</sup> ketjil jang mempunjai tjukup landasan untuk saling kerdja sama, dan tugas dari partai tersebut adalah memberikan nasihat<sup>2</sup> se-luas<sup>2</sup>nja chusus pada bidang politik.
Perobahan dalam pimpinan Angkatan Darat menurut kon-<noinclude>{{rh|||6}}</noinclude>
6jm25b16bb7635zjsr37kzw8o10i4rz
294356
294354
2026-05-13T13:32:10Z
Arunikala
27004
/* Telah diuji baca */
294356
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Arunikala" /></noinclude>[[File:1Madjalah Angkatan Darat (page 540 crop).jpg|1Madjalah Angkatan Darat (page 540 crop)|pus]]
{{c|''Pantserwagen pasukan APRRI memasuki kota Pariaman.''}}
[[File:2Madjalah Angkatan Darat (page 540 crop).jpg|2Madjalah Angkatan Darat (page 540 crop)|pus]]
{{c|''Djenazah pradjurit jang gugur, mendapat penghormatan dari para Perwira ketiga Angkatan, terutama dari Ko. Operasi ”17-Agustus”.'' }}
{{c|Seluruh kesatuan jang tergabung didalam Ko. Operasi ”17 Agustus” telah memberi penghormatan jang terachir kepada rekan mereka jang telah gugur. }}
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 540 crop).jpg|Madjalah Angkatan Darat (page 540 crop)|pus]]
{{hwe|bahan|perobahan}} jang djauh dan prinsipil dalam pimpinan negara dan Angkatan Perang itu jang ditudjukan kepada seluruh bangsa Indonesia, dan selandjutnja susunan personalia kabinet dan personalia pimpinan Angkatan Darat. Selain itu telah disiapkan pula suatu sumpah djabatan jang diberinja nama „kata ichlas” jang bunjinja berbeda sama sekali dengan jang telah ditjantumkan dalam UUDS.
Disamping itu terdapat pula dokumen dari apa jang dinamakan „Piagam Persetudjuan Palembang” dari bekas Letnan Kolonel Ahmad Husin, bekas Letnan Kolonel Sumual dan Letnan Kolonel Barlian jang dibuat mereka, beberapa saat sebelum dilangsungkannja Musjawarah Nasional jang isinja tentang tuntutan daerah<sup>2</sup> bergolak jang dikatakannja untuk penjelesaian nasional.
'''Perobahan Pimpinan Pemerintah:'''
Dalam konsep „Surat Keputusan Presiden” jang disusun oleh Zulkifli Lubis itu tentang perobahan susunan pemerintahan jang akan dipaksanja itu ditetapkan pentjabutan kembali mandat kabinet Djuhril dan dengan itu kabinet dibubarkan. Kemudian menundjuk (x — atau x dengan yn) sebagai penanggung djawab pimpinan pemerintah RI dengan antara lain membentuk/menjusun suatu kabinet kerdja. (x — atau x dengan yn) tidak disebutkan nama<sup>2</sup>nja.
Dalam hubungan ini telah direntjanakan pula oleh Zulkifli Lubis, nama<sup>2</sup> jang akan mengisi personalia kabinet jang akan dibentuk dengan paksa itu.
Selain itu direntjanakan pula adanja panitia konstitusi negara, suatu panitia perombak undang<sup>2</sup> kolonial serta suatu panitia politik jang terdiri dari ketua umum atau anggota<sup>2</sup> pimpinan dari ex partai<sup>2</sup> besar dan ex partai<sup>2</sup> ketjil jang mempunjai tjukup landasan untuk saling kerdja sama, dan tugas dari partai tersebut adalah memberikan nasihat<sup>2</sup> se-luas<sup>2</sup>nja chusus pada bidang politik.
Perobahan dalam pimpinan Angkatan Darat menurut {{hws|kon|konsepsi}}<noinclude>{{rh|||6}}</noinclude>
pwoqlcfw8ugl52nnmgsohag0n0n15je
Halaman:Sawatoe Penghantar bagi orang jang membatja.djvu/60
104
104277
294338
2026-05-13T13:18:57Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294338
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><!-- Parameter Halaman Atas -->
<div style="text-align: center; margin-bottom: 25px;">— 52 —</div>
<!-- Kontainer Utama: Mengatur batas margin kiri untuk area Catatan Pinggir -->
<div style="margin-left: 160px; max-width: 600px;">
<!-- KELOMPOK PARAGRAF TENTANG JOJACHIN (TEKS ATAS) -->
<div style="margin-bottom: 20px;">
<p style="text-align: justify; text-indent: 30px; margin: 0; line-height: 1.5;">
orang hina-hina belaka; maka nabi <i><b>Jehezkiël</b></i> djoega dibawa pergi ka Babel (Jehezkiël I. 2). <b>Neboekadnezar</b> mengangkat saudaranja <b>Jojachin</b>, ja-itoe:
</p>
</div>
<!-- KELOMPOK PARAGRAF ZEDEKIA (DENGAN CATATAN PINGGIR 599—588) -->
<div style="position: relative; margin-bottom: 25px; clear: both;">
<!-- Parameter Catatan Pinggir Kiri -->
<div style="position: absolute; left: -160px; width: 140px; text-align: right; font-size: 80%; line-height: 1.3; font-weight: bold;">
<span style="font-weight: normal;">599—588.</span><br>
2 Radja<sup>a</sup> XXIV: 18.<br>
XXV.<br>
2 Tawarich<br>
XXXVI. 10.
</div>
<!-- Parameter Isi Teks Utama -->
<p style="text-align: justify; margin: 0; line-height: 1.5;">
<span style="font-variant: small-caps;">Zedekia</span> atau <span style="font-variant: small-caps;">Mattanja</span> mendjadi radja, 'oemoernja 21 tahoen, dan pegang perentah 11 tahoen lamanja. Maka diperboewatnja djahat dihadapan Allah, dengan tiada merendahkan dirinja kepada nabi <i>Jermija</i> (Jermija LII. 2, 3), apa lagi dipoekoel akan <i>Jermija</i> itoe, dan dipendjaraken dija (Jermija XXXVII: 15). Tambahan poela mendoerhakalah ija kepada radja <b>Neboekadnezar</b>, dan segala panghoeloe imam dan orang banjak memboewat kedjahatan jang besar, dan nabi doesta banjak kelihatan (Jermija XXVIII: 16). Maka <b>Neboekadnezar</b> menjerangken <i>Jeroesalem</i>. Maka diboenoehken anak-anak <span style="font-variant: small-caps;">Zedekia</span>, dan diboetaken oranglah kedoewa belah mata <span style="font-variant: small-caps;">Zedekia</span>, serta membawa dija ka <i>Babel</i>; tetapi <i>Jermija</i> dilepas daripada pendjara. Maka ka'abah itoe dibakar habis dan bangsa Jehoeda roesak soedah. <i>Akan tetapi Allah membijarken tinggal hidoep sedikit orang lepas daripada pedang, dan daripada bela kelaparan, dan daripada bela sampar, soepaja ditjeriterakennja segala perboewatannja jang kedji itoe di antara segala bangsa, kepadanja marikaitoe akan sampei, dan diketahoeï bahoewa Akoelah <span style="font-variant: small-caps;">Toehan</span>.</i> (Jehezkiël XII: 16). Maka akan perentah orang-orang jang masih tinggal di <i>Jeroesalem</i> itoe akan peroesahaken tanah, diangkat oleh <b>Neboekadnezar</b> mendjadi kapala marika-itoe, ja-itoe:
</p>
</div>
<!-- KELOMPOK PARAGRAF GEDALJA (DENGAN CATATAN PINGGIR 588 & INDENTASI MASUK) -->
<div style="position: relative; margin-bottom: 20px; clear: both; padding-left: 40px;">
<!-- Parameter Catatan Pinggir Kiri (Disesuaikan dengan padding-left teks utama) -->
<div style="position: absolute; left: -160px; width: 140px; text-align: right; font-size: 80%; line-height: 1.3; font-weight: bold;">
<span style="font-weight: normal;">588.</span><br>
2 Radja<sup>a</sup> XXVI:<br>
22.<br>
Jermija XL. 5—16.<br>
XLI. XLII. XLIII.<br>
2 Tawarich<br>
XXV. 23.
</div>
<!-- Parameter Isi Teks Utama (Menjorok ke Dalam) -->
<p style="text-align: justify; margin: 0; line-height: 1.5;">
<span style="font-variant: small-caps;">Gedalja</span>, anak Ahikam, sa'orang baik, tetapi boekan bangsa radja, dan tinggallah ija di <i>Mizpa</i>. Maka radja negeri Amon menjoeroh <b>Ismail</b> memboenoeh <span style="font-variant: small-caps;">Gedalja</span>; maka diboenoeh akan dija betoel ija lagi makan, tetapi <b>Johannan</b> menghalauken Ismail kaloewar dari negeri, dan ija sendiri lari ka negeri Matzir maskipon dilarang oleh nabi Jermija. (Jermija XLIII. 7).
</p>
</div>
</div><noinclude></noinclude>
e77pj5kjlz5fesor65vzfl46i4ws1gt
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/930
104
104278
294341
2026-05-13T13:19:50Z
Sarieffe
26994
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Berdjedja: rakjat menjaksikan "karya” A.L. Pope. Tidak ku- rang dari 30 orang laki/perem- puan terbunuh akibat pembo- mannja. dangku, sambil mentjoba memba- tja beberapa tulisan? dalam ma- djallah usang, tetapi fikiranku le- bih menarik kepada alat renang orokku jang kupergunakan seba- gai bantal kepala. Aku harus ber- usaha lain, fikirku, si-orok ini ti- dak mungkin dapat menunaikan tugasnja. Se-kojong? aku ingat, bahwa kaju atau...
294341
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Sarieffe" /></noinclude>Berdjedja: rakjat menjaksikan
"karya” A.L. Pope. Tidak ku-
rang dari 30 orang laki/perem-
puan terbunuh akibat pembo-
mannja.
dangku, sambil mentjoba memba-
tja beberapa tulisan? dalam ma-
djallah usang, tetapi fikiranku le-
bih menarik kepada alat renang
orokku jang kupergunakan seba-
gai bantal kepala. Aku harus ber-
usaha lain, fikirku, si-orok ini ti-
dak mungkin dapat menunaikan
tugasnja. Se-kojong? aku ingat,
bahwa kaju atau papanlah jang
merupakan satu?nja alat jang da-
pat menolong orang? tenggelam.
Kau masih ingatkah, tjerita Ro-
binson Cruso, Toet, atau tjerita?
lain dilajar putih ? Nah, maka ti-
dak 'kufikirkan lagi, suatu kepu-
tusan kuambil: andaikata kelak
ada bahaja, maka pintu almari da-
lam kamar tidurku kulepas dan
kupergunakan untuk alat renang
mendampingi tugasnja orok kke-
tiilku.
Makan sore, djam 17.00. Ma-
lamnja suntuk tidak ada penera-
ngan lampu sama sekali, ketjuali
di-kamar? mesin.
Tanggal 11 Mei 1958. Tidak
ada jang istimewa. Kapal ladju
sekali, hingga badan kapal ber-
gojang kekanan dan kekiri. Se-
habis makan pagi, aku duduk ber-
omong? digeladak tengah. Se-
mua pembitjaraan berkisar ke-
pada berita serangan musuh. Di-
luar dugaanku, Tut, bahwa di-
antara penumpang? ini terdapat
pula wanita? dan anak? ketjil.
Budak? Iketjil ini, tidak mengeta-
hui bahwa perdjalanan ini sa-
ngat berbahaja. Ramainja mereka
bermain-main, berlari-lari dian-
tara orang? tua jang sedang
duduk ber-omong?. Aku teringat
lagi si Dhendi, untunglah ia tidak
28
ikut. Hati ketjilku mendo'a, se-
moga tidak ada halangan suatu
apa hingga ke Ambon. Malamnja
sebelum aku tidur, ku bajangkan
wadjahmu, wadjah anak-anakmu,
wadjah ibuku dan wadjah almar-
hum ajahku. Tjaraku sembahjang
jang biasa kulakukan bukan!
Djangan tanja lagi, model mana,
toch akan kudjawab selalu : mo-
delku sendiri. Inilah kepertjaja-
anku disamping aku memudja dan
mendjundjung ke-Agungan Tu-
han dan para Nabinja. Ke-esokan
harinja kami sudah berada di-
antara pulau? Bali dan Lombok,
katanja, tetapi jang kulihat hanja :
Laut jang luas membentang, djauh
kedepan, kesamping dan kebela-
kang, air biru 'kehidjau-hidjauan
laksana beludru jang bertepian
tjakrawala. Langit tjerah dan
diufuk Timur bersiraman tjahaja
kuning emas, sungguh suatu pe-
mandangan jang sangat tjantik.
Tetapi djam 13.00 siang awan?
putih mulai berarakan, laut berge-
lombang membuih putih? dan
udara sangat teriknja. Tiada
berapa lama kami dikedjutkan
tanda bahaja, semua anggauta
jang bersendjata mulai siap? di-
postnja masing? ............ Sebuah
pesawat terbang meluntjur de-
ngan tenangnja dari Timur ke
Barat, seakan-akan tidak meng-
hiraukan akan kesibukan kami
AN Pesawat siapa, dari-
mana, akan (kemana tidak diketa-
huinja. Tafsiran dari semua pe-
numpang beraneka warna — ——
Mungkin pesawat pengintai mu-
Su sowssenstn mungkin dari AURI
La masa mungkin ......... mungkin
Mass dsb
Malam harinja sangat mendje-
riukan bagiku, 3 hari berlajar se-
rasa sudah satu tahun, lamanja.
Mata tidak mau di-pedjam?“kan.
Aku mentjari hiburan. Kuham-
piri beberapa teman? dengan te-
riakan: Siapa diantaranja jang
mempunjai madjallah jang paling
tjabul, pindjam dikitan dong. Kau,
akan menjengir membatja ini,
Tut. Inilah suatu pengisian ke-
kosongan untuk para pradjurit
jang sedang kesepian. Dimana
sadja digaris depan
di asrama dll. Kau pernah pula
membatja bukan, suatu mop, jang
coco caoca NOS EKA AI Abe COLA 0... o
isinja lukisan seorang tahanan
dalam pendjara dengan senjum-
an. Dan didinding atas tempat
tidurnja tertulis: Ditjari wanita
montok. Itupun suatu pengisian
kekosongan.
Nah, madjallah jang sangat
tjabul untuk kami, merupakan
santapan rochani, ma'af pak
cprad, jang larisnja melebihi pi-
sang goreng. Dan sebuah jang
kudapatkan, adalah dari th. 1955,
bentuknja sudah tidak menarik,
kumal? dan halaman?nja terlepas.
Tetapi djangan lihatin bentuk,
isinja, serem menggairahkan.
Djauh malam aku membatja dan
achirnja tertidur.
Tanggal 13 Mei 1958. Jang
penting tidak ada, kami sudah
hampir melewati pulau Flores.
Sungguh ladju kapal ketjil ini.
Tanggal 14 Mei 1958. Pagi?
sekali aku bangun, sebab aku
baru bermimpi malamnja, suatu
impian jang menurut perasaanku
merupakan suatu pesanan jang
berharga sekali. Begini mimpi-
ku: Aku bertemu dengan almar-
hum ajahku. Dengan muka jang
murka sekali, beliau membentak-
ku: Tunggu sehari lagi! Aku
mulai bingung, apakah jang be-
liau maksudkan sehari lagi itu,
adalah hari adjalku ataukah ka-
mi harus tunggu sehari lagi un-
tuk kelak melandjutkan perdja-
lanannja ke Ambon. Akan kula-
porkan kepada Kmd. rombongan,
djangan? nanti diketawai, sebab
suatu laporan militer jang tidak
berdasarkan segi-segi militer.
Dan untung? aku ditjap penganut
techajul atau biadab.
LN GAC |
Mereka gugur sebagai kusuma?
bangsa, dalam usaha memenuhi
tugas sutjinja dan djazat? pah-
lawan ini diistirahatkan di Ma-
kam Pahlawan Kapaha Ambon.<noinclude></noinclude>
efb50e3ja32ku430fy4lmnbcjpqlu7x
294347
294341
2026-05-13T13:23:28Z
Sarieffe
26994
294347
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 930 crop).jpg|300px|kiri|jmpl|
Berdjedjal²: rakjat menjaksikan
"karya” A.L. Pope. Tidak kurang dari 30 orang laki/perempuan terbunuh akibat pembomannja.]]
dangku, sambil mentjoba memba-
tja beberapa tulisan? dalam ma-
djallah usang, tetapi fikiranku le-
bih menarik kepada alat renang
orokku jang kupergunakan seba-
gai bantal kepala. Aku harus ber-
usaha lain, fikirku, si-orok ini ti-
dak mungkin dapat menunaikan
tugasnja. Se-kojong? aku ingat,
bahwa kaju atau papanlah jang
merupakan satu?nja alat jang da-
pat menolong orang? tenggelam.
Kau masih ingatkah, tjerita Ro-
binson Cruso, Toet, atau tjerita?
lain dilajar putih ? Nah, maka ti-
dak 'kufikirkan lagi, suatu kepu-
tusan kuambil: andaikata kelak
ada bahaja, maka pintu almari da-
lam kamar tidurku kulepas dan
kupergunakan untuk alat renang
mendampingi tugasnja orok kke-
tiilku.
Makan sore, djam 17.00. Ma-
lamnja suntuk tidak ada penera-
ngan lampu sama sekali, ketjuali
di-kamar? mesin.
Tanggal 11 Mei 1958. Tidak
ada jang istimewa. Kapal ladju
sekali, hingga badan kapal ber-
gojang kekanan dan kekiri. Se-
habis makan pagi, aku duduk ber-
omong? digeladak tengah. Se-
mua pembitjaraan berkisar ke-
pada berita serangan musuh. Di-
luar dugaanku, Tut, bahwa di-
antara penumpang? ini terdapat
pula wanita? dan anak? ketjil.
Budak? Iketjil ini, tidak mengeta-
hui bahwa perdjalanan ini sa-
ngat berbahaja. Ramainja mereka
bermain-main, berlari-lari dian-
tara orang? tua jang sedang
duduk ber-omong?. Aku teringat
lagi si Dhendi, untunglah ia tidak
28
ikut. Hati ketjilku mendo'a, se-
moga tidak ada halangan suatu
apa hingga ke Ambon. Malamnja
sebelum aku tidur, ku bajangkan
wadjahmu, wadjah anak-anakmu,
wadjah ibuku dan wadjah almar-
hum ajahku. Tjaraku sembahjang
jang biasa kulakukan bukan!
Djangan tanja lagi, model mana,
toch akan kudjawab selalu : mo-
delku sendiri. Inilah kepertjaja-
anku disamping aku memudja dan
mendjundjung ke-Agungan Tu-
han dan para Nabinja. Ke-esokan
harinja kami sudah berada di-
antara pulau? Bali dan Lombok,
katanja, tetapi jang kulihat hanja :
Laut jang luas membentang, djauh
kedepan, kesamping dan kebela-
kang, air biru 'kehidjau-hidjauan
laksana beludru jang bertepian
tjakrawala. Langit tjerah dan
diufuk Timur bersiraman tjahaja
kuning emas, sungguh suatu pe-
mandangan jang sangat tjantik.
Tetapi djam 13.00 siang awan?
putih mulai berarakan, laut berge-
lombang membuih putih? dan
udara sangat teriknja. Tiada
berapa lama kami dikedjutkan
tanda bahaja, semua anggauta
jang bersendjata mulai siap? di-
postnja masing? ............ Sebuah
pesawat terbang meluntjur de-
ngan tenangnja dari Timur ke
Barat, seakan-akan tidak meng-
hiraukan akan kesibukan kami
AN Pesawat siapa, dari-
mana, akan (kemana tidak diketa-
huinja. Tafsiran dari semua pe-
numpang beraneka warna — ——
Mungkin pesawat pengintai mu-
Su sowssenstn mungkin dari AURI
La masa mungkin ......... mungkin
Mass dsb
Malam harinja sangat mendje-
riukan bagiku, 3 hari berlajar se-
rasa sudah satu tahun, lamanja.
Mata tidak mau di-pedjam?“kan.
Aku mentjari hiburan. Kuham-
piri beberapa teman? dengan te-
riakan: Siapa diantaranja jang
mempunjai madjallah jang paling
tjabul, pindjam dikitan dong. Kau,
akan menjengir membatja ini,
Tut. Inilah suatu pengisian ke-
kosongan untuk para pradjurit
jang sedang kesepian. Dimana
sadja digaris depan
di asrama dll. Kau pernah pula
membatja bukan, suatu mop, jang
coco caoca NOS EKA AI Abe COLA 0... o
isinja lukisan seorang tahanan
dalam pendjara dengan senjum-
an. Dan didinding atas tempat
tidurnja tertulis: Ditjari wanita
montok. Itupun suatu pengisian
kekosongan.
Nah, madjallah jang sangat
tjabul untuk kami, merupakan
santapan rochani, ma'af pak
cprad, jang larisnja melebihi pi-
sang goreng. Dan sebuah jang
kudapatkan, adalah dari th. 1955,
bentuknja sudah tidak menarik,
kumal? dan halaman?nja terlepas.
Tetapi djangan lihatin bentuk,
isinja, serem menggairahkan.
Djauh malam aku membatja dan
achirnja tertidur.
Tanggal 13 Mei 1958. Jang
penting tidak ada, kami sudah
hampir melewati pulau Flores.
Sungguh ladju kapal ketjil ini.
Tanggal 14 Mei 1958. Pagi?
sekali aku bangun, sebab aku
baru bermimpi malamnja, suatu
impian jang menurut perasaanku
merupakan suatu pesanan jang
berharga sekali. Begini mimpi-
ku: Aku bertemu dengan almar-
hum ajahku. Dengan muka jang
murka sekali, beliau membentak-
ku: Tunggu sehari lagi! Aku
mulai bingung, apakah jang be-
liau maksudkan sehari lagi itu,
adalah hari adjalku ataukah ka-
mi harus tunggu sehari lagi un-
tuk kelak melandjutkan perdja-
lanannja ke Ambon. Akan kula-
porkan kepada Kmd. rombongan,
djangan? nanti diketawai, sebab
suatu laporan militer jang tidak
berdasarkan segi-segi militer.
Dan untung? aku ditjap penganut
techajul atau biadab.
LN GAC |
Mereka gugur sebagai kusuma?
bangsa, dalam usaha memenuhi
tugas sutjinja dan djazat? pah-
lawan ini diistirahatkan di Ma-
kam Pahlawan Kapaha Ambon.<noinclude></noinclude>
as7cjfy9erd7y19vbs90dk98odmsknv
294386
294347
2026-05-13T13:55:45Z
Sarieffe
26994
/* Telah diuji baca */
294386
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 930 crop).jpg|300px|kiri|jmpl|
''Berdjedjal² rakjat menjaksikan
"karya” A.L. Pope. Tidak kurang dari 30 orang laki/perempuan terbunuh akibat pembomannja.'']]
{{hwe|dangku|kandangku}}, sambil mentjoba membatja beberapa tulisan² dalam madjallah usang, tetapi fikiranku lebih menarik kepada alat renang orokku jang kupergunakan sebagai bantal kepala. Aku harus berusaha lain, fikirku, si-orok ini tidak mungkin dapat menunaikan
tugasnja. Se-kojong² aku ingat, bahwa kaju atau papanlah jang merupakan satu²nja alat jang dapat menolong orang² tenggelam. Kau masih ingatkah, tjerita Robinson Cruso, Toet, atau tjerita² lain dilajar putih? Nah, maka tidak 'kufikirkan lagi, suatu keputusan kuambil: andaikata kelak ada bahaja, maka pintu almari dalam kamar tidurku kulepas dan kupergunakan untuk alat renang
mendampingi tugasnja orok ketjilku.
Makan sore, djam 17.00. Malamnja suntuk tidak ada penerangan lampu sama sekali, ketjuali di-kamar² mesin.
Tanggal 11 Mei 1958. Tidak ada jang istimewa. Kapal ladju sekali, hingga badan kapal bergojang kekanan dan kekiri. Sehabis makan pagi, aku duduk ber-omong² digeladak tengah. Semua pembitjaraan berkisar kepada berita serangan musuh. Diluar dugaanku, Tut, bahwa diantara penumpang² ini terdapat pula wanita² dan anak² ketjil. Budak² ketjil ini, tidak mengetahui bahwa perdjalanan ini sangat berbahaja. Ramainja mereka
bermain-main, berlari-lari diantara orang² tua jang sedang duduk ber-omong². Aku teringat lagi si Dhendi, untunglah ia tidak ikut. Hati ketjilku mendo'a, semoga tidak ada halangan suatu apa hingga ke Ambon. Malamnja sebelum aku tidur, ku bajangkan wadjahmu, wadjah anak-anakmu, wadjah ibuku dan wadjah almarhum ajahku. Tjaraku sembahjang
jang biasa kulakukan bukan? Djangan tanja lagi, model mana, toch akan kudjawab selalu : modelku sendiri. Inilah kepertjajaanku disamping aku memudja dan mendjundjung ke-Agungan Tuhan dan para Nabinja. Ke-esokan
harinja kami sudah berada diantara pulau² Bali dan Lombok, katanja, tetapi jang kulihat hanja : Laut jang luas membentang, djauh kedepan, kesamping dan kebelakang, air biru 'kehidjau-hidjauan laksana beludru jang bertepian tjakrawala. Langit tjerah dan diufuk Timur bersiraman tjahaja kuning emas, sungguh suatu pemandangan jang sangat tjantik.
Tetapi djam 13.00 siang awan² putih mulai berarakan, laut bergelombang membuih putih² dan udara sangat teriknja. Tiada berapa lama kami dikedjutkan tanda bahaja, semua anggauta jang bersendjata mulai siap² dipostnja masing² ............ Sebuah
pesawat terbang meluntjur dengan tenangnja dari Timur ke Barat, seakan-akan tidak menghiraukan akan kesibukan kami..........Pesawat siapa, darimana, akan (kemana tidak diketahuinja. Tafsiran dari semua penumpang beraneka warna ~ ~ ~ Mungkin pesawat pengintai musuh........mungkin dari AURI.......mungkin ......... mungkin.........dsb
Malam harinja sangat mendjemukan bagiku, 3 hari berlajar serasa sudah satu tahun, lamanja. Mata tidak mau di-pedjam²kan. Aku mentjari hiburan. Kuhampiri beberapa teman² dengan teriakan: Siapa diantaranja jang mempunjai madjallah jang paling tjabul, pindjam dikitan dong. Kau, akan menjengir membatja ini, Tut. Inilah suatu pengisian kekosongan untuk para pradjurit jang sedang kesepian. Dimana sadja........ digaris depan.....di asrama dll. Kau pernah pula membatja bukan, suatu mop, jang isinja lukisan seorang tahanan dalam pendjara dengan senjuman. Dan idinding atas tempat tidurnja tertulis: Ditjari wanita montok. Itupun suatu pengisian
kekosongan.
Nah, madjallah jang sangat tjabul untuk kami, merupakan santapan rochani, ma'af pak oprad, jang larisnja melebihi pisang goreng. Dan sebuah jang kudapatkan, adalah dari th. 1955, bentuknja sudah tidak menarik, kumal² dan halaman²nja terlepas. Tetapi djangan lihatin bentuk, isinja, serem menggairahkan.
Djauh malam aku membatja dan achirnja tertidur.
Tanggal 13 Mei 1958. Jang penting tidak ada, kami sudah hampir melewati pulau Flores. Sungguh ladju kapal ketjil ini.
Tanggal 14 Mei 1958. Pagi² sekali aku bangun, sebab aku baru bermimpi malamnja, suatu impian jang menurut perasaanku merupakan suatu pesanan jang berharga sekali. Begini mimpiku: Aku bertemu dengan almarhum ajahku. Dengan muka jang murka sekali, beliau membentakku: Tunggu sehari lagi! Aku
mulai bingung, apakah jang beliau maksudkan sehari lagi itu, adalah hari adjalku ataukah kami harus tunggu sehari lagi untuk kelak melandjutkan perdjalanannja ke Ambon. Akan kulaporkan kepada Kmd. rombongan, djangan² nanti diketawai, sebab suatu laporan militer jang tidak berdasarkan segi-segi militer. Dan untung² aku ditjap penganut techajul atau biadab.
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 930 crop2).jpg|300px|kanan|jmpl|''Mereka gugur sebagai kusuma² bangsa, dalam usaha memenuhi tugas sutjinja dan djazat² pahlawan ini diistirahatkan di Makam Pahlawan Kapaha Ambon''.]]<noinclude>{{rh|28}}</noinclude>
hof6ibiwih12s6a4hmylfsciqs56p73
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/911
104
104279
294349
2026-05-13T13:26:21Z
Link PB
26772
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'kelak didjadikan alasan resmi untuk menolak tiap? permintaan pihak Belanda menemui Sri Sul- tan. Beliau menerima instruksi dari Presiden/Panglima Terting- g' untuk tetap mendjalankan tu- gasnja selaku Kepala Daerah. Tu- gas itu telah dilaksanakan dengan saksama sampai Pemerintah R.I. kembali ke Jogjakarta. Oleh be- lilau di kordineer pemerintahan daerah sedemikian rupa, hingga kerdja sama antara pemerintahan diluar dan didalam kota...
294349
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Link PB" /></noinclude>kelak didjadikan alasan resmi
untuk menolak tiap? permintaan
pihak Belanda menemui Sri Sul-
tan. Beliau menerima instruksi
dari Presiden/Panglima Terting-
g' untuk tetap mendjalankan tu-
gasnja selaku Kepala Daerah. Tu-
gas itu telah dilaksanakan dengan
saksama sampai Pemerintah R.I.
kembali ke Jogjakarta. Oleh be-
lilau di kordineer pemerintahan
daerah sedemikian rupa, hingga
kerdja sama antara pemerintahan
diluar dan didalam kota sangat
eratnja, ja, bahkan lebih erat dari
pada waktu? jang lalu. Kewiba-
waan/pengaruh Sri Sultan pada
waktu' jang genting itu sangat di-
rasakan oleh rakjat, sehingga se-
mua pegawai pemerintah dan
alat? negara selalu tetap mematu-
hi instruksi? beliau : semangat pa-
ra pedjuang R.I. tetap terpelihara.
Fihak musuh jang menginsjafi
betapa besar pengaruh Sri Sultan
berulang kali dengan pelbagai
raatjam djalan hendak mengada-
kan perundingan untuk kerdja sa-
ma, tetapi selalu ditolak dengan
tegas. Suatu permintaan dari fi-
kak musuh kepada Sri Sultan agar
beliau bersedia menjatakan, bah-
wa beliau tidak suka membantu
gerilja, sekalipun beliau tidak
membantu Belanda, oleh Sri Sul-
tan permintaan Belanda itu dito-
lak mentah?. Keraton Jogjakarta
bahkan didjadikan tempat, sarang
gerilja dimana orang? Republike-
in berlindung, dan dari mana per-
hubungan dengan luar dan ins-
truksi? kepada alat bersendjata
R.I. disalurkan.
Harta Benda dari Keraton jang
tidak sedikit harganja dikorban-
kan untuk perdjoangan Nusa dan
Bangsa. Dimasa jang segenting
itu Sri Sultan tetap mendjadi lam-
bang harapan dan kebulatan te-
kad dari segala rakjat.
Perdjoangan Sri Sultan patut
didjadikan tjontoh bagi putera?
Indonesia dan tidaklah menghe-
rankan, djika beliau oleh Presiden
kita diberi gelar Maha Putera.
Hingga kini masjarakat masih
memandang Sri Sultan sebagai
pemimpin politik dan Militer de-
ngan pangkat tituler LETNAN
DJENDRAL.
Presiden/Pmla Tertinggi sedang memberikan amanatnja, dalam upa-
tjara pemberian Bintung Geruju Jung Milunysungynah Ul bilinunyyiul.
YM PNP ME YA
C EE KN DUS II UMS Ia
Aye
Len. Djend. Sri Sultan Hamengku Buwono sedang mengutjapkan
kata sambutannja berkenaan dengan upatjara pemberian Bintang
Gerilia.
-
1
ed 3
Direktur Djenderal RRI Maladi, kiranja perdjuangannja dalam sek-
tor Penerangan sudah tidak asing lagi bagi rakjat Indonesia, di-
samping beliau sebagai perintis RRI, beliaupun dalam zaman gerilja
bank diangkat sebagai Major dan mendjabat sebagai Perwirr Peng-
ubung.<noinclude></noinclude>
pep57y9f7sda91s1a9cjyce1g49vakd
294360
294349
2026-05-13T13:35:40Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294360
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>kelak didjadikan alasan resmi untuk menolak tiap² pernyataan pihak Belanda mengenai Sri Sultan. Beliau menerima instruksi dari Presiden/Panglima Tertinggi untuk tetap mendjalankan tugasnja selaku Kepala Daerah. Tugas itu telah dilaksanakan dengan saksama sampai Pemerintah R.I. kembali ke Jogjakarta. Oleh karena itu kontinitas pemerintahan daerah sedemikian rupa, hingga kantjor serta sarana pemerintahan diluar dan didalam kota sangat teratjur, ja, bahkan lebih baik dari pada waktu² jang lalu. Kewibawaan/pengaruh Sri Sultan pada waktu jang penting itu sangat dirasakan oleh rakjat, sehingga semua pegawai pemerintah dan alat² negara selalu tetap mematuhi instruksi² beliau; semangat para pedjuang R.I. tetap terpelihara.
Pihak musuh jang mengetahui betapa besar pengaruh Sri Sultan berulang kali dengan pelbagai matjam djudala hendak mengadakan perundingan secara berdua sadja, tetapi selalu ditolak dengan tegas. Suatu permintaan dari pihak musuh kepada Sri Sultan agar beliau bersedia menjatakan, bahwa beliau tidak suka membantu gerilja sekaligus bahwa telah membantu Belanda, oleh Sri Sultan permintaan Belanda itu ditolak mentah². Kraton Jogjakarta bahkan didjadikan tempat sarang gerilja dimana orang² Republikan berlindung, dan dari sana perhubungan dengan luar dan instruksi² kepada alat bersendjata R.I. disiarkan.
Harta Benda dan Kegiatan jang tidak sedikit harganja dikurbankan untuk perdjuangan Nusa dan Bangsa. Dimasa jang genting itu Sri Sultan tetap mendjadi lambang harapan dan kebaktian tekad dari segala rakjat.
Perdjuangan Sri Sultan patut didjadikan tjontoh bagi pemuda² Indonesia dan tidaklah mengherankan, djika beliau oleh Presiden kita diberi gelar Maha Putera. Hingga kini masjarakat masih memandang Sri Sultan sebagai pemimpin politik dan Militer dengan pangkat tituler LETNAN DJENDRAL.
{{Missing image}}
<small>''Presiden/Panglima Tertinggi sedang memberikan amanatnya. Dalam upacara pelantikan perwira-perwira yang dilangsungkan di Istana Negara.''</small>
{{Missing image}}
<small>''Lain daripada itu dalam hubungan ini pula sedang menyematkan kata-kata simbolisnya berkenaan dengan upacara pemberian Medali Gerilya.''</small>
{{Missing image}}
<small>''Direktur Meneswad RRI Atmodi, sejarah perjuangannya dalam sektor Penerangan sudah tidak asing lagi bagi rakyat Indonesia, disamping beliau sebagai perintis RRI, beliau pun dalam zaman gerilya pernah diangkat sebagai Mayor dan menjabat sebagai Perwira Penghubung.''</small><noinclude>{{rh|||9}}</noinclude>
f6kws96r4lopgqlto6ihhgdajvk1gjx
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/912
104
104280
294350
2026-05-13T13:26:33Z
Link PB
26772
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'HASIL2 RAPAT: PEPERPU DAN PEPERDA Pada tanggal 12/2-'59 tepat pa- da djam 15.30 W.KASAD Djen- dral Major Gatot Soebroto telah menutup dengan resmi rapat Pe- peru A.D. dan para Peperda, jang telah berlangsung sedjak tanggal 11/2-59 di Tjipajung - Bogor. Rapat tersebut adalah rapat Ikerdja jang pertama dalam tahun ini dan telah dihadiri oleh sege- nap pendjabat Staf Angkatan Da- rat, Staf De-Peperpu, Pimpinan Front Nasional a.l. B...
294350
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Link PB" /></noinclude>HASIL2 RAPAT:
PEPERPU DAN PEPERDA
Pada tanggal 12/2-'59 tepat pa-
da djam 15.30 W.KASAD Djen-
dral Major Gatot Soebroto telah
menutup dengan resmi rapat Pe-
peru A.D. dan para Peperda, jang
telah berlangsung sedjak tanggal
11/2-59 di Tjipajung - Bogor.
Rapat tersebut adalah rapat
Ikerdja jang pertama dalam tahun
ini dan telah dihadiri oleh sege-
nap pendjabat Staf Angkatan Da-
rat, Staf De-Peperpu, Pimpinan
Front Nasional a.l. Brig. Djend.
Dr. Moestopo dan Sek. Djend.
Letkol. Tituler Achmadi serta
BKSe?nja, Peperda Atjeh jang di-
pimpin sendiri oleh Letkol Sja-
maun Gaharu, Peperda Sumatra
Utara jang dipimpin oleh Let-
kol. Djamin Gintings, Peperda
Riau jang dipimpin oleh Letkol.
Kaharuddin Nasution, Peperda
Sumatra Barat cg Ko. Operasi 17
Agustus jang dipimpin oleh Let-
kol. Pranoto, Peperda Sumatra
Selatan jang dipimpin sendiri oleh
Letkol. Harun Sohar, Peperda
Djawa Barat jang dipimpin oleh
Letkol. Roekman jang mewakili
Kol. Kosasih, Peperda Djakarta
Raja jang dipimpin sendiri oleh
Letkol. Umar, Peperda TT IV
dipimpin sendiri oleh Kol. Soe-
harto, Peperda Djawa Timur di-
pimpin oleh Letkol. Soerachman
jang mewakili Kol. Sarbini, De-
puty KOANDA Kalimantan sen-
diri oleh Kol. Koesno Oetomo,
Ko. Peperda Kal. Barat jang di-
pimpin sendiri oleh Letkol. Soe-
harto, Peperda Kal. Selt. jang di-
pimpin oleh Major Wahab, Pe-
perda Kal. Tengah jang dipimpin
oleh Drs. Kpt. Patianom, Peper-
da Kal. Timur jang dipimpin oleh
Letkol. Hartojo, De-Wilajah KO-
ANDIT jang dipimpin sendiri
cleh Letkol. Roekmito, Peperda
Sulawesi Selatan jang dipimpin
sendiri oleh Letkol. Andi Matta-
10
W. KASAD Djend. Major Gatot Subroto sedang membatjakan kata
amanatnja dalam uptjara pembukaan Pendidikan Tjalon Milat. Sis-
wa? tsb. diambil dari ketiga angkatan.
latta, Peperda Sulawesi Utara
jang dipimpin oleh Letkol. Soe-
nandar jang mewakili Letkol.
Moersjid, Peperda KDMMIB
jang dipimpin sendiri oleh Letkol.
Pieters dan Peperda Nusa Teng-
gara jang dipimpin sendiri oleh
Letkol. Minggu.
Rapat dibuka dan dipimpin oleh
Peperpu KASAD Letn. Djendral
A.H. Nasution dan pada rapat
pertama dihadiri oleh Kyai Ha-
dji Wahid Wahab - Menteri Ker-
dja sama Sipil dan Militer.
Setelah diadakan rapat terus
menerus siang dan malam baik
jang bersifat rapat? pleno maupun
rapat? chusus dapat diterangkan
bahwa segenap atjara telah da-
pat diselesaikan sesuai dengan
rentjana.
Dalam rapat itu telah dibitja-
rakan bidang FNIB, bidang Ku-
asa Perang, dan bidang routine.
Mengenai bidang FNPIB telah
diambil ketentuan? mengenai pro-
gram semesta FNPIB, mengenai
bidang Kuasa Perang telah diam-
bil ketentuan? mengenai bidang
Finec: pemerintahan dan ke-
amanan, mengenai bidang routine
telah diambil ketentuan? tentang
usaha AD menjempurnakan tu-
gas tanggung djawabnja dalam
bidang keamanan dan pemba-
ngunan AD. Dalam pada itu olen
KASAD Let. Djen. A.H. Nasuti-
on telah diberikan pendjelasan se-
kitar situasi Negara pada dewasa
ini. Setelah penutupan Rapat Pe-
perda 'A.D. ini, para Panglima
Terr dan Komandan DAM serta
pendjabat? SAD akan diterima
oleh Presiden di Istana Negara
untuk kemudian ber-sama? Pre-
siden mengikuti upatjara hari
ulang tahun ke-l. FNPIB.
SO<noinclude></noinclude>
t3alkb3gy5upxbcibzqv929sqi7cjyl
294362
294350
2026-05-13T13:40:17Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294362
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><big>HASIL2 RAPAT:</big>
{{c|<big><big><big>'''PEPERPU DAN PEPERDA'''</big></big></big>}}
{{Missing image}}
<small>''W. KASAD Djend. Major Gatot Subroto sedang membatjakan kata amanatnja dalam uptjara pembukaan Pendidikan Tjalon Milat. Siswa² tsb. diambil dari ketiga angkatan.''</small>
Pada tanggal 12/2-'59 tepat pada djam 15.30 W.KASAD Djendral Major Gatot Soebroto telah menutup dengan resmi rapat Peperu A.D. dan para Peperda, jang telah berlangsung sedjak tanggal 11/2-'59 di Tjipajung - Bogor.
Rapat tersebut adalah rapat kerdja jang pertama dalam tahun ini dan telah dihadiri oleh segenap pendjabat Staf Angkatan Darat, Staf De-Peperpu, Pimpinan Front Nasional a.l. Brig. Djend. Dr. Moestopo dan Sek. Djend. Letkol. Tituler Achmadi serta BKS²nja. Peperda Atjeh jang dipimpin sendiri oleh Letkol Sjamaun Gaharu, Peperda Sumatra Utara jang dipimpin oleh Letkol. Djamin Gintings, Peperda Riau jang dipimpin oleh Letkol. Kaharuddin Nasution, Peperda Sumatra Barat cq Ko. Operasi 17 Agustus jang dipimpin oleh Letkol. Pranoto, Peperda Sumatra Selatan jang dipimpin sendiri oleh Letkol. Harun Sohar, Peperda Djawa Barat jang dipimpin oleh Letkol. Roekman jang mewakili Kol. Kosasih, Peperda Djakarta Raja jang dipimpin sendiri oleh Letkol. Umar, Peperda TT IV dipimpin sendiri oleh Kol. Soeharto, Peperda Djawa Timur dipimpin oleh Letkol. Soerachman jang mewakili Kol. Sarbini, Deputy KOANDA Kalimantan sendiri oleh Kol. Koesno Oetomo, Ko. Peperda Kal. Barat jang dipimpin sendiri oleh Letkol. Soeharto, Peperda Kal. Selt. jang dipimpin oleh Major Wahab, Peperda Kal. Tengah jang dipimpin oleh Drs. Kpt. Patianom, Peperda Kal. Timur jang dipimpin oleh Letkol. Hartojo, De-Wilajah KOANDIT jang dipimpin sendiri oleh Letkol. Roekmito, Peperda Sulawesi Selatan jang dipimpin sendiri oleh Letkol. Andi Mattalatta. Peperda Sulawesi Utara jang dipimpin oleh Letkol. Soenandar jang mewakili Letkol. Moersjid. Peperda KDMMIB jang dipimpin sendiri oleh Letkol. Pieters dan Peperda Nusa Tenggara jang dipimpin sendiri oleh Letkol. Minggu.
Rapat dibuka dan dipimpin oleh Peperpu KASAD Letn. Djendral A.H. Nasution dan pada rapat pertama dihadiri oleh Kyai Hadji Wahid Wahab - Menteri Kerdja sama Sipil dan Militer.
Setelah diadakan rapat terus menerus siang dan malam baik jang bersifat rapat² pleno maupun rapat² chusus dapat diterangkan bahwa segenap atjara telah dapat diselesaikan sesuai dengan rentjana.
Dalam rapat itu telah dibitjarakan bidang FNIB, bidang Kuasa Perang, dan bidang routine. Mengenai bidang FNIB telah diambil ketentuan² mengenai program semesta FNPIB, mengenai bidang Kuasa Perang telah diambil ketentuan² mengenai bidang Finec: pemerintahan dan keamanan, mengenai bidang routine telah diambil ketentuan² tentang usaha AD menjempurnakan tugas tanggung djawabnja dalam bidang keamanan dan pembangunan AD. Dalam pada itu oleh KASAD Let. Djen. A.H. Nasution telah diberikan pendjelasan sekitar situasi Negara pada dewasa ini. Setelah penutupan Rapat Peperda A.D. ini, para Panglima Terr dan Komandan DAM serta pendjabat² SAD akan diterima oleh Presiden di Istana Negara untuk kemudian bersama² Presiden mengikuti upatjara hari ulang tahun ke-I. FNPIB.
{{c|—O—}}<noinclude>{{rh|10}}</noinclude>
4wq3f5bypl4n1nu3siil3e7xzq6kk52
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/541
104
104281
294357
2026-05-13T13:32:47Z
Arunikala
27004
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Telah gugur dalam pertempuran, di Lubuk Alung Pradjurit Kader Genie DJANI pada tanggal 24/4. Djenazah dimakamkan di Taman Pahlawan Ulak-karang. sepsi Zulkifli Lubis itu adalah sebagai berikut : Memberhentikan Djend. Major A.H. Nasution dari djabatannja sebagai KSAD dan dari segala djabatan lainnja dalam organisasi kementerian pertahanan'/staf Ang- katan Darat. Djuga memberhen- tikan Brigadir Djenderal Gatot Subroto dari djabatann...
294357
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>Telah gugur dalam pertempuran, di Lubuk Alung Pradjurit Kader
Genie DJANI pada tanggal 24/4.
Djenazah dimakamkan di Taman Pahlawan Ulak-karang.
sepsi Zulkifli Lubis itu adalah
sebagai berikut :
Memberhentikan Djend. Major
A.H. Nasution dari djabatannja
sebagai KSAD dan dari segala
djabatan lainnja dalam organisasi
kementerian pertahanan'/staf Ang-
katan Darat. Djuga memberhen-
tikan Brigadir Djenderal Gatot
Subroto dari djabatannja sebagai
Wakil KSAD dan segala dja-
batan Jainnja dalam organisasi
kementerian pertahanan dan staf
Angkatan Darat.
Selandjutnja menurut konsepsi
Zulkifli Lubis itu, akan diadakan-
nja pula perobahan pimpinan
T.T. III, baik panglimanja sendiri,
jaitu Kolonel Kosasih maupun
perwira? staf lainnja. Djuga akan
digantikannja pula kedudukan
Komandan KMKB Bandung dan
Komandan KMKB Djakarta
Raya.
Gbr. Tengah :
Let. Kol. DARMOSOEGONDO se-
bagai Komandan Territorial dae-
rah-daerah jang telah dibebaskan
sedang memeriksa sendjata? jang
dapat kita sita.
x
Gbr. Bawah :
Berpeti-peti munitie jang diting-
gaikan oleh pasukan ACHMAD
HUSIN dalam sebuah sekolah di
Alahan Pandjang dapat disita oleh
AP kita.
Dengan demikian Letnan Ko-
lonel E. Dahjar akan digantikan-
nja dengan orang lain. Begitu
pula Kepala Staf-nja Major Mar-
sudi akan diberhentikannja.
Djuga Letnan Kolonel Rusli
sebagai komandan CPM seluruh
Indonesia akan digantikannja
pula.
Selandjutnja Zulkifli Lubis te-
lah merentjanakan pula adanja
sebuah intelegen sentral dan di-
rektur djenderal kabinet peme-
rintah pusat.
Zulkifli Lubis merentjanakan
pula surat keputusan presiden
untuk menetapkan KMKB Djja-
karta Raya mendjadi suatu
territorium tersendiri dan me-
nempatkannja taktis langsung
dibawah KSAD. Komandan ter-
ritorium jang baru ini direntja-
nakan Letnan Kolonel Nasuhi<noinclude></noinclude>
pade7p5l5a53tbmuby7svtsmg0zdkpf
294364
294357
2026-05-13T13:43:14Z
Arunikala
27004
/* Telah diuji baca */
294364
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Arunikala" /></noinclude>[[File:1Madjalah Angkatan Darat (page 541 crop).jpg|1Madjalah Angkatan Darat (page 541 crop)|pus|jmpl|{{c|Telah gugur dalam pertempuran, di Lubuk Alung Pradjurit Kader Genie DJANI pada tanggal 24/4. Djenazah dimakamkan di Taman Pahlawan Ulak-karang.}}]]
{{hwe|sepsi|konsepsi}} Zulkifli Lubis itu adalah sebagai berikut :
Memberhentikan Djend. Major A.H. Nasution dari djabatannja sebagai KSAD dan dari segala djabatan lainnja dalam organisasi kementerian pertahanan/staf Angkatan Darat. Djuga memberhentikan Brigadir Djenderal Gatot Subroto dari djabatannja sebagai Wakil KSAD dan segala djabatan Jainnja dalam organisasi kementerian pertahanan dan staf Angkatan Darat.
Selandjutnja menurut konsepsi Zulkifli Lubis itu, akan diadakannja pula perobahan pimpinan T.T. III, baik panglimanja sendiri, jaitu Kolonel Kosasih maupun perwira<sup>2</sup> staf lainnja. Djuga akan digantikannja pula kedudukan Komandan KMKB Bandung dan Komandan KMKB Djakarta Raya.
Dengan demikian Letnan Kolonel E. Dahjar akan digantikannja dengan orang lain. Begitu pula Kepala Staf-nja Major Marsudi akan diberhentikannja.
Djuga Letnan Kolonel Rusli sebagai komandan CPM seluruh Indonesia akan digantikannja pula.
Selandjutnja Zulkifli Lubis telah merentjanakan pula adanja sebuah intelegen sentral dan direktur djenderal kabinet pemerintah pusat.
Zulkifli Lubis merentjanakan pula surat keputusan presiden untuk menetapkan KMKB Djakarta Raya mendjadi suatu territorium tersendiri dan menempatkannja taktis langsung dibawah KSAD. Komandan territorium jang baru ini direntjanakan Letnan Kolonel Nasuhi
[[File:2Madjalah Angkatan Darat (page 541 crop).jpg|2Madjalah Angkatan Darat (page 541 crop)|pus|jmpl|{{c|Gbr. Tengah : Let. Kol. DARMOSOEGONDO sebagai Komandan Territorial daerah-daerah jang telah dibebaskan sedang memeriksa sendjata<sup>2</sup> jang dapat kita sita.}}]]
[[File:3Madjalah Angkatan Darat (page 541 crop).jpg|3Madjalah Angkatan Darat (page 541 crop)|pus|jmpl|{{c|Gbr. Bawah : Berpeti-peti munitie jang ditinggalkan oleh pasukan ACHMAD HUSIN dalam sebuah sekolah di Alahan Pandjang dapat disita oleh AP kita. }}]]<noinclude></noinclude>
hfa4vwlj6btrdgi96w1fp74ad0qhm4f
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/542
104
104282
294365
2026-05-13T13:43:43Z
Arunikala
27004
/* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong
294365
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude><noinclude></noinclude>
ld8xhj544kp8w0645w64dbhn3ponpim
294367
294365
2026-05-13T13:44:23Z
Arunikala
27004
294367
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>Lobang peluru pada jeep landrover jang dipakai SJAFRUDIN &
kontjo-kontjonja untuk melarikan diri.
dengan Kepala Staf-nja Major hati bermuram muka (menurut
Bahari Effendi.
Rentjana Amanat Presiden:
Perobahan jang akan dilaksa-
nakan oleh Z. Lubis dalam pim-
pinan pemerintahan dan Angka-
tan Darat itu, digandengi pula
dengan suatu amanat presiden jg.
akan dipaksakan pula kepada pre-
siden Sukarno untuk menjampai-
kannja kepada seluruh rakjat.
Z. Lubis dalam rentjana ama-
nat presiden itu mengakui bahwa
tindakan pengatjara² jang pasti
itu ada pihak jang menjetudjui
dan jang tidak setudju.
Kepada pihak jang menjokong
diandjurkan bertawakkal kepada
Ilahi, djadilah penegak2 amal jang
memungkinkan tertjiptanja keru-
kunan hidup kemasjarakatan, ber-
djauh diri dari tutur kata dan
langkah dan tindak sehari² jang
dapat menimbulkan salah paham,
pertentangan serta kehangatan
suasana.
Pihak jang anti jang dapat
membuat matjam2 ragam bentuk
keadaan berupa penebaran bisi-
kan fitnah/tuduhan2, sabotase²,
persiapan perlawanan dengan
kekerasan, diandjurkan oleh Z.
Lubis melalui paksaan kepada
presiden supaja tidak bermarah
8
istilah Z. Lubis tidaklah hendak-
nja bermarah hati, bermuram mu-
ka, melainkan bersuka hati mene-
rima pesan saja) jang kiranja ti-
dak asing lagi bagi saudara², un-
tuk berdingin pikiran, menilai se-
baik2nja akibat dari tiap perbua-
tan jang negatif jang biasanja
massa rendahan mendjadi korban
karenanja, apakah ia merupakan
karenanja, apakah ia merupakan
tani, ataukah buruh, bawahan
bentara ataupun perwira pertama
dari angkatan bersendjata.
Z. Lubis selandjutnja, bahwa
tidaklah sikap dari pemerintah
(jang direntjanakannja) untuk
menganggap pihak jang anti se-
bagai lawan jang harus diperangi.
diantjam, ditakuti atau diketepi-
kan. Mudah2an katanja petundjuk
Ilahi mendjauhkan kita dari ke-
lakuan tindakan jang sedemikian.
Kita jang membawa budi baik dan
tanggung djawab, mempunjai tju-
kup sjarat untuk bersama mene-
gakkan sendi masjarakat Indo-
nesia jang adil dan makmur. Ti-
daklah hendaknja kata² ini meru-
pakan kata2 palsu ataupun kata2
jang mentjari popularitet kosong.
melainkan suatu tjita jang menun-
tut amal njata. Demikian antara
lain rentjana amanat presiden ter-
sebut.
Piagam Persetudjuan Palembang :
Z. Lubis dalam kegiatan²nja te-
lah mengadakan pula serangkaian
pertemuan di Palembang dengan
wakil dari apa jang dinamakan
daerah bergolak, masing2 Ahmad
Husin dengan kawan nja, Ventje
Sumual dengan kawan2nja dan
Letnan Kolonel Barlian dengan
kawan2nja sebelum dan sesudah
Musjawarah Nasional di Djakar-
ta.
Majoor NOERMATIAS menemui Kol. JANI dirumah bekas Let. Kol.
ACHMAD HUSIN.
Digitized by Google<noinclude></noinclude>
b6mbtcxi67llamumhry8z448et0yl5l
294385
294367
2026-05-13T13:55:22Z
Arunikala
27004
294385
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>[[File:1Madjalah Angkatan Darat (page 542 crop).jpg|1Madjalah Angkatan Darat (page 542 crop)|pus|jmpl|{{c|Lobang peluru pada jeep landrover jang dipakai SJAFRUDIN & kontjo-kontjonja untuk melarikan diri}}]]
dengan Kepala Staf-nja Major Bahari Effendi.
'''Rentjana Amanat Presiden:'''
Perobahan jang akan dilaksanakan oleh Z. Lubis dalam pimpinan pemerintahan dan Angkatan Darat itu, digandengi pula dengan suatu amanat presiden jg. akan dipaksakan pula kepada presiden Sukarno untuk menjampaikannja kepada seluruh rakjat.
Z. Lubis dalam rentjana amanat presiden itu mengakui bahwa tindakan pengatjara² jang pasti itu ada pihak jang menjetudjui dan jang tidak setudju.
Kepada pihak jang menjokong diandjurkan bertawakkal kepada Ilahi, djadilah penegak<sup>2</sup> amal jang memungkinkan tertjiptanja kerukunan hidup kemasjarakatan, berdjauh diri dari tutur kata dan langkah dan tindak sehari<sup>2</sup> jang dapat menimbulkan salah paham, pertentangan<sup>2</sup> serta kehangatan suasana.
Pihak jang anti jang dapat membuat matjam<sup>2</sup> ragam bentuk keadaan berupa penebaran bisikan<sup>2</sup> fitnah/tuduhan<sup>2</sup>, sabotase<sup>2</sup>, persiapan<sup>2</sup> perlawanan dengan kekerasan, diandjurkan oleh Z. Lubis melalui paksaan kepada presiden — supaja tidak bermarah hati bermuram muka — (menurut istilah Z. Lubis tidaklah hendaknja bermarah hati, bermuram muka, melainkan bersuka hati menerima pesan saja) jang kiranja tidak asing lagi bagi saudara<sup>2</sup>, untuk berdingin pikiran, menilai sebaik<sup>2</sup>nja akibat dari tiap perbuatan jang negatif jang biasanja massa rendahan mendjadi korban karenanja, apakah ia merupakan tani, ataukah buruh, bawahan/bentara ataupun perwira pertama dari angkatan bersendjata.
Z. Lubis selandjutnja, bahwa tidaklah sikap dari pemerintah (jang direntjanakannja) untuk menganggap pihak jang anti sebagai lawan jang harus diperangi, diantjam, ditakut<sup>2</sup>i atau diketepikan. Mudah<sup>2</sup>an katanja petundjuk Ilahi mendjauhkan kita dari kelakuan tindakan jang sedemikian. Kita jang membawa budi baik dan tanggung djawab, mempunjai tjukup sjarat<sup>2</sup> untuk bersama menegakkan sendi<sup>2</sup> masjarakat Indonesia jang adil dan makmur. Tidaklah hendaknja kata<sup>2</sup> ini merupakan kata<sup>2</sup> palsu ataupun kata2 jang mentjari popularitet kosong, melainkan suatu tjita jang menuntut amal njata. Demikian antara lain rentjana amanat presiden tersebut.
'''Piagam Persetudjuan Palembang :'''
Z. Lubis dalam kegiatan<sup>2</sup>nja telah mengadakan pula serangkaian pertemuan di Palembang dengan wakil<sup>2</sup> dari apa jang dinamakan daerah bergolak, masing<sup>2</sup> Ahmad Husin dengan kawan<sup>2</sup>nja, Ventje Sumual dengan kawan<sup>2</sup>nja dan Letnan Kolonel Barlian dengan kawan<sup>2</sup>nja sebelum dan sesudah Musjawarah Nasional di Djakarta.
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 542 crop).jpg|Madjalah Angkatan Darat (page 542 crop)|pus|jmpl|{{c|Majoor NOERMATIAS menemui Kol. JANI dirumah bekas Let. Kol. ACHMAD HUSIN.}}]]<noinclude>{{rh|8}}</noinclude>
8kukz6irk8gz85bki9d0bacmuuvs51r
294387
294385
2026-05-13T13:55:45Z
Arunikala
27004
/* Telah diuji baca */
294387
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Arunikala" /></noinclude>[[File:1Madjalah Angkatan Darat (page 542 crop).jpg|1Madjalah Angkatan Darat (page 542 crop)|pus|jmpl|{{c|Lobang peluru pada jeep landrover jang dipakai SJAFRUDIN & kontjo-kontjonja untuk melarikan diri}}]]
dengan Kepala Staf-nja Major Bahari Effendi.
'''Rentjana Amanat Presiden:'''
Perobahan jang akan dilaksanakan oleh Z. Lubis dalam pimpinan pemerintahan dan Angkatan Darat itu, digandengi pula dengan suatu amanat presiden jg. akan dipaksakan pula kepada presiden Sukarno untuk menjampaikannja kepada seluruh rakjat.
Z. Lubis dalam rentjana amanat presiden itu mengakui bahwa tindakan pengatjara² jang pasti itu ada pihak jang menjetudjui dan jang tidak setudju.
Kepada pihak jang menjokong diandjurkan bertawakkal kepada Ilahi, djadilah penegak<sup>2</sup> amal jang memungkinkan tertjiptanja kerukunan hidup kemasjarakatan, berdjauh diri dari tutur kata dan langkah dan tindak sehari<sup>2</sup> jang dapat menimbulkan salah paham, pertentangan<sup>2</sup> serta kehangatan suasana.
Pihak jang anti jang dapat membuat matjam<sup>2</sup> ragam bentuk keadaan berupa penebaran bisikan<sup>2</sup> fitnah/tuduhan<sup>2</sup>, sabotase<sup>2</sup>, persiapan<sup>2</sup> perlawanan dengan kekerasan, diandjurkan oleh Z. Lubis melalui paksaan kepada presiden — supaja tidak bermarah hati bermuram muka — (menurut istilah Z. Lubis tidaklah hendaknja bermarah hati, bermuram muka, melainkan bersuka hati menerima pesan saja) jang kiranja tidak asing lagi bagi saudara<sup>2</sup>, untuk berdingin pikiran, menilai sebaik<sup>2</sup>nja akibat dari tiap perbuatan jang negatif jang biasanja massa rendahan mendjadi korban karenanja, apakah ia merupakan tani, ataukah buruh, bawahan/bentara ataupun perwira pertama dari angkatan bersendjata.
Z. Lubis selandjutnja, bahwa tidaklah sikap dari pemerintah (jang direntjanakannja) untuk menganggap pihak jang anti sebagai lawan jang harus diperangi, diantjam, ditakut<sup>2</sup>i atau diketepikan. Mudah<sup>2</sup>an katanja petundjuk Ilahi mendjauhkan kita dari kelakuan tindakan jang sedemikian. Kita jang membawa budi baik dan tanggung djawab, mempunjai tjukup sjarat<sup>2</sup> untuk bersama menegakkan sendi<sup>2</sup> masjarakat Indonesia jang adil dan makmur. Tidaklah hendaknja kata<sup>2</sup> ini merupakan kata<sup>2</sup> palsu ataupun kata2 jang mentjari popularitet kosong, melainkan suatu tjita jang menuntut amal njata. Demikian antara lain rentjana amanat presiden tersebut.
'''Piagam Persetudjuan Palembang :'''
Z. Lubis dalam kegiatan<sup>2</sup>nja telah mengadakan pula serangkaian pertemuan di Palembang dengan wakil<sup>2</sup> dari apa jang dinamakan daerah bergolak, masing<sup>2</sup> Ahmad Husin dengan kawan<sup>2</sup>nja, Ventje Sumual dengan kawan<sup>2</sup>nja dan Letnan Kolonel Barlian dengan kawan<sup>2</sup>nja sebelum dan sesudah Musjawarah Nasional di Djakarta.
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 542 crop).jpg|Madjalah Angkatan Darat (page 542 crop)|pus|jmpl|{{c|Majoor NOERMATIAS menemui Kol. JANI dirumah bekas Let. Kol. ACHMAD HUSIN.}}]]<noinclude>{{rh|8}}</noinclude>
lhlazf9kvn3hvwach7uuocoxtdgtlow
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/918
104
104283
294366
2026-05-13T13:44:22Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294366
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center><big><big>'''Inilah "Karya" D.I/T.I.I.-Nja Kartosuwirjo'''</big></big></center>
* Baji² diserahkan begitu sadja kepada rakjat dan mereka djalankan "produksi" baji sebanjak-banjaknja.
* Wanita² diregutnja dari suatu kehidupan jang wadjar.
* Dan di "export"-lah mereka itu ke kota² besar sebagai "pengungsi" untuk mentjapai tudjuannja.
* Padi disawah dipotong dan ternak orang diangkut tanpa sepengetahuan pemiliknja.
* Itu kalimat Al Qur'an jang dipergunakan untuk mengelabui mata rakjat.
* Perlu adanja realisasi tindakan tegas dari segenap alat² Negara.
{{c|'''Pena: Koes A. S.'''}}
Bahwasanja kegiatan gerombolan pengatjau pengikut Kartosoewirjo dalam melakukan terrornja terhadap rakjat diberbagai daerah jang biasa disebut "daerah operasi berupa penggarongan", pembakaran² rumah serta mesdjid², pembunuhan² kedjam terhadap penduduk dsb. adalah telah merupakan suatu hal jang sedjak lama diketahui dan dirasakan oleh rakjat umum dan di Djawa Barat chususnja. Ketjuali kegiatan tsb. jang telah tjukup terkenal itu tadi, maka ada pula suatu perbuatan mereka jang biadab dan kedji serta diluar perbuatan manusia jang beriman dan beragama, ialah "penjerahan" atau katakanlah sadja pembuangan baji² oleh kawanan terror itu begitu sadja diberbagai daerah operasi.
Pri-laku jang sangat terkutuk ini mulai mereka djalankan sedjak menjelang tahun 1957 hingga tahun 1958 diberbagai daerah sehingga mentjapai tidak sedikit djumlah baji jang di-buang dan/atau mereka serahkan begitu sadja itu kepada penduduk. Pada bulan Desember 1958 sadja, didaerah desa Margawati, Ketjamatan kota Garut telah "diserahkan" sedjumlah enam baji, diantaranja dua baji masing² baru berusia satu dan lk. dua bulan diserahkan kepada kampung Tjimerang, desa Margawati pada tanggal 15 Februari 1958 dan tanggal 24 Desember 1958 dan satu diantaranja, karena penduduk jang diserahi itu adalah orang tjatjat dan tidak mampu dalam kehidupan sehari-hari-nja, maka baji tsb. dipelihara oleh se-orang anggauta Tentara Kompi II/306.
Di daerah Ketjamatan Patjet, Kewadanan Tjiparaj dalam tahun 1958, jang tertjatat sadja ada delapan belas baji "dibuang" oleh gerombolan pengatjau darul islam.
'''Wanita² dipaksa diangkut ke hutan dan baji² lahir terus tak berajah.'''
Oleh manusia susila dan manusia berbudi, pastilah bahwa perbuatan itu tak akan dilakukan, akan tetapi lain halnja dengan manusia seperti mereka jang tergabung dalam gerombolan darul islam ala Kartosoewirjo ini. Mereka senantiasa sengadja terus menerus melakukan usaha memperbanjak "produksi" baji², (jang setelah baji² itu lahir di dunia jang tentunja akan mempunjai "dunia gelap" baginja kini dan kelak dihari-hari jang mendatang itu) dengan djalan dan tjara lain, ialah mentjulik wanita² kampung (pinggiran) dengan paksa diangkut ke hutan untuk didjadikan "permaisuri"-nja. Dan tentu sadja wanita² tjulikan ini lama ke-
{{Missing image}}
<small>''Suatu detik jang sangat mengharukan, ketika Major Widjaja Sukardanu KS RTP 2/Brawidjaja meminta diri dari ribu² anggota Panitya Penjambutan APRI.''</small><noinclude>{{rh|16}}</noinclude>
0awvufgq31vddhrv427yb10vzwrreyn
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/920
104
104284
294371
2026-05-13T13:46:56Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294371
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>daerah operasi, pula mereka dengan bebas mentjari "kesenangan hidup" setjara per-seorangan. Di kota² besar itu, tidak sedikit pula djumlahnja para "pengungsi" jang terdiri dari wanita² rupawan serta muda² itu didjadikan "stasion" oleh fihak gerombolan dan/atau kakitangan-nja dalam mendjalankan rodanja di bidang "supplying" guna menghilangkan djedjak daripada pengusutan fihak alat² Negara. maka tidak sedikit pula djumlahnja diantara mereka itu jang mendapat pekerdjaan², terutama sekali di Perusahaan Pertenunan di kota². Betapa mudahnja mereka mendapatkan pekerdjaan di suatu Perusahaan Pertenunan jang pada umumnja adalah milik bangsa Asing (Tionghoa), sebab sebagai djaminannja tjukup kalau hanja memperlihatkan diri jang pada umumnja memiliki bentuk dan paras jang lumajan menurut pandangan sang madjikan. So'al kepandaian dalam bidang pekerdjaan menggulung benang dsb. umpamanja, adalah so'al kedua.
Itulah mungkin jang djuga mendjadi sebab semakin meningkatnja djumlah wanita "P" di kota² seperti Djakarta dan Bandung, bagaikan tjendawan di musim hudjan.
Adalah sukar untuk dibantah, bahwa para "pengungsi" jang telah mendjadi "pekerdja harian" di suatu perusahaan di kota² besar itu pasti pula berusaha mentjari nafkahnja pada malam hari di tempat-tempat tertentu, disamping mendjalankan "tugas" jang telah di "instruksikan" oleh madjikannja jang berada dihutan-hutan belukar itu.
Adalah tiada salahnja djuga kiranja, kalau tingkah laku dan tindak tipu muslihat para wanita "pengungsi" jang muda dan rupawan dari daerah² pinggiran (daerah operasi) itu didjadikan bahan tindakan keamanan bagi para petugas kita di kota² besar itu tadi.
Bakar rumah, sembelih orang sesama ummat muslimin, adalah merupakan salah satu "hobby" manusia darul islam jang masih sadja mereka lakukan jang pada dasarnja tanpa perhitungan atas peri-kemanusiaan. Apakah sesungguhnja arti daripada kalimat "ALLAH HU AKBAR" jang senantiasa mereka dengungkan dan teriakkan sebelum dan sesudahnja melakukan itu semuanja? Tuhan jang manakah jang sesungguhnja mereka "agungkan" itu? Apakah Allah jang Maha Agung, Pengasih dan Penjajang terhadap machluknja itu memang membenarkan ummatnja itu disembelih, kemudian dibakar sekalian berikut rumahnja dan diangkut harta benda milik si penghuninja jang tiada berdosa menurut pandangan sebagian besar ummat muslimin jang hidup ditengah-tengah bumi Allah ini? Ja, Tuhan jang Maha Mengetahui, ampunilah hamba-Mu jang tengah ditimpa malapetaka serupa ini, dan berilah ketabahan hati dan tekad dalam merasakan ketakutan jang tiada taranja dalam menghadapi kegiatan² manusia biadab itu. Lindungilah, Ja Tuhan jang Maha Besar. Allahhu Akbar !!!
Demikianlah ratapan ini senantiasa menggema didalam tiap² dada penduduk jang bertempat tinggal di daerah dimana masih sadja sering mendapat gangguan fihak pengatjau gerombolan darul islam buatan manusia jang sesungguhnja tidak dibenarkan Tuhan. Berpuluh-puluh jang bahkan beratus-ratus djumlah korban djiwa jang djatuh dikalangan rakjat ketjil jang sesungguhnja tiada berdosa, dan jang sekedar mempertahankan hak milik untuk hidupnja jang serba kekurangan itu. Mereka jang kurang itu, djustru karena untuk bekal hidup bagi ia sendiri serta anak istrinja jang masih diasingkan akan tjukup menurut perhitungan dan penggunaannja jang wadjar.
'''Padi di sawah dipotong tidak semestinja, dan ternak diangkut ke hutan.'''
Salah satu usaha penghantjuran dan tindakan memisahkan antara fihak gerombolan Darul Islam dengan rakjat jg. bertempat tinggal djauh dari kedudukan alat² Negara bersendjata diberbagai daerah operasi di - Djawa Barat ini, antara lain dilakukan dengan tjara pemagaran perkampungan jang telah diatur sedemikian rupa, penempatan perumahannja jang dikumpulkan dari pelosok pinggir hutan, tjukup djuga untuk membikin pusing fihak gerombolan. Mereka sedikit banjaknja telah mengalami kematjetan dalam melakukan peng-
{{Missing image}}
<small>''Berpeti-peti peluru dari bermatjam-matjam djenis jang telah dapat kita rampas dari tangan kaum pembrontak didaerah Ko Operasi 17 Agustus.''</small><noinclude>{{rh|18}}</noinclude>
hpg5es8lc57u1v709qvuq9lnu7zo8o7
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/926
104
104285
294378
2026-05-13T13:50:32Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294378
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><big>''Kisah Njata:''</big>
{{c|<big><big><big>'''MANUSIA PUNJA RENTJANA, TUHAN JANG MENENTUKAN'''</big></big></big>}}
{{r|<big>'''BERITA UNTUK IBUNJA DHENDY'''</big>}}
Tuti, kau masih ingat bukan, waktu si Dhendi me-ronta² tidak mau kutinggalkan pergi. Betapa berat dan hantjur hatiku waktu itu. Teriakan budak ketjil ini, „saja ikut, saja ikut” selalu menggema ditelingaku sepandjang perdjalanan ke Surabaja. Sungguh aneh bagiku, mengapa ia me-ronta² hendak ikut, sedangkan ia lebih senang disampingmu dari pada bersamaku. Sekilas lintas masuk dalam fiki-ranku: Inilah firasat jang tidak baik. Firasat ini, dijakinkan dengan berita² dalam suratkabar pagi jang kubeli dalam kereta-api. Indonesia Timur dan Maluku mendapat serangan² udara musuh hampir setiap hari.
Djarum lontjeng setatsiun Surabaja, menundjukkan djam 21.15, waktu kereta-api bergegar dan berdesis berhenti. Kami meninggalkan wagon² menudju kehalaman luar, dimana telah siap empat truck militer untuk mengangsur kami dari setatsiun ke pelabuhan. Perut kami sudah mulai berontak, tetapi apa hendak dikata, sekitar setatsiun sudah sepi dan lagi waktu tidak mengizinkan lagi. Mudah²anlah nanti dikapal mendapatkan makan dan kopi. Tetapi meleset semua dugaanku semula. Ketjewa, mendongkol, lapar, letih, mengantuk, pusing inilah bekalku waktu aku mengindjakkan kaki diatas geladak kapal jang akan mengangkut kami ke Ambon. "NAIKO" demikianlah nama kapalanja. Kapalnja ketjil, tidak sebesar atau se-mewah kapal Batanghari jang pernah kau lihat dan...
{{Missing image}}
<small>''Asap mengepul dari kamar tidurku di Kapal "NAIKU" yang kutumpangi, merupakan saksi bisu akan keganasan kaum pemberontak Permasta dengan Penerbang asingnja.''</small><noinclude>{{rh|24}}</noinclude>
4gi52c3okcy7cfarucy85ijzozvpye5
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/931
104
104286
294382
2026-05-13T13:54:43Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294382
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Achir-nja kuberanikan diri untuk bertemu dengan Kmd. rombongan jang pada waktu itu sedang ber-omong² dengan Nachoda kapal dan beberapa perwira.
„Sampai kemana kita sekarang ini?” tanjaku.
„Nanti sore djam 16.00 kita sudah mentjapai pulau² ketjil di-udjung Utara pulau Timor, dan seterusnja fullspeed menjeberangi lautan Banda menudju ke Ambon, untuk mentjapai sebelum djam 04.00 pagi, dengan begitu kita dapat dengan aman mendarat” pendjelasan nachoda kapal.
„Umpama sadja, kita bermalam dipulau ketjil tersebut, selama 24 djam sebab tgl. 15 Mei adalah Hari Pattimura, mungkin musuh mengadakan serangan karena ada upatjara militer”, usulku.
„Ach, biarlah apa jang sudah direntjanakan nachoda, dan lagi kita lekas dapat melihat Ambon lagi, aku sendiri sudah djemu berhari-hari begini”, saut Kmd. rombongan.
„Begini, tuan², saja tadi malam memimpi, dipesankan untuk tunggu sehari lagi”, aku mendesak.
Tetapi apa jang kuduga semula, betul. Tachajul², teriak mereka. Nah, sudah aku pun diam.
Djam 16.00, kami melampaui pulau ketjil tersebut diatas, dan mulai fullspeed menjeberang lautan Banda menudju ke Ambon. Semua penumpang diminta utk hati-hati, djangan gaduh, dilarang merokok diatas geladak, karena kita memasuki radiasi pengintaian musuh.
Malam harinja, sepi, tidak ada jang omong keras². Semua seakan-akan menahan nafas, untuk menantikan sesuatu.
Djam 02.00 aku dibangunkan kawanku sekamar, sesudah tjutji muka dan berkemas² pakaian dan koper aku naik ke geladak atas. Kami sudah mulai masuk Tandjungalang. Sjukurlah, do'aku. Kira² djam 03.00 kami dikedjutkan oleh gemuruhnja suara pesawat terbang, dari djurusan Ambon ke Laha dan beberapa menit kemudian beberapa pesawat terbang dari djurusan Laha melintas Tandjungalang. Semua berada diatas geladak, dan semua mejakinkan dirinja masing², bahwa pesawat² tadi adalah kepunjaan AURI. Djam 24.00 kami masih berada disekitar lautan Tandjungalang Nusaniwe. "Bagaimana ini, katanja djam 04.00 sudah dapat merapat", suara nggerutu. Tetapi rupa-rupanja, kebanjakan sudah berperasaan lega. Kulihat dibelakang sendiri, segerombolan "kawan²" dan seorang pegawai dari Kantor Gubernur jang baru sadja kembali dari tugas di Djawa, memetik gitar sambil melagukan koor, Ambon manise.
Djam k.l. 05.00 pagi tgl. 15 Mei 1958. Kami sudah melampaui pelabuhan Ambon, karena pelabuhan gelap sekali tertutup kabut pagi, kapal terlandjur hingga ke muka Taman Pahlawan Kapaha. Kapal dibelokkan kekiri. Kebanjakan penumpang berlari-lari kekiri kapal untuk dapat lihat pelabuhan dengan tjepat, djika kapal telah merapat, lontjat ke darat.
Diantara penumpang² ini, akupun ta' ketinggalan. Dari djembatan, orang teriak²: Djangan kekiri semua, kapalnja miring. Akupun tunduk perintah ini, maka segeralah aku kembali ke kanan kapal. Djam 05.30, kapal menudju langsung ke djembatan pelabuhan. Djarak antara kapal dengan pantai k.l. masih ada 500 meter. Kami semua berkejakinan, bahwa kami sudah pasti akan selamat hingga ke asrama. Perdjalanan jang sangat berbahaja dan menegangkan sjaraf itu, telah berachir. Aku sendiri mulai ketawa ketjil, djika ku ingat kembali lamunanku jang bukan² itu. Ku ambil rokok sebatang dan menghisapnja se-dalam²nja. Nikmat betul sepagi itu jang sangat sedjuk.
Se-konjong² kami dikedjutkan ........ thruth ...... thruth ...... thruth ...... suara tembakan automatisch dari Benteng Victoria.
Terpaku aku berdiri dan tidak tahan lagi apa jang akan kuperbuat. Beberapa detik ........ dan se-konjong² muntjul sebuah pesawat terbang hitam tiada bersuara ........ rendah sekali ...... menudju ke kapal. Aku masih berdiri terpaku, mulut ternganga melihat montjong pesawat jang kelihatan djelas sekali hinggap mendatang. Bren² dari kawan² mulai menjanji .......... achirnja BANG .......... sebuah bom djatuh dilaut beberapa meter disamping kiri kapal. Kegaduhan dan hiruk-pikuk mulai mendjadi. "Tiarap-tiarap", teriakku, "Pesawat akan kembali lagi". Aku sendiri merebahkan diri dihuritan kapal. Tetapi kegaduhan dari penumpang² rupanja tidak dikendalikan, beberapa orang berdjedjal-djedjal disatu-satunja tangga jang menudju ke kamarku, untuk berlindung. Melihat sedemikian itu, aku pun bangun dan turut mengekornja. Tetapi melihat ke-
{{Missing image}}
<small>''Akibat pemboman atas Kapal "NAIKO" tsb. lebih 10 orang luka² berat dan ringan.''</small>
{{Missing image}}
<small>''RST² didaerah KDMMIB dibandjiri penghuni dari Kapal "NAIKO",''</small><noinclude>{{rh|||29}}</noinclude>
r4x4tbxr6h0z4h8irvdhevinynsy5w8
294384
294382
2026-05-13T13:55:10Z
Link PB
26772
294384
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Achir²-nja kuberanikan diri untuk bertemu dengan Kmd. rombongan jang pada waktu itu sedang ber-omong² dengan Nachoda kapal dan beberapa perwira.
„Sampai kemana kita sekarang ini?” tanjaku.
„Nanti sore djam 16.00 kita sudah mentjapai pulau² ketjil di-udjung Utara pulau Timor, dan seterusnja fullspeed menjeberangi lautan Banda menudju ke Ambon, untuk mentjapai sebelum djam 04.00 pagi, dengan begitu kita dapat dengan aman mendarat” pendjelasan nachoda kapal.
„Umpama sadja, kita bermalam dipulau ketjil tersebut, selama 24 djam sebab tgl. 15 Mei adalah Hari Pattimura, mungkin musuh mengadakan serangan karena ada upatjara militer”, usulku.
„Ach, biarlah apa jang sudah direntjanakan nachoda, dan lagi kita lekas dapat melihat Ambon lagi, aku sendiri sudah djemu berhari-hari begini”, saut Kmd. rombongan.
„Begini, tuan², saja tadi malam memimpi, dipesankan untuk tunggu sehari lagi”, aku mendesak.
Tetapi apa jang kuduga semula, betul. Tachajul², teriak mereka. Nah, sudah aku pun diam.
Djam 16.00, kami melampaui pulau ketjil tersebut diatas, dan mulai fullspeed menjeberang lautan Banda menudju ke Ambon. Semua penumpang diminta utk hati-hati, djangan gaduh, dilarang merokok diatas geladak, karena kita memasuki radiasi pengintaian musuh.
Malam harinja, sepi, tidak ada jang omong keras². Semua seakan-akan menahan nafas, untuk menantikan sesuatu.
Djam 02.00 aku dibangunkan kawanku sekamar, sesudah tjutji muka dan berkemas² pakaian dan koper aku naik ke geladak atas. Kami sudah mulai masuk Tandjungalang. Sjukurlah, do'aku. Kira² djam 03.00 kami dikedjutkan oleh gemuruhnja suara pesawat terbang, dari djurusan Ambon ke Laha dan beberapa menit kemudian beberapa pesawat terbang dari djurusan Laha melintas Tandjungalang. Semua berada diatas geladak, dan semua mejakinkan dirinja masing², bahwa pesawat² tadi adalah kepunjaan AURI. Djam 24.00 kami masih berada disekitar lautan Tandjungalang Nusaniwe. "Bagaimana ini, katanja djam 04.00 sudah dapat merapat", suara nggerutu. Tetapi rupa-rupanja, kebanjakan sudah berperasaan lega. Kulihat dibelakang sendiri, segerombolan "kawan²" dan seorang pegawai dari Kantor Gubernur jang baru sadja kembali dari tugas di Djawa, memetik gitar sambil melagukan koor, Ambon manise.
Djam k.l. 05.00 pagi tgl. 15 Mei 1958. Kami sudah melampaui pelabuhan Ambon, karena pelabuhan gelap sekali tertutup kabut pagi, kapal terlandjur hingga ke muka Taman Pahlawan Kapaha. Kapal dibelokkan kekiri. Kebanjakan penumpang berlari-lari kekiri kapal untuk dapat lihat pelabuhan dengan tjepat, djika kapal telah merapat, lontjat ke darat.
Diantara penumpang² ini, akupun ta' ketinggalan. Dari djembatan, orang teriak²: Djangan kekiri semua, kapalnja miring. Akupun tunduk perintah ini, maka segeralah aku kembali ke kanan kapal. Djam 05.30, kapal menudju langsung ke djembatan pelabuhan. Djarak antara kapal dengan pantai k.l. masih ada 500 meter. Kami semua berkejakinan, bahwa kami sudah pasti akan selamat hingga ke asrama. Perdjalanan jang sangat berbahaja dan menegangkan sjaraf itu, telah berachir. Aku sendiri mulai ketawa ketjil, djika ku ingat kembali lamunanku jang bukan² itu. Ku ambil rokok sebatang dan menghisapnja se-dalam²nja. Nikmat betul sepagi itu jang sangat sedjuk.
Se-konjong² kami dikedjutkan ........ thruth ...... thruth ...... thruth ...... suara tembakan automatisch dari Benteng Victoria.
Terpaku aku berdiri dan tidak tahan lagi apa jang akan kuperbuat. Beberapa detik ........ dan se-konjong² muntjul sebuah pesawat terbang hitam tiada bersuara ........ rendah sekali ...... menudju ke kapal. Aku masih berdiri terpaku, mulut ternganga melihat montjong pesawat jang kelihatan djelas sekali hinggap mendatang. Bren² dari kawan² mulai menjanji .......... achirnja BANG .......... sebuah bom djatuh dilaut beberapa meter disamping kiri kapal. Kegaduhan dan hiruk-pikuk mulai mendjadi. "Tiarap-tiarap", teriakku, "Pesawat akan kembali lagi". Aku sendiri merebahkan diri dihuritan kapal. Tetapi kegaduhan dari penumpang² rupanja tidak dikendalikan, beberapa orang berdjedjal-djedjal disatu-satunja tangga jang menudju ke kamarku, untuk berlindung. Melihat sedemikian itu, aku pun bangun dan turut mengekornja. Tetapi melihat ke-
{{Missing image}}
<small>''Akibat pemboman atas Kapal "NAIKO" tsb. lebih 10 orang luka² berat dan ringan.''</small>
{{Missing image}}
<small>''RST² didaerah KDMMIB dibandjiri penghuni dari Kapal "NAIKO",''</small><noinclude>{{rh|||29}}</noinclude>
0bk1j5elczfousdg8mm9aadyqdfy9v7
294421
294384
2026-05-13T14:15:38Z
Sarieffe
26994
/* Tervalidasi */
294421
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude>Achir²-nja kuberanikan diri untuk bertemu dengan Kmd. rombongan jang pada waktu itu sedang ber-omong² dengan Nachoda kapal dan beberapa perwira.
„Sampai kemana kita sekarang ini?” tanjaku.
„Nanti sore djam 16.00 kita sudah mentjapai pulau² ketjil di-udjung Utara pulau Timor, dan seterusnja fullspeed menjeberangi lautan Banda menudju ke Ambon, untuk mentjapai sebelum djam 04.00 pagi, dengan begitu kita dapat dengan aman mendarat” pendjelasan nachoda kapal.
„Umpama sadja, kita bermalam dipulau ketjil tersebut, selama 24 djam sebab tgl. 15 Mei adalah Hari Pattimura, mungkin musuh mengadakan serangan karena ada upatjara militer”, usulku.
„Ach, biarlah apa jang sudah direntjanakan nachoda, dan lagi kita lekas dapat melihat Ambon lagi, aku sendiri sudah djemu berhari-hari begini”, saut Kmd. rombongan.
„Begini, tuan², saja tadi malam memimpi, dipesankan untuk tunggu sehari lagi”, aku mendesak.
Tetapi apa jang kuduga semula, betul. Tachajul², teriak mereka. Nah, sudah aku pun diam.
Djam 16.00, kami melampaui pulau ketjil tersebut diatas, dan mulai fullspeed menjeberang lautan Banda menudju ke Ambon. Semua penumpang diminta utk hati-hati, djangan gaduh, dilarang merokok diatas geladak, karena kita memasuki radiasi pengintaian musuh.
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 931 crop).jpg|300px|kiri|jmpl|''Akibat pemboman atas Kapal "NAIKO" tsb. lebih dari 20 orang luka² berat dan ringan'']]
Malam harinja, sepi, tidak ada jang omong keras². Semua seakan-akan menahan nafas, untuk menantikan sesuatu.
Djam 02.00 aku dibangunkan kawanku sekamar, sesudah tjutji muka dan berkemas² pakaian dan koper aku naik ke geladak atas. Kami sudah mulai masuk Tandjungalang. Sjukurlah, do'aku. Kira² djam 03.00 kami dikedjutkan oleh gemuruhnja suara pesawat terbang, dari djurusan Ambon ke Laha dan beberapa menit kemudian beberapa pesawat terbang dari djurusan Laha melintas Tandjungalang. Semua berada diatas geladak, dan semua mejakinkan dirinja masing², bahwa pesawat² tadi adalah kepunjaan AURI. Djam 24.00 kami masih berada disekitar lautan Tandjungalang Nusaniwe. „Bagaimana ini, katanja djam 04.00 sudah dapat merapat”, suara nggerutu. Tetapi rupa-rupanja, kebanjakan sudah berperasaan lega. Kulihat dibelakang sendiri, segerombolan "kawan²" dan seorang pegawai dari Kantor Gubernur jang baru sadja kembali dari tugas di Djawa, memetik gitar sambil melagukan koor, Ambon manise.
Djam k.l. 05.00 pagi tgl. 15 Mei 1958. Kami sudah melampaui pelabuhan Ambon, karena pelabuhan gelap sekali tertutup kabut pagi, kapal terlandjur hingga ke muka Taman Pahlawan Kapaha. Kapal dibelokkan kekiri. Kebanjakan penumpang berlari-lari kekiri kapal untuk dapat lihat pelabuhan dengan tjepat, djika kapal telah merapat, lontjat ke darat.
Diantara penumpang² ini, akupun ta' ketinggalan. Dari djembatan, orang teriak²: Djangan kekiri semua, kapalnja miring. Akupun tunduk perintah ini, maka segeralah aku kembali ke kanan kapal. Djam 05.30, kapal menudju langsung ke djembatan pelabuhan. Djarak antara kapal dengan pantai k.l. masih ada 500 meter. Kami semua berkejakinan, bahwa kami sudah pasti akan selamat hingga ke asrama. Perdjalanan jang sangat berbahaja dan menegangkan sjaraf itu, telah berachir. Aku sendiri mulai ketawa ketjil, djika ku ingat kembali lamunanku jang bukan² itu. Ku ambil rokok sebatang dan menghisapnja se-dalam²nja. Nikmat betul sepagi itu jang sangat sedjuk.
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 931 crop2).jpg|300px|kanan|jmpl|''RST² didaerah KDMMIB dibandjiri penghuni² Kapal "NAIKO"'']]
......Se-konjong² kami dikedjutkan ........ thruth ...... thruth ...... thruth ......thruth..... suara tembakan automatisch dari Benteng Victoria.
Terpaku aku berdiri dan tidak tahan lagi apa jang akan kuperbuat. Beberapa detik ........ dan se-konjong² muntjul sebuah pesawat terbang hitam tiada bersuara ........ rendah sekali ...... menudju ke kapal. Aku masih berdiri terpaku, mulut ternganga melihat montjong pesawat jang kelihatan djelas sekali hinggap mendatang. Bren² dari kawan² mulai menjanji .......... achirnja BANG .......... sebuah bom djatuh dilaut beberapa meter disamping kiri kapal. Kegaduhan dan hiruk-pikuk mulai mendjadi. „Tiarap-tiarap”, teriakku, „Pesawat akan kembali lagi”. Aku sendiri merebahkan diri diburitan kapal. Tetapi kegaduhan dari penumpang² rupanja tidak dikendalikan, beberapa orang berdjedjal-djedjal disatu-satunja tangga jang menudju ke kamarku, untuk berlindung. Melihat sedemikian itu, aku pun bangun dan turut mengekornja. Tetapi melihat {{hws|ke|kegaduhan}}<noinclude>{{rh|||29}}</noinclude>
m06bs7jicx3p8vmth94bfmmi4otkakp
294422
294421
2026-05-13T14:17:05Z
Sarieffe
26994
294422
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude>Achir²-nja kuberanikan diri untuk bertemu dengan Kmd. rombongan jang pada waktu itu sedang ber-omong² dengan Nachoda kapal dan beberapa perwira.
„Sampai kemana kita sekarang ini?” tanjaku.
„Nanti sore djam 16.00 kita sudah mentjapai pulau² ketjil di-udjung Utara pulau Timor, dan seterusnja fullspeed menjeberangi lautan Banda menudju ke Ambon, untuk mentjapai sebelum djam 04.00 pagi, dengan begitu kita dapat dengan aman mendarat” pendjelasan nachoda kapal.
„Umpama sadja, kita bermalam dipulau ketjil tersebut, selama 24 djam sebab tgl. 15 Mei adalah Hari Pattimura, mungkin musuh mengadakan serangan karena ada upatjara militer”, usulku.
„Ach, biarlah apa jang sudah direntjanakan nachoda, dan lagi kita lekas dapat melihat Ambon lagi, aku sendiri sudah djemu berhari-hari begini”, saut Kmd. rombongan.
„Begini, tuan², saja tadi malam memimpi, dipesankan untuk tunggu sehari lagi”, aku mendesak.
Tetapi apa jang kuduga semula, betul. Tachajul², teriak mereka. Nah, sudah aku pun diam.
Djam 16.00, kami melampaui pulau ketjil tersebut diatas, dan mulai fullspeed menjeberang lautan Banda menudju ke Ambon. Semua penumpang diminta utk hati-hati, djangan gaduh, dilarang merokok diatas geladak, karena kita memasuki radiasi pengintaian musuh.
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 931 crop).jpg|300px|kiri|jmpl|''Akibat pemboman atas Kapal "NAIKO" tsb. lebih dari 20 orang luka² berat dan ringan'']]
Malam harinja, sepi, tidak ada jang omong keras². Semua seakan-akan menahan nafas, untuk menantikan sesuatu.
Djam 02.00 aku dibangunkan kawanku sekamar, sesudah tjutji muka dan berkemas² pakaian dan koper aku naik ke geladak atas. Kami sudah mulai masuk Tandjungalang. Sjukurlah, do'aku. Kira² djam 03.00 kami dikedjutkan oleh gemuruhnja suara pesawat terbang, dari djurusan Ambon ke Laha dan beberapa menit kemudian beberapa pesawat terbang dari djurusan Laha melintas Tandjungalang. Semua berada diatas geladak, dan semua mejakinkan dirinja masing², bahwa pesawat² tadi adalah kepunjaan AURI. Djam 24.00 kami masih berada disekitar lautan Tandjungalang Nusaniwe. „Bagaimana ini, katanja djam 04.00 sudah dapat merapat”, suara nggerutu. Tetapi rupa-rupanja, kebanjakan sudah berperasaan lega. Kulihat dibelakang sendiri, segerombolan "kawan²" dan seorang pegawai dari Kantor Gubernur jang baru sadja kembali dari tugas di Djawa, memetik gitar sambil melagukan koor, Ambon manise.
Djam k.l. 05.00 pagi tgl. 15 Mei 1958. Kami sudah melampaui pelabuhan Ambon, karena pelabuhan gelap sekali tertutup kabut pagi, kapal terlandjur hingga ke muka Taman Pahlawan Kapaha. Kapal dibelokkan kekiri. Kebanjakan penumpang berlari-lari kekiri kapal untuk dapat lihat pelabuhan dengan tjepat, djika kapal telah merapat, lontjat ke darat.
Diantara penumpang² ini, akupun ta' ketinggalan. Dari djembatan, orang teriak²: Djangan kekiri semua, kapalnja miring. Akupun tunduk perintah ini, maka segeralah aku kembali ke kanan kapal. Djam 05.30, kapal menudju langsung ke djembatan pelabuhan. Djarak antara kapal dengan pantai k.l. masih ada 500 meter. Kami semua berkejakinan, bahwa kami sudah pasti akan selamat hingga ke asrama. Perdjalanan jang sangat berbahaja dan menegangkan sjaraf itu, telah berachir. Aku sendiri mulai ketawa ketjil, djika ku ingat kembali lamunanku jang bukan² itu. Ku ambil rokok sebatang dan menghisapnja se-dalam²nja. Nikmat betul sepagi itu jang sangat sedjuk.
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 931 crop2).jpg|300px|kanan|jmpl|''RST² didaerah KDMMIB dibandjiri penghuni² Kapal "NAIKO"'']]
......Se-konjong² kami dikedjutkan ........ thruth ...... thruth ...... thruth ......thruth..... suara tembakan automatisch dari Benteng Victoria.
Terpaku aku berdiri dan tidak tahan lagi apa jang akan kuperbuat. Beberapa detik ........ dan se-konjong² muntjul sebuah pesawat terbang hitam tiada bersuara ........ rendah sekali ...... menudju ke kapal. Aku masih berdiri terpaku, mulut ternganga melihat montjong pesawat jang kelihatan djelas sekali hinggap mendatang. Bren² dari kawan² mulai menjanji .......... achirnja BANG .......... sebuah bom djatuh dilaut beberapa meter disamping kiri kapal. Kegaduhan dan hiruk-pikuk mulai mendjadi. „Tiarap-tiarap”, teriakku, „Pesawat akan kembali lagi”. Aku sendiri merebahkan diri diburitan kapal. Tetapi kegaduhan dari penumpang² rupanja tidak dikendalikan, beberapa orang berdjedjal-djedjal disatu-satunja tangga jang menudju ke kamarku, untuk berlindung. Melihat sedemikian itu, aku pun bangun dan turut mengekornja. Tetapi melihat {{hws|ke|kemungkinan}}<noinclude>{{rh|||29}}</noinclude>
3oejwgjambuaw0zl3u51zq1p0mrssyk
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/543
104
104287
294388
2026-05-13T13:56:01Z
Arunikala
27004
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Pertemuan jang dilakukan se- belum Munas adalah untuk me- nentukan sikapnja jg akan diba- wa kedalam musjawarah. Perte- muan tersebut menghasilkan sua- tu piagam jang dinamakan ,,Pia- gam Persetudjuan Palembang” jang antara lain menentukan po- kok? tudjuan dalam Munas terse- but sebagai berikut : Menuntut pulihnja segera dwi- tunggal dalam rangka pimpinan negara, dan djika tidak mungkin harus diambil djalan jang tegas, jaitu Sukar...
294388
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>Pertemuan jang dilakukan se-
belum Munas adalah untuk me-
nentukan sikapnja jg akan diba-
wa kedalam musjawarah. Perte-
muan tersebut menghasilkan sua-
tu piagam jang dinamakan ,,Pia-
gam Persetudjuan Palembang”
jang antara lain menentukan po-
kok? tudjuan dalam Munas terse-
but sebagai berikut :
Menuntut pulihnja segera dwi-
tunggal dalam rangka pimpinan
negara, dan djika tidak mungkin
harus diambil djalan jang tegas,
jaitu Sukarno harus exit sebagai
presiden dan diganti sementara
oleh suatu presidium jang terdiri
dari tiga orang atau lebih.
Djuga menuntut segera meng-
gantikan pimpinan Angkatan Da-
rat jang ada sekarang. Djuga
pembentukan senat dan perema-
djaan dan penjederhanaan diselu-
ruh lapangan dan tingkatan serta
melarang komunisme jang pada
dasarnja berpusat internasional.
Pemerintah Pusat Jang Lain :
Usaha Z. Lubis dan kawan?nja
membentuk suatu pemerintah pu-
sat jang lain diluar pulau Djawa
telah direntjanakan lebih sebulan
sesudah Munas, karena mereka
menganggap hasil dan putusan
dari Munas tidak ada jang dapat
didjadikan djaminan untuk men-
djadi pegangan, apalagi djaminan
realisasinja, serta tertjapainja tun-
tutan? mereka jang telah ditetap-
kan dalam ,,Piagam Persetudjuan
Palembang.
Majoor NOERMATIAS
(tengah)
dihadapannja Komisaris Besar
KAHARUDIN sedang mengadakan perundingan dengan Kol. JANI
& Staf guna mengatur siasat selandjutnja.
Gbr. Tengah :
Majoor NOERMATIJAS sedang
mendjelaskan situasi Sumatra
Barat kepada Kol. JANI bersama
sintnda nuna mengatur tindakan
selandjutnja.
x
Gbr. Bawah :
Komisaris Besar KAHARUDIN dan
Mobile Brigade jang tetap setia
kepada Pemerintah Pusat.<noinclude></noinclude>
k9k5wrzvenuzhdtf3wirrmybpr9070z
294400
294388
2026-05-13T14:03:17Z
Arunikala
27004
294400
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>Pertemuan jang dilakukan sebelum Munas adalah untuk menentukan sikapnja jg akan dibawa kedalam musjawarah. Pertemuan tersebut menghasilkan suatu piagam jang dinamakan „Piagam Persetudjuan Palembang” jang antara lain menentukan pokok<sup>2</sup> tudjuan dalam Munas tersebut sebagai berikut :
Menuntut pulihnja segera dwitunggal dalam rangka pimpinan negara, dan djika tidak mungkin harus diambil djalan jang tegas, jaitu Sukarno harus exit sebagai presiden dan diganti sementara oleh suatu presidium jang terdiri dari tiga orang atau lebih.
Djuga menuntut segera menggantikan pimpinan Angkatan Darat jang ada sekarang. Djuga pembentukan senat dan peremadjaan dan penjederhanaan diseluruh lapangan dan tingkatan serta melarang komunisme jang pada dasarnja berpusat internasional.
'''Pemerintah Pusat Jang Lain :'''
Usaha Z. Lubis dan kawan<sup>2</sup>nja membentuk suatu pemerintah pusat jang lain diluar pulau Djawa telah direntjanakan lebih sebulan sesudah Munas, karena mereka menganggap hasil dan putusan dari Munas tidak ada jang dapat didjadikan djaminan untuk mendjadi pegangan, apalagi djaminan realisasinja, serta tertjapainja tuntutan<sup>2</sup> mereka jang telah ditetapkan dalam „Piagam Persetudjuan
Palembang”.
[[File:1Madjalah Angkatan Darat (page 543 crop).jpg|1Madjalah Angkatan Darat (page 543 crop)|pus|jmpl|{{c|Majoor NOERMATIAS (tengah) dihadapannja Komisaris Besar KAHARUDIN sedang mengadakan perundingan dengan Kol. JANI & Staf guna mengatur siasat selandjutnja. }}]]
[[File:2Madjalah Angkatan Darat (page 543 crop).jpg|2Madjalah Angkatan Darat (page 543 crop)|pus|jmpl|{{c|Gbr. Tengah : Majoor NOERMATIJAS sedang mendjelaskan situasi Sumatra Barat kepada Kol. JANI bersama stafnja guna mengatur tindakan selandjutnja. }}]]
[[File:3Madjalah Angkatan Darat (page 543 crop).jpg|3Madjalah Angkatan Darat (page 543 crop)|pus|jmpl|{{c|Gbr. Bawah : Komisaris Besar KAHARUDIN dan Mobile Brigade jang tetap setia kepada Pemerintah Pusat.}}]]<noinclude></noinclude>
3p5ex98eymaeasft82qfbl5d9rzswd1
294401
294400
2026-05-13T14:03:48Z
Arunikala
27004
/* Telah diuji baca */
294401
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Arunikala" /></noinclude>Pertemuan jang dilakukan sebelum Munas adalah untuk menentukan sikapnja jg akan dibawa kedalam musjawarah. Pertemuan tersebut menghasilkan suatu piagam jang dinamakan „Piagam Persetudjuan Palembang” jang antara lain menentukan pokok<sup>2</sup> tudjuan dalam Munas tersebut sebagai berikut :
Menuntut pulihnja segera dwitunggal dalam rangka pimpinan negara, dan djika tidak mungkin harus diambil djalan jang tegas, jaitu Sukarno harus exit sebagai presiden dan diganti sementara oleh suatu presidium jang terdiri dari tiga orang atau lebih.
Djuga menuntut segera menggantikan pimpinan Angkatan Darat jang ada sekarang. Djuga pembentukan senat dan peremadjaan dan penjederhanaan diseluruh lapangan dan tingkatan serta melarang komunisme jang pada dasarnja berpusat internasional.
'''Pemerintah Pusat Jang Lain :'''
Usaha Z. Lubis dan kawan<sup>2</sup>nja membentuk suatu pemerintah pusat jang lain diluar pulau Djawa telah direntjanakan lebih sebulan sesudah Munas, karena mereka menganggap hasil dan putusan dari Munas tidak ada jang dapat didjadikan djaminan untuk mendjadi pegangan, apalagi djaminan realisasinja, serta tertjapainja tuntutan<sup>2</sup> mereka jang telah ditetapkan dalam „Piagam Persetudjuan
Palembang”.
[[File:1Madjalah Angkatan Darat (page 543 crop).jpg|1Madjalah Angkatan Darat (page 543 crop)|pus|jmpl|{{c|Majoor NOERMATIAS (tengah) dihadapannja Komisaris Besar KAHARUDIN sedang mengadakan perundingan dengan Kol. JANI & Staf guna mengatur siasat selandjutnja. }}]]
[[File:2Madjalah Angkatan Darat (page 543 crop).jpg|2Madjalah Angkatan Darat (page 543 crop)|pus|jmpl|{{c|Gbr. Tengah : Majoor NOERMATIJAS sedang mendjelaskan situasi Sumatra Barat kepada Kol. JANI bersama stafnja guna mengatur tindakan selandjutnja. }}]]
[[File:3Madjalah Angkatan Darat (page 543 crop).jpg|3Madjalah Angkatan Darat (page 543 crop)|pus|jmpl|{{c|Gbr. Bawah : Komisaris Besar KAHARUDIN dan Mobile Brigade jang tetap setia kepada Pemerintah Pusat.}}]]<noinclude></noinclude>
bswsz4h5znlklapzih36i7g2vbub37l
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/932
104
104288
294391
2026-05-13T13:58:03Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294391
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>mungkinan bagiku tidak ada. kuputuskan lari kemuka dan sjukurlah, diantara dapur dan bilik gudang aku mendapatkan tempat bersembunji jang agak lumajan.
Kedjadian tersebut hanja beberapa detik sadja, dan tidak lama kemudian ...... BANG ...... sebuah bom lagi djatuh, kapal bergojang sekuat-kuatnja. Mesin² kapal tidak terdengar lagi bunjinja. Kali ini, suaranja dahsjat sekali hingga kupingku merasa pekak dan dada merasa dihempaskan ke geladak. Aku merasa seakan-akan mimpi sadja. Asap dan hantjuran² kaju menusuk rongga dadaku, sehingga sukar sekali untuk bernafas, ditambah lagi panasnja dinding kamar jang makin lama makin merah terbakar. Aku lari terus kedepan ......... BANG ......... kali ini kapal tetap diam, aku mendjatuhkan diri tepat kedalam kakus. Kakus jang sesempit itu dan sangat kotornja. Badanku separo keluar, sedangkan mukaku menutupi lobang kakus ...... dan BANG ...... suara bom jang keempat. Berapa lama aku
{{Missing image}}
<small>
''Gbr. atas:''<br>
''KASAD dengan rombongan sedang memeriksa objek2 pembangunan jang sedang dikerdjakan oleh Dit Zeni Angkatan Darat.''<br>
<br>
''Gbr. tengah:''<br>
''KASAD Letnan Djenderal A.H. Nasution tengah menerima pendjelasan2 dari seorang Pa tentang objek2 pembangunan jang sedang dilaksanakan.''<br>
<br>
''Gbr. bawah:''<br>
''Letnan Djenderal A.H. sedang memperhatikan bangunan2 jang akan dipergunakan untuk keperluan pendidikan.''<br>
</small><noinclude>{{rh|30}}</noinclude>
bzkv0wdb1b24sf44e73l1tsbf30eyjx
294445
294391
2026-05-13T14:31:12Z
Sarieffe
26994
/* Tervalidasi */
294445
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 932 crop).jpg|500px|kanan]]
{{hwe|mungkinan|kemungkinan}} bagiku tidak ada. kuputuskan lari kemuka dan sjukurlah, diantara dapur dan bilik gudang aku mendapatkan tempat bersembunji jang agak lumajan.
Kedjadian tersebut hanja beberapa detik sadja, dan tidak lama kemudian ...... BANG ...... sebuah bom lagi djatuh, kapal bergojang sekuat-kuatnja. Mesin² kapal tidak terdengar lagi bunjinja. Kali ini, suaranja dahsjat sekali hingga kupingku merasa pekak dan dada merasa dihempaskan ke geladak. Aku merasa seakan-akan mimpi sadja. Asap dan hantjuran² kaju menusuk rongga dadaku, sehingga sukar sekali untuk bernafas, ditambah lagi panasnja dinding kamar jang makin lama makin merah terbakar. Aku lari terus kedepan ......... BANG ......... kali ini kapal tetap diam, aku mendjatuhkan diri tepat kedalam kakus. Kakus jang sesempit itu dan sangat kotornja. Badanku separo keluar, sedangkan mukaku menutupi lobang kakus ...... dan BANG ...... suara bom jang keempat....... Berapa lama aku
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 932 crop2).jpg|400px|kiri]]
<small>
''Gbr. atas:''<br>
''KASAD dengan rombongan sedang memeriksa objek² pembangunan jang sedang dikerdjakan oleh Dit Zeni Angkatan Darat.''<br>
<br>
''Gbr. tengah:''<br>
''KASAD Letnan Djenderal A.H. Nasution tengah menerima pendjelasan2 dari seorang Pa tentang objek² pembangunan jang sedang dilaksanakan.''<br>
<br>
''Gbr. bawah:''<br>
''Letnan Djenderal A.H. sedang memperhatikan bangunan² jang akan dipergunakan untuk keperluan pendidikan.''<br>
</small>
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 932 crop3).jpg|400px|kanan]]<noinclude>{{rh|30}}</noinclude>
b8mn2cxy8zy6m0m4i1bm9z0p91cge6v
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/933
104
104289
294399
2026-05-13T14:03:05Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294399
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>didalam kakus aku tidak ingat lagi. djangan ber-olok-olok Tut. memang betul waktu itu, semua kakus tiada berbau. Aneh bukan, tetapi jang terang ialah salah satu indra tidak suka bekerdja.
Aku berdiri dan ingin mengetahui bagaimana suasana sekitar ku. Dari buritan kapal api mengamuk sedjadi-djadinja dengan diiringi suara berkotak dan bergeletar. Asapnja mengepul hitam sekali, dimainkan djilatan merahnja api setinggi tiang kapal. Apa jang terdjadi dibalik asap dan api ini, tidak ku ketahuinja. Tempatku bersembunji tadi makin merah laksana besi jang sedang ditempa. Kawan² dan penumpang sekitarku ada jang masih tiarap ada jang lari² mentjari persembunjian jang dianggapnja lebih aman. Tidak antara lama, pesawat menghampiri lagi, kali ini tidak melemparkan bom, tetapi menjiram kapal mulai dari udjung hingga keudjung dengan peluru 12.7 jang keluar dari empat laras. Aku mendjatuhkan diri lagi kedalam kakus. Beberapa lama, tidak terdengar suara mendesingnja pesawat terbang. Aku bangun berdiri. Apa jang kulihat, Tut. Tuhan, ampunilah mereka! Beberapa kawan dan penumpang tersembelih oleh siraman peluru menggeliat dan menggigil untuk menghembuskan nafasnja jang penghabisan. Diantaranja lagi menangis, aku kena, aku kena!
Semua penumpang kapal mulai terbangun dari mimpinja. Dari atas andjungan Nachoda meneriakkan: Semua turun, kapal terbakar, lekas, pesawat mungkin kembali lagi! Kegaduhan jang tiada taranja mulai terdjadi. Hampir berbarengan penumpang² terdjun kedalam laut, jang kira² masih lima meter dalamnja. Angggauta² jang luka² dikumpulkan ditempat jang sekiranja aman, dan Pa Kesehatan Batalion jang kebetulan turut mengalami ini, berteriak-teriak minta perahu dari darat. Kapal waktu itu kira² masih 10 meter dari pantai.
Aku bingung waktu itu Tut, akan terdjun tidak dapat berenang, akan tetap tinggal, takut² nanti pesawat datang lagi atau kapal meledak. Achirnja kuputuskan, terdjun, nah sampai disinilah alat renang orokku, mulai mendapatkan tugas. Kuamati-amati seakan-akan aku kurang pertjaja, namun achirnja ku pakai djuga. Sepatu kutinggalkan dan ...... one ...... two ...... three ...... hup, aku mendjatuhkan diri, tidak seperti ''schoonzwemmer'' jg pernah kulihatnja, tetapi sebaliknja, dengan kaki lurus kebawah aku masuk laut.
Hap, hap, hap ......... mungkin tiga gelas air asin jang ku telan, dengan sekuat tenaga dan gerakan sebanjak-banjaknja aku menudju ke pantai. 2 Meter ...... 3 meter ...... 4 meter ...... 5 meter ......
Oh, Tut, tenagaku habis dan nafasku sudah hampir keudjung rambut. Aku menjerah kalah, dan jakin bahwa adjalku disini. Semua tidak ada jang ku ingat, engkau pun tidak, aku kehabisan akal. Tetapi satu-satunja jang masih dapat ku ingat, ialah: TUHAN JANG MAHA ESA. Dalam keadaan jang sedemikian itu, ku utjapkan: TUHAN, serta para NABINJA, terserah ...... djika memang sudah KAU KEHENDAKINJA ......... perlahan sekali aku tenggelam .........
Tuti, sjukurlah, aku belum dikehendakiNJA ......... kakiku menjentuh dasar laut, aku masih dapat menguasai diriku lagi ...... aku berdjalan, jah berdjalan seakan-akan didjalanan besar ...... air masih setinggi k.l. 2 meter. Terus aku berdjalan menudju kearah pantai ......... air setinggi kepala ...... setinggi dagu ...... setinggi dada ...... setinggi perut ...... setinggi paha ...... dan achirnja aku lari sedapat-dapatnja menudju ke pantai, terus mentjari perlindungan. Dari tempat perlindungan ini aku menjaksikan ramainja orang² mulai memberikan bantuannja. Perahu² dari rakjat, berpuluh² mengerumuni kapal jang sedang terbakar. Keadaan jang tadinja sunji, mendjadi ramai sekali. Aku menghormat setinggi-tingginja kepada mereka jang memberikan bantuan pertama ini. Dengan beberapa kawan, aku meninggalkan tempat maut ini, dan menudju ke asrama. Sesampai di asrama, kawan² jang tidak mengalami peristiwa ini, dengan air mata jang mengembang, menjampaikan selamat kepadaku, tidak dapat mengeluarkan kata sepatah pun, mulut rasanja tersumbat keharuan.
Pakaianku habis terbakar, tinggal jang kupakai itu, oleh bebe-
{{Missing image}}
<small>''Batalyon seni Pioneer TGT-IV bergotong-rojong dengan rakjat, untuk memperbaiki saluran pipa air didaerah Ungaran.''</small><noinclude>{{rh|||31}}</noinclude>
cb2nmsh9ujy3ihcbyni7oz3lmv0yk2f
294457
294399
2026-05-13T14:42:11Z
Sarieffe
26994
/* Tervalidasi */
294457
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude>didalam kakus aku tidak ingat lagi. djangan ber-olok-olok Tut. memang betul waktu itu, semua kakus tiada berbau. Aneh bukan, tetapi jang terang ialah salah satu indra tidak suka bekerdja.
Aku berdiri dan ingin mengetahui bagaimana suasana sekitar ku. Dari buritan kapal api mengamuk sedjadi-djadinja dengan diiringi suara berkotak dan bergeletar. Asapnja mengepul hitam sekali, dimainkan djilatan merahnja api setinggi tiang kapal. Apa jang terdjadi dibalik asap dan api ini, tidak ku ketahuinja. Tempatku bersembunji tadi makin merah laksana besi jang sedang ditempa. Kawan² dan penumpang sekitarku ada jang masih tiarap ada jang lari² mentjari persembunjian jang dianggapnja lebih aman. Tidak antara lama, pesawat menghampiri lagi, kali ini tidak melemparkan bom, tetapi menjiram kapal mulai dari udjung hingga keudjung dengan peluru 12.7 jang keluar dari empat laras. Aku mendjatuhkan diri lagi kedalam kakus. Beberapa lama, tidak terdengar suara mendesingnja pesawat terbang. Aku bangun berdiri. Apa jang kulihat, Tut. Tuhan, ampunilah mereka! Beberapa kawan dan penumpang tersembelih oleh siraman peluru menggeliat dan menggigil untuk menghembuskan nafasnja jang penghabisan. Diantaranja lagi menangis, aku kena, aku kena!
Semua penumpang kapal mulai terbangun dari mimpinja. Dari atas andjungan Nachoda meneriakkan: Semua turun, kapal terbakar, lekas, pesawat mungkin kembali lagi! Kegaduhan jang tiada taranja mulai terdjadi. Hampir berbarengan penumpang² terdjun kedalam laut, jang kira² masih lima meter dalamnja. Angggauta² jang luka² dikumpulkan ditempat jang sekiranja aman, dan Pa Kesehatan Batalion jang kebetulan turut mengalami ini, berteriak-teriak minta perahu dari darat. Kapal waktu itu kira² masih 10 meter dari pantai.
Aku bingung waktu itu Tut, akan terdjun tidak dapat berenang, akan tetap tinggal, takut² nanti pesawat datang lagi atau kapal meledak. Achirnja kuputuskan, terdjun, nah sampai disinilah alat renang orokku, mulai mendapatkan tugas. Kuamati-amati seakan-akan aku kurang pertjaja, namun achirnja ku pakai djuga. Sepatu kutinggalkan dan ...... one ...... two ...... three ...... hup, aku mendjatuhkan diri, tidak seperti ''schoonzwemmer'' jg pernah kulihatnja, tetapi sebaliknja, dengan kaki lurus kebawah aku masuk laut. Hap, hap, hap ......... mungkin tiga gelas air asin jang ku telan, dengan sekuat tenaga dan gerakan sebanjak-banjaknja aku menudju ke pantai. 2 Meter ...... 3 meter ...... 4 meter ...... 5 meter ......
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 933 crop).jpg||500px|kanan|jmpl|''Batalyon seni Pioneer TGT-IV bergotong-rojong dengan rakjat, untuk memperbaiki saluran pipa air didaerah Ungaran.'']]
Oh, Tut, tenagaku habis dan nafasku sudah hampir keudjung rambut. Aku menjerah kalah, dan jakin bahwa adjalku disini. Semua tidak ada jang ku ingat, engkau pun tidak, aku kehabisan akal. Tetapi satu-satunja jang masih dapat ku ingat, ialah: TUHAN JANG MAHA ESA. Dalam keadaan jang sedemikian itu, ku utjapkan: TUHAN, serta para NABINJA, terserah ...... djika memang sudah KAU KEHENDAKINJA ......... perlahan sekali aku tenggelam .........
Tuti, sjukurlah, aku belum dikehendakiNJA ......... kakiku menjentuh dasar laut, aku masih dapat menguasai diriku lagi ...... aku berdjalan, jah berdjalan seakan-akan didjalanan besar ...... air masih setinggi k.l. 2 meter. Terus aku berdjalan menudju kearah pantai ......... air setinggi kepala ...... setinggi dagu ...... setinggi dada ...... setinggi perut ...... setinggi paha ...... dan achirnja aku lari sedapat-dapatnja menudju ke pantai, terus mentjari perlindungan. Dari tempat perlindungan ini aku menjaksikan ramainja orang² mulai memberikan bantuannja. Perahu² dari rakjat, berpuluh² mengerumuni kapal jang sedang terbakar. Keadaan jang tadinja sunji, mendjadi ramai sekali. Aku menghormat setinggi-tingginja kepada mereka jang memberikan bantuan pertama ini. Dengan beberapa kawan, aku meninggalkan tempat maut ini, dan menudju ke asrama. Sesampai di asrama, kawan² jang tidak mengalami peristiwa ini, dengan air mata jang mengembang, menjampaikan selamat kepadaku, tidak dapat mengeluarkan kata sepatah pun, mulut rasanja tersumbat keharuan.
Pakaianku habis terbakar, tinggal jang kupakai itu, oleh {{hws|bebe|beberapa}}<noinclude>{{rh|||31}}</noinclude>
j3vgoks9zlb4g3jptmopwc7magc8no5
Halaman:Sawatoe Penghantar bagi orang jang membatja.djvu/32
104
104290
294402
2026-05-13T14:06:04Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294402
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><!-- Parameter Nomor Halaman Atas -->
<div style="text-align: center; margin-bottom: 1.5em; font-size: 110%;">— 24 —</div>
<!-- Judul Atas Diagram -->
<div style="text-align: center; margin-bottom: 1.5em; font-size: 100%;">
Oetara — soekoe <span style="font-variant: small-caps;">'''Dan'''</span>, 157.600 orang.
</div>
<!-- ========================================== -->
<!-- BINGKAI KOTAK LUAR UTAMA -->
<!-- ========================================== -->
<table style="background: transparent; border: 1.5px solid #000; margin: 0 auto; border-collapse: collapse; font-size: 88%; line-height: 1.3; width: 100%; max-width: 480px;">
<tr>
<!-- KOLOM KIRI: Sisi Barat (Teks Berputar Vertikal Kebawah) -->
<td style="width: 15%; text-align: center; padding: 10px; vertical-align: middle; border-right: 1.5px solid #000; writing-mode: vertical-rl; transform: rotate(180deg); white-space: nowrap;">
'''Barat — soekoe <span style="font-variant: small-caps;">Efraim</span> 108.100 orang.'''
</td>
<!-- KOLOM TENGAH: Area Dalam yang Berisi Suku Tengah & Kotak Inti -->
<td style="width: 70%; padding: 12px; text-align: center; vertical-align: middle;">
<!-- Suku Bagian Atas Dalam -->
<div style="margin-bottom: 10px; font-size: 95%;">
ja-itoe<br>
<span style="font-variant: small-caps;">'''Naptali — Dan — Asjer'''</span><br>
'''53.400. 62.700 41.500.'''
</div>
<!-- -------------------------------------- -->
<!-- BINGKAI KOTAK KEDUA (TENGAH DALAM) -->
<!-- -------------------------------------- -->
<table style="width: 100%; background: transparent; border: 1.5px solid #000; border-collapse: collapse; margin: 0 auto;">
<tr>
<td style="padding: 10px; text-align: center;">
<!-- Teks Atas Kotak Kedua -->
<div style="margin-bottom: 8px;">Orang Merar<br>'''3.200'''</div>
<!-- ...................................... -->
<!-- BINGKAI KOTAK KETIGA (INTI PUSAT) -->
<!-- ...................................... -->
<table style="width: 100%; background: transparent; border: collapse; margin: 0 auto;">
<tr style="vertical-align: middle;">
<!-- Kiri Kotak Inti -->
<td style="width: 25%; text-align: center; padding: 2px; writing-mode: vertical-rl; transform: rotate(180deg);">
<span style="font-size: 90%;">'''Benjamin — Epraim — Manasje'''</span><br>
'''35.400 40.500 32200'''
</td>
<!-- Sisi Kiri Dalam Kotak Inti -->
<td style="width: 20%; text-align: right; padding-right: 8px; font-size: 90%;">
Orang Gerson<br>'''2630.'''
</td>
<!-- Kotak Paling Pusat (Tempat Cheimah) -->
<td style="width: 35%; text-align: center; padding: 12px 5px; border: 1.5px solid #000;">
Tempat<br>Cheimah<br><br>perhimpoenan.
</td>
<!-- Sisi Kanan Dalam Kotak Inti -->
<td style="width: 20%; text-align: left; padding-left: 8px; font-size: 85%; line-height: 1.2;">
Tempat djam '''<span style="font-variant: small-caps;">Moesa</span>, <span style="font-variant: small-caps;">Haroen</span>'''<br>dan '''imam-imam'''
</td>
<!-- Kanan Kotak Inti -->
<td style="width: 25%; text-align: center; padding: 2px; writing-mode: vertical-rl; transform: rotate(180deg);">
<span style="font-size: 90%;">'''Isasjar — Jehoeda — Zeboelon'''</span><br>
'''54.400. 74.600. 57.400.'''
</td>
</tr>
</table>
<!-- ...................................... -->
<!-- Teks Bawah Kotak Kedua -->
<div style="margin-top: 8px;">Orang Kobath<br>'''2750'''</div>
</td>
</tr>
</table>
<!-- -------------------------------------- -->
<!-- Suku Bagian Bawah Dalam -->
<div style="margin-top: 10px; font-size: 95%;">
<span style="font-variant: small-caps;">'''Simeon — Roebin — Gad'''</span><br>
'''59.300. 46.500. 45.650.'''
</div>
</td>
<!-- KOLOM KANAN: Sisi Timur (Teks Berputar Vertikal Kebawah) -->
<td style="width: 15%; text-align: center; padding: 10px; vertical-align: middle; border-left: 1.5px solid #000; writing-mode: vertical-rl; transform: rotate(180deg); white-space: nowrap;">
'''Timor — soekoe <span style="font-variant: small-caps;">Jehoeda</span>. 186.400 orang.'''
</td>
</tr>
</table>
<!-- ========================================== -->
<!-- Judul Bawah Diagram -->
<div style="text-align: center; margin-top: 1.5em; font-size: 100%;">Selatan — soekoe Roebin. 151.450 orang.</div>
<div style="text-align: center; margin-top: 0.4em; font-size: 100%;">'''Banjaknja balatantara Israël sekalian itoe 603.550 orang.'''</div>
<br><br>
<!-- ========================================== -->
<!-- TEKS PARAGRAF BAWAH -->
<!-- ========================================== -->
<div style="text-align: center; margin-bottom: 1.5em; font-size: 105%;">
5 <span style="font-variant: small-caps;">'''Deuteronomium'''</span>.
</div>
<p style="text-align: justify; text-indent: 2.5em; margin-bottom: 1em; line-height: 1.5;">
Adapon <span style="font-variant: small-caps;">'''Deuteronomium'''</span> itoe, artinja Taurat jang kedoewa, ja-itoe '''Oelangan Taurat''', adalah '''34''' fatsal dalamnja. Maka perkara jang teroetama itoe <span style="font-variant: small-caps;">'''Josoea'''</span> diangkat mendjadi pengganti <span style="font-variant: small-caps;">'''Moesa'''</span>; Noeboewat akan kedatangan <span style="font-variant: small-caps;">'''Kristoes'''</span>. fatsal '''XVIII: 15 — 29'''; daripada Njanjian <span style="font-variant: small-caps;">'''Moesa'''</span> pada kesoedahannja. fatsal '''XXXII'''.
</p>
<p style="text-align: justify; text-indent: 2.5em; line-height: 1.5;">
Sjahadan <span style="font-variant: small-caps;">'''Moesa'''</span> toewa soedah ija beringat-ingat kemoerahan Allah laloe berdoälah ija, jang tersoerat dalam ''Mazmoer'' 90. itoe. Maka apa jang <span style="font-variant: small-caps;">'''Moesa'''</span> menghabisken kata-katanja daripada kaum Israël jang akan terboewang. ('''fatsal XXIX: 29'''), ja-itoe: ''Adapon segala perkara jang tersemboenji itoe bagi Toehan Allah kami, tetapi segala perkara jang telah dinjatakan itoe bagi kamilah dan bagi anak-anak kami sampei selama-lamanja, soepaja kami melakoeken segala ferman Taurat ini.''
</p><noinclude></noinclude>
hduzuwl4n1i3u303z0x94vnxrao6zcy
294405
294402
2026-05-13T14:07:18Z
Upiak Ituih
27011
294405
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||— 24 —}}</noinclude>
<!-- Judul Atas Diagram -->
<div style="text-align: center; margin-bottom: 1.5em; font-size: 100%;">
Oetara — soekoe <span style="font-variant: small-caps;">'''Dan'''</span>, 157.600 orang.
</div>
<!-- ========================================== -->
<!-- BINGKAI KOTAK LUAR UTAMA -->
<!-- ========================================== -->
<table style="background: transparent; border: 1.5px solid #000; margin: 0 auto; border-collapse: collapse; font-size: 88%; line-height: 1.3; width: 100%; max-width: 480px;">
<tr>
<!-- KOLOM KIRI: Sisi Barat (Teks Berputar Vertikal Kebawah) -->
<td style="width: 15%; text-align: center; padding: 10px; vertical-align: middle; border-right: 1.5px solid #000; writing-mode: vertical-rl; transform: rotate(180deg); white-space: nowrap;">
'''Barat — soekoe <span style="font-variant: small-caps;">Efraim</span> 108.100 orang.'''
</td>
<!-- KOLOM TENGAH: Area Dalam yang Berisi Suku Tengah & Kotak Inti -->
<td style="width: 70%; padding: 12px; text-align: center; vertical-align: middle;">
<!-- Suku Bagian Atas Dalam -->
<div style="margin-bottom: 10px; font-size: 95%;">
ja-itoe<br>
<span style="font-variant: small-caps;">'''Naptali — Dan — Asjer'''</span><br>
'''53.400. 62.700 41.500.'''
</div>
<!-- -------------------------------------- -->
<!-- BINGKAI KOTAK KEDUA (TENGAH DALAM) -->
<!-- -------------------------------------- -->
<table style="width: 100%; background: transparent; border: 1.5px solid #000; border-collapse: collapse; margin: 0 auto;">
<tr>
<td style="padding: 10px; text-align: center;">
<!-- Teks Atas Kotak Kedua -->
<div style="margin-bottom: 8px;">Orang Merar<br>'''3.200'''</div>
<!-- ...................................... -->
<!-- BINGKAI KOTAK KETIGA (INTI PUSAT) -->
<!-- ...................................... -->
<table style="width: 100%; background: transparent; border: collapse; margin: 0 auto;">
<tr style="vertical-align: middle;">
<!-- Kiri Kotak Inti -->
<td style="width: 25%; text-align: center; padding: 2px; writing-mode: vertical-rl; transform: rotate(180deg);">
<span style="font-size: 90%;">'''Benjamin — Epraim — Manasje'''</span><br>
'''35.400 40.500 32200'''
</td>
<!-- Sisi Kiri Dalam Kotak Inti -->
<td style="width: 20%; text-align: right; padding-right: 8px; font-size: 90%;">
Orang Gerson<br>'''2630.'''
</td>
<!-- Kotak Paling Pusat (Tempat Cheimah) -->
<td style="width: 35%; text-align: center; padding: 12px 5px; border: 1.5px solid #000;">
Tempat<br>Cheimah<br><br>perhimpoenan.
</td>
<!-- Sisi Kanan Dalam Kotak Inti -->
<td style="width: 20%; text-align: left; padding-left: 8px; font-size: 85%; line-height: 1.2;">
Tempat djam '''<span style="font-variant: small-caps;">Moesa</span>, <span style="font-variant: small-caps;">Haroen</span>'''<br>dan '''imam-imam'''
</td>
<!-- Kanan Kotak Inti -->
<td style="width: 25%; text-align: center; padding: 2px; writing-mode: vertical-rl; transform: rotate(180deg);">
<span style="font-size: 90%;">'''Isasjar — Jehoeda — Zeboelon'''</span><br>
'''54.400. 74.600. 57.400.'''
</td>
</tr>
</table>
<!-- ...................................... -->
<!-- Teks Bawah Kotak Kedua -->
<div style="margin-top: 8px;">Orang Kobath<br>'''2750'''</div>
</td>
</tr>
</table>
<!-- -------------------------------------- -->
<!-- Suku Bagian Bawah Dalam -->
<div style="margin-top: 10px; font-size: 95%;">
<span style="font-variant: small-caps;">'''Simeon — Roebin — Gad'''</span><br>
'''59.300. 46.500. 45.650.'''
</div>
</td>
<!-- KOLOM KANAN: Sisi Timur (Teks Berputar Vertikal Kebawah) -->
<td style="width: 15%; text-align: center; padding: 10px; vertical-align: middle; border-left: 1.5px solid #000; writing-mode: vertical-rl; transform: rotate(180deg); white-space: nowrap;">
'''Timor — soekoe <span style="font-variant: small-caps;">Jehoeda</span>. 186.400 orang.'''
</td>
</tr>
</table>
<!-- ========================================== -->
<!-- Judul Bawah Diagram -->
<div style="text-align: center; margin-top: 1.5em; font-size: 100%;">Selatan — soekoe Roebin. 151.450 orang.</div>
<div style="text-align: center; margin-top: 0.4em; font-size: 100%;">'''Banjaknja balatantara Israël sekalian itoe 603.550 orang.'''</div>
<br><br>
<!-- ========================================== -->
<!-- TEKS PARAGRAF BAWAH -->
<!-- ========================================== -->
<div style="text-align: center; margin-bottom: 1.5em; font-size: 105%;">
5 <span style="font-variant: small-caps;">'''Deuteronomium'''</span>.
</div>
<p style="text-align: justify; text-indent: 2.5em; margin-bottom: 1em; line-height: 1.5;">
Adapon <span style="font-variant: small-caps;">'''Deuteronomium'''</span> itoe, artinja Taurat jang kedoewa, ja-itoe '''Oelangan Taurat''', adalah '''34''' fatsal dalamnja. Maka perkara jang teroetama itoe <span style="font-variant: small-caps;">'''Josoea'''</span> diangkat mendjadi pengganti <span style="font-variant: small-caps;">'''Moesa'''</span>; Noeboewat akan kedatangan <span style="font-variant: small-caps;">'''Kristoes'''</span>. fatsal '''XVIII: 15 — 29'''; daripada Njanjian <span style="font-variant: small-caps;">'''Moesa'''</span> pada kesoedahannja. fatsal '''XXXII'''.
</p>
<p style="text-align: justify; text-indent: 2.5em; line-height: 1.5;">
Sjahadan <span style="font-variant: small-caps;">'''Moesa'''</span> toewa soedah ija beringat-ingat kemoerahan Allah laloe berdoälah ija, jang tersoerat dalam ''Mazmoer'' 90. itoe. Maka apa jang <span style="font-variant: small-caps;">'''Moesa'''</span> menghabisken kata-katanja daripada kaum Israël jang akan terboewang. ('''fatsal XXIX: 29'''), ja-itoe: ''Adapon segala perkara jang tersemboenji itoe bagi Toehan Allah kami, tetapi segala perkara jang telah dinjatakan itoe bagi kamilah dan bagi anak-anak kami sampei selama-lamanja, soepaja kami melakoeken segala ferman Taurat ini.''
</p><noinclude></noinclude>
sksbtlslkgiq1qt3l723i84evyxy8t1
294415
294405
2026-05-13T14:13:57Z
Upiak Ituih
27011
294415
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||— 24 —}}</noinclude><!-- Parameter Nomor Halaman Atas -->
<div style="text-align: center; margin-bottom: 1.5em; font-size: 110%;">— 24 —</div>
<!-- Judul Atas Diagram -->
<div style="text-align: center; margin-bottom: 1.5em; font-size: 100%;">
Oetara — soekoe <span style="font-variant: small-caps;">'''Dan'''</span>, 157.600 orang.
</div>
<!-- ========================================== -->
<!-- BINGKAI KOTAK LUAR UTAMA -->
<!-- ========================================== -->
<table style="background: transparent; border: 1.5px solid #000; margin: 0 auto; border-collapse: collapse; font-size: 88%; line-height: 1.3; width: 100%; max-width: 480px;">
<tr>
<!-- KOLOM KIRI: Sisi Barat (Teks Berputar Vertikal Kebawah) -->
<td style="width: 15%; text-align: center; padding: 10px; vertical-align: middle; border-right: 1.5px solid #000; writing-mode: vertical-rl; transform: rotate(180deg); white-space: nowrap;">
'''Barat — soekoe <span style="font-variant: small-caps;">Efraim</span> 108.100 orang.'''
</td>
<!-- KOLOM TENGAH: Area Dalam yang Berisi Suku Tengah & Kotak Inti -->
<td style="width: 70%; padding: 12px; text-align: center; vertical-align: middle;">
<!-- Suku Bagian Atas Dalam -->
<div style="margin-bottom: 10px; font-size: 95%;">
ja-itoe<br>
<span style="font-variant: small-caps;">'''Naptali — Dan — Asjer'''</span><br>
'''53.400. 62.700 41.500.'''
</div>
<!-- -------------------------------------- -->
<!-- BINGKAI KOTAK KEDUA (TENGAH DALAM) -->
<!-- -------------------------------------- -->
<table style="width: 100%; background: transparent; border: 1.5px solid #000; border-collapse: collapse; margin: 0 auto;">
<tr>
<td style="padding: 10px; text-align: center;">
<!-- Teks Atas Kotak Kedua -->
<div style="margin-bottom: 8px;">Orang Merar<br>'''3.200'''</div>
<!-- ...................................... -->
<!-- BINGKAI KOTAK KETIGA (INTI PUSAT) -->
<!-- ...................................... -->
<table style="width: 100%; background: transparent; border: collapse; margin: 0 auto;">
<tr style="vertical-align: middle;">
<!-- Kiri Kotak Inti -->
<td style="width: 25%; text-align: center; padding: 2px; writing-mode: vertical-rl; transform: rotate(180deg);">
<span style="font-size: 90%;">'''Benjamin — Epraim — Manasje'''</span><br>
'''35.400 40.500 32200'''
</td>
<!-- Sisi Kiri Dalam Kotak Inti -->
<td style="width: 20%; text-align: right; padding-right: 8px; font-size: 90%;">
Orang Gerson<br>'''2630.'''
</td>
<!-- Kotak Paling Pusat (Tempat Cheimah) -->
<td style="width: 35%; text-align: center; padding: 12px 5px; border: 1.5px solid #000;">
Tempat<br>Cheimah<br><br>perhimpoenan.
</td>
<!-- Sisi Kanan Dalam Kotak Inti -->
<td style="width: 20%; text-align: left; padding-left: 8px; font-size: 85%; line-height: 1.2;">
Tempat djam '''<span style="font-variant: small-caps;">Moesa</span>, <span style="font-variant: small-caps;">Haroen</span>'''<br>dan '''imam-imam'''
</td>
<!-- Kanan Kotak Inti -->
<td style="width: 25%; text-align: center; padding: 2px; writing-mode: vertical-rl; transform: rotate(180deg);">
<span style="font-size: 90%;">'''Isasjar — Jehoeda — Zeboelon'''</span><br>
'''54.400. 74.600. 57.400.'''
</td>
</tr>
</table>
<!-- ...................................... -->
<!-- Teks Bawah Kotak Kedua -->
<div style="margin-top: 8px;">Orang Kobath<br>'''2750'''</div>
</td>
</tr>
</table>
<!-- -------------------------------------- -->
<!-- Suku Bagian Bawah Dalam -->
<div style="margin-top: 10px; font-size: 95%;">
<span style="font-variant: small-caps;">'''Simeon — Roebin — Gad'''</span><br>
'''59.300. 46.500. 45.650.'''
</div>
</td>
<!-- KOLOM KANAN: Sisi Timur (Teks Berputar Vertikal Kebawah) -->
<td style="width: 15%; text-align: center; padding: 10px; vertical-align: middle; border-left: 1.5px solid #000; writing-mode: vertical-rl; transform: rotate(180deg); white-space: nowrap;">
'''Timor — soekoe <span style="font-variant: small-caps;">Jehoeda</span>. 186.400 orang.'''
</td>
</tr>
</table>
<!-- ========================================== -->
<!-- Judul Bawah Diagram -->
<div style="text-align: center; margin-top: 1.5em; font-size: 100%;">Selatan — soekoe Roebin. 151.450 orang.</div>
<div style="text-align: center; margin-top: 0.4em; font-size: 100%;">'''Banjaknja balatantara Israël sekalian itoe 603.550 orang.'''</div>
<br><br>
<!-- ========================================== -->
<!-- TEKS PARAGRAF BAWAH -->
<!-- ========================================== -->
<div style="text-align: center; margin-bottom: 1.5em; font-size: 105%;">
5 <span style="font-variant: small-caps;">'''Deuteronomium'''</span>.
</div>
<p style="text-align: justify; text-indent: 2.5em; margin-bottom: 1em; line-height: 1.5;">
Adapon <span style="font-variant: small-caps;">'''Deuteronomium'''</span> itoe, artinja Taurat jang kedoewa, ja-itoe '''Oelangan Taurat''', adalah '''34''' fatsal dalamnja. Maka perkara jang teroetama itoe <span style="font-variant: small-caps;">'''Josoea'''</span> diangkat mendjadi pengganti <span style="font-variant: small-caps;">'''Moesa'''</span>; Noeboewat akan kedatangan <span style="font-variant: small-caps;">'''Kristoes'''</span>. fatsal '''XVIII: 15 — 29'''; daripada Njanjian <span style="font-variant: small-caps;">'''Moesa'''</span> pada kesoedahannja. fatsal '''XXXII'''.
</p>
<p style="text-align: justify; text-indent: 2.5em; line-height: 1.5;">
Sjahadan <span style="font-variant: small-caps;">'''Moesa'''</span> toewa soedah ija beringat-ingat kemoerahan Allah laloe berdoälah ija, jang tersoerat dalam ''Mazmoer'' 90. itoe. Maka apa jang <span style="font-variant: small-caps;">'''Moesa'''</span> menghabisken kata-katanja daripada kaum Israël jang akan terboewang. ('''fatsal XXIX: 29'''), ja-itoe: ''Adapon segala perkara jang tersemboenji itoe bagi Toehan Allah kami, tetapi segala perkara jang telah dinjatakan itoe bagi kamilah dan bagi anak-anak kami sampei selama-lamanja, soepaja kami melakoeken segala ferman Taurat ini.''
</p><noinclude></noinclude>
hei17txjjdak0n7wbs1dn6a1lw2j043
294417
294415
2026-05-13T14:14:16Z
Upiak Ituih
27011
294417
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||— 24 —}}</noinclude>
<!-- Judul Atas Diagram -->
<div style="text-align: center; margin-bottom: 1.5em; font-size: 100%;">
Oetara — soekoe <span style="font-variant: small-caps;">'''Dan'''</span>, 157.600 orang.
</div>
<!-- ========================================== -->
<!-- BINGKAI KOTAK LUAR UTAMA -->
<!-- ========================================== -->
<table style="background: transparent; border: 1.5px solid #000; margin: 0 auto; border-collapse: collapse; font-size: 88%; line-height: 1.3; width: 100%; max-width: 480px;">
<tr>
<!-- KOLOM KIRI: Sisi Barat (Teks Berputar Vertikal Kebawah) -->
<td style="width: 15%; text-align: center; padding: 10px; vertical-align: middle; border-right: 1.5px solid #000; writing-mode: vertical-rl; transform: rotate(180deg); white-space: nowrap;">
'''Barat — soekoe <span style="font-variant: small-caps;">Efraim</span> 108.100 orang.'''
</td>
<!-- KOLOM TENGAH: Area Dalam yang Berisi Suku Tengah & Kotak Inti -->
<td style="width: 70%; padding: 12px; text-align: center; vertical-align: middle;">
<!-- Suku Bagian Atas Dalam -->
<div style="margin-bottom: 10px; font-size: 95%;">
ja-itoe<br>
<span style="font-variant: small-caps;">'''Naptali — Dan — Asjer'''</span><br>
'''53.400. 62.700 41.500.'''
</div>
<!-- -------------------------------------- -->
<!-- BINGKAI KOTAK KEDUA (TENGAH DALAM) -->
<!-- -------------------------------------- -->
<table style="width: 100%; background: transparent; border: 1.5px solid #000; border-collapse: collapse; margin: 0 auto;">
<tr>
<td style="padding: 10px; text-align: center;">
<!-- Teks Atas Kotak Kedua -->
<div style="margin-bottom: 8px;">Orang Merar<br>'''3.200'''</div>
<!-- ...................................... -->
<!-- BINGKAI KOTAK KETIGA (INTI PUSAT) -->
<!-- ...................................... -->
<table style="width: 100%; background: transparent; border: collapse; margin: 0 auto;">
<tr style="vertical-align: middle;">
<!-- Kiri Kotak Inti -->
<td style="width: 25%; text-align: center; padding: 2px; writing-mode: vertical-rl; transform: rotate(180deg);">
<span style="font-size: 90%;">'''Benjamin — Epraim — Manasje'''</span><br>
'''35.400 40.500 32200'''
</td>
<!-- Sisi Kiri Dalam Kotak Inti -->
<td style="width: 20%; text-align: right; padding-right: 8px; font-size: 90%;">
Orang Gerson<br>'''2630.'''
</td>
<!-- Kotak Paling Pusat (Tempat Cheimah) -->
<td style="width: 35%; text-align: center; padding: 12px 5px; border: 1.5px solid #000;">
Tempat<br>Cheimah<br><br>perhimpoenan.
</td>
<!-- Sisi Kanan Dalam Kotak Inti -->
<td style="width: 20%; text-align: left; padding-left: 8px; font-size: 85%; line-height: 1.2;">
Tempat djam '''<span style="font-variant: small-caps;">Moesa</span>, <span style="font-variant: small-caps;">Haroen</span>'''<br>dan '''imam-imam'''
</td>
<!-- Kanan Kotak Inti -->
<td style="width: 25%; text-align: center; padding: 2px; writing-mode: vertical-rl; transform: rotate(180deg);">
<span style="font-size: 90%;">'''Isasjar — Jehoeda — Zeboelon'''</span><br>
'''54.400. 74.600. 57.400.'''
</td>
</tr>
</table>
<!-- ...................................... -->
<!-- Teks Bawah Kotak Kedua -->
<div style="margin-top: 8px;">Orang Kobath<br>'''2750'''</div>
</td>
</tr>
</table>
<!-- -------------------------------------- -->
<!-- Suku Bagian Bawah Dalam -->
<div style="margin-top: 10px; font-size: 95%;">
<span style="font-variant: small-caps;">'''Simeon — Roebin — Gad'''</span><br>
'''59.300. 46.500. 45.650.'''
</div>
</td>
<!-- KOLOM KANAN: Sisi Timur (Teks Berputar Vertikal Kebawah) -->
<td style="width: 15%; text-align: center; padding: 10px; vertical-align: middle; border-left: 1.5px solid #000; writing-mode: vertical-rl; transform: rotate(180deg); white-space: nowrap;">
'''Timor — soekoe <span style="font-variant: small-caps;">Jehoeda</span>. 186.400 orang.'''
</td>
</tr>
</table>
<!-- ========================================== -->
<!-- Judul Bawah Diagram -->
<div style="text-align: center; margin-top: 1.5em; font-size: 100%;">Selatan — soekoe Roebin. 151.450 orang.</div>
<div style="text-align: center; margin-top: 0.4em; font-size: 100%;">'''Banjaknja balatantara Israël sekalian itoe 603.550 orang.'''</div>
<br><br>
<!-- ========================================== -->
<!-- TEKS PARAGRAF BAWAH -->
<!-- ========================================== -->
<div style="text-align: center; margin-bottom: 1.5em; font-size: 105%;">
5 <span style="font-variant: small-caps;">'''Deuteronomium'''</span>.
</div>
<p style="text-align: justify; text-indent: 2.5em; margin-bottom: 1em; line-height: 1.5;">
Adapon <span style="font-variant: small-caps;">'''Deuteronomium'''</span> itoe, artinja Taurat jang kedoewa, ja-itoe '''Oelangan Taurat''', adalah '''34''' fatsal dalamnja. Maka perkara jang teroetama itoe <span style="font-variant: small-caps;">'''Josoea'''</span> diangkat mendjadi pengganti <span style="font-variant: small-caps;">'''Moesa'''</span>; Noeboewat akan kedatangan <span style="font-variant: small-caps;">'''Kristoes'''</span>. fatsal '''XVIII: 15 — 29'''; daripada Njanjian <span style="font-variant: small-caps;">'''Moesa'''</span> pada kesoedahannja. fatsal '''XXXII'''.
</p>
<p style="text-align: justify; text-indent: 2.5em; line-height: 1.5;">
Sjahadan <span style="font-variant: small-caps;">'''Moesa'''</span> toewa soedah ija beringat-ingat kemoerahan Allah laloe berdoälah ija, jang tersoerat dalam ''Mazmoer'' 90. itoe. Maka apa jang <span style="font-variant: small-caps;">'''Moesa'''</span> menghabisken kata-katanja daripada kaum Israël jang akan terboewang. ('''fatsal XXIX: 29'''), ja-itoe: ''Adapon segala perkara jang tersemboenji itoe bagi Toehan Allah kami, tetapi segala perkara jang telah dinjatakan itoe bagi kamilah dan bagi anak-anak kami sampei selama-lamanja, soepaja kami melakoeken segala ferman Taurat ini.''
</p><noinclude></noinclude>
8tzg4gwosps9ibrzlj6e890xd29cgva
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/936
104
104291
294403
2026-05-13T14:06:05Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294403
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}}
<small>''Di Universitas Negeri Gadjah Mada, Pagelaran, KASAD Letnan Djenderal A.H. Nasution telah memberikan tjeramahnja dihadapan beratus-ratus mahasiswa dari berbagai Fakultas.''</small>
{{Missing image}}
<small>''Anggota-anggota Senat Mahasiswa Universitas Negeri Gadjah Mada sedang menghudjani pertanjaan-pertanjaan kepada KASAD dan Presiden.''</small>
sang suami tiba² dipindahkan atau ditugaskan didaerah operasi. Bagi kedua manusia ini sesungguhnja perpisahan ini sangat mengetjewakan. Lebih² kalau kedua manusia itu belum lama mengikrarkan ikatan perkawinannja. Satu²nja tempat pelarian kedua suami-istri itu ialah surat berita keluarga. Dalam surat itulah ditjurahkan segala isi hatinja jang tidak dapat disampaikan setjara lisan.
Dalam keadaan demikian sungguh besar manfaatnja surat berita keluarga. Isi surat itu diantaranja sebagai berikut : ........ Kak, aku selalu mengingatmu. Aku sering mengimpikanmu, apalagi kalau selesai aku melihat foto² kita berdua. Rasa kulihat semua tingkah lakumu kak, ingin aku tetap berdampingan dan seterusnja.
Kata dan kalimat jang demikian memang segar dirasakan oleh sang suami. Karena penuh emosi kenjataan jang pernah mereka alami berdua, sebelum berpisah. Isi surat jang demikian menggembirakan, sangat menjedjukkan hati itu sesungguhnja mengandung effect jang kurang baik.
Tapi bagaimana kalau para pembatja menghadapi isi surat jang kalimat²nja sebagai berikut: — Dalam waktu² terachir ini Dik, jaitu sedjak aku menerima suratmu pekan jang lalu, badanku terasa kurang sehat. Penjakitku jang lama datang lagi. Jaitu pegel leher dan pusing. Pekerdjaanku tidak karuan dan berantakan. Sungguh terasa bagiku, pahitnja hidup terasing dari istri jang kukasihi ..........
Sebenarnja suami jang menulis demikian, adalah sedjudjur hati. Untuk memberi kesan, bahwa dia membutuhkan istrinja, dalam keadaan jang demikian. Isi surat sang suami itu adalah suatu effect jang tidak baik daripada isi surat jang diterima dari istrinja. Effect isi surat sematjam ini sungguh merugikan bagi Kesatuan dimana suaminja bekerdja atau ditugaskan. Effect tidak baik itu sungguh tidak terpikirkan semula oleh istri jang tengah merindukan suaminja.
Itu adalah suatu tjontoh jang dapat dipaparkan disini jaitu tentang isi surat dari seorang istri jang dapat menjedjukkan hati sang suami akan tetapi mengandung effect jang dapat merugikan bagi Kesatuan dimana suaminja bertugas.
Apa kerugian bagi Kesatuan dalam hal jang demikian? Kalau para pembatja memperhatikan isi surat balasan dari sang suami jang diantaranja berbunji: — Dalam waktu² terachir ini dik, jaitu sedjak aku menerima suratmu pekan jang lalu, badanku terasa kurang sehat. Penjakitku jang lama datang lagi, ...... dan begitulah seterusnja: maka dapatlah diambil kesimpulan bahwa anggota tentara itu (suaminja) sakit dan karena sakitnja ia tidak dapat melaksanakan perintah² jang diterima dari Kesatuannja.<noinclude>{{rh|34}}</noinclude>
lh4pdqtercz4paxzlo8l7zqwo9fzfbw
294468
294403
2026-05-13T14:56:16Z
Sarieffe
26994
/* Tervalidasi */
294468
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 936 crop).jpg|400px|kiri|jmpl|''Di Universitas Negeri Gadjah Mada, Pagelaran, KASAD Letnan Djenderal A.H. Nasution telah memberikan tjeramahnja dihadapan beratus-ratus mahasiswa dari berbagai Fakultas.'']]
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 936 crop2).jpg|400px|kiri|jmpl''Anggota-anggota Senat Mahasiswa Universitas Negeri Gadjah Mada sedang menghudjani pertanjaan-pertanjaan kepada KASAD dan Presiden.'']]
sang suami tiba² dipindahkan atau ditugaskan didaerah operasi. Bagi kedua manusia ini sesungguhnja perpisahan ini sangat mengetjewakan. Lebih² kalau kedua manusia itu belum lama mengikrarkan ikatan perkawinannja. Satu²nja tempat pelarian kedua suami-istri itu ialah surat berita keluarga. Dalam surat itulah ditjurahkan segala isi hatinja jang tidak dapat disampaikan setjara lisan. Dalam keadaan demikian sungguh besar manfaatnja surat berita keluarga. Isi surat itu diantaranja sebagai berikut : ........ Kak, aku selalu mengingatmu. Aku sering mengimpikanmu, apalagi kalau selesai aku melihat foto² kita berdua. Rasa kulihat semua tingkah lakumu kak, ingin aku tetap berdampingan dan seterusnja.
Kata dan kalimat jang demikian memang segar dirasakan oleh sang suami. Karena penuh emosi kenjataan jang pernah mereka alami berdua, sebelum berpisah. Isi surat jang demikian menggembirakan, sangat menjedjukkan hati itu sesungguhnja mengandung effect jang kurang baik.
Tapi bagaimana kalau para pembatja menghadapi isi surat jang kalimat²nja sebagai berikut: — Dalam waktu² terachir ini Dik, jaitu sedjak aku menerima suratmu pekan jang lalu, badanku terasa kurang sehat. Penjakitku jang lama datang lagi. Jaitu pegel leher dan pusing. Pekerdjaanku tidak karuan dan berantakan. Sungguh terasa bagiku, pahitnja hidup terasing dari istri jang kukasihi ..........
Sebenarnja suami jang menulis demikian, adalah sedjudjur hati. Untuk memberi kesan, bahwa dia membutuhkan istrinja, dalam keadaan jang demikian. Isi surat sang suami itu adalah suatu effect jang tidak baik daripada isi surat jang diterima dari istrinja. Effect isi surat sematjam ini sungguh merugikan bagi Kesatuan dimana suaminja bekerdja atau ditugaskan. Effect tidak baik itu sungguh tidak terpikirkan semula oleh istri jang tengah merindukan suaminja.
Itu adalah suatu tjontoh jang dapat dipaparkan disini jaitu tentang isi surat dari seorang istri jang dapat menjedjukkan hati sang suami akan tetapi mengandung effect jang dapat merugikan bagi Kesatuan dimana suaminja bertugas.
Apa kerugian bagi Kesatuan dalam hal jang demikian? Kalau para pembatja memperhatikan isi surat balasan dari sang suami jang diantaranja berbunji: — Dalam waktu² terachir ini dik, jaitu sedjak aku menerima suratmu pekan jang lalu, badanku terasa kurang sehat. Penjakitku jang lama datang lagi, ...... dan begitulah seterusnja: maka dapatlah diambil kesimpulan bahwa anggota tentara itu (suaminja) sakit dan karena sakitnja ia tidak dapat melaksanakan perintah² jang diterima dari Kesatuannja.<noinclude>{{rh|34}}</noinclude>
20ky09r2grub3mdrs2pq8e2ed6015hm
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/934
104
104292
294404
2026-05-13T14:07:03Z
Arunikala
27004
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'rapa kawan aku dipindjami pija- ma dan pakaian dalam. Sore ha- rinja aku mendapat berita, bahwa djumlah korban kesatuan kita 17 orang gugur dan 20 luka? berat dan ringan. Dan diantaranja jg gugur ini, ada jang terbakar se- rupa panggangan sapi dan tidak dapat dikenal lagi wadjahnja. Ada jang hilang Ikepalanja dan anggauta tubuh lainnja. Dan ke- banjakan gugur di buritan kapal dekat kamar tidurku. Kamar tidurku sendiri hantjur dan ha...
294404
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>rapa kawan aku dipindjami pija-
ma dan pakaian dalam. Sore ha-
rinja aku mendapat berita, bahwa
djumlah korban kesatuan kita 17
orang gugur dan 20 luka? berat
dan ringan. Dan diantaranja jg
gugur ini, ada jang terbakar se-
rupa panggangan sapi dan tidak
dapat dikenal lagi wadjahnja.
Ada jang hilang Ikepalanja dan
anggauta tubuh lainnja. Dan ke-
banjakan gugur di buritan kapal
dekat kamar tidurku. Kamar
tidurku sendiri hantjur dan ha-
ngus terbakar. Malam harinja,
djenazah? dikuburkan di Taman
Bahagia Kapaha Ambon, Inna
Lillahi Wa'inna Ilaihi Rodji'un.
Semalam aku tak dapat tidur,
badanku penat dan merasa sakit
seperti kena malaria. Telingaku
tuli. Aku ingat padamu lagi,
ingat anak? mu, ingat ibuku dan
almarhum wajahku. Andaikata
aa Kau turut berlajar dengan
anak? mu, bagaimana djadinja.
Seperti kau ketahui, selama ka-
pal belum sandar, engkau dengan
anak?-mu musti ku kkuntji keda-
lam kamar, untuk mendjaga su-
paja anak? djangan berlari-lari.
Andaikata demikian ......... dan
andaikata semua terbunuh dalam
kamar ......... Tuti, aku mungkin
djadi gila, dan dengan sendjata
jang ada padaku, aku akan me-
ngamuk se-djadi?nja, untuk achir-
nja aku sendiri mengikuti ke
sorga.
Tanggal 16 Mei 1958, kota
Ambon sepi. Penduduk menanti-
kan 'kalau? ada serangan udara
lagi, tetapi sampai malam hari-
nja aman. Tepat djuga impian
ku, untuk menunda keberangka-
tan sehari lagi.
Tanggal 17 Mei 1958, lapangan
terbang LAHA mendapat sera-
ngan, bergelegarnja bom? djatuh
sungguh?, menggetarkan tanah
jang kuindjak.
Tidak beberapa lama lagi, ada
berita sebuah pesawat musuh jg
dikemudikan orang asing djatuh
ketembak oleh penangkis udara
kita Dan ......... dengan tertem-
baknja pesawat ini, Ambon men-
djadi kota aman lagi.
Nah, sekian tjerita ku, lain wak-
tu lain peristiwa.
(K. SOEKIRMAN)
32
PRODENT
TAPAL GIGI
Rp. 5
Tube biasa
1
Pa
TE - —.
TALI
aIN
- ” 1
NN 1
ma AG
PA
|
0
—
.
UM .
I 661 d
.
.
. “.
AI Pa Pa Pt —
aa Pia P1
ha Pan Pa,
anna PN
.
{{border|1=EVEREAOY
trade-mark
FLASHLIGHTS,
BATTERIES,
BULBS.
Nasional Carbon Co. (Java) Ltd. Djakarta. }}<noinclude></noinclude>
hqwmk82vmc92vrg36prma2bbb9men6w
294406
294404
2026-05-13T14:09:55Z
Arunikala
27004
294406
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>{{hwe|rapa|beberapa}} kawan aku dipindjami pijama dan pakaian dalam. Sore harinja aku mendapat berita, bahwa djumlah korban kesatuan kita 17 orang gugur dan 20 luka<sup>2</sup> berat dan ringan. Dan diantaranja jg gugur ini, ada jang terbakar serupa panggangan sapi dan tidak dapat dikenal lagi wadjahnja. Ada jang hilang kepalanja dan anggauta tubuh lainnja. Dan kebanjakan gugur di buritan kapal dekat kamar tidurku. Kamar tidurku sendiri hantjur dan hangus terbakar. Malam harinja, djenazah<sup>2</sup> dikuburkan di Taman Bahagia Kapaha Ambon, Inna Lillahi Wa'inna Ilaihi Rodji'un.
Semalam aku tak dapat tidur, badanku penat dan merasa sakit seperti kena malaria. Telingaku
tuli. Aku ingat padamu lagi, ingat anak<sup>2</sup> mu, ingat ibuku dan almarhum ajahku. Andaikata {{dot|9}} Kau turut berlajar dengan
anak? mu, bagaimana djadinja.
Seperti kau ketahui, selama ka-
pal belum sandar, engkau dengan
anak?-mu musti ku kkuntji keda-
lam kamar, untuk mendjaga su-
paja anak? djangan berlari-lari.
Andaikata demikian ......... dan
andaikata semua terbunuh dalam
kamar ......... Tuti, aku mungkin
djadi gila, dan dengan sendjata
jang ada padaku, aku akan me-
ngamuk se-djadi?nja, untuk achir-
nja aku sendiri mengikuti ke
sorga.
Tanggal 16 Mei 1958, kota
Ambon sepi. Penduduk menanti-
kan 'kalau? ada serangan udara
lagi, tetapi sampai malam hari-
nja aman. Tepat djuga impian
ku, untuk menunda keberangka-
tan sehari lagi.
Tanggal 17 Mei 1958, lapangan
terbang LAHA mendapat sera-
ngan, bergelegarnja bom? djatuh
sungguh?, menggetarkan tanah
jang kuindjak.
Tidak beberapa lama lagi, ada
berita sebuah pesawat musuh jg
dikemudikan orang asing djatuh
ketembak oleh penangkis udara
kita Dan ......... dengan tertem-
baknja pesawat ini, Ambon men-
djadi kota aman lagi.
Nah, sekian tjerita ku, lain wak-
tu lain peristiwa.
(K. SOEKIRMAN)
32
PRODENT
TAPAL GIGI
Rp. 5
Tube biasa
1
Pa
TE - —.
TALI
aIN
- ” 1
NN 1
ma AG
PA
|
0
—
.
UM .
I 661 d
.
.
. “.
AI Pa Pa Pt —
aa Pia P1
ha Pan Pa,
anna PN
.
{{border|1=EVEREAOY
trade-mark
FLASHLIGHTS,
BATTERIES,
BULBS.
Nasional Carbon Co. (Java) Ltd. Djakarta. }}<noinclude></noinclude>
c7nofjhbh4zlu3w1vsii67b75jug61u
294427
294406
2026-05-13T14:20:16Z
Arunikala
27004
294427
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>{{hwe|rapa|beberapa}} kawan aku dipindjami pijama dan pakaian dalam. Sore harinja aku mendapat berita, bahwa djumlah korban kesatuan kita 17 orang gugur dan 20 luka<sup>2</sup> berat dan ringan. Dan diantaranja jg gugur ini, ada jang terbakar serupa panggangan sapi dan tidak dapat dikenal lagi wadjahnja. Ada jang hilang kepalanja dan anggauta tubuh lainnja. Dan kebanjakan gugur di buritan kapal dekat kamar tidurku. Kamar tidurku sendiri hantjur dan hangus terbakar. Malam harinja, djenazah<sup>2</sup> dikuburkan di Taman Bahagia Kapaha Ambon, Inna Lillahi Wa'inna Ilaihi Rodji'un.
Semalam aku tak dapat tidur, badanku penat dan merasa sakit seperti kena malaria. Telingaku
tuli. Aku ingat padamu lagi, ingat anak<sup>2</sup> mu, ingat ibuku dan almarhum ajahku. Andaikata {{dot|9}} Kau turut berlajar dengan anak<sup>2</sup> mu, bagaimana djadinja. Seperti kau ketahui, selama kapal belum sandar, engkau dengan anak<sup>2</sup>-mu musti ku kuntji kedalam kamar, untuk mendjaga supaja anak<sup>2</sup> djangan berlari-lari. Andaikata demikian ......... dan andaikata semua terbunuh dalam kamar ......... Tuti, aku mungkin djadi gila, dan dengan sendjata jang ada padaku, aku akan mengamuk se-djadi<sup>2</sup>nja, untuk achirnja aku sendiri mengikuti ke sorga.
Tanggal 16 Mei 1958, kota Ambon sepi. Penduduk menantikan kalau<sup>2</sup> ada serangan udara lagi, tetapi sampai malam harinja aman. Tepat djuga impian ku, untuk menunda keberangkatan sehari lagi.
Tanggal 17 Mei 1958, lapangan terbang LAHA mendapat serangan, bergelegarnja bom<sup>2</sup> djatuh sungguh<sup>2</sup>, menggetarkan tanah jang kuindjak.
Tidak beberapa lama lagi, ada berita sebuah pesawat musuh jg dikemudikan orang asing djatuh ketembak oleh penangkis udara kita Dan ......... dengan tertembaknja pesawat ini, Ambon mendjadi kota aman lagi. Nah, sekian tjerita ku, lain waktu lain peristiwa.
{{rh|||'''(K. SOEKIRMAN)''' }}
{{border|1='''<big><big>PRODENT</big></big>'''
<big>TAPAL GIGI</big>
Rp. 5.—
Tube biasa
Rp. 8.—
Tube sangat besar
Membuat gigi seputih mutiara}}
{{border|2=EVEREADY
trade-mark
FLASHLIGHTS,
BATTERIES,
BULBS.
Nasional Carbon Co. (Java) Ltd. Djakarta. }}<noinclude>{{rh|32}}</noinclude>
nh1l5409nceioitkp84u009p40kgu62
294428
294427
2026-05-13T14:21:23Z
Arunikala
27004
294428
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>{{hwe|rapa|beberapa}} kawan aku dipindjami pijama dan pakaian dalam. Sore harinja aku mendapat berita, bahwa djumlah korban kesatuan kita 17 orang gugur dan 20 luka<sup>2</sup> berat dan ringan. Dan diantaranja jg gugur ini, ada jang terbakar serupa panggangan sapi dan tidak dapat dikenal lagi wadjahnja. Ada jang hilang kepalanja dan anggauta tubuh lainnja. Dan kebanjakan gugur di buritan kapal dekat kamar tidurku. Kamar tidurku sendiri hantjur dan hangus terbakar. Malam harinja, djenazah<sup>2</sup> dikuburkan di Taman Bahagia Kapaha Ambon, Inna Lillahi Wa'inna Ilaihi Rodji'un.
Semalam aku tak dapat tidur, badanku penat dan merasa sakit seperti kena malaria. Telingaku
tuli. Aku ingat padamu lagi, ingat anak<sup>2</sup> mu, ingat ibuku dan almarhum ajahku. Andaikata {{.|9}} Kau turut berlajar dengan anak<sup>2</sup> mu, bagaimana djadinja. Seperti kau ketahui, selama kapal belum sandar, engkau dengan anak<sup>2</sup>-mu musti ku kuntji kedalam kamar, untuk mendjaga supaja anak<sup>2</sup> djangan berlari-lari. Andaikata demikian {{...|3}} dan andaikata semua terbunuh dalam kamar {{...|3}} Tuti, aku mungkin djadi gila, dan dengan sendjata jang ada padaku, aku akan mengamuk se-djadi<sup>2</sup>nja, untuk achirnja aku sendiri mengikuti ke sorga.
Tanggal 16 Mei 1958, kota Ambon sepi. Penduduk menantikan kalau<sup>2</sup> ada serangan udara lagi, tetapi sampai malam harinja aman. Tepat djuga impian ku, untuk menunda keberangkatan sehari lagi.
Tanggal 17 Mei 1958, lapangan terbang LAHA mendapat serangan, bergelegarnja bom<sup>2</sup> djatuh sungguh<sup>2</sup>, menggetarkan tanah jang kuindjak.
Tidak beberapa lama lagi, ada berita sebuah pesawat musuh jg dikemudikan orang asing djatuh ketembak oleh penangkis udara kita Dan {{...|3}} dengan tertembaknja pesawat ini, Ambon mendjadi kota aman lagi. Nah, sekian tjerita ku, lain waktu lain peristiwa.
{{rh|||'''(K. SOEKIRMAN)''' }}
{{border|1='''<big><big>PRODENT</big></big>'''
<big>TAPAL GIGI</big>
Rp. 5.—
Tube biasa
Rp. 8.—
Tube sangat besar
Membuat gigi seputih mutiara}}
{{border|1=EVEREADY
trade-mark
FLASHLIGHTS,
BATTERIES,
BULBS.
Nasional Carbon Co. (Java) Ltd. Djakarta. }}<noinclude>{{rh|32}}</noinclude>
4cj7e2l2skpxt57x8ttosk9d0gh9siw
294430
294428
2026-05-13T14:21:55Z
Arunikala
27004
294430
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>{{hwe|rapa|beberapa}} kawan aku dipindjami pijama dan pakaian dalam. Sore harinja aku mendapat berita, bahwa djumlah korban kesatuan kita 17 orang gugur dan 20 luka<sup>2</sup> berat dan ringan. Dan diantaranja jg gugur ini, ada jang terbakar serupa panggangan sapi dan tidak dapat dikenal lagi wadjahnja. Ada jang hilang kepalanja dan anggauta tubuh lainnja. Dan kebanjakan gugur di buritan kapal dekat kamar tidurku. Kamar tidurku sendiri hantjur dan hangus terbakar. Malam harinja, djenazah<sup>2</sup> dikuburkan di Taman Bahagia Kapaha Ambon, Inna Lillahi Wa'inna Ilaihi Rodji'un.
Semalam aku tak dapat tidur, badanku penat dan merasa sakit seperti kena malaria. Telingaku
tuli. Aku ingat padamu lagi, ingat anak<sup>2</sup> mu, ingat ibuku dan almarhum ajahku. Andaikata {{...|9}} Kau turut berlajar dengan anak<sup>2</sup> mu, bagaimana djadinja. Seperti kau ketahui, selama kapal belum sandar, engkau dengan anak<sup>2</sup>-mu musti ku kuntji kedalam kamar, untuk mendjaga supaja anak<sup>2</sup> djangan berlari-lari. Andaikata demikian {{...|9}} dan andaikata semua terbunuh dalam kamar {{...|9}} Tuti, aku mungkin djadi gila, dan dengan sendjata jang ada padaku, aku akan mengamuk se-djadi<sup>2</sup>nja, untuk achirnja aku sendiri mengikuti ke sorga.
Tanggal 16 Mei 1958, kota Ambon sepi. Penduduk menantikan kalau<sup>2</sup> ada serangan udara lagi, tetapi sampai malam harinja aman. Tepat djuga impian ku, untuk menunda keberangkatan sehari lagi.
Tanggal 17 Mei 1958, lapangan terbang LAHA mendapat serangan, bergelegarnja bom<sup>2</sup> djatuh sungguh<sup>2</sup>, menggetarkan tanah jang kuindjak.
Tidak beberapa lama lagi, ada berita sebuah pesawat musuh jg dikemudikan orang asing djatuh ketembak oleh penangkis udara kita Dan {{...|3}} dengan tertembaknja pesawat ini, Ambon mendjadi kota aman lagi. Nah, sekian tjerita ku, lain waktu lain peristiwa.
{{rh|||'''(K. SOEKIRMAN)''' }}
{{border|1='''<big><big>PRODENT</big></big>'''
<big>TAPAL GIGI</big>
Rp. 5.—
Tube biasa
Rp. 8.—
Tube sangat besar
Membuat gigi seputih mutiara}}
{{border|1=EVEREADY
trade-mark
FLASHLIGHTS,
BATTERIES,
BULBS.
Nasional Carbon Co. (Java) Ltd. Djakarta. }}<noinclude>{{rh|32}}</noinclude>
fv244nsr4mpzveps1tvnqkzsqky2roh
294431
294430
2026-05-13T14:22:21Z
Arunikala
27004
/* Telah diuji baca */
294431
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Arunikala" /></noinclude>{{hwe|rapa|beberapa}} kawan aku dipindjami pijama dan pakaian dalam. Sore harinja aku mendapat berita, bahwa djumlah korban kesatuan kita 17 orang gugur dan 20 luka<sup>2</sup> berat dan ringan. Dan diantaranja jg gugur ini, ada jang terbakar serupa panggangan sapi dan tidak dapat dikenal lagi wadjahnja. Ada jang hilang kepalanja dan anggauta tubuh lainnja. Dan kebanjakan gugur di buritan kapal dekat kamar tidurku. Kamar tidurku sendiri hantjur dan hangus terbakar. Malam harinja, djenazah<sup>2</sup> dikuburkan di Taman Bahagia Kapaha Ambon, Inna Lillahi Wa'inna Ilaihi Rodji'un.
Semalam aku tak dapat tidur, badanku penat dan merasa sakit seperti kena malaria. Telingaku
tuli. Aku ingat padamu lagi, ingat anak<sup>2</sup> mu, ingat ibuku dan almarhum ajahku. Andaikata {{...|9}} Kau turut berlajar dengan anak<sup>2</sup> mu, bagaimana djadinja. Seperti kau ketahui, selama kapal belum sandar, engkau dengan anak<sup>2</sup>-mu musti ku kuntji kedalam kamar, untuk mendjaga supaja anak<sup>2</sup> djangan berlari-lari. Andaikata demikian {{...|9}} dan andaikata semua terbunuh dalam kamar {{...|9}} Tuti, aku mungkin djadi gila, dan dengan sendjata jang ada padaku, aku akan mengamuk se-djadi<sup>2</sup>nja, untuk achirnja aku sendiri mengikuti ke sorga.
Tanggal 16 Mei 1958, kota Ambon sepi. Penduduk menantikan kalau<sup>2</sup> ada serangan udara lagi, tetapi sampai malam harinja aman. Tepat djuga impian ku, untuk menunda keberangkatan sehari lagi.
Tanggal 17 Mei 1958, lapangan terbang LAHA mendapat serangan, bergelegarnja bom<sup>2</sup> djatuh sungguh<sup>2</sup>, menggetarkan tanah jang kuindjak.
Tidak beberapa lama lagi, ada berita sebuah pesawat musuh jg dikemudikan orang asing djatuh ketembak oleh penangkis udara kita Dan {{...|3}} dengan tertembaknja pesawat ini, Ambon mendjadi kota aman lagi. Nah, sekian tjerita ku, lain waktu lain peristiwa.
{{rh|||'''(K. SOEKIRMAN)''' }}
{{border|1='''<big><big>PRODENT</big></big>'''
<big>TAPAL GIGI</big>
Rp. 5.—
Tube biasa
Rp. 8.—
Tube sangat besar
Membuat gigi seputih mutiara}}
{{border|1=EVEREADY
trade-mark
FLASHLIGHTS,
BATTERIES,
BULBS.
'''Nasional Carbon Co. (Java) Ltd. Djakarta.''' }}<noinclude>{{rh|32}}</noinclude>
kafa4l8gaweaf5wlw7d2ogaee4bh7u8
294434
294431
2026-05-13T14:23:25Z
Arunikala
27004
294434
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Arunikala" /></noinclude>{{hwe|rapa|beberapa}} kawan aku dipindjami pijama dan pakaian dalam. Sore harinja aku mendapat berita, bahwa djumlah korban kesatuan kita 17 orang gugur dan 20 luka<sup>2</sup> berat dan ringan. Dan diantaranja jg gugur ini, ada jang terbakar serupa panggangan sapi dan tidak dapat dikenal lagi wadjahnja. Ada jang hilang kepalanja dan anggauta tubuh lainnja. Dan kebanjakan gugur di buritan kapal dekat kamar tidurku. Kamar tidurku sendiri hantjur dan hangus terbakar. Malam harinja, djenazah<sup>2</sup> dikuburkan di Taman Bahagia Kapaha Ambon, Inna Lillahi Wa'inna Ilaihi Rodji'un.
Semalam aku tak dapat tidur, badanku penat dan merasa sakit seperti kena malaria. Telingaku
tuli. Aku ingat padamu lagi, ingat anak<sup>2</sup> mu, ingat ibuku dan almarhum ajahku. Andaikata {{...|9}} Kau turut berlajar dengan anak<sup>2</sup> mu, bagaimana djadinja. Seperti kau ketahui, selama kapal belum sandar, engkau dengan anak<sup>2</sup>-mu musti ku kuntji kedalam kamar, untuk mendjaga supaja anak<sup>2</sup> djangan berlari-lari. Andaikata demikian {{...|9}} dan andaikata semua terbunuh dalam kamar {{...|9}} Tuti, aku mungkin djadi gila, dan dengan sendjata jang ada padaku, aku akan mengamuk se-djadi<sup>2</sup>nja, untuk achirnja aku sendiri mengikuti ke sorga.
Tanggal 16 Mei 1958, kota Ambon sepi. Penduduk menantikan kalau<sup>2</sup> ada serangan udara lagi, tetapi sampai malam harinja aman. Tepat djuga impian ku, untuk menunda keberangkatan sehari lagi.
Tanggal 17 Mei 1958, lapangan terbang LAHA mendapat serangan, bergelegarnja bom<sup>2</sup> djatuh sungguh<sup>2</sup>, menggetarkan tanah jang kuindjak.
Tidak beberapa lama lagi, ada berita sebuah pesawat musuh jg dikemudikan orang asing djatuh ketembak oleh penangkis udara kita Dan {{...|3}} dengan tertembaknja pesawat ini, Ambon mendjadi kota aman lagi. Nah, sekian tjerita ku, lain waktu lain peristiwa.
{{rh|||'''(K. SOEKIRMAN)''' }}
{{border|1='''<big><big>PRODENT</big></big>'''
<big>TAPAL GIGI</big>
Rp. 5.—
Tube biasa
Rp. 8.—
Tube sangat besar
Membuat gigi seputih mutiara}}
{{border|1= {{c|EVEREADY}}
<gap>trade-mark
<gap>FLASHLIGHTS,
<gap><gap>BATTERIES,
<gap><gap><gap>BULBS.
'''Nasional Carbon Co. (Java) Ltd. Djakarta.''' }}<noinclude>{{rh|32}}</noinclude>
eqonyw7syrtq7x20y19ocusft3i6xo3
294436
294434
2026-05-13T14:24:02Z
Arunikala
27004
294436
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Arunikala" /></noinclude>{{hwe|rapa|beberapa}} kawan aku dipindjami pijama dan pakaian dalam. Sore harinja aku mendapat berita, bahwa djumlah korban kesatuan kita 17 orang gugur dan 20 luka<sup>2</sup> berat dan ringan. Dan diantaranja jg gugur ini, ada jang terbakar serupa panggangan sapi dan tidak dapat dikenal lagi wadjahnja. Ada jang hilang kepalanja dan anggauta tubuh lainnja. Dan kebanjakan gugur di buritan kapal dekat kamar tidurku. Kamar tidurku sendiri hantjur dan hangus terbakar. Malam harinja, djenazah<sup>2</sup> dikuburkan di Taman Bahagia Kapaha Ambon, Inna Lillahi Wa'inna Ilaihi Rodji'un.
Semalam aku tak dapat tidur, badanku penat dan merasa sakit seperti kena malaria. Telingaku
tuli. Aku ingat padamu lagi, ingat anak<sup>2</sup> mu, ingat ibuku dan almarhum ajahku. Andaikata {{...|9}} Kau turut berlajar dengan anak<sup>2</sup> mu, bagaimana djadinja. Seperti kau ketahui, selama kapal belum sandar, engkau dengan anak<sup>2</sup>-mu musti ku kuntji kedalam kamar, untuk mendjaga supaja anak<sup>2</sup> djangan berlari-lari. Andaikata demikian {{...|9}} dan andaikata semua terbunuh dalam kamar {{...|9}} Tuti, aku mungkin djadi gila, dan dengan sendjata jang ada padaku, aku akan mengamuk se-djadi<sup>2</sup>nja, untuk achirnja aku sendiri mengikuti ke sorga.
Tanggal 16 Mei 1958, kota Ambon sepi. Penduduk menantikan kalau<sup>2</sup> ada serangan udara lagi, tetapi sampai malam harinja aman. Tepat djuga impian ku, untuk menunda keberangkatan sehari lagi.
Tanggal 17 Mei 1958, lapangan terbang LAHA mendapat serangan, bergelegarnja bom<sup>2</sup> djatuh sungguh<sup>2</sup>, menggetarkan tanah jang kuindjak.
Tidak beberapa lama lagi, ada berita sebuah pesawat musuh jg dikemudikan orang asing djatuh ketembak oleh penangkis udara kita Dan {{...|3}} dengan tertembaknja pesawat ini, Ambon mendjadi kota aman lagi. Nah, sekian tjerita ku, lain waktu lain peristiwa.
{{rh|||'''(K. SOEKIRMAN)''' }}
{{border|1='''<big><big>PRODENT</big></big>'''
<big>TAPAL GIGI</big>
Rp. 5.—
Tube biasa
Rp. 8.—
Tube sangat besar
Membuat gigi seputih mutiara}}
{{border|1= {{c|EVEREADY}}
<gap> trade-mark
<gap> FLASHLIGHTS,
<gap><gap> BATTERIES,
<gap><gap><gap> BULBS.
'''Nasional Carbon Co. (Java) Ltd. Djakarta.''' }}<noinclude>{{rh|32}}</noinclude>
9bx03e0t62yndp79sgba9iz2ml327th
294437
294436
2026-05-13T14:24:29Z
Arunikala
27004
294437
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Arunikala" /></noinclude>{{hwe|rapa|beberapa}} kawan aku dipindjami pijama dan pakaian dalam. Sore harinja aku mendapat berita, bahwa djumlah korban kesatuan kita 17 orang gugur dan 20 luka<sup>2</sup> berat dan ringan. Dan diantaranja jg gugur ini, ada jang terbakar serupa panggangan sapi dan tidak dapat dikenal lagi wadjahnja. Ada jang hilang kepalanja dan anggauta tubuh lainnja. Dan kebanjakan gugur di buritan kapal dekat kamar tidurku. Kamar tidurku sendiri hantjur dan hangus terbakar. Malam harinja, djenazah<sup>2</sup> dikuburkan di Taman Bahagia Kapaha Ambon, Inna Lillahi Wa'inna Ilaihi Rodji'un.
Semalam aku tak dapat tidur, badanku penat dan merasa sakit seperti kena malaria. Telingaku
tuli. Aku ingat padamu lagi, ingat anak<sup>2</sup> mu, ingat ibuku dan almarhum ajahku. Andaikata {{...|9}} Kau turut berlajar dengan anak<sup>2</sup> mu, bagaimana djadinja. Seperti kau ketahui, selama kapal belum sandar, engkau dengan anak<sup>2</sup>-mu musti ku kuntji kedalam kamar, untuk mendjaga supaja anak<sup>2</sup> djangan berlari-lari. Andaikata demikian {{...|9}} dan andaikata semua terbunuh dalam kamar {{...|9}} Tuti, aku mungkin djadi gila, dan dengan sendjata jang ada padaku, aku akan mengamuk se-djadi<sup>2</sup>nja, untuk achirnja aku sendiri mengikuti ke sorga.
Tanggal 16 Mei 1958, kota Ambon sepi. Penduduk menantikan kalau<sup>2</sup> ada serangan udara lagi, tetapi sampai malam harinja aman. Tepat djuga impian ku, untuk menunda keberangkatan sehari lagi.
Tanggal 17 Mei 1958, lapangan terbang LAHA mendapat serangan, bergelegarnja bom<sup>2</sup> djatuh sungguh<sup>2</sup>, menggetarkan tanah jang kuindjak.
Tidak beberapa lama lagi, ada berita sebuah pesawat musuh jg dikemudikan orang asing djatuh ketembak oleh penangkis udara kita Dan {{...|3}} dengan tertembaknja pesawat ini, Ambon mendjadi kota aman lagi. Nah, sekian tjerita ku, lain waktu lain peristiwa.
{{rh|||'''(K. SOEKIRMAN)''' }}
{{border|1='''<big><big>PRODENT</big></big>'''
<big>TAPAL GIGI</big>
Rp. 5.—
Tube biasa
Rp. 8.—
Tube sangat besar
Membuat gigi seputih mutiara}}
{{border|1= {{c|EVEREADY}}
trade-mark
FLASHLIGHTS,
BATTERIES,
BULBS.
'''Nasional Carbon Co. (Java) Ltd. Djakarta.''' }}<noinclude>{{rh|32}}</noinclude>
5zj82jg3b42fro9w45qpbbkfyjpklx3
294459
294437
2026-05-13T14:46:30Z
Sarieffe
26994
/* Tervalidasi */
294459
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude>{{hwe|rapa|beberapa}} kawan aku dipindjami pijama dan pakaian dalam. Sore harinja aku mendapat berita, bahwa djumlah korban kesatuan kita 17 orang gugur dan 20 luka<sup>2</sup> berat dan ringan. Dan diantaranja jg gugur ini, ada jang terbakar serupa panggangan sapi dan tidak dapat dikenal lagi wadjahnja. Ada jang hilang kepalanja dan anggauta tubuh lainnja. Dan kebanjakan gugur di buritan kapal dekat kamar tidurku. Kamar tidurku sendiri hantjur dan hangus terbakar. Malam harinja, djenazah<sup>2</sup> dikuburkan di Taman Bahagia Kapaha Ambon, Inna Lillahi Wa'inna Ilaihi Rodji'un.
Semalam aku tak dapat tidur, badanku penat dan merasa sakit seperti kena malaria. Telingaku tuli. Aku ingat padamu lagi, ingat anak<sup>2</sup> mu, ingat ibuku dan almarhum ajahku. Andaikata {{...|9}} Kau turut berlajar dengan anak<sup>2</sup> mu, bagaimana djadinja. Seperti kau ketahui, selama kapal belum sandar, engkau dengan anak<sup>2</sup>-mu musti ku kuntji kedalam kamar, untuk mendjaga supaja anak<sup>2</sup> djangan berlari-lari. Andaikata demikian {{...|9}} dan andaikata semua terbunuh dalam kamar {{...|9}} Tuti, aku mungkin djadi gila, dan dengan sendjata jang ada padaku, aku akan mengamuk se-djadi<sup>2</sup>nja, untuk achirnja aku sendiri mengikuti ke sorga.
Tanggal 16 Mei 1958, kota Ambon sepi. Penduduk menantikan kalau<sup>2</sup> ada serangan udara lagi, tetapi sampai malam harinja aman. Tepat djuga impian ku, untuk menunda keberangkatan sehari lagi.
Tanggal 17 Mei 1958, lapangan terbang LAHA mendapat serangan, bergelegarnja bom<sup>2</sup> djatuh sungguh<sup>2</sup>, menggetarkan tanah jang kuindjak.
Tidak beberapa lama lagi, ada berita sebuah pesawat musuh jg dikemudikan orang asing djatuh ketembak oleh penangkis udara kita Dan {{...|3}} dengan tertembaknja pesawat ini, Ambon mendjadi kota aman lagi. Nah, sekian tjerita ku, lain waktu lain peristiwa.
{{rh|||'''(K. SOEKIRMAN)''' }}
{{border|1='''<big><big>PRODENT</big></big>'''
<big>TAPAL GIGI</big>
Rp. 5.—
Tube biasa
Rp. 8.—
Tube sangat besar
Membuat gigi seputih mutiara}}
{{border|1= {{c|EVEREADY}}
trade-mark
FLASHLIGHTS,
BATTERIES,
BULBS.
'''Nasional Carbon Co. (Java) Ltd. Djakarta.''' }}<noinclude>{{rh|32}}</noinclude>
kz0wp723obmpvb2bexd488tg76v9hty
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/959
104
104293
294408
2026-05-13T14:10:57Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294408
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><big>''K-CPRAD - ISLAM, DALAM MENJAMBUT:''</big>
<big><big><big><big><big>'''HARI RAJA IDUL FITRI 1387'''</big></big></big></big></big>
Per-tama² kami sampaikan disini salam dan do'a kami : "Selamat berhari raya 'Idul Fitri 1387 H, minal 'a-idin wal-faizin dan mudah²an semua amal ibadat kita selama bulan puasa ji. itu diterima oleh Allah s.w.t. dan semoga ber-tambah² ketaqwaan dan kebadjikan kita pada masa² jang akan datang".
Berbahagialah mereka jang berlebaran pada tahun ini, jaitu mereka jang benar² merasakan nikmatnja berlebaran itu, karena telah berhasil menjelesaikan latihan rohani dan djasmani, berpuasa selama bulan Ramadhan penuh, menahan makan dan minum diwaktu siang dan memperbanjak ibadah diwaktu malamnja, sebagaimana jang disebutkan didalam Al-Qur'an (s. Al-Baqarah ajat 185).
"......... dan hendaklah kamu sempurnakan bilangan (puasamu), kemudian me-Maha Agungkan Tuhan Allah, atas petundjuk jang telah diberikan kepadamu, dan mudah²an kamu bersjukur".
Beruntunglah pula mereka jang sedjak mendjelang Hari Raya Fitrah itu telah menunaikan bakti kasih sajangnja kepada sesama manusia, dengan memberikan sebagian dari hartanja untuk memberi makan kepada Faqir miskin, jang dengan itu pula berarti kita telah mensutjikan 'ibadah puasa kita dari kotor-kotoran berupa kata-kata bohong; upat dan tjerita jang mungkin terkerdjakan selama kita berpuasa itu. Mudah²an kesemuanja itu mendjadikan kita benar-benar kembali kepada kesutjian rohani, seperti halnja baji jang baru lahir, tidak berdosa dan tidak bernoda.
Memang, 'Idul Fitri berarti kembali kepada kesutjian, sutji dari dosa dan noda, jakni karunia Tuhan kepada mereka jang telah mengerdjakan puasa, karena didorong oleh iman dan harap akan gandjaran-Nja. Mereka kembali mendjadi sutji, karena kemenangannja atas hawa nafsu dan selera jang tak berbatas serta kelepasannja dari perbudakan iblis dan sjaitan.
Itulah sebabnja, hari Raya 'Idul Fitri ini melahirkan perasaan sjukur dan gembira jang meluap-luap memenuhi kalbu ummat Islam jang beriman, jang dengan spontan bermuara diudjung lidahnja berupa utjapan Takbir "Allahu Akbar" (Tuhan Maha Agung).
Bertakbir me-Maha-Agungkan Tuhan Allah, dengan mengingat pemberian dan kasih sajang Allah, itulah jang akan djalurkan keringanan kita kedalam batas-batas taqwa jang dihendaki oleh Agama, tidak sampai menjimpang menurut kehendak dan lambaian hawa nafsu jang merusakkan, sehingga kegembiraan dalam merajakan hari Raya Fitrah itu terbatas dalam kebaikan semata-mata, agar bermanfaat bagi diri dan masjarakat umumnja.
Bagi mereka jang kebetulan tahun ini tak dapat menunaikan puasanja sepenuhnja, ada hari-hari jang meninggalkan puasa, berhubung dalam musafir (bepergian), sakit atau berhalangan lainnja, kami do'akan semoga kegembiraan hari raya ini tak kurang-kurang menjelinapi bathinnja, dan semoga ditahun depan segala halangan itu dihilangkan oleh Tuhan. Dalam pada itu hendaklah mereka mulai bersiap-siap untuk mengganti puasanja dilain hari sebanjak hari ia meninggalkannja.
Bagi saudara-saudara jang kebetulan waktu ini sedang berada djauh dari keluarganja, berhubung tugas dinas dan lain-lain jang memang mendjadi tugas kita selaku alat Negara, sehingga tidak dapat hari-raya ditengah-tengah dan bersama-sama keluarganja, kami do'akan kiranja kerinduan hati saudara-saudara itu akan dibalas oleh Allah dengan kertemuannja dihari lainnja jang mudah-mudahan segera akan tiba dan melebihi riang-gembiranja.
Tak ada jang kita harapkan dari perajaan 'Idul Fitri ini, selain dari kian tambahnja kebadjikan kita masing-masing, kian sutjinja roh serta bathin kita, serta kian hilangnja ke'aiban, kalau hal itu masih ada pada kita. Sekiranja kebadjikan itu tidak ber-tambah-tambah djuga, se-kurang-njat keburukan djanganlah meningkat hendaknja. Itulah harapan dan do'a kita.<noinclude>{{rh|||5}}</noinclude>
15lg023elo2nimfbe63z2fuumq0vwl6
294410
294408
2026-05-13T14:11:25Z
Link PB
26772
294410
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><big>''K-CPRAD - ISLAM, DALAM MENJAMBUT:''</big>
::<big><big><big><big><big>'''HARI RAJA IDUL FITRI 1387'''</big></big></big></big></big>
Per-tama² kami sampaikan disini salam dan do'a kami : "Selamat berhari raya 'Idul Fitri 1387 H, minal 'a-idin wal-faizin dan mudah²an semua amal ibadat kita selama bulan puasa ji. itu diterima oleh Allah s.w.t. dan semoga ber-tambah² ketaqwaan dan kebadjikan kita pada masa² jang akan datang".
Berbahagialah mereka jang berlebaran pada tahun ini, jaitu mereka jang benar² merasakan nikmatnja berlebaran itu, karena telah berhasil menjelesaikan latihan rohani dan djasmani, berpuasa selama bulan Ramadhan penuh, menahan makan dan minum diwaktu siang dan memperbanjak ibadah diwaktu malamnja, sebagaimana jang disebutkan didalam Al-Qur'an (s. Al-Baqarah ajat 185).
"......... dan hendaklah kamu sempurnakan bilangan (puasamu), kemudian me-Maha Agungkan Tuhan Allah, atas petundjuk jang telah diberikan kepadamu, dan mudah²an kamu bersjukur".
Beruntunglah pula mereka jang sedjak mendjelang Hari Raya Fitrah itu telah menunaikan bakti kasih sajangnja kepada sesama manusia, dengan memberikan sebagian dari hartanja untuk memberi makan kepada Faqir miskin, jang dengan itu pula berarti kita telah mensutjikan 'ibadah puasa kita dari kotor-kotoran berupa kata-kata bohong; upat dan tjerita jang mungkin terkerdjakan selama kita berpuasa itu. Mudah²an kesemuanja itu mendjadikan kita benar-benar kembali kepada kesutjian rohani, seperti halnja baji jang baru lahir, tidak berdosa dan tidak bernoda.
Memang, 'Idul Fitri berarti kembali kepada kesutjian, sutji dari dosa dan noda, jakni karunia Tuhan kepada mereka jang telah mengerdjakan puasa, karena didorong oleh iman dan harap akan gandjaran-Nja. Mereka kembali mendjadi sutji, karena kemenangannja atas hawa nafsu dan selera jang tak berbatas serta kelepasannja dari perbudakan iblis dan sjaitan.
Itulah sebabnja, hari Raya 'Idul Fitri ini melahirkan perasaan sjukur dan gembira jang meluap-luap memenuhi kalbu ummat Islam jang beriman, jang dengan spontan bermuara diudjung lidahnja berupa utjapan Takbir "Allahu Akbar" (Tuhan Maha Agung).
Bertakbir me-Maha-Agungkan Tuhan Allah, dengan mengingat pemberian dan kasih sajang Allah, itulah jang akan djalurkan keringanan kita kedalam batas-batas taqwa jang dihendaki oleh Agama, tidak sampai menjimpang menurut kehendak dan lambaian hawa nafsu jang merusakkan, sehingga kegembiraan dalam merajakan hari Raya Fitrah itu terbatas dalam kebaikan semata-mata, agar bermanfaat bagi diri dan masjarakat umumnja.
Bagi mereka jang kebetulan tahun ini tak dapat menunaikan puasanja sepenuhnja, ada hari-hari jang meninggalkan puasa, berhubung dalam musafir (bepergian), sakit atau berhalangan lainnja, kami do'akan semoga kegembiraan hari raya ini tak kurang-kurang menjelinapi bathinnja, dan semoga ditahun depan segala halangan itu dihilangkan oleh Tuhan. Dalam pada itu hendaklah mereka mulai bersiap-siap untuk mengganti puasanja dilain hari sebanjak hari ia meninggalkannja.
Bagi saudara-saudara jang kebetulan waktu ini sedang berada djauh dari keluarganja, berhubung tugas dinas dan lain-lain jang memang mendjadi tugas kita selaku alat Negara, sehingga tidak dapat hari-raya ditengah-tengah dan bersama-sama keluarganja, kami do'akan kiranja kerinduan hati saudara-saudara itu akan dibalas oleh Allah dengan kertemuannja dihari lainnja jang mudah-mudahan segera akan tiba dan melebihi riang-gembiranja.
Tak ada jang kita harapkan dari perajaan 'Idul Fitri ini, selain dari kian tambahnja kebadjikan kita masing-masing, kian sutjinja roh serta bathin kita, serta kian hilangnja ke'aiban, kalau hal itu masih ada pada kita. Sekiranja kebadjikan itu tidak ber-tambah-tambah djuga, se-kurang-njat keburukan djanganlah meningkat hendaknja. Itulah harapan dan do'a kita.<noinclude>{{rh|||5}}</noinclude>
4glpvf4bg3dicai0cpsviaq252pyt7f
294412
294410
2026-05-13T14:12:03Z
Link PB
26772
294412
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><big>''K-CPRAD - ISLAM, DALAM MENJAMBUT:''</big>
::<big><big><big><big><big>'''HARI RAJA IDUL FITRI 1387'''</big></big></big></big></big>
::Per-tama² kami sampaikan disini salam dan do'a kami : "Selamat berhari raya 'Idul Fitri 1387 H, minal 'a-idin wal-faizin dan mudah²an semua amal ibadat kita selama bulan puasa ji. itu diterima oleh Allah s.w.t. dan semoga ber-tambah² ketaqwaan dan kebadjikan kita pada masa² jang akan datang".
::Berbahagialah mereka jang berlebaran pada tahun ini, jaitu mereka jang benar² merasakan nikmatnja berlebaran itu, karena telah berhasil menjelesaikan latihan rohani dan djasmani, berpuasa selama bulan Ramadhan penuh, menahan makan dan minum diwaktu siang dan memperbanjak ibadah diwaktu malamnja, sebagaimana jang disebutkan didalam Al-Qur'an (s. Al-Baqarah ajat 185).
::"......... dan hendaklah kamu sempurnakan bilangan (puasamu), kemudian me-Maha Agungkan Tuhan Allah, atas petundjuk jang telah diberikan kepadamu, dan mudah²an kamu bersjukur".
::Beruntunglah pula mereka jang sedjak mendjelang Hari Raya Fitrah itu telah menunaikan bakti kasih sajangnja kepada sesama manusia, dengan memberikan sebagian dari hartanja untuk memberi makan kepada Faqir miskin, jang dengan itu pula berarti kita telah mensutjikan 'ibadah puasa kita dari kotor-kotoran berupa kata-kata bohong; upat dan tjerita jang mungkin terkerdjakan selama kita berpuasa itu. Mudah²an kesemuanja itu mendjadikan kita benar-benar kembali kepada kesutjian rohani, seperti halnja baji jang baru lahir, tidak berdosa dan tidak bernoda.
::Memang, 'Idul Fitri berarti kembali kepada kesutjian, sutji dari dosa dan noda, jakni karunia Tuhan kepada mereka jang telah mengerdjakan puasa, karena didorong oleh iman dan harap akan gandjaran-Nja. Mereka kembali mendjadi sutji, karena kemenangannja atas hawa nafsu dan selera jang tak berbatas serta kelepasannja dari perbudakan iblis dan sjaitan.
::Itulah sebabnja, hari Raya 'Idul Fitri ini melahirkan perasaan sjukur dan gembira jang meluap-luap memenuhi kalbu ummat Islam jang beriman, jang dengan spontan bermuara diudjung lidahnja berupa utjapan Takbir "Allahu Akbar" (Tuhan Maha Agung).
::Bertakbir me-Maha-Agungkan Tuhan Allah, dengan mengingat pemberian dan kasih sajang Allah, itulah jang akan djalurkan keringanan kita kedalam batas-batas taqwa jang dihendaki oleh Agama, tidak sampai menjimpang menurut kehendak dan lambaian hawa nafsu jang merusakkan, sehingga kegembiraan dalam merajakan hari Raya Fitrah itu terbatas dalam kebaikan semata-mata, agar bermanfaat bagi diri dan masjarakat umumnja.
::Bagi mereka jang kebetulan tahun ini tak dapat menunaikan puasanja sepenuhnja, ada hari-hari jang meninggalkan puasa, berhubung dalam musafir (bepergian), sakit atau berhalangan lainnja, kami do'akan semoga kegembiraan hari raya ini tak kurang-kurang menjelinapi bathinnja, dan semoga ditahun depan segala halangan itu dihilangkan oleh Tuhan. Dalam pada itu hendaklah mereka mulai bersiap-siap untuk mengganti puasanja dilain hari sebanjak hari ia meninggalkannja.
::Bagi saudara-saudara jang kebetulan waktu ini sedang berada djauh dari keluarganja, berhubung tugas dinas dan lain-lain jang memang mendjadi tugas kita selaku alat Negara, sehingga tidak dapat hari-raya ditengah-tengah dan bersama-sama keluarganja, kami do'akan kiranja kerinduan hati saudara-saudara itu akan dibalas oleh Allah dengan kertemuannja dihari lainnja jang mudah-mudahan segera akan tiba dan melebihi riang-gembiranja.
::Tak ada jang kita harapkan dari perajaan 'Idul Fitri ini, selain dari kian tambahnja kebadjikan kita masing-masing, kian sutjinja roh serta bathin kita, serta kian hilangnja ke'aiban, kalau hal itu masih ada pada kita. Sekiranja kebadjikan itu tidak ber-tambah-tambah djuga, se-kurang-njat keburukan djanganlah meningkat hendaknja. Itulah harapan dan do'a kita.<noinclude>{{rh|||5}}</noinclude>
22ooeb2113xs8dc58pc00l2v5qazl0g
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/321
104
104294
294411
2026-05-13T14:11:43Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '”Peristiwa 22 Desember” adalah berupa pembatasan² sementara dengan maksud agar pers djangan melakukan pengumuman² atau pemberitaan² jang dapat mengeruhkan kembali suasana. Dalam menegaskan ini KSAD mendjelaskan, bahwa mengenai masaalah² jang timbul dalam Angkatan Darat dan sebagainja, jang wadjib mengeluarkan pengumuman² dan interview² hanjalah pedjabat² militer jang ditundjuk oleh Penguasa Militer, jaitu Panglima, Komandan² Resimen, Komanada...
294411
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>”Peristiwa 22 Desember” adalah berupa pembatasan² sementara
dengan maksud agar pers djangan melakukan pengumuman² atau pemberitaan² jang dapat mengeruhkan kembali suasana.
Dalam menegaskan ini KSAD mendjelaskan, bahwa mengenai masaalah² jang timbul dalam Angkatan Darat dan sebagainja, jang wadjib mengeluarkan pengumuman² dan interview² hanjalah pedjabat² militer jang ditundjuk oleh Penguasa Militer, jaitu Panglima, Komandan² Resimen, Komanadan KMKB dan Perwira Pers, sedangkan Resimen² tidak dibenarkan mempunjai djuru bitjara.
Achirnja berkata KSAD dengan simpatik : ”Tindakan² pembatasan ini, tentu tidak enak buat saudara², dan bahkan djuga tidak mengenakan bagi kami sendiri, tapi demi kelantjaran tugas penjelesaian jang dipundakkan
Dengan ini mengutjapkan turut bersukaria
menjongsong hari Ulang Tahun Kemer-
dekaan Republik Indonesia jang ke - XII
17 AGUSTUS 1945 - 17 AGUSTUS 1957.
Toko Antik
LIONG KONGSIE
Djl. GUNUNG SAHARI ANTJOL No. 8- A.
DJAKARTA
BAN
Disini Ada Djual:
ANTIK PORCELEIN:
Terdiri dari rupa-rupa KUANIM, VAAS-2,
PIRING-2, MANGKOK-2, POT-2 KEM-
kepada kami aan demi kepenting-
an negara, terpaksa kami ada-
kan.
Selesai tanja djawab sekedar-
nja, KSAD menambahkan lagi pe-
ringatan beliau agar harian? di
Medan ini djangan mengutip be-
rita? jang bersumberkan harian?
jang terbit didaerah lain jang
akibat isinja mengeruhkan sua-
sana.
— - O——
——| PERUSAHAAN TAKSI —
MODJOPAIT
DJL. BATU TULIS XII/31
TELP. GMBR. 2525 & 254
PERUSAHAAN PIALA-? DARI
TIMAH BANGKA.
Merk: , T. K. F.”
Djalan Asem Lama No. 178
DJAKARTA
BANG SERTA KERADJINAN TANGAN
DARI GADING GIOK (DJEED),
KROON, dan lain-lain.
Hormat Kami:
Toko Antik: BAN LIONG KONGSI
(TAN KENG GAK)
Turut menjambut dengan gembira Ulang
Yahun Kemerdekaan Republik Indonesia
jang ke - XII.
17 AGUSTUS 1957.
C.V. MOERSANI
Importers & Exporters
Pa
,
-
Djl. Kopi No. 22
Phone: 2107 Kota.
DJAKARTA-KOTA
Cable Adress: C.V. MOERSANI
DJAKARTA
43
MA EK PR LT KETAT Mnoan '<noinclude></noinclude>
j0hqy8p773oi9pyw5zza9lnxkrk36ei
294414
294411
2026-05-13T14:13:55Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
294414
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>”Peristiwa 22 Desember” adalah berupa pembatasan² sementara
dengan maksud agar pers djangan melakukan pengumuman² atau pemberitaan² jang dapat mengeruhkan kembali suasana.
Dalam menegaskan ini KSAD mendjelaskan, bahwa mengenai masaalah² jang timbul dalam Angkatan Darat dan sebagainja, jang wadjib mengeluarkan pengumuman² dan interview² hanjalah pedjabat² militer jang ditundjuk oleh Penguasa Militer, jaitu Panglima, Komandan² Resimen, Komanadan KMKB dan Perwira Pers, sedangkan Resimen² tidak dibenarkan mempunjai djuru bitjara.
Achirnja berkata KSAD dengan simpatik : ”Tindakan² pembatasan ini, tentu tidak enak buat saudara², dan bahkan djuga tidak mengenakan bagi kami sendiri, tapi demi kelantjaran tugas penjelesaian jang dipundakkan kepada kami aan demi kepentingan negara, terpaksa kami adakan.”
Selesai tanja djawab sekedarnja, KSAD menambahkan lagi peringatan beliau agar harian² di Medan ini djangan mengutip be-
rita? jang bersumberkan harian² jang terbit didaerah lain jang
akibat isinja mengeruhkan suasana.
{{c|— — O — —}}<noinclude>{{rh|||43}}</noinclude>
tovrugcavdo6sito4pi2a143p5aol2v
294419
294414
2026-05-13T14:15:18Z
Lutfiyatun
26681
294419
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>”Peristiwa 22 Desember” adalah berupa pembatasan² sementara
dengan maksud agar pers djangan melakukan pengumuman² atau pemberitaan² jang dapat mengeruhkan kembali suasana.
Dalam menegaskan ini KSAD mendjelaskan, bahwa mengenai masaalah² jang timbul dalam Angkatan Darat dan sebagainja, jang wadjib mengeluarkan pengumuman² dan interview² hanjalah pedjabat² militer jang ditundjuk oleh Penguasa Militer, jaitu Panglima, Komandan² Resimen, Komanadan KMKB dan Perwira Pers, sedangkan Resimen² tidak dibenarkan mempunjai djuru bitjara.
Achirnja berkata KSAD dengan simpatik : ”Tindakan² pembatasan ini, tentu tidak enak buat saudara², dan bahkan djuga tidak mengenakan bagi kami sendiri, tapi demi kelantjaran tugas penjelesaian jang dipundakkan kepada kami aan demi kepentingan negara, terpaksa kami adakan.”
Selesai tanja djawab sekedarnja, KSAD menambahkan lagi peringatan beliau agar harian² di Medan ini djangan mengutip be-
rita? jang bersumberkan harian² jang terbit didaerah lain jang
akibat isinja mengeruhkan suasana.
{{c|— — O — —}}<noinclude>{{rh|||43}}</noinclude>
2s207rbgba2d66nvqsvlgz8ptjoggj8
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/94
104
104295
294418
2026-05-13T14:14:31Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
294418
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" />{{rh||8}}</noinclude>:{{Hanging indent|1.5em|(f) artikulasi akarlidah (radikal); misalnja: ''['' H '']'';}}
:{{Hanging indent|1.5em|(g) artikulasi bibir (labial); misalnja: ''['' p, b, m, w, f, v '']''.}}
{{Hanging indent|1.5em|(2) titik artikulasi jang disentuh atau didekati, maka akan dihasilkan antaralain:}}
:{{Hanging indent|1.5em|(a) artikulasi antargigi (interdental); misalnja: ''['' θ, ð '']'' <u>th</u> pada kata Inggeris <u>thing</u> dan <u>this</u>.}}
:{{Hanging indent|1.5em|(b) artikulasi belakanggigi (postdental); misalnja: ''['' t, d '']'';}}
:{{Hanging indent|1.5em|(c) artikulasi gusigigi (alveolar); misalnja: ''['' T, D '']'' seperti <u>t</u> dan <u>d</u> pada kata Djawa <u>tjanting</u>, 'gajung', dan wedi, 'pasir';}}
:{{Hanging indent|1.5em|(d) artikulasi langit-langit keras (palatal); misalnja: ''['' ň, y '']'';}}
:{{Hanging indent|1.5em|(e) artikulasi langit-langit lembut (velar); misalnja: ''['' k, g, x, g, ŋ '']'';}}
:{{Hanging indent|1.5em|(f) artikulasi anaktekat (uvular); misalnja: ''['' q '']'';}}
:{{Hanging indent|1.5em|(g) artikulasi rongga tenggorok (faringal); misalnja: ''['' ħ '']'' seperti <u>h</u> pada kata Arab <u>hasanun</u>, 'baik'.}}
:{{Hanging indent|1.5em|(h) artikulasi tjelahsuara (glotal); misalnja: ''['' ? '']'' seperti <u>k</u> pada kata <u>bapak</u>.}}
{{Hanging indent|1.5em|(3) artikulator plus titik artikulasi (posisi artikulasi), maka akan dihasilkan antaralain;}}
:{{Hanging indent|1.5em|(a) artikulasi dwibibir (labio-labial); misalnja: ''['' p, b, m, w '']'';}}
:{{Hanging indent|1.5em|(b) artikulasi bibir-gigi (labio-dental); misalnja: ''['' f, v '']'';}}
:{{Hanging indent|1.5em|(c) artikulasi udjunglidah-belakanggigi (apiko-postdental); misalnja: ''['' t, d '']'';}}
:{{Hanging indent|1.5em|(d) artikulasi udjunglidah-gusigigi (apiko-alveolar); misalnja: ''['' T, D '']'';}}
:{{Hanging indent|1.5em|(e) artikulasi daunlidah-gusigigi (lamino-alveolar); misalnja: ''['' s, z '']'';}}
:{{Hanging indent|1.5em|(f) artikulasi daunlidah-gusigigi-langit-langit keras (lamino-alveopalatal) ''[''misalnja: ''['' č, ǰ, ś '']'';}}
:{{Hanging indent|1.5em|(g) artikulasi depanlidah-langit-langit keras (front-palatal); misalnja: ''['' ň, y '']'';}}
:{{Hanging indent|1.5em|(h) artikulasi belakanglidah-langit-langit lembut (dorso-velar); misalnja: ''['' k, g, x, G, ŋ '']'';}}
:{{Hanging indent|1.5em|(i) artikulasi belakanglidah-anaktekak (dorso-uvular); misalnja: ''['' q '']''}}<noinclude></noinclude>
4kb31klm6y6rcrvs0ssg5e12g3pblyw
295165
294418
2026-05-14T09:26:25Z
Arulbe
24016
/* Tervalidasi */
295165
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arulbe" />{{rh||8}}</noinclude>:{{Hanging indent|1.5em|(f) artikulasi akarlidah (radikal); misalnja: ''['' H '']'';}}
:{{Hanging indent|1.5em|(g) artikulasi bibir (labial); misalnja: ''['' p, b, m, w, f, v '']''.}}
{{Hanging indent|1.5em|(2) titik artikulasi jang disentuh atau didekati, maka akan dihasilkan antaralain:}}
:{{Hanging indent|1.5em|(a) artikulasi antargigi (interdental); misalnja: ''['' θ, ð '']'' <u>th</u> pada kata Inggeris <u>thing</u> dan <u>this</u>.}}
:{{Hanging indent|1.5em|(b) artikulasi belakanggigi (postdental); misalnja: ''['' t, d '']'';}}
:{{Hanging indent|1.5em|(c) artikulasi gusigigi (alveolar); misalnja: ''['' T, D '']'' seperti <u>t</u> dan <u>d</u> pada kata Djawa <u>tjanting</u>, 'gajung', dan wedi, 'pasir';}}
:{{Hanging indent|1.5em|(d) artikulasi langit-langit keras (palatal); misalnja: ''['' ň, y '']'';}}
:{{Hanging indent|1.5em|(e) artikulasi langit-langit lembut (velar); misalnja: ''['' k, g, x, g, ŋ '']'';}}
:{{Hanging indent|1.5em|(f) artikulasi anaktekat (uvular); misalnja: ''['' q '']'';}}
:{{Hanging indent|1.5em|(g) artikulasi rongga tenggorok (faringal); misalnja: ''['' ħ '']'' seperti <u>h</u> pada kata Arab <u>hasanun</u>, 'baik'.}}
:{{Hanging indent|1.5em|(h) artikulasi tjelahsuara (glotal); misalnja: ''['' ? '']'' seperti <u>k</u> pada kata <u>bapak</u>.}}
{{Hanging indent|1.5em|(3) artikulator plus titik artikulasi (posisi artikulasi), maka akan dihasilkan antaralain;}}
:{{Hanging indent|1.5em|(a) artikulasi dwibibir (labio-labial); misalnja: ''['' p, b, m, w '']'';}}
:{{Hanging indent|1.5em|(b) artikulasi bibir-gigi (labio-dental); misalnja: ''['' f, v '']'';}}
:{{Hanging indent|1.5em|(c) artikulasi udjunglidah-belakanggigi (apiko-postdental); misalnja: ''['' t, d '']'';}}
:{{Hanging indent|1.5em|(d) artikulasi udjunglidah-gusigigi (apiko-alveolar); misalnja: ''['' T, D '']'';}}
:{{Hanging indent|1.5em|(e) artikulasi daunlidah-gusigigi (lamino-alveolar); misalnja: ''['' s, z '']'';}}
:{{Hanging indent|1.5em|(f) artikulasi daunlidah-gusigigi-langit-langit keras (lamino-alveopalatal) ''[''misalnja: ''['' č, ǰ, ś '']'';}}
:{{Hanging indent|1.5em|(g) artikulasi depanlidah-langit-langit keras (front-palatal); misalnja: ''['' ň, y '']'';}}
:{{Hanging indent|1.5em|(h) artikulasi belakanglidah-langit-langit lembut (dorso-velar); misalnja: ''['' k, g, x, G, ŋ '']'';}}
:{{Hanging indent|1.5em|(i) artikulasi belakanglidah-anaktekak (dorso-uvular); misalnja: ''['' q '']''}}<noinclude></noinclude>
jp3d6v9zwl6hrv34trndiuyvpqqs2j5
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/372
104
104296
294423
2026-05-13T14:17:23Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'hasil karya Geni pionir t.&t. I PENJERAHAN DJEMBATAN SERUAI DARI MILITER KEPADA SIPIL Ini adalah djembatan Sungai Se- ruai jang baru siap dibangunkan oleh Geni Pionir T & T-Il. Disini nampak Direktur Geni AD RBria. Djend. GPH Djatikusumo, Let. Kol. Hasan Kasim, Major Lokaal Sukarno dan para pembesar sipil sedang memeriksa Djembatan Su- ngai Seruai jang hendak diserah- kan pemeliharaan selandjutnja ke- nada pemerintah sipil. K...
294423
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>hasil karya
Geni pionir t.&t. I
PENJERAHAN
DJEMBATAN SERUAI
DARI MILITER KEPADA
SIPIL
Ini adalah djembatan Sungai Se-
ruai jang baru siap dibangunkan
oleh Geni Pionir T & T-Il. Disini
nampak Direktur Geni AD RBria.
Djend. GPH Djatikusumo, Let.
Kol. Hasan Kasim, Major Lokaal
Sukarno dan para pembesar sipil
sedang memeriksa Djembatan Su-
ngai Seruai jang hendak diserah-
kan pemeliharaan selandjutnja ke-
nada pemerintah sipil.
Kepala Staf T & T-I, Let. Kol. Ha-
san Kasim sedang menanda ta-
ngani naskah penjerahan Djem-
batan Seruai jang telah diselesai-
kan oleh Geni PionirT & T-I ke-
pada Pemerintah Sipil.
Bupati Deli Serdang Wan Umaru-
din Baros sedang menanda tanga-
ni naskah penerimaan Djembatan
tsb. untuk dipelihara selandjutnja
oleh fihak Sipil.
Tradisi dari nenek mojang jang
selalu dilakukan : jaitu menanam
kepala kerbau seperti nampak da-
lam gambar ini pada pembangun-
an diembatan Seruai.<noinclude></noinclude>
nc08tr2a3685mp6mhuy6xbhdwutg9ja
294432
294423
2026-05-13T14:23:12Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
294432
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{xx-larger|''hasil karya''}}
{{x-larger|Geni pionir t.&t. I}}
{{rule|width=4em}}
PENJERAHAN<br>DJEMBATAN SERUAI <br>DARI MILITER KEPADA<br>SIPIL
{{rule|width=20em}}
{{missing image}}
''Ini adalah djembatan Sungai Seruai jang baru siap dibangunkan
oleh Geni Pionir T & T-Il. Disini nampak Direktur Geni AD RBria.
Djend. GPH Djatikusumo, Let. Kol. Hasan Kasim, Major Lokaal
Sukarno dan para pembesar sipil sedang memeriksa Djembatan Sungai Seruai jang hendak diserahkan pemeliharaan selandjutnja kepada pemerintah sipil.''
{{missing image}}
''Kepala Staf T & T-I, Let. Kol. Hasan Kasim sedang menanda tangani naskah penjerahan Djembatan Seruai jang telah diselesaikan oleh Geni PionirT & T-I kepada Pemerintah Sipil.''
''Bupati Deli Serdang Wan Umaru din Baros sedang menanda tanga-
ni naskah penerimaan Djembatan tsb. untuk dipelihara selandjutnja oleh fihak Sipil.''
''Tradisi dari nenek mojang jang selalu dilakukan : jaitu menanam kepala kerbau seperti nampak dalam gambar ini pada pembangunan diembatan Seruai.''<noinclude>{{rh|10}}</noinclude>
pdsd84bux7uzto997emoaith2v5mjzm
294435
294432
2026-05-13T14:23:42Z
Lutfiyatun
26681
294435
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{xx-larger|''hasil karya''}}
{{x-larger|Geni pionir t.&t. I}}
{{rule|width=4em}}
{{c|PENJERAHAN<br>DJEMBATAN SERUAI <br>DARI MILITER KEPADA<br>SIPIL}}
{{rule|width=20em}}
{{missing image}}
''Ini adalah djembatan Sungai Seruai jang baru siap dibangunkan
oleh Geni Pionir T & T-Il. Disini nampak Direktur Geni AD RBria.
Djend. GPH Djatikusumo, Let. Kol. Hasan Kasim, Major Lokaal
Sukarno dan para pembesar sipil sedang memeriksa Djembatan Sungai Seruai jang hendak diserahkan pemeliharaan selandjutnja kepada pemerintah sipil.''
{{missing image}}
''Kepala Staf T & T-I, Let. Kol. Hasan Kasim sedang menanda tangani naskah penjerahan Djembatan Seruai jang telah diselesaikan oleh Geni PionirT & T-I kepada Pemerintah Sipil.''
''Bupati Deli Serdang Wan Umaru din Baros sedang menanda tanga-
ni naskah penerimaan Djembatan tsb. untuk dipelihara selandjutnja oleh fihak Sipil.''
''Tradisi dari nenek mojang jang selalu dilakukan : jaitu menanam kepala kerbau seperti nampak dalam gambar ini pada pembangunan diembatan Seruai.''<noinclude>{{rh|10}}</noinclude>
bqcrc3j1mjgsbb3lfwnnnrf43e7s132
294438
294435
2026-05-13T14:25:22Z
Lutfiyatun
26681
294438
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{c|xx-larger|''hasil karya''}}
{{c|x-larger|Geni pionir t.&t. I}}
{{rule|width=4em}}
{{c|PENJERAHAN<br>DJEMBATAN SERUAI <br>DARI MILITER KEPADA<br>SIPIL}}
{{rule|width=20em}}
{{missing image}}
''Ini adalah djembatan Sungai Seruai jang baru siap dibangunkan
oleh Geni Pionir T & T-Il. Disini nampak Direktur Geni AD RBria.
Djend. GPH Djatikusumo, Let. Kol. Hasan Kasim, Major Lokaal
Sukarno dan para pembesar sipil sedang memeriksa Djembatan Sungai Seruai jang hendak diserahkan pemeliharaan selandjutnja kepada pemerintah sipil.''
{{missing image}}
''Kepala Staf T & T-I, Let. Kol. Hasan Kasim sedang menanda tangani naskah penjerahan Djembatan Seruai jang telah diselesaikan oleh Geni PionirT & T-I kepada Pemerintah Sipil.''
''Bupati Deli Serdang Wan Umaru din Baros sedang menanda tanga-
ni naskah penerimaan Djembatan tsb. untuk dipelihara selandjutnja oleh fihak Sipil.''
''Tradisi dari nenek mojang jang selalu dilakukan : jaitu menanam kepala kerbau seperti nampak dalam gambar ini pada pembangunan diembatan Seruai.''<noinclude>{{rh|10}}</noinclude>
ay5qsm1tgy1atbtay5y7ybuacrjc066
294441
294438
2026-05-13T14:26:13Z
Lutfiyatun
26681
294441
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude><center>{{|xx-larger|''hasil karya''}}</center>
<center>{{|x-larger|Geni pionir t.&t. I}}</center>
{{rule|width=4em}}
{{c|PENJERAHAN<br>DJEMBATAN SERUAI <br>DARI MILITER KEPADA<br>SIPIL}}
{{rule|width=20em}}
{{missing image}}
''Ini adalah djembatan Sungai Seruai jang baru siap dibangunkan
oleh Geni Pionir T & T-Il. Disini nampak Direktur Geni AD RBria.
Djend. GPH Djatikusumo, Let. Kol. Hasan Kasim, Major Lokaal
Sukarno dan para pembesar sipil sedang memeriksa Djembatan Sungai Seruai jang hendak diserahkan pemeliharaan selandjutnja kepada pemerintah sipil.''
{{missing image}}
''Kepala Staf T & T-I, Let. Kol. Hasan Kasim sedang menanda tangani naskah penjerahan Djembatan Seruai jang telah diselesaikan oleh Geni PionirT & T-I kepada Pemerintah Sipil.''
''Bupati Deli Serdang Wan Umaru din Baros sedang menanda tanga-
ni naskah penerimaan Djembatan tsb. untuk dipelihara selandjutnja oleh fihak Sipil.''
''Tradisi dari nenek mojang jang selalu dilakukan : jaitu menanam kepala kerbau seperti nampak dalam gambar ini pada pembangunan diembatan Seruai.''<noinclude>{{rh|10}}</noinclude>
ck0616x850q6co4qd7lkaml16mvs37n
294442
294441
2026-05-13T14:26:24Z
Lutfiyatun
26681
294442
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude><center> {{|xx-larger|''hasil karya''}}</center>
<center> {{|x-larger|Geni pionir t.&t. I}}</center>
{{rule|width=4em}}
{{c|PENJERAHAN<br>DJEMBATAN SERUAI <br>DARI MILITER KEPADA<br>SIPIL}}
{{rule|width=20em}}
{{missing image}}
''Ini adalah djembatan Sungai Seruai jang baru siap dibangunkan
oleh Geni Pionir T & T-Il. Disini nampak Direktur Geni AD RBria.
Djend. GPH Djatikusumo, Let. Kol. Hasan Kasim, Major Lokaal
Sukarno dan para pembesar sipil sedang memeriksa Djembatan Sungai Seruai jang hendak diserahkan pemeliharaan selandjutnja kepada pemerintah sipil.''
{{missing image}}
''Kepala Staf T & T-I, Let. Kol. Hasan Kasim sedang menanda tangani naskah penjerahan Djembatan Seruai jang telah diselesaikan oleh Geni PionirT & T-I kepada Pemerintah Sipil.''
''Bupati Deli Serdang Wan Umaru din Baros sedang menanda tanga-
ni naskah penerimaan Djembatan tsb. untuk dipelihara selandjutnja oleh fihak Sipil.''
''Tradisi dari nenek mojang jang selalu dilakukan : jaitu menanam kepala kerbau seperti nampak dalam gambar ini pada pembangunan diembatan Seruai.''<noinclude>{{rh|10}}</noinclude>
eocn6pi4anon15bjtsvkpejou4unpq5
294443
294442
2026-05-13T14:26:41Z
Lutfiyatun
26681
294443
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude><center> {{xx-larger|''hasil karya''}}</center>
<center> {{x-larger|Geni pionir t.&t. I}}</center>
{{rule|width=4em}}
{{c|PENJERAHAN<br>DJEMBATAN SERUAI <br>DARI MILITER KEPADA<br>SIPIL}}
{{rule|width=20em}}
{{missing image}}
''Ini adalah djembatan Sungai Seruai jang baru siap dibangunkan
oleh Geni Pionir T & T-Il. Disini nampak Direktur Geni AD RBria.
Djend. GPH Djatikusumo, Let. Kol. Hasan Kasim, Major Lokaal
Sukarno dan para pembesar sipil sedang memeriksa Djembatan Sungai Seruai jang hendak diserahkan pemeliharaan selandjutnja kepada pemerintah sipil.''
{{missing image}}
''Kepala Staf T & T-I, Let. Kol. Hasan Kasim sedang menanda tangani naskah penjerahan Djembatan Seruai jang telah diselesaikan oleh Geni PionirT & T-I kepada Pemerintah Sipil.''
''Bupati Deli Serdang Wan Umaru din Baros sedang menanda tanga-
ni naskah penerimaan Djembatan tsb. untuk dipelihara selandjutnja oleh fihak Sipil.''
''Tradisi dari nenek mojang jang selalu dilakukan : jaitu menanam kepala kerbau seperti nampak dalam gambar ini pada pembangunan diembatan Seruai.''<noinclude>{{rh|10}}</noinclude>
l9vnla4m03g3qfbureth9qpntjs5sot
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/935
104
104297
294440
2026-05-13T14:25:40Z
Arunikala
27004
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Perkataan ,,berita" bagi ma- sjarakat tentara ataupun bagi keluarganja sudah tidak asing lagi. Sering djuga kita dengar kata ,,berita” dalam siaran? R.R.I. diantaranja : Berita keluarga, Warta berita daerah dan lain?. Bahkan tidak djarang pula dalam pertjakapan? antara sekelompok manusia ada terselip perkataan berita”. Itulah sebab?nja perka- taan ,,berita” itu tidak asing lagi dalam masjarakat ketentaraan. Kalau dikatakan effect b...
294440
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>Perkataan ,,berita" bagi ma-
sjarakat tentara ataupun bagi
keluarganja sudah tidak asing
lagi. Sering djuga kita dengar
kata ,,berita” dalam siaran? R.R.I.
diantaranja : Berita keluarga,
Warta berita daerah dan lain?.
Bahkan tidak djarang pula dalam
pertjakapan? antara sekelompok
manusia ada terselip perkataan
berita”. Itulah sebab?nja perka-
taan ,,berita” itu tidak asing lagi
dalam masjarakat ketentaraan.
Kalau dikatakan effect berita,
maka dapatlah dipastikan bahwa
dalam masjarakat ketentaraan
masih ada sebagian ketjil sadja
tidak baik (buruk). Baik dan
buruknja sesuatu effect berita itu,
adalah tergantung kepada pikiran
manusia jang bersangkutan.
Ada ibu? dan bapak? jang me-
rasa terharu karena surat? kabar
jang dibatjanja memuat berita
djeritan putra?nja jang sedang
bertugas didaerah operasi. Ka-
rena rasa keharuan ibu? dan
bapak? itu timbullah inisiatief
mereka. Diusahakannja bingkis-
an? untuk putra?nja digaris depan.
Rasa terharu dan inisiatief ibu?
dan bapak? itu adalah suatu effect
baik daripada berita? jang telah
dibatjanja.
Pengaruh Surat-menjurat....
jang belum mengetahui apakah
sebenarnja jang dimaksudkan de-
ngan effect berita itu. Keluarga
jang berpendidikan tjukup pasti
mengetahui apa jang dimaksud-
kan penulis dengan perkataan
effect berita". Sungguh diluar
dugaan penulis, kalau masih
ada keluarga jang berpendidikan
S.M.P. umpamanja, tetapi tidak
tahu akan arti kata ,,effect be-
rita”.
Effect adalah suatu reaksi jang
timbul dipihak lain karena sesuatu
hal jang telah dikerdjakan.
Umpamanja si Badu tersenjum
kepada si Ali. Hal jang telah
dikerdjakan si Badu adalah ter-
senjum. Apakah reaksi senjuman
jang ditudjukan kepada si Ali itu ?
Melihat senjuman si Badu, si Ali
tentu membalas senjuman itu
dengan senjuman pula. Senjuman
balasan ini adalah suatu reaksi
jang timbul karena senjuman jang
dikerdjakan oleh si Badu kepada
si Ali. Djadi djelasnja segala
sesuatu reaksi jang dikerdjakan
oleh si Ali disini adalah suatu
effect jang ditimbulkan karena
sesuatu hal jang telah dikerdjakan
si Badu.
Sekarang apakah artinja effect
berita. Effect berita adalah suatu
reaksi jang timbul dipihak lain
karena berita jang telah didengar
ataupun dibatja.
Effect berita ada dua matjam,
ada jang baik dan ada pula jang
Anta
Berita? jang dimuat di-surat?
kabar maupun di-surat? per-
orangan mempunjai effect jang
ber-matjam?, ada effect jang baik
dan ada pula jang tidak baik ter-
hadap pembatjanja.
Berita jang tidak baik pada
umumnja dibuat oleh lawan jang
menghendaki agar suasana jang
tentram dan damai mendjadi ke-
ruh atau katjau-balau.
Dari kekeruhan/kekatjauan jg.
dikehendaki itu pihak lawan
dapat mengambil keuntungan se-
baik?nja. Djadi berita jang tidak
baik itu oleh pihak lawan dibuat
dengan sengadja dengan susunan
rata? jang baik dan menarik, se-
hingga dapat mempengaruhi pem-
batjanja.
Orang? jang sudah terpengaruh
oleh kata? jang manis dari pihak
lawan itu, pada hakekatnja dapat
disamakan dengan lawan. Kalau
lawan diumpamakan penjakit,
maka orang? jang kena penga-
ruhnja dapat djuga dikatakan
orang? sakit. Orang? itu harus
didjaga dan segera disembuhkan
dari penjakitnja. Djika tidak di-
djaga dan tidak segera disembuh-
kan maka penjakitnja akan mudah
berdjangkit (berkembang biak)
kepada orang? jang sehat.
Orang? jang sudah terpengaruh
oleh berita lawan, sadar ataupun
tidak sadar mereka mendjadi ka-
wan daripada lawannja. Orang?
demikian adalah lebih berbahaja
karena mereka dengan bebas
dapat bergerak menjebarkan be-
rita? hasutan dari lawan. Pada
umumnja orang tidak mengetahui
bahwa mereka itu lawan, karena
nampak lahirnja kawan akan
tetapi bathinnja lawan. Orang
jang demikian menurut sedjarah
sangat disukai oleh lawan dengan
tudjuan untuk menjebarkan be-
rita? hasutannja, dan orang? itu
pulalah jang merupakan suatu
pintu jang memberikan djalan
bagi lawan. Lawan jang meng-
hendaki pendjadjahan ditanah
Air kita, dalam gerakan?nja men-
ra Keluarga.
Oleh: PLTD. O. SOEPARTON.
dapat bantuan dari orang? jang
tidak sehat lagi otaknja ataupun
bathinnja. Berita? hasutan itu
dibuatnja oleh lawan dengan
sengadja dan dengan penuh ke-
sadaran.
Berita? jang tidak baik ada
djuga jang dibuat oleh kawan,
keluarga, kepala keluarga, atau-
pun oleh para muda-mudi dan
lain sebagainja akan tetapi de-
ngan tidak disengadja atau de-
ngan tidak disadari. Berita jang
mereka buat itu disangkanja
sudah baik, akan tetapi diluar
kesadarannja berita itu mengan-
dung effect jang tidak baik bagi
sipenerima dan ada kalanja djuga
effect tidak baik itu merugikan
Instansi atau Kesatuan dimana
sipenerima itu bertugas/bekerdja.
Baiklah untuk djelasnja disini
dipaparkan suatu tjontoh agar
para pembatja sekalian dapat
menelaah bersama bagaimana
effect jang tidak baik itu.
Antara dua manusia, suami-
istri, sesungguhnja sangat berat,
pahit dan menjedihkan djika ka-
rena sesuatu hal harus berpisahan
tempat. Berpisahan tempatnja,
disini dimaksudkan bukan berpi-
sah hati karena sudah tidak lagi
saling membutuhkan. Umpamanja
34<noinclude></noinclude>
m4q0drzng0wm4xf759halxk2x5ibvfl
294455
294440
2026-05-13T14:40:16Z
Arunikala
27004
294455
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>'''<big>Pengaruh Surat-menjurat</big>'''{{...|4}}
{{rh|||'''<big>Antara Keluarga.</big>'''}}
{{rh|||Oleh: '''PLTD. O. SOEPARTON'''}}
Perkataan „berita” bagi masjarakat tentara ataupun bagi keluarganja sudah tidak asing lagi. Sering djuga kita dengar kata „berita” dalam siaran<sup>2</sup> R.R.I. diantaranja : Berita keluarga, Warta berita daerah dan lain<sup>2</sup>. Bahkan tidak djarang pula dalam pertjakapan<sup>2</sup> antara sekelompok manusia ada terselip perkataan „berita”. Itulah sebab<sup>2</sup>nja perkataan „berita” itu tidak asing lagi dalam masjarakat ketentaraan.
Kalau dikatakan effect berita, maka dapatlah dipastikan bahwa dalam masjarakat ketentaraan masih ada sebagian ketjil sadja jang belum mengetahui apakah sebenarnja jang dimaksudkan dengan effect berita itu. Keluarga jang berpendidikan tjukup pasti mengetahui apa jang dimaksudkan penulis dengan perkataan „effect berita”. Sungguh diluar dugaan penulis, kalau masih ada keluarga jang berpendidikan S.M.P. umpamanja, tetapi tidak tahu akan arti kata „effect berita”.
Effect adalah suatu reaksi jang timbul dipihak lain karena sesuatu hal jang telah dikerdjakan. Umpamanja si Badu tersenjum kepada si Ali. Hal jang telah dikerdjakan si Badu adalah tersenjum. Apakah reaksi senjuman jang ditudjukan kepada si Ali itu ? Melihat senjuman si Badu, si Ali tentu membalas senjuman itu dengan senjuman pula. Senjuman balasan ini adalah suatu reaksi jang timbul karena senjuman jang dikerdjakan oleh si Badu kepada si Ali. Djadi djelasnja segala sesuatu reaksi jang dikerdjakan oleh si Ali disini adalah suatu effect jang ditimbulkan karena sesuatu hal jang telah dikerdjakan si Badu.
Sekarang apakah artinja effect
berita. Effect berita adalah suatu reaksi jang timbul dipihak lain karena berita jang telah didengar ataupun dibatja.
Effect berita ada dua matjam,
ada jang baik dan ada pula jang tidak baik (buruk). Baik dan buruknja sesuatu effect berita itu, adalah tergantung kepada pikiran manusia jang bersangkutan.
Ada ibu<sup>2</sup> dan bapak<sup>2</sup> jang merasa terharu karena surat<sup>2</sup> kabar jang dibatjanja memuat berita djeritan putra<sup>2</sup>nja jang sedang bertugas didaerah operasi. Karena rasa keharuan ibu<sup>2</sup> dan bapak<sup>2</sup> itu timbullah inisiatief mereka. Diusahakannja bingkisan<sup>2</sup> untuk putra<sup>2</sup>nja digaris depan.
Rasa terharu dan inisiatief ibu<sup>2</sup> dan bapak<sup>2</sup> itu adalah suatu effect baik daripada berita<sup>2</sup> jang telah dibatjanja.
Berita<sup>2</sup> jang dimuat di-surat<sup>2</sup> kabar maupun di-surat<sup>2</sup> perorangan mempunjai effect jang ber-matjam<sup>2</sup>, ada effect jang baik dan ada pula jang tidak baik terhadap pembatjanja.
Berita jang tidak baik pada umumnja dibuat oleh lawan jang menghendaki agar suasana jang tentram dan damai mendjadi keruh atau katjau-balau.
Dari kekeruhan/kekatjauan jg. dikehendaki itu pihak lawan dapat mengambil keuntungan se-baik<sup>2</sup>nja. Djadi berita jang tidak baik itu oleh pihak lawan dibuat dengan sengadja dengan susunan kata<sup>2</sup> jang baik dan menarik, sehingga dapat mempengaruhi pembatjanja.
Orang<sup>2</sup> jang sudah terpengaruh oleh kata<sup>2</sup> jang manis dari pihak lawan itu, pada hakekatnja dapat disamakan dengan lawan. Kalau lawan diumpamakan penjakit, maka orang<sup>2</sup> jang kena pengaruhnja dapat djuga dikatakan orang<sup>2</sup> sakit. Orang<sup>2</sup> itu harus didjaga dan segera disembuhkan dari penjakitnja. Djika tidak didjaga dan tidak segera disembuhkan maka penjakitnja akan mudah berdjangkit (berkembang biak) kepada orang<sup>2</sup> jang sehat.
Orang<sup>2</sup> jang sudah terpengaruh oleh berita lawan, sadar ataupun tidak sadar mereka mendjadi kawan daripada lawannja. Orang<sup>2</sup> demikian adalah lebih berbahaja karena mereka dengan bebas dapat bergerak menjebarkan berita<sup>2</sup> hasutan dari lawan. Pada umumnja orang tidak mengetahui bahwa mereka itu lawan, karena nampak lahirnja kawan akan tetapi bathinnja lawan. Orang jang demikian menurut sedjarah sangat disukai oleh lawan dengan tudjuan untuk menjebarkan berita<sup>2</sup> hasutannja, dan orang<sup>2</sup> itu pulalah jang merupakan suatu pintu jang memberikan djalan bagi lawan. Lawan jang menghendaki pendjadjahan ditanah Air kita, dalam gerakan<sup>2</sup>nja mendapat bantuan dari orang<sup>2</sup> jang tidak sehat lagi otaknja ataupun bathinnja. Berita<sup>2</sup> hasutan itu dibuatnja oleh lawan dengan sengadja dan dengan penuh kesadaran.
Berita<sup>2</sup> jang tidak baik ada djuga jang dibuat oleh kawan, keluarga, kepala keluarga, ataupun oleh para muda-mudi dan lain sebagainja akan tetapi dengan tidak disengadja atau dengan tidak disadari. Berita jang mereka buat itu disangkanja sudah baik, akan tetapi diluar
kesadarannja berita itu mengan-
dung effect jang tidak baik bagi
sipenerima dan ada kalanja djuga
effect tidak baik itu merugikan
Instansi atau Kesatuan dimana
sipenerima itu bertugas/bekerdja.
Baiklah untuk djelasnja disini
dipaparkan suatu tjontoh agar
para pembatja sekalian dapat
menelaah bersama bagaimana
effect jang tidak baik itu.
Antara dua manusia, suami-
istri, sesungguhnja sangat berat,
pahit dan menjedihkan djika ka-
rena sesuatu hal harus berpisahan
tempat. Berpisahan tempatnja,
disini dimaksudkan bukan berpi-
sah hati karena sudah tidak lagi
saling membutuhkan. Umpamanja
34<noinclude></noinclude>
b6kc39778fhd74of2fz7pn9qwd2ofob
294466
294455
2026-05-13T14:54:12Z
Arunikala
27004
/* Telah diuji baca */
294466
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Arunikala" /></noinclude>'''<big>Pengaruh Surat-menjurat</big>'''{{...|4}}
{{rh|||'''<big>Antara Keluarga.</big>'''}}
{{rh|||Oleh: '''PLTD. O. SOEPARTON'''}}
Perkataan „berita” bagi masjarakat tentara ataupun bagi keluarganja sudah tidak asing lagi. Sering djuga kita dengar kata „berita” dalam siaran<sup>2</sup> R.R.I. diantaranja : Berita keluarga, Warta berita daerah dan lain<sup>2</sup>. Bahkan tidak djarang pula dalam pertjakapan<sup>2</sup> antara sekelompok manusia ada terselip perkataan „berita”. Itulah sebab<sup>2</sup>nja perkataan „berita” itu tidak asing lagi dalam masjarakat ketentaraan.
Kalau dikatakan effect berita, maka dapatlah dipastikan bahwa dalam masjarakat ketentaraan masih ada sebagian ketjil sadja jang belum mengetahui apakah sebenarnja jang dimaksudkan dengan effect berita itu. Keluarga jang berpendidikan tjukup pasti mengetahui apa jang dimaksudkan penulis dengan perkataan „effect berita”. Sungguh diluar dugaan penulis, kalau masih ada keluarga jang berpendidikan S.M.P. umpamanja, tetapi tidak tahu akan arti kata „effect berita”.
Effect adalah suatu reaksi jang timbul dipihak lain karena sesuatu hal jang telah dikerdjakan. Umpamanja si Badu tersenjum kepada si Ali. Hal jang telah dikerdjakan si Badu adalah tersenjum. Apakah reaksi senjuman jang ditudjukan kepada si Ali itu ? Melihat senjuman si Badu, si Ali tentu membalas senjuman itu dengan senjuman pula. Senjuman balasan ini adalah suatu reaksi jang timbul karena senjuman jang dikerdjakan oleh si Badu kepada si Ali. Djadi djelasnja segala sesuatu reaksi jang dikerdjakan oleh si Ali disini adalah suatu effect jang ditimbulkan karena sesuatu hal jang telah dikerdjakan si Badu.
Sekarang apakah artinja effect
berita. Effect berita adalah suatu reaksi jang timbul dipihak lain karena berita jang telah didengar ataupun dibatja.
Effect berita ada dua matjam,
ada jang baik dan ada pula jang tidak baik (buruk). Baik dan buruknja sesuatu effect berita itu, adalah tergantung kepada pikiran manusia jang bersangkutan.
Ada ibu<sup>2</sup> dan bapak<sup>2</sup> jang merasa terharu karena surat<sup>2</sup> kabar jang dibatjanja memuat berita djeritan putra<sup>2</sup>nja jang sedang bertugas didaerah operasi. Karena rasa keharuan ibu<sup>2</sup> dan bapak<sup>2</sup> itu timbullah inisiatief mereka. Diusahakannja bingkisan<sup>2</sup> untuk putra<sup>2</sup>nja digaris depan.
Rasa terharu dan inisiatief ibu<sup>2</sup> dan bapak<sup>2</sup> itu adalah suatu effect baik daripada berita<sup>2</sup> jang telah dibatjanja.
Berita<sup>2</sup> jang dimuat di-surat<sup>2</sup> kabar maupun di-surat<sup>2</sup> perorangan mempunjai effect jang ber-matjam<sup>2</sup>, ada effect jang baik dan ada pula jang tidak baik terhadap pembatjanja.
Berita jang tidak baik pada umumnja dibuat oleh lawan jang menghendaki agar suasana jang tentram dan damai mendjadi keruh atau katjau-balau.
Dari kekeruhan/kekatjauan jg. dikehendaki itu pihak lawan dapat mengambil keuntungan se-baik<sup>2</sup>nja. Djadi berita jang tidak baik itu oleh pihak lawan dibuat dengan sengadja dengan susunan kata<sup>2</sup> jang baik dan menarik, sehingga dapat mempengaruhi pembatjanja.
Orang<sup>2</sup> jang sudah terpengaruh oleh kata<sup>2</sup> jang manis dari pihak lawan itu, pada hakekatnja dapat disamakan dengan lawan. Kalau lawan diumpamakan penjakit, maka orang<sup>2</sup> jang kena pengaruhnja dapat djuga dikatakan orang<sup>2</sup> sakit. Orang<sup>2</sup> itu harus didjaga dan segera disembuhkan dari penjakitnja. Djika tidak didjaga dan tidak segera disembuhkan maka penjakitnja akan mudah berdjangkit (berkembang biak) kepada orang<sup>2</sup> jang sehat.
Orang<sup>2</sup> jang sudah terpengaruh oleh berita lawan, sadar ataupun tidak sadar mereka mendjadi kawan daripada lawannja. Orang<sup>2</sup> demikian adalah lebih berbahaja karena mereka dengan bebas dapat bergerak menjebarkan berita<sup>2</sup> hasutan dari lawan. Pada umumnja orang tidak mengetahui bahwa mereka itu lawan, karena nampak lahirnja kawan akan tetapi bathinnja lawan. Orang jang demikian menurut sedjarah sangat disukai oleh lawan dengan tudjuan untuk menjebarkan berita<sup>2</sup> hasutannja, dan orang<sup>2</sup> itu pulalah jang merupakan suatu pintu jang memberikan djalan bagi lawan. Lawan jang menghendaki pendjadjahan ditanah Air kita, dalam gerakan<sup>2</sup>nja mendapat bantuan dari orang<sup>2</sup> jang tidak sehat lagi otaknja ataupun bathinnja. Berita<sup>2</sup> hasutan itu dibuatnja oleh lawan dengan sengadja dan dengan penuh kesadaran.
Berita<sup>2</sup> jang tidak baik ada djuga jang dibuat oleh kawan, keluarga, kepala keluarga, ataupun oleh para muda-mudi dan lain sebagainja akan tetapi dengan tidak disengadja atau dengan tidak disadari. Berita jang mereka buat itu disangkanja sudah baik, akan tetapi diluar kesadarannja berita itu mengandung effect jang tidak baik bagi sipenerima dan ada kalanja djuga effect tidak baik itu merugikan Instansi atau Kesatuan dimana sipenerima itu bertugas/bekerdja.
Baiklah untuk djelasnja disini dipaparkan suatu tjontoh agar para pembatja sekalian dapat
menelaah bersama bagaimana effect jang tidak baik itu.
Antara dua manusia, suami-istri, sesungguhnja sangat berat, pahit dan menjedihkan djika karena sesuatu hal harus berpisahan tempat. Berpisahan tempatnja, disini dimaksudkan bukan berpisah hati karena sudah tidak lagi saling membutuhkan. Umpamanja<noinclude>{{rh|||33}}</noinclude>
r1wz8bchqtn9rk3wfssz7lux2no8d5j
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/95
104
104298
294444
2026-05-13T14:30:21Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
294444
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" />{{rh||9}}</noinclude>Untuk memerikan (mendiskripsikan) suatu fona dapat dipergunakan salahsatu dari ketiga tjara diatas. Misalnja: ''['' ň '']'' pada kata <u>njala</u> dapat diperikan sebagai fona <u>depanlidah (frontal)</u> atau langit-langit <u>keras</u> (<u>palatal</u>) atau <u>depanlidah-langit-langit keras (front-palatal)</u>. Pemerian jang disebut terachir tentulah lebih lengkap; fona ''['' x '']'' pada kata <u>cha</u>-lik dapat diperikan sebagai fona <u>dorsal</u> atau <u>velar</u> atau <u>dorso-velar</u>.
{{Hanging indent|1.5em|3. Pada umumnja fona bahasa dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar: (1) <u>vokoid</u>, dan (2) <u>kontoid</u> atau non-vokoid.<sup>5)</sup> Kemudian kedua kelompok besar ini dapat pula disubklasifikasikan lebih terperintji.}}
:{{Hanging indent|1.5em|3.1. Vokoid ialah fona, umumnja bersuara, terdjadi djika arus udara dari paru-paru langsung dan kontinu melalui farings kerongga mulut melewati ladjur tengah lidah tanpa hambatan atau penjempitan jang menjebabkan terdjadinja sematjam geseran atau friksi.
Utjapkanlah misalnja fona-fona ''['' i, a, u '']'', maka arus udara kontinu keluar melalui mulut tanpa mendapat hambatan. Jang menjebabkan adanja bermatjam-matjam vokoid terutama posisi lidah dan sikap bibir jang mengubah ruang resonator rongga mulut. Untuk pengutjapan fona ''['' i '']'', depanlidah menaik, kedua bibir ditarik kebelakang menjamping; untuk ''['' a '']'', depanlidah merendah, kedua bibir agak terbuka tak-bulat; untuk ''['' u '']'', belakang lidah menaik, kedua bibir menondjol bulat. Tapi dalam beberapa bahasa ketika diutjapkan vokoid ''['' i, a, u '']'' velik terbuka demikian rupa sehingga arus udara bukan sadja keluar mulut tapi djuga masuk kerongga hidung dan terdjadilah sengauan (nasalisasi) ketiga vokoid tersebut.
Djika dirumuskan kembali, tjiri-tjiri utama vokoid ialah:
::{{Hanging indent|1.5em|(a) terdjadi karena mekanisme arus udara paru-paru (pulmonik);}}
::{{Hanging indent|1.5em|(b) arus udara keluar melalui mulut dan/atau hidung (egresif);}}
::{{Hanging indent|1.5em|(c) sebagai fona mulut (oral) atau fona sengauan;}}
::{{Hanging indent|1.5em|(d) arus udara keluar kontinu tanpa penjempitan atau hambatan;}}
::{{Hanging indent|1.5em|(e) umumnja sebagai fona bersuara,}}
::{{Hanging indent|1.5em|(f) terdjadi karena menaik-merendahnja depan atau belakang lidah.}}
3.1.1. Vokoid bisa diklasifikasikan berdasarkan:
:(a) tinggi-rendah lidah; akan dihasilkan:
::{{Hanging indent|1.5em|(1) vokoid tinggi, terdjadi dengan gerak lidah menaik pada posisi tertinggi; misalnja: ''['' i, u '']'' pada kata <u>diam</u>, <u>gaul</u>;}}<noinclude></noinclude>
c1122gjx37wgkvz7v7eqe61i8yykwlq
294448
294444
2026-05-13T14:33:01Z
Moel81
25980
294448
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" />{{rh||9}}</noinclude>Untuk memerikan (mendiskripsikan) suatu fona dapat dipergunakan salahsatu dari ketiga tjara diatas. Misalnja: ''['' ň '']'' pada kata <u>njala</u> dapat diperikan sebagai fona <u>depanlidah (frontal)</u> atau langit-langit <u>keras</u> (<u>palatal</u>) atau <u>depanlidah-langit-langit keras (front-palatal)</u>. Pemerian jang disebut terachir tentulah lebih lengkap; fona ''['' x '']'' pada kata <u>cha</u>-lik dapat diperikan sebagai fona <u>dorsal</u> atau <u>velar</u> atau <u>dorso-velar</u>.
{{Hanging indent|1.5em|3. Pada umumnja fona bahasa dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar: (1) <u>vokoid</u>, dan (2) <u>kontoid</u> atau non-vokoid.<sup>5)</sup> Kemudian kedua kelompok besar ini dapat pula disubklasifikasikan lebih terperintji.}}
:{{Hanging indent|1.5em|3.1. Vokoid ialah fona, umumnja bersuara, terdjadi djika arus udara dari paru-paru langsung dan kontinu melalui farings kerongga mulut melewati ladjur tengah lidah tanpa hambatan atau penjempitan jang menjebabkan terdjadinja sematjam geseran atau friksi.}}
::Utjapkanlah misalnja fona-fona ''['' i, a, u '']'', maka arus udara kontinu keluar melalui mulut tanpa mendapat hambatan. Jang menjebabkan adanja bermatjam-matjam vokoid terutama posisi lidah dan sikap bibir jang mengubah ruang resonator rongga mulut. Untuk pengutjapan fona ''['' i '']'', depanlidah menaik, kedua bibir ditarik kebelakang menjamping; untuk ''['' a '']'', depanlidah merendah, kedua bibir agak terbuka tak-bulat; untuk ''['' u '']'', belakang lidah menaik, kedua bibir menondjol bulat. Tapi dalam beberapa bahasa ketika diutjapkan vokoid ''['' i, a, u '']'' velik terbuka demikian rupa sehingga arus udara bukan sadja keluar mulut tapi djuga masuk kerongga hidung dan terdjadilah sengauan (nasalisasi) ketiga vokoid tersebut.
::Djika dirumuskan kembali, tjiri-tjiri utama vokoid ialah:
::{{Hanging indent|1.5em|(a) terdjadi karena mekanisme arus udara paru-paru (pulmonik);}}
::{{Hanging indent|1.5em|(b) arus udara keluar melalui mulut dan/atau hidung (egresif);}}
::{{Hanging indent|1.5em|(c) sebagai fona mulut (oral) atau fona sengauan;}}
::{{Hanging indent|1.5em|(d) arus udara keluar kontinu tanpa penjempitan atau hambatan;}}
::{{Hanging indent|1.5em|(e) umumnja sebagai fona bersuara,}}
::{{Hanging indent|1.5em|(f) terdjadi karena menaik-merendahnja depan atau belakang lidah.}}
3.1.1. Vokoid bisa diklasifikasikan berdasarkan:
:(a) tinggi-rendah lidah; akan dihasilkan:
::{{Hanging indent|1.5em|(1) vokoid tinggi, terdjadi dengan gerak lidah menaik pada posisi tertinggi; misalnja: ''['' i, u '']'' pada kata <u>diam</u>, <u>gaul</u>;}}<noinclude></noinclude>
99ix3sb0mz7dt8y7ina1ogxc3h1dta4
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/338
104
104299
294450
2026-05-13T14:37:38Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
294450
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{xxx-larger|LATIHAN}}
{{xxx-larger|PARA BAPAK LURAH}}
{{missing image}}
Bapak² Lurah diberi latihan jang sama dengan latihan kemiliteran. Peperangan sekarang adalah bersifat total. Segala tenaga, pikiran dan alat jang ada pada negara dikerahkan setjara total, chusus dipergunakan untuk peperangan. Ini untuk menghantjurkan musuh dan achirnja tertjapai kersenangan terachir. Begitu pula pada waktu menghadapi bahaja dan serangan musuh, rakjat harus dapat mempertahankan diri denjan alat² jang serba ada pada mereka. Sebab itu pada masa damai kepada mereka harus diberikan latihan? dan petundjuk² jang diperlukan. Djuga dengan demikian dapat membantu gerakan² alat negara. Maka untuk ini perlu dilatih bapak² Lurah sebagai orang jg langsung dgn ra'jat. Dan peranan bapak² Lurah terbukti sangat penting pada waktu? kita bergerilia jang lalu.
{{missing image}}
''Lihatlah betapa sigapnja pak Lurah? berbaris jang aksinja
tidak mau kalah dengan tentara.''
{[missing image}}
''Bapak² Lurah tidak luput pula mendapat latihan? bagaimana tjaranja mengadakan penjerangan, bertiarap, merangkak dan tjara berdjalan di medan.''<noinclude>{{rh|60}}</noinclude>
0ldbfdpz24vr6o8ngk6aevzdglx4drt
294451
294450
2026-05-13T14:38:14Z
Lutfiyatun
26681
294451
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{xxx-larger|LATIHAN}}
{{xxx-larger|PARA BAPAK<br>LURAH}}
{{missing image}}
Bapak² Lurah diberi latihan jang sama dengan latihan kemiliteran. Peperangan sekarang adalah bersifat total. Segala tenaga, pikiran dan alat jang ada pada negara dikerahkan setjara total, chusus dipergunakan untuk peperangan. Ini untuk menghantjurkan musuh dan achirnja tertjapai kersenangan terachir. Begitu pula pada waktu menghadapi bahaja dan serangan musuh, rakjat harus dapat mempertahankan diri denjan alat² jang serba ada pada mereka. Sebab itu pada masa damai kepada mereka harus diberikan latihan? dan petundjuk² jang diperlukan. Djuga dengan demikian dapat membantu gerakan² alat negara. Maka untuk ini perlu dilatih bapak² Lurah sebagai orang jg langsung dgn ra'jat. Dan peranan bapak² Lurah terbukti sangat penting pada waktu? kita bergerilia jang lalu.
{{missing image}}
''Lihatlah betapa sigapnja pak Lurah? berbaris jang aksinja
tidak mau kalah dengan tentara.''
{[missing image}}
''Bapak² Lurah tidak luput pula mendapat latihan? bagaimana tjaranja mengadakan penjerangan, bertiarap, merangkak dan tjara berdjalan di medan.''<noinclude>{{rh|60}}</noinclude>
8ypap39f28bs25w3pf18jv80d4hlbgt
294453
294451
2026-05-13T14:39:06Z
Lutfiyatun
26681
294453
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{xxx-larger|LATIHAN}}
<center>{{xxx-larger|PARA BAPAK<br>LURAH}}</center>
{{missing image}}
Bapak² Lurah diberi latihan jang sama dengan latihan kemiliteran. Peperangan sekarang adalah bersifat total. Segala tenaga, pikiran dan alat jang ada pada negara dikerahkan setjara total, chusus dipergunakan untuk peperangan. Ini untuk menghantjurkan musuh dan achirnja tertjapai kersenangan terachir. Begitu pula pada waktu menghadapi bahaja dan serangan musuh, rakjat harus dapat mempertahankan diri denjan alat² jang serba ada pada mereka. Sebab itu pada masa damai kepada mereka harus diberikan latihan? dan petundjuk² jang diperlukan. Djuga dengan demikian dapat membantu gerakan² alat negara. Maka untuk ini perlu dilatih bapak² Lurah sebagai orang jg langsung dgn ra'jat. Dan peranan bapak² Lurah terbukti sangat penting pada waktu? kita bergerilia jang lalu.
{{missing image}}
''Lihatlah betapa sigapnja pak Lurah? berbaris jang aksinja
tidak mau kalah dengan tentara.''
{[missing image}}
''Bapak² Lurah tidak luput pula mendapat latihan? bagaimana tjaranja mengadakan penjerangan, bertiarap, merangkak dan tjara berdjalan di medan.''<noinclude>{{rh|60}}</noinclude>
k4kpo0nh7t67uvrrxnuf803rc4cz65n
294454
294453
2026-05-13T14:39:41Z
Lutfiyatun
26681
294454
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{xxx-larger|LATIHAN}}
<center>{{xxx-larger|PARA BAPAK<br>LURAH}}</center>
{{missing image}}
Bapak² Lurah diberi latihan jang sama dengan latihan kemiliteran. Peperangan sekarang adalah bersifat total. Segala tenaga, pikiran dan alat jang ada pada negara dikerahkan setjara total, chusus dipergunakan untuk peperangan. Ini untuk menghantjurkan musuh dan achirnja tertjapai kersenangan terachir. Begitu pula pada waktu menghadapi bahaja dan serangan musuh, rakjat harus dapat mempertahankan diri denjan alat² jang serba ada pada mereka. Sebab itu pada masa damai kepada mereka harus diberikan latihan? dan petundjuk² jang diperlukan. Djuga dengan demikian dapat membantu gerakan² alat negara. Maka untuk ini perlu dilatih bapak² Lurah sebagai orang jg langsung dgn ra'jat. Dan peranan bapak² Lurah terbukti sangat penting pada waktu? kita bergerilia jang lalu.
{{missing image}}
''Lihatlah betapa sigapnja pak Lurah? berbaris jang aksinja
tidak mau kalah dengan tentara.''
{[missing image}}
''Bapak² Lurah tidak luput pula mendapat latihan² bagaimana tjaranja mengadakan penjerangan, bertiarap, merangkak dan tjara berdjalan di medan.''<noinclude>{{rh|60}}</noinclude>
3bk4rg16jrfm8q7xt8326vp4fimhal4
294456
294454
2026-05-13T14:40:21Z
Lutfiyatun
26681
294456
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{xxx-larger|LATIHAN}}
<center>{{xxx-larger|PARA BAPAK<br>LURAH}}</center>
{{missing image}}
Bapak² Lurah diberi latihan jang sama dengan latihan kemiliteran. Peperangan sekarang adalah bersifat total. Segala tenaga, pikiran dan alat jang ada pada negara dikerahkan setjara total, chusus dipergunakan untuk peperangan. Ini untuk menghantjurkan musuh dan achirnja tertjapai kersenangan terachir. Begitu pula pada waktu menghadapi bahaja dan serangan musuh, rakjat harus dapat mempertahankan diri denjan alat² jang serba ada pada mereka. Sebab itu pada masa damai kepada mereka harus diberikan latihan? dan petundjuk² jang diperlukan. Djuga dengan demikian dapat membantu gerakan² alat negara. Maka untuk ini perlu dilatih bapak² Lurah sebagai orang jg langsung dgn ra'jat. Dan peranan bapak² Lurah terbukti sangat penting pada waktu? kita bergerilia jang lalu.
{{missing image}}
''Lihatlah betapa sigapnja pak Lurah? berbaris jang aksinja
tidak mau kalah dengan tentara.''
{{missing image}}
''Bapak² Lurah tidak luput pula mendapat latihan² bagaimana tjaranja mengadakan penjerangan, bertiarap, merangkak dan tjara berdjalan di medan.''<noinclude>{{rh|60}}</noinclude>
rf2k6gcjxjc4nvvu1neh5y1430w62vn
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/342
104
104300
294458
2026-05-13T14:46:30Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
294458
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Internasional dalam Pasukan PBB.
Maka dengan adanja Pasukan Garuda ini tertjegahlah serangan
biadab selandjutnja atas bumi Arab jang dilakukan setjara chia-
nat oleh Inggeris/Perantjis bersama-sama dengan antek-anteknja Israel, jang telah menimbulkan kemurkaan dan kemarahan dunia seluruhnja.
Pasukar Garuda Indonesia bersama-sama Pasukan PBB telah berhasil menghentikan dan mentjegah peperangan berkobar terus.
Pendeknja Pasukan PBB telah mendjalankan tugasnja sebaik-baiknja.
Berdasarkan pers documentasi jang ada pada kami, kami dapat menekankan bahwa dengan ikut sertanja Pasukan Indonesia didalam Pasukan PBB terlihat dan terbuktilah bahwa Pasukan Indonesia itu sungguh? telah mentjapai tingkat internasional jang tinggi, moreel, disiplin dan kesungguhan dalam mendjalankan pertanggungan-djawab.
Bahwa peradjurit Indonesia jang telah mendapat kehormatan besar atas djasanja membebaskan negerinja dari pendjadjahan BeJanda sehingga Indonesia telah memperoleh kemerdekaannja sebagai hasil dari djihad dan perdjuangan putera-puteranja sendiri, -peradjurit Indonesia jang demikian itu, — sesungguhnja patut dan berhaklah mendapat kepertjajaan dan penghargaan dunia seluruhnja.
''Kesimpulan.''
''Umumnja masjarakat Jordania, persnja, pemukanja dan tjerdik
pandainja ataupun masjarakat ramai, menghargakan dan memberikan penilaian tinggi serta mengakui djasa dan pentingnja adanja Pasukan Garuda dalam Pasukan PBB jang bertugas dibahagian dunia Timur Tengah sekarang ini.''
{{missing image}}
''Budi jang baik, tak membutuhkan perongkosan, serta memberikan
lebih banjak lagi kegembiraan. Maka akan kembalilah ka
selamat serta tak kurang suatu apa.''<noinclude>{{rh|64}}</noinclude>
do0qib188aylqa4re9tt7gbv7u068w3
294461
294458
2026-05-13T14:48:19Z
Lutfiyatun
26681
294461
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Internasional dalam Pasukan PBB.
Maka dengan adanja Pasukan Garuda ini tertjegahlah serangan
biadab selandjutnja atas bumi Arab jang dilakukan setjara chia-
nat oleh Inggeris/Perantjis bersama-sama dengan antek-anteknja Israel, jang telah menimbulkan kemurkaan dan kemarahan dunia seluruhnja.
Pasukar Garuda Indonesia bersama-sama Pasukan PBB telah berhasil menghentikan dan mentjegah peperangan berkobar terus.
Pendeknja Pasukan PBB telah mendjalankan tugasnja sebaik-baiknja.
Berdasarkan pers documentasi jang ada pada kami, kami dapat menekankan bahwa dengan ikut sertanja Pasukan Indonesia didalam Pasukan PBB terlihat dan terbuktilah bahwa Pasukan Indonesia itu sungguh? telah mentjapai tingkat internasional jang tinggi, moreel, disiplin dan kesungguhan dalam mendjalankan pertanggungan-djawab.
Bahwa peradjurit Indonesia jang telah mendapat kehormatan besar atas djasanja membebaskan negerinja dari pendjadjahan BeJanda sehingga Indonesia telah memperoleh kemerdekaannja sebagai hasil dari djihad dan perdjuangan putera-puteranja sendiri, -peradjurit Indonesia jang demikian itu, — sesungguhnja patut dan berhaklah mendapat kepertjajaan dan penghargaan dunia seluruhnja.
'''Kesimpulan.'''
''Umumnja masjarakat Jordania, persnja, pemukanja dan tjerdik
pandainja ataupun masjarakat ramai, menghargakan dan memberikan penilaian tinggi serta mengakui djasa dan pentingnja adanja Pasukan Garuda dalam Pasukan PBB jang bertugas dibahagian dunia Timur Tengah sekarang ini.''
{{c|— — — —}}
{{missing image}}
''Budi jang baik, tak membutuhkan perongkosan, serta memberikan
lebih banjak lagi kegembiraan. Maka akan kembalilah ka
selamat serta tak kurang suatu apa.''<noinclude>{{rh|64}}</noinclude>
lgpxwq83z15qz7v5y8hqmr4b4bb5xr9
294462
294461
2026-05-13T14:48:41Z
Lutfiyatun
26681
294462
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Internasional dalam Pasukan PBB.
Maka dengan adanja Pasukan Garuda ini tertjegahlah serangan
biadab selandjutnja atas bumi Arab jang dilakukan setjara chia-
nat oleh Inggeris/Perantjis bersama-sama dengan antek-anteknja Israel, jang telah menimbulkan kemurkaan dan kemarahan dunia seluruhnja.
Pasukar Garuda Indonesia bersama-sama Pasukan PBB telah berhasil menghentikan dan mentjegah peperangan berkobar terus.
Pendeknja Pasukan PBB telah mendjalankan tugasnja sebaik-baiknja.
Berdasarkan pers documentasi jang ada pada kami, kami dapat menekankan bahwa dengan ikut sertanja Pasukan Indonesia didalam Pasukan PBB terlihat dan terbuktilah bahwa Pasukan Indonesia itu sungguh? telah mentjapai tingkat internasional jang tinggi, moreel, disiplin dan kesungguhan dalam mendjalankan pertanggungan-djawab.
Bahwa peradjurit Indonesia jang telah mendapat kehormatan besar atas djasanja membebaskan negerinja dari pendjadjahan BeJanda sehingga Indonesia telah memperoleh kemerdekaannja sebagai hasil dari djihad dan perdjuangan putera-puteranja sendiri, -peradjurit Indonesia jang demikian itu, — sesungguhnja patut dan berhaklah mendapat kepertjajaan dan penghargaan dunia seluruhnja.
'''Kesimpulan.'''
Umumnja masjarakat Jordania, persnja, pemukanja dan tjerdik
pandainja ataupun masjarakat ramai, menghargakan dan memberikan penilaian tinggi serta mengakui djasa dan pentingnja adanja Pasukan Garuda dalam Pasukan PBB jang bertugas dibahagian dunia Timur Tengah sekarang ini.
{{c|— — — —}}
{{missing image}}
''Budi jang baik, tak membutuhkan perongkosan, serta memberikan
lebih banjak lagi kegembiraan. Maka akan kembalilah ka
selamat serta tak kurang suatu apa.''<noinclude>{{rh|64}}</noinclude>
nnos3y6buo1286gn7n4ugbkd4q8yt4n
294464
294462
2026-05-13T14:50:28Z
Lutfiyatun
26681
294464
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Internasional dalam Pasukan PBB.
Maka dengan adanja Pasukan Garuda ini tertjegahlah serangan
biadab selandjutnja atas bumi Arab jang dilakukan setjara chia-
nat oleh Inggeris/Perantjis bersama-sama dengan antek-anteknja Israel, jang telah menimbulkan kemurkaan dan kemarahan dunia seluruhnja.
Pasukar Garuda Indonesia bersama-sama Pasukan PBB telah berhasil menghentikan dan mentjegah peperangan berkobar terus.
Pendeknja Pasukan PBB telah mendjalankan tugasnja sebaik-baiknja.
Berdasarkan pers documentasi jang ada pada kami, kami dapat menekankan bahwa dengan ikut sertanja Pasukan Indonesia didalam Pasukan PBB terlihat dan terbuktilah bahwa Pasukan Indonesia itu sungguh? telah mentjapai tingkat internasional jang tinggi, moreel, disiplin dan kesungguhan dalam mendjalankan pertanggungan-djawab.
Bahwa peradjurit Indonesia jang telah mendapat kehormatan besar atas djasanja membebaskan negerinja dari pendjadjahan BeJanda sehingga Indonesia telah memperoleh kemerdekaannja sebagai hasil dari djihad dan perdjuangan putera-puteranja sendiri, -peradjurit Indonesia jang demikian itu, — sesungguhnja patut dan berhaklah mendapat kepertjajaan dan penghargaan dunia seluruhnja.
'''Kesimpulan.'''
Umumnja masjarakat Jordania, persnja, pemukanja dan tjerdik
pandainja ataupun masjarakat ramai, menghargakan dan memberikan penilaian tinggi serta mengakui djasa dan pentingnja adanja Pasukan Garuda dalam Pasukan PBB jang bertugas dibahagian dunia Timur Tengah sekarang ini.
{{c|— — — —}}
{{missing image}}
''Budi jang baik, tak membutuhkan perongkosan, serta memberikan
lebih banjak lagi kegembiraan. Maka akan kembalilah kamu dengan selamat serta tak kurang suatu apa.''<noinclude>{{rh|64}}</noinclude>
qdsrieo8q8ku5s9qptyudjqbbl3r2jy
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/99
104
104301
294460
2026-05-13T14:47:29Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
294460
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" />{{rh||13}}</noinclude><u>Beberapa istilah jang dipergunakan:</u>
{|style="width:30%"
|-
|fonim||-||phoneme
|-
|morfim||-||morpheme
|-
|satuan||-||unit
|-
|pembeda (arti)||-||distinctive
|-
|morfologi||-||morphology
|-
|morfinika||-||morphemics
|-
|sintaksis||-||syntax
|-
|tatabunji||-||fonology
|-
|tatafonim||-||phonemics
|-
|tatafona||-||phonetics
|-
|fona||-||phone
|-
|vokoid||-||vocoid
|-
|vokoid patokan||-||vowel cardinal
|-
|bersuara||-||voiced
|-
|takbersuara||-||voiceless
|-
|pitasuara||-||vocal cord
|-
|kontoid||-||contoid
|-
|tegang-kendur||-||tense-lax
|-
|}
<br><br>
'''Tjatatan:'''<br>
{{Hanging indent|1.3em|1) Akan dibitjarakan lebih landjut.}}
{{Hanging indent|1.3em|2) Transkripsi fonimik: bunji diantara dua garis miring adalah fonim.}}
{{Hanging indent|1.3em|3) George L. Trager dan Henry Lee Smith, Jr. dalam <u>An Outline of English Structure</u> (Studies in Linguistics: occasional paper 3, Norman, Oklahoma, Battenburg Press, 1951) mempergunakan istilah morphemics jang meliputi telaah morphology dan syntax.}}
{{Hanging indent|1.3em|4) Fona adalah istilah lain untuk bunji, dipergunakan dalam bidang fonetika.}}
{{Hanging indent|1.3em|5) Istilah vokoid-kontoid dipergunakan dalam bidang fonetika, vokal-konsonan dalam bidang fonimika. Djadi, dengan vokoid-kontoid dimaksudkan fona vokoid-kontoid, vokal-konsonan dimaksudkan fonim vokal-konsonan. Selandjutnja dapat dibatja Charles F. Hockett, <u>A Course in Modern Linguistics</u>, The MacMillan Company, eighth printing, 1965, hal. 67-82.}}
{{Hanging indent|1.3em|6) <u>An Outline of English Phonetics</u>, W. Heffer & Sons Ltd., Cambridge, Ninth edition, 1960, hal. 30-38.}}<noinclude></noinclude>
lyjuirssd4mg834nb8m46d6ay6fac0i
295177
294460
2026-05-14T09:33:24Z
Arulbe
24016
/* Tervalidasi */
295177
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arulbe" />{{rh||13}}</noinclude><u>Beberapa istilah jang dipergunakan:</u>
{|style="width:30%"
|-
|fonim||-||phoneme
|-
|morfim||-||morpheme
|-
|satuan||-||unit
|-
|pembeda (arti)||-||distinctive
|-
|morfologi||-||morphology
|-
|morfinika||-||morphemics
|-
|sintaksis||-||syntax
|-
|tatabunji||-||fonology
|-
|tatafonim||-||phonemics
|-
|tatafona||-||phonetics
|-
|fona||-||phone
|-
|vokoid||-||vocoid
|-
|vokoid patokan||-||vowel cardinal
|-
|bersuara||-||voiced
|-
|takbersuara||-||voiceless
|-
|pitasuara||-||vocal cord
|-
|kontoid||-||contoid
|-
|tegang-kendur||-||tense-lax
|-
|}
<br><br>
{{u|Tjatatan}}:<br>
{{Hanging indent|1.3em|1) Akan dibitjarakan lebih landjut.}}
{{Hanging indent|1.3em|2) Transkripsi fonimik: bunji diantara dua garis miring adalah fonim.}}
{{Hanging indent|1.3em|3) George L. Trager dan Henry Lee Smith, Jr. dalam <u>An Outline of English Structure</u> (Studies in Linguistics: occasional paper 3, Norman, Oklahoma, Battenburg Press, 1951) mempergunakan istilah morphemics jang meliputi telaah morphology dan syntax.}}
{{Hanging indent|1.3em|4) Fona adalah istilah lain untuk bunji, dipergunakan dalam bidang fonetika.}}
{{Hanging indent|1.3em|5) Istilah vokoid-kontoid dipergunakan dalam bidang fonetika, vokal-konsonan dalam bidang fonimika. Djadi, dengan vokoid-kontoid dimaksudkan fona vokoid-kontoid, vokal-konsonan dimaksudkan fonim vokal-konsonan. Selandjutnja dapat dibatja Charles F. Hockett, <u>A Course in Modern Linguistics</u>, The MacMillan Company, eighth printing, 1965, hal. 67-82.}}
{{Hanging indent|1.3em|6) <u>An Outline of English Phonetics</u>, W. Heffer & Sons Ltd., Cambridge, Ninth edition, 1960, hal. 30-38.}}<noinclude></noinclude>
p0q92m571vxmc190uhnrmavtcpjn3n0
Halaman:Sawatoe Penghantar bagi orang jang membatja.djvu/16
104
104302
294465
2026-05-13T14:52:01Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294465
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||— 8 —}}</noinclude><ol type="a" start="6" style="font-style: italic;">
<li>Tjaharilah mengenal segala djabatan orang Jehoedi dan
segala hari rajanja.</li>
<li>Hendaklah mengadjar kenal peri hal dan adatnja orang-orang dahoeloe-kala pada tempat-tempat disebelah Timor benowa Eiropah.</li>
<li>Maka haroes diketahoei waktoe-waktoe jang perkara besar-besar telah djadi, jang terseboet dalam alkitab: seperti: Kedjadian doenija itoe djadi pada tahoen</li>
</ol>
<ol>
<poem>
belom JESOES datang, jaitoe pada tahoen 4004.
Ajer-bah itoe djadi pada tahoen 2348.
Waktoe Allah memanggil Ibrahim pada tahoen 1921.
Waktoe Isjraël kaloewar dari Matsir pada tahoen 1491.
Waktoe ditahbisken ka'abah Soleiman pada tahoen 1003.
Waktoe bangsa Jehoeda terboewang pada tahoen 588.
Penghabisan wasiat lama pada tahoen 400.
id wasiat beharoe, ja-itoe kemoedian daripada JESOES pada tahoen 100.
</poem>
</ol>
{{rh||————————}}
<ol type="I" start="5" style="text-align: center; list-style-position: inside;">
<li>{{sp|Akan hal tempat-tempat jang terseboet dalam alkitab.}}</li>
</ol>
Maka tanah-tanah jang terseboet dalam wasijat lama itoe, jaitoe doedoeknja diseblah barat tanah ASIA. Maka disana didjadiken
manoesija; disana nenek-mojang (bahtrik) tinggal serta toeroen-temoeroen {{sp|Noeh}} kemoedian daripada ajer-bah; disana lagi telah ramei keradjaän bangsa {{sp|Sjam}}, dan {{sp|Babel}}, dan {{sp|Persi}} (atau Adjam).
Maka jang diseboet tanah orang Jehoedi itoe, ja-itoe tanah {{sp|Joedeä}} namanja, dan iboe negerinja, ja-itoe {{sp|Jeroesalem}}. Maka terlaloe baik dan biak tanah itoe pada zaman dahoeloe, sehingga orang Roem soeka mendapat dija. Sajang, sebab doerhaka orang Jehoedi roesak tanah itoe.
Maka kebon {{sp|Ferdaus}} itoe, sangka orang doedoek di tanah {{sp|Armenia}} dekat soengei Frat. Maka tanah jang bernama Palestin atau {{sp|Joedea}} itoe.; maka tanah {{sp|Sjam}} dan {{sp|Foeniki}}, dinamai sekarang oleh orang 'Arab {{sp|Natolia}}; {{sp|Mesopotami}} dinamai sekarang
{{sp|Diabekir}}; {{sp|Chaldea}}, dan {{sp|Asjoer}}, dan {{sp|'Arab}} ja-itoe jang kapala diseboet dalam {{sp|wasijat lama}}. Maka tanah Matsir itoe doedoeknja disebelah oetara benowa {{sp|Afrika}}.
Maka daripada sekalian tanah-tanah itoe, maka {{sp|Palistin}} dengan<noinclude></noinclude>
q6ee0i313etoaiuqvuzs5lu3ppr3qkj
295301
294465
2026-05-14T10:45:22Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295301
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||— 8 —}}</noinclude><ol type="a" start="6" style="font-style: italic;">
<li>Tjaharilah mengenal segala djabatan orang Jehoedi dan
segala hari rajanja.</li>
<li>Hendaklah mengadjar kenal peri hal dan adatnja orang-orang dahoeloe-kala pada tempat-tempat disebelah Timor benowa Eiropah.</li>
<li>Maka haroes diketahoei waktoe-waktoe jang perkara besar-besar telah djadi, jang terseboet dalam alkitab: seperti: Kedjadian doenija itoe djadi pada tahoen</li>
</ol>
<ol>
<poem>
belom JESOES datang, jaitoe pada tahoen 4004.
Ajer-bah itoe djadi pada tahoen 2348.
Waktoe Allah memanggil Ibrahim pada tahoen 1921.
Waktoe Isjraël kaloewar dari Matsir pada tahoen 1491.
Waktoe ditahbisken ka'abah Soleiman pada tahoen 1003.
Waktoe bangsa Jehoeda terboewang pada tahoen 588.
Penghabisan wasiat lama pada tahoen 400.
id wasiat beharoe, ja-itoe kemoedian daripada JESOES pada tahoen 100.
</poem>
</ol>
{{rh||————————}}
<ol type="I" start="5" style="text-align: center; list-style-position: inside;">
<li>{{sp|Akan hal tempat-tempat jang terseboet dalam alkitab.}}</li>
</ol>
Maka tanah-tanah jang terseboet dalam wasijat lama itoe, jaitoe doedoeknja diseblah barat tanah ASIA. Maka disana didjadiken
manoesija; disana nenek-mojang (bahtrik) tinggal serta toeroen-temoeroen {{sp|Noeh}} kemoedian daripada ajer-bah; disana lagi telah ramei keradjaän bangsa {{sp|Sjam}}, dan {{sp|Babel}}, dan {{sp|Persi}} (atau Adjam).
Maka jang diseboet tanah orang Jehoedi itoe, ja-itoe tanah {{sp|Joedeä}} namanja, dan iboe negerinja, ja-itoe {{sp|Jeroesalem}}. Maka terlaloe baik dan biak tanah itoe pada zaman dahoeloe, sehingga orang Roem soeka mendapat dija. Sajang, sebab doerhaka orang Jehoedi roesak tanah itoe.
Maka kebon {{sp|Ferdaus}} itoe, sangka orang doedoek di tanah {{sp|Armenia}} dekat soengei Frat. Maka tanah jang bernama Palestin atau {{sp|Joedea}} itoe.; maka tanah {{sp|Sjam}} dan {{sp|Foeniki}}, dinamai sekarang oleh orang 'Arab {{sp|Natolia}}; {{sp|Mesopotami}} dinamai sekarang
{{sp|Diabekir}}; {{sp|Chaldea}}, dan {{sp|Asjoer}}, dan {{sp|'Arab}} ja-itoe jang kapala diseboet dalam {{sp|wasijat lama}}. Maka tanah Matsir itoe doedoeknja disebelah oetara benowa {{sp|Afrika}}.
Maka daripada sekalian tanah-tanah itoe, maka {{sp|Palistin}} dengan<noinclude></noinclude>
mpf75j4bi3ujlsupp346gyhgknrxqu2
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/937
104
104303
294471
2026-05-13T14:57:05Z
Sarieffe
26994
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Ini sudah satu kerugian, tetapi belum begitu besar. Kalau anggauta Tentara itu sampai berani berdiri dipos (tugas djaga) sambil melajangkan pi- kirannja kepada istrinja jang di- tinggalkan, maka ini merupakan bahaja jang besar sekali bagi Kesatuannja. Bukankah kesela- matan kawan?nja dalam Kesatuan tergantung kepada pendjaga pos itu ? Kalau pendjaga pos itu sam- pai dapat disergap lawan, karena melamun, maka akan musnahlah kawan?n...
294471
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Sarieffe" /></noinclude>Ini sudah satu kerugian, tetapi
belum begitu besar.
Kalau anggauta Tentara itu
sampai berani berdiri dipos (tugas
djaga) sambil melajangkan pi-
kirannja kepada istrinja jang di-
tinggalkan, maka ini merupakan
bahaja jang besar sekali bagi
Kesatuannja. Bukankah kesela-
matan kawan?nja dalam Kesatuan
tergantung kepada pendjaga pos
itu ? Kalau pendjaga pos itu sam-
pai dapat disergap lawan, karena
melamun, maka akan musnahlah
kawan?nja semua jang berada
dalam Kesatuan (asrama) itu.
Sungguh tidak berarti surat itu,
tetapi effect-nja tjukup dapat
membahajakan.
Para pembatja, tjukup djelaslah
kiranja apa dan bagaimana baha-
janja sesuatu berita jang mengan-
dung effect tidak baik. Tadi telah
diuraikan bahwa berita jang me-
ngandung effect tidak baik pada
umumnja bersumber dari pihak
lawan, akan tetapi ada djuga jang
berasal dari keluarga dan lain?
jang mana berita itu dibuatnja
tanpa disadari mengandung effect
tidak baik.
Bagaimana tjaranja mentjegah
berita? jang tidak baik itu ? Kalau
para pembatja, terutama para
keluarga jang ditinggalkan mem-
buat surat kepada suaminja jang
berada didaerah Operasi, maka
untuk mejakinkan baik dan tidak-
nja effect surat itu sebelum
dikirimkan terlebih dahulu diper-
tundjukkan/diperiksakan kepada
Perwira Keamanan dari Kesatu-
an, jang bersangkutan. Pa atau-
pun Ba Keamanan tersebut dapat
diminta nasehat?nja tentang baik
buruknja effect sesuatu surat.
Surat balasan dari sang suami
dimana disebutkan bahwa dalam
keadaan sakit? sudah pasti meng-
gelisahkan istrinja jang ditinggal-
kan dan achirnja karena kegeli-
sahannja ia djatuh sakit. Sudah
bukan suatu hal jang dapat di-
bantah lagi, bahwa berita sakit
adalah kabar jang tidak meng-
gembirakan. Kesedihan, ketjemas-
an dan kegelisahan ini semuanja
adalah suatu akibat jang disebab-
kan oleh effect surat jang tidak
baik.
Djadi tjara? jang dapat me-
mnjedihkan, menggelisahkan demi-
kian itu dalam surat menjurat
antara suami — istri jang ber-
djauhan, sedapat mungkin supaja
dihindarkan atau dihilangkan
sama sekali.
Para pembatja, sungguh, bu-
kanlah dimaksudkan bahwa kita
harus menjembunjikan keadaan
jang semestinja tidak boleh di-
sembunjikan. Memang rasa kedju-
djuran antara suami dan istri
harus ada, tetapi tidak boleh di-
lupakan effect buruk dapat me-
njebabkan kesedihan, kegelisahan,
ketjemasan dan banjak matjam
kesusahan jang lain. Kalau suami-
istri itu saling berdjauhan tempat
kediamannja, maka kedua orang
itu dalam surat menjurat haruslah
ber-hati? mengulas kata? dan
kalimatnja. Bagi suami ada kala-
nja tugas kewadjibannja mendjadi
terlantar, karena perhatiannja
lebih ditudjukan untuk memikir-
kan istrinja jang ditinggalkan.
Bagi istri kadang? tugasnja me-
ngurus anak? terlantar, karena
perhatiannja lebih ditudjukan ke-
pada suaminja jang bertugas
didaerah Operasi. Dalam surat-
menjurat antara anggauta tentara
dan istrinja atau sebaliknja, ha-
ruslah diusahakan agar surat itu
RALAT.,
1. Dalam MAD edisi No. 9-10 Bin.
Sept.-Okt. '58 terdapat kesalahan
tjetak dalam Teks Gambar : .........
Letnan Djenderal A.H. Nasution
sedang memberikan petundjuk? ke-
pada Major Sudijono, Kmd Bn Inf.
330. Teks gambar tsb. seharusnja
dibatja : kepada Major
Soepomo Kmd. Bn Inf 330.
sscawomo.aoona
».
Djuga dalam MAD edisi No. 12.1
bulan Desemb. '58-Djan. '59 ter-
dapat kesalahan tjetak dalam ke-
terangan gambar kulit belakang
(omslag) jang berbunji : Letkol Mur-
sid, Direktur Sekolah Akademi Geni
A.D. seharusnja dibatja: Letkol
Zeni Abdulrasjid, Direktur Seko-
lah Perwira Zeni A.D.
Dengan begitu kesalahan telah ka-
mi betulkan,
Red.
mengandung suatu dorongan un-
tuk giat mentjapai kemadjuan.
Sebagai pendjelasan baiklah di-
ambilkan tjontoh sebagai berikut :
— Djanganlah pikirkan hal jang
bukan?, bekerdjalah radjin karena
apa jang kau tjapai hari ini,
adalah untuk keselamatan serta
kebahagiaan kita dimasa jang
akan datang. Aku tetap dekat
dihatimu, meskipun djauh dimata.
Walaupun lautan dan gunung
serta djurang dalam, memisahkan
kita. Itu semua bukan halangan,
djustru itulah kita harus sabar
dan menantikan hari bahagia kita
dengan penuh kejakinan dan ha-
rapan.
Dengan kalimat? jang demikian
itu, terobatlah segala rasa rindu
dan rasa kasih jang berontak, dan
lenjaplah pula rasa tjemas tentang
keadaan jang kabur, mengenai
diri pribadi masing?. Hal ini di-
sebabkan karena suami-istri itu
mengerti dan tahu memperguna-
kan tempat dan keadaan.
Surat-menjurat antara dua hati
jang berdjauhan, memang indah,
kalau dapat saling memberi dan
menerima. Bila nantinja datang
waktu untuk bertemu lagi, sua-
sana jang segar serta menggem-
birakan akan meliputi pertemuan
antara suami, istri dan anak?.
Djanganlah mentjoba menulis
sesuatu, jang dapat membingung-
kan suami-istri jang berdjauhan,
dengan kalimat? jang menjedih-
kan atau menggelisahkan. Karena
hal itu bukan sadja memungkin-
kan suatu jang mengedjutkan,
djuga dapat mengganggu keten-
traman pikiran dalam bekerdja
atau tugas berat lainnja untuk
kepentingan masjarakat.
Suami-istri jang bidjaksana
tahu menilai keadaan, tidak akan
begitu tjeroboh merintih ber-hiba?
dikedjauhan, bila ada sesuatu
kesulitan jang menimpanja. Bikin-
lah berita? se-banjak?nja asal
wadjar dan mengandung dorong-
an? jang baik.
Demikianlah para pembatja
sekedar pendjelasan tentang baik
dan buruknja effect sesuatu surat
terhadap sipenerima atau Kesa-
tuan.
35<noinclude></noinclude>
f1kl80y3lon487kujyxonggyfrkez59
294512
294471
2026-05-13T15:30:42Z
Sarieffe
26994
/* Telah diuji baca */
294512
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sarieffe" /></noinclude>Ini sudah satu kerugian, tetapi
belum begitu besar.
Kalau anggauta Tentara itu sampai berani berdiri dipos (tugas djaga) sambil melajangkan pikirannja kepada istrinja jang ditinggalkan, maka ini merupakan bahaja jang besar sekali bagi Kesatuannja. Bukankah keselamatan kawan²nja dalam Kesatuan
tergantung kepada pendjaga pos itu ? Kalau pendjaga pos itu sampai dapat disergap lawan, karena melamun, maka akan musnahlah kawan²nja semua jang berada dalam Kesatuan (asrama) itu.
Sungguh tidak berarti surat itu,
tetapi effect-nja tjukup dapat membahajakan.
Para pembatja, tjukup djelaslah kiranja apa dan bagaimana bahajanja sesuatu berita jang mengandung effect tidak baik. Tadi telah diuraikan bahwa berita jang mengandung effect tidak baik pada umumnja bersumber dari pihak lawan, akan tetapi ada djuga jang berasal dari keluarga dan lain² jang mana berita itu dibuatnja
tanpa disadari mengandung effect tidak baik.
Bagaimana tjaranja mentjegah berita² jang tidak baik itu ? Kalau para pembatja, terutama para keluarga jang ditinggalkan membuat surat kepada suaminja jang berada didaerah Operasi, maka untuk mejakinkan baik dan tidaknja effect surat itu sebelum
dikirimkan terlebih dahulu dipertundjukkan/diperiksakan kepada
Perwira Keamanan dari Kesatuan, jang bersangkutan. Pa ataupun Ba Keamanan tersebut dapat diminta nasehat²nja tentang baik buruknja effect sesuatu surat. Surat balasan dari sang suami
dimana disebutkan bahwa dalam keadaan sakit² sudah pasti menggelisahkan istrinja jang ditinggalkan dan achirnja karena kegelisahannja ia djatuh sakit. Sudah bukan suatu hal jang dapat dibantah lagi, bahwa berita sakit adalah kabar jang tidak menggembirakan. Kesedihan, ketjemasan dan kegelisahan ini semuanja adalah suatu akibat jang disebabkan oleh effect surat jang tidak baik.
Djadi tjara² jang dapat menjedihkan, menggelisahkan demikian itu dalam surat menjurat antara suami — istri jang berdjauhan, sedapat mungkin supaja dihindarkan atau dihilangkan
sama sekali.
Para pembatja, sungguh, bukanlah dimaksudkan bahwa kita harus menjembunjikan keadaan jang emestinja tidak boleh disembunjikan. Memang rasa kedjudjuran antara suami dan istri harus ada, tetapi tidak boleh dilupakan effect buruk dapat menjebabkan kesedihan, kegelisahan,
ketjemasan dan banjak matjam
kesusahan jang lain. Kalau suami-istri itu saling berdjauhan tempat
kediamannja, maka kedua orang itu dalam surat menjurat haruslah ber-hati² mengulas kata² dan kalimatnja. Bagi suami ada kalanja tugas kewadjibannja mendjadi terlantar, karena perhatiannja lebih ditudjukan untuk memikirkan istrinja jang ditinggalkan. Bagi istri kadang² tugasnja mengurus anak² terlantar, karena perhatiannja lebih ditudjukan kepada suaminja jang bertugas
didaerah Operasi. Dalam surat-menjurat antara anggauta tentara dan istrinja atau sebaliknja, haruslah diusahakan agar surat itu
{|style="width 500%; border: 2px solid #aaaa; padding:10px;"
|<center>{{Larger|'''RALAT.'''}} </center>
<ol value="1">
<li> Dalam MAD edisi No. 9-10 Bln.
Sept.-Okt. '58 terdapat kesalahan
tjetak dalam Teks Gambar : .........
Letnan Djenderal A.H. Nasution
sedang memberikan petundjuk² kepada Major Sudijono, Kmd Bn Inf. 330. Teks gambar tsb. seharusnja dibatja : .......kepada Major Soepomo Kmd. Bn Inf 330. </li>
<li> Djuga dalam MAD edisi No. 12.1
bulan Desemb. '58-Djan. '59 terdapat kesalahan tjetak dalam keterangan gambar kulit belakang (omslag) jang berbunji : Letkol Mursid, Direktur Sekolah Akademi Geni A.D. seharusnja dibatja: Letkol Zeni Abdulrasjid, Direktur Sekolah Perwira Zeni A.D.
Dengan begitu kesalahan telah kami betulkan, </li></ol>
{{right|'''Red.''' }}
|}
mengandung suatu dorongan untuk giat mentjapai kemadjuan. Sebagai pendjelasan baiklah diambilkan tjontoh sebagai berikut :
— Djanganlah pikirkan hal jang bukan², bekerdjalah radjin karena
apa jang kau tjapai hari ini, adalah untuk keselamatan serta kebahagiaan kita dimasa jang akan datang. Aku tetap dekat dihatimu, meskipun djauh dimata. Walaupun lautan dan gunung
serta djurang dalam, memisahkan kita. Itu semua bukan halangan, djustru itulah kita harus sabar dan menantikan hari bahagia kita dengan penuh kejakinan dan harapan.
Dengan kalimat² jang demikian itu, terobatlah segala rasa rindu dan rasa kasih jang berontak, dan lenjaplah pula rasa tjemas tentang keadaan jang kabur, mengenai diri pribadi masing². Hal ini disebabkan karena suami-istri itu mengerti dan tahu mempergunakan tempat dan keadaan.
Surat-menjurat antara dua hati jang berdjauhan, memang indah, kalau dapat saling memberi dan menerima. Bila nantinja datang waktu untuk bertemu lagi, suasana jang segar serta menggembirakan akan meliputi pertemuan
antara suami, istri dan anak².
Djanganlah mentjoba menulis sesuatu, jang dapat membingungkan suami-istri jang berdjauhan, dengan kalimat² jang menjedihkan atau menggelisahkan. Karena hal itu bukan sadja memungkinkan suatu jang mengedjutkan,
djuga dapat mengganggu ketentraman pikiran dalam bekerdja atau tugas berat lainnja untuk kepentingan masjarakat.
Suami-istri jang bidjaksana tahu menilai keadaan, tidak akan begitu tjeroboh merintih ber-hiba² dikedjauhan, bila ada sesuatu kesulitan jang menimpanja. Bikinlah berita² se-banjak²nja asal wadjar dan mengandung dorongan² jang baik.
Demikianlah para pembatja sekedar pendjelasan tentang baik dan buruknja effect sesuatu surat terhadap sipenerima atau Kesatuan.
<center> {{rule|5em}} </center><noinclude>{{rh|||35}}</noinclude>
au0ytwyzxmu4bqbyrqri8waxdba2sem
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1095
104
104304
294473
2026-05-13T14:57:34Z
Arunikala
27004
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'tik, "The Star Spangled Banner" diterima karena djuga lahirnja diwaktu kritik (Francis Scott Key 1812), "Sojuz Nierusjimy Republik Sevabogvch" dan “Istikal Marsi' (Turki lahirnja diwaktu kritik. Dalam pertumbuhannja lagu bersumber daripada "mantra agama, mantra adalah pernjataan energie hasrat seseorang kepada kekuatan jang lebih tinggi. Dahulu-kala jang dilakukan adalah mantra-mantra dikuil, tempat ibadah dan Ge- redja. Hymn ini menur...
294473
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>tik, "The Star Spangled Banner" diterima karena djuga lahirnja diwaktu kritik
(Francis Scott Key 1812), "Sojuz Nierusjimy Republik Sevabogvch" dan “Istikal
Marsi' (Turki lahirnja diwaktu kritik.
Dalam pertumbuhannja lagu bersumber daripada "mantra agama, mantra adalah
pernjataan energie hasrat seseorang kepada kekuatan jang lebih tinggi.
Dahulu-kala jang dilakukan adalah mantra-mantra dikuil, tempat ibadah dan Ge-
redja.
Hymn ini menurut zaman mendjadi meluas keluar tempat ibadah.
Pudjaan tidak terbatas terhadap Dewan sadja, malah kepada Pahlawan-pahlawan
(Epos), kepada kaum wanita dan kepada alam jang menggetarkan djiwa.
Maka object lagu kebangsaan adalah: "Bangsa" dan "tanah-air”.
Lagu kebangsaan adalah tetap mantra jang mentjurahkan hasrat keinginan manusia
akan kedjajaan bangsa dan tanahairnja. Ia do'a, do'a umat kepada kekuasaan jang
tinggi untuk dirinja dan negerinja, supaja hidup landjut, subur makmur dan djauh
dari bentjana. Maka tiap do'a harus diutjapkan dengan hormat, hidmat dan himmah
(sereus, sungguh). |
- Memang lahirnja sebagai tanda golbngan lebih baru daripada Bendera, karena per-
tumbuhannja memerlukan bakat: bakat seni dan kebebasan dari ikatan dogma, ka-
rena dahulu jang achli lagu hanja orang Agama sadja.
Demikianlah ada lagu kebangsaan jang diambil dari lagu Rakjat, ada jang mendadak
diambil dari hasil ilham seseorang dan ada jang sengadja dibuat untuk itu.
Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan adalah tjukup memenuhi sjaratnja: lahir
diwaktu kritik (penangkapan-penangkapan Pemerintah Belanda terhadap kaum Na-
sionalis), tjukup gajanja sebagai hasil getaran djiwa seseorang Nasionalis, dapat
mempertebal semangat dan dapat mentjurahkan hasrat jang sangat, isi kemantraan-
nja berlaku sepandjang abad, dapat mengikat persatuan bangsa dan ringan dibawa
ke chalajak ramai.
Achirnja lagu kebangsaan adalah lambang suara kebangsaan, ia hanja utjapan-
utjapan jang dilakukan, tetapi hasil djiwa jang sedang mengalami kemurniannja,
sesuai dengan pukulan rata getaran djiwa-djiwa manusia dalam golongan kebang-
saan Indonesia turun-temurun dan sesuai dengan panggilan tanah Pertiwi, jang
djuga telah didjandjikan untuk dihormati dan dipertahankan oleh seluruh getaran
djiwa bangsa Indonesia.
Bagaimanakah tjaranja kita menghormati dan memperlakukan kedua lambang nasio-
nal (bendera dan lagu nasional) kita ini :
Lambang satu, tetapi bedanja jang melukiskan dan memperdengarkan lambang itu
mungkin banjak. Bendera dan lagu kebangsaan memerlukan penghormatan ialah
jang dipergunakan dalam upatjara.
Tiap orang jang melihat dan mendengarnja harus ingat kepada arti jang terkan-
dung dalam lambang itu: Bangsa, Kedudukan Bangsa, Perdjuangan Bangsa dengan
penuh pengorbanan, perdjalanan Bangsa dimasa depan, alam fikiran jang meliputi
dasar-dasar ketatanegaraan dan tudjuan Bangsa itu.
Penghormatan minimaal jang harus dilakukan adalah : Perhatian dan Chidmad.
Selandjutnja supaja diindahkan ketentuan-ketentuan jang diatur dalam Peraturan
Pemerintah No. 40 tahun 1958 dan Peraturan Pemerintah No. 44 tahun 1958, ter-
lampir.
Sila Negara: PANTJA SILA:
Uraian diatas telah dikatakan bahwa dengan dimilikinja dan ditentukannja lambang
dan dasar dari sesuatu bangsa dan negara itu, maka dapatlah memperbedakan an-
tara satu bangsa dan negara dengan jang lain-lainnja.
Dengan adanja perbedaan tersebut, maka akan dapat pula diketahui perbedaan tjara
perdjuangan bangsa itu.
Tiap-tiap bangsa mempunjai tjara perdjuangannja sendiri- sena mempunjai karak-
teristik sendiri, oleh karena pada hakekatnja bangsa sebagai individu mempunjai
kepribadian sendiri.
Kepribadian jang terwudjud dalam pelbagai hal, dalam kebudajaannja, dalam per-
ekonomiannja, dalam wataknja dan lain-lain sebagainia.
Dengan kepribadian-kepribadian bangsa sebagai. individu. tersebut maka ia mem-
87<noinclude></noinclude>
fzjrgfcztg787onxgara6c9kly2pwvy
294486
294473
2026-05-13T15:08:37Z
Arunikala
27004
/* Telah diuji baca */
294486
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Arunikala" /></noinclude>{{hwe|tik|kritik}}, "The Star Spangled Banner" diterima karena djuga lahirnja diwaktu kritik (Francis Scott Key 1812), "Sojuz Nierusjimy Republik Sevabogych" dan "Istikal Marsi" (Turki lahirnja diwaktu kritik.
Dalam pertumbuhannja lagu bersumber daripada "mantra agama ; mantra adalah pernjataan energie hasrat seseorang kepada kekuatan jang lebih tinggi.
Dahulu-kala jang dilakukan adalah mantra-mantra dikuil, tempat ibadah dan Geredja.
Hymn ini menurut zaman mendjadi meluas keluar tempat ibadah.
Pudjaan tidak terbatas terhadap Dewan sadja, malah kepada Pahlawan-pahlawan (Epos), kepada kaum wanita dan kepada alam jang menggetarkan djiwa.
Maka object lagu kebangsaan adalah: "Bangsa" dan "tanah-air”.
Lagu kebangsaan adalah tetap mantra jang mentjurahkan hasrat keinginan manusia akan kedjajaan bangsa dan tanahairnja. Ia do'a, do'a umat kepada kekuasaan jang tinggi untuk dirinja dan negerinja, supaja hidup landjut, subur makmur dan djauh dari bentjana. Maka tiap do'a harus diutjapkan dengan hormat, hidmat dan himmah (sereus, sungguh).
Memang lahirnja sebagai tanda golongan lebih baru daripada Bendera, karena pertumbuhannja memerlukan bakat ; bakat seni dan kebebasan dari ikatan dogma, karena dahulu jang achli lagu hanja orang Agama sadja.
Demikianlah ada lagu kebangsaan jang diambil dari lagu Rakjat, ada jang mendadak diambil dari hasil ilham seseorang dan ada jang sengadja dibuat untuk itu.
Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan adalah tjukup memenuhi sjaratnja: lahir diwaktu kritik (penangkapan-penangkapan Pemerintah Belanda terhadap kaum Nasionalis), tjukup gajanja sebagai hasil getaran djiwa seseorang Nasionalis, dapat mempertebal semangat dan dapat mentjurahkan hasrat jang sangat, isi kemantraannja berlaku sepandjang abad, dapat mengikat persatuan bangsa dan ringan dibawa ke chalajak ramai.
Achirnja lagu kebangsaan adalah lambang suara kebangsaan, ia hanja utjapan-utjapan jang dilakukan, tetapi hasil djiwa jang sedang mengalami kemurniannja, sesuai dengan pukulan rata getaran djiwa-djiwa manusia dalam golongan kebangsaan Indonesia turun-temurun dan sesuai dengan panggilan tanah Pertiwi, jang djuga telah didjandjikan untuk dihormati dan dipertahankan oleh seluruh getaran djiwa bangsa Indonesia.
'''Bagaimanakah tjaranja kita menghormati dan memperlakukan kedua lambang nasional (bendera dan lagu nasional) kita ini :'''
Lambang satu, tetapi bedanja jang melukiskan dan memperdengarkan lambang itu mungkin banjak. Bendera dan lagu kebangsaan memerlukan penghormatan ialah jang dipergunakan dalam upatjara.
Tiap orang jang melihat dan mendengarnja harus ingat kepada arti jang terkandung dalam lambang itu : Bangsa, Kedudukan Bangsa, Perdjuangan Bangsa dengan penuh pengorbanan, perdjalanan Bangsa dimasa depan, alam fikiran jang meliputi dasar-dasar ketatanegaraan dan tudjuan Bangsa itu.
Penghormatan minimaal jang harus dilakukan adalah : '''Perhatian dan Chidmad.'''
Selandjutnja supaja diindahkan ketentuan-ketentuan jang diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 40 tahun 1958 dan Peraturan Pemerintah No. 44 tahun 1958, terlampir.
'''Sila Negara: PANTJA SILA:'''
Uraian diatas telah dikatakan bahwa dengan dimilikinja dan ditentukannja lambang dan dasar dari sesuatu bangsa dan negara itu, maka dapatlah memperbedakan antara satu bangsa dan negara dengan jang lain-lainnja.
Dengan adanja perbedaan tersebut, maka akan dapat pula diketahui perbedaan tjara perdjuangan bangsa itu.
Tiap-tiap bangsa mempunjai tjara perdjuangannja sendiri-sendiri, mempunjai karakteristik sendiri, oleh karena pada hakekatnja bangsa sebagai individu mempunjai kepribadian sendiri.
Kepribadian jang terwudjud dalam pelbagai hal, dalam kebudajaannja, dalam perekonomiannja, dalam wataknja dan lain-lain sebagainja.
Dengan kepribadian-kepribadian bangsa sebagai individu tersebut maka ia {{hws|mem|membuat}}<noinclude>{{rh|||87}}</noinclude>
qzosvtrpgap0a2z9ohjsyfyrv8zpdcj
294488
294486
2026-05-13T15:09:28Z
Arunikala
27004
294488
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Arunikala" /></noinclude>{{hwe|tik|kritik}}, "The Star Spangled Banner" diterima karena djuga lahirnja diwaktu kritik (Francis Scott Key 1812), "Sojuz Nierusjimy Republik Sevabogych" dan "Istikal Marsi" (Turki lahirnja diwaktu kritik.
Dalam pertumbuhannja lagu bersumber daripada "mantra agama ; mantra adalah pernjataan energie hasrat seseorang kepada kekuatan jang lebih tinggi.
Dahulu-kala jang dilakukan adalah mantra-mantra dikuil, tempat ibadah dan Geredja.
Hymn ini menurut zaman mendjadi meluas keluar tempat ibadah.
Pudjaan tidak terbatas terhadap Dewan sadja, malah kepada Pahlawan-pahlawan (Epos), kepada kaum wanita dan kepada alam jang menggetarkan djiwa.
Maka object lagu kebangsaan adalah: "Bangsa" dan "tanah-air”.
Lagu kebangsaan adalah tetap mantra jang mentjurahkan hasrat keinginan manusia akan kedjajaan bangsa dan tanahairnja. Ia do'a, do'a umat kepada kekuasaan jang tinggi untuk dirinja dan negerinja, supaja hidup landjut, subur makmur dan djauh dari bentjana. Maka tiap do'a harus diutjapkan dengan hormat, hidmat dan himmah (sereus, sungguh).
Memang lahirnja sebagai tanda golongan lebih baru daripada Bendera, karena pertumbuhannja memerlukan bakat ; bakat seni dan kebebasan dari ikatan dogma, karena dahulu jang achli lagu hanja orang Agama sadja.
Demikianlah ada lagu kebangsaan jang diambil dari lagu Rakjat, ada jang mendadak diambil dari hasil ilham seseorang dan ada jang sengadja dibuat untuk itu.
Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan adalah tjukup memenuhi sjaratnja: lahir diwaktu kritik (penangkapan-penangkapan Pemerintah Belanda terhadap kaum Nasionalis), tjukup gajanja sebagai hasil getaran djiwa seseorang Nasionalis, dapat mempertebal semangat dan dapat mentjurahkan hasrat jang sangat, isi kemantraannja berlaku sepandjang abad, dapat mengikat persatuan bangsa dan ringan dibawa ke chalajak ramai.
Achirnja lagu kebangsaan adalah lambang suara kebangsaan, ia hanja utjapan-utjapan jang dilakukan, tetapi hasil djiwa jang sedang mengalami kemurniannja, sesuai dengan pukulan rata getaran djiwa-djiwa manusia dalam golongan kebangsaan Indonesia turun-temurun dan sesuai dengan panggilan tanah Pertiwi, jang djuga telah didjandjikan untuk dihormati dan dipertahankan oleh seluruh getaran djiwa bangsa Indonesia.
'''Bagaimanakah tjaranja kita menghormati dan memperlakukan kedua lambang nasional (bendera dan lagu nasional) kita ini :'''
Lambang satu, tetapi bedanja jang melukiskan dan memperdengarkan lambang itu mungkin banjak. Bendera dan lagu kebangsaan memerlukan penghormatan ialah jang dipergunakan dalam upatjara.
Tiap orang jang melihat dan mendengarnja harus ingat kepada arti jang terkandung dalam lambang itu : Bangsa, Kedudukan Bangsa, Perdjuangan Bangsa dengan penuh pengorbanan, perdjalanan Bangsa dimasa depan, alam fikiran jang meliputi dasar-dasar ketatanegaraan dan tudjuan Bangsa itu.
Penghormatan minimaal jang harus dilakukan adalah : '''Perhatian dan Chidmad.'''
Selandjutnja supaja diindahkan ketentuan-ketentuan jang diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 40 tahun 1958 dan Peraturan Pemerintah No. 44 tahun 1958, terlampir.
'''Sila Negara: PANTJA SILA:'''
Uraian diatas telah dikatakan bahwa dengan dimilikinja dan ditentukannja lambang dan dasar dari sesuatu bangsa dan negara itu, maka dapatlah memperbedakan antara satu bangsa dan negara dengan jang lain-lainnja.
Dengan adanja perbedaan tersebut, maka akan dapat pula diketahui perbedaan tjara perdjuangan bangsa itu.
Tiap-tiap bangsa mempunjai tjara perdjuangannja sendiri-sendiri, mempunjai karakteristik sendiri, oleh karena pada hakekatnja bangsa sebagai individu mempunjai kepribadian sendiri.
Kepribadian jang terwudjud dalam pelbagai hal, dalam kebudajaannja, dalam perekonomiannja, dalam wataknja dan lain-lain sebagainja.
Dengan kepribadian-kepribadian bangsa sebagai individu tersebut maka ia {{hws|mem|membentuk}}<noinclude>{{rh|||87}}</noinclude>
9gfz9vhp3iyi6i2zx64zo3pg1v2gu4c
295191
294488
2026-05-14T09:39:09Z
N.imaema
22481
/* Tervalidasi */
295191
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" /></noinclude>{{hwe|tik|kritik}}, "The Star Spangled Banner" diterima karena djuga lahirnja diwaktu kritik (Francis Scott Key 1812), "Sojuz Nierusjimy Republik Sevabogych" dan "Istikal Marsi" (Turki lahirnja diwaktu kritik.
Dalam pertumbuhannja lagu bersumber daripada "mantra agama ; mantra adalah pernjataan energie hasrat seseorang kepada kekuatan jang lebih tinggi.
Dahulu-kala jang dilakukan adalah mantra-mantra dikuil, tempat ibadah dan Geredja.
Hymn ini menurut zaman mendjadi meluas keluar tempat ibadah.
Pudjaan tidak terbatas terhadap Dewan sadja, malah kepada Pahlawan-pahlawan (Epos), kepada kaum wanita dan kepada alam jang menggetarkan djiwa.
Maka object lagu kebangsaan adalah: "Bangsa" dan "tanah-air”.
Lagu kebangsaan adalah tetap mantra jang mentjurahkan hasrat keinginan manusia akan kedjajaan bangsa dan tanahairnja. Ia do'a, do'a umat kepada kekuasaan jang tinggi untuk dirinja dan negerinja, supaja hidup landjut, subur makmur dan djauh dari bentjana. Maka tiap do'a harus diutjapkan dengan hormat, hidmat dan himmah (sereus, sungguh).
Memang lahirnja sebagai tanda golongan lebih baru daripada Bendera, karena pertumbuhannja memerlukan bakat ; bakat seni dan kebebasan dari ikatan dogma, karena dahulu jang achli lagu hanja orang Agama sadja.
Demikianlah ada lagu kebangsaan jang diambil dari lagu Rakjat, ada jang mendadak diambil dari hasil ilham seseorang dan ada jang sengadja dibuat untuk itu.
Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan adalah tjukup memenuhi sjaratnja: lahir diwaktu kritik (penangkapan-penangkapan Pemerintah Belanda terhadap kaum Nasionalis), tjukup gajanja sebagai hasil getaran djiwa seseorang Nasionalis, dapat mempertebal semangat dan dapat mentjurahkan hasrat jang sangat, isi kemantraannja berlaku sepandjang abad, dapat mengikat persatuan bangsa dan ringan dibawa ke chalajak ramai.
Achirnja lagu kebangsaan adalah lambang suara kebangsaan, ia hanja utjapan-utjapan jang dilakukan, tetapi hasil djiwa jang sedang mengalami kemurniannja, sesuai dengan pukulan rata getaran djiwa-djiwa manusia dalam golongan kebangsaan Indonesia turun-temurun dan sesuai dengan panggilan tanah Pertiwi, jang djuga telah didjandjikan untuk dihormati dan dipertahankan oleh seluruh getaran djiwa bangsa Indonesia.
'''Bagaimanakah tjaranja kita menghormati dan memperlakukan kedua lambang nasional (bendera dan lagu nasional) kita ini :'''
Lambang satu, tetapi bedanja jang melukiskan dan memperdengarkan lambang itu mungkin banjak. Bendera dan lagu kebangsaan memerlukan penghormatan ialah jang dipergunakan dalam upatjara.
Tiap orang jang melihat dan mendengarnja harus ingat kepada arti jang terkandung dalam lambang itu : Bangsa, Kedudukan Bangsa, Perdjuangan Bangsa dengan penuh pengorbanan, perdjalanan Bangsa dimasa depan, alam fikiran jang meliputi dasar-dasar ketatanegaraan dan tudjuan Bangsa itu.
Penghormatan minimaal jang harus dilakukan adalah : '''Perhatian dan Chidmad.'''
Selandjutnja supaja diindahkan ketentuan-ketentuan jang diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 40 tahun 1958 dan Peraturan Pemerintah No. 44 tahun 1958, terlampir.
'''Sila Negara: PANTJA SILA:'''
Uraian diatas telah dikatakan bahwa dengan dimilikinja dan ditentukannja lambang dan dasar dari sesuatu bangsa dan negara itu, maka dapatlah memperbedakan antara satu bangsa dan negara dengan jang lain-lainnja.
Dengan adanja perbedaan tersebut, maka akan dapat pula diketahui perbedaan tjara perdjuangan bangsa itu.
Tiap-tiap bangsa mempunjai tjara perdjuangannja sendiri-sendiri, mempunjai karakteristik sendiri, oleh karena pada hakekatnja bangsa sebagai individu mempunjai kepribadian sendiri.
Kepribadian jang terwudjud dalam pelbagai hal, dalam kebudajaannja, dalam perekonomiannja, dalam wataknja dan lain-lain sebagainja.
Dengan kepribadian-kepribadian bangsa sebagai individu tersebut maka ia {{hws|mem|membentuk}}<noinclude>{{rh|||87}}</noinclude>
5pihr8vl67zzq52q9zsb0dz6brfdsvr
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/137
104
104305
294475
2026-05-13T14:59:13Z
Upiak Ituih
27011
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '9 bin Abulkodir Munsyi, seperti Hikayat Abdullah, Kisah Pelayaran Abdul- lah ke Kelantan. Selain dari itu diusahakannya pula untuk menterjemah- kan Pantjatantra dari bahasa Tamil dengan nama Panjatanderan. Karangan- karangan Abdullah tidak lagi menceriterakan penghidupkan dan peristiwa sekitar istana dan raja. Bahasanya sederhana, dan karangan-karangannya merupakan sumbangan besar bagi masa peralihan sastra lama ke masa modern. Catatan: Di luar...
294475
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Upiak Ituih" /></noinclude>9
bin Abulkodir Munsyi, seperti Hikayat Abdullah, Kisah Pelayaran Abdul-
lah ke Kelantan. Selain dari itu diusahakannya pula untuk menterjemah-
kan Pantjatantra dari bahasa Tamil dengan nama Panjatanderan. Karangan-
karangan Abdullah tidak lagi menceriterakan penghidupkan dan peristiwa
sekitar istana dan raja. Bahasanya sederhana, dan karangan-karangannya
merupakan sumbangan besar bagi masa peralihan sastra lama ke masa modern.
Catatan:
Di luar jenis-jenis kesusastraan Indonesia Lama yang telah ter-
sebut di atas, kita kenal juga naskah-naskah lama yang berisi-
kan hukum dan undang-undang, ilmu pengetahuan umum, mau pun
agama dan buku-buku mengenai ketatanegaraan.
Menilik isinya yang bermacam-macam, yaitu mengenai peraturan
atau undang-undang, yang disebut Kanun; buku-buku mengenai
takbir mimpi, oabat-obatan seperti Kitab Tib umpamanya, buku-
buku mengenai syariat dan tarikat dalam agama Islam, dan buku-
buku seperti Bustanussalatin dan Tajussalatin, maka naskah-
naskah lama ini sukarlah dapat dimasukkan dalam jenis-jenis
dongeng, hikayat, maupun cerita sejarah. Tetapi bagaimana juga,
semuanya ini di samping prasasti-prasasti, merupakan bahan
yang tak dapat kita hilangkan begitu saja bagi penyelidikan
kebudayaan dan kesusastraan Indonesia lama,
Digitized by Google<noinclude></noinclude>
pvukwzj2rszor5nmj2erdtvuknmypb1
294519
294475
2026-05-13T15:37:14Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294519
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||9}}</noinclude>
bin Abulkodir Munsyi, seperti {{u|Hikayat Abdullah}}, {{u|Kisah Pelayaran Abdullah ke Kelantan}}. Selain dari itu diusahakannya pula untuk menterjemahkan Pantjatantra dari bahasa Tamil dengan nama {{u|Panjatanderan}}. Karangan-karangan Abdullah tidak lagi menceriterakan penghidupkan dan peristiwa sekitar istana dan raja. Bahasanya sederhana, dan karangan-karangannya merupakan sumbangan besar bagi masa peralihan sastra lama ke masa modern.
Catatan:
<ol>
Di luar jenis-jenis kesusastraan Indonesia Lama yang telah tersebut di atas, kita kenal juga naskah-naskah lama yang berisikan hukum dan undang-undang, ilmu pengetahuan umum, mau pun
agama dan buku-buku mengenai ketatanegaraan.
Menilik isinya yang bermacam-macam, yaitu mengenai peraturan atau undang-undang, yang disebut Kanun; buku-buku mengenai takbir mimpi, obat-obatan seperti {{u|Kitab Tib}} umpamanya, buku-buku mengenai syariat dan tarikat dalam agama Islam, dan buku-buku seperti {{u|Bustanussalatin}} dan {{u|Tajussalatin}}, maka naskah-naskah lama ini sukarlah dapat dimasukkan dalam jenis-jenis dongeng, hikayat, maupun cerita sejarah. Tetapi bagaimana juga,
semuanya ini di samping prasasti-prasasti, merupakan bahan yang tak dapat kita hilangkan begitu saja bagi penyelidikan kebudayaan dan kesusastraan Indonesia lama.<noinclude></noinclude>
n9o7o5i6di9eeapjwkfo2ky49p7bkyx
294521
294519
2026-05-13T15:37:36Z
Upiak Ituih
27011
294521
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||9}}</noinclude>
bin Abulkodir Munsyi, seperti {{u|Hikayat Abdullah}}, {{u|Kisah Pelayaran Abdullah ke Kelantan}}. Selain dari itu diusahakannya pula untuk menterjemahkan Pantjatantra dari bahasa Tamil dengan nama {{u|Panjatanderan}}. Karangan-karangan Abdullah tidak lagi menceriterakan penghidupkan dan peristiwa sekitar istana dan raja. Bahasanya sederhana, dan karangan-karangannya merupakan sumbangan besar bagi masa peralihan sastra lama ke masa modern.
Catatan:
<ol>
Di luar jenis-jenis kesusastraan Indonesia Lama yang telah tersebut di atas, kita kenal juga naskah-naskah lama yang berisikan hukum dan undang-undang, ilmu pengetahuan umum, mau pun
agama dan buku-buku mengenai ketatanegaraan.
Menilik isinya yang bermacam-macam, yaitu mengenai peraturan atau undang-undang, yang disebut Kanun; buku-buku mengenai takbir mimpi, obat-obatan seperti {{u|Kitab Tib}} umpamanya, buku-buku mengenai syariat dan tarikat dalam agama Islam, dan buku-buku seperti {{u|Bustanussalatin}} dan {{u|Tajussalatin}}, maka naskah-naskah lama ini sukarlah dapat dimasukkan dalam jenis-jenis dongeng, hikayat, maupun cerita sejarah. Tetapi bagaimana juga,
semuanya ini di samping prasasti-prasasti, merupakan bahan yang tak dapat kita hilangkan begitu saja bagi penyelidikan kebudayaan dan kesusastraan Indonesia lama.
</ol><noinclude></noinclude>
qz8014t125hzj3upjd5huuufh2ovccp
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/345
104
104306
294476
2026-05-13T15:00:57Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
294476
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Schmidt ditajang kasih mesra, Schmidt mengetahui ajah Du Mont dengan buru² menudju ke paberik.
Kepergian ajah Du Mont ini menarik perhatian Schmidt, jang langsung menanjakan Du Mont mengapa ajahnja terburu-buru.
Berhubung kepergian itu adalah rahasia, Du Mont tidak segera bisa memberitahukan. Schmidt mendesak-desak dengan daja jang ada. Dari segi kewani taannja djugalah, achirnja membuat Du Mont menjerah untuk menjatakan bahwa pada pagi itu djam 10.00 seorang Djenderal Djerman akan datang memeriksa ke paberik V-2.
Djenderal ini adalah tokoh jang maha mengetahui rahasia V-2.
Untuk djawaban jang diberikan Du Mont ini, Schmidt menghadiahkan tjiuman jang mesra sekali jang membuat Du Mont terpesona. Setelah itu Schmidt langsung meninggalkan Du Mont, menudju calling-officenja. London diberitahukan bahwa paberik V-2 dapat kundjungan djenderal.
Demikanlah dalam tempo tidak berapa lama angkatan RAF menjerang Poonemunde habis-habisan dengan bom². Hasilnja Djenderal Djerman itu Hans Jeseanek jang mengundjungi paberik itu mati bersama² paberik V-2 dengan 200 ahli teknik lainnja.
Dengan demikian Inggeris terhindar dari serangan Djerman dengan V-2nja jang berbahaja itu.
{{right|(Ultra).}}
— — — — —<noinclude>{{rh|||67}}</noinclude>
73o27fp4uhiiyhbtn5iyjy9gvyn2kru
294479
294476
2026-05-13T15:01:56Z
Lutfiyatun
26681
294479
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Schmidt ditajang kasih mesra, Schmidt mengetahui ajah Du Mont dengan buru² menudju ke paberik.
Kepergian ajah Du Mont ini menarik perhatian Schmidt, jang langsung menanjakan Du Mont mengapa ajahnja terburu-buru.
Berhubung kepergian itu adalah rahasia, Du Mont tidak segera bisa memberitahukan. Schmidt mendesak-desak dengan daja jang ada. Dari segi kewani taannja djugalah, achirnja membuat Du Mont menjerah untuk menjatakan bahwa pada pagi itu djam 10.00 seorang Djenderal Djerman akan datang memeriksa ke paberik V-2.
Djenderal ini adalah tokoh jang maha mengetahui rahasia V-2.
Untuk djawaban jang diberikan Du Mont ini, Schmidt menghadiahkan tjiuman jang mesra sekali jang membuat Du Mont terpesona. Setelah itu Schmidt langsung meninggalkan Du Mont, menudju calling-officenja. London diberitahukan bahwa paberik V-2 dapat kundjungan djenderal.
Demikanlah dalam tempo tidak berapa lama angkatan RAF menjerang Poonemunde habis-habisan dengan bom². Hasilnja Djenderal Djerman itu Hans Jeseanek jang mengundjungi paberik itu mati bersama² paberik V-2 dengan 200 ahli teknik lainnja.
Dengan demikian Inggeris terhindar dari serangan Djerman dengan V-2nja jang berbahaja itu.
{{right|(Ultra).}}
{{c|— — — — —}}<noinclude>{{rh|||67}}</noinclude>
arzm5b81cspjjorw8shk2d840gyryzu
294481
294479
2026-05-13T15:02:29Z
Lutfiyatun
26681
294481
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Schmidt ditajang kasih mesra, Schmidt mengetahui ajah Du Mont dengan buru² menudju ke paberik.
Kepergian ajah Du Mont ini menarik perhatian Schmidt, jang langsung menanjakan Du Mont mengapa ajahnja terburu-buru.
Berhubung kepergian itu adalah rahasia, Du Mont tidak segera bisa memberitahukan. Schmidt mendesak-desak dengan daja jang ada. Dari segi kewani taannja djugalah, achirnja membuat Du Mont menjerah untuk menjatakan bahwa pada pagi itu djam 10.00 seorang Djenderal Djerman akan datang memeriksa ke paberik V-2.
Djenderal ini adalah tokoh jang maha mengetahui rahasia V-2.
Untuk djawaban jang diberikan Du Mont ini, Schmidt menghadiahkan tjiuman jang mesra sekali jang membuat Du Mont terpesona. Setelah itu Schmidt langsung meninggalkan Du Mont, menudju calling-officenja. London diberitahukan bahwa paberik V-2 dapat kundjungan djenderal.
Demikanlah dalam tempo tidak berapa lama angkatan RAF menjerang Poonemunde habis-habisan dengan bom². Hasilnja Djenderal Djerman itu Hans Jeseanek jang mengundjungi paberik itu mati bersama² paberik V-2 dengan 200 ahli teknik lainnja.
Dengan demikian Inggeris terhindar dari serangan Djerman dengan V-2nja jang berbahaja itu.
{{right|(Ultra).}}
{{c|— — — — —}}
{{missing image}}<noinclude>{{rh|||67}}</noinclude>
hmnx0leelk96c38ipb3bw4y3tnf6zid
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/132
104
104307
294480
2026-05-13T15:01:59Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
294480
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" />{{rh||4}}</noinclude>Zaman ini juga ditandai akan adanya dongeng-dongeng, yang bermacam-macam isinya.
Dongeng yang juga dinamakan cerita rkayat adalah ceritarekaan masyarakat lama yang diambil dari sebagian atau seluruh kehidupan dunia manusia binatang, ataupun tumbuh-tumbuhan, untuk memberi pelajaran dan pendidikan. Cerita-cerita rakyat mengenai Pak Pandir, Pak Belalang, termasuk dalam katagori ini. Seperti juga <u>Cerita Kancil</u> yang mengandung unsur-unsur pendidikan yang dalam, disajikan dengan kelucuan-kelucuan, merupakan cerita yang hidup dalam masyarakat.
Cerita-cerita yang bertalian dengan kepercayaan lama (<u>mite</u>), yang mencoba menerangkan kejadian-kejadian alam, seperti gerhana bulan dan lain-lain, dapat kita golongkan dalam dongeng. Seperti juga <u>legenda</u>, yang merupakan cerita-cerita yang mencoba menerangkan asal mula terjadinya kota, danau, gunung, yang dalam cerita lama sedikit banyak dijalin dengan fakta-fakta sejarah menurut ukuran lama.
<u>Peribahasa</u> yang sampai sekarang kita kenal dianggap juga sudah dikenal oleh masyarakat lama. Peribahasa ini menggambarkan corak masyarakat dalam bidang adat, kondisi sosial, watak, pendidikan, tatahukum dan kepercayaan.
Peribahasa juga terhitung puisi. Keindahan peribahasa terletak pada kiasan-kiasan, perumpamaan-perumpamaan yang tepat. Kiasan yang dipakai dalam peribahasa itu disamping tepat juga tetap dan mengingatkan kita kepada suatu arti tertentu. Beberapa contoh daripadanya ialah :
<br>a. Sehari selembar benang, lama-lama menjadi sehelai kain.
<br>b. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.
Curahan hati yang lain, yang menggambarkan rasa sedih dan kasih, rasa kesusilaan masyarakat lama, tergambar dalam <u>pantun</u>, yang sampai sekarang masih kita kenal.<br>
Umpamanya :
{{left|Beras pulut dijadikan tapai,<br>
Ambil peti, letak di tanah;<br>
Daripada hidup bercermin bangkai,<br>
Lebih baik mati berkalang tanah.|offset=10em}}
Pantun adalah semacam puisi lama yang terhitung puisi liris. Jumlah larik dalam setiap bait empat yang mempunyai rimaakhir a b a b.
Larik ketiga dan keempat mengandung <u>isi</u> yang sebenarnya. Larik pertama dan kedua hanya merupakan pengantar, yang dinamakan sampiran.<noinclude></noinclude>
n2916yo8yslc8vb2vpp6asducfhhstc
294505
294480
2026-05-13T15:20:34Z
Moel81
25980
294505
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" />{{rh||4}}</noinclude>Zaman ini juga ditandai akan adanya dongeng-dongeng, yang bermacam-macam isinya.
Dongeng yang juga dinamakan cerita rkayat adalah ceritarekaan masyarakat lama yang diambil dari sebagian atau seluruh kehidupan dunia manusia binatang, ataupun tumbuh-tumbuhan, untuk memberi pelajaran dan pendidikan. Cerita-cerita rakyat mengenai Pak Pandir, Pak Belalang, termasuk dalam katagori ini. Seperti juga <u>Cerita Kancil</u> yang mengandung unsur-unsur pendidikan yang dalam, disajikan dengan kelucuan-kelucuan, merupakan cerita yang hidup dalam masyarakat.
Cerita-cerita yang bertalian dengan kepercayaan lama (<u>mite</u>), yang mencoba menerangkan kejadian-kejadian alam, seperti gerhana bulan dan lain-lain, dapat kita golongkan dalam dongeng. Seperti juga <u>legenda</u>, yang merupakan cerita-cerita yang mencoba menerangkan asal mula terjadinya kota, danau, gunung, yang dalam cerita lama sedikit banyak dijalin dengan fakta-fakta sejarah menurut ukuran lama.
<u>Peribahasa</u> yang sampai sekarang kita kenal dianggap juga sudah dikenal oleh masyarakat lama. Peribahasa ini menggambarkan corak masyarakat dalam bidang adat, kondisi sosial, watak, pendidikan, tatahukum dan kepercayaan.
Peribahasa juga terhitung puisi. Keindahan peribahasa terletak pada kiasan-kiasan, perumpamaan-perumpamaan yang tepat. Kiasan yang dipakai dalam peribahasa itu disamping tepat juga tetap dan mengingatkan kita kepada suatu arti tertentu. Beberapa contoh daripadanya ialah :
<br>a. Sehari selembar benang, lama-lama menjadi sehelai kain.
<br>b. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.
Curahan hati yang lain, yang menggambarkan rasa sedih dan kasih, rasa kesusilaan masyarakat lama, tergambar dalam <u>pantun</u>, yang sampai sekarang masih kita kenal.<br>
Umpamanya :{{gap|10em}}Beras pulut dijadikan tapai,<br>
{{gap|16.1em}}Ambil peti, letak di tanah;<br>
{{gap|16.1em}}Daripada hidup bercermin bangkai,<br>
{{gap|16.1em}}Lebih baik mati berkalang tanah.
Pantun adalah semacam puisi lama yang terhitung puisi liris. Jumlah larik dalam setiap bait empat yang mempunyai rimaakhir a b a b.
Larik ketiga dan keempat mengandung <u>isi</u> yang sebenarnya. Larik pertama dan kedua hanya merupakan pengantar, yang dinamakan sampiran.<noinclude></noinclude>
fn37ltx3d8hn650m6d6nb9slhfm4j4x
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/962
104
104308
294483
2026-05-13T15:03:40Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294483
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}}
<small>''Sebagai tanda terima kasih rakjat Sumbar atas dibebaskannja daerah tsb. dari kaum pemberontak, maka rakjat telah memberikan tanda-mata kepada Letnan Djenderal A.H. Nasution selaku pimpinan APRI.''</small>
Periksalah soal pembangunan Listrik, pembangunan waterleiding, pembangunan perumahan, dan lain²nja dalam Kotapradja Padang selama itu.
Pembangunan² itu selama itu gagal, walaupun sjarat²nja disediakan oleh Pemerintah Pusat, gagal karena diper-politik, di-korupsi dan dibirokrasikan di Padang sendiri.
Saudara² Jang Terhormat !. Tokoh² jang berkelai, tapi daerah² jang diperalat dan jang disuruh berkorban. Tokoh² jang berkelai, tapi daerah dan Pusat jang diadu, suku dengan suku jang diadu dan achirnja Daerah dan Negara jang menderita.
Tokoh² jang berkelai tapi dikatakannja melindungi agama melawan Komunisme, adalah semata² untuk mengundang bantuan atau intervensi Negara² anti Komunis, untuk bantuan dan intervensi mana dengan sendirinja akan mengundang pula intervensi blok jang lain, sehingga batallah politik bebas aktip kita, bahkan tamatlah kemerdekaan Nasional kita. Mungkin besok atau lusa tokoh² itu menemukan lagi atjara² pertentangan jang lain. Tapi apapun dan bagaimanapun mereka mentjari² pertikaian, satu hal adalah pasti, jaitu rakjatlah, daerahlah, dan negaralah jang mendjadi sengsara.
Saudara² Jang Terhormat !. Oleh karena itu tanggal 17 April 1958 hari pendaratan expedisi APRI adalah untuk memberantas exses² itu dan membebaskan rakjat dan daerah dari pada adu domba tokoh², dari pada adudomba partai dan golongan.
Sebelum 17 April telah bertjahul bentjana pertikaian antara tokoh dan tokoh antara golongan dan golongan, antara partai dan partai, sehingga Negara didorongnja kepinggir djurang kehantjuran dan sehingga daerah², seperti Sumatra Barat, dibakar dan dikatjaunja. Se-olah² selama itu Negara dan Rakjat adalah alat untuk tokoh², alat untuk golongan², alat untuk Partai². Dengan kedok kepentingan daerah dan kepentingan rakjat ditutupinja kepentingan tokoh² dan kepentingan Partai².
Sudah lebih 1000 anak buah kita jang gugur, sudah lebih 10.000 rakjat kita jang korban, sudah tidak terhitung djumlah kampung, djembatan dan lain² perusahaan jang hantjur.
Korban² ini tidak boleh sia². Dengan korban² ini tidak boleh terulang lagi exses² perkelahian tokoh² dan partai², seperti di-amanatkan dalam pidato Presiden tanggal 17 Agustus jang lalu.
Dengan 17 April kita harus memulai lembaran baru, jaitu lembaran kesadaran dan persatuan Nasional, jaitu menjatu padukan tentara dan rakjat jang tidak ter-petjah² untuk memberantas segala petualang, untuk memulihkan keamanan guna membangun kesedjahteraan. Dengan 17 April kita harus memulai lembaran baru, jaitu menaruh kepentingan Negara diatas kepentingan tokoh golongan dan partai², karena Negara adalah satu²nja alat Perdjuanngan seluruh rakjat Indonesia menudju kepada tjita² proklamasi '45.
Dengan 17 April, chususnja daerah Sumatra Barat dengan pimpinan Komando "Operasi 17 Agustus" beserta Gubernurnja dapat memelopori seluruh Indonesia: Jaitu mengachiri ekses² pertikaian antara tokoh dengan tokoh, antara partai dengan partai, antara golongan dengan golongan, jang berarti mengachiri kepetualangan jang telah membuat rakjat djadi sengsara.
Jaitu dengan positif memba...ngun persatuan dan keamanan menudju kepada kesedjahteraan.
Mengembalikan semangat '45 atas dasar keperibadian Indonesia menudju kepada tjita² Proklamasi '45 : Indonesia jang merdeka, berdaulat, bersatu, adil dan makmur.
Sekian.
{{center|'''TETAP MERDEKA !'''}}
{{Missing image}}
<small>''KASAD Letnan Djenderal A.H. Nasution dengan diantar oleh Kmd. Operasi 17 Agustus, Let. Kol. S. Surjosupeno telah menindjau peradjurit² di pos² jang terpentjil didaerah-daerah RTP. II Diponegoro.''</small><noinclude>{{rh|8}}</noinclude>
8o1363mu9w23i3fx8cfzfg50z0qf1mk
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/963
104
104309
294485
2026-05-13T15:08:13Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294485
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{c|<big><big><big><big>'''PRESIDEN HO BERKUNDJUNG DI INDONESIA'''</big></big></big></big>}}
<big>'''Riwajat Hidup Presiden Ho.'''</big>
{{Missing image}}
<small>''Baru² ini Indonesia telah menerima Tamu Agung, P.J.M Presiden Ho Chi Minh, Pemimpin dan Kepala Negara dari rakjat Vietnam. Dalam gambar tampak Presiden Ho dengan diantar oleh Presiden Soekarno sedang diperkenalkan dengan para Corps Diplomatik jang turut menjongsong kedatangan Presiden Ho.''</small>
Presiden Ho-Chi-Minh dilahirkan pada tanggal 19 Mei 1890, didesa Kim-Lien, propinsi Nghé-An, Vietnam Tengah. Beliau adalah pendiri dari Partai Komunis Indotjina, pemimpin dari Partai Lao-Dong Vietnam dan Presiden pertama dari Republik Demokrasi Vietnam.
Antara tahun 1912 sampai 1916 beliau bekerdja, kadang² sebagai pelaut, kadang² sebagai buruh dari kapal dagang Inggris dan Perantjis. Dalam tahun 1916 sampai 1919 beliau tinggal di Inggris, di Amerika dan di Perantjis. Ketika berlangsungnja Konperensi Perdamaian di Versailles (1919), beliau mengirimkan sebuah memorandum kepada konperensi itu jang mendesak supaja nasion² Indotjina mendapat kemerdekaan. Sedjak itu nama beliau mendjadi terkenal di seluruh Vietnam.
Beliau menerbitkan sebuah surat kabar dengan nama "Pariah" untuk membeber politik kolonial Perantjis. Dalam tahun 1924-1925 beliau mendirikan di Kwang Tung (Tiongkok) organisasi revolusioner jang pertama di Vietnam dan beraliran Marxisme. Organisasi ini dinamakan Partai Pemuda Revolusioner Vietnam. (Vietnam Thanh nien Cach mang Dong chi hai). Dalam tahun 1927-1929 beliau tinggal di Eropa dan Asia dengan tetap mempertahankan hubungan jang rapat dengan organisasi² revolusioner di Indotjina. Dalam tahun 1929 Ho-Chi-Minh dihukum mati "in absentia" oleh pemerintahan kolonial Perantjis.
Dalam bulan Djanuari 1930, atas inisiatip beliau, tiga organisasi komunis pada waktu itu, dapat dipersatukan mendjadi satu: Partai Komunis Indotjina. Dalam tahun 1931, Ho-Chi-Minh ditangkap polisi Inggris di Hongkong dan didjatuhi hukuman pendjara selama dua tahun.
Dalam tahun 1935, beliau mengikuti Kongres jang ke-7 Internasional. Dalam tahun 1939 beliau kembali ke Vietnam. Dalam tahun 1941, dibawah pimpinan beliau, Partai Komunis Indotjina dapat menghimpun partai² politik serta organisasi² patriotik kedalam satu front untuk memperdjangkan Kemerdekaan Vietnam. Front ini dinamakan "Vietnam Doc lap Dang minh" jang disingkat "Viet Minh". Ho-Chi-Minh telah dipilih mendjadi ketua dari front Viet Minh. Sedjalan dengan perdjoangan melawan agressor Djepang dan Perantjis, barisan bersendjata jang disebut "Tentara Pembebasan" dibangunkan pada tahun 1944, dan pada tahun 1945 dilahirkan daerah kebebasan di Viet-Bac (daerah pegunungan di Vietnam Utara).
Sesudah Revolusi Agustus jang djaja maka pada tanggal 25 Agustus 1945 didirikan sebuah Pemerintahan Sementara di bawah pimpinan Ho-Chi-Minh.
Sidang pertama dari Dewan Nasional jang diadakan dalam bulan Maret 1946, memilih Ho-Chi-Minh sebagai Presiden dan Perdana Menteri. Dalam tahun itu djuga (1946), Delegasi Pemerintah jang diketuaï oleh Presiden Ho-Chi-Minh mengadakan pembitjaraan dengan Pemerintah Perantjis jang menghasilkan ditandatanganinja dua buah persetudjuan: Persetudjuan 6 Maret, dan Modus Vivendi 14 September. Menurut persetudjuan dan Modus Vivendi itu, Perantjis telah mengakui kemerdekaan Republik Demokrasi Vietnam. Akan tetapi dalam bulan Desember 1946 kolonialis mulai mengobarkan perang agresi. Seluruh rakjat Vietnam dari daerah Utara sampai ke Selatan, dibawah Pemerintahan Republik Demokrasi Vietnam jang dipimpin oleh Presiden Ho-Chi-Minh, serentak melakukan perlawanan terhadap kaum agressor dalam satu perdjoangan jang pandjang. Dalam bulan Februari<noinclude>{{rh|||9}}</noinclude>
o05dg7dodzf6ize7ilnd718yfnp494t
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/964
104
104310
294491
2026-05-13T15:11:17Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294491
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}}
<small>''Presiden Ho dan Presiden Soekarno sedang memeriksa Barisan Penghormatan, sesaat setibanja di Lapangan Udara Kemajoran.''</small>
{{Missing image}}
<small>''Dengan mobil terbuka, Presiden Ho Chi Minh dan Presiden Soekarno sedang menjaksikan sambutan rakjat Indonesia jang sangat hangat. Tampak Paman Ho melambai-lambaikan tangannja untuk membalas sambutan rakjat.''</small>
1951 didirikan Partai Lao Dong Vietnam jang melandjutkan pekerdjaan Partai Komunis Indotjina dan Ho-Chi-Minh dipilih sebagai Ketua dari partai tersebut.
Dibawah pimpinan Partai Lao-Dong Vietnam, dalam bulan Maret 1951, dua organisasi massa "Viet-Minh" dan "Lien-Viet" dilebur mendjadi satu organisasi Front Persatuan Nasional Vietnam jang dinamakan Lien-Viet. Ho-Chi-Minh dipilih mendjadi Ketua Kehormatan dari Front Lien-Viet ini.
Dalam tahun 1954 perang patriotik itu berachir dengan kemenangan rakjat Vietnam sesudah mengalami perdjoangan kepahlawanan selama 9 tahun.
Dalam musim panas tahun 1955, Presiden Ho Chi Minh memimpin Delegasi Pemerintah Republik Demokrasi Vietnam dalam satu kundjungan resmi ke Republik Rakjat Tiongkok, Soviet Uni dan Republik Rakjat Mongolia.
Dalam bulan September 1955, Presiden Ho-Chi-Minh terpilih sebagai Ketua Kehormatan dari "Front Tanah-air Vietnam" sebuah front nasional jang luas sekali.
Dalam bulan Juli dan Agustus 1957, Presiden Ho-Chi-Minh mengunjungi 9 negara: Republik Demokrasi Rakjat Korea, Republik Czechoslovakia, Republik Rakjat Poladia, Republik Demokrasi Djerman, Republik Rakjat Federasi Yugoslavia, Republik Rakjat Albania, Republik Bulgaria, Republik Rumania dan Republik Rakjat Hongaria.
Dalam musim semi 1958, Presiden Ho-Chi-Minh mengadakan kundjungan resmi ke Republik India dan Uni Burma, kemudian pada bulan Februari, Presiden Ho-Chi-Minh telah berkundjung ditanah air kita.
{{C|* * *}}
'''Presiden Ho, penjusun kemenangan.'''
Sebuah tudung terletak diatas medja bambu dalam sebuah dangau jang beratap-lalang dalam hutan belantara di Vietnam bagian Utara. Sendja-hari telah larut pada pertengahan bulan Maret 1954, dan diatas terdengar suara pesawat-terbang menderu-deru. Saja tidak mendapatkan kemungkinan untuk melihat beberapa puluh dangau dari bambu dan atap lalang jang merupakan perkampungan ketjil. Sebahagian dari rimba itu telah dibersihkan. Akan tetapi pokok² jang litjin dari pohon² besi serta lainnja jang hidup dalam hutan itu seperti menjangga satu djalinan tumbuhan-djalar jang merupakan langit-langit, samaran alam jang sempurna sekali menutupi perkampungan itu. Sebuah helikopter dapat<noinclude>{{rh|10}}</noinclude>
sypb6z507qqbbnpwn0vtx115brrn6rl
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/299
104
104311
294492
2026-05-13T15:11:51Z
Arunikala
27004
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'CHEVROLET and G.M.C trucks Throughout the years, Indonesia's first choice AVIA ALT P.T. GAJA MOTOR AUMIT HIRE MO TRAMALO SAD 2 DJALAN SULAWESI TANDJUNG PRIOK-PHONE 271/274&276-DJAKARTA 21 Digitized by Google'
294492
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>CHEVROLET
and
G.M.C
trucks
Throughout the years,
Indonesia's first choice
AVIA ALT
P.T. GAJA MOTOR
AUMIT HIRE MO
TRAMALO SAD
2 DJALAN SULAWESI TANDJUNG PRIOK-PHONE 271/274&276-DJAKARTA
21
Digitized by Google<noinclude></noinclude>
qhzhzaq1435divdy91wrkti6cs06nxs
294497
294492
2026-05-13T15:15:58Z
Arunikala
27004
/* Telah diuji baca */
294497
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Arunikala" /></noinclude>{{border|1= {{c|'''CHEVROLET'''}}
{{c|and}}
{{c|'''G.M.C'''}}
{{c|trucks}}
{{c|Throughout the years, Indonesia's first choice}}
='''P.T. GAJA MOTOR'''=
{{rh|||'''2 DJALAN SULAWESI TANDJUNG PRIOK-PHONE 271/274&276-DJAKARTA'''}} }}<noinclude>{{rh|||21}}</noinclude>
jj0dm1ycpuufxvknzq43s6wgmxgdrmc
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/336
104
104312
294493
2026-05-13T15:13:08Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
294493
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>hanja menggoreskan luka dipundak Siman. Peleton itu tidak perlu mengusung majat peradjurit jang gugur. Semua selamat. „Baji kita menang!”, udjar Kopral Kate. „Tiga mampus bajar hutang”. Baji itu masih terus djuga menangis. „Tapi anggota peleton girang sekali, anak itu mereka perebutkan berganti, mereka ambung²-kan dan tjiumi.
„Ketawa dong, pembunuh² ibumu sudah kau hukum sekarang, udjar Kate lagi dan mengeluskan djambangnja jang hitam lebat itu pada pipi anak itu.
„Sudah, anak itu bisa lemas kalian bikin”, diperingatkan Komandan dengan ketawa lebar.
Petangnja mereka sampai dan bergabung kembali dengan induk
pasukan. Anak itu sementara belum pulang kepangkalan, mereka
serahkan pada pemeliharaan isteri Tjamat desa S. Dan pada malamnja anggota? Peleton jang dikurniai baji itu mengambil pu-
tusan bersama, mendjadikan si anak anak angkat Peleton mereka. Pemeliharaan diserahkan kelak kepada isteri Sersan Gading atas tanggung djawab bersama.
„Kalau kita tidak gugur semua, kita semua akan mendjadi wali
seorang anak laki? jang baik, jang berbapa sepeleton peradjurit {{...||19}}” udjar Komandan.
„Mudah-mudahan”, sambut jg lain. Lalu semua meraba dompet, keluar uang beli susu untuk {{...|12}}
{{rule|width=4em}}
{{missing image}}
Pengendara jang berhati-hati selalu mengharap sesuatu jang tak
terduga. Ia selalu menganggap pengendara? lain sebagai pengantuk, setengah buta dan gila.:<noinclude></noinclude>
dndpdjo4iakq52pq3as7i6caw3xxvel
294494
294493
2026-05-13T15:13:42Z
Lutfiyatun
26681
294494
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>hanja menggoreskan luka dipundak Siman. Peleton itu tidak perlu mengusung majat peradjurit jang gugur. Semua selamat. „Baji kita menang!”, udjar Kopral Kate. „Tiga mampus bajar hutang”. Baji itu masih terus djuga menangis. „Tapi anggota peleton girang sekali, anak itu mereka perebutkan berganti, mereka ambung²-kan dan tjiumi.
„Ketawa dong, pembunuh² ibumu sudah kau hukum sekarang, udjar Kate lagi dan mengeluskan djambangnja jang hitam lebat itu pada pipi anak itu.
„Sudah, anak itu bisa lemas kalian bikin”, diperingatkan Komandan dengan ketawa lebar.
Petangnja mereka sampai dan bergabung kembali dengan induk
pasukan. Anak itu sementara belum pulang kepangkalan, mereka
serahkan pada pemeliharaan isteri Tjamat desa S. Dan pada malamnja anggota? Peleton jang dikurniai baji itu mengambil pu-
tusan bersama, mendjadikan si anak anak angkat Peleton mereka. Pemeliharaan diserahkan kelak kepada isteri Sersan Gading atas tanggung djawab bersama.
„Kalau kita tidak gugur semua, kita semua akan mendjadi wali
seorang anak laki? jang baik, jang berbapa sepeleton peradjurit {{...||19}}” udjar Komandan.
„Mudah-mudahan”, sambut jg lain. Lalu semua meraba dompet, keluar uang beli susu untuk {{...|12}}
{{rule|width=4em}}
{{missing image}}
''Pengendara jang berhati-hati selalu mengharap sesuatu jang tak
terduga. Ia selalu menganggap pengendara? lain sebagai pengantuk, setengah buta dan gila.''<noinclude></noinclude>
bvvqskyyxmem9sucd1jdvejiuq6ajrw
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/965
104
104313
294495
2026-05-13T15:13:48Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294495
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>terbang mondar-mandir beberapa meter diatas langit² itu dalam satu djam, tanpa mengetahui apa jang tertutup dibawahnja. Bukanlah rimbo itu, melainkan lukisan dari tudung itulah kemudian jang melekat dalam ingatan saja dalam beberapa minggu sesudah itu.
Djalanan jang saja tempuh menudju perkampungan-rimba ini membudjur kembali dari Panmunjom di Korea, dengan sehari dua berhenti di Peking untuk menukar pakaian karena bedanja suhu udara antara Panmunjom jg tertutup oleh saldju itu dan rimba² Vietbac dan Vietnam jg berudara tropis. Alangkah besar pertentangannja antara kaki² gunung dan djalan² jang tidak berpohon di Korea, dengan kehidjauan jang amat rimbun dari rimba² Vietnam. Tapi dalam kedua negeri itu, alam telah dapat membantu mereka jang membela tanah-tumpah-darahnja. Di Korea perlawanan berdasarkan bawah-tanah, dalam arti kata jang sebenarnja didalam trowongan jang beribu-ribu Km pandjangnja jang digali kedalam gunung jang gundul. Di Vietnam perlawanan itu didasarkan pada rimba raja jang lebat dan rimbun. Trowongan² bawah-tanah serta rimba² itu telah melumpuhkan sebagian besar dari keunggulan musuh dalam hal teknik, dan kekuatan udara dan lautnja jang tak terbatas.
Sepandjang perdjalanan saja ke Viet-bac, radio² dipenuhi oleh berita tentang suatu tempat jang disebut Dien-bien-phu. Menurut radio Barat, Perantjis telah membuat sebuah pangkalan jang besar disana dan telah memulai gerakan penjerangan mereka untuk "membersihkan Viet-minh" dari seluruh barat-laut Vietnam dan mengepungnja dalam gerakan tjatjut jang akan mendjalar dari Dien-bien-phu ke delta sungai Merah. Dan disinilah tudung itu memasuki sedjarahnja. Sebab tudung itu adalah milik Presiden Ho Chi Minh dan disisinja adalah Presiden sendiri.
"Ini adalah Dien-bien-phu," kata beliau, serta membalikkan tudung itu diatas medja. "Disini gunung-gunung". djari-djarinja jang langsing kukuh itu menuruti sisi-pinggir dari tudung, "dan disini pula kami".
"Dan djauh dibawah ini", dan tindju beliau dihantamkan kedalam alas tudung itu, "ini adalah lembah Dien-bien-phu. Disitu pula orang-orang Perantjis. Mereka tak dapat keluar. Itu mungkin membutuhkan waktu jang pandjang sekali, tapi mereka tak dapat keluar!", ulangnja.
Itu adalah pertempuran Dien-bien-phu didalam tudung. Itu adalah bajangan jang tetap djelas didepan mata saja berminggu-minggu kemudian, dalam mendengarkan radio selama perdjalanan kereta-api jang pandjang menudju Peking kembali, sepandjang perdjalanan kereta-api Trans-Siberia menudju Moskow, dan selama minggu pertama dari Konperensi Djenewa ketika pasang surutnja pertempuran diberitakan oleh
{{Missing image}}
<small>''Setelah upatjara penjambutan resmi selesai, kedua Kepala Negara mengadakan Toas bersama.''</small>
{{Missing image}}
<small>''Paman Ho sedang beramah-tamah dengan Bung Karno dan para putra-putrinja.''</small><noinclude>{{rh|||11}}</noinclude>
7xt3l2sdixkykfdxqyn97rx1m8vmvi4
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/294
104
104314
294499
2026-05-13T15:17:23Z
Arunikala
27004
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'mendekati . Pal TJAHAJA MATAHARI 16'
294499
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>mendekati
.
Pal
TJAHAJA MATAHARI
16<noinclude></noinclude>
4csabq337xmvad91l00ogjeh0s7a9n8
294502
294499
2026-05-13T15:19:03Z
Arunikala
27004
/* Telah diuji baca */
294502
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Arunikala" /></noinclude>{{border|1= {{c|'''Paling mendekati'''}}
{{c|TJAHAYA MATAHARI}}
{{c|'''PHILIPS <big>TL</big>'''}} }}<noinclude>{{rh|16}}</noinclude>
99y4w3v8htnux7rgoobnzhbqmmqpf2b
294503
294502
2026-05-13T15:19:18Z
Arunikala
27004
294503
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Arunikala" /></noinclude>{{border|1= {{c|'''Paling mendekati'''}}
{{c|TJAHAJA MATAHARI}}
{{c|'''PHILIPS <big>TL</big>'''}} }}<noinclude>{{rh|16}}</noinclude>
55ygu344pbsgzkrtd8m5xh0vmp7k3cn
294853
294503
2026-05-14T02:53:32Z
Ars-arsa
26526
/* Validated */
294853
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>{{border|1= {{c|'''Paling mendekati'''}}
{{c|TJAHAJA MATAHARI}}
{{c|'''PHILIPS <big>TL</big>'''}} }}<noinclude>{{rh|16}}</noinclude>
92rufc9ev4545khppfgszabcqtoxrma
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/447
104
104315
294500
2026-05-13T15:17:30Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong
294500
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude><noinclude></noinclude>
6134lv1yv9f7zbgirdyk2lt6owjfkja
294509
294500
2026-05-13T15:25:41Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
294509
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{missing image}}
''Let. nu. Kusjuu melaporkan kepada Brig. Djend. Sungkono tentang rentjana pembangunan Gedung Akademi Geni Angkatan Darat.''
{{missing image}}
''Pemeriksaan didaerah T&T-IV selesai. Demikian laporan Panglima
T&T-IV Kol. Suharto jang terachir kepada Pd. Presiden Mr. Sartono di Lapangan Terbang Panasan.''
Diantara objek² tentera jang dikundjungi itu adalah daerah Mariwati, salah satu onderni ming, 12 km dari Tjipanas. Daerah ini adalah tadinja salah satu diantara daerah jang terkenal tidak aman, jang se-dikit²-nja dua kali dalam seminggu terdjadi pertempuran antara gerombolan dan TNI. Tetapi berkat kegiatan² dari tentera kita, maka daerah ini sekarang sudah aman, dengan kata lain tidak perlu lagi didatangi oleh gerombolan.²
Pada kesempatan ini, selain daerah Mariwati. djuga Depot Batalion di Bogor, dimana tjalon² tentera kita mendapat latihan, mendapat kundjungan beliau. Disini Paduka Presiden Mr. Sartono mempersaksikan matjam ketjakapan ketenteraan jang telah dipeladjarkan.
Sesudah kundjungannja ke daerah Bogor ini, Paduka Presiden disertai Komandan Resimen In<noinclude>{{rh|||37}}</noinclude>
7tbmc1q76akmcafbm8pwsblg8n9ixdb
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/295
104
104316
294504
2026-05-13T15:20:17Z
Arunikala
27004
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'BREITENFELD Pertempuran di - Breteinfeld jang terdjadi pada tahun 1631 dimenangkan dengan sempurna oleh radja Gustavus Adolphus dari Swedia. Ahli? sedjarah ma- sih belum sepakat dengan alas- an apa Swedia turut dalam Pe- perangan 30 tahun. Swedia jang memihak kepada negara? jang berpenduduk orang? Protestan hanjalah keradjaan jang mempu- njai penduduk jang 1)5 djuta penduduknja. Dalam Peperangan 30 tahun itu keradjaan Swedia berh...
294504
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>BREITENFELD
Pertempuran di - Breteinfeld
jang terdjadi pada tahun 1631
dimenangkan dengan sempurna
oleh radja Gustavus Adolphus
dari Swedia. Ahli? sedjarah ma-
sih belum sepakat dengan alas-
an apa Swedia turut dalam Pe-
perangan 30 tahun. Swedia jang
memihak kepada negara? jang
berpenduduk orang? Protestan
hanjalah keradjaan jang mempu-
njai penduduk jang 1)5 djuta
penduduknja. Dalam Peperangan
30 tahun itu keradjaan Swedia
berhadap?an dengan keradjaan
Habsburg jang mempunjai tenta-
ra kuat dibawah pimpinan pang-
lima? ulung seperti Tilly, Pap-
penheim. Oleh karena itu pada
waktu radja Gustavus Adolphus
sehabis menjeberangi laut Baltik
mendarat di- Djerman denaan
tentaranja jang berdjumlah 13.000
orang, berkatalah Kaisar Ferdi-
nand : "Ha, rupanja kita menda-
pat lagi musuh ketjil!” Dan se-
lama setengah tahun sehabis pen-
daratan tersebut tentara Swedia
tidak mendapat perlawanan se-
dikitpun dari tentara Kaisar Fer-
dinand. Selama itu pula Gusta-
vus Adolphus dapat merebut ku-
rang lebih 80 kota?, sehingga de-
ngan demikian mendapat penga-
laman? dalam "perang kepung”
(Warfare of position) setjara
Th.
1631
.Baik dipandang dari sudut sedjarah umum maupun militer, Breit-
enfeld merupakan salah satu pertempuran jang menentukan .
teratur. Tetapi biasanja kota? ter-
sebut menjerah kepadanja setelah
melihat kekuatan tentaranja.
Tidak dapat sempurna djika
tidak diutararan disini peruba-
han? dan kemadjuan? jang dida-
pat dalam tentara Swedia. Sebab
kemenangan Gustavus Adolphus
jang gilang-gemilang atas Tilly
tidak dapat tertjapai djika tidak
ada kerdja-sama jang erat antara
pasukan kaki, berkuda dan arti-
lerinja.
Kerdja-sama ini hanja mungkin
dengan latihan? jang berulang?
dengan mempergunakan peladja-
ran? jang didapatnja dari misalnja
Pangeran Maurits dari Belanda.
Gustavus Adolphus ini tidak ha-
nja pandai meniru sadja, tetapi
djuga dapat memperbaiki keku-
rangan? dengan sebaik?nja. Se-
bagai tjontoh misalnja pasukan
berkuda. Dalam asuhannja da-
pat dilihat sematjam "dragonder”
jang menjerang sebagai pasukan
berkuda tetapi bertempur sebagai
pasukan kaki dalam pertahanan.
Ketjuali itu ia mempergunakan
pasukan berkudanja sebagai pa-
sukan daja penggempur seperti
jang diadjarkan oleh orang? Hu-.
guenot.
Suatu kemadiuan jang penting
lagi ialah perbaikan perlengkapan
pasukannja, baik jang berupa per-
Lynn Montross.
sendjataan maupun pakaian dan
pembekalannja. Sebagai tambah-
an perlengkapan persendjataan
ia mempergunakan sematjam pe-
luru jang telah disiapkan lebih
dahulu. Peluru ini terdiri dari kan-
tong jang berisi peluru dan bahan
pendorongnja. Djadi untuk me-
nembak, peradjurit?nja tinggal
memutuskan tali jang mengikat
kantong tersebut dan selandjut-
nja memasukkannja kedalam se-
napannja. Dengan demikian wak-
tu untuk mengisi dan menem-
bak dapat diperpendek. Akibat-
nja ialah bahwa peradjurit?nja
dapat lebih banjak mamuntahkan
peluru? dari pada lawannja.
Tiap? peradjurit diperlengkapi
dengan 15 peluru sematjam itu.
Lain dari pada itu untuk menda-
patkan hasil tembakan jang baik
peradjuritnja diperlengkapi de-
ngan sematjam tongkat bertja-
bang untuk merjandarkan sena-
pan mereka. i
Tongkat tersebut jang dinamai
"bulu Swedia” karena ringannja
dapat pula dipergunakan untuk
menolak serangan pasukan ber-
kuda.
Pakaian pasukan Gustavus
Adolphus meskipun djelek rupa-
nja, tjukup tebal hingga dapat
tahan hawa di.gin. Untuk mem-
perketjil iring'an barangnja, ma-
17<noinclude></noinclude>
m4af58961w1jf4tzlebgt61jxq2pxoo
294507
294504
2026-05-13T15:24:03Z
Arunikala
27004
294507
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>{{c|'''<big><big>Perang</big></big>'''}}
{{c|'''<big>DARI MASA KE MASA</big>'''}}
{{c|'''<big>BREITENFELD</big>'''}}
{{c|'''<big>Th. 1631<big>'''}}
{{rh|||„''Baik dipandang dari sudut sedjarah umum maupun militer, Breitenfeld merupakan salah satu pertempuran jang menentukan''”.}}
{{rh|||''Lyn Montross.''}}
Pertempuran di - Breteinfeld
jang terdjadi pada tahun 1631
dimenangkan dengan sempurna
oleh radja Gustavus Adolphus
dari Swedia. Ahli? sedjarah ma-
sih belum sepakat dengan alas-
an apa Swedia turut dalam Pe-
perangan 30 tahun. Swedia jang
memihak kepada negara? jang
berpenduduk orang? Protestan
hanjalah keradjaan jang mempu-
njai penduduk jang 1)5 djuta
penduduknja. Dalam Peperangan
30 tahun itu keradjaan Swedia
berhadap?an dengan keradjaan
Habsburg jang mempunjai tenta-
ra kuat dibawah pimpinan pang-
lima? ulung seperti Tilly, Pap-
penheim. Oleh karena itu pada
waktu radja Gustavus Adolphus
sehabis menjeberangi laut Baltik
mendarat di- Djerman denaan
tentaranja jang berdjumlah 13.000
orang, berkatalah Kaisar Ferdi-
nand : "Ha, rupanja kita menda-
pat lagi musuh ketjil!” Dan se-
lama setengah tahun sehabis pen-
daratan tersebut tentara Swedia
tidak mendapat perlawanan se-
dikitpun dari tentara Kaisar Fer-
dinand. Selama itu pula Gusta-
vus Adolphus dapat merebut ku-
rang lebih 80 kota?, sehingga de-
ngan demikian mendapat penga-
laman? dalam "perang kepung”
(Warfare of position) setjara
Th.
1631
.Baik dipandang dari sudut sedjarah umum maupun militer, Breit-
enfeld merupakan salah satu pertempuran jang menentukan .
teratur. Tetapi biasanja kota? ter-
sebut menjerah kepadanja setelah
melihat kekuatan tentaranja.
Tidak dapat sempurna djika
tidak diutararan disini peruba-
han? dan kemadjuan? jang dida-
pat dalam tentara Swedia. Sebab
kemenangan Gustavus Adolphus
jang gilang-gemilang atas Tilly
tidak dapat tertjapai djika tidak
ada kerdja-sama jang erat antara
pasukan kaki, berkuda dan arti-
lerinja.
Kerdja-sama ini hanja mungkin
dengan latihan? jang berulang?
dengan mempergunakan peladja-
ran? jang didapatnja dari misalnja
Pangeran Maurits dari Belanda.
Gustavus Adolphus ini tidak ha-
nja pandai meniru sadja, tetapi
djuga dapat memperbaiki keku-
rangan? dengan sebaik?nja. Se-
bagai tjontoh misalnja pasukan
berkuda. Dalam asuhannja da-
pat dilihat sematjam "dragonder”
jang menjerang sebagai pasukan
berkuda tetapi bertempur sebagai
pasukan kaki dalam pertahanan.
Ketjuali itu ia mempergunakan
pasukan berkudanja sebagai pa-
sukan daja penggempur seperti
jang diadjarkan oleh orang? Hu-.
guenot.
Suatu kemadiuan jang penting
lagi ialah perbaikan perlengkapan
pasukannja, baik jang berupa per-
Lynn Montross.
sendjataan maupun pakaian dan
pembekalannja. Sebagai tambah-
an perlengkapan persendjataan
ia mempergunakan sematjam pe-
luru jang telah disiapkan lebih
dahulu. Peluru ini terdiri dari kan-
tong jang berisi peluru dan bahan
pendorongnja. Djadi untuk me-
nembak, peradjurit?nja tinggal
memutuskan tali jang mengikat
kantong tersebut dan selandjut-
nja memasukkannja kedalam se-
napannja. Dengan demikian wak-
tu untuk mengisi dan menem-
bak dapat diperpendek. Akibat-
nja ialah bahwa peradjurit?nja
dapat lebih banjak mamuntahkan
peluru? dari pada lawannja.
Tiap? peradjurit diperlengkapi
dengan 15 peluru sematjam itu.
Lain dari pada itu untuk menda-
patkan hasil tembakan jang baik
peradjuritnja diperlengkapi de-
ngan sematjam tongkat bertja-
bang untuk merjandarkan sena-
pan mereka. i
Tongkat tersebut jang dinamai
"bulu Swedia” karena ringannja
dapat pula dipergunakan untuk
menolak serangan pasukan ber-
kuda.
Pakaian pasukan Gustavus
Adolphus meskipun djelek rupa-
nja, tjukup tebal hingga dapat
tahan hawa di.gin. Untuk mem-
perketjil iring'an barangnja, ma-
17<noinclude></noinclude>
3emypo0f925gpyqoj2y9kj7c5c5ka5e
294508
294507
2026-05-13T15:24:46Z
Arunikala
27004
294508
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>{{c|'''<big><big>Perang</big></big>'''}}
{{c|'''<big>DARI MASA KE MASA</big>'''}}
{{c|'''<big>BREITENFELD</big>'''}}
{{c|'''<big>Th. 1631</big>'''}}
{{rh|||„''Baik dipandang dari sudut sedjarah umum maupun militer, Breitenfeld merupakan salah satu pertempuran jang menentukan''”.}}
{{rh|||''Lyn Montross.''}}
Pertempuran di - Breteinfeld
jang terdjadi pada tahun 1631
dimenangkan dengan sempurna
oleh radja Gustavus Adolphus
dari Swedia. Ahli? sedjarah ma-
sih belum sepakat dengan alas-
an apa Swedia turut dalam Pe-
perangan 30 tahun. Swedia jang
memihak kepada negara? jang
berpenduduk orang? Protestan
hanjalah keradjaan jang mempu-
njai penduduk jang 1)5 djuta
penduduknja. Dalam Peperangan
30 tahun itu keradjaan Swedia
berhadap?an dengan keradjaan
Habsburg jang mempunjai tenta-
ra kuat dibawah pimpinan pang-
lima? ulung seperti Tilly, Pap-
penheim. Oleh karena itu pada
waktu radja Gustavus Adolphus
sehabis menjeberangi laut Baltik
mendarat di- Djerman denaan
tentaranja jang berdjumlah 13.000
orang, berkatalah Kaisar Ferdi-
nand : "Ha, rupanja kita menda-
pat lagi musuh ketjil!” Dan se-
lama setengah tahun sehabis pen-
daratan tersebut tentara Swedia
tidak mendapat perlawanan se-
dikitpun dari tentara Kaisar Fer-
dinand. Selama itu pula Gusta-
vus Adolphus dapat merebut ku-
rang lebih 80 kota?, sehingga de-
ngan demikian mendapat penga-
laman? dalam "perang kepung”
(Warfare of position) setjara
Th.
1631
.Baik dipandang dari sudut sedjarah umum maupun militer, Breit-
enfeld merupakan salah satu pertempuran jang menentukan .
teratur. Tetapi biasanja kota? ter-
sebut menjerah kepadanja setelah
melihat kekuatan tentaranja.
Tidak dapat sempurna djika
tidak diutararan disini peruba-
han? dan kemadjuan? jang dida-
pat dalam tentara Swedia. Sebab
kemenangan Gustavus Adolphus
jang gilang-gemilang atas Tilly
tidak dapat tertjapai djika tidak
ada kerdja-sama jang erat antara
pasukan kaki, berkuda dan arti-
lerinja.
Kerdja-sama ini hanja mungkin
dengan latihan? jang berulang?
dengan mempergunakan peladja-
ran? jang didapatnja dari misalnja
Pangeran Maurits dari Belanda.
Gustavus Adolphus ini tidak ha-
nja pandai meniru sadja, tetapi
djuga dapat memperbaiki keku-
rangan? dengan sebaik?nja. Se-
bagai tjontoh misalnja pasukan
berkuda. Dalam asuhannja da-
pat dilihat sematjam "dragonder”
jang menjerang sebagai pasukan
berkuda tetapi bertempur sebagai
pasukan kaki dalam pertahanan.
Ketjuali itu ia mempergunakan
pasukan berkudanja sebagai pa-
sukan daja penggempur seperti
jang diadjarkan oleh orang? Hu-.
guenot.
Suatu kemadiuan jang penting
lagi ialah perbaikan perlengkapan
pasukannja, baik jang berupa per-
Lynn Montross.
sendjataan maupun pakaian dan
pembekalannja. Sebagai tambah-
an perlengkapan persendjataan
ia mempergunakan sematjam pe-
luru jang telah disiapkan lebih
dahulu. Peluru ini terdiri dari kan-
tong jang berisi peluru dan bahan
pendorongnja. Djadi untuk me-
nembak, peradjurit?nja tinggal
memutuskan tali jang mengikat
kantong tersebut dan selandjut-
nja memasukkannja kedalam se-
napannja. Dengan demikian wak-
tu untuk mengisi dan menem-
bak dapat diperpendek. Akibat-
nja ialah bahwa peradjurit?nja
dapat lebih banjak mamuntahkan
peluru? dari pada lawannja.
Tiap? peradjurit diperlengkapi
dengan 15 peluru sematjam itu.
Lain dari pada itu untuk menda-
patkan hasil tembakan jang baik
peradjuritnja diperlengkapi de-
ngan sematjam tongkat bertja-
bang untuk merjandarkan sena-
pan mereka. i
Tongkat tersebut jang dinamai
"bulu Swedia” karena ringannja
dapat pula dipergunakan untuk
menolak serangan pasukan ber-
kuda.
Pakaian pasukan Gustavus
Adolphus meskipun djelek rupa-
nja, tjukup tebal hingga dapat
tahan hawa di.gin. Untuk mem-
perketjil iring'an barangnja, ma-
17<noinclude></noinclude>
fs7wcggqttr6g4mc5xneorzrcjbd5wf
294514
294508
2026-05-13T15:34:36Z
Arunikala
27004
294514
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>{{c|'''<big><big>Perang</big></big>'''}}
{{c|'''<big>DARI MASA KE MASA</big>'''}}
{{c|'''<big>BREITENFELD</big>'''}}
{{c|'''<big>Th. 1631</big>'''}}
{{rh|||„''Baik dipandang dari sudut sedjarah umum maupun militer, Breitenfeld merupakan salah satu pertempuran jang menentukan''”.}}
{{rh|||''Lyn Montross.''}}
Pertempuran di - Breteinfeld jang terdjadi pada tahun 1631 dimenangkan dengan sempurna oleh radja Gustavus Adolphus dari Swedia. Ahli<sup>2</sup> sedjarah masih belum sepakat dengan alasan apa Swedia turut dalam Peperangan 30 tahun. Swedia jang memihak kepada negara<sup>2</sup> jang berpenduduk orang<sup>2</sup> Protestan hanjalah keradjaan jang mempunjai penduduk jang 1½ djuta penduduknja. Dalam Peperangan 30 tahun itu keradjaan Swedia berhadap<sup>2</sup>an dengan keradjaan Habsburg jang mempunjai tentara kuat dibawah pimpinan panglima<sup>2</sup> ulung seperti Tilly, Pappenheim. Oleh karena itu pada waktu radja Gustavus Adolphus sehabis menjeberangi laut Baltik mendarat di- Djerman dengan tentaranja jang berdjumlah 13.000 orang, berkatalah Kaisar Ferdinand : ”Ha, rupanja kita mendapat lagi musuh ketjil!” Dan selama setengah tahun sehabis pendaratan tersebut tentara Swedia tidak mendapat perlawanan sedikitpun dari tentara Kaisar Ferdinand. Selama itu pula Gustavus Adolphus dapat merebut kurang lebih 80 kota<sup>2</sup>, sehingga dengan demikian mendapat pengalaman<sup>2</sup> dalam ”perang kepung” (Warfare of position) setjara teratur. Tetapi biasanja kota<sup>2</sup> tersebut menjerah kepadanja setelah melihat kekuatan tentaranja.
Tidak dapat sempurna djika tidak diutarakan disini perubahan<sup>2</sup> dan kemadjuan<sup>2</sup> jang didapat dalam tentara Swedia. Sebab kemenangan Gustavus Adolphus jang gilang-gemilang atas Tilly tidak dapat tertjapai djika tidak ada kerdja-sama jang erat antara pasukan kaki, berkuda dan artilerinja.
Kerdja-sama ini hanja mungkin dengan latihan<sup>2</sup> jang berulang<sup>2</sup> dengan mempergunakan peladjaran<sup>2</sup> jang didapatnja dari misalnja Pangeran Maurits dari Belanda. Gustavus Adolphus ini tidak hanja pandai meniru sadja, tetapi djuga dapat memperbaiki kekurangan<sup>2</sup> dengan sebaik<sup>2</sup>nja. Sebagai tjontoh misalnja pasukan berkuda. Dalam asuhannja dapat dilihat sematjam ”dragonder” jang menjerang sebagai pasukan berkuda tetapi bertempur sebagai pasukan kaki dalam pertahanan. Ketjuali itu ia mempergunakan pasukan berkudanja sebagai pasukan daja penggempur seperti jang diadjarkan oleh orang<sup>2</sup> Huguenot.
Suatu kemadiuan jang penting lagi ialah perbaikan perlengkapan pasukannja, baik jang berupa persendjataan maupun pakaian dan pembekalannja. Sebagai tambahan perlengkapan persendjataan ia mempergunakan sematjam peluru jang telah disiapkan lebih dahulu. Peluru ini terdiri dari kantong jang berisi peluru dan bahan pendorongnja. Djadi untuk menembak, peradjurit<sup>2</sup>nja tinggal memutuskan tali jang mengikat kantong tersebut dan selandjutnja memasukkannja kedalam senapannja. Dengan demikian waktu untuk mengisi dan menembak dapat diperpendek. Akibatnja ialah bahwa peradjurit<sup>2</sup>nja dapat lebih banjak memuntahkan peluru<sup>2</sup> dari pada lawannja.
Tiap<sup>2</sup> peradjurit diperlengkapi dengan 15 peluru sematjam itu. Lain dari pada itu untuk mendapatkan hasil tembakan jang baik peradjuritnja diperlengkapi dengan sematjam tongkat bertjabang untuk menjandarkan senapan mereka.
Tongkat tersebut jang dinamai ”bulu Swedia” karena ringannja dapat pula dipergunakan untuk menolak serangan pasukan berkuda.
Pakaian pasukan Gustavus Adolphus meskipun djelek rupanja, tjukup tebal hingga dapat tahan hawa dingin. Untuk memperketjil iring<sup>2</sup>an barangnja, ma-<noinclude>{{rh|||17}}</noinclude>
a2ygktp689fxnzee818dhln40ub2zif
294516
294514
2026-05-13T15:35:45Z
Arunikala
27004
/* Telah diuji baca */
294516
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Arunikala" /></noinclude>{{c|'''<big><big>Perang</big></big>'''}}
{{c|'''<big>DARI MASA KE MASA</big>'''}}
{{c|'''<big>BREITENFELD</big>'''}}
{{c|'''<big>Th. 1631</big>'''}}
{{rh|||„''Baik dipandang dari sudut sedjarah umum maupun militer, Breitenfeld merupakan salah satu pertempuran jang menentukan''”.}}
{{rh|||''Lyn Montross.''}}
Pertempuran di - Breteinfeld jang terdjadi pada tahun 1631 dimenangkan dengan sempurna oleh radja Gustavus Adolphus dari Swedia. Ahli<sup>2</sup> sedjarah masih belum sepakat dengan alasan apa Swedia turut dalam Peperangan 30 tahun. Swedia jang memihak kepada negara<sup>2</sup> jang berpenduduk orang<sup>2</sup> Protestan hanjalah keradjaan jang mempunjai penduduk jang 1½ djuta penduduknja. Dalam Peperangan 30 tahun itu keradjaan Swedia berhadap<sup>2</sup>an dengan keradjaan Habsburg jang mempunjai tentara kuat dibawah pimpinan panglima<sup>2</sup> ulung seperti Tilly, Pappenheim. Oleh karena itu pada waktu radja Gustavus Adolphus sehabis menjeberangi laut Baltik mendarat di- Djerman dengan tentaranja jang berdjumlah 13.000 orang, berkatalah Kaisar Ferdinand : ”Ha, rupanja kita mendapat lagi musuh ketjil!” Dan selama setengah tahun sehabis pendaratan tersebut tentara Swedia tidak mendapat perlawanan sedikitpun dari tentara Kaisar Ferdinand. Selama itu pula Gustavus Adolphus dapat merebut kurang lebih 80 kota<sup>2</sup>, sehingga dengan demikian mendapat pengalaman<sup>2</sup> dalam ”perang kepung” (Warfare of position) setjara teratur. Tetapi biasanja kota<sup>2</sup> tersebut menjerah kepadanja setelah melihat kekuatan tentaranja.
Tidak dapat sempurna djika tidak diutarakan disini perubahan<sup>2</sup> dan kemadjuan<sup>2</sup> jang didapat dalam tentara Swedia. Sebab kemenangan Gustavus Adolphus jang gilang-gemilang atas Tilly tidak dapat tertjapai djika tidak ada kerdja-sama jang erat antara pasukan kaki, berkuda dan artilerinja.
Kerdja-sama ini hanja mungkin dengan latihan<sup>2</sup> jang berulang<sup>2</sup> dengan mempergunakan peladjaran<sup>2</sup> jang didapatnja dari misalnja Pangeran Maurits dari Belanda. Gustavus Adolphus ini tidak hanja pandai meniru sadja, tetapi djuga dapat memperbaiki kekurangan<sup>2</sup> dengan sebaik<sup>2</sup>nja. Sebagai tjontoh misalnja pasukan berkuda. Dalam asuhannja dapat dilihat sematjam ”dragonder” jang menjerang sebagai pasukan berkuda tetapi bertempur sebagai pasukan kaki dalam pertahanan. Ketjuali itu ia mempergunakan pasukan berkudanja sebagai pasukan daja penggempur seperti jang diadjarkan oleh orang<sup>2</sup> Huguenot.
Suatu kemadiuan jang penting lagi ialah perbaikan perlengkapan pasukannja, baik jang berupa persendjataan maupun pakaian dan pembekalannja. Sebagai tambahan perlengkapan persendjataan ia mempergunakan sematjam peluru jang telah disiapkan lebih dahulu. Peluru ini terdiri dari kantong jang berisi peluru dan bahan pendorongnja. Djadi untuk menembak, peradjurit<sup>2</sup>nja tinggal memutuskan tali jang mengikat kantong tersebut dan selandjutnja memasukkannja kedalam senapannja. Dengan demikian waktu untuk mengisi dan menembak dapat diperpendek. Akibatnja ialah bahwa peradjurit<sup>2</sup>nja dapat lebih banjak memuntahkan peluru<sup>2</sup> dari pada lawannja.
Tiap<sup>2</sup> peradjurit diperlengkapi dengan 15 peluru sematjam itu. Lain dari pada itu untuk mendapatkan hasil tembakan jang baik peradjuritnja diperlengkapi dengan sematjam tongkat bertjabang untuk menjandarkan senapan mereka.
Tongkat tersebut jang dinamai ”bulu Swedia” karena ringannja dapat pula dipergunakan untuk menolak serangan pasukan berkuda.
Pakaian pasukan Gustavus Adolphus meskipun djelek rupanja, tjukup tebal hingga dapat tahan hawa dingin. Untuk memperketjil iring<sup>2</sup>an barangnja, {{hws|ma|maka}}<noinclude>{{rh|||17}}</noinclude>
simwdfjepebqvdckvofp6e1hypzeppv
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/449
104
104317
294510
2026-05-13T15:26:10Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Setelah beberapa objek tentera : di Djawa Barat mendapat kun- | djungan Paduka Presiden Mr. : Sartono, penindjauannja diterus- kan ke Djawa Tengah. Dalam pertemuannja dengan para per- wira di Staf T.T. IV Semarang, Paduka Presiden memberikan amanatnja, jang isinja antara lain beliau menekankan hendaklah para perwira dan segenap pera- djuritnja rela dan dengan sabar | hati menderita kesulitan? sebagai | akibat kesulitan? jang dialami...
294510
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Setelah beberapa objek tentera
: di Djawa Barat mendapat kun-
| djungan Paduka Presiden Mr.
: Sartono, penindjauannja diterus-
kan ke Djawa Tengah. Dalam
pertemuannja dengan para per-
wira di Staf T.T. IV Semarang,
Paduka Presiden memberikan
amanatnja, jang isinja antara lain
beliau menekankan hendaklah
para perwira dan segenap pera-
djuritnja rela dan dengan sabar
| hati menderita kesulitan? sebagai
| akibat kesulitan? jang dialami
| oleh negara dewasa ini. Djuga
| Paduka Presiden memudji dan
menghargai kepada para pera-
djurit? T.T. IV jang walaupun
serba kekurangan namun masih
terus dapat melakukan tugasnja
. dengan se-baik?nja dengan penuh
rasa tanggung djawab. Maka
| hendaknja peradjurit ini tetap
| terus mendjadi soko guru bagi
angkatan perang kita pada chu-
. Susnja dan negara pada umumnja.
| Selandjutnja beliau mengata-
| kan bahwa dalam keadaan jang
o sesulit ini adalah perlu sekali
| dilakukan reconstruksi nasional,
— danreconstrwksi nasional itu akan
eergjalan deragan lantjar apabila
jala pengaruh anasir? dari luar
pat terlebihe dahulu disapu ber-
| ari negara kita.
e elama Paduka Presiden Sar-
lo mengadakan penindjauannja
h Djawa Tengah, antara
telah menindjau complek
emi Militer Nasional.
. - . ./ 0... KU...
nama
Ra 3
: $
3
Bag
Din NN Ea
3
Gbr. atas :
Upatjara Timbang terima djaba-
tan Presiden R.I. dari pedjabat
Presiden Mr Sartono kepada Pre-
siden Soekarno jang berlangsung
di Istana Merdeka pada tanggal
25 Februari 1958,
Gbr. bawah :
Presiden Soekarno sedang menan-
da tangani naskah penerimaan
kembali djabatan Presiden R.I.
39<noinclude></noinclude>
nysoq5q27xf8l61y7xcxt5gze92u45v
294522
294510
2026-05-13T15:38:09Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
294522
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Setelah beberapa objek tentera di Djawa Barat mendapat kundjungan Paduka Presiden Mr. Sartono, penindjauannja diteruskan ke Djawa Tengah. Dalam pertemuannja dengan para perwira di Staf T.T. IV Semarang. Paduka Presiden memberikan
amanatnja, jang isinja antara lain beliau menekankan hendaklah
para perwira dan segenap peradjuritnja rela dan dengan sabar hati menderita kesulitan² sebagai akibat kesulitan² jang dialami
oleh negara dewasa ini. Djuga Paduka Presiden memudji dan menghargai kepada para peradjurit² T.T. IV jang walaupun serba kekurangan namun masih terus dapat melakukan tugasnja. dengan se-baik²nja dengan penuh rasa tanggung djawab. Maka hendaknja peradjurit ini tetap terus mendjadi soko guru bagi angkatan perang kita pada chu. Susnja dan negara pada umumnja. Selandjutnja beliau mengatakan bahwa dalam keadaan jang sesulit ini adalah perlu sekali dilakukan reconstruksi nasional, dan reconstruksi nasional itu akan berjalan dengan lantjar apabila
jala pengaruh anasir² dari luar pat terlebih dahulu disapu bersih dari negara kita.
Selama Paduka Presiden Sartono mengadakan penindjauannja didaerah Djawa Tengah, antara lain telah menindjau complek Akademi Militer Nasional.
{{rule|width=4em}}
{{missing image}}
''Gbr. atas:''
''Upatjara Timbang terima djabatan Presiden R.I. dari pedjabat
Presiden Mr Sartono kepada Presiden Soekarno jang berlangsung
di Istana Merdeka pada tanggal 25 Februari 1958.''
''Gbr. bawah:''
''Presiden Soekarno sedang menanda tangani naskah penerimaan
kembali djabatan Presiden R.I.''<noinclude>{{rh|||39}}</noinclude>
sv11rt3w0xh1tbu2dpmc50xssvs9wpg
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/939
104
104318
294513
2026-05-13T15:31:56Z
Sarieffe
26994
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'an. Ha ka Karsa NA Ne 7 Sae TA V 5 / BERITA REDAKSI/ADMINISTRASI 1. Banjak pengaduhan?/keluhan? dari para pembatja MAD: dise- babkan tidak beresnja penerimaan Madjalah ditempat masing?. Diantara kelambatan penerimaan Madjalah tersebut disebabkan : a. Pindah alamat dengan tidak memberitahukan kepada Tata Usaha dalam tempo jang tjukup. b. Bagi para langganan jang sedang bertugas operasi, kiriman Madjalah dari Bagian Exped...
294513
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Sarieffe" /></noinclude>an. Ha
ka Karsa
NA Ne
7
Sae TA
V
5
/
BERITA REDAKSI/ADMINISTRASI
1.
Banjak pengaduhan?/keluhan? dari para pembatja MAD: dise-
babkan tidak beresnja penerimaan Madjalah ditempat masing?.
Diantara kelambatan penerimaan Madjalah tersebut disebabkan :
a. Pindah alamat dengan tidak memberitahukan kepada Tata
Usaha dalam tempo jang tjukup.
b. Bagi para langganan jang sedang bertugas operasi, kiriman
Madjalah dari Bagian Expedisi kepada pembatjanja memakan
waktu jang tidak sedikit, karena kesukaran perhubungan.
c. Banjak Madjalah jang dikirim dengan alamat : Kantor, Kesatu-
an, Asrama jang tidak sampai pada jang berlangganan sendiri.
Tetapi hilang didjalan, dibatja teman?nja.
d. Orang jang berlangganan pindah alamat, tetapi Madjalahnja
tidak dikembalikan, kalau toch dikembalikan, hanja sampulnja
sadja.
e. Dan kesulitan Redaksi dalam tecknis pentjetakan.
Untuk memetjahkan kesulitan? pada ad: a, b, c dan d, para pem-
batja harap memakluminja dan memilih djalannja sendiri, agar
Madjalah jang telah kami kirimkan dapat diterima oleh jang ber-
langganan dan bukan oleh tangan usil jang mau membatja sadja.
Sedang mengenai kesukaran pada ad: e satu?nja djalan meng-
gandakan penerbitan. Dengan digandakannja penerbitan tersebut
uang langganannja tetap kami perhitungkan untuk satu nomer
Madjalah sadja, djadi para langganan masih berhak memperhi-
tungkan sisa uang langganannja.
Perlu pula kami beritakan disini, bahwa : pemuatan Berita Keluarga
dalam rubrik jang telah kami sediakan, tidak dipungut beaja.
Djadi para pembatja jang akan mengirimkan berita keluarganja,
tjukup dengan menjebut nomer langganannja sadja.
Atas bantuan dan perhatian para pembatja, nistjaja pengiriman
Madjalah Angkatan Darat kepada pentjintanja akan lantjar.
sg IK Ja JL Is Ir JI Ji Ls Sr Is ND :
37<noinclude></noinclude>
i7o5i5gwyk692cks0mzmllsz3nh57dy
294565
294513
2026-05-13T16:24:07Z
Sarieffe
26994
/* Telah diuji baca */
294565
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sarieffe" /></noinclude>{| border= "width:90%; style: groove; color: black; padding:10%;>"
<br>
|<center>{{Xxx-larger|'''BERITA REDAKSI/ADMINISTRASI''' }} </center>
<ol value="1">
<li>Banjak pengaduhan²/keluhan² dari para pembatja MAD: disebabkan tidak beresnja penerimaan Madjalah ditempat masing². Diantara kelambatan penerimaan Madjalah tersebut disebabkan :
:a. Pindah alamat dengan tidak memberitahukan kepada Tata Usaha dalam tempo jang tjukup.
:b. Bagi para langganan jang sedang bertugas operasi, kiriman Madjalah dari Bagian Expedisi kepada embatjanja memakan waktu jang tidak sedikit, karena kesukaran perhubungan.
:c. Banjak Madjalah jang dikirim dengan alamat : Kantor, Kesatuan, Asrama jang tidak sampai pada jang berlangganan sendiri. Tetapi hilang didjalan, dibatja teman²nja.
:d. Orang jang berlangganan pindah alamat, tetapi Madjalahnja tidak dikembalikan, kalau toch dikembalikan, hanja sampulnja sadja.
:e. Dan kesulitan Redaksi dalam tecknis pentjetakan.
<br>
Untuk memetjahkan kesulitan² pada ad: a, b, c dan d, para pembatja harap memakluminja dan memilih djalannja sendiri, agar Madjalah jang telah kami kirimkan dapat diterima oleh jang berlangganan dan bukan oleh tangan usil jang mau membatja sadja. Sedang mengenai kesukaran pada ad: e satu²nja djalan menggandakan penerbitan. Dengan digandakannja penerbitan tersebut
uang langganannja tetap kami perhitungkan untuk satu nomer Madjalah sadja, djadi para langganan masih berhak memperhitungkan sisa uang langganannja. </li>
<br>
<li> Perlu pula kami beritakan disini, bahwa : pemuatan '''Berita Keluarga'''
dalam rubrik jang telah kami sediakan, '''tidak dipungut beaja.''' Djadi para pembatja jang akan mengirimkan berita keluarganja, tjukup dengan menjebut nomer langganannja sadja.
Atas bantuan dan perhatian para pembatja, nistjaja pengiriman
Madjalah Angkatan Darat kepada pentjintanja akan lantjar. </li>
|}<noinclude>{{rh|||37}}</noinclude>
bowi8ss6viw73vhmcw01wtie8g8oihq
294566
294565
2026-05-13T16:26:51Z
Sarieffe
26994
294566
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sarieffe" /></noinclude>{| border= "width:90%; style: groove; color: black; padding:10%;>"
<br>
|<center>{{Xxx-larger|'''BERITA REDAKSI/ADMINISTRASI''' }} </center>
<ol value="1">
<li>Banjak pengaduhan²/keluhan² dari para pembatja MAD: disebabkan tidak beresnja penerimaan Madjalah ditempat masing². Diantara kelambatan penerimaan Madjalah tersebut disebabkan :
<ol type="a">
<li>Pindah alamat dengan tidak memberitahukan kepada Tata Usaha dalam tempo jang tjukup.</li>
<li> Bagi para langganan jang sedang bertugas operasi, kiriman Madjalah dari Bagian Expedisi kepada embatjanja memakan waktu jang tidak sedikit, karena kesukaran perhubungan. </li>
<li> Banjak Madjalah jang dikirim dengan alamat : Kantor, Kesatuan, Asrama jang tidak sampai pada jang berlangganan sendiri. Tetapi hilang didjalan, dibatja teman²nja. </li>
<li> Orang jang berlangganan pindah alamat, tetapi Madjalahnja tidak dikembalikan, kalau toch dikembalikan, hanja sampulnja sadja. </li>
<li> Dan kesulitan Redaksi dalam tecknis pentjetakan. </li></ol>
<br>
Untuk memetjahkan kesulitan² pada ad: a, b, c dan d, para pembatja harap memakluminja dan memilih djalannja sendiri, agar Madjalah jang telah kami kirimkan dapat diterima oleh jang berlangganan dan bukan oleh tangan usil jang mau membatja sadja. Sedang mengenai kesukaran pada ad: e satu²nja djalan menggandakan penerbitan. Dengan digandakannja penerbitan tersebut
uang langganannja tetap kami perhitungkan untuk satu nomer Madjalah sadja, djadi para langganan masih berhak memperhitungkan sisa uang langganannja. </li>
<br>
<li> Perlu pula kami beritakan disini, bahwa : pemuatan '''Berita Keluarga'''
dalam rubrik jang telah kami sediakan, '''tidak dipungut beaja.''' Djadi para pembatja jang akan mengirimkan berita keluarganja, tjukup dengan menjebut nomer langganannja sadja.
Atas bantuan dan perhatian para pembatja, nistjaja pengiriman
Madjalah Angkatan Darat kepada pentjintanja akan lantjar. </li>
|}<noinclude>{{rh|||37}}</noinclude>
o10k9w9o1wgzxt0d0ftzr3qd2d68npt
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/133
104
104319
294517
2026-05-13T15:36:15Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
294517
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" />{{rh||5}}</noinclude>Misalnya :{{gap|10.4em}}Berlayar ke pulau Bekal,<br>
{{gap|15em}}Membawa seraut dua tiga;<br>
{{gap|15em}}Kalau kail panjang sejengkal,<br>
{{gap|15em}}Jangan laut hendak diduga.
Pantun yang lebih dari empat lariknya dinamakan <u>talibun</u>. Jumlah larik selalu genap, 6 - 16.
Contoh :{{gap|11em}}Kalau anak pergi ke lepau,<br>
{{gap|14.8em}}Hiu beli, belanak beli,<br>
{{gap|14.8em}}Ikan panjang beli dahulu;<br>
{{gap|14.8em}}Kalau anak pergi merantau,<br>
{{gap|14.8em}}Ibu cari sanak pun cari,<br>
{{gap|14.8em}}Induk semang cari dahulu.
<u>Pantun kilat</u> adalah pantun istimewa. Larik pantun kilat ini biasanya setengah larik pantun.
Umpamanja :{{gap|8.5em}}Dari Cikini<br>
{{gap|14.4em}}Ke Gondangdia,<br>
{{gap|14.4em}}Badan begini<br>
{{gap|14.4em}}Karena si dia.
Sejalan dengan berkembangnya harta kesusastraan kita secara lisan, bangsa kita mulai mengenal tulisan. Bahan-bahan tertulis yang tertua yang memuat tulisan dalam bahasa Indonesia lama ialah prasasti-prasasti, yang juga dinamakan batu-batu bertulis dari abad ke VII yang terdapat di Kedukan Bukit, Talang Tuo, Kota kapur dan Karang Berahi. Dari penemuan-penemuan itu dapat kita ketahui tingkat kebudayaan masyarakat pada masa itu.
Yang dapat dicatat pula dalam Masa Permulaan ini ialah adanya penemuan sebuah batu nisan di Minye Tujoh, yang berasal dari tahun 1381, dan yang memuat suatu tulisan yang bagi kita merupakan contoh <u>syair</u> yang tertua.
Syair termasuk puisi berkisah. Rimaakhir dalam syair memegang peranan yang sangat penting.
Contoh :{{gap|11em}}Dengarkan tuan suatu peri,<br>
{{gap|14.8em}}kisahnya raja di sebuah negeri,<br>
{{gap|14.8em}}bernama Sultan bijak bestari,<br>
{{gap|14.8em}}arif bercampur dengan jauhari.<noinclude></noinclude>
9cc0yy2ckpfu0mr2feciyn2ljdopsrr
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/617
104
104320
294520
2026-05-13T15:37:20Z
Arunikala
27004
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'PHILIPS B4ING5A Philips Indonesia, membawa- kan dunia kepada Tuan. Sebuah pesawat penerima-du- nia. Terkenal dipelbagai ne- geri karena mutunja dan da- pat dipertjaja. Kemungkinan' service diselu- ruh Indonesia. Kanaan 0-3 B4ING5A PHILIPS radio 27'
294520
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>PHILIPS B4ING5A
Philips Indonesia, membawa-
kan dunia kepada Tuan.
Sebuah pesawat penerima-du-
nia. Terkenal dipelbagai ne-
geri karena mutunja dan da-
pat dipertjaja.
Kemungkinan' service diselu-
ruh Indonesia.
Kanaan 0-3
B4ING5A
PHILIPS radio
27<noinclude></noinclude>
fy96fsv3fjlwz8pagz4023keyxzjk3e
294524
294520
2026-05-13T15:40:59Z
Arunikala
27004
/* Telah diuji baca */
294524
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Arunikala" /></noinclude>{{border|1= {{c|'''Kami persembahkan kepada tuan''' {{...|4}}}}
{{c|{{...|7}} '''dunia''' {{...|7}}}}
'''PHILIPS B4IN65A '''
Philips Indonesia, membawakan dunia kepada Tuan.
Sebuah pesawat penerima-dunia. Terkenal dipelbagai negeri karena mutunja dan dapat dipertjaja.
'''Kemungkinan' service diseluruh Indonesia. '''
{{c|<big><big>'''PHILIPS' radio'''</big></big>}} }}<noinclude>{{rh|||27}}</noinclude>
e3h7zkrwri3rs03qh0rj1ijvyfkjce2
294525
294524
2026-05-13T15:41:17Z
Arunikala
27004
294525
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Arunikala" /></noinclude>{{border|1= {{c|'''Kami persembahkan kepada tuan''' {{...|4}}}}
{{c|{{...|7}} '''dunia''' {{...|7}}}}
'''PHILIPS B4IN65A '''
Philips Indonesia, membawakan dunia kepada Tuan.
Sebuah pesawat penerima-dunia. Terkenal dipelbagai negeri karena mutunja dan dapat dipertjaja.
'''Kemungkinan<sup>2</sup> service diseluruh Indonesia. '''
{{c|<big><big>'''PHILIPS' radio'''</big></big>}} }}<noinclude>{{rh|||27}}</noinclude>
nhfo0flssa4dbu6rqjefclbjpx1yv9m
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/465
104
104321
294523
2026-05-13T15:39:06Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'ngan alat-alat negara jang demi- - kian, maka negara? itu tidak di- ombang-ambingkan oleh negara -hain, aman sentosa, bahkan di- . hormati oleh lain-lain negara pu- la. Dan kitapun bangsa Indone- sia menginginkan satu negara Re- publik Indonesia jang aman dan sentosa. Saja minta agar kamu menginsjafi semuanja ini, demi- “kan antara lain Panglima Ter- tinggi. 3.000 Keluarga A.P. minta per- hatian Presiden. Sebelum meninggalkan Mak...
294523
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>ngan alat-alat negara jang demi-
- kian, maka negara? itu tidak di-
ombang-ambingkan oleh negara
-hain, aman sentosa, bahkan di-
. hormati oleh lain-lain negara pu-
la. Dan kitapun bangsa Indone-
sia menginginkan satu negara Re-
publik Indonesia jang aman dan
sentosa. Saja minta agar kamu
menginsjafi semuanja ini, demi-
“kan antara lain Panglima Ter-
tinggi.
3.000 Keluarga A.P. minta per-
hatian Presiden.
Sebelum meninggalkan Makas-
sar pada tengah harinja menudju
Den Pasar (Bali), Presiden dari
lapangan Karebosi langsung me-
ngundjungi Asrama Tentara Mat-
toangin Makassar. Disini Presi-
den I.k. sedjam lamanja mengada-
kan penindjauan dan melihat-
lihat keadaan asrama dan bera-
mah-tamah dengan keluarga
Angkatan Perang jang berdiam
disana.
Dalam hubungan penindjauan
Presiden tsb., oleh Persit Daerah
Sulawesi Selatan Tenggara telah
pula disampaikan sebuah pernja-
taan kepada Presiden jang me-
minta agar Panglima Tertinggi
memberi perhatian atas nasib
tiga ribu orang keluarga Angka-
tan Perang jang berada di Ma-
kassar.
Dapat ditambahkan bahwa da-
lam perdjalanan inspeksi Presi-
den ini telah disertai dua orang
wartawan ibu-kota dan dua pe-
nulis bangsa asing masing? dari
Inggeris dan Turki.
Selesai.
PRODENT
TAPAL GIGI
N. V. PABRIK GELAS
'DIANA"
DJALAN BANDENGAN UTARA 93
KOTAK POS 1028/DAK.
DJAKARTA KOTA
PABRIK MESIN
NO PEMG LUNG-
DJALAN GADJAH MADA 149/154
TELP. 317 & 1912 KOTA
— DJAKARTA —
R
Mendjual dan menerima pesenan?
Bermatjam botol - botol Kosong
menurut ukuran, untuk pharmasi.<noinclude></noinclude>
mksbxggkzzlcbb6zr6uiofoeedbhtn9
294548
294523
2026-05-13T15:58:59Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
294548
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>ngan alat-alat negara jang demikian, maka negara² itu tidak di-
ombang-ambingkan oleh negara-hain, aman sentosa, bahkan dihormati oleh lain-lain negara pula. Dan kitapun bangsa Indonesia menginginkan satu negara Republik Indonesia jang aman dan sentosa. Saja minta agar kamu menginsjafi semuanja ini, demikian antara lain Panglima Tertinggi.
'''3.000 Keluarga A.P. minta perhatian Presiden.'''
Sebelum meninggalkan Makassar pada tengah harinja menudju Den Pasar (Bali), Presiden dari lapangan Karebosi langsung mengundjungi Asrama Tentara Mattoangin Makassar. Disini Presi-
den I.k. sedjam lamanja mengadakan penindjauan dan melihat-lihat keadaan asrama dan beramah-tamah dengan keluarga Angkatan Perang jang berdiam disana.
Dalam hubungan penindjauan Presiden tsb., oleh Persit Daerah Sulawesi Selatan Tenggara telah pula disampaikan sebuah pernja-
taan kepada Presiden jang meminta agar Panglima Tertinggi memberi perhatian atas nasib tiga ribu orang keluarga Angkatan Perang jang berada di Makassar.
Dapat ditambahkan bahwa dalam perdjalanan inspeksi Presiden ini telah disertai dua orang wartawan ibu-kota dan dua penulis bangsa asing masing² dari Inggeris dan Turki.
{{sp|Selesai.}}
{{missing image}}<noinclude></noinclude>
2q3p1wunhrooc41laafra8ekn7qztve
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/344
104
104322
294527
2026-05-13T15:43:38Z
Arunikala
27004
/* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong
294527
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude><noinclude></noinclude>
ld8xhj544kp8w0645w64dbhn3ponpim
294528
294527
2026-05-13T15:44:04Z
Arunikala
27004
294528
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>Gara² Tjiuman, Inggeris terhindar dari
Serangan V-2 Djerman.
Constance Babington Schmidt. Ia achli dalam tek-
nik kamera dan fasih berbahasa Perantjis.
Bahwa dalam Perang Dunia
ke II, Djerman termasuk salah
satu negara penjerang jang di-
takuti serta dikagumi dan dunia
mengakui sedjarahnja. Tetapi,
sebuah tjiuman jang mesra dari
Babington Schmidt bisa meng-
hantjurkan fabrik kapal terbang
jang termahal, bukan pula men-
djadi rahasia.
Tertjatat bahwa pada tahun
1944 ke 45 itu, Inggeris sangat
menderita akibat serangan dari
udara pihak Djerman jang mem-
pergunakan pesawat apa jang di-
namakan V-2. Dengan setjara
mati-matian Inggeris memperta-
hankan diri dan masih beruntung
dapat menghantjurkan 2300 buah
V-2 dari sebanjak sebanjak 8000
buah jang menggelapi langit da-
ratan Inggeris.
66
Untuk menghindarkan suatu
malapetaka jang lebih besar Ing-
geris berusaha mentjari rahasia
pesawat V-2 ini atau se-tidak2-
nja dapat menghantjurkan pa-
beriknja.
Demikianlah seorang wanita
bernama Constance Babington
Schmidt, gadis jang lintjah dan
genit bersedia untuk menjelidiki
rahasia kekuatan Djerman itu.
Schmidt adalah opsir muda dari
kesatuan RAF jg bertugas mem-
peladjari hasil2 foto dari pengin-
tai udara.
Berkat ketelitiannja mempela-
djari foto-foto daratan Djerman
jang diambil RAF dari udara, di-
ketahuilah fabrik V-2 itu, ter-
letak di Poonamunde.
Setelah gambar ini diperbesar
lalu dikirim pada para spionage
Inggeris untuk mentjari djalan
penghantjuran fabrik itu.
Keputusan diambil. Ternjata
jang terpilih untuk menjelidiki
paberik ini ialah Constance Ba-
bington Schmidt sendiri. Kare-
na selain dia ahli dalam teknik
camera, djuga kebetulan fasih
berbahasa Perantjis.
Schmidt berangkat kedaerah
musuh dengan tekad, demi untuk
negara dan bangsa.
Didaerah musuh langkah per-
tama jang dilakukan Schmidt ia-
lah mentjari kenalan dengan ahli
mesin Perantjis jang makan gadji
dipaberik V-2 itu. Tetapi de-
ngan ini sadja, belum tjukup ter-
buka djalan baginja untuk men-
tjapai maksud jang pokok.
Entah setjara kebetulan, pada
suatu hari Schmidt berdjasa pada
seorang pemuda jang ketjopetan
uang dikantongnja disuatu res-
toran. Djasanja jang sedikit ini
menelurkan perkenalan jg akrab,
sehingga antara dia dengan Mont
(nama pemuda itu) lahirlah pe-
rasaan2 jang bisa dimengerti sen-
diri.
Suatu hal jang sangat meng-
untungkan lagi bagi Schmidt ia-
lah, bahwa belakangan ternjata
bahwa ajah Du Mont adalah ter-
masuk orang penting di paberik
V-2.
Untuk mengorek rahasia pa-
berik ini, tidaklah ajal lagi bagi
Schmidt merojalkan perasaan dan
pengorbanan diri pribadinja ke-
pada Du Mont. Schmidt menga-
ku begitu tjinta pada Du Mont,
dengan maksud agar Schmidt de-
ngan perantaraan ajahnja Du
Mont dapat dibawa ke paberik
itu. Tetapi sebegitu djauh siasat-
nja tak berhasil.
Dalam pada itu Schmidt me-
ngirim berita ke negaranja de-
ngan menjatakan rentjananja te-
lah mendekati tudjuannja.
Demikianlah pada suatu pagi
hari, ketika Du Mont
dan
Digitized by
Google<noinclude></noinclude>
at1srg43x8q6cdiwzoq62c781bbs4kc
294536
294528
2026-05-13T15:53:46Z
Arunikala
27004
/* Telah diuji baca */
294536
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Arunikala" /></noinclude>{{c|<big>'''Gara<sup>2</sup> Tjiuman, Inggeris terhindar dari Serangan V-2 Djerman.'''</big>}}
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 344 crop).jpg|Madjalah Angkatan Darat (page 344 crop)|pus|jmpl|{{c|Constance Babington Schmidt. Ia achli dalam teknik kamera dan fasih berbahasa Perantjis.}}]]
Bahwa dalam Perang Duniake II, Djerman termasuk salahsatu negara penjerang jang ditakuti serta dikagumi dan dunia mengakui sedjarahnja. Tetapi, sebuah tjiuman jang mesra dari Babington Schmidt bisa menghantjurkan fabrik kapal terbang jang termahal, bukan pula mendjadi rahasia.
Tertjatat bahwa pada tahun 1944 ke 45 itu, Inggeris sangat menderita akibat serangan dari udara pihak Djerman jang mempergunakan pesawat apa jang dinamakan V-2. Dengan setjara mati-matian Inggeris mempertahankan diri dan masih beruntung dapat menghantjurkan 2300 buah V-2 dari sebanjak sebanjak 8000 buah jang menggelapi langit daratan Inggeris.
Untuk menghindarkan suatu malapetaka jang lebih besar Inggeris berusaha mentjari rahasia pesawat V-2 ini atau se-tidak<sup>2</sup>nja dapat menghantjurkan paberiknja.
Demikianlah seorang wanita bernama Constance Babington Schmidt, gadis jang lintjah dan genit bersedia untuk menjelidiki rahasia kekuatan Djerman itu. Schmidt adalah opsir muda dari kesatuan RAF jg bertugas mempeladjari hasil<sup>2</sup> foto dari pengintai udara.
Berkat ketelitiannja mempeladjari foto-foto daratan Djerman jang diambil RAF dari udara, diketahuilah fabrik V-2 itu, terletak di Poonamunde.
Setelah gambar ini diperbesar lalu dikirim pada para spionage Inggeris untuk mentjari djalan penghantjuran fabrik itu.
Keputusan diambil. Ternjata jang terpilih untuk menjelidiki paberik ini ialah Constance Babington Schmidt sendiri. Karena selain dia ahli dalam teknik camera, djuga kebetulan fasih berbahasa Perantjis.
Schmidt berangkat kedaerah musuh dengan tekad, demi untuk negara dan bangsa.
Didaerah musuh langkah pertama jang dilakukan Schmidt ialah mentjari kenalan dengan ahli mesin Perantjis jang makan gadji dipaberik V-2 itu. Tetapi dengan ini sadja, belum tjukup terbuka djalan baginja untuk mentjapai maksud jang pokok.
Entah setjara kebetulan, pada suatu hari Schmidt berdjasa pada seorang pemuda jang ketjopetan uang dikantongnja disuatu restoran. Djasanja jang sedikit ini menelurkan perkenalan jg akrab, sehingga antara dia dengan Mont (nama pemuda itu) lahirlah perasaan<sup>2</sup> jang bisa dimengerti sendiri.
Suatu hal jang sangat menguntungkan lagi bagi Schmidt ialah, bahwa belakangan ternjata bahwa ajah Du Mont adalah termasuk orang penting di paberik V-2.
Untuk mengorek rahasia paberik ini, tidaklah ajal lagi bagi Schmidt merojalkan perasaan dan pengorbanan diri pribadinja kepada Du Mont. Schmidt mengaku begitu tjinta pada Du Mont, dengan maksud agar Schmidt dengan perantaraan ajahnja Du Mont dapat dibawa ke paberik itu. Tetapi sebegitu djauh siasatnja tak berhasil.
Dalam pada itu Schmidt mengirim berita ke negaranja dengan menjatakan rentjananja telah mendekati tudjuannja.
Demikianlah pada suatu pagi hari, ketika Du Mont
dan<noinclude>{{rh|66}}</noinclude>
n3h4ji5e00wiggvu0kxo710s3en4awl
294538
294536
2026-05-13T15:54:31Z
Arunikala
27004
294538
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Arunikala" /></noinclude>{{c|<big>'''Gara<sup>2</sup> Tjiuman, Inggeris terhindar dari Serangan V-2 Djerman.'''</big>}}
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 344 crop).jpg|Madjalah Angkatan Darat (page 344 crop)|pus|jmpl|{{c|Constance Babington Schmidt. Ia achli dalam teknik kamera dan fasih berbahasa Perantjis.}}]]
Bahwa dalam Perang Duniake II, Djerman termasuk salahsatu negara penjerang jang ditakuti serta dikagumi dan dunia mengakui sedjarahnja. Tetapi, sebuah tjiuman jang mesra dari Babington Schmidt bisa menghantjurkan fabrik kapal terbang jang termahal, bukan pula mendjadi rahasia.
Tertjatat bahwa pada tahun 1944 ke 45 itu, Inggeris sangat menderita akibat serangan dari udara pihak Djerman jang mempergunakan pesawat apa jang dinamakan V-2. Dengan setjara mati-matian Inggeris mempertahankan diri dan masih beruntung dapat menghantjurkan 2300 buah V-2 dari sebanjak sebanjak 8000 buah jang menggelapi langit daratan Inggeris.
Untuk menghindarkan suatu malapetaka jang lebih besar Inggeris berusaha mentjari rahasia pesawat V-2 ini atau se-tidak<sup>2</sup>nja dapat menghantjurkan paberiknja.
Demikianlah seorang wanita bernama Constance Babington Schmidt, gadis jang lintjah dan genit bersedia untuk menjelidiki rahasia kekuatan Djerman itu. Schmidt adalah opsir muda dari kesatuan RAF jg bertugas mempeladjari hasil<sup>2</sup> foto dari pengintai udara.
Berkat ketelitiannja mempeladjari foto-foto daratan Djerman jang diambil RAF dari udara, diketahuilah fabrik V-2 itu, terletak di Poonamunde.
Setelah gambar ini diperbesar lalu dikirim pada para spionage Inggeris untuk mentjari djalan penghantjuran fabrik itu.
Keputusan diambil. Ternjata jang terpilih untuk menjelidiki paberik ini ialah Constance Babington Schmidt sendiri. Karena selain dia ahli dalam teknik camera, djuga kebetulan fasih berbahasa Perantjis.
Schmidt berangkat kedaerah musuh dengan tekad, demi untuk negara dan bangsa.
Didaerah musuh langkah pertama jang dilakukan Schmidt ialah mentjari kenalan dengan ahli mesin Perantjis jang makan gadji dipaberik V-2 itu. Tetapi dengan ini sadja, belum tjukup terbuka djalan baginja untuk mentjapai maksud jang pokok.
Entah setjara kebetulan, pada suatu hari Schmidt berdjasa pada seorang pemuda jang ketjopetan uang dikantongnja disuatu restoran. Djasanja jang sedikit ini menelurkan perkenalan jg akrab, sehingga antara dia dengan Mont (nama pemuda itu) lahirlah perasaan<sup>2</sup> jang bisa dimengerti sendiri.
Suatu hal jang sangat menguntungkan lagi bagi Schmidt ialah, bahwa belakangan ternjata bahwa ajah Du Mont adalah termasuk orang penting di paberik V-2.
Untuk mengorek rahasia paberik ini, tidaklah ajal lagi bagi Schmidt merojalkan perasaan dan pengorbanan diri pribadinja kepada Du Mont. Schmidt mengaku begitu tjinta pada Du Mont, dengan maksud agar Schmidt dengan perantaraan ajahnja Du Mont dapat dibawa ke paberik itu. Tetapi sebegitu djauh siasatnja tak berhasil.
Dalam pada itu Schmidt mengirim berita ke negaranja dengan menjatakan rentjananja telah mendekati tudjuannja.
Demikianlah pada suatu pagi hari, ketika Du Mont dan<noinclude>{{rh|66}}</noinclude>
4sm4afl9jecmjwgbouin1cjfc3r66un
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/134
104
104323
294529
2026-05-13T15:45:34Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
294529
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" />{{rh||6}}</noinclude>{{Block center|Negeri bernama Belantadura,<br>
kerajaannya besar tidak terkira,<br>
Menteri, Hulubalang, Datuk Bendahara,<br>
beribu laksa rakyatnya tentera.}}
{{Block center|Baginda berputra seorang perempuan,<br>
dengan adinda Permai Bangsawan,<br>
eloknya tidak terperikan,<br>
Putri Akal dinamakan.}}
{{Block right|(Dari Syair Putri Akal,<br>
Jakarta, Lembaga Bahasa<br>
dan Kesusastraan, 1965)|offset=15em}}
Yang dapat dicatat pula dalam Masa Permulaan ini ialah adanya penemuan sebuah batu nisan di Minye Tujoh, yang memuat tulisan yang bagi kita merupakan contoh syair yang tertua, berasal dari tahun 1381.
Masa perkembangan kesusastraan kita memperlihatkan kepada kita bahwa dalam perjalanan waktu, kesusastraan kita mendapat sumbangan ciptasastra yang bernafaskan Hindu, Islam, dan kemudian juga kita dapati karangan-karangan yang menunjukkan pengaruh Barat dalam cara pengungkapannya.
Dalam menghadapi pengaruh kebudayaan yang sangat meluas dan mendalam. Semenjak abad-abad pertama perhitungan Masehi, bangsa kita menerima dan mengolahnya dalam kebudayaannya sendiri, sehingga kita dapati akhirnya suatu kebudayaan yang baru sebagai paduan kebudayaan masyarakat Indonesia lama yang mendapat sumbangan dari luar. Keadaan ini terjelma pula dalam kehidupan kesusastraan kita.
Wiracarita <u>Mahabarata</u> umpamanya, diolah dan disajikan sedemikian, sehingga tidak terasa lagi keasingannya. Dalam wadah baru, Mahabarata muncul dalam ceritera-ceritera seperti umpamanya <u>Hikayat Pandawa</u>, <u>Hikayat Perang Pandawa Jaya</u>, <u>Hikayat Sang Boma</u>.
Hikayat merupakan jenis ceritarekaan lama yang paling banyak, beranekaragam, dan yang pada hakekatnya merupakan kelanjutan daripada dongeng dalam bentuk yang lebih teratur dan isi yang memperlihatkan pengaruh kebudayaan Hindu dan Islam. Dalam jenis ini dapat pula dimasukkan ceritera-ceritera Panji dalam berbagai ragamnya. Juga ceritera-ceritera wayang yang mengambil tema dari wiracarita atau epos<noinclude></noinclude>
adnbmle2soq96p8jv6pgkgr6mw7bulh
294531
294529
2026-05-13T15:46:24Z
Moel81
25980
294531
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" />{{rh||6}}</noinclude>{{Block center|Negeri bernama Belantadura,<br>
kerajaannya besar tidak terkira,<br>
Menteri, Hulubalang, Datuk Bendahara,<br>
beribu laksa rakyatnya tentera.}}
{{Block center|Baginda berputra seorang perempuan,<br>
dengan adinda Permai Bangsawan,<br>
eloknya tidak terperikan,<br>
Putri Akal dinamakan.}}
{{Block right|(Dari <u>Syair Putri Akal</u>,<br>
Jakarta, Lembaga Bahasa<br>
dan Kesusastraan, 1965)|offset=15em}}
Yang dapat dicatat pula dalam Masa Permulaan ini ialah adanya penemuan sebuah batu nisan di Minye Tujoh, yang memuat tulisan yang bagi kita merupakan contoh syair yang tertua, berasal dari tahun 1381.
Masa perkembangan kesusastraan kita memperlihatkan kepada kita bahwa dalam perjalanan waktu, kesusastraan kita mendapat sumbangan ciptasastra yang bernafaskan Hindu, Islam, dan kemudian juga kita dapati karangan-karangan yang menunjukkan pengaruh Barat dalam cara pengungkapannya.
Dalam menghadapi pengaruh kebudayaan yang sangat meluas dan mendalam. Semenjak abad-abad pertama perhitungan Masehi, bangsa kita menerima dan mengolahnya dalam kebudayaannya sendiri, sehingga kita dapati akhirnya suatu kebudayaan yang baru sebagai paduan kebudayaan masyarakat Indonesia lama yang mendapat sumbangan dari luar. Keadaan ini terjelma pula dalam kehidupan kesusastraan kita.
Wiracarita <u>Mahabarata</u> umpamanya, diolah dan disajikan sedemikian, sehingga tidak terasa lagi keasingannya. Dalam wadah baru, Mahabarata muncul dalam ceritera-ceritera seperti umpamanya <u>Hikayat Pandawa</u>, <u>Hikayat Perang Pandawa Jaya</u>, <u>Hikayat Sang Boma</u>.
Hikayat merupakan jenis ceritarekaan lama yang paling banyak, beranekaragam, dan yang pada hakekatnya merupakan kelanjutan daripada dongeng dalam bentuk yang lebih teratur dan isi yang memperlihatkan pengaruh kebudayaan Hindu dan Islam. Dalam jenis ini dapat pula dimasukkan ceritera-ceritera Panji dalam berbagai ragamnya. Juga ceritera-ceritera wayang yang mengambil tema dari wiracarita atau epos<noinclude></noinclude>
2ul19rduy4cwqkykl7soscpemgp9vmu
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/173
104
104324
294534
2026-05-13T15:51:20Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294534
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||45}}</noinclude>
{{rh||LEMBAGA KESUSASTRAN FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS INDONESIA}}
Pada tanggal 1 Mei 1968, Fakultas Sastra Universitas Indonesia telah membentuk sebuah lembaga penelitian yang dinamakan {{u|Lembaga Kesusastraan}}. Adanya lembaga ini sesuai dengan harapan fakultas yaitu untuk dapat memberikan sumbangan pada perkembangan pengetahuan mengenai kesusastraan Indonesia maupun asing. Sebagai Koordinator ditunjuk Drs.J.U. Nasution (Lektor Kesusastraan Indonesia pada Fakultas Sastra U.I. dan I.K.I.P. Jakarta).
Lembaga ini mempunyai rencana kegiatan sebagai berikut:
<ol type="A" style="line-height:1.7em; text-align:justify; padding-left:25px;">
<li>Melakukan inventarisasi karya sastra Indonesia dan Nusantara, baik yang sudah berupa naskah/buku, ataupun yang masih berupa "kesusastraan lisan".</li>
<li>Melakukan studi terhadap karya sastra yang tersebut dalam (A).</li>
<li>Mengusahakan penerbitan karya sastra yang telah dapat dikumpulkan.</li>
<li>Mengusahakan penerbitan hasil studi yang tersebut dalam (D) & (C).</li>
<li>Menyusun dokumentasi mengenai pengarang dan ciptaannya.</li>
<li>Mengusahakan terjemahan karya sastra secara timbalbalik:<br />Asing - Indonesia dan Indonesia - Asing, serta terjemahan buku studi yang diperlukan bagi perkembangan studi kesusastraan Indonesia dan Nusantara.</li>
<li>Melakukan studi tentang kesusastraan asing untuk memperluas horison.</li>
<li>Mengadakan diskusi, seminar, pertemuan ilmiah.</li>
<li>Menggalang kerjasama dan pertukaran ilmiah dengan lembaga-lembaga ilmiah, terutama yang sejenis, baik di dalam maupun di luar negeri.</li>
</ol>
Selanjutnya telah dibentuk pula Pengurus Harian lembaga tersebut
yang terdiri dari:
{| style="background:transparent; line-height:1.6em;"
|-
| width="220" | Ketua || : || Drs. J.U. Nasution
|-
| Panitera || : || Drs. M. Saleh Saad
|-
| Pembantu Umum || : || Drs. Aliuddin
|-
| Kepala Bagian Indonesia<br />(termasuk Nusantara) || : || Drs. N.S. Hutagalung
|-
| Kepala Bagian Asing || : || Drs. J. Kadjat Hartojo
|}
Kepala Bagian akan menunjuk Kepala-kepala Seksi sesuai dengan
kebutuhan. Anggotanya terdiri dari sarjana-sarjana Sastra U.I. yang berminat dan mempunyai projek (bergerak dalam) penelitian kesusastraan.
Dewasa ini sejumlah anggota telah mulai dengerjakan beberapa projek yang berhubungan dengan penelitian kesusastraan.<noinclude></noinclude>
tf9bpt4u7e02vav31ipgy3xmvcb6xob
294539
294534
2026-05-13T15:54:36Z
Upiak Ituih
27011
294539
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||45}}</noinclude>
{{rh||LEMBAGA KESUSASTRAN FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS INDONESIA}}
Pada tanggal 1 Mei 1968, Fakultas Sastra Universitas Indonesia telah membentuk sebuah lembaga penelitian yang dinamakan {{u|Lembaga Kesusastraan}}. Adanya lembaga ini sesuai dengan harapan fakultas yaitu untuk dapat memberikan sumbangan pada perkembangan pengetahuan mengenai kesusastraan Indonesia maupun asing. Sebagai Koordinator ditunjuk Drs.J.U. Nasution (Lektor Kesusastraan Indonesia pada Fakultas Sastra U.I. dan I.K.I.P. Jakarta).
<ol type="A" style="line-height:1.7em; text-align:justify; margin-left: 1.5em; padding-left: 0;">
<li>Melakukan inventarisasi karya sastra Indonesia dan Nusantara, baik yang sudah berupa naskah/buku, ataupun yang masih berupa "kesusastraan lisan".</li>
<li>Melakukan studi terhadap karya sastra yang tersebut dalam (A).</li>
<li>Mengusahakan penerbitan karya sastra yang telah dapat dikumpulkan.</li>
<li>Mengusahakan penerbitan hasil studi yang tersebut dalam (D) & (C).</li>
<li>Menyusun dokumentasi mengenai pengarang dan ciptaannya.</li>
<li>Mengusahakan terjemahan karya sastra secara timbalbalik:<br />Asing - Indonesia dan Indonesia - Asing, serta terjemahan buku studi yang diperlukan bagi perkembangan studi kesusastraan Indonesia dan Nusantara.</li>
<li>Melakukan studi tentang kesusastraan asing untuk memperluas horison.</li>
<li>Mengadakan diskusi, seminar, pertemuan ilmiah.</li>
<li>Menggalang kerjasama dan pertukaran ilmiah dengan lembaga-lembaga ilmiah, terutama yang sejenis, baik di dalam maupun di luar negeri.</li>
</ol>
Selanjutnya telah dibentuk pula Pengurus Harian lembaga tersebut
yang terdiri dari:
{| style="background:transparent; line-height:1.6em;"
|-
| width="220" | Ketua || : || Drs. J.U. Nasution
|-
| Panitera || : || Drs. M. Saleh Saad
|-
| Pembantu Umum || : || Drs. Aliuddin
|-
| Kepala Bagian Indonesia<br />(termasuk Nusantara) || : || Drs. N.S. Hutagalung
|-
| Kepala Bagian Asing || : || Drs. J. Kadjat Hartojo
|}
Kepala Bagian akan menunjuk Kepala-kepala Seksi sesuai dengan
kebutuhan. Anggotanya terdiri dari sarjana-sarjana Sastra U.I. yang berminat dan mempunyai projek (bergerak dalam) penelitian kesusastraan.
Dewasa ini sejumlah anggota telah mulai dengerjakan beberapa projek yang berhubungan dengan penelitian kesusastraan.<noinclude></noinclude>
221hrunj6khsztiv2f3ovcl0n08iemi
294540
294539
2026-05-13T15:55:30Z
Upiak Ituih
27011
294540
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||45}}</noinclude>
{{rh||LEMBAGA KESUSASTRAN FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS INDONESIA}}
Pada tanggal 1 Mei 1968, Fakultas Sastra Universitas Indonesia telah membentuk sebuah lembaga penelitian yang dinamakan {{u|Lembaga Kesusastraan}}. Adanya lembaga ini sesuai dengan harapan fakultas yaitu untuk dapat memberikan sumbangan pada perkembangan pengetahuan mengenai kesusastraan Indonesia maupun asing. Sebagai Koordinator ditunjuk Drs.J.U. Nasution (Lektor Kesusastraan Indonesia pada Fakultas Sastra U.I. dan I.K.I.P. Jakarta).
<ol type="A" style="line-height:1.7em; text-align:justify; margin-left: 1.5em; padding-left: 0;">
<li>Melakukan inventarisasi karya sastra Indonesia dan Nusantara, baik yang sudah berupa naskah/buku, ataupun yang masih berupa "kesusastraan lisan".</li>
<li>Melakukan studi terhadap karya sastra yang tersebut dalam (A).</li>
<li>Mengusahakan penerbitan karya sastra yang telah dapat dikumpulkan.</li>
<li>Mengusahakan penerbitan hasil studi yang tersebut dalam (D) & (C).</li>
<li>Menyusun dokumentasi mengenai pengarang dan ciptaannya.</li>
<li>Mengusahakan terjemahan karya sastra secara timbalbalik:<br />Asing - Indonesia dan Indonesia - Asing, serta terjemahan buku studi yang diperlukan bagi perkembangan studi kesusastraan Indonesia dan Nusantara.</li>
<li>Melakukan studi tentang kesusastraan asing untuk memperluas horison.</li>
<li>Mengadakan diskusi, seminar, pertemuan ilmiah.</li>
<li>Menggalang kerjasama dan pertukaran ilmiah dengan lembaga-lembaga ilmiah, terutama yang sejenis, baik di dalam maupun di luar negeri.</li>
</ol>
Selanjutnya telah dibentuk pula Pengurus Harian lembaga tersebut
yang terdiri dari:
{| style="background:transparent; line-height:1.6em;"
|-
| width="220" | Ketua || : || Drs. J.U. Nasution
|-
| Panitera || : || Drs. M. Saleh Saad
|-
| Pembantu Umum || : || Drs. Aliuddin
|-
| Kepala Bagian Indonesia<br />(termasuk Nusantara) || : || Drs. N.S. Hutagalung
|-
| Kepala Bagian Asing || : || Drs. J. Kadjat Hartojo
|}
Kepala Bagian akan menunjuk Kepala-kepala Seksi sesuai dengan
kebutuhan. Anggotanya terdiri dari sarjana-sarjana Sastra U.I. yang berminat dan mempunyai projek (bergerak dalam) penelitian kesusastraan.
Dewasa ini sejumlah anggota telah mulai dengerjakan beberapa projek yang berhubungan dengan penelitian kesusastraan.<noinclude></noinclude>
655y1y6hf0ramtrbhxh3uhfqvupg1jn
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/317
104
104325
294542
2026-05-13T15:55:47Z
Arunikala
27004
/* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong
294542
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude><noinclude></noinclude>
ld8xhj544kp8w0645w64dbhn3ponpim
294544
294542
2026-05-13T15:57:04Z
Arunikala
27004
294544
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>{{border|1= <big>'''Saja'''</big>
<big>'''Suka'''</big>
<big>'''enak nikmat berbusa'''</big>
{{c|<big><big>'''Saja'''</big></big>}}}}<noinclude></noinclude>
tjn9vf31alwh0uoxqn8o3yvjhvco99q
294545
294544
2026-05-13T15:57:25Z
Arunikala
27004
/* Telah diuji baca */
294545
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Arunikala" /></noinclude>{{border|1= <big>'''Saja'''</big>
<big>'''Suka'''</big>
<big>'''enak nikmat berbusa'''</big>
{{c|<big><big>'''JAVA BIER'''</big></big>}}}}<noinclude></noinclude>
nnar3q332l7bbi6aqbypl7x9b2ojjal
294999
294545
2026-05-14T05:35:01Z
Sarieffe
26994
/* Tervalidasi */
294999
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude>{{border|1= <big>'''Saja'''</big>
<big>'''Suka'''</big>
<big>'''enak nikmat berbusa'''</big>
{{c|<big><big>'''JAVA BIER'''</big></big>}}}}<noinclude></noinclude>
gwcidbmazz5s8ydmbjcas0uqrs5ugmq
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/570
104
104326
294546
2026-05-13T15:58:13Z
Arunikala
27004
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'seorang komunis Swedia, ia di- perkenalkan dengan Vinogradov, pada waktu itu Sekretaris ke II dari kedutaan Rusia. Diantara keterangan?, jang telah djatuh ditangan Rusia karena Anderson, kedapatan djuga antara lain salinan dari dokomen? rahasia mengenai persendjataan, penem- patan? dan gerakan persiapan dari Angkatan Laut Swedia, pula pertahanan dari semua pangkal- an? Angkatan Laut, keterangan? hingga jang se-ketjil?nja menge- nai...
294546
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>seorang komunis Swedia, ia di-
perkenalkan dengan Vinogradov,
pada waktu itu Sekretaris ke II
dari kedutaan Rusia. Diantara
keterangan?, jang telah djatuh
ditangan Rusia karena Anderson,
kedapatan djuga antara lain
salinan dari dokomen? rahasia
mengenai persendjataan, penem-
patan? dan gerakan persiapan
dari Angkatan Laut Swedia, pula
pertahanan dari semua pangkal-
an? Angkatan Laut, keterangan?
hingga jang se-ketjil?nja menge-
nai tempat? jang mungkin untuk
pendaratan, dan pertahanan? pan-
tai disebelah Timur dan Barat.
Demikian pula keterangan? hing-
ga jang se-ketjil'nja mengenai
benteng? Boden, jakni sebuah
baston dari Swedia untuk meng-
hadapi serbuan musuh. Selain itu
masih banjak lagi, antara lain
mengenai foto lapangan? udara
penting di Lules. Djaring? jang
sedjadjar dengan itu kedapatan
djuga dilapangan? militer, indus-
teri dan politik.
Selain itu pada bulan Djuli 1953
telah diadili 9 mata? Rusia di
Stockholm. Mereka adalah ang-
gota? dari lingkaran mata? jang
dipimpin oleh Arthur Karlson,
jang dalam se-hari?nja terkenal
sebagai pendjaga pintu kantor
surat kabar komunis Ny Dag.
Agen utama dari djaring mata”
itu ialah Fritjof Enbom, jakni se-
orang wartawan, berumur 33 th.
dan bekas opsir tentara Swedia.
Selama 10 tahun lebih, jakni
sedjak tahun 1941, ia telah mem-
bangunkan suatu djaring mata”
diseluruh negeri dan telah banjak
pula Kader?nja. Tugas utama jg
diberikan kepadanja oleh Mos-
kow antara lain adalah :
Membangunkan suatu kekuatan
jang terdiri dari 200 orang tukang
sabotase, jang pada permulaan
petjahnja perang mampu untuk
menghantjurkan pusat? kekuatan
dan stasion? pembangkit tenaga
dari benteng? Boden : mengatjau-
kan perdjalanan kereta api : me-
njebarkan berita? bohong dika-
langan tentara dan orang? sipil
dan sebagainja. Djuga membentuk
pasukan? jang aktif dikalangan
komunis atau simpatisan?nja un-
tuk mempersiapkan penjerbuan
tentara merah kedalam negaranja.
36
Selandjutnja memberikan kete-
rangan? hingga se-ketjil?nja me-
ngenai daerah? jang mengandung
bidji? besi dan pemusatan? in-
dusteri.
Selandjutnja Enbom mewakil-
kan pembentukan dan latihan?
Kader untuk para tukang sabotase
kepada Hugo Gjerfolg, seorang
bekas sersan tentara. Rentjana?
jang disiapkan guna para anggota
Kolone V, jang telah dipersendja-
tai dengan sendjata? Rusia, me-
liputi rentjana perebutan daerah?
pertahanan perbatasan jang ter-
tentu dan jang terletak disepan-
djang garis serbuan “Tentara
Merah, dan kemudian memberi-
kan laporan mengenai gerakan?
perlawanan tentara Swedia.
Ketika kemudian diadakan pe-
nangkapan? terhadap mata?, pi-
hak polisi menemukan suatu alat
pemantjar radio, jang telah dibe-
rikan kepada Enbom melalui
kedutaan Rusia : djuga peta? Staf
Umum Swedia, skets?, foto? mi-
liter, gambar? detail mengenai
pertahanan perbatasan, dan ba-
njak alat? perlengkapan serta
sebuah arsenal ketijil.
Seorang buruh kereta api jang
bernama Fingal Larsson, mem-
punjai rentjana lengkap untuk
mengadakan sabotase terhadap
djaring?” kereta api di Swedia
Utara.
Banjak laporan? rahasia lain
jang diketemukan pada mata?
lainnja, antara lain keterangan
jang sangat rahasia mengenai
sendjata? berat dan sedang, dan
jang diletakkan pada dasar granit,
jaitu sendjata jang diisi setjara
automatis dan digerakkan menu-
rut radar jang merupakan sendja-
ta utama dari pertahanan perba-
tasan dan pantai bagi Swedia.
Enbom dan Gjersfold dihukum
seumur hidup.
Ketika pemeriksaan terhadap
orang? itu sedang berdjalan, maka
empat orang anggota dari kedu-
taan Rusia dan 22 orang lainnja
dari Staf Misi Perdagangan
berserta keluarga?nja dengan me-
makai kapal Rusia Beloostrov,
pulang kembali ke Leningrad dari
Stockholm. Bersama orang? itu
ikut pula Seth Persson, seorang
pemimpin Partai Komunis Swe-
dia, Gustav Johanssen, bekas
redaktur Ny Dag, dan seorang
Swedia lainnja, jakni seorang
employee dari Tass Agency.
Hampir semua dari mereka itu
tersangkut kedalam urusan mata?
itu, tetapi pemerintah Swedia tak
dapat berbuat apa?.
Di Siberia dan Alaska, dida-
erah Kutub Utara, kegiatan mata?
Rusia tampak djuga menghebat.
Alaska, sebuah pertahanan depan
Amerika Serikat didaerah Kutub
Utara itu dan Siberia dipisahkan
oleh air jang hanja 58 mil lebarnja
dan ditengah selat Bering itu
terletak dua pulau, jakni pulau
Diomede Ketjil milik Amerika
Serikat dan pulau Diomede Besar
kepunjaan Rusia. Kedua pulau
tersebut terletak hanja dua mil
berpisahan satu dengan lain.
Pangkalan Rusia itu pada
waktu sekarang tak hanja terda-
pat di Siberia Utara, akan tetapi
djuga dikepulauan Kuril dan di-
kepulauan Komandorskije, dise-
belah utara Djepang. Mata? Rusia
telah pernah berusaha untuk
memasuki Alaska dan kepulauan
Aleut. Bahwa mereka mem-
pergunakan tiap kesempatan itu
dengan sungguh?, ternjatalah
ketika Djenderal Walter Bedell
Smith, ketika itu Kepala Djawat-
an Pusat Intelligence Amerika
Serikat menerima sebuah laporan
jang aneh dari salah satu anggota
mata?nja. Suatu team sepak bola
Eskimo telah menjeberangi Selat
Bering untuk mengadakan per-
DIA j6 BAGSAN PHOTO REPORTER
€ ETESE/GIA O<noinclude></noinclude>
g4h19we8uv48c9vrngc6tf3dab2waao
294554
294546
2026-05-13T16:13:09Z
Arunikala
27004
294554
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>seorang komunis Swedia, ia diperkenalkan dengan Vinogradov, pada waktu itu Sekretaris ke II dari kedutaan Rusia. Diantara keterangan<sup>2</sup>, jang telah djatuh ditangan Rusia karena Anderson, kedapatan djuga antara lain salinan dari dokomen<sup>2</sup> rahasia mengenai persendjataan, penempatan<sup>2</sup> dan gerakan persiapan dari Angkatan Laut Swedia, pula pertahanan dari semua pangkalan<sup>2</sup> Angkatan Laut, keterangan<sup>2</sup> hingga jang se-ketjil<sup>2</sup>nja mengenai tempat<sup>2</sup> jang mungkin untuk pendaratan, dan pertahanan<sup>2</sup> pantai disebelah Timur dan Barat. Demikian pula keterangan<sup>2</sup> hingga jang se-ketjil<sup>2</sup>nja mengenai benteng<sup>2</sup> Boden, jakni sebuah baston dari Swedia untuk menghadapi serbuan musuh. Selain itu masih banjak lagi, antara lain mengenai foto lapangan<sup>2</sup> udara penting di Lules. Djaring<sup>2</sup> jang sedjadjar dengan itu kedapatan djuga dilapangan<sup>2</sup> militer, industeri dan politik.
Selain itu pada bulan Djuli 1953 telah diadili 9 mata<sup>2</sup> Rusia di Stockholm. Mereka adalah anggota<sup>2</sup> dari lingkaran mata<sup>2</sup> jang dipimpin oleh Arthur Karlson, jang dalam se-hari<sup>2</sup>nja terkenal sebagai pendjaga pintu kantor surat kabar komunis Ny Dag. Agen utama dari djaring mata<sup>2</sup> itu ialah Fritjof Enbom, jakni seorang wartawan, berumur 33 th. dan bekas opsir tentara Swedia.
Selama 10 tahun lebih, jakni sedjak tahun 1941, ia telah membangunkan suatu djaring mata<sup>2</sup> diseluruh negeri dan telah banjak pula Kader<sup>2</sup>nja. Tugas utama jg diberikan kepadanja oleh Moskow antara lain adalah :
Membangunkan suatu kekuatan jang terdiri dari 200 orang tukang sabotase, jang pada permulaan petjahnja perang mampu untuk menghantjurkan pusat<sup>2</sup> kekuatan dan stasion<sup>2</sup> pembangkit tenaga dari benteng<sup>2</sup> Boden ; mengatjaukan perdjalanan kereta api ; menjebarkan berita<sup>2</sup> bohong dikalangan tentara dan orang<sup>2</sup> sipil dan sebagainja. Djuga membentuk pasukan<sup>2</sup> jang aktif dikalangan komunis atau simpatisan<sup>2</sup>nja untuk mempersiapkan penjerbuan tentara merah kedalam negaranja. Selandjutnja memberikan keterangan<sup>2</sup> hingga se-ketjil<sup>2</sup>nja mengenai daerah<sup>2</sup> jang mengandung bidji<sup>2</sup> besi dan pemusatan<sup>2</sup> industeri.
Selandjutnja Enbom mewakilkan pembentukan dan latihan<sup>2</sup> Kader untuk para tukang sabotase kepada Hugo Gjerfölg, seorang bekas sersan tentara. Rentjana<sup>2</sup> jang disiapkan guna para anggota Kolone V, jang telah dipersendjatai dengan sendjata<sup>2</sup> Rusia, meliputi rentjana perebutan daerah<sup>2</sup> pertahanan perbatasan jang tertentu dan jang terletak disepandjang garis serbuan Tentara Merah, dan kemudian memberikan laporan mengenai gerakan<sup>2</sup> perlawanan tentara Swedia.
Ketika kemudian diadakan penangkapan<sup>2</sup> terhadap mata<sup>2</sup>, pihak polisi menemukan suatu alat pemantjar radio, jang telah diberikan kepada Enbom melalui kedutaan Rusia ; djuga peta<sup>2</sup> Staf Umum Swedia, skets<sup>2</sup>, foto<sup>2</sup> militer, gambar<sup>2</sup> detail mengenai pertahanan perbatasan, dan banjak alat<sup>2</sup> perlengkapan serta sebuah arsenal ketjil.
Seorang buruh kereta api jang bernama Fingal Larsson, mempunjai rentjana lengkap untuk mengadakan sabotase terhadap djaring<sup>2</sup> kereta api di Swedia Utara.
Banjak laporan<sup>2</sup> rahasia lain jang diketemukan pada mata<sup>2</sup> lainnja, antara lain keterangan jang sangat rahasia mengenai sendjata<sup>2</sup> berat dan sedang, dan jang diletakkan pada dasar granit, jaitu sendjata jang diisi setjara automatis dan digerakkan menurut radar jang merupakan sendjata utama dari pertahanan perbatasan dan pantai bagi Swedia.
Enbom dan Gjersföld dihukum seumur hidup.
Ketika pemeriksaan terhadap orang<sup>2</sup> itu sedang berdjalan, maka empat orang anggota dari kedutaan Rusia dan 22 orang lainnja dari Staf Misi Perdagangan berserta keluarga<sup>2</sup>nja dengan memakai kapal Rusia Beloostrov, pulang kembali ke Leningrad dari Stockholm. Bersama orang<sup>2</sup> itu ikut pula Seth Persson, seorang pemimpin Partai Komunis Swedia, Gustav Johanssen, bekas redaktur Ny Dag, dan seorang Swedia lainnja, jakni seorang employee dari Tass Agency. Hampir semua dari mereka itu tersangkut kedalam urusan mata<sup>2</sup> itu, tetapi pemerintah Swedia tak dapat berbuat apa<sup>2</sup>.
Di Siberia dan Alaska, didaerah Kutub Utara, kegiatan mata<sup>2</sup> Rusia tampak djuga menghebat. Alaska, sebuah pertahanan depan Amerika Serikat didaerah Kutub Utara itu dan Siberia dipisahkan oleh air jang hanja 58 mil lebarnja dan ditengah selat Bering itu terletak dua pulau, jakni pulau Diomede Ketjil milik Amerika Serikat dan pulau Diomede Besar kepunjaan Rusia. Kedua pulau tersebut terletak hanja dua mil berpisahan satu dengan lain.
Pangkalan Rusia itu pada waktu sekarang tak hanja terdapat di Siberia Utara, akan tetapi djuga dikepulauan Kuril dan dikepulauan Komandorskije, disebelah utara Djepang. Mata<sup>2</sup> Rusia telah pernah berusaha untuk memasuki Alaska dan kepulauan Aleut. Bahwa mereka mempergunakan tiap kesempatan itu dengan sungguh<sup>2</sup>, ternjatalah ketika Djenderal Walter Bedell Smith, ketika itu Kepala Djawatan Pusat Intelligence Amerika Serikat menerima sebuah laporan jang aneh dari salah satu anggota mata<sup>2</sup>nja. Suatu team sepak bola Eskimo telah menjeberangi Selat
Bering untuk mengadakan {{hws|per|pertandingan}}<noinclude>{{rh|36}}</noinclude>
difmo1bq41yg9y8kdvqcjqme6f3w9gv
294555
294554
2026-05-13T16:15:07Z
Arunikala
27004
/* Telah diuji baca */
294555
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Arunikala" /></noinclude>seorang komunis Swedia, ia diperkenalkan dengan Vinogradov, pada waktu itu Sekretaris ke II dari kedutaan Rusia. Diantara keterangan<sup>2</sup>, jang telah djatuh ditangan Rusia karena Anderson, kedapatan djuga antara lain salinan dari dokomen<sup>2</sup> rahasia mengenai persendjataan, penempatan<sup>2</sup> dan gerakan persiapan dari Angkatan Laut Swedia, pula pertahanan dari semua pangkalan<sup>2</sup> Angkatan Laut, keterangan<sup>2</sup> hingga jang se-ketjil<sup>2</sup>nja mengenai tempat<sup>2</sup> jang mungkin untuk pendaratan, dan pertahanan<sup>2</sup> pantai disebelah Timur dan Barat. Demikian pula keterangan<sup>2</sup> hingga jang se-ketjil<sup>2</sup>nja mengenai benteng<sup>2</sup> Boden, jakni sebuah baston dari Swedia untuk menghadapi serbuan musuh. Selain itu masih banjak lagi, antara lain mengenai foto lapangan<sup>2</sup> udara penting di Lules. Djaring<sup>2</sup> jang sedjadjar dengan itu kedapatan djuga dilapangan<sup>2</sup> militer, industeri dan politik.
Selain itu pada bulan Djuli 1953 telah diadili 9 mata<sup>2</sup> Rusia di Stockholm. Mereka adalah anggota<sup>2</sup> dari lingkaran mata<sup>2</sup> jang dipimpin oleh Arthur Karlson, jang dalam se-hari<sup>2</sup>nja terkenal sebagai pendjaga pintu kantor surat kabar komunis Ny Dag. Agen utama dari djaring mata<sup>2</sup> itu ialah Fritjof Enbom, jakni seorang wartawan, berumur 33 th. dan bekas opsir tentara Swedia.
Selama 10 tahun lebih, jakni sedjak tahun 1941, ia telah membangunkan suatu djaring mata<sup>2</sup> diseluruh negeri dan telah banjak pula Kader<sup>2</sup>nja. Tugas utama jg diberikan kepadanja oleh Moskow antara lain adalah :
Membangunkan suatu kekuatan jang terdiri dari 200 orang tukang sabotase, jang pada permulaan petjahnja perang mampu untuk menghantjurkan pusat<sup>2</sup> kekuatan dan stasion<sup>2</sup> pembangkit tenaga dari benteng<sup>2</sup> Boden ; mengatjaukan perdjalanan kereta api ; menjebarkan berita<sup>2</sup> bohong dikalangan tentara dan orang<sup>2</sup> sipil dan sebagainja. Djuga membentuk pasukan<sup>2</sup> jang aktif dikalangan komunis atau simpatisan<sup>2</sup>nja untuk mempersiapkan penjerbuan tentara merah kedalam negaranja. Selandjutnja memberikan keterangan<sup>2</sup> hingga se-ketjil<sup>2</sup>nja mengenai daerah<sup>2</sup> jang mengandung bidji<sup>2</sup> besi dan pemusatan<sup>2</sup> industeri.
Selandjutnja Enbom mewakilkan pembentukan dan latihan<sup>2</sup> Kader untuk para tukang sabotase kepada Hugo Gjerfölg, seorang bekas sersan tentara. Rentjana<sup>2</sup> jang disiapkan guna para anggota Kolone V, jang telah dipersendjatai dengan sendjata<sup>2</sup> Rusia, meliputi rentjana perebutan daerah<sup>2</sup> pertahanan perbatasan jang tertentu dan jang terletak disepandjang garis serbuan Tentara Merah, dan kemudian memberikan laporan mengenai gerakan<sup>2</sup> perlawanan tentara Swedia.
Ketika kemudian diadakan penangkapan<sup>2</sup> terhadap mata<sup>2</sup>, pihak polisi menemukan suatu alat pemantjar radio, jang telah diberikan kepada Enbom melalui kedutaan Rusia ; djuga peta<sup>2</sup> Staf Umum Swedia, skets<sup>2</sup>, foto<sup>2</sup> militer, gambar<sup>2</sup> detail mengenai pertahanan perbatasan, dan banjak alat<sup>2</sup> perlengkapan serta sebuah arsenal ketjil.
Seorang buruh kereta api jang bernama Fingal Larsson, mempunjai rentjana lengkap untuk mengadakan sabotase terhadap djaring<sup>2</sup> kereta api di Swedia Utara.
Banjak laporan<sup>2</sup> rahasia lain jang diketemukan pada mata<sup>2</sup> lainnja, antara lain keterangan jang sangat rahasia mengenai sendjata<sup>2</sup> berat dan sedang, dan jang diletakkan pada dasar granit, jaitu sendjata jang diisi setjara automatis dan digerakkan menurut radar jang merupakan sendjata utama dari pertahanan perbatasan dan pantai bagi Swedia.
Enbom dan Gjersföld dihukum seumur hidup.
Ketika pemeriksaan terhadap orang<sup>2</sup> itu sedang berdjalan, maka empat orang anggota dari kedutaan Rusia dan 22 orang lainnja dari Staf Misi Perdagangan berserta keluarga<sup>2</sup>nja dengan memakai kapal Rusia Beloostrov, pulang kembali ke Leningrad dari Stockholm. Bersama orang<sup>2</sup> itu ikut pula Seth Persson, seorang pemimpin Partai Komunis Swedia, Gustav Johanssen, bekas redaktur Ny Dag, dan seorang Swedia lainnja, jakni seorang employee dari Tass Agency. Hampir semua dari mereka itu tersangkut kedalam urusan mata<sup>2</sup> itu, tetapi pemerintah Swedia tak dapat berbuat apa<sup>2</sup>.
Di Siberia dan Alaska, didaerah Kutub Utara, kegiatan mata<sup>2</sup> Rusia tampak djuga menghebat. Alaska, sebuah pertahanan depan Amerika Serikat didaerah Kutub Utara itu dan Siberia dipisahkan oleh air jang hanja 58 mil lebarnja dan ditengah selat Bering itu terletak dua pulau, jakni pulau Diomede Ketjil milik Amerika Serikat dan pulau Diomede Besar kepunjaan Rusia. Kedua pulau tersebut terletak hanja dua mil berpisahan satu dengan lain.
Pangkalan Rusia itu pada waktu sekarang tak hanja terdapat di Siberia Utara, akan tetapi djuga dikepulauan Kuril dan dikepulauan Komandorskije, disebelah utara Djepang. Mata<sup>2</sup> Rusia telah pernah berusaha untuk memasuki Alaska dan kepulauan Aleut. Bahwa mereka mempergunakan tiap kesempatan itu dengan sungguh<sup>2</sup>, ternjatalah ketika Djenderal Walter Bedell Smith, ketika itu Kepala Djawatan Pusat Intelligence Amerika Serikat menerima sebuah laporan jang aneh dari salah satu anggota mata<sup>2</sup>nja. Suatu team sepak bola Eskimo telah menjeberangi Selat Bering untuk mengadakan {{hws|per|pertandingan}}
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 570 crop).jpg|Madjalah Angkatan Darat (page 570 crop)|pus]]<noinclude>{{rh|36}}</noinclude>
48jk3fh9i2egloksiyx0hkox3fhc6d0
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/515
104
104327
294549
2026-05-13T15:59:35Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'sjat. Pasukan Wisnu dengan ga- gah berani mulai masuk kedalam yota. Akibat pengorbanan 3 Pah- lawan pada siang harinja tadi, walaupun Belanda bertambah ba- njak djumlahnja, namun sebenar- nja sudah panik sekali. Kagum atas kesanggupan berkorban pu- tra-putra Indonesia untuk mem- pertahankan Tanah Airnja itu. Ini bisa kita lihat bahwa kota di- kosongkan, dan mereka menudju kebentengnja jang berada di ge- dung Pegadaian. Penggempuran...
294549
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>sjat. Pasukan Wisnu dengan ga-
gah berani mulai masuk kedalam
yota. Akibat pengorbanan 3 Pah-
lawan pada siang harinja tadi,
walaupun Belanda bertambah ba-
njak djumlahnja, namun sebenar-
nja sudah panik sekali. Kagum
atas kesanggupan berkorban pu-
tra-putra Indonesia untuk mem-
pertahankan Tanah Airnja itu.
Ini bisa kita lihat bahwa kota di-
kosongkan, dan mereka menudju
kebentengnja jang berada di ge-
dung Pegadaian. Penggempuran
dan penghantjuran mulai dilaku-
kan oleh fihak kita. Pembakaran?
hebat jang dilakukan oleh Sersan
Sukadi sangat lantjar, sehingga
leburlah rumah? jang berdjarak
beberapa meter dari kubu perta-
hanan Belanda, hantjur mendjadi
lautan api. Bangunan-bangunan
Belanda semuanja rebah ketanah,
rata dengan bumi. Peluru jang
berdesingan, ledakan granat jang
menggetarkan, Bren, Waterman-
tel jang menukik-nukik benar?
terdjadi malam itu. Mati atau hi-
dup dalam keadaan sematjam itu,
tak ada jang menghiraukan.
Baru sesudah djam 12 malam
pertempuran berhenti, dan pasu-
kan-pasukan kita mulai mundur,
sesudah dapat menghantjurkan
bangunan-bangunan penting, dan
merampas beberapa putjuk sen-
djata dari lawannja. |
Pagi harinja dari bukit tempat
pasukan-pasukan kita telah keli-
hatan beberapa Truck Palang-
Merah berdjalan menudju ke
Utara dgn. dikawal oleh Pantser
dan Bomber-bomber jang kuat.
Rupa-rupanja akibat penggempu-
ran dari fihak kita, tak sedikit
membawa korban bagi fihak me-
reka.
Demikianlah pembatja, sekedar
t:atatan sedjarah Kepahlawanan,
dari Tentara? Nasional kita jang
agung, atas perlawanannja dengan
Tentara Kolonial Belanda waktu
clas ke II di Baturetno dan Batu-
warna. Sekarang kota jang pernah
mendjadi medan pertempuran dan
lautan api itu, sudah aman, te-
rang, tentram dan benar? mem-
bawa harapan baik bagi kese-
djahteraan rakjat dihari depan.
peang (pe
BERITa keluarga
LAHIR :
1. Telah lahir dengan selamat, pu- 5.
tra kami jang pertama pada
tanggal 21 Maret 1958 di D KT
Res Inf 14 dan kami beri nama:
BOEDILATIJONO
Ibu dan anak dalam keadaan
sehat walafiat.
Keluarga jang beruntung.
Smj P.M. Jagi
Angg. C.P.M. Kompie 43.
£ Xx
2. Pada tanggal 25 Maret 1958 te-
lah lahir putra kami dengan se-
lamat di DKAD Res Inf 13.
Dan kami beri nama :
HOESEIN KELANA
Atas pertolongan Bidan dan pa-
ra Djuru Rawat, Ibu beserta
anak dalam keadaan sehat wal-
afiat.
Kami jang berbahagia,
Hassannudin/Waisah
Pn Pionir Bn 438 RI 13.
£ Xx
3. Pada tanggal 25 April 1958, te-
lah lahir putra kami jang ke IV
dengan selamat dan kami beri
nama :
AL-KINDI
Semoga Allah mendjadikan
anak jang berguna kepada Ma-
sjarakat.
Keluarga jang berbahagia,
Sers Abdul Udjang
Angg Sie II Staf R.I 5
T&T-II.
£ XX
4. Telah lahir dengan selamat pu-
tra kami di RSU Pirru-Ceram
Barat dan kami beri nama :
HERNI VITOR
Atas pertolongan para Bidan
dan Djuru Rawat dari RSU tsb.
kami mengutjap banjak terima
kasih.
Keluarga jang beruntung,
Prds A. Lotulung
Kie II Bn 713 ROI-1
Pada tanggal 20 Mei 1958 telah
lahir dengan selamat putri ka-
mi jang kami beri nama:
KEN ANGGARJATI
Ibu dan anak dalam keadaan
sehat wal afiat.
Kami jang berbahagia,
Smj Makhoen Soeropramono
Angg D-PI. 45 - 4 - BP 141
x “ «
ULANG TAHUN :
1. Genap berusia 7 tahun putri
kami jang pertama :
SITI MAIMUNAH
Jang lahir pada tanggal 24-3-51
s/d 24-3-58. Semoga putri tsb.
kelak mendjadi wanita jang
berguna bagi masjarakat.
Keluarga jang bersukatjita
Kopr Soenoto
Pn II Kie II Bn 517
Y $ H
2. Genap berusia 4 tahun putri
kami jang pertama :
SOEGIATNO
Jang lahir pada tanggal 17-Mei-
54 s/d 17-Mei-58
Keluarga jang bergembira,
Prdk(?) Giman
Pn III Ki III Bn 437
G.B.N.
xx k
MENINGGAL :
1. Dengan ini kami mengutjapkan
banjak terima kasih kepada
sdr?/Ibu? terutama kepada Pe-
ngurus IPRI, IBBRI, dan Persit
Ranting AMN, jang telah mem-
berikan bantuan baik moral
maupun materiel atas mening-
galnja putra kami jang ke IV),
AGOES SOEPRASMONO
Pada tanggal 6 Mei 1958 djam
06.00 di RST Magelang.
Keluarga jang berdukatjita,
Kopls Soepraptono
Angg Biro Pengadjaran
A.M.N.
PALA AAA AAA AAA AAA AA AAA AA AAA AAA
:57<noinclude></noinclude>
qofiz2n1an3q398qcflooi5o5keiyxw
294557
294549
2026-05-13T16:17:17Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
294557
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>sjat. Pasukan Wisnu dengan gagah berani mulai masuk kedalam
yota. Akibat pengorbanan 3 Pahlawan pada siang harinja tadi,
walaupun Belanda bertambah banjak djumlahnja, namun sebenarnja sudah panik sekali. Kagum atas kesanggupan berkorban putra-putra Indonesia untuk mempertahankan Tanah Airnja itu. Ini bisa kita lihat bahwa kota dikosongkan, dan mereka menudju kebentengnja jang berada di gedung Pegadaian. Penggempuran dan penghantjuran mulai dilakukan oleh fihak kita. Pembakaran hebat jang dilakukan oleh Sersan Sukadi sangat lantjar, sehingga leburlah rumah² jang berdjarak beberapa meter dari kubu pertahanan Belanda, hantjur mendjadi lautan api. Bangunan-bangunan Belanda semuanja rebah ketanah, rata dengan bumi. Peluru jang berdesingan, ledakan granat jang menggetarkan, Bren, Watermantel jang menukik-nukik benar² terdjadi malam itu. Mati atau hidup dalam keadaan sematjam itu, tak ada jang menghiraukan.
Baru sesudah djam 12 malam pertempuran berhenti, dan pasukan-pasukan kita mulai mundur, sesudah dapat menghantjurkan bangunan-bangunan penting, dan merampas beberapa putjuk sen-
djata dari lawannja. |
Pagi harinja dari bukit tempat pasukan-pasukan kita telah kelihatan beberapa Truck Palang Merah berdjalan menudju ke Utara dgn. dikawal oleh Pantser dan Bomber-bomber jang kuat. Rupa-rupanja akibat penggempuran dari fihak kita, tak sedikit membawa korban bagi fihak mereka.
Demikianlah pembatja, sekedar tjatatan sedjarah Kepahlawanan, dari Tentara² Nasional kita jang agung, atas perlawanannja dengan Tentara Kolonial Belanda waktu clas ke II di Baturetno dan Batu warna. Sekarang kota jang pernah mendjadi medan pertempuran dan lautan api itu, sudah aman, terang, tentram dan benar² membawa harapan baik bagi kesedjahteraan rakjat dihari depan.
{{c|- o -}}
{{missing image}}<noinclude>{{rh|||57}}</noinclude>
crioqhlr48oot9tpzee6jrhmni1vmwe
294558
294557
2026-05-13T16:17:32Z
Lutfiyatun
26681
294558
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>sjat. Pasukan Wisnu dengan gagah berani mulai masuk kedalam
yota. Akibat pengorbanan 3 Pahlawan pada siang harinja tadi,
walaupun Belanda bertambah banjak djumlahnja, namun sebenarnja sudah panik sekali. Kagum atas kesanggupan berkorban putra-putra Indonesia untuk mempertahankan Tanah Airnja itu. Ini bisa kita lihat bahwa kota dikosongkan, dan mereka menudju kebentengnja jang berada di gedung Pegadaian. Penggempuran dan penghantjuran mulai dilakukan oleh fihak kita. Pembakaran hebat jang dilakukan oleh Sersan Sukadi sangat lantjar, sehingga leburlah rumah² jang berdjarak beberapa meter dari kubu pertahanan Belanda, hantjur mendjadi lautan api. Bangunan-bangunan Belanda semuanja rebah ketanah, rata dengan bumi. Peluru jang berdesingan, ledakan granat jang menggetarkan, Bren, Watermantel jang menukik-nukik benar² terdjadi malam itu. Mati atau hidup dalam keadaan sematjam itu, tak ada jang menghiraukan.
Baru sesudah djam 12 malam pertempuran berhenti, dan pasukan-pasukan kita mulai mundur, sesudah dapat menghantjurkan bangunan-bangunan penting, dan merampas beberapa putjuk sen-
djata dari lawannja.
Pagi harinja dari bukit tempat pasukan-pasukan kita telah kelihatan beberapa Truck Palang Merah berdjalan menudju ke Utara dgn. dikawal oleh Pantser dan Bomber-bomber jang kuat. Rupa-rupanja akibat penggempuran dari fihak kita, tak sedikit membawa korban bagi fihak mereka.
Demikianlah pembatja, sekedar tjatatan sedjarah Kepahlawanan, dari Tentara² Nasional kita jang agung, atas perlawanannja dengan Tentara Kolonial Belanda waktu clas ke II di Baturetno dan Batu warna. Sekarang kota jang pernah mendjadi medan pertempuran dan lautan api itu, sudah aman, terang, tentram dan benar² membawa harapan baik bagi kesedjahteraan rakjat dihari depan.
{{c|- o -}}
{{missing image}}<noinclude>{{rh|||57}}</noinclude>
6wqivitixc67yt47l8k7lbcy58j9vm4
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/135
104
104328
294550
2026-05-13T16:01:03Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
294550
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" />{{rh||7}}</noinclude>Mahabarata dan dan Ramayana, yang merupakan sumber yang kaya bagi para penulis dan ahli-ahli ceritera lama. Dalam perjalan waktu, hikayat-hikayat yang berisikan kehidupan Nabi Muhammad, Nabi-nabi serta Rasul-rasul yang lain, pahlawan-pahlawan Islam seperti Amir Hamzah, merupakan perbendaharaan ceritera yang datang dengan agama Islam di Indonesia.
Wiracarita India lain yang sangat dikenal dalam masyarakat kita ialah <u>Ramayana</u>, yang dalam Kesusastraan Indonesia Lama muncul sebagai <u>Hikayat Sri Rama</u>, <u>Hikayat Maharaja Rawana</u>, <u>Serat Kanda</u>, yang wadah dan pengolahannya pun sangat berlainan dengan yang asli.
Dalam pada itu jenis ceritera yang banyak terdapat pada masa ini ialah yang disebut <u>Cerita Berbingkai</u>, seperti umpamanya <u>Hikayat Bayan Budiman</u>, <u>Cerita atau Hikayat Seribu Satu Malam</u>, <u>Hikayat Bakhtiar</u>, <u>Hikayat Kalilah dan Dimnah</u>.
Ceritera Berbingkai ini juga dinamakan Ceritera Bersambung. Ceriteranya panjang lebar biasanya, karena kita dapati disini satu ceritera pokok, yang berisikan ceritera-ceritera yang lain. Masing-masing ceritera ini dapat berupa ceritera tersendiri.
Di Indonesia ceritera berbingkai mengalami proses saduran pula, dibumbui menurut selera yang berlaku dalam masyarakat dari masa ke-masa.
Sementara itu turut pula memperkaya masa perkembangan Kesusastraan Indonesia Lama ini Cerita Panji, yang berasal dari kesusastraan Jawa, yang kita kenal umpamanya sebagai <u>Hikayat Cekel Wanengpati</u>, <u>Hikayat Panji Semirang</u>, <u>Hikayat Dalang Indrakusuma</u>, <u>Syair Ken Tambuhan</u>, <u>Syair Bidasari</u>, yang pada umumnya mengisahkan seorang rajaputra, yang harus berkenalan dahulu menghadapi berbagai cobaan hidup sebelum dapat bertemu kembali dengan kekasihnya.
Dengan masuknya agama Islam ke Indonesia, kita mulai pula mengenal ceritera-ceritera yang bernafaskan Islam. Juga terhadap pengaruh luar ini, bangsa kita mengambil sikap yang sama juga seperti menghadapi kebudayaan Hindu. Khazanah kesusastraan yang bernafaskan Islam merupakan sumbangan besar bagi Kesusastraan Indonesia Lama. Ceritera-ceritera yang selama ini beredar dalam masyarakat mulai banyak dituliskan dalam naskah-naskah yang ditulis dengan tulisan Arab atau disana-sini juga dengan tulisan Latin. Ceritera-ceritera ini kebanyakan tertuang dalam ragam prosa dan puisi.<noinclude></noinclude>
oz9zz4mt4ws883xbp8ivbdy69375gnm
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/307
104
104329
294551
2026-05-13T16:05:39Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294551
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh|45}}</noinclude>Buku ini sebelum tercetak dalam ujudnya sekarang, telah terbit lebih dahulu dalam bentuk stensilan:
nomer khusus {{u|Bahasa dan Kesusastraan}}.<sup>4</sup>
Ada beberapa salah cetak yang agak mengganggu. Yakni, halaman 55 baris keenam dari atas, kata "kedalamnja" seharusnya "kedalamannja". Halaman 59, kutipan puisi Sitor Situmorang, seharusnya setelah dua kata dari tiap larik ada tanda korespondensi (^). Halaman 62, alinea ketiga baris terakhir: "perbedaan antara interese dan penilaian ada perbedaan. Interesse itu." seharusnya berbunyi: "periodisitas dan korespondensi djuga mempunjai effek dari rima itu".
{{rh|||Djakarta, Oktober 1971.}}
{{u|Catatan:}}
<poem>
{{*}}Djakarta, Penerbit Kristen, ''[''1971'']'' 78 hal.
<sup>1</sup>''[''Djakarta'']'' Dian Rakjat, ''[''1969'']'' 139 hal.
<sup>2</sup>Hal. 55
<sup>3</sup>Idem.
<sup>4</sup>Lihat: {{u|Bahasa dan Kesusastraan,}} Seri Chusus no 2, 1968. 84 hal. Diterbitkan oleh Direktorat Bahasa dan Kesusastraan, yang kini bernama: Lembaga Bahasa Nasional.
</poem><noinclude></noinclude>
pcd16mbuypei570jqznpg6b3mnw81b3
294552
294551
2026-05-13T16:06:18Z
Upiak Ituih
27011
294552
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||45}}</noinclude>Buku ini sebelum tercetak dalam ujudnya sekarang, telah terbit lebih dahulu dalam bentuk stensilan:
nomer khusus {{u|Bahasa dan Kesusastraan}}.<sup>4</sup>
Ada beberapa salah cetak yang agak mengganggu. Yakni, halaman 55 baris keenam dari atas, kata "kedalamnja" seharusnya "kedalamannja". Halaman 59, kutipan puisi Sitor Situmorang, seharusnya setelah dua kata dari tiap larik ada tanda korespondensi (^). Halaman 62, alinea ketiga baris terakhir: "perbedaan antara interese dan penilaian ada perbedaan. Interesse itu." seharusnya berbunyi: "periodisitas dan korespondensi djuga mempunjai effek dari rima itu".
{{rh|||Djakarta, Oktober 1971.}}
{{u|Catatan:}}
<poem>
{{*}}Djakarta, Penerbit Kristen, ''[''1971'']'' 78 hal.
<sup>1</sup>''[''Djakarta'']'' Dian Rakjat, ''[''1969'']'' 139 hal.
<sup>2</sup>Hal. 55
<sup>3</sup>Idem.
<sup>4</sup>Lihat: {{u|Bahasa dan Kesusastraan,}} Seri Chusus no 2, 1968. 84 hal. Diterbitkan oleh Direktorat Bahasa dan Kesusastraan, yang kini bernama: Lembaga Bahasa Nasional.
</poem><noinclude></noinclude>
0oit5ceaa9b4nijsgdszm5tjiedigwg
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/136
104
104330
294553
2026-05-13T16:08:30Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
294553
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" />{{rh||8}}</noinclude>Ceritera-ceritera yang bernafaskan Islam, umpamanya ceritera-ceritera mengenai Nabi-nabi seperti <u>Hikayat Nabi</u>, <u>Hikayat Nur Muhammad</u>, <u>Hikayat Nabi bercukur</u>, <u>Hikayat Yusuf</u>, <u>Hikayat Raja Jumjumah</u>. Ceritera-ceritera ini biasanya memperlihatkan kepada kita kehidupan atau sekelumit dari kehidupan Nabi-nabi, yang memperlihatkan mukjizat-mukjizat yang menunjukkan kebesaran Tuhan.
Di samping ceritera-ceritera Nabi ini kita dapati pula ceritera-ceritera pahlawan Islam yang terkenal, seperti <u>Hikayat Amir Hamzah</u>, <u>Hikayat Muhammad Ali Hanafiah</u>, <u>Hikayat Iskandar Zulkarnain</u>, <u>Hikayat Raja Badar</u>. Hikayat Amir Hamzah, maupun Hikayat Muhammad Ali Hanafiah dianggap oleh orang Islam sebagai hikayat pahlawan-pahlawan mereka, yang ceriteranya selalu disejajarkan meriwayatkannya dengan Hikayat Nabi, terutama untuk menanamkan rasa kepahlawanan, sifat patriotisme dalam membela tanah air dan bangsa. Ada pula suatu jenis puisi yang kita dapati dalam masa ini, yaitu <u>Gurindam</u>, yang terkenal dalam kesusastraan kita ialah <u>Gurindam Duabelas</u>, yang ditulis oleh Raja Ali Haji, yang banyak mengandung ajaran budiperkerti dan nasihat, seperti umpamanya:
{{Ppoem|
Hendak mengenal orang berbangsa,
lihat kepada budi dan bahasa.
Apabila anak tidak dilatih,
jika besar bapanya letih.}}
Setelah bangsa kita berkenalan dengan masyarakat dan cara berfikir Barat, di sana-sini hal ini mulai tampak pula dalam kesusastraan kita.
Dalam ceritera-ceritera sejarah seperti <u>Syair Menteng</u>, <u>Sejarah Raja-raja Riau</u> umpamanya, gambaran-gambaran peristiwa dapat kita terima sebagai gambaran yang (agak) mendekati kenyataan. Garis keturunan raja tidak lagi digariskan sebagai keturunan dewa-dewa, seperti umpamanya kita dapati dalam Hikayat Anggun Cik Tunggal, atau Sejarah Melayu. Pembubuhan tahun, hari dan tanggal peristiwa-peristiwa terjadi, kadang-kadang kita dapatkan dan orang mulai pula membubuhkan nama penulis dalam masa ini.
Pada masa perkembangan terakhir, sebagai penutup Zaman Kesusastraan Indonesia Lama ada hasil-hasil kesusastraan tulisan Abdullah<noinclude></noinclude>
54niyets3vxt91fss5kkt2bro1o8xjm
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/138
104
104331
294559
2026-05-13T16:17:49Z
Moel81
25980
/* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong
294559
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Moel81" /></noinclude><noinclude></noinclude>
j3it2j5363rqbq5u9h0ai682fmbt3ul
294579
294559
2026-05-13T16:43:46Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
294579
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>{{c|'''BEBERAPA PIKIRAN SEBAGAI SUMBANGAN<br>UNTUK MEMECAHKAN MASALAH PEMBAGIAN JENISKATA BAHASA INDONESIA'''}}
{{right|Harimurti Kridalaksana{{ref|p.10|+)}}}}
{{ol|type=1|start=0
|Pengantar
|Pembicaraan tentang masalah ini dalam buku-buku tatabahasa Bahasa Indonesia
|Teori Aristoteles tentang jeniskata
|Teori Dyonissius Thrax tentang jeniskata Bahasa Yunanikuno
|Lingguistik sebagai ilmu tentang bahasa
|Prinsip lingguistik dalam penyelidikan tatabahasa
|Beberapa pegangan dalam meneliti jeniskata Bahasa Indonesia<br>Catatan-catatan}}
{{c|'''- - - - -'''}}
<br>
0. Pengantar
Soal pembagian jeniskata dalam tatabahasa Bahasa Indonesia (BI) ''['' tempat yang penting. Setiap pembicaraan dan pengajaran tentang tatabahasa dianggap kurang lengkap, apabila soal ini tidak disinggung. Sekalipun demikian hampir semua buku tatabahasa - dengan sendirinya juga, guru-guru yang mengajarkan BI - membuat kesalahan-kesalahan yang sangat prinsipiil mengenai masalah ini. Menurut penulis, dalam bidang penggolongan jeniskata para ahli bahasa BI membuat dua macam kesalahan, yakni
#kesalahan historis {{gap|20em}}''[''menduduki
#kesalahan teknis.
Karangan ini dimaksudkan, untuk menunjukkan kesalahan-kesalahan ini /bagi dan membuka jalan ''['' para penyelidik lain untuk membuat pembagian jeniskata yang lebih tepat dan menyeluruh.{{gap|20em}}''[''bagi
1. <u>Pembicaraan tentang masalah ini dalam buku-buku tatabahasa BI</u>
Salah satu buku tatabahasa yang sangat berpengaruh di Indonesia adalah karangan St. Takdir Alisjahbana <u>Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia</u>.
<div style="width:15em; border-top:1px dashed black;"></div>
{{Hanging indent|{{note|p.10|+)}} Dosen Sejarah Lingguistik dan Lingguistik Komparatif pada Fakultas Sastra Universitas Indonesia.}}<noinclude></noinclude>
iqk6iarizfpkr2yiqq9y2qcgvw4hveo
294584
294579
2026-05-13T16:46:59Z
Moel81
25980
294584
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>{{c|'''BEBERAPA PIKIRAN SEBAGAI SUMBANGAN<br>UNTUK MEMECAHKAN MASALAH PEMBAGIAN JENISKATA BAHASA INDONESIA'''}}
{{right|Harimurti Kridalaksana{{ref|p.10|+)}}}}
{{ol|type=1|start=0
|Pengantar
|Pembicaraan tentang masalah ini dalam buku-buku tatabahasa Bahasa Indonesia
|Teori Aristoteles tentang jeniskata
|Teori Dyonissius Thrax tentang jeniskata Bahasa Yunanikuno
|Lingguistik sebagai ilmu tentang bahasa
|Prinsip lingguistik dalam penyelidikan tatabahasa
|Beberapa pegangan dalam meneliti jeniskata Bahasa Indonesia<br>Catatan-catatan}}
{{c|'''- - - - -'''}}
<br>
0. Pengantar
Soal pembagian jeniskata dalam tatabahasa Bahasa Indonesia (BI) ''['' tempat yang penting. Setiap pembicaraan dan pengajaran tentang tatabahasa dianggap kurang lengkap, apabila soal ini tidak disinggung. Sekalipun demikian hampir semua buku tatabahasa - dengan sendirinya juga, guru-guru yang mengajarkan BI - membuat kesalahan-kesalahan yang sangat prinsipiil mengenai masalah ini. Menurut penulis, dalam bidang penggolongan jeniskata para ahli bahasa BI membuat dua macam kesalahan, yakni
#kesalahan historis {{gap|20em}}''[''menduduki
#kesalahan teknis.
Karangan ini dimaksudkan, untuk menunjukkan kesalahan-kesalahan ini /bagi dan membuka jalan ''['' para penyelidik lain untuk membuat pembagian jeniskata yang lebih tepat dan menyeluruh.{{gap|20em}}''[''bagi
1. <u>Pembicaraan tentang masalah ini dalam buku-buku tatabahasa BI</u>
Salah satu buku tatabahasa yang sangat berpengaruh di Indonesia adalah karangan St. Takdir Alisjahbana <u>Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia</u>.
<div style="width:15em; border-top:1px dashed black;"></div>
{{Hanging indent|{{note|p.10|+)}} Dosen Sejarah Lingguistik dan Lingguistik Komparatif pada Fakultas Sastra Universitas Indonesia.}}<noinclude>{{rh|||10}}</noinclude>
sze5f5l0d6emw58n68fh8ewmmkz7lzn
294585
294584
2026-05-13T16:47:33Z
Moel81
25980
294585
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>{{c|'''BEBERAPA PIKIRAN SEBAGAI SUMBANGAN<br>UNTUK MEMECAHKAN MASALAH PEMBAGIAN JENISKATA BAHASA INDONESIA'''}}
{{right|Harimurti Kridalaksana{{ref|p.10|+)}}}}
{{ol|type=1|start=0
|Pengantar
|Pembicaraan tentang masalah ini dalam buku-buku tatabahasa Bahasa Indonesia
|Teori Aristoteles tentang jeniskata
|Teori Dyonissius Thrax tentang jeniskata Bahasa Yunanikuno
|Lingguistik sebagai ilmu tentang bahasa
|Prinsip lingguistik dalam penyelidikan tatabahasa
|Beberapa pegangan dalam meneliti jeniskata Bahasa Indonesia<br>Catatan-catatan}}
{{c|'''- - - - -'''}}
<br>
0. Pengantar
Soal pembagian jeniskata dalam tatabahasa Bahasa Indonesia (BI) ''['' tempat yang penting. Setiap pembicaraan dan pengajaran tentang tatabahasa dianggap kurang lengkap, apabila soal ini tidak disinggung. Sekalipun demikian hampir semua buku tatabahasa - dengan sendirinya juga, guru-guru yang mengajarkan BI - membuat kesalahan-kesalahan yang sangat prinsipiil mengenai masalah ini. Menurut penulis, dalam bidang penggolongan jeniskata para ahli bahasa BI membuat dua macam kesalahan, yakni
#kesalahan historis {{gap|20em}}''[''menduduki
#kesalahan teknis.
Karangan ini dimaksudkan, untuk menunjukkan kesalahan-kesalahan ini /bagi dan membuka jalan ''['' para penyelidik lain untuk membuat pembagian jeniskata yang lebih tepat dan menyeluruh.{{gap|20em}}''[''bagi
1. <u>Pembicaraan tentang masalah ini dalam buku-buku tatabahasa BI</u>
Salah satu buku tatabahasa yang sangat berpengaruh di Indonesia adalah karangan St. Takdir Alisjahbana <u>Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia</u>.
<br><br>
<div style="width:15em; border-top:1px dashed black;"></div>
{{Hanging indent|{{note|p.10|+)}} Dosen Sejarah Lingguistik dan Lingguistik Komparatif pada Fakultas Sastra Universitas Indonesia.}}<noinclude>{{rh|||10}}</noinclude>
hteybp9brqtuzuwfpbwvlycakcitf6z
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1050
104
104332
294560
2026-05-13T16:18:14Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Pendjelasan Peraturan Penguasa Perang Pusat No: Prt/Peperpu/038/1959 Tentang WADJIB MILITER DARURAT (Sambungan MAD No. 4) Tudjuan jang pertama dikelu- arkannja Peraturan Penguasa Perang Pusat ini ialah untuk me- menuhi kebutuhan jang sangat segera dari penambahan tenaga perorangan untuk kesatuan Angkatan Darat dalam melaksa- nakan tugas pemulihan keaman- an dalam negeri baik jang beru- pa bidang tugas operasi Militer maupun bidang tugas territor...
294560
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Pendjelasan Peraturan Penguasa Perang Pusat
No: Prt/Peperpu/038/1959 Tentang
WADJIB MILITER DARURAT
(Sambungan MAD No. 4)
Tudjuan jang pertama dikelu-
arkannja Peraturan Penguasa
Perang Pusat ini ialah untuk me-
menuhi kebutuhan jang sangat
segera dari penambahan tenaga
perorangan untuk kesatuan
Angkatan Darat dalam melaksa-
nakan tugas pemulihan keaman-
an dalam negeri baik jang beru-
pa bidang tugas operasi Militer
maupun bidang tugas territorial.
Tudjuan jang kedua ialah me-
ngikut sertakan Rakjat dalam
pertahanan, jang telah mendjadi
azas pertahanan Negara Republik
Indonesia jaitu pertahanan Rakjat
jang teratur dan jang terpimpin
dibawah Pemerintah Republik
Indonesia sebagaimana jang ter-
sebut dalam Undang2 No. 29 ta
hun 1954.
Sesungguhnja usaha tersebut
telah diatur dalam rangka Wa-
djib Militer jaitu Undang No.66
tahun 1958 akan tetapi Undang2
ini masih harus diatur ketentuan
pelaksanaannja jang tatatjara
pembuatannja memakan djangka
waktu jang lama, sedangkan Pe-
nguasa Perang Pusat didesak
oleh suatu kenjataan keadaan un-
tuk memulihkan keamanan dalam
negeri, tidak mungkin lagi untuk
menunggu terlebih dahulu sesua-
tu peraturan pelaksanaan dari
Undang No. 66 tahun 1958 ter-
sebut diatas.
Untuk memenuhi maksud ter-
sebut diatas Penguasa Perang
Pusat Kepala Staf Angkatan Da-
rat diberikan wewenang oleh
Undang2 Keadaan Bahaja 1957
pasal 40 ajat 1 jang sifatnja luas
sekali jaitu mengikut sertakan
rakjat dalam segala bentuk per-
tahanan Negara dan jang oleh
40
dals
Pegawai dilingkungan Angkatan Darat jang akan dimiliteriseer di
daerah Pematang Siantar.
karenanja didjadikan dasar hu-
kum dari ketentuan peraturan
ini.
Sekalipun demikian ketentuan²
dalam peraturan ini pokoknja
telah diusahakan untuk disesuai-
kan pula dengan isi dan makna
dari Undang No. 66 tahun 1958
tentang "Wadjib Militer" agar
supaja dapat dihindari kesulitan²
teknis dalam masa peralihan nan-
ti apabila peraturan pelaksanaan
dari Undang2 tersebut direalisir.
Pendjelasan Pasal demi Pasal.
Pasal 1.
waktu pendaftaran atau pemang-
gilan, pewadjiban militer darurat
tersebut tidak mempunjai isteri.
Pasal 3.
ajat 1. Para Wadjib Militer Da-
rurat ditentukan masa dinasnja
2 tahun didasarkan kepada per-
bandingan dalam
pengertian hasil
guna penggunaan dari pada Mi-
liter Wadjib Darurat ini dihu-
bungkan dengan pengeluaran
Negara untuk mendidik mereka
itu.
ajat 2. Untuk memungkinkan
memenuhi kebutuhan Angkatan
Tidak memerlukan pendjelasan Darat dalam bidang perorang
lebih landjut.
Pasal 2.
ajat 1 (c). Jang dimaksud de-
ngan belum kawin ialah pada
an maka para Militer Wadjib
Darurat dapat diminta setjara su-
karela untuk melandjutkan masa
dinasnja dalam rangka Wadjib
Militer (Undang No. 66 tahun
Digitized by
Google<noinclude>{{rh|40}}</noinclude>
anzwcs76g7mag62m5rxmnucmkko4feq
294572
294560
2026-05-13T16:34:41Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
294572
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{c|
{{x-larger|Pendjelasan Peraturan Penguasa Perang Pusat}}
No: Prt/Peperpu/038/1959 Tentang
{{x-larger|WADJIB MILITER DARURAT}}
''(Sambungan MAD No. 4)''
}}
Tudjuan jang pertama dikeluarkannja Peraturan Penguasa Perang Pusat ini ialah untuk memenuhi kebutuhan jang sangat segera dari penambahan tenaga perorangan untuk kesatuan² Angkatan Darat dalam melaksanakan tugas pemulihan keamanan dalam negeri baik jang berupa bidang tugas operasi '''Militer''' maupun bidang tugas territorial.
Tudjuan jang kedua ialah mengikut sertakan Rakjat dalam pertahanan, jang telah mendjadi azas pertahanan Negara Republik Indonesia jaitu pertahanan Rakjat jang teratur dan jang terpimpin dibawah Pemerintah Republik Indonesia sebagaimana jang tersebut dalam Undang² No. 29 tahun 1954.
Sesungguhnja usaha tersebut telah diatur dalam rangka '''Wadjib Militer''' jaitu Undang² No.66 tahun 1958 akan tetapi Undang² ini masih harus diatur ketentuan pelaksanaannja jang tatatjara pembuatannja memakan djangka waktu jang lama, sedangkan Penguasa Perang Pusat didesak oleh suatu kenjataan keadaan untuk memulihkan keamanan dalam negeri, tidak mungkin lagi untuk menunggu terlebih dahulu sesuatu peraturan pelaksanaan dari Undang² No. 66 tahun 1958 tersebut diatas.
Untuk memenuhi maksud tersebut diatas Penguasa Perang Pusat Kepala Staf Angkatan Darat diberikan wewenang oleh Undang² Keadaan Bahaja 1957 pasal 40 ajat 1 jang sifatnja luas sekali jaitu mengikut sertakan rakjat dalam segala bentuk pertahanan Negara dan jang oleh karenanja didjadikan dasar hukum dari ketentuan² peraturan ini.
[[Berkas:Madjalah Angkatan Darat (page 1050 crop).jpg|bingkai|ka|al=Pegawai dilingkungan Angkatan Darat jang akan dimiliteriseer di daerah Pematang Siantar.|Pegawai dilingkungan Angkatan Darat jang akan dimiliteriseer di daerah Pematang Siantar.]]
Sekalipun demikian ketentuan² dalam peraturan ini pokok²nja telah diusahakan untuk disesuaikan pula dengan isi dan makna dari Undang² No. 66 tahun 1958 tentang "Wadjib Militer" agar supaja dapat dihindari kesulitan² teknis dalam masa peralihan nanti apabila peraturan pelaksanaan dari Undang² tersebut direalisir.
{{c|'''Pendjelasan Pasal demi Pasal.'''}}
{{PUU-pasal|pasal=1
|Tidak memerlukan pendjelasan lebih landjut.
}}
{{PUU-pasal|pasal=2|ajat 1 (c). Jang dimaksud dengan belum kawin ialah pada waktu pendaftaran atau pemanggilan, pewadjiban militer darurat tersebut tidak mempunjai isteri.}}
{{PUU-pasal|pasal=3|ajat 1. Para Wadjib Militer Darurat ditentukan masa dinasnja 2 tahun didasarkan kepada perbandingan dalam pengertian hasil guna penggunaan dari pada Militer Wadjib Darurat ini dihubungkan dengan pengeluaran² Negara untuk mendidik mereka itu.<br>
ajat 2. Untuk memungkinkan memenuhi kebutuhan Angkatan Darat dalam bidang perorangan maka para Militer Wadjib Darurat dapat diminta setjara sukarela untuk melandjutkan masa dinasnja dalam rangka Wadjib Militer (Undang² No. 66 tahun}}<noinclude>{{rh|40}}</noinclude>
bdp0kq9xm370vomy2a0w4tetwqpergz
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/501
104
104333
294561
2026-05-13T16:18:42Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'dunia dalam lapangan ilmu? pe- ngetahuan dan technik jang dapat menghasilkan pelbagai sendjata jang termodern dan belum pernah dikenal sebelumnja maka mung- kin akan mempengaruhi anggapan serta pendapat orang bahwa pe- rang gerilja sudah mendjadi usang dan dapat kita kenal hanja pada perputaran sedjarah jang lampau. Perkembangannja tidak demikian, bahkan sebaliknja, karena kema- djuan? itu memberikan pengaruh- nja jang tidak sedikit...
294561
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>dunia dalam lapangan ilmu? pe-
ngetahuan dan technik jang dapat
menghasilkan pelbagai sendjata
jang termodern dan belum pernah
dikenal sebelumnja maka mung-
kin akan mempengaruhi anggapan
serta pendapat orang bahwa pe-
rang gerilja sudah mendjadi usang
dan dapat kita kenal hanja pada
perputaran sedjarah jang lampau.
Perkembangannja tidak demikian,
bahkan sebaliknja, karena kema-
djuan? itu memberikan pengaruh-
nja jang tidak sedikit kepada sifat
peperangan jang akan datang,
dimana gerilja mendjadi makin
penting.
Pengalaman? dalam Perang
Dunia Kedua mendorong banjak
negara untuk mempersiapkan dan
melaksanakan perang gerilja jang
ternjata merupakan suatu sen-
djata strategis dan kuat. Hal ini
disebabkan oleh : luasnja permu-
kaan bumi dimana berkobar pe-
perangan dibandingkan dengan
djumlah pasukan? jang dipergu-
nakan, hingga pertahanan dari
daerah jang ditaklukkan tidak
sempurna : perhubungan sinjal
modern jang berpengaruh amat
besar atas perang gerilja : tjara?
pengangkutan modern lewat
udara dan laut hingga tidak ter-
gantung kepada perbekalan pada
suatu tempat sadja dan aspek
ideologi jang dipropagandakan
setjara luas, hingga menimbulkan
kemauan dan keberanian dika-
langan rakjat untuk turut mela-
wan musuh setjara aktip dan
sedikitnja membantu gerilja.
Tjontoh? perang gerilja jang di-
djalankan di Spanjol (1807-1813),
di Tiongkok (1937-1949), di
Perantjis, Rusia, Filipina, Yugo-
slavia sewaktu berkobar Perang
Dunia Kedua jang lalu tetap
merupakan peladjaran tak ter-
hingga nilainja hingga besar
pengaruhnja bagi tjara memper-
siapkan, mengatur dan hendak
MALARIA
) Wap
Sembuhkanlah demam malaria dengan
obat rakjat, hasil dari tanah air kita. |
TABLET KINA
Bumi Indonesia jang kaja raja dan industri kita sendiri mengha-
silkan TABLET KINA, obat jang mudjarrab untuk demam-mala-
ria. Pa tani dikebanjakan daerah diseluruh Indonesia diantjam
njamuk-malaria. Pa tani jang menderita demam-malaria tidak
dapat mengerdjakan pekerdjaannja sehari-hari dan tidak dapat
'menghasilkan makanan. Bumi Indonesia jang kaja raya dan In-
dustri kita sendiri menghasilkan TABLET KINA, obat jang mu-
djarrab untuk demam-malaria.
BANDUNGSCHE KININEFABRIEK
INDON. COMB. V.. CHEM,
INDUSTRIE N.V.
melaksanakan pertahanan dari
negara? tersebut pada chususnja
dan negara? lainnja pada umum-
nja.
Didalam sedjarah Indonesia
kita djuga banjak mendjumpai
berkobarnja perang gerilja terha-
dap pihak? pendjadjah, dan teru-
tama dalam perang kemerdekaan
melawan Belanda untuk mewu-
djutkan Proklamasi 17 Agustus
1945 gerilja Indonesia tidak ku-
rang terkenalnja dari gerilja
Spanjol jang mentjapai keme-
nangan gilang-gemilang atas
tentara Napoleon jang djauh lebih
besar djumlahnja serta lebih
lengkap segala perlengkapan dan
peralatannja. Sudah sewadjarnja-
lah kalau negara kita telah me-
netapkan pertahanannja jang ber-
sifat PERTAHANAN RAKJAT
TERATUR dibawah pimpinan
Pemerintah Indonesia sebagai
bentuk tertinggi jang dapat di-
tjapai oleh perang gerilja.
Penjakit Rakjat No.1
43<noinclude></noinclude>
7rqvzbapzq5vn3inn7d8csbnh0quovw
294562
294561
2026-05-13T16:23:23Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
294562
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>dunia dalam lapangan ilmu² pengetahuan dan technik jang dapat
menghasilkan pelbagai sendjata jang termodern dan belum pernah
dikenal sebelumnja maka mungkin akan mempengaruhi anggapan
serta pendapat orang bahwa perang gerilja sudah mendjadi usang
dan dapat kita kenal hanja pada perputaran sedjarah jang lampau.
Perkembangannja tidak demikian,bahkan sebaliknja, karena kemadjuan² itu memberikan pengaruhnja jang tidak sedikit kepada sifat peperangan jang akan datang, dimana gerilja mendjadi makin
penting.
Pengalaman² dalam Perang Dunia Kedua mendorong banjak
negara untuk mempersiapkan dan melaksanakan perang gerilja jang
ternjata merupakan suatu sendjata strategis dan kuat. Hal ini
disebabkan oleh : luasnja permukaan bumi dimana berkobar peperangan dibandingkan dengan djumlah pasukan² jang dipergunakan, hingga pertahanan dari daerah jang ditaklukkan tidak sempurna : perhubungan sinjal modern jang berpengaruh amat
besar atas perang gerilja : tjara² pengangkutan modern lewat
udara dan laut hingga tidak tergantung kepada perbekalan pada
suatu tempat sadja dan aspek ideologi jang dipropagandakan setjara luas, hingga menimbulkan kemauan dan keberanian dikalangan rakjat untuk turut melawan musuh setjara aktip dan
sedikitnja membantu gerilja.
Tjontoh² perang gerilja jang didjalankan di Spanjol (1807-1813),
di Tiongkok (1937-1949), di Perantjis, Rusia, Filipina, Yugo-
slavia sewaktu berkobar Perang Dunia Kedua jang lalu tetap
merupakan peladjaran tak terhingga nilainja hingga besar
pengaruhnja bagi tjara mempersiapkan, mengatur dan hendak melaksanakan pertahanan dari negara² tersebut pada chususnja
dan negara² lainnja pada umumnja.
Didalam sedjarah Indonesia kita djuga banjak mendjumpai berkobarnja perang gerilja terha dap pihak² pendjadjah, dan terutama dalam perang kemerdekaan melawan Belanda untuk mewudjutkan Proklamasi 17 Agustus 1945 gerilja Indonesia tidak kurang terkenalnja dari gerilja Spanjol jang mentjapai kemenangan gilang-gemilang atas tentara Napoleon jang djauh lebih besar djumlahnja serta lebih lengkap segala perlengkapan dan peralatannja. Sudah sewadjarnjalah kalau negara kita telah menetapkan pertahanannja jang bersifat PERTAHANAN RAKJAT
TERATUR dibawah pimpinan Pemerintah Indonesia sebagai bentuk tertinggi jang dapat ditjapai oleh perang gerilja.
{{missing image}}<noinclude>{{rh|43}}</noinclude>
kdpioeqw3xr1g2ltoj4ttmmo4t99yi1
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/42
104
104334
294563
2026-05-13T16:23:39Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294563
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{RH||36}}</noinclude>
{{RH|HASIL-HASIL KONFERENSI MODERNISASI BAHASA-BAHASA DI ASIA}}
Kanperensi internasional tentang modernisasi bahasa-bahasa di
Asia jang diselenggarakan di Kualalumpur tanggal 29 September sampai 1 Oktober 1967 dihadiri oleh wakil-wakil dari Djepang, Philippina, Vietnam, Indonesia, Brunei, Thailand, Malaysia, India, Singapura, Pakistan dan Hawai (A.S.). Konperensi itu telah menghasilkan perumusan-perumusan sebagai berikut:
<ol style="line-height:1.7em; text-align:justify; margin-left: 2.5em; padding-left: 0;">
<li>Mengusulkan kepada UNESCO untuk membentuk suatu komite jang mengkoordinasi dan menstandardisasi istilah-istilah ilmupengetahuan jang dipergunakan oleh bahasa-bahasa nasional di Asia.</li>
<li>Mengusulkan kepada pemerintah masing-masing agar bersama-sama UNESCO mendirikan suatu lembaga atau suatu 'center' jang akan merentjanakan, menjediakan dan melaksanakan tukarmenukar dibidang bahasa, kesusastraan dan kebudajaan antara negara-negara Asia Tenggara.</li>
<li>Sebagai langkah pertama kearah tudjuan itu, diusulkan agar:
<ol type="a" style="margin-left: 2.0em; padding-left: 0; margin-top: 0.5em;">
<li>menjediakan hadiah bagi penulis-penulis Asia jang menulis buku-buku standar dan buku-buku teks tentang tjabang-tjabang ilmupengetahuan.</li>
<li>mendirikan suatu bank buku untuk buku-buku standar dalam pelbagai tjabang ilmupengetahuan.</li>
<li>mempersiapkan suatu enciklopedia mengenai sardjana-sardjana dan filsuf-filsuf Asia dalam lapangan kebudajaan dan sosial lengkap dengan sumbangan-sumbangan mereka dalam bidang itu.</li>
<li>menerbitka kamus-kamus multi-lingual dengan ejaan Romawi untuk dapat saling mengerti dan saling mengambil keuntungan dari kemadjuan-kemadjuan jang telah ditjapai oleh bahasa nasional masing-masing.</li>
</ol>
</li>
</ol>
Konperensi internasional itu diprakarsai oleh Malaysian Society of Orientalists. 35 sardjana bahasa telah menjumbangkan kertaskerdjanja, 3 diantaranya dari Indonesia dengan pokok:
<div style="line-height:1.7em; text-align:justify; margin-left: 2.5em; margin-top: 0.5em;">
<div style="margin-left: 0;">Harimurti, K.E. (Djakarta)</div>
<div style="margin-left: 2.0em; margin-bottom: 0.5em;">"Towards a standardization of phonologic and morphologic borrowed elements in Bahasa Indonesia".</div>
<div style="margin-left: 0;">Pakasi, W.J.K. (Makassar)</div>
<div style="margin-left: 2.0em; margin-bottom: 0.5em;">"On the modernization of the Asian Language for the promotion of the Brotherhood of Nations and common prosperity in Asia".</div>
<div style="margin-left: 0;">Rusut, Septy (Medan)</div>
<div style="margin-left: 2.0em;">"The development of Bahasa Indonesia".</div>
</div>
{{rh|14 SARDJANA BAHASA MENJAMBUT BAIK EDJAAN BARU}}
14 orang sardjana bahasa jang menghadiri konporensi internasional tentang modernisasi bahasa-bahasa Asia jang berasal dari Indonesia, Malysia, Singapura, Brunei, Serawak dan Sabah menjambut dengan gembira persetudjuan antara Malaysia dan Indonesia mengenai penjeragaman edjaan kedua negara. Sardjana-Sardjana bahasa itu mengandjurkan agar persetudjuan itu segera dilaksanakan oloh kedua negara dan diperluas bukan hanja terbatas pada Malaysia dan Indonesia, tetapi djuga hendaknja dipergunakan di Singapura, Serawak, Brunei dan Sabah.
Sardjana-Sardjana itu menjatakan, agar perbedaan pendapat jang
ketjil-ketjil djangan didjadikan alasan penundaan pelaksanaan kerdjasama bahasa itu.<noinclude></noinclude>
930tbycqg0plqxepc3fftd4hlegrehw
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/467
104
104335
294564
2026-05-13T16:23:46Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Tetapi ketjuali itu, saudara- saudara, — . demikian Kepala Negara meneruskan wedjangan- nja —, lama sebelum itu telah nendjadi pemikiran kami, pe- mimpin-pemimpin, bahwa djika- lau kami hendak memprokla- masikan satu megara merdeka, lebih dahulu harus dipenuhi be- berapa sjarat untuk negara. Tidak bisa, kita mengadakan proklamasi itu, meskipun im- perialisme berantakan, - meski- pun imperialisme lemah. Tidak bisa kita mengadakan sa...
294564
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Tetapi ketjuali itu, saudara-
saudara, — . demikian Kepala
Negara meneruskan wedjangan-
nja —, lama sebelum itu telah
nendjadi pemikiran kami, pe-
mimpin-pemimpin, bahwa djika-
lau kami hendak memprokla-
masikan satu megara merdeka,
lebih dahulu harus dipenuhi be-
berapa sjarat untuk negara.
Tidak bisa, kita mengadakan
proklamasi itu, meskipun im-
perialisme berantakan, - meski-
pun imperialisme lemah. Tidak
bisa kita mengadakan satu ne-
gara, djikalau tidak dipenuhi
sjarat-sjarat untuk negara.
Didjelaskan oleh Presiden bah-
wa sjarat untuk negara adalah
tiga. :
Pertama harus
wilajah. Wilajah jang tegas,
dapat dipetakan. Dan tjita-tjita
kami, sebagai bangsa Indonesia,
adalah satu negara jang besar,
jang kuat sentausa, up to date,
modern dan memberikan keba-
mempunjai
hagiaan kepada rakjat, suatu
masjarakat adil dan makmur.
Bagi kita negara itu harus
berwilajah, Indonesia, dari Sa-
bang sampai ke Merauke.
Sjarat jang kedua: ialah bah-
wa diatas wilajah itu ada
rakjatnja. Kalau tidak ada rak-
jatnja tidak bisa mendjadi ne-
gara. T'jobalah umpamanja, sau-
dara mengadakan proklamasi
dipadang pasir, hendak menga-
dakan negara dipadang pasir,
walaupun wilajahnja ada, jaitu
padang pasir, tetapi tidak ada
rakjatnja, tidak mungkin men-
djadi satu negara. Inipun dise-
ldiki oleh .pemimpin-pemimpin
dan ternjata, rakjat Indonesia
jang terserak dipulau-pulau In-
donesia dari Sabang sampai
ke Merauke, jang berdiam di-
atas 3000 pulau, ternjatalah
bangsa Indonesia telah mempu-
njai rasa satu bangsa, bahkan
pada tanggal 28 Oktober 1928
oleh pemuda pemudi kita di-
ikrarkan rasa ini, sebagai ikrar
pemuda jang termashur: satu
bangsa, satu tanah-air, satu
bahasa. Dengan kejakinan ini-
lah, saudara-saudara, maka per-
tanjaan jang kedua didjawab
oleh kami: ja! kami telah men-
djadi satu bangsa.
Sjarat jang ketiga ialah, apa-
kah bisa diadakan Pemerintah
Pusat, apa tidak? Pemerintah
Pusat jang satu. Bukan dua,
bukan tiga. Djawab kamipun,
bisa diadakan Pemerintah Pusat
jang satu. Tatkala kami ber-
kumpul, pemimpin-pemimpin da- .
ri seluruh Indonesia, didalam
bulan Agustus 1945, sebelum
mengadakan proklamasi, soal
ini ditindjau antara kita dengan
kita. Dapatkah kita memenuhi
sjarat ketiga daripada sesuatu
negara? Jaitu adanja satu Pe-
merintah Pusat? Djawab dari-
pada sidang itu ialah, dapat,
Indonesia dapat mengadakan
satu Pemerintah Pusat. Sehing-
ga pada tanggal 16. Agustus
pemimpin-pemimpin jang ber-
Men ghaturkan.,
SELAMAT HARI RAYA I'DIL FITRI
CET. SA
Pr. PERSATUAN ya ay HN
SEDJAK.
1-SJAWAL-1377
sekam. € G
DJAKARTA, Djalan Budi Utomo No. 1 Tilpon Gbr. 4070 (3 Saluran) Kotakpos No. 2010
Bank: THE CHARTERED BANK. Alamat kawat:
SURABAIA, SEMARANG, BANDUNG, JOGJA, MAKASSAR, MEDAN, P. PINANG.
Tiabang?:
PTVANGORKOM
Apotheek2: BANDUNG ,SEMARANG, JOGJA, PEKALONGAN, PONTIANAK.<noinclude></noinclude>
4s1gctcf2q7vvsudp9spurirfmfj7i9
294568
294564
2026-05-13T16:30:52Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
294568
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Tetapi ketjuali itu, saudara-saudara, — demikian Kepala Negara meneruskan wedjangannja —, lama sebelum itu telah nendjadi pemikiran kami, pemimpin-pemimpin, bahwa djikalau kami hendak memproklamasikan satu megara merdeka, lebih dahulu harus dipenuhi beberapa sjarat untuk negara. Tidak bisa, kita mengadakan proklamasi itu, meskipun imperialisme berantakan, meskipun imperialisme lemah. Tidak bisa kita mengadakan satu ne-
gara, djikalau tidak dipenuhi sjarat-sjarat untuk negara.
Didjelaskan oleh Presiden bahwa sjarat untuk negara adalah
tiga :
Pertama harus wilajah. Wilajah jang tegas, dapat dipetakan. Dan tjita-tjita kami, sebagai bangsa Indonesia, adalah satu negara jang besar, jang kuat sentausa, up to date, modern dan memberikan kebahagiaan kepada rakjat, suatu masjarakat adil dan makmur.
Bagi kita negara itu harus berwilajah, Indonesia, dari Sabang sampai ke Merauke.
Sjarat jang kedua: ialah bahwa diatas wilajah itu ada rakjatnja. Kalau tidak ada rakjatnja tidak bisa mendjadi negara. Tjobalah umpamanja, saudara mengadakan proklamasi dipadang pasir, hendak mengadakan negara dipadang pasir, walaupun wilajahnja ada, jaitu
padang pasir, tetapi tidak ada rakjatnja, tidak mungkin mendjadi satu negara. Inipun diseldiki oleh pemimpin-pemimpin dan ternjata, rakjat Indonesia jang terserak dipulau-pulau Indonesia dari Sabang sampai ke Merauke, jang berdiam di atas 3000 pulau, ternjatalah bangsa Indonesia telah mempunjai rasa satu bangsa, bahkan pada tanggal 28 Oktober 1928 oleh pemuda pemudi kita diikrarkan rasa ini, sebagai ikrar pemuda jang termashur: satu
bangsa, satu tanah-air, satu bahasa. Dengan kejakinan ini lah, saudara-saudara, maka pertanjaan jang kedua didjawab oleh kami: ja! kami telah mendjadi satu bangsa.
Sjarat jang ketiga ialah, apakah bisa diadakan Pemerintah Pusat, apa tidak² Pemerintah Pusat jang satu. Bukan dua, bukan tiga. Djawab kamipun, bisa diadakan Pemerintah Pusat jang satu. Tatkala kami berkumpul, pemimpin-pemimpin dari seluruh Indonesia, didalam bulan Agustus 1945, sebelum mengadakan proklamasi, soal ini ditindjau antara kita dengan kita. Dapatkah kita memenuhi sjarat ketiga daripada sesuatu negara² Jaitu adanja satu Pemerintah Pusat² Djawab dari pada sidang itu ialah, dapat, Indonesia dapat mengadakan satu Pemerintah Pusat. Sehing-
ga pada tanggal 16. Agustus pemimpin-pemimpin jang ber
{{missing image}}<noinclude>{{rh|9}}</noinclude>
mljgfwsakj80xtbpwhtjnssldwxai0h
294569
294568
2026-05-13T16:31:23Z
Lutfiyatun
26681
294569
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Tetapi ketjuali itu, saudara-saudara, — demikian Kepala Negara meneruskan wedjangannja —, lama sebelum itu telah nendjadi pemikiran kami, pemimpin-pemimpin, bahwa djikalau kami hendak memproklamasikan satu megara merdeka, lebih dahulu harus dipenuhi beberapa sjarat untuk negara. Tidak bisa, kita mengadakan proklamasi itu, meskipun imperialisme berantakan, meskipun imperialisme lemah. Tidak bisa kita mengadakan satu ne-
gara, djikalau tidak dipenuhi sjarat-sjarat untuk negara.
Didjelaskan oleh Presiden bahwa sjarat untuk negara adalah
tiga :
Pertama harus wilajah. Wilajah jang tegas, dapat dipetakan. Dan tjita-tjita kami, sebagai bangsa Indonesia, adalah satu negara jang besar, jang kuat sentausa, up to date, modern dan memberikan kebahagiaan kepada rakjat, suatu masjarakat adil dan makmur.
Bagi kita negara itu harus berwilajah, Indonesia, dari Sabang sampai ke Merauke.
Sjarat jang kedua: ialah bahwa diatas wilajah itu ada rakjatnja. Kalau tidak ada rakjatnja tidak bisa mendjadi negara. Tjobalah umpamanja, saudara mengadakan proklamasi dipadang pasir, hendak mengadakan negara dipadang pasir, walaupun wilajahnja ada, jaitu
padang pasir, tetapi tidak ada rakjatnja, tidak mungkin mendjadi satu negara. Inipun diseldiki oleh pemimpin-pemimpin dan ternjata, rakjat Indonesia jang terserak dipulau-pulau Indonesia dari Sabang sampai ke Merauke, jang berdiam di atas 3000 pulau, ternjatalah bangsa Indonesia telah mempunjai rasa satu bangsa, bahkan pada tanggal 28 Oktober 1928 oleh pemuda pemudi kita diikrarkan rasa ini, sebagai ikrar pemuda jang termashur: satu
bangsa, satu tanah-air, satu bahasa. Dengan kejakinan ini lah, saudara-saudara, maka pertanjaan jang kedua didjawab oleh kami: ja! kami telah mendjadi satu bangsa.
Sjarat jang ketiga ialah, apakah bisa diadakan Pemerintah Pusat, apa tidak² Pemerintah Pusat jang satu. Bukan dua, bukan tiga. Djawab kamipun, bisa diadakan Pemerintah Pusat jang satu. Tatkala kami berkumpul, pemimpin-pemimpin dari seluruh Indonesia, didalam bulan Agustus 1945, sebelum mengadakan proklamasi, soal ini ditindjau antara kita dengan kita. Dapatkah kita memenuhi sjarat ketiga daripada sesuatu negara² Jaitu adanja satu Pemerintah Pusat² Djawab dari pada sidang itu ialah, dapat, Indonesia dapat mengadakan satu Pemerintah Pusat. Sehing-
ga pada tanggal 16. Agustus pemimpin-pemimpin jang ber
{{missing image}}<noinclude>{{rh|||9}}</noinclude>
eiav8krhr0a2cpowpyeo72m28fv5zf4
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/311
104
104336
294567
2026-05-13T16:27:16Z
Humilis Kumulus
26996
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Prof. Ir..H. Johennes dari Universitas Gadjah Muda, Jogjakarta dalam suatu tulisannja mengenai keluarga berentjana telah menggunakan edjaan tersebut. Djudul tulisannja adalah 'Keluarga Berencana untuk Peningkatan Taraf Hidup Bengsa'. Dalam menggunakan edjaan tersebut jang peda kalangan tjendekiawan dinamakan 'edjaan jang disempurnakan'. Prof, Johannes antara lain telah mengganti huruf seperti <u>tj</u> dengan, <u>c</u>, <u>j</u> dengan <u>y</u...
294567
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Humilis Kumulus" />{{rh||49|}}</noinclude>Prof. Ir..H. Johennes dari Universitas Gadjah Muda, Jogjakarta dalam suatu tulisannja mengenai keluarga berentjana telah menggunakan edjaan tersebut. Djudul tulisannja adalah 'Keluarga Berencana untuk Peningkatan Taraf Hidup Bengsa'.
Dalam menggunakan edjaan tersebut jang peda kalangan tjendekiawan dinamakan 'edjaan jang disempurnakan'. Prof, Johannes antara lain telah mengganti huruf seperti <u>tj</u> dengan, <u>c</u>, <u>j</u> dengan <u>y</u> dan sebagainja.
Seorang tjendekiewan lain Dr, Ir, Andi Hakim Nasution dari Institut Pertanian Bogor telah pula menggunakan edjaan jang disempurnakan itu dalam bukunja jang berdjudul 'Matemetika Mutakhir'.
Menurut kalangan tjendekiewan jeng mengikuti perken-
bangen edjaan jeng disempurnakan itu, penggunaan edjaan ter-
sebut depat menghemet suatu tulisen ilmiah dengan sepuluh
hingga limebeles persen dari djumlah huruf jang ditulis de-
ngen edjean jang hingge sekarang ini dipakai".
Demikienleh kutipen berita dari surat kebar Siner
Harepen, Senin 10 Djcnuari 1972, helaman II, dengan judul:
"Tulisen dalam Edjean Baru".
Ikutilah selalu, scera:
PEMBINAAN BAHASA INDONESIA
melalui
T.V.R.I. Pusat Djakarta
Heri +: Senin
Jam : 19,00 W.I.B.<noinclude></noinclude>
n6k7664nt5e5jkk4mlfb8td2mfkh12n
294574
294567
2026-05-13T16:36:04Z
Humilis Kumulus
26996
/* Telah diuji baca */
294574
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Humilis Kumulus" />{{rh||49|}}</noinclude>Prof. Ir..H. Johennes dari Universitas Gadjah Muda, Jogjakarta dalam suatu tulisannja mengenai keluarga berentjana telah menggunakan edjaan tersebut. Djudul tulisannja adalah 'Keluarga Berencana untuk Peningkatan Taraf Hidup Bengsa'.
Dalam menggunakan edjaan tersebut jang peda kalangan tjendekiawan dinamakan 'edjaan jang disempurnakan'. Prof, Johannes antara lain telah mengganti huruf seperti <u>tj</u> dengan, <u>c</u>, <u>j</u> dengan <u>y</u> dan sebagainja.
Seorang tjendekiewan lain Dr, Ir, Andi Hakim Nasution dari Institut Pertanian Bogor telah pula menggunakan edjaan jang disempurnakan itu dalam bukunja jang berdjudul 'Matemetika Mutakhir'.
Menurut kalangan tjendekiawan jang mengikuti perkembangan edjaan jang disempurnakan itu, penggunaan edjaan tersebut dapat menghemat suatu tulisan ilmiah dengan sepuluh hingga limabelas persen dari djumlah huruf jang ditulis dengan edjaan jang hingga sekarang ini dipakai".
Demikianlah kutipan berita dari surat kebar <u>Sinar</u> <u>Harapan</u>, Senin 10 Djanuari 1972, halaman II, dengan judul:
"Tulisan dalam Edjean Baru".
<u>Ikutilah selalu</u>, <u>acara</u>:
{{c|PEMBINAAN BAHASA INDONESIA}}
{{c|melalui}}
{{c|T.V.R.I. Pusat Djakarta}}
<u>Hari</u>: Senin
<u>Jam</u> : 19,00 W.I.B.<noinclude></noinclude>
mwq5y6lxu2p9bwfqgaw0syt6xpf5pl3
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/469
104
104337
294570
2026-05-13T16:32:10Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Aku lihat dengan mata kepala sendiri, ketika berada diluar negeri, bagaimana Sumual, ba- gaimana Pantouw, bagaimana Walandouw dan kontjo-kontjo- nja itu ditunggangi sama sekali oleh petualang. Djelas sekali Sumual di Tokio itu, bukan se- kedar untuk mengadakan kam- panje hasutan terhadap Repu- blik, hasutan kepada Pemerin- tah Pusat di Djakarta, hasutan terhadap kepada Presiden Soe- karno melainkan mengadakan kontak dengan petualan...
294570
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Aku lihat dengan mata kepala
sendiri, ketika berada diluar
negeri, bagaimana Sumual, ba-
gaimana Pantouw, bagaimana
Walandouw dan kontjo-kontjo-
nja itu ditunggangi sama sekali
oleh petualang. Djelas sekali
Sumual di Tokio itu, bukan se-
kedar untuk mengadakan kam-
panje hasutan terhadap Repu-
blik, hasutan kepada Pemerin-
tah Pusat di Djakarta, hasutan
terhadap kepada Presiden Soe-
karno melainkan mengadakan
kontak dengan petualang Dje-
pang (djangan salah mengerti —
Presiden mendjelaskan — pada
umumnja rakjat Djepang, ra-
mah tamah, tjinta kepada Re-
publik Indonesia, tetapi didalam
tap bangsa ada petualangnja)
Sumual dengan petualang Dje-
pang ini mengadakan pembi-
tjaraan, perundingan Sumual
hendak membeli sendjata, di-
bajarnja dengan ikopra barter.
Sendjata ini untuk apa? Untuk
menggempur Republik Indone-
RADIO CORPORATION OF
AMERICA
Ra Alat? Pemantjar dan Perhubungan
Radio, Sound Projector, Tape
| Recorder, Alat-alat HIFI, d.i.l
REMINGTON RAND
Mesin Tulis, Mesin Djum-
lah, Mesin Hitung d.l.l.
Mean dan Alat? Kantor.
AUTHORIZED SOLE DISTRIBUTORS
untuk seluruh Indonesia:
N.V. PERUSAHAAN DAGANG
SOEDARPO CORPORATION
Djl. Segara 1/22 — Djakarta.
Tilpon : Gambir 1008, 4142.
Alat? Bagian dan Reparasi terdjamin oleh SER-
VICE DEPARTMENTS kami. Djuga menerima
Service dan Reparasi Pesawat Radio, Alat-alat
Electronisch dan Mesin - mesin Kantor dari lain-
lain Merk.
sra. Apa terdjadi? Bitjara su-
dah matang, tinggal ditanda-
tangani sadja kontrak ini, se-
kian ribu sendjata, dibajar de-
ngan sekian ribu karung kopra.
Sudah hampir ditandatangani,
ada petualang bangsa lain ber-
kata kepada Sumual: buat apa
beli sendjata dari Djepang,
djauh Djepang itu dari Indone-
sia, Kamu bisa dapat sendjata
dari satu tempat jang lebih
dekat dari Indonesia. Batalkan
perdjandjian dengan Djepang
itu Ambillah sendjata dari
kami, dekat dari Indonesia. Su-
mual batalkan perundingannja.
Apa terdjadi? Petualang Dje-
pang itu marah, surat-suratnja
diberikan kepada orang Dje-
pang lain, dengan permintaan
supaja diteruskan kepada Pre-
siden Soekarno. Nah, kawan ini
memberikan semua surat Su-
mual itu kepada Presiden Soe-
karno, sehingga terbukti bahwa
Sumual di Tokio hendak mem-
KARO
FASH
BY
SNN ULAR “9 SNN
beli sendjata untuk menggem-
pur Republik. 5
Tjoba, pengchianatan atau
tidak ini? Tanja Presiden. Ma-
ka oleh karena itu saja tadi ber-
kata: ikita berdjalan terus, ber-
djalan terus. Asal rakjat Indo-
nesia bersatu padu, asal rakjat
djelata Indonesia bersatu-padu,
biar mereka mengadakan usaha
jang demikian itu, achirnja toh
insja'allah digiling mereka itu
oleh rakjat djelata, oleh karena
memang rakjat djelatalah tenaga
dari pada revolusi.
Demikianlah wedjangan Pre-
siden, jang diachiri dengan ke-
tegasan, bahwa kemakmuran
dam kebahagiaan tidak bisa ter-
selenggara dengan doa-doa sa-
dja, tetapi harus diselenggara-
kan, diichtiarkan dengan mem-
banting tulang, mengulurkan
tenaga, memeras keringat se-
hingga tertjapai kemakmuran
dan kebahagiaan jang ditjita-
tjitakan itu.
{{missing image}}<noinclude></noinclude>
34oh1f6bhgyrbx669q4r46y6iz1sbvn
294727
294570
2026-05-13T21:38:54Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
294727
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Aku lihat dengan mata kepala sendiri, ketika berada diluar
negeri, bagaimana Sumual, bagaimana Pantouw, bagaimana
Walandouw dan kontjo-kontjo-nja itu ditunggangi sama sekali
oleh petualang. Djelas sekali Sumual di Tokio itu, bukan sekedar untuk mengadakan kampanje hasutan terhadap Republik, hasutan kepada Pemerintah Pusat di Djakarta, hasutan terhadap kepada Presiden Soekarno melainkan mengadakan kontak dengan petualang Djepang (djangan salah mengerti Presiden mendjelaskan — pada umumnja rakjat Djepang, ramah tamah, tjinta kepada Republik Indonesia, tetapi didalam tap bangsa ada petualangnja) Sumual dengan petualang Djepang ini mengadakan pembitjaraan, perundingan Sumual hendak membeli sendjata, dibajarnja dengan ikopra barter. Sendjata ini untuk apa? Untuk menggempur Republik Indonesia. Apa terdjadi? Bitjara sudah matang, tinggal ditanda-
tangani sadja kontrak ini, sekian ribu sendjata, dibajar dengan sekian ribu karung kopra. Sudah hampir ditandatangani, ada petualang bangsa lain berkata kepada Sumual: buat apa beli sendjata dari Djepang, djauh Djepang itu dari Indonesia, Kamu bisa dapat sendjata dari satu tempat jang lebih dekat dari Indonesia. Batalkan perdjandjian dengan Djepang itu Ambillah sendjata dari kami, dekat dari Indonesia. Sumual batalkan perundingannja. Apa terdjadi? Petualang Djepang itu marah, surat-suratnja diberikan kepada orang Djepang lain, dengan permintaan supaja diteruskan kepada Presiden Soekarno. Nah, kawan ini memberikan semua surat Sumual itu kepada Presiden Soe-
karno, sehingga terbukti bahwa Sumual di Tokio hendak membeli sendjata untuk menggempur Republik.
Tjoba, pengchianatan atau tidak ini? Tanja Presiden. Ma-
ka oleh karena itu saja tadi berkata: ikita berdjalan terus, berdjalan terus. Asal rakjat Indonesia bersatu padu, asal rakjat
djelata Indonesia bersatu-padu, biar mereka mengadakan usaha
jang demikian itu, achirnja toh insja'allah digiling mereka itu
oleh rakjat djelata, oleh karena memang rakjat djelatalah tenaga
dari pada revolusi.
Demikianlah wedjangan Presiden, jang diachiri dengan ketegasan, bahwa kemakmuran dam kebahagiaan tidak bisa terselenggara dengan doa-doa sadja, tetapi harus diselenggarakan, diichtiarkan dengan membanting tulang, mengulurkan tenaga, memeras keringat sehingga tertjapai kemakmuran dan kebahagiaan jang ditjita-tjitakan itu.
{missing image}}
{{c| — — —|5}}<noinclude></noinclude>
h485b06s24y20842o12dhgqg80074nk
294728
294727
2026-05-13T21:40:57Z
Lutfiyatun
26681
294728
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Aku lihat dengan mata kepala sendiri, ketika berada diluar
negeri, bagaimana Sumual, bagaimana Pantouw, bagaimana
Walandouw dan kontjo-kontjo-nja itu ditunggangi sama sekali
oleh petualang. Djelas sekali Sumual di Tokio itu, bukan sekedar untuk mengadakan kampanje hasutan terhadap Republik, hasutan kepada Pemerintah Pusat di Djakarta, hasutan terhadap kepada Presiden Soekarno melainkan mengadakan kontak dengan petualang Djepang (djangan salah mengerti Presiden mendjelaskan — pada umumnja rakjat Djepang, ramah tamah, tjinta kepada Republik Indonesia, tetapi didalam tap bangsa ada petualangnja) Sumual dengan petualang Djepang ini mengadakan pembitjaraan, perundingan Sumual hendak membeli sendjata, dibajarnja dengan ikopra barter. Sendjata ini untuk apa? Untuk menggempur Republik Indonesia. Apa terdjadi? Bitjara sudah matang, tinggal ditanda-
tangani sadja kontrak ini, sekian ribu sendjata, dibajar dengan sekian ribu karung kopra. Sudah hampir ditandatangani, ada petualang bangsa lain berkata kepada Sumual: buat apa beli sendjata dari Djepang, djauh Djepang itu dari Indonesia, Kamu bisa dapat sendjata dari satu tempat jang lebih dekat dari Indonesia. Batalkan perdjandjian dengan Djepang itu Ambillah sendjata dari kami, dekat dari Indonesia. Sumual batalkan perundingannja. Apa terdjadi? Petualang Djepang itu marah, surat-suratnja diberikan kepada orang Djepang lain, dengan permintaan supaja diteruskan kepada Presiden Soekarno. Nah, kawan ini memberikan semua surat Sumual itu kepada Presiden Soe-
karno, sehingga terbukti bahwa Sumual di Tokio hendak membeli sendjata untuk menggempur Republik.
Tjoba, pengchianatan atau tidak ini? Tanja Presiden. Ma-
ka oleh karena itu saja tadi berkata: ikita berdjalan terus, berdjalan terus. Asal rakjat Indonesia bersatu padu, asal rakjat
djelata Indonesia bersatu-padu, biar mereka mengadakan usaha
jang demikian itu, achirnja toh insja'allah digiling mereka itu
oleh rakjat djelata, oleh karena memang rakjat djelatalah tenaga
dari pada revolusi.
Demikianlah wedjangan Presiden, jang diachiri dengan ketegasan, bahwa kemakmuran dam kebahagiaan tidak bisa terselenggara dengan doa-doa sadja, tetapi harus diselenggarakan, diichtiarkan dengan membanting tulang, mengulurkan tenaga, memeras keringat sehingga tertjapai kemakmuran dan kebahagiaan jang ditjita-tjitakan itu.
{missing image}}
{{c| — — — — — }}<noinclude>{{rh|11}}</noinclude>
8k9cqakj7t8uzhgeqv03bmlasbe796l
294729
294728
2026-05-13T21:42:06Z
Lutfiyatun
26681
294729
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Aku lihat dengan mata kepala sendiri, ketika berada diluar
negeri, bagaimana Sumual, bagaimana Pantouw, bagaimana
Walandouw dan kontjo-kontjo-nja itu ditunggangi sama sekali
oleh petualang. Djelas sekali Sumual di Tokio itu, bukan sekedar untuk mengadakan kampanje hasutan terhadap Republik, hasutan kepada Pemerintah Pusat di Djakarta, hasutan terhadap kepada Presiden Soekarno melainkan mengadakan kontak dengan petualang Djepang (djangan salah mengerti Presiden mendjelaskan — pada umumnja rakjat Djepang, ramah tamah, tjinta kepada Republik Indonesia, tetapi didalam tap bangsa ada petualangnja) Sumual dengan petualang Djepang ini mengadakan pembitjaraan, perundingan Sumual hendak membeli sendjata, dibajarnja dengan ikopra barter. Sendjata ini untuk apa? Untuk menggempur Republik Indonesia. Apa terdjadi? Bitjara sudah matang, tinggal ditanda-
tangani sadja kontrak ini, sekian ribu sendjata, dibajar dengan sekian ribu karung kopra. Sudah hampir ditandatangani, ada petualang bangsa lain berkata kepada Sumual: buat apa beli sendjata dari Djepang, djauh Djepang itu dari Indonesia, Kamu bisa dapat sendjata dari satu tempat jang lebih dekat dari Indonesia. Batalkan perdjandjian dengan Djepang itu Ambillah sendjata dari kami, dekat dari Indonesia. Sumual batalkan perundingannja. Apa terdjadi? Petualang Djepang itu marah, surat-suratnja diberikan kepada orang Djepang lain, dengan permintaan supaja diteruskan kepada Presiden Soekarno. Nah, kawan ini memberikan semua surat Sumual itu kepada Presiden Soekarno, sehingga terbukti bahwa Sumual di Tokio hendak membeli sendjata untuk menggempur Republik.
Tjoba, pengchianatan atau tidak ini? Tanja Presiden. Maka oleh karena itu saja tadi berkata: ikita berdjalan terus, berdjalan terus. Asal rakjat Indonesia bersatu padu, asal rakjat
djelata Indonesia bersatu-padu, biar mereka mengadakan usaha
jang demikian itu, achirnja toh insja'allah digiling mereka itu
oleh rakjat djelata, oleh karena memang rakjat djelatalah tenaga
dari pada revolusi.
Demikianlah wedjangan Presiden, jang diachiri dengan ketegasan, bahwa kemakmuran dam kebahagiaan tidak bisa terselenggara dengan doa-doa sadja, tetapi harus diselenggarakan, diichtiarkan dengan membanting tulang, mengulurkan tenaga, memeras keringat sehingga tertjapai kemakmuran dan kebahagiaan jang ditjita-tjitakan itu.
{missing image}}
{{c| — — — — — }}<noinclude>{{rh|11}}</noinclude>
qdyvhfwaoxwjv90slef5wb3ii83stxn
294730
294729
2026-05-13T21:43:58Z
Lutfiyatun
26681
294730
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Aku lihat dengan mata kepala sendiri, ketika berada diluar
negeri, bagaimana Sumual, bagaimana Pantouw, bagaimana
Walandouw dan kontjo-kontjo-nja itu ditunggangi sama sekali
oleh petualang. Djelas sekali Sumual di Tokio itu, bukan sekedar untuk mengadakan kampanje hasutan terhadap Republik, hasutan kepada Pemerintah Pusat di Djakarta, hasutan terhadap kepada Presiden Soekarno melainkan mengadakan kontak dengan petualang Djepang (djangan salah mengerti Presiden mendjelaskan — pada umumnja rakjat Djepang, ramah tamah, tjinta kepada Republik Indonesia, tetapi didalam tap bangsa ada petualangnja) Sumual dengan petualang Djepang ini mengadakan pembitjaraan, perundingan Sumual hendak membeli sendjata, dibajarnja dengan ikopra barter. Sendjata ini untuk apa? Untuk menggempur Republik Indonesia. Apa terdjadi? Bitjara sudah matang, tinggal ditanda-
tangani sadja kontrak ini, sekian ribu sendjata, dibajar dengan sekian ribu karung kopra. Sudah hampir ditandatangani, ada petualang bangsa lain berkata kepada Sumual: buat apa beli sendjata dari Djepang, djauh Djepang itu dari Indonesia, Kamu bisa dapat sendjata dari satu tempat jang lebih dekat dari Indonesia. Batalkan perdjandjian dengan Djepang itu Ambillah sendjata dari kami, dekat dari Indonesia. Sumual batalkan perundingannja. Apa terdjadi? Petualang Djepang itu marah, surat-suratnja diberikan kepada orang Djepang lain, dengan permintaan supaja diteruskan kepada Presiden Soekarno. Nah, kawan ini memberikan semua surat Sumual itu kepada Presiden Soekarno, sehingga terbukti bahwa Sumual di Tokio hendak membeli sendjata untuk menggempur Republik.
Tjoba, pengchianatan atau tidak ini? Tanja Presiden. Maka oleh karena itu saja tadi berkata: ikita berdjalan terus, berdjalan terus. Asal rakjat Indonesia bersatu padu, asal rakjat
djelata Indonesia bersatu-padu, biar mereka mengadakan usaha
jang demikian itu, achirnja toh insja'allah digiling mereka itu
oleh rakjat djelata, oleh karena memang rakjat djelatalah tenaga
dari pada revolusi.
Demikianlah wedjangan Presiden, jang diachiri dengan ketegasan, bahwa kemakmuran dam kebahagiaan tidak bisa terselenggara dengan doa-doa sadja, tetapi harus diselenggarakan, diichtiarkan dengan membanting tulang, mengulurkan tenaga, memeras keringat sehingga tertjapai kemakmuran dan kebahagiaan jang ditjita-tjitakan itu.
{missing image}}
{{c| — — — — — }}<noinclude>{{rh|11}}</noinclude>
4bzn4s4g4e50hyoych3xxp2bc8xazbm
294731
294730
2026-05-13T21:44:18Z
Lutfiyatun
26681
294731
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Aku lihat dengan mata kepala sendiri, ketika berada diluar
negeri, bagaimana Sumual, bagaimana Pantouw, bagaimana
Walandouw dan kontjo-kontjo-nja itu ditunggangi sama sekali
oleh petualang. Djelas sekali Sumual di Tokio itu, bukan sekedar untuk mengadakan kampanje hasutan terhadap Republik, hasutan kepada Pemerintah Pusat di Djakarta, hasutan terhadap kepada Presiden Soekarno melainkan mengadakan kontak dengan petualang Djepang (djangan salah mengerti Presiden mendjelaskan — pada umumnja rakjat Djepang, ramah tamah, tjinta kepada Republik Indonesia, tetapi didalam tap bangsa ada petualangnja) Sumual dengan petualang Djepang ini mengadakan pembitjaraan, perundingan Sumual hendak membeli sendjata, dibajarnja dengan ikopra barter. Sendjata ini untuk apa? Untuk menggempur Republik Indonesia. Apa terdjadi? Bitjara sudah matang, tinggal ditanda-
tangani sadja kontrak ini, sekian ribu sendjata, dibajar dengan sekian ribu karung kopra. Sudah hampir ditandatangani, ada petualang bangsa lain berkata kepada Sumual: buat apa beli sendjata dari Djepang, djauh Djepang itu dari Indonesia, Kamu bisa dapat sendjata dari satu tempat jang lebih dekat dari Indonesia. Batalkan perdjandjian dengan Djepang itu Ambillah sendjata dari kami, dekat dari Indonesia. Sumual batalkan perundingannja. Apa terdjadi? Petualang Djepang itu marah, surat-suratnja diberikan kepada orang Djepang lain, dengan permintaan supaja diteruskan kepada Presiden Soekarno. Nah, kawan ini memberikan semua surat Sumual itu kepada Presiden Soekarno, sehingga terbukti bahwa Sumual di Tokio hendak membeli sendjata untuk menggempur Republik.
Tjoba, pengchianatan atau tidak ini? Tanja Presiden. Maka oleh karena itu saja tadi berkata: ikita berdjalan terus, berdjalan terus. Asal rakjat Indonesia bersatu padu, asal rakjat
djelata Indonesia bersatu-padu, biar mereka mengadakan usaha
jang demikian itu, achirnja toh insja'allah digiling mereka itu
oleh rakjat djelata, oleh karena memang rakjat djelatalah tenaga
dari pada revolusi.
Demikianlah wedjangan Presiden, jang diachiri dengan ketegasan, bahwa kemakmuran dam kebahagiaan tidak bisa terselenggara dengan doa-doa sadja, tetapi harus diselenggarakan, diichtiarkan dengan membanting tulang, mengulurkan tenaga, memeras keringat sehingga tertjapai kemakmuran dan kebahagiaan jang ditjita-tjitakan itu.
{{missing image}}
{{c| — — — — — }}<noinclude>{{rh|11}}</noinclude>
sl7nz11f67cir0qs5qhfck4djrrnazq
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/456
104
104338
294571
2026-05-13T16:32:51Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Siapa jang banjak mengembara dari gunung ke- gunung tentu kenal akan patjat ini. '”'Mendjaga serangan dari patjat ini amat sukar, karena me- reka dapat mengadakan infiltrasi kedalam tjelana walaupun telah didjaga dengan puttes atau sewal. Pendjgaan perlu, tuan : kalau tak awas ber-puluh2? CC darah akan pindah kepada patjat itu. Ka- wan? pun pusing kepala memikirkan bagaimana tjara menghindari diri dari serangan patjat, untuk menghindari...
294571
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Siapa jang banjak mengembara dari gunung ke-
gunung tentu kenal akan patjat ini. '”'Mendjaga
serangan dari patjat ini amat sukar, karena me-
reka dapat mengadakan infiltrasi kedalam tjelana
walaupun telah didjaga dengan puttes atau sewal.
Pendjgaan perlu, tuan : kalau tak awas ber-puluh2?
CC darah akan pindah kepada patjat itu. Ka-
wan? pun pusing kepala memikirkan bagaimana
tjara menghindari diri dari serangan patjat, untuk
menghindari kehilangan darah jang sukar diganti
itu.
Ada lagi bahaja patjat ini tuan.
'Kalau ia dipaksa dibetot dari kaki atau dari
mana ia sedang parasiteren, maka akan tinggal
satu luka ketjil jang akan mengoreng. Kata te-
man? disebabkan giginja jang tinggal. Wallahu
alam karena belum pernah saja lakukan pemerik-
saan tentang gigi ini. Menunggu dia djatuh sen-
diri berarti menunggu dia segendut ibu djari.
Experiment pertama dari kawan? ialah, menge-
lantangi pipa tjelana bahagian bawah serta stewal
dengan tak 'Jijutji lagi.
Kemudian timbullah beberapa keberatan tentang expriment teman? ini. Keberatan pertama : Terpaksa
sabun jang sulit didapat itu tidak digunakan untuk mentjutji pakaian, tetapi chusus untuk mengelantang
pipa tjelana dan stewal sadja. Keberatan kedua: Tjara ini hanja effectief beberapa djam, karena se-
bentar pengaruh sabun dipipa tjelana itu akan hilang karena air? embun jang lengket di-daun? semak?
hutan, dan bila menjeberangi anak sungai jang bukan sedikit di-hutan?.
Kembali kawan? memutar otak demi agar djangan kehabisan darah dan korengan. Lahirlah
'expriment kedua. Jakni setiap orang menggenggam tembakau. Patjet jang sudah atau akan lengket se-
gera djatuh, mabuk kena air tembakau. Pendapatan baru ini agak lebih berhasil. |
Tetapi ada djuga keberatannja sedikit karena setiap orang akan merasa dirinja sebagai wanita?
tua jang menjusur. Keberatan kedua bagaimana mendapat tembakan kalau bukan didaerah tembakau.
Tetapi ada suatu rahasia besar jang belum saja tjeritakan pada tuan tentang patjat ini. Kami djuga
kadang? mempergunakan patjat ini sebagai obat jang mudjarab.
Bukan dimakan tuan, tetapi sebagai obat luar. Siapa jang berbisul, siapa jang berkoreng jang
mendengut karena bernanah, templekanlah patjet dimata koreng atau bisul itu. Dengan tak berasa apa?
nanah akan diisapnja dan hilanglah dengut dan kesempatan sembuh akan lebih segera.
TONG LAM & CO. LTD.
Djalan Orpa 1, Telp. 203 Kota — DJAKARTA.
Pabrik Sabun Tjutji merek ,,B-29"'
Turut mengutjapkan SELAMAT HARI RAJA IDIL FITRI 1377
ws ar aa sean ara aa na.
Sa aa aa ea Ba Aa MAA Ma Ma ah Muna
perindustrian
EUROPAa-aZI€eE
Uatuk » Dekkieden, Kap-kap Auto, Veldbedden, Markies-
markies, Zonneschermen, Pajong-pajong, Bendera-
bendera, Bendera? isjarat, Lantai karet, Alat-alat
pelajaran, Jachtzeilen.
Keterangan: Telp. Gbr. 2619
| Alamat : Djl, Djembatan Merah 16, Djakarta.
Pd
NG<noinclude></noinclude>
99xxc561qvzc118pa2t8xuofd1b9brf
294732
294571
2026-05-13T21:53:46Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
294732
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{missing image}}
jang banjak mengembara dari gunung kegunung tentu kenal akan patjat ini. Mendjaga serangan dari patjat ini amat sukar, karena mereka dapat mengadakan infiltrasi kedalam tjelana walaupun telah didjaga dengan puttes atau sewal. Pendjgaan perlu, tuan : kalau tak awas ber-puluh² CC darah akan pindah kepada patjat itu. Kawan² pun pusing kepala memikirkan bagaimana tjara menghindari diri dari serangan patjat, untuk menghindari kehilangan darah jang sukar diganti itu.
Ada lagi bahaja patjat ini tuan.
Kalau ia dipaksa dibetot dari kaki atau dari mana ia sedang parasiteren, maka akan tinggal satu luka ketjil jang akan mengoreng. Kata teman disebabkan giginja jang tinggal. Wallahu
alam karena belum pernah saja lakukan pemeriksaan tentang gigi ini. Menunggu dia djatuh sendiri berarti menunggu dia segendut ibu djari. Experiment pertama dari kawan? ialah, mengelantangi pipa tjelana bahagian bawah serta stewal dengan tak ditjutji lagi.
Kemudian timbullah beberapa keberatan tentang expriment teman— ini. Keberatan pertama : Terpaksa sabun jang sulit didapat itu tidak digunakan untuk mentjutji pakaian, tetapi chusus untuk mengelantang pipa tjelana dan stewal sadja. Keberatan kedua: Tjara ini hanja effectief beberapa djam, karena sebentar pengaruh sabun dipipa tjelana itu akan hilang karena air? embun jang lengket di-daun² semak² hutan, dan bila menjeberangi anak sungai jang bukan sedikit di-hutan².
Kembali kawan² memutar otak demi agar djangan kehabisan darah dan korengan. Lahirlah expriment kedua. Jakni setiap orang menggenggam tembakau. Patjet jang sudah atau akan lengket segera djatuh, mabuk kena air tembakau. Pendapatan baru ini agak lebih berhasil.
Tetapi ada djuga keberatannja sedikit karena setiap orang akan merasa dirinja sebagai wanita tua jang menjusur. Keberatan kedua bagaimana mendapat tembakan kalau bukan didaerah tembakau. Tetapi ada suatu rahasia besar jang belum saja tjeritakan pada tuan tentang patjat ini. Kami djuga kadang² mempergunakan patjat ini sebagai obat jang mudjarab.
Bukan dimakan tuan, tetapi sebagai obat luar. Siapa jang erbisul, siapa jang berkoreng jang mendengut karena bernanah, templekanlah patjet dimata koreng atau bisul itu. Dengan takerasa apa² nanah akan diisapnja dan hilanglah dengut dan kesempatan sembuh akan lebih segera.
{{missing image}}<noinclude>{{rh|46}}</noinclude>
d3o4gp3pm5zvru3j2evvosivejxa9pp
294733
294732
2026-05-13T21:55:01Z
Lutfiyatun
26681
294733
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{missing image}}
jang banjak mengembara dari gunung kegunung tentu kenal akan patjat ini. Mendjaga serangan dari patjat ini amat sukar, karena mereka dapat mengadakan infiltrasi kedalam tjelana walaupun telah didjaga dengan puttes atau sewal. Pendjgaan perlu, tuan : kalau tak awas ber-puluh² CC darah akan pindah kepada patjat itu. Kawan² pun pusing kepala memikirkan bagaimana tjara menghindari diri dari serangan patjat, untuk menghindari kehilangan darah jang sukar diganti itu.
Ada lagi bahaja patjat ini tuan.
Kalau ia dipaksa dibetot dari kaki atau dari mana ia sedang parasiteren, maka akan tinggal satu luka ketjil jang akan mengoreng. Kata teman disebabkan giginja jang tinggal. Wallahu
alam karena belum pernah saja lakukan pemeriksaan tentang gigi ini. Menunggu dia djatuh sendiri berarti menunggu dia segendut ibu djari. Experiment pertama dari kawan? ialah, mengelantangi pipa tjelana bahagian bawah serta stewal dengan tak ditjutji lagi.
Kemudian timbullah beberapa keberatan tentang expriment teman— ini. Keberatan pertama : Terpaksa sabun jang sulit didapat itu tidak digunakan untuk mentjutji pakaian, tetapi chusus untuk mengelantang pipa tjelana dan stewal sadja. Keberatan kedua: Tjara ini hanja effectief beberapa djam, karena sebentar pengaruh sabun dipipa tjelana itu akan hilang karena air² embun jang lengket di-daun² semak² hutan, dan bila menjeberangi anak sungai jang bukan sedikit di-hutan².
Kembali kawan² memutar otak demi agar djangan kehabisan darah dan korengan. Lahirlah expriment kedua. Jakni setiap orang menggenggam tembakau. Patjet jang sudah atau akan lengket segera djatuh, mabuk kena air tembakau. Pendapatan baru ini agak lebih berhasil.
Tetapi ada djuga keberatannja sedikit karena setiap orang akan merasa dirinja sebagai wanita tua jang menjusur. Keberatan kedua bagaimana mendapat tembakan kalau bukan didaerah tembakau. Tetapi ada suatu rahasia besar jang belum saja tjeritakan pada tuan tentang patjat ini. Kami djuga kadang² mempergunakan patjat ini sebagai obat jang mudjarab.
Bukan dimakan tuan, tetapi sebagai obat luar. Siapa jang erbisul, siapa jang berkoreng jang mendengut karena bernanah, templekanlah patjet dimata koreng atau bisul itu. Dengan takerasa apa² nanah akan diisapnja dan hilanglah dengut dan kesempatan sembuh akan lebih segera.
{{missing image}}<noinclude>{{rh|46}}</noinclude>
bfujrd5v82x11e1wcvrj1c20u32dts4
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1051
104
104339
294573
2026-05-13T16:35:17Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '1958) ataupun dalam rangka Mi- liter Sukarela (Undang No. 19 tahun 1958). ajat 3 s/d 7. Tjukup djelas. Pasal 4. Tidak memerlukan pendjelas- an lebih landjut. Pasal 5. Mengingat bahwa pengguna- an Bintara dan Perwira tidak da- pat dibatasi hanja untuk satu bi- dang atau pimpinan sadja, maka persjaratan2 dalam rangka suka- rela ini untuk dua golongan ter- sebut akan disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan atau ke- butuhan dinas/djawatan. Masa pend...
294573
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>1958) ataupun dalam rangka Mi-
liter Sukarela (Undang No. 19
tahun 1958).
ajat 3 s/d 7. Tjukup djelas.
Pasal 4.
Tidak memerlukan pendjelas-
an lebih landjut.
Pasal 5.
Mengingat bahwa pengguna-
an Bintara dan Perwira tidak da-
pat dibatasi hanja untuk satu bi-
dang atau pimpinan sadja, maka
persjaratan2 dalam rangka suka-
rela ini untuk dua golongan ter-
sebut akan disesuaikan dengan
kebutuhan penggunaan atau ke-
butuhan dinas/djawatan.
Masa pendidikan dan latihan
tidak dihitung untuk masa kerdja
kenaikan pangkat disebabkan ka-
rena pendidikan tersebut merupa-
kan pendidikan dasar untuk men-
djadi anggauta Milietr Sukarela.
Pasal 6.
semua
ajat 1. Pada azasnja
Warga Negara Indonesia lelaki
jang berumur 18 s/d 23 tahun di
haruskan mendaftarkan diri. Te-
tapi untuk mentjapai tudjuan
jang dimaksud dalam peraturan
jini, dimana djumlah kebutuhan
perorangan didasarkan atas tu-
gas-tugas Angkatan Darat da-
lam bidang operasi maupun teri-
torial pada taraf2 tertentu, maka
kewadjiban mendaftarkan diri.
akan diatur lebih landjut dalam
keputusan Kepala Staf Angkatan
Darat tersendiri.
ajat 2. Untuk menjelenggara
can pelaksanaan pendaftaran, pe-
jaringan dan penundjukan di-
samping badan² administrasi
Angkatan Darat digunakan pula
adan jang dibentuk menurut In-
struksi Penguasa Perang Pu-
at No. Instr/Peperpu/026/1958
anggal 28 Mei 1958 titik 1 (a).
b). (c).
Pasal 7.
jat 1. Waktu pendidikan se-
ima 3 bulan digunakan untuk
endapatkan pengetahuan dasar
epradjuritan, selandjutnja untuk
iendjadi pradjurit tjabang se-
perti Infanteri, Artileri, Kava-
leri dan sebagainja ditambah de-
ngan pendidikan tjabang. jang
waktunja ditentukan lebih lan
djut.
ajat 2. Tjukup djelas.
Pasal 8.
usahaan Partikelir, djika uang
saku jang diterimanja dari Ang-
katan Darat ternjata lebih ketjil
dari pada penghasilan jang dite-
rimanja dari Djawatan Pemerin-
tah atau Perusahaan Partikelir
tersebut diatas, maka pada Mili-
ter Wadjib Darurat tersebut akan
Tidak memerlukan pendjelas dibajarkan kekurangannja oleh
an lebih landjut.
Pasal 9.
Djawatan Pemerintah atau Per-
usahaan Partikelir jang bersang-
kutan melalui Kementerian Per-
Tidak memerlukan pendjelas tahanan.
an lebih landjut.
Pasal 10.
Mengingat, bahwa Militer Wa-
djib Darurat melaksanakan tu-
gas-tugas jang pada azasnja sa-
ma dengan Militer Sukarela, ma-
ka adalah sewadjarnja Militer
Wadjib Darurat tersebut diberi
hak-hak jang sama dalam pera-
watan serta perlengkapan seperti
Militer Sukarela.
Pasal 11 dan 12.
Pasal 13.
Tidak memerlukan pendjelasan
lebih landjut.
Pasal 14.
ajat 1 (c). Untuk mendjamin ke-
lantjaran hidup daripada bekas
Wadjib Militer Darurat serta
menghindarkan pengaruh psy-
chologis jang tidak sehat terha-
dap mereka, perlu ditentukan ta-
ta-tjara penjalurannja kembali
kedalam masjarakat setjara chu-
Sus.
Sesuai dengan ketentuan jang
berlaku bagi tjalon2 Militer Suka ajat 2. Tjukup djelas.
rela untuk golongan
Tamtama.
Pasal 15.
lebih landjut.
Tidak memerlukan pendjelasan
Bintara dan Perwira, maka se-
lama dalam pendidikan/latihan.
lama dalam pendidikan/latihan,
setiap Militer Wadjib Darurat
diberi uang saku jang sama se-
perti berlaku untuk tjalon Mili- Tidak memerlukan pendjelasan
lebih landjut.
ter Sukarela.
Setelah Militer Wadjib Daru-
rat menjelesaikan pendidikan/
latihan jang diharuskan menurut
golongan dan tjabang jang telah
ditentukan, dan diangkat dalam
pangkat menurut golongan serta
tjabangnja masing2, mereka akan
tetap menerima uang saku sebe-
sar gadji anggauta Militer Suka-
rela jang didasarkan atas PGM
56 menurut golongan jang di-
maksud diatas.
Untuk tidak merugikan para
Militer Wadjib Darurat, meski-
pun adalah tanggung-djawab
serta kewadjiban setiap Warga
Negara Republik Indonesia un-
tuk mempertahankan negaranja
terhadap setiap bahaja ataupun
serangan dari dalam maupun
luar negeri; maka bagi mereka
jang telah mempunjai kedudukan
sebagai pegawai Djawatan Pe-
merintah atau buruh tetap Per-
Pasal 16.
Pasal 17.
Para Pemimpin Djawatan Peme-
rintah/Perusahaan Partikulir dan
lain2 madjikan jang melarang
anggauta bawahannja untuk me-
menuhi panggilan atau menjata-
kan keterangan jang tidak sebe-
narnja dan atau tidak mau mene-
rima kembali anggauta2 Militer
Wadjib Darurat jang dikembali-
kan ke-masyarakat, dapat diang-
gap dengan sengadja tidak mau
membantu atau dengan senga-
dja menghalang-halangi terlaksa-
nanja ketentuan mengenai pe-
manggilan untuk masuk dinas
Wadjib Militer Darurat dan pe-
ngembalian ke-masjarakat.
Pasal 18.
Tidak memerlukan pendjelasan
lebih landjut.
Digitized by
41
Google<noinclude></noinclude>
pzs5j3lffu1ql8oukc89o47hft1h6hu
294586
294573
2026-05-13T16:48:58Z
Menyusurisudutnegeri
25205
294586
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{PUU-pasal|1958) ataupun dalam rangka Militer Sukarela (Undang² No. 19 tahun 1958).<br>
ajat 3 s/d 7. Tjukup djelas.
}}
{{PUU-pasal|pasal=4|Tidak memerlukan pendjelasan lebih landjut.
}}
{{PUU-pasal|pasal=5|
Mengingat bahwa penggunaan Bintara dan Perwira tidak dapat dibatasi hanja untuk satu bidang atau pimpinan sadja, maka persjaratan² dalam rangka sukarela ini untuk dua golongan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan atau kebutuhan dinas/djawatan.<br>
Masa pendidikan dan latihan tidak dihitung untuk masa kerdja kenaikan pangkat disebabkan karena pendidikan tersebut merupakan pendidikan dasar untuk mendjadi anggauta Milietr Sukarela.
}}
{{PUU-pasal|pasal=6|
ajat 1. Pada azasnja semua Warga Negara Indonesia lelaki jang berumur 18 s/d 23 tahun diharuskan mendaftarkan diri. Tetapi untuk mentjapai tudjuan jang dimaksud dalam peraturan ini, dimana djumlah kebutuhan perorangan didasarkan atas tugas-tugas Angkatan Darat dalam bidang operasi maupun teritorial pada taraf² tertentu, maka kewadjiban mendaftarkan diri. akan diatur lebih landjut dalam keputusan Kepala Staf Angkatan Darat tersendiri.<br>
ajat 2. Untuk menjelenggarakan pelaksanaan pendaftaran, penjaringan dan penundjukan disamping badan² administrasi Angkatan Darat digunakan pula badan jang dibentuk menurut Instruksi Penguasa Perang Pusat No. Instr/Peperpu/026/1958 tanggal 28 Mei 1958 titik 1 (a).(b). (c).
}}
{{PUU-pasal|pasal=7|
ajat 1. Waktu pendidikan seaima 3 bulan digunakan untuk mendapatkan pengetahuan dasar kepradjuritan, selandjutnja untuk mendjadi pradjurit tjabang seperti Infanteri, Artileri, Kavaleri dan sebagainja ditambah dengan pendidikan tjabang. jang waktunja ditentukan lebih landjut.<br>
ajat 2. Tjukup djelas.
}}
{{PUU-pasal|pasal=8|Tidak memerlukan pendjelasan lebih landjut.}}
{{puu-pasal|pasal=9|Tidak memerlukan pendjelasan lebih landjut.}}
usahaan Partikelir, djika uang saku jang diterimanja dari Angkatan Darat ternjata lebih ketjil dari pada penghasilan jang diterimanja dari Djawatan Pemerintah atau Perusahaan Partikelir tersebut diatas, maka pada Militer Wadjib Darurat tersebut akan Tidak memerlukan pendjelas dibajarkan kekurangannja oleh Djawatan Pemerintah atau Perusahaan Partikelir jang bersangkutan melalui Kementerian Pertahanan.
an lebih landjut.
Pasal 9.
{{puu-pasal|pasal=10|
Mengingat, bahwa Militer Wadjib Darurat melaksanakan tugas-tugas jang pada azasnja sama dengan Militer Sukarela, maka adalah sewadjarnja Militer Wadjib Darurat tersebut diberi hak-hak jang sama dalam perawatan serta perlengkapan seperti Militer Sukarela.
}}
{{puu-pasal|pasal=11 dan 12.|
}}
{{PUU-pasal|pasal=13|
Tidak memerlukan pendjelasan lebih landjut.}}
Pasal 14.
ajat 1 (c). Untuk mendjamin ke-
lantjaran hidup daripada bekas
Wadjib Militer Darurat serta
menghindarkan pengaruh psy-
chologis jang tidak sehat terha-
dap mereka, perlu ditentukan ta-
ta-tjara penjalurannja kembali
kedalam masjarakat setjara chu-
Sus.
Sesuai dengan ketentuan jang
berlaku bagi tjalon2 Militer Suka ajat 2. Tjukup djelas.
rela untuk golongan
Tamtama.
Pasal 15.
lebih landjut.
Tidak memerlukan pendjelasan
Bintara dan Perwira, maka se-
lama dalam pendidikan/latihan.
lama dalam pendidikan/latihan,
setiap Militer Wadjib Darurat
diberi uang saku jang sama se-
perti berlaku untuk tjalon Mili- Tidak memerlukan pendjelasan
lebih landjut.
ter Sukarela.
Setelah Militer Wadjib Daru-
rat menjelesaikan pendidikan/
latihan jang diharuskan menurut
golongan dan tjabang jang telah
ditentukan, dan diangkat dalam
pangkat menurut golongan serta
tjabangnja masing2, mereka akan
tetap menerima uang saku sebe-
sar gadji anggauta Militer Suka-
rela jang didasarkan atas PGM
56 menurut golongan jang di-
maksud diatas.
Untuk tidak merugikan para
Militer Wadjib Darurat, meski-
pun adalah tanggung-djawab
serta kewadjiban setiap Warga
Negara Republik Indonesia un-
tuk mempertahankan negaranja
terhadap setiap bahaja ataupun
serangan dari dalam maupun
luar negeri; maka bagi mereka
jang telah mempunjai kedudukan
sebagai pegawai Djawatan Pe-
merintah atau buruh tetap Per-
Pasal 16.
Pasal 17.
Para Pemimpin Djawatan Peme-
rintah/Perusahaan Partikulir dan
lain2 madjikan jang melarang
anggauta bawahannja untuk me-
menuhi panggilan atau menjata-
kan keterangan jang tidak sebe-
narnja dan atau tidak mau mene-
rima kembali anggauta2 Militer
Wadjib Darurat jang dikembali-
kan ke-masyarakat, dapat diang-
gap dengan sengadja tidak mau
membantu atau dengan senga-
dja menghalang-halangi terlaksa-
nanja ketentuan mengenai pe-
manggilan untuk masuk dinas
Wadjib Militer Darurat dan pe-
ngembalian ke-masjarakat.
Pasal 18.
Tidak memerlukan pendjelasan
lebih landjut.
Digitized by
41
Google<noinclude></noinclude>
87chol97p3abib08u59i2dlcpmf7kls
295348
294586
2026-05-14T11:21:43Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
295348
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{PUU-pasal|1958) ataupun dalam rangka Militer Sukarela (Undang² No. 19 tahun 1958).<br>
ajat 3 s/d 7. Tjukup djelas.
}}
{{PUU-pasal|pasal=4|Tidak memerlukan pendjelasan lebih landjut.
}}
{{PUU-pasal|pasal=5|
Mengingat bahwa penggunaan Bintara dan Perwira tidak dapat dibatasi hanja untuk satu bidang atau pimpinan sadja, maka persjaratan² dalam rangka sukarela ini untuk dua golongan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan atau kebutuhan dinas/djawatan.<br>
Masa pendidikan dan latihan tidak dihitung untuk masa kerdja kenaikan pangkat disebabkan karena pendidikan tersebut merupakan pendidikan dasar untuk mendjadi anggauta Milietr Sukarela.
}}
{{PUU-pasal|pasal=6|
ajat 1. Pada azasnja semua Warga Negara Indonesia lelaki jang berumur 18 s/d 23 tahun diharuskan mendaftarkan diri. Tetapi untuk mentjapai tudjuan jang dimaksud dalam peraturan ini, dimana djumlah kebutuhan perorangan didasarkan atas tugas-tugas Angkatan Darat dalam bidang operasi maupun teritorial pada taraf² tertentu, maka kewadjiban mendaftarkan diri. akan diatur lebih landjut dalam keputusan Kepala Staf Angkatan Darat tersendiri.<br>
ajat 2. Untuk menjelenggarakan pelaksanaan pendaftaran, penjaringan dan penundjukan disamping badan² administrasi Angkatan Darat digunakan pula badan jang dibentuk menurut Instruksi Penguasa Perang Pusat No. Instr/Peperpu/026/1958 tanggal 28 Mei 1958 titik 1 (a).(b). (c).
}}
{{PUU-pasal|pasal=7|
ajat 1. Waktu pendidikan seaima 3 bulan digunakan untuk mendapatkan pengetahuan dasar kepradjuritan, selandjutnja untuk mendjadi pradjurit tjabang seperti Infanteri, Artileri, Kavaleri dan sebagainja ditambah dengan pendidikan tjabang. jang waktunja ditentukan lebih landjut.<br>
ajat 2. Tjukup djelas.
}}
{{PUU-pasal|pasal=8|Tidak memerlukan pendjelasan lebih landjut.}}
{{PUU-pasal|pasal=9|Tidak memerlukan pendjelasan lebih landjut.}}
{{PUU-pasal|pasal=10|
Mengingat, bahwa Militer Wadjib Darurat melaksanakan tugas-tugas jang pada azasnja sama dengan Militer Sukarela, maka adalah sewadjarnja Militer Wadjib Darurat tersebut diberi hak-hak jang sama dalam perawatan serta perlengkapan seperti Militer Sukarela.
}}
{{PUU-pasal|pasal=11 dan 12.|
Sesuai dengan ketentuan² jang berlaku bagi tjalon² Militer Sukarela untuk golongan Tamtama. Bintara dan Perwira, maka selama dalam pendidikan/latihan, setiap Militer Wadjib Darurat diberi uang saku jang sama seperti berlaku untuk tjalon Militer Sukarela.<br>
Setelah Militer Wadjib Darurat menjelesaikan pendidikan/latihan jang diharuskan menurut golongan dan tjabang jang telah ditentukan, dan diangkat dalam pangkat menurut golongan serta tjabangnja masing², mereka akan tetap menerima uang saku sebesar gadji anggauta Militer Sukarela jang didasarkan atas PGM '56 menurut golongan jang dimaksud diatas.
<br>
Untuk tidak merugikan para Militer Wadjib Darurat, meskipun adalah tanggung-djawab serta kewadjiban setiap Warga Negara Republik Indonesia untuk mempertahankan negaranja terhadap setiap bahaja ataupun serangan dari dalam maupun luar negeri; maka bagi mereka jang telah mempunjai kedudukan sebagai pegawai Djawatan Pemerintah atau buruh tetap Perusahaan Partikelir, djika uang saku jang diterimanja dari Angkatan Darat ternjata lebih ketjil dari pada penghasilan jang diterimanja dari Djawatan Pemerintah atau Perusahaan Partikelir tersebut diatas, maka pada Militer Wadjib Darurat tersebut akan Tidak memerlukan pendjelas dibajarkan kekurangannja oleh Djawatan Pemerintah atau Perusahaan Partikelir jang bersangkutan melalui Kementerian Pertahanan.
}}
{{PUU-pasal|pasal=13|
Tidak memerlukan pendjelasan lebih landjut.}}
{{PUU-pasal|pasal=14|
ajat 1 (c). Untuk mendjamin kelantjaran hidup daripada bekas Wadjib Militer Darurat serta menghindarkan pengaruh² psychologis jang tidak sehat terhadap mereka, perlu ditentukan tata-tjara penjalurannja kembali kedalam masjarakat setjara chusus.<br>
ajat 2. Tjukup djelas.
}}
{{PUU-pasal|pasal=15|
Tidak memerlukan pendjelasan lebih landjut.
}}
{{PUU-pasal|pasal=16|
Tidak memerlukan pendjelasan lebih landjut.
}}
{{PUU-pasal|pasal=17|
Para Pemimpin Djawatan Pemerintah/Perusahaan Partikulir dan lain² madjikan jang melarang anggauta bawahannja untuk memenuhi panggilan atau menjatakan keterangan jang tidak sebenarnja dan atau tidak mau menerima kembali anggauta² Militer Wadjib Darurat jang dikembalikan ke-masyarakat, dapat dianggap dengan sengadja tidak mau membantu atau dengan sengadja menghalang-halangi terlaksananja ketentuan mengenai pemanggilan untuk masuk dinas Wadjib Militer Darurat dan pengembalian ke-masjarakat.
}}
{{PUU-pasal|pasal=18|
Tidak memerlukan pendjelasan lebih landjut.
}}
{{c|— O —}}<noinclude>{{rh|||41}}</noinclude>
0zpk1auujrol9ubybec41d4ev5tagj6
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/43
104
104340
294576
2026-05-13T16:39:17Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294576
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||37}}</noinclude>keempat belas sardjana bahasa tersebut ialah Harimurti {{illegible}} (Djakarta), Sopy Ruzui (MEdan), W.J.K. Pakaai (Makasar), Matullada (Makasar), dari Singapura: Liaw Yock Fang, dari Brunei Mohamad Bakyr, dari {{u|Malaysia}}: Prof S.T. Alisjahbana, Abubakar Hamid, DT. Taib Usman, Raja Mokhtaruddin, Asraf, Ismail Hussoin, Asmah Nj. Omar, Nik Safiah dan Abdul Karim.
PENERBITAN-PENERBITAN DIREKTORAT MUSEUM
Direktorat Museum Ditdjen Kebudajaan bersama-sama dengan Museum
Pusat dan Ikatan Karjawan Museum achir-achir ini banjak menerbitkan madjalah-madjalah mengenai permuseuman seperti "Varia Museografia", "Kehidupan di Museum", "Manusia Indonesia", "Bulletin Museum", jang memuat artikel-artikel tentang masalah permuseum'an, dan hasil-hasil penelitian dalam bidang tersebut. Djuga diterbitkan monografi-monografi dalam seri. Telah diedarkan monografi "Gamelan Sunda" oleh Drs Zakaria
Soemintaatmadja "Sjair Perang Palembang" oleh Drs. Atja (sebuah studi kesusastraan lama), "Diffusi dan Transisi Budaja di Indonesia", oleh Drs. Amir Sutaarga, dan "Mengenal Archeology" oleh Wahjono M.
Perlu diketahui bahwa semua penerbitan itu masih berupa stensilan., Hanja kulitaja jang ditjetak. Hal ini disebabkan karena mata anggaran untuk penerbitan jang ditetapkan dalam anggaran belandja Departemen P. dan K. chususnja untuk Direktorat Djenderal Kebudajaan, teramat djauh dari memadai. Untuk menjelenggarakan penerbitan tersebut diatas, pihak Direktorat Museum telah berhasil menarik bantuan dari perseorangan-perseorangan jang menaruh minat dalam bidang permuseuman Indonesia.
MADJALAH "HORISON" MEMAKAI EDJAAN BARU
Artikel "Malaysia-Indonesia, hubungan mesra melalui sastra" jang
termuat dalam madjalah kesusastraan "Horison" No. 9 Tahun II, September 1967, ditulis dalam edjaan baru oleh .B. Jassin. Artikel tersebut merupakan tjatatan kebudajaan jang setiap nomor ditulis setjara berganti oleh anggota-anggota redaksi.
KUNDJUNGAN TEAM AHLI BAHASA KOTI KE KUALA LUMPUR
Dalam rangka memenuhi undangan Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia
kepada pihak Indonesia, maka pada tanggal 21 Djuni 1967 jang lalu telah berangkat ke Kuala Lumpur serombongan ahli bahasa jang tergabung dalam Team Ahli Bahasa Koti (G-5), untuk seminggu lamanja. Keberangkatan ini merupakan kundjungan balasan. Team ini diketuai oleh Dra: Nj. S.W. Rudjiati Muljadi. Sebagai diketahui pada bulan September 1966 jang lalu pihak Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia telah mengadakan kundjungan ke Indonesia dalam rangka bertukar pikiran tentang masalah kerjasama dalam bidang bahasa chususnja edjaan.<noinclude></noinclude>
14em6x9zno28ulq2dgakv9rsmn39i37
294580
294576
2026-05-13T16:43:52Z
Upiak Ituih
27011
294580
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||37}}</noinclude>keempat belas sardjana bahasa tersebut ialah Harimurti Kridalaksana (Djakarta), Sopy Ruzui (MEdan), W.J.K. Pakaai (Makasar), Matullada (Makasar), dari Singapura: Liaw Yock Fang, dari Brunei Mohamad Bakyr, dari {{u|Malaysia}}: Prof S.T. Alisjahbana, Abubakar Hamid, DT. Taib Usman, Raja Mokhtaruddin, Asraf, Ismail Hussoin, Asmah Nj. Omar, Nik Safiah dan Abdul Karim.
PENERBITAN-PENERBITAN DIREKTORAT MUSEUM
Direktorat Museum Ditdjen Kebudajaan bersama-sama dengan Museum
Pusat dan Ikatan Karjawan Museum achir-achir ini banjak menerbitkan madjalah-madjalah mengenai permuseuman seperti "Varia Museografia", "Kehidupan di Museum", "Manusia Indonesia", "Bulletin Museum", jang memuat artikel-artikel tentang masalah permuseum'an, dan hasil-hasil penelitian dalam bidang tersebut. Djuga diterbitkan monografi-monografi dalam seri. Telah diedarkan monografi "Gamelan Sunda" oleh Drs Zakaria
Soemintaatmadja "Sjair Perang Palembang" oleh Drs. Atja (sebuah studi kesusastraan lama), "Diffusi dan Transisi Budaja di Indonesia", oleh Drs. Amir Sutaarga, dan "Mengenal Archeology" oleh Wahjono M.
Perlu diketahui bahwa semua penerbitan itu masih berupa stensilan., Hanja kulitaja jang ditjetak. Hal ini disebabkan karena mata anggaran untuk penerbitan jang ditetapkan dalam anggaran belandja Departemen P. dan K. chususnja untuk Direktorat Djenderal Kebudajaan, teramat djauh dari memadai. Untuk menjelenggarakan penerbitan tersebut diatas, pihak Direktorat Museum telah berhasil menarik bantuan dari perseorangan-perseorangan jang menaruh minat dalam bidang permuseuman Indonesia.
MADJALAH "HORISON" MEMAKAI EDJAAN BARU
Artikel "Malaysia-Indonesia, hubungan mesra melalui sastra" jang
termuat dalam madjalah kesusastraan "Horison" No. 9 Tahun II, September 1967, ditulis dalam edjaan baru oleh .B. Jassin. Artikel tersebut merupakan tjatatan kebudajaan jang setiap nomor ditulis setjara berganti oleh anggota-anggota redaksi.
KUNDJUNGAN TEAM AHLI BAHASA KOTI KE KUALA LUMPUR
Dalam rangka memenuhi undangan Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia
kepada pihak Indonesia, maka pada tanggal 21 Djuni 1967 jang lalu telah berangkat ke Kuala Lumpur serombongan ahli bahasa jang tergabung dalam Team Ahli Bahasa Koti (G-5), untuk seminggu lamanja. Keberangkatan ini merupakan kundjungan balasan. Team ini diketuai oleh Dra: Nj. S.W. Rudjiati Muljadi. Sebagai diketahui pada bulan September 1966 jang lalu pihak Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia telah mengadakan kundjungan ke Indonesia dalam rangka bertukar pikiran tentang masalah kerjasama dalam bidang bahasa chususnja edjaan.<noinclude></noinclude>
cwzvyvc0gojzf8rum6o3olkilwlcfc6
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/40
104
104341
294578
2026-05-13T16:42:47Z
Upiak Ituih
27011
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Untuk mendjalankan roda organisasi talah dipilih pengurus sementara jang terdiri saudara-saudara: <ol> <poem> Drs. A.M. Mooliono, M.A. (Universitas Indonesia) Djoko Kontjono, M.A. (Universitas Indonesia) Dra. Nj. Siti Chamdiah (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Drs. M. Nurdin Ahmad (Akademi Bahasa Asing) Drs. A. Effendi (Direktorat Bahasa dan Kesusastraan) </poem> </ol> Sebagai sekretaris sementara ditundjuk Harimurti Kridalaksana. Bagi ju...
294578
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Upiak Ituih" />{{rh||34}}</noinclude>Untuk mendjalankan roda organisasi talah dipilih pengurus sementara jang terdiri saudara-saudara:
<ol>
<poem>
Drs. A.M. Mooliono, M.A. (Universitas Indonesia)
Djoko Kontjono, M.A. (Universitas Indonesia)
Dra. Nj. Siti Chamdiah (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan)
Drs. M. Nurdin Ahmad (Akademi Bahasa Asing)
Drs. A. Effendi (Direktorat Bahasa dan Kesusastraan)
</poem>
</ol>
Sebagai sekretaris sementara ditundjuk Harimurti Kridalaksana.
Bagi jung borninat mendjadi anggota I.L.I. dapat berhubungan de-
ngan sekretaris d/a Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Rawamangun
Djakarta.
Kegiatan jang telah dilakukan ialah membahas kortas-kurdjas
1. "Fenjenpurnaan Ed jaan Bahasa Indonesia", oleh Djokokont jono
M.A. (secinar portana);
2. "Pembentukan istilah ilmiah dalam Bahasa Indonesia", oloh
Drs. H.. Kridalskanna (seninar kedua);
3. "Suutu Reorientasi dalen Tatabahasa Indonesia", oleh
Dra. A.M.Mouliono M.A. (aominar ketiga);
4. "Posisi subjektif dan objektif menurut tuori transformasi",
oleh E.K.H. Masinanbouw (soninar koonpat);
5. "Intorforensi fonia dan Pongadjaran bahan sete.enhaent, bahan
kedua", oleh Drs. B. Hoodoro Hood.
6. "Struktur morfofonenik Minangkabau", oleh Drs Rapilus Ishak
(suninar Koonan);
7. "Beberapa persoalan variasi dalam bahasa Indonesia" oleh
Dra. Unar Junus (seminar ketud juh).
Untuk seminar solandjutnja, bulan Novenbor 1967, direntjanakan:
1. tjeranah (pokoknasalah akan diusulkan) oleh Sutan Takdir
Alisjahbana;
2. "Penggunaan kalinat inti dalam pengadjaran bahasa Indonesia",
oleh Drs, Muhadjir.
PAMERAN PUSTAKA DAN DOKUMENTASI
Dalam rangka menjambut hari Sunnah Ponuda 28 Citohor 1967,
Direktorat Bahasa dan Kesusastraan akan mengadakan pameran pustaka
bahasa dan kosusastraan Indonesia Lana dan Modorn serta Nusantara
(daerah). Akan dipamerkan pula sebagaian dari dokumentasi kesusastraan.
Indonesia Modern nilik Drs. H.B.Jassin dan milik Dinas Kesusastraan
Indonesia D.B.K.
Pameran ini akan berlangsung selana satu minggu mulai tanggal
28 Oktober saapai tanggal 4 Noponber 1967. Diharapkan Dirdjen Kebuda-
Jaan dapat menghadiri dan neresnikan poabukaan paneran tersebut.
TJERAMAH KDJAAN
Dalan rangka memperingati hari Sumpah Pemuda jang ko 39 (28 Ok-
tobar 1928 28 Oktober 1967), dan untuk nonhilankan kesalahpahanan
tentang materi odjaan baru dikalangan nas jarakat karuna belum meluas-
nja publikasi, naka Direktorat Bahasa dan Kesusastraan akan nenjeleng-
garakan tjeranah tentang od jaan baru pada tanggal 29 Oktober 1967 ajan
8.30 pagi, bertonpat diaula Fakultas Psychologi, Universitas Indonesia,
Djl. Diponegoro 82 Djakarta. Tjernah terbuka untuk uaun jung menaruh
ninat pada masalah tersebut.
Digitized by Google<noinclude></noinclude>
cuxkkrmesz7fi0mk2ngzj4f954fx4en
294582
294578
2026-05-13T16:44:45Z
Upiak Ituih
27011
294582
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Upiak Ituih" />{{rh||34}}</noinclude>Untuk mendjalankan roda organisasi talah dipilih pengurus sementara jang terdiri saudara-saudara:
<ol>
<poem>
Drs. A.M. Mooliono, M.A. (Universitas Indonesia)
Djoko Kontjono, M.A. (Universitas Indonesia)
Dra. Nj. Siti Chamdiah (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan)
Drs. M. Nurdin Ahmad (Akademi Bahasa Asing)
Drs. A. Effendi (Direktorat Bahasa dan Kesusastraan)
</poem>
</ol>
Sebagai sekretaris sementara ditundjuk Harimurti Kridalaksana.
Bagi jang berminat mendjadi anggota I.L.I. dapat berhubungan de-
ngan sekretaris d/a Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Rawamangun
Djakarta.
Kegiatan jang telah dilakukan ialah membahas kortas-kurdjas
1. "Fenjenpurnaan Ed jaan Bahasa Indonesia", oleh Djokokont jono
M.A. (secinar portana);
2. "Pembentukan istilah ilmiah dalam Bahasa Indonesia", oloh
Drs. H.. Kridalskanna (seninar kedua);
3. "Suutu Reorientasi dalen Tatabahasa Indonesia", oleh
Dra. A.M.Mouliono M.A. (aominar ketiga);
4. "Posisi subjektif dan objektif menurut tuori transformasi",
oleh E.K.H. Masinanbouw (soninar koonpat);
5. "Intorforensi fonia dan Pongadjaran bahan sete.enhaent, bahan
kedua", oleh Drs. B. Hoodoro Hood.
6. "Struktur morfofonenik Minangkabau", oleh Drs Rapilus Ishak
(suninar Koonan);
7. "Beberapa persoalan variasi dalam bahasa Indonesia" oleh
Dra. Unar Junus (seminar ketud juh).
Untuk seminar solandjutnja, bulan Novenbor 1967, direntjanakan:
1. tjeranah (pokoknasalah akan diusulkan) oleh Sutan Takdir
Alisjahbana;
2. "Penggunaan kalinat inti dalam pengadjaran bahasa Indonesia",
oleh Drs, Muhadjir.
PAMERAN PUSTAKA DAN DOKUMENTASI
Dalam rangka menjambut hari Sunnah Ponuda 28 Citohor 1967,
Direktorat Bahasa dan Kesusastraan akan mengadakan pameran pustaka
bahasa dan kosusastraan Indonesia Lana dan Modorn serta Nusantara
(daerah). Akan dipamerkan pula sebagaian dari dokumentasi kesusastraan.
Indonesia Modern nilik Drs. H.B.Jassin dan milik Dinas Kesusastraan
Indonesia D.B.K.
Pameran ini akan berlangsung selana satu minggu mulai tanggal
28 Oktober saapai tanggal 4 Noponber 1967. Diharapkan Dirdjen Kebuda-
Jaan dapat menghadiri dan neresnikan poabukaan paneran tersebut.
TJERAMAH KDJAAN
Dalan rangka memperingati hari Sumpah Pemuda jang ko 39 (28 Ok-
tobar 1928 28 Oktober 1967), dan untuk nonhilankan kesalahpahanan
tentang materi odjaan baru dikalangan nas jarakat karuna belum meluas-
nja publikasi, naka Direktorat Bahasa dan Kesusastraan akan nenjeleng-
garakan tjeranah tentang od jaan baru pada tanggal 29 Oktober 1967 ajan
8.30 pagi, bertonpat diaula Fakultas Psychologi, Universitas Indonesia,
Djl. Diponegoro 82 Djakarta. Tjernah terbuka untuk uaun jung menaruh
ninat pada masalah tersebut.
Digitized by Google<noinclude></noinclude>
ay5nyllkvobhvf4t9s0vvgeye0o9aul
294587
294582
2026-05-13T16:51:25Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294587
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||34}}</noinclude>Untuk mendjalankan roda organisasi talah dipilih pengurus sementara jang terdiri saudara-saudara:
<ol>
<poem>
Drs. A.M. Mooliono, M.A. (Universitas Indonesia)
Djoko Kontjono, M.A. (Universitas Indonesia)
Dra. Nj. Siti Chamdiah (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan)
Drs. M. Nurdin Ahmad (Akademi Bahasa Asing)
Drs. A. Effendi (Direktorat Bahasa dan Kesusastraan)
</poem>
</ol>
Sebagai sekretaris sementara ditundjuk Harimurti Kridalaksana.
Bagi jang berminat mendjadi anggota I.L.I. dapat berhubungan dengan sekretaris d/a Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Rawamangun Djakarta.
Kegiatan jang telah dilakukan ialah membahas kertas-kerdja:
<ol style="line-height:1.7em; text-align:justify; margin-left: 2.5em; padding-left: 0;">
<li>"Penjempurnaan Edjaan Bahasa Indonesia", oleh Djokokentjono M.A. (seminar pertama);</li>
<li>"Pembentukan istilah ilmiah dalam Bahasa Indonesia", oleh Drs. H.K. Kridalaksana (seminar kedua);</li>
<li>"Suatu Reorientasi dalam Tatabahasa Indonesia", oleh Drs. A.M.Moeliono M.A. (seminar ketiga);</li>
<li>"Posisi subjektif dan objektif menurut teori transformasi", oleh E.K.M. Masinambouw (seminar keempat);</li>
<li>"Interferensi fonis dan Pengadjaran bahasa asing sebagai bahasa kedua", oleh Drs. B. Hoedoro Hoed.</li>
<li>"Struktur morfofonemik Minangkabau", oleh Drs Rapilus Ishak (seminar keenam);</li>
<li>"Beberapa persoalan variasi dalam bahasa Indonesia" oleh Drs. Umar Junus (seminar ketudjuh).</li>
</ol>
Untuk seminar selandjutnja, bulan Nopember 1967, direntjanakan:
<ol style="line-height:1.7em; text-align:justify; margin-left: 2.5em; padding-left: 0;">
<li>tjeramah (pokokmasalah akan diusulkan) oleh Sutan Takdir Alisjahbana;</li>
<li>"Penggunaan kalimat inti dalam pengadjaran bahasa Indonesia", oleh Drs. Muhadjir.</li>
</ol>
PAMERAN PUSTAKA DAN DOKUMENTASI
Dalam rangka menjambut hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1967, Direktorat Bahasa dan Kesusastraan akan mengadakan pameran pustaka bahasa dan kesusastraan Indonesia Lama dan Modern serta Nusantara (daerah). Akan dipamerkan pula sebagian dari dokumentasi kesusastraan Indonesia Modern milik Drs. H.B.Jassin dan milik Dinas Kesusastraan Indonesia D.B.K.
Pameran ini akan berlangsung selama satu minggu mulai tanggal 28 Oktober sampai tanggal 4 Nopember 1967. Diharapkan Dirdjen Kebudajaan dapat menghadiri dan meresmikan pembukaan pameran tersebut.
TJERAMAH EDJAAN
Dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda jang ke 39 (28 Oktober 1928 - 28 Oktober 1967), dan untuk menghilangkan kesalahpahaman tentang materi edjaan baru dikalangan masjarakat karena belum meluasnja publikasi, maka Direktorat Bahasa dan Kesusastraan akan menjelenggarakan tjeramah tentang edjaan baru pada tanggal 29 Oktober 1967 djam 8.30 pagi, bertempat diaula Fakultas Psychologi Universitas Indonesia, Djl. Diponegoro 82 Djakarta. Tjeramah terbuka untuk umum jang menaruh minat pada masalah tersebut.<noinclude></noinclude>
dcxv846uctbijepa5rq9kv29qq45ta4
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/117
104
104342
294588
2026-05-13T16:52:10Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
294588
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>{{C|'''ISTILAH-ISTILAH JANG DIHASILKAN RAPAT SEKSI-SEKSI KOMISI ISTILAH'''}}
<br>
ILMU BAHASA DAN KESUSASTRAAN<br>
<br>
{| style="background:transparent; border-collapse:collapse; width:100%;"
|-
| style="width:5%;" | a) || style="width:35%;" | clitic || style="width:60%;" | - bentuk sertaan, bentuk klisis
|-
| || conjunction || - sertaan penghubung
|-
| || dual || - duaan
|-
| || enclitic || - bentuk sertaan achir
|-
| || preposition || - sertaan sandang
|-
| || proclitic || - bentuk sertaan awal
|-
| || pronominal clitic || - sertaan ganti
|-
| || transcription || - alih tanda
|-
| || transliteration || - alih huruf
|-
| || trial || - tigaan
|-
| || ||
|-
| b) || connotation || - arti tautan, konotasi
|-
| || denotation || - arti laziman, denotasi
|-
| || denoument || - peleraian
|-
| || plastic || - plastika
|-
| || point of attack || - pangkal lelakon
|-
| || portmanteau word || - kata paduan
|-
| || proportion || - perimbangan
|-
| || pun || - seloroh kata
|-
| || suspense || - tegangan
|-
| || tension || - ketegangan
|-
| || ||
|-
| colspan="3" | '''PELAJARAN'''
|-
| || box column || - tiang bumbung
|-
| || box coupling || - kopeling selongsong
|-
| || bracket bearing || - sangga balok bantalan
|-
| || clap on || - menambah lajar
|-
| || coaming || - ambang pelekah
|-
| || out water || - 1 badji kaju; 2 tjutjur
|-
| || dead ahead || - tepat dimuka
|-
| || dead wood || - kaju pembantu
|}<noinclude>{{rh|||31}}</noinclude>
5zm8i5vtlbnqcqntr9ney0pi92eys3n
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/940
104
104343
294589
2026-05-13T16:54:37Z
Sarieffe
26994
/* Telah diuji baca */
294589
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sarieffe" /></noinclude>{| style ="border: 3px dotted black solid; width:60%;"
<CENTER>{{Xxx-larger|<u>P.T. BANK TABUNGAN N.I.S.P</u>}} </center>
<center>{{Xx-larger|NILAI INTI SARI PENJIMPAN }}</center>
<br>
<center>{{rule|5em|===========}}</center>
{{Larger|'''Kantor Pusat''' }}
<center>Taman Tjibeunjing Sel. 25 — Tilp. 4169 </center>
<center>Bandung. </center>
<center>'''Tjabang dan Ranting diseluruh Kepulauan''' </center>
<center>'''Indonesia''' </center>
Tabungan dengan 6”/, rente berente
Pula menerima deposito dengan bunga 6"/, setahun
Untuk djelasnja mintalah buku peraturan umumnja pada Kantor Ijabang dan Ranting jang dengan pertjuma dapat
diberikan.
{{Right|'''<big>DIREKSI</big>''' }}
|}<noinclude>{{rh|38}}</noinclude>
ct4ph6zup1jjbrl7s64b9wujtrs8iil
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/37
104
104344
294591
2026-05-13T16:56:25Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294591
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||31}}</noinclude>{| style="background:transparent; line-height:1.5em; width:100%;"
| 34 || style="padding-left:1em;" | -"- || Manusia Kota || Djakarta, B.P. 1951
|-
| 35 || style="padding-left:1em;" | -"- || Sangkuriang || Djakarta,...... 1959<sup>1)</sup>
|-
| 36 || style="padding-left:1em;" | -"- || Selamat Djalan Anak<br />kufur... || Djakarta, B.P. 1963
|-
| 37 || style="padding-left:1em;" | -"- || Si Sapar || Bharata, Djakarta,<br />Sadar - 1964
|-
| 38 || style="padding-left:1em;" | -"- || Si Kampeng || Djakarta, Sadar 1965
|-
| 39 || Pramudya Ananta<br />Toer || Perburuan || Djakarta, B.P. 1950
|-
| 40 || style="padding-left:1em;" | -"- || Subuh || Djakarta, Pembangunan 1950
|-
| 41 || style="padding-left:1em;" | -"- || Pertjikan Revolusi || Djakarta, Gapura 1950
|-
| 42 || style="padding-left:1em;" | -"- || Keluarga Gerilja || Djakarta, Pembangunan 1950
|-
| 43 || Pramudya Ananta<br />Toer || Mereka jang dilumpuhkan || Djakarta, B.P. 1951
|-
| 44 || style="padding-left:1em;" | -"- || Ditepi Kali Bekasi || Djakarta, Gapura '51
|-
| 45 || style="padding-left:1em;" | -"- || Bukan Pasar Malam || Djakarta, B.P. 1951
|-
| 46 || style="padding-left:1em;" | -"- || Tjerita Dari Blora || Djakarta, B.P. 1952
|-
| 47 || style="padding-left:1em;" | -"- || Midah si Manis Bergigi<br />Emas || Djakarta, Nusantara 1954
|-
| 48 || style="padding-left:1em;" | -"- || Korupsi || Bukittinggi-Djakarta<br />Nusantara 1961
|-
| 49 || style="padding-left:1em;" | -"- || Gulat di Djakarta || Djakarta, Duta 1952
|-
| 50 || style="padding-left:1em;" | -"- || Tjerita dari Djakarta || Djakarta, Grafika '57
|-
| 51 || style="padding-left:1em;" | -"- || Sekali Peristiwa di<br />Banten Selatan || Djakarta, Djaw. Penempatan.<br />Tenaga, Kem. P.U.T.,t.t.
|-
| 52 || style="padding-left:1em;" | -"- || Tjerita Tjalon Arang || Djakarta, B.P. 1957
|-
| 53 || style="padding-left:1em;" | -"- || Panggil Aku Kartini<br />sadja djilid I || Bukittinggi-Djakarta<br />Nusantara, 1962
|-
| 54 || style="padding-left:1em;" | -"- || style="padding-left:3em;" | -"- II || style="padding-left:2em;" | -"-
|-
| 55 || style="padding-left:1em;" | -"- || Hoa Kiaw di Indonesia ||
|-
| 56 || Agam Wispi || Matinja seorang Petani || Djakarta, Lekra, 1962
|-
| 57 || style="padding-left:1em;" | -"- || Sahabat || Djakarta, Lekra, 1959
|-
| 58 || style="padding-left:1em;" | -"- || Nasi dan Melati ||
|-
| 59 || style="padding-left:1em;" | -"- || Jang tak terbungkamkan ||
|-
| 60 || Zubir A.A. || Lagu Subuh || Djakarta, Pembaruan '59
|}
----
<sup>1)</sup> Mestinja: Djakarta, Bhratara, 1962 (dalam bahasa Sunda). Redaksi.
<div style="text-align: center; line-height: 1.5em; margin-top: 2em; margin-left: auto; margin-right: auto; width: 60%;">
Djakarta, 30 Nopember 1965.
Pembantu Menteri P.D. dan K. Bidang<br />Teknis Pendidikan,
t.t.d.
<u>(Drs. M. Setiadi Kartohadikusumo)</u><br />Kol. Inf. Nrp. 16070
</div><noinclude></noinclude>
hpfy8fg9yohpxqtbyko1mf0nlftpqpk
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/323
104
104345
294593
2026-05-13T16:59:34Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
294593
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>{{C|TABEL CATATAN}}
Judul : {{...|20}}
<br><br>
{| class="wikitable" style="width:100%; border-collapse:collapse;"
|-
! style="width:60%;" | Penilaian !! baik sekali !! baik !! cukup !! buruk
|-
| colspan="5" | <u>Struktur:</u>
|-
| 1) pokok cukup terbatas || || || ||
|-
| 2) penjelasan cukup lengkap dan relevan || || || ||
|-
| 3) urusan gagasan teratur || || || ||
|-
| 4) satuan paragraf tertib || || || ||
|-
| 5) transisi paragraf lancar dan logis || || || ||
|-
| colspan="5" | <u>Gaya:</u>
|-
| 6) kata-kata tepat dan kongkrit || || || ||
|-
| 7) kata-kata cukup bervariasi bentuk maupun makna || || || ||
|-
| 8) kalimat tersusun lengkap || || || ||
|-
| 9) kalimat tersusun ekonomis || || || ||
|-
| 10) kalimat bervariasi dalam pola maupun panjang || || || ||
|-
| colspan="5" | <u>Teknik:</u>
|-
| 11) pengejaan tepat || || || ||
|-
| 12) penandabacaan tepat || || || ||
|-
| 13) penghurufbesaran tepat || || || ||
|-
| 14) perupaan bersih dan rapi || || || ||
|-
| colspan="5" | <u>Keaslian:</u>
|-
| 15) keaslian gaya dipertahankan || || || ||
|-
| 16) keaslian pikiran dipertahankan || || || ||
|-
| style="text-align:center;" | Penilaian keseluruhan || colspan="4" |
|}
Nama :
<br>Kelas:<noinclude>{{rh|||9}}</noinclude>
5q4y2zdqehk73lxerf1qytp0woldin7
294595
294593
2026-05-13T17:00:34Z
Moel81
25980
294595
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>{{C|TABEL CATATAN}}
Judul : {{...|20}}
<br><br>
{| class="wikitable" style="width:100%; border-collapse:collapse;"
|-
! style="width:60%;" | Penilaian !! baik sekali !! baik !! cukup !! buruk
|-
| colspan="5" | <u>Struktur:</u>
|-
| 1) pokok cukup terbatas || || || ||
|-
| 2) penjelasan cukup lengkap dan relevan || || || ||
|-
| 3) urusan gagasan teratur || || || ||
|-
| 4) satuan paragraf tertib || || || ||
|-
| 5) transisi paragraf lancar dan logis || || || ||
|-
| colspan="5" | <u>Gaya:</u>
|-
| 6) kata-kata tepat dan kongkrit || || || ||
|-
| 7) kata-kata cukup bervariasi bentuk maupun makna || || || ||
|-
| 8) kalimat tersusun lengkap || || || ||
|-
| 9) kalimat tersusun ekonomis || || || ||
|-
| 10) kalimat bervariasi dalam pola maupun panjang || || || ||
|-
| colspan="5" | <u>Teknik:</u>
|-
| 11) pengejaan tepat || || || ||
|-
| 12) penandabacaan tepat || || || ||
|-
| 13) penghurufbesaran tepat || || || ||
|-
| 14) perupaan bersih dan rapi || || || ||
|-
| colspan="5" | <u>Keaslian:</u>
|-
| 15) keaslian gaya dipertahankan || || || ||
|-
| 16) keaslian pikiran dipertahankan || || || ||
|-
| style="text-align:center;" | Penilaian keseluruhan || colspan="4" |
|}
Nama :<br>
Kelas:<noinclude>{{rh|||9}}</noinclude>
eob51tpo9ehlxta6owxm6gxsfgp4iwp
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/49
104
104346
294597
2026-05-13T17:04:36Z
Upiak Ituih
27011
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi ' Menjelang ujian akhir pada sesuatu Fakultas, yaitu ujian doktoral, biasanya mahasiswa ditugaskan untuk membuat suatu skripsi tentang mata-pelajaran utama yang telah dipilihnya. Skripsi itu adalah suatu studi kecil sebagai bukti bahwa si mahasiswa telah dapat menulis suatu penyelidikan yang memenuhi syarat-syarat ilmiah. Di Fakultas Sastra atau FSS-IKIP jurusan Sastra Indonesia ada kebiasaan pula untuk membuat skripsi doktoral demikian. Biasany...
294597
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Upiak Ituih" /></noinclude>
Menjelang ujian akhir pada sesuatu Fakultas, yaitu ujian doktoral, biasanya mahasiswa ditugaskan untuk membuat suatu skripsi tentang mata-pelajaran utama yang telah dipilihnya. Skripsi itu adalah suatu studi kecil sebagai bukti bahwa si mahasiswa telah dapat menulis suatu penyelidikan yang memenuhi syarat-syarat ilmiah.
Di Fakultas Sastra atau FSS-IKIP jurusan Sastra Indonesia ada kebiasaan pula untuk membuat skripsi doktoral demikian. Biasanya si calon sarjana harus memilih salah satu dari tiga jenis skripsi, yaitu skripsi mengenai linguistik, filologi atau kesusastraan modern.
Maka kalau sudah sampai musim membuat skripsi, sibuklah mahasiswa mencari bahan untuk dijadikan pokok penyelidikannya. Yang memilih kejuruan kesusastraan tentu akan mencari bahan-bahan kesusastraan. Ia pertama-tama akan mencari buku-buku karangan pengarang-pengarang yang akan dibahas misalnya, sekedar riwayat hidup pengarang-pengarang itu, pencatatan mengenai karya-karya mereka, bahan-bahan mengenai latar belakang sejarah dan masyarakat dan sebagainya.
Kalau saudara mahasiswa jang kebetulan tinggal di Ibukota, saudara akan mentjari bahan-bahan ke Museum atau Gedung Gajah, ke Balai Pustaka, ke Lembaga Pers dan Pendapat Umum ke Direktorat Bahasa dan Kesusastraan, dan karena kelangkaan pengarang Indonesia tinggal di Jakarta, saudara akan datang kerumah pengarang itu untuk berwawantjara setjara pribadi mengenai kehidupan dan karjanja, tjita-tjita dan tanggapannja.
Jauh lebih sukar bagi mahasiswa diluar kota. Mereka terpaksa menulis surat kepada instansi-instansi tersebut dan sjukurlah kalau mereka bisa mendapat djawaban jang tcepat. Atau mereka menulis surat kepada pengarang jang mendjadi obyek penjelidikannja, kalau kebetulan mereka tahu alamatnja.
Di Museum atau Gedung Gajah, ada bagian perpustakaan dan ada pula bagian naskah. Di perpustakaan dapat dipindjam buku-buku dan dibagian naskah, naskah-naskah tulisan tangan, jaitu naskah-naskah kesusastraan lama.
Di Balai Pustaka saudara akan mendapatkan semua buku-buku jang pernah diterbitkan oleh Balai Pustaka jang didirikan sedjak tahun 1917. Djuga madjalah-madjalah {{u|Pandji Poestaka}}, {{u|Volksalmanak Melaju}}, {{u|Pantja Raja}}, {{u|Raya}}, madjalah {{u|Indonesia}} (tahun I - 1949), {{u|Bina Pantjasila}}, {{u|Katalogus}}, buku-buku Balai Pustaka, {{u|Pedoman Pembatja}}, {{U|Pembimbing Pembatja}}.
----
+ Pegawai Tinggi Direktorat Bahasa dan Kesusastraan.<noinclude></noinclude>
9am7sncnui374u4stzm5em2oa5uq3kb
294598
294597
2026-05-13T17:08:54Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294598
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><div style="margin-left: 6em;">DOKUMENTASI KESUSASTRAAN</div>
{{rh|||H.B. Jassin<sup>+</sup>}}
Menjelang ujian akhir pada sesuatu Fakultas, yaitu ujian doktoral, biasanya mahasiswa ditugaskan untuk membuat suatu skripsi tentang mata-pelajaran utama yang telah dipilihnya. Skripsi itu adalah suatu studi kecil sebagai bukti bahwa si mahasiswa telah dapat menulis suatu penyelidikan yang memenuhi syarat-syarat ilmiah.
Di Fakultas Sastra atau FSS-IKIP jurusan Sastra Indonesia ada kebiasaan pula untuk membuat skripsi doktoral demikian. Biasanya si calon sarjana harus memilih salah satu dari tiga jenis skripsi, yaitu skripsi mengenai linguistik, filologi atau kesusastraan modern.
Maka kalau sudah sampai musim membuat skripsi, sibuklah mahasiswa mencari bahan untuk dijadikan pokok penyelidikannya. Yang memilih kejuruan kesusastraan tentu akan mencari bahan-bahan kesusastraan. Ia pertama-tama akan mencari buku-buku karangan pengarang-pengarang yang akan dibahas misalnya, sekedar riwayat hidup pengarang-pengarang itu, pencatatan mengenai karya-karya mereka, bahan-bahan mengenai latar belakang sejarah dan masyarakat dan sebagainya.
Kalau saudara mahasiswa jang kebetulan tinggal di Ibukota, saudara akan mentjari bahan-bahan ke Museum atau Gedung Gajah, ke Balai Pustaka, ke Lembaga Pers dan Pendapat Umum ke Direktorat Bahasa dan Kesusastraan, dan karena kelangkaan pengarang Indonesia tinggal di Jakarta, saudara akan datang kerumah pengarang itu untuk berwawantjara setjara pribadi mengenai kehidupan dan karjanja, tjita-tjita dan tanggapannja.
Jauh lebih sukar bagi mahasiswa diluar kota. Mereka terpaksa menulis surat kepada instansi-instansi tersebut dan sjukurlah kalau mereka bisa mendapat djawaban jang tcepat. Atau mereka menulis surat kepada pengarang jang mendjadi obyek penjelidikannja, kalau kebetulan mereka tahu alamatnja.
Di Museum atau Gedung Gajah, ada bagian perpustakaan dan ada pula bagian naskah. Di perpustakaan dapat dipindjam buku-buku dan dibagian naskah, naskah-naskah tulisan tangan, jaitu naskah-naskah kesusastraan lama.
Di Balai Pustaka saudara akan mendapatkan semua buku-buku jang pernah diterbitkan oleh Balai Pustaka jang didirikan sedjak tahun 1917. Djuga madjalah-madjalah {{u|Pandji Poestaka}}, {{u|Volksalmanak Melaju}}, {{u|Pantja Raja}}, {{u|Raya}}, madjalah {{u|Indonesia}} (tahun I - 1949), {{u|Bina Pantjasila}}, {{u|Katalogus}}, buku-buku Balai Pustaka, {{u|Pedoman Pembatja}}, {{U|Pembimbing Pembatja}}.
----
+ Pegawai Tinggi Direktorat Bahasa dan Kesusastraan.<noinclude></noinclude>
ihwtfxfu1af3k8u8ivfq6b9iiikoaav
294599
294598
2026-05-13T17:10:23Z
Upiak Ituih
27011
294599
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><div style="margin-left: 6em;">DOKUMENTASI KESUSASTRAAN</div>
{{rh|||H.B. Jassin<sup>+</sup>}}
Menjelang ujian akhir pada sesuatu Fakultas, yaitu ujian doktoral, biasanya mahasiswa ditugaskan untuk membuat suatu skripsi tentang mata pelajaran utama yang telah dipilihnya. Skripsi itu adalah suatu studi kecil sebagai bukti bahwa si mahasiswa telah dapat menulis suatu penyelidikan yang memenuhi syarat-syarat ilmiah.
Di Fakultas Sastra atau FSS-IKIP jurusan Sastra Indonesia ada kebiasaan pula untuk membuat skripsi doktoral demikian. Biasanya si calon sarjana harus memilih salah satu dari tiga jenis skripsi, yaitu skripsi mengenai linguistik, filologi atau kesusastraan modern.
Maka kalau sudah sampai musim membuat skripsi, sibuklah mahasiswa mencari bahan untuk dijadikan pokok penyelidikannya. Yang memilih kejuruan kesusastraan tentu akan mencari bahan-bahan kesusastraan. Ia pertama-tama akan mencari buku-buku karangan pengarang-pengarang yang akan dibahas misalnya, sekedar riwayat hidup pengarang-pengarang itu, pencatatan mengenai karya-karya mereka, bahan-bahan mengenai latar belakang sejarah dan masyarakat dan sebagainya.
Kalau saudara mahasiswa jang kebetulan tinggal di Ibukota, saudara akan mentjari bahan-bahan ke Museum atau Gedung Gajah, ke Balai Pustaka, ke Lembaga Pers dan Pendapat Umum ke Direktorat Bahasa dan Kesusastraan, dan karena kelangkaan pengarang Indonesia tinggal di Jakarta, saudara akan datang kerumah pengarang itu untuk berwawantjara setjara pribadi mengenai kehidupan dan karjanja, tjita-tjita dan tanggapannja.
Jauh lebih sukar bagi mahasiswa diluar kota. Mereka terpaksa menulis surat kepada instansi-instansi tersebut dan sjukurlah kalau mereka bisa mendapat djawaban jang tcepat. Atau mereka menulis surat kepada pengarang jang mendjadi obyek penjelidikannja, kalau kebetulan mereka tahu alamatnja.
Di Museum atau Gedung Gajah, ada bagian perpustakaan dan ada pula bagian naskah. Di perpustakaan dapat dipindjam buku-buku dan dibagian naskah, naskah-naskah tulisan tangan, jaitu naskah-naskah kesusastraan lama.
Di Balai Pustaka saudara akan mendapatkan semua buku-buku jang pernah diterbitkan oleh Balai Pustaka jang didirikan sedjak tahun 1917. Djuga madjalah-madjalah {{u|Pandji Poestaka}}, {{u|Volksalmanak Melaju}}, {{u|Pantja Raja}}, {{u|Raya}}, madjalah {{u|Indonesia}} (tahun I - 1949), {{u|Bina Pantjasila}}, {{u|Katalogus}}, buku-buku Balai Pustaka, {{u|Pedoman Pembatja}}, {{U|Pembimbing Pembatja}}.
----
+ Pegawai Tinggi Direktorat Bahasa dan Kesusastraan.<noinclude></noinclude>
5dsek9ufjc7863gq1t5l2lmpdin996e
Pembicaraan Pengguna:Link PB
3
104347
294602
2026-05-13T17:15:11Z
Suga Widi
25678
/* Halo kak . */ bagian baru
294602
wikitext
text/x-wiki
== Halo kak . ==
salam.kenal kak. Bisa bagi tips & trik bisa cepat ujibaca di wikisumber heheheh [[Pengguna:Suga Widi|Suga Widi]] ([[Pembicaraan Pengguna:Suga Widi|bicara]]) 13 Mei 2026 17.15 (UTC)
r2q9cof8mdrogdr2fbc53m64zvkoa7r
294820
294602
2026-05-14T02:15:48Z
Link PB
26772
/* Halo kak . */ Balas
294820
wikitext
text/x-wiki
== Halo kak . ==
salam.kenal kak. Bisa bagi tips & trik bisa cepat ujibaca di wikisumber heheheh [[Pengguna:Suga Widi|Suga Widi]] ([[Pembicaraan Pengguna:Suga Widi|bicara]]) 13 Mei 2026 17.15 (UTC)
:halo salam kenal juga. hapalin beberapa coding yang sering digunakan dibuku itu. saya dari komunitas banjarnegara. km dari mana [[Pengguna:Link PB|Link PB]] ([[Pembicaraan Pengguna:Link PB|bicara]]) 14 Mei 2026 02.15 (UTC)
4e6twr4oojihzittewt4s3vpd0uv9bq
295212
294820
2026-05-14T09:52:42Z
Suga Widi
25678
/* Halo kak . */ Balas
295212
wikitext
text/x-wiki
== Halo kak . ==
salam.kenal kak. Bisa bagi tips & trik bisa cepat ujibaca di wikisumber heheheh [[Pengguna:Suga Widi|Suga Widi]] ([[Pembicaraan Pengguna:Suga Widi|bicara]]) 13 Mei 2026 17.15 (UTC)
:halo salam kenal juga. hapalin beberapa coding yang sering digunakan dibuku itu. saya dari komunitas banjarnegara. km dari mana [[Pengguna:Link PB|Link PB]] ([[Pembicaraan Pengguna:Link PB|bicara]]) 14 Mei 2026 02.15 (UTC)
::saya dari komunitas Yogyakarta..kakak udah lama ikut komunitas tsb? [[Pengguna:Suga Widi|Suga Widi]] ([[Pembicaraan Pengguna:Suga Widi|bicara]]) 14 Mei 2026 09.52 (UTC)
mgv4x5rkqrhn8yqzk3sjcn1asypnlqk
295358
295212
2026-05-14T11:24:38Z
Link PB
26772
/* Halo kak . */ Balas
295358
wikitext
text/x-wiki
== Halo kak . ==
salam.kenal kak. Bisa bagi tips & trik bisa cepat ujibaca di wikisumber heheheh [[Pengguna:Suga Widi|Suga Widi]] ([[Pembicaraan Pengguna:Suga Widi|bicara]]) 13 Mei 2026 17.15 (UTC)
:halo salam kenal juga. hapalin beberapa coding yang sering digunakan dibuku itu. saya dari komunitas banjarnegara. km dari mana [[Pengguna:Link PB|Link PB]] ([[Pembicaraan Pengguna:Link PB|bicara]]) 14 Mei 2026 02.15 (UTC)
::saya dari komunitas Yogyakarta..kakak udah lama ikut komunitas tsb? [[Pengguna:Suga Widi|Suga Widi]] ([[Pembicaraan Pengguna:Suga Widi|bicara]]) 14 Mei 2026 09.52 (UTC)
:::saya baru gabung februari 2026. [[Pengguna:Link PB|Link PB]] ([[Pembicaraan Pengguna:Link PB|bicara]]) 14 Mei 2026 11.24 (UTC)
ecvot0e74zin6mtvu6z2gpz14h6z98c
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/50
104
104348
294605
2026-05-13T17:23:46Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294605
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||4}}</noinclude>{{u|Pustaka dan budaja}} dan brosur-brosur yang memuat keterangan-keterangan tentang buku-buku kesusastraan yang diterbitkan oleh Balai Pustaka.
Dan kalau saudara seorang penyelidik kesusastraan yang gigih, saudara bisa minta dipinjami apa yang disebut "rondlezingsvel" atau "surat edaran". Semua naskah yang masuk ke Balai Pustaka, harus dipertimbangkan dan "rondlezingsvel" itu memuat pertimbangan anggota-anggota redaksi sebelum naskah itu diterima atau ditolak untuk diterbitkan. Dari situ dapatlah saudara mengetahui beberapa pendapat redaksi mengenai misalnya {{u|Sitti Noerbaja}}, {{u|Salah Asuhan}}, {{u|Atheis}} dan lain-lain.
Bagi mahasiswa-mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia, mahasiswa-mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Nasional dan IKIP Rawamangun, amat dikenal Direktorat Bahasa dan Kesusastraan, yang kantornya terletak di Jalan Diponegoro 82.
Direktorat ini khusus bergerak dilapangan penyelidikan bahasa dan kesusastraan, baik bahasa dan kesusastraan Indonesia (lama dan modern) maupun bahasa dan kesusastraan daerah. Bagian (Dinas) Kesusastraan Indonesia mempunyai dokumentasi mengenai hasil-hasil karya pengarang-pengarang Indonesia, majalah-majalah, guntingan surat kabar dan segala dokumen yang perlu bagi penyelidikan kesusastraan. Bagian kesusastraan lama mempunyai simpanan naskah-naskah lama atau salinannya dan ada pula mikrofilm dari naskah-naskah asli yang tersimpan di Museum.
Kalau saudara kebetulan memilih pokok skripsi mengenai kesusastraan lama atau modern, besar kemungkinan saudara tak perlu lagi bulak-balik pergi ke Museum, Balai Pustaka, Bagian Bibliografi Gunung Agung dan lain-lain, sebab bahan-bahan mengenai kesusastraan lama atau baru cukup lengkap tersimpan di Direktorat Bahasa dan Kesusastraan.
Kalau saudara seorang penyelidik sejarah atau mahasiswa doktoral sejarah, pasti saudara harus berhubungan kecuali dengan Perpustakaan Museum, juga dengan Arsip Negara, yang menyimpan segala dokumen bersejarah mengenai pemerintahan Belanda sejak djaman VOC sampai djaman Hindia Belanda dan sejak pemerintahan masa Jepang sampai sekarang. Dan saudara tentu tidak akan lupa mencari bahan ke Museum Djakarta yang terletak di jalan ke Pasar Ikan dan ke Perpustakaan Sejarah Sosial dan Politik di Merdeka Selatan.
Dan akhirnya bagi para wartawan atau mahasiswa Publisistik, tentu tak asing lagi kantor Lembaga Pers dan Pendapat Umum yang kantornya terletak di Pegangsaan Timur, disebelah bioskop Megaria.
Disinilah saudara bisa menemukan keterangan dan bahan-bahan mengenai persurat kabaran di Indonesia dari dulu hingga sekarang.<noinclude></noinclude>
3em2ljuaesa8sjtqs03687unwm085h1
294675
294605
2026-05-13T18:48:32Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294675
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||4}}</noinclude>{{u|Pustaka dan budaja}} dan brosur-brosur yang memuat keterangan-keterangan tentang buku-buku kesusastraan yang diterbitkan oleh Balai Pustaka.
Dan kalau saudara seorang penyelidik kesusastraan yang gigih, saudara bisa minta dipinjami apa yang disebut "rondlezingsvel" atau "surat edaran". Semua naskah yang masuk ke Balai Pustaka, harus dipertimbangkan dan "rondlezingsvel" itu memuat pertimbangan anggota-anggota redaksi sebelum naskah itu diterima atau ditolak untuk diterbitkan. Dari situ dapatlah saudara mengetahui beberapa pendapat redaksi mengenai misalnya {{u|Sitti Noerbaja}}, {{u|Salah Asuhan}}, {{u|Atheis}} dan lain-lain.
Bagi mahasiswa-mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia, mahasiswa-mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Nasional dan IKIP Rawamangun, amat dikenal Direktorat Bahasa dan Kesusastraan, yang kantornya terletak di Jalan Diponegoro 82.
Direktorat ini khusus bergerak dilapangan penyelidikan bahasa dan kesusastraan, baik bahasa dan kesusastraan Indonesia (lama dan modern) maupun bahasa dan kesusastraan daerah. Bagian (Dinas) Kesusastraan Indonesia mempunyai dokumentasi mengenai hasil-hasil karya pengarang-pengarang Indonesia, majalah-majalah, guntingan surat kabar dan segala dokumen yang perlu bagi penyelidikan kesusastraan. Bagian kesusastraan lama mempunyai simpanan naskah-naskah lama atau salinannya dan ada pula mikrofilm dari naskah-naskah asli yang tersimpan di Museum.
Kalau saudara kebetulan memilih pokok skripsi mengenai kesusastraan lama atau modern, besar kemungkinan saudara tak perlu lagi bulak-balik pergi ke Museum, Balai Pustaka, Bagian Bibliografi Gunung Agung dan lain-lain, sebab bahan-bahan mengenai kesusastraan lama atau baru cukup lengkap tersimpan di Direktorat Bahasa dan Kesusastraan.
Kalau saudara seorang penyelidik sejarah atau mahasiswa doktoral sejarah, pasti saudara harus berhubungan kecuali dengan Perpustakaan Museum, juga dengan Arsip Negara, yang menyimpan segala dokumen bersejarah mengenai pemerintahan Belanda sejak djaman VOC sampai djaman Hindia Belanda dan sejak pemerintahan masa Jepang sampai sekarang. Dan saudara tentu tidak akan lupa mencari bahan ke Museum Djakarta yang terletak di jalan ke Pasar Ikan dan ke Perpustakaan Sejarah Sosial dan Politik di Merdeka Selatan.
Dan akhirnya bagi para wartawan atau mahasiswa Publisistik, tentu tak asing lagi kantor Lembaga Pers dan Pendapat Umum yang kantornya terletak di Pegangsaan Timur, disebelah bioskop Megaria.
Disinilah saudara bisa menemukan keterangan dan bahan-bahan mengenai persurat kabaran di Indonesia dari dulu hingga sekarang.<noinclude></noinclude>
g0kezrtjtzrt627e08i1powhb7vsc8i
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/51
104
104349
294610
2026-05-13T17:31:42Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294610
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||5}}</noinclude>
Itulah gedung-gedung dan instansi-instansi yang menyimpan bahan-bahan yang diperlukan untuk penyelidikan sejarah dan kebudayaan Indonesia. Juga orang-orang dari luar negeri yang memerlukan bahan-bahan penyelidikan berhubungan dengan instansi-instansi itu.
Penyelidik-penyelidik kita sendiri ada pula yang pergi ke negeri Belanda untuk mempelajari bahan-bahan mengenai sejarah dan kebudayaan Indonesia yang banyak tersimpan di Koninklijk Instituut voor Taal -, Land - en Volkenkunde. Inilah lembaga yang menerbitkan majalah yang terkenal dikalangan sarjana-sarjana kebudayaan di Indonesia: {{u|Bijdragen voor de Taal -, Land- en Volkenkunde.}}
Setelah kita berkenalan dengan instansi-instansi yang menyimpan bahan-bahan yang diperlukan untuk sesuatu penyelidikan dilapangan sejarah dan kebudayaan, marilah kita melihat dari dekat apa saja yang dikerjakan ditempat-tempat penyimpanan bahan itu. Dan karena kita hanya membicarakan soal dokumentasi kesusastraan, maka kita akan membatasi diri pada cara pengumpulan bahan-bahan kesusastraan saja.
Sudah tentu kita memerlukan buku-buku karya sastra itu sendiri. Buku-buku itu tersimpan di perpustakaan-perpustakaan, antara lain di Perpustakaan Museum, Perpustakaan Balai Pustaka, Perpustakan Fakultas Sastra dan lain-lain. Tapi yang diperlukan itu tidak hanya buku-buku saja, tapi juga majalah-majalah dan surat kabar yang mungkin memuat soal-soal kesusastraan. Majalah dan surat kabar pun ada di Perpustakaan Museum, tapi karena Perpustakaan Museum itu perpustakaan umum, bukan hanya perpustakaan kesusastraan, maka mungkin banyak buku-buku dan majalah kesusastraan yang tidak tersimpan disana.
Kalau sekedar mencari buku-buku kesusastraan yang terbit di Balai Pustaka, rasanya perpustakaan Balai Pustaka amat lengkap, demikian pula majalah-majalah terbitan Balai Pustaka sendiri. Tapi surat kabar tidak ada disimpan di Balai Pustaka. Buku dan majalah kesusastraan yang bukan keluaran Balai Pustaka, pun tidak lengkap di Perpustakaan Balai Pustaka.
Bagian Berita Bibliografi Gunung Agung juga mempunyai koleksi buku yang terbit sejak tahun 1945, tapi tidak khusus buku-buku kesusastraan.
Dokumentasi khusus kesusastraan kita temukan di Direktorat Bahasa dan Kesusastraan, yang bekerjasama dengan Dokumentasi Kesusastraan H.B. Jassin {{illegible}} B.
Disinilah disimpan segala bahasan kesusastraan, berupa buku-buku, majalah-majalah, guntingan surat kabar, surat menyurat, foto pengarang dan dokumen apa saja yang bertalian dengan kehidupan pengarang dan hasil kesusastraan.<noinclude></noinclude>
ly9jza150kdc58z5q7twrwcfbmtmk0j
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/52
104
104350
294615
2026-05-13T17:39:22Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294615
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||6}}</noinclude>
Dan yang disimpan itu bukan saja karangan-karangan yang dianggap berhasil baik, tapi juga yang belum begitu baik, sebab yang belum berhasil baik itu, mungkin nanti akan berarti sebagai bahan sejarah perkembangan pengarang, apabila ia kemudian menjadi pengarang yang diakui baik. Surat-suratnya pun, biar hanya secarik kertas kecil, akan menjadi besar artinya ditinjau dari sudut sejarah.
Bagaimanakah caranya bahan-bahan disimpan untuk dokumentasi?
Kalau saudara masuk ke bagian dokumentasi ini, saudara pertama-tama akan melihat lemari-lemari buku dan majalah dan lemari-lemari berisi map berderet-deret.
Map-map itu disusun menurut abjad yang jika kita periksa isinya, terdiri dari dua jenis.
Jenis pertama ialah map-map perseorangan, artinya dalam tiap map itu disimpan dokumen-dokumen pengarang perseorangan. Misalnya dalam map Adi Negoro disimpan buku-buku Adi Negoro, tulisan-tulisannya dalam majalah dan surat kabar, pembicaraan orang mengenai bukunya, riwayat hidupnya dan sebagainya. Dalam map Muhamad Yamin disimpan dokumen-dokumen mengenai kegiatannya pula. Dan demikian seterusnya.
Jenis map kedua ialah map-map berisi permasalahan atau sesuatu soal, juga disusun menurut abjad. Misalnya kita melihat
{| style="background:transparent; line-height:1.6em; margin-left:auto; margin-right:auto;"
|-
| map || : || Angkatan 66
|-
| style="text-align:center;" | " || : || Balai Pustaka
|-
| style="text-align:center;" | " || : || Biografi Pengarang
|-
| style="text-align:center;" | " || : || Gelanggang
|-
| style="text-align:center;" | " || : || Manifes Kebudayaan
|-
| style="text-align:center;" | " || : || Simposium Sastra
|-
| colspan="3" align="center" style="padding-top:0.5em;" | dan lain-lain dan lain-lain
|}
Masing-masing map itu berisi bahan-bahan mengenai soal-soal atau peristiwa yang menarik perhatian pada sesuatu waktu dan perlu diikuti perkembangannya sebagai kejadian penting dalam kehidupan kesusastraan.
Karangan-karangan yang penting, seperti pembicaraan buku, bahan riwayat penghidupan pengarang, sajak atau cerita pendek, disuruh gunting dari surat kabar atau majalah, atau disuruh ketik, kalau surat kabar atau majalah itu hanya barang pinjaman atau tidak boleh rusak, lalu disimpan dalam map-map itu. Lebih rapi dan cepat lagi kalau difotokopi atau dibuatkan microfilm, tapi alat modern untuk itu kita belum punya dan pula terlalu mahal.<noinclude></noinclude>
qikb22w0ce6p9yv3wolu22twegk48uq
294676
294615
2026-05-13T18:49:07Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294676
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||6}}</noinclude>
Dan yang disimpan itu bukan saja karangan-karangan yang dianggap berhasil baik, tapi juga yang belum begitu baik, sebab yang belum berhasil baik itu, mungkin nanti akan berarti sebagai bahan sejarah perkembangan pengarang, apabila ia kemudian menjadi pengarang yang diakui baik. Surat-suratnya pun, biar hanya secarik kertas kecil, akan menjadi besar artinya ditinjau dari sudut sejarah.
Bagaimanakah caranya bahan-bahan disimpan untuk dokumentasi?
Kalau saudara masuk ke bagian dokumentasi ini, saudara pertama-tama akan melihat lemari-lemari buku dan majalah dan lemari-lemari berisi map berderet-deret.
Map-map itu disusun menurut abjad yang jika kita periksa isinya, terdiri dari dua jenis.
Jenis pertama ialah map-map perseorangan, artinya dalam tiap map itu disimpan dokumen-dokumen pengarang perseorangan. Misalnya dalam map Adi Negoro disimpan buku-buku Adi Negoro, tulisan-tulisannya dalam majalah dan surat kabar, pembicaraan orang mengenai bukunya, riwayat hidupnya dan sebagainya. Dalam map Muhamad Yamin disimpan dokumen-dokumen mengenai kegiatannya pula. Dan demikian seterusnya.
Jenis map kedua ialah map-map berisi permasalahan atau sesuatu soal, juga disusun menurut abjad. Misalnya kita melihat
{| style="background:transparent; line-height:1.6em; margin-left:auto; margin-right:auto;"
|-
| map || : || Angkatan 66
|-
| style="text-align:center;" | " || : || Balai Pustaka
|-
| style="text-align:center;" | " || : || Biografi Pengarang
|-
| style="text-align:center;" | " || : || Gelanggang
|-
| style="text-align:center;" | " || : || Manifes Kebudayaan
|-
| style="text-align:center;" | " || : || Simposium Sastra
|-
| colspan="3" align="center" style="padding-top:0.5em;" | dan lain-lain dan lain-lain
|}
Masing-masing map itu berisi bahan-bahan mengenai soal-soal atau peristiwa yang menarik perhatian pada sesuatu waktu dan perlu diikuti perkembangannya sebagai kejadian penting dalam kehidupan kesusastraan.
Karangan-karangan yang penting, seperti pembicaraan buku, bahan riwayat penghidupan pengarang, sajak atau cerita pendek, disuruh gunting dari surat kabar atau majalah, atau disuruh ketik, kalau surat kabar atau majalah itu hanya barang pinjaman atau tidak boleh rusak, lalu disimpan dalam map-map itu. Lebih rapi dan cepat lagi kalau difotokopi atau dibuatkan microfilm, tapi alat modern untuk itu kita belum punya dan pula terlalu mahal.<noinclude></noinclude>
a0w3g9n8qkk4j0yqhhgprpmptq8mnwe
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/53
104
104351
294616
2026-05-13T17:39:48Z
Upiak Ituih
27011
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Sedangkan untuk menyuruh iknya sapun kita kenang-kanng tidak punya pite sesin atau melahan tidak ada bertan ketik dan karbor. Sebenarnya dalan saran modern ini kiti pun hendaknya depat muninn suara pengarang dan penyair yang sudi direkun, als kenangan kainu i sudah tidak na la kulek. Saya pernah niralnya mendengar suars Tolstoi dari piringan hitno. pada hal dia sudin lebih steach dung lalu - ninggal dunia (1328-1910). Di Eropah dan harika rekara...
294616
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Upiak Ituih" /></noinclude>Sedangkan untuk menyuruh iknya sapun kita kenang-kanng tidak punya
pite sesin atau melahan tidak ada bertan ketik dan karbor.
Sebenarnya dalan saran modern ini kiti pun hendaknya depat muninn
suara pengarang dan penyair yang sudi direkun, als kenangan kainu i
sudah tidak na la kulek. Saya pernah niralnya mendengar suars Tolstoi
dari piringan hitno. pada hal dia sudin lebih steach dung lalu -
ninggal dunia (1328-1910). Di Eropah dan harika rekarang ini orang bisa
ambeli piringa hitas yang berisikan suara penyair-unyir ymg nennen-
kau sajaknya ato pongan-perang yang satneska frmen karungon-
karangannys.
Pengarang-pengarang terane Jhur coperti poetojefski, Tolstoi dan Mark
Twain kubur.anys dipelihara baik dan dikunjungi lah pengagum-poncaguanya,
rushnya ijadikan suseun, disana orang bisa melihat lingkungan tempatnya
bekerja dan mencukan segala hasil karyanys...
Tapi baiklah kits bekerja dengan alat-alat dengan kemampuan yang sin.
Yang pokok ician cupaye bahan-bahan terkumpul ur tersimpan dengan baik.
Tang atat penting pulu untuk disimpun ialah tulisan-tulisan tangan
atau surat-surat orang pengarang? Kalau suudara beruntung duduk daith
suatu redetei aurat kabur, redaksi jalan atau penerbitan, besar herspen
seudora akan mendapatkannya. Auskalanya sesebrang penyair mengirin cajak-
nya yang ditulis dengan tangan. Tulisan tangan demikian tentu harus di-
surah tik dulu baru bien dikirin kepercutukan. Joganlah tulisan tungen
itu lalu saudara buang, tapi sinparlah. ngan cara dunikilah maka bu-
terapa saja tulisan tangan Air anzut dan Cheiri. Anwar depot diselama-
kan dari kebinasaan sampai sekarang.
Kalau saudara mendapat kop. reayaan dari pengarang, maka ada konung-
kinan ia akan memberikan kepada saudara surat-surat korespondensinys,
atau tulisan-tulisannya yang dirasanya hanya menyempitzer ruangan diks-
sarnya saja. lebih berbahagia lagi suudare kalau mendapat kepercajaan
untuk menginpankan purat-surat percintaannya, karena biasanya surat-surat
dubikian mengkapkan rahania batin yang paling pribadi.
Mungkin endars bertanya, apakan gunanya nieinpan naskah ali tulizin
tangan recrung penyair stuu seorang pengrang Dulan naskan neli sering
kita lihat coretan-coretan dan perobahan-porobahan yang diadakan penga-
rang atau penyair dalan karyanya. ngan menyelidiki robahan-persunies
dan coretan-corotan tu kita dapat menjenguk kedalam jiwa pengarang de-
las proses peneigtnannya. Kita bortus, mengapa in mengadakan perlahan
itu? Apakah karena kata yang dipergunakannya semula kurung tepat, kurang
indah bunyinya. Ataukah karana kurang jelas mengungkapkan apa yang hun-
ask diutarakannya?
Digitized by Google<noinclude></noinclude>
30lkbg1ved7il4kxyjv9cnjswnof8d0
294624
294616
2026-05-13T17:48:39Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294624
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||7}}</noinclude>Sedangkan untuk menyuruh tiknya kitapun kadang-kadang tidak punya pita mesin atau malahan tidak ada kertas ketik dan karbon.
Sebenarnya dalam zaman modern ini kita pun hendaknya dapat menyimpan suara pengarang dan penyair yang sudah direkam, sebagai kenangan kalau ia sudah tidak ada lagi kelak. Saya pernah misalnya mendengar suara Tolstoi dari piringan hitam, padahal dia sudah lebih setengah abad yang lalu meninggal dunia (1828-1910). Di Eropah dan Amerika sekarang ini orang bisa membeli piringan hitam yang berisikan suara penyair-penyair yang membacakan sajaknya atau pengarang-pengarang yang membacakan fragmen karangan-karangannya.
Pengarang-pengarang termashur seperti Dostojefski, Tolstoi dan Mark Twain kuburannya dipelihara baik dan dikunjungi oleh pengagum-pengagumnya, rumahnya dijadikan museum, disana orang bisa melihat lingkungan tempatnya bekerja dan menemukan semula hasil karyanya.
Tapi baiklah kita bekerja dengan alat-alat dengan kemampuan yang ada. Yang pokok ialah supaya bahan-bahan terkumpul dan tersimpan dengan baik.
Yang {{illegible}} penting pula untuk disimpan ialah tulisan-tulisan tangan atau surat-surat seorang pengarang? Kalau saudara beruntung duduk dalam suatu redaksi surat kabar, redaksi majalah atau penerbitan, besar harapan saudara akan mendapatkannya. Adakalanya seseorang penyair mengirim sajaknya yang ditulis dengan tangan. Tulisan tangan demikian tentu harus disuruh tik dulu baru bisa dikirim kepercetakan. Janganlah tulisan tangan itu lalu saudara buang, tapi simpanlah. Dengan cara demikianlah maka beberapa sajak tulisan tangan Amir Hamzah dan Chairil Anwar dapat diselamatkan dari kebinasaan sampai sekarang.
Kalau saudara mendapat kepercayaan dari pengarang, maka ada kemungkinan ia akan memberikan kepada saudara surat-surat korespondensinya, atau tulisan-tulisannya yang dirasanya hanya menyempitkan ruangan dikamarnya saja. Lebih berbahagia lagi saudara kalau mendapat kepercayaan untuk menyimpankan surat-surat percintaannya, karena biasanya surat-surat demikian mengungkapkan rahasia batin yang paling pribadi.
Mungkin saudara bertanya, apakah gunanya disimpan naskah asli tulisan tangan seorang penyair atau seorang pengarang? Dalam naskah asli sering kita lihat coretan-coretan dan perobahan-perobahan yang diadakan pengarang atau penyair dalam karyanya. Dengan menyelidiki perobahan-perobahan dan coretan-coretan itu kita dapat menjenguk kedalam jiwa pengarang dalam proses penciptaannya. Kita bertanya, mengapa ia mengadakan perobahan itu? Apakah karena kata yang dipergunakannya semula kurang tepat, kurang indah bunyinya. Ataukah karena kurang jelas mengungkapkan apa yang hendak diutarakannya?<noinclude></noinclude>
f3bro4c8cl1yd0kphruv1su7tqtd1we
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/54
104
104352
294628
2026-05-13T17:58:47Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294628
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>Sering pula apa yang kemudian tercetak, tidak persis sama dengan konsep tulisan tangan semula, karena telah mengalami perobahan-perobahan kemudian oleh pengarang. Pun dalam hal ini seorang penyelidik akan dapat menganalisa apa sebab maka diadakan perobahan-perobahan itu dan dengan demikian akan lebih memahami liku lekuk jalan pengarang dan penggunaan bahasanya.
Dari map jenis pertama, marilah kita ambil sebagai contoh map-map Chairil Anwar. Chairil Anwar adalah salah seorang penyair yang banyak jumlah mapnya.
Map yang pertama memuat buku karangannya yang asli, yaitu {{u|Kerikil tajam}} dan {{u|Jang terampas}} dan {{u|Jang putus}}.
Buku ini diterbitkan oleh Pustaka Rakjat pertama kali dalam tahun 1949 dan sebagaimana ternyata dari namanya, terdiri dari dua kumpulan sajak.
Kumpulan ini telah pernah diterjemahkan orang kedalam bahasa Inggris, yakni oleh Liaw Yock Fang dan oleh Donna M. Dickinson, berjudul: {{u|Sharp Gravel}}.
Terjemahan Liaw Yock Fang belum dibukukan, sedang {{u|Sharp Gravel}} telah berupa buku, diterbitkan oleh Center for Southeast Asia studies, University of California, tahun 1960.
Selain itu kita dapati pula satu guntingan koran {{u|Nusantara}} tanggal 12 Maret 1960, yang memuat satu tulisan berjudul: "Asrama Menteng 31".
Apa sebabnya guntingan koran ini disimpan?
Sebab salah satu sajak Chairil, berjudul "Malam", bertanggal Markas API Menteng 31, '45. Gedung ini pada waktu timbulnya revolusi tahun 45, merupakan markas Angkatan Pemuda Indonesia. Chairil pun sering datang kesana dan sajak itu terilhami oleh perjuangan pemuda yang bermarkas ditempat itu.
Tentu kita ingin mengetahui tentang gedung bersejarah itu, itulah sebanya maka disimpan guntingan koran Nusantara itu.
Map yang kedua memuat {{u|Deru tjampur Debu}}, cetakan pertama yang diterbitkan oleh Pembangunan-Opbouw tahun 1949.
Selain itu disimpan pula beberapa buku {{u|Deru tjampur Debu}} cetakan berikutnya.
Juga kumpulan ini sudah diterjemahkan orang kedalam bahasa Inggeris, dan terjemahan-terjemahannya disimpan pula bersama-sama.
Dalam map ini juga disimpan resensi-resensi tentang {{u|Deru tjampur Debu}}, antara lain sebuah resensi dalam majalah {{u|Karya}} bulan September 1949, ditulis oleh A.S. (Artati Sudirdjo, yang kemudian pernah jadi<noinclude></noinclude>
5xp17tsr3ksoxingfjyi1vnbabwudr8
294677
294628
2026-05-13T18:49:42Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294677
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>Sering pula apa yang kemudian tercetak, tidak persis sama dengan konsep tulisan tangan semula, karena telah mengalami perobahan-perobahan kemudian oleh pengarang. Pun dalam hal ini seorang penyelidik akan dapat menganalisa apa sebab maka diadakan perobahan-perobahan itu dan dengan demikian akan lebih memahami liku lekuk jalan pengarang dan penggunaan bahasanya.
Dari map jenis pertama, marilah kita ambil sebagai contoh map-map Chairil Anwar. Chairil Anwar adalah salah seorang penyair yang banyak jumlah mapnya.
Map yang pertama memuat buku karangannya yang asli, yaitu {{u|Kerikil tajam}} dan {{u|Jang terampas}} dan {{u|Jang putus}}.
Buku ini diterbitkan oleh Pustaka Rakjat pertama kali dalam tahun 1949 dan sebagaimana ternyata dari namanya, terdiri dari dua kumpulan sajak.
Kumpulan ini telah pernah diterjemahkan orang kedalam bahasa Inggris, yakni oleh Liaw Yock Fang dan oleh Donna M. Dickinson, berjudul: {{u|Sharp Gravel}}.
Terjemahan Liaw Yock Fang belum dibukukan, sedang {{u|Sharp Gravel}} telah berupa buku, diterbitkan oleh Center for Southeast Asia studies, University of California, tahun 1960.
Selain itu kita dapati pula satu guntingan koran {{u|Nusantara}} tanggal 12 Maret 1960, yang memuat satu tulisan berjudul: "Asrama Menteng 31".
Apa sebabnya guntingan koran ini disimpan?
Sebab salah satu sajak Chairil, berjudul "Malam", bertanggal Markas API Menteng 31, '45. Gedung ini pada waktu timbulnya revolusi tahun 45, merupakan markas Angkatan Pemuda Indonesia. Chairil pun sering datang kesana dan sajak itu terilhami oleh perjuangan pemuda yang bermarkas ditempat itu.
Tentu kita ingin mengetahui tentang gedung bersejarah itu, itulah sebanya maka disimpan guntingan koran Nusantara itu.
Map yang kedua memuat {{u|Deru tjampur Debu}}, cetakan pertama yang diterbitkan oleh Pembangunan-Opbouw tahun 1949.
Selain itu disimpan pula beberapa buku {{u|Deru tjampur Debu}} cetakan berikutnya.
Juga kumpulan ini sudah diterjemahkan orang kedalam bahasa Inggeris, dan terjemahan-terjemahannya disimpan pula bersama-sama.
Dalam map ini juga disimpan resensi-resensi tentang {{u|Deru tjampur Debu}}, antara lain sebuah resensi dalam majalah {{u|Karya}} bulan September 1949, ditulis oleh A.S. (Artati Sudirdjo, yang kemudian pernah jadi<noinclude></noinclude>
4od3yiba13j24mezt1jrah3ckx0k9o5
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/56
104
104353
294629
2026-05-13T18:00:43Z
Upiak Ituih
27011
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi ' Peristiwa ini tentu saja harus diikuti dengan saksama dan bahan-bahan harus dikumpulkan selengkap-lengkapnya.Maka kitapun menyediakan map-map untuk menyimpan bahan-bahan mengenai plagiat itu: Chairil Anwar - Tentang Plagiatnya.Dalam salah satu tuduhan yang dilancarkan dikatakan, bahwa "Tjrita de Vries dalam Atlantische Kwalifik. Maka buku Hendrik de Vries itu kita cari hingga dapat, kita pelajari dan kita simpan.Ada pula yang mengatakan, bahwa...
294629
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Upiak Ituih" />{{rh||10}}</noinclude>
Peristiwa ini tentu saja harus diikuti dengan saksama dan bahan-bahan harus dikumpulkan selengkap-lengkapnya.Maka kitapun menyediakan map-map untuk menyimpan bahan-bahan mengenai plagiat itu: Chairil Anwar - Tentang Plagiatnya.Dalam salah satu tuduhan yang dilancarkan dikatakan, bahwa "Tjrita de Vries dalam Atlantische Kwalifik. Maka buku Hendrik de Vries itu kita cari hingga dapat, kita pelajari dan kita simpan.Ada pula yang mengatakan, bahwa beberapa sajak Chairil mirip dengan beberapa sajak yang tercantum dalam Force Mirre, maka buku ini pun kita cari dan pelajari.Memang didalamnya kita dapati sajak-sajak yang nampak pengaruhnya dalam sajak Chairil "Kepada Kawan". Yaitu sajak-sajak "Don Juan" (hal. 19), "De Hand van den Moordenaar" (hal. 21), "De Oodustrijd" (hal. 27), "Verzet" (hal. 28), "Drie Verzen voor een Doode" (hal. 47) dan "Ontmoeting in het Donker" (hal. 53).Semua tulisan yang menyerang Chairil Anwar disimpan dalam map ini. Antara lain guntingan majalah Mimbar Indonesia, 4 Desember 1949 yang menjejjerkan "A Song of the Sea" dengan "Datang Dara hilang Dara", untuk memperlihatkan persamaannya.Guntingan majalah Siasat, 28 Pebruari 1954, yang memuat sinyalemen G.S. Kumaat: "Amiral 'Krawang-Bekasi' sebuah Plagiat?"Juga kita jumpai majalah Bahasa dan Budaja, Desember 1953, yang memuat karangan Drs. Slametmuljana: "Kemana Arah Perkembangan Puisi Indonesia?"Majalah Budaja bulan Mei 1954, yang memuat karangan Rachmadi Is, "Ramai-ramai tentang Chairil Anwar".Majalah Kisah, Januari 1957, yang memuat penemuan plagiat baru Surachman R.M., berjudul "Ah, Binatang djalang jang malang!".Dan banyak lagi tulisan-tulisan yang tersimpan dalam map Plagiat ini, hingga tidak cukup satu map, tapi tumbuh jadi beberapa map.Kecuali majalah dan surat kabar, juga tersimpan surat menyurat dengan beberapa orang pembahas dan penemu tindak plagiat itu.<noinclude></noinclude>
libzz5mskyuzfuq53rauh028g77vzm4
294637
294629
2026-05-13T18:11:42Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294637
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||10}}</noinclude>
Peristiwa ini tentu saja harus diikuti dengan saksama dan bahan-bahan harus dikumpulkan selengkap-lengkapnya.
Maka kitapun menyediakan map-map untuk menyimpan bahan-bahan mengenai plagiat itu: Chairil Anwar - Tentang Plagiatnya.
Dalam salah satu tuduhan yang dilancarkan dikatakan, bahwa "Tjrita de Vries dalam {{u|Atlantische Kwalifik}}. Maka buku Hendrik de Vries itu kita cari hingga dapat, kita pelajari dan kita simpan.
Ada pula yang mengatakan, bahwa beberapa sajak Chairil mirip dengan beberapa sajak yang tercantum dalam {{u|Force Mirre}}, maka buku ini pun kita cari dan pelajari.
Memang didalamnya kita dapati sajak-sajak yang nampak pengaruhnya dalam sajak Chairil "Kepada Kawan". Yaitu sajak-sajak "Don Juan" (hal. 19), "De Hand van den Moordenaar" (hal. 21), "Deodustrijd" (hal. 27), "Verzet" (hal. 28), "Drie Verzen voer oen Doode" (hal. 47) dan "Ontmoeting in het Donker" (hal. 53).
Semua tulisan yang menyerang Chairil Anwar disimpan dalam map ini. Antara lain guntingan {{u|majalah Mimbar Indonesia}}, 4 Desember 1949 yang menjejjerkan "A Song of the Sea" dengan "Datang Dara hilang Dara", untuk memperlihatkan persamaannya.
Guntingan majalah {{u|Siasat}}, 28 Pebruari 1954, yang memuat sinyalemen G.S. Kumaat: "Apakah "Krawang-Bekasi" sebuah Plagiat?"
Juga kita jumpai majalah {{u|Bahasa dan Budaja}}, Desember 1953, yang memuat karangan Drs. Slametmuljana: "Kemana Arah Perkembangan Puisi Indonesia?"
{{u|Majalah Budaja}} bulan Mei 1954, yang memuat karangan Rachmadi {{illegible}}, "Ramai-ramai tentang Chairil Anwar".
Majalah {{u|Kisah}}, Januari 1957, yang memuat penemuan plagiat baru Surachman R.M., berjudul "Ah, Binatang djalang jang malang!".
Dan banyak lagi tulisan-tulisan yang tersimpan dalam map Plagiat ini, hingga tidak cukup satu map, tapi tumbuh jadi beberapa map.
Kecuali majalah dan surat kabar, juga tersimpan surat menyurat dengan beberapa orang pembahas dan penemu tindak plagiat itu.
Map berikutnya ialah map: Sejarah Hasil Tulisan Chairil Anwar. Di dalamnya disimpan catatan mengenai semua hasil tulisannya, ditulis tanggal berapa, dimana, pertama kali dimuat dalam majalah atau surat kabar apa, atau dalam buku mana, apakah ada perubahan-perubahan diadakan kemudian dan sebagainya dan sebagainya.
Gunanya? Sekedar supaya kita mempunyai ikhtisar tentang kegiatan pengarang dalam penciptaannya.<noinclude></noinclude>
8b8x9e941mmybkrz4u5grht7m7qhuus
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/625
104
104354
294630
2026-05-13T18:03:08Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
294630
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>setiap desa adalah gudang logistiek mereka. Dengan spontaan rakjat membantu mereka dalam segala soal, diminta atau tidak. Dapatlah ini berhasil dengan tidak memikat hati rakjat dengan amal perbuatan jang baik ?
Rumus ini kiranja tidak berlaku dalam militer pemberontak. Penilaian mereka terhadap rakjat berbeda sekali dengan penilaian TNI. Bagi mereka rakjat itu adalah unsur jang mau tidak mau harus membantu mereka. Dan berlakulah paksaan untuk mendapat kebutuhan mereka. Rakjat Indonesia umumnja telah mengenal perlakuan jang baik dari TNI dimasa revolusi ketika pradjurit pemberontak jang kini masih kanak<sup>2</sup> jang belum tahu apa<sup>2</sup>. Dari sebab itu tidaklah heran kita djika TNI membebaskan suatu daerah terus mendapat sambutan jang baik dari masjarakat dan bukan sebagai penjambut lawan jang menang.
Bukanlah sia<sup>2</sup> Penerangan Angkatan Darat menjiapkan buku<sup>2</sup> pegangan pradjurit bagi setiap pradjurit jang bertugas didaerah tertentu. Buku pegangan itu berisi hal<sup>2</sup> social, kebudajaan, adat<sup>2</sup> istiadat, dari suatu daerah, agar setiap pradjurit djangan sampai menjinggung hati rakjat didaerah itu walaupun dengan tidak sengadja sekalipun. Buku apakah jang ada dikantongi oleh pradjurit pemberontak ? Jang ada hanjalah buku bagaimana menembakkan bazooka jang bertanggal 20 Pebruari 1958.
Wartawan<sup>2</sup> asing sebagai Wendell Merrik, Arslan Humbaracci jang mengikuti pasukan<sup>2</sup> jang saling bertempur, menganggap aneh pertempuran jang tidak wadjar menurut penilaian bangsa asing itu. Ini adalah suatu kenjataan. TNI datang kedaerah itu bukanlah untuk memusuhi rakjat daerah itu dan tidak mempersoalkan menang atau kalah missinja hanjalah menangkap segelintir manusia jang mengchianati bangsa dan negara R.I. Difihak sana pradjuritnja bukanlah dengan sungguh<sup>2</sup> memakai sendjata mereka, karena mereka tidak tahu untuk apa mereka harus bertempur. Lebih daripada itu pimpinan A.D. chususnja dan pimpinan Negara umumnja kini sedang berusaha untuk menertibkan kembali segala akibat<sup>2</sup> daripada tidak adanja garis pemisah jang tegas antara politik dan militer dan mengembalikan norma<sup>2</sup> militer jang berlaku dimana sadja ditiap<sup>2</sup> Negara jang Merdeka.
Politik T.N.I. adalah Politik Negara jaitu warisan dari almarhum Djenderal Sudirman jang tetap mendjadi pegangan dari tiap<sup>2</sup> anggauta T.N.I. sedjati.
Kenjataan aneh inilah jang harus diketahui oleh siapapun jang berkepentingan dalam peristiwa pemberontakan jang gagal ini.<br>
{{c|{{xxx-larger|'''...'''|3}}}}
{| style="width: 100%; border-collapse: collapse; border: none;"
|-
| style="width: 50%; border: 1px solid black; padding: 10px; vertical-align: top;" |
{{c|{{x-larger|{{sp|'''Java Match: Factory N.V'''}}}}}}
{{c|{{xxxx-larger|'''„JAMAFAC”'''}}}}
[[File:Frame left.png|nirbing|100px|pus]]
{{rule|16em|align=right}}{{rule|16em|align=right}}
{{right|{{sp|{{larger|'''DJAKARTA.'''}}}}|offset=5em}}
| style="width: 5%; border: none;" |
| rowspan="2" style="width: 50%; border: 1px solid black; padding: 10px; vertical-align: top;" |
{{c|{{x-larger|{{sp|'''TOKO MAS'''}}}}}}
{{c|{{xxxx-larger|'''„sin hin”'''}}}}
{{c|{{larger|Djl. Senen Raya II/11,<br>
{{sp|DJAKARTA.}}}}}}
[[File:Double Vertical Line in Linux Libertine Regular - U+2016.svg|nirbing|100px|pus]]
{{c|'''Turut menjambut Hari Ulang Tahun<br>Proklamasi Republik Indonesia ke-XIII<br>17-8-58.'''}}
|-
|
|}<noinclude>{{rh|||35}}</noinclude>
1hv8sth9u0i0ih65rwt2zq0io5plblu
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/57
104
104355
294644
2026-05-13T18:18:13Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294644
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||11}}</noinclude>Kemudian ada map tersendiri yang bertulisan: Chairil Anwar diterjemahkan. Isinya ialah sajak-sajak Chairil Anwar diterjemahkan kedalam berbagai bahasa dan dimuat dalam berbagai majalah. Antaranya dalam bahasa Belanda, Inggeris, Perancis, Jerman, Spanyol dan Itali.
Selanjutnya Chairil ada memuat terjemahan prosa, disamping terjemah puisi. Untuk terjemahan prosanya disediakan pula map terjemahannya: {{u|Pulanglah Dia si Anak Hilang}} dan {{u|Kena Gempur}}.
Map-map selanjutnya ialah map-map yang bertulisan: Chairil Anwar - Bahan Biografi. Dalamnya disimpan tulisan orang mengenai Chairil Anwar, tulisan-tulisannya yang terakhir, keterangan dokter mengenai kematiannya.
Dan akhirnya kita dapati map-map: Chairil Anwar diperingati, memuat karangan-karangan dalam majalah dan surat kabar, memperingati Chairil dari tahun ke tahun, sejak meninggalnya tahun 1949.Dari pembicaraan orang pada hari-hari peringatan itu kita melihat dari berbagai sudut bagaimana pentingnya Chairil Anwar. Dari sudut pembaruan puisi, dari sudut pembebasan bahasa, dari sudut semangat perjuangan, dari sudut sejarah, dan sebagainya dan sebagainya.
Dalam map-map peringatan ini disimpan pula sajak-sajak peringatan yang dipersembahkan oleh penyair-penyair terkemuka kepada Chairil Anwar, seperti Asrul Sani, Toto Sudarto Bachtiar, Sitor Situmorang, Rivai Apin, Nuraini Sani, dan lain-lain, yang membuktikan betapa dicintai dia oleh teman sejawatnya para penyair.
Dari map jenis kedua marilah pula kita ambil sebagai contoh map: Biografi.
Apabila kita membaca sesuatu buku, tentu kita ingin pula berkenalan dengan pengarangnya. Kita ingin mengetahui kapan lahirnya, dimana, apa pendidikannya, mengalirnya dan buku-buku apa yang telah ditulisnya, selain buku yang baru saja kita baca, misalnya.
Bagaimanakah kita mendapatkan keterangan tentang riwayat hidup pengarang ini?
Adakalanya kita bisa menemukannya dikulit buku halaman belakang, atau kita kebetulan membacanya disalah sebuah surat kabar atau majalah.
Riwayat hidup itu kita suruh tik beberapa rangkap (misalnya 4-5 rangkap), lalu kita simpan dalam map Biografi Pengarang, menurut urutan abjad. Satu tembusannya kita simpan juga dalam map khusus pengarang bersangkutan.
Atau kalau majalah dan surat kabar itu punya kita sendiri, kita suruh gunting, kemudian tempelkan pada kertas, jika mungkin yang ukurannya seragam.<noinclude></noinclude>
r32dyzxhv0xjon65w34lloylh0cmy74
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/874
104
104356
294646
2026-05-13T18:18:46Z
Moel81
25980
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '{{c|{{x-larger|{{sp|'''MALAM KUDUS DI HUTAN BELUKAR'''}}}}}} <br> {{Block right|width=25em|{{Hanging indent|+ ''Rame<sup>2</sup> makan nasi "kaleng" dibawah hudjan gerimis.''}} {{Hanging indent|1.5em|+ ''"Mandi darah" terdjadi setiap detik, akibat "serangan" patjet (binatang penghisap darah).''}} {{Hanging indent|1.5em|+ ''Itu "kompas hidup" jang bikin pusing Kmd. Gerakan.''<br> {{Hanging indent|1.5em|+ ''Dan itu Pasukan sendiri jang "disulap" m...
294646
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Moel81" />{{rh|tjoretan pena usang, kus as:}}</noinclude>{{c|{{x-larger|{{sp|'''MALAM KUDUS DI HUTAN BELUKAR'''}}}}}}
<br>
{{Block right|width=25em|{{Hanging indent|+ ''Rame<sup>2</sup> makan nasi "kaleng" dibawah hudjan gerimis.''}}
{{Hanging indent|1.5em|+ ''"Mandi darah" terdjadi setiap detik, akibat "serangan" patjet (binatang penghisap darah).''}}
{{Hanging indent|1.5em|+ ''Itu "kompas hidup" jang bikin pusing Kmd. Gerakan.''<br>
{{Hanging indent|1.5em|+ ''Dan itu Pasukan sendiri jang "disulap" mendjadi gerombolan pengatjau.''}}
Sedjak sebuah kompi pasukan gabungan bergerak dari uitgangsopstelling pada hari H djam D. menudju sasaran pertama mendjelang tanggal 23 Desember 1958, hudjan lebat turun terus tiada hentinja sedjak sore hari. Akan tetapi aku merasa heran dan bertanja pada diri sendiri, mengapa para anggauta pasukan itu tiada menampakkan wadjah kaku dsb. meski keadaan iklim begitu dingin menusuk menembus pakaiannja jang telah setengah kojak itu langsung terus menembus tulang-belulang. Aku sendiri, meski keadaan pisik agak minim, akan tetapi ku-paksakan djuga menjesuaikan diri dengan pisik para anggauta pasukan itu.
Setelah pasukan melampaui medan sawah jang galangannja selebar lk. 10 Cm sadja, maka mulailah kini menempuh lereng bukit jang terdjal. Kendatipun djam tangan telah menundjukkan pukul 12.00, namun belum djuga aku melihat bentuk matahari. Hudjan-pun belum djuga mau berhenti, karenandja maka djalan setapak jang ditempuh pasukan itu litjinnja bukan buatan.
Menurut time secked P.H.B., djam genap adalah waktu jang harus dipergunakan untuk melaksanakan hubungan melalui pesawat P.-22 dengan Ko. Gerakan di suatu tempat. Akan tetapi kekuatan pesawat P.-22 pasukan gabungan ini tidak begitu kuat untuk menangkap suara stasion induk jang hanja berkekuatan 1-2 dan djuga kadang$^2$ tidak djelas sama sekali. Hal ini dapat dimengerti, pertama mungkin karena tjuatja pada waktu itu sangat buruk dan keduanja keadaan medan terlalu tertutup. Dan achirnja Kmd. Gerakan memerintahkan kepada Peleton Pengawal depan agar terus bergerak mentjapai sebuah ketinggian jang memungkinkan dapat dipergunakan pada waktu diudara nanti menurut time secked itu. Sementara itu, peleton$^2$ lainnja diperintahkan memasak nasi sambil mengaso dibawah rumpun bambu jang tjukup luas dan keadaan taktis tjukup dapat dipertanggung djawabkan pula. Hudjan turun agak mendingin, karenanja waktu jang dipergunakan menanak nasi itu tidak menemui kesukaran jang terlalu berat. Seteruanja masak nasi diatur bergiliran.
Hudjan belum djuga berhenti keseluruhannja, tetapi grafiknja akan menurun djuga, bila dibandingkan pada beberapa djam jang lampau tadi. Sasaran pertama telah diketemukan. Medannja memang menjeramkan djuga dan menguntungkan sekali bagi fihak musuh. Akan tetapi pasukan tidak menemui perlawanan jang ber-arti, karena mungkin hanja pasukan apa jang biasa disebut "P.I.I."-nja sadjalah jang ngendon disana. Gubug$^2$nja pun tidak begitu ber-arti. Apa jang dilakukan oleh Peleton penjerang pertama pada sasaran pertama itu, kurang tahulah aku, karena saat itu aku berada pada Peleton ke dua, sedang Kmd. Gerakan berkedudukan bersama Peleton penjerang tu. Djadi praktis aku hanja sekedar dikedjutkan oleh beberapa tembakan Garrand sadja, jang bagi-ku tjukup membikin agak dag-dig-dug ulu hati. Selesai Peleton penjerang melakukan pembersihan straal 500 M. maka Kmd. Gerakan menentukan, pasukan ber-bivak disini. Kesimpulannja, selamatlah pasukan dalam melakukan tugas pada hari H ini.
Hudjan mulai reda, tetapi kemudian turunlah kabut menjelimuti medan sekitarnja dan tidak ketinggalan pula medan jang akan kami pergunakan untuk berbivak-pun demikian pula. Kmd. Gerakan kelihatan sibuk sekali mengatur penempatan Peleton$^2$ dan dibantu oleh para Kmd. Peleton-nja. Para anggauta diperkenankan bersantap sebelum iklim dan tjuatja gelap. Sementara itu, meski iklim dingin mulai merasuk seluruh badan, akan tetapi Kmd. Gerakan tidak memberikan keleluasan kepada para anggauta pasukannja untuk membuat api. Maka mulailah terdengar keluhan para anggauta pasukan disanasini, terutama bagi para anggauta jang mantelnja sedang dalam penukaran jang telah lk. setengah tahun belum djuga ada penggantiannja. Tjemoohan mulai mendesis disana-sini: "Suruhlah orang$^2$ Staf (maksudnja tentu orang$^2$ Seksi 4) naik ke hutan<noinclude></noinclude>
iuld452z95pqowmtx9vkj7klhfrjtru
294656
294646
2026-05-13T18:30:52Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
294656
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" />{{rh|tjoretan pena usang, kus as:}}</noinclude>{{c|{{x-larger|{{sp|'''MALAM KUDUS DI HUTAN BELUKAR'''}}}}}}
<br>
{{Block right|width=25em|{{Hanging indent|1em|+ ''Rame<sup>2</sup> makan nasi "kaleng" dibawah hudjan gerimis.''}}
{{Hanging indent|1em|+ ''"Mandi darah" terdjadi setiap detik, akibat "serangan" patjet (binatang penghisap darah).''}}
{{Hanging indent|1em|+ ''Itu "kompas hidup" jang bikin pusing Kmd. Gerakan.''}}
{{Hanging indent|1em|+ ''Dan itu Pasukan sendiri jang "disulap" mendjadi gerombolan pengatjau.''}}}}
Sedjak sebuah kompi pasukan gabungan bergerak dari uitgangsopstelling pada hari H djam D. menudju sasaran pertama mendjelang tanggal 23 Desember 1958, hudjan lebat turun terus tiada hentinja sedjak sore hari. Akan tetapi aku merasa heran dan bertanja pada diri sendiri, mengapa para anggauta pasukan itu tiada menampakkan wadjah kaku dsb. meski keadaan iklim begitu dingin menusuk menembus pakaiannja jang telah setengah kojak itu langsung terus menembus tulang-belulang. Aku sendiri, meski keadaan pisik agak minim, akan tetapi ku-paksakan djuga menjesuaikan diri dengan pisik para anggauta pasukan itu.
Setelah pasukan melampaui medan sawah jang galangannja selebar lk. 10 Cm sadja, maka mulailah kini menempuh lereng bukit jang terdjal. Kendatipun djam tangan telah menundjukkan pukul 12.00, namun belum djuga aku melihat bentuk matahari. Hudjan-pun belum djuga mau berhenti, karenandja maka djalan setapak jang ditempuh pasukan itu litjinnja bukan buatan.
Menurut time secked P.H.B., djam genap adalah waktu jang harus dipergunakan untuk melaksanakan hubungan melalui pesawat P.-22 dengan Ko. Gerakan di suatu tempat. Akan tetapi kekuatan pesawat P.-22 pasukan gabungan ini tidak begitu kuat untuk menangkap suara stasion induk jang hanja berkekuatan 1-2 dan djuga kadang<sup>2</sup> tidak djelas sama sekali. Hal ini dapat dimengerti, pertama mungkin karena tjuatja pada waktu itu sangat buruk dan keduanja keadaan medan terlalu tertutup. Dan achirnja Kmd. Gerakan memerintahkan kepada Peleton Pengawal depan agar terus bergerak mentjapai sebuah ketinggian jang memungkinkan dapat dipergunakan pada waktu diudara nanti menurut time secked itu. Sementara itu, peleton<sup>2</sup> lainnja diperintahkan memasak nasi sambil mengaso dibawah rumpun bambu jang tjukup luas dan keadaan taktis tjukup dapat dipertanggung djawabkan pula. Hudjan turun agak mendingin, karenanja waktu jang dipergunakan menanak nasi itu tidak menemui kesukaran jang terlalu berat. Seteruanja masak nasi diatur bergiliran.
Hudjan belum djuga berhenti keseluruhannja, tetapi grafiknja akan menurun djuga, bila dibandingkan pada beberapa djam jang lampau tadi. Sasaran pertama telah diketemukan. Medannja memang menjeramkan djuga dan menguntungkan sekali bagi fihak musuh. Akan tetapi pasukan tidak menemui perlawanan jang berarti, karena mungkin hanja pasukan apa jang biasa disebut "P.I.I."-nja sadjalah jang ngendon disana. Gubug<sup>2</sup>nja pun tidak begitu berarti. Apa jang dilakukan oleh Peleton penjerang pertama pada sasaran pertama itu, kurang tahulah aku, karena saat itu aku berada pada Peleton ke dua, sedang Kmd. Gerakan berkedudukan bersama Peleton penjerang tu. Djadi praktis aku hanja sekedar dikedjutkan oleh beberapa tembakan Garrand sadja, jang bagiku tjukup membikin agak dag-dig-dug ulu hati. Selesai Peleton penjerang melakukan pembersihan straal 500 M. maka Kmd. Gerakan menentukan, pasukan ber-bivak disini. Kesimpulannja, selamatlah pasukan dalam melakukan tugas pada hari H ini.
Hudjan mulai reda, tetapi kemudian turunlah kabut menjelimuti medan sekitarnja dan tidak ketinggalan pula medan jang akan kami pergunakan untuk berbivak-pun demikian pula. Kmd. Gerakan kelihatan sibuk sekali mengatur penempatan Peleton<sup>2</sup> dan dibantu oleh para Kmd. Peleton-nja. Para anggauta diperkenankan bersantap sebelum iklim dan tjuatja gelap. Sementara itu, meski iklim dingin mulai merasuk seluruh badan, akan tetapi Kmd. Gerakan tidak memberikan keleluasan kepada para anggauta pasukannja untuk membuat api. Maka mulailah terdengar keluhan para anggauta pasukan disanasini, terutama bagi para anggauta jang mantelnja sedang dalam penukaran jang telah lk. setengah tahun belum djuga ada penggantiannja. Tjemoohan mulai mendesis disana-sini: "Suruhlah orang<sup>2</sup> Staf (maksudnja tentu orang<sup>2</sup> Seksi 4) naik ke hutan<noinclude>{{rh|20}}</noinclude>
rxilaoiqmwtwyyfzpvida0fvrxdjghq
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/60
104
104357
294648
2026-05-13T18:22:51Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294648
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>Kartu-kartu itu sekali waktu kita suruh tik untuk mendapatkan daftar tulisan-tulisan seluruhnya dari seseorang pengarang pada sesuatu waktu.
{{u|Kartu Alamat Pengarang/Instansi/Organisasi Pengarang}}
Untuk melengkapi dokumentasi kita, baiklah kita buat pula kartu-tik alamat. Nama pengarang kita catat pada kartu, lengkap dengan alamatnya dan tanggal kita membuat catatan itu. Apabila ada perubahan alamat, alamat baru kita catat dibawah alamat lama, disertai pula tanggal kita mencatat baru itu.
Adapun gunanya kita mencatat tanggal tiap pencatatan alamat lama atau baru, ialah supaya kita tahu kemana saja dan kapan seseorang pengarang pindah tempat. Maka akan ternyata bahwa ada pengarang yang suka berpindah-pindah, dan ada pula yang jarang atau tidak pernah berpindah tempat.
Kartu-kartu alamat pengarang ini kita simpan dalam kotak, urutannya menurut abjad, supaya mudah menemukannya.
{{u|Cara menyimpan Bahan-Bahan dalam Map}}
Untuk membentuk dan memelihara suatu dokumentasi diperlukan ketekunan dan ketelitian mengikuti segala kejadian dilapangan kesusastraan, seperti penerbitan buku, tulisan-tulisan dalam majalah, surat kabar, dan sebagainya. Dokumentator harus rajin mengumpulkan bahan-bahan itu dan menyimpannya secara sistematis.
Apabila muncul seseorang pengarang atau timbul sesuatu masalah yang ingin saudara ikuti perkembangannya, ambillah sebuah map, tulis diatasnya disebelah kanan bawah nama pengarang atau masalah yang akan disimpan bahannya dalam map itu. Misalnya: Ismail, Taufiq, atau: Angkatan 66.
Kecuali itu catatlah pula tanggal map itu mulai dipergunakan, misalnya: 15 Maret 1965.
Segala karangan Taufiq Ismail atau mengenai Taufiq Ismail, masukkanlah kedalam map Taufiq Ismail. Demikian pula segala bahan mengenai Angkatan 66 masukkanlah kedalam map bersangkutan.
Akan ternyata nanti, bahwa map-map itu akan "tumbuh". Kalau saudara menyediakan waktu untuk selalu memeriksa apa yang tersimpan, saudara menyaksikan, bahwa misalnya dalam map Taufiq itu bertambah banyak sajak-sajak, baik yang berupa stensil dan buku, maupun guntingan dari dari koran dan majalah. Semua sajak itu kumpulkan tersendiri. Kalau masih muat dalam mapnya yang pertama itu, cukuplah sajak-sajak itu dimasukkan kedalam lipatan kertas yang diatasnya saudara tulisi: Puisi.<noinclude></noinclude>
mjxr5sqsa0ejlua08wc9pnen7dagqtw
294651
294648
2026-05-13T18:23:25Z
Upiak Ituih
27011
294651
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||14}}</noinclude>Kartu-kartu itu sekali waktu kita suruh tik untuk mendapatkan daftar tulisan-tulisan seluruhnya dari seseorang pengarang pada sesuatu waktu.
{{u|Kartu Alamat Pengarang/Instansi/Organisasi Pengarang}}
Untuk melengkapi dokumentasi kita, baiklah kita buat pula kartu-tik alamat. Nama pengarang kita catat pada kartu, lengkap dengan alamatnya dan tanggal kita membuat catatan itu. Apabila ada perubahan alamat, alamat baru kita catat dibawah alamat lama, disertai pula tanggal kita mencatat baru itu.
Adapun gunanya kita mencatat tanggal tiap pencatatan alamat lama atau baru, ialah supaya kita tahu kemana saja dan kapan seseorang pengarang pindah tempat. Maka akan ternyata bahwa ada pengarang yang suka berpindah-pindah, dan ada pula yang jarang atau tidak pernah berpindah tempat.
Kartu-kartu alamat pengarang ini kita simpan dalam kotak, urutannya menurut abjad, supaya mudah menemukannya.
{{u|Cara menyimpan Bahan-Bahan dalam Map}}
Untuk membentuk dan memelihara suatu dokumentasi diperlukan ketekunan dan ketelitian mengikuti segala kejadian dilapangan kesusastraan, seperti penerbitan buku, tulisan-tulisan dalam majalah, surat kabar, dan sebagainya. Dokumentator harus rajin mengumpulkan bahan-bahan itu dan menyimpannya secara sistematis.
Apabila muncul seseorang pengarang atau timbul sesuatu masalah yang ingin saudara ikuti perkembangannya, ambillah sebuah map, tulis diatasnya disebelah kanan bawah nama pengarang atau masalah yang akan disimpan bahannya dalam map itu. Misalnya: Ismail, Taufiq, atau: Angkatan 66.
Kecuali itu catatlah pula tanggal map itu mulai dipergunakan, misalnya: 15 Maret 1965.
Segala karangan Taufiq Ismail atau mengenai Taufiq Ismail, masukkanlah kedalam map Taufiq Ismail. Demikian pula segala bahan mengenai Angkatan 66 masukkanlah kedalam map bersangkutan.
Akan ternyata nanti, bahwa map-map itu akan "tumbuh". Kalau saudara menyediakan waktu untuk selalu memeriksa apa yang tersimpan, saudara menyaksikan, bahwa misalnya dalam map Taufiq itu bertambah banyak sajak-sajak, baik yang berupa stensil dan buku, maupun guntingan dari dari koran dan majalah. Semua sajak itu kumpulkan tersendiri. Kalau masih muat dalam mapnya yang pertama itu, cukuplah sajak-sajak itu dimasukkan kedalam lipatan kertas yang diatasnya saudara tulisi: Puisi.<noinclude></noinclude>
nj4zqfivxxen7txsoa9qzugnjc9iuwh
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/61
104
104358
294657
2026-05-13T18:31:33Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294657
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||15}}</noinclude>dalam lipatan ini juga disimpan pembicaraan-pembicaraan orang mengenai puisinya yang bersangkutan.
Demikian pula kalau ada esei-eseinya atau drama-dramanya, kumpulkanlah pula masing-masing dalam lipatan kertas yang masing-masing bertulisan: Esei dan Drama. Dalam lipatan Drama dikumpulkan pula pembicaraan-pembicaraan orang mengenai drama-drama Taufiq Ismail.
Apabila lipatan-lipatan kertas itu sudah tebal, dan map sudah terlalu penuh, ambillah map lain, yang semata-mata akan memuat masing-masing jenis bentuk sastra itu. Diatas map-map itu ditulislah:
{| style="background:transparent; line-height:1.6em; margin-left:auto; margin-right:auto;"
|-
| Ismail, Taufiq || - || Puisi
|-
| Ismail, Taufiq || - || Kritik dan Esei
|-
| Ismail, Taufiq || - || Drama
|}
Mungkin pula akan diperlukan map khusus
{{rh||Ismail, Taufiq - Bahan Biograafi}}
{{rh||dan seterusnya}}
Masing-masing map ditulis pula tanggal ia mulai dipergunakan.
Dengan demikian tumbuhlah jumlah map-map Taufiq Ismail, tergantung dari bahan-bahan yang bisa saudara kumpulkan.
Map Puisi misalnya bisa pula tumbuh mendjadi map:
{| style="background:transparent; line-height:1.6em; margin-left:auto; margin-right:auto;"
|-
| Ismail, Taufiq || - || Puisi (Tirani)
|-
| Ismail, Taufiq || - || Puisi (Benteng)
|-
| colspan="3" align="center" | dan seterusnya dan seterusnya
|}
{{u|Penutup}}
Jikalau saudara bermaksud membuat penyelidikan-penyelidikan dalam sesuatu lapangan kebudayaan atau kesusastraan, baiklah saudara membuat dokumentasi sendiri, sehingga tidak terlalu tergantung kepada dokumentasi instansi-instansi lain. Dokumentasi saudara dapat saudara perkembangkan hingga menjadi pusat dokumentasi yang berarti.
Misalnya saudara punya perhatian buat perkembangan senilukis, senifilm, seniteater, senimusik, dengan membangun dokumentasi yang baik, saudara akan dapat kelak membuat penyelidikan yang sangat dapat dipertanggungjawabkan karena berdasarkan fakta-fakta yang nyata.<noinclude></noinclude>
cc052djsdbjzf8meforco47absvnskq
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/62
104
104359
294660
2026-05-13T18:35:18Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294660
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>Akan dapatlah saudara kelak membuat misalnya sejarah perkembangan senilukis, sejarah perkembangan senifilm, sejarah perkembangan seniteater. Saudara akan dapat menulis tentang pelukis-pelukis dan hasil-hasil karyanya, aktor-aktor dan bintang-bintang film dengan riwayat hidup dan perkembangan bakatnya, dan sebagainya dan sebagainya.
Dan saudara akhirnya akan merupakan satu pusat kegiatan dokumentasi yang dapat membantu penyelamatan bahan-bahan sejarah kebudayaan milik bersama.
{{u|Bahan dokumentasi hendaknya jangan tinggal jadi barang mati}}
Apa yang telah dikumpulkan untuk dokumentasi, hendaknya dipergunakan supaya jangan jadi barang mati. Artinya hendaknya kita mempergunakannya sebagai bahan penyelidikan dan hasil penyelidikan itu diterbitkan dalam majalah atau surat kabar, atau lebih baik lagi diterbitkan sebagai buku supaya dapat disimpan dan dipergunakan oleh kalangan peminat yang lebih luas.
Sebab ada orang yang pandai mengumpulkan, tapi tidak pandai mempergunakan, seperti juga ada orang yang pandai mempergunakan, tapi tidak pandai mengumpulkan. Sebaiknyalah kita belajar mengumpulkan dan pandai pula mempergunakan.
Kalau saudara mempunyai dokumentasi, berhati-hatilah saudara meminjamkannya. Sebaiknyalah jangan saudara pinjamkan. Kalau seorang peminat hendak mempergunakan dokumentasi saudara, sediakanlah, tapi jangan dipinjamkan kerumah.
Saya mempunyai pengalaman pahit dalam hal ini. Biasanya peminjam lupa mengembalikannya, malahan ada orang yang meminjam dengan niat buruk untuk tidak mengembalikannya. Susah sekali untuk meminta kembali.<noinclude>{{rh|Jakarta, 13 Oktober 1967}}</noinclude>
ct3to637793j4zjsdhhyx5w3d95vbt1
294661
294660
2026-05-13T18:35:39Z
Upiak Ituih
27011
294661
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||16}}</noinclude>Akan dapatlah saudara kelak membuat misalnya sejarah perkembangan senilukis, sejarah perkembangan senifilm, sejarah perkembangan seniteater. Saudara akan dapat menulis tentang pelukis-pelukis dan hasil-hasil karyanya, aktor-aktor dan bintang-bintang film dengan riwayat hidup dan perkembangan bakatnya, dan sebagainya dan sebagainya.
Dan saudara akhirnya akan merupakan satu pusat kegiatan dokumentasi yang dapat membantu penyelamatan bahan-bahan sejarah kebudayaan milik bersama.
{{u|Bahan dokumentasi hendaknya jangan tinggal jadi barang mati}}
Apa yang telah dikumpulkan untuk dokumentasi, hendaknya dipergunakan supaya jangan jadi barang mati. Artinya hendaknya kita mempergunakannya sebagai bahan penyelidikan dan hasil penyelidikan itu diterbitkan dalam majalah atau surat kabar, atau lebih baik lagi diterbitkan sebagai buku supaya dapat disimpan dan dipergunakan oleh kalangan peminat yang lebih luas.
Sebab ada orang yang pandai mengumpulkan, tapi tidak pandai mempergunakan, seperti juga ada orang yang pandai mempergunakan, tapi tidak pandai mengumpulkan. Sebaiknyalah kita belajar mengumpulkan dan pandai pula mempergunakan.
Kalau saudara mempunyai dokumentasi, berhati-hatilah saudara meminjamkannya. Sebaiknyalah jangan saudara pinjamkan. Kalau seorang peminat hendak mempergunakan dokumentasi saudara, sediakanlah, tapi jangan dipinjamkan kerumah.
Saya mempunyai pengalaman pahit dalam hal ini. Biasanya peminjam lupa mengembalikannya, malahan ada orang yang meminjam dengan niat buruk untuk tidak mengembalikannya. Susah sekali untuk meminta kembali.<noinclude>{{rh|Jakarta, 13 Oktober 1967}}</noinclude>
exb90hjv8geg3er336ecd1wafi0okxf
294686
294661
2026-05-13T19:00:47Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
294686
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||16}}</noinclude>Akan dapatlah saudara kelak membuat misalnya sejarah perkembangan senilukis, sejarah perkembangan senifilm, sejarah perkembangan seniteater. Saudara akan dapat menulis tentang pelukis-pelukis dan hasil-hasil karyanya, aktor-aktor dan bintang-bintang film dengan riwayat hidup dan perkembangan bakatnya, dan sebagainya dan sebagainya.
Dan saudara akhirnya akan merupakan satu pusat kegiatan dokumentasi yang dapat membantu penyelamatan bahan-bahan sejarah kebudayaan milik bersama.
{{u|Bahan dokumentasi hendaknya jangan tinggal jadi barang mati}}
Apa yang telah dikumpulkan untuk dokumentasi, hendaknya dipergunakan supaya jangan jadi barang mati. Artinya hendaknya kita mempergunakannya sebagai bahan penyelidikan dan hasil penyelidikan itu diterbitkan dalam majalah atau surat kabar, atau lebih baik lagi diterbitkan sebagai buku supaya dapat disimpan dan dipergunakan oleh kalangan peminat yang lebih luas.
Sebab ada orang yang pandai mengumpulkan, tapi tidak pandai mempergunakan, seperti juga ada orang yang pandai mempergunakan, tapi tidak pandai mengumpulkan. Sebaiknyalah kita belajar mengumpulkan dan pandai pula mempergunakan.
Kalau saudara mempunyai dokumentasi, berhati-hatilah saudara meminjamkannya. Sebaiknyalah jangan saudara pinjamkan. Kalau seorang peminat hendak mempergunakan dokumentasi saudara, sediakanlah, tapi jangan dipinjamkan kerumah.
Saya mempunyai pengalaman pahit dalam hal ini. Biasanya peminjam lupa mengembalikannya, malahan ada orang yang meminjam dengan niat buruk untuk tidak mengembalikannya. Susah sekali untuk meminta kembali.
<br>
<br>
<br>
{{rh|Jakarta, 13 Oktober 1967}}<noinclude></noinclude>
2cj9jja9xry321em15dgpf6twmarv8f
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/63
104
104360
294669
2026-05-13T18:42:01Z
Upiak Ituih
27011
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi ' 1. Linguistika: Henry A. Gleason. Jr, linguis dari Hartford Seminary Poundation, menjatakan: Linguistika adalah ilmu, jang berusaha memahami bahasa dari se- gi struktur dalam 1).'
294669
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Upiak Ituih" />{{rh||I}}
{{rh||{{sp|LINGGUISTIKA}}}}
{{rh||(sebuah pengantar)}}
{{rh|||Oleh 3. Effendi <sup>+</sup>}}</noinclude>
1. Linguistika: Henry A. Gleason. Jr, linguis dari Hartford Seminary
Poundation, menjatakan: Linguistika adalah ilmu,
jang berusaha memahami bahasa dari se-
gi struktur dalam 1).<noinclude></noinclude>
e8o4ficnekq6t6jqi9hxdhy5anhxiqc
294683
294669
2026-05-13T18:59:27Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294683
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||I}}</noinclude>
{{rh||{{sp|LINGGUISTIKA}}}}
{{rh||(sebuah pengantar)}}
{{rh|||Oleh 3. Effendi <sup>+</sup>}}
0. Artikel ini bermaksud {{sp|mengantar}} para peminat bahasa kepada telaah linguistika dalam rangka membina linguistika bahasa Indonesia. Pengantar berusaha mengemukakan persoalan-persoalan teoritik tentang bahasa, jang tidak perlu mendalam tapi relatif menjeluruh. Demikianlah pengantar ini bukan untuk mereka jang telah mendalami linguistika moderen, melainkan bagi mereka peminat bahasa, chususnja para pengadjar bahasa Indonesia, jang belum sempat mengikuti perkembangan pandangan-pandangan atau teori-teori linguistika moderen. Kepada merekalah pengantar ini diharapkan bisa memberikan manfaat dan kepada mereka pula diminta saran-saran atau pendapat-pendapat jang terutama lahir dari pengalaman mengadjar bahasa Indonesia. Hal tersebut terakhir ini diperlukan untuk mentjapai sasaran tugas peminat bahasa: pembinaan linguistika terapan (applied linguistics) dalam pengadjaran bahasa Indonesia disekolah-sekolah.
1. {{u|Linguistika:}} {{u|Henry A. Gleason. Jr,}} linguis dari Hartford Seminary Poundation, menjatakan: {{sp|Linguistika adalah ilmu, jang berusaha memahami bahasa dari segi struktur dalam <sup>1)</sup>. Ini tidak berarti bahwa sepenuhnja linguistika merupakan ilmu jang otonom, berdiri sendiri. Dalam telaahnja, ia memerlukan bantuan ilmu-ilmu lain, misalnja akustika-fisika, teori komunikasi, fisiologi, psikologi dan antropologi, dalam batas-batas tertentu. Tapi ia bukanlah ilmu-ilmu bantu itu sendiri. Ia adalah linguistika, jang dalam perkembangannja, telah menemukan metode telaah sendiri jang chas, karakteristik, jang membedakan dirinja dari ilmu fisika, akustika, fisiologi, psikologi, antropologi dan lainnja. Dan hasil penemuannja tentang bahasa, teori linguistika, tidak sedikit memberi bantuan kepada ilmu-ilmu bantu itu. Demikianlah, keliru anggapan, bahwa linguistika adalah bagian dari misalnja antropologi (budaja) - ilmu jang mempeladjari manusia dan kebudajaannja - dengan alasan bahasa adalah salahsatu aspek budaja. Djika antropologi budaja menelaah bahasa, maka titikberat telaahnja pada fungsi sosial bahasa: bahasa sebagai pendukung dan pengembang kebudajaan, sebagai 'the vehicle of culture', istilah {{u|Melville J. Herskovits}}<sup>2)</sup>. Sedang titikberat telaah linguistik pada struktur bahasa (lihat nom.2)
--------------------------<noinclude><sup>+</sup> Kepala Dinas Bahasa Indonesia, Direktorat Bahasa dan Kesusastraan.</noinclude>
bqi1yst5t308j6l4qoynnny0s9uciph
294684
294683
2026-05-13T19:00:13Z
Upiak Ituih
27011
294684
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||I}}</noinclude>
{{rh||{{sp|LINGGUISTIKA}}}}
{{rh||(sebuah pengantar)}}
{{rh|||Oleh S. Effendi <sup>+</sup>}}
0. Artikel ini bermaksud {{sp|mengantar}} para peminat bahasa kepada telaah linguistika dalam rangka membina linguistika bahasa Indonesia. Pengantar berusaha mengemukakan persoalan-persoalan teoritik tentang bahasa, jang tidak perlu mendalam tapi relatif menjeluruh. Demikianlah pengantar ini bukan untuk mereka jang telah mendalami linguistika moderen, melainkan bagi mereka peminat bahasa, chususnja para pengadjar bahasa Indonesia, jang belum sempat mengikuti perkembangan pandangan-pandangan atau teori-teori linguistika moderen. Kepada merekalah pengantar ini diharapkan bisa memberikan manfaat dan kepada mereka pula diminta saran-saran atau pendapat-pendapat jang terutama lahir dari pengalaman mengadjar bahasa Indonesia. Hal tersebut terakhir ini diperlukan untuk mentjapai sasaran tugas peminat bahasa: pembinaan linguistika terapan (applied linguistics) dalam pengadjaran bahasa Indonesia disekolah-sekolah.
1. {{u|Linguistika:}} {{u|Henry A. Gleason. Jr,}} linguis dari Hartford Seminary Poundation, menjatakan: {{sp|Linguistika adalah ilmu, jang berusaha memahami bahasa dari segi struktur dalam <sup>1)</sup>. Ini tidak berarti bahwa sepenuhnja linguistika merupakan ilmu jang otonom, berdiri sendiri. Dalam telaahnja, ia memerlukan bantuan ilmu-ilmu lain, misalnja akustika-fisika, teori komunikasi, fisiologi, psikologi dan antropologi, dalam batas-batas tertentu. Tapi ia bukanlah ilmu-ilmu bantu itu sendiri. Ia adalah linguistika, jang dalam perkembangannja, telah menemukan metode telaah sendiri jang chas, karakteristik, jang membedakan dirinja dari ilmu fisika, akustika, fisiologi, psikologi, antropologi dan lainnja. Dan hasil penemuannja tentang bahasa, teori linguistika, tidak sedikit memberi bantuan kepada ilmu-ilmu bantu itu. Demikianlah, keliru anggapan, bahwa linguistika adalah bagian dari misalnja antropologi (budaja) - ilmu jang mempeladjari manusia dan kebudajaannja - dengan alasan bahasa adalah salahsatu aspek budaja. Djika antropologi budaja menelaah bahasa, maka titikberat telaahnja pada fungsi sosial bahasa: bahasa sebagai pendukung dan pengembang kebudajaan, sebagai 'the vehicle of culture', istilah {{u|Melville J. Herskovits}}<sup>2)</sup>. Sedang titikberat telaah linguistik pada struktur bahasa (lihat nom.2)
--------------------------<noinclude><sup>+</sup> Kepala Dinas Bahasa Indonesia, Direktorat Bahasa dan Kesusastraan.</noinclude>
pagk0ehpdvszwwrwkw75xgoyhytb42b
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/78
104
104361
294671
2026-05-13T18:44:44Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
294671
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" />{{rh||32}}</noinclude>{| style="width:100%;"
|-
| style="width:40%;" | rotational spectrum || style="width:5%;" | - || style="width:55%;" | spektrum putar
|-
| (to) run a blank || - || mengadakan pertjobaan blanko
|-
|
|-
| colspan="3" | '''KEDOKTERAN'''
|-
| amborstig || - || sesak nafas
|-
| cachectisch oedeem || - || busung air kedengklik
|-
| cachexia || - || kedengklik
|-
| calcaneus || - || tulang tumit
|-
| dacryocystitis || - || radang kandung airmata
|-
| dagblind || - || buta siang
|-
| dentitio difficilis || - || sulit tumbuh gigi
|-
| ecchymosis || - || perdarahan berbercak, ekimosis
|-
| eclampsia || - || kedjang, eklamsi(a)
|-
| ectasia || - || kelapangan
|-
| facies abdominalis || - || wajah penjakit perut
|-
| facies cerebralis || - || wajah penjakit otak
|-
| facies dorsalis || - || bidang belakang, bidang punggung
|-
| facies ventralis || - || bidang depan
|-
| galactose || - || sukar susu gula, galaktosa
|-
| haarfollikel || - || kantong rambut
|-
| icterus ex emotione || - || kekuningan asal ihsas, kekuningan ihsahi
|-
| icterus intermittens || - || kekuningan belia selangseling
|-
| icterus neonatorum || - || kuning djobang baji
|-
| ictus cordis || - || pukulan udjung djantung
|-
||
|-
| colspan="3" | '''KEHEWANAN'''
|-
| facet || - || 1 faset; 2 tjiri
|-
| falconidae || - || keluarga (burung) elang
|-
| galactagoga || - || obat peluruh susu
|-
| galactheidrosis || - || keringat beranak
|-
| galactocele || - || burut susu
|-
| haaktand || - || gigi kait, gigi taring
|-
| haarbezoar || - || gumpalan rambut, bezoar rambut
|-
| ichorrhaemia || - || keichoran darah, ichoremi
|-
| ichthyosis || - || penjakit sisik ikan, ichtiosis
|-
| icterus || - || kekuningan, penjakit kuning, ikterus
|}<noinclude></noinclude>
9j5rkqrhcmmiz210dsgmznwdverbogn
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/364
104
104362
294681
2026-05-13T18:55:32Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
294681
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>{| style="background:transparent; border-collapse:collapse; width:100%; border-top: 2px solid black; border-bottom: 2px solid black;"
|- style="border-bottom: 1px solid black;"
! style="width:5%; text-align:left; padding: 5px;" | NO.
! style="width:25%; text-align:left; padding: 5px;" | PENULIS
! style="width:40%; text-align:left; padding: 5px;" | J U D U L
! style="width:20%; text-align:left; padding: 5px;" | NO./TH.
! style="width:10%; text-align:left; padding: 5px;" | HAL.
|-
| style="padding: 5px;" | 26. || Rosidi, Ajip || Masalah Penelitian Kesusastraan Daerah || 1/III/1970 || 29-41
|-
| style="padding: 5px;" | 27. || Said, Salim || Ganzheit & Seribu Penilaian jang diramalkan{{ref|p.50|*}} || Seri Khusus 4/1970 || 57-59
|-
| || || Pseudo Gestalt{{ref|p.50|*}} || Seri Khusus 4/1970 || 60-62
|-
| style="padding: 5px;" | 28. || Sjubarsa M.S., Adun || D.K. Ardiwinata (1866-1947); Jasanya dalam Perkembangan Kesusastraan Sunda || 2/II/1969 || 25-27
|-
| || || In Memoriam R. Satjadibrata (31 Agustus 1886 – 12 Djanuari 1970) || 3/II/1969 || 44-45
|-
| style="padding: 5px;" | 29. || Supra, Djajanto || Catatan terhadap Buku Drs. M.S. Hutagalung: <u>Memahami dan Menikmati Puisi</u> || 2/IV/1971 || 41-45
|-
| style="padding: 5px; border-bottom: 1px solid black;" | 30. || style="border-bottom: 1px solid black;" | Wellek, René dan Austin Warren || style="border-bottom: 1px solid black;" | <u>lihat</u>: Almatsier, A.M. || style="border-bottom: 1px solid black;" | || style="border-bottom: 1px solid black;" |
|}
<br>
{{rule|15em|align=left}}
{{note|p.50|*}} Dikutip dari surat kabar.<noinclude>{{rh|BAHASA DAN KESUSASTRAAN, NO. 1, Th. V, 1972||50}}</noinclude>
gcxdeq0rub6gi3zkoekpm8dx8i4jdci
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/64
104
104363
294696
2026-05-13T19:12:03Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294696
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||18}}</noinclude>
Atau seperti apa jang {{illegible}} bahwa {{sp|bahasa tentang bahasa adalah linguistika, suatu masalah teknis (ilmiah) jang tjukup tinggi lagi sangat luas, namun hanja sebagian ketjil sadja, hanja sekelumit masalah bahasa}} (jang baru bisa digarap)<sup>3)</sup> Djika taikian, maka bahasa tentang kebudajaan adalah antropologi budaja. Djelaslah apa sasaran telaah linguistik: memahami struktur bahasa, atau/luas memahami (fenomena) bahasa, atau seperti jang dirumuskan oleh {{u|Charles F. Hockett}}, linguis dan antropologi {{sp|mengetahui tentang bahasa adalah sasarannja{{...|5}} dan sekumpulan informasi sistematik tentang bahasa sebagai hasil penelitian/para lingguis adalah linguistika}}<sup>4)</sup>.
Dalam perkembangannja, telaah linguistik bertjabang dua lebih:
(1) {{u|linguistika deskriptif}} atau {{u|sinkronik}}, menelaah satu bahasa dalam satu waktu tertentu tanpa memperhatikan perkembangan kesedjarahannja, jang dibedakan pula telaahnja atas: (a) {{u|sistem tatabahasa}}, jang meliputi telaah tatabentukkata dan tatakalimat, (b) {{u|sistem tatabunji}}, menelaah tatafonem, dan (c) {{u|sistem morfofonemik}}, menelaah gedjala-antara jang memperlihatkan adanja hubungan-dalam anatara sistem tatabahasa dan sistem tatabunji;
(2) {{u|linguistika historik}} atau {{u|diakronik}}, menelaah perkembangan kesedjarahan berbagai bahasa, dari mula tumbuh hingga dewasa ini atau punah/'mati'.
Hockett<sup>5)</sup> , membedakan ketiga sistem (tatabahasa, tatabunji dan morfofonemik) jang disebutnja sebagai 'anak-sistem pusat' dari 'anak-sistem samping' dari keseluruhan sistem bahasa. Apa jang disebutnja 'anak-sistem samping' itu meliputi telaah:
(1) {{u|sistem semantik}}, menelaah hubungan 'arti' di dan situasi dengan berbagai morfem, kombinasinja dan penjusunannja;
(2) {{u|sistem fonetik}}, menelaah tjara serangkaian fonem diartikulasikan seorang pembitjara sebagai bunji udjaran dan diterima seorang pendengar.
'Anak-sistem pusat' berhubungan langsung dengan peristiwa pemakaian bahasa atau 'dunia udjaran', dan tidak langsung dengan 'bukan-dunia udjaran'. Tugas utama linguistika deskriptif adalah menelaah 'anak-sistem pusat' itu, karena ia merupakan perwudjudan struktur bahasa.<noinclude></noinclude>
9hxykkt3f47cmjdl7rwspcrrsp8biri
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/71
104
104364
294699
2026-05-13T19:14:24Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294699
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||25}}</noinclude>Beberapa istilah jang dipergunakan:
{| style="background:transparent; line-height:1.4em; width:100%;"
| width="260" | anak-sistem pusat || - || central subsystem
|-
| sistem tatabahasa || - || grammatical system
|-
| sistem tatabunji || - || phonological system
|-
| sistem morfofonemik || - || morphophonemic system
|-
| tatakalimat || - || syntax
|-
| tata fonem || - || phonemic system
|-
| anak-sistem samping || - || peripheral subsystem
|-
| sistem semantik || - || semantic system
|-
| sistem fonetik || - || phonetic system
|-
| || ||
|-
| bahasa || - || language
|-
| udjaran || - || speech
|-
| bunji udjaran || - || speech sound
|-
| dunia udjaran || - || speech world
|-
| bukan-dunia udjaran || - || nonspeech world
|-
| tuturan || - || utterance
|-
| linguistika || - || linguistics
|-
| telaah linguistik || - || linguistic study
|-
| linguistika deskriptif || - || descriptive linguistics
|-
| linguistika sinkronik || - || synchronic linguistics
|-
| linguistika historik || - || historical linguistics
|-
| linguistika diakronik || - || diachronic linguistics
|-
| lambang || - || symbol
|-
| lambang bahasa || - || linguistic symbol
|-
| tanda || - || sign
|-
| struktur-dalam || - || internal structure
|-
| struktur ekspresi || - || structure of expression
|-
| struktur isi || - || structure of content
|-
| struktur bahasa || - || structure of language/language structure
|-
| kaidah || - || rule
|-
| pola || - || pattern
|-
| perdjandjian || - || agreement
|-
| konvensi || - || convention
|-
| lingkungan || - || environment
|-
| naluriah || - || instinctive
|-
| peristiwa budaja || - || cultural process
|-
| pendukung budaja/kebuda- || - || vehicle of culture
|}<noinclude></noinclude>
qdk58u8o5ycz5cbfdi1km3y07t0orrv
294701
294699
2026-05-13T19:15:52Z
Upiak Ituih
27011
294701
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||25}}</noinclude>Beberapa istilah jang dipergunakan:
{| style="background:transparent; line-height:1.5em; width:100%;"
| width="260" | anak-sistem pusat || - || central subsystem
|-
| style="padding-left:1.5em;" | sistem tatabahasa || - || grammatical system
|-
| style="padding-left:1.5em;" | sistem tatabunji || - || phonological system
|-
| style="padding-left:1.5em;" | sistem morfofonemik || - || morphophonemic system
|-
| style="padding-left:1.5em;" | tatakalimat || - || syntax
|-
| style="padding-left:1.5em;" | tata fonem || - || phonemic system
|-
| anak-sistem samping || - || peripheral subsystem
|-
| style="padding-left:1.5em;" | sistem semantik || - || semantic system
|-
| style="padding-left:1.5em;" | sistem fonetik || - || phonetic system
|-
| colspan="3" |
|-
| bahasa || - || language
|-
| style="padding-left:1.5em;" | udjaran || - || speech
|-
| style="padding-left:1.5em;" | bunji udjaran || - || speech sound
|-
| style="padding-left:1.5em;" | dunia udjaran || - || speech world
|-
| style="padding-left:1.5em;" | bukan-dunia udjaran || - || nonspeech world
|-
| style="padding-left:1.5em;" | tuturan || - || utterance
|-
| style="padding-left:1.5em;" | linguistika || - || linguistics
|-
| style="padding-left:1.5em;" | telaah linguistik || - || linguistic study
|-
| style="padding-left:1.5em;" | linguistika deskriptif || - || descriptive linguistics
|-
| style="padding-left:1.5em;" | linguistika sinkronik || - || synchronic linguistics
|-
| style="padding-left:1.5em;" | linguistika historik || - || historical linguistics
|-
| style="padding-left:1.5em;" | linguistika diakronik || - || diachronic linguistics
|-
| style="padding-left:1.5em;" | lambang || - || symbol
|-
| style="padding-left:1.5em;" | lambang bahasa || - || linguistic symbol
|-
| style="padding-left:1.5em;" | tanda || - || sign
|-
| style="padding-left:1.5em;" | struktur-dalam || - || internal structure
|-
| style="padding-left:1.5em;" | struktur ekspresi || - || structure of expression
|-
| style="padding-left:1.5em;" | struktur isi || - || structure of content
|-
| style="padding-left:1.5em;" | struktur bahasa || - || structure of language/language structure
|-
| style="padding-left:1.5em;" | kaidah || - || rule
|-
| style="padding-left:1.5em;" | pola || - || pattern
|-
| style="padding-left:1.5em;" | perdjandjian || - || agreement
|-
| style="padding-left:1.5em;" | konvensi || - || convention
|-
| style="padding-left:1.5em;" | lingkungan || - || environment
|-
| style="padding-left:1.5em;" | naluriah || - || instinctive
|-
| style="padding-left:1.5em;" | peristiwa budaja || - || cultural process
|-
| style="padding-left:1.5em;" | pendukung budaja/kebuda- || - || vehicle of culture
|}<noinclude></noinclude>
nds4xic1tdqxkn8axrg33z63spuhstr
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/80
104
104365
294703
2026-05-13T19:20:34Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294703
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>"nada", "jedah" dll. Baiklah disini penulis mengikuti kebiasaan tsb.
Orang akan lebih merasa luwes, kalau menegur: "Selamat pagi!" dengan lagu kalimat dari rendah ketinggi dan dengan memberi tekanan jang keras pada sukukata -{{u|gi}} dari {{u|pagi}}. Salam jang terakhir akan lebih dirasakan sebagai perasaan marah oleh pendengarnja, dari pada sebagai suatu salam persaudaraan.
Dalam bahasa Indonesia seringkali terlihat, bahwa peranan nada dan tekanan berdjalan sedjadjar. Artinja dimana ada tekanan keras, disitu terdapat nada naik/tinggi. Sebaliknja nada rendah/turun terdapat pada kata atau sukukata jang bertekanan lunak. Sebagai tjontoh: "Pergi!" dengan tekanan keras pada suku kata -{{u|gi}}, maka nada pada sukukata jang sama akan terasa tinggi/naik. Demikian djuga pada kata tjustru: 'Sajang', tekanan lunak pada sukukata terakhir akan diikuti oleh nada jang rendah/turun pula. Demikian seterusnja.
Soal djedah dan hubungan dengan lagu kalimat bahasa Indonesia merupakan soal jang tjukup pelik djuga. Penulis pernah melihat kedjadian jang berhubungan dengan soal ini, jang tjukup sukar untuk dilupakan.
Pada hari Minggu jang tjerah, seorang suami mau pergi tamasja kekebun binatang. Isterinja jang sedang sibuk bekerdja, bertanja: 'Mas, mau kemana?
Sang suami mendjawab: "Mau kekebun binatang"
Karena kurang dengar, isterinja mengulangi pertanjaannja, pertanjaan mana didjawab dengan marah oleh sang suami, demikian: "Mau kekebun, binatang!" Disini sang suami tjukup hanja memberikan djedah diantara {{u|kebun}} dan {{u|binatang}}, maka berubahlah seluruh isi kalimat itu. Akibatnja, isterinja "mendjadi" binatang. Untunglah sang isteri adalah seorang penjabar, hingga selamatlah rumah tangganja dari hal2 jang tidak diinginkan.
Penulis masih ingat sebuah anekdot. Dua orang sahabat berdjalan-djalan. Jang seorang dari Amerika, jaitu A, dan jang seorang lagi, jaitu B, berasal dari Inggeris. Sedang asjik nja mereka bertjerita, tiba2 B disrempet mobil. Untung tidak berbahaja dan tidak menderita luka2. Sambil menolong temannja berdiri, A bertanja:"Have an accident, sir?" maksudnja: Apakah anda mendapat tjelaka?Tuan B, jang mengira pertanjaan itu berarti "Maukah anda tjelaka?",<noinclude></noinclude>
cce80r9twyolwdrcfnc39gdkiiztrc1
294705
294703
2026-05-13T19:20:52Z
Upiak Ituih
27011
294705
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||34}}</noinclude>"nada", "jedah" dll. Baiklah disini penulis mengikuti kebiasaan tsb.
Orang akan lebih merasa luwes, kalau menegur: "Selamat pagi!" dengan lagu kalimat dari rendah ketinggi dan dengan memberi tekanan jang keras pada sukukata -{{u|gi}} dari {{u|pagi}}. Salam jang terakhir akan lebih dirasakan sebagai perasaan marah oleh pendengarnja, dari pada sebagai suatu salam persaudaraan.
Dalam bahasa Indonesia seringkali terlihat, bahwa peranan nada dan tekanan berdjalan sedjadjar. Artinja dimana ada tekanan keras, disitu terdapat nada naik/tinggi. Sebaliknja nada rendah/turun terdapat pada kata atau sukukata jang bertekanan lunak. Sebagai tjontoh: "Pergi!" dengan tekanan keras pada suku kata -{{u|gi}}, maka nada pada sukukata jang sama akan terasa tinggi/naik. Demikian djuga pada kata tjustru: 'Sajang', tekanan lunak pada sukukata terakhir akan diikuti oleh nada jang rendah/turun pula. Demikian seterusnja.
Soal djedah dan hubungan dengan lagu kalimat bahasa Indonesia merupakan soal jang tjukup pelik djuga. Penulis pernah melihat kedjadian jang berhubungan dengan soal ini, jang tjukup sukar untuk dilupakan.
Pada hari Minggu jang tjerah, seorang suami mau pergi tamasja kekebun binatang. Isterinja jang sedang sibuk bekerdja, bertanja: 'Mas, mau kemana?
Sang suami mendjawab: "Mau kekebun binatang"
Karena kurang dengar, isterinja mengulangi pertanjaannja, pertanjaan mana didjawab dengan marah oleh sang suami, demikian: "Mau kekebun, binatang!" Disini sang suami tjukup hanja memberikan djedah diantara {{u|kebun}} dan {{u|binatang}}, maka berubahlah seluruh isi kalimat itu. Akibatnja, isterinja "mendjadi" binatang. Untunglah sang isteri adalah seorang penjabar, hingga selamatlah rumah tangganja dari hal2 jang tidak diinginkan.
Penulis masih ingat sebuah anekdot. Dua orang sahabat berdjalan-djalan. Jang seorang dari Amerika, jaitu A, dan jang seorang lagi, jaitu B, berasal dari Inggeris. Sedang asjik nja mereka bertjerita, tiba2 B disrempet mobil. Untung tidak berbahaja dan tidak menderita luka2. Sambil menolong temannja berdiri, A bertanja:"Have an accident, sir?" maksudnja: Apakah anda mendapat tjelaka?Tuan B, jang mengira pertanjaan itu berarti "Maukah anda tjelaka?",<noinclude></noinclude>
l2lfzfrkr0qf8lui4pczh5hyegbsoi3
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/82
104
104366
294710
2026-05-13T19:30:08Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294710
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{{rh||'''SANUSI PANE DAN KITA'''}}
{{rh|||Djayanto Supra}}
Sementara "bahasa dan kesusastraan" dengan semangat baru melangkahkan kakinja kepenerbitan nomor dua, terdetik berita bahwa Sanusi Pane meninggal dunia. Dalam kesederhanaannja madjalah (stensilan) ini tertegun sedjenak, sebab bukan hanja tidak mampu memberikan penghormatan jang se-lajaknja kepada almarhum, tapi djuga menjadari bahwa "bahasa dan Kesusastraan" harus hidup ditengah arus kesulitan meski telah duapuluh tiga tahun kita merdeka.
Betapa pahitnja ironi ini, bila kita ingat bahwa sembilan tahun sebelum Indonesia merdeka dokumentasi kesusastraan mentjatat lahirnja madjalah Pudjangga Baru jang telah memberikan saham jang tidak ketjil dalam sedjarah. Dari sinilah kita lebih mengenal nama Sanusi Pane disamping beberapa tokoh lainnja, seperti: Sutan Takdir Alisjahbana, Armijn Pane dan Amir Hamzah.
Sanusi Pane dilahirkan di Muara Sipongi (Tapanuli), tanggal 14 Nopember 1905. Pendidikannja ialah H.I.S. dan E.L.S. di Padang Sidempuan, Tandjungbalai, Sibolga. Setelah itu duko di Padang dan Djakarta. Kemudian Kweekschool Gunung Sari. Setamat dari sekolah tersebut pada tahun 1925, ia mengadjar disekolah itu jang kemudian pindah ke Lembang dan mendjadi H.I.K.
Tahun 1929 - 1930 pergi ke Indie. Sekembalinja dari situ mendjadi redaktur madjalah {{u|Timbul}}. Disamping menulis karangan-karangan kesusastraan, filsafat dan politik, Sanusi Pane bekerdja pula sebagai guru di Perguruan Rakjat di Bandung dan Djakarta. Tahun 1936 memimpin surat kabar {{u|Kebangunan}} di Djakarta. Kemudian mendjadi redaktur Balai Pustaka, tahun 1941.
Masa kreatifnja telah melahirkan karya sastra: {{u|Pantjaran Tjinta}}, prosa berirama, 1926; {{u|Puspa Mega}}, kumpulan sadjak (1927); {{u|Madah Kelana}}, kumpulan sadjak, BP 1931; "Kertadjaja", drama, {{u|Timbul}}, 1932; "Sandhyakala ning Madjapahit", drama, {{u|Timbul}} 1933; {{u|Manusia Baru}}, drama, PB 1940. Selain dalam bahasa Indonesia, ia menulis djuga dalam bahasa Belanda: "Airlangga", drama, {{u|Timbul}} 1928; "Eenzame Guroedavlucht", {{u|Timbul}} 1929.
Perhatian orang terhadap karya sastrannja serta penanganannja sudah timbul dilingkungan zamannja sendiri. Misalnja pembitjaraan tentang puisinja jang dilakukan oleh J.E. Tatengkeng dalam {{u|Suara Umum}}, tahun IV, nomor 174, Mei 1933. Dan terutama serangan Sutan Takdir Alisjahbana terhadap "Sandhyakala ning Majapahit" dalam {{u|Lajar Terkembang}}, ataupun dalam polemik-polemiknja jang kemudian dimuat dalam {{u|Polemik Kebudajaan}}, BP 1948.
Dalam suatu interview jang dimuat dalam Pudjangga Baru, tahun III, nomor 6, Desember 1935, Sanusi Pane telah mengemukakan pula pendjelasan terhadap karjanja sendiri serta sikapnja.
Perhatian terhadap Sanusi Pane tidak berhenti pada zamannja. Bisa ditambahkan disini: ulasan A. Rossidhy dalam madjalah {{u|Indonesia}}, tahun VII, nomor 4, April 1956; antologi {{u|Pudjangga Baru}}, Gunung Agung, 1965 jang disusun oleh H.B. Jassin, dan terutama sebuah studi chusus jang dilakukan oleh Drs. J.U. Nasution: {{u|Pudjangga Sanusi Pane}}, Gunung Agung, 1963.
Patut ditjatat pula usaha Direktorat Bahasa dan Kesusastraan De-partemen P. dan K. dalam Pameran Dokumentasinja, jang diselenggarakan dalam rangka hari Sumpah Pemuda Oktober 1967, telah menampilkan ruang chusus Pudjangga Baru. Dalam kesempatan ini masjarakat sastra dapat meneliti kegiatan seorang tokohnja jakni Sanusi Pane jang dua bulan sesudah itu -- tepatnja tanggal 2 Djanuari 1968 -- meninggalkan kita dengan damai.<noinclude></noinclude>
8ij4yejlfmdyv8y2lvzqo32fvc3gmmd
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/83
104
104367
294713
2026-05-13T19:36:27Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294713
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><div style="text-align: center; font-family: 'Courier New', monospace; font-size: 400%; letter-spacing: 0.5em; font-weight: 300; color: transparent; -webkit-text-stroke: 1.5px #000000; padding-left: 0.5em; margin-top: 1.5em; margin-bottom: 2.5em;">KRONIK</div>
'''SIARAN KESUSASTRAAN LAMA DALAM TV-RI'''
Pada tanggal-tanggal 14, 21 dan 28 Desember 1967 Direktorat Bahasa dan Kesusastraan Ditdjen Kebudajaan Departemen Pendidikan dan Kebudajaan telah mengisi siaran seni-budaja TV-RI Djakarta dengan djudul "Sedjarah Kesusastraan Lama Selajangpandang" jang dibawakan oleh Dra Nj.S.W. Rudjiati Muljadi, Kepala Direktorat tersebut, dibantu oleh saudara-saudara Soelastri Soerjoatmodjo dan Sularti. Siaran direntjanakan setjara berangkai baik tentang kesusastraan lama maupun moderen pada bulan-bulan mendatang dengan maksud memberikan gambaran umum kehidupan kesusastraan Indonesia dalam rangka menudju apresiasi sastra jang wadjar.
'''KERDJASAMA DINAS SMP DENGAN DBK'''
Antara tanggal 10 s/d 17 Desember 1967 telah diadakan musjawarah kerdja inspeksi SMP seluruh Indonesia di Tugu-Puntjak dengan atjara pokok 'Penjempurnaan Kurikulum SMP' dalam rangka memperkembangkan prinsip 'Pendidikan harus diintegrasikan dengan pembangunan', mental-spiritual maupun material, sedjalan dengan usaha membina orde-baru. Untuk itu (1) akan diusahakan intensifikasi pengadjian pengadjaran dan pendidikan, (2) penjempurnaan syllabus, antaralain perubahan pengelompokan matapeldjaran atas kelompok dasar, kelompok umum dan kelompok chusus dengan bahasa Indonesia termasuk kelompok dasar dan (3) menjingkirkan materi peladjaran jang berbau manipol dan senada dengan itu dan menambahkan djam peladjaran agama mendjadi 3 djam peladjaran seminggu.
Drs S. Effendi jang ditugaskan mewakili Direktorat Bahasa dan Kesusastraan telah menjumbangkan beberapa saran dan pendapat, terutama tentang pengadjaran bahasa Indonesia, dalam rangka membina kerdjasama dalam bidang pendidikan dan pengadjaran, dengan Dinas SMP, Direktorat Pendidikan Umum, Kedjuruan dan Kursus-kursus. Djuga telah diedarkan madjalah Bahasa dan Kesusastraan kepada peserta musjawarah untuk lebih memperkenalkan kegiatan Direktorat Bahasa dan Kesusastraan.
'''SEMINAR KEBUDAJAAN DINAS'''
Menurut rentjana pada bulan September 1968 di Djakarta akan diadakan seminar kebudajaan dinas jang diselenggarakan oleh Direktorat<noinclude></noinclude>
p1p46oqkbayn939mxskwwafmx2oab05
294714
294713
2026-05-13T19:37:33Z
Upiak Ituih
27011
294714
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><div style="text-align: center; font-family: 'Courier New', monospace; font-size: 400%; letter-spacing: 0.5em; font-weight: 300; color: transparent; -webkit-text-stroke: 1.5px #000000; padding-left: 0.5em; margin-top: 1.5em; margin-bottom: 1em;">KRONIK</div>
'''SIARAN KESUSASTRAAN LAMA DALAM TV-RI'''
Pada tanggal-tanggal 14, 21 dan 28 Desember 1967 Direktorat Bahasa dan Kesusastraan Ditdjen Kebudajaan Departemen Pendidikan dan Kebudajaan telah mengisi siaran seni-budaja TV-RI Djakarta dengan djudul "Sedjarah Kesusastraan Lama Selajangpandang" jang dibawakan oleh Dra Nj.S.W. Rudjiati Muljadi, Kepala Direktorat tersebut, dibantu oleh saudara-saudara Soelastri Soerjoatmodjo dan Sularti. Siaran direntjanakan setjara berangkai baik tentang kesusastraan lama maupun moderen pada bulan-bulan mendatang dengan maksud memberikan gambaran umum kehidupan kesusastraan Indonesia dalam rangka menudju apresiasi sastra jang wadjar.
'''KERDJASAMA DINAS SMP DENGAN DBK'''
Antara tanggal 10 s/d 17 Desember 1967 telah diadakan musjawarah kerdja inspeksi SMP seluruh Indonesia di Tugu-Puntjak dengan atjara pokok 'Penjempurnaan Kurikulum SMP' dalam rangka memperkembangkan prinsip 'Pendidikan harus diintegrasikan dengan pembangunan', mental-spiritual maupun material, sedjalan dengan usaha membina orde-baru. Untuk itu (1) akan diusahakan intensifikasi pengadjian pengadjaran dan pendidikan, (2) penjempurnaan syllabus, antaralain perubahan pengelompokan matapeldjaran atas kelompok dasar, kelompok umum dan kelompok chusus dengan bahasa Indonesia termasuk kelompok dasar dan (3) menjingkirkan materi peladjaran jang berbau manipol dan senada dengan itu dan menambahkan djam peladjaran agama mendjadi 3 djam peladjaran seminggu.
Drs S. Effendi jang ditugaskan mewakili Direktorat Bahasa dan Kesusastraan telah menjumbangkan beberapa saran dan pendapat, terutama tentang pengadjaran bahasa Indonesia, dalam rangka membina kerdjasama dalam bidang pendidikan dan pengadjaran, dengan Dinas SMP, Direktorat Pendidikan Umum, Kedjuruan dan Kursus-kursus. Djuga telah diedarkan madjalah Bahasa dan Kesusastraan kepada peserta musjawarah untuk lebih memperkenalkan kegiatan Direktorat Bahasa dan Kesusastraan.
'''SEMINAR KEBUDAJAAN DINAS'''
Menurut rentjana pada bulan September 1968 di Djakarta akan diadakan seminar kebudajaan dinas jang diselenggarakan oleh Direktorat<noinclude></noinclude>
pkl5erz6b0v7b6jgi8oqlvj1p6aewzo
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/84
104
104368
294716
2026-05-13T19:39:24Z
Upiak Ituih
27011
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Djenderal Kebudajaan Dep. P. dan K. dan seluruh direktorat/lembaganje. Seminar akan membahas beberapa masalah seni dan budaja umumnje, sebagai persiapan untuk seminar nasional tentang kebudajaan pada tahun 1970. Direktorat Bahasa dan kesusastraan sedang mempersiapkan lembarankerdja tentang bahasa dan kesusastraan Indonesia/Nusantara.IKATAN LINGGUIS INDONESIA DJAKARTAPada tanggal 4 Nopember dan 2 Desember 1967 Ikatan Linguis Indonesia (ILI) di Dj...
294716
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Upiak Ituih" /></noinclude>Djenderal Kebudajaan Dep. P. dan K. dan seluruh direktorat/lembaganje. Seminar akan membahas beberapa masalah seni dan budaja umumnje, sebagai persiapan untuk seminar nasional tentang kebudajaan pada tahun 1970. Direktorat Bahasa dan kesusastraan sedang mempersiapkan lembarankerdja tentang bahasa dan kesusastraan Indonesia/Nusantara.IKATAN LINGGUIS INDONESIA DJAKARTAPada tanggal 4 Nopember dan 2 Desember 1967 Ikatan Linguis Indonesia (ILI) di Djakarta telah berhasil mengadakan seminar-bulanannja jang kedelapan dan kesembilan dengan atjara pokok membahas lembarankerdja: (1) 'Kalimat Inti dalam Bahasa Indonesia' oleh Drs Muhadjir dan (2) 'Pola-pola Kalimat sebagai Dasar dalam Penjusunan Bahan Pengadjaran Bahasa Indonesia' oleh Dahnil Adnani M.A.Direntjanakan pada bulan Djanuari 1968 diadakan rapat Pengurus jang pertama dengan atjara utama pembinaan organisasi dan program kerdja untuk tahun 1968, jang kemudian akan disusul dengan rapat anggota pada bulan berikutnja. Untuk seminar kesepuluh pada bulan Maret 1968 sedang dipersiapkan lembarankerdja "Katapungut dari bahasa Sanskerta" oleh Dra. Harjati Subadio.KULIAH KESUSASTRAAN MALAYSIA MODERENPada Kedjuruan Kesusastraan Djurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra Universitas Indonesia akan diberikan matakuliah baru: Kesusastraan Malaysia Moderen, mulai tahun kuliah 1968.TUKARPIKIRAN TENTANG EDJAAN DAN PERISTILAHANPada minggu ketiga bulan Nopember 1967 saudara Syed Nasir Ketua Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia jang disertai oleh saudara Mas'ud Ketua Bagian Istilah Dewan Bahasa tersebut, telah berkundjung ke Direktorat Bahasa dan Kesusastraan untuk mengadakan pertukaran pikiran tentang masalah edjaan dan peristilahan dalam rangka membina kerdjasama dalam lapangan bahasa dan kesusastraan.<noinclude></noinclude>
ss5th8u29eh69c56525gl1m1uwwu9kd
294718
294716
2026-05-13T19:42:35Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294718
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||38}}</noinclude>Djenderal Kebudajaan Dep. P. dan K. dan seluruh direktorat/lembaganje. Seminar akan membahas beberapa masalah seni dan budaja umumnje, sebagai persiapan untuk seminar nasional tentang kebudajaan pada tahun 1970. Direktorat Bahasa dan kesusastraan sedang mempersiapkan lembarankerdja tentang bahasa dan kesusastraan Indonesia/Nusantara.
'''IKATAN LINGGUIS INDONESIA DJAKARTA'''
Pada tanggal 4 Nopember dan 2 Desember 1967 Ikatan Linguis Indonesia (ILI) di Djakarta telah berhasil mengadakan seminar-bulanannja jang kedelapan dan kesembilan dengan atjara pokok membahas lembarankerdja: (1) 'Kalimat Inti dalam Bahasa Indonesia' oleh Drs Muhadjir dan (2) 'Pola-pola Kalimat sebagai Dasar dalam Penjusunan Bahan Pengadjaran Bahasa Indonesia' oleh Dahnil Adnani M.A.
Direntjanakan pada bulan Djanuari 1968 diadakan rapat Pengurus jang pertama dengan atjara utama pembinaan organisasi dan program kerdja untuk tahun 1968, jang kemudian akan disusul dengan rapat anggota pada bulan berikutnja. Untuk seminar kesepuluh pada bulan Maret 1968 sedang dipersiapkan lembarankerdja "Katapungut dari bahasa Sanskerta" oleh Dra. Harjati Subadio.
'''KULIAH KESUSASTRAAN MALAYSIA MODEREN'''
Pada Kedjuruan Kesusastraan Djurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra Universitas Indonesia akan diberikan matakuliah baru: Kesusastraan Malaysia Moderen, mulai tahun kuliah 1968.
'''TUKARPIKIRAN TENTANG EDJAAN DAN PERISTILAHAN'''
Pada minggu ketiga bulan Nopember 1967 saudara Syed Nasir Ketua Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia jang disertai oleh saudara Mas'ud Ketua Bagian Istilah Dewan Bahasa tersebut, telah berkundjung ke Direktorat Bahasa dan Kesusastraan untuk mengadakan pertukaran pikiran tentang masalah edjaan dan peristilahan dalam rangka membina kerdjasama dalam lapangan bahasa dan kesusastraan.
'''KE INDONESIA BELADJAR BAHASA DAN SASTRA INDONESIA'''
Bahasa dan Kesusastraan Indonesia telah menarik perhatian beberapa peminatnja dari luar negeri. Kini di Fakultas Sastra Universitas Indonesia beberapa mahasiswa luar negeri sedang memperdalam studi mereka tentang bahasa dan sastra Indonesia, antara lain dari Djepang, India, dan Australia. Pada bulan Djanuari tahun ini telah datang pula seorang pegawai Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia saudara Yahaya Ismail jang djuga akan mempeladjari perkembangan Kesusastraan Indonesia Moderen sedjak 1960.<noinclude></noinclude>
skltlpeopd9rv59zuhqmvonx4ogzbvi
295224
294718
2026-05-14T09:59:53Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295224
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||38}}</noinclude>Djenderal Kebudajaan Dep. P. dan K. dan seluruh direktorat/lembaganje. Seminar akan membahas beberapa masalah seni dan budaja umumnje, sebagai persiapan untuk seminar nasional tentang kebudajaan pada tahun 1970. Direktorat Bahasa dan kesusastraan sedang mempersiapkan lembarankerdja tentang bahasa dan kesusastraan Indonesia/Nusantara.
IKATAN LINGGUIS INDONESIA DJAKARTA
Pada tanggal 4 Nopember dan 2 Desember 1967 Ikatan Linguis Indonesia (ILI) di Djakarta telah berhasil mengadakan seminar-bulanannja jang kedelapan dan kesembilan dengan atjara pokok membahas lembarankerdja: (1) 'Kalimat Inti dalam Bahasa Indonesia' oleh Drs Muhadjir dan (2) 'Pola-pola Kalimat sebagai Dasar dalam Penjusunan Bahan Pengadjaran Bahasa Indonesia' oleh Dahnil Adnani M.A.
Direntjanakan pada bulan Djanuari 1968 diadakan rapat Pengurus jang pertama dengan atjara utama pembinaan organisasi dan program kerdja untuk tahun 1968, jang kemudian akan disusul dengan rapat anggota pada bulan berikutnja. Untuk seminar kesepuluh pada bulan Maret 1968 sedang dipersiapkan lembarankerdja "Katapungut dari bahasa Sanskerta" oleh Dra. Harjati Subadio.
KULIAH KESUSASTRAAN MALAYSIA MODEREN
Pada Kedjuruan Kesusastraan Djurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra Universitas Indonesia akan diberikan matakuliah baru: Kesusastraan Malaysia Moderen, mulai tahun kuliah 1968.
TUKARPIKIRAN TENTANG EDJAAN DAN PERISTILAHAN
Pada minggu ketiga bulan Nopember 1967 saudara Syed Nasir Ketua Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia jang disertai oleh saudara Mas'ud Ketua Bagian Istilah Dewan Bahasa tersebut, telah berkundjung ke Direktorat Bahasa dan Kesusastraan untuk mengadakan pertukaran pikiran tentang masalah edjaan dan peristilahan dalam rangka membina kerdjasama dalam lapangan bahasa dan kesusastraan.
KE INDONESIA BELADJAR BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Bahasa dan Kesusastraan Indonesia telah menarik perhatian beberapa peminatnja dari luar negeri. Kini di Fakultas Sastra Universitas Indonesia beberapa mahasiswa luar negeri sedang memperdalam studi mereka tentang bahasa dan sastra Indonesia, antara lain dari Djepang, India, dan Australia. Pada bulan Djanuari tahun ini telah datang pula seorang pegawai Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia saudara Yahaya Ismail jang djuga akan mempeladjari perkembangan Kesusastraan Indonesia Moderen sedjak 1960.<noinclude></noinclude>
r4xr2j3jxyflyzf95t3huzexrw47b7j
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/90
104
104369
294719
2026-05-13T19:44:57Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294719
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>3. Telaah tentang fonim dan morfim sebagai satuan-satuan bunji dasar jang membangun struktur ekspresi inilah jang telah melahirkan fonologi, morfologi dan sintaksis. Dalam artikel ini akan dipergunakan istilah: (1) fonologi atau tatabunji jang mentjakup fonetika atau tatafona dan fonimika atau tatafonim, (2) morfologi atau tatabentuk jang meliputi morfimika atau tatamorfim dan sintaksis atau tatakalimat. Fonimika, morfimika dan sintaksis merupakan gramatika atau tatabahasa suatu bahasa. 3)
4. Kita ichtisarkan apa jang telah dibitjarakan pada bagian I (lih. djuga BK No. 2/th.I).
(1) Bahasa adalah :
<ol type="a" style="line-height:1.7em; text-align:justify; margin-left: 2.5em; padding-left: 0;">
<li>suatu sistim pelambangan bunji jang diutjapkan manusia;</li>
<li>sistim pelambangan itu mendukung satuan-satuan pengalaman tertentu;</li>
<li>sistim pelambangan itu ditentukan, setjara sadar atau tidak, berdasarkan konvensi sekelompok manusia atau masjarakat;</li>
<li>sistim pelambangan konvensional itu dimiliki sekelompok manusia melalui proses beladjar; djadi tidak bersifat instingtif;</li>
<li>sistim pelambangan itu sebagai alat komunikasi paling penting bagi manusia.</li>
</ol>
Dari kelima tjiri bahasa ini, (a-b) sebagai struktur bahasa: ekspresi dan isi, sedang (c-d-e) sebagai perwudjudan tingkah laku sosial: salahsatu aspek kebudajaan jang paling utama.
(2) Bahasa sebagai data linguistika:
<ol type="a" style="line-height:1.7em; text-align:justify; margin-left: 2.5em; padding-left: 0;">
<li>telaah dari segi strukturnja adalah tugas linguistika deskriptif/sinkronik;</li>
<li>telaah dari segi perkembangan kesedjarahannja adalah tugas linguistika historik/diakronik;</li>
<li>telaah dari segi perbandingannja adalah tugas linguistika komparatif.</li>
</ol>
(3) Telaah struktural.
{| style="background:transparent; line-height:1.6em; margin-left: 2.5em; width:90%;"
| (a) || tentang fonu <sup>4)</sup> adalah tugas fonetika || style="vertical-align:middle; padding-left:0.5em;" | )<br />)
| style="vertical-align:middle; padding-left:0.5em;" | fonologi
|-
| (b) || tentang fonim adalah tugas fonimika ||
|-
| (c) || tentang morfim adalah tugas morfimika || style="vertical-align:middle; padding-left:0.5em;" | )<br />)
| style="vertical-align:middle; padding-left:0.5em;" | morfologi
|-
| (d) || tentang kalimat adalah tugas sintaksis ||
|}<noinclude></noinclude>
lkcsceb6gab1ut4w1okq2yzn2fru4g0
294721
294719
2026-05-13T19:47:21Z
Upiak Ituih
27011
294721
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||4}}</noinclude>3. Telaah tentang fonim dan morfim sebagai satuan-satuan bunji dasar jang membangun struktur ekspresi inilah jang telah melahirkan fonologi, morfologi dan sintaksis. Dalam artikel ini akan dipergunakan istilah: (1) {{u|fonologi atau tatabunji}} jang mentjakup {{u|fonetika atau tatafona}} dan {{u|fonimika atau tatafonim}}, (2) {{u|morfologi atau tatabentuk}} jang meliputi {{u|morfimika atau tatamorfim}} dan {{u|sintaksis atau tatakalimat}}. Fonimika, morfimika dan sintaksis merupakan {{u|gramatika atau tatabahasa}} suatu bahasa.<sup>4)</sup>
4. Kita ichtisarkan apa jang telah dibitjarakan pada bagian I (lih. djuga BK No. 2/th.I).
(1) Bahasa adalah :
<ol type="a" style="line-height:1.7em; text-align:justify; margin-left: 2.5em; padding-left: 0;">
<li>suatu sistim pelambangan bunji jang diutjapkan manusia;</li>
<li>sistim pelambangan itu mendukung satuan-satuan pengalaman tertentu;</li>
<li>sistim pelambangan itu ditentukan, setjara sadar atau tidak, berdasarkan konvensi sekelompok manusia atau masjarakat;</li>
<li>sistim pelambangan konvensional itu dimiliki sekelompok manusia melalui proses beladjar; djadi tidak bersifat instingtif;</li>
<li>sistim pelambangan itu sebagai alat komunikasi paling penting bagi manusia.</li>
</ol>
Dari kelima tjiri bahasa ini, (a-b) sebagai struktur bahasa: ekspresi dan isi, sedang (c-d-e) sebagai perwudjudan tingkah laku sosial: salahsatu aspek kebudajaan jang paling utama.
(2) Bahasa sebagai data linguistika:
<ol type="a" style="line-height:1.7em; text-align:justify; margin-left: 2.5em; padding-left: 0;">
<li>telaah dari segi strukturnja adalah tugas linguistika deskriptif/sinkronik;</li>
<li>telaah dari segi perkembangan kesedjarahannja adalah tugas linguistika historik/diakronik;</li>
<li>telaah dari segi perbandingannja adalah tugas linguistika komparatif.</li>
</ol>
(3) Telaah struktural.
{| style="background:transparent; line-height:1.6em; margin-left: 2.5em; width:90%;"
| (a) || tentang fonu <sup>4)</sup> adalah tugas fonetika || style="vertical-align:middle; padding-left:0.5em;" | )<br />)
| style="vertical-align:middle; padding-left:0.5em;" | fonologi
|-
| (b) || tentang fonim adalah tugas fonimika ||
|-
| (c) || tentang morfim adalah tugas morfimika || style="vertical-align:middle; padding-left:0.5em;" | )<br />)
| style="vertical-align:middle; padding-left:0.5em;" | morfologi
|-
| (d) || tentang kalimat adalah tugas sintaksis ||
|}<noinclude></noinclude>
jhpux3j52esbhmflpio5ccg2mcucvbq
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/98
104
104370
294723
2026-05-13T19:50:45Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294723
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{| style="background:transparent; line-height:1.6em; width:100%; border-collapse:collapse;"
| vk-11 || [ œ ] || , || sikap bibir seperti waktu mengutjapkan [ ø ] || , tapi jang diutjapkan [ ɔ ], agak rendah, depan; misalnja: [[eu]] pada kata Perantjis [[peur]] [ poer ], 'kengerian';
|-
| vk-12 || [ ɯ ] || , || sikap bibir seperti waktu mengutjapkan [ i ] || , tapi jang diutjapkan [ u ], tinggi, belakang; misalnja: [[eu]] pada kata Atjeh [[abeuk]] [ abɯ? ], 'kubangan';
|-
| vk-13 || [ ɤ ] || , || sikap bibir seperti waktu mengutjapkan [ e ] || , tapi jang diutjapkan [ o ], agak tinggi, belakang; misalnja:
|-
| vk-14 || [ ʌ ] || , || sikap bibir seperti waktu mengutjapkan [ a ] || , tapi jang diutjapkan [ ɔ ], agak rendah, belakang; misalnja: [[u]] pada kata Inggeris [[cup]] [ kʌp ], 'tjangkir, piala';
|-
| vk-15 || [ ə ] || , || sikap 'netral' atau tak-bulat || , tengahlidah ada diantara agak tinggi dan agak rendah; misalnja: [[e]] pada kata [[besar]] [ bəsar ];
|-
| vk-16 || [ ɨ ] || , || sikap bibir seperti waktu mengutjapkan [ i ] || , tapi jang diutjapkan [ e ], tinggi, tengah; misalnja: [[i]] pada kata Inggeris [[sit]] [ sɨt ], 'duduk';
|-
| vk-17 || [ ʉ ] || , || sikap bibir seperti waktu mengutjapkan [ u ] || , tapi jang diutjapkan [ ø ], tinggi, tengah; misalnja: [[eu]] pada kata Sunda [[peujeum]] [ pʉjəm ], 'tape'.
|}
Djika dipetakan vokoid-vokoid kardinal diatas, sebagai berikut:
{| class="wikitable" style="text-align:center; font-family:'Courier New', monospace; border-collapse:collapse; margin-left:auto; margin-right:auto; width:85%; background:transparent;"
! style="border:1px solid black; width:20%;" |
! colspan="2" style="border:1px solid black; width:26%;" | Depan
! colspan="2" style="border:1px solid black; width:26%;" | Tengah
! colspan="2" style="border:1px solid black; width:26%;" | Belakang
|-
! style="border:1px solid black; text-align:left;" |
| style="border:1px solid black; width:13%;" | TB || style="border:1px solid black; width:13%;" | B
| style="border:1px solid black; width:13%;" | TB || style="border:1px solid black; width:13%;" | B
| style="border:1px solid black; width:13%;" | TB || style="border:1px solid black; width:13%;" | B
|-
! style="border:1px solid black; text-align:left;" | Tinggi
| style="border:1px solid black;" | i || style="border:1px solid black;" | y
| style="border:1px solid black;" | ɨ || style="border:1px solid black;" | ʉ
| style="border:1px solid black;" | ɯ || style="border:1px solid black;" | u
|-
! style="border:1px solid black; text-align:left;" | Agak tinggi
| style="border:1px solid black;" | e || style="border:1px solid black;" | ø
| style="border:1px solid black;" | ə || style="border:1px solid black;" |
| style="border:1px solid black;" | ɤ || style="border:1px solid black;" | o
|-
! style="border:1px solid black; text-align:left;" | Agak rendah
| style="border:1px solid black;" | ɛ || style="border:1px solid black;" | œ
| style="border:1px solid black;" | || style="border:1px solid black;" |
| style="border:1px solid black;" | ʌ || style="border:1px solid black;" | ɔ
|-
! style="border:1px solid black; text-align:left;" | Rendah
| style="border:1px solid black;" | a || style="border:1px solid black;" |
| style="border:1px solid black;" | || style="border:1px solid black;" |
| style="border:1px solid black;" | || style="border:1px solid black;" | ɑ
|}
<div style="margin-left: 10em; line-height: 1.5em; margin-top: 1.5em; font-family: monospace;">
TB : Tak-bulat<br />
B : Bulat
</div><noinclude></noinclude>
lcgczipgoybezt7h1m4bh8c8wcdp768
294725
294723
2026-05-13T19:59:32Z
Upiak Ituih
27011
294725
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{| style="background:transparent; line-height:1.6em; width:100%; border-collapse:collapse;"
| vk-11 || ''['' œ '']'' || , || sikap bibir seperti waktu mengutjapkan ''['' '']'' || , tapi jang diutjapkan ''['' '']'', agak rendah, depan; misalnja: [[eu]] pada kata Perantjis {{u|peur}} ''['' poer '']'', 'kengerian';
|-
| vk-12 || ''['' '']'' || , || sikap bibir seperti waktu mengutjapkan ''['' i '']'' || , tapi jang diutjapkan ''['' u '']'', tinggi, belakang; misalnja: {{U|eu}} pada kata Atjeh {{u|abeuk}} [ abɯ? ], 'kubangan';
|-
| vk-13 || ''['' '']'' || , || sikap bibir seperti waktu mengutjapkan ''['' e '']'' || , tapi jang diutjapkan ''['' o '']'', agak tinggi, belakang; misalnja:
|-
| vk-14 || ''['' '']'' || , || sikap bibir seperti waktu mengutjapkan [ a ] || , tapi jang diutjapkan [ ɔ ], agak rendah, belakang; misalnja: {{u|t}} pada kata Inggeris {{u|cup}} ''['' k p '']'', 'tjangkir, piala';
|-
| vk-15 || ''['' '']'' || , || sikap 'netral' atau tak-bulat || , tengahlidah ada diantara agak tinggi dan agak rendah; misalnja: {{u|e}} pada kata {{u|besar}} ''['' besar '']'';
|-
| vk-16 || ''['' ɨ '']'' || , || sikap bibir seperti waktu mengutjapkan ''['' i '']'' || , tapi jang diutjapkan ''['' e '']'', tinggi, tengah; misalnja: {{u|i}} pada kata Inggeris {{u|sit}} ''['' sɨt '']'', 'duduk';
|-
| vk-17 || ''['' ʉ '']'' || , || sikap bibir seperti waktu mengutjapkan ''['' u '']'' || , tapi jang diutjapkan ''['' ø '']'', tinggi, tengah; misalnja: {{u|eu}} pada kata Sunda {{u|peujeum}} ''['' pʉjəm '']'', 'tape'.
|}
Djika dipetakan vokoid-vokoid kardinal diatas, sebagai berikut:
{| class="wikitable" style="text-align:center; font-family:'Courier New', monospace; border-collapse:collapse; margin-left:auto; margin-right:auto; width:85%; background:transparent;"
! style="border:1px solid black; width:20%;" |
! colspan="2" style="border:1px solid black; width:26%;" | Depan
! colspan="2" style="border:1px solid black; width:26%;" | Tengah
! colspan="2" style="border:1px solid black; width:26%;" | Belakang
|-
! style="border:1px solid black; text-align:left;" |
| style="border:1px solid black; width:13%;" | TB || style="border:1px solid black; width:13%;" | B
| style="border:1px solid black; width:13%;" | TB || style="border:1px solid black; width:13%;" | B
| style="border:1px solid black; width:13%;" | TB || style="border:1px solid black; width:13%;" | B
|-
! style="border:1px solid black; text-align:left;" | Tinggi
| style="border:1px solid black;" | i || style="border:1px solid black;" | y
| style="border:1px solid black;" | ɨ || style="border:1px solid black;" | ʉ
| style="border:1px solid black;" | ɯ || style="border:1px solid black;" | u
|-
! style="border:1px solid black; text-align:left;" | Agak tinggi
| style="border:1px solid black;" | e || style="border:1px solid black;" | ø
| style="border:1px solid black;" | ə || style="border:1px solid black;" |
| style="border:1px solid black;" | ɤ || style="border:1px solid black;" | o
|-
! style="border:1px solid black; text-align:left;" | Agak rendah
| style="border:1px solid black;" | ɛ || style="border:1px solid black;" | œ
| style="border:1px solid black;" | || style="border:1px solid black;" |
| style="border:1px solid black;" | ʌ || style="border:1px solid black;" | ɔ
|-
! style="border:1px solid black; text-align:left;" | Rendah
| style="border:1px solid black;" | a || style="border:1px solid black;" |
| style="border:1px solid black;" | || style="border:1px solid black;" |
| style="border:1px solid black;" | || style="border:1px solid black;" | ɑ
|}
<div style="margin-left: 10em; line-height: 1.5em; margin-top: 1.5em; font-family: monospace;">
TB : Tak-bulat<br />
B : Bulat
</div><noinclude></noinclude>
oe6meyj0ihxkrrmw3sxnja556xqbpbz
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/256
104
104371
294734
2026-05-13T21:55:10Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'pengalaman Malay-no-Tora, Halls of Montezuma, Iwo-Jima, Objevtieve Birma, oleh sebab da- lam tjeritera tadi ,,peradjurit'nja adalah ,,pelakon" jang tidak di- kenal oleh masjarakat ramai. Peristiwa ini 'betul2 kedjadian didaerah operasi At: tidak ma- suk surat kabar jang dikuasai oleh ahli-ahli negara dan pende- kar? pers. Sebab itu masjarakat tidak mengenal siapa Sari jang diangkat dengan istimewa men- djadi Kopral. Siapa itu Tamadj...
294734
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>pengalaman Malay-no-Tora,
Halls of Montezuma, Iwo-Jima,
Objevtieve Birma, oleh sebab da-
lam tjeritera tadi ,,peradjurit'nja
adalah ,,pelakon" jang tidak di-
kenal oleh masjarakat ramai.
Peristiwa ini 'betul2 kedjadian
didaerah operasi At: tidak ma-
suk surat kabar jang dikuasai
oleh ahli-ahli negara dan pende-
kar? pers. Sebab itu masjarakat
tidak mengenal siapa Sari jang
diangkat dengan istimewa men-
djadi Kopral. Siapa itu Tamadji
jang mendjadi Sersan, oleh sebab
dengan gagah berani untuk ke-
dua kali dapat menjelamatkan
pasukannja terhadap serangan
musuh jang lebih kuat.
Barangkali masjarakat ramai-
pun tidak pernah mendengar na-
ma? seperti Likas Sembirang, se-
karang pangkatnja Kopral, jang
mengatakan kepada temannja su-
paja terus-menerus menembak
ketika itu, sementara dia sendiri
masih terus menembaki sedang
dadanja telah ditembusi peluru.
Djuga tiada dikenal oleh ahli2
negara dan ahli? pena, nama? te-
Mengutjapkan Selamat :
man-temannja seperti Kopral Bo-
ro. Kopral A. Malik dan Peradju-
rit I M. Noor. Adakah jang ma-
sih ingat bahwa Sersan Keseha-
tan jang namanja Usman Abbas
itu tidak djadi lagi dapat ber-
djumpa dengan sanak keluarga-
IJO Asogt ente tauna ?
Djika kita pergi merantau ke-
luar negeri, kita melihat tugu?
peringatan untuk pahlawan jang
tidak dikenal. Tugu? itu tegak
berdiri sebagai suatu tanda per-
njataan penghargaan jang kekal
terhadap semangat jang gagah
perkasa dari peradjurit jang ber-
tempur menjambung njawa un-
tuk kepentingan Nusa dan Bang-
sa. Djika seorang Duta Besar
dari suatu negara asing menda-
tangi negara lain, maka telah
lazim dia meletakkan karangan?
bunga pada landasan diatas ma-
na berdiri tegak lambang sema-
ngat keperadjuritan jang se-
djati.
Tugu? ini diliputi suasana se-
rem-sepi, bukan hanja karena
hati jang duka, tetapi sebenarnja
oleh sebab kekaguman alam jang
hidup terhadap kebesaran djiwa
pahlawan, jang tiada dapat di-
uraikan tjuma dengan kata2.
Semangat keperadjuritan ada-
lah semangat ombak jang dengan
tiada henti-hentinja menjerangi
pantai? benua2' raksasa: ada
kalanja pantai itu dibandjiri dan
dapat dibenam dan ada kalanja
pantai2 jang terdiri dari timbu-
nan batu-batu karang terus-me-
nerus diserang, dan akan dise-
rang terus-menerus ...............
Djika ada orang datang meli-
hat peristiwa? demikian, mereka
pasti akan diliputi rasa kagum
ga , kagum oleh suara om-
bak? menderu, menggetarkan ha-
ti sedjak masa berabad2 jang
lalu.
Kissah? ini tiada maksud un-
tuk memudji perseorangan, oleh
sebab semangat peradjurit bu-
kanlah milik perseorangan, tetapi
milik dan sifat keperadjuritan
sampai achir zaman dari angka-
tan bersendjata jang berhadap-
hadapan dimedan perang.
(BB).
34
ULANG TAHUN KE-XII KEMERDEKAAN
INDONESIA 17 AGUSTUS 1951.
N. V. INDONESIAN FILM DISTRIBUTORS LID.
DJALAN DJAKSA 35, TILP. GBR. 3156
DJAKARTA
Perhatian:
d Akan segera mendatangi kota tuan
d Film jang Berwarna dari ITALIA
LO SPANDACCINO MISTERIOSO
(Ksatrya Gaib)
Dengan Bintang :
FRANK LATIMORE — FIORELLA
MARI — TAMARA LEES — FERARD
LANDRY — DAN LAIN-LAIN.
DAN
SATU FILM BARU DARI ............ INDIA
NAYA ANDAZ
Jang dibintangi oleh :
MEENA KUMARI — KISHORE
KUMKUM — JOHNY WALKER —
PRAN — GOPE — DAN LAIN-LAIN.
KAL INGONGOIANOEAV GELI
ASSEMBLY PLANT MOBIL NASIONAL
JANG PERTAMA”
Djl. Lodan-Djakarta
Tel. 1235-1236 KOTA
IMp: DODGE
DEPENDABLE TRUCKS
Pesanlah pada DEALER? kami
DELEAR:
Tersebar diseluruh Indonesia<noinclude></noinclude>
0nvunvb0rz3nl4a85dhyqohoyqeb2or
294735
294734
2026-05-13T22:04:24Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
294735
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>'''pengalaman Mala''y-no-Tora, Halls of Montezuma, Iwo-Jima,
Objevtieve Birma, oleh sebab dalam tjeritera tadi ,„peradjurit"nja adalah „pelakon” jang tidak dikenal oleh masjarakat ramai.
Peristiwa ini 'betul2 kedjadian didaerah operasi At: tidak masuk surat kabar jang dikuasai oleh ahli-ahli negara dan pendekar² pers. Sebab itu masjarakat tidak mengenal siapa Sari jang iangkat dengan istimewa mendjadi Kopral. Siapa itu Tamadji
jang mendjadi Sersan, oleh sebab dengan gagah berani untuk kedua kali dapat menjelamatkan pasukannja terhadap serangan musuh jang lebih kuat.
Barangkali masjarakat ramaipun tidak pernah mendengar nama² seperti Likas Sembirang, sekarang pangkatnja Kopral, jang mengatakan kepada temannja supaja terus-menerus menembak
ketika itu, sementara dia sendiri masih terus menembaki sedang
dadanja telah ditembusi peluru.
Djuga tiada dikenal oleh ahli² negara dan ahli² pena, nama² teman-temannja seperti Kopral Boro. Kopral A. Malik dan Peradjurit I M. Noor. Adakah jang masih ingat bahwa Sersan Kesehatan jang namanja Usman Abbas itu tidak djadi lagi dapat berdjumpa dengan sanak keluarga {{...|14}} ?
Djika kita pergi merantau ke luar negeri, kita melihat tugu² peringatan untuk pahlawan jang tidak dikenal. Tugu² itu tegak
berdiri sebagai suatu tanda pernjataan penghargaan jang kekal
terhadap semangat jang gagah perkasa dari peradjurit jang bertempur menjambung njawa untuk kepentingan Nusa dan Bangsa. Djika seorang Duta Besar dari suatu negara asing mendatangi negara lain, maka telah lazim dia meletakkan karangan² bunga pada landasan diatas mana berdiri tegak lambang semangat keperadjuritan jang sedjati.
Tugu² ini diliputi suasana serem-sepi, bukan hanja karena hati jang duka, tetapi sebenarnja oleh sebab kekaguman alam jang hidup terhadap kebesaran djiwa pahlawan, jang tiada dapat diuraikan tjuma dengan kata².
Semangat keperadjuritan adalah semangat ombak jang dengan tiada henti-hentinja menjerangi pantai² benua² raksasa: ada kalanja pantai itu dibandjiri dan dapat dibenam dan ada kalanja pantai² jang terdiri dari timbunan batu-batu karang terus-menerus diserang, dan akan diserang terus-menerus {{...||12}}
Djika ada orang datang melihat peristiwa² demikian, mereka pasti akan diliputi rasa kagum ga , kagum oleh suara ombak² menderu, menggetarkan hati sedjak masa berabad2 jang lalu.
Kissah? ini tiada maksud untuk memudji perseorangan, oleh sebab semangat peradjurit bukanlah milik perseorangan, tetapi milik dan sifat keperadjuritan sampai achir zaman dari angkatan bersendjata jang berhadaphadapan dimedan perang.
{{right|(BB).}}
{{missing image}}<noinclude>{[right|34}}</noinclude>
sbm9zr3x33m31sf95vukd309tmug8cr
294736
294735
2026-05-13T22:04:37Z
Lutfiyatun
26681
294736
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>'''pengalaman Mala'''y-no-Tora, Halls of Montezuma, Iwo-Jima,
Objevtieve Birma, oleh sebab dalam tjeritera tadi ,„peradjurit"nja adalah „pelakon” jang tidak dikenal oleh masjarakat ramai.
Peristiwa ini 'betul2 kedjadian didaerah operasi At: tidak masuk surat kabar jang dikuasai oleh ahli-ahli negara dan pendekar² pers. Sebab itu masjarakat tidak mengenal siapa Sari jang iangkat dengan istimewa mendjadi Kopral. Siapa itu Tamadji
jang mendjadi Sersan, oleh sebab dengan gagah berani untuk kedua kali dapat menjelamatkan pasukannja terhadap serangan musuh jang lebih kuat.
Barangkali masjarakat ramaipun tidak pernah mendengar nama² seperti Likas Sembirang, sekarang pangkatnja Kopral, jang mengatakan kepada temannja supaja terus-menerus menembak
ketika itu, sementara dia sendiri masih terus menembaki sedang
dadanja telah ditembusi peluru.
Djuga tiada dikenal oleh ahli² negara dan ahli² pena, nama² teman-temannja seperti Kopral Boro. Kopral A. Malik dan Peradjurit I M. Noor. Adakah jang masih ingat bahwa Sersan Kesehatan jang namanja Usman Abbas itu tidak djadi lagi dapat berdjumpa dengan sanak keluarga {{...|14}} ?
Djika kita pergi merantau ke luar negeri, kita melihat tugu² peringatan untuk pahlawan jang tidak dikenal. Tugu² itu tegak
berdiri sebagai suatu tanda pernjataan penghargaan jang kekal
terhadap semangat jang gagah perkasa dari peradjurit jang bertempur menjambung njawa untuk kepentingan Nusa dan Bangsa. Djika seorang Duta Besar dari suatu negara asing mendatangi negara lain, maka telah lazim dia meletakkan karangan² bunga pada landasan diatas mana berdiri tegak lambang semangat keperadjuritan jang sedjati.
Tugu² ini diliputi suasana serem-sepi, bukan hanja karena hati jang duka, tetapi sebenarnja oleh sebab kekaguman alam jang hidup terhadap kebesaran djiwa pahlawan, jang tiada dapat diuraikan tjuma dengan kata².
Semangat keperadjuritan adalah semangat ombak jang dengan tiada henti-hentinja menjerangi pantai² benua² raksasa: ada kalanja pantai itu dibandjiri dan dapat dibenam dan ada kalanja pantai² jang terdiri dari timbunan batu-batu karang terus-menerus diserang, dan akan diserang terus-menerus {{...||12}}
Djika ada orang datang melihat peristiwa² demikian, mereka pasti akan diliputi rasa kagum ga , kagum oleh suara ombak² menderu, menggetarkan hati sedjak masa berabad2 jang lalu.
Kissah? ini tiada maksud untuk memudji perseorangan, oleh sebab semangat peradjurit bukanlah milik perseorangan, tetapi milik dan sifat keperadjuritan sampai achir zaman dari angkatan bersendjata jang berhadaphadapan dimedan perang.
{{right|(BB).}}
{{missing image}}<noinclude>{[right|34}}</noinclude>
n6qx03tl0lxibdihdc10spjolk0e4vq
294737
294736
2026-05-13T22:05:48Z
Lutfiyatun
26681
294737
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>'''pengalaman Mala'''y-no-Tora, Halls of Montezuma, Iwo-Jima,
Objevtieve Birma, oleh sebab dalam tjeritera tadi ,„peradjurit"nja adalah „pelakon” jang tidak dikenal oleh masjarakat ramai.
Peristiwa ini 'betul2 kedjadian didaerah operasi At: tidak masuk surat kabar jang dikuasai oleh ahli-ahli negara dan pendekar² pers. Sebab itu masjarakat tidak mengenal siapa Sari jang iangkat dengan istimewa mendjadi Kopral. Siapa itu Tamadji
jang mendjadi Sersan, oleh sebab dengan gagah berani untuk kedua kali dapat menjelamatkan pasukannja terhadap serangan musuh jang lebih kuat.
Barangkali masjarakat ramaipun tidak pernah mendengar nama² seperti Likas Sembirang, sekarang pangkatnja Kopral, jang mengatakan kepada temannja supaja terus-menerus menembak
ketika itu, sementara dia sendiri masih terus menembaki sedang
dadanja telah ditembusi peluru.
Djuga tiada dikenal oleh ahli² negara dan ahli² pena, nama² teman-temannja seperti Kopral Boro. Kopral A. Malik dan Peradjurit I M. Noor. Adakah jang masih ingat bahwa Sersan Kesehatan jang namanja Usman Abbas itu tidak djadi lagi dapat berdjumpa dengan sanak keluarga {{...|14}} ?
Djika kita pergi merantau ke luar negeri, kita melihat tugu² peringatan untuk pahlawan jang tidak dikenal. Tugu² itu tegak
berdiri sebagai suatu tanda pernjataan penghargaan jang kekal
terhadap semangat jang gagah perkasa dari peradjurit jang bertempur menjambung njawa untuk kepentingan Nusa dan Bangsa. Djika seorang Duta Besar dari suatu negara asing mendatangi negara lain, maka telah lazim dia meletakkan karangan² bunga pada landasan diatas mana berdiri tegak lambang semangat keperadjuritan jang sedjati.
Tugu² ini diliputi suasana serem-sepi, bukan hanja karena hati jang duka, tetapi sebenarnja oleh sebab kekaguman alam jang hidup terhadap kebesaran djiwa pahlawan, jang tiada dapat diuraikan tjuma dengan kata².
Semangat keperadjuritan adalah semangat ombak jang dengan tiada henti-hentinja menjerangi pantai² benua² raksasa: ada kalanja pantai itu dibandjiri dan dapat dibenam dan ada kalanja pantai² jang terdiri dari timbunan batu-batu karang terus-menerus diserang, dan akan diserang terus-menerus {{...|12}}
Djika ada orang datang melihat peristiwa² demikian, mereka pasti akan diliputi rasa kagum {{...|12}} kagum oleh suara ombak² menderu, menggetarkan hati sedjak masa berabad2 jang lalu.
Kissah² ini tiada maksud untuk memudji perseorangan, oleh sebab semangat peradjurit bukanlah milik perseorangan, tetapi milik dan sifat keperadjuritan sampai achir zaman dari angkatan bersendjata jang berhadaphadapan dimedan perang.
{{right|(BB).}}
{{missing image}}<noinclude>{{right|34}}</noinclude>
97q18fmssyoeot99y4qf583gv4ysjrr
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/264
104
104372
294738
2026-05-13T22:06:52Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'saat pasukan? Inggeris berada di-tengah? daerah terbuka tadi, disumutlah tali mesiu dari tempat sentral dan terbakarlah tumpuk- an? rumput kering jang banjak kedapatan ditanah itu, jang se- belumnja telah disiram dengan benizne. Laba?-nja berbuat apa jang diharapkan oleh Von Lettow. Berlari?2-lah orang? Inggeris itu dengan katjau balau oleh karena disemutnja oleh laba-laba itu. Pekerdjaan itu dilakukan oleh laba-laba itu hanja beb...
294738
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>saat pasukan? Inggeris berada
di-tengah? daerah terbuka tadi,
disumutlah tali mesiu dari tempat
sentral dan terbakarlah tumpuk-
an? rumput kering jang banjak
kedapatan ditanah itu, jang se-
belumnja telah disiram dengan
benizne.
Laba?-nja berbuat apa jang
diharapkan oleh Von Lettow.
Berlari?2-lah orang? Inggeris itu
dengan katjau balau oleh karena
disemutnja oleh laba-laba itu.
Pekerdjaan itu dilakukan oleh
laba-laba itu hanja beberapa me-
nit sadja. Sedang Von Lettow
mendapat keuntungan waktu ba-
njak untuk menjelamatkan pasu-
kan?-nja.
Dalam bulan Nopember 1918
Djenderal Von Lettow jang se-
lalu tersenjum itu menerima be-
rita tentang penaklukkan Djer-
man. Pada saat itu ia sedang ber-
ada di Rhodesia dengan aman-
nja. Empat tahun lamanja ia ber-
tahan melawan kaum Sekutu, jg.
selalu dengan penuh harapan
bahwa ia akan mendapat bantu-
an dari tanah airnja. Ia berha-
sil mengikat Inggeris selama pe-
rang dunia pertama jang kekuat-
annja berpuluh kali lipat dari pa-
sukannja pada front jang tidak
seberapa pentingnia di Afrika.
Sekarang peperangan sudah
selesai. Sekelompok tentara Ing-
geris jang sedang memasuki
Markas Besarnja dan pada wak-
tv itu Von Lettow mengetahui
bahwa mereka itu telah berdja-
lan selama 24 djam lamanja jg
hampir tanpa makan dan minum,
maka ia dengan segera meme-
rintahkan bawahannja untuk me-
Von Lettow sebenarnja tidak kalah: ini diakui oleh lawannja. Jang
kalah adalah negerinja.
Disini dia nampak pada saat dia hendak
pulang ke Djerman meninggalkan Afrika sesudah perang dunia ke II.
rawat orang? Inggeris itu. Dan
dari persediaan sendiri Von Let-
tow memerintahkan bawahannja
untuk melajani pasukan? Ingge-
ris apa jang mereka perlukan.
Kuda2-nja diberi air minum dan
diusahakan agar tiada seorang-
pun tidak merasa puas. Karena
ia selalu menganggap bahwa pe-
rang itu adalah permainan jang
terpaksa harus dilakukan dan
permainan tersebut sudah tam-
mat.
Pada waktu dilakukan upatja-
ra penjerahan, Djenderal Smuts
menghampiri musuh lamanja Von
Lettow. Maka pada waktu ke-
PABERIK GELAS
TONG HIEN
KONGSIE
Djalan ARABIKA No. 18 TELP. 16830 KOTA
DJAKARTA
Menjambut Ulang Tahun :
KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA
JANG KE XII
17 AGUSTUS 1951.
dua raksasa itu sedang berhadap-
hadapan, nampaklah keduanja
saling ber-sama? ketawa. Kemu-
dian Smuts sambil ketawa ber-
bahak-bahak, berkatalah ia:
,Bung, kau pandai benar meng-
ikat kami sekalian! Saja tak ada
niat untuk menjuruh kau menje-
rah! Tetapi ja apa boleh buat,
sekarang kau sendiri jang me-
ngumpulkan sendjata2-mu. Ini
adalah baik! Maka dengan ini
berarti kau tidak dikalahkan, se-
bab memang kau tidak kalah.
Von Lettow. Hanjalah negerimu
jang dikalahkan”.
(Panorama).
DJAKARTA —
Director:
FIRMA
sTECHNICI"
(Tehnical Company Indonesia)
NATIONAL IMPORTERS & EXPORTERS
134 PASAR PAGI, PHONE 357 KOTA
INDONESIA
M. SUDJATMA SASTRASUMITRA.
Turut Menjambut Ulang Tahun
KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA
40
17 AGUSTUS 1957.<noinclude></noinclude>
g79u8tbbar8ujdv1nuqrlufvsfrykvg
294739
294738
2026-05-13T22:18:11Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
294739
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>saat pasukan² Inggeris berada di-tengah² daerah terbuka tadi, disumutlah tali mesiu dari tempat sentral dan terbakarlah tumpukan² rumput kering jang banjak kedapatan ditanah itu, jang sebelumnja telah disiram dengan benizne.
Laba²-nja berbuat apa jang diharapkan oleh Von Lettow. Berlari²-lah orang² Inggeris itu dengan katjau balau oleh karena
disemutnja oleh laba-laba itu. Pekerdjaan itu dilakukan oleh laba-laba itu hanja beberapa menit sadja. Sedang Von Lettow
mendapat keuntungan waktu banjak untuk menjelamatkan pasukan²-nja.
Dalam bulan Nopember 9 8 Djenderal Von Lettow jang selalu tersenjum itu menerima berita tentang penaklukkan Djerman. Pada saat itu ia sedang berada di Rhodesia dengan amannja. Empat tahun lamanja ia bertahan melawan kaum Sekutu, jg. selalu dengan penuh harapan bahwa ia akan mendapat bantuan dari tanah airnja. Ia berhasil mengikat Inggeris selama perang dunia pertama jang kekuatannja berpuluh kali lipat dari pasukannja pada front jang tidak seberapa pentingnia di Afrika.
Sekarang peperangan sudah selesai. Sekelompok tentara Inggeris jang sedang memasuki Markas Besarnja dan pada waktu itu Von Lettow mengetahui bahwa mereka itu telah berdjalan selama 24 djam lamanja jg hampir tanpa makan dan minum, maka ia dengan segera memerintahkan bawahannja untuk merawat orang² Inggeris itu. Dan dari persediaan sendiri Von Lettow memerintahkan bawahannja untuk melajani pasukan² Inggeris apa jang mereka perlukan. Kuda2-nja diberi air minum dan diusahakan agar tiada seorangpun tidak merasa puas. Karena ia selalu menganggap bahwa perang itu adalah permainan jang terpaksa harus dilakukan dan permainan tersebut sudah tammat.
{{missing image}}
''Von Lettow sebenarnja tidak kalah: ini diakui oleh lawannja. Jang kalah adalah negerinja. Disini dia nampak pada saat dia hendak pulang ke Djerman meninggalkan Afrika sesudah perang dunia ke II.''
Pada waktu dilakukan upatjara penjerahan, Djenderal Smuts menghampiri musuh lamanja Von Lettow. Maka pada waktu kedua raksasa itu sedang berhadap-hadapan, nampaklah keduanja saling ber-sama² ketawa. Kemudian Smuts sambil ketawa berbahak-bahak, berkatalah ia: „Bung, kau pandai benar mengikat kami sekalian! Saja tak ada niat untuk menjuruh kau menjerah! Tetapi ja apa boleh buat, sekarang kau sendiri jang mengumpulkan sendjata2-mu. Ini adalah baik! Maka dengan ini berarti kau tidak dikalahkan, sebab memang kau tidak kalah. Von Lettow. Hanjalah negerimu
jang dikalahkan”.
{{right|(Panorama).}}
{{missing image}}<noinclude>{{rh|42}}</noinclude>
8rzbhejb2euifd4rzmzs5e5zsvvpb71
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/286
104
104373
294740
2026-05-13T22:29:39Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
294740
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>'''Lantjarkan Gerakan Hidup Ba- Elang Radjawali:'''
'''ru :'''
Pada achir pidatonja Presiden pada tanggal 17 Agustus 1957
ini mengadjak segenap rakjat Indonesia untuk melangkah, meninggalkan apa jang lama, memasuki apa jang baru: melantjar-
kan Gerakan Hidup Baru.
Tak dapat saja perintjikan disini semua hal jang harus kita perbuat dalam gerakan ini. Pemerintah dan masjarakat harus menentukan, dengan apa kita harus mulai hari ini adalah sekedar satu hari permulaan, satu hari "startingday".
Saudara2 Djanganlah papak gerakan hidup baru ini dengan sinisme. Saja tahu ada diantara kita jang memapaknja dengan sinisme.
Marilah kita semua satu persatu mentjoba mendjadi Besar. Djanganlah mengatakan bahwa saja bitjara bombast atau humbug kalau saja selalu menjebut djiwa Elang Radjawali. Bangsa jang selalu main dike tjomberan akan mendjadi bangsa ketjomberan. Bangsa jang berdjiwa Radjawali akan mendiadi sahabat Tuhan. Karena itu: Terbanglah djiwamu se-tinggi2nja, sebagai burung Elang Radjawali, atasilah segala tek-tek bengek jg ketjil², — terbanglah setinggi nja, keangkasa, sekali lagi ke angkasa! Kawan kita Jawaharlal Nehru sering berkata: Lord, though
I live on earth, the child of earth, — yet I was fathered by the
starry sky, — Ja Tuhan, meskiaku akan hidup didunia, sebagai
anak dari dunia, namun bapakku ialah angkasa jang berbintang".
Alangkah beruntungnja seseorang pemimpin jang bapaknja angkasa jang berbintang. alangkah beruntungnja sesuatu bangsa, jang bapaknja angkasa jang berbintang.
Sebab bangsa jang bapaknja angkasa jang berbintang selalu dapat mengatasi segala kesulitan. Bangsa jang bapaknja angkasa jang berbintang selalu dapat mengatasi segala ketjomberan! Demikianlah Presiden, jang dalam pidatonja ini djuga membatjakan pokok dari pada Gerakan Hidup Baru.
{{c|— — — — — }}
{{missing image}}
''Dalam rangka „Gerakan Hidup Baru", maka Presiden Sukarno nampak disini dengan seorang pemotong rumput istana.''
{{missing image}}
''Presiden Sukarno nampak sedang memeriksa pegawai kantornja (Kabinet Presiden), apakah mereka betul telah dapat masuk kantor_tepat pada djam 7.00 pagi sesuai menurut dasar Gerakan Hidup Baru.''<noinclude>{{rh|8}}</noinclude>
seywt8i2ioce7gbov0qqbcj18ondw8m
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/620
104
104374
294741
2026-05-13T22:38:28Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'menurut hukum dan pengadilan? tentara didaerah pertempuran jang telah diadakan. Mengenai penjelesaian keaman- an didaerah? seperti Djawa Barat dan Sulawesi Selatan, dapat dite- rangkan bahwa segala gangguan keamanan jang merupakan ke- kuatan militer tetap akan dihadapi oleh TNI. Tetapi disamping itu tetap terbuka kesempatan djalan? lain, dengan tidak mengurangi ke- tentuan-ketentuan ketatanegaraan kita jang ada. Setelah penghantj...
294741
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>menurut hukum dan pengadilan?
tentara didaerah pertempuran
jang telah diadakan.
Mengenai penjelesaian keaman-
an didaerah? seperti Djawa Barat
dan Sulawesi Selatan, dapat dite-
rangkan bahwa segala gangguan
keamanan jang merupakan ke-
kuatan militer tetap akan dihadapi
oleh TNI. Tetapi disamping itu
tetap terbuka kesempatan djalan?
lain, dengan tidak mengurangi ke-
tentuan-ketentuan ketatanegaraan
kita jang ada.
Setelah penghantjuran "PRRI/
Permesta" selesai, maka tugas ki-
ta jang penting adalah mulai me-
laksanakan putusan? Munas dan
Munap dalam rangka pembangun-
an negara.
Saja menjatakan agar rakjat
bersikap tegas atas dasar sendi?
Republik Indonesia proklamasi 17
Agustus 1945, sebagai negara ke-
satuan bersendikan Pantjasila,
dan kedalam berpendirian Bhin-
neka Tunggal Ika serta keluar
mendjalankan politik bebas dan
aktif. Politik itu ternjata telah
mampu mendjamin kesatuan dan
kehormatan kita seluruhnja se-
djak proklamasi 17 Agustus 1945.
Haruslah diingat, bahwa penje-
lewengan kekiri atau kekanan
BARU DIBUKA!!!
Uutuk pertama kali di Djakarta dan seluruh Indonesia.
Kursus Tertulis:
sADMINISTRATIE —
atau kedjurusan manapun ternja-
ta membawa bentjana perang sau-
dara walaupun kemudian selalu
dapat diatasi oleh kita berkat ke-
setiaan rakjat jang terbanjak ter-
hadap sendi? negara proklamasi
1945.
Djuga kepada pers saja pesan-
kan, supaja pers membimbing rak-
jat didaerah kearah soal? jang
konstruktif dan memegang teguh
ketentuan? dari code dan etik
djurnalistik, jang tjukup kuat un-
tuk memberikan wedjangan pada
rakjat.
MENENGAH”
.nu
Satu?-nja Kursus VAK jg. pertama kali dibuka di Indonesia.
UANG KURSUS SEBULAN : 2 La
TAMAT DALAM TEMPO :
Kirim Uang segera pada :
LEMBAGA KURSUS TERTULIS
KOTAK POS - 2621 - DJAKARTA
Dibuka setiap waktu.
Rp. 30.—
3 BULAN
PENDEKAR”
Pasti berhasil!!!
PERUSAHAAN BISKUIT
"JAYA CO”
Petodjo Melintang 19 — Tclp. 2418 (Gbr).
Djakarta.
/
Menghasilkan Rupa” Biskuit
Jang Sudah Terkenal
BANK INDONESIA RAYA N. V.
. Kali Besar Timur V
No. 21c Djakarta.
Kantor Pusat
Head Of fice
Telepon Kota 718
Alamat Kuwat BIRABANK
— Djalan Sutomo 468,
Medan
Kantor T jabang
Branch Of fice
Mengerdjakan Segala Urusan
| Bank<noinclude></noinclude>
dirxcay58tutfizyvxjz33otwxxopij
294742
294741
2026-05-13T22:43:23Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
294742
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>menurut hukum dan pengadilan² tentara didaerah pertempuran jang telah diadakan.
Mengenai penjelesaian keamanan didaerah² seperti Djawa Barat dan Sulawesi Selatan, dapat diterangkan bahwa segala gangguan keamanan jang merupakan kekuatan militer tetap akan dihadapi oleh TNI. Tetapi disamping itu tetap terbuka kesempatan djalan²
lain, dengan tidak mengurangi ketentuan-ketentuan ketatanegaraan
kita jang ada.
Setelah penghantjuran "PRRI/Permesta" selesai, maka tugas kita jang penting adalah mulai melaksanakan putusan² Munas dan Munap dalam rangka pembangunan negara.
Saja menjatakan agar rakjat bersikap tegas atas dasar sendi² Republik Indonesia proklamasi 17 Agustus 1945, sebagai negara kesatuan bersendikan Pantjasila, dan kedalam berpendirian Bhinneka Tunggal Ika serta keluar mendjalankan politik bebas dan
aktif. Politik itu ternjata telah mampu mendjamin kesatuan dan
kehormatan kita seluruhnja sedjak proklamasi 17 Agustus 1945.
Haruslah diingat, bahwa penjelewengan kekiri atau kekanan atau kedjurusan manapun ternjata membawa bentjana perang saudara walaupun kemudian selalu dapat diatasi oleh kita berkat kesetiaan rakjat jang terbanjak terhadap sendi² negara proklamasi 1945.
Djuga kepada pers saja pesankan, supaja pers membimbing rakjat didaerah kearah soal² jang konstruktif dan memegang teguh ketentuan² dari code dan etik djurnalistik, jang tjukup kuat untuk memberikan wedjangan pada rakjat.
{{rule|width=4em}}
{{missing image}}<noinclude>{{rh|30}}</noinclude>
ncvpsfl6t0xlhecarwosbanhdhe1sf2
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/639
104
104375
294743
2026-05-13T22:45:26Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'ar Pn | ja jamin, Jang dimaksudkan dengan adat-istiadat jalah suatu bentuk jang diliputi oleh norma? hidup jang setjara gampang terlihat dari tingkah laku anggauta ma- sjarakat sehari-hari. Tingkah laku anggauta masjarakat dalam suatu daerah tidak sama dengan tingkah laku anggauta masjara- kat daerah lain. Penilaian terha- dap bentuk tingkah laku seseo- rang anggauta masjarakat diten- tukan dengan sopan atau tidak sopan. Ak...
294743
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>ar
Pn
|
ja
jamin,
Jang dimaksudkan dengan
adat-istiadat jalah suatu bentuk
jang diliputi oleh norma? hidup
jang setjara gampang terlihat
dari tingkah laku anggauta ma-
sjarakat sehari-hari. Tingkah
laku anggauta masjarakat dalam
suatu daerah tidak sama dengan
tingkah laku anggauta masjara-
kat daerah lain. Penilaian terha-
dap bentuk tingkah laku seseo-
rang anggauta masjarakat diten-
tukan dengan sopan atau tidak
sopan. Akan tetapi penilaian so-
uan atau tidak sopan itu tergan-
ttng pada 'kesadaran hidup ke-
masjarakatan dari tiap manusia.
Tiap? anggauta masjarakat meng-
hendaki ketenteraman hidup.
Masing? anggauta masjarakat
tdak mau melukai sesama manu-
sia, sehingga antara mereka di-
adakan suatu perdjandjian jang
perlu ditaati oleh tiap? anggauta
masjarakat. Perdjandjian jang
menentukan bagaimana tiap ang-
gauta masjarakat harus berlaku
dalam mengadakan hubungan
masing?. Hubungan antara ang-
N.V. Pabrik Gelas ,,TONG HIN KONGSIE"
DJAKARTA.
gauta masjarakat dapat berben-
tuk: hubungan antara anggauta
masjarakat jang dipertuan de-
ngan sesamanja, hubungan an-
tara anggauta masjarakat jang
dipertuan dengan pegawainja
dan rakjatnja dan sebaliknja :
hubungan antara pegawai masja-
rakat dengan rakjatnja dan se-
baliknja serta hubungan antara
rakjat dalam suatu masjarakat di
suatu daerah. :
Jang dimaksudkan dengan jang
dipertuan disini ialah segolongan
anggauta masjarakat jang mem-
punjai kedudukan utama dalam
masjarakat tersebut. Seperti di
Atjeh : Panglima? dan Tuanku? :
di Djawa: para Sultan/Pange-
ran dan Bupati: Di Sulawesi :
para Radja. Di Nusa Tenggara
para Radja dan Tuan Tanah.
Akibat revolusi di Indonesia,
golongan jang dipertuan ini su-
dah verdemokratisir, sehingga
hubungan antara mereka dengan
rakjat sudah sedikit bebas. Bah-
kan didaerah? seperti di Djawa
Barat hampir sudah tidak keli-
hatan. Akan tetapi, walaupun
bentuk? jang saja kemukakan di-
atas dalam masa pantjaroba ini
arti bahwa adat istiadat sudah
hilang. Anggauta masjaralkat jang
murni tetap mempertahankan
adat-istiadatnja, mungkin dalam
Fentuk baru (modern) sehingga
calam terdjadinja suatu gangguan
terhadap norma hidup ini akan
Citerimanja sebagai suatu penghi-
terimanja sebagai suatu penghi-
naan terhadapnja.
Untuk menghindarkan kedja-
dian? seperti saja utarakan di-
atas, maka sudah sepatutnja bi-
lamana tiap? anggauta A.P. mem-
peladjari adat-istiadat masjara-
kat dimana ia bertugas, mempe-
ladjari sedalam-dalamnja, dan
kemudian menjelami “kedalam
penghidupan mereka. Berlakulah
seperti anak daerah dari daerah
dimana saudara bertugas. Hor-
matilah adat-istiadat mereka.
Pertjajalah saudara? akan men-
dapat kepertjajaan penuh dari
mereka, bahkan lebih dari itu
saudara akan diterima sebagai
THE 999 INDUSTRY
Djalan Guntur No. 58
Telpun 334 Menteng
Menjambut hari Proklamasi Kemerdekaan
17 -8-1958
| BENGKEL ACCU » KIM LOK"
Terima: Isi Stroom dan reparasi
Accu, Mobil, Motor, Radio
dan lain-lain.
Djalan Djembatan Lima 150.8
DJAKARTA.
Republik Indonesia ke-XIII
DJAKARTA II/10
49<noinclude></noinclude>
faobgpscm34y0apjdf1tvuj9vozeq9y
294765
294743
2026-05-14T00:16:19Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
294765
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Jang dimaksudkan dengan adat-istiadat jalah suatu bentuk jang diliputi oleh norma² hidup jang setjara gampang terlihat dari tingkah laku anggauta masjarakat sehari-hari. Tingkah laku anggauta masjarakat dalam suatu daerah tidak sama dengan tingkah laku anggauta masjarakat daerah lain. Penilaian terhadap bentuk tingkah laku seseorang anggauta masjarakat ditentukan dengan sopan atau tidak sopan. Akan tetapi penilaian sopan atau tidak sopan itu tergantung pada kesadaran hidup kemasjarakatan dari tiap manusia. Tiap² anggauta masjarakat menghendaki ketenteraman hidup. Masing² anggauta masjarakat tidak mau melukai sesama manusia, sehingga antara mereka diadakan suatu perdjandjian jang
perlu ditaati oleh tiap² anggauta masjarakat. Perdjandjian jang
menentukan bagaimana tiap anggauta masjarakat harus berlaku dalam mengadakan hubungan masing². Hubungan antara anggauta masjarakat dapat berbentuk: hubungan antara anggauta masjarakat jang dipertuan dengan sesamanja, hubungan antara anggauta masjarakat jang dipertuan dengan pegawainja dan rakjatnja dan sebaliknja : hubungan antara pegawai masjarakat dengan rakjatnja dan sebaliknja serta hubungan antara rakjat dalam suatu asjarakat di suatu daerah.
Jang dimaksudkan dengan jang dipertuan disini ialah segolongan anggauta masjarakat jang mempunjai kedudukan utama dalam masjarakat tersebut. Seperti di Atjeh : Panglima² dan Tuanku² :
di Djawa: para Sultan/Pangeran dan Bupati: Di Sulawesi : para Radja. Di Nusa Tenggara para Radja dan Tuan Tanah.
Akibat revolusi di Indonesia, golongan jang dipertuan ini sudah verdemokratisir, sehingga hubungan antara mereka dengan rakjat sudah sedikit bebas. Bahkan didaerah² seperti di Djawa Barat hampir sudah tidak kelihatan. Akan tetapi, walaupun bentuk² jang saja kemukakan diatas dalam masa pantjaroba ini arti bahwa adat istiadat sudah hilang. Anggauta masjaralkat jang murni tetap mempertahankan adat-istiadatnja, mungkin dalam Fentuk baru (modern) sehingga calam terdjadinja suatu gangguan terhadap norma hidup ini akan Citerimanja sebagai suatu penghiterimanja sebagai suatu penghinaan terhadapnja.
Untuk menghindarkan kedjadian² seperti saja utarakan diatas, maka sudah sepatutnja bilamana tiap² anggauta A.P. mempeladjari adat-istiadat masjarakat dimana ia bertugas, mempeladjari sedalam-dalamnja, dan kemudian menjelami „kedalam penghidupan mereka. Berlakulah seperti anak daerah dari daerah dimana saudara bertugas. Hormatilah adat-istiadat mereka. Pertjajalah saudara² akan mendapat kepertjajaan penuh dari mereka, bahkan lebih dari itu saudara akan diterima sebagai
{{missing image}}<noinclude>{{rh|||49}}</noinclude>
57u895xcr0ps8l9k0cexf8xutm96tpx
Halaman:Sawatoe Penghantar bagi orang jang membatja.djvu/34
104
104376
294748
2026-05-13T23:34:07Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
294748
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" />{{rh||- 26 -}}</noinclude>Maka DEBORA sa'orang perampoewan, dan BARAK itoe, dipanggil oleh ilham Allah.
Maka kemoedian daripada mati JOZOEA, maka TOEHAN menjoeroh soekoe JEHOEDA berdjalan dihadapan bala-tantara akan melawan moesoh. Maka jang pertama-tama ditawanken itoe, ja-itoe: radja ''Adoni-Bezik'', akan membalas kedjahatannja, bahoewa ija telah memotong iboe djari kaki tangan 70 radja-radja jang ditawanken olehnja.
{|style="width:100%;"
|-
!style="width:3%;" | !! style="width:2%;" | !! style="width:95%;" | !!
|-
|style="vertical-align:top;"| 1<sup><small>a</small></sup>.|| || Hakim jang pertama itoe OTHNIËL; maka sentausalah negeri 40 tahoen lamanja; kemoedian daripada ini taäloklah bani Isjraël kepada ''Edjlon'', radja negeri Moab, 18 tahoen lamanja (fatsal III).
|-
|style="vertical-align:top;|2<sup><small>a</small></sup>.|| ||EHOED daripada soekoe-bangsa BINJAMIN mendjadi Hakim; maka sentausalah negeri 80 tahoen lamanja (fatsal III).
|-
|style="vertical-align:top;|3<sup><small>a</small></sup>.|| ||SAMGAR, sa'orang gombala kambing, ija memboenoh 600 orang Filistin dengan toengkat gombala. Maka JABIN radja orang ''Kanani'' menganidjaja Isjraël 18 tahoen lamanja.
|-
|style="vertical-align:top;|4<sup><small>t</small></sup>.|| ||DEBORA (nabijat), dan BARAK; maka Sisera, panglima perang radja Jabin diboenoh oleh sa'orang perampoewan, ja-itoe Jaël namanja: njanjian DEBORA (fatsal V); maka sentausalah negeri 40 tahoen lamanja, (fatsal V: 31). Kemoedian daripada ini taäloklah bani Isjraël kepada orang Mèdian 7 tahoen lamanja.
|-
|style="vertical-align:top;|5<sup><small>a</small></sup>.|| ||GIDEON, diseboet djoega Jeroeb-Baäl, mendjadi Hakim; ija menang atas moesohnja dengan 300 orang sahadja. Maka sentausalah negeri 40 tahoen lamanja.
|-
|style="vertical-align:top;|6<sup><small>n</small></sup>.|| ||(ABIMELECH, anaknja GIDEON, dengan 'akal mendapat perentah atas bani Isjraël; ija perentah 3 tahoen lamanja, sebab Allah mendatangkan nafsoe pertjideraän diantara dija dan orang-orangnja; maka ija mati oleh tangan sa'orang perampoewan, sebab ija telah memboenoeh 70 saudaranja laki-laki. (Hakim IX.)
|-
|style="vertical-align:top;|7<sup><small>h</small><sup>.|| ||THOLA mendjadi Hakim 23 tahoen lamanja.
|-
|style="vertical-align:top;|8<sup><small>n</small></sup>.|| ||JAÏR memerentahken orang Isjraël 22 tahoen lamanja, kemoedian orang Filistin menganidjaja dan menjangsaraken bani Isjraël 18 tahoen lamanja.
|-
|style="vertical-align:top;|9<sup><small>n</small></sup>.|| ||JEFTA sa'orang pahalawan jang perkasa, memerentah orang Isjraël 6 tahoen lamanja. JEFTA mempersembahken anaknja perampoewan mendjadi korban; tanda pengenalan orang Efraim itoe, djika ija boleh bertoetoer Sibolet.
|-
|style="vertical-align:top;|10<sup><small>h</small></sup>.|| ||EBZAN memerentah orang Isjraël. 7 tahoen lamanja.
|-
|style="vertical-align:top;|11<sup><small>a</small></sup>.|| ||ELON memerentah orang Isjraël 10 tahoen lamanja.
|-
|style="vertical-align:top;|12<sup><small>a</small></sup>.|| ||ABDON memerentah orang Isjraël 8 tahoen lamanja;
|}<noinclude></noinclude>
73bgirrtr0qblz1qo4lv8dez4nm6e7c
294753
294748
2026-05-13T23:49:02Z
Moel81
25980
294753
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" />{{rh||- 26 -}}</noinclude>Maka DEBORA sa'orang perampoewan, dan BARAK itoe, dipanggil oleh ilham Allah.
Maka kemoedian daripada mati JOZOEA, maka TOEHAN menjoeroh soekoe JEHOEDA berdjalan dihadapan bala-tantara akan melawan moesoh. Maka jang pertama-tama ditawanken itoe, ja-itoe: radja ''Adoni-Bezik'', akan membalas kedjahatannja, bahoewa ija telah memotong iboe djari kaki tangan 70 radja-radja jang ditawanken olehnja.
{|style="width:100%;"
|-
!style="width:3%;" | !! style="width:2%;" | !! style="width:95%;" | !!
|-
|style="vertical-align:top;"| 1<sup><small>a</small></sup>.|| || Hakim jang pertama itoe OTHNIËL; maka sentausalah negeri 40 tahoen lamanja; kemoedian daripada ini taäloklah bani Isjraël kepada ''Edjlon'', radja negeri Moab, 18 tahoen lamanja (fatsal III).
|-
|style="vertical-align:top;|2<sup><small>a</small></sup>.|| ||EHOED daripada soekoe-bangsa BINJAMIN mendjadi Hakim; maka sentausalah negeri 80 tahoen lamanja (fatsal III).
|-
|style="vertical-align:top;|3<sup><small>a</small></sup>.|| ||SAMGAR, sa'orang gombala kambing, ija memboenoh 600 orang Filistin dengan toengkat gombala. Maka JABIN radja orang ''Kanani'' menganidjaja Isjraël 18 tahoen lamanja.
|-
|style="vertical-align:top;|4<sup><small>t</small></sup>.|| ||DEBORA (nabijat), dan BARAK; maka Sisera, panglima perang radja Jabin diboenoh oleh sa'orang perampoewan, ja-itoe ''Jaël'' namanja: njanjian DEBORA (fatsal V); maka sentausalah negeri 40 tahoen lamanja, (fatsal V: 31). Kemoedian daripada ini taäloklah bani Isjraël kepada orang Mèdian 7 tahoen lamanja.
|-
|style="vertical-align:top;|5<sup><small>a</small></sup>.|| ||GIDEON, diseboet djoega Jeroeb-Baäl, mendjadi Hakim; ija menang atas moesohnja dengan 300 orang sahadja. Maka sentausalah negeri 40 tahoen lamanja.
|-
|style="vertical-align:top;|6<sup><small>n</small></sup>.|| ||(ABIMELECH, anaknja GIDEON, dengan 'akal mendapat perentah atas bani Isjraël; ija perentah 3 tahoen lamanja, sebab Allah mendatangkan nafsoe pertjideraän diantara dija dan orang-orangnja; maka ija mati oleh tangan sa'orang perampoewan, sebab ija telah memboenoeh 70 saudaranja laki-laki. (Hakim IX.)
|-
|style="vertical-align:top;|7<sup><small>h</small><sup>.|| ||THOLA mendjadi Hakim 23 tahoen lamanja.
|-
|style="vertical-align:top;|8<sup><small>n</small></sup>.|| ||JAÏR memerentahken orang Isjraël 22 tahoen lamanja, kemoedian orang Filistin menganidjaja dan menjangsaraken bani Isjraël 18 tahoen lamanja.
|-
|style="vertical-align:top;|9<sup><small>n</small></sup>.|| ||JEFTA sa'orang pahalawan jang perkasa, memerentah orang Isjraël 6 tahoen lamanja. JEFTA mempersembahken anaknja perampoewan mendjadi korban; tanda pengenalan orang Efraim itoe, djika ija boleh bertoetoer Sibolet.
|-
|style="vertical-align:top;|10<sup><small>h</small></sup>.|| ||EBZAN memerentah orang Isjraël. 7 tahoen lamanja.
|-
|style="vertical-align:top;|11<sup><small>a</small></sup>.|| ||ELON memerentah orang Isjraël 10 tahoen lamanja.
|-
|style="vertical-align:top;|12<sup><small>a</small></sup>.|| ||ABDON memerentah orang Isjraël 8 tahoen lamanja;
|}<noinclude></noinclude>
q9xfo3uvb5c0kgg9jjifugn7tqwl95p
295175
294753
2026-05-14T09:29:43Z
Arulbe
24016
/* Tervalidasi */
295175
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arulbe" />{{rh||- 26 -}}</noinclude>Maka DEBORA sa'orang perampoewan, dan BARAK itoe, dipanggil oleh ilham Allah.
Maka kemoedian daripada mati JOZOEA, maka TOEHAN menjoeroh soekoe JEHOEDA berdjalan dihadapan bala-tantara akan melawan moesoh. Maka jang pertama-tama ditawanken itoe, ja-itoe: radja ''Adoni-Bezik'', akan membalas kedjahatannja, bahoewa ija telah memotong iboe djari kaki tangan 70 radja-radja jang ditawanken olehnja.
{|style="width:100%;"
|-
!style="width:3%;" | !! style="width:2%;" | !! style="width:95%;" | !!
|-
|style="vertical-align:top;"| 1<sup><small>a</small></sup>.|| || Hakim jang pertama itoe OTHNIËL; maka sentausalah negeri 40 tahoen lamanja; kemoedian daripada ini taäloklah bani Isjraël kepada ''Edjlon'', radja negeri Moab, 18 tahoen lamanja (fatsal III).
|-
|style="vertical-align:top;|2<sup><small>a</small></sup>.|| ||EHOED daripada soekoe-bangsa BINJAMIN mendjadi Hakim; maka sentausalah negeri 80 tahoen lamanja (fatsal III).
|-
|style="vertical-align:top;|3<sup><small>a</small></sup>.|| ||SAMGAR, sa'orang gombala kambing, ija memboenoh 600 orang Filistin dengan toengkat gombala. Maka JABIN radja orang ''Kanani'' menganidjaja Isjraël 18 tahoen lamanja.
|-
|style="vertical-align:top;|4<sup><small>t</small></sup>.|| ||DEBORA (nabijat), dan BARAK; maka Sisera, panglima perang radja Jabin diboenoh oleh sa'orang perampoewan, ja-itoe ''Jaël'' namanja: njanjian DEBORA (fatsal V); maka sentausalah negeri 40 tahoen lamanja, (fatsal V: 31). Kemoedian daripada ini taäloklah bani Isjraël kepada orang Mèdian 7 tahoen lamanja.
|-
|style="vertical-align:top;|5<sup><small>a</small></sup>.|| ||GIDEON, diseboet djoega Jeroeb-Baäl, mendjadi Hakim; ija menang atas moesohnja dengan 300 orang sahadja. Maka sentausalah negeri 40 tahoen lamanja.
|-
|style="vertical-align:top;|6<sup><small>n</small></sup>.|| ||(ABIMELECH, anaknja GIDEON, dengan 'akal mendapat perentah atas bani Isjraël; ija perentah 3 tahoen lamanja, sebab Allah mendatangkan nafsoe pertjideraän diantara dija dan orang-orangnja; maka ija mati oleh tangan sa'orang perampoewan, sebab ija telah memboenoeh 70 saudaranja laki-laki. (Hakim IX.)
|-
|style="vertical-align:top;|7<sup><small>h</small><sup>.|| ||THOLA mendjadi Hakim 23 tahoen lamanja.
|-
|style="vertical-align:top;|8<sup><small>n</small></sup>.|| ||JAÏR memerentahken orang Isjraël 22 tahoen lamanja, kemoedian orang Filistin menganidjaja dan menjangsaraken bani Isjraël 18 tahoen lamanja.
|-
|style="vertical-align:top;|9<sup><small>n</small></sup>.|| ||JEFTA sa'orang pahalawan jang perkasa, memerentah orang Isjraël 6 tahoen lamanja. JEFTA mempersembahken anaknja perampoewan mendjadi korban; tanda pengenalan orang Efraim itoe, djika ija boleh bertoetoer Sibolet.
|-
|style="vertical-align:top;|10<sup><small>h</small></sup>.|| ||EBZAN memerentah orang Isjraël. 7 tahoen lamanja.
|-
|style="vertical-align:top;|11<sup><small>a</small></sup>.|| ||ELON memerentah orang Isjraël 10 tahoen lamanja.
|-
|style="vertical-align:top;|12<sup><small>a</small></sup>.|| ||ABDON memerentah orang Isjraël 8 tahoen lamanja;
|}<noinclude></noinclude>
2s7hzhfq6z25686ytpprvx0cddcnhdc
Halaman:Sawatoe Penghantar bagi orang jang membatja.djvu/35
104
104377
294752
2026-05-13T23:48:03Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
294752
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" />{{rh||- 27 -}}</noinclude>{|style="width:100%;"
|-
!style="width:3%;" | !! style="width:2%;" | !! style="width:95%;" | !!
|-
|style="vertical-align:top;"| || || Kemoedian daripada itoe, maka Allah serahken Isjraël kepada orang Filistin 40 tahoen lamanja, sebab kedjahatannja.
|-
|style="vertical-align:top;"| 13<sup><small>a</small></sup>.|| || SIMSON sa'orang Nadzir Allah, memerentah bani Isjraël 20 tahoen lamanja, maskipon Isjraël itoe ada dibawah perentah orang Filistin; ija mentjarik sa'eikor Singa, dan memoekoel 1000 orang mati, dengan sabatang toelang rahang kaldei. Kemoedian daripada SIMSON tiadalah radja pada orang Isjraël, maka sesa'orang berboewat toeroet nafsoenja.
|-
|style="vertical-align:top;"| 14<sup><small>t</small></sup>.|| || ELI hakim besar, pada waktoe ''Ebzan'', ''Elon'', ''Abdon'' dan ''Simson''.<br>Maka soekoe-bangsa DAN mengambel sawatoe negeri laloe doedoek disana serta dengan sawatoe imam.<br>Maka orang Isjraël berperang dengan BENJAMIN saudaranja, sehingga hampir mati semoewanja (Hakim XX : 23).<br>
<br>
{{rule|15em}}
{{c|'''8 ROETH.'''}}
Maka ditjeriteraken dalam kitab ini daripada ROETH dan NAOMI kedoewa perampoewan jang baik. Maka ROETH itoe mendjadi tanda, bahoewa orang-orang Hindoe dapat masok dalam perhimpoenan mesehi.
Maka pada antara itoe Cheimah perhimpoenan soedah dibetoelken poela, dan segala hari-hari raja dan agama Isjraël diperboewatnja bageimana bijasa. Maka ''Silo'' itoe mendjadi tempat sembahjang, dan ELI, imam besar itoe, memerentah orang Isjraël. NAÖMI beranak sa'orang anak namanja OBED, ijalah bapa ISAI, dan ISAI ini bapanja DAOED.
<br><br>
{{rule|15em}}
{{c|'''9 KITAB SAMOEëL (doewa).'''}}
Adalah doewa kitab daripada SAMOEëL; jang pertama ditjeritera akan kedjadian SAMOEëL sampei kematian SAOEL, ja-itoe 80 tahoen lamanja; SAMOEëL memerentah orang Isjraël sapandjang oemoernja (VII : 15). Sekola nabi-nabi (fatsal XIX. 20). Kitab jang ''kedoewa'' daripada kemenangan DAOED dalam perang; — segala soesah kena DAOED, sebab dosanja, — dan sebab [ija bertobat dapatlah naik ija keradjaän poela.
Dan lagi dari sebab kedjahatan kedoewa anak ELI, ja-itoe: HOFNI dan PINEHAS, Allah menghoekoemken ketiganja, betoel pada waktoe ''taboet'' atau ''peti perdjandjian'' TOEHAN itoé dirampas oleh orang Filistin (fatsal IV : 10 — 11). Maka anak-anak ''SAMOEL'', ja-itoe : JOËL dan ABIA mendjadi hakim di ''Bersjeba''; tetapi tiada berdjalan menoeroet adat bapanja, melainkan tjenderonglah ija kepada kikiran, dimakannja soewap dan diobahkennja hoekoem (fatsal VIII : 3). Maka orang Isjraël {{hws|da|datang}}<noinclude></noinclude>
mjozr8h59saejssa1s7ig0kbvw2wioe
294848
294752
2026-05-14T02:51:07Z
Moel81
25980
294848
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" />{{rh||- 27 -}}</noinclude>{|style="width:100%;"
|-
!style="width:3%;" | !! style="width:2%;" | !! style="width:95%;" | !!
|-
|style="vertical-align:top;"| || || Kemoedian daripada itoe, maka Allah serahken Isjraël kepada orang Filistin 40 tahoen lamanja, sebab kedjahatannja.
|-
|style="vertical-align:top;"| 13<sup><small>a</small></sup>.|| || SIMSON sa'orang Nadzir Allah, memerentah bani Isjraël 20 tahoen lamanja, maskipon Isjraël itoe ada dibawah perentah orang Filistin; ija mentjarik sa'eikor Singa, dan memoekoel 1000 orang mati, dengan sabatang toelang rahang kaldei. Kemoedian daripada SIMSON tiadalah radja pada orang Isjraël, maka sesa'orang berboewat toeroet nafsoenja.
|-
|style="vertical-align:top;"| 14<sup><small>t</small></sup>.|| || ELI hakim besar, pada waktoe ''Ebzan'', ''Elon'', ''Abdon'' dan ''Simson''.<br>Maka soekoe-bangsa DAN mengambel sawatoe negeri laloe doedoek disana serta dengan sawatoe imam.<br>Maka orang Isjraël berperang dengan BENJAMIN saudaranja, sehingga hampir mati semoewanja (Hakim XX : 23).<br>
<br>
{{rule|15em}}
{{c|'''8 ROETH.'''}}
Maka ditjeriteraken dalam kitab ini daripada ROETH dan NAOMI kedoewa perampoewan jang baik. Maka ROETH itoe mendjadi tanda, bahoewa orang-orang Hindoe dapat masok dalam perhimpoenan mesehi.
Maka pada antara itoe Cheimah perhimpoenan soedah dibetoelken poela, dan segala hari-hari raja dan agama Isjraël diperboewatnja bageimana bijasa. Maka ''Silo'' itoe mendjadi tempat sembahjang, dan ELI, imam besar itoe, memerentah orang Isjraël. NAÖMI beranak sa'orang anak namanja OBED, ijalah bapa ISAI, dan ISAI ini bapanja DAOED.
<br><br>
{{rule|15em}}
{{c|'''9 KITAB SAMOEëL (doewa).'''}}
Adalah doewa kitab daripada SAMOEëL; jang ''pertama'' ditjeritera akan kedjadian SAMOEëL sampei kematian SAOEL, ja-itoe 80 tahoen lamanja; SAMOEëL memerentah orang Isjraël sapandjang oemoernja (VII : 15). Sekola nabi-nabi (fatsal XIX. 20). Kitab jang ''kedoewa'' daripada kemenangan DAOED dalam perang; — segala soesah kena DAOED, sebab dosanja, — dan sebab [ija bertobat dapatlah naik ija keradjaän poela.
Dan lagi dari sebab kedjahatan kedoewa anak ELI, ja-itoe: HOFNI dan PINEHAS, Allah menghoekoemken ketiganja, betoel pada waktoe ''taboet'' atau ''peti perdjandjian'' TOEHAN itoé dirampas oleh orang Filistin (fatsal IV : 10 — 11). Maka anak-anak ''SAMOEL'', ja-itoe : JOËL dan ABIA mendjadi hakim di ''Bersjeba''; tetapi tiada berdjalan menoeroet adat bapanja, melainkan tjenderonglah ija kepada kikiran, dimakannja soewap dan diobahkennja hoekoem (fatsal VIII : 3). Maka orang Isjraël {{hws|da|datang}}<noinclude></noinclude>
iwx8u3ss3pbn7u4wtdvuocg5n6wy69n
295302
294848
2026-05-14T10:46:58Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295302
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||- 27 -}}</noinclude>{|style="width:100%;"
|-
!style="width:3%;" | !! style="width:2%;" | !! style="width:95%;" | !!
|-
|style="vertical-align:top;"| || || Kemoedian daripada itoe, maka Allah serahken Isjraël kepada orang Filistin 40 tahoen lamanja, sebab kedjahatannja.
|-
|style="vertical-align:top;"| 13<sup><small>a</small></sup>.|| || SIMSON sa'orang Nadzir Allah, memerentah bani Isjraël 20 tahoen lamanja, maskipon Isjraël itoe ada dibawah perentah orang Filistin; ija mentjarik sa'eikor Singa, dan memoekoel 1000 orang mati, dengan sabatang toelang rahang kaldei. Kemoedian daripada SIMSON tiadalah radja pada orang Isjraël, maka sesa'orang berboewat toeroet nafsoenja.
|-
|style="vertical-align:top;"| 14<sup><small>t</small></sup>.|| || ELI hakim besar, pada waktoe ''Ebzan'', ''Elon'', ''Abdon'' dan ''Simson''.<br>Maka soekoe-bangsa DAN mengambel sawatoe negeri laloe doedoek disana serta dengan sawatoe imam.<br>Maka orang Isjraël berperang dengan BENJAMIN saudaranja, sehingga hampir mati semoewanja (Hakim XX : 23).<br>
<br>
{{rule|15em}}
{{c|'''8 ROETH.'''}}
Maka ditjeriteraken dalam kitab ini daripada ROETH dan NAOMI kedoewa perampoewan jang baik. Maka ROETH itoe mendjadi tanda, bahoewa orang-orang Hindoe dapat masok dalam perhimpoenan mesehi.
Maka pada antara itoe Cheimah perhimpoenan soedah dibetoelken poela, dan segala hari-hari raja dan agama Isjraël diperboewatnja bageimana bijasa. Maka ''Silo'' itoe mendjadi tempat sembahjang, dan ELI, imam besar itoe, memerentah orang Isjraël. NAÖMI beranak sa'orang anak namanja OBED, ijalah bapa ISAI, dan ISAI ini bapanja DAOED.
<br><br>
{{rule|15em}}
{{c|'''9 KITAB SAMOEëL (doewa).'''}}
Adalah doewa kitab daripada SAMOEëL; jang ''pertama'' ditjeritera akan kedjadian SAMOEëL sampei kematian SAOEL, ja-itoe 80 tahoen lamanja; SAMOEëL memerentah orang Isjraël sapandjang oemoernja (VII : 15). Sekola nabi-nabi (fatsal XIX. 20). Kitab jang ''kedoewa'' daripada kemenangan DAOED dalam perang; — segala soesah kena DAOED, sebab dosanja, — dan sebab [ija bertobat dapatlah naik ija keradjaän poela.
Dan lagi dari sebab kedjahatan kedoewa anak ELI, ja-itoe: HOFNI dan PINEHAS, Allah menghoekoemken ketiganja, betoel pada waktoe ''taboet'' atau ''peti perdjandjian'' TOEHAN itoé dirampas oleh orang Filistin (fatsal IV : 10 — 11). Maka anak-anak ''SAMOEL'', ja-itoe : JOËL dan ABIA mendjadi hakim di ''Bersjeba''; tetapi tiada berdjalan menoeroet adat bapanja, melainkan tjenderonglah ija kepada kikiran, dimakannja soewap dan diobahkennja hoekoem (fatsal VIII : 3). Maka orang Isjraël {{hws|da|datang}}<noinclude></noinclude>
04lb8batcds6lbnxt8k3plpyfc9mx1h
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/984
104
104378
294757
2026-05-13T23:53:57Z
N.imaema
22481
/* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong
294757
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="N.imaema" /></noinclude><noinclude></noinclude>
1zt3qvvyq6lqs86q7rtq5bbmkvimdoh
294926
294757
2026-05-14T04:08:12Z
N.imaema
22481
/* Telah diuji baca */
294926
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" /></noinclude>{{c|{{xx-large|''Mari Kita Perkenalkan Dengan Persit''}}}}<br>
{{c|'''Oleh: LTD. PROBOSOEROSO'''}}
Pada tgl. 21 April 1959 jl., adalah Hari Ulang Tahun PERSIT jang ke XHI. Seperti diketahui, singkatan Persit itu dari kata-kata PERSAUDARAAN ISTRI TENTARA. Semula disebut PERSATUAN ISTRI TENTARA. Namun ini disesuaikan dgn azas dan tudjuan organisasi itu sendiri, jang lebih mengutamakan suatu PERSAUDARAAN dengan bentuk njata seperti gotong-rojong, bantu-membantu diantara Istri Tentara dalam tugasnja membantu meringankan beban suaminja, baik moril ataupun materiil; maka dipilihlah nama jang terachir, nama jang mempunjai arti PERSAUDARAAN, jg lebih familiér daripada hanja persatuan sadja,
Marilah kita perkenalkan Persit kita dengan segala usaha-usahanja.
'''Organisasi.'''
Melihat daripada tekanan kaka-kata PERSAUDARAAN, maka sejogjanjalah bahwa Organisasi itu tidak berpolitik, melainkan chusus bersifat kekeluargaan, dengan lapangan sosial dan pendidikan sebagai tudjuan
kegiatannja.
PERSIT berbentuk Badan Organisasi Presidium dan berdiri luas bertebaran diseluruh pelosok Tanah Air, dari Pusat, Tjabang, Anak-Tjabang dan Ranting<sup>2</sup>. Ini dapat dimengerti oleh karena seakan-akan hampir dapat dipastikan, dimana ada Tentara, disitu ada Istrinja. (Ini tidak dimaksud, di-mana ada Tentara, disitu ada Keluarganja/Kawin. Red.). Dan tingkatan Organisasi Persit inipun diselaraskan dengan tingkatan organisasi Tentara; mitsalnja sebagai tjontoh MBAD sebagai Pusat, Teritorium sebagai Tjabang, Resimen sebagai Anak-Tjabang dan Biataljon sebagai Ranting dsl.
Selaku Istri Tentara, tiap individu dari Anggauta Persit itu setjara mutlak adalah pembantu-utama, mori] atau materiil terhadap suami masing<sup>2</sup>, akan tetapi setjara di-organisasikan maka bantuan terhadap suami tadi akan lebih berarti, dan lebih besar lagi akan dapat merupakan bantuan terhadap Negara dan
Bangsa.
'''Aliran (Isme).'''
Tadi telah didjelaskan bahwa Persit tidak berpolitik karena politik tentara adalah politik Negara; djadi alangkah djanggalnja apabila Persit sebagai organisasi sosial, pembantu tugas-tugas Tentara tadi memiliki politik jang berlainan; apa lagi jang bertentangan.
Akan tetapi dalam hal ini Persit tidak akan membatasi Anggauta<sup>2</sup>-nja selaku Warganegara RI. dalam bidang ideologie setjara perseorangan. Anggauta<sup>2</sup> Persit tidak dilarang untuk memasuki sesuatu organisasi jang lain, termasuk ideologienja. Hanja .. .. Persit mengandjurkan, hendaknja dapat menjelaraskan diri dengan kedudukannja
sebagai istri/pembantu Tentara. Sejogyanja masuklah kedalam organisasi jang tak bersifat sebelah, artinja neutraal.
Adapun tekanan kata<sup>2</sup> PERSAUDARAAN ini, Persit bermaksud dan bertudjuan menggalang sikap persaudaraan dikalangan warganja, jaitu persaudaraan jang penuh dengan djiwa toleransi, tidak hanja sekedar bersatu/persatuan sadja. Kita bersatu karena kita adalah saudara, atau sebaliknja, sudah sewadjarnjalah kalau diantara saudara dengan saudara itu bersatu. Lebih djelas lagi bahwa istilah PERSATUAN. itu masih mengandung rasa individualistis. Mau bersatu, karena dirinja memerlukan untuk kepentingan sendiri, sedangkan PERSAUDARAAN adalah sebaliknja. Kita bersatu tkarena ikatan lingkungan, pergaulan, nasib, suasana dls. Senasib sepenanggungan dan seperdjuangan, satu sakit semua merasakan, satu menderita semua berusaha meringankan.
'''Program/Usaha.'''
Guna mewudjudkan tudjuan Persit jang luhur itu, maka dalam kegiatannja Persit sampai dewasa ini sedang mendjalankan dua program; satu dalam djangka pendek dan satunja lagi djangka pandjang. Djangka pendek berkisar dalam bidang Sosial, dan djangka pandjang dalam bidang Pendidikan.
'''Sosial (Djangka pendek).'''
Dengan adanja pemberontakan jang berketjamuk di-daerah<sup>2</sup>. jang menjebabkan sebagian dari Tentara kita ditugaskan digaris depan, menjabung djiwa dimedan operasi. Memang, berperang adalah merupakan pekerdjaan biasa bagi Tentara. Kita sama-sama maklum. Akan tetapi ada suatu segi jang nampaknja ketjil. sepele, namun besar dan penting artinja, teristimewa mengenai moril. Segi itu ialah segi HIBURAN. Dari fihak Persit hiburan ini diberikan dengan wudjud sumbangan<sup>2</sup>, entah itu berupa makanan, rokok, sabun, batjaan<sup>2</sup>, djamu atau obat-obatan, dsb. Dengan perantaraan sumbangan ini pula, maka ikatan keluarga antara sang istri dan suami tetap terdjalin mesra. Sang istri bangga dapat menjampaikan
sesuatu sebagai tanda setianja. sedang sang suami merasa dekat dan diperhatikan kebutuhannja. Sederhana, bukan?!
Oleh karena itu Persit giat mengumpulkan sumbangan<sup>2</sup> itu, baik dari para Dermawan maupun dari isteri<sup>2</sup> Tentara sendiri, untuk
diteruskan kegaris depan. Agar<noinclude>{{rh|30}}</noinclude>
2df9d4sfl1ghr46849kwdokbsm7bt33
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1036
104
104379
294759
2026-05-13T23:54:21Z
N.imaema
22481
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'MEMPERKENALKAN : Dekumentasi Puspen Oleh: LTS. AMIRUDDIN SIREGAR (1) Pendahuluan. Adalah suatu hal jang tidak dapat dimungkiri kebenarannja hingga sekarang ini, bahwa Do- kumentasi itu masih dianggap se- bagai suatu bagian jang tidak be- gitu penting, bahkan ada jang menganggapnja sebagai penjim- panan arsip belaka. Tetapi apa- bila sudah datang kebutuhannja, dimana seorang kepala meminta suatu bahan jang diperlukan dan dida...
294759
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="N.imaema" /></noinclude>MEMPERKENALKAN :
Dekumentasi Puspen
Oleh: LTS. AMIRUDDIN SIREGAR
(1)
Pendahuluan.
Adalah suatu hal jang tidak
dapat dimungkiri kebenarannja
hingga sekarang ini, bahwa Do-
kumentasi itu masih dianggap se-
bagai suatu bagian jang tidak be-
gitu penting, bahkan ada jang
menganggapnja sebagai penjim-
panan arsip belaka. Tetapi apa-
bila sudah datang kebutuhannja,
dimana seorang kepala meminta
suatu bahan jang diperlukan dan
didalam waktu jang se-singkat?-
nja harus disediakan, maka mu-
lailah terasa betapa pentingnja
peranan jang dipegang oleh suatu
Dokumentasi jang tadinja tidak
dianggap begitu penting itu. De-
mikianlah masih ada anggapan,
bahwa jang memegang dokumen-
tasi itu tidak harus orang jang
penting, tjukuplah kiranja kalau
ia bisa menjimpan arsip? jang di-
terima, sehingga dengan demiki-
an maka orang? dokumentasi itu
tidak perlu orang jang hidup dji-
wanja, tidak perlu orang jang
ideal. Dan umumnja orang ber-
anggapan bahwa untuk bekerdja
dibagian Dokumentasi itu suatu
"kehinaan", se-olah? ia bukan
orang jang madju. Dan memang
demikianlah anggapan umum ke-
padanja sehingga orang segan
untuk bekerdja didalam bagian
dokumentasi itu.
Tetapi semakin lama kita ber-
ketjimpung dibidang administrasi
Negara maupun administrasi ke-
tentaraan chususnja, maka sema-
kin njatalah bahwa bagian Doku-
mentasi itu bukan hanja sekedar
penjimpan arsip belaka. Ia lebih
26
daripada itu. Selain dari mempu-
njai hal jang dikatakan orang
passif itu, ia mempunjai aktiviteit
jang luas pula untuk kesempurna-
an bidang tugasnja.
Dalam istilah singkatnja, tugas
Dokumentasi itu tidak lebih dari ,
mentjari, mengumpulkan, meng-
klassifiseer, menjusun dan meng-
olah bahan? jang dibutuhkan, se-
hingga mendjadi siap sedia untuk
dipergunakan selandjutnja. Dan
sifat serta luasnja pekerdjaan ini,
ditetapkan oleh sifat dari badan
untuk siapa pekerdjaan ini dise-
lenggarakan.
Djelaslah bahwa ia bukan
"kerdja jang mati" tetapi ia ada-
lah suatu aktiviteit jang hidup
dan harus selalu menghasilkan
keterangan? jang dibutuhkan.
Dokumentasi harus dapat
menghasilkan keterangan? me-
ngenai segala soal jang diperlu-
kan oleh kepala atau atasan. Dan
dalam melajani permintaan, do-
kumentasi itu harus dapat mem-
berikan jang diminta dengan se-
gera. Maka dapatlah kita ambil
kesimpulan bahwa dua kenjataan
jang tak dapat kita ingkari dari
inti tugas dokumentasi itu ialah :
Pertama: ia mempunjai bahan?
keterangan jang se-banjak?nja,
dan kedua: ia dapat melajani
permintaan dalam waktu jang se-
tjepat?nja. Untuk tugas pertama
itu ia harus mempunjai sistim
pentjarian dan "doseren” jang
luas serta dalam soal kedua ia
harus mempunjai suatu sistim pe-
njimpanan jang betul? teratur dan
sistimatik.
Penulis karangan ini Lts.
Amiruddin Siregar, Kepala
Bagian Dokumentasi Pus
Pen, jang telah menjusun
dan menjempurnakan ten-
tang tugas Dokumentasi.
Tulisan ini akan dimuat
ber-turut? sehingga djelas
apa fungsi Dokumentasi di-
dalam Pus Pen.
(Red.)
Demikianlah garis umum apa
jang kita sebutkan sebuah doku-
mentasi dan sekarang sesuai de-
ngan pokok karangan ini, maka
jang akan kita tindjau adalah ba-
gaimana sebuah dokumentasi Pus-
pen harus disusun. Dalam menju-
sun sebuah dokumentasi Puspen.
hendaklah fikiran kita ditudjukan
bahwa kita adalah instansi militer,
oleh karenanja harus menjesuai-
kan diri dengan kebutuhan mili-
ter. Dan sebagaimana diketahui.
persoalan tentara adalah soal bi-
dang ketentaraan, maka tugas
dokumentasi Puspen adalah me-
njiapkan segala bahan? keterang-
an dalam lingkungan kebutuhan
itu. Oleh karena itulah sifat dari
dokumentasi kita tidaklah seluas
dokumentasi suatu Kementerian
Penerangan umpamanja, djadi
tidak bersifat umum, tetapi ber-
sifat chusus. Memang mengenai
bahan? diperlukan pengumpulan
jang umum, tetapi tudjuannja ia-
lah pelengkapan untuk suatu tu-
djuan sadja ialah "dipandang da-
ri segi keperluan militer”. Dalam
sifat penjimpanganpun berpenga-
ruh djuga sistim kemiliteran itu.<noinclude></noinclude>
sytwz5okskfgdl8ws7mdvndhlhh634w
294929
294759
2026-05-14T04:20:16Z
N.imaema
22481
/* Telah diuji baca */
294929
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" /></noinclude>''MEMPERKENALKAN :''
{{c|{{xx-large|'''Dekumentasi Puspen'''}}}}
{{right|''Oleh:'' '''LTS. AMIRUDDIN SIREGAR'''}}
{{c|'''(1)'''}}
'''Pendahuluan.'''
Adalah suatu hal jang tidak dapat dimungkiri kebenarannja hingga sekarang ini, bahwa Dokumentasi itu masih dianggap sebagai suatu bagian jang tidak begitu penting, bahkan ada jang menganggapnja sebagai penjimpanan arsip belaka. Tetapi apabila sudah datang kebutuhannja, dimana seorang kepala meminta suatu bahan jang diperlukan dan didalam waktu jang se-singkat<sup>2</sup>nja harus disediakan, maka mulailah terasa betapa pentingnja peranan jang dipegang oleh suatu Dokumentasi jang tadinja tidak dianggap begitu penting itu. Demikianlah masih ada anggapan, bahwa jang memegang dokumentasi itu tidak harus orang jang penting, tjukuplah kiranja kalau ia bisa menjimpan arsip<sup>2</sup> jang diterima, sehingga dengan demikian maka orang? dokumentasi itu tidak perlu orang jang hidup djiwanja, tidak perlu orang jang ideal. Dan umumnja orang beranggapan bahwa untuk bekerdja dibagian Dokumentasi itu suatu "kehinaan", se-olah<sup>2</sup> ia bukan orang jang madju. Dan memang
demikianlah anggapan umum kepadanja sehingga orang segan untuk bekerdja didalam bagian dokumentasi itu.
Tetapi semakin lama kita berketjimpung dibidang administrasi Negara maupun administrasi ketentaraan chususnja, maka semakin njatalah bahwa bagian Dokumentasi itu bukan hanja sekedar penjimpan arsip belaka. Ia lebih daripada itu. Selain dari mempunjai hal jang dikatakan orang passif itu, ia mempunjai aktiviteit jang luas pula untuk kesempurnaan bidang tugasnja.
Dalam istilah singkatnja, tugas Dokumentasi itu tidak lebih dari ; mentjari, mengumpulkan, mengklassifiseer, menjusun dan mengolah bahan<sup>2</sup> jang dibutuhkan, sehingga mendjadi siap sedia untuk dipergunakan selandjutnja. Dan sifat serta luasnja pekerdjaan ini, ditetapkan oleh sifat dari badan untuk siapa pekerdjaan ini diselenggarakan.
Djelaslah bahwa ia bukan "kerdja jang mati" tetapi ia adalah suatu aktiviteit jang hidup dan harus selalu menghasilkan keterangan<sup>2</sup> jang dibutuhkan.
Dokumentasi harus dapat menghasilkan keterangan<sup>2</sup> mengenai segala soal jang diperlukan oleh kepala atau atasan. Dan dalam melajani permintaan, dokumentasi itu harus dapat memberikan jang diminta dengan segera. Maka dapatlah kita ambil kesimpulan bahwa dua kenjataan jang tak dapat kita ingkari dari inti tugas dokumentasi itu ialah : Pertama: ia mempunjai bahan<sup>2</sup> keterangan jang se-banjak<sup>2</sup>nja, dan kedua: ia dapat melajani permintaan dalam waktu jang setjepat<sup>2</sup>nja. Untuk tugas pertama itu ia harus mempunjai sistim pentjarian dan "doseren” jang luas serta dalam soal kedua ia harus mempunjai suatu sistim penjimpanan jang betul<sup>2</sup> teratur dan
sistimatik.
{{missing image}}
{{border|1=
Penulis karangan ini Lts. Amiruddin Siregar, Kepala
Bagian Dokumentasi Pus Pen, jang telah menjusun dan menjempurnakan tentang tugas Dokumentasi. Tulisan ini akan dimuat ber-turut<sup>2</sup> sehingga djelas
apa fungsi Dokumentasi didalam Pus Pen. <br>
{{right|(Red.)}}
}}
Demikianlah garis umum apa jang kita sebutkan sebuah dokumentasi dan sekarang sesuai dengan pokok karangan ini, maka jang akan kita tindjau adalah bagaimana sebuah dokumentasi Puspen harus disusun. Dalam menjusun sebuah dokumentasi Puspen. hendaklah fikiran kita ditudjukan bahwa kita adalah instansi militer, oleh karenanja harus menjesuaikan diri dengan kebutuhan militer. Dan sebagaimana diketahui. persoalan tentara adalah soal bidang ketentaraan, maka tugas dokumentasi Puspen adalah menjiapkan segala bahan<sup>2</sup> keterangan dalam lingkungan kebutuhan itu. Oleh karena itulah sifat dari dokumentasi kita tidaklah seluas dokumentasi suatu Kementerian Penerangan umpamanja, djadi tidak bersifat umum, tetapi bersifat chusus. Memang mengenai bahan<sup>2</sup> diperlukan pengumpulan jang umum, tetapi tudjuannja ialah pelengkapan untuk suatu tudjuan sadja ialah ”dipandang dari segi keperluan militer”. Dalam sifat penjimpanganpun berpengaruh djuga sistim kemiliteran itu.<noinclude>{{rh|26}}</noinclude>
sit7jdxqtp8zszw66hq099lltkd56ge
294933
294929
2026-05-14T04:22:31Z
N.imaema
22481
294933
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" /></noinclude>''MEMPERKENALKAN :''
{{c|{{xx-large|'''Dekumentasi Puspen'''}}}}
{{right|''Oleh:'' '''LTS. AMIRUDDIN SIREGAR'''}}
{{c|'''(1)'''}}
'''Pendahuluan.'''
Adalah suatu hal jang tidak dapat dimungkiri kebenarannja hingga sekarang ini, bahwa Dokumentasi itu masih dianggap sebagai suatu bagian jang tidak begitu penting, bahkan ada jang menganggapnja sebagai penjimpanan arsip belaka. Tetapi apabila sudah datang kebutuhannja, dimana seorang kepala meminta suatu bahan jang diperlukan dan didalam waktu jang se-singkat<sup>2</sup>nja harus disediakan, maka mulailah terasa betapa pentingnja peranan jang dipegang oleh suatu Dokumentasi jang tadinja tidak dianggap begitu penting itu. Demikianlah masih ada anggapan, bahwa jang memegang dokumentasi itu tidak harus orang jang penting, tjukuplah kiranja kalau ia bisa menjimpan arsip<sup>2</sup> jang diterima, sehingga dengan demikian maka orang? dokumentasi itu tidak perlu orang jang hidup djiwanja, tidak perlu orang jang ideal. Dan umumnja orang beranggapan bahwa untuk bekerdja dibagian Dokumentasi itu suatu "kehinaan", se-olah<sup>2</sup> ia bukan orang jang madju. Dan memang
demikianlah anggapan umum kepadanja sehingga orang segan untuk bekerdja didalam bagian dokumentasi itu.
Tetapi semakin lama kita berketjimpung dibidang administrasi Negara maupun administrasi ketentaraan chususnja, maka semakin njatalah bahwa bagian Dokumentasi itu bukan hanja sekedar penjimpan arsip belaka. Ia lebih daripada itu. Selain dari mempunjai hal jang dikatakan orang passif itu, ia mempunjai aktiviteit jang luas pula untuk kesempurnaan bidang tugasnja.
Dalam istilah singkatnja, tugas Dokumentasi itu tidak lebih dari ; mentjari, mengumpulkan, mengklassifiseer, menjusun dan mengolah bahan<sup>2</sup> jang dibutuhkan, sehingga mendjadi siap sedia untuk dipergunakan selandjutnja. Dan sifat serta luasnja pekerdjaan ini, ditetapkan oleh sifat dari badan untuk siapa pekerdjaan ini diselenggarakan.
Djelaslah bahwa ia bukan "kerdja jang mati" tetapi ia adalah suatu aktiviteit jang hidup dan harus selalu menghasilkan keterangan<sup>2</sup> jang dibutuhkan.
Dokumentasi harus dapat menghasilkan keterangan<sup>2</sup> mengenai segala soal jang diperlukan oleh kepala atau atasan. Dan dalam melajani permintaan, dokumentasi itu harus dapat memberikan jang diminta dengan segera. Maka dapatlah kita ambil kesimpulan bahwa dua kenjataan jang tak dapat kita ingkari dari inti tugas dokumentasi itu ialah : Pertama: ia mempunjai bahan<sup>2</sup> keterangan jang se-banjak<sup>2</sup>nja, dan kedua: ia dapat melajani permintaan dalam waktu jang setjepat<sup>2</sup>nja. Untuk tugas pertama itu ia harus mempunjai sistim pentjarian dan "doseren” jang luas serta dalam soal kedua ia harus mempunjai suatu sistim penjimpanan jang betul<sup>2</sup> teratur dan
sistimatik.
{{missing image}}
{{border|1=
''Penulis karangan ini Lts. Amiruddin Siregar, Kepala
Bagian Dokumentasi Pus Pen, jang telah menjusun dan menjempurnakan tentang tugas Dokumentasi. Tulisan ini akan dimuat ber-turut<sup>2</sup> sehingga djelas
apa fungsi Dokumentasi didalam Pus Pen.'' <br>
{{right|''(Red.)''}}
}}
Demikianlah garis umum apa jang kita sebutkan sebuah dokumentasi dan sekarang sesuai dengan pokok karangan ini, maka jang akan kita tindjau adalah bagaimana sebuah dokumentasi Puspen harus disusun. Dalam menjusun sebuah dokumentasi Puspen. hendaklah fikiran kita ditudjukan bahwa kita adalah instansi militer, oleh karenanja harus menjesuaikan diri dengan kebutuhan militer. Dan sebagaimana diketahui. persoalan tentara adalah soal bidang ketentaraan, maka tugas dokumentasi Puspen adalah menjiapkan segala bahan<sup>2</sup> keterangan dalam lingkungan kebutuhan itu. Oleh karena itulah sifat dari dokumentasi kita tidaklah seluas dokumentasi suatu Kementerian Penerangan umpamanja, djadi tidak bersifat umum, tetapi bersifat chusus. Memang mengenai bahan<sup>2</sup> diperlukan pengumpulan jang umum, tetapi tudjuannja ialah pelengkapan untuk suatu tudjuan sadja ialah ”dipandang dari segi keperluan militer”. Dalam sifat penjimpanganpun berpengaruh djuga sistim kemiliteran itu.<noinclude>{{rh|26}}</noinclude>
rcscxm8z3t1jqj2vp2fgl8kn82l75ul
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/206
104
104380
294761
2026-05-14T00:07:04Z
Sarieffe
26994
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'KETJELAKAAN jang menimpa dua anggauta ke- luargaku, menjebabkan aku harus mendjengau kampung halaman jang sudah tiga tahun ta ku in- lalu-lintas djak tanahnja. Aku mampir diasrama Kie Markas, disebelah kiri station kota kelahiranku, tempat aku tiap hari bekerdja dan berlatih sebelum aku di Tour Of Duty-kan kepusat. Disebelah sana, Srs. Untung, Sers. Nata sedang mengobrol de- ngan anak buahnja. Nampaknja asjik benar tjeritera j...
294761
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Sarieffe" /></noinclude>KETJELAKAAN
jang menimpa dua anggauta ke-
luargaku, menjebabkan aku harus
mendjengau kampung halaman
jang sudah tiga tahun ta ku in-
lalu-lintas
djak tanahnja.
Aku mampir diasrama Kie
Markas, disebelah kiri station kota
kelahiranku, tempat aku tiap hari
bekerdja dan berlatih sebelum aku
di Tour Of Duty-kan kepusat.
Disebelah sana, Srs. Untung,
Sers. Nata sedang mengobrol de-
ngan anak buahnja. Nampaknja
asjik benar tjeritera jang diobrol-
kan.
— Mar, Smj. Saiful ada disi-
ni ?, tanja ku kepada seorang jang
berdjaga dipos pintu muka. Ada,
dia sendirian dikamar udjung itu,
djawabnja.
Dan Kopral Mardi menudju ke-
arah barat. Dan Akupun terus
menjusur bangsal.
Kapan pulang dik? : Lts. Umur
sekonjong? menegorku dari arah
samping — Tadi Let, Aku terus
melangkah madju.
Setibaku dikamar udjung, tem-
pat Smj. Saiful, kulihat dia sedang
asjik membersihkan Tomsonnja.
Dengan tidak diketahuinja aku
telah berdiri dibelakangnja.
Baru setelah ia memeriksa pitju
ia sadar bahwa aku telah berada
dibelakangnja.
— Ton, sudah lama kau tadi di-
belakangku ?, tiba? ia membuka
suaranja. Ja, aku hanja mengang-
guk sebagai djawabannja.
— Kapan kau datang kemari? ia
menanjak dan nampak sinar mata-
nja tambah menjorot.
— Ach, baru sadja, tadi dengan
K.A. Expres jang pagi-pagi.
— Lalu apa keperluanmu dengan
aku ?
— O, aku mau pindjam Jeepmu
atau apa sadja jang ada, jang da-
pat digunakan untuk mengantar
36
OleH: TesuH RaHArDio
aku pulang malam ini, djawabku
singkat sadja.
— Pulang, ja pulang, tapi djangan
buru-buru, istirahat dulu. Dan
baiknja mandi dulu dong. Ia ter-
senjum dan handuk hidjau jang
tergantung dibelakangnja disam-
paikan kepadaku. Sesudah itu, di-
medja tamu telah disediakan pula
kopi tubruk dengan hidangannja.
Hidangan ku santap dan kulirik
ia masih mengisik? Tomson jang
udjung larasnja sudah putus sedi-
kit sedang popornjapun sudah
nampak tidak asli lagi. Kemudian
dia mulai menguar untaian kata”?-
nja lagi :
— Ton, kau ingat dengan sendjata
ini? — ia menundjuk benda hi-
tam jang dipegangnja.
— Ja, aku ingat sedikit, itu kan
Tomson jang biasa dibawa Plt.<noinclude></noinclude>
dxy753mnmijzmxsw9pd1qktuhrbky93
294772
294761
2026-05-14T00:35:28Z
Sarieffe
26994
/* Telah diuji baca */
294772
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sarieffe" /></noinclude><center>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 206 crop).jpg|300px|pus]]</center>
<center>{{X-larger|'''TOUR OF DUTY'''}}</center>
<center>Oleh: '''Teguh Raharjo'''</center>
KETJELAKAAN lalu lintas jang menimpa dua anggauta keluargaku, menjebabkan aku harus mendjengau kampung halaman
jang sudah tiga tahun ta' ku indjak tanahnja.
[[File:Madjalah Angkatan Darat (tentara memegang senapan 206b).jpg|500px|kanan|Mr. Sjaiful masih mengisik² Tomson jang
udjung larasnja sudah putus sedikit ]]
Aku mampir diasrama Kie Markas, disebelah kiri station kota kelahiranku, tempat aku tiap hari
bekerdja dan berlatih sebelum aku di Tour Of Duty-kan kepusat.
Disebelah sana, Srs. Untung, Sers. Nata sedang mengobrol dengan anak buahnja. Nampaknja asjik benar tjeritera jang diobrolkan.
— Mar, Smj. Saiful ada disini ?, tanjaku kepada seorang jang berdjaga dipos pintu muka. Ada, dia sendirian dikamar udjung itu, djawabnja.
Dan Kopral Mardi menudju kearah barat. Dan Akupun terus menjusur bangsal.
Kapan pulang dik? : Lts. Umur sekonjong² menegorku dari arah
samping — Tadi Let, Aku terus melangkah madju.
Setibaku dikamar udjung, tempat Smj. Saiful, kulihat dia sedang asjik membersihkan Tomsonnja. Dengan tidak diketahuinja aku telah berdiri dibelakangnja.
Baru setelah ia memeriksa pitju ia sadar bahwa aku telah berada dibelakangnja.
— Ton, sudah lama kau tadi dibelakangku ?, tiba² ia membuka suaranja. Ja, aku hanja mengangguk sebagai djawabannja.
— Kapan kau datang kemari? ia menanjak dan nampak sinar matanja tambah menjorot.
— Ach, baru sadja, tadi dengan K.A. Expres jang pagi-pagi.
— Lalu apa keperluanmu dengan aku ?
— O, aku mau pindjam Jeepmu atau apa sadja jang ada, jang dapat digunakan untuk mengantar aku pulang malam ini, djawabku singkat sadja.
— Pulang, ja pulang, tapi djangan buru-buru, istirahat dulu. Dan baiknja mandi dulu dong. Ia tersenjum dan handuk hidjau jang tergantung dibelakangnja disampaikan kepadaku. Sesudah itu, dimedja tamu telah disediakan pula kopi tubruk dengan hidangannja. Hidangan ku santap dan kulirik ia masih mengisik² Tomson jang
udjung larasnja sudah putus sedikit sedang popornjapun sudah nampak tidak asli lagi. Kemudian dia mulai menguar untaian kata²nja lagi :
— Ton, kau ingat dengan sendjata ini? — ia menundjuk benda hitam jang dipegangnja.
— Ja, aku ingat sedikit, itu kan Tomson jang biasa dibawa Plt.<noinclude>{{rh|36 }}</noinclude>
7v93dizay905kfw8qsiofijyt16gdl5
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/258
104
104381
294762
2026-05-14T00:08:41Z
Moel81
25980
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '38 l. Tanggal 26 Oktober 1969 mengenai masalah standardisasi. Prasaran-prasaran diberikan oleht 1) Sutan Takdir Alisjahbana "Fungsi Standardisasi", 2) A.M. Moeliono tentang "Tata Istilah" 3) As Latisf tentang "Lafal dan Ejaan": Kemudian mungenai masalah tatabasa. Prasaran-prasaran diberikan oleht 1) Samsuri tentang "Ciri- ciri Prosodi Kalimat Bahasa Indonesia", 2) Ms Ramlan tentang '"Par- tikel-»artikel Bahasa Indonesia", 3) Djoko Kent...
294762
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Moel81" /></noinclude>38
l. Tanggal 26 Oktober 1969 mengenai masalah standardisasi.
Prasaran-prasaran diberikan oleht 1) Sutan Takdir Alisjahbana
"Fungsi Standardisasi", 2) A.M. Moeliono tentang "Tata Istilah"
3) As Latisf tentang "Lafal dan Ejaan":
Kemudian mungenai masalah tatabasa.
Prasaran-prasaran diberikan oleht 1) Samsuri tentang "Ciri-
ciri Prosodi Kalimat Bahasa Indonesia", 2) Ms Ramlan tentang '"Par-
tikel-»artikel Bahasa Indonesia", 3) Djoko Kentjono tuntang "Gatra K:-
'limat Bahasa Indonesia",
2. Tanggal 27 Oktober 1968 mengenai masalah penggunaan bahasa.
Prasaran-prasaran diberikan oleh3 1) A.M. Affandi tentang "Pengadjara
Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi", 2) Hassan Ahmadz "Proses Peno-
denan Bahasa Melayu di Malaysia", 3) M.S. Hutagalung tentang "Bahasa
Indonesia dalam Kcesusastraan.!!
3. Tanggal 28 Oktober 1968 acara di Tanjutkan dengan diskusi dalan
3 sanggar dan upyacara hari Sumpah Pemuda,
DISKUSI SASTRA
Sebuah diskusi yang mempermasalahkan kritik sastra dewasa ini ti-
lah menjadi acara dari kegiatan sastrawan dan sarjana sastra di ibukota
tanggal: 31 Oktober 1968 bertemzat di Gedung Balai Budaya“ Prasaran
.. MiBiaykan oleh Aricf Budiman dan Goenawan Mohamad dengan pokok: "Tental
Kritik Sastra, sebuah Pendirian", Penyanggah terdiri dari dua orang
jana sastra yaitu 8. Effendi dari Direktorat Bahasa dan Kesusastraa "
ngan pokok pembahasan: "Tentang Kritik Sastra, sebuah Pendirian lagi"
dan J.U. Nasution dari Lembaga Kesusastraan Fakultas Sastra Universik
| Indonesia dengan pokok pembahasan: "Pendirian atas Pendirian tentang
Kritik Sastra", Pada pokoknya prasaran dan sembahasan bertolak dari
persoalan apakah kritik sastra itu ilmu atau seni, Diskusi ini dihadiri
oleh tidak kurang 200 orang Jang terdiri dari sarjana, sastrawan, 0”
hasiswa dan seminat-, minat sastra lainnya. Menurut rencana naskah”
naskah prasaran serta umbahasannya akan segera diterbitkan,
PAMSRAN SURATKA3AR jan
Direktorat Muscum, bertomp sat di Museum Pusat Jakarta, tanggal
2 sampai dengan 15 Oktober 1968, telah mengadakan »omeran suratkabar
dari tahun 1810 sam. al diwasa ini,<noinclude></noinclude>
jrjdwv4rzqqqkkvnoj2s7x478mqedqr
294771
294762
2026-05-14T00:35:06Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
294771
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" />{{rh||38}}</noinclude>::1. Tanggal 26 Oktober 1968 mengenai masalah standardisasi.<br>
:::Prasaran-prasaran diberikan oleh: 1) Sutan Takdir Alisjahbana "Fungsi Standardisasi", 2) A.M. Moeliono tentang "Tata Istilah", 3) A. Latief tentang "Lafal dan Ejaan".<br>Kemudian mengenai masalah tatabasa.
{{gap|4.5em}}Prasaran-prasaran diberikan oleh: 1) Samsuri tentang "Ciri-ciri Prosodi Kalimat Bahasa Indonesia", 2) M. Ramlan tentang "Partikel-partikel Bahasa Indonesia", 3) Djoko Kentjono tentang "Gatra Kalimat Bahasa Indonesia".
::2. Tanggal 27 Oktober 1968 mengenai masalah penggunaan bahasa.
{{gap|4.5em}}Prasaran-prasaran diberikan oleh: 1) A.M. Affandi tentang "Pengadjaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi", 2) Hassan Ahmad: "Proses Penodunan Bahasa Melayu di Malaysia", 3) M.S. Hutagalung tentang "Bahasa Indonesia dalam Kesusastraan."<br>
{{gap|3em}}3. Tanggal 28 Oktober 1968 acara dilanjutkan dengan diskusi dalam 3 sanggar dan upacara hari Sumpah Pemuda.
<br><br>
'''DISKUSI SASTRA'''
Sebuah diskusi yang mempermasalahkan kritik sastra dewasa ini telah menjadi acara dari kegiatan sastrawan dan sarjana sastra di ibukota tanggal 31 Oktober 1968 bertempat di Gedung Balai Budaya. Prasaran disiapkan oleh Arief Budiman dan Goenawan Mohamad dengan pokok: "Tuntas Kritik Sastra, sebuah Pendirian". Penyanggah terdiri dari dua orang sarjana sastra yaitu S. Effendi dari Direktorat Bahasa dan Kesusastraan dengan pokok pembahasan: "Tentang Kritik Sastra, sebuah Pendirian lagi", dan J.U. Nasution dari Lembaga Kesusastraan Fakultas Sastra Universitas Indonesia dengan pokok pembahasan: "Pendirian atas Pendirian tentang Kritik Sastra". Pada pokoknya prasaran dan pembahasan bertolak dari persoalan apakah kritik sastra itu ilmu atau seni. Diskusi ini dihadiri oleh tidak kurang 200 orang yang terdiri dari sarjana, sastrawan, mahasiswa dan peminat-peminat sastra lainnya. Menurut rencana naskah-naskah prasaran serta pembahasannya akan segera diterbitkan.
<br><br>
'''PAMERAN SURATKABAR'''
Direktorat Museum, bertempat di Museum Pusat Jakarta, tanggal 2 sampai dengan 15 Oktober 1968, telah mengadakan pameran suratkabar dari tahun 1810 sampai dewasa ini.<noinclude></noinclude>
7hcx4in1p7olie1eedvrdt6d07hi8ej
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/616
104
104382
294767
2026-05-14T00:20:13Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
294767
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{missing image}}
''Setelah upatjara selesai, beliau bergambar bersama dengan erwira² MBAD seperti tampak dari kiri kekanan: Brigadir Djenderal Dr. Mustopo, Brigadir Djenderal Djatikusumo, Residen Nani Wartabone, Letn. Djenderal A.H. Nasution, Major Noermatias, dan Brigadir Djenderal Gatot Subroto. Dibelakang
KSAD kelihatan Letkol. Sukendro dan disampingnja kepala Penad Letkol. Rudie Pirngadie.''
Timur mempunjai sifat jang lebih membahajakan. Tidak harja seperti djuga di Sumatera Tengah. penjelundupan sendjata setjara
besar-an berlangsung setjara bebas, teristimewa dalam waktu
Angkatan Perang kita terikat oleh operasi militer di Sumatera, akan tetapi lebih2 pemakaian pesawat terbang dengan djuru terbang asing jang menjerang berbagai tempat di Indonesia bagian Timur, sungguh merupakan bahaja jang dapat mengganggu siasat
gerak gerik Angkatan Perang kita dalam daerah tersebut.
Pemerintah djuga mempunjai bukti jang tegas, bahwa landasan pesawat terbang didaerah asing dipakai sebagai pangkalan untuk menjerang berbagai tempat di Indonesia
Dalam menghadapi keadaan seperti itu pemerintah harus memakai segala ketegasan dan kebidjaksanaan untuk mengatasınja.
Ketegasan dalam arti bahwa serangan dari luar, djika terus menerus dilakukan akan memaksa pemerintah untuk membalas. serangan tersebut dengan segala kekuatan jang ada padanja dengan akibat bahwa pemberontakan di Indonesia akan mendjadi satu konflik internasional jang tentu tidak dapat dilokasir.
{{c|— O —}}<noinclude>{{rh|26}}</noinclude>
gf4vbq8q52c94pcvntonco0rudnriro
294769
294767
2026-05-14T00:21:13Z
Lutfiyatun
26681
294769
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{missing image}}
''Setelah upatjara selesai, beliau bergambar bersama dengan erwira² MBAD seperti tampak dari kiri kekanan: Brigadir Djenderal Dr. Mustopo, Brigadir Djenderal Djatikusumo, Residen Nani Wartabone, Letn. Djenderal A.H. Nasution, Major Noermatias, dan Brigadir Djenderal Gatot Subroto. Dibelakang KSAD kelihatan Letkol. Sukendro dan disampingnja kepala Penad Letkol. Rudie Pirngadie.''
Timur mempunjai sifat jang lebih membahajakan. Tidak harja seperti djuga di Sumatera Tengah. penjelundupan sendjata setjara
besar-an berlangsung setjara bebas, teristimewa dalam waktu
Angkatan Perang kita terikat oleh operasi militer di Sumatera, akan tetapi lebih2 pemakaian pesawat terbang dengan djuru terbang asing jang menjerang berbagai tempat di Indonesia bagian Timur, sungguh merupakan bahaja jang dapat mengganggu siasat
gerak gerik Angkatan Perang kita dalam daerah tersebut.
Pemerintah djuga mempunjai bukti jang tegas, bahwa landasan pesawat terbang didaerah asing dipakai sebagai pangkalan untuk menjerang berbagai tempat di Indonesia
Dalam menghadapi keadaan seperti itu pemerintah harus memakai segala ketegasan dan kebidjaksanaan untuk mengatasınja.
Ketegasan dalam arti bahwa serangan dari luar, djika terus menerus dilakukan akan memaksa pemerintah untuk membalas. serangan tersebut dengan segala kekuatan jang ada padanja dengan akibat bahwa pemberontakan di Indonesia akan mendjadi satu konflik internasional jang tentu tidak dapat dilokasir.
{{c|— O —}}<noinclude>{{rh|26}}</noinclude>
s07668grofasgf5xv9kuc8kw4cknrc7
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/428
104
104383
294777
2026-05-14T00:43:40Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
294777
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{xxx-large|'''Membuat adukan logam'''}}
{{dropinitial|M}}ENGADUK logam bukanlah pekerdjaan mudah sebagaimana Tuan kira! Di Laboratorium Penjelidikan Philips jang
serba lengkap, berbagai regu kaum sardjana senantiasa berusaha sekeras-kerasnja dalam mentjari perbaikan² mengenai hal ini. Hanja dengan djalan demikian dapatlah diketemukan tjara² baru dalam mengaduk, memperkuat, mengetjor dan membuat tjampuran logam² itu.
Baru² ini misalnja, Philips telah menemukan tjara pengetjoran dibawah pakum, sehingga logam² sama sekali bersih dari pada kotoran, dll. Sebelum itu, Philips telah mengagumkan kalangan sardjana dengan proses mengolah Zirconium dan Hafnium — dua benda-kimia jang getas dan lemas — sehingga dapat dikerjakan seperti djenis logam jang biasa.
Perkembangan seperti diatas itulah jang memperlihatkan tjara² Philips dalam usahanja jang terus-menerus untuk menambah pengetahuan tentang bahan2 mentah buat membikin barang2nja serta mempertinggi mutunja.
{{xxx-larger|'''PHILIPS'''}}
UNTUK KEPERLUAN '''PERINDUSTRIAN'''
LAMPU ELEKTRONIK . LAMPU2 BIASA - PESAWAT² RADIO . PESAWAT² PENGUKUR PESAWAT2 TJUKUR ELEKTRIS . ALAT KEPERLUAN RUMAHTANGGA
PESAWAT² SINAR-X . GENERATORS H.F. ALAT² PENGELAS . LAMPU FLUORENSI . ALAT² PENGERAS SUARA . PESAWAT² PEMUTARAN FILM MIKROPONZ² RADIO DAN TELEVISI . PESAWAT² TELEKOMUNIKASI . INSTALASI² TELEPON OTOMATIS DAN TELEPON BIASA . TAPERECORDERS . DLL.<noinclude></noinclude>
31y3xkih55mhyay8kf60s2ked78rots
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/209
104
104384
294779
2026-05-14T00:45:03Z
Sarieffe
26994
/* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong
294779
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Sarieffe" /></noinclude><noinclude></noinclude>
ccplgwmprsu678uegthnfc77ifsefnn
294813
294779
2026-05-14T01:44:07Z
Sarieffe
26994
/* Telah diuji baca */
294813
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sarieffe" /></noinclude>{{Xx-larger|'''Kalau mas Letnan tunggu udjian:.......'''}}
Kata orang dan simpatisannja, la adalah Kim-Novaknja kota Bogor. Memang manifestasi kata-kata tab. diakui kebenarannja, walau tidak mutlak seratus prosen.
Tiap pagi, setelah azan, ia sudah duduk diudjung sebelah kiri, tempat aku menjandarkan bahuku pada bale-bale jang keras. Kita bersama-sama satu wagon K.A. djurusan Bogor-Djakarta. Ia akan menuaikan tugas beladjarnja dan aku hendak memenuhi kewadjiban sebagai seorang Tentara jang mendapat tugas beladjar pada salah satu Fakultas di Universitas Indonesia.
Lintjah kelihatannja, potongan pakaiannja dan tutur bahasanjapun betul-betul sangat menarik. Ia selalu dikerumuni rekan-rekannja, baik jang sedjenis maupun jang bukan. Dalam hati keltjilkupun sebenarnja meronta ingin mengerumuni atau mengenalnja, tetapi aku sangsi dan takut, kalau keinginan baikku ini akan ditolaknja.
Ja........., aku takut karena dipundakku hanja terpasang satu bintang putih diatas dasar hidjau dan binting putih inipun kuperoleh baru 4 bulan jang lalu, sedangkan ia........
Rotasi terus melingkari porosnja, machluk hidup dan benda mati jang berserakan didunia ini ada jang berubah dan ada jang tidak berubah. Angin lembut jang berkeliaran disubuh hari djuga tetap terasa dinginnja dan sehari semalam hanja memakan waktu dua puluh empat djam. Tetapi aku, tanggal 27-5-'57 kemarin, ketika hari pertama udjian S.M.A. C. dimulai ........
Sebelum itu setiap aku pergi pergi ketempat tugasku, setiap itu pula aku masih sama-sama satu gerbong K.A. dengan dia dan tak ketinggalan aku mengikuti tjeramahnja Kim-Novak jang diberikan kepada teman-temannja ditengah perdjalanan Bogor-Djakarta. Banjak tjeramahnja jang menarik, mulai dari bintang film Gregori Peck jang gagah, Elz.-Taylor sebagai pemegang rekord kawin-tjerai, terus menudju kesoal pic-nic.
Atjara picnic belum selesai menjusul soal Dans-Gila....... Rock and Roll, dengan pemuda A. enak dengan Arjuna B. pun lekker, maka saat itu pula perhatian kutumpahkan kepadanja dan tak segan lagi telinga kubuka lebar-lebar untuk menangkap tjeramah jang istimewa itu. Ach luar biasa benar Sweet seventeen ini, pikirku.
Ditengah menikmati alunan obrolan didalam gerbong K.A. tiba-tiba kita dikedjutkan suara peluit jang temberi isjarat bahwa aku sudah sampai distasiun Gambir dan Omega jang membelit dipergelangan tangan kananku, sudah menundjuk keangka 7.05. Tanpa menghiraukan orang berhiruk-pikuk aku terus kedjalan Budi Utomo langsung menudju ketempat duduk para Panitya Udjian Penghabisan jang memang sudah disediakan.
Runding punja runding, achirnja aku ditugaskan untuk mengawasi ruangan No. 11. Naskah udjian dan kertas-kertas jang kuperlukan kubawa masuk ruangan, pelan-pelan seluruh pengikut udjian kuperhatikan satu demi satu dan terbenturlah bidji mataku kepada gadis tjantik jang oleh teman-temannja diberi gelar Melati manja.
Kertas kotor dan bersih kubagi-bagikan dan segera kususul dengan membagikan naskah udjiannja (soalnja, tapi ketika aku memberikan naskah kepadanja ia berani menatap mukaku dan senjum pahit manisnja segera disemprotkan kearahku, tanpa pikir pandjang lagi dia kubalas dengan senjuman pula.
Suasana sunji menjelubungi ruang udjian, hanja kadang² sorot mata bersih jang diawal dengan senjuman selalu mengobrak-abrik satu diantara pantja Inderaku. Nah, kenal kini aku dengan Kim-Novaknja kota Bogor,{{Illegible}} ta hatiku. Udjian terus berlangsung, semua memeras otak, hanja dia makin lama makin nampak gelisah{{Illegible}} kertas dibolak-balik dan perutnja dipegang-pegang. Melalui katja mata hitamku, aku dapat mengikuti gerakannja dari arah sudut. Kemudian ia mengantjungkan djarinja.
― Perut saja sakit Pak, saja minta diantar kekamar ketjil sebentar, djawabnja sambil merintih-rintih.
Baiklah, ajo. Ia keluar, aku membuntuti dibelakangnja, ia langsung kekamar ketjil. Tudjuh detik kemudian tidak keluar lagi dan menanja kepadaku.
―Mas, kan Letnan jang tiap pagi bersama-sama saja naik K.A. Bogor-Djakarta bukan?
Aku terperandjat, darah Don Juanku mendidih, karena tadi ia memanggil aku Pak mengapa kini panggil aku Mas.
Betul, djawabku singkat. Dan dalam hati ketjilku berteriak keras.
"Nah, kini aku akan didjebak dan diperdaja".
― Apa Mas djuga mahasiswa? tanjanja lagi.
Aku mengangguk sebagai djawaban atas pertanjaannja.
― Sudah tingkat berapa Mas?
Baru Sardjana Muda.
― O, ja Mas, soal No. 2,3 dan 7 ini bagaimana sih? sambil la memberikan soal udjiannja.
Kertas kubatja dan soal No. 2,3 dan 7 jang dimaksud sangat sederhana. Setelah kubatja hatiku berdebar-debar, masalahnja dia kuberi tahu atau tidak, kalau tidak kuberi tahu ia pasti marah-marah. Kalau kuberi tahu maka kwalitet peladjar akan lebih merosot dan masjarakat kita dikemudian hari akan lebih brobrok lagi dari masa sekarang ini. Maka dengan alasan jang kubuat-buat kutakan kepadanja.
― Ma'af Dik saja tidak mengerti, sebab ini udjian Tata Negara, sedangkan saja dari Fakultas Kedokteran tidak diadjar soal Tata Negara.
Dengan muka merah kemalu-maluan kertas udjian direbut dan la masuk keruangan udjian lagi. Aku mengikuti dibelakang dan dalam hatiku tertawa geli, karena aku pandai menipu orang. Sebenarnja aku anak Fakultas Hukum, tapi ketika ditanja soal Tata Negara aku mengaku anak Fakultas Kedokteran.
"Habis fikirku, ini kan soal udjian penghabisan S.M.A. Negeri jang akan menentukan baik buruknja Negara kita dikemudian hari".
Udjian Tata Negara telah berachir. Akupun segera menudju kestasiun Gambir. Ketika aku sedang berdjalan, aku diselip oleh gadis Sweet-seventeen duplikatnja Kim-Novak, dia kusapa.
― Beres semua pekerdjaanmu Dik?
― Djangan panggil-panggil saja dik. Beres atau tidak perduli apa, memangnja saja adikmu? djawabnja sambil merengut.
Aduh, aku malu mendengar djawaban itu dan terpaksa aku harus garuk-garuk kepala...........
{{Right sidenote|<center>Buah karangan</center>
<center>GERNA</center>}}<noinclude>{{rh|||39}}</noinclude>
gks8jnu53hiwidyl6ydkz20belssro2
294814
294813
2026-05-14T01:45:06Z
Sarieffe
26994
294814
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sarieffe" /></noinclude>{{Xx-larger|'''''Kalau mas Letnan tunggu udjian:''.......'''}}
Kata orang dan simpatisannja, la adalah Kim-Novaknja kota Bogor. Memang manifestasi kata-kata tab. diakui kebenarannja, walau tidak mutlak seratus prosen.
Tiap pagi, setelah azan, ia sudah duduk diudjung sebelah kiri, tempat aku menjandarkan bahuku pada bale-bale jang keras. Kita bersama-sama satu wagon K.A. djurusan Bogor-Djakarta. Ia akan menuaikan tugas beladjarnja dan aku hendak memenuhi kewadjiban sebagai seorang Tentara jang mendapat tugas beladjar pada salah satu Fakultas di Universitas Indonesia.
Lintjah kelihatannja, potongan pakaiannja dan tutur bahasanjapun betul-betul sangat menarik. Ia selalu dikerumuni rekan-rekannja, baik jang sedjenis maupun jang bukan. Dalam hati keltjilkupun sebenarnja meronta ingin mengerumuni atau mengenalnja, tetapi aku sangsi dan takut, kalau keinginan baikku ini akan ditolaknja.
Ja........., aku takut karena dipundakku hanja terpasang satu bintang putih diatas dasar hidjau dan binting putih inipun kuperoleh baru 4 bulan jang lalu, sedangkan ia........
Rotasi terus melingkari porosnja, machluk hidup dan benda mati jang berserakan didunia ini ada jang berubah dan ada jang tidak berubah. Angin lembut jang berkeliaran disubuh hari djuga tetap terasa dinginnja dan sehari semalam hanja memakan waktu dua puluh empat djam. Tetapi aku, tanggal 27-5-'57 kemarin, ketika hari pertama udjian S.M.A. C. dimulai ........
Sebelum itu setiap aku pergi pergi ketempat tugasku, setiap itu pula aku masih sama-sama satu gerbong K.A. dengan dia dan tak ketinggalan aku mengikuti tjeramahnja Kim-Novak jang diberikan kepada teman-temannja ditengah perdjalanan Bogor-Djakarta. Banjak tjeramahnja jang menarik, mulai dari bintang film Gregori Peck jang gagah, Elz.-Taylor sebagai pemegang rekord kawin-tjerai, terus menudju kesoal pic-nic.
Atjara picnic belum selesai menjusul soal Dans-Gila....... Rock and Roll, dengan pemuda A. enak dengan Arjuna B. pun lekker, maka saat itu pula perhatian kutumpahkan kepadanja dan tak segan lagi telinga kubuka lebar-lebar untuk menangkap tjeramah jang istimewa itu. Ach luar biasa benar Sweet seventeen ini, pikirku.
Ditengah menikmati alunan obrolan didalam gerbong K.A. tiba-tiba kita dikedjutkan suara peluit jang temberi isjarat bahwa aku sudah sampai distasiun Gambir dan Omega jang membelit dipergelangan tangan kananku, sudah menundjuk keangka 7.05. Tanpa menghiraukan orang berhiruk-pikuk aku terus kedjalan Budi Utomo langsung menudju ketempat duduk para Panitya Udjian Penghabisan jang memang sudah disediakan.
Runding punja runding, achirnja aku ditugaskan untuk mengawasi ruangan No. 11. Naskah udjian dan kertas-kertas jang kuperlukan kubawa masuk ruangan, pelan-pelan seluruh pengikut udjian kuperhatikan satu demi satu dan terbenturlah bidji mataku kepada gadis tjantik jang oleh teman-temannja diberi gelar Melati manja.
Kertas kotor dan bersih kubagi-bagikan dan segera kususul dengan membagikan naskah udjiannja (soalnja, tapi ketika aku memberikan naskah kepadanja ia berani menatap mukaku dan senjum pahit manisnja segera disemprotkan kearahku, tanpa pikir pandjang lagi dia kubalas dengan senjuman pula.
Suasana sunji menjelubungi ruang udjian, hanja kadang² sorot mata bersih jang diawal dengan senjuman selalu mengobrak-abrik satu diantara pantja Inderaku. Nah, kenal kini aku dengan Kim-Novaknja kota Bogor,{{Illegible}} ta hatiku. Udjian terus berlangsung, semua memeras otak, hanja dia makin lama makin nampak gelisah{{Illegible}} kertas dibolak-balik dan perutnja dipegang-pegang. Melalui katja mata hitamku, aku dapat mengikuti gerakannja dari arah sudut. Kemudian ia mengantjungkan djarinja.
― Perut saja sakit Pak, saja minta diantar kekamar ketjil sebentar, djawabnja sambil merintih-rintih.
Baiklah, ajo. Ia keluar, aku membuntuti dibelakangnja, ia langsung kekamar ketjil. Tudjuh detik kemudian tidak keluar lagi dan menanja kepadaku.
―Mas, kan Letnan jang tiap pagi bersama-sama saja naik K.A. Bogor-Djakarta bukan?
Aku terperandjat, darah Don Juanku mendidih, karena tadi ia memanggil aku Pak mengapa kini panggil aku Mas.
Betul, djawabku singkat. Dan dalam hati ketjilku berteriak keras.
"Nah, kini aku akan didjebak dan diperdaja".
― Apa Mas djuga mahasiswa? tanjanja lagi.
Aku mengangguk sebagai djawaban atas pertanjaannja.
― Sudah tingkat berapa Mas?
Baru Sardjana Muda.
― O, ja Mas, soal No. 2,3 dan 7 ini bagaimana sih? sambil la memberikan soal udjiannja.
Kertas kubatja dan soal No. 2,3 dan 7 jang dimaksud sangat sederhana. Setelah kubatja hatiku berdebar-debar, masalahnja dia kuberi tahu atau tidak, kalau tidak kuberi tahu ia pasti marah-marah. Kalau kuberi tahu maka kwalitet peladjar akan lebih merosot dan masjarakat kita dikemudian hari akan lebih brobrok lagi dari masa sekarang ini. Maka dengan alasan jang kubuat-buat kutakan kepadanja.
― Ma'af Dik saja tidak mengerti, sebab ini udjian Tata Negara, sedangkan saja dari Fakultas Kedokteran tidak diadjar soal Tata Negara.
Dengan muka merah kemalu-maluan kertas udjian direbut dan la masuk keruangan udjian lagi. Aku mengikuti dibelakang dan dalam hatiku tertawa geli, karena aku pandai menipu orang. Sebenarnja aku anak Fakultas Hukum, tapi ketika ditanja soal Tata Negara aku mengaku anak Fakultas Kedokteran.
"Habis fikirku, ini kan soal udjian penghabisan S.M.A. Negeri jang akan menentukan baik buruknja Negara kita dikemudian hari".
Udjian Tata Negara telah berachir. Akupun segera menudju kestasiun Gambir. Ketika aku sedang berdjalan, aku diselip oleh gadis Sweet-seventeen duplikatnja Kim-Novak, dia kusapa.
― Beres semua pekerdjaanmu Dik?
― Djangan panggil-panggil saja dik. Beres atau tidak perduli apa, memangnja saja adikmu? djawabnja sambil merengut.
Aduh, aku malu mendengar djawaban itu dan terpaksa aku harus garuk-garuk kepala...........
{{Right sidenote|<center>Buah karangan</center>
<center>GERNA</center>}}<noinclude>{{rh|||39}}</noinclude>
70gjiw2m6gwaip7ztvl0af6vvyzyatm
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/407
104
104385
294782
2026-05-14T00:51:53Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
294782
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude><ol type="#" start="5">
<li> Di dan ke
Kata depan di dan ke ditulis terpisah dari kata jang mengikutinja
{{left|Mereka ada di sini<br>
Hari berangkat ke pasar|offset=4em}}
Tetapi
{{left|Saya percaya kepada ibu.|offset=4em}}</li>
<li>Lah, kah, tah, pun
Lah, kah, tah, dan pun ditulis serangkai dengan kata jang mendahuluinja.
{{left|Sayalah jang dicari<br>
Apakah dia tahu?<br>
Sekalipun miskin, dia tidak pernah mengeluh.|offset=4em}}
Tetapi:<br>
Jangankan dua kali, sekali pun engkau belum pernah datang.</li>
<br>
<li>kau, ku, mu nya
Kau- dan ku- ditulis serangkai dengan kata jang mengikutinja;<br>
-ku, -mu, dan -nya ditulis serangkai dengan kata jang mendahuluinja.
{{left|Apa yang kumiliki boleh kauambil.<br>
Bukuku, bukumu, dan bukunya tersimpan di perpustakaan.|offset=4em}}</li></ol>
<br>
III. PENULISAN HURUF<br>
<ol type="#" start="1">
<li>Huruf besar
Huruf besar dipakai sebagai huruf pertama:<br>
(a) kata pertama suatu kalimat:<br>
{{left|Selamat pagi.<br>
Kita harus bekerja keras.|offset=4em}}
(b) suatu kutipan langsung:<br>
{{left|Dia bertanya, "Kapan kita pulang?"|offset=4em}}
(c) nama diri atau kata jang dipakai sebagai nama diri.<br>
:(Bila nama diri disusun oleh lebih dari satu kata, tiap kata mulai dengan huruf besar.)
{{left|Allah<br>
Islam<br>
Alkitab<br>
Nabi Adam<br>
Profesor Supomo<br>
Selasa<br>
Samudra Indonesia<br>
Inggris<br>
Dewan Perwakilan Rakyat|offset=4em}}</li></ol><noinclude>{{rh||37}}</noinclude>
kvvalu9wuyii8s4as2uhgv8p5bjq3p9
294783
294782
2026-05-14T00:52:39Z
Moel81
25980
294783
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude><ol type="#" start="5">
<li> Di dan ke
Kata depan di dan ke ditulis terpisah dari kata jang mengikutinja
{{left|Mereka ada di sini<br>
Hari berangkat ke pasar|offset=4em}}
Tetapi
{{left|Saya percaya kepada ibu.|offset=4em}}</li>
<li>Lah, kah, tah, pun<br>
Lah, kah, tah, dan pun ditulis serangkai dengan kata jang mendahuluinja.
{{left|Sayalah jang dicari<br>
Apakah dia tahu?<br>
Sekalipun miskin, dia tidak pernah mengeluh.|offset=4em}}
Tetapi:<br>
Jangankan dua kali, sekali pun engkau belum pernah datang.</li>
<br>
<li>kau, ku, mu nya
Kau- dan ku- ditulis serangkai dengan kata jang mengikutinja;<br>
-ku, -mu, dan -nya ditulis serangkai dengan kata jang mendahuluinja.
{{left|Apa yang kumiliki boleh kauambil.<br>
Bukuku, bukumu, dan bukunya tersimpan di perpustakaan.|offset=4em}}</li></ol>
<br>
III. PENULISAN HURUF<br>
<ol type="#" start="1">
<li>Huruf besar
Huruf besar dipakai sebagai huruf pertama:<br>
(a) kata pertama suatu kalimat:<br>
{{left|Selamat pagi.<br>
Kita harus bekerja keras.|offset=4em}}
(b) suatu kutipan langsung:<br>
{{left|Dia bertanya, "Kapan kita pulang?"|offset=4em}}
(c) nama diri atau kata jang dipakai sebagai nama diri.<br>
:(Bila nama diri disusun oleh lebih dari satu kata, tiap kata mulai dengan huruf besar.)
{{left|Allah<br>
Islam<br>
Alkitab<br>
Nabi Adam<br>
Profesor Supomo<br>
Selasa<br>
Samudra Indonesia<br>
Inggris<br>
Dewan Perwakilan Rakyat|offset=4em}}</li></ol><noinclude>{{rh||37}}</noinclude>
fhwzxtkhysw7f4vypluaq11r1l7ny2e
295226
294783
2026-05-14T10:01:03Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295226
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude><ol type="#" start="5">
<li> Di dan ke
Kata depan di dan ke ditulis terpisah dari kata jang mengikutinja
{{left|Mereka ada di sini<br>
Hari berangkat ke pasar|offset=4em}}
Tetapi
{{left|Saya percaya kepada ibu.|offset=4em}}</li>
<li>Lah, kah, tah, pun<br>
Lah, kah, tah, dan pun ditulis serangkai dengan kata jang mendahuluinja.
{{left|Sayalah jang dicari<br>
Apakah dia tahu?<br>
Sekalipun miskin, dia tidak pernah mengeluh.|offset=4em}}
Tetapi:<br>
Jangankan dua kali, sekali pun engkau belum pernah datang.</li>
<br>
<li>kau, ku, mu nya
Kau- dan ku- ditulis serangkai dengan kata jang mengikutinja;<br>
-ku, -mu, dan -nya ditulis serangkai dengan kata jang mendahuluinja.
{{left|Apa yang kumiliki boleh kauambil.<br>
Bukuku, bukumu, dan bukunya tersimpan di perpustakaan.|offset=4em}}</li></ol>
<br>
III. PENULISAN HURUF<br>
<ol type="#" start="1">
<li>Huruf besar
Huruf besar dipakai sebagai huruf pertama:<br>
(a) kata pertama suatu kalimat:<br>
{{left|Selamat pagi.<br>
Kita harus bekerja keras.|offset=4em}}
(b) suatu kutipan langsung:<br>
{{left|Dia bertanya, "Kapan kita pulang?"|offset=4em}}
(c) nama diri atau kata jang dipakai sebagai nama diri.<br>
:(Bila nama diri disusun oleh lebih dari satu kata, tiap kata mulai dengan huruf besar.)
{{left|Allah<br>
Islam<br>
Alkitab<br>
Nabi Adam<br>
Profesor Supomo<br>
Selasa<br>
Samudra Indonesia<br>
Inggris<br>
Dewan Perwakilan Rakyat|offset=4em}}</li></ol><noinclude>{{rh||37}}</noinclude>
8wzrp37acot61jcowv7g92g579zhv3h
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/505
104
104386
294785
2026-05-14T00:53:43Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
294785
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{sp|NILAI LEBIH TINGGI UNTUK UANG TUAN}}
{{missing image}}
Apapun jang Tuan perlukan, baik dalam lapangan listrik maupun
elektronik, Philips dapat memberikan nilai jang lebih tinggi untuk uang Tuan. Nilai lebih tinggi dirumah Tuan, dengan alat penerangan Philips, pesawat radio Philips dan pesawat televisi Philips Nilai lebih tinggi diperusahaan Tuan, dengan taperecorders dan sistim² telepon Philips. Nilai lebih tinggi dalam Installasi² bioskop buatan Philips. Nilai jang lebih tinggi, apapun jang Tuan perlukan.
Dimanapun Tuan ada, hampir senantiasa dapat dipastikan adanja
perusahaan Philips didekat rumah Tuan. Perusahaan Philips nasional ini pada satu fihak merupakan kesatuan jang merdeka, seluruhnja disesuaikan kepada keadaan setempat, pada lain fihak ia dapat mendatangkan kelimpahan pengalaman jang dikumpulkan oleh semua perusahaan Philips diseluruh dunia. Djika Tuan bahu membahu dengan Philips. dapatlah dipastikan bahwa Tuan akan beroleh jang terbaik, baik dalam hal barang jang dihasilkan maupun service.<noinclude></noinclude>
ofpdydmm5heml9mjc8bjpj62imsg9p2
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/511
104
104387
294791
2026-05-14T01:01:07Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
294791
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{xxxx-larger|'''TOYOTA'''}}
{{c|'''SATU BARISAN DARI BER-MATJAM2 MODEL<br>UNTUK MENGISI KEBUTUHAN<br>KENDARAAN ANDA.'''}}
Kendaraan Toyota jang digemari dimana², terkenal karena hematnja dan dapat dipergunakan dimana2. Dengan perantaraan perwakilan²nja diluar negeri jang disusun demikian rupa, sehingga para pemakai kendaraan Toyota didjamin akan servicenja jang memuaskan<noinclude></noinclude>
4190kho0js644k0d5sf4g9b9w9vah56
294793
294791
2026-05-14T01:03:31Z
Lutfiyatun
26681
294793
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude><center>{{xxxx-larger|'''TOYOTA'''}}</center>
{[missing image}]
{{c|'''SATU BARISAN DARI BER-MATJAM2 MODEL<br>UNTUK MENGISI KEBUTUHAN<br>KENDARAAN ANDA.'''}}
Kendaraan Toyota jang digemari dimana², terkenal karena hematnja dan dapat dipergunakan dimana2. Dengan perantaraan perwakilan²nja diluar negeri jang disusun demikian rupa, sehingga para pemakai kendaraan Toyota didjamin akan servicenja jang memuaskan<noinclude></noinclude>
n29rb6ufxsqaopw29n5z0j7o64shitp
294794
294793
2026-05-14T01:03:48Z
Lutfiyatun
26681
294794
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude><center>{{xxxx-larger|'''TOYOTA'''}}</center>
{{missing image}]
{{c|'''SATU BARISAN DARI BER-MATJAM2 MODEL<br>UNTUK MENGISI KEBUTUHAN<br>KENDARAAN ANDA.'''}}
Kendaraan Toyota jang digemari dimana², terkenal karena hematnja dan dapat dipergunakan dimana2. Dengan perantaraan perwakilan²nja diluar negeri jang disusun demikian rupa, sehingga para pemakai kendaraan Toyota didjamin akan servicenja jang memuaskan<noinclude></noinclude>
sbv6agjb80i647feem48r6qf7stqtn6
294795
294794
2026-05-14T01:04:10Z
Lutfiyatun
26681
294795
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude><center>{{xxxx-larger|'''TOYOTA'''}}</center>
{{missing image}}
{{c|'''SATU BARISAN DARI BER-MATJAM2 MODEL<br>UNTUK MENGISI KEBUTUHAN<br>KENDARAAN ANDA.'''}}
Kendaraan Toyota jang digemari dimana², terkenal karena hematnja dan dapat dipergunakan dimana2. Dengan perantaraan perwakilan²nja diluar negeri jang disusun demikian rupa, sehingga para pemakai kendaraan Toyota didjamin akan servicenja jang memuaskan<noinclude></noinclude>
1d964cf5w9yhmh2mer17j9t57ng1ty9
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/545
104
104388
294796
2026-05-14T01:04:49Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong
294796
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude><noinclude></noinclude>
6134lv1yv9f7zbgirdyk2lt6owjfkja
294797
294796
2026-05-14T01:08:00Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
294797
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>jang pokoknja sama dengan program perdjuangan jang ditanda
tangani di Kota Perdjuangan tanggal 5 Oktober 1957.
'''Gerakan Z. Lubis Digerakkan Berpase-pase:'''
Djelaslah kiranja bahwa usaha Zulkifli Lubis dan kawan2nja telah melalui phase jang berdjendjang, mulai dari subordinasi jang
halus (26 Djuni 1955), usaha2 penangkapan dengan issue anti korupsi (13 Agutus 1956), usaha coup détat untuk merobohkan pemerintahan pada tanggal 16 November 1956, tuntutan2 daerah
bergolak menghadapi Munas dan Munap dan terachir dengan proklamasi PRRI dengan issue antikomunis (15 Februari 1958).
Dalam usaha menormalisasikan negara tidak ada djalan lain dari
pada bertindak tegas terhadap PRRI itu. Pemerintah telah mengerahkan segenap tenaganja untuk menghantjurkan kaum pemberontak di Sumatera Tengah dan Sulawesi Utara. Pemerintah hanja bertindak terhadap oknum² jang bersalah dan tidak terhadap rakjat, dan pemerintah telah berusaha untuk melaksanakan putusan
Munas dan Munap, baik jang mengenai otonomi dan pembangunan
disegenap pelosok tanah air demi kemakmuran rakjatnja. Tindakan
tegas ini selain untuk membela agar proklamasi 17 Agustus 1945
atas dasar Pantja Sila, djuga untuk membela unsur2 jang esensil
dan fondamintil dari sendi-sendi ketentaraan dan kenegaraan dari
negara Indonesia merdeka dengan politik bebasnja jang aktif
dalam pergolakan antara dua kekuatan raksasa jang kini berdja-
lan dengan dahsjatnja.
{{missing image}}
''Kmd Operasi 17 Agustus, Kolonel A. JANI tengah mengutjapkan
kata selamat datang kepada anggota2 Bat. 141 jang telah menggabungkan diri pada pasukan APRI di Padangpandjang.''
{{missing image}}
''Bn. Genie AD tengah memperbaiki sebuah djembatan ketjil jang
menghubungkan Lubuk Alung-Kurai Tadji.''<noinclude>{{rh|||11}}</noinclude>
n6do9nv875thcdpejp8cdkbmq9lh8hw
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/578
104
104389
294798
2026-05-14T01:15:28Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
294798
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>itu. Tembakan² automatis jang menderas selalu diarahkan/dimun-
tahkan kedjurusan kedua orang Letnan kita itu. Pistol Letnan
Sudiarto/Sudiarno telah habis pelurunja. Maka segeralah sedikit
demi sedikit mengundurkan diri kesungai Elo. Andjing Nica terus
menerus menghudjani peluru dengan mengedjar². Letnan Sudiarto sudah menderita luka² parah, begitu pula adiknja, akibat peluru² musuh, jang datangnja laksana air hudjan itu. Kepungan Kompie besar Andjing Nica kian mendekat sehingga tinggal 10 meter lagi.
Luka² jang parah dan berat jang diderita oleh kedua orang Pahlawan itu memang sudah tak dapat dihindari lagi dari mautnja.
Dari itu dengan sifat djantan mereka berdua berdiri tegak
menghadapi lawannja jang kemudian tinggal 5 meter lagi itu.
Isjarat menjerah selalu diberikan oleh pihak musuh. Tetapi sifat menjerah memang tak ada sama sekali bagi kedua djantan Indonesia itu. Sebelum dirinja dapat diraba oleh musuh mereka masih sempat djuga berseru : Sekali Merdeka tetap Merdeka"!!!, dan terdjunlah ke-dua²nja kesungai Elo, dan hilang lenjap dibawa oleh arus kali Elo, jang mengalir menudju kesungai Progo.
Djadi untuk menangkap kedua kesatria itu, walaupun semula toch, masih tidur njenjak, namun tak djuga berhasil. Mereka lebih
suka mati berkalang tanah daripada hidup bertjermin bangkai.
Bahkan Kompie Andjing Nica djagoan Belanda itu, terpaksa kembali dengan tangan hampa, dengan mengangkat 9 orang temannja jang mendjadi sasaran peluru parabelem Letnan Sudiarto/Sudiarno almarhum.
Bagi rakjat disekeliling sungai Elo, peristiwa kepahlawanan ini
tak mudah untuk dilupakan begitu sadja. Semangat perdjuangannja
mendiang Letnan Sudiarto/Sudiarno akan tetap mendjadi tjontoh bagi masjarakat disekelilingnja, rakjat Indonesia pada umumnja.
{{c|—.—}}<noinclude>{{rh|44}}</noinclude>
6vaaolgts3g41rr0zhm21wd1errnvs5
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/524
104
104390
294800
2026-05-14T01:17:29Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Aksi Militer kedua disebut "Sat- ya Aksi Militer kedua”, dan na- ma-nama satya lentjana peristiwa lainnja ditentukan lebih landjut dengan peraturan pemerintah. Satya-lentjana? peristiwa ialah sebuah satya lentjana bundar ber-liku?, dibuat dari logam ber- warna perunggu, mempunjai ga- ris tengah 25 milimeter, disebelah muka dilukiskan nama dari satya lentjana peristiwa dengan diling- kari rangkaian padi dan kapas, disebelah belakang...
294800
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Aksi Militer kedua disebut "Sat-
ya Aksi Militer kedua”, dan na-
ma-nama satya lentjana peristiwa
lainnja ditentukan lebih landjut
dengan peraturan pemerintah.
Satya-lentjana? peristiwa ialah
sebuah satya lentjana bundar
ber-liku?, dibuat dari logam ber-
warna perunggu, mempunjai ga-
ris tengah 25 milimeter, disebelah
muka dilukiskan nama dari satya
lentjana peristiwa dengan diling-
kari rangkaian padi dan kapas,
disebelah belakang satya lentja-
na dilukiskan tulisan "Republik
Indonesia "
Satya-lentjana? peristiwa dapat
diberikan kepada warga Negara
bekas anggota AP menurut ke-
tentuan-ketentuan jang diatur
oler peraturan pemerintah.
Disamping berbagai satya len-
tjana jang telah diterangkan di-
atas, kepada anggota AP jang
mempunjai kemahiran dalam su-
atu kedjuruan/vak dapat dibe-
rikan tanda penghargaan berupa
lentjana kemahiran, jang menge-
nai segala suatunja diatur oleh
Menteri pertahanan.
Dasar pertimbangan dari pe-
nganugerahan berbagai satya
lentjana kepada anggota? AP
tersebut diatas ialah: bahwa AP
dalam usahanja mendjadi pembe-
la bangsa dan kedaulatan Nega-
ra jang sempurna, perlu memenu-
hi sjarat? pemeliharaan djiwa ke-
utuhan persatuan serta pemupuk-
an mutu se-tinggi?nja untuk men-
tjapai daja tempur jang sebesar-
»HENDRA"
KURSUS TERTULIS UNTUK SMP dan SMA-B/C
Tromol Pos 40 —.
besarnja, sehingga wadjiblah ti-
ap-tiap anggota AP mendukung
se-tinggi?'nja norma? penjeleng-
garaan tugas, kesetiaan mendja-
lankan dinas dan semangat ber-
korban. Djuga utk. mengerahkan
dan memelihara sifat? utama ke-
pradjuritan, perlu diadakan ke-
tentuan-ketentuan jang dapat me-
ngembangkan djiwa keutuhan
persatuan, kegembiraan bekerdja
dan mewudjutkan perangsang se-
mangat berbakti dan berkorban.
Djuga djiwa keutuhan persatuan,
kegembiraan bekerdja dan sema-
ngat berkorban bakti diantaranja
dapat tertjapai dengan pengaku-
an dan penghargaan jang setim-
pal atas djasa? menurut norma?
pendidikan jang sehat.
Jogjakarta
(Satu?-nja kursus tertulis jang diselenggarakan oleh guru-guru Negeri)
Memenuhi permintaan dari banjak tempat untuk sementara masih menerima murid-
murid baru. Harap segera mendaftarkan atau mintak prospektus dengan mengirim
uang atau meterai 4 Rp. 1.—
N. V. HANDEL MAATSCHAPPIJ
|
Dagang beras dan lain-lain hasilbumi
Perwakiian tunggal untuk :
Susu
Djl. Raja Bekasi Barat 21, Djatinegara.
Telepon 182 Djatinegara
Kawat :
Tjabang :
Semarang - Bandung - Purwokerto -
Surabaja.
Tekliekongsi Djatinegara.
PERUSAHAAN PENGANGKUTAN
Head Office:
N. V. Dharma Tunggal Trading Coy Ltd.
FIRMA ,N O6 O”
Djalan Kepodang 61.
»BHARATA”
Band ,,MICHELIN”
Phone Djohar 2313 /Semarang 703
Semarang
Branches :
Gd. D. K. A. Kp. BANDAN
PHONE KOTA 1238 —
DJAKARTA
PRA
DJALAN ARDJUNA 80
PHONE SELATAN 3095 — SURABAJA
Pn
STATION SUNGAI LAGOA
PHONE PRIOK 380 - TANDJONG PRIOK
REBON
Agencies :
SURAKARTA - BANDUNG - TJI-
- TEGAL - JOGJAKARTA
66<noinclude></noinclude>
a48vn4uq5mgj9f8josfagthwylzkmfb
294802
294800
2026-05-14T01:23:07Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
294802
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Aksi Militer kedua disebut ”Satya Aksi Militer kedua”, dan na-
ma-nama satya lentjana peristiwa lainnja ditentukan lebih landjut dengan peraturan pemerintah.
Satya-lentjana² peristiwa ialah sebuah satya lentjana bundar
ber-liku?, dibuat dari logam berwarna perunggu, mempunjai garis tengah 25 milimeter, disebelah muka dilukiskan nama dari satya
lentjana peristiwa dengan dilingkari rangkaian padi dan kapas,
disebelah belakang satya lentjana dilukiskan tulisan ”Republik
Indonesia”
Satya-lentjana² peristiwa dapat diberikan kepada warga Negara
bekas anggota AP menurut ketentuan-ketentuan jang diatur oler peraturan pemerintah.
Disamping berbagai satya lentjana jang telah diterangkan diatas, kepada anggota AP jang mempunjai kemahiran dalam suatu kedjuruan/vak dapat diberikan tanda penghargaan berupa lentjana kemahiran, jang mengenai segala suatunja diatur oleh Menteri pertahanan.
Dasar pertimbangan dari penganugerahan berbagai satya lentjana kepada anggota² AP tersebut diatas ialah: bahwa AP dalam usahanja mendjadi pembela bangsa dan kedaulatan Negara jang sempurna, perlu memenuhi sjarat² pemeliharaan djiwa keutuhan persatuan serta pemupukan mutu se-tinggi?nja untuk mentjapai daja tempur jang sebesar-besarnja, sehingga wadjiblah tiap-tiap anggota AP mendukung se-tinggi²nja norma² penjelenggaraan tugas, kesetiaan mendjalankan dinas dan semangat berkorban. Djuga utk. mengerahkan dan memelihara sifat² utama kepradjuritan, perlu diadakan ketentuan-ketentuan jang dapat mengembangkan djiwa keutuhan persatuan, kegembiraan bekerdja dan mewudjutkan perangsang semangat berbakti dan berkorban.
Djuga djiwa keutuhan persatuan, kegembiraan bekerdja dan semangat berkorban bakti diantaranja dapat tertjapai dengan pengakuan dan penghargaan jang setimpal atas djasa² menurut norma² pendidikan jang sehat.
{{missing image}}<noinclude></noinclude>
8ulrk5neq0c67d7br66uaeqd11n4ait
294803
294802
2026-05-14T01:24:02Z
Lutfiyatun
26681
294803
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Aksi Militer kedua disebut ”Satya Aksi Militer kedua”, dan nama-nama satya lentjana peristiwa lainnja ditentukan lebih landjut dengan peraturan pemerintah.
Satya-lentjana² peristiwa ialah sebuah satya lentjana bundar
ber-liku², dibuat dari logam berwarna perunggu, mempunjai garis tengah 25 milimeter, disebelah muka dilukiskan nama dari satya
lentjana peristiwa dengan dilingkari rangkaian padi dan kapas,
disebelah belakang satya lentjana dilukiskan tulisan ”Republik
Indonesia”
Satya-lentjana² peristiwa dapat diberikan kepada warga Negara
bekas anggota AP menurut ketentuan-ketentuan jang diatur oler peraturan pemerintah.
Disamping berbagai satya lentjana jang telah diterangkan diatas, kepada anggota AP jang mempunjai kemahiran dalam suatu kedjuruan/vak dapat diberikan tanda penghargaan berupa lentjana kemahiran, jang mengenai segala suatunja diatur oleh Menteri pertahanan.
Dasar pertimbangan dari penganugerahan berbagai satya lentjana kepada anggota² AP tersebut diatas ialah: bahwa AP dalam usahanja mendjadi pembela bangsa dan kedaulatan Negara jang sempurna, perlu memenuhi sjarat² pemeliharaan djiwa keutuhan persatuan serta pemupukan mutu se-tinggi?nja untuk mentjapai daja tempur jang sebesar-besarnja, sehingga wadjiblah tiap-tiap anggota AP mendukung se-tinggi²nja norma² penjelenggaraan tugas, kesetiaan mendjalankan dinas dan semangat berkorban. Djuga utk. mengerahkan dan memelihara sifat² utama kepradjuritan, perlu diadakan ketentuan-ketentuan jang dapat mengembangkan djiwa keutuhan persatuan, kegembiraan bekerdja dan mewudjutkan perangsang semangat berbakti dan berkorban.
Djuga djiwa keutuhan persatuan, kegembiraan bekerdja dan semangat berkorban bakti diantaranja dapat tertjapai dengan pengakuan dan penghargaan jang setimpal atas djasa² menurut norma² pendidikan jang sehat.
{{missing image}}<noinclude>{{rh|66}}</noinclude>
5te6hu6lxo9v7msj8c1b61cyysqfrbk
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/586
104
104391
294804
2026-05-14T01:24:39Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'wai sekurang-kurangnja 2590 da- ri lowongan jang ada. Sedang kepada Veteran Pe- Cjuang Kemerdekaan Republik Indonesia jang berusaha setjara sendirian maupun setjara bersa- ma-sama, diberikan bantuan dan bimbingan jang akan diatur da- lam peraturan pemerintah. Tentang Kewadjiban Veteran. Seorang Veteran Kemerdekaan Republik Indonesia berkewadji- ban mendjundjung tinggi nama baik dan kehormatan kaum Vete- ran Pedjuang Kemerdekaan...
294804
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>wai sekurang-kurangnja 2590 da-
ri lowongan jang ada.
Sedang kepada Veteran Pe-
Cjuang Kemerdekaan Republik
Indonesia jang berusaha setjara
sendirian maupun setjara bersa-
ma-sama, diberikan bantuan dan
bimbingan jang akan diatur da-
lam peraturan pemerintah.
Tentang Kewadjiban Veteran.
Seorang Veteran Kemerdekaan
Republik Indonesia berkewadji-
ban mendjundjung tinggi nama
baik dan kehormatan kaum Vete-
ran Pedjuang Kemerdekaan Re-
publik Indonesia. Dan mereka
berikewadjiban pula memegang
teguh rahasia militer dan men-
djundjung kehormatan negara.
N. N. Perusahaan Kantjing Kimia
Indonesia
NDC
Djalan : Djembatan 11!/2
Djakarta - Kota
PABRIK PLASTIC UNIVERSAL N.V.
Djl. Raya Djembatan Lima 128
Djakarta
Ka
Peraturan-Peraturan Pidana.
Barang siapa dengan sengadja
memberi keterangan jang tidak
benar mengenai diri sendiri atau
orang lain, jang menjatakan bah-
wa ia telah ikut berdjuang dalam
mempertahankan negara Repu-
blik Indonesia, baik didalam ke-
catuan bersendjata maupun di-
dalam kelasjkaran jang diakui pe-
merintah dalam perdjuangan jg
lalu, jaitu antara tanggal 17 Agus-
tus 1945 sampai 27 Desember
1949 dihukum dengan hukuman
pendjara selama-lamanja lima ta-
hun dan atau hukuman denda se-
tinggi-tingginja seratus ribu ru-
»iah.
Sedang barang siapa menama-
kan dirinja Veteran Pedjuang
Kemerdekaan Republik Indone-
sia, pada hal dia tidak berhak
Losmen , CHIA LING”
DJL. GADJAH MADA 156 TELP. 1148 (KOTA)
DJAKAKTA — KOTA
atas nama sebutan itu, dihukum
dengan hukuman pendjara se-
lama-lamanja lima tahun dan atau
hukuman denda setinggi-tinggi-
nja seratus ribu rupiah. Begitu
pula kepada pengusaha? jang me-
langgar ketentuan seperti telah
disebutkan diatas dihukum dgn
hukuman jang sama.
Selandjutnja seorang Veteran
Pedjuang Kemerdekaan Republik
Indonesia jang tidak mendjun-
djung tinggi nama baik dan ke-
hormatan kaum veteran dan ke-
hormatan negara serta tidak me
megang teguh rahasia militer, di-
tjabut haknja dan sebutamnja se-
bagai Veteran Pedjuang Kemer-
dekaan Republix Indonesia, di-
samping ia dihukum menurut per-
«suran? hukum pidana sipil jang
berlaku.
N.V. Pabrik Mesin ,,ALALCO"
Djalan: Industri No. 9
NDGA
Membikin Mesin dan onderdeel buat fa-
brik Minjak Kelapa diseluruh Indonesia.
Losmen ,JINPIN"
Djl. Gadjah Mada 218-219
Djakarta -Kota
LD<noinclude></noinclude>
o6jfjqgt0v7twcgmxyrhb3t75uhaj14
294806
294804
2026-05-14T01:29:38Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
294806
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>wai sekurang-kurangnja 2590 dari lowongan jang ada.
Sedang kepada Veteran PeCjuang Kemerdekaan Republik Indonesia jang berusaha setjara sendirian maupun setjara bersama-sama, diberikan bantuan dan bimbingan jang akan diatur dalam peraturan pemerintah.
'''Tentang Kewadjiban Veteran.'''
Seorang Veteran Kemerdekaan Republik Indonesia berkewadjiban mendjundjung tinggi nama baik dan kehormatan kaum Veteran Pedjuang Kemerdekaan Republik Indonesia. Dan mereka
berikewadjiban pula memegang teguh rahasia militer dan mendjundjung kehormatan negara.
''Peraturan-Peraturan Pidana.''
Barang siapa dengan sengadja memberi keterangan jang tidak benar mengenai diri sendiri atau orang lain, jang menjatakan bahwa ia telah ikut berdjuang dalam mempertahankan negara Republik Indonesia, baik didalam kecatuan bersendjata maupun didalam kelasjkaran jang diakui pemerintah dalam perdjuangan jg lalu, jaitu antara tanggal 17 Agustus 1945 sampai 27 Desember 1949 dihukum dengan hukuman pendjara selama-lamanja lima tahun dan atau hukuman denda setinggi-tingginja seratus ribu rupiah.
Sedang barang siapa menamakan dirinja Veteran Pedjuang Kemerdekaan Republik Indonesia, pada hal dia tidak berhak atas nama sebutan itu, dihukum dengan hukuman pendjara selama-lamanja lima tahun dan atau hukuman denda setinggi-tingginja seratus ribu rupiah. Begitu pula kepada pengusaha² jang melanggar ketentuan seperti telah disebutkan diatas dihukum dgn hukuman jang sama.
Selandjutnja seorang Veteran Pedjuang Kemerdekaan Republik Indonesia jang tidak mendjundjung tinggi nama baik dan kehormatan kaum veteran dan kehormatan negara serta tidak memegang teguh rahasia militer, ditjabut haknja dan sebutamnja sebagai Veteran Pedjuang Kemerdekaan Republix Indonesia, disamping ia dihukum menurut peraturan hukum pidana sipil jang
berlaku.<noinclude>{{rh|52}}</noinclude>
0rm3ordnkuzmiye5kbak587qdxu2gl4
294807
294806
2026-05-14T01:29:55Z
Lutfiyatun
26681
294807
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>wai sekurang-kurangnja 2590 dari lowongan jang ada.
Sedang kepada Veteran PeCjuang Kemerdekaan Republik Indonesia jang berusaha setjara sendirian maupun setjara bersama-sama, diberikan bantuan dan bimbingan jang akan diatur dalam peraturan pemerintah.
'''Tentang Kewadjiban Veteran.'''
Seorang Veteran Kemerdekaan Republik Indonesia berkewadjiban mendjundjung tinggi nama baik dan kehormatan kaum Veteran Pedjuang Kemerdekaan Republik Indonesia. Dan mereka
berikewadjiban pula memegang teguh rahasia militer dan mendjundjung kehormatan negara.
'''Peraturan-Peraturan Pidana.'''
Barang siapa dengan sengadja memberi keterangan jang tidak benar mengenai diri sendiri atau orang lain, jang menjatakan bahwa ia telah ikut berdjuang dalam mempertahankan negara Republik Indonesia, baik didalam kecatuan bersendjata maupun didalam kelasjkaran jang diakui pemerintah dalam perdjuangan jg lalu, jaitu antara tanggal 17 Agustus 1945 sampai 27 Desember 1949 dihukum dengan hukuman pendjara selama-lamanja lima tahun dan atau hukuman denda setinggi-tingginja seratus ribu rupiah.
Sedang barang siapa menamakan dirinja Veteran Pedjuang Kemerdekaan Republik Indonesia, pada hal dia tidak berhak atas nama sebutan itu, dihukum dengan hukuman pendjara selama-lamanja lima tahun dan atau hukuman denda setinggi-tingginja seratus ribu rupiah. Begitu pula kepada pengusaha² jang melanggar ketentuan seperti telah disebutkan diatas dihukum dgn hukuman jang sama.
Selandjutnja seorang Veteran Pedjuang Kemerdekaan Republik Indonesia jang tidak mendjundjung tinggi nama baik dan kehormatan kaum veteran dan kehormatan negara serta tidak memegang teguh rahasia militer, ditjabut haknja dan sebutamnja sebagai Veteran Pedjuang Kemerdekaan Republix Indonesia, disamping ia dihukum menurut peraturan hukum pidana sipil jang
berlaku.<noinclude>{{rh|52}}</noinclude>
ozpx1io3tocx9muxbn0ed4ii8ltp8cw
294808
294807
2026-05-14T01:30:13Z
Lutfiyatun
26681
294808
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>wai sekurang-kurangnja 2590 dari lowongan jang ada.
Sedang kepada Veteran PeCjuang Kemerdekaan Republik Indonesia jang berusaha setjara sendirian maupun setjara bersama-sama, diberikan bantuan dan bimbingan jang akan diatur dalam peraturan pemerintah.
'''Tentang Kewadjiban Veteran.'''
Seorang Veteran Kemerdekaan Republik Indonesia berkewadjiban mendjundjung tinggi nama baik dan kehormatan kaum Veteran Pedjuang Kemerdekaan Republik Indonesia. Dan mereka
berikewadjiban pula memegang teguh rahasia militer dan mendjundjung kehormatan negara.
'''Peraturan-Peraturan Pidana.'''
Barang siapa dengan sengadja memberi keterangan jang tidak benar mengenai diri sendiri atau orang lain, jang menjatakan bahwa ia telah ikut berdjuang dalam mempertahankan negara Republik Indonesia, baik didalam kecatuan bersendjata maupun didalam kelasjkaran jang diakui pemerintah dalam perdjuangan jg lalu, jaitu antara tanggal 17 Agustus 1945 sampai 27 Desember 1949 dihukum dengan hukuman pendjara selama-lamanja lima tahun dan atau hukuman denda setinggi-tingginja seratus ribu rupiah.
Sedang barang siapa menamakan dirinja Veteran Pedjuang Kemerdekaan Republik Indonesia, pada hal dia tidak berhak atas nama sebutan itu, dihukum dengan hukuman pendjara selama-lamanja lima tahun dan atau hukuman denda setinggi-tingginja seratus ribu rupiah. Begitu pula kepada pengusaha² jang melanggar ketentuan seperti telah disebutkan diatas dihukum dgn hukuman jang sama.
Selandjutnja seorang Veteran Pedjuang Kemerdekaan Republik Indonesia jang tidak mendjundjung tinggi nama baik dan kehormatan kaum veteran dan kehormatan negara serta tidak memegang teguh rahasia militer, ditjabut haknja dan sebutamnja sebagai Veteran Pedjuang Kemerdekaan Republix Indonesia, disamping ia dihukum menurut peraturan hukum pidana sipil jang
berlaku.<noinclude>{{rh|52}}</noinclude>
ovsc5s5cwixzx4kl1kxnykfprf7e1co
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/408
104
104392
294809
2026-05-14T01:30:17Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
294809
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>Tjatatan: Kata-kata berikut ditulis dengan huruf ketjil.
{{left|keinggris-inggrisan<br>
masalah ketuhanan|offset=7em}}
<ol type="#" start="2">
<li>Huruf miring
Huruf miring menunjukkan<br>
(a) djudul buku, karya seni, madjalah, dan surat kabar jang dikutip dalam karangan<br>
{{gap|1.3em}}<u>Negarakertagama</u>{{gap|8em}}karangan Prapantja<br>
{{gap|8em}}majalah <u>Ekonomi dan Keuangan</u><br>
(b) penjebutan huruf atau kata dalam kalimat
{{left|Huruf pertama kata <u>abad</u> ialah a.|offset=4em}}
(c) kata asing jang belum terserap sepenuhnja dalam bahasa Indonesia<br>
{{left|<u>politik divide et impera</u><br>
<u>Weltanschauung</u>|offset=4em}}
{{gap}}(Dalam naskah huruf jang hendak ditjetak dengan huruf miring diberi garis bawah.)</li></ol>
<br>
VI. TANDA BATJA<br>
{{gap}}Tanda-tanda batja jang berikut dan huruf jang mengikutinja dipisahkan oleh satu spasi:
{{left|.{{gap|8em}}...)
,{{gap|8em}}...'']''<br>
<nowiki>;</nowiki>{{gap|8em}}..."<br>
<nowiki>:</nowiki>{{gap|8em}}...'<br>
?{{gap|8em}}...≥<br>
!|offset=7em}}<br>
{{gap|2em}}Tanda-tanda batja berikut dipisahkan satu spasi dari huruf atau tanda batja jang mendahuluinja:
{{left|<nowiki>(...</nowiki>{{gap|8em}}<nowiki>=...</nowiki><br>
''[''...{{gap|8em}}"...|offset=7em}}<br>
<ol type="#" start="1">
<li>Titik (.)<br>
(a) mengachiri kalimat jang bukan pertanjaan atau seruan.<br>
{{left|Ayahku tinggal di Solo|offset=4em}}
(b) dipakai dibelakang singkatan nama orang<br>
{{left|Moh. Yamin<br>
Ismail M.z.|offset=4em}}<noinclude>{{rh||38}}</noinclude>
4lwku02johwnd4ro0dpketbh50kviuu
295227
294809
2026-05-14T10:01:53Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295227
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>Tjatatan: Kata-kata berikut ditulis dengan huruf ketjil.
{{left|keinggris-inggrisan<br>
masalah ketuhanan|offset=7em}}
<ol type="#" start="2">
<li>Huruf miring
Huruf miring menunjukkan<br>
(a) djudul buku, karya seni, madjalah, dan surat kabar jang dikutip dalam karangan<br>
{{gap|1.3em}}<u>Negarakertagama</u>{{gap|8em}}karangan Prapantja<br>
{{gap|8em}}majalah <u>Ekonomi dan Keuangan</u><br>
(b) penjebutan huruf atau kata dalam kalimat
{{left|Huruf pertama kata <u>abad</u> ialah a.|offset=4em}}
(c) kata asing jang belum terserap sepenuhnja dalam bahasa Indonesia<br>
{{left|<u>politik divide et impera</u><br>
<u>Weltanschauung</u>|offset=4em}}
{{gap}}(Dalam naskah huruf jang hendak ditjetak dengan huruf miring diberi garis bawah.)</li></ol>
<br>
VI. TANDA BATJA<br>
{{gap}}Tanda-tanda batja jang berikut dan huruf jang mengikutinja dipisahkan oleh satu spasi:
{{left|.{{gap|8em}}...)
,{{gap|8em}}...'']''<br>
<nowiki>;</nowiki>{{gap|8em}}..."<br>
<nowiki>:</nowiki>{{gap|8em}}...'<br>
?{{gap|8em}}...≥<br>
!|offset=7em}}<br>
{{gap|2em}}Tanda-tanda batja berikut dipisahkan satu spasi dari huruf atau tanda batja jang mendahuluinja:
{{left|<nowiki>(...</nowiki>{{gap|8em}}<nowiki>=...</nowiki><br>
''[''...{{gap|8em}}"...|offset=7em}}<br>
<ol type="#" start="1">
<li>Titik (.)<br>
(a) mengachiri kalimat jang bukan pertanjaan atau seruan.<br>
{{left|Ayahku tinggal di Solo|offset=4em}}
(b) dipakai dibelakang singkatan nama orang<br>
{{left|Moh. Yamin<br>
Ismail M.z.|offset=4em}}<noinclude>{{rh||38}}</noinclude>
okrq3e6oawq7o7igiouad529i847vgl
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/453
104
104393
294810
2026-05-14T01:30:42Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Wadjahmu putjat, djeng. Apa sedang sakit? Tidak bu. Hanja kurang tidur karena anak malam? sering menangis, tangkis Arni. Tetapi selain itu, pasti ada lagi jang sedang diderita. Perpisahan dengan suami, sa- tu diantaranja mungkin. Arni hanja menduduk. Bajinja su- dah tidur. Apa jang kuraba pasti betul. Karena aku mendapat pula se putjuk surat dari Sulawesi. Maklum baru pertama ini ber- pisah. Bersalin lagi, tanpa di- tunggu suam...
294810
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Wadjahmu putjat, djeng. Apa
sedang sakit?
Tidak bu. Hanja kurang tidur
karena anak malam? sering
menangis, tangkis Arni.
Tetapi selain itu, pasti ada
lagi jang sedang diderita.
Perpisahan dengan suami, sa-
tu diantaranja mungkin. Arni
hanja menduduk. Bajinja su-
dah tidur.
Apa jang kuraba pasti betul.
Karena aku mendapat pula se
putjuk surat dari Sulawesi.
Maklum baru pertama ini ber-
pisah. Bersalin lagi, tanpa di-
tunggu suami. Kalau boleh
ibu ingin memberi sekedar
pemandangan. Tetapi tentang
pertimbangannja terserah pa- .
da djeng Arsin sendiri. Suami
mu adalah Tentara. Masuk-
nja bukan karena dipaksa
atau terdorong oleh panggi-
lan perut. Tetapi berdasar-
kan rela berkorban untuk
membela nusa bangsanja. Dia
sudah tjinta pada pekerdjaan-
nja, jang dianggap mulia itu.
MALARIA,
Sembuhkanlah demam malaria dengan
. obat rakjat, hasil dari tanah air kita: /
TABLET KINA /
Djuga tukang djualan mempunjai satu tugas dalam lapangan pereko-
nomian. Dikebanjakan daerah diseluruh Indonesia njamuk malaria
Itu mengintai tukang djual Ini dan semua manusia jang sehat. Ba-
rang siapa, jang sakit demam-malaria, tidak dapat bekerdja.
Bumi Indonesia jang kaja raya dan Industri kita sendiri menghka-
silkan TABLET KINA, obat jang mudjarrab untuk demam-malaria.
Kini disuruh keluar begitu
sadja, mereka merasa keberat
an. Akibatnja bimbang. Pikir
annja selalu terlibat oleh per-
tentangan keluar dan tidaknja
dari Tentara. Dan seterusnja
morilnja rusak. Semangat ber
tempurnja hilang. Tidak sedi-
kit orang gugur atau luka?
karena melamunkan sesuatu
diwaktu bertempur. Mungkin
suamimu kalau terus? mela-
mun termasuk diantaranja. Ar
ni mendengarkan sambil me-
nangis. Anaknja turut pula
menangis seakan membenar-
kan tjeramah bu Kapten. De-
ngan terisak Arni menjumbat
mulut anaknja dengan tetek-
nja.
Sekarang mendjadi kewadiji-
banmu untuk mengembalikan
moril dik Arsin. Hiburlah dia,
tenangkanlah fikirannja.
Tjabut permintaanmu. Arni
hanja meng-angguk?an tanpa
kata karena mulutnja mena-
han isakan.
Ternjata sedjak kedatangan
BANDUNGSCHE KININEFABRIEK
INDON. COMB. V. CHEM.
INDUSTRIE N.V.
|
bu Kapten terbit padjar baru
dalam kemendungan hati Ar
ni. Ditulisnja seputjuk surat
dengan isi apa jang dipesan-
kan ibu Kapten. Arisn pun tu
rut lega. Pasukannja begitu
pula
Djeng, besok aku berangkat
lagi, utjap Arsin sambil mera-
patkan pada sisi isterinja jang
sedang menjusui anaknja.
Kemana ?
Ke Sulawesi, kemana lagi.
— Lho, mengapa ? Baru 2 bulan
—.
A1 Penjakit Rakjat No.1
Naa AMMY (kh
“N
dirumah sekarang harus ber-
angkat lagi.
Itulah. Tentara bergerak ka-
rena perintah. Siapkan sadja
pakaian?ku. Djangan banjak
bertanjak.
Selamat berdjuang, mas ! dja-
wab isterinja sambil bangkit
menudju kealmari pakaian.
Mengapa tidak menangis eng-
kau sekarang, djeng.
Arsin sekarang adalah Arsin
dulu. Tetapi Arni sekarang
lain dengan Arni dulu! dja-
wab Arni.
Pe<noinclude></noinclude>
g2vrtcdsxt28exkk4ebi9niv8c4k3g3
294859
294810
2026-05-14T02:57:50Z
Lutfiyatun
26681
294859
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>— Wadjahmu putjat, djeng. Apa sedang sakit?
— Tidak bu. Hanja kurang tidur karena anak malam² sering
menangis, tangkis Arni.
— Tetapi selain itu, pasti ada lagi jang sedang diderita. Perpisahan dengan suami, satu diantaranja mungkin. Arni hanja menduduk. Bajinja sudah tidur.
— Apa jang kuraba pasti betul. Karena aku mendapat pula seputjuk surat dari Sulawesi. Maklum baru pertama ini berpisah. Bersalin lagi, tanpa ditunggu suami. Kalau boleh ibu ingin memberiekedar
pemandangan. Tetapi tentang pertimbangannja terserah pada djeng Arsin sendiri. Suami mu adalah Tentara. Masuknja bukan karena dipaksa atau terdorong oleh panggilan perut. Tetapi berdasar-
kan rela berkorban untuk membela nusa bangsanja. Dia sudah tjinta pada pekerdjaannja, jang dianggap mulia itu.
Sembuhkanlah demam malaria dengan obat rakjat, hasil dari tanah air kita: /
TABLET KINA /
Djuga tukang djualan mempunjai satu tugas dalam lapangan pereko-
nomian. Dikebanjakan daerah diseluruh Indonesia njamuk malaria
Itu mengintai tukang djual Ini dan semua manusia jang sehat. Ba-
rang siapa, jang sakit demam-malaria, tidak dapat bekerdja.
Bumi Indonesia jang kaja raya dan Industri kita sendiri menghka-
silkan TABLET KINA, obat jang mudjarrab untuk demam-malaria.
Kini disuruh keluar begitu
sadja, mereka merasa keberat
an. Akibatnja bimbang. Pikir
annja selalu terlibat oleh per-
tentangan keluar dan tidaknja
dari Tentara. Dan seterusnja
morilnja rusak. Semangat ber
tempurnja hilang. Tidak sedi-
kit orang gugur atau luka?
karena melamunkan sesuatu
diwaktu bertempur. Mungkin
suamimu kalau terus? mela-
mun termasuk diantaranja. Ar
ni mendengarkan sambil me-
nangis. Anaknja turut pula
menangis seakan membenar-
kan tjeramah bu Kapten. De-
ngan terisak Arni menjumbat
mulut anaknja dengan tetek-
nja.
Sekarang mendjadi kewadiji-
banmu untuk mengembalikan
moril dik Arsin. Hiburlah dia,
tenangkanlah fikirannja.
Tjabut permintaanmu. Arni
hanja meng-angguk?an tanpa
kata karena mulutnja mena-
han isakan.
Ternjata sedjak kedatangan
BANDUNGSCHE KININEFABRIEK
INDON. COMB. V. CHEM.
INDUSTRIE N.V.
|
bu Kapten terbit padjar baru
dalam kemendungan hati Ar
ni. Ditulisnja seputjuk surat
dengan isi apa jang dipesan-
kan ibu Kapten. Arisn pun tu
rut lega. Pasukannja begitu
pula
Djeng, besok aku berangkat
lagi, utjap Arsin sambil mera-
patkan pada sisi isterinja jang
sedang menjusui anaknja.
Kemana ?
Ke Sulawesi, kemana lagi.
— Lho, mengapa ? Baru 2 bulan
—.
A1 Penjakit Rakjat No.1
Naa AMMY (kh
“N
dirumah sekarang harus ber-
angkat lagi.
Itulah. Tentara bergerak ka-
rena perintah. Siapkan sadja
pakaian?ku. Djangan banjak
bertanjak.
Selamat berdjuang, mas ! dja-
wab isterinja sambil bangkit
menudju kealmari pakaian.
Mengapa tidak menangis eng-
kau sekarang, djeng.
Arsin sekarang adalah Arsin
dulu. Tetapi Arni sekarang
lain dengan Arni dulu! dja-
wab Arni.
Pe<noinclude></noinclude>
dutf4yk0mdb6o61klu95jq3bn0lenqn
294956
294859
2026-05-14T04:48:50Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
294956
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>— Wadjahmu putjat, djeng. Apa sedang sakit?
— Tidak bu. Hanja kurang tidur karena anak malam² sering
menangis, tangkis Arni.
— Tetapi selain itu, pasti ada lagi jang sedang diderita. Perpisahan dengan suami, satu diantaranja mungkin. Arni hanja menduduk. Bajinja sudah tidur.
— Apa jang kuraba pasti betul. Karena aku mendapat pula seputjuk surat dari Sulawesi. Maklum baru pertama ini berpisah. Bersalin lagi, tanpa ditunggu suami. Kalau boleh ibu ingin memberiekedar
pemandangan. Tetapi tentang pertimbangannja terserah pada djeng Arsin sendiri. Suami mu adalah Tentara. Masuknja bukan karena dipaksa atau terdorong oleh panggilan perut. Tetapi berdasar-
kan rela berkorban untuk membela nusa bangsanja. Dia sudah tjinta pada pekerdjaannja, jang dianggap mulia itu.
Kini disuruh keluar begitu sadja, mereka merasa keberatan. Akibatnja bimbang. Pikirannja selalu terlibat oleh pertentangan keluar dan tidaknja dari Tentara. Dan seterusnja morilnja rusak. Semangat bertempurnja hilang. Tidak sedikit orang gugur atau luka karena melamunkan sesuatu diwaktu bertempur. Mungkin suamimu kalau terus² melamun termasuk diantaranja. Arni mendengarkan sambil menangis. Anaknja turut pula menangis seakan membenarkan tjeramah bu Kapten. Dengan terisak Arni menjumbat
mulut anaknja dengan teteknja.
— Sekarang mendjadi kewadijibanmu untuk mengembalikan moril dik Arsin. Hiburlah dia, tenangkanlah fikirannja. Tjabut permintaanmu. Arni hanja meng-angguk²an tanpa kata karena mulutnja menahan isakan.
Ternjata sedjak kedatangan bu Kapten terbit padjar baru dalam kemendungan hati Arni. Ditulisnja seputjuk surat dengan isi apa jang dipesankan ibu Kapten. Arisn pun turut lega. Pasukannja begitu pula
— Djeng, besok aku berangkat lagi, utjap Arsin sambil merapatkan pada sisi isterinja jang sedang menjusui anaknja.
— Kemana
— Ke Sulawesi, kemana lagi.
— Lho, mengapa? Baru 2 bulan dirumah sekarang harus berangkat lagi.
— Itulah. Tentara bergerak karena perintah. Siapkan sadja
pakaian²ku. Djangan banjak bertanjak.
— Selamat berdjuang, mas ! djawab isterinja sambil bangkitmenudju kealmari pakaian.
— Mengapa tidak menangis engkau sekarang, djeng.
— Arsin sekarang adalah Arsin dulu. Tetapi Arni sekarang lain dengan Arni dulu! djawab Arni.
{{c|—.—}}<noinclude></noinclude>
mi3x3d7t8wy98c2padl5g8sqx7hqy8r
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/602
104
104394
294811
2026-05-14T01:31:12Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '“pentingan Caltex didaerah ter- “sebut, dapat dikatakan disini, “bahwa kita telah dihindarkan ' dari bahaja intervensi asing, me- ngingat bahwa adanja beberapa kekuatan kapal asing jang telah “disiapkan untuk melindungi ke- ' pentingan Amerika Serikat di ' Riau Daratan. — Pada saat jang bersamaan pa- sukan ,,Kantjil'" jang dipimpin oleh Major Angkatan Laut Indera Subagio berhasil menduduki Pak- ning dan pada tanggal 16 Maret maka k...
294811
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>“pentingan Caltex didaerah ter-
“sebut, dapat dikatakan disini,
“bahwa kita telah dihindarkan
' dari bahaja intervensi asing, me-
ngingat bahwa adanja beberapa
kekuatan kapal asing jang telah
“disiapkan untuk melindungi ke-
' pentingan Amerika Serikat di
' Riau Daratan.
— Pada saat jang bersamaan pa-
sukan ,,Kantjil'" jang dipimpin
oleh Major Angkatan Laut Indera
Subagio berhasil menduduki Pak-
ning dan pada tanggal 16 Maret
maka kota Siak Seri Indera Pura
djuga telah dibebaskan dari ta-
ngan kaum pemberontak.
Selandjutnja pada tanggal 22
- Maret pasukan RPKAD telah
merebut Rengat, Aer Molek dan
“ Japangan terbang Djapura, se-
. dang di Rengat ada dua kompi
- pemberontak jang telah mengga-
bungkan diri dengan APRI.
Maka dengan demikian dapat-
“lah diterangkan disini bahwa
. seluruh daratan Riau telah dibe-
“ baskan dari tjengkeraman pem-
berontak, 13 hari setelah pasukan
| Sole Agent:
Pusat: DJAKARTA
Dalan Tengkeh No. 1
Tilp. Kota 8, 9, 10, 11
Kantor? Tjabang :
BANDUNG — SEMARANG
SURABAJA — BANDJARMASIN
MEDAN
Komando Tegas memasuki da-
erah tersebut, jaitu pada tanggal
25 Maret 1958 dengan korban
jang tak berarti.
Sementara pasukan? kita berge-
rak itu, maka radio pemberontak
tidak ada henti?nja menjiarkan
berita? bohong dan propaganda
kosong, jaitu antara lain bahwa
anggota APRI suka memper-
kosa wanita?, bahwa penerbang?
AURI terdiri dari orang? Rusia,
dan bahwa tentera kita adalah
tentera komunis.
Bahwasanja berita? itu merupa-
kan propaganda jang hanja hen-
dak menjesatkan pikiran rakjat
telah dibuktikan sendiri oleh
serombongan wartawan asing
dari beberapa negara Barat dan
Timur jang dipersilahkan oleh
Kepala Penerangan Angkatan
Darat untuk menindjau Pakan-
baru, jang baru diduduki oleh
APRI selama 10 hari.
Operasi 17 Agustus :
Operasi 17 Agustus bermaksud
Olympia
Mesin tulis
melikwidasi kekuatan pemberon-
tak diwilajah Sumatera Barat
dengan serbuan dari pantai Barat.
Operasi ini dipimpin oleh Ko-
lonel Achmad Jani, Deputy 1
KSAD. Dalam pada itu dimak-
sudkan pula untuk segera dapat
merebut kota Padang dan Bukit
Tinggi, karena kedua kota itu
didjadikan pusat pemerintahan
pemberontak PRRI, sehingga
djatuhnja kedua kota tersebut
sudah tentu mempunjai arti politis
jang penting sekali.
Walaupun telah diperkirakan
semula tentang moril jang rendah
dari pihak militer pembrontak dan
hal? lain jang dianggap. dapat
mengentengkan operasi ini, na-
mun pimpinan. APRI selalu ber-
buat hati? dalam merentjanakan
Operasi ini.
Faktor? jang sebenarnja dapat
dianggap sebagai mengentengkan
operasi itu selain dari faktor moril
dan nilai bertempur dari pasukan?
- pemberontak, dapat disebut disini
adanja perlawanan? dari kalangan
potensi pemberontak sendiri.
type ,,ROBUST”
Untuk dipakai dalam
FILD — OPERATION
oleh ke-TENTARAAN
WATERPROOF
SCHOCKPROOF
Bei aBa apa po RE ARA<noinclude></noinclude>
701756ilnetm00p6xv1r725i770g4ur
294856
294811
2026-05-14T02:54:46Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
294856
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>pentingan Caltex didaerah tersebut, dapat dikatakan disini, bahwa kita telah dihindarkan dari bahaja intervensi asing, mengingat bahwa adanja beberapa kekuatan kapal asing jang telah
disiapkan untuk melindungi ke pentingan Amerika Serikat di Riau Daratan.
Pada saat jang bersamaan pasukan „Kantjil'" jang dipimpin oleh Major Angkatan Laut Indera Subagio berhasil menduduki Pakning dan pada tanggal 16 Maret maka kota Siak Seri Indera Pura djuga telah dibebaskan dari tangan kaum pemberontak.
Selandjutnja pada tanggal 22 Maret pasukan RPKAD telah merebut Rengat, Aer Molek dan lapangan terbang Djapura, sedang di Rengat ada dua kompi pemberontak jang telah menggabungkan diri dengan APRI.
Maka dengan demikian dapat lah diterangkan disini bahwa seluruh daratan Riau telah dibebaskan dari tjengkeraman pemberontak, 13 hari setelah pasukan Komando Tegas memasuki daerah tersebut, jaitu pada tanggal 25 Maret 1958 dengan korban jang tak berarti.
Sementara pasukan? kita bergerak itu, maka radio pemberontak
tidak ada henti?nja menjiarkan berita² bohong dan propaganda
kosong, jaitu antara lain bahwa anggota APRI suka memperkosa wanita², bahwa penerbang² AURI terdiri dari orang² Rusia, dan bahwa tentera kita adalah tentera komunis.
Bahwasanja berita? itu merupa kan propaganda jang hanja hendak menjesatkan pikiran rakjat telah dibuktikan sendiri oleh serombongan wartawan asing dari beberapa negara Barat dan Timur jang dipersilahkan oleh Kepala Penerangan Angkatan Darat untuk menindjau Pakanbaru, jang baru diduduki oleh APRI selama 10 hari.
'''Operasi 17 Agustus :'''
Operasi 17 Agustus bermaksud melikwidasi kekuatan pemberontak diwilajah Sumatera Barat dengan serbuan dari pantai Barat.
Operasi ini dipimpin oleh Kolonel Achmad Jani, Deputy 1 KSAD. Dalam pada itu dimaksudkan pula untuk segera dapat merebut kota Padang dan Bukit Tinggi, karena kedua kota itu didjadikan pusat pemerintahan pemberontak PRRI, sehingga djatuhnja kedua kota tersebut sudah tentu mempunjai arti politis jang penting sekali.
Walaupun telah diperkirakan semula tentang moril jang rendah
dari pihak militer pembrontak dan hal² lain jang dianggap. dapat
mengentengkan operasi ini, namun pimpinan. APRI selalu berbuat hati² dalam merentjanakan Operasi ini.
Faktor² jang sebenarnja dapat dianggap sebagai mengentengkan operasi itu selain dari faktor moril dan nilai bertempur dari pasukan² pemberontak, dapat disebut disini adanja perlawanan² dari kalangan potensi pemberontak sendiri.<noinclude>{{rh|12}}</noinclude>
trlzn37q4nslh0m22i4521i0k00dlxd
294857
294856
2026-05-14T02:55:12Z
Lutfiyatun
26681
294857
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>pentingan Caltex didaerah tersebut, dapat dikatakan disini, bahwa kita telah dihindarkan dari bahaja intervensi asing, mengingat bahwa adanja beberapa kekuatan kapal asing jang telah
disiapkan untuk melindungi ke pentingan Amerika Serikat di Riau Daratan.
Pada saat jang bersamaan pasukan „Kantjil” jang dipimpin oleh Major Angkatan Laut Indera Subagio berhasil menduduki Pakning dan pada tanggal 16 Maret maka kota Siak Seri Indera Pura djuga telah dibebaskan dari tangan kaum pemberontak.
Selandjutnja pada tanggal 22 Maret pasukan RPKAD telah merebut Rengat, Aer Molek dan lapangan terbang Djapura, sedang di Rengat ada dua kompi pemberontak jang telah menggabungkan diri dengan APRI.
Maka dengan demikian dapat lah diterangkan disini bahwa seluruh daratan Riau telah dibebaskan dari tjengkeraman pemberontak, 13 hari setelah pasukan Komando Tegas memasuki daerah tersebut, jaitu pada tanggal 25 Maret 1958 dengan korban jang tak berarti.
Sementara pasukan? kita bergerak itu, maka radio pemberontak
tidak ada henti?nja menjiarkan berita² bohong dan propaganda
kosong, jaitu antara lain bahwa anggota APRI suka memperkosa wanita², bahwa penerbang² AURI terdiri dari orang² Rusia, dan bahwa tentera kita adalah tentera komunis.
Bahwasanja berita? itu merupa kan propaganda jang hanja hendak menjesatkan pikiran rakjat telah dibuktikan sendiri oleh serombongan wartawan asing dari beberapa negara Barat dan Timur jang dipersilahkan oleh Kepala Penerangan Angkatan Darat untuk menindjau Pakanbaru, jang baru diduduki oleh APRI selama 10 hari.
'''Operasi 17 Agustus :'''
Operasi 17 Agustus bermaksud melikwidasi kekuatan pemberontak diwilajah Sumatera Barat dengan serbuan dari pantai Barat.
Operasi ini dipimpin oleh Kolonel Achmad Jani, Deputy 1 KSAD. Dalam pada itu dimaksudkan pula untuk segera dapat merebut kota Padang dan Bukit Tinggi, karena kedua kota itu didjadikan pusat pemerintahan pemberontak PRRI, sehingga djatuhnja kedua kota tersebut sudah tentu mempunjai arti politis jang penting sekali.
Walaupun telah diperkirakan semula tentang moril jang rendah
dari pihak militer pembrontak dan hal² lain jang dianggap. dapat
mengentengkan operasi ini, namun pimpinan. APRI selalu berbuat hati² dalam merentjanakan Operasi ini.
Faktor² jang sebenarnja dapat dianggap sebagai mengentengkan operasi itu selain dari faktor moril dan nilai bertempur dari pasukan² pemberontak, dapat disebut disini adanja perlawanan² dari kalangan potensi pemberontak sendiri.<noinclude>{{rh|12}}</noinclude>
rzr9czdqwzm4ek2yqqbovzn2vycrpxz
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/121
104
104395
294812
2026-05-14T01:40:04Z
Aeia aai
24023
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '《Madjalah DJALAN SEGARA 5 DJAKARTA OP. 1100/38 Djakarta Pentjetak Djatop AD. Gambar Kulit Dalam latihan Kesehatan | Lapangan usaha untuk me- njelamatkan para korban pertempuran, harus dapat di kerdjakan dengan djalan Tampak dalam gambar se- orang korban sedang diang- kat dengan tali menudju ke- tempat jang aman. Angkatan Darat No. 5 MEI 1957 th. VIL <u>{''Tadjuk Rentjana:''</u> {{c|{{font-size|250%|'''SEKALI LAGI S...
294812
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>《Madjalah
DJALAN SEGARA 5
DJAKARTA
OP. 1100/38
Djakarta
Pentjetak Djatop AD.
Gambar Kulit
Dalam latihan Kesehatan
| Lapangan usaha untuk me-
njelamatkan para korban
pertempuran, harus dapat di
kerdjakan dengan djalan
Tampak dalam gambar se-
orang korban sedang diang-
kat dengan tali menudju ke-
tempat jang aman.
Angkatan Darat No. 5 MEI 1957 th. VIL
<u>{''Tadjuk Rentjana:''</u>
{{c|{{font-size|250%|'''SEKALI LAGI SEDARLAH.'''}}}}
Dalam nomor madjalah ini bulan j.l. telah dikemukakan, bahwa jang
diperlukan sekarang ini jalah : KESADARAN dan PENGERTIAN tentang
keadaan kita sekarang, agar masing? dapat ikut membantu pertumbuhan
Negara dan Angkatan Perang kita kearah kehidupan Kenegaraan dan Ke-
tentaraan jang sehat.
Untuk ini perlu kiranja disini disitir amanat Panglima Tertinggi jang
ditudjukan chusus untuk menerbitkan kehidupan golongan? jang ada da-
lam masjarakat kita. Dalam amanat itu dapat diambil intisarinja a.l. sbb:
»Kepada golongan militer diperintahkan supaja berpikir dan bertin-
dak setjara militer dan djangan sebagai politikus atau sebagai pe-
ngusaha. Kepada kaum politici diandjurkan supaja berpikir dan
bertindak dalam bidangnja sendiri, jalah bidang politik dan djangan
sebagai militer dan pengusaha. Dan kepada kaum pengusaha dian-
djurkan supaja berpikir dan bertindak sebagai pengusaha dan dja-
ngan, seperti jang dilihat sekarang, banjak kaum pengusaha jang
mengantongi beberapa matjam tanda anggauta party agar mudah
mendapatkan lisensi .
Demikianlah kira? intisari dari amanat beliau. Tegas dan djelas.
Dan memang harus diakui, bahwa sekarang ini memang banjak oknum?
jang merangkap? demikian itu, maka tak mengherankan, apabila keadaan
lalu mendjadi katjau.
Berulang kali pimpinan Angkatan Darat, dan chususnja KSAD, mem-
beri pesan kepada kita, supaja kita waspada, terhadap orang? bukan mi-
liter jang berusaha mempergunakan golongan militer guna tudjuan? poli-
tik dan tudjuan komeriil lainnja. Kiranja sudah masanja, kita menertib-
kan diri kita sendiri, tegasnja marilah kita sebagai militer berpikir setjara
militer dan bertindak setjara militer pula. Hal ini perlu ditekankan disini
agar supaja kita dapat menjumbangkan diri kita guna pertumbuhan Ne-
gara kearah jang kita tjita?kan semula.
Hsn.
SA
》<noinclude></noinclude>
fhxh4enzir4kts2ttobnz3x7dsk2i43
294988
294812
2026-05-14T05:27:09Z
Aeia aai
24023
/* Telah diuji baca */
294988
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /></noinclude>{{border|1=
{{col-begin}}
{{col-2}}
Madjalah
{{c|{{font-size|150%|ANGKATAN DARAT}}}}
{{c|DJALAN SEGARA 5<br>DJAKARTA <br>*}}
Diselenggarakan untuk:
{{c|Membina Semangat<br>Pertahanan Nasional<br>untuk<br>Tentara dan Rakjat<br>*}}
{{c|TERBIT SEKALI SEBULAN<br>*}}
Redaksi-Administrasi
PENERAPAN ANGKATAN DARAT
Tlpon: OP. 1700/33
{{c|Djakarta<br>*}}
Penerbit:
{{c|Penerangan Angkatan Darat<br>*}}
{{c|'''Pentjetak Djatop AD.'''}}
{{rule}}
{{c|'''Gambar Kulit'''}}
Dalam latihan Kesehatan Lapangan usaha untuk menjelamatkan para korban pertempuran, harus dapat di kerdjakan dengan djalan apapun.
Tampak dalam gambar seorang korban sedang diangkat dengan tali menudju ketempat jang aman.
{{col-2}}
{{col-end}}}}
<u>{{font-size|150%|'''Angkatan Darat No. 5 MEI 1957 th. VII.'''}}</u>
<u>{{font-size|150%|''Tadjuk Rentjana:''}}</u>
{{c|{{font-size|200%|'''SEKALI LAGI SEDARLAH.'''}}}}
Dalam nomor madjalah ini bulan j.l. telah dikemukakan, bahwa jang
diperlukan sekarang ini jalah : KESADARAN dan PENGERTIAN tentang
keadaan kita sekarang, agar masing² dapat ikut membantu pertumbuhan
Negara dan Angkatan Perang kita kearah kehidupan Kenegaraan dan Ketentaraan jang sehat.
Untuk ini perlu kiranja disini disitir amanat Panglima Tertinggi jang ditudjukan chusus untuk menerbitkan kehidupan golongan² jang ada dalam masjarakat kita. Dalam amanat itu dapat diambil intisarinja a.l. sbb:
{{hii|2|0}}
„Kepada golongan militer diperintahkan supaja berpikir dan bertindak setjara militer dan djangan sebagai politikus atau sebagai pengusaha. Kepada kaum politici diandjurkan supaja berpikir dan bertindak dalam bidangnja sendiri, jalah bidang politik dan djangan
sebagai militer dan pengusaha. Dan kepada kaum pengusaha diandjurkan supaja berpikir dan bertindak sebagai pengusaha dan djangan, seperti jang dilihat sekarang, banjak kaum pengusaha jang mengantongi beberapa matjam tanda anggauta party agar mudah mendapatkan lisensi'.
{{div end}}
Demikianlah kira² intisari dari amanat beliau. Tegas dan djelas.
Dan memang harus diakui, bahwa sekarang ini memang banjak oknum²
jang merangkap² demikian itu, maka tak mengherankan, apabila keadaan
lalu mendjadi katjau.
Berulang kali pimpinan Angkatan Darat, dan chususnja KSAD, memberi pesan kepada kita, supaja kita waspada, terhadap orang² bukan militer jang berusaha mempergunakan golongan militer guna tudjuan² politik dan tudjuan komeriil lainnja. Kiranja sudah masanja, kita menertibkan diri kita sendiri, tegasnja marilah kita sebagai militer berpikir setjara militer dan bertindak setjara militer pula. Hal ini perlu ditekankan disini agar supaja kita dapat menjumbangkan diri kita guna pertumbuhan Negara kearah jang kita tjita²kan semula.
{{block right|align=center|Hsn.}}
{{gambar hilang}}<noinclude></noinclude>
limx4gcr6bgg3phmdb1nabph3ahizy5
295096
294988
2026-05-14T08:36:42Z
Aeia aai
24023
295096
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /></noinclude>{{border|max-width=25em|
Madjalah
{{c|{{font-size|150%|ANGKATAN DARAT}}}}
{{c|DJALAN SEGARA 5<br>'''DJAKARTA'''<br>*}}
'''Diselenggarakan untuk:'''
{{c|Membina Semangat<br>Pertahanan Nasional<br>untuk<br>Tentara dan Rakjat<br>*}}
{{c|TERBIT SEKALI SEBULAN<br>*}}
'''Redaksi-Administrasi'''
PENERAPAN ANGKATAN DARAT
Tlpon: OP. 1700/33
{{c|Djakarta<br>*}}
'''Penerbit:'''
{{c|Penerangan Angkatan Darat<br>*}}
{{c|'''Pentjetak Djatop AD.'''}}
{{rule}}
{{c|'''Gambar Kulit'''}}
Dalam latihan Kesehatan Lapangan usaha untuk menjelamatkan para korban pertempuran, harus dapat di kerdjakan dengan djalan apapun.
Tampak dalam gambar seorang korban sedang diangkat dengan tali menudju ketempat jang aman.
}}
<u>{{font-size|150%|'''Angkatan Darat No. 5 MEI 1957 th. VII.'''}}</u>
<u>{{font-size|150%|''Tadjuk Rentjana:''}}</u>
{{c|{{font-size|200%|'''SEKALI LAGI SEDARLAH.'''}}}}
Dalam nomor madjalah ini bulan j.l. telah dikemukakan, bahwa jang
diperlukan sekarang ini jalah : KESADARAN dan PENGERTIAN tentang
keadaan kita sekarang, agar masing² dapat ikut membantu pertumbuhan
Negara dan Angkatan Perang kita kearah kehidupan Kenegaraan dan Ketentaraan jang sehat.
Untuk ini perlu kiranja disini disitir amanat Panglima Tertinggi jang ditudjukan chusus untuk menerbitkan kehidupan golongan² jang ada dalam masjarakat kita. Dalam amanat itu dapat diambil intisarinja a.l. sbb:
{{hii|2|0}}
„Kepada golongan militer diperintahkan supaja berpikir dan bertindak setjara militer dan djangan sebagai politikus atau sebagai pengusaha. Kepada kaum politici diandjurkan supaja berpikir dan bertindak dalam bidangnja sendiri, jalah bidang politik dan djangan
sebagai militer dan pengusaha. Dan kepada kaum pengusaha diandjurkan supaja berpikir dan bertindak sebagai pengusaha dan djangan, seperti jang dilihat sekarang, banjak kaum pengusaha jang mengantongi beberapa matjam tanda anggauta party agar mudah mendapatkan lisensi'.
{{div end}}
Demikianlah kira² intisari dari amanat beliau. Tegas dan djelas.
Dan memang harus diakui, bahwa sekarang ini memang banjak oknum²
jang merangkap² demikian itu, maka tak mengherankan, apabila keadaan
lalu mendjadi katjau.
Berulang kali pimpinan Angkatan Darat, dan chususnja KSAD, memberi pesan kepada kita, supaja kita waspada, terhadap orang² bukan militer jang berusaha mempergunakan golongan militer guna tudjuan² politik dan tudjuan komeriil lainnja. Kiranja sudah masanja, kita menertibkan diri kita sendiri, tegasnja marilah kita sebagai militer berpikir setjara militer dan bertindak setjara militer pula. Hal ini perlu ditekankan disini agar supaja kita dapat menjumbangkan diri kita guna pertumbuhan Negara kearah jang kita tjita²kan semula.
{{block right|align=center|Hsn.}}
{{gambar hilang}}<noinclude></noinclude>
g09y6jhbe74opcgx08v7b2go4kg6ltx
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/242
104
104396
294816
2026-05-14T01:54:42Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
294816
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>'''ILMU BAHASA'''
{|style="width:100%; table-layout:fixed;"
|-
|style="width:2%;" | ||style="width:40%;" | absorption || style="width:5%;" | - || style="width:40%;" | penjerapan
|-
| | ||assumption || - || pratanggap
|-
| | ||diacritic mark || - || tanda pembeda
|-
| | ||dictionary entry || - || mata kamus
|-
| | ||final accent || - || tekanan achir
|-
| | ||final stress || - || ---- final accent
|-
| | ||homonymous || - || (kata) seutjap, homonim
|-
| | ||homophonous || - || (kata) sebunji, homofon
|-
| | ||imagery || - || pembajangan
|-
| | ||imitative theory || - || teori tiru
|-
| | ||medial accent || - || tekanan tengah
|-
| | ||medial stress || - || tekanan tengah
|-
| | ||merger || - || penunggalan
|-
| | ||minimal pair || - || pasangan minimal
|-
| | ||minus feature || - || tjiri kurangan
|-
| | ||non-fiction || - || bukan rekaan
|-
| | ||overdifferentiation || - || pembedaan lebih
|-
| | ||percussor || - || pemantik
|-
| | ||polysyllabism || - || pantjasukuan
|-
| | ||underdifferentiation || - || pembedaan kurang
|-
|}
KESEDJAHTERAAN KELUARGA<br>
{|style="width:100%; table-layout:fixed;"
|-
|style="width:2%;" | ||style="width:40%;" | abrasion finish || style="width:5%;" | - || style="width:40%;" | penjempurnaan tahan-gesek
|-
| | ||abrasion resistance || - || tahan gesek
|-
| | ||antibacterial finish || - || penjempurnaan antibakteri
|-
| | ||course || - || alur radjut melintang
|-
| | ||double weave || - || tenunan rangkap
|-
| | ||flame resistance || - || tahan-njala
|-
| | ||germicidal finish || - || penjempurnaan antibakteri
|-
| | ||high tenacity || - || daja liat tinggi
|-
| | ||leno-weave || - || tenunan leno ''[''sematjam tenunan djarang'']''
|-
| | ||mildew resistance || - || tahan-tjendawan
|-
| | ||pile-weave || - || tenunan bulu
|}<noinclude>{{rh|||22}}</noinclude>
btd9wv61q2hetlh6khobx0ta57y5eol
294817
294816
2026-05-14T01:56:23Z
Moel81
25980
294817
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>'''ILMU BAHASA'''
{|style="width:100%; table-layout:fixed;"
|-
|style="width:2%;" | ||style="width:40%;" | absorption || style="width:5%;" | - || style="width:40%;" | penjerapan
|-
| | ||assumption || - || pratanggap
|-
| | ||diacritic mark || - || tanda pembeda
|-
| | ||dictionary entry || - || mata kamus
|-
| | ||final accent || - || tekanan achir
|-
| | ||final stress || - || ---- final accent
|-
| | ||homonymous || - || (kata) seutjap, homonim
|-
| | ||homophonous || - || (kata) sebunji, homofon
|-
| | ||imagery || - || pembajangan
|-
| | ||imitative theory || - || teori tiru
|-
| | ||medial accent || - || tekanan tengah
|-
| | ||medial stress || - || tekanan tengah
|-
| | ||merger || - || penunggalan
|-
| | ||minimal pair || - || pasangan minimal
|-
| | ||minus feature || - || tjiri kurangan
|-
| | ||non-fiction || - || bukan rekaan
|-
| | ||overdifferentiation || - || pembedaan lebih
|-
| | ||percussor || - || pemantik
|-
| | ||polysyllabism || - || pantjasukuan
|-
| | ||underdifferentiation || - || pembedaan kurang
|-
|}
<br>
'''KESEDJAHTERAAN KELUARGA'''
{|style="width:100%; table-layout:fixed;"
|-
|style="width:2%;" | ||style="width:40%;" | abrasion finish || style="width:5%;" | - || style="width:40%;" | penjempurnaan tahan-gesek
|-
| | ||abrasion resistance || - || tahan gesek
|-
| | ||antibacterial finish || - || penjempurnaan antibakteri
|-
| | ||course || - || alur radjut melintang
|-
| | ||double weave || - || tenunan rangkap
|-
| | ||flame resistance || - || tahan-njala
|-
| | ||germicidal finish || - || penjempurnaan antibakteri
|-
| | ||high tenacity || - || daja liat tinggi
|-
| | ||leno-weave || - || tenunan leno ''[''sematjam tenunan djarang'']''
|-
| | ||mildew resistance || - || tahan-tjendawan
|-
| | ||pile-weave || - || tenunan bulu
|}<noinclude>{{rh|||22}}</noinclude>
nbqgkexymh2qzfgcvw8oq7fau4kfc82
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/243
104
104397
294818
2026-05-14T02:11:49Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
294818
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>{|style="width:100%; table-layout:fixed;"
|-
|style="width:2%;" | || style="width:40%;" | plain knit || style="width:5%;" | - || style="width:40%;" | radjutan lurus
|-
| | ||plain stitch || - || tusuk lurus
|-
| | ||purl stitch || - || tusuk sungsang
|-
| | ||rib knit || - || radjutan sungsang
|-
| | ||rot resistance || - || tahan-busuk
|-
| | ||saponification || - || penjabunan
|-
| | ||wale || - || alur radjut tegak
|-
| | ||soil and stain resistance finish || - || penjempurnaan tahan kotoran dan noda
|-
|}
<br>
'''KEDOKTERAN'''
{|style="width:100%; table-layout:fixed;"
|-
|style="width:2%;" | ||style="width:40%;" | obductie || style="width:5%;" | - || style="width:40%;" | (periksa) buka majat
|-
| | ||obesitas || - || penjakit tambun
|-
| | ||obligate parasiet || - || parasit perlu mangsa
|-
| | ||obliteratie || - || tumbuh tutup
|-
| | ||paedatrophia || - || lisut anak
|-
| | ||paederastie || - || semburit
|-
| | ||radiair || - || mendjari, bentuk sinar
|-
| | ||radiatie || - || pendjarian, sinaran, pantjaran
|-
| | ||radicale operatie || - || operasi sampai keakar
|-
| | ||saccharomyces || - || djamur ragi
|-
| | ||saccus || - || pundi
|-
| | ||sacraalwervel || - || ruas tulang kelangkang
|-
| | ||taai sputum || - || riak liat
|-
| | ||tachycardie || - || djantung-tjepat
|-
| | ||tachypneu || - || nafas-tjepat
|-
| | ||Überanstrengung || - || ati-tekun
|-
| | ||Übertragung ''[''Krankheit'']'' || - || pemindahan ''[''penjakit'']''
|-
| | ||ubiquitair (v bacteriën) || - || bakteri semesta
|-
| | ||uitbloeden || - || mengetus darah
|-
| | ||xanthopsia || - || penglihatan kuning
|-
|}
<br>
'''TEKNIK'''
{|style="width:100%; table-layout:fixed;"
|-
|style="width:2%;" | ||style="width:40%;" | Ablenkung || style="width:5%;" | - || style="width:40%;" | penjimpangan, pengalihan
|-
| | ||abzweigen || - || mentjabangkan
|-
| | ||angreifen || - || menggerogoti
|-
| | ||Angriffsfläche || - || bidang tangkap
|-
| | ||Auskragung || - || tondjolan
|}<noinclude></noinclude>
16bmgsmjxhtqee55c3aeok7tmdiybge
294819
294818
2026-05-14T02:12:51Z
Moel81
25980
294819
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" />{{rh||23}}</noinclude>{|style="width:100%; table-layout:fixed;"
|-
|style="width:2%;" | || style="width:40%;" | plain knit || style="width:5%;" | - || style="width:40%;" | radjutan lurus
|-
| | ||plain stitch || - || tusuk lurus
|-
| | ||purl stitch || - || tusuk sungsang
|-
| | ||rib knit || - || radjutan sungsang
|-
| | ||rot resistance || - || tahan-busuk
|-
| | ||saponification || - || penjabunan
|-
| | ||wale || - || alur radjut tegak
|-
| | ||soil and stain resistance finish || - || penjempurnaan tahan kotoran dan noda
|-
|}
<br>
'''KEDOKTERAN'''
{|style="width:100%; table-layout:fixed;"
|-
|style="width:2%;" | ||style="width:40%;" | obductie || style="width:5%;" | - || style="width:40%;" | (periksa) buka majat
|-
| | ||obesitas || - || penjakit tambun
|-
| | ||obligate parasiet || - || parasit perlu mangsa
|-
| | ||obliteratie || - || tumbuh tutup
|-
| | ||paedatrophia || - || lisut anak
|-
| | ||paederastie || - || semburit
|-
| | ||radiair || - || mendjari, bentuk sinar
|-
| | ||radiatie || - || pendjarian, sinaran, pantjaran
|-
| | ||radicale operatie || - || operasi sampai keakar
|-
| | ||saccharomyces || - || djamur ragi
|-
| | ||saccus || - || pundi
|-
| | ||sacraalwervel || - || ruas tulang kelangkang
|-
| | ||taai sputum || - || riak liat
|-
| | ||tachycardie || - || djantung-tjepat
|-
| | ||tachypneu || - || nafas-tjepat
|-
| | ||Überanstrengung || - || ati-tekun
|-
| | ||Übertragung ''[''Krankheit'']'' || - || pemindahan ''[''penjakit'']''
|-
| | ||ubiquitair (v bacteriën) || - || bakteri semesta
|-
| | ||uitbloeden || - || mengetus darah
|-
| | ||xanthopsia || - || penglihatan kuning
|-
|}
<br>
'''TEKNIK'''
{|style="width:100%; table-layout:fixed;"
|-
|style="width:2%;" | ||style="width:40%;" | Ablenkung || style="width:5%;" | - || style="width:40%;" | penjimpangan, pengalihan
|-
| | ||abzweigen || - || mentjabangkan
|-
| | ||angreifen || - || menggerogoti
|-
| | ||Angriffsfläche || - || bidang tangkap
|-
| | ||Auskragung || - || tondjolan
|}<noinclude></noinclude>
tsp06afo5guimr9181h1j5iin67yx87
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/973
104
104398
294821
2026-05-14T02:19:27Z
Link PB
26772
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '{{center| <p style="font-size:150%; font-variant:small-caps; letter-spacing:2px;">'''Persoalan Administrasi Keuangan'''</p> Oleh: '''MAJOR SOEDIJONO'''<br> (SAMBUNGAN). }}'
294821
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Link PB" /></noinclude>{{center|
<p style="font-size:150%; font-variant:small-caps; letter-spacing:2px;">'''Persoalan Administrasi Keuangan'''</p>
Oleh: '''MAJOR SOEDIJONO'''<br>
(SAMBUNGAN).
}}<noinclude></noinclude>
qit57pzs5wqesw4kg1u76wk6lgwrzu6
294822
294821
2026-05-14T02:20:41Z
Link PB
26772
294822
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Link PB" /></noinclude>{{center|<big><big><big>'''Persoalan Administrasi Keuangan'''</big></big></big><br>
Oleh: '''MAJOR SOEDIJONO'''<br>
(SAMBUNGAN).}}<noinclude></noinclude>
smxefx5p5khpepuoj7530i2sfvydxf1
294823
294822
2026-05-14T02:20:56Z
Link PB
26772
294823
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Link PB" /></noinclude>{{center|<big><big><big>'''Persoalan Administrasi Keuangan'''</big></big></big><br>
'''Oleh: MAJOR SOEDIJONO'''<br>
(SAMBUNGAN).}}<noinclude></noinclude>
lvanwd3d5zpw1qr73iyxm7aylgjk3n6
294824
294823
2026-05-14T02:23:12Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294824
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{center|<big><big><big>'''Persoalan Administrasi Keuangan'''</big></big></big><br>
'''Oleh: MAJOR SOEDIJONO'''<br>
(SAMBUNGAN).}}
{{Missing image}}
<small>''Dalam kundjungannja keberbagai daerah di Indonesia Timur dan Sulawesi, Brig. Djend. Dr Mustopo telah mengadakan pembitjaraan² dengan Kmd. KDM-SST. Let. Kol. Andi Mattalata dan KS. KOANDIT. Let. Kol. Rukminto Hendraningrat.''</small>
Bulan jang lalu telah kita telaah tugas P.K.M. sebagai Perwira Perawatan. Tugas jang kedua ialah sebagai Pengawas, jaitu mengawasi djangan sampai peraturan² Keuangan dilanggar begitu sadja. Jang diawasi ialah peraturan² administrasi jang terhimpun dalam beberapa Staatsblad jang bernama Regeling Administratief Beheer, atau disingkat R.A.B. Peraturan ini antara lain menentukan sjarat² administratif dari pengeluaran² Negara. Untuk dapat melakukan tugasnja maka P.K.M. diberi kekuasaan sebagai hulp-ordonnateur dan seorang Bendaharawan. Kekuasaan ini dilimpahkan kepadanja oleh Pemerintah (Goebernoer Djendral) dengan Staatsblad No. 211 tahun 1932 pasal 2 ajat k. Adapun kekuasaan sebagai Bendaharawan didapatnja berdasarkan pasal 77 I.C.W. jang termasjur itu.
Sebetulnja tugas pengawasan ini tidak ada pada P.K.M.; sebab P.R.M. sendirilah jang harus melaksanakan ketentuan² tersebut dalam R.A.B. dan I.C.W. sebagai seorang Bendaharawan. Akan tetapi pada waktu sekarang tidak hanja Bendaharawan sadja jang menjimpan dan mengeluarkan harta Negara, chususnja uang. Seperti telah diuraikan, djumlah pemegang g.t.g.r. atau persediaan uang pada waktu sekarang tidak dibatasi, dan dapat dikatakan setiap pegawai dengan sangat mudah dapat mendjadi pemegang g.t.g.r. Hal ini sebetulnja tidak sesuai lagi dengan peraturan² lama jang menentukan bahwa setiap pemegang g.t.g.r. harus mendapat persetudjuan dari Pemerintah (Goebernoer Djendral). Hal ini tertjantum dalam pasal 42 I.C.W.
Maka soal pemegang g.t.g.r. ini perlu mendapat perhatian kita sekalian. Perlukah ketentuan² tersebut dalam pasal 42 I.C.W. dipertahankan atau keadaan pada waktu sekarang kita biarkan begitu sadja.
Maksud dari pasal 42 ialah sekedar untuk melantjarkan pembajaran² keperluan sehari-hari jang ketjil. Dalam kalangan Sipil tiap² pembajaran harus disahkan oleh Kantor Pusat Perbendaharaan (dahulu C.K.C.). Setelah disahkannja baru dapat dibajar oleh Kas Negeri jang bersangkutan. Maka timbullah suatu kesulitan seperti berikut:
Untuk ongkos² ketjil seperti upah pekerdja lepas dan perawatan mobil dan lain² jang djumlahnja tidak besar, lagi pula sering terdjadi menurut peraturan² harus mendapat pengesahan dahulu dari C.K.C. Hal ini akan memakan waktu lama dan tidak sesuai dengan djumlah pengeluarannja. Karena kantor jang memerlukan uang itu, dan Kantor Perbendaharaan atau Kantor Kas Negeri jang akan membajarnja tidak tentu disuatu tempat, maka sekedar untuk mempermudah soal ini didjelmakanlah pemegang² g.t.g.r. jang dapat menggantikan Kantor Perbendaharaan dan Kas Negeri itu.
Dalam kalangan Angkatan Perang kesukaran sematjam ini sebetulnja tidak ada. Karena tiap² Bataljon diikuti oleh seorang P.K.M. jang mempunjai wewenang Kantor Perbendaharaan dan Kas Negeri. Maka sebetulnja disamping P.K.M., tidak diperlu-<noinclude>{{rh|||19}}</noinclude>
j3tt7mmvvrbicouj4j07qfgjumidu3e
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/244
104
104399
294825
2026-05-14T02:24:25Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
294825
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" />{{rh||24}}</noinclude>{|style="width:100%; table-layout:fixed;"
|-
|style="width:2%;" | || style="width:40%;" | Ausleger || style="width:5%;" | - || style="width:40%;" | balok lintang
|-
| | ||Aussengewinde || - || ulir luar
|-
| | ||Biegezugrand || -- || pinggir lengkung tarik
|-
| | ||Bügelbund || - || ikatan sengkang
|-
| | ||Einfallwinkel || - || sudut datang
|-
| | ||Einspannung || - || pendjepitan
|-
| | ||Knotenpunkt || - || titik kumpul, titik buhul, titik simpul
|-
| | ||Lötverbindung || - || sambungan simpul
|-
| | ||Mehrfach-Isolatorenkette || - || rantai isolator berganda
|-
| | ||Probebelastung || - || beban udji
|-
| | ||Querverbindung || - || hubungan lintang
|-
| | ||Schweissanschluss || - || sambungan las
|-
| | ||Verbindungsbolz || - || baut penghubung
|-
| | ||Verdrehung || - || puntiran
|-
|}
<br>
'''PELAJARAN'''
{|style="width:100%; table-layout:fixed;"
|-
|style="width:2%;" | ||style="width:40%;" | op het droge zetten ''[''schip'']'' || style="width:5%;" | - || style="width:40%;" | meranggakkan
|-
| | ||op stapel zetten || - || menjosok, mematjak
|-
| | ||overlap || - || tempelan
|-
| | ||passaat || - || angin bidai
|-
| | ||plaatspant || - || gading2 berat, gading2 kokoh
|-
| | ||plaat vlechten || - || melapih
|-
| | ||pletten || - || melindis
|-
| | ||ponsen || - || menebuk
|-
| | ||potdeksel || - || tutup tadjuk
|-
| | ||praaien || - || mengimbas
|-
| | ||reep ''[''touw'']'' || - || sentolor
|-
| | ||reling || - || sempadan
|-
| | ||rifseizing || - || tali pengandak
|-
| | ||roeibank ''[''i.e. sloep'']'' || - || pulangan, sengkar
|-
| | ||roeroor ''[''vingerling'']'' || - || kokot kemudi
|-
| | ||roerplaat || - || daun kemudi
|-
| | ||ronde kop || - || bungkul bulat
|-
| | ||route || - || sirat
|-
| | ||schaamplaat || - || pelat tjaping, pelat badung
|}<noinclude></noinclude>
qwj0ui15vk65xmz3qbw59ibjwj7e73y
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/975
104
104400
294826
2026-05-14T02:28:17Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294826
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}}
<small>''Dinegara besar seperti Uni Soviet, Kesatuan Kavaleri merupakan kekuatan pokok untuk menjerang dan bertahan. Dalam gambar ini, pasukan Kavaleri Uni Soviet sedang mengadakan latihan kerdja-sama dengan pasukan² Infanteri untuk menghadapi pertempuran setjara besar-besaran.''</small>
{{center|<big><big><big>'''Sedjarah Dan Peranan Kavaleri'''</big></big></big>}}
Sedjak dahulu manusia selalu berusaha utuk mendapatkan sendjata jang mempunjai sifat menentukan dalam peperangan. Sifat² sendjata tersebut adalah mempunjai daja kedjut, dapat menimbulkan kekatjauan serta dapat menimbulkan kerusakan jang hebat.
Sedjak djaman Masehi maka lapisan badja telah memegang peranan penting dalam peperangan². Tank² jang kita kenal sekarang ini bukanlah sendjata jang pertama kali memiliki prinsip² daja gerak, daja tembak dan daja tangkis. Telah semendjak dahulu ada perdjuangan dari tiap² suku bangsa/negara untuk mentjiptakan suatu pelindung badan jang mampu menahan pukulan² sendjata lawan. Disamping itu manusia djuga berusaha untuk mentjiptakan sesuatu sendjata jang dapat menembus pelindung badan lawan, maka terdjadilah perlombaan jang tak pernah hentinja sampai sekarang. Disatu pihak manusia djuga berusaha mentjiptakan sendjata² jang dapat melumpuhkan sendjata lawan.
Zaman dahulu sebelum manusia mempergunakan gadjah, unta dan kuda sebagai alat perang, maka dalam peperangan tiap² peradjurit dilengkapi dengan perisai serta tombak. Perisai mempunjai functie sebagai alat pelindung, sedang tombak merupakan sendjata daja terdjang. Suku bangsa/negara² jang telah mempunjai organisasi tentara jang teratur mulai mengadakan pembagian dalam kesatuan² jang mempunjai kewadjiban sendiri². Ada pasukan perisai dan tombak, ada pasukan panah serta pasukan pedang. Pembagian ketentaraan seperti ini berdjalan beberapa abad.
Kemudian manusia mulai pula berusaha untuk dapat bergerak lebih tjepat. Dalam ketentaraan soal ketjepatan adalah faktor jang menentukan. Karena dengan bergerak lebih tjepat dapat ditjapai daja kedjut jang amat menguntungkan pihak sendiri serta mengatjaukan pihak lawan. Suku² bangsa/negara² mulai memasukan unsur ketjepatan didalam organisasi ketentaraannja. Gadjah, unta, terutama kuda mulai dipakai sebagai alat perang, karena kudalah satu²nja alat tunggang jang dapat bergerak tjepat serta mempunjai djarak tjapai jang besar. Maka mulailah dimana-mana dibentuk kesatuan berkuda jang lazimnja dikenal sebagai pasukan Kavaleri. Kavaleri adalah asalkata CABALLUS sebuah perkataan bahasa Latin jang berarti kuda.
Kemudian dengan makin luasnja daerah pertempuran, adanja pengalaman² serta kebutuhan², diadakan kesatuan² berkuda jang mempunjai tugas² sendiri. Sampai pada perang dunia ke I, maka pada pokoknja diadakan pembagian kesatuan berkuda sebagai berikut:
'''# KAVALERI RINGAN.'''
Jang dilengkapi dengan alat persendjataan ringan serta mempunjai tugas²: 1.1. pengintai djarak djauh. 1.2. mengatjaukan musuh.
'''# KAVALERI BERAT.'''
Dilengkapi dengan alat² persendjataan jang lebih berat, penunggangnja berbadju badja, serta mempunjai tugas²: 2.1. menggempur musuh. 2.2. bertempur orang lawan orang.
Tokoh² jang berusaha memadjukan pasukan berkuda adalah:
# Iskandar Agung Radja Macedonia (356 - 325 SM).
# Pangeran Gustav Adolf dari Swedia (1594 - 1632).
# Frederik Agung Radja Prussia (1712 - 1786).<noinclude>{{rh|||21}}</noinclude>
ddzj9ckym50f30ns6nvasd6706f7gzk
294827
294826
2026-05-14T02:28:43Z
Link PB
26772
294827
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}}
<small>''Dinegara besar seperti Uni Soviet, Kesatuan Kavaleri merupakan kekuatan pokok untuk menjerang dan bertahan. Dalam gambar ini, pasukan Kavaleri Uni Soviet sedang mengadakan latihan kerdja-sama dengan pasukan² Infanteri untuk menghadapi pertempuran setjara besar-besaran.''</small>
{{center|<big><big><big>'''Sedjarah Dan Peranan Kavaleri'''</big></big></big>}}
Sedjak dahulu manusia selalu berusaha utuk mendapatkan sendjata jang mempunjai sifat menentukan dalam peperangan. Sifat² sendjata tersebut adalah mempunjai daja kedjut, dapat menimbulkan kekatjauan serta dapat menimbulkan kerusakan jang hebat.
Sedjak djaman Masehi maka lapisan badja telah memegang peranan penting dalam peperangan². Tank² jang kita kenal sekarang ini bukanlah sendjata jang pertama kali memiliki prinsip² daja gerak, daja tembak dan daja tangkis. Telah semendjak dahulu ada perdjuangan dari tiap² suku bangsa/negara untuk mentjiptakan suatu pelindung badan jang mampu menahan pukulan² sendjata lawan. Disamping itu manusia djuga berusaha untuk mentjiptakan sesuatu sendjata jang dapat menembus pelindung badan lawan, maka terdjadilah perlombaan jang tak pernah hentinja sampai sekarang. Disatu pihak manusia djuga berusaha mentjiptakan sendjata² jang dapat melumpuhkan sendjata lawan.
Zaman dahulu sebelum manusia mempergunakan gadjah, unta dan kuda sebagai alat perang, maka dalam peperangan tiap² peradjurit dilengkapi dengan perisai serta tombak. Perisai mempunjai functie sebagai alat pelindung, sedang tombak merupakan sendjata daja terdjang. Suku bangsa/negara² jang telah mempunjai organisasi tentara jang teratur mulai mengadakan pembagian dalam kesatuan² jang mempunjai kewadjiban sendiri². Ada pasukan perisai dan tombak, ada pasukan panah serta pasukan pedang. Pembagian ketentaraan seperti ini berdjalan beberapa abad.
Kemudian manusia mulai pula berusaha untuk dapat bergerak lebih tjepat. Dalam ketentaraan soal ketjepatan adalah faktor jang menentukan. Karena dengan bergerak lebih tjepat dapat ditjapai daja kedjut jang amat menguntungkan pihak sendiri serta mengatjaukan pihak lawan. Suku² bangsa/negara² mulai memasukan unsur ketjepatan didalam organisasi ketentaraannja. Gadjah, unta, terutama kuda mulai dipakai sebagai alat perang, karena kudalah satu²nja alat tunggang jang dapat bergerak tjepat serta mempunjai djarak tjapai jang besar. Maka mulailah dimana-mana dibentuk kesatuan berkuda jang lazimnja dikenal sebagai pasukan Kavaleri. Kavaleri adalah asalkata CABALLUS sebuah perkataan bahasa Latin jang berarti kuda.
Kemudian dengan makin luasnja daerah pertempuran, adanja pengalaman² serta kebutuhan², diadakan kesatuan² berkuda jang mempunjai tugas² sendiri. Sampai pada perang dunia ke I, maka pada pokoknja diadakan pembagian kesatuan berkuda sebagai berikut:
# '''KAVALERI RINGAN.'''
Jang dilengkapi dengan alat persendjataan ringan serta mempunjai tugas²: 1.1. pengintai djarak djauh. 1.2. mengatjaukan musuh.
# '''KAVALERI BERAT.'''
Dilengkapi dengan alat² persendjataan jang lebih berat, penunggangnja berbadju badja, serta mempunjai tugas²: 2.1. menggempur musuh. 2.2. bertempur orang lawan orang.
Tokoh² jang berusaha memadjukan pasukan berkuda adalah:
# Iskandar Agung Radja Macedonia (356 - 325 SM).
# Pangeran Gustav Adolf dari Swedia (1594 - 1632).
# Frederik Agung Radja Prussia (1712 - 1786).<noinclude>{{rh|||21}}</noinclude>
n3zz7xkubsc501lqznq1e5wjccclkql
294828
294827
2026-05-14T02:29:31Z
Link PB
26772
294828
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}}
<small>''Dinegara besar seperti Uni Soviet, Kesatuan Kavaleri merupakan kekuatan pokok untuk menjerang dan bertahan. Dalam gambar ini, pasukan Kavaleri Uni Soviet sedang mengadakan latihan kerdja-sama dengan pasukan² Infanteri untuk menghadapi pertempuran setjara besar-besaran.''</small>
{{center|<big><big><big>'''Sedjarah Dan Peranan Kavaleri'''</big></big></big>}}
Sedjak dahulu manusia selalu berusaha utuk mendapatkan sendjata jang mempunjai sifat menentukan dalam peperangan. Sifat² sendjata tersebut adalah mempunjai daja kedjut, dapat menimbulkan kekatjauan serta dapat menimbulkan kerusakan jang hebat.
Sedjak djaman Masehi maka lapisan badja telah memegang peranan penting dalam peperangan². Tank² jang kita kenal sekarang ini bukanlah sendjata jang pertama kali memiliki prinsip² daja gerak, daja tembak dan daja tangkis. Telah semendjak dahulu ada perdjuangan dari tiap² suku bangsa/negara untuk mentjiptakan suatu pelindung badan jang mampu menahan pukulan² sendjata lawan. Disamping itu manusia djuga berusaha untuk mentjiptakan sesuatu sendjata jang dapat menembus pelindung badan lawan, maka terdjadilah perlombaan jang tak pernah hentinja sampai sekarang. Disatu pihak manusia djuga berusaha mentjiptakan sendjata² jang dapat melumpuhkan sendjata lawan.
Zaman dahulu sebelum manusia mempergunakan gadjah, unta dan kuda sebagai alat perang, maka dalam peperangan tiap² peradjurit dilengkapi dengan perisai serta tombak. Perisai mempunjai functie sebagai alat pelindung, sedang tombak merupakan sendjata daja terdjang. Suku bangsa/negara² jang telah mempunjai organisasi tentara jang teratur mulai mengadakan pembagian dalam kesatuan² jang mempunjai kewadjiban sendiri². Ada pasukan perisai dan tombak, ada pasukan panah serta pasukan pedang. Pembagian ketentaraan seperti ini berdjalan beberapa abad.
Kemudian manusia mulai pula berusaha untuk dapat bergerak lebih tjepat. Dalam ketentaraan soal ketjepatan adalah faktor jang menentukan. Karena dengan bergerak lebih tjepat dapat ditjapai daja kedjut jang amat menguntungkan pihak sendiri serta mengatjaukan pihak lawan. Suku² bangsa/negara² mulai memasukan unsur ketjepatan didalam organisasi ketentaraannja. Gadjah, unta, terutama kuda mulai dipakai sebagai alat perang, karena kudalah satu²nja alat tunggang jang dapat bergerak tjepat serta mempunjai djarak tjapai jang besar. Maka mulailah dimana-mana dibentuk kesatuan berkuda jang lazimnja dikenal sebagai pasukan Kavaleri. Kavaleri adalah asalkata CABALLUS sebuah perkataan bahasa Latin jang berarti kuda.
Kemudian dengan makin luasnja daerah pertempuran, adanja pengalaman² serta kebutuhan², diadakan kesatuan² berkuda jang mempunjai tugas² sendiri. Sampai pada perang dunia ke I, maka pada pokoknja diadakan pembagian kesatuan berkuda sebagai berikut:
# '''KAVALERI RINGAN.'''<br>
Jang dilengkapi dengan alat persendjataan ringan serta mempunjai tugas²: 1.1. pengintai djarak djauh. 1.2. mengatjaukan musuh.
# '''KAVALERI BERAT.'''<br>
Dilengkapi dengan alat² persendjataan jang lebih berat, penunggangnja berbadju badja, serta mempunjai tugas²: 2.1. menggempur musuh. 2.2. bertempur orang lawan orang.
Tokoh² jang berusaha memadjukan pasukan berkuda adalah:
# Iskandar Agung Radja Macedonia (356 - 325 SM).
# Pangeran Gustav Adolf dari Swedia (1594 - 1632).
# Frederik Agung Radja Prussia (1712 - 1786).<noinclude>{{rh|||21}}</noinclude>
ov77rqhd104udu1xvrk5os6fx2yc7jq
294831
294828
2026-05-14T02:30:05Z
Link PB
26772
294831
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}}
<small>''Dinegara besar seperti Uni Soviet, Kesatuan Kavaleri merupakan kekuatan pokok untuk menjerang dan bertahan. Dalam gambar ini, pasukan Kavaleri Uni Soviet sedang mengadakan latihan kerdja-sama dengan pasukan² Infanteri untuk menghadapi pertempuran setjara besar-besaran.''</small>
{{center|<big><big><big>'''Sedjarah Dan Peranan Kavaleri'''</big></big></big>}}
Sedjak dahulu manusia selalu berusaha utuk mendapatkan sendjata jang mempunjai sifat menentukan dalam peperangan. Sifat² sendjata tersebut adalah mempunjai daja kedjut, dapat menimbulkan kekatjauan serta dapat menimbulkan kerusakan jang hebat.
Sedjak djaman Masehi maka lapisan badja telah memegang peranan penting dalam peperangan². Tank² jang kita kenal sekarang ini bukanlah sendjata jang pertama kali memiliki prinsip² daja gerak, daja tembak dan daja tangkis. Telah semendjak dahulu ada perdjuangan dari tiap² suku bangsa/negara untuk mentjiptakan suatu pelindung badan jang mampu menahan pukulan² sendjata lawan. Disamping itu manusia djuga berusaha untuk mentjiptakan sesuatu sendjata jang dapat menembus pelindung badan lawan, maka terdjadilah perlombaan jang tak pernah hentinja sampai sekarang. Disatu pihak manusia djuga berusaha mentjiptakan sendjata² jang dapat melumpuhkan sendjata lawan.
Zaman dahulu sebelum manusia mempergunakan gadjah, unta dan kuda sebagai alat perang, maka dalam peperangan tiap² peradjurit dilengkapi dengan perisai serta tombak. Perisai mempunjai functie sebagai alat pelindung, sedang tombak merupakan sendjata daja terdjang. Suku bangsa/negara² jang telah mempunjai organisasi tentara jang teratur mulai mengadakan pembagian dalam kesatuan² jang mempunjai kewadjiban sendiri². Ada pasukan perisai dan tombak, ada pasukan panah serta pasukan pedang. Pembagian ketentaraan seperti ini berdjalan beberapa abad.
Kemudian manusia mulai pula berusaha untuk dapat bergerak lebih tjepat. Dalam ketentaraan soal ketjepatan adalah faktor jang menentukan. Karena dengan bergerak lebih tjepat dapat ditjapai daja kedjut jang amat menguntungkan pihak sendiri serta mengatjaukan pihak lawan. Suku² bangsa/negara² mulai memasukan unsur ketjepatan didalam organisasi ketentaraannja. Gadjah, unta, terutama kuda mulai dipakai sebagai alat perang, karena kudalah satu²nja alat tunggang jang dapat bergerak tjepat serta mempunjai djarak tjapai jang besar. Maka mulailah dimana-mana dibentuk kesatuan berkuda jang lazimnja dikenal sebagai pasukan Kavaleri. Kavaleri adalah asalkata CABALLUS sebuah perkataan bahasa Latin jang berarti kuda.
Kemudian dengan makin luasnja daerah pertempuran, adanja pengalaman² serta kebutuhan², diadakan kesatuan² berkuda jang mempunjai tugas² sendiri. Sampai pada perang dunia ke I, maka pada pokoknja diadakan pembagian kesatuan berkuda sebagai berikut:
# '''KAVALERI RINGAN.'''<br>Jang dilengkapi dengan alat persendjataan ringan serta mempunjai tugas²: 1.1. pengintai djarak djauh. 1.2. mengatjaukan musuh.<br>
# '''KAVALERI BERAT.'''<br>Dilengkapi dengan alat² persendjataan jang lebih berat, penunggangnja berbadju badja, serta mempunjai tugas²: 2.1. menggempur musuh. 2.2. bertempur orang lawan orang.
Tokoh² jang berusaha memadjukan pasukan berkuda adalah:
# Iskandar Agung Radja Macedonia (356 - 325 SM).
# Pangeran Gustav Adolf dari Swedia (1594 - 1632).
# Frederik Agung Radja Prussia (1712 - 1786).<noinclude>{{rh|||21}}</noinclude>
ghk2h22sm5rvn10ewe390c4lomd7j4l
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/245
104
104401
294830
2026-05-14T02:29:44Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
294830
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" />{{rh||25}}</noinclude>'''PELAJARAN'''
{|style="width:100%; table-layout:fixed;"
|-
|style="width:2%;" | ||style="width:40%;" | aanjaagdruk || style="width:5%;" | - || style="width:40%;" | pompa mampat
|-
| | ||aanjageroverbrenging || - || pengantar pemampat
|-
| | ||aanloopslengte || - || djarak antjang2
|-
| | ||aanlooptijd || - || waktu antjang2
|-
| | ||aansluitflens || - || djuih penghubung
|-
| | ||bedieningsknop || - || tombol lajan
|-
| | ||bedieningsvoorschrift || - || peraturan lajanan
|-
| | ||bedradingschema || - || bagan pengawatan
|-
| | ||circulatiestroom || - || arus edar
|-
| | ||circulatieverdeling || - || pembagian edaran
|-
| | ||compensatiethermometer || - || termometer persetimbangan
|-
| | ||diagonaalstijl || - || penundjang sudut-menjudut
|-
| | ||diagonaalverspanning || - || penegang sudut-menjudut
|-
| | ||dichtheidshoogte || - || tinggi padat
|-
| | ||dichtheid van alliage || - || rapat paduan
|-
| | ||diensthoogte || - || tinggi biasa
|-
| | ||dieptecaliber || - || kaliber dalam
|-
| | ||ejectorzitplaats || - || kursi lanting
|-
| | ||electronenbuis || - || tabung elektron
|-
| | ||electrostaal || - || badja elektro
|}
<br>
{{c|'''------'''}}
<br>
<br>
{{c|'''BAHASA DAN KESUSASTRAAN No. 6<br>Th. I, 1968'''}}<noinclude></noinclude>
t5y0nyivls0z95ff4absutiqdwd9xft
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/976
104
104402
294832
2026-05-14T02:34:46Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294832
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}}
<small>''Pasukan Kavaleri Kuda kita, kini setapak demi setapak menuju kebesarannya, Sebab dari pimpinan Angkatan Darat sudah dimulai usaha untuk memperkuat Kavaleri Kuda dalam rangka membangun Angkatan Darat.''</small>
{{Missing image}}
<small>''Pasukan-pasukan Tank kita telah siap sedia menerima perintah untuk menghancur-leburkan kaum pemberontak. Tampak mereka berbaris dimuka Tank-nya masing-masing.''</small>
<ol type="1" start="4">
<li>Napoleon Bonaparte Kaisar Perantjis (1784-1815)</li></ol>
Tokoh² tersebut telah berdjasa dalam meletakkan dasar² serta penggunaan² dari pasukan berkuda.
Pun di Indonesia, peranan pasukan berkuda dapat kita kenal dalam buku² sedjarah perdjuangan bangsa Indonesia melawan Belanda pada abad 18 dan 19.
Tokoh² sedjarah Indonesia jang terkenal dalam penggunaan kesatuan² berkuda adalah: Sultan Hasanudin dari Makasar, Radja Bone, Pangeran Diponegoro, Sentot Alibasa dan lain².
Dengan makin madjunja sendjata² api, terutama setelah diketemukannja senapan mesin, maka mulai mundurlah peranan pasukan berkuda. Puntjak kemunduran pasukan berkuda terdjadi pada permulaan Perang Dunia ke I. Kedua belah pihak jang berhadapan saling mempergunakan randjau-randjau, meriam-meriam dan senapan-senapan mesin jang amat banjak, sehingga praktis pasukan berkuda tidak berdaja. Maka timbullah kematjetan dalam peperangan sehingga terdjadilah perang parit.
Negara-negara jang berperang mentjari-tjari djalan untuk menggerakkan peperangan kembali, sebab perang parit akan memakan waktu jang amat lama serta korban jang amat banjak.
Seorang Perwira Inggris Let. Kol. Ernest D. Swinton jang pada waktu itu bertugas di Markas Besar Inggris di Perantjis, sering melihat sebuah traktor buatan Amerika jang sedang mengerjakan lapangan jang penuh lubang-lubang dan berlumpur. Kelihatannja traktor tersebut memandang enteng akan segala rintangan-rintangan jang dihadapanja.
Melihat hal ini maka timbullah pikiran pada perwira tersebut, untuk mentjiptakan sebuah traktor jang diberi alat pelindung badja untuk menahan daja tembus dari peluru-peluru senapan mesin.
Kemudian traktor itu akan diliwatkan didaerah tak bertuan dalam medan perang, untuk melumpuhkan sendjata-sendjata senapan mesin lawan, jang telah menahan gerakan madju dari Infanteri. Ketika ia mendapat tjuti maka dia kembali ke Inggris serta mengemukakan pendapatnja kepada Komite Pertahanan Keradjaan. Pendapat tersebut ditolak begitu sadja oleh Komite, ketjuali seorang jang mempunjai perhatian penuh jalah: Winston Churchill, jang pada waktu itu mendjabat sebagai The First Lord of the Admiralty. (Churchill adalah seorang perwira Kavaleri jang mentjeburkan diri dalam lapangan politik).
Dengan kesal Swinton kembali ke posnja. Tetapi di Inggris pendapatnja dilandjutkan oleh Churchill. Achirnja pendapat Swinton mendjadi kenjataan. Tidak diusahakan oleh Komite Pertahanan Keradjaan, tetapi oleh Angkatan Laut Keradjaan dengan di-<noinclude>{{rh|22}}</noinclude>
lnubxa77jymesekxvg2lz7nzg52di98
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/977
104
104403
294834
2026-05-14T02:37:39Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294834
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>pelopori oleh Churchill. Maka lahirlah sebuah kendaraan beroda rantai berlapis badja serta diberi nama "KAPAL DARAT". Sampai sekarang kita masih mengenal nama² bagian Tank jang sama dengan nama² bagian dari kapal seperti: Haluan, geladak, kubah dan sebagainja. Hal ini disebabkan jang menghasilkan tank pertama adalah Angkatan Laut. Kemudian Kementerian Pertahanan dan Angkatan Laut Keradjaan Inggris memanggil kembali untuk mendjelaskan pendapat²nja setjara luas.
Penelitian serta pertjobaan² mulai dilakukan setjara mendalam dan rahasia. Dengan setjara rahasia pula pada tanggal 15-9-1916 untuk pertama kali kendaraan beroda rantai tersebut muntjul dalam peperangan. Untuk merahasiakan pengirimannja maka kendaraan tersebut dibungkus rapi² serta tersusun teratur di kado² pelabuhan. Kepada umum dikatakan bahwa kotak tersebut adalah "TANK-AIR" jang akan dikirimkan ke Rusia dan Mesopotamia. Rahasia² tentu betul² terdjamin, hingga kehadiran tank dimedan perang merupakan suatu pendadakan.
Dalam tahun 1917 dan 1918 maka pasukan tank mulai memegang peranan dalam peperangan. Satu hal jang pasti menguntungkan adalah bahwa kematjetan peperangan berakhir setelah hadirnja tank² dimedan perang. Dengan demikian maka perang mobil berdjalan lagi. Pada achir Perang Dunia ke I, maka negara² Inggris, Perantjis, Djerman dan Amerika telah memakai satuan² tank dalam organisasi Angkatan Perangnja.
Masa antara Perang Dunia ke II adalah merupakan masa perkembangan dari alat² dan taktik. Timbullah pertentangan pendapat dikalangan pimpinan ketentaraan dari berbagai negara mengenai penggunaan kesatuan tank dalam peperangan. Satu pihak berpendapat, bahwa tank hanja dapat digunakan sebagai sendjata bantuan dalam membantu pasukan Infanteri untuk mentjapai dan mempertahankan tudjuannja. Pihak jang lain berpendapat, bahwa penggunaan tank setjara massaal dan mobil akan dapat mentjapai hasil jang menentukan.
Negara² Perantjis, Rusia dan Amerika tjondong kepada pendapat pertama. Sedang negara² Inggris dan Djerman menerima pendapat jang kedua. Seorang Perwira Inggris pernah mengemukakan pendapatnja bahwa tank dapat menggantikan Infanteri (Kpt. Bidel Hart). Sedjak tahun 1935 maka Djerman telah mulai membangun kesatuan berlapis badjanja dengan giat. Dasar jang dipakai oleh Djerman dalam penggunaan kesatuan berlapis badjanja adalah: massaal dan bertindak sendiri.
Dalam penjerbuan Djerman di Polandia dan Perantjis, maka doktrin tersebut betul² menghasilkan kemenangan jang gilang gemilang. Tetapi dengan tjara jang
{{Missing image}}
<small>''Perlengkapan Kavaleri kita ini sekalipun belum lengkap dan modern, namun telah sanggup menghadapi segala kemungkinan. Lebih² membasmi petualang² pemberontak''</small>
{{Missing image}}
<small>''Keuletan, ketabahan dan penuh bertanggung-djawab adalah sjarat mutlak untuk seorang peradjurit dalam melajani kendaraan² berat, seperti Tank ini.''</small><noinclude>{{rh|||23}}</noinclude>
7j95ijy4zknoga56usvmg71o3p35bwe
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/980
104
104404
294837
2026-05-14T02:41:56Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294837
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}}
<small>''Kmd. KDM-SST Let. Kol. Andi Mattalata dan Gubernur Sulawesi Selatan dan Tenggara, Andi Pangerang Daeng Rani beserta rombongannja telah menindjau daerah Soppeng jang baru² ini mengalami serangan gerombolan DI/TII dan Permesta. Akibat serangan ganas ini, banjak rakjat jang ta' berdosa mendjadi korban.''</small>
:ADAT-ISTIADAT dan DJIWA keasliannja dapat gangguan dan serangan jang hebat, hingga karena itu bahaja "keruntuhan" dapat mungkin mendatang. Dalam hal ini kita maksudkan ialah: Pendidikan djiwa dan rochania terhadap Angkatan Perangnja, jang sengadja dibuat demikian rupa, hingga tentara pada waktu djaman PENDJADJAH merupakan MUSUH Rakjat, maupun MOMOK bagi dunia kanak-kanak kita dan memang betul-betul akan sifat dan sikap jang kedjam, bagi seluruh Rakjat Indonesia. Hal ini kita tidak dapat mengelakkan dan wadjib kita maklumi bersama, karena pihak penguasa waktu itu adalah bukan dari bangsa kita sendiri, melainkan pihak PENDJADJAH, jang dalam hal ini tidak akan mengenal KOMPROMI, MUSJAWARAH dan bahu-membahu dengan pihak jang DIDJADJAH itu. Kelakuan dan perbuatan-perbuatan tentara pendjadjah ketika itu memang sengadja disemarakkan agar masjarakat Indonesia dapat didjauhkan dari mereka ini. Dan demikian itu adalah memang WADJAR dalam dunia pendjadjahan di negara manapun.
<ol type="a" start="3">
<li>Sampailah achirnja pada waktu pendudukan DJEPANG, jang meskipun hanja memakan waktu 3½ tahun lamanja itu, kita bangsa Indonesia mengalami banjak sekali perobahan-perobahan jang serba pesat dan hebat, hingga seolah-olah kita bangsa Indonesia merupakan air jang mendidih, jang tinggal beberapa saat sadja harus terpaksa meluap dari tempatnja. Segala sesuatunja dalam pendudukan Djepang, bangsa kita benar-benar mengalami "siksaan", udjian-udjian jang memerlukan ketabahan hati, gemblengan-gemblengan jang maha berat, jang banjak memakan pengorbanan materi dan perasaan, hingga sungguh-sungguh bangsa Indonesia didorong kearah dua sudut, jaitu: HIDUP TERUS atau .......... MATI sebagai bangsa dan kelompok masjarakat dunia. Tetapi, Tuhan seru sekalian Alam, Tuhan Jang Maha Esa memang benar-benar Adil .......... Oleh kehendak-Nja, maka segala apa jang tidak mungkin mendjadi mungkin, apa jang tidak ada mendjadi ada, dan begitu seterusnja .......... Maka meskipun mengalami siksaan-siksaan Lahir Bathin, namun bangsa kita Indonesia tidak mendjadi petjah hantjur bagaikan sebuah balon²-an berisi gas jang petjah tiada bekasnja itu, tidak; melainkan bangsa Indonesia didalam mengalami udjian² berat tersebut masih mempunjai daja kekuatan jang luar biasa „Ampuh" dan „Saktinja", hingga dalam tahun terachir pendudukan Djepang dibumi kita (1945), bangsa kita mulai meluap mentjetuskan isi hatinja terhadap pendjadjahan Djepang.</li></ol>
Dalam hal ini, kita tidak melupakan bahwa tentara pada waktu itu jang dididik, dilatih, diasuh oleh instruktur² Djepang sendiri, jaitu PETA (Pembela Tanah Air) dengan tidak memikirkan risiko dan akibat²nja, mulailah mereka ini MEMELOPORI Rakjat Indonesia untuk memberontak terhadap KEKUASAAN Djepang ditanah air, jang memang sudah sangat kedjam dalam segala tindakan dan pemerintahannja itu. Djelaslah sudah, bahwa meskipun Djepang menghendaki, agar Pasukan² PETA dapat mendjadi ALAT penindasan terhadap bangsa Indonesia, tetapi malahan sebaliknja, „sendjata makan tuannja". Dan meskipun belum seluruhnja pasukan PETA berontak melawan kekuasaan Djepang, tetapi ini sudah berarti, bahwa semangat PETA telah dapat KEMBALI kedjiwa KEBANGSAAN sendiri, kembali kepangkuan IBU PERTIWI, sama seperti pada beberapa ribu tahun berselang ketika Keradjaan² Indonesia belum mengenal pendjadjahan asing, jang mana para Pradjurit Tamtama hidup bersatu dengan rakjat, bahu-membahu dan bergotong-rojong bersama rakjatnja sendiri ............
Nah, demikianlah: kisah sekelumit tentang KEMBALINJA djiwa dan BATHIN bangsa kita, jang mana TENTARA-nja tidak sudi men-<noinclude>{{rh|26}}</noinclude>
07qnyz2rtpzg4aqmbf6rqyuznyf407h
294839
294837
2026-05-14T02:42:17Z
Link PB
26772
294839
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}}
<small>''Kmd. KDM-SST Let. Kol. Andi Mattalata dan Gubernur Sulawesi Selatan dan Tenggara, Andi Pangerang Daeng Rani beserta rombongannja telah menindjau daerah Soppeng jang baru² ini mengalami serangan gerombolan DI/TII dan Permesta. Akibat serangan ganas ini, banjak rakjat jang ta' berdosa mendjadi korban.''</small>
::ADAT-ISTIADAT dan DJIWA keasliannja dapat gangguan dan serangan jang hebat, hingga karena itu bahaja "keruntuhan" dapat mungkin mendatang. Dalam hal ini kita maksudkan ialah: Pendidikan djiwa dan rochania terhadap Angkatan Perangnja, jang sengadja dibuat demikian rupa, hingga tentara pada waktu djaman PENDJADJAH merupakan MUSUH Rakjat, maupun MOMOK bagi dunia kanak-kanak kita dan memang betul-betul akan sifat dan sikap jang kedjam, bagi seluruh Rakjat Indonesia. Hal ini kita tidak dapat mengelakkan dan wadjib kita maklumi bersama, karena pihak penguasa waktu itu adalah bukan dari bangsa kita sendiri, melainkan pihak PENDJADJAH, jang dalam hal ini tidak akan mengenal KOMPROMI, MUSJAWARAH dan bahu-membahu dengan pihak jang DIDJADJAH itu. Kelakuan dan perbuatan-perbuatan tentara pendjadjah ketika itu memang sengadja disemarakkan agar masjarakat Indonesia dapat didjauhkan dari mereka ini. Dan demikian itu adalah memang WADJAR dalam dunia pendjadjahan di negara manapun.
<ol type="a" start="3">
<li>Sampailah achirnja pada waktu pendudukan DJEPANG, jang meskipun hanja memakan waktu 3½ tahun lamanja itu, kita bangsa Indonesia mengalami banjak sekali perobahan-perobahan jang serba pesat dan hebat, hingga seolah-olah kita bangsa Indonesia merupakan air jang mendidih, jang tinggal beberapa saat sadja harus terpaksa meluap dari tempatnja. Segala sesuatunja dalam pendudukan Djepang, bangsa kita benar-benar mengalami "siksaan", udjian-udjian jang memerlukan ketabahan hati, gemblengan-gemblengan jang maha berat, jang banjak memakan pengorbanan materi dan perasaan, hingga sungguh-sungguh bangsa Indonesia didorong kearah dua sudut, jaitu: HIDUP TERUS atau .......... MATI sebagai bangsa dan kelompok masjarakat dunia. Tetapi, Tuhan seru sekalian Alam, Tuhan Jang Maha Esa memang benar-benar Adil .......... Oleh kehendak-Nja, maka segala apa jang tidak mungkin mendjadi mungkin, apa jang tidak ada mendjadi ada, dan begitu seterusnja .......... Maka meskipun mengalami siksaan-siksaan Lahir Bathin, namun bangsa kita Indonesia tidak mendjadi petjah hantjur bagaikan sebuah balon²-an berisi gas jang petjah tiada bekasnja itu, tidak; melainkan bangsa Indonesia didalam mengalami udjian² berat tersebut masih mempunjai daja kekuatan jang luar biasa „Ampuh" dan „Saktinja", hingga dalam tahun terachir pendudukan Djepang dibumi kita (1945), bangsa kita mulai meluap mentjetuskan isi hatinja terhadap pendjadjahan Djepang.</li></ol>
Dalam hal ini, kita tidak melupakan bahwa tentara pada waktu itu jang dididik, dilatih, diasuh oleh instruktur² Djepang sendiri, jaitu PETA (Pembela Tanah Air) dengan tidak memikirkan risiko dan akibat²nja, mulailah mereka ini MEMELOPORI Rakjat Indonesia untuk memberontak terhadap KEKUASAAN Djepang ditanah air, jang memang sudah sangat kedjam dalam segala tindakan dan pemerintahannja itu. Djelaslah sudah, bahwa meskipun Djepang menghendaki, agar Pasukan² PETA dapat mendjadi ALAT penindasan terhadap bangsa Indonesia, tetapi malahan sebaliknja, „sendjata makan tuannja". Dan meskipun belum seluruhnja pasukan PETA berontak melawan kekuasaan Djepang, tetapi ini sudah berarti, bahwa semangat PETA telah dapat KEMBALI kedjiwa KEBANGSAAN sendiri, kembali kepangkuan IBU PERTIWI, sama seperti pada beberapa ribu tahun berselang ketika Keradjaan² Indonesia belum mengenal pendjadjahan asing, jang mana para Pradjurit Tamtama hidup bersatu dengan rakjat, bahu-membahu dan bergotong-rojong bersama rakjatnja sendiri ............
Nah, demikianlah: kisah sekelumit tentang KEMBALINJA djiwa dan BATHIN bangsa kita, jang mana TENTARA-nja tidak sudi men-<noinclude>{{rh|26}}</noinclude>
cn9elovoblqgcdm074pl48y86lq9g8q
294840
294839
2026-05-14T02:42:55Z
Link PB
26772
294840
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}}
<small>''Kmd. KDM-SST Let. Kol. Andi Mattalata dan Gubernur Sulawesi Selatan dan Tenggara, Andi Pangerang Daeng Rani beserta rombongannja telah menindjau daerah Soppeng jang baru² ini mengalami serangan gerombolan DI/TII dan Permesta. Akibat serangan ganas ini, banjak rakjat jang ta' berdosa mendjadi korban.''</small>
::ADAT-ISTIADAT dan DJIWA keasliannja dapat gangguan dan serangan jang hebat, hingga karena itu bahaja "keruntuhan" dapat mungkin mendatang. Dalam hal ini kita maksudkan ialah: Pendidikan djiwa dan rochania terhadap Angkatan Perangnja, jang sengadja dibuat demikian rupa, hingga tentara pada waktu djaman PENDJADJAH merupakan MUSUH Rakjat, maupun MOMOK bagi dunia kanak-kanak kita dan memang betul-betul akan sifat dan sikap jang kedjam, bagi seluruh Rakjat Indonesia. Hal ini kita tidak dapat mengelakkan dan wadjib kita maklumi bersama, karena pihak penguasa waktu itu adalah bukan dari bangsa kita sendiri, melainkan pihak PENDJADJAH, jang dalam hal ini tidak akan mengenal KOMPROMI, MUSJAWARAH dan bahu-membahu dengan pihak jang DIDJADJAH itu. Kelakuan dan perbuatan-perbuatan tentara pendjadjah ketika itu memang sengadja disemarakkan agar masjarakat Indonesia dapat didjauhkan dari mereka ini. Dan demikian itu adalah memang WADJAR dalam dunia pendjadjahan di negara manapun.
<ol type="a" start="3">
<li>Sampailah achirnja pada waktu pendudukan DJEPANG, jang meskipun hanja memakan waktu 3½ tahun lamanja itu, kita bangsa Indonesia mengalami banjak sekali perobahan-perobahan jang serba pesat dan hebat, hingga seolah-olah kita bangsa Indonesia merupakan air jang mendidih, jang tinggal beberapa saat sadja harus terpaksa meluap dari tempatnja. Segala sesuatunja dalam pendudukan Djepang, bangsa kita benar-benar mengalami "siksaan", udjian-udjian jang memerlukan ketabahan hati, gemblengan-gemblengan jang maha berat, jang banjak memakan pengorbanan materi dan perasaan, hingga sungguh-sungguh bangsa Indonesia didorong kearah dua sudut, jaitu: HIDUP TERUS atau .......... MATI sebagai bangsa dan kelompok masjarakat dunia. Tetapi, Tuhan seru sekalian Alam, Tuhan Jang Maha Esa memang benar-benar Adil .......... Oleh kehendak-Nja, maka segala apa jang tidak mungkin mendjadi mungkin, apa jang tidak ada mendjadi ada, dan begitu seterusnja .......... Maka meskipun mengalami siksaan-siksaan Lahir Bathin, namun bangsa kita Indonesia tidak mendjadi petjah hantjur bagaikan sebuah balon²-an berisi gas jang petjah tiada bekasnja itu, tidak; melainkan bangsa Indonesia didalam mengalami udjian² berat tersebut masih mempunjai daja kekuatan jang luar biasa „Ampuh" dan „Saktinja", hingga dalam tahun terachir pendudukan Djepang dibumi kita (1945), bangsa kita mulai meluap mentjetuskan isi hatinja terhadap pendjadjahan Djepang.</li></ol>
::Dalam hal ini, kita tidak melupakan bahwa tentara pada waktu itu jang dididik, dilatih, diasuh oleh instruktur² Djepang sendiri, jaitu PETA (Pembela Tanah Air) dengan tidak memikirkan risiko dan akibat²nja, mulailah mereka ini MEMELOPORI Rakjat Indonesia untuk memberontak terhadap KEKUASAAN Djepang ditanah air, jang memang sudah sangat kedjam dalam segala tindakan dan pemerintahannja itu. Djelaslah sudah, bahwa meskipun Djepang menghendaki, agar Pasukan² PETA dapat mendjadi ALAT penindasan terhadap bangsa Indonesia, tetapi malahan sebaliknja, „sendjata makan tuannja". Dan meskipun belum seluruhnja pasukan PETA berontak melawan kekuasaan Djepang, tetapi ini sudah berarti, bahwa semangat PETA telah dapat KEMBALI kedjiwa KEBANGSAAN sendiri, kembali kepangkuan IBU PERTIWI, sama seperti pada beberapa ribu tahun berselang ketika Keradjaan² Indonesia belum mengenal pendjadjahan asing, jang mana para Pradjurit Tamtama hidup bersatu dengan rakjat, bahu-membahu dan bergotong-rojong bersama rakjatnja sendiri ............
Nah, demikianlah: kisah sekelumit tentang KEMBALINJA djiwa dan BATHIN bangsa kita, jang mana TENTARA-nja tidak sudi men-<noinclude>{{rh|26}}</noinclude>
kvv5cp85e37yk68gugcispe05ppvnsf
294841
294840
2026-05-14T02:43:16Z
Link PB
26772
294841
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}}
<small>''Kmd. KDM-SST Let. Kol. Andi Mattalata dan Gubernur Sulawesi Selatan dan Tenggara, Andi Pangerang Daeng Rani beserta rombongannja telah menindjau daerah Soppeng jang baru² ini mengalami serangan gerombolan DI/TII dan Permesta. Akibat serangan ganas ini, banjak rakjat jang ta' berdosa mendjadi korban.''</small>
::ADAT-ISTIADAT dan DJIWA keasliannja dapat gangguan dan serangan jang hebat, hingga karena itu bahaja "keruntuhan" dapat mungkin mendatang. Dalam hal ini kita maksudkan ialah: Pendidikan djiwa dan rochania terhadap Angkatan Perangnja, jang sengadja dibuat demikian rupa, hingga tentara pada waktu djaman PENDJADJAH merupakan MUSUH Rakjat, maupun MOMOK bagi dunia kanak-kanak kita dan memang betul-betul akan sifat dan sikap jang kedjam, bagi seluruh Rakjat Indonesia. Hal ini kita tidak dapat mengelakkan dan wadjib kita maklumi bersama, karena pihak penguasa waktu itu adalah bukan dari bangsa kita sendiri, melainkan pihak PENDJADJAH, jang dalam hal ini tidak akan mengenal KOMPROMI, MUSJAWARAH dan bahu-membahu dengan pihak jang DIDJADJAH itu. Kelakuan dan perbuatan-perbuatan tentara pendjadjah ketika itu memang sengadja disemarakkan agar masjarakat Indonesia dapat didjauhkan dari mereka ini. Dan demikian itu adalah memang WADJAR dalam dunia pendjadjahan di negara manapun.
<ol type="a" start="3">
<li>Sampailah achirnja pada waktu pendudukan DJEPANG, jang meskipun hanja memakan waktu 3½ tahun lamanja itu, kita bangsa Indonesia mengalami banjak sekali perobahan-perobahan jang serba pesat dan hebat, hingga seolah-olah kita bangsa Indonesia merupakan air jang mendidih, jang tinggal beberapa saat sadja harus terpaksa meluap dari tempatnja. Segala sesuatunja dalam pendudukan Djepang, bangsa kita benar-benar mengalami "siksaan", udjian-udjian jang memerlukan ketabahan hati, gemblengan-gemblengan jang maha berat, jang banjak memakan pengorbanan materi dan perasaan, hingga sungguh-sungguh bangsa Indonesia didorong kearah dua sudut, jaitu: HIDUP TERUS atau .......... MATI sebagai bangsa dan kelompok masjarakat dunia. Tetapi, Tuhan seru sekalian Alam, Tuhan Jang Maha Esa memang benar-benar Adil .......... Oleh kehendak-Nja, maka segala apa jang tidak mungkin mendjadi mungkin, apa jang tidak ada mendjadi ada, dan begitu seterusnja .......... Maka meskipun mengalami siksaan-siksaan Lahir Bathin, namun bangsa kita Indonesia tidak mendjadi petjah hantjur bagaikan sebuah balon²-an berisi gas jang petjah tiada bekasnja itu, tidak; melainkan bangsa Indonesia didalam mengalami udjian² berat tersebut masih mempunjai daja kekuatan jang luar biasa „Ampuh" dan „Saktinja", hingga dalam tahun terachir pendudukan Djepang dibumi kita (1945), bangsa kita mulai meluap mentjetuskan isi hatinja terhadap pendjadjahan Djepang.</li></ol>
::Dalam hal ini, kita tidak melupakan bahwa tentara pada waktu itu jang dididik, dilatih, diasuh oleh instruktur² Djepang sendiri, jaitu PETA (Pembela Tanah Air) dengan tidak memikirkan risiko dan akibat²nja, mulailah mereka ini MEMELOPORI Rakjat Indonesia untuk memberontak terhadap KEKUASAAN Djepang ditanah air, jang memang sudah sangat kedjam dalam segala tindakan dan pemerintahannja itu. Djelaslah sudah, bahwa meskipun Djepang menghendaki, agar Pasukan² PETA dapat mendjadi ALAT penindasan terhadap bangsa Indonesia, tetapi malahan sebaliknja, „sendjata makan tuannja". Dan meskipun belum seluruhnja pasukan PETA berontak melawan kekuasaan Djepang, tetapi ini sudah berarti, bahwa semangat PETA telah dapat KEMBALI kedjiwa KEBANGSAAN sendiri, kembali kepangkuan IBU PERTIWI, sama seperti pada beberapa ribu tahun berselang ketika Keradjaan² Indonesia belum mengenal pendjadjahan asing, jang mana para Pradjurit Tamtama hidup bersatu dengan rakjat, bahu-membahu dan bergotong-rojong bersama rakjatnja sendiri ............ Nah, demikianlah: kisah sekelumit tentang KEMBALINJA djiwa dan BATHIN bangsa kita, jang mana TENTARA-nja tidak sudi men-<noinclude>{{rh|26}}</noinclude>
59zgcpe9l9m0jy7znwajnqhu6nnobqi
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1016
104
104405
294844
2026-05-14T02:47:54Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294844
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}}
<small>''Diseluruh pelosok tanah air, gagasan kembali ke U.U.D.-'45 mendapat sambutan jang hangat dikalangan rakjat, seperti tampak digambar, penger djaan Spandoek² untuk menjambut gagasan kembali ke U.U.D.-'45.
{{right|(Foto Pendam N.T.)}}''</small>
Karena itu maka permusjawaratan dan Konstituante tidak boleh menemukan "djalan buntu", dan kita semua wadjib berichtiar untuk mentjarikan "djalan keluar" bagi segala kesulitan jang dihadapi oleh Konstituante itu.
Pidato-pelantikan Konstituante tempo hari itu saja achiri dengan suatu peringatan dan suatu seruan.
Saja peringatkan bahwa Indonesia Merdeka adalah hanja sekedar djembatan emas, dan diatasnja kita tidak boleh saling mendesak, saling menendang, saling sengkelit, karena djembatan itu adalah milik kita bersama.
Saja peringatkan pada pelantikan itu bahwa musuh² kita sedang berusaha untuk mendjebol tiang² dari djembatan emas kita itu, dan dalam hubungan itu saja mensinjalir antara lain adanja aksi² subversif asing, dan bahwa imperialisme-kolonialisme belum mati, dan masih bertjakol meradjalela di Irian Barat.
Karena itu maka pada pelantikan itu saja serukan, supaja Bangsa Indonesia dengan kompak bersatu-padu menjeberangi djembatan emas "Indonesia Merdeka" itu, menudju kebahagiaan dan kesedjahteraan dan saja serukan kepada Konstituante, berikanlah kepada Bangsa Indonesia satu Undang² Dasar, jang mendjamin kesatuan Bangsa, mendjamin kesatuan Tanah-air, mendjamin kemerdekaan bulat, mendjamin kesedjahteraan seluruh Rakjat.
2 Tahun, 5 bulan dan 12 hari telah berlangsung sedjak saat pelantikan itu.
Dalam djangka waktu itu Saudara² sekalian telah berkali-kali bersidang.
Dan dengan mengingat keadaan Negara dan Masjarakat selama djangka waktu tersebut, Saudara² telah bersepakat untuk mempertjepat pekerdjaan Konstituante, jang sesuai pula dengan pasal 134 Undang² Dasar Sementara, jang menentukan supaja Undang² Dasar Republik Indonesia ditetapkan '''se-lekas²'''nja.
Sebagai wakil² jang terhormat daripada Rakjat Indonesia, Saudara² tentunja maklumi kesulitan² Negara dan Masjarakat kita, terutama pada tahun² belakangan ini.
Pada suatu ketika kesulitan² itu adalah demikian memuntjaknja, sehingga saja memandang perlu pada tanggal 21 Pebruari 1957 mengemukakan suatu Konsepsi untuk menjelamatkan Republik Proklamasi.
Konsepsi saja itu ternjata belum dapat diterima oleh masjarakat setjara bulat. Padahal penerimaan setjara bulat itu merupakan suatu "condisio sine qua non bagi pelaksanaannja dengan se-sempurna²nja.
Sementara itu kesulitan² jang dihadapi oleh Negara dan Masjarakat kita sudah demikian memuntjaknja, sehingga dirasa perlu untuk menjatakan seluruh wilajah Negara Republik Indonesia dalam keadaan darurat perang, jang kemudian diganti dengan keadaan perang.
Dalam keadaan jang demikian itu saja membentuk Kabinet Karya, jang memegang pemerintahan Negara sampai sekarang.
Saudara² sekalian, selandjutnja dapat menjaksikan sendiri usaha² Kabinet Karya untuk mengatasi kesulitan² jang kita hadapi, baik jang terletak dibidang exekutif, maupun jang terletak dibidang Konstitusi.
Kesulitan² tersebut meliputi soal² kenegaraan maupun soal² kemasjarakatan, meliputi bidang² politik, maupun bidang² militer dan sosial-ekonomi.
Untuk mengatasi kesulitan² itu setjara kekeluargaan dalam waktu jang singkat, diadakanlah pelbagai ragam-permusjawaratan.
Dalam hal ini saja memperingatkan pada Musjawarah Nasional dan Musjawarah Nasional Pembangunan dalam tahun 1957, dan pada beberapa musjawarah militer, jang kesemuanja dilakukan antara wakil² pusat dan wakil² daerah.
Pembitjaraan² setjara luas dan mendalam dilakukan pula antara saja dan Dewan Menteri, antara saja dan Dewan Nasional, antara saja dan pemimpin² politik serta orang² terkemuka, mengenai penjelesaian masalah² kita itu.
Kesemuanja permusjawaratan, pembitjaraan, pertukaran fikiran itu achirnja memperkuat kejakinan kita bahwa keadaan Negara dan Masjarakat kita menghendaki agar dalam waktu sesingkat²nja sistim kenegaraan dan...<noinclude>{{rh|6}}</noinclude>
fjqwpbbrmk67i5nh71rdlrwe91u645w
294845
294844
2026-05-14T02:48:40Z
Link PB
26772
294845
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}}
<small>''Diseluruh pelosok tanah air, gagasan kembali ke U.U.D.-'45 mendapat sambutan jang hangat dikalangan rakjat, seperti tampak digambar, penger djaan Spandoek² untuk menjambut gagasan kembali ke U.U.D.-'45.''
{{right|(''Foto Pendam N.T.'')}}</small>
Karena itu maka permusjawaratan dan Konstituante tidak boleh menemukan "djalan buntu", dan kita semua wadjib berichtiar untuk mentjarikan "djalan keluar" bagi segala kesulitan jang dihadapi oleh Konstituante itu.
Pidato-pelantikan Konstituante tempo hari itu saja achiri dengan suatu peringatan dan suatu seruan.
Saja peringatkan bahwa Indonesia Merdeka adalah hanja sekedar djembatan emas, dan diatasnja kita tidak boleh saling mendesak, saling menendang, saling sengkelit, karena djembatan itu adalah milik kita bersama.
Saja peringatkan pada pelantikan itu bahwa musuh² kita sedang berusaha untuk mendjebol tiang² dari djembatan emas kita itu, dan dalam hubungan itu saja mensinjalir antara lain adanja aksi² subversif asing, dan bahwa imperialisme-kolonialisme belum mati, dan masih bertjakol meradjalela di Irian Barat.
Karena itu maka pada pelantikan itu saja serukan, supaja Bangsa Indonesia dengan kompak bersatu-padu menjeberangi djembatan emas "Indonesia Merdeka" itu, menudju kebahagiaan dan kesedjahteraan dan saja serukan kepada Konstituante, berikanlah kepada Bangsa Indonesia satu Undang² Dasar, jang mendjamin kesatuan Bangsa, mendjamin kesatuan Tanah-air, mendjamin kemerdekaan bulat, mendjamin kesedjahteraan seluruh Rakjat.
2 Tahun, 5 bulan dan 12 hari telah berlangsung sedjak saat pelantikan itu.
Dalam djangka waktu itu Saudara² sekalian telah berkali-kali bersidang.
Dan dengan mengingat keadaan Negara dan Masjarakat selama djangka waktu tersebut, Saudara² telah bersepakat untuk mempertjepat pekerdjaan Konstituante, jang sesuai pula dengan pasal 134 Undang² Dasar Sementara, jang menentukan supaja Undang² Dasar Republik Indonesia ditetapkan '''se-lekas²'''nja.
Sebagai wakil² jang terhormat daripada Rakjat Indonesia, Saudara² tentunja maklumi kesulitan² Negara dan Masjarakat kita, terutama pada tahun² belakangan ini.
Pada suatu ketika kesulitan² itu adalah demikian memuntjaknja, sehingga saja memandang perlu pada tanggal 21 Pebruari 1957 mengemukakan suatu Konsepsi untuk menjelamatkan Republik Proklamasi.
Konsepsi saja itu ternjata belum dapat diterima oleh masjarakat setjara bulat. Padahal penerimaan setjara bulat itu merupakan suatu "condisio sine qua non bagi pelaksanaannja dengan se-sempurna²nja.
Sementara itu kesulitan² jang dihadapi oleh Negara dan Masjarakat kita sudah demikian memuntjaknja, sehingga dirasa perlu untuk menjatakan seluruh wilajah Negara Republik Indonesia dalam keadaan darurat perang, jang kemudian diganti dengan keadaan perang.
Dalam keadaan jang demikian itu saja membentuk Kabinet Karya, jang memegang pemerintahan Negara sampai sekarang.
Saudara² sekalian, selandjutnja dapat menjaksikan sendiri usaha² Kabinet Karya untuk mengatasi kesulitan² jang kita hadapi, baik jang terletak dibidang exekutif, maupun jang terletak dibidang Konstitusi.
Kesulitan² tersebut meliputi soal² kenegaraan maupun soal² kemasjarakatan, meliputi bidang² politik, maupun bidang² militer dan sosial-ekonomi.
Untuk mengatasi kesulitan² itu setjara kekeluargaan dalam waktu jang singkat, diadakanlah pelbagai ragam-permusjawaratan.
Dalam hal ini saja memperingatkan pada Musjawarah Nasional dan Musjawarah Nasional Pembangunan dalam tahun 1957, dan pada beberapa musjawarah militer, jang kesemuanja dilakukan antara wakil² pusat dan wakil² daerah.
Pembitjaraan² setjara luas dan mendalam dilakukan pula antara saja dan Dewan Menteri, antara saja dan Dewan Nasional, antara saja dan pemimpin² politik serta orang² terkemuka, mengenai penjelesaian masalah² kita itu.
Kesemuanja permusjawaratan, pembitjaraan, pertukaran fikiran itu achirnja memperkuat kejakinan kita bahwa keadaan Negara dan Masjarakat kita menghendaki agar dalam waktu sesingkat²nja sistim kenegaraan dan...<noinclude>{{rh|6}}</noinclude>
l9vpos4b4gdyq1xpxazann8795085ah
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/100
104
104406
294849
2026-05-14T02:51:17Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294849
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||14}}</noinclude>Djuga dapat dipeladjari Bernard Bloch dan George L. Trager, {{u|Outline of Linguistics Analysis}}, Linguistic Society of America, Baltimore, Md., 1942, bab 2, Phonetics.
atau dalam paper George L. Trager, Phonetics: {{u|Glossary and Tables}}, (Studies in Linguistics, Occasional paper 6, University of Buffalo, New York, 1958), sebagai hasil memperkembangkan apa jang telah ditulisnja terdahulu bersama Bloch. Dalam paper ini dipergunakan sistim 42 vokal kardinal dengan penetapan/klasifikasi: tinggi, agak tinggi, lebih madia, madia, agak rendah, agak rendah dan rendah.
{{rh||——————————}}
Sudah terbit:
{{Blockquote|style=text-align:justify; line-height:1.6;|text=
Edjaan Baru Bahasa Indonesia. Diterbitkan oleh Djaja Rakjat, Djakarta (1967). Edjaan baru ini disusun oleh Panitia Edjaan Lembaga Bahasa dan Kesusastraan, Direktorat Djenderal Kebudajaan, Departemen P. dan K. (1966).}}
Hampir selesai ditjetak:
{{Blockquote|style=text-align:justify; line-height:1.6;|text=
{{u|Bahasa dan Kesusastraan Indonesia sebagai Tjermin Manusia Indonesia Baru}}. Diterbitkan oleh P.T. Gunung Agung, Djakarta. Buku ini berisi kumpulan prasaran serta pembahasan dalam Simposium Bahasa dan Kesusastraan Indonesia jang diselenggarakan oleh Lembaga Bahasa dan Kesusastraan jang bekerdjasama dengan I.K.I.P. Djakarta dan K.A.S.I. Djaja (1967).}}<noinclude></noinclude>
e4t6kh86cfeme1ylqfsbkyvhmekg699
294852
294849
2026-05-14T02:53:31Z
Upiak Ituih
27011
294852
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||14}}</noinclude>Djuga dapat dipeladjari Bernard Bloch dan George L. Trager, {{u|Outline of Linguistics Analysis}}, Linguistic Society of America, Baltimore, Md., 1942, bab 2, Phonetics.
atau dalam paper George L. Trager, Phonetics: {{u|Glossary and Tables}}, (Studies in Linguistics, Occasional paper 6, University of Buffalo, New York, 1958), sebagai hasil memperkembangkan apa jang telah ditulisnja terdahulu bersama Bloch. Dalam paper ini dipergunakan sistim 42 vokal kardinal dengan penetapan/klasifikasi: tinggi, agak tinggi, lebih madia, madia, agak rendah, agak rendah dan rendah.
{{rh||——————————}}
Sudah terbit:
<ol>
<poem>
Edjaan Baru Bahasa Indonesia. Diterbitkan oleh Djaja Rakjat, Djakarta (1967). Edjaan baru ini disusun oleh Panitia Edjaan Lembaga Bahasa dan Kesusastraan, Direktorat Djenderal Kebudajaan, Departemen P. dan K. (1966).
</poem>
</ol>
Hampir selesai ditjetak:
<ol>
<poem>
{{u|Bahasa dan Kesusastraan Indonesia sebagai Tjermin Manusia Indonesia Baru}}. Diterbitkan oleh P.T. Gunung Agung, Djakarta. Buku ini berisi kumpulan prasaran serta pembahasan dalam Simposium Bahasa dan Kesusastraan Indonesia jang diselenggarakan oleh Lembaga Bahasa dan Kesusastraan jang bekerdjasama dengan I.K.I.P. Djakarta dan K.A.S.I. Djaja (1967).
</poem>
</ol><noinclude></noinclude>
33qrcndm9ftl23dlfxp35peb061kp6g
295178
294852
2026-05-14T09:34:11Z
Arulbe
24016
/* Tervalidasi */
295178
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arulbe" />{{rh||14}}</noinclude>Djuga dapat dipeladjari Bernard Bloch dan George L. Trager, {{u|Outline of Linguistics Analysis}}, Linguistic Society of America, Baltimore, Md., 1942, bab 2, Phonetics.
atau dalam paper George L. Trager, Phonetics: {{u|Glossary and Tables}}, (Studies in Linguistics, Occasional paper 6, University of Buffalo, New York, 1958), sebagai hasil memperkembangkan apa jang telah ditulisnja terdahulu bersama Bloch. Dalam paper ini dipergunakan sistim 42 vokal kardinal dengan penetapan/klasifikasi: tinggi, agak tinggi, lebih madia, madia, agak rendah, agak rendah dan rendah.
{{rh||——————————}}
Sudah terbit:
<ol>
<poem>
Edjaan Baru Bahasa Indonesia. Diterbitkan oleh Djaja Rakjat, Djakarta (1967). Edjaan baru ini disusun oleh Panitia Edjaan Lembaga Bahasa dan Kesusastraan, Direktorat Djenderal Kebudajaan, Departemen P. dan K. (1966).
</poem>
</ol>
Hampir selesai ditjetak:
<ol>
<poem>
{{u|Bahasa dan Kesusastraan Indonesia sebagai Tjermin Manusia Indonesia Baru}}. Diterbitkan oleh P.T. Gunung Agung, Djakarta. Buku ini berisi kumpulan prasaran serta pembahasan dalam Simposium Bahasa dan Kesusastraan Indonesia jang diselenggarakan oleh Lembaga Bahasa dan Kesusastraan jang bekerdjasama dengan I.K.I.P. Djakarta dan K.A.S.I. Djaja (1967).
</poem>
</ol><noinclude></noinclude>
nbgdcu8h86a2y7nfbm0wdyb2h4ll7nk
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1019
104
104407
294851
2026-05-14T02:53:17Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294851
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Pikiran ini membawa perubahan dari pemikiran partai mendjadi pemikiran perwakilan fungsionil. Untuk mentjari ini timbul pertentangan.
Saja dari fihak tentara jang mendjadi anggota Dewan Nasional telah mengadjukan konsepsi untuk mendjamin demokrasi terpimpin, mendjamin kestabilan itu diperlukan perbaikan² teknis pemerintahan dan susunan pemerintahan.
Kalau kita lihat, pemimpin² itu memimpin departemen kalau mereka berkumpul, mereka djadi Staf Umum. Pemerintah hendaknja sebagai Staf Umum. Haluan pemerintah tidak perlu mewakili partai. Madjelis permusjawaratan jang terdiri dari wakil² sosial ekonomi akan mendjamin kekeluargaan lebih harmonis. '''Tjita² jang murni ditumpangi kepentingan partai.'''
TNI harus mengisi demokrasi terpimpin dalam pelaksanaannja kembali ke UUD......'45. Dengan perkembangan golongan fungsionil achirnja Pemerintah, Presiden tiba pada pendapat jang sama bahwa UUD'45 lebih mendjamin demokrasi terpimpin, djuga lebih mendjamin semangat kita untuk menjelesaikan revolusi. Tidak sadja physik, tetapi djuga djiwa dan semangat tahun 1945 bisa dihidupkan untuk meneruskan perdjuangan dan persatuan. Kembalinja ke UUD '45 adalah sangat menggembirakan bagi kita sebagai tentara.
Ini adalah suatu tjita² jang murni dari teman² kita jang menginginkan kestabilan. Tetapi tjita² murni mereka itu ditumpangi oleh kepentingan² partai, perseorangan jang membawa begitu banjak peristiwa jang merusak Negara kita, sehingga ini merupakan persoalan.
Dengan kembalinja kita pada UUD '45 djiwa TNI akan stabil. Tapi dengan kembalinja kita pada UUD '45, tidak dengan sendirinja Negara akan mendjadi baik. Hal ini tergantung pada pekerdjaan kita, tergantung pada kita sebagai alat Negara dan Warganegara. Bagaimanapun ichlasnja kita terhadap Negara, kalau setengah², inipun tidak akan berguna.
Pegawai dan Tentara wadjib lojal terhadap Pemerintah. Kita harus menertibkan alat² Negara dalam mendisiplinkan alat² Negara. Kita harus memperbaiki tugas, kita harus mempertinggi mutu. Dikalangan Tentara ada jang melalaikan tugas, dikalangan Perwira ada jang tidak sungguh² lagi berdjuang, tetapi banjak memikirkan rumah jang lebih lengkap, kendaraan jang lebih bagus. Ini harus kita tertibkan. Kesederhanaan harus kita utamakan. Marilah kita memikirkan untuk melaksanakan tugas kita dalam bidang Penguasa Perang, PDM dan lain². Dibidang ekonomi djuga harus diadakan perbaikan. Marilah kita memberi isi dan bekerdja dengan suasana baru.
Saja minta agar kita mempunjai disiplin jang lebih kuat dan hasil kerdja lebih besar lagi. Kalau ada dikalangan kita tidak menjetudjui dalam hal ini, tjukup dengan meninggalkan Tentara, karena dengan demikian lebih terdjamin Negara kita djiwa '45. Demikian Kepala Staf Angkatan Darat Let. Djen. A.H. Nasution dalam tjeramahnja dihadapan para pendjabat Militer dan Sipil ditempat.
{{Missing image}}
<small>''GAMBAR ATAS:<br>
Pandji Bukit Barisan dikawal oleh 1 kompi Inf. mamasuki halaman Ko. T & T I.''
{{right|''(Foto Penterr. I).''}}</small>
{{Missing image}}
<small>''GAMBAR BAWAH:<br>
Para anggota OKD di Tondano jang terdiri dari pemuda² Minahasa jang terkenal aktif membantu APRI sedang di-inspeksi oleh KASAD Let. Djend. Nasution, ketika beliau berkundjung di post² mereka disekitar Tondano.''
{{right|''(Foto Penad.'')}}</small><noinclude>{{rh|||9}}</noinclude>
ogf2mi9vkfpzxurhs0gkeb0edha68je
294854
294851
2026-05-14T02:53:39Z
Link PB
26772
294854
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Pikiran ini membawa perubahan dari pemikiran partai mendjadi pemikiran perwakilan fungsionil. Untuk mentjari ini timbul pertentangan.
Saja dari fihak tentara jang mendjadi anggota Dewan Nasional telah mengadjukan konsepsi untuk mendjamin demokrasi terpimpin, mendjamin kestabilan itu diperlukan perbaikan² teknis pemerintahan dan susunan pemerintahan.
Kalau kita lihat, pemimpin² itu memimpin departemen kalau mereka berkumpul, mereka djadi Staf Umum. Pemerintah hendaknja sebagai Staf Umum. Haluan pemerintah tidak perlu mewakili partai. Madjelis permusjawaratan jang terdiri dari wakil² sosial ekonomi akan mendjamin kekeluargaan lebih harmonis.
'''Tjita² jang murni ditumpangi kepentingan partai.'''
TNI harus mengisi demokrasi terpimpin dalam pelaksanaannja kembali ke UUD......'45. Dengan perkembangan golongan fungsionil achirnja Pemerintah, Presiden tiba pada pendapat jang sama bahwa UUD'45 lebih mendjamin demokrasi terpimpin, djuga lebih mendjamin semangat kita untuk menjelesaikan revolusi. Tidak sadja physik, tetapi djuga djiwa dan semangat tahun 1945 bisa dihidupkan untuk meneruskan perdjuangan dan persatuan. Kembalinja ke UUD '45 adalah sangat menggembirakan bagi kita sebagai tentara.
Ini adalah suatu tjita² jang murni dari teman² kita jang menginginkan kestabilan. Tetapi tjita² murni mereka itu ditumpangi oleh kepentingan² partai, perseorangan jang membawa begitu banjak peristiwa jang merusak Negara kita, sehingga ini merupakan persoalan.
Dengan kembalinja kita pada UUD '45 djiwa TNI akan stabil. Tapi dengan kembalinja kita pada UUD '45, tidak dengan sendirinja Negara akan mendjadi baik. Hal ini tergantung pada pekerdjaan kita, tergantung pada kita sebagai alat Negara dan Warganegara. Bagaimanapun ichlasnja kita terhadap Negara, kalau setengah², inipun tidak akan berguna.
Pegawai dan Tentara wadjib lojal terhadap Pemerintah. Kita harus menertibkan alat² Negara dalam mendisiplinkan alat² Negara. Kita harus memperbaiki tugas, kita harus mempertinggi mutu. Dikalangan Tentara ada jang melalaikan tugas, dikalangan Perwira ada jang tidak sungguh² lagi berdjuang, tetapi banjak memikirkan rumah jang lebih lengkap, kendaraan jang lebih bagus. Ini harus kita tertibkan. Kesederhanaan harus kita utamakan. Marilah kita memikirkan untuk melaksanakan tugas kita dalam bidang Penguasa Perang, PDM dan lain². Dibidang ekonomi djuga harus diadakan perbaikan. Marilah kita memberi isi dan bekerdja dengan suasana baru.
Saja minta agar kita mempunjai disiplin jang lebih kuat dan hasil kerdja lebih besar lagi. Kalau ada dikalangan kita tidak menjetudjui dalam hal ini, tjukup dengan meninggalkan Tentara, karena dengan demikian lebih terdjamin Negara kita djiwa '45. Demikian Kepala Staf Angkatan Darat Let. Djen. A.H. Nasution dalam tjeramahnja dihadapan para pendjabat Militer dan Sipil ditempat.
{{Missing image}}
<small>''GAMBAR ATAS:<br>
Pandji Bukit Barisan dikawal oleh 1 kompi Inf. mamasuki halaman Ko. T & T I.''
{{right|''(Foto Penterr. I).''}}</small>
{{Missing image}}
<small>''GAMBAR BAWAH:<br>
Para anggota OKD di Tondano jang terdiri dari pemuda² Minahasa jang terkenal aktif membantu APRI sedang di-inspeksi oleh KASAD Let. Djend. Nasution, ketika beliau berkundjung di post² mereka disekitar Tondano.''
{{right|''(Foto Penad.'')}}</small><noinclude>{{rh|||9}}</noinclude>
2w8qv0ezc76ojwf7ligkkm5b887dyf2
294855
294854
2026-05-14T02:54:05Z
Link PB
26772
294855
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Pikiran ini membawa perubahan dari pemikiran partai mendjadi pemikiran perwakilan fungsionil. Untuk mentjari ini timbul pertentangan.
Saja dari fihak tentara jang mendjadi anggota Dewan Nasional telah mengadjukan konsepsi untuk mendjamin demokrasi terpimpin, mendjamin kestabilan itu diperlukan perbaikan² teknis pemerintahan dan susunan pemerintahan.
Kalau kita lihat, pemimpin² itu memimpin departemen kalau mereka berkumpul, mereka djadi Staf Umum. Pemerintah hendaknja sebagai Staf Umum. Haluan pemerintah tidak perlu mewakili partai. Madjelis permusjawaratan jang terdiri dari wakil² sosial ekonomi akan mendjamin kekeluargaan lebih harmonis.
'''Tjita² jang murni ditumpangi kepentingan partai.'''
TNI harus mengisi demokrasi terpimpin dalam pelaksanaannja kembali ke UUD......'45. Dengan perkembangan golongan fungsionil achirnja Pemerintah, Presiden tiba pada pendapat jang sama bahwa UUD'45 lebih mendjamin demokrasi terpimpin, djuga lebih mendjamin semangat kita untuk menjelesaikan revolusi. Tidak sadja physik, tetapi djuga djiwa dan semangat tahun 1945 bisa dihidupkan untuk meneruskan perdjuangan dan persatuan. Kembalinja ke UUD '45 adalah sangat menggembirakan bagi kita sebagai tentara.
Ini adalah suatu tjita² jang murni dari teman² kita jang menginginkan kestabilan. Tetapi tjita² murni mereka itu ditumpangi oleh kepentingan² partai, perseorangan jang membawa begitu banjak peristiwa jang merusak Negara kita, sehingga ini merupakan persoalan.
Dengan kembalinja kita pada UUD '45 djiwa TNI akan stabil. Tapi dengan kembalinja kita pada UUD '45, tidak dengan sendirinja Negara akan mendjadi baik. Hal ini tergantung pada pekerdjaan kita, tergantung pada kita sebagai alat Negara dan Warganegara. Bagaimanapun ichlasnja kita terhadap Negara, kalau setengah², inipun tidak akan berguna.
Pegawai dan Tentara wadjib lojal terhadap Pemerintah. Kita harus menertibkan alat² Negara dalam mendisiplinkan alat² Negara. Kita harus memperbaiki tugas, kita harus mempertinggi mutu. Dikalangan Tentara ada jang melalaikan tugas, dikalangan Perwira ada jang tidak sungguh² lagi berdjuang, tetapi banjak memikirkan rumah jang lebih lengkap, kendaraan jang lebih bagus. Ini harus kita tertibkan. Kesederhanaan harus kita utamakan. Marilah kita memikirkan untuk melaksanakan tugas kita dalam bidang Penguasa Perang, PDM dan lain². Dibidang ekonomi djuga harus diadakan perbaikan. Marilah kita memberi isi dan bekerdja dengan suasana baru.
Saja minta agar kita mempunjai disiplin jang lebih kuat dan hasil kerdja lebih besar lagi. Kalau ada dikalangan kita tidak menjetudjui dalam hal ini, tjukup dengan meninggalkan Tentara, karena dengan demikian lebih terdjamin Negara kita djiwa '45. Demikian Kepala Staf Angkatan Darat Let. Djen. A.H. Nasution dalam tjeramahnja dihadapan para pendjabat Militer dan Sipil ditempat.
{{Missing image}}
<small>''GAMBAR ATAS:''<br>
''Pandji Bukit Barisan dikawal oleh 1 kompi Inf. mamasuki halaman Ko. T & T I.''
{{right|''(Foto Penterr. I).''}}</small>
{{Missing image}}
<small>''GAMBAR BAWAH:''<br>
''Para anggota OKD di Tondano jang terdiri dari pemuda² Minahasa jang terkenal aktif membantu APRI sedang di-inspeksi oleh KASAD Let. Djend. Nasution, ketika beliau berkundjung di post² mereka disekitar Tondano.''
{{right|''(Foto Penad.'')}}</small><noinclude>{{rh|||9}}</noinclude>
d5g0mmks6492t6cgal5zse3uo5nt4dj
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1022
104
104408
294862
2026-05-14T03:01:50Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294862
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}}
<small>''Pelukis Trubus mengabadikan Almarhum Dr. Ki Hadjar Dewantara.''
{{right|''(Clip : Minggu Pagi).''}}</small>
<big>In Memoriam:</big>
<big><big><big>'''DR. KI HADJAR DEWANTORO'''</big></big></big>
* DENGAN WAFAT BELIAU, MASJARAKAT KEHILANGAN GURU AGUNG.
* UPATJARA PEMAKAMAN BELIAU SAMA DENGAN UPATJARA PEMAKAMAN SEORANG DJENDERAL.
{{c|(Saduran dari ''Mekarsari'' dan ''Djojobojo'')}}
{{c|(Oleh: Pe. Es.)}}
Hari Senen tgl. 27-4-1959 Dr. Ki Hadjar Dewantara wafat dalam usia 70 tahun kurang 5 hari. Beliau wafat ditempat kediamannja di Padepokan, Djl. Kusumanegara Jogjakarta dengan tenteram dan ichlas, ditungguhi oleh Nji Hadjar Dewantara dan sementara putra-tjotju dan keluarga Taman Siswa. Dengan wafatnja Dr. Ki Hadjar Dewantara, Masjarakat Indonesia kehilangan Tokoh Agung Nasional jang ulet. Usaha dan perdjuangan Almarhum dapat disimpulkan dalam tiga bidang: pertama sebagai Pelopor Kemerdekaan; kedua sebagai ahli pendidikan dan ketiga ahli kebudajaan. Selain daripada itu, Dr. Ki Hadjar Dewantara termasuk salah seorang keturunan Bangsawann jang terpadu dalam kehidupan rakjat djelata, melepaskan nama dan gelar kebangsawannannja, dihimpunnja kedalam dasar kerakjatan, demokrasi.
Dr. Ki Hadjar Dewantara selagi mudanja bernama Raden Mas Suwardi Surjaningrat. Nama dan gelar itu dilepaskannja, dibuang dan diganti dengan nama baru Ki Hadjar Dewantara. Nama ini sungguh tjotjok dan selaras dengan kedudukan serta tjita-tjitanja mendjadi djuru pendidik, jang diwudjudkan dalam Perguruan Taman Siswa jang tumbuh meliputi diseluruh Tanah Air Indonesia. Dengan berdirinja Taman Siswa, Ki Hadjar Dewantara dapat menjebarkan tingginja kebudajaan, tidak hanja terbatas kepada murid Taman Siswa sa-dja, akan tetapi meluas kepada Masjarakat umum.
Tebalnja rasa kebangsaan Dr. Ki Hadjar Dewantara terkenal diseluruh dunia, ketika beliau menulis karangan jang berkepala "Als ik eens Nederlander was", (Djika saja seorang Belanda-Red). Ketika bangsa Belanda hendak memperingati 100 tahun kemerdekaannja, bangsa Indonesia jang dibawah perintah Belanda diadjak memperingati dan merajakan peringatan tersebut. Dari sebab itu, Raden Mas Suwardi Surjaningrat menulis karangan untuk menjatakan rasa-hatinja, "Djikalau saja seorang bangsa Belanda, pasti akan bersukarija, gembira memperingati 100 tahun kemerdekaannja. Tetapi sajang, bahwa saja adalah bangsa Indonesia jang saat itu dibawah telapak pendjadjahan dan pemerintah bangsa Belanda".
Oleh karena melahirkan rasa-hatinja jang demikian itu tidak menjenangkan pihak Pemerintah Hindia Belanda, maka beliau kemudian ditangkap dan achirnja disingkirkan keluar Indonesia. Berhubung diperbolehkan memilih tempat, maka dipilihnja dan diasingkan ke Negeri Belanda.
Jang mengalami tindakan sematjam ini ada tiga orang, dan dapat dikatakan tiga serangkai, ialah Dr. Tjiptomangunkusumo, Dr. Douwes Dekker (Setyabudi Danudirdjo) dan R.M. Suwardi Surjaningrat.
Sebelum diasingkan ke Negeri Belanda, lebih dulu dimasukkan<noinclude>{{rh|12}}</noinclude>
18nior1rp2fkzl9gap1uzel42flj1la
294863
294862
2026-05-14T03:02:14Z
Link PB
26772
294863
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}}
<small>''Pelukis Trubus mengabadikan Almarhum Dr. Ki Hadjar Dewantara.''
{{right|''(Clip : Minggu Pagi).''}}</small>
<big>In Memoriam:</big>
{{c|<big><big><big>'''DR. KI HADJAR DEWANTORO'''</big></big></big>)}}
* DENGAN WAFAT BELIAU, MASJARAKAT KEHILANGAN GURU AGUNG.
* UPATJARA PEMAKAMAN BELIAU SAMA DENGAN UPATJARA PEMAKAMAN SEORANG DJENDERAL.
{{c|(Saduran dari ''Mekarsari'' dan ''Djojobojo'')}}
{{c|(Oleh: Pe. Es.)}}
Hari Senen tgl. 27-4-1959 Dr. Ki Hadjar Dewantara wafat dalam usia 70 tahun kurang 5 hari. Beliau wafat ditempat kediamannja di Padepokan, Djl. Kusumanegara Jogjakarta dengan tenteram dan ichlas, ditungguhi oleh Nji Hadjar Dewantara dan sementara putra-tjotju dan keluarga Taman Siswa. Dengan wafatnja Dr. Ki Hadjar Dewantara, Masjarakat Indonesia kehilangan Tokoh Agung Nasional jang ulet. Usaha dan perdjuangan Almarhum dapat disimpulkan dalam tiga bidang: pertama sebagai Pelopor Kemerdekaan; kedua sebagai ahli pendidikan dan ketiga ahli kebudajaan. Selain daripada itu, Dr. Ki Hadjar Dewantara termasuk salah seorang keturunan Bangsawann jang terpadu dalam kehidupan rakjat djelata, melepaskan nama dan gelar kebangsawannannja, dihimpunnja kedalam dasar kerakjatan, demokrasi.
Dr. Ki Hadjar Dewantara selagi mudanja bernama Raden Mas Suwardi Surjaningrat. Nama dan gelar itu dilepaskannja, dibuang dan diganti dengan nama baru Ki Hadjar Dewantara. Nama ini sungguh tjotjok dan selaras dengan kedudukan serta tjita-tjitanja mendjadi djuru pendidik, jang diwudjudkan dalam Perguruan Taman Siswa jang tumbuh meliputi diseluruh Tanah Air Indonesia. Dengan berdirinja Taman Siswa, Ki Hadjar Dewantara dapat menjebarkan tingginja kebudajaan, tidak hanja terbatas kepada murid Taman Siswa sa-dja, akan tetapi meluas kepada Masjarakat umum.
Tebalnja rasa kebangsaan Dr. Ki Hadjar Dewantara terkenal diseluruh dunia, ketika beliau menulis karangan jang berkepala "Als ik eens Nederlander was", (Djika saja seorang Belanda-Red). Ketika bangsa Belanda hendak memperingati 100 tahun kemerdekaannja, bangsa Indonesia jang dibawah perintah Belanda diadjak memperingati dan merajakan peringatan tersebut. Dari sebab itu, Raden Mas Suwardi Surjaningrat menulis karangan untuk menjatakan rasa-hatinja, "Djikalau saja seorang bangsa Belanda, pasti akan bersukarija, gembira memperingati 100 tahun kemerdekaannja. Tetapi sajang, bahwa saja adalah bangsa Indonesia jang saat itu dibawah telapak pendjadjahan dan pemerintah bangsa Belanda".
Oleh karena melahirkan rasa-hatinja jang demikian itu tidak menjenangkan pihak Pemerintah Hindia Belanda, maka beliau kemudian ditangkap dan achirnja disingkirkan keluar Indonesia. Berhubung diperbolehkan memilih tempat, maka dipilihnja dan diasingkan ke Negeri Belanda.
Jang mengalami tindakan sematjam ini ada tiga orang, dan dapat dikatakan tiga serangkai, ialah Dr. Tjiptomangunkusumo, Dr. Douwes Dekker (Setyabudi Danudirdjo) dan R.M. Suwardi Surjaningrat.
Sebelum diasingkan ke Negeri Belanda, lebih dulu dimasukkan<noinclude>{{rh|12}}</noinclude>
sjpfef3jpfxcyobzf6drhcz4kf54lta
294865
294863
2026-05-14T03:02:36Z
Link PB
26772
294865
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}}
<small>''Pelukis Trubus mengabadikan Almarhum Dr. Ki Hadjar Dewantara.''
{{right|''(Clip : Minggu Pagi).''}}</small>
<big><big>In Memoriam:</big></big>
<big>{{c|<big><big><big>'''DR. KI HADJAR DEWANTORO'''</big></big></big>)}}</big>
* DENGAN WAFAT BELIAU, MASJARAKAT KEHILANGAN GURU AGUNG.
* UPATJARA PEMAKAMAN BELIAU SAMA DENGAN UPATJARA PEMAKAMAN SEORANG DJENDERAL.
{{c|(Saduran dari ''Mekarsari'' dan ''Djojobojo'')}}
{{c|(Oleh: Pe. Es.)}}
Hari Senen tgl. 27-4-1959 Dr. Ki Hadjar Dewantara wafat dalam usia 70 tahun kurang 5 hari. Beliau wafat ditempat kediamannja di Padepokan, Djl. Kusumanegara Jogjakarta dengan tenteram dan ichlas, ditungguhi oleh Nji Hadjar Dewantara dan sementara putra-tjotju dan keluarga Taman Siswa. Dengan wafatnja Dr. Ki Hadjar Dewantara, Masjarakat Indonesia kehilangan Tokoh Agung Nasional jang ulet. Usaha dan perdjuangan Almarhum dapat disimpulkan dalam tiga bidang: pertama sebagai Pelopor Kemerdekaan; kedua sebagai ahli pendidikan dan ketiga ahli kebudajaan. Selain daripada itu, Dr. Ki Hadjar Dewantara termasuk salah seorang keturunan Bangsawann jang terpadu dalam kehidupan rakjat djelata, melepaskan nama dan gelar kebangsawannannja, dihimpunnja kedalam dasar kerakjatan, demokrasi.
Dr. Ki Hadjar Dewantara selagi mudanja bernama Raden Mas Suwardi Surjaningrat. Nama dan gelar itu dilepaskannja, dibuang dan diganti dengan nama baru Ki Hadjar Dewantara. Nama ini sungguh tjotjok dan selaras dengan kedudukan serta tjita-tjitanja mendjadi djuru pendidik, jang diwudjudkan dalam Perguruan Taman Siswa jang tumbuh meliputi diseluruh Tanah Air Indonesia. Dengan berdirinja Taman Siswa, Ki Hadjar Dewantara dapat menjebarkan tingginja kebudajaan, tidak hanja terbatas kepada murid Taman Siswa sa-dja, akan tetapi meluas kepada Masjarakat umum.
Tebalnja rasa kebangsaan Dr. Ki Hadjar Dewantara terkenal diseluruh dunia, ketika beliau menulis karangan jang berkepala "Als ik eens Nederlander was", (Djika saja seorang Belanda-Red). Ketika bangsa Belanda hendak memperingati 100 tahun kemerdekaannja, bangsa Indonesia jang dibawah perintah Belanda diadjak memperingati dan merajakan peringatan tersebut. Dari sebab itu, Raden Mas Suwardi Surjaningrat menulis karangan untuk menjatakan rasa-hatinja, "Djikalau saja seorang bangsa Belanda, pasti akan bersukarija, gembira memperingati 100 tahun kemerdekaannja. Tetapi sajang, bahwa saja adalah bangsa Indonesia jang saat itu dibawah telapak pendjadjahan dan pemerintah bangsa Belanda".
Oleh karena melahirkan rasa-hatinja jang demikian itu tidak menjenangkan pihak Pemerintah Hindia Belanda, maka beliau kemudian ditangkap dan achirnja disingkirkan keluar Indonesia. Berhubung diperbolehkan memilih tempat, maka dipilihnja dan diasingkan ke Negeri Belanda.
Jang mengalami tindakan sematjam ini ada tiga orang, dan dapat dikatakan tiga serangkai, ialah Dr. Tjiptomangunkusumo, Dr. Douwes Dekker (Setyabudi Danudirdjo) dan R.M. Suwardi Surjaningrat.
Sebelum diasingkan ke Negeri Belanda, lebih dulu dimasukkan<noinclude>{{rh|12}}</noinclude>
1cgadd88b33b0s5l07e7neyywqnolu9
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/101
104
104409
294867
2026-05-14T03:02:51Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294867
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{{rh||BAHASA INDONESIA UNTUK BANGSA ASING}}
{{rh|||Oleh: A.M. Almatsier}}
Dewasa ini perhatian di luar negeri terhadap bahasa nasional kita, bahasa Indonesia, sangat menggembirakan. Permintaan akan lektor-lektor untuk mengadjar pada Perguruan Tinggi diluar tanah air, adalah bukti jang njata. Malahan hal itu terlalu menggembirakan, sehingga achirnja kita kuatir djuga sendiri akan terdesak disebabkan exodus dari pada ahli-ahli kita.
Telah diketahui umum, bahwa universitas-universitas di beberapa negara telah mempunjai "leerstoel" dalam bahasa dan kesusastraan Indonesia, bahkan diantaranya telah melangkah lebih madju. Beberapa tjontoh:
{| style="background:transparent; margin-left: 11em; line-height: 1.5; border-collapse: separate; border-spacing: 0 5px;"
| style="vertical-align:top; width:10em;" | Australia
| style="vertical-align:top; width:2em;" | :
| style="vertical-align:top;" | University of Melbourne<br />Monash University<br />University of Sydney<br />Australian National University
|-
| style="vertical-align:top;" | Amerika Serikat
| style="vertical-align:top;" | :
| style="vertical-align:top;" | Cornell University
|-
| style="vertical-align:top;" | Djerman Barat
| style="vertical-align:top;" | :
| style="vertical-align:top;" | Hamburg Universität
|-
| style="vertical-align:top;" | Rusia
| style="vertical-align:top;" | :
| style="vertical-align:top;" | Universitas Moskow dan Leningrad
|-
| style="vertical-align:top;" | Djepang
| style="vertical-align:top;" | :
| style="vertical-align:top;" | Tokyo University of<br />Foreign Studies.
|}
Untuk tidak melupakan Universitas Leiden di Nederland jang masih tetap memegang "lending position".
Konon kabarnja Australia sedemikian memahami pentingnja bahasa ki-ta bagi mereka, sehingga mata peladjaran bahasa Indonesia ditjantumkan pada kurikulum Sekolah Landjutan (Victoria, N.S. Wales dan Queensland).Tidaklah kita merasa bangga membatja kabar berita belakangan ini, bahwa Mrs. Gorton, njonja P.M. Australia sedang menyiapkan suatu tesis mengenai perkembangan sastra Indonesia dengan mengambil tema "Essayist achdiat K. Mihardja".
Sarjana asing seperti: Teeuw (Belanda), Johns, Skinner (Australia), Echols (A.S.), Kähler, Karow, Irene Hilgers (Jerman Barat) telah cukup dikenal karena produktivitasnya dalam bidang ilmu bahasa kita.
Telah kelihatan tanda-tanda bahwa kerja mereka merupakan sumber yang tidak sedikit artinya bagi bangsa kita yang hendak memperdalam pengetahuannya dalam bidang bahasa.
---------
{{gap}}Kepala Dinas Bahasa dan Kesusastraan Asing, DBK.<noinclude>{{rh|||15}}</noinclude>
pa2f651baguabs22p5i7i7ydvh1jqi0
294869
294867
2026-05-14T03:04:24Z
Upiak Ituih
27011
294869
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{{rh||BAHASA INDONESIA UNTUK BANGSA ASING}}
{{rh|||Oleh: A.M. Almatsier}}
Dewasa ini perhatian di luar negeri terhadap bahasa nasional kita, bahasa Indonesia, sangat menggembirakan. Permintaan akan lektor-lektor untuk mengadjar pada Perguruan Tinggi diluar tanah air, adalah bukti jang njata. Malahan hal itu terlalu menggembirakan, sehingga achirnja kita kuatir djuga sendiri akan terdesak disebabkan exodus dari pada ahli-ahli kita.
Telah diketahui umum, bahwa universitas-universitas di beberapa negara telah mempunjai "leerstoel" dalam bahasa dan kesusastraan Indonesia, bahkan diantaranya telah melangkah lebih madju. Beberapa tjontoh:
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 12em; padding-bottom: 0.5em;" | Australia
| style="vertical-align: top; width: 2em;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | University of Melbourne<br />Monash University<br />University of Sydney<br />Australian National University
|-
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Amerika Serikat
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Cornell University
|-
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Djerman Barat
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Hamburg Universität
|-
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Rusia
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Universitas Moskow<br />dan Leningrad
|-
| style="vertical-align: top;" | Djepang
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top;" | Tokyo University of<br />Foreign Studies.
|}
Untuk tidak melupakan Universitas Leiden di Nederland jang masih tetap memegang "lending position".
Konon kabarnja Australia sedemikian memahami pentingnja bahasa ki-ta bagi mereka, sehingga mata peladjaran bahasa Indonesia ditjantumkan pada kurikulum Sekolah Landjutan (Victoria, N.S. Wales dan Queensland).Tidaklah kita merasa bangga membatja kabar berita belakangan ini, bahwa Mrs. Gorton, njonja P.M. Australia sedang menyiapkan suatu tesis mengenai perkembangan sastra Indonesia dengan mengambil tema "Essayist achdiat K. Mihardja".
Sarjana asing seperti: Teeuw (Belanda), Johns, Skinner (Australia), Echols (A.S.), Kähler, Karow, Irene Hilgers (Jerman Barat) telah cukup dikenal karena produktivitasnya dalam bidang ilmu bahasa kita.
Telah kelihatan tanda-tanda bahwa kerja mereka merupakan sumber yang tidak sedikit artinya bagi bangsa kita yang hendak memperdalam pengetahuannya dalam bidang bahasa.
---------
{{gap}}Kepala Dinas Bahasa dan Kesusastraan Asing, DBK.<noinclude>{{rh|||15}}</noinclude>
1r16m7wwh5kdrxmwdewauzy322zyqrm
294871
294869
2026-05-14T03:04:52Z
Upiak Ituih
27011
294871
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{{rh||BAHASA INDONESIA UNTUK BANGSA ASING}}
{{rh|||Oleh: A.M. Almatsier}}
Dewasa ini perhatian di luar negeri terhadap bahasa nasional kita, bahasa Indonesia, sangat menggembirakan. Permintaan akan lektor-lektor untuk mengadjar pada Perguruan Tinggi diluar tanah air, adalah bukti jang njata. Malahan hal itu terlalu menggembirakan, sehingga achirnja kita kuatir djuga sendiri akan terdesak disebabkan exodus dari pada ahli-ahli kita.
Telah diketahui umum, bahwa universitas-universitas di beberapa negara telah mempunjai "leerstoel" dalam bahasa dan kesusastraan Indonesia, bahkan diantaranya telah melangkah lebih madju. Beberapa tjontoh:
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 12em; padding-bottom: 0.5em;" | Australia
| style="vertical-align: top; width: 2em;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | University of Melbourne<br />Monash University<br />University of Sydney<br />Australian National University
|-
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Amerika Serikat
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Cornell University
|-
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Djerman Barat
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Hamburg Universität
|-
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Rusia
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Universitas Moskow<br />dan Leningrad
|-
| style="vertical-align: top;" | Djepang
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top;" | Tokyo University of<br />Foreign Studies.
|}
Untuk tidak melupakan Universitas Leiden di Nederland jang masih tetap memegang "lending position".
Konon kabarnja Australia sedemikian memahami pentingnja bahasa ki-ta bagi mereka, sehingga mata peladjaran bahasa Indonesia ditjantumkan pada kurikulum Sekolah Landjutan (Victoria, N.S. Wales dan Queensland).Tidaklah kita merasa bangga membatja kabar berita belakangan ini, bahwa Mrs. Gorton, njonja P.M. Australia sedang menyiapkan suatu tesis mengenai perkembangan sastra Indonesia dengan mengambil tema "Essayist achdiat K. Mihardja".
Sarjana asing seperti: Teeuw (Belanda), Johns, Skinner (Australia), Echols (A.S.), Kähler, Karow, Irene Hilgers (Jerman Barat) telah cukup dikenal karena produktivitasnya dalam bidang ilmu bahasa kita.
Telah kelihatan tanda-tanda bahwa kerja mereka merupakan sumber yang tidak sedikit artinya bagi bangsa kita yang hendak memperdalam pengetahuannya dalam bidang bahasa.
---------
{{gap}}Kepala Dinas Bahasa dan Kesusastraan Asing, DBK.<noinclude>{{rh|||15}}</noinclude>
pxtdkwv0632q2kjfpnrm2dwr8ixyafx
294872
294871
2026-05-14T03:05:32Z
Upiak Ituih
27011
294872
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{{rh||BAHASA INDONESIA UNTUK BANGSA ASING}}
{{rh|||Oleh: A.M. Almatsier}}
Dewasa ini perhatian di luar negeri terhadap bahasa nasional kita, bahasa Indonesia, sangat menggembirakan. Permintaan akan lektor-lektor untuk mengadjar pada Perguruan Tinggi diluar tanah air, adalah bukti jang njata. Malahan hal itu terlalu menggembirakan, sehingga achirnja kita kuatir djuga sendiri akan terdesak disebabkan exodus dari pada ahli-ahli kita.
Telah diketahui umum, bahwa universitas-universitas di beberapa negara telah mempunjai "leerstoel" dalam bahasa dan kesusastraan Indonesia, bahkan diantaranya telah melangkah lebih madju. Beberapa tjontoh:
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 12em; padding-bottom: 0.5em;" | Australia
| style="vertical-align: top; width: 2em;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | University of Melbourne<br />Monash University<br />University of Sydney<br />Australian National University
|-
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Amerika Serikat
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Cornell University
|-
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Djerman Barat
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Hamburg Universität
|-
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | {{sp|Rusia}}
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Universitas Moskow<br />dan Leningrad
|-
| style="vertical-align: top;" | {{sp|Djepang}}
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top;" | Tokyo University of<br />Foreign Studies.
|}
Untuk tidak melupakan Universitas Leiden di Nederland jang masih tetap memegang "lending position".
Konon kabarnja Australia sedemikian memahami pentingnja bahasa ki-ta bagi mereka, sehingga mata peladjaran bahasa Indonesia ditjantumkan pada kurikulum Sekolah Landjutan (Victoria, N.S. Wales dan Queensland).Tidaklah kita merasa bangga membatja kabar berita belakangan ini, bahwa Mrs. Gorton, njonja P.M. Australia sedang menyiapkan suatu tesis mengenai perkembangan sastra Indonesia dengan mengambil tema "Essayist achdiat K. Mihardja".
Sarjana asing seperti: Teeuw (Belanda), Johns, Skinner (Australia), Echols (A.S.), Kähler, Karow, Irene Hilgers (Jerman Barat) telah cukup dikenal karena produktivitasnya dalam bidang ilmu bahasa kita.
Telah kelihatan tanda-tanda bahwa kerja mereka merupakan sumber yang tidak sedikit artinya bagi bangsa kita yang hendak memperdalam pengetahuannya dalam bidang bahasa.
---------
{{gap}}Kepala Dinas Bahasa dan Kesusastraan Asing, DBK.<noinclude>{{rh|||15}}</noinclude>
04zbhym4vcjg7oonxmamcwdy8bc1m2f
295179
294872
2026-05-14T09:34:54Z
Arulbe
24016
/* Tervalidasi */
295179
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arulbe" /></noinclude>{{rh||BAHASA INDONESIA UNTUK BANGSA ASING}}
{{rh|||Oleh: A.M. Almatsier}}
Dewasa ini perhatian di luar negeri terhadap bahasa nasional kita, bahasa Indonesia, sangat menggembirakan. Permintaan akan lektor-lektor untuk mengadjar pada Perguruan Tinggi diluar tanah air, adalah bukti jang njata. Malahan hal itu terlalu menggembirakan, sehingga achirnja kita kuatir djuga sendiri akan terdesak disebabkan exodus dari pada ahli-ahli kita.
Telah diketahui umum, bahwa universitas-universitas di beberapa negara telah mempunjai "leerstoel" dalam bahasa dan kesusastraan Indonesia, bahkan diantaranya telah melangkah lebih madju. Beberapa tjontoh:
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 12em; padding-bottom: 0.5em;" | Australia
| style="vertical-align: top; width: 2em;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | University of Melbourne<br />Monash University<br />University of Sydney<br />Australian National University
|-
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Amerika Serikat
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Cornell University
|-
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Djerman Barat
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Hamburg Universität
|-
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | {{sp|Rusia}}
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Universitas Moskow<br />dan Leningrad
|-
| style="vertical-align: top;" | {{sp|Djepang}}
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top;" | Tokyo University of<br />Foreign Studies.
|}
Untuk tidak melupakan Universitas Leiden di Nederland jang masih tetap memegang "lending position".
Konon kabarnja Australia sedemikian memahami pentingnja bahasa ki-ta bagi mereka, sehingga mata peladjaran bahasa Indonesia ditjantumkan pada kurikulum Sekolah Landjutan (Victoria, N.S. Wales dan Queensland).Tidaklah kita merasa bangga membatja kabar berita belakangan ini, bahwa Mrs. Gorton, njonja P.M. Australia sedang menyiapkan suatu tesis mengenai perkembangan sastra Indonesia dengan mengambil tema "Essayist achdiat K. Mihardja".
Sarjana asing seperti: Teeuw (Belanda), Johns, Skinner (Australia), Echols (A.S.), Kähler, Karow, Irene Hilgers (Jerman Barat) telah cukup dikenal karena produktivitasnya dalam bidang ilmu bahasa kita.
Telah kelihatan tanda-tanda bahwa kerja mereka merupakan sumber yang tidak sedikit artinya bagi bangsa kita yang hendak memperdalam pengetahuannya dalam bidang bahasa.
---------
{{gap}}Kepala Dinas Bahasa dan Kesusastraan Asing, DBK.<noinclude>{{rh|||15}}</noinclude>
j8hly8o76ew0lhnksu5f0njznw3gmit
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1023
104
104410
294875
2026-05-14T03:07:24Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294875
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>dalam rumah pendjara Semarang ber-sama² dengan Pelopor dan Perintis kemerdekaan lainnja jang ditangkap oleh Belanda. Beliau di-izinkan pulang untuk keperluan menikah, jaitu dgn Nji Hadjar Dewantara. Selesai pernikahan terus berangkat menudju pengasingan di Negeri Belanda.
Ditempat pengasingan itu R. M. Suwardi memperluas ilmu pendidikan. Maka setelah kembali ke Tanah Air, lalu mendjadi guru di Pendidikan Adhi Darmo, dan kemudian mendirikan Perguruan Taman Siswa pada th. 1922.
Meskipun sudah sakit, badan lesu dan lemah, usia telah landjut, se-hari² hanja berbaring ditempat tidur, akan tetapi disebabkan getaran suasana dalam persoalan "Demokrasi Terpimpin", almarhum Dr. Ki Hadjar Dewantara masih memaksa-kan diri menulis dasar² jang bersangkut-paut dengan persoalan tersebut. Tulisan tadi sedianja akan dibukukan pada tgl. 2-5-1959 untuk memperingati usianja genap 70 tahun. Tetapi sajang, Tuhan Maha Kuasa telah memanggil beliau kehadirat-Nja, sebelum beliau menjaksikan beredornja buah-karya tadi.
Dr. Ki Hadjar Dewantara telah wafat. Namun demikian segala usaha dan peladjaran serta suri-tauladan jang pernah dituangkan, tak akan lenjap tiada bekas. Namun beliau tertjatat dalam sedjarah Indonesia, oleh karenanja tak akan hapus se-lama²nja.
Sebelum wafat beliau meninggalkan pesan, jaitu NAMA beliau djangan hendaknja digunakan untuk nama djalan. Kalau ingin mempergunakan, gunakanlah untuk nama Sekolahan. Teranglah tjinta beliau terhadap masalah pendidikan amat besar. Beliau tahu, bahwa pengadjaran, pendidikan itu mendjadi dasar dan sjarat untuk menudju dan mentjapai kebahagiaan. Pandai dan ber-ilmu tinggi tetapi tidak disertai budi-utama, akan pertjuma tiada guna.
Pedoman dasar Dr. Ki Hadjar Dewantara atas pendidikan, digubah dalam kalimat Djawa "Tut wari andajani" dan tiga sumber "Tri Pusara" (Tiga unsur pokok) jaitu '''pengadjaran, kekeluargaan dan masjarakat'''. Ketigatiganja besar sekali pengaruhnja sebagai sjarat membentuk watak manusia.
R.M. Suwardi Surjaningrat dilahirkan pada tgl. 2 Mei 1889 di Paku Alaman, Jojjakarta. Beliau adalah putra sulung dari K.P.H. Surjaningrat putra K.G.P.A.A. Paku Alam III. Setelah menamatkan sekolah E.L.S., R.M. Suwardi Surjaningrat melandjutkan peladjarannja di S.T.O.V.I.A. Oleh karena tidak sampai selesai, maka kemudian beliau bekerdja pada pabrik gula Kalibagor (Banjumas). Tak lama mendjadi pegawai pabrik, beliau kembali ke kota Jogjakarta dan bekerdja pada Apotheek Rathkamp. Kali inipun tidak sampai lama, sebab tak lama kemudian beliau mendapat halangan, jaitu diasingkan oleh Pemerintah Hindia Belanda ke Negeri Belanda.
Pada djaman Djepang, nama Ki Hadjar Dewantara tergolong dalam "Empat Serangkai": Ir. Sukarno, Drs. Moh. Hatta, Kyai Hadji Moh. Mansjur dan Ki Hadjar Dewantara. Selain itu djuga mendjadi anggota Panitya Adat dan Tatanegara, dan terachir Ti-oo Sangi In.
Setelah djaman Kemerdekaan, Almarhum Ki Hadjar Dewantara mendjabat sebagai Menteri Pe-
{{Missing image}}
<small>''Peringatan kawin perak 25 tahun dalam suka dan duka.''
{{right|''(Clue: Minggu Pagi).''}}</small>
{{Missing image}}
<small>''Bersama Mr. Moh. Yamin mengunjungi pameran hasil karya siswa-siswa Taman Siswa.''
{{right|''(Clue: Minggu Pagi).''}}</small><noinclude>{{rh|||13}}</noinclude>
i6nwg3fgs88jm5r6y5c2x5ap5sylvcw
294877
294875
2026-05-14T03:07:56Z
Link PB
26772
294877
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>dalam rumah pendjara Semarang ber-sama² dengan Pelopor dan Perintis kemerdekaan lainnja jang ditangkap oleh Belanda. Beliau di-izinkan pulang untuk keperluan menikah, jaitu dgn Nji Hadjar Dewantara. Selesai pernikahan terus berangkat menudju pengasingan di Negeri Belanda.
Ditempat pengasingan itu R. M. Suwardi memperluas ilmu pendidikan. Maka setelah kembali ke Tanah Air, lalu mendjadi guru di Pendidikan Adhi Darmo, dan kemudian mendirikan Perguruan Taman Siswa pada th. 1922.
Meskipun sudah sakit, badan lesu dan lemah, usia telah landjut, se-hari² hanja berbaring ditempat tidur, akan tetapi disebabkan getaran suasana dalam persoalan "Demokrasi Terpimpin", almarhum Dr. Ki Hadjar Dewantara masih memaksa-kan diri menulis dasar² jang bersangkut-paut dengan persoalan tersebut. Tulisan tadi sedianja akan dibukukan pada tgl. 2-5-1959 untuk memperingati usianja genap 70 tahun. Tetapi sajang, Tuhan Maha Kuasa telah memanggil beliau kehadirat-Nja, sebelum beliau menjaksikan beredornja buah-karya tadi.
Dr. Ki Hadjar Dewantara telah wafat. Namun demikian segala usaha dan peladjaran serta suri-tauladan jang pernah dituangkan, tak akan lenjap tiada bekas. Namun beliau tertjatat dalam sedjarah Indonesia, oleh karenanja tak akan hapus se-lama²nja.
Sebelum wafat beliau meninggalkan pesan, jaitu NAMA beliau djangan hendaknja digunakan untuk nama djalan. Kalau ingin mempergunakan, gunakanlah untuk nama Sekolahan. Teranglah tjinta beliau terhadap masalah pendidikan amat besar. Beliau tahu, bahwa pengadjaran, pendidikan itu mendjadi dasar dan sjarat untuk menudju dan mentjapai kebahagiaan. Pandai dan ber-ilmu tinggi tetapi tidak disertai budi-utama, akan pertjuma tiada guna.
Pedoman dasar Dr. Ki Hadjar Dewantara atas pendidikan, digubah dalam kalimat Djawa "Tut wari andajani" dan tiga sumber "Tri Pusara" (Tiga unsur pokok) jaitu pengadjaran, kekeluargaan dan masjarakat. Ketigatiganja besar sekali pengaruhnja sebagai sjarat membentuk watak manusia.
R.M. Suwardi Surjaningrat dilahirkan pada tgl. 2 Mei 1889 di Paku Alaman, Jojjakarta. Beliau adalah putra sulung dari K.P.H. Surjaningrat putra K.G.P.A.A. Paku Alam III. Setelah menamatkan sekolah E.L.S., R.M. Suwardi Surjaningrat melandjutkan peladjarannja di S.T.O.V.I.A. Oleh karena tidak sampai selesai, maka kemudian beliau bekerdja pada pabrik gula Kalibagor (Banjumas). Tak lama mendjadi pegawai pabrik, beliau kembali ke kota Jogjakarta dan bekerdja pada Apotheek Rathkamp. Kali inipun tidak sampai lama, sebab tak lama kemudian beliau mendapat halangan, jaitu diasingkan oleh Pemerintah Hindia Belanda ke Negeri Belanda.
Pada djaman Djepang, nama Ki Hadjar Dewantara tergolong dalam "Empat Serangkai": Ir. Sukarno, Drs. Moh. Hatta, Kyai Hadji Moh. Mansjur dan Ki Hadjar Dewantara. Selain itu djuga mendjadi anggota Panitya Adat dan Tatanegara, dan terachir Ti-oo Sangi In.
Setelah djaman Kemerdekaan, Almarhum Ki Hadjar Dewantara mendjabat sebagai Menteri Pe-
{{Missing image}}
<small>''Peringatan kawin perak 25 tahun dalam suka dan duka.''
{{right|''(Clue: Minggu Pagi).''}}</small>
{{Missing image}}
<small>''Bersama Mr. Moh. Yamin mengunjungi pameran hasil karya siswa-siswa Taman Siswa.''
{{right|''(Clue: Minggu Pagi).''}}</small><noinclude>{{rh|||13}}</noinclude>
a37rj7md3qua7j4xmiegmdmqteednar
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1028
104
104411
294880
2026-05-14T03:11:50Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294880
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}}
<small>''Para Tjalon Pradjurit sedang mengikuti pendidikan tjara² mempergunakan sendjata². Latihan ini dipimpin oleh Sersd. Ida Bagus Bandjar.''
{{right|''Photo : Pendam Nuteng.''}}</small>
{{Missing image}}
<small>''Para Tjapa sedang menerima pendidikan/latihan Pendjata dari Smaj. Nala Prana dan diawasi oleh Tjapa. U. Suharjana.''
{{right|''Photo : Pendam Nuteng.''}}</small>
agar Administrasi keuangan dapat berdjalan lantjar dan tidak menimbulkan pertentangan² atau kematjetan².
Pokok pertama persoalan jang harus mendapat perhatian bersama, ialah keadaan ekonomi Negara kita. Apakah akibat²nja terhadap perawatan Angkatan Perang? Keadaan ekonomi Negara sangat penting artinja dan besar sekali pengaruhnja. Dalam hubungan ini dapat dikemukakan tjeramah Djen. Maj. Simatupang dihadapan para Perwira. Beliau menegaskan bahwa dalam merawat Angkatan Perang harus diingat djangan sampai beban mendjadi terlalu berat bagi Rakjat, jaitu objek jang harus kita pertahankan. Djelasnja, biaja untuk perawatan Angkatan Perang dihatsilkan oleh Rakjat. Maka djika biaja sangat tinggi dan mengakibatbatkan Rakjat mendjadi sangat miskin, sehingga mungkin tidak sepadan lagi untuk dipertahankan mati-matian. Maka mengingat keadaan ekonomi Negara pada waktu ini Angkatan Perang tidak begitu leluasa dalam memadjukan biajanja. Maka para Komandan tidak dapat berpendirian bahwa setiap anggaran jang diadjukan mesti dan harus dipenuhi. Hal ini sama sadja dengan tjontoh jang pernah dikemukakan, jaitu Letnan Pohan jang mempunjai rentjana membuat rumah untuk hari tuanja, tetapi terpaksa ditangguhkan dahulu karena gadjinja tidak tjukup. Tegasnja, Komandan/Kepala Dinas harus memperhitungkan kemungkinan ini, dan menjesuaikan rentjananja dengan biaja jang diterimanja itu.
Soal kedua ialah pemberian persediaan. Dalam uraian jang lalu telah didjelaskan bahwa pemberian persediaan dengan istilah modern "funding program atau financiering" dilakukan tiap-tiap tiga bulan sekali, dan tidak sekaligus untuk setahun. Hal ini harus mendapat perhatian pula. Maka dalam pelaksanaan rentjana-rentjana, Komandan harus memperhitungkannja. Dengan pemberian persediaan tiap-tiap tiga bulan maka rentjana pelaksanaannja harus dibuat dalam djangko waktu tiga bulan pula. Dengan demikian kemungkinan ketjil sekali terdjadinja kekurangan uang seperti sekarang ini.
Hal ketiga jang perlu mendapat perhatian ialah soal penghematan. Mengingat keadaan ekonomi Negara pada waktu ini jang mengakibatkan kurangnja penerimaan persediaan, maka soal penghematan biaja mendjadi lebih penting, dan harus mendapat perhatian istimewa. Lebih-lebih kita sekarang sedang dalam masa pembangunan sehingga tiap rupiah jang kita terima harus dipergunakan sebaik-baiknja. Tidak ada djeleknja kita kemukakan sembojan Paul Kruger dalam perang kemerdekaannja melawan Inggris, jaitu "satu peluru satu
{{right|(Bersambung hal. 36).}}<noinclude>{{rh|18}}</noinclude>
na5u5tngqwdxnsr3fgpy96k6gbefcjt
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/8
104
104412
294882
2026-05-14T03:12:38Z
Sarieffe
26994
/* Telah diuji baca */
294882
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sarieffe" /></noinclude>{{Larger|'''Djanganlah membeli „tapal gigi” dengan
sembarangan .....'''
'''tapi mintalah,''' }}
<center>{{Xxx-larger|'''PRODENT''' }}</center>
'''membuat gigi seputih mutiara!'''
Setiap kali sehabis makan,
sikatlah gigi dengan
{{Larger|PRODENT. }}
Membikin hawa mulut
mendjadi harum dan tak
tertinggal suatu kotoran
<center>{{Larger|PUTIH}} </center>
{{c|Tube sangat besar- Rp. 3,50
Tube biasa Rp. 2,50 }}
<center>{{Larger|HIDJAU }} </center>
<center>(Chlorophyl) </center>
<center>Rp. 4,50 </center>
Perhatikanlah tube jang besar, Tuan mendapat harga jang murah
P.I.119<noinclude></noinclude>
c4rgoknif5sx8h0oerr5oy4l6x62794
294898
294882
2026-05-14T03:22:34Z
Sarieffe
26994
294898
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sarieffe" /></noinclude>{{Larger|'''Djanganlah membeli „tapal gigi” dengan
sembarangan ..... }}
{{Larger|'''tapi mintalah,''' }}
<center>{{Xxx-larger|'''PRODENT''' }}</center>
'''membuat gigi seputih mutiara!'''
Setiap kali sehabis makan,
sikatlah gigi dengan
{{Larger|PRODENT. }}
Membikin hawa mulut
mendjadi harum dan tak
tertinggal suatu kotoran
<center>{{Larger|PUTIH}} </center>
{{c|Tube sangat besar- Rp. 3,50
Tube biasa Rp. 2,50 }}
<center>{{Larger|HIDJAU }} </center>
<center>(Chlorophyl) </center>
<center>Rp. 4,50 </center>
Perhatikanlah tube jang besar, Tuan mendapat harga jang murah
P.I.119<noinclude></noinclude>
4qy9yxhkdkmuhqdtwos97v5pinyzzx6
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/104
104
104413
294886
2026-05-14T03:14:34Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294886
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>Pun golongan mereka ini merupakan sumber jang empuk bagi guru-guru kita untuk mendapatkan tambahan penghasilan dari private lessons.
Penghasilan dari mengadjar ini lumajan sekali, apa lagi kalau di-bajar dengan mata uang asing. Tarif jang diminta dari mereka tergantung dari demand. Seorang guru pengadjar kepada orang Djerman, konon kabar njamenerima bajaran jang tidak sedikit dewasa ini.
Sungguhpun sumber uang ini hanja monopoli teman-teman guru di Djakarta dan beberapa kota lainnja, pendeknja hal ini telah ikut meringan-kan beban kaum guru.
{{u|Masalah buku peladjaran}}
Baik peminat jang serius, maupun pengadjar terpaksa diketjewakan karena tidak adanja buku-buku peladjaran jang dapat menjusun bahan-bahan menurut selera dan kemampuannja sendiri.
Sungguhpun berhasil djuga, tetapi sudah terang bahwa hal ini belummemetjahkan kebutuhan jang menjeluruh.
Penulis sendiri dengan tjara begini semasa bertugas di Irian Barat telah berhasil meng "coach" petugas-petugas United Nations jang terdiri dari pelbagai bangsa untuk berkenalan dengan bahasa kita.
Sangat kita sajangkan, bahwa usaha kedjurusan penerbítan buku-buku ini, jang menurut kita termasuk usaha nasional, belum mendapat perhatian sewadjarnja dari pihak pemerintah.
Dalam hal ini - Pemerintah Hindia Belanda - sewaktu hendak mengem-
balikan kekuasaannja pada th. 1945/1946 lebih progresif. Begitu mereka
mentjengkeramkan kukunja di tanah air kita, begitu mereka siap untuk me-
njebar luaskan Bahasa Nasional Indonesia dikalangan mereka.
Pada zaman itulah muntjul buku-buku seperti :
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 3em; padding-bottom: 1em;" | 1.
| style="vertical-align: top; width: 26em; padding-bottom: 1em;" | <u>Inleiding tot de Bahasa Indonesia</u>,
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1em;" | Dr. M.G. Emeis terbitan<br />J.B. Wolters, Groningen,<br />Batavia/Djakarta.
|-
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1em;" | 2.
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1em;" | <u>Bahasa Indonesia</u>,
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1em;" | M.C. Croes, H.M. Duin dan A. van Dijk.<br />J.B. Wolters, Groningen, Djakarta.
|-
| style="vertical-align: top;" | 3.
| style="vertical-align: top;" | <u>Bahasa Indonesia: The National Language of Indonesia</u>,
| style="vertical-align: top;" | E. Pino, J.B. Wolters, Groningen, Djakarta.
|}
Disamping itu ada lagi buku-buku karangan Van der Molen dan Kami
misalnja, jang telah memberikan tidak sedikit bantuan untuk memperkenalkan bahasa kita kepada bangsa asing.<noinclude></noinclude>
2906p38p58q2gjve16uew5mz4geohtp
294890
294886
2026-05-14T03:16:30Z
Upiak Ituih
27011
294890
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>Pun golongan mereka ini merupakan sumber jang empuk bagi guru-guru kita untuk mendapatkan tambahan penghasilan dari private lessons.
Penghasilan dari mengadjar ini lumajan sekali, apa lagi kalau di-bajar dengan mata uang asing. Tarif jang diminta dari mereka tergantung dari demand. Seorang guru pengadjar kepada orang Djerman, konon kabar njamenerima bajaran jang tidak sedikit dewasa ini.
Sungguhpun sumber uang ini hanja monopoli teman-teman guru di Djakarta dan beberapa kota lainnja, pendeknja hal ini telah ikut meringan-kan beban kaum guru.
{{u|Masalah buku peladjaran}}
Baik peminat jang serius, maupun pengadjar terpaksa diketjewakan karena tidak adanja buku-buku peladjaran jang dapat menjusun bahan-bahan menurut selera dan kemampuannja sendiri.
Sungguhpun berhasil djuga, tetapi sudah terang bahwa hal ini belummemetjahkan kebutuhan jang menjeluruh.
Penulis sendiri dengan tjara begini semasa bertugas di Irian Barat telah berhasil meng "coach" petugas-petugas United Nations jang terdiri dari pelbagai bangsa untuk berkenalan dengan bahasa kita.
Sangat kita sajangkan, bahwa usaha kedjurusan penerbítan buku-buku ini, jang menurut kita termasuk usaha nasional, belum mendapat perhatian sewadjarnja dari pihak pemerintah.
Dalam hal ini - Pemerintah Hindia Belanda - sewaktu hendak mengem-
balikan kekuasaannja pada th. 1945/1946 lebih progresif. Begitu mereka
mentjengkeramkan kukunja di tanah air kita, begitu mereka siap untuk me-
njebar luaskan Bahasa Nasional Indonesia dikalangan mereka.
Pada zaman itulah muntjul buku-buku seperti :
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 3em; padding-bottom: 1em;" | 1.
| style="vertical-align: top; width: 26em; padding-bottom: 1em;" | {{u|Inleiding tot de Bahasa Indonesia}},
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1em;" | Dr. M.G. Emeis terbitan<br />J.B. Wolters, Groningen,<br />Batavia/Djakarta.
|-
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1em;" | 2.
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1em;" | {{u|Bahasa Indonesia}},
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1em;" | M.C. Croes, H.M. Duin dan A. van Dijk.<br />J.B. Wolters, Groningen, Djakarta.
|-
| style="vertical-align: top;" | 3.
| style="vertical-align: top;" | {{u|Bahasa Indonesia: The National Language of Indonesia}},
| style="vertical-align: top;" | E. Pino, J.B. Wolters, Groningen, Djakarta.
|}
Disamping itu ada lagi buku-buku karangan Van der Molen dan Kami
misalnja, jang telah memberikan tidak sedikit bantuan untuk memperkenalkan bahasa kita kepada bangsa asing.<noinclude></noinclude>
7rergdzez25k6blebvx3yitcrxktfk8
295194
294890
2026-05-14T09:39:34Z
Arulbe
24016
/* Tervalidasi */
295194
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arulbe" /></noinclude>Pun golongan mereka ini merupakan sumber jang empuk bagi guru-guru kita untuk mendapatkan tambahan penghasilan dari private lessons.
Penghasilan dari mengadjar ini lumajan sekali, apa lagi kalau di-bajar dengan mata uang asing. Tarif jang diminta dari mereka tergantung dari demand. Seorang guru pengadjar kepada orang Djerman, konon kabar njamenerima bajaran jang tidak sedikit dewasa ini.
Sungguhpun sumber uang ini hanja monopoli teman-teman guru di Djakarta dan beberapa kota lainnja, pendeknja hal ini telah ikut meringan-kan beban kaum guru.
{{u|Masalah buku peladjaran}}
Baik peminat jang serius, maupun pengadjar terpaksa diketjewakan karena tidak adanja buku-buku peladjaran jang dapat menjusun bahan-bahan menurut selera dan kemampuannja sendiri.
Sungguhpun berhasil djuga, tetapi sudah terang bahwa hal ini belummemetjahkan kebutuhan jang menjeluruh.
Penulis sendiri dengan tjara begini semasa bertugas di Irian Barat telah berhasil meng "coach" petugas-petugas United Nations jang terdiri dari pelbagai bangsa untuk berkenalan dengan bahasa kita.
Sangat kita sajangkan, bahwa usaha kedjurusan penerbítan buku-buku ini, jang menurut kita termasuk usaha nasional, belum mendapat perhatian sewadjarnja dari pihak pemerintah.
Dalam hal ini - Pemerintah Hindia Belanda - sewaktu hendak mengembalikan kekuasaannja pada th. 1945/1946 lebih progresif. Begitu mereka mentjengkeramkan kukunja di tanah air kita, begitu mereka siap untuk menjebar luaskan Bahasa Nasional Indonesia dikalangan mereka.
Pada zaman itulah muntjul buku-buku seperti :
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 3em; padding-bottom: 1em;" | 1.
| style="vertical-align: top; width: 26em; padding-bottom: 1em;" | {{u|Inleiding tot de Bahasa Indonesia}},
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1em;" | Dr. M.G. Emeis terbitan<br />J.B. Wolters, Groningen,<br />Batavia/Djakarta.
|-
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1em;" | 2.
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1em;" | {{u|Bahasa Indonesia}},
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1em;" | M.C. Croes, H.M. Duin dan A. van Dijk.<br />J.B. Wolters, Groningen, Djakarta.
|-
| style="vertical-align: top;" | 3.
| style="vertical-align: top;" | {{u|Bahasa Indonesia: The National Language of Indonesia}},
| style="vertical-align: top;" | E. Pino, J.B. Wolters, Groningen, Djakarta.
|}
Disamping itu ada lagi buku-buku karangan Van der Molen dan Kami misalnja, jang telah memberikan tidak sedikit bantuan untuk memperkenalkan bahasa kita kepada bangsa asing.<noinclude></noinclude>
1isutm764qe8on2jsb911tpvbu5iqao
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1037
104
104414
294891
2026-05-14T03:16:43Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294891
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}}
<small>''Ur. Klasifikasi dari Biro Dokumentasi Puspen meneliti berita², mana politik, ekonomi, militer, dsb. Nampaknya mudah, hanja membatja, tetapi harus teliti dan ada pengertian.''
{{right|''(Foto Puspen).''}}</small>
{{Missing image}}
<small>''Bukan kursus modiste ataupun korsase, tetapi peg.² wanita dari Biro Dokumentasi Puspen, jang bertugas menggunting/menempel berita². Kl. 20 à 30 sk. Ibukota setiap hari diselesaikannja.''
{{right|''(Foto Puspen).''}}</small>
Dalam hal ini harus selalu diperhatikan tentang instruksi KSAD no. 122/instr/Ksad/51 jaitu tentang petundjuk security keamanan pemberitaan, terutama pasal 10 jaitu tentang penjimpanan dokumen² rahasia. Berarti bahwa Dokumentasi Puspen itu djuga mempunjai sifat² jang rahasia, walaupun ia merupakan badan publisika.
Dan hendaknja djangan dilupakan bahwa dalam sistim penjimpanan inipun harus selalu mengingat kemungkinan perpindahan jang mendadak sehingga kita harus mempunjai sistim penjimpanan jang mobil. Untuk ini peti² jang memenuhi sjarat² penjimpanan sangat dibutuhkan.
Dalam soal klassifikasipun berpengaruh djuga soal kemiliteran itu. Kita harus dapat mengklasifiseer bahan² keterangan itu selain setjara umum djuga setjara chusus kemiliteran jaitu: umpamanja rahasia, penting, terbatas dsb.nja. Dengan tjara demikian andaikata ada keadaan jang mendadak, maka dokumen² jang bernilai penting dan rahasia dapat disimpan dalam peti² chusus untuk segera dapat diselamatkan (diamankan).
Setjara umum telah diuraikan perbedaan prinsipil antara dokumentasi penerangan umum dan Pusat Penerangan Angkatan Darat jaitu lebih banjak terletak pada sifat fungsi dan tugasnja, tetapi tidaklah pada tjara bekerdjasja.
'''Fungsi dan tugas Bagian Dokumentasi Puspen'''
Baiklah kita uraikan fungsi dan tugas Bagian Dokumentasi ini menurut surat keputusan Kepala Puspen no Kpts 02/Pus.p/2/59 berdasarkan surat penetapan KASAD tentang organisasi dan tugas Dinas Penerangan Angkatan Darat sebagaimana tertjantum pada Bab III fasal 8G dimana dinatjakan bahwa "bagian Dokumentasi adalah salah satu unsur pelaksanaan dalam PUSPEN jang mempunjai tugas:
<ol type="a">
<li>mentjari, mengumpulkan, mengklassifikasikan dan menjimpan segala bahan² penerangan.</li>
<li>melajani segenap bagian dan biro² dalam kebutuhan bahan² penerangan.</li>
<li>membuat resume dari peristiwa² tertentu dan mengadakan ichtisar berkala.</li>
<li>menjelenggarakan dan memelihara perpustakaan PUSPEN".</li>
</ol>
Tugas pada sub a djelas menundjukan adanja unsur² mentjari segala bahan² penerangan dari segala sumber jang mungkin ada. Sifat mentjari ini ialah dengan pengertian bahwa segala bahan penerangan itu semua penting dan harus ditjari. Ini setjara umum, dan tentulah ada pula batas² bahwa diwaktu tertentu sifat pentjarian bahan² ini ditudju-<noinclude>{{rh|||27}}</noinclude>
3cfge0x6kwyijikoelxk9hnfkbyttbz
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/108
104
104415
294894
2026-05-14T03:18:59Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294894
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||22}}</noinclude>10. GOB MEUTJANG DJIH LABO DARAH.
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 7em;" | Artinja
| style="vertical-align: top; width: 2em;" | :
| style="vertical-align: top; width: 35em;" | Orang lain jang bertarung dia jang melumuri darah.
|-
| style="vertical-align: top;" | Maksudnja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top;" | Mengambil keuntungan nama baik atas djerih pajah orang lain.
|}
11. TANGUI UBA LOT TUBOH TAPADJOB BEU LA MADA
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 7em;" | Artinja
| style="vertical-align: top; width: 2em;" | :
| style="vertical-align: top; width: 35em;" | Pakaian menurut tubuh makanan menurut kadar.
|-
| style="vertical-align: top;" | Maksudnja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top;" | Hendaklah tjara hidup kita sederhana, sesuai dengan kedudukan kita. Tidak baik berlebih-lebihan dalam pakaian dan makanan.
|}
12. MAJEM TADJAK GEUBRI SITUEK DJAREUENG TADJAK GEUBRI TIKA.
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 7em;" | Artinja
| style="vertical-align: top; width: 2em;" | :
| style="vertical-align: top; width: 35em;" | Sering datang dapat upih (tempat duduk), djarang duduk diberikan tikar.
|-
| style="vertical-align: top;" | Maksudnja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top;" | Kundjungan jang dilakukan djarang-djarang akan mendapat penghormatan jang lebih besar dari pada kundjungan jang dilakukan seringkali.
|}
13. PANDEUK TAsAMBEU PANJANG TALIPAT.
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 7em;" | Artinja
| style="vertical-align: top; width: 2em;" | :
| style="vertical-align: top; width: 35em;" | Pendek kita sambung pandjang kita lipat.
|-
| style="vertical-align: top;" | Maksudnja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top;" | Kita harus mentjari djalan tengah dalam menjelesaikan sesuatu kesulitan.
|}
14. LAGEE PEURANGUI TJATOK.
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 7em;" | Artinja
| style="vertical-align: top; width: 2em;" | :
| style="vertical-align: top; width: 35em;" | Seperti perangui tjangkul.
|-
| style="vertical-align: top;" | Maksudnja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top;" | Diumpamakan kepada seseorang jang loba. Segala galanja hendak dimilikinja sendiri tanpa menghiraukan kepentingan orang lain.
|}
15. UBIT TAKALON GUEUON TATIDJIK.
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 7em;" | Artinja
| style="vertical-align: top; width: 2em;" | :
| style="vertical-align: top; width: 35em;" | Ketjil nampaknja, berat kita menundjungnja.
|-
| style="vertical-align: top;" | Maksudnja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top;" | Deradjat seseorang tidak dapat diukur dari lahiriahnja, tetapi dari hasil kerdjanja.
|}
16. SEUMBAHJANG WATEE SAKET MEURATEB WATEE GEUPEU.
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 7em;" | Artinja
| style="vertical-align: top; width: 2em;" | :
| style="vertical-align: top; width: 35em;" | Sembahjang ketika sakit membatja tahlil ketika gempa bumi.
|-
| style="vertical-align: top;" | Maksudnja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top;" | Tjelala kepada orang-orang jang ingat kepada Tuhan hanja ketika dalam kesusahan sadja. Kalau dalam keadaan senang ia lupa kepada Jang Maha Kuasa.
|}<noinclude></noinclude>
gltwcfz3aa7z2khi9lfo66x9lxjoc9q
294896
294894
2026-05-14T03:20:45Z
Upiak Ituih
27011
294896
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||22}}</noinclude>{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 3em;" | 10.
| colspan="3" style="vertical-align: top;" | GOB MEUTJANG DJIH LABO DARAH.
|-
|
| style="vertical-align: top; width: 7em;" | Artinja
| style="vertical-align: top; width: 1.5em;" | :
| style="vertical-align: top; width: 38em; padding-bottom: 0.5em;" | Orang lain jang bertarung dia jang melumuri darah.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Maksudnja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1.5em;" | Mengambil keuntungan nama baik atas djerih pajah orang lain.
|-
| style="vertical-align: top;" | 11.
| colspan="3" style="vertical-align: top;" | TANGUI UBA LOT TUBOH TAPADJOB BEU LA MADA
|-
|
| style="vertical-align: top;" | artinja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Pakaian menurut tubuh makanan menurut kadar.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Maksudnja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1.5em;" | Hendaklah tjara hidup kita sederhana, sesuai dengan kedudukan kita. Tidak baik berlebih lebihan dalam pakaian dan makanan.
|-
| style="vertical-align: top;" | 12.
| colspan="3" style="vertical-align: top;" | MAJEM TADJAK GEUBRI SITUEK DJAREUENG TADJAK GEUBRI TIKA.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Artinja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Sering datang dapat upih (tempat duduk), djarang duduk diberikan tikar.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Maksudnja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1.5em;" | Kundjungan jang dilakukan djarang-djarang akan mendapat penghormatan jang lebih besar dari pada kundjungan jang dilakukan seringkali.
|-
| style="vertical-align: top;" | 13.
| colspan="3" style="vertical-align: top;" | PANDEUK TASAMBEU PANJANG TALIPAT.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | artinja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Pendek kita sambung pandjang kita lipat.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Maksudnja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1.5em;" | Kita harus mentjari djalan tengah dalam menjelesaikan sesuatu kesulitan.
|-
| style="vertical-align: top;" | 14.
| colspan="3" style="vertical-align: top;" | LAGEE PEURANGUI TJATOK.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | artinja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Seperti perangui tjangkul.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Maksudnja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1.5em;" | Diumpamakan kepada seseorang jang loba. Segala galanja hendak dimilikinja sendiri tanpa menghiraukan kepentingan orang lain.
|-
| style="vertical-align: top;" | 15.
| colspan="3" style="vertical-align: top;" | UBIT TAKALON GUEUON TATIDJIK.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | artinja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Ketjil nampaknja, berat kita menundjungnja.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Maksudnja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1.5em;" | Deradjat seseorang tidak dapat diukur dari lahiriahnja, tetapi dari hasil kerdjanja.
|-
| style="vertical-align: top;" | 16.
| colspan="3" style="vertical-align: top;" | SEUMBAHJANG WATEE SAKET MEURATEB WATEE GEUPEU.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | artinja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Sembahjang ketika sakit membatja tahlil ketika gempa bumi.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Maksudnja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1.5em;" | Tjelala kepada orang-orang jang ingat kepada Tuhan hanja ketika dalam kesusahan sadja. Kalau dalam keadaan senang ia lupa kepada Jang Maha Kuasa.
|}<noinclude></noinclude>
nxw8pddjhj6xukerlqs021jckvez7ah
295204
294896
2026-05-14T09:43:39Z
Arulbe
24016
/* Tervalidasi */
295204
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arulbe" />{{rh||22}}</noinclude>{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 3em;" | 10.
| colspan="3" style="vertical-align: top;" | GOB MEUTJANG DJIH LABO DARAH.
|-
|
| style="vertical-align: top; width: 7em;" | Artinja
| style="vertical-align: top; width: 1.5em;" | :
| style="vertical-align: top; width: 38em; padding-bottom: 0.5em;" | Orang lain jang bertarung dia jang melumuri darah.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Maksudnja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1.5em;" | Mengambil keuntungan nama baik atas djerih pajah orang lain.
|-
| style="vertical-align: top;" | 11.
| colspan="3" style="vertical-align: top;" | TANGUI UBA LOT TUBOH TAPADJOB BEU LA MADA
|-
|
| style="vertical-align: top;" | artinja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Pakaian menurut tubuh makanan menurut kadar.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Maksudnja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1.5em;" | Hendaklah tjara hidup kita sederhana, sesuai dengan kedudukan kita. Tidak baik berlebih lebihan dalam pakaian dan makanan.
|-
| style="vertical-align: top;" | 12.
| colspan="3" style="vertical-align: top;" | MAJEM TADJAK GEUBRI SITUEK DJAREUENG TADJAK GEUBRI TIKA.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Artinja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Sering datang dapat upih (tempat duduk), djarang duduk diberikan tikar.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Maksudnja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1.5em;" | Kundjungan jang dilakukan djarang-djarang akan mendapat penghormatan jang lebih besar dari pada kundjungan jang dilakukan seringkali.
|-
| style="vertical-align: top;" | 13.
| colspan="3" style="vertical-align: top;" | PANDEUK TASAMBEU PANJANG TALIPAT.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | artinja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Pendek kita sambung pandjang kita lipat.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Maksudnja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1.5em;" | Kita harus mentjari djalan tengah dalam menjelesaikan sesuatu kesulitan.
|-
| style="vertical-align: top;" | 14.
| colspan="3" style="vertical-align: top;" | LAGEE PEURANGUI TJATOK.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | artinja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Seperti perangui tjangkul.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Maksudnja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1.5em;" | Diumpamakan kepada seseorang jang loba. Segala galanja hendak dimilikinja sendiri tanpa menghiraukan kepentingan orang lain.
|-
| style="vertical-align: top;" | 15.
| colspan="3" style="vertical-align: top;" | UBIT TAKALON GUEUON TATIDJIK.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | artinja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Ketjil nampaknja, berat kita menundjungnja.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Maksudnja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1.5em;" | Deradjat seseorang tidak dapat diukur dari lahiriahnja, tetapi dari hasil kerdjanja.
|-
| style="vertical-align: top;" | 16.
| colspan="3" style="vertical-align: top;" | SEUMBAHJANG WATEE SAKET MEURATEB WATEE GEUPEU.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | artinja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Sembahjang ketika sakit membatja tahlil ketika gempa bumi.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Maksudnja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1.5em;" | Tjelala kepada orang-orang jang ingat kepada Tuhan hanja ketika dalam kesusahan sadja. Kalau dalam keadaan senang ia lupa kepada Jang Maha Kuasa.
|}<noinclude></noinclude>
lw6m1kiwag3i3zdpc1a79utumu0r34a
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/109
104
104416
294900
2026-05-14T03:22:51Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294900
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||23}}</noinclude>
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 3em;" | 17.
| colspan="3" style="vertical-align: top;" | NJANG MEULEK TJOK NJANG BAGAH TJOK SIDEUPA.
|-
|
| style="vertical-align: top; width: 7em;" | Artinja
| style="vertical-align: top; width: 1.5em;" | :
| style="vertical-align: top; width: 38em; padding-bottom: 0.5em;" | Jang lambat mengambil sehasta jang tjepat mengambil sedepa.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Maksudnja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1.5em;" | Perbuatan jang tidak adil. Pembagian hasil jang didasarkan atas kekuatan, bukan atas keadilan.
|-
| style="vertical-align: top;" | 18.
| colspan="3" style="vertical-align: top;" | PAT NJANG KARAM SINAN TAKUEP.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Artinja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Dimana karamnja disitu kita mentjarinja.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Maksudnja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1.5em;" | Djangan berputus asa dulu kalau gagal dalam suatu bidang disuatu tempat. Landjutkan lagi usaha bidang itu dan ditempat itu djuga. Djangan tergesa-gesa pindah lapangan sebelum ichtiar dan perhitungan sudah pasti.
|-
| style="vertical-align: top;" | 19.
| colspan="3" style="vertical-align: top;" | SIDROE HUE U LHOK SIDROE HUE U TJOT.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Artinja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Jang seorang menjeret ketebing jang seorang menarik kedarat.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Maksudnja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1.5em;" | Tidak ada persatuan. Umpamanja tidak ada kata sepakat dalam suatu tindakan, sehingga menjebabkan tidak berhasilnja tindakan itu.
|-
| style="vertical-align: top;" | 20.
| colspan="3" style="vertical-align: top;" | BANG DILUA MEUSEUDJID.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Artinja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Azan diluar masadjid.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Maksudnja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1.5em;" | Sindiran kepada seseorang jang tidak mau mengeluarkan pendapat dalam suatu madjlis dan lebih suka mengkritik diluar. Orang ramai telah sepakat dalam suatu masalah tetapi ia jang tidak hadir dalam permufakatan itu menantang keputusan itu sambil mempengaruhi orang lain.
|-
| style="vertical-align: top;" | 21.
| colspan="3" style="vertical-align: top;" | SI PEH BADJOE SI MAT TALOE SI DONG KEUDRÖE SABE BAGI.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Artinja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Jang memasang badji, jang memegang tali, jang hanja berdiri sadja melihat, sama2 dapat bagian.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Maksudnja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1.5em;" | Sama2 bertanggung djawab atas akibat suatu perbuatan sekalipun berlainan tugasnja. Biasanja peribahasa ini ditudjukan kepada komplotan pendjahat.
|-
| style="vertical-align: top;" | 22.
| colspan="3" style="vertical-align: top;" | LAGEE RANG DIAMPEUET TAEK TATREN TAMAT.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Artinja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Seperti tiang diambang pintu, naik turun kita memegangnja.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Maksudnja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top;" | Kiasan kepada seseorang jang selalu siap sedia menolong orang lain bilamana sadja dibutuhkan.
|}<noinclude></noinclude>
lbvx6uqu8escugqn17jtx4c4nwwcc2p
295205
294900
2026-05-14T09:45:29Z
Arulbe
24016
/* Tervalidasi */
295205
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arulbe" />{{rh||23}}</noinclude>
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 3em;" | 17.
| colspan="3" style="vertical-align: top;" | NJANG MEULEK TJOK NJANG BAGAH TJOK SIDEUPA.
|-
|
| style="vertical-align: top; width: 7em;" | Artinja
| style="vertical-align: top; width: 1.5em;" | :
| style="vertical-align: top; width: 38em; padding-bottom: 0.5em;" | Jang lambat mengambil sehasta jang tjepat mengambil sedepa.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Maksudnja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1.5em;" | Perbuatan jang tidak adil. Pembagian hasil jang didasarkan atas kekuatan, bukan atas keadilan.
|-
| style="vertical-align: top;" | 18.
| colspan="3" style="vertical-align: top;" | PAT NJANG KARAM SINAN TAKUEP.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Artinja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Dimana karamnja disitu kita mentjarinja.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Maksudnja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1.5em;" | Djangan berputus asa dulu kalau gagal dalam suatu bidang disuatu tempat. Landjutkan lagi usaha bidang itu dan ditempat itu djuga. Djangan tergesa-gesa pindah lapangan sebelum ichtiar dan perhitungan sudah pasti.
|-
| style="vertical-align: top;" | 19.
| colspan="3" style="vertical-align: top;" | SIDROE HUE U LHOK SIDROE HUE U TJOT.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Artinja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Jang seorang menjeret ketebing jang seorang menarik kedarat.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Maksudnja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1.5em;" | Tidak ada persatuan. Umpamanja tidak ada kata sepakat dalam suatu tindakan, sehingga menjebabkan tidak berhasilnja tindakan itu.
|-
| style="vertical-align: top;" | 20.
| colspan="3" style="vertical-align: top;" | BANG DILUA MEUSEUDJID.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Artinja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Azan diluar masadjid.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Maksudnja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1.5em;" | Sindiran kepada seseorang jang tidak mau mengeluarkan pendapat dalam suatu madjlis dan lebih suka mengkritik diluar. Orang ramai telah sepakat dalam suatu masalah tetapi ia jang tidak hadir dalam permufakatan itu menantang keputusan itu sambil mempengaruhi orang lain.
|-
| style="vertical-align: top;" | 21.
| colspan="3" style="vertical-align: top;" | SI PEH BADJOE SI MAT TALOE SI DONG KEUDRÖE SABE BAGI.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Artinja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Jang memasang badji, jang memegang tali, jang hanja berdiri sadja melihat, sama2 dapat bagian.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Maksudnja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1.5em;" | Sama2 bertanggung djawab atas akibat suatu perbuatan sekalipun berlainan tugasnja. Biasanja peribahasa ini ditudjukan kepada komplotan pendjahat.
|-
| style="vertical-align: top;" | 22.
| colspan="3" style="vertical-align: top;" | LAGEE RANG DIAMPEUET TAEK TATREN TAMAT.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Artinja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Seperti tiang diambang pintu, naik turun kita memegangnja.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Maksudnja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top;" | Kiasan kepada seseorang jang selalu siap sedia menolong orang lain bilamana sadja dibutuhkan.
|}<noinclude></noinclude>
14pjlehrqetujbmrqzhhqzcmlbzq3ws
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1038
104
104417
294902
2026-05-14T03:23:36Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294902
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}}
<small>''Kep. Biro ta' djema² memberikan pendjelasan² kepada anggota²nja, tentang organisasi dan tugas Biro. Dengan demikian tertanam rasa tunggung-djawab padanja.''</small>
kan kepada jang penting² sesuai dengan kebutuhannja. Dan keahlian mentjari inilah terutama terletak kekajaan bahan² jang diperlukan. Kegiatan pentjari² bahan² ini sangat diutamakan untuk dapat memberikan voeding kepada bagian² pekerdjaan lainnja. Pentjarian ini dengan sendirinja sedjadjar dengan pengumpulan. Dari bagian ini bahan² itu diserahkan kepada bagian klassifikasi dimana setiap bahan keterangan dan penerangan itu diolah pada taraf pertama dan dibagi menurut persoalannja.
Tjara mengklassifikaseer ini, biasa kita mengutamakan daerah kedjadjan, selandjutnja meluas kepada persoalan militer, keamanan, politik, ekonomi, sosial, publisiteit, dan personalia dan kemudian barulah kepada persoalannja sendiri atau "the what", atau sebaliknja.
Sudah terang bahwa bahan² akan didapat berupa tulisan² dari kantor berita, berita² surat kabar, madjalah, laporan² resmi, berita radio, radiogram, dll. Oleh karena itulah segala kedjadian harus tertjatat rapi. Baiklah dibagian klassifikasi ini ditempatkan para pentjatat jang teliti untuk mengikuti segala kedjadian se-hari².
Selain dari mentjatat, maka pekerdjaan jang populer disini adalah menggunting surat² kabar jang biasa diistilahkan dengan "kranten knipsen". Oleh karena tugas disini adalah klassifikasi dan doseren dengan lebih populer lagi dengan kata² sorteren, maka dengan sendirinja sifat² reseach ada djuga didalamnja, untuk meneliti kemungkinan² pemberitaan jang ber-beda² dalam suatu soal. Ataupun sengadja dilansirnja suatu usaha untuk memutar-balikkan sesuatu persoalan.
Oleh karena itu mereka jang bertugas di klassifikasi ini harus mempunjai sifat² ketelitian dan intelligensi. Dengan mengadakan pentjatatan jang semporna, serta pemisahan jang tersusun serta mengetahui akan persoalannja, maka selesailah tugas klassifikasi dengan meninggalkan padanja tjatatan², berita² atau bahan² penerangan jang telah diklassifiseer untuk kepentingan cheking dan. permintaan² atau pertanjaan². Adalah ideal sekali apabila orang² pada bagian ini dapat merupakan "living dictionary" dimana setiap persoalan dapat ditunjunkan padanja. Tegasnja ialah bahwa mereka inilah tempat bertanja jang pertama mengenai setiap soal.
Setelah selesai dari bagian klassifikasi maka bahan² jang telah diklassifikasir ini diserahkan kebagian penjimpanan jang disini nantinja ia akan disimpan menurut sistim mapping atau sistim UDC. Mengenai penjimpanan ini ditetapkan suatu dasar jaitu: dapat mentjari suatu dokumen didalam waktu jang sesingkat²nja. Inilah prinsip penjimpanan jang harus djadi pegangan. Dan ini bisa tertjapai dengan dua tjara:
<ol type="a">
<li>penjimpanan jang praktis dalam suatu tempat penjimpanan jang mudah untuk didapatkannja suatu dokumen dan</li>
<li>kartotheek atau UDC penjimpanan jang terpelihara baik.</li>
</ol>
Kalau tadinja bagian klassifikasi merupakan "workshop" maka penjimpanan merupakan "magazin" atau penggudangan dari segala bahan² informasi itu. Maka dibutuhkanlah orang jang tadjam ingatananja sebagai magazijnmeester dan pentjatat² jang sangat teliti. Dalam hal penjimpanan ini memang UDC-lah jang agak simple dan mudah di-ingat², tetapi ini biasanja dipergunakan untuk dokumentasi jang besar². Sedangkan untuk dokumentasi ketjil tjukuplah dengan sistim "mapping" dan kartotheek.
Jang selalu mendapat kesulitan dalam soal penjimpanan ini ialah kesulitan akan alat² dan ruang untuk penjimpanan, sedangkan djustru soal alat dan ruangan inilah jang sangat penting untuk bagian ini. Diperlukannja peti² (kluis²) untuk penjimpanan dokumen agar djangan berabu dan djangan dimakan kutu², membutuhkan banjak pembiajaan. Dan penjimpanan setjara kluis² ini perlu sekali untuk memelihara kebersihan dan kesehatan para anggota penjimpanan. Bukankah sudah terkenal bahwa anggota² penjimpanan inilah jang sering mendapat penjakit, akibat debu² jang ada pada dokumen² jang tersimpan? Bukankah penjakit jang didapat daripadanja terkenal dengan penjakit jang berbahaja? Oleh karena itu, bagaimanapun pentingnja uang, maka seorang kepala Dokumentasi harus lebih sajang akan djiwa bawahannja jang mungkin akan (Bersambung hal. 36)<noinclude>{{rh|28}}</noinclude>
2wkz8x7ihh0d9afnrbmt3zhoawvl4ly
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/110
104
104418
294903
2026-05-14T03:24:53Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294903
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||24}}</noinclude>
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 3em;" | 23.
| colspan="3" style="vertical-align: top;" | DALEH KEUTJIEUKEU ADAK BLIÖNG PIH MEUDJRABAT.
|-
|
| style="vertical-align: top; width: 7em;" | Artinja
| style="vertical-align: top; width: 1.5em;" | :
| style="vertical-align: top; width: 38em; padding-bottom: 0.5em;" | Djangan menjalahkan rimba belijungpun bersimpai.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Maksudnja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1.5em;" | Dikatakan kepada seseorang jang menjalahkan orang lain dalam sesuatu urusan padahal ia sendiri ikut bersalah. Peribahasa ini menjatakan tidak baik kita saling tuduh menuduh dalam sesuatu urusan jang sama2 kita hadapi.
|-
| style="vertical-align: top;" | 24.
| colspan="3" style="vertical-align: top;" | SIGO TAK DUA PAT LHEUT.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Artinja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Sekali tetak dua tempat luka.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Maksudnja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1.5em;" | Sama dengan pepatah dalam bahasa Indonesia, Sekali mendajung dua tiga pulau terlampau.
|-
| style="vertical-align: top;" | 25.
| colspan="3" style="vertical-align: top;" | TAPOH MIE BEUNA PANGGANG BAK BABAH.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Artinja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Memukul kutjing hendaklah kalau ada panggang dimulutnja.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Maksudnja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1.5em;" | Menghukum seseorang atau menjangka seseorang berbuat djahat haruslah didasarkan kepada bukti2 jang njata tidak hanja berdasarkan dugaan semata-mata.
|}
{{rh||---0---}}<noinclude></noinclude>
8ad7fmm3cjrcb5il8i4tqg80pcc6se5
295207
294903
2026-05-14T09:46:02Z
Arulbe
24016
/* Tervalidasi */
295207
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arulbe" />{{rh||24}}</noinclude>
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 3em;" | 23.
| colspan="3" style="vertical-align: top;" | DALEH KEUTJIEUKEU ADAK BLIÖNG PIH MEUDJRABAT.
|-
|
| style="vertical-align: top; width: 7em;" | Artinja
| style="vertical-align: top; width: 1.5em;" | :
| style="vertical-align: top; width: 38em; padding-bottom: 0.5em;" | Djangan menjalahkan rimba belijungpun bersimpai.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Maksudnja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1.5em;" | Dikatakan kepada seseorang jang menjalahkan orang lain dalam sesuatu urusan padahal ia sendiri ikut bersalah. Peribahasa ini menjatakan tidak baik kita saling tuduh menuduh dalam sesuatu urusan jang sama2 kita hadapi.
|-
| style="vertical-align: top;" | 24.
| colspan="3" style="vertical-align: top;" | SIGO TAK DUA PAT LHEUT.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Artinja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Sekali tetak dua tempat luka.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Maksudnja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1.5em;" | Sama dengan pepatah dalam bahasa Indonesia, Sekali mendajung dua tiga pulau terlampau.
|-
| style="vertical-align: top;" | 25.
| colspan="3" style="vertical-align: top;" | TAPOH MIE BEUNA PANGGANG BAK BABAH.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Artinja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 0.5em;" | Memukul kutjing hendaklah kalau ada panggang dimulutnja.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | Maksudnja
| style="vertical-align: top;" | :
| style="vertical-align: top; padding-bottom: 1.5em;" | Menghukum seseorang atau menjangka seseorang berbuat djahat haruslah didasarkan kepada bukti2 jang njata tidak hanja berdasarkan dugaan semata-mata.
|}
{{rh||---0---}}<noinclude></noinclude>
2e3poysy83xayr50g8xl5ibxy6ycjz0
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/308
104
104419
294905
2026-05-14T03:28:32Z
Sarieffe
26994
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'dja, kita belum dapat mendjadi seorang militer jang baik, sebab keberanian tanpa ilmu pengeta- huan sebagai sendjata, szorang militer dapat bertindak sembrono. Itulah sebabnja Angkatan Da- rat kita tetap bertekad untuk te- rus melakukan pendidikan, baik untuk para perwiranja maupun bintara dan bawahan. Kepada para bekas siswa ang- katan ke V, Wakil KSAD meng- andjurkan agar ilmu pengetahuan jang sudah dimilikinja itu dise- barkan...
294905
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Sarieffe" /></noinclude>dja, kita belum dapat mendjadi
seorang militer jang baik, sebab
keberanian tanpa ilmu pengeta-
huan sebagai sendjata, szorang
militer dapat bertindak sembrono.
Itulah sebabnja Angkatan Da-
rat kita tetap bertekad untuk te-
rus melakukan pendidikan, baik
untuk para perwiranja maupun
bintara dan bawahan.
Kepada para bekas siswa ang-
katan ke V, Wakil KSAD meng-
andjurkan agar ilmu pengetahuan
jang sudah dimilikinja itu dise-
barkan kepada bawahaannja hing-
ga dapat bermanfaat bagi Nusa
dan bangsa.
Wakil KSAD dalam amanat-
Laporan Direktur SSKAD :
Dalam laporannja kepada
Wakil KSAD, Direktur SSKAD
Kolonel Mokoginta antara lain
mengatakan, bahwa ketika ang-
katan ke V ini dimulai pada
tanggal 7 Pebruari 1957, maka
djumlah siswa pada angkatan ke
V ada sebanjak 105 perwira, se-
dang mengikuti udjian achir ada
99 orang ditambah dengan 2
orang jang hanja datang chusus
untuk udjian achir, hingga djum-
lah mendjadi 101 orang. Jang lu-
lus dalam udjian ada 100 perwi-
ra, tidak lulus nihil, sedang 1
orang tidak turut udjian karena
sakit.
jaitu Kapten Abdul Latief ke
KDMSST, Kapten W. Tenges
ke KDMSU dan Kapten F.H.L.
W. Mondong ke KDMSU.
Jang menjusul mengikuti pen-
didikan setelah taraf ke I, tetapi
tidak sampai selesai berdasar-
kan surat perintah Panglima T.T.
IV adalah Major M.M. Koerchi
dari C. PHB A.D., sedang jang
hanja mengikuti udjian achir sa-
dja dari angkatan jang lalu ialah
Major Much. Iwan Stamboel
dari angkatan ke III dan Kapten
Soepomo dari angkatan ke V.
itu,
menambah-
selama pendidikan
Dalam achir laporannja
Kolonel Mokoginta
kan bahwa
W. KSAD Brigadir Djenderal Gatot Subroto jang mengetuai Misi Muiter Persahabatan Indonesia un-
tuk RRT, setibanja kembali ditanah air telah mengadakan tjeramah mengenai hasil? penindjauannja
disana didepan para perwira menengah di Aula MBAD jang mendapat sambutan baik.
nja itu djuga menegaskan bahwa
tidak ada dipergunakan faktor?
subjektip dalam mendjalankan
politik personalia dalam lingku-
ngan Angkatan Darat.
Kalau sampai saat ini ada di-
antara para perwira jang belum
mendapat giliran memasuki pen-
didikan, ini sama sekali bukan
atas dasar? subjektip, akan tetapi
dasar? objektiplah jang dipakai.
Alasan? jang menjebabkannja an-
tara lain ialah karena tempat jg
terbatas dalam pendidikan atau
karena tugas dan djabatannja
masih membutuhkan tenaganja.
Demikian Wakil KSAD.
30
Dalam laporan itu ditegaskan,
bahwa dipertengahan pendidikan
telah dibebaskan 6 perwira
dari tugas beladjar karena ber-
dasarkan surat keputusan KSAD
dipindahkan kekesatuan lain. Ke
6 perwira tersebut ialah: Let-
nan Kolonel Diarot Subianto ke
komando DPSST, Letnan Kolo-
nel Dachjar ke KMKB-DR, Kap-
ten Supomo ke RPKAD (tetapi
turut udjian achir) dan Major
Mohd. Jusi ke R.I. 21 T.T, VI.
Jang mendahului berangkat ke-
tempat tugas baru berdasarkan
surat pemindahan sementara dari
Direktur SSKAD ada 3 perwira,
angkatan ke V ini tidak ada ter-
djadi hal-hal jang luar biasa, dan
kepada Wakil KSAD diminta
untuk menerima siswa? tersebut
kembali dan meresmikan penu-
tupan angkatan ke V ini.
ai 1 kem<noinclude></noinclude>
3xbqrswnamit9vfjsiz1zjs5s466s04
294928
294905
2026-05-14T04:17:43Z
Sarieffe
26994
/* Telah diuji baca */
294928
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sarieffe" /></noinclude>{{hwe|dja|sadja}}, kita belum dapat mendjadi seorang militer jang baik, sebab keberanian tanpa ilmu pengetahuan sebagai sendjata, seorang
militer dapat bertindak sembrono.
Itulah sebabnja Angkatan Darat kita tetap bertekad untuk terus melakukan pendidikan, baik untuk para perwiranja maupun bintara dan bawahan.
Kepada para bekas siswa angkatan ke V, Wakil KSAD mengandjurkan agar ilmu pengetahuan jang sudah dimilikinja itu disebarkan kepada bawahaannja hingga dapat bermanfaat bagi Nusa dan bangsa.
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 308 crop).jpg|800px|pus|jmpl|''W. KSAD Brigadir Djenderal Gatot Subroto jang mengetuai Misi Militer Persahabatan Indonesia utk RRT, setibanja di tanah air telah mengadakan tjeramah mengenai hasil² penindjauannja disana didepan para perwira menengah di Aula MBAD jang mendapat sambutan baik'']]
Wakil KSAD dalam amanatnja itu djuga menegaskan bahwa tidak ada dipergunakan faktor² subjektip dalam mendjalankan politik personalia dalam lingkungan Angkatan Darat.
Kalau sampai saat ini ada diantara para perwira jang belum mendapat giliran memasuki pendidikan, ini sama sekali bukan atas dasar² subjektip, akan tetapi dasar² objektiplah jang dipakai. Alasan² jang menjebabkannja antara lain ialah karena tempat jg
terbatas dalam pendidikan atau
karena tugas dan djabatannja
masih membutuhkan tenaganja. Demikian Wakil KSAD.
'''Laporan Direktur SSKAD :'''
Dalam laporannja kepada Wakil KSAD, Direktur SSKAD Kolonel Mokoginta antara lain mengatakan, bahwa ketika angkatan ke V ini dimulai pada tanggal 7 Pebruari 1957, maka djumlah siswa pada angkatan ke V ada sebanjak 105 perwira, sedang mengikuti udjian achir ada 99 orang ditambah dengan 2 orang jang hanja datang chusus untuk udjian achir, hingga djumlah mendjadi 101 orang. Jang lulus dalam udjian ada 100 perwira, tidak lulus nihil, sedang 1
orang tidak turut udjian karena sakit.
Dalam laporan itu ditegaskan, bahwa dipertengahan pendidikan telah dibebaskan 6 perwira dari tugas beladjar karena berdasarkan surat keputusan KSAD dipindahkan kekesatuan lain. Ke 6 perwira tersebut ialah: Letnan Kolonel Diarot Subianto ke
komando DPSST, Letnan Kolonel Dachjar ke KMKB-DR, Kapten Supomo ke RPKAD (tetapi turut udjian achir) dan Major
Mohd. Jusi ke R.I. 21 T.T. VI.
Jang mendahului berangkat ketempat tugas baru berdasarkan surat pemindahan sementara dari Direktur SSKAD ada 3 perwira, jaitu Kapten Abdul Latief ke KDMSST, Kapten W. Tenges ke KDMSU dan Kapten F.H.L.
W. Mondong ke KDMSU.
Jang menjusul mengikuti pendidikan setelah taraf ke I, tetapi tidak sampai selesai berdasarkan surat perintah Panglima T.T. IV adalah Major M.M. Koerchi dari C. PHB A.D., sedang jang hanja mengikuti udjian achir sadja dari angkatan jang lalu ialah
Major Much. Iwan Stamboel dari angkatan ke III dan Kapten Soepomo dari angkatan ke V.
Dalam achir laporannja itu, Kolonel Mokoginta menambahkan bahwa selama pendidikan angkatan ke V ini tidak ada terdjadi hal-hal jang luar biasa, dan
kepada Wakil KSAD diminta untuk menerima siswa² tersebut kembali dan meresmikan penutupan angkatan ke V ini.
<center> ~~o~~ </center>
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 308 crop2).jpg|100px|kanan|jmpl|OBAT BATUK WYBERT]]<noinclude>{{rh|30}}</noinclude>
4wznej8g4vipu2vqn9vbee3bvpr6fjx
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1039
104
104420
294906
2026-05-14T03:28:39Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294906
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Dari diktat L.P.P.U. Adjen :
{{center|<big><big><big><big>''Ilmu Djiwa Sosial'''</big></big></big></big>}}
Kerap kali dilupakan orang, bahwa urusan bergaul merupakan suatu soal kemasjarakatan jang patut dipeladjari dan diperhatikan betul². Kalau tatatertib dan sopan-santun dalam hubungan sesama mahluk dalam masjarakat tidak diindahkan, pasti timbul keonaran, kesulitan, ketegangan, perselisihan dan perpetjahan. Hukum² sosial rupa²nja tidak diketahui orang.
Barang kali diketahui, tetapi tidak didjalankan! Lihat kepada banjaknja perkawinan jang gagal. Lihat kepada ketegangan atau perselisihan dalam keluarga, permusuhan antara anggauta² keluarga. Lihat perpetjahan antara kita sama kita, dalam pekerdjaan, dalam perusahaan, antara tetangga dan tetangga. Belum dikatakan ketegangan, pertentangan atau Negara dan negeri.
Lihat ketegangan umumnja jang sangat menggangu ketenteraman jang seharusnja dapat dihindarkan kalau kita tahu bagaimana kita harus bergaul. Pada pokoknja, sebab-musababnja ditimbulkan, karena jang satu hendak menekan kemauannja kepada jang lain. Kita sebagai anggauta masjarakat, sebagai anggauta sosial patut berychtiar mempeladjari dan mengetahui sjarat² hidup sosial. Kita berkewadjiban turut serta menjuburkan kembali suasana aman-sentousa, suasana tenteram dan gembira dalam masjarakat jang sekarang penuh dengan kekedjian dan permusuhan ini. Kita wadjib ikut menjuburkan kembali hidup sosial, tjara pergaulan antara sesama mahluk Allah, jang tulus ichlas dan djudjur, sebagai sjarat untuk mengetjap masjarakat jang tidak mengenal permusuhan. Masjarakat dimana orang² harga-menghargai, tolong-menolong dan hormat menghormati.
Ilmu djiwa sosial mempeladjari hukum² sosial. Ilmu djiwa sosial mengadjar kita untuk beladjar bergaul dengan orang, memberi pegangan dalam bergaul supaja dapat membawa diri dan menempatkan diri dalam bertjampur dengan sesama orang, dengan orang tua, anak bini atau suami, sahabat, kaum kerabat, teman sedjawat, dan seterusnja. Ilmu djiwa sosial berdasarkan ilmu djiwa umum. Untuk dapat bergaul pada pokoknja kita harus mengetahui sifat manusia pada umumnja: Bagaimanakah manusia itu pada umumnja?
Setiap orang mempunjai sifat '''ingin dipudji'''. Ia '''ingin sekali mendjadi orang penting atau disebut penting'''. Dimana ada orang suka ditjela, suka dihina, suka disebut orang hina atau orang tidak berarti? Kalau ada jang bilang suka, itu pura²: bertentangan dengan hati ketjilnja. Setiap orang berusaha untuk '''merebut tempat dimuka bumi ini'''. Kalau dapat, tempat jang terbaik, tertinggi, terhormat. Setiap orang ingin disukai dan disegani.
Sifat ini pokok. Djangan dilupakan kalau berhadapan dengan orang jang disukai atau tidak? Apakah kita disukai orang, banjak mempunjai teman, termasuk orang sosial atau orang menjendiri, didjauhi orang dan perusak suasana? Ini semua tergantung kepada tjara mempergunakan pengetahuan sifat pokok setiap manusia tadi, rela atau tidaknja mengakui kebenarannja dan rela mengalah, rela menjampingkan dirinja. Rela untuk menepati kewadjiban sosial. Orang lainpun penting dimatanja dan hendaknja penting pula dihadapannja. Ini kuntji pergaulan: Beberapa andjuran dapat dikemukakan disini:
<ol type="a">
<li>Kita hendaknja mempunjai perhatian kepada sesama manusia, perhatian jang djudjur. Pergaulan jang sehat tidak mungkin ada, kalau tidak ada perhatian jang djudjur. Perhatian djudjur mengandung arti menjampingkan kepentingan si-Saja, rela mendengarkan kepada apa jang dikatakan, apa jang dipikirkan dan apa jang dirasakan orang lain. Perhatian jang bersifat sympathie.<br>Kita djuga selalu merasa senang kalau ada orang jang menaruh perhatian kepada jang kita katakan, fikirkan, atau rasakan dengan sungguh, bukan?<br>Suasana senang ini perlu untuk pergaulan. Pergaulan sosial jang didasarkan kepada rasa hormat-menghormati, gemar-menggemari, hanja mungkin kalau perhatian itu datang dari kedua fihak.
<li>Menimbulkan rasa kurang harga diri '''hendaknja dihindarkan benar²'''.<br>'''Dalam pergaulan djanganlah kita mengadakan perbedaan tinggi-rendah''', atau bersikap sebagai dirasakan demikian. Setiap orang hendaknja diperlakukan sebagai sesama kita atau berderadjat lebih tinggi. Bila kita merendahkan orang lain atau meninggikan diri sendiri, maka suasana senang tidak mungkin ada. Ini pangkal gagalnja pergaulan. Ini menjebabkan kita tidak tjakap bergaul, hilangnja perhubungan sosial kita.<br>Tidak rugi kita '''menjampingkan perasaan kita sebentar''' sebagai orang lebih penting, dan lebih pintar, kuasa dan sebagainja. Tidak rugi kita membiarkan orang lain merasa penting dan sebagainja itu.<br>Kita mendengar kepada apa jang dikatakannja, buah fikirannja, buah perasaannja.</li>
</ol><noinclude>{{rh|||29}}</noinclude>
1py7tpgr18k57nal2sf4t10j8xm8xkt
294908
294906
2026-05-14T03:28:54Z
Link PB
26772
294908
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Dari diktat L.P.P.U. Adjen :
{{center|<big><big><big><big>'''Ilmu Djiwa Sosial'''</big></big></big></big>}}
Kerap kali dilupakan orang, bahwa urusan bergaul merupakan suatu soal kemasjarakatan jang patut dipeladjari dan diperhatikan betul². Kalau tatatertib dan sopan-santun dalam hubungan sesama mahluk dalam masjarakat tidak diindahkan, pasti timbul keonaran, kesulitan, ketegangan, perselisihan dan perpetjahan. Hukum² sosial rupa²nja tidak diketahui orang.
Barang kali diketahui, tetapi tidak didjalankan! Lihat kepada banjaknja perkawinan jang gagal. Lihat kepada ketegangan atau perselisihan dalam keluarga, permusuhan antara anggauta² keluarga. Lihat perpetjahan antara kita sama kita, dalam pekerdjaan, dalam perusahaan, antara tetangga dan tetangga. Belum dikatakan ketegangan, pertentangan atau Negara dan negeri.
Lihat ketegangan umumnja jang sangat menggangu ketenteraman jang seharusnja dapat dihindarkan kalau kita tahu bagaimana kita harus bergaul. Pada pokoknja, sebab-musababnja ditimbulkan, karena jang satu hendak menekan kemauannja kepada jang lain. Kita sebagai anggauta masjarakat, sebagai anggauta sosial patut berychtiar mempeladjari dan mengetahui sjarat² hidup sosial. Kita berkewadjiban turut serta menjuburkan kembali suasana aman-sentousa, suasana tenteram dan gembira dalam masjarakat jang sekarang penuh dengan kekedjian dan permusuhan ini. Kita wadjib ikut menjuburkan kembali hidup sosial, tjara pergaulan antara sesama mahluk Allah, jang tulus ichlas dan djudjur, sebagai sjarat untuk mengetjap masjarakat jang tidak mengenal permusuhan. Masjarakat dimana orang² harga-menghargai, tolong-menolong dan hormat menghormati.
Ilmu djiwa sosial mempeladjari hukum² sosial. Ilmu djiwa sosial mengadjar kita untuk beladjar bergaul dengan orang, memberi pegangan dalam bergaul supaja dapat membawa diri dan menempatkan diri dalam bertjampur dengan sesama orang, dengan orang tua, anak bini atau suami, sahabat, kaum kerabat, teman sedjawat, dan seterusnja. Ilmu djiwa sosial berdasarkan ilmu djiwa umum. Untuk dapat bergaul pada pokoknja kita harus mengetahui sifat manusia pada umumnja: Bagaimanakah manusia itu pada umumnja?
Setiap orang mempunjai sifat '''ingin dipudji'''. Ia '''ingin sekali mendjadi orang penting atau disebut penting'''. Dimana ada orang suka ditjela, suka dihina, suka disebut orang hina atau orang tidak berarti? Kalau ada jang bilang suka, itu pura²: bertentangan dengan hati ketjilnja. Setiap orang berusaha untuk '''merebut tempat dimuka bumi ini'''. Kalau dapat, tempat jang terbaik, tertinggi, terhormat. Setiap orang ingin disukai dan disegani.
Sifat ini pokok. Djangan dilupakan kalau berhadapan dengan orang jang disukai atau tidak? Apakah kita disukai orang, banjak mempunjai teman, termasuk orang sosial atau orang menjendiri, didjauhi orang dan perusak suasana? Ini semua tergantung kepada tjara mempergunakan pengetahuan sifat pokok setiap manusia tadi, rela atau tidaknja mengakui kebenarannja dan rela mengalah, rela menjampingkan dirinja. Rela untuk menepati kewadjiban sosial. Orang lainpun penting dimatanja dan hendaknja penting pula dihadapannja. Ini kuntji pergaulan: Beberapa andjuran dapat dikemukakan disini:
<ol type="a">
<li>Kita hendaknja mempunjai perhatian kepada sesama manusia, perhatian jang djudjur. Pergaulan jang sehat tidak mungkin ada, kalau tidak ada perhatian jang djudjur. Perhatian djudjur mengandung arti menjampingkan kepentingan si-Saja, rela mendengarkan kepada apa jang dikatakan, apa jang dipikirkan dan apa jang dirasakan orang lain. Perhatian jang bersifat sympathie.<br>Kita djuga selalu merasa senang kalau ada orang jang menaruh perhatian kepada jang kita katakan, fikirkan, atau rasakan dengan sungguh, bukan?<br>Suasana senang ini perlu untuk pergaulan. Pergaulan sosial jang didasarkan kepada rasa hormat-menghormati, gemar-menggemari, hanja mungkin kalau perhatian itu datang dari kedua fihak.
<li>Menimbulkan rasa kurang harga diri '''hendaknja dihindarkan benar²'''.<br>'''Dalam pergaulan djanganlah kita mengadakan perbedaan tinggi-rendah''', atau bersikap sebagai dirasakan demikian. Setiap orang hendaknja diperlakukan sebagai sesama kita atau berderadjat lebih tinggi. Bila kita merendahkan orang lain atau meninggikan diri sendiri, maka suasana senang tidak mungkin ada. Ini pangkal gagalnja pergaulan. Ini menjebabkan kita tidak tjakap bergaul, hilangnja perhubungan sosial kita.<br>Tidak rugi kita '''menjampingkan perasaan kita sebentar''' sebagai orang lebih penting, dan lebih pintar, kuasa dan sebagainja. Tidak rugi kita membiarkan orang lain merasa penting dan sebagainja itu.<br>Kita mendengar kepada apa jang dikatakannja, buah fikirannja, buah perasaannja.</li>
</ol><noinclude>{{rh|||29}}</noinclude>
082vta4kzkc7k254wqwrueoltvcrr04
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/114
104
104421
294913
2026-05-14T03:32:20Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294913
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>Untuk djelasnja kita ambilkan tiga kotak kosong (kita sebut sadja: Kotak I, Kotak II, dan Kotak III) sebagai tjontoh. Ketiga kotak itu akan kita isi dengan kertas-kertas jang berwarna hitam, putih, dan merah. Pertama-pertama, kotak-kotak itu kita djadjarkan, hingga kita peroleh bentuk sebagai berikut:
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; border-collapse: collapse; text-align: center;"
| style="border: 1px dashed black; width: 10em; padding: 10px 0;" | Kotak I:
| style="border: 1px dashed black; width: 10em; padding: 10px 0;" | Kotak II:
| style="border: 1px dashed black; width: 10em; padding: 10px 0;" | Kotak III:
|}
Kotak I hanja kita isi dengan kertas jang berwarna hitam sadja, Kotak II chusus untuk kertas putih melulu, dan Kotak III untuk kertas merah.
Sekarang isi kotak-kotak itu kita ganti dengan kata-kata Indonesia. Kertas hitam kita keluarkan dan kita ganti dengan kata-kata seperti: {{u|Ali}}, {{u|ajah}}, {{u|kita}}; kertas putih djuga kita keluarkan dan kita ganti dengan kata-kata seperti: {{u|memukul}}, {{u|membatja}}, {{u|makan}}; kertas merah kita ganti dengan kata-kata seperti: {{u|adik}}, {{u|koran}}, {{u|pisang}}. Sekarang marilah kita lihat isi kotak-kotak itu:
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; border-collapse: collapse; text-align: center; margin-bottom: 1em;"
| style="border: 1px dashed black; width: 10em; padding: 10px 0;" | Kotak I:
| style="border: 1px dashed black; width: 10em; padding: 10px 0;" | Kotak II:
| style="border: 1px dashed black; width: 10em; padding: 10px 0;" | Kotak III:
|}
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="width: 4em; padding-left: 2em;" | 1.
| style="width: 10em;" | Ali
| style="width: 10em;" | memukul
| style="width: 10em;" | adik
|-
| style="padding-left: 2em;" | 2.
| | Ajah
| | membatja
| | koran
|-
| style="padding-left: 2em;" | 3.
| | Kita
| | makan
| | pisang
|}
Sekarang isi kotak-kotak itu kita pertukarkan tempatnja. Ambil sadja deret 1: {{u|Ali memukul adik}}. Kita dapat menukarnja dengan pola jang sama demikian: {{u|Adik memukul Ali}} karena kalimat ini lazim kita dengar. (Untuk sementara kita kesampingkan dulu persoalan arti.) Sebaliknja tidak dapat menukarnja mendjadi: {{u|Ali adik memukul}} karena bentuk sematjam ini tidak pernah muntjul dalam pertjakapan sehari-hari. Djuga kita tidak dapat menukarnja dengan: {{u|Adik Ali memukul}}. karena penukaran ini sudah mengubah pola semula, artinja Kotak III terpaksa kita kosongkan. Kesimpulan (sementara) apakah jang dapat kita tarik dari kenjataan
diatas? Kita akan mengatakan bahwa kata-kata seperti: {{u|memukul}, {{u|membatja}} dan {{u|makan}} hanja dapat mengisi Kotak II, sedang Kotak I dan III hanja diisi oleh kata-kata seperti: Ali, ajah, kita, adik, koran, pisang.<noinclude></noinclude>
kgr6zrgmxxzwjj1c4fqg7k4dq7ulf21
294914
294913
2026-05-14T03:32:46Z
Upiak Ituih
27011
294914
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>Untuk djelasnja kita ambilkan tiga kotak kosong (kita sebut sadja: Kotak I, Kotak II, dan Kotak III) sebagai tjontoh. Ketiga kotak itu akan kita isi dengan kertas-kertas jang berwarna hitam, putih, dan merah. Pertama-pertama, kotak-kotak itu kita djadjarkan, hingga kita peroleh bentuk sebagai berikut:
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; border-collapse: collapse; text-align: center;"
| style="border: 1px dashed black; width: 10em; padding: 10px 0;" | Kotak I:
| style="border: 1px dashed black; width: 10em; padding: 10px 0;" | Kotak II:
| style="border: 1px dashed black; width: 10em; padding: 10px 0;" | Kotak III:
|}
Kotak I hanja kita isi dengan kertas jang berwarna hitam sadja, Kotak II chusus untuk kertas putih melulu, dan Kotak III untuk kertas merah.
Sekarang isi kotak-kotak itu kita ganti dengan kata-kata Indonesia. Kertas hitam kita keluarkan dan kita ganti dengan kata-kata seperti: {{u|Ali}}, {{u|ajah}}, {{u|kita}}; kertas putih djuga kita keluarkan dan kita ganti dengan kata-kata seperti: {{u|memukul}}, {{u|membatja}}, {{u|makan}}; kertas merah kita ganti dengan kata-kata seperti: {{u|adik}}, {{u|koran}}, {{u|pisang}}. Sekarang marilah kita lihat isi kotak-kotak itu:
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; border-collapse: collapse; text-align: center; margin-bottom: 1em;"
| style="border: 1px dashed black; width: 10em; padding: 10px 0;" | Kotak I:
| style="border: 1px dashed black; width: 10em; padding: 10px 0;" | Kotak II:
| style="border: 1px dashed black; width: 10em; padding: 10px 0;" | Kotak III:
|}
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="width: 4em; padding-left: 2em;" | 1.
| style="width: 10em;" | Ali
| style="width: 10em;" | memukul
| style="width: 10em;" | adik
|-
| style="padding-left: 2em;" | 2.
| | Ajah
| | membatja
| | koran
|-
| style="padding-left: 2em;" | 3.
| | Kita
| | makan
| | pisang
|}
Sekarang isi kotak-kotak itu kita pertukarkan tempatnja. Ambil sadja deret 1: {{u|Ali memukul adik}}. Kita dapat menukarnja dengan pola jang sama demikian: {{u|Adik memukul Ali}} karena kalimat ini lazim kita dengar. (Untuk sementara kita kesampingkan dulu persoalan arti.) Sebaliknja tidak dapat menukarnja mendjadi: {{u|Ali adik memukul}} karena bentuk sematjam ini tidak pernah muntjul dalam pertjakapan sehari-hari. Djuga kita tidak dapat menukarnja dengan: {{u|Adik Ali memukul}}. karena penukaran ini sudah mengubah pola semula, artinja Kotak III terpaksa kita kosongkan. Kesimpulan (sementara) apakah jang dapat kita tarik dari kenjataan
diatas? Kita akan mengatakan bahwa kata-kata seperti: {{u|memukul}}, {{u|membatja}} dan {{u|makan}} hanja dapat mengisi Kotak II, sedang Kotak I dan III hanja diisi oleh kata-kata seperti: Ali, ajah, kita, adik, koran, pisang.<noinclude></noinclude>
abhb7owf6a2wt2lpy544hqzeln15sgz
294915
294914
2026-05-14T03:33:07Z
Upiak Ituih
27011
294915
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||28}}</noinclude>
Untuk djelasnja kita ambilkan tiga kotak kosong (kita sebut sadja: Kotak I, Kotak II, dan Kotak III) sebagai tjontoh. Ketiga kotak itu akan kita isi dengan kertas-kertas jang berwarna hitam, putih, dan merah. Pertama-pertama, kotak-kotak itu kita djadjarkan, hingga kita peroleh bentuk sebagai berikut:
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; border-collapse: collapse; text-align: center;"
| style="border: 1px dashed black; width: 10em; padding: 10px 0;" | Kotak I:
| style="border: 1px dashed black; width: 10em; padding: 10px 0;" | Kotak II:
| style="border: 1px dashed black; width: 10em; padding: 10px 0;" | Kotak III:
|}
Kotak I hanja kita isi dengan kertas jang berwarna hitam sadja, Kotak II chusus untuk kertas putih melulu, dan Kotak III untuk kertas merah.
Sekarang isi kotak-kotak itu kita ganti dengan kata-kata Indonesia. Kertas hitam kita keluarkan dan kita ganti dengan kata-kata seperti: {{u|Ali}}, {{u|ajah}}, {{u|kita}}; kertas putih djuga kita keluarkan dan kita ganti dengan kata-kata seperti: {{u|memukul}}, {{u|membatja}}, {{u|makan}}; kertas merah kita ganti dengan kata-kata seperti: {{u|adik}}, {{u|koran}}, {{u|pisang}}. Sekarang marilah kita lihat isi kotak-kotak itu:
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; border-collapse: collapse; text-align: center; margin-bottom: 1em;"
| style="border: 1px dashed black; width: 10em; padding: 10px 0;" | Kotak I:
| style="border: 1px dashed black; width: 10em; padding: 10px 0;" | Kotak II:
| style="border: 1px dashed black; width: 10em; padding: 10px 0;" | Kotak III:
|}
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="width: 4em; padding-left: 2em;" | 1.
| style="width: 10em;" | Ali
| style="width: 10em;" | memukul
| style="width: 10em;" | adik
|-
| style="padding-left: 2em;" | 2.
| | Ajah
| | membatja
| | koran
|-
| style="padding-left: 2em;" | 3.
| | Kita
| | makan
| | pisang
|}
Sekarang isi kotak-kotak itu kita pertukarkan tempatnja. Ambil sadja deret 1: {{u|Ali memukul adik}}. Kita dapat menukarnja dengan pola jang sama demikian: {{u|Adik memukul Ali}} karena kalimat ini lazim kita dengar. (Untuk sementara kita kesampingkan dulu persoalan arti.) Sebaliknja tidak dapat menukarnja mendjadi: {{u|Ali adik memukul}} karena bentuk sematjam ini tidak pernah muntjul dalam pertjakapan sehari-hari. Djuga kita tidak dapat menukarnja dengan: {{u|Adik Ali memukul}}. karena penukaran ini sudah mengubah pola semula, artinja Kotak III terpaksa kita kosongkan. Kesimpulan (sementara) apakah jang dapat kita tarik dari kenjataan
diatas? Kita akan mengatakan bahwa kata-kata seperti: {{u|memukul}}, {{u|membatja}} dan {{u|makan}} hanja dapat mengisi Kotak II, sedang Kotak I dan III hanja diisi oleh kata-kata seperti: Ali, ajah, kita, adik, koran, pisang.<noinclude></noinclude>
6ce2yyofped9kscghe38gahsumjzfht
295215
294915
2026-05-14T09:54:16Z
Arulbe
24016
/* Tervalidasi */
295215
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arulbe" />{{rh||28}}</noinclude>
Untuk djelasnja kita ambilkan tiga kotak kosong (kita sebut sadja: Kotak I, Kotak II, dan Kotak III) sebagai tjontoh. Ketiga kotak itu akan kita isi dengan kertas-kertas jang berwarna hitam, putih, dan merah. Pertama-pertama, kotak-kotak itu kita djadjarkan, hingga kita peroleh bentuk sebagai berikut:
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; border-collapse: collapse; text-align: center;"
| style="border: 1px dashed black; width: 10em; padding: 10px 0;" | Kotak I:
| style="border: 1px dashed black; width: 10em; padding: 10px 0;" | Kotak II:
| style="border: 1px dashed black; width: 10em; padding: 10px 0;" | Kotak III:
|}
Kotak I hanja kita isi dengan kertas jang berwarna hitam sadja, Kotak II chusus untuk kertas putih melulu, dan Kotak III untuk kertas merah.
Sekarang isi kotak-kotak itu kita ganti dengan kata-kata Indonesia. Kertas hitam kita keluarkan dan kita ganti dengan kata-kata seperti: {{u|Ali}}, {{u|ajah}}, {{u|kita}}; kertas putih djuga kita keluarkan dan kita ganti dengan kata-kata seperti: {{u|memukul}}, {{u|membatja}}, {{u|makan}}; kertas merah kita ganti dengan kata-kata seperti: {{u|adik}}, {{u|koran}}, {{u|pisang}}. Sekarang marilah kita lihat isi kotak-kotak itu:
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; border-collapse: collapse; text-align: center; margin-bottom: 1em;"
| style="border: 1px dashed black; width: 10em; padding: 10px 0;" | Kotak I:
| style="border: 1px dashed black; width: 10em; padding: 10px 0;" | Kotak II:
| style="border: 1px dashed black; width: 10em; padding: 10px 0;" | Kotak III:
|}
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="width: 4em; padding-left: 2em;" | 1.
| style="width: 10em;" | Ali
| style="width: 10em;" | memukul
| style="width: 10em;" | adik
|-
| style="padding-left: 2em;" | 2.
| | Ajah
| | membatja
| | koran
|-
| style="padding-left: 2em;" | 3.
| | Kita
| | makan
| | pisang
|}
Sekarang isi kotak-kotak itu kita pertukarkan tempatnja. Ambil sadja deret 1: {{u|Ali memukul adik}}. Kita dapat menukarnja dengan pola jang sama demikian: {{u|Adik memukul Ali}} karena kalimat ini lazim kita dengar. (Untuk sementara kita kesampingkan dulu persoalan arti.) Sebaliknja tidak dapat menukarnja mendjadi: {{u|Ali adik memukul}} karena bentuk sematjam ini tidak pernah muntjul dalam pertjakapan sehari-hari. Djuga kita tidak dapat menukarnja dengan: {{u|Adik Ali memukul}}. karena penukaran ini sudah mengubah pola semula, artinja Kotak III terpaksa kita kosongkan. Kesimpulan (sementara) apakah jang dapat kita tarik dari kenjataan
diatas? Kita akan mengatakan bahwa kata-kata seperti: {{u|memukul}}, {{u|membatja}} dan {{u|makan}} hanja dapat mengisi Kotak II, sedang Kotak I dan III hanja diisi oleh kata-kata seperti: Ali, ajah, kita, adik, koran, pisang.<noinclude></noinclude>
a9w5czm3prtx5jkgqi8fz4odmtx6o5f
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1040
104
104422
294916
2026-05-14T03:33:30Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294916
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}}
<small>
''Anggota2 Pendam N.T. sibuk mengusahakan batjuan untuk hiburan pasukan digaris depan.''<br>
{{right|''(Foto Pendam N.T.)''}}<br>
<br>
''"Kak, sebentar lagi si mungil lahir", demikian berita seorang istri kepada suaminja jang sedang bertugas operasi.''<br>
{{right|''(Foto Pendam N.T.)''}}<br>
<br>
''Agar tidak ada kekosongan berita keluarga, baik pihak jang ditinggal maupun jang meninggalkan, maka diadakan hubungan berita dengan rekaman2 oleh Pendam N.T.''<br>
{{right|''(Foto Pendam N.T.)''}}
</small>
::Dengan sikap demikian kita dapat bergaul dengan siapapun djuga, dengan teman, anak-bini atau suami, tetangga, dengan atasan maupun bawahan.
<ol type="a" start="3">
<li>Perlihatkan penghargaan jang tulus ichlas.
Memberikan penghargaan sikap jang sangat baik untuk mempererat perhubungan. Sepatah kata pudjian atau penghargaan, pukulan olok² kepada punggung senantiasa menimbulkan suasana jang baik, dan ramah. Kebanjakan kita ini terlampau kikir dengan pudjian dan penghargaan. Ini kerapkali disebabkan oleh karena kita hanja memikirkan diri sendiri sadja dan kurang mengingatkan orang lain. Kalau menurut kita seseorang melakukan sesuatu hal atau mendjalankan kewadjibannja dengan baik maka pudjilah, tetapi dengan tulus djangan dibuat.</li>
<li>Kekanglah nafsu untuk mengetjam, mentjela dan menjatakan ketidak setudjuan.
Hubungan sosial banjak dirusak orang, disebabkan ketjaman, kritik, jang dihambur²kan. Banjak orang mempunjai fikiran salah dan mengira bahwa menjatakan pendapat mengetjam itu, satu keharusan terhadap seseorang atau tingkah lakunja seseorang.
</ol><noinclude>{{rh|30}}</noinclude>
hl5gtprhvybsjp7s8d3ba2xp41bazdy
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1041
104
104423
294917
2026-05-14T03:39:05Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294917
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>::berian kritik itu mau tidak mau menimbulkan suasana tidak enak.
::Pemberian kritik mau tidak mau adalah pernjataan lebih dari jang memberi kritik, lebih tahu atau lebih pintar dan sebagainja.
::Padahal kritik itu kerapkali tidak perlu kita berikan. Dan kalau kritik itu perlu djuga diberikan, belum tentu kritik itu merupakan kebaikan. Setiap orang mempunjai rentjana dan tjara bekerdja sendiri. Sikap orang: tidak suka melakukan hal jang ia sendiri tidak sukai, tidak sesuai dengan kepribadiannja.
::Oleh karena itu kritik kerapkali memburukkan suasana sadja. Sedapat mungkin biarlah orangnja sendiri memperbaiki kesalahannja.
<ol type="1" start="5">
<li>Setiap usaha untuk menundjukkan kesalahan, dianggap orang mau tidak mau sebagai tantangan, sebab dirasakan orang sebagai disuruh mengakui kekurangan. Tidak ada orang jang senang untuk mengakui kekurangannja.<br>Untuk melangsungkan hubungan sosial hendaknja kita djangan terlampau tjepat mengatakan kesalahan orang lain itu.</li>
<li>Djanganlah selalu berichtiar mempertinggi orang lain. Setiap orang maklum bahwa tidak ada seorangpun manusia jang sempurna. Setiap orang mempunjai kekurangan. Namun djarang ada orang jang suka diperbaiki. Dalam perkawinan si-suami atau si-istri kerapkali terlampau besar mempunjai hasrat untuk memperbaiki. Keinginan ini kerapkali terlampau djelas diperhatikannja dan suasana mendjadi rusak. Maksud baik, akan tetapi bertentangan dengan pokok sifat manusia dan buahnja senantiasa kegagalan.</li>
<li>Pupuklah perasaan sympathi. Mempunjai sympathie berarti turut merasakan. Orang jang pandai bergaul ternjata orang jang telah beladjar memperbaiki dan mendjungdjung tinggi perasaan orang lain. Ia turut merasakan dengan tidak perlu menjinggung perasaannja.</li>
<li>Hendaknja pergaulan kita djangan didasarkan kepada pandangan politik, kebangsaan, atau suku bangsa atau keadaan ekonomi. Djanganlah hendaknja dapat bergaul dengan orang jang kebetulan sadja sepaham, sebangsa atau sederadjat.<br>Ini tidak berarti bahwa kita harus menerima sadja anggapan dan pandangan orang lain. Tetapi ini berarti bahwa kita tidak usah mendjauhkan diri dari pergaulan dengan orang² jang kebetulan tidak sepaham politik, tidak sederadjat lahir dan tidak sebangsa dengan kita.</li>
<li>Orang itu tidak sama keinginannja dan tidak sama kesukaannja. Dalam pergaulan kita harus memperhatikan dan menghormati keinginan orang masing². Djangan mengharap bahwa orang² itu dapat diperlakukan sama. Dan djangan heran bahwa mereka itu tidak sama keinginan dan kesukaannja dengan kebiasaan kita.</li>
<li>Djanganlah hendaknja menetapkan anggapan kita seseorang dengan sekali bertemu sadja. Kesan pertama kerapkali tidak betul. Kerapkali dengan sekali bertemu sadja kita sudah dapat kesan buruk, sudah mempunjai perasaan tidak senang. Ini kerapkali disebabkan oleh hal jang setjara psychologies dapat dimengerti. Pada orang itu kerapkali ada hal² jang mengenangkan kita kepada hal² jang sudah² jang tidak diinsjafkan lagi. Mungkin kerling matanja membangkitkan ingatan kepada kerling mata orang jang sudah menghina kita dan sebagainja.<br>Kesan pertama jang baikpun dapat berubah. Perasaan segan, lambat laun dapat berubah mendjadi tidak senang atau bentji, bila sudah bergaul lebih lama.<br>Daripada menjatakan anggapan, lebih baik kita tjari hal² pada orang itu jang dapat dipakai dasar untuk bergaul jang menjenangkan. Pada setiap orang mesti sadja ada hal² demikian itu.</li>
<li>Dalam pergaulan hendaknja djangan mentjari keuntungan bagi diri sendiri. Kita akan lebih mendapatkan kebahagiaan bergaul djika kita banjak memberikan, banjak menjumbangkan kepribadian kita guna mewudjudkan penghidupan sosial jang sehat.</li>
</ol>
{| style="width:100%; border-collapse: collapse;"
| colspan="2" style="border: 2px solid black; padding: 10px;" |
<big>'''EVEREADY'''</big><br/>
{{gap}}{{gap}}trade-mark<br/>
{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}FLASHLIGHTS,<br/>
{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}BATTERIES,<br/>
{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}BULBS}}<br/>
{{right|Nasional Carbon Co (Java) Ltd. Djakarta.}}
|-
|}
</div><noinclude>{{rh|||31}}</noinclude>
jyxlks9h540lpdfn84zfg0brpmmpksm
294918
294917
2026-05-14T03:39:27Z
Link PB
26772
294918
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>::berian kritik itu mau tidak mau menimbulkan suasana tidak enak.
::Pemberian kritik mau tidak mau adalah pernjataan lebih dari jang memberi kritik, lebih tahu atau lebih pintar dan sebagainja.
::Padahal kritik itu kerapkali tidak perlu kita berikan. Dan kalau kritik itu perlu djuga diberikan, belum tentu kritik itu merupakan kebaikan. Setiap orang mempunjai rentjana dan tjara bekerdja sendiri. Sikap orang: tidak suka melakukan hal jang ia sendiri tidak sukai, tidak sesuai dengan kepribadiannja.
::Oleh karena itu kritik kerapkali memburukkan suasana sadja. Sedapat mungkin biarlah orangnja sendiri memperbaiki kesalahannja.
<ol type="a" start="5">
<li>Setiap usaha untuk menundjukkan kesalahan, dianggap orang mau tidak mau sebagai tantangan, sebab dirasakan orang sebagai disuruh mengakui kekurangan. Tidak ada orang jang senang untuk mengakui kekurangannja.<br>Untuk melangsungkan hubungan sosial hendaknja kita djangan terlampau tjepat mengatakan kesalahan orang lain itu.</li>
<li>Djanganlah selalu berichtiar mempertinggi orang lain. Setiap orang maklum bahwa tidak ada seorangpun manusia jang sempurna. Setiap orang mempunjai kekurangan. Namun djarang ada orang jang suka diperbaiki. Dalam perkawinan si-suami atau si-istri kerapkali terlampau besar mempunjai hasrat untuk memperbaiki. Keinginan ini kerapkali terlampau djelas diperhatikannja dan suasana mendjadi rusak. Maksud baik, akan tetapi bertentangan dengan pokok sifat manusia dan buahnja senantiasa kegagalan.</li>
<li>Pupuklah perasaan sympathi. Mempunjai sympathie berarti turut merasakan. Orang jang pandai bergaul ternjata orang jang telah beladjar memperbaiki dan mendjungdjung tinggi perasaan orang lain. Ia turut merasakan dengan tidak perlu menjinggung perasaannja.</li>
<li>Hendaknja pergaulan kita djangan didasarkan kepada pandangan politik, kebangsaan, atau suku bangsa atau keadaan ekonomi. Djanganlah hendaknja dapat bergaul dengan orang jang kebetulan sadja sepaham, sebangsa atau sederadjat.<br>Ini tidak berarti bahwa kita harus menerima sadja anggapan dan pandangan orang lain. Tetapi ini berarti bahwa kita tidak usah mendjauhkan diri dari pergaulan dengan orang² jang kebetulan tidak sepaham politik, tidak sederadjat lahir dan tidak sebangsa dengan kita.</li>
<li>Orang itu tidak sama keinginannja dan tidak sama kesukaannja. Dalam pergaulan kita harus memperhatikan dan menghormati keinginan orang masing². Djangan mengharap bahwa orang² itu dapat diperlakukan sama. Dan djangan heran bahwa mereka itu tidak sama keinginan dan kesukaannja dengan kebiasaan kita.</li>
<li>Djanganlah hendaknja menetapkan anggapan kita seseorang dengan sekali bertemu sadja. Kesan pertama kerapkali tidak betul. Kerapkali dengan sekali bertemu sadja kita sudah dapat kesan buruk, sudah mempunjai perasaan tidak senang. Ini kerapkali disebabkan oleh hal jang setjara psychologies dapat dimengerti. Pada orang itu kerapkali ada hal² jang mengenangkan kita kepada hal² jang sudah² jang tidak diinsjafkan lagi. Mungkin kerling matanja membangkitkan ingatan kepada kerling mata orang jang sudah menghina kita dan sebagainja.<br>Kesan pertama jang baikpun dapat berubah. Perasaan segan, lambat laun dapat berubah mendjadi tidak senang atau bentji, bila sudah bergaul lebih lama.<br>Daripada menjatakan anggapan, lebih baik kita tjari hal² pada orang itu jang dapat dipakai dasar untuk bergaul jang menjenangkan. Pada setiap orang mesti sadja ada hal² demikian itu.</li>
<li>Dalam pergaulan hendaknja djangan mentjari keuntungan bagi diri sendiri. Kita akan lebih mendapatkan kebahagiaan bergaul djika kita banjak memberikan, banjak menjumbangkan kepribadian kita guna mewudjudkan penghidupan sosial jang sehat.</li>
</ol>
{| style="width:100%; border-collapse: collapse;"
| colspan="2" style="border: 2px solid black; padding: 10px;" |
<big>'''EVEREADY'''</big><br/>
{{gap}}{{gap}}trade-mark<br/>
{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}FLASHLIGHTS,<br/>
{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}BATTERIES,<br/>
{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}BULBS}}<br/>
{{right|Nasional Carbon Co (Java) Ltd. Djakarta.}}
|-
|}
</div><noinclude>{{rh|||31}}</noinclude>
mdhbtt9izslkspmnmh1l3x31udgkehm
294919
294918
2026-05-14T03:39:53Z
Link PB
26772
294919
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>::berian kritik itu mau tidak mau menimbulkan suasana tidak enak.
::Pemberian kritik mau tidak mau adalah pernjataan lebih dari jang memberi kritik, lebih tahu atau lebih pintar dan sebagainja.
::Padahal kritik itu kerapkali tidak perlu kita berikan. Dan kalau kritik itu perlu djuga diberikan, belum tentu kritik itu merupakan kebaikan. Setiap orang mempunjai rentjana dan tjara bekerdja sendiri. Sikap orang: tidak suka melakukan hal jang ia sendiri tidak sukai, tidak sesuai dengan kepribadiannja.
::Oleh karena itu kritik kerapkali memburukkan suasana sadja. Sedapat mungkin biarlah orangnja sendiri memperbaiki kesalahannja.
<ol type="a" start="5">
<li>Setiap usaha untuk menundjukkan kesalahan, dianggap orang mau tidak mau sebagai tantangan, sebab dirasakan orang sebagai disuruh mengakui kekurangan. Tidak ada orang jang senang untuk mengakui kekurangannja.<br>Untuk melangsungkan hubungan sosial hendaknja kita djangan terlampau tjepat mengatakan kesalahan orang lain itu.</li>
<li>Djanganlah selalu berichtiar mempertinggi orang lain. Setiap orang maklum bahwa tidak ada seorangpun manusia jang sempurna. Setiap orang mempunjai kekurangan. Namun djarang ada orang jang suka diperbaiki. Dalam perkawinan si-suami atau si-istri kerapkali terlampau besar mempunjai hasrat untuk memperbaiki. Keinginan ini kerapkali terlampau djelas diperhatikannja dan suasana mendjadi rusak. Maksud baik, akan tetapi bertentangan dengan pokok sifat manusia dan buahnja senantiasa kegagalan.</li>
<li>Pupuklah perasaan sympathi. Mempunjai sympathie berarti turut merasakan. Orang jang pandai bergaul ternjata orang jang telah beladjar memperbaiki dan mendjungdjung tinggi perasaan orang lain. Ia turut merasakan dengan tidak perlu menjinggung perasaannja.</li>
<li>Hendaknja pergaulan kita djangan didasarkan kepada pandangan politik, kebangsaan, atau suku bangsa atau keadaan ekonomi. Djanganlah hendaknja dapat bergaul dengan orang jang kebetulan sadja sepaham, sebangsa atau sederadjat.<br>Ini tidak berarti bahwa kita harus menerima sadja anggapan dan pandangan orang lain. Tetapi ini berarti bahwa kita tidak usah mendjauhkan diri dari pergaulan dengan orang² jang kebetulan tidak sepaham politik, tidak sederadjat lahir dan tidak sebangsa dengan kita.</li>
<li>Orang itu tidak sama keinginannja dan tidak sama kesukaannja. Dalam pergaulan kita harus memperhatikan dan menghormati keinginan orang masing². Djangan mengharap bahwa orang² itu dapat diperlakukan sama. Dan djangan heran bahwa mereka itu tidak sama keinginan dan kesukaannja dengan kebiasaan kita.</li>
<li>Djanganlah hendaknja menetapkan anggapan kita seseorang dengan sekali bertemu sadja. Kesan pertama kerapkali tidak betul. Kerapkali dengan sekali bertemu sadja kita sudah dapat kesan buruk, sudah mempunjai perasaan tidak senang. Ini kerapkali disebabkan oleh hal jang setjara psychologies dapat dimengerti. Pada orang itu kerapkali ada hal² jang mengenangkan kita kepada hal² jang sudah² jang tidak diinsjafkan lagi. Mungkin kerling matanja membangkitkan ingatan kepada kerling mata orang jang sudah menghina kita dan sebagainja.<br>Kesan pertama jang baikpun dapat berubah. Perasaan segan, lambat laun dapat berubah mendjadi tidak senang atau bentji, bila sudah bergaul lebih lama.<br>Daripada menjatakan anggapan, lebih baik kita tjari hal² pada orang itu jang dapat dipakai dasar untuk bergaul jang menjenangkan. Pada setiap orang mesti sadja ada hal² demikian itu.</li>
<li>Dalam pergaulan hendaknja djangan mentjari keuntungan bagi diri sendiri. Kita akan lebih mendapatkan kebahagiaan bergaul djika kita banjak memberikan, banjak menjumbangkan kepribadian kita guna mewudjudkan penghidupan sosial jang sehat.</li>
</ol>
{| style="width:100%; border-collapse: collapse;"
| colspan="2" style="border: 2px solid black; padding: 10px;" |
<big>'''EVEREADY'''</big><br/>
{{gap}}{{gap}}trade-mark<br/>
{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}FLASHLIGHTS,<br/>
{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}BATTERIES,<br/>
{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}BULBS}}<br/>
{{c|Nasional Carbon Co (Java) Ltd. Djakarta.}}
|-
|}
</div><noinclude>{{rh|||31}}</noinclude>
tp9e0lu9ketqx0xbysb416fj33g3ngn
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1043
104
104424
294923
2026-05-14T03:49:58Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294923
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}}
<small>''''Dapur SOKP Tondano diserbu! Bukan diserbu dengan peluru melainkan dengan senjuman dan terimakasih oleh KASAD dan rombongan ketika menindjau daerah operasi „Merdeka“, atas sumbangannja.''''</small>
dja", dimana pemegang andilnja terdiri dari para pembesar Militer. Mengertilah sekarang bahwa apa jang digembar-gemborkan tentang Pembangunan Semesta, sebenarnja hanja etiket belaka, sedangkan isinja untuk segelintir manusia jang sedang berkuasa. Dus, bukanlah Permesta tapi Perbeta. Ditengah meradjalelanja kelaliman, ketjurangan itu, pemberontak tidak sadar bahwa bumi tempat mereka berpidthak, sudah dikelilingi oleh api jang segera akan membakar hangus mereka. Di-akhir² bulan April 1958 penghantjuran convoi² pemberontak mulai dilaksanakan oleh pasukan gerilja Pemerintah. Sementara itu pada tgl. 3 Mei '58 ± 500 pemuda jang terdiri dari segala suku bangsa di Indonesia disiapkan di Korontji daerah Wotu, guna memanggul sendjata. Sendjata mana sedjumlah 120 putjuk jang langsung diserahkan oleh Kmd. Vak III Brawidjaja, Lts. Alex kepada Sdr. A. Bangkundapu. Berangkatlah kami pada tgl. 3 Mei, menudju pertahanan Permesta di Pendolo (sebuah desa sebelah selatan danau Poso) dengan kekuatan 1 peleton. Tanggal 5 Mei.......... terdjadilah vuurcontact selama 5 djam, dimana tentara pemberontak mundur tak teratur, lalu tempat itu dikuasai pemuda pada ketika itu. Pertempuran berachir dengan kerugian dipihak musuh, 1 putjuk Bren Madsen, 7 Springfield, dan 7 orang pemberontak terpaksa berkubur didanau poso, guna menepati sembojan mereka sendiri. Dipihak pemuda tidak kerugian apa². Betapa girangnja rakjat menjambut pemuda²nja jang sudah lama mereka nanti²kan. Mulai dari kemenangan pertama itu, menjusul kota Konedale diduduki oleh pemuda² dibawah pimpinan sdr. Tonigi Sers. T.N.I. Hasilnja 2 orang anggota pemberontak tewas, sebuah Jeep tergentjet kedjurang, sedangkan lainnja tertawan atau melarikan diri kearah Luwuk. Dengan dikuasainja 2 tempat ini maka pihak pemberontak mulai merasa kelemahannja. Laporan rakjat mendesak supaja kota Tentena segera diserbu. Karena disitulah melahirkan pengorbanan pemuda jang sebesar-besarnja, dalam membela rakjat jang ditindas oleh Permesta. Disanalah pula kedudukan Resimen "Anoa" jang dibanggakan pemberontak. Bukanlah mudah menjerang pusat pertahanan Permesta di Tentena ini. Suatu tempat... pat jang strategien untuk deffenciel. Tambahan pula pemberontak mempunjai Tentara² terlatih dan sudah banjak makan garam dalam pertempuran. Soal perlengkapan persendjataan, dapat kita maklumi. Tidak ketinggalan Bazooka, Mortier 3 inch, 12,7, L.M.G. dll-nja. Suatu faktor jang tidak boleh dianggap remeh, ialah pimpinan Permesta terdiri dari 3 perwira menengah termasuk Major Gerungan jang akademisch itu. Sedangkan pihak pemuda hanja sendjata² tua jang sebenarnja sudah boleh masuk musium, dan pemimpin²nja hanja orang² jang dilahirkan oleh masa dan bawahan² T.N.I. jang sudah bergabung dengan pedjuang² Tanah air, sesaat sesudah Permesta ditjap sebagai pemberontak. Djelaslah sekarang bahwa perbedaan kekuatan tidak seimbang sebagai antara bumi dan langit. Namun demikian pemuda² tidak gentar bahkan mendesak terus pada pemimpin agar disergap sadja.
Dapat dijakinkan bahwa bagaimanapun kuatnja seseorang, harus ada kelemahannja. Ditjarilah kelemahan² dipihak musuh jang memudahkan penjerbuan atas kota Tentena. Dikalangan pemberontak sendiri timbul perpetjahan. Antara atasan dan bawahan tidak terdapat persesuaian. Moril mereka bertambah merosot. Soal perbekalan bertambah tipis, jang diharapkanuja ialah pemberian rakjat karena ketakutan. Disaat beginilah pemuda melantjarkan perang "urat saraf", memblokeer bahan² makanan, disamping melakukan pengadangan² jang sangat ditakuti pemberontak. Tanggal 21 Djuni ...... serangan kota Tentena dimulai. Pasukan MENAX dan pasukan MARTINUS, mendapat tugas menjerang lambung Permesta, jaitu pasukan kelompok sendjata berat di Pamona. Tiap² pertempuran melahirkan pasukan² jang dapat dibanggakan. Betapa keistimewaannja pasukan² ini, dengan tenang dan tidak gentar, mereka madju menjusup padang² rumput ber-bukit². Madju ... madju terus mendekati pagar kawat berduri pertahanan Permesta.<noinclude>{{rh|||33}}</noinclude>
g224atrtnztdxj8owwd0p54pcin5xhh
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1044
104
104425
294924
2026-05-14T03:59:57Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294924
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}}
<small>''KASAD berkenan berziarah kemakam Kiai Modjo di Ture{{re|2}}, pada kesempatan menindjau daerah operasi „Merdeka“.''</small>
Tapi waspada kawat beraliran listrik. Siap sedia. Tembak...... suara rentetan sendjata² ringan otomatis memetjah kesunjian diwaktu subuh, itulah tembakan patriot² kita terhadap asrama² pemberontak. Kami sudah mengindjak mulut bazooka", teriak pelajang bren kepada pemberontak² belum sadar dari tidurnja. Tiba² berdentumanlah bazooka, mortir 3 inch jang memekakan anak telinga. Tekanan udara bazooka merebahkan pasukan MENAX MARTINUS jang setengah berdiri. Pasukan pemuda lainnja belum meletuskan sendjatanja. Terpaksa sasaran sendjata berat diarahkan kepada pasukan ini, tapi sajang tidak mengenai sasarannja sebab pasukan berada dibawah mulut bazooka dalam tjuatja remang². Sesaat kemudian seluruh pasukan penjerang menembakkan sendjatanja membuat Permesta kebingungan. Pertempuran jang seru berdjalan selama 24 djam. Pada djam 05.00 tgl. 22 Djuni Permesta melarikan diri kedistrik Badak. Hari itulah hari dikuasainja kota Tentena, dimana pihak Permesta terpaksa mengakui keberanian dan kegigihan pemuda. Kapten SUMAMPOU bersama 20 orang anak buahnja menjerahkan diri bersama persendjataannja kepada Kmd. Operasi GPST. sdr. M. MOGADI. Plt. TNI. Dengan didudukinja kota Tentena, terbukalah djalan penjerangan kekota Poso ibukota Kab. Poso. Sebagai diketahui pasukan pemberontak dikota Poso dipimpin oleh Kapt. Sumilat dan Lts. Walandou. Totaal generaal dari pasukan pemberontak 2 Bn. Inf. riel, termasuk peleton sendjata² berat. Sebagai halnja penjerangan di Tentena, demikian djuga penjerbuan kekota Poso. Hanja sadja pihak AURI turut membom intalasi² Militer Permesta pada tgl. 9/10-7-1958 di Kasiguntju, jaitu tempat konsentrasi pasukan pemberontak. Dan pasukan Pemberontak Permesta mengira bahwa mereka sudah terkepung oleh 2 Bn. Inf. dari Div. Brawidjaja, sehingga terus-menerus menembaki kampung² dan hutan² jang sudah berada ditangan pemuda. Pada tgl. 14 Djuli 1958 djam 08.00 pagi, penjerbuan kekota Poso dilaksanakan dari segala djuran. Pemberontak bertahan mati-an. Tetapi setelah pertempuran berdjalan 4 djam, kota Poso sudah dikuasai pasukan kita. Musuh melarikan diri bersama keluarganja. Siasat Permesta untuk mengepung kota Poso dari belakang ternjata gagal. Malah 3 orang anggotanja tewas, 40 orang tertawan, dan lainnja berangsur² datang melaporkan diri pada pasukan MANDAGI. Timbullah istilah "Empat djam dikota Poso". Sisa² Permesta jang mengundurkan diri ke Napu, segera ditumpas oleh pasukan PASAKA. Tidak ada djalan madju dari pihak pemberontak, selain dari pemunduran. Achirnja mereka berkonsentrasi didistrik Badak. Pemuda tidak memberi kesempatan kepada pemberontak untuk istirahat. Lalu dalam bulan September .......... operasi terhadap sisa² Permesta terus dilakukan. Disinilah timbul pertempuran di LILIO, dimana gugurlah 3 orang kesatria alm. UNAWEKLA dkk. jang merebut kubu pertahanan musuh dari djarak 10 meter. Sebuah watermantel musuh dapat dirampas, 2 orang penembaknja tewas ditempat itu djuga. Gugurnja tiga pahlawan ini, menambah semangat pertempuran dipihak pemuda. Menjusul sepasukan Bn. "R". jang terkenal dengan keuletan bertempur bersama-sama² dengan pasukan pemuda dan Polisi menjerbu ke Gintu, benteng pertahanan musuh jang sangat kuat. Achirnja GINTU diduduki, setelah beberapa hari AURI membombardeer tempat ini. Permesta kehilangan tempat di Sulawesi Tengah, lalu menudju ke Sulawesi Selatan. Mereka dikedjar terus hingga achirnja seputjuk mortier "8" dapat dirampas dan sendjata² ringan lainnja. Berachirlah sudah kekuasaan Permesta di Sulawesi Tengah. Dan njatalah bahwa utjapan pemberontak seperti jang tertulis diawal kisah ini, hanjalah isapan djempol belaka.
{{Missing image}}<noinclude>{{rh|34}}</noinclude>
am3t3mj28dxyuz144nar8s2cdbp46ii
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1047
104
104426
294925
2026-05-14T04:03:03Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
294925
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>
<big><big><big>''Mari Kita Perkenalkan Dengan Persit''</big></big></big>
'''Oleh: LTD. PROBOSOEROSO'''
<small>( Sambungan )</small>
</center>
{{Missing image}}
<small>''Direksi BAPPIT Pusat, Let. Kol. Suwido, menjerahkan uang berupa cheq sebesar Rp. 200.000 sebagai sumbangan kepada PERSIT Tjab. Djakarta Raya untuk pasukan² digaris depan.''</small>
'''Pendidikan rochani.'''
Bulan jang lalu telah kita singgung serba sedikit tentang pendidikan rochani, misalnja dengan mengadakan kursus rumah tangga, arisan, kooperasi dan lain sebagainja, jang menjangkut kehidupan serta pergaulan hidup istri Tentara itu, sudah merupakan pendidikan rochani setjara tidak langsung. Akan tetapi mengenai pendidikan rochani jang sebenarnja jang mendjadi pedoman Persit, ialah pendidikan rochani berdasarkan keagamaan jang dianut oleh masing² anggauta/istri Tentara, diantaranja pendidikan rochani Islam, Katholik, Protestan dll.
'''Keagamaan.'''
Persit tidak menitikberatkan kepada salah satu agama, karena Persit memang bukan organisasi keagamaan, seperti djuga halnja dengan aliran politik. Persit bukan penganut salah satu ideologi politik. Seperti dalam uraian jang lalu sudah ditekankan, bahwa Persit sebagai organisasi keluarga alat Negara jang bertudjuan membantu para suami dalam menunaikan tugasnja, maka politik jang dianut oleh Persit sama djuga dengan politik jang dianut oleh Tentara, jaitu Politik Tentara adalah politik Negara; demikian djugalah jang dianut oleh Persit. Dalam soal keagamaan, Negara kita menetapkan salah satu sila daripada Pantja Sila, ialah Ketuhanan; dan Ketuhanan itu pula jang dianut oleh Tentara, maka dengan sendirinja djuga Ketuhanan itulah jang dianut oleh Persit. Dan ini adalah logisch.
'''Pentingnja pendidikan rochani.'''
Pendidikan rochani dalam Persit adalah penting sekali, bahkan mungkin jang terpenting, hal itu sesuai dengan kepentingannja, jaitu rochani istri² atau keluarga Tentara pada umumnja, karena rochani keluarga Tentara adalah sangat mempengaruhi rochani Tentara, dan rochani Tentara sangat menentukan mutu Tentara itu sendiri. Seperti kita mengetahui, mungkin mendengar, bahwa disiplin itu adalah djiwa Tentara; dan Tentara tanpa disiplin sama halnja dengan gerombolan liar jang berbahaja; begitu djuga halnja dengan watak, tabiat, adat-istiadat, sopan-santun dan lain sebagainja; jang dimiliki oleh Tentara harus selalu jang baik, hingga Tentara dapat menunaikan tugasnja sebagai pelindung Negara dan Rakjat dengan baik pula.
Dan mengapa pendidikan rochani menurut Persit harus berdasarkan keagamaan? Memang, umum tentunja djuga mengakui bahwa keagamaan atau kepertjaan terhadap Tuhan itu adalah satu²nja pembimbing rochani jang terkuat dan teratur, dan paling sempurna untuk menghadapi segala kemungkinan jang mengatjaukan kerochanian.
'''Pengaruhnja pendidikan rochani.'''
Sebagai tjontoh, bagaimana pengaruh pendidikan rochani terhadap para suami, baiklah kita ambil mitsal jang kini sangat populer dikalangan Pemimpin², baik Pemerintah maupun Organisasi² Partikelir, ialah KORUPSI.
Soal korupsi kita ambil sebagai tjontoh, karena memang soal ini merupakan sumber penjakit kanker bagi tubuh Negara dan Bangsa kita, sehingga memusingkan kepada para Doktre Negara alias Pemimpin² Negara kita. Soal korupsi jang begitu berat memberantasnja tadi, sebenarnja dapat diberantas oleh para istri² jang ber-rochani tinggi, tidak sudi makan harta riba, tidak mau menerima harta-benda dari suaminja diluar penghasilan atau nafkahnja jang tidak sjah dan lain se-<noinclude>{{rh|||37}}</noinclude>
2l6j8ch5kticf9vdp32gr37ty6wl6rd
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/311
104
104427
294935
2026-05-14T04:26:51Z
Sarieffe
26994
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'jang ada pada kita kepada pem- bangunan. Dan golongan jang mengang- gap revolusi nasional itu belum selesai, tidaklah dapat menjetu- djui, bila seluruh tenaga dikerah- kan untuk pembangunan. Inilah hal kedua jang menghambat ter- galangnja persatuan antara kita, kata Presiden. Negara kita ini adalah kepu- njaan bersama : Dalam menjambut pelantikan badan tersebut oleh Presiden Su- karno, Letrian Kolonel Pamura- hardjo, Ketua Ba...
294935
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Sarieffe" /></noinclude>jang ada pada kita kepada pem-
bangunan.
Dan golongan jang mengang-
gap revolusi nasional itu belum
selesai, tidaklah dapat menjetu-
djui, bila seluruh tenaga dikerah-
kan untuk pembangunan. Inilah
hal kedua jang menghambat ter-
galangnja persatuan antara kita,
kata Presiden.
Negara kita ini adalah kepu-
njaan bersama :
Dalam menjambut pelantikan
badan tersebut oleh Presiden Su-
karno, Letrian Kolonel Pamura-
hardjo, Ketua Badan Kerdja Sa-
na Pemuda-Militer mengatakan :
Terdorong ingin berbakti terha-
lap negara jang ditjintainja, ma-
ka para tunas muda dari masja-
rakat kita, tidak rela melihat ne-
Jara dan bangsa tenggelam da-
lam suatu pertentangan jang
achirnja sangat merugikan bagi
kemadjun Nusa dan Bangsa.
Terdorong oleh keinginan terse-
but, maka timbullah suatu hasrat
dari pemuda kita untuk menjum-
bangkan tenaganja guna penje-
ksaian kesulitan? itu.
Letnan Kolonel Pamurahardjo
seterusnja menerangkan, bahwa
negara kita ini adalah kepunjaan
bersama, dimana kita sekalian tu-
ut bertanggung djawab. Dilain
pihak Angkatan Perang Indone-
sia insjaf bahwa tugas jang di-
bebankan dipundaknja dengan
perintah Panglima Tertinggi, ti-
daklah mungkin diselesaikan dji-
ka hanja oleh angkatan bersen-
djata sadja. Tugas SOB bukan-
Selesai upatjara pe-
resmian ,,Badan
Kerdja Sama Pemu-
da-Militer”, maka
Presiden berkesem-
patan mengutjap-
kan selamat beker-
dja bagi kedjajaan
negara kepada ang-
gota dewan pimpin-
an badan tsb. Disi-
ni nampak Presiden
sedang mengutjap-
kan selamat kepada
Let. Kol. Pamura-
hardjo, Ketua Ba-
dan Kerdja Sama
Pemuda-Militer.
lah tugas dari Angkatan Perang
sendiri, melainkan djuga segenap
lapisan masjarakat, dan karena-
nja segenap rakjat kita ikut ber-
tanggung djawab atas berasil dan
tidaknja tudjuan SOB.
Kolonel Sadikin, jang mewakili KSAD djuga ikut mengutjapkan se-
lamat. Disini nampak sedang mengutjapkan selamat kepada Sdr.
Ismail Hasan dari G.P.IL.I.
33<noinclude></noinclude>
oh9sg8z3f1bd7217h7cu09x0vjk9rgu
294953
294935
2026-05-14T04:42:18Z
Sarieffe
26994
/* Telah diuji baca */
294953
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 311 crop).jpg|500px|kiri|jmpl|''Selesai upatjara peresmian ,,Badan
Kerdja Sama Pemuda-Militer”, maka
Presiden berkesempatan mengutjapkan selamat bekerdja bagi kedjajaan negara kepada anggota dewan pimpinan badan tsb. Disini nampak Presiden sedang mengutjapkan selamat kepada Let. Kol. Pamurahardjo, Ketua Badan Kerdja Sama
Pemuda-Militer.'' ]]
jang ada pada kita kepada pembangunan.
Dan golongan jang menganggap revolusi nasional itu belum selesai, tidaklah dapat menjetudjui, bila seluruh tenaga dikerahkan untuk pembangunan. Inilah
hal kedua jang menghambat tergalangnja persatuan antara kita, kata Presiden.
'''Negara kita ini adalah kepunjaan bersama :'''
Dalam menjambut pelantikan badan tersebut oleh Presiden Sukarno, Letnan Kolonel Pamurahardjo, Ketua Badan Kerdja Sana Pemuda-Militer mengatakan:
Terdorong ingin berbakti terhadap negara jang ditjintainja, maka para tunas muda dari masjarakat kita, tidak rela melihat negara dan bangsa tenggelam dalam suatu pertentangan jang achirnja sangat merugikan bagi
kemadjun Nusa dan Bangsa. Terdorong oleh keinginan tersebut, maka timbullah suatu hasrat dari pemuda kita untuk menjumbangkan tenaganja guna penjeksaian kesulitan² itu.
Letnan Kolonel Pamurahardjo seterusnja menerangkan, bahwa negara kita ini adalah kepunjaan bersama, dimana kita sekalian turut bertanggung djawab. Dilain pihak Angkatan Perang Indonesia insjaf bahwa tugas jang dibebankan dipundaknja dengan perintah Panglima Tertinggi, tidaklah mungkin diselesaikan djika hanja oleh angkatan bersendjata sadja. Tugas SOB bukanlah tugas dari Angkatan Perang sendiri, melainkan djuga segenap lapisan masjarakat, dan karenanja segenap rakjat kita ikut bertanggung djawab atas berasil dan tidaknja tudjuan SOB.
[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 311 crop2).jpg|600px|kanan|jmpl|''Kolonel Sadikin, jang mewakili KSAD djuga ikut mengutjapkan selamat. Disini nampak sedang mengutjapkan selamat kepada Sdr. Ismail Hasan dari G.P.I.I.'' ]]<noinclude>{{rh|||33}}</noinclude>
dma8cqjzv2zoe6g7ywsnnxb06jxo7oj
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/118
104
104428
294937
2026-05-14T04:27:45Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294937
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||32}}</noinclude>
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; font-family: monospace;"
| style="vertical-align: top; width: 22em;" | double banked
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; width: 30em;" | sekotji berdajung dua
|-
| style="vertical-align: top;" | dowse [douse]
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | mengurangi lajar
|-
| style="vertical-align: top;" | drogue
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | kala-kala
|-
| style="vertical-align: top;" | ease her
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | balas [kemudi]
|-
| style="vertical-align: top;" | ease off
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | mengendurkan tros
|-
| style="vertical-align: top;" | easy
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | berhenti (mendajung)
|-
| style="vertical-align: top;" | fake
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | coba [tros, tali]
|-
| style="vertical-align: top;" | fake down
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | menjangli
|-
| style="vertical-align: top;" | fender
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | dapera
|-
| style="vertical-align: top;" | fend-off
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | dapera gabus, dapera tikar
|-
| style="vertical-align: top;" | fill away
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | lepas angin [lajar]
|-
| style="vertical-align: top;" | flatten in
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | menarik kelat
|}
SOSIOLOGI
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; font-family: monospace;"
| style="vertical-align: top; width: 22em;" | companiate marriage
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; width: 30em;" | kawin gantung
|-
| style="vertical-align: top;" | company housing
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | wisma karjawan
|-
| style="vertical-align: top;" | comparative method
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | metode perbandingan
|-
| style="vertical-align: top;" | comparative religion
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | perbandingan agama
|-
| style="vertical-align: top;" | compensate [financial]
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | gantirugi, imbalan
|-
| style="vertical-align: top;" | compensating error
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | kekeliruan berimbal
|-
| style="vertical-align: top;" | compensation
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | kompensasi, imbalan
|-
| style="vertical-align: top;" | compensatory
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | gantirugi
|-
| style="vertical-align: top;" | compensatory principle
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | azas kompensasi
|-
| style="vertical-align: top;" | compete
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | bersaing
|-
| style="vertical-align: top;" | competent
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | berwenang
|-
| style="vertical-align: top;" | competition
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | persaingan
|-
| style="vertical-align: top;" | competitive cooperation
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | kerdjasama setjara berlomba
|-
| style="vertical-align: top;" | cooperative competition
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | persaingan terbatas
|-
| style="vertical-align: top;" | mechanism of compensation
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | proses kompensasi, mekanisme kompensasi
|-
| style="vertical-align: top;" | rejected companion
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | anggota tersisih
|-
| style="vertical-align: top;" | social competency
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | kewenangan
|-
| style="vertical-align: top;" | tolerated companion
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | anggota tjadangan
|-
| style="vertical-align: top;" | unemployment compensation
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | uang tunggu
|-
| style="vertical-align: top;" | workmen's compensation
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | djaminan sosial buruh, dana sosial buruh
|}<noinclude></noinclude>
2ckq9vx32zlcxyems5yzrejidry4161
294940
294937
2026-05-14T04:29:42Z
Upiak Ituih
27011
294940
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||32}}</noinclude>
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; font-family: monospace;"
| style="vertical-align: top; width: 22em;" | double banked
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; width: 30em;" | sekotji berdajung dua
|-
| style="vertical-align: top;" | dowse ''[''douse'']''
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | mengurangi lajar
|-
| style="vertical-align: top;" | drogue
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | kala-kala
|-
| style="vertical-align: top;" | ease her
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | balas ''[''kemudi'']''
|-
| style="vertical-align: top;" | ease off
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | mengendurkan tros
|-
| style="vertical-align: top;" | easy
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | berhenti (mendajung)
|-
| style="vertical-align: top;" | fake
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | coba ''[''tros, tali'']''
|-
| style="vertical-align: top;" | fake down
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | menjangli
|-
| style="vertical-align: top;" | fender
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | dapera
|-
| style="vertical-align: top;" | fend-off
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | dapera gabus, dapera tikar
|-
| style="vertical-align: top;" | fill away
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | lepas angin ''[''lajar'']''
|-
| style="vertical-align: top;" | flatten in
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | menarik kelat
|}
SOSIOLOGI
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; font-family: monospace;"
| style="vertical-align: top; width: 22em;" | companiate marriage
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; width: 30em;" | kawin gantung
|-
| style="vertical-align: top;" | company housing
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | wisma karjawan
|-
| style="vertical-align: top;" | comparative method
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | metode perbandingan
|-
| style="vertical-align: top;" | comparative religion
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | perbandingan agama
|-
| style="vertical-align: top;" | compensate ''[''financial'']''
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | gantirugi, imbalan
|-
| style="vertical-align: top;" | compensating error
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | kekeliruan berimbal
|-
| style="vertical-align: top;" | compensation
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | kompensasi, imbalan
|-
| style="vertical-align: top;" | compensatory
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | gantirugi
|-
| style="vertical-align: top;" | compensatory principle
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | azas kompensasi
|-
| style="vertical-align: top;" | compete
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | bersaing
|-
| style="vertical-align: top;" | competent
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | berwenang
|-
| style="vertical-align: top;" | competition
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | persaingan
|-
| style="vertical-align: top;" | competitive cooperation
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | kerdjasama setjara berlomba
|-
| style="vertical-align: top;" | cooperative competition
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | persaingan terbatas
|-
| style="vertical-align: top;" | mechanism of compensation
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | proses kompensasi, mekanisme kompensasi
|-
| style="vertical-align: top;" | rejected companion
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | anggota tersisih
|-
| style="vertical-align: top;" | social competency
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | kewenangan
|-
| style="vertical-align: top;" | tolerated companion
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | anggota tjadangan
|-
| style="vertical-align: top;" | unemployment compensation
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | uang tunggu
|-
| style="vertical-align: top;" | workmen's compensation
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | djaminan sosial buruh, dana sosial buruh
|}<noinclude></noinclude>
8m9dfwstatuo1yfe0sagg8td8vyjh8v
295218
294940
2026-05-14T09:56:00Z
Arulbe
24016
/* Tervalidasi */
295218
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arulbe" />{{rh||32}}</noinclude>
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; font-family: monospace;"
| style="vertical-align: top; width: 22em;" | double banked
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; width: 30em;" | sekotji berdajung dua
|-
| style="vertical-align: top;" | dowse ''[''douse'']''
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | mengurangi lajar
|-
| style="vertical-align: top;" | drogue
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | kala-kala
|-
| style="vertical-align: top;" | ease her
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | balas ''[''kemudi'']''
|-
| style="vertical-align: top;" | ease off
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | mengendurkan tros
|-
| style="vertical-align: top;" | easy
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | berhenti (mendajung)
|-
| style="vertical-align: top;" | fake
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | coba ''[''tros, tali'']''
|-
| style="vertical-align: top;" | fake down
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | menjangli
|-
| style="vertical-align: top;" | fender
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | dapera
|-
| style="vertical-align: top;" | fend-off
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | dapera gabus, dapera tikar
|-
| style="vertical-align: top;" | fill away
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | lepas angin ''[''lajar'']''
|-
| style="vertical-align: top;" | flatten in
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | menarik kelat
|}
SOSIOLOGI
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; font-family: monospace;"
| style="vertical-align: top; width: 22em;" | companiate marriage
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; width: 30em;" | kawin gantung
|-
| style="vertical-align: top;" | company housing
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | wisma karjawan
|-
| style="vertical-align: top;" | comparative method
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | metode perbandingan
|-
| style="vertical-align: top;" | comparative religion
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | perbandingan agama
|-
| style="vertical-align: top;" | compensate ''[''financial'']''
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | gantirugi, imbalan
|-
| style="vertical-align: top;" | compensating error
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | kekeliruan berimbal
|-
| style="vertical-align: top;" | compensation
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | kompensasi, imbalan
|-
| style="vertical-align: top;" | compensatory
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | gantirugi
|-
| style="vertical-align: top;" | compensatory principle
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | azas kompensasi
|-
| style="vertical-align: top;" | compete
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | bersaing
|-
| style="vertical-align: top;" | competent
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | berwenang
|-
| style="vertical-align: top;" | competition
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | persaingan
|-
| style="vertical-align: top;" | competitive cooperation
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | kerdjasama setjara berlomba
|-
| style="vertical-align: top;" | cooperative competition
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | persaingan terbatas
|-
| style="vertical-align: top;" | mechanism of compensation
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | proses kompensasi, mekanisme kompensasi
|-
| style="vertical-align: top;" | rejected companion
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | anggota tersisih
|-
| style="vertical-align: top;" | social competency
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | kewenangan
|-
| style="vertical-align: top;" | tolerated companion
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | anggota tjadangan
|-
| style="vertical-align: top;" | unemployment compensation
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | uang tunggu
|-
| style="vertical-align: top;" | workmen's compensation
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | djaminan sosial buruh, dana sosial buruh
|}<noinclude></noinclude>
sewzpqhnxkcfejiih6hanxspbzwqm5x
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/119
104
104429
294943
2026-05-14T04:35:33Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294943
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||33}}</noinclude>
ADMINISTRASI
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 22em;" | aptitude and proficiency test
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; width: 30em;" | udjian kesigapan dan ketjakapan
|-
| style="vertical-align: top;" | compulsory
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | sukarela
|-
| style="vertical-align: top;" | compulsory retirement
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | pensiun atas permintaan sendiri
|-
| style="vertical-align: top;" | clerk-stenographer
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | djuru tulis tjepat
|-
| style="vertical-align: top;" | collective bargain
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | serikat sekerdja
|-
| style="vertical-align: top;" | credit union
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | perhimpunan kredit
|-
| style="vertical-align: top;" | custodial position
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | kedudukan jang dipertjajakan
|-
| style="vertical-align: top;" | custody
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | pengganti jang dipertjajakan, wali
|-
| style="vertical-align: top;" | decree
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | keputusan
|-
| style="vertical-align: top;" | demotion
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | penurunan (djabatan, pangkat)
|-
| style="vertical-align: top;" | departmental solicitor
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | larangan chusus
|-
| style="vertical-align: top;" | disagreement
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | pengingkaran persetudjuan
|-
| style="vertical-align: top;" | disagree
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | menolak
|-
| style="vertical-align: top;" | discretion
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | penggagalan keputusan
|-
| style="vertical-align: top;" | dismissal
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | pemetjatan
|-
| style="vertical-align: top;" | eligibility requirements
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | sjarat-sjarat wadjib
|-
| style="vertical-align: top;" | employee retention
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | pembinaan pegawai
|-
| style="vertical-align: top;" | function
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | fungsi, djabatan
|-
| style="vertical-align: top;" | graceful conduct
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | tingkahlaku terpudji
|-
| style="vertical-align: top;" | housekeeping
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | urusan rumahtangga
|}
EKONOMI DAN KEUANGAN
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 22em;" | account receivable
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; width: 30em;" | piutang dagang
|-
| style="vertical-align: top;" | average propensity to consume
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | hasrat konsumsi rata-rata
|-
| style="vertical-align: top;" | average propensity to invest
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | hasrat investasi rata-rata
|-
| style="vertical-align: top;" | average propensity to save
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | hasrat tabungan rata-rata
|-
| style="vertical-align: top;" | bonds payable
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | hutang obligasi
|-
| style="vertical-align: top;" | cash (on hand)
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | kas
|-
| style="vertical-align: top;" | common stock
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | saham biasa, sero biasa
|-
| style="vertical-align: top;" | consumer's goods
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | barang konsumsi
|-
| style="vertical-align: top;" | deferred credits
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | penerimaan dimuka, prapenerimaan
|-
| style="vertical-align: top;" | dividend payable
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | hutang dividen
|-
| style="vertical-align: top;" | fixed assets
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | harta tetap
|-
| style="vertical-align: top;" | gross investment
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | investasi bruto, investasi kotor
|-
| style="vertical-align: top;" | inventory
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | persediaan barang
|-
| style="vertical-align: top;" | long term liability
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | hutang djangka pandjang
|}
{{rh||||marginal}} {{...|5}}<noinclude></noinclude>
jfeyfyhqk87b6t1aqd7qlskirg19b7z
294947
294943
2026-05-14T04:37:30Z
Upiak Ituih
27011
294947
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||33}}</noinclude>
ADMINISTRASI
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 22em;" | aptitude and proficiency test
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; width: 30em;" | udjian kesigapan dan ketjakapan
|-
| style="vertical-align: top;" | compulsory
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | sukarela
|-
| style="vertical-align: top;" | compulsory retirement
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | pensiun atas permintaan sendiri
|-
| style="vertical-align: top;" | clerk-stenographer
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | djuru tulis tjepat
|-
| style="vertical-align: top;" | collective bargain
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | serikat sekerdja
|-
| style="vertical-align: top;" | credit union
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | perhimpunan kredit
|-
| style="vertical-align: top;" | custodial position
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | kedudukan jang dipertjajakan
|-
| style="vertical-align: top;" | custody
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | pengganti jang dipertjajakan, wali
|-
| style="vertical-align: top;" | decree
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | keputusan
|-
| style="vertical-align: top;" | demotion
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | penurunan (djabatan, pangkat)
|-
| style="vertical-align: top;" | departmental solicitor
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | larangan chusus
|-
| style="vertical-align: top;" | disagreement
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | pengingkaran persetudjuan
|-
| style="vertical-align: top;" | disagree
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | menolak
|-
| style="vertical-align: top;" | discretion
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | penggagalan keputusan
|-
| style="vertical-align: top;" | dismissal
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | pemetjatan
|-
| style="vertical-align: top;" | eligibility requirements
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | sjarat-sjarat wadjib
|-
| style="vertical-align: top;" | employee retention
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | pembinaan pegawai
|-
| style="vertical-align: top;" | function
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | fungsi, djabatan
|-
| style="vertical-align: top;" | graceful conduct
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | tingkahlaku terpudji
|-
| style="vertical-align: top;" | housekeeping
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | urusan rumahtangga
|}
EKONOMI DAN KEUANGAN
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 22em;" | account receivable
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; width: 30em;" | piutang dagang
|-
| style="vertical-align: top;" | average propensity to consume
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | hasrat konsumsi rata-rata
|-
| style="vertical-align: top;" | average propensity to invest
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | hasrat investasi rata-rata
|-
| style="vertical-align: top;" | average propensity to save
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | hasrat tabungan rata-rata
|-
| style="vertical-align: top;" | bonds payable
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | hutang obligasi
|-
| style="vertical-align: top;" | cash (on hand)
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | kas
|-
| style="vertical-align: top;" | common stock
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | saham biasa, sero biasa
|-
| style="vertical-align: top;" | consumer's goods
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | barang konsumsi
|-
| style="vertical-align: top;" | deferred credits
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | penerimaan dimuka, prapenerimaan
|-
| style="vertical-align: top;" | dividend payable
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | hutang dividen
|-
| style="vertical-align: top;" | fixed assets
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | harta tetap
|-
| style="vertical-align: top;" | gross investment
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | investasi bruto, investasi kotor
|-
| style="vertical-align: top;" | inventory
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | persediaan barang
|-
| style="vertical-align: top;" | long term liability
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | hutang djangka pandjang
|}
{{rh||marginal}}{{...|5}}<noinclude></noinclude>
raoue19ciun3vc63hty91sq1gx69v6c
295235
294947
2026-05-14T10:07:06Z
Arulbe
24016
/* Tervalidasi */
295235
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arulbe" />{{rh||33}}</noinclude>
ADMINISTRASI
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 22em;" | aptitude and proficiency test
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; width: 30em;" | udjian kesigapan dan ketjakapan
|-
| style="vertical-align: top;" | compulsory
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | sukarela
|-
| style="vertical-align: top;" | compulsory retirement
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | pensiun atas permintaan sendiri
|-
| style="vertical-align: top;" | clerk-stenographer
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | djuru tulis tjepat
|-
| style="vertical-align: top;" | collective bargain
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | serikat sekerdja
|-
| style="vertical-align: top;" | credit union
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | perhimpunan kredit
|-
| style="vertical-align: top;" | custodial position
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | kedudukan jang dipertjajakan
|-
| style="vertical-align: top;" | custody
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | pengganti jang dipertjajakan, wali
|-
| style="vertical-align: top;" | decree
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | keputusan
|-
| style="vertical-align: top;" | demotion
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | penurunan (djabatan, pangkat)
|-
| style="vertical-align: top;" | departmental solicitor
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | larangan chusus
|-
| style="vertical-align: top;" | disagreement
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | pengingkaran persetudjuan
|-
| style="vertical-align: top;" | disagree
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | menolak
|-
| style="vertical-align: top;" | discretion
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | penggagalan keputusan
|-
| style="vertical-align: top;" | dismissal
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | pemetjatan
|-
| style="vertical-align: top;" | eligibility requirements
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | sjarat-sjarat wadjib
|-
| style="vertical-align: top;" | employee retention
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | pembinaan pegawai
|-
| style="vertical-align: top;" | function
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | fungsi, djabatan
|-
| style="vertical-align: top;" | graceful conduct
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | tingkahlaku terpudji
|-
| style="vertical-align: top;" | housekeeping
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | urusan rumahtangga
|}
EKONOMI DAN KEUANGAN
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 22em;" | account receivable
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; width: 30em;" | piutang dagang
|-
| style="vertical-align: top;" | average propensity to consume
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | hasrat konsumsi rata-rata
|-
| style="vertical-align: top;" | average propensity to invest
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | hasrat investasi rata-rata
|-
| style="vertical-align: top;" | average propensity to save
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | hasrat tabungan rata-rata
|-
| style="vertical-align: top;" | bonds payable
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | hutang obligasi
|-
| style="vertical-align: top;" | cash (on hand)
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | kas
|-
| style="vertical-align: top;" | common stock
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | saham biasa, sero biasa
|-
| style="vertical-align: top;" | consumer's goods
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | barang konsumsi
|-
| style="vertical-align: top;" | deferred credits
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | penerimaan dimuka, prapenerimaan
|-
| style="vertical-align: top;" | dividend payable
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | hutang dividen
|-
| style="vertical-align: top;" | fixed assets
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | harta tetap
|-
| style="vertical-align: top;" | gross investment
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | investasi bruto, investasi kotor
|-
| style="vertical-align: top;" | inventory
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | persediaan barang
|-
| style="vertical-align: top;" | long term liability
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | hutang djangka pandjang
|}
{{right|marginal{{...|11}}}}<noinclude></noinclude>
2ylvubj3oyoouu6g4xz13p6t0eld6hz
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/987
104
104430
294946
2026-05-14T04:37:30Z
N.imaema
22481
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '» , 4 Smj. Djoko berangkat, meski- pun hatinja tetap chawatir akan istrinja jang sedang sakit diru- mah. Sebaliknja ia merasa bang- ga dan senang bahwa, ia datang bersama kawan belum terlambat untuk menolong djiwa kawan'- nja jang terantjam itu. Dan tugas telah selesai dengan penuh ke- menangan. Tiga hari berlalu. Pada suatu hari dalam perdjalanan pulang. rombongan Pn-nja telah sampai ditepi sungai besar terletak di sebelah Se...
294946
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="N.imaema" /></noinclude>»
,
4
Smj. Djoko berangkat, meski-
pun hatinja tetap chawatir akan
istrinja jang sedang sakit diru-
mah. Sebaliknja ia merasa bang-
ga dan senang bahwa, ia datang
bersama kawan belum terlambat
untuk menolong djiwa kawan'-
nja jang terantjam itu. Dan tugas
telah selesai dengan penuh ke-
menangan.
Tiga hari berlalu. Pada suatu
hari dalam perdjalanan pulang.
rombongan Pn-nja telah sampai
ditepi sungai besar terletak di
sebelah Selatan dari Danau se-
dang airnja mengalir dengan
tenangnja. Mereka telah berdja-
lan sedjauh 12 Km ketika mata-
hari mulai terbenam. Maka kini
telah tiba waktunja untuk ber-
kemah. Setelah diatur segala
sesuatunja dengan baik, di perin-
tahkannja kepada bagian radio
untuk memantjar. Tapi seper-
empat djam radio itu sudah me-
mantjar, namun belum dapat
djuga menangkap berita?. Sam-
bil berdiri tegak Smj. Djoko
menggerutu : ,,Hmm........... , ini
mesti ada apa? jang tidak tjo-
tjok!!"
Tiba?, terdengarlah suara tem-
bakan dari senapan mesin ringan,
3X berentet pendek keatas de-
ngan beberapa peluru apinja,
dalam djarak 250 m diseberang
sungai. Dengan tjepat ia mentja-
Dut pistol F.N.-nja, dan memba-
las dengan tembakan 2 X ber-
turut?, jang menandakan bahwa
itu adalah kawan sendiri.
Beberapa menit kemudian,
didengarnja banjak orang menje-
berang sungai. Di tembakkannja
2 X ber-turut? peluru tjahaja
dari Mo. 5. kearah suara itu
inendatang. |
Tampak olehnja bahwa me-
reka itu adalah tentara, dan
me-lambai?kan tangannja jang
disertai teriakan: ,,Kawan sen-
diri bung ! dari pasukan V.B.!!"
Selesai penjeberangan, salah
satu diantara mereka itu datang
ketempat Smj. Djoko. Katanja :
—, Dari pasukan V.B. minta
keterangan dimana tempat
Kmd Ki. 111-351 ?"'
—,, Disebelah sana! Tjisereuh.
400 m ke Timur dari desa
jang kelihatan itu !”
Smj. Djoko memperhatikan.
Rasa?nja seperti sudah mengenal
akan suara itu. Dan sebaliknja
orang itu pun memandang Smj.
Djoko dengan seksama.
—,, Apakah barang kali saja ini
berhadapan dengan Smj.
Djoko ?" Tetapi belum sam-
pai jang ditegor itu dapat
mendjawab, ia melandjutkan
lagi kata?nja, sebagai pene-
gasan daripada kata”nja
sendiri.
—,, Jakinlah Smj. Djoko! Saja
tidak dapat dengan segera
untuk mengenal Sdr! Masih
ingatkah Sdr pertemuan kita
di Ki. B. dengan sehelai
surat Sdr ??"'
—,, Ja, ingat! Djadi kita berte-
mu lagi tukasnja”.
—, Ummu " Orang itu
mengeluh pandjang?.
—,, Mengapa begitu? Lekas ka-
takan, apa jang telah ter-
djadi ?!”
— ,, Sebenarnja saja tak hendak
-
mengganggu pikiran Sdr,
sebelum tugas Sdr ini selesai
dan berachir. Tapi...... ja,
apa boleh buat. Semua ini
karena terpaksa dan nasib.
Untuk ini maka dengarkan :
Semua ini telah terdjadi.
Penjesalan tak akan berguna
lagi. Tapi aku telah berdjan-
dji kepada Sdr, bahwa se-
gala?nja akan dipenuhi se-
bagai apa jang di inginkan.
Aku sudah mentjari dan
berusaha menemukan. Te-
tapi nasib telah menghalang.
Tepat pada djam 18.00 sore
harinja setelah semua pasuk-
an dan Sdr pergi tinggalkan
Ki. B sedang gerombolan mu-
suh datang menjerang dgn
kekuatan jang besar dan
lebih. Pertahanan patah.
Kawan banjak gugur dan
luka?. Sedang jang lain ter-
masuk saja lari keluar kota
untuk hidup.
Baru pada esok harinja pagi?
benar, kota itu dapat kita rebut
kembali dengan beberapa ga-
bungan dari satuan? pasukan
kita. Lalu saja kembali kepada
djandji?ku. Tetapi surat Sdr su-
dah tidak berguna lagi. Dan kem-
bali ber-sama? dengan Kebaja
jang berdarah ini untuk Sdr.
(Bersamb. hal. 38)
PENDJELASAN.
Smj. S. Santoso, atas nama para
Bawahan dan Bentara RPKAD
jang turut aktif bertempur da-
lam perebutan lapangan terbang
Mapanget dan daerah? lain di-
sekitar Menado, memberi pen-
djelasan sbb. :
1. Djatuhnja lapangan terbang
- . Mapanget, bukannja diserang
oleh Lts. Bennie, melainkan
diserang oleh Lts. (sekarang
sudah Kapten) Frets Sigarla-
ki. Berkat tjerdik dan tang-
kasnja Kapt. Frets Sigarlaki,
maka beliau berhasil menju-
supkan team ”B"-nja kedae-
rah Permesta, dgn melewati
lebih kurang empat perta-
hanan musuh jang kurang
penting, sehingga dapat men-
dekat dan menjergap perta-
hanan Permesta jang terkuat
disekitar lapangan terbang
Mapanget. Dalam penjergap-
an ini, lebih dari seratus
orang pasukan Permesta da-
pat ditewaskan. Dan banjak
lagi sendjata' modern jang
dapat kita rampas. Dus,
Kmd. Penjerangan atas la-
pangan terbang Mapanget,
bukannja Lts. Bennie, melain-
kan Kapt. Frets Sigarlaki.
2. Didjelaskan pula, bahwa pe-
rebutan kota Menado, Pantser
jang digunakan Permesta
jang kelihatan hanja satu, dan
tidak muntjul? lagi, karena
Mitraljur dan penembaknja
hantjur ditembak oleh penem-
bak mahir RPKAD Serss.
Wasta, Pada waktu pertem-
puran ini berketjamuk, pa-
sukan jang berada didepan
sekali adalah RPKAD. Se-
dang Bataljon? lain, terma-
suk Bataljon "G”, Bataljon
Major Lalu, Detasemen Ma
jor Makaminang dan Kompi
Bert Supit dapat madju se-
telah pasukan RPKAD diba-
wah pimpinan Ltd. Samidjo,
Ltd. Soemardji, Pltd. Soewan-
di dan Smaj. Makmur berha-
sil mengenjahkan sebagian
besar pasukan” Permesta, de-
ngan penembakan" djitu dari
RPKAD. Dalam pertempur-
an ini pula, Serss. Wasta pe-
nembak mahir RPKAD ber-
hasil menembak Major Ottay,
Kmd. Bataljon Permesta, dan
mengenai pundaknja sehingga
luka berat.
Pendjelasan ini dimaksud, se-
bagai sanggahan atas tulisan
Sersk. Baginda Harahap, jang
berkepala: ”Kisah Menado:
Sirnalah Impian Djago" Permes-
ta” jang telah dimuat dalam Ma-
djlah Angkatan Darat
Bulan Djuli 1958. Sebab, ada
bahagian” dari tulisan Sersk. Ha-
rahap jang tidak benar. Untuk
“ini,. jang bersangkutan . telah
memberi pendjelasannja.
No.7”<noinclude></noinclude>
1fh01q1ycp9r5b0fpvh5axfc8srmcn1
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/120
104
104431
294949
2026-05-14T04:39:21Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294949
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||34}}</noinclude>{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 22em;" | marginal propensity to consume
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; width: 30em;" | hasrat konsumsi mardjinal
|-
| style="vertical-align: top;" | marketable securities
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | surat-surat berharga, likid
|-
| style="vertical-align: top;" | marchandise inventory
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | persediaan barang dagangan
|-
| style="vertical-align: top;" | mortage payable
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | hutang dengan djaminan hipotik
|-
| style="vertical-align: top;" | net investment
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | investasi netto, investasi ben
|-
| style="vertical-align: top;" | note receivable
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | wesel tagih
|}
ILMU HUKUM
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 22em;" | aanbesteder
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; width: 30em;" | jang memborongkan
|-
| style="vertical-align: top;" | aanbestedingswerk
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | pekerdjaan borongan
|-
| style="vertical-align: top;" | aanbevelingsbrief
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | surat andjuran
|-
| style="vertical-align: top;" | baital-mal
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | kas mesdjid ''[''hukum Islam'']''
|-
| style="vertical-align: top;" | bankbiljet
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | uang kertas bank
|-
| style="vertical-align: top;" | beantwoorden a d wettelijke<br /> omschrijving
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | memenuhi perumusan perundangan
|-
| style="vertical-align: top;" | cassatierechter
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | hakim kasasi
|-
| style="vertical-align: top;" | causaal verband
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | hubungan sebab-akibat
|-
| style="vertical-align: top;" | cedent
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | sipenjerah hak tagih
|-
| style="vertical-align: top;" | cederen
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | mendjerahkan hak tagih
|-
| style="vertical-align: top;" | daad van geweld
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | tindak kekerasan
|-
| style="vertical-align: top;" | daadzaak
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | ihwal tindak
|-
| style="vertical-align: top;" | dactyloscopisch bureau
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | kantor sidik djari
|-
| style="vertical-align: top;" | dactyloscopisch signalement
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | pertandaan sidik djari, sinjalemen sidik djari
|-
| style="vertical-align: top;" | echt
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | perkawinan
|-
| style="vertical-align: top;" | echtelijke woning
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | rumah suami-isteri
|-
| style="vertical-align: top;" | ede van trouw
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | sumpah setia
|-
| style="vertical-align: top;" | eed afnemen
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | menerima sumpah
|-
| style="vertical-align: top;" | eed afleggen
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | bersumpah
|-
| style="vertical-align: top;" | eed formuleren
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | merumuskan sumpah
|}<noinclude></noinclude>
phhpvevkbekvuvbzm7i1y5dnwysci5b
294951
294949
2026-05-14T04:40:40Z
Upiak Ituih
27011
294951
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||34}}</noinclude>{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 24em;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">marginal propensity to consume</div>
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; width: 32em;" | hasrat konsumsi mardjinal
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">marketable securities</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | surat-surat berharga, likid
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">marchandise inventory</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | persediaan barang dagangan
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">mortage payable</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | hutang dengan djaminan hipotik
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">net investment</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | investasi netto, investasi ben
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">note receivable</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | wesel tagih
|}
ILMU HUKUM
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 24em;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">aanbesteder</div>
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; width: 32em;" | jang memborongkan
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">aanbestedingswerk</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | pekerdjaan borongan
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">aanbevelingsbrief</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | surat andjuran
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">baital-mal</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | kas mesdjid ''[''hukum Islam'']''
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">bankbiljet</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | uang kertas bank
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">beantwoorden a d wettelijke omschrijving</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | memenuhi perumusan perundangan
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">cassatierechter</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | hakim kasasi
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">causaal verband</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | hubungan sebab-akibat
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">cedent</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | sipenjerah hak tagih
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">cederen</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | mendjerahkan hak tagih
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">daad van geweld</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | tindak kekerasan
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">daadzaak</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | ihwal tindak
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">dactyloscopisch bureau</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | kantor sidik djari
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">dactyloscopisch signalement</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | pertandaan sidik djari, sinjalemen sidik djari
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">echt</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | perkawinan
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">echtelijke woning</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | rumah suami-isteri
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">ede van trouw</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | sumpah setia
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">eed afnemen</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | menerima sumpah
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">eed afleggen</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | bersumpah
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">eed formuleren</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | merumuskan sumpah
|}<noinclude></noinclude>
rc4jogtqpbjvyweffg5pedr3ipbwke2
295237
294951
2026-05-14T10:07:56Z
Arulbe
24016
/* Tervalidasi */
295237
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arulbe" />{{rh||34}}</noinclude>{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 24em;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">marginal propensity to consume</div>
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; width: 32em;" | hasrat konsumsi mardjinal
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">marketable securities</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | surat-surat berharga, likid
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">marchandise inventory</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | persediaan barang dagangan
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">mortage payable</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | hutang dengan djaminan hipotik
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">net investment</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | investasi netto, investasi ben
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">note receivable</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | wesel tagih
|}
ILMU HUKUM
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 24em;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">aanbesteder</div>
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; width: 32em;" | jang memborongkan
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">aanbestedingswerk</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | pekerdjaan borongan
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">aanbevelingsbrief</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | surat andjuran
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">baital-mal</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | kas mesdjid ''[''hukum Islam'']''
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">bankbiljet</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | uang kertas bank
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">beantwoorden a d wettelijke omschrijving</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | memenuhi perumusan perundangan
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">cassatierechter</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | hakim kasasi
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">causaal verband</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | hubungan sebab-akibat
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">cedent</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | sipenjerah hak tagih
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">cederen</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | mendjerahkan hak tagih
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">daad van geweld</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | tindak kekerasan
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">daadzaak</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | ihwal tindak
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">dactyloscopisch bureau</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | kantor sidik djari
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">dactyloscopisch signalement</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | pertandaan sidik djari, sinjalemen sidik djari
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">echt</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | perkawinan
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">echtelijke woning</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | rumah suami-isteri
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">ede van trouw</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | sumpah setia
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">eed afnemen</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | menerima sumpah
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">eed afleggen</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | bersumpah
|-
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">eed formuleren</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | merumuskan sumpah
|}<noinclude></noinclude>
kjbjeo3rfcs91oobspe2dfe6xps4uin
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/146
104
104432
294958
2026-05-14T04:53:56Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294958
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||18}}</noinclude>Disamping prinsip-prinsip ilmiah, prinsip-prinsip {{illegible}} tersebut diatas harus kita pegang dalam menyelidiki jeniskata BI.
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 2em;" | 6.
| style="vertical-align: top;" | {{u|Beberapa pegangan dalam meneliti jeniskata dalam Bahasa Indonesia}}
|}
Dalam buku-buku berbahasa Inggris yang agak baru yang membicarakan jeniskata, jeniskata disebut {{u|wordclass}} (dalam buku-buku lama disebut {{u|parts of speech}}). Beberapa sarjana kurang menyukai istilah {{u|wordclass}} dan mempergunakan {{u|stemclass}}, karena menurut mereka hanya {{u|stem}} atau katadasar sajalah secara morfologis dan sintaksis bersifat tetap. Kedua pandangan ini tidak bertentangan, asal kita tahu bahwa katadasar dapat berubah jenisnya kalau mengalami derivasi atau berubah distribusinya.
Kita pun harus mencatat, bahwa dalam BI ada katadasar yang {{u|variabel}}, artinya yang dapat mengalami derivasi; dan ada yang {{u|invariabel}}, yang tidak mengalami derivasi. Kata {{u|baca}} yang dapat menjadi {{u|membaca}}, {{u|terbaca}}, {{u|pembacaan}} dsb. adalah contoh kata variabel; sedang kata-kata {{u|dari}}, {{u|jika}}, {{u|akan}}, {{u|tidak}} dsb. adalah contoh-contoh kata invariabel.
Sesudah mencatat kedua kenyataan tadi kiranya analisa dapat dimulai dengan menetapkan {{u|distribusi}} sebuah kata. Memang analisa ini perlu kita mulai dengan menentukan perilaku {{u|sintaksis}} kata tsb. Ambillah misalnya kalimat-kalimat sederhana berikut:
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 3em;" | 1.
| style="vertical-align: top; width: 12em;" | Tuti
| style="vertical-align: top; width: 4em; text-align: center;" | //
| style="vertical-align: top; width: 12em;" | sehat.
|-
| style="vertical-align: top;" | 2.
| style="vertical-align: top;" | Orang itu
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | //
| style="vertical-align: top;" | menangis.
|-
| style="vertical-align: top;" | 3.
| style="vertical-align: top;" | Guru
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | //
| style="vertical-align: top;" | membaca.
|-
| style="vertical-align: top;" | 4.
| style="vertical-align: top;" | Bapak
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | //
| style="vertical-align: top;" | bekerja.
|-
| style="vertical-align: top;" | 5.
| style="vertical-align: top;" | Air
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | //
| style="vertical-align: top;" | mengalir.
|-
| style="vertical-align: top;" | 6.
| style="vertical-align: top;" | Kakaknya
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | //
| style="vertical-align: top;" | rajin.
|}<noinclude></noinclude>
pv2nyixcfqb4o07rnos7m016xix60s8
294959
294958
2026-05-14T04:55:09Z
Upiak Ituih
27011
294959
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||18}}</noinclude>Disamping prinsip-prinsip ilmiah, prinsip-prinsip {{illegible}} tersebut diatas harus kita pegang dalam menyelidiki jeniskata BI.
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 2em;" | 6.
| style="vertical-align: top;" | {{u|Beberapa pegangan dalam meneliti jeniskata dalam Bahasa Indonesia}}
|}
Dalam buku-buku berbahasa Inggris yang agak baru yang membicarakan jeniskata, jeniskata disebut {{u|wordclass}} (dalam buku-buku lama disebut {{u|parts of speech}}). Beberapa sarjana kurang menyukai istilah {{u|wordclass}} dan mempergunakan {{u|stemclass}}, karena menurut mereka hanya {{u|stem}} atau katadasar sajalah secara morfologis dan sintaksis bersifat tetap. Kedua pandangan ini tidak bertentangan, asal kita tahu bahwa katadasar dapat berubah jenisnya kalau mengalami derivasi atau berubah distribusinya.
Kita pun harus mencatat, bahwa dalam BI ada katadasar yang {{u|variabel}}, artinya yang dapat mengalami derivasi; dan ada yang {{u|invariabel}}, yang tidak mengalami derivasi. Kata {{u|baca}} yang dapat menjadi {{u|membaca}}, {{u|terbaca}}, {{u|pembacaan}} dsb. adalah contoh kata variabel; sedang kata-kata {{u|dari}}, {{u|jika}}, {{u|akan}}, {{u|tidak}} dsb. adalah contoh-contoh kata invariabel.
Sesudah mencatat kedua kenyataan tadi kiranya analisa dapat dimulai dengan menetapkan {{u|distribusi}} sebuah kata. Memang analisa ini perlu kita mulai dengan menentukan perilaku {{u|sintaksis}} kata tsb. Ambillah misalnya kalimat-kalimat sederhana berikut:
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 12em;" | Tuti
| style="vertical-align: top; width: 4em; text-align: center;" | //
| style="vertical-align: top; width: 12em;" | sehat.
|-
| style="vertical-align: top;" | Orang itu
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | //
| style="vertical-align: top;" | menangis.
|-
| style="vertical-align: top;" | Guru
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | //
| style="vertical-align: top;" | membaca.
|-
| style="vertical-align: top;" | Bapak
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | //
| style="vertical-align: top;" | bekerja.
|-
| style="vertical-align: top;" | Air
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | //
| style="vertical-align: top;" | mengalir.
|-
| style="vertical-align: top;" | Kakaknya
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | //
| style="vertical-align: top;" | rajin.
|}<noinclude></noinclude>
djzktqweiolnm1te5ajliv6z4foe8c5
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/152
104
104433
294961
2026-05-14T04:57:55Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294961
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>peranti menyimpan dan mengambilnya lagi.
{| style="width: 100%; border-collapse: collapse;"
| style="width: 45%;" |
| style="width: 55%; text-align: left; padding-left: 4em; line-height: 1.4;" | (dari: Ajip Rosidi, Kesusastraan Sunda Dewasa ini. Djatiwangi, Tjupumanik, 1966 hal, 5-6.
|}
(b) Radjah penutup (tjerita pantun Tjiung Wanara):
{| style="margin-left: 8em; line-height: 1.3; border-collapse: collapse;"
| Utama nu ngalalakonkeun,<br />utama nu dilalakonkeun,<br />sarua teu naha-naha,<br />kari salametna bae,<br />katut djeung anu nulisna,<br />sarta djeung anu ngarsakeun.
|}
{| style="width: 100%; border-collapse: collapse;"
| style="width: 45%;" |
| style="width: 55%; text-align: left; padding-left: 4em; line-height: 1.4;" | (dari: Verhandelingen van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (VBG) djilid LVIII, 1911, hal. 244)
|}
{| style="margin-left: 8em; line-height: 1.3; border-collapse: collapse;"
| Terutama bagi jang mengisahkan,<br />terutama bagi jang dikisahkan,<br />sama tak apa-apa,<br />tinggal selamatnja sadja,<br />begitupun penulisnja,<br />serta dengan pentjiptanja.
|}
(c) Lukisan (antara lain: Lengser sedang berlari dalam tjerita pantun Tjiung Wanara):
{| style="margin-left: 8em; line-height: 1.3; border-collapse: collapse;"
| Enggalna Lengser teh lumpat,<br />lumpat sakalumpat-lampet,<br />tarik batan mimis bedil,<br />lepas batan kuda lumpat,<br />ngadudud sarangka duhung,<br />liang irung mamaungan,<br />buah birit wani hapa,<br />balas kasepakan keuneung,<br />wani eor tjetjekolan,<br />ear mumuntjanganana,<br />nja kelek tatarompetan,<br />palangkakan tetembangan,
|}<noinclude></noinclude>
4a0nr2axr4p89q403sv338x1he5aumd
294967
294961
2026-05-14T05:02:22Z
Upiak Ituih
27011
294967
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||24}}</noinclude><div style="text-indent: 8em; line-height: 1.6; text-align: justify;">peranti menyimpan dan mengambilnja lagi.</div>
{| style="width: 100%; border-collapse: collapse;"
| style="width: 45%;" |
| style="width: 55%; text-align: left; padding-left: 4em; line-height: 1.4;" | (dari: Ajip Rosidi, {{u|Kesusastraan Sunda Dewasa ini}}. Djatiwangi, Tjupumanik, 1966 hal, 5-6.
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (b)
| style="vertical-align: top;" | Radjah penutup (tjerita pantun {{u|Tjiung Wanara}}):
|}
{| style="margin-left: 8em; line-height: 1.3; border-collapse: collapse;"
| Utama nu ngalalakonkeun,<br />utama nu dilalakonkeun,<br />sarua teu naha-naha,<br />kari salametna bae,<br />katut djeung anu nulisna,<br />sarta djeung anu ngarsakeun.
|}
{| style="width: 100%; border-collapse: collapse;"
| style="width: 45%;" |
| style="width: 55%; text-align: left; padding-left: 4em; line-height: 1.4;" | (dari: {{u|Verhandelingen van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen}} (VBG) djilid LVIII, 1911, hal. 244)
|}
{| style="margin-left: 8em; line-height: 1.3; border-collapse: collapse;"
| Terutama bagi jang mengisahkan,<br />terutama bagi jang dikisahkan,<br />sama tak apa-apa,<br />tinggal selamatnja sadja,<br />begitupun penulisnja,<br />serta dengan pentjiptanja.
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (c)
| style="vertical-align: top;" | Lukisan (antara lain: Lengser sedang berlari dalam tjerita pantun {{u|Tjiung Wanara}}):
|}
{| style="margin-left: 8em; line-height: 1.3; border-collapse: collapse;"
| Enggalna Lengser teh lumpat,<br />lumpat sakalumpat-lampet,<br />tarik batan mimis bedil,<br />lepas batan kuda lumpat,<br />ngadudud sarangka duhung,<br />liang irung mamaungan,<br />buah birit wani hapa,<br />balas kasepakan keuneung,<br />wani eor tjetjekolan,<br />ear mumuntjanganana,<br />nja kelek tatarompetan,<br />palangkakan tetembangan,
|}<noinclude></noinclude>
tfjmrau97hvsq4ps571x5h18642pl9b
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/840
104
104434
294962
2026-05-14T04:59:25Z
Ichi Ocha
26099
/* Telah diuji baca */
294962
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>''Dua puluh Taruna Zeni Angkatan Darat jang telah lulus dan jang telah dilantik oleh Presiden/Panglima Tertinggi Ir Soekarno di Istana Negara pada tanggal 5 Oktober 1958 mendjadi Letnan II Zeni. Tampak dalam gambar barisan belakang dari kiri: R. Sukardi Sosrohadinoto, R. Heru Gunadi, R. Mardejo, Srinoto subroto, Sumantri, Gatot Sudewo, Suparno, Djupri Muljono, Robertus Sukendar, dan R. Muljohadi Sosrowibowo. Barisan muka dari kiri: Ruchajat, Umar Said, R. Ishak Hidajat, Sukarno, Mauritius Johanes Dahlan Kusumadjaja, Hadi Sunarjo, Rustam Alamsjah, Dahlan Nasution Lintang, Adam Saleh dan Bagijo Sutomo.''
jang telah dibuktikan oleh APRI
umumnja dan Zeni A.D. chusus-
nja.
'''Achir kata.'''
Achirulkalam penulis belum merasa selesai dengan uraian ini, sebelum menjatakan rasa kepuas-
an hati, oleh karena penulis ditakdirkan Tuhan sudah berhasil mentjiptakan perentjanaan Djem-
batan Bailey Gantung itu. Disamping itu kami merasa sjukur atas terlaksananja pekerjaan itu
sebagai hasil karya Det. Zeni Pionir Ko. Operasi Tegas dan tidak pula lupa mengutjapkan terima kasih sebesar-besarnja atas segala bantuan bagi terlaksananja karya itu dan teristimewa kami tudjukan rasa terima kasih kami jang tak terhingga atas bantuan jang diberikan oleh Djawatan Pekerdjaan Umum Daerah Riau Daratan.
* * *
{{missing image}}
ALAMAT UNTUK MENGATUR PENGIRIMAN KEPERLUAN MINJAK2 PABRIK2 DAN INDUSTRI. SERVICE MEMUASKAN DAN HARGA JANG TERMURAH!!!!!
{{C|C. V. PL ADJU}}
{{C|PEDJAGALAN I T. L. K-614}}
{{C|DJAKARTA.}}<noinclude>{{rh|30}}</noinclude>
lmd80dar83cmed80w1vylsba4dul853
294964
294962
2026-05-14T05:00:26Z
Ichi Ocha
26099
294964
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>''Dua puluh Taruna Zeni Angkatan Darat jang telah lulus dan jang telah dilantik oleh Presiden/Panglima Tertinggi Ir Soekarno di Istana Negara pada tanggal 5 Oktober 1958 mendjadi Letnan II Zeni. Tampak dalam gambar barisan belakang dari kiri: R. Sukardi Sosrohadinoto, R. Heru Gunadi, R. Mardejo, Srinoto subroto, Sumantri, Gatot Sudewo, Suparno, Djupri Muljono, Robertus Sukendar, dan R. Muljohadi Sosrowibowo. Barisan muka dari kiri: Ruchajat, Umar Said, R. Ishak Hidajat, Sukarno, Mauritius Johanes Dahlan Kusumadjaja, Hadi Sunarjo, Rustam Alamsjah, Dahlan Nasution Lintang, Adam Saleh dan Bagijo Sutomo.''
jang telah dibuktikan oleh APRI
umumnja dan Zeni A.D. chususnja.
'''Achir kata.'''
Achirulkalam penulis belum merasa selesai dengan uraian ini, sebelum menjatakan rasa kepuasan hati, oleh karena penulis ditakdirkan Tuhan sudah berhasil mentjiptakan perentjanaan Djembatan Bailey Gantung itu. Disamping itu kami merasa sjukur atas terlaksananja pekerjaan itu sebagai hasil karya Det. Zeni Pionir Ko. Operasi Tegas dan tidak pula lupa mengutjapkan terima kasih sebesar-besarnja atas segala bantuan bagi terlaksananja karya itu dan teristimewa kami tudjukan rasa terima kasih kami jang tak terhingga atas bantuan jang diberikan oleh Djawatan Pekerdjaan Umum Daerah Riau Daratan.
{{C|* * *}}
{{missing image}}
ALAMAT UNTUK MENGATUR PENGIRIMAN KEPERLUAN MINJAK2 PABRIK2 DAN INDUSTRI. SERVICE MEMUASKAN DAN HARGA JANG TERMURAH!!!!!
{{C|C. V. PL ADJU}}
{{C|PEDJAGALAN I T. L. K-614}}
{{C|DJAKARTA.}}<noinclude>{{rh|30}}</noinclude>
btjdfzmm6b6kpf47swhwaxq6tmiwaa1
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/642
104
104435
294970
2026-05-14T05:04:34Z
Ichi Ocha
26099
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'bukan karena dihapuskan, tetapi karena pengaruh kedjadian2, pengaruh peri-keadaan hidup jang berubah-rubah. Peraturan2 hukum adat harus dipakai dan dikenakan oleh pemangku adat. Kalau saudara2 datang disuatu daerah, untuk bertugas, sudah merupakan suatu kewadjiban dari saudara2 untuk dengan segera menemui Pemangku2 adat ini, agar supaja ada saling pengertian antara saudara2 dengan mereka. Pemangku adat dari suatu daerah dengan daerah lain tida...
294970
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Ichi Ocha" /></noinclude>bukan karena dihapuskan, tetapi karena pengaruh kedjadian2, pengaruh peri-keadaan hidup jang
berubah-rubah.
Peraturan2 hukum adat harus dipakai dan dikenakan oleh pemangku adat. Kalau saudara2 datang disuatu daerah, untuk bertugas, sudah merupakan suatu kewadjiban dari saudara2 untuk dengan segera menemui Pemangku2 adat ini, agar supaja ada saling pengertian antara saudara2 dengan mereka.
Pemangku adat dari suatu daerah dengan daerah lain tidak sama dalam nama maupun dalam kedudukan. Begitu pula kampung-kampungnja pun tidak sama. Di Atjeh lain dengan di Tapanuli dan ini semua berlainan dengan di Djawa atau di Sula-
vesi. Nama dan kedudukan² dari Pemangku adat di Indonesia jang berlainan ini saja akan terangkan sesudah saja menguraikan soal tempat2 dari Hukum Adat. Pernah saja tegaskan bahwa bangsa Indonesia sekarang terdiri dari berbagai suku, sehingga kalau saja berbitjara tentang Hukum Adat ini, bukan berarti bahwa hukum adat itu seragam diseluruh Indonesia. Hukum adat seperti halnja dengan bahasa keadaannja beragam-ragam. tidak sama, tapi walaupun beragam-ragam, masih tetap bertalian. Karena itulah untuk memahami peraturan Hukum Adat sangat penting untuk mendapatkan pengertian jang tepat tentang tata susunan rakjat disuatu daerah di Indonesia. Tiap Hukum Adat mempunjai daerah pengaruhnja. jang dalam ilmu Hukum Adat disebut lingkaran2 Hukum Adat. Seluruh Indonesia dapat kita bagi dalam 19 lingkaran hukum adat jang berlainan. Tiap lingkaran hukum adat mempunjai adat-istiadat, adat, dan Hukum Adatnja sendiri, bahkan bahasa sendiri (bahasa daerah).
Tata susunan pemerintahan, begitu pula pendjabat dalam tiap lingkaran hukum berlainan. Lingkaran-lingkaran hukum jang 19 ini adalah Atjeh: Tanah Gajo-
Alas dan Batak beserta Nias;
Daerah Minangkabau: Sumatera
Selatan; Daerah Melaju; Bang-
ka dan Belitung: Kalimantan
(Tanah Dajak); Gorontalo; Mi-
nahasa Daerah Toradja: Sula-
wesi Selatan Kepulauan Terna-
te: Maluku Ambon; Irian; Ke-
pulauan Timor; Bali dan Lom-
bolk; Djawa Tengah dan Timur
termasuk Madura; Daerah2 swa-
pradja Solo dan Djokja dan Dja-
wa Barat.
Selain dari pada pembagian
menurut keragaman jang terda-
pat dalam lingkaran2 hukum jg
19 ini, hukum adat dapat dibagi
setjara lain seperti: hukum adat
mengenai tata-susunan Rakjat:
hukum adat mengenai warga dan
hukum adat mengenai delict (pe-
langgaran²).
Tata-susunan rakjat diseluruh
Indonesia tidak sama. Perbedaan
terletak pada sistim kekeluarga-
an dari tiap masjarakat dalam
suatu daerah (lingkaran hukum
adat).
Djika kita perhatikan masja-
rakat disekitar kita, akan tam-
paklah dengan segera bahwa da-
lam hidup bersama ini kita bu-
kan hanja berurusan dengan
orang2 jang berdiri sendiri, de-
ngan individu², melainkan bah-
hubungan lain dan tiap kali de-
wa orang itu, tiap kali dalam
ngan tjara lain, merupakan suatu
b: gian dari pada sekumpulan
manusia2, orang seorang, adalah
bagian dari suatu keluarga. Se-
kumpulan manusia ini merupakan
suatu kesatuan dan untuk ini di-
pergunakan sebutan masjarakat.
Bilamana dalam masjarakat ini
tiap anggautanja merasa dirinja
terikat dalam kesatuan jang ber-
satu-padu dan penuh solidariteit:
dan didalamnja ada anggauta"
tertentu jang berkuasa untuk ber-
pindah untuk kesatuan itu selu-
ruhnja, djadi ada perikatan jang
bertindak dalam pergaulan hu-
kum sebagai kesatuan disebut
.,masjarakat hukum" atau per-
sekutuan hukum". Persekutuan
hukum tersusun tidak sama. Ada
jang tersusun karena kekeluar-
gaan. Berarti masjarakat hukum
itu terdiri dari anggauta2 jang
seketurunan, sedjarah atau dari
satu nenek mojangnja. Kepen-
tingan bersama dalam hal ini
adalah kepentingan kekeluargaan
jang besar. Masjarakat sematjam
ini disebut masjarakat hukum ke-
keluargaan (geneologis) seperti
halnja di Minangkabau, Tanah
Gajo, Tanah Batak. Tiap2 ang-
gauta dari masjarakat hukum in:
bukan orang luar.
Ada masjarakat hukum jang
terdiri dari anggauta2 jang tidak
sekeluarga (seketurunan). Per-
sekutuan mereka terdjadi karena
mempunjai kepentingan bersama
terhadap tanah2 (daerah) jang
mereka kerdjakan. Mereka ting-
gal bersama-sama, mendapat
penghidupan bersama dari dae-
dewa2 daerah itu bersama. Ma-
rah itu dan memudja roch2 dan
sjarakat sematjam ini disebut
masjarakat hukum kedaerahan
atau (territorial). Seperti: De-
sa di Djawa dan Madura.
'
Didesa di Djawa semua ru-
mah terkumpul rapat ditengah²
wilajah pesawahan desa, seluruh-
nja itu dilingkari oleh pagar de-
sa dan setiap pekarangan
pegari.
di-
Didesa di Madura sekelompok
ketjil rumah dan pondok pela-
dang jang terasing letaknja ter-
sebar disana-sini dipeladangan
desa bersama.
n.v. „tek hoạt”
Pintu Ketjil No. 1 Djakarta
Turut merajakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan
Indonesia ke-XIII
17-8-1945
-
17-8-1958
Digitized by
Google<noinclude></noinclude>
5t8d7tjdzof4667x3dj5qfy3iwpd1h7
294974
294970
2026-05-14T05:12:34Z
Ichi Ocha
26099
/* Telah diuji baca */
294974
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>bukan karena dihapuskan, tetapi karena pengaruh kedjadian2, pengaruh peri-keadaan hidup jang
berubah-rubah.
Peraturan2 hukum adat harus dipakai dan dikenakan oleh pemangku adat. Kalau saudara2 datang disuatu daerah, untuk bertugas, sudah merupakan suatu kewadjiban dari saudara2 untuk dengan segera menemui Pemangku2 adat ini, agar supaja ada saling pengertian antara saudara2 dengan mereka.
Pemangku adat dari suatu daerah dengan daerah lain tidak sama dalam nama maupun dalam kedudukan. Begitu pula kampung-kampungnja pun tidak sama. Di Atjeh lain dengan di Tapanuli dan ini semua berlainan dengan di Djawa atau di Sula-
vesi. Nama dan kedudukan² dari Pemangku adat di Indonesia jang berlainan ini saja akan terangkan sesudah saja menguraikan soal tempat2 dari Hukum Adat. Pernah saja tegaskan bahwa bangsa Indonesia sekarang terdiri dari berbagai suku, sehingga kalau saja berbitjara tentang Hukum Adat ini, bukan berarti bahwa hukum adat itu seragam diseluruh Indonesia. Hukum adat seperti halnja dengan bahasa keadaannja beragam-ragam. tidak sama, tapi walaupun beragam-ragam, masih tetap bertalian. Karena itulah untuk memahami peraturan Hukum Adat sangat penting untuk mendapatkan pengertian jang tepat tentang tata susunan rakjat disuatu daerah di Indonesia. Tiap Hukum Adat mempunjai daerah pengaruhnja. jang dalam ilmu Hukum Adat disebut lingkaran2 Hukum Adat. Seluruh Indonesia dapat kita bagi dalam 19 lingkaran hukum adat jang berlainan. Tiap lingkaran hukum adat mempunjai adat-istiadat, adat, dan Hukum Adatnja sendiri, bahkan bahasa sendiri (bahasa daerah).
Tata susunan pemerintahan, begitu pula pendjabat dalam tiap lingkaran hukum berlainan. Lingkaran-lingkaran hukum jang 19 ini adalah Atjeh: Tanah Gajo Alas dan Batak beserta Nias; Daerah Minangkabau: Sumatera Selatan; Daerah Melaju; Bangka dan Belitung: Kalimantan (Tanah Dajak); Gorontalo; Minahasa Daerah Toradja: Sulawesi Selatan Kepulauan Ternate: Maluku Ambon; Irian; Kepulauan Timor; Bali dan Lombok; Djawa Tengah dan Timur termasuk Madura; Daerah2 swapradja Solo dan Djokja dan Djawa Barat.
Selain dari pada pembagian menurut keragaman jang terdapat dalam lingkaran2 hukum jg 19 ini, hukum adat dapat dibagi setjara lain seperti: hukum adat mengenai tata-susunan Rakjat: hukum adat mengenai warga dan hukum adat mengenai delict (pelanggaran²).
Tata-susunan rakjat diseluruh Indonesia tidak sama. Perbedaan terletak pada sistim kekeluargaan dari tiap masjarakat dalam suatu daerah (lingkaran hukum adat).
Djika kita perhatikan masjarakat disekitar kita, akan tampaklah dengan segera bahwa dalam hidup bersama ini kita bukan hanja berurusan dengan orang2 jang berdiri sendiri, dengan individu², melainkan bahubungan lain dan tiap kali dewa orang itu, tiap kali dalam ngan tjara lain, merupakan suatu bagian dari pada sekumpulan manusia2, orang seorang, adalah bagian dari suatu keluarga. Sekumpulan manusia ini merupakan
suatu kesatuan dan untuk ini dipergunakan sebutan masjarakat.
Bilamana dalam masjarakat ini tiap anggautanja merasa dirinja terikat dalam kesatuan jang ber-
satu-padu dan penuh solidariteit: dan didalamnja ada anggauta2 tertentu jang berkuasa untuk berpindah untuk kesatuan itu seluruhnja, djadi ada perikatan jang bertindak dalam pergaulan hukum sebagai kesatuan disebut ,,masjarakat hukum" atau persekutuan hukum". Persekutuan
hukum tersusun tidak sama. Ada jang tersusun karena kekeluargaan. Berarti masjarakat hukum itu terdiri dari anggauta2 jang seketurunan, sedjarah atau dari satu nenek mojangnja. Kepentingan bersama dalam hal ini adalah kepentingan kekeluargaan jang besar. Masjarakat sematjam
ini disebut masjarakat hukum kekeluargaan (geneologis) seperti halnja di Minangkabau, Tanah
Gajo, Tanah Batak. Tiap2 anggauta dari masjarakat hukum ini bukan orang luar.
Ada masjarakat hukum jang terdiri dari anggauta2 jang tidak sekeluarga (seketurunan). Persekutuan mereka terdjadi karena mempunjai kepentingan bersama terhadap tanah2 (daerah) jang mereka kerdjakan. Mereka tinggal bersama-sama, mendapat penghidupan bersama dari daerah itu dan memudja roch2 dan dewa2 daerah itu bersama. Masjarakat sematjam ini disebut masjarakat hukum kedaerahan
atau (territorial). Seperti: Desa di Djawa dan Madura.
Didesa di Djawa semua rumah2 terkumpul rapat ditengah² wilajah pesawahan desa, seluruhnja itu dilingkari oleh pagar desa dan setiap pekarangan
dipegari.
Didesa di Madura sekelompok ketjil rumah dan pondok peladang jang terasing letaknja tersebar disana-sini dipeladangan desa bersama.
{{C|***}}
{{C|'''n.v. „tek hoạt”'''}}
{{C|Pintu Ketjil No. 1 Djakarta}}
{{C|Turut merajakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan
Indonesia ke-XIII}}
17-8-1945 - 17-8-1958<noinclude>{{rh|52}}</noinclude>
n2glo6mhf0rfje4vwsqon81gbj7de7p
294975
294974
2026-05-14T05:13:25Z
Ichi Ocha
26099
294975
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>bukan karena dihapuskan, tetapi karena pengaruh kedjadian2, pengaruh peri-keadaan hidup jang
berubah-rubah.
Peraturan2 hukum adat harus dipakai dan dikenakan oleh pemangku adat. Kalau saudara2 datang disuatu daerah, untuk bertugas, sudah merupakan suatu kewadjiban dari saudara2 untuk dengan segera menemui Pemangku2 adat ini, agar supaja ada saling pengertian antara saudara2 dengan mereka.
Pemangku adat dari suatu daerah dengan daerah lain tidak sama dalam nama maupun dalam kedudukan. Begitu pula kampung-kampungnja pun tidak sama. Di Atjeh lain dengan di Tapanuli dan ini semua berlainan dengan di Djawa atau di Sula-
vesi. Nama dan kedudukan² dari Pemangku adat di Indonesia jang berlainan ini saja akan terangkan sesudah saja menguraikan soal tempat2 dari Hukum Adat. Pernah saja tegaskan bahwa bangsa Indonesia sekarang terdiri dari berbagai suku, sehingga kalau saja berbitjara tentang Hukum Adat ini, bukan berarti bahwa hukum adat itu seragam diseluruh Indonesia. Hukum adat seperti halnja dengan bahasa keadaannja beragam-ragam. tidak sama, tapi walaupun beragam-ragam, masih tetap bertalian. Karena itulah untuk memahami peraturan Hukum Adat sangat penting untuk mendapatkan pengertian jang tepat tentang tata susunan rakjat disuatu daerah di Indonesia. Tiap Hukum Adat mempunjai daerah pengaruhnja. jang dalam ilmu Hukum Adat disebut lingkaran2 Hukum Adat. Seluruh Indonesia dapat kita bagi dalam 19 lingkaran hukum adat jang berlainan. Tiap lingkaran hukum adat mempunjai adat-istiadat, adat, dan Hukum Adatnja sendiri, bahkan bahasa sendiri (bahasa daerah).
Tata susunan pemerintahan, begitu pula pendjabat dalam tiap lingkaran hukum berlainan. Lingkaran-lingkaran hukum jang 19 ini adalah Atjeh: Tanah Gajo Alas dan Batak beserta Nias; Daerah Minangkabau: Sumatera Selatan; Daerah Melaju; Bangka dan Belitung: Kalimantan (Tanah Dajak); Gorontalo; Minahasa Daerah Toradja: Sulawesi Selatan Kepulauan Ternate: Maluku Ambon; Irian; Kepulauan Timor; Bali dan Lombok; Djawa Tengah dan Timur termasuk Madura; Daerah2 swapradja Solo dan Djokja dan Djawa Barat.
Selain dari pada pembagian menurut keragaman jang terdapat dalam lingkaran2 hukum jg 19 ini, hukum adat dapat dibagi setjara lain seperti: hukum adat mengenai tata-susunan Rakjat: hukum adat mengenai warga dan hukum adat mengenai delict (pelanggaran²).
Tata-susunan rakjat diseluruh Indonesia tidak sama. Perbedaan terletak pada sistim kekeluargaan dari tiap masjarakat dalam suatu daerah (lingkaran hukum adat).
Djika kita perhatikan masjarakat disekitar kita, akan tampaklah dengan segera bahwa dalam hidup bersama ini kita bukan hanja berurusan dengan orang2 jang berdiri sendiri, dengan individu², melainkan bahubungan lain dan tiap kali dewa orang itu, tiap kali dalam ngan tjara lain, merupakan suatu bagian dari pada sekumpulan manusia2, orang seorang, adalah bagian dari suatu keluarga. Sekumpulan manusia ini merupakan
suatu kesatuan dan untuk ini dipergunakan sebutan masjarakat.
Bilamana dalam masjarakat ini tiap anggautanja merasa dirinja terikat dalam kesatuan jang ber-
satu-padu dan penuh solidariteit: dan didalamnja ada anggauta2 tertentu jang berkuasa untuk berpindah untuk kesatuan itu seluruhnja, djadi ada perikatan jang bertindak dalam pergaulan hukum sebagai kesatuan disebut ,,masjarakat hukum" atau persekutuan hukum". Persekutuan
hukum tersusun tidak sama. Ada jang tersusun karena kekeluargaan. Berarti masjarakat hukum itu terdiri dari anggauta2 jang seketurunan, sedjarah atau dari satu nenek mojangnja. Kepentingan bersama dalam hal ini adalah kepentingan kekeluargaan jang besar. Masjarakat sematjam
ini disebut masjarakat hukum kekeluargaan (geneologis) seperti halnja di Minangkabau, Tanah
Gajo, Tanah Batak. Tiap2 anggauta dari masjarakat hukum ini bukan orang luar.
Ada masjarakat hukum jang terdiri dari anggauta2 jang tidak sekeluarga (seketurunan). Persekutuan mereka terdjadi karena mempunjai kepentingan bersama terhadap tanah2 (daerah) jang mereka kerdjakan. Mereka tinggal bersama-sama, mendapat penghidupan bersama dari daerah itu dan memudja roch2 dan dewa2 daerah itu bersama. Masjarakat sematjam ini disebut masjarakat hukum kedaerahan
atau (territorial). Seperti: Desa di Djawa dan Madura.
Didesa di Djawa semua rumah2 terkumpul rapat ditengah² wilajah pesawahan desa, seluruhnja itu dilingkari oleh pagar desa dan setiap pekarangan
dipegari.
Didesa di Madura sekelompok ketjil rumah dan pondok peladang jang terasing letaknja tersebar disana-sini dipeladangan desa bersama.
{{C|***}}
{{C|'''n.v. „tek hoạt”'''}}
{{C|Pintu Ketjil No. 1 Djakarta}}
{{C|Turut merajakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan
Indonesia ke-XIII}}
{{C|17-8-1945 - 17-8-1958}}<noinclude>{{rh|52}}</noinclude>
pxiz88bu7kaafy1xvrousup5w7kk2yq
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/153
104
104436
294971
2026-05-14T05:05:59Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294971
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{| style="margin-left: 8em; line-height: 1.3; border-collapse: collapse;"
| lain lantung tambuh laku,<br />lain lentang tanpa budja,<br />manggul piutusan ratu,<br />ngemban piwarangan menak.
|}
{| style="width: 100%; border-collapse: collapse;"
| style="width: 45%;" |
| style="width: 55%; text-align: left; padding-left: 4em; line-height: 1.4;" | (dari: {{u|VBG}}, djilid LVIII, 1911, hal.87)
|}
{| style="margin-left: 8em; line-height: 1.3; border-collapse: collapse;"
| Segera Lengser berlari,<br />lari sekuat-kuatnja,<br />lebih tjepat dari mimis bedil,<br />lebih kentjang dari kuda lari,<br />lubang hidung terengah-engah,<br />buah pantat sampai hampa,<br />oleh kerap terdepak tumit,<br />sampai gemertuk tjatjekolan 13),<br />gemertok bunji mata kaki,<br />ketek melingking bagai terompet,<br />palangkakan 14) bersuara,<br />bukan pergi tak berarti,<br />bertindak tanpa berita,<br />mengemban utusan ratu,<br />membawa perintah bangsawan.
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (2)
| style="vertical-align: top;" | Kawih kanak-kanak (menurut berbagai dialek):
|}
{| style="margin-left: 8em; line-height: 1.3; border-collapse: collapse;"
| Eundeuk-eundeukan lagoni,<br />meunang peutjang sahidji,<br />leupas deui ku nini,<br />beunang deui ku aki {{...|8}}
|}
{| style="width: 100%; border-collapse: collapse;"
| style="width: 45%;" |
| style="width: 55%; text-align: left; padding-left: 4em; line-height: 1.4;" | (dari: P. Nataprawira, {{u|Kesusastraan Sunda}}. Djakarta, Djambatan, 1952, hal. 30)
|}
{| style="margin-left: 8em; line-height: 1.3; border-collapse: collapse;"
| Djungkat-djungkit lagoni 15),<br />mendapat kantjil seekor,<br />lepas kembali oleh nenek,<br />tertangkap lagi oleh kakek {{...|5}}
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (3)
| style="vertical-align: top;" | {{u|Kawih orang tua}} (waktu menimang/meninabobokan anak):
|}
{| style="margin-left: 8em; line-height: 1.3; border-collapse: collapse;"
| Ajun ambing ajun ambing,<br />diajun-ajun ku samping,
|}<noinclude></noinclude>
ifiq8s40cw4oxjxulc29a0hgvx1mjy4
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/445
104
104437
294972
2026-05-14T05:09:31Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'itu. 'Tiap2 orang mengetahui be- tapa senangnja menjampaikan berita gembira jang tak diduga semula atau mentjeritakan suatu rahasia besar, dan memang ada sementara orang jang tidak per- nah mendjadi pusat perhatian orang Jain ketjuali apabila me- reka mentjeriterakan suatu raha- sia sekalipun rahasia itu boleh djadi tidak njata atau tidak be- nar. Saja kira telah tyukuplah kita sekarang mengetahui segala se- suatu jang bersangkuta...
294972
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>itu. 'Tiap2 orang mengetahui be-
tapa senangnja menjampaikan
berita gembira jang tak diduga
semula atau mentjeritakan suatu
rahasia besar, dan memang ada
sementara orang jang tidak per-
nah mendjadi pusat perhatian
orang Jain ketjuali apabila me-
reka mentjeriterakan suatu raha-
sia sekalipun rahasia itu boleh
djadi tidak njata atau tidak be-
nar.
Saja kira telah tyukuplah kita
sekarang mengetahui segala se-
suatu jang bersangkutan dengan
kabar angin. Maka tinggallah
satu soal lagi, sebagai penutup
rangkaian uraian? mengenai ka-
bar angin itu, jang saja anggap
amat perlu untuk dikemukakan
terutama bagi komandan atau
pendjabat jang harus berusaha
mentjegah timbulnja atau mem-
berantas adanja kabar angin di-
kalangan anak buah atau bawah-
an mereka.
Bagaimanakah kabar angin
itu dapat dikendalikan ?
Djakagalah supaja anak buah
selalu benar? mempertjajai kete-
Mengutjapkan:
SELAMAT HARI RAJA
IDUL FITRI 1377.
P.D. NAGAH BERLIAN BL.T.
Pelajaran Telok.
rangan2 dan pengumuman? jang
dikeluarkan oleh pihak resmi.
Apabila orang? telah hilang ke-
pertjajaannja terhadap komunike?
Angkatan Perang, terhadap pers
dan radio, maka akan tjepatlah
tersiar bermatjam? kabar angin.
Tanamlah kepertjajaan jang
sedalam-dalamnja terhadap para
pemimpin.
Ini berlaku bagi pemimpin ne-
gara jang tertinggi sampai pada
pemimpin jang seketjil-ketjilnja
dan dari djenderal sampai kopral.
Rakjat akan tahan terhadap ku-
rangnja penerangan jang mereka
peroleh asal mereka jakin bahwa
penjensoran berita? penting jang
dilakukan oleh pemimpin? mere-
ka adalah beralasan baik.
Beritahukanlah kenjataan? se-
banjak mungkin. Berilah kesem-
patan sebanjak-banjaknja kepa-
da pers dan radio untuk memuat
atau menjiarkan berita dengan
mendjaga djangan sampai musuh
dapat memperoleh kabar? jang
menguntungkan baginja.
Rakjat mengingini berita? jang
njata, dan apabila hal ini dapat
INBKPHUI
Photographic Pa-
per adalah kertas
potret jang banjak terpakai di
seluruh Indonesia dan jang dike-
nal oleh tiap? penggemar foto, baik
amateurs maupun professionals.
dipenuhi maka tidak mudahlah
timbul kabar angin.
Djagalah djangan sampai ada
orang? jang menganggur atau
berada didalam suasana jang
membosankan. Baik laki? mau-
pun perempuan harus selalu si-
buk bekerdja, sehingga mereka
tidak ada kesempatan untuk me-
mikirkan hal-hal jang bukan?.
Ini tidaklah berarti bahwa me
reka tidak diberi waktu untuk
beristirahat.
Istirahat tetap perlu, akan te-
tapi waktu lepas dinas atau lepas
kerdja itu harus dipergunakan
untuk melepaskan lelah atau un-
tuk mendapat hiburan jang sehat.
Berantaslah kabar angin de-
ngan menundjukkan, bahwa ke-
banjakan berita? itu adalah ti-
dak tepat menggambarkan ke-
adaan jang sebenarnja, bahkan
atjapkali palsu: kabar angin itu
selalu menguntungkan pihak mu-
suh. Perlihatkanlah betapa bu-
ruknja sifat-sifat orang jang su-
ka menjiarkan kabar angin.
Ba sam NG) mi pam
HARIAN THIEN SUNG YIT PO
21 Toko Tiga Sebrang
Djakarta — Kota.
N. V. Apotheek: BENG SENG
Pantjoran 27 — Telpon 1631 Kota.
Djakarta - Kota.
Dibawah pimpjnan :
Drs LIEM MO DJAN
APOTHEEKER
35<noinclude></noinclude>
lluitqradhot6ntkz8kukhhw56ybcas
295033
294972
2026-05-14T06:07:24Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
295033
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>itu. Tiap2 orang mengetahui betapa senangnja menjampaikan
berita gembira jang tak diduga semula atau mentjeritakan suatu
rahasia besar, dan memang ada sementara orang jang tidak pernah mendjadi pusat perhatian orang Jain ketjuali apabila mereka mentjeriterakan suatu rahasia sekalipun rahasia itu boleh
djadi tidak njata atau tidak benar.
Saja kira telah tyukuplah kita sekarang mengetahui segala sesuatu jang bersangkutan dengan kabar angin. Maka tinggallah
satu soal lagi, sebagai penutup rangkaian uraian? mengenai kabar angin itu, jang saja anggap amat perlu untuk dikemukakan terutama bagi komandan atau pendjabat jang harus berusaha
mentjegah timbulnja atau memberantas adanja kabar angin dikalangan anak buah atau bawahan mereka.
'''Bagaimanakah kabar angin itu dapat dikendalikan ?'''
Djakagalah supaja anak buah selalu benar² mempertjajai keterangan² dan pengumuman² jang dikeluarkan oleh pihak resmi.
Apabila orang² telah hilang kepertjajaannja terhadap komunike²
Angkatan Perang, terhadap pers dan radio, maka akan tjepatlah tersiar bermatjam² kabar angin.
Tanamlah kepertjajaan jang sedalam-dalamnja terhadap para pemimpin.
Ini berlaku bagi pemimpin negara jang tertinggi sampai pada pemimpin jang seketjil-ketjilnja dan dari djenderal sampai kopral. Rakjat akan tahan terhadap kurangnja penerangan jang mereka peroleh asal mereka jakin bahwa penjensoran berita² penting jang dilakukan oleh pemimpin² mereka adalah beralasan baik.
Beritahukanlah kenjataan² sebanjak mungkin. Berilah kesempatan sebanjak-banjaknja kepada pers dan radio untuk memuat atau menjiarkan berita dengan mendjaga djangan sampai musuh dapat memperoleh kabar² jang menguntungkan baginja.
Rakjat mengingini berita² jang njata, dan apabila hal ini dapat dipenuhi maka tidak mudahlah timbul kabar angin.
Djagalah djangan sampai ada orang² jang menganggur atau berada didalam suasana jang membosankan. Baik laki² maupun perempuan harus selalu sibuk bekerdja, sehingga mereka tidak ada kesempatan untuk memikirkan hal-hal jang bukan². Ini tidaklah berarti bahwa mereka tidak diberi waktu untuk beristirahat.
Istirahat tetap perlu, akan tetapi waktu lepas dinas atau lepas
kerdja itu harus dipergunakan untuk melepaskan lelah atau untuk mendapat hiburan jang sehat.
Berantaslah kabar angin dengan menundjukkan, bahwa kebanjakan berita? itu adalah tidak tepat menggambarkan keadaan jang sebenarnja, bahkan atjapkali palsu: kabar angin itu selalu menguntungkan pihak musuh. Perlihatkanlah betapa buruknja sifat-sifat orang jang suka menjiarkan kabar angin.
— — o — —<noinclude>{{rh|||35}}</noinclude>
n6kbdu74enlmq3k450s63k0hb84x50t
295035
295033
2026-05-14T06:11:47Z
Lutfiyatun
26681
295035
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>itu. Tiap² orang mengetahui betapa senangnja menjampaikan
berita gembira jang tak diduga semula atau mentjeritakan suatu
rahasia besar, dan memang ada sementara orang jang tidak pernah mendjadi pusat perhatian orang Jain ketjuali apabila mereka mentjeriterakan suatu rahasia sekalipun rahasia itu boleh
djadi tidak njata atau tidak benar.
Saja kira telah tyukuplah kita sekarang mengetahui segala sesuatu jang bersangkutan dengan kabar angin. Maka tinggallah
satu soal lagi, sebagai penutup rangkaian uraian mengenai kabar angin itu, jang saja anggap amat perlu untuk dikemukakan terutama bagi komandan atau pendjabat jang harus berusaha
mentjegah timbulnja atau memberantas adanja kabar angin dikalangan anak buah atau bawahan mereka.
'''Bagaimanakah kabar angin itu dapat dikendalikan ?'''
Djakagalah supaja anak buah selalu benar² mempertjajai keterangan² dan pengumuman² jang dikeluarkan oleh pihak resmi.
Apabila orang² telah hilang kepertjajaannja terhadap komunike²
Angkatan Perang, terhadap pers dan radio, maka akan tjepatlah tersiar bermatjam² kabar angin.
Tanamlah kepertjajaan jang sedalam-dalamnja terhadap para pemimpin.
Ini berlaku bagi pemimpin negara jang tertinggi sampai pada pemimpin jang seketjil-ketjilnja dan dari djenderal sampai kopral. Rakjat akan tahan terhadap kurangnja penerangan jang mereka peroleh asal mereka jakin bahwa penjensoran berita² penting jang dilakukan oleh pemimpin² mereka adalah beralasan baik.
Beritahukanlah kenjataan² sebanjak mungkin. Berilah kesempatan sebanjak-banjaknja kepada pers dan radio untuk memuat atau menjiarkan berita dengan mendjaga djangan sampai musuh dapat memperoleh kabar² jang menguntungkan baginja.
Rakjat mengingini berita² jang njata, dan apabila hal ini dapat dipenuhi maka tidak mudahlah timbul kabar angin.
Djagalah djangan sampai ada orang² jang menganggur atau berada didalam suasana jang membosankan. Baik laki² maupun perempuan harus selalu sibuk bekerdja, sehingga mereka tidak ada kesempatan untuk memikirkan hal-hal jang bukan². Ini tidaklah berarti bahwa mereka tidak diberi waktu untuk beristirahat.
Istirahat tetap perlu, akan tetapi waktu lepas dinas atau lepas
kerdja itu harus dipergunakan untuk melepaskan lelah atau untuk mendapat hiburan jang sehat.
Berantaslah kabar angin dengan menundjukkan, bahwa kebanjakan berita? itu adalah tidak tepat menggambarkan keadaan jang sebenarnja, bahkan atjapkali palsu: kabar angin itu selalu menguntungkan pihak musuh. Perlihatkanlah betapa buruknja sifat-sifat orang jang suka menjiarkan kabar angin.
{{c|— — o — —}}<noinclude>{{rh|||35}}</noinclude>
aty86n9w6sleye3kgq62ob7dk78u954
295087
295035
2026-05-14T07:45:28Z
Lutfiyatun
26681
295087
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>itu. Tiap² orang mengetahui betapa senangnja menjampaikan
berita gembira jang tak diduga semula atau mentjeritakan suatu
rahasia besar, dan memang ada sementara orang jang tidak pernah mendjadi pusat perhatian orang Jain ketjuali apabila mereka mentjeriterakan suatu rahasia sekalipun rahasia itu boleh
djadi tidak njata atau tidak benar.
Saja kira telah tyukuplah kita sekarang mengetahui segala sesuatu jang bersangkutan dengan kabar angin. Maka tinggallah
satu soal lagi, sebagai penutup rangkaian uraian mengenai kabar angin itu, jang saja anggap amat perlu untuk dikemukakan terutama bagi komandan atau pendjabat jang harus berusaha
mentjegah timbulnja atau memberantas adanja kabar angin dikalangan anak buah atau bawahan mereka.
'''Bagaimanakah kabar angin itu dapat dikendalikan ?'''
Djakagalah supaja anak buah selalu benar² mempertjajai keterangan² dan pengumuman² jang dikeluarkan oleh pihak resmi.
Apabila orang² telah hilang kepertjajaannja terhadap komunike²
Angkatan Perang, terhadap pers dan radio, maka akan tjepatlah tersiar bermatjam² kabar angin.
Tanamlah kepertjajaan jang sedalam-dalamnja terhadap para pemimpin.
Ini berlaku bagi pemimpin negara jang tertinggi sampai pada pemimpin jang seketjil-ketjilnja dan dari djenderal sampai kopral. Rakjat akan tahan terhadap kurangnja penerangan jang mereka peroleh asal mereka jakin bahwa penjensoran berita² penting jang dilakukan oleh pemimpin² mereka adalah beralasan baik.
Beritahukanlah kenjataan² sebanjak mungkin. Berilah kesempatan sebanjak-banjaknja kepada pers dan radio untuk memuat atau menjiarkan berita dengan mendjaga djangan sampai musuh dapat memperoleh kabar² jang menguntungkan baginja.
Rakjat mengingini berita² jang njata, dan apabila hal ini dapat dipenuhi maka tidak mudahlah timbul kabar angin.
Djagalah djangan sampai ada orang² jang menganggur atau berada didalam suasana jang membosankan. Baik laki² maupun perempuan harus selalu sibuk bekerdja, sehingga mereka tidak ada kesempatan untuk memikirkan hal-hal jang bukan². Ini tidaklah berarti bahwa mereka tidak diberi waktu untuk beristirahat.
Istirahat tetap perlu, akan tetapi waktu lepas dinas atau lepas
kerdja itu harus dipergunakan untuk melepaskan lelah atau untuk mendapat hiburan jang sehat.
Berantaslah kabar angin dengan menundjukkan, bahwa kebanjakan berita² itu adalah tidak tepat menggambarkan keadaan jang sebenarnja, bahkan atjapkali palsu: kabar angin itu selalu menguntungkan pihak musuh. Perlihatkanlah betapa buruknja sifat-sifat orang jang suka menjiarkan kabar angin.
{{c|— — o — —}}<noinclude>{{rh|||35}}</noinclude>
o2hezy8md4fbqj8xlkqg6jd873343al
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/633
104
104438
294973
2026-05-14T05:09:38Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'jang bekerdja dibawah kepala bagian operasi merasa lebih ber- satu dengan mereka jang beker- cja didalam bagian jang sama sebawahannja atau seatasnja, dan baru didalam tingkatan ke- dua merasa bersatu dengan te- man-temannja atau staf. Dengan keterangan ini dapat dimengerti, bahwa kepala dari intzligence sering mendapat ke- sukaran? didalam mendapatkan- nja 'bimbingan dan bekerdja ber- sama dari kepala? bagian lain, terutama menda...
294973
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>jang bekerdja dibawah kepala
bagian operasi merasa lebih ber-
satu dengan mereka jang beker-
cja didalam bagian jang sama
sebawahannja atau seatasnja,
dan baru didalam tingkatan ke-
dua merasa bersatu dengan te-
man-temannja atau staf.
Dengan keterangan ini dapat
dimengerti, bahwa kepala dari
intzligence sering mendapat ke-
sukaran? didalam mendapatkan-
nja 'bimbingan dan bekerdja ber-
sama dari kepala? bagian lain,
terutama mendapatkan keterang-
an-keterangan mengenai rentjana
kekuatan operasi dan sebagainja
jang seharusnja ia bisa menda-
patkannja. Dengan kekurangan
ini, maka kepala intelligence su-
kar sekali memberi bahan? jang
benar? dibutuhkan baik oleh ko-
mandannja atau 'kepala stafnja
maupun oleh kepala bagian ope-
rasi untuk ikut serta membikin
apa jang lazim dinamakan per-
kiraan dari sesuatu situasi (esti-
mate of the situation).
Perkiraan dari sesuatu situasi
ini biasanja dibikin oleh kepala
PERUSAHAAN | PERINDUSTRIAN
SURODA-AZIE
Membuat
staf atau perwira operasi jang di-
butuhkan oleh seorang komandan
didalam mengambil ikeputusan-
nja.
Setjara ringkasnja, maka dida-
lam perkiraan ini termasuk kete-
rangan? mengenai keadaan tem-
pat dimana akan diadakan aksi
(terrein, hidrografi, iklim dan se-
bagainja) dan didalam soal grand
strategy termasuk pula keadaan
politik, ekonomi dan sosial.
Kedua, menurut keterangan?
mengenai besarnja 'kekuatannja
dan penempatan pasukan? musuh,
Iketiga memuat keterangan? me-
ngenai keadaan pasukannja sen-
diri.
Seorang komandan pasukan jg
kompetent, didalam menghadapi
sesuatu situasi strategis atau tak-
tis, seharusnja menghendaki per-
wira intelligence-nja mengetahui
semua hal ini, sehingga ia dapat
membantu tertjapainja hasil jang
memuaskan.
Alasannja seorang komandan
pasukan tidak mengingini perwira
intelligence-nja mengetahui ke-
adaan pasukannja, biasanja kare-
na ia menghendaki perwira in-
: Dekleden Kemah-kemah,
Kap-kap Auto, Veldbedden,
Markies-markies, Zonnescher-
men. Pajong-pajong, t endera-
tendera, Bendera2 isjarat,
Lantai karet. Alat -a'at pela-
jaran, Jachtzeilen. All. Vene-
tian Blirds. Perabot Rumah-
tangga, dii.l.
Keterangan :
Alamat
DJAKARTA.
Djl. Modjopahit 26
(SHOWROOM )
Telp. Gbr. 2483.
Telp. Gbr. 2619—2618
: Dil. Djembatan Merah 6
telligence setjara objektif mem-
beri perkiraan mengenai kekuatan
musuh, karena bila perwira ter-
sebut mengetahui kekuatan pasu-
kannja, maka ia mudah dipenga-
ruhi oleh kekuatan ini. Bila per-
wira tersebut tahu pasukannja
akan menang, mudah ia menge-
tjilkan kekuatan musuh. Menurut
pendapat kita alasan ini kurang
tepat, karena hanja menandakan,
bahwa komandan tersebut tidak
pertjaja akan kebidjaksanaan per-
wira intelligence-nja, terutama
didalam staf2 rendahan. Mung-
kun djuga di Staf Umum di Ke-
menterian Pertahanan misalnja,
karena alasan? security, perwira
intelligence sering tidak dikasih
tahu hal-hal jang penting lebih
dahulu, seperti halnja dalam Pe-
rang Dunia II mengenai bom
atom. Akan tetapi didalam soal
inipun kurang tepat, karena per-
wira intelligence-nja itu mudah
mengertikan tindakan ini sebagai
ketidak pertjajaan terhadap diri-
nja.
Memang harus pula diakui,
bahwa intelligence sering djuga
membuat kesalahan?, seperti la-
BANK TANI NASIONAL P.T.
ROA MALAKA SELATAN 37
DJAKARTA —
KOTA
Untuk menambah devisen Negara
disediakan Kredit-Export untuk hasil
« PERTANIAN,
t PERKEBUNAN,
“ PERTERNAKAN DAN
t PERIKANAN.
MELAKUKAN SEMUA URUSAN BANK
diantaranja:
MENERIMA SIMPANAN UANG GIRO
Menunggu dengan hormat
DIREKSI.
“43<noinclude></noinclude>
owg40r77oxuf4dtt855zlhu7jeobwh0
295012
294973
2026-05-14T05:48:00Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
295012
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>jang bekerdja dibawah kepala bagian operasi merasa lebih bersatu dengan mereka jang bekercja didalam bagian jang sama
sebawahannja atau seatasnja, dan baru didalam tingkatan kedua merasa bersatu dengan teman-temannja atau staf.
Dengan keterangan ini dapat dimengerti, bahwa kepala dari intzligence sering mendapat kesukaran² didalam mendapatkannja 'bimbingan dan bekerdja bersama dari kepala² bagian lain,
terutama mendapatkan keterangan-keterangan mengenai rentjana
kekuatan operasi dan sebagainja jang seharusnja ia bisa mendapatkannja. Dengan kekurangan ini, maka kepala intelligence sukar sekali memberi bahan² jang benar dibutuhkan baik oleh ko-
mandannja atau 'kepala stafnja maupun oleh kepala bagian operasi untuk ikut serta membikin apa jang lazim dinamakan perkiraan dari sesuatu situasi (estimate of the situation).
Perkiraan dari sesuatu situasi ini biasanja dibikin oleh kepala
staf atau perwira operasi jang dibutuhkan oleh seorang komandan
didalam mengambil ikeputusannja.
Setjara ringkasnja, maka didalam perkiraan ini termasuk keterangan? mengenai keadaan tempat dimana akan diadakan aksi
(terrein, hidrografi, iklim dan sebagainja) dan didalam soal grand strategy termasuk pula keadaan politik, ekonomi dan sosial.
Kedua, menurut keterangan² mengenai besarnja 'kekuatannja dan penempatan pasukan? musuh, Iketiga memuat keterangan² mengenai keadaan pasukannja sendiri.
Seorang komandan pasukan jg kompetent, didalam menghadapi sesuatu situasi strategis atau tak tis, seharusnja menghendaki perwira intelligence-nja mengetahui semua hal ini, sehingga ia dapat membantu tertjapainja hasil jang memuaskan.
Alasannja seorang komandan pasukan tidak mengingini perwira
intelligence-nja mengetahui keadaan pasukannja, biasanja karena ia menghendaki perwira in telligence setjara objektif memberi perkiraan mengenai kekuatan musuh, karena bila perwira tersebut mengetahui kekuatan pasukannja, maka ia mudah dipengaruhi oleh kekuatan ini. Bila perwira tersebut tahu pasukannja akan menang, mudah ia mengetjilkan kekuatan musuh. Menurut pendapat kita alasan ini kurang tepat, karena hanja menandakan, bahwa komandan tersebut tidak pertjaja akan kebidjaksanaan perwira ntelligence-nja, terutama didalam staf2 rendahan. Mungkun djuga di Staf Umum di Kementerian Pertahanan misalnja, karena alasan² security, perwira intelligence sering tidak dikasih tahu hal-hal jang penting lebih dahulu, seperti halnja dalam Perang Dunia II mengenai bom atom. Akan tetapi didalam soal inipun kurang tepat, karena perwira intelligence-nja itu mudah mengertikan tindakan ini sebagai ketidak pertjajaan terhadap dirinja.
Memang harus pula diakui, bahwa intelligence sering djuga membuat kesalahan², seperti la-
{{missing image}}<noinclude>{{rh||43}}</noinclude>
q1adfp6hqkw8avv46dcnwce07shvaio
295026
295012
2026-05-14T05:59:54Z
Lutfiyatun
26681
295026
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>jang bekerdja dibawah kepala bagian operasi merasa lebih bersatu dengan mereka jang bekercja didalam bagian jang sama
sebawahannja atau seatasnja, dan baru didalam tingkatan kedua merasa bersatu dengan teman-temannja atau staf.
Dengan keterangan ini dapat dimengerti, bahwa kepala dari intzligence sering mendapat kesukaran² didalam mendapatkannja 'bimbingan dan bekerdja bersama dari kepala² bagian lain,
terutama mendapatkan keterangan-keterangan mengenai rentjana
kekuatan operasi dan sebagainja jang seharusnja ia bisa mendapatkannja. Dengan kekurangan ini, maka kepala intelligence sukar sekali memberi bahan² jang benar dibutuhkan baik oleh ko-
mandannja atau 'kepala stafnja maupun oleh kepala bagian operasi untuk ikut serta membikin apa jang lazim dinamakan perkiraan dari sesuatu situasi (estimate of the situation).
Perkiraan dari sesuatu situasi ini biasanja dibikin oleh kepala
staf atau perwira operasi jang dibutuhkan oleh seorang komandan
didalam mengambil ikeputusannja.
Setjara ringkasnja, maka didalam perkiraan ini termasuk keterangan? mengenai keadaan tempat dimana akan diadakan aksi
(terrein, hidrografi, iklim dan sebagainja) dan didalam soal grand strategy termasuk pula keadaan politik, ekonomi dan sosial.
Kedua, menurut keterangan² mengenai besarnja 'kekuatannja dan penempatan pasukan² musuh, Iketiga memuat keterangan² mengenai keadaan pasukannja sendiri.
Seorang komandan pasukan jg kompetent, didalam menghadapi sesuatu situasi strategis atau tak tis, seharusnja menghendaki perwira intelligence-nja mengetahui semua hal ini, sehingga ia dapat membantu tertjapainja hasil jang memuaskan.
Alasannja seorang komandan pasukan tidak mengingini perwira
intelligence-nja mengetahui keadaan pasukannja, biasanja karena ia menghendaki perwira in telligence setjara objektif memberi perkiraan mengenai kekuatan musuh, karena bila perwira tersebut mengetahui kekuatan pasukannja, maka ia mudah dipengaruhi oleh kekuatan ini. Bila perwira tersebut tahu pasukannja akan menang, mudah ia mengetjilkan kekuatan musuh. Menurut pendapat kita alasan ini kurang tepat, karena hanja menandakan, bahwa komandan tersebut tidak pertjaja akan kebidjaksanaan perwira ntelligence-nja, terutama didalam staf² rendahan. Mungkun djuga di Staf Umum di Kementerian Pertahanan misalnja, karena alasan² security, perwira intelligence sering tidak dikasih tahu hal-hal jang penting lebih dahulu, seperti halnja dalam Perang Dunia II mengenai bom atom. Akan tetapi didalam soal inipun kurang tepat, karena perwira intelligence-nja itu mudah mengertikan tindakan ini sebagai ketidak pertjajaan terhadap dirinja.
Memang harus pula diakui, bahwa intelligence sering djuga membuat kesalahan², seperti la-
{{missing image}}<noinclude>{{rh||43}}</noinclude>
4f2c3mjfhc4jk6yd7blbp004br0iio8
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/162
104
104439
294976
2026-05-14T05:14:54Z
Upiak Ituih
27011
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '{| style="margin-left: 8em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: 45em;" | Kupandang kedalam,<br /> O, keindahan,<br /> Aku meninjau kedalam alam<br /> Yang tak berbatas jauhnya...<br /> Langit bercermin dalamnya,<br /> Matahari berpancaran dalamnya...<br /> <br /> Makin tinggi matahari naik,<br /> Makin benderang embun itu memancarkan terang itu keluar...<br /> Makin kecil juga ia...<br /> Akhirnya lenyap dari pandangan mata.<br...
294976
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{| style="margin-left: 8em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: 45em;"
| Kupandang kedalam,<br />
O, keindahan,<br />
Aku meninjau kedalam alam<br />
Yang tak berbatas jauhnya...<br />
Langit bercermin dalamnya,<br />
Matahari berpancaran dalamnya...<br />
<br />
Makin tinggi matahari naik,<br />
Makin benderang embun itu memancarkan terang itu keluar...<br />
Makin kecil juga ia...<br />
Akhirnya lenyap dari pandangan mata.<br />
<br />
O, Tuhanku,<br />
Biarlah aku menjadi embunmu,<br />
Memancarkan terangmu,<br />
Sampai aku hilang lenyap olehnya...
|}
{| style="width: 100%; border-collapse: collapse; text-align: center; line-height: 1.6;"
| style="padding-top: 1.5em;" | Soli Deo Gloria!
|}
{| style="width: 100%; border-collapse: collapse;"
| style="width: 50%;" |
| style="width: 50%; text-align: right; padding-right: 12em; padding-top: 0.5em; padding-bottom: 2em; line-height: 1.4;" | (H.B. Jassin)
|}
<br />
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; width: 85%; border: 1px solid black; padding: 25px; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; text-align: center;"
| {{sp|BELASUNGKAWA}}
|-
| style="padding-top: 1em;" | Direktorat Bahasa dan Kesusastraan Ditdjen Kebudajaan<br />Departemen Pendidikan dan Kebudajaan, beserta seluruh<br />karjawannja menjatakan ikut berdukatjita atas mening-<br />galnja sastrawan
|-
| style="padding-top: 1em;" | '''J.E. TATENGKENG'''<br />pada tanggal 6 Maret 1968 di Makasar
|-
| style="padding-top: 1em;" | Mudah-mudahan arwahnja mendapat tempat jang sepantasnja<br />disisi Tuhan Jang Maha Kuasa
|}
{{rh||{{u|Bahasa dan kesusastraan}},No. 4, Th. I, 1968.}}<noinclude></noinclude>
3h5lqhstibs0zrkj4c57yjwracr53os
294980
294976
2026-05-14T05:18:23Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294980
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: left; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: fit-content;"
| Kupandang kedalam,<br />
O, keindahan,<br />
Aku meninjau kedalam alam<br />
Yang tak berbatas jauhnya...<br />
Langit bercermin dalamnya,<br />
Matahari berpancaran dalamnya...<br />
<br />
Makin tinggi matahari naik,<br />
Makin benderang embun itu memancarkan terang itu keluar...<br />
Makin kecil juga ia...<br />
Akhirnya lenyap dari pandangan mata.<br />
<br />
O, Tuhanku,<br />
Biarlah aku menjadi embunmu,<br />
Memancarkan terangmu,<br />
Sampai aku hilang lenyap olehnya...
|}
{| style="width: 100%; border-collapse: collapse; text-align: center; line-height: 1.6;"
| style="padding-top: 1.5em;" | Soli Deo Gloria!
|}
{| style="width: 100%; border-collapse: collapse;"
| style="width: 50%;" |
| style="width: 50%; text-align: right; padding-right: 12em; padding-top: 0.5em; padding-bottom: 2em; line-height: 1.4;" | (H.B. Jassin)
|}
<br />
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; width: 85%; border: 1px solid black; padding: 25px; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; text-align: center;"
| {{sp|BELASUNGKAWA}}
|-
| style="padding-top: 1em;" | Direktorat Bahasa dan Kesusastraan Ditdjen Kebudajaan<br />Departemen Pendidikan dan Kebudajaan, beserta seluruh<br />karjawannja menjatakan ikut berdukatjita atas mening-<br />galnja sastrawan
|-
| style="padding-top: 1em;" | '''J.E. TATENGKENG'''<br />pada tanggal 6 Maret 1968 di Makasar
|-
| style="padding-top: 1em;" | Mudah-mudahan arwahnja mendapat tempat jang sepantasnja<br />disisi Tuhan Jang Maha Kuasa
|}
{{rh||{{U|Bahasa dan Kesusastraan}}, No. 4, Th. I, 1968.}}<noinclude></noinclude>
rb7iiwiq88vz9l9wduf6kjnpxxlsjsj
294981
294980
2026-05-14T05:19:05Z
Upiak Ituih
27011
294981
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: left; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: fit-content;"
| Kupandang kedalam,<br />
O, keindahan,<br />
Aku meninjau kedalam alam<br />
Yang tak berbatas jauhnya...<br />
Langit bercermin dalamnya,<br />
Matahari berpancaran dalamnya...<br />
<br />
Makin tinggi matahari naik,<br />
Makin benderang embun itu memancarkan terang itu keluar...<br />
Makin kecil juga ia...<br />
Akhirnya lenyap dari pandangan mata.<br />
<br />
O, Tuhanku,<br />
Biarlah aku menjadi embunmu,<br />
Memancarkan terangmu,<br />
Sampai aku hilang lenyap olehnya...
|}
{| style="width: 100%; border-collapse: collapse; text-align: center; line-height: 1.6;"
| style="padding-top: 1.5em;" | Soli Deo Gloria!
|}
{| style="width: 100%; border-collapse: collapse;"
| style="width: 50%;" |
| style="width: 50%; text-align: right; padding-right: 8em; padding-top: 0.5em; padding-bottom: 2em; line-height: 1.4;" | (H.B. Jassin)
|}
<br />
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; width: 85%; border: 1px solid black; padding: 25px; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; text-align: center;"
| {{sp|BELASUNGKAWA}}
|-
| style="padding-top: 1em;" | Direktorat Bahasa dan Kesusastraan Ditdjen Kebudajaan<br />Departemen Pendidikan dan Kebudajaan, beserta seluruh<br />karjawannja menjatakan ikut berdukatjita atas mening-<br />galnja sastrawan
|-
| style="padding-top: 1em;" | '''J.E. TATENGKENG'''<br />pada tanggal 6 Maret 1968 di Makasar
|-
| style="padding-top: 1em;" | Mudah-mudahan arwahnja mendapat tempat jang sepantasnja<br />disisi Tuhan Jang Maha Kuasa
|}
{{rh||{{U|Bahasa dan Kesusastraan}}, No. 4, Th. I, 1968.}}<noinclude></noinclude>
hwzpmpxzio61vm4sjz6io9wbnacm8bx
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/571
104
104440
294977
2026-05-14T05:16:15Z
Ichi Ocha
26099
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'tandingan sepakbola dengan team Eskimo Alaska. Diantara pemain2 Eskimo Siberia itu ikut serta beberapa orang Rusia, dengan njata menjamar sebagai orang Eskimo. Dan mereka itu membawa serta alat2 pemotret ketjil. Kembali ke Eropah, maka didaerah ini tak ada satu negarapun, dimana mata2 Rusia tak pernah berhasil (dengan baik) dalam pekerdjaannja pada tahun2 jang baru lalu. Diketemukannja djaring mata2 Rusia disuatu daerah dinegeri Belanda adalah...
294977
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Ichi Ocha" /></noinclude>tandingan sepakbola dengan team Eskimo Alaska. Diantara pemain2 Eskimo Siberia itu ikut serta beberapa orang Rusia, dengan njata menjamar sebagai orang Eskimo. Dan mereka itu membawa serta alat2 pemotret ketjil.
Kembali ke Eropah, maka didaerah ini tak ada satu negarapun, dimana mata2 Rusia tak pernah berhasil (dengan baik) dalam pekerdjaannja pada tahun2 jang baru lalu. Diketemukannja djaring mata2 Rusia disuatu daerah dinegeri Belanda adalah akibat kebodohan seorang navigator Belanda jang meninggalkan bungkusan sigaret jang berisikan kiriman2 rahasia didalam sebuah garasi mobil di Den Haag, jang telah dipergunakan oleh mata2 Rusia sebagai kotak pos. Kurir2 jang menjampaikan dan mengumpulkan berita2 kiriman itu terus diawasi dan kemudian Oldrich Neuman, jang terkenal sebagai seorang akontan dikedutaan Rusia di Den Haag, ketahuan sebagai pemimpin mereka. Keterangan2 mereka itu dikirimkan melalui tjarikan kartu pos bergambar dan bertulisan salam hari2 liburan dari Scheveningen atau daerah2 pantai lainnja.
Tjara? usang sebagai halnja
mengirimkan berita? melalui ba-
wah medja rumah? makan dan
dibungkus dengan permen karet
ternjata dipergunakan di Brussel
dan Antwerp.
Spionase di Djerman Barat
berlangsung terus menerus dan
kian menghebat, sehingga sukar-
lah diperintjikan. Sedjak dikete-
mukannja salah satu djaring
mata? Cheka jang besar didaerah
tersebut pada tahun 1946, jang
dipimpin oleh Sedov dan Shulkin,
maka tak ada sebulan telah ber-
lalu dengan tak ada kedjadian
spionase diketiga Zone Sekutu.
Dikota Frankfurt, Djerman
Barat, Djawatan Rahasia Rusia
ternjata telah mempergunakan
siasat mata? wanita tjantik de-
ngan setjara berhasil ' sekali.
Maria Kurth, seorang aktris
Djerman jang menarik, sering
mendjamu perwira? Inggeris dan
Amerika Serikat dirumah flat?nja
jang indah dipinggiran kota Keu-
len. Jang ditangkap oleh anggota
Military Intelligence 5 dikantor
pos pusat di Keulen beserta do-
komen? jang telah sangat menge-
djutkan Komandan? Militer Se-
kutu. Ternjata selama ber-tahun?
ia telah melengkapi mata? Rusia
dengan keterangan? mengenai
penempatan pasukan? tentera
Sekutu, bangunan? lapangan uda-
ra, pertumbuhan polisi Djerman
Barat, kekuatan? pertahanan,
serta rentjana? mengenai Ang-
katan Perang Djerman jang baru.
Disamping adanja kurang lebih
5.000.000 orang Komunis di Djer-
man Barat berartilah, bahwa be-
tapa mudah dan leluasanja mata”
Rusia bergerak didaerah tersebut.
Swiss, jang setjara tradisionil
selalu netral, telah mendjadi dae-
rah pemburuan dan pertemuan
mata? selama dua kali peperang-
an. Walaupun negara tersebut te-
lah menjatakan keputusannja un-
tuk mempertahankan diri apabila
diserang, maka negara itu telah
pula mendjadi sasaran dan lapa-
ngan gerakan? djawatan rahasia
Rusia.
Suatu pos depan telah dikete-
mukan dirumah pertjetakan Lu-
cerne Nova Vita kepunjaan Dr.
Xaviet Schmeisser, jang meng-
chususkan dirinja pada literatur
Keristen, dan malahan djuga me-
njiarkan pamflet? anti komunis.
Memang tjara seperti itu adalah
merupakan tutup jang paling ef-
fektip bagi pekerdjaan spionase.
Akan tetapi pada penggeledahan
kemudian, setelah ia bertahun?
berhasil dalam pekerdjaannja
kedapatanlah 160 laporan? spion-
ase jang telah dimikro-filmkan.
Di Italia pada tahun 1952 di-
umumkan oleh pemerintah Vati-
kan, bahwa Father Alighieri Ton-
di, seorang profesor di Akademi
Gregoria dari Vatican, ternjata
adalah mata? Rusia, jang setjara
sengadja ditempatkan didalam Je-
suit Order.
Penggeledahan umum jang di-
selenggarakan oleh pemerintah
Perantjis pada tahun 1952 meng-
hasilkan banjak sekali dokumen?
rahasia, jang bertalian dengan
pertahanan? NATO dan pertaha-
nan Perantjis sendiri.
Adanja anggota? aktif sebanjak
800.000 orang plus kurang lebih
5000 orang anggota tjadangan
partai Komunis dinegeri Perantjis
menjebabkan, bahwa mata? Rusia
mudah sekali mendjalankan gera-
kan spionasenja.
Pembongkaran dua djaring ma-
ta? Rusia di Paris dan Lyon pada
tahun 1952 menghasilkan bahan?
jang hampir sama banjaknja de-
ngan hasil waktu pembongkaran
di Kanada. Counter Intelligence
Perantjis dan Stafkwartir NATO
dihadapkan kepada kenjataan,
bahwa sesungguhnia semua raha-
sia? pertahanan Perantjis telah
dichianati.
Seorang politikus Perantjis, jg.
berbitjara mengenai gerakan
spionase jang menghantjurkan
Perantjis, mengira?kan tentang
adanja 200 djaring mata? Rusia
dengan mempergunakan lebih da-
ri 20.000 mata? jang telah berpe-
ngalaman. Dan bahwa orang?
Cheka itu pada saat timbulnja
suatu pemberontakan pada pe-
rang jang mungkin datang dengan
mudah akan membentuk suatu pe-
merintahan dan suatu tentara da-
rurat.
Walaupun tekanan? jang terus
diadakan terhadap komunisme di
Spanjol oleh regim totaliter Fran-
co, namun djawatan rahasia Ru-
sia tak pernah berhenti aktif dine-
geri itu. Malahan hal tersebut di-
perhebat, ketika Amerika Serikat
mulai mempersendjatai Spanjol.
37
— —— te —. --—— -<noinclude></noinclude>
hr8noxifqvpntb5lrd6ine4ogdyt69i
294984
294977
2026-05-14T05:23:10Z
Ichi Ocha
26099
/* Telah diuji baca */
294984
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>tandingan sepakbola dengan team Eskimo Alaska. Diantara pemain2 Eskimo Siberia itu ikut serta beberapa orang Rusia, dengan njata menjamar sebagai orang Eskimo. Dan mereka itu membawa serta alat2 pemotret ketjil.
Kembali ke Eropah, maka didaerah ini tak ada satu negarapun, dimana mata2 Rusia tak pernah berhasil (dengan baik) dalam pekerdjaannja pada tahun2 jang baru lalu. Diketemukannja djaring mata2 Rusia disuatu daerah dinegeri Belanda adalah akibat kebodohan seorang navigator Belanda jang meninggalkan bungkusan sigaret jang berisikan kiriman2 rahasia didalam sebuah garasi mobil di Den Haag, jang telah dipergunakan oleh mata2 Rusia sebagai kotak pos. Kurir2 jang menjampaikan dan mengumpulkan berita2 kiriman itu terus diawasi dan kemudian Oldrich Neuman, jang terkenal sebagai seorang akontan dikedutaan Rusia di Den Haag, ketahuan sebagai pemimpin mereka. Keterangan2 mereka itu dikirimkan melalui tjarikan kartu pos bergambar dan bertulisan salam hari2 liburan dari Scheveningen atau daerah2 pantai lainnja.
Tjara2 usang sebagai halnja mengirimkan berita2 melalui bawah medja rumah2 makan dan dibungkus dengan permen karet ternjata dipergunakan di Brussel dan Antwerp.
Spionase di Djerman Barat berlangsung terus menerus dan kian menghebat, sehingga sukarlah diperintjikan. Sedjak diketemukannja salah satu djaring mata2 Cheka jang besar didaerah tersebut pada tahun 1946, jang dipimpin oleh Sedov dan Shulkin, maka tak ada sebulan telah berlalu dengan tak ada kedjadian spionase diketiga Zone Sekutu.
Dikota Frankfurt, Djerman Barat, Djawatan Rahasia Rusia ternjata telah mempergunakan siasat mata2 wanita tjantik dengan setjara berhasil sekali. Maria Kurth, seorang aktris Djerman jang menarik, sering mendjamu perwira2 Inggeris dan Amerika Serikat dirumah flat2nja jang indah dipinggiran kota Keulen. Jang ditangkap oleh anggota Military Intelligence 5 dikantor pos pusat di Keulen beserta dokomen2 jang telah sangat mengedjutkan Komandan2 Militer Sekutu. Ternjata selama ber-tahun2 ia telah melengkapi mata2 Rusia dengan keterangan2 mengenai penempatan pasukan2 tentera
Sekutu, bangunan2 lapangan udara, pertumbuhan polisi Djerman Barat, kekuatan2 pertahanan, serta rentjana2 mengenai Angkatan Perang Djerman jang baru.
Disamping adanja kurang lebih 5.000.000 orang Komunis di Djerman Barat berartilah, bahwa betapa mudah dan leluasanja mata” Rusia bergerak didaerah tersebut.
Swiss, jang setjara tradisionil selalu netral, telah mendjadi daerah pemburuan dan pertemuan mata2 selama dua kali peperangan. Walaupun negara tersebut telah menjatakan keputusannja untuk mempertahankan diri apabila diserang, maka negara itu telah pula mendjadi sasaran dan lapangan gerakan2 djawatan rahasia Rusia.
Suatu pos depan telah diketemukan dirumah pertjetakan Lucerne Nova Vita kepunjaan Dr. Xaviet Schmeisser, jang mengchususkan dirinja pada literatur Keristen, dan malahan djuga menjiarkan pamflet2 anti komunis. Memang tjara seperti itu adalah merupakan tutup jang paling effektip bagi pekerdjaan spionase. Akan tetapi pada penggeledahan kemudian, setelah ia bertahun2 berhasil dalam pekerdjaannja kedapatanlah 160 laporan2 spionase jang telah dimikro-filmkan.
Di Italia pada tahun 1952 diumumkan oleh pemerintah Vatikan, bahwa Father Alighieri Tondi, seorang profesor di Akademi Gregoria dari Vatican, ternjata adalah mata2 Rusia, jang setjara sengadja ditempatkan didalam Jesuit Order.
Penggeledahan umum jang diselenggarakan oleh pemerintah Perantjis pada tahun 1952 menghasilkan banjak sekali dokumen2 rahasia, jang bertalian dengan pertahanan2 NATO dan pertahanan Perantjis sendiri.
Adanja anggota2 aktif sebanjak 800.000 orang plus kurang lebih 5000 orang anggota tjadangan partai Komunis dinegeri Perantjis menjebabkan, bahwa mata2 Rusia mudah sekali mendjalankan gerakan spionasenja.
Pembongkaran dua djaring mata2 Rusia di Paris dan Lyon pada tahun 1952 menghasilkan bahan2 jang hampir sama banjaknja dengan hasil waktu pembongkaran di Kanada. Counter Intelligence Perantjis dan Stafkwartir NATO dihadapkan kepada kenjataan, bahwa sesungguhnia semua rahasia2 pertahanan Perantjis telah dichianati.
Seorang politikus Perantjis, jg. berbitjara mengenai gerakan spionase jang menghantjurkan
Perantjis, mengira2kan tentang adanja 200 djaring mata2 Rusia dengan mempergunakan lebih dari 20.000 mata2 jang telah berpengalaman. Dan bahwa orang2 Cheka itu pada saat timbulnja suatu pemberontakan pada perang jang mungkin datang dengan mudah akan membentuk suatu pemerintahan dan suatu tentara darurat.
Walaupun tekanan2 jang terus diadakan terhadap komunisme di Spanjol oleh regim totaliter Franco, namun djawatan rahasia Rusia tak pernah berhenti aktif dinegeri itu. Malahan hal tersebut diperhebat, ketika Amerika Serikat mulai mempersendjatai Spanjol.
{{missing image}}<noinclude>{{rh|||37}}</noinclude>
l4nnvdobyzrmu2lklkz59ofptsbcgjn
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/166
104
104441
294983
2026-05-14T05:22:51Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294983
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><div style="text-align: center; margin-bottom: 1.5em; line-height: 1.6;">ISTILAH-ISTILAH JANG DIHASILKAN RAPAT SEKSI-SEKSI KOMISI ISTILAH</div>
ILMU BAHASA DAN KESUSASTRAAN
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 3em;" | a)
| style="vertical-align: top; width: 22em;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">accomodation</div>
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; width: 32em;" | penjelarasan taksempurna, asimilasi taksempurna
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">alegro-form</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | bentuk alegro
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">assimilation</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | penjelarasan, asimilasi
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">central adjunct</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | adjung tengah
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">coarticulation</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | artikulasi sertaan
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">equalization</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | penjelarasan sempurna, asimilasi sempurna
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">free alternation</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | persilihan bebas, alternasi bebas
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">incontiguous assimilation</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | penjelarasan berantara, asimilasi berantara
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">juxtapositional assimilation</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | penjelarasan lekatan, asimilasi lekatan
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">lento-form</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | bentuk lento
|-
| style="vertical-align: top;" | b)
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">digression</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | digresi, simpang alur
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">distortion</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | sengkalan, pemutar balikan
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">duration</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | djangka bunji
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">elegy</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | sadjak ratap
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">empathy</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | penghajatan
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">falling action (denouement)</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | peleraian
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">full rhyme</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | rima achir
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">picaresque</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | tjorita durdjana
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">primitivism</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | aliran fitriah
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">psychological moment</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | saat mantiki
|}
A G A M A
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 3em;" | a)
| style="vertical-align: top; width: 22em;" | {{u|Islam}}
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" |
| style="vertical-align: top; width: 32em;" |
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">bughaah</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | pendurhaka (negara)
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">dzusjawkah</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | berwibawa
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">muqtadla'l'aql</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | suai akal
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">muqtadla'llafzh</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | suai lafal
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">muqtadla'nnashsh</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | suai nas
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">muraahiq</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | hampir balig
|}<noinclude></noinclude>
fyaxcu8soah9yet5ppgpalf7d0s46ys
295365
294983
2026-05-14T11:27:47Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295365
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude><div style="text-align: center; margin-bottom: 1.5em; line-height: 1.6;">ISTILAH-ISTILAH JANG DIHASILKAN RAPAT SEKSI-SEKSI KOMISI ISTILAH</div>
ILMU BAHASA DAN KESUSASTRAAN
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 3em;" | a)
| style="vertical-align: top; width: 22em;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">accomodation</div>
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; width: 32em;" | penjelarasan taksempurna, asimilasi taksempurna
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">alegro-form</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | bentuk alegro
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">assimilation</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | penjelarasan, asimilasi
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">central adjunct</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | adjung tengah
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">coarticulation</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | artikulasi sertaan
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">equalization</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | penjelarasan sempurna, asimilasi sempurna
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">free alternation</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | persilihan bebas, alternasi bebas
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">incontiguous assimilation</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | penjelarasan berantara, asimilasi berantara
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">juxtapositional assimilation</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | penjelarasan lekatan, asimilasi lekatan
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">lento-form</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | bentuk lento
|-
| style="vertical-align: top;" | b)
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">digression</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | digresi, simpang alur
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">distortion</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | sengkalan, pemutar balikan
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">duration</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | djangka bunji
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">elegy</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | sadjak ratap
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">empathy</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | penghajatan
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">falling action (denouement)</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | peleraian
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">full rhyme</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | rima achir
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">picaresque</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | tjorita durdjana
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">primitivism</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | aliran fitriah
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">psychological moment</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | saat mantiki
|}
A G A M A
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 3em;" | a)
| style="vertical-align: top; width: 22em;" | {{u|Islam}}
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" |
| style="vertical-align: top; width: 32em;" |
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">bughaah</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | pendurhaka (negara)
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">dzusjawkah</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | berwibawa
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">muqtadla'l'aql</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | suai akal
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">muqtadla'llafzh</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | suai lafal
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">muqtadla'nnashsh</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | suai nas
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">muraahiq</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | hampir balig
|}<noinclude></noinclude>
ru4lfcxkk5dplxg4dsdjlf1f423jhg5
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/167
104
104442
294985
2026-05-14T05:24:59Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294985
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||39}}</noinclude>{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 3em;" |
| style="vertical-align: top; width: 22em;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">mutawallin bi'sjsjawkah</div>
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; width: 32em;" | wali angkatan
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">nadjanatu'l'ainijah (an-)</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | nadjis njata
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">nadjanatu'lhukmijah (an-)</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | nadjis taknjata
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">nijjah kalamijjah</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | niat utjapan
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">nijjah tawziijjah</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | niat perintji, niat tauziah
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">nijjah urfijjah</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | niat biasa, niat urfiah
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">shalaatu'lmudlthadji'</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | sembahjang berbaring, salat berbaring
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">shalaatu'lqan'id</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | sembahjang duduk, salat duduk
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">shalaatu'lqijaam</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | sembahjang berdiri, salat berdiri
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">ta'arudl (at-)</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | pertentangan
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">tafwiidlu'ththalaaq</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | penjerahan talak
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">terdjii'i'l-adzaan</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | iringan azan
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">wakaalatu fi'ththalaaq (al-)</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | perwakilan talak
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">walijju'l-amri'dldlarurijj</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | wali amri patut
|-
| style="vertical-align: top;" | b)
| style="vertical-align: top;" | {{u|Kristen}}
| style="vertical-align: top; text-align: center;" |
| style="vertical-align: top;" |
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">alomtegenwoordig</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | Maha ada
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">Gode welgevallig</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | diridai Tuhan
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">God zij met u</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | (semoga) Tuhan besertamu
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">God zij u genadig</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | (semoga) Tuhan merahmatimu
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">in Gods naam</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | atas nama Allah, dengan nama Allah
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">om Gods wil</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | karena kehendak Tuhan
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">oratorium</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | sanggar doa
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">ordesgeestelijke</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | rohaniwan ordo
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">ordesmacht</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | kuasa tahbis
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">ordinarium</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | doa tetap
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">ostensorium</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | monstran
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">paasbiecht</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | pengakuan Paskahan
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">paascommunie</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | sambut Paskahan, komuni Paskahan
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">palmprocessie</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | perarakan palem
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">paramentiek</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | ilmu paramen
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">parochie-huis</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | balai paroki
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">tot Gods eer</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | untuk kehormatan Tuhan
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">vasten en onthouding</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | puasa dan berpantang
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">volmaakt berouw</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | sesal sempurna
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">wijdingsmacht</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | kuasa tahbis
|}<noinclude></noinclude>
36xcu21xenjvcip1l80no9jmjtgp7op
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/168
104
104443
294986
2026-05-14T05:26:20Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294986
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||40}}</noinclude>PSYCHOLOGI
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 3em;" |
| style="vertical-align: top; width: 22em;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">acquisition</div>
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; width: 32em;" | perolehan
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">acquisitiveness</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | keserakahan
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">acting out</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | pelampiasan
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">acuity</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | ketadjaman
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">addict</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | pentjandu
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">affect hunger</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | haus kasih sajang
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">affective dicorder</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | kelainan perasaan
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">aggressiveness</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | sifat permusuhan
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">altitude test</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | tes bertingkat
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">ballism</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | ketegangan otot
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">baryencephalia</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | lamban otak
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">basal age</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | usia dasar
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">bias</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | prapendapat
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">bifurcation theory</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | teori dualisme
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">cachinnation</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | tertawa gila
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">cacogenics</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | ilmu penurunan sifat2 buruk
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">causation law</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | hukum sebab-akibat
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">ceiling</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | batas atas
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">chronological age</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | usia tarich
|}
ADMINISTRASI
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 3em;" |
| style="vertical-align: top; width: 22em;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">incumbent</div>
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; width: 32em;" | tak menarik
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">incumbent of position</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | kedudukan jang tak menarik
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">infamous</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | tak terkenal
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">labor turnover</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | djumlah kerdja rata-rata,<br />penggikiran petugas
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">localism</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | penghususan, pembatasan
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">lower management</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | ketatalaksanaan bawahan
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">manual dexterity test</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | udjian ketrampilan, udjian<br />ketangkasan, udjian ketjepatan
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">master plan</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | rentjana induk
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">mental ability test</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | udjian kemampuan djiwa
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">mental infitness</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | ketidaksesuaian mental
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">merit system</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | sistem djasa
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">notoriously disgraceful contract</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | pemutusan perdjandjian denga<br />akta notaris
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">office of secretary</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | (kantor) sekretariat
|}<noinclude></noinclude>
gkwq6lt5cj1s8e0lk2gznkmy1sydrz6
294987
294986
2026-05-14T05:26:44Z
Upiak Ituih
27011
294987
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||40}}</noinclude>'''PSYCHOLOGI'''
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 3em;" |
| style="vertical-align: top; width: 22em;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">acquisition</div>
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; width: 32em;" | perolehan
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">acquisitiveness</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | keserakahan
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">acting out</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | pelampiasan
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">acuity</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | ketadjaman
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">addict</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | pentjandu
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">affect hunger</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | haus kasih sajang
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">affective dicorder</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | kelainan perasaan
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">aggressiveness</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | sifat permusuhan
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">altitude test</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | tes bertingkat
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">ballism</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | ketegangan otot
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">baryencephalia</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | lamban otak
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">basal age</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | usia dasar
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">bias</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | prapendapat
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">bifurcation theory</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | teori dualisme
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">cachinnation</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | tertawa gila
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">cacogenics</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | ilmu penurunan sifat2 buruk
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">causation law</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | hukum sebab-akibat
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">ceiling</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | batas atas
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">chronological age</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | usia tarich
|}
'''ADMINISTRASI'''
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 3em;" |
| style="vertical-align: top; width: 22em;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">incumbent</div>
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; width: 32em;" | tak menarik
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">incumbent of position</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | kedudukan jang tak menarik
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">infamous</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | tak terkenal
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">labor turnover</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | djumlah kerdja rata-rata,<br />penggikiran petugas
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">localism</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | penghususan, pembatasan
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">lower management</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | ketatalaksanaan bawahan
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">manual dexterity test</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | udjian ketrampilan, udjian<br />ketangkasan, udjian ketjepatan
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">master plan</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | rentjana induk
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">mental ability test</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | udjian kemampuan djiwa
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">mental infitness</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | ketidaksesuaian mental
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">merit system</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | sistem djasa
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">notoriously disgraceful contract</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | pemutusan perdjandjian denga<br />akta notaris
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">office of secretary</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | (kantor) sekretariat
|}<noinclude></noinclude>
kfmlxyszbifxodwtyvgiiped5kn58q8
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/169
104
104444
294990
2026-05-14T05:28:27Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294990
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||41}}</noinclude>{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 3em;" |
| style="vertical-align: top; width: 22em;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">plan for planning</div>
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; width: 32em;" | rentjana untuk perentjanaan
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">program planning</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | rentjana kerdja
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">reemployment</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | pengerdjaan kembali (pegawai)
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">reprimand</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | penarikan kembali (pegawai)
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">skill</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | keahlian
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">skilled labor</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | buruh keahlian
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">spoils system</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | sistem golongan
|}
PENDIDIKAN
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 3em;" |
| style="vertical-align: top; width: 22em;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">flight of ideas</div>
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; width: 32em;" | (per) tebaran gagasan
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">fluttering heart</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | hati gojang
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">folie ''[''Per'']''</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | kegila-gilaan
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">foreperiod</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | periode pendahuluan
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">forepleasure</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | pranikmat
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">form quality</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | mutu keseluruhan
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">formboard</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | papan isian
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">fortuitous</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | kebetulan
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">functional disorder</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | penjakit fungsionil
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">furor</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | (keadaan) mata gelap
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">graphomania</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | grafomania, gila tulis
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">graphospasm</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | kedjang tulis
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">guiding idea</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | gagasan pembimbing
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">gynandry</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | (tjenderung) kelaki-lakian
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">gynophobia</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | gawang wanita
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">hebetic</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | keremadjaan
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">hedonism</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | teori kesenangan
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">hypacusia</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | kurang dengar
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">hypaesthesia</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | kurang peka raba
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <div style="padding-left: 2em; text-indent: -2em;">hyperalgesia</div>
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | lewat peka njeri
|}<noinclude></noinclude>
qzpivtjeadzcxa9hdsjdzk2obct4ubr
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/185
104
104445
294992
2026-05-14T05:30:27Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
294992
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: left; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: fit-content;"
| Ayunkan lagi langkahmu,<br />Busungkan lagi dadamu,<br />Engkau tahu jua sekarang,<br />Melangkah jangan sendiri saja,<br />Jang gembira berapi-api,<br />Lupa keadaan; masa nyata jua,<br />Tiada terubah segerak tangan saja,<br />Dengan gembira riuh suara muda.
|}
{| style="width: 100%; border-collapse: collapse; text-align: center; line-height: 1.6;"
| style="padding-top: 0.5em; padding-bottom: 1em;" | (hal. 109)
|}
Begitu juga sajak berikutnya, "Tumbah teratur". Kita geli melihat betapa pengarang menganggap dirinya begitu interesan menjadi objek dari pengamatannya:
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: left; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: fit-content;"
| Berbaring aku lupa ingatan,<br />Hampir tertidur lelap nyenyak<br />dan mengangkat diri dalam lamunan :<br /><br />Sadar aku mengenang kewajibanku,<br />Lahirkan jiwa bangsa sempurna.
|}
{| style="width: 100%; border-collapse: collapse; text-align: center; line-height: 1.6;"
| style="padding-top: 0.5em; padding-bottom: 1em;" | ("sadar aku", hal. 110)
|}
Satu sajak agak baik ialah "Jiwaku menyepi-nyepi". Sayang pun dalam sajak ini ada kata yang mengganggu karena terlalu besar dalam bait terakhir:
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: left; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: fit-content;"
| Demikian jiwaku menyepi-nyepi,<br />Mengendap-endap gentar rohani,<br />Cermin jiwa bangsa negeriku,<br />Didunia ramai besar raya.
|}
{| style="width: 100%; border-collapse: collapse; text-align: center; line-height: 1.6;"
| style="padding-top: 0.5em; padding-bottom: 1em;" | (hal. 111)
|}
Sama sekali tidak meyakinkan karena terlalu bombastis jalan pikiran dalam sajak 'Karena terbayang' (hal. 121):
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: left; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: fit-content;"
| Tampak aku pengemis hina-dina,<br />Sayang aku, k beri seakan banyak-banyak,<br />heran aku, aku semiskin itu,<br />Karena terbayang mulia nasib bangsaku,<br />Tukang meminta-minta dikebudayaan.
|}<noinclude></noinclude>
qlv4szbmt7m7j65gzy509ox574y4rmg
294994
294992
2026-05-14T05:31:00Z
Upiak Ituih
27011
294994
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||7}}</noinclude>{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: left; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: fit-content;"
| Ayunkan lagi langkahmu,<br />Busungkan lagi dadamu,<br />Engkau tahu jua sekarang,<br />Melangkah jangan sendiri saja,<br />Jang gembira berapi-api,<br />Lupa keadaan; masa nyata jua,<br />Tiada terubah segerak tangan saja,<br />Dengan gembira riuh suara muda.
|}
{| style="width: 100%; border-collapse: collapse; text-align: center; line-height: 1.6;"
| style="padding-top: 0.5em; padding-bottom: 1em;" | (hal. 109)
|}
Begitu juga sajak berikutnya, "Tumbah teratur". Kita geli melihat betapa pengarang menganggap dirinya begitu interesan menjadi objek dari pengamatannya:
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: left; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: fit-content;"
| Berbaring aku lupa ingatan,<br />Hampir tertidur lelap nyenyak<br />dan mengangkat diri dalam lamunan :<br /><br />Sadar aku mengenang kewajibanku,<br />Lahirkan jiwa bangsa sempurna.
|}
{| style="width: 100%; border-collapse: collapse; text-align: center; line-height: 1.6;"
| style="padding-top: 0.5em; padding-bottom: 1em;" | ("sadar aku", hal. 110)
|}
Satu sajak agak baik ialah "Jiwaku menyepi-nyepi". Sayang pun dalam sajak ini ada kata yang mengganggu karena terlalu besar dalam bait terakhir:
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: left; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: fit-content;"
| Demikian jiwaku menyepi-nyepi,<br />Mengendap-endap gentar rohani,<br />Cermin jiwa bangsa negeriku,<br />Didunia ramai besar raya.
|}
{| style="width: 100%; border-collapse: collapse; text-align: center; line-height: 1.6;"
| style="padding-top: 0.5em; padding-bottom: 1em;" | (hal. 111)
|}
Sama sekali tidak meyakinkan karena terlalu bombastis jalan pikiran dalam sajak 'Karena terbayang' (hal. 121):
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: left; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: fit-content;"
| Tampak aku pengemis hina-dina,<br />Sayang aku, k beri seakan banyak-banyak,<br />heran aku, aku semiskin itu,<br />Karena terbayang mulia nasib bangsaku,<br />Tukang meminta-minta dikebudayaan.
|}<noinclude></noinclude>
6xzv94j3acagr553p3ukg6rrw62jene
295257
294994
2026-05-14T10:18:47Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295257
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||7}}</noinclude>{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: left; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: fit-content;"
| Ayunkan lagi langkahmu,<br />Busungkan lagi dadamu,<br />Engkau tahu jua sekarang,<br />Melangkah jangan sendiri saja,<br />Jang gembira berapi-api,<br />Lupa keadaan; masa nyata jua,<br />Tiada terubah segerak tangan saja,<br />Dengan gembira riuh suara muda.
|}
{| style="width: 100%; border-collapse: collapse; text-align: center; line-height: 1.6;"
| style="padding-top: 0.5em; padding-bottom: 1em;" | (hal. 109)
|}
Begitu juga sajak berikutnya, "Tumbah teratur". Kita geli melihat betapa pengarang menganggap dirinya begitu interesan menjadi objek dari pengamatannya:
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: left; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: fit-content;"
| Berbaring aku lupa ingatan,<br />Hampir tertidur lelap nyenyak<br />dan mengangkat diri dalam lamunan :<br /><br />Sadar aku mengenang kewajibanku,<br />Lahirkan jiwa bangsa sempurna.
|}
{| style="width: 100%; border-collapse: collapse; text-align: center; line-height: 1.6;"
| style="padding-top: 0.5em; padding-bottom: 1em;" | ("sadar aku", hal. 110)
|}
Satu sajak agak baik ialah "Jiwaku menyepi-nyepi". Sayang pun dalam sajak ini ada kata yang mengganggu karena terlalu besar dalam bait terakhir:
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: left; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: fit-content;"
| Demikian jiwaku menyepi-nyepi,<br />Mengendap-endap gentar rohani,<br />Cermin jiwa bangsa negeriku,<br />Didunia ramai besar raya.
|}
{| style="width: 100%; border-collapse: collapse; text-align: center; line-height: 1.6;"
| style="padding-top: 0.5em; padding-bottom: 1em;" | (hal. 111)
|}
Sama sekali tidak meyakinkan karena terlalu bombastis jalan pikiran dalam sajak 'Karena terbayang' (hal. 121):
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: left; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: fit-content;"
| Tampak aku pengemis hina-dina,<br />Sayang aku, k beri seakan banyak-banyak,<br />heran aku, aku semiskin itu,<br />Karena terbayang mulia nasib bangsaku,<br />Tukang meminta-minta dikebudayaan.
|}<noinclude></noinclude>
skzh3uoe2ws5x0xzik38r8unw7zsm6s
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/318
104
104446
295000
2026-05-14T05:35:53Z
Sarieffe
26994
/* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong
295000
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Sarieffe" /></noinclude><noinclude></noinclude>
ccplgwmprsu678uegthnfc77ifsefnn
295331
295000
2026-05-14T11:10:33Z
Sarieffe
26994
/* Telah diuji baca */
295331
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 318 crop).jpg|400px|kiri|jmpl''|Kedatangan KSAD di Sumatera Utara disambut oleh barisan penghormatan. Disini nampak KSAD sedang memeriksa barisan penghormatan tsb.'']]
<center> {{Xx-larger|kundjungan ksad}}</center>
<center>{{Xx-larger|ke}}</center>
<center>{{Xx-larger|SUMATERA UTARA}}</center>
Sedjak tgl 22 sampai 30 Djuli 1957. KSAD Djenderal Major A.H. Nasution telah berkundjung ke Sumatera Utara untuk mengetahui keadaan² dari dekat didaerah ini.
Maksud kundjungan KSAD ke daerah ini adalah dalam dua rangka, jaitu:
Pertama : Normalisasi hubungan militer didalam/mengenai organisasi, finec dan lain².
Kedua Pekerdjaan² dalam hubungan peraturan SOB, penjelesaian masaalah OPD, masaalah TMSU, rehabilitasi djalan², anti korupsi, pendudukan liar dan lain² dalam hubungan keputusan rapat penghabisan Penguasa M liter Pusat di Djakarta.
Semua persoalan² telah dibahas setjara mendalam. Dan mana jang dapat diselesaikan disini telah diselesaikan langsung oleh KSAD, dan jang masih akan diselesaikan selandjutnja telah di bawa ke Djakarta.
Dalam perkundjungan KSAD kedaerah Tapanuli, dimana KSAD banjak memberikan wedjangan seperti di Sibolga, Padang Sidimpuan, Tarutung, menjatakan bahwa djalan jang ditempuh untuk penjelesaian persoalan² tanggal 22 dan 27 Desember, adalah djalan musjawarah. Tapi karena musjawarah ini tidak hanja terdiri dari satu atau dua orang sadja, sehingga kesulitannja ialah masih banjak terdapat perbedaan² pikiran antara anggauta jang bermusjawarah, sehingga kita belum sampai kepada penjelesaian² sebagaimana jang diharapkan. Djuga KSAD menekankan, bahwa KSAD personlijk sangat berhasrat untuk menolong kawan² jang terlibat didalam persoalan sekarang, tetapi sebagai KSAD harus tegas serta harus menegakkan hukum, dimana biar siapa sekalipun, didalam ada ketjualinja, tetap akan dilakukan tindakan² sesuai dengan djiwa dari pada hukum tersebut.
Djuga dalam rapat di Prapat antara seluruh Pamongpradja dan pembesar² militer, berhubung dengan situasi di Sumatera Timur, KSAD menekakan, bahwa :
Pertama Supaja pendjabat², baik militer maupun sipil, mengurangi interview² kepada pers dan kalau mungkin djangan memberikan sama sekali. Sebab akibat dari pada interview² ini, banjak sekali menimbulkan keruntjingan suasana, sehingga penjelesaian sesuatu soal itu kadang² lebil menjulitkan dari pada semestinja.
Kedua: KSAD menekakan, di mana suasana sedikit hangat dewasa ini di Sumatera Timur. paja pendjabat² jang mempunjai tindakan² politik (seperti tuntutan otonomi Sumatera Timur) karena jang berkewenangan untuk menjelesaikan persoalan² tersebut, hanjalah dapat diselesaikan oleh pemerintah pusat dengan DPR-nja.
KSAD mengharapkan supaja semua pedjabat tersebut tetap mendjadi alat negara jang sebenar-benarnja alat negara.
Djuga KSAD telah mengadakan rapat chusus dengan KDM. serta Gubernur Atjeh, dan persoalan dalam rapat itu adalah sekitar TMSU, dimana TMSU itu ada djuga terdapat didaerah Atjeh.
Dalam perkundjungan KSAD kepada pedjabat pemerintah sipil, baik di Sumatera Utara maupun di Atjeh, agar djiwa dari pada peraturan² SOB ini dipergunakan untuk kelantjaran dari pada pekerdjaan² pemerintah sehari-hari disamping djuga m sih melakukan peraturan² jang sudah ada.<noinclude>{{rh|40}}</noinclude>
93z2h60gi3q8dqwyd9burzd5tpferfp
295335
295331
2026-05-14T11:12:05Z
Sarieffe
26994
295335
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 318 crop).jpg|400px|kiri|jmpl''|Kedatangan KSAD di Sumatera Utara disambut oleh barisan penghormatan. Disini nampak KSAD sedang memeriksa barisan penghormatan tsb.'']]
<center> {{Xx-larger|kundjungan ksad}}</center>
<center>{{Xx-larger|ke}}</center>
<center>{{Xx-larger|SUMATERA UTARA}}</center>
Sedjak tgl 22 sampai 30 Djuli 1957. KSAD Djenderal Major A.H. Nasution telah berkundjung ke Sumatera Utara untuk mengetahui keadaan² dari dekat didaerah ini.
Maksud kundjungan KSAD ke daerah ini adalah dalam dua rangka, jaitu:
Pertama : Normalisasi hubungan militer didalam/mengenai organisasi, finec dan lain².
Kedua : Pekerdjaan² dalam hubungan peraturan SOB, penjelesaian masaalah OPD, masaalah TMSU, rehabilitasi djalan², anti korupsi, pendudukan liar dan lain² dalam hubungan keputusan rapat penghabisan Penguasa M liter Pusat di Djakarta.
Semua persoalan² telah dibahas setjara mendalam. Dan mana jang dapat diselesaikan disini telah diselesaikan langsung oleh KSAD, dan jang masih akan diselesaikan selandjutnja telah di bawa ke Djakarta.
Dalam perkundjungan KSAD kedaerah Tapanuli, dimana KSAD banjak memberikan wedjangan seperti di Sibolga, Padang Sidimpuan, Tarutung, menjatakan bahwa djalan jang ditempuh untuk penjelesaian persoalan² tanggal 22 dan 27 Desember, adalah djalan musjawarah. Tapi karena musjawarah ini tidak hanja terdiri dari satu atau dua orang sadja, sehingga kesulitannja ialah masih banjak terdapat perbedaan² pikiran antara anggauta jang bermusjawarah, sehingga kita belum sampai kepada penjelesaian² sebagaimana jang diharapkan. Djuga KSAD menekankan, bahwa KSAD personlijk sangat berhasrat untuk menolong kawan² jang terlibat didalam persoalan sekarang, tetapi sebagai KSAD harus tegas serta harus menegakkan hukum, dimana biar siapa sekalipun, didalam ada ketjualinja, tetap akan dilakukan tindakan² sesuai dengan djiwa dari pada hukum tersebut.
Djuga dalam rapat di Prapat antara seluruh Pamongpradja dan pembesar² militer, berhubung dengan situasi di Sumatera Timur, KSAD menekakan, bahwa :
Pertama : Supaja pendjabat², baik militer maupun sipil, mengurangi interview² kepada pers dan kalau mungkin djangan memberikan sama sekali. Sebab akibat dari pada interview² ini, banjak sekali menimbulkan keruntjingan suasana, sehingga penjelesaian sesuatu soal itu kadang² lebil menjulitkan dari pada semestinja.
Kedua: KSAD menekakan, di mana suasana sedikit hangat dewasa ini di Sumatera Timur. paja pendjabat² jang mempunjai tindakan² politik (seperti tuntutan otonomi Sumatera Timur) karena jang berkewenangan untuk menjelesaikan persoalan² tersebut, hanjalah dapat diselesaikan oleh pemerintah pusat dengan DPR-nja.
KSAD mengharapkan supaja semua pedjabat tersebut tetap mendjadi alat negara jang sebenar-benarnja alat negara.
Djuga KSAD telah mengadakan rapat chusus dengan KDM. serta Gubernur Atjeh, dan persoalan dalam rapat itu adalah sekitar TMSU, dimana TMSU itu ada djuga terdapat didaerah Atjeh.
Dalam perkundjungan KSAD kepada pedjabat pemerintah sipil, baik di Sumatera Utara maupun di Atjeh, agar djiwa dari pada peraturan² SOB ini dipergunakan untuk kelantjaran dari pada pekerdjaan² pemerintah sehari-hari disamping djuga m sih melakukan peraturan² jang sudah ada.<noinclude>{{rh|40}}</noinclude>
f7bhxey4uwwqwglg4uo72ddq0qp53t3
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/188
104
104447
295001
2026-05-14T05:36:51Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295001
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{{rh||BEBERAPA POKOK PIKIRAN SEBAGAI SUMBANGAN}}
{{RH||UNTUK MEMECAHKAN MASALAH PEMBAGIAN JENISKATA BAHASA INDONESIA}}
Jumlah kalimat semacam itu dapat ditambah. Karena kalimat-kalimat itu mempunyai ciri-ciri yang sama, seperti intonasi dan urutan kata-katanya, maka bolehlah kita katakan, bahwa kalimat-kalimat itu tergolong satu tipe, tipe I. Untuk keperluan kita ini, bagian kalimat yang terletak didepan tanda // kita sebut {{u|subjek}}, sedang yang dibelakangnya kita sebut {{u|predikat}}. Untuk sementara kata-kata yang berlaku sebagai {{u|subjek}} kita sebut {{u|nominal}}, sedang yang berlaku sebagai predikat kita sebut {{u|verbal}}. Akan ternyata kemudian, bahwa dalam tipe kalimat ini juga jenis nominal dapat pula berlaku sebagai predikat, misalnya:
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 12em;" | Orang itu
| style="vertical-align: top; width: 4em; text-align: center;" | //
| style="vertical-align: top; width: 12em;" | Tuti.
|-
| style="vertical-align: top;" | Barang ini
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | //
| style="vertical-align: top;" | air.
|-
| style="vertical-align: top;" | Kakaknya
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | //
| style="vertical-align: top;" | guru.
|}
Sebaliknya jenis verbal tak dapat berlaku sebagai subjek dalam kalimat tipe I (Urutan kata /{{u|menangis orang itu}}/ hanya mungkin dalam kalimat-kalimat berikut:
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: left; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: fit-content;"
| Menangis orang itu ?
|-
| <br />dan
|-
| <br />Menangis orang itu.
|}
Jelas, bahwa kedua kalimat ini tidak masuk dalam tipe kalimat I).
Ciri lain jenis verbal ialah, bahwa ia dapat memperluas jenis nominal:
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center;"
| style="width: 14em;" | S
| style="width: 4em;" |
| style="width: 10em;" | P
|-
| N V
|
| V
|-
| style="text-align: right;" | Orang (yang) bekerja (itu)
| //
| style="text-align: left;" | rajin.
|}
<br />
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center;"
| style="width: 14em;" | S
| style="width: 4em;" |
| style="width: 10em;" | P
|-
| N V
|
| N
|-
| style="text-align: right;" | Barang (yang) mahal (itu)
| //
| style="text-align: left;" | air.
|}
--------------------
<sup>°</sup>Karangan ini adalah lanjutan karangan Saudara Harimurti Kridalaksana dalam {{u|Bahasa dan Kesusastraan}} No: 4, Th I, 1968.<noinclude>{{rh|||10}}</noinclude>
pmzsekinlq4s871i5i4eqvdj210uuaw
295258
295001
2026-05-14T10:19:45Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295258
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude>{{rh||BEBERAPA POKOK PIKIRAN SEBAGAI SUMBANGAN}}
{{RH||UNTUK MEMECAHKAN MASALAH PEMBAGIAN JENISKATA BAHASA INDONESIA}}
Jumlah kalimat semacam itu dapat ditambah. Karena kalimat-kalimat itu mempunyai ciri-ciri yang sama, seperti intonasi dan urutan kata-katanya, maka bolehlah kita katakan, bahwa kalimat-kalimat itu tergolong satu tipe, tipe I. Untuk keperluan kita ini, bagian kalimat yang terletak didepan tanda // kita sebut {{u|subjek}}, sedang yang dibelakangnya kita sebut {{u|predikat}}. Untuk sementara kata-kata yang berlaku sebagai {{u|subjek}} kita sebut {{u|nominal}}, sedang yang berlaku sebagai predikat kita sebut {{u|verbal}}. Akan ternyata kemudian, bahwa dalam tipe kalimat ini juga jenis nominal dapat pula berlaku sebagai predikat, misalnya:
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 12em;" | Orang itu
| style="vertical-align: top; width: 4em; text-align: center;" | //
| style="vertical-align: top; width: 12em;" | Tuti.
|-
| style="vertical-align: top;" | Barang ini
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | //
| style="vertical-align: top;" | air.
|-
| style="vertical-align: top;" | Kakaknya
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | //
| style="vertical-align: top;" | guru.
|}
Sebaliknya jenis verbal tak dapat berlaku sebagai subjek dalam kalimat tipe I (Urutan kata /{{u|menangis orang itu}}/ hanya mungkin dalam kalimat-kalimat berikut:
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: left; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: fit-content;"
| Menangis orang itu ?
|-
| <br />dan
|-
| <br />Menangis orang itu.
|}
Jelas, bahwa kedua kalimat ini tidak masuk dalam tipe kalimat I).
Ciri lain jenis verbal ialah, bahwa ia dapat memperluas jenis nominal:
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center;"
| style="width: 14em;" | S
| style="width: 4em;" |
| style="width: 10em;" | P
|-
| N V
|
| V
|-
| style="text-align: right;" | Orang (yang) bekerja (itu)
| //
| style="text-align: left;" | rajin.
|}
<br />
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center;"
| style="width: 14em;" | S
| style="width: 4em;" |
| style="width: 10em;" | P
|-
| N V
|
| N
|-
| style="text-align: right;" | Barang (yang) mahal (itu)
| //
| style="text-align: left;" | air.
|}
--------------------
<sup>°</sup>Karangan ini adalah lanjutan karangan Saudara Harimurti Kridalaksana dalam {{u|Bahasa dan Kesusastraan}} No: 4, Th I, 1968.<noinclude>{{rh|||10}}</noinclude>
07aywlpzypm82bf19t2yaklv5rby2i7
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/150
104
104448
295002
2026-05-14T05:38:20Z
Aeia aai
24023
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '"Tembaaaak!!!" Melengking suara Sersan Ganda memerintah. Empat belas senapan berbunji sekali gus dengan diiringi rente- tan tembakan bren. Peluru ber- hamburan menjebar mengedjar maut. Beberapa tubuh jang lari² bertakbir tadi mendjerebab tak bangun lagi. Lagi sebuah salvo terdengar. Dan tembakan jang telah dibidik baik2 ini berhasil mengurangi lagi djumlah gerom- bolan dengan beberapa orang. Dan berkobarlah pertempuran dengan serunja. Pada saat...
295002
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>"Tembaaaak!!!" Melengking
suara Sersan Ganda memerintah.
Empat belas senapan berbunji
sekali gus dengan diiringi rente-
tan tembakan bren. Peluru ber-
hamburan menjebar mengedjar
maut. Beberapa tubuh jang lari²
bertakbir tadi mendjerebab tak
bangun lagi. Lagi sebuah salvo
terdengar. Dan tembakan jang
telah dibidik baik2 ini berhasil
mengurangi lagi djumlah gerom-
bolan dengan beberapa orang.
Dan berkobarlah pertempuran
dengan serunja.
Pada saat ini tembakan² jang
dilepaskan oleh pihak tentara ha-
rinja. Dan pada waktu jang te-
pat, djuga sudah sangat dekat de-
ngan gerombolan itu, bergemalah
tembakan jang menghantam ge-
rombolan itu dari belakang dan
sebelah kirinja.
Panik terdjadi. Gerombolan
bertebaran petjah mentjari kese-
lamatan dirinja masing2. Satu²-
nja djalan jang masih terbuka ba-
gi mereka untuk mengundurkan
diri adalah kedjurusan sebelah
kanan, jaitu kearah kebun tem-
bakau jang masih ketjil2. Dan
mereka berhamburan kesana.
Rentjana Letnan Tirta berhasil
baik. Karena dikebun jang luas
diam pada tempat stellingnja ma-
sing2.
Malam kembali sunji. Hampir
tak terlihat lagi bekas² persabu-
ngan njawa jang beberapa detik
berselang telah berlangsung. Su-
nji, dan dari kedjauhan kedenga-
ran sajup² ajam berkokok. Fadjar
menjembirat disebelah timur. Bu-
lan sabit kian memudar kehila-
ngan seri. Langit jang tadi hi-
tam pekat kini agak membiru
djingga. Dan muka² kian putjat,
serta pohon² kian lama kian njata
bentuk dan ronanja. Surja men-
datang.
Tapi Uneb tak sempat mem-
perhatikan semua keindahan ini.
Ingatannja melajang djauh ke-
pada isterinja dan kepada anak-
nja jang njaris hampir kehilangan
ajahnja. Dirabanja topi badja
jang telah melindunginja kepala-
nja dari terdjangan logam 7.7
mm. la mengutjap sjukur kepada
Tuhan jang Maha Esa jang_te-
lah menjelamatkan djiwanja. Ta-
pi ia tak tahu bahwa beberapa
saat sebelum semua itu terdjadi,
Tuhan telah mengabulkan doanja.
Anaknja telah lahir dengan sela-
mat. Ia hanja tahu bahwa Anah
menanti kedatangannja.
Tembakan dibidik dengan baik dan dilepaskan tepat pada saatnja.
Dengan demikian berhasil mendjatuhkan penjerbu satu persatu.....
me-
nja jang berada diatas bukit itu
sadja. Sedangkan Regu I dan III
masih diam tidak melepaskan tem-
bakan sebutirpun, karena
nunggu saat jang lebih tepat.
Oleh karena gerombolan hanja
mendengar tembakan jang dari
bukit itu sadja, maka mereka me-
ngira bahwa tentera jang ada di-
situ hanjalah tjuma jang diatas
bukit itu. Oleh sebab itu mereka
bertekad bulat untuk membinasa-
kan seluruhnja. Dan inilah sebe-
narnja jang diharapkan oleh Let-
nan Tirta, jang dengan diam²
bergerak mengepung lambung ki-
itu lagi mendatar dapat membi-
dik satu persatu gerombolan.
Apalagi bulan jang sesobek itu
tjukup menguntungkan pasukan
Letnan Tirta, sebab tjukup me-
nerangi punggung gerombolan
jang berdjengkerak lari menje-
lamatkan diri diantara pohon2
tembakau jang masih ketjil pen-
dek itu. Bidikan anak buah Let-
nan Tirta itu tepat2 sadja menge-
nai sasarannja. Dan kemudian
beberapa saat setelah tembakan
reda, tubuh itu tak ada jang ber-
gerak lagi. Tentera setelah me-
njusun kembali pertahanannja,
Mengutjapkan Selamat
HARI BURUH
DARI
TOKO EUROPA
DJAKARTA
BANDUNG
SEMARANG
TOKO KOTA TUDJUH
Djalan ASIA-AFRIKA-BANDUNG
32
Digitized by
Google<noinclude></noinclude>
p07k1hne6rd8i36aqlcrxdy4ti0fw1q
295095
295002
2026-05-14T08:31:37Z
Aeia aai
24023
/* Telah diuji baca */
295095
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /></noinclude>”Tembaaaak!!!” Melengking suara Sersan Ganda memerintah.
Empat belas senapan berbunji sekali gus dengan diiringi rentetan tembakan bren. Peluru berhamburan menjebar mengedjar maut. Beberapa tubuh jang lari² bertakbir tadi mendjerebab tak bangun lagi. Lagi sebuah salvo terdengar. Dan tembakan jang telah dibidik baik2 ini berhasil mengurangi lagi djumlah gerombolan dengan beberapa orang.
Dan berkobarlah pertempuran dengan serunja.
Pada saat ini tembakan² jang dilepaskan oleh pihak tentara hanja jang berada diatas bukit itu sadja. Sedangkan Regu I dan III masih diam tidak melepaskan tembakan sebutirpun, karena nunggu saat jang lebih tepat. Oleh karena gerombolan hanja mendengar tembakan² jang dari bukit itu sadja, maka mereka mengira bahwa tentera jang ada disitu hanjalah tjuma jang diatas bukit itu. Oleh sebab itu mereka
bertekad bulat untuk membinasakan seluruhnja. Dan inilah sebenarnja jang diharapkan oleh Letnan Tirta, jang dengan diam² bergerak mengepung lambung kirinja. Dan pada waktu jang tepat, djuga sudah sangat dekat dengan gerombolan itu, bergemalah tembakan jang menghantam gerombolan itu dari belakang dan sebelah kirinja.
Panik terdjadi. Gerombolan bertebaran petjah mentjari keselamatan dirinja masing2. Satu²-nja djalan jang masih terbuka bagi mereka untuk mengundurkan diri adalah kedjurusan sebelah kanan, jaitu kearah kebun tembakau jang masih ketjil². Dan mereka berhamburan kesana.
Rentjana Letnan Tirta berhasil baik. Karena dikebun jang luas itu lagi mendatar dapat membidik satu persatu gerombolan. Apalagi bulan jang sesobek itu tjukup menguntungkan pasukan Letnan Tirta, sebab tjukup menerangi punggung² gerombolan jang berdjengkerak² lari menjelamatkan diri diantara pohon² tembakau jang masih ketjil pendek itu. Bidikan anak buah Letnan Tirta itu tepat² sadja mengenai sasarannja. Dan kemudian beberapa saat setelah tembakan reda, tubuh² itu tak ada jang bergerak lagi. Tentera setelah menjusun kembali pertahanannja, diam pada tempat stellingnja masing².
Malam kembali sunji. Hampir² tak terlihat lagi bekas² persabungan njawa jang beberapa detik berselang telah berlangsung. Sunji, dan dari kedjauhan kedengaran sajup² ajam berkokok. Fadjar menjembirat disebelah timur. Bulan sabit kian memudar kehilangan seri. Langit jang tadi hitam pekat kini agak membiru djingga. Dan muka² kian putjat, serta pohon² kian lama kian njata bentuk dan ronanja. Surja mendatang.
Tapi Uneb tak sempat memperhatikan semua keindahan ini. Ingatannja melajang² djauh kepada isterinja dan kepada anaknja jang njaris hampir kehilangan ajahnja. Dirabanja topi badja jang telah melindunginja kepalanja dari terdjangan logam 7.7 mm. la mengutjap sjukur kepada Tuhan jang Maha Esa jang_telah menjelamatkan djiwanja. Tapi ia tak tahu bahwa beberapa saat sebelum semua itu terdjadi, Tuhan telah mengabulkan doanja. Anaknja telah lahir dengan selamat. Ia hanja tahu bahwa Anah menanti² kedatangannja.
{{c|―.―}}
{{gambar hilang}}
''Tembakan dibidik dengan baik dan dilepaskan tepat pada saatnja.
Dengan demikian berhasil mendjatuhkan penjerbu satu persatu.....''
{{border|max-width=25em|'''''Mengutjapkan Selamat'''''<br>{{c|{{font-size|150%|'''HARI BURUH'''<br>DARI}}<br>{{font-size|250%|TOKO EUROPA}}}}<br>DJAKARTA<br>
::::BANDUNG<br>
:::::::SEMARANG<br>
{{c|{{font-size|150%|'''TOKO KOTA TUDJUH'''}}<br>Djalan ASIA-AFRIKA-BANDUNG}}
}}<noinclude></noinclude>
qt0c6teobo9pyt8msudpcnydvw80zka
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/189
104
104449
295003
2026-05-14T05:44:21Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295003
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||11}}</noinclude>Ada kalanya {{u|ciri-ciri morfologis}} dapat menolong kita untuk menentukan apa jenis sesuatu kata; namun ini hanya berlaku bagi bahasa-bahasa lain seperti Bahasa Latin dan Bahasa Yunani, bagi BI kurang menolong. 4). Misalnya kita tidak dapat menentukan, bahwa awalan {{u|me-}} dan {{u|ber-}} adalah ciri jenis verbal; hal ini tampak dalam kalimat berikut (masih tipe I) :
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 12em;" | Membaca itu
| style="vertical-align: top; width: 4em; text-align: center;" | //
| style="vertical-align: top; width: 12em;" | baik.
|-
| style="vertical-align: top;" | Berlari itu
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | //
| style="vertical-align: top;" | sehat.
|}
Kata {{u|membaca}} dan {{u|berlari}} disini jelas tergolong jenis nominal. Pasti ada pembaca yang akan memberi contoh kalimat-kalimat (juga tipe I) :
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 12em;" | Orang itu
| style="vertical-align: top; width: 4em; text-align: center;" | //
| style="vertical-align: top; width: 12em;" | membaca.
|-
| style="vertical-align: top;" | Tuti
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | //
| style="vertical-align: top;" | berlari.
|}
dan menyebut {{u|membaca}} dan {{u|berlari}} jenis verbal.
Pendapat ini kami setujui. Hanya kami akan memperkenalkan konsep lain ialah konsep {{u|kewargaan ganda}} (bah. Inggris {{u|multiple class membership}}). Bukan hanya dalam BI, dalam Bahasa Inggris pun terdapat banyak kata-kata yang dalam distribusi tertentu tergolong jeniskata tertentu, dalam distribusi lain tergolong jenis lain.
Sebuah contoh dari Prof. Robins 5) kata Inggris round tergolong pada 5 jeniskata:
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 10em;" | {{u|noun}}
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | :
| style="vertical-align: top; width: 25em;" | {{u|One round is enough.}}
|-
| style="vertical-align: top;" | {{u|verb}}
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | :
| style="vertical-align: top;" | {{u|You round the bend too quickly.}}
|-
| style="vertical-align: top;" | {{u|adjective}}
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | :
| style="vertical-align: top;" | {{u|A round tower.}}
|-
| style="vertical-align: top;" | {{u|adverb}}
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | {{u|He came round.}}
|-
| style="vertical-align: top;" | preposition
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | :
| style="vertical-align: top;" | {{u|He wandered round the town.}}
|}
Juga dalam hal ini {{u|membaca}} dan {{u|berlari}} adalah anggota jenis nominal maupun jenis verbal (kita tak perlu berpikir historis dengan menanyakan mana yang lebih dulu, sebagai anggota nominal atau sebagai anggota verbal. Pikiran demikian baik ditunda untuk tahap analisa kemudian).
Konsep {{u|kewargaan ganda}} atau {{u|multiple class membership}} ini tidak sama dengan konsep {{u|hyperclass.}} 6). {{u|Hyperclass}} adalah rumpun beberapa jeniskata. Dalam bahasa Indonesia boleh dikatakan, bahwa partikel 7) adalah {{u|hyperclass}} dari beberapa jeniskata seperti preposisi, konjungsi dsb. Begitu pula jenis verbal adalah {{u|hyperclass}} dari katakeadaan dan katakerja.
Keanggotaan jeniskata bisa bersifat terbuka, bisa bersifat {{u|tertutup.}} 8)<noinclude></noinclude>
0qpzu07iahhm08rn7n66mwpjauhfb46
295259
295003
2026-05-14T10:20:20Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295259
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||11}}</noinclude>Ada kalanya {{u|ciri-ciri morfologis}} dapat menolong kita untuk menentukan apa jenis sesuatu kata; namun ini hanya berlaku bagi bahasa-bahasa lain seperti Bahasa Latin dan Bahasa Yunani, bagi BI kurang menolong. 4). Misalnya kita tidak dapat menentukan, bahwa awalan {{u|me-}} dan {{u|ber-}} adalah ciri jenis verbal; hal ini tampak dalam kalimat berikut (masih tipe I) :
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 12em;" | Membaca itu
| style="vertical-align: top; width: 4em; text-align: center;" | //
| style="vertical-align: top; width: 12em;" | baik.
|-
| style="vertical-align: top;" | Berlari itu
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | //
| style="vertical-align: top;" | sehat.
|}
Kata {{u|membaca}} dan {{u|berlari}} disini jelas tergolong jenis nominal. Pasti ada pembaca yang akan memberi contoh kalimat-kalimat (juga tipe I) :
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 12em;" | Orang itu
| style="vertical-align: top; width: 4em; text-align: center;" | //
| style="vertical-align: top; width: 12em;" | membaca.
|-
| style="vertical-align: top;" | Tuti
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | //
| style="vertical-align: top;" | berlari.
|}
dan menyebut {{u|membaca}} dan {{u|berlari}} jenis verbal.
Pendapat ini kami setujui. Hanya kami akan memperkenalkan konsep lain ialah konsep {{u|kewargaan ganda}} (bah. Inggris {{u|multiple class membership}}). Bukan hanya dalam BI, dalam Bahasa Inggris pun terdapat banyak kata-kata yang dalam distribusi tertentu tergolong jeniskata tertentu, dalam distribusi lain tergolong jenis lain.
Sebuah contoh dari Prof. Robins 5) kata Inggris round tergolong pada 5 jeniskata:
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 10em;" | {{u|noun}}
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | :
| style="vertical-align: top; width: 25em;" | {{u|One round is enough.}}
|-
| style="vertical-align: top;" | {{u|verb}}
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | :
| style="vertical-align: top;" | {{u|You round the bend too quickly.}}
|-
| style="vertical-align: top;" | {{u|adjective}}
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | :
| style="vertical-align: top;" | {{u|A round tower.}}
|-
| style="vertical-align: top;" | {{u|adverb}}
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top;" | {{u|He came round.}}
|-
| style="vertical-align: top;" | preposition
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | :
| style="vertical-align: top;" | {{u|He wandered round the town.}}
|}
Juga dalam hal ini {{u|membaca}} dan {{u|berlari}} adalah anggota jenis nominal maupun jenis verbal (kita tak perlu berpikir historis dengan menanyakan mana yang lebih dulu, sebagai anggota nominal atau sebagai anggota verbal. Pikiran demikian baik ditunda untuk tahap analisa kemudian).
Konsep {{u|kewargaan ganda}} atau {{u|multiple class membership}} ini tidak sama dengan konsep {{u|hyperclass.}} 6). {{u|Hyperclass}} adalah rumpun beberapa jeniskata. Dalam bahasa Indonesia boleh dikatakan, bahwa partikel 7) adalah {{u|hyperclass}} dari beberapa jeniskata seperti preposisi, konjungsi dsb. Begitu pula jenis verbal adalah {{u|hyperclass}} dari katakeadaan dan katakerja.
Keanggotaan jeniskata bisa bersifat terbuka, bisa bersifat {{u|tertutup.}} 8)<noinclude></noinclude>
16okyjh53ptsakc2ge3z1cohol9ze18
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/116
104
104450
295004
2026-05-14T05:46:08Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
295004
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{border|1=
{{u|<big>''Menghaturkan''</big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''1 SJAWAL 1376.'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big><big><big>'''IKATAN PERKUMPULAN?. TIONGHOA'''</big></big></big>}}
{{c|<big>(Chung Hua Chiao Thuan Tsung Hui)</big>}}
{{c|<big>'''DJL. RAYA MANGGA BESAR 73'''</big>}}
{{c|<big>'''Tilpun No. 27'''</big>}}
{{c|<big>'''DJAKARTA - KOTA.'''</big>}}
}}
{{border|1=
{{c|<big><big><big>'''HERENKLEDING 8 MODEMAGAZIN'''</big></big></big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''M. DE KONING'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big>'''DJL. NUSANTARA 17 - TELPF. G. 591'''</big>}}
{{c|<big>'''DJAKARTA.'''</big>}}
{{c|<big>|'''|''''''|'''|</big>}}
Leverancier Tentara, Angkatan Darat
{{gap}}Special untuk pakaian dan perlengkapan militer jang representatif.
{{gap}}{{gap}}Kwalitet istimewa dari bahan-bahan jang bermutu tinggi.
{{gap}}{{gap}}{{gap}}Memberi djaminan dan kepuasan atas ladenan jang diingini.
}}<noinclude></noinclude>
0si69kaukze7j13w3eaewo2bk4r98rc
295005
295004
2026-05-14T05:46:25Z
Link PB
26772
295005
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{border|1=
{{u|<big>''Menghaturkan''</big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''1 SJAWAL 1376.'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big><big><big>'''IKATAN PERKUMPULAN?. TIONGHOA'''</big></big></big>}}
{{c|<big>(Chung Hua Chiao Thuan Tsung Hui)</big>}}
{{c|<big>'''DJL. RAYA MANGGA BESAR 73'''</big>}}
{{c|<big>'''Tilpun No. 27'''</big>}}
{{c|<big>'''DJAKARTA - KOTA.'''</big>}}
}}
{{border|1=
{{c|<big><big><big>'''HERENKLEDING & MODEMAGAZIN'''</big></big></big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''M. DE KONING'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big>'''DJL. NUSANTARA 17 - TELPF. G. 591'''</big>}}
{{c|<big>'''DJAKARTA.'''</big>}}
{{c|<big>|'''|''''''|'''|</big>}}
Leverancier Tentara, Angkatan Darat
{{gap}}Special untuk pakaian dan perlengkapan militer jang representatif.
{{gap}}{{gap}}Kwalitet istimewa dari bahan-bahan jang bermutu tinggi.
{{gap}}{{gap}}{{gap}}Memberi djaminan dan kepuasan atas ladenan jang diingini.
}}<noinclude></noinclude>
b7fvoj968jqqh22s0mce6jt9y18h9p5
295006
295005
2026-05-14T05:46:49Z
Link PB
26772
295006
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{border|1=
{{u|<big>''Menghaturkan''</big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''1 SJAWAL 1376.'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big><big><big>'''IKATAN PERKUMPULAN?. TIONGHOA'''</big></big></big>}}
{{c|<big>(Chung Hua Chiao Thuan Tsung Hui)</big>}}
{{c|<big>'''DJL. RAYA MANGGA BESAR 73'''</big>}}
{{c|<big>'''Tilpun No. 27'''</big>}}
{{c|<big>'''DJAKARTA - KOTA.'''</big>}}
}}
{{border|1=
{{c|<big><big><big>'''HERENKLEDING & MODEMAGAZIN'''</big></big></big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''M. DE KONING'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big>'''DJL. NUSANTARA 17 - TELPF. G. 591'''</big>}}
{{c|<big>'''DJAKARTA.'''</big>}}
{{c|<big>|'''|''''''|'''|</big>}}
Leverancier Tentara, Angkatan Darat<br>
{{gap}}Special untuk pakaian dan perlengkapan militer jang representatif.<br>
{{gap}}{{gap}}Kwalitet istimewa dari bahan-bahan jang bermutu tinggi.<br>
{{gap}}{{gap}}{{gap}}Memberi djaminan dan kepuasan atas ladenan jang diingini.
}}<noinclude></noinclude>
fv9m4nvf971dvqdb029u1cn4653wkz9
295008
295006
2026-05-14T05:47:16Z
Link PB
26772
295008
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{border|1=
{{u|<big>''Menghaturkan''</big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''1 SJAWAL 1376.'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big><big><big>'''IKATAN PERKUMPULAN?. TIONGHOA'''</big></big></big>}}
{{c|<big>(Chung Hua Chiao Thuan Tsung Hui)</big>}}
{{c|<big>'''DJL. RAYA MANGGA BESAR 73'''</big>}}
{{c|<big>'''Tilpun No. 27'''</big>}}
{{c|<big>'''DJAKARTA - KOTA.'''</big>}}
}}
{{border|1=
{{c|<big><big><big>'''HERENKLEDING & MODEMAGAZIN'''</big></big></big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''M. DE KONING'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big>'''DJL. NUSANTARA 17 - TELPF. G. 591'''</big>}}
{{c|<big>'''DJAKARTA.'''</big>}}
{{c||'''|''''''|'''|}}
Leverancier Tentara, Angkatan Darat<br>
{{gap}}Special untuk pakaian dan perlengkapan militer jang representatif.<br>
{{gap}}{{gap}}Kwalitet istimewa dari bahan-bahan jang bermutu tinggi.<br>
{{gap}}{{gap}}{{gap}}Memberi djaminan dan kepuasan atas ladenan jang diingini.
}}<noinclude></noinclude>
tqo03v8d8l7xqblok514bgcwn5w1849
295010
295008
2026-05-14T05:47:31Z
Link PB
26772
295010
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{border|1=
{{u|<big>''Menghaturkan''</big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''1 SJAWAL 1376.'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big><big><big>'''IKATAN PERKUMPULAN?. TIONGHOA'''</big></big></big>}}
{{c|<big>(Chung Hua Chiao Thuan Tsung Hui)</big>}}
{{c|<big>'''DJL. RAYA MANGGA BESAR 73'''</big>}}
{{c|<big>'''Tilpun No. 27'''</big>}}
{{c|<big>'''DJAKARTA - KOTA.'''</big>}}
}}
{{border|1=
{{c|<big><big><big>'''HERENKLEDING & MODEMAGAZIN'''</big></big></big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''M. DE KONING'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big>'''DJL. NUSANTARA 17 - TELPF. G. 591'''</big>}}
{{c|<big>'''DJAKARTA.'''</big>}}
{{c||'''||'''|}}
Leverancier Tentara, Angkatan Darat<br>
{{gap}}Special untuk pakaian dan perlengkapan militer jang representatif.<br>
{{gap}}{{gap}}Kwalitet istimewa dari bahan-bahan jang bermutu tinggi.<br>
{{gap}}{{gap}}{{gap}}Memberi djaminan dan kepuasan atas ladenan jang diingini.
}}<noinclude></noinclude>
nsvewlsyxc6ol6quzj1nti89mao74pm
295013
295010
2026-05-14T05:48:01Z
Link PB
26772
295013
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{border|1=
{{u|<big>''Menghaturkan''</big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''1 SJAWAL 1376.'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big><big><big>'''IKATAN PERKUMPULAN?. TIONGHOA'''</big></big></big>}}
{{c|<big>(Chung Hua Chiao Thuan Tsung Hui)</big>}}
{{c|<big>'''DJL. RAYA MANGGA BESAR 73'''</big>}}
{{c|<big>'''Tilpun No. 27'''</big>}}
{{c|<big>'''DJAKARTA - KOTA.'''</big>}}
}}
{{border|1=
{{c|<big><big><big>'''HERENKLEDING & MODEMAGAZIN'''</big></big></big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''M. DE KONING'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big>'''DJL. NUSANTARA 17 - TELPF. G. 591'''</big>}}
{{c|<big>'''DJAKARTA.'''</big>}}
{{c|||||}}
Leverancier Tentara, Angkatan Darat<br>
{{gap}}Special untuk pakaian dan perlengkapan militer jang representatif.<br>
{{gap}}{{gap}}Kwalitet istimewa dari bahan-bahan jang bermutu tinggi.<br>
{{gap}}{{gap}}{{gap}}Memberi djaminan dan kepuasan atas ladenan jang diingini.
}}<noinclude></noinclude>
nm0r4n9eijmxq4yoj0z506ox0yqjucq
295014
295013
2026-05-14T05:48:34Z
Link PB
26772
295014
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{border|1=
{{u|<big>''Menghaturkan''</big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''1 SJAWAL 1376.'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big><big><big>'''IKATAN PERKUMPULAN?. TIONGHOA'''</big></big></big>}}
{{c|<big>(Chung Hua Chiao Thuan Tsung Hui)</big>}}
{{c|<big>'''DJL. RAYA MANGGA BESAR 73'''</big>}}
{{c|<big>'''Tilpun No. 27'''</big>}}
{{c|<big>'''DJAKARTA - KOTA.'''</big>}}
}}
{{border|1=
{{c|<big><big><big>'''HERENKLEDING & MODEMAGAZIN'''</big></big></big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''M. DE KONING'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big>'''DJL. NUSANTARA 17 - TELPF. G. 591'''</big>}}
{{c|<big>'''DJAKARTA.'''</big>}}
<center>|'''||'''|</center>
Leverancier Tentara, Angkatan Darat<br>
{{gap}}Special untuk pakaian dan perlengkapan militer jang representatif.<br>
{{gap}}{{gap}}Kwalitet istimewa dari bahan-bahan jang bermutu tinggi.<br>
{{gap}}{{gap}}{{gap}}Memberi djaminan dan kepuasan atas ladenan jang diingini.
}}<noinclude></noinclude>
b679p55sggc9gdo9cu5zcfyepb92ah6
295015
295014
2026-05-14T05:49:09Z
Link PB
26772
295015
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{border|1=
{{u|<big>''Menghaturkan''</big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''1 SJAWAL 1376.'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big><big><big>'''IKATAN PERKUMPULAN?. TIONGHOA'''</big></big></big>}}
{{c|<big>(Chung Hua Chiao Thuan Tsung Hui)</big>}}
{{c|<big>'''DJL. RAYA MANGGA BESAR 73'''</big>}}
{{c|<big>'''Tilpun No. 27'''</big>}}
{{c|<big>'''DJAKARTA - KOTA.'''</big>}}
}}
{{border|1=
{{c|<big><big><big>'''HERENKLEDING & MODEMAGAZIN'''</big></big></big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''M. DE KONING'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big>'''DJL. NUSANTARA 17 - TELPF. G. 591'''</big>}}
{{c|<big>'''DJAKARTA.'''</big>}}
<center>||||</center>
Leverancier Tentara, Angkatan Darat<br>
{{gap}}Special untuk pakaian dan perlengkapan militer jang representatif.<br>
{{gap}}{{gap}}Kwalitet istimewa dari bahan-bahan jang bermutu tinggi.<br>
{{gap}}{{gap}}{{gap}}Memberi djaminan dan kepuasan atas ladenan jang diingini.
}}<noinclude></noinclude>
dv3g4639cmqn0taokj9rg16n51joqrf
295017
295015
2026-05-14T05:49:25Z
Link PB
26772
295017
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{border|1=
{{u|<big>''Menghaturkan''</big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''1 SJAWAL 1376.'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big><big><big>'''IKATAN PERKUMPULAN?. TIONGHOA'''</big></big></big>}}
{{c|<big>(Chung Hua Chiao Thuan Tsung Hui)</big>}}
{{c|<big>'''DJL. RAYA MANGGA BESAR 73'''</big>}}
{{c|<big>'''Tilpun No. 27'''</big>}}
{{c|<big>'''DJAKARTA - KOTA.'''</big>}}
}}
{{border|1=
{{c|<big><big><big>'''HERENKLEDING & MODEMAGAZIN'''</big></big></big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''M. DE KONING'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big>'''DJL. NUSANTARA 17 - TELPF. G. 591'''</big>}}
{{c|<big>'''DJAKARTA.'''</big>}}
<center>"||||"</center>
Leverancier Tentara, Angkatan Darat<br>
{{gap}}Special untuk pakaian dan perlengkapan militer jang representatif.<br>
{{gap}}{{gap}}Kwalitet istimewa dari bahan-bahan jang bermutu tinggi.<br>
{{gap}}{{gap}}{{gap}}Memberi djaminan dan kepuasan atas ladenan jang diingini.
}}<noinclude></noinclude>
jdosjvynjrwldi3xs2d6outnm6ux9lv
295018
295017
2026-05-14T05:50:14Z
Link PB
26772
295018
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{border|1=
{{u|<big>''Menghaturkan''</big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''1 SJAWAL 1376.'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big><big><big>'''IKATAN PERKUMPULAN?. TIONGHOA'''</big></big></big>}}
{{c|<big>(Chung Hua Chiao Thuan Tsung Hui)</big>}}
{{c|<big>'''DJL. RAYA MANGGA BESAR 73'''</big>}}
{{c|<big>'''Tilpun No. 27'''</big>}}
{{c|<big>'''DJAKARTA - KOTA.'''</big>}}
}}
{{border|1=
{{c|<big><big><big>'''HERENKLEDING & MODEMAGAZIN'''</big></big></big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''M. DE KONING'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big>'''DJL. NUSANTARA 17 - TELPF. G. 591'''</big>}}
{{c|<big>'''DJAKARTA.'''</big>}}
<center>|||</center>
Leverancier Tentara, Angkatan Darat<br>
{{gap}}Special untuk pakaian dan perlengkapan militer jang representatif.<br>
{{gap}}{{gap}}Kwalitet istimewa dari bahan-bahan jang bermutu tinggi.<br>
{{gap}}{{gap}}{{gap}}Memberi djaminan dan kepuasan atas ladenan jang diingini.
}}<noinclude></noinclude>
jpmpcohr5rq2s5i4vy018y1j4jovixh
295019
295018
2026-05-14T05:50:35Z
Link PB
26772
295019
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{border|1=
{{u|<big>''Menghaturkan''</big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''1 SJAWAL 1376.'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big><big><big>'''IKATAN PERKUMPULAN?. TIONGHOA'''</big></big></big>}}
{{c|<big>(Chung Hua Chiao Thuan Tsung Hui)</big>}}
{{c|<big>'''DJL. RAYA MANGGA BESAR 73'''</big>}}
{{c|<big>'''Tilpun No. 27'''</big>}}
{{c|<big>'''DJAKARTA - KOTA.'''</big>}}
}}
{{border|1=
{{c|<big><big><big>'''HERENKLEDING & MODEMAGAZIN'''</big></big></big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''M. DE KONING'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big>'''DJL. NUSANTARA 17 - TELPF. G. 591'''</big>}}
{{c|<big>'''DJAKARTA.'''</big>}}
|||
Leverancier Tentara, Angkatan Darat<br>
{{gap}}Special untuk pakaian dan perlengkapan militer jang representatif.<br>
{{gap}}{{gap}}Kwalitet istimewa dari bahan-bahan jang bermutu tinggi.<br>
{{gap}}{{gap}}{{gap}}Memberi djaminan dan kepuasan atas ladenan jang diingini.
}}<noinclude></noinclude>
jeehjnfs60264qbatk2s5lxacalwln6
295020
295019
2026-05-14T05:50:47Z
Link PB
26772
295020
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{border|1=
{{u|<big>''Menghaturkan''</big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''1 SJAWAL 1376.'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big><big><big>'''IKATAN PERKUMPULAN?. TIONGHOA'''</big></big></big>}}
{{c|<big>(Chung Hua Chiao Thuan Tsung Hui)</big>}}
{{c|<big>'''DJL. RAYA MANGGA BESAR 73'''</big>}}
{{c|<big>'''Tilpun No. 27'''</big>}}
{{c|<big>'''DJAKARTA - KOTA.'''</big>}}
}}
{{border|1=
{{c|<big><big><big>'''HERENKLEDING & MODEMAGAZIN'''</big></big></big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''M. DE KONING'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big>'''DJL. NUSANTARA 17 - TELPF. G. 591'''</big>}}
{{c|<big>'''DJAKARTA.'''</big>}}
Leverancier Tentara, Angkatan Darat<br>
{{gap}}Special untuk pakaian dan perlengkapan militer jang representatif.<br>
{{gap}}{{gap}}Kwalitet istimewa dari bahan-bahan jang bermutu tinggi.<br>
{{gap}}{{gap}}{{gap}}Memberi djaminan dan kepuasan atas ladenan jang diingini.
}}<noinclude></noinclude>
nc7g8xmg3bgzieqyc9wbevmv0nqq2h9
295022
295020
2026-05-14T05:51:06Z
Link PB
26772
295022
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{border|1=
{{u|<big>''Menghaturkan''</big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''1 SJAWAL 1376.'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big><big><big>'''IKATAN PERKUMPULAN?. TIONGHOA'''</big></big></big>}}
{{c|<big>(Chung Hua Chiao Thuan Tsung Hui)</big>}}
{{c|<big>'''DJL. RAYA MANGGA BESAR 73'''</big>}}
{{c|<big>'''Tilpun No. 27'''</big>}}
{{c|<big>'''DJAKARTA - KOTA.'''</big>}}
}}
{{border|1=
{{c|<big><big><big>'''HERENKLEDING & MODEMAGAZIN'''</big></big></big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''M. DE KONING'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big>'''DJL. NUSANTARA 17 - TELPF. G. 591'''</big>}}
{{c|<big>'''DJAKARTA.'''</big>}}
||||
Leverancier Tentara, Angkatan Darat<br>
{{gap}}Special untuk pakaian dan perlengkapan militer jang representatif.<br>
{{gap}}{{gap}}Kwalitet istimewa dari bahan-bahan jang bermutu tinggi.<br>
{{gap}}{{gap}}{{gap}}Memberi djaminan dan kepuasan atas ladenan jang diingini.
}}<noinclude></noinclude>
qquk16hwfvmg89ho7eykrs526mvgti6
295024
295022
2026-05-14T05:51:29Z
Link PB
26772
295024
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{border|1=
{{u|<big>''Menghaturkan''</big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''1 SJAWAL 1376.'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big><big><big>'''IKATAN PERKUMPULAN?. TIONGHOA'''</big></big></big>}}
{{c|<big>(Chung Hua Chiao Thuan Tsung Hui)</big>}}
{{c|<big>'''DJL. RAYA MANGGA BESAR 73'''</big>}}
{{c|<big>'''Tilpun No. 27'''</big>}}
{{c|<big>'''DJAKARTA - KOTA.'''</big>}}
}}
{{border|1=
{{c|<big><big><big>'''HERENKLEDING & MODEMAGAZIN'''</big></big></big>}}
{{c|<big><big><big><big>'''M. DE KONING'''</big></big></big></big>}}
{{c|<big>'''DJL. NUSANTARA 17 - TELPF. G. 591'''</big>}}
{{c|<big>'''DJAKARTA.'''</big>}}
Leverancier Tentara, Angkatan Darat<br>
{{gap}}Special untuk pakaian dan perlengkapan militer jang representatif.<br>
{{gap}}{{gap}}Kwalitet istimewa dari bahan-bahan jang bermutu tinggi.<br>
{{gap}}{{gap}}{{gap}}Memberi djaminan dan kepuasan atas ladenan jang diingini.
}}<noinclude></noinclude>
3wh7wwrnrlmtzcgbpcukeibxdpnziag
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/190
104
104451
295007
2026-05-14T05:46:56Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295007
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>Jeniskata terbuka adalah jeniskata yang keanggotaannya tak terbatas, berbeda-beda dari waktu kewaktu dan dari pemakai bahasa yang satu ke yang lain. Jeniskata tertutup keanggotaannya terbatas, jarang berubah. Jeniskata Bahasa Indonesia pada umumnya bersifat terbuka.
Penyelidikan tentang jeniskata dapat diperdalam dengan meneliti anak-anak jenis nominal, verbal dan partikel - tentu saja dengan memperhatikan perilaku sintaksisnya.
Dengan mendalamnya pengetahuan kita tentang jeniskata dalam suatu bahasa, akan jelaslah, bahwa apa yang disebut jeniskata itu tak lebih daripada kategori gramatikal yang tak ada hubungannya dengan benda-benda atau peristiwa-peristiwa alami.
Memang dalam hal memisahkan kenyataan linguistik dari kenyataan ekstra-linguistik inilah letak perbedaan metode kita dengan metode yang selama ini dipergunakan untuk mendalami Bahasa Indonesia.
{{rh||- - - - - -}}
<u>{{sp|Catatan}}</u>
- Dalam karangan ini masih tampak kekacauan penggunaan istilah. Demi jelasnya uraian sengaja kami tidak meninggalkan istilah-istilah tradisionil. Tetapi untuk penelitian dan pendalaman lanjutnya rupanya penggunaan 4 istilah baru perlu kami usulkan:
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 14em;" | <u>Istilah baru</u>
| style="vertical-align: top; width: 14em;" | <u>Istilah Inggris</u>
| style="vertical-align: top; width: 14em;" | <u>istilah lama</u>
|-
| style="vertical-align: top;" | wargakata
| style="vertical-align: top;" | wordclass
| style="vertical-align: top;" | jeniskata
|-
| style="vertical-align: top;" | anuwarga
| style="vertical-align: top;" | subclass
| style="vertical-align: top;" | anakjenis (?)
|-
| style="vertical-align: top;" | atiwarga
| style="vertical-align: top;" | hyperclass
| style="vertical-align: top;" | -
|-
| style="vertical-align: top;" | kewargaan ganda
| style="vertical-align: top;" | multiple class membership
| style="vertical-align: top;" | -
|}
Pembaruan istilah-istilah wargakata sendiri kami serahkan kepada penyelidik lain.
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | 1.
| style="vertical-align: top;" | Lihat R.H. Robins, M.A., <u>Ancient and mediaeval grammatical theory in Europe with particular reference to modern linguistic doctrine</u>. G. Bell & Sons Ltd. London 1951.
|}<noinclude></noinclude>
erc9sqzlpqkv75nqwxevj2iuzsobyaf
295009
295007
2026-05-14T05:47:22Z
Upiak Ituih
27011
295009
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||12}}</noinclude>Jeniskata terbuka adalah jeniskata yang keanggotaannya tak terbatas, berbeda-beda dari waktu kewaktu dan dari pemakai bahasa yang satu ke yang lain. Jeniskata tertutup keanggotaannya terbatas, jarang berubah. Jeniskata Bahasa Indonesia pada umumnya bersifat terbuka.
Penyelidikan tentang jeniskata dapat diperdalam dengan meneliti anak-anak jenis nominal, verbal dan partikel - tentu saja dengan memperhatikan perilaku sintaksisnya.
Dengan mendalamnya pengetahuan kita tentang jeniskata dalam suatu bahasa, akan jelaslah, bahwa apa yang disebut jeniskata itu tak lebih daripada kategori gramatikal yang tak ada hubungannya dengan benda-benda atau peristiwa-peristiwa alami.
Memang dalam hal memisahkan kenyataan linguistik dari kenyataan ekstra-linguistik inilah letak perbedaan metode kita dengan metode yang selama ini dipergunakan untuk mendalami Bahasa Indonesia.
{{rh||- - - - - -}}
<u>{{sp|Catatan}}</u>
- Dalam karangan ini masih tampak kekacauan penggunaan istilah. Demi jelasnya uraian sengaja kami tidak meninggalkan istilah-istilah tradisionil. Tetapi untuk penelitian dan pendalaman lanjutnya rupanya penggunaan 4 istilah baru perlu kami usulkan:
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 14em;" | <u>Istilah baru</u>
| style="vertical-align: top; width: 14em;" | <u>Istilah Inggris</u>
| style="vertical-align: top; width: 14em;" | <u>istilah lama</u>
|-
| style="vertical-align: top;" | wargakata
| style="vertical-align: top;" | wordclass
| style="vertical-align: top;" | jeniskata
|-
| style="vertical-align: top;" | anuwarga
| style="vertical-align: top;" | subclass
| style="vertical-align: top;" | anakjenis (?)
|-
| style="vertical-align: top;" | atiwarga
| style="vertical-align: top;" | hyperclass
| style="vertical-align: top;" | -
|-
| style="vertical-align: top;" | kewargaan ganda
| style="vertical-align: top;" | multiple class membership
| style="vertical-align: top;" | -
|}
Pembaruan istilah-istilah wargakata sendiri kami serahkan kepada penyelidik lain.
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | 1.
| style="vertical-align: top;" | Lihat R.H. Robins, M.A., <u>Ancient and mediaeval grammatical theory in Europe with particular reference to modern linguistic doctrine</u>. G. Bell & Sons Ltd. London 1951.
|}<noinclude></noinclude>
lqjsooiij16t23v7s3k2qijbgdcwfyk
295262
295009
2026-05-14T10:20:55Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295262
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||12}}</noinclude>Jeniskata terbuka adalah jeniskata yang keanggotaannya tak terbatas, berbeda-beda dari waktu kewaktu dan dari pemakai bahasa yang satu ke yang lain. Jeniskata tertutup keanggotaannya terbatas, jarang berubah. Jeniskata Bahasa Indonesia pada umumnya bersifat terbuka.
Penyelidikan tentang jeniskata dapat diperdalam dengan meneliti anak-anak jenis nominal, verbal dan partikel - tentu saja dengan memperhatikan perilaku sintaksisnya.
Dengan mendalamnya pengetahuan kita tentang jeniskata dalam suatu bahasa, akan jelaslah, bahwa apa yang disebut jeniskata itu tak lebih daripada kategori gramatikal yang tak ada hubungannya dengan benda-benda atau peristiwa-peristiwa alami.
Memang dalam hal memisahkan kenyataan linguistik dari kenyataan ekstra-linguistik inilah letak perbedaan metode kita dengan metode yang selama ini dipergunakan untuk mendalami Bahasa Indonesia.
{{rh||- - - - - -}}
<u>{{sp|Catatan}}</u>
- Dalam karangan ini masih tampak kekacauan penggunaan istilah. Demi jelasnya uraian sengaja kami tidak meninggalkan istilah-istilah tradisionil. Tetapi untuk penelitian dan pendalaman lanjutnya rupanya penggunaan 4 istilah baru perlu kami usulkan:
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 14em;" | <u>Istilah baru</u>
| style="vertical-align: top; width: 14em;" | <u>Istilah Inggris</u>
| style="vertical-align: top; width: 14em;" | <u>istilah lama</u>
|-
| style="vertical-align: top;" | wargakata
| style="vertical-align: top;" | wordclass
| style="vertical-align: top;" | jeniskata
|-
| style="vertical-align: top;" | anuwarga
| style="vertical-align: top;" | subclass
| style="vertical-align: top;" | anakjenis (?)
|-
| style="vertical-align: top;" | atiwarga
| style="vertical-align: top;" | hyperclass
| style="vertical-align: top;" | -
|-
| style="vertical-align: top;" | kewargaan ganda
| style="vertical-align: top;" | multiple class membership
| style="vertical-align: top;" | -
|}
Pembaruan istilah-istilah wargakata sendiri kami serahkan kepada penyelidik lain.
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | 1.
| style="vertical-align: top;" | Lihat R.H. Robins, M.A., <u>Ancient and mediaeval grammatical theory in Europe with particular reference to modern linguistic doctrine</u>. G. Bell & Sons Ltd. London 1951.
|}<noinclude></noinclude>
62p14nsvg2321o7po3wfp6ilnyzdkrn
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/974
104
104452
295011
2026-05-14T05:47:38Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
295011
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>{{hwe|kan|diperlukan}} lagi seorang pemegang g.t.- g.r. lain seperti djuru-bajar.
Akan tetapi kenjataan adalah berlainan. Seperti pernah diuraikan, pemegang g.t.g.r. tidak terbatas. Mengingat teori jg diuraikan tadi, timbul pertanjaan: mengapa sekarang ini pemegang g.t.g.r. dalam kalangan Angkatan Perang timbul seperti djamur dimusim hudjan? Hal ini dapat dilihat dari laporan<sup>2</sup> bulanan para P.K.M. Bendaharawan. Sebagai sebab dapat dikemukakan antara lain:
<ol type="a">
<li>keadaan jang memaksa disebabkan kurang lantjarnja soal<sup>2</sup> supply sehingga tidak djarang timbul kekurangan<sup>2</sup>.</li>
<li>terlambatnja atau lamanja pertolongan dari Dinas<sup>2</sup> Perawatan lainnja.</li>
<li>dislokasi pasukan<sup>2</sup> jang mempersukar perawatan dan perhubungan.</li>
<li>keteledoran (gemakzucht) baik dari P.K.M. maupun dari jang dirawat.</li></ol>
Adapun hal<sup>2</sup> jang kurang menguntungkan karena banjaknja pemegang g.t.g.r. ialah:
<ol type="a">
<li>'''Besarnja djumlah uang jang belum dipertanggung-djawabkan.''' Djumlah ini pada waktu sekarang makin lama makin besar. Djuga terdjadi bahwa uang g.t.g.r. dari 3 atau 4 tahun jang lalu hingga sekarang belum dipertanggung-djawabkan pula. Hal ini disebabkan antara lain:
::{{Hanging indent|2em|a. 1. Para pemegang g.t.g.r. belum paham betul tentang peraturan<sup>2</sup> jang bersangkutan sehingga pertanggungan-djawab ditolak oleh P.K.M.}}
::{{Hanging indent|2em|a. 2. Para pemegang g.t.g.r. terlalu sibuk dengan tugasnja sendiri sehingga waktu untuk membuat pertanggungan-djawab tidak ada.}}
::{{Hanging indent|2em|a. 3. sukarnja perhubungan dan djauhnja letak tempat masing<sup>2</sup> sehingga memperlambat penjelesaian pertanggungandjawab.}}</li>
<li>'''Mengurangi daja-guna (efficiency)'''. Karena penundjukan pemegang g.t.g.r. tidak berdasarkan pertimbangan<sup>2</sup> jang masak, besar kemungkinan g.t.g.r. jang diberikan adalah tidak pada tempatnja, sehingga mempermudah dipersalahgunakan. biasanja djika mengadakan permintaan g.t.g.r., maka djumlah jang diminta selalu lebih besar daripada djumlah jang diperlukan. Maka dengan demikian mudah terdjadi adanja persediaan uang jang kurang tepat dipergunakannja.</li>
<li>'''Memberatkan P.K.M.''' Seperti telah diuraikan maka dengan banjaknja pemegang g.t.g.r. memberatkan tanggung-djawab P.K.M. Djelasnja ialah demikian: djika dalam djangka waktu tertentu pertanggungan-djawab tidak masuk djuga, maka djumlah tersebut dibebankan kepada P.K.M. dan dipotongnja dari gadji sebagai angsuran. Djika seorang pemegang g.t.g.r. menghilangkan uangnja atau melarikan diri, maka oleh Dewan Pengawasan Keuangan sebagai Hakim Administrasi, kerugian itu dibebankan kepada P.K.M. untuk pertama kalinja.</li></ol>
Dari uraian ini djelaslah bahwa peraturan lama jang menentukan bahwa seorang pemegang g.t.g.r. harus mendapat pengangkatan dari jang berwadjib perlu kita pertahankan. Maka soal penundjukan seorang pemegang g.t.g.r. harus dikerdjakan seteliti-telitinja dan dipertimbangkan semasak-masaknja, tentang perlu atau tidaknja. Keadaan jang istimewa, sebaiknja harus kita djaga dengan sungguh<sup>2</sup> djangan sampai mendjadi kebiasaan. Maka sebaiknja djumlah pemegang g.t.g.r. kita batasi, dan soal keuangan kita serahkan seluruhnja kepada P.K.M. djika mungkin.
Hal jang demikian tidak berarti bahwa kita memberatkan tugas P.K.M., tetapi bahkan meringankan. Hanja perlu mendapat perhatian pula, chususnja para Komandan/Kepala Dinas jaitu untuk kerdja-sama seerat-eratnja. Artinja, dalam segala tindakan<sup>2</sup> jang mengakibatkan pengeluaran, adakanlah pertukaran-fikiran dahulu dengan P.K.M., seperti halnja dengan tugas<sup>2</sup> operasi jang dinamakan brieving. Pula sebaiknja diusahakan supaja perintah<sup>2</sup> jang simpang-siur dibatasi, sehingga tidak mengatjaukan administrasi P.K.M. Dengan demikian kesanggupan P.K.M. untuk merawat pasukannja akan bertambah. Dalam soal ini dapat dipegang sebagai pedoman bahwa administrasi adalah flexible dan dapat disesuaikan dengan keadaan<sup>2</sup> baru. Maka djika timbul suatu kesulitan dapat ditjarikan penjelesaian bersama-sama dahulu, sebelum mengambil tindakan<sup>2</sup> jang extreem.
Walaupun demikian harus kita akui bahwa tidak semua kesulitan<sup>2</sup> dapat diatasi dengan peraturan<sup>2</sup> seperti halnja dengan KASBON.
Dengan uraian ini dimaksud sekedar memberikan gambaran<sup>2</sup> tentang administrasi. Dengan bertambahnja beberapa pengertian, walaupun setjara singkat diharapkan dapat membantu kita sekalian dalam melakukan tugas kita.<br>
<br>
{{rule|10em}}
<br><br>
{{border|maxwidth=20em|bthickness=1px|align=center|padding=20px|
{{c|{{xxx-larger|'''EVEREADY'''}}}}
{{c|{{larger|trade-mark}}}}
{{left|{{x-larger|FLASHLIGHTS}}|offset=4em}}
{{left|{{x-larger|BATTERIES,}}|offset=8em}}
{{left|{{x-larger|BULBS,}}|offset=12em}}<br>
{{c|{{larger|'''Nasional Carbon Co.<br>(Java) Ltd. Djakarta'''}}}}
}}<noinclude>{{rh|20}}</noinclude>
pt93qtbz0lvm43o303oya8ou02fp5o0
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/191
104
104453
295016
2026-05-14T05:49:22Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295016
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||13}}</noinclude>Pembaca yang tertarik kepada teori-teori Plato dan Aristoteles dalam bidang tatabahasa dipersilakan melihat:
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2em;"
| style="vertical-align: top; width: 8em;" | Plato
| style="vertical-align: top;" | <u>Kratylos</u>.
|-
| style="vertical-align: top;" | Aristoteles
| style="vertical-align: top;" | <u>Kategoriae</u> pasal 2, 4, 7.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <u>De Interpretatione</u> pasal 1 sampai 5.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <u>Rhetorika</u> bab 3, pasal 2.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <u>Poetika</u> pasal 19 sampai 21.
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | 2.
| style="vertical-align: top;" | Lihat misalnya George O. Curme <u>English grammar</u>. Barnes & Noble Inc. New York. Reprinted 1966. hal 11.
|-
| style="vertical-align: top;" | 3.
| style="vertical-align: top;" | Dalam buku MAK Halliday, Angus McIntosh, Peter Strevens <u>The Linguistic Sciences and language teaching</u>. Longmans, Green & Co: London. New Impression 1966. hal. 77 diberikan klasifikasi yang menarik; mereka mengatakan; <u>"The variety according to user is a DIALECT; the variety according to use a REGISTER"</u>. Kita masih harus menyelidiki kekongkritan register dalam suatu bahasa.
|-
| style="vertical-align: top;" | 4.
| style="vertical-align: top;" | Untuk Bahasa Inggris lihat H.A. Gleason jr. <u>An introduction to descriptive linguistics</u>. Holt, Rinehart & Winston. New York. Revised edition 1961 hal. 92 - 96.
|-
| style="vertical-align: top;" | 5.
| style="vertical-align: top;" | R.H. Robins <u>General linguistics, an introductory survey</u>. Longmans, Green & Co. London. 4 th impresion 1967. hal.229.
|-
| style="vertical-align: top;" | 6.
| style="vertical-align: top;" | Benjamin Elson, Velma Pickett <u>An introduction to morphology and syntax</u>. Summer Institute of Linguistics. Santa Ana, Calif. 2nd edition 1964. hal. 142.
|-
| style="vertical-align: top;" | 7.
| style="vertical-align: top;" | A.M. Moeliono <u>On grammatical categories in Indonesian</u>. Thesis Cornell University 1965.hal. 19 dst.
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em;"
| style="vertical-align: top; width: 6em;" | idem
| style="vertical-align: top;" | <u>Suatu reorientasi dalam tatabahasa Indonesia</u>. Siposium bahasa dan kesusastraan Indonesia. Lembaga Bahasa dan Kesusastraan. Djakarta 1966. hal. 38
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | 8.
| style="vertical-align: top;" | o.c. RH Robins hal. 230.
|}
dan Benjamin Elson et al, hal. 144.
{| style="width: 100%; border-collapse: collapse;"
| style="width: 50%;" |
| style="width: 50%; text-align: right; padding-right: 2em; padding-top: 2em; line-height: 1.6;" | Jakarta, 10 Maret 1968.
|}<noinclude></noinclude>
dl8rjaycxftz7jlcb1n7nqs0nfa2twx
295265
295016
2026-05-14T10:22:16Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295265
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||13}}</noinclude>Pembaca yang tertarik kepada teori-teori Plato dan Aristoteles dalam bidang tatabahasa dipersilakan melihat:
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2em;"
| style="vertical-align: top; width: 8em;" | Plato
| style="vertical-align: top;" | <u>Kratylos</u>.
|-
| style="vertical-align: top;" | Aristoteles
| style="vertical-align: top;" | <u>Kategoriae</u> pasal 2, 4, 7.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <u>De Interpretatione</u> pasal 1 sampai 5.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <u>Rhetorika</u> bab 3, pasal 2.
|-
|
| style="vertical-align: top;" | <u>Poetika</u> pasal 19 sampai 21.
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | 2.
| style="vertical-align: top;" | Lihat misalnya George O. Curme <u>English grammar</u>. Barnes & Noble Inc. New York. Reprinted 1966. hal 11.
|-
| style="vertical-align: top;" | 3.
| style="vertical-align: top;" | Dalam buku MAK Halliday, Angus McIntosh, Peter Strevens <u>The Linguistic Sciences and language teaching</u>. Longmans, Green & Co: London. New Impression 1966. hal. 77 diberikan klasifikasi yang menarik; mereka mengatakan; <u>"The variety according to user is a DIALECT; the variety according to use a REGISTER"</u>. Kita masih harus menyelidiki kekongkritan register dalam suatu bahasa.
|-
| style="vertical-align: top;" | 4.
| style="vertical-align: top;" | Untuk Bahasa Inggris lihat H.A. Gleason jr. <u>An introduction to descriptive linguistics</u>. Holt, Rinehart & Winston. New York. Revised edition 1961 hal. 92 - 96.
|-
| style="vertical-align: top;" | 5.
| style="vertical-align: top;" | R.H. Robins <u>General linguistics, an introductory survey</u>. Longmans, Green & Co. London. 4 th impresion 1967. hal.229.
|-
| style="vertical-align: top;" | 6.
| style="vertical-align: top;" | Benjamin Elson, Velma Pickett <u>An introduction to morphology and syntax</u>. Summer Institute of Linguistics. Santa Ana, Calif. 2nd edition 1964. hal. 142.
|-
| style="vertical-align: top;" | 7.
| style="vertical-align: top;" | A.M. Moeliono <u>On grammatical categories in Indonesian</u>. Thesis Cornell University 1965.hal. 19 dst.
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em;"
| style="vertical-align: top; width: 6em;" | idem
| style="vertical-align: top;" | <u>Suatu reorientasi dalam tatabahasa Indonesia</u>. Siposium bahasa dan kesusastraan Indonesia. Lembaga Bahasa dan Kesusastraan. Djakarta 1966. hal. 38
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | 8.
| style="vertical-align: top;" | o.c. RH Robins hal. 230.
|}
dan Benjamin Elson et al, hal. 144.
{| style="width: 100%; border-collapse: collapse;"
| style="width: 50%;" |
| style="width: 50%; text-align: right; padding-right: 2em; padding-top: 2em; line-height: 1.6;" | Jakarta, 10 Maret 1968.
|}<noinclude></noinclude>
4bitg5dm38bnqx15d5bivvz4549y33q
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/192
104
104454
295021
2026-05-14T05:50:55Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295021
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><div style="text-align: center; line-height: 1.6;">
KESUSASTERAAN MELAYU MODEN<br />
Dari Abdullah Munsi - Syed Syeikh Ahmad Al-Hadi<br />
<br />
Oleh : Yahya Ismail
</div>
<br />
<div style="margin-left: 8em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
<u>Pengantar Redaksi:</u>
<br />
<br />
Karangan ini adalah tjeramah Saudara Yahya Ismail di Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Rawamangun Djakarta, tanggal 25 Mei 1968. Tjeramah ini dimuat agar para pembatja dapat mengetahui pula perkembangan Kesusastraan Melayu Modern di Malaysia. Saudara Yahya Ismail adalah seorang pegawai Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia, jang selama tahun 1968 ini mendapat tugas beladjar di Fakultas Sastra U.I. Djakarta.
</div>
<br />
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Saudara ketua, bapak dosen dan saudara-saudari yang saya muliakan Terlebih dulu saya mentucapkan terima kasih pada Ketua Jurusan Sastra Indonesia yang meminta saya memberikan sekedar pengenalan tentang kegiatan Kesusasteraan Melayu di Malaysia.
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Saya rasa dan maklumi bahwa seringkali Kesusasteraan Indonesia lah yang dikenali oleh orang dan tidak kurang pula mempengaruhi perkenalan Kesusasteraan Melayu di Malaysia dan amat sedikit sekali diantara teman-teman diIndonesia yang mengetahui perkembangan Kesususteraan disana walaupun Indonesia dan Malaysia Barat cuma dipisah oleh selat Melaka sahaja.
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Saudara sekalian.
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Membicarakan tentang Kesusasteraan Melayu Moden kami sering bertolak dari zaman Abdullah bin A. Kadir Munsi, dalam kehidupannya kurang lebih 60 tahun (wafat 1854) banyak meninggalkan buah ciptaan yang terasing dari ciptaan sebelumnya ataupun yang sezaman dengannya. Ciri keistimewaan Abdullah sebagai pengarang yang membawa pembaharuan dalam Kesusasteraan Melayu, dari Melayu klasik kepada sastera Melayu Moden dapat kita saksikan dari karyanya yang terpenting - yaitu <u>Hikayat Abdullah</u> (1849) dan <u>Hikayat Pelayaran Abdullah Ke Pantai Timur</u> (1837). Pengupasan yang dikemukakan beliau bukan saja dari segi thema, teknik dan masyarakat yang melingkunginya tetapi juga pengupasan beliau yang tajam terhadap susunan masyarakat Melayu seperti soal bahasa pelajaran adat istiadat, kesehatan juga politik dan undang-undang, yang berlaku dinegeri dibawah raja-raja Melayu dizamannya.
</div><noinclude>{{rh|||14}}</noinclude>
1joy5t11a5hkhex1aw8h05dhsu6d894
295023
295021
2026-05-14T05:51:28Z
Upiak Ituih
27011
295023
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><div style="text-align: center; line-height: 1.6;">
{{u|KESUSASTERAAN MELAYU MODEN}}<br />
Dari Abdullah Munsi - Syed Syeikh Ahmad Al-Hadi<br />
<br />
Oleh : Yahya Ismail
</div>
<br />
<div style="margin-left: 8em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
<u>Pengantar Redaksi:</u>
<br />
<br />
Karangan ini adalah tjeramah Saudara Yahya Ismail di Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Rawamangun Djakarta, tanggal 25 Mei 1968. Tjeramah ini dimuat agar para pembatja dapat mengetahui pula perkembangan Kesusastraan Melayu Modern di Malaysia. Saudara Yahya Ismail adalah seorang pegawai Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia, jang selama tahun 1968 ini mendapat tugas beladjar di Fakultas Sastra U.I. Djakarta.
</div>
<br />
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Saudara ketua, bapak dosen dan saudara-saudari yang saya muliakan Terlebih dulu saya mentucapkan terima kasih pada Ketua Jurusan Sastra Indonesia yang meminta saya memberikan sekedar pengenalan tentang kegiatan Kesusasteraan Melayu di Malaysia.
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Saya rasa dan maklumi bahwa seringkali Kesusasteraan Indonesia lah yang dikenali oleh orang dan tidak kurang pula mempengaruhi perkenalan Kesusasteraan Melayu di Malaysia dan amat sedikit sekali diantara teman-teman diIndonesia yang mengetahui perkembangan Kesususteraan disana walaupun Indonesia dan Malaysia Barat cuma dipisah oleh selat Melaka sahaja.
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Saudara sekalian.
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Membicarakan tentang Kesusasteraan Melayu Moden kami sering bertolak dari zaman Abdullah bin A. Kadir Munsi, dalam kehidupannya kurang lebih 60 tahun (wafat 1854) banyak meninggalkan buah ciptaan yang terasing dari ciptaan sebelumnya ataupun yang sezaman dengannya. Ciri keistimewaan Abdullah sebagai pengarang yang membawa pembaharuan dalam Kesusasteraan Melayu, dari Melayu klasik kepada sastera Melayu Moden dapat kita saksikan dari karyanya yang terpenting - yaitu <u>Hikayat Abdullah</u> (1849) dan <u>Hikayat Pelayaran Abdullah Ke Pantai Timur</u> (1837). Pengupasan yang dikemukakan beliau bukan saja dari segi thema, teknik dan masyarakat yang melingkunginya tetapi juga pengupasan beliau yang tajam terhadap susunan masyarakat Melayu seperti soal bahasa pelajaran adat istiadat, kesehatan juga politik dan undang-undang, yang berlaku dinegeri dibawah raja-raja Melayu dizamannya.
</div><noinclude>{{rh|||14}}</noinclude>
n6b3pvedf7hp6fi2ngikwk4f1fp30qy
295266
295023
2026-05-14T10:23:09Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295266
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" /></noinclude><div style="text-align: center; line-height: 1.6;">
{{u|KESUSASTERAAN MELAYU MODEN}}<br />
Dari Abdullah Munsi - Syed Syeikh Ahmad Al-Hadi<br />
<br />
Oleh : Yahya Ismail
</div>
<br />
<div style="margin-left: 8em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
<u>Pengantar Redaksi:</u>
<br />
<br />
Karangan ini adalah tjeramah Saudara Yahya Ismail di Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Rawamangun Djakarta, tanggal 25 Mei 1968. Tjeramah ini dimuat agar para pembatja dapat mengetahui pula perkembangan Kesusastraan Melayu Modern di Malaysia. Saudara Yahya Ismail adalah seorang pegawai Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia, jang selama tahun 1968 ini mendapat tugas beladjar di Fakultas Sastra U.I. Djakarta.
</div>
<br />
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Saudara ketua, bapak dosen dan saudara-saudari yang saya muliakan Terlebih dulu saya mentucapkan terima kasih pada Ketua Jurusan Sastra Indonesia yang meminta saya memberikan sekedar pengenalan tentang kegiatan Kesusasteraan Melayu di Malaysia.
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Saya rasa dan maklumi bahwa seringkali Kesusasteraan Indonesia lah yang dikenali oleh orang dan tidak kurang pula mempengaruhi perkenalan Kesusasteraan Melayu di Malaysia dan amat sedikit sekali diantara teman-teman diIndonesia yang mengetahui perkembangan Kesususteraan disana walaupun Indonesia dan Malaysia Barat cuma dipisah oleh selat Melaka sahaja.
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Saudara sekalian.
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Membicarakan tentang Kesusasteraan Melayu Moden kami sering bertolak dari zaman Abdullah bin A. Kadir Munsi, dalam kehidupannya kurang lebih 60 tahun (wafat 1854) banyak meninggalkan buah ciptaan yang terasing dari ciptaan sebelumnya ataupun yang sezaman dengannya. Ciri keistimewaan Abdullah sebagai pengarang yang membawa pembaharuan dalam Kesusasteraan Melayu, dari Melayu klasik kepada sastera Melayu Moden dapat kita saksikan dari karyanya yang terpenting - yaitu <u>Hikayat Abdullah</u> (1849) dan <u>Hikayat Pelayaran Abdullah Ke Pantai Timur</u> (1837). Pengupasan yang dikemukakan beliau bukan saja dari segi thema, teknik dan masyarakat yang melingkunginya tetapi juga pengupasan beliau yang tajam terhadap susunan masyarakat Melayu seperti soal bahasa pelajaran adat istiadat, kesehatan juga politik dan undang-undang, yang berlaku dinegeri dibawah raja-raja Melayu dizamannya.
</div><noinclude>{{rh|||14}}</noinclude>
2h61knfpxk67m1izylxx58ivbez547b
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/194
104
104455
295025
2026-05-14T05:55:04Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295025
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||16}}</noinclude>Dengan lain perkataan masyarakat Melayu dewasa itu dipengaruhi oleh "psychological feodalism" yang menyebabkan mereka menyerah pada nasib dan keadaan.
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Kelahiran Abdullah sebagai pengarang membuka dimensi baru dalam perkembangan dan kesedaran rakyat, khasnya rakyat Melayu yang bahasa dan kesusasteraannya beliau sangat cintai. Sungguhpun kritik beliau terhadap masyarakat Melayu tajam dan pedas namun beliau tidak lupa memberi nasehat yang berguna pada pembaca <u>Hikayat Abdullahnya</u>. Sebagai pencatata-zaman Abdullah merasakan segala gejala-gejala dalam masyarakat Melayu seperti seorang wartawan,<sup>1)</sup> tapi disamping itu cuba pengajar pembaca-pembacanya tentang nilai baru yang patut dicontoh dari orang-orang Inggeris/Eropa yang dianggap tinggi oleh Abdullah Munsi.
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Sebagai seorang sastrawan Abdullah Munsi tidak meninggalkan pengikut-pengikutnya melainkan putranya Mohd. Ibrahim bin Munsi Abdullah yang dalam karyanya "Kisah Pelayaran Ibrahim Munsi ke Selangor & Perak" juga membuat kritik-kritik masyarakat seperti bapanya juga. Ide yang dikemukakan oleh Abdullah Munsi tidak bisa diterima oleh masyarakat pada zamannya dan setelah berdirinya sekolah Melayu, maktab perguruan (dengan lain perkataan, setelah orang Melayu menghargai ilmu pengetahuan dan pelajaran) maka kritik-kritik masyarakat Abdullah Munsimenjadi bahan perbincangan yang hangat dalam masyarakat pula seperti kata C. Hooykaas dalam <u>Perintis Sastra</u>. "Dia (Abdullah) bukanlah suatu mata-kebudayaan rabun dan kesusasteraan layu"<sup>2)</sup> Dan Boenjoeng Saleh<sup>3)</sup> pula berkata ketokohan Abdullah sebagai pengarang "meliputi seluruh abad kesembilanbelas".
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Sebagai reaksi dari penyerapan unsur-unsur modenisme yang merayap masuk kedalam masyarakat Melayu dan perkembangan serta pasitipasi Kolonial Inggeris didalam pemerintahan negeri-negeri/pelajaran kepada anak-anak Melayu dan juga anak-anak bangsa asing. Mubaligh-mubaligh kristian sejak zaman Inggeris seperti sekolah Hueninge dan Penang Free School di Pulau Piang yang dianggap sebagai perintis dalam perkembangan pelajaran disemenanjung Melayu Sekolah-sekolah Melayu pula didirikan di Gelugor, P. Pinang, Bukit Tengah, seberang Prai dan di Kampong Gelam Singapura. dalam rangkaian rantai, tetapi seorang yang tinggal sendiri dalam masa
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Untuk memberi pelajaran yang sederhana pada anak-anak Melayu pemerintah Kolonial Inggeris mendirikan kolej guru mula-mula di Malaka, lepas itu di Matang, Taiping selepas menutup kolej-kolej Melaka tersebut, ahkirnya Kolej guru di Matang pun ditutup dan Maktab Perguruan Sultan Idris Tg. Malim. maka banyak sekolah Melayu dan Inggeris didirikan untuk memberi
</div><noinclude></noinclude>
3ywbna5xo1jikxsraxj0vm0j798l36r
295270
295025
2026-05-14T10:24:10Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295270
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||16}}</noinclude>Dengan lain perkataan masyarakat Melayu dewasa itu dipengaruhi oleh "psychological feodalism" yang menyebabkan mereka menyerah pada nasib dan keadaan.
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Kelahiran Abdullah sebagai pengarang membuka dimensi baru dalam perkembangan dan kesedaran rakyat, khasnya rakyat Melayu yang bahasa dan kesusasteraannya beliau sangat cintai. Sungguhpun kritik beliau terhadap masyarakat Melayu tajam dan pedas namun beliau tidak lupa memberi nasehat yang berguna pada pembaca <u>Hikayat Abdullahnya</u>. Sebagai pencatata-zaman Abdullah merasakan segala gejala-gejala dalam masyarakat Melayu seperti seorang wartawan,<sup>1)</sup> tapi disamping itu cuba pengajar pembaca-pembacanya tentang nilai baru yang patut dicontoh dari orang-orang Inggeris/Eropa yang dianggap tinggi oleh Abdullah Munsi.
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Sebagai seorang sastrawan Abdullah Munsi tidak meninggalkan pengikut-pengikutnya melainkan putranya Mohd. Ibrahim bin Munsi Abdullah yang dalam karyanya "Kisah Pelayaran Ibrahim Munsi ke Selangor & Perak" juga membuat kritik-kritik masyarakat seperti bapanya juga. Ide yang dikemukakan oleh Abdullah Munsi tidak bisa diterima oleh masyarakat pada zamannya dan setelah berdirinya sekolah Melayu, maktab perguruan (dengan lain perkataan, setelah orang Melayu menghargai ilmu pengetahuan dan pelajaran) maka kritik-kritik masyarakat Abdullah Munsimenjadi bahan perbincangan yang hangat dalam masyarakat pula seperti kata C. Hooykaas dalam <u>Perintis Sastra</u>. "Dia (Abdullah) bukanlah suatu mata-kebudayaan rabun dan kesusasteraan layu"<sup>2)</sup> Dan Boenjoeng Saleh<sup>3)</sup> pula berkata ketokohan Abdullah sebagai pengarang "meliputi seluruh abad kesembilanbelas".
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Sebagai reaksi dari penyerapan unsur-unsur modenisme yang merayap masuk kedalam masyarakat Melayu dan perkembangan serta pasitipasi Kolonial Inggeris didalam pemerintahan negeri-negeri/pelajaran kepada anak-anak Melayu dan juga anak-anak bangsa asing. Mubaligh-mubaligh kristian sejak zaman Inggeris seperti sekolah Hueninge dan Penang Free School di Pulau Piang yang dianggap sebagai perintis dalam perkembangan pelajaran disemenanjung Melayu Sekolah-sekolah Melayu pula didirikan di Gelugor, P. Pinang, Bukit Tengah, seberang Prai dan di Kampong Gelam Singapura. dalam rangkaian rantai, tetapi seorang yang tinggal sendiri dalam masa
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Untuk memberi pelajaran yang sederhana pada anak-anak Melayu pemerintah Kolonial Inggeris mendirikan kolej guru mula-mula di Malaka, lepas itu di Matang, Taiping selepas menutup kolej-kolej Melaka tersebut, ahkirnya Kolej guru di Matang pun ditutup dan Maktab Perguruan Sultan Idris Tg. Malim. maka banyak sekolah Melayu dan Inggeris didirikan untuk memberi
</div><noinclude></noinclude>
h8csrotgf2n92gjo2zyyegbnx8nxhp2
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/206
104
104456
295031
2026-05-14T06:02:58Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295031
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><div style="text-align: center; margin-bottom: 1.5em; line-height: 1.6;">PENYESUAIAN FONOLOGIS FONIM-FONIM ARAB
KEDALAM SISTIM FONIM BAHASA INDONESIA</div>
<div style="text-align: right; padding-right: 5em; margin-bottom: 1.5em; line-height: 1.6;">Muhadjir *</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 3.5em;" | 0.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | <u>Pengantar</u>
|-
|
| style="vertical-align: top; text-align: justify; padding-top: 0.5em; padding-bottom: 1.5em;" | Tulisan ini adalah landjutan dari tulisan-tulisan jang pernah dimuatkan dalam madjalah Djaja, tahun 1965. Dalam tulisan-tulisan jang telah lalu itu, penulis telah mengemukakan beberapa hal jang dianggap penting dalam masalah pengambilan kata-kata asing serta penjesuaiannja ke dalam bahasa Indonesia. Antara lain penulis telah mentatat beberapa soal mengenai penjesuaian vokal kata-kata asing kedalam sistim fonim bahasa Indonesia. Pada kesempatan ini penulis bermaksud mengemukakan beberapa hal mengenai penjesuaian fonologis konsonan-konsonan asing kedalam bahasa Indonesia sebagai akibat pengambilan kata-kata baru kedalam perbendaharaan kata bahasa Indonesia. Data-data untuk tulisan ini telah penulis siapkan tahun 1965, semula dengan maksud untuk landjutan tulisan dalam madjalah Djaja tersebut, akan tetapi oleh beberapa hal belum sempat penulis laksanakan. Oleh sebab itu selisih jang hampir 4 tahun itu mengenai data-data jang saja pakai dalam karangan ini mungkin membawa hal-hal jang tidak sesuai lagi atau ada hal-hal baru jang belum tampak empat tahun jang lalu, mengingat tjepatnja pertumbuhan bahasa Indonesia. Untuk itu penulis berharap kepada para peminat dan pembatja karangan ini untuk mengemukakan keberatan-keberatannja, bilamana apa jang akan penulis kemukakan itu tidak sesuai dengan kenjataan jang hidup dalam bahasa Indonesia sekarang.
|-
| style="vertical-align: top;" | I. I.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Setiap bahasa mempunjai sedjumlah fonim dan sistim fonim jang tidak sama dengan djumlah dan sistim fonim bahasa lainnja. Betapapun dekatnja hubungan antara dua bahasa - bahasa jang sempurna sekalipun - namun tiap bahasa mempunjai sistim fonologinja sendiri jang otonom, jang sebahagiannja atau seluruhnja tidak berlaku untuk bahasa lainnja. Oleh karena itu pengambilan kata-kata baru, seperti dilakukan oleh bahasa Indonesia, meski dari bahasa daerah sekalipun, selalu menimbulkan masalah penjesuaian kata-kata baru itu dalam hal fonologinja. Masalah penjesuaian ini penulis anggap hal jang penting pula, dalam rangka pembinaan bahasa, lebih-lebih pula buat bahasa Indonesia, sebuah bahasa jang diutjapkan oleh berpuluh ribu bangsa jang masing-masing mempunjai bahasa ibu jang berbeda-beda, masalah penjesuaian fonologie ini terasa pentingnja untuk disadari oleh setiap pemakai bahasa Indonesia.
|}
--------------------
<div style="line-height: 1.4; text-align: justify;">* Tenaga ahli Dinas Bahasa Indonesia LBK dan Lektor Muda Bahasa Arab dan Sedjarah Islam pada Fakultas Sastra Universitas Indonesia.</div><noinclude></noinclude>
jtur3p703ugqqr3gkgfms7j20lqvv1h
295032
295031
2026-05-14T06:03:27Z
Upiak Ituih
27011
295032
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><div style="text-align: center; margin-bottom: 1.5em; line-height: 1.6;">PENYESUAIAN FONOLOGIS FONIM-FONIM ARAB
KEDALAM SISTIM FONIM BAHASA INDONESIA</div>
<div style="text-align: right; padding-right: 5em; margin-bottom: 1.5em; line-height: 1.6;">Muhadjir *</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 3.5em;" | 0.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | <u>Pengantar</u>
|-
|
| style="vertical-align: top; text-align: justify; padding-top: 0.5em; padding-bottom: 1.5em;" | Tulisan ini adalah landjutan dari tulisan-tulisan jang pernah dimuatkan dalam madjalah Djaja, tahun 1965. Dalam tulisan-tulisan jang telah lalu itu, penulis telah mengemukakan beberapa hal jang dianggap penting dalam masalah pengambilan kata-kata asing serta penjesuaiannja ke dalam bahasa Indonesia. Antara lain penulis telah mentatat beberapa soal mengenai penjesuaian vokal kata-kata asing kedalam sistim fonim bahasa Indonesia. Pada kesempatan ini penulis bermaksud mengemukakan beberapa hal mengenai penjesuaian fonologis konsonan-konsonan asing kedalam bahasa Indonesia sebagai akibat pengambilan kata-kata baru kedalam perbendaharaan kata bahasa Indonesia. Data-data untuk tulisan ini telah penulis siapkan tahun 1965, semula dengan maksud untuk landjutan tulisan dalam madjalah Djaja tersebut, akan tetapi oleh beberapa hal belum sempat penulis laksanakan. Oleh sebab itu selisih jang hampir 4 tahun itu mengenai data-data jang saja pakai dalam karangan ini mungkin membawa hal-hal jang tidak sesuai lagi atau ada hal-hal baru jang belum tampak empat tahun jang lalu, mengingat tjepatnja pertumbuhan bahasa Indonesia. Untuk itu penulis berharap kepada para peminat dan pembatja karangan ini untuk mengemukakan keberatan-keberatannja, bilamana apa jang akan penulis kemukakan itu tidak sesuai dengan kenjataan jang hidup dalam bahasa Indonesia sekarang.
|-
| style="vertical-align: top;" | I. I.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Setiap bahasa mempunjai sedjumlah fonim dan sistim fonim jang tidak sama dengan djumlah dan sistim fonim bahasa lainnja. Betapapun dekatnja hubungan antara dua bahasa - bahasa jang sempurna sekalipun - namun tiap bahasa mempunjai sistim fonologinja sendiri jang otonom, jang sebahagiannja atau seluruhnja tidak berlaku untuk bahasa lainnja. Oleh karena itu pengambilan kata-kata baru, seperti dilakukan oleh bahasa Indonesia, meski dari bahasa daerah sekalipun, selalu menimbulkan masalah penjesuaian kata-kata baru itu dalam hal fonologinja. Masalah penjesuaian ini penulis anggap hal jang penting pula, dalam rangka pembinaan bahasa, lebih-lebih pula buat bahasa Indonesia, sebuah bahasa jang diutjapkan oleh berpuluh ribu bangsa jang masing-masing mempunjai bahasa ibu jang berbeda-beda, masalah penjesuaian fonologie ini terasa pentingnja untuk disadari oleh setiap pemakai bahasa Indonesia.
|}
--------------------
<div style="line-height: 1.4; text-align: justify;">* Tenaga ahli Dinas Bahasa Indonesia LBK dan Lektor Muda Bahasa Arab dan Sedjarah Islam pada Fakultas Sastra Universitas Indonesia.</div><noinclude>{{RH||28}}</noinclude>
2988i90jqi00yyksxiu6tlmnssniu2o
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/136
104
104457
295034
2026-05-14T06:09:41Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
295034
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}}
{{c|<big><big><big><big><big><big><big>'''Perang'''</big></big></big></big></big></big></big>}}
{{c|<big><big><big>'''DARI MASA KE MASA'''</big></big></big>}}
{{c|<big>ARBELA</big>}}
<p style="text-align:center;">331 Sebelum Masehi.</p>
"Keradjaan Persia jang pernah mengantjam penaklukkan bangsa² didunia, mendapat pukulan Iskandar Zulkarnain jang ta' mungkin diperbaiki pada pertempuran di-Arbela".
<p style="text-align:right;">''Creasy.''</p>
Kalau di Marathon Persia menderita kekalahan jang membatasi kedjajaannja, maka kekalahannja di- Arbela merupakan permulaan keruntuhan Negaranja. Sebetulnja pertempuran klassik ini tidak terdjadi di-Arbelanja sendiri, melainkan di- Gaugamela jang letaknja kurang lebih dua puluh mil dari Arbela. Pertempuran ditempat itu merupakan pertjobaan kekuatan jang ketiga kalinja antara Darius III dan Iskandar Zulkarnain. Sebab sebelum itu Iskandar Zulkarnain telah mengalahkan pasukan² Persia di- Granicus. Pada waktu itu pimpinan pasukan berada pada panglima² Darius III. Meskipun pertempuran kedua antara radja Timur dan radja Barat di- Issus dimenangkan lagi oleh Iskandar Zulkarnain, kekalahan Darius III tersebut disebabkan karena keburukan medan.
Dan untuk ketiga kalinja ini Darius III memilih medannja sendiri. Sebab diketahuinja djuga bahwa kalah atau menangnja dalam pertempuran ini menentukan kedudukannja sebagai radja. Djika menang, ia akan tetap mendjadi radja, bahkan akan naik deradjatnja; tetapi djika kalah mahkota sudah tentu akan pindah ketangan lawannja. Medan dimana Gaugamela berada terletak disebelah timur sungai Tigris dan disebelah timur Gaugamela sudah terdapat pegunungan. Kedua sifat dari medan tersebut tidak begitu sadja dipilihnja. Sebab djika ia dapat menang. maka kemenangananja akan sempurna, karena lawaninja akan susah dapat mengundurkan diri berhubung kesebelah barat harus menjeberangi dua buah sungai jaitu Tigris dan Euphrat.
Dan djika ia kalah, ia dapat mengundurkan diri kedaerah pegunungan disebelah timur. Lain dari pada itu bakal medan pertempuran diratakan, untuk dapat memudahkan gerakan² kereta-tempur (chariot). Djadi persiapan-persiapan Darius III untuk menghadapi lawannja memang dilakukan dengan seteliti-telitinja. Dimuka sekali ditempatkan pasukan kereta tempurnja. Dibelakangnja berada induk pasukannja dengan perlindungan Kavaleri dikedua sajapnja. Kereta² tempur tersebut dimaksudkan untuk menghantjurkan susunan phalanx Iskandar Zulkurnain. Dan setelah induk pasukan lawannja hantjur, maka sisa-sisanja hendak dihabiskannja dengan Kavaleri jang berada dibelakangnja. Taktik Darius III memang dapat dipertanggung-djawabkan pada waktu itu. Dan djika diingat lagi bahwa djumlah pasukannja empat kali lipat banjaknja, maka ia tidak bimbang akan kesudahannja. Tetapi ia rupanja tidak mengetahui bahwa phalanx Iskandar itu telah boleh dikatakan sempurna berkat hasil usaha ajahnja. Sebab phalanx tersebut terdiri dari enam belah saf peradjurit² dengan antara kurang lebih dua kaki. Tombak mereka sarissa namanja — pandjangnja dua puluh empat kaki.
Pada waktu bertempur, sarissa tersebut diletakkan di-atas bahu peradjurit jang berada dimukanja. Dengan demikian sarissa peradjurit² jang berada pada saf muka menondjol kemuka beberapa kaki, hingga peradjurit² jang berada disaf terdepan terlindung. Peradjurit² phalanx Iskandar ini telah mendapat latihan² jang teratur, sehingga mereka dapat bergerak dengan baik atas perintah Komandannja. Ketjuali latihan² tersebut mereka telah berpengalaman sekali setelah mengindjakkan kakinja dibenua Asia itu. Sebab mereka telah mendapat kemenangan² jang gilang-gemilang. Djadi dapat dikatakan bahwa keadaan moril mereka djauh lebih tinggi dari lawannja. Karena itu, meskipun pasukan Iskandar hanja berdjumlah 40.000 peradjurit berdjalan kaki dan 7.000 Kavaleri sadja, ia toh berani djuga melakukan pertempuran dengan Darius III jang mem-<noinclude>{{rh|18}}</noinclude>
7l5zrxvdhi0vky2r88ec48dpsv2yxxo
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/207
104
104458
295036
2026-05-14T06:11:55Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295036
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>Oleh latarbelakang bahasa ibu jang berlain-lainan itu, mungkin akan menimbulkan tanggapan jang berlain-lainan pula dalam penerimaannja terhadap kata-kata baru. Sebagai tjontoh, buat pemakai atau buat mereka jang berbahasa ibu bahasa Djawa atau Sunda misalnja, penerimaan kata-kata-baru jang mengandung cluster konsonan. {{u|Konsonan}} {{u|r}}, {{u|l}}, {{u|g}} atau {{u|j}} mempunjai ketjenderungan untuk menerimanja tanpa perubahan, sebab kebetulan kelompok konsonan sematjam itu terdapat pula dalam sistim konsonan mereka. Sebaliknja buat mereka jang berbahasa ibu salah satu dialek Melaju terasa asing dan oleh karena itu mempunjai dorongan untuk menjesuaikannja dengan sistim konsonannja, sebab kelompok konsonan jang manapun buat mereka tidak ada terdapat dalam bahasa ibunja. Oleh sebab itu semua, hukum-hukum jang umum berlaku buat bahasa Indonesia perlu disadari oleh setiap pemakai bahasa Indonesia, demi terbentuknja keseragaman dalam berbahasa.
Seperti kita maklumi bahasa asing jang pernah dan atau masih mengalirkan kata-katanja kedalam bahasa Indonesia, jang terpenting antara lain bahasa Sanckerta, Arab, kemudian Belanda dan beberapa bahasa barat lainnja, seperti bahasa Portugis atau Perantjie dan kemudian bahasa Tjina. Saat sekarang ini jang paling banjak adalah pengambilan kata-kata baru dari bahasa Inggris. Dalam karangan ini penulis ingin mengetengahkan penjesuaian kata-kata dari bahasa Arab.
I. 2. <u>Penjesuaian kata-kata Arab</u>
Djumlah konsonan dan sistim bahasa Arab berbeda dengan djumlah dan sistim konsonan bahasa Indonesia. Untuk memudahkan pembitjaraan, masalah ini akan penulis bagi mendjadi dua bagian: masalah penjesuaian konsonan jang tidak ada atau berbeda dengan konsonan bahasa Indonesia dan masalah-masalah jang disebabkan oleh perbedaan sistimnja.
II. 1. Bahasa Arab memiliki 27 konsonan, termasuk semi vokalnja, sedang bahasa Indonesia - tepatnja bahasa Melaju - hanja memiliki 17 konsonan; ketudjuhbelas konsonan Indonesia itu ialah: b, p, m, d, t, n, dj, tj, nj, g, k, ng serta s, h, r, l, w, dan j (ditulis menurut edjaan jang masih berlaku). Dari ketudjuhbelas konsonan bahasa Indonesia itu ketjuali konsonan d, p, tj, nj, g dan ng dapatlah kita anggap bersamaan dengan konsonan bahasa Arab. Dengan demikian sisa konsonan Arab jang belum disebutkan ialah konsonan-konsonan jang tidak ada atau berbeda dengan konsonan bahasa Indonesia, jang selandjutnja akan penulis sebutkan bersamaan dengan pembitjaraan tentang penjesuaiannja kedalam konsonan bahasa Indonesia.<noinclude></noinclude>
q3kjxufycenczkbyg68mx9w0qul8uqv
295037
295036
2026-05-14T06:12:44Z
Upiak Ituih
27011
295037
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||29}}</noinclude>Oleh latarbelakang bahasa ibu jang berlain-lainan itu, mungkin akan menimbulkan tanggapan jang berlain-lainan pula dalam penerimaannja terhadap kata-kata baru. Sebagai tjontoh, buat pemakai atau buat mereka jang berbahasa ibu bahasa Djawa atau Sunda misalnja, penerimaan kata-kata-baru jang mengandung cluster konsonan. {{u|Konsonan}} {{u|r}}, {{u|l}}, {{u|g}} atau {{u|j}} mempunjai ketjenderungan untuk menerimanja tanpa perubahan, sebab kebetulan kelompok konsonan sematjam itu terdapat pula dalam sistim konsonan mereka. Sebaliknja buat mereka jang berbahasa ibu salah satu dialek Melaju terasa asing dan oleh karena itu mempunjai dorongan untuk menjesuaikannja dengan sistim konsonannja, sebab kelompok konsonan jang manapun buat mereka tidak ada terdapat dalam bahasa ibunja. Oleh sebab itu semua, hukum-hukum jang umum berlaku buat bahasa Indonesia perlu disadari oleh setiap pemakai bahasa Indonesia, demi terbentuknja keseragaman dalam berbahasa.
Seperti kita maklumi bahasa asing jang pernah dan atau masih mengalirkan kata-katanja kedalam bahasa Indonesia, jang terpenting antara lain bahasa Sanckerta, Arab, kemudian Belanda dan beberapa bahasa barat lainnja, seperti bahasa Portugis atau Perantjie dan kemudian bahasa Tjina. Saat sekarang ini jang paling banjak adalah pengambilan kata-kata baru dari bahasa Inggris. Dalam karangan ini penulis ingin mengetengahkan penjesuaian kata-kata dari bahasa Arab.
I. 2. <u>Penjesuaian kata-kata Arab</u>
Djumlah konsonan dan sistim bahasa Arab berbeda dengan djumlah dan sistim konsonan bahasa Indonesia. Untuk memudahkan pembitjaraan, masalah ini akan penulis bagi mendjadi dua bagian: masalah penjesuaian konsonan jang tidak ada atau berbeda dengan konsonan bahasa Indonesia dan masalah-masalah jang disebabkan oleh perbedaan sistimnja.
II. 1. Bahasa Arab memiliki 27 konsonan, termasuk semi vokalnja, sedang bahasa Indonesia - tepatnja bahasa Melaju - hanja memiliki 17 konsonan; ketudjuhbelas konsonan Indonesia itu ialah: b, p, m, d, t, n, dj, tj, nj, g, k, ng serta s, h, r, l, w, dan j (ditulis menurut edjaan jang masih berlaku). Dari ketudjuhbelas konsonan bahasa Indonesia itu ketjuali konsonan d, p, tj, nj, g dan ng dapatlah kita anggap bersamaan dengan konsonan bahasa Arab. Dengan demikian sisa konsonan Arab jang belum disebutkan ialah konsonan-konsonan jang tidak ada atau berbeda dengan konsonan bahasa Indonesia, jang selandjutnja akan penulis sebutkan bersamaan dengan pembitjaraan tentang penjesuaiannja kedalam konsonan bahasa Indonesia.<noinclude></noinclude>
jjsnki40wooh1c9tp74nq92hvqowjsc
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/209
104
104459
295038
2026-05-14T06:15:29Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295038
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||31}}</noinclude>Usul ini termasuk pula buat kata-kata asing jang meskipun ditulis dengan ph namun diutjapkan sebagai f seperti <u>physic</u>, <u>morpheme</u>, <u>phoneme</u> dst., baiknja diindonesiakan mendjadi: <u>fisik</u>, <u>morfim</u> dan <u>fonim</u>.
Sehubungan dengan penjesuaian konsonan f ini, perlu disinggung disini soal penulisan konsonan-konsonan v dan f jang berasal dari bahasa-bahasa barat. Seperti kita maklumi, dalam bahasa-bahasa barat, ada dua konsonan labio dental, jakni labiodental bersuara v dan tidak bersuara f. Jang kedua telah banjak disebutkan diatas, jang pertama terdapat dalam kata-kata seperti <u>variatie</u>, <u>voorloper</u>, <u>voorschot</u> dan lain sebagainja. Akan tetapi dalam bahasa Indonesia kedua konsonan itu sama dalam utjapan saja. Dan bilamana disesuaikan dengan utjapan bahasa Indonesia keduanja dikembalikan kepada satu konsonan p. Kedua tjontoh terakhir misalnja diutjapkan mendjadi <u>persekot</u> dan <u>pelopor</u>. Sama halnja dengan <u>sopir</u> dan <u>aplus</u> atau <u>pabrik</u>. Akan tetapi, meskipun kedua konsonan itu satu dalam pengutjapan bahasa Indonesia, sampai hari ini orang belum tjukup "berani" untuk menuliskannja dengan huruf jang sama. Sampai sekarang orang masih menulis <u>universitas</u>, <u>fakultas</u>, <u>variasi</u>, <u>uniform</u> dan seterusnja. Apa salahnja bilamana na kita pilih salah satu huruf itu, misalnja f untuk kedua v dan f, djadi misalnja <u>fariasi</u>, <u>unifersitas</u>, <u>fakultas</u> dan <u>uniform</u>?
II. 3. <u>Konsonan-konsonan th, s, s dan sj</u>
Bahasa Arab mengenal empat matjam konsonan jang saling berdekatan, jaitu masing-masing geseran apico-interdental th (ث), lamino-alveolar, s (س), lamino-alveolopalatal s (ص), dan fronto-palatal sj (ش).
Dari keempat konsonan tersebut jang kurang lebih sesuai dengan konsonan bahasa Indonesia adalah hanja konsonan jang kedua, jakni s (س). Demikianlah keempat konsonan Arab itu untuk kata-kata jang sudah lama masuk kedalam bahasa Indonesia dikembalikan kepada satu konsonan sadja. Kata-kata arab <u>thulatha'</u>, <u>thabit</u>, <u>salamah</u> (tun), <u>salam</u>, <u>sjukur</u>, <u>'isja'</u>, <u>sabr</u>, <u>safar</u> masing-masing diutjapkan: bulan <u>sabit</u>, hari <u>Selasa</u>, <u>selamet</u>, <u>salam</u>, <u>sukur</u>, waktu <u>isa</u>, <u>sabar</u> dan bulan <u>sapar</u>. Akan tetapi setjara umum dapat dikatakan bahwa ketiga konsonan jang pertama diutjapkan satu, jakni disesuaikan dengan konsonan Indonesia, seperti misalnja kata-kata <u>warith</u>, <u>'ithnyn</u>, <u>sihchah</u>, <u>wasijjah</u> dan sebagainja diutjapkan <u>waris</u>, <u>Senen</u>, <u>sehat</u> dan <u>wasiat</u>. Sedang untuk konsonan terakhir umumnja dipertahankan seperti <u>isjarat</u>,<noinclude></noinclude>
2ukxlb1nfvv81vhhwdjyncotfwrujc4
295039
295038
2026-05-14T06:18:10Z
Upiak Ituih
27011
295039
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||31}}</noinclude>
Usul ini termasuk pula buat kata-kata asing jang meskipun ditulis dengan ph namun diutjapkan sebagai f seperti <u>physic</u>, <u>morpheme</u>, <u>phoneme</u> dst., baiknja diindonesiakan mendjadi: <u>fisik</u>, <u>morfim</u> dan <u>fonim</u>.
Sehubungan dengan penjesuaian konsonan f ini, perlu disinggung disini soal penulisan konsonan-konsonan v dan f jang berasal dari bahasa-bahasa barat. Seperti kita maklumi, dalam bahasa-bahasa barat, ada dua konsonan labio dental, jakni labiodental bersuara v dan tidak bersuara f. Jang kedua telah banjak disebutkan diatas, jang pertama terdapat dalam kata-kata seperti <u>variatie</u>, <u>voorloper</u>, <u>voorschot</u> dan lain sebagainja. Akan tetapi dalam bahasa Indonesia kedua konsonan itu sama dalam utjapan saja. Dan bilamana disesuaikan dengan utjapan bahasa Indonesia keduanja dikembalikan kepada satu konsonan p. Kedua tjontoh terakhir misalnja diutjapkan mendjadi <u>persekot</u> dan <u>pelopor</u>. Sama halnja dengan <u>sopir</u> dan <u>aplus</u> atau <u>pabrik</u>. Akan tetapi, meskipun kedua konsonan itu satu dalam pengutjapan bahasa Indonesia, sampai hari ini orang belum tjukup "berani" untuk menuliskannja dengan huruf jang sama. Sampai sekarang orang masih menulis <u>universitas</u>, <u>fakultas</u>, <u>variasi</u>, <u>uniform</u> dan seterusnja. Apa salahnja bilamana na kita pilih salah satu huruf itu, misalnja f untuk kedua v dan f, djadi misalnja <u>fariasi</u>, <u>unifersitas</u>, <u>fakultas</u> dan <u>uniform</u>?
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 4em;" | II. 3.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | <u>Konsonan-konsonan</u> th, s, s dan sj
|}
Bahasa Arab mengenal empat matjam konsonan jang saling berdekatan, jaitu masing-masing geseran apico-interdental th (ث), lamino-alveolar, s (س), lamino-alveolopalatal s (ص), dan fronto-palatal sj (ش).
Dari keempat konsonan tersebut jang kurang lebih sesuai dengan konsonan bahasa Indonesia adalah hanja konsonan jang kedua, jakni s (س). Demikianlah keempat konsonan Arab itu untuk kata-kata jang sudah lama masuk kedalam bahasa Indonesia dikembalikan kepada satu konsonan sadja. Kata-kata arab <u>thulatha'</u>, <u>thabit</u>, <u>salamah</u> (tun), <u>salam</u>, <u>sjukur</u>, <u>'isja'</u>, <u>sabr</u>, <u>safar</u> masing-masing diutjapkan: bulan <u>sabit</u>, hari <u>Selasa</u>, <u>selamet</u>, <u>salam</u>, <u>sukur</u>, waktu <u>isa</u>, <u>sabar</u> dan bulan <u>sapar</u>. Akan tetapi setjara umum dapat dikatakan bahwa ketiga konsonan jang pertama diutjapkan satu, jakni disesuaikan dengan konsonan Indonesia, seperti misalnja kata-kata <u>warith</u>, <u>'ithnyn</u>, <u>sihchah</u>, <u>wasijjah</u> dan sebagainja diutjapkan <u>waris</u>, <u>Senen</u>, <u>sehat</u> dan <u>wasiat</u>. Sedang untuk konsonan terakhir umumnja dipertahankan seperti <u>isjarat</u>,<noinclude></noinclude>
nz39ptj9lhyrc4tyydd39ct207h0qji
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/158
104
104460
295040
2026-05-14T06:22:32Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
295040
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>:Sekiranja dapat didjelmakan kerdjasama antara kedua tokoh tersebut, tertjapailah suatu tjara pemetjahan bermatjam-matjam soal jang dihadapi oleh Bangsa dan Negara dan dengan demikian persoalan² jang lain akan mendjadi lebih mudah diselesaikan.
<ol type="1" start="2">
<li>Dalam menjelesaikan persoalan Angkatan Darat sendiri supaja tetap diutamakan tjara bermusjawarah untuk mentjapai ketenangan dan tidak sebaliknja, dengan tidak meninggalkan norma-norma militer dan disiplin.</li>
<li>Mengenai Dewan Nasional agar diusahakan dalam menentukan orang jang akan duduk dalam Dewan Nasional Nasional, diperhatikan suara daerah sehingga dibelakang hari tidak timbul keadaan², dimana orang² jang ditundjuk itu tidak membawa suara daerah dalam Dewan Nasional.</li></ol>
'''SEKSI KEAMANAN :'''
<ol type="1">
<li>Tentang keamanan telah diputuskan, bahwa politik keamanan terhadap gerombolan bersendjata jang telah didjalankan dengan segala proces dan akibatnja, berdjalan terus dengan tidak boleh dipengaruhi oleh persoalan² politik dan perubahan² kabinet.</li>
<li>Untuk memberantas subversief asing, akan diintensiveer pengawasan terhadap bangsa asing disegala lapangan, terutama dalam lapangan politik, ekonomi dan sosial.</li>
<li>Terhadap smokkel dan korupsi akan didjalankan drastise maatregelen tanpa pandang bulu.</li>
<li>Untuk melantjarkan ketiga pokok² tersebut diatas segera :</li>
<ol type="a">
<li>memperbaiki administrasi negara,</li>
<li>mendobrak birokrasi,</li>
<li>mengadakan penghematan disegala lapangan,</li>
<li>melantjarkan perbaikan dan kepentingan daerah.</li>
</li>
</ol>
'''SEKSI OTONOMI :'''
<ol type="1">
<li>Telah ditjapai pengertian baik tentang perubahan systeem jang dianut sekarang.</li>
<li>Luas otonomi masing-masing daerah akan ditinjau bersama-sama oleh Pemerintah Pusat dan Daerah.</li>
<li>Mengenai perimbangan kedimaklumi oleh daerah bahwa Pemerintah sudah selesai dengan perundingan pelaksanaannya jang njata atas dasar keadilan dan sewadjarnja.</li>
<li>Ditegaskan kedudukan Pamongpradja dan Swapradja.</li>
<li>Segera diadakan pendidikan khusus dalam lapangan pembentukan kader Pemerintahan.</li>
<li>Diadakannja pengawasan jang effectief.</li>
<li>Kepala-kepala Daerah supaja diangkat tanpa dipilih, agar perimbangan dapat dilihat dengan njata, ketjuali bagi daerah Djakarta Raya dan Djawa Barat.</li>
<li>Pegawai-pegawai Pemerintah tidak dibenarkan mendjadi anggota Politik.</li>
<li>Untuk melaksanakan hal-hal pokok tersebut diatas, sebulan sesudah konferensi ini, akan diadakan lagi konferensi khusus.</li>
</ol>
=== SEKSI TRANSMIGRASI: ===
<ol type="1">
<li>Diakuinja adanja kepentingan transmigrasi umum untuk meratakan tenaga dalam melandjutkan pembangunan negara.</li>
<li>Penjederhanaan djumlah instansi dalam organisasi transmigrasi.</li>
<li>Menganaliseer transmigrasi jg timbul setjara spontaan dengan mengingat akan kesanggupan dan kepentingan daerah.</li>
<li>Berusaha menghindarkan pelanggaran hukum adat jang berlaku didaerah.</li>
<li>Tidak membedakan urusan pelaksanaan transmigrasi umum dan transmigrasi lokaal.</li>
</ol>
=== SEKSI FINEX/PEM: ===
<ol type="1">
<li>Dalam suasana penuh pengertian telah diakui bahwa keadaan keuangan dan ekonomi memang tidak menggembirakan.</li>
<li>Dalam keadaan demikian, nampak gedjala centralisme, birokrasi dan verpolitisering dalam usaha kearah perbaikan.</li>
<li>Telah didapat pengertian, bahwa dalam menghadapi kesulitan² ini agar daerah² turut serta menudju kearah decentralisasi umum.</li>
<li>Supaja dititik beratkan urusan daerah dilapangan finex dan diselesaikan oleh daerah sendiri.</li>
<li>Adanja hasrat jang merata untuk menaikan produksi Nasional dengan djalan menghimpun segala kekuatan untuk itu, agar tertjapai apa jang tertera dalam fatsal 38, ajat 1, 2, 3 Undang² Dasar Sementara.</li>
<li>Untuk melaksanakan hal² pokok tersebut diatas, sebulan sesudah konferensi ini diadakan konperensi mengenai pembangunan, setelah masing² daerah membawa rentjana² jang konkreet serta urutan prioritetnja kepada Biro Perantjang Negara.</li>
<li>Begitu pula sebulan sesudah konperensi ini akan diadakan rapat antara achli-achli keuangan/ekonomi Pusat dan Daerah untuk menentukan pelaksanaannja.</li>
</ol>
Inilah hasil² jang telah ditjapai selama rapat Para Penguasa Militer seluruh Indonesia jang memakan waktu selama 5 hari itu. Sebagaimana halnja pada rapat para Panglima jang lalu itu maka pada penutupan rapat kali inipun PJM Presiden selaku Panglima Tertinggi telah memberikan pula amanatnja.
Sebagaimana kita ketahui bahwa ini baru merupakan perumusan² dan kita masih menghadapi tjara pelaksanaan dari semuanja jang masih banjak menghendaki fikiran dan kesabaran serta kemauan jang djudjur dan ichlas untuk menghadapinja dan mendjelmakannja mendjadi kenjataan-kenjataan jang dapat dirasakan oleh setiap orang.
<big><big><big><big><big><big><big><big><big><big>*</big></big></big></big></big></big></big></big></big></big><noinclude>{{rh|40}}</noinclude>
fmrgvb0knw0kqmza4dycmhm2pikktt1
295042
295040
2026-05-14T06:23:02Z
Link PB
26772
295042
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>:Sekiranja dapat didjelmakan kerdjasama antara kedua tokoh tersebut, tertjapailah suatu tjara pemetjahan bermatjam-matjam soal jang dihadapi oleh Bangsa dan Negara dan dengan demikian persoalan² jang lain akan mendjadi lebih mudah diselesaikan.
<ol type="1" start="2">
<li>Dalam menjelesaikan persoalan Angkatan Darat sendiri supaja tetap diutamakan tjara bermusjawarah untuk mentjapai ketenangan dan tidak sebaliknja, dengan tidak meninggalkan norma-norma militer dan disiplin.</li>
<li>Mengenai Dewan Nasional agar diusahakan dalam menentukan orang jang akan duduk dalam Dewan Nasional Nasional, diperhatikan suara daerah sehingga dibelakang hari tidak timbul keadaan², dimana orang² jang ditundjuk itu tidak membawa suara daerah dalam Dewan Nasional.</li></ol>
'''SEKSI KEAMANAN :'''
<ol type="1">
<li>Tentang keamanan telah diputuskan, bahwa politik keamanan terhadap gerombolan bersendjata jang telah didjalankan dengan segala proces dan akibatnja, berdjalan terus dengan tidak boleh dipengaruhi oleh persoalan² politik dan perubahan² kabinet.</li>
<li>Untuk memberantas subversief asing, akan diintensiveer pengawasan terhadap bangsa asing disegala lapangan, terutama dalam lapangan politik, ekonomi dan sosial.</li>
<li>Terhadap smokkel dan korupsi akan didjalankan drastise maatregelen tanpa pandang bulu.</li>
<li>Untuk melantjarkan ketiga pokok² tersebut diatas segera :</li>
<ol type="a">
<li>memperbaiki administrasi negara,</li>
<li>mendobrak birokrasi,</li>
<li>mengadakan penghematan disegala lapangan,</li>
<li>melantjarkan perbaikan dan kepentingan daerah.</li>
</ol>
</li>
</ol>
'''SEKSI OTONOMI :'''
<ol type="1">
<li>Telah ditjapai pengertian baik tentang perubahan systeem jang dianut sekarang.</li>
<li>Luas otonomi masing-masing daerah akan ditinjau bersama-sama oleh Pemerintah Pusat dan Daerah.</li>
<li>Mengenai perimbangan kedimaklumi oleh daerah bahwa Pemerintah sudah selesai dengan perundingan pelaksanaannya jang njata atas dasar keadilan dan sewadjarnja.</li>
<li>Ditegaskan kedudukan Pamongpradja dan Swapradja.</li>
<li>Segera diadakan pendidikan khusus dalam lapangan pembentukan kader Pemerintahan.</li>
<li>Diadakannja pengawasan jang effectief.</li>
<li>Kepala-kepala Daerah supaja diangkat tanpa dipilih, agar perimbangan dapat dilihat dengan njata, ketjuali bagi daerah Djakarta Raya dan Djawa Barat.</li>
<li>Pegawai-pegawai Pemerintah tidak dibenarkan mendjadi anggota Politik.</li>
<li>Untuk melaksanakan hal-hal pokok tersebut diatas, sebulan sesudah konferensi ini, akan diadakan lagi konferensi khusus.</li>
</ol>
=== SEKSI TRANSMIGRASI: ===
<ol type="1">
<li>Diakuinja adanja kepentingan transmigrasi umum untuk meratakan tenaga dalam melandjutkan pembangunan negara.</li>
<li>Penjederhanaan djumlah instansi dalam organisasi transmigrasi.</li>
<li>Menganaliseer transmigrasi jg timbul setjara spontaan dengan mengingat akan kesanggupan dan kepentingan daerah.</li>
<li>Berusaha menghindarkan pelanggaran hukum adat jang berlaku didaerah.</li>
<li>Tidak membedakan urusan pelaksanaan transmigrasi umum dan transmigrasi lokaal.</li>
</ol>
=== SEKSI FINEX/PEM: ===
<ol type="1">
<li>Dalam suasana penuh pengertian telah diakui bahwa keadaan keuangan dan ekonomi memang tidak menggembirakan.</li>
<li>Dalam keadaan demikian, nampak gedjala centralisme, birokrasi dan verpolitisering dalam usaha kearah perbaikan.</li>
<li>Telah didapat pengertian, bahwa dalam menghadapi kesulitan² ini agar daerah² turut serta menudju kearah decentralisasi umum.</li>
<li>Supaja dititik beratkan urusan daerah dilapangan finex dan diselesaikan oleh daerah sendiri.</li>
<li>Adanja hasrat jang merata untuk menaikan produksi Nasional dengan djalan menghimpun segala kekuatan untuk itu, agar tertjapai apa jang tertera dalam fatsal 38, ajat 1, 2, 3 Undang² Dasar Sementara.</li>
<li>Untuk melaksanakan hal² pokok tersebut diatas, sebulan sesudah konferensi ini diadakan konperensi mengenai pembangunan, setelah masing² daerah membawa rentjana² jang konkreet serta urutan prioritetnja kepada Biro Perantjang Negara.</li>
<li>Begitu pula sebulan sesudah konperensi ini akan diadakan rapat antara achli-achli keuangan/ekonomi Pusat dan Daerah untuk menentukan pelaksanaannja.</li>
</ol>
Inilah hasil² jang telah ditjapai selama rapat Para Penguasa Militer seluruh Indonesia jang memakan waktu selama 5 hari itu. Sebagaimana halnja pada rapat para Panglima jang lalu itu maka pada penutupan rapat kali inipun PJM Presiden selaku Panglima Tertinggi telah memberikan pula amanatnja.
Sebagaimana kita ketahui bahwa ini baru merupakan perumusan² dan kita masih menghadapi tjara pelaksanaan dari semuanja jang masih banjak menghendaki fikiran dan kesabaran serta kemauan jang djudjur dan ichlas untuk menghadapinja dan mendjelmakannja mendjadi kenjataan-kenjataan jang dapat dirasakan oleh setiap orang.
<big><big><big><big><big><big><big><big><big><big>*</big></big></big></big></big></big></big></big></big></big><noinclude>{{rh|40}}</noinclude>
rrkurad06xoawr1wbm86e7f6saivcw9
295043
295042
2026-05-14T06:23:23Z
Link PB
26772
295043
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>:Sekiranja dapat didjelmakan kerdjasama antara kedua tokoh tersebut, tertjapailah suatu tjara pemetjahan bermatjam-matjam soal jang dihadapi oleh Bangsa dan Negara dan dengan demikian persoalan² jang lain akan mendjadi lebih mudah diselesaikan.
<ol type="1" start="2">
<li>Dalam menjelesaikan persoalan Angkatan Darat sendiri supaja tetap diutamakan tjara bermusjawarah untuk mentjapai ketenangan dan tidak sebaliknja, dengan tidak meninggalkan norma-norma militer dan disiplin.</li>
<li>Mengenai Dewan Nasional agar diusahakan dalam menentukan orang jang akan duduk dalam Dewan Nasional Nasional, diperhatikan suara daerah sehingga dibelakang hari tidak timbul keadaan², dimana orang² jang ditundjuk itu tidak membawa suara daerah dalam Dewan Nasional.</li></ol>
'''SEKSI KEAMANAN :'''
<ol type="1">
<li>Tentang keamanan telah diputuskan, bahwa politik keamanan terhadap gerombolan bersendjata jang telah didjalankan dengan segala proces dan akibatnja, berdjalan terus dengan tidak boleh dipengaruhi oleh persoalan² politik dan perubahan² kabinet.</li>
<li>Untuk memberantas subversief asing, akan diintensiveer pengawasan terhadap bangsa asing disegala lapangan, terutama dalam lapangan politik, ekonomi dan sosial.</li>
<li>Terhadap smokkel dan korupsi akan didjalankan drastise maatregelen tanpa pandang bulu.</li>
<li>Untuk melantjarkan ketiga pokok² tersebut diatas segera :</li>
<ol type="a">
<li>memperbaiki administrasi negara,</li>
<li>mendobrak birokrasi,</li>
<li>mengadakan penghematan disegala lapangan,</li>
<li>melantjarkan perbaikan dan kepentingan daerah.</li>
</ol>
</li>
</ol>
'''SEKSI OTONOMI :'''
<ol type="1">
<li>Telah ditjapai pengertian baik tentang perubahan systeem jang dianut sekarang.</li>
<li>Luas otonomi masing-masing daerah akan ditinjau bersama-sama oleh Pemerintah Pusat dan Daerah.</li>
<li>Mengenai perimbangan kedimaklumi oleh daerah bahwa Pemerintah sudah selesai dengan perundingan pelaksanaannya jang njata atas dasar keadilan dan sewadjarnja.</li>
<li>Ditegaskan kedudukan Pamongpradja dan Swapradja.</li>
<li>Segera diadakan pendidikan khusus dalam lapangan pembentukan kader Pemerintahan.</li>
<li>Diadakannja pengawasan jang effectief.</li>
<li>Kepala-kepala Daerah supaja diangkat tanpa dipilih, agar perimbangan dapat dilihat dengan njata, ketjuali bagi daerah Djakarta Raya dan Djawa Barat.</li>
<li>Pegawai-pegawai Pemerintah tidak dibenarkan mendjadi anggota Politik.</li>
<li>Untuk melaksanakan hal-hal pokok tersebut diatas, sebulan sesudah konferensi ini, akan diadakan lagi konferensi khusus.</li>
</ol>
=== SEKSI TRANSMIGRASI: ===
<ol type="1">
<li>Diakuinja adanja kepentingan transmigrasi umum untuk meratakan tenaga dalam melandjutkan pembangunan negara.</li>
<li>Penjederhanaan djumlah instansi dalam organisasi transmigrasi.</li>
<li>Menganaliseer transmigrasi jg timbul setjara spontaan dengan mengingat akan kesanggupan dan kepentingan daerah.</li>
<li>Berusaha menghindarkan pelanggaran hukum adat jang berlaku didaerah.</li>
<li>Tidak membedakan urusan pelaksanaan transmigrasi umum dan transmigrasi lokaal.</li>
</ol>
=== SEKSI FINEX/PEM: ===
<ol type="1">
<li>Dalam suasana penuh pengertian telah diakui bahwa keadaan keuangan dan ekonomi memang tidak menggembirakan.</li>
<li>Dalam keadaan demikian, nampak gedjala centralisme, birokrasi dan verpolitisering dalam usaha kearah perbaikan.</li>
<li>Telah didapat pengertian, bahwa dalam menghadapi kesulitan² ini agar daerah² turut serta menudju kearah decentralisasi umum.</li>
<li>Supaja dititik beratkan urusan daerah dilapangan finex dan diselesaikan oleh daerah sendiri.</li>
<li>Adanja hasrat jang merata untuk menaikan produksi Nasional dengan djalan menghimpun segala kekuatan untuk itu, agar tertjapai apa jang tertera dalam fatsal 38, ajat 1, 2, 3 Undang² Dasar Sementara.</li>
<li>Untuk melaksanakan hal² pokok tersebut diatas, sebulan sesudah konferensi ini diadakan konperensi mengenai pembangunan, setelah masing² daerah membawa rentjana² jang konkreet serta urutan prioritetnja kepada Biro Perantjang Negara.</li>
<li>Begitu pula sebulan sesudah konperensi ini akan diadakan rapat antara achli-achli keuangan/ekonomi Pusat dan Daerah untuk menentukan pelaksanaannja.</li>
</ol>
Inilah hasil² jang telah ditjapai selama rapat Para Penguasa Militer seluruh Indonesia jang memakan waktu selama 5 hari itu. Sebagaimana halnja pada rapat para Panglima jang lalu itu maka pada penutupan rapat kali inipun PJM Presiden selaku Panglima Tertinggi telah memberikan pula amanatnja.
Sebagaimana kita ketahui bahwa ini baru merupakan perumusan² dan kita masih menghadapi tjara pelaksanaan dari semuanja jang masih banjak menghendaki fikiran dan kesabaran serta kemauan jang djudjur dan ichlas untuk menghadapinja dan mendjelmakannja mendjadi kenjataan-kenjataan jang dapat dirasakan oleh setiap orang.
{{c|<big><big><big><big><big><big><big><big><big><big>*</big></big></big></big></big></big></big></big></big></big>}}<noinclude>{{rh|40}}</noinclude>
m9h6idd6tcpq2zf09y1nm5z2sga7b9k
295044
295043
2026-05-14T06:23:42Z
Link PB
26772
295044
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>::Sekiranja dapat didjelmakan kerdjasama antara kedua tokoh tersebut, tertjapailah suatu tjara pemetjahan bermatjam-matjam soal jang dihadapi oleh Bangsa dan Negara dan dengan demikian persoalan² jang lain akan mendjadi lebih mudah diselesaikan.
<ol type="1" start="2">
<li>Dalam menjelesaikan persoalan Angkatan Darat sendiri supaja tetap diutamakan tjara bermusjawarah untuk mentjapai ketenangan dan tidak sebaliknja, dengan tidak meninggalkan norma-norma militer dan disiplin.</li>
<li>Mengenai Dewan Nasional agar diusahakan dalam menentukan orang jang akan duduk dalam Dewan Nasional Nasional, diperhatikan suara daerah sehingga dibelakang hari tidak timbul keadaan², dimana orang² jang ditundjuk itu tidak membawa suara daerah dalam Dewan Nasional.</li></ol>
'''SEKSI KEAMANAN :'''
<ol type="1">
<li>Tentang keamanan telah diputuskan, bahwa politik keamanan terhadap gerombolan bersendjata jang telah didjalankan dengan segala proces dan akibatnja, berdjalan terus dengan tidak boleh dipengaruhi oleh persoalan² politik dan perubahan² kabinet.</li>
<li>Untuk memberantas subversief asing, akan diintensiveer pengawasan terhadap bangsa asing disegala lapangan, terutama dalam lapangan politik, ekonomi dan sosial.</li>
<li>Terhadap smokkel dan korupsi akan didjalankan drastise maatregelen tanpa pandang bulu.</li>
<li>Untuk melantjarkan ketiga pokok² tersebut diatas segera :</li>
<ol type="a">
<li>memperbaiki administrasi negara,</li>
<li>mendobrak birokrasi,</li>
<li>mengadakan penghematan disegala lapangan,</li>
<li>melantjarkan perbaikan dan kepentingan daerah.</li>
</ol>
</li>
</ol>
'''SEKSI OTONOMI :'''
<ol type="1">
<li>Telah ditjapai pengertian baik tentang perubahan systeem jang dianut sekarang.</li>
<li>Luas otonomi masing-masing daerah akan ditinjau bersama-sama oleh Pemerintah Pusat dan Daerah.</li>
<li>Mengenai perimbangan kedimaklumi oleh daerah bahwa Pemerintah sudah selesai dengan perundingan pelaksanaannya jang njata atas dasar keadilan dan sewadjarnja.</li>
<li>Ditegaskan kedudukan Pamongpradja dan Swapradja.</li>
<li>Segera diadakan pendidikan khusus dalam lapangan pembentukan kader Pemerintahan.</li>
<li>Diadakannja pengawasan jang effectief.</li>
<li>Kepala-kepala Daerah supaja diangkat tanpa dipilih, agar perimbangan dapat dilihat dengan njata, ketjuali bagi daerah Djakarta Raya dan Djawa Barat.</li>
<li>Pegawai-pegawai Pemerintah tidak dibenarkan mendjadi anggota Politik.</li>
<li>Untuk melaksanakan hal-hal pokok tersebut diatas, sebulan sesudah konferensi ini, akan diadakan lagi konferensi khusus.</li>
</ol>
=== SEKSI TRANSMIGRASI: ===
<ol type="1">
<li>Diakuinja adanja kepentingan transmigrasi umum untuk meratakan tenaga dalam melandjutkan pembangunan negara.</li>
<li>Penjederhanaan djumlah instansi dalam organisasi transmigrasi.</li>
<li>Menganaliseer transmigrasi jg timbul setjara spontaan dengan mengingat akan kesanggupan dan kepentingan daerah.</li>
<li>Berusaha menghindarkan pelanggaran hukum adat jang berlaku didaerah.</li>
<li>Tidak membedakan urusan pelaksanaan transmigrasi umum dan transmigrasi lokaal.</li>
</ol>
=== SEKSI FINEX/PEM: ===
<ol type="1">
<li>Dalam suasana penuh pengertian telah diakui bahwa keadaan keuangan dan ekonomi memang tidak menggembirakan.</li>
<li>Dalam keadaan demikian, nampak gedjala centralisme, birokrasi dan verpolitisering dalam usaha kearah perbaikan.</li>
<li>Telah didapat pengertian, bahwa dalam menghadapi kesulitan² ini agar daerah² turut serta menudju kearah decentralisasi umum.</li>
<li>Supaja dititik beratkan urusan daerah dilapangan finex dan diselesaikan oleh daerah sendiri.</li>
<li>Adanja hasrat jang merata untuk menaikan produksi Nasional dengan djalan menghimpun segala kekuatan untuk itu, agar tertjapai apa jang tertera dalam fatsal 38, ajat 1, 2, 3 Undang² Dasar Sementara.</li>
<li>Untuk melaksanakan hal² pokok tersebut diatas, sebulan sesudah konferensi ini diadakan konperensi mengenai pembangunan, setelah masing² daerah membawa rentjana² jang konkreet serta urutan prioritetnja kepada Biro Perantjang Negara.</li>
<li>Begitu pula sebulan sesudah konperensi ini akan diadakan rapat antara achli-achli keuangan/ekonomi Pusat dan Daerah untuk menentukan pelaksanaannja.</li>
</ol>
Inilah hasil² jang telah ditjapai selama rapat Para Penguasa Militer seluruh Indonesia jang memakan waktu selama 5 hari itu. Sebagaimana halnja pada rapat para Panglima jang lalu itu maka pada penutupan rapat kali inipun PJM Presiden selaku Panglima Tertinggi telah memberikan pula amanatnja.
Sebagaimana kita ketahui bahwa ini baru merupakan perumusan² dan kita masih menghadapi tjara pelaksanaan dari semuanja jang masih banjak menghendaki fikiran dan kesabaran serta kemauan jang djudjur dan ichlas untuk menghadapinja dan mendjelmakannja mendjadi kenjataan-kenjataan jang dapat dirasakan oleh setiap orang.
{{c|<big><big><big><big><big><big><big><big><big><big>*</big></big></big></big></big></big></big></big></big></big>}}<noinclude>{{rh|40}}</noinclude>
05p28op29b2xmoz16iyousei0120ouu
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/979
104
104461
295041
2026-05-14T06:22:41Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
295041
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>{{c|{{xx-larger|'''Fungsi A.P. Dalam Masa Pembangunan}}<br>Oleh : EISANMAJOR'''}}
{|style="margin-left:auto; width:50%;"
|-style="vertical-align:top;"
|Motto:|| |Keluar||-||Menghantjurkan tiap<sup>2</sup> intervensi asing dengan segala bentuk pendjadjahan dan agresinja.
|-style="vertical-align:top;"
| || |Kedalam ||-||Membantu mendjamin keamanan dalam Negeri, dengan tugas<sup>2</sup> melaksanakan kewadjiban Negara Hukum, jang bersendikan PANTJASILA serta menganut DEMOKRASI.
|}
Baik di Negara<sup>2</sup> Timur maupun Barat, Angkatan Perang mempunjai sedjarah serta perannja sendiri<sup>2</sup>, jang satu sama lain mempunjai persamaan, dan djuga mempunjai perbedaannja masing<sup>2</sup>. Demikian pula dengan Angkatan Perang kita T.N.I. (TENTARA NASIONAL INDONESIA).
Untuk mengetahui, apa dan bagaimana FUNGSI Angkatan Perang kita dalam masa pembangunan sekarang dan jang akan datang ini, maka marilah kita bersama menindjau persoalan tersebut, dari dekat dan dari awal sedjarahnja. Pertama-tama kita bagi persoalan ini mendjadi 3 (tiga) bagian pokok, ialah:
<ol type="I">
<li>Sedjarah pembentukan dan segala pertumbuhannja.</li>
<li>Tugas<sup>2</sup> Umum dan Chusus daripada Angkatan Perang kita.</li>
<li>Peranan Angkatan Perang kita jang diharapkan oleh seluruh Rakjat bersama Pemerintahnja, dalam tugas utamanja sebagai „PERISAI“ Tanah Air dan Bangsanja.</li></ol>
'''I. Sedjarah pembentukan dan segala pertumbuhannja.'''
<ol type="a">
<li>Djauh sebelum bangsa asing mengindjakkan kakinja dibumi Indonesia, maka pada waktu itu Indonesia telah lama mengenal sedjarah keemasannja. Keradjaan<sup>2</sup> Indonesia ketika itu mengalami hari dan djaman gemilangnja, jang mana seluruh rakjatnja merasakan hidup dalam keadaan aman, adil dan makmur. Pemerintahan jang dikemudikan langsung oleh Radja<sup>2</sup> jang dibantu oleh beberapa „Senapati" (istilah sekarang Menteri) benar<sup>2</sup> ditaati dan disegani oleh seluruh rakjatnja, jang bukan sadja mereka ini sadar akan kewadjibannja sebagai rakjat, tetapi djuga benar<sup>2</sup> merasakan akan WIBAWA (gezag) dari Radja jang memerintahnja ketika itu, jang memang sungguh<sup>2</sup> terasa adil dan memberikan perlindungan hukum jang bertanggung-djawab. Tetapi dibelakang keadaan jang demikian itu tidak boleh dilepaskan, bahwa „tentara" dari keradjaan Indonesia waktu itu, sungguh$^2$ mempunjai PERANAN jang tidak ketjil artinja. Peradjurit<sup>2</sup> Tentara pada masa itu merupakan PELINDUNG Rakjat, baik mengenai soal<sup>2</sup> besar jang mana harus sanggup mengalahkan tiap<sup>2</sup> penjerangan dan penjerbuan dari fihak lain, djuga dalam hal<sup>2</sup> jang ketjil dan kelihatan remeh (tetapi penting), para pradjurit rela mengorbankan segala tenaga dan djerih pajahnja, untuk melindungi dan membantu rakjatnja. Dalam hal ini misalnja membantu mengerdjakan sawah-tanah, membantu menanam padi, membuat bendungan<sup>2</sup> air, mendirikan rumah rakjat, dsb. Sampai<sup>2</sup> jang membuat djalan<sup>2</sup> adalah sebagian besar dikerdjakan oleh para pradjuritnja.Demikianlah sekedar gambaran pada waktu dahulu, zaman gemilang bagi bangsa Indonesia jang masih asli, belum kemasukan orang<sup>2</sup> asing dan belum mengalami pendjadjahannja serta tidak pula mengenal kebudajaan<sup>2</sup> asing jang dapat merusakkan segala kebudajaan dan dasar<sup>2</sup> ke-Indonesiaan kita ini. Djadi tjukup djelas kiranja bahwa ketika itu, fihak pradjurit (Tentara), benar<sup>2</sup> hidup bersatu dengan rakjatnja, merupakan pelindung dan pembantu jang utama bagi kepentingan<sup>2</sup> masjarakat waktu itu.</li>
<li>Setelah ber-ulang<sup>2</sup> bangsa Indonesia mengalami pendjadjahan dari fihak asing, sedjak bangsa HINDU, ARABIA, SEPANIOL, PORTUGIS, PERANTJIS, INGGERIS dan achirnja BELANDA jang memerlukan waktu sampai 350 tahun lamanja, bangsa Indonesia telah banjak sekali mendapatkan peladjaran<sup>2</sup> jang berguna, baik dalam hubung- tata-usaha (administrasi), pemerintahan (regeering), perekonomian (ekonomic) dan achirnja sampai pada soal<sup>2</sup> kemiliterannja. Tetapi dibalik segala keuntungan<sup>2</sup> tersebut ini, kita tidak melupakan pula kerugian<sup>2</sup> kita sebagai bangsa jang sebelum itu telah beribu-ribu tahun lamanja mengalami hidup kerukunan, kekeluargaan, dan gotong-rojong. Djadi djelaslah, bahwa KEBUDAJAAN kita jang asli telah demikian berubahnja, akibat ber-ulang<sup>2</sup>nja INDONESIA mengalami pendjadjahan jang silih berganti itu. Sampai<sup>2</sup> kepada soal MENTAL/MORAL.<noinclude>{{rh|||25}}</noinclude>
hmx8rabvst5oy4shjb73t65nw5yhuf1
295045
295041
2026-05-14T06:24:01Z
Moel81
25980
295045
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>{{c|{{xx-larger|'''Fungsi A.P. Dalam Masa Pembangunan}}<br>Oleh : EISANMAJOR'''}}
{|style="margin-left:auto; width:50%;"
|-style="vertical-align:top;"
|Motto:|| |Keluar||-||Menghantjurkan tiap<sup>2</sup> intervensi asing dengan segala bentuk pendjadjahan dan agresinja.
|-style="vertical-align:top;"
| || |Kedalam ||-||Membantu mendjamin keamanan dalam Negeri, dengan tugas<sup>2</sup> melaksanakan kewadjiban Negara Hukum, jang bersendikan PANTJASILA serta menganut DEMOKRASI.
|}
Baik di Negara<sup>2</sup> Timur maupun Barat, Angkatan Perang mempunjai sedjarah serta perannja sendiri<sup>2</sup>, jang satu sama lain mempunjai persamaan, dan djuga mempunjai perbedaannja masing<sup>2</sup>. Demikian pula dengan Angkatan Perang kita T.N.I. (TENTARA NASIONAL INDONESIA).
Untuk mengetahui, apa dan bagaimana FUNGSI Angkatan Perang kita dalam masa pembangunan sekarang dan jang akan datang ini, maka marilah kita bersama menindjau persoalan tersebut, dari dekat dan dari awal sedjarahnja. Pertama-tama kita bagi persoalan ini mendjadi 3 (tiga) bagian pokok, ialah:
<ol type="I">
<li>Sedjarah pembentukan dan segala pertumbuhannja.</li>
<li>Tugas<sup>2</sup> Umum dan Chusus daripada Angkatan Perang kita.</li>
<li>Peranan Angkatan Perang kita jang diharapkan oleh seluruh Rakjat bersama Pemerintahnja, dalam tugas utamanja sebagai „PERISAI“ Tanah Air dan Bangsanja.</li></ol>
'''I. Sedjarah pembentukan dan segala pertumbuhannja.'''
<ol type="a">
<li>Djauh sebelum bangsa asing mengindjakkan kakinja dibumi Indonesia, maka pada waktu itu Indonesia telah lama mengenal sedjarah keemasannja. Keradjaan<sup>2</sup> Indonesia ketika itu mengalami hari dan djaman gemilangnja, jang mana seluruh rakjatnja merasakan hidup dalam keadaan aman, adil dan makmur. Pemerintahan jang dikemudikan langsung oleh Radja<sup>2</sup> jang dibantu oleh beberapa „Senapati" (istilah sekarang Menteri) benar<sup>2</sup> ditaati dan disegani oleh seluruh rakjatnja, jang bukan sadja mereka ini sadar akan kewadjibannja sebagai rakjat, tetapi djuga benar<sup>2</sup> merasakan akan WIBAWA (gezag) dari Radja jang memerintahnja ketika itu, jang memang sungguh<sup>2</sup> terasa adil dan memberikan perlindungan hukum jang bertanggung-djawab. Tetapi dibelakang keadaan jang demikian itu tidak boleh dilepaskan, bahwa „tentara" dari keradjaan Indonesia waktu itu, sungguh<sup>2</sup> mempunjai PERANAN jang tidak ketjil artinja. Peradjurit<sup>2</sup> Tentara pada masa itu merupakan PELINDUNG Rakjat, baik mengenai soal<sup>2</sup> besar jang mana harus sanggup mengalahkan tiap<sup>2</sup> penjerangan dan penjerbuan dari fihak lain, djuga dalam hal<sup>2</sup> jang ketjil dan kelihatan remeh (tetapi penting), para pradjurit rela mengorbankan segala tenaga dan djerih pajahnja, untuk melindungi dan membantu rakjatnja. Dalam hal ini misalnja membantu mengerdjakan sawah-tanah, membantu menanam padi, membuat bendungan<sup>2</sup> air, mendirikan rumah rakjat, dsb. Sampai<sup>2</sup> jang membuat djalan<sup>2</sup> adalah sebagian besar dikerdjakan oleh para pradjuritnja.Demikianlah sekedar gambaran pada waktu dahulu, zaman gemilang bagi bangsa Indonesia jang masih asli, belum kemasukan orang<sup>2</sup> asing dan belum mengalami pendjadjahannja serta tidak pula mengenal kebudajaan<sup>2</sup> asing jang dapat merusakkan segala kebudajaan dan dasar<sup>2</sup> ke-Indonesiaan kita ini. Djadi tjukup djelas kiranja bahwa ketika itu, fihak pradjurit (Tentara), benar<sup>2</sup> hidup bersatu dengan rakjatnja, merupakan pelindung dan pembantu jang utama bagi kepentingan<sup>2</sup> masjarakat waktu itu.</li>
<li>Setelah ber-ulang<sup>2</sup> bangsa Indonesia mengalami pendjadjahan dari fihak asing, sedjak bangsa HINDU, ARABIA, SEPANIOL, PORTUGIS, PERANTJIS, INGGERIS dan achirnja BELANDA jang memerlukan waktu sampai 350 tahun lamanja, bangsa Indonesia telah banjak sekali mendapatkan peladjaran<sup>2</sup> jang berguna, baik dalam hubung- tata-usaha (administrasi), pemerintahan (regeering), perekonomian (ekonomic) dan achirnja sampai pada soal<sup>2</sup> kemiliterannja. Tetapi dibalik segala keuntungan<sup>2</sup> tersebut ini, kita tidak melupakan pula kerugian<sup>2</sup> kita sebagai bangsa jang sebelum itu telah beribu-ribu tahun lamanja mengalami hidup kerukunan, kekeluargaan, dan gotong-rojong. Djadi djelaslah, bahwa KEBUDAJAAN kita jang asli telah demikian berubahnja, akibat ber-ulang<sup>2</sup>nja INDONESIA mengalami pendjadjahan jang silih berganti itu. Sampai<sup>2</sup> kepada soal MENTAL/MORAL.<noinclude>{{rh|||25}}</noinclude>
c66qsa5jcf3wt1oj18omiduwjumoo1j
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/211
104
104462
295046
2026-05-14T06:24:57Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295046
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||33}}</noinclude>{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 4em;" | II. 5.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | <u>Konsonan-konsonan</u> {{illegible}} dan {{illegible}}
|}
Konsonan jang pertama kurang lebih sama dengan konsonan Indonesia jang terdapat dalam <u>tidak</u> atau dan sebagainja, jaitu konsonan letusan apico-interdental tak bersuara. Sedang jang kedua ialah konsonan lamino-interdental letusan tak bersuara. Konsonan pertama tidak perlu dibitjarakan disini, sebab memang kurang lebih sama. Jang kedua djuga sampai hari ini biasanja selalu diutjapkan seperti konsonan pertama. Demikian kata-kata Arab <u>tariqah</u>, <u>fitrah</u>, <u>Fatihah</u> dalam bahasa Indonesia mendjadi <u>tarekat</u>, <u>fitrah</u> dan <u>Fatimah</u>.
Jang perlu disinggung disini ialah, bahwa dalam bahasa Arab, ada imbuhan penanda feminin (-at) seperti terdapat dalam <u>qa'idat</u>(un), <u>tariqat</u>(un), <u>alamat</u>(un) dan sebagainja. Istimewa buat imbuhan feminin ini dalam bahasa arab mempunjai dua alomorf: bilamana kata-kata berimbuhan feminin ini dilandjutkan dengan achiran penundjuk kasus, jakni a(n) u(n) atau i(n): madrasatun, qa'idatun dan sebagainja, maka dipakai allomorph /at/ (un), at(an) atau at(in), akan tetapi bilamana kata-kata berimbuhan feminin itu ada dalam posisi achir dan pembitjara mengambil "quick form", maka at( imbuhan itu dilaksanakan dengan allomorph /ah/. Djadi <u>madrasah</u>, <u>qa'idah</u>, <u>tariqah</u> dan seterusnja. Apakah kedua allomorph itu masuk kedalam bahasa Indonesia tanpa mengingat posisinja dalam udjaran. Demikian disamping ada <u>tarekat</u>, <u>alamat</u>, kita dapati pula <u>madrasah</u>, <u>akidah</u>, <u>kaidah</u> dan sebagainja.
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 4em;" | II. 6.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | <u>Konsonan-konsonan d dan d̂ </u>
|}
Konsonan jang pertama adalah konsonan letusan apiko-interdental letusan bersuara (د), sedang jang kedua lamino-interdental (ض). Seperti kita maklumi bahasa Indonesia memiliki konsonan jang berdekatan dengan konsonan jang pertama, jaitu konsonan letusan apiko-alveolar. Sebab itu sebagian besar dari konsonan Arab jang masuk kedalam bahasa Indonesia diutjapkan dengan utjapan konsonan Indonesia jang berdekatan itu. Kata Arab <u>'adil</u>, <u>du'a'</u> misalnja dalam utjapan Indonesia /<u>adil</u>/ dan /<u>doa</u>/. Akan tetapi banjak diantara kata-kata Arab jang tetap diutjapkan dengan konsonan asalnja, seperti /<u>jadwal</u>/, /<u>da'wah</u>/ dan /madrasah/. Hal ini terutama diutjapkan oleh mereka jang mempunjai latarbelakang bahasa daerah, seperti bahasa Djawa misalnja, jang dalam daftar konsonannja memiliki konsonan jang sama dengan konsonan arab. Akan tetapi baik utjapan jang pertama maupun jang kedua dalam bahasa Indonesia sampai sekarang tidak menimbulkan kesulitan apa-apa, karena tak pernah bersifat distingtif.<noinclude></noinclude>
oarnsq6d8lq85s3ve6h82tf828543qe
295047
295046
2026-05-14T06:25:24Z
Upiak Ituih
27011
295047
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||33}}</noinclude>{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 4em;" | II. 5.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | <u>Konsonan-konsonan</u> {{illegible}} dan {{illegible}}
|}
Konsonan jang pertama kurang lebih sama dengan konsonan Indonesia jang terdapat dalam <u>tidak</u> atau dan sebagainja, jaitu konsonan letusan apico-interdental tak bersuara. Sedang jang kedua ialah konsonan lamino-interdental letusan tak bersuara. Konsonan pertama tidak perlu dibitjarakan disini, sebab memang kurang lebih sama. Jang kedua djuga sampai hari ini biasanja selalu diutjapkan seperti konsonan pertama. Demikian kata-kata Arab <u>tariqah</u>, <u>fitrah</u>, <u>Fatihah</u> dalam bahasa Indonesia mendjadi <u>tarekat</u>, <u>fitrah</u> dan <u>Fatimah</u>.
Jang perlu disinggung disini ialah, bahwa dalam bahasa Arab, ada imbuhan penanda feminin (-at) seperti terdapat dalam <u>qa'idat</u>(un), <u>tariqat</u>(un), <u>alamat</u>(un) dan sebagainja. Istimewa buat imbuhan feminin ini dalam bahasa arab mempunjai dua alomorf: bilamana kata-kata berimbuhan feminin ini dilandjutkan dengan achiran penundjuk kasus, jakni a(n) u(n) atau i(n): madrasatun, qa'idatun dan sebagainja, maka dipakai allomorph /at/ (un), at(an) atau at(in), akan tetapi bilamana kata-kata berimbuhan feminin itu ada dalam posisi achir dan pembitjara mengambil "quick form", maka at( imbuhan itu dilaksanakan dengan allomorph /ah/. Djadi <u>madrasah</u>, <u>qa'idah</u>, <u>tariqah</u> dan seterusnja. Apakah kedua allomorph itu masuk kedalam bahasa Indonesia tanpa mengingat posisinja dalam udjaran. Demikian disamping ada <u>tarekat</u>, <u>alamat</u>, kita dapati pula <u>madrasah</u>, <u>akidah</u>, <u>kaidah</u> dan sebagainja.
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 4em;" | II. 6.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | <u>Konsonan-konsonan</u> d dan d̂
|}
Konsonan jang pertama adalah konsonan letusan apiko-interdental letusan bersuara (د), sedang jang kedua lamino-interdental (ض). Seperti kita maklumi bahasa Indonesia memiliki konsonan jang berdekatan dengan konsonan jang pertama, jaitu konsonan letusan apiko-alveolar. Sebab itu sebagian besar dari konsonan Arab jang masuk kedalam bahasa Indonesia diutjapkan dengan utjapan konsonan Indonesia jang berdekatan itu. Kata Arab <u>'adil</u>, <u>du'a'</u> misalnja dalam utjapan Indonesia /<u>adil</u>/ dan /<u>doa</u>/. Akan tetapi banjak diantara kata-kata Arab jang tetap diutjapkan dengan konsonan asalnja, seperti /<u>jadwal</u>/, /<u>da'wah</u>/ dan /madrasah/. Hal ini terutama diutjapkan oleh mereka jang mempunjai latarbelakang bahasa daerah, seperti bahasa Djawa misalnja, jang dalam daftar konsonannja memiliki konsonan jang sama dengan konsonan arab. Akan tetapi baik utjapan jang pertama maupun jang kedua dalam bahasa Indonesia sampai sekarang tidak menimbulkan kesulitan apa-apa, karena tak pernah bersifat distingtif.<noinclude></noinclude>
11vqaxfrvx8jv6ygcgbvtfsxfrzek8g
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/212
104
104463
295048
2026-05-14T06:30:34Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295048
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||36}}</noinclude>Hanja sadja perlu ditambahkan disini, berhubung adanja sistim tatafonia jang berbeda antara bahasa Arab dan bahasa Indonesia; dalam sistim tatafonia bahasa Indonesia tidak dikenal adanja konsonan letusan bersuara pada posisi achir suku, maka konsonan-konsonan arab jang mempunjai posisi demikian, biasanja dalam bahasa Indonesia diutjapkan tanpa suara. Demikianlah djadwal, ahwad, ahad, muhammad dan seterusnja, dalam utjapan bahasa Indonesia mendjadi djatwal, ahwat, ahat dan muhammat, meskipun hampir tak pernah dituliskan demikian.
Konsonan jang kedua d dalam bahasa Indonesia mempunjai tiga kemungkinan. Sebagiannja ada jang mengutjapkan seperti konsonan Indonesia, jakni konsonan apiko-alveolar d seperti terdapat dalam darurat, kadi, wudu, jang masing-masing dari darurah, qadi dan wudu'. Sebagian lainnja ada jang mendjadi l seperti; perlu, rela dan ramlan. Ketiganja dari kata-kata arab; fard, rida' dan ramadan. Dalam pada itu ada tendensi jang menunjukkan bahwa si pemakai hendak mempertahankan utjapan aslinja; demikian ada jang mentjoba menulisnja hadlirin untuk hadirin, nahdlatul ulama untuk nahdatul ulama, jakni masing-masing dari kata Arab hadlirin, nahdatu 'l-ulama dan rida'. Penulis berpendapat usaha penjesuaian dengan utjapan aslinja itu tak perlu dilandjutkan, konsonan itu tjukup disesuaikan dengan tjontoh-tjontoh jang telah ada, djadi tulis dan utjapkanlah dengan d atau l.
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 4em;" | II. 7.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | <u>Konsonan-konsonan</u> ch, kh dan gh
|}
Ketiga konsonan ini, masing-masing adalah: jang pertama konsonan dorsovelar geseran tak bersuara (خ), jang kedua bersuara (ح) dan jang ketiga geseran dorso uvular (غ).
Konsonan jang pertama, dalam bahasa Indonesia selalu diutjapkan sebagai h seperti <u>halal</u>, <u>haram</u>, <u>sahabat</u>, <u>heran</u>, <u>hal-ihwal</u>, jaitu masing-masing dari kata <u>chalal</u>, <u>charam</u>, <u>sachabah</u>, <u>chiran</u> dan <u>chal-ichwal</u>. Demikian untuk konsonan ini tidak ada kesulitan.
Konsonan jang kedua mempunjai dua kemungkinan: mendjadi k seperti terdapat dalam <u>kabar</u>, <u>Kamis</u>, <u>iklas</u> dan sebagainja (seringkali ini beralternasi bebas dengan ch). Sebagian lainnja diutjapkan sebagai dorso-velar ch seperti <u>ichtiar</u>, <u>chas</u>, <u>chattulistiwa</u>, <u>chilaf</u> dan seterusnja. Penulis mengandjurkan agar dipakai tjara jang kedua ini, sebab bilamana didjadikan k, maka akan timbul bentuk kembar untuk dua kata jang lain artinja: Bila chas 'spesifik' diganti dengan k maka akan kembar dengan kas "kotak".<noinclude></noinclude>
sjzjur6yax2k3z64vdjhfdn44x2iubn
295050
295048
2026-05-14T06:36:18Z
Upiak Ituih
27011
295050
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||36}}</noinclude>Hanja sadja perlu ditambahkan disini, berhubung adanja sistim tatafonia jang berbeda antara bahasa Arab dan bahasa Indonesia; dalam sistim tatafonia bahasa Indonesia tidak dikenal adanja konsonan letusan bersuara pada posisi achir suku, maka konsonan-konsonan arab jang mempunjai posisi demikian, biasanja dalam bahasa Indonesia diutjapkan tanpa suara. Demikianlah {{u|djadwal}}, {{u|ahwad}}, {{u|ahad}}, {{u|muhammad}} dan seterusnja, dalam utjapan bahasa Indonesia mendjadi {{u|djatwal}}, {{u|ahwat}}, {{u|ahat}} dan {{u|muhammat}}, meskipun hampir tak pernah dituliskan demikian.
Konsonan jang kedua d dalam bahasa Indonesia mempunjai tiga kemungkinan. Sebagiannja ada jang mengutjapkan seperti konsonan Indonesia, jakni konsonan apiko-alveolar d seperti terdapat dalam {{u|darurat}}, {{u|kadi}}, {{u|wudu}}, jang masing-masing dari {{u|darurah}}, {{u|qadi}} dan wudu'. Sebagian lainnja ada jang mendjadi l seperti; {{u|perlu}}, {{u|rela}} dan {{u|ramlan}}. Ketiganja dari kata-kata arab; {{u|fard}}, {{u|rida'}} dan {{u|ramadan}}. Dalam pada itu ada tendensi jang menunjukkan bahwa si pemakai hendak mempertahankan utjapan aslinja; demikian ada jang mentjoba menulisnja {{u|hadlirin}} untuk {{u|hadirin}}, nahdlatul ulama untuk nahdatul ulama, jakni masing-masing dari kata Arab {{u|cha:diri:n}}, {{u|nahdatu 'l-ulama}} dan rida'. Penulis berpendapat usaha penjesuaian dengan utjapan aslinja itu tak perlu dilandjutkan, konsonan itu tjukup disesuaikan dengan tjontoh-tjontoh jang telah ada, djadi tulis dan utjapkanlah dengan d atau l.
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 4em;" | II. 7.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | <u>Konsonan-konsonan</u> ch, kh dan gh
|}
Ketiga konsonan ini, masing-masing adalah: jang pertama konsonan dorsovelar geseran tak bersuara (خ), jang kedua bersuara (ح) dan jang ketiga geseran dorso uvular (غ).
Konsonan jang pertama, dalam bahasa Indonesia selalu diutjapkan sebagai h seperti <u>halal</u>, <u>haram</u>, <u>sahabat</u>, <u>heran</u>, <u>hal-ihwal</u>, jaitu masing-masing dari kata <u>chalal</u>, <u>charam</u>, <u>sachabah</u>, <u>chiran</u> dan <u>chal-ichwal</u>. Demikian untuk konsonan ini tidak ada kesulitan.
Konsonan jang kedua mempunjai dua kemungkinan: mendjadi k seperti terdapat dalam <u>kabar</u>, <u>Kamis</u>, <u>iklas</u> dan sebagainja (seringkali ini beralternasi bebas dengan ch). Sebagian lainnja diutjapkan sebagai dorso-velar ch seperti <u>ichtiar</u>, <u>chas</u>, <u>chattulistiwa</u>, <u>chilaf</u> dan seterusnja. Penulis mengandjurkan agar dipakai tjara jang kedua ini, sebab bilamana didjadikan k, maka akan timbul bentuk kembar untuk dua kata jang lain artinja: Bila chas 'spesifik' diganti dengan k maka akan kembar dengan kas "kotak".<noinclude></noinclude>
acyif1osbshptv1jepjr21bon3y6xqh
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/216
104
104464
295049
2026-05-14T06:34:23Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
295049
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{border|1=
<center>
<big><big>Berita Redaksi</big></big>
</center>
Dengan ini kami beritakan bahwa :
# Mulai pada penerbitan bulan Agustus 1957 nanti, Madjalah kita akan membuat kolom chusus untuk memuat BERITA KELUARGA dari para langganan dengan tidak dipungut beaja (gratis) asal menjebutkan nomor langganannja.
# Redaksi selalu menanti buah karangan dari pembatja, baik jang berupa : reportage, tjeritera pendek, foto², karikatur² dll. Untuk setiap naskah atau pun foto² jang telah dimuat akan kami beri uang djadjan jang tjukup lumajan.
{{right|Redaksi.}}
}}
{{Missing image}}
{{border|1=
<big><big><big>'''DUNLOP''' TRUCK & BUS TYRES</big></big></big>
<big>'''BUILT FOR THE JOB!'''</big>
The Dunlop Rubber Co. (Indonesia) Ltd. Tanah Abang Bukit No. 3 Djakarta, offers all assistance and technical aid free of charge to National Importers to enable them to import Dunlop products direct from Dunlop factories throughout the world.
}}<noinclude>{{rh|46}}</noinclude>
2ct3j5fcvx9kzt30bndzt1l6anszbts
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/217
104
104465
295051
2026-05-14T06:37:04Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
295051
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>PHILIPS
Pemain rebab
<big><big><big><big>'''Tentang<br>Radja dan radja'''</big></big></big></big>
Laksana tjorak berwarna pada tenunan-bunji musik-gamelan, terdengarlah nada² keradjaan dari rebab. Dipelbagai daerah Indonesia rebab itu menduduki tugas pimpinan dalam orkes dan karena itu dinamakannja pula "radja" orkes.
Siaran dan gelombang² angkasa membawakan kekajaan² kebudajaan Indonesia keseluruh keluasan dunia. Radio memberikan kesempatan kepada tuan untuk menemukan kekajaan² kebudajaan itu dan membuka dunia kaja jang baru. Philips radio: "radja" diantara radio².
<big><big><big>''Radio'''''PHILIPS'''</big></big></big><noinclude></noinclude>
3yetrjkkhh4f2wf8g4qn8j97ciunebx
295052
295051
2026-05-14T06:37:17Z
Link PB
26772
295052
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>PHILIPS
Pemain rebab
<big><big><big><big>'''Tentang<br>Radja dan radja'''</big></big></big></big>
Laksana tjorak berwarna pada tenunan-bunji musik-gamelan, terdengarlah nada² keradjaan dari rebab. Dipelbagai daerah Indonesia rebab itu menduduki tugas pimpinan dalam orkes dan karena itu dinamakannja pula "radja" orkes.
Siaran dan gelombang² angkasa membawakan kekajaan² kebudajaan Indonesia keseluruh keluasan dunia. Radio memberikan kesempatan kepada tuan untuk menemukan kekajaan² kebudajaan itu dan membuka dunia kaja jang baru. Philips radio: "radja" diantara radio².
<big><big><big>''Radio'''''PHILIPS'''</big></big></big><noinclude></noinclude>
2lfh0f2xboeyh7juwra55rqiimsu694
295053
295052
2026-05-14T06:37:38Z
Link PB
26772
295053
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>PHILIPS
Pemain rebab
<big><big><big><big>'''Tentang<br>Radja dan radja'''</big></big></big></big>
Laksana tjorak berwarna pada tenunan-bunji musik-gamelan, terdengarlah nada² keradjaan dari rebab. Dipelbagai daerah Indonesia rebab itu menduduki tugas pimpinan dalam orkes dan karena itu dinamakannja pula "radja" orkes.
Siaran dan gelombang² angkasa membawakan kekajaan² kebudajaan Indonesia keseluruh keluasan dunia. Radio memberikan kesempatan kepada tuan untuk menemukan kekajaan² kebudajaan itu dan membuka dunia kaja jang baru. Philips radio: "radja" diantara radio².
<big><big><big>''Radio'''''PHILIPS'''</big></big></big>
{{Missing image}}<noinclude></noinclude>
namady8098f0wgpwugitsnzyyu7af2f
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/213
104
104466
295054
2026-05-14T06:41:40Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295054
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>Konsonan jang ketiga umumnja mendjadi g seperti {{u|magrib}}, {{u|gaib}}, {{u|gairah}} dan seterusnja, jakni masing-masing dari {{u|maghrib}}, {{u|gaib}}, {{u|ghairah}}. Untuk ini hanja ada satu kenjataan, jakni selalu diganti g, sebab itu tidak usah diperpandjang lagi pembitjaraannja.
II. 8. {{u|Konsonan}} ' dan '
Jang pertama adalah konsonan letusan glottal ( ء ), sedang jang kedua nasal glottal ( ع ). Keduanja dibitjarakan sekaligus, karena penjesuaian fonologisanja sama. Apabila konsonan-konsonan ini berada pada posisi awal suku, maka biasanja diutjapkan sebagai letusan glottal, djadi kata-kata Arab {{u|'ikhtija:r}}, {{u|'isja:rah}}, {{u|'achad}} atau {{u|'ilmu}}, {{u|'alam}}, {{u|'ulama:'}} keduanja mendjadi {{u|'ihtiar}}, {{u|'isjarat}}, {{u|'ahad}}, {{u|'ilmu}}, {{u|'alam}} dan {{u|'ulama}}, tetapi konsonan glottal dalam bahasa Indonesia tak pernah ditulis, berdasar peraturan edjaan terachir.
Dalam posisi achir konsonan letusan glottal biasanja hilang sadja seperti {{u|'ulama:'}}, du'at djuga dihilangkan dalam bahasa Indonesia; sedang konsonan nasal glottal seringkali mendjadi letusan glottal. Demikian kata {{u|ra'ijjah}} dan {{u|ma'lum}} mendjadi {{u|ra'jat}} dan {{u|ma'lum}} dan ditulis {{u|rakjat}} dan {{u|maklum}}. Akan tetapi sering pula dihilangkan sadja seperti {{u|ta'ri:f}} mendjadi {{u|tarif}}, malahan kata {{u|'i'tiqa:d}} kini ada jang berbentuk {{u|tekad}} disamping {{u|itikad}}.
II. 9. {{u|Konsonan}} k dan q
Bahasa Indonesia memiliki dua konsonan dorso velar depan ( ك ) dan belakang ( ق ). Konsonan jang kedua itu tidak dikenal dalam bahasa Indonesia, sebab itu semua konsonan kedua dari bahasa Arab, dalam bahasa Indonesia diutjapkan dengan konsonan pertama. Demikianlah kata-kata arab {{u|jaqi:n}}, {{u|taqwa:}}, {{u|muqi:m}} dan sebagainja dalam bahasa Indonesia mendjadi {{u|jakin}}, {{u|takwa}} dan {{u|mukim}}. Dalam hal ini tidak ada kesulitan karena terdjadi seragam.
III. 1. Pertama-tama ingin segera penulis kemukakan bahwa dalam sistim konsonan bahasa Arab, seperti djuga dalam bahasa Indonesia tidak dikenal kelompok konsonan pada posisi awal dan tengah. Akan tetapi bahasa Arab mengenal cluster antara dua konsonan jang sama, misalnja {{u|madjallah}}, {{u|mu'allim}}, {{u|tasawwuf}} dan sebagainja. Dan oleh karena bahasa Indonesia samasekali tidak mengenal sistim konsonan ini, maka dalam bahasa Indonesia selalu tinggal satu konsonan sadja.<noinclude></noinclude>
qqfkt6hnh3bkerppae0lv8wixyq01hg
295055
295054
2026-05-14T06:42:00Z
Upiak Ituih
27011
295055
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||35}}</noinclude>Konsonan jang ketiga umumnja mendjadi g seperti {{u|magrib}}, {{u|gaib}}, {{u|gairah}} dan seterusnja, jakni masing-masing dari {{u|maghrib}}, {{u|gaib}}, {{u|ghairah}}. Untuk ini hanja ada satu kenjataan, jakni selalu diganti g, sebab itu tidak usah diperpandjang lagi pembitjaraannja.
II. 8. {{u|Konsonan}} ' dan '
Jang pertama adalah konsonan letusan glottal ( ء ), sedang jang kedua nasal glottal ( ع ). Keduanja dibitjarakan sekaligus, karena penjesuaian fonologisanja sama. Apabila konsonan-konsonan ini berada pada posisi awal suku, maka biasanja diutjapkan sebagai letusan glottal, djadi kata-kata Arab {{u|'ikhtija:r}}, {{u|'isja:rah}}, {{u|'achad}} atau {{u|'ilmu}}, {{u|'alam}}, {{u|'ulama:'}} keduanja mendjadi {{u|'ihtiar}}, {{u|'isjarat}}, {{u|'ahad}}, {{u|'ilmu}}, {{u|'alam}} dan {{u|'ulama}}, tetapi konsonan glottal dalam bahasa Indonesia tak pernah ditulis, berdasar peraturan edjaan terachir.
Dalam posisi achir konsonan letusan glottal biasanja hilang sadja seperti {{u|'ulama:'}}, du'at djuga dihilangkan dalam bahasa Indonesia; sedang konsonan nasal glottal seringkali mendjadi letusan glottal. Demikian kata {{u|ra'ijjah}} dan {{u|ma'lum}} mendjadi {{u|ra'jat}} dan {{u|ma'lum}} dan ditulis {{u|rakjat}} dan {{u|maklum}}. Akan tetapi sering pula dihilangkan sadja seperti {{u|ta'ri:f}} mendjadi {{u|tarif}}, malahan kata {{u|'i'tiqa:d}} kini ada jang berbentuk {{u|tekad}} disamping {{u|itikad}}.
II. 9. {{u|Konsonan}} k dan q
Bahasa Indonesia memiliki dua konsonan dorso velar depan ( ك ) dan belakang ( ق ). Konsonan jang kedua itu tidak dikenal dalam bahasa Indonesia, sebab itu semua konsonan kedua dari bahasa Arab, dalam bahasa Indonesia diutjapkan dengan konsonan pertama. Demikianlah kata-kata arab {{u|jaqi:n}}, {{u|taqwa:}}, {{u|muqi:m}} dan sebagainja dalam bahasa Indonesia mendjadi {{u|jakin}}, {{u|takwa}} dan {{u|mukim}}. Dalam hal ini tidak ada kesulitan karena terdjadi seragam.
III. 1. Pertama-tama ingin segera penulis kemukakan bahwa dalam sistim konsonan bahasa Arab, seperti djuga dalam bahasa Indonesia tidak dikenal kelompok konsonan pada posisi awal dan tengah. Akan tetapi bahasa Arab mengenal cluster antara dua konsonan jang sama, misalnja {{u|madjallah}}, {{u|mu'allim}}, {{u|tasawwuf}} dan sebagainja. Dan oleh karena bahasa Indonesia samasekali tidak mengenal sistim konsonan ini, maka dalam bahasa Indonesia selalu tinggal satu konsonan sadja.<noinclude></noinclude>
ccnmpmququ8qatvecoazrcprqx6pnpk
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/215
104
104467
295056
2026-05-14T06:45:51Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295056
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||37}}</noinclude>kata-kata Arab seperti {{u|barakah}} djadi {{u|berkah}}, {{u|tafakhur}} - {{u|tepekur}} atau {{u|terpekur}}, {{u|sadaqah}} - {{u|sedekah}}, {{u|taqdir}} - {{u|takdir}}.
Hal lain jang perlu disebut ialah tentang posisi diftong. Dalam bahasa kita diftong biasanja hanja pada suku achir terbuka. Sebaliknja dalam bahasa Arab tidak memilih tempat. Sebab itu untuk diftong kata Arab jang tidak sesuai dengan posisi diftong Indonesia seringkali didjadikan satu vokal, seperti kata {{u|tawbah}} - {{u|tobat}}, untuk kata {{u|tawchi:d}} djadi {{u|tohid}}. Tetapi untuk kata {{u|gawl}} mendjadi {{u|kaul}}.
IV. {{u|Penutup}}
Demikian bilamana kita tindjau pembitjaraan kita, maka dapat disimpulkan bahwa pada dasarnja selalu terdapat tendensi untuk menjesuaikan konsonan dan sistim konsonan asing jang bertentangan dengan konsonan atau sistim bahasa Indonesia. Konsonan asing jang tidak terdapat dalam bahasa Indonesia selalu diusahakan untuk menggantinja dengan konsonan Indonesia, atau bila hal itu tidak mungkin, maka akan diambil konsonan jang daerah artikulasinja berdekatan.
Seperti ternjata diatas, konsonan Arab jang tidak atau belum mendapat penggantiannja dalam bahasa Indonesia ialah f, ch dan z. Akan tetapi dapat dirasakan, bahwa meskipun bagaimana djuga pada saatnja mungkin konsonan-konsonan itu akan disesuaikan dengan konsonan Indonesia, seperti ternjata sekarang meskipun konsonan-konsonan tersebut kini bersifat fonemis, namun selalu terdapat alternannja dengan konsonan Indonesia, jakni f dengan p, ch dengan h atau k dan z dengan s atau dj.
{{u|Tjatatan.}}
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 3em;" | (1)
| style="vertical-align: top; width: 45em; text-align: justify;" | Edjaan Bahasa Arab jang dipakai disini diambil dari buku {{u|G.W. Thatcher, M.A., d.d. Arabic Grammar}}, dengan perubahan-perubahan ch untuk , j untuk dan tanda jang dititik dibawah huruf, dititik diatas.
|-
| style="vertical-align: top;" | (2)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Tanda : penulis pakai untuk tanda vokal pandjang.
|}
{{u|Daftar Batjaan}}
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 3em;" | 1.
| style="vertical-align: top; width: 45em; text-align: justify;" | Hava, S.J., J.G., {{u|Arabic English Dictionary}}, Bairut, Catholic Press, 1951.
|-
| style="vertical-align: top;" | 2.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Slametmuljana, Dr., {{u|Kaidah Bahasa Indonesia}}, djilid II, Djakarta, Djambatan, 1957.
|-
| style="vertical-align: top;" | 3.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Gleason, H.A., {{u|An Introduction to Descriptive Linguistics}}, New York, Henry Holt and Company, 1958.
|-
| style="vertical-align: top;" | 4.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Madjalah-madjalah dan Surat Kabar.
|}<noinclude></noinclude>
mrhu8yexisq9g1bsfn5twukbg9t251m
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/552
104
104468
295057
2026-05-14T06:48:00Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295057
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>("tense" dan kasus). Karena itu berbeda dari keduanya.
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 3.5em;" | 4.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | {{u|Pronomen}}, jenis kata ini ialah kata-kata yang dapat menggantikan nomen biasa dan biasanya menunjukkan orang pertama, kedua, dan ketiga.
|-
| style="vertical-align: top;" | 5.
| style="vertical-align: top; text-align: justify; padding-top: 0.5em;" | {{u|Adverbium}}, keistimewaan dari adverbium ini ialah selalu dipergunakan dalam konstruksi bersama dengan verbum, dan secara semantik merupakan attribut verbum.
|-
| style="vertical-align: top;" | 6.
| style="vertical-align: top; text-align: justify; padding-top: 0.5em;" | {{u|Praepositio}}, ialah jeniskata yang tidak mengalami infleksi dan dipergunakan sebagai kata yang terletak di depan bentuk yang berkasus atau dalam kompositum.
|-
| style="vertical-align: top;" | 7.
| style="vertical-align: top; text-align: justify; padding-top: 0.5em;" | {{u|Interjectio}}, jeniskata yang secara sintaksis terlepas dari verbum, dan menyatakan perasaan atau sikap pikiran.
|-
| style="vertical-align: top;" | 8.
| style="vertical-align: top; text-align: justify; padding-top: 0.5em;" | {{u|Conjunctio}}, jeniskata yang tidak mengalami infleksi dan secara sintaksis menghubungkan anggota-anggota kelas kata yang lain untuk menyatakan hubungan antar sesamanya.
|}
Demikianlah dapat kita catat jenis kata yang dikemukakan oleh Priscia. Tampaknya Priscia pun tidak begitu jelas mengkriteriakannya.
{{u|Sintaksis Priscia.}}
Bidang ini membahas {{u|oratio}}. Dan apa katanya tentang itu? "Oratio est ordinato dictionem congrua, setentiam perfectam demontrans". Artinya: "oratio ialah tatasusun kata yang berselaras dan menunjukkan kalimat itu selesai".
Hal yang menarik dari pengertian oratio ini ialah ia menunjukkan pula bahwa sebuah kata dapat menjadi kalimat penuh:
Salah satu contoh dari oratio yang baik dan sempurna ialah jawaban pertanyaan dengan sebuah kata. Umpamanya orang bertanya : " Apakah kebaikan yang terbesar dalam hidup? " Dan yang lain jawab: "Honor" (Kehormatan). Bentuk Honor adalah sebuah kalimat yang sempurna menurut Priscia.<noinclude>{{rh|||18{{gap}} Bahasa dan Kesusastraan VI (3), 1973}}</noinclude>
02mjbv2e8moiq5a9ui6eccpaygwopoe
295058
295057
2026-05-14T06:50:36Z
Upiak Ituih
27011
295058
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>("tense" dan kasus). Karena itu berbeda dari keduanya.
<div style="line-height: 1.6; text-align: justify; margin-left: 0; padding-left: 0;">
# {{u|Pronomen}}, jenis kata ini ialah kata-kata yang dapat menggantikan nomen biasa dan biasanya menunjukkan orang pertama, kedua, dan ketiga.
# {{u|Adverbium}}, keistimewaan dari adverbium ini ialah selalu dipergunakan dalam konstruksi bersama dengan verbum, dan secara semantik merupakan attribut verbum.
# {{u|Praepositio}}, ialah jeniskata yang tidak mengalami infleksi dan dipergunakan sebagai kata yang terletak di depan bentuk yang berkasus atau dalam kompositum.
# {{u|Interjectio}}, jeniskata yang secara sintaksis terlepas dari verbum, dan menyatakan perasaan atau sikap pikiran.
# {{u|Conjunctio}}, jenis kata yang tidak mengalami infleksi dan secara sintaksis menghubungkan anggota-anggota kelas kata yang lain untuk menyatakan hubungan antar sesamanya.
</div>
Demikianlah dapat kita catat jenis kata yang dikemukakan oleh Priscia. Tampaknya Priscia pun tidak begitu jelas mengkriteriakannya.
{{u|Sintaksis Priscia.}}
Bidang ini membahas {{u|oratio}}. Dan apa katanya tentang itu? "Oratio est ordinato dictionem congrua, setentiam perfectam demontrans". Artinya: "oratio ialah tatasusun kata yang berselaras dan menunjukkan kalimat itu selesai".
Hal yang menarik dari pengertian oratio ini ialah ia menunjukkan pula bahwa {{u|sebuah kata dapat menjadi kalimat penuh}}:
Salah satu contoh dari oratio yang baik dan sempurna ialah jawaban pertanyaan dengan sebuah kata. Umpamanya orang bertanya : " Apakah kebaikan yang terbesar dalam hidup? " Dan yang lain jawab: "Honor" (Kehormatan). Bentuk Honor adalah sebuah kalimat yang sempurna menurut Priscia.<noinclude>{{rh|||18{{gap}} Bahasa dan Kesusastraan VI (3), 1973}}</noinclude>
qo090iya4k1rujdithgxk88y0ksis1c
295059
295058
2026-05-14T06:51:41Z
Upiak Ituih
27011
295059
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><div style="text-indent: 8em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
("tense" dan kasus). Karena itu berbeda dari keduanya.
</div>
<div style="line-height: 1.6; text-align: justify; margin-left: 0; padding-left: 0;">
# {{u|Pronomen}}, jenis kata ini ialah kata-kata yang dapat menggantikan nomen biasa dan biasanya menunjukkan orang pertama, kedua, dan ketiga.
# {{u|Adverbium}}, keistimewaan dari adverbium ini ialah selalu dipergunakan dalam konstruksi bersama dengan verbum, dan secara semantik merupakan attribut verbum.
# {{u|Praepositio}}, ialah jeniskata yang tidak mengalami infleksi dan dipergunakan sebagai kata yang terletak di depan bentuk yang berkasus atau dalam kompositum.
# {{u|Interjectio}}, jeniskata yang secara sintaksis terlepas dari verbum, dan menyatakan perasaan atau sikap pikiran.
# {{u|Conjunctio}}, jenis kata yang tidak mengalami infleksi dan secara sintaksis menghubungkan anggota-anggota kelas kata yang lain untuk menyatakan hubungan antar sesamanya.
</div>
Demikianlah dapat kita catat jenis kata yang dikemukakan oleh Priscia. Tampaknya Priscia pun tidak begitu jelas mengkriteriakannya.
{{u|Sintaksis Priscia.}}
Bidang ini membahas {{u|oratio}}. Dan apa katanya tentang itu? "Oratio est ordinato dictionem congrua, setentiam perfectam demontrans". Artinya: "oratio ialah tatasusun kata yang berselaras dan menunjukkan kalimat itu selesai".
Hal yang menarik dari pengertian oratio ini ialah ia menunjukkan pula bahwa {{u|sebuah kata dapat menjadi kalimat penuh}}:
Salah satu contoh dari oratio yang baik dan sempurna ialah jawaban pertanyaan dengan sebuah kata. Umpamanya orang bertanya : " Apakah kebaikan yang terbesar dalam hidup? " Dan yang lain jawab: "Honor" (Kehormatan). Bentuk Honor adalah sebuah kalimat yang sempurna menurut Priscia.<noinclude>{{rh|||18{{gap}} Bahasa dan Kesusastraan VI (3), 1973}}</noinclude>
52fywjlr9s5uefq6xl49a2grutktje2
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/551
104
104469
295060
2026-05-14T06:57:33Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295060
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>yang tidak dapat dituliskan.
{{u|Morfologi Priscia}}
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Sebuah kata disebut {{u|Dictio}}. Dan kata ialah bagian yang minimum dari sebuah ujaran dan harus diartikan terpisah dalam makna sebagai satu keseluruhan. Dalam hal ini Priscia mempunyai kekeliruan seolah-olah bentuk vires bahasa Latin tidak dapat dianalisa atau dipecahkan kembali dalam bentuk yang lebih kecil lagi.
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Dalam bidang morfologi ini Priscia-lah yang membedakan kata dalam {{u|8 jenis kata}}.
</div>
{{u|Partes orationis.}}
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-bottom: 1em;">
Delapan jenis kata ini disebut partes orationes, yang kemudian oleh orang Inggris disebut "part of speech" dan diterjemahkan kembali dalam bahasa Indonesia : Jenis kata. Kedelapan jenis kata itu ialah :
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | 1.
| style="vertical-align: top; width: 7em;" | {{u|Nomen}}
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | (termasuk kata sifat menurut klasifikasi sekarang).
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" |
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 1.5em;" | -
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kata benda yang menunjukkan subatansi dan kwalitas. ( propriuim est nominis subastantiam et qualitates significare )
|-
| style="vertical-align: top;" | -
| style="vertical-align: top; text-align: justify; padding-bottom: 0.5em;" | nomen adalah jeniskata, "quae uniascuique subjectorum corporum sererum comunem vel propriam qualitatem distribuit."
|}
|-
| style="vertical-align: top;" | 2.
| style="vertical-align: top;" | {{u|Verbum}}
| style="vertical-align: top; text-align: justify; padding-bottom: 0.5em;" | adalah jenis kata yang mempunyai infleksi untuk menunjukkan "tense", modus, tetapi tidak berinfleksi kasus. Verbum menyatakan perbuatan atau dikenai perbuatan. ( verbum est pars orationis cum temporibus et modis, sine casu, agendi vel patiandi significativum. )
|-
| style="vertical-align: top;" | 3.
| style="vertical-align: top;" | {{u|Participium}}
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ialah sebuah kelas kata yang selalu berderivasi dari verbum, mengambil kategori verbum dan nomen
|}<noinclude>{{rh|||17{{gap}}Bahasa dan Kesusastraan VI (3), 1973}}</noinclude>
9rdf2mm5ebsbyfcf0la4hs8l948szha
295061
295060
2026-05-14T06:58:36Z
Upiak Ituih
27011
295061
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>yang tidak dapat dituliskan.
{{u|Morfologi Priscia}}
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Sebuah kata disebut {{u|Dictio}}. Dan kata ialah bagian yang minimum dari sebuah ujaran dan harus diartikan terpisah dalam makna sebagai satu keseluruhan. Dalam hal ini Priscia mempunyai kekeliruan seolah-olah bentuk vires bahasa Latin tidak dapat dianalisa atau dipecahkan kembali dalam bentuk yang lebih kecil lagi.
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Dalam bidang morfologi ini Priscia-lah yang membedakan kata dalam {{u|8 jenis kata}}.
</div>
{{u|Partes orationis.}}
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-bottom: 1em;">
Delapan jenis kata ini disebut partes orationes, yang kemudian oleh orang Inggris disebut "part of speech" dan diterjemahkan kembali dalam bahasa Indonesia : Jenis kata. Kedelapan jenis kata itu ialah :
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 1.5em;" | 1.
| style="vertical-align: top; width: 7em;" | {{u|Nomen}}
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | (termasuk kata sifat menurut klasifikasi sekarang).
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" |
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 1.5em;" | -
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kata benda yang menunjukkan subatansi dan kwalitas. ( propriuim est nominis subastantiam et qualitates significare )
|-
| style="vertical-align: top; width: 1.5em;" | -
| style="vertical-align: top; text-align: justify; padding-bottom: 0.5em;" | nomen adalah jeniskata, "quae uniascuique subjectorum corporum sererum comunem vel propriam qualitatem distribuit."
|}
|-
| style="vertical-align: top;" | 2.
| style="vertical-align: top;" | {{u|Verbum}}
| style="vertical-align: top; text-align: justify; padding-bottom: 0.5em;" | adalah jenis kata yang mempunyai infleksi untuk menunjukkan "tense", modus, tetapi tidak berinfleksi kasus. Verbum menyatakan perbuatan atau dikenai perbuatan. ( verbum est pars orationis cum temporibus et modis, sine casu, agendi vel patiandi significativum. )
|-
| style="vertical-align: top;" | 3.
| style="vertical-align: top;" | {{u|Participium}}
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ialah sebuah kelas kata yang selalu berderivasi dari verbum, mengambil kategori verbum dan nomen
|}<noinclude>{{rh|||17{{gap}}Bahasa dan Kesusastraan VI (3), 1973}}</noinclude>
oi4sxbedbc6lfstdrsdaevl55c0h03p
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/233
104
104470
295062
2026-05-14T06:58:56Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
295062
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>...nja dan menjampaikan rentjana pembangunan bagi tiap² daerahnja.
Rapat diteruskan pada malam harinja dan telah dapat dibentuk 3 seksi:
:Seksi I — Soal pengupasan pasal 38 UUDS — RI.
:Seksi II — Pembangunan dan meninggikan produksi Nasional.
:Seksi III — Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah.
Seksi ini diberi tugas untuk dapat merumuskan persoalan² jang dibebankan kepada mereka untuk dapat didjadikan bahan² dalam mengambil keputusan-keputusan sebagai hasil dari rapat ini.
Rapat² seksi ini berdjalan sampai hari ketiga dan pada malamnja tgl. 29 Djuni 1957, sesuai dengan tabel waktu rapat ditutup setjara resmi. Pada malam penutupan ini oleh ketua² seksi telah disampaikan laporan kepada pimpinan rapat tentang hasil² jang telah ditjapainja.
Kemudian setelah diambil kesimpulan² maka oleh KSAD diumumkanlah tentang keputusan² jang diambil oleh rapat. Sebagai hasil konkreet jang diminta oleh Daerah, telah disampaikan oleh KSAD bahwa akan diberikan angka² positif oleh kementerian² jang bersangkutan pada tiap² wakil daerah.
Seterusnja sebagai atjara jang telah ditentukan maka P.M. Djuanda telah menjampaikan pula kata sambutan. Beliau menjatjakan kegembiraannja bahwa dalam rapat ini tampak adanja saling pengertian antara Pusat dan daerah dan telah ditjapainja hasil² jang njata, walaupun belum seperti apa jang kita kehendaki bersama.
Selandjutnja Perdana Menteri membentangkan keadaan finec seluruh Negara dan usaha² dari Pemerintah untuk mengatasinja dalam batas² kemampuannja.
Diandjurkan oleh P.M. selandjutnja agar kita semua berusaha melakukan efficientie dalam segala lapangan sebagai usaha ke arah mengatasi kesulitan dewasa ini.
Akhir kata P.M. menekankan agar kita selalu berfikir dan bertindak sebagai satu kesatuan baik politis maupun ekonomis.
Rapat malam itu ditutup dengan resmi pada jam 22.30 oleh KSAD.
Hasil-hasil dari rapat ini selanjutnya dapat dijelaskan sebagai berikut:
'''Seksi I (Penguasaan pasal 33 UUDS)'''
Diusulkan agar dalam waktu singkat Pemerintah dapat mengeluarkan beberapa undang-undang yakni:
* Undang-undang tentang kewarganegaraan yang tegas dan hak mengenai tanah dan isinya.
* Undang-undang tentang hal Persekutuan dan Perseroan.
* Undang-undang Pokok tentang Perkoperasian.
* Undang-undang tentang penanaman modal asing.
* Undang-undang tentang Perizinan Perusahaan dan Pendaftaran wajib Perusahaan.
Usul-usul ini adalah didasarkan a.l. bahwa U.U. yang sudah ada banyak tidak sesuai dan sudah tidak cukup untuk menampung perkembangan sekarang. Kemudian diputuskan juga bahwa apabila U.U. dimaksud belum dapat diundangkan, agar oleh Penguasa Militer dikeluarkan peraturan-peraturan yang memuat jiwa U.U. yang diusulkan itu.
'''Seksi II (Pembangunan dan meninggikan produksi nasional)'''
Sebagai dasar untuk dapat menjamin kontinuitas atas rencana-rencana dengan pengawasan pelaksanaan pembangunan, perlu ada ketentuan-ketentuan serta badan-badan baik di Daerah maupun di Pusat, yang dapat menjamin bahwa segala rencana dilaksanakan pada waktu yang ditentukan.
Untuk itu di Pusat, Biro Perancang Negara dalam bentuk dan wujud sekarang ini adalah paling tepat untuk menjadi badan tetap yang kompeten untuk perantara antara Pusat dan Daerah.
Di daerah perlu dibentuk Biro Perantjang Daerah melalui keputusan/Peraturan Pemerintah dengan tugas, koordinasi, Pengawasan, penilaian urgensi dari pembangunan-pembangunan di Daerah, jang tata-tjara kerdjanja ditetapkan oleh Pusat analog dengan Biro Perantjang Negara dengan ketentuan tidak menghilangkan saluran-saluran hirarchie dari djawatan-djawatan jang sekarang ada.
Penjaluran modal dilakukan seperti biasa, hanja proceduurnja perlu disederhanakan.
Selambat-lambatnja achir bulan Oktober 1957 telah dirumuskan suatu perentjanaan integraal jang diharapkan dapat diwadjudkan mendjadi undang-undang atau lainnja jang dapat mendjamin terlaksananja.
'''Seksi III (Perimbangan keuangan antara Daerah dan Pusat)'''
Untuk ini dibentuk sebuah panitya Perimbangan Keuangan jang terdiri dari para wakil/achli² di Daerah² dan Pusat untuk menindjau setjara mendalam undang² Perimbangan Keuangan tersebut dan jang segera pula dapat mempertimbangkan dikeluarkannja/diundangkannja satu per-undang²an padjak nasional jang sesuai dengan iklim dan rasa keadilan rakjat dengan memperhatikan keadaan² jang sangat gecompliceerd (berbelit²) di Daerah².
Perlu diadakan perubahan²/tambahan² dalam undang² ini, terutama jang mengenai tata tjara pengaturan pembagian penghasilan pada Daerah.
Selain dari itu perlu diatur pindjaman² kepada Daerah² setjara adil dan lajak. Dalam usaha mentjapai pendapatan nasional jang setinggi²nja perlu segera direalisir dalam djangka pendek intensivering pemungutan padjak, djika perlu dengan peraturan tambahan guna mengintensiveer dalam penetapan, penagihan dan pengawasan pemungutan padjak dengan memperlengkapi aparatuurnja setjara effectief.
Sekian hasil² dari rapat para Penguasa Militer seluruh Indonesia.
{{c|~~o~~}}<noinclude>{{rh|||11}}</noinclude>
o1p7m4o8ij30wj8befaeuvn3b9rvw4m
295063
295062
2026-05-14T06:59:07Z
Link PB
26772
295063
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>nja dan menjampaikan rentjana pembangunan bagi tiap² daerahnja.
Rapat diteruskan pada malam harinja dan telah dapat dibentuk 3 seksi:
:Seksi I — Soal pengupasan pasal 38 UUDS — RI.
:Seksi II — Pembangunan dan meninggikan produksi Nasional.
:Seksi III — Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah.
Seksi ini diberi tugas untuk dapat merumuskan persoalan² jang dibebankan kepada mereka untuk dapat didjadikan bahan² dalam mengambil keputusan-keputusan sebagai hasil dari rapat ini.
Rapat² seksi ini berdjalan sampai hari ketiga dan pada malamnja tgl. 29 Djuni 1957, sesuai dengan tabel waktu rapat ditutup setjara resmi. Pada malam penutupan ini oleh ketua² seksi telah disampaikan laporan kepada pimpinan rapat tentang hasil² jang telah ditjapainja.
Kemudian setelah diambil kesimpulan² maka oleh KSAD diumumkanlah tentang keputusan² jang diambil oleh rapat. Sebagai hasil konkreet jang diminta oleh Daerah, telah disampaikan oleh KSAD bahwa akan diberikan angka² positif oleh kementerian² jang bersangkutan pada tiap² wakil daerah.
Seterusnja sebagai atjara jang telah ditentukan maka P.M. Djuanda telah menjampaikan pula kata sambutan. Beliau menjatjakan kegembiraannja bahwa dalam rapat ini tampak adanja saling pengertian antara Pusat dan daerah dan telah ditjapainja hasil² jang njata, walaupun belum seperti apa jang kita kehendaki bersama.
Selandjutnja Perdana Menteri membentangkan keadaan finec seluruh Negara dan usaha² dari Pemerintah untuk mengatasinja dalam batas² kemampuannja.
Diandjurkan oleh P.M. selandjutnja agar kita semua berusaha melakukan efficientie dalam segala lapangan sebagai usaha ke arah mengatasi kesulitan dewasa ini.
Akhir kata P.M. menekankan agar kita selalu berfikir dan bertindak sebagai satu kesatuan baik politis maupun ekonomis.
Rapat malam itu ditutup dengan resmi pada jam 22.30 oleh KSAD.
Hasil-hasil dari rapat ini selanjutnya dapat dijelaskan sebagai berikut:
'''Seksi I (Penguasaan pasal 33 UUDS)'''
Diusulkan agar dalam waktu singkat Pemerintah dapat mengeluarkan beberapa undang-undang yakni:
* Undang-undang tentang kewarganegaraan yang tegas dan hak mengenai tanah dan isinya.
* Undang-undang tentang hal Persekutuan dan Perseroan.
* Undang-undang Pokok tentang Perkoperasian.
* Undang-undang tentang penanaman modal asing.
* Undang-undang tentang Perizinan Perusahaan dan Pendaftaran wajib Perusahaan.
Usul-usul ini adalah didasarkan a.l. bahwa U.U. yang sudah ada banyak tidak sesuai dan sudah tidak cukup untuk menampung perkembangan sekarang. Kemudian diputuskan juga bahwa apabila U.U. dimaksud belum dapat diundangkan, agar oleh Penguasa Militer dikeluarkan peraturan-peraturan yang memuat jiwa U.U. yang diusulkan itu.
'''Seksi II (Pembangunan dan meninggikan produksi nasional)'''
Sebagai dasar untuk dapat menjamin kontinuitas atas rencana-rencana dengan pengawasan pelaksanaan pembangunan, perlu ada ketentuan-ketentuan serta badan-badan baik di Daerah maupun di Pusat, yang dapat menjamin bahwa segala rencana dilaksanakan pada waktu yang ditentukan.
Untuk itu di Pusat, Biro Perancang Negara dalam bentuk dan wujud sekarang ini adalah paling tepat untuk menjadi badan tetap yang kompeten untuk perantara antara Pusat dan Daerah.
Di daerah perlu dibentuk Biro Perantjang Daerah melalui keputusan/Peraturan Pemerintah dengan tugas, koordinasi, Pengawasan, penilaian urgensi dari pembangunan-pembangunan di Daerah, jang tata-tjara kerdjanja ditetapkan oleh Pusat analog dengan Biro Perantjang Negara dengan ketentuan tidak menghilangkan saluran-saluran hirarchie dari djawatan-djawatan jang sekarang ada.
Penjaluran modal dilakukan seperti biasa, hanja proceduurnja perlu disederhanakan.
Selambat-lambatnja achir bulan Oktober 1957 telah dirumuskan suatu perentjanaan integraal jang diharapkan dapat diwadjudkan mendjadi undang-undang atau lainnja jang dapat mendjamin terlaksananja.
'''Seksi III (Perimbangan keuangan antara Daerah dan Pusat)'''
Untuk ini dibentuk sebuah panitya Perimbangan Keuangan jang terdiri dari para wakil/achli² di Daerah² dan Pusat untuk menindjau setjara mendalam undang² Perimbangan Keuangan tersebut dan jang segera pula dapat mempertimbangkan dikeluarkannja/diundangkannja satu per-undang²an padjak nasional jang sesuai dengan iklim dan rasa keadilan rakjat dengan memperhatikan keadaan² jang sangat gecompliceerd (berbelit²) di Daerah².
Perlu diadakan perubahan²/tambahan² dalam undang² ini, terutama jang mengenai tata tjara pengaturan pembagian penghasilan pada Daerah.
Selain dari itu perlu diatur pindjaman² kepada Daerah² setjara adil dan lajak. Dalam usaha mentjapai pendapatan nasional jang setinggi²nja perlu segera direalisir dalam djangka pendek intensivering pemungutan padjak, djika perlu dengan peraturan tambahan guna mengintensiveer dalam penetapan, penagihan dan pengawasan pemungutan padjak dengan memperlengkapi aparatuurnja setjara effectief.
Sekian hasil² dari rapat para Penguasa Militer seluruh Indonesia.
{{c|~~o~~}}<noinclude>{{rh|||11}}</noinclude>
llyciepe46jv07w4h5ynw1emcr5xd8q
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/541
104
104471
295064
2026-05-14T07:03:00Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295064
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Dalam hal jenis kata ( part of speech ) kaum Stoik mula-mula membedakan empat hal: {{illegible}} benda, kerja, syndesmoi, dan arthron. Dalam hal ini mereka memberikan pengertian bercampur antara bentuk morfologis dan semantik. Kata benda disebut kata yang mengalami infleksi dan dibedakan atas kata benda biasa dan nama diri. Sedangkan rhema dikatakan kata yang menggambarkan satuperistiwa dan tidak mengalami kasus. Jika masuk dalam kalimat ia akan berbentuk kateogorrhema. Syndesmoi dikatakan kata yang tidak mempunyai akhir kasus. Arthron ialah kata yang menyatakan jenis kelamin, dan jumlah, seperti dalam bahasa Yunani : ho, he, to, hoi, hai, ta yang menyatakan jenis kelamin maskulin, feminin, netral, tunggal, dan jamak. Bentuk ini kemudian kita kenal dengan nama artikel dan kata ganti penghubung.
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Kaum Stoik pun membedakan antara sistim kata kerja bahasa Yunani dalam komplit dan tak komplit, seperti :
</div>
{| style="margin-left: 4em; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: left;"
| style="vertical-align: bottom; width: 14em; padding-bottom: 0.5em; border-bottom: 1px solid black;" | aspek
| style="vertical-align: bottom; width: 10em; border-right: 1px solid black; border-bottom: 1px solid black; padding-bottom: 0.5em;" | "time"
| style="vertical-align: bottom; width: 12em; padding-left: 2em; padding-bottom: 0.5em;" | sekarang
| style="vertical-align: bottom; width: 12em; padding-left: 2em; padding-bottom: 0.5em;" | lampau
|-
| style="vertical-align: top; padding-top: 0.5em;" | takkomplit
| style="vertical-align: top; border-right: 1px solid black;" |
| style="vertical-align: top; padding-left: 2em; padding-top: 0.5em;" | presens
| style="vertical-align: top; padding-left: 2em; padding-top: 0.5em;" | imperfek
|-
| style="vertical-align: top;" | komplit
| style="vertical-align: top; border-right: 1px solid black;" |
| style="vertical-align: top; padding-left: 2em;" | perfek
| style="vertical-align: top; padding-left: 2em;" | plusperfek
|}
<br />
Contoh kami kutip dalam bahasa Inggris, karena agak sukar untuk menyatakan ini dalam bentuk yang singkat dalam bahasa Indonesia :
{| style="margin-left: 4em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 14em;" | presens takkomplit
| style="vertical-align: top; width: 10em;" | baino
| style="vertical-align: top;" | ( I am going )
|-
| style="vertical-align: top;" | presens komplit
| style="vertical-align: top;" | beboka
| style="vertical-align: top;" | ( I have gone )
|-
| style="vertical-align: top;" | lampau takkomplit
| style="vertical-align: top;" | ebainon
| style="vertical-align: top;" | ( I was going )
|-
| style="vertical-align: top;" | lampau komplit
| style="vertical-align: top;" | ebebekein
| style="vertical-align: top;" | ( I had gone )
|}
<br />
<div style="line-height: 1.6; text-align: justify;">
Sebenarnya apa yang telah dicapai oleh kaum Stoik sudah agak jauh daripada yang dapat kita ketahui dari periode Aristoteles. Mereka membedakan pula bentuk pasif dan aktif, kata kerja transitif dan intransitif.
</div><noinclude>{{rh|||7{{gap}}Bahasa dan Kesusastraan VI (3), 1973}}</noinclude>
65xg6nxi2p6j3h80blhqla6eg3jgnub
295068
295064
2026-05-14T07:08:43Z
Upiak Ituih
27011
295068
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Dalam hal jenis kata ( part of speech ) kaum Stoik mula-mula membedakan empat hal: {{illegible}} {{u|benda}}, {{u|kerja}}, {{u|syndesmoi}}, dan {{u|arthron}}. Dalam hal ini mereka memberikan pengertian bercampur antara bentuk morfologis dan semantik. Kata benda disebut kata yang mengalami infleksi dan dibedakan atas {{u|kata benda biasa}} dan {{u|nama diri}}. Sedangkan rhema dikatakan kata yang menggambarkan satuperistiwa dan tidak mengalami kasus. Jika masuk dalam kalimat ia akan berbentuk kateogorrhema. Syndesmoi dikatakan kata yang tidak mempunyai akhir kasus. {{u|Arthron}} ialah kata yang menyatakan jenis kelamin, dan jumlah, seperti dalam bahasa Yunani : {{u|ho}}, {{u|he}}, {{u|to}}, {{u|hoi}}, {{u|hai}}, {{u|ta}} yang menyatakan jenis kelamin maskulin, feminin, netral, tunggal, dan jamak. Bentuk ini kemudian kita kenal dengan nama artikel dan kata ganti penghubung.
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Kaum Stoik pun membedakan antara sistim kata kerja bahasa Yunani dalam komplit dan tak komplit, seperti :
</div>
{| style="margin-left: 4em; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: left;"
| style="vertical-align: bottom; width: 14em; padding-bottom: 0.5em; border-right: 1px solid black;" | aspek
| style="vertical-align: bottom; width: 10em; border-bottom: 1px solid black; padding-bottom: 0.5em; padding-left: 1em;" | "time"
| style="vertical-align: bottom; width: 12em; border-bottom: 1px solid black; padding-left: 2em; padding-bottom: 0.5em;" | sekarang
| style="vertical-align: bottom; width: 12em; border-bottom: 1px solid black; padding-left: 2em; padding-bottom: 0.5em;" | lampau
|-
| style="vertical-align: top; padding-top: 0.5em; border-right: 1px solid black;" | takkomplit
| style="vertical-align: top; padding-left: 1em; padding-top: 0.5em;" |
| style="vertical-align: top; padding-left: 2em; padding-top: 0.5em;" | presens
| style="vertical-align: top; padding-left: 2em; padding-top: 0.5em;" | imperfek
|-
| style="vertical-align: top; border-right: 1px solid black;" | komplit
| style="vertical-align: top; padding-left: 1em;" |
| style="vertical-align: top; padding-left: 2em;" | perfek
| style="vertical-align: top; padding-left: 2em;" | plusperfek
|}
<br />
Contoh kami kutip dalam bahasa Inggris, karena agak sukar untuk menyatakan ini dalam bentuk yang singkat dalam bahasa Indonesia :
{| style="margin-left: 4em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 14em;" | presens takkomplit
| style="vertical-align: top; width: 10em;" | {{u|baino}}
| style="vertical-align: top;" | ( I am going )
|-
| style="vertical-align: top;" | presens komplit
| style="vertical-align: top; width: 10em;" | {{u|beboka}}
| style="vertical-align: top;" | ( I have gone )
|-
| style="vertical-align: top;" | lampau takkomplit
| style="vertical-align: top; width: 10em;" | {{u|ebainon}}
| style="vertical-align: top;" | ( I was going )
|-
| style="vertical-align: top;" | lampau komplit
| style="vertical-align: top; width: 10em;" | {{u|ebebekein}}
| style="vertical-align: top;" | ( I had gone )
|}
<br />
<div style="line-height: 1.6; text-align: justify;">
Sebenarnya apa yang telah dicapai oleh kaum Stoik sudah agak jauh daripada yang dapat kita ketahui dari periode Aristoteles. Mereka membedakan pula bentuk pasif dan aktif, kata kerja transitif dan intransitif.
</div><noinclude>{{rh|||7{{gap}}Bahasa dan Kesusastraan VI (3), 1973}}</noinclude>
1yepy6hyje0dgp4oj6sd0r3iqgt0jt6
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/986
104
104472
295065
2026-05-14T07:05:16Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
295065
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>{{c|{{xx-larger|Sehelai Surat dengan<br>'''Kebaja Jang Berdarah'''}}}}
Entah berapa lamanja aku duduk melamun dan merenungi keadaan alam disekitarku. Jang terang sadja hari telah mulai sendja, dan sebentar kemudian malam mendatang. Akupun mulai djemu dengan pekerdjaanku itu: dengan malas aku bangkit kembali keruang depan tempat aku bekerdja. Buku<sup>2</sup> masih berserekan diatas medja tulis, jang harus kupeladjari untuk persiapan mengadjar esok harinja, dan akupun mulai segan melihatnja
Dalam kesepian dan kedjemuan inilah kuambil kertas dan potlot. Ku tjoba menulis kembali sebuah kisah. Suatu kisah jang tiada berudjung pangkal, jang dapat kususun kembali dengan pertolongan sebuah Notes ketjil jang kumal, jang kudapati diantara serakan buku<sup>2</sup> itu. Didalamnja telah tertjatat kisah njata se-hari<sup>2</sup>, jang terdjadi beberapa tahun jang lalu. Dan mau tidak mau harus kuingat kembali wadjah kawan<sup>2</sup>ku jang kini telah gugur sebagai kusuma bangsa{{...|10}}
Di dalam tugas di Djawa Barat tahun 1950.
Masih kuingat sadja hari itu{{...|10}} Mendung tebal mengarak, dan kilat sebentar<sup>2</sup> memantjar menjinari alam jang hampir mati mengerikan itu, menambah rasa takut dalam perasaanku. Rumah ketjil memandjang hampir roboh di-tengah<sup>2</sup> puing reruntuhan gedung<sup>2</sup> itu, bagaikan meterai ketjil dilautan alam jang dahsjat menghitam dimana majat<sup>2</sup> bergelimpangan di sa'at itu.
Hampir diseluruh bagian medan itu bersih dari alang<sup>2</sup> dan semak<sup>2</sup> akibat penjerangan dari pasukan Eskadron sendiri jang diperlengkapi dengan sendjata penjembur apinja, sehingga bagian<sup>2</sup> medan itu mudah terlihat dari kedjauhan bagi tiap<sup>2</sup> Infanteri jang bergerak.
Ki. III. Bn. 351 di Malambong jang ditugaskan untuk penghantjuran, telah berangkat Pn demi Pn dengan arah tudjuan jang tidak sama. Tetapi Smj. Djoko terlambat karena istrinja sakit keras. Ia diberi tjuti selama satu minggu karena kedjadian itu. Tetapi bagaimana ia dapat tinggal tenang di rumah, sedang kawan<sup>2</sup>nja jang lain telah bertempur mati<sup>2</sup>an. Smj. Djoko gelisah. Selama tinggal dirumah, tidak ada hari jang lewat untuk mengunjungi kantor Ki-nja, guna mendengarkan berita<sup>2</sup> terachir.
Dua hari sudah berlalu, dan pada hari jang ke tiga diterimalah berita jang menjedihkan dari Danau, bahwa : Ki. III-351 jang ditugaskan penghantjuran, terdjepit oleh kepungan musuh. Salah satu dari Kmd Pa dalam Ki itu telah gugur dan lima orang pradjurit luka<sup>2</sup> berat.
Demikian sewaktu masuk kantor Ki-nja, ia dipanggil oleh Plt. Soekardi, katanja : „Sdr diperintahkan oleh Kapten dengan radiogram. Sekarang djuga Sdr harus berangkat menjusul ke Danau, kendaraan telah siap Ki. B. Balubur Limbangan,bersama<sup>2</sup> pasukan V.B. jang segera akan berangkat”.
{{Hanging indent|1.5em|~”Idjinkan saja pulang untuk persiapan djawabnja”.}}
{{Hanging indent|1.5em|~”Waktu habis! Ingat, anak<sup>2</sup> membutuhkan pimpinanmu. Pakailah semua perlengkapan jang telah tersedia ini. Sedang jang lain, nanti segera saja uruskan!”.}}
Setengah djam kemudian, Smj. Djoko telah sampai di Ki. B. Balubur Limbangan. Ia tidak ada kesempatan sedikitpun untuk pulang minta diri kepada Soestijati, istrinja. Ia hanja dapat mengharapkan untuk mengatakan „SELAMAT TINGGAL" kepada istrinja melalui telepon di Ki. B. jang akan dipindjam nanti.
Ia berdjalan menudju ke kantor Ki. B. untuk memindjam telepon. Saluran telepon sedang terpakai. Ia terpaksa menunggu beberapa menit lagi. Seakan-akan rasanja lama sekali sebelum pendjaga telepon itu menjaut. Tetapi sajang, hatsilnja adalah serupa. Pada ketika itu djuga ia mendengar suara panggilan keras dari sebuah alat pengeras suara:
{{Hanging indent|1.5em|~ „Perhatian {{...|10}} Perhatian {{...|10}} Smj. Djoko! Kendaraan menunggu. Lekas datang segera. Sdr menghambat konvooi”.}}
Dengan rasa sedih Smj. Djoko keluar dari ruang telepon, dan tahu<sup>2</sup> di hadapannja berdiri seorang gagah berdjangket; di lengan-kanannja memakai ban merah bertuliskan huruf<sup>2</sup> balok „KURIER”, sedang menunggu hendak berbitjara di telepon. Di dalam hatinja, ia tak hendak me-njia<sup>2</sup>kan kesempatan jang baik ini.
{{Hanging indent|1.5em|~„ Ma'af Sdr. Tolonglah saja! Katakan kepada istri saja jang sedang sakit dirumah, bahwa saja harus berangkat ke Danau setjara mendadak sekali”. Bersamaan dengan itu diberikannja sehelai kertas jang bertuliskan nama dan alamat rumahnja, kepada kurier itu.}}
Kurier itu mendengarkan. Kemudian ia berdjandji : „Pergilah ke Danau sekarang! Sdr. djangan kuatir. Segala<sup>2</sup>nja akan dipenuhi sebagai apa jang di inginkan”.<noinclude>{{rh|32}}</noinclude>
jeb7o8mjncebqdlmhqxxfrkt8wex10s
295066
295065
2026-05-14T07:06:15Z
Moel81
25980
295066
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>{{c|{{xx-larger|Sehelai surat dengan<br>'''Kebaja Jang Berdarah'''}}}}
Entah berapa lamanja aku duduk melamun dan merenungi keadaan alam disekitarku. Jang terang sadja hari telah mulai sendja, dan sebentar kemudian malam mendatang. Akupun mulai djemu dengan pekerdjaanku itu: dengan malas aku bangkit kembali keruang depan tempat aku bekerdja. Buku<sup>2</sup> masih berserekan diatas medja tulis, jang harus kupeladjari untuk persiapan mengadjar esok harinja, dan akupun mulai segan melihatnja
Dalam kesepian dan kedjemuan inilah kuambil kertas dan potlot. Ku tjoba menulis kembali sebuah kisah. Suatu kisah jang tiada berudjung pangkal, jang dapat kususun kembali dengan pertolongan sebuah Notes ketjil jang kumal, jang kudapati diantara serakan buku<sup>2</sup> itu. Didalamnja telah tertjatat kisah njata se-hari<sup>2</sup>, jang terdjadi beberapa tahun jang lalu. Dan mau tidak mau harus kuingat kembali wadjah kawan<sup>2</sup>ku jang kini telah gugur sebagai kusuma bangsa{{...|10}}
Di dalam tugas di Djawa Barat tahun 1950.
Masih kuingat sadja hari itu{{...|10}} Mendung tebal mengarak, dan kilat sebentar<sup>2</sup> memantjar menjinari alam jang hampir mati mengerikan itu, menambah rasa takut dalam perasaanku. Rumah ketjil memandjang hampir roboh di-tengah<sup>2</sup> puing reruntuhan gedung<sup>2</sup> itu, bagaikan meterai ketjil dilautan alam jang dahsjat menghitam dimana majat<sup>2</sup> bergelimpangan di sa'at itu.
Hampir diseluruh bagian medan itu bersih dari alang<sup>2</sup> dan semak<sup>2</sup> akibat penjerangan dari pasukan Eskadron sendiri jang diperlengkapi dengan sendjata penjembur apinja, sehingga bagian<sup>2</sup> medan itu mudah terlihat dari kedjauhan bagi tiap<sup>2</sup> Infanteri jang bergerak.
Ki. III. Bn. 351 di Malambong jang ditugaskan untuk penghantjuran, telah berangkat Pn demi Pn dengan arah tudjuan jang tidak sama. Tetapi Smj. Djoko terlambat karena istrinja sakit keras. Ia diberi tjuti selama satu minggu karena kedjadian itu. Tetapi bagaimana ia dapat tinggal tenang di rumah, sedang kawan<sup>2</sup>nja jang lain telah bertempur mati<sup>2</sup>an. Smj. Djoko gelisah. Selama tinggal dirumah, tidak ada hari jang lewat untuk mengunjungi kantor Ki-nja, guna mendengarkan berita<sup>2</sup> terachir.
Dua hari sudah berlalu, dan pada hari jang ke tiga diterimalah berita jang menjedihkan dari Danau, bahwa : Ki. III-351 jang ditugaskan penghantjuran, terdjepit oleh kepungan musuh. Salah satu dari Kmd Pa dalam Ki itu telah gugur dan lima orang pradjurit luka<sup>2</sup> berat.
Demikian sewaktu masuk kantor Ki-nja, ia dipanggil oleh Plt. Soekardi, katanja : „Sdr diperintahkan oleh Kapten dengan radiogram. Sekarang djuga Sdr harus berangkat menjusul ke Danau, kendaraan telah siap Ki. B. Balubur Limbangan,bersama<sup>2</sup> pasukan V.B. jang segera akan berangkat”.
{{Hanging indent|1.5em|~”Idjinkan saja pulang untuk persiapan djawabnja”.}}
{{Hanging indent|1.5em|~”Waktu habis! Ingat, anak<sup>2</sup> membutuhkan pimpinanmu. Pakailah semua perlengkapan jang telah tersedia ini. Sedang jang lain, nanti segera saja uruskan!”.}}
Setengah djam kemudian, Smj. Djoko telah sampai di Ki. B. Balubur Limbangan. Ia tidak ada kesempatan sedikitpun untuk pulang minta diri kepada Soestijati, istrinja. Ia hanja dapat mengharapkan untuk mengatakan „SELAMAT TINGGAL" kepada istrinja melalui telepon di Ki. B. jang akan dipindjam nanti.
Ia berdjalan menudju ke kantor Ki. B. untuk memindjam telepon. Saluran telepon sedang terpakai. Ia terpaksa menunggu beberapa menit lagi. Seakan-akan rasanja lama sekali sebelum pendjaga telepon itu menjaut. Tetapi sajang, hatsilnja adalah serupa. Pada ketika itu djuga ia mendengar suara panggilan keras dari sebuah alat pengeras suara:
{{Hanging indent|1.5em|~ „Perhatian {{...|10}} Perhatian {{...|10}} Smj. Djoko! Kendaraan menunggu. Lekas datang segera. Sdr menghambat konvooi”.}}
Dengan rasa sedih Smj. Djoko keluar dari ruang telepon, dan tahu<sup>2</sup> di hadapannja berdiri seorang gagah berdjangket; di lengan-kanannja memakai ban merah bertuliskan huruf<sup>2</sup> balok „KURIER”, sedang menunggu hendak berbitjara di telepon. Di dalam hatinja, ia tak hendak me-njia<sup>2</sup>kan kesempatan jang baik ini.
{{Hanging indent|1.5em|~„ Ma'af Sdr. Tolonglah saja! Katakan kepada istri saja jang sedang sakit dirumah, bahwa saja harus berangkat ke Danau setjara mendadak sekali”. Bersamaan dengan itu diberikannja sehelai kertas jang bertuliskan nama dan alamat rumahnja, kepada kurier itu.}}
Kurier itu mendengarkan. Kemudian ia berdjandji : „Pergilah ke Danau sekarang! Sdr. djangan kuatir. Segala<sup>2</sup>nja akan dipenuhi sebagai apa jang di inginkan”.<noinclude>{{rh|32}}</noinclude>
odu1ta0byqlvw2xkw3urkh6far1o0er
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/250
104
104473
295067
2026-05-14T07:08:30Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
295067
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>
'''DIPERLUKAN SERATUS DRUM UNTUK MENAMPUNG'''<br>
'''KERINGAT PERADJURIT PEMBANGUNAN'''<br>
'''KISAH PEMBANGUNAN ASRAMA BARU DUA KOMPI TENTARA DI DJAMBI.'''
</center>
{{Missing image}}
<small>''Perhatikan bentuk dan atap asrama sebelah kiri. Rentjana Plm. T.T. II Let. Kol Barlian jang nampak berdiri disini. asrama² jang seperti ini hendak dirombak dan diganti dengan jang sewadjarnja dan sempurna. Dan perhatikan jang sebelah kanan, ini adalah asrama tentera di Djl. Sekip Palembang jang telah dibangun kembali dengan sempurna dari beton.''</small>
Dikampung Sipin jang letaknja 3 Km dari kota Djambi, diatas tanah jang luasnja lebih dari tiga hektare, kini sedang sibuk dibangun suatu kompleks asrama tentara untuk menampung 2 kompi anggota T.T. II Sriwidjaja dikota tersebut. Pembangunan asrama ini dilengkapi dengan installasi air bersih dan listrik, disamping 12 buah asrama, satu kantor kompi, tempat djaga, gudang dan sebagainja. Dan asrama ini akan merupakan suatu perkampungan modern jang diselenggarakan dengan biaja sebesar Rp. 4,2 djuta.
'''Batu Udjian:'''
Langen Hardjo, pemimpin dari biro perantjang dan pelaksana "Langenhardjo" dalam laporan "populer teknik"nja ketika penguasa militer T.T. II Letnan Kolonel Barlian menindjau dari dekat pembangunan itu menjatakan, bahwa untuk menjelesaikan pembangunan jang besar ini diperlukan seratus buah drum untuk menampung keringat pradajurit pembangunan. Waktu ia memberikan laporan ini, ia sen-
{{Missing image}}
<small>''Perhatikan ruangan asrama jang sebelah kiri, dia-as kelihatan sangat tidak teratur. Mudahan pemandangan jang seperti ini tidak akan nampak lagi. Dan alangkah sedapnja djika kita lihat pada ruangan sebelah kanan! Dan beginilah nanti seluruhnja ruangan-ruangan asrama kita bagi jang ladjang-ladjang, bersih dan teratur.''</small><noinclude>{{rh|28}}</noinclude>
2ui7v6rurolc2z8dyfhyxmqtcxpe2wu
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/257
104
104474
295070
2026-05-14T07:12:33Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
295070
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>
<big><big><big><big><big><big><big>'''MODERN'''</big></big></big></big></big></big></big>
{| style="border: 1px solid black; padding: 5px; transform: rotate(-5deg);"
|-
| <center> {{larger|'''Chapties'''}} <br/> PERSIA </center>
|}
<big>MODEL 07</big>
[[Berkas:Nama_File_Gambar_Anda.jpg|center|300px]]
<big><big><big><big><big><big><big>'''''Bata'''''</big></big></big></big></big></big></big>
</center>
{{Missing image}}<noinclude></noinclude>
0i5c4scc1fch7wrajzmrskxdjbrtt0d
295071
295070
2026-05-14T07:13:02Z
Link PB
26772
295071
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>
<big><big><big><big><big><big><big>'''MODERN'''</big></big></big></big></big></big></big>
{| style="border: 1px solid black; padding: 5px; transform: rotate(-5deg);"
|-
| <center> {{larger|'''Chapties'''}} <br/> PERSIA </center>
|}
<big>MODEL 07</big>
<big><big><big><big><big><big><big>'''''Bata'''''</big></big></big></big></big></big></big>
</center>
{{Missing image}}<noinclude></noinclude>
3fo5p2paqundmzobro6pnxl9tikdsjk
295073
295071
2026-05-14T07:13:38Z
Link PB
26772
295073
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>
<big><big><big><big><big><big><big>'''MODERN'''</big></big></big></big></big></big></big>
{| style="border: 1px solid black; padding: 5px; transform: rotate(-5deg);"
|-
| <center> {{larger|'''Chapties'''}} <br/> PERSIA </center>
|}
</center>
<big>MODEL 07</big>
{{c|<big><big><big><big><big><big><big>'''''Bata'''''</big></big></big></big></big></big></big>}}
{{Missing image}}<noinclude></noinclude>
7caot8vnlnia931s2q56fih7v6y65it
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/222
104
104475
295075
2026-05-14T07:20:43Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295075
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; width: 90%; border: 2px dashed black; padding: 20px; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; text-align: center;"
| INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI RAJI'UN
|-
| <br />Telah mendahului kita pula seorang pengarang wanita kita<br />'''SAADAH ALIM'''
|-
| <br />Pada tanggal 18 Agustus 1968 di Jakarta<br />dalam usia 70 tahun
|-
| <br />Direktorat Bahasa dan Kesusastraan, Ditjen. Kebudayaan<br />dengan ini menyatakan ikut berdukacita. Semoga arwah beliau<br />mendapat tempat yang layak disisi Allah Maha Pencipta.
|}
<br />
<br />
{{u|Isi nomor ini :}}
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; width: 95%; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| Redaksi: TUTUP TAHUN || style="text-align: right; width: 5em;" | hal. || style="text-align: right; width: 2em;" | 1
|-
| Drs. H.B. Jassin: SAADAH ALIM PENGARANG OPTIMIS || || style="text-align: right;" | 3
|-
| Yahya Ismail: PERKEMBANGAN SASTRA MELAYU MODEN ( II ) || || style="text-align: right;" | 12
|-
| ISTILAH-ISTILAH || || style="text-align: right;" | 22
|-
| Drs. Muhadjir: ILMU DAN ILMIAH || || style="text-align: right;" | 26
|-
| Drs. S. Effendi: LINGGUISTIKA ( III ) || || style="text-align: right;" | 30
|-
| KRONIK || || style="text-align: right;" | 37
|}
<br />
<br />
<br />
<div style="text-align: center; line-height: 1.5;">
BAHASA DAN KESUSASTRAAN<br />
No. 6, Th. I<br />
1968
</div><noinclude>{{rh|||2}}</noinclude>
mbfvfrpqb5nbf3qt4oxdwyrs4awb5uu
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/298
104
104476
295076
2026-05-14T07:21:14Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
295076
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><big><big>'''MISI MILITER PERSAHABATAN INDONESIA DI TIONGKOK'''</big></big>
''W. KSAD Gatot Subroto disertai Atase RI untuk RRT Kol. J.F. Warouw menjaksikan seputjuk meriam tembak jang tertua didunia.''
''Angg.² Misi menaruh minat besar terhadap berbagai bentuk senapan.''
''Kol. Sumarno menjalami Wakil Ketua Palang Merah RRT Li Teh Chuan.''
{{Missing image}}<noinclude></noinclude>
oyq7febofzgoj3hz4l7ma3nae9irxns
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/331
104
104477
295077
2026-05-14T07:23:23Z
Moel81
25980
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '" 9. Ierrtjana Pendidikan dan xeladj AN Senese Di-cg SA Direk- torat Pendidikan Umum, Kejuruan dan Kursus2, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Departemen Pendidikan dan Kebu- dayaan, Jakarta, 1968 SEGERA TERBIT! 1. HADIAH SASTRA dalam Bahasa dan Kesusastraan, Seri Chusus No. 11/1972 2, ALMANAK SASTRA.SUNDA | | . dalam Bahasa dan Kosusastraan, Sori Chusus No. 12/1972 k 17 BAHASA DAN KESUSASTRAAN, Nose 1, Th. V, 1972'
295077
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Moel81" /></noinclude>"
9. Ierrtjana Pendidikan dan xeladj AN Senese Di-cg SA Direk-
torat Pendidikan Umum, Kejuruan dan Kursus2, Direktorat
Jenderal Pendidikan Dasar, Departemen Pendidikan dan Kebu-
dayaan, Jakarta, 1968
SEGERA TERBIT!
1. HADIAH SASTRA
dalam Bahasa dan Kesusastraan, Seri Chusus No. 11/1972
2, ALMANAK SASTRA.SUNDA | | .
dalam Bahasa dan Kosusastraan, Sori Chusus No. 12/1972
k
17
BAHASA DAN KESUSASTRAAN, Nose 1, Th. V, 1972<noinclude></noinclude>
ihk5mahuekp7frhebxwedkct6emo2tl
295082
295077
2026-05-14T07:41:08Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
295082
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude><ol type="#" start="9">
<li> Rentjana Pendidikan dan Peladjaran S.M.A Dinas SMA Direktorat Pendidikan Umum, Kejuruan dan Kursus2, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 1968
<br><br>
{{border|maxwidth=35em|bthickness=1px|align=center|padding=20px|
{{c|{{larger|'''SEGERA TERBIT'''}}}}
<br>
{{left|1. HADIAH SASTRA<br>{{gap|0.9em}}dalam Bahasa dan Kesusastraan, Seri Chusus No. 11/1972<br>
2. ALMANAK SASTRA SUNDA<br>{{gap|0.9em}}dalam Bahasa dan Kesusastraan, Seri Chusus No. 12/1972}}
}}<noinclude></noinclude>
471uqg4whnxs2s8wujr27s9d309tm7d
295083
295082
2026-05-14T07:42:08Z
Moel81
25980
295083
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude><ol type="#" start="9">
<li> Rentjana Pendidikan dan Peladjaran S.M.A Dinas SMA Direktorat Pendidikan Umum, Kejuruan dan Kursus2, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 1968
<br><br>
{{border|maxwidth=35em|bthickness=1px|align=center|padding=20px|
{{c|{{larger|'''SEGERA TERBIT'''}}}}
<br>
{{left|1. '''HADIAH SASTRA'''<br>{{gap|0.9em}}dalam <u>Bahasa dan Kesusastraan</u>, Seri Chusus No. 11/1972<br>
2. '''ALMANAK SASTRA SUNDA'''<br>{{gap|0.9em}}dalam <u>Bahasa dan Kesusastraan</u>, Seri Chusus No. 12/1972}}
}}<noinclude></noinclude>
8ezt8kmcp39upslyfxw4ilgpcy9pft9
295085
295083
2026-05-14T07:44:00Z
Moel81
25980
295085
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude><ol type="#" start="9">
<li> Rentjana Pendidikan dan Peladjaran S.M.A Dinas SMA Direktorat Pendidikan Umum, Kejuruan dan Kursus2, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 1968
<br><br>
{{border|maxwidth=35em|bthickness=1px|align=center|padding=20px|
{{c|{{larger|'''SEGERA TERBIT!'''}}}}
<br>
{{left|1. '''HADIAH SASTRA'''<br>{{gap|0.9em}}dalam <u>Bahasa dan Kesusastraan</u>, Seri Chusus No. 11/1972<br>
2. '''ALMANAK SASTRA SUNDA'''<br>{{gap|0.9em}}dalam <u>Bahasa dan Kesusastraan</u>, Seri Chusus No. 12/1972}}
}}<noinclude></noinclude>
a314awf1qczsubp7dywt4amt4s9mrfk
295086
295085
2026-05-14T07:45:07Z
Moel81
25980
295086
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude><ol type="#" start="9">
<li> Rentjana Pendidikan dan Peladjaran S.M.A Dinas SMA Direktorat Pendidikan Umum, Kejuruan dan Kursus2, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 1968
<br><br>
{{border|maxwidth=35em|bthickness=1px|align=center|padding=20px|
{{c|{{larger|'''SEGERA TERBIT!'''}}}}
<br>
{{left|1. '''HADIAH SASTRA'''<br>{{gap|0.9em}}dalam <u>Bahasa dan Kesusastraan</u>, Seri Chusus No. 11/1972<br>
2. '''ALMANAK SASTRA SUNDA'''<br>{{gap|0.9em}}dalam <u>Bahasa dan Kesusastraan</u>, Seri Chusus No. 12/1972}}
}}<noinclude>{{rh|BAHASA DAN KESUSASTRAAN, NO. 1, Th. V, 1972||17}}</noinclude>
aevi0q0rpgjz6pcso4rqltj940umvaw
295088
295086
2026-05-14T07:45:37Z
Moel81
25980
295088
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude><ol type="#" start="9">
<li> Rentjana Pendidikan dan Peladjaran S.M.A Dinas SMA Direktorat Pendidikan Umum, Kejuruan dan Kursus2, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 1968
<br><br>
{{border|maxwidth=35em|bthickness=1px|align=center|padding=20px|
{{c|{{larger|'''SEGERA TERBIT!'''}}}}
<br>
{{left|1. '''HADIAH SASTRA'''<br>{{gap|0.9em}}dalam <u>Bahasa dan Kesusastraan</u>, Seri Chusus No. 11/1972<br>
2. '''ALMANAK SASTRA SUNDA'''<br>{{gap|0.9em}}dalam <u>Bahasa dan Kesusastraan</u>, Seri Chusus No. 12/1972}}
}}
<br><noinclude>{{rh|BAHASA DAN KESUSASTRAAN, NO. 1, Th. V, 1972||17}}</noinclude>
37dmiaug0ad611r4zq9fu0x1l353wi3
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/225
104
104478
295078
2026-05-14T07:24:13Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295078
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||5}}</noinclude>ia lagi, engkau yang pada sangkaku penglihatannya lebih luas tentang-an hal ini. {{u|(bertambah keras)}} Apakah salahnya aku menuntut hakku? aku-pun manusia juga". (hal. 27).
Dan tentang suaminya Mr. Bahar, yang tidak mau menjemputnya, ia berkata:
"Tiada aku bermaksud hendak mengganggu kemerdekaan diri Bahar. Ia tak cinta padaku, akupun tak cinta padanya. Haram bagiku menyorong-nyorongkan diriku: Tak sebegini {{u|(dengan gerakan jari)}} aku mengharap-harapkan sokongannya. Hanya ia akan kupaksa menghormatiku, mesti di-akuinya, akupun manusia juga seperti dia". (hal.28).
Pun dalam cerita ini yang jadi persoalan bukan adat istiadat benar. Memang Bahar dikawinkan menurut adat istiadat dengan anak pamannya, tapi ia tidak mau memenuhi segala tatacara dan ketika ia kemudian sungguh-sungguh jatuh cinta pada anak pamannya, soal adat itu menjadi tidak penting sama sekali. Juga cara Asjikin menyelesaikan soalnya sendiri tidak terikat pada basa basi dan tata cara adat istiadat, tapi sungguh-sungguh sebagai wanita modern yang membentuk nasibnya sendiri.
TAMAN PENGHIBUR HATI
Sebagai anggota redaksi majalah-majalah Saadah Alim sudah menulis cerita pendek sebelum tahun 1930. Tapi cerita-ceritanya baru muncul berupa buku dalam tahun 1941.
Kumpulan cerita pendeknya {{u|Taman Penghibur Hati}} dengan anak judul "Beberapa Tjeritera Pergaulan", terdiri dari 13 cerita pendek.
Dalam karangan-karangannya nampak pandangan optimis dari pengarangnya. Tidak ada masalah yang tidak dapat dipecahkan dengan cara yang memuaskan. Jadi beda dengan romantik muram dari pengarang-pengarang lain angkatan 40-an dan bahkan juga Pudjangga Baru, yang sering 'mematikan' tokoh-tokohnya. Pola cerita Saadah hampir selalu: Pertemuan, perceraian, tapi kemudian pertemuan kembali dalam keadaan yang lebih berbahagia dari pertemuan pertama.
Ketiadaan saling pengertian sering mengakibatkan perceraian, tapi pada Saadah perceraian itu selalu meninggalkan rasa sendu yang tiada hilangnya, pergolakan batin yang menjernihkan jiwa dan akhirnya membawa kembali pada keseimbangan yang diperlukan dalam tiap pergaulan. Gagasan-gagasan yang hendak ditampilkan oleh Saadah dicobanya jelaskan dalam tingkah laku dan percakapan tokoh-tokohnya. Kejenakaan dan sindiran dijalin dalam semua cerita-ceritanya yang penuh dengan liku-liku intrik.<noinclude></noinclude>
pb4i58izehdlzks4mhw61et15zsff2t
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/228
104
104479
295079
2026-05-14T07:27:26Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295079
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||8}}</noinclude>Amatlah kebetulan bahwa yang dipanggil untuk mengobati anak ia-lah dokter Mahjuddin, yang ternyata adalah ayah anak itu sendiri. Kalau panggilan itu dilakukan oleh bekas isteri Mahjuddin, hal itu mungkin saja, tapi yang memanggil itu adalah tetangga Marliah, yang tidak tahu menahu tentang hubungan Marliah dengan dokter Mahjuddin.
Kalau kita dapat memetik makna dari cerita ini, maka tercermin dari padanya betapa sukar bagi orang Indonesia untuk mencari ilmu sebelum perang -- ia harus pergi kenegeri Belanda dengan ongkos yang tidak terpikul oleh kebanyakan orang Indonesia -- dan sesudah ia mencapai kepandaian yang diidam-idamkan, ia belum juga dipandang penuh oleh orang Belanda. Ia tidak mungkin dianggap sederajat sebagai manusia, sebab ia hanya pribumi.
Apa perbedaan yang menciptakan jurang antara Timur dan Barat tidak pula diungkapkan dalam cerita "Yang tak dapat luput", yang juga menceritakan tentang perkawinan orang Indonesia dengan perempuan Belanda. Sjahbuddin disini bahkan sampai mendapat anak. Hanya dikatakan, bahwa karena ia melanggar kemauan orang tuanya, maka Sjahbuddin tak selamat. Isterinya meninggal, meninggalkan seorang anak perempuan. Tentang perkawinannya dengan perempuan Belanda itu, Sjahbuddin memberikan pengakuan kepada gadis yang telah disia-siakannya:
"Perjanjian dengan kau dahulu tiada aku putuskan dengan semena-mena. Annie, ibu Lily, mencoba merayu aku dengan bermacam-macam jalan, sehingga akhirnya aku terikat, tak dapat bergerak lagi. Setelah aku didapatnya, ia mulai bosan, sehingga perselisihan tak putus lagi."
Pada hemat saya alasan bapak ini tidak meyakinkan dan amat bersifat sepihak. Pertarungan yang dahsyat antara kedua pribadi tidak nampak.
Betapa berbahayanya wanita Eropah (disini:Belanda) bagi pemuda Indonesia, dialami oleh Bahrum konon. Pemuda itu sampai harus mencuri uang untuk dapat menikmati pergaulan dengan sekolahnya Wies Boersma ("Rantai yang menghubungkan"). -- Tapi disini nampak Saadah terlalu sentimen kepada wanita kulit putih, sehingga menganggapnya sebagai iblis yang menjerumuskan Bahrum dalam '''kesesatan'''. Meskipun maksudnya dalam cerita ini ialah untuk mempertemukan kembali ayah bunda Bahrum yang telah lama hidup tak rukun.
Namun dalam ceritanya yang lain, "Sukar dipikat", Saadah mencoba menyelami dengan baik jiwa suatu keluarga Belanda yang ditimpa kemalangan: sang suami meninggal dan anak mati karam.<noinclude></noinclude>
6x5bd554hhtn3vbiqo5gt38d3etau5j
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/251
104
104480
295080
2026-05-14T07:32:00Z
Upiak Ituih
27011
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '3.2.1 Kontoid bisa diklasifikasikan berdasarkan: {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;" | style="vertical-align: top; width: 3em;" | (a) | colspan="2" style="vertical-align: top; text-align: justify;" | bergetar-tidaknya pitasuara; akan dihasilkan: |- | style="vertical-align: top;" | | style="vertical-align: top; width: 3em;" | (1) | style="vertical-align: top; text-align: justi...
295080
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Upiak Ituih" />{{rh||31}}</noinclude>3.2.1 Kontoid bisa diklasifikasikan berdasarkan:
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 3em;" | (a)
| colspan="2" style="vertical-align: top; text-align: justify;" | bergetar-tidaknya pitasuara; akan dihasilkan:
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top; width: 3em;" | (1)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid bersuara, terjadi dengan bergetarnya pitasuara sehingga hembusan arus udara lebih keras keluar jalan ucap; misalnya: [ b d g ]. ada kata {{u|baru}}, {{u|damai}} dan {{u|garam}};
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (2)
| style="vertical-align: top; text-align: justify; padding-bottom: 0.8em;" | kontoid takbersuara, terjadi dengan tanpa bergetarnya pitasuara sehingga hembusan arus udara lunak keluar jalan ucap; misalnya: [ p t k ]. ada kata {{u|paku}}, {{u|tamu}} dan {{u|kasih}};
|-
| style="vertical-align: top;" | (b)
| colspan="2" style="vertical-align: top; text-align: justify;" | cara hambatan arus udara dalam jalan ucap atau disebut juga cara ucapan; akan dihasilkan:
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (1)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid letup (plosif), terjadi dengan menutup samasekali jalan ucap pada suatu tempat, udara jadi mampat dan ketika hambatan dilepaskan keluarlah udara mampat itu secara tiba-tiba disertai semacam letupan; misalnya: [ p b t d k g ? ] pada kata {{u|parah}}, {{u|bara}}, {{u|tara}}, {{u|dara}}, {{u|kata}}, {{u|gatra}} dan {{u|bapak}};sebagian kontoid letup adalah kontoid bersuara, misalnya [ b d g ], dan sebagian lagi kontoid takbersuara, misalnya [ p t k ? ]
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (2)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid letup-geser (afrikat), terjadi dengan hambatan penuh seperti pada posisi kontoid letup, kemudian hambatan itu terlepas dengan disertai semacam friksi; misalnya: [ c j ] seperti pada kata {{u|cangkir}} dan {{u|jarang}}; yang pertama adalah kontoid takbersuara dan yang kedua kontoid bersuara;
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (3)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid geser (frikatif), terjadi dengan penyempitan jalan ucap pada suatu tempat demikian rupa sehingga arus udara masih bisa keluar melalui mulut dengan menimbulkan semacam friksi; misalnya: [ f s z x G h ] seperti pada kata {{u|fajar}}, {{u|seram}}, {{u|masyarakat}}, {{u|zamrut}}, {{u|khabar}}, {{u|ghaib}} dan {{u|hari}}; sebagian kontoid geser adalah kontoid bersuara [ z g ], yang lain kontoid takbersuara, [ f s x h ];
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (4)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid sengau (nasal), terjadi dengan menutup samasekali rongga mulut pada suatu tempat dan langit-langit lembut merendah demikian rupa sehingga arus udara keluar hanya melalui rongga hidung; misalnya: [ m n ñ ŋ ] seperti pada kata {{u|marah}}, {{u|nanti}}, {{u|nyaring}}, {{u|ngarai}}; kontoid sengau Indonesia adalah kontoid bersuara;
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (5)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid samping (lateral), terjadi dengan menutup samasekali lajur tengah jalan ucap demikian rupa sehingga arus udara masih bisa keluar kesamping kaki atau kanan-kiri lidah; misalnya: [ l ] pada kata {{u|lidah}}; kontoid samping adalah kontoid bersuara;
|}<noinclude></noinclude>
4t3a3ruvm1uixw8ecu42bm984edaa6o
295097
295080
2026-05-14T08:38:03Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295097
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||31}}</noinclude>3.2.1 Kontoid bisa diklasifikasikan berdasarkan:
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 3em;" | (a)
| colspan="2" style="vertical-align: top; text-align: justify;" | bergetar-tidaknya pitasuara; akan dihasilkan:
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top; width: 3em;" | (1)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid bersuara, terjadi dengan bergetarnya pitasuara sehingga hembusan arus udara lebih keras keluar jalan ucap; misalnya: ''['' b d g '']''. ada kata {{u|baru}}, {{u|damai}} dan {{u|garam}};
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (2)
| style="vertical-align: top; text-align: justify; padding-bottom: 0.8em;" | kontoid takbersuara, terjadi dengan tanpa bergetarnya pitasuara sehingga hembusan arus udara lunak keluar jalan ucap; misalnya: ''['' p t k '']''. ada kata {{u|paku}}, {{u|tamu}} dan {{u|kasih}};
|-
| style="vertical-align: top;" | (b)
| colspan="2" style="vertical-align: top; text-align: justify;" | cara hambatan arus udara dalam jalan ucap atau disebut juga cara ucapan; akan dihasilkan:
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (1)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid letup (plosif), terjadi dengan menutup samasekali jalan ucap pada suatu tempat, udara jadi mampat dan ketika hambatan dilepaskan keluarlah udara mampat itu secara tiba-tiba disertai semacam letupan; misalnya: ''[''p b t d k g ? '']'' pada kata {{u|parah}}, {{u|bara}}, {{u|tara}}, {{u|dara}}, {{u|kata}}, {{u|gatra}} dan {{u|bapak}};sebagian kontoid letup adalah kontoid bersuara, misalnya ''['' b d g '']'', dan sebagian lagi kontoid takbersuara, misalnya ''['' p t k ? '']''
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (2)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid letup-geser (afrikat), terjadi dengan hambatan penuh seperti pada posisi kontoid letup, kemudian hambatan itu terlepas dengan disertai semacam friksi; misalnya: ''['' c j '']'' seperti pada kata {{u|cangkir}} dan {{u|jarang}}; yang pertama adalah kontoid takbersuara dan yang kedua kontoid bersuara;
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (3)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid geser (frikatif), terjadi dengan penyempitan jalan ucap pada suatu tempat demikian rupa sehingga arus udara masih bisa keluar melalui mulut dengan menimbulkan semacam friksi; misalnya: [ f s z x G h ] seperti pada kata {{u|fajar}}, {{u|seram}}, {{u|masyarakat}}, {{u|zamrut}}, {{u|khabar}}, {{u|ghaib}} dan {{u|hari}}; sebagian kontoid geser adalah kontoid bersuara ''['' z g '']'', yang lain kontoid takbersuara, ''['' f s x h '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (4)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid sengau (nasal), terjadi dengan menutup samasekali rongga mulut pada suatu tempat dan langit-langit lembut merendah demikian rupa sehingga arus udara keluar hanya melalui rongga hidung; misalnya: [ m n ñ ŋ ] seperti pada kata {{u|marah}}, {{u|nanti}}, {{u|nyaring}}, {{u|ngarai}}; kontoid sengau Indonesia adalah kontoid bersuara;
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (5)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid samping (lateral), terjadi dengan menutup samasekali lajur tengah jalan ucap demikian rupa sehingga arus udara masih bisa keluar kesamping kaki atau kanan-kiri lidah; misalnya: ''['' l '']'' pada kata {{u|lidah}}; kontoid samping adalah kontoid bersuara;
|}<noinclude></noinclude>
9x4q8q136h143pb102du4mlv86hpq96
295099
295097
2026-05-14T08:39:38Z
Upiak Ituih
27011
295099
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||31}}</noinclude>3.2.1 Kontoid bisa diklasifikasikan berdasarkan:
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 3em;" | (a)
| colspan="2" style="vertical-align: top; text-align: justify;" | bergetar-tidaknya pitasuara; akan dihasilkan:
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top; width: 3em;" | (1)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid bersuara, terjadi dengan bergetarnya pitasuara sehingga hembusan arus udara lebih keras keluar jalan ucap; misalnya: ''['' b d g '']''. ada kata {{u|baru}}, {{u|damai}} dan {{u|garam}};
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (2)
| style="vertical-align: top; text-align: justify; padding-bottom: 0.8em;" | kontoid takbersuara, terjadi dengan tanpa bergetarnya pitasuara sehingga hembusan arus udara lunak keluar jalan ucap; misalnya: ''['' p t k '']''. ada kata {{u|paku}}, {{u|tamu}} dan {{u|kasih}};
|-
| style="vertical-align: top;" | (b)
| colspan="2" style="vertical-align: top; text-align: justify;" | cara hambatan arus udara dalam jalan ucap atau disebut juga cara ucapan; akan dihasilkan:
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (1)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid letup (plosif), terjadi dengan menutup samasekali jalan ucap pada suatu tempat, udara jadi mampat dan ketika hambatan dilepaskan keluarlah udara mampat itu secara tiba-tiba disertai semacam letupan; misalnya: ''[''p b t d k g ? '']'' pada kata {{u|parah}}, {{u|bara}}, {{u|tara}}, {{u|dara}}, {{u|kata}}, {{u|gatra}} dan {{u|bapak}};sebagian kontoid letup adalah kontoid bersuara, misalnya ''['' b d g '']'', dan sebagian lagi kontoid takbersuara, misalnya ''['' p t k ? '']''
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (2)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid letup-geser (afrikat), terjadi dengan hambatan penuh seperti pada posisi kontoid letup, kemudian hambatan itu terlepas dengan disertai semacam friksi; misalnya: ''['' c j '']'' seperti pada kata {{u|cangkir}} dan {{u|jarang}}; yang pertama adalah kontoid takbersuara dan yang kedua kontoid bersuara;
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (3)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid geser (frikatif), terjadi dengan penyempitan jalan ucap pada suatu tempat demikian rupa sehingga arus udara masih bisa keluar melalui mulut dengan menimbulkan semacam friksi; misalnya: ''['' f s z x G h '']'' seperti pada kata {{u|fajar}}, {{u|seram}}, {{u|masyarakat}}, {{u|zamrut}}, {{u|khabar}}, {{u|ghaib}} dan {{u|hari}}; sebagian kontoid geser adalah kontoid bersuara ''['' z g '']'', yang lain kontoid takbersuara, ''['' f s x h '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (4)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid sengau (nasal), terjadi dengan menutup samasekali rongga mulut pada suatu tempat dan langit-langit lembut merendah demikian rupa sehingga arus udara keluar hanya melalui rongga hidung; misalnya: ''['' m n ñ ŋ '']'' seperti pada kata {{u|marah}}, {{u|nanti}}, {{u|nyaring}}, {{u|ngarai}}; kontoid sengau Indonesia adalah kontoid bersuara;
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (5)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid samping (lateral), terjadi dengan menutup samasekali lajur tengah jalan ucap demikian rupa sehingga arus udara masih bisa keluar kesamping kaki atau kanan-kiri lidah; misalnya: ''['' l '']'' pada kata {{u|lidah}}; kontoid samping adalah kontoid bersuara;
|}<noinclude></noinclude>
g6wlpvvh61pdyibfdm8urhmklpt6lrm
295283
295099
2026-05-14T10:36:12Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295283
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||31}}</noinclude>3.2.1 Kontoid bisa diklasifikasikan berdasarkan:
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 3em;" | (a)
| colspan="2" style="vertical-align: top; text-align: justify;" | bergetar-tidaknya pitasuara; akan dihasilkan:
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top; width: 3em;" | (1)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid bersuara, terjadi dengan bergetarnya pitasuara sehingga hembusan arus udara lebih keras keluar jalan ucap; misalnya: ''['' b d g '']''. ada kata {{u|baru}}, {{u|damai}} dan {{u|garam}};
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (2)
| style="vertical-align: top; text-align: justify; padding-bottom: 0.8em;" | kontoid takbersuara, terjadi dengan tanpa bergetarnya pitasuara sehingga hembusan arus udara lunak keluar jalan ucap; misalnya: ''['' p t k '']''. ada kata {{u|paku}}, {{u|tamu}} dan {{u|kasih}};
|-
| style="vertical-align: top;" | (b)
| colspan="2" style="vertical-align: top; text-align: justify;" | cara hambatan arus udara dalam jalan ucap atau disebut juga cara ucapan; akan dihasilkan:
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (1)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid letup (plosif), terjadi dengan menutup samasekali jalan ucap pada suatu tempat, udara jadi mampat dan ketika hambatan dilepaskan keluarlah udara mampat itu secara tiba-tiba disertai semacam letupan; misalnya: ''[''p b t d k g ? '']'' pada kata {{u|parah}}, {{u|bara}}, {{u|tara}}, {{u|dara}}, {{u|kata}}, {{u|gatra}} dan {{u|bapak}};sebagian kontoid letup adalah kontoid bersuara, misalnya ''['' b d g '']'', dan sebagian lagi kontoid takbersuara, misalnya ''['' p t k ? '']''
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (2)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid letup-geser (afrikat), terjadi dengan hambatan penuh seperti pada posisi kontoid letup, kemudian hambatan itu terlepas dengan disertai semacam friksi; misalnya: ''['' c j '']'' seperti pada kata {{u|cangkir}} dan {{u|jarang}}; yang pertama adalah kontoid takbersuara dan yang kedua kontoid bersuara;
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (3)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid geser (frikatif), terjadi dengan penyempitan jalan ucap pada suatu tempat demikian rupa sehingga arus udara masih bisa keluar melalui mulut dengan menimbulkan semacam friksi; misalnya: ''['' f s z x G h '']'' seperti pada kata {{u|fajar}}, {{u|seram}}, {{u|masyarakat}}, {{u|zamrut}}, {{u|khabar}}, {{u|ghaib}} dan {{u|hari}}; sebagian kontoid geser adalah kontoid bersuara ''['' z g '']'', yang lain kontoid takbersuara, ''['' f s x h '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (4)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid sengau (nasal), terjadi dengan menutup samasekali rongga mulut pada suatu tempat dan langit-langit lembut merendah demikian rupa sehingga arus udara keluar hanya melalui rongga hidung; misalnya: ''['' m n ñ ŋ '']'' seperti pada kata {{u|marah}}, {{u|nanti}}, {{u|nyaring}}, {{u|ngarai}}; kontoid sengau Indonesia adalah kontoid bersuara;
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (5)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid samping (lateral), terjadi dengan menutup samasekali lajur tengah jalan ucap demikian rupa sehingga arus udara masih bisa keluar kesamping kaki atau kanan-kiri lidah; misalnya: ''['' l '']'' pada kata {{u|lidah}}; kontoid samping adalah kontoid bersuara;
|}<noinclude></noinclude>
egv7ml397dhjj2qq0s908peahgwkr0p
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/612
104
104481
295089
2026-05-14T07:45:41Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'berani, rehingga nada tangaal 25 Februari 1958 kota Gorontalo da- pat dikuasai oleh alat negara dan rakjat jang setia kepada pemerin- tah, dibawah pimpinan Nani Wartabone, komandan CPM se- tempat Sersan Major P.M. Prajit- no dan Kepala Polisi Kalengko- ngan. Namun tidak lama kemudian pasukan pemberontak mengada- kan serangan pembalasan dengan kekuatan jang djauh lebih besar, sehingga pihak kita terpaksa me- ngundurkan diri dari ko...
295089
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>berani, rehingga nada tangaal 25
Februari 1958 kota Gorontalo da-
pat dikuasai oleh alat negara dan
rakjat jang setia kepada pemerin-
tah, dibawah pimpinan Nani
Wartabone, komandan CPM se-
tempat Sersan Major P.M. Prajit-
no dan Kepala Polisi Kalengko-
ngan.
Namun tidak lama kemudian
pasukan pemberontak mengada-
kan serangan pembalasan dengan
kekuatan jang djauh lebih besar,
sehingga pihak kita terpaksa me-
ngundurkan diri dari kota Goron-
talo dan meneruskan perlawanan-
nja dengan gigih setjara gerilja.
Disamping itu didaerah Posso
timbul ovula gerakan? berlawanan
terhadap kekuasaan Permesta
jang makin hari makin tambah
kenjataannja : didaerah Posso
oleh Nani Wartabone dibentuk
suatu pasukan jang terdiri dari
pemuda? dengan nama ,,Tan-
djungbulo”. Akan tetapi pihak
pemberontak pun tidak tinggal
diam.
Disaat perkatian Angkatan Pe-
rang kita masih dipusatkan ke-
pada Sumatera,
HANJA ADA SATU
IALAH:
maka mereka
mempercunakan kesempatan itu
untuk msmperbesar kekuatan me-
reka terutama diudara, usaha ma-
na dapat dikatakan berhasil ka-
rena bantuan sementara dari pi-
hak luar negeri.
Dengan memiliki keunggulan
diudara, maka pihak Permesta
mengadakan serangan? dan pem-
boman? terhadap lapangan? ter-
bang Mandai di Makassar dan
Balikpapan atas kapal? perang ki-
ta, sehingga kapal perang R.I.
"Hang Tuah" pada tanggal 28
April tenggelam dimuka Balikpa-
pan dengan menimbulkan 22
orang korban dari anak kapal,
atas kapal? lain, baik dari peru-
sahaan? pelajaran nasional mau-
pun asing, atas kota? Balikpapan,
Ternate, Ambon, Laha, Djailolo,
Morotai, Gorontalo, Donggala
dan lain? sebagainja.
Meskipun pihak Angkatan Pe-
rang kita terhadap pemboman?
dan serangan? dari udara itu me-
ugadakan perlawanan selajaknja,
akan tetapi kerugian jang ditim-
bulkan oleh pihak Permesta ada-
lah tidak ketjil.
Perlu dikemukakan, bahwa di-
Model CJ-5
Wvittys Jeep
IMP:
N.V. InpoNEstAN Service Coy.
Djl. Lodan Djakarta-Kota Phone Kota 1235-1236.
E— TIDAK ADA LAIN Jeep
22
Membikin:
dalam pemboman? jang dilakukan
oleh pemberontak nampak tanda?,
bahwa faktor perikemanusiaan ti-
daklah mendjadi pegangan bagi
mereka. Buktinja ialah pembom-
an jang dilakukan terhadap kota
Ambon pada tanggal 15 Mei 1958
Hari Kenaikan Nabi Isa Almasih
— dimana mendjadi korban rak-
jat jang sementara pergi kepasar
dan rakjat jang hendak pergi ke-
geredja untuk menunaikan kebak-
tian bertepatan dengan hari sutji
tersebut.
Selandjutnja karena keunggul-
an Permesta diudara dan karena
kelemahan kita pada waktu itu,
Permesta berhasil menduduki ber-
turut? Morotai, Tobelo, Lokada
dan kemudian Djailolo, serta me-
rebut kembali Parigi.
Operasi Saptamarga :
Setelah menguraikan kemadju-
an? jang diperoleh PRRI/Permes-
ta di Indonesia bagian Timur,
maka kini dikemukakan usaha?
rniliter kita jang achirnja berhasil
menjelesaikan pemberontakan di-
daerah tersebut.
PERUSAHAAN CONFECTIE
»CentRaal”
DJALAN PINTU AIR 1I/ No. 60.
TELEPON GAMBIR 3040
DJAKARTA.
Segala matjam pakaian.
Uniform setjara besar-besaran.
Se Pa ana an ae aa Sa 3 ena “Na na Tenan NN SEA AAN<noinclude></noinclude>
tw4fcx3vdbnqduatiul9ay25blzxryl
295131
295089
2026-05-14T09:10:23Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
295131
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>berani, rehingga nada tangaal 25 Februari 1958 kota Gorontalo dapat dikuasai oleh alat negara dan rakjat jang setia kepada pemerintah, dibawah pimpinan Nani Wartabone, komandan CPM setempat Sersan Major P.M. Prajitmno dan Kepala Polisi Kalengko
ngan. Namun tidak lama kemudian pasukan pemberontak mengadakan serangan pembalasan dengan kekuatan jang djauh lebih besar,
sehingga pihak kita terpaksa mengundurkan diri dari kota Gorontalo dan meneruskan perlawanannja dengan gigih setjara gerilja.
Disamping itu didaerah Posso timbul ovula gerakan² berlawanan
terhadap kekuasaan Permesta jang makin hari makin tambah
kenjataannja : didaerah Posso oleh Nani Wartabone dibentuk
suatu pasukan jang terdiri dari pemuda² dengan nama „Tandjungbulo”. Akan tetapi pihak pemberontak pun tidak tinggal
diam.
Disaat perkatian Angkatan Perang kita masih dipusatkan kepada Sumatera, maka mereka mempercunakan kesempatan itu untuk smperbesar kekuatan mereka terutama diudara, usaha mana dapat dikatakan berhasil karena bantuan sementara dari pihak luar negeri.
Dengan memiliki keunggulan diudara, maka pihak Permesta mengadakan serangan² dan pemboman² terhadap lapangan² terbang Mandai di Makassar dan Balikpapan atas kapal? perang kita, sehingga kapal perang R.I. "Hang Tuah" pada tanggal 28 April tenggelam dimuka Balikpapan dengan menimbulkan 22 orang korban dari anak kapal, atas kapal² lain, baik dari perusahaan² pelajaran nasional maupun asing, atas kota Balikpapan,
Ternate, Ambon, Laha, Djailolo, Morotai, Gorontalo, Donggala
dan lain² sebagainja.
Meskipun pihak Angkatan Perang kita terhadap pemboman² dan serangan² dari udara itu meugadakan perlawanan selajaknja, akan tetapi kerugian jang ditimbulkan oleh pihak Permesta adalah tidak ketjil.
Perlu dikemukakan, bahwa di dalam pemboman² jang dilakukan
oleh pemberontak nampak tanda², bahwa faktor perikemanusiaan tidaklah mendjadi pegangan bagi mereka. Buktinja ialah pembom-
an jang dilakukan terhadap kota Ambon pada tanggal 15 Mei 1958
Hari Kenaikan Nabi Isa Almasih — dimana mendjadi korban rak-
jat jang sementara pergi kepasar dan rakjat jang hendak pergi ke geredja untuk menunaikan kebaktian bertepatan dengan hari sutji
tersebut.
Selandjutnja karena keunggulan Permesta diudara dan karena kelemahan kita pada waktu itu, Permesta berhasil menduduki berturut? Morotai, Tobelo, Lokada dan kemudian Djailolo, serta merebut kembali Parigi.
'''Operasi Saptamarga :'''
Setelah menguraikan kemadjuan² jang diperoleh PRRI/Permesta di Indonesia bagian Timur, maka kini dikemukakan usaha² militer kita jang achirnja berhasil menjelesaikan pemberontakan di daerah tersebut.
{{missing image}}<noinclude>{{rh|22}}</noinclude>
bc5aa2ic7s5jpz5me19moc88mplr0ad
295132
295131
2026-05-14T09:10:58Z
Lutfiyatun
26681
295132
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>berani, rehingga nada tangaal 25 Februari 1958 kota Gorontalo dapat dikuasai oleh alat negara dan rakjat jang setia kepada pemerintah, dibawah pimpinan Nani Wartabone, komandan CPM setempat Sersan Major P.M. Prajitmno dan Kepala Polisi Kalengko
ngan. Namun tidak lama kemudian pasukan pemberontak mengadakan serangan pembalasan dengan kekuatan jang djauh lebih besar,
sehingga pihak kita terpaksa mengundurkan diri dari kota Gorontalo dan meneruskan perlawanannja dengan gigih setjara gerilja.
Disamping itu didaerah Posso timbul ovula gerakan² berlawanan
terhadap kekuasaan Permesta jang makin hari makin tambah
kenjataannja : didaerah Posso oleh Nani Wartabone dibentuk
suatu pasukan jang terdiri dari pemuda² dengan nama „Tandjungbulo”. Akan tetapi pihak pemberontak pun tidak tinggal
diam.
Disaat perkatian Angkatan Perang kita masih dipusatkan kepada Sumatera, maka mereka mempercunakan kesempatan itu untuk smperbesar kekuatan mereka terutama diudara, usaha mana dapat dikatakan berhasil karena bantuan sementara dari pihak luar negeri.
Dengan memiliki keunggulan diudara, maka pihak Permesta mengadakan serangan² dan pemboman² terhadap lapangan² terbang Mandai di Makassar dan Balikpapan atas kapal? perang kita, sehingga kapal perang R.I. "Hang Tuah" pada tanggal 28 April tenggelam dimuka Balikpapan dengan menimbulkan 22 orang korban dari anak kapal, atas kapal² lain, baik dari perusahaan² pelajaran nasional maupun asing, atas kota Balikpapan,
Ternate, Ambon, Laha, Djailolo, Morotai, Gorontalo, Donggala
dan lain² sebagainja.
Meskipun pihak Angkatan Perang kita terhadap pemboman² dan serangan² dari udara itu meugadakan perlawanan selajaknja, akan tetapi kerugian jang ditimbulkan oleh pihak Permesta adalah tidak ketjil.
Perlu dikemukakan, bahwa di dalam pemboman² jang dilakukan
oleh pemberontak nampak tanda², bahwa faktor perikemanusiaan tidaklah mendjadi pegangan bagi mereka. Buktinja ialah pembom-
an jang dilakukan terhadap kota Ambon pada tanggal 15 Mei 1958
Hari Kenaikan Nabi Isa Almasih — dimana mendjadi korban rak-
jat jang sementara pergi kepasar dan rakjat jang hendak pergi ke geredja untuk menunaikan kebaktian bertepatan dengan hari sutji
tersebut.
Selandjutnja karena keunggulan Permesta diudara dan karena kelemahan kita pada waktu itu, Permesta berhasil menduduki berturut² Morotai, Tobelo, Lokada dan kemudian Djailolo, serta merebut kembali Parigi.
'''Operasi Saptamarga :'''
Setelah menguraikan kemadjuan² jang diperoleh PRRI/Permesta di Indonesia bagian Timur, maka kini dikemukakan usaha² militer kita jang achirnja berhasil menjelesaikan pemberontakan di daerah tersebut.
{{missing image}}<noinclude>{{rh|22}}</noinclude>
ceck4zbc7clfb2y2hcekge25dtce9ze
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/260
104
104482
295090
2026-05-14T07:46:34Z
Moel81
25980
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '40 — (karya Alice Gerstenberg diterjuwahkan oleh Dra. Tuti Indra Malaon), | Pewentasan ini merupakan kegiatan dari Badan Pembina Teater Na- sional Indonesia (BePsT.N.I.) yang kali ini dibawakan oleh salah ga- tu dari anggotanya yakni Tzater Populer, dengan sutradara Teguh Karya : PAMERAN DOKUMENTASI KESUSASTRAAN INDONSSIA MODERN Dalam rangka memperingati 40 tahun Sumpah Pemuda dan ikut memeri- ahkan pembukaan Pusat Kesenian "Taman Ism...
295090
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Moel81" /></noinclude>40
— (karya Alice Gerstenberg diterjuwahkan oleh Dra. Tuti Indra Malaon),
| Pewentasan ini merupakan kegiatan dari Badan Pembina Teater Na-
sional Indonesia (BePsT.N.I.) yang kali ini dibawakan oleh salah ga-
tu dari anggotanya yakni Tzater Populer, dengan sutradara Teguh
Karya :
PAMERAN DOKUMENTASI KESUSASTRAAN INDONSSIA MODERN
Dalam rangka memperingati 40 tahun Sumpah Pemuda dan ikut memeri-
ahkan pembukaan Pusat Kesenian "Taman Ismail Marzuki" di Jalan Cikini
73 Jakarta, Direktorat Bahasa dan Kesusastraan bekerjasama dengan
Dewan Kesenian Jakarta, telah menyelenggarakan pameran dokumentasi ke-
susastraan Indonesia modern. Pameran ini merupakan pameran dokumentasi
yang ketiga kalinya dilakukan oleh DBK, dan diangkat dari dokumentasi
milik H.Bs Jassin. Kali ini bahan yang dipamerkan dititik beratkan
pada kegiatan Angkatan 45 sampai Angkatan 66. Dalam penyelenggaraan
pameran ini Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) telah ikut pula memberiku
bantuannya.
BAHASA DAN K:SUSASTRAAN SERI KHUSUS
Sampai bulan Oktober 1968 ini telah terbit "Bahasz dan Kesusastraas'
dalam Seri xhusus yang berisi sebagai berikut:
Seri Khusus No« 1, Th I, 1968 (Kritik Saatra):
Drs. Ms Saleh Saad3 "Pagar Kawat Berduri
Drs. Ss Effendi $ Drama Usmar Ismail "Api"
Seri Khusus No. 2, Th I, 1968 (Teori Sastra):
Drs. M.3s Hutagalungs "Memahami dan menikmati Puisi"
Seri Khusus No“ 3, Th I, 1968 (Filologi)3 .
Dra“ SeW. Rudjiati Muljadis "Hikayat Bulan Berbelah", -
Sedang disiapkan Seri Khusus nomor-nomor selanjutnya yang akan
memuat masalah fonologi, teori sastra dan kesusastraan daerah.
BAHASA DAN KESUSASTRAAN, No. 6, Th I
1968<noinclude></noinclude>
1yoxratef9lm5r4glnsbk2zob36njqx
295094
295090
2026-05-14T08:11:28Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
295094
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" />{{rh||40}}</noinclude>(karya Alice Gerstenberg diterjemahkan oleh Dra. Tuti Indra Malaon).
Pementasan ini merupakan kegiatan dari Badan Pembina Teater Nasional Indonesia (B.P.T.N.I.) yang kali ini dibawakan oleh salah satu dari anggotanya yakni Teater Populer, dengan sutradara Teguh Karya
'''PAMERAN DOKUMENTASI KESUSASTRAAN INDONESIA MODERN'''
Dalam rangka memperingati 40 tahun Sumpah Pemuda dan ikut memeriahkan pembukaan Pusat Kesenian "Taman Ismail Marzuki" di Jalan Cikini 73 Jakarta, Direktorat Bahasa dan Kesusastraan bekerjasama dengan Dewan Kesenian Jakarta, telah menyelenggarakan pameran dokumentasi kesusastraan Indonesia modern. Pameran ini merupakan pameran dokumentasi yang ketiga kalinya dilakukan oleh DBK, dan diangkat dari dokumentasi milik H.B. Jassin. Kali ini bahan yang dipamerkan dititik beratkan pada kegiatan Angkatan 45 sampai Angkatan 66. Dalam penyelenggaraan pameran ini Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) telah ikut pula memberikan bantuannya.
'''BAHASA DAN KESUSASTRAAN SERI KHUSUS
'''
Sampai bulan Oktober 1968 ini telah terbit "Bahasa dan Kesusastraan" dalam Seri Khusus yang berisi sebagai berikut:
{{left|{{Hanging indent|2em|Seri Khusus No. 1, Th I, 1968 (Kritik Sastra):
Drs. M. Saleh Saad: "Pagar Kawat Berduri
Drs. S. Effendi : "Drama Usmar Ismail "Api"}}|offset=4em}}
{{left|{{Hanging indent|2em|Seri Khusus No. 2, Th I, 1968 (Teori Sastra):<br>
Drs. M.S. Hutagalung: "Memahami dan menikmati Puisi"}}|offset=4em}}
{{left|{{Hanging indent|2em|Seri Khusus No. 3, Th I, 1968 (Filologi):<br>
Dra. S.W. Rudjiati Muljadi: "Hikayat Bulan Berbelah".}}|offset=4em}}
Sedang disiapkan Seri Khusus nomor-nomor selanjutnya yang akan memuat masalah fonologi, teori sastra dan kesusastraan daerah.
{{c|'''------'''}}<noinclude>{{rh||BAHASA DAN KESUSASTRAAN, No. 6, Th I, 1968}}</noinclude>
q3ltxztywsmpbwshs86s11lc5a8htda
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/264
104
104483
295091
2026-05-14T07:51:38Z
Humilis Kumulus
26996
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'nomor ini menyajikan: ---- {{gap}}TAJUK RENCANA {{gap}}hal. 1 {{gap}} _____________________________________________________ HIKAJAT SERIBU MASALAH Edwar Djamaris hal, 3 SEDJARAH SASTRA Ren€ Wellek & Austin Warren hzl, 17 ISTILAH-ISTILAH hal. 39 {{gap}} _____________________________________________________ {{gap}} CATATAN TERHADAP BUKU DRS. M,S. HUTAGALUNG: <br> MEMAHAMI DAN MENIKMATI PUISI {{gap}} Djajanto Supra {{gap}} ha...
295091
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Humilis Kumulus" /></noinclude>nomor ini menyajikan:
----
{{gap}}TAJUK RENCANA
{{gap}}hal. 1
{{gap}} _____________________________________________________
HIKAJAT SERIBU MASALAH
Edwar Djamaris
hal, 3
SEDJARAH SASTRA
Ren€ Wellek & Austin Warren
hzl, 17
ISTILAH-ISTILAH
hal. 39
{{gap}} _____________________________________________________
{{gap}} CATATAN TERHADAP BUKU DRS. M,S. HUTAGALUNG: <br> MEMAHAMI DAN MENIKMATI PUISI
{{gap}} Djajanto Supra
{{gap}} hal. 41
{{gap}} _____________________________________________________
KRONIK
“hal, he
LEMB.GA BiHaSi NASIONAL
| mengucapkan
Selamat I- ri Iaya 1 Syawal 1391 II!
Selamat Hnri Natal 25 Desenber 1571
Selamat Tehun Zaru 1972
Ap
BAHASA DAN KESUSASTRAAN, No. 2, Th. IV, 1971<noinclude></noinclude>
g1as5qwhqwrbf0r2cn5q0helql5f235
295092
295091
2026-05-14T07:57:03Z
Humilis Kumulus
26996
/* Telah diuji baca */
295092
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Humilis Kumulus" /></noinclude>nomor ini menyajikan:
----
{{gap}} TAJUK RENCANA
{{gap}} hal. 1
{{gap}} _____________________________________________________
{{gap}} HIKAJAT SERIBU MASALAH
{{gap}} Edwar Djamaris
{{gap}} hal. 3
{{gap}} _____________________________________________________
{{gap}} SEDJARAH SASTRA
{{gap}} René Wellek & Austin Warren
{{gap}} hal. 17
{{gap}} _____________________________________________________
{{gap}} ISTILAH-ISTILAH
{{gap}} hal. 39
{{gap}} _____________________________________________________
{{gap}} CATATAN TERHADAP BUKU DRS. M,S. HUTAGALUNG:
{{gap}} MEMAHAMI DAN MENIKMATI PUISI
{{gap}} Djajanto Supra
{{gap}} hal. 41
{{gap}} _____________________________________________________
{{gap}} {{sp|KRONIK}}
{{gap}} hal. 46
----
{{c|LEMBAGA BAHASA NASIONAL <br> <br> mengucapkan <br> Selamat Hari Raya 1 Syawal 1391 II <br> Selamat Hari Natal 25 Desenber 1971 <br> Selamat Tahun Baru 1972}}
BAHASA DAN KESUSASTRAAN, No. 2, Th. IV, 1971<noinclude></noinclude>
af7ymaf9bwbzbirpkduer8ce2srgm8b
295093
295092
2026-05-14T07:57:44Z
Humilis Kumulus
26996
295093
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Humilis Kumulus" /></noinclude>nomor ini menyajikan:
----
{{gap}} TAJUK RENCANA
{{gap}} hal. 1
{{gap}} _____________________________________________________
{{gap}} HIKAJAT SERIBU MASALAH
{{gap}} Edwar Djamaris
{{gap}} hal. 3
{{gap}} _____________________________________________________
{{gap}} SEDJARAH SASTRA
{{gap}} René Wellek & Austin Warren
{{gap}} hal. 17
{{gap}} _____________________________________________________
{{gap}} ISTILAH-ISTILAH
{{gap}} hal. 39
{{gap}} _____________________________________________________
{{gap}} CATATAN TERHADAP BUKU DRS. M,S. HUTAGALUNG:
{{gap}} MEMAHAMI DAN MENIKMATI PUISI
{{gap}} Djajanto Supra
{{gap}} hal. 41
{{gap}} _____________________________________________________
{{gap}} {{sp|KRONIK}}
{{gap}} hal. 46
----
{{c|LEMBAGA BAHASA NASIONAL <br> <br> mengucapkan <br> <br> Selamat Hari Raya 1 Syawal 1391 II <br> Selamat Hari Natal 25 Desenber 1971 <br> Selamat Tahun Baru 1972}}
<br>
<br>
BAHASA DAN KESUSASTRAAN, No. 2, Th. IV, 1971<noinclude></noinclude>
3g6wewvzqp2uih57tokq4yvp50psz4e
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/695
104
104484
295098
2026-05-14T08:38:48Z
Aeia aai
24023
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'MAKLUMAT PENGUASA PERANG PUSAT No. Mkl./PePerPu/09/1958. tentang Larangan hubungan/menerima kedatangan orang” jang mendjadi anggauta dari organissi? jang di- larang (PRRI/ Permesta-DI-TII dsb.-nja). KEPALA STAF ANGKATAN DARAT SELAKU PENGUASA PERANG PUSAT 21 UNTUK DAERAH ANGKATAN DARAT, Memperingatkan kepada mereka jang masih sadar, untuk tidak mengadakan hubungan/ menerima kedatangan orang” jang mendjadi anggauta dari organisasi? j...
295098
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>MAKLUMAT PENGUASA PERANG PUSAT
No. Mkl./PePerPu/09/1958.
tentang
Larangan hubungan/menerima kedatangan orang” jang mendjadi anggauta dari organissi? jang di-
larang (PRRI/ Permesta-DI-TII dsb.-nja).
KEPALA STAF ANGKATAN DARAT
SELAKU PENGUASA PERANG PUSAT 21
UNTUK DAERAH ANGKATAN DARAT,
Memperingatkan kepada mereka jang masih sadar, untuk tidak mengadakan hubungan/
menerima kedatangan orang” jang mendjadi anggauta dari organisasi? jang dilarang atau jang
ada hubungannja dengn organisasi? tersebut (PRRI/Permesta-DI/TII dsb.).
Kepada mereka kami peringatkan, bahwa perbuatan jang kami peringatkan untuk tidak di-
lakukan tersebut diatas dapat dianggap sebagai dengan sengadja membantu atau memberi kesem-
patan ichtiar atau keterangan untuk melakukan 'kedjahatan jang diantjam dengan hukuman se-
bagaimana jang tertjantum dalam Kitab Undang? Pidana pasal 106-107-108-110 dan berhubungan
pula dengan apa jang tertjantum dalam Bab V. Buku Pertama Kitab Undang? Hukum Pidana jo.
pasal 56, kesemuanja dalam keadaan perang.
Mereka jang didatangi oleh orang? jang dimaksudkan diatas supaja segera melaporkan ke-
pada jang berwadjib agar dapat terhindar dari penuntutan,
Hendaklah Kepala Desa (Lurah) mendjaga dengan teliti supaja penduduk desanja djangan
memberi tempat menginap kepada orang jang bukan penduduk desa itu, dengan tidak diketahui-
nja lebih dahulu dan sebelum diizinkannja : satu dan lain hal supaja bertindak seperti jang di-
maksud dalam pasal 11 Reglement Indonesia jang diperbaharui (R.I.B.).
Dikeluarkan di: DJAKARTA.
Pada tanggal : 21—8—1958.
KEPALA STAF ANGKATAN DARAT
SELAKU
PENGUASA PERANG PUSAT
ttd.
A. H. NASUTION
Letnan Djendral T.N.I.
NRP. 13619<noinclude></noinclude>
d0wdcmjhirnke99eatpy8u2njlql8lk
295125
295098
2026-05-14T09:04:58Z
Aeia aai
24023
/* Telah diuji baca */
295125
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /></noinclude>{{border|1
{{c|{{font-size|150%|<u>'''MAKLUMAT PENGUASA PERANG PUSAT'''</u>}}<br>'''No. Mkl./PePerPu/09/1958.'''}}
{{c|tentang}}
Larangan hubungan/menerima kedatangan orang” jang mendjadi anggauta dari organissi²jang dilarang (PRRI/ Permesta-DI/TII dsb.-nja).
{{hii|10|0}}
'''KEPALA STAF ANGKATAN DARAT''''<br>
'''SELAKU PENGUASA PERANG PUSAT'''<br>
'''UNTUK DAERAH ANGKATAN DARAT,'''
{{div end}}
Memperingatkan kepada mereka jang masih sadar, untuk tidak mengadakan hubungan/menerima kedatangan orang² jang mendjadi anggauta dari organisasi² jang dilarang atau jang ada hubungannja dengn organisasi² tersebut (PRRI/Permesta-DI/TII dsb.).
Kepada mereka kami peringatkan, bahwa perbuatan jang kami peringatkan untuk tidak dilakukan tersebut diatas dapat dianggap sebagai dengan sengadja membantu atau memberi kesempatan ichtiar atau keterangan untuk melakukan kedjahatan jang diantjam dengan hukuman sebagaimana jang tertjantum dalam Kitab Undang² Pidana pasal 106-107-108-110 dan berhubungan pula dengan apa jang tertjantum dalam Bab V. Buku Pertama Kitab Undang² Hukum Pidana jo. pasal 56, kesemuanja dalam keadaan perang.
Mereka jang didatangi oleh orang² jang dimaksudkan diatas supaja segera melaporkan kepada jang berwadjib agar dapat terhindar dari penuntutan.
Hendaklah Kepala Desa (Lurah) mendjaga dengan teliti supaja penduduk desanja djangan memberi tempat menginap kepada orang jang bukan penduduk desa itu, dengan tidak diketahuinja lebih dahulu dan sebelum diizinkannja : satu dan lain hal supaja bertindak seperti jang dimaksud dalam pasal 11 Reglement Indonesia jang diperbaharui (R.I.B.).
{{block right|align=left|Dikeluarkan di: DJAKARTA. <br>Pada tanggal : 21—8—1958. }}
{{block right|align=center|KEPALA STAF ANGKATAN DARAT<br>SELAKU<br>
PENGUASA PERANG PUSAT
<br>
ttd.
<br>
<u>A. H. NASUTION</u><br>
Letnan Djendral T.N.I.<br>
NRP. 13619
}}
}}<noinclude>{{rh|||37}}</noinclude>
2lfxnhw1yj3mt4hlliyfd4yjmriz8yr
295126
295125
2026-05-14T09:05:49Z
Aeia aai
24023
295126
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /></noinclude>{{border|
{{c|{{font-size|150%|<u>'''MAKLUMAT PENGUASA PERANG PUSAT'''</u>}}<br>'''No. Mkl./PePerPu/09/1958.'''}}
{{c|tentang}}
Larangan hubungan/menerima kedatangan orang” jang mendjadi anggauta dari organissi²jang dilarang (PRRI/ Permesta-DI/TII dsb.-nja).
{{hii|10|0}}
'''KEPALA STAF ANGKATAN DARAT''''<br>
'''SELAKU PENGUASA PERANG PUSAT'''<br>
'''UNTUK DAERAH ANGKATAN DARAT,'''
{{div end}}
Memperingatkan kepada mereka jang masih sadar, untuk tidak mengadakan hubungan/menerima kedatangan orang² jang mendjadi anggauta dari organisasi² jang dilarang atau jang ada hubungannja dengn organisasi² tersebut (PRRI/Permesta-DI/TII dsb.).
Kepada mereka kami peringatkan, bahwa perbuatan jang kami peringatkan untuk tidak dilakukan tersebut diatas dapat dianggap sebagai dengan sengadja membantu atau memberi kesempatan ichtiar atau keterangan untuk melakukan kedjahatan jang diantjam dengan hukuman sebagaimana jang tertjantum dalam Kitab Undang² Pidana pasal 106-107-108-110 dan berhubungan pula dengan apa jang tertjantum dalam Bab V. Buku Pertama Kitab Undang² Hukum Pidana jo. pasal 56, kesemuanja dalam keadaan perang.
Mereka jang didatangi oleh orang² jang dimaksudkan diatas supaja segera melaporkan kepada jang berwadjib agar dapat terhindar dari penuntutan.
Hendaklah Kepala Desa (Lurah) mendjaga dengan teliti supaja penduduk desanja djangan memberi tempat menginap kepada orang jang bukan penduduk desa itu, dengan tidak diketahuinja lebih dahulu dan sebelum diizinkannja : satu dan lain hal supaja bertindak seperti jang dimaksud dalam pasal 11 Reglement Indonesia jang diperbaharui (R.I.B.).
{{block right|align=left|Dikeluarkan di: DJAKARTA. <br>Pada tanggal : 21—8—1958. }}
{{block right|align=center|KEPALA STAF ANGKATAN DARAT<br>SELAKU<br>
PENGUASA PERANG PUSAT
<br>
ttd.
<br>
<u>'''A. H. NASUTION'''</u><br>
Letnan Djendral T.N.I.<br>
NRP. 13619
}}
}}<noinclude>{{rh|||37}}</noinclude>
qzdc6k1l6g5ijzew2iz1d6eh9wlnevk
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/320
104
104485
295100
2026-05-14T08:41:06Z
Moel81
25980
/* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong
295100
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Moel81" /></noinclude><noinclude></noinclude>
j3it2j5363rqbq5u9h0ai682fmbt3ul
295103
295100
2026-05-14T08:50:31Z
Moel81
25980
295103
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Moel81" /></noinclude>yang memadai kepada para pengajar tentang pelajaran mengarang. Karena itulah timbul pertanyaan: Apakah dengan perincian dan penjelasan seperti tertera dalam silabus itu, pengajaran mengarang dapat dilaksanakan sebaik-baiknya serta mencapai hasil yang diharapkan? Sangat diragukan. Dan keraguan itu akan menguat apabila ditelaah data-data yang tersedia, bahkan timbul kesan diremehkannya pelajaran mengarang dikedua tingkat sekolah menengah itu.
1.3 Pokok pikiran pada 1.1 dan informasi pada 1.2 telah cukup mendorong referat untuk mencari penataan cara menyajikan pelajaran mengarang di sekolah lanjutan
Dan dari telaah tentang peristiwa mengarang itu sendiri, tentang kemungkinan-kemungkinan kebutuhan anak didik serta pendekatannya, diangkatlah tertib pelajaran mengarang sebagai berikut:
<u>Pertama</u>, mempersiapkan anak didik untuk memahami:
::{{Hanging indent|1.5em|1) fungsi mengarang: langkah ini mengarah kepada pemberian pertanyaan dan penjelasan seperlunya tentang peranan komunikatif dalam berbagai bentuk dan berbagai lingkungan kehidupan manusia;}}
::{{Hanging indent|1.5em|2) peristiwa mengarang: langkah ini mengarah kepada pemberian pertanyaan dan penjelasan seperlunya tentang adanya hubungan erat antara berpikir dan mengarang;}}
::{{Hanging indent|1.5em|3) berbagai variasi tutur: langkah ini mengarah kepada latihan mengenal dan mempergunakan variasi-variasi kalimat dalam bermacam situasi.}}
<u>Kedua</u>, membimbing anak didik untuk mencapai ketrampilan:
::{{Hanging indent|1.5em|4) memilih pokok karangan: langkah ini mengarah kepada latihan mengembangkan sebuah gagasan/ide menjadi gagasan-gagasan lebih kecil atau terbatas, kemudian memilih salah satu sebagai pokok karangan yang cocok dengan kemampuan, tujuan karangan, panjang karangan dan tingkat atau golongan sidang pembaca yang dituju;}}
::{{Hanging indent|1.5em|5) mengumpulkan keterangan tentang pokok: langkah ini}}<noinclude>{{rh|||6}}</noinclude>
cxsik2bz61eq77tuoskbspioc80q0re
295106
295103
2026-05-14T08:51:34Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
295106
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>yang memadai kepada para pengajar tentang pelajaran mengarang. Karena itulah timbul pertanyaan: Apakah dengan perincian dan penjelasan seperti tertera dalam silabus itu, pengajaran mengarang dapat dilaksanakan sebaik-baiknya serta mencapai hasil yang diharapkan? Sangat diragukan. Dan keraguan itu akan menguat apabila ditelaah data-data yang tersedia, bahkan timbul kesan diremehkannya pelajaran mengarang dikedua tingkat sekolah menengah itu.
1.3 Pokok pikiran pada 1.1 dan informasi pada 1.2 telah cukup mendorong referat untuk mencari penataan cara menyajikan pelajaran mengarang di sekolah lanjutan
Dan dari telaah tentang peristiwa mengarang itu sendiri, tentang kemungkinan-kemungkinan kebutuhan anak didik serta pendekatannya, diangkatlah tertib pelajaran mengarang sebagai berikut:
<u>Pertama</u>, mempersiapkan anak didik untuk memahami:
::{{Hanging indent|1.5em|1) fungsi mengarang: langkah ini mengarah kepada pemberian pertanyaan dan penjelasan seperlunya tentang peranan komunikatif dalam berbagai bentuk dan berbagai lingkungan kehidupan manusia;}}
::{{Hanging indent|1.5em|2) peristiwa mengarang: langkah ini mengarah kepada pemberian pertanyaan dan penjelasan seperlunya tentang adanya hubungan erat antara berpikir dan mengarang;}}
::{{Hanging indent|1.5em|3) berbagai variasi tutur: langkah ini mengarah kepada latihan mengenal dan mempergunakan variasi-variasi kalimat dalam bermacam situasi.}}
<u>Kedua</u>, membimbing anak didik untuk mencapai ketrampilan:
::{{Hanging indent|1.5em|4) memilih pokok karangan: langkah ini mengarah kepada latihan mengembangkan sebuah gagasan/ide menjadi gagasan-gagasan lebih kecil atau terbatas, kemudian memilih salah satu sebagai pokok karangan yang cocok dengan kemampuan, tujuan karangan, panjang karangan dan tingkat atau golongan sidang pembaca yang dituju;}}
::{{Hanging indent|1.5em|5) mengumpulkan keterangan tentang pokok: langkah ini}}<noinclude>{{rh|||6}}</noinclude>
0gazw1x6uys8fdteo05vt7415uzla4p
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/252
104
104486
295101
2026-05-14T08:44:57Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295101
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||32}}</noinclude>{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 3em;" |
| style="vertical-align: top; width: 3em;" | (6)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid geletar (trill), terjadi dengan bergetarnya ujunglidah yang mendekati gusigigi ketika arus udara terhembus keluar me-lewatinya; misalnya: ''['' r '']'' pada kata {{u|ramai}}; kontoid geletar adalah kontoid bersuara;
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (7)
| style="vertical-align: top; text-align: justify; padding-bottom: 0.8em;" | semi-vokal, terjadi dengan penyempitan pada suatu tempat dalam jalan ucap seperti untuk posisi ''['' u i '']'' kemudian penyempitan itu meluncur pada suatu tempat yang lain demikian rupa sehingga arus udara masih bisa keluar mulut disertai semacam bunyi lun-cur; misalnya: ''['' w y '']'' pada kata {{u|warga}} dan {{u|yang}}; semi-vokal adalah fona bersuara.
|-
| style="vertical-align: top;" | (c)
| colspan="2" style="vertical-align: top; text-align: justify;" | tempat hambatan arus udara dalam jalan ucap atau disebut juga titik ucapan; akan dihasilkan:
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (1)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid bibir (labial), terjadi dengan bibir sebagai tempat ham-batan (titik ucapan), atau dengan mengatupkan kedua bibir, atau bibir bawah menyentuh gigiatas; misalnya: ''['' p b m f '']'' pada kata {{u|me-tah}}, {{u|bawah}}, {{u|mata}} dan {{u|faham}};
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (2)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid gigi (dental), dibentuk dengan gigiatas sebagai tempat hambatan (titik ucapan), atau dengan menekan ujunglidah pada gigiatas; misalnya: ''['' t d '']'' pada kata {{u|tadi}} dan {{u|dari}};
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (3)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid antargigi (interdental), dibentuk dengan gigiatas dan gigibawah sebagai tempat hambatan (titik ucapan), atau dengan ujunglidah menekan diantara gigiatas dengan gigibawah; misalnya: ''['' θ '']'' pada kata Inggris thin 'tipis, kurus';
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (4)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid gusigigi (alveolar), dibentuk dengan gusigigi sebagai hambatan (titik ucapan), atau dengan ujunglidah menekan pada gusigigi (alveolum); misalnya: ''['' T D '']'' pada kata Jawa {{u|canting}} 'gayung' dan {{u|wedi}} 'pasir';
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (5)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid langit-langit keras (palatal), dibentuk dengan langit-langit keras sebagai tempat hambatan (titik ucapan), atau de-ngan daunlidah menekan pada langit-langit keras (palatum); mi-salnya: ''['' c j ñ y '']'' pada kata {{u|cangkir}}, {{u|jari}}, {{u|nyala}} dan {{u|bayam}};
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (6)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid langit-langit lembut (velar), dibentuk dengan langit-langit lembut sebagai tempat hambatan (titik ucapan), atau de-ngan belakanglidah menekan pada langit-langit lembut (velum); misalnya: ''['' k g x G ŋ '']'' pada kata {{u|kali}}, {{u|gali}}, {{u|khabar}}, {{u|ghaib}} dan {{u|ngarai}};
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (7)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid ronggatekak (faringgal), dibentuk dengan ronggatekak se-bagai tempat hambatan, atau dengan akarlidah tertarik kearah ronggatekak (faringe); misalnya: ''['' ʕ '']'' pada kata Arab {{u|ma'lum}} 'yang diketahui';
|}<noinclude></noinclude>
phgazs93zqo996dih58ikd7cxu527c2
295286
295101
2026-05-14T10:37:01Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295286
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||32}}</noinclude>{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 3em;" |
| style="vertical-align: top; width: 3em;" | (6)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid geletar (trill), terjadi dengan bergetarnya ujunglidah yang mendekati gusigigi ketika arus udara terhembus keluar me-lewatinya; misalnya: ''['' r '']'' pada kata {{u|ramai}}; kontoid geletar adalah kontoid bersuara;
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (7)
| style="vertical-align: top; text-align: justify; padding-bottom: 0.8em;" | semi-vokal, terjadi dengan penyempitan pada suatu tempat dalam jalan ucap seperti untuk posisi ''['' u i '']'' kemudian penyempitan itu meluncur pada suatu tempat yang lain demikian rupa sehingga arus udara masih bisa keluar mulut disertai semacam bunyi lun-cur; misalnya: ''['' w y '']'' pada kata {{u|warga}} dan {{u|yang}}; semi-vokal adalah fona bersuara.
|-
| style="vertical-align: top;" | (c)
| colspan="2" style="vertical-align: top; text-align: justify;" | tempat hambatan arus udara dalam jalan ucap atau disebut juga titik ucapan; akan dihasilkan:
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (1)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid bibir (labial), terjadi dengan bibir sebagai tempat ham-batan (titik ucapan), atau dengan mengatupkan kedua bibir, atau bibir bawah menyentuh gigiatas; misalnya: ''['' p b m f '']'' pada kata {{u|me-tah}}, {{u|bawah}}, {{u|mata}} dan {{u|faham}};
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (2)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid gigi (dental), dibentuk dengan gigiatas sebagai tempat hambatan (titik ucapan), atau dengan menekan ujunglidah pada gigiatas; misalnya: ''['' t d '']'' pada kata {{u|tadi}} dan {{u|dari}};
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (3)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid antargigi (interdental), dibentuk dengan gigiatas dan gigibawah sebagai tempat hambatan (titik ucapan), atau dengan ujunglidah menekan diantara gigiatas dengan gigibawah; misalnya: ''['' θ '']'' pada kata Inggris thin 'tipis, kurus';
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (4)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid gusigigi (alveolar), dibentuk dengan gusigigi sebagai hambatan (titik ucapan), atau dengan ujunglidah menekan pada gusigigi (alveolum); misalnya: ''['' T D '']'' pada kata Jawa {{u|canting}} 'gayung' dan {{u|wedi}} 'pasir';
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (5)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid langit-langit keras (palatal), dibentuk dengan langit-langit keras sebagai tempat hambatan (titik ucapan), atau de-ngan daunlidah menekan pada langit-langit keras (palatum); mi-salnya: ''['' c j ñ y '']'' pada kata {{u|cangkir}}, {{u|jari}}, {{u|nyala}} dan {{u|bayam}};
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (6)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid langit-langit lembut (velar), dibentuk dengan langit-langit lembut sebagai tempat hambatan (titik ucapan), atau de-ngan belakanglidah menekan pada langit-langit lembut (velum); misalnya: ''['' k g x G ŋ '']'' pada kata {{u|kali}}, {{u|gali}}, {{u|khabar}}, {{u|ghaib}} dan {{u|ngarai}};
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (7)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid ronggatekak (faringgal), dibentuk dengan ronggatekak se-bagai tempat hambatan, atau dengan akarlidah tertarik kearah ronggatekak (faringe); misalnya: ''['' ʕ '']'' pada kata Arab {{u|ma'lum}} 'yang diketahui';
|}<noinclude></noinclude>
ee6i1gskvs2dbjnhwchnfel8468ofsx
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/253
104
104487
295104
2026-05-14T08:51:08Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295104
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 3em;" |
| style="vertical-align: top; width: 3em;" | (8)
| style="vertical-align: top; text-align: justify; padding-bottom: 0.8em;" | kontoid celahsuara (glotal), dibentuk dengan celahsuara sebagai tempat hambatan, atau dengan celahsuara merapat samasekali, kemudian melepaskan dengan arus udara paru-paru terhembus tiba-tiba disertai semacam letupan; misalnya: ''['' ? '']'' pada kata {{u|tak}}, {{u|bapak}};
|-
| style="vertical-align: top;" | (d)
| colspan="2" style="vertical-align: top; text-align: justify;" | pengucap atau artikulator; akan dihasilkan:
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (1)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid bibir (labial), dibentuk dengan bibir sebagai pengucap, atau dengan kedua bibir terkatup atau bibirbawah menyentuh gigiatas; misalnya: ''['' p b m w f '']'' pada kata {{u|padi}}, {{u|bayu}}, {{u|mana}}, {{u|warung}} dan {{u|fajar}};
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (2)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid ujunglidah (apikal), dibentuk dengan ujunglidah sebagai pengucap, atau dengan ujunglidah (apex) menghambat jalan ucap pada suatu tempat; misalnya: ''['' t d n l r '']'' pada kata {{u|taruh}}, {{u|darah}}, {{u|nama}}, {{u|lari}} dan {{u|ramai}};
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (3)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid daunlidah (laminal), dibentuk dengan daunlidah sebagai pengucap, atau dengan daunlidah (lamino) menghambat arus udara keluar dari jalan ucap pada suatu tempat; misalnya: ''['' č ǰ s š z n y '']'' pada kata {{u|camat}}, {{u|jalan}}, {{u|satu}}, {{u|syarat}}, {{u|zaitun}}, {{u|nyanyi}} dan {{u|yang}};
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (4)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid belakanglidah (dorsal), dibentuk dengan belakanglidah sebagai pengucap, atau dengan belakanglidah (dorsum) menghambat arus udara dalam jalan ucap pada suatu tempat; misalnya: ''['' k g x G n '']'' pada kata {{u|kala}}, {{u|galah}}, {{u|khalik}}, {{u|ghaib}} dan {{u|ngarai}};
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (5)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid akarlidah (radikal), dibentuk dengan akarlidah sebagai pengucap, atau dengan akarlidah (radix) tertarik kearah ronggatekak; misalnya: ''['' ʕ '']'' pada kata Arab {{u|sa'atun}} 'waktu, jam'.
|}
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Pemerian (deskripsi) sebuah kontoid dapat dengan menyebutkan sekaligus ciri-ciri menurut keempat dasar klasifikasi diatas. Misalnya kontoid ''['' d '']'' adalah kontoid {{u|bersuara}}, {{u|plosif}}, {{u|apiko-dental}}: dalam pembentukannya pitasuara bergetar, mendapat hambatan samasekali oleh ujunglidah (apex) yang menekan pada gigi (dens).
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-bottom: 1.5em;">
Klasifikasi lebih terperinci dapat juga dilakukan sesuai dengan kebutuhan analisa dan untuk memperoleh pemerian kontoid suatu bahasa secermat-cermatnya. Misalnya kontoid palatal Indonesia dibedakan lagi atas kontoid gusi-langit-langit keras atau alveolo-palatal ''['' č ǰ '']'' dan kontoid daunlidah-langit-langit keras atau lamino-palatal ''['' ň y '']''.
</div>
3.2.2 Apabila kedua semi-vokal dianggap kontoid, maka dalam bahasa Indonesia ditemukan paling sedikit duapuluh empat kontoid. Dengan pemerian berdasarkan bergetar-tidaknya pitasuara pada waktu pembentukannya, cara<noinclude></noinclude>
tg1sg8xehpzqpguwvn1dagik9q3jool
295105
295104
2026-05-14T08:51:33Z
Upiak Ituih
27011
295105
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||32}}</noinclude>{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 3em;" |
| style="vertical-align: top; width: 3em;" | (8)
| style="vertical-align: top; text-align: justify; padding-bottom: 0.8em;" | kontoid celahsuara (glotal), dibentuk dengan celahsuara sebagai tempat hambatan, atau dengan celahsuara merapat samasekali, kemudian melepaskan dengan arus udara paru-paru terhembus tiba-tiba disertai semacam letupan; misalnya: ''['' ? '']'' pada kata {{u|tak}}, {{u|bapak}};
|-
| style="vertical-align: top;" | (d)
| colspan="2" style="vertical-align: top; text-align: justify;" | pengucap atau artikulator; akan dihasilkan:
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (1)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid bibir (labial), dibentuk dengan bibir sebagai pengucap, atau dengan kedua bibir terkatup atau bibirbawah menyentuh gigiatas; misalnya: ''['' p b m w f '']'' pada kata {{u|padi}}, {{u|bayu}}, {{u|mana}}, {{u|warung}} dan {{u|fajar}};
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (2)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid ujunglidah (apikal), dibentuk dengan ujunglidah sebagai pengucap, atau dengan ujunglidah (apex) menghambat jalan ucap pada suatu tempat; misalnya: ''['' t d n l r '']'' pada kata {{u|taruh}}, {{u|darah}}, {{u|nama}}, {{u|lari}} dan {{u|ramai}};
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (3)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid daunlidah (laminal), dibentuk dengan daunlidah sebagai pengucap, atau dengan daunlidah (lamino) menghambat arus udara keluar dari jalan ucap pada suatu tempat; misalnya: ''['' č ǰ s š z n y '']'' pada kata {{u|camat}}, {{u|jalan}}, {{u|satu}}, {{u|syarat}}, {{u|zaitun}}, {{u|nyanyi}} dan {{u|yang}};
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (4)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid belakanglidah (dorsal), dibentuk dengan belakanglidah sebagai pengucap, atau dengan belakanglidah (dorsum) menghambat arus udara dalam jalan ucap pada suatu tempat; misalnya: ''['' k g x G n '']'' pada kata {{u|kala}}, {{u|galah}}, {{u|khalik}}, {{u|ghaib}} dan {{u|ngarai}};
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (5)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid akarlidah (radikal), dibentuk dengan akarlidah sebagai pengucap, atau dengan akarlidah (radix) tertarik kearah ronggatekak; misalnya: ''['' ʕ '']'' pada kata Arab {{u|sa'atun}} 'waktu, jam'.
|}
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Pemerian (deskripsi) sebuah kontoid dapat dengan menyebutkan sekaligus ciri-ciri menurut keempat dasar klasifikasi diatas. Misalnya kontoid ''['' d '']'' adalah kontoid {{u|bersuara}}, {{u|plosif}}, {{u|apiko-dental}}: dalam pembentukannya pitasuara bergetar, mendapat hambatan samasekali oleh ujunglidah (apex) yang menekan pada gigi (dens).
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-bottom: 1.5em;">
Klasifikasi lebih terperinci dapat juga dilakukan sesuai dengan kebutuhan analisa dan untuk memperoleh pemerian kontoid suatu bahasa secermat-cermatnya. Misalnya kontoid palatal Indonesia dibedakan lagi atas kontoid gusi-langit-langit keras atau alveolo-palatal ''['' č ǰ '']'' dan kontoid daunlidah-langit-langit keras atau lamino-palatal ''['' ň y '']''.
</div>
3.2.2 Apabila kedua semi-vokal dianggap kontoid, maka dalam bahasa Indonesia ditemukan paling sedikit duapuluh empat kontoid. Dengan pemerian berdasarkan bergetar-tidaknya pitasuara pada waktu pembentukannya, cara<noinclude></noinclude>
a295xp0zj0oldcfcmtfrsnzb27mg1ut
295107
295105
2026-05-14T08:51:53Z
Upiak Ituih
27011
295107
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||33}}</noinclude>{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 3em;" |
| style="vertical-align: top; width: 3em;" | (8)
| style="vertical-align: top; text-align: justify; padding-bottom: 0.8em;" | kontoid celahsuara (glotal), dibentuk dengan celahsuara sebagai tempat hambatan, atau dengan celahsuara merapat samasekali, kemudian melepaskan dengan arus udara paru-paru terhembus tiba-tiba disertai semacam letupan; misalnya: ''['' ? '']'' pada kata {{u|tak}}, {{u|bapak}};
|-
| style="vertical-align: top;" | (d)
| colspan="2" style="vertical-align: top; text-align: justify;" | pengucap atau artikulator; akan dihasilkan:
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (1)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid bibir (labial), dibentuk dengan bibir sebagai pengucap, atau dengan kedua bibir terkatup atau bibirbawah menyentuh gigiatas; misalnya: ''['' p b m w f '']'' pada kata {{u|padi}}, {{u|bayu}}, {{u|mana}}, {{u|warung}} dan {{u|fajar}};
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (2)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid ujunglidah (apikal), dibentuk dengan ujunglidah sebagai pengucap, atau dengan ujunglidah (apex) menghambat jalan ucap pada suatu tempat; misalnya: ''['' t d n l r '']'' pada kata {{u|taruh}}, {{u|darah}}, {{u|nama}}, {{u|lari}} dan {{u|ramai}};
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (3)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid daunlidah (laminal), dibentuk dengan daunlidah sebagai pengucap, atau dengan daunlidah (lamino) menghambat arus udara keluar dari jalan ucap pada suatu tempat; misalnya: ''['' č ǰ s š z n y '']'' pada kata {{u|camat}}, {{u|jalan}}, {{u|satu}}, {{u|syarat}}, {{u|zaitun}}, {{u|nyanyi}} dan {{u|yang}};
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (4)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid belakanglidah (dorsal), dibentuk dengan belakanglidah sebagai pengucap, atau dengan belakanglidah (dorsum) menghambat arus udara dalam jalan ucap pada suatu tempat; misalnya: ''['' k g x G n '']'' pada kata {{u|kala}}, {{u|galah}}, {{u|khalik}}, {{u|ghaib}} dan {{u|ngarai}};
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (5)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid akarlidah (radikal), dibentuk dengan akarlidah sebagai pengucap, atau dengan akarlidah (radix) tertarik kearah ronggatekak; misalnya: ''['' ʕ '']'' pada kata Arab {{u|sa'atun}} 'waktu, jam'.
|}
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Pemerian (deskripsi) sebuah kontoid dapat dengan menyebutkan sekaligus ciri-ciri menurut keempat dasar klasifikasi diatas. Misalnya kontoid ''['' d '']'' adalah kontoid {{u|bersuara}}, {{u|plosif}}, {{u|apiko-dental}}: dalam pembentukannya pitasuara bergetar, mendapat hambatan samasekali oleh ujunglidah (apex) yang menekan pada gigi (dens).
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-bottom: 1.5em;">
Klasifikasi lebih terperinci dapat juga dilakukan sesuai dengan kebutuhan analisa dan untuk memperoleh pemerian kontoid suatu bahasa secermat-cermatnya. Misalnya kontoid palatal Indonesia dibedakan lagi atas kontoid gusi-langit-langit keras atau alveolo-palatal ''['' č ǰ '']'' dan kontoid daunlidah-langit-langit keras atau lamino-palatal ''['' ň y '']''.
</div>
3.2.2 Apabila kedua semi-vokal dianggap kontoid, maka dalam bahasa Indonesia ditemukan paling sedikit duapuluh empat kontoid. Dengan pemerian berdasarkan bergetar-tidaknya pitasuara pada waktu pembentukannya, cara<noinclude></noinclude>
soqizkok961w6bgqnzg9iqv6pp64icm
295288
295107
2026-05-14T10:39:07Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295288
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||33}}</noinclude>{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 3em;" |
| style="vertical-align: top; width: 3em;" | (8)
| style="vertical-align: top; text-align: justify; padding-bottom: 0.8em;" | kontoid celahsuara (glotal), dibentuk dengan celahsuara sebagai tempat hambatan, atau dengan celahsuara merapat samasekali, kemudian melepaskan dengan arus udara paru-paru terhembus tiba-tiba disertai semacam letupan; misalnya: ''['' ? '']'' pada kata {{u|tak}}, {{u|bapak}};
|-
| style="vertical-align: top;" | (d)
| colspan="2" style="vertical-align: top; text-align: justify;" | pengucap atau artikulator; akan dihasilkan:
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (1)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid bibir (labial), dibentuk dengan bibir sebagai pengucap, atau dengan kedua bibir terkatup atau bibirbawah menyentuh gigiatas; misalnya: ''['' p b m w f '']'' pada kata {{u|padi}}, {{u|bayu}}, {{u|mana}}, {{u|warung}} dan {{u|fajar}};
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (2)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid ujunglidah (apikal), dibentuk dengan ujunglidah sebagai pengucap, atau dengan ujunglidah (apex) menghambat jalan ucap pada suatu tempat; misalnya: ''['' t d n l r '']'' pada kata {{u|taruh}}, {{u|darah}}, {{u|nama}}, {{u|lari}} dan {{u|ramai}};
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (3)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid daunlidah (laminal), dibentuk dengan daunlidah sebagai pengucap, atau dengan daunlidah (lamino) menghambat arus udara keluar dari jalan ucap pada suatu tempat; misalnya: ''['' č ǰ s š z n y '']'' pada kata {{u|camat}}, {{u|jalan}}, {{u|satu}}, {{u|syarat}}, {{u|zaitun}}, {{u|nyanyi}} dan {{u|yang}};
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (4)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid belakanglidah (dorsal), dibentuk dengan belakanglidah sebagai pengucap, atau dengan belakanglidah (dorsum) menghambat arus udara dalam jalan ucap pada suatu tempat; misalnya: ''['' k g x G n '']'' pada kata {{u|kala}}, {{u|galah}}, {{u|khalik}}, {{u|ghaib}} dan {{u|ngarai}};
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (5)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kontoid akarlidah (radikal), dibentuk dengan akarlidah sebagai pengucap, atau dengan akarlidah (radix) tertarik kearah ronggatekak; misalnya: ''['' ʕ '']'' pada kata Arab {{u|sa'atun}} 'waktu, jam'.
|}
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Pemerian (deskripsi) sebuah kontoid dapat dengan menyebutkan sekaligus ciri-ciri menurut keempat dasar klasifikasi diatas. Misalnya kontoid ''['' d '']'' adalah kontoid {{u|bersuara}}, {{u|plosif}}, {{u|apiko-dental}}: dalam pembentukannya pitasuara bergetar, mendapat hambatan samasekali oleh ujunglidah (apex) yang menekan pada gigi (dens).
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-bottom: 1.5em;">
Klasifikasi lebih terperinci dapat juga dilakukan sesuai dengan kebutuhan analisa dan untuk memperoleh pemerian kontoid suatu bahasa secermat-cermatnya. Misalnya kontoid palatal Indonesia dibedakan lagi atas kontoid gusi-langit-langit keras atau alveolo-palatal ''['' č ǰ '']'' dan kontoid daunlidah-langit-langit keras atau lamino-palatal ''['' ň y '']''.
</div>
<div style="text-align:">
3.2.2 Apabila kedua semi-vokal dianggap kontoid, maka dalam bahasa Indonesia ditemukan paling sedikit duapuluh empat kontoid. Dengan pemerian berdasarkan bergetar-tidaknya pitasuara pada waktu pembentukannya, cara
</div><noinclude></noinclude>
qk0cszvie6blvmebqsnrohkovk9468t
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/321
104
104488
295109
2026-05-14T08:52:15Z
Moel81
25980
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'meng jrah kepada latihan cara mengumpulkan keterangan dari berbagai sumber, misalnya dari pengalaman priba- di, wibawa para ahli, buku, majalah, surat kabar, te- levisi dan radio, 6) menyaring dan menata keterangan: langkah ini mengarah kepada latihan memilih keterangan-keterangan yang pa- ling diperlukan atau relevan dengan pokok, kemudian menatanya sebagai suatu kerangka karangan demikian rupa sehingga tiap bagian kerangka itu memperl...
295109
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Moel81" /></noinclude>meng jrah kepada latihan cara mengumpulkan keterangan
dari berbagai sumber, misalnya dari pengalaman priba-
di, wibawa para ahli, buku, majalah, surat kabar, te-
levisi dan radio,
6) menyaring dan menata keterangan: langkah ini mengarah
kepada latihan memilih keterangan-keterangan yang pa-
ling diperlukan atau relevan dengan pokok, kemudian
menatanya sebagai suatu kerangka karangan demikian
rupa sehingga tiap bagian kerangka itu memperlihatkan
hubungan logis atau tertib,
7) menuliskan kerangka: langkah ini mengarah kepada la-
tihan mengenal dan menggunakan diksi, ragam kalimat,
kadar makna kata, kaidah keekonomisan dan kekongkrit-
an kalimat, ragem paragraf serta transisinya dan ikh-
tisar, dalam rangka mengembangkan kerangka menjadi ka-
rangan.yang sanggup. meyakinkan pembaca, sanggup meng-
komunikasikan gagesan seefektif-efektifnyas,
8) memeriksa kembali karangan: langkah ini mengarah ke-
pada latihan meneliti kembali karangan yang telah
diselesaiken, antara lain tepat-tidaknya ejaan, tan-
da baca dan huruf besar,. tepat-tidaknya pilihan ka-
ta dan kalimat, tertib-kacaunya penataan paragraf
atau lancar-tidaknya transisi dari paragraf ke 7-r——-
graf, |
Ketiga, membimbing anak didik untuk mencapai ketrampilan:
9) mengenal dan menggunakan ragam karangan: langkah
ini mengarah kepada latihan mengenal dan mengguna-
kan ragam surat, pengumuman, iklan, laporan dan se-
bagainya, atau ragam lukisan/deskriptif, ceritaan/
naratif, paparan/ekspositoris dan nalaran/argumenta-
gia Ta
Sembilan langkah diatas diangkat sebagai salah satu ke-
mungkinan untuk mencapai sasaran pelajaran mengarang di sekolah
lanjutan umum : ketrampilan mengembangkan pikiran dan perasaan
secara teratur dengan mengembangkan bahasa secara teratur pula<noinclude></noinclude>
kiaa2j7ujzoci7i4ntfngrmbn6214hg
295116
295109
2026-05-14T08:57:24Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
295116
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>:::mengarah kepada latihan cara mengumpulkan keterangan dari berbagai sumber, misalnya dari pengalaman pribadi, wibawa para ahli, buku, majalah, surat kabar, televisi dan radio;
::{{Hanging indent|1.5em|6) menyaring dan menata keterangan: langkah ini mengarah kepada latihan memilih keterangan-keterangan yang paling diperlukan atau relevan dengan pokok, kemudian menatanya sebagai suatu kerangka karangan demikian rupa sehingga tiap bagian kerangka itu memperlihatkan hubungan logis atau tertib;}}
::{{Hanging indent|1.5em|7) menuliskan kerangka : langkah ini mengarah kepada latihan mengenal dan menggunakan diksi, ragam kalimat, kadar makna kata, kaidah keekonomisan dan kekongkritan kalimat, ragam paragraf serta transisinya dan ikhtisar, dalam rangka mengembangkan kerangka menjadi karangan yang sanggup meyakinkan pembaca, sanggup mengkomunikasikan gagasan seefektif-efektifnya;}}
::{{Hanging indent|1.5em|8) memeriksa kembali karangan: langkah ini mengarah kepada latihan meneliti kembali karangan yang telah diselesaikan, antara lain tepat-tidaknya ejaan, tanda baca dan huruf besar, tepat-tidaknya pilihan kata dan kalimat, tertib-kacaunya penataan paragraf atau lancar-tidaknya transisi dari paragraf ke paragraf.}}
<u>Ketiga</u>, membimbing anak didik untuk mencapai ketrampilan:
::{{Hanging indent|1.5em|9) mengenal dan menggunakan ragam karangan: langkah ini mengarah kepada latihan mengenal dan menggunakan ragam surat, pengumuman, iklan, laporan dan sebagainya, atau ragam lukisan/deskriptif, ceritera/naratif, paparan/ekspositoris dan nalaran/argumentatif.}}
Sembilan langkah diatas diangkat sebagai salah satu kemungkinan untuk mencapai sasaran pelajaran mengarang di sekolah lanjutan umum : ketrampilan mengembangkan pikiran dan perasaan secara teratur dengan mengembangkan bahasa secara teratur pula<noinclude>{{rh|||7}}</noinclude>
6jueoe1tssxau6hmy67wsgnqwq2qvtj
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/454
104
104489
295111
2026-05-14T08:53:31Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
295111
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{u|<big><big>'''PENGALAMAN PEMBATJA'''</big></big>}}
'''»BAHAJA UDARA".'''
{{Missing image}}
Sebuah pesawat tjapung ber-putar² di-atas daerah kami. Kalau saja katakan daerah kami, maka jang saja maksud adalah petalangan² (hutan) jang mendjadi pangkalan atau tempat kami beristirahat.
Segala usaha untuk menghindarkan dari mata pengintai dari tjapung itu telah kami lakukan. Itu artinja bahwa kami tak keluar dari pondok dan mereka jang mem-bantu, dapat bermain terus; dan para pengawal telah bersembunyi di-balik² semak atau pohon² kaju. Kami jakin bahwa kami terlepas dari intaian mereka. Tak berapa lama kemudian tjapungpun pergi lah menghilang dibalik awan dikedjauhan. Tetapi tak lama kemudian datang pulalah sebuah pesawat B25. Dari djauh suaranja telah kami kenal. Untuk ini permainan kartu harus dihentikan, dan kamipun setjara lari menjelinap kebawah pondok masing² mentjari perlindungan. Tak lama kemudian pesawat itu ber-putar² lah diatas pondok² dengan pelan. Tetapi syukur korban djiwa tak ada. Kamipun heranlah akan ketadjaman mata pengintai mereka jang tahu pasti dimana kami berada.
Tetapi keheranan kami itu tak lama, karena kamipun tahulah akan kesalahan kami. Kesalahan kami ialah: tak mengangkat djemuran kami jang berupa uniform² hitam. Djemuran inilah kiranja jang selalu membuka rahasia kami. Pengalaman kami ini selalu djuga dialami oleh mereka jang setjara langsung tak berdosa kepada Belanda. Tuan tentu tahu bahwa mengadu ajam terlarang, djaga pada pemerintah R.I.
Pada suatu hari djuara² sabung ajam ini membuka gelanggang disebuah rumah kosong djauh diluar desa. Tuan tentu tahu bahwa kesukaan para djuara diseluruh Indonesia ialah pakaian hitam gunting teluk belanga.
Sedang hebatnja persabungann, sebuah tjapung me-lajang² diatas mereka. Mereka tentu tak ambil pusing terhadap pesawat tjapung jang kiranja ingin djaga menonton persabungan ini. Sebabnja mereka tak ambil pusing ialah: Tjapung itu tak akan bisa mendarat untuk menangkap mereka. Mereka bukanlah pedjuang² jang dimusuhi Belanda. Djuga tjapung bukanlah model pesawat bersendjata.
Tetapi pesawat tjapung ini bukanlah kepingin menonton sabung ajam. Bagi pengintai tjapung ini rupa-nja telah tertanam suatu dalil jang berpakai-an hitam = T.N.I. + Laskhar. Tidaklah ajai lagi beberapa granat didjatuhkannja djuga. Karuan sadja gelanggang ini bubar sekedjap mata.
Suatu tragedi jang komedis!
{{c|'''S A L A M.'''}}
Salam umum jang disebut salam nasional dizaman perdjuangan adalah "Merdeka". Sambil mengutjapkan salam itu tangan kanan diatjungkan keudara melintasi kuping.
Kemudian tjara memberi salam jang begini dianggap kurang revolusioner. Maka ditjiptakan tjara baru jakni dengan kepalan tindju kanan lurus kedepan.
Salam ini disebut salam kaum kanan. Dari sehabitu tadinja kaum jang dikepal.
Kaum kiri jang dipelopori oleh Pemuda mengadakan kreasi baru dalam tjara dan utjapan memberi salam. Sesuai dengan namanja: "kaum kiri", maka tindju kirilah jang dietjungkan keudara. Dan utjapan bukan merdeka, tetapi "Ra'iah". Maksudnja ialah darah rakjatlah jang diperdjangkan oleh kaum kiri.
Pada saat tindju kiri dilajangkan keudara, maka tangan kanan serentak diletakkan kepinggang kanan. Maksud jang terkandung disini ialah siap sedia mengangkat sendjata guna membela darah rakjat. Salam dengan utjapan jang tjara ini konsekwen dilaksanakan, walaupun dipinggang kanan itu tak ada pistol maupun golok, karena maklumlah, walaupun zaman revolusi tak setiap pinggang berhiaskan pistol atau golok.<noinclude>{{rh|44}}</noinclude>
6yw4u0ffbpn6v8bfb9pwq2p25dyd3us
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/254
104
104490
295112
2026-05-14T08:54:50Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295112
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>ucapan, pengucap dan titik ucapan, kontoid-kontoid tersebut adalah sebagai berikut:
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (1)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' p '']'', takbersuara, plosif, labio-labial (bilabial), misalnya ada kata {{u|pagi}} ''['' pagi '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (2)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' b '']'', bersuara, plosif, labio-labial (bilabial), misalnya pada kata {{u|basah}} ''['' basah '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (3)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' t '']'', takbersuara, plosif, apiko-posdental, misalnya pada kata {{u|tamu}} ''['' tamu '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (4)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' d '']'', bersuara, plosif, apiko-posdental, misalnya pada kata {{u|dalam}} ''['' dalam '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (5)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' c '']'', takbersuara, afrikat, lamino-alveopalatal, misalnya ada kata {{u|cari}} ''['' cari '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (6)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' ǰ '']'', bersuara, afrikat, lamino-alveopalatal, misalnya pada kata {{u|jatah}} ''['' jatah '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (7)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' k '']'', takbersuara, plosif, dorso-velar, misalnya pada kata {{u|kami}} ''['' kami '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (8)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' g '']'', bersuara, plosif, dorso-velar, misalnya pada kata {{u|ganti}} ''['' ganti '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (9)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' ? '']'', takbersuara, plosif, glotal, misalnya pada kata {{u|tidak}} ''['' tida? '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (10)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' s '']'', takbersuara, frikatif, lamino-alveolar, misalnya pada kata {{u|satu}} ''['' satu '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (11)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' š '']'', takbersuara, frikatif, lamino-alveopalatal, misalnya pada kata {{u|syarat}} ''['' šarat '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (12)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' z '']'', bersuara, frikatif, lamino-alveolar, misalnya pada kata {{u|zaman}} ''['' zaman '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (13)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' f '']'', takbersuara, frikatif, labio-dental, misalnya pada kata {{u|fajar}} ''['' fajar '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (14)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' h '']'', takbersuara, frikatif, glotal, misalnya pada kata {{u|harap}} ''['' harap '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (15)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' x '']'', takbersuara, frikatif, dorso-velar, misalnya pada kata {{u|khabar}} ''['' xabar '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (16)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' G '']'', bersuara, frikatif, dorso-velar, misalnya pada kata {{u|tabligh}} ''['' tabliG '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (17)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' m '']'', bersuara, nasal, labio-labial (bilabial), misalnya pada kata {{u|malam}} ''['' malam '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (18)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' n '']'', bersuara, nasal, apiko-posdental, misalnya pada kata {{u|namun}} ''['' namun '']'';
|}<noinclude></noinclude>
ri0kut4jfuc1y4plgnnyydk0fgcvuau
295113
295112
2026-05-14T08:55:08Z
Upiak Ituih
27011
295113
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||34}}</noinclude>ucapan, pengucap dan titik ucapan, kontoid-kontoid tersebut adalah sebagai berikut:
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (1)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' p '']'', takbersuara, plosif, labio-labial (bilabial), misalnya ada kata {{u|pagi}} ''['' pagi '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (2)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' b '']'', bersuara, plosif, labio-labial (bilabial), misalnya pada kata {{u|basah}} ''['' basah '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (3)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' t '']'', takbersuara, plosif, apiko-posdental, misalnya pada kata {{u|tamu}} ''['' tamu '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (4)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' d '']'', bersuara, plosif, apiko-posdental, misalnya pada kata {{u|dalam}} ''['' dalam '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (5)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' c '']'', takbersuara, afrikat, lamino-alveopalatal, misalnya ada kata {{u|cari}} ''['' cari '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (6)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' ǰ '']'', bersuara, afrikat, lamino-alveopalatal, misalnya pada kata {{u|jatah}} ''['' jatah '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (7)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' k '']'', takbersuara, plosif, dorso-velar, misalnya pada kata {{u|kami}} ''['' kami '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (8)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' g '']'', bersuara, plosif, dorso-velar, misalnya pada kata {{u|ganti}} ''['' ganti '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (9)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' ? '']'', takbersuara, plosif, glotal, misalnya pada kata {{u|tidak}} ''['' tida? '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (10)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' s '']'', takbersuara, frikatif, lamino-alveolar, misalnya pada kata {{u|satu}} ''['' satu '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (11)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' š '']'', takbersuara, frikatif, lamino-alveopalatal, misalnya pada kata {{u|syarat}} ''['' šarat '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (12)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' z '']'', bersuara, frikatif, lamino-alveolar, misalnya pada kata {{u|zaman}} ''['' zaman '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (13)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' f '']'', takbersuara, frikatif, labio-dental, misalnya pada kata {{u|fajar}} ''['' fajar '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (14)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' h '']'', takbersuara, frikatif, glotal, misalnya pada kata {{u|harap}} ''['' harap '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (15)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' x '']'', takbersuara, frikatif, dorso-velar, misalnya pada kata {{u|khabar}} ''['' xabar '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (16)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' G '']'', bersuara, frikatif, dorso-velar, misalnya pada kata {{u|tabligh}} ''['' tabliG '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (17)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' m '']'', bersuara, nasal, labio-labial (bilabial), misalnya pada kata {{u|malam}} ''['' malam '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (18)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' n '']'', bersuara, nasal, apiko-posdental, misalnya pada kata {{u|namun}} ''['' namun '']'';
|}<noinclude></noinclude>
g3qp3h256pvb80e8zlx5akhe6c97arp
295289
295113
2026-05-14T10:39:46Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295289
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||34}}</noinclude>ucapan, pengucap dan titik ucapan, kontoid-kontoid tersebut adalah sebagai berikut:
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (1)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' p '']'', takbersuara, plosif, labio-labial (bilabial), misalnya ada kata {{u|pagi}} ''['' pagi '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (2)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' b '']'', bersuara, plosif, labio-labial (bilabial), misalnya pada kata {{u|basah}} ''['' basah '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (3)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' t '']'', takbersuara, plosif, apiko-posdental, misalnya pada kata {{u|tamu}} ''['' tamu '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (4)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' d '']'', bersuara, plosif, apiko-posdental, misalnya pada kata {{u|dalam}} ''['' dalam '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (5)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' c '']'', takbersuara, afrikat, lamino-alveopalatal, misalnya ada kata {{u|cari}} ''['' cari '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (6)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' ǰ '']'', bersuara, afrikat, lamino-alveopalatal, misalnya pada kata {{u|jatah}} ''['' jatah '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (7)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' k '']'', takbersuara, plosif, dorso-velar, misalnya pada kata {{u|kami}} ''['' kami '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (8)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' g '']'', bersuara, plosif, dorso-velar, misalnya pada kata {{u|ganti}} ''['' ganti '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (9)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' ? '']'', takbersuara, plosif, glotal, misalnya pada kata {{u|tidak}} ''['' tida? '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (10)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' s '']'', takbersuara, frikatif, lamino-alveolar, misalnya pada kata {{u|satu}} ''['' satu '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (11)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' š '']'', takbersuara, frikatif, lamino-alveopalatal, misalnya pada kata {{u|syarat}} ''['' šarat '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (12)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' z '']'', bersuara, frikatif, lamino-alveolar, misalnya pada kata {{u|zaman}} ''['' zaman '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (13)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' f '']'', takbersuara, frikatif, labio-dental, misalnya pada kata {{u|fajar}} ''['' fajar '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (14)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' h '']'', takbersuara, frikatif, glotal, misalnya pada kata {{u|harap}} ''['' harap '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (15)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' x '']'', takbersuara, frikatif, dorso-velar, misalnya pada kata {{u|khabar}} ''['' xabar '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (16)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' G '']'', bersuara, frikatif, dorso-velar, misalnya pada kata {{u|tabligh}} ''['' tabliG '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (17)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' m '']'', bersuara, nasal, labio-labial (bilabial), misalnya pada kata {{u|malam}} ''['' malam '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (18)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' n '']'', bersuara, nasal, apiko-posdental, misalnya pada kata {{u|namun}} ''['' namun '']'';
|}<noinclude></noinclude>
scmgxtq8eci7vtl5rr2vk9arqchgben
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/255
104
104491
295114
2026-05-14T08:56:35Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295114
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||36}}</noinclude>{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (19)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' ñ '']'', bersuara, nasal, lamino-palatal, misalnya ada kata {{u|nyala}} ''['' ñala '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (20)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' ŋ '']'', bersuara, nasal, dorso-velar, misalnya ada kata {{u|ngarai}} ''['' ŋarai '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (21)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' l '']'', bersuara, lateral, apiko-posdental, misalnya pada kata {{u|lari}} ''['' lari '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (22)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' r '']'', bersuara, geletar, apiko-posdental, misalnya pada kata {{u|rasa}} ''['' rasa '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (23)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' w '']'', bersuara, semi-vokal, labio-labial (bilabial), misalnya pada kata {{u|warna}} ''['' warna '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (24)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' y '']'', bersuara, semi-vokal, lamino-palatal, misalnya pada kata {{u|bawang}} ''['' bayaŋ '']''.
|}
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-top: 0.5em;">
Djika dipetakan kontoid-kontoid Indonesia tersebut sebagai berikut:
</div>
{| style="width: 100%; border-collapse: collapse; margin-top: 3em;"
| style="width: 50%;" |
| style="width: 50%; text-align: right; font-size: 95%;" | lihat halaman 36
|}<noinclude></noinclude>
i6hfczkhafpp2cp79b4djw6xo9nw4bz
295291
295114
2026-05-14T10:41:01Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295291
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||36}}</noinclude>{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (19)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' ñ '']'', bersuara, nasal, lamino-palatal, misalnya ada kata {{u|nyala}} ''['' ñala '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (20)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' ŋ '']'', bersuara, nasal, dorso-velar, misalnya ada kata {{u|ngarai}} ''['' ŋarai '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (21)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' l '']'', bersuara, lateral, apiko-posdental, misalnya pada kata {{u|lari}} ''['' lari '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (22)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' r '']'', bersuara, geletar, apiko-posdental, misalnya pada kata {{u|rasa}} ''['' rasa '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (23)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' w '']'', bersuara, semi-vokal, labio-labial (bilabial), misalnya pada kata {{u|warna}} ''['' warna '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" | (24)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ''['' y '']'', bersuara, semi-vokal, lamino-palatal, misalnya pada kata {{u|bawang}} ''['' bayaŋ '']''.
|}
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-top: 0.5em;">
Djika dipetakan kontoid-kontoid Indonesia tersebut sebagai berikut:
</div>
{| style="width: 100%; border-collapse: collapse; margin-top: 3em;"
| style="width: 50%;" |
| style="width: 50%; text-align: right; font-size: 95%;" | lihat halaman 36
|}<noinclude></noinclude>
tnd3eghnicpkiacprcqloh8lleudp09
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/463
104
104492
295119
2026-05-14T09:02:02Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
295119
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}}
<small>''''Counter-government'' di Sumatera harus dibasmi tanpa tedeng aling² demikian tjeramah Presiden di Gubernuran Makassar.''</small>
syarat ketiga dari adanja satu negara jaitu „pemerintah pusat”. Mereka mendirikan pemerintah tantangan (counter-government) dan itu adalah suatu penjelewengan dan pengkhianatan terhadap Proklamasi 17 Agustus 1945 jang tetap kita djundjung dengan tegas.
Sedjak saja mendjalankan terah-karya diluar negeri (6 Djan. — 13 Febr. ’58), demikian Presiden selandjutnja, saja sudah melihat dan mendapat peringatan-peringatan dari beberapa orang tentang adanja usaha-usaha jang mau memasukkan Indonesia kedalam salah satu blok. Dan ini malah diperkuat dengan bukti-bukti ketika saja tiba di Tokio. Tahukah betapa aktivitas Sumual cs. di Tokio? Ia datang di Tokio untuk membeli sendjata dengan barter kopra buat menghantam kita. Saja mempunjai bukti zwart op wit tentang ini. Dan apa jang terbukti sekarang di Sumatera bukan lagi dapat dipandang sebagai suatu gedjala otonomi, tetapi adalah penjelewengan terang-terangan daripada proklamasi jang harus diambil tindakan tegas dan tidak tebang pilih kepada petualang jang menghianati proklamasi dan bahkan ditunggangi oleh anasir asing, dan bukan diarahkan kepada rakjat Minangkabau atau rakjat didaerah-daerah lainnja, agar keadaan djangan berlarut-larut. Saja minta perhatian chususnja kepada petugas² negara bahwa peristiwa ini harus diatasi selekas mungkin dan supaja mejakini bahwa gerakan² penjelewengan itu harus diachiri, demikian tjeramah Presiden.
'''APRI bukan milik Soekarno atau . . . . . .'''
Ke-esokan harinja tgl. 13 Maret 1958 pukul 08.00 pagi, Presiden/Panglima Tertinggi mengadakan inspeksi pasukan bertempat dilapangan Karebosi Makassar. Kesatuan² jang turut inspeksi ialah Bn. 704, Bn. A. (Diponegoro), AURI, ALRI, Mobrig, Polisi dan Artileri. Selain itu hadir pula dalam inspeksi ini Komandan KADIT Brig. Djend. Gatot Subroto, Gubernur Militer SST, Panglima KDMSST, pembesar² sipil/kepolisian, duta² negara² asing dan sedjumlah perwira² pasukan, staven, diensten, sendjata bantuan dan instansi² militer lainnja dalam wilajah Ko. KMKB Makassar.
Selesai inspeksi Panglima Tertinggi selandjutnja memberikan amanat terutama ditudjukan kepada semua warga Angkatan Perang dan alat-alat negara bersendjata.
Dalam amanat beliau ini Presiden menjatakan bahwa Angka-
{{Missing image}}
<small>''Kamu bukan milik Panglima Tertinggi, bukan milik Presiden, atau milik segolongan atau sesuatu daerah, tetapi adalah milik seluruh rakjat Indonesia'' ........ demikian al. amanat Panglima Tertinggi dihadapan alat-negara bersendjata di Makassar.''</small><noinclude>{{rh|||5}}</noinclude>
92t9oubm9dhhmmxj1ts828mctywtchh
295120
295119
2026-05-14T09:02:55Z
Link PB
26772
295120
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}}
<small>''Counter-government di Sumatera harus dibasmi tanpa tedeng aling² demikian tjeramah Presiden di Gubernuran Makassar.''</small>
syarat ketiga dari adanja satu negara jaitu „pemerintah pusat”. Mereka mendirikan pemerintah tantangan (counter-government) dan itu adalah suatu penjelewengan dan pengkhianatan terhadap Proklamasi 17 Agustus 1945 jang tetap kita djundjung dengan tegas.
Sedjak saja mendjalankan terah-karya diluar negeri (6 Djan. — 13 Febr. ’58), demikian Presiden selandjutnja, saja sudah melihat dan mendapat peringatan-peringatan dari beberapa orang tentang adanja usaha-usaha jang mau memasukkan Indonesia kedalam salah satu blok. Dan ini malah diperkuat dengan bukti-bukti ketika saja tiba di Tokio. Tahukah betapa aktivitas Sumual cs. di Tokio? Ia datang di Tokio untuk membeli sendjata dengan barter kopra buat menghantam kita. Saja mempunjai bukti zwart op wit tentang ini. Dan apa jang terbukti sekarang di Sumatera bukan lagi dapat dipandang sebagai suatu gedjala otonomi, tetapi adalah penjelewengan terang-terangan daripada proklamasi jang harus diambil tindakan tegas dan tidak tebang pilih kepada petualang jang menghianati proklamasi dan bahkan ditunggangi oleh anasir asing, dan bukan diarahkan kepada rakjat Minangkabau atau rakjat didaerah-daerah lainnja, agar keadaan djangan berlarut-larut. Saja minta perhatian chususnja kepada petugas² negara bahwa peristiwa ini harus diatasi selekas mungkin dan supaja mejakini bahwa gerakan² penjelewengan itu harus diachiri, demikian tjeramah Presiden.
'''APRI bukan milik Soekarno atau . . . . . .'''
Ke-esokan harinja tgl. 13 Maret 1958 pukul 08.00 pagi, Presiden/Panglima Tertinggi mengadakan inspeksi pasukan bertempat dilapangan Karebosi Makassar. Kesatuan² jang turut inspeksi ialah Bn. 704, Bn. A. (Diponegoro), AURI, ALRI, Mobrig, Polisi dan Artileri. Selain itu hadir pula dalam inspeksi ini Komandan KADIT Brig. Djend. Gatot Subroto, Gubernur Militer SST, Panglima KDMSST, pembesar² sipil/kepolisian, duta² negara² asing dan sedjumlah perwira² pasukan, staven, diensten, sendjata bantuan dan instansi² militer lainnja dalam wilajah Ko. KMKB Makassar.
Selesai inspeksi Panglima Tertinggi selandjutnja memberikan amanat terutama ditudjukan kepada semua warga Angkatan Perang dan alat-alat negara bersendjata.
Dalam amanat beliau ini Presiden menjatakan bahwa Angka-
{{Missing image}}
<small>''Kamu bukan milik Panglima Tertinggi, bukan milik Presiden, atau milik segolongan atau sesuatu daerah, tetapi adalah milik seluruh rakjat Indonesia'' ........ demikian al. amanat Panglima Tertinggi dihadapan alat-negara bersendjata di Makassar.''</small><noinclude>{{rh|||5}}</noinclude>
t9wokihh46202lzg1ltzddk2bzcwp4h
295122
295120
2026-05-14T09:03:15Z
Link PB
26772
295122
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}}
<small>''Counter-government di Sumatera harus dibasmi tanpa tedeng aling² ............... demikian tjeramah Presiden di Gubernuran Makassar.''</small>
syarat ketiga dari adanja satu negara jaitu „pemerintah pusat”. Mereka mendirikan pemerintah tantangan (counter-government) dan itu adalah suatu penjelewengan dan pengkhianatan terhadap Proklamasi 17 Agustus 1945 jang tetap kita djundjung dengan tegas.
Sedjak saja mendjalankan terah-karya diluar negeri (6 Djan. — 13 Febr. ’58), demikian Presiden selandjutnja, saja sudah melihat dan mendapat peringatan-peringatan dari beberapa orang tentang adanja usaha-usaha jang mau memasukkan Indonesia kedalam salah satu blok. Dan ini malah diperkuat dengan bukti-bukti ketika saja tiba di Tokio. Tahukah betapa aktivitas Sumual cs. di Tokio? Ia datang di Tokio untuk membeli sendjata dengan barter kopra buat menghantam kita. Saja mempunjai bukti zwart op wit tentang ini. Dan apa jang terbukti sekarang di Sumatera bukan lagi dapat dipandang sebagai suatu gedjala otonomi, tetapi adalah penjelewengan terang-terangan daripada proklamasi jang harus diambil tindakan tegas dan tidak tebang pilih kepada petualang jang menghianati proklamasi dan bahkan ditunggangi oleh anasir asing, dan bukan diarahkan kepada rakjat Minangkabau atau rakjat didaerah-daerah lainnja, agar keadaan djangan berlarut-larut. Saja minta perhatian chususnja kepada petugas² negara bahwa peristiwa ini harus diatasi selekas mungkin dan supaja mejakini bahwa gerakan² penjelewengan itu harus diachiri, demikian tjeramah Presiden.
'''APRI bukan milik Soekarno atau . . . . . .'''
Ke-esokan harinja tgl. 13 Maret 1958 pukul 08.00 pagi, Presiden/Panglima Tertinggi mengadakan inspeksi pasukan bertempat dilapangan Karebosi Makassar. Kesatuan² jang turut inspeksi ialah Bn. 704, Bn. A. (Diponegoro), AURI, ALRI, Mobrig, Polisi dan Artileri. Selain itu hadir pula dalam inspeksi ini Komandan KADIT Brig. Djend. Gatot Subroto, Gubernur Militer SST, Panglima KDMSST, pembesar² sipil/kepolisian, duta² negara² asing dan sedjumlah perwira² pasukan, staven, diensten, sendjata bantuan dan instansi² militer lainnja dalam wilajah Ko. KMKB Makassar.
Selesai inspeksi Panglima Tertinggi selandjutnja memberikan amanat terutama ditudjukan kepada semua warga Angkatan Perang dan alat-alat negara bersendjata.
Dalam amanat beliau ini Presiden menjatakan bahwa Angka-
{{Missing image}}
<small>''Kamu bukan milik Panglima Tertinggi, bukan milik Presiden, atau milik segolongan atau sesuatu daerah, tetapi adalah milik seluruh rakjat Indonesia'' ........ demikian al. amanat Panglima Tertinggi dihadapan alat-negara bersendjata di Makassar.''</small><noinclude>{{rh|||5}}</noinclude>
jfhovgr50no8ea6elkzjm0vf04icsbe
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/363
104
104493
295124
2026-05-14T09:04:52Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
295124
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>{| style="background:transparent; border-collapse:collapse; width:100%; border-top: 2px solid black; border-bottom: 2px solid black;"
|- style="border-bottom: 1px solid black;"
! style="width:5%; text-align:left; padding: 5px;" | NO.
! style="width:25%; text-align:left; padding: 5px;" | PENULIS
! style="width:40%; text-align:left; padding: 5px;" | J U D U L
! style="width:20%; text-align:left; padding: 5px;" | NO./TH.
! style="width:10%; text-align:left; padding: 5px;" | HAL.
|-
| 9. || Ginarsa, Ketut || Peribahasa Bali || Seri Khusus 5/1970 || 3-78
|-
| 10. || Habib, Julius || Beberapa Catatan Penelitian Kesusastraan Minangkabau || 3/II/1969 || 3-13
|-
| 11. || Hakim, Lukman || Fonem /h/ dalam dialek Djakarta || 2/II/1969 || 36-37
|-
| 12. || Ikram, A. || Manfaat Studi Filologi di Indonesia Masakini || 1/IV/1971 || 3-9
|-
| 13. || Ismail, Yahya || Kesusastraan Melayu selepas Perang hingga 1968 (III) || 1/II/1969 || 11-22
|-
| 14. || Jassin, H.B. || <u>Malam Kuala Lumpur</u>; sebuah novel Nasjah Djamin || 1/II/1969 || 25-27
|-
| 15. || Koentamadi, Drs. || Pembuatan Peta Bahasa di Indonesia || 2/II/1969 || 13-24
|-
| 16. || Kridalaksana, Harimurti || NYA sebagai Penanda Anafora || 1/IV/1971 || 10-24
|-
| 17. || Mangemba, H.D. || Sumbangan Bahasa Daerah Bugis-Makassar terhadap Perkembangan Bahasa Indonesia || 2/II/1969 || 3-12
|-
| 18. || Maulana, Hermanoe || Sedjarah Ringkas Lembaga Bahasa Nasional || 1/III/1970 || 43-55
|-
| 19. || Mihardja, Achdiat K. || Kakaren Simposium Kritik Sastra* || Seri Khusus 4/1970 || 63-71
|-
| 20. || Mohamad, Goenawan || Tentang Kewibawaan Kritik* || Seri Khusus 4/1970 || 47-56
|-
| 21. || Muljadi, S.W. Rudjiati || Hikayat Raja Jumjumah || 3/II/1969 || 14-18
|-
| 22. || Nasution, J.U. || Pendirian atas Pendirian tentang Kritik Sastra || Seri Khusus 4/1970 || 27-34
|-
| 23. || Peristilahan dan Perkamusan || Istilah-istilah || 1/II/1969 || 28-31
|-
| || || || 2/II/1969 || 33-35
|-
| || || || 3/II/1969 || 23-26
|-
| || || || 2/IV/1971 || 39-40
|-
| 24. || Ranabrata, U. Djusen || Sadjak-sadjak Taufiq Ismail jang baru || 1/IV/1971 || 35-41
|-
| 25. || Rasuanto, Bur || Diskusi Kritik Sastra di Balai Budaya* || Seri Khusus 4/1970 || 77-79
|-
| || || Tentang Metode dalam Kritik Sastra* || Seri Khusus 4/1970 || 79-81
|}<noinclude>{{rh|||49}}</noinclude>
tomc9el1b0k1y9z6lwcszhpiks7hyrk
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/256
104
104494
295127
2026-05-14T09:07:17Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295127
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||36}}</noinclude>{| class="wikitable" style="margin-left: auto; margin-right: auto; border-collapse: collapse; text-align: center; line-height: 1.4; width: 100%; font-size: 90%;"
|-
! style="width: 25%; font-size: 85%; padding: 0; background: linear-gradient(to top right, #f2f2f2 49.5%, #aaa 49.5%, #aaa 50.5%, #f2f2f2 50.5%); height: 60px; position: relative;" |
<div style="position: absolute; bottom: 5px; left: 5px; text-align: left;">'''CARA<br />UCAPAN'''</div>
<div style="position: absolute; top: 5px; right: 5px; text-align: right;">'''POSISI<br />UCAPAN'''</div>
! style="writing-mode: vertical-lr; transform: rotate(180deg); padding: 10px 5px;" | labio-labial
! style="writing-mode: vertical-lr; transform: rotate(180deg); padding: 10px 5px;" | labio-dental
! style="writing-mode: vertical-lr; transform: rotate(180deg); padding: 10px 5px;" | apiko-pos-<br />dental
! style="writing-mode: vertical-lr; transform: rotate(180deg); padding: 10px 5px;" | lamino-alve-<br />olar
! style="writing-mode: vertical-lr; transform: rotate(180deg); padding: 10px 5px;" | lamino-al-<br />veopalatal
! style="writing-mode: vertical-lr; transform: rotate(180deg); padding: 10px 5px;" | lamino-pa-<br />latal
! style="writing-mode: vertical-lr; transform: rotate(180deg); padding: 10px 5px;" | dorso-velar
! style="writing-mode: vertical-lr; transform: rotate(180deg); padding: 10px 5px;" | glotal
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | K. LETUP t<br />(PLOSIF)
| ''p''
|
| ''t''
|
|
|
| ''k''
| ''?''
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | b
| ''b''
|
| ''d''
|
|
|
| ''g''
|
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | K. LETUP-GESER t<br />(AFRIKAT)
|
|
|
|
| ''c''
|
|
|
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | b
|
|
|
|
| ''ǰ''
|
|
|
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | K. GESER t<br />(FRIKATIF)
|
| ''f''
|
| ''s''
| ''š''
|
| ''x''
| ''h''
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | b
|
|
|
| ''z''
|
|
| ''G''
|
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | K. SENGAU b<br />(NASAL)
| ''m''
|
| ''n''
|
|
| ''ñ''
| ''ŋ''
|
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | K. SAMPING b<br />(LATERAL)
|
|
| ''l''
|
|
|
|
|
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | K. GELETAR b<br />(TRILL)
|
|
| ''r''
|
|
|
|
|
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | SEMI-VOKAL b
| ''w''
|
|
|
|
| ''y''
|
|
|}
<br />
{| style="line-height: 1.5; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 6em;" | <u>Catatan</u> :
| style="vertical-align: top; width: 15em;" | t = takbersuara<br />b = bersuara
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | (bersambung)
|}<noinclude></noinclude>
9jhzzvgh1mvfhvvfgm2i60b7lvjb2hk
295130
295127
2026-05-14T09:09:45Z
Upiak Ituih
27011
295130
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||36}}</noinclude>{| class="wikitable" style="margin-left: auto; margin-right: auto; border-collapse: collapse; text-align: center; line-height: 1.4; width: 100%; font-size: 90%;"
|-
! style="width: 25%; font-size: 85%; padding: 0; background: linear-gradient(to top right, #f2f2f2 49.5%, #aaa 49.5%, #aaa 50.5%, #f2f2f2 50.5%); height: 60px; position: relative;" |
<div style="position: absolute; bottom: 5px; left: 5px; text-align: left;">'''CARA<br />UCAPAN'''</div>
<div style="position: absolute; top: 5px; right: 5px; text-align: right;">'''POSISI<br />UCAPAN'''</div>
! style="writing-mode: vertical-lr; transform: rotate(180deg); padding: 10px 5px;" | labio-labial
! style="writing-mode: vertical-lr; transform: rotate(180deg); padding: 10px 5px;" | labio-dental
! style="writing-mode: vertical-lr; transform: rotate(180deg); padding: 10px 5px;" | apiko-pos-<br />dental
! style="writing-mode: vertical-lr; transform: rotate(180deg); padding: 10px 5px;" | lamino-alve-<br />olar
! style="writing-mode: vertical-lr; transform: rotate(180deg); padding: 10px 5px;" | lamino-al-<br />veopalatal
! style="writing-mode: vertical-lr; transform: rotate(180deg); padding: 10px 5px;" | lamino-pa-<br />latal
! style="writing-mode: vertical-lr; transform: rotate(180deg); padding: 10px 5px;" | dorso-velar
! style="writing-mode: vertical-lr; transform: rotate(180deg); padding: 10px 5px;" | glotal
|-
| style="text-align: left; padding: 5px 10px 5px 5px; position: relative;" | K. LETUP<br />(PLOSIF) <div style="position: absolute; right: 10px; top: 35%; font-weight: bold;">t</div>
| ''p''
|
| ''t''
|
|
|
| ''k''
| ''?''
|-
| style="text-align: left; padding: 5px 10px 5px 5px; position: relative;" | <div style="position: absolute; right: 10px; top: 35%; font-weight: bold;">b</div>
| ''b''
|
| ''d''
|
|
|
| ''g''
|
|-
| style="text-align: left; padding: 5px 10px 5px 5px; position: relative;" | K. LETUP-GESER<br />(AFRIKAT) <div style="position: absolute; right: 10px; top: 35%; font-weight: bold;">t</div>
|
|
|
|
| ''c''
|
|
|
|-
| style="text-align: left; padding: 5px 10px 5px 5px; position: relative;" | <div style="position: absolute; right: 10px; top: 35%; font-weight: bold;">b</div>
|
|
|
|
| ''ǰ''
|
|
|
|-
| style="text-align: left; padding: 5px 10px 5px 5px; position: relative;" | K. GESER<br />(FRIKATIF) <div style="position: absolute; right: 10px; top: 35%; font-weight: bold;">t</div>
|
| ''f''
|
| ''s''
| ''š''
|
| ''x''
| ''h''
|-
| style="text-align: left; padding: 5px 10px 5px 5px; position: relative;" | <div style="position: absolute; right: 10px; top: 35%; font-weight: bold;">b</div>
|
|
|
| ''z''
|
|
| ''G''
|
|-
| style="text-align: left; padding: 5px 10px 5px 5px; position: relative;" | K. SENGAU<br />(NASAL) <div style="position: absolute; right: 10px; top: 35%; font-weight: bold;">b</div>
| ''m''
|
| ''n''
|
|
| ''ñ''
| ''ŋ''
|
|-
| style="text-align: left; padding: 5px 10px 5px 5px; position: relative;" | K. SAMPING<br />(LATERAL) <div style="position: absolute; right: 10px; top: 35%; font-weight: bold;">b</div>
|
|
| ''l''
|
|
|
|
|
|-
| style="text-align: left; padding: 5px 10px 5px 5px; position: relative;" | K. GELETAR<br />(TRILL) <div style="position: absolute; right: 10px; top: 35%; font-weight: bold;">b</div>
|
|
| ''r''
|
|
|
|
|
|-
| style="text-align: left; padding: 5px 10px 5px 5px; position: relative;" | SEMI-VOKAL <div style="position: absolute; right: 10px; top: 35%; font-weight: bold;">b</div>
| ''w''
|
|
|
|
| ''y''
|
|
|}
<br />
{| style="line-height: 1.5; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 6em;" | <u>Catatan</u> :
| style="vertical-align: top; width: 15em;" | t = takbersuara<br />b = bersuara
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | (bersambung)
|}<noinclude></noinclude>
l9j8kg7z2698quhq0jus0xjfng8jke6
295134
295130
2026-05-14T09:11:38Z
Upiak Ituih
27011
295134
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||36}}</noinclude>{| class="wikitable" style="margin-left: auto; margin-right: auto; border-collapse: collapse; text-align: center; line-height: 1.4; width: 100%; font-size: 90%;"
|-
! style="width: 25%; font-size: 85%; padding: 0; background: linear-gradient(to top right, #f2f2f2 49.5%, #aaa 49.5%, #aaa 50.5%, #f2f2f2 50.5%); height: 60px; position: relative;" |
<div style="position: absolute; bottom: 5px; left: 5px; text-align: left;">'''CARA<br />UCAPAN'''</div>
<div style="position: absolute; top: 5px; right: 5px; text-align: right;">'''POSISI<br />UCAPAN'''</div>
! style="writing-mode: vertical-lr; transform: rotate(180deg); padding: 10px 5px;" | labio-labial
! style="writing-mode: vertical-lr; transform: rotate(180deg); padding: 10px 5px;" | labio-dental
! style="writing-mode: vertical-lr; transform: rotate(180deg); padding: 10px 5px;" | apiko-pos-<br />dental
! style="writing-mode: vertical-lr; transform: rotate(180deg); padding: 10px 5px;" | lamino-alve-<br />olar
! style="writing-mode: vertical-lr; transform: rotate(180deg); padding: 10px 5px;" | lamino-al-<br />veopalatal
! style="writing-mode: vertical-lr; transform: rotate(180deg); padding: 10px 5px;" | lamino-pa-<br />latal
! style="writing-mode: vertical-lr; transform: rotate(180deg); padding: 10px 5px;" | dorso-velar
! style="writing-mode: vertical-lr; transform: rotate(180deg); padding: 10px 5px;" | glotal
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | K. LETUP t<br />(PLOSIF)
| ''p''
|
| ''t''
|
|
|
| ''k''
| ''?''
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | b
| ''b''
|
| ''d''
|
|
|
| ''g''
|
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | K. LETUP-GESER t<br />(AFRIKAT)
|
|
|
|
| ''c''
|
|
|
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | b
|
|
|
|
| ''ǰ''
|
|
|
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | K. GESER t<br />(FRIKATIF)
|
| ''f''
|
| ''s''
| ''š''
|
| ''x''
| ''h''
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | b
|
|
|
| ''z''
|
|
| ''G''
|
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | K. SENGAU b<br />(NASAL)
| ''m''
|
| ''n''
|
|
| ''ñ''
| ''ŋ''
|
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | K. SAMPING b<br />(LATERAL)
|
|
| ''l''
|
|
|
|
|
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | K. GELETAR b<br />(TRILL)
|
|
| ''r''
|
|
|
|
|
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | SEMI-VOKAL b
| ''w''
|
|
|
|
| ''y''
|
|
|}
<br />
{| style="line-height: 1.5; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 6em;" | <u>Catatan</u> :
| style="vertical-align: top; width: 15em;" | t = takbersuara<br />b = bersuara
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | (bersambung)
|}<noinclude></noinclude>
9jhzzvgh1mvfhvvfgm2i60b7lvjb2hk
295136
295134
2026-05-14T09:12:46Z
Upiak Ituih
27011
295136
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||36}}</noinclude>{| class="wikitable" style="margin-left: auto; margin-right: auto; border-collapse: collapse; text-align: center; line-height: 1.4; width: 100%; font-size: 90%;"
|-
! style="width: 25%; font-size: 85%; padding: 0; background: linear-gradient(to top right, #f2f2f2 49.5%, #aaa 49.5%, #aaa 50.5%, #f2f2f2 50.5%); height: 60px; position: relative;" |
<div style="position: absolute; bottom: 5px; left: 5px; text-align: left;">'''CARA<br />UCAPAN'''</div>
<div style="position: absolute; top: 5px; right: 5px; text-align: right;">'''POSISI<br />UCAPAN'''</div>
! style="writing-mode: vertical-lr; transform: rotate(180deg); padding: 10px 5px;" | labio-labial
! style="writing-mode: vertical-lr; transform: rotate(180deg); padding: 10px 5px;" | labio-dental
! style="writing-mode: vertical-lr; transform: rotate(180deg); padding: 10px 5px;" | apiko-pos-<br />dental
! style="writing-mode: vertical-lr; transform: rotate(180deg); padding: 10px 5px;" | lamino-alve-<br />olar
! style="writing-mode: vertical-lr; transform: rotate(180deg); padding: 10px 5px;" | lamino-al-<br />veopalatal
! style="writing-mode: vertical-lr; transform: rotate(180deg); padding: 10px 5px;" | lamino-pa-<br />latal
! style="writing-mode: vertical-lr; transform: rotate(180deg); padding: 10px 5px;" | dorso-velar
! style="writing-mode: vertical-lr; transform: rotate(180deg); padding: 10px 5px;" | glotal
|-
| style="text-align: left; padding: 5px 10px 5px 5px; position: relative;" | K. LETUP<br />(PLOSIF) <div style="position: absolute; right: 10px; top: 35%; font-weight: bold;">t</div>
| ''p''
|
| ''t''
|
|
|
| ''k''
| ''?''
|-
| style="text-align: left; padding: 5px 10px 5px 5px; position: relative;" | <div style="position: absolute; right: 10px; top: 35%; font-weight: bold;">b</div>
| ''b''
|
| ''d''
|
|
|
| ''g''
|
|-
| style="text-align: left; padding: 5px 10px 5px 5px; position: relative;" | K. LETUP-GESER<br />(AFRIKAT) <div style="position: absolute; right: 10px; top: 35%; font-weight: bold;">t</div>
|
|
|
|
| ''c''
|
|
|
|-
| style="text-align: left; padding: 5px 10px 5px 5px; position: relative;" | <div style="position: absolute; right: 10px; top: 35%; font-weight: bold;">b</div>
|
|
|
|
| ''ǰ''
|
|
|
|-
| style="text-align: left; padding: 5px 10px 5px 5px; position: relative;" | K. GESER<br />(FRIKATIF) <div style="position: absolute; right: 10px; top: 35%; font-weight: bold;">t</div>
|
| ''f''
|
| ''s''
| ''š''
|
| ''x''
| ''h''
|-
| style="text-align: left; padding: 5px 10px 5px 5px; position: relative;" | <div style="position: absolute; right: 10px; top: 35%; font-weight: bold;">b</div>
|
|
|
| ''z''
|
|
| ''G''
|
|-
| style="text-align: left; padding: 5px 10px 5px 5px; position: relative;" | K. SENGAU<br />(NASAL) <div style="position: absolute; right: 10px; top: 35%; font-weight: bold;">b</div>
| ''m''
|
| ''n''
|
|
| ''ñ''
| ''ŋ''
|
|-
| style="text-align: left; padding: 5px 10px 5px 5px; position: relative;" | K. SAMPING<br />(LATERAL) <div style="position: absolute; right: 10px; top: 35%; font-weight: bold;">b</div>
|
|
| ''l''
|
|
|
|
|
|-
| style="text-align: left; padding: 5px 10px 5px 5px; position: relative;" | K. GELETAR<br />(TRILL) <div style="position: absolute; right: 10px; top: 35%; font-weight: bold;">b</div>
|
|
| ''r''
|
|
|
|
|
|-
| style="text-align: left; padding: 5px 10px 5px 5px; position: relative;" | SEMI-VOKAL <div style="position: absolute; right: 10px; top: 35%; font-weight: bold;">b</div>
| ''w''
|
|
|
|
| ''y''
|
|
|}
<br />
{| style="line-height: 1.5; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 6em;" | <u>Catatan</u> :
| style="vertical-align: top; width: 15em;" | t = takbersuara<br />b = bersuara
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | (bersambung)
|}<noinclude></noinclude>
l9j8kg7z2698quhq0jus0xjfng8jke6
295293
295136
2026-05-14T10:41:32Z
Arymuslichudin
24021
/* Tervalidasi */
295293
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Arymuslichudin" />{{rh||36}}</noinclude>{| class="wikitable" style="margin-left: auto; margin-right: auto; border-collapse: collapse; text-align: center; line-height: 1.4; width: 100%; font-size: 90%;"
|-
! style="width: 25%; font-size: 85%; padding: 0; background: linear-gradient(to top right, #f2f2f2 49.5%, #aaa 49.5%, #aaa 50.5%, #f2f2f2 50.5%); height: 60px; position: relative;" |
<div style="position: absolute; bottom: 5px; left: 5px; text-align: left;">'''CARA<br />UCAPAN'''</div>
<div style="position: absolute; top: 5px; right: 5px; text-align: right;">'''POSISI<br />UCAPAN'''</div>
! style="writing-mode: vertical-lr; transform: rotate(180deg); padding: 10px 5px;" | labio-labial
! style="writing-mode: vertical-lr; transform: rotate(180deg); padding: 10px 5px;" | labio-dental
! style="writing-mode: vertical-lr; transform: rotate(180deg); padding: 10px 5px;" | apiko-pos-<br />dental
! style="writing-mode: vertical-lr; transform: rotate(180deg); padding: 10px 5px;" | lamino-alve-<br />olar
! style="writing-mode: vertical-lr; transform: rotate(180deg); padding: 10px 5px;" | lamino-al-<br />veopalatal
! style="writing-mode: vertical-lr; transform: rotate(180deg); padding: 10px 5px;" | lamino-pa-<br />latal
! style="writing-mode: vertical-lr; transform: rotate(180deg); padding: 10px 5px;" | dorso-velar
! style="writing-mode: vertical-lr; transform: rotate(180deg); padding: 10px 5px;" | glotal
|-
| style="text-align: left; padding: 5px 10px 5px 5px; position: relative;" | K. LETUP<br />(PLOSIF) <div style="position: absolute; right: 10px; top: 35%; font-weight: bold;">t</div>
| ''p''
|
| ''t''
|
|
|
| ''k''
| ''?''
|-
| style="text-align: left; padding: 5px 10px 5px 5px; position: relative;" | <div style="position: absolute; right: 10px; top: 35%; font-weight: bold;">b</div>
| ''b''
|
| ''d''
|
|
|
| ''g''
|
|-
| style="text-align: left; padding: 5px 10px 5px 5px; position: relative;" | K. LETUP-GESER<br />(AFRIKAT) <div style="position: absolute; right: 10px; top: 35%; font-weight: bold;">t</div>
|
|
|
|
| ''c''
|
|
|
|-
| style="text-align: left; padding: 5px 10px 5px 5px; position: relative;" | <div style="position: absolute; right: 10px; top: 35%; font-weight: bold;">b</div>
|
|
|
|
| ''ǰ''
|
|
|
|-
| style="text-align: left; padding: 5px 10px 5px 5px; position: relative;" | K. GESER<br />(FRIKATIF) <div style="position: absolute; right: 10px; top: 35%; font-weight: bold;">t</div>
|
| ''f''
|
| ''s''
| ''š''
|
| ''x''
| ''h''
|-
| style="text-align: left; padding: 5px 10px 5px 5px; position: relative;" | <div style="position: absolute; right: 10px; top: 35%; font-weight: bold;">b</div>
|
|
|
| ''z''
|
|
| ''G''
|
|-
| style="text-align: left; padding: 5px 10px 5px 5px; position: relative;" | K. SENGAU<br />(NASAL) <div style="position: absolute; right: 10px; top: 35%; font-weight: bold;">b</div>
| ''m''
|
| ''n''
|
|
| ''ñ''
| ''ŋ''
|
|-
| style="text-align: left; padding: 5px 10px 5px 5px; position: relative;" | K. SAMPING<br />(LATERAL) <div style="position: absolute; right: 10px; top: 35%; font-weight: bold;">b</div>
|
|
| ''l''
|
|
|
|
|
|-
| style="text-align: left; padding: 5px 10px 5px 5px; position: relative;" | K. GELETAR<br />(TRILL) <div style="position: absolute; right: 10px; top: 35%; font-weight: bold;">b</div>
|
|
| ''r''
|
|
|
|
|
|-
| style="text-align: left; padding: 5px 10px 5px 5px; position: relative;" | SEMI-VOKAL <div style="position: absolute; right: 10px; top: 35%; font-weight: bold;">b</div>
| ''w''
|
|
|
|
| ''y''
|
|
|}
<br />
{| style="line-height: 1.5; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 6em;" | <u>Catatan</u> :
| style="vertical-align: top; width: 15em;" | t = takbersuara<br />b = bersuara
| style="vertical-align: bottom; text-align: right;" | (bersambung)
|}<noinclude></noinclude>
jlx8xp1xbpk7zn0bqwx9grjpk0a3oj1
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/486
104
104495
295138
2026-05-14T09:13:36Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
295138
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{border|1=
'''KISAH SAPAGINA,''''
<big><big><big>'''KAMI TA' BERANI BERDUEL'''</big></big></big>
Barangkali Tuan sudah pernah membatja didalam surat² kabar tentang Bekas Pedjuang Bersendjata. Bahkan pernah tidak tuan iri, jang dengan tjepat menulis: Seorang sadja umurnja baru 15 tahun, sedang kerdja bekas pedjuang bersendjata. Djadi pada waktu Indonesia diproklamirkan Kemerdekaannja, dia baru berusia 9 tahun. Sudah pernahkah memengang sendjata.......???
Kata² atau tulisan² sematjam itu, dapat kita fahami sapertunja, sebab memang banjak anak² jang waktu itu hanja menemukan 2 butir peluru dan sebuah granat manggis jang jang sudah mampat, kemudian diserahkan kepada pasukan kita atau memang kebetulan tenangan mbebanja seorang Komandan Peleton atau Komandan Kompi dari kesatuan jang tidak teratur. Tahu² nama anak tadi sudah tertjantum dalam daftar bekas pedjuang bersendjata.
Tetapi Tuan, tulisan sematjam itu tidak semuanja benar, karena perlawanan bersendjata kita terhadap kekuasaan Belanda tidak berlangsung hanja dalam tahun 1945 sadja. Tahun '46, 47, 48, dan bahkan titik² klimas perlawanan bersendjata kita terhadap Belanda terletak disekitar tahun 1949. Dan, kalau ada bekas pedjuang bersendjata jang saat ini usianja baru mengindjak 23 tahun itu memang ada Tuan.
Waktu itu kami masih di S.M.P. Taman Dewasa, baru masuk kwartal duduk di klas II. Sekonjong-konjong sekolah ditutup. Tidak ada seorang murid jang mau beladjar, sebab diatas-sini hanja ada kesibukan militer. Madium-lah kota Djokja baru diduduki musuh.
„Tembak brondong sadja!” Demikian kataku kepada si Anton jang sedjak tadi mengintjarkan laras senapan besinya kearah truk konvoi.
„Sini aku sadja jang sikat mereka”. „Djangan aku sendiri jang akan menembaknja”. Kata Anton dengan membung² pandangan, dan disambungnja lagi „Kamu kemarin sudah narik Trekbom, tapi meleset dan itu lihat deretan rumah² jang kamu bom² bangsa waktu hari Djum’at. Kesian tidak sama Bu Pak Dullah jang bini mudanja panas sakit-gigi. Dia sekarang tidak punya rumah lagi”. Anton memang tampak liar-sangar dan „Kini aku jang mendapat giliran untuk membombong bangsat² itu. Tanggung beres!” katanja sombong sekali.
Dijarak dengan meter, tidak ada artinya kalau dibanding dengan baja tembakan sepuluh Rengon. Apalagi Sore made in USA! Seorang berkulit hitam berpangkat sersan dan seorang lagi berkulit putih yang belum kumengerti tanda kepangkatannya waktu itu, tapi djelas mereka anggota MTD-KNIL. Antara terdengar dan tidak, mereka bertjakap dan berkelakar, sedang anak-anak ketjil asjik membersihkan Truk Chevroletnja. Pohon landap jang memagar setinggi perut sungguh melindungi kami, sehingga kami dapat mendekat sampai djarak delapan meter dari mereka.
„Ton, tunggu apa lagi ?" Kataku pelan mendesak dan Anton hanja tersenjum dengan mentjium udjung laras Sten-nja dan berkata : „Moga-moga sendjata jang kusajangi ini dapat mengurangi dua tenaga Tentara Keradjaan Belanda jang akan merampas kemerdekaan kita". Aku sangat mendongkol melihat tingkah laku si Anton jang terus melutju itu. Ia tidak mau membedakan keadaan genting dan tidak genting. Semua disama-ratakan. Soal maut dianggap seperti main lajang-lajang sadja.
Dan ......... lebih mendongkol lagi waktu aku mentjoba merogoh salibku didalam kantong, tiba-tiba dorr dorr dorr dorr dorr sebelas butir dimuntahkan sekaligus, sampai aku sendiri kaget dan blingsatan, kemudian ia terus lari tunggang-langgang kearah Selatan. Karena tembakan jang menggentjar itu, menjebabkan dua serdadu Knil mendjadi gugup, tapi setelah dilihatnja jang menembak mereka anak ketjil dan sudah melarikan diri, sang Belanda totok dengan tidak sadar mengedjar tanpa bersendjata, sambil berteriak-teriak : „God Verdomme, anak ketjil pribumi onbelive !".
Dan ketika sang Belanda sudah sadar bahwa mereka lupa tidak membawa sendjatanja, maka mereka balik kanan dan lari tjepat kembali. Sedang aku mendjadi panik, bulu tengkukku berdiri, tapi untung kaki telah melangkah ke balik tembok dan maksud mentjegat Belanda totok jang tidak bersendjata itu, kuurungkan karena kami tak berani berduel dengan Belanda Kriting jang menjandang Tomson dengan mata jang melotot.
„Selamat, selamat !" kata hatiku, andaikata Belanda totok jang mengedjar si Anton itu bersendjata, nistjaja Anton akan menggeletak rebah ditanah dan andaikata Anton larinja tidak melurus kedepan dengan jang mengedjur maka nistjaja Anton akan mendjadi almarhum karena peluru berkaliber 45 mm jang dilepaskan oleh sang Belanda Kriting, jang sudah terkenal djagoan tembak.
Rreung ............... Truk Chevrolet kabur dan anak-anak ketjil jang membersihkan motor Belanda tadi tidak mendapat persen roti ...........................
{{right|'''T. Rahardjo.'''}}
}}<noinclude>{{rh|28}}</noinclude>
fqtuqcpthpr04auucjbx8bu430nb5qq
295139
295138
2026-05-14T09:13:55Z
Link PB
26772
295139
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{border|1=
'''KISAH SAPAGINA,''''
{{c|<big><big><big>'''KAMI TA' BERANI BERDUEL'''</big></big></big>}}
Barangkali Tuan sudah pernah membatja didalam surat² kabar tentang Bekas Pedjuang Bersendjata. Bahkan pernah tidak tuan iri, jang dengan tjepat menulis: Seorang sadja umurnja baru 15 tahun, sedang kerdja bekas pedjuang bersendjata. Djadi pada waktu Indonesia diproklamirkan Kemerdekaannja, dia baru berusia 9 tahun. Sudah pernahkah memengang sendjata.......???
Kata² atau tulisan² sematjam itu, dapat kita fahami sapertunja, sebab memang banjak anak² jang waktu itu hanja menemukan 2 butir peluru dan sebuah granat manggis jang jang sudah mampat, kemudian diserahkan kepada pasukan kita atau memang kebetulan tenangan mbebanja seorang Komandan Peleton atau Komandan Kompi dari kesatuan jang tidak teratur. Tahu² nama anak tadi sudah tertjantum dalam daftar bekas pedjuang bersendjata.
Tetapi Tuan, tulisan sematjam itu tidak semuanja benar, karena perlawanan bersendjata kita terhadap kekuasaan Belanda tidak berlangsung hanja dalam tahun 1945 sadja. Tahun '46, 47, 48, dan bahkan titik² klimas perlawanan bersendjata kita terhadap Belanda terletak disekitar tahun 1949. Dan, kalau ada bekas pedjuang bersendjata jang saat ini usianja baru mengindjak 23 tahun itu memang ada Tuan.
Waktu itu kami masih di S.M.P. Taman Dewasa, baru masuk kwartal duduk di klas II. Sekonjong-konjong sekolah ditutup. Tidak ada seorang murid jang mau beladjar, sebab diatas-sini hanja ada kesibukan militer. Madium-lah kota Djokja baru diduduki musuh.
„Tembak brondong sadja!” Demikian kataku kepada si Anton jang sedjak tadi mengintjarkan laras senapan besinya kearah truk konvoi.
„Sini aku sadja jang sikat mereka”. „Djangan aku sendiri jang akan menembaknja”. Kata Anton dengan membung² pandangan, dan disambungnja lagi „Kamu kemarin sudah narik Trekbom, tapi meleset dan itu lihat deretan rumah² jang kamu bom² bangsa waktu hari Djum’at. Kesian tidak sama Bu Pak Dullah jang bini mudanja panas sakit-gigi. Dia sekarang tidak punya rumah lagi”. Anton memang tampak liar-sangar dan „Kini aku jang mendapat giliran untuk membombong bangsat² itu. Tanggung beres!” katanja sombong sekali.
Dijarak dengan meter, tidak ada artinya kalau dibanding dengan baja tembakan sepuluh Rengon. Apalagi Sore made in USA! Seorang berkulit hitam berpangkat sersan dan seorang lagi berkulit putih yang belum kumengerti tanda kepangkatannya waktu itu, tapi djelas mereka anggota MTD-KNIL. Antara terdengar dan tidak, mereka bertjakap dan berkelakar, sedang anak-anak ketjil asjik membersihkan Truk Chevroletnja. Pohon landap jang memagar setinggi perut sungguh melindungi kami, sehingga kami dapat mendekat sampai djarak delapan meter dari mereka.
„Ton, tunggu apa lagi ?" Kataku pelan mendesak dan Anton hanja tersenjum dengan mentjium udjung laras Sten-nja dan berkata : „Moga-moga sendjata jang kusajangi ini dapat mengurangi dua tenaga Tentara Keradjaan Belanda jang akan merampas kemerdekaan kita". Aku sangat mendongkol melihat tingkah laku si Anton jang terus melutju itu. Ia tidak mau membedakan keadaan genting dan tidak genting. Semua disama-ratakan. Soal maut dianggap seperti main lajang-lajang sadja.
Dan ......... lebih mendongkol lagi waktu aku mentjoba merogoh salibku didalam kantong, tiba-tiba dorr dorr dorr dorr dorr sebelas butir dimuntahkan sekaligus, sampai aku sendiri kaget dan blingsatan, kemudian ia terus lari tunggang-langgang kearah Selatan. Karena tembakan jang menggentjar itu, menjebabkan dua serdadu Knil mendjadi gugup, tapi setelah dilihatnja jang menembak mereka anak ketjil dan sudah melarikan diri, sang Belanda totok dengan tidak sadar mengedjar tanpa bersendjata, sambil berteriak-teriak : „God Verdomme, anak ketjil pribumi onbelive !".
Dan ketika sang Belanda sudah sadar bahwa mereka lupa tidak membawa sendjatanja, maka mereka balik kanan dan lari tjepat kembali. Sedang aku mendjadi panik, bulu tengkukku berdiri, tapi untung kaki telah melangkah ke balik tembok dan maksud mentjegat Belanda totok jang tidak bersendjata itu, kuurungkan karena kami tak berani berduel dengan Belanda Kriting jang menjandang Tomson dengan mata jang melotot.
„Selamat, selamat !" kata hatiku, andaikata Belanda totok jang mengedjar si Anton itu bersendjata, nistjaja Anton akan menggeletak rebah ditanah dan andaikata Anton larinja tidak melurus kedepan dengan jang mengedjur maka nistjaja Anton akan mendjadi almarhum karena peluru berkaliber 45 mm jang dilepaskan oleh sang Belanda Kriting, jang sudah terkenal djagoan tembak.
Rreung ............... Truk Chevrolet kabur dan anak-anak ketjil jang membersihkan motor Belanda tadi tidak mendapat persen roti ...........................
{{right|'''T. Rahardjo.'''}}
}}<noinclude>{{rh|28}}</noinclude>
jjxfujgx5kuuedw43lzm5b900aao92v
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/96
104
104496
295140
2026-05-14T09:14:16Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295140
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||10}}</noinclude>{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 3em;" |
| style="vertical-align: top; width: 3em;" | (2)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | vokoid agak tinggi, terdjadi dengan gerak lidah agak meninggi tapi tidak sampai pada posisi tertinggi; misalnja: ''['' e, o '']'' pada kata {{u|dega}}, {{u|bola}};
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (3)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | vokoid agak rendah, terdjadi dengan gerak lidah agak merendah tapi tidak sampai pada posisi terendah; misalnja: ''['' ɛ, ɔ '']'' pada kata {{u|sobek}}, {{u|sotjok}};
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (4)
| style="vertical-align: top; text-align: justify; padding-bottom: 0.8em;" | vokoid rendah, terdjadi dengan gerak lidah merendah pada posisi terendah; misalnja: ''['' a, ɑ '']'' pada kata {{u|tanah}}, hot (Inggris), 'panas'.
|-
| style="vertical-align: top;" | (b)
| colspan="2" style="vertical-align: top; text-align: justify;" | bagian lidah jang meninggi; akan dihasilkan:
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (1)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | vokoid depan, terdjadi dengan bagian depan lidah menaik atau menurun; misalnja: ''['' i, e, ɛ, æ '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (2)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | vokoid belakang, terdjadi dengan bagian belakang lidah menaik atau menurun; misalnja: ''['' u, o, ɔ, ɑ '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (3)
| style="vertical-align: top; text-align: justify; padding-bottom: 0.8em;" | vokoid tengah, terdjadi dengan bagian tengah lidah menaik atau menurun; misalnja: ''['' ɯ, ə '']'' pada kata Sunda geuneu, 'api' dan besar.
|-
| style="vertical-align: top;" | (c)
| colspan="2" style="vertical-align: top; text-align: justify;" | sikap bibir; akan dihasilkan:
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (1)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | vokoid bulat, terdjadi dengan sikap bibir menondjol membulat; misalnja: ''['' u, o, ɔ, ɑ '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (2)
| style="vertical-align: top; text-align: justify; padding-bottom: 0.8em;" | vokoid tak-bulat, terdjadi dengan sikap bibir tak menondjol membulat; misalnja: ''['' i, e, ɛ, a '']''.
|-
| style="vertical-align: top;" | (d)
| colspan="2" style="vertical-align: top; text-align: justify;" | tegang-kendur otot lidah; akan dihasilkan:
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (1)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | vokoid tegang, terdjadi dengan tegangan otot lidah ketika diutjapkan; misalnja: ''['' i, u '']'' pada kata {{u|biar}}, {{u|buuh}};
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (2)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | vokoid kendur, terdjadi tanpa tegangan otot lidah ketika diutjapkan; misalnja: ''['' ɪ, ʊ '']'' pada kata {{u|tasik}}, {{u|mabuk}}.
|}
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-top: 0.5em;">
Untuk memerikan suatu vokoid dapat dilakukan dengan menyebutkan selengkap mungkin tjiri jang dimilikinja. Misalnja: ''['' i '']'' pada kata {{u|tiada}} dapat diperiksakan sebagai vokoid {{u|tinggi}}, {{u|depan}}, {{u|tak-bulat}}, {{u|tegang}}. Tapi tjiri jang disebut terachir sering diabaikan.
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-top: 0.5em;">
3.1.2 Posisi lidah (tinggi-rendah lidah dan bagian lidah jang meninggi) dapat diketahui dengan lebih teliti dan tjermat dengan mempergunakan fotograf sinar-x. Kemudian hasilnja djika didiagramkan kuranglebih sebagai berikut:
</div><noinclude></noinclude>
qapenyoxt0e7vhho003n2e76zwdx94s
295141
295140
2026-05-14T09:15:10Z
Upiak Ituih
27011
295141
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||10}}</noinclude>{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 3em;" |
| style="vertical-align: top; width: 3em;" | (2)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | vokoid agak tinggi, terdjadi dengan gerak lidah agak meninggi tapi tidak sampai pada posisi tertinggi; misalnja: ''['' e, o '']'' pada kata {{u|dega}}, {{u|bola}};
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (3)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | vokoid agak rendah, terdjadi dengan gerak lidah agak merendah tapi tidak sampai pada posisi terendah; misalnja: ''['' ɛ, ɔ '']'' pada kata {{u|sobek}}, {{u|sotjok}};
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (4)
| style="vertical-align: top; text-align: justify; padding-bottom: 0.8em;" | vokoid rendah, terdjadi dengan gerak lidah merendah pada posisi terendah; misalnja: ''['' a, ɑ '']'' pada kata {{u|tanah}}, hot (Inggris), 'panas'.
|-
| style="vertical-align: top;" | (b)
| colspan="2" style="vertical-align: top; text-align: justify;" | bagian lidah jang meninggi; akan dihasilkan:
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (1)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | vokoid depan, terdjadi dengan bagian depan lidah menaik atau menurun; misalnja: ''['' i, e, ɛ, æ '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (2)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | vokoid belakang, terdjadi dengan bagian belakang lidah menaik atau menurun; misalnja: ''['' u, o, ɔ, ɑ '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (3)
| style="vertical-align: top; text-align: justify; padding-bottom: 0.8em;" | vokoid tengah, terdjadi dengan bagian tengah lidah menaik atau menurun; misalnja: ''['' ɯ, ə '']'' pada kata Sunda geuneu, 'api' dan besar.
|-
| style="vertical-align: top;" | (c)
| colspan="2" style="vertical-align: top; text-align: justify;" | sikap bibir; akan dihasilkan:
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (1)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | vokoid bulat, terdjadi dengan sikap bibir menondjol membulat; misalnja: ''['' u, o, ɔ, ɑ '']'';
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (2)
| style="vertical-align: top; text-align: justify; padding-bottom: 0.8em;" | vokoid tak-bulat, terdjadi dengan sikap bibir tak menondjol membulat; misalnja: ''['' i, e, ɛ, a '']''.
|-
| style="vertical-align: top;" | (d)
| colspan="2" style="vertical-align: top; text-align: justify;" | tegang-kendur otot lidah; akan dihasilkan:
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (1)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | vokoid tegang, terdjadi dengan tegangan otot lidah ketika diutjapkan; misalnja: ''['' i, u '']'' pada kata {{u|biar}}, {{u|buuh}};
|-
| style="vertical-align: top;" |
| style="vertical-align: top;" | (2)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | vokoid kendur, terdjadi tanpa tegangan otot lidah ketika diutjapkan; misalnja: ''['' ɪ, ʊ '']'' pada kata {{u|tasik}}, {{u|mabuk}}.
|}
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-top: 0.5em; margin-bottom: 1em;">
Untuk memerikan suatu vokoid dapat dilakukan dengan menyebutkan selengkap mungkin tjiri jang dimilikinja. Misalnja: ''['' i '']'' pada kata {{u|tiada}} dapat diperiksakan sebagai vokoid {{u|tinggi}}, {{u|depan}}, {{u|tak-bulat}}, {{u|tegang}}. Tapi tjiri jang disebut terachir sering diabaikan.
</div>
3.1.2 Posisi lidah (tinggi-rendah lidah dan bagian lidah jang meninggi) dapat diketahui dengan lebih teliti dan tjermat dengan mempergunakan fotograf sinar-x. Kemudian hasilnja djika didiagramkan kuranglebeh sebagai berikut:<noinclude></noinclude>
2fmlhdlmzese85s4p9ymd480f60rkrm
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/581
104
104497
295142
2026-05-14T09:15:11Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
295142
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{missing image}}
''Diantara sekian banjak saksi jang diperiksa/diminta keterangan²nja oleh Hakim terdapat Major Sudharto, Adjudan Presiden (memakai selempang).''
da karena permohonan grasi. Akan tetapi pelaksanaan semua putusan jang memuat hukuman mati dan telah memperoleh fiat excecutie KSAD atau Komandan Pertempuran jang ditundjuk oleh
KSAD, selalu harus ditunda menurut hukum dengan sendirinja
agar Presiden RI mendapat kesempatan memberi grasi, sampai
ada kepastian tentang diterima atau ditolaknja permohonan grasi.
Bila permohonan grasi diadju kan, maka Panitera pada Pengadilan Tentara Daerah Pertempuran jang bersangkutan menjampaikan berkas perkaranja kepada Ketua Mahkamah Agung.
'''Penutupan Dan Pendjelasan:'''
Komandan Pertempuran jang bersangkutan diwadjibkan mengamati-amati agar Djaksa Tentara pada Pengadilan Tentara Daerah Perusahaan Obat Tjap Pertempuran jang berkedudukan didaerahnja menjelenggarakan tugasnja dengan se-baik2nja. Dan apa bila Djaksa Tentara itu tidak melakukan tugasnja dengan sebaik-baiknja, maka Komandan Pertempuran jang bersangkutan harus segera melaporkan hal ini kepada Djaksa Tentara Agung dengan melalui KSAD, jang akan mengambil tindakan sebagaimana mestinja.
Apabila karena satu dan lain hal, Peraturan Penguasa Perang
Pusat ini tidak lagi mempunjai kekuatan mengikat, maka perkara²
jang sedang atau akan harus diadili berdasarkan Peraturan Penguasa Perang Pusat ini, dialihkan kepada Pengadilan Tentara.
Peraturan Penguasa Perang Pusat ini berlaku mulai tanggal
28 Mei 1958.
Peraturan ini dikeluarkan adalah dengan dasar pertimbangan:
bahwa perlu di-daerah dimana terdjadi pertempuran, dibentuk
Pengadilan Tentara Daerah Pertempuran, untuk dengan tjepat
dapat memeriksa dan mengadili perkara pidana mengenai perbuatan-perbuatan jang bertentangan. dengan norma² kemiliteran dan
atau perbuatan² menentang pemerintah jang sjah.
{{missing image}}<noinclude>{{rh|||47}}</noinclude>
snxbl47mlpk7lhgj7tcnibly3whviux
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/350
104
104498
295145
2026-05-14T09:16:31Z
Moel81
25980
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'berupa konsonan sengauan maka konsonan jang lain haruslah berupa konsonan letupan jang sedjenis atau konsonan /s/. Dalam hal ini penjesuaian dilakukan dengan tjara mengganti konsonan sengauan itu sehingga mendjadi sedjenis dengan konsonan letupan dibelakangnja, seperti dalam kata <u>mungkin</u>, <u>ingkar</u>, <u>mimbar</u>. Ada djuga jang tidak mengalami penjesuaian, misalnja dalam kata <u>anbia</u>, <u>alhamdu</u>. 5.2.3. Bila konsonan achir...
295145
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Moel81" /></noinclude>berupa konsonan sengauan maka konsonan jang lain haruslah berupa konsonan letupan jang sedjenis atau konsonan /s/.
Dalam hal ini penjesuaian dilakukan dengan tjara mengganti konsonan sengauan itu sehingga mendjadi sedjenis dengan konsonan letupan dibelakangnja, seperti dalam kata <u>mungkin</u>, <u>ingkar</u>, <u>mimbar</u>. Ada djuga jang tidak mengalami penjesuaian, misalnja dalam kata <u>anbia</u>, <u>alhamdu</u>.
5.2.3. Bila konsonan achir suku awal berupa /r/ maka konsonan awal suku berikutnja tidak dapat berupa /h/, /j/ atau /w/.
Dalam hal ini penjesuaian dilakukan dengan tjara membuang konsonan awal suku berikutnja, seperti dalam kata <u>kuria</u>, <u>serual</u> (mengalami metatesis mendjadi <u>seluar</u>). Disamping itu ada djuga jang tidak mengalami penjesuaian, seperti dalam kata <u>arwah</u>, <u>almarhum</u>.
5.3. (K)V + KV(K) dengan ketentuan :
Bila vokal suku depan berupa :
{|
|-
|/i/||konsonan|awal||suku||berikutnja||tidak||berupa||/j/
|-
|/u/||"|"||"||"||"||"||/w/
|-
|/a/||"|"||"||"||"||"||/h/<br> ketjuali kalau /h/ itu diikuti oleh vokal jang sama dengan vokal suku depannja.
|}
/i/ konsonan awal suku berikutnja tidak berupa /j/,
/u/ " " " " " " /w/,
/a/ " " " " " " /h/ ketjuali kalau /h/ itu diikuti oleh vokal jang sama dengan vokal suku depannja.
Dalam hal ini penjesuaian dilakukan dengan tjara menghilangkan konsonan /j/ atau /w/ pada suku berikutnja, seperti dalam kata ilmiah, kuat. Adapun pada kata lahir, nahu penjesuaiannja hanja kadang-kadang sadja tampak dalam utjapan, sehingga kedua kata itu seolah-olah diutjapkan lair, nau.
Disamping itu ada djuga jang tetap tidak disesuaikan, seperti dalam kata muwahid, hidajat, mahir.
5.4. Rangkaian baru jang tidak terdapat didalam sistim rangkaian suku kata bahasa Indonesia.
Rangkaian baru itu misalnja terdapat dalam kata mas'alah, Djum'at. Djadi polanja (K)VK + V(K).
Disamping jang tidak disesuaikan seperti dalam kedua kata diatas, ada pula jang disesuaikan seperti dalam kata masalah, Djumat. Dalam hal itu penjesuaiannja dilakukan dengan tjara {{hws|men|mendjadikan|}}<noinclude></noinclude>
ek0jz5908uhls54vby79il9qa6znftz
295155
295145
2026-05-14T09:23:39Z
Moel81
25980
/* Telah diuji baca */
295155
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>berupa konsonan sengauan maka konsonan jang lain haruslah berupa konsonan letupan jang sedjenis atau konsonan /s/.
Dalam hal ini penjesuaian dilakukan dengan tjara mengganti konsonan sengauan itu sehingga mendjadi sedjenis dengan konsonan letupan dibelakangnja, seperti dalam kata <u>mungkin</u>, <u>ingkar</u>, <u>mimbar</u>. Ada djuga jang tidak mengalami penjesuaian, misalnja dalam kata <u>anbia</u>, <u>alhamdu</u>.
5.2.3. Bila konsonan achir suku awal berupa /r/ maka konsonan awal suku berikutnja tidak dapat berupa /h/, /j/ atau /w/.
Dalam hal ini penjesuaian dilakukan dengan tjara membuang konsonan awal suku berikutnja, seperti dalam kata <u>kuria</u>, <u>serual</u> (mengalami metatesis mendjadi <u>seluar</u>). Disamping itu ada djuga jang tidak mengalami penjesuaian, seperti dalam kata <u>arwah</u>, <u>almarhum</u>.
5.3. (K)V + KV(K) dengan ketentuan :
Bila vokal suku depan berupa :
{| style="background:transparent;"
| /i/ || konsonan awal suku berikutnja tidak berupa /j/,
|-
| /u/ || " " " , . " " " /w/,
|-
| /a/ || " " " " " " /h/ ketjuali kalau
|-
| colspan="2" | /h/ itu diikuti oleh vokal jang sama dengan vokal suku depannja
|}
Dalam hal ini penjesuaian dilakukan dengan tjara menghilangkan konsonan /j/ atau /w/ pada suku berikutnja, seperti dalam kata <u>ilmiah, kuat</u>. Adapun pada kata <u>lahir</u>, <u>nahu</u> penjesuaiannja hanja kadang-kadang sadja tampak dalam utjapan, sehingga kedua kata itu seolah-olah diutjapkan <u>lair</u>, <u>nau</u>.
Disamping itu ada djuga jang tetap tidak disesuaikan, seperti dalam kata <u>muwahid</u>, <u>hidajat</u>, <u>mahir</u>.
5.4. Rangkaian baru jang tidak terdapat didalam sistim rangkaian suku kata bahasa Indonesia.
Rangkaian baru itu misalnja terdapat dalam kata <u>mas'alah</u>, <u>Djum'at</u>. Djadi polanja (K)VK + V(K).
Disamping jang tidak disesuaikan seperti dalam kedua kata diatas, ada pula jang disesuaikan seperti dalam kata <u>masalah</u>, <u>Djumat</u>. Dalam hal itu penjesuaiannja dilakukan dengan tjara {{hws|men|mendjadikan|}}<noinclude>{{rh|||36}}</noinclude>
r247ip9c35gfuvh3gubc0545vo10yut
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/546
104
104499
295153
2026-05-14T09:23:06Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
295153
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{c|''XXX-Larger|POLANDIA<Th. 1939>'''}}
Kemenangan jang ditjapai pasukan Djerman dalam permulaan Perang Dunia II di Polandia tidak mungkin tertjapai kalau tidak ada Perang Saudara di Spanjol. Sebab perang kilat (Blitzkrieg) jg didjalankan Djerman di Polandia tidak lain merupakan „kopi" dan penjempurnaan dari pertempuran di Spanjol. Kalau di Spanjol hasilnja tidak nampak, tetapi di Polandia lima minggu sudah tjukup untuk menaklukkan negara itu. Dalam pertempuran² di Polandia itu pada hakekatnja bertemulah dua doktrin jang berlawanan 180 deradjat. Staf Umum Polandia jang mendapat peladjaran dari Weygand sendiri merasa tjukup kuat untuk menghadapi serangan2 Djerman. Kesalahan mereka ialah, bahwa
mereka masih mendasarkan segala tindakan mereka atas doktrin Perang Dunia I. Dikira bahwa Djerman akan menjerang negaranja dengan front lebar. Karena itu penempatan pasukan mereka disesuaikan pula atas dasar ini. Dan kalau Djerman akan
''„Perang sekalipun mengalami perubahan². Sendjata baru membentuk tjara-tjara bertempur baru pula. Untuk dapat mengatasi kemadjuan² tehnis itu sebelum terdjadi, untuk dapat menimbang pengaruh sendjata baru tersebut dalam medan pertempuran, untuk
dapat mempergunakan itu semua sebelum orang lain tahu, merupakan sjarat bagi kemenangan".''
{{right|TRUPPENFUHRÜNG}}
''Ini adalah bentuk jang benar dari sebuah model pertjobaan dari sebuah pesawat pendarat jang terbang setjara membudjur tinggi jang sedang dibuat untuk Angkatan Darat AS oleh Piasecki ircraft
Corporation di Philadelphia. Pesawat ini direntjanakan untuk terbang 150 mil sedjam, terbang dan turun setjara membudjur tinggi, mendarat ditanah dan bergerak dilorong-lorong djalan antara gedung-gedung. Pesawat ini akan dipergunakan sebagai transpor ringan, sebagai suatu observasi atau penggerak artilerry atau sebagai bantuan udara setjara tjepat bergerak dalam taktik "hit-run". Dua rotor jang berbentuk horizontal ditempatkan didepan dan belakang dari chassis pesawat tsb.''<noinclude>{{rh|12}}</noinclude>
6l4xnl04vuua2343twvxus45haw1hjk
295154
295153
2026-05-14T09:23:19Z
Lutfiyatun
26681
295154
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{c|''xxx-Larger|POLANDIA<Th. 1939>'''}}
Kemenangan jang ditjapai pasukan Djerman dalam permulaan Perang Dunia II di Polandia tidak mungkin tertjapai kalau tidak ada Perang Saudara di Spanjol. Sebab perang kilat (Blitzkrieg) jg didjalankan Djerman di Polandia tidak lain merupakan „kopi" dan penjempurnaan dari pertempuran di Spanjol. Kalau di Spanjol hasilnja tidak nampak, tetapi di Polandia lima minggu sudah tjukup untuk menaklukkan negara itu. Dalam pertempuran² di Polandia itu pada hakekatnja bertemulah dua doktrin jang berlawanan 180 deradjat. Staf Umum Polandia jang mendapat peladjaran dari Weygand sendiri merasa tjukup kuat untuk menghadapi serangan2 Djerman. Kesalahan mereka ialah, bahwa
mereka masih mendasarkan segala tindakan mereka atas doktrin Perang Dunia I. Dikira bahwa Djerman akan menjerang negaranja dengan front lebar. Karena itu penempatan pasukan mereka disesuaikan pula atas dasar ini. Dan kalau Djerman akan
''„Perang sekalipun mengalami perubahan². Sendjata baru membentuk tjara-tjara bertempur baru pula. Untuk dapat mengatasi kemadjuan² tehnis itu sebelum terdjadi, untuk dapat menimbang pengaruh sendjata baru tersebut dalam medan pertempuran, untuk
dapat mempergunakan itu semua sebelum orang lain tahu, merupakan sjarat bagi kemenangan".''
{{right|TRUPPENFUHRÜNG}}
''Ini adalah bentuk jang benar dari sebuah model pertjobaan dari sebuah pesawat pendarat jang terbang setjara membudjur tinggi jang sedang dibuat untuk Angkatan Darat AS oleh Piasecki ircraft
Corporation di Philadelphia. Pesawat ini direntjanakan untuk terbang 150 mil sedjam, terbang dan turun setjara membudjur tinggi, mendarat ditanah dan bergerak dilorong-lorong djalan antara gedung-gedung. Pesawat ini akan dipergunakan sebagai transpor ringan, sebagai suatu observasi atau penggerak artilerry atau sebagai bantuan udara setjara tjepat bergerak dalam taktik "hit-run". Dua rotor jang berbentuk horizontal ditempatkan didepan dan belakang dari chassis pesawat tsb.''<noinclude>{{rh|12}}</noinclude>
4rn9asqma4xj27j22r2zzye4uhnzjav
295158
295154
2026-05-14T09:23:56Z
Lutfiyatun
26681
295158
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{c|''x-Larger|POLANDIA<Th. 1939>'''}}
Kemenangan jang ditjapai pasukan Djerman dalam permulaan Perang Dunia II di Polandia tidak mungkin tertjapai kalau tidak ada Perang Saudara di Spanjol. Sebab perang kilat (Blitzkrieg) jg didjalankan Djerman di Polandia tidak lain merupakan „kopi" dan penjempurnaan dari pertempuran di Spanjol. Kalau di Spanjol hasilnja tidak nampak, tetapi di Polandia lima minggu sudah tjukup untuk menaklukkan negara itu. Dalam pertempuran² di Polandia itu pada hakekatnja bertemulah dua doktrin jang berlawanan 180 deradjat. Staf Umum Polandia jang mendapat peladjaran dari Weygand sendiri merasa tjukup kuat untuk menghadapi serangan2 Djerman. Kesalahan mereka ialah, bahwa
mereka masih mendasarkan segala tindakan mereka atas doktrin Perang Dunia I. Dikira bahwa Djerman akan menjerang negaranja dengan front lebar. Karena itu penempatan pasukan mereka disesuaikan pula atas dasar ini. Dan kalau Djerman akan
''„Perang sekalipun mengalami perubahan². Sendjata baru membentuk tjara-tjara bertempur baru pula. Untuk dapat mengatasi kemadjuan² tehnis itu sebelum terdjadi, untuk dapat menimbang pengaruh sendjata baru tersebut dalam medan pertempuran, untuk
dapat mempergunakan itu semua sebelum orang lain tahu, merupakan sjarat bagi kemenangan".''
{{right|TRUPPENFUHRÜNG}}
''Ini adalah bentuk jang benar dari sebuah model pertjobaan dari sebuah pesawat pendarat jang terbang setjara membudjur tinggi jang sedang dibuat untuk Angkatan Darat AS oleh Piasecki ircraft
Corporation di Philadelphia. Pesawat ini direntjanakan untuk terbang 150 mil sedjam, terbang dan turun setjara membudjur tinggi, mendarat ditanah dan bergerak dilorong-lorong djalan antara gedung-gedung. Pesawat ini akan dipergunakan sebagai transpor ringan, sebagai suatu observasi atau penggerak artilerry atau sebagai bantuan udara setjara tjepat bergerak dalam taktik "hit-run". Dua rotor jang berbentuk horizontal ditempatkan didepan dan belakang dari chassis pesawat tsb.''<noinclude>{{rh|12}}</noinclude>
qz5n55jotthrxcm35oc2rvvswjn6u8q
295159
295158
2026-05-14T09:24:16Z
Lutfiyatun
26681
295159
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{c|''x-larger|POLANDIA<Th. 1939>'''}}
Kemenangan jang ditjapai pasukan Djerman dalam permulaan Perang Dunia II di Polandia tidak mungkin tertjapai kalau tidak ada Perang Saudara di Spanjol. Sebab perang kilat (Blitzkrieg) jg didjalankan Djerman di Polandia tidak lain merupakan „kopi" dan penjempurnaan dari pertempuran di Spanjol. Kalau di Spanjol hasilnja tidak nampak, tetapi di Polandia lima minggu sudah tjukup untuk menaklukkan negara itu. Dalam pertempuran² di Polandia itu pada hakekatnja bertemulah dua doktrin jang berlawanan 180 deradjat. Staf Umum Polandia jang mendapat peladjaran dari Weygand sendiri merasa tjukup kuat untuk menghadapi serangan2 Djerman. Kesalahan mereka ialah, bahwa
mereka masih mendasarkan segala tindakan mereka atas doktrin Perang Dunia I. Dikira bahwa Djerman akan menjerang negaranja dengan front lebar. Karena itu penempatan pasukan mereka disesuaikan pula atas dasar ini. Dan kalau Djerman akan
''„Perang sekalipun mengalami perubahan². Sendjata baru membentuk tjara-tjara bertempur baru pula. Untuk dapat mengatasi kemadjuan² tehnis itu sebelum terdjadi, untuk dapat menimbang pengaruh sendjata baru tersebut dalam medan pertempuran, untuk
dapat mempergunakan itu semua sebelum orang lain tahu, merupakan sjarat bagi kemenangan".''
{{right|TRUPPENFUHRÜNG}}
''Ini adalah bentuk jang benar dari sebuah model pertjobaan dari sebuah pesawat pendarat jang terbang setjara membudjur tinggi jang sedang dibuat untuk Angkatan Darat AS oleh Piasecki ircraft
Corporation di Philadelphia. Pesawat ini direntjanakan untuk terbang 150 mil sedjam, terbang dan turun setjara membudjur tinggi, mendarat ditanah dan bergerak dilorong-lorong djalan antara gedung-gedung. Pesawat ini akan dipergunakan sebagai transpor ringan, sebagai suatu observasi atau penggerak artilerry atau sebagai bantuan udara setjara tjepat bergerak dalam taktik "hit-run". Dua rotor jang berbentuk horizontal ditempatkan didepan dan belakang dari chassis pesawat tsb.''<noinclude>{{rh|12}}</noinclude>
bqwtv838i0ntpzqcv8gojk3djm6bpte
295160
295159
2026-05-14T09:24:37Z
Lutfiyatun
26681
295160
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{c|''xx-larger|POLANDIA<Th. 1939>'''}}
Kemenangan jang ditjapai pasukan Djerman dalam permulaan Perang Dunia II di Polandia tidak mungkin tertjapai kalau tidak ada Perang Saudara di Spanjol. Sebab perang kilat (Blitzkrieg) jg didjalankan Djerman di Polandia tidak lain merupakan „kopi" dan penjempurnaan dari pertempuran di Spanjol. Kalau di Spanjol hasilnja tidak nampak, tetapi di Polandia lima minggu sudah tjukup untuk menaklukkan negara itu. Dalam pertempuran² di Polandia itu pada hakekatnja bertemulah dua doktrin jang berlawanan 180 deradjat. Staf Umum Polandia jang mendapat peladjaran dari Weygand sendiri merasa tjukup kuat untuk menghadapi serangan2 Djerman. Kesalahan mereka ialah, bahwa
mereka masih mendasarkan segala tindakan mereka atas doktrin Perang Dunia I. Dikira bahwa Djerman akan menjerang negaranja dengan front lebar. Karena itu penempatan pasukan mereka disesuaikan pula atas dasar ini. Dan kalau Djerman akan
''„Perang sekalipun mengalami perubahan². Sendjata baru membentuk tjara-tjara bertempur baru pula. Untuk dapat mengatasi kemadjuan² tehnis itu sebelum terdjadi, untuk dapat menimbang pengaruh sendjata baru tersebut dalam medan pertempuran, untuk
dapat mempergunakan itu semua sebelum orang lain tahu, merupakan sjarat bagi kemenangan".''
{{right|TRUPPENFUHRÜNG}}
''Ini adalah bentuk jang benar dari sebuah model pertjobaan dari sebuah pesawat pendarat jang terbang setjara membudjur tinggi jang sedang dibuat untuk Angkatan Darat AS oleh Piasecki ircraft
Corporation di Philadelphia. Pesawat ini direntjanakan untuk terbang 150 mil sedjam, terbang dan turun setjara membudjur tinggi, mendarat ditanah dan bergerak dilorong-lorong djalan antara gedung-gedung. Pesawat ini akan dipergunakan sebagai transpor ringan, sebagai suatu observasi atau penggerak artilerry atau sebagai bantuan udara setjara tjepat bergerak dalam taktik "hit-run". Dua rotor jang berbentuk horizontal ditempatkan didepan dan belakang dari chassis pesawat tsb.''<noinclude>{{rh|12}}</noinclude>
t414sd7pjidzany85lvbr213b6qdcqf
295166
295160
2026-05-14T09:27:10Z
Lutfiyatun
26681
295166
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{c|''xx-larger|POLANDIA<br>Th. 1939'''}}
Kemenangan jang ditjapai pasukan Djerman dalam permulaan Perang Dunia II di Polandia tidak mungkin tertjapai kalau tidak ada Perang Saudara di Spanjol. Sebab perang kilat (Blitzkrieg) jg didjalankan Djerman di Polandia tidak lain merupakan „kopi" dan penjempurnaan dari pertempuran di Spanjol. Kalau di Spanjol hasilnja tidak nampak, tetapi di Polandia lima minggu sudah tjukup untuk menaklukkan negara itu. Dalam pertempuran² di Polandia itu pada hakekatnja bertemulah dua doktrin jang berlawanan 180 deradjat. Staf Umum Polandia jang mendapat peladjaran dari Weygand sendiri merasa tjukup kuat untuk menghadapi serangan2 Djerman. Kesalahan mereka ialah, bahwa
mereka masih mendasarkan segala tindakan mereka atas doktrin Perang Dunia I. Dikira bahwa Djerman akan menjerang negaranja dengan front lebar. Karena itu penempatan pasukan mereka disesuaikan pula atas dasar ini. Dan kalau Djerman akan
''„Perang sekalipun mengalami perubahan². Sendjata baru membentuk tjara-tjara bertempur baru pula. Untuk dapat mengatasi kemadjuan² tehnis itu sebelum terdjadi, untuk dapat menimbang pengaruh sendjata baru tersebut dalam medan pertempuran, untuk
dapat mempergunakan itu semua sebelum orang lain tahu, merupakan sjarat bagi kemenangan".''
{{right|TRUPPENFUHRÜNG}}
''Ini adalah bentuk jang benar dari sebuah model pertjobaan dari sebuah pesawat pendarat jang terbang setjara membudjur tinggi jang sedang dibuat untuk Angkatan Darat AS oleh Piasecki ircraft
Corporation di Philadelphia. Pesawat ini direntjanakan untuk terbang 150 mil sedjam, terbang dan turun setjara membudjur tinggi, mendarat ditanah dan bergerak dilorong-lorong djalan antara gedung-gedung. Pesawat ini akan dipergunakan sebagai transpor ringan, sebagai suatu observasi atau penggerak artilerry atau sebagai bantuan udara setjara tjepat bergerak dalam taktik "hit-run". Dua rotor jang berbentuk horizontal ditempatkan didepan dan belakang dari chassis pesawat tsb.''<noinclude>{{rh|12}}</noinclude>
0cfghd3cfdhvuhhpiqzu6bzuzixfl3b
295167
295166
2026-05-14T09:27:29Z
Lutfiyatun
26681
295167
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{c|''POLANDIA<br>Th. 1939'''}}
Kemenangan jang ditjapai pasukan Djerman dalam permulaan Perang Dunia II di Polandia tidak mungkin tertjapai kalau tidak ada Perang Saudara di Spanjol. Sebab perang kilat (Blitzkrieg) jg didjalankan Djerman di Polandia tidak lain merupakan „kopi" dan penjempurnaan dari pertempuran di Spanjol. Kalau di Spanjol hasilnja tidak nampak, tetapi di Polandia lima minggu sudah tjukup untuk menaklukkan negara itu. Dalam pertempuran² di Polandia itu pada hakekatnja bertemulah dua doktrin jang berlawanan 180 deradjat. Staf Umum Polandia jang mendapat peladjaran dari Weygand sendiri merasa tjukup kuat untuk menghadapi serangan2 Djerman. Kesalahan mereka ialah, bahwa
mereka masih mendasarkan segala tindakan mereka atas doktrin Perang Dunia I. Dikira bahwa Djerman akan menjerang negaranja dengan front lebar. Karena itu penempatan pasukan mereka disesuaikan pula atas dasar ini. Dan kalau Djerman akan
''„Perang sekalipun mengalami perubahan². Sendjata baru membentuk tjara-tjara bertempur baru pula. Untuk dapat mengatasi kemadjuan² tehnis itu sebelum terdjadi, untuk dapat menimbang pengaruh sendjata baru tersebut dalam medan pertempuran, untuk
dapat mempergunakan itu semua sebelum orang lain tahu, merupakan sjarat bagi kemenangan".''
{{right|TRUPPENFUHRÜNG}}
''Ini adalah bentuk jang benar dari sebuah model pertjobaan dari sebuah pesawat pendarat jang terbang setjara membudjur tinggi jang sedang dibuat untuk Angkatan Darat AS oleh Piasecki ircraft
Corporation di Philadelphia. Pesawat ini direntjanakan untuk terbang 150 mil sedjam, terbang dan turun setjara membudjur tinggi, mendarat ditanah dan bergerak dilorong-lorong djalan antara gedung-gedung. Pesawat ini akan dipergunakan sebagai transpor ringan, sebagai suatu observasi atau penggerak artilerry atau sebagai bantuan udara setjara tjepat bergerak dalam taktik "hit-run". Dua rotor jang berbentuk horizontal ditempatkan didepan dan belakang dari chassis pesawat tsb.''<noinclude>{{rh|12}}</noinclude>
p17ymt2ku67a9kn8b47hl7t05wq79j1
295170
295167
2026-05-14T09:27:44Z
Lutfiyatun
26681
295170
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{c|'''POLANDIA<br>Th. 1939'''}}
Kemenangan jang ditjapai pasukan Djerman dalam permulaan Perang Dunia II di Polandia tidak mungkin tertjapai kalau tidak ada Perang Saudara di Spanjol. Sebab perang kilat (Blitzkrieg) jg didjalankan Djerman di Polandia tidak lain merupakan „kopi" dan penjempurnaan dari pertempuran di Spanjol. Kalau di Spanjol hasilnja tidak nampak, tetapi di Polandia lima minggu sudah tjukup untuk menaklukkan negara itu. Dalam pertempuran² di Polandia itu pada hakekatnja bertemulah dua doktrin jang berlawanan 180 deradjat. Staf Umum Polandia jang mendapat peladjaran dari Weygand sendiri merasa tjukup kuat untuk menghadapi serangan2 Djerman. Kesalahan mereka ialah, bahwa
mereka masih mendasarkan segala tindakan mereka atas doktrin Perang Dunia I. Dikira bahwa Djerman akan menjerang negaranja dengan front lebar. Karena itu penempatan pasukan mereka disesuaikan pula atas dasar ini. Dan kalau Djerman akan
''„Perang sekalipun mengalami perubahan². Sendjata baru membentuk tjara-tjara bertempur baru pula. Untuk dapat mengatasi kemadjuan² tehnis itu sebelum terdjadi, untuk dapat menimbang pengaruh sendjata baru tersebut dalam medan pertempuran, untuk
dapat mempergunakan itu semua sebelum orang lain tahu, merupakan sjarat bagi kemenangan".''
{{right|TRUPPENFUHRÜNG}}
''Ini adalah bentuk jang benar dari sebuah model pertjobaan dari sebuah pesawat pendarat jang terbang setjara membudjur tinggi jang sedang dibuat untuk Angkatan Darat AS oleh Piasecki ircraft
Corporation di Philadelphia. Pesawat ini direntjanakan untuk terbang 150 mil sedjam, terbang dan turun setjara membudjur tinggi, mendarat ditanah dan bergerak dilorong-lorong djalan antara gedung-gedung. Pesawat ini akan dipergunakan sebagai transpor ringan, sebagai suatu observasi atau penggerak artilerry atau sebagai bantuan udara setjara tjepat bergerak dalam taktik "hit-run". Dua rotor jang berbentuk horizontal ditempatkan didepan dan belakang dari chassis pesawat tsb.''<noinclude>{{rh|12}}</noinclude>
tjdiwbg8p7eww1kcva6ktya0d6waxu4
295172
295170
2026-05-14T09:28:18Z
Lutfiyatun
26681
295172
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{c|'''POLANDIA<br>Th. 1939'''}}
Kemenangan jang ditjapai pasukan Djerman dalam permulaan Perang Dunia II di Polandia tidak mungkin tertjapai kalau tidak ada Perang Saudara di Spanjol. Sebab perang kilat (Blitzkrieg) jg didjalankan Djerman di Polandia tidak lain merupakan „kopi" dan penjempurnaan dari pertempuran di Spanjol. Kalau di Spanjol hasilnja tidak nampak, tetapi di Polandia lima minggu sudah tjukup untuk menaklukkan negara itu. Dalam pertempuran² di Polandia itu pada hakekatnja bertemulah dua doktrin jang berlawanan 180 deradjat. Staf Umum Polandia jang mendapat peladjaran dari Weygand sendiri merasa tjukup kuat untuk menghadapi serangan2 Djerman. Kesalahan mereka ialah, bahwa
mereka masih mendasarkan segala tindakan mereka atas doktrin Perang Dunia I. Dikira bahwa Djerman akan menjerang negaranja dengan front lebar. Karena itu penempatan pasukan mereka disesuaikan pula atas dasar ini. Dan kalau Djerman akan
''„Perang sekalipun mengalami perubahan². Sendjata baru membentuk tjara-tjara bertempur baru pula. Untuk dapat mengatasi kemadjuan² tehnis itu sebelum terdjadi, untuk dapat menimbang pengaruh sendjata baru tersebut dalam medan pertempuran, untuk
dapat mempergunakan itu semua sebelum orang lain tahu, merupakan sjarat bagi kemenangan".''
{{missing image}}
{{right|TRUPPENFUHRÜNG}}
''Ini adalah bentuk jang benar dari sebuah model pertjobaan dari sebuah pesawat pendarat jang terbang setjara membudjur tinggi jang sedang dibuat untuk Angkatan Darat AS oleh Piasecki ircraft
Corporation di Philadelphia. Pesawat ini direntjanakan untuk terbang 150 mil sedjam, terbang dan turun setjara membudjur tinggi, mendarat ditanah dan bergerak dilorong-lorong djalan antara gedung-gedung. Pesawat ini akan dipergunakan sebagai transpor ringan, sebagai suatu observasi atau penggerak artilerry atau sebagai bantuan udara setjara tjepat bergerak dalam taktik "hit-run". Dua rotor jang berbentuk horizontal ditempatkan didepan dan belakang dari chassis pesawat tsb.''<noinclude>{{rh|12}}</noinclude>
htjpui72lo40pj60ngyvdexw1bg9rf9
295173
295172
2026-05-14T09:28:47Z
Lutfiyatun
26681
295173
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{c|'''POLANDIA<br>Th. 1939'''}}
Kemenangan jang ditjapai pasukan Djerman dalam permulaan Perang Dunia II di Polandia tidak mungkin tertjapai kalau tidak ada Perang Saudara di Spanjol. Sebab perang kilat (Blitzkrieg) jg didjalankan Djerman di Polandia tidak lain merupakan „kopi" dan penjempurnaan dari pertempuran di Spanjol. Kalau di Spanjol hasilnja tidak nampak, tetapi di Polandia lima minggu sudah tjukup untuk menaklukkan negara itu. Dalam pertempuran² di Polandia itu pada hakekatnja bertemulah dua doktrin jang berlawanan 180 deradjat. Staf Umum Polandia jang mendapat peladjaran dari Weygand sendiri merasa tjukup kuat untuk menghadapi serangan2 Djerman. Kesalahan mereka ialah, bahwa
mereka masih mendasarkan segala tindakan mereka atas doktrin Perang Dunia I. Dikira bahwa Djerman akan menjerang negaranja dengan front lebar. Karena itu penempatan pasukan mereka disesuaikan pula atas dasar ini. Dan kalau Djerman akan
''„Perang sekalipun mengalami perubahan². Sendjata baru membentuk tjara-tjara bertempur baru pula. Untuk dapat mengatasi kemadjuan² tehnis itu sebelum terdjadi, untuk dapat menimbang pengaruh sendjata baru tersebut dalam medan pertempuran, untuk
dapat mempergunakan itu semua sebelum orang lain tahu, merupakan sjarat bagi kemenangan".''
{{missing image}}
{{right|'''TRUPPENFUHRÜNG'''}}
''Ini adalah bentuk jang benar dari sebuah model pertjobaan dari sebuah pesawat pendarat jang terbang setjara membudjur tinggi jang sedang dibuat untuk Angkatan Darat AS oleh Piasecki ircraft
Corporation di Philadelphia. Pesawat ini direntjanakan untuk terbang 150 mil sedjam, terbang dan turun setjara membudjur tinggi, mendarat ditanah dan bergerak dilorong-lorong djalan antara gedung-gedung. Pesawat ini akan dipergunakan sebagai transpor ringan, sebagai suatu observasi atau penggerak artilerry atau sebagai bantuan udara setjara tjepat bergerak dalam taktik "hit-run". Dua rotor jang berbentuk horizontal ditempatkan didepan dan belakang dari chassis pesawat tsb.''<noinclude>{{rh|12}}</noinclude>
fkbwyoa5d16x7dusigoh598ypp8joso
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/372
104
104500
295174
2026-05-14T09:29:15Z
Upiak Ituih
27011
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '''['' sapa nân datang yaʰ '' ]''. Hal ini sejajar benar dengan keterangan seorang penulis yang berbahasa ibu subdialek Kemayoran, Lukman Hakim<sup>14)</sup>, yang menerangkan bahwa / h / dalam posisi akhir dalam subdialeknya sering muncul seiring dengan unsur suprasegmental. Penulis ini memberi contoh berikut <div style="margin-left: 4em; line-height: 1.6;"> - Lo {{illegible}} makan -<br /> - ?udeh - </div> {{illegible}} yang pertama diucapkan...
295174
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Upiak Ituih" /></noinclude>''['' sapa nân datang yaʰ '' ]''.
Hal ini sejajar benar dengan keterangan seorang penulis yang berbahasa ibu subdialek Kemayoran, Lukman Hakim<sup>14)</sup>, yang menerangkan bahwa / h / dalam posisi akhir dalam subdialeknya sering muncul seiring dengan unsur suprasegmental. Penulis ini memberi contoh berikut
<div style="margin-left: 4em; line-height: 1.6;">
- Lo {{illegible}} makan -<br />
- ?udeh -
</div>
{{illegible}} yang pertama diucapkan tanpa ''['' h '']'', sedang yang kedua dengan ''['' h '']'', karena yang kedua, yang terletak pada akhir contour itu mendapat tekanan.
Selanjutnya penulis tersebut memberi contoh lain:
<div style="margin-left: 4em; line-height: 1.6;">
- ni di<sup>y</sup>E obatnyE -<br />
- nih di<sup>y</sup>E obatnyE -
</div>
Kata {{u|ni}} yang pertama tanpa ''['' h '']'', sedang yang kedua dengan ''['' h '']'', sesuai dengan keterangannya, karena yang kedua mendapat nada tinggi.
Jadi baik Hans Kähler sendiri, Lukman Hakim maupun saya masing-masing menemukan bahwa ''['' h '']'' bisa menyertai akhir vokal, dengan kata lain ''['' bótóh '']'' hanyalah bentuk varian dari ''['' boto '']''. Dan sesuai dengan keterangan Hans Kähler sendiri juga, varian itu bisa dengan hamzah. Jadi bisa juga bervariasi dengan ''['' boto' '']''.
Dan dengan sendirinya bentuk varian ''['' boto' '']'' tidak dapat dipakai dalam pasangan minimal dengan ''['' bōtoh '']'' sebagai bukti untuk menentukan fonim.
Disamping itu kata ''['' bōtoh '']'' dalam suatu pengecekan yang saya lakukan dengan seorang informan dari Rawamangun, ternyata dapat bervariasi dengan ''['' b0to '']'' (tanpa h).
Selain itu, menurut hasil pendengaran saya, ternyata bahwa vokal o bagi penutur bahasa subdialek Dalam Kota diucapkan dengan posisi lidah yang lebih tinggi dibanding dengan penutur dari Pinggir Kota. Jadi buat penutur Dalam Kota kata pulo diucapkan ''['' pulo '']'', sedang buat penutur Pinggir Kota ''['' pulo' '']''.
2.1. Demikianlah berdasar hal-hal yang disebutkan itu dapat ditarik suatu kesimpulan: Bahwa perbedaan pendapat antara Hans Kähler dan kesimpulan saya mengenai kedudukan vokoid ''['' o '']'' dan ''['' ó '']'' disebabkan {{hws|kere|}}<noinclude></noinclude>
olps1dngddxbuo4o4hxl3qhv17xntkr
295176
295174
2026-05-14T09:30:19Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295176
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>''['' sapa nân datang yaʰ '' ]''.
Hal ini sejajar benar dengan keterangan seorang penulis yang berbahasa ibu subdialek Kemayoran, Lukman Hakim<sup>14)</sup>, yang menerangkan bahwa / h / dalam posisi akhir dalam subdialeknya sering muncul seiring dengan unsur suprasegmental. Penulis ini memberi contoh berikut
<div style="margin-left: 4em; line-height: 1.6;">
- Lo {{illegible}} makan -<br />
- ?udeh -
</div>
{{illegible}} yang pertama diucapkan tanpa ''['' h '']'', sedang yang kedua dengan ''['' h '']'', karena yang kedua, yang terletak pada akhir contour itu mendapat tekanan.
Selanjutnya penulis tersebut memberi contoh lain:
<div style="margin-left: 4em; line-height: 1.6;">
- ni di<sup>y</sup>E obatnyE -<br />
- nih di<sup>y</sup>E obatnyE -
</div>
Kata {{u|ni}} yang pertama tanpa ''['' h '']'', sedang yang kedua dengan ''['' h '']'', sesuai dengan keterangannya, karena yang kedua mendapat nada tinggi.
Jadi baik Hans Kähler sendiri, Lukman Hakim maupun saya masing-masing menemukan bahwa ''['' h '']'' bisa menyertai akhir vokal, dengan kata lain ''['' bótóh '']'' hanyalah bentuk varian dari ''['' boto '']''. Dan sesuai dengan keterangan Hans Kähler sendiri juga, varian itu bisa dengan hamzah. Jadi bisa juga bervariasi dengan ''['' boto' '']''.
Dan dengan sendirinya bentuk varian ''['' boto' '']'' tidak dapat dipakai dalam pasangan minimal dengan ''['' bōtoh '']'' sebagai bukti untuk menentukan fonim.
Disamping itu kata ''['' bōtoh '']'' dalam suatu pengecekan yang saya lakukan dengan seorang informan dari Rawamangun, ternyata dapat bervariasi dengan ''['' b0to '']'' (tanpa h).
Selain itu, menurut hasil pendengaran saya, ternyata bahwa vokal o bagi penutur bahasa subdialek Dalam Kota diucapkan dengan posisi lidah yang lebih tinggi dibanding dengan penutur dari Pinggir Kota. Jadi buat penutur Dalam Kota kata pulo diucapkan ''['' pulo '']'', sedang buat penutur Pinggir Kota ''['' pulo' '']''.
2.1. Demikianlah berdasar hal-hal yang disebutkan itu dapat ditarik suatu kesimpulan: Bahwa perbedaan pendapat antara Hans Kähler dan kesimpulan saya mengenai kedudukan vokoid ''['' o '']'' dan ''['' ó '']'' disebabkan {{hws|kare|karena}}<noinclude>{{rh||4}}</noinclude>
41tu96oyaa2n4vkcs8sokmxmra1mjqo
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/160
104
104501
295180
2026-05-14T09:34:56Z
N.imaema
22481
/* Telah diuji baca */
295180
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" /></noinclude>{{missing image}}
{{Border|1=
'''Perhatikan !'''
Harap gambar<sup>2</sup> dibatja dari <br>
No. 1 s/d 16 jaitu urut dari<br>
kiri atas terus kebawah.}}<noinclude>{{rh|42}}</noinclude>
c2on4j9bz47kfdnyma81tscoz1fshka
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/631
104
104502
295190
2026-05-14T09:38:57Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
295190
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>dapatnja dengan tjara ini. Tjara lainnja, tjara rahasia dilakukan, bila tjara jang pertama tak dapat didjalamkan (wire-tapping, sensur Surat² dengan diam-diam dan sebagainja).
'''Bahan² Intelligence Dan Pemasakannja :'''
Seperti diuraikan diatas tadi, maka intelligence djangka pandjang harus dapat memberi djawaban atas pertanjaan² seperti :
bagaimana negara lain menerima politik luar negeri kita pada sesuatu waktu dan apa tindakan balasannja, apa kelemahan² mereka dan Jain-lain. Dengan demikian kita harus mulai dengan paling sedikitnja mengetahui negara² tersebut : keadaan tanahnja, penduduknja, 'ikota2 dan kampung, keadaan tekniknja, ekonominja dan lain-lain.
Didalam masa perang biasanja tiap-tiap negara jang ikut serta
berperang sudah mempunjai bahan-bahan mengenai negara² musuhnja atau bakal musuhnja. Bahan² ini dapat dirupakan oleh buku² ensiklopaedi ataupun laporan jang tersusun.
semua badan² intelligence diseluruh dunia mengumpulkan bahan-bahan setjara ini.
Orang² Inggeris menamakannja intelligence studies, monographs, di Amerika Serikat dinamakannja strategic surveys, topographical intelligence studies, feld monographs. Bahan² ini merupakan keterangan² dasar (basic descriptive element).
Bahan² ini jang hanja memberikan 'keterangan mengenai negara² tersebut pada suatu waktu, oleh bahan intelligence setiap hari harus ditambah dengan keterangan² mengenai perobahan² jang terdjadi. Keterangan² jang didapat ini untuk menambah keterangan dasar merupakan bahan jang menerangkan perobahan² jg lerdjadi (current reportorial element).
Bila kedua matjam bahan² inteligence tadi sudah didapatkan, maka sifat pekerdjaan intelligence jang ketiga dan terpenting ialah memasak bahan² tersebut jg
merwpakan sifat spekulatif. Dengan mengolah bahan tersebut diatas setjara analistis, bagian intelligence dapat mengetahui lebih dahulu tindakan² apa negara² lain akan djalankan ataupun akan membalas tindakan² kita. Kita dapat mengetahui keadaan ke-
kuatan² politik dan sebagainja jg lazim disebut non-military instrumentalities, baik kekuatan² untuk berperang mereka maupun
kelemahan² mereka dilapangan lain.
'''Siapa Dan Bagaimana Menggunakan Intelligence ?'''
Hubungan antara intelligence dan sipemakai analyses inteligence adalah penting sekali, karena bagaimanapun baiknja pekerdjaan intelligence, bila tak dapat mengetahui “keadaan kedapat dipakai ataupun kurang dihargainja, maka hasil pajah intelligence tak berfaedah sama sekali.
Intelligence harus rapat sekali hubungannja dengan perentjana²<noinclude>{{rh|||41}}</noinclude>
qmblrn6h2hzvvv5ftklje6v6ftqwpal
295195
295190
2026-05-14T09:39:42Z
Lutfiyatun
26681
295195
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>dapatnja dengan tjara ini. Tjara lainnja, tjara rahasia dilakukan, bila tjara jang pertama tak dapat didjalamkan (wire-tapping, sensur Surat² dengan diam-diam dan sebagainja).
'''Bahan² Intelligence Dan Pemasakannja :'''
Seperti diuraikan diatas tadi, maka intelligence djangka pandjang harus dapat memberi djawaban atas pertanjaan² seperti :
bagaimana negara lain menerima politik luar negeri kita pada sesuatu waktu dan apa tindakan balasannja, apa kelemahan² mereka dan Jain-lain. Dengan demikian kita harus mulai dengan paling sedikitnja mengetahui negara² tersebut : keadaan tanahnja, penduduknja, 'ikota2 dan kampung, keadaan tekniknja, ekonominja dan lain-lain.
Didalam masa perang biasanja tiap-tiap negara jang ikut serta
berperang sudah mempunjai bahan-bahan mengenai negara² musuhnja atau bakal musuhnja. Bahan² ini dapat dirupakan oleh buku² ensiklopaedi ataupun laporan jang tersusun.
semua badan² intelligence diseluruh dunia mengumpulkan bahan-bahan setjara ini.
Orang² Inggeris menamakannja intelligence studies, monographs, di Amerika Serikat dinamakannja strategic surveys, topographical intelligence studies, feld monographs. Bahan² ini merupakan keterangan² dasar (basic descriptive element).
Bahan² ini jang hanja memberikan 'keterangan mengenai negara² tersebut pada suatu waktu, oleh bahan intelligence setiap hari harus ditambah dengan keterangan² mengenai perobahan² jang terdjadi. Keterangan² jang didapat ini untuk menambah keterangan dasar merupakan bahan jang menerangkan perobahan² jg lerdjadi (current reportorial element).
Bila kedua matjam bahan² inteligence tadi sudah didapatkan, maka sifat pekerdjaan intelligence jang ketiga dan terpenting ialah memasak bahan² tersebut jg merupakan sifat spekulatif. Dengan mengolah bahan tersebut diatas setjara analistis, bagian intelligence dapat mengetahui lebih dahulu tindakan² apa negara² lain akan djalankan ataupun akan membalas tindakan² kita. Kita dapat mengetahui keadaan kekuatan² politik dan sebagainja jg lazim disebut non-military instrumentalities, baik kekuatan² untuk berperang mereka maupun kelemahan² mereka dilapangan lain.
'''Siapa Dan Bagaimana Menggunakan Intelligence ?'''
Hubungan antara intelligence dan sipemakai analyses inteligence adalah penting sekali, karena bagaimanapun baiknja pekerdjaan intelligence, bila tak dapat mengetahui “keadaan kedapat dipakai ataupun kurang dihargainja, maka hasil pajah intelligence tak berfaedah sama sekali.
Intelligence harus rapat sekali hubungannja dengan perentjana²<noinclude>{{rh|||41}}</noinclude>
np17v6y3jzd2bt5kvll7qield1pm8by
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/645
104
104503
295198
2026-05-14T09:41:34Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong
295198
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude><noinclude></noinclude>
6134lv1yv9f7zbgirdyk2lt6owjfkja
295232
295198
2026-05-14T10:05:46Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
295232
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>baru merupakan idee sadja, tetapi telah merupakan kenjataan.
Apakah sebabnja P.R.RI. dengan intervensi asingnja itu gagal di Indonesia?
Djawabnja hanja pendek. Jaitu karena P.R.R.I. mengabaikan aspirasi nasional bangsa Indonesia dan mengutamakan bantuan asing.
Oleh karena itulah, maka kita tidak dapat membenarkan suatu tjampur tangan asing dinegara manapun djuga, dan kepada negara atau bangsa apapun djuga.
Pendapat kita ini sudah djelas, karena kita tidak mengingini pengchianatan terhadap para pahlawan kita jang telah berbaring dimakam2 pahlawan didesa, di-hutan, di-gunung, jang bermakam dan jang tidak, jang dikena maupun jang tidak, mereka telah mengorbankan segala jang mereka kasihi untuk mempertahankan aspirasi nasional bangsa Indonesia. Bagi Bangsa atau Negara lain, intervensi djuga tidak kita kehendaki, karena hal ini kita
anggap bertentangan dengan hak dan kewadjiban Bangsa atau Negara, dan bertentangan dengan kesadaran hukum antar Bangsa.
Pendirian kita ini bukanlah pendirian kita sadja, tetapi pendirian dari sebagian besar Bangsa-bangsa dan Negara didunia
ini.
Perang kolonial pertama dan kedua jang dilantjarkan Belanda
dapat kita pertahankan, dau pengchianatan P.R.R.I. dapat kita
patahkan, pengchianatan R.M.S., A.P.R.A., Andi Azis djuga dapat
kita hantjurkan, djustru karena anasir ini ingin menawar nilai
kemerdekaan kita.
Maka hendaknjalah dunia dapat mengetahui, bahwa kita bukanlah anak ketjil dalam hal menilai dan mempertahankan kemerdekaan jang sepenuhnja.
-.-<noinclude>{{rh|||55}}</noinclude>
hmjyxluc0vn191npclo774h1ihj2wph
295238
295232
2026-05-14T10:09:15Z
Lutfiyatun
26681
295238
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>baru merupakan idee sadja, tetapi telah merupakan kenjataan.
Apakah sebabnja P.R.RI. dengan intervensi asingnja itu gagal di Indonesia?
Djawabnja hanja pendek. Jaitu karena P.R.R.I. mengabaikan aspirasi nasional bangsa Indonesia dan mengutamakan bantuan asing.
Oleh karena itulah, maka kita tidak dapat membenarkan suatu tjampur tangan asing dinegara manapun djuga, dan kepada negara atau bangsa apapun djuga.
Pendapat kita ini sudah djelas, karena kita tidak mengingini pengchianatan terhadap para pahlawan kita jang telah berbaring dimakam² pahlawan didesa, di-hutan, di-gunung, jang bermakam dan jang tidak, jang dikena maupun jang tidak, mereka telah mengorbankan segala jang mereka kasihi untuk mempertahankan aspirasi nasional bangsa Indonesia. Bagi Bangsa atau Negara lain, intervensi djuga tidak kita kehendaki, karena hal ini kita
anggap bertentangan dengan hak dan kewadjiban Bangsa atau Negara, dan bertentangan dengan kesadaran hukum antar Bangsa.
Pendirian kita ini bukanlah pendirian kita sadja, tetapi pendirian dari sebagian besar Bangsa-bangsa dan Negara didunia
ini.
Perang kolonial pertama dan kedua jang dilantjarkan Belanda
dapat kita pertahankan, dau pengchianatan P.R.R.I. dapat kita
patahkan, pengchianatan R.M.S., A.P.R.A., Andi Azis djuga dapat
kita hantjurkan, djustru karena anasir ini ingin menawar nilai
kemerdekaan kita.
Maka hendaknjalah dunia dapat mengetahui, bahwa kita bukanlah anak ketjil dalam hal menilai dan mempertahankan kemerdekaan jang sepenuhnja.
-.-<noinclude>{{rh|||55}}</noinclude>
717h8kplk4oc2vsl37urk3jjl3l3u2l
295239
295238
2026-05-14T10:09:34Z
Lutfiyatun
26681
295239
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>baru merupakan idee sadja, tetapi telah merupakan kenjataan.
Apakah sebabnja P.R.RI. dengan intervensi asingnja itu gagal di Indonesia?
Djawabnja hanja pendek. Jaitu karena P.R.R.I. mengabaikan aspirasi nasional bangsa Indonesia dan mengutamakan bantuan asing.
Oleh karena itulah, maka kita tidak dapat membenarkan suatu tjampur tangan asing dinegara manapun djuga, dan kepada negara atau bangsa apapun djuga.
Pendapat kita ini sudah djelas, karena kita tidak mengingini pengchianatan terhadap para pahlawan kita jang telah berbaring dimakam² pahlawan didesa, di-hutan, di-gunung, jang bermakam dan jang tidak, jang dikena maupun jang tidak, mereka telah mengorbankan segala jang mereka kasihi untuk mempertahankan aspirasi nasional bangsa Indonesia. Bagi Bangsa atau Negara lain, intervensi djuga tidak kita kehendaki, karena hal ini kita
anggap bertentangan dengan hak dan kewadjiban Bangsa atau Negara, dan bertentangan dengan kesadaran hukum antar Bangsa.
Pendirian kita ini bukanlah pendirian kita sadja, tetapi pendirian dari sebagian besar Bangsa-bangsa dan Negara didunia
ini.
Perang kolonial pertama dan kedua jang dilantjarkan Belanda
dapat kita pertahankan, dau pengchianatan P.R.R.I. dapat kita
patahkan, pengchianatan R.M.S., A.P.R.A., Andi Azis djuga dapat
kita hantjurkan, djustru karena anasir ini ingin menawar nilai
kemerdekaan kita.
Maka hendaknjalah dunia dapat mengetahui, bahwa kita bukanlah anak ketjil dalam hal menilai dan mempertahankan kemerdekaan jang sepenuhnja.
{{c|-.-}}<noinclude>{{rh|||55}}</noinclude>
elm83o8c2wjrg7bmrds17mh153wug2e
295242
295239
2026-05-14T10:09:55Z
Lutfiyatun
26681
295242
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>baru merupakan idee sadja, tetapi telah merupakan kenjataan.
Apakah sebabnja P.R.RI. dengan intervensi asingnja itu gagal di Indonesia?
Djawabnja hanja pendek. Jaitu karena P.R.R.I. mengabaikan aspirasi nasional bangsa Indonesia dan mengutamakan bantuan asing.
Oleh karena itulah, maka kita tidak dapat membenarkan suatu tjampur tangan asing dinegara manapun djuga, dan kepada negara atau bangsa apapun djuga.
Pendapat kita ini sudah djelas, karena kita tidak mengingini pengchianatan terhadap para pahlawan kita jang telah berbaring dimakam² pahlawan didesa, di-hutan, di-gunung, jang bermakam dan jang tidak, jang dikena maupun jang tidak, mereka telah mengorbankan segala jang mereka kasihi untuk mempertahankan aspirasi nasional bangsa Indonesia. Bagi Bangsa atau Negara lain, intervensi djuga tidak kita kehendaki, karena hal ini kita
anggap bertentangan dengan hak dan kewadjiban Bangsa atau Negara, dan bertentangan dengan kesadaran hukum antar Bangsa.
Pendirian kita ini bukanlah pendirian kita sadja, tetapi pendirian dari sebagian besar Bangsa-bangsa dan Negara didunia
ini.
Perang kolonial pertama dan kedua jang dilantjarkan Belanda
dapat kita pertahankan, dau pengchianatan P.R.R.I. dapat kita
patahkan, pengchianatan R.M.S., A.P.R.A., Andi Azis djuga dapat
kita hantjurkan, djustru karena anasir ini ingin menawar nilai
kemerdekaan kita.
Maka hendaknjalah dunia dapat mengetahui, bahwa kita bukanlah anak ketjil dalam hal menilai dan mempertahankan kemerdekaan jang sepenuhnja.
{{c|—.—}}<noinclude>{{rh|||55}}</noinclude>
g6e2b4gb4p3khncmgm3m6qz99i2rvq2
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/352
104
104504
295202
2026-05-14T09:42:49Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295202
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><div style="text-align: center; font-size: 130%; letter-spacing: 2px; line-height: 1.6; margin-bottom: 2em;">ISTILAH - ISTILAH</div>
KESENIAN (Barat):
{| style="line-height: 1.5; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%; font-size: 95%;"
| style="vertical-align: top; width: 23em;" | a battuta ''['' It '']''
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | menurut matra
|-
| style="vertical-align: top;" | accelerando ''['' It '']''
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | mentcepat, makin cepat
|-
| style="vertical-align: top;" | accrescendo ''['' It '']''
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | meningkat, akresendo
|-
| style="vertical-align: top;" | adagio ''['' It '']''
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | lambat, adagio
|-
| style="vertical-align: top;" | addolorato ''['' It '']''
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | sedih
|-
| style="vertical-align: top;" | ad libitum ''['' Lat '']''
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | ad libitum, sekehendak pemain
|-
| style="vertical-align: top;" | aequitonus ''['' Lat '']''
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | sama tinggi-nada
|-
| style="vertical-align: top;" | aequo animo ''['' Lat '']''
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | (tetap) tenang
|-
| style="vertical-align: top;" | affanato ''['' It '']''
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | gelisah sedih
|-
| style="vertical-align: top;" | a voce piena ''['' It '']''
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | suara penuh
|-
| style="vertical-align: top;" | balalaika
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | balalaika ''['' alat musik petik Rusia semacam gitar '']''
|-
| style="vertical-align: top;" | bal masqué
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | pesta kedok, pesta topeng
|-
| style="vertical-align: top;" | barre ''['' Per '']''
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | garis matra
|-
| style="vertical-align: top;" | basso continuo ''['' It '']''
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | bas menerus, bas pengikut
|-
| style="vertical-align: top;" | battuta ''['' It '']''
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | batuta, (ketuk) matra
|-
| style="vertical-align: top;" | cadence ''['' Per '']''
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | kadensa, penutup nada, akhir berlaras
|-
| style="vertical-align: top;" | cantore ''['' It '']''
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | pendahulu nyanyi
|-
| style="vertical-align: top;" | celesta ''['' It '']''
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | selesta / 1 alat musik berbilahan baja yg diketik; 2 register orgel '']''
|-
| style="vertical-align: top;" | ces-dur ''['' Djer '']''
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | ces-dur ''['' jenis tangga nada mayor - 7 mol '']''
|-
| style="vertical-align: top;" | claquebois ''['' Per '']''
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | silofon ''['' semacam gambang '']''
|-
| style="vertical-align: top;" | clavichord ''['' Ing '']''
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | klavikor ''['' piano primitif '']''
|-
| style="vertical-align: top;" | decrescendo ''['' It '']''
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | dekresendo, melemah
|-
| style="vertical-align: top;" | devotamente ''['' It '']''
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | khusyuk
|-
| style="vertical-align: top;" | devote ''['' Per '']''
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | bakti, khusyuk, khidmat
|-
| style="vertical-align: top;" | diminuendo ''['' It '']''
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | diminuendo, mengurangi
|}<noinclude>{{rh||38}}</noinclude>
tra1p15g7ebv8ic8nutm5jqm4yg07zt
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/763
104
104505
295203
2026-05-14T09:43:06Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Kesimpula an Arti aa naan an Mil Perkawinan AN Pan Pn man perang kemerdekaan jang kita laksanakan setjara perang rakjat hingga revolusi untuk pe- rebutan kekuasaan tertjapai, dan pengalaman bertahun-tahun ke- mudian didalam mendjalankan operasi keamanan, memberikan pengertian bahwa perebutan ke- kuasaan adalah tudjuan dari tiap revolusi jang hanja merupakan pendahuluan bagi usaha? selan- djutnja ialah mengadakan susu- nan Negara...
295203
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Kesimpula an Arti aa
naan an Mil
Perkawinan AN Pan Pn
man perang kemerdekaan jang
kita laksanakan setjara perang
rakjat hingga revolusi untuk pe-
rebutan kekuasaan tertjapai, dan
pengalaman bertahun-tahun ke-
mudian didalam mendjalankan
operasi keamanan, memberikan
pengertian bahwa perebutan ke-
kuasaan adalah tudjuan dari tiap
revolusi jang hanja merupakan
pendahuluan bagi usaha? selan-
djutnja ialah mengadakan susu-
nan Negara jang baru dengan
pedoman djiwa serta semangat
jang baru pula. Tekad perdjua-
ngan Bangsa kita dan paham pe-
rang baru dalam abad jet dan
atoom mendorong adanja keha-
rusan untuk menjelesaikan ke-
amanan dalam negeri didalam
rangka pertahanan Negara, ka-
rena keamanan dalam negeri jg.
merupakan perintang pokok dari
kelantjaran usaha? selandjutnja
dari revolusi telah menjadarkan
kita bahwa keamanan dalam ne-
geri tidaklah berdiri sendiri dan
semata-mata hanjalah soal "da-
lam” negeri sadja. Djustru itu
kita insjafi kemutlakan stabilitet
Angkatan Perang kita sebagai
inti pelaksana dari pertahanan
rakjat teratur dalam ruang dan
batas bagaimanapun jang diberi-
kan oleh taraf kemampuan Ne-
gara. Pelaksanaannja setjara ter-
atur membutuhkan adanja pelba-
gai Undang? jang akan merupa-
kan pangkal landasan bagi sta-
bilitet Angkatan Perang chusus-
nja maupun bagi penjempurnaan
ketahanan militer pada umumnja
guna mengelakkan lawan jang
datangnja dari luar atau jang
muntjul dari dalam. Hal ini akan
mendjadi salah satu usaha jang
hasilnja dapat diperhitungkan
untuk menjelesaikan persoalan?
kita jang sekian lama telah ber-
gerak setjara tidak berudjung-
pangkal. Semoga Jang Maha Esa
menuntun para pemimpin kita ke
pangkal jang dimaksudkan hing-
ga selandjutnja dapat membawa
perkembangan sedjarah Indone-
sia kearah perwudjudan tjita? :
masjarakat bebas, bersatu, adil
dan makmur.
...
PRODENT
TAPAL GIGI
.
-— TT
ti |
3
—
TN -
5
N.V.LIAN BOEN
'"WEAVING WORKS"
Mengeluarkan:
Rupa-rupa Kain Tenuan Indonesia Asli.
SBB. Gabardin — Woll — Imitasi (Aseta)
Tisor dan lain-lainnja
Djalan Pasar Tengah 217 D
Tilpon 50
MADJALAJA
25<noinclude></noinclude>
ncn86uv791p7gavt7ox7o9d6ysdd97z
295250
295203
2026-05-14T10:15:03Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
295250
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>''Kesimpulaan Arti Penjemurnaan Militer.'''
Perkawinan antara pengalaman perang kemerdekaan jang kita laksanakan setjara perang rakjat hingga revolusi untuk perebutan kekuasaan tertjapai, dan pengalaman bertahun-tahun kemudian didalam mendjalankan operasi keamanan, memberikan pengertian bahwa perebutan kekuasaan adalah tudjuan dari tiap revolusi jang hanja merupakan pendahuluan bagi usaha² selandjutnja ialah mengadakan susunan Negara jang baru dengan pedoman djiwa serta semangat jang baru pula. Tekad perdjuangan Bangsa kita dan paham perang baru dalam abad jet dan atoom mendorong adanja keharusan untuk menjelesaikan keamanan dalam negeri didalam rangka pertahanan Negara, karena keamanan dalam negeri jg. merupakan perintang pokok dari kelantjaran usaha² selandjutnja dari revolusi telah menjadarkan kita bahwa keamanan dalam negeri tidaklah berdiri sendiri dan semata-mata hanjalah soal "dalam” negeri sadja. Djustru itu kita insjafi kemutlakan stabilitet
Angkatan Perang kita sebagai inti pelaksana dari pertahanan
rakjat teratur dalam ruang dan batas bagaimanapun jang diberikan oleh taraf kemampuan Negara. Pelaksanaannja setjara teratur membutuhkan adanja pelbagai Undang² jang akan merupakan pangkal landasan bagi stabilitet Angkatan Perang chususnja maupun bagi penjempurnaan ketahanan militer pada umumnja guna mengelakkan lawan jang datangnja dari luar atau jang muntjul dari dalam. Hal ini akan mendjadi salah satu usaha jang hasilnja dapat diperhitungkan untuk menjelesaikan persoalan² kita jang sekian lama telah bergerak setjara tidak berudjungpangkal. Semoga Jang Maha Esa menuntun para pemimpin kita ke pangkal jang dimaksudkan hingga selandjutnja dapat membawa perkembangan sedjarah Indonesia kearah perwudjudan tjita² :masjarakat bebas, bersatu, adil dan makmur.
{{c| * * *}}
PRODENT
TAPAL GIGI
.
-— TT
ti |
3
—
TN -
5
N.V.LIAN BOEN
'"WEAVING WORKS"
Mengeluarkan:
Rupa-rupa Kain Tenuan Indonesia Asli.
SBB. Gabardin — Woll — Imitasi (Aseta)
Tisor dan lain-lainnja
Djalan Pasar Tengah 217 D
Tilpon 50
MADJALAJA
25<noinclude>{{rh|||25}}</noinclude>
n8efbb0i8nnkj0hyg9k68vz6h8y2ex1
295251
295250
2026-05-14T10:15:15Z
Lutfiyatun
26681
295251
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>'''Kesimpulaan Arti Penjemurnaan Militer.'''
Perkawinan antara pengalaman perang kemerdekaan jang kita laksanakan setjara perang rakjat hingga revolusi untuk perebutan kekuasaan tertjapai, dan pengalaman bertahun-tahun kemudian didalam mendjalankan operasi keamanan, memberikan pengertian bahwa perebutan kekuasaan adalah tudjuan dari tiap revolusi jang hanja merupakan pendahuluan bagi usaha² selandjutnja ialah mengadakan susunan Negara jang baru dengan pedoman djiwa serta semangat jang baru pula. Tekad perdjuangan Bangsa kita dan paham perang baru dalam abad jet dan atoom mendorong adanja keharusan untuk menjelesaikan keamanan dalam negeri didalam rangka pertahanan Negara, karena keamanan dalam negeri jg. merupakan perintang pokok dari kelantjaran usaha² selandjutnja dari revolusi telah menjadarkan kita bahwa keamanan dalam negeri tidaklah berdiri sendiri dan semata-mata hanjalah soal "dalam” negeri sadja. Djustru itu kita insjafi kemutlakan stabilitet
Angkatan Perang kita sebagai inti pelaksana dari pertahanan
rakjat teratur dalam ruang dan batas bagaimanapun jang diberikan oleh taraf kemampuan Negara. Pelaksanaannja setjara teratur membutuhkan adanja pelbagai Undang² jang akan merupakan pangkal landasan bagi stabilitet Angkatan Perang chususnja maupun bagi penjempurnaan ketahanan militer pada umumnja guna mengelakkan lawan jang datangnja dari luar atau jang muntjul dari dalam. Hal ini akan mendjadi salah satu usaha jang hasilnja dapat diperhitungkan untuk menjelesaikan persoalan² kita jang sekian lama telah bergerak setjara tidak berudjungpangkal. Semoga Jang Maha Esa menuntun para pemimpin kita ke pangkal jang dimaksudkan hingga selandjutnja dapat membawa perkembangan sedjarah Indonesia kearah perwudjudan tjita² :masjarakat bebas, bersatu, adil dan makmur.
{{c| * * *}}
PRODENT
TAPAL GIGI
.
-— TT
ti |
3
—
TN -
5
N.V.LIAN BOEN
'"WEAVING WORKS"
Mengeluarkan:
Rupa-rupa Kain Tenuan Indonesia Asli.
SBB. Gabardin — Woll — Imitasi (Aseta)
Tisor dan lain-lainnja
Djalan Pasar Tengah 217 D
Tilpon 50
MADJALAJA
25<noinclude>{{rh|||25}}</noinclude>
og3bcd9h5vc2gxakqymdyya1l8ryrtr
295252
295251
2026-05-14T10:15:38Z
Lutfiyatun
26681
295252
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>'''Kesimpulaan Arti Penjemurnaan Militer.'''
Perkawinan antara pengalaman perang kemerdekaan jang kita laksanakan setjara perang rakjat hingga revolusi untuk perebutan kekuasaan tertjapai, dan pengalaman bertahun-tahun kemudian didalam mendjalankan operasi keamanan, memberikan pengertian bahwa perebutan kekuasaan adalah tudjuan dari tiap revolusi jang hanja merupakan pendahuluan bagi usaha² selandjutnja ialah mengadakan susunan Negara jang baru dengan pedoman djiwa serta semangat jang baru pula. Tekad perdjuangan Bangsa kita dan paham perang baru dalam abad jet dan atoom mendorong adanja keharusan untuk menjelesaikan keamanan dalam negeri didalam rangka pertahanan Negara, karena keamanan dalam negeri jg. merupakan perintang pokok dari kelantjaran usaha² selandjutnja dari revolusi telah menjadarkan kita bahwa keamanan dalam negeri tidaklah berdiri sendiri dan semata-mata hanjalah soal "dalam” negeri sadja. Djustru itu kita insjafi kemutlakan stabilitet
Angkatan Perang kita sebagai inti pelaksana dari pertahanan
rakjat teratur dalam ruang dan batas bagaimanapun jang diberikan oleh taraf kemampuan Negara. Pelaksanaannja setjara teratur membutuhkan adanja pelbagai Undang² jang akan merupakan pangkal landasan bagi stabilitet Angkatan Perang chususnja maupun bagi penjempurnaan ketahanan militer pada umumnja guna mengelakkan lawan jang datangnja dari luar atau jang muntjul dari dalam. Hal ini akan mendjadi salah satu usaha jang hasilnja dapat diperhitungkan untuk menjelesaikan persoalan² kita jang sekian lama telah bergerak setjara tidak berudjungpangkal. Semoga Jang Maha Esa menuntun para pemimpin kita ke pangkal jang dimaksudkan hingga selandjutnja dapat membawa perkembangan sedjarah Indonesia kearah perwudjudan tjita² :masjarakat bebas, bersatu, adil dan makmur.
{{c| * * *}}<noinclude>{{rh|||25}}</noinclude>
gx4xp35if6mrz9emqmiunebc5ds83e5
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1096
104
104506
295206
2026-05-14T09:45:44Z
N.imaema
22481
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'bentuk perdjuangannja baik segi-segi: dasar-dasar maupun segi-segi iramanja, demi untuk menegakkan dan membina Neqara dan Bangsa itu mendjadi suatu Bangsa dan Negara janq Merdeka, Berdaulat, Bersatu, Adil dan Makmur. Begitupun Bangsa dan Negara Indonesia jang memiliki kepribadiannja sendiri, telah berdjuang sedjak beberapa abad jang silam; tidak hanja berdjuang menentang kapitalisme, atau pendjadjah sadja, melainkan mempunjai tudjuan-tudjuan das...
295206
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="N.imaema" /></noinclude>bentuk perdjuangannja baik segi-segi: dasar-dasar maupun segi-segi iramanja, demi untuk menegakkan dan membina Neqara dan Bangsa itu mendjadi suatu Bangsa dan Negara janq Merdeka, Berdaulat, Bersatu, Adil dan Makmur. Begitupun Bangsa dan Negara Indonesia jang memiliki kepribadiannja sendiri, telah berdjuang sedjak beberapa abad jang silam; tidak hanja berdjuang menentang kapitalisme, atau pendjadjah sadja, melainkan mempunjai tudjuan-tudjuan dasar perdjuangan jakni satu Bangsa dan Negara jang Merdeka, Berdaulat, Bersatu, Adil dan Makmur.
Perdjuangan Bangsa Indonesia demi untuk mentjapai tudjuan<sup>2</sup> dasar perdjuangannja telah digerakkan oleh seluruh rakjat Indonesia, djustru tudjuan<sup>2</sup> dasar tersebut telah tertanam atau telah mendjadi tjita-tjita atau kehendak tiap<sup>2</sup> pribadi Bangsa Indonesia.
Dengan ketentuan-ketentuan tudjuan<sup>2</sup> dasar perdjuangan inilah, maka rakjat Indonesia pada achirnja menjatakan kehendak untuk Merdeka dan Berdaulat atas Bangsa dan Negaranja.
Demikianlah, sehingga terdjadinja proklamasi Kemerdekaan dan Kedaulatan Negara dan Bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 jang silam. Perdjuanqan dan Proklamasi 17 Aqustus 1945 adalah berarti kita mendirikan suatu Negara dan Bangsa jang mempunjai dasar tudjuan perdjuangan, dasar-dasar mana adalah djuga mendjadi dasar (Sila) Negara.
Dasar tudjuan perdivangan atau dasar-dasar Negara adalah sangat penting dalam arti jang luas (politik, ekonomi, sosial, kebudajaan, pertahanan dan sebaqainja). Dasar tudjuan perdjuangan atau dasar Negara kita jang telah ditentukan adalah Pantia Sila jakni:
#Ketuhanan Jang Maha Esa.
#Perikemanusiaan.
#Kebangsaan.
#Kedaulatan Rakjat.
#Keadilan Sosial.
Pantia Sila kita adalah suatu dasar jang dibentuk sesuai dengan kepribadian bangsa kita dan diatas dasar itu segenap rakjat Indonesia dipersatu-padukan.
'''Tijatatan :'''
Uraian details mengenai Pantja Sila ini lihat brosur-brosur jang diterbitkan djuga tieramah-tjeramah atau pidato-pidato jang diutjapkan oleh P.J.M. Presiden Republik Indonesia.
'''II. DASAR MAKSUD DAN TUDJUAN:'''
#Operasi Kesadaran Nasional, sebagaimana uraian pasal | mempunjai dasar-dasar mak-
sud dan tudjuan jang berdasarkan dasar pokok Kesadaran Nasional dalam arti antara
lain: :
1.1. Mempertebal kejakinan tian-tiap pribadi Bangsa Indonesia untuk mempunjai ke-
mauan, mempunjai tekad dan mempunjai rasa kerelaan jang ichlas berkorban, mem-
punjai rasa tanqqung djawab terhadap Negara dan Bangsanja.
1.2. Mempertebal kejakinan terhadap tjita-tjita dasar perdjuangan Nasional.
1.3. Mempertebal dan memperkuat rasa kesatuan, kekuatan dan persatuan, senasib dan
seperdjuanaan dalam bentuk :
— Satu Bangsa.
— Satu Negara.
— Satu Bahasa.
Satu Bendera Nasional.
Satu Laqu Nasional.
Satu tiita-tjita Dasar Perdjuangan-
Satu Idioloaie dan Politik Neq™@-
Satu Pemerintah Neqara RJ. j "9 memimpin dan membimbing
rakjat kearah tiita-tiita dasar p tdjuanqan Nasional Bangsa.
2. Operasi Kesadaran Nasional diqerakka’ adalah djuga untuk mentjari djalan untuk me-
naatasi diiwa rakjat jang apathies dan essimistis untuk antara lain:
2.1. Neutraliseren mereka dari idee-ide* revolusfoner dalam artian djelek.
2.2. Mempertebal kenertiajaan mereka “ethadap Pemerintah dan alat-alatnia.
2.3. Mewudjudkan Kesadaran dan Keinsjafan dan Tanggurg-djawab ber Negara.
EEA]<noinclude></noinclude>
4avdiketjgcva0c5psv77mm9xwwedk5
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/712
104
104507
295214
2026-05-14T09:54:07Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
295214
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{sp|Security}} dalam (bahasa Indonesianja diartikan: {{sp|Keamanan}}, dan dalam fungsinja ia berarti: {{sp|Pengamanan.}} Djadi istilah² : security nasional, security militer dsb. berarti : pengamanan nasional atau pengamanan Negara,pengamanan militer dsb. jaitu: pengamanan terhadap gangguan atau perkosaan dari luar, agar keutuhan dan potensi dari Negara itu dapat dipelihara dan didjamin. Dapat djuga diartikan bahwa fungsi dari pada security ditudjukan kepada kegiatan intelligence musuh.
Dengan keterangan serba singkat tentang arti dan fungsi dari
pada intelligence dan security ini, kiranja dapat dihindari pengertian-pengertian jang mengatjaukan atas istillah² intelligence dan security, jang mana adalah penting untuk melantjarkan tjara pemakaianja oleh tiap pradjurit A.P. dan terutama untuk dapat mentjiptakan kesempurnaan kerdja sama jang se-baik²nja dalam pelaksanaan security militer.
Pelaksanaan security bukannja tugas dari petugas² intelligency/security sadja (anggota²dari Seksi atau Staf Umum), tetapi adalah kewadjiban dari tiap pradjurit.
'''Pemakaian Intelligence'''
Membitjarakan tentang pemakaian dari pada intelligence, maka tidak dapat dipisahkan ia dari pada pertumbuhan sedjarahnja
dan perlu pula dihubungkan dengan pengertian tentang perang
dan sedjarah perang dari zaman ke zaman. karena sedjak abad
pertengahan dan sebelumnja, sudah terdapat kegiatan? jang
mempunjai sifat² dan elemen² intelligence. Kegiatan² ini lama kelamaan disempurnakan udjudnja sesuai dengan pertumbuhan ke-
madjuan technik, ketjerdasan politiek, perkembangan² ekonomie
dan sosial dan sebagainja jang mempengaruhi pertumbuhan dari
pada sedjarah perang.
Apakah perang ?
Menurut Clausewitz, seorang ahli militer jang terbesar diabab ke 19 bahwa: Perang adalah landjutan dari pada (pertikaian) politiek dengan lain tjara (kekerasan sendjata).
(The continuation of policy by other means).
Demikianlah kegiatan² dari pada intelligence dari zaman ke
zaman tumbuh menudju kemadjuannja seimbang dengan sifatnja perang:
Pada zaman kuno umpamanja, diwaktu mana perang hanja dilakukan oleh pradjurit dengan pradjurit sadja dan tidak mempunjai front pertempuran jang luas, maka pengintaian terhadap pertahanan musuh, tjukuplah dilakukan oleh seorang atau beberapa orang pengintai dari atas pohon kaju atau dari atas bukit. Ini telah merupakan salah satu dari pada kegiatan² intelligence meskipun pada waktu itu tidak ada petugas² intelligence jang mempunjai spesialisasi.<noinclude>{{rh|54}}</noinclude>
lsqp7gbzt6s17e4841clrx0odaondv0
295220
295214
2026-05-14T09:56:23Z
Lutfiyatun
26681
295220
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{sp|Security}} dalam (bahasa Indonesianja diartikan: {{sp|Keamanan}}, dan dalam fungsinja ia berarti: {{sp|Pengamanan.}} Djadi istilah² : security nasional, security militer dsb. berarti : pengamanan nasional atau pengamanan Negara,pengamanan militer dsb. jaitu: pengamanan terhadap gangguan atau perkosaan dari luar, agar keutuhan dan potensi dari Negara itu dapat dipelihara dan didjamin. Dapat djuga diartikan bahwa fungsi dari pada security ditudjukan kepada kegiatan intelligence musuh.
Dengan keterangan serba singkat tentang arti dan fungsi dari
pada intelligence dan security ini, kiranja dapat dihindari pengertian-pengertian jang mengatjaukan atas istillah² intelligence dan security, jang mana adalah penting untuk melantjarkan tjara pemakaianja oleh tiap pradjurit A.P. dan terutama untuk dapat mentjiptakan kesempurnaan kerdja sama jang se-baik²nja dalam pelaksanaan security militer.
Pelaksanaan security bukannja tugas dari petugas² intelligency/security sadja (anggota²dari Seksi atau Staf Umum), tetapi adalah kewadjiban dari tiap pradjurit.
'''Pemakaian Intelligence'''
Membitjarakan tentang pemakaian dari pada intelligence, maka tidak dapat dipisahkan ia dari pada pertumbuhan sedjarahnja
dan perlu pula dihubungkan dengan pengertian tentang perang
dan sedjarah perang dari zaman ke zaman. karena sedjak abad
pertengahan dan sebelumnja, sudah terdapat kegiatan? jang
mempunjai sifat² dan elemen² intelligence. Kegiatan² ini lama kelamaan disempurnakan udjudnja sesuai dengan pertumbuhan ke-
madjuan technik, ketjerdasan politiek, perkembangan² ekonomie
dan sosial dan sebagainja jang mempengaruhi pertumbuhan dari
pada sedjarah perang.
Apakah perang ?
Menurut {{sp|Clausewitz,}} seorang ahli militer jang terbesar diabab ke 19 bahwa: Perang adalah landjutan dari pada (pertikaian) politiek dengan lain tjara (kekerasan sendjata).
(The continuation of policy by other means).
Demikianlah kegiatan² dari pada intelligence dari zaman ke
zaman tumbuh menudju kemadjuannja seimbang dengan sifatnja perang:
Pada zaman kuno umpamanja, diwaktu mana perang hanja dilakukan oleh pradjurit dengan pradjurit sadja dan tidak mempunjai front pertempuran jang luas, maka pengintaian terhadap pertahanan musuh, tjukuplah dilakukan oleh seorang atau beberapa orang pengintai dari atas pohon kaju atau dari atas bukit. Ini telah merupakan salah satu dari pada kegiatan² intelligence meskipun pada waktu itu tidak ada petugas² intelligence jang mempunjai spesialisasi.
{{missing image}}<noinclude>{{rh|54}}</noinclude>
cz2nwf94oxseko1wr18124uv1ygsb0r
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/353
104
104508
295219
2026-05-14T09:56:06Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295219
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>AGAMA (Islam):
{| style="line-height: 1.5; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%; font-size: 95%;"
| style="vertical-align: top; width: 23em;" | aadjil (al-)
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | yg ditangguhkan
|-
| style="vertical-align: top;" | 'aadjil (al-)
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | yg langsung
|-
| style="vertical-align: top;" | 'aalami 'Ighaibi
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | alam gaib
|-
| style="vertical-align: top;" | aamiliin (al-)
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | para amil
|-
| style="vertical-align: top;" | 'aaqil
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | akil, berakal
|-
| style="vertical-align: top;" | achdzu 'shshidaaq
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | terima mahar
|-
| style="vertical-align: top;" | adabullughah
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | kesusasteraan
|-
| style="vertical-align: top;" | adjnabijj
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | ajnabi, bukan muhrim
|-
| style="vertical-align: top;" | ahlijjatu'nnikaah
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | patut nikah
|-
| style="vertical-align: top;" | ahlijjatu'sjsjahaadah
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | patut (jadi) saksi
|-
| style="vertical-align: top;" | ahlu'lqijaas
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | ahli kias
|-
| style="vertical-align: top;" | ahlu'tta'wil
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | ahli takwil
|-
| style="vertical-align: top;" | ajjaamu'ttasjriiq
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | hari-hari tasyrik
|-
| style="vertical-align: top;" | amru bil ma'ruof (al-)
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | amar ma'ruf
|-
| style="vertical-align: top;" | amru lilwudjuub (al-)
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | amar wajib
|-
| style="vertical-align: top;" | ashhaabu'lhaqiIqaat
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | kaum hakikat ''['' sufi '']''
|-
| style="vertical-align: top;" | asj'arijjah (al-)
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | pengikut Asy'ari ''['' tauhid '']''
|-
| style="vertical-align: top;" | bid'atun djalaalah
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | bid'ah sesat
|-
| style="vertical-align: top;" | bid'atun hasanah
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | bid'ah baik
|-
| style="vertical-align: top;" | bi'sjsjuhuur
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | dng hitungan bulan
|-
| style="vertical-align: top;" | chatha'(al-)
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | taksengaja
|-
| style="vertical-align: top;" | chithaabu'lhaaliij (al-)
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | bisikan hati
|-
| style="vertical-align: top;" | chithaabu'lhawaatif
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | seruan (orang) halus
|-
| style="vertical-align: top;" | chithbah
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | khitbah, pinangan, lamaran
|-
| style="vertical-align: top;" | chiththatu'ddirasah
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | rencana pelajaran
|}
<br />
ILMU BUMI dan SOSIÓLÓGI:
{| style="line-height: 1.5; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%; font-size: 95%;"
| style="vertical-align: top; width: 23em;" | abandonned child
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | anak buang
|-
| style="vertical-align: top;" | abolition of slavery
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | penghapusan perbudakan
|-
| style="vertical-align: top;" | (to) absorb culture
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | meresapi kebudayaan, meresapkan kebudayaan
|-
| style="vertical-align: top;" | accessibility by land
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | mudah dicapai dari daratan
|-
| style="vertical-align: top;" | accumulation
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | penimbunan
|}<noinclude>{{rh|||39}}</noinclude>
palf92k52fj419ymcchxid8owna2cy9
295221
295219
2026-05-14T09:56:40Z
Upiak Ituih
27011
295221
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>AGAMA (Islam):
{| style="line-height: 1.5; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%; font-size: 95%;"
| style="vertical-align: top; width: 23em;" | aadjil (al-)
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | yg ditangguhkan
|-
| style="vertical-align: top;" | 'aadjil (al-)
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | yg langsung
|-
| style="vertical-align: top;" | 'aalami 'Ighaibi
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | alam gaib
|-
| style="vertical-align: top;" | aamiliin (al-)
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | para amil
|-
| style="vertical-align: top;" | 'aaqil
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | akil, berakal
|-
| style="vertical-align: top;" | achdzu 'shshidaaq
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | terima mahar
|-
| style="vertical-align: top;" | adabullughah
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | kesusasteraan
|-
| style="vertical-align: top;" | adjnabijj
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | ajnabi, bukan muhrim
|-
| style="vertical-align: top;" | ahlijjatu'nnikaah
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | patut nikah
|-
| style="vertical-align: top;" | ahlijjatu'sjsjahaadah
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | patut (jadi) saksi
|-
| style="vertical-align: top;" | ahlu'lqijaas
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | ahli kias
|-
| style="vertical-align: top;" | ahlu'tta'wil
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | ahli takwil
|-
| style="vertical-align: top;" | ajjaamu'ttasjriiq
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | hari-hari tasyrik
|-
| style="vertical-align: top;" | amru bil ma'ruof (al-)
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | amar ma'ruf
|-
| style="vertical-align: top;" | amru lilwudjuub (al-)
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | amar wajib
|-
| style="vertical-align: top;" | ashhaabu'lhaqiIqaat
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | kaum hakikat ''['' sufi '']''
|-
| style="vertical-align: top;" | asj'arijjah (al-)
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | pengikut Asy'ari ''['' tauhid '']''
|-
| style="vertical-align: top;" | bid'atun djalaalah
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | bid'ah sesat
|-
| style="vertical-align: top;" | bid'atun hasanah
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | bid'ah baik
|-
| style="vertical-align: top;" | bi'sjsjuhuur
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | dng hitungan bulan
|-
| style="vertical-align: top;" | chatha'(al-)
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | taksengaja
|-
| style="vertical-align: top;" | chithaabu'lhaaliij (al-)
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | bisikan hati
|-
| style="vertical-align: top;" | chithaabu'lhawaatif
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | seruan (orang) halus
|-
| style="vertical-align: top;" | chithbah
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | khitbah, pinangan, lamaran
|-
| style="vertical-align: top;" | chiththatu'ddirasah
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | rencana pelajaran
|}
<br />
ILMU BUMI dan SOSIOLOGI:
{| style="line-height: 1.5; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%; font-size: 95%;"
| style="vertical-align: top; width: 23em;" | abandonned child
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | anak buang
|-
| style="vertical-align: top;" | abolition of slavery
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | penghapusan perbudakan
|-
| style="vertical-align: top;" | (to) absorb culture
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | meresapi kebudayaan, meresapkan kebudayaan
|-
| style="vertical-align: top;" | accessibility by land
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | mudah dicapai dari daratan
|-
| style="vertical-align: top;" | accumulation
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | penimbunan
|}<noinclude>{{rh|||39}}</noinclude>
iudo2201x5iucec29xkwdw9u2xfq6z2
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/768
104
104509
295223
2026-05-14T09:58:07Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Dari uraian ini djelaslah bah- wa Angkatan Perang tidak da- pat mengambil sikap masa bodoh terhadap kesibukan pembangun- an dalam sektor sipil. Angkatan Perang tidak hanja harus meng- iruti tetapi harus memperhatikan dan mempeladjari kesibukan pem- bangunan di sektor sipil itu, di- samping tugasnja mentjiptakan suasana aman dan tenteram jg sudah amat berat itu. Djika Angkatan Perang hanja mengingat kepentingannja sendi- ri sadja d...
295223
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Dari uraian ini djelaslah bah-
wa Angkatan Perang tidak da-
pat mengambil sikap masa bodoh
terhadap kesibukan pembangun-
an dalam sektor sipil. Angkatan
Perang tidak hanja harus meng-
iruti tetapi harus memperhatikan
dan mempeladjari kesibukan pem-
bangunan di sektor sipil itu, di-
samping tugasnja mentjiptakan
suasana aman dan tenteram jg
sudah amat berat itu.
Djika Angkatan Perang hanja
mengingat kepentingannja sendi-
ri sadja dalam kesibukan pem-
bangunan ini, maka Angkatan
Perang akan mengandjurkan
atau mendesak didahulukannja
industri? perang karena industri?
itulah jang paling menguntungkan
dan mentjukupi kebutuhan? Ang-
katan Perang. Tetapi walaupun
demikian Angkatan Perang tidak
boleh mendahulukan keperluan?-
nja. Dalam soal ini dapat dike-
mukakan nasehat Djenderal Ma-
jor Simatupang dihadapan para
Perwira Angkatan Darat jang
berbunji : dalam membangun dan
memelihara Angkatan Perang,
kita tidak boleh melupakan jang
membeajai kita dan jang kita lin-
dungi dan pertahankan jaitu Rak-
jat kita sendiri. Karena apa gu-
nanja kita mempunjai suatu Ang-
katan Perang jang kuat dan leng-
kap tetapi jang harus kita per-
tahankan jaitu rakjat kita telah
sedemikian keadaannja karena
keberatan beban sehingga sebe-
tulnja tidak sepadan lagi dengan
daja-upaja mempertahankannja.
Dengan demikian djelasnja ba-
gaimana perlunja kerdja sama
antara sektor sipil dan militer da-
lam usahanja membangun dan
mengisi kemerdekaan kita. Ma-
ka kerdja sama itu tidak karena
Angkatan Perang ingin mengua-
sai segala lapangan, djuga tidak
karena Angkatan Perang ingin
didahulukan keperluan?-nja te-
tapi untuk adanja persesuaian
dalam usahanja dan supaja dalam
pembangunan seluruhnja segala
lapisan baik sipil maupun militer
mendapat bagiannja sesuai dgn
keadaan dan kemampuan kita.
1 x
30
| BRAGA PERMAI N.V.
(Dahulu MAISON BOGERIJEN N.V.)
DJL. BRAGA 44 BANDUNG.
tah 4076
.
K
Alamat anda untuk :
PATTISIERS — BOULANGERS,
CHOCOLATIER - RESTAURANT
DAN ROTI.
ON V. , IJIKARO"
D7JUAL BELI BARANG-BARANG
RUPA-RUPA KAIN.
PASAR-BARU NO. 46.
MADJALAJA
DJL.
N.V. TEXStIL paBRIk
KIAN AM & CO.
PABRIK : KANTOR :
Djl. TJIBERUM Djl Raja Barat No. 76
Tilp. 4577 Bandung.
Ti
uan Saw www,<noinclude></noinclude>
m0jycixczbz5lp9imz6j6u4de7tkxwu
295360
295223
2026-05-14T11:25:13Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
295360
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Dari uraian ini djelaslah bahwa Angkatan Perang tidak dapat mengambil sikap masa bodoh terhadap kesibukan pembangunan dalam sektor sipil. Angkatan Perang tidak hanja harus mengiruti tetapi harus memperhatikan dan mempeladjari kesibukan pembangunan di sektor sipil itu, disamping tugasnja mentjiptakan suasana aman dan tenteram jg sudah amat berat itu.
Djika Angkatan Perang hanja mengingat kepentingannja sendiri sadja dalam kesibukan pembangunan ini, maka Angkatan Perang akan mengandjurkan atau mendesak didahulukannja industri² perang karena industri² itulah jang paling menguntungkan dan mentjukupi kebutuhan² Angkatan Perang. Tetapi walaupun demikian Angkatan Perang tidak boleh mendahulukan keperluan²nja. Dalam soal ini dapat dikemukakan nasehat Djenderal Major Simatupang dihadapan para Perwira Angkatan Darat jang berbunji : dalam membangun dan
memelihara Angkatan Perang, kita tidak boleh melupakan jang
membeajai kita dan jang kita lindungi dan pertahankan jaitu Rakjat kita sendiri. Karena apa gunanja kita mempunjai suatu Angkatan Perang jang kuat dan lengkap tetapi jang harus kita pertahankan jaitu rakjat kita telah sedemikian keadaannja karena
keberatan beban sehingga sebetulnja tidak sepadan lagi dengan
daja-upaja mempertahankannja.
Dengan demikian djelasnja bagaimana perlunja kerdja sama antara sektor sipil dan militer dalam usahanja membangun dan mengisi kemerdekaan kita. Maka kerdja sama itu tidak karena Angkatan Perang ingin mengua sai segala lapangan, djuga tidak karena Angkatan Perang ingin didahulukan keperluan²nja tetapi untuk adanja persesuaian dalam usahanja dan supaja dalam pembangunan seluruhnja segala lapisan baik sipil maupun militer mendapat bagiannja sesuai dgn keadaan dan kemampuan kita.
{{c|*{{gap}}*{{gap}}*}}<noinclude>{{rh|30}}</noinclude>
s5ey5ixfbkgl19b2zgz8ooqv0vwovt3
295361
295360
2026-05-14T11:25:33Z
Lutfiyatun
26681
295361
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Dari uraian ini djelaslah bahwa Angkatan Perang tidak dapat mengambil sikap masa bodoh terhadap kesibukan pembangunan dalam sektor sipil. Angkatan Perang tidak hanja harus mengiruti tetapi harus memperhatikan dan mempeladjari kesibukan pembangunan di sektor sipil itu, disamping tugasnja mentjiptakan suasana aman dan tenteram jg sudah amat berat itu.
Djika Angkatan Perang hanja mengingat kepentingannja sendiri sadja dalam kesibukan pembangunan ini, maka Angkatan Perang akan mengandjurkan atau mendesak didahulukannja industri² perang karena industri² itulah jang paling menguntungkan dan mentjukupi kebutuhan² Angkatan Perang. Tetapi walaupun demikian Angkatan Perang tidak boleh mendahulukan keperluan²nja. Dalam soal ini dapat dikemukakan nasehat Djenderal Major Simatupang dihadapan para Perwira Angkatan Darat jang berbunji : dalam membangun dan
memelihara Angkatan Perang, kita tidak boleh melupakan jang
membeajai kita dan jang kita lindungi dan pertahankan jaitu Rakjat kita sendiri. Karena apa gunanja kita mempunjai suatu Angkatan Perang jang kuat dan lengkap tetapi jang harus kita pertahankan jaitu rakjat kita telah sedemikian keadaannja karena
keberatan beban sehingga sebetulnja tidak sepadan lagi dengan
daja-upaja mempertahankannja.
Dengan demikian djelasnja bagaimana perlunja kerdja sama antara sektor sipil dan militer dalam usahanja membangun dan mengisi kemerdekaan kita. Maka kerdja sama itu tidak karena Angkatan Perang ingin mengua sai segala lapangan, djuga tidak karena Angkatan Perang ingin didahulukan keperluan²nja tetapi untuk adanja persesuaian dalam usahanja dan supaja dalam pembangunan seluruhnja segala lapisan baik sipil maupun militer mendapat bagiannja sesuai dgn keadaan dan kemampuan kita.
{{c| *{{gap}}*{{gap}}*}}<noinclude>{{rh|30}}</noinclude>
t4m55vzbdqmocsgvoodewbwfgf4k0dm
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/354
104
104510
295225
2026-05-14T10:01:00Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295225
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{| style="line-height: 1.5; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%; font-size: 95%;"
| style="vertical-align: top; width: 23em;" | achieved status
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | kedudukan tercapai sendiri
|-
| style="vertical-align: top;" | adolescence
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | keremajaan
|-
| style="vertical-align: top;" | adopted child
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | anak angkat
|-
| style="vertical-align: top;" | aesthetic ideal
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | cita-cita estetik
|-
| style="vertical-align: top;" | area of occupied territory
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | luas tanah yg didiami
|-
| style="vertical-align: top;" | artificial kinrelationship
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | (hubungan) kekerabatan buatan
|-
| style="vertical-align: top;" | atmospheric pressure
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | tekanan atmosfir
|-
| style="vertical-align: top;" | badjooe
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | bajou ''['' pengaruh yg menimbulkan penyakit '']''
|-
| style="vertical-align: top;" | barometric pressure
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | tekanan barometrik (udara)
|-
| style="vertical-align: top;" | barysphere
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | barisfir, teras bumi
|-
| style="vertical-align: top;" | basalt
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | basalta ''['' batuan '']''
|-
| style="vertical-align: top;" | behaviour pattern
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | pola kelakuan
|-
| style="vertical-align: top;" | calms of cancer
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | angin tenang utara
|-
| style="vertical-align: top;" | calms of capricorn
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | angin tenang selatan
|-
| style="vertical-align: top;" | canyon
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ,
| style="vertical-align: top;" | ngarai
|}
<br />
<br />
{| style="width: 100%; border-collapse: collapse; text-align: center; line-height: 1.6;"
| Bidang Perkamusan dan Peristilahan
|}
<br />
<br />
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; width: 60%; border: 1px solid black; padding: 25px; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="text-align: center; font-weight: bold; letter-spacing: 1px;" | PEMBINAAN BAHASA INDONESIA
|-
| style="text-align: center; padding-top: 1em;" | TVRI Pusat<br />Jakarta
|-
| style="padding-top: 1.5em; padding-left: 5em;" |
{| style="line-height: 1.4; border-collapse: collapse;"
| Hari || : Senin
|-
| Jam || : 19.00 wib
|}
|}
<br />
<br />
<br /><noinclude>{{rh|||BAHASA DAN KESUSASTRAAN, No. 1, Th. V, 1972{{gap}}40}}</noinclude>
mxu8k3gpdmam56y2eb7q9j8r2fdcfri
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/394
104
104511
295228
2026-05-14T10:03:17Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295228
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center;"
| style="width: 6em;" | N
| style="width: 10em;" | me-Vt
| style="width: 6em;" | N
|-
| a. Amin
| mengambil
| buku
|-
| S
| P
| O<sub>1</sub>
|}
Ternyata, bahwa klas kata Vt juga dapat berimbuhan {{u|me-kan}} dan {{u|me-i}} dengan perilaku sintaktis serupa sehingga menghasilkan pola yang sama dengan D<sub>2</sub>a di atas dan akan dianggap sebagai variasinya:
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center;"
| style="width: 6em;" | N
| style="width: 10em;" | me-Vt-kan
| style="width: 6em;" | N
|-
| b. Amin
| menjelaskan
| masalah
|-
| S
| P
| O<sub>1</sub>
|}
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center;"
| style="width: 6em;" | N
| style="width: 10em;" | me-Vt-i
| style="width: 6em;" | N
|-
| c. Amin
| mengikuti
| bapak
|-
| S
| P
| O<sub>1</sub>
|}
<br />
D3. Pola kalimat dasar ketiga terbentuk atas klas kata N yang berfungsi sebagai S plus klas kata Vt berimbuhan {{u|me-}} yang berfungsi sebagai P plus klas kata N yang berfungsi sebagai obyek pertama (O<sub>1</sub>):
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center;"
| style="width: 6em;" | N
| style="width: 10em;" | me-Vt
| style="width: 6em;" | N
| style="width: 6em;" | N
|-
| a. Amin
| memberi
| Amat
| uang
|-
| S
| P
| O<sub>2</sub>
| O<sub>1</sub>
|}
Ternyata, bahwa yang berperilaku sintaksis seperti klas kata Vt juga ada yang berimbuhan {{u|me-kan}} dan {{u|me-i}}, dan menghasilkan pola serupa D3a. diatas sebagai variasinya:
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center;"
| style="width: 6em;" | N
| style="width: 10em;" | me-Vt-kan
| style="width: 6em;" | N
| style="width: 6em;" | N
|-
| b. Amin
| membelikan
| Amat
| buku
|-
| S
| P
| O<sub>2</sub>
| O<sub>1</sub>
|}
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center;"
| style="width: 6em;" | N
| style="width: 10em;" | me-Vt-i N
| style="width: 6em;" | N
| style="width: 6em;" |
|-
| c. Amin
| mengirimkan Amat
| uang
|
|-
| S
| P O<sub>2</sub>
| O<sub>1</sub>
|
|}
<br />
{{u|Catatan :}}
Masih dalam penelaahan, apakah klas kata Vt seperti menye-<noinclude>{{rh||26}}</noinclude>
96k79wm1ydkasl6n34u7xl1ngx6c12b
295230
295228
2026-05-14T10:05:04Z
Upiak Ituih
27011
295230
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center;"
| style="width: 6em;" | N
| style="width: 10em;" | me-Vt
| style="width: 6em;" | N
|-
| a. Amin
| mengambil
| buku
|-
| S
| P
| O<sub>1</sub>
|}
Ternyata, bahwa klas kata Vt juga dapat berimbuhan {{u|me-kan}} dan {{u|me-i}} dengan perilaku sintaktis serupa sehingga menghasilkan pola yang sama dengan D<sub>2</sub>a di atas dan akan dianggap sebagai variasinya:
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center;"
| style="width: 6em;" | N
| style="width: 10em;" | me-Vt-kan
| style="width: 6em;" | N
|-
| b. Amin
| menjelaskan
| masalah
|-
| S
| P
| O<sub>1</sub>
|}
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center;"
| style="width: 6em;" | N
| style="width: 10em;" | me-Vt-i
| style="width: 6em;" | N
|-
| c. Amin
| mengikuti
| bapak
|-
| S
| P
| O<sub>1</sub>
|}
<br />
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | D3.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Pola kalimat dasar ketiga terbentuk atas klas kata N yang berfungsi sebagai S plus klas kata Vt berimbuhan {{u|me-}} yang berfungsi sebagai P plus klas kata N yang berfungsi sebagai obyek pertama (O<sub>1</sub>):
|}
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center;"
| style="width: 6em;" | N
| style="width: 10em;" | me-Vt
| style="width: 6em;" | N
| style="width: 6em;" | N
|-
| a. Amin
| memberi
| Amat
| uang
|-
| S
| P
| O<sub>2</sub>
| O<sub>1</sub>
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" |
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Ternyata, bahwa yang berperilaku sintaksis seperti klas kata Vt juga ada yang berimbuhan {{u|me-kan}} dan {{u|me-i}}, dan menghasilkan pola serupa D3a. diatas sebagai variasinya:
|}
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center;"
| style="width: 6em;" | N
| style="width: 10em;" | me-Vt-kan
| style="width: 6em;" | N
| style="width: 6em;" | N
|-
| b. Amin
| membelikan
| Amat
| buku
|-
| S
| P
| O<sub>2</sub>
| O<sub>1</sub>
|}
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center;"
| style="width: 6em;" | N
| style="width: 10em;" | me-Vt-i
| style="width: 6em;" | N
| style="width: 6em;" | N
|-
| c. Amin
| mengirimkan
| Amat
| uang
|-
| S
| P
| O<sub>2</sub>
| O<sub>1</sub>
|}
<br />
{{u|Catatan :}}
Masih dalam penelaahan, apakah klas kata Vt seperti menye-<noinclude>{{rh||26}}</noinclude>
4xgmhgfz1askh6g2ejkyabz7834eshi
295234
295230
2026-05-14T10:06:49Z
Upiak Ituih
27011
295234
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center;"
| style="width: 6em;" | N
| style="width: 10em;" | me-Vt
| style="width: 6em;" | N
|-
| a. Amin
| mengambil
| buku
|-
| S
| P
| O<sub>1</sub>
|}
Ternyata, bahwa klas kata Vt juga dapat berimbuhan {{u|me-kan}} dan {{u|me-i}} dengan perilaku sintaktis serupa sehingga menghasilkan pola yang sama dengan D<sub>2</sub>a di atas dan akan dianggap sebagai variasinya:
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center;"
| style="width: 6em;" | N
| style="width: 10em;" | me-Vt-kan
| style="width: 6em;" | N
|-
| b. Amin
| menjelaskan
| masalah
|-
| S
| P
| O<sub>1</sub>
|}
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center;"
| style="width: 6em;" | N
| style="width: 10em;" | me-Vt-i
| style="width: 6em;" | N
|-
| c. Amin
| mengikuti
| bapak
|-
| S
| P
| O<sub>1</sub>
|}
<br />
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | D3.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Pola kalimat dasar ketiga terbentuk atas klas kata N yang berfungsi sebagai S plus klas kata Vt berimbuhan {{u|me-}} yang berfungsi sebagai P plus klas kata N yang berfungsi sebagai obyek pertama (O<sub>1</sub>):
|}
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center;"
| style="width: 6em;" | N
| style="width: 10em;" | me-Vt
| style="width: 6em;" | N
| style="width: 6em;" | N
|-
| a. Amin
| memberi
| Amat
| uang
|-
| S
| P
| O<sub>2</sub>
| O<sub>1</sub>
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" |
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Ternyata, bahwa yang berperilaku sintaksis seperti klas kata Vt juga ada yang berimbuhan {{u|me-kan}} dan {{u|me-i}}, dan menghasilkan pola serupa D3a. diatas sebagai variasinya:
|}
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center;"
| style="width: 6em;" | N
| style="width: 10em;" | me-Vt-kan
| style="width: 6em;" | N
| style="width: 6em;" | N
|-
| b. Amin
| membelikan
| Amat
| buku
|-
| S
| P
| O<sub>2</sub>
| O<sub>1</sub>
|}
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center;"
| style="width: 6em;" | N
| style="width: 10em;" | me-Vt-i
| style="width: 6em;" | N
| style="width: 6em;" | N
|-
| c. Amin
| mengirimkan
| Amat
| uang
|-
| S
| P
| O<sub>2</sub>
| O<sub>1</sub>
|}
<br />
{{u|Catatan :}}
Masih dalam penelaahan, apakah klas kata Vt seperti {{hws|menye|menyebabkan}}<noinclude>{{rh||26}}</noinclude>
ssm8bsef5djs064ias33jbfxx8r1dw9
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/395
104
104512
295243
2026-05-14T10:11:30Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295243
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{{hwe|babkan|menyebabkan}} menyuruh dan menganggap akan menghasilkan pola misalnya:
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center;"
| style="width: 6em;" | N
| style="width: 10em;" | Vt
| style="width: 6em;" | N
| style="width: 8em;" | N
|-
| Amin
| menganggap
| Amat
| ketua
|-
|
|
|
| vi
|-
| Amin
| menyuruh
| Amat
| pergi
|-
| Amin
| menyebabkan
| Amat
| sakit
|-
| S
| P
| O<sub>1</sub>
| Pel.O<sub>1</sub> (pelengkap O<sub>1</sub>)
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" |
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | masing-masing sebagai pola kalimat dasar seperti telah dijelaskan di atas. Penelaahan lebih lanjut masih perlu dilakukan.
|-
| style="vertical-align: top;" | 2.3
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Dengan kaidah² transformasi, akan dihasilkanlah berbagai bentuk kalimat dengan bermacam pola pula yang diturunkan dari kalimat² sumber dalam telaah ini, transformasi akan diartikan sebagai : peristiwa sintaktis yang mengubah pola kalimat dasar menjadi pola kalimat lain.
|-
|
| style="vertical-align: top; text-align: justify; padding-top: 0.5em;" | Ada beberapa kemungkinan urutan unsur, misalnya:
|-
| style="vertical-align: top;" | (a)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dengan penukaran urutan unsur, misalnya:
|}
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center; margin-top: 0.5em; margin-bottom: 0.5em;"
| style="width: 4em;" | N
| style="width: 4em;" | A
| style="width: 15em;" |
| style="width: 4em;" | A
| style="width: 4em;" | N
|-
| Amin
| pandai
| ───────────────────►
| Pandai
| Amin
|-
| S
| P
|
| P
| S
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (b)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dengan penukaran urutan dan penanda pertalian sintaksis, seperti oleh, untuk, dan sebagainya, misalnya:
|}
{| style="margin-left: 2.5em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="width: 15em;" | Amin membeli buku
| style="width: 12em; text-align: center;" | ───────────────────►
| Buku dibeli (oleh) Amin
|-
| Amin membelikan Amat buku
| style="text-align: center;" | ───────────────────►
| Buku dibeli Amin untuk Amat
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (c)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dengan penambahan unsur lain, misalnya:
|}
{| style="margin-left: 2.5em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 15em;" | Amin pandai
| style="vertical-align: top; width: 12em; text-align: center;" | ───────────────────►
| style="vertical-align: top;" | Amin tidak pandai
|-
|
|
| juga
|-
|
|
| belum
|-
|
|
| Amin pandai?
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (d)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dengan penghilangan unsur, misalnya:
|}
{| style="margin-left: 2.5em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="vertical-align: top; width: 15em;" | Amin membeli buku
| style="vertical-align: top; width: 12em; text-align: center;" | ───────────────────►
| style="vertical-align: top;" | Membeli buku.
|-
|
|
| Membeli.
|-
|
|
| Buku.
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (e)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dengan penggabungan dua kalimat sumber atau lebih dengan mempergunakan penanda pertalian sintaktis, seperti {{u|yang}}, {{u|itu}} kata-kata penghubung dan atau dengan
|}<noinclude></noinclude>
8igs6rmef7r3q4n6lrtosd4agaj9n1r
295247
295243
2026-05-14T10:14:23Z
Upiak Ituih
27011
295247
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{{hwe|babkan|menyebabkan}} menyuruh dan menganggap akan menghasilkan pola misalnya:
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center;"
| style="width: 6em;" | N
| style="width: 10em;" | Vt
| style="width: 6em;" | N
| style="width: 8em;" | N
|-
| Amin
| menganggap
| Amat
| ketua
|-
|
|
|
| vi
|-
| Amin
| menyuruh
| Amat
| pergi
|-
| Amin
| menyebabkan
| Amat
| sakit
|-
| S
| P
| O<sub>1</sub>
| Pel.O<sub>1</sub> (pelengkap O<sub>1</sub>)
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" |
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | masing-masing sebagai pola kalimat dasar seperti telah dijelaskan di atas. Penelaahan lebih lanjut masih perlu dilakukan.
|-
| style="vertical-align: top;" | 2.3
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Dengan kaidah² transformasi, akan dihasilkanlah berbagai bentuk kalimat dengan bermacam pola pula yang diturunkan dari kalimat² sumber dalam telaah ini, transformasi akan diartikan sebagai : peristiwa sintaktis yang mengubah pola kalimat dasar menjadi pola kalimat lain.
|-
|
| style="vertical-align: top; text-align: justify; padding-top: 0.5em;" | Ada beberapa kemungkinan urutan unsur, misalnya:
|-
| style="vertical-align: top;" | (a)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dengan penukaran urutan unsur, misalnya:
|}
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center; margin-top: 0.5em; margin-bottom: 0.5em;"
| style="width: 5em;" | N
| style="width: 50px;" | A
| style="width: 6em;" |
| style="width: 50px;" | A
| style="width: 5em;" | N
|-
| Amin
| pandai
| ───►
| Pandai
| Amin
|-
| S
| P
|
| P
| S
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (b)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dengan penukaran urutan dan penanda pertalian sintaksis, seperti oleh, untuk, dan sebagainya, misalnya:
|}
{| style="margin-left: 2.5em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 16em;" | Amin membeli buku
| style="vertical-align: top; width: 4em; text-align: center;" | ───►
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Buku dibeli (oleh) Amin
|-
| style="vertical-align: top;" | Amin membelikan Amat buku
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ───►
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Buku dibeli Amin untuk Amat
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (c)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dengan penambahan unsur lain, misalnya:
|}
{| style="margin-left: 2.5em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 16em;" | Amin pandai
| style="vertical-align: top; width: 4em; text-align: center;" | ───►
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Amin tidak pandai
|-
|
|
| juga
|-
|
|
| belum
|-
|
|
| Amin pandai?
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (d)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dengan penghilangan unsur, misalnya:
|}
{| style="margin-left: 2.5em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 16em;" | Amin membeli buku
| style="vertical-align: top; width: 4em; text-align: center;" | ───►
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Membeli buku.
|-
|
|
| Membeli.
|-
|
|
| Buku.
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (e)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dengan penggabungan dua kalimat sumber atau lebih dengan mempergunakan penanda pertalian sintaktis, seperti yang, itu kata-kata penghubung dan atau dengan
|}<noinclude></noinclude>
1mubdnuvgwe4mxjeebysezjfjmhalif
295249
295247
2026-05-14T10:14:59Z
Upiak Ituih
27011
295249
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{{hwe|babkan|menyebabkan}} menyuruh dan menganggap akan menghasilkan pola misalnya:
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center;"
| style="width: 6em;" | N
| style="width: 10em;" | Vt
| style="width: 6em;" | N
| style="width: 8em;" | N
|-
| Amin
| menganggap
| Amat
| ketua
|-
|
|
|
| vi
|-
| Amin
| menyuruh
| Amat
| pergi
|-
| Amin
| menyebabkan
| Amat
| sakit
|-
| S
| P
| O<sub>1</sub>
| Pel.O<sub>1</sub> (pelengkap O<sub>1</sub>)
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" |
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | masing-masing sebagai pola kalimat dasar seperti telah dijelaskan di atas. Penelaahan lebih lanjut masih perlu dilakukan.
|-
| style="vertical-align: top;" | 2.3
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Dengan kaidah² transformasi, akan dihasilkanlah berbagai bentuk kalimat dengan bermacam pola pula yang diturunkan dari kalimat² sumber dalam telaah ini, transformasi akan diartikan sebagai : peristiwa sintaktis yang mengubah pola kalimat dasar menjadi pola kalimat lain.
|-
|
| style="vertical-align: top; text-align: justify; padding-top: 0.5em;" | Ada beberapa kemungkinan urutan unsur, misalnya:
|-
| style="vertical-align: top;" | (a)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dengan penukaran urutan unsur, misalnya:
|}
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center; margin-top: 0.5em; margin-bottom: 0.5em;"
| style="width: 5em;" | N
| style="width: 50px;" | A
| style="width: 6em;" |
| style="width: 50px;" | A
| style="width: 5em;" | N
|-
| Amin
| pandai
| ───►
| Pandai
| Amin
|-
| S
| P
|
| P
| S
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (b)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dengan penukaran urutan dan penanda pertalian sintaksis, seperti oleh, untuk, dan sebagainya, misalnya:
|}
{| style="margin-left: 2.5em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 16em;" | Amin membeli buku
| style="vertical-align: top; width: 4em; text-align: center;" | ───►
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Buku dibeli (oleh) Amin
|-
| style="vertical-align: top;" | Amin membelikan Amat buku
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ───►
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Buku dibeli Amin untuk Amat
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (c)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dengan penambahan unsur lain, misalnya:
|}
{| style="margin-left: 2.5em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 16em;" | Amin pandai
| style="vertical-align: top; width: 4em; text-align: center;" | ───►
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Amin tidak pandai
|-
|
|
| juga
|-
|
|
| belum
|-
|
|
| Amin pandai?
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (d)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dengan penghilangan unsur, misalnya:
|}
{| style="margin-left: 2.5em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 16em;" | Amin membeli buku
| style="vertical-align: top; width: 4em; text-align: center;" | ───►
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Membeli buku.
|-
|
|
| Membeli.
|-
|
|
| Buku.
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (e)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dengan penggabungan dua kalimat sumber atau lebih dengan mempergunakan penanda pertalian sintaktis, seperti yang, itu kata-kata penghubung dan atau dengan
|}<noinclude>{{rh||27}}</noinclude>
ribfz8a4rsmn5pkhpjzc0j97zoh23jq
295255
295249
2026-05-14T10:17:23Z
Upiak Ituih
27011
295255
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{hwe|babkan|menyebabkan}}</noinclude> menyuruh dan menganggap akan menghasilkan pola misalnya:
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center;"
| style="width: 6em;" | N
| style="width: 10em;" | Vt
| style="width: 6em;" | N
| style="width: 8em;" | N
|-
| Amin
| menganggap
| Amat
| ketua
|-
|
|
|
| vi
|-
| Amin
| menyuruh
| Amat
| pergi
|-
| Amin
| menyebabkan
| Amat
| sakit
|-
| S
| P
| O<sub>1</sub>
| Pel.O<sub>1</sub> (pelengkap O<sub>1</sub>)
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" |
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | masing-masing sebagai pola kalimat dasar seperti telah dijelaskan di atas. Penelaahan lebih lanjut masih perlu dilakukan.
|-
| style="vertical-align: top;" | 2.3
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Dengan kaidah² transformasi, akan dihasilkanlah berbagai bentuk kalimat dengan bermacam pola pula yang diturunkan dari kalimat² sumber dalam telaah ini, transformasi akan diartikan sebagai : peristiwa sintaktis yang mengubah pola kalimat dasar menjadi pola kalimat lain.
|-
|
| style="vertical-align: top; text-align: justify; padding-top: 0.5em;" | Ada beberapa kemungkinan urutan unsur, misalnya:
|-
| style="vertical-align: top;" | (a)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dengan penukaran urutan unsur, misalnya:
|}
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center; margin-top: 0.5em; margin-bottom: 0.5em;"
| style="width: 5em;" | N
| style="width: 50px;" | A
| style="width: 6em;" |
| style="width: 50px;" | A
| style="width: 5em;" | N
|-
| Amin
| pandai
| ───►
| Pandai
| Amin
|-
| S
| P
|
| P
| S
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (b)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dengan penukaran urutan dan penanda pertalian sintaksis, seperti oleh, untuk, dan sebagainya, misalnya:
|}
{| style="margin-left: 2.5em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 16em;" | Amin membeli buku
| style="vertical-align: top; width: 4em; text-align: center;" | ───►
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Buku dibeli (oleh) Amin
|-
| style="vertical-align: top;" | Amin membelikan Amat buku
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ───►
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Buku dibeli Amin untuk Amat
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (c)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dengan penambahan unsur lain, misalnya:
|}
{| style="margin-left: 2.5em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 16em;" | Amin pandai
| style="vertical-align: top; width: 4em; text-align: center;" | ───►
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Amin tidak pandai
|-
|
|
| juga
|-
|
|
| belum
|-
|
|
| Amin pandai?
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (d)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dengan penghilangan unsur, misalnya:
|}
{| style="margin-left: 2.5em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 16em;" | Amin membeli buku
| style="vertical-align: top; width: 4em; text-align: center;" | ───►
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Membeli buku.
|-
|
|
| Membeli.
|-
|
|
| Buku.
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (e)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dengan penggabungan dua kalimat sumber atau lebih dengan mempergunakan penanda pertalian sintaktis, seperti yang, itu kata-kata penghubung dan atau dengan
|}<noinclude>{{rh||27}}</noinclude>
3uo4xfxwvrlo232b31054epkh3ynupz
295256
295255
2026-05-14T10:17:42Z
Upiak Ituih
27011
295256
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{{hwe|babkan|menyebabkan}} dan menganggap akan menghasilkan pola misalnya:
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center;"
| style="width: 6em;" | N
| style="width: 10em;" | Vt
| style="width: 6em;" | N
| style="width: 8em;" | N
|-
| Amin
| menganggap
| Amat
| ketua
|-
|
|
|
| vi
|-
| Amin
| menyuruh
| Amat
| pergi
|-
| Amin
| menyebabkan
| Amat
| sakit
|-
| S
| P
| O<sub>1</sub>
| Pel.O<sub>1</sub> (pelengkap O<sub>1</sub>)
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" |
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | masing-masing sebagai pola kalimat dasar seperti telah dijelaskan di atas. Penelaahan lebih lanjut masih perlu dilakukan.
|-
| style="vertical-align: top;" | 2.3
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Dengan kaidah² transformasi, akan dihasilkanlah berbagai bentuk kalimat dengan bermacam pola pula yang diturunkan dari kalimat² sumber dalam telaah ini, transformasi akan diartikan sebagai : peristiwa sintaktis yang mengubah pola kalimat dasar menjadi pola kalimat lain.
|-
|
| style="vertical-align: top; text-align: justify; padding-top: 0.5em;" | Ada beberapa kemungkinan urutan unsur, misalnya:
|-
| style="vertical-align: top;" | (a)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dengan penukaran urutan unsur, misalnya:
|}
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center; margin-top: 0.5em; margin-bottom: 0.5em;"
| style="width: 5em;" | N
| style="width: 50px;" | A
| style="width: 6em;" |
| style="width: 50px;" | A
| style="width: 5em;" | N
|-
| Amin
| pandai
| ───►
| Pandai
| Amin
|-
| S
| P
|
| P
| S
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (b)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dengan penukaran urutan dan penanda pertalian sintaksis, seperti oleh, untuk, dan sebagainya, misalnya:
|}
{| style="margin-left: 2.5em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 16em;" | Amin membeli buku
| style="vertical-align: top; width: 4em; text-align: center;" | ───►
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Buku dibeli (oleh) Amin
|-
| style="vertical-align: top;" | Amin membelikan Amat buku
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ───►
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Buku dibeli Amin untuk Amat
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (c)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dengan penambahan unsur lain, misalnya:
|}
{| style="margin-left: 2.5em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 16em;" | Amin pandai
| style="vertical-align: top; width: 4em; text-align: center;" | ───►
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Amin tidak pandai
|-
|
|
| juga
|-
|
|
| belum
|-
|
|
| Amin pandai?
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (d)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dengan penghilangan unsur, misalnya:
|}
{| style="margin-left: 2.5em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 16em;" | Amin membeli buku
| style="vertical-align: top; width: 4em; text-align: center;" | ───►
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Membeli buku.
|-
|
|
| Membeli.
|-
|
|
| Buku.
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (e)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dengan penggabungan dua kalimat sumber atau lebih dengan mempergunakan penanda pertalian sintaktis, seperti yang, itu kata-kata penghubung dan atau dengan
|}<noinclude>{{rh||27}}</noinclude>
1ct6o1x4zf47c3o2lktt3t4py3989ai
295261
295256
2026-05-14T10:20:51Z
Upiak Ituih
27011
295261
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{{hwe|babkan|menyebabkan}} menyuruh dan menganggap akan menghasilkan pola misalnya:
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center;"
| style="width: 6em;" | N
| style="width: 10em;" | Vt
| style="width: 6em;" | N
| style="width: 8em;" | N
|-
| Amin
| menganggap
| Amat
| ketua
|-
|
|
|
| vi
|-
| Amin
| menyuruh
| Amat
| pergi
|-
| Amin
| menyebabkan
| Amat
| sakit
|-
| S
| P
| O<sub>1</sub>
| Pel.O<sub>1</sub> (pelengkap O<sub>1</sub>)
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" |
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | masing-masing sebagai pola kalimat dasar seperti telah dijelaskan di atas. Penelaahan lebih lanjut masih perlu dilakukan.
|-
| style="vertical-align: top;" | 2.3
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Dengan kaidah² transformasi, akan dihasilkanlah berbagai bentuk kalimat dengan bermacam pola pula yang diturunkan dari kalimat² sumber dalam telaah ini, transformasi akan diartikan sebagai : peristiwa sintaktis yang mengubah pola kalimat dasar menjadi pola kalimat lain.
|-
|
| style="vertical-align: top; text-align: justify; padding-top: 0.5em;" | Ada beberapa kemungkinan urutan unsur, misalnya:
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (a)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dengan penukaran urutan unsur, misalnya:
|}
{| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center; margin-top: 0.5em; margin-bottom: 0.5em;"
| style="width: 5em;" | N
| style="width: 50px;" | A
| style="width: 6em;" |
| style="width: 50px;" | A
| style="width: 5em;" | N
|-
| Amin
| pandai
| ───►
| Pandai
| Amin
|-
| S
| P
|
| P
| S
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (b)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dengan penukaran urutan dan penanda pertalian sintaksis, seperti oleh, untuk, dan sebagainya, misalnya:
|}
{| style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: calc(100% - 5em);"
| style="vertical-align: top; width: 16em;" | Amin membeli buku
| style="vertical-align: top; width: 4em; text-align: center;" | ───►
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Buku dibeli (oleh) Amin
|-
| style="vertical-align: top;" | Amin membelikan Amat buku
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | ───►
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Buku dibeli Amin untuk Amat
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (c)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dengan penambahan unsur lain, misalnya:
|}
{| style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: calc(100% - 5em);"
| style="vertical-align: top; width: 16em;" | Amin pandai
| style="vertical-align: top; width: 4em; text-align: center;" | ───►
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Amin tidak pandai
|-
|
|
| juga
|-
|
|
| belum
|-
|
|
| Amin pandai?
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (d)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dengan penghilangan unsur, misalnya:
|}
{| style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: calc(100% - 5em);"
| style="vertical-align: top; width: 16em;" | Amin membeli buku
| style="vertical-align: top; width: 4em; text-align: center;" | ───►
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Membeli buku.
|-
|
|
| Membeli.
|-
|
|
| Buku.
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (e)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dengan penggabungan dua kalimat sumber atau lebih dengan mempergunakan penanda pertalian sintaktis, seperti yang, itu kata-kata penghubung dan atau dengan
|}<noinclude>{{rh||27}}</noinclude>
s02820uxopdr5q1iz61yawv2c6kep1w
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/790
104
104513
295253
2026-05-14T10:15:59Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '(Samb. hal. 8) ,.Bahwa satu?nja hak milik na- sional Republik jang masih tetap utuh tidak be-rubah?, meskipun harus menghadapi segala matjam soal dan perobahan adalah hanja APRI (TNI)". Maka sebenar- nja mendjadi suatu kewadjiban bagi kita sekalian, jang semantia- sa hendak tetap mempertahankan tegaknja Proklamasi 17 Agustus 1945, untuk tetap memelihara, agar supaja satu?nja hak milik nasional Republik jang masih utuh itu, tidak d...
295253
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>(Samb. hal. 8)
,.Bahwa satu?nja hak milik na-
sional Republik jang masih tetap
utuh tidak be-rubah?, meskipun
harus menghadapi segala matjam
soal dan perobahan adalah hanja
APRI (TNI)". Maka sebenar-
nja mendjadi suatu kewadjiban
bagi kita sekalian, jang semantia-
sa hendak tetap mempertahankan
tegaknja Proklamasi 17 Agustus
1945, untuk tetap memelihara,
agar supaja satu?nja hak milik
nasional Republik jang masih
utuh itu, tidak dapat di-robah?
oleh keadaan jang bagaimanapun
djuga. Djika para pemimpin kita
tetap teguh dan konsekwen da-
lam pendiriannja semula, maka
Insja Allah AP kebangsaan kita
akan berdiri tegak se-lama”nja
dengan mampu dan sanggup
mendjamin keamanan Nusa dan
Bangsa kita |!"
Para pradjurit TNI!
Marilah kita sedetik menge-
nangkan arwah semua pradjurit
kita jang telah gugur dalam tu-
gas negara.
Sekian.
Berdjoang terus dan tetap mer-
deka |
ex
(Samb. hal. 9)
masih tetap belum aman, lautan
kita masih belum bersih dari pe-
langgaran?, disekitar Negara ki-
ta pertengkaran bertambah.
Tetapi kita harus waspada, te-
rus kita harus membangun Ang-
katan Laut kita, dengan berdju-
ang setjara ulet, bekerdja setjara
efficient, beladjar radjin, berla-
tih keras, memegang teguh di-
sipin, — supaja setiap waktu
Angkatan Laut kita siap sedia
untuk menghadapi tantangan dari
manapun djuga, — supaja tetap
berkibar tinggi Pandji Angkatan
Laut kita dengan sembojannja :
JALESVEVA JAYAMAHE Di-
samudra kita Djaja.
52
Berita Keluarga:
LAHIR :
1.
Telah lahir dengan selamat pu-
teri kami jang ke III dan kami
beri nama:
ENDANG KOMARA
Semoga Allah jang maha Esa
mendjadikan anak tsb. berguna
pada nusa dan bangsanja.
Keluarga jang berbahagia
Prdk. Suharjana Sadija
Angg. Staf Kie V Bn 325/9
Tepat pada Hari Ulang Tahun
Sewindu Resimen Infanteri 11
T&T-III tanggal 11 September
1958, telah lahir putri kami jang
ke IV dan kami beri nama:
NURMAULI MEWATI
Ibu dan anak dalam keadaan se-
hat walafiat. Kepada Bidan Taty
Ma'mum dengan pembantu?nja
kami mengutjapkan banjak teri-
ma kasih.
Keluarga jang beruntung,
Smj. J.B. Pakpahan
Angg. Kie IV Bn. 317 R.I. 11
Pada tanggal 18 September 1958
telah lahir dengan selamat, pu-
tra kami jang ke V dan kami beri
nama :
OENTUNG SUDIARTO
Ibu dan anak dalam keadaan se-
hat walafiat.
Keluarga jang berbahagia,
Ltd. Sudharno
Staf Bn. 433 R.I. 12 T&T-IV
ULANG TAHUN :
1.
Genap berusia 2 tahun (Lahir
20/7-56 s/d 20/7-'58), putri ka-
mi jang ke II dan bernama:
ENDANG SRI WAHJUNINGSIH
Semoga putri tsb. kelak mendja-
di manusia jang berguna pada
masjarakat.
Keluarga jang merajakan,
Kpl. Soenoto
Kie II Bn. 517 Ko. Op. Merdeka
Menado.
2. Genap berusia S tahun putra ka-
mi jang lahir pada tanggal 23/10-
53 s/d 23/10-58 di Tarempa
Riau Sumteng.
SJAHFRUDDIN NOR
Semoga anak tsb. kelak mendjadi
manusia jang berguna bagi ma-
sjarakatnja.
Keluarga jang berbahagia,
Kpl. Baderulmuin
Staf PDM-206/KODAM.
MENINGGAL :
1.
Ikut berduka tjita atas wafatnja :
NJ. SUMARDAN
Keluarga dari Kapt. Sumardan
Wek. Kmd. Bn. Inf. 431 R.I. 12/
IV. Semoga arwah beliau men-
dapat tempat jang selajaknja.
Kami ikut berduka fjita,
Ltd. Sudharno
Staf Bn. 431 R.I. 12/TV.
. Turut berduka tjita atas tewas-
nja, rekan kami Smj. Marlan
anggota PDM 1608 Magetan da-
lam mendjalankan tugasnja, ka-
rena ketjelakaan Bus DAMRI di
Lembajan. Begitu pula kepada 16
orang korban lainnja.
a/n. IBRI Ranting 41 Magetan
Jang berduka tjita,
Smj. Sjarief Soelaiman
GUGUR :
INNA LILLAHI WA' INNA
ILAIHI RODJIUN. Turut ber-
duka tjita jang se-dalam?nja atas
gugurnja rekan kami :
1. Kpld. SARING
2. Kpld. TOZARI dan
3. Prdk. RAMELAN.
Kesemuanja anggota Kie IV Bn.
ROI 1-438 Res. Inf. 13 T&T-IV
jang telah gugur dalam menunai-
kan tugas bhaktinja di daerah
operasi 17 Agustus Padang.
Semoga arwahnja diterima oleh
Jang Maha Esa sesuai dengan
djasa jang telah diverikann:a.
Iknt bela sungkawa,
Sers. H. Sjawali
Angg. Kie IV Bn. 438 R.I. 13.<noinclude></noinclude>
t7lukccjk67jqviqzt8xprtkzgh8wxz
295368
295253
2026-05-14T11:30:58Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
295368
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>(Samb. hal. 8)
„Bahwa satu?nja hak milik nasional Republik jang masih tetap
utuh tidak be-rubah², meskipun harus menghadapi segala matjam
soal dan perobahan adalah hanja APRI (TNI)". Maka sebenarnja mendjadi suatu kewadjiban bagi kita sekalian, jang semantiasa hendak tetap mempertahankan tegaknja Proklamasi 17 Agustus
1945, untuk tetap memelihara, agar supaja satu?nja hak milik
nasional Republik jang masih utuh itu, tidak dapat di-robah²
oleh keadaan jang bagaimanapun djuga. Djika para pemimpin kita
tetap teguh dan konsekwen dalam pendiriannja semula, maka Insja Allah AP kebangsaan kita akan berdiri tegak se-lama”nja dengan mampu dan sanggup mendjamin keamanan Nusa dan Bangsa kita !"
'''Para pradjurit TNI!'''
Marilah kita sedetik mengenangkan arwah semua pradjurit kita jang telah gugur dalam tugas negara.
Sekian.
Berdjoang terus dan tetap merdeka !
{{c| * {{gap}}*{{gap}}*}}
(Samb. hal. 9)
masih tetap belum aman, lautan kita masih belum bersih dari pelanggaran², disekitar Negara kita pertengkaran bertambah.
Tetapi kita harus waspada, terus kita harus membangun Angkatan Laut kita, dengan berdjuang setjara ulet, bekerdja setjara
efficient, beladjar radjin, berlatih keras, memegang teguh disipin, — supaja setiap waktu Angkatan Laut kita siap sedia
untuk menghadapi tantangan dari manapun djuga, — supaja tetap berkibar tinggi Pandji Angkatan Laut kita dengan sembojannja :
JALESVEVA JAYAMAHE Di-samudra kita Djaja.
{{c|—.—}}<noinclude>{{rh|52}}</noinclude>
ntmj65lc8lbv8f85a17u6mpqlme0jfx
295369
295368
2026-05-14T11:31:13Z
Lutfiyatun
26681
295369
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>(Samb. hal. 8)
„Bahwa satu²nja hak milik nasional Republik jang masih tetap
utuh tidak be-rubah², meskipun harus menghadapi segala matjam
soal dan perobahan adalah hanja APRI (TNI)". Maka sebenarnja mendjadi suatu kewadjiban bagi kita sekalian, jang semantiasa hendak tetap mempertahankan tegaknja Proklamasi 17 Agustus
1945, untuk tetap memelihara, agar supaja satu?nja hak milik
nasional Republik jang masih utuh itu, tidak dapat di-robah²
oleh keadaan jang bagaimanapun djuga. Djika para pemimpin kita
tetap teguh dan konsekwen dalam pendiriannja semula, maka Insja Allah AP kebangsaan kita akan berdiri tegak se-lama”nja dengan mampu dan sanggup mendjamin keamanan Nusa dan Bangsa kita !"
'''Para pradjurit TNI!'''
Marilah kita sedetik mengenangkan arwah semua pradjurit kita jang telah gugur dalam tugas negara.
Sekian.
Berdjoang terus dan tetap merdeka !
{{c| * {{gap}}*{{gap}}*}}
(Samb. hal. 9)
masih tetap belum aman, lautan kita masih belum bersih dari pelanggaran², disekitar Negara kita pertengkaran bertambah.
Tetapi kita harus waspada, terus kita harus membangun Angkatan Laut kita, dengan berdjuang setjara ulet, bekerdja setjara
efficient, beladjar radjin, berlatih keras, memegang teguh disipin, — supaja setiap waktu Angkatan Laut kita siap sedia
untuk menghadapi tantangan dari manapun djuga, — supaja tetap berkibar tinggi Pandji Angkatan Laut kita dengan sembojannja :
JALESVEVA JAYAMAHE Di-samudra kita Djaja.
{{c|—.—}}<noinclude>{{rh|52}}</noinclude>
0001sfe5f97ep7q907qols1w83zy7nr
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/775
104
104514
295263
2026-05-14T10:21:31Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
295263
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>''Dibelakang Bapak Pandede, tampak para pemeluk agama Hindu
Bali jang telah siap untuk menerima Tirta (Air sutji).''
''Bapak Pandede Tentara sedang memeriksa Tirta jang akan dibagikan kepada para hadirin.''
''Para hadirin tengah dipertjiki Tirta oleh pembantu Pandede ja-
itu Isteri Pandede sendiri.''<noinclude>{{rh||37}}</noinclude>
f0c0jjfyh4r15kp61h4ovweh7r2bq3p
295264
295263
2026-05-14T10:22:02Z
Lutfiyatun
26681
295264
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{missing image}}
''Dibelakang Bapak Pandede, tampak para pemeluk agama Hindu
Bali jang telah siap untuk menerima Tirta (Air sutji).''
{{missing image}}
''Bapak Pandede Tentara sedang memeriksa Tirta jang akan dibagikan kepada para hadirin.''
{{missing image}}
''Para hadirin tengah dipertjiki Tirta oleh pembantu Pandede ja-
itu Isteri Pandede sendiri.''<noinclude>{{rh||37}}</noinclude>
ha0joy61ssmvpu8nzhf9wqu6f4c8ac7
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/396
104
104515
295267
2026-05-14T10:23:11Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295267
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>jeda, misalnya:
{| style="margin-left: 2.5em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 14em;" | Amin guru.<br />Amin pandai.<br />yang
| style="vertical-align: middle; width: 4em; text-align: center;" | ───►
| style="vertical-align: middle; text-align: justify;" | Amin guru yang pandai.
|-
| style="vertical-align: top; padding-top: 0.5em;" | Amin masuk.<br />Amin mengikuti bapak.<br />jeda +
| style="vertical-align: middle; text-align: center;" | ───►
| style="vertical-align: middle; text-align: justify;" | Amin masuk+mengikuti bapak.
|-
| style="vertical-align: top; padding-top: 0.5em;" | Amin guru.<br />Amin pandai.<br />Amin mengambil buku.<br />yang<br />itu
| style="vertical-align: middle; text-align: center;" | ───►
| style="vertical-align: middle; text-align: justify;" | Amin guru yang pandai mengambil buku.
|}
<br />
Kalimat² hasil transformasi seperti pada contoh di atas dapat dibedakan :
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | a)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Kalimat minim, kalimat² yang dihasilkan dengan penghilangan; kalimat macam ini biasanya muncul dari situasi pemakaian bahasa secara khusus, karenanya dapat disebut kalimat situasi;
|-
| style="vertical-align: top;" | b)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kalimat luasan, kalimat² yang dihasilkan dengan penambahan atau penggabungan; kalimat tunggal atau kalimat majemuk dalam tatabahasa yang tersedia dapat termasuk ke dalam pengertian ini;
|-
| style="vertical-align: top;" | c)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kalimat bukan minim bukan luasan, seperti yang dihasilkan dengan penukaran urutan.
|}
<div style="line-height: 1.6; text-align: justify; margin-top: 0.5em; margin-bottom: 0.5em;">
Kalimat minim kalimat luasan dan kalimat lain hasil transformasi (termasuk misalnya kalimat pasif) dianggap kalimat² variasi dari kalimat sumber yang berpola dasar seperti dikemukakan di atas. ( 2.2 ).-
</div>
2.4. Dalam pelaksanaan pengajaran bahasa Indonesia, dengan latihan pentransformasi pola kalimat dasar akan membina kemampuan menyusun berbagai variasi kalimat, kemampuan sangat bermanfaat dalam pemakaian bahasa, tulisan maupun lisan. Bermacam bentuk latihan dapat diberikan kepada anak didik, namun dalam artikel ini belum sempat disampaikan.<noinclude>{{rh|||28}}</noinclude>
poar6c62767doer2kgeuniwhx8rs966
295268
295267
2026-05-14T10:23:45Z
Upiak Ituih
27011
295268
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>jeda, misalnya:
{| style="margin-left: 2.5em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 14em;" | Amin guru.<br />Amin pandai.<br />yang
| style="vertical-align: middle; width: 4em; text-align: center;" | ───►
| style="vertical-align: middle; text-align: justify;" | Amin guru yang pandai.
|-
| style="vertical-align: top; padding-top: 0.5em;" | Amin masuk.<br />Amin mengikuti bapak.<br />jeda +
| style="vertical-align: middle; text-align: center;" | ───►
| style="vertical-align: middle; text-align: justify;" | Amin masuk+mengikuti bapak.
|-
| style="vertical-align: top; padding-top: 0.5em;" | Amin guru.<br />Amin pandai.<br />Amin mengambil buku.<br />yang<br />itu
| style="vertical-align: middle; text-align: center;" | ───►
| style="vertical-align: middle; text-align: justify;" | Amin guru yang pandai mengambil buku.
|}
<br />
Kalimat² hasil transformasi seperti pada contoh di atas dapat dibedakan :
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | a)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Kalimat minim, kalimat² yang dihasilkan dengan penghilangan; kalimat macam ini biasanya muncul dari situasi pemakaian bahasa secara khusus, karenanya dapat disebut kalimat situasi;
|-
| style="vertical-align: top;" | b)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kalimat luasan, kalimat² yang dihasilkan dengan penambahan atau penggabungan; kalimat tunggal atau kalimat majemuk dalam tatabahasa yang tersedia dapat termasuk ke dalam pengertian ini;
|-
| style="vertical-align: top;" | c)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kalimat bukan minim bukan luasan, seperti yang dihasilkan dengan penukaran urutan.
|}
<div style="line-height: 1.6; text-align: justify; margin-top: 0.5em; margin-bottom: 0.5em;">
Kalimat minim kalimat luasan dan kalimat lain hasil transformasi (termasuk misalnya kalimat pasif) dianggap kalimat variasi dari kalimat sumber yang berpola dasar seperti dikemukakan di atas. ( 2.2 ).-
</div>
2.4. Dalam pelaksanaan pengajaran bahasa Indonesia, dengan latihan pentransformasi pola kalimat dasar akan membina kemampuan menyusun berbagai variasi kalimat, kemampuan sangat bermanfaat dalam pemakaian bahasa, tulisan maupun lisan. Bermacam bentuk latihan dapat diberikan kepada anak didik, namun dalam artikel ini belum sempat disampaikan.<noinclude>{{rh|||28}}</noinclude>
ppwcv6cqtgkf62uvlck1pc4kry2k9dj
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/774
104
104516
295272
2026-05-14T10:25:15Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
295272
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{missing image}}
''Pemandangan pada waktu para Tjaper Depot Bn Inf. VIII beserta para pegawai Sipil sedang sibuk Kerdja Bakti dihalaman Pura
Besakih.''
{{missing image}}
''Para Tjaper sedang asjik mendengarkan pidato wakil Pandede
Tentara, mengenai arti-makna dari Hari Raya Kuningan.''<noinclude>{{rh|36}}</noinclude>
csylwvi60ogca5k55w123qgfivtrelq
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/398
104
104517
295273
2026-05-14T10:27:07Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295273
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||30}}</noinclude>dak diikuti tutur maupun tindak, misalnya:
<div style="margin-left: 6em; line-height: 1.6;">
Alangkah indahnya!<br />
Wahai!
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | d)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Kalimat tanya, umumnya kalimat minim atau tulisan dengan bermacam pola, diikuti respons tutur dalam berbagai pola, misalnya:
|}
{| style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: calc(100% - 5em);"
| style="vertical-align: top; width: 18em;" | Siapa mengambil buku itu?
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Aku
|-
|
|
| Aku mengambil buku itu.
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | e)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Kalimat perintah, umumnya kalimat minim atau luasan dalam berbagai pola, diikuti respons tindak yang mungkin pula disertai respons-respons tutur dengan pola relatif tetap, misalnya:
|}
{| style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: calc(100% - 5em);"
| style="vertical-align: top; width: 18em;" | Silahkan duduk.
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Terima kasih. (dan/atau tindakan: duduk)
|-
| style="vertical-align: top;" | Pergilah.
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | (tindakan: pergi)
|-
| style="vertical-align: top;" | Saya minta engkau datang besok.
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Insya Allah.
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | f)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Kalimat pernyataan, umumnya kalimat luasan, diikuti respons tutur maupun tindak sebagai tanda perhatian, misalnya:
|}
{| style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: calc(100% - 5em);"
| style="vertical-align: top; width: 18em;" | Kemarin saya pergi menonton pementasan LLII
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Hm, begitu. (dan/atau anggukan kepala)
|}
<br />
3.2 Dalam pelaksanaan pengajaran bahasa Indonesia di sekolah-sekolah, agaknya pengenalan jenis² kalimat dengan perbedaan pengertian seperti dikemukakan di atas (3.1) cukup sederhana dan kurang mengacaukan pikiran anak didik.<noinclude></noinclude>
783rmdbl2cy80rgeu77qs4k9z0pp6na
295274
295273
2026-05-14T10:28:07Z
Upiak Ituih
27011
295274
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||30}}</noinclude>{{hwe|dak|tidak}} diikuti tutur maupun tindak, misalnya:
<div style="margin-left: 6em; line-height: 1.6;">
Alangkah indahnya!<br />
Wahai!
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | d)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Kalimat tanya, umumnya kalimat minim atau tulisan dengan bermacam pola, diikuti respons tutur dalam berbagai pola, misalnya:
|}
{| style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: calc(100% - 5em);"
| style="vertical-align: top; width: 18em;" | Siapa mengambil buku itu?
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Aku
|-
|
|
| Aku mengambil buku itu.
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | e)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Kalimat perintah, umumnya kalimat minim atau luasan dalam berbagai pola, diikuti respons tindak yang mungkin pula disertai respons-respons tutur dengan pola relatif tetap, misalnya:
|}
{| style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: calc(100% - 5em);"
| style="vertical-align: top; width: 18em;" | Silahkan duduk.
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Terima kasih. (dan/atau tindakan: duduk)
|-
| style="vertical-align: top;" | Pergilah.
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | (tindakan: pergi)
|-
| style="vertical-align: top;" | Saya minta engkau datang besok.
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Insya Allah.
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | f)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Kalimat pernyataan, umumnya kalimat luasan, diikuti respons tutur maupun tindak sebagai tanda perhatian, misalnya:
|}
{| style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: calc(100% - 5em);"
| style="vertical-align: top; width: 18em;" | Kemarin saya pergi menonton pementasan LLII
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Hm, begitu. (dan/atau anggukan kepala)
|}
<br />
3.2 Dalam pelaksanaan pengajaran bahasa Indonesia di sekolah-sekolah, agaknya pengenalan jenis² kalimat dengan perbedaan pengertian seperti dikemukakan di atas (3.1) cukup sederhana dan kurang mengacaukan pikiran anak didik.<noinclude></noinclude>
srefhz5g6j1rjtmpdlbw9nx1u9ibfp5
295275
295274
2026-05-14T10:28:44Z
Upiak Ituih
27011
295275
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{{hwe|dak|tidak}} diikuti tutur maupun tindak, misalnya:
<div style="margin-left: 6em; line-height: 1.6;">
Alangkah indahnya!<br />
Wahai!
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | d)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Kalimat tanya, umumnya kalimat minim atau tulisan dengan bermacam pola, diikuti respons tutur dalam berbagai pola, misalnya:
|}
{| style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: calc(100% - 5em);"
| style="vertical-align: top; width: 18em;" | Siapa mengambil buku itu?
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Aku
|-
|
|
| Aku mengambil buku itu.
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | e)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Kalimat perintah, umumnya kalimat minim atau luasan dalam berbagai pola, diikuti respons tindak yang mungkin pula disertai respons-respons tutur dengan pola relatif tetap, misalnya:
|}
{| style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: calc(100% - 5em);"
| style="vertical-align: top; width: 18em;" | Silahkan duduk.
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Terima kasih. (dan/atau tindakan: duduk)
|-
| style="vertical-align: top;" | Pergilah.
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | (tindakan: pergi)
|-
| style="vertical-align: top;" | Saya minta engkau datang besok.
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Insya Allah.
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | f)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Kalimat pernyataan, umumnya kalimat luasan, diikuti respons tutur maupun tindak sebagai tanda perhatian, misalnya:
|}
{| style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: calc(100% - 5em);"
| style="vertical-align: top; width: 18em;" | Kemarin saya pergi menonton pementasan LLII
| style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | -
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Hm, begitu. (dan/atau anggukan kepala)
|}
<br />
3.2 Dalam pelaksanaan pengajaran bahasa Indonesia di sekolah-sekolah, agaknya pengenalan jenis² kalimat dengan perbedaan pengertian seperti dikemukakan di atas (3.1) cukup sederhana dan kurang mengacaukan pikiran anak didik.<noinclude>{{rh||30}}</noinclude>
75wzek5mpc4xvi2eriwuqm37ju235px
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/832
104
104518
295277
2026-05-14T10:30:23Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
295277
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{missing image}}
''Tepat pada upatjara peringatan Hari Pahlawan tanggal 10 Nopember, di halaman MBAD telah dilangsungkan upatjara pemberian Bintang Gerilja setjara simbolik kepada para Perwira, Bentara dan Tamtama dilingkungan MBAD.''
{{missing image}}
''Dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Angkatan Perang jang ke 13, didaerah T&T-I Bukit Barisan telah dilangsungkan upatjara pemberian Satya Lantjana Tauladan kepada para Peradjurit jang berhak menerimanja. Tampak KS. T&T-I Let. Kol Hasan Kasim tengah memasang Satya Lantjana Tauladan kepada salah seorang Bentara
jang mewakili rekan²nja.
{{missing image}}
Baru ini di Tandjung Karang telah dilangsungkan upatjara timbang-terime djabatan Komandan Resimen Infanter VI T&T-II Sriwidjaja dari Kmd. RI jang lama Let. Kol. Worang kepade Kmd. jang baru Major Arifin. Upatjare tsb. disaksikan Pd. Panglima T&T-I Sriwidjaja Let. Kol. Harun Sohar.<noinclude></noinclude>
9d5kgt5cyb1bu2vwtyyg50u7lwcm9nh
295278
295277
2026-05-14T10:30:56Z
Lutfiyatun
26681
295278
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{missing image}}
''Tepat pada upatjara peringatan Hari Pahlawan tanggal 10 Nopember, di halaman MBAD telah dilangsungkan upatjara pemberian Bintang Gerilja setjara simbolik kepada para Perwira, Bentara dan Tamtama dilingkungan MBAD.''
{{missing image}}
''Dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Angkatan Perang jang ke 13, didaerah T&T-I Bukit Barisan telah dilangsungkan upatjara pemberian Satya Lantjana Tauladan kepada para Peradjurit jang berhak menerimanja. Tampak KS. T&T-I Let. Kol Hasan Kasim tengah memasang Satya Lantjana Tauladan kepada salah seorang Bentara
jang mewakili rekan²nja.
{{missing image}}
Baru ini di Tandjung Karang telah dilangsungkan upatjara timbang-terima djabatan Komandan Resimen Infanter VI T&T-II Sriwidjaja dari Kmd. RI jang lama Let. Kol. Worang kepade Kmd. jang baru Major Arifin. Upatjare tsb. disaksikan Pd. Panglima T&T-I Sriwidjaja Let. Kol. Harun Sohar.<noinclude></noinclude>
m7bev4xg00g6037ym7aolf65em080af
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/414
104
104519
295281
2026-05-14T10:33:46Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295281
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (c)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | mengapit istilah jang kurang dikenal atau kata jang diberi arti chusus.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Istilah "tak bersuara" menundjuk kepada keadaan terbuka dalam batang teŋgorok.<br />
"Lampu hijau" belum lagi menjala.
</div>
<div style="margin-left: 2.5em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-top: 0.5em; margin-bottom: 0.5em;">
Tjatatan: Tanda petik tutup (...") didahului oleh titik, koma, tanda tanja, dan tanda seru jang mendjadi bagian kutipan.
</div>
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-bottom: 1em;">
Ia berkata, "Jelek benar pensil ini."<br />
"Siapa kau?" tanjanja.
</div>
13. Tanda petik tunggal ('...')
<div style="text-indent: 2.5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Tanda petik tunggal mengapit kutipan dalam kutipan lain.
</div>
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-bottom: 1em;">
Katanya, "Kemana saja 'profesor' kita ini?"
</div>
14. Tanda ulang (2)
<div style="text-indent: 2.5em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-bottom: 1em;">
Tanda ini terbatas pemakaiannja pada tulisan tjepat, notula, dan surat kabar.
</div>
15. Tanda garis miring (/)
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (a)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dipakai dalam penomoran kode surat.
|-
| style="vertical-align: top;" | (b)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dipakai sebagai pengganti kata per dan atau.
|}
<div style="margin-left: 6em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-top: 0.5em;">
No. 272/Sek/II/66<br />
Harganja Rp 97,50/meter<br />
pendahuluan/pembukaan
</div><noinclude>{{rh||44}}</noinclude>
gxqtjrx5fg8yuueairdsw77d38ysx1f
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/833
104
104520
295284
2026-05-14T10:36:24Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
295284
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{missing image}}
Dalam waktu jang sama, Wakil KSAD Brigader Djenderal Gatot Subroto telah memberikan Satya Lantjana PBB kepada para Perwira, Bentara dan Tamtama jang telah turut menunaikan tugas Internasional di Mesir sebagai Polisi Perserikatan Bangsa².
{{missing image}}
''Dalam atjara jang sama, didaerah KDMA Atjeh djuga telah dilangsungkan upatjara pemberian Satya Lantjana Tauladan
kepada para Peradjurit jang berhak menerima. Tampak Let. Kol. Sjamaun Gaharu Kmd. KDMA tengah memasang Satya tsb. kepada salah seorang Bentara.''
{{missing image}}
''Peringatan Hari angkatan Perang ke 13 jang dilangsugnkan didaerah KDM Nusa Tenggara, ditjancumkan pula atjara pemberian Satya taulana pada para Peradjurit jang berhak menerimanja, Tampak Let. Kol. Minggu KDM NUTENG sedang memasang tya tsb kepada salah seorang Ben- jang mewakili rekan²nya.''<noinclude></noinclude>
4tl8ii8w99zb366pptc6jv54adg5non
295285
295284
2026-05-14T10:36:55Z
Lutfiyatun
26681
295285
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{missing image}}
''Dalam waktu jang sama, Wakil KSAD Brigader Djenderal Gatot Subroto telah memberikan Satya Lantjana PBB kepada para Perwira, Bentara dan Tamtama jang telah turut menunaikan tugas Internasional di Mesir sebagai Polisi Perserikatan Bangsa².''
{{missing image}}
''Dalam atjara jang sama, didaerah KDMA Atjeh djuga telah dilangsungkan upatjara pemberian Satya Lantjana Tauladan kepada para Peradjurit jang berhak menerima. Tampak Let. Kol. Sjamaun Gaharu Kmd. KDMA tengah memasang Satya tsb. kepada salah seorang Bentara.''
{{missing image}}
''Peringatan Hari angkatan Perang ke 13 jang dilangsugnkan didaerah KDM Nusa Tenggara, ditjancumkan pula atjara pemberian Satya taulana pada para Peradjurit jang berhak menerimanja, Tampak Let. Kol. Minggu KDM NUTENG sedang memasang tya tsb kepada salah seorang Ben- jang mewakili rekan²nya.''<noinclude></noinclude>
8jmcw23xnjxj7kow4gyl3hl9sen09qx
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/413
104
104521
295287
2026-05-14T10:38:21Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295287
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>10. Tanda kurung (( ))
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (a)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | mengapit keterangan jang ditambahkan pada kalimat atau bagian-bagiannja.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Gempa bumi di Skopje (Yugoslavia) menimbulkan banyak korban.
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (b)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | mengapit keterangan jang bukan bagian dari keseluruhan pokok pembitjaraan.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Katanya ia belum pernah (sic) melihat karangan itu.
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (c)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | mengapit angka atau huruf jang memerintji satu seri keterangan. Angka atau huruf itu dapat djuga diikuti hanja oleh kurung tutup.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-bottom: 0.5em;">
Masalah edjaan menjangkut bidang:
</div>
{| style="margin-left: 7em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="width: 2.5em; vertical-align: top;" | (A)
| style="vertical-align: top;" | fonologi
|-
| style="vertical-align: top;" | (B)
| style="vertical-align: top;" | morfologi
|-
| style="vertical-align: top;" | (C)
| style="vertical-align: top;" | sintaksis
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-top: 0.5em; margin-bottom: 0.5em;">
atau:
</div>
{| style="margin-left: 7em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="width: 2.5em; vertical-align: top;" | A)
| style="vertical-align: top;" | fonologi
|-
| style="vertical-align: top;" | B)
| style="vertical-align: top;" | morfologi
|-
| style="vertical-align: top;" | C)
| style="vertical-align: top;" | sintaksis
|}
11. Tanda kurung siku ( ''['' '' ]'' )
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (a)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | mengapit huruf, kata, atau kelompok kata jang ditambahkan pada kalimat kutipan.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Sang Sapurba men''[''d'']''engar bunji gemersik itu.
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (b)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | mengapit keterangan dalam kalimat pendjelas jang sudah bertanda kurung.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
(Perbedaan antara dua matjam proses ini ''[''lihat Bab I'']'' tidak dibicarakan lagi.)
</div>
12. Tanda petik ("...")
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (a)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | mengapit petikan langsung jang berasal dari pembitjara, dari naskah atau bahan tertulis lain. Kedua tanda petik itu ditulis sama tinggi diatas baris.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
"Sudah siap," katanja.<br />
"Saya belum siap," serunja," tunggu sebentar."
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (b)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | mengapit djudul sjair, karangan, dan bab buku.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Sadjak "Berdiri Aku" terdapat pada halaman 5.<br />
Karangan Moh. Hatta "Demokrasi Kita"<br />
sudah diterbitkan lagi.<br />
Bacalah bab "Samsulbahri membunuh diri"<br />
dalam buku Sitti Nurbaja.
</div><noinclude>{{rh||43}}</noinclude>
26o8roht0la1ui747beuriimyx2p6jp
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/412
104
104522
295290
2026-05-14T10:40:13Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295290
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>6. Tanda pisah (----)
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (a)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | membatasi penjisipan kata, kelompok kata, atau anak kalimat jang memberi pendjelasan chusus.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Kemerdekaan bangsa itu----dan saja yakin pasti akan datang----harus dipertjuangkan oleh bangsa itu sendiri.<br />
Semua barangnja----radio, televisi, dan perhiasan----dibawa lari pentjuri.
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (b)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | menegaskan adanja oposisi atau pendjelasan lainnja.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Mereka semua mengenal Pak Salim----guru tua di kota ketjil itu.
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (c)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | diantara dua bilangan atau tanggal jang berarti sampai dengan atau diantara dua nama kota jang berarti ke, sampai.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
1910--------1945<br />
Jakarta--------Bandung
</div>
7. Tanda elipsis (...)
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (a)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | menggambarkan kalimat jang terputus-putus.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Kalau begitu .... ya, marilah kita berangkat.
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (b)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | menundjukkan bahwa dalam suatu petikan ada bagian jang dihilangkan.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
"Faktor-faktor ..... itu akan diteliti sekedarnja".
</div>
8. Tanda tanja (?)
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (a)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | menundjukkan pertanjaan jang mengharapakan djawaban atau jang bersifat retoris.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Kapan ia berangkat?<br />
Saudara tahu, bukan?
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 4.5em;" | Tetapi:
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Saya tidak tahu jam berapa dia datang.
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (b)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | bila ditaruh dalam tanda kurung menundjukkan utjapan jang disangsikan atau jang kurang dapat dibuktikan kebenaranndja.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Ia dilahirkan pada tahun 1683 (?)<br />
Iksan pergi ke Sigli (?) menengok neneknya.
</div>
9. Tanda seru (!)
<div style="text-indent: 2.5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Tanda seru menundjukkan ungkapan seruan, perintah, dan jang meminta perhatian chusus.
</div>
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Merdeka!<br />
Alangkah panasnya!<br />
Pergi!
</div><noinclude>{{rh||42}}</noinclude>
qq9qprp45p8hljbai9wh54dll6xki8k
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/841
104
104523
295292
2026-05-14T10:41:28Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '{{missing image}} ''Pertahanan Udara langsung Amerika Serikat kini telah diperlengkapi dengan peluru² kendali "Thor" dan "Jupiter" jang sangat modern.'' {{c|xxxx-larger|'''PERSIAPAN PERTAHANAN UDARA'''}} {{c|'''(HABIS)'''}} OLEH: KAPT. ART. J. HENUHILI Sebelum dipersoalkan bagai- mana kerdja sama itu harus di- lakukan, maka sebenarnja perlu diketahui lebih dahulu bagaimana appreciatie kita tentang serang- an-serangan jang akan dilantjar- kan t...
295292
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{missing image}}
''Pertahanan Udara langsung Amerika Serikat kini telah diperlengkapi dengan peluru² kendali "Thor" dan "Jupiter" jang sangat modern.''
{{c|xxxx-larger|'''PERSIAPAN PERTAHANAN UDARA'''}}
{{c|'''(HABIS)'''}}
OLEH: KAPT. ART. J. HENUHILI
Sebelum dipersoalkan bagai-
mana kerdja sama itu harus di-
lakukan, maka sebenarnja perlu
diketahui lebih dahulu bagaimana
appreciatie kita tentang serang-
an-serangan jang akan dilantjar-
kan terhadap Negara kita.
Setelah diketahui dengan dje-
las appreciatie kita tentang soal
ini, maka baru dapat ditentukan,
mengingat daja-kemampuan Ne-
gara dan pengalaman kita, susun-
an atau systeem jang akan kita
bangun (opetten) untuk men-
djamin pertahanan udara jang se-
baik-baiknja.
Dalam systeem inilah ditentu-
kan bagaimana dan tjara kerdja-
sama jang harus dilakukan dalam
usaha untuk mempertahankan
ruangan udara wilajah Negara
kita.
Sampai dengan hari ini belum
diketahui bagaimana sebenarnja
appreciatie Pimpinan Angkatan
Perang dalam soal ini, sehingga
akan sangat sulit untuk menen-
tukan atau membajangkan pokok²
kerdja sama jang harus dilaku-
kan dalam suatu systeem Perta-
hanan Udara untuk Negara kita.
Tetapi untuk toch memberi
kan gambaran bagaimana kerdja
sama itu dilakukan, akan diusa-
hakan agar mendekati persoalan-
nja.
Dalam suatu systeem Pertahan-
an Udara, dinegara manapun
djuga, selalu Angkatan Perang
memegang peranan jang terpen-
ting disampingnja peranan Ma-
sjarakat Sipil jang pula mempu-
njai tanggung djawab dalam hal
ini.
Kita semua dapat merasakan
(aanvoelen) bahwa sudah sela-
jaknja tugas atau tanggung-dja-
wab itu tidak sadja diletakkan di-
atas bahu Angkatan Perang, te-
tapi pula segenap lapisan masja-
Digitized by
Google
31<noinclude></noinclude>
mqm3ce8o3a04iwssbukf25rxk04canz
295294
295292
2026-05-14T10:41:53Z
Lutfiyatun
26681
295294
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{missing image}}
''Pertahanan Udara langsung Amerika Serikat kini telah diperlengkapi dengan peluru² kendali "Thor" dan "Jupiter" jang sangat modern.''
{{xxxx-larger|'''PERSIAPAN PERTAHANAN UDARA'''}}
{{c|'''(HABIS)'''}}
OLEH: KAPT. ART. J. HENUHILI
Sebelum dipersoalkan bagai-
mana kerdja sama itu harus di-
lakukan, maka sebenarnja perlu
diketahui lebih dahulu bagaimana
appreciatie kita tentang serang-
an-serangan jang akan dilantjar-
kan terhadap Negara kita.
Setelah diketahui dengan dje-
las appreciatie kita tentang soal
ini, maka baru dapat ditentukan,
mengingat daja-kemampuan Ne-
gara dan pengalaman kita, susun-
an atau systeem jang akan kita
bangun (opetten) untuk men-
djamin pertahanan udara jang se-
baik-baiknja.
Dalam systeem inilah ditentu-
kan bagaimana dan tjara kerdja-
sama jang harus dilakukan dalam
usaha untuk mempertahankan
ruangan udara wilajah Negara
kita.
Sampai dengan hari ini belum
diketahui bagaimana sebenarnja
appreciatie Pimpinan Angkatan
Perang dalam soal ini, sehingga
akan sangat sulit untuk menen-
tukan atau membajangkan pokok²
kerdja sama jang harus dilaku-
kan dalam suatu systeem Perta-
hanan Udara untuk Negara kita.
Tetapi untuk toch memberi
kan gambaran bagaimana kerdja
sama itu dilakukan, akan diusa-
hakan agar mendekati persoalan-
nja.
Dalam suatu systeem Pertahan-
an Udara, dinegara manapun
djuga, selalu Angkatan Perang
memegang peranan jang terpen-
ting disampingnja peranan Ma-
sjarakat Sipil jang pula mempu-
njai tanggung djawab dalam hal
ini.
Kita semua dapat merasakan
(aanvoelen) bahwa sudah sela-
jaknja tugas atau tanggung-dja-
wab itu tidak sadja diletakkan di-
atas bahu Angkatan Perang, te-
tapi pula segenap lapisan masja-
Digitized by
Google
31<noinclude></noinclude>
gwiwv7mcfwp2878np9eesvabqtunq0n
295300
295294
2026-05-14T10:45:13Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
295300
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{missing image}}
''Pertahanan Udara langsung Amerika Serikat kini telah diperlengkapi dengan peluru² kendali "Thor" dan "Jupiter" jang sangat modern.''
<center>{{xx-larger|'''PERSIAPAN PERTAHANAN UDARA'''}}</center>
{{c|'''(HABIS)'''}}
{{c|''OLEH: KAPT. ART. J. HENUHILI''}}
'''Pokok² kerdja sama'''
Sebelum dipersoalkan bagaimana kerdja sama itu harus dilakukan, maka sebenarnja perlu diketahui lebih dahulu '''bagaimana appreciatie kita tentang serangan-serangan jang akan dilantjarkan terhadap Negara kita.'''
Setelah diketahui dengan djelas appreciatie kita tentang soal
ini, maka baru dapat ditentukan, mengingat daja-kemampuan Negara dan pengalaman kita, susunan atau systeem jang akan kita
bangun (opetten) untuk mendjamin pertahanan udara jang se-
baik-baiknja.
Dalam systeem inilah ditentukan bagaimana dan tjara kerdja-
sama jang harus dilakukan dalam usaha untuk mempertahankan
ruangan udara wilajah Negara kita.
Sampai dengan hari ini belum diketahui bagaimana sebenarnja
appreciatie Pimpinan Angkatan Perang dalam soal ini, sehingga
akan sangat sulit untuk menentukan atau membajangkan pokok²
kerdja sama jang harus dilakukan dalam suatu systeem Pertahanan Udara untuk Negara kita.
Tetapi untuk toch memberi kan gambaran bagaimana kerdja sama itu dilakukan, akan diusahakan agar mendekati persoalannja.
Dalam suatu systeem Pertahanan Udara, dinegara manapun djuga, selalu Angkatan Perang memegang peranan jang terpenting disampingnja peranan Masjarakat Sipil jang pula mempunjai tanggung djawab dalam hal ini.
Kita semua dapat merasakan (aanvoelen) bahwa sudah selajaknja tugas atau tanggung-djawab itu tidak sadja diletakkan diatas bahu Angkatan Perang, tetapi pula segenap lapisan masja-<noinclude>{{rh|||31}}</noinclude>
fljx7f1w4uxp84u0vft7nn1eg63lkq3
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/411
104
104524
295295
2026-05-14T10:42:14Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295295
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (h)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dipakai dimuka angka persepuluhan dan diantara rupiah dan sen dalam bilangan.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
12,54 m<br />
Rp 12,50
</div>
3. Titik koma (;)
<div style="text-indent: 2.5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Titik koma memisahkan bagian-bagian kalimat, djika dalam bagian-bagian kalimat itu sudah ada koma.
</div>
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Hasil negeri itu terdiri atas: teh dan kopi;<br />
minyak, emas, dan bidji besi; ikan dan ternak.
</div>
4. Titik dua (:)
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (a)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dipakai sebagai pengantar suatu daftar, rangkaian, atau pemerintjian.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Yang kita perlukan sekarang ialah: kertas, tinta, dan pena.
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (b)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dipakai (i) diantara djilid atau nomor dan halaman, (ii) diantara bab dan ajat dalam kitab-kitab sutji, atau (iii) diantara djudul dan anak djudul suatu karangan.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Tempo, I (1971), 34 : 7<br />
Surah Yasin : 9<br />
Karangannya, Pendidikan: Sebuah Studi, sudah terbit.
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (c)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dipakai diantara bagian jang menundjukkan pembitjara dan apa jang diutjapkannja dalam pertjakapan.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Ibu : "Bawa koper ini, Mir!"<br />
Amir : "Baik, bu."
</div>
5. Tanda hubung (-)
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (a)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | menjambung suku-suku kata dasar jang terpisah oleh pergantian baris.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
ada cara ba-<br />
ru
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (b)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | menjambung awalan dengan bagian kata dibelakangnja atau achiran dengan bagian kata didepannja pada pergantian baris
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
cara baru meng-<br />
ukur panas<br />
cara baru me-<br />
ngukur kelapa<br />
alat pertahan-<br />
an yang baru
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (c)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | menjambung unsur-unsur kata ulang.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
anak-anak<br />
kemerah-merahan
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (d)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | menjambung bagian-bagian tanggal.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
4-7-1935
</div><noinclude>{{rh||41}}</noinclude>
kc06hice6j9o9zt4hkyrwrziz8soeyk
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/410
104
104525
295297
2026-05-14T10:43:28Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295297
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 4.5em;" | Tetapi:
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Saya sudah membaca Renungan Indonesia.
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (k)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Dalam surat-menyurat tidak dipakai dibelakang tanggal, nama, dan alamat, jang tidak mendjadi bagian kalimat.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Jakarta, 17 Mei 1973<br />
Kepada Yth.<br />
Sdr. Kasandinama<br />
Jalan Arif 107<br />
Bandung
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 4.5em;" | Tetapi:
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Sdr. Kasandinama tinggal di Jalan Arif 107, Bandung.
|}
2. Koma (,)
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (a)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dipakai diantara unsur-unsur dalam suatu pemerintjian atau pembilangan.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Saya membeli kertas, pena, dan tinta<br />
Satu, dua, ............ tiga!
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (b)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | mentjeraikan anak kalimat, baik jang dirangkaikan oleh kata penghubung maupun jang tidak.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Saya sudah selesai, tetapi ia belum.<br />
Malu bertanya, sesat di jalan.
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (c)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | mentjeraikan kutipan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Kata ibu dengan lemah lembut, "Hati-hatilah".
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (d)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dipakai diantara (i) nama dan alamat, (ii) bagian-bagian alamat, (iii) tempat dan tanggal, jang ditulis sebaris.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Dekan Fakultas Kedokteran UI, Salemba 6,<br />
Jakarta<br />
Surabaya, 10 Mei 1970
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (e)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | mentjeraikan bagian nama jang dibalik susunannja dalam daftar pustaka.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Siregar, Merari, Azab dan Sengsara<br />
Weltevreden, Balai Pustaka, 1920
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (f)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dipakai diantara nama tempat penerbitan, nama penerbit, dan tahun penerbit.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
(Lihat tjontoh pada (e).)
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (g)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dipakai diantara nama orang dan gelar akademis jang mengikutinja, untuk membedakannja dari singkatan nama keluarga atau marga.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Djokosutomo, SH
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 4.5em;" | Tetapi:
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Ismail M.S.
|}<noinclude>{{rh||40}}</noinclude>
o8adqn3uld85j6v2jc665rtcxt5dt1e
295299
295297
2026-05-14T10:44:35Z
Upiak Ituih
27011
295299
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top;" | Tetapi:
|-
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Saya sudah membaca Renungan Indonesia.
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (k)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Dalam surat-menyurat tidak dipakai dibelakang tanggal, nama, dan alamat, jang tidak mendjadi bagian kalimat.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Jakarta, 17 Mei 1973<br />
Kepada Yth.<br />
Sdr. Kasandinama<br />
Jalan Arif 107<br />
Bandung
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 4.5em;" | Tetapi:
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Sdr. Kasandinama tinggal di Jalan Arif 107, Bandung.
|}
2. Koma (,)
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (a)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dipakai diantara unsur-unsur dalam suatu pemerintjian atau pembilangan.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Saya membeli kertas, pena, dan tinta<br />
Satu, dua, ............ tiga!
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (b)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | mentjeraikan anak kalimat, baik jang dirangkaikan oleh kata penghubung maupun jang tidak.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Saya sudah selesai, tetapi ia belum.<br />
Malu bertanya, sesat di jalan.
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (c)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | mentjeraikan kutipan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Kata ibu dengan lemah lembut, "Hati-hatilah".
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (d)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dipakai diantara (i) nama dan alamat, (ii) bagian-bagian alamat, (iii) tempat dan tanggal, jang ditulis sebaris.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Dekan Fakultas Kedokteran UI, Salemba 6,<br />
Jakarta<br />
Surabaya, 10 Mei 1970
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (e)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | mentjeraikan bagian nama jang dibalik susunannja dalam daftar pustaka.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Siregar, Merari, Azab dan Sengsara<br />
Weltevreden, Balai Pustaka, 1920
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (f)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dipakai diantara nama tempat penerbitan, nama penerbit, dan tahun penerbit.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
(Lihat tjontoh pada (e).)
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (g)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dipakai diantara nama orang dan gelar akademis jang mengikutinja, untuk membedakannja dari singkatan nama keluarga atau marga.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Djokosutomo, SH
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 4.5em;" | Tetapi:
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Ismail M.S.
|}<noinclude>{{rh||40}}</noinclude>
2mo1zcsx3o2rsi8q76flozftev22jsx
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/844
104
104526
295303
2026-05-14T10:48:26Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
295303
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>lenggarakan dibawah pimpinan Pemerintah Republik Indonesia. Pengisian daripada ketentuan ini hingga sekarang belum ada
dan masih di-tjari2. Oleh Angkatan Darat telah mulai difikirkan bagaimana kita akan melaksanakan peperangan, djika Negara kita diserang oleh Negara lain. Sebagai hatsil daripada pemikiran tersebut ditentukan bahwa peperangan jang akan kita lakukan dalam wilajah Negara adalah perang wilajah. Djika tjara berperang jang demikian itu diterima oleh Angkatan2 lainnja
dan Pimpinan Negara, jang tentu pula mempengaruhi lapangan
kegiatan diluar usaha pertahanan ini.
Sebagai kelandjutan daripada penguraian diatas, maka harus
ditentukan '''Susunan Dasar Angkatan dan Susunan Dasar Pertahanan,''' jang mana untuk Angkatan Darat ditentukan Komando Daerah Militer.
Dalam penentuan susunan pokok dari atas kebawah daripada Komando Pertahanan Udara, maka susunan itu harus ingesteld pada Susunan Dasar Angkatan dan Susunan Dasar Pertahanan, demikian pula pada susunan2 diatas dan dibawah Susunan Dasar tersebut.
Sama halnja dengan Masjarakat Sipil, karena susunannja harus disesuaikan dengan pembagian administratief daripada Wilajah Negara dan susunan Pemerintahan, dan djuga keadaan masjarakat itu sendiri.
Untuk kesemuanja ini, Angkatan Udara dan Angkatan Darat harus memulai dengan mengadakan usaha kearah pertahanan udara sesuai dengan daja kemampuan Negara, dan harus mengadakan kerdja sama jang seerateratnja karena kedua Angkatan ini jang akan memegang peranan pimpinan dalam mempertahankan ruangan udara diatas wilajah Negara kita.
{{missing image}}<noinclude></noinclude>
s2v295i6ddbvq7f2hsdpfmvx0rmug9g
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/845
104
104527
295304
2026-05-14T10:48:40Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '(Samb. dari hal.: 21). djandjian ini, tidak mendapat perlindungan, begitu pula warga dari negara jang tidak memihak, selama negara? ini tetap meng- adakan hubungan diplomatik de- ngan negara dimana mereka ber- ada dalam kekuasaannja: Pe- laksanaan dari Perdjandjian ini akan ada dalam pengawasan ne- gara jang dilindungi: 'Titel II dari Perdjandjian ini berbunji : "Perlindungan umum bagi rakjat terhadap akibat peperangan: Artikel 13...
295304
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>(Samb. dari hal.: 21).
djandjian ini, tidak mendapat
perlindungan, begitu pula warga
dari negara jang tidak memihak,
selama negara? ini tetap meng-
adakan hubungan diplomatik de-
ngan negara dimana mereka ber-
ada dalam kekuasaannja: Pe-
laksanaan dari Perdjandjian ini
akan ada dalam pengawasan ne-
gara jang dilindungi: 'Titel II
dari Perdjandjian ini berbunji :
"Perlindungan umum bagi rakjat
terhadap akibat peperangan:
Artikel 13 menjatakan bahwa
peraturan ini berlaku bagi seluruh
rakjat dengan tidak membedakan
kebangsaan dan agama ataupun
kesadaran politik : Artikel 15 me-
nentukan, daerah netral ,,zones
neutralisees" bagi non-combat-
tanten : Selandjtunja diadakan
pula peraturan mengenai jang sa-
kit, jang luka, tjatjad dan perem-
puan jang hamil, menentukan
evacuatie, perlindungan terhadap
rumah sakit umum dan pengang-
kutannja dilautan dibawah ben-
dera Palang Merah: Artikel 22
mengatur pengangkutan dengan
kapal terbang dari mereka jang
sakit dan luka? : Artikel 23 meng-
atur angkutan dari obat-obatan,
pakket makanan, pakaian untuk
anak? dibawah umur 15 tahun,
perempuan jang melahirkan dan
jang sedang akan melahirkan :
Artikel 24 mengatur pemelihara-
an anak jatim dan Artikel 25
mengatur berita? Ikeluarga.
uu , —,
"UNTUK
SaniT BATUK
PILEK 5
$ 3
PUSAT
Berita Keluarga
Lahir :
l.
Telah lahir dengan selamat
putri kami jang ke V, jang
lahir pada tanggal 27 Septem-
ber 1958 dan kami beri nama :
Sjahrial Rahim
Kepada Bidan Recca Girsang
dan para pembantunja jang
telah merawat kami meng-
utjapkan banjak terima ka-
sih.
Keluarga jang berbahagia,
Pltd. Djalaludin Rahim
K. Biro "E” SU-III
KDMA
. Telah menikah, Kpld. D.
Roesmanto (Tegalsari Solo)
dengan St. Tamtinah (Beko-
nang Solo) dan upatjara telah
dilangsungkan di kediaman
mempelai wanita Kepada re-
kan? dari IBBRI A.M.N. Ma-
gelang dan IBBRI D.B.I. IV
Gombong kami mengutjapkan
banjak terima kasih.
Kpld. D. Roesmanto dengan
isteri.
Angg. Pn. Angkutan AMN.
Ulang tahun :
L,
Genap berusia 2 tahun putri
kami jang pertama jang lahir
pada tanggal 26-11-56 s/d
26-11-58.
Noersaida Lamsihar
Semoga putri tsb. selalu di-
lindungi Tuhan jang maha
pengasih dan penjajang.
Keluarga jang merajakan,
P.T. Lombantobing
Staf Kie Bantuan B.I. 138
Res. Inf. Il.
MENJEGARKAN NAPAS
HARUMKAN MULUT
MENJEMBUHKAN BATUK
| GENTA MAS
PASTILLES
an
Fatin, CV." TUIK UBANG
e DJL.RAYA BARAT 264-TLP.5077-BANDUNG -
2.
Mudah'an putri
mendjadi wanita jang berguna
pada masjarakat.
Telah berusia 2 tahun putri
kami jang lahir pada tanggal
27-11-56 s/d 27-11-'58.
Noersintawati
tsb. kelak
Keluarga jang merajakan,
Kpld. Baderulmuin
Staf PDM-206 Kodam KB.
Gugur :
Lts. Posthum Mail Limin.
. Dalam tugasnja sebagai peng-
abdi rakjat, pada tanggal 23
Juni '58 djam 20.00 telah gu-
gur sebagai ratna dalam per-
tempuran didesa Lembean
Menado. Almarhum semasa
hidupnja bergerak aktif dila-
pangan Kesehatan dan men-
tjeburkan diri didalam TNI
sedjak tahun 1946 sebagai
Kepala Kesehatan Bat. III
Res. II. MPA IV (TLRI) di
Pekalongan dengan Pangkat
Pembantu Letnan. Djabatan
terachir jang dipangkunja ja-
itu sebagai Kmd. Pelt. Eva-
kuasi Kie II dalam tugas ope-
rasi Merdeka di Menado hing-
ga saat gugurnja. Alm. Ltd.
Mail Limin berasal dari Boen-
tok Kp. Ilir Sipir Kalimantan
dan beliau meninggalkan se-
orang isteri dengan 2 putra.
Ikut berduka tjita
Seluruh Angg. D.K. Sub. Terr.16
Brawidjaja.<noinclude></noinclude>
thu6tq1a4934z7rwyxbwko0s9w6b9ju
295309
295304
2026-05-14T10:51:44Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
295309
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>'''(Samb. dari hal.: 21).'''
djandjian ini, tidak mendapat perlindungan, begitu pula warga
dari negara jang tidak memihak, selama negara² ini tetap mengadakan hubungan diplomatik dengan negara dimana mereka ber
ada dalam kekuasaannja: Pelaksanaan dari Perdjandjian ini akan ada dalam pengawasan negara jang dilindungi: 'Titel II dari Perdjandjian ini berbunji : "Perlindungan umum bagi rakjat
terhadap akibat peperangan: Artikel 13 menjatakan bahwa
peraturan ini berlaku bagi seluruh rakjat dengan tidak membedakan kebangsaan dan agama ataupun kesadaran politik : Artikel 15 menentukan, daerah netral „zones neutralisees” bagi non-combattanten : Selandjtunja diadakan pula peraturan mengenai jang sakit, jang luka, tjatjad dan perempuan jang hamil, menentukan evacuatie, perlindungan terhadap rumah sakit umum dan pengangkutannja dilautan dibawah bendera Palang Merah: Artikel 22 mengatur pengangkutan dengan kapal terbang dari mereka jang
sakit dan luka² : Artikel 23 mengatur angkutan dari obat-obatan,
pakket makanan, pakaian untuk anak² dibawah umur 15 tahun, perempuan jang melahirkan dan jang sedang akan melahirkan :
Artikel 24 mengatur pemeliharaan anak jatim dan Artikel 25
mengatur berita² keluarga.
{{c|— — — —}}
{{missing image}}<noinclude></noinclude>
llxmsm4jonybvdvgaaatbedqix6kvmx
295310
295309
2026-05-14T10:52:07Z
Lutfiyatun
26681
295310
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>'''(Samb. dari hal.: 21).'''
djandjian ini, tidak mendapat perlindungan, begitu pula warga
dari negara jang tidak memihak, selama negara² ini tetap mengadakan hubungan diplomatik dengan negara dimana mereka ber
ada dalam kekuasaannja: Pelaksanaan dari Perdjandjian ini akan ada dalam pengawasan negara jang dilindungi: Titel II dari Perdjandjian ini berbunji : "Perlindungan umum bagi rakjat
terhadap akibat peperangan: Artikel 13 menjatakan bahwa
peraturan ini berlaku bagi seluruh rakjat dengan tidak membedakan kebangsaan dan agama ataupun kesadaran politik : Artikel 15 menentukan, daerah netral „zones neutralisees” bagi non-combattanten : Selandjtunja diadakan pula peraturan mengenai jang sakit, jang luka, tjatjad dan perempuan jang hamil, menentukan evacuatie, perlindungan terhadap rumah sakit umum dan pengangkutannja dilautan dibawah bendera Palang Merah: Artikel 22 mengatur pengangkutan dengan kapal terbang dari mereka jang
sakit dan luka² : Artikel 23 mengatur angkutan dari obat-obatan,
pakket makanan, pakaian untuk anak² dibawah umur 15 tahun, perempuan jang melahirkan dan jang sedang akan melahirkan :
Artikel 24 mengatur pemeliharaan anak jatim dan Artikel 25
mengatur berita² keluarga.
{{c|— — — —}}
{{missing image}}<noinclude></noinclude>
bhd8srgtmux58cjt1ofo88kylyhmg1r
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/863
104
104528
295311
2026-05-14T10:52:28Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '''Setibanja dilapangan terbang Ke- majoran, Let. Kol. Junus Anis di- djemput oleh beberapa Pa. CPRAD Islam dan tidak ketinggalan kelu- arganja. Tanpak Overste Junus Anis sedang mentjium putrinja. Di Airport Kemajoran Overste Ju- nus Anis dikerumuni oleh bebera- pa Wartawan dari Sk. Djakarta. KASIR PE RRBP BRP BPTP TRIP IRI RI RARE " Let Kol. JUNUS ANIS Melawat keberbagai Negara Islam AAA AAA AAA GG, G Let. Kol. Junus Anis Kep...
295311
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>''Setibanja dilapangan terbang Ke-
majoran, Let. Kol. Junus Anis di-
djemput oleh beberapa Pa. CPRAD
Islam dan tidak ketinggalan kelu-
arganja. Tanpak Overste Junus
Anis sedang mentjium putrinja.
Di Airport Kemajoran Overste Ju-
nus Anis dikerumuni oleh bebera-
pa Wartawan dari Sk. Djakarta.
KASIR PE RRBP BRP BPTP TRIP IRI RI RARE
"
Let Kol. JUNUS ANIS
Melawat keberbagai Negara Islam
AAA AAA AAA GG, G
Let. Kol. Junus Anis Kepala CPRAD Bag. Islam, se-
dang turun dari tangga pesawat terbang jang me-
ngangkutnja, setelah beliau beberapa lama me-
ngundjungi negara-negara Islam di Asia.<noinclude></noinclude>
twh5rsuj8o5ccxqxj52knfql8zjevw1
295315
295311
2026-05-14T10:55:13Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
295315
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{missing image}}
''Setibanja dilapangan terbang Kemajoran, Let. Kol. Junus Anis didjemput oleh beberapa Pa. CPRAD Islam dan tidak ketinggalan keluarganja. Tanpak Overste Junus Anis sedang mentjium putrinja.''
<center>{{larger|Let Kol. JUNUS ANIS<br>Melawat keberbagai Negara Islam}}</center>
{{missing image}}
''Let. Kol. Junus Anis Kepala CPRAD Bag. Islam, sedang turun dari tangga pesawat terbang jang mengangkutnja, setelah beliau beberapa lama mengundjungi negara-negara Islam di Asia.''
{{missing image}}
''Di Airport Kemajoran Oversite Junus Anis dikerumni oleh beberapa Wartawan dari sk. Djakarta''<noinclude></noinclude>
399ocylilkxzms8tck3u2q8qz5pm5yl
295316
295315
2026-05-14T10:55:34Z
Lutfiyatun
26681
295316
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{missing image}}
''Setibanja dilapangan terbang Kemajoran, Let. Kol. Junus Anis didjemput oleh beberapa Pa. CPRAD Islam dan tidak ketinggalan keluarganja. Tanpak Overste Junus Anis sedang mentjium putrinja.''
<center>{{larger|'''Let Kol. JUNUS ANIS<br>Melawat keberbagai Negara Islam'''}}</center>
{{missing image}}
''Let. Kol. Junus Anis Kepala CPRAD Bag. Islam, sedang turun dari tangga pesawat terbang jang mengangkutnja, setelah beliau beberapa lama mengundjungi negara-negara Islam di Asia.''
{{missing image}}
''Di Airport Kemajoran Oversite Junus Anis dikerumni oleh beberapa Wartawan dari sk. Djakarta''<noinclude></noinclude>
1rx29h54deum4jhu6bai3hnio4uaft4
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/409
104
104529
295312
2026-05-14T10:52:57Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295312
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (c)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dipakai dibelakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ichtisar, dan daftar. (Lihat djuga pemakaian tanda kurung).
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
III. Departemen X .
</div>
{| style="margin-left: 7em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="width: 2.5em; vertical-align: top;" | A.
| style="vertical-align: top;" | Direktorat Djendral a
|-
| style="vertical-align: top;" | B.
| style="vertical-align: top;" | Direktorat Djendral b
|-
| style="vertical-align: top;" | C.
| style="vertical-align: top;" | Direktorat Djendral c
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (d)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dipakai dibelakang singkatan nama gelar, djabatan, dan sapaan.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Prof. Ir. Yth. Sdr. Nn.
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (e)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dipakai dibelakang singkatan kata atau ungkapan jang sudah sangat umum.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
dsb. dll. u.b. dst. a.n. d.a.
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (f)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dalam bilangan, dapat memisahkan angka ribuan, djutaan, dan seterusnja ketjutjali dalam angka tahun dan nomor (halaman, mobil, telepon, dll). Dalam menjebutkan waktu, tanda titik memisahkan angka djam dari angka menitnja.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
1.966<br />
1.906.111.966<br />
1.945 halaman<br />
jam 19.45
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top;" | Tetapi:
|-
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Halaman 1945<br />pada tahun 1945<br />teleponlah 31459
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (g)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | tidak dipakai dalam singkatan jang ditulis dengan huruf besar.
|}
{| style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="width: 12em; vertical-align: top;" | KTA<br />ISSI<br />SMP
| style="vertical-align: top;" | UUD<br />ABRI
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (h)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | tidak dipakai dalam akronim.
|}
{| style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="width: 12em; vertical-align: top;" | Deppen<br />Hankam<br />Reskrim
| style="vertical-align: top;" | Sekdjen<br />Tritura
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (i)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | tidak dipakai dalam singkatan lambang kimia, satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang.
|}
{| style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="width: 12em; vertical-align: top;" | Cu<br />cm
| style="width: 12em; vertical-align: top;" | THT<br />Rp
| style="vertical-align: top;" | DNA<br />l
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (j)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | tidak dipakai dibelakang djudul (buku, karangan, berita, dan bab).
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Djalan Tak Ada Udjung<br />
Acara Kunjungan Adam Malik<br />
Bentuk dan Kedaulatan<br />
( Bab I UUD 45 )
</div><noinclude>{{rh||39}}</noinclude>
8y22ukt34wu2wvph1oc4j8uauptk88u
295317
295312
2026-05-14T10:55:47Z
Upiak Ituih
27011
295317
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (c)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dipakai dibelakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ichtisar, dan daftar. (Lihat djuga pemakaian tanda kurung).
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
III. Departemen X .
</div>
{| style="margin-left: 7em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="width: 2.5em; vertical-align: top;" | A.
| style="vertical-align: top;" | Direktorat Djendral a
|-
| style="vertical-align: top;" | B.
| style="vertical-align: top;" | Direktorat Djendral b
|-
| style="vertical-align: top;" | C.
| style="vertical-align: top;" | Direktorat Djendral c
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (d)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dipakai dibelakang singkatan nama gelar, djabatan, dan sapaan.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Prof. Ir. Yth. Sdr. Nn.
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (e)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dipakai dibelakang singkatan kata atau ungkapan jang sudah sangat umum.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
dsb. dll. u.b. dst. a.n. d.a.
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (f)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dalam bilangan, dapat memisahkan angka ribuan, djutaan, dan seterusnja ketjutjali dalam angka tahun dan nomor (halaman, mobil, telepon, dll). Dalam menjebutkan waktu, tanda titik memisahkan angka djam dari angka menitnja.
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
1.966<br />
1.906.111.966<br />
1.945 halaman<br />
jam 19.45
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top;" | Tetapi:
|-
| style="vertical-align: top; padding-left: 2.5em; text-align: justify;" | Halaman 1945<br />pada tahun 1945<br />teleponlah 31459
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (g)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | tidak dipakai dalam singkatan jang ditulis dengan huruf besar.
|}
{| style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="width: 12em; vertical-align: top;" | KTA<br />ISSI<br />SMP
| style="vertical-align: top;" | UUD<br />ABRI
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (h)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | tidak dipakai dalam akronim.
|}
{| style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="width: 12em; vertical-align: top;" | Deppen<br />Hankam<br />Reskrim
| style="vertical-align: top;" | Sekdjen<br />Tritura
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (i)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | tidak dipakai dalam singkatan lambang kimia, satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang.
|}
{| style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="width: 12em; vertical-align: top;" | Cu<br />cm
| style="width: 12em; vertical-align: top;" | THT<br />Rp
| style="vertical-align: top;" | DNA<br />l
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (j)
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | tidak dipakai dibelakang djudul (buku, karangan, berita, dan bab).
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Djalan Tak Ada Udjung<br />
Acara Kunjungan Adam Malik<br />
Bentuk dan Kedaulatan<br />
( Bab I UUD 45 )
</div><noinclude>{{rh||39}}</noinclude>
9ram8jn4n9zmaqirylpoicau3rgk6wq
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/872
104
104530
295318
2026-05-14T10:55:56Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'KONBUM C.V. & Pers. NEGARA" Kantor: Djalan Moch. Toha No. 114, Telp. 2007, Bandung Achli Pemborong Bangunan: Leverancier Sajur Majur untuk Instansi-instansi Militer maupun Civiel Perdagangan Umum. da. LI. Sembojan: UNTUNG KONBUM, UNTUNG SEMUA. FABRIK TENUN FIRMA LIMA DJALAN SINGAVARNA NO. 228A TASIKMALAJA Turur riang gembira menjambut tahun baru 1959 M. MAMUN ABDUL GANI. TOKO LAMPU na Asemka 25. TAN DJAKARTA - KOTA....
295318
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>KONBUM C.V. & Pers. NEGARA"
Kantor:
Djalan Moch. Toha No. 114, Telp. 2007, Bandung
Achli Pemborong Bangunan:
Leverancier Sajur Majur untuk
Instansi-instansi Militer maupun Civiel
Perdagangan Umum.
da. LI.
Sembojan: UNTUNG KONBUM, UNTUNG SEMUA.
FABRIK TENUN
FIRMA LIMA
DJALAN SINGAVARNA NO. 228A
TASIKMALAJA
Turur riang gembira menjambut tahun baru 1959
M. MAMUN ABDUL GANI.
TOKO LAMPU na
Asemka 25. TAN
DJAKARTA - KOTA.
@
Bedagang lampu pom-
pa, kompor masak serta "
alat-alaf'nja. Da ana Ana an
EVEREAOY
trade-mark
FLASHLIGHTS,
BATTERIES,
BULBS.
Nasional Carbon Co. (Java) Ltd. Djakarta.
Staatsblad no. 211 tahun 1932
pasal 2 ajat k. Dengan kekuasaan
tersebut P.K.M. mengudji tiap?
penagihan kepada Negara (Ang-
katan Perang) dengan ketentuan
apakah pasal? dan peraturan? jg.
bersangkutan tidak dilanggar.
Maka kami persamakan dengan
Pulisi lalu lintas jang mengawasi
pelanggaran?, Ada hal jang me-
rupakan suatu perbedaan dengan
kalangan sipil. Dalam kalangan
sipil hak ini dipergunakan oleh
Kantor Pusat Perbendaharaan
(C.K.C.) C.K.C. jang memeriksa
tagihan? lalu memerintahkannja
kepada Kas Negeri untuk diba-
jarnja. Pada P.K.M. ada berlain-
an sedikit. Setelah P.K.M. me-
meriksanja maka lalu diperintah-
kannja diri sendiri untuk melaku-
kan pembajaranja. Inilah jang
merupakan suatu perbedaan de-
ngan kalangan sipil. Kekuasaan
ini dapat pula merupakan suatu
perselisihan. Jang sering mem-
bingungkan ialah kekusaaan
rangkap jang ada pada P.K.M.,
sedangkan dalam dunia adminis-
trasi umumnja tidak demikian.
Dengan keadaan ini kadang? tim-
bul perasaan se-olah? Kepala
Kantor atau Komandan menda-
pat saingan dari P.K.M. Tetapi
sebemarnja tidak demikian. Kare-
na P.K.M. tidak dapat merobah
hal? mengenai hak memperguna-
kan (beschikkings bevoegheid)
jang ada pada para Kepala Kan-
tor atau Komandan. Kita meng-
ambil tjontoh suatu pembelian
mobil. Djika penagihannja da-
tang pada P.K.M. maka P.K.M.
hanja mengadakan pemeriksaan
tentang hal? seperti berikut :
Dasar pembelian.
Diperiksanja apakah dasarnja
telah sah dan tidak bertentangan
dengan peraturan?: djelasnja
adakah suatu autorisasi dari jang
berwadjib jaitu Menteri Perta-
hanan atau pedjabat jang ditun-
djuk olehnja. Adakah suatu kon-
trak atau pesanan dari Kepala
jang mempunjai wewenang mem-
pergunakan uang (beschikkings
recht). Djadi untuk pembelian
mobil ialah Direktur D.PI. A.D.
atau Kantor Pembelian djika di-
adakan pemusatan. Djika kon-
trak pembelian mobil ditanda ta-<noinclude></noinclude>
9byb60iax953rnobkwoa794ztnxokjc
295345
295318
2026-05-14T11:21:10Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
295345
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{missing image}}
Staatsblad no. 211 tahun 1932 pasal 2 ajat k. Dengan kekuasaan
tersebut P.K.M. mengudji tiap² penagihan kepada Negara (Angkatan Perang) dengan ketentuan apakah pasal² dan peraturan² jg. bersangkutan tidak dilanggar. Maka kami persamakan dengan
Pulisi lalu lintas jang mengawasi pelanggaran², Ada hal jang merupakan suatu perbedaan dengan kalangan sipil. Dalam kalangan
sipil hak ini dipergunakan oleh Kantor Pusat Perbendaharaan
(C.K.C.) C.K.C. jang memeriksa tagihan² lalu memerintahkannja
kepada Kas Negeri untuk dibajarnja. Pada P.K.M. ada berlainan sedikit. Setelah P.K.M. memeriksanja maka lalu diperintahkannja diri sendiri untuk melakukan pembajaranja. Inilah jang merupakan suatu perbedaan dengan kalangan sipil. Kekuasaan ini dapat pula merupakan suatu perselisihan. Jang sering membingungkan ialah kekusaaan rangkap jang ada pada P.K.M., sedangkan dalam dunia administrasi umumnja tidak demikian. Dengan keadaan ini kadang² timbul perasaan se-olah² Kepala Kantor atau Komandan mendapat saingan dari P.K.M. Tetapi sebemarnja tidak demikian. Karena P.K.M. tidak dapat merobah hal² mengenai hak mempergunakan (beschikkings bevoegheid) jang ada pada para Kepala Kantor atau Komandan. Kita mengambil tjontoh suatu pembelian mobil. Djika penagihannja datang pada P.K.M. maka P.K.M. hanja mengadakan pemeriksaan tentang hal² seperti berikut :
'''Dasar pembelian.'''
Diperiksanja apakah dasarnja telah sah dan tidak bertentangan
dengan peraturan²: djelasnja adakah suatu autorisasi dari jang
berwadjib jaitu Menteri Pertahanan atau pedjabat jang ditundjuk olehnja. Adakah suatu kontrak atau pesanan dari Kepala jang mempunjai wewenang mempergunakan uang (beschikkingsrecht). Djadi untuk pembelian mobil ialah Direktur D.PI. A.D. atau Kantor Pembelian djika diadakan pemusatan. Djika kontrak pembelian mobil ditanda ta-<noinclude>{{rh|18}}</noinclude>
ieacww9lsdwdn0xls7s43fylw77fubo
295350
295345
2026-05-14T11:21:47Z
Lutfiyatun
26681
295350
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{missing image}}
Staatsblad no. 211 tahun 1932 pasal 2 ajat k. Dengan kekuasaan
tersebut P.K.M. mengudji tiap² penagihan kepada Negara (Angkatan Perang) dengan ketentuan apakah pasal² dan peraturan² jg. bersangkutan tidak dilanggar. Maka kami persamakan dengan
Pulisi lalu lintas jang mengawasi pelanggaran², Ada hal jang merupakan suatu perbedaan dengan kalangan sipil. Dalam kalangan
sipil hak ini dipergunakan oleh Kantor Pusat Perbendaharaan
(C.K.C.) C.K.C. jang memeriksa tagihan² lalu memerintahkannja
kepada Kas Negeri untuk dibajarnja. Pada P.K.M. ada berlainan sedikit. Setelah P.K.M. memeriksanja maka lalu diperintahkannja diri sendiri untuk melakukan pembajaranja. Inilah jang merupakan suatu perbedaan dengan kalangan sipil. Kekuasaan ini dapat pula merupakan suatu perselisihan. Jang sering membingungkan ialah kekusaaan rangkap jang ada pada P.K.M., sedangkan dalam dunia administrasi umumnja tidak demikian. Dengan keadaan ini kadang² timbul perasaan se-olah² Kepala Kantor atau Komandan mendapat saingan dari P.K.M. Tetapi sebemarnja tidak demikian. Karena P.K.M. tidak dapat merobah hal² mengenai hak mempergunakan (beschikkings bevoegheid) jang ada pada para Kepala Kantor atau Komandan. Kita mengambil tjontoh suatu pembelian mobil. Djika penagihannja datang pada P.K.M. maka P.K.M. hanja mengadakan pemeriksaan tentang hal² seperti berikut :
'''Dasar pembelian.'''
Diperiksanja apakah dasarnja telah sah dan tidak bertentangan
dengan peraturan²: djelasnja adakah suatu autorisasi dari jang berwadjib jaitu Menteri Pertahanan atau pedjabat jang ditundjuk olehnja. Adakah suatu kontrak atau pesanan dari Kepala jang mempunjai wewenang mempergunakan uang (beschikkingsrecht). Djadi untuk pembelian mobil ialah Direktur D.PI. A.D. atau Kantor Pembelian djika diadakan pemusatan. Djika kontrak pembelian mobil ditanda ta-<noinclude>{{rh|18}}</noinclude>
iansp6r2baxpevzuazz4579rpzd4edi
295351
295350
2026-05-14T11:22:01Z
Lutfiyatun
26681
295351
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{missing image}}
Staatsblad no. 211 tahun 1932 pasal 2 ajat k. Dengan kekuasaan
tersebut P.K.M. mengudji tiap² penagihan kepada Negara (Angkatan Perang) dengan ketentuan apakah pasal² dan peraturan² jg. bersangkutan tidak dilanggar. Maka kami persamakan dengan
Pulisi lalu lintas jang mengawasi pelanggaran², Ada hal jang merupakan suatu perbedaan dengan kalangan sipil. Dalam kalangan
sipil hak ini dipergunakan oleh Kantor Pusat Perbendaharaan
(C.K.C.) C.K.C. jang memeriksa tagihan² lalu memerintahkannja
kepada Kas Negeri untuk dibajarnja. Pada P.K.M. ada berlainan sedikit. Setelah P.K.M. memeriksanja maka lalu diperintahkannja diri sendiri untuk melakukan pembajaranja. Inilah jang merupakan suatu perbedaan dengan kalangan sipil. Kekuasaan ini dapat pula merupakan suatu perselisihan. Jang sering membingungkan ialah kekusaaan rangkap jang ada pada P.K.M., sedangkan dalam dunia administrasi umumnja tidak demikian. Dengan keadaan ini kadang² timbul perasaan se-olah² Kepala Kantor atau Komandan mendapat saingan dari P.K.M. Tetapi sebemarnja tidak demikian. Karena P.K.M. tidak dapat merobah hal² mengenai hak mempergunakan (beschikkings bevoegheid) jang ada pada para Kepala Kantor atau Komandan. Kita mengambil tjontoh suatu pembelian mobil. Djika penagihannja datang pada P.K.M. maka P.K.M. hanja mengadakan pemeriksaan tentang hal² seperti berikut :
'''Dasar pembelian.'''
Diperiksanja apakah dasarnja telah sah dan tidak bertentangan dengan peraturan²: djelasnja adakah suatu autorisasi dari jang berwadjib jaitu Menteri Pertahanan atau pedjabat jang ditundjuk olehnja. Adakah suatu kontrak atau pesanan dari Kepala jang mempunjai wewenang mempergunakan uang (beschikkingsrecht). Djadi untuk pembelian mobil ialah Direktur D.PI. A.D. atau Kantor Pembelian djika diadakan pemusatan. Djika kontrak pembelian mobil ditanda ta-<noinclude>{{rh|18}}</noinclude>
m9oyw5i28uqh2gs942rq1plfzru19g8
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/873
104
104531
295319
2026-05-14T10:56:08Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong
295319
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude><noinclude></noinclude>
6134lv1yv9f7zbgirdyk2lt6owjfkja
295321
295319
2026-05-14T10:56:27Z
Lutfiyatun
26681
295321
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>ngani oleh Direktur C.I.A.D.
atau Adjen, maka dasar pembeli-
an kurang kuat karena jang ber-
sangkutan tidak mempunjai we-
wenang untuk itu.
Sarat pembelian.
Setelah ditelitinja dasar² pem-
belian maka sebagai bendahara-
wan diperiksanja sarat2 jang di-
perlukan guna pembajaran jang
telah ditentukan dalam peratur-
an2. R.A.B. dsb. Antara lain ada-
kah dilampirkan suatu kwitansi
dari pendjual jang ditanda tanga-
ni olehnja, apakah ada proses
verbaal penerimaan barang2 dll.
PRODENT
Dengan demikian djelaslah
bahwa P.K.M. tidak memeriksa
hak2 mempergunakan uang dari
para Direktur Dinas2. Hak me-
laputi antara lain matjam barang
jang dibeli, banjaknja barang
jang dibeli, mereknja, waktu pem-
beliannja, siapa pendjualnja dll.
Hak tersebut tetap ada pada pa-
ra Direktur. P.K.M. tidak akan
mengutik-utiknja.
TAPAL GIGI
Tugas ketiga dari P.K.M. ia-
lah tugas sebagai Perwira Staf
ja itu penasehat utama dari Ko-
mandan. P.K.M. dalam soal ini
memberikan nasehat tentang
soal keuangan. Dalam suasana
keadaan Perang (S.O.B.) tugas
ini tampil kemuka. Dalam suasa-
na ini maka Komandan kesatu-
an² mempunjai tugas Pemerintah-
an Sipil. Maka akan timbul soal²
keuangan dimana P.K.M. dapat
menjumbangkan fikiran dan pen-
dapatnja. Djuga dalam soal2 ke-
uangan sehari2 djika timbul ke-
sukaran² maka P.K.M. berkewa-
djiban memberikan nasehat2nja
dalam penjelesaian kesukaran²
itu.
-0-
使
PAKAILAH SELAMANJA
JOGJA
OGA GENE
DAPAT
DIBELI
BATIK
TJAP
ATIH
JOGJA
ISTIMEWA
齒
如
珠
PRODENT
TAPAL
GIGI
ARE PRE
PRODENT
TAPAL GIGI
Membikin gigi seperti mutiara
TEXTIL INDUSTRIE
BINTANG TUDJU
MALITEIT
DIMANA
NJ/TN BERADA
Pabrik:
DJI. RAYA BARAT 524
TILP, No. 3878
Alamat kawat: .BINTANG TUDJU-
Bank:
ESCOMPTO N. V.
COMMERCIAL
BATIK ASLI
V.
Digitized by
Google
19<noinclude></noinclude>
32qvv8se9v29g4irdjpwhqrfcexeoim
295327
295321
2026-05-14T11:08:52Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
295327
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{missing image}}
ngani oleh Direktur C.I.A.D. atau Adjen, maka dasar pembelian kurang kuat karena jang bersangkutan tidak mempunjai wewenang untuk itu.
'''Sarat² pembelian.'''
Setelah ditelitinja dasar² pembelian maka sebagai bendaharawan diperiksanja sarat2 jang diperlukan guna pembajaran jang
telah ditentukan dalam peraturan². R.A.B. dsb. Antara lain adakah dilampirkan suatu kwitansi dari pendjual jang ditanda tangani olehnja, apakah ada proses verbaal penerimaan barang² dll.
Dengan demikian djelaslah bahwa P.K.M. tidak memeriksa hak² mempergunakan uang dari para Direktur Dinas2. Hak meliputi antara lain matjam barang jang dibeli, banjaknja barang jang dibeli, mereknja, waktu pembeliannja, siapa pendjualnja dll.
Hak tersebut tetap ada pada para Direktur. P.K.M. tidak akan
mengutik-utiknja.
Tugas ketiga dari P.K.M. ialah tugas sebagai Perwira Staf
ja itu penasehat utama dari Komandan. P.K.M. dalam soal ini
memberikan nasehat tentang soal keuangan. Dalam suasana keadaan Perang (S.O.B.) tugas ini tampil kemuka. Dalam suasana ini maka Komandan kesatuan² mempunjai tugas Pemerintahan Sipil. Maka akan timbul soal² keuangan dimana P.K.M. dapat menjumbangkan fikiran dan pendapatnja. Djuga dalam soal2 ke uangan sehari2 djika timbul kesukaran² maka P.K.M. berkewadjiban memberikan nasehat2nja dalam penjelesaian kesukaran² itu.
—O—<noinclude>{{rh|||19}}</noinclude>
51vwxesb5zgnwkl88ezqlylatfa4aqd
295328
295327
2026-05-14T11:09:15Z
Lutfiyatun
26681
295328
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{missing image}}
ngani oleh Direktur C.I.A.D. atau Adjen, maka dasar pembelian kurang kuat karena jang bersangkutan tidak mempunjai wewenang untuk itu.
'''Sarat² pembelian.'''
Setelah ditelitinja dasar² pembelian maka sebagai bendaharawan diperiksanja sarat2 jang diperlukan guna pembajaran jang
telah ditentukan dalam peraturan². R.A.B. dsb. Antara lain adakah dilampirkan suatu kwitansi dari pendjual jang ditanda tangani olehnja, apakah ada proses verbaal penerimaan barang² dll.
Dengan demikian djelaslah bahwa P.K.M. tidak memeriksa hak² mempergunakan uang dari para Direktur Dinas2. Hak meliputi antara lain matjam barang jang dibeli, banjaknja barang jang dibeli, mereknja, waktu pembeliannja, siapa pendjualnja dll.
Hak tersebut tetap ada pada para Direktur. P.K.M. tidak akan
mengutik-utiknja.
Tugas ketiga dari P.K.M. ialah tugas sebagai Perwira Staf
ja itu penasehat utama dari Komandan. P.K.M. dalam soal ini
memberikan nasehat tentang soal keuangan. Dalam suasana keadaan Perang (S.O.B.) tugas ini tampil kemuka. Dalam suasana ini maka Komandan kesatuan² mempunjai tugas Pemerintahan Sipil. Maka akan timbul soal² keuangan dimana P.K.M. dapat menjumbangkan fikiran dan pendapatnja. Djuga dalam soal2 ke uangan sehari2 djika timbul kesukaran² maka P.K.M. berkewadjiban memberikan nasehat2nja dalam penjelesaian kesukaran² itu.
{{c|—O—}}<noinclude>{{rh|||19}}</noinclude>
djfhqy5fisefplkwkuyk1c0q1jvp3sm
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/405
104
104532
295322
2026-05-14T10:57:35Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295322
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 5em;" | au
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | atau, harimau
|-
| style="vertical-align: top;" | oi
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | amboi
|}
4. Konsonan.
<div style="text-indent: 2.5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Penulisan konsonan pada umumnja tidak mengalami perubahan.
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (a).
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Jang tidak berubah:
|}
{| style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;"
| style="width: 4em; vertical-align: top;" | b
| style="vertical-align: top;" | bahasa, sebab
|-
| style="vertical-align: top;" | d
| style="vertical-align: top;" | dua, abad
|-
| style="vertical-align: top;" | g
| style="vertical-align: top;" | guna, tiga
|-
| style="vertical-align: top;" | h
| style="vertical-align: top;" | hari, tuah
|-
| style="vertical-align: top;" | k
| style="vertical-align: top;" | kami, rakjat
|-
| style="vertical-align: top;" | l
| style="vertical-align: top;" | lemas, kesal
|-
| style="vertical-align: top;" | m
| style="vertical-align: top;" | maka, diam
|-
| style="vertical-align: top;" | n
| style="vertical-align: top;" | nanti, tuan
|-
| style="vertical-align: top;" | ng
| style="vertical-align: top;" | ngilu, pening
|-
| style="vertical-align: top;" | p
| style="vertical-align: top;" | pasang, siap
|-
| style="vertical-align: top;" | r
| style="vertical-align: top;" | raih, putar
|-
| style="vertical-align: top;" | s
| style="vertical-align: top;" | sampai, lemas
|-
| style="vertical-align: top;" | t
| style="vertical-align: top;" | tutup, rapat
|-
| style="vertical-align: top;" | w
| style="vertical-align: top;" | wanita, hawa
|}
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (b).
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Jang berubah:
|}
{| style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: calc(100% - 5em);"
| style="width: 5em; font-weight: bold; padding-bottom: 0.5em;" | lama
| style="width: 12em;" |
| style="width: 5em; font-weight: bold;" | baru
| style="vertical-align: top;" |
|-
| style="vertical-align: top;" | dj
| style="vertical-align: top;" | djalan
| style="vertical-align: top;" | j
| style="vertical-align: top;" | jalan
|-
| style="vertical-align: top;" | j
| style="vertical-align: top;" | pajung
| style="vertical-align: top;" | y
| style="vertical-align: top;" | payung
|-
| style="vertical-align: top;" | nj
| style="vertical-align: top;" | njonja
| style="vertical-align: top;" | ny
| style="vertical-align: top;" | nyonya
|-
| style="vertical-align: top;" | tj
| style="vertical-align: top;" | tjakap
| style="vertical-align: top;" | c
| style="vertical-align: top;" | cakap
|-
| style="vertical-align: top;" | sj*
| style="vertical-align: top;" | sjarat
| style="vertical-align: top;" | sy
| style="vertical-align: top;" | syarat
|-
| style="vertical-align: top;" | ch
| style="vertical-align: top;" | tarich
| style="vertical-align: top;" | kh
| style="vertical-align: top;" | tarikh
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-top: 0.5em; margin-bottom: 1em;">
*kedua gabungan huruf ini sebenarnja tidak terdaftar dalam edjaan lama.
</div>
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (c).
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Lain-lain:
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-bottom: 0.5em;">
Huruf-huruf dibawah ini diresmikan pemakaiannja.
</div>
{| style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-bottom: 0.5em;"
| style="width: 4em; vertical-align: top;" | f
| style="vertical-align: top;" | maaf, fakir
|-
| style="vertical-align: top;" | v
| style="vertical-align: top;" | valuta, universitas
|-
| style="vertical-align: top;" | z
| style="vertical-align: top;" | zoni, lezat
|}
<div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-bottom: 1.5em;">
Huruf-huruf q dan x jang lazim digunakan dalam ilmu-ilmu eksakta dipakai djuga.
</div>
5. Nama diri
<div style="text-indent: 2.5em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Penulisan nama orang, badan hukum, nama sungei, gunung, djalan dan sebagainja hendaknja disesuaikan dengan edjaan jang disempurnakan ketjuali bila ada pertimbangan-pertimbangan chusus dari segi hukum, tradisi atau sedjarah.
</div><noinclude>{{rh||35}}</noinclude>
q94t6ji3o0xhv7q5jzb0b8fuofi3a3w
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/307
104
104533
295326
2026-05-14T11:06:57Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295326
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-bottom: 1em;">
Dalam hubungan dengan usaha-usaha untuk memberi bimbingan kepada para Petani untuk mengatur ekonominja dengan sebaik-baiknja dapatlah disini dikemukakan beberapa angka tentang Kring Tani dan usaha-usaha jang diselenggarakanndja, jaitu menurut keadaan pada bulan Djuni 1952:
</div>
{| class="wikitable" style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center; font-size: 90%; width: 100%; border: 1px solid black;"
|- style="border-bottom: 2px solid black;"
! style="vertical-align: middle; width: 20%; border: 1px solid black;" | Karesidenan
! style="vertical-align: middle; width: 18%; border: 1px solid black;" | Banjaknja<br />Kring
! style="vertical-align: middle; width: 18%; border: 1px solid black;" | Banjaknja<br />Anggauta
! colspan="2" style="vertical-align: middle; border: 1px solid black;" | Simpanan
|- style="border-bottom: 2px solid black;"
!
!
!
! style="width: 22%; border: 1px solid black;" | Padi/gabah
! style="width: 22%; border: 1px solid black;" | Uang
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Surabaja
| 65
| 3.971
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 54,85 kw.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Rp. ---,—
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Bodjonegoro
| 96
| 18.745
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 3.838,68 "
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 52.612,36
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Madura
| 167
| 8.614
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 28,96 "
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 4.550,—
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Madiun
| 172
| 6.851
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 1.678,19 "
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | "
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kediri
| 130
| 6.344
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 3.465,74 "
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 40.063,58
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Malang
| 323
| 24.573
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 2.339,36 "
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 84.866,45
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Besuki
| 345
| 8.240
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 679,58 "
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 2.554,50
|- style="border-top: 2px solid black; font-weight: bold;"
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Djumlah
| 1.398
| 77.338
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 12.085,36 kw.
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | Rp. 184.646,89
|}
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-top: 1em; margin-bottom: 0.5em;">
Disamping simpanan jang berupa padi, gabah dan uang sebagaimana tersebut diatas, maka masih ada simpanan bahan-bahan lain jang djumlah dan matjamnja sebagai berikut:
</div>
{| style="margin-left: 6em; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; width: calc(100% - 10em);"
| style="width: 10em;" | Djagung
| . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
| style="text-align: right; width: 10em;" | 3.171,50 kw.
|-
| Kedele
| . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
| style="text-align: right;" | 42,80 kw.
|-
| Tembakau
| . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
| style="text-align: right;" | 15,90 kw.
|-
| Katjang tanah
| . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
| style="text-align: right;" | 1,00 kw.
|}
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-top: 1em;">
Untuk mempertinggi produksi padi dan tanaman-tanaman lain oleh Djawatan Pertanian Rakjat disediakan pupuk Z.A. dan D.S. dengan harga jang sangat murah, jaitu hanja 50% dari harga jang sebenarnja.
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Pada tahun 1952 di Daerah Djawa-Timur telah didjual kepada Rakjat:
</div>
<div style="margin-left: 6em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
2000 ton pupuk Z.A., dengan harga Rp. 1.200,— per ton.<br />
2500 ton pupuk D.S., dengan harga Rp. 650,— per ton.
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Disamping itu djuga telah dibagi-bagikan kepada Rakjat Tani jang menanam sajuran berbagai matjam bibit, diantaranja dalam tahun 1952 telah dibagikan 30 ton bibit kentang, 50 - 60 kg bibit kool Tionghoa dan kurang lebih 200 kg bibit kool Belanda.
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Disamping usaha-usaha memberi bantuan berupa pupuk dan bibit-bibit jang baik, Djawatan Pertanian Rakjat mengusahakan djuga „Kebun-Kebun Pertjobaan” dimana berbagai djenis tanaman diselidiki dan ditjoba untuk memperoleh djenis jang baik, tahan penjakit, menghasilkan buah jang banjak, dan lain-lain.
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Disamping „Kebun-Kebun Bibit” milik Djawatan Pertanian Rakjat, di Daerah Djawa-Timur ada beberapa „Kebun-Kebun Pertjobaan” jang langsung dibawah pimpinan Balai Besar Penjelidikan Pertanian di Bogor.
</div><noinclude>{{rh|||275}}</noinclude>
l6g6r5ucq300r5y9mh7ythjk5g582iv
295329
295326
2026-05-14T11:09:30Z
Upiak Ituih
27011
295329
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-bottom: 1em;">
Dalam hubungan dengan usaha-usaha untuk memberi bimbingan kepada para Petani untuk mengatur ekonominja dengan sebaik-baiknja dapatlah disini dikemukakan beberapa angka tentang Kring Tani dan usaha-usaha jang diselenggarakanndja, jaitu menurut keadaan pada bulan Djuni 1952:
</div>
{| class="wikitable" style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center; font-size: 90%; width: 100%; border: 1px solid black;"
|- style="border-bottom: 2px solid black;"
! style="vertical-align: middle; width: 20%; border: 1px solid black;" | Karesidenan
! style="vertical-align: middle; width: 18%; border: 1px solid black;" | Banjaknja<br />Kring
! style="vertical-align: middle; width: 18%; border: 1px solid black;" | Banjaknja<br />Anggauta
! colspan="2" style="vertical-align: middle; border: 1px solid black;" | Simpanan
|- style="border-bottom: 2px solid black;"
!
!
!
! style="width: 22%; border: 1px solid black;" | Padi/gabah
! style="width: 22%; border: 1px solid black;" | Uang
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Surabaja
| 65
| 3.971
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 54,85 kw.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Rp. ---,—
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Bodjonegoro
| 96
| 18.745
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 3.838,68 "
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 52.612,36
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Madura
| 167
| 8.614
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 28,96 "
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 4.550,—
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Madiun
| 172
| 6.851
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 1.678,19 "
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | "
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kediri
| 130
| 6.344
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 3.465,74 "
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 40.063,58
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Malang
| 323
| 24.573
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 2.339,36 "
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 84.866,45
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Besuki
| 345
| 8.240
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 679,58 "
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 2.554,50
|- style="border-top: 2px solid black; font-weight: bold;"
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Djumlah
| 1.398
| 77.338
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 12.085,36 kw.
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | Rp. 184.646,89
|}
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-top: 1em; margin-bottom: 0.5em;">
Disamping simpanan jang berupa padi, gabah dan uang sebagaimana tersebut diatas, maka masih ada simpanan bahan-bahan lain jang djumlah dan matjamnja sebagai berikut:
</div>
{| style="margin-left: 6em; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; width: calc(100% - 10em);"
| style="width: 10em;" | Djagung
| . . . . . . . . . . . . . . .
| style="text-align: right; width: 10em;" | 3.171,50 kw.
|-
| Kedele
| . . . . . . . . . . . . . . .
| style="text-align: right;" | 42,80 kw.
|-
| Tembakau
| . . . . . . . . . . . . . . .
| style="text-align: right;" | 15,90 kw.
|-
| Katjang tanah
| . . . . . . . . . . . . . . .
| style="text-align: right;" | 1,00 kw.
|}
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-top: 1em;">
Untuk mempertinggi produksi padi dan tanaman-tanaman lain oleh Djawatan Pertanian Rakjat disediakan pupuk Z.A. dan D.S. dengan harga jang sangat murah, jaitu hanja 50% dari harga jang sebenarnja.
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Pada tahun 1952 di Daerah Djawa-Timur telah didjual kepada Rakjat:
</div>
<div style="margin-left: 6em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
2000 ton pupuk Z.A., dengan harga Rp. 1.200,— per ton.<br />
2500 ton pupuk D.S., dengan harga Rp. 650,— per ton.
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Disamping itu djuga telah dibagi-bagikan kepada Rakjat Tani jang menanam sajuran berbagai matjam bibit, diantaranja dalam tahun 1952 telah dibagikan 30 ton bibit kentang, 50 - 60 kg bibit kool Tionghoa dan kurang lebih 200 kg bibit kool Belanda.
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Disamping usaha-usaha memberi bantuan berupa pupuk dan bibit-bibit jang baik, Djawatan Pertanian Rakjat mengusahakan djuga „Kebun-Kebun Pertjobaan” dimana berbagai djenis tanaman diselidiki dan ditjoba untuk memperoleh djenis jang baik, tahan penjakit, menghasilkan buah jang banjak, dan lain-lain.
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Disamping „Kebun-Kebun Bibit” milik Djawatan Pertanian Rakjat, di Daerah Djawa-Timur ada beberapa „Kebun-Kebun Pertjobaan” jang langsung dibawah pimpinan Balai Besar Penjelidikan Pertanian di Bogor.
</div><noinclude>{{rh|||275}}</noinclude>
2o2i15798uol9857hariaphm3btv0kd
295330
295329
2026-05-14T11:10:07Z
Upiak Ituih
27011
295330
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-bottom: 1em;">
Dalam hubungan dengan usaha-usaha untuk memberi bimbingan kepada para Petani untuk mengatur ekonominja dengan sebaik-baiknja dapatlah disini dikemukakan beberapa angka tentang Kring Tani dan usaha-usaha jang diselenggarakanndja, jaitu menurut keadaan pada bulan Djuni 1952:
</div>
{| class="wikitable" style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center; font-size: 90%; width: 100%; border: 1px solid black;"
|- style="border-bottom: 2px solid black;"
! style="vertical-align: middle; width: 20%; border: 1px solid black;" | Karesidenan
! style="vertical-align: middle; width: 18%; border: 1px solid black;" | Banjaknja<br />Kring
! style="vertical-align: middle; width: 18%; border: 1px solid black;" | Banjaknja<br />Anggauta
! colspan="2" style="vertical-align: middle; border: 1px solid black;" | Simpanan
|- style="border-bottom: 2px solid black;"
!
!
!
! style="width: 22%; border: 1px solid black;" | Padi/gabah
! style="width: 22%; border: 1px solid black;" | Uang
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Surabaja
| 65
| 3.971
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 54,85 kw.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Rp. ---,—
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Bodjonegoro
| 96
| 18.745
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 3.838,68 "
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 52.612,36
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Madura
| 167
| 8.614
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 28,96 "
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 4.550,—
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Madiun
| 172
| 6.851
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 1.678,19 "
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | "
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kediri
| 130
| 6.344
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 3.465,74 "
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 40.063,58
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Malang
| 323
| 24.573
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 2.339,36 "
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 84.866,45
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Besuki
| 345
| 8.240
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 679,58 "
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 2.554,50
|- style="border-top: 2px solid black; font-weight: bold;"
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Djumlah
| 1.398
| 77.338
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 12.085,36 kw.
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | Rp. 184.646,89
|}
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-top: 1em; margin-bottom: 0.5em;">
Disamping simpanan jang berupa padi, gabah dan uang sebagaimana tersebut diatas, maka masih ada simpanan bahan-bahan lain jang djumlah dan matjamnja sebagai berikut:
</div>
{| style="margin-left: 6em; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; width: calc(100% - 10em);"
| style="width: 10em;" | Djagung
| . . . . . . .
| style="text-align: right; width: 10em;" | 3.171,50 kw.
|-
| Kedele
| . . . . . . .
| style="text-align: right;" | 42,80 kw.
|-
| Tembakau
| . . . . . . . .
| style="text-align: right;" | 15,90 kw.
|-
| Katjang tanah
| . . . . . . . .
| style="text-align: right;" | 1,00 kw.
|}
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-top: 1em;">
Untuk mempertinggi produksi padi dan tanaman-tanaman lain oleh Djawatan Pertanian Rakjat disediakan pupuk Z.A. dan D.S. dengan harga jang sangat murah, jaitu hanja 50% dari harga jang sebenarnja.
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Pada tahun 1952 di Daerah Djawa-Timur telah didjual kepada Rakjat:
</div>
<div style="margin-left: 6em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
2000 ton pupuk Z.A., dengan harga Rp. 1.200,— per ton.<br />
2500 ton pupuk D.S., dengan harga Rp. 650,— per ton.
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Disamping itu djuga telah dibagi-bagikan kepada Rakjat Tani jang menanam sajuran berbagai matjam bibit, diantaranja dalam tahun 1952 telah dibagikan 30 ton bibit kentang, 50 - 60 kg bibit kool Tionghoa dan kurang lebih 200 kg bibit kool Belanda.
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Disamping usaha-usaha memberi bantuan berupa pupuk dan bibit-bibit jang baik, Djawatan Pertanian Rakjat mengusahakan djuga „Kebun-Kebun Pertjobaan” dimana berbagai djenis tanaman diselidiki dan ditjoba untuk memperoleh djenis jang baik, tahan penjakit, menghasilkan buah jang banjak, dan lain-lain.
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Disamping „Kebun-Kebun Bibit” milik Djawatan Pertanian Rakjat, di Daerah Djawa-Timur ada beberapa „Kebun-Kebun Pertjobaan” jang langsung dibawah pimpinan Balai Besar Penjelidikan Pertanian di Bogor.
</div><noinclude>{{rh|||275}}</noinclude>
bgma3zusygexav8r77m09ha08m7r8z6
295332
295330
2026-05-14T11:10:39Z
Upiak Ituih
27011
295332
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-bottom: 1em;">
Dalam hubungan dengan usaha-usaha untuk memberi bimbingan kepada para Petani untuk mengatur ekonominja dengan sebaik-baiknja dapatlah disini dikemukakan beberapa angka tentang Kring Tani dan usaha-usaha jang diselenggarakanndja, jaitu menurut keadaan pada bulan Djuni 1952:
</div>
{| class="wikitable" style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center; font-size: 90%; width: 100%; border: 1px solid black;"
|- style="border-bottom: 2px solid black;"
! style="vertical-align: middle; width: 20%; border: 1px solid black;" | Karesidenan
! style="vertical-align: middle; width: 18%; border: 1px solid black;" | Banjaknja<br />Kring
! style="vertical-align: middle; width: 18%; border: 1px solid black;" | Banjaknja<br />Anggauta
! colspan="2" style="vertical-align: middle; border: 1px solid black;" | Simpanan
|- style="border-bottom: 2px solid black;"
!
!
!
! style="width: 22%; border: 1px solid black;" | Padi/gabah
! style="width: 22%; border: 1px solid black;" | Uang
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Surabaja
| 65
| 3.971
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 54,85 kw.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Rp. ---,—
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Bodjonegoro
| 96
| 18.745
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 3.838,68 "
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 52.612,36
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Madura
| 167
| 8.614
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 28,96 "
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 4.550,—
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Madiun
| 172
| 6.851
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 1.678,19 "
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | "
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kediri
| 130
| 6.344
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 3.465,74 "
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 40.063,58
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Malang
| 323
| 24.573
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 2.339,36 "
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 84.866,45
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Besuki
| 345
| 8.240
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 679,58 "
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 2.554,50
|- style="border-top: 2px solid black; font-weight: bold;"
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Djumlah
| 1.398
| 77.338
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | 12.085,36 kw.
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | Rp. 184.646,89
|}
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-top: 1em; margin-bottom: 0.5em;">
Disamping simpanan jang berupa padi, gabah dan uang sebagaimana tersebut diatas, maka masih ada simpanan bahan-bahan lain jang djumlah dan matjamnja sebagai berikut:
</div>
{| style="margin-left: 6em; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; width: calc(100% - 10em);"
| style="width: 10em;" | Djagung
| . . . . . .
| style="text-align: right; width: 10em;" | 3.171,50 kw.
|-
| Kedele
| . . . . . .
| style="text-align: right;" | 42,80 kw.
|-
| Tembakau
| . . . . . .
| style="text-align: right;" | 15,90 kw.
|-
| Katjang tanah
| . . . . . .
| style="text-align: right;" | 1,00 kw.
|}
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-top: 1em;">
Untuk mempertinggi produksi padi dan tanaman-tanaman lain oleh Djawatan Pertanian Rakjat disediakan pupuk Z.A. dan D.S. dengan harga jang sangat murah, jaitu hanja 50% dari harga jang sebenarnja.
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Pada tahun 1952 di Daerah Djawa-Timur telah didjual kepada Rakjat:
</div>
<div style="margin-left: 6em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
2000 ton pupuk Z.A., dengan harga Rp. 1.200,— per ton.<br />
2500 ton pupuk D.S., dengan harga Rp. 650,— per ton.
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Disamping itu djuga telah dibagi-bagikan kepada Rakjat Tani jang menanam sajuran berbagai matjam bibit, diantaranja dalam tahun 1952 telah dibagikan 30 ton bibit kentang, 50 - 60 kg bibit kool Tionghoa dan kurang lebih 200 kg bibit kool Belanda.
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Disamping usaha-usaha memberi bantuan berupa pupuk dan bibit-bibit jang baik, Djawatan Pertanian Rakjat mengusahakan djuga „Kebun-Kebun Pertjobaan” dimana berbagai djenis tanaman diselidiki dan ditjoba untuk memperoleh djenis jang baik, tahan penjakit, menghasilkan buah jang banjak, dan lain-lain.
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Disamping „Kebun-Kebun Bibit” milik Djawatan Pertanian Rakjat, di Daerah Djawa-Timur ada beberapa „Kebun-Kebun Pertjobaan” jang langsung dibawah pimpinan Balai Besar Penjelidikan Pertanian di Bogor.
</div><noinclude>{{rh|||275}}</noinclude>
734s4p4xjtxn0d6t3wwwatki5y5p7nv
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/878
104
104534
295333
2026-05-14T11:11:11Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
295333
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{missing image}}
''Kundjungan Kepala Staf Angkatan Darat Amerika Serikat, Djenderal Taylor ke Indonesia telah disambut oleh KSAD Letnan Djenderal A.H. Nasution. Tampak Djenderal Taylor sedang diperkenalkan kepada Brig. Djend. Gatot Subroto, Brig. Djend. Djatikusumo, Brig. Djend. Mustopo dan Kol. A. Jani.''<noinclude></noinclude>
8xed1nontb72pnwpjoijj6f2k6eqfzm
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/879
104
104535
295334
2026-05-14T11:11:55Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
295334
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{missing image}}
''Djenderal Taylor dengan rombongannja dengan diantar oleh Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Howard P. Jones mengun djungi Presiden/Plm. Tertinggi Ir. Soekarno di Istana Merdeka. Tampak Djenderal Taylor sedang menjerahkan bingkisan kepada Presiden Soekarno.''<noinclude></noinclude>
7xfcre9omm1fx5qf57vjjaayopl2pje
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/890
104
104536
295336
2026-05-14T11:12:42Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'dan 20 putjuk senapan. Peluru berpuluh puluh peti. Achirnja sebagai penutup ki- sah ini, kami sampaikan hatsil analyse Majoor Soemadi terha- dap serangan ini sebagai berikut. 1. Musuh tak mengira, bahwa kita dapat menjerang dengan mendadak terhadap pos? me- reka dari belakang, mengingat pertahanan sedemikian kuat- nja, terutama di Kebonkopi. Mereka patah semangatnja dan mengira kalau kita men- duduki tempat? tersebut. 2. Tempat...
295336
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>dan 20 putjuk senapan. Peluru
berpuluh puluh peti.
Achirnja sebagai penutup ki-
sah ini, kami sampaikan hatsil
analyse Majoor Soemadi terha-
dap serangan ini sebagai berikut.
1. Musuh tak mengira, bahwa
kita dapat menjerang dengan
mendadak terhadap pos? me-
reka dari belakang, mengingat
pertahanan sedemikian kuat-
nja, terutama di Kebonkopi.
Mereka patah semangatnja
dan mengira kalau kita men-
duduki tempat? tersebut.
2. Tempat? bahan makanan me-
reka di Parigi, jang mendjadi
hoofdmacht mereka di Sela-
tan, dengan mendadak kita
serang, sehingga dapat kita
rampas. Dan disinilah kita
memperoleh basis jang harus
kita pertahankan.
3. Agar supaja gerakan kita ke
Utara tidak mendapat gang-
guan dari Selatan, maka pha-
se ke 3 kita anggap penting
mengusir mereka. Mereka
lari ke Selatan lalu memutar
ke Utara lewat gunung? de-
ngan semangat jang merosot
dan
4. Dengan dipotongnja musuh
dari belakanj dan desas de-
sus jang kita lantjarkan bah-
wa memotong djalanan To-
boli-Kebonkopi maka dengan
mudah phase ke 4 dilaksana-
kan.
Nah, demikianlah kisah dja-
tuhnja Parigi. Semoga dengan
kisah ini dapatlah didjadikan pe-
Jadjaran, bahwa djalan untuk
menjerang musuh jang mempu-
njai kedudukan terrein menang
dan materieel jang kuat, tidak
kurang djalannja. Pada pokoknja
adalah terletak kepada inisiatief
dan ketabahan, keulatan serta
keberanian. Kesemuanja itu ada-
iah hatsil tempaan dari kepriba-
dian dan pimpinan.
36
KKM EH MM MM MAMA MH MM MM NK MA MAA MK MM AM MMA MH MEMANG
BERITA KELUARGA.
Lahir :
1 Telah lahir dengan selamat pada tanggal 11 Desember 1958 di
T.P.T./DKST 16/Terr. V, seorang putri jang kami beri nama:
Rr. PRASTOETI WIDIJANTI (Pipoeng)
Ibu dan anak dalam keadaan sehat wal'afiat.
Keluarga jang berbahagia,
Smj. R. SOEKIRLAN
D.K. Sub Terr. 16/Braw.
Menikah :
1 Pada tanggal 2—3 Djanuari 1959, telah dilangsungkan pernikahan
teman kami :
SAMSIJAH
dengan
Prdk. ABDUL MANAF
Upatjara diselenggarakan di Kp. Madrasah Tiga Ketj. Delima Kab.
Pidie.
Kepada Kpls. S. Mochamad T. jang telah bertindak selaku orang tua
mempelai lelaki dan ketua penjelenggara perajaan, maka kami se-
genap keluarga Kie. II BI. D. mengutjap banjak terima kasih atas
bantuan jang telah diberikan.
Kami jang berterima kasih,
a/n Kie. II BI. D.
Kpls. RUSLI K.
2 Pada tanggal 14 Djanuari 1959, telah dilangsungkan perkawinan
rekan kami :
Nn. MARTINI
dengan
Kpri. SLAMET PRIJADI (Angg. Bn. Inf. 518)
Upatjara pernikahannja dilangsungkan di Magetan.
Kami ikut bergembira,
Sersd. KADERI
Staf Bn. Inf. 518.
Gugur :
1. Atas nama segenap anggota Bn. Inf. 503 R.I. 17 T & T V ikut ber-
duka tjita atas gugurnja rekan? dari Ba. Inf. 503 dalam menunaikan
Dharma Bhaktinja di Komando Operasi Merdeka.
Pahlawan? jang gugur mendahului kita :
1. Smj. KAJOON Nrp. 105172 gugur didaerah Tinoor tanggal 3
Desember 1958.
2. Kpis. KABIR Nrp. 108891 gugur dalam gerakan di Koha pada
tanggal 14 Desember 1958.
3. Prdk. ISMA'IL Nrp. 109887 gugur dalam gerakan di Tara-Tara
pada tanggal 18 Desember 1958.
Djenazah Pahlawan? bangsa tsb. dimakamkan di Makam Pahlawan
Menado.
Semoga arwah Pahlawan2 kita ini mendapat tempat jang lajak atas
djasa-djasanja kepada nusa.
NEK MAEHE MM HK AAA KA KA AKA AKA KA KAKAK AKA KA HK AA AK AAA AK AKA AKA HK AK HAHAHA HA HKI KH AKHM AHA HK AAA HAHAHA MMA MMA
Staf Bataljon Inf. 503/17/V
Pitn. Adm. Bn.
Smj. MARGOUTOMO
CASH HK KK HM KH OK YAH MAKA KMK MOM HAK MM MEMEK MM MA MK EK AK MK
-
CRAAK LK AKA EK RKA<noinclude></noinclude>
e9v6ic5dv9jhwfcy8a70dp0nv2qrm9w
295340
295336
2026-05-14T11:16:57Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
295340
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>dan 20 putjuk senapan. Peluru berpuluh puluh peti.
Achirnja sebagai penutup kisah ini, kami sampaikan hatsil analyse Majoor Soemadi terhadap serangan ini sebagai berikut.
<ol start="1">
<li>Musuh tak mengira, bahwa kita dapat menjerang dengan mendadak terhadap pos² mereka dari belakang, mengingatpertahanan sedemikian kuatnja, terutama di Kebonkopi. Mereka patah semangatnja dan mengira kalau kita menduduki tempat² tersebut.</li>
<li>Tempat² bahan makanan mereka di Parigi, jang mendjadi hoofdmacht mereka di Selatan, dengan mendadak kita serang, sehingga dapat kita rampas. Dan disinilah kita memperoleh basis jang harus kita pertahankan. </li>
<li>Agar supaja gerakan kita ke Utara tidak mendapat gangguan dari Selatan, maka phase ke 3 kita anggap penting mengusir mereka. Mereka lari ke Selatan lalu memutar ke Utara lewat gunung² dengan semangat jang merosot dan </li>
<li>Dengan dipotongnja musuh dari belakanj dan desas desus jang kita lantjarkan bahwa memotong djalanan Toboli-Kebonkopi maka dengan mudah phase ke 4 dilaksanakan.</li>
</ol>
Nah, demikianlah kisah djatuhnja Parigi. Semoga dengan kisah ini dapatlah didjadikan peJadjaran, bahwa djalan untuk menjerang musuh jang mempunjai kedudukan terrein menang dan materieel jang kuat, tidak kurang djalannja. Pada pokoknja adalah terletak kepada inisiatief dan ketabahan, keulatan serta keberanian. Kesemuanja itu adalah hatsil tempaan dari kepribadian dan pimpinan.
{{rule|width=4em}}<noinclude>{{rh|36}}</noinclude>
rzki0y3jy1rgclh3lujq86jqn8ljj8w
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/308
104
104537
295338
2026-05-14T11:14:24Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295338
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><div style="text-align: center; font-weight: bold; line-height: 1.6; margin-bottom: 1em;">
„Kebun-Kebun Pertjobaan” kepunjaan Balai Besar Penjelidikan Pertanian<br />
(Bogor) jang terdapat dalam Daerah Djawa-Timur:
</div>
{| class="wikitable" style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center; font-size: 90%; width: 100%; border: 1px solid black;"
|- style="border-bottom: 2px solid black;"
! style="vertical-align: middle; width: 22%; border: 1px solid black;" | Nama kebun
! style="vertical-align: middle; width: 20%; border: 1px solid black;" | Tempat
! style="vertical-align: middle; width: 12%; border: 1px solid black;" | Luas<br />(ha)
! style="vertical-align: middle; width: 12%; border: 1px solid black;" | Tinggi<br />letak<br />(m)
! style="vertical-align: middle; border: 1px solid black;" | Matjam<br />tanaman
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Ngale
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Ngawi
| 45
| 50
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Padi, tebu.
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Sumberredjo
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Bodjonegoro
| 25
| 15
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Tembakau
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Modjosari
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Modjokerto
| 30
| 20
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Djagung,<br />kedele, dll.
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kendalpajak
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Malang
| 30
| 450
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Padi.
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Muneng
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Probolinggo
| 20
| 10
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Tanaman jang<br />tahan kering.
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Genteng
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Banjuwangi
| 30
| 50
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Padi.
|}
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-top: 1em; margin-bottom: 1em;">
Suatu usaha pembangunan lain jang langsung berpengaruh terhadap hasilnja produksi pertanian ialah pembangunan-pembangunan irigasi. Dalam tahun 1952 diseluruh Djawa-Timur telah dikeluarkan Rp. 3.400.000.— untuk mempertinggi dan menjempurnakan keadaan pengairan Desa dengan djalan mendirikan bangunan-bangunan jang permanen. Diantara usaha-usaha pembangunan irigasi jang besar di Djawa-Timur selama tahun 1952 dapat ditjatat pembangunan bendungan „Sampean-Baru” di Daerah Besuki untuk mentjukupi kebutuhan air bagi pembukaan sawah baru seluas 6.000 ha. Djuga di Daerah Madiun dibangun waduk „Dungbendo” untuk perluasan sawah seluas 1.200 ha. Untuk mentjegah bahaja bandjir di Daerah Tulungagung telah diperbaiki bangunan-bangunan penahan air, sedang di Daerah Madura pengairan Klampis diperbaiki pula untuk keperluan tanah pertanian seluas 3.500 ha.
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-bottom: 1em;">
Di Djawa-Timur terdapat beberapa waduk besar jang sangat penting sekali artinja bagi usaha-usaha pertanian, ialah:
</div>
{| class="wikitable" style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center; font-size: 90%; width: 100%; border: 1px solid black;"
|- style="border-bottom: 2px solid black;"
! style="vertical-align: middle; width: 10%; border: 1px solid black;" | No.
! style="vertical-align: middle; width: 45%; border: 1px solid black;" | Nama/Daerah
! style="vertical-align: middle; border: 1px solid black;" | Luas daerah pengairan, dalam ha
|-
| 1.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Waduk Patjal
| style="text-align: right; padding-right: 25px;" | 16.100
|-
| 2.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kali-Brantas (Sidohardjo)
| style="text-align: right; padding-right: 25px;" | 32.500
|-
| 3.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Banjuwangi-Selatan
| style="text-align: right; padding-right: 25px;" | 35.000
|-
| 4.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Bondojuda Tanggul
| style="text-align: right; padding-right: 25px;" | 18.600
|-
| 5.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Bedadung
| style="text-align: right; padding-right: 25px;" | 15.400
|-
| 6.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Warungdjajeng (Kertosono)
| style="text-align: right; padding-right: 25px;" | 11.800
|-
| 7.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Madiun
| style="text-align: right; padding-right: 25px;" | 13.000
|}
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-top: 1em;">
Dalam rentjana Djawatan Pertanian Rakjat termasuk djuga usaha-usaha mechanisasi pekerdjaan pertanian. Oleh Kementerian Pertanian telah dipesankan sedjumlah tractor-tractor pertanian dari Amerika Serikat, diantara djumlah mana Daerah Djawa-Timur mendapat 1 unit,
</div><noinclude>{{rh|276}}</noinclude>
h4llygr6tm7uxuv56hzzweo8mk47c5n
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/471
104
104538
295343
2026-05-14T11:19:16Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295343
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>'''Persewaan tanah untuk tanaman kaspe.'''
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-bottom: 1.5em;">
Peraturan untuk tanaman kaspe di Djawa-Timur terutama bagi Daerah Malang-Selatan atas andjuran Kementerian Dalam Negeri diatur dengan persetujuan kedua fihak. Kemudian oleh Residen Malang setelah mendapat pertimbangan dari instansi jang berkepentingan ditentukan dengan sebuah surat ketetapan, satu dan lain agar ada suatu penetapan jang tegas.
</div>
'''Tanaman tembakau.'''
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Peraturan Menteri Dalam Negeri tanggal 9 Djuli 1952 No. 4/1952 menetapkan banjaknja uang persewaan guna tanaman tembakau dalam Daerah Kabupaten Bondowoso dan Djember sebanjak Rp. 600,— per ha, satu dan lain berhubungan dengan masih berlakunja Peraturan tentang Tanaman Tembakau didaerah Besuki (Besukische Tabaks Verordening).
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-bottom: 1.5em;">
Selandjutnja tentang peraturan penjerahan (pendjualan) hasil tanaman tembakau ditentukan oleh Gubernur Djawa-Timur.
</div>
<div style="text-align: center; font-weight: bold; line-height: 1.6; margin-bottom: 1em; letter-spacing: 0.5px;">
LUAS TANAMAN TEMBAKAU DI KABUPATEN BONDOWOSO<br />
DAN DJEMBER (B.T.M.) TAHUN 1952.
</div>
{| class="wikitable" style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center; font-size: 90%; width: 100%; border: 1px solid black;"
|- style="border-bottom: 2px solid black;"
! style="vertical-align: middle; width: 10%; border: 1px solid black;" | No.<br />urut
! style="vertical-align: middle; width: 45%; border: 1px solid black;" | Nama onderneming
! style="vertical-align: middle; width: 22%; border: 1px solid black;" | Luas tanah<br />persewaan<br />dalam ha
! style="vertical-align: middle; border: 1px solid black;" | Luas<br />tanaman<br />dalam ha
|-
| 1
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | N.V. Landbouw Mij. „Oud-Djember”
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.884,—
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 3.266
|-
| 2
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Besuki Tabak Mij.
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.699,324
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.090
|-
| 3
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | N.V. Cult. Mij. „Djelebuk”
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 650,406
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 629
|-
| 4
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | N.V. Landbouw Mij. „Sukowono”
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 549,967
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 551
|- style="border-top: 2px solid black; font-weight: bold;"
|
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Djumlah
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 4.783,697
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 5.536
|}
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-top: 1em;">
Meskipun pada waktu perundingan dengan wakil dari para pengusaha, begitu djuga pada waktu permulaan adanja peraturan tersebut diatas didjumpai beberapa persoalan jang menghendaki penjesuaian dengan keadaan, pada hakekatnja pelaksanaannja dapat dikatakan berdjalan dengan lantjar. Perubahan-perubahan tersebut sebagian besar diletakkan kepada pengurangan kekangan terhadap petani, antara lain:
</div><noinclude>{{rvh|439}}</noinclude>
mgpfonkionkwjxhutq7gyoqza3t3fjb
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/468
104
104539
295346
2026-05-14T11:21:13Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295346
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><div style="text-align: center; font-weight: bold; line-height: 1.6; margin-bottom: 1em; letter-spacing: 0.5px;">
DAFTAR LUASNJA TANAMAN TEBU PABERIK DI DJAWA-TIMUR.
</div>
{| class="wikitable" style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center; font-size: 90%; width: 100%; border: 1px solid black;"
|- style="border-bottom: 2px solid black;"
! rowspan="2" style="vertical-align: middle; width: 8%; border: 1px solid black;" | No.<br />urut
! rowspan="2" style="vertical-align: middle; width: 32%; border: 1px solid black;" | Nama Paberik
! rowspan="2" style="vertical-align: middle; width: 20%; border: 1px solid black;" | Tanaman<br />tahun<br />1951/1952<br />ha
! colspan="2" style="vertical-align: middle; border: 1px solid black;" | Tahun 1952/1953
|- style="border-bottom: 2px solid black;"
! style="width: 20%; border: 1px solid black;" | Rentjana<br />ha
! style="width: 20%; border: 1px solid black;" | Tanaman<br />ha
|-
| 1
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Asembagus
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 972,80
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 800
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 807,40
|-
| 2
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Pandji
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.067,—
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.150
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.117,47
|-
| 3
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Olean
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 599,30
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 600
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 587,64
|-
| 4
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Wringinanom
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 600,69
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 600
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 590,97
|-
| 5
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Pradjekan
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 777,26
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.000
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.000,—
|-
| 6
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Do Maas
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 605,50
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 800
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 640,46
|-
| 7
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Gunungsari/Semboro
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.502,—
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.500
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.791,21
|-
| 8
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Djatiroto
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 3.409,60
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 3.663
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 3.304,—
|-
| 9
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Gending
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 712,66
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 700
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 706,—
|-
| 10
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Pedjarakan
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 583,30
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 650
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 653,40
|-
| 11
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Wonolangan
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 696,82
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 761
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 733,43
|-
| 12
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kedawung
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 630,07
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 645
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 764,75
|-
| 13
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kebonagung
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 720,70
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 750
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 767,91
|-
| 14
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Gempolkerep
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.398,56
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 700
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 742,99
|-
| 15
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Watutulis
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.042,—
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.000
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.026,—
|-
| 16
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Krian
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.014,50
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.000
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.023,43
|-
| 17
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Krembung/Tulangan
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 939,40
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.000
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 989,80
|-
| 18
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Tjandi
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 697,36
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 700
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 720,64
|-
| 19
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Tjukir
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 800
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 830,73
|-
| 20
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Lestari
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.215,03
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.000
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 796,07
|-
| 21
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Pesantren
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.846,36
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 947
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 917,95
|-
| 22
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Ngadiredjo
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 384,30
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.150
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 2.004,06
|-
| 23
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Modjopanggung
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 847,20
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 500
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 521,04
|-
| 24
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Redjoagung
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 441,34
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 900
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 906,41
|-
| 25
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kanigoro
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 578,68
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 700
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 702,85
|-
| 26
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Pagottan
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 791,59
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 800
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 781,17
|-
| 27
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Redjosari
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 601,—
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 825
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 843,—
|-
| 28
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Purwodadi
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 544,50
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 403
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 522,48
|-
| 29
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Sudhono
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.053,29
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.788
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.395,42
|- style="border-top: 2px solid black; font-weight: bold;"
|
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Djumlah
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 26.285,31
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 27.532
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 28.188,68
|}<noinclude>{{rvh|436}}</noinclude>
7zx3izi85iicfv3re3kfc5mpiox0rvh
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/410
104
104540
295353
2026-05-14T11:22:57Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295353
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><div style="text-align: center; font-weight: bold; line-height: 1.6; margin-bottom: 1em; letter-spacing: 0.5px;">
PERDAGANGAN IKAN OLAHAN DARI TIAP-TIAP DAERAH DI<br />
DJAWA-TIMUR DALAM TAHUN 1950 — 1952.
</div>
{| class="wikitable" style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.4; border-collapse: collapse; text-align: center; font-size: 85%; width: 100%; border: 1px solid black;"
|- style="border-bottom: 2px solid black;"
! rowspan="3" style="vertical-align: middle; width: 14%; border: 1px solid black;" | Daerah<br />Produksi
! rowspan="3" style="vertical-align: middle; width: 20%; border: 1px solid black;" | Daerah<br />Konsumsi
! style="border: 1px solid black; padding: 4px 0;" | Tahun 1950
! colspan="2" style="border: 1px solid black; padding: 4px 0;" | Tahun 1951
! colspan="2" style="border: 1px solid black; padding: 4px 0;" | Tahun 1952
|-
|- style="border-bottom: 2px solid black;"
! rowspan="2" style="vertical-align: middle; width: 14%; border: 1px solid black;" | Banjaknja<br />kg
! colspan="2" style="border: 1px solid black;" | Banjaknja kg
! colspan="2" style="border: 1px solid black;" | Banjaknja kg
|-
|- style="border-bottom: 2px solid black;"
!
!
!
! style="width: 13%; border: 1px solid black;" | Pindang
! style="width: 13%; border: 1px solid black;" | Gereh
! style="width: 13%; border: 1px solid black;" | Pindang
! style="width: 13%; border: 1px solid black;" | Gereh
|-
| rowspan="25" style="vertical-align: top; text-align: left; font-weight: bold; padding-left: 5px; padding-top: 5px;" | MALANG
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Malang
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 248.767
| —
| —
| style="text-align: center;" | *)
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Djember
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 128.402
| —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 4.000
| —
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Modjokerto
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 88.990
| —
| —
| —
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Klakah
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 34.440
| —
| —
| —
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Lumadjang
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 38.959
| —
| —
| —
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Pasuruan
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 63.775
| —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 158.204
| —
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Bangil
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 7.400
| —
| —
| —
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Probolinggo
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 12.890
| —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 80.148
| —
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Surabaja
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 49.800
| —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 5.500
| —
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Gending
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 109
| —
| —
| —
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Tempeh
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 7.630
| —
| —
| —
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Tanggul
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 23.525
| —
| —
| —
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Djatiroto
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 4.340
| —
| —
| —
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Pasurian
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 9.682
| —
| —
| —
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Pandaan
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 570
| —
| —
| —
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Djenggawah
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 265
| —
| —
| —
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Singosari
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 650
| —
| —
| —
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Lawang
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.195
| —
| —
| —
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Djombang
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 18.000
| —
| —
| —
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kentjong
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 5.800
| —
| —
| —
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kalibaru
| —
| —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 3.000
| —
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Genteng
| —
| —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 800
| —
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Sampang
| —
| —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 4.000
| —
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Djakarta
| —
| —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 35.300
| —
| —
|- style="border-top: 1px solid black; border-bottom: 1px solid black; font-weight: bold;"
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | Djumlah:
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 795.169
| —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 290.952
| —
| —
|-
| rowspan="21" style="vertical-align: top; text-align: left; font-weight: bold; padding-left: 5px; padding-top: 5px;" | PULAU<br />BAWEAN
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Surabaja
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 366.812
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 61.860
| —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 12.718
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Gersik
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 236.575
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 753.634
| —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 2.623.314
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kraksaan
| —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.725
| —
| —
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Panarukan
| —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 4.060
| —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 2.240
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kalbut
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 700
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 4.510
| —
| —
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Madiun
| —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 200
| —
| —
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kamal
| —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 150
| —
| —
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Arusbaja
| —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 345
| —
| —
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Sampit
| —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 2.000
| —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.600
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Semarang
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 9.000
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 12.000
| —
| —
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Solo
| —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 905
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.002
| —
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Tjirebon
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 40.300
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 9.100
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.532
| —
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Bandjarmasin
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 34.590
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 26.485
| —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 12.250
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Djakarta
| —
| —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 483
| —
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Sepuluh
| —
| —
| —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 200
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Besuki
| —
| —
| —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 4.800
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Djuwono
| —
| —
| —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 6.000
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Tuban
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 23.660
| —
| —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 209.833
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Sumbawa
| —
| —
| —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 80
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Banjuates
| —
| —
| —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 240
| —
|- style="border-top: 2px solid black; border-bottom: 2px solid black; font-weight: bold;"
| style="text-align: right; padding-right: 5px;" | Djumlah:
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 771.637
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 876.974
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 3.017
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 2.873.275
| —
|}
<br />
{| style="line-height: 1.5; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%; font-size: 90%;"
| style="vertical-align: top; width: 1.5em;" |
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Pengiriman ikan olahan dari Karesidenan Malang dalam tahun 1952 tidak ada.
|}<noinclude>{{rvh|378}}</noinclude>
fgg53efgsh8z0m3985o8azan7pum25r
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/315
104
104541
295359
2026-05-14T11:25:09Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295359
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%; font-size: 95%;"
| Pembibitan (Zaadbedden) dalam tahun 1950 || style="width: 2em; text-align: center;" | — || 10 ha (± 2.200.000 bibit)
|-
| style="text-align: right; padding-right: 2em;" | " || style="text-align: center;" | " || 1951 — tidak membibit.
|-
| style="text-align: right; padding-right: 2em;" | " || style="text-align: center;" | " || 1952 — 30 ha (± 3.600.000 bibit)
|-
| Direntjanakan || style="text-align: center;" | " || 1953 — 30 ha.
|-
| Hasil produksi || style="text-align: center;" | " || 1950 — 5.000 kw krosok.
|-
| style="text-align: right; padding-right: 2em;" | " || style="text-align: center;" | " || 1951 — .
|-
| style="text-align: right; padding-right: 2em;" | " || style="text-align: center;" | " || 1952 — 11.000 kw krosok.
|}
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-top: 1em; margin-bottom: 1em;">
Dalam tahun 1952 tanaman tembakau kepunjaan onderneming-onderneming di Daerah Karesidenan Besuki ialah sebagai berikut:
</div>
{| class="wikitable" style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; text-align: center; font-size: 90%; width: 100%; border: 1px solid black;"
|- style="border-bottom: 2px solid black;"
! style="vertical-align: middle; width: 10%; border: 1px solid black;" | No.
! style="vertical-align: middle; width: 50%; border: 1px solid black;" | Nama Onderneming
! style="vertical-align: middle; border: 1px solid black;" | Luas tanaman dalam ha
|-
| 1.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | N.V. Landbouw Mij. „Oud-Djember”
| 3.266
|-
| 2.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Besuki Tabak Mij.
| 1.090
|-
| 3.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | N.V. Cult. Mij. „Djelebuk”
| 629
|-
| 4.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | N.V. Landbouw Mij. „Sukowono”
| 551
|- style="border-top: 2px solid black; font-weight: bold;"
| colspan="2" | Dj u m l a h
| 5.536
|}
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-top: 1em; margin-bottom: 1em;">
Dalam perdagangan tembakau, terutama tembakau Virginia dalam Daerah Kabupaten Bodjonegoro „Perrin” mengambil peranan penting, hal mana ternjata dalam daftar pembelian tersebut dibawahah: (tahun 1950)
</div>
{| class="wikitable" style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.4; border-collapse: collapse; text-align: center; font-size: 85%; width: 100%; border: 1px solid black;"
|- style="border-bottom: 2px solid black;"
! style="width: 6%; border: 1px solid black;" | No.
! style="width: 26%; border: 1px solid black;" | Matjam daun tembakau jang dibeli
! style="width: 18%; border: 1px solid black;" | Banjaknja
! style="width: 20%; border: 1px solid black;" | Djumlah harganja
! style="width: 12%; border: 1px solid black;" | Rata-rata
! style="border: 1px solid black;" | Tempat asal tembakau
|-
| style="vertical-align: top; padding-top: 5px;" | **1.**
| style="vertical-align: top; text-align: left; padding-left: 5px; padding-top: 5px;" | Djumlah pembelian daun tembakau Virginia.
| style="vertical-align: top; text-align: right; padding-right: 5px; padding-top: 5px;" | 3.332.968 kg
| style="vertical-align: top; text-align: left; padding-left: 5px; padding-top: 5px;" | Rp. 2.129.125,95
| style="vertical-align: top; text-align: right; padding-right: 5px; padding-top: 5px;" | Rp. 63,88
| style="vertical-align: top; text-align: left; padding-left: 5px; padding-top: 5px;" | Ketjamatan² Bodj., Talun, Baureno, Srojo, Kedungpring, Sugihwaras, Kedungadem.
|-
| style="vertical-align: top; padding-top: 5px;" | **2.**
| style="vertical-align: top; text-align: left; padding-left: 5px; padding-top: 5px;" | Djumlah pembelian daun tembakau Djawa:
|
|
|
|
|-
|
| style="vertical-align: top; text-align: left; padding-left: 15px;" | a. daun hidjau
| style="vertical-align: top; text-align: right; padding-right: 5px;" | 98.146 kg
| style="vertical-align: top; text-align: left; padding-left: 5px;" | Rp. 13.117,75
| style="vertical-align: top; text-align: right; padding-right: 5px;" | Rp. 13,43
| style="vertical-align: top; text-align: left; padding-left: 5px;" | Ketjamatan Srojo, Bowerno, Sumberredjo.
|-
|
| style="vertical-align: top; text-align: left; padding-left: 15px;" | b. krosok kering (rendement 15%)
| style="vertical-align: top; text-align: right; padding-right: 5px;" | 69.968 kg<br />(kl. 538.215 kg)
| style="vertical-align: top; text-align: left; padding-left: 5px;" | Rp. 88.252,70
| style="vertical-align: top; text-align: right; padding-right: 5px;" | Rp. 126,12
| style="vertical-align: top; text-align: center;" | idem
|- style="border-top: 2px solid black; font-weight: bold;"
| colspan="2" style="vertical-align: top; text-align: left; padding-left: 5px;" | Djumlah:<br />kalau semua dihitung daun basah
| style="vertical-align: top; text-align: right; padding-right: 5px;" | 3.969.329 kg
| style="vertical-align: top; text-align: left; padding-left: 5px;" | Rp. 12.230.558,48
|
|
|}<noinclude>{{rh|||283}}</noinclude>
ow4xmjsz0la7kknyo17xoh46om3idnq
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/458
104
104542
295364
2026-05-14T11:27:04Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295364
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Pengembalian kebun-kebun tersebut tidak memakai sjarat apapun djuga.
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-bottom: 1em;">
Semendjak penjerahan kedaulatan hingga achir tahun 1952, Gubernur Djawa-Timur telah memberi idjin sementara untuk ditindjau dan diduduki kembali perkebunan-perkebunan sebagai berikut:
</div>
{| class="wikitable" style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.4; border-collapse: collapse; font-size: 90%; width: 100%; border: 1px solid black;"
|- style="border-bottom: 2px solid black;"
! style="vertical-align: middle; text-align: center; width: 8%; border: 1px solid black;" | No.<br />urut
! style="vertical-align: middle; text-align: center; width: 37%; border: 1px solid black;" | Nama perusahaan
! style="vertical-align: middle; text-align: center; border: 1px solid black;" | Keterangan
|-
| colspan="3" style="text-align: center; font-weight: bold; padding: 5px 0; border-bottom: 1px solid black;" | {{u|Karesidenan Kediri.}}
|-
| style="text-align: center;" | 1
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Pk. Tjandi Sewu.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Diduduki mulai tanggal 17-12-1952.
|-
| style="text-align: center;" | 2
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Swaru Buluroto.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | idem
|-
| style="text-align: center;" | 3
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Kawisari.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | idem
|-
| style="text-align: center;" | 4
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Panataran.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Diduduki mulai tanggal 5-7-1950.
|-
| style="text-align: center;" | 5
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Nguari.
| style="text-align: left; padding-left: 5px; text-align: justify;" | Belum diduduki kembali, pengusaha minta idjin prijsgeving.
|-
| style="text-align: center;" | 6
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Mangli.
| style="text-align: left; padding-left: 5px; text-align: justify;" | Diduduki kembali mulai bulan Nopember 1949.
|-
| style="text-align: center;" | 7
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Gambar.
| style="text-align: left; padding-left: 5px; text-align: justify;" | Diduduki kembali mulai tanggal 5-7-1950.
|-
| style="text-align: center;" | 8
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Karanganjar.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Prijsgegeven.
|-
| style="text-align: center;" | 9
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Njunjur.
| style="text-align: left; padding-left: 5px; text-align: justify;" | Belum diduduki kembali dan pengusaha belum memberi ketegasannja.
|-
| style="text-align: center;" | 10
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Sumber Petung.
| style="text-align: left; padding-left: 5px; text-align: justify;" | Telah diduduki sedjak bulan Djuni 1950.
|-
| style="text-align: center;" | 11
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Sirah Kentjong.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Diduduki kembali mulai tgl. 10-4-1952.
|-
| style="text-align: center;" | 12
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Margo Muljo.
| style="text-align: left; padding-left: 5px; text-align: justify;" | Diduduki kembali pada bulan Djuni 1950, tetapi telah ditinggalkan lagi oleh pengusahanja. Kini perkebunan tersebut ada dibawah pengawasan Djawatan Perkebunan, sedang eksploitasinja diatur setjara zelfbedrijf.
|-
| style="text-align: center;" | 13
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Sekar Gadung.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Belum ada kabar dari pengusahanja.
|-
| style="text-align: center;" | 14
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Sengon.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Belum ada djawaban.
|-
| style="text-align: center;" | 15
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Dilem Wilis.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Diduduki mulai tanggal 1-9-1951.
|-
| style="text-align: center;" | 16
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Gondang Tapen.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Sanggup achir tahun 1952.
|-
| style="text-align: center;" | 17
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Kulon Bambang.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | idem
|-
| style="text-align: center;" | 18
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Penampean.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | idem
|-
| style="text-align: center;" | 19
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Kentang.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Belum ada kabar dari pengusahanja.
|-
| style="text-align: center;" | 20
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Djurang Banteng I dan II.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | idem
|-
| style="text-align: center;" | 21
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Kebon Duren.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Sanggup achir tahun 1952.
|-
| style="text-align: center;" | 22
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Bantaran.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Belum ada kabar dari pengusahanja.
|-
| style="text-align: center;" | 23
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Bagorpradah.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | idem
|-
| style="text-align: center;" | 24
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Pakellan.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | idem
|-
| style="text-align: center;" | 25
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Tegowangi.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | idem
|-
| style="text-align: center;" | 26
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Djengkol/Karangdinojo.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | idem
|}<noinclude>{{rh|426}}</noinclude>
8qxx4tqj1b5cwzawiacwalxciwvim1y
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/459
104
104543
295367
2026-05-14T11:28:45Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295367
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{| class="wikitable" style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.4; border-collapse: collapse; font-size: 90%; width: 100%; border: 1px solid black;"
|- style="border-bottom: 2px solid black;"
! style="vertical-align: middle; text-align: center; width: 8%; border: 1px solid black;" | No.<br />urut
! style="vertical-align: middle; text-align: center; width: 37%; border: 1px solid black;" | Nama perusahaan
! style="vertical-align: middle; text-align: center; border: 1px solid black;" | Keterangan
|-
| style="text-align: center;" | 27
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Pk. Galuhan.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Vide Bendoredjo.
|-
| style="text-align: center;" | 28
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Rini.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Belum ada djawaban.
|-
| style="text-align: center;" | 29
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Djaejan.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Diduduki mulai tanggal 1-10-1951.
|-
| style="text-align: center;" | 30
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Bumi Aju.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Belum ada kabar dari pengusahanja.
|-
| style="text-align: center;" | 31
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Kendalredjo.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Sanggup achir tahun 1952.
|-
| style="text-align: center;" | 32
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Gogoniti.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Belum ada kabar dari pengusahanja.
|-
| style="text-align: center;" | 33
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Branggah Banaran.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | idem
|-
| style="text-align: center;" | 34
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Purworedjo.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | idem
|-
| style="text-align: center;" | 35
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Pontjowati.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Pemilik di Garut.
|-
| style="text-align: center;" | 36
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Bendoredjo.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Belum ada kabar dari pengusahanja.
|-
| style="text-align: center;" | 37
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Garum.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | idem
|-
| style="text-align: center;" | 38
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Redjoagung.
| style="text-align: left; padding-left: 5px; text-align: justify;" | Tunggu prinsip H.V.A. (Bergcultures Bendoredjo).
|-
| style="text-align: center;" | 39
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Kruwuk.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Diadjukan K.D.N.
|-
| style="text-align: center;" | 40
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Petung Ombo.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Belum ada kabar dari pengusahanja.
|-
| style="text-align: center;" | 41
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Buluroto.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Pemilik di Djakarta.
|-
| style="text-align: center;" | 42
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Banju-urip.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Diduduki mulai tg. 14-11-1951.
|-
| style="text-align: center;" | 43
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Papoh.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Ditolak.
|-
| style="text-align: center;" | 44
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Suko Sewu.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Belum ada kabar dari pengusahanja.
|-
| colspan="3" style="text-align: center; font-weight: bold; padding: 5px 0; border-top: 1px solid black; border-bottom: 1px solid black;" | {{u|Karesidenan Surabaja.}}
|-
| style="text-align: center;" | 45
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Dilem.
| style="text-align: left; padding-left: 5px; text-align: justify;" | Masih didalam pengusutan Panitia Tehnis (Karesidenan).
|-
| style="text-align: center;" | 46
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Ubalan.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | idem
|-
| style="text-align: center;" | 47
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Sumberdjae.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | idem
|-
| style="text-align: center;" | 48
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Panglangan.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | idem
|-
| style="text-align: center;" | 49
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Pengadjaran.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | idem
|-
| style="text-align: center;" | 50
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Wonokerto.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | idem
|-
| style="text-align: center;" | 51
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Toekoem.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | idem
|-
| colspan="3" style="text-align: center; font-weight: bold; padding: 5px 0; border-top: 1px solid black; border-bottom: 1px solid black;" | {{u|Karesidenan Malang.}}
|-
| style="text-align: center;" | 52
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Sumber Manggis Kidul.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Diduduki mulai tanggal 7-11-1950.
|-
| style="text-align: center;" | 53
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Sumber Mas.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " " " 31-11-1950.
|-
| style="text-align: center;" | 54
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Gunung Sarie.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " " " 1-11-1950.
|-
| style="text-align: center;" | 55
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Supit Urang.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Belum ada kabar dari pengusahanja.
|-
| style="text-align: center;" | 56
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Telogo Redjo.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Diduduki mulai tanggal 1-11-1950.
|-
| style="text-align: center;" | 57
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Gledekan Pantjur/ Sumber Pakel.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Masih didalam pengusutan.
|-
| style="text-align: center;" | 58
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Senowangi.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Belum ada kabar dari pengusahanja.
|-
| style="text-align: center;" | 59
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Sumber Duren.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | idem
|-
| style="text-align: center;" | 60
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Sumber Tlogo.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Diduduki mulai tanggal 14-11-1950.
|-
| style="text-align: center;" | 61
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Kali Bakar.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " " " 9-11-1950.
|-
| style="text-align: center;" | 62
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Sumber Gesing.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " " " 9-11-1950.
|-
| style="text-align: center;" | 63
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Lebakredjo.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " " " 7-11-1950.
|-
| style="text-align: center;" | 64
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Lungur Dowo.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " " " 7-11-1950.
|}<noinclude>{{rh|||427}}</noinclude>
0qbda51mvgopz5n7yoou0h6jjzv7k7j
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/460
104
104544
295370
2026-05-14T11:31:24Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295370
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{| class="wikitable" style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.4; border-collapse: collapse; font-size: 90%; width: 100%; border: 1px solid black;"
|- style="border-bottom: 2px solid black;"
! style="vertical-align: middle; text-align: center; width: 8%; border: 1px solid black;" | No.<br />urut
! style="vertical-align: middle; text-align: center; width: 37%; border: 1px solid black;" | Nama perusahaan
! style="vertical-align: middle; text-align: center; border: 1px solid black;" | Keterangan
|-
| style="text-align: center;" | 65
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Pk. Petung Ombo.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Diduduki mulai tanggal 14-11-1950.
|-
| style="text-align: center;" | 66
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Sumber Kerto.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Diduduki mulai tanggal 3-11-1950.
|-
| style="text-align: center;" | 67
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Sumber Djeru.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Diduduki mulai tanggal 3-11-1950.
|-
| style="text-align: center;" | 68
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Kali Klepu.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Diduduki mulai tanggal 31-10-1950.
|-
| style="text-align: center;" | 69
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Pantjur Sari.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Diduduki mulai tanggal 31-10-1950.
|-
| style="text-align: center;" | 70
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Sumber Tjuleng.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Belum ada kabar dari pengusahanja.
|-
| style="text-align: center;" | 71
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Tretes Panggung.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | idem
|-
| style="text-align: center;" | 72
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Wonokerto.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | idem
|-
| style="text-align: center;" | 73
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Moeljo Ardjo.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | idem
|-
| style="text-align: center;" | 74
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Kali Glidik.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | idem
|-
| style="text-align: center;" | 75
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Radja Putri.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | idem
|-
| style="text-align: center;" | 76
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Sumber Asin.
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Diduduki mulai tanggal 5-12-1950.
|-
| colspan="3" style="text-align: center; font-weight: bold; padding: 5px 0; border-top: 1px solid black; border-bottom: 1px solid black;" | {{u|Karesidenan Madiun.}}
|-
| style="text-align: center; vertical-align: top; padding-top: 5px;" | 77
| style="text-align: left; vertical-align: top; padding-left: 5px; padding-top: 5px;" | " Kandangan/Panggungsari.
| style="text-align: left; padding-left: 5px; padding-top: 5px; text-align: justify;" | Atas tuntutan para Buruh gagal mulai bulan Djuli 1950, waktu mana telah mulai bekerdja.<br />Erfpacht mengakui mulai tanggal 24-11-1950.
|}
<br />
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Selaras dengan pedoman dari Kementerian Dalam Negeri pemberian idjin sementara tersebut mengandung beberapa sjarat jang antara lain bermaksud mendjamin kedudukan para Pegawai/Pekerdja dan status-sementara dari tanah-tanah jang dikerdjakan oleh penduduk dengan menunggu Peraturan chusus dari Kementerian Dalam Negeri tentang penjelesaiannja jang pasti.
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Sementara itu pengembalian kebun-kebun jang ketjil milik perseorangan atau kongsi, dapat dikerdjakan lebih lantjar dari pada kebun-kebun jang besar. Sekalipun demikian, ada djuga kesulitan jang didjumpai antara lain beberapa keberatan dari fihak Organisasi Tani/Bekas Pedjuang, jang memerlukan lapangan pekerdjaan bagi para anggautanja dan ada pula jang diminta oleh Desa jang bersangkutan untuk didjadikan tanah titisoro atau bengkok.
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Soal pelaksanaan pengembalian perkebunan-perkebunan banjak menghadapi kesulitan jang tidak mudah dipetjahkan. Panitia Tehnis setempat sedapat mungkin berusaha menjelesaikan kesukaran-kesukaran itu menurut kebidaksanaannja, tetapi tidak djarang sifatnja kesulitan-kesulitan itu prinsipiil, sehingga memerlukan pedoman dari Kementerian Dalam Negeri.
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Baik onderneming jang sudah dapat idjin pengembalian dari Recomba/T.B.A. maupun jang mendapat idjin sementara dari Gubernur Djawa-Timur, ada jang terpaksa ditinggalkan sementara
</div><noinclude>{{rh|428}}</noinclude>
dn9qpwckuyneeooca0ns3xkmbt7pzs2
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/572
104
104545
295371
2026-05-14T11:32:29Z
Upiak Ituih
27011
/* Tanpa teks */
295371
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Upiak Ituih" /></noinclude><noinclude>{{rvh|538}}</noinclude>
puvky16q83mmuw2c8pwxqvxf2vy250a
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/574
104
104546
295372
2026-05-14T11:32:44Z
Upiak Ituih
27011
/* Tanpa teks */
295372
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Upiak Ituih" /></noinclude><noinclude>{{rvh|540}}</noinclude>
21cs6sz7v9walmz2tud6egek7x5ljfa
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/922
104
104547
295373
2026-05-14T11:34:18Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong
295373
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude><noinclude></noinclude>
6134lv1yv9f7zbgirdyk2lt6owjfkja
295383
295373
2026-05-14T11:47:21Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
295383
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{missing image}}
''W. KASAD Djend. Major Gatot Subroto bergambar bersama dengan para siswa Pendidikan liter Attase.//
dan njata sesuai dengan pribadinja dalam mengimbangi tindakan
jang tegas pula di bidang operasimiliter. Pengalaman telah membuktikan, bahwa walaupun parapetugas itu sudah terlalu "lunak" terhadap para anggauta terror itu, akan tetapi toch mereka dalam kenjataannja masih sadja tidak tahu diri, artinja mereka tetap bertindak semaunja dan malahan semakin mendjadi djadi. membunuh, membakar, menggarong harta benda orang, jang
tentunja harta benda itu didapatkan daripada hasil djerih pajahnja rakjat jang serba kurang dan menderita. Dalam menjaksikan, menghadapi dan merasakan tindakan terror gerombolan jang malah semakin disengadja terhadap rakjat kita jang ketjil itu, masihkah kita mengharuskan bertindak dengan tjara "diplomasi"² jang achirnja malahan mendjadi Sedjalan dengan kegiatan territorial jang njata itu tadi, maka tindakan dibidang sosial, serta kesehatan-pun tidak pula kurang pentingnja. Djustru pelaksanaan dalam bidang inilah jang senantiasa dinantikan oleh rakjat jang dewasa ini sedang menderita serba kekurangan. Dan djustru tindakan dan/atau pelaksanaan operasi jang belakang inilah jang senantiasa mendjadikan pukulan hebat terhadap fihak gerombolan dan fihak orang2 tertentu jang berada diseberang sana.
{{c|— 0— }}<noinclude></noinclude>
azz90jtxynqs8iphiu2nmco5ndj5y1v
295385
295383
2026-05-14T11:47:37Z
Lutfiyatun
26681
295385
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{missing image}}
''W. KASAD Djend. Major Gatot Subroto bergambar bersama dengan para siswa Pendidikan liter Attase.//
dan njata sesuai dengan pribadinja dalam mengimbangi tindakan
jang tegas pula di bidang operasimiliter. Pengalaman telah membuktikan, bahwa walaupun parapetugas itu sudah terlalu "lunak" terhadap para anggauta terror itu, akan tetapi toch mereka dalam kenjataannja masih sadja tidak tahu diri, artinja mereka tetap bertindak semaunja dan malahan semakin mendjadi djadi. membunuh, membakar, menggarong harta benda orang, jang
tentunja harta benda itu didapatkan daripada hasil djerih pajahnja rakjat jang serba kurang dan menderita. Dalam menjaksikan, menghadapi dan merasakan tindakan terror gerombolan jang malah semakin disengadja terhadap rakjat kita jang ketjil itu, masihkah kita mengharuskan bertindak dengan tjara "diplomasi"² jang achirnja malahan mendjadi Sedjalan dengan kegiatan territorial jang njata itu tadi, maka tindakan dibidang sosial, serta kesehatan-pun tidak pula kurang pentingnja. Djustru pelaksanaan dalam bidang inilah jang senantiasa dinantikan oleh rakjat jang dewasa ini sedang menderita serba kekurangan. Dan djustru tindakan dan/atau pelaksanaan operasi jang belakang inilah jang senantiasa mendjadikan pukulan hebat terhadap fihak gerombolan dan fihak orang2 tertentu jang berada diseberang sana.
{{c|— o — }}<noinclude></noinclude>
3bd2st6gg8r6bdhyrmtte0xjt11wxf0
295386
295385
2026-05-14T11:47:50Z
Lutfiyatun
26681
295386
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{missing image}}
''W. KASAD Djend. Major Gatot Subroto bergambar bersama dengan para siswa Pendidikan liter Attase.
dan njata sesuai dengan pribadinja dalam mengimbangi tindakan
jang tegas pula di bidang operasimiliter. Pengalaman telah membuktikan, bahwa walaupun parapetugas itu sudah terlalu "lunak" terhadap para anggauta terror itu, akan tetapi toch mereka dalam kenjataannja masih sadja tidak tahu diri, artinja mereka tetap bertindak semaunja dan malahan semakin mendjadi djadi. membunuh, membakar, menggarong harta benda orang, jang
tentunja harta benda itu didapatkan daripada hasil djerih pajahnja rakjat jang serba kurang dan menderita. Dalam menjaksikan, menghadapi dan merasakan tindakan terror gerombolan jang malah semakin disengadja terhadap rakjat kita jang ketjil itu, masihkah kita mengharuskan bertindak dengan tjara "diplomasi"² jang achirnja malahan mendjadi Sedjalan dengan kegiatan territorial jang njata itu tadi, maka tindakan dibidang sosial, serta kesehatan-pun tidak pula kurang pentingnja. Djustru pelaksanaan dalam bidang inilah jang senantiasa dinantikan oleh rakjat jang dewasa ini sedang menderita serba kekurangan. Dan djustru tindakan dan/atau pelaksanaan operasi jang belakang inilah jang senantiasa mendjadikan pukulan hebat terhadap fihak gerombolan dan fihak orang2 tertentu jang berada diseberang sana.
{{c|— o — }}<noinclude></noinclude>
17gz86lw9a1tln6le1ae99iazz955y6
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/581
104
104548
295375
2026-05-14T11:35:26Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295375
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>Dengan adanja „Jajasan Pemusatan Kredit Pemerintah”, maka pemberian kredit oleh Djawatan Penempatan Tenaga sedjak tanggal 1 Djuni 1952 telah ditiadakan. Pentjabutan Peraturan Menteri tersebut diatas disusul oleh Peraturan Menteri Perburuhan Republik Indonesia No. 51/tahun 1952 jang memuat pemberian subsidi kepada kaum penganggur dalam usahanja mendirikan perusahaan dan mentjiptakan pekerdjaan sendiri. Pelaksanaan peraturan ini masih dalam persiapan.
Sebagai usaha jang negatif dari Djawatan Penempatan Tenaga dapat disebut penjelesaian massa-ontslag untuk mentjegah bertambahnja djumlah pengangguran.
{| style="margin-left: 4em; line-height: 1.5; border-collapse: collapse; width: calc(100% - 4em); font-size: 100%;"
| style="vertical-align: top; width: 18em;" | Massa-ontslag jang diadjukan
| style="vertical-align: top;" | 336 perusahaan dengan 33.965 Buruh;
|-
|
{| style="width: 100%; border-collapse: collapse; text-align: center;"
| style="width: 4.5em;" | "
| style="width: 4.5em;" | "
| style="width: 4.5em;" | "
| style="width: 4.5em;" | "
|}
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dapat ditjegah 65 perusahaan dengan 9.210 Buruh;
|-
|
{| style="width: 100%; border-collapse: collapse; text-align: center;"
| style="width: 4.5em;" | "
| style="width: 4.5em;" | "
| style="width: 4.5em;" | "
| style="width: 4.5em;" | "
|}
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | tak dapat ditjegah 55 perusahaan dengan 20.633 Buruh;
|-
|
{| style="width: 100%; border-collapse: collapse; text-align: center;"
| style="width: 4.5em;" | "
| style="width: 4.5em;" | "
| style="width: 4.5em;" | "
| style="width: 4.5em;" | "
|}
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dalam penjelesaian (tahun 1952) 37 perusahaan dengan 4.122 Buruh.
|}
<br />
Alasan-alasan pemberhentian jang diadjukan oleh pengusaha-pengusaha ialah:
{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 4em; padding-left: 0; width: calc(100% - 4em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | a.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Kesukaran tentang pasarnja dan kenaikan upah;
|-
| style="vertical-align: top;" | b.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Produksi tidak dapat menjaingi barang import;
|-
| style="vertical-align: top;" | c.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Gangguan keamanan (1950-1951);
|-
| style="vertical-align: top;" | d.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Kesukaran mendapatkan bahan-bahan dan naiknja harga barang;
|-
| style="vertical-align: top;" | e.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Pekerdjaan pembangunan telah selesai.
|}
<br />
Oleh karena ternjata, bahwa sifat massa-ontslag itu mengandung perselisihan antara Buruh dan Madjikan, maka sedjak tanggal 1 September 1952 pekerdjaan ini diserahkan pada Kantor Penjuluh Perburuhan.
Sokongan penganggur, sesuai Peraturan Menteri Perburuhan Republik Indonesia No. 7/1950 dan No. 33/1952, untuk Propinsi Djawa-Timur telah dikeluarkan sampai pada achir tahun 1952 sedjumlah Rp. 1.122.073,25 kepada penganggur sebanjak 13.788 orang. Peraturan sokongan tersebut mempunjai maksud sekedar memelihara validiteit kaum penganggur. Kepada penganggur jang dipandang perlu diberikan sokongan biasa sebanjak Rp. 10,— sampai Rp. 30,— tiap-tiap bulan, selama 3 bulan atau sebagian dari mereka diberi sokongan tambahan sebesar Rp. 45,— sampai Rp. 120,— sebulan untuk dipekerdjakan setjara darurat pada suatu instansi Pemerintah selama 3 bulan dengan ketentuan sedapat-dapat mereka ini selandjutnja ditetapkan sebagai Pegawai. Kini peraturan tersebut diatas diganti dengan Peraturan Menteri Perburuhan Republik Indonesia No. 34/1952, jang maksudnja sama, tetapi tjaranja berlainan. Kalau dulu disebutkan sokongan maka sekarang dinamakan tundjangan dengan bertudjuan:<noinclude>{{rh|||547}}</noinclude>
gwqh0yugsxyuhb90y7n8aoc5exi0i9p
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/928
104
104549
295376
2026-05-14T11:36:27Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
295376
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{missing image}}
''Para Pa Menengah jang hadir dalam upatjara penutupan SSKAD di bandung''<noinclude></noinclude>
qg9bz6788f8lr1yv3wv4va5lgm7d47l
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/929
104
104550
295377
2026-05-14T11:37:40Z
Lutfiyatun
26681
/* Telah diuji baca */
295377
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{missing image}}
''Siswa SSKAD jang telah berhasil menggondol idjazah bergambar bersama² di lapangan SSkAD.<noinclude></noinclude>
ehp31fgrdkrnuj7ctouzwbbgzliepif
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/582
104
104551
295381
2026-05-14T11:42:04Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295381
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 4em; padding-left: 0; width: calc(100% - 4em);"
| style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | a.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Mempekerdjakan sedjumlah penganggur pada instansi Pemerintah dan
|-
| style="vertical-align: top;" | b.
| style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Memberikan subsidi pada initiatief Desa dalam usahanja jang dipandang berfaedah bagi kepentingan umum dan sifat pekerdjaannja tjukup arbeidsintensief.
|}
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-top: 0.5em; margin-bottom: 1.5em;">
Selama berlakunja Peraturan Menteri Perburuhan No. 34/52 sub a), sampai achir tahun 1952 ada 488 tenaga penganggur jang telah diberi tundjangan dengan djumlah uang Rp. 149.466,77, sedangkan 78 orang diantara mereka sudah ditetapkan mendjadi Pegawai Djawatan-Djawatan/Kantor-Kantor dimana mereka dipekerdjakan.
</div>
<div style="text-align: center; font-weight: bold; line-height: 1.6; margin-bottom: 1em; letter-spacing: 0.5px;">
SUBSIDI JANG TELAH DIKELUARKAN SAMPAI ACHIR TAHUN 1952.
</div>
{| class="wikitable" style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.4; border-collapse: collapse; font-size: 85%; width: 100%; border: 1px solid black;"
|- style="border-bottom: 2px solid black;"
! style="vertical-align: middle; text-align: center; width: 18%; border: 1px solid black;" | Daerah
! style="vertical-align: middle; text-align: center; width: 34%; border: 1px solid black;" | Subsidi untuk objek
! style="vertical-align: middle; text-align: center; width: 26%; border: 1px solid black;" | Subsidi jang diberikan
! style="vertical-align: middle; text-align: center; border: 1px solid black;" | Banjaknja<br />jang<br />dipekerdjakan
|-
| rowspan="2" style="vertical-align: top; text-align: left; padding-left: 5px; padding-top: 5px;" | Surabaja
| style="text-align: left; padding-left: 5px; padding-top: 5px;" | Saluran air Waru-Sidoardjo
| style="text-align: right; padding-right: 15px; padding-top: 5px;" | Rp. 38.775,—
| style="text-align: center; padding-top: 5px;" | 100
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Saluran air Tjandi Sidoardjo
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | " 64.050,—
| style="text-align: center;" | 200
|-
| style="vertical-align: top; text-align: left; padding-left: 5px;" | Malang
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Dam Tumpang-Malang
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | " 29.860,—
| style="text-align: center;" | 107
|-
| style="vertical-align: top; text-align: left; padding-left: 5px;" | Pasuruan
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Djembatan Pasinan-Lekok
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | " 1.221,—
| style="text-align: center;" | 7
|-
| style="vertical-align: top; text-align: left; padding-left: 5px;" | Banjuwangi
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Sek. Rakjat Kali Gonda Genteng
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | " 46.000,—
| style="text-align: center;" | 160
|-
| style="vertical-align: top; text-align: left; padding-left: 5px;" | Kediri
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Saluran air Kedung-soko
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | " 36.000,—
| style="text-align: center;" | 255
|-
| style="vertical-align: top; text-align: left; padding-left: 5px;" | Sumenep
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Saluran air Pragaan
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | " 5.355,—
| style="text-align: center;" | 120
|- style="border-top: 2px solid black; border-bottom: 2px solid black; font-weight: bold;"
| style="text-align: center;" | Djumlah
| style="text-align: center;" | 8 objek
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | Rp. 211.261,—
| style="text-align: center;" | 1.049
|}
<br />
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-bottom: 1em;">
Berhubung dengan belum lengkapnja bahan-bahan untuk memberi penjuluhan tentang memilih sesuatu djabatan, maka pekerdjaan-pekerdjaan jang telah dilaksanakan dalam waktu jang silam ialah pengambilan testing psychotechnis. Testing-testing tersebut diselenggarakan berhubung adanja matjam kursus latihan kerdja. Maksud dari pada testing, ialah memilih tjalon-tjalon jang setidaknja mempunjai bakat sesuai dengan kursus jang akan diikutinja, sehingga tidak mentjetwakan dikemudian hari.
</div>
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;">
Berkenaan dengan terbentuknja „Panitia Kerdja Penggolongan Djabatan” oleh Menteri Perburuhan, menurut surat keputusandja tanggal 2 Desember 1952 No. 10450/1952 Panitia mana mendapat tugas kewadjiban untuk membuat analisa-analisa Djabatan (Functie-analyse), maka tenaga-tenaga untuk ini sedjak bulan Nopember 1952 telah mulai melaksanakan tugas Panitia tersebut. Maksud dari pada pembuatan analisa ini ialah untuk:
</div><noinclude>{{rh|548}}</noinclude>
9ntk9otnk0ph51uzx3ocvej2fw0ubwd
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/633
104
104552
295382
2026-05-14T11:46:34Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295382
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>Dibawah ini daftar adanja penderita kusta jang telah terdaftar.
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-bottom: 1.5em;">
Mulai tahun 1951 untuk penderita lepra disediakan dan dipergunakan obat-obat baru, disamping obat-obat lama jang masih dipandang bermanfaat.
</div>
<div style="text-align: center; font-weight: bold; line-height: 1.6; margin-bottom: 1em; letter-spacing: 0.5px;">
DAFTAR ADANJA PENDERITA LEPRA (KUSTA) DALAM<br />
WILAJAH DJAWA-TIMUR.
</div>
{| class="wikitable" style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.4; border-collapse: collapse; text-align: center; font-size: 85%; width: 100%; border: 1px solid black;"
|- style="border-bottom: 2px solid black;"
! rowspan="3" style="vertical-align: middle; width: 16%; border: 1px solid black;" | Karesidenan
! colspan="2" style="border: 1px solid black; padding: 4px 0;" | Tahun 1950
! colspan="2" style="border: 1px solid black; padding: 4px 0;" | Tahun 1951
! colspan="2" style="border: 1px solid black; padding: 4px 0;" | Tahun 1952
|- style="border-bottom: 2px solid black;"
! style="width: 14%; border: 1px solid black;" | Penderita<br />lama dan<br />baru
! style="width: 14%; border: 1px solid black;" | Meninggal
! style="width: 14%; border: 1px solid black;" | Penderita<br />lama dan<br />baru
! style="width: 14%; border: 1px solid black;" | Meninggal
! style="width: 14%; border: 1px solid black;" | Penderita<br />lama dan<br />baru
! style="width: 14%; border: 1px solid black;" | Meninggal
|-
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Surabaja
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 678
| rowspan="3" style="vertical-align: middle; text-align: center; font-size: 90%; padding: 0 5px;" | Tidak ada<br />keterangan<br />angka-<br />angka<br />meninggal
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 115
| —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 309
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Malang
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 156
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 66
| —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 72
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Besuki
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 138
| colspan="2" style="vertical-align: middle; text-align: center; padding: 0 5px;" | Tidak terima laporan
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 154
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kediri
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 394
| —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 183
| —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 183
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Madiun
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 45
| —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 38
| —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 38
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Bodjonegoro
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 463
| —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 518
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 31
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 545
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 27
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Madura
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 229
| —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 343
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 5
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 499
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 5
|- style="border-top: 2px solid black; border-bottom: 2px solid black; font-weight: bold;"
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Djumlah:
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 2.103
| —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.263
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 36
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.800
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 33
|}<noinclude>{{rh|||599}}</noinclude>
p7lx6agglpa6v22g0rguzbycdy7y0nt
295384
295382
2026-05-14T11:47:34Z
Upiak Ituih
27011
295384
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>Dibawah ini daftar adanja penderita kusta jang telah terdaftar.
<div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-bottom: 1.5em;">
Mulai tahun 1951 untuk penderita lepra disediakan dan dipergunakan obat-obat baru, disamping obat-obat lama jang masih dipandang bermanfaat.
</div>
<div style="text-align: center; font-weight: bold; line-height: 1.6; margin-bottom: 1em; letter-spacing: 0.5px;">
DAFTAR ADANJA PENDERITA LEPRA (KUSTA) DALAM<br />
WILAJAH DJAWA-TIMUR.
</div>
{| class="wikitable" style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.4; border-collapse: collapse; text-align: center; font-size: 85%; width: 100%; border: 1px solid black;"
|- style="border-bottom: 2px solid black;"
! rowspan="2" style="vertical-align: middle; width: 16%; border: 1px solid black;" | Karesidenan
! colspan="2" style="border: 1px solid black; padding: 4px 0;" | Tahun 1950
! colspan="2" style="border: 1px solid black; padding: 4px 0;" | Tahun 1951
! colspan="2" style="border: 1px solid black; padding: 4px 0;" | Tahun 1952
|- style="border-bottom: 2px solid black;"
! style="width: 14%; border: 1px solid black;" | Penderita<br />lama dan<br />baru
! style="width: 14%; border: 1px solid black;" | Meninggal
! style="width: 14%; border: 1px solid black;" | Penderita<br />lama dan<br />baru
! style="width: 14%; border: 1px solid black;" | Meninggal
! style="width: 14%; border: 1px solid black;" | Penderita<br />lama dan<br />baru
! style="width: 14%; border: 1px solid black;" | Meninggal
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Surabaja
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 678
| rowspan="7" style="vertical-align: middle; text-align: center; font-size: 90%; padding: 0 5px;" | Tidak ada<br />keterangan<br />angka-angka<br />meninggal
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 115
| —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 309
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Malang
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 156
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 66
| —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 72
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Besuki
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 138
| colspan="2" style="vertical-align: middle; text-align: center; padding: 0 5px;" | Tidak terima laporan
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 154
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kediri
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 394
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 183
| —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 183
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Madiun
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 45
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 38
| —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 38
| —
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Bodjonegoro
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 463
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 518
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 31
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 545
| style="text-align: right; padding-right: 20px;" | 27
|-
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Madura
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 229
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 343
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 5
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 499
| style="text-align: right; padding-right: 20px;" | 5
|- style="border-top: 2px solid black; border-bottom: 2px solid black; font-weight: bold;"
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | djumlah:
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 2.103
| style="text-align: center;" | —
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.263
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 36
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.800
| style="text-align: right; padding-right: 20px;" | 33
|}<noinclude>{{rh|||599}}</noinclude>
tk1x8xlzmfaay9gsem3borf3w6r3cd9
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/635
104
104553
295388
2026-05-14T11:50:07Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295388
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{{rh||'''DAFTAR ADANJA ORANG BERSALIN OLEH BIDAN SELURUH DJAWA-TIMUR'''}}
{{rh||'''DALAM TAHUN 1950, 1951, 1952.'''}}
{| class="wikitable" style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.4; border-collapse: collapse; text-align: center; font-size: 85%; width: 100%; border: 1px solid black;"
|- style="border-bottom: 2px solid black;"
! style="width: 6%; border: 1px solid black;" | No.<br />urut
! style="width: 20%; border: 1px solid black;" | Karesidenan
! style="width: 14%; border: 1px solid black;" | Djumlah
! style="width: 14%; border: 1px solid black;" | Ibu mati
! style="width: 14%; border: 1px solid black;" | Anak mati
! style="width: 16%; border: 1px solid black;" | Ibu dan<br />anak mati
! style="border: 1px solid black;" | Lahir belum<br />waktunja
|-
|
| style="text-align: left; font-weight: bold; padding-left: 5px; border-bottom: 1px solid black;" | {{u|Tahun 1950}}
|
|
|
|
|
|-
| 1
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Surabaja *)
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 4.023
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 18
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 130
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 27
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 147
|-
| 2
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Malang
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 5.049
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 17
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 234
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 21
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 294
|-
| 3
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Besuki
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 2.427
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 5
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 228
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 22
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 144
|-
| 4
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Madura
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 847
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 10
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 41
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 3
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 71
|-
| 5
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Bodjonegoro
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.264
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 2
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 48
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 5
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 51
|-
| 6
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kediri
| rowspan="2" style="text-align: center; vertical-align: middle;" | —
| rowspan="2" style="text-align: center; vertical-align: middle;" | —
| rowspan="2" style="text-align: center; vertical-align: middle;" | —
| rowspan="2" style="text-align: center; vertical-align: middle;" | —
| rowspan="2" style="text-align: center; vertical-align: middle;" | —
|-
| 7
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Madiun
|- style="border-top: 2px solid black; border-bottom: 2px solid black; font-weight: bold;"
|
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Djumlah I
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 13.610
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 52
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 681
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 78
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 707
|-
|
| style="text-align: left; font-weight: bold; padding-left: 5px; border-bottom: 1px solid black;" | {{u|Tahun 1951}}
|
|
|
|
|
|-
| 1
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Surabaja *)
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 3.502
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 9
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 156
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 16
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 133
|-
| 2
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Malang
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 5.749
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 35
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 280
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 124
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 419
|-
| 3
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Besuki
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 2.821
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 3
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 188
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 17
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 241
|-
| 4
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Bodjonegoro
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.538
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 7
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 72
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 6
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 65
|-
| 5
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Madura
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.127
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 12
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 58
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 7
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 92
|-
| 6
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Madiun
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 2.320
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 9
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 182
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 15
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 122
|-
| 7
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kediri
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 3.266
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 29
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 326
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 27
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 159
|- style="border-top: 2px solid black; border-bottom: 2px solid black; font-weight: bold;"
|
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Djumlah II
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 20.323
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 104
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.262
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 212
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.231
|-
|
| style="text-align: left; font-weight: bold; padding-left: 5px; border-bottom: 1px solid black;" | {{u|Tahun 1952}}
|
|
|
|
|
|-
| 1
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Surabaja *)
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 4.516
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 20
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 204
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 26
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 178
|-
| 2
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Malang
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 6.642
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 20
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 168
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 36
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 692
|-
| 3
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Besuki
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 2.998
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 4
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 126
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 24
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 802
|-
| 4
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Bodjonegoro
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.414
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 8
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 44
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 4
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 70
|-
| 5
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Madura
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.382
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 4
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 48
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 16
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 150
|-
| 6
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Madiun
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 3.172
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 16
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 198
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 16
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 190
|-
| 7
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kediri
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 3.590
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 28
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 284
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 32
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 246
|- style="border-top: 2px solid black; border-bottom: 2px solid black; font-weight: bold;"
|
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Djumlah III
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 23.714
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 100
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.072
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 154
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.828
|- style="border-top: 2px solid black; border-bottom: 2px solid black; font-weight: bold;"
| colspan="2" style="text-align: left; padding-left: 5px;" | djumlah I s/d III
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 57.647
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 256
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 3.015
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 444
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 3.766
|}<noinclude>{{rvh|601}}</noinclude>
b0f59unrnkko5cg79kci8fr42picdot
295390
295388
2026-05-14T11:51:19Z
Upiak Ituih
27011
295390
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{{rh||'''DAFTAR ADANJA ORANG BERSALIN OLEH BIDAN SELURUH DJAWA-TIMUR'''}}
{{rh||'''DALAM TAHUN 1950, 1951, 1952.'''}}
{| class="wikitable" style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.4; border-collapse: collapse; text-align: center; font-size: 85%; width: 100%; border: 1px solid black;"
|- style="border-bottom: 2px solid black;"
! style="width: 6%; border: 1px solid black;" | No.<br />urut
! style="width: 20%; border: 1px solid black;" | Karesidenan
! style="width: 14%; border: 1px solid black;" | Djumlah
! style="width: 14%; border: 1px solid black;" | Ibu mati
! style="width: 14%; border: 1px solid black;" | Anak mati
! style="width: 16%; border: 1px solid black;" | Ibu dan<br />anak mati
! style="border: 1px solid black;" | Lahir belum<br />waktunja
|-
|
| style="text-align: left; font-weight: bold; padding-left: 5px; border-bottom: 1px solid black;" | {{u|Tahun 1950}}
|
|
|
|
|
|-
| 1
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Surabaja *)
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 4.023
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 18
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 130
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 27
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 147
|-
| 2
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Malang
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 5.049
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 17
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 234
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 21
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 294
|-
| 3
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Besuki
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 2.427
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 5
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 228
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 22
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 144
|-
| 4
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Madura
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 847
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 10
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 41
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 3
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 71
|-
| 5
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Bodjonegoro
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.264
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 2
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 48
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 5
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 51
|-
| 6
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kediri
| rowspan="2" style="text-align: center; vertical-align: middle;" | —
| rowspan="2" style="text-align: center; vertical-align: middle;" | —
| rowspan="2" style="text-align: center; vertical-align: middle;" | —
| rowspan="2" style="text-align: center; vertical-align: middle;" | —
| rowspan="2" style="text-align: center; vertical-align: middle;" | —
|-
| 7
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Madiun
|- style="border-top: 2px solid black; border-bottom: 2px solid black; font-weight: bold;"
|
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Djumlah I
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 13.610
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 52
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 681
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 78
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 707
|-
|
| style="text-align: left; font-weight: bold; padding-left: 5px; border-bottom: 1px solid black;" | {{u|Tahun 1951}}
|
|
|
|
|
|-
| 1
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Surabaja *)
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 3.502
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 9
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 156
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 16
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 133
|-
| 2
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Malang
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 5.749
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 35
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 280
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 124
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 419
|-
| 3
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Besuki
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 2.821
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 3
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 188
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 17
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 241
|-
| 4
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Bodjonegoro
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.538
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 7
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 72
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 6
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 65
|-
| 5
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Madura
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.127
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 12
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 58
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 7
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 92
|-
| 6
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Madiun
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 2.320
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 9
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 182
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 15
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 122
|-
| 7
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kediri
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 3.266
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 29
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 326
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 27
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 159
|- style="border-top: 2px solid black; border-bottom: 2px solid black; font-weight: bold;"
|
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Djumlah II
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 20.323
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 104
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.262
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 212
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.231
|-
|
| style="text-align: left; font-weight: bold; padding-left: 5px; border-bottom: 1px solid black;" | {{u|Tahun 1952}}
|
|
|
|
|
|-
| 1
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Surabaja *)
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 4.516
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 20
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 204
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 26
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 178
|-
| 2
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Malang
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 6.642
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 20
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 168
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 36
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 692
|-
| 3
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Besuki
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 2.998
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 4
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 126
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 24
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 802
|-
| 4
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Bodjonegoro
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.414
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 8
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 44
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 4
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 70
|-
| 5
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Madura
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.382
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 4
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 48
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 16
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 150
|-
| 6
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Madiun
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 3.172
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 16
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 198
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 16
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 190
|-
| 7
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kediri
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 3.590
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 28
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 284
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 32
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 246
|- style="border-top: 2px solid black; border-bottom: 2px solid black; font-weight: bold;"
|
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Djumlah III
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 23.714
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 100
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.072
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 154
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 1.828
|- style="border-top: 2px solid black; border-bottom: 2px solid black; font-weight: bold;"
| colspan="2" style="text-align: left; padding-left: 5px;" | djumlah I s/d III
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 57.647
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 256
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 3.015
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 444
| style="text-align: right; padding-right: 15px;" | 3.766
|}
Kota Pradja dan Kabupaten Surabaja
Tidak menerima lapuran<noinclude>{{rh|||601}}</noinclude>
hg6p6swat7oc7nr73v2yfc9h9dfp86j
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/642
104
104554
295393
2026-05-14T11:53:02Z
Upiak Ituih
27011
/* Telah diuji baca */
295393
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><div style="text-align: center; font-weight: bold; line-height: 1.6; margin-bottom: 1em; letter-spacing: 0.5px;">
DAFTAR ADANJA PEGAWAI STATISTIK KELAHIRAN/KEMATIAN<br />
WILAJAH DJAWA-TIMUR.
</div>
{| class="wikitable" style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.4; border-collapse: collapse; text-align: center; font-size: 85%; width: 100%; border: 1px solid black;"
|- style="border-bottom: 2px solid black;"
! style="width: 5%; border: 1px solid black;" | No.
! style="width: 18%; border: 1px solid black;" | Karesidenan
! style="width: 25%; border: 1px solid black;" | N a m a
! style="width: 40%; border: 1px solid black;" | Kedudukan ada di<br />(Kotapradja/Kabupaten)
! style="border: 1px solid black;" | Keterang.
|-
| 1
| rowspan="7" style="vertical-align: top; text-align: left; padding-left: 5px; padding-top: 5px;" | Surabaja
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Soendjoto
| rowspan="2" style="vertical-align: middle; text-align: left; padding-left: 5px;" | Inspeksi Kesehatan<br />Djawa-Timur.
|
|-
| 2
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Soesono
|
|-
| 3
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Hartono
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kabupaten Surabaja
| Otonoom
|-
| 4
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Soepardi
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Sidoarjo
| "
|-
| 5
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | K. Reksodipuro
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kotapradja Modjokerto
| "
|-
| 6
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | J. Achmad
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kabupaten Modjokerto
| "
|-
| 7
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Moch. Drawi
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Djombang
| "
|- style="border-top: 1px solid black;"
| 8
| rowspan="4" style="vertical-align: top; text-align: left; padding-left: 5px; padding-top: 5px;" | Malang
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Moch. Soedjono
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kantor Dokter Karesidenan
|
|-
| 9
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Amin
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kotapradja Malang
| Otonoom
|-
| 10
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Moch. Salim
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kabupaten Pasuruan
| "
|-
| 11
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Moch. Irsjad
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Lumadjang
| "
|- style="border-top: 1px solid black;"
| 12
| rowspan="6" style="vertical-align: top; text-align: left; padding-left: 5px; padding-top: 5px;" | Besuki
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Soedirowihardjo
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kantor Dokter Karesidenan
| Tidak lulus
|-
| 13
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Arisan
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kabupaten Bondowoso
| Otonoom
|-
| 14
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Ardjoso
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Panarukan
| "
|-
| 15
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Soekomiarso
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Djember
| "
|-
| 16
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Moch. Iksan
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Banjuwangi
| "
|-
| 17
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Achwan
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Banjuwangi
| "
|- style="border-top: 1px solid black;"
| 18
| rowspan="7" style="vertical-align: top; text-align: left; padding-left: 5px; padding-top: 5px;" | Kediri
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Soeparman
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kantor Dokter Karesidenan
|
|-
| 19
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Soedarmi
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kotapradja Kediri
| Otonoom
|-
| 20
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Soeparmono
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kabupaten Kediri
| "
|-
| 21
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Soewondo
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Ngandjuk
| "
|-
| 22
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Dartono
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Blitar
| "
|-
| 23
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | R. Soemardi
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Tulungagung
| "
|-
| 24
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kamidjo
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Tulungagung
| "
|- style="border-top: 1px solid black;"
| 25
| rowspan="5" style="vertical-align: top; text-align: left; padding-left: 5px; padding-top: 5px;" | Madiun
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Sarno
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kotapradja Madiun
| Otonoom
|-
| 26
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Wakidin
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kabupaten Ngawi
| "
|-
| 27
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Djimoen
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Ponorogo
| Otonoom
|-
| 28
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Sangadi
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Magetan
| "
|-
| 29
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Seto
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Patjitan
| "
|- style="border-top: 1px solid black;"
| 30
| rowspan="3" style="vertical-align: top; text-align: left; padding-left: 5px; padding-top: 5px;" | Bodjonegoro
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Dahlan
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kantor Dokter Karesidenan
|
|-
| 31
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Soekardi
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kabupaten Bodjonegoro
| Otonoom
|-
| 32
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | F. Anam
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Lamongan
| "
|- style="border-top: 1px solid black;"
| 33
| rowspan="4" style="vertical-align: top; text-align: left; padding-left: 5px; padding-top: 5px;" | Madura
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Moch. Zainal
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kantor Dokter Karesidenan
|
|-
| 34
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Moch. Hasjirullah
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kabupaten Pamekasan
| "
|-
| 35
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Sjaifoedin
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Pamekasan
| "
|-
| 36
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Moch. Iljas
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | " Bangkalan
| "
|}<noinclude>{{rh|608}}</noinclude>
8c2ipbz7ho7qt1yeuzfv7paxnmjdisf
295401
295393
2026-05-14T11:56:37Z
Upiak Ituih
27011
295401
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><div style="text-align: center; font-weight: bold; line-height: 1.6; margin-bottom: 1em; letter-spacing: 0.5px;">
DAFTAR ADANJA PEGAWAI STATISTIK KELAHIRAN/KEMATIAN<br />
WILAJAH DJAWA-TIMUR.
</div>
{| class="wikitable" style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.4; border-collapse: collapse; text-align: center; font-size: 85%; width: 100%; border: 1px solid black;"
|- style="border-bottom: 2px solid black;"
! style="width: 5%; border: 1px solid black;" | No.
! style="width: 18%; border: 1px solid black;" | Karesidenan
! style="width: 25%; border: 1px solid black;" | N a m a
! style="width: 40%; border: 1px solid black;" | Kedudukan ada di<br />(Kotapradja/Kabupaten)
! style="border: 1px solid black;" | Keterang.
|-
| 1
| rowspan="7" style="vertical-align: top; text-align: left; padding-left: 5px; padding-top: 5px;" | Surabaja
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Soendjoto
| rowspan="2" style="vertical-align: middle; text-align: left; padding-left: 5px;" | Inspeksi Kesehatan<br />Djawa-Timur.
|
|-
| 2
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Soesono
|
|-
| 3
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Hartono
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kabupaten Surabaja
| Otonoom
|-
| 4
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Soepardi
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kabupaten Sidoarjo
| "
|-
| 5
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | K. Reksodipuro
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kotapradja Modjokerto
| "
|-
| 6
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | J. Achmad
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kabupaten Modjokerto
| "
|-
| 7
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Moch. Drawi
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kabupaten Djombang
| "
|- style="border-top: 1px solid black;"
| 8
| rowspan="4" style="vertical-align: top; text-align: left; padding-left: 5px; padding-top: 5px;" | Malang
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Moch. Soedjono
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kantor Dokter Karesidenan
|
|-
| 9
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Amin
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kotapradja Malang
| Otonoom
|-
| 10
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Moch. Salim
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kabupaten Pasuruan
| "
|-
| 11
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Moch. Irsjad
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kabupaten Lumadjang
| "
|- style="border-top: 1px solid black;"
| 12
| rowspan="6" style="vertical-align: top; text-align: left; padding-left: 5px; padding-top: 5px;" | Besuki
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Soedirowihardjo
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kantor Dokter Karesidenan
| Tidak lulus
|-
| 13
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Arisan
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kabupaten Bondowoso
| Otonoom
|-
| 14
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Ardjoso
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kabupaten Panarukan
| "
|-
| 15
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Soekomiarso
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kabupaten Djember
| "
|-
| 16
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Moch. Iksan
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kabupaten Banjuwangi
| "
|-
| 17
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Achwan
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kabupaten Banjuwangi
| "
|- style="border-top: 1px solid black;"
| 18
| rowspan="7" style="vertical-align: top; text-align: left; padding-left: 5px; padding-top: 5px;" | Kediri
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Soeparman
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kantor Dokter Karesidenan
|
|-
| 19
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Soedarmi
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kotapradja Kediri
| Otonoom
|-
| 20
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Soeparmono
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kabupaten Kediri
| "
|-
| 21
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Soewondo
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kabupaten Ngandjuk
| "
|-
| 22
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Dartono
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kabupaten Blitar
| "
|-
| 23
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | R. Soemardi
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kabupaten Tulungagung
| "
|-
| 24
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kamidjo
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kabupaten Tulungagung
| "
|- style="border-top: 1px solid black;"
| 25
| rowspan="5" style="vertical-align: top; text-align: left; padding-left: 5px; padding-top: 5px;" | Madiun
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Sarno
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kotapradja Madiun
| Otonoom
|-
| 26
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Wakidin
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kabupaten Ngawi
| "
|-
| 27
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Djimoen
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kabupaten Ponorogo
| Otonoom
|-
| 28
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Sangadi
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kabupaten Magetan
| "
|-
| 29
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Seto
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kabupaten Patjitan
| "
|- style="border-top: 1px solid black;"
| 30
| rowspan="3" style="vertical-align: top; text-align: left; padding-left: 5px; padding-top: 5px;" | Bodjonegoro
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Dahlan
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kantor Dokter Karesidenan
|
|-
| 31
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Soekardi
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kabupaten Bodjonegoro
| Otonoom
|-
| 32
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | F. Anam
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kabupaten Lamongan
| "
|- style="border-top: 1px solid black;"
| 33
| rowspan="4" style="vertical-align: top; text-align: left; padding-left: 5px; padding-top: 5px;" | Madura
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Moch. Zainal
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kantor Dokter Karesidenan
|
|-
| 34
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Moch. Hasjirullah
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kabupaten Pamekasan
| "
|-
| 35
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Sjaifoedin
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kabupaten Pamekasan
| "
|-
| 36
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Moch. Iljas
| style="text-align: left; padding-left: 5px;" | Kabupaten Bangkalan
| "
|}<noinclude>{{rh|608}}</noinclude>
bxjxejbtqlxrnn94kolvobte4e4b3zo
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/960
104
104555
295396
2026-05-14T11:54:25Z
Lutfiyatun
26681
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Sesudah kita berhari raya ini, sesudah kita bergembira, berhalal-bihalal dengan tja- ra? jang sudah kami sebutkan tadi, kita menghadapi lagi tugas dan kewadjiban kita, me- neruskan jang lalu atzu memulai jang baru, bsik jang berhubungan dengan kepentingan diri Gan keluarga, maupun untuk kepentingan Bangsa dan Negara dan terutama lagi ke- wadjiban pribaai terhadap Allah s.w.t. Mudah?-an dengan tenaga semangat baru jang diberikan kepada kita...
295396
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Sesudah kita berhari raya ini, sesudah kita bergembira, berhalal-bihalal dengan tja-
ra? jang sudah kami sebutkan tadi, kita menghadapi lagi tugas dan kewadjiban kita, me-
neruskan jang lalu atzu memulai jang baru, bsik jang berhubungan dengan kepentingan
diri Gan keluarga, maupun untuk kepentingan Bangsa dan Negara dan terutama lagi ke-
wadjiban pribaai terhadap Allah s.w.t. Mudah?-an dengan tenaga semangat baru jang
diberikan kepada kita sekarang ini, kesemuanja itu dapatlah kita selenggarakan, tidak
adi jang terbengkelai dan tertinggal. Hasilnja bukan untuk orang lain, tetapi adalah
untuk kita djuga, karena kedjajaan Negara sebasai hasil karya kita itu adalah untuk ke-
bahasiaan kita bersama djuga.
Sebasai menjambut hari jang mulia ini, tak lupa kita memohonkan ampunan dan
karunia Tuhan Allah, bagi seluruh pedjuang? kita jang telah mendahului kita pulang ke
Rachmatullah, kembali ke 'alam baga, mudah?-an arwah mereka mendapat tempat jang
secbaik-baiknja, mencjadi tjontoh teladan bagi jang kemudian.
Kemudian kita do'akan djuga kepada Tuhan, agar kitapun jang masih hidup se-
karang ini, bila sudah sampai pula adjal masirg?, selesai mendjalani tugas hidup didunia
jang fana ini, hendaknjalah waktu itu berada dalam ,,husnulchatimah” (kesudahan jang
baik), sebagaimana baiknja pada awalnja djuga pada achirnja.
Amien.
1 Sjawal 1378 H
Djakarta, —————
9 April 1959 M
KEPALA IMAM TENTARA
H.M. JUNUS ANIES
LET. KOL. TITULER<noinclude></noinclude>
lst12uaafxpj765gk3gnpanc8ghk6cc
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/932
104
104556
295404
2026-05-14T11:58:18Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Angger-angger saha wewalering agami Buddha-Djawi (Buddha- Wishnu) hing tanah Djawi (Indonesia). Pandangan utawi pitakonan. 1. Punapa sampéjan badé malebet agami Buddha-Djawi ? 2. Manawi sampéjan estu-èstu purun malebet agam! Buddha-Djaw! dateng tindak ingkang leres saha sutji. Kadosta: 1. Kedah temen 2. Kedah mantep 3. Kedah tetep 4. Kedah madhep 5. Kedah sabar 6. Kedah sutji 7. Kedah sregep 8. Kedah enget 9. mBoten kénging goroh. mBoten kenging...
295404
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Angger-angger saha wewalering agami Buddha-Djawi (Buddha-
Wishnu) hing tanah Djawi (Indonesia).
Pandangan utawi pitakonan.
1. Punapa sampéjan badé malebet agami Buddha-Djawi ?
2. Manawi sampéjan estu-èstu purun malebet agam! Buddha-Djaw!
dateng tindak ingkang leres saha sutji. Kadosta:
1.
Kedah temen
2.
Kedah mantep
3.
Kedah tetep
4.
Kedah madhep
5.
Kedah sabar
6.
Kedah sutji
7.
Kedah sregep
8.
Kedah enget
9.
mBoten kénging goroh.
mBoten kenging njalèwèng.
mBoten kenging melikan.
mBoten kénging anglirwakaken
wantjining semedi.
mBoten kénging sugih napsu.
mBoten kénging ngutjap awon.
.
mBoten kénging kesèd.
mBoten kénging njolong, ngapusi.
Kedah leres ing lampahipun mBoten kénging remen main, madon,
10.
Kedah bekti
11. Kedah rukun
12. Kedah tapa brata amrih.
utam! saha rahaju
madat, minum ingkang mendeml,
maling, malben, memojok kalajan
misuh.
mBoten kénging
drengki, dja-il,
methakil, nenatjat, dahwèn, opèn saha
ngraosi awoning sanès.
mBoten kénging tukar paben.
mBoten kénging ngudja hawa,
angkara, kalajan asring suka-suka.
Manawi sampéjan sampun remen saha sagah malebet agami Buddha-
Djawi, punapa sampéjan kadugi anglampahi wewaleripun utawi
awisanipun agama Buddha-Djawi. Kadosta:
820
1. Tijang agami Buddha-Diawi mboten kénging menembah dateng
para Nabi, Wali utawi sanèsipun kadjawi namung dateng
pandjenenganipun Gusti Hulun Hjang Bathara Wishnu.
Pandjenenganipun Gusti Eathari Sri. Pandjenenganipun para
Déwa. Pandjenenganipun para Djawata. Pandjenenganipun para
Widadari saha pandjenenganipun para leluhur ing tanah Djawi,
ingkang sami agami Buddha-Djawi;
2. Tijang agami Buddha-Djawi, mboten kénging nganggé tata-tjara
agami sanèsipun;
3. Tijang agami Buddha-Djawi, mboten kénging tumut arijadi
tanggal 1 wulan Sjawal, utawi sanèsipun, awit gadhah arijadi
pijambak, inggih punika kedah arijadi tanggal 1 wulan
Manggasri (Sjura);
4. Tijang agami Buddha-Djawt, mboten kénging memetri utawi
wiludjengan ngurmati wulan Mulud. Awit gadhah tata tjara
pijambak, inggih punika kedah memetri nudju ing dinten Buddha
Digilized by Google<noinclude>{{rvh|820}}</noinclude>
rlsera311sr0pqs96hpp9os5le6l0vl