Wikisumber idwikisource https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama MediaWiki 1.47.0-wmf.2 first-letter Media Istimewa Pembicaraan Pengguna Pembicaraan Pengguna Wikisumber Pembicaraan Wikisumber Berkas Pembicaraan Berkas MediaWiki Pembicaraan MediaWiki Templat Pembicaraan Templat Bantuan Pembicaraan Bantuan Kategori Pembicaraan Kategori Pengarang Pembicaraan Pengarang Indeks Pembicaraan Indeks Halaman Pembicaraan Halaman Portal Pembicaraan Portal TimedText TimedText talk Modul Pembicaraan Modul Acara Pembicaraan Acara Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/276 104 70257 295451 295379 2026-05-14T12:36:08Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 295451 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{Multicol}} {{c|''Maret 1946.''}} Ketua Muda: Sjamsulbahrun Anggota-anggota: H. Ali Hamzah. Jang Tjik. M. Chatib. Dr. Sjagaf Jahja {{Multicol-break}} {{c|''Djuni 1946.''}} Ketua Muda Sjamsulbahrun. Anggota-anggota: H. Ali Hamzah. Jang Tjik. M. Chatib. Rd. Hamzah. A. Sjarnubi. {{Multicol-end}} {{Multicol}} {{c|''Septemeber 1946.''}} Ketua Muda: Sjamsulbahrun. Anggota-anggota: H. Ali Hamzah A. Sjarnubi Rd. Hamzah. Salim. Ibrahim Bangko. {{Multicol-break}} {{c|''Djuli 1947.''}} Ketua Muda: A. Sjarnubi. Anggota-anggota: Rd. Hamzah. Salim. F. Silaen. A. Chatib Suleman. {{Multicol-end}} {{c||'''PEMUNGUTAN FONDS DAKOTA DAERAH DJAMBI SEHARGA 4 DAKOTA.'''}} Dengan adanja rantjangan Pemerintah N.R.I. Daerah Djambi untuk membeli 4 (empat) Dakota, ternjata setingkat demi setingkat perlengkapan Negara kita dapat disiapkan dengan hasil Indonesia jang kaja-raja itu, tegasnja Djambi dengan hasil getahnja. 4 Dakota adalah seharga 1500 ton getah kering. Usaha Pemerintah dalam mentjiptakan djumlah harga tersebut adalah: <ol type="a"> <li>Dengan djalan menarik 5% dari hasil penjadapan getah, dan hasil pertanian jang bersesuaian dengan djumlah getah jang ditetapkan di kewedanaan jang tidak menghasilkan getah.</li> <li>Pertama kali untuk pembeli sebagian dari djumlah 4 Dakota Pemerintah Daerah Djambi dapat memindjam dari saudagar-saudagar dikota Djambi sedjumlah $ 120.000, dengan djalan menarik 30% dari djumlah harga barang-barang jang dikeluarkan, djumlah ini mesti telah tersedia sebelum bulan Agustus 1948. 50% dari djumlah harga 4 Dakota dipandang sebagai bakti 50 % dari djumlah harga 4 Dakota dipandang sebagai andeel.</li> </ol> Dengan kesanggupan rakjat Djambi untuk membeli 4 Dakota dengan kebidjaksanaan Pemerintah Djambi, kita bisa membangga<noinclude>{{rh|270}}</noinclude> rlcu8qt3bonlggey2w2w6pkfaqq4o9o Pengguna:Nurhidayah Tanjung 2 96420 295867 268660 2026-05-15T02:21:15Z Nurhidayah Tanjung 19586 295867 wikitext text/x-wiki Domisili Bengkulu, suka baca dan nulis. kbzi0zf3v1wvi1ftifr4mgbcy1xsue7 Pengguna:Salmaqilah 2 96425 295865 268666 2026-05-14T19:21:15Z J ansari 12978 J ansari memindahkan halaman [[Pengguna:Salmaqilahz]] ke [[Pengguna:Salmaqilah]]: Secara otomatis memindahkan halaman ketika mengganti nama pengguna "[[Special:CentralAuth/Salmaqilahz|Salmaqilahz]]" menjadi "[[Special:CentralAuth/Salmaqilah|Salmaqilah]]" 268666 wikitext text/x-wiki {{Peserta Kompetisi Wikisource 2026}} gtmzykxsgvc7fjpp2dw1tnmvo5gu6uo Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/10 104 96673 295519 294938 2026-05-14T13:49:57Z Riiiv 22458 /* Bermasalah */ line break 295519 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="2" user="Riiiv" /></noinclude>{{center|'''Angkatan Darat No.2-3 th VII Pebr.-Maret '57'''}} Tadjuk Rentjana: {{center|UJANGAN DILUPAKAN TUGAS}} {{center|MASING-MASING}} Dalam beberapa bulan ini telah terjadi hal-hal jang luar biasa kalangan kita. Kedjadian² dimana Angkatan Darat ter- libat didalamnja. Semuanja itu telah banjak meminta tenaga dan fikiran untuk menjelesaikannja. Pemerasan energie itu demikian hebatnja, sehingga seolah-olah tak ada lagi energie jang tinggal untuk memikirkan jang lain. Tetapi walaupun demikian, walaupun rasanja habislah tenaga dan fikiran kita untuk mengatasi kesulitan² itu, satu hal tak boleh dilupakan, jaitu, bahwa pekerdjaan dan tugas kita masing² perlu diselesaikan. Tugas-tugas dalam lapangan pembangunan, pemulihan keamanan dan lain-lain. Sjukurlah, bahwa kita melihat adanja suasana jang „nuchter” dikalangan pimpinan jang bertanggung-djawab. Tetapi, disana-sini ada kita melihat, bahwa orang melupakan tugas jang pokok, dan kerdjanja sehari-harian '''hanja itu-itu sadja''' '''jang dibitjacarakan,''' sampai pekerdjaan menjadi terlantar karenanja. Terhadap mereka ini perlu diserukan disini, bahwa '''sikap itu sangat''' '''merugikan.''' Disatu fihak tak mungkin ikut menjelesaikan dan dilain fihak pekerdjaannja sendiri tak kundjung selesai. Ingatlah, bahwa pekerdjaan perlu diselesaikan. Organisasi adalah misalkan satu mesin. Apabila ada satu roda jang matjet tak berdjalan sebagaimana mestinja tentu akan mempengaruhi seluruhnja. Ini terang. Maka, pegangan kita jalah: '''apapun jang terdjadi: tugas masing-masing harus berdjalan semestinja.''' Tjamkanlah!<noinclude>{{rh|||Hsn}}</noinclude> k758tavi0zq4939l0fmzzwoxavq98f1 Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/312 104 97455 295459 292248 2026-05-14T12:41:37Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 295459 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>Pada tanggal 23 April 1950, berangkatlah delegasi Pemerintah Sumatera Tengah itu menudju ke Tandjung Pinang. Berkat adanja kerdja sama jang baik antara Pemerintah dengan rakjat dan tentera, maka pada tanggal 1 Mei 1950 dapatlah dilangsungkan timbang terima kekuasaan atas kepulauan Riau ini dari pembesar militer RIS disana dengan wakil-wakil pemerintahan propinsi Sumatera Tengah tersebut diatas. Mengingat status kepulauan ini setjara politis atau strategis, orang akan dapat membajangkan, bahwa daerah kepulauan Riau meminta lebih banjak perhatian dan kebidjaksanaan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Letaknja jang sangat berhampiran dengan Singapura menjebabkan kepulauan ini amat dekat perhubungan perdagangan dan ekonominja dengan kota dagang itu dibandingkan dengan kota-kota lain dipulau Sumatera. Dan karena pengaruh perhubungan itu, maka daerah ini mau tidak mau harus berada dalam pengaruh dollar Malaja. Dari itu maka tidaklah mengherankan, bila sampai pada saat ini, daerah Kabupaten Kepulauan Riau ini mendapat kedudukan jang agak lain dibandingkan dengan kedudukan daerah Kabupaten lainnja di Sumatera Tengah, sehingga disebutkan „daerah dollar" dimana uang R.I. tidak beredar. {{rh|'''Daerah Djambi dipulihkan pula.'''}} Aliran-aliran dan usaha-usaha untuk memisahkan daerah Djambi dari propinsi Sumatera Tengah dan hendak menggabungkannja kedaerah Sumatera Selatan, bukanlah aliran-aliran dan usahausaha jang baru lahir. Usaha kearah ini sudah berdjalan sedari sekian lama, meskipun suara-suara untuk itu hanja diperdengarkan setjara aliran-aliran segolongan belaka. Dan karena soalkan penentuan status daerah Djambi dimasa jang akan datang sudah diambil over oleh Pemerintah Pusat, ada baiknja bila hal ini kita peladjari dengan agak „umum", terlepas dari segala paham-paham dan pengaruh-pengaruh jang tengah berdjalan sekarang. Penetapan status daerah Djambi mendjadi sebahagian daerah „Sub Propinsi Sumatera Tengah" ditetapkan dalam suatu konperensi wakil-wakil rakjat se Sumatera jang dilangsungkan dikota Bukittinggi pada permulaan tahun 1946. Daerah Djambi didalam konperensi itu diwakili oleh 4 orang utusan. Tiga diantara keempat wakil dan utusan itu menjetudjui penetapan tersebut. Dalam sidang pleno Dewan Perwakilan Rakjat Daerah Djambi jang pertama pada tanggal 30 dan 31 Mei 1946, kemudian pada tanggal 1 Djuli 1946, soal status daerah ini kembali dibitjarakan. Meskipun didalam sidang itu tidak diambil suatu putusan, tapi reaksi-reaksi untuk berpisah dari Sumatera Tengah sudah mulai timbul dan hidup. Hal ini pernah diadjukan oleh wakil-wakil<noinclude>{{rh|306}}</noinclude> i3yo0kf8gc8vf53e6prd1zk6lt3oj64 Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/15 104 97516 295530 292287 2026-05-14T13:52:35Z Riiiv 22458 /* Telah diuji baca */ Hws 295530 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" /></noinclude>tahanan² sendiri, selain dari itu harus terdapat koordinasi jang baik mengenai hal ini dengan pasukan² kita jang berada digaris depan. Untuk pendarat² dari Laut. Tonnage dan djumlah dari anggauta² dan material jang akan diangkut (daftar muatan). Rentjana pendaratan dan pembagian kapal² kepada kesatuan Komando jang bersangkutan. Rentjana pendaratan, schema waktu untuk saat mendekati pantai dan keluar dari kapal (debarcatie). Menentukan beachmaster, beachparty dsb. Untuk pendaratan² dari Udara. Tonnage dan djumlah anggauta jang akan diangkut. Daftar muatan dan pembagian pesawat² terbang kepada Kesatuan² jang bersangkutan. Menentukan DZ dan codes DZ; mengatur organisasi sesudah pendaratan (pemberangkatan dari DZ ke RV, dari RV kesasaran dsb.). Route² dan susunan² untuk merembes melalui garis pertahanan musuh; tempat berkumpul sebelum dan sesudah pelaksanaan tugas. Route² dari RV/tempat berkumpul beachhead/DZ kebivak persembunjian. Formasi (Susunan penempatan) dari bivak persembunjian dengan pos² depannja penggantian pos-pos depan, peraturan pemunduran pos² depan pada malam hari dsb. Menetukan gerakan akan segera dimulai sesudah pendaratan atau terlebih dahulu mengadakan pengintaian setempat atau dari suatu bivak persembunjian. Menentukan tembakan² bantuan Artillerie, Angkatan Laut atau Angkatan Udara taktis jang telah direntjanakan terlebih dahulu dan permintaan bantuan tembakan „on call”. Menetukan „resupply” penerimaan „resupply” di DZ jang telah ditetapkan sebelumnja atau DZ jang masih akan ditentukan lagi dsb. Menentukan tempat² evakuasi dan tjara evakuasi dari jang luka-luka, tawanan penting dsb. {{rh||'''PERHUBUNGAN.'''}} 23. '''Umum.''' Disebabkan adanja_pesawat² radio SCR 694 terbukalah kemungkinan untuk mengadakan hubungan langsung diantara Ki. Senapan Komando jang bersangkutan dengan Divisi atau kesatuan jang lebih atas. Dengan perantaraan langsung ini dapatlah Ki Senapan Komando tsb. Mengadjukan permintaan langsung untuk: Tambahan supply. Satuan dari Angkatan Udara taktis. Bantuan dari Angkatan Laut. Bantuan dari Artillerie. Selain dari itu pesawat² radio SCR 694 dapat djuga dipergunakan apabila peleton² dari Ki Senapan Komando bergerak dengan djarak antara mereka jang djauh serta bergerak djauh dari markas Kompanji. Hal ini banjak terdjadi dalam gerakan² dihutan. Dalam gerakan biasa kebanjakan berlaku djarak² perhubungan biasa pula dan perhubungan intern dari Kompanji diadakan dengan WS 31, SCR 300, SUF 22 dan BC 611 atau SCR 536. Selain dari itu di Kompanji tersebut terdapat bendera² isjarat dan alat² hubungan optis lainnja. 24. '''Bantuan udara.''' Ki² Senapan Komando dilengkapi dengan pita² tanda untuk kerdja sama dengan Angkatan Udara. Salah satu kemungkinan jang penting untuk dapat menentukan sasaran²/pertahanan² musuh bagi Pasukan Komando sebelumnja operasi dimulai adalah pengintaian Udara. Djuga selama operasi berdjalan Pasukan Komando seringkali menerima Bantuan berita² sebagai hasil dari pengintaian Udara. Berita² ini disampaikan melalui hubungan pesawat radio (hubungan langsung antara pesawat terbang dan pasukan) atau berita² ini didjatuhkan dari pesawat terbang ke Kompanji (berita tertulis). Bantuan Udara jang bersifat offensief dapat diberikan asal sadja rentjana²nja untuk itu telah dibuat sebelumnja. Rentja-<noinclude>{{rh|||9}}</noinclude> 0yndp0c5xl0idqb4zond1d165gjevtq Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/16 104 97547 295528 279270 2026-05-14T13:52:18Z Riiiv 22458 /* Telah diuji baca */ hwe 295528 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" /></noinclude>na² ini dapat mengandung hal berikut: Selalu tersedianja pesawat² terbang tertentu jang selama gerakan Komando disediakan bagi Ki Senapan Komando jang bersangkutan. Pesawat terbang ini menunggu suatu panggilan melalui saluran hubungan Divisi sesuai dengan kebutuhan operasionil dari Kmd Ki Senapan Komando. Dalam hal sematjam ini harus ada F.A.C." jang turut dengan Pasukan Komando itu. Apabila tidak ada F.A.C." jang dapat turut serta, maka seorang anggauta Ki Senapan Komando akan ditundjuk untuk bertindak sebagai A.C.". Anggauta ini dengan sendirinja harus telah mengikuti suatu kursus di Angkatan Udara dimana ia mempeladjari tjara mendapatkan hubungan radio dengan pesawat terbang dari Angkatan Udara taktis dan menudjukan (dalam arti dirigeren) sasaran jang diingini kepada pesawat terbang tsb. Pelaksanaan bantuan Udara menurut schema waktu jang telah disusun sebelumnja terhadap sasaran jang telah ditentukan sebelumnja pula. 25. '''Bantuan oleh Angkatan Laut.''' Mengingat Ki Senapan Komando tidak mempunjai alat organik untuk mengatur (dalam arti dirigeren) bantuan jang diberikan oleh Angkatan Laut, maka alat² ini harus diperbantukan melalui Staf atasan. Anggauta² Angkatan Laut jang bertindak sebagai kelompok penghubung untuk mendapatkan tembakan bantuan dari Angkatan Laut harus sudah mengikuti suatu Latihan Komando sebelum mereka dapat turut serta dalam suatu gerakan Komando untuk melaksanakan tugas tsb. diatas. 26. '''Bantuan Artillerie.''' Bantuan Artilleri untuk djarak djauh djika perlu dapatdiminta melalui SCR 694, relay atau melalui pesawat terbang penghubung (WS 31, SUF 22 atau SCR 300). '''ADMINISTRASI.''' 27. '''Umum.''' Pada umumnja Ki Senapan Komando diperbantukan kepada suatu Divisi untuk waktu jang tertentu. Dengan demikian Divisi tsb. harus memberikan bantuan administratip kepada Kompanji tsb. berupa : Makanan, Mesiu, alat2 Angkutan untuk keperluan operasi dan rekreasi, penukaran PSU pokok jang telah rusak, pembajaran tundjangan (toelage² dll.) dan sebagian dari gadjih. Anggauta administrasi (Ba. Peng, makanan, SMA, kurir, Pemasak dsb.) jang berada dikelompok Komando dari Ki² Senapan Komando biasanja tidak turut serta apabila Kompanji2 tsb. mengadakan operasi. 28. '''Pemberian Supply.''' <ol type="a" start="a"> <li>Pasukan Komando dapat berdiam untuk lama dalam medan tanpa supplyering". Mengingat pengangkutan supply untuk memelihara Pasukan Komando selama beropesai berbeda sekali dengan Infanterie biasa (karena Pasukan Komando bergerak tersendiri tanpa L.O.C. jang biasa digunakan), maka suatu,,supplydrop" dari udara merupakan penjelengaraan supply jang biasa bagi Pasukan² Komando.</li> Untuk mendapatkan daja gerak jang lebih besar serta agar dapat tinggal lebih lama dalam medan Paket pokok (standaardapakkette) jang berisi makanan, mesiu dsb. harus selalu tersedia. Waktu dan tempat dari pemberian supply melalui Udara dapat ditetapkan sebelumnja atau ,,supply drops" ini dapat dilakukan atas panggilan/permintaan dari Kmd. Ki. Senapan Komando sesuai dengan procedure jang pada umumnja berlaku untuk hal ini. DZ2 untuk,,supply drop" dan DZ2 untuk mendaratkan personil tambahan dari udara dipilih dan dibuat sesuai dengan ketentuan² jang telah ditetapkan dalam procedure kerdja sama Infanterie Angkatan Udara mengenai hal ini. <li>Apabila tidak ada suatu dinas untuk mempersiapkan/membungkus supply tsb., maka hal ini harus dikerdjakan oleh anggauta² Kel. Kompanji jang tidak turut serta dalam operasi</li> <li>Beberapa alat-alat perlengkapan tertentu tidak akan dapat diganti oleh Divisi, ketjuali apabila alat-alat ini telah disediakan sebelumnja (speciale vorraad). Bila suatu Pasukan Komando diperbantukan kepada suatu Divisi untuk waktu lama (lebih dari 2 bulan), maka haruslah diberi idzin kepada depot² peralatan Divisi tsb. menerimakan alat² perlengkapan chusus dari Depot² tentara jang menurut TOP Ki. Senapan Komando dalam daftar perlengkapan luar biasa, harus diberikan kepada Pasukan Komando (lihat Kpts. KSAD No. 367 tgl. Dec. 1954).</li> </ol> 29. '''Alat² pengangkutan.''' Pemeliharaan alat2 pengangkutan jang ada di Ki. Senapan Komando harus dilakukan oleh Divisi jang bersangkutan dimana Kompanji tersebut diperbantukan. 30. '''Dinas Kesehatan.''' Pemeliharaan kesehatan selama beroperasi dilakukan oleh 4 anggauta kesehatan jang ditempatkan dalam tiap-tiap Kompanji, sedangkan untuk operasi² tertentu dapat diberikan anggauta² tambahan dari Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat. Isi dari tas obat-obatan jang dibawa oleh tiap² anggauta adalah lebih lengkap daripada di Infanterie biasa (jang hanja membawa alat-alat pembalut) dan tiap² anggauta mempunjai pengetahuan PPPK jang tjukup. Hal ini disebabkan evakuasi dari jang luka biasanja diperlambat oleh keadaan dan karena perawatan oleh seorang Dokter serta pembedahan² baru dapat diadakan pada tingkatan jang lebih atas lagi. '''TRAINING.''' 31. '''Sjarat Masuk:''' Sesuai dengan surat Kpts. Insp. Inf. No. 0100 tgl. 19 Okt. 1954.<noinclude>{{rh|10}}</noinclude> 2nqqrbverwx4ev1vvdf3vujubyn8ma4 Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/17 104 97564 295534 279463 2026-05-14T13:53:25Z Riiiv 22458 /* Telah diuji baca */ line break 295534 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" /></noinclude>32. '''Sifat Latihan Komando.''' Jang doorslagge vend untuk ,,Lulus” ataukah ,,Tidak ulus” dalam Latihan tingkat I, bukan lah hanja factor² pengetahuan Militer Teknis sahadja akan tetapi setiap Peladjar harus memenuhi '''FAKTOR² MUTLAK KOMANDO''' dengan sjarat² perkataan ,,TJUKUP”. '''FAKTOR² MUTLAK''' ini ada 8 matjam dan faktor² ini hampir semua merupakan faktor psychologis dan physiek : # Keradjinan, Ketabahan hati (doorzet-ingsvermegen). # Inisiatip, tanggung djawab, pimpinan # Perasaan sosial dan perasaan sportif, djiwa persatuan. # Ketjepatan mengadakan reaksi. # Semangat. # Keberanian. # Disiplin. # Disiplin pribadi. Hasil tidak hasiInja suatu peperangan djuga tergantung dari sifat² perorangan SEGALA SESUATU mungkin ditjapai dengan orang² jang baik, walau dalam keadaan jang bagaimana sulitnja djuga. Dan seseorang jang baik dalam perang modern harus mempunjai ketabahan djasmani dan rochani jang besar sekali atau mentale en physieke gehardheid. Achlak dari suatu Pasukan akan runtuh djika tidak terdapat ketabahan rochani ini (Mentale gehardheid). Latihan² dari Pasukan Infanterie biasa sebaik²nja harus ditudjukan kéarah faktor² psychologis physiek tersebut. Faktor² 1-8 tsb. diatas — antara lain — adalah FAKTOR? MUTLAK bagi Pasukan Komando karena nereka hampir selalu akan\ bergerak dalam kesatuan² jang ketcil sahadja tanpa bantuan/dengan kurang bantuan sendjata berat dan tanpa kesatuan² samping. Selain dari itu faktor² ini harus dimiliki oleh setiap anggauta KOMANDO agar setiap tugas operasionil jang berat dan istimewa jeng diberi oleh atasan DAPAT dilaksanakan sesungguh²nja dan membawa hasil² jang se-baik?nja. Sebaliknjia PASUKAN KOMANDO akan gagal dalam gerakan² istimewa itu apabila setiap anggauta TIDAK MEMENUHI faktor² tersebut dengan akibatnja: # Sikap/Djiwa KOMANDO akan hilang. # Potensi dan Daja Pukul KOMANDO akan hilang. # Daja-Gerak KOMANDO akan hilang. # Solidairiteit KOMANDO akan hilang. # Rasa Persaudaraan/Teamgeest KOMANDO akan hilang. Dst.-nja, sehingga gerakan² istimewa itu akan sudah gagal SEBELUMNJA gerakan tsb. dimulai bahwa gerakan² Pasukan Komando akan berhasil apabila FAKTOR² MUTLAK tsb. Dengan ini djelaslah sudah dikembangkan/ditanam sedalam-dalamnja dalam hati sanubari tiap-tiap peladjar adspirant KOMANDO. Dan memang demikian seharusnja !!! Hal ini adalah doktrinair dan inilah pula sebabnja maka Latihan² KOMANDO harus disesuaikan dengan FAKTOR² MUTLAK jang doktrinair tsb. Dan hal ini berarti bahwa Latihan² KOMANDO harus ditudjukan (tertudju) agar supaja Faktor² 1-8 (antara lainnja) dapat dites dengan diadakannja beberapa Latihan² jang psychologis pula!!! (a. Latihan² paysiek jang sangat berat, berbivak dalam veldbivak selama 6—3 minggu disuatu tempat jang djauh dari kota dengan kurang hiburan c.q. penjendirian/afzondering dalam keadaan jang sulit), sambil terus-menerus mengawasi standaard* jang tinggi mengenai kerapihan, djuga sesudah mereka kembali dari latihan² jang mendjadikan mereka kotor, olah raga ditudjukan untuk mentjapai teamgeest, persaudaraan dan solidairiteit dengan menambah daja reaksi jang tjepat dll. Latihan² itu didjalankan/dimaksudkan untuk menguatkan watak dan untuk menguatkan psychologis weerstandsvermoge jang sebetulnja nanti sangat diperlukan dalam peperangan semesta atau tugas² istimewa jang akan diberakan kepada Pasukan KOMANDO. Hal-hal tersebut ini hanja dapat ditest dengan diadakannja pertjobaan² jang berat (zwarebeproevingen) mengenai kemampuan kemauan (wilsweerstands vermogen) dari siswa² dan peladjar² adspirant KOMANDO. Dan test ini seharusnja diadakan tanpa menghilangkan sifat² ingat diri sendiri kepribadiannja. Sjarat² untuk testing ini memang sangat berat, akan tetapi sjarat² ini tidak mungkin untuk dikurangi, karena dengan demikian sendi kckuatan dari Pasukan KOMANDO sebagai alat² kekuasaan istimewa dari Negara kita akan berkurang djuga. Dan kita tidak boleh meluluskan anggauta sebagai KOMANDO apabila ada kemungkinan bahwa mereka dikemudian hari TIDAK tahan akan tekanan djiwa jang berat dari suatu tugas KOMANDO dalam peperangan modern. Apabila anggauta toch diluluskan djuga, maka hal ini akan merupakan suatu kedjahatan terhadap djiwa mereka dan terhadap kawan mereka !!! Suatu tjontoh pada waktu ini adalah Kompanji² Senapan Komando jang sudah beberapa kait dapat bergerak dalam keadaan² jang luar biasa sukarnja dan berhasil pula dalam gerakan² itu. Dipandang dari sudut psychologis hal-hal ini dapat dilaksanakan/ditjapai oleh Pasukan tersebut disebabkan antara lain. Mereka dapat melaksanakan perintah² gerakan jang berat itu bukanlah hanja dengan pengetahuan militer teknis jang tinggi, akan tetapi terutama karena adanja ,,wils- racht" dan faktor² jang psychologis pula pada mereka. Konsekwensi² dari pada itu adalah bahwa setiap Pelatih di Pasukan Komando harus mempunjai ,,kemauan keras” jang lebih besar lagi untuk dapat melaksanakan rentjana peladjaran Pasukan Komando sesuai dengan sjarat² doktrinair tsb.<noinclude>{{rh|||11}}</noinclude> 54ukwyl6u3yus0dv7u4lznwm0verbpu Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/20 104 97567 295802 294950 2026-05-14T16:29:50Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295802 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude>berkisar pada: mentjegah agar supaja informasi jang sebenarnja tidak djatuh ketangan musuh; dan menipu atau memperdajakan musuh dengan muslihat. Pentjegahan dilakukan setjara aktif maupun pasif. Dikatakan aktif kalau tindakan²-nja itu merintangi setjara fisik usaha² musuh dalam mendapatkan apa jang ditjari. Termasuk katagori ini, a.l. kontraspionase. Dikatakan pasif kalau tindakan² itu ditudjukan untuk menjembunjikan informasi jang sebenarnja dari musuh. Termasuk katagori ini, a.l. pen jensoran dan pengamanan dokumen² rahasia. Menipu atau memperdajakan musuh bersifat positif-negatif. Termasuk katagori ini, a.l. penjebaran informasi² palsu. '''Tingkatan Intelligence.''' Intelligence bergerak disemua lapangan kehidupan, baik politik, ekonomi maupun militer. Dalam gerakannja terbagi atas keluasan tugas jang dihadapi. Maka dari itu kita mengenal 3 tingkatan intelligence. Tingkatan '''strategis:''' membantu merumuskan kehendak² dan kemampuan suatu bangsa, misalnja, dalam lapangan militer membantu merumuskan ikut atau tidaknja dalam pakta² militer, dalam lapangan politik atau ekonomi membantu merumuskan kebidjaksanaan² dalam perundingan² atau perdjandjian². Tingkatan '''operasionil:''' tingkatan ini bergerak antara tingkatan strategis dan taktis. Biasanja jang dibantu itu tidak mempunjai kekuasaan membuat kebidjaksanaan. Pemakaian istilah operasionil dipakai mengenai pendjelasan pelbagai taktik guna mentjapai puntjak dalam kesatuan tindakan, atau keselarasan pelbagai tindakan² ketjil terhadap langkah² antara didalam merumuskan kebidjaksanaan jang pasti. Tingkatan '''taktis:''' tingkatan ini bersifat chusus atau setempat. '''Organisasi badan² intelligence.''' Dalam menjusun badan² intelligence biasanja berbeda satu sama lain, begitupun dalam lapangan methode dan hasilguna, tetapi semuanja memakai kesamaan fungsi² azasi. '''Di Amerika-Serikat.''' Selain badan² intelligence jang berada di Angkatan Darat, Laut, dan Udara, demikianpun dibeberapa Kementerian sipil, Amerika-Serikat memiliki badan intelligence diatasnja badan² jang ada dan disebut CIA (= Badan Intelligence Pusat). Badan tersebut didirikan dibawah Dewan Keamanan Nasional. Fungsi Utama CIA memperlengkapi keterangan² (= data, gegevens) jang dibutuhkan Dewan Keamanan Nasional guna memberikan nasihat² kepada Presiden. Oleh karena CIA satu-satunja badan intelligence jang tertinggi, maka terhadap badan² Intelligence lain ia mempunjai pengaruh dominan (= dominerend) melalui usaha² memperlengkapi informasi dalam rangka memberikan nasihat² kepada Presiden. Sebagai kebiasaan badan intelligence, CIA-pun disusun melalui saluran² jang berliku-liku dan luas dengan pelbagai bagian² untuk pelbagai bentuk intelligence, seperti: pengusahaan informasi jang terang-terangan dan jang dirahasiakan, penjelidikan keilmiahon dan analisa, dsb.-nja. Djumlah personil seluruhnja ditafsir lk. 9000 sampai 15000 orang. CIA merupakan badan intelligence positif dan negatif. Intelligence negatif tidak ditugaskan kepada CIA sadja, tetapi djuga kepada sebuah badan dari Kementerian Kehakiman jang disebut FBI (= Biro Investigasi Federal). Kewadjiban badan ini mengadakan pengusutan mengenai pelanggaran undang² federal, mentjari dan menangkap pelanggar²-nja. Dalam arti intelligence negatif, FBI adalah badan kontra-spionase. Kontraspionase setjara azasi adalah fungsi kepolisian. Ketegasan perbedaan antara badan² jang mendjalankan kontra-spionase dan security pada umumnja masih kurang dimengerti. Tiada pengertian itulah menjebabkan tugas² mendjadi terhambat karenanja. Sering terdjadi, bahwa badan jg diserahi tugas kontra-spionase dituduh menggagalkan dalam menangkap spion² sebelum mereka mengachiri tugasnja. Pentjegahan spionase dan sabotase bukan fungsi azasi dari kontra-spionase, tetapi tanggung-djawab dari badan² security diachir sumber informasi. Melindungi sumber informasi agak mudah, tetapi menangkap spion² adalah tugas jang sulit dan memusingkan. '''Di Inggeris.''' Badan Intelligence setingkat dengan CIA adalah JIB (= Biro Intelligence Bersama). Biro ini merupakan gabungan intelligence antara ketiga Angkatan. Fungsi utama memperlengkapi keterangan² jang dibutuhkan kabinet termasuk kesimpulan-tafsiran intelligence. Intelligence Militer Inggeris atau disingkat MI terdiri atas tjabang² chusus dipimpin masing² oleh spesialis, a.l. MI-5 untuk intelligence negatif, MI-8 untuk kriptografi, MI-11 untuk propaganda. Intelligence negatif didjalankan djuga oleh Bagian Chusus dari Dinas Pengusutan Kedjahatan jang dibawahkan oleh Djawatan Kepolisian „Scotland Yard”. Selain intelligence jang berada dilingkungan ketentaraan dan kepolisian terdapat pula intelligence politik dilingkungan Kementerian Luar Negeri. '''Di Rusia.''' Badan Intelligence Rusia jang sama dengan CIA dan JIB disebut RU. Susunan terdiri dari 3 seksi selingkungan strategis meliputi geografis seluruh dunia, dan kedalam seksi-seksi fungsionil untuk mengerdjakan tugas² tehnis, seperti: otentikasi, kartografi, kriptografi, dsb-nja. Penilaian dipertanggung-djawabkan kepada Seksi Politik dan penjebaran diseksi lain. ''Intelligence'' negatif hanja ada dilingkungan kepolisian jang berada di Kementerian Dalam Negeri. Perlu diketahui, bahwa pendjagaan kerahasiaan sangat<noinclude>{{rh|14}}</noinclude> i81x3u4bndv9ctwx9xg62v5n0hooss1 Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/323 104 97844 295461 292236 2026-05-14T12:43:59Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 295461 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{rh|'''Pengaruh Agama Islam.'''}} Demikianlah keadaan ini berdjalan terus dalam masa jang sangat lama, „tidak lapuk oleh hudjan dan tidak lekang oleh panas", walaupun struktur pemerintahan jang diatasnja seringkali berubah. Perubahan ini terdjadi dengan beralihnja jang berkuasa atas daerah ini, dan terutama bergontjang hebat dengan masuknja agama Islam ke Minangkabau, jang membawa berbagai-bagai peraturan jang kadang-kadang bertentangan dengan tjara-tjara jang ada, dan menimbulkan pula akan kekuasaan suatu golongan disamping kekuasaan penghulu-penghulu jaitu orang-orang ahli agama jang disebut Tuanku. Djuga pergaulan dengan bangsa asing jang berdagang dipesisir Minangkabau membawa berbagai-bagai pengaruh pula. Tetapi semua ini dapat diassimilasi (ditelan) oleh masjarakat dan kekuasaan tetap berada pada Kerapatan Negeri. Belanda jang mendjadjah dan berhasil menguasai Sumatera Tengah, djuga mendjadi tekanan jang sematjam ini, dan lalu memakaikan susunan ini pula dengan semua perubahan untuk menetapkan kekuasaannja. {{rh|'''Belanda menggunakan kesempatan.'''}} Belanda pada mulanja masuk sebagai djuru damai antara pihak jang bersengketa memperebutkan kekuasaan, jaitu golongan adat jang berpegang kepada tjara-tjara lama, dan golongan agama jang berpegang kepada tjara-tjara jang baru menurut adjaran Islam. Golongan adat lalu meminta pertolongan kepada pihak Belanda untuk melenjapkan pengaruh golongan Agama jang kekuasaannja berpusat di Bondjol, Kamang dan Kota Lawas. Hal ini adalah putjuk ditjinta ulam tiba bagi Belanda, karena dengan ini ia mendapat kesempatan untuk meluaskan kekuasaannja ke Padang Darat, dengan telah mempunjai pembantu jang kuat pula, jang akan didjadikannja kuda beban dalam mendjalankan politik „divide et impera" untuk melaksanakan kolonialismenja keseluruh Sumatera Tengah. Dengan bertopengkan membantu golongan adat jang terantjam oleh golongan agama, maka Belanda memadjukan Angkatan Perangnja sampai-sampai kepusat benteng Bondjol, dengan mendapat sokongan penuh berupa tentera bantuan, bahan makanan dan pekerdja dari golongan adat. Tetapi ditempat-tempat jang telah dapat direbut, Belanda lalu langsung menanam wakil-wakilnja, atau lebih tepat pegawai B.B.-nja jang dipilih dari kalangan kepalakepala adat jang berpengaruh dan patuh kepada Belanda. Tetapi perlawanan setjara gerilja dari golongan agama, semendjak Djanuari 1820 sangat pula meletihkan ketenteraan Belanda, karena dalam perang berlama-lama itu mereka sukar memelihara tetapnja kepatuhan kaum adat jang telah di per<noinclude>{{rh|||317}}</noinclude> jepxm3ztohnwyyjqj4bhom0xn4znk7m Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/18 104 98125 295538 292292 2026-05-14T13:55:25Z Riiiv 22458 /* Belum diuji baca */ line break, tanda petik 295538 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Riiiv" /></noinclude>{{Xxxx-larger|INTELLIGENCE}} {{Center}}Oleh: pndsjs Dengan ini djelaslah pula bahwa karat atau gehalte Pelatih² Pasukan Komando harus lebih tinggi agar mereka dapat melaksanakan rentjana Latihan Pasukan Komando setjara praktis dengan <big>'''TIDAK ADA'''</big> <big>''',,VERWATERINGSPROCES”'''</big>. Setiap Pelatih dalam hal ini harus mempunjai usaha jang besar agar dapat menjesuaikan <big>DOKTRINE</big> komando dengan rentjana Latihan Pasukan Komando dalam pelaksanaannja setiap hari. <li value="33">''' Tingkatan Latihan:''' </li> Latihan² terdiri atas 3 tingkatan ditambah dengan latihan² tjampuran/istimewa. <big>LATIHAN UMUM</big> (Latihan tingkat I): Latihan Pendahuluan, Latihan Dasar (Pendahuluan Komando), Latihan landjutan Komando. Latihan mendarat dari Laut (Lat. Komando tingkat 2). Latihan melontjat dari udara (Lat. Komando tingkat 3). Latihan gabungan, Chusus, semi ops, dalam kesatuan, dll. <li value="'''33'''">'''Maksud tudjuan dari „Latihan Pendahuluan” dari Latihan Komando tingkat 1.''' </li> Mengichtiarkan agar pengetahuan semua peladjar berada dalam satu tingkat, sebelumnja Latihan pendahuluan Komando dimulai. Agar disiplin, administrasi dan pengetahuan sendjata dari semua peladjar berada pada tingkat jang tinggi. Mempersiapkan semua peladjar dari sudut '''physiek''' dan '''mentaal''' agar mereka dapat mengikuti latihan dalam Latihan Pendahuluan Komando dan Latihan Landjutan Komando. „Mulai memupuk Komando Korpsgeest”. <li value="'''34'''">'''Maksud tudjuan dari ,,Latihan Pendahuluan” dari Latihan Komando tingkat 1.''' </li> Mengichtiarkan agar pengetahuan semua peladjar berada dalam satu tingkat, sebelumnja Latihan pendahuluan Komando dimulai. Agar disiplin, administrasi dan pengetahuan sendjata dari semua peladjar berada pada tingkat jang tinggi. Mempersiapkan semua peladjar dari sudut'''physiek''' dan'''mentaal'''agar mereka dapat mengikuti latihan² dalam Latihan Pendahuluan dan Latihan Landjutan Komando. Mulai memupuk „Komando Korpsgeest” <li value="'''35'''">'''Maksud tudjuan ,,Latihan Pendahuluan Komando” dari Latihan Komando tingkat I.''' </li> Melandjutkan pemupukan „Komando Korpsgeest” berdasarkan „Sifat dan Doktrine Pasukan Komando”. (Bersambung hal.: 49). --- '''Asal kata dan perkembangannja.''' Disebut orang '''intelligent''', bila ia memiliki daja tangkap tjepat dan tepat. Nilai kemampuan melihat, mempeladjari, mengerti, dan mengetahui tjukup tinggi. Dalam bahasa kita disebut orang '''tjerdas'''. Ia tidak membutuhkan waktu lama dalam menangkap atau menerima sesuatu. Membatja atau mendengar sepintas lalu sadja tjukup baginja memahami dan segera pula dapat memberikan pendapatnja. Hasil kerdja '''otak''' sedemikian itu disebut '''hasil ketjerdasan'''. Dari sinilah '''batas-pengertian''' mengenai intelligence diperoleh, sebab fakta² dan keterangan² (=data, gegevens) jang '''belum diolah melalui otak''' belum dapat disebut intelligence. Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa: '''intelligence''' adalah fakta dan keterangan jang sudah matang, sedangkan fakta² dan keterangan² jang masih merupakan '''bahan mentah''' dan '''belum diolah''' disebut '''informasi.''' '''Gunanja intelligence.''' Intelligence dipakai '''menggaris''' kebidjaksanaan² dan menentukan tindakan. Ia merupakan faktor utama dalam mempengaruhi keputusan seorang atasan, baik seorang Presiden maupun seorang Komandan Batalion. Tanpa intelligence suatu garis kebidjaksanaan tidak dapat dipertanggungdjawabkan. Dengan intelligence kita dapat mengukur '''kekuatan''' diri-sendiri, lawan maupun kawan. Dengan demikian kita dapat menentukan '''tjorak''' permainan kita.Perlu diketahui, bahwa tuntutan² dan menjerahnja salah satu fihak '''tidak''' ditentukan di arena perundingan, tetapi sudah dirantjang terlebih dahulu '''sebelum''' perundingan dilakukan. Dalam ilmu militer intelligence tidak dapat dipisah-pisahkan dengan operasi. Mereka merupakan anak kembar Siam. Operasi '''tanpa''' intelligence di-ibaratkan manusia jang tidak suka memakai '''otaknja.''' Dikatakan bahwa: Seorang Komandan jang berhasil adalah perwira intelligence jang baik, dan seorang intelligence jang berhasil adalah perwira operasi jang baik. '''Azas intelligence.''' Azas intelligence tidak djauh bedanja dengan rangkaian tindakan ibu didapur. Sebelum ibu (= Perwira Intelligence) dapat menghidangkan masakan jang lezat dan tjukup vitamin bagi ajah (= Komandan) dan putera-puteranja (= Perwira Staf lainnja), diusahakan olehnja terlebih dahulu bahan² mentahnja (= informasi). Untuk keperluan itu kadang² beliau pergi ke pasar sendiri atau menjuruh budjangnja, ataupun bila telah mempunjai langganan beliau tjukup dirumah sadja dan langganan² itu akan datang sendiri di rumah. Fase ini fase '''pengusahaan''' atau '''pengumpulan''' bahan-bahan mentah. Bahan² mentah tadi oleh ibu sebelum atau sesudah dibeli diteliti apakah pembelian tidak terlampau mahal dan apakah bahan² jang dibelinja itu tidak djelek atau busuk. Kalau bahan² ternjata menurut penelitian busuk, kepertjajaan ibu terhadap tukang sajur atau tukang daging itu akan hilang. Setelah penelitian dilakukan, ditjatat olehnja pembelian untuk hari itu. Sekarang beliau menetapkan mana jang harus dimasak sekarang dan mana untuk waktu sore.<noinclude>{{rh|12}}</noinclude> gzwkqet82dakq2e5iv5jum9di98kid2 295736 295538 2026-05-14T15:55:16Z N.imaema 22481 /* Telah diuji baca */ 295736 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" /></noinclude>{{Xxxx-larger|INTELLIGENCE}} {{Center}}Oleh: pnòSJS Dengan ini djelaslah pula bahwa karat atau gehalte Pelatih² Pasukan Komando harus lebih tinggi agar mereka dapat melaksanakan rentjana Latihan Pasukan Komando setjara praktis dengan '''TIDAK ADA „VERWATERINGSPROCES”'''. Setiap Pelatih dalam hal ini harus mempunjai usaha jang besar agar dapat menjesuaikan DOKTRINE komando dengan rentjana Latihan Pasukan Komando dalam pelaksanaannja setiap hari. #<li value="33">''' Tingkatan Latihan:'''<br> Latihan² terdiri atas 3 tingkatan ditambah dengan latihan² tjampuran/istimewa.<br> LATIHAN UMUM (Latihan tingkat I): Latihan Pendahuluan, Latihan Dasar (Pendahuluan Komando), Latihan landjutan Komando.<br> Latihan mendarat dari Laut (Lat. Komando tingkat 2). <br>Latihan melontjat dari udara (Lat. Komando tingkat 3).<br> Latihan gabungan, Chusus, semi ops, dalam kesatuan, dll. #'''Maksud tudjuan dari „Latihan Pendahuluan” dari Latihan Komando tingkat 1.'''<br> Mengichtiarkan agar pengetahuan semua peladjar berada dalam satu tingkat, sebelumnja Latihan pendahuluan Komando dimulai.<br> Agar disiplin, administrasi dan pengetahuan sendjata dari semua peladjar berada pada tingkat jang tinggi.<br> Mempersiapkan semua peladjar dari sudut '''physiek''' dan '''mentaal''' agar mereka dapat mengikuti latihan dalam Latihan Pendahuluan Komando dan Latihan Landjutan Komando.<br> Mulai memupuk Komando Korpsgeest”. #'''Maksud tudjuan ,,Latihan Pendahuluan Komando” dari Latihan Komando tingkat I.'''<br>Melandjutkan pemupukan „Komando Korpsgeest” berdasarkan „Sifat dan Doktrine Pasukan Komando”. (Bersambung hal.: 49). {{tab}} '''Asal kata dan perkembangannja.''' Disebut orang '''intelligent''', bila ia memiliki daja tangkap tjepat dan tepat. Nilai kemampuan melihat, mempeladjari, mengerti, dan mengetahui tjukup tinggi. Dalam bahasa kita disebut orang '''tjerdas'''. Ia tidak membutuhkan waktu lama dalam menangkap atau menerima sesuatu. Membatja atau mendengar sepintas lalu sadja tjukup baginja memahami dan segera pula dapat memberikan pendapatnja. Hasil kerdja '''otak''' sedemikian itu disebut '''hasil ketjerdasan'''. Dari sinilah '''batas-pengertian''' mengenai intelligence diperoleh, sebab fakta² dan keterangan² (=data, gegevens) jang '''belum diolah melalui otak''' belum dapat disebut intelligence. Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa: '''intelligence''' adalah fakta dan keterangan jang sudah matang, sedangkan fakta² dan keterangan² jang masih merupakan '''bahan mentah''' dan '''belum diolah''' disebut '''informasi.''' '''Gunanja intelligence.''' Intelligence dipakai '''menggaris''' kebidjaksanaan² dan menentukan tindakan. Ia merupakan faktor utama dalam mempengaruhi keputusan seorang atasan, baik seorang Presiden maupun seorang Komandan Batalion. Tanpa intelligence suatu garis kebidjaksanaan tidak dapat dipertanggungdjawabkan. Dengan intelligence kita dapat mengukur '''kekuatan''' diri-sendiri, lawan maupun kawan. Dengan demikian kita dapat menentukan '''tjorak''' permainan kita.Perlu diketahui, bahwa tuntutan² dan menjerahnja salah satu fihak '''tidak''' ditentukan di arena perundingan, tetapi sudah dirantjang terlebih dahulu '''sebelum''' perundingan dilakukan. Dalam ilmu militer intelligence tidak dapat dipisah-pisahkan dengan operasi. Mereka merupakan anak kembar Siam. Operasi '''tanpa''' intelligence di-ibaratkan manusia jang tidak suka memakai '''otaknja.''' Dikatakan bahwa: Seorang Komandan jang berhasil adalah perwira intelligence jang baik, dan seorang intelligence jang berhasil adalah perwira operasi jang baik. '''Azas intelligence.''' Azas intelligence tidak djauh bedanja dengan rangkaian tindakan ibu didapur. Sebelum ibu (= Perwira Intelligence) dapat menghidangkan masakan jang lezat dan tjukup vitamin bagi ajah (= Komandan) dan putera-puteranja (= Perwira Staf lainnja), diusahakan olehnja terlebih dahulu bahan² mentahnja (= informasi). Untuk keperluan itu kadang² beliau pergi ke pasar sendiri atau menjuruh budjangnja, ataupun bila telah mempunjai langganan beliau tjukup dirumah sadja dan langganan² itu akan datang sendiri di rumah. Fase ini fase '''pengusahaan''' atau '''pengumpulan''' bahan-bahan mentah. Bahan² mentah tadi oleh ibu sebelum atau sesudah dibeli diteliti apakah pembelian tidak terlampau mahal dan apakah bahan² jang dibelinja itu tidak djelek atau busuk. Kalau bahan² ternjata menurut penelitian busuk, kepertjajaan ibu terhadap tukang sajur atau tukang daging itu akan hilang. Setelah penelitian dilakukan, ditjatat olehnja pembelian untuk hari itu. Sekarang beliau menetapkan mana jang harus dimasak sekarang dan mana untuk waktu sore.<noinclude>{{rh|12}}</noinclude> 689a79lpmll7wup4hhh64qzmcqeho0f 295739 295736 2026-05-14T15:57:15Z N.imaema 22481 295739 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" /></noinclude>{{c|{{sp|{{Xxxx-larger|INTELLIGENCE}}}}}} {{C|Oleh: pnòSJS}} Dengan ini djelaslah pula bahwa karat atau gehalte Pelatih² Pasukan Komando harus lebih tinggi agar mereka dapat melaksanakan rentjana Latihan Pasukan Komando setjara praktis dengan '''TIDAK ADA „VERWATERINGSPROCES”'''. Setiap Pelatih dalam hal ini harus mempunjai usaha jang besar agar dapat menjesuaikan DOKTRINE komando dengan rentjana Latihan Pasukan Komando dalam pelaksanaannja setiap hari. #<li value="33">''' Tingkatan Latihan:'''<br> Latihan² terdiri atas 3 tingkatan ditambah dengan latihan² tjampuran/istimewa.<br> LATIHAN UMUM (Latihan tingkat I): Latihan Pendahuluan, Latihan Dasar (Pendahuluan Komando), Latihan landjutan Komando.<br> Latihan mendarat dari Laut (Lat. Komando tingkat 2). <br>Latihan melontjat dari udara (Lat. Komando tingkat 3).<br> Latihan gabungan, Chusus, semi ops, dalam kesatuan, dll. #'''Maksud tudjuan dari „Latihan Pendahuluan” dari Latihan Komando tingkat 1.'''<br> Mengichtiarkan agar pengetahuan semua peladjar berada dalam satu tingkat, sebelumnja Latihan pendahuluan Komando dimulai.<br> Agar disiplin, administrasi dan pengetahuan sendjata dari semua peladjar berada pada tingkat jang tinggi.<br> Mempersiapkan semua peladjar dari sudut '''physiek''' dan '''mentaal''' agar mereka dapat mengikuti latihan dalam Latihan Pendahuluan Komando dan Latihan Landjutan Komando.<br> Mulai memupuk Komando Korpsgeest”. #'''Maksud tudjuan ,,Latihan Pendahuluan Komando” dari Latihan Komando tingkat I.'''<br>Melandjutkan pemupukan „Komando Korpsgeest” berdasarkan „Sifat dan Doktrine Pasukan Komando”. <br>(Bersambung hal.: 49). {{tab}} '''Asal kata dan perkembangannja.''' Disebut orang '''intelligent''', bila ia memiliki daja tangkap tjepat dan tepat. Nilai kemampuan melihat, mempeladjari, mengerti, dan mengetahui tjukup tinggi. Dalam bahasa kita disebut orang '''tjerdas'''. Ia tidak membutuhkan waktu lama dalam menangkap atau menerima sesuatu. Membatja atau mendengar sepintas lalu sadja tjukup baginja memahami dan segera pula dapat memberikan pendapatnja. Hasil kerdja '''otak''' sedemikian itu disebut '''hasil ketjerdasan'''. Dari sinilah '''batas-pengertian''' mengenai intelligence diperoleh, sebab fakta² dan keterangan² (=data, gegevens) jang '''belum diolah melalui otak''' belum dapat disebut intelligence. Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa: '''intelligence''' adalah fakta dan keterangan jang sudah matang, sedangkan fakta² dan keterangan² jang masih merupakan '''bahan mentah''' dan '''belum diolah''' disebut '''informasi.''' '''Gunanja intelligence.''' Intelligence dipakai '''menggaris''' kebidjaksanaan² dan menentukan tindakan. Ia merupakan faktor utama dalam mempengaruhi keputusan seorang atasan, baik seorang Presiden maupun seorang Komandan Batalion. Tanpa intelligence suatu garis kebidjaksanaan tidak dapat dipertanggungdjawabkan. Dengan intelligence kita dapat mengukur '''kekuatan''' diri-sendiri, lawan maupun kawan. Dengan demikian kita dapat menentukan '''tjorak''' permainan kita.Perlu diketahui, bahwa tuntutan² dan menjerahnja salah satu fihak '''tidak''' ditentukan di arena perundingan, tetapi sudah dirantjang terlebih dahulu '''sebelum''' perundingan dilakukan. Dalam ilmu militer intelligence tidak dapat dipisah-pisahkan dengan operasi. Mereka merupakan anak kembar Siam. Operasi '''tanpa''' intelligence di-ibaratkan manusia jang tidak suka memakai '''otaknja.''' Dikatakan bahwa: Seorang Komandan jang berhasil adalah perwira intelligence jang baik, dan seorang intelligence jang berhasil adalah perwira operasi jang baik. '''Azas intelligence.''' Azas intelligence tidak djauh bedanja dengan rangkaian tindakan ibu didapur. Sebelum ibu (= Perwira Intelligence) dapat menghidangkan masakan jang lezat dan tjukup vitamin bagi ajah (= Komandan) dan putera-puteranja (= Perwira Staf lainnja), diusahakan olehnja terlebih dahulu bahan² mentahnja (= informasi). Untuk keperluan itu kadang² beliau pergi ke pasar sendiri atau menjuruh budjangnja, ataupun bila telah mempunjai langganan beliau tjukup dirumah sadja dan langganan² itu akan datang sendiri di rumah. Fase ini fase '''pengusahaan''' atau '''pengumpulan''' bahan-bahan mentah. Bahan² mentah tadi oleh ibu sebelum atau sesudah dibeli diteliti apakah pembelian tidak terlampau mahal dan apakah bahan² jang dibelinja itu tidak djelek atau busuk. Kalau bahan² ternjata menurut penelitian busuk, kepertjajaan ibu terhadap tukang sajur atau tukang daging itu akan hilang. Setelah penelitian dilakukan, ditjatat olehnja pembelian untuk hari itu. Sekarang beliau menetapkan mana jang harus dimasak sekarang dan mana untuk waktu sore.<noinclude>{{rh|12}}</noinclude> do3b7sg0vkflckm0q13j19wb3j5fid7 295801 295739 2026-05-14T16:29:20Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295801 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{{c|{{sp|{{Xxxx-larger|INTELLIGENCE}}}}}} {{C|Oleh: pnòSJS}} Dengan ini djelaslah pula bahwa karat atau gehalte Pelatih² Pasukan Komando harus lebih tinggi agar mereka dapat melaksanakan rentjana Latihan Pasukan Komando setjara praktis dengan '''TIDAK ADA „VERWATERINGSPROCES”'''. Setiap Pelatih dalam hal ini harus mempunjai usaha jang besar agar dapat menjesuaikan DOKTRINE komando dengan rentjana Latihan Pasukan Komando dalam pelaksanaannja setiap hari. #<li value="33">''' Tingkatan Latihan:'''<br> Latihan² terdiri atas 3 tingkatan ditambah dengan latihan² tjampuran/istimewa.<br> LATIHAN UMUM (Latihan tingkat I): Latihan Pendahuluan, Latihan Dasar (Pendahuluan Komando), Latihan landjutan Komando.<br> Latihan mendarat dari Laut (Lat. Komando tingkat 2). <br>Latihan melontjat dari udara (Lat. Komando tingkat 3).<br> Latihan gabungan, Chusus, semi ops, dalam kesatuan, dll. #'''Maksud tudjuan dari „Latihan Pendahuluan” dari Latihan Komando tingkat 1.'''<br> Mengichtiarkan agar pengetahuan semua peladjar berada dalam satu tingkat, sebelumnja Latihan pendahuluan Komando dimulai.<br> Agar disiplin, administrasi dan pengetahuan sendjata dari semua peladjar berada pada tingkat jang tinggi.<br> Mempersiapkan semua peladjar dari sudut '''physiek''' dan '''mentaal''' agar mereka dapat mengikuti latihan dalam Latihan Pendahuluan Komando dan Latihan Landjutan Komando.<br> Mulai memupuk Komando Korpsgeest”. #'''Maksud tudjuan ,,Latihan Pendahuluan Komando” dari Latihan Komando tingkat I.'''<br>Melandjutkan pemupukan „Komando Korpsgeest” berdasarkan „Sifat dan Doktrine Pasukan Komando”. <br>(Bersambung hal.: 49). {{tab}} '''Asal kata dan perkembangannja.''' Disebut orang '''intelligent''', bila ia memiliki daja tangkap tjepat dan tepat. Nilai kemampuan melihat, mempeladjari, mengerti, dan mengetahui tjukup tinggi. Dalam bahasa kita disebut orang '''tjerdas'''. Ia tidak membutuhkan waktu lama dalam menangkap atau menerima sesuatu. Membatja atau mendengar sepintas lalu sadja tjukup baginja memahami dan segera pula dapat memberikan pendapatnja. Hasil kerdja '''otak''' sedemikian itu disebut '''hasil ketjerdasan'''. Dari sinilah '''batas-pengertian''' mengenai intelligence diperoleh, sebab fakta² dan keterangan² (=data, gegevens) jang '''belum diolah melalui otak''' belum dapat disebut intelligence. Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa: '''intelligence''' adalah fakta dan keterangan jang sudah matang, sedangkan fakta² dan keterangan² jang masih merupakan '''bahan mentah''' dan '''belum diolah''' disebut '''informasi.''' '''Gunanja intelligence.''' Intelligence dipakai '''menggaris''' kebidjaksanaan² dan menentukan tindakan. Ia merupakan faktor utama dalam mempengaruhi keputusan seorang atasan, baik seorang Presiden maupun seorang Komandan Batalion. Tanpa intelligence suatu garis kebidjaksanaan tidak dapat dipertanggungdjawabkan. Dengan intelligence kita dapat mengukur '''kekuatan''' diri-sendiri, lawan maupun kawan. Dengan demikian kita dapat menentukan '''tjorak''' permainan kita.Perlu diketahui, bahwa tuntutan² dan menjerahnja salah satu fihak '''tidak''' ditentukan di arena perundingan, tetapi sudah dirantjang terlebih dahulu '''sebelum''' perundingan dilakukan. Dalam ilmu militer intelligence tidak dapat dipisah-pisahkan dengan operasi. Mereka merupakan anak kembar Siam. Operasi '''tanpa''' intelligence di-ibaratkan manusia jang tidak suka memakai '''otaknja.''' Dikatakan bahwa: Seorang Komandan jang berhasil adalah perwira intelligence jang baik, dan seorang intelligence jang berhasil adalah perwira operasi jang baik. '''Azas intelligence.''' Azas intelligence tidak djauh bedanja dengan rangkaian tindakan ibu didapur. Sebelum ibu (= Perwira Intelligence) dapat menghidangkan masakan jang lezat dan tjukup vitamin bagi ajah (= Komandan) dan putera-puteranja (= Perwira Staf lainnja), diusahakan olehnja terlebih dahulu bahan² mentahnja (= informasi). Untuk keperluan itu kadang² beliau pergi ke pasar sendiri atau menjuruh budjangnja, ataupun bila telah mempunjai langganan beliau tjukup dirumah sadja dan langganan² itu akan datang sendiri di rumah. Fase ini fase '''pengusahaan''' atau '''pengumpulan''' bahan-bahan mentah. Bahan² mentah tadi oleh ibu sebelum atau sesudah dibeli diteliti apakah pembelian tidak terlampau mahal dan apakah bahan² jang dibelinja itu tidak djelek atau busuk. Kalau bahan² ternjata menurut penelitian busuk, kepertjajaan ibu terhadap tukang sajur atau tukang daging itu akan hilang. Setelah penelitian dilakukan, ditjatat olehnja pembelian untuk hari itu. Sekarang beliau menetapkan mana jang harus dimasak sekarang dan mana untuk waktu sore.<noinclude>{{rh|12}}</noinclude> h68mbybouxww5b6vm9n7rmbhgmcld88 Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/21 104 98134 295542 292296 2026-05-14T13:56:38Z Riiiv 22458 /* Telah diuji baca */ hws 295542 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" /></noinclude>keras di Rusia, lain dengan di-negara² Barat dimana di Rusia keterangan² bertjap sangat rahasia diedarkan bebas di-negara² itu. Di Indonesia. Walaupun negara kita masih muda, kitapun sudah memiliki badan intelligence. Perkembangan badan intelligence kita bersama² dengan perkembangan Angkatan Perang. Disamping intelligence jang berada di Angkatan Perang, kitapun memiliki intelligence diluar Angkatan Perang. Intelligence diluar Angkatan Perang itu merupakan intelligence negatif jang disebut DP KN (= Dinas Pengawasan Keselamatan Negara). Badan tersebut berada dibawah Djawatan Kepolisian Negara. Meskipun kita sudah memiliki badan² intelligence jang pada azasnja tidak berbeda dengan negara² lain, tetapi belum berarti bahwa badan-badan tersebut telah mendekati kesempurnaan, sebelum adanja hukum jang menetapkan dengan tegas kedudukan satu sama lain dalam rangka usaha mendjamin keselamatan nasional. Sebab tanpa itu tidak mungkin ditjapai keselarasan kerdjasama jang sehat. '''Tentang penjelidikan keilmiahan dan analisa jang berdajaguna.''' Pada tanggal 20 Maret 1935 seorang penulis bernama Berthold Jacob ditjulik oleh agen rahasia Djerman di Swis. Jacob telah menulis setjara mendalam tentang Angkatan Darat Djerman. Pada waktu itu Djerman sedang dalam permulaan fase mempersendjatai diri kembali. Ia menerbitkan buku ketjil berisikan keterangan² lengkap tentang organisasi Angkatan Darat Djerman jang baru. Buku tersebut terdiri dari 172 halaman jang menggambarkan struktur komando, personil Staf Umum jang baru, komando² grup Angkatan Darat, pelbagai distrik militer, sampai pada peleton senapan jang diperbantukan pada Divisi Panzer jang baru terbentuk. Djuga tertjatat nama² 168 djenderal² pemegang komando disertai keterangan ringkas riwajat hidupnja. Ketika Hitler membatja buku itu mendjadi gusar dan memanggil segera penasihat intelligence Kolonel W. Nicolai. Ia bertanja, bagaimana mungkin seseorang dapat menemukan begitu banjak keterangan mengenai Angkatan Perang. Nicolai memutuskan mendapatkan djawaban atas pertanjaan itu dari Jacob sendiri. Seorang agen bernama H. Wesemann ditugaskan berhubungan dengan Jacob dan memasukkannja dalam perangkap. Ia mulai usahanja dengan menjamar sebagai ahli sastera di Basel (Swis) dekat perbatasan Djerman. Menjaru sebagai pelarian ia berkenalan dengan beberapa orang² buangan Nazi Djerman. Di London ia berhasil bertemu dengan Jacob. Setelah berkenalan baik ia mengundangnja datang di Swis guna mengadakan tukar-pikiran tentang sastera. Oleh Jacob undangan itu diterima baik. Beserta isterinja Jacob pergi ke Basel dan diterima Wesemann. Setelah menempatkan isterinja di hotel, ia pergi bersama tuan rumah ke restoran. Disitu mereka bertjakap-tjakap tentang sastera sambil makan dan minum. Tatkala Jacob kebetulan pergi ke kamar belakang, Wesemann berhasil memasukkan sematjam obat tidur di gelas Jacob. Tanpa tjuriga sewaktu diadakan minum bersama gelas tadi dengan semangat dihabiskan isinja. Tidak lama ia mendjadi lemas dan tak sadarkan diri. Dengan pertolongan pelajan restoran Jacob diangkut Wesemann kedalam mobil jang telah tersedia. Sebentar kemudian Jacob telah dalam perdjalanan ke Djerman. Sampai di Berlin sebelum tengah malam. Ia diangkut langsung ke markas Gestapo di Prins Albrecht Strasse dan dimasukkan di kamar tingkat dua, dimana beberapa perwira dan orang sipil telah menunggu. Sebagai kepala bertindak Kolonel Walter Nicolai jang menjerang ia dengan perta-<noinclude>{{rh|||15}}</noinclude> ckbgmt5m4q38bdo1l5e7oozwifqh6o9 Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/22 104 98138 295543 281150 2026-05-14T13:56:55Z Riiiv 22458 /* Telah diuji baca */ hws hwe 295543 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" /></noinclude>njaan: Tjeritakan tuan Jacoo! Dimana tuan mendapatkan keterangan² bagi bukumu jang mengedjutkan dan memalukan itu? Kemudian terdengar pendjelasan hasil pekerdjaan intelligence jang gilang-gemilang. Segala sesuatu dalam buku saja berasal dari laporan² jang diterbitkan di pers Djerman, berkata Jacob. Djika saja njatakan bahwa Djenderal Major Haase adalah Panglima Divisi 17 dan ditempatkan di Nuremberg, saja terima informasi itu dari berita kematian dalam surat kabar Nuremberg. Sepotong berita dalam surat kabar itu menjatakan bahwa Djenderal Haase, jang baru datang di Nuremberg sebagai Panglima Divisi 17 jang baru dipindahkan di kota itu, menghadiri pemakaman. Dalam surat kabar Ulm, demikian Jacob meneruskan tjeritanja, saja ketemukan sepotong berita di halaman kemasjarakatan mengenai peristiwa jang lebih bahagia, jaitu perkawinan antara putri Kolonel Vierow dan Major Stemmermann. Vierow dikabarkan sebagai Komandan Resimen 36 Divisi 25. Major Stemmermann dikenal sebagai Perwira PHB Divisi. Hadlir djuga dalam perkawinan itu Djenderal Major Schaller, jang ditjeritakan sebagai Panglima Divisi jang bermarkas di Stuttgart. {{gap}}Dengan ini berachirlah pertanjaan. Untung bagi Jacob bahwa Nicolai menghargai pekerdjaan intelligence jang baik. Kekaguman atas pekerdjaan Jacob mendjamin ia mendapatkan perlakuan jang berperikemanusiaan. Peristiwa Jacob tersebut sampai mendjadi peristiwa diplomatik. Swis menuntut agar Djerman segera melepaskan Jacob. Kementerian Luar Negeri Djerman dibuat malu karenanja dan dimulai mentjari Jacob. Ia diketemukan dipendjara Gestapo. Beberapa bulan kemudian ia dikembalikan ke Swis. {{gap}}Kolonel W. Nicolai melaporkan kepada Hitler tentang hasilnja. Soal Jacob ini tidak ada kakitangan, Paduka, ketjuali madjalah² militer kita sendiri dan surat² kabar harian, demikian Nicolai. Ia mendapatkan isi bukunja dari kumpulan potongan² berita kematian, perkawinan, dsb.-nja. Dengan suara rendah jang menundjukkan tekanan kekaguman ia menambahkan: Jacob ini adalah seorang genius intelligence jang terbesar jang belum pernah saja alami selama 25 tahun dalam dinas. '''Kesempurnaan penjamaran.''' {{gap}}Amerika-Serikat tidak mempunjai djaring² spionase di Djepang. Dengan tiadanja itu tidak mengetahui rentjana² agressi Djepang. Pernah rentjana spionase diadjukan oleh Kolonel S. Mashbir, tetapi tanpa dipertimbangkan sedikitpun ditolaknja. Akibatnja dipukulnja terlebih dahulu pangkalan Teluk Mutiara oleh Djepang, sehingga untuk sementara strategis Amerika-Serikat lumpuh. {{gap}}Kedjadian jg. ditjeriterakan ini pada detik-detik sebelum pangkalan Teluk Mutiara diserang armada penggempur jang dipimpin Laksamana Muda Negunio. Atase Angkatan Laut Amerika menjatakan pendapatnja bahwa Djepang tak mungkin mengadakan serangan pendadakan, sebab armada masih tetap di pangkalan induk Yostka. Ini mudah diketahui oleh karena sebagian besar kelasi²-nja masih tetap berkeliaran di djalan² kota Tokio. Kenjataan sebenarnja: armada Djepang sudah di lautan dalam perdjalanan menuju kepada tudjuan jang dirahasiakan. Kelasi² jg terlihat di djalan² itu sebenarnja adalah pradjurit² Angkatan Darat jang berpakaian sebagai kelasi² Angkatan Laut dan diperintahkan berdjalan-djalan sepanjang kota guna memperdaja orang² seperti atase² Amerika itu. '''Counter-spionase.''' {{gap}}Apa jg. ditjeriterakan dibawah ini menggambarkan peranan rangkap seorang spion. Ia mendjadi spion fihak lain dan mendjadi lawan-spion fihak satunja. Peristiwa ini terdjadi sebelum petjahnja Perang Dunia II. Seorang bekas tentara kaisar datang di Amerika-Serikat untuk mentjoba peruntungannja. Ia seorang ahli teknik. Dengan keahlian itu gampang sekali mendapatkan pekerdjaan. Sebentar sadja ia berhasil hidupnja dan mendjadi warganegara jang terhormat di California. Dalam tahun 1939 ia bekerdja di perusahaan penerbangan di San Diego dan berpenghasilan tjukup untuk membiajai hari liburnja ke Djerman guna mengundjungi sanak-saudaranja. Dalam paspornja tertjatat djabatannja sebagai ahli teknik pesawat terbang dan pembesar² Djerman di perbatasan jang dengan teliti memeriksa semua penduduk Amerika berasal Djerman melaporkan kedatangannja itu kepada organisasi spionase Djerman. {{gap}}Beberapa hari setelah kedatangannja di kota kelahirannja di Mulheim ia menerima seorang tamu. Orang asing itu baik hati dan sopan, tetapi dalam pertjakapannja itu terus kepada apa jg. ditudju. Saudara ahli pesawat terbang, katanja, kita dapat memakai orang seperti saudara, terutama di Amerika-Serikat. Tetapi saja warganegara Amerika, djawab ahli teknik itu. Apa bedanja? katanja. Saudara orang Djerman kita berharap saudara bertindak seperti itu. Oleh karena antjaman djika menolak kerdja-sama ia tak diidzinkan kembali ke Amerika-Serikat, maka dengan hati berat ia terpaksa menjetudjui, tetapi dalam hatinja ia memutuskan bertindak sebagai warganegara Amerika-Serikat jg setia. Ia pergi ke Cologne menghadap Konsul Amerika. Apa jang terdjadi ditjeriterakan semua. Mengherankan baginja, sebab Konsul itu menasihati supaja menurut sadja apa jang diusulkan fihak Djerman, jaitu menerima penawaran dan menunggu perkembangannja. {{gap}}Segala sesuatu masih tetap membingungkan baginja, tetapi ada sesuatu jang memperkuat batinnja dengan djaminan² jang diterima di Cologne bahwa ia akan berdjasa kepada tanah-airnja jg baru dengan mendjadi spion terhadap negeri asalnja. Ia kembali ke Mulheim untuk menunggu in-<noinclude>{{rh|16}}</noinclude> jydhjv5mygmto9pladk6wv68ajdxcai 295803 295543 2026-05-14T16:31:19Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295803 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude>njaan: Tjeritakan tuan Jacoo! Dimana tuan mendapatkan keterangan² bagi bukumu jang mengedjutkan dan memalukan itu? Kemudian terdengar pendjelasan hasil pekerdjaan intelligence jang gilang-gemilang. Segala sesuatu dalam buku saja berasal dari laporan² jang diterbitkan di pers Djerman, berkata Jacob. Djika saja njatakan bahwa Djenderal Major Haase adalah Panglima Divisi 17 dan ditempatkan di Nuremberg, saja terima informasi itu dari berita kematian dalam surat kabar Nuremberg. Sepotong berita dalam surat kabar itu menjatakan bahwa Djenderal Haase, jang baru datang di Nuremberg sebagai Panglima Divisi 17 jang baru dipindahkan di kota itu, menghadiri pemakaman. Dalam surat kabar Ulm, demikian Jacob meneruskan tjeritanja, saja ketemukan sepotong berita di halaman kemasjarakatan mengenai peristiwa jang lebih bahagia, jaitu perkawinan antara putri Kolonel Vierow dan Major Stemmermann. Vierow dikabarkan sebagai Komandan Resimen 36 Divisi 25. Major Stemmermann dikenal sebagai Perwira PHB Divisi. Hadlir djuga dalam perkawinan itu Djenderal Major Schaller, jang ditjeritakan sebagai Panglima Divisi jang bermarkas di Stuttgart. {{gap}}Dengan ini berachirlah pertanjaan. Untung bagi Jacob bahwa Nicolai menghargai pekerdjaan intelligence jang baik. Kekaguman atas pekerdjaan Jacob mendjamin ia mendapatkan perlakuan jang berperikemanusiaan. Peristiwa Jacob tersebut sampai mendjadi peristiwa diplomatik. Swis menuntut agar Djerman segera melepaskan Jacob. Kementerian Luar Negeri Djerman dibuat malu karenanja dan dimulai mentjari Jacob. Ia diketemukan dipendjara Gestapo. Beberapa bulan kemudian ia dikembalikan ke Swis. {{gap}}Kolonel W. Nicolai melaporkan kepada Hitler tentang hasilnja. Soal Jacob ini tidak ada kakitangan, Paduka, ketjuali madjalah² militer kita sendiri dan surat² kabar harian, demikian Nicolai. Ia mendapatkan isi bukunja dari kumpulan potongan² berita kematian, perkawinan, dsb.-nja. Dengan suara rendah jang menundjukkan tekanan kekaguman ia menambahkan: Jacob ini adalah seorang genius intelligence jang terbesar jang belum pernah saja alami selama 25 tahun dalam dinas. '''Kesempurnaan penjamaran.''' {{gap}}Amerika-Serikat tidak mempunjai djaring² spionase di Djepang. Dengan tiadanja itu tidak mengetahui rentjana² agressi Djepang. Pernah rentjana spionase diadjukan oleh Kolonel S. Mashbir, tetapi tanpa dipertimbangkan sedikitpun ditolaknja. Akibatnja dipukulnja terlebih dahulu pangkalan Teluk Mutiara oleh Djepang, sehingga untuk sementara strategis Amerika-Serikat lumpuh. {{gap}}Kedjadian jg. ditjeriterakan ini pada detik-detik sebelum pangkalan Teluk Mutiara diserang armada penggempur jang dipimpin Laksamana Muda Negunio. Atase Angkatan Laut Amerika menjatakan pendapatnja bahwa Djepang tak mungkin mengadakan serangan pendadakan, sebab armada masih tetap di pangkalan induk Yostka. Ini mudah diketahui oleh karena sebagian besar kelasi²-nja masih tetap berkeliaran di djalan² kota Tokio. Kenjataan sebenarnja: armada Djepang sudah di lautan dalam perdjalanan menuju kepada tudjuan jang dirahasiakan. Kelasi² jg terlihat di djalan² itu sebenarnja adalah pradjurit² Angkatan Darat jang berpakaian sebagai kelasi² Angkatan Laut dan diperintahkan berdjalan-djalan sepanjang kota guna memperdaja orang² seperti atase² Amerika itu. '''Counter-spionase.''' {{gap}}Apa jg. ditjeriterakan dibawah ini menggambarkan peranan rangkap seorang spion. Ia mendjadi spion fihak lain dan mendjadi lawan-spion fihak satunja. Peristiwa ini terdjadi sebelum petjahnja Perang Dunia II. Seorang bekas tentara kaisar datang di Amerika-Serikat untuk mentjoba peruntungannja. Ia seorang ahli teknik. Dengan keahlian itu gampang sekali mendapatkan pekerdjaan. Sebentar sadja ia berhasil hidupnja dan mendjadi warganegara jang terhormat di California. Dalam tahun 1939 ia bekerdja di perusahaan penerbangan di San Diego dan berpenghasilan tjukup untuk membiajai hari liburnja ke Djerman guna mengundjungi sanak-saudaranja. Dalam paspornja tertjatat djabatannja sebagai ahli teknik pesawat terbang dan pembesar² Djerman di perbatasan jang dengan teliti memeriksa semua penduduk Amerika berasal Djerman melaporkan kedatangannja itu kepada organisasi spionase Djerman. {{gap}}Beberapa hari setelah kedatangannja di kota kelahirannja di Mulheim ia menerima seorang tamu. Orang asing itu baik hati dan sopan, tetapi dalam pertjakapannja itu terus kepada apa jg. ditudju. Saudara ahli pesawat terbang, katanja, kita dapat memakai orang seperti saudara, terutama di Amerika-Serikat. Tetapi saja warganegara Amerika, djawab ahli teknik itu. Apa bedanja? katanja. Saudara orang Djerman kita berharap saudara bertindak seperti itu. Oleh karena antjaman djika menolak kerdja-sama ia tak diidzinkan kembali ke Amerika-Serikat, maka dengan hati berat ia terpaksa menjetudjui, tetapi dalam hatinja ia memutuskan bertindak sebagai warganegara Amerika-Serikat jg setia. Ia pergi ke Cologne menghadap Konsul Amerika. Apa jang terdjadi ditjeriterakan semua. Mengherankan baginja, sebab Konsul itu menasihati supaja menurut sadja apa jang diusulkan fihak Djerman, jaitu menerima penawaran dan menunggu perkembangannja. {{gap}}Segala sesuatu masih tetap membingungkan baginja, tetapi ada sesuatu jang memperkuat batinnja dengan djaminan² jang diterima di Cologne bahwa ia akan berdjasa kepada tanah-airnja jg baru dengan mendjadi spion terhadap negeri asalnja. Ia kembali ke Mulheim untuk menunggu in-<noinclude>{{rh|16}}</noinclude> 71xm8kvr6f7ui0em7wmb6e57jac69pk Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/23 104 98140 295546 281152 2026-05-14T13:57:37Z Riiiv 22458 /* Belum diuji baca */ template berita tidak sesuai 295546 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Riiiv" /></noinclude>struksi² lebih landjut dari badan spionase Djerman. Tak lama ia menunggu. Segera ia dikirim ke Sekolah Spionase di Hamburg dimana ia dilatih spesial fotografi untuk memproduksi mikrofilm. Ia dipeladjari tentang persandian, ekgrafi, bekerdjanja radio gelombang pendek, dan pemakaian tinta rahasia. Disini djelas bahwa ia dipakai sebagai djururadio untuk mengirimkan informasi² jg dikumpulkan orang lain. {{gap}}Pada tanggal 27 Djanuari 1940 ia dipanggil oleh Kepala Sekolah Dinas Spionase, Nicholas Fritster. Apakah saudara mengetahui pabrik pembuat bidik-bom di Long Island? bertanja Ritter. Saja belum pernah mendengarnja, djawabnja pada reaksi pertama, tetapi segera ia dapat mengoreksi dirinja. Sudah tentu, saja mungkin dapat menemukan semuanja tentang bidik-bom itu. Mungkin djuga tjetak-birunja sekaligus. Saudara tak usah kesusu, berkata Ritter, kita sudah memiliki tjetak-biru itu. Saudara bekerdja untuk kita sebagai djururadio. Ia memberikan sepotong kertas kepadanja berisikan nama² disertai alamat²-nja sekalian. Saudara membantu orang² jang tertjantum didalamnja, berkata Ritter, inilah hafalkan nama² dan alamatnja. {{gap}}Ia menerima paspor Amerika atas nama Sawyer dengan disertai tjerita² buatan jang berhubungan dengan nama itu. Kepadanja diberikan djuga dokumen pandjang jang diperketjil sebentuk perangko, dan diperintahkan agar disembunjikan didalam arlodjinja. Dokumen tersebut berisikan instruksi² untuk spion² jg mengumpulkan informasi² di New York. Ia diberi uang muka sebesar seribu dolar dan kekurangannja sebesar lima ribu dapat diambil di Bank Mexico. Instruksi terachir: membuka kantor ditengah kota Manhattan. Disana ia akan bertemu dengan spion² lainnja dan menempatkan sendernja dipantai Long Island dan selandjutnja mengirimkan informasi² jang diterimanja via radio. {{gap}}Beberapa minggu kemudian ahli teknik itu menumpang kapal menudju Amerika-Serikat. Setiba di New York segera menjelesaikan instruksi²-nja. Ia mendirikan sebuah perusahaan bernama: Diesel Research Company. Kantornja bertempat di 42nd Street New York. Dalam rumahnja di Centerport (Long Island) ia menempatkan sendernja. Pada tanggal 31 Mei 1940 ia menguntji-dirinja dikamar dan dimulai pekerdjaannja jang pertama. {{gap}}Informasi² dikirimkan dengan alamat AOR di Hamburg. Ikut mendengarkan pengiriman² itu agen-agen spesial FBI. Sedjak ia pergi ke Konsul Amerika di Cologne ia adalah spion, tetapi hanja dalam nama sadja. Ia adalah informer FBI. Setiap hari ia berhubungan dengan FBI. Berita² jang dikirim ke Hamburg itu atas petundjuk² FBI dan sendernja dikerdjakan oleh spesialis² dari Kementerian Kehakiman. Didalam kantor di 42nd Street mikrofon² jang disembunjikan dipasang oleh FBI untuk menangkap pertjakapan pengundjung²-nja. Djuga kamera² untuk memotret mereka. Seluruhnja spion dibawah pengawasan FBI. {{gap}}Permainan ini berdjalan lebih setahun. Pada tanggal 28 Djuni 1941 FBI bertindak. Seluruh komplotan dikepung dan ditangkap. Pembekukan djaring spionase tersebut mengherankan fihak Djerman. Baginja merupakan pertanjaan dimana letak kebotjorannja. Djawaban diperolehnja ketika ahli teknik naik mendjadi saksi disidang pengadilan untuk mengadili spion² itu. Ia adalah William G. Sebold. {{gap}}-O— {{gap}}'''BERITA''' {{gap}}'''REDAKSI''' {{gap}}Dengan ini kami beritahukan kepada para pembatja Madjalah Angkatan Darat, bahwa Madjalah kita mulai No. 4 akan mengalami perobahan isi, jaitu bahwa mulai nomer tersebut isi dari Madjalah Angkatan Darat akan kami titik beratkan pada batjaan ringan bermutu, maka kami mengharap sudilah saudara² mengirimkan buah tulisannja, baik berupa: Reportage, Tjeritera Pendek kehidupan kita, Peristiwa² dimedan operasi, Kisah pradjurit dimasa lampau ataupun apa² jang seragam dengan itu. {{gap}}Atas perhatian saudara² sebelumnja kami utjapkan banjak terima kasih. {{gap}}Red. {{gap}}'''ADMINISTRASI''' {{gap}}Untuk memudahkan melantjarkan pengiriman Madjalah, maka kami minta dengan sangat, kepada saudara² jang pindah alamat, supaja setjepat mungkin memberitahukan kepada Administrasi dengan menjebut: {{gap}}a. Alamat lama. {{gap}}b. Alamat baru. {{gap}}c. Nomer langganan dan {{gap}}d. Pangkat (kalau ada perobahan kenaikan pangkat). {{gap}}Ini dimaksudkan agar pengiriman² dapat diselenggarakan dengan sebaik²nja, mengingat banjaknja Madjalah jang kembali, karena jang bersangkutan pindah alamat. {{gap}}Adm.<noinclude>{{rh|||17}}</noinclude> 3bdr273rmotu7hn0s0y1fl5zo9x5icl Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/33 104 98171 295557 292312 2026-05-14T14:01:04Z Riiiv 22458 /* Telah diuji baca */ hws 295557 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" /></noinclude>''Djumlah kumpulan manusia seringkali sampai sangat besar Djika potensi destructief dihidupkan, dapat digambarkan akibat²nja.'' Gbr bawah: ''Kalau serbuan telah terdjadi, orang jang diluar barisan (kum- tidak dapat berbuat apa² selain hanja menonton sadja''. '''Persatuan arah (focalization) :''' Keadaan panik biasanja tidak ditentukan gerakannja oleh seorang pemimpin kesuatu arah jang tertentu. Biasanja dimulainja dengan larinja beberapa orang dalam keadaan katjau dan takut jang kemudian dengan tak terpikirkan lagi di-ikuti oleh lain²nja. Tetapi ada kalanja terdapat djuga orang² jang dengan disengadja atau tidak dengan disengadja memimpin atau paling sedikitnja '',,Psychologie moments”, dimana mobs menunggu komando ............. serbu!'' {{gap}}memulai keadaan panik itu. Ada orang jang pada saat keadaan sudah matang untuk panik, tiba-tiba berteriak „KELUAR! KELUAR!” (dari suatu lapangan tertutup atau ruangan dan sebagainja). Ada djuga lainnja jang dengan tak disedarinja, se-akan² memberi petundjuk² dengan teriakannja terhadap orang² jang sudah mulai bingung dan katjau, seperti „AWAS...... AWAS... DJANGAN KESITU! MUSUH ADA DISANA! SINI, KESINI JANG AMAN !” Tetapi biasanja arah gerakan, berlainan dengan mob-action, tidak perlu diberikan, karena didalam keadaan panik orang² djarang sekali memerlukan mendengarkan petundjuk². {{gap}}Djuga didalam panik, lapangan berfikir sesempit seperti dalam mob-action. Orang² jang sedang kabur dalam ketakutan, tidak lagi dapat berfikir dengan sehat dan rasionil, segala norma² kekesatrian dan segala disiplin sudah hilang lenjap. Mereka tak dapat lagi dihentikan dengan pendjelasan² bahwa mereka tidak benar dan sebagainja, mereka tak akan mengatjuhkannja, namun mereka ada kalanja masih dapat dikendali djuga dengan memberi tjon-<noinclude>{{rh|||27}}</noinclude> l0ew44z27nnu8mbifhnquusc5phne9s Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/34 104 98178 295559 292386 2026-05-14T14:01:21Z Riiiv 22458 /* Telah diuji baca */ hwe 295559 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" /></noinclude>toh sendiri jang baik atau dengan mengedjek dan mentjemoohkan ''mereka.'' '''Faktor² jang lain:''' {{gap}}Imitasi atau sifat untuk membebek jang djuga mempengaruhi mob-action, merupakan factor jang terkuat dalam menimbulkan panik, sesudah factor jang utama, ja’lah ketakutan. Djuga didalam panik, besarnja djumlah orang jang turut serta mempunjai pengaruh jang besar. Djika dalam keadaan seorang diri, seseorang masih dapat menahan rasa takutnja, maka dalam keadaan banjak orang mereka akan saling mempengaruhi dan hasilnja.... semua lari ter-birit², dengan tidak ada kesempatan lagi untuk menindjau keadaan dengan tenang. Mungkin kelak djika sudah sampai disuatu tempat jang di-„anggap” aman, fikiran sehat akan kembali lagi, dan keadaan panik tadi ternjata tidak perlu ada dan hanja merugikan sadja, tetapi pada saat panik tadi se-akan² tak ada djalan lainnja lagi, ketjuali...... lari. {{gap}}Djika didalam mob-action jang mendjadi sebab adalah rasa marah jang telah lama didendam; didalam keadaan panik tidak mungkin disebabkan oleh suatu ketakutan jang telah didendam, ketakutannja selalu timbul dengan spontaan. Orang jang sedang panik, selalu tahu atau mengira ia tahu, apa jang ditakutinja. Ada kalanja, tafsiran dari apa jang ditakutinja kurang benar, tetapi ia jakin toch ada sesuatu jang (wadjib atau harus) ditakutinja — ketjuali djika ia termasuk dalam golongan jang dengan tak mengerti sebab-musababnja turut sadja lari, karena...... orang lain djuga lari. ''Kumpulan manusia jang belum mendjadi mob² sedang diagiteer oleh pemimpinnja jang mengusahakan „narrowing” dari „field of attentionnja”. Perhatikan orang² jang memakai ikat kepala jang nantinja dalam gerakan akan berlaku sebagai „sub-commanders”.'' {{gap}}Pada Pasukan² jang sudah mendekati faze panik, mungkin karena perwira²nja ragu² dan kurang competent, atau mungkin karena mereka sedang berada didalam daerah musuh dengan tak tahu keadaan disekitarnja karena tak ada informations; sebab² jang ketjil sadja sudah tjukup untuk mempanikan mereka. Dan kemungkinan demikian, dengan sendirinja merupakan factor diantara lainnja, dalam menentukan siasat. {{gap}}Didalam Perang Dunia I, dimana Djerman mulai dengan pemakaian gas, jang mempunjai moreel effect jang besar terhadap lawannja jang tidak bersedia menghadapinja, seringkali agen² Djerman diselundupkan diantara pasukan² Amerika, Inggris dengan tugas untuk menggemborkan „GAAAS!”, djika menurut perkiraan mereka pasukan² tersebut akan panik karenanja. {{gap}}Djuga dive-bombers dan sematjam bom jang disaat djatuhnja mengeluarkan suara jang mengerikan dipakai untuk menimbulkan panik. Effect pembomannja sebetulnja tidak begitu besar, tetapi effect dari suara² jang dikeluarkan adalah lebih besar, terutama pada pasukan² jang masih hidjau dengan akibat, bahwa mereka karena takutnja dan paniknja tidak lagi memperhatikan dekking-dekkingnja, sehingga dengan mudah mendjadi sasaran dari tembakan senapan mesin dan tank² musuh. Tetapi setelah pasukan² tersebut sudah tambah lagi pengalaman²nja dan dapat memperkirakan dengan tepat dan tenang bahaja jang sesungguhnja dari dive-bombers dan bom² bersuara tadi, maka akibat jang merugikan kemudian berkurang dengan sangat. {{gap}}Didalam sedjarah peperangan terdapat banjak sekali tjontoh² dimana panik ditimbulkan karena sebab² jang sepele sadja. Didalam tahun 1866 sepasukan Austria jang telah lelah dan ketakutan mendjadi panik, karena abu jang ber-gumpal² karena ada segerombolan babi sedang lalu mendjadi sebab dari teriakan: „CAVALLERI DJERMAN MENJERANG;” Djuga hal jang ketjil lainnja menimbulkan panik diantara sebataljon pasukan jang kemudian semua melarikan diri dengan katjau balau, hanja karena tafsiran jang tidak benar. Pada saat tersebut komandan bataljon menerima berita dari seorang kurier dan kemudian setelah membatjanja ia segera berdiri<noinclude>{{rh|28}}</noinclude> n43rebewndpf46lf9jilz7yb3qyvsjc Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/37 104 98223 295563 292390 2026-05-14T14:02:03Z Riiiv 22458 /* Telah diuji baca */ hws 295563 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" /></noinclude>kian realistisnja sehingga menimbulkan kechawatiran pada banjak diantara pendengar, jang tidak lagi pertjaja bahwa jang disiarkan adalah fictief atau chajal sadja. Mustahil, katanja, djika tidak betul² terdjadi, tidak mungkin seperti apa jang kita dengar ini! {{gap}}Dan karenanja mereka kemudian mendjadi panik; sanak keluarga jang tak ada dirumah ditilgram supaja segera kembali — mereka menilpon kepada kawan² dan tetangga²nja mengenai bahaja jang menurut perasaan mereka sedang mengantjam keselamatan mereka — mereka meninggalkan rumah²nja dan mengungsi djauh ke daerah. {{gap}}Apakah sebetulnja jang betul² mejakinkan orang² ini bahwa machluk² Mars sedang menjerang bumi kita? {{gap}}Mengapa mereka tidak mentjari keterangan dulu mengenai betul atau tidaknja adanja serangan dari Mars tersebut? Mengapa mereka tidak menilpon polisi atau redaksi surat² kabar untuk mendapat pendjelasan ? {{gap}}Kesemuanja itu mungkin karena dalam tahun 1938 tersebut bahaja akan petjahnja perang dunia ke II sudah sangat besar sehingga suasana takut meliputi seluruh rakjat. Amerika pada tahun tersebut djuga sedang menderita depressie ekonomi jang sangat hebat. Banjak sekali terdapat orang² jang menganggur dan jang sudah putus asa. Pendeknja, keadaan djiwa (frame of mind) dari kebanjakan orang Amerika pada saat itu adalah demikian rupa, sehingga mereka mudah menerima dan mudah pertjaja pada hal² jang biasanja tidak begitu sadja mau mempertjajainja. {{gap}}Djuga karena sandiwara tadi disiarkan melalui radio, suatu alat jang biasanja selalu dipakai untuk menjiarkan berita² jang penting. Dan lagi, sandiwara radio tersebut disiarkan setjara istimewa sekali, ja'itu dengan mengambil bentuk siaran warta berita dengan memberi perintjian dari kedjadian² jang „katanja” telah berlangsung dengan sangat teliti sekali, dengan memberi nama² orang jang „katanja” mendjadi korban, nama² tempat jang „katanja” telah diserang dan dihantjurkan, sehingga kesemuanja seakan² merupakan kedjadian² jang betul² sedang berlangsung. Alhasil, banjak pendengar² mempertjajainja dan ............ timbullah panik. {{gap}}Tanggal kedjadian: 27-6-1886. {{gap}}Tempat: Trautenau, Austria. {{gap}}Pasukan jang panik: Tentara Austria — Brigade Grivicic. {{gap}}Musuh: Tentara Prusia — Corps ke-I. {{gap}}Keadaan sebelumnja: Pemunduran jang sukar melalui korban² dan jang luka² dari pasukan sendiri. Iklim sangat panas — banjak debu — air minum hampir tak ada persediaan. Tentara Prusia telah menguasai garis mundur dan berita angin ini telah mendjalar diantara tentara Austria. {{gap}}Pentjetus langsung dari panik: Prusia menjerang — di-sajap terdengar beberapa tembakan. Kemudian terdengar teriakan jang selandjutnja mendjalar: „Kita terkepung”. {{gap}}Hasil: Pradjurit² Austria bubar dalam keadaan katjau sambil membuang sendjata²nja — Brigade baru dapat terkumpul lagi pada hari sesudahnja pada suatu tempat jang 15 km djauhnja dari tempat semula — Kerugian: 65% dari kekuatannja, ja'itu 95 perwira dan 2700 balbawahan. {{gap}}Tanggal kedjadian: 1/11-1896. {{gap}}Tempat: Adua, Abessynia. {{gap}}Pasukan jang panik: Tentara Italia. {{gap}}Musuh: kl. 100.000 orang Abessynia bersendyata lembing. {{gap}}Keadaan sebelumnja: March diwaktu malam melalui terrein pegunungan jang sukar — dan karenanja banjak jang terpisah dari kesatuannja mendjadi tiga bagian didalam tiga djurang — opsir² dan bawahannja saling tidak mengenal dan diantara artillerie dan infanterie tidak ada kerjasama — masing² tidak mempertjajai lainnja. Diantara pasukan telah tersiar kabar angin bahwa bangsa Abessynia memperlakukan tawanan²nja dengan sangat kedjam — pradjurit telah mendengar kechawatirannja dari para komandan akan terpisahnja dari induk pasukan. {{gap}}Pentjetus langsung: Pasukan Italia dibagian kiri dengan sekonjong² diserang oleh beribu² orang Abessynia setjara nekad — tembakan² artillerie tidak mentjapai sasaran²nja. {{gap}}Hasil: Pradjurit² Italia dalam keadaan panik melemparkan sendjata²nja dan menjerbu kebagian tengah jang selandjutnja terdesak pula kebagian kanan dan dengan sendirinja menimbulkan keadaan jang tidak karuan. Opsir² jang mentjoba menahan mereka dibunuh dan hanja 3.500 orang dari 15.000 dapat menjelamatkan dirinja. {{gap}}Tanggal kedjadian: tahun 1743. {{gap}}Tempat: Branau, Austria. {{gap}}Pasukan jang panik: suatu corps dari tentara Bavaria. {{gap}}Musuh: pasukan² Austria. {{gap}}Keadaan sebelumnja: pasukan² Bavaria masih hidjau dan belum berpengalaman — mereka sedang sangat lelah dan pada hari itu belum mendapat makan — mereka telah menjerang sebuah benteng Austria tetapi tidak berhasil dan terpukul mundur dan kini sedang akan beristirahat. {{gap}}Pentjetus langsung: dibelakang pasukan² Bavaria ter-<noinclude></noinclude> f4eikndx4fvcgeo2erfu4dvzqj5n1nk Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/38 104 98225 295565 292391 2026-05-14T14:02:29Z Riiiv 22458 /* Belum diuji baca */ hwe, tanda petik 295565 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Riiiv" /></noinclude>dengar tembak menembak jang agak gentjar — Kabar angin bahwa tentara Austria sedang menjerang dari belakang dan bahwa achterhoede-dekking telah dihantjurkan, mendjalar — Komandan Bavaria tidak berhasil mengumpulkan dan menjiapkan pasukan²nja untuk menjerang pasukan² Austria — Pada saat kritis itu seorang djenderal Bavaria dalam kebingungannja meneriakkan bahwa sajap kanan telah terkurung. Hasil: 10.000 orang dengan sekonjong² melemparkan sendjatanja dan melarikan diri didalam keadaan katjau balau — Pada esok harinja dengan susah pajah Komandan Bavaria dapat mengumpulkan hanja beberapa opsir dan anggauta cavalerie sadja dengan k.l. 200 bawahan. '''TJARA² MENGHENTIKAN ATAU MENGATASI PANIK:''' {{gap}}Hampir semua tjara mengendalikan dan/atau mengatasi mob-action dapat pula dipakai dalam hal panik. Faktor jang terutama adalah seorang pemimpin jang betul² merupakan seorang PEMIMPIN sedjati jang tidak mungkin akan dapat dipanikkan. Ia harus dapat menarik perhatian dari bawahannja, ia harus dapat bitjara dengan tegas dan tenang, dan harus dapat pula memindahkan hasrat untuk melarikan diri ke suatu aktivitas jang lain. Djika dikala pasukan mulai melarikan diri tidak ada opsirnja, maka tiap orang jang mempunjai penuh kepertjajaan kepada diri sendiri dapat memegang pimpinan dan dapat membawa lainnja kearah jang terang dan djelas. Djika toch suatu pemunduran tidak dapat dielakkan, maka para bawahan harus diberi petundjuk tentang tjara dan tudjuan dengan terang hingga tidak timbul kekatjauan. {{gap}}Kepertjajaan kepada diri sendiri dan kepada bawahannja dari seorang pemimpin harus didjadikan tjontoh oleh lainnja jang sedang melarikan diri dalam keadaan katjau. Djika didalam keadaan demikian seorang pemimpin berhasil menarik perhatian bawahannja jang sedang katjau, maka ia harus berlaku tenang sadja seakan-akan tidak ada apa². Seorang opsir didalam Perang Dunia ke-I berhasil menarik perhatian dari mereka jang sedang lari dengan tjara berdiri diatas sebuah batu besar dan tertawa terbahak² sambil menundjuk kearah mereka. Mereka tertarik perhatiannja dan ............... berhenti. {{gap}}Tetapi tjara jang terbaik untuk menghentikan panik adalah berusaha meniadakan kemungkinan timbulnja disiplinitas dan moreel jang rendah, jang merupakan obat anti-panik jang terbaik. Pradjurit² harus dilatih sedemikian rupa sehingga mereka mempunjai kepertjajaan kepada diri sendiri, atasannja dan sendjatanja. Pemimpin² mereka harus pula dapat mempertinggi moreel mereka. Mereka harus selalu ber-djaga² agar kepertjajaan dari bawahannja kepada mereka tidak hilang. Djuga harus diadakan usaha sekeras²nja agar supaja faktor jang dapat menimbulkan keadaan jang mudah dipanikkan dapat ditiadakan, semisalnja: kelaparan, kelelahan jang sangat, kedjemuan, kekurangan penerangan, kabar² angin dll. Rasa ketidak-tentuan diantara bawahannja djuga harus diberantas. Segala hal-ihwal mengenai musuh seperti dimana ia berada, bagaimana wudjudnja, tjara penjerangannja, sendjata²nja dll., harus didjelaskan kepada bawahannja. Mereka harus digembleng sedemikian rupa sehingga keadaan jang bagaimanapun djuga beratnja dapat dihadapi dengan tenang dan penuh kepertjajaan kepada diri sendiri. Mereka harus setiap waktu sedia untuk menghadapi musuh, dimanapun djuga dan berwudjud apapun djuga serta didalam keadaan bagaimanapun djuga. Dan sendjata pamungkasnja adalah pemimpinan (leadership) jang utama, jang memungkinkan bertindak bukan hanja pada waktu timbulnja panik, tetapi terutama didalam masa jauh sebelum terdjadi apa², didalam waktu mana proses penggembelengan berlangsung dengan hebatnja. ''Noot: Karena untuk mengedjar waktu dan dengan adanja perobahan isi Madjalah Angkatan Darat jang akan dimulai bulan April 1957, maka artikel „PANIC DAN MOB-ACTION” jang sedianja akan dimuat tiga kali berturut-turut, terpaksa kami habiskan pada penerbitan ini. Kemudian harap maklum adanja''<noinclude>{{rh|32}}</noinclude> rtxvbtzsy4jisliq631ryei6smn0nhw Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/40 104 98226 295566 292395 2026-05-14T14:03:21Z Riiiv 22458 /* Telah diuji baca */ hws 295566 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" /></noinclude>djadi korban pasukan gerilja dengan tudjuan menjulitkan pasukan Perantjis untuk bergerak. Djembatan² darurat dibuat, namun segera pula dimusnahkan oleh pasukan gerilja. Galangan² dihantjurkan, dan pada malam hari pasukan Vietminh memaksa penduduk setempat untuk merusakkan djalan², sedang diwaktu siangnja penduduk dikerahkan oleh pasukan Perantjis untuk memperbaikinja. Dan permainan ini berlangsung bertahun², jang menjebabkan djalan tadi tidak mendjadi baik tetapi sebaliknja, hingga untuk melalui daerah ini dengan truck konvoi merupakan suatu expedisi tersendiri. {{gap}}Penduduk daerah Transbassac berdjumlah kira² 200.000 orang dan terdiri dari orang Kambodja, tetapi lama-kelamaan mereka didesak oleh orang Annam. Karena orang Kambodja tidak menjukai orang Annam, maka orang Perantjis mempergunakan mereka sebagai alat. Mereka adalah peradjurit jang baik, tetapi senang merampok. Tempat² dimana terdapat pasukan orang Kambodja merupakan suatu penghalang bagi pasukan Vietminh karena mereka tidak dapat melupakan perampokan terhadap kaum Annam jang telah berlangsung berabad² itu. Mereka memang berorganisasi untuk pertahanan, tetapi mereka djarang sekali turut mendjalankan operasi. {{gap}}Kepertjajaan agama di Cochinchina memegang peranan penting dalam perang gerilja ini. Terutama orang jang beragama Katholik jang berkumpul disekeliling pastor mereka dan bersimpasi kepada pasukan Perantjis-Vietnam selama pasukan Vietminh tidak mengambil tindakan terhadap mereka. Tetapi bila pasukan Vietminh mengadakan tindakan balasan, mereka mengambil sikap menunggu dan tidak mau turut tjampur. Sebagian besar pasukan Perantjis-Vietnam dilatih di desa² dan keterangan dari penduduk jang beragama Katholik boleh dikatakan dapat dipertjaja, hingga penjerangan dengan tiba-tiba disekitar desa-desa itu kadang² sekali terdjadi. {{gap}}Didaerah Chaudoc dan Long Xuyen terdapat pasukan pemberontak Hoa-Hoa jang berdjumlah kira-kira 800.000 orang. Mereka mempunjai suatu agama jang sukar dimengerti dan dibelakang kepertjajaan ini mereka menjembunjikan aspirasi politiknja. {{gap}}Mulanja mereka bersama-sama pasukan Vietminh melawan pasukan Perantjis tetapi sesudah imam mereka jang berumur 21 tahun dibunuh oleh agen Vietminh, mereka merobah haluan dan berbalik memerangi pasukan Vietminh. Dengan demikian mereka jang terbagi atas 4 pasukan bersendjata jang besar merupakan suatu bantuan jang tidak ketjil bagi organisasi Perantjis-Vietnam. {{gap}}Jang lebih ketjil lagi ialah groep Caodaist jang dipimpin oleh paus mereka dan berkedudukan di Tay Ninh. Groep ini tidak mempengaruhi djalannja pertempuran. Panglima jang djuga memegang administratief daerah ini tidak mengharapkan sesuatu bantuan darimanapun untuk menghalau pemberontak. Tetapi sebaliknja, dimana terdapat orang Caodaist disana ditempatkan pasukan Perantjis karena hari ini mereka bekerdja sama dengan Perantjis, besok melawan dan lusa membantu lagi. Dengan kedjadian ini mereka berusaha berdiri ditengah dengan muka tersenjum sebagai orang netral tetapi mentjari keuntungan dari segala pihak. Penduduk daerah ini seluruhnja berjumlah lebih kurang 2 djuta djiwa, kira² 60 penduduk 1 km persegi dan terbagi-bagi. ''Siapa dan bagaimana pendidikan kaum Gerilja?'' {{gap}}Untuk bertanggung djawab atas pertahanan nasional dalam djangka pandjang, kaum Gerilja di Cochinchina mempunjai tugas jang sangat berat, dimana mereka harus memiliki kemampuan daja gerak jang besar disamping ketebalan kepertjajaan pada diri sendiri jang tak kundjung patah demi untuk mentjapai kemenangan. Mereka terutama dididik dalam lapangan politik, dan harus mengerti sungguh-sungguh seluk-beluk lapangan itu. Kemudian barulah diberikan pendidikan tugas ketentaraan. Sebagai peradjurit mereka dilatih tentang peraturan umum militer disamping pendidikan khusus tentang peperangan gerilja. {{gap}}Lebih dari pada peradjurit biasa jang hanja mempunjai pengetahuan umum ketentaraan, mereka harus ahli dalam menembak, melempar djauh dan tepat dengan granat, ahli dalam menempatkan booby traps, pemasangan randjau darat dan sebagainja. {{gap}}Di daerah jang berada dalam pengawasan Vietminh kaum Gerilja dengan teratur dipanggil untuk mengikuti kursus jang diadakan. Disana mereka diberikan peladjaran tentang taktik, karena seorang Gerilja harus mendjadi peradjurit jang tjakap dan baik. Dan selandjutnja pemimpin Gerilja itu jakin bahwa hanja kaum intelektuel sadjalah jang dapat mengerti dengan baik tentang politik dan pengetahuan ketentaraan. {{gap}}Tidak ada sesuatu jang merintangi mereka dalam memperluas pengetahuan pasukan mereka. Meskipun pada permulaan kebanjakan dari kaum Gerilja itu adalah buta huruf, tetapi setelah 3 tahun mereka dididik, mereka telah dapat membatja dan menulis serta dapat mengikuti pikiran dan kehendak atasanja. Dan begitulah hingga kami dapat memperoleh buku pedoman tentang Gerilja jang ditulis oleh Kolonel Phung The Tai. ''Pertempuran di rawa².'' {{gap}}Dalam sumbangan karangan ini kami hanja menulis tentang peperangan gerilja, perang ketjil jang dilakukan oleh kesatuan ketjil dan jang hanja mempergunakan sendjata ringan tanpa bantuan sendjata berat seperti artileri, tank dan angkatan udara. Dengan mengetahui bahwa sendjata bantuan tidak dapat dipergunakan dalam perang gerilja, kesulitan jang dialami oleh pasukan Perantjis-Vietnam harus diatasi sendiri dengan pengalaman<noinclude>{{rh|34}}</noinclude> 4spf842s2ys6i5nzmd2f7fqs1ybhpg7 295804 295566 2026-05-14T16:32:36Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295804 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude>djadi korban pasukan gerilja dengan tudjuan menjulitkan pasukan Perantjis untuk bergerak. Djembatan² darurat dibuat, namun segera pula dimusnahkan oleh pasukan gerilja. Galangan² dihantjurkan, dan pada malam hari pasukan Vietminh memaksa penduduk setempat untuk merusakkan djalan², sedang diwaktu siangnja penduduk dikerahkan oleh pasukan Perantjis untuk memperbaikinja. Dan permainan ini berlangsung bertahun², jang menjebabkan djalan tadi tidak mendjadi baik tetapi sebaliknja, hingga untuk melalui daerah ini dengan truck konvoi merupakan suatu expedisi tersendiri. {{gap}}Penduduk daerah Transbassac berdjumlah kira² 200.000 orang dan terdiri dari orang Kambodja, tetapi lama-kelamaan mereka didesak oleh orang Annam. Karena orang Kambodja tidak menjukai orang Annam, maka orang Perantjis mempergunakan mereka sebagai alat. Mereka adalah peradjurit jang baik, tetapi senang merampok. Tempat² dimana terdapat pasukan orang Kambodja merupakan suatu penghalang bagi pasukan Vietminh karena mereka tidak dapat melupakan perampokan terhadap kaum Annam jang telah berlangsung berabad² itu. Mereka memang berorganisasi untuk pertahanan, tetapi mereka djarang sekali turut mendjalankan operasi. {{gap}}Kepertjajaan agama di Cochinchina memegang peranan penting dalam perang gerilja ini. Terutama orang jang beragama Katholik jang berkumpul disekeliling pastor mereka dan bersimpasi kepada pasukan Perantjis-Vietnam selama pasukan Vietminh tidak mengambil tindakan terhadap mereka. Tetapi bila pasukan Vietminh mengadakan tindakan balasan, mereka mengambil sikap menunggu dan tidak mau turut tjampur. Sebagian besar pasukan Perantjis-Vietnam dilatih di desa² dan keterangan dari penduduk jang beragama Katholik boleh dikatakan dapat dipertjaja, hingga penjerangan dengan tiba-tiba disekitar desa-desa itu kadang² sekali terdjadi. {{gap}}Didaerah Chaudoc dan Long Xuyen terdapat pasukan pemberontak Hoa-Hoa jang berdjumlah kira-kira 800.000 orang. Mereka mempunjai suatu agama jang sukar dimengerti dan dibelakang kepertjajaan ini mereka menjembunjikan aspirasi politiknja. {{gap}}Mulanja mereka bersama-sama pasukan Vietminh melawan pasukan Perantjis tetapi sesudah imam mereka jang berumur 21 tahun dibunuh oleh agen Vietminh, mereka merobah haluan dan berbalik memerangi pasukan Vietminh. Dengan demikian mereka jang terbagi atas 4 pasukan bersendjata jang besar merupakan suatu bantuan jang tidak ketjil bagi organisasi Perantjis-Vietnam. {{gap}}Jang lebih ketjil lagi ialah groep Caodaist jang dipimpin oleh paus mereka dan berkedudukan di Tay Ninh. Groep ini tidak mempengaruhi djalannja pertempuran. Panglima jang djuga memegang administratief daerah ini tidak mengharapkan sesuatu bantuan darimanapun untuk menghalau pemberontak. Tetapi sebaliknja, dimana terdapat orang Caodaist disana ditempatkan pasukan Perantjis karena hari ini mereka bekerdja sama dengan Perantjis, besok melawan dan lusa membantu lagi. Dengan kedjadian ini mereka berusaha berdiri ditengah dengan muka tersenjum sebagai orang netral tetapi mentjari keuntungan dari segala pihak. Penduduk daerah ini seluruhnja berjumlah lebih kurang 2 djuta djiwa, kira² 60 penduduk 1 km persegi dan terbagi-bagi. ''Siapa dan bagaimana pendidikan kaum Gerilja?'' {{gap}}Untuk bertanggung djawab atas pertahanan nasional dalam djangka pandjang, kaum Gerilja di Cochinchina mempunjai tugas jang sangat berat, dimana mereka harus memiliki kemampuan daja gerak jang besar disamping ketebalan kepertjajaan pada diri sendiri jang tak kundjung patah demi untuk mentjapai kemenangan. Mereka terutama dididik dalam lapangan politik, dan harus mengerti sungguh-sungguh seluk-beluk lapangan itu. Kemudian barulah diberikan pendidikan tugas ketentaraan. Sebagai peradjurit mereka dilatih tentang peraturan umum militer disamping pendidikan khusus tentang peperangan gerilja. {{gap}}Lebih dari pada peradjurit biasa jang hanja mempunjai pengetahuan umum ketentaraan, mereka harus ahli dalam menembak, melempar djauh dan tepat dengan granat, ahli dalam menempatkan booby traps, pemasangan randjau darat dan sebagainja. {{gap}}Di daerah jang berada dalam pengawasan Vietminh kaum Gerilja dengan teratur dipanggil untuk mengikuti kursus jang diadakan. Disana mereka diberikan peladjaran tentang taktik, karena seorang Gerilja harus mendjadi peradjurit jang tjakap dan baik. Dan selandjutnja pemimpin Gerilja itu jakin bahwa hanja kaum intelektuel sadjalah jang dapat mengerti dengan baik tentang politik dan pengetahuan ketentaraan. {{gap}}Tidak ada sesuatu jang merintangi mereka dalam memperluas pengetahuan pasukan mereka. Meskipun pada permulaan kebanjakan dari kaum Gerilja itu adalah buta huruf, tetapi setelah 3 tahun mereka dididik, mereka telah dapat membatja dan menulis serta dapat mengikuti pikiran dan kehendak atasanja. Dan begitulah hingga kami dapat memperoleh buku pedoman tentang Gerilja jang ditulis oleh Kolonel Phung The Tai. ''Pertempuran di rawa².'' {{gap}}Dalam sumbangan karangan ini kami hanja menulis tentang peperangan gerilja, perang ketjil jang dilakukan oleh kesatuan ketjil dan jang hanja mempergunakan sendjata ringan tanpa bantuan sendjata berat seperti artileri, tank dan angkatan udara. Dengan mengetahui bahwa sendjata bantuan tidak dapat dipergunakan dalam perang gerilja, kesulitan jang dialami oleh pasukan Perantjis-Vietnam harus diatasi sendiri dengan pengalaman<noinclude>{{rh|34}}</noinclude> nffcoh2en5o73e3gta4sdj2q70syi45 Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/43 104 98307 295570 292399 2026-05-14T14:04:50Z Riiiv 22458 /* Belum diuji baca */ susunqn salah, hws 295570 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Riiiv" /></noinclude>Meskipun Perantjis mendirikan djaring pos² militer dalam usahanja mengontrole daerah Plaine des Joncs dan Transbassac, namun didaerah ini tetap ada pertempuran gerilja. Pos-pos tetap dikuasai oleh Perantjis tetapi diluar daripada itu tidak ada lagi suatu tempat jang aman dimana musuh jang tidak terlihat selalu mengintar, dan dengan demikian mengharuskan pasukan infanteri mengadakan patroli kedalam rawa. Terutama pos² itu sendiri tiap hari harus mengadakan patroli didaerah² sekelilingnja dalam mengontrole dan melakukan aksi politie. Selandjutnja dua kali dalam seminggu oleh Komando Sektor diadakan konvoi perbekalan dan untuk melaksanakan ini djalanan tentunja harus dalam keadaan aman. Karenanja rawa² disekitar djalanan itu haruslah dibersihkan dari kaum pemberontak dan untuk pelaksanaan tugas tersebut oleh Komando Sektor diberikan pasukan jang orang²nja selalu terdiri dari jang itu djuga. ''Anggota² Pengintai sedang menggunakan sampan, sebuah alat pengangkut jang memegang peranan penting dalam pertempuran di rawa².'' Kadang² oleh Komando Sektor dikirimkan pasukan bantuan untuk membebaskan pos² jang berada dalam kepungan atau serangan musuh. Untuk mempertjepat datangnja bala bantuan itu, kaum pemberontak haruslah disingkirkan dahulu dari tempat sekitar djalanan jang hendak dilalui dan ini dapat dilakukan oleh pasukan dari pos jang terdapat disepandjang djalan tadi. Sebenarnja gerakan² demikian adalah termasuk rentjana operasi setempat (lokal), seperti dengan diadakannja pemberian sendjata bantuan. Lain halnja kalau pada waktu tertentu diadakan aksi pembersihan jang bersifat besar. Untuk ini dipergunakan bukan lagi kesatuan jang ketjil untuk membersihkan sektor jang luas. Kesimpulannja ialah bahwa didaerah ini terus-menerus berlangsung pertempuran di rawa. ''Alat² perlengkapan pasukan infanteri.'' Bagi orang Eropa pasti tidak menjenangkan untuk masuk dilumpur, berdjalan se-haritan didalam air jang setinggi dada dan kadang sampai setinggi dagu, bergerak dibawah sinar matahari jang terik atau dibawah daun² jang lebat. Mereka hanjalah lam- ''Salah satu matjam sendjata jang melawan tentara Perantjis di Indo China. Bentuknja menjerupai tadji dengan udjung jang lantjip dan berkarat jang ditantjapkan seperti randjau tersebar didasar rawa jang menembus kaki bila dipidjak.''<noinclude>{{rh|||37}}</noinclude> 2ouvjnzykwyevgoqkxsllukmmuu9lw2 295596 295570 2026-05-14T14:11:13Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 295596 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}} <small>''Anggota² Pengintai sedang menggunakan sampan, sebuah alat pengangkut jang memegang peranan penting dalam pertempuran di rawa².''</small> Meskipun Perantjis mendirikan djaring pos² militer dalam usahanja mengontrole daerah Plaine des Joncs dan Transbassac, namun didaerah ini tetap ada pertempuran gerilja. Pos-pos tetap dikuasai oleh Perantjis tetapi diluar daripada itu tidak ada lagi suatu tempat jang aman dimana musuh jang tidak terlihat selalu mengintar, dan dengan demikian mengharuskan pasukan infanteri mengadakan patroli kedalam rawa. Terutama pos² itu sendiri tiap hari harus mengadakan patroli didaerah² sekelilingnja dalam mengontrole dan melakukan aksi politie. Selandjutnja dua kali dalam seminggu oleh Komando Sektor diadakan konvoi perbekalan dan untuk melaksanakan ini djalanan tentunja harus dalam keadaan aman. Karenanja rawa² disekitar djalanan itu haruslah dibersihkan dari kaum pemberontak dan untuk pelaksanaan tugas tersebut oleh Komando Sektor diberikan pasukan jang orang²nja selalu terdiri dari jang itu djuga. Kadang² oleh Komando Sektor dikirimkan pasukan bantuan untuk membebaskan pos² jang berada dalam kepungan atau serangan musuh. Untuk mempertjepat datangnja bala bantuan itu, kaum pemberontak haruslah disingkirkan dahulu dari tempat sekitar djalanan jang hendak dilalui dan ini dapat dilakukan oleh pasukan dari pos jang terdapat disepandjang djalan tadi. Sebenarnja gerakan² demikian adalah termasuk rentjana operasi setempat (lokal), seperti dengan diadakannja pemberian sendjata bantuan. Lain halnja kalau pada waktu tertentu diadakan aksi pembersihan jang bersifat besar. Untuk ini dipergunakan bukan lagi kesatuan jang ketjil untuk membersihkan sektor jang luas. Kesimpulannja ialah bahwa didaerah ini terus-menerus berlangsung pertempuran di rawa. ''Alat² perlengkapan pasukan infanteri.'' Bagi orang Eropa pasti tidak menjenangkan untuk masuk dilumpur, berdjalan se-haritan didalam air jang setinggi dada dan kadang sampai setinggi dagu, bergerak dibawah sinar matahari jang terik atau dibawah daun² jang lebat. Mereka hanjalah lam- {{Missing image}} <small>''''Salah satu matjam sendjata jang digunakan kaum pemberontak melawan tentara Perantjis di Indo China. Bentuknja menjerupai tadji dengan udjung jang lantjip dan berkarat jang ditantjapkan seperti randjau tersebar didasar² rawa jang menembus kaki bila dipidjak.''</small><noinclude>{{rh|||37}}</noinclude> bdzv03ev8b8ixay6b14lavpmdo5iyg1 Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/44 104 98309 295568 292401 2026-05-14T14:04:25Z Riiiv 22458 /* Telah diuji baca */ hwe 295568 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" /></noinclude>bat-laun baru mendjadi biasa. Berbeda dengan penduduk asli, orang Annam, hal² seperti itu adalah soal lumrah. Mereka telah biasa sepandjang hari berdiri didalam air untuk mengerdjakan sawah² mereka. Lazimnja mereka ini berdjalan dengan kaki telandjang hingga djari kaki mereka mendjadi lebar dan menjebabkan bila didalam lumpur mereka lebih mempunjai patokan djika dibandingkan dengan orang kulit putih. Orang Eropa biasa memakai sepatu dan kebiasaan itu dibawanja sampai didaerah ini djuga. Dalam melintasi rawa, peradjurit Perantjis mempergunakan sepatu karet jang tertutup sampai kelutut (sematjam sepatu basket). Lain matjam sepatu disini tidak dapat dipergunakan, karena pada tiap langkah, bagian belakang kaki harus ditarik dari lumpur. Dengan sepatu kulit dalam beberapa kilometer sadja berdjalan tumitnja sudah bertanggalan, sedang sepatu jang tidak pas atau tidak tjotjok benar memakainja, dalam beberapa langkah sadja sudah terlepas. Pakaiannja sederhana sekali, jaitu tjelana dari kain belatju dan dikepala topi Australia jang berpigiran lebar, sedang badan bagian atas biasanja tidak tertutup. Djika sebuah pasukan meninggalkan djalanan, ketjepatan berdjalan mendjadi merosot. Ini tidak berarti bahwa semua medan atau daerah sukar dilalui, tetapi pernah terdjadi sebuah kesatuan memerlukan waktu delapan djam untuk melintasi sebuah belukar selebar empat kilometer jang digenangi air. Sudah djelas, bila bertemu musuh dalam keadaan demikian, bantuan dari lain kesatuan tidak bisa diharapkan lagi biarpun dari kesatuan atau pasukan jang terdekat. Tidak usah didjelaskan pula bahwa berdjalan atau berbaris di rawa itu sangat melelahkan. Sepuluh kilometer sehari berdjalan di rawa sudah boleh dianggap suatu prestasi jang sangat baik. Perlengkapan militer jang dipergunakan hanja seperlunja sadja, terdiri dari sebuah ransel ketjil berisi bahan makanan dibelakang punggung dan seputjuk sendjata ringan jang mudah dipelihara karena tiap kali pasti selalu kemasukan air atau lumpur. Sebagai alat perhubungan dipergunakan sebuah radio ketjil jang tahan air (waterproof) serta mudah dipikul. Perlengkapan² jang disebutkan diatas ialah untuk dipergunakan berdjalan dimedan jang sukar dilalui. Didaerah jang terdapat tumbuhan agak djarang dipakai sampan untuk mengangkut munisi ekstra, sendjata berat dan lain perlengkapan. Djuga untuk pemindahan pasukan dipergunakan sampan bila medan itu mengidjinkan. ''Keadaan dan pengetahuan medan.'' Peta jang baik menolong suatu keadaan jang sulit. Di rawa Indochina terpaksa kita harus mempergunakan peta jang kurang sesuai dengan keadaan, karena didaerah ini sukar sekali untuk mengetahui keadaan jang sebenarnja hingga menjukarkan pula untuk membuat peta jang djitu. Umumnja daerah ini termasuk galangan/djalanan dan saluran air dalam keadaan jang tidak tetap, hari ini ditempat itu penuh dengan lumpur besok sudah berobah mendjadi tanah keras, bulan lalu ada saluran air jang lebar sekarang sudah penuh dengan tumbuh²an dan sebagainja. Desa² disini terdiri dari rumah² bambu, kadang² timbul seperti djamur tetapi kemudian lenjap lagi dan begitulah beberapa keadaan berobah dalam waktu jang tidak pandjang. Daratan jang agak tinggi didaerah ini hampir tidak didjumpai hingga menjebabkan pandangan terbatas sekali termasuk ruangan² penembakan. Sendjata penembak lengkung tak dapat membantu tembakan dengan tepat karena peta² jang kurang baik tadi dan terpaksa membatasi tembakan²nja disektor-sektor jang tertentu. ''Dinas penjelidik.'' Dinas penjelidik sangat penting dalam peperangan di rawa², bahkan lebih penting lagi dari djika dalam peperangan jang biasa dilakukan dimedan jang kering keadaannja. Keterangan jang diperoleh tidak dapat dipertjajai benar. Sebagaimana diterangkan tadi bahwa medan didaerah ini keadaannja tidak tetap, sewaktu dapat ber-obah², dan begitu pula mengenai keterangan² tentang gerakan² musuh. Seperti diketahui musuh melakukan perang gerilja, mereka tidak memperlihatkan diri dan melantjarkan serangan² dengan tiada tempat tertentu, ini hari menjerang disana besok dilain tempat dan seterusnja. Keterangan jang tepat tentang gerakan musuh mendjadi suatu teka-teki, memusingkan kepala Komandan Detasemen atau pos. Sumber jang sering dipergunakan oleh Dinas Penjelidik djarang ada jang tepat, bahkan keterangan mengenai suatu pertemuan umpamanja dengan segera sadja sudah mendjadi basi dan tak dapat dipergunakan lagi. Untuk mentjapai sesuatu maksud diperlukan keterangan jang terus-menerus. Oleh sebab itu haruslah pula terus-menerus diadakan patroli dan mempunjai informan² jang ditempatkan sebagai djaring. Komandan dari suatu pos atau Komandan Detasemen mempunjai kebebasan untuk mempergunakan tentara² penjelidik jang mana berbeda dengan komandan² kesatuan jang lain jang tidak mempunjai kebebasan seperti itu. ''Tjara mentjapai kemadjuan di rawa.'' Kita bertempur di rawa² tetapi djuga kita bertempur untuk tanah kering. Memang manusia tak dapat terus-menerus tinggal didalam air, harus beristirahat dalam waktu² jang tertentu, duduk atau berbaring untuk melepaskan lelah. Bila tidak pindah tempat, biasanja musuh didapati ditempat jang kering, meskipun tempat itu hanja beberapa meter persegi sadja luasnja. Merebut tanah/tempat kering menentukan hasil dari pertempuran keseluruhannja.<noinclude>{{rh|38}}</noinclude> mqgjab5fhea2q2gwv5s5jnpudqiwpov 295805 295568 2026-05-14T16:33:36Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295805 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude>bat-laun baru mendjadi biasa. Berbeda dengan penduduk asli, orang Annam, hal² seperti itu adalah soal lumrah. Mereka telah biasa sepandjang hari berdiri didalam air untuk mengerdjakan sawah² mereka. Lazimnja mereka ini berdjalan dengan kaki telandjang hingga djari kaki mereka mendjadi lebar dan menjebabkan bila didalam lumpur mereka lebih mempunjai patokan djika dibandingkan dengan orang kulit putih. Orang Eropa biasa memakai sepatu dan kebiasaan itu dibawanja sampai didaerah ini djuga. Dalam melintasi rawa, peradjurit Perantjis mempergunakan sepatu karet jang tertutup sampai kelutut (sematjam sepatu basket). Lain matjam sepatu disini tidak dapat dipergunakan, karena pada tiap langkah, bagian belakang kaki harus ditarik dari lumpur. Dengan sepatu kulit dalam beberapa kilometer sadja berdjalan tumitnja sudah bertanggalan, sedang sepatu jang tidak pas atau tidak tjotjok benar memakainja, dalam beberapa langkah sadja sudah terlepas. Pakaiannja sederhana sekali, jaitu tjelana dari kain belatju dan dikepala topi Australia jang berpigiran lebar, sedang badan bagian atas biasanja tidak tertutup. Djika sebuah pasukan meninggalkan djalanan, ketjepatan berdjalan mendjadi merosot. Ini tidak berarti bahwa semua medan atau daerah sukar dilalui, tetapi pernah terdjadi sebuah kesatuan memerlukan waktu delapan djam untuk melintasi sebuah belukar selebar empat kilometer jang digenangi air. Sudah djelas, bila bertemu musuh dalam keadaan demikian, bantuan dari lain kesatuan tidak bisa diharapkan lagi biarpun dari kesatuan atau pasukan jang terdekat. Tidak usah didjelaskan pula bahwa berdjalan atau berbaris di rawa itu sangat melelahkan. Sepuluh kilometer sehari berdjalan di rawa sudah boleh dianggap suatu prestasi jang sangat baik. Perlengkapan militer jang dipergunakan hanja seperlunja sadja, terdiri dari sebuah ransel ketjil berisi bahan makanan dibelakang punggung dan seputjuk sendjata ringan jang mudah dipelihara karena tiap kali pasti selalu kemasukan air atau lumpur. Sebagai alat perhubungan dipergunakan sebuah radio ketjil jang tahan air (waterproof) serta mudah dipikul. Perlengkapan² jang disebutkan diatas ialah untuk dipergunakan berdjalan dimedan jang sukar dilalui. Didaerah jang terdapat tumbuhan agak djarang dipakai sampan untuk mengangkut munisi ekstra, sendjata berat dan lain perlengkapan. Djuga untuk pemindahan pasukan dipergunakan sampan bila medan itu mengidjinkan. '''''Keadaan dan pengetahuan medan.''''' Peta jang baik menolong suatu keadaan jang sulit. Di rawa Indochina terpaksa kita harus mempergunakan peta jang kurang sesuai dengan keadaan, karena didaerah ini sukar sekali untuk mengetahui keadaan jang sebenarnja hingga menjukarkan pula untuk membuat peta jang djitu. Umumnja daerah ini termasuk galangan/djalanan dan saluran air dalam keadaan jang tidak tetap, hari ini ditempat itu penuh dengan lumpur besok sudah berobah mendjadi tanah keras, bulan lalu ada saluran air jang lebar sekarang sudah penuh dengan tumbuh²an dan sebagainja. Desa² disini terdiri dari rumah² bambu, kadang² timbul seperti djamur tetapi kemudian lenjap lagi dan begitulah beberapa keadaan berobah dalam waktu jang tidak pandjang. Daratan jang agak tinggi didaerah ini hampir tidak didjumpai hingga menjebabkan pandangan terbatas sekali termasuk ruangan² penembakan. Sendjata penembak lengkung tak dapat membantu tembakan dengan tepat karena peta² jang kurang baik tadi dan terpaksa membatasi tembakan²nja disektor-sektor jang tertentu. '''''Dinas penjelidik.''''' Dinas penjelidik sangat penting dalam peperangan di rawa², bahkan lebih penting lagi dari djika dalam peperangan jang biasa dilakukan dimedan jang kering keadaannja. Keterangan jang diperoleh tidak dapat dipertjajai benar. Sebagaimana diterangkan tadi bahwa medan didaerah ini keadaannja tidak tetap, sewaktu dapat ber-obah², dan begitu pula mengenai keterangan² tentang gerakan² musuh. Seperti diketahui musuh melakukan perang gerilja, mereka tidak memperlihatkan diri dan melantjarkan serangan² dengan tiada tempat tertentu, ini hari menjerang disana besok dilain tempat dan seterusnja. Keterangan jang tepat tentang gerakan musuh mendjadi suatu teka-teki, memusingkan kepala Komandan Detasemen atau pos. Sumber jang sering dipergunakan oleh Dinas Penjelidik djarang ada jang tepat, bahkan keterangan mengenai suatu pertemuan umpamanja dengan segera sadja sudah mendjadi basi dan tak dapat dipergunakan lagi. Untuk mentjapai sesuatu maksud diperlukan keterangan jang terus-menerus. Oleh sebab itu haruslah pula terus-menerus diadakan patroli dan mempunjai informan² jang ditempatkan sebagai djaring. Komandan dari suatu pos atau Komandan Detasemen mempunjai kebebasan untuk mempergunakan tentara² penjelidik jang mana berbeda dengan komandan² kesatuan jang lain jang tidak mempunjai kebebasan seperti itu. '''''Tjara mentjapai kemadjuan di rawa.''''' Kita bertempur di rawa² tetapi djuga kita bertempur untuk tanah kering. Memang manusia tak dapat terus-menerus tinggal didalam air, harus beristirahat dalam waktu² jang tertentu, duduk atau berbaring untuk melepaskan lelah. Bila tidak pindah tempat, biasanja musuh didapati ditempat jang kering, meskipun tempat itu hanja beberapa meter persegi sadja luasnja. Merebut tanah/tempat kering menentukan hasil dari pertempuran keseluruhannja.<noinclude>{{rh|38}}</noinclude> hnt49p9f4uunlyk9wjskza9jji515yd Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/48 104 98324 295572 292405 2026-05-14T14:06:13Z Riiiv 22458 /* Belum diuji baca */ abc, tanda petik 295572 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Riiiv" /></noinclude>Dimuka telah diterangkan bahwa randjau adalah sendjata passief, oleh karena itu lapangan-randjau inipun dipergunakannja hanja didalam pertahanan jang disiapkan sadja. Sedang didalam prinsipnja, pemasangan randjau² itu djuga ditanam dan disamarkan. '''Definitie :''' Lapangan-randjau jaitu sedjumlah randjau jang diletakkan teratur atau tidak teratur pada suatu lapangan (medan) jang tertentu dengan maksud menghambat/menghalang-halangi gerak-madju dari musuh, Dengan ini djelas sudah, bahwa tudjuan daripada pemasangan lapangan-randjau jalah untuk menghalangi madjunja musuh atau apabila musuh tetap akan madju- harus mengorbankan banjak waktu untuk menerobos lapangan-randjau tersebut. Dengan demikian, bagi pasukan jg mempertahankan ada tjukup waktu untuk bersiap-siap menghadapi kedatangan musuh. Ketjuali itu, musuh jang sedang ,,membersihkan” lapangan-randjau itu merupakan sasaran jang mudah ditembaki, Itulah sebabnja didalam taktik dikatakan, setiap lapangan-randjau senantiasa harus dikoordinir dengan penempatan pasukan (Inf.) dan rentjana-penembakan sendjata² apinja. '''Susunan :''' Suatu lapangan randjau terdiri atas satu atau lebih hamparan-randjau (gordels), sedang tiap hamparan randjau, sesuai dengan kebutuhan, terdiri atas beberapa petak randjau (paneel). (Lihat gambar 1). Lapangan-randjau ini pada umumnja diberi berpagar dan ditandai dengan papan² peringatan. Apa sebab demikian ? Dimuka telah diterangkan bahwa lapangan randjau itu dimaksudkan untuk menghentikan atau setidak-tidaknja memperlambat gerak madju musuh. Bukan semata-mata untuk mendjebak dan membunuh musuh. Djadi sebenarnja lapangan-randjau itu tidak lebih daripada rintangan² jg lain, hanja dalam beberapa faktor memang berlainan. Dan memang itulah tudjuan utamanja, jaitu untuk merintangi musuh. Lain daripada itu sesuai dengan taktik dalam pertempuran, suatu pertahanan hanja bersifat sementara. Artinja, apabila keadaan telah memungkinkan tjara '''pertahanan''' ini harus segera dirubah mendjadi tjara '''penjerangan.''' Sebab hanja dengan serangan suatu keputusan dapat ditjapai. Itu pula sebabnja mengapa lapangan randjau harus dipagari dan ditandai agar pada waktu pasukan jang bertahan tadi hendak mulai dengan serangannja, dengan mudah dapat mengetahui letak dan batas-batas lapangan randjau itu, sehingga dengan mudah dan tjepat dapat membongkar kembali lapangan randjau itu. a. Lapangan-randjau pelindung. (Gambar -1).<br> b. Lapangan-randjau pertahanan. (Gambar 2).<br> c. Lapangan-randjau taktis. (Gambar 3).<br> d. Lapangan-randjau benteng. (Gambar 4).<br> e. Lapangan-randjau semu. (tipuan). Ini termasuk '''lapangan-randjau jang teratur'''. Sebab mempunjai bentuk jang teratur (tertentu). Sedang lapangan-randjau jang tidak teratur jaitu : a. Lapangan-randjau penghambat.<br> b. Lapangan-randjau pengganggu. Kedua-duanja itu biasa dipasang untuk menghambat musuh pada waktu pasukan sedang mengundurkan diri. "Sebuah Tank melintasi randjau dan randjaunja meledak." '''Pendjelasan :''' a. Lapangan-randjau Pelindung:<br> Ini dipasang dimuka pusat pertahanan untuk mentjegah penjerbuan musuh '''kedalam''' bagian² jang dipertahankan.<noinclude>{{rh|42}}</noinclude> 2mfbgvjubb2t28mmcoina8gev2zdfkh 295848 295572 2026-05-14T16:57:20Z N.imaema 22481 /* Telah diuji baca */ 295848 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" /></noinclude>Dimuka telah diterangkan bahwa randjau adalah sendjata passief, oleh karena itu lapangan-randjau inipun dipergunakannja hanja didalam pertahanan jang disiapkan sadja. Sedang didalam prinsipnja, pemasangan randjau² itu djuga ditanam dan disamarkan. '''Definitie :''' Lapangan-randjau jaitu sedjumlah randjau jang diletakkan teratur atau tidak teratur pada suatu lapangan (medan) jang tertentu dengan maksud menghambat/menghalang-halangi gerak-madju dari musuh, Dengan ini djelas sudah, bahwa tudjuan daripada pemasangan lapangan-randjau jalah untuk menghalangi madjunja musuh atau apabila musuh tetap akan madju- harus mengorbankan banjak waktu untuk menerobos lapangan-randjau tersebut. Dengan demikian, bagi pasukan jg mempertahankan ada tjukup waktu untuk bersiap-siap menghadapi kedatangan musuh. Ketjuali itu, musuh jang sedang „membersihkan” lapangan-randjau itu merupakan sasaran jang mudah ditembaki, Itulah sebabnja didalam taktik dikatakan, setiap lapangan-randjau senantiasa harus dikoordinir dengan penempatan pasukan (Inf.) dan rentjana-penembakan sendjata² apinja. '''Susunan :''' Suatu lapangan randjau terdiri atas satu atau lebih hamparan-randjau (gordels), sedang tiap hamparan randjau, sesuai dengan kebutuhan, terdiri atas beberapa petak randjau (paneel). (Lihat gambar 1). Lapangan-randjau ini pada umumnja diberi berpagar dan ditandai dengan papan² peringatan. Apa sebab demikian ? Dimuka telah diterangkan bahwa lapangan randjau itu dimaksudkan untuk menghentikan atau setidak-tidaknja memperlambat gerak madju musuh. Bukan semata-mata untuk mendjebak dan membunuh musuh. Djadi sebenarnja lapangan-randjau itu tidak lebih daripada rintangan² jg lain, hanja dalam beberapa faktor memang berlainan. Dan memang itulah tudjuan utamanja, jaitu untuk merintangi musuh. Lain daripada itu sesuai dengan taktik dalam pertempuran, suatu pertahanan hanja bersifat sementara. Artinja, apabila keadaan telah memungkinkan tjara '''pertahanan''' ini harus segera dirubah mendjadi tjara '''penjerangan.''' Sebab hanja dengan serangan suatu keputusan dapat ditjapai. Itu pula sebabnja mengapa lapangan randjau harus dipagari dan ditandai agar pada waktu pasukan jang bertahan tadi hendak mulai dengan serangannja, dengan mudah dapat mengetahui letak dan batas-batas lapangan randjau itu, sehingga dengan mudah dan tjepat dapat membongkar kembali lapangan randjau itu. <ol type="a"> <li>Lapangan-randjau pelindung. (Gambar -1).</li> <li>Lapangan-randjau pertahanan. (Gambar 2).</li> <li>Lapangan-randjau taktis. (Gambar 3).</li> <li>Lapangan-randjau benteng. (Gambar 4).</li> <li>Lapangan-randjau semu. (tipuan).</li></ol> Ini termasuk '''lapangan-randjau jang teratur'''. Sebab mempunjai bentuk jang teratur (tertentu). Sedang lapangan-randjau jang tidak teratur jaitu : <ol type="a"> <li>Lapangan-randjau penghambat.</li> <li>Lapangan-randjau pengganggu.</li></ol> Kedua-duanja itu biasa dipasang untuk menghambat musuh pada waktu pasukan sedang mengundurkan diri. {{missing image}} {{c|''Sebuah Tank melintasi randjau dan randjaunja meledak.''}} '''Pendjelasan :''' <ol type="a"> <li>Lapangan-randjau Pelindung: Ini dipasang dimuka pusat pertahanan untuk mentjegah penjerbuan musuh '''kedalam''' bagian² jang dipertahankan.</li></ol><noinclude>{{rh|42}}</noinclude> mjauiax4qi2l3lr1xkfocjfuiu0f303 Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/54 104 98337 295577 292417 2026-05-14T14:07:34Z Riiiv 22458 /* Telah diuji baca */ line break 295577 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" /></noinclude>Rapat² perwira dan reunie² herus seidzin atasan jang berwadjib : Rapat² IPRI, reunie² dan lain-lain rapat-bukan dinas dan sebagainja tidak boleh mengurangi dinas & waktu kerdja tanpa idzin atasan jang berwadjib: Dalam mendjalankan segala-galanja itu harus tetap terpelihara ketertiban, hukum tentara dan hukum negara: Meniadakan pengumuman² mengenai persoalan Angkatan Darat oleh jang tidak berwadjib. Mendjaga² djangan sampai soal-soal intern Angkatan Darat jang sedang dihadapi itu dibotjorkan atau diumumkan sedemikian sehingga mendjadi persoalan pihak² luar, cg didjadikan sasaran pertentangan² pihak luar (partai² politik dan pers): Usul² jang ditudjukan pada perbaikan organisasi dan sistim bekerdja dapat diterima. Usul² itu harus melalui saluran² hierarchie. DJANGANLAH SE-KALI² MENTJARI DJALAN ATAUPUN KEKUATAN JANG TIDAK SJAH UNTUK MEMAKSAKAN PELAKSANAAN USUL/JUSUL² ITU ATAU MENEMPUH KEBIDJAKSANAAN SENDIRI² DILUAR RANGKA ORGANISASI JANG SJAH: Bagaimanapun djuga sulitnja persoalan² jang dihadapi, dalam menentukan langkah² jang akan diambil harus diutamakan: keselamatan pradjurit dan bawahan serta rakjat umum: kelantjaran pelaksanaan tugas² penjelesaian keamanan: Sebagai kata terachir untuk kesekian kalinja: Pikiran dan hasrat jang hidup dalam TNI, jang pada pokoknja adalah akibat dari pertumbuhan TNI dalam perdjoangan Negara seluruhnja, hendaknja disalurkan menurut djalan² hierarchiesch agar tetap terpelihara keutuhan dan persatuan didalam Angkatan Perang umumnja, Angkatan Darat chususnja guna mendjamin terwudjudnja hasil-guna setinggi-tingginja untuk mentjapai tudjuan Proklamasi 17 Agustus 1945. {{r|'''PENAD.'''}}<noinclude>{{rh|48}}</noinclude> l3k4d0vq9sxf65fcev6o5e10od7ezk6 295807 295577 2026-05-14T16:34:08Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295807 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude>Rapat² perwira dan reunie² herus seidzin atasan jang berwadjib : Rapat² IPRI, reunie² dan lain-lain rapat-bukan dinas dan sebagainja tidak boleh mengurangi dinas & waktu kerdja tanpa idzin atasan jang berwadjib: Dalam mendjalankan segala-galanja itu harus tetap terpelihara ketertiban, hukum tentara dan hukum negara: Meniadakan pengumuman² mengenai persoalan Angkatan Darat oleh jang tidak berwadjib. Mendjaga² djangan sampai soal-soal intern Angkatan Darat jang sedang dihadapi itu dibotjorkan atau diumumkan sedemikian sehingga mendjadi persoalan pihak² luar, cg didjadikan sasaran pertentangan² pihak luar (partai² politik dan pers): Usul² jang ditudjukan pada perbaikan organisasi dan sistim bekerdja dapat diterima. Usul² itu harus melalui saluran² hierarchie. DJANGANLAH SE-KALI² MENTJARI DJALAN ATAUPUN KEKUATAN JANG TIDAK SJAH UNTUK MEMAKSAKAN PELAKSANAAN USUL/JUSUL² ITU ATAU MENEMPUH KEBIDJAKSANAAN SENDIRI² DILUAR RANGKA ORGANISASI JANG SJAH: Bagaimanapun djuga sulitnja persoalan² jang dihadapi, dalam menentukan langkah² jang akan diambil harus diutamakan: keselamatan pradjurit dan bawahan serta rakjat umum: kelantjaran pelaksanaan tugas² penjelesaian keamanan: Sebagai kata terachir untuk kesekian kalinja: Pikiran dan hasrat jang hidup dalam TNI, jang pada pokoknja adalah akibat dari pertumbuhan TNI dalam perdjoangan Negara seluruhnja, hendaknja disalurkan menurut djalan² hierarchiesch agar tetap terpelihara keutuhan dan persatuan didalam Angkatan Perang umumnja, Angkatan Darat chususnja guna mendjamin terwudjudnja hasil-guna setinggi-tingginja untuk mentjapai tudjuan Proklamasi 17 Agustus 1945. {{r|'''PENAD.'''}}<noinclude>{{rh|48}}</noinclude> 0oc8w8fs5lxqtijf0j6lwxkjmvccupk Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/56 104 98346 295582 292419 2026-05-14T14:08:16Z Riiiv 22458 /* Telah diuji baca */ border 295582 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" /></noinclude>{{c|'''<big>PANGKAT² MILITER ANGKATAN PERANG</big>'''}} ''Pemerintah telah mengeluarkan sebuah Peraturan Pemerintah jang mengatur pangkat² militer dalam Angkatan Perang Republik Indonesia.'' ''Sebagai diketahui hingga kini belum ada suatu Undang² atau Peraturan jang mengatur setjara lengkap tentang pangkat anggauta A.P.R.I.'' ''Mengingat perkembangan dari A.P. kita, maka terasa perlunja suatu peraturan Pemerintah jang mengatur hal tersebut setjara lengkap. Dalam Angkatan Perang soal pangkat merupakan faktor jang sangat penting, karena dengan adanja rangkaian kepangkatan didapatkan djendjang dalam tingkatan kedudukan kemiliteran jang didjadikan dasar pemeliharaan tata-tertib.'' ''Dalam peraturan itu sekaligus telah diatur persamaan tingkat² dalam kepangkatan diantara ketiga angkatan, sehingga dengan demikian ada perbandingan antara suatu pangkat jang berlaku disuatu angkatan dan diangkatan jang lain. Segenap pangkat telah digolongkan dalam tiga golongan besar jakni Perwira, Bintara dan Pradjurit.'' ''Pangkat² Angkatan Darat adalah sebagai berikut:'' ''Golongan III (Perwira): Djenderal, Letnan Djenderal, Djenderal Major, Brigadir Djenderal, Kolonel, Let. Kolonel, Major, Kapten, Letnan I, Letnan II.'' ''Golongan II (Bintara): Pembantu Letnan Tjalon Perwira, Pemb. Letnan I, Pemb. Letnan II, Sers. Major, Sers. Kepala, Sersan I, Sersan II.'' ''Golongan I (Pradjurit): Kopral Kepala, Kopral I, Kopral II, Pradjurit Kader, Pradjurit I, Pradjurit II.'' ''Dengan demikian ada tambahan 1 pangkat untuk golongan Perwira, 3 pangkat untuk golongan Bintara dan 3 pangkat untuk golongan Pradjurit.'' ''Dengan adanja penambahan pangkat, terutama dilingkungan Bintara dan Pradjurit, maka akan lebih sering dapat dilakukan kenaikan² pangkat dilingkungan anak buah. Dengan demikian dapatlah dipupuk kegembiraan bekerdja dalam rangka mempertinggi moril Angkatan Perang.'' ''Sedjalan dengan Peraturan kepentingan ini, Pemerintah telah djuga mengeluarkan sebuah Peraturan Pemerintah mengenai Peraturan Gadji Angkatan Perang jang telah disesuaikan dengan peraturan pangkat jang baru.'' ''Dalam hubungan ini dapat dikatakan bahwa PGAP tersebut dapat memberi perbaikan terhadap tingkatan hidup anggauta Angkatan Perang terutama golongan Bintara dan Pradjurit.'' '''TUGAS & TATA KERDJA......'''<br> (Samb. dari hal. : 23). b. sedang Kebidjaksanaan Penguasaan Militer jang diusahakan oleh Komando-nja sendiri ini, hanja terbatas pada tindakan² Preventif, jaitu antara lain pentjegahan supaja penduduk didaerah sekitar pendudukannja itu djangan sampai mengganggu/me-rintangi djalannja operasi. c. dalam hal ini ia bekerdja sama dengan Pemerintahan daerah dan Kepolisian daerah setempat. (Tjatatan : dalam struktur Ketentaraan kita T.N.I. tugas dan tanggung djawab Penguasaan Militer ini, lazim dibebankan kepada Seksi V). Demikianlah sifat, matjam, dan penjelenggaraan dalam garis besar Tugas kewadjiban S III dilapang Personalia itu. Dan bagaimana bentuk serta penjelenggaraan tugas kewadjiban dilapang Urusan Dalam, Tugas² Istimewa tersebut diatas, baiklah kita sadjikan pada lain waktu. {{c|- O -}} '''PERTEMPURAN DI-RAWA²..,'''<br> (Samb. dari hal. : 40). Pekerdjaan jang baik djuga diberikan oleh kapal² udara pengintai ketjil jang tiap² hari mengadakan penerbangan didaerah itu dan melaporkan keadaan² tentang djalan²/galangan² dan djembatan² serta keadaan/kedudukan air di sawah² atau di rawa². Djuga dengan angkatan laut terdapat kerdjasama jang baik, karena mereka mempunjai kendaraan² amphibi jang sangat berguna didaerah ini. Hanja kendaraan itu jang dapat memberikan bantuan untuk mengangkut sendjata² berat dengan tjepat. Pasukan infanteri disegala sektor hanja memiliki banjak matjam perahu², dari sampan² ketjil sampai tongkang² jang besar jang dibuat demikian rupa sehingga dapat dipergunakan sebagai kendaraan² amphibi. {{c|— O —}}<noinclude>{{rh|50}}</noinclude> kth5iogs2hcghmzpcwzsjg53kwxsz6i Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/226 104 98489 295450 292626 2026-05-14T12:34:02Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 295450 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>perhatian rakjat begitu rupa, sehingga rakjat mengikuti politik Pemerintah. Penerangan akan dirobah tjoraknja sedemikian rupa, sehingga dapat diikuti dan dimengerti oleh rakjat. Untuk ini banjak sekali kita harapkan bantuan pemimpin-pemimpin rakjat jang bergabung dalam Partai-partai dan Perkumpulan-perkumpulan, memanglah betul kalau dipimpin, tetapi hendaklah pemimpin-pemimpin memakai kesempatan untuk mengalirkan perhatian Rakjat kepada djalan jang telah ditentukan oleh garis-garis Revolusi kita. Saudara-saudara ! Tiap-tiap peperangan dan perdjuangan diachiri dengan perundingan dan persetudjuan. Persetudjuan Linggardjati mengetjewakan kita. Persetudjuan Renville memundurkan kita, istimewa dengan mengeluarkan Tentera kita dari kantong-kantong jang berada didaerah Belanda. Persetudjuan Rum-Royen dengan berpedoman kepada perundingan dan persetudjuan-persetudjuan jang sudah-sudah, rasanja tjukup memberi kita peladjaran untuk lebih berhati-hati. Jang terang kita menuntut daerah Republik sebelum tanggal 19-12-1948 (daerah Renville) kembali dan tentera kita tidak akan ditarik dari kantong-katong. Dapatkah kita bertahan? Dapat, asal rakjat dan penduduk Indonesia berdiri dibelakang Pemerintah dan Tentera, dan achirnja didalam perdjuangan manapun dan dalam waktu apapun dan dalam sedjarah apa djuapun, rakjatlah, sekali lagi rakjat jang akan memberi keputusan jang terachir. Moga-moga kedudukan kita jang mulai agak kuat lagi, akan dapat dengan segera membawa rakjat Indonesia kepada djalan jang telah ditentukan oleh Ilahi, jaitu kepada djalan kebenaran, keadilan dan kemakmuran dan untuk ini hanja satu sjarat mutlak; Indonesia Merdeka 100%, berdaulat keluar dan kedalam, dikuasai dan diperintah oleh bangsa Indonesia sendiri. Achirnja sebagai penutup dengarlah pantun kita: : Pulau pandan djauh ditengah : Dibalik pulau Angsa Dua : Hantjur badan dikandung tanah : Koto Tinggi dikenang djua. Maka dirajakanlah 17 Agustus 1949 itu dengan sehebat-hebatnja, dan luapan semangat jang meningkat tinggi itu tidak pula melalaikan akan kewaspadaan, karena sudah kesekian kalinja djandji Belanda dalam perundingan dilanggarnja. Pun pelanggaran Belanda atas peraturan-peraturan cease fire djuga kerap kali terdjadi.<noinclude>{{rh|220}}</noinclude> qt60dra3j8dzceyq7f9y7ayk9p3go0s Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/629 104 98503 295419 273987 2026-05-14T12:08:23Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 295419 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}} <small>''Upatjara Pelantikan opsir T.K.R. dilapangan Atas Ngarai Bukittinggi.''</small> {{Missing image}} <small>''Kolonel Dahlan Djambek Putjuk_pimpinan T.K.R. Sum. Tengah, melakukan pemeriksaan barisan T.K.R. Bataljon Bukittinggi.''</small> {{Missing image}} <small>''Pengikut latihan opsir Barisan Sabilillah.''</small><noinclude></noinclude> 2ewmi8sk9macqw97sigz5cl1vg3qz1u Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/76 104 98739 295591 277890 2026-05-14T14:09:59Z Riiiv 22458 /* Belum diuji baca */ line break 295591 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Riiiv" /></noinclude>itu, supaja Darius I dapat dimusnahkan bangsa Kosak. Mereka tidak berani, sehingga Darius I dapat menjelamatkan diri. Djadi pembalasan Darius I tidak hanja ditudjukan kepada bangsa Athene jang telah berani membantu pemberontakan Ionia terhadap keradjaan Persia sadja, tetapi djuga ditudjukan kepada Miltiades jang telah pernah berani mentjoba mendjerumuskannja. Pimpinan jang dibebankan kepada Miltiades untuk mengepalai pasukan² Junani tersebut merupakan suatu pengetjualian, karena biasanja pasukan² itu dipimpin oleh sepuluh orang stratagoi jang setiap hari ganti-berganti memimpin pasukan. Selain itu untuk selama satu tahun dipilih seorang polemarch jg djuga mempunjai kekuasaan untuk memimpin bersama pasukan² itu. Didalam pertempuran polemarch ini selalu mengepalai sajap kanan dan ketjuali itu ia berhak turut dalam semua panitya² peperangan. Dengan diserahkan semua pimpinan kepada Miltiades, maka tertjapailah kesatuan pimpinan. [[File:Madjalah Angkatan Darat (page 76 crop).jpg|600px|right|bawah|jmpl|<ol> <li value="1">''Kedudukan permulaan Junani. Pusatnja diperlemah untuk dapat memperkuat kedua sajapnja.</li> <li value="2">Junani menjerang sampai tempat itu. </li> <li value="3">.Dataran Marathon jang berukuran pandjang 6 mil dan lebar 2 mil.</li> </ol>'']] Didalam pasukan² Junani jang menghadapi pasukan² Persia tersebut tidak termasuk pasukan² Sparta, karena meskipun sudah berdjandji akan mengirimkan pasukan²-nja, terlambat datangnja karena harus melakukan upatjara agama dahulu. Marathon terletak dipantai rata jang berukuran kurang lebih 6 mil pandjangnja dan 2 mil lebarnja. Dikanan kiri pantai tersebut terdapat sungai² dan rawa² jang pada waktu itu berisi air sehingga tidak dapat menguntungkan pasukan berkuda Persia. Agak kedalam terdapat medan jang agak tinggi jang memungkinkan penempatan baik untuk sesuatu pertahanan. Diatas medan jang agak tinggi ini terkumpullah pasukan Junani. Dan dari situ pula dapat diawasi segala gerak-gerik lawannja. Marathon ini dipilih sebagai medan pertempuran atas andjuran Hippias, jang pada waktu itu turut dalam pasukan Persia. Hippias ini seorang keturunan bangsawan jang pernah memegang pemerintahan di Athene, tetapi karena kekedjamannja ia diusir. Marathon dipilih sebagai medan pertempuran, karena mengingatkannja kepada kemenangan jang mudah ditjapai empat puluh tudjuh tahun jang lewat ketika ia bersama ajahnja memerangi Athene. Dengan kemenangan² jang telah didapatnja, Datis mengharapkan bahwa pasukan² Junani akan menjerah padanja djuga. Oleh karena itu tidak heran, kalau ia tidak menjerang lawannja tetapi berada dikedudukannja semula ditepi pantai. Sebab ia mengharapkan kemenangan tanpa pertumpahan darah. Sebaliknja Miltiades tidak mau menunggu sampai ia mendapat serangan, sebab dengan menunggu-nunggu pasukan²-nja akan terpetjah-belah, sehingga achirnja akan mudah dikalahkan. Djadi meskipun pasukannja djauh<noinclude>{{rh|10}}</noinclude> qic4ppuo1pjq71wa6wdqf4m6tcq2k5y 295637 295591 2026-05-14T14:22:37Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 295637 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>itu, supaja Darius I dapat dimusnahkan bangsa Kosak. Mereka tidak berani, sehingga Darius I dapat menjelamatkan diri. Djadi pembalasan Darius I tidak hanja ditudjukan kepada bangsa Athene jang telah berani membantu pemberontakan Ionia terhadap keradjaan Persia sadja, tetapi djuga ditudjukan kepada Miltiades jang telah pernah berani mentjoba mendjerumuskannja. Pimpinan jang dibebankan kepada Miltiades untuk mengepalai pasukan² Junani tersebut merupakan suatu pengetjualian, karena biasanja pasukan² itu dipimpin oleh sepuluh orang stratagoi jang setiap hari ganti-berganti memimpin pasukan. Selain itu untuk selama satu tahun dipilih seorang polemarch jg djuga mempunjai kekuasaan untuk memimpin bersama pasukan² itu. Didalam pertempuran polemarch ini selalu mengepalai sajap kanan dan ketjuali itu ia berhak turut dalam semua panitya² peperangan. Dengan diserahkan semua pimpinan kepada Miltiades, maka tertjapailah kesatuan pimpinan. Didalam pasukan² Junani jang menghadapi pasukan² Persia tersebut tidak termasuk pasukan² Sparta, karena meskipun sudah berdjandji akan mengirimkan pasukan²-nja, terlambat datangnja karena harus melakukan upatjara agama dahulu. Marathon terletak dipantai rata jang berukuran kurang lebih 6 mil pandjangnja dan 2 mil lebarnja. Dikanan kiri pantai tersebut terdapat sungai² dan rawa² jang pada waktu itu berisi air sehingga tidak dapat menguntungkan pasukan berkuda Persia. Agak kedalam terdapat medan jang agak tinggi jang memungkinkan penempatan baik untuk sesuatu pertahanan. Diatas medan jang agak tinggi ini terkumpullah pasukan Junani. Dan dari situ pula dapat diawasi segala gerak-gerik lawannja. Marathon ini dipilih sebagai medan pertempuran atas andjuran Hippias, jang pada waktu itu turut dalam pasukan Persia. Hippias ini seorang keturunan bangsawan jang pernah memegang pemerintahan di Athene, tetapi karena kekedjamannja ia diusir. Marathon dipilih sebagai medan pertempuran, karena mengingatkannja kepada kemenangan jang mudah ditjapai empat puluh tudjuh tahun jang lewat ketika ia bersama ajahnja memerangi Athene. Dengan kemenangan² jang telah didapatnja, Datis mengharapkan bahwa pasukan² Junani akan menjerah padanja djuga. Oleh karena itu tidak heran, kalau ia tidak menjerang lawannja tetapi berada dikedudukannja semula ditepi pantai. Sebab ia mengharapkan kemenangan tanpa pertumpahan darah. Sebaliknja Miltiades tidak mau menunggu sampai ia mendapat serangan, sebab dengan menunggu-nunggu pasukan²-nja akan terpetjah-belah, sehingga achirnja akan mudah dikalahkan. Djadi meskipun pasukannja djauh {{Missing image}} #Kedudukan permulaan Junani. Pusatnja diperlemah untuk dapat memperkuat kedua sajapnja. #Junani menjerang sampai tempat itu. #Dataran Marathon jang berukuran pandjang 6 mil dan lebar 2 mil.<noinclude>{{rh|10}}</noinclude> acvvr3ei3rv1a2vr3vagk9towj0i04w Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/1117 104 98755 295465 274566 2026-05-14T12:47:41Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 295465 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{missing image}} <small>''Bangun dan bentuk mesdjid ini mewudjudkan peradukan kebudajaan dan peradaban timur asli.''</small> {{missing image}} <small>''Dengan disampingi oleh rumah adat, mesdjid ini memperlihatkan wadjah jang lebih spesifik.''</small> {{missing image}} <small>''Geredja inipun lebih banjak mengambil ,,wadjah" timur, sesuai dengan sumber adjaran jang dikembangkan.''</small><noinclude></noinclude> 1mvdp66ulay8nosocfqhuek6qbzpobm Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/1112 104 98760 295466 274576 2026-05-14T12:49:21Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 295466 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{missing image}} <small>''Batu bersurat di Pagar Rujung ditaman Adityawarman. Arti tulisan pada batu bersurat ini menurut keterangan jang diperoleh adalah tersimpul dalam perkataan:<br> „Dikota Pagar Rujung di rorong kampung Tengah, didusun Balai Djanggo diranah kampung Gudam, didjorong kampung, tungku nan tigo sedjarangan, radja nan tiga naik tobat", letak batu bersurat buatan anak Indo Djati (anak Hindu Sedjati) lebih kurang tahun 1375. Waktu penobatan inilah radja tsb. membebaskan sekalian orang tawanan".''</small> {{missing image}} <small>''Tjandi Muaro Takus di Pakan Baru.''</small> {{missing image}} <small>''Batu Sandaran''</small><noinclude></noinclude> 2j2xu8m9ku8yswrav44uo34d5pbcw3q Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/1107 104 98768 295467 274586 2026-05-14T12:50:21Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 295467 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{missing image}} <small>''Berdiri: Penghulu dengan pakaian kebesarannja. Duduk: Wanita dengan pakaian adatnja.''</small> {{missing image}} <small>''Salah satu bentuk rumah adat.''</small> {{missing image}} <small>''Rumah adat dan rangkiang-nja.''</small><noinclude></noinclude> 114to34aicw7d4g0gb435r78tbbdwgg Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/148 104 98813 295441 292589 2026-05-14T12:30:04Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 295441 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{rh||'''MAKLUMAT BERSAMA'''}} {{rh||'''TENTANG PERUNDINGAN INDONESIA BELANDA'''}} {{rh||'''DI PADANG.'''}} Tentang perundingan Indonesia-Belanda di Padang telah dapat ditandatangani oleh kedua belah pihak satu maklumat jang bunjinja sebagai berikut : {{multicol}} <ol> <li> Daerah primeter sekeliling kota Padang akan dikosongkan sama sekali oleh T.R.I. dan Barisan-barisan Indonesia jang bersendjata pada tanggal 31 Desember 1946 djam 24.00.</li> <li> Segala pos-pos Tentera Belanda jang bertambah sesudah 14 Oktober 1946 akan ditjabut.</li> <li> Untuk melaksanakan hal jang tersebut diatas, Tentera Republik Indonesia dan Belanda dengan ini memerintahkan menghentikan pertempuran dan menghindarkan kemungkinan pertikaian sendjata.</li> <li> Polisi N.R.I. bersendjata setjukupnja didalam kota Padang akan diperluas kekuasaannja sehingga dapat mendjalankan kewadjibannja mendjaga keamanan dengan sebaik-baiknja, untuk mana akan diadakan perembukan lebih landjut.</li> <li> Polisi N.R.I. berhak mengadakan perondaan didaerah perondaan tentera Belanda.</li> <li> Opsir-opsir penghubung akan diadakan oleh pihak tentera Republik Indonesia dan pihak Belanda.</li> {{multicol-end}} </ol> {{rh|'''Pro dan Contra Linggardjati.'''}} Sebagai telah kita katakan diatas maka rentjana persetudjuan Linggardjati ini memberi stimulans jang hebat, kepada situasi politik di Sumatera Barat apalagi setelah datang pernjataan pendirian dari pusat-pusat partai di Djawa tentang Linggardjati ini. Pada tanggal 5 Desember 1946 dalam konperensi Partai Komunis Indonesia di Solo telah diambil keputusan menerima Naskah Persetudjuan Linggardjati dimana ditegaskan bahwa setelah membatja serta mempeladjari Naskah Persetudjuan Indonesia-Belanda itu, jang langsung mengenai kepada politik dan perekonomian negara kita, maka kita (P.K.I.) memandang perlu menerima naskah itu dan menjetudjuinja sebagai satu sjarat jang baik untuk masa jang akan datang. Pada tanggal 4-12 Masjumi dalam konperensinja di Solo menjatakan menolak rentjana persetudjuan Linggardjati ini dengan mengadakan kampanje penolakan selama satu minggu mulai {{hws|tang|tanggal}}<noinclude>{{rh|142}}</noinclude> o2c6i1p9mstqlp5il582da2stjm1mxz 295443 295441 2026-05-14T12:30:31Z Link PB 26772 295443 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{c|'''MAKLUMAT BERSAMA'''}} {{rh||'''TENTANG PERUNDINGAN INDONESIA BELANDA'''}} {{rh||'''DI PADANG.'''}} Tentang perundingan Indonesia-Belanda di Padang telah dapat ditandatangani oleh kedua belah pihak satu maklumat jang bunjinja sebagai berikut : {{multicol}} <ol> <li> Daerah primeter sekeliling kota Padang akan dikosongkan sama sekali oleh T.R.I. dan Barisan-barisan Indonesia jang bersendjata pada tanggal 31 Desember 1946 djam 24.00.</li> <li> Segala pos-pos Tentera Belanda jang bertambah sesudah 14 Oktober 1946 akan ditjabut.</li> <li> Untuk melaksanakan hal jang tersebut diatas, Tentera Republik Indonesia dan Belanda dengan ini memerintahkan menghentikan pertempuran dan menghindarkan kemungkinan pertikaian sendjata.</li> <li> Polisi N.R.I. bersendjata setjukupnja didalam kota Padang akan diperluas kekuasaannja sehingga dapat mendjalankan kewadjibannja mendjaga keamanan dengan sebaik-baiknja, untuk mana akan diadakan perembukan lebih landjut.</li> <li> Polisi N.R.I. berhak mengadakan perondaan didaerah perondaan tentera Belanda.</li> <li> Opsir-opsir penghubung akan diadakan oleh pihak tentera Republik Indonesia dan pihak Belanda.</li> {{multicol-end}} </ol> {{rh|'''Pro dan Contra Linggardjati.'''}} Sebagai telah kita katakan diatas maka rentjana persetudjuan Linggardjati ini memberi stimulans jang hebat, kepada situasi politik di Sumatera Barat apalagi setelah datang pernjataan pendirian dari pusat-pusat partai di Djawa tentang Linggardjati ini. Pada tanggal 5 Desember 1946 dalam konperensi Partai Komunis Indonesia di Solo telah diambil keputusan menerima Naskah Persetudjuan Linggardjati dimana ditegaskan bahwa setelah membatja serta mempeladjari Naskah Persetudjuan Indonesia-Belanda itu, jang langsung mengenai kepada politik dan perekonomian negara kita, maka kita (P.K.I.) memandang perlu menerima naskah itu dan menjetudjuinja sebagai satu sjarat jang baik untuk masa jang akan datang. Pada tanggal 4-12 Masjumi dalam konperensinja di Solo menjatakan menolak rentjana persetudjuan Linggardjati ini dengan mengadakan kampanje penolakan selama satu minggu mulai {{hws|tang|tanggal}}<noinclude>{{rh|142}}</noinclude> sc7m7mqt6vrfinobm3ymzhev3gbu00f 295445 295443 2026-05-14T12:30:59Z Link PB 26772 295445 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{c|'''MAKLUMAT BERSAMA'''}} {{C|'''TENTANG PERUNDINGAN INDONESIA BELANDA'''}} {{C|'''DI PADANG.'''}} Tentang perundingan Indonesia-Belanda di Padang telah dapat ditandatangani oleh kedua belah pihak satu maklumat jang bunjinja sebagai berikut : {{multicol}} <ol> <li> Daerah primeter sekeliling kota Padang akan dikosongkan sama sekali oleh T.R.I. dan Barisan-barisan Indonesia jang bersendjata pada tanggal 31 Desember 1946 djam 24.00.</li> <li> Segala pos-pos Tentera Belanda jang bertambah sesudah 14 Oktober 1946 akan ditjabut.</li> <li> Untuk melaksanakan hal jang tersebut diatas, Tentera Republik Indonesia dan Belanda dengan ini memerintahkan menghentikan pertempuran dan menghindarkan kemungkinan pertikaian sendjata.</li> <li> Polisi N.R.I. bersendjata setjukupnja didalam kota Padang akan diperluas kekuasaannja sehingga dapat mendjalankan kewadjibannja mendjaga keamanan dengan sebaik-baiknja, untuk mana akan diadakan perembukan lebih landjut.</li> <li> Polisi N.R.I. berhak mengadakan perondaan didaerah perondaan tentera Belanda.</li> <li> Opsir-opsir penghubung akan diadakan oleh pihak tentera Republik Indonesia dan pihak Belanda.</li> {{multicol-end}} </ol> {{rh|'''Pro dan Contra Linggardjati.'''}} Sebagai telah kita katakan diatas maka rentjana persetudjuan Linggardjati ini memberi stimulans jang hebat, kepada situasi politik di Sumatera Barat apalagi setelah datang pernjataan pendirian dari pusat-pusat partai di Djawa tentang Linggardjati ini. Pada tanggal 5 Desember 1946 dalam konperensi Partai Komunis Indonesia di Solo telah diambil keputusan menerima Naskah Persetudjuan Linggardjati dimana ditegaskan bahwa setelah membatja serta mempeladjari Naskah Persetudjuan Indonesia-Belanda itu, jang langsung mengenai kepada politik dan perekonomian negara kita, maka kita (P.K.I.) memandang perlu menerima naskah itu dan menjetudjuinja sebagai satu sjarat jang baik untuk masa jang akan datang. Pada tanggal 4-12 Masjumi dalam konperensinja di Solo menjatakan menolak rentjana persetudjuan Linggardjati ini dengan mengadakan kampanje penolakan selama satu minggu mulai {{hws|tang|tanggal}}<noinclude>{{rh|142}}</noinclude> h0g7aafkz5dgowrp9tkeey87l210vit 295446 295445 2026-05-14T12:31:38Z Link PB 26772 295446 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{rh||'''MAKLUMAT BERSAMA'''}} {{rh||'''TENTANG PERUNDINGAN INDONESIA BELANDA'''}} {{rh||'''DI PADANG.'''}} Tentang perundingan Indonesia-Belanda di Padang telah dapat ditandatangani oleh kedua belah pihak satu maklumat jang bunjinja sebagai berikut : {{multicol}} <ol> <li> Daerah primeter sekeliling kota Padang akan dikosongkan sama sekali oleh T.R.I. dan Barisan-barisan Indonesia jang bersendjata pada tanggal 31 Desember 1946 djam 24.00.</li> <li> Segala pos-pos Tentera Belanda jang bertambah sesudah 14 Oktober 1946 akan ditjabut.</li> <li> Untuk melaksanakan hal jang tersebut diatas, Tentera Republik Indonesia dan Belanda dengan ini memerintahkan menghentikan pertempuran dan menghindarkan kemungkinan pertikaian sendjata.</li> <li> Polisi N.R.I. bersendjata setjukupnja didalam kota Padang akan diperluas kekuasaannja sehingga dapat mendjalankan kewadjibannja mendjaga keamanan dengan sebaik-baiknja, untuk mana akan diadakan perembukan lebih landjut.</li> <li> Polisi N.R.I. berhak mengadakan perondaan didaerah perondaan tentera Belanda.</li> <li> Opsir-opsir penghubung akan diadakan oleh pihak tentera Republik Indonesia dan pihak Belanda.</li> {{multicol-end}} </ol> {{rh|'''Pro dan Contra Linggardjati.'''}} Sebagai telah kita katakan diatas maka rentjana persetudjuan Linggardjati ini memberi stimulans jang hebat, kepada situasi politik di Sumatera Barat apalagi setelah datang pernjataan pendirian dari pusat-pusat partai di Djawa tentang Linggardjati ini. Pada tanggal 5 Desember 1946 dalam konperensi Partai Komunis Indonesia di Solo telah diambil keputusan menerima Naskah Persetudjuan Linggardjati dimana ditegaskan bahwa setelah membatja serta mempeladjari Naskah Persetudjuan Indonesia-Belanda itu, jang langsung mengenai kepada politik dan perekonomian negara kita, maka kita (P.K.I.) memandang perlu menerima naskah itu dan menjetudjuinja sebagai satu sjarat jang baik untuk masa jang akan datang. Pada tanggal 4-12 Masjumi dalam konperensinja di Solo menjatakan menolak rentjana persetudjuan Linggardjati ini dengan mengadakan kampanje penolakan selama satu minggu mulai {{hws|tang|tanggal}}<noinclude>{{rh|142}}</noinclude> o2c6i1p9mstqlp5il582da2stjm1mxz Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/654 104 98859 295416 274762 2026-05-14T12:06:36Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 295416 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{missing image}} <small>''Malam perpisahan dari Bataljon 123 Sibinuang jang hendak meninggalkan Sumatera Tengah.''</small> {{missing image}} <small>''Setahun kemudian. 10 NOPEMBER di TANDJUNG PINANG.''</small><noinclude></noinclude> qf2gjivn64ff9abg1zygylxlr6z35ww Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/653 104 98863 295415 274767 2026-05-14T12:05:51Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 295415 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{missing image}} <small>''Stempel keradjaan jang dipergunakan oleh Tuan Gadis.''</small> {{missing image}} <small>''Batu bersurat pada nisan (medjan) Alm. Adityawarman menurut setengah riwajat, ialah makam dari ajah Adi tyawarman.''</small>{{missing image}} <small>''Alat bunji-bunjian, gendang dan telempong.''</small><noinclude></noinclude> gt9774l88s1e22euuh2vf17q1r2yoi9 Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/652 104 98864 295413 274768 2026-05-14T12:04:28Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 295413 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{missing image}} {{c|<small>''Parade dari Bataljon Pagar Rujung di Padang sebelum berangkat ketempat jang baru di Sumatera Tengah.''</small>}} {{missing image}} {{c|<small>''Bataljon Pagar Rujung sebelum naik kapal dipelabuhan Teluk Bajur.''</small>}}<noinclude></noinclude> 0uoe8gdy4wkq9gl0joepbcy7xoe5hyg Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/651 104 98865 295412 274770 2026-05-14T12:03:36Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 295412 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{missing image}} <small>''Kembali ke kota sambil melambaikan Sang Dwi- Warna.''</small> {{missing image}} <small>''Dari berbagai daerah pedalaman, T.N.I. memasuki kota-kota.''</small><noinclude></noinclude> bq4r3pq77dydpi46yyrsult821sril5 Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/650 104 98866 295411 274771 2026-05-14T12:02:55Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 295411 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{missing image}} <small>''Major A. Hosen meneme rima penjerahan kota Solok dari Belanda.''</small> {{missing image}} <small>''Major Kemal Mustafa menanda tangani surat timbang terima dari tentara Belanda.''</small><noinclude></noinclude> iwarmktqzk2da1uoqrc8rpyjtp3t2jv Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/649 104 98867 295410 274774 2026-05-14T12:02:03Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 295410 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{missing image}} <small>''Sambil bergerilja mendengarkan warta berita dari radio rimbu jang ikut gerilja.''</small> {{missing image}} <small>''B.P.K.K.P. mengantarkan bahan makanan lainnja nasi dan ke Front.''</small><noinclude></noinclude> c2lutkytnfdl6w8dh9w1j84rfne95es Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/648 104 98869 295409 274778 2026-05-14T12:01:28Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 295409 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{missing image}} <small>''Sebuah lobang merupakan tebat disuatu kampung bekas sasaran bom tentara Belanda.''</small> {{missing image}} <small>''Berpakaian seragam atau tidak, namun kewadjiban tetap didjalankan.''</small><noinclude></noinclude> 0qobfv52r9k4sr1h68x7ic1pw10j4dr Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/647 104 98870 295408 274779 2026-05-14T12:00:57Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 295408 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{missing image}} <small>''Wanita djuga ikut memanggul senapan.''</small> {{missing image}} <small>''Barisan Pengawal Nagari dan Kota (B.P.N.K.) ikut memegang peranan dalam agressi ke II). Dari B.P.N.K., dibentuk pula P.M.T. (Pasukan Mobil Teras)''</small><noinclude></noinclude> eq0ashqlvxfhogrnbi3dapxqpkk8fu1 Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/646 104 98872 295407 274781 2026-05-14T12:00:01Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 295407 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{missing image}} <small>''Let. Kol Thalib mendjelaskan tjara melakukan penjerangan terhadap tentera Belanda kepada stafnja.''</small> {{missing image}} <small>''Mereka bersiap menerima perintah dari komandannja.''</small><noinclude></noinclude> eha2nj4bttqu38ijtou56m1zz42wb5w Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/645 104 98873 295406 274782 2026-05-14T11:59:22Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 295406 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{missing image}} <small>''Ibu-ibu dari dapur umum membagi-bagi nasi kepada pemuda-pemuda jang baru kembali dari mendjalankan tugasnja''</small> {{missing image}} <small>''Instruksi jang penting mesti diselesaikan dengan tjepat. Mesin tulis djuga ikut serta bergerilja.''</small><noinclude></noinclude> i18jxzy0ewdxnnaz56n4hiq3a7gf3rz Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/638 104 98881 295424 274793 2026-05-14T12:11:04Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 295424 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{missing image}} <small>''Mereka sudah siap buat melakukan tugas''</small> {{missing image}} <small>''Major Ahmad Hosen mendjelaskan tjara pemakaian sendjata baru kepada ibu-ibu B.P.B.M. jang mengantarkan makanan ke front.''</small><noinclude></noinclude> 8b5yyxw0onf6f1t39t2l3lw5fcb5x59 Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/637 104 98883 295422 274795 2026-05-14T12:10:31Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 295422 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{missing image}} <small>''Opsir jang baru tamat mengutjapkan latihan ,,djandji" setia negara dalam rapat umum di Bukittinggi.''</small> {{missing image}} <small>''Djembatan telah runtuh, mobil ditolak menjeberangi air untuk terus membawa alat-alat ke front.''</small><noinclude></noinclude> k2rkhodeh4t48l8i00agm41b6ogsat0 Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/634 104 98888 295421 274802 2026-05-14T12:09:51Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 295421 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{missing image}} <small>''.......mereka 'lah gugur sebagai pahlawan"...... Perletakan karangan bunga dimakam Pahlawan Bukittinggi oleh Kol. Dahlan Djambek (tengah).''</small> {{missing image}} <small>''Gambar bersama dimuka markas Polisi Tentera Sumatera di Bukittinggi.''</small><noinclude></noinclude> imbsr8ii4iaxrgl93zc60xz3sm1a8k2 Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/631 104 98892 295420 274810 2026-05-14T12:09:06Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 295420 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{missing image}} <small>''Lasjkar Muslimat Indonesia jang dibangunkan oleh Perti sedang berlatih.''</small> {{missing image}} <small>''Pemuda-pemuda desa dilatih dalam ketentaraan.''</small><noinclude></noinclude> 3w2uhf8q65jslqvpdq3bck3hq2xlmuj Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/123 104 98939 295810 295030 2026-05-14T16:35:50Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295810 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude>'''Dorongan keberanian menulis.''' Jang mendjadi pendorong untuk berbuat segala sesuatu dengan bebas, untuk mengetjam dan mengkritik setjara leluasa dan menimbulkan keberanian jang luar biasa itu disebabkan a.l. seperti berikut : <ol type="a"> <li>Semendjak negara kita bebas merdeka dan demokratis.</li> <li>Maklumat pemerintah tanggal 3-11-1945 tentang andjuran pemerintah untuk membentuk party² politik (multi party systeem).</li> <li>Hak-hak dan kebebasan Dasar manusia seperti telah tertjantum dalam UUDS Bagian V, dengan rentetan pasal² jang berhubungan dengan ini.<br> Jang penting adalah : Pasal 18. UUDS jang menjatakan bahwa : setiap orang berhak atas kebebasan agama, keinsjafan bathin dan fikiran.<br> Dalam pasal 19 telah dinjatakan bahwa : setiap orang berhak atas kebebasan mempunjai dan mengeluarkan pendapat.<br> Dalam pasal 29. UUDS. menjatakan bahwa : setiap orang berhak mendirikan serikat sekerdja dan masuk kedalamnja untuk melindungi dan memperdjangkan kepentingannja.</li> <li>Pentjabutan beberapa pasal² dari K.U.H.P. jang mengenai persdelict, drukpersdelict dsb.</li></ol> Diatas ini adalah sandaran jang penting bagi pendjabat² persuratkabaran untuk menggerakkan fikirannja ditengah² pembatjanja, sehingga sering lupa pada batas² kesopanan umum. Dalam soal ini pers tidak mungkin mentjerminkan sesuatu jang dapat diharapkan oleh masjarakat. '''Kebebasan jang mengikat.''' Hak-hak kebebasan itulah jang dapat mendorong keberanian menjatakan suatu pendapat baik setjara lisan maupun setjara tertulis. Kesalahan² dari pendjabat² persuratkabaran adalah terletak pada : <ol type="a"> <li>kurang ketelitian atau mengabaikan pasal² dalam UUDS, jang mengenai pengaturan kebebasan.</li> <li>kurang memahami bunji pasal : 132. UUDS, jang menjatakan bahwa : setiap orang jang ada didaerah negara harus patuh pada undang², termasuk aturan² hukum jang tertulis ataupun tidak tertulis.</li></ol> Kurang memahami UUD. Proklamasi pasal 28 jang menjatakan : bahwa kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan ditentukan dengan undang². Djelaslah disini bahwa hak-hak kebebasan itu masih harus diatur sebaik²nja dengan melalui hukum. Manusia adalah tetap sebagai "manusia", jang memiliki hak-haknja. Hak-hak itu berasal tidak dengan sendirinja, dari chodratnja, akan tetapi hukumlah jang memberi hak itu. Dan oleh karena hukum jang memberi hak itu, maka hukum pulalah jang dapat membatasi hak² tersebut. Disinilah terdapat hubungan jang erat dengan ethiek journalistik. (lihat ethiek Kant). Walaupun setiap orang boleh mengeluarkan pendapat, tetapi karena jang memberikan kebebasan itu hukum, maka hukum pula jang dapat membatasi segala sesuatunja. Bagi pendjabat² persuratkabaran tidak ada keistimewaan untuk mendjalankan tugasnja. Pelanggaran jang dilakukan berhubungan dengan tugasnja tjukup dituntut melalui K.U.H.P. Disinilah tempatnja kekangan bagi mereka jg. mengeluarkan pendapat dan penjiaran² berita jang dianggap tidak baik. '''Pers dalam keadaan S.O.B.''' Sebagai jang telah dikemukakan diatas, bahwa hukumlah jang memberi hak-hak manusia itu; hak-hak ini dapat dikurangi atau dapat dilenjapkan, jaitu djika kepentingan negara dan kepentingan umum mengharuskannja atau djika keadaan membahajakan. Kebebasan menjatakan pendapat setjara lisan ataupun tertulis, bersidang dan berkumpul dapat dibatasi dengan peraturan jang ditentukan oleh penguasa militer. Apakah jang mendjadi sebab suatu negara dalam keadaan S.O.B.? Dalam WVS. disebutkan: Negara dinjatakan dalam keadaan S.O.B. bila terdjadi: <ol type="a"> <li>ada serangan.</li> <li>bahaja serangan.</li> <li>pemberontakan, perusuhan, hingga dikhawatirkan pemerintah sipil tidak sanggup mendjalankan pekerdjaannja.</li> <li>bahaja alam.</li></ol> Setelah pernjataan negara dalam keadaan bahaja dilakukan untuk sebagian atau seluruh daerah negara, maka kekuasaan jang mendjalankan peraturan² undang² diserahkan pada Dewan Pertahanan Negara, hal ini penguasa militer. Penguasa militer berhak membatasi atau menghapuskan kemerdekaan bersepakat, berkumpul atau mengeluarkan fikiran menurut aturan² jang ditetapkan olehnja. Penguasa militer berhak membatasi atau melarang pentjetakan pengumuman², gambar² dsb. menurut aturan² jang ditentukannja. Penguasa militer berhak membatasi atau sama sekali melarang pengiriman berita² dengan perantaraan² pos, tilpun, radio menurut peraturan² jang ditetapkan. Dengan batasan² itulah pendjabat² pers harus mengetahuinja dan memahaminja. Pendjabat² pers harus dapat menempatkan dirinja diatas segala²nja. Hal ini disebabkan karena<noinclude>{{rh|||5}}</noinclude> kcrxt7sur895nf3ziu4o75wk261igar Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/205 104 99474 295813 293465 2026-05-14T16:37:50Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295813 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude>Ketika kampung jang berada dimuka kami tinggal beberapa meter sadja lagi, pesawat udara Belanda tadi kian mendekat djuga dan gerakan lori jang ada dibawahnja itu agaknja telah nampak oleh mereka. Lori segera kami hentikan dan Rianto segera kuangkat dipunggungku sedang kawan² lainnja itu segera kuperintahkan mentjari perlindungan untuk menjelamatkan diri. Dalam sebuah selokan jang terlindung dengan pohon² alang² jang agak lebat disitulah aku dan Rianto menghindar. Walaupun sedang sakit tetapi nampaknja Rianto sedar djuga bahwa waktu itu sedang dalam keadaan bahaja. Ia tiarap disampingku dengan tjermatnja meskipun badan kami telah terendam dalam lumpur selokan itu. Sedjurus kemudian terdengarlah tembakan² jang riuh jang dimuntahkan oleh Tjotjor Merah kepada sasarannja lori jang tadi kami bawa. Rupanja mantel selimut Rianto tadi jang tertinggal diatas lori itu menarik perhatian mereka, begitupun barang-barang jang kami bawa jang tak sempat kami ambil mendjadi umpan peluru² maut mereka. Dan tidak puas dengan hanja lori itu sadja, bahkan disekitar tempat itu tidak luput mereka bersihkan dengan hudjan peluru, sehingga njaris tempat perlindungan kami djuga kena terdjang keganasan mereka. Mereka tidak akan senang sebelum ada mangsanja jang mati kaku atau setidak-tidaknja darahnja tertumpah. Setelah beberapa waktu berlalu, suara tembakan tiada terdengar lagi dan deruman Tjotjor Merah kembali mendjauh. Namun kami belum berani meninggalkan tempat perlindungan masing² karena chawatir kalau² Tjotjor Merah kembali pula menurut kebiasaannja jang lalu-lalu. Sesaat lamanja kami tetap berdiam diri membiarkan dengungan spitfire itu hilang lenjap ditelan kesepian tempat itu kembali. Dan setelah kami jakin bahwa itu tidak akan terdjadi lagi barulah kami muntjul satu demi satu. Agak heran aku melihat Rianto karena rupanja kini ia telah dapat berdjalan sendiri tanpa digotong lagi. Namun belum ada waktuku membulatkan perhatianku kepadanja karena aku lagi me-manggil² kawan² jang lain. Anggauta PPPK memperlihatkan diri dan selang seketika disusul oleh seorang orang kampung jang menemani kami tadi datang tergopoh² menghampiriku dan dengan ter-engah² ia berkata : {{Bulleted list|list_style=list-style-type:'— '; |Pak, Si Suto kena peluru ! |Dimana ia sekarang ?! tanjaku tjepat.}} Sebagai ganti djawaban ia menuding dan berlari kembali kearah tempat Suto dan kami segera mengikutinja dari belakang. Suto adalah salah seorang kampung jang tadi ikut mendorong lori. Didalam sebuah selokan jang sama dengan tempat perlindunganku tadi kami dapati Suto terbaring dengan kaki jang berlumuran darah. Paha kanan Suto dilanggar peluru kesasar Tjotjor Merah dan segera djuga kami gotong dan diberikan pertolongan pertama oleh anggauta PPPK tadi. Rianto turut pula sibuk memberi pertolongan. Aneh, tampaknja Rianto sehat kembali. Si Suto kami letakkan diatas lori ganti Rianto dan kami dorong ke Rumah Sakit Darurat. Dan Rianto tak ketinggalan lagi turut membantu kami mendorong. Ja, kalau berangkat pagi tadi Rianto jang kami dorong, kini sebaliknja Rianto turut mendorong Si Suto. Sambil tertawa geli kusodorkan mantel bekas selimut Rianto jang sudah bolong² oleh peluru itu kepadanja seraja berkata : {{Bulleted list|list_style=list-style-type:'— '; |Nih, mantelmu, rupanja Tjotjor Merah telah memberikan obat jang mandjur kepadamu |Sjukur, sjukur, agaknja Tjotjor Merah sengadja hendak menjembuhkan aku untuk kembali ia kita gempur, gempur dan gempur!}} Dan kami terus mendorong djuga{{...|9}}<noinclude>{{rh|||35}}</noinclude> lwvntgpv2yx16e9z9r1i1k053fx9sdx Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/104 104 99704 295439 292658 2026-05-14T12:28:45Z Link PB 26772 /* Tervalidasi */ 295439 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Link PB" /></noinclude>{{C|'''KEMBALI KEPADA PEMUDA PELOPOR.'''}} Api jang dikobarkan oleh para Pemuda Pelopor ini menjala dengan sangat hebatnja, karena memang sesuai dengan semangat heroisme. Disetiap kota, terutama Padang dan Bukittinggi jang diduduki Sekutu, timbullah kemauan bertindak jang sangat bergelora. Dinding -dinding rumah jang dipinggir djalan diukiri dengan sembojan- sembojan jang garang dan galak bunjinja dalam pelbagai bahasa seperti: <poem> {{C|Tekad kita „MERDEKA ATAU MATI !” Down with Imperialism! Away with Colonialism! Indonesia for Indonesian !}} </poem> Mereka mengandjurkan perampasan sendjata dari Djepang agar pedjuang dapat mempersendjatai diri, dan perampasan ini harus dilakukan dengan segala tjara jang mungkin . Maka terdjadilah insiden-insiden dimana-mana. Insiden-insiden ini bukan sadja terdjadi dengan Djepang, tetapi djuga dengan pihak Sekutu utamanja di Padang, dan makin lama perampasan sendjata ini makin merata dan terdjadi dalam ukuran jang lebih besar dengan setjara tersusun . {{center|'''PERGANTIAN RESIDEN SUMATERA BARAT<br>JANG PERTAMA.'''}} '''Residen ke-II Datuk Perpatih Baringek, 15 Nopember 1945.''' Pada bulan Nopember 1945, Saudara M. Sjafe'i oleh kesehatan terganggu mengundurkan diri dari djabatan Residen, dan diganti oleh K.N.I. Sumatera Barat pada tanggal 15 Nopember dengan Saudara Dt. Perpatih Baringek. Setiap repolusi tak sunji dari excessen. Begitu djuga di Sumatera Barat. Semangat jang meluap menentang musuh dan kaki tangannja, melandjut kepada tindakan terhadap bangsa sendiri jang dengan beralasan dan kadang-kadang dengan tak beralasan dituduh mendjadi kaki tangan musuh. Maka terdjadilah peristiwa „Barisan Maut" di Sawah Lunto, Padang dan Bukittinggi dan sebagainja jang bertindak sendiri menangkap dan menghukum orang-orang dianggapnja pengchianat repolusi dari bangsa Indonesia. Keadaanini tak dapat dibiarkan terus. Pemerintah lalu mengeluarkan satu maklumat No. 15 tanggal 7 Desember 1945 dimana dilarang bertindak menghukum sendiri dan pelanggar diantjam dengan hukuman berat. '''Maklumat 7 Desember 1945 tidak boleh bertindak liar.''' Maklumat ini diiringi dengan tindakan penangkapan terhadap orang-orang jang bersalah dalam hal ini. Maka djalan repolusi<noinclude>{{rh|98}}</noinclude> qev0or98boglxi7iup6603u41e7bmj9 Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/193 104 100438 295667 292814 2026-05-14T14:47:46Z Riiiv 22458 /* Telah diuji baca */ line break 295667 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" /></noinclude>Suatu suka-tjita jang tidak ada bandingnja ditempat tugas ini ialah bila kita menerima surat². Terlebih bila surat itu dari isterinja, dari ”mbokne tole”, dari anaknja jang baru beladjar menulis dan dari si-dia. Tetapi sangat disajangkan bahwa pengiriman surat² dari Tanah-Air tidak sebanjak seperti kita mengirimkannja, atau djelasnja pengeluaran lebih banjak dari pada penerimaan. Pada bulan pertama tertjatat rata² setiap hari 250 pengeluaran dan 50 helei surat penerimaan untuk seluruh Bn. Bulan kedua keadaan mendjadi menurun, 200 pengiriman dan 40 surat penerimaan rata² setiap hari. Terlebih dalam bulan ketiga ini penerimaan surat² dari Tanah-Air lebih ”seret” lagi setelah surat² dari Indonesia diurusi oleh Djawatan Pos Tentara (DPT) kita. Surat² jang biasanja dalam 7 hari sudah sampai dan terbatja kini paling tjepat 3 (tiga) minggu baru sampai kepada alamatnja. Halloo rekan² dari D.P.T. batjalah surat kami ini. Banjak keluhan dari petugas² UNEF Indonesia karena terlalu lama tidak menerima surat. Maksud Tuan² adalah baik, ialah meringankan beban keluarga dan melantjarkan pengiriman berita. Tetapi hatsil dan pelaksanaannja adalah kebalikannja. Sangat disajangkan. Surat adalah moreel, itu suatu kenjataan. Walaupun pada achir² ini saja tak dapat mendengar berita² jang menggembirakan dari Tanah-Air. Segala kedjadian² obstructief didalam hidup politik meliputi bidang² di Negara kita. Tetapi itu semua tidaklah mengalihkan perhatian dari tugas pokok kita diluar Tanah-Air sana. Memang benar ada beberapa Perwira dari Negara lain, dari Swedia, Norwegia jang menanjakan kepada kami, bagaimana keadaan sebenarnja di Tanah Air kita Indonesia. Kepada mereka itu tjukuplah kita berikan djawaban: ”Ja begitulah Tuan, Negara muda, bukankah Negara Tuan pernah mengalami djuga sematjam itu?”. Itulah teman² sekedar suka dan dukanja, sekarang mari kita meningkat kepada tugas. '''Tugas Bataljon kita.''' Hingga surat saja ini kutulis tugas Bn kita masih tetap belum ada perobahan² jang besar. Setelah ada situasi baru dalam pertengahan bulan ini jakni dengan penarikan mundur pasukan Israel dari daerah Gaza dan Akaba, maka Bn diserahi pendjagaan di HQ UNEF El-Ballah menggantikan Bn. Brazil. Setelah HQ UNEF pindah ke Gaza maka Camp El Ballah diserahkan kepada fihak militer Mesir. Jang bertugas di El Ballah dan selandjutnja menjerahkan kepada Mesir adalah Kie ”B” dibawah Kapt. Soeprapto. Tugas² lainnja didaerah Sinai El Thamed, perbatasan dengan Israel dekat dengan teluk Akaba, pendjagaan di base UNEF Abu-Suweir dan di Port Said untuk pengawalan dan pendjagaan kapal barang² UNEF. Umumnja pada masing² tempat tugas diinzet satu Kie kita. Djadi saat ini Bn Garuda I tidak atau belum ditempatkan di Gaza atau Akaba. Ada beberapa orang anggauta Bn kita jang ditugaskan sebagai Polisi Militer di HQ UNEF dan mereka itu sudah lepas dari Bn, tetapi pers. administratief tetap. Senang bagi mereka jang ditugaskan sebagai P.M. ini, karena digabungkan dengan dari lain kesatuan/Negara dan banjak menambah pengalaman bekerdja. Tidak banjak kami tjeriterakan mengenai keadaan tugas, jang pada umumnja peradjurit² kita dapat bekerdja dengan baik mendjalankan tugasnja dengan sempurna dan ada kerdja sama dengan lain contingenten ataupun dengan atached unit jang diperbantukan kepada kita. Menjimpang dari kesanggupan saja dahulu bahwa akan saja tjeriterakan mengenai UNEF sightseeing tour. Baiklah hal itu saja tulis kemudian sadja dan perlu sebelumnja saudara ketahui pula tentang Suez-Kanaal. '''Sedikit tentang Suez kanaal.''' Kalau saja bertjeritera tentang Suez kanaal bukannja maksud bagaimana pendapat dengan nasionalisasi dari terusan Suez dan sebagainja. Tetapi hanja sekedar sebagai bahan pengetahuan belaka bagi teman² sekalian. Waktu kami terbang dari Libanon menudju Afrika Utara sudah dapat terlihat terusan ini seperti sungai jang membudjur dari Utara ke Selatan. Memang kenjataannja demikian Teman, dengan tidak mengurangi akan arti dari pada terusan tsb. bentuknja seperti ”kalen” jang maha besar. Pandjang terusan ini dari udjung Utara Port Said sampai keudjung Selatan Suez ada l.k. 200 KM. Dalamnja paling sedikit 12 M berarti ada jang lebih dalam lagi dan lebarnja antara 60 sampai 120 M karena kadang² terdapat perairan² lebar seperti the Great bitterlake dsb. Dalam bulan pertama waktu kita sampai di Mesir belum ada lalu-lintas jang melalui terusan tsb., karena masih banjak kapal² jang tenggelam akibat pemboman Inggris/Prantjis dan menghalangi lalu-lintas. Kami saksikan kapal² ”Ausdauer” dan ”Energie” dari Hamburg Djerman Barat djuga kapal² keruk lainnja jang dipergunakan oleh United Nations Ship Clearing Organisation (U.N.S.C.O.) membersihkan sisa rangka² kapal jang tenggelam. Sekarang ini boleh dikata hampir selesai pembersihan rangka² kapal, tinggal beberapa jang dapat saja lihat diperairan Post Said, Port Fuad dan beberapa di Suez. Dan pula sudah dimulai lalu-lintas kapal² ketjil dibawah 10 ribu ton. Kami lihat sudah banjak kapal² di Suez ataupun di Post Said jang menunggu giliran convooi melalui terusan Suez ataupun menurunkan/menaikkan barang² muatannja. Ada kapal² Panama, Griek, Norwegia, Belanda Rusia dan Mesir sendiri dan kapal² Negara lainnja. Sungguh merupakan pemandangan jang baik bila Sdr<noinclude>{{rf|||23}}</noinclude> 2askqtqe5fsgwi8fzr32kznjjgzmdnx Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/201 104 101053 295668 292831 2026-05-14T14:49:05Z Riiiv 22458 /* Telah diuji baca */ line break 295668 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 201 crop).jpg|600px|kanan]] {{Left sidenote|<big><big><big>'''''<big><big>KSAD.</big></big>''''</big></big></big>'}} {{Left sidenote| <big><big><big> ::SUMBANG :::PENDERITA ::::TJATJAT</big></big></big>}} [[File:Madjalah Angkatan Darat (page 201 crop2).jpg|600px|kiri]] {{Right sidenote| ''Gambar atas:'' Let. Kol. R. Pirngadi (no. 2 dari kiri) bersama ketua Ikatan Penderita Tjatjat Indonesia, Hasan Basri, wakil Veteran dari Pilipina dan para Wartawan sedang masuk halaman asrama penderita tjatjat.}} {{Right sidenote| ''Gambar Tengah:'' Sdr. Hasan Basri, ketua Ikatan Penderita Tjatjat Indonesia sedang menanda tangani naskah tanda penerimaan atas sumbangan² tsb.}} {{Right sidenote| ''Gambar bawah:'' Salah seorang anggota penderita tjatjat mengutjapkan terima kasihnja atas sumbangan² jang diberikannja.}} [[File:Madjalah Angkatan Darat (page 201 crop3).jpg|600px|kanan]] KSAD Djend. Maj. Nasution telah memberikan sumbangan kepada penderita tjatjad didaerah Karanganjar, Djakarta. Barang² sumbangan tersebut brupa pijama, tjelana, kaos, sikat gigi dll serta uang sebesar Rp.5.000,— KSAD Djen. Maj. Nasution pada saat itu diwakili oleh '''Let. Kol. Pringadi''' Hadir pada saat penjerahan barang² itu, Wakil Veteran dari Filipina, serta Ketua Ikatan Penderita Tjatjad Indonesia Hasan Basry dalam kata sambutannja menjampaikan rasa terima kasihnja. Dapat ditambahkan pula bahwa keluarga tjatjad ditempat itu berdjumlah 250 orang.<noinclude></noinclude> bmparjmlj9fwuk87w90c94u54jy8v69 Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/711 104 101125 295468 295260 2026-05-14T12:52:46Z Aeia aai 24023 295468 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Aeia aai" /></noinclude>{{c|<big>'''Pengertian & Pemakaian dari'''<br>'''Intelligence dan Security'''</big>}} Maksud tulisan ini ialah untuk sekedar memberikan uraian tentang pengertian globaal dari pada intelligence dan security serta fungsi dari masing²-nja guna pemakaiannja jang tidak keliru. Uraian² jang mendalam tentang ini akan diberikan sesudah tulisan ini dapat dihidangkan kepada para peminatnja. Perlunja uraian jang setjara globaal ini diberikan, mengingat bahwa sering orang mempergunakan istilah² intelligence dan security dengan pengertian jang salah, ditjampur baurkan atau disamakan sadja arti keduanja dalam menafsirkan dan menjatakan fungsi²nja. Jang lebih mengetjewakan lagi ialah bahwa banjak jang menganggap activiteit dari pada fungsi intelligence dan security sebagai suatu „momok” dan karenanja lalu timbul perasaan untuk memandang ”ongunstig” terhadap pendjabat-pendjabat dari pada intelligence dan security. Dengan membitjarakan soal ini hanja jang chusus terdapat dalam A.P. kita dalam Negara jang masih muda, maka sebab² dari pada keadaan diatas antara lain adalah: #Salah mengartikan istilah² intelligence dan security maupun oleh pendjabat² intelligence/security sendiri, ataupun oleh pendjabat-pendjabat lainnja dalam Angkatan Perang. #Karenanja lalu berakibat pula salah pemakaiannja dan penggunaannja jg disebut dalam ad. 1 dan 2 maka sering terdapat kesukaran² dalam kerdja sama antara pendjabat² intelligence/security dengan pendjabat lainnja, umpama dalam kesatuan, staven, djawatan² dan sebagainja terutama dalam pelaksanaan security militer. #Perasaan jang timbul pada sebagian besar petugas² intelligence/security, se-akan² mereka ”orang² istimewa” atau „orang² pilihan”, karenanja lalu menimbulkan sikap jang mengetjewakan anggota lainnja jang bukan petugas intelligence/security. #Ini suatu kesalahan besar, karena petugas² intelligence/security (umpama di Seksi I Terr./A.D. dsb) adalah tidak lebih dan tidak kurang sebagai peradjurit² lainnja. Mungkin sudah satu sebab dari padanja ialah karena, mereka jang termasuk dalam golongan ini, menghubungkan istilah intelligence dengan pengertian „ketjerdasan” (intelligence berarti djuga ketjerdasan), lalu menganggap dirinja lebih tjerdas dari peradjurit² lainnja. Padahal tugas mereka jang memang menghadjatkan ketjerdasan berfikir, hanjalah guna memberikan kesempurnaan bagi hasil² pertempuran dari si-peradjurit (combat intelligence). meskipun tugasnja sering bersifat istimewa. #Selama Pemerintah Djadjahan Belanda dan Djepang rakjat Indonesia banjak jang mendjadi korban fitnahan dari petugas² intelligence Pemerintah tersebut. Kebanjakan kegiatan² dari pada petugas² intelligence dizaman Pemerintahan² tersebut hanja ditudjukan kepada kepentingan mendapatkan uang (honoraium) sadja, tidak perduli kalau keterangan² jang diberikan hanja di-tjari² djadi kesalahan² hanja diada²kan. Maka bagi rakjat dari Negara kita jang masih muda ini, sukarlah untuk menghilangkan kesan² jang buruk terhadap kegiatan intelligence meskipun mereka telah hidup dialam jang merdeka dan berdaulat. Kesimpulan dari keterangan² ad. 1, 2, 3 dan 4 ialah, bahwa: keinsjafan terhadap intelligence dan security (inteligence-& security mindedness) masih kurang dan belum mendalam, karena pertumbuhan dari Angkatan Perang kita melalui proses jang revolusionair.<br> Pengertian tentang intelligence & security.<br> Pengertian tentang intelligence & security.<br> Perkataan Intelligence berasal dari bahasa Latin: Intelectum. Dalam bahasa Indonesia berarti; {{sp|Ketjerdasan}}. Mengapa intelligence didasarkan kepada pengertian ketjerdasan? Karena untuk mentjiptakan sesuatu jang dinamakan intelligence, menghendaki ketjerdasan dalam tjara mendapatkannja, mentjari hubungannja dsb. Intelligence djuga diartikan: Penjelidikan, dan pengertian inilah jang paling banjak dipergunakan: Sebetulnja istilah intelligence tidak dapat diartikan sepenuhnja dengan istilah penjelidikan. Penjelidikan hanjalah salah satu dari pada fungsi² intelligence, atau dengan lain kata, karena hasil² penjelidikan, maka tertjiptalah apa jang dinamakan intelligence. Definisi bagi istilah intelligence ialah: a. dalam arti jang lebih luas : pengetahuan atau ilmu jang mentjari pendjelasan² atau djawaban-djawaban pada tingkatan terbaik atas masaalah², umpama masaalah² militer, politik, ekonomi, dsb. b. dalam arti jang lebih sempit antara lain segala kegiatan jang bertjorak gelap atau rahasia guna menimbulkan kerugian kepada musuh atau sesuatu jang dianggap/mungkin djadi musuh (sabotage, spionnage, propaganda). Hasil penjelidikan jang belum melalui proses penjelenggaraannja jang telah ditentukan, belum dapat dipergunakan sebagai intelligence, djadi belum dapat ia mendjelaskan sesuatu keadaan atau possisi jang dibutuhkan. Umpama hasil² penjelidikan terhadap kubu pertahanan musuh jang begitu sadja diterima dari petugas penjelidik belum dapat dipergunakan oleh seorang komandan kesatuan guna menentukan tindakan selandjutnja. Djadi djelaslah, bahwa apa jang sering dan selalu diartikan dengan penjelidikan bagi istilah intelligence, sebenarnja hanjalah pengertian tentang salah satu dari pada fungsi intelligence itu.<noinclude>{{rh|||53}}</noinclude> 2uc9jphtq8h4kmudq5so57w8eijjvle Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1147 104 101157 295860 283537 2026-05-14T16:59:52Z Lutfiyatun 26681 /* Tervalidasi */ 295860 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{hwe|hat|melihat}} bekas kakinja jang sebesar tempat duduk di Jeep tuan. Kalau bitjara tentang gadjah--saja ingat Peleton Pak Kadirun dari Kompi II/444. Sewaktu mengadakan pentjegatan pada anggota gerombolan PRRI jang telah mundur--ditengah djalan terhalang oleh gerombolan Gadjah jg akan lewat didjalan itu — tidak ada djalan lain-- dan kalau kita mau menembak gadjah² itu--ten- tu kita banjak untungnja--dan mungkin anggota satu kompi akan mempunjai pipa gading semua. Tapi karena waktu itu kita sedang dalam keadaan mentjegat musuh--dan kita djangan sampai diketahui musuh lebih dahulu-- terpaksa kita menjingkir untuk memberi djalan pada gadjah² itu. Dan akibatnja kita terlambat datang ditempat jang sudah ditentukan--anggota PRRI sudah datang lebih dulu dan sudah pergi. Tapi kalau tuan bernasib untung. Seperti Pak Bambang, Perwira Perwakilan Bataljon 444 jang ditinggalkan di Djawa — sewaktu tugas dinas ke Sumatra dalam perdjalanan menudju ke Kompi² bisa bertemu dengan anak gadjah jang sudah mati--meskipun tidak besar--tetapi gadingnja sudah tjukup untuk beraksi mendjadi pipa--dan untuk tanda bukti bahwa didaerah kita bertugas masih banjak gadjahnja. [[File:Madjalah Angkatan Darat (page 1147 crop).jpg|400px|kiri|jmpl|Djalan² jang tidak terpelihara menjebabkan kurang lantjarnja operasi militer dalam membasmi pemberontak. Namun APRI mampu memperbaikinja. '''(Gbr. Penulis).''' ]] Kalau tuan dengar ,,pipa gading”--tentu tuan ingin memiliki bukan. Karena tuan tentu suka merokok. Nah--kalau memang tuan tidak mendapatkan gading gadjah--djangan tuan tjemas tidak perlu repot². Giginja sadja tuan — sungguh tuan — gigi gadjah djuga bisa untuk didjadikan pipa — aksinja tidak kalah ada jang dibikin mainan perhiasan seperti "akik"-leontin. Suatu pendapatan baru — mungkin tuan baru mendengar bahwa gigi gadjah untuk bikin pipa, leontin/tjintjin. Nanti tuan bisa menjaksikan sendiri bila diantara teman² kami ada jang membawa buah tangan pipa jang terbikin dari gigi gadjah dan leontinnja jang sudah dilapis mas 24 karat. Masih ada suatu halangan lagi tuan--mungkin serombongan Babi-rusa jang tak terkira banjaknja akan melewati ditempat tuan bermalam. Dan tuan djangan bingung--kalau mau tembak--dengan gawur sadja, sekali tembak tentu kena dua atau tiga--dan kalau tidak malu tuan bisa berpesta ditengah hutan tsb. Itulah tuan risiko²nja bila tuan terpaksa bermalam ditengah hutan--hanja djangan mengharap sadja bertemu dengan Harimau--akan menggigil tuan nanti. Selandjutnja bila tuan sudah bisa melewati djalan² jang sangat rusak itu berarti tuan sudah sampai ke Tandun. Kotanja sunji--karena sekarang ibu-kota ketjamatannja pindah di Udjungbatu. Di Peta tuan tidak akan mendapatkan--tapi gampang sadja untuk mentjarinja. Kl. 30 Km dari Tandun djalan tuan terhalang oleh Sungai Rokankiri-Sungai ini bermata-air dari G. Talakmau--dan bernama Batangsumpur. Setelah melalui kota Rokan dan Kotaintan namanja djadi Rokankiri Dan Udjungbatu terletak diantara kota Rokan dan Kota-intan--dititik pertemuan antara djalan besar dan sungai tsb. Dan mari singgah sebentar dikota Ketjamatan Udjungbatu ini. Kotanja ketjil memandjang menurutkan djalan besar--disebelah selatan dibatasi Sungai Rokan dan jang sebelah utara berpagar dinding hutan jang berawa. Kelompok² rumah jang tingginja rata² 1 meter tampak berdjedjal dengan tidak berpagar--djadi tidak mengerti batas² halamannja. Mempunjai lapangan sepakbola satu. S.R. VI satu dan S.M.P. Islam ada satu. Pasar satu dan hanja tiap hari Kemis pasarannja. Penduduknja tak begitu banjak— dan ada djuga jang ikut gerombolan. Penghidupannja banjak jang berdagang — mentjari ikan — dan menjadap karet. Dan memang karet ini termasuk penghasilan jang terbesar disini. Tjara bergaulnja jang kurang begitu rapat — namun kami bisa bergaul agak rapat dilapangan Olahraga dan Kesenian. Kebanjakan beragama Islam. Tidak terdapat sawah disana — dengan sendirinja binatang ternak seperti<noinclude>{{rh|||37}}</noinclude> 971p6gutcsbeeqg5b10xfkncqtooca7 Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1148 104 101179 295858 283609 2026-05-14T16:59:36Z Lutfiyatun 26681 /* Tervalidasi */ 295858 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 1148 crop).jpg|kiri|300px|jmpl|Tugas mendorong Truck jang mendjeladjahi hutan² inipun tjukup membikin keringat basah kujub. (Gbr : Penulis)]] kerbau — lembu tidak terdapat — malahan andjing banjak terdapat disana — entah liar entah dipelihara — tapi ternjata banjak. Dan tuan bila bermalam disana--djangan terkedjut bila ditengah malam terdengar gonggongan andjing seluruh kota--sungguh rame sekali. Adakalanja sang Harimau menindjau dan djalan² disana ditengah malam. Buah²an Nanas banjak terdapat, disana ladangnja merupakan hutan nanas sadja. Itulah sedikit tentang kota ketjamatan Udjungbatu. Tempat Komando Vak: 5. Sector „A” Bn. 444 Diponegoro berkedudukan. Dan marilah melandjutkan perdjalanan menudju ke Pasirpengarajan. Dari sini tuan harus mempergunakan rakit lagi seperti di Rantauberangin tadi. Mulai dari sini djalan²nja sudah tak begitu rusak — karena sedikit banjak sudah diperbaiki oleh P.U. Pasirpengarajan — dan tuan tidak akan turun untuk mendorong dan menarik oto tuan — seperti di djalan Rantauberangin sampai Tandun tadi. Nah — setelah tuan lewati Pasar Suraugading djalan-nja ada jang agak naik sedikit — tapi tidak begitu menandjak. Setelah melalui djembatan Sungai ketjil Kaiti, sampailah tuan ke kota Ketjamatan Pasirpengarajan, mari singgah sebentar. [[File:Madjalah Angkatan Darat (page 1148 crop2).jpg|300px|kanan|jmpl|Untung djuga bila bertemu dengan Gadjah jg. ngamuk tjukup berabe djuga. (Gbr : Penulis)]] Kotanja ketjil djuga — satu djam berdjalan kaki sadja tuan sudah lengkap mengitari kota. Pinggiran kota dipagari oleh hutan² lebat dan hutan karet. Letaknja dipinggir sungai Rokan- kanan — Sungai Rokankanan ini bermata air dari pegunungan Kulabu jang letaknja ditapalbatas Sumatra Tengah dan Sumatra Utara. Dari Pasirpengarajan bila tuan mengadakan perdjalanan dengan Kapal ketjil sampai kekota Kotatengah, dan bila tuan teruskan lagi bisa bertemu dengan sungai Rokankiri — dan selandjutnja tuan akan bisa sampai ke pelabuhan Bagansiapiapi. Kembali tentang Pasirpengarajan. Mengenai penduduknja tak berbeda dengan Udjungbatu — hanja agak rapat disini dan lebih madju/modern. SR ada 2 buah, SMP Negeri ada satu. Pasar satu dgn hari Senen dan Djumaat pasarannja. Matapentjahariannja sama dengan Udjungbatu. Penghasilan umum adalah karet lebih besar dari Udjungbatu. Lapangan sepakbola ditengah kota. Bagi penduduk Pasirpengarajan lapangan ini merupakan lapangan jang bersedjarah — karena pernah gembong² PRRI Simbolon dan A. Husen memberi penerangan pada rakjat Pasir dan sekitarnja bahwa pemberontakan mereka akan menang melawan Pemerintah Pusat. Dan pernah pada tanggal 14 Agustus 1957 kepadanja diserahkan: 8 (delapan) Kg gading gadjah dan 3 bentuk tjintjin mas dari Kesatuan Bangsa Tionghoa<noinclude>{{rh|38}}</noinclude> 02zdelxgdewxzz96tixc0lyh6qtcodd Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/634 104 101181 295474 283588 2026-05-14T13:08:28Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 295474 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>nja tiap-tiap organisasi bikinan manusia. Dan seringkali kesalahan-kesalahan ini terlalu dibesar-besarkan oleh sipemakai analisa-analisa intelligence, jang pada waktu itu lekas bilang, bahwa karena demikian mereka tak memerlukan intelligence lagi. Disinilah letaknja perbedaan antara seorang ahli dalam intelligence dan misalnja seorang dokter gigi, jang walaupun telah salah mentjabut gigi, sipasien tak lekas bilang ia lebih pintar dari dokter tersebut, atau misalnja seorang advokat jang kalah perkara, clientnja tak akan bilang ia lebih pintar mendjalankan pekerdjaan advokat. Dengan masih adanja kurang pengertian antara produsen dan konsumen intelligence ini, maka soal bimbingan kepada intelligence seperti diuraikan diatas didalam prakteknja kurang sekali. Kepentingan-kepentingan jang diuraikan diatas ini adalah akibat terpisahnja intelligence dari pimpinan tentara. Akan tetapi bagaimana intelligence bila ditaruh dibawah pimpinan operasi? Didalam soal inipun bahajanja besar sekali, terutama bahaja mengekor. Intelligence lantas hanje mengekor keinginan serta rentjana-rentjana konsumen sadja, dan seperti di Nazi Djerman, intelligence didjadikan "kampfende Wissenschaft" sebagai pengetahuan untuk dapat lebih mendjelaskan rentjana politik dari pimpinan Nazi seperti rentjana-rentjana "Arische suprematie", "Lebensraum", "Versailles Diktat", pengepongan Judeo-Kapitalistisch-Bolsjewistisch dan sebagainja. Kedudukan intelligence dalam hubungannja dengan bagian-bagian staf lainnja, menurut pendapat kita, sebaiknje seperti apa jang Walter Lippmann tulis dalam "Public Opinion"-nja: "The only institutional safeguard (for impartial and objective analysis) is to separate as absolutely as it is possible to do so the staff which executes from the staff which investigates. The two should be parallel but quite distinct bodies of men, recruited differently, paid if possible from separate funds, responsible to different heads, intrinsically uninterested in each other personal success". Satu-njaja djalan tengah mendapatkan sesuatu organisasi intelligence jang sebaiknja ialah memisahkan setjara administratif dan bentuk intelligence dari pada konsumen-nja, dan menjuruh konsumen dan intelligence saling mengerti dan mengetahui organisasi masing-masing. '''Hasil Buah Intelligence Dan Penerimaannja:''' Apa jang mendjadi keinginan jang pertama dari seorang anggota intelligence ialah bahwa analysenja dapat dipergunakan didalam mengambil keputusan2. Akan tetapi tidak ada sesuatu undang2 negara jang mengharuskan para konsumen intelligence menerima dan menggunakan analyse tersebut untuk mengambil keputusan2 didalam soal2 politik, strategi dan sebagainja. Hal ini sedikit banjak tergantung dari orang2 intelligence sendiri dan para konsumen-nja. Kita dapat lihat sebagai tjontoh misalnja dikalangan suku Papua. Bila beberapa suku Papua bersekutu hendak berperang dengan musuhnja, maka lebih dahulu panglima sekutu itu menanjakan kepada intelligencenja (disini sidukun) mengenai kekuatan musuh mereka. Sesudahnja sidukun itu meminta ilham dari dewa-dewanja, maka ia menerangkan, bahwa ia melihat didalam visiun-nja seekor burung gagak sedang duduk diatas punggung kidang jang sudah mati. Lantas datang beberapa burung geredja jang dengan banjak teman-temannja menjerang burung gagak itu dan oleh karena ditrodjok lalu melarikan diri. Bila sidukun itu tidak mempunjai perasaan ikut bertanggung djawab, ia sudahi keterangannja sampai demikian sadja, akan tetapi karena ia merasa bertanggung djawab djuga, lantas ia menerangkan, bahwa menurut pendapatnja siburung gagak itu adalah pemimpin2 suku jang bersekutu dan burung2 geredja musuh mereka. Akan tetapi panglima sekutu tak setudju dengan konklusi sidukun itu. Ia bilang, bahwa burung gagak adalah musuh mereka dan burung2 geredja adalah kaum sekutu dan lantas memberi perintah untuk bergerak keesokan harinja. Disini intelligence telah menunaikan kewadjibannja, walaupun analysenja tak disetudjui oleh komandan pasukan. Memang ada kalanja keputusan komandan bertentangan dengan analyse intelligence, akan tetapi dalam menentang analyse ini sebaiknja komandan tersebut djangan dipengaruhi oleh keinginannja sadja atau oleh perasaan intuisinja. Tjontoh lain ialah Adolf Hitler. Djerman bukan kalah perang karena djawatan intelligencenja kurang kompetent, tetapi karena Hitler terlalu sering menggunakan intuisinja dalam mengambil keputusan2-nja. {{center|—0—}} {{border|1= <div style="text-align: center;"> <big><big>'''OVERSEA CHINESE BANKING CORPORATION LTD.'''</big></big> '''Djambi, Djakarta, Palembang, Surabaia''' ———————————— Menjambut Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-XIII — 17-8-1958 </div> }}<noinclude>{{rh|44}}</noinclude> ewi4baz9bqxbe7wt9c2cm27b81orllo 295475 295474 2026-05-14T13:08:53Z Link PB 26772 295475 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>nja tiap-tiap organisasi bikinan manusia. Dan seringkali kesalahan-kesalahan ini terlalu dibesar-besarkan oleh sipemakai analisa-analisa intelligence, jang pada waktu itu lekas bilang, bahwa karena demikian mereka tak memerlukan intelligence lagi. Disinilah letaknja perbedaan antara seorang ahli dalam intelligence dan misalnja seorang dokter gigi, jang walaupun telah salah mentjabut gigi, sipasien tak lekas bilang ia lebih pintar dari dokter tersebut, atau misalnja seorang advokat jang kalah perkara, clientnja tak akan bilang ia lebih pintar mendjalankan pekerdjaan advokat. Dengan masih adanja kurang pengertian antara produsen dan konsumen intelligence ini, maka soal bimbingan kepada intelligence seperti diuraikan diatas didalam prakteknja kurang sekali. Kepentingan-kepentingan jang diuraikan diatas ini adalah akibat terpisahnja intelligence dari pimpinan tentara. Akan tetapi bagaimana intelligence bila ditaruh dibawah pimpinan operasi? Didalam soal inipun bahajanja besar sekali, terutama bahaja mengekor. Intelligence lantas hanje mengekor keinginan serta rentjana-rentjana konsumen sadja, dan seperti di Nazi Djerman, intelligence didjadikan "kampfende Wissenschaft" sebagai pengetahuan untuk dapat lebih mendjelaskan rentjana politik dari pimpinan Nazi seperti rentjana-rentjana "Arische suprematie", "Lebensraum", "Versailles Diktat", pengepongan Judeo-Kapitalistisch-Bolsjewistisch dan sebagainja. Kedudukan intelligence dalam hubungannja dengan bagian-bagian staf lainnja, menurut pendapat kita, sebaiknje seperti apa jang Walter Lippmann tulis dalam "Public Opinion"-nja: "The only institutional safeguard (for impartial and objective analysis) is to separate as absolutely as it is possible to do so the staff which executes from the staff which investigates. The two should be parallel but quite distinct bodies of men, recruited differently, paid if possible from separate funds, responsible to different heads, intrinsically uninterested in each other personal success". Satu-njaja djalan tengah mendapatkan sesuatu organisasi intelligence jang sebaiknja ialah memisahkan setjara administratif dan bentuk intelligence dari pada konsumen-nja, dan menjuruh konsumen dan intelligence saling mengerti dan mengetahui organisasi masing-masing. '''Hasil Buah Intelligence Dan Penerimaannja:''' Apa jang mendjadi keinginan jang pertama dari seorang anggota intelligence ialah bahwa analysenja dapat dipergunakan didalam mengambil keputusan2. Akan tetapi tidak ada sesuatu undang2 negara jang mengharuskan para konsumen intelligence menerima dan menggunakan analyse tersebut untuk mengambil keputusan2 didalam soal2 politik, strategi dan sebagainja. Hal ini sedikit banjak tergantung dari orang2 intelligence sendiri dan para konsumen-nja. Kita dapat lihat sebagai tjontoh misalnja dikalangan suku Papua. Bila beberapa suku Papua bersekutu hendak berperang dengan musuhnja, maka lebih dahulu panglima sekutu itu menanjakan kepada intelligencenja (disini sidukun) mengenai kekuatan musuh mereka. Sesudahnja sidukun itu meminta ilham dari dewa-dewanja, maka ia menerangkan, bahwa ia melihat didalam visiun-nja seekor burung gagak sedang duduk diatas punggung kidang jang sudah mati. Lantas datang beberapa burung geredja jang dengan banjak teman-temannja menjerang burung gagak itu dan oleh karena ditrodjok lalu melarikan diri. Bila sidukun itu tidak mempunjai perasaan ikut bertanggung djawab, ia sudahi keterangannja sampai demikian sadja, akan tetapi karena ia merasa bertanggung djawab djuga, lantas ia menerangkan, bahwa menurut pendapatnja siburung gagak itu adalah pemimpin2 suku jang bersekutu dan burung2 geredja musuh mereka. Akan tetapi panglima sekutu tak setudju dengan konklusi sidukun itu. Ia bilang, bahwa burung gagak adalah musuh mereka dan burung2 geredja adalah kaum sekutu dan lantas memberi perintah untuk bergerak keesokan harinja. Disini intelligence telah menunaikan kewadjibannja, walaupun analysenja tak disetudjui oleh komandan pasukan. Memang ada kalanja keputusan komandan bertentangan dengan analyse intelligence, akan tetapi dalam menentang analyse ini sebaiknja komandan tersebut djangan dipengaruhi oleh keinginannja sadja atau oleh perasaan intuisinja. Tjontoh lain ialah Adolf Hitler. Djerman bukan kalah perang karena djawatan intelligencenja kurang kompetent, tetapi karena Hitler terlalu sering menggunakan intuisinja dalam mengambil keputusan2-nja. {{center|—0—}} {{border|1= <div style="text-align: center;"> <big><big>'''OVERSEA CHINESE BANKING CORPORATION LTD.'''</big></big> '''Djambi, Djakarta, Palembang, Surabaia''' ———————— Menjambut Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-XIII — 17-8-1958 </div> }}<noinclude>{{rh|44}}</noinclude> m36mdyz16xhej7wc1t185jqwrg151ea Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1149 104 101185 295857 283627 2026-05-14T16:59:30Z Lutfiyatun 26681 /* Tervalidasi */ 295857 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 1149 crop).jpg|300px|kanan|jmpl| Kalau djalan? sulit dilalui kendaraan bermotor, maka patrolipun lebih baik menggunakan sepeda. (Gbr : Penulis) ]] Pasirpengarajan.* = batja keterangan dibawah). Lapangan tsb. kini bernama Lap. Garuda — dan sebelum kami dari Bn. 444 bertugas disitu, namanja Lap. Merdeka. Dan semendjak kami bertugas disitu — kota Pasirpengarajan pernah diserang gerombolan setjara besar²an sekali — ialah pada tgl: 14 Januari 1959. Mulai pagi buta sampai dua djam lamanja gerombolan PRRI memuntahkan pelurunja dengan senapan² mesinnja dan tidak lupa sendjata modern-nja Bazooka. Mereka sudah bisa mendekat kepinggir 10 meter dari pos kami. Namun berkat kegigihan pasukan kita jang hanja satu peleton dan regu kelompok komando musuh dapat kami pukul mundur dari Pasirpengarajan. Tjara bergaul Penduduk dengan kami sudah agak bisa rapat dari pada dengan Udjungbatu. Demikianlah sedikit tentang kota ketjamatan Pasirpengarajan. Dimana tempat kedudukan Komando Vak 6. Sector „A”. Bn. 444/Diponegoro bertugas. [[File:Madjalah Angkatan Darat (page 1149 crop2).jpg|300px|kiri|jmpl|Meluapnja sungai Rokan,maka djalan² pun merupakan sungai pula, dan bila kita melewatinja maka lebih baik tjopot sepatu (Gbr: Penulis)]] Kemudian bila kita teruskan perdjalanan tsb tuan akan sampai ke Komando Vak 7. Sector „A”. Bn 444 jang terdjauh — ialah di Daludalu — djalannja djuga rusak. Malahan bila kebetulan sungai Rokankanan bandjir dan sampai meluap djauh kedataran — adakalanja kami terpaksa lepas sepatu melinting tjelana dan bila keadaan djalan sangat betjek, sehingga pak Sopir tak bisa mendjalankan otonja — kami lebih baik bersepeda sadja — karena djalan lain tidak ada. Dan selandjutnja djalan itu bila kita teruskan akan sampai ke daerah Sumatra utara. Demikianlah tuan — sedikit kissah didaerah operasi dan — tentang keadaan² disebagian daerah R.T.P. I TEGAS. Sumatera Tengah — dimana kesatuan Bataljon 444/ Diponegoro sedang bertugas. {{Right block|METESE Bn.444}} <center>=a=</center> [[File:Madjalah Angkatan Darat (page 1149 crop3).jpg|300px|kanan|jmpl|Post Komando Vak "A" Jon 444 di Udjung Batu ini tjukup megah, tetapi djuga tjukup terpentjil dan sunji. (Gbr : Penulis) ]]<noinclude></noinclude> bcjbj5dmy8gtcxiexeizcuo56a38qye Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/137 104 101186 295827 283621 2026-05-14T16:49:12Z N.imaema 22481 /* Telah diuji baca */ 295827 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" /></noinclude>{{hwe|punjai|mempunjai}} pasukan jang djauh lebih besar. Pada waktu pengintai<sup>2</sup> Iskandar bertemu dengan pasukan<sup>2</sup> lawannja, ia dapat menawan beberapa orang. Dari mereka ini ia tahu djuga susunan dan kehendak lawannja. Oleh karena itu tentjananja dibuat dengan mempergunakan kelemahan<sup>2</sup>nja. Phalanx diletakkan ditengah<sup>2</sup> dengan dilindungi Kavaleri pada kedua sajapnja. Diantara Kavaleri dan phalanx diletakkannja pasukan<sup>2</sup> ringan lainnja seperti pasukan<sub><sup>2</sup></sub> penembak panah dan pelempar lembing. Sebab pasukan<sup>2</sup> ini dimaksudkan untuk memungkinkan gerakan jang kenjal: lagi pula dapat dipergunakan untuk mendjaga phalanx dari serangan lambung. Sebagai tjadangan ia meletakkan orang<sup>2</sup>nja jang agak kurang sehat. Tjadangan ini diserahi tugas pula untuk mendjaga semua perkemahannja. Dan oleh karena Iskandar menjukai memimpin pertempuran diatas kuda, maka iapun menempatkan dirinja disajap kanan. Dengan sajap ini pula ia bermaksud untuk menghantjurkan Jawannja. Sajap kirinja dibawah Parmenio beri tugas untuk mempertahankan sadja. Karena itu sajap kiri Ini tidak begitu kuat susunannja. Dengan taktik/ demikian Iskandar bermaksud menghantjurkan lawannja. Panglima<sup>2</sup>nja sebetulnja tidak setudju akan rentjana tersebut. Sebab mereka hanja mendasarkan pertimbangan mereka atas dasar kekuatan pasukannja. Mereka menghendaki supaja Iskandar menjerang lawannja pada malam hari sadja. Karena hanja dengan demikian mereka akan mendapat keme- nangan. Tetapi atas andjuran ini Iskandar mengemukakan keberatan<sup>2</sup>nja, jaitu bahwa ia bermaksud untuk menghantjurkan lawannja dengan terang<sup>2</sup>an. Lagi pula djika ia menang pada pertempuran malam hari, kekatjauan dan ketidak-pastian tentu akan terdjadi, Dan ini akan merupakan alasan bagi Darius III untuk memeranginja kembali. {{missing image}} ''Taraf pertama dari pertempuran. Iskandar 'menjerang sajap kiri Persia dan dapat mendesaknja, meskipun mendapat perlawanan sengit.'' Sebab Iskandar tidak hanja mau mengalahkan lawannja sadja, tetapi ia bermaksud untuk menghantjurkan Darius III sedemikian rupa, hingga ia tak mungkin bangkit kembali untuk melawannja. Perhitungan Iskandar ini memang tepat, sebab Darius III sebetulnja mengharapkan serangan malam karena itu pasukannja semalam sentuh bersiap<sup>2</sup> dengan sendjatanja. Tetapi apa latjur, serangan malam tidak ada, hingga pada waktu mereka pagi<sup>2</sup> bangun mereka sudah lesu dan tjapai sekali. Sebaliknja pasukan<sup>2</sup> Iskandar segar-bugar dan penuh bersemangat untuk menghadapi serta menghantjurkan lawannja. Setelah Iskandar mengumpulkan dan memberi petundjuk<sup>2</sup> penghabisan kepada panglima<sup>2</sup>-nja bagaimana djalannja pertempuran jang ia kehendaki dan bagaimana menghadapi segala kemungkinan, maka iapun menempati kedudukannja untuk memimpin pasukan<sup>2</sup>nja. Ketjuali hal itu iapun menekankan kepada panglima<sup>2</sup>nja untuk melakukan tugasnja dengan sebaik-baiknja seolah-olah kemenangan atau kekalahan pertempuran itu tergantung dari pada hasil-hasil jang mereka peroleh. Dimulailah pertempuran dahsjat jang menentukan keruntuhan keradjaan Persia. Pada waktu Iskandar mendekati lawannja ia tahu bahwa pasukannja dengan mudah akan dapat dilingkari lawannja. Oleh karena itu ia madju dengan serong kekanan. Dengan demikian ia dapat menjerang satu tempat dari lawannja dan dengan demikian sajap kirinja terhindar dari pengepungan pasukan<sup>2</sup> Persia. Dengan demikian phalanxnja akan dapat menghindari medan rata hingga tidak chawatir akan serangan<sup>2</sup> kereta tempur Persia. Setelah Darius III melihat gerakan Iskandar ditudjukan kesajap kirinja dengan segera ia mengirimkan sebagian dari Kavaleri jang berada disajap kiri untuk menjerang lambung kanan Iskandar. Melihat hal itu Iskandarpun mengeluarkan sebagian dari Kavalerinja untuk menahan serangan tersebut. Karena perkelahian antara mereka itu tidak membawa hasil, maka dikeluarkan lagi oleh Iskandar sebagian dari Kavaleri jang mengiringnja dan sebagian dari pasukan berdjalan kaki. Baru dengan bantuan itu pasukan<sup>2</sup> Kavaleri Persia mulai terdesak mundur. Ini disebabkan karena Kavaleri Iskandar bertindak dalam bentuk eskadron<sup>2</sup> jang teratur sedang Kavaleri Persia<noinclude>{{rh|||19}}</noinclude> son5e1sbj4eg4hkz9rdv466yr55ccqm Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/442 104 101213 295825 283692 2026-05-14T16:48:25Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295825 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude>didengarnja, dan mempertjajai sesuatu berita adalah lebih mudah dari pada tidak mempertjajainja, terutama apabila ia sedang didalam suasana ketakutan atau sedang mengharapkan sesuatu. Inilah tjara² orang menggunakan kabar angin didalam melakukan perang urat sjaraf untuk menimbulkan kekatjauan dan meruntuhkan semangat lawannja, maka dipergunakan orang² Djerman didalam perang dunia kedua guna merusak moril rakjat Perantjis adalah sbb.: Mereka melantjarkan kabar² angin jang optimistis dan jang pessimistis setjara berseling sehingga orang² Perantjis dalam menghadapi serangan Tentara Djerman bertambah tjemas dan bingung karena mereka tidak mengetahui lagi berita2 mana jang dapat mereka pertjaja. Para propagandis djuga menimbulkan kabar angin dengan tudjuan memetjah belah sesuatu persekutuan atau memetjah persatuan rakjat negara musuh. Suatu kerdja-sama jang sangat diperlukan dapat dihanjutkan hanja dengan timbulnja dugaan² jg mempunjai kesan dapat dipertjajai, walaupun tak ada buktinja sama sekali akan kebenarannja. '''Kabar angin dapat dipergunakan sebagai tabir asap,''' sehingga kenjataan jang sebenarnja tidak tampak oleh karenanja. Tjaranja ialah dengan melepaskan demikian banjak berita rahasia hingga berita jang benar² rahasia tidak dapat dikenal lagi diantara sekian banjak kabar jang atjapkali bertentangan satu sama lain. '''Untuk mentjemarkan nama musuh dalam soal pemberitaan. ''' Hal ini memerlukan suatu teknik jang chusus. Didalam tahun kedua dari perang dunia ke II misalnja, djadi sebelum Amerika Serikat mentjeburkan diri dalam kantjah peperagnan, maka seringkali Angkatan Udara Inggeris mentjoba menghantjurkan station pusat kereta-api di Berlin. Usaha mereka senantiasa gagal, akan tetapi orang² Djerman menjiarkan berita samar² bahwa pemboman jang dilakukan oleh pesawat² terbang Inggeris itu berhasil. Achirnja kabar angin itu sampai di Inggeris dalam bentuk jang sedemikian rupa sehingga seolah-olah berita itu menggambarkan suatu kenjataan. Selandjutnja kabar ini disiarkan oleh surat² kabar dan radio Inggeris. Orang² Djerman jang mengetahui hal ini lalu memperlihatkan stasion pusat keret-api di Berlin jang menurut siaran Inggeris itu telah hantjur binasa akan tetapi sebenarnja tidak rusak sedikitpun kepada para wartawan² Amerika dan negara netral lain. Dengan demikian mereka dapat membuktikan bahwa siaran Inggeris itu adalah bohong belaka dan tjemarlah namanja. '''Kabar angin dapat djuga dipergunakan sebagai umpan untuk mengetahui keadaan jang sebenarnja.''' Djepang misalnja pernah melantjarkan kabar angin tentang kerugian² Armada Amerika didalam salah satu pertempuran dilaut Pacific. Mereka sebenarnja tidak mengetahui besarnja kerugian itu dan ingin mengetakuinja. Akibatnja kabar angin itu turunlah moril orang² Amerika, dan guna membrantasnja terpaksa pemerintah Amerika mengumumkan kerugian² jang sebenarnja. Maka dengan demikian tertjapailah maksud Djepang dan dapatlah ia apa jang dikehendakinja. Marilah kita sekarang membitjarakan tentang matjamnja kabar angin. Kabar angin itu berbeda-beda, tergantung dari apa jang memberi tenaga pendorong kepadanja, baik keinginan, rasa takut maupun rasa bentji. '''Pertama-tama kita mengenal kabar angin jang berhubungan dengan keinginan seseorang.''' Pada dasarnja orang itu lekas mempertjajai dan suka mengulangi berita jang sesuai dengan harapannja. Suatu tjontoh kabar angin sematjam ini adalah umpamanja berita bahwa tentara Belanda akan lekas menarik diri dari daerah Republik Indonesia, karena pemerintah Nederland hampir bangkrut dan tidak kuat membiajai lagi tentaranja jg sebegitu besar. Kabar ini merata sekali ditahun-tahun 1946 sampai tahun 1948 didaerah defacto Republik Indonesia. Sebaliknja didaerah pendudukan Belanda kira² didalam waktu jang bersama menghebatlah kabar angin, bahwa Republik Indonesia akan segera ambruk dengan sendirinja sebagai akibat pengepungan tentara Belanda jang begitu rapat terhadap daerah jang masih dikuasai oleh Republik. Harapan Belanda dan orang² jang anti-Republik lebih² diperkuat lagi dengan mentjetusnja pemberontakan Madiun. Kedua kabar angin ini, sekalipun berdasarkan motif jg berlainan, adalah berhubungan erat dengan keinginan, dgn harapan orang. Sebagai matjam kabar angin jang kedua dapatlah kita sebut kabar '''angin jang menjatakan rasa takut''', djadi kebalikannja dari apa jang kita kemukakan pertama-tama tadi. Tjontoh jg djelas pernah kita saksikan waktu Djepang pada permulaan perang Pacific dapat menenggelamkan kapal2 penempur Inggeris „Prince of Wales” dan „Repulse” diperairan Malaya. Disaat itu tersiarlah kabar angin bahwa Djepang telah menggunakan bom² berisikan bahan peledak baru jang lebih dahsjat daripada trotyl biasa. Matjam kabar angin jang ketiga adalah '''jang bertudjuan memetjah belah persatuan''', dan dengan sengadja dilantjarkan guna menimbulkan permusuhan atau rasa tidak pertjaja antara bang-sa satu dan bangsa lain, jang telah bersekutu, atau antara golongan satu dan lain didalam suatu negara. Dari uraian saja pembatja telah mengetahui tjara penggunaan kabar angin didalam melakukan perang urat sjaraf, jaitu: untuk merusak moril; untuk menutupi kenjataan jang sebenarnja: untuk mentjemarkan nama lawan didalam soal pemberitaan, dan untuk dipergunakan sebagai umpan guna mengetahui keadaan musuh jang sebenarnja.<noinclude>{{rh|32||}}</noinclude> lanotn7rnkoroxa4nif2w0vsldxriqz Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/444 104 101220 295826 283718 2026-05-14T16:49:10Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ tidak ada nomor halaman. 295826 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude>soal² tetek bengek dan dengan demikian mulailah pula tersiar kabar angin. Tiap² komandan pasukan dapat memperketjil kemungkinan timbulnja kabar angin dengan berusaha supaja anak buahnja senantiasa sibuk bekerdja atau melakukan perbuatan² jang bermanfaat dan tidak pernah memberi kesempatan kepada mereka untuk menganggur. Kabar angin itu mudah pula berdjangkit dikalangan orang² jang mengharapkan sesuatu. Diwaktu perang orang² ingin sekali mendengarkan berita, ingin sekali mengadakan sesuatu tindakan, mendengar kabar² tentang kemenangan, dan sangat mengharapkan supaja perang lekas selesai. Didalam keadaan serupa ini lebih senanglah mereka mendengar berita² jang kenjataannja masih atau sangat disangsikan dari pada sama sekali tidak mendapat kabar apa-apa. Kepertjajaan dan harapan orang itu biasanja didasarkan atas kedjadian² dan pengalaman² sebelumnja, dan orang mengurangi atau memperketjil arti berita-berita jang bertentangan dengan apa jang diharapkannja, bahkan kadang² tidak mau merpertjajainja sama sekali. Marilah kini kita tindjau hubungan jang terdapat antara penjensoran dan kabar angin. Tiap² negara jang sedang berperang tentu mengadakan penjensoran terhadap surat menjurat jang melalui pos, terhadap berita² jang dimuat didalam surat² kabar dan terhadap siaran² radio. Penjensoran ini, segera setelah hal itu dipergunakan untuk memblokkeer segala berita penting maka akan memperluas tersiarnja kabar angin. Memang harus kita akui bahwa tindakan suatu negara jang sedang berperang untuk membatasi berita² jang boleh disiarkan itu adalah perlu. Akan tetapi kitapun mengetahui betapa sulitnja kedudukan censor itu didalam mendjalankan tugasnja, sebab apabila ia terlalu keras didalam tindakannja ia akan mendemoralisasikan rakjatnja sendiri. Sebaliknja bilamana ia terlampau lunak, maka ia akan menguntungkan lawan. Sebagai tjontoh akibat tindakan censor ini dapatlah misalnja saja kemukakan betapa menghebatnja kabar² angin dimasa pendudukan Djepang dinegara kita ini dan betapa rendahnja moril bangsa kita diwaktu itu jang dapat kita saksikan dari sikap atjuh tak atjuh dari hampir seluruh masjarakat dalam membantu usaha perang Djepang untuk mentjapai kemenangan terachir. Sudah barang tentu unsur² lainpun berpengaruh djuga. Uraian saja jang terachir berkisar disekitar: akibat² jang dapat ditimbulkan oleh kabar angin, dan sebab-sebabnja kabar angin itu dapat tumbuh dengan subur. Telah kita ketahui bahwa disamping kabar angin jang kebanjakan dapat kita terima dengan pasif dan sifatnja tidak begitu merugikan masjarakat ada pula kabar angin jang mempunjai daja menggerakkan, jang sifatnja sangat berbahaja, dan dapat menimbulkan panik atau kekatjauan, misalnja berita² tentang kekalahan militer atau tentang kedatangan pasukan² musuh. Telah kita ketahui pula, bahwa suatu masjarakat, suatu kota, atau suatu tentara jang digerakkan oleh perasaan² jang sama merupakan dasar baik bagi kabar angin untuk berkembang luas, bahwa perang itu mentjiptakan suasana jang subur pula guna tersiarnja kabar angin bahwa kekurangan penerangan, rasa tidak puas, rasa ketjewa, rasa bosan, keadaan menganggur dan keadaan dimana orang mengharapkan sesuatu, memudahkan timbulnja kabar angin. Sudah saja kemukakan djuga betapa sulitnja kedudukan censor dari negara jang sedang berperang didalam mendjalankan tugasnja, sebab djika ia terlalu keras didalam tindakannja dan melarang disiarkannja semua berita² jang penting, maka moril rakjat sendiri akan turun. Akan tetapi sebaliknja, apabila ia terlampau lunak, maka ia akan menguntungkan pihak lawan jg dengan mudah dapat memperoleh berita² jang sebenarnja tidak boleh diketahuinja. Pada uraian terachir mengenai kabar angin, marilah kita selidiki matjam orang jang bagaimanakah jang suka menjiarkan kabar angin itu. Tiap² orang suka mengulangi suatu tjeritera, sebuah tjeritera jang lutju, jang menarik atau jg adjaib, karena hal itu memberikan kepada sipembawa tjeritera perasaan jang penting. Banjak orang mengulangi tjeritera² sematjam itu tanpa mempertjajainja sendiri dengan menjatakan ketidak pertjajaannja atau dengan menertawakannja. Ini merupakan suatu penjiaran desas-desus jang masih dapat dikatakan sehat. Akan tetapi, walaupun demikian, ada perbedaan diantara masing² orang didalam mempertjajai kabar² jang tidak dapat dibuktikan akan kenjataannja, atau didalam kesediaannja mengulangi berita² itu. Apabila kita teliti lebih landjut maka ternjatalah bahwa orang² jang suka menjiarkan kabar angin dengan tjara jg mengotot adalah mereka jang emosionil, artinja jang perasaannja mudah tersinggung dan mudah berobah. Orang² sematjam ini tidak gampang menjesuaikan diri dengan kehidupan jang berobah dan watak mereka adalah tidak kuat. Mereka lekas takut, lekas marah dan lekas membentj. Perasaan takut mereka mentjoba menghilangkannja dengan pengharapan, dan kita telah mengetahui bahwa rasa takut, rasa bentji dan harapan itu merupakan dasar jang subur bagi timbul dan tersiarnja kabar angin. Orang² jang tidak teguh wataknja tidak mempunjai dan oleh karenanja membutuhkan kewibawaan. Mengulangi suatu kabar angin memberi kewibawaan kepada jang mengulangi ituu Kabar itu tampaknja senantiasa milik orang jang membawanja. Dari sedjarah kita mengetahui bahwa: orang² jang harus menjampaikar berita buruk kepada radja atjap kali mendjadi korban tugas mereka, seolah-olah merekalah jg bertanggung djawab atas kabar<noinclude>{{rh|34}}</noinclude> nrt8p6jmqfrd10pne0hmsz3m9n0cbl6 Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/451 104 101221 295828 295102 2026-05-14T16:50:11Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295828 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude><p style="text-align: center; font-variant: small-caps;">Nj. Arsin Ikut Bertempur</p> Berbitjara tentang Tentara, fikiran kita akan tertumbuk pada orang² dengan pakaian seragam serba hidjau, sepatu boots lengkap dengan mas bintang dipundak. Tinggal di Asrama serba sepa bek. Sehari² nja bergelutkan sendjata bahkan berkelahi atau menembak. Seringkali orang menganggap bahwa Tentara hidupnja selalu diliputi bahagia djauh dari duka. Tidak akan salah kalau ada anggapan demikian. Tetapi djika diselami lebih djauh, disamping suka, Tentara sebagai manusia biasa tidak lepas dari duka. Bagi jang dekat dalam hubungan atau keluarga dari satu diantaranya, tjukup memilukan duka ditundjukan. Boleh dikatakan bahwa Tentara adalah kumpulan dari suka dan duka. Karena diantara mereka satupun tidak ada jang gentar. Suasananja diliputi sedih hingga detik ini hanja kaum pria sadja jang diperdjudikan, meskipun beberapa wanita memiliki kemampuan. Tetapi dalam banjak hal beberapa wanita mempunjai pengaruh setara tak langsung pada djalan fikiran suaminja. Dan pengaruh ini begitu mendalam sehingga perpaduan suami turut menderita. Disamping itu banjak pula jang mendjadi pendorong kearah terlepasnja tjita-tjita. Ny. Arsin sebagai tokoh dalam tjeritera ini salah satu diantara kenjataan itulah. Jang karena gelombang tjintanja begitu meluap, hingga menggelamkan semangat suaminja. Pelabuhan Benoa hari itu dalam puntjak kesibukan. Sebuah kapal berlabuh dengan sekotji² jang mandir-mandir penuh manusia berpakaian hidjau. Didaratan masih ada djumlah jang lebih besar lagi menanti giliran. Hari itu adalah saatnja Ki V berangkat ke Sulawesi Selatan. Sekelompok keluarga jang turut mengantar, sebagai si penjaji buat kepergian dan mentjoba menahan terik matahari dengan payung atau selendang. Mereka akan berpisah, tetapi untuk berapa lama? Satu bulan, dua bulan satu tahun atau dikejutkan sebuah berita kematian suaminja jang tjukup memberi pandangan gelap pada hari kematian. Disudut agak djauh dari kelompok itu berdiri dua manusia berlainan djenis. Itulah Arni dan suaminja Arsin. Umurnja baru mengachiri bilangan belasan. Wadjah dan tingkah lakunja mengesankan bahwa ia dari keluarga baik². Kalau masjarakat Bali termasuk golongan Anak Agung. Tetapi masjarakat Djawa biasa menjebut „Den Aju”. Arus revolusi menenggelamkan sebutan-sebutan itu. Dan Arni sudah puas disebut „mbakju” atau „dik”. Hanja sifat kekanakan dan mendja jang masih melekat, lajak sebagai anak perempuan satu-satunja dari ketiga saudaranja. Dari kedua manusia itu jang terdengar hanja isakan diselingi suara membudjuk. Mereka baru kali ini akan berpisah. Apalagi perut Arni begitu menondjol padat berisi baji jang sudah mendekati perhitungannja. Siapa jang lebih sedih diantara mereka sukar dibedakan. Begitu sedih si Arni seolah² mengantar suaminja kekubur. — Sudah djeng, sudah. Djangan menangis sadja. Apa tidak malu dilihat orang²? budjuk Arsin sambil melengok kesebuah kelompok jang berbaris. — Anggap sadja aku pergi satu minggu, lain kali anggap pula demikian. — Tidak mas, aku tidak tahan. Aku menikah untuk berbahagia. Tetapi kalau mas pergi dimana bahagia itu? Ratap Arni. — Aku pergi kan bertugas, dik. — Mas, lebih baik mas minta keluar sedikit, mas. Nanti pulang ke-orangtuaku. Makan seadanja. Tjarilah kerdja lain. Nanti aku turut kerdja di madrasah. Apa jang kau kerdja di Tentara. Kalau tak selamat. mati. Mas, mas keluar sadja lekas-lekas! teriak Arni terputus-putus sedih. Arsin diam terpaku tenggelam dalam renungan mendengar ratap isterinja. Ibukan Arni kini mendekati suaminja. Saputangannja basah berat menampung air matanja. — Mas, keluar sadja mas, teriak Arni sambil menggojang tangan suaminja. Aku kepunjaanmu dan engkau kepunjaanku. Aku berhak memiliki. Perhatian orang disekitarnja tertumpah pada mereka berdua. Mereka mendatangi dan masing² ingin mengetahui persoalannja. — Kini hamba berpisah Tuan aku akan melahirkan baji. Siapa jang akan menunggu dan siapa jang akan menghibur diwaktu lara? sambung Arni. Bu Indro jang turut mengantar suaminja dan sedari semula mendengar setjara tak sengadja persoalan itu datang menengahi. — Sudah, djeng. Djangan seperti anak ketjil. Tjoba lihat seperti ibu ini. Sudah berulang kali ditinggalkan bapaknja Ria ke front. Toh djuga kembali. Bahkan sedari Ria diperut hingga berumur satu tahun tidak pernah ditengok. Masing untuk pertama kalinja sangat mengedjutkan. Arsin sangat malu mendjadi perhatian orang banjak. Dengan bantuan bu Leman Indro ia membudjuk kembali isterinja. Tapi rupa-njaja Arni teguh pada pendirian. Untuk memuaskan, Arsin menanggupi permintaannja. — Kumpul ...... rombongan terachir berangkat, teriak seorang Pradjurit. — Sudah, djeng. Selamat tinggal. Djaga dirimu baik². Perantauanmu akan kuadjukan keatasan, utjap Arsin sambil berlari menudju motorboot. — Mas, Mas Arsin aku turut, teriak Arni sambil mengedjar suaminja. Arni berlari. Tidak menghiraukan orang² disekitarnja dan kau<noinclude>{{rh|||41}}</noinclude> a51up3gzw9h4dsvyipn78at142cbptf Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1154 104 101307 295851 293765 2026-05-14T16:58:12Z Lutfiyatun 26681 /* Tervalidasi */ 295851 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" /></noinclude>[[Berkas:Madjalah Angkatan Darat (page 1154 crop).jpg|jmpl|500px|pus|''Pada tanggal 4-8-1959 Bertempat di Aula DEPAN/MBAD. Telah diadakan Rapat antara Pemerintah sipil dan Peperpu. Mengenai penegasan dan penertiban kendaraan bermotor milik Pemerintah/semi Pemerintah perusahaan<small><sup>2</sup></small> jang telah diambil alih oleh Pemerintah.'']] {{c|Pasal 3.}} {{c|'''PENGGUNAAN KENDARAAN BERMOTOR UNTUK KEPERLUAN LAIN<small><sup>2</sup></small>'''}} <ol type="a" start="1"> :<li>Pada prinsipnja soal ini bukanlah mendjadi tanggungan dari pada dinas.</li> :<li>Mengingat faktor<small><sup>2</sup></small> psyshologis dan moril, maka perlu diusahakan kelonggaran untuk menggunakan kendaraan bermotor dinas untuk keperluan lain-lain, menurut kemampuan AD.</li> :<li>Untuk maksud tsb. b maka soalnja diserahkan kepada pimpinan dari pada masing<small><sup>2</sup></small> Badan dari pada AD dengan mengingat efficientie dan tidak merugikan dinas. (1 Jeep untuk 4 orang, 1 Gaz untuk 6 atau 8 orang).</li> :<li>Untuk maksud-maksud ini digunakan djuga truck dan bus.</li> :<li>Djumlah kendaraan bermotor untuk masing? Badan dari pada AD ditentukan dengan TOP dan DSPP, jang penggunaannja dipertanggung-djawabkan penuh kepada pimpinannja.</li> :<li>Penggunaan kenndaraan bermotor dinas dari AD untuk keperluan tjuti telah diatur dengan Instr. KSAD No. 67/KSAD/Instr/53 tanggai 12—9—'53. </li></ol> {{c|Pasal 4.<br>'''POOL'''.}} <ol type="a" start="1"> :<li>Semua kendaraan bermotor jang tidak ada pada pendjabat representatief dan pendjabat utama adalah termasuk kendaraan POOL.</li> :<li>Selama djam dinas kendaraan<small><sup>2</sup></small> tsb. masuk dalam pool dan dikenakan peraturan<small><sup>2</sup></small> pool. :<li>Pool diadakan ditiap-tiap Badan AD untuk melajani keperluan Badan itu sendiri dan pool jang melajani keperluan<small><sup>2</sup></small> umum.<br> :<li>Ta Umum diadakan ditiap-tiap Garnizun besar jang dipandang perlu oleh KSAD dan di SAD. :<li>Komandan pool bertanggung-djawab penuh atas penggunaan pemeliharaan dari pada kendaraan-kendaraan jang ada dibawah kekuasaannja.</li><noinclude>{{rh|44}}</noinclude> 4jv0hmfagqkckpoydgrsdlrfa8pe2og Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1150 104 101352 295856 284484 2026-05-14T16:59:21Z Lutfiyatun 26681 /* Tervalidasi */ 295856 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{border|maxwidth=65em|bstyle=double|bthickness=8px|align=center|padding=20px| {{c|{{xx-larger|'''sambutan pembatja.'''}}}} {{left|Dengan segala hormat,<br> Melalui djalan ini kami mohon dengan hormat, dapat kiranja sepatah-dua-patah kami ini dimuat dalam MAD. sebagai djawaban atas pendjelasan Smaj. Santoso, jang telah dimuat dalam MAD. No. 4 1959 Thn.Ke IX, sebagai dibawah ini: „Berhubung dengan keberangkatan saja ke Sumatra, djadi: KELUAR dari RPKAD; maka dengan djalan jang kurang normal ini, saja sampaikan utjapan penghargaan saja jang setinggi-tingginja kepada semua Perwira, Bentara dan Tamtama dari '''Team ”B” RPKAD''' jang saja pimpin pada ketika merebut Lapangan Udara Mapanget pada tanggal 16 Djuni 1958. Tanpa '''Kemauan jang Keras''', '''Tekad jang Ta’ mengenal Bandingann'''ja, dari Saudara<small><sup>2</sup></small> sekalian, operasi penjergapan Lapangan Udara Mapanget tidak akan mentjapai suatu SUKSES jang amat besar. Tanpa Kerdja Sama jang begitu erat dan bagus sekali diantara Saudara<small><sup>2</sup></small>, mungkin operasi tersebut akan menemui Kegagalan jang ta’ dapat lagi dilukiskan akibat<small><sup>2</sup></small>nja. Sukses tersebut dikarenakan Saudara? sekalian telah mentjurahkan segala ketekatan Saudara<small><sup>2</sup></small>. Djadi bukan karena saja sendiri jang memimpin. Sekarang, berhubung diantara Saudara<small><sup>2</sup></small> banjak jang pindah dari Team '''”B” ke RPKAD''', Kavaleri, Artileri, Koplat d.l.l. kesatuan, pula sajapun telah dipindahkan ke KOPAG 17 Agustus, sesudah selesai tugas<small><sup>2</sup></small> operasi di Minahasa, maka dengan djalan ini, saja harap sambutan saja ini akan sampai kepada Saudara<small><sup>2</sup></small> sekalian. Dimanapun Saudara<small><sup>2</sup></small> berada, gunakanlah '''Tekad, Keberanian dan Kemauan''' Saudara sekalian seperti jang pernah Saudara<small><sup>2</sup></small> perlihatkan dan buktikan dalam operasi penjergapan (raid) jang begitu sengit di Mapanget dan sekitarnja. Dan kata saja jang terachir adalah: Saluut kepada '''Almarhum Pltd''', '''Tugiman dan Kopral Tachril dari Team ”B”''' jang telah mendahului kita di Medan Bhakti ‘nalain menunaikan dharma bhaktinja terhadap Negara dan Bangsa! Sekian’{{...|5}}!}} {{right|Ex. Dan Team s RPKAD.<br> '''Kapten Frits Sigarlaki'''}} }} <br> {{border|maxwidth=65em|bstyle=double|bthickness=8px|align=center|padding=20px| {{c|{{xxxx-larger|'''P.T. Zoapharma'''}}}} DJL. TJISADANE No. 9{{gap|15em}}KAWAT: ZOAPHARMA<br> DJAKARTA{{gap|20em}}TILP. GBR. 1484 {{left|Segala keperluan Ternak & Binatang<br> OBAT<small><sup>2</sup></small>AN<br> {{gap|5em}}ALAT<small><sup>2</sup></small> KEDOKTERAN -KEHEWANAN.<br> {{gap|5em}}MAKANAN AJAM<br> {{gap|10em}}(Pabrik makanan ternak kami<br> {{gap|13em}}dipimpin oleh seorang Dokter Hewan)}}<br> {{larger|'''KWALITET DAN MUTU TERJAMIN'''}} }}<noinclude>{{rh|40}}</noinclude> cx311grpmyav1y2wxdpa4yec1y8q0jl Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/58 104 101629 295730 285085 2026-05-14T15:52:57Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ memperbaiki kesalahan tulis. 295730 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" />{{rh||12|}}</noinclude> Dapat juga kita menulis Surat kepada pengarang memajukan pertanyaan-pertanyaan yang ingin kita ketahui jawabannya. Demikianlah kita lakukan dengan tiap-tiap pengarang, Kita pasang kuping dan mata mengumpulkan sebanyak-banyaknya bahan mengenai hidup dan kepengarangannya, baik yang menguntungkan maupun yang kurang menguntungkan baginya. Mula-mula biografi-biografi pengarang itu kita simpan dalam satu map saja. Nanti akan ternyata bahwa map itu tambah lama tambah tebal hingga pada akhirnya tak dapat memuat lagi bahan-bahan biografi pengarang yang kita kumpulkan. Dalam hal itu ambillah map yang lain lagi dan bagilah isi kumpulan biografi itu dalam dua map, dan seterusnya dan seterusnya, hingga akhirnya saudara akan memerlukan map tersendiri buat nama-nama yang khusus mulai dengan sesuatu huruf abjad. Malahan mungkin buat sesuatu saudara akan memerlukan satu map khusus tersendiri atau malah beberapa map untuk biografi pengarang yang seorang itu. Tapi janganlah sandera lupa menyusun kumpulan biografi pengarang itu menurut urutan abjadnya, kalau tidak saudara akan sukar juga menemukannya kembali. Sebab namanya yang misalnya mulai dengan huruf s saja ada berpuluh-puluh, beratus-ratus, malahan beribu-ribu, sebab orang Indonesia rupanya namanya yang terbanyak mulai dengan huruf s. Buat dokumentator atau arsivaris yang teliti adalah satu kepuasan dan kebanggaan untuk bisa menemukan sesuatu dokumen yang diperlukan dalam waktu yang singkat-singkatnya. Apabila bahan-bahan mengenai riwayat hidup seseorang pengarang telah banyak, maka perlu saudara menyusunnya secara tersendiri pula, dan sebaiknya menurut urutan waktu. Keterangan-keterangan yang paling tua ditaruh paling bawah, keterangan-keterangan kemudian diatasnya, terus demikian selanjutnya, sampai yang paling akhir ditaruh paling atas. Sebabnya disusun demikian ialah karena lebih mudah menambahkan keterangan-keterangan keng kemudian diatas bahan yang sudah lebih dulu ada. Tentu adakalanya perlu menyimpang dari aturan ini, yaitu apabila misalnya kita mengikuti surat-surat perjalanan pengarang yang ditulis secara berseri, maka ada baiknya untuk kemudian menghimpun tersendiri kisah-kisah perjalanan itu, menurut cerita, dari muka kebelakang seperti mestinya.<noinclude></noinclude> s4wluwc7xyfonxnh077wfj5qnapzn6f Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/126 104 101888 295664 292664 2026-05-14T14:42:23Z Riiiv 22458 /* Belum diuji baca */ linebreak 295664 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Riiiv" /></noinclude>{{border|position=left|compact=true|max-width=35em|{{font-size|250%|{{c|'''LARI DARI KAMP 334'''}}}}}} Dalam bulan Djuni 1941 aku tertangkap dipulau Kreta. Kemudian mendjadi tawanan perang Djerman selama 3 tahun 2 bulan di Stalag 334 didekat Lamsdorf di Silesia. Empat kali aku berusaha melarikan diri, tetapi empat kali pula gagal. Pagi hari, bulan Agustus 1944. Agaknja saat terbaik bagiku untuk melarikan diri telah tiba. Sementara dari kami diperiksa kesehatan kami oleh dokter Swedia dan ternjata tidak memenuhi sjarat lagi untuk dinas militer. Mereka akan ditukarkan dengan tawanan Djerman dalam djumlah jang sama dan sama2 afkir pula untuk dinas militer. Mereka jang tertinggal didalam kamp tawanan masing2 bertanja2 pada diri sendiri, bilakah saatnja tiba aku dibebaskan dari neraka ini? Setiap orang jakin, bahwa melarikan diri dari Stalag 334 ini tidak mungkin. Djuga aku sendiripun berkejakinan demikian. Tetapi kukira tak ada djeleknja, bila kali ini aku berusaha sekali lagi melarikan diri dari kamp tawanan. Siapa tahu, djika bintangku terang, nasibku baik, aku berhasil melepaskan diri dari belenggu tawanan ini, pikirku dalam hati sendiri. Ketika aku kembali kekamarku sesudah appel pagi, segera aku berganti pakaian jang agak mentereng jang masih ada padaku. Seorang temanku jang bernama Norman Middleton, dengan heran bertanja kepadaku: He bung, hendak kemana kamu Tegas kudjawab: Bila berhasil, aku pulang! Bila gagal, kembali masuk cel lagi! Gila, kamu, kata Norman. Masih lagikah? tanjanja. Aku tjuma tersenjum sadja. Ketika aku siap sudah untuk berangkat berkatalah Norman sekali lagi, tunggu sebentar, bung! Dan dalam waktu singkat bersiaplah sudah Norman dengan pakaian "gala"nja. Djusteru ketika aku dan Norman hendak berangkat, terdengarlah isjarat akan ditutupnja semua barak. Aku tahu, bahwa para tawanan jang hendak dipulangkan itu dikumpulkan mendjadi satu dalam suatu kemah besar. terletak ditengah lapangan terbuka, didjaga keras oleh serdadu² Djerman jg. bersendjata lengkap. '''Melontjat Pagar''': Aku tak melihat Norman lagi. Kemana perginja, entahlah! Kurasa dia tertangkap dan menjerah sudah. Kulepaskan kantjing battle dress-ku, melontjat pagar kawat, langsung menudju kekemah itu. Aku jakin, serdadu² Djerman itu pasti melihatku. Seorang diantaranja mendatangiku, bertanja, kemanakah aku hendak pergi. Seolah-olah heran kudiamkan sadja, tak kudjawab pertanjaan nja itu. Ketika diulanginja sekali lagi pertanjaannja itu, kuterangkan bahwa aku baru sadja dari belakang, karena didalam kemah tak terdapat tempat bertugas dan ini adalah perdjalananku kembali kekemah. Serdadu itu tak pertjaja, bahkan mendjadi marah karena tadi merasa tak pernah melihat aku keluar dari kemah. Dia membentak, aku sama sekali tidak diperbolehkan meninggalkan kemah. Tapi kutegaskan kepadanja, ketika aku keluar dari kemah, serdadu itu sedang sibuk bertjakap² dengan para pengawal lainnja. Seorang perwira jang sedang lalu, menghampiri kami, menanjakan gerangan apakah jang terdjadi. Kudjelaskan soalnja kepada perwira itu. Tapi serdadu pengawal itu tetap pada pendiriannja, dia sama sekali tidak melihat aku keluar dari kemah. Perwira itu menanjakan, karena apakah sebenarnja aku akan dikirim pulang? Sambil batuk² jang kubuat, kudjawab "paru2-ku sakit". Untuk menguatkan djawaban bohongku, kukatakan kepada perwira itu, bila tuah suka menanti sedjenak, saja ambilkan surat2 pemulangan saja dari koper saja didalam kemah. Berdebar2 aku menanti djawaban dari perwira itu. Ah, tidak perlu, bung! Kembalilah kekemah dan tetap tinggal tenanglah disana !, katanja. Sementara aku masuk kemah, anak2 tawanan sedang berbaris kekemah jang lain. Aku dapat masuk dalam barisan jang terachir. Dimuka kemah jang satu itu mereka berhenti. Aku melihat kedalamnja. Seorang demi seorang digeledah oleh seorang perwira jang tjukup mengenalku sebagai salah seorang djuru minggat jang sudah tak asing lagi baginja. Djusteru karenanjalah harus menghindarkan diri dari muka perwira edan itu. '''Lepas Dari Penggeladahan :''' Kulihat dalam pada itu seorang tawanan India tua jang kalau djalan perlu dibimbing oleh seorang, karena penjakitnja. Kudekatinja segera dan kubimbing-nja. Perlahan-lahan, hati-hati, pak!, kataku.<noinclude>{{rh|8}}</noinclude> nsqvjcu2erjt4m5i2ujwrrbd1rrf6on Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/81 104 101897 295606 292491 2026-05-14T14:14:05Z Riiiv 22458 /* Belum diuji baca */ tambahin template 295606 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Riiiv" /></noinclude>— harus terlatih berdjalan waktu malam dengan menggunakan gerakan hantu. — bagaimana gerakan kalau tertangkap sinar dari musuh. — tjara merebahkan diri. — tjara melalui berbagai-bagai rintangan. — merangkak dan merajap pada waktu malam. | f. Memahirkan menggunakan segala matjam sendjata diwaktu malam. g. Mengutamakan kerahasiaan dan keamanan diwaktu bergerak malam. h. Melalui kawat? rintangan diwaktu malam. Bagaimana memutus kawat2 dengan alat pemutus. L Bagaimana mentjegah bersin, batuk, suara mendesing dikepala, bagaimana kalau diperlukan berbisik misalnja menjampaikan laporan, bagaimana harus dilakukan setiap berhenti (melihat dan mendengar). Dan djuga bagaimana memelihara peralatan? jang mungkin mudah berbunji (gesper, tanda2 perkenalan dil.-nja). j. Memelihara arah waktu bergerak malam. Pada princiepnja masing2 pradjurit harus betul2 terlatih hidup dalam gelap dan dapat menggurakan gelap se-baik?nja untuk tentjapai tudjuan pertempuran. Tjara melakukan latihan ini harus teliti, tjermat dan sempurna dan disertai djuga kesabaran memimpin. 2. Apabila latihan perseorangan ini sudah tjukup, maka baru meningkat kelatihan kesatuan mulai dari Regu, Peleton, Kompi, Bataljon dan seterusnya sampai hubungan jang lebih besar (menurut kemampuan dan penjesuaian). Dalam hal ini tidak kita bitjarakan lebih landjut karena sudah memerlukan banjak latihan chusus dalam hal penggunaan logistiek dan tactiek sesuai dengan kebutuhan pasukan. Selandjutnja setelah latihan2 ini dipandang tjukup, maka peladjar2 tsb. dikembalikan ke Kesatuan masing? untuk mempraktekkan dalam tugasnja masing”. Dan dalam kesatuannja masing2 ini mereka harus selalu dipelihara akan berkembangnja ketjakapan jang sudah dimiliki tsb. '''Penutup.''' Demikianlah functie serangan malam dalam sesuatu pertempuran. Sekali lagi serangan malam adalah lebih rationeel kalau dibandingkan dengan serangan siang hari, karena tugas menjerang sasaran jang kuat tjukup dapat dikerdjakan oleh pasukan jang lebih ketjil dengan peralatan cg persendjataan jang lebih ringan. Sebab apa demikian, karena faktor pendadakan dapat didjamin. Tetapi serangan dapat productief kalau dilakukan oleh pradjurit2 atau pasukan2 jang terlatih. Sebaliknja apabila tidak terlatih, maka tidak dapat diha- rapkan akan kemenangannja melainkan hanja kerugian jang harus diderita. Selandjutnja bagaimanakah halnja serangan malam bagi Angkatan Perang kita? Telah didjelaskan diatas bahwa serangan malam ini harus dapat dilakukan oleh pasukan? kita untuk menghadapi musuh jang lebih besar dan lebih sempurna lagi kuat dalam hal perlengkapan cg persendjataannja. Untuk dapat melaksanakan strategie dan tactiek dari pimpinan pusat guna menghadapi musuh jang kuat, serangan malam mengambil peranan penting. Akan tetapi persiapan kearah itu rupanja hingga dewasa ini baik didalam Lembaga2 Pendidikan maupun dalam Kesatuan2 Bertempur latihan malam masih kurang mendapat perhatian. Alangkah baiknja kalau mulai sekarang djuga sebelum terlambat kita sudah memulai setjara sistematis kearah ini. Disamping untuk menghadapi tugas pokok kelak ialah menghalau serangan dari luar, untuk melaksanakan tugas operasi dalam negeri sendiri sudah sangat membutuhkan pradjurit2 dan pasukan2 jang terlatih pada waktu malam hari. Untuk itu kita kembali pada motto atau sembojan diatas jang bermaksud bahwa : gelap adalah kawan dari seorang pradjurit jang terlatih, akan tetapi gelap akan merupakan soal jang membingungkan sadja bagi pradjurit jang tidak terlatih. 1. Kepada para langganan MAD jang pindah alamat dan berhenti dari langganannja, diharap dengan segera memberitahukan kepada administrasi MAD dengan menjebut 1. Nomor langganan. 2. Alamat lama. 2. a. Harga langganan : Rp. Rp. 3,— untuk 1 bulan. 8,— untuk 1 kwartal. Rp. 35,— untuk 1 tahun. b. Bagi peminat jang hendak mentjatatkan sebagai langganan baru diharap membajar uang-muka lebih dahulu sebanjak Rp. 8,—, untuk satu kwartal,<noinclude>{{rh|||15}}</noinclude> nvhx7ah9dalxieokt1lka113kfapvvd Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/529 104 101907 295659 285868 2026-05-14T14:36:11Z N.imaema 22481 /* Tervalidasi */ 295659 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" /></noinclude><big>{{xx-larger|'''BAHASA DAN KESUSASTRAAN'''}}</big> {{tab}} {{tab}} {{c|{{x-larger|'''LEMBAGA BAHASA NASIONAL'''}}}}<noinclude>{{rh|'''TAHUN VI'''<br> {{larger|'''3'''}}<br> '''1973'''}}</noinclude> cqclghrl8zhey6r6jb0e12x78tpr2nw Halaman:Sawatoe Penghantar bagi orang jang membatja.djvu/36 104 102138 295702 293302 2026-05-14T15:35:12Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295702 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" />{{rh||-28-}}</noinclude>tang kepada SAMOEEL meminta sa'orang radja; maka Allah memberi sa'orang radja, ja-itoe SAOEL dengan morkanja. (Hoseja XIII: 31). Maka SAOEL daripada soekoe-bangsa Banjamin, dilantikken oleh SAMOEëL mendjadi radja, waktoе SAOEL datang mentjahri kaldeinja jang hilang. Didalam perhimpoenan besar di Mizpa SAOEL bersoempah atas hoekoem radja (Oelangan XVII: 14-20). Pada waktoe dibaharoeï keradjaän SAOEL di Gilgal, SAMOEëL berhenti mendjadi Hakim. Maka AHIA, jang terseboet djoewa ACHIMELECH, itoelah imam TOEHAN di Silo, ija dijam di negeri Nob dimana Cheimah perhimpoenan itoe ada. Maka DAOED mendjadi radja. (1 SAMOEEL XVI.) DAOED lari kepada ACHIS, radja negeri Gath., dan poera-poera gila dihadapannja; kemoedian ija bersemboeni dirinja di dalam goha Adoelam, dan bersajir ija Mazmoer 34 itoe, laloe nabi Gad datang menjoeroh ija pergi ka tanah Jehoeda. Maka Doëg mengadoe akan A chimelech, bahoewa soedah ija memberi makan kepada Da oed; maka Doëg sendiri misti memboenoh imam itoe dengan imam lain-lain banjaknja 85 orang; demikijanlah djadi genap perkataän Allah (lihat, I SAMOEËL II: 31-36), karena Achimelech itoe ketoeroenan Eli. Maka dalam Mazmoer 52 itoe dikarangken oleh DAOED akan kedjahatan Doëg itoe. Maka Abjathar, anak Achimelech mengchabarken hal itoe kepada DAOED, dengan membawa lari Efod dan Oerim dan Toemim. Abjathar mendjadi imam besar pada DAOED. (lihat 1 SAMOEËL XXI. XXII.). Maka Mazmoer 31 itoe menoendjoek kedjahatan orang-orang Kehila, sedang DAOED soedah menoeloeng marika-itoe. DAOED didalam goha waktoe SAOEL mengepoeng dija, dikarangken Mazmoer 57 itoe. (lihat 1 SAMOEEL XXIII, XXIV.). <div style="padding-left: 12em; text-indent: -12em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> 1 Samoeël XXV. '''Samoeël''' mati di Rama, sebab itoe '''Daoed''' pergi tinggal dipadang belantara ''Paran'', di sebelah selatan negeri ''Kanaän''; kemoedian ija poelang ka negeri Jehoeda, tinggal di ''Karmel''. Sebab '''Nabal''' tiada berboewat baik pada '''Daoed''', maka ija berangkat dengan 400 orang hendak berperang dengan '''Nabal'''; tetapi bini Nabal, ja-itoe Abigail namandja, membawa hadijah kepada '''Daoed''' akan berdamei. </div><noinclude></noinclude> i5dgb9f47nwicwzhkokxb24p06p04ys 295716 295702 2026-05-14T15:45:14Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ memperbaiki kesalahan tulis dan penggunaan templet 295716 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" />{{rh||-28-}}</noinclude>tang kepada SAMOEEL meminta sa'orang radja; maka Allah memberi sa'orang radja, ja-itoe SAOEL dengan morkanja. (Hoseja XIII: 31). Maka SAOEL daripada soekoe-bangsa {{sp|Banjamin}}, dilantikken oleh SAMOEëL mendjadi radja, waktoе SAOEL datang mentjahri kaldeinja jang hilang. Didalam perhimpoenan besar di Mizpa SAOEL bersoempah atas hoekoem radja (Oelangan XVII: 14-20). Pada waktoe dibaharoeï keradjaän SAOEL di Gilgal, SAMOEëL berhenti mendjadi Hakim. Maka AHIA, jang terseboet djoewa ACHIMELECH, itoelah imam TOEHAN di ''Silo'', ija dijam di negeri ''Nob'' dimana Cheimah perhimpoenan itoe ada. Maka DAOED mendjadi radja. (1 SAMOEEL XVI.) DAOED lari kepada ACHIS, radja negeri ''Gath''., dan poera-poera gila dihadapannja; kemoedian ija bersemboeni dirinja di dalam goha ''Adoelam'', dan bersajir ija Mazmoer 34 itoe, laloe nabi ''Gad'' datang menjoeroh ija pergi ka tanah Jehoeda. Maka Doëg mengadoe akan {{sp|Achimelech}}, bahoewa soedah ija memberi makan kepada {{sp|Daoed;}} maka {{sp|Doëg}} sendiri misti memboenoh imam itoe dengan imam lain-lain banjaknja 85 orang; demikijanlah djadi genap perkataän Allah (lihat, I SAMOEËL II: 31-36), karena {{sp|Achimelech}} itoe ketoeroenan {{sp|Eli}}. Maka dalam Mazmoer 52 itoe dikarangken oleh DAOED akan kedjahatan {{sp|Doëg}} itoe. Maka {{sp|Abjathar}}, anak {{sp|Achimelech}} mengchabarken hal itoe kepada DAOED, dengan membawa lari ''Efod'' dan Oerim dan ''Toemim''. {{sp|Abjathar}} mendjadi imam besar pada DAOED. (lihat 1 SAMOEËL XXI. XXII.). Maka Mazmoer 31 itoe menoendjoek kedjahatan orang-orang ''Kehila'', sedang DAOED soedah menoeloeng marika-itoe. DAOED didalam goha waktoe SAOEL mengepoeng dija, dikarangken Mazmoer 57 itoe. (lihat 1 SAMOEEL XXIII, XXIV.). <div style="padding-left: 12em; text-indent: -12em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> 1 Samoeël XXV. '''Samoeël''' mati di Rama, sebab itoe '''Daoed''' pergi tinggal dipadang belantara ''Paran'', di sebelah selatan negeri ''Kanaän''; kemoedian ija poelang ka negeri Jehoeda, tinggal di ''Karmel''. Sebab {{sp|Nabal}} tiada berboewat baik pada Daoed, maka ija berangkat dengan 400 orang hendak berperang dengan {{sp|Nabal}}; tetapi bini Nabal, ja-itoe {{sp|Abigail}} namandja, membawa hadijah kepada Daoed akan berdamei. </div><noinclude></noinclude> exymt3ynkc1x3iull69innzrqogrd3d Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/368 104 102153 295536 286734 2026-05-14T13:54:56Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295536 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>Nomor ini menyajikan: {{rh|''________________________________''}} FONIM VOKAL DIALEK JAKARTA Muhadjir 1 {{rh|''________________________________''}} BAHASA INDONESIA DAN ISTILAH KEOLAHRAGAAN 8 {{rh|''________________________________''}} CHAIRIL ANWAR: PENGARUHNYA DI MASA KINI Anita K. Rustapa 15 {{rh|''________________________________''}} BEBERAPA MASALAH SINTAKSIS: KALIMAT, POLA DASAR DAN PERAGAHANNYA S. Effendi 20 {{rh|''________________________________''}} KEPUTUSAN PRESIDEN RFPUBLIK INDONESIA NOMOR 57 TAHUN 1972 TENTANG PERESMIAN BERLAKUNJA "EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN." 32 {{rh|''_______________________________''}} {{missing image}}<noinclude>{{rh||11}}</noinclude> abakyoncfty1fs2riia1nw6dtyz90e3 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/369 104 102158 295535 288417 2026-05-14T13:53:40Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295535 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>:FONIM VOKAL DIALEK JAKARTA :Muhadjir O.G. Sejak diumumkannya tulisan saya mengenai bahasa Melayu dialek Jakarta pada tahun 1964<sup>1)</sup>), pada tahun 1965<sup>2)</sup> dan 1966<sup>3)</sup> berturut-turut dua orang penulis lainnya telah melakukan penelitian terhadap bahasa yang diucapkan di daerah ibukota Republik Indonesia itu. Sekalipun tujuan para peneliti itu tidak sama, namun mereka sama-sama telah melakukan fonemisasi terhadap bahasa yang diselidiki itu. Tetapi kesimpulan yang diambil mereka mengenai junlah fonim dialek ini ternyata tidak sama. Terdarons oleh kenyataan jitu, saya ingin mempersoalkan perkara itu kembali di Aspan sidang yang terhormat ini. Saya sendiri pada tahun 1964 tersebut telah mengambil kesimpulan bahwa jumlah fonim vokal dialek ini adalah 7 buah<sup>4)</sup>, yaitu i e é ê a o u /<sup>5).</sup>. Sedang jumlah fonim konsonannya ada 19 buah, yakni / b p m d t n j ĉ n g k <u>ng</u> s r l w y h ? /. Penulis kedua tersebut, Munadi Patmadiwiria hanya mencatat 6 buah fonim vokal. / é / tidak diangkatnya sebagai anggota fonim bahasa yang diselidikinya sebagaimana disimpulkan oleh kedua penulis lainnya. Sedang kesimpulannya tentang junlah fonim konsonan sama dengan dua penulis lainnya. Penulis ketiga yang juga melakukan fonemisasi, yakni Hans kahler menyobut jumlah fonim vokal yang jauh lebih besar, yaitu 11 buah, Kesebelas buah fonim itu ialah /a ā e é ê i ī o ó u /<sup>6)</sup>. Tetapi jumlah fonim konsonan yang ditarik oleh penulis ini tidak berbeda dengan dua pe- nulis lainnya, hanya saja penulis ini menyebut bunyi-bunyi nonvokoid f ŝ x z sobagai varian—varian dari konsonan / p s j h /. Jelas kiranya ketiga-tiga penulis yang berbisara mengenai dialek yang sama itu tidak sependapat dalam menetapkan jumlah fonimnya. Munadi mengeluarkan unsur ê dari daftar fonemisnya, sedang Hans Kihler memasukkan unsur ó sebagai anggota fonim vokal bahasa yang ditelitinya. Dan disamping itu penulis torakhir ini menganggap bahwa apa yang disebutnya "vokal panjang" ā ī dan ó adalah unsur-unsur yang secara fonemis beroposisi terhadap "vokal pendek" a, i dan 0. Kesimpulan yang {{hws|berbeda|berbeda-beda}}<noinclude>{{rh||1}}</noinclude> cgbpzrluly2yuq3tj29794zsfu199x0 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/335 104 102216 295558 286867 2026-05-14T14:01:15Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295558 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>adalah versi Walmiki yang tidak banyak menyimpang dari Kakawin maka adalah menarik bahwa beberapa versi yang diatas mengandung unsur-unsur yang tidak terdapat dalamnya atau menyimpang dari padanya. Beberapa sarjana tadinya berpendapat bahwa perbedaan-perbedaan ini adalah penyesuaian dari pada ceritera dengan unsur-unsur mitos Indonesia, tetapi Stutterheim telah membuktikan bahwa hal ini tidak benar seluruhnya.⁵ Memang ada yang bersifat Indonesia, seperti umpamanya manusia yang terjadi karena puja, yaitu ketika Mandudari, istri Dasarata, {{illegible}} oleh Rawana, ia mengambil kotoran dari kulitnya, lalu dengan memujanya dibuatnya wanita yang menyerupai dia dan diberi nama Mandudaki. Episode ini kita kenal kembali dalam Serat Kanda, disitu Rawana diberi bunga yang menyerupai Dewi Raguwati, dan sekali lagi waktu ia minta putri Kekayi⁶. Tetapi kekhususan ini tidak mutlak karena di India ada pula ceritera bahwa Parameswari (Uma) membuat orang dari kotoran kulitnya, sewaktu ia mandi. Unsur yang serupa sering kita lihat dalam lakon-lakon wayang. Suatu motif yang lain yang biasa kita lihat dalam ceritera asal-usul Melayu ialah ceritera putri yang lahir dari bambu atau "buluh betung" -- demikian dikatakan antara lain dalam Hikayat Marong Mahawangsa, Salasilah Kutai, Sejarah Sukandana, Hikayat Raja Pasai dan, Hikayat Aceh⁷. Motif yang serupa juga terdapat dibeberapa daerah di India, walaupun di situ belum dihubungkan dengan ceritera Rama. Tetapi sebagian besar episode-episode yang menyimpang sudah dapat ditelusur kembali dalam versi-versi ceritera Rama di India. Dibawah ini akan saya kemukakan beberapa episode dalam ceritera Rama Indonesia yang kurang dikenal, dengan menggunakan Hikayat Sri Rama sebagi titik tolak. Suatu episode yang agak penting dan sangat menyimpang dari versi epos ialah asal-usul Sita. Di dalam semua naskah Hikayat Sri Rama terdapat ceritera bahwa Dasarata adalah ayah yang sebenarnya dari Sita Dewi, walaupun pada saat itu Mandudaki, ibunya, menjadi istri Rawana. Seperti sudah kami terangkan di<noinclude>{{rh|||21}}</noinclude> gsmdsn2bko0an2tmu3jizxd6bosdqb1 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/219 104 102229 295609 286889 2026-05-14T14:14:32Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295609 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude><div style="text-align:left; margin-top:3em;"> <span style="font-size:300%; font-family:serif; letter-spacing:3px;">'''BAHASA'''</span><br /> <div style="margin-top:1em; text-align:center; font-size:150%;">dan</div> <span style="font-size:300%; font-family:serif; letter-spacing:3px;">'''KESUSASTRAAN'''</span> </div> <div style="text-align:right; margin-top:3em;"> <span style="font-size:90%; font-family:serif; letter-spacing:3px;">NO. 6{{Gap}}{{Gap}}Th. I 1968</span> {{Rule}} <div style="margin-top:6em; text-align:center; font-size:90%;"> ''diterbitkan oleh :'' <div style="margin-top:0.5em; letter-spacing:2px;"> DIREKTORAT BAHASA DAN KESUSASTRAAN<br /> DITDJEN KEBUDAJAAN<br /> DEPARTEMEN P. dan K.<br /> D J A K A R T A </div><noinclude></noinclude> 60ij7jh53xh5d2ht99rla3qjdropkfl Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/415 104 102234 295520 286900 2026-05-14T13:50:03Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295520 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>{{xx-larger|'''BAHASA DAN KESUSASTRAAN'''}} TAHUN VI {{larger|'''1'''}} 1973 {{C|{{larger|'''LEMBAGA BAHASA NASIONAL'''}}}}<noinclude></noinclude> j5imrc12b0ast4w642yr99oea1cqsmu Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/479 104 102235 295502 286901 2026-05-14T13:43:00Z N.imaema 22481 /* Tervalidasi */ 295502 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" /></noinclude>{{xx-larger|'''BAHASA DAN KESUSASTRAAN'''}} {{C|{{larger|'''LEMBAGA BAHASA NASIONAL'''}}}}<noinclude>{{rh|'''TAHUN VI'''<br> {{larger|'''2'''}}<br> '''1973'''}}</noinclude> qzdkhwyodb8znfgxe5txyctv1s7tpdj Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/345 104 102264 295554 287318 2026-05-14T13:59:30Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295554 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>Menurut penelitian lembaga tersebut, dari 22.194 kata bahasa Indonesia jang termuat dalam Kamus {{u|Umum Bahasa Indonesia}} karangan W.J.S. Poerwadarminta, jang dinjatakan berasal dari bahasa Arab. sebanjak 2.336 kata. b. Russell Jones, School of Oriental and African Studies, University of London. Hasil penelitiannja menundjukkan bahwa dari kata-kata jang termuat dalam Kamus Umum Poerwadarminta (2 djilid, 1966) dan {{u|Malay - English Dictionary}} oleh R.J. Wilkinson (2 djilid, 1932), terdapat sekitar 2.500 kata jang dinjatakan berasal dari bahasa Arab dan bahasa Persi. Disamping itu, dari pengamatan jang saja lakukan (meskipun belum selesai) dapat saja katakan disini bahwa jang saja kumpulkan dari surat kabar, madjalah, buku, siaran radio, siaran televisi dll., frekuensi kata-kata jang berasal dari bahasa Arab ternjata tidak djauh dari kedua pendapat diatas, jaitu sekitar 12,5%. Diketahui, disamping ada persamaan ada pula perbedaan antara bahasa Indonesia dengan bahasa Arab, chususnja dalam bidang kata. Karena itu, pemasukan kata-kata bahasa Arab kedalam bahasa Indonesia mengalami beberapa peristiwa, jang dalam hubungan dengan djudul uraian ini dapatlah digolongkan mendjadi : 1. Bidang fonim. Bila diambil pendirian bahwa fonim bahasa Indonesia ada 27, terdiri dari 18 konsonan, 6 vokal tunggal dan 3 vokal rangkap, peristiwa itu dapat saja kemukakan sebagai berikut, Sebelumnja, saja sebutkan fonim-fonim itu. Ke 18 konsonan adalah /b/,/d/,/dj/,/g/,/h/,/j/,/k/,/l/,/m/,/n/,/ng/,/nj/,/p/,/r/,/s/,/t/,/tj/, dan /w/. Ke 6 vokal tunggal adalah /a/,/e/./é/,/i/,/o/ dan /u/. Ke 3 vokal rangkap adalah /ai/,/au/, dan /oi/. Adapun fonim bahasa Arab adalah : Konsonan /b/,/t/,/ts/,/dj/,/h/ (h dengan titik dibawahnja) /ch/,/d/,/dz/,/r/,/z/,/s/,/sj/,/sh/,/dl/,/th/,/dh/, ' ('ain), /gh/,<noinclude>{{rh|||31}}</noinclude> sqwl5216743l1k6wxn8pwh703q3cx39 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/346 104 102265 295553 287379 2026-05-14T13:59:07Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295553 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>/f/,/q/,/k/,/l/,/m/,/n/,/w/,/h/,/"/ (hamzah) dan /j/. Vokal tunggal : /a/,/i/, dan /u/. Vokal rangkap: /ai/ dan /au/. Fonim supra segmental : tekanan pandjang. 1.1. Kedudukan fonim. 1.1.1. Kedudukan fonim dalam suku kata. 1.1.1.1. Fonim bahasa Indonesia. Fonim bahasa Indonesia jang dapat menduduki posisi awal, tengah dan achir suku kata adalah /a/,/e/, /é/,/i/,/o/ dan /u/. Jang hanja dapat menduduki posisi awal sadja adalah /b/,/d/,/dj/, /g/,/j/,/tj/ dan /w/. Jang hanja dapat menduduki posisi achir sadja adalah /ai/,/oi/,dan /au/. Jang hanja dapat menduduki posisi awal dan achir sadja adalah /h/,/k/,/l/,/m/ /n/,/ng/,/nj/,/p/,/r/,/s/ dan /t/. 1.1.1.2. Fonim bahasa Arab. Semua vokal dan semua konsonan dapat menduduki posisi awal dan achir, sedangkan vokal dapat djuga menduduki posisi tengah. 1.1.2. Kedudukan fonim dalam kata. 1.1.2.1. Fonim bahasa Indonesia. Fonim bahasa Indonesia jang dapat menduduki posisi awal, tengah dan achir kata adalah /a/,/h/,/i/,/k/,/l/,/m/,/n/,/ng/,/p/,/r/,/s/,/t/ dan /u/. Jang hanja dapat menduduki posisi achir sadja adalah /ai/,/au/, dan /oi/. Jang hanja dapat menduduki posisi awal dan tengah sadja adalah /b/,/d/,/dj/,/e/,/é/,/g/,/nj/,/o/, dan /tj/. Jang hanja dapat menduduki posisi tengah sadja adalah /j/, dan /w/. 1.1.2.2. Fonim bahasa Arab. Kedudukannja dalam kata sama dengan kedudukannja dalam suku kata. Mengingat perbedaan-perbedaan itu, kata-kata bahasa Arab jang masuk kedalam bahasa Indonesia mengalami : 2. Penggantian fonim. /ts/ lazimnja diganti dengan /s/ pada posisi manapun, misalnja<noinclude>{{rh|||32}}</noinclude> s1x7hmurvs9dy6bspmahxlzjqiw4bmm Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/347 104 102270 295552 287449 2026-05-14T13:58:51Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295552 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>dalam kata {{u|misal. bahas.}} /ḥ/ (h dengan titik bawah) lazimja diganti dengan /h/ pada posisi manapun, misalnja dalam kata {{u|hal.}} {{u|arwah.}} Ada djuga sebagian ketjil jang diganti dengan /ch/, terutama pada posisi tengah kata, misalnja dalam kata /{{u|Achad.}} {{u|rachmat.}} /ch/ sebagian diganti dengan /k/, terutama pada posisi awal suku kata, misalnja dalam kata {{u|kabar.}} {{u|akir.}} Sebagian tetap /ch/, baik pada posisi awal maupun pada posisi achir suku kata, misalnja dalam kata {{u|chalajak.}} {{u|ichlas.}} Sebagian ketjil diganti dengan /h/, misalnja dalam kata {{u|husus.}} {{u|hawatir.}} /z/ sebagian diganti dengan /dj/, terutama pada posisi awal suku kata, misalnja dalam kata {{u|djaman.}} {{u|djina.}} Sebagian tetap /z/, terutama pada posisi awal dan achir suku kata, misalnja dalam kata {{u|djenazah.}} {{u|zakat.}} Sebagian diganti dengan /s/, terutama pada posisi achir suku kata, misalnja dalam kata {{u|djus.}} /dz/ sebagian diganti dengan /dj/ seperti dalam kata {{u|idjin.}} sebagian diganti dengan /z/ seperti dalam kata {{u|zat.}} /sj/ Umumnja tetap /sj/, baik pada posisi awal maupun achir suku kata, misalnja dalam kata {{u|sjarat}}, {{u|masjhur.}} Sebagian ketjil diganti dengan /s/, baik pada posisi awal maupun achir suku kata, misalnja dalam kata {{u|setan.}} {{u|askar.}} /sh/ umumnja diganti dengan /s/, baik pada posisi awal maupun achir suku kata, misalnja dalam kata {{u|asal.}} {{u|sabar.}} Ada djuga jang diganti dengan /ts/ seperti pada kata {{u|hatsil.}} {{u|fatsal.}} /dl/ sebagian diganti dengan /d/, seperti dalam kata {{u|hadir.}} {{u|darurat.}} Sebagian diganti dengan /l/, seperti dalam kata {{u|perlu.}} {{u|melarat.}} Ada djuga jang tetap /dl/, seperti dalam kata {{u|hadlir.}} /th/ umumnja diganti dengan /t/, seperti dalam kata {{u|tamak.}} {{u|chotbah.}}<noinclude>{{rh|||33}}</noinclude> 67ghzhp42eysha14sscmy428f4zfbtj Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/216 104 102271 295615 287459 2026-05-14T14:17:01Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295615 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>{{rh||Kronik}} {{rh|PEKAN DRAMA D.C.I. JAKARTA}} Dalam rangka Hari Ulang Tahun Jakarta Raya yang ke 441 (Juni 1968) telah dilangsungkan pekan drama yang diikuti oleh: 1) H.S.B.I. Tanjung Priok dengan cerita "Fadjar Sidiq" karya Amelia Sanosa, 2) {{u|Teater Vitalausuma}} dengan cerita "Senjum Terharu" karya Motinggo Boesje, 3) {{u|Study Group Drama Diakarta}} dongan cerita "Pemburu Perkasa" saduran W.S. Kendra, 4) {{u|Teater Balai Pustaka}} dengan cerita "Jebakan Maut" saduran Moh. Diponegoro, 5) L.K.N. D.C.I. Jaya dengan cerita "Bolero Hijau" adaptasi Endang Achmadi. Untu.. menyongsong kegiatan itu, telah diterbitkan "Buku Pekan Seni Drama D.C.I. Jaya th. 1968" berisi tulisan-tulisan sekitar dunia teater. {{rh|SEMINAR BACAAN ANAK-ANAK}} Pada tanggal 10-11-12 Juni 1968. P.M. Balai Pustaka telah mengadakan eminar bacaan untuk anak-anak bertempat di gedung Balai Pustaka Jakarta. Seminar ini diikuti oleh 69 orang peserta yang mewakili berbagai instansi pemerintah badan-badan pendidikan, pers, pengarang, pelukis dan penerbit. Sejumlah 8 buah prasaran dan 5 buah sambutan telah disampaikan dalam seminar ini. Prasaran-prasaran tersebut adalah #Prof. Dr. Slamet Imam Santoso: "Pengaruh bacaan dalam Pertumbuhan Jiwa Anak" #Moh. Said: "Pengaruh Bacaan atas Perkembangan Watak". #Prof. Dr. Soemantri Hardjopraloso: "Pemikiran Pemerintah terhadap Bacaan Anak". #Soeardi Lani "Pemikiran Pemerintah Daerah terhadap Bacaan Anak". #Markas Besar Angkatan Kepolisian: "Usaha Preventif dan Represif dalam Bidang Bacaan Anak", #Drs. Zuber Usma: "Tema dan Tekhnik Bacaan Anak". #Dra. B. Simorangkir "Tema dan Tekhnik Bacaan Anak". #Let. Kol. Soeradio B.Sc "Book Production Bacaan Anak".<noinclude>{{rh|||38}}</noinclude> m2qxex7h7lx9lg8kish1fyhmponsrvh Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/348 104 102273 295551 287456 2026-05-14T13:58:34Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295551 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>/dh/ sebagian diganti dengan /l/, seperti dalam kata {{u|lohor}} {{u|hafal.}} Sebagian diganti dengan /d/. seperti dalam kata {{u|nadir.}} Sebagian lagi diganti dengan /z/, seperti dalam kata {{u|zalim.}} {{u|zuhur.}} /'/ ('ain) dihilangkan bila ada pada pada posisi awal suku kata, seperti dalam kata {{u|ilmu}}, {{u|alat}}. Diganti dengan /k/ bila dalam posisi achir suku kata, seperti dalam kata {{u|rakjat}},{{u|makna.}} /gh/ umumnja diganti dengan /g/, seperti dalam kata {{u|gairah.}} {{u|logat.}} Ada djuga jang diganti dengan/r/ , seperti dalam kata {{u|ralat.}} /f/ sebagian diganti dengan /p/, seperti dalam kata {{u|pikir}}, {{u|paham}} Sebagian lagi tetap /f/, seperti dalam kata {{u|fitnah.}} {{u|hafal.}} /q/ umumnja diganti dengan /k/, seperti {{u|dalam kata nafkah.}} {{u|bak.}} 3. Penjesuaian karena perbedaan kedudukan. /b/ dan /a/ jang didalam bahasa Indonesia tidak dapat menduduki posisi achir suku kata, masing-masing diganti dengan /p/ dan /t/ dalam utjapan, tetapi tidak tulisan, misalnja dalam kata {{u|kitab.}} {{u|abad.}} Ada djuga sebagian ketjil jang baik utjapan maupun tulisannja diganti, misalnja dalam kata {{u|Saptu.}} {{u|tekat.}} /k/ jang dalam bahasa Indonesia bila menduduki posisi achir suku kata utjapannja sebagai hamzah, diterapkan djuga pada kata-kata jang berasal dari bahasa Arab, meskipun kata itu semula mengandung /q/, misalnja dalam kata {{u|chalajak.}} {{u|achlak.}} /dj/ jang dalam bahasa Indonesia tidak dapat menduduki posisi achir sukukata, penjesuaiannja dengan mengganti /dj/ itu dengan /t/ seperti dalam kata {{u|mikrad}} atau ditambahkan vokal padanja seperti dalam kata {{u|madjemuk.}} Ada pula jang tetap sadja, seperti dalam kata {{u|madjlis.}} 4. Pola suku kata. Pola suku kata bahasa Indonesia adalah V, VK, KV dan KVK, dengan ketentuan : 4.1. Vokal pada pola VK dan KVK tidak dapat berupa vokal rangkap.<noinclude>{{rh|||34}}</noinclude> d44zvfu0f77a7cfqp0g7xzb20wlp7le Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/217 104 102274 295614 287474 2026-05-14T14:16:19Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295614 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||39}}</noinclude>Seminar ini diketuai oleh Direktur Utama P.K. Balai Pustaka sendiri, Brigjen T.N.1. Soejatmo. Pembahasan prasaran-prasaran dilakukan dalam dua Komisi yaitu Komisi A yang membahas tema, isi dan bentuk bacaan sehat untuk anak-anak dan Komisi B yang membahas usaha-usaha untuk meningkatkan kwan titas dan kwalitas dan distribusi (penyebar luasan) bacaan sehat itu. Seminar telah menghasilkan sejumlah keputusan yang antara lain tentang tema dikatakan bahwa bacaan anak yang baik haruslah mengandung: {{multicol}} <ol type=a> <li>sifat-sifat paedagogis dan psikologis;</li> <li>sifat sosial, kulturil dan modern yang serasi dengan pribadi Bangsa; <li>sifat-sifat yang menimbulkan keamanan bagi kehidupan masyarakat;</li> <li>semangat perjuangan (membangkitkan semangat daya juang) yang dinamis serta yang menimbulkan semangat untuk menentang kelamin, ketidak-adilan, ketidak benaran, dan semua segi yang bersifat buruk;</li> <li>semangat kepahlawanan, cinta kepada bangsa, tanah air, orang tua dll.;</li> <li>semangat petualangan yang baik;</li> <li>kejenakaan;</li> <li>keunggulan watak yang baik atas yang jahat.</li> {{multicol-end}} </ol> {{rh|GROUP KESENIAN MANTIKA}} Disepenggal jalan Malioboro (Jogja), dalam udara yang basah dan remang-remang telah berlangsung "Jalan Kebebasan Penjair dan Kodratnja" yang diselenggarakan oleh Group Kesenian Mantika, suatu kelompok seniman di Jogjakarta. Kegiatan yang unik ini diisi dengan pendeklamasian sajak-sajak dari para penyair yang ternama, yang dibawakan oleh para deklamater dan deklamatris diatas sebuah.... kursi. Acara ini diselenggarakan tanggal 29 Agustus 1968 malam hari, dihadiri oleh para seninan dah gelandangan. {{rh|BENTENG TERBIT}} Sebuah kumpulan sajak dibawah judul {{u|Benteng}} dari penyair Taufiq Ismail, seorang eksponen Angkatan 66, telah diterbitkan oleh penerbit Faset Bogor.<noinclude></noinclude> 7o709img6s03vqzn87fp7j3cf5ukoqu Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/349 104 102275 295550 287467 2026-05-14T13:58:17Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295550 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>Pemasukan kata dari bahasa Arab jang menjimpang dari ketentuan itu mengalami : 4.1.1. Pengubahan vokal rangkap itu mendjadi satu vokal tunggal, seperti dalam kata {{u|Senen}}, {{u|sjech}}. 4.2. Konsonan dan vokalnja pada suku jang berpola KV dan KVK tidak dapat berupa /ji/ atau /wu/. Suku kata dari bahasa Arab jang menjimpang dari ketentuan itu penjesuaiannja dilakukan dengan tjara : 4.2.1. Menggantikan vokal itu dengan vokal lain, seperti dalam kata {{u|majat.}} 4.2.2. Membuang konsonannja, seperti dalam kata {{u|tasauf.}} {{u|bainah.}} {{u|nahu.}} Disamping itu ada djuga jang tetap dibiarkan, seperti dalam kata {{u|majit.}} {{u|wudjut.}} 5. Rangkaian suku kata. Kemungkinan rangkaian suku kata bahasa Indonesia adalah : 5.2. (K)V + V(K), dengan ketentuan : 5.1.1. Kedua vokal jang berurutan tidak sama. Dalam hal ini, penjimpangan akibat masuknja kata-kata dari bahasa Arab tidak mengalami penjesuaian, seperti dalam kata {{u|saat.}} {{u|fiil}} 5.1.2. Rangkaian selalu menimbulkan semi vokal: /w/ bila vokal suku depan berupa /u/, /j/ bila vokal suku depan berupa /i/, /h/ bila vokal suku depan berupa /a/, Dalam hal ini penjesuaian dilakukan dengan menambah semi vokal sehingga sesuai dengan ketentuan tersebut, seperti dalam kata {{u|daerah.}} {{u|faedah.}} Ada djuga jang tidak disesuaikan, seperti dalam kata {{u|sjair}},{{u| soal.}} {{u|doa.}} 5.2. (K)VK + KV(K) dengan ketentuan : 5.2.1. Kedua konsonan jang berurutan itu tidak sama. Dalam hal ini penjesuaian dilakukan dengan tjara membuang salah satu itu, seperti dalam kata {{u|madjalah}}, {{u|kuliah.}} Jang tidak disesuaikan terdapat pada kata {{u|Allah.}} 5.2.2. Bila konsonan awal pada kedua konsonan jang berurutan itu<noinclude>{{rh|||35}}</noinclude> 4rbuqsupdzsz33ken01aut7atarbfpn Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/351 104 102276 295547 287471 2026-05-14T13:57:40Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295547 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>djadikan rangkaian suku itu mengikuti pola (K)V + KV(K). Tjara penjesuaian jang lain ialah mendjadikannja mengikuti pola (K)V + V(K) seperti dalam kata {{u|masaalah.}} {{u|Djumaat.}} 6. Ketjuali kemungkinan rangkaian tersebut dengan sjaratnja masing-masing, masih ada sjarat umum, jaitu : 6.1. Suku kata jang mengandung vokal rangkap hanja dapat menduduki posisi achir kata. Dalam hal ini, penjimpangan ada jang disesuaikan dengan tjara mengganti vokal rangkap itu dengan vokal tunggal, seperti dalam kata {{u|tobat.}} {{u|setan.}} Ada pula jang tidak disesuaikan, tetap mengandung vokal rangkap pada suku jang bukan suku achir, misalnja dalam kata {{u|taubat.}} {{u|hairan.}} 6.2. Suku kata jang diawali dengan /j/ atau /w/ tidak dapat menduduki posisi awal kata. Dalam hal ini penjesuaian dilakukan dengan tjara menghilangkan /w/ itu, misalnja dalam kata udjud, udu. Ada djuga jang tidak disesuaikan, misalnja dalam kata {{u|jatim.}} {{u|jakin}}, {{u|wudjud.}} 7. Gedjala lain. 7.1. Pelemahan suku kata jang bukan suku achir. Misalnja terdapat pada kata {{u|tertip.}} {{u|berkat.}} {{u|sedjarah.}} 7.2. Pemenggalan (Syncop). Misalnja terdapat dalam kata {{u|Senen.}} {{u|Rabu.}} BAHASA DAN KESUSASTRAAN, No. 1, Th. V, 1972<noinclude>{{rh|||37}}</noinclude> kktya1h4vqbr3lyrelk7qhfkpc621is Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/218 104 102277 295613 287488 2026-05-14T14:16:08Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295613 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||40}}</noinclude>Penerbitan ini diangkat dari cetakan pertamanya yang berupa stensilan, dengan beberapa perubahan. Seperti diketahui kumpulan ini merupakan dokumen historis-puitis dari saat-saat demonstrasi menumbangkan Orde Lama. Kumpulan puisi lainnya dari penyair ini yang telah diterbitkan ialah {{u|Tirani}}. {{rh|BENGKEL TEATER JOGJA}} Bengkel Teater Jogja yang dipimpin oleh W.3. Rondra, tanggal 19 dan 20 September 1968 telah mementaskan drama-drama terjemahan dari Bertolt Brecht, dramawan Jerman, yakni: {{u|Isteri Yahudi}}, {{u|Informan}}, dan {{u|Mencari Keadilan}}. Kegiatan ini merupakan eksperimen yang kesekian kalinya dari W.S. Rundra yang pernah menghebohkan kota Jogja dengan pertunjukannya: {{u|Bip-Bop}} {{rh|HASIL SAYEMBARA IKAPI - UNESCO 1968}} Pada bulan Agustus 1968, Ikapi - Unesco mengumumkan para pemenang sayembara mengarang yang diselenggarakan olehnya. Ramadhan K.H. dengan karyanya {{u|Royan Revolusi}} dan Muhajus Abukomar dengan karyanya {{u|Kota Palopo yang terbakar}}, telah ditetapkan sebagai pemenang. Disamping itu hadiah-hadiah penghargaan diberikan kepada Ratna Padniandari atas naskahnya {{u|Pancaroba}}, Iwan Simatupang atas naskahnya {{u|Ziarah}}, dan Ahmad Bakri atas naskahnya {{u|Antara Buaya dan Gestapu}}. Juri terdiri atas: Bahder Djohan, Harsja. Bachtiar, Umar Xayam, dan Ajip Rosidi. {{u|TEATER POPULER}} Bertempat di balai Budaya Jakarta, tanggal 28 dan 29 September 1956 telah dipertunjukkan dua buah drama, yakni: {{u|Hantu}} (disarikan dari {{u|the Ghost}} karya Ibsen oleh Teguh Karya) dan {{u|Antara Dua Perempuan}} (karya Alice Gerstenberg diterjemahkan oleh Dra. Tuti Indra Malaon). Pementasan ini merupakan kegiatan dari Badan Pembina Teater Nasional Indonesia (B.P.T.N.I.) yang kali ini dibawakan oleh salah satu anggotanya yakni Teater Populer dari Hotel Indonesia, dengan sutradara Teguh Parya. BAHASA DAN KESUSATRAAN ...... 1968<noinclude></noinclude> 8q4ak9m6v68d1tk2nap9rrkuknjgqmy Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/466 104 102307 295840 291480 2026-05-14T16:54:29Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295840 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" />{{rh|'''Presiden Panglima Tertinggi IR Sukarno'''||}}</noinclude>{{c|<big><big><big>KITA BERDJALAN TERUS</big></big></big>}} {{block right|width=25em|'''PRRI adalah pengchianat daripada Proklamasi, bahkan pengchianatan kepada djiwa Indonesia jang demokratis Revolusi jang massal tidak akan bisa diruntuhkan oleh kontra revolusi'''}} Pada tanggal 16 Maret 1958, di Tegallega Bandung telah diadakan rapat raksasa Pantjasila jang dihadiri oleh lebih dari sedjuta rakjat jang datang berbondong-bondong dari kota dan daerah sekitar Bandung, untuk mendengarkan wedjangan Kepala Negara kita, Presiden Soekarno jang berbitjara kurang lebih satu djam lamanja. Sebelum Presiden, telah berbitjara Ibu Rasuna Said jang mendapat djulukan Srikandi Indonesia. Saja bergembira — demikian Kepala Negara — ini hari datang di Bandung, bersama-sama dengan Ibu Rasuna Said, jang sebagai tadi telah mengatakan, bahwa pada hakekatnja, apa jang diperbuat oleh Achmad Husein cs., oleh Sjafrudin Prawiranegara cs sama sekali bukanlah kehendak daripada rakjat Minangkabau, tetapi adalah perbuatan petualang-petualang belaka. Saja berulang-ulang meninggalkan tanah air, ,,mendjadjah desa hamilang 'kori”, datang ke- mana-mana, bukan sadja orang luar negeri memandang kepada saja sebagai orang Indonesia, tetapi djustru diluar negeri itulah, saudara-saudara, saja me- rasa diri saja orang Indonesia jang benar-benar tjinta kepada Indonesia. Saja sudah melihat <small>3/4</small> dunia ini, tetapi — demikian Presiden —, saja bisa dengan bangga dan tegas berkata bahwa tidak ada negara didunia ini jang setjantik, semolek sebagai Indo- resia. Pada suatu hari, saja diminca memberi djawaban atas beberapa pertanjaan jang diadjukan oleh pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi Amerika. Diadakan satu rapat ketjil, wakil-wakil pemuda, wakil-wakil pemudi berkumpul disitu. Saja diundang didalam rapat itu, dipotret, difilm, disiarkan dengan radio dan televisi pula, Rapat jang demikian itu, tanja djawab dengan pemuda pemudi adalah dinamakan satu bagian daripada siaran televisi jang bernama Youth want to know, pemuda pemudi ingin tahu, Salah satu pertanjaan jang diadjukan kepada saja ialah: ,,Presiden Soekarno, mengapa Presiden Soekarno mengadakan proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945? Jaitu beberapa hari sesudah Djepang bertekuk lutut didalam peperangan dunia jang kedua. Artinja pertanjaan ini ialah, apa sebab proklamasi kemerdekaan itu tidak diutjapkan oleh Bung Karno — Bung Hatta pada tahun 1930 atau tahun1929, mengapa kok 17 Agustus 1945 ? Saja merasa, ini adalah suatu pertanjaan untuk memantjing satu pengakuan. Sebab katanja, kemerdekaan Indonesia ini adalah pemberian dari Djepang. Bahwa tatkala Djepang telah menekuk lutut, kemerdekaan ini diberikan kepada bangsa Indonesia. Saja kira inilah maksud pertanjaan itu. Saja beri pendjelasan dengan tegas: kami — kataku — mengadakan proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, oleh karena pada waktu itu imperialisme sedang lemah, retak hantjur lebur. Inilah sebabnja kami mengadakan proklamasi itu tidak pada tahun 1940, pada waktu imperialisme sedang kuat sentausa, pun tidak pada tahun 1930 pada waktu imperialis sedang kuat. Maka itu, kita mengadakan proklamasi, pada saat imperialisme tidak bertenaga. Nah, sesudah perang dunia kedua, Belanda berantakan, imperialis Belanda hantjur lebur. Djepang lemah pula, oleh karena telah mendapat pukulan pula. Saat itulah saat jang terbaik untuk mengadakan proklamasi. Ini adalah siasat politik jang hebat sekali, saudara-saudara, dan memang,kita bitjarakan lebih dulu dengan pemimpin2. '''Bahkan didalam tahun 1929 telah saja katakan, tahun '29 tatkala saja masih mendjadi penduduk Bandung: awas, imperialisme. Awas djikalau nanti perang dunia Pasifik petjah, djikalau nanti lautan Teduh merah dengan darah, djikalau nanti tanah-tanah disekeliling Lautan Teduh menjala-njala dengan api peperangan, pada saat itulah Indonesia mendjadi merdeka.''' Ini saja utjapkan di Bandung pada tahun 1929. Dan kawan-kawan saja dari Bandung mengetahui bahwa djusteru karena utjapan inilah saja ditangkap, dimasukkan kedalam kandang, mendjadi makanan tikus. Saudara-saudara, memang siasat politik harus demikian.<noinclude>{{rh|8||}}</noinclude> 1ww01frcg8tvuifooqcihf46dxqqj21 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/240 104 102312 295605 287632 2026-05-14T14:13:56Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295605 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||20}}</noinclude>Sajak Pujangga yang berjudul 'Keluh Kesah' sedikit sebanyaknya mirip dengan sajak Amir Hamzah. Saya turunkan petikan sajak itu disini: Dalam malan gelap golita,<br> Beta berdayong subatang kara<br> Ombak bergulung tunda-menunda<br> Badai monderu gegak gumpita.<br> Beta hanyut tidak bertunpak<br> Entah kemana dibawa untung<br> Nyawa tersorah pada Illahi,<br> Bidukku oleng dipermainkan ombak<br> Sebagai sabut terapung-apung<br> Bilakah sampai kotanah tepi?<br> Oh, Tuhan! Tunjukkan daku<br> Lautan damai<br> Telok nan permai<br> Untuk mencapai tumpah darahku.<br> Di Malaya pelopor puisi baru adalah terdiri dari guru-guru Melayu. Antara pelopor itu termasuklah Muhammad Yasin Makmur dan Hassan Haji Abdul Manan. M. Yasin Makmur (Pungguk)/dan Hassan pernah menjadi penis-pin {{u|Majalah Guru}} (Mei 1932-1938) dan kesempatan inilah digunakan mereka untuk menghasilkan puisi-puisi baru sesuai dengan jiwa mereka di-kala itu. Secara amnya puisi Malayu diwaktu ini bersipat romantik, zelangkolik dan berpandangan idealistik. Zaman Jepun lahir Masuri S.H. dan beberapa penyair yang lain Propagandistis. Bontuknya mirip dengan Pujangga Baru. Prosos pembaharuan dalam bentuk novel, cerpen maupun puisi di Malaya diwaktu itu boleh dikatakan berkembang secara evolusi. Ini saya rasa ada hubungannya dengan sipat orang Melayu yang tradisionalis itu dimana unsur penekanan dalam bentuk politik/ekonomi/pelajaran tidak begitu terasa sangat oleh masyarakat Melayu itu. Diplomasi kolonial Inggeris bergerak begitu licin hingga secara tak disedari dapat membentuk cara berfikir evolusi itu. Bila Jepang menginjakkan kaki fasisnya yang kejam itu baru dengan cepatnya bangsa Melayu bangun dan mombuat introspeksi yang lebih mendalam tentang peranan mereka dinegara sendiri. Kesedaran itu rupa-rupanya lahir juga dalam hasil-hasil kesusastraan selepas Perang Dunia Kedua yang akan segera bicarakan nanti.<noinclude></noinclude> axx7vic0f0cnqlx0fz7s5q36msqwf8u Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/269 104 102397 295594 292535 2026-05-14T14:10:39Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295594 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>{{hwe|deta|pendeta}} Jahudi ke Medinah untuk menanjakan seribu masalah itu. Ia bertemu dengan Nabi dan disampaikannjalah maksudnja itu. Nabi menjetudjuinja dan bersedia mendjawab serala pertanjaannja. Djibrailpun segera pula datang dengan firman Allah duduk dikanan Nabi dan Mikail duduk dikiri Nabi. (1-10). Terdjadilah sekarang tanja djawab antara Abdullah Ibn Salam dengan Nabi Muhammad. <br> Mula-mula ditanjakannja tentang status nabi, apakah ia nabi atau rasul; kemudian berturut-turut ditanjakan, apakah agama Islam itu agama Allah atau agama nabi, berapa banjak agama itu; segala nabi itu apa agamanja apakah orang jang masuk sorga itu karena kebaikannja, apakah orang kafir jang berbuat kebadjikan itu diterima pahalanja; apakah kitab jang dianugerahkan Allah kepada nabi, dimana nabi dapat chabar dari tjeritera-tjeritera jang adjaib itu; Djibrail itu laki-laki atau perempuan, bagaimana rupanja dan berapa tingginja. Pertanjaan-pertanjaan ini didjawab oleh Nabi satu per satu. Nabi mendjawab, bahwa beliau adalah seorang nabi djuga rasul; agama Islam itu agama Allah; agama itu banjak, tetapi semuanja itu berhimpun kepada sjarak karena esa zatnja Allah s.w.t.; agama nabi jang dahulu itu berlainan menurut umatnjas; orang jang masuk Sorga itu bukan karena kebaikannja tetapi karena menjebut kalimat sjahadat; orang kafir jang berbuat kebadjikan tidak diterima pahalanja, kitab jang dianugerahkan Allah kepada nabi itu bernama Furqan; chabar dan tjeritera adjaib itu diterima nabi dari Tuhan melalui Djibrail, Mikail, Israfil, Luh Mahfuz dan Kalam jang berasal dari titah Tuhan. Djibrail itu malaikat jang dekat kepada Tuhan, ia bukan laki-laki atau perempuan, mukanja bertjahaja seperti bulan purnama, sajapnja sangat besar dan sebagainja. Ditjeriterakan pula tatkala Baginda Ali memotong sajap Djibrail itu. Selandjutnja ditanjakan pula mengenai arti bilangan, apa jang esa tiada djadi dua dan dua tiada djadi tiga, dan tiga tiada djadi empat dan empat tiada djadi lima dan lima tiada djadi enam dan enam tiada djadi tudjuh dan seterusnja sampai bilangan tiga puluh. Kemudian ditanjakan, apa jang tiga puluh tiada djadi empat puluh dan empat puluh tiada djadi lima puluh dan seterusnja pula sampai bilangan seratus. Nabi mendjawab, bahwa jang esa tiada mendjadi dua ijalah zat Allah Taala dan jang dua tiada djadi tiga jaitu Nabi Adam dengan Hawa dan jang tiga tiada djadi empat jaitu tiang ka'batullah dan jang empat<noinclude></noinclude> o7sb0vms93k568d01uyo4afkwh7strg Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/142 104 102517 295636 288196 2026-05-14T14:22:29Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295636 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||14}}</noinclude>Oleh Plato dan Aristoteles apa yang kita sebut adjektif ini digolongkan pada katakerja. Suatu fakta historis yang patut dicatat disini adalah bahwa teori Dyonisius ini menjadi dasar pembagian jeniskata bagi bahasa-bahasa Eropa. Kita kemudian melihat, bahwa penerapan teori ini tidak lebih daripada pemaksaan kerangka Bahasa Yunanikuno kepada bahasa-bahasa bukan-Yunani. Dyonisius menyusun pembagian jeniskatu itu khusus untuk Bahasa Yunanikum dan tidak bagi bahasa lain. Untuk bahasa lain yang jelas berlainan kodratnya dari bahasa itu sudah tentu harus dicarikan penggolongan lain 2) {{u|4. Lingguistik sebagai ilmu tentang bahasa}}<br> Jika diatas kami mengecam cara-cara para ahli kita memperlakukan unsur bahasa yang penting ini, maka jadi kewajiban kami pula untuk menunjukkan jalan lain yang lebih tepat untuk mendekati masalah ini dan demikian memperoleh penecahan yang tepat. Jika kita akan menyelidiki bahasa secara ilmiah, sudah barang tentu kita harus mengikuti prosedur-prosedur ilmiah.<br> 4 syarat yang harus kita penuhi untuk dapat menyebut suatu pernyataan bersifat ilmiah: #{{u|objektif}}, dalam arti bebas dari segala macam prasangka, uraian tentas fakta-fakta harus dapat diuji oleh orang lain yang cukup pengetahuannya tentang bidang yang bersangkutan, 'mengingat ilmu itu bersifat publik. #{{u|menyeluruh}}, artinya cukup perlakuan terhadap bahan yang bersangkutan #{{u|konsisten}}, artinya bebas dari kontradiksi diantara semua pernyataan. #{{u|hemat dalam perumusan}}, artinya perumusan yang singkat jauh lebih baik daripada perumusan yang panjang. Kami serahkan kepada para pembaca sampai berapa jauh keilmiahan analisa para ahli bahasa mengenai pembagian jeniskata BI. Yang perlu kami kemukakan' disini ialah pandangan lingguistik terhadap bahasa dan tatabahasa. Sebagaimana kami singgung diatas kekeliruan Plato dan Aristoteles disebabkan oleh suasana ilmupengetahuan pada jaman mereka. Pada jaman itu belum ada pecbagian tugas ilmiah seperti sekarang. Apa yang disebut ilmupengetahuan merupakan campuran dari apa yang sekarang kita sebut fisafat, tatabahasa, agama, kedokteran, fisika, biologi, kimia, matematika dsb. Lain halnya jaman sekarang.<noinclude></noinclude> bj9d746gl3cvwp0tp2n3xxkaezll94k Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/145 104 102528 295633 288435 2026-05-14T14:21:44Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295633 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||17}}</noinclude>Jelas bahwa tatabahasa normatif yang dipakai dalam pengajaran bahasa harus mendasarkan diri pada tatabahasa deskriptif, karena hanya tatabahasa deskriptiflah yang memberi gambaran yang sesungguhnya tentang kaidah-kaidah yang bekerja dalam suatu banasa. Tatabahasa normatif mengambil bahan-bahan seperlunya dari tatabahasa deskriptif. Erat dengan hal itu adalah soal benar atau salahnya suatu bentuk atau pemakaian bahasa, soal benar atau salah dalam bahasa harus dilihat dari sudut pembedaan antara pendekatan normatif dan deskriptif dan juga dari sudut dialek, idiolek, ragambahasa {{u|(style)}} dan citarasa 3).<br> Contoh penulis tidak jarang mempergunakan kalimat {{col-begin}} (a) Ini buku{{u|nya}} kawan bapak saya.<br> Pernah juga ia memakai<br> (b) Ini buku kawan bapak saya.<br> Dalam percakapan dengan seorang kenalandekatnya, pernah ia berkata<br> (c) Mana mobil{{u|nya}} ?<br> Dengan orang yang baru dikenalnya ia berkata<br> (d) 1. Mana mobil saudara ?<br> atau<br> 2. Mana mobil yang saudara katakan tadi? {{col-end}} Kalimat (a) dan (c) dipergunakan penulis dalam suatu ragam tertentu, sedang (b) dan (d1) dan (d2) dalam ragam lain. Bagi ragam yang mempergunakan (b) dan (d) secara normatif kalimat (a) dan (c) adalah salah, dengan alasan {{u|nya}} pada (a) tidak perlu dan pada (c) biasanya tidak menunjuk orang kedua dsb. dsb.; dalam tatabahasa sekolah kalimat (a) dan (c) biasanya tidak diajarkan. Ini adalah pandangan normatif. Lain halnya dengan pandangan deskriptif semua kalimat dianggap benar, karena dalam kenyataan dipakai orang. Kesalahan lain yang banyak dibuat para ahli bahasa adalah mengacaukan uraian deskriptif (sinkronis) dan uraian historis (diakronis). Sebuah contoh pernah dibuat oleh seorang sarjana lingguistik yang menguraikan fonologi "asli" Bahasa Indonesia. Kata "asli" dalam karangan itu menimbulkan tandatanya besar. Contoh lain adalah pernyataan, bahwa "kata {{u|pada}} BI adalah katabenda yang dipergunakan sebagai preposisi". Uraian demikian mencampurkan segi historis dan segi deskriptif. Secara etimologis memang dahulu {{u|pada}} katabenda, tetapi dalam tatabahasa BI {{u|pada}} adalah preposisi.<noinclude></noinclude> mfolu54rj3gfvchw1dnztipfgln3kvr Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/75 104 102568 295753 288345 2026-05-14T16:04:15Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295753 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude>'''{{c|ISTILAH-ISTILAH JANG DIHASILKAN RAPAT SEKSI-SEKSI KOMISI ISTILAH DIREKTORAT BAHASA DAN KESUSASTRAAN DEPARTEMEN P. DAN K.}}''' '''ILMU BAHASA DAN KESUSASTRAAN''' {| |- | a.|| affix ||<center>=</center>|| imbuhan |- | || affixation || <center>=</center> || pengimbuhan |- | ||allophone ||<center>=</center> || alofon |- | || ambisyllabic || <center>=</center> || (bunji) rangkap suku |- | ||appellative ||<center>=</center> || apelatif |- | ||base ||<center>=</center> || bentuk dasar |- | || devoicing || <center>=</center> || penirsuaraan |- | ||root ||<center>=</center> || (bentuk) akar |- | ||stem||<center>=</center> || (bentuk) pangkal |- | || unvoicing || <center>=</center> || ----- devoicing |- | b. ||analytical author ||<center>=</center> || pengarang analitik |- | ||archasim||<center>=</center> || (bentuk) kunaan |- | || identity || <center>=</center> || ----- kepribadian |- | ||monnologue||<center>=</center> || ckatjakap |- | || neologism || <center>=</center> || (bentuk) baruan |- | ||organic beauty||<center>=</center> || keindahan organik |- | || ornament || <center>=</center> || hiasan |- | ||phantasy||<center>=</center> || anganan |- | || play || <center>=</center> || lakon |- | ||plot||<center>=</center> || alur |} '''PENERBANGAN''' {| |- | ||aangewezen vliesnelheid||<center>=</center> || tjepat terbang tertundjuk |- | || eanjaagdruk || <center>=</center> || tekanan mampat |- | ||basislandings-strook||<center>=</center> || ladjur landasan pokok |- | || basislijn || <center>=</center> || garis alas |- | ||batterijontsteking||<center>=</center> || perdjalanan baterai |- | || bedekte hemel|| <center>=</center> || angkasa tertutup |- | ||bedieningskabel||<center>=</center> || kawat pelajanan |- | ||chartervliegtuig||<center>=</center> || pesawat sewaan |- |}<noinclude></noinclude> aamwt580kjpjcrzs0tud8r4jmor3z6h Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/360 104 102579 295779 288443 2026-05-14T16:23:24Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295779 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude>sehingga tak ada lagi terasa jarak antara {{u|tehnik dan idea.}} Keduanya sudah menjadi sebagian dari pada kehidupannya. Ia sudah hilang dalam karyanya sehingga seolah-olah in netral dalam karya sastranya.<br> Ini menurut pendapat saudara Goenawan Mohammad, yang juga merupakan seorang penyair yang baik. Jadi berbicara mengenai keterlibat yang dinamis dalam karya sastra memang sangat penting diperhatikan. Kita sama sekali tidak berpretensi untuk ini dah itu," kita hanya menyajikan sajian kita yang bersifat watak pribadi kita dalam melihat dimensi-dimensi yang ada. Dengan membaca cerpen-cerpen yang memuat tema Gestapu, ini, kita diajak untuk merenungkan, sekurang-kurangnya mengetuk hati kita sebagai suatu pribadi yang ingin akan hal-hal yang baik dan berpengaruh dalam menyempurnakan hidup kita. Bagi kami sebagi seorang penyorot, sekurangnya mampu memasuki lekuk-liku hidup para tokoh yang memainkan peranannya dalam cerita yang disampaikan oleh pengarang; dan pada waktu yang sama kami dapat memberikan informasi kepada pembaca untuk dapat menikmati apa yang dapat dinikmati. Kami menempatkan peristiwa sastra yang bertema Gestapu itu pada proporsi yang sebenarnya. Karena yang menonjol disini adalah masalah sistim rangkaian transisi nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat literer. Yang perlu diperhatikan adalah peranan kesusastraan, dengan sifatnya yang estetis, sugestif, serta persuasif. Jadi tidak bersifat slogan kosong yang membosankan. Sangat ideal kalau karya sang sastrawan menjadi padu dan padat. Pembicara memang berhasil menyentuh apa yang kita harapkan, namun sebagai manusia biasa tentu ada kekurangan-kekurangan yang kita sama maklumi. Kita masih mengharapkan dari pembicara untuk mengangkat karya itu kelapis norma yang lebih luas sehingga sikap psiko-politik yang diajukan oleh saudara pembicara dapat dengan harmonis terungkap dengan lengkap, Hal ini memang sulit untuk secara tegas-tegas menyatakan dimana batas seni dengan huruf besar dan mana yang bukan seni. Disini nampak jelas betapa rumit dan kompleks nilai-nilai kesusastraan itu. Karena sasaran karya<noinclude>{{rh|||46}}</noinclude> oyse457pra8zayz1cgk5yxe96h6v0hf Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/76 104 102600 295759 288857 2026-05-14T16:06:52Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ memperbaiki kesalahan tulis dan templet atau parameter yang digunakan 295759 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" />{{rh||30}}</noinclude>{| width="100%" cellspacing="0" cellpadding="2" style="background:transparent; line-height: 1.5;" |- valign="top" | width="45%" | circulatie door thermosyphon || width="5%" align="center" | - || width="50%" | edaran panas |- valign="top" | circulatie drukkamering || align="center" | - || pelumasan tekan beredar |- valign="top" | civiel luchtvaartuig || align="center" | - || pesawat udara sipil |- valign="top" | dempingogyroscoop || align="center" | - || gasing peredam, giroskop peredam |- valign="top" | dempingsweerstand || align="center" | - || hambatan peredam |- valign="top" | dichtheidshoogte || align="center" | - || tinggi padat |- valign="top" | effectieve spoedhoek || align="center" | - || sudut djarak ladju berguna |- valign="top" | efficient verbruik || align="center" | - || pemakaian efisien |- valign="top" | eindduik || align="center" | - || tukik achir |- valign="top" | eindige spanwijdte || align="center" | - || bentang sajap terbatas |- | colspan="3" | &nbsp; |- | colspan="3" | '''TEKNIK''' |- | colspan="3" | &nbsp; |- valign="top" | aardustamper || align="center" | - || pemadat tanah, penumbuk tanah, timbris tanah |- valign="top" | aftakbare spoel || align="center" | - || kumparan bertjabang |- valign="top" | konisch || align="center" | - || lantjap |- valign="top" | kromtrekken ''[''v hout'']'' || align="center" | - || melending |- valign="top" | landmeting || align="center" | - || (ilmu) handasah |- valign="top" | langsligger ''[''draagbalk'']'' || align="center" | - || bendul |- valign="top" | lasso || align="center" | - || tandjul |- valign="top" | lijzeil || align="center" | - || lajar dastur |- valign="top" | modderslee || align="center" | - || papan tongkah |- valign="top" | spilboor || align="center" | - || gurdi poros |- valign="top" | splintervrij glas || align="center" | - || katja petjah-rekat |- valign="top" | splitsmof || align="center" | - || selongsong pembagi |- valign="top" | spoelbak || align="center" | - || bak bilas |- valign="top" | spoelwikkelaar || align="center" | - || penggulung kumparan |- valign="top" | spoelwikkeling || align="center" | - || lilitan kumparan |- valign="top" | stabilisatorlamp || align="center" | - || tabung stabilisator |- valign="top" | stabiliseringsweerstand || align="center" | - || hambat penstabil, hambat pemantap |- valign="top" | stagnatie per trap || align="center" | - || stagnasi tiap tingkat, gangguan tiap tingkat |- valign="top" | stamcircuit || align="center" | - || lingkaran induk |- valign="top" | standolie || align="center" | - || minjak tjat kental |- | colspan="3" | &nbsp; |- | colspan="3" | '''ILMU PASTI/ALAM''' |- | colspan="3" | &nbsp; |- valign="top" | fuse carrier ''[''fuse-holder''']'' || align="center" | - || sangga sekering |- valign="top" | fuse mounting strip || align="center" | - || tanda pemasangan sekering |- valign="top" | fusible || align="center" | - || dapat meleleh |}<noinclude></noinclude> 44qbbekd4i3do8gt9opwww0qeh71lf1 Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/57 104 102661 295471 294952 2026-05-14T13:04:35Z Menyusurisudutnegeri 25205 295471 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Riiiv" /></noinclude>Film PHILIPINA jang maha heibat ||||| {{xx-larger|'''„CARLOS TRECE”'''}} Penuh dengan perkelahian dan ketegangan dari mulai sampai achir. {{x-larger|ANITA LINDA EFREN REYES}} IN MEMESIO CARAVANAS {{xx-larger|Carlos<br> Trece}} JOHNNY MONTEIRO AMADO CORTEZ Produced by MANUEL VISTAN Directed by MEMESIO CARAVANA {{c|Persembahan dari: {{larger|'''N.V. NUSANTARA FILM CORPORATION DJAKARTA'''}} SEGERA AKAN MAIN DITEMPAT SAUDARA. }} {{c| {{xx-larger|'''A. P. I.'''}} '''Assosiasi Perdagangan Internasional N. V.''' Gedong Pandjang No. 21, Djakarta - Kota P.O.B, 1020/DAK. PHONE: K. 1493 Wakil Tunggal dari: }} {{right|{{xxx-larger|M ◇ A ◇ N}}}} {{larger|'''MASCHINENFABRIK AUGSBURG NURNBERG A.G.'''}} Pabrik dari segala matjam mesin² diesel, seperti kapal dan stationnair, Diesel Trucks, Diesel-Tractor, d.l.l. DEW DEUTSCHE EDELSTAHLWERKE A-C. KAMI MENJEDIAKAN: Badja keras S.S. Badja perkakas. Badja konstruksi untuk di-veredel Remanit Thermax Thermanit Oerstit Titanit Akrit untuk di-inzet dengan kekuatan panas jg. tinggi dengan dipertingginja keku- atan menahan gugus de- ngan mempunjai sifat phy- sikalis jang luar biasa. Badja tahan karat dan asam Badja tahan panas bahan las untuk Remanit dan Thermax Badja magnit logam keras (gesinterd) Logam keras tuangan dan laschlegeringen dari logam keras. MARATHON INDONESIA 12 Medan Merdeka Utara Telp. Gambir 856. Djakarta N.V. INDONESIAN SERVICE COY ASSEMBLY PLANT MOBIL NASIONAL JANG PERTAMA Djl. Lodan-Djakarta Tel. 1235-1236 KOTA IMP: DODGE DEPENDABLE TRUCKS Pesanlah pada DEALER2 kami. DELEAR: Tersebar diseluruh Indonesia Digitized by Google<noinclude></noinclude> d0n8pjsgcjoh92bz9iry5mzrt7hm6re 295477 295471 2026-05-14T13:12:16Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 295477 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Film PHILIPINA jang maha heibat ||||| {{xx-larger|'''„CARLOS TRECE”'''}} Penuh dengan perkelahian dan ketegangan dari mulai sampai achir. {{x-larger|ANITA LINDA EFREN REYES}} IN MEMESIO CARAVANAS {{xx-larger|Carlos<br> Trece}} JOHNNY MONTEIRO AMADO CORTEZ Produced by MANUEL VISTAN Directed by MEMESIO CARAVANA {{c|Persembahan dari: {{larger|'''N.V. NUSANTARA FILM CORPORATION DJAKARTA'''}} SEGERA AKAN MAIN DITEMPAT SAUDARA. }} {{c| {{xx-larger|'''A. P. I.'''}} '''Assosiasi Perdagangan Internasional N. V.''' Gedong Pandjang No. 21, Djakarta - Kota P.O.B, 1020/DAK. PHONE: K. 1493 Wakil Tunggal dari: }} {{right|{{xxx-larger|M ◇ A ◇ N}}}} {{larger|'''MASCHINENFABRIK AUGSBURG NURNBERG A.G.'''}} Pabrik dari segala matjam mesin² diesel, seperti kapal dan stationnair, Diesel Trucks, Diesel-Tractor, d.l.l. {{c| {{xxx-larger|'''DEW'''}} {{larger|'''DEUTSCHE EDELSTAHLWERKE A-C.'''}} {{larger|KAMI MENJEDIAKAN:}} }} Badja keras S.S. Badja perkakas. {| |- || Badja konstruksi || untuk di-veredel<br>untuk di-inzet<br>dengan kekuatan panas jg. tinggi<br> dengan dipertingginja kekuatan menahan gugus dengan mempunjai sifat physikalis jang luar biasa. |- || Remanit || Badja tahan karat dan asam |- || Thermax || Badja tahan panas |- || Thermanit || bahan las untuk Remanit dan Thermax |- || Oerstit || Badja magnit |- || Titanit || logam keras (gesinterd) |- || Akrit || Logam keras tuangan dan laschlegeringen dari logam keras. |} {{c| {{xx-larger|'''MARATHON INDONESIA'''}} {{larger|'''12 Medan Merdeka Utara – Djakarta Telp. Gambir 856.'''}} }} {{c| {{Xxx-larger|N.V. INDONESIAN SERVICE COY}} {{x-larger|ASSEMBLY PLANT MOBIL NASIONAL JANG PERTAMA}} Djl. Lodan-Djakarta Tel. 1235-1236 KOTA {{Xxx-larger|'''IMP:'''}} {{xxxx-larger|DODGE}} {{xx-larger|<u>'''DEPENDABLE'''</u>}} {{xxx-larger|TRUCKS}} Pesanlah pada DEALER² kami. DELEAR: Tersebar diseluruh Indonesia }}<noinclude></noinclude> a1hh11iq3fgknbnq1a5wueyk5xzy0eu Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/183 104 102874 295612 289237 2026-05-14T14:15:50Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295612 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||5}}</noinclude>Bahwasanya manis merayu dari semula membius diri hingga tak sampai kepada inti. Semboyan-semboyan dan kata-kata besar menimbulkan keraguan akan kesungguhan penyair. {{ppoem|end=follow| Pudar layu sayu merana, Tidak berdaya tiada bergaya,-- Berbulan-bulan sudah merana (Jiwa lumpuh, hal 102). }} {{ppoem|end=follow| Kota besar ramai berderai, Gelak terurai -- ('jiwaku menyepi-nyepi,' hal. 111). }} {{ppoem|end=follow| --bersorak bersorai-sorai, Gembira ria berderai-derai Maksud tujuan tak tercapai -- Tegakkan jiwa berlayar mari ("Tegak Jiwa", hal. 111). }} Kadang-kadang kita bertanya apakah pengarang sendiri menyadari apa yang hendak dikatakannya, sering tangannya seolah menggapai tak sаmраі. Taukah Armijn apakah yang hendak dikatakannya dengan: Gembira giat niat bekerja, Berdaya adakan barang semesta ("Tumbuh teratur", hal. 109). Hendak berselam dihati alam dunia (Hendak kekota jua hal. 117). Sajak yang agak panjang ialah "Rasa sadar melancar', suatu sajak yang memperlihatkan bagaimana terjadinya agaknya sajak-sajak Armijn Pane dan dalam keadaan jiwa bagaimana terlahirnya. Saudara bisa membayangkan bahwa dia mempunyai banyak waktu burenung-renung merenung-renung untuk dari permenungannya ini sampai pada pikiran-pikiran yang kasi kedalam-melawan mengenai hidup dan tugas kebangsaan: {{ppoem|end=follow| Aku duduk ditepi danau, Bulan berkilau senyum meninjau, Aku termenung merenung kilau, Air berkerut menggayut bulan }} <center>-------------------------------</center> {{ppoem|end=follow| Terkembang melepas dalam jiwaku, Biarkanlah dirimu air gelisah Cermin bangsa tanah airmu, Tenang tahu dikandungan masa Bagian raya kan lahir jua. }} {{Right block|(hal.104)}} <center>-------------------------------</center> {{ppoem|end=follow| Rohani jiwa berlepas kekang, Meresap menyelami jiwa bangsa, Timbul menjungjung lokan mutiara, Itulah bahagia tujuan jiwa }} {{Right block|(hal.105)}}<noinclude></noinclude> 57b4v3dopnyt5his4lkn9pzracygmzm Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/481 104 102890 295506 293212 2026-05-14T13:45:46Z N.imaema 22481 /* Tervalidasi */ 295506 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" /></noinclude>{{c||PENGANTAR}} :{{gap}}Dalam penerbitan ini kami turunkan tiga buah artikel:<br> {{gap}}Pertama, "Some Sociolinguistic Problems of Indonesia,"<br> mengetengahkan beberapa masalah sosiolingguistik di Indonesia, Dalam tulisan itu kedua penulis mengariati beberapa pokok, yakni: (a) keadaan bahasa-bahasa di Indonesia, (b) bahasa dalam dunia pendidikan, (c) bahasa-bahasa asing di Indonesia, (3) kedudukan bahasa Inggris, (e) kebijaksanaan dan pemnbakuan bahasa, (f) sikap pemakai bahasa, (g) pentingnya penelitian sosioling-guistik. {{gap}}Kedua, "Fungsi Hikayat dan Babad," sebuah tulisan yang berhubungan dengan filologi. Ilmu ini tidak banyak peminatnya, namun tampak mulai membenahi dirinya. Misalnya dengan penataran yang diadakan di Yogyakarta pada tanggal 20 Juni sampai 10 Juli 19/73 yang lalu. {{gap}}Ketiga, {{u|"Merahnya Merah}}: Wajah Lain dari Seprang Gelandangan," sebuah judu! yang puitis dari sebuah pembahasan atas novel Iwan Simatupang (almarhum). Penulisnya seorang mahasiswa yang tengah mempersiapkan skripsinya tentang karya-karya Iwan. {{gap}}Dengan ketiga artikel di atas, secara eksplisit majalah ini mengundang tulisan-tulisan lain dari kalangan universitas, perguruan, dan peminat bahasa dan sastra dari seluruh Indonesia. {{gap}}Kami menunggu, {{r|Redaksi}}<noinclude>{{rh|i}}</noinclude> c07kerezr2e7ndncw13bxwt9lmqq2tk 295661 295506 2026-05-14T14:37:43Z N.imaema 22481 295661 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" /></noinclude>{{rh||PENGANTAR}} {{gap}}Dalam penerbitan ini kami turunkan tiga buah artikel:<br> {{gap}}Pertama, "Some Sociolinguistic Problems of Indonesia,"<br> mengetengahkan beberapa masalah sosiolingguistik di Indonesia, Dalam tulisan itu kedua penulis mengariati beberapa pokok, yakni: (a) keadaan bahasa-bahasa di Indonesia, (b) bahasa dalam dunia pendidikan, (c) bahasa-bahasa asing di Indonesia, (3) kedudukan bahasa Inggris, (e) kebijaksanaan dan pemnbakuan bahasa, (f) sikap pemakai bahasa, (g) pentingnya penelitian sosioling-guistik. {{gap}}Kedua, "Fungsi Hikayat dan Babad," sebuah tulisan yang berhubungan dengan filologi. Ilmu ini tidak banyak peminatnya, namun tampak mulai membenahi dirinya. Misalnya dengan penataran yang diadakan di Yogyakarta pada tanggal 20 Juni sampai 10 Juli 19/73 yang lalu. {{gap}}Ketiga, {{u|"Merahnya Merah}}: Wajah Lain dari Seprang Gelandangan," sebuah judu! yang puitis dari sebuah pembahasan atas novel Iwan Simatupang (almarhum). Penulisnya seorang mahasiswa yang tengah mempersiapkan skripsinya tentang karya-karya Iwan. {{gap}}Dengan ketiga artikel di atas, secara eksplisit majalah ini mengundang tulisan-tulisan lain dari kalangan universitas, perguruan, dan peminat bahasa dan sastra dari seluruh Indonesia. {{gap}}Kami menunggu, {{r|Redaksi}}<noinclude>{{rh|i}}</noinclude> 2pdffwc31w76d7b7dhpds5lim5nk4z5 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/453 104 102904 295788 289424 2026-05-14T16:25:51Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295788 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" />35</noinclude>Naskah Melayu <u>Hikayat Zakaria</u> agaknya hanya terdapat di Museum Pusat Jakarta; sepanjang dapat diperikan dalam katalogus-katalogus yang tersedia tidak ada di Museum atau Perpustakaan di luar negeri, tidak ada di Kuala Lumpur,<sup>1)</sup> di Leiden,<sup>2)</sup> di London<sup>3)</sup> dan sebagainya<sup>4)</sup> Isi naskah nomor 104 yang selanjutnya disebut naskah A mulai dari kisah sebelum kelahiran Isa, yaitu ketika Maryam diasuh oleh Zakaria sampai dibunuhnya seorang pemuda yang mirip dengan Isa. Naskah nomor 105 yang seterusnya disebut naskah B tidak sampai pada akhir cerita yang ada dalam naskah A itu, yakni dibunuhnya pemuda tersebut. Isi naskah B lebih ringkas dari naskah A. Perbandingan bahasa yang terkandung dalam teks dua naskah itu menunjukkan banyaknya kata-kata dan frase-frase yang sama. {{ol |Naskah A, halaman 3 baris 17, 18 dari atas: {{gap|5em}}Maka diberinya oleh Zakaria pengasuh Maryam tiga empat orang perempuan yang saleh Naskah B, halaman 3 baris 8 dari atas: {{gap|5em}}Diberi oleh Zakaria pengasuh empat orang perempuan yang saleh-saleh. |Naskah A, halaman 4 baris 1 - 6 dari atas:<br> {{gap|5em}}Maka apabila balighlah Mariyam itu datang kepada dua belas tahun umurnya, maka diajarnyalah oleh Zakaria ilmu dan berbuat bakti kepada Allah Ta'ala. }}<noinclude>___________________________<br> 1) Joseph H. Howard (1966)<br> 2) H.H. Juynboll (1899); J. Pynappel Gz (1870); Ph.S. van Ronkel (1921)<br> 3) John Bastin/R. Roolvink (1964)<br> 4) diantaranya C. Snouck Hurgronje (1889)</noinclude> 4tqqra4fb99eo9uqwxz1hdb759ezg5w Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/456 104 102919 295796 289481 2026-05-14T16:27:32Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295796 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" />38</noinclude>Pada halaman 1 dan 2 naskah 3 uraiannya terlalu ringkas, sehingga kurang jelas jalan ceritanya, kalau tidak dibandingkan dengan naskah A. Selain itu tertera Mekkah untuk Baitulnakdie seperti nyata dari kutipan berikut. Naskah B, halaman 1 dan 2: Ini hikayat peri menyatakan tatkala Nabi Allah Isa dikandungkan oleh Siti Maryam, maka turun firman Allah Ta'ala ke dunia. Haka firman Allah Ta'ala kepada Djibrail ke dunia membawa dari pada sekalian mereka itu ke dalam negeri Mekkah akan kepada Siti Maryam akan firman Allah Ta'ala dibawa oleh Jibrail kalam itu kepada segala mereka itu. Maka masing-masing melihat kalam mereka itu kalam nabi Zakaria itu jua yang timbul, maka kata mereka itu ................ Timbul persoalan sekarang manakah lebih asli naskah A atau naskah B. Berdasarkan faktor-faktor yang diuraikan di atas, yaitu faktor bahasa dan isi pada dua halaman pertama naskah B dapatlah kiranya ditarik kesimpulan, bahwa naskah A itu lebih asli dari naskah B. Oleh karena dua naskah itu berasal dari koleksi yang sama, yaitu koleksi Von de Wall, ada juga kemungkinan naskah B itu diringkaskan dari naskah A. Dalam soal usia, naskah A lebih tua dari naskah B. Naskah A berasal dari tahun 1845 Masehi, sedang naskah B tahun 1278 Hijrah atau 1862 Masehi. Naskah <u>Hikayat Zakaria</u> mungkin swkali berasal dari daerah Riau, sebab di sana pernah Von de Wall tinggal beberapa lama, sambil mengumpul naskah-naskah untuk penyusunan kamus.<sup>1)</sup> Naskah A yang dasar penulisan ini, rapi tulisannya akan tetapi<noinclude><br>_______________________________<br> 1) Menurut Ph. S. van Ronkel (1913), hal. V) sebagian besar koleksi Von de Wall terkumpul di Riau</noinclude> t87w0at2gcjody74mwjxbacra152nug Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/458 104 102924 295797 289499 2026-05-14T16:27:50Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295797 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" />40</noinclude>{{c|II}} Penafsiran dan pengajaran mengenai isi Kitab Suci disebut Talmud oleh orang Jahudi. Di samping <u>Halacha</u>, yaitu penafsiran isi ayat-ayat yang berhubungan dengan peraturan-peraturan agama, ada lagi apa yang disebut <u>Haggada</u>, yang berusaha menafsirkan isi kisah-kisah yang terdapat dalam Perjanjian Lama.<sup>1)</sup> Haggada pada mulanya berusaha hanya menjelaskan kisah-kisah yang umumnya ringkas isinya dalam Kitab Suci dengan memberi detail-detail yang diperlukan, tetapi lama kelamaan keterangan-keterangan tambahan itu demikian berkembang isinya, sehingga Hanggada menjadi rentetan kisah-kisah yang amat luas sifatnya, mulai dari pada Adam sampai nabi terakhir dalam Perjanjian Lama, Terciptanya kosmos, Adam dan Hawa, riwayat tokoh-tokoh yang dimuliakan dalam agama Jahudi mendapat perluasan istimewa.<sup>2)</sup> Istilah nabi<sup>3)</sup> terdapat dalam Perjanjian Lama. Ibrahim<sup>4)</sup> disebut nabi, demikian juga Musa<sup>5)</sup> dan banyak lagi yang lain-lain seperti Ilyas, Yermia, Yunus, Zakaria, akan tetapi Adam dan raja-raja seperti Daud dan Sulaiman tidak disebut nabi; pada zaman adanya raja-raja dalam sejarah Israil para nabi disuruh oleh Tuhan menyampaikan pesan peringatan kepada raja-raja itu, tatkala mereka ini lupa daratan dan melanggar perintah Allah.<noinclude><br>-----------------<br> 1) F.W. Grosheide (1929 jilid V, hal. 373, di bawah <u>Talmud</u>)<br> 2) idem (1929, jilid. II, hal. 438, di bawah <u>Haggada</u>)<br> 3) Ibrani: <u>nabi</u> dari <u>nâbâ</u> = memberitahukan; ef Arab: naba = memberitahukan, lihat James Hastinge (1961, jilid X, hal. 384)<br> 4) Kitab Kejadian 20 : 7<br> 5) Kitab Ulangan 18 : 15</noinclude> 35uhymodjareec9mp8yllq9gebc5jr8 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/459 104 102927 295798 289515 2026-05-14T16:28:04Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295798 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" />41</noinclude>Agama Kristen yang mengakui Perjanjian Lama sebagai bagian dari Kitab Sucinya mengakui juga para nabi yang terdapat di dalamnya. Para murid Isa dan orang-orang seperti Paulus yang disamakan dengan para murid itu tidak disebut nabi, tapi apostel atau rasul; jumlahnya sedikit sekali dibandingkan dengan para nabi. Dalam agama Islam <u>'ilm al Kur'ān wa'ltafsir</u> adalah cabang yang istimewa dari Hadis. Di antara para ahli tafsir yang banyak jumlahnya itu nama Al Tabarī amat terkenal dengan kitabnya <u>Ta'rikh alrasul wa'lmulūk</u>. Dalam kitab ini dikisahkannya sejarah dunia sampai abad ke-4 sesudah Hijrah.<sup>1)</sup> Tha'labī adalah seorang ahli tafsir yang amat terkenal pula dengan kitabnya <u>Kashf wa'lbajān an Tafsīr al Kur'ān</u>. Tetapi dikalangan rakyat umum beliau termasyhur karena kitabnya yang mengisahkan para nabi, berjudul <u>Kisasu'lanbiya</u>. Dalam kitab ini Tha'labī berusaha mengekang fantasi yang tak berdasar. Sesudah kitab tersebut menjadi populer di kalangan rakyat, lama kelamaan timbul saduran-saduran bebas disertai tambahan.<sup>2)</sup> A1 Kisā'i terkenal juga dengan kitabnya yang sama judulnya dengan kitab Tha'labī, yaitu Kisasu'lanbijā. Berbeda dengan kitab Tha'labī yang timbul dari tafsir Al Kur'an, al Kisā'i bercerita dengan tujuan untuk memikat para pembaca sehingga banyak hasil fantasi masuk ke dalam kisahnya.<sup>3)</sup> Sudah lumrah dalam kitab-kitab seperti di atas tercantum nama orang-orang yang menjadi sumber keterangan penulis dengan<noinclude><br>-----------------<br> 1) M. Th. Houtsma (1913, jilid IV, hal. 624); Al Tabari lahir ± 839 di Tabaristan.<br> 2) M. Th. Houtsma (1913, jilid IV, hal. 796); Tha'labi meninggal Desember 1035<br> 2) M. Th. Houtsma (1913, jilid II, hal. 114); Al Kisā'i hidup abad ke-5 tahun Hijrah</noinclude> ao0675ri4yr48hl0qnoxyloloi3opb6 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/460 104 102929 295799 289525 2026-05-14T16:28:18Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295799 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" />42</noinclude>isnad sekalian. Orang-orang itu harus terkenal dipercayai keterangannya, misalnya: (1) Ka'ab al Ahbar (meninggal tahun 652) seorang Yahudi dari Yemen yang amat luas pengetahuannya tentang Perjanjian Lama, masuk agama Islam di zaman Khalif Abu Bakar. (2) Wahab ibn Munabbih (meninggal tahun 731), mungkin juga tadinya beragama Jahudi, adalah seorang ahli tafsir Al Qur'an yang termasyhur. (3) Muhammad al Kulbi (meninggal tahun 763), seorang ahli tafsir Al Qur'an yang termasyhur, berasal dari Kufa; namanya sering dikutip oleh Tha'labi. Selain itu (4) SaIbi (meninggal tahun 1056), seorang Kristen yang masuk Islam dan (5) Abdallah ibn Abbas yang bergaul dengan orang-orang Yahudi dan Kristen yang sudah masuk Islam.<sup>1)</sup> Muhammad disebut Nabi terakhir dalam Al Qur'an, yaitu Nabi penutup dari segala nabi. Isa sendiri menunjuk pada seorang nabi yang akan datang sesudahnya bernama Ahmad (Surah 61 : 61), bahkan Musa yang hidup juh sebelumnya telah meramalkan tentang adanya nabi yang tidek tahu menulis dan membaca (Surah 5: 157). Oleh karena itu dapat dimengerti minat yang terdapat di kalangan umum untuk mengetahui kisah para nabi sebelum Muhammad yang diuraikan secara khusus dalam (<u>Kisasu'lanbiyā</u> dan kitab-kitab lain yang sejenis isinya.<sup>2)</sup> Riwayat hidup Isa mendapat perhatian yang besar dari para ahli tafsir. Dalam kita Tha'labī kisah tentang Isa beroleh tempat yang paling luas dibandingkan dengan nabi-nabi yang lain.<noinclude><br>-----------------<br> 1) Nama 5 orang itu berturut-turut dalam M. Th. Houtsma (1913, jilid II, hal. 622); M. Th. Houtsma (1913, jil. IV, hal. 1173); M. Th. Houtsma (1913, jilid II, hal. 737); M. Th. Houtsma (1913. jilid IV, hal. 920); H.A.R. Gibb/J.H. Kramers (1953, hal. 671)<br> 2) Katalogus dalam Carl Brockelmann (1898, jilid I, hal. 350); Kisasu'lanbija yang disadur dari karya Tha'labi dan Al Kisa'i terbit di Paris tahun 1923.</noinclude> cztsam12cirzqux7mmu8vtohiazoy2i Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/130 104 102942 295646 289581 2026-05-14T14:28:48Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295646 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||2}}</noinclude>ISI NOMOR INI : S.E. : SALAH SATU TUGAS KITA {{right|hal.}} {{hii}} Nj. Dra. S.{{illegible}} Rudijati Huljadi : SEJARAH KESUSASTRAAN INDONESIA LAMA SELAYANG PANDANG Drs. Harimurti {{illegible}} : BEBERAPA POKOK PIKIRAN SEBAGAI SUMBANGAN UNTUK {{illegible}} MASALAH PEMBAGIAN JENIS KATA BAHASA INDONESIA Adun Sjubarsa D.A. : KESUSASTRAAN SUNDA PERIODE PERTAMA Drs. H.B. Jassin : In {{illegible}} J.{{illegible}} Nj. Drs. Anita K. {{illegible}} : {{illegible}} ROESTAN EFFENDI DI FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS INDONESIA ISTILAAN-ISTILAH JANG DIHASILKAN RAPAT SEKSI-SEKSI KOMISI ISTILAH {{sp|KRONIK}} {{tab}} {{C|****}} {{tab}} {{tab}} {{right|BAHASA DAN KESUSASTRAAN, No. 4, Th. I, 1968}}<noinclude></noinclude> qoqniwegdz8q29xctgq9900faqxnb70 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/444 104 102947 295485 289596 2026-05-14T13:35:53Z N.imaema 22481 /* Telah diuji baca */ 295485 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" />{{rh|26}}</noinclude>Asas-asas kebahasaan ini masih perlu ditafsirkan lebih terperinci sehingga dapat diperoleh gambaran kongkrit tehnik mengajarkan Bahasa Indonesia. Penafsiran demikian belum sempat dikemukakan pada kesempatan ini. 8,3 Dalam praktek pengajaran Bahasa Indonesia, kedua satuan asas yang dikemukakan pada 8.1 dan 8.2 saling mendukung, dan seyogianya dikembangkan secara kreatif oleh para guru bahasa Indonesia. {{tab}} DAFTAR BACAAN #Anderson, Verna Dickman, dkk., <u>Reading</u> <u>in</u> <u>the</u> <u>Language Arts</u>, The Macmillan Company, New York, 1965. #<u>Basic</u> <u>Memorandum</u> <u>tentang</u> <u>Pendidikan</u>, Departemen P dan K. Jakarta, 295 Nopember 1970. #Effendi, S., "Bahasa Indonesia dalam Pendidikan dan Pengajaran", <u>Lembaga</u>, No. 2 Th. I/Desember 1970. #Effendi, S., "Tentang Hengarang dan Apresiasi Puisi di SMP dan SMA", <u>Bahasa</u> <u>dan</u> <u>Kesusastraan</u>, No. 1, Th. Y/1972. #Effendi, 5. dan Farid Hadi, "Analisa Soal-soal Ujian Bahasa Indonesia SMP", Bahasa dan Kesusastraan, Seri Khusus No. 15, Th. 1972. #Greene, Harry A., dkk., <u>Measurement</u> <u>and</u> <u>Evaluation</u> <u>in</u> <u>the</u> Elementary School David Mckay Company, New York, 1962. #Lado, Robert, <u>Language</u> <u>Teaching</u>: <u>A</u> <u>Scientific</u> <u>Approach</u>, Tata Mc Graw-Hill Publishing Co. Ltd, Bombay-New Delhi, India,(ce) 1964. #Loban, Walter, dkk., <u>Teaching</u> <u>Language</u> <u>and</u> <u>Literature</u>, Harcourt, World, New York, 1961. #<u>Rencana</u> <u>Pendidikan</u> <u>SMP</u>, Dinas SMP Direktorat Pendidikan Umum, Kejuruan dan Kursus2, Direktorat Jendral Pendidikan Dasar Departemen Pendidikan dan Kebudayaan., Jakarta, 1968 #Rivai, Bachtiar {{gap}}{{gap}} <u>Pengantar</u> <u>Menuju</u> <u>Sekolah</u> <u>Pembangunan</u> Direktorat Jendral Pondidikan D»partemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 5 Maret 1971.<noinclude></noinclude> re6l7vf17l4krp2x5elqlbld3ba9f86 295488 295485 2026-05-14T13:38:20Z N.imaema 22481 295488 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" />{{rh|26}}</noinclude>Asas-asas kebahasaan ini masih perlu ditafsirkan lebih terperinci sehingga dapat diperoleh gambaran kongkrit tehnik mengajarkan Bahasa Indonesia. Penafsiran demikian belum sempat dikemukakan pada kesempatan ini. 8,3 Dalam praktek pengajaran Bahasa Indonesia, kedua satuan asas yang dikemukakan pada 8.1 dan 8.2 saling mendukung, dan seyogianya dikembangkan secara kreatif oleh para guru bahasa Indonesia. {{tab}} DAFTAR BACAAN #Anderson, Verna Dickman, dkk., <u>Reading</u> <u>in</u> <u>the</u> <u>Language Arts</u>, The Macmillan Company, New York, 1965. #<u>Basic</u> <u>Memorandum</u> <u>tentang</u> <u>Pendidikan</u>, Departemen P dan K. Jakarta, 295 Nopember 1970. #Effendi, S., "Bahasa Indonesia dalam Pendidikan dan Pengajaran", <u>Lembaga</u>, No. 2 Th. I/Desember 1970. #Effendi, S., "Tentang Hengarang dan Apresiasi Puisi di SMP dan SMA", <u>Bahasa</u> <u>dan</u> <u>Kesusastraan</u>, No. 1, Th. Y/1972. #Effendi, 5. dan Farid Hadi, "Analisa Soal-soal Ujian Bahasa Indonesia SMP", Bahasa dan Kesusastraan, Seri Khusus No. 15, Th. 1972. #Greene, Harry A., dkk., <u>Measurement</u> <u>and</u> <u>Evaluation</u> <u>in</u> <u>the</u> Elementary School David Mckay Company, New York, 1962. #Lado, Robert, <u>Language</u> <u>Teaching</u>: <u>A</u> <u>Scientific</u> <u>Approach</u>, Tata Mc Graw-Hill Publishing Co. Ltd, Bombay-New Delhi, India,(ce) 1964. #Loban, Walter, dkk., <u>Teaching</u> <u>Language</u> <u>and</u> <u>Literature</u>, Harcourt, World, New York, 1961. #<u>Rencana</u> <u>Pendidikan</u> <u>SMP</u>, Dinas SMP Direktorat Pendidikan Umum, Kejuruan dan Kursus2, Direktorat Jendral Pendidikan Dasar Departemen Pendidikan dan Kebudayaan., Jakarta, 1968 #Rivai, Bachtiar {{gap}}{{gap}} <u>Pengantar</u> <u>Menuju</u> <u>Sekolah</u> <u>Pembangunan</u> Direktorat Jendral Pondidikan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 5 Maret 1971.<noinclude></noinclude> 95d7i2elp1u8mukv3m55mw0tc2s0p7w 295783 295488 2026-05-14T16:24:37Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295783 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" />{{rh|26}}</noinclude>Asas-asas kebahasaan ini masih perlu ditafsirkan lebih terperinci sehingga dapat diperoleh gambaran kongkrit tehnik mengajarkan Bahasa Indonesia. Penafsiran demikian belum sempat dikemukakan pada kesempatan ini. 8,3 Dalam praktek pengajaran Bahasa Indonesia, kedua satuan asas yang dikemukakan pada 8.1 dan 8.2 saling mendukung, dan seyogianya dikembangkan secara kreatif oleh para guru bahasa Indonesia. {{tab}} DAFTAR BACAAN #Anderson, Verna Dickman, dkk., <u>Reading</u> <u>in</u> <u>the</u> <u>Language Arts</u>, The Macmillan Company, New York, 1965. #<u>Basic</u> <u>Memorandum</u> <u>tentang</u> <u>Pendidikan</u>, Departemen P dan K. Jakarta, 295 Nopember 1970. #Effendi, S., "Bahasa Indonesia dalam Pendidikan dan Pengajaran", <u>Lembaga</u>, No. 2 Th. I/Desember 1970. #Effendi, S., "Tentang Hengarang dan Apresiasi Puisi di SMP dan SMA", <u>Bahasa</u> <u>dan</u> <u>Kesusastraan</u>, No. 1, Th. Y/1972. #Effendi, 5. dan Farid Hadi, "Analisa Soal-soal Ujian Bahasa Indonesia SMP", Bahasa dan Kesusastraan, Seri Khusus No. 15, Th. 1972. #Greene, Harry A., dkk., <u>Measurement</u> <u>and</u> <u>Evaluation</u> <u>in</u> <u>the</u> Elementary School David Mckay Company, New York, 1962. #Lado, Robert, <u>Language</u> <u>Teaching</u>: <u>A</u> <u>Scientific</u> <u>Approach</u>, Tata Mc Graw-Hill Publishing Co. Ltd, Bombay-New Delhi, India,(ce) 1964. #Loban, Walter, dkk., <u>Teaching</u> <u>Language</u> <u>and</u> <u>Literature</u>, Harcourt, World, New York, 1961. #<u>Rencana</u> <u>Pendidikan</u> <u>SMP</u>, Dinas SMP Direktorat Pendidikan Umum, Kejuruan dan Kursus2, Direktorat Jendral Pendidikan Dasar Departemen Pendidikan dan Kebudayaan., Jakarta, 1968 #Rivai, Bachtiar {{gap}}{{gap}} <u>Pengantar</u> <u>Menuju</u> <u>Sekolah</u> <u>Pembangunan</u> Direktorat Jendral Pondidikan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 5 Maret 1971.<noinclude></noinclude> f298l0l7o7hfmgc8pmgts2he8n7zafg Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/184 104 102953 295772 289858 2026-05-14T16:17:27Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ memperbaiki kesalahan tulis. 295772 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" />{{rh||6|}}</noinclude>Seorang patriot konon {{illegible}} ini, hampir saban sajaknya menyebut bangsa, rakyat Jelata, perjuangan: Cermin bangsa tanah airau (hal. 104) -- Keresap menyelami jiwa melancor (hal. 105). Sadar kita dalam part bangsa, -- Tiada hina buat bangsa. Kita merasa sama berjasa ('kerja dina tiada bina', hal.106). Engkau menempuh jalan bangsamu, jalan tergenang kebangsaan raya ("Hujan Lagi", hal. 107). -- berjuang dalam pergerakan, Berkurban bagi kemajuan bangsa ('murung runduk', hal. 107) Kita berjuang bergembira jiwa, -- Menyusun tenaga juwa bangsa (idem, hal. 108). Dan banyak lagi. Pastilah tak ada salahnya, malah harus dipuji oarang yang besar cintanya pada tanah airnya. Tapi timbul curiga apakah ini tidak hanya suatu mode yang sebenarnya berakar pada jiwa egoismu dan kekerdilan diri, atau tidak beroasaan apa-apa sama sekali? Torasa diarah-arahkan jalan pikiran dalam percakapan antara anak dan ibu dalam ‘Hujan lagi': “Linat, hujan lagi, ibuku, Jalan tergenang sampai dihulu Ibu biar tinggal dirumah aku, Nanti basah pakaian Baruku' 'Pergilah engkau, tiadakah malu, Tiadalah Jauh Jalan raya, Jiwa engkau sudah dewasa, Engkau menempuh jalan bangsamu, Jalan tergenang kebangsaan raya Harawlah engkau bergentar jiwa'. (hal. 107) sok kedalam-dalaman pada hemat saya sajak "Tahan dilupa" (hal. 107), yang mengemukakan hikmat hidup semuanya fana didunia ini, “Bersua bertemu lalu lagi, berbekas sedikit tahan dilupa". Teatral kegagah-gagahan dan kuguru-guruan sajak “Tidak segerak Tangan":<noinclude></noinclude> fjhkc3xz3k76ntto6amwksbgj4cipt7 Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/90 104 102962 295641 292501 2026-05-14T14:25:55Z Riiiv 22458 /* Telah diuji baca */ line break 295641 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" /></noinclude>Hudjan turun rintik. Sekali kali diselang oleh sinar kilat jang seolah mendjadi penundjuk djalan dalam malam pekat itu. Seluruh kampung sunji senjap, tak ada pintu sebuah rumahpun jang terbuka, meskipun waktu menundjukkan masih djam sembilan malam. Dan memang penduduk kampung itu tidak ada jang berani keluar pada malam hari, sebab masih dikatjaukan oleh gerombolan. Ditengah hudjan jang rintik2 dalam kepekatan malam itu, berdjalanlah sesosok tubuh manusia dengan berselubungkan djas hudjan jang sudah apak menjusur sebuah lorong ketjil jang betjek dengan sempojongan jang hampir² djatuh tergelintjir. Ditangannja terpegang seputjuk senapan. Dia menudju kesebuah rumah dengan sebentar menoleh kekiri dan kekanan, seolah2 ada tenaga gaib jang menjebabkan pada medja. Sedang dihadapannja terserak beberapa piring dengan ketela pohon bakar jang masih ketinggalan beberapa potong lagi. Dan dibalai-balai disudut ruangan itu samar² nampak beberapa benda melengkung berselubung selimut lorek. Rupanja ini djuca adalah manusia jang sedang menikmati mimpinja jang njaman. Dan memang angin malam didaerah ini sangat sedjuk. Sedang dipodjok sana lagi, bersandar beberapa benda pandjang kaku membisu. Ada apa Salim? Tegur Sersan Sutedjo kepada peradjurit Salim jang sedjak tadi berdiri kaku dengan nafas terengah2 dan mukanja jang putjat lesi, sedang giginja gemeletuk dengan sorot mata membajangkan ketjemasan. Melihat sikap peradjurit Salim demikian, maka Sersan Sutedjo memanggil kopral Sanusi. Dan datanglah kopral Sanusi, maka {{missing image}} '''Rahasia Dipos Depan Oleh: Sersan Sukaemi. ''' Dengan nafas jang terengah sampailah dia dirumah jang ditudju. Nampaknja dia sangat tergesa dan tjemas, karena masih dipintu pagar dia sudah memanggil-manggil ...... San, di........San! Begitu pula dari pintu rumah itu jang hanja tinggal beberapa langkah lagi, masih perlu djuga dia berlari-lari untuk mengetuknja, jang se-olah2 dia takut rumah itu terbang meninggalkannja. Pintu diketok dengan kerasnja, sampai memetjah kesunjian malam. Dan kedengaranlah bunji gerit, pintu dibuka dari dalam dan dengan tergesa-gesa pula masuklah ia kedalam rumah itu. Maka dari sinar lampu jang berkelip didalam rumah itu, nampaklah dua machluk manusia jang sedang duduk bertopang dagu kepadanja diperintahkan supaja mentjari minuman untuk peradjurit Salim. Sebentar sadja Kopral Sanusi telah kembali dari belakang dengan membawa segelas air teh jang sudah dingin, dan segera diberikan kepada Peradjurit Salim jang belum djuga bergeser dari tempat berdirinja semula. Seterima air teh itu, peradjurit Salim mengangguk kepalanja dengan maksud mengutjapkan terima kasih. Dan sekali diteguknja, seisi gelas itu telah dikosongkannja. Tenangkan dulu pikiranmu Salim, kalau sudah, barulah kau laporkan dengan tertib, udjar kopral Sanusi menenagkan peradjurit Salim. Kemudian peradjurit Salim dengan suara ter-putus2 memulai laporanja. Udjarnja, a......nu San, disa.... San, disa...na ada orang mendjerit......... djerrr.............seeper.........ti suara orang perrr.......empu.......an. Dan telundjuknja diatjungkan kearah mana dia mendengar djeritan tadi. Mengapa Salim, tadi tidak kau periksa dulu? Sersan Sutedjo meminta keterangan. Eeee, saja disuruh lapor kok San, djawabnja makin tak teratur. Peradjurit Saleh, mana ? Tanja Sersan Sutedjo lagi. Masih dipos San, dan saja jang disuruh Saleh kemari, djawabnja Salim. Ooo... djadi kau disuruh melaporkan oleh peradjurit Saleh oleh karena adanja suara orang mendjerit itu, dan peradjuri Saleh masih dipos? Udjar kopral Sanusi turut menerangkan lapor. an peradjurit Salim. Ja, ja, gitu peradjurit Salim memastikannja. Sersan Sutedjo nampak berpikir sebentar, sambil mentjari sesuatu didalam latji medjanja· Pral, mari kita lihat dan bangunkan kawan2 itu, perintah Sersan Sutedjo sambil menjiap kan stengunnja. Sebentar kemudian mereka telah bangun, diantaranja ada jang duduk terpaku sambi' matanja melihat sekeliling rumah itu, seperti ada jang ditjari. Peradjurit Djono, peradjurit Wito, peradjurit Gito dan kau peradjurit Sommo mari turut, perintah Sersan Sutedjo. Selandjutnja Sersan Sutedjo meneruskan perintahnja dengan tenang kau kopral Sanusi djalan dulu ikuti peradjurit Salim. Dan kau peradjurit Samun, peradjurit Soib djaga diluar dan lainnja didalam. Sersan Sutedjo menghadapi kemungkinan ini sangat tenangnja. Dan memang dia selalu tenang menghadapi segala sesuatu, sesuai menurut perawakannja jang tegap dan tampan. Mereka berdjalan dengan hati2 sekali mengikuti peradjurit Salim. Sedang peradjurit Salim sebentar-<noinclude>{{rh|24}}</noinclude> d2hvo5h1vkphvb8rsk9nkq42l76ziv1 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/159 104 102972 295774 289813 2026-05-14T16:22:02Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ memperbaiki kesalahan tulis dan margin 295774 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" />{{rh||31}}</noinclude>{| width="100%" cellspacing="0" cellpadding="2" style="background:transparent; line-height: 1.6; text-align: justify;" |- valign="top" | width="6%" | 5) || {{u|manggung}}. Panggung = atas, tinggi. Haseupna ngelun ka <u>manggung</u> = asapnja membubung ke <u>atas</u>. |- valign="top" | 6) || pohatji = sebutan kepada para dewi (umpamanja: Nji Pohatji Sangiang Sri). |- valign="top" | 7) || ngidung = mengarang kidung atau tembang. |- valign="top" | 8) || Tjupumanik = sematjam tjepuk atau peti ketjil jang berhiaskan manikam. |- valign="top" | 9) || tjupumanik astagina = tjupumanik jang persegi delapan |- valign="top" | 10) || mandepun = sisa² kain pengguntingan jang didjahit mendjadi sehelai kain jang dipergunakan sebagai penutup talam. |- valign="top" | 11) || handeuleum = nama sematjam tumbuh-tumbuhan. |- valign="top" | 12) || handjuang = sematjam tumbuh-tumbuhan jang biasa ditanam dikuburan. |- valign="top" | 13) || tjetjekolan = tjekung dibelakang lutut. |- valign="top" | 14) || palangkakan = bagian antara kedua belah paha. |- valign="top" | 15) || lagoni = lagondi = nama sematjam pohon ketjil. |- valign="top" | 16) || <u>ambing</u>. Ngambing = ngejong = meninnabobokan baji. |- valign="top" | 17) || harupat = sagar. |- valign="top" | 18) || R.I. Adiwidjaja, <u>Kesusastraan Sunda I</u>. Djakarta, J.B. Wolters, 1952, hal. 95. |- valign="top" | 19) || dalam mentjipta dangding terikat pada patokan-patokan "pupuh". Ada 17 patokan pupuh dalam tembang Sunda, jang terpenting diantaranja ialah: pupuh Kinanti, pupuh Asmarandana, pupuh Sinom, dan pupuh Dangdanggula; jang satu sama lainnja berbeda karena mempunjai patokan-patokan tertentu mengenai: purwakanti, banjaknja padalisan dalam setiap pada, banjaknja suku kata dalam setiap padalisan, dan lagu. Selain itu setiap pupuh mempunjai daja-lukis suasana tersendiri pula, jang satu sama lain daja-lukisnja berbeda. Misalnja pupuh Kinanti untuk melukiskan suasana keprihatinan atau menanti, pupuh Asmarandana untuk melukiskan suasana sedang dalam keadaan dilamun pertjintaan dan rasa berahi, pupuh Sinom untuk melukiskan suasana gembira, dan pupuh Dangdanggula untuk melukiskan suasana tanda kemenangan atau sukatjita. |- valign="top" | 20) || ngarungguk = dikatakan kepada pohon kaju jang besar serta rindang. |- valign="top" | 21) || boeh-larang = nama sematjam kain kafan. |}<noinclude></noinclude> ggwfm51lzb7pi80r1qbffuv7go30wpm Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/462 104 103001 295800 289951 2026-05-14T16:28:38Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295800 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" />44</noinclude>salah seorang wali agama Islam di sana, Agama Islam juga membawa hikayat-hikayat dari Timur Tengah, sebagian besar di antaranya melalui India, Banyak sekali hikayat itu yang tentu saja bukan uraian theologi isinya; di antara sekian banyak ada sejenis hikayat yang khusus mengisahkan tentang para nabi. Tokoh-tokoh para nabi hidup terus di pulau Jawa dan Sumatera dalam naskah-naskah. Mengenai Muhammad, kerabatnya dan lingkungannya ada hikayat-hikayat tersendiri.<sup>1)</sup> Tentang jenis hikayat seperti <u>Kisasu'lanbiya</u> sebagaimana diuraikan di atas, tentu saja pernah banyak jumlah naskahnya di Indonesia: sebagian di antaranya masih disimpan dalam Museum Jakarta. Gerth van Wijk dalam suatu karangannya<sup>2)</sup>> menguraikan tentang naskah-naskah ini. Menurut beliau karya-karya dalam bahasa Arab telah diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu, lalu disadur lagi berupa biografi-biografi, bahkan fragmen-fragmen, Akan tetapi ada juga yang luas isinya sampai 454 halaman folio, mulai dari kisah Nabi Adam sampai meninggalnya Nabi Jusuf dan masa muda dari Nabi Musa Musa, judulnya <u>Kitab ahlu'ltafsir</u>.<sup>3)</sup> Sambungannya terdapat dalam naskah lain berjudul Hikayat Raja Fir'un;<sup>4)</sup> isinya mulai dari nabi Musa sampai Abdul Mutalib, nenek Muhammad. Selain kitab-kitab di atas ada lagi satu naskah berjudul Suratu'lahbiyā;<sup>5)</sup> isinya mulai dari kisah nabi Adam sampai Isa,<noinclude><br>---------------------<br> 1) J. Gonda (1947, hal. 37, 38)<br> 2) Gerth van Wijk (1893, 1894)<br> 3) Museum Pusat, kolleksi v.d. Wall nomor 66<br> 4) {{gap}}idem{{gap}},{{gap|3em}}idem{{gap|3em}} nomor 68; nomor 67 berjudul Kisasu'lanbia<br> 5) Museum Pusat, koleksi Cohen Stuart nomor 122</noinclude> axocni2yfmcg68gjetmkbhdjj4qod8l Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/343 104 103005 295555 291253 2026-05-14T14:00:00Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295555 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>{{block center|KATA-KATA BAHASA ARAB DIDALAM BAHASA INDONESIA<br>DENGAN BEBERAPA GEDJALANJA<br>Drs. Sudarno}} {{block right|{{u|Pengantar Redaksi}}:<br>Tulisan ini merupakan prasaran pada<br>Diskusi Bahasa, yang diselenggara-<br>kan oleh Lembaga Bahasa Nasional,<br>Institut Agama Islam Negeri Sjarif<br>Hidajatullah, Kantor Pembinaan Pen-<br>didikan Menengah Umum Pertama Ja-<br>karta Raya dan Tangerang, tanggal<br>18 dan 19 Oktober 1971, di Jakarta.}} {{gap}} Oleh Panitia, saja diminta untuk memberiken uraian mengenai kata-kata bahasa Arab didalam bahasa Indonesia. {{gap}} Tampaknja sederhana dan mudah, tetapi setelah saja renungkan, terasa sukar djuga. Kesukaran itu terutama terletak pada sukarnja menggariskan djawaban pertanjaan: {{ol|type=a |Apa jang dinamakan kata-kata bahasa Arab ? |Apa jang dinamakan kata-kata bahasa Indonesia ? |Bagaimana proses perpindahan kata-kata itu dari bahasa Arab kepada bahasa Indonesia ?}} a. Apa jang dinamakan kata bahasa Arab ? {{gap}} Setjara mudah, pertanjaan itu dapat didjawab dengan "kata-kata bahasa Arab adalah kata-kata jang terpakai dalam penggunaan bahasa Arab". Diketahui bahwa pada semua bahasa tentu ada unsur-unsur jang berasal dari bahasa lain. Tidak terketjuali didalam bahasa Arab. Djadi pada bahasa Arabpun ada unsur-unsur dari bahasa lain. Kalau unsur dari bahasa lain itu kebetulan berupa kata dan kata tersebut diambil oleh bahasa Indonesia, apakah boleh kita mengatakan bahwa kata bahasa Indo-nesia tersebut berasal dari bahasa Arab ? b. Apa jang dinamakan kata-kata bahasa Indonesia ? {{gap}} Pertanjaan itupun setjara mudah dapat djuga didjawab<noinclude>{{rh|||29}}</noinclude> 0u3aftk6c1i2qvcj0jfif4uq8nj1wgz Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/94 104 103089 295645 292598 2026-05-14T14:28:17Z Riiiv 22458 /* Belum diuji baca */ tandq - perbaiki 295645 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Riiiv" /></noinclude>Peletonku bertugas disuatu daerah jang tak berapa djauh diluar kota Tjiandjur. Kukatakan tak berapa djauh, karena dari kota ke pos peletonku hanja memakan waktu satu djam berdjalan kaki. Kukatakan peletonku, tak berarti aku jang memimpin peletonku itu. Aku hanja salah seorang anggotanja sadja. Sebab pangkatku adalah peradjurit. Malah sedjak dari B.K.R., T.K.R., T.R.I. hingga sampai mendjadi T.N.I. sekarang ini tetap peradjurit. Entah kapan ada perobahannja, Allahu a'lam dan terserah kepada pimpinan. Namun demikian, aku tetap bertekad bulat, membela Nusa bagi kedjajaan Bangsa. Tanggal 3 Nopember '56, tanggal jang beriwajat bagiku dan bagi peletonku. Pada waktu itu peletonku mengadakan operasi didaerah Timur Laut dari kota Tjiandjur jang masih dikatjaukan oleh gerombolan D.I/T.I.I. Tetapi aku tak turut serta, karena kesehatanku agak terganggu pada waktu itu. Maka terpaksa aku hanja bertugas dipos sadja dengan beberapa teman lainnja. Tidak turut serta beroperasi, tidak berarti dapat tinggal ber-istirahat dipos. Tidak, tidak demikian adanja. Tugas mereka jang dipos, tidak lebih ringan dari pada jang beroperasi. Sebab aku dengan tiga orang anggota lainnja jang tinggal dipos, tiap malam harus mengontrol pendjaga² O.K.D. (Organisasi Keamanan Desa) dan peronda kampung, jang tempat²nja berdjauh²-an dari posku. Tiap mereka jang bertugas di daerah operasi selalu dalam keadaan siap sedia menghadapi segala kemungkinan dari gerombolan D.I./T.I.I. jan tidak bertanggung djawab itu. Begitu pula aku tidak ada ketjualinja. Lebih² bagi mereka jang bertugas didaerah sekitar posku itu. Karena daerah itu tidak dapat dikatakan aman, masih sering dikatjaukan oleh gerombolan Iiar itu. Djam 18.00 aku sudah siap dengan bertemankan stenggun jang mendjadi temanku sehidup semati berangkatlah aku kesebuah kampung jang djaraknja dua Km dari posku. Djam 18.45 aku sampai dikampung jang kutudju itu. Aku kekampung itu dengan maksud untuk menanjakan kepada rakjat, siapa jang mendapat giliran ronda malam untuk malam itu dan aku minta supaja djangan terlambat datang keposku. Tanjaku pada rakjat tersebut. — Pak, siapa giliran ronda kampung malam ini? — Samuhun abdi, sareng Pak Tarmin, djawabnja. — Karena apa hari sudah dekat malam belum djuga pergi ? — Kumaha upami abdi bade netepan keula, kenging ? — Ja boleh! Tetapi setelah sembahjang lekas pergi kesana (keposku) ! — Manggana, bapak !!!, djawabnja. {| style="margin: 0 auto;border:2px solid #aaa;padding:10px;width:60%;" |<center>'''{{Xxx-larger|Pengalaman Membawa Kemenangan}}'''</center> <center> Oleh : Sersan W. KASDU.</center> |} Waktu itu akupun berniat pula hendak sembahjang ditempat itu, karena kebetulan disitu ada langgar. Dan akupun pergi kekolam jang agak sedikit djauh dari situ untuk mengambil air sembahjang. Tetapi dengan tiba², sesampai aku dikolam itu, timbul suatu firasat jang seolah² ada sesuatu jang akan terdjadi. Maka maksudku untuk sembahjang terpaksa kuundurkan. Dan aku sebagai peradjurit tua, bukan berarti umurku jang tua, tetapi lamanja sudah aku berpangkat peradjurit dan jang sudah banjak berpengalaman didaerah operasi, bersiaplah aku untuk menghadapi setiap kemungkinan jang mungkin akan terdjadi. Stengun-ku kuisi, dan akupun mengambil suatu tempat jang terlindung. Dan djika saatnja telah tiba, sudah tentu stenggun-ku hanja tinggal menjanjikan lagu diantara suka dan duka. Firasatku tadi tak salah. Dan dengan tiba² terlihatlah dari djarak jang tidak djauh dua sosoh tubuh manusia jang menudju kearahku dengan membawa sebungkusan barang. Aku rupanja tak nampak oleh mereka, sebab aku telah berlindung ditempat jang gelap sedjak tadinja. Pikiranku mungkin orang² itu adalah orang kampung ini djuga jang habis mentjari nafkah untuk keperluan rumah tangganja. Sebab itu pada mulanja kubiarkan sadja mereka lalu dihadapanku dengan tidak kusapa. Tetapi setelah mereka berlalu djaraknja 15 meter dari tempatku terlindung tadi, timbul kesangsian pada diriku, djangan² mereka adalah anggota gerombolan. Maka aku ikuti mereka dengan tjepat dan dari djauh kutanjakan, mau kemana saudara? Mereka berhenti dan menoleh kepadaku. Dan dengan tidak kusangka² dengan suara jang lantang dan tegas, se-olah² memetjahkan anak telingaku, mereka itu berkata, siapa itu? Agaknja sama halnja dengan peradjurit jang menjapa pada waktu malam. Mulanja tidak akan kudjawab tegoran mereka itu. Tetapi kemudian kudjawab djuga dengan kata singkat dan mengerikan baginja, sini ronda, angkat tangan kalau mau hidup! Mendingan pendjawabanku itu, mereka merebahkan diri ditanah sambil mengatakan haram djadah. Dan kedengaran pula olehku, salah seorangnja mengatakan, itu bukan tentara, orang kampung, mari kita tangkap dan kita bunuh dia disini djuga ! Dikala aku mendengar utjapan mereka itu sedemikian rupa, tak dapat lagi bertahan nafsu amarahku untuk menghantjurkan orang² djahanam itu. Stenggunku kustel otomatis dan kutarik trek-kernja, ......... trek..... kedengarannja. Tetapi apa daja,<noinclude></noinclude> 0udohlf9q8t47g1pzczxh5bcmabp3j6 295833 295645 2026-05-14T16:52:17Z N.imaema 22481 295833 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Riiiv" /></noinclude>Peletonku bertugas disuatu daerah jang tak berapa djauh diluar kota Tjiandjur. Kukatakan tak berapa djauh, karena dari kota ke pos peletonku hanja memakan waktu satu djam berdjalan kaki. Kukatakan peletonku, tak berarti aku jang memimpin peletonku itu. Aku hanja salah seorang anggotanja sadja. Sebab pangkatku adalah peradjurit. Malah sedjak dari B.K.R., T.K.R., T.R.I. hingga sampai mendjadi T.N.I. sekarang ini tetap peradjurit. Entah kapan ada perobahannja, Allahu a'lam dan terserah kepada pimpinan. Namun demikian, aku tetap bertekad bulat, membela Nusa bagi kedjajaan Bangsa. Tanggal 3 Nopember '56, tanggal jang beriwajat bagiku dan bagi peletonku. Pada waktu itu peletonku mengadakan operasi didaerah Timur Laut dari kota Tjiandjur jang masih dikatjaukan oleh gerombolan D.I/T.I.I. Tetapi aku tak turut serta, karena kesehatanku agak terganggu pada waktu itu. Maka terpaksa aku hanja bertugas dipos sadja dengan beberapa teman lainnja. Tidak turut serta beroperasi, tidak berarti dapat tinggal ber-istirahat dipos. Tidak, tidak demikian adanja. Tugas mereka jang dipos, tidak lebih ringan dari pada jang beroperasi. Sebab aku dengan tiga orang anggota lainnja jang tinggal dipos, tiap malam harus mengontrol pendjaga² O.K.D. (Organisasi Keamanan Desa) dan peronda kampung, jang tempat²nja berdjauh²-an dari posku. Tiap mereka jang bertugas di daerah operasi selalu dalam keadaan siap sedia menghadapi segala kemungkinan dari gerombolan D.I./T.I.I. jan tidak bertanggung djawab itu. Begitu pula aku tidak ada ketjualinja. Lebih² bagi mereka jang bertugas didaerah sekitar posku itu. Karena daerah itu tidak dapat dikatakan aman, masih sering dikatjaukan oleh gerombolan Iiar itu. Djam 18.00 aku sudah siap dengan bertemankan stenggun jang mendjadi temanku sehidup semati berangkatlah aku kesebuah kampung jang djaraknja dua Km dari posku. Djam 18.45 aku sampai dikampung jang kutudju itu. Aku kekampung itu dengan maksud untuk menanjakan kepada rakjat, siapa jang mendapat giliran ronda malam untuk malam itu dan aku minta supaja djangan terlambat datang keposku. Tanjaku pada rakjat tersebut. {{bulleted list|list_style=list-style-type:'—'; | Pak, siapa giliran ronda kampung malam ini? | Samuhun abdi, sareng Pak Tarmin, djawabnja. | Karena apa hari sudah dekat malam belum djuga pergi ? | Kumaha upami abdi bade netepan keula, kenging ? | Ja boleh! Tetapi setelah sembahjang lekas pergi kesana (keposku) ! | Manggana, bapak !!!, djawabnja. }} {| style="margin: 0 auto;border:2px solid #aaa;padding:10px;width:60%;" |<center>'''{{Xxx-larger|Pengalaman Membawa Kemenangan}}'''</center> <center> Oleh : Sersan W. KASDU.</center> |} Waktu itu akupun berniat pula hendak sembahjang ditempat itu, karena kebetulan disitu ada langgar. Dan akupun pergi kekolam jang agak sedikit djauh dari situ untuk mengambil air sembahjang. Tetapi dengan tiba², sesampai aku dikolam itu, timbul suatu firasat jang seolah² ada sesuatu jang akan terdjadi. Maka maksudku untuk sembahjang terpaksa kuundurkan. Dan aku sebagai peradjurit tua, bukan berarti umurku jang tua, tetapi lamanja sudah aku berpangkat peradjurit dan jang sudah banjak berpengalaman didaerah operasi, bersiaplah aku untuk menghadapi setiap kemungkinan jang mungkin akan terdjadi. Stengun-ku kuisi, dan akupun mengambil suatu tempat jang terlindung. Dan djika saatnja telah tiba, sudah tentu stenggun-ku hanja tinggal menjanjikan lagu diantara suka dan duka. Firasatku tadi tak salah. Dan dengan tiba² terlihatlah dari djarak jang tidak djauh dua sosoh tubuh manusia jang menudju kearahku dengan membawa sebungkusan barang. Aku rupanja tak nampak oleh mereka, sebab aku telah berlindung ditempat jang gelap sedjak tadinja. Pikiranku mungkin orang² itu adalah orang kampung ini djuga jang habis mentjari nafkah untuk keperluan rumah tangganja. Sebab itu pada mulanja kubiarkan sadja mereka lalu dihadapanku dengan tidak kusapa. Tetapi setelah mereka berlalu djaraknja 15 meter dari tempatku terlindung tadi, timbul kesangsian pada diriku, djangan² mereka adalah anggota gerombolan. Maka aku ikuti mereka dengan tjepat dan dari djauh kutanjakan, mau kemana saudara? Mereka berhenti dan menoleh kepadaku. Dan dengan tidak kusangka² dengan suara jang lantang dan tegas, se-olah² memetjahkan anak telingaku, mereka itu berkata, siapa itu? Agaknja sama halnja dengan peradjurit jang menjapa pada waktu malam. Mulanja tidak akan kudjawab tegoran mereka itu. Tetapi kemudian kudjawab djuga dengan kata singkat dan mengerikan baginja, sini ronda, angkat tangan kalau mau hidup! Mendingan pendjawabanku itu, mereka merebahkan diri ditanah sambil mengatakan haram djadah. Dan kedengaran pula olehku, salah seorangnja mengatakan, itu bukan tentara, orang kampung, mari kita tangkap dan kita bunuh dia disini djuga ! Dikala aku mendengar utjapan mereka itu sedemikian rupa, tak dapat lagi bertahan nafsu amarahku untuk menghantjurkan orang² djahanam itu. Stenggunku kustel otomatis dan kutarik trek-kernja, ......... trek..... kedengarannja. Tetapi apa daja,<noinclude></noinclude> 687q0irid27yj392y1437051vnh65rn 295835 295833 2026-05-14T16:52:37Z N.imaema 22481 /* Telah diuji baca */ 295835 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" /></noinclude>Peletonku bertugas disuatu daerah jang tak berapa djauh diluar kota Tjiandjur. Kukatakan tak berapa djauh, karena dari kota ke pos peletonku hanja memakan waktu satu djam berdjalan kaki. Kukatakan peletonku, tak berarti aku jang memimpin peletonku itu. Aku hanja salah seorang anggotanja sadja. Sebab pangkatku adalah peradjurit. Malah sedjak dari B.K.R., T.K.R., T.R.I. hingga sampai mendjadi T.N.I. sekarang ini tetap peradjurit. Entah kapan ada perobahannja, Allahu a'lam dan terserah kepada pimpinan. Namun demikian, aku tetap bertekad bulat, membela Nusa bagi kedjajaan Bangsa. Tanggal 3 Nopember '56, tanggal jang beriwajat bagiku dan bagi peletonku. Pada waktu itu peletonku mengadakan operasi didaerah Timur Laut dari kota Tjiandjur jang masih dikatjaukan oleh gerombolan D.I/T.I.I. Tetapi aku tak turut serta, karena kesehatanku agak terganggu pada waktu itu. Maka terpaksa aku hanja bertugas dipos sadja dengan beberapa teman lainnja. Tidak turut serta beroperasi, tidak berarti dapat tinggal ber-istirahat dipos. Tidak, tidak demikian adanja. Tugas mereka jang dipos, tidak lebih ringan dari pada jang beroperasi. Sebab aku dengan tiga orang anggota lainnja jang tinggal dipos, tiap malam harus mengontrol pendjaga² O.K.D. (Organisasi Keamanan Desa) dan peronda kampung, jang tempat²nja berdjauh²-an dari posku. Tiap mereka jang bertugas di daerah operasi selalu dalam keadaan siap sedia menghadapi segala kemungkinan dari gerombolan D.I./T.I.I. jan tidak bertanggung djawab itu. Begitu pula aku tidak ada ketjualinja. Lebih² bagi mereka jang bertugas didaerah sekitar posku itu. Karena daerah itu tidak dapat dikatakan aman, masih sering dikatjaukan oleh gerombolan Iiar itu. Djam 18.00 aku sudah siap dengan bertemankan stenggun jang mendjadi temanku sehidup semati berangkatlah aku kesebuah kampung jang djaraknja dua Km dari posku. Djam 18.45 aku sampai dikampung jang kutudju itu. Aku kekampung itu dengan maksud untuk menanjakan kepada rakjat, siapa jang mendapat giliran ronda malam untuk malam itu dan aku minta supaja djangan terlambat datang keposku. Tanjaku pada rakjat tersebut. {{bulleted list|list_style=list-style-type:'—'; | Pak, siapa giliran ronda kampung malam ini? | Samuhun abdi, sareng Pak Tarmin, djawabnja. | Karena apa hari sudah dekat malam belum djuga pergi ? | Kumaha upami abdi bade netepan keula, kenging ? | Ja boleh! Tetapi setelah sembahjang lekas pergi kesana (keposku) ! | Manggana, bapak !!!, djawabnja. }} {| style="margin: 0 auto;border:2px solid #aaa;padding:10px;width:60%;" |<center>'''{{Xxx-larger|Pengalaman Membawa Kemenangan}}'''</center> <center> Oleh : Sersan W. KASDU.</center> |} Waktu itu akupun berniat pula hendak sembahjang ditempat itu, karena kebetulan disitu ada langgar. Dan akupun pergi kekolam jang agak sedikit djauh dari situ untuk mengambil air sembahjang. Tetapi dengan tiba², sesampai aku dikolam itu, timbul suatu firasat jang seolah² ada sesuatu jang akan terdjadi. Maka maksudku untuk sembahjang terpaksa kuundurkan. Dan aku sebagai peradjurit tua, bukan berarti umurku jang tua, tetapi lamanja sudah aku berpangkat peradjurit dan jang sudah banjak berpengalaman didaerah operasi, bersiaplah aku untuk menghadapi setiap kemungkinan jang mungkin akan terdjadi. Stengun-ku kuisi, dan akupun mengambil suatu tempat jang terlindung. Dan djika saatnja telah tiba, sudah tentu stenggun-ku hanja tinggal menjanjikan lagu diantara suka dan duka. Firasatku tadi tak salah. Dan dengan tiba² terlihatlah dari djarak jang tidak djauh dua sosoh tubuh manusia jang menudju kearahku dengan membawa sebungkusan barang. Aku rupanja tak nampak oleh mereka, sebab aku telah berlindung ditempat jang gelap sedjak tadinja. Pikiranku mungkin orang² itu adalah orang kampung ini djuga jang habis mentjari nafkah untuk keperluan rumah tangganja. Sebab itu pada mulanja kubiarkan sadja mereka lalu dihadapanku dengan tidak kusapa. Tetapi setelah mereka berlalu djaraknja 15 meter dari tempatku terlindung tadi, timbul kesangsian pada diriku, djangan² mereka adalah anggota gerombolan. Maka aku ikuti mereka dengan tjepat dan dari djauh kutanjakan, mau kemana saudara? Mereka berhenti dan menoleh kepadaku. Dan dengan tidak kusangka² dengan suara jang lantang dan tegas, se-olah² memetjahkan anak telingaku, mereka itu berkata, siapa itu? Agaknja sama halnja dengan peradjurit jang menjapa pada waktu malam. Mulanja tidak akan kudjawab tegoran mereka itu. Tetapi kemudian kudjawab djuga dengan kata singkat dan mengerikan baginja, sini ronda, angkat tangan kalau mau hidup! Mendingan pendjawabanku itu, mereka merebahkan diri ditanah sambil mengatakan haram djadah. Dan kedengaran pula olehku, salah seorangnja mengatakan, itu bukan tentara, orang kampung, mari kita tangkap dan kita bunuh dia disini djuga ! Dikala aku mendengar utjapan mereka itu sedemikian rupa, tak dapat lagi bertahan nafsu amarahku untuk menghantjurkan orang² djahanam itu. Stenggunku kustel otomatis dan kutarik trek-kernja, ......... trek..... kedengarannja. Tetapi apa daja,<noinclude></noinclude> rg7py3iouhd0q8nz4e0uwed2209g3nn Halaman:Sawatoe Penghantar bagi orang jang membatja.djvu/61 104 103381 295698 290706 2026-05-14T15:32:36Z Upiak Ituih 27011 295698 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" />{{rh||-53-}}</noinclude>{| width="100%" cellspacing="0" cellpadding="6" style="background:transparent; line-height: 1.6; font-size: 100%;" |- valign="top" | width="20%" | Daniel IX. 2. | width="80%" | Maka 70 tahoen lamanja orang-orang Jehoedi tinggal di negeri Babel. (Masmoer 137. 2 Tawarich XXXVI. 21). |- valign="top" | align="right" | 562. | Maka pada tahoen jang ka 37, kemoedian daripada Jojachin ditawanken, maka Ewilmerodach, radja Babel melepasken Jojachin dari pendjara. |- valign="top" | align="right" | 536.<br />'''2 Tawarich<br />XXXVI. 22.'''<br />Ezra I.<br />Daniel V. | Maka Koresj, radja Farsi, oleh ilham Allah, menjoeroh orang-orang Jehoedi poelang ka ''Jeroesalem''. <br /><br /> Maka tatkala Belsjazar berboewat sawatoe perdjamoean malam jang besar, maka dikaloewarken segala mangkok-mangkok ka'abah, jang Neboekadnezar soedah bawa ka Babel itoe, laloe diminoem anggoer dari dalamnja. Maka pada waktoe itoe djoega kelihatanlah djari-djari menoelis pada tembok astana, jaitoe: <span style="font-size: 90%;">SOEDAH DI BILANG</span>; <span style="font-size: 90%;">SOEDAH DI TIMBANG</span>, dan <span style="font-size: 90%;">SOEDAH DIBAHAGIKEN</span>: maka Daniel mengertiken itoe, dan pada malam itoe djoega diboenoh oranglah akan Belsjazar. |- valign="top" | Daniel VI. | Maka Darioes naik radja atas orang Madai; maka ditjampakkan Daniël kadalam keloeboeran singa. |- valign="top" | align="right" | 445.<br />Haggai I.<br />Masmoer CXXVI. | <div style="text-indent: 2.5em;">'''Zeroebbabil''' daripada bangsa Daoed, mendjadi kapala atas orang Isræ̂l di ''Jeroesalem'', maka Jesoea itoe imam besar; maka Koresj menoeloeng akan Isræ̂l membangoenken ka'abah, tetapi orang Samaria berboewat soesah kepada orang Isræ̂l, sehingga tiada dengan betoel dapat membangoen ka'abah itoe. Pada waktoe radja '''Darioes''' naik radja, maka nabi-nabi Haggai dan Zacharia mengadjak Zeroebbabil dan Jesoea mengerdjaken djoega. Sesoedahnja ka'abah tersedia, ja-itoe tahon 21 dari pada orang Isræ̂l poelang ka ''Palistin'', maka orang Isræ̂l dan Jehoeda berhimpoon poela.</div> |- valign="top" | align="right" | 459.<br />Ezra X. | Maka Ezra mengadakan Taurat Moesa dan menjoeroh mendjaoehken segala perampoewan helat, maka diperboewatlah oleh marika-itoe demikianjan. |}<noinclude></noinclude> 1c5p4gcowr72imu4gwvibdlrawakh66 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/502 104 103406 295795 293752 2026-05-14T16:27:19Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295795 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude>Fungsi Hikayat ma-panglima Bugis. Atau lebih tepat permusuhan antara Jambi (Pagar-Ruyung) lawan Johor. Pertempuran dahsat dilukiskan sampai tiga koli, hingga wafatnya Raja Kocil. Bagian yang melukiskan pertempuran ini dilukiskan oleh Raja Ali Haji agaknya dianggap penting, hingga diulanginya sekali lagi dalam bentuk syair dalam S.B.M., halaman 31-36. <u>Lingkungan kebudayaan di mana dituliskan.</u> Lingkungan kebudayaan yang berbeda tentu saja akan membawa perbedaan dalam beberapa hal. Babaf Tanah Jawi ditulis di Mataram daerah yang agraris sedangkan Sajarah Melayu lahir di Semenanjung, daerah yang mempunyai strategis-ekonomis, menjadi perebutan kekuasaan laut. Sungguhpun begitu antara Tun Seri Lanang, Raja Ali Haji dan Carik Bajra<sup>4)</sup> sebagai penulis sejarah mereka mempunyai persamaan yaitu sama-sana aristocrat. Kemudian datangnya pengaruh-pengaruh asing unsur-unsurnya hampir sama, baik Hinduistis maupun Islamistis. Akan tetapi dalam proses Islamisasi Semenanjung lebih dahulu dari pada Mataram. Islam yang mula-mula dari tempat asalnya sudah mengandung unsur-unsur demokrasi, politis mempengaruhi pemerintahan dan ketatanegaraan Malaka lebih dahulu dari pada Mataram. Pengaruh pandangan Islam terhadap raja tentu saja berbeda dengan pemerintahan di Mataram. Kami masih ingat betapa bobotnya pertentangan para ulama di Aceh, ketika {{Illegible}}uddin al Roniri membenarkan pengangkatan seorang raja puteri, yaitu Syafiatundin, raja puteri yang pertama kalinya di negeri itu. Tetapi berkat luasnya pandangan dan ilmunya, maka raja putri itu tetap bertakhta. Pertentangan itu timbul terutama karena dalam Islam pengangkatan seorang raja puteri itu tidak lazim. <u>Tempatnya dalam kesastraan Indonesia.</u> Tempatnya dalam kesastraan Indonesia dan fungsinya dalam masarakat pada waktu itu, sesuai dengan tujuan penulisan sejarah pada waktu itu yaitu untuk menunjukkan kekuasaan raja yang sedang memerintah dan melicinkan jalan ke arah itu. Hal-hal yang dipandang sebagai perintang disingkirkan. Jadi bukan lagi "apa yang sebenarnya terjadi", melainkan "seperti yang sebaiknya terjadi". Di samping<noinclude>{{rh|20}}</noinclude> 5fckp26hq4zg5ess4ikna1cp2i2k1d6 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/308 104 103407 295575 290790 2026-05-14T14:07:12Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295575 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>{{rh|||KRONIK}} {{rh|ANUGERAH SENI}} Berdasarkan Keputusan Menteri P. dan K. Republik Indonesia, no. 0157/1971, 16 orang seniman Indonesia telah menerima Anugerah Seni (yang tahun ini berupa 454 gram emas 24 karat). Anugerah Seni ini dimaksudkan untuk mendorong kreatifitas, disamping sebagai penghargaan atas pengabdian mereka dalam bidang masing-masing. Bidang Seni Sastra diwakili oleh Arifin C. Noer untuk dramanya {{u|Kapai-kapai}} (Budaja Djaja, Djakarta, 1970) dan Boen S. Oemarjati untuk studinya {{u|Bentuk Lakon dalam Sastra Indonesia}} (Gunung Agung, Djakarta, 1971). Panitia Anugerah Seni Bidang Sastra terdiri atas:<br> H.B. Jassin, Ajip Rosidi, Lukman Ali, M. Saleh Saad dan M.S. Hutagalung. Didalam pertimbangannya, Panitia menyatakan bahwa {{u|Kapai-kapai}} merupakan "sebuah drama experimentil dalam lima bagian, jang mengungkapkan hasrat manusia akan bahagia dan perlawanan terhadap dehumanisasi. Sebuah tema universil, dibangun dengan imadjinasi jang kaja, lagi pula memperlihatkan usaha penampilan nilai-nilai jang terdapat dalam chazanah budaja Indonesia". Sedengkan untuk Bentuk Lakon dalam Sastra Indonesia, Panitie berpendapat sebagai berikut: "sebuah penjelidikan jang serius mengenai perkembangan drama modern di Indonesia, ditindjau dari sudut penilaian isi setjara sosiologis historis dan dari sudut struktur lakon setjara estetis literer. Karja ini penting sebagai bahan pegangan dan perangsang bagi pentjiptaan drama di Indonesia dan djuga sebagai titik tolak untuk penjelidikan lebih landjut mengenai perkembangan drama. {{rh|APRESIASI TEATER DAN PUISI}} Untuk menyalurken dan mengerahkan kegiatan para remaja/pemuda, pemerintah D.C.I. Djakarta Raya telah mendirikan beberapa<noinclude>{{rh|||46}}</noinclude> fo69nw6qsbkww8aqb98w4albjfilgzs Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/309 104 103409 295571 290803 2026-05-14T14:05:53Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295571 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||47}}</noinclude>Gelanggang Remaja (Youth Center). Meski wujud idealnya belum terjengkau, tetapi kini nampak adanya kesinambungan dalam kegiatan apresiasi. Misalnya pementasan-pementasan drama, fragmen den pembacaan sajak, yang dilakukan tiap bulan oleh tunas-tunas muda. Kegiatan itu didukung oleh beberapa kelompok/grup, misalnya: {{u|Sanggar Teater Djakarta}}, {{u|Teater G.R. Djaktim}}, {{u|Teater Bulungan}}, {{u|Teater Remadja Djakarta}}, {{u|Teater Balai Pustaka}}, {{u|Teater Populer}} dan {{u|Teater Ketjil}}. {{rh|DISKUSI BAHASA}} Bertempat di Aula S.M.A. Sancta Ursula Djakarta, pada tanggal 10 dan 19 Oktober 1971 telah dilangsungkan Diskusi Bahasa, yang diprakarsai oleh Lembaga Bahasa Nasional (L.B.N.), I.A.I.N. Sjerif Hidajatullah dan Kantor Pembinaan Pendidikan Menengah Umum Pertama Djakarta Raya dan Tangerang. Pokok-pokok yang dibicarakan ialah: 1. "Tentang Mengarang dan Apresiasi Puisi di S.M.A. den S.M.P." oleh Drs. S. Effendi (L.B.N.) Prasaran ini ditanggapi oleh Drs. Bekran Jacob (I.A.I.N.) den Drs. Zeinnudin H. Idris (Kepala Kabin P.M.U.P.); 2. "Kata-kata Bahasa Arab dalam Bahasa Indonesia dengan beberapa gedjalanja" oleh Drs. Suderno (I.A.I.N.) Prasaran ini ditanggapi oleh Drs. Ramli Harun (L.B.N.) Diskusi telah mendapat perhatian cukup, khususnya dari para guru. Sehubungan dengan Diskusi telah diterbitkan (dalam bentuk stensilan) karya, Drs. S. Effendi: {{u|Bimbingan Apresiasi Puisi}}, yang pasti bermanfaat bagi para pengajar pada Sekolah Menengah. {{rh|PEKAN SENI KONTEMPORER 1971}} Dengan tema: "Menjadjikan pendjeladjahan dan pengungkapan seni jang paling berbitjara kepada angkatan muda", Pekan Seni Kontemporer 1971 telah dibuka oleh Ketua Dewan Kesenian Djakarta, Umar Kayam.<noinclude></noinclude> 1waigtay4yb48lan1kaeh3gcfmskr3v Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/310 104 103414 295569 291400 2026-05-14T14:04:41Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295569 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||48}}</noinclude>Pekan ini berlangsung dari tanggal 20 sampai 25 Desember 1971 di Taman Ismail Marzuki Djakarta, meliputi kegiatan pameran (design, batik dan buku), pementasan (drama, tari, lenong dan musik) serta diskusi (design dan film). Juga diadakan Lomba Membaca Prosa untuk Pelajar Sekolah Lanjutan. Pada upacara penutupan, Umar Kayam mengatakan bahwa kegiatan Pekan Seni Kontemporer tersebut merupakan barometer dari kecenderungan masyarakat terhadap seni kontemporer yang ditawarkan kepadanya, disamping seni tradisionil (yang diadakan pula oleh D.K.D. pada kesempatan yang lain). Untuk tahun depan, kegiatan Pekan Seni akan lebih menitik-beratkan pada kreatifitas angkatan muda. {{rh|PEMBINAAN BAHASA INDONESIA MELALUI T.V.R.I.}} Sejak tanggal 4 Oktober 1971 Lembaga Balasa Nasional (L.B.N.) mengisi acara "Pembinaan Bahasa Indonesia" pada T.V.R.I. Acara tiap hari Senin, jam 19.00, selama 30 menit ini diasuh oleh Bidang Bahasa Indonesia L.B.N., dibawakan oleh adr. Lukman Hakim. Pembinaan Bahasa Indonesia disamping menjajagi masalah pemakaian bahasa Indonesia pada berbagai bidang, juga menampung pertanyaan, saran/kritik dari masyarakat. Sambutan terhadap siaran ini cukup luas dan beragam. Kritik-kritik membangun telah diterima dengan baik. Dan pengasuh selalu berusaha mencari bentuk sebaik-baiknya untuk siaran yang disajikan. {{rh|TULISAN DALAM EJAAN BARU}} "Sekalipun penggunaan edjaan bahasa Indonesia jang baru masih belum diwudjudkan dari tingkatan gagasannja, akan tetapi beberapa tjendekiawan baru2 ini telah menggunakannja dalam tulisan-tulisan ilmijah dengan mana mereka telah membuktikan mungkinnja penggunaan edjaan tersebut pada tingkat ilmu pengetahuan.<noinclude></noinclude> rrhw73h5wvijyhll08m59eqei2puta3 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/266 104 103440 295595 291052 2026-05-14T14:10:58Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295595 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||4}}</noinclude>::{| |II.||Bat. Cen. 59. |- | ||19 × 15 ½ cm, 68 hal., 15-16 baris. |- |III.||Bat. Cen. 200 |- | ||20 ½ cm, 205 hal., 11 baris, tertanggal 23 Muharam 117{{Takterbaca}} |- |IV.||V. d. W. 82 |- | ||33 × 21 cm, 105 hal., 19 baris |- |V.||V. d. W. 83 |- | ||33 × 21 cm, 96 hal., 18 baris |- |VI.||V. d. W. 84 |- | ||38 × 21 cm, 160 hal., 16 baris |- |VII.||V. d. W. 86 |- | ||20 ½ × 16 cm, 37 hal., 13 baris |- |} Di Perpustakaan Universitas Leiden terdapat 4 buah naskah, 3 diantaranja didaftar oleh Dr. Ph. S. van Ronkel dalam <u>Supplement Catalogus</u> beliau, sedang sebuah naskah lagi terdaftar dalam <u>Catalogus</u> yang disusun oleh Dr. H. H. Juynboll. Adapun naskah yang terdaftar dalam <u>Supplement Catalogus</u><sup>*2</sup> tersebut ditjatat dengan nomor kode sebagai berikut: ::{| |I.||Kl. 26 |- | ||20 × 16 ½ cm, 109 hal., 15 baris. |- |II.||6064 D. 8<sup>0</sup>. 14 hal. |- |III.||DPH. 72. 8<sup>0</sup>. |- | ||24 hal., 15 baris |- |} Sedang naskah yang terdaftar dalam Catalogus Juynboll<sup>*3</sup> itu ditjatat dengan nomor: Cod. 1960 (I). Dalam bahasa Parsi hikajat ini bernama <u>Kitab Hazar Masail</u>. Selain dari itu hikajat ini djuga terdapat dalam bahasa Hindustan, Turki dan sebagainja.<sup>*4</sup> Banjaknja djumlah naskah yang terdapat, membuktikan bahwa hikajat ini tjukup populer. Pada permulaan hikajat ini disebutkan, bahwa tjeritera ini disalin dari bahasa Parsi ke bahasa Djawi.<br>Adapun perkembangan naskah ini menurut Winstedt<sup>*5</sup> sebagai berikut: naskah ini ditulis dalam bahasa Arab sebelum tahun 953 disebut oleh<noinclude></noinclude> elw37jqsyy9bom0owikqntua2jsk2hv Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/131 104 103479 295647 291221 2026-05-14T14:29:07Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295647 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>{{rh||SEJARAH KESUSASTRAAN INDONESIA LAMA SELAYANG PANDANG<sup>+)</sup>}} {{rh|||Nj. S. W. Rudjiati Muljadi}} Kesusastraan Indonesia biasanya dibagi atas 2 zaman, yang memperlihatkan masa perkembangan yang berbeda sifatnya, yaitu : <ol type="1" start="1"> <li>Zaman Kesusastraan Indonesia Lana, dari mula saanya bahasa dan kesusastraan Indonesia sampai akhir abad ke 19.</li> <li>Zaman Kesusastraan Indonesia Modern, dari permulaan abad ke 20 hingga waktu ini.</li> </ol> Zaman Kesusastraan Indonesia Lama ini sebetulnya lebih berdasarkan ada tidaknya tulisan serta persentuhan kebudayaan Indonesia dengan kebudayaan-kebudayaan lain yang berasal dari luar. Ciptasastra pada umumnya digolongkan dalam tiga ragam besar : {{u|prosa}}, {{u|puisi}} dan {{u|drama}}. Meskipun overlapping tidak dapat dihindarkan, namun pembagian atas tiga ini masih dapat dipertahankan. Dalam ragam prosa prosa kesusastraan, jadi bukan factual prose --- termasuk semua yang dinamakan ceritarakaan (cerkan atau fiction), yuga esei. Cerkan ini terbagi pula atas {{u|roman}}, {{u|novel}}, dan {{u|cerpen}} untuk Kesusastraan Indonesia Modern dan dongeng, hikayat, serta cerita sejarah untuk Kesusastraan Indonesia Lama. Kesusastraan Indonesia Lana banyak sudah yang sampai kepada kita dalam bentuk tulisan, yang semula secara lisan turun-menurun dari generasi ke generasi. Kami kira juga banyak yang hilang, karena belum dituliskan sampai sekarang, tetapi pada masyarakat kita dahulu yang masih belum kenal akan tulisan, tumbuh dan berkembang. Masyarakat lama kita dengan tatacara hidup yang sederhana, yang penghidupannya dikuasai oleh alam, mempunyai orang-orang yang dinamakan {{u|dukun}}, {{u|sikerei}}, {{u|empu}}, {{u|pawang}}, yang dianggapnya sebagai orang-orang suci, yang boleh mengucapkan {{u|mantra}}. {{u|Mantra}} merupakan salah suatu macam puisi yang tertua di Indonesia, Pilihan kata yang tetap merupakan aturan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Kata-kata yang dipakai dalam mantra adalah kata-kata pilihan yang dianggap mengandung tenaga gaib. Kekuatan dan kemanjuran sebuah mantra ditentukan oleh kata-kata tersebut. Tiap-tiap maksud tertentu ada mantranya, ada mantra untuk menolak penyakit, menolak bala, menolak musuh, mohon selamat kepada tenaga-tenaga gaib, ada mantra untuk menyadap nira, ada mantra untuk menangkap buaja dan lain-lain. - ----------------- <sup>+)</sup> Karangan ini merupakan pokok-pokok siaran sastra melalui televisi (TVRI) Djakarta dalam bulan Desember 1957.<noinclude>{{rh|||3}}</noinclude> qtur8yyh1kpsid2nydqjfuq794hxy3g Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/139 104 103486 295638 291272 2026-05-14T14:22:46Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295638 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||11}}</noinclude>Dalam buku jilid II hal{{...|3}} pengarang yang sangat terkenal itu menyebutkan {{u|"pembagian 10 jeniskata menurut Aristoteles"}} serta usul-usulnya tentang pembagian jeniskata dalam BJ. Penyebutan "pembagian 10 jeniskata menurut Aristoteles" ini diulang-ulang dalam setiap palajaran - dan tentu saja, ujian - Bahasa Indonesia dan juga dalam kebanyakan buku tatabahasa yang terbit di Indonesia -- yang terakhir sekali oleh ahli bahasa yang terkenal juga R.D.S.Hadiwidjana dalam bukunya {{u|Tata-Sastra}} (1967, hal. 26), sebuah buku tatabahasa Bahasa Jawa. Dengan mempelajari teori-teori tatabahasa Aristoteles serta sarjana-sarjana Yunani kuno seperti yang akan kami uraikan dibawah akan nyata, bahwa penyebutan "pembagian 10 jeniskata menurut aristoteles" samasekali {{u|tidak tepat.}} Ciri lain dari buku-buku tatabahasa yang ada ialah pembicaraan yang sangat spekulatif dalam memecahkan soal-soal tatabahasa. Buku {{u|Tatabahasa Indonesia}} karangan I.R. Pudjawijatna dan Prof. Dr Zoetmulder dibandingkan dengan buku-buku tatabahasa lain boleh dianggap modern, tetapi tak lepas juga dari kemlesetan-kemlesetan. Dalam buku jilid I hal. 102 para pengarangnya menyatakan, bahwa "{{...|5}} bukan bentuklah jang menentukan masuk:jenis apa kata-kata Indonesia, melainkan artinja, sehingga mereka pada hal.103 mengatakan, bahwa "{{u|katasebut kongkrit}}" adalah"{{...|5}} katasebut jang menjatakan sesuatu hal jang sungguh-sungguh ada, djadi menjebutkan orang, binatang, barang atau bunda{{...|5}}"; sedang {{u|katasebut abstrak}} adalah "{{...|7}}katasebut biasa. Halnja sebetulnja tidak ada, adanja hanja pada pikiran sadja, menjatakan sifat, keadaan, perhubungan." Menghubung-hubungkan unsur-unsur tatabahasa dengan kenyataan-kenyataan diluar bahasa sesungguhnya sia-sia saja; pelajaran tatabahasa sudah tentu bukan tempat kita berdebat, apakah suatu benda itu ada atau tidak ada. Tetapi kesalahan yang dibuat kebanyakan ahli bahasa adalah menerapkan kategori dan definisi bahasa lain, terutama Bahasa Latin, kedalam Bahasa Indonesia. 2. Teori Aristoteles tentang jeniskata terberat Aristoteles (384-322/21 seb. M) dalam bukunya Rhetorika bab 3 pasal 2 membagi kata-kata dalam Bahasa Yunani atas 3 jenis, yakni katabenda (yang disebutnya "{{u|onomata}}"), katakerja (yang disebutnya "{{u|remata}}") dan konjungsi (yang disebutnya "{{u|sundesmoi}}"). Menurut filsuf itu, katakerja dan katabenda merupakan jeniskata yang sungguh-sungguh, karena mempunyai arti yang bebas.<noinclude></noinclude> euda0lh8lo9cadwcxzxt4k8xfy0eeii Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/143 104 103487 295635 291298 2026-05-14T14:22:13Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295635 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||15}}</noinclude>Dengan makin mendalamnya dan makin meluasnya pengetahuan manusia tentang alam sekelilingnya, makin sukar baginya untuk menguasai seluruh pengetahuan itu, sehingga pembagian tugas diantara manusia tidak dapat dihindari dan sebagai salah satu konsekwensinya adalah penggolongan atau pencabangan dalam ilmupengetahuan. Maka jadilah ilmubahasa atau lingguistik ilmu yang otonom. Tak perlu dibantah, bahwa banyak ilmu lain yang tertarik dan menaruh minat kepada bahasa, tetapi satu-satunya ilmu yang menempatkan bahasa sebagai fenomen alam yang khas dalam pusat perhatiannya adalah lingguistik. Lingguistik yang menganggap bahasa sebagai semacam organisasi dan bukan hanya kumpulan unsur-unsur yang lepas satu sama lain telah --- meletakan dasar-dasar bagi penyelidikan bahasa. Sebagai ilmu empiris ia hanya memperhatikan apa-apa yang dapat ditangkap oleh indria kita, ia hanya menyelidiki apa-apa yang benar-benar diucapkan pemakai bahasa; peristiwa yang ada dalam pikiran sipemakai banasa tidak diselidikinya (dengan demikian lingguistik membedakan dirinya dari psikologi). Jika lingguistik menyelidiki bahan tertulis, maka bahan tertulis itu dianggapnya tak lebih daripada gambaran dari ucapan. Seorang lingguistik {{illegible}}dan menguraikan bahasa sebagai apa yang diucapkan pemakai bahasa dan bukannya apa yang menurut silingguis seharusnya diucapkan. Seorang akan menghubungkan struktur bahasa (- antarhubungan diantara semua unsur-unsur bahasa) dengan peristiwa-peristiwa diluar bahasa, hanya jika ia telah dapat memperoleh ganbafan yang positif tentang struktur bahasa itu; dengan demikian akan dihindarinya uraian-uraian spekulatif mengenai hubungan antara kategori-kategori bahasa dengan alam diluar bahasa. Seorang lingguis misalnya akan menghindari pertanyaan mengapa kata "matahari" dalam Bahasa Arab ber-genus betina, sedang dalam Bahasa Spanyol ber-genus jantan; akan sia-sia juga ia mencari jawaban mengapa kata {{u|gang}} (yang diambil dari Bahasa Inggris) dalam Bahasa Prancis Kanada ber-genus jantan ({{u|le gang}}), sedang dalam Bahasa Prancis dinegeri Prancis ber-genus betina ({{u|la gang}}); hal ini karena kategori gramatikal genus samasekali tak ada hubungannya dengan "sex". Disamping itu untuk memudahkan cara bekerja lingguistik menetapkan beberapa tahap analisa; apa yang kita sebut tatabahasa merupakan salah satu tahap analisa itu disamping fonologi dan semantik. Penetapan jenis kata akan memudahkan kita untuk mendalami aspek-aspek lain dari tata-bahasa, tetapi untuk menetapkan penggolongan jeniskata perlu diikuti prosedur-prosedur tertentu.<noinclude></noinclude> 3wjd8ctv8092axi7snkypuwwpa722mw Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/369 104 103512 295699 291736 2026-05-14T15:32:50Z Sarieffe 26994 /* Tervalidasi */ 295699 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude>dan diartikan dengan amnesti itu. Karena ada jang menghendaki supaja mereka jang terlibat dalam pelanggaran hukum sedjak dulu sampai sekarang diamnestikan sadja dengan tidak ada ketjualinja. Tetapi ada jang menentang, katanja tidak dapat diamnestikan begitu sadja, karena mereka sudah melanggar hukum, disiplin dan sebagainja. Ada jang lebih tegas lagi mengatakan, kepada mereka jang sudah djelas memberontak kepada pemerintah, djelas melakukan desersi dan sebagainja tidak dapat diamnestikan. Begitu pula soal diperkerdjakan kembali dalam ketenteraan, ada jang menghendaki supaja semuanja kembali kedalam ketenteraan, sebab kita tidak ada jang luput dari kesalahan<sup>2</sup>, karena maklumlah namanja manusia, tidak ada jang tidak tjatjat. Ada pula jang menghendaki diketjualikan mereka<sup>2</sup> jang sudah terlalu, jaitu sudah terlalu memberontak kepada pemerintah dan sebagainja. Bermatjam<sup>2</sup> pendapat inilah jang sampai sekarang belum dapat diselesaikan oleh Panitia 7. Tahu<sup>2</sup> soal perbedaan pendapat ini sadja belum dapat dipetjahkan, tiba<sup>2</sup> timbul pula peristiwa Tjikini. Peristiwa Tjikini adalah usaha membunuh Kepala Negara Presiden Soekarno jang dilakukan dengan kedjam. Saja kira tidak ada diantara saudara<sup>2</sup> jg ikut menjaksikan akibat<sup>2</sup>nja pada malam peristiwa itu dengan mata kepala sendiri membilang, bahwa itu harus diselesaikan dengan musjawarah. Sebab sudah terang akibatnja adalah terbunuhnja anak-anak sekolah jang tidak berdosa sama sekali. Oleh sebab itulah maka semua suara jang kita dengar menuntut pelaku<sup>2</sup> peristiwa itu diberikan hukuman berat dan tegas setimpal dengan dosanja jang telah mendjatuhkan banjak korban. Bahkan banjak resolusi<sup>2</sup> jang dikirimkan pada kita dan surat kabar<sup>2</sup> jang meminta hukuman mati dan lain<sup>2</sup>. Sesudah diadakan penjelidikan jang mendalam dan seksama, maka terbuktilah bahwa peristiwa Tjikini itu adalah rentetan dari pada persoalan2/tindakan<sup>2</sup> kekerasan jang telah terdjadi diwaktu<sup>2</sup> jang lalu di Djakarta ini. Maka dengan sendirinja persoalan amnesti dan lain<sup>2</sup> dari Panitia 7 itu mentah kembali. Sebab saja kira orang tidak dapat mengerti lagi, kalau persoalan<sup>2</sup> ini dibiarkan sadja. Karena itu pulalah Panitia 7 mengumumkan bahwa putusannja itu sekarang ditindjau kembali. Artinja apa jang telah mendjadi pertimbangan Panitia 7 pada mulanja tidak diteruskan lagi. Miskipun banjak persoalan<sup>2</sup> jg sudah sangat mendesak harus diselesaikan segera, namun peristiwa Tjikini itu harus selekas mungkin lebih dapat segera diselesaikan. Dan diantara mereka jang tersangkut dalam peristiwa Tjikini tsb. jang ditahan oleh alat ngara dengan bukti<sup>2</sup> jang njata telah memberikan pengakuan [[Berkas:Madjalah Angkatan Darat (page 369 crop).jpg|400px|jmpl|ka|'''''Mobil Presiden Soekarno ,,Indonesia I" jang mendjadi sasaran granat dalam peristiwa Tjikini pada tanggal 30 November 1957.''''']] jang tjukup. Dan mereka<sup>2</sup> ini akan selekas mungkin dihadapkan kepengadilan militer. Peristiwa Tjikini itu adalah menjangkut peristiwa<sup>2</sup> sebelumnja, seperti usaha mentjulik dan membunuh Panglima T. & T. III, usaha untuk menjulik dan menggeranat saja sendiri, jah matjam- matjam usaha lainnja seperti jang telah terdjadi dan terbukti dengan pelemparan<sup>2</sup> geranat di Djakarta dan lain<sup>2</sup>nja. Kini peristiwa itu telah dapat itu kita bongkar, dimana ternjata bahwa bukan orang preman sadja jang tersangkut, tetapi terlibat pula orang<sup>2</sup> militer. Dan ini sudah tentu merupakan suasana jang baru bagi kita sekarang. Dengan demikian teranglah betapa kesulitan<sup>2</sup> jang dihadapi negara pada masa ini jang semangkin meningkat kepada taraf<sup>2</sup> jang baru, sehingga kita harus menindjau kembali segala sesuatu. Diantara sekian persoalan jang sulit<sup>2</sup> jang dihadapi negara kita sekarang, persoalan Irian Barat adalah suatu persoalan jang besar pula. Tidak ada diantara bangsa kita jang mengatakan, bahwa Irian Barat itu bukan wilajah kita. Dan sudah mendjadi pendirian bersama pula, bahwa dia harus kembali 'kepangkuan Republik Indonesia. Dan siapa jang tidak berpendirian demikian, ia tentu mengchianati proklamasi 17 Agustus 1945. Karena itu pemerintah kita setiap tahun dengan djalan damai mengharapkan supaja Belanda mengembalikan Irian Barat. Dan ini telah dilakukan dengan djalan perun- dingan secjak tahun 1953 terus hingga tahun 1957 dipersidangan Perserikatan Bangsa Bangsa. Tetapi Belanda tidak menghenki setjara perdamaian dengan mengatakan tidak perlu berunding. Oleh karena demikian sikap Belanda serta tidak memberikan hasil apa jang kita perdjuangkan<noinclude></noinclude> dfcp0ilmx2zfjl9f8j62xduv0pxnb83 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/27 104 103521 295742 291591 2026-05-14T16:01:06Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ memperbaiki kesalahan tulis. 295742 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude><center>'''<u>BAHASA BATAK</u>'''</center> {{Right sidenote|Oleh: Nalom Siahaan*}} Sebagaimana kita ketahui pada tahun 1889 terbit karangan Prof. Dr. Hendrik Kern, berdjudul: "Taalkundige gegevens ter bepaling van het stamland der maleisch-Polynesische volken" dikota Amsterdam (Belandja), artinja: "Bahan-bahan untuk menentukan negeri asal bangsa-bangsa Melaju-Polynesia." Dalam karangannja itu Prof. Kern mengemukakan teorinja jang termashur, bahwa negeri asal bangsa-bangsa Melaju-Polinesia dahulukala berada di '''HINDIA-BELAKANG''' (Vietnam dan Kambodja sekarang). Dari sanalah djauh sebelum tarich Masehi nenek mojang kita merantau mendiami pulau-pulau serta semenandjung Malaja, meliputi daerah jang amat luas, terbentang antara pulau Madagaskar dekat benua Afrika disebelah barat dan pulau Paska dekat benua Amerika disebelah timur. Teori ini kiranja tjukup terkenal, djadi tidak diamandemen disini djedjang argumentasi beliau sebelum sampai pada kesimpulannja. Jang menarik perhatian kita dari karangan Prof. Kern tersebut, bukan kesimpulan beliau, bahwa negeri asal nenek mojang kita dulu di Hindia Belakang, tapi {{u|bahan-bahan}} jang dipakainja untuk sampai pada kesimpulan itu. Beliau memperbandingkan bunji kata-kata jang berasal dari pelbagai bahasa diseluruh daerah Melaju-Polynesia. Menurut kabar, Prof. Kern {{u|belum}} pernah ke Indonesia, waktu beliau menjusun karangannja itu. Demikian djuga Prof. Dr. R. Brandstetter (orang Swis) dan O. Dempwolff (orang Djerman) jang telah turut berdasa meneruskan djedjak Prof. Kern dalam ilmu perbandingan bahan-bahan Melaju-Polinesya. Terkenal pula disertasi Dr. J.L.A. Brandes: "Bijdrage tot de vergelijkende klankleer der Westersche afdeeling van de Maleisch-Polynesische talen", artinja dalam bahasa Indonesia: "Sumbangan tentang perbandingan bunji bahasa-bahasa Melaju-Polynesia sebelah barat. "Dalam tjeritanja itu Dr. Brandes memusatkan penjelidikannja chusus tentang bahasa-bahasa Melaju-Polynesia {{u|sebelah barat}}, kelompok bahasa jang lazim disebut orang dengan istilah Nusantara meliputi Madagaskar, Semenandjung Melaju, Indonesia dan Filipina. Dr. Brandes sendiri adalah murid Prof. Kern. Semua sardjana jang kita sebut diatas berdasarkan pada bahan-bahan jang dikumpulkan oleh "fieldworkers", jaitu sardjana-sardjana jang langsung melakukan penjelidikan, hidup ditengah-tengah penduduk bumiputera dalam bertahun-tahun lamanja dan kemudian memperkenalkan bahasa jang diselidikinja itu kepada dunia ilmu pengetahuan berupa buku kamus, buku tatabahasa dan karangan-karangan tentang adat-istiadat. Pada abad 19 mulai timbul di Eropah minat besar untuk langsung menjelidiki bahasa-bahasa Melaju-Polynesia. Untuk itu diperlukan biaja jang hanja dapat disediakan oleh badan partikelir atau oleh pemerintah djadjahan. Pihak Zending langsung berkepentingan dengan penjelidikan itu demi penterdjemahan kitab Indjil kedalam bahasa-bahasa bumiputera. Olehnja dikirim sardjana-sardjana bahasa, antara lain Dr. H.N. van der Tuuk ke Tanah Batak, Dr. B.F. Matthes ke Makassar dan Dr. N. Adriani ke Tanah Toradja. Ketiga-tiganja berhasil menjusun kamus jang bermutu. Selain itu Dr. Van der Tuuk menjusun tatabahasanja tentang bahasa Batak Toba. Pemerintah Hindia Belanda mengikuti tjontoh jang diberikan oleh pihak Zending. Sesudah selesai tugasnja untuk Zending, Dr. Van der Tuuk dibiajai oleh pemerintah untuk menjelidiki bahasa Lampung di Sumatera Selatan dan bahasa Bali serta Kawi dipulau Bali. {{Left sidenote|------------------}} {{Left sidenote|*Petugas pada seksi Batak, Dinas Bahasa dan Kesusastraan Daerah, DBK, dan dosen bahasa Batak pada Fakultas Sastra Universitas Indonesia.}}<noinclude></noinclude> rlka49nw10l2vzdrhq9mxpgwlmciwj9 295744 295742 2026-05-14T16:01:21Z Upiak Ituih 27011 295744 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude><center>'''<u>BAHASA BATAK</u>'''</center> {{Right sidenote|Oleh: Nalom Siahaan*}} Sebagaimana kita ketahui pada tahun 1889 terbit karangan Prof. Dr. Hendrik Kern, berdjudul: "Taalkundige gegevens ter bepaling van het stamland der maleisch-Polynesische volken" dikota Amsterdam (Belandja), artinja: "Bahan-bahan untuk menentukan negeri asal bangsa-bangsa Melaju-Polynesia." Dalam karangannja itu Prof. Kern mengemukakan teorinja jang termashur, bahwa negeri asal bangsa-bangsa Melaju-Polinesia dahulukala berada di '''HINDIA-BELAKANG''' (Vietnam dan Kambodja sekarang). Dari sanalah djauh sebelum tarich Masehi nenek mojang kita merantau mendiami pulau-pulau serta semenandjung Malaja, meliputi daerah jang amat luas, terbentang antara pulau Madagaskar dekat benua Afrika disebelah barat dan pulau Paska dekat benua Amerika disebelah timur. Teori ini kiranja tjukup terkenal, djadi tidak diamandemen disini djedjang argumentasi beliau sebelum sampai pada kesimpulannja. Jang menarik perhatian kita dari karangan Prof. Kern tersebut, bukan kesimpulan beliau, bahwa negeri asal nenek mojang kita dulu di Hindia Belakang, tapi {{u|bahan-bahan}} jang dipakainja untuk sampai pada kesimpulan itu. Beliau memperbandingkan bunji kata-kata jang berasal dari pelbagai bahasa diseluruh daerah Melaju-Polynesia. Menurut kabar, Prof. Kern {{u|belum}} pernah ke Indonesia, waktu beliau menjusun karangannja itu. Demikian djuga Prof. Dr. R. Brandstetter (orang Swis) dan O. Dempwolff (orang Djerman) jang telah turut berdasa meneruskan djedjak Prof. Kern dalam ilmu perbandingan bahan-bahan Melaju-Polinesya. Terkenal pula disertasi Dr. J.L.A. Brandes: "Bijdrage tot de vergelijkende klankleer der Westersche afdeeling van de Maleisch-Polynesische talen", artinja dalam bahasa Indonesia: "Sumbangan tentang perbandingan bunji bahasa-bahasa Melaju-Polynesia sebelah barat. "Dalam tjeritanja itu Dr. Brandes memusatkan penjelidikannja chusus tentang bahasa-bahasa Melaju-Polynesia {{u|sebelah barat}}, kelompok bahasa jang lazim disebut orang dengan istilah Nusantara meliputi Madagaskar, Semenandjung Melaju, Indonesia dan Filipina. Dr. Brandes sendiri adalah murid Prof. Kern. Semua sardjana jang kita sebut diatas berdasarkan pada bahan-bahan jang dikumpulkan oleh "fieldworkers", jaitu sardjana-sardjana jang langsung melakukan penjelidikan, hidup ditengah-tengah penduduk bumiputera dalam bertahun-tahun lamanja dan kemudian memperkenalkan bahasa jang diselidikinja itu kepada dunia ilmu pengetahuan berupa buku kamus, buku tatabahasa dan karangan-karangan tentang adat-istiadat. Pada abad 19 mulai timbul di Eropah minat besar untuk langsung menjelidiki bahasa-bahasa Melaju-Polynesia. Untuk itu diperlukan biaja jang hanja dapat disediakan oleh badan partikelir atau oleh pemerintah djadjahan. Pihak Zending langsung berkepentingan dengan penjelidikan itu demi penterdjemahan kitab Indjil kedalam bahasa-bahasa bumiputera. Olehnja dikirim sardjana-sardjana bahasa, antara lain Dr. H.N. van der Tuuk ke Tanah Batak, Dr. B.F. Matthes ke Makassar dan Dr. N. Adriani ke Tanah Toradja. Ketiga-tiganja berhasil menjusun kamus jang bermutu. Selain itu Dr. Van der Tuuk menjusun tatabahasanja tentang bahasa Batak Toba. Pemerintah Hindia Belanda mengikuti tjontoh jang diberikan oleh pihak Zending. Sesudah selesai tugasnja untuk Zending, Dr. Van der Tuuk dibiajai oleh pemerintah untuk menjelidiki bahasa Lampung di Sumatera Selatan dan bahasa Bali serta Kawi dipulau Bali. {{Left sidenote|------------------}} {{Left sidenote|*Petugas pada seksi Batak, Dinas Bahasa dan Kesusastraan Daerah, DBK, dan dosen bahasa Batak pada Fakultas Sastra Universitas Indonesia.}}<noinclude></noinclude> kbojrg0062zdyjbw60zfux5rt1zepsq Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/201 104 103539 295630 291648 2026-05-14T14:20:47Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295630 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||23|}}</noinclude>Dalam periode 71 tahun itu kita masih melihat kegemaran masyarakat Melayu, baik pengarang-pengarangnya maupun pembaca-pembacanya, kepada syair-syair, pantun-pantun dan cerita-cerita yang bersifat tradisionalis baik dari segi gaya bahasanya maupun dari segi temanya. Periode yang sama juga menunjukkan zaman transisi masyarakat Melayu yang mula berkonfrontir dengan nilai-nilai hidup yang baru dibawa oleh pengaruh Eropah melalui penjajah Inggeris. Zaman ini''['' kuasa otokratis dan kini cuma menjadi kepala dalam soal agama Islam dan adat istiadat Melayu dimasing-masing negeri sahaja. Kalau dalam zaman Abdullah Hunci orang-orang Islam sebagai satu warisan yang diselaputi dengan adat aan kepercayaan yang kolot, kini masyarakat Melayu yang statis itu berkenfrontasi pula dengan hilai-nilai baru yang dibawa oleh Sayed Sheikh dan kawan-kawan. Demikianlah kita lihat konflik mental dan nilai yang dinadapi oleh masyarakat Melayu pada masa Sayed Sheikh mendobrak kedalam persoalan agama dan alam kehidupan bangSa Melayu. Sebagai sasterawan Hikayat Faridah Hanun merupakan satu pernyataan sikap pengarang yang historis, dan juga sebagai satu pembaharu dalam bentuk kesusasteraan Melayu moden. {{rh|||''['' juga memperlihatkan dekadensi feodalisme Melayu sebagai}} <u>Catatan</u>: 1) C. Skinner, <u>Prosa Melayu Baharu</u>; Longmans, K. Lumpur 2) C. Hooykaas, <u>Perintis Sastura</u> (edisi Malaya) OUP cetakan ke 2, 1967, hal. 44 3) Boejoeng Saleh, "Perkembangan Kesusastraan Indonesia", <u>Almanak Seni</u>; BMKN, Djakarta 1956, hal. 13 4) <u>Malay Newspapers & Periodicals</u> oleh William Roff dan <u>The Origins of Malay Nationalism</u> oleh William Roff juga terbitan OUP 1967 {{c|'''--------'''}}<noinclude></noinclude> 774aym5yk0wdt1zl999n41jvk00pc81 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/429 104 103545 295792 291642 2026-05-14T16:26:47Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295792 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" />{{rh|11}}</noinclude>:Putri Bungsu : <poem> ::::Beli jala tangkap Gurami, ::::dapat Berudu dengan Todak. ::::Mari kita turun ke bumi, ::::Tati rindu tertahan tidak. </poem><br> <poem> ::::Orang Bungus masuk gelanggang, ::::membawa permata dari Berita. ::::Hati hangus rasa dipanggang, ::::kasih tercinta pada orang dunia. </poem><br> :Malim Deman : <poem> ::::Kerukut kampung belimbing, ::::tempat gusti menanam rami. ::::Kalau takut mari dibimbing, ::::hidup mati di tangan kami. </poem><br> :Putri Bungsu : <poem> ::::Bunga padi kembang setangkai, ::::bunga lilin jual ke pasar. ::::Masa sudi tuan memakai, ::::laksana kain benangnya kasar. </poem><br> :Malin Deman : <poem> ::::Kalau tidak selasih puan, ::::tidak ke ladang pagi hari. ::::Kalau tidak kasih di tuan, ::::tidak dagang datang ke mari. </poem><br> <poem> ::::Ayam kurik rambaian tadung, ::::ekor berjela masuk padi, </poem><noinclude></noinclude> kfwaeml7i6h91t6kpauoxmvi2txz47n Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/430 104 103546 295791 291728 2026-05-14T16:26:33Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295791 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" />{{rh|12}}</noinclude><poem> ::::ambil tempurung beri makan. ::::Dalam daerah tujuh kampung, ::::tuan seorang tempat hati, ::::yang lain jadi kuharamkan. </poem><br> :Putri Bungsu : <poem> ::::Diparang rotan dilantaikan, ::::dipenggal kayu modang sengit. ::::Sayang di tuan dilebihkan, ::::maka tinggal orang langit. </poem><br> Untuk lebih jelasnya baiklah kami sajikan garis besar ceritanya berdasarkan buku : <u>Malim Deman dan Putri Bungsu.</u> oleh A. Dt. Madjoindo, penerbit Balai Pustaka, Jakarta, Cet. II, 1965; 172 hal. Garis besar ceritanya itu sebagai berikut : Di Kuala Batang Muar ada seorang raja yang bernama Tuanku Raja Tua, permaisurinya Putri Mayang Seni, kerajaannya cukup besar. Beliau sudah lama memerintah, tapi belum juga berputra. Setelah meminta doa pada Allah s.w.t. hamillah permaisuri itu yang kemudian melahirkan seorang putra dan diberi nama Malim Deman. Ketika upacara turun mandi Malim Deman lepas dari pangkuan dan hanyut dibawa arus sungai. Gemparlah seluruh negeri oleh peristiwa itu. Dengan segala usaha mencarinya tiada dapat juga, sehingga raja dan rakyatnya sudah berputus asa. Pada hari yang ketujuh setelah peristiwa itu Bujang Selamat pergi menjala ikan. Ketika ia melepaskan jalanya di lubuk Seri Bulan terjeratlah seorang bayi. Bayi tersebut tidak lain ialah Malim Deman itu sendiri dalam keadaan selamat, badannya dililit sehelai rambut. Agaknya rambut itulah yang telah menyelamatkannya dari bahaya itu. Rambut itu kemudian disimpannya sebagai azimat. Setelah ia menginjak dewasa hatinya tiada tentram lagi. Ia {{hws|se|selalu}}<noinclude></noinclude> hpotkv4c77w55h6s1hyc1kmgsf22lr9 Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/689 104 103549 295853 291602 2026-05-14T16:58:43Z N.imaema 22481 /* Tervalidasi */ 295853 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" /></noinclude>Dalam pada itu rakjat melihat banjak tangsi² dan tempat² pertahanan Djepang jang diperkuat selama itu, telah dikosongkan begitu sadja tanpa ada sesuatu timbang-terima dengan siapa pun djuga. Beberapa orang opsir dan pembesar Djepang di Kutaradja dan beberapa tempat lainnja diketahui telah membunuh diri karena tidak tahan menerima tekanan djiwa akibat kekalahan bangsanja itu. Serdadu² Djepang dan pembesar² gunseibu lainnja jang ada disekitar Kutaradja sudah dikumpulkan dipangkalan mereka jang terkuat dilapangan terbang Blang Bintang dan Lho' Nga. Ke-dua² lapangan udara ini adalah merupakan pangkalan udara Djepang jang terkuat diudjung Utara Pulau Sumatera untuk menangkis serangan Sekutu jang mungkin datang dari djurusan Lautan Hindia. '''Gema Proklamasi membakar semangat.''' Dalam suasana jang tidak berketentuan seperti tsb. diatas, tibalah berita jang resmi tentang proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, jang datangnja pada awal bulan Oktober 1945, jaitu kurang lebih satu setengah bulan sesudah proklamasi itu diutjapkan oleh Dwitunggal Sukarno-Hatta. Pesawat radio dan surat kabar ketika itu tidak ada di-tengah² masjarakat. Warta-berita tentang kemerdekaan disampaikan dari mulut kemulut dan dengan surat-menjurat. Seputjuk kawat dari Bukittinggi (Ibu-kota Sumatera ketika itu) jang disampaikan kepada Teuku Nja' Arif, seorang pemimpin dan bangsawan Atjeh terkemuka di Kutaradja menjatakan, bahwa Indonesia telah merdeka sedjak hari Proklamasi 17 Agustus 1945. Rakjat Atjeh diminta supaja segera mempersiapkan diri untuk membela kemerdekaan itu dibawah bimbingan Komite Nasional Indonesia jang segera harus dibentuk. Menjambut berita tentang kepastian proklamasi kemerdekaan itu, di Kutaradja dibentuklah dengan segera '''Komite Nasional Indonesia''' dibawah pimpinan '''Teuku Nja' Arif''', '''Tuanku Mahmud''' dkk. Dalam kalangan angkatan muda pun terdjalin pula suatu ikatan perdjuangan jang sangat kokoh dibawah pimpinan '''A. Hasjmy''' (Gubernur Atjeh sekarang) dan beberapa orang temannja. Dibentuklah organisasi perdjuangan pemuda jang mula² bernama '''A.P.I. (Angkatan Pemuda Indonesia)''', kemudian bertukar nama dengan '''P.R.I. (Pemuda Republik Indonesia)''' dan kemudian sekali terkenal dengan nama '''Pesindo'''. Seiring dengan itu disusul pula oleh organisasi² perdjuangan dan barisan² bersendjata lainnja. Sumbangan pikiran, tenaga dan harta-benda ketika itu mengalir dengan se-hebat²nja kedalam {{Missing image}} <small>''Satu kenang-kenangan jang megah, ketika diadakan suatu upatjara oleh pasukan Mobrig kita di Kotaradja, disaat perdjuangan kita sedang memuntjak dalam mempertahankan Negara Proklamasi 17 Agustus 1945.''</small> {{Missing image}} <small>''Sebagian anggota² dari Divisi Potjut Baren jang terdiri dari putri² Atjeh jang setiap saat siap sedia dihari-hari revolusi dalam membela proklamasi negara kita. Sesudah penjerahan kedaulatan, mereka kembali kemasjarakat sebagai wanita dirumah tangga.''</small><noinclude> 31</noinclude> dowsqbdrrn9478ou35htuq3w3tf3t6g Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/690 104 103550 295859 291604 2026-05-14T16:59:46Z N.imaema 22481 /* Tervalidasi */ 295859 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" /></noinclude>{{Missing image}} <small>''Gambar kubu-kubu pertahanan jang dibangun oleh rakjat Atjeh disepandjang Sumatera Timur — Atjeh, disaat menghadapi penjerbuan dari Tentara Belanda. Hasilnja telah dapat memukul mundur setiap serangan Belanda kedaerah Atjeh.''</small> {{Missing image}} <small>''Disepandjang pantai Atjeh djuga terdapat kubu² pertahanan jang didjaga oleh putra² Atjeh untuk menghadapi segala kemungkinan, pertahanan tsb. diperlengkapi dng. sendjata² automatis.''</small> {{Missing image}} <small>''Anggota pasukan Tentara kita sedang sibuk melajani meriam parit, pada saat menghalau penjerbuan Belanda kedaerah itu.''</small> badan-badan perdjuangan. Tjerdik-pandai menggembleng semangat rakjat dan mengobar-ngobarkan semangat membela kemerdekaan. Usaha-usaha penerangan mengenai perdjuangan politik dan situasi negara dan dunia pada umumnja dilantjarkan oleh Djawatan Penerangan Atjeh, dimana Osman Raliby dkk. telah banjak berbuat dalam lapangan ini. Sebuah zender radio darurat jg dibuat dari sisa-sisa peninggalan Djepang telah menambah lantjarnja usaha-usaha penerangan ketika itu. Dalam pada itu di Kutaradja diterbitkan pula sebuah surat kabar harian Semangat Merdeka, sebagai ganti dari Atjeh Sinbun, dibawah pimpinan A. Hasjmy jang kemudian diganti oleh Amelz dan Abdullah Arif. Dalam bidang pemerintahan umum dan alat-alat perlengkapan negara, baik sipil maupun militer, semuanja sudah dipersiapkan pula. Kantor-kantor dan djawatan-djawatan pemerintahan telah diambil alih oleh rakjat dibawah pimpinan Teuku Nja' Arif selaku Residen Atjeh jang pertama. Pengambilan alih kantor-kantor dan djawatan-djawatan pemerintah di Kutaradja, bahkan djuga diseluruh Atjeh, sebagian dilakukan dgn sukarela antara Djepang dan Republik Indonesia. Dalam pada itu kadang-kadang ada pula jang diiringi dengan insiden-insiden. '''Pembentukan Angkatan Perang.''' Dalam rangka penjempurnaan alat-alat kekuasaan negara, di Atjeh ketika itu dibangunkan pula suatu Angkatan Perang jang terdiri dari pemuda-pemuda kita bekas anggota-anggota Heiho dan Gyu-gun jg selama itu telah mendapat latihan dari tentara Djepang. Sjammaun Gaharu (Komandan KDMA/Iskandar-Muda sekarang) diangkat mendjadi Kolonel dan diserahi tugas untuk menjusun suatu Angkatan Darat jang kuat didaerah Atjeh. Maka dengan segera terbentuklah Tentara Republik Indonesia jang kemudian berubah nama dengan Tentara Keamanan Rakjat dan paling achir mendjelma sebagai Tentara Nasional Indonesia (T.N.I.). Tokoh lain jang terkemuka dalam penjusunan T.N.I. di Atjeh ketika itu antara lain ialah Kolonel Husin Jusuf dan anggota-anggota stafnja. Selain dari Angkatan Perang jang resmi dari pasukan-pasukan pemerintah, atas initiatief pemimpin-pemimpin perdjuangan terbentuk pula barisan lasjkar rakjat jang mendapat sokongan besar dari segenap lapisan massa. Muntjullah barisan-barisan perdjuangan rakjat, seperti Ksatrya Pesindo dengan Divisi Rentjong (untuk putera) dan Divisi Potjut Barén (untuk puteri) dibawah pimpinan A. Hasjmy selaku Ketua Umum Pesindo Atjeh, dan Barisan Mudjahidin dibawah pimpinan Teungku Mohd. Daud Beureuëh dengan nama Divisi Teungku Tjhik di Tiro. Dibagian Atjeh Timur Teungku Amir Husin Al-Mudjahid membentuk pula satu pasukan bernama Divisi Paja Bakong. Untuk mendapatkan sendjata-sendjata jang diperlukan oleh barisan-barisan itu, oleh rakjat telah dilakukan penjerbuan-penjerbuan serentak terhadap<noinclude> {{rh|32}}</noinclude> ctm5mwqz6bojnh8ys046rzufq0xf9ox Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/691 104 103551 295861 291606 2026-05-14T17:00:33Z N.imaema 22481 /* Tervalidasi */ 295861 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" /></noinclude>{{Missing image}} <small>''Sendjata² berat, antaranja Meriam jang dipergunakan untuk menghadapi setiap penjerbuan, jang diperkuat dengan kilang² sendjata jang dibangunkan didaerah itu sendiri. Dan tampak digambar ini ialah sebagian ketjil dari kilang² sendjata kita jang ada disana.''</small> {{Missing image}} <small>''Suatu pemandangan dalam kilang? sendjata jang terdapat didaerah Atjeh.''</small> {{Missing image}} <small>''Kilang² sendjata sematjam ini sangat berdjasa bagi negara dan bangsa kita. Dan hasil dari kilang-kilang sendjata inilah dapat ditjiptakan suatu Komando Artileri jang dibanggakan di Atjeh pada saat² menghadapi agresi Belanda jang lalu.''</small> {{Missing image}} <small>''Sungguh sangat berdjiasa mereka jang telah mentjurahkan tenaganja dalam kilang2 tsb. Mereka bekerdja giat dengan tidak mengharap djasa.''</small> tangsi-tangsi Djepang. Sendjata-sendjata jang dirampas ketika itu antara lain ialah, senapan, meriam, peluru, mesiu, bajonet dan berbagai-bagai djenis lainnja. Dalam penjerbuan setjara besar-besaran untuk merampas sendjata Djepang itu banjak terdjadi insiden-insiden disana sini, seperti ditangsi Lho' Nga, Sigli, Kuala Simpang, Krueng Pandjoë dan lain-lain tempat lagi, dimana banjak korban jang djatuh dikedua belah pihak. Hasil dari perampasan sendjata-sendjata itulah kemudian Atjeh dapat mempertahankan diri dari serangan-serangan pihak Belanda dalam aggressi-aggressi jang pertama dan kedua, sehingga Atjeh selamat dan terhindar dari mala-petaka perbudakan oleh kekuasaan Nica. Segala matjam barisan-barisan dan badan-badan perdjuangan bersendjata di Atjeh itu kemudian sesudah pengakuan kedaulatan, semuanja telah dilebur kedalam kesatuan<noinclude> {{rh|||33}}</noinclude> 40lbd4k0txw6bp87lcf42iz37axrsa5 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/203 104 103564 295629 291685 2026-05-14T14:20:33Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295629 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||25|}}</noinclude>:{| |- |achterlijk||<center>- </center>||lemah indria |- |acustische analyse||<center>- </center>||urai tebar suara |- |acustisch type||<center>- </center>||tipe penelinga |- |adolescentie||<center>- </center>||masa teruna |- |aesthetische aard||<center>- </center>||dasar keindahan, watak keindahan, tabiat keindahan |- |ambivalent||<center>- </center>||ambivalen, dwidaja |- |anomalie||<center>- </center>||anomali, penjalahan hukum, witjala |- |antithese||<center>- </center>||antitesis, anggapan bertentangan, kesulajan |- |autoriteitageloof||<center>- </center>||taklid, pertjaja-hamba |- |axiologie||<center>- </center>||aksiologi, ilmu nilai |- |axioma||<center>- </center>||aksioma, sangka pasti |- |puberteit||<center>- </center>||masa remadja |- |sympathie||<center>- </center>||simpati, sertarasa |- |voor-puberteit||<center>- </center>||masa praremadja |- |} <u>'''AGAMA'''</u> <br> <ol type=a start=1> <li><u>Islam</u></li> </ol> :{| |- |adjda||<center>- </center>||rompong |- |a radja||<center>- </center>||pintjang |- |furqah (al-)||<center>- </center>||pertjeraian |- |<u>hi</u>nts (al-)||<center>- </center>||pelanggaran sumpah |- |idlraar||<center>- </center>||siksaan |- |iflaas||<center>- </center>||bangkrut |- |kiswah (al-)||<center>- </center>||sandang |- |mahbuusah (al-)||<center>- </center>||isteri pingitan |- |muddatu ttarabbush||<center>- </center>||masa idah |- |mu taddah (al-)||<center>- </center>||dalam idah |- |mutafarriqaat (al-)||<center>- </center>||susunan berselang |- |mutataabi ain||<center>- </center>||susunan berselang |- |nansjisjah||<center>- </center>||isteri taksetia |- |nidlwu lchalq||<center>- </center>||tjatjat |- |radj ah||<center>- </center>||sekali rudjuk |- |salaamat||<center>- </center>||utuh, tanpa tjatjat |- |sukaaa (as-)||<center>- </center>||tempat tinggal |- |}<noinclude></noinclude> 393f6checobt1f9li7lyismwelmk6en Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/204 104 103567 295628 291698 2026-05-14T14:20:20Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295628 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||26|}}</noinclude>:{| |- |tha aam (ath-)||<center>- </center>||pangan ''[''nafkah'']'' |- |udm (al-)||<center>- </center>||laukpauk ''[''nafkah'']'' |- |zawdjijjah (az-)||<center>- </center>||perpasangan |- |} <ol type=a start=2> <li><u>Kristen</u></li> </ol> :{| |- |bruid van Christus||<center>- </center>||pengantin Kristus |- |jus stolae||<center>- </center>||bea stola |- |manipel||<center>- </center>||setangan, manipel |- |slot||<center>- </center>||pingitan |- |societsit van Jesus ||<center>- </center>||serikat Jesus |- |socius||<center>- </center>||teman |- |sodalitium||<center>- </center>||perkumpulan |- |solemneel||<center>- </center>||semarak |- |species||<center>- </center>||bahan (sutji), spesis |- |sponsa Christi||<center>- </center>||pengantin Kristus |- |staat van genade||<center>- </center>||keadaan berahmat |- |statiekruis||<center>- </center>||salib stasis |- |stedehouuer van Christus||<center>- </center>||wakil Kristus |- |stipendium||<center>- </center>||uang Misa |- |stoolrecht||<center>- </center>||bea stola |- |subdiakon||<center>- </center>||diakon muda |- |sudarium||<center>- </center>||setangan, manipel |- |suffragiën||<center>- </center>||surat pengantar doa |- |suffragium||<center>- </center>||doa pengantar |- |vicarius Christi||<center>- </center>||wakil Kristus |} SOSIOLOGI :{| |- |acquired character||<center>- </center>||watak perolehan mandiri |- |change of life||<center>- </center>||perubahan hidup |- |characterization||<center>- </center>||pelukisan sifat |- |character training||<center>- </center>||pembinaan watak |- |charisma||<center>- </center>||daja wibawa |- |charity||<center>- </center>||kedermawanan, kemurahan hati |- |charity organization society||<center>- </center>||himpunan organisasi amal |- |childrens court||<center>- </center>||pengadilan anak-anak |- |cicatrization||<center>- </center>||pemberian citra |- |circulation of elites||<center>- </center>||perubahan elita |}<noinclude></noinclude> 6injjfz5mqxpx08vuej46u6n1bu3hg8 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/144 104 103568 295634 291651 2026-05-14T14:21:59Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295634 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||16}}</noinclude><ol type="1" start="5"> <li>{{u|Prinsip-prinsip lingguistik dalam penyelidikan tatabahasa}} Sudah kita maklumi, bahwa tak ada bahasa yang sama dengan perkataan lain, tiap bahasa mempunyai kodrat sendiri-sendiri. Dengan sendirinya deskripsi tentang tiap-tiap bahasa itu harus menuruti kodrat bahasa itu. Dalam menghadapi suatu bahasa, tak bisa kita menerapkan kategori-kategori bahasa lain kepada bahasa itu. Apa yang disebut tatabahasa universil seperti apa yang dipercaya orang pada jaman pertengahan di Eropa sesungguhnya tidak ada (Tetapi teori umum tentang bahasa dan bahasa-bahasa menang ada). Tiap bahasa mempunyai tatabahasa sendiri-sendiri, sehingga semua kategori dan definisi tatabanasa harus disusun secara {{u|ad hoc}}. Prinsip ini misalnya tidak dimengerti oleh para ahli tatabahasa Inggris yang menyebut adanya 5 kasus dalam Bahasa Inggris Modern atau seperti ahli BI yang mencari modus, aspek dan {{illegible}} dalam BI. Harus diakui, memang ada faedahnya mengambil/menterjemahkan/mengadopsi istilah tatabahasa bahasa lain, tetapi istilah itu hanya perlu untuk penamaan saja, sedang definisinya menggambarkan kenyataan-kenyataan yang ada dalam BI. Kita sudah biasa memakai subjek/pokok dan predikat/sebutan dalam BI, tetapi bagaimana ujud subjekdan predikat itu haruslah diselidiki dari BI sendiri, tidak dengan mengambil begitu saja deskripsi dan definisi dari bahasa lain. Apakah kemudian sama atau mirip dengan bahasa lain, haruslah kita anggap sebagai hasil penyelidikan itu sendiri dan bukan soal kini, melainkan soal tahap penyelidikan kemudian. Demikianlah gambaran tentang sifat {{u|empiris}} dari lingguistik. </ol> <ol> Disamping itu tatabahasa yang kita susun yang menggambarkan kaidah-kaidah suatu bahasa haruslah bersifat {{u|{{sp|formil}}}}, dalam arti hanyalah menggambarkan bentuk-bentuk lahiriah, fungsi-fungsi strukturil dan hubungan-hubungan antara semua unsur yang dapat diuji juga oleh orang lain (mengingat, bahwa lingguistik bersifat publik). Tatabahasa formil bersifat objektif karena menjauhi pendekatan spekulatif seperti yang dipraktekkan oleh kaum tradisionalis, yang tampak misalnya dalam tatabahasa yang menyebutkan katabenda sebagai nama orang dan benda atau yang dibendakan. Bagi lingguistik apa yang kita sebut {{u|arti}} secara primer bukanlah hubungan sesuatu unsur bahasa dengan alam diluar bahasa, melainkan keseluruhan penggunaan unsur-unsur bahasa dalam tuturan pada saat tertentu. </ol> <ol> Dalam penyelidikan dan uraian tentang setiap bahasa haruslah bedakan antara tatabahasa deskriptif dan tatabahasa normatif. </ol><noinclude></noinclude> h6qgkecjkaueavvd966jz81sd8xeaau Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/392 104 103612 295785 292150 2026-05-14T16:25:09Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295785 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude>merupakan bagian bentuk yang lebih besar. Demikianlah ditemukan dua macam bentuk ketatabahasan; tuturan bebas dan tuturan terikat. Dan dari 9 satuan tuturan itu ditemukanlah 14 tuturan bebas, yang berdasarkan suatu analisa dapat dibedakan pula atas tuturan {{illegible}} minim, yakni (1), (4), (6), (6) Ya, dan (9) Sabarlah, dan tuturan bebas bukan minim, yakni sisanya. Tuturan bebas minim atau bukan minim itulah yang dianggap artikel ini sebagai <u>kalimat</u>. Atau: {{c|______________________________________}} {{c|Kalimat ialah bentuk ketatabahasaan yang <br> dalam penuturannya dibatasi oleh dua senyapan <br> dan intonasi yang menyatakan bahwa <br> bentuk itu relatif bebas dan lengkap.}} {{c|______________________________________}} {{c|2}} 2.1 Dalam peristiwa pemakaian bahasa, jumlah kalimat tidak terhingga. Polanya pun beraneka macam, tidak terukur pula. Namun dalam telaah bahasa timbullah anggapan, bahwa jumlah kalimat dengan bermacam pola bersumber dari sejumlah kalimat yang cukup terbatas dengan macam pola yang terbatas juga. Kalimat² ini disebut <u>kalimat</u>² <u>sumber</u>. Polanya disebut pola dasar. Dengan kata lain: dari kalimat sumber terjadi bermacam <u>kalimat bukan sumber</u> yang tak terhingga banyaknya, Peristiwa terjadinya kalimat² bukan sumber itu menurut kaidah² tertentu yang disebut <u>kaidah transformasi</u>. 2.2 Pada nomor ini akan dikemukakan sejumlah pola dasar kalimat (sumber). Sebelum menentukan pola dasar ini perlu dikemukakan lebih dulu perbatasan² tentang kalimat mana yung merupakan kalimat sumber yang berpola dusar itu: :(a) kalimat itu kalimat pernyataan dalam bentuk "aktif"<noinclude>{{rh||24|}}</noinclude> abbj0porhqdh73hvu3ve1jp2c71qhs1 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/214 104 103651 295617 291934 2026-05-14T14:17:34Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295617 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||36}}</noinclude>Demikianlah kata-kata tersebut diatas itu dalam bahasa Indonesia mondjadi {{u|madjalah}}, {{u|mualim}} dan {{u|tasawuf}}. Akan tetapi oleh karena tiap kata jang ada pada achir sebuah udjaran dapat disingkat dengan meninggalkan vokalnja jang terachir atau achiran kasusnja, maka terdjadilah kulompok konsonan pada kata itu. Kata {{u|sabrun}}, bila diambil morfin terikatnja, jakni penanda kasus u, maka tingallah bentuk dasarnja {{u|Sabr}}. Pengambilan kata-kata arab untuk bahasa Indonesia itu umumnja dari bentuk dasar itu, sehingga kata {{u|sabr}} jang kehilangan achiran penanda kasusnja itu mengandung kelompok konsonan {{u|br}}. Dan terhadap kata-kata arab sematjam itu sesuai dengan sistim konsonan bahasa Indonesia, maka antara dua konsonan itu disisipkan vokal, dan dengan demikian kata {{u|Sabr}} dalam bahasa kita menjadi sabar. Demikian djuga dengan kata-kata {{u|chafd}} sudah jadi {{u|hafal}}, kata abu {{u|bakr}} mendjadi abu {{u|bakar}}. Hal ini tidak selalu terdjadi demikian, sering djuga kata-kata itu diambil dengan tanda kasusnja - biasanja kasus nominatifnja - superti {{u|qalb}} (un) mendjadi kalbu, {{u|fard}} - {{u|fardu}} - {{u|perlu}}. {{u|nafs}} - {{u|nafsu}} disamping {{u|nafas}}. Selain itu dalam bahasa Indonesia pola kelompok konsonan jang ada biasanja hanja antara nasal dengan konsonan oral jang sedasar utjapan seperti ngk mb, nt dan njt. Sebaliknja bahasa arab tidak terbatas. Bilamana ada kelompok jang tidak sepola dengan kelompok konsonan Indonesia, biasanja diindonesiakan; {{u|mumkin}} diindonesiakan {{u|mungkin}}. III. 2. Seperti sudah disebutkan pada II.6., bahasa Indonesia pada umumaja, tidak mengenal konsonan putusan bersuara pada posisi achir, sebab itu untuk kata-kata Arab jang mungandung konsonan demikian akan dihindari; mungkin dengan tjara mengutjapkannja tanpa getaran selaput suara seperti {{u|sabtu}} - {{u|saptu}}, {{u|kutib}} - {{u|kutip}}, {{u|Ahmad}} - {{u|Amat}} munkin pula dengan menambah vokal, seperti {{u|chadj}} - {{u|hadji}}, {{u|qalb}} - {{u|kalbu}}. IV. Dalam hal vokal tidak banjak jang perlu disebutkan. Pertama tentang djumlahnja, vokal bahasa arab hanja terdapat tiga vokal, Jaitu a, i dan u dengan dua diftong ai dan au. Mengenai vokal itu sendiri tidak menimbulkan masalah, karena, malah djumlahnja lebih sedikit dari bahasa Indonesia. Kedua tentang sistimnja: tentang sistimnja memang ada beberapa hal jang perlu ditjatat. Dalam bahasa Indonesia banjak pola tatavokal o untuk suku pertama dan a untuk vokal terachir dari setiap kata, misalnja sesaat, kekal, berat buku dan seterusnja. Pola ini seringkali dikenakan untuk<noinclude></noinclude> 089fleasr4czwmr7zlw2zjrbyty4yjm Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/239 104 103661 295608 292004 2026-05-14T14:14:12Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295608 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||19}}</noinclude> Abdullah Sidik yang banyak mencipta novelet sebelumnya kini menulis cerpen pula yang menggunakan tema masyarakat orang melayu seperti dalam "Darinal Pa' Menong' (majalah {{u|Matahari Menancar}}, no. 1. 1 Juli 1942). Pada waktu pendudukan Jepang terdapat beberapa orang wartawan dan pengarang Sumatra yang berhijrah ke Singapura dan Malaya untuk bekerja dalam akhbar seperti {{u|Malai Shinbun Sha}}, {{u|Berita Malai}}, {{u|Semangat Asia}}, dan {{u|Fajar Asia}}. Pada waktu itu Malaya dan Sumatra dimasukkan kedalam satu pemerintahan angkatan darat. Demikianlah kita lihat sumbangan cerpen dari Abdullah Kamel, Thaharuddin A, Zaini Abidin Ahmad dan lain-lain dimasa ini. Menang kalau dilihat dari segi ciptaan mereka penulis-penulis di zaman Jepang membangga-banggakan semangat perjuangan khasnya tentang keperwiraan tentara Dai Nippon, namun didalam karya-karya mereka itu masih terbelit semangat nasionalisme Melayu yang kuat seperti dalam cerpen-cerpen yang berjudul {{u|Menebus Dosa}} disamping memberi propaganda Jepang masih kelihatan semangat cinta tanahair, yang tersirat dalam kata-kata yang digunakan penulis. {{u|Puisi Melayu}} Puisi Melayu moden nemperlihatkan diri dalam {{u|Majallah Guru}} pada tahun 1934 seorang penyair yang memakai nama samaran Pungguk menulis sebuah sajak yang menunjukkan adanya perubahan dari bentuk syair yang terkenal itu. Saya petik sebuah sajak yang dicipta Pungguk: - <ol> <poem> "Bila ku sampai ditepi laut, Hatiku menung menekan dugunya, Menentang ombak menderu dipantai; Ombak menyeru sedihnya menyahut, 'Apa diseru? sedih bertanya, Gelombang menjawab, 'Ia mengintai', Terperanjat besar segala hatiku, Suara ombak menjawab {{illegible}}, Bukan ombak yang bersuara, Suara adikk, kelisihku. Kemari dekat wahai fuadi, Lama sudah abang Melera{{...|7}}" </poem> </ol> Seperti mana yang telah saya sebut tadi pengaruh kesusastraan Indonesia khasnya dari karya-karya Balai Pustaka dan Pujangga Baru sudah banyak yang meresap masuk ke Malaya. Bentuk-bentuk sajak yang menyimpang dari syair seperti yang dihasilkan M. Yamin, Rustam Effendi, dan oleh penyair-penyair Pujangga baru sedikit sebanyaknya mempengaruhi juga bentuk kepenyairan di Malaya.<noinclude></noinclude> b5agoeptvdzwatcbbazaznwoiyjhmgj Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/403 104 103663 295782 292065 2026-05-14T16:24:19Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295782 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{{ol|type=a|start=2 |Penggunaan formulir-formulir {{illegible}} dengan Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan dilakukan setelah formulir lama habis, dan agar diusahakan mulai tanggal 1 April 1373 telah digunakan formulir-formulir dengan Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan. |Dalam pelaksanaan penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan itu tidak disediakan biaja/anggaran setjara chusus. }} {| |- ||KEDUA || : || Memutuskan kepada Departemen-departemen jang bersangkutan untuk memberikan penerangan, pendjelasan serta langkah-langkah jang perlu guna kelantjaran pelaksanaan penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan sesuai dengan kebidjaksanaan jang digariskan dalam diktum 1PERTAMA. |- ||KETIGA ||: ||Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal 17 Agustus 1972. |} {{UU/TTD-1 |di=tetapkan |kota=Djakart |tgl= 16 Agustus 1972. |jabatan=PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, |sig=ya |nama=<u>SOEHARTO</u><br>DJENDRAL - TNI.}} {{Block left|{{c|Disalin sesuai aslinja oleh<br>{{illegible}} }}}}<noinclude>{{rh||33}}</noinclude> qmx2721szuelr7k3y64haybuazqli8u Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/406 104 103675 295784 292081 2026-05-14T16:24:53Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295784 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{{ol|type=I|start=2 |PENULISAN KATA<br> {{ol|type=1 |Kata dasar<br> kata jang berupa kata dasar masing-masing ditulis sebagai satu kesatuan.<br> Saya punya buku baru.<br> kantor pajak penuh sesak |Kata djadian<br> {{ol|type=a |imbuhan (awalan, achiran, sisipan) ditulis serangkai dengan kata dasarnja.<br> {{illegible}} <br> mempermainkan |awalan atau achiran ditulis serangkai dengan kata jang langsung mengikuti atau pendahuluinja, kalau bentuk dasarnja berupa gabungan kata.<br> menganak sungai<br> bertepuk tangan<br> sebar luaskan |Kalau bentuk dasar berupa gabungan kata dan sekaligus mendapat awalan dan achiran, maka kata-kata itu ditulis serangkai.<br> memberitahukan<br> mempertanggungjawabkan |Kalau salah satu unsur geabungan kata chusus dipakai dalam kombinasi, gabungan kita itu ditulis serangkai.<br> prasangka<br> swadaya<br> tunanetra<br> }} |Kata ulang<br> Kata ulang ditulis dengan menggunakan tanda hubung.<br> hati-hati<br> obat-obatan<br> gilang-gemilang<br> (Lihat djuga keterangan mengenai tanda ulang). |Kata madjemuk<br> Hanja dalam kata madjemuk seperti:<br> hulubalang<br> peribahasa<br> bumiputra<br> matahari<br> bagian-bagiannja ditulis serangkai. }}}}<noinclude>{{rh||36}}</noinclude> rtykz6a7mdxi2b2fhc5ofass85ry7ys Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/323 104 103688 295418 292103 2026-05-14T12:08:20Z Sarieffe 26994 /* Tervalidasi */ 295418 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 323 crop).jpg|800px|pus|jmpl|''Penjerahan djambatan jang sudah selesai dititipkan dari Kmd. Bn. Genie Major Rustamadji kepada wakil Direktur Genie A.D. Major Hartawan dengan dihadiri oleh Deputi I KSAD Kolonel A. Jani. Disini nampak Kolonel A. Jani sedang mengucapkan kata sambutannja.'']] Djakarta diperkenankan mendjalankan pembuatan tempat parkir tersebut. '''Imbangan dari Sumbangan Rakjat sendiri untuk Pasukan Genie:''' Dikatakan oleh Kolonel Djatikusumo, rakjat sudah banjak membiajai pasukan genie itu. Oleh karena itu sekarang jang ada padanja itu marilah kita gunakan untuk pembangunan jang langsung diketjap oleh rakjat sendiri, disamping bagi pasukan genie sendiri merupakan latihan². Sebab pasukan ini selalu berlatih dan tidak sedikit membutuhkan biaja. Dari pada latihan jang hanja chusus hasilnja diketjap oleh pasukan sendiri, bukankah lebih berarti dan lebih baik latihan² tersebut djuga memberi faedah bagi masjarakat, seperti mengusahakan pembangunan². Uang jang dikeluarkan chusus untuk mereka langsung tampak hasilnja oleh masjarakat, disamping ketjakapan para anggota pasukan genie sendiri dapat bertambah. '''Kebidjaksanaan KSAD dalam rangka pembangunan:''' Maksud untuk mengerahkan pasukan genie ini untuk usaha² pembangunan selandjutnja didjelaskan oleh Kolonel Djatikusumo, telah merupakan kebidjaksanaan KSAD untuk mempertjepat pembangunan dan paling sedikit mereka ini dapat digunakan sebagai tenaga pendorong. Seperti diketahui pasukan genie ini hanja meliputi 16 kompie dan mereka ini dapat disebarkan keseluruh daerah kita jang memerlukan sekali pembangunan. Berhubung djumlahnja hanja sedikit, maka nanti tenaga² kasar untuk pembangunan ini dapat diambil dari tenaga² gotong-rojong. Sebagai tjontoh dewasa ini telah diusahakan suatu pertjobaan, jaitu dengan mengerahkan satu kompie pasukan genie pada salah satu kabupaten. Dan selandjutnja seperti untuk pembangunan daerah Atjeh jang sangat mendesak, sebagai daerah modal dalam perdjuangan jang lalu jang tak dapat dilupakan. Kolonel Djatikusumo sendiri berangkat ke Atjeh untuk menindjau kemungkinan pasukan² genie untuk membangun gedung² sekolah. Kalau diperbandingkan dengan ukuran internasional, pasukan genie kita memang djauh dari mentjukupi. Menurut ukuran internasional, pasukan genie itu mesti sepuluh persen dari pasukan² daratnja, sedang bagi kita hanja tiga persen. Dan didalam pasukan kita ini hanja terdapat tiga orang tenaga insinjur. Demikian Kolonel Djatikusumo. '''Suatu latihan biasa bagi Pasukan Genie:'''<noinclude>{{rh|||45}}</noinclude> aek4li5piy9fakasau66bs18oeun9jf Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/324 104 103689 295428 292106 2026-05-14T12:15:41Z Sarieffe 26994 /* Tervalidasi */ 295428 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 324 crop).jpg|900px|pus|jmpl|''Selesainja penutupan Kali Tjiliwung itu, Presiden Sukarno djuga telah berkesempatan memeriksanja dan menjaksikannja dari dekat.'']] Major Rustamadji, Komandan Batalion Pasukan Genie jg melajani kundjungan wartawan ibu kota, pembuatan dari pada tempat parkir Djalan Nusantara/Segara diatas Kali Tjillwung ini adalah merupakan suatu latihan biasa, tetapi memang untuk pertama kali. Pasukan genie ini jg diberikan kesempatan waktu jg pendek sekali. telah dapat menjelesaikan tugasnja dengan mempersiapkan suatu djembatan jang pandjangnja seratus meter dengan lebarnja delapan belas meter diatas kali Tjiliwung jang membelah kata Djakarta ini. [[File:Madjalah Angkatan Darat (page 324 crop2).jpg|400px|kiri|jmpl|''Pada tgl. 27 Djuli telah diadakan upatjara timbang terima Peleton Pionir kepada Kmd. Bn. Genie Pionir T.T. V di Lawang. Sebagaimana diketahui Peleton tsb. telah melakukan tugasnja selama 6 bulan di Sulawesi Selatan. Nampak peradjurit kita tegak berdiri didalam pemeriksaan barisan.'']] Didjelaskan oleh Major Rustamadji, untuk menjelesaikan tempat parkir ini, pasukan genie telah mempergunakan empat puluh orang tenaga ahli pasukan genie sendiri, dua ratus sepuluh tenaga peradjurit dan dua puluh orang tenaga PU jang diperbantukan. '''Tempat parkir jang berukuran djembatan „Kelas 18” :''' Letnan I Setyo Hadi, jang chusus memimpin pelaksanaannja, dalam suatu keterangannja telah mengatakan, bahwa tempat {{hws|par|parkir}}<noinclude>{{rh|46}}</noinclude> jix0pp53txs9b35mm943vacuz4yz5cx Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/325 104 103690 295444 292113 2026-05-14T12:30:33Z Sarieffe 26994 /* Tervalidasi */ 295444 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 325 crop2).jpg|400px|kanan|jmpl|''Di Malang pun tiada ketinggalan, pembangunan djembatan Kali Berantas mendapat penindjauan Plm. dan Kmd. K.M.K.B. Malanag beserta rombongan. Djembatan ini diharapkan dapat melantjarkan djalannja roda ekonomi daerah itu.'']] {{hwe|kir|parkir}} ini paling sedikit dapat menampung 200 buah mobil. Tempat parkir ini dibangun dengan konstruksi ,,Bailley”, termasuk golongan djembatan ,,kelas 18" (djembatan biasa umumnja hanja kelas 15, red.) dan tidak permanent. Kolonel Djatikusumo atas pertanjaan telah menerangkan pula, bahwa konstruksi Bailley ini jg dipergunakan untuk membuat tempat parkir tersebut berharga Rp. 30 djuta, tetapi dalam hal itu ditegaskan, djumlah ini bukanlah berarti bahwa tempat parkir tersebut menelan biaja Rp. 30 djuta. Sebab konstruksi ini sewaktu-waktu dapat diangkat dan dipergunakan untuk keperluan lain-lain pula, seperti dikatakan semula tempat parkir ini adalah tidak permanent. Chusus ditindjau dari segi tenaga jang melaksanakannja, seperti peradjurit, memang dapat kita pudjikan sekali, rapih teratur dan berdisiplin jang baik. {{right|(IR)}} <center>_____</center> [[File:Madjalah Angkatan Darat (page 325 crop3).jpg|kanan|400px|jmpl|''Begitu pula di Atjeh sama? membangun. Djembatan adalah sendi kelantjaran lalu-lintas dan mempertjepat perkembangan perekonomian jang dapat memberikan kemakmuran rakjat. Disini nampak (gambar tengah dan bawah) tentara dan rakjat sama? bergotong-rojong membangun. kembali djembatan? jang sudah hantjur.'']] [[File:Madjalah Angkatan Darat (page 325 crop4).jpg|400px|kanan|jmpl|''Di Malang pun tiada ketinggalan, pembangunan djembatan Kali Berantas mendapat penindjauan Plm. dan Kmd. K.M.K.B. Malang beserta rombongan. Djembatan ini diharapkan dapat melantjarkan djalannja roda ekonomi daerah itu.'']]<noinclude></noinclude> ly0p1008z7jl7zx0skalemhknxrt678 295447 295444 2026-05-14T12:32:04Z Sarieffe 26994 295447 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 325 crop2).jpg|400px|kanan|jmpl|''Di Malang pun tiada ketinggalan, pembangunan djembatan Kali Berantas mendapat penindjauan Plm. dan Kmd. K.M.K.B. Malanag beserta rombongan. Djembatan ini diharapkan dapat melantjarkan djalannja roda ekonomi daerah itu.'']] {{hwe|kir|parkir}} ini paling sedikit dapat menampung 200 buah mobil. Tempat parkir ini dibangun dengan konstruksi ,,Bailley”, termasuk golongan djembatan ,,kelas 18" (djembatan biasa umumnja hanja kelas 15, red.) dan tidak permanent. Kolonel Djatikusumo atas pertanjaan telah menerangkan pula, bahwa konstruksi Bailley ini jg dipergunakan untuk membuat tempat parkir tersebut berharga Rp. 30 djuta, tetapi dalam hal itu ditegaskan, djumlah ini bukanlah berarti bahwa tempat parkir tersebut menelan biaja Rp. 30 djuta. Sebab konstruksi ini sewaktu-waktu dapat diangkat dan dipergunakan untuk keperluan lain-lain pula, seperti dikatakan semula tempat parkir ini adalah tidak permanent. [[File:Madjalah Angkatan Darat (page 325 crop3).jpg|kanan|400px|jmpl|''Begitu pula di Atjeh sama? membangun. Djembatan adalah sendi kelantjaran lalu-lintas dan mempertjepat perkembangan perekonomian jang dapat memberikan kemakmuran rakjat. Disini nampak (gambar tengah dan bawah) tentara dan rakjat sama? bergotong-rojong membangun. kembali djembatan? jang sudah hantjur.'']] Chusus ditindjau dari segi tenaga jang melaksanakannja, seperti peradjurit, memang dapat kita pudjikan sekali, rapih teratur dan berdisiplin jang baik. {{right|(IR)}} <center>_____</center> [[File:Madjalah Angkatan Darat (page 325 crop4).jpg|400px|kanan|jmpl|''Di Malang pun tiada ketinggalan, pembangunan djembatan Kali Berantas mendapat penindjauan Plm. dan Kmd. K.M.K.B. Malang beserta rombongan. Djembatan ini diharapkan dapat melantjarkan djalannja roda ekonomi daerah itu.'']]<noinclude></noinclude> 7vijezherusrk42orzumscs3o2g30iw 295449 295447 2026-05-14T12:32:51Z Sarieffe 26994 295449 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 325 crop2).jpg|400px|kanan|jmpl|''Di Malang pun tiada ketinggalan, pembangunan djembatan Kali Berantas mendapat penindjauan Plm. dan Kmd. K.M.K.B. Malanag beserta rombongan. Djembatan ini diharapkan dapat melantjarkan djalannja roda ekonomi daerah itu.'']] {{hwe|kir|parkir}} ini paling sedikit dapat menampung 200 buah mobil. Tempat parkir ini dibangun dengan konstruksi ,,Bailley”, termasuk golongan djembatan ,,kelas 18" (djembatan biasa umumnja hanja kelas 15, red.) dan tidak permanent. Kolonel Djatikusumo atas pertanjaan telah menerangkan pula, bahwa konstruksi Bailley ini jg dipergunakan untuk membuat tempat parkir tersebut berharga Rp. 30 djuta, tetapi dalam hal itu ditegaskan, djumlah ini bukanlah berarti bahwa tempat parkir tersebut menelan biaja Rp. 30 djuta. Sebab konstruksi ini sewaktu-waktu dapat diangkat dan dipergunakan untuk keperluan lain-lain pula, seperti dikatakan semula tempat parkir ini adalah tidak permanent. [[File:Madjalah Angkatan Darat (page 325 crop3).jpg|kiri|400px|jmpl|''Begitu pula di Atjeh sama? membangun. Djembatan adalah sendi kelantjaran lalu-lintas dan mempertjepat perkembangan perekonomian jang dapat memberikan kemakmuran rakjat. Disini nampak (gambar tengah dan bawah) tentara dan rakjat sama? bergotong-rojong membangun. kembali djembatan? jang sudah hantjur.'']] Chusus ditindjau dari segi tenaga jang melaksanakannja, seperti peradjurit, memang dapat kita pudjikan sekali, rapih teratur dan berdisiplin jang baik. {{right|(IR)}} <center>_____</center> [[File:Madjalah Angkatan Darat (page 325 crop4).jpg|400px|kanan|jmpl|''Di Malang pun tiada ketinggalan, pembangunan djembatan Kali Berantas mendapat penindjauan Plm. dan Kmd. K.M.K.B. Malang beserta rombongan. Djembatan ini diharapkan dapat melantjarkan djalannja roda ekonomi daerah itu.'']]<noinclude></noinclude> mez4vywacqylrgt4uo3q6749x8qj0gk Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/326 104 103691 295456 292115 2026-05-14T12:40:40Z Sarieffe 26994 /* Tervalidasi */ 295456 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude> [[File:Madjalah Angkatan Darat (page 326 crop).jpg|400px|kiri]] <small>''Pembangunan Pasar Wonokromo merupakan bangunan Pasar jang ter-modern se-Djawa-Timur. Pembangunan ini memakan beaja sebesar kurang lebih Rp. 14 djuta dan diharapkan akan dapat selesai pada bulan November 1957. Keterangan gambar: Panglima T&T-V Kolonel SARBINI selaku Penguasa Militer mengadakan penindjauan setelah selesai melantik Pe. Ku. Mil. Res. Inf. 17 dan K.M.-K.B. Surabaja pada tanggal 20 Djuli 1957.''</small> [[File:Madjalah Angkatan Darat (page 326 crop2).jpg|400px|kanan]] <small>''Pembangunan asrama baru djuga giat dibangunkan. Disini nampak Let. Kol. Sugih Arto Komandan KMKB Medan sedang meletakkan batu pertama untuk pembangunan asrama baru di Djalan Monginsidi Medan.''</small> [[File:Madjalah Angkatan Darat (page 326 crop3).jpg|400px|kanan]] <small>''Disamping asrama² baru jang masih dalam pembangunan, djuga telah ada jang siap. Disini nampak Ibu Panglima T.T. I, Let. Kol. Djamin Ginting sedang menggunting pita upatjara pembukaan Platwoning Perwira di Djalan Merdeka Medan.''</small><noinclude></noinclude> nh7k4e9mcvqpozya9bcqjkt423bjncx 295458 295456 2026-05-14T12:41:28Z Sarieffe 26994 295458 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude> [[File:Madjalah Angkatan Darat (page 326 crop).jpg|400px|kiri]] <small>''Pembangunan Pasar Wonokromo merupakan bangunan Pasar jang ter-modern se-Djawa-Timur. Pembangunan ini memakan beaja sebesar kurang lebih Rp. 14 djuta dan diharapkan akan dapat selesai pada bulan November 1957. Keterangan gambar: Panglima T&T-V Kolonel SARBINI selaku Penguasa Militer mengadakan penindjauan setelah selesai melantik Pe. Ku. Mil. Res. Inf. 17 dan K.M.-K.B. Surabaja pada tanggal 20 Djuli 1957.''</small> [[File:Madjalah Angkatan Darat (page 326 crop2).jpg|400px|kanan]] <small>''Pembangunan asrama baru djuga giat dibangunkan. Disini nampak Let. Kol. Sugih Arto Komandan KMKB Medan sedang meletakkan batu pertama untuk pembangunan asrama baru di Djalan Monginsidi Medan.''</small> [[File:Madjalah Angkatan Darat (page 326 crop3).jpg|400px|kiri]] <small>''Disamping asrama² baru jang masih dalam pembangunan, djuga telah ada jang siap. Disini nampak Ibu Panglima T.T. I, Let. Kol. Djamin Ginting sedang menggunting pita upatjara pembukaan Platwoning Perwira di Djalan Merdeka Medan.''</small><noinclude></noinclude> o1py2bblybttx9yfskupnf1b2r71zrg Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/329 104 103692 295489 292118 2026-05-14T13:39:01Z Sarieffe 26994 /* Tervalidasi */ 295489 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude>{{center|<big><big>'''TUGAS DAN ARTI D.P.D.A.D. DALAM A.P.'''</big></big>}} [[File:Madjalah Angkatan Darat (page 329 crop).jpg|500px|kanan|jmpl|''Berat! Memang berat pada mulanya bagi mereka jang belum pernah mengikuti latihan² seperti terlihat pada gambar ini. Tetapi lama kelamaan, oleh karena sudah kebiasaan, tentu dengan mudahnya dapat mereka lakukan. Latihan² seperti ini perlu untuk ketangkasan gerakan badan dan ketjekatan untuk bertindak. Djadi tidak hanja untuk keberanian.'']] Oleh karena belum djelasnja tugas '''D.P.D.A.D.''' (Dinas Pendidikan Djasmani Angkatan Darat) bagi beberapa orang anggota Angkatan Darat dan Angkatan Perang lain²nja, maka disini kami sadjikan beberapa uraian mengenai D.P.D.A.D. dan tugas²nja. Ada jang mengatakan bahwa D.P.D.A.D. hanjalah mengurusi keolahragaan jang bersifat pengisi waktu dan hiburan semata², antara lain sepak bola, volle, badminton, pingpong, tennis dan sebagainja seperti jang terdapat dalam oknum² jang memberikan latihan perusak badan, seperti latihannja mempergunakan drum², balok², djarejan², peti² dan sebagainja. Ada pula jang berpendapat, bahwa Pendjata itu sebenarnja terdiri atas dua bagian, jaitu, pertama jang ditugaskan mengurus bagian recreatie atau hiburan pada waktu terluang. Kedua jang ditugaskan bagian dinas/kemiliteran jang merupakan latihan² balok dan sebagainja itu. Dan lebih tjelaka lagi, ada jang berpendapat, bahwa D.P.D.A.D. adalah dealer dari suatu badan import alat² olah raga atau distribusi alat² tersebut. Pengertian jang simpang siur itu dapat dimaklumi, karena kurang pengertian belaka. Maka apakah sebenarnja tugasnja djika bukan demikian itu? Baiklah kami uraikan disini sekedar memberikan gambaran kepada pembatja sekalian, sehingga tidak tertjampur aduk dengan pengertian² jang bersimpang siur seperti diatas. Kata pendidikan jang tersimpul dalam D.P.D.A.D. adalah suatu pendidikan jang dilakukan oleh seorang pendidik, bukan oleh seorang pelatih. Kata pendidikan dalam Pendidikan Djasmani Angkatan Darat mempunjai hubungan jang erat dengan pendidikan total. Sama halnja dengan pendidikan lainnja, umpamanja pendidikan rohani, pendidikan estetika, pendidikan agama dan pendidikan² lainnja.<noinclude>{{rh|||51}}</noinclude> hn1ymljcj43980z0ao0odsm9uyq9nef Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/330 104 103694 295509 292120 2026-05-14T13:47:00Z Sarieffe 26994 /* Tervalidasi */ 295509 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 330 crop).jpg|400px|kiri|jmpl|''Latihan² ketjepatan dan ketangkasan melalui padang luas jang penuh dengan parit² dan lain²nja serta pendakian² jang tjuram harus dilakukan dengan baik.'']] Kalau dalam pendidikan agama, agamalah jang dipakai selaku pegangan untuk mendidik seseorang. Begitu pula dalam pendidikan rohani, rohanilah jang mendjadi pegangannja. Maka dalam pendidikan djasmani Angkatan Darat, djasmanilah atau badan wadaglah jang dipakai mendjadi pegangan guna melaksanakan tertjapainja pendidikan tersebut agar mendjadi warga Angkatan Darat jang sempurna. Tudjuannja ialah, mendidik djasmani atau badan wadag agar mendjadi tudjuan jang diidamkan oleh tentera (Angkatan Darat), jakni badan jang kuat, gehard, terlatih, hingga dapat siperadjurit itu mendjalankan tugas jang sebaik²nja, terutama mengenai gerakan-gerakan djasmaninja dengan moril jang tinggi. Apakah perbedaan antara berolah raga atau berlatih dengan pendidikan? Olah raga mendekati latihan² badan atau latihan² djasmani. Pendidikanpun sama halnja, djuga memakai latihan badan jang serupa. Tetapi olah raga dilatihkan oleh seorang pelatih, sedang pendidikan djasmani diadjarkan oleh seorang pendidik, jang tak dapat dikerdjakan oleh seorang pelatih. Seorang pelatih melatih untuk mentjapai suatu prestasi jang maximum jang setinggi²nja, dengan dipilihkan pemain² jang terbaik beberapa orang. Sedang seorang pendidik djasmani melatih sehingga seluruh anggauta mentjapai suatu prestasi jang sama, baik jang belum dapat maupun jang sudah mahir, atau istilah kita prestasi optimum. Bagi mereka jang kurang baik prestasinja harus dilatih berulang² hingga mentjapai gerakan² jang dapat sempurna dikerdjakan, tetapi tidak menjampingkan prestasi jang setinggi²nja djuga. Sekurang²nja prestasi optimum ini harus tertjapai. Seorang pelatih melatihkan sesuatu permainan kepada seseorang. Djadi permainan ini adalah tudjuannja, supaja jang dilatih itu mendjadi pemain jang baik. Sedang seorang pendidik djasmani mendidik beberapa orang kearah kesempurnaan djasmaninja, dengan alat² jang dipergunakannja (dalam hal ini alat²nja adalah permainan). Djadi permainan² itu adalah alat belaka untuk maksud tudjuannja, bukan untuk memahirkan permainan² tersebut. Dalam hal ini faktor² jang penting jang kita ambil ialah: ketinggian moril jang meliputi kedjudjuran dan sportiviteitnja; disiplin jang patuh kepada pimpinan, kepada wasit, kepada peraturan-peraturan supaja datang tepat pada waktunja dan sebagainja; kerdja sama sebagai dorongan bagi jang lemah, bukan-<noinclude>{{rh|52}}</noinclude> di5s9iuqnbbnfh4bwjusmk6ifywhg9x Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/389 104 103698 295787 292177 2026-05-14T16:25:36Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295787 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude>::{{Hanging indent|1.5em|(2) Kalimat ialah susunan kata-kata secara teratur, yang menyatakan pikiran seorang dengan cukup jelasnya untuk mereka yang mengetahui bahasanya.}} ::{{Hanging indent|1.5em|(3) Kalimat ialah sebuah atau sekelompok kata yang menyatakan pikiran yang lengkap, dan biasanya terdiri atas subyek dan predikat.}} ::{{Hanging indent|1.5em|(4) Kalimat ialah satuan kumpulan kata yang terkecil yang mengandung pikiran yang lengkap.}} Boleh jadi sebagian para pengajar bahasa Indonesia di sekolah menengah sudah merasa puas dengan definisi<sup>2</sup> tersebut, sebagian lagi mungkin belum. Bagi mereka yang telah merasa puas tentulah tidak ada persoalan tentang kalimat ini. Bagi mereka belum merasa puas, definisi<sup>2</sup> di atas menimbulkan beberapa pertanyaan. Dan artikel ini lahir karena ketidak puasan terhadap definisi itu tadi. 1.2 Dimanakah letak ketidakpuasan itu? Pertama, tersirat pada pertanyaan ini: Apakah yang dimaksud dengan suatu buah pikiran" atau "maksud" pada definisi (1) Penulis tidak bisa menjawab dengan pasti, karena rumusan itu mendukung pengertian yang sukar dibatasi: tiap orang akan mengemukakan penafsiran yang berbeda-beda dan pastilah lebih bersifat kira-kira atau duga-duga. Dan kekira-kiraan ini biasanya mengacaukan pikiran, suatu hal yang tidak menguntungkan pembinaan wawasan anak didik tentang kalimat. Banyak contoh dapat dikemukakan, tapi agaknya cukup beberapa untuk bahan pertimbangan. Apabila dalam suatu bacaan dijumpai, misalnya susunan kata<sup>2</sup> <u>besok mulai bekerja</u> dan <u>memperingati hari sumpah pemuda keempat puluh dua</u>, apakah kedua susunan itu tidak menyatakan "suatu buah pikiran" atau "maksud"? Penulis, barangkali juga para pembaca, akan menjawab ya. Jika demikian, kedua susunan kata<sup>2</sup> itu masing<sup>2</sup> sebagai kalimat, sesuai dengan definisi (1) tadi. Segera timbul pertanyaan: itu hanya merupakan kelompok kata.<br>Jawab ini memperlihatkan ketidaklengkapan definisi (1): ada ciri utama yang menandai sebuah kelompok kata sebagai kalimat atau bukan kalimat yang tidak dinyatakan dalam rumusan definisi ini, sehingga menimbulkan pertentangan.<noinclude>{{rh||21}}</noinclude> 4hzse2ovwg3sv04ll78htvd9okl63cz Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/331 104 103699 295544 292131 2026-05-14T13:57:16Z Sarieffe 26994 /* Tervalidasi */ 295544 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 331 crop).jpg|500px|kiri|jmpl|''Latihan² pembelaan diri seperti terlihat pada gambar sangat penting dan besar faedahnya.'']] {{hwe|nja|baiknja}} edjekan atau maki²an jang sifatnja melemahkan semangat; keberanian; menjerang; mempertahankan; ketangkasan dan ketjakapan; ausdauer; corps-geest; tahan udji; ketjepatan bertindak; semangat tidak lekas putus asa; kesehatan diri sendiri; kekuatan badan dan sebagainja. Ketjakapan bermain tidak kita utamakan, termasuk faktor nomor tiga. Jang penting ialah: eigenschappen dan faktor² tersebut diatas jang selalu terdapat dalam regu-verband atau peleton-verband, guna menunaikan tugas dalam Angkatan Darat. Djadi seorang pendidik djasmani Angkatan Darat adalah seorang pendidik, bukannja seorang pelatih olah raga melulu, pelatih volley, pelatih sepak bola, pelatih pingpong, pelatih badminton dan pelatih permainan² lainnja jang biasa kita dengar, tetapi adalah seorang pendidik djasmani dalam arti kata jang lebih luas, lebih luas dari pada arti kata/istilah diatas, meskipun belum sempurna, karena pendeknja pendidikan. Dilihat sepintas lalu memang seperti orang bermain², kalau jang dipakai alat untuk mendidik djustru permainan. Inilah jang menjebabkan hingga chalajak memandang bahwa seseorang pendidik djasmani adalah sama dengan pelatih. Alat² atau bahan² lainnja untuk mendidik kedjasmanian Angkatan Darat, ''road and fiel work'', praktik-gymnastiek, ochtend-gymnastiek, dan masih ditambah dengan atletik, jang akan saja uraikan pada halaman jang akan datang. Seorang pelatih jang terdapat sebagian besar di Indonesia, melatih dengan dasar² pengalaman², buku² mengenai matjam olah raga jang dilatihkan kearah satu djurusan (pelatih sepak bola, pelatih tennis dsb.). Seorang pendidik djasmani memberikan latihan²/peladjaran² dengan dasar pengetahuan dari ilmu jang didapatnja dalam pendidikan dan buku² peladjaran (sebagai alat² penolong), jaitu: ilmu djiwa; ilmu urai tubuh manusia; ilmu mendidik; ilmu gerak; ilmu kesehatan; ilmu faal machluk hidup dan alat-alatnja; ilmu instruksi; ilmu pertolongan pertama pada ketjelakaan (E.H.B.O.) dan sebagainja. Lagi pula harus dapat memberikan segala matjam permainan² jang terdapat dalam chalajak ramai, baik jang telah populer dengan kata² recreatief, seperti sepak bola, tennis, volley maupun jang bersifat militer, serta mata peladjaran² jang chores militer pula, selaku jang tertara dalam halaman diatas. Kesimpulan dari uraian tersebut diatas teranglah, bahwa seorang pendidik djasmani harus dapat bertindak pula sebagai pelatih. Baik teori maupun praktik mereka itu harus faham, begitu pula perkembangan² dari tiap² tjabang olah raga dan peraturan-peraturannjapun harus faham pula. Djelas kiranja bagi pembatja sekalian apakah seorang Perwira Pendjata atau Bentara Pendjata itu, hingga tiada tafsiran² jang beraneka ragam. [[File:Madjalah Angkatan Darat (page 331 crop2).jpg|500px|kanan|jmpl|''Pjm. T.T. I, Let. Kol. Djamin Ginting mengundjungi keluarga anggota tentara jang sakit dirumah sakit.'']]<noinclude></noinclude> 98nq9fs9i23r3w9axkusypnzwak4a26 Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/332 104 103700 295574 292137 2026-05-14T14:06:30Z Sarieffe 26994 /* Tervalidasi */ 295574 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 332 crop).jpg|900px|pus|{{center|<small>''TNI adalah dari rakjat, oleh rakjat dan untuk rakjat.''</small>}}]] '''Sepotong Kisah :''' <center>{{Xx-larger|'''PERADJURIT ISTIMEWA'''}}</center> Peleton itu madju terus melalui belukar² ketjil. Memintas kekanan dan menjeberang sebuah anak sungai jang dangkal. Kabut jang meliputi bukit² mulai petjah berpendar dikuakkan tjahaja. Sekitar itu sunji, selain suara air jang meriak bergelombang ketjil jang mereka seberangi. Diseberang sungai Peleton itu berhenti sebentar. Kopral Kate - ia jang terpendek diantara jang lain - mengisi tjangklongnja dengan tembakau. Pada djambangnja jang lebat melekat seperti permata butir² embun. Asap bergumpal² berat keluar melintasi bibirnja jang tebal. Komandan dan peradjurit² lainnja masih terus berdiam diri. Seolah-olah tak seorangpun ingin mengusik pagi jang dingin dan sepi dengan kelakar seperti biasa. „Kita tidak boleh lama² disini", udjar komandan kemudian. Ia melemparkan puntung rokoknja kedalam air. „Kita berangkat", perintahnja pendek. Peleton itu madju lagi. Mendaki kini pada sebuah lereng bukit. Tiba² kesepian itu dipetjahkan oleh suara tangis kanak². „Baji itu sudah bangun", bisik kopral Kate. Komandan {{hws|meng|menggendong}} [[File:Madjalah Angkatan Darat (page 332 crop2).jpg|400px|kiri|jmpl|''Lihatlah betapa sigapnja peradjurit kita berbaris. Tangan diajun serentak, dada sama membusung kemuka, pandangan sama lurus kedepan, langkahpun serentak berderap, maka begitu pula tekad mereka seia sekata membela negara dan bangsa.'']]<noinclude>{{rh|54}}</noinclude> lez6xjdkw6bnr9la75do4spucqc2up1 295580 295574 2026-05-14T14:07:51Z Sarieffe 26994 295580 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 332 crop).jpg|900px|pus|''TNI adalah dari rakjat, oleh rakjat dan untuk rakjat.''}}]] '''Sepotong Kisah :''' <center>{{Xx-larger|'''PERADJURIT ISTIMEWA'''}}</center> Peleton itu madju terus melalui belukar² ketjil. Memintas kekanan dan menjeberang sebuah anak sungai jang dangkal. Kabut jang meliputi bukit² mulai petjah berpendar dikuakkan tjahaja. Sekitar itu sunji, selain suara air jang meriak bergelombang ketjil jang mereka seberangi. Diseberang sungai Peleton itu berhenti sebentar. Kopral Kate - ia jang terpendek diantara jang lain - mengisi tjangklongnja dengan tembakau. Pada djambangnja jang lebat melekat seperti permata butir² embun. Asap bergumpal² berat keluar melintasi bibirnja jang tebal. Komandan dan peradjurit² lainnja masih terus berdiam diri. Seolah-olah tak seorangpun ingin mengusik pagi jang dingin dan sepi dengan kelakar seperti biasa. „Kita tidak boleh lama² disini", udjar komandan kemudian. Ia melemparkan puntung rokoknja kedalam air. „Kita berangkat", perintahnja pendek. Peleton itu madju lagi. Mendaki kini pada sebuah lereng bukit. Tiba² kesepian itu dipetjahkan oleh suara tangis kanak². „Baji itu sudah bangun", bisik kopral Kate. Komandan {{hws|meng|menggendong}} [[File:Madjalah Angkatan Darat (page 332 crop2).jpg|400px|kiri|jmpl|''Lihatlah betapa sigapnja peradjurit kita berbaris. Tangan diajun serentak, dada sama membusung kemuka, pandangan sama lurus kedepan, langkahpun serentak berderap, maka begitu pula tekad mereka seia sekata membela negara dan bangsa.'']]<noinclude>{{rh|54}}</noinclude> 6ezh6s6uox08u2emimqzl0qjvxy3o1m 295585 295580 2026-05-14T14:08:47Z Sarieffe 26994 295585 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 332 crop).jpg|900px|pus|''TNI adalah dari rakjat, oleh rakjat dan untuk rakjat.'']] '''Sepotong Kisah :''' <center>{{Xx-larger|'''PERADJURIT ISTIMEWA'''}}</center> Peleton itu madju terus melalui belukar² ketjil. Memintas kekanan dan menjeberang sebuah anak sungai jang dangkal. Kabut jang meliputi bukit² mulai petjah berpendar dikuakkan tjahaja. Sekitar itu sunji, selain suara air jang meriak bergelombang ketjil jang mereka seberangi. Diseberang sungai Peleton itu berhenti sebentar. Kopral Kate - ia jang terpendek diantara jang lain - mengisi tjangklongnja dengan tembakau. Pada djambangnja jang lebat melekat seperti permata butir² embun. Asap bergumpal² berat keluar melintasi bibirnja jang tebal. Komandan dan peradjurit² lainnja masih terus berdiam diri. Seolah-olah tak seorangpun ingin mengusik pagi jang dingin dan sepi dengan kelakar seperti biasa. „Kita tidak boleh lama² disini", udjar komandan kemudian. Ia melemparkan puntung rokoknja kedalam air. „Kita berangkat", perintahnja pendek. Peleton itu madju lagi. Mendaki kini pada sebuah lereng bukit. Tiba² kesepian itu dipetjahkan oleh suara tangis kanak². „Baji itu sudah bangun", bisik kopral Kate. Komandan {{hws|meng|menggendong}} [[File:Madjalah Angkatan Darat (page 332 crop2).jpg|400px|kiri|jmpl|''Lihatlah betapa sigapnja peradjurit kita berbaris. Tangan diajun serentak, dada sama membusung kemuka, pandangan sama lurus kedepan, langkahpun serentak berderap, maka begitu pula tekad mereka seia sekata membela negara dan bangsa.'']]<noinclude>{{rh|54}}</noinclude> pu8qiwskxnze4jpog0al2d3t55wnalz 295589 295585 2026-05-14T14:09:47Z Sarieffe 26994 295589 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 332 crop).jpg|900px|pus|jmpl|''TNI adalah dari rakjat, oleh rakjat dan untuk rakjat.'']] '''Sepotong Kisah :''' <center>{{Xx-larger|'''PERADJURIT ISTIMEWA'''}}</center> Peleton itu madju terus melalui belukar² ketjil. Memintas kekanan dan menjeberang sebuah anak sungai jang dangkal. Kabut jang meliputi bukit² mulai petjah berpendar dikuakkan tjahaja. Sekitar itu sunji, selain suara air jang meriak bergelombang ketjil jang mereka seberangi. Diseberang sungai Peleton itu berhenti sebentar. Kopral Kate - ia jang terpendek diantara jang lain - mengisi tjangklongnja dengan tembakau. Pada djambangnja jang lebat melekat seperti permata butir² embun. Asap bergumpal² berat keluar melintasi bibirnja jang tebal. Komandan dan peradjurit² lainnja masih terus berdiam diri. Seolah-olah tak seorangpun ingin mengusik pagi jang dingin dan sepi dengan kelakar seperti biasa. „Kita tidak boleh lama² disini", udjar komandan kemudian. Ia melemparkan puntung rokoknja kedalam air. „Kita berangkat", perintahnja pendek. Peleton itu madju lagi. Mendaki kini pada sebuah lereng bukit. Tiba² kesepian itu dipetjahkan oleh suara tangis kanak². „Baji itu sudah bangun", bisik kopral Kate. Komandan {{hws|meng|menggendong}} [[File:Madjalah Angkatan Darat (page 332 crop2).jpg|400px|kiri|jmpl|''Lihatlah betapa sigapnja peradjurit kita berbaris. Tangan diajun serentak, dada sama membusung kemuka, pandangan sama lurus kedepan, langkahpun serentak berderap, maka begitu pula tekad mereka seia sekata membela negara dan bangsa.'']]<noinclude>{{rh|54}}</noinclude> 5tecygchq1q33vp4udqm4779v4o1fmx 295607 295589 2026-05-14T14:14:09Z Sarieffe 26994 295607 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 332 crop).jpg|900px|pus|jmpl|''TNI adalah dari rakjat, oleh rakjat dan untuk rakjat.'']] '''Sepotong Kisah :''' <center>{{Xx-larger|'''PERADJURIT ISTIMEWA'''}}</center> Peleton itu madju terus melalui belukar² ketjil. Memintas kekanan dan menjeberang sebuah anak sungai jang dangkal. Kabut jang meliputi bukit² mulai petjah berpendar dikuakkan tjahaja. Sekitar itu sunji, selain suara air jang meriak bergelombang ketjil jang mereka seberangi. Diseberang sungai Peleton itu berhenti sebentar. Kopral Kate - ia jang terpendek diantara jang lain - mengisi tjangklongnja dengan tembakau. Pada djambangnja jang lebat melekat seperti permata butir² embun. Asap bergumpal² berat keluar melintasi bibirnja jang tebal. Komandan dan peradjurit² lainnja masih terus berdiam diri. Seolah-olah tak seorangpun ingin mengusik pagi jang dingin dan sepi dengan kelakar seperti biasa. „Kita tidak boleh lama² disini", udjar komandan kemudian. Ia melemparkan puntung rokoknja kedalam air. „Kita berangkat", perintahnja pendek. Peleton itu madju lagi. Mendaki kini pada sebuah lereng bukit. Tiba² kesepian itu dipetjahkan oleh suara tangis kanak². „Baji itu sudah bangun", bisik kopral Kate. Komandan {{hws|meng|mengangguk}} [[File:Madjalah Angkatan Darat (page 332 crop2).jpg|400px|kiri|jmpl|''Lihatlah betapa sigapnja peradjurit kita berbaris. Tangan diajun serentak, dada sama membusung kemuka, pandangan sama lurus kedepan, langkahpun serentak berderap, maka begitu pula tekad mereka seia sekata membela negara dan bangsa.'']]<noinclude>{{rh|54}}</noinclude> cngg7p0jx0yr7oh6g9n3yl5fxalt5in Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/333 104 103702 295601 292144 2026-05-14T14:12:21Z Sarieffe 26994 295601 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{hwe|angguk|mengangguk}} dan menoleh kebelakang, kepada peradjurit jang paling achir. Tangis anak itu bertambah keras. ,,Anak ini kelaparan", udjar peradjurit itu dan memeluk baji itu lebih rapat lagi kedadandja. ,,Masih ada nasimu?". tanja komandan. ,,Mana mungkin dia makan nasi". ,,Apa boleh buat. kita tidak mungkin memasakkan bubur sekarang. kita masih dalam bahadja". Komandan itu mentjoba menjuapkan nasi jang telah dingin dan keras itu. Tetapi baji itu tidak dapat menelannja, tertjekik dan menangis lebih keras lagi. Komandan itu meng-geleng²kan kepalanja. Ia menoleh berkeliling. "Djahannam", gerutunja. Bila diperlukan tak se-ekor kambingpun jang berkeliaran. "Untuk apa?" "Kita peras susunja". "Tangis anak ini akan memanting peluru gerombolan", bisik Kopral Kate jang telah mendekati anak itu pula. "Engkau takut?" "Kenapa takut! Bukankah tugas kita mentjari mereka. Tapi anak ini?" Komandan Peleton tersenjum. Ia kenal Kate bukan kemarin. Dan mereka telah sepuluh tahun dalam tugas ketentaraan. Sepu- {{Missing image}} <small>''Betapun berat tugasnja, sekalipun didaerah katjau, namun mereka tetap tenang dan penuh harapan. Rintangan² alam waktu bertugas didaerah operasi bukanlah pula suatu hambatan atau penghalang bagi mereka. Dan tentu nampak djelas dari gambar ini betapa sukarnja mereka dalam bertugas, dimana harus mengharungi sungai² jang dalam dan luas jang penuh bahaja.''</small> Betapun berat tugasnja, sekalipun didaerah katjau, namun mereka tetap tenang dan penuh harapan. Rintangan? alam waktu bertugas didaerah operasi bukanlah pula suatu hambatan atau penghalang bagi mereka. Dan tentu nampak djelas dari gambar ini betapa su- karnja mereka dalam bertugas, di- mana harus mengharungi sungai? jang dalam dan luas jang penuh bahaja. angguk dan menoleh kebelakang, kepada peradjurit jang paling achir. Tangis anak itu bertambah keras. ,Anak ini kelaparan”, udjar peradjurit itu dan memeluk baji itu lebih rapat lagi kedadanja. ,Masih ada nasimu ?', tanja komandan. ,Mana mungkin dia makan nasi '. ,Apa boleh buat, kita tidak mungkin memasakkan bubur se- karang, kita masih dalam baha- ja” Komandan itu mentjoba me- njuapkan nasi jang telah dingin dan keras itu. Tetapi baji itu tidak dapat menelannja, tertje- kik dan menangis lebih keras la- gi. Komandan itu meng-geleng?- kan kepalanja. Ja menoleh ber- keliling. ,Djahannam”', gerutunja. Bila diperlukan tak se-ekor kambing- pun jang berkeliaran. ,Untuk apa ?' "Kita peras susunja . ,Tangis anak ini akan meman- tjing peluru gerombolan”, bisik Kopral Kate jang telah mende- kati anak itu pula. ,Engkau takut ?” ,Kenapa takut! Bukankah tu- gas kita mentjari mereka. Tapi anak ini?" Komandan Peleton tersenjum. la kenal Kate bukan kemarin. Dan mereka telah sepuluh tahun dalam tugas ketentaraan. Sepu-<noinclude> 55</noinclude> nnklrnpuihsormsh4j25q8k2rnlesuh 295644 295601 2026-05-14T14:27:37Z Sarieffe 26994 /* Tervalidasi */ 295644 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 333 crop).jpg|400px|kiri]] {{hwe|angguk|mengangguk}} dan menoleh kebelakang, kepada peradjurit jang paling achir. Tangis anak itu bertambah keras. ,,Anak ini kelaparan", udjar peradjurit itu dan memeluk baji itu lebih rapat lagi kedadandja. „Masih ada nasimu?”. tanja komandan. „Mana mungkin dia makan nasi.” „Apa boleh buat. kita tidak mungkin memasakkan bubur sekarang. kita masih dalam bahadja”. Komandan itu mentjoba menjuapkan nasi jang telah dingin dan keras itu. Tetapi baji itu tidak dapat menelannja, tertjekik dan menangis lebih keras lagi. Komandan itu meng-geleng²kan kepalanja. Ia menoleh berkeliling. [[File:Madjalah Angkatan Darat (page 333 crop2).jpg|400px|kanan]] <small>''Betapun berat tugasnja, sekalipun didaerah katjau, namun mereka tetap tenang dan penuh harapan. Rintangan² alam waktu bertugas didaerah operasi bukanlah pula suatu hambatan atau penghalang bagi mereka. Dan tentu nampak djelas dari gambar ini betapa sukarnja mereka dalam bertugas, dimana harus mengharungi sungai² jang dalam dan luas jang penuh bahaja.''</small> [[File:Madjalah Angkatan Darat (page 333 crop3).jpg|400px|kiri]] „Djahannam”, gerutunja. Bila diperlukan tak se-ekor kambingpun jang berkeliaran. „Untuk apa?” "Kita peras susunja". „Tangis anak ini akan memanting peluru gerombolan”, bisik Kopral Kate jang telah mendekati anak itu pula. „Engkau takut?” „Kenapa takut! Bukankah tugas kita mentjari mereka. Tapi anak ini?” Komandan Peleton tersenjum. Ia kenal Kate bukan kemarin. Dan mereka telah sepuluh tahun dalam tugas ketentaraan. {{hws|Sepu|Sepuluh}}<noinclude>{{rh|55}}</noinclude> jyjgras9xv3ngy1jj74rgcj7paku0jd Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/388 104 103703 295786 292163 2026-05-14T16:25:22Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295786 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude>BEBERAPA {{Illegible}} SINTAKSIS: <br /> KALIMAT, POLA DASAR DAN PERAGAMANNYA <br /> S. Effendi <br /><br /> Kalimat adalah salah satu masalah sintaksis yang telah cukup lama dipermasalahkan oleh para ahli bahasa, para pengajar bahasa dalam rangka kegiatan mengajarkan kaidah2 bahasa di berbagai Lembaga pendidikan, termasuk para pengajar bahasa Indonesia. {{Illegible}} bahasa beratus difinisi telah dirumuskan dan tersebar dalam berbagai buku tatabahasa. Menurut para ahli bahasa pengikut Bloomfield difinisi yang tersedia itu, juga yang tersedia dalam buku2 tatabahasa Indonesia, umumnya cenderung berorientasi pada makna. Dan dengan makna sebagai titik tolak ternyata masalah kalimat belum terpecahkan.<br>Mereka merasa tidak puas, dan berusaha mencobakan pendekatan lain yang dianggap lebih cocok dengan kodrat bahasa. Demikian pula halnya dengan pola dasar kalimat. Usaha menemukan pola dasar kalimat Indonesia telah dilakukan oleh beberapa ahli bahasa Indonesia. Hasilnya belum mendapat kesempatan, bahkan mungkin belum sampai samasekali kepada para pengajar bahasa Indonesia di berbagai sekolah untuk dapat dimanfaatkan. Peragaman kalimat pun masih menimbulkan bermacam masalah, misalnya adanya saling cukup pengertian yang timbul dari rumusan-rumusan tiap jenis kalimat, suatu hal yang cukup membingungkan anak didik dan para pengajar. Artikel ini akan berusaha mendekati masalah2 sintaksis ini dengan pendekatan seperti akan terlihat pada tiap nomor berikut suatu usaha kecil dan masih bersifat sementara.<br /> {{c|1}} 1.1. Dari sekian puluh atau sekian ratus definisi kalimat yang tersebar dalam berbagai buku tatabahasa Indonesia, dapatlah dicatatkan beberapa seperti di bawah ini: ::{{Hanging indent|1em|(1) Kalimat ialah susunan kata-kata yang menyatakan suatu buah fikiran atau maksud.}}<noinclude> {{Rh||20}}</noinclude> 5mgk1vw3giwk5fdgvtgqnbz95k7oc9e Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/334 104 103704 295663 292151 2026-05-14T14:41:06Z Sarieffe 26994 /* Tervalidasi */ 295663 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 334 crop).jpg|300px|kiri|jmpl|''Untuk mengetahui suka duka pradjurit? kita jang bertugas didaerah operasi, tentu dapat kita ketahui sedjelasnja dari gambar? seperti diatas ini.'']] {{hwe|luh|sepuluh}} tahun bertempur, bertempur terus. Di Ambon, di Sulawesi Selatan, dan kini didaerah Djawa Barat, mereka masih tetap bersama-sama. „Saja tahu ............” Udjar Kate kemudian mengerinjitkan alisnja berpikir. „Apa?” „Ah, kenapa kita lupa. Aku dulu dikunjahkan ibuku. Hanja sekarang sadja kita sudah tahu arti kesehatan. Ajo, kunjahkan sadja lumat² dimulutmu. Aku kira semua akan mema'afkan kita, maklum sih, darurat”. Komandan Peleton setudju pada andjuran si Kate ini. Entah karena baji itu terlalu lapar, baji itu menerima nasi jang telah lumat dan panas itu dari mulut komandan. Peradjurit² lainnja tertawa geli. „Siapa bilang, Komandan peleton kita tidak lajak mendjadi ibu”, kelakar mereka. Dan peleton itu djalan terus, sedang baji itu tertidur kembali. Mendjelang subuh tadi mereka sampai kekampung D. Dan kampung itu mereka dapati dalam keadaan terbakar. Sebelum itu mereka berkemah disebuah puntjak bukit dan melihat api menjala besar dikampung D. Tapi kedatangan mereka terlambat setengah djam, karena djarak terlalu djauh. Mereka sampai, tetapi musuh telah melarikan diri. dan satu-satunja masih bernjawa mereka dapati hanja baji ini. Puluhan penduduk dibunuh dan sebagian tubuh mereka hangus terbakar dalam timbunan rumah² berapi jang seperti gedjolak kisah api neraka. Penduduk² jang sempat melarikan diri tidak seorangpun mereka temui, entah kemana mereka menjelamatkan njawanja jang tunggal itu. Rasa dendam dan ketjewa mengamuk dalam hati setiap peradjurit. Dendam pada kebuasan ini, kesal dan ketjewa karena terpaksa terlambat memberikan bantuan. Dan badjingan² DI itu telah berhasil meluputkan dirinja. Air mata jang panas seperti titik² darah dari bidji mata mereka, dan perasaan jang kelat dan kemudian pahit seperti empedu seolah-olah melekat dikerongkongan mereka. Dendam kemarahan jang tidak dapat mereka lontarkan, kesebalan jang tidak menemui sasarannja. Ja, mereka tidak dapat melupakan betapa ramah dan gembiranja penduduk kampung itu menjambut patroli mereka ketika singgah dikampung itu, enam djam sebelum malam. Orang² kampung jg telah mendjadi majat itu mendjamu dan memberi mereka makan dengan riang dan tulus. Kemudian meminta mereka pula supaja suka bermalam di-rumah-rumah mereka. Permintaan itu terpaksa mereka tolak. Letak desa itu dan suasana menurut ilmu perang tidak memungkinkan mereka bermalam dalam perkampungan itu. Dan agaknja sikap penduduk jang bersahabat dengan alat-alat negaranja inilah jang menjebabkan kemarahan orang² Darul {{hws|Is|Islam}} [[File:Madjalah Angkatan Darat (page 334 crop2).jpg|400px|kanan|jmpl|''Lihatlah betapa dukanja pradjurit kita jang bertugas didaerah operasi. Sebuah sungai jang berarus besar, dalam dan luas jang tidak. dapat diseberangi dengan berenang, sedang djembatanpun tidak ada padahal mereka harus melandjutkan tugasnja keseberang, maka terpaksalah mereka meniti diatas seutas tali jang sangat berbahaja.'']]<noinclude>{{rh|56}}</noinclude> lc9tgn38piuleqmn74dxdcp21hhw4lt Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/335 104 103707 295665 292156 2026-05-14T14:44:36Z Sarieffe 26994 295665 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 335 crop).jpg|400px|kiri|jmpl|''Meskipun tugas mereka berat, namun mereka tetap gembira. Disini mereka sedang beristirahat sebentar dalam rangka tupus operasi mereka.'']] lam itu. Dan pada malam itu melakukan pembalasan sebuas itu. Peleton ini menjulur kini mengikuti djalan ketjil. Djalan jang sudah tertutup jang disana sini ditutupi rumput² jang tumbuh bebas. Djalan ketjil jang tidak lagi terpelihara dan jang djarang² sekali dilintasi manusia, karena daerah itu masih dikuajai oleh gerombolan DI dengan TII-nja. Matahari kian meninggi. Terik sinarnja mulai terasa. Baji itu telah bangun, pindah dari dukungan kedukungan pradjurit lainnja. "Aneh", udjar pradjurit Solimin. "Anak ini tidak kurang apa-apa. Selentipun api tak ada menjentuh kulitnja." "Sajang kita tak tahu siapa orang tuanja, diantara majat² jang hangus bergelimpangan itu", sambut jang lain. Salimin mematahkan seranting daun dari semak² sepandjang djalan itu dan menggenggamkan ketangan anak itu. Kemudian memetik-etikkan djarinja. Anak itu tertawa dan menggapai-gapaikan tangannja pada Salimin. "Anak ini sebenarnja anak ku", udjar jang sedang mendukung. "Dan inipun sekarang djadi anakmu, djadi anak kita semua. Milik Peleton kita", ditjampuri komandan. "Mana mungkin bisa kita pelihara dalam keadaan seperti sekarang". "Nanti kita bitjarakan lagi, soal itu mudah sadja. Sekarang hati-hati, kita melintasi sarang gerombolan", diperingatkan Komandan dan melangkah tjepat kemuka barisan. Tiba² terdengar letusan dari lereng bukit jang ditumbuhi alang-alang jang lebat dan tinggi. Tjepat mereka tiarap. Komandan dengan tenang dan tjepat mengeluarkan komando untuk memberikan perlawanan. Tembakan mulai berbalasan, satu-satu dan akhirnya menggerutu tak ber-ujung. Baji jang dibaringkan ditanah diapit oleh dua orang penadjurit. Suara tangisnja lenjap dalam dentuman gemuruh jang berbalas-balasan. „Aku kena", udjar pradajurit Parto dengan gemas dan menutup luka dipundaknja dengan telapak tangan. Ia menoleh pada bayi jang masih mendjerit-djerit terbaring disisinja. Sedikit perasaan-nja djadi lega. „Kau anak bertuah", katanja senjum dan „kau pasti selamat". „Bagaimana To?" Tanja Siman tjemas. „Sedikit sadja bung. Terus sadja menembak. Aku bisa balut sendiri". Siman membidik lagi. Dan sebuah kepala jang tersembul dari balik sebuah batu tepat mendjadi sasarannja. Jang punja kepala tumbang dengan tangan teratjung keudara dan hilang ditelan alang-alang. Siman senjum. „Tepat To, sudah kubalas. Lukamu dibajar mahal". Tembak menembak itu hanja berlangsung seperempat djam. Orang-orang Darul Islam lari mengundurkan diri. Dengan meninggalkan tiga orang bangkai kawannja. „Bagaimana anak itu", teriak komandan dari djauh. „Selamat!", sambut Siman. Dan pertempuran pendek itu {{Missing image}} <small>''Mereka tidak dapat terus? beristirahat, karena keadaan memaksa mereka untuk bertindak seperti terlihat pada gambar ini terhadap gerombolan? pengatjau. ''</small><noinclude> 57</noinclude> kwm7g80uyxbuk7eazy8aiwkz8w0ie84 295673 295665 2026-05-14T14:59:45Z Sarieffe 26994 /* Tervalidasi */ 295673 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 335 crop).jpg|400px|kiri|jmpl|''Meskipun tugas mereka berat, namun mereka tetap gembira. Disini mereka sedang beristirahat sebentar dalam rangka tupus operasi mereka.'']] {{hwe|lam|Islam}} itu. Dan pada malam itu melakukan pembalasan sebuas itu. Peleton ini menjulur kini mengikuti djalan ketjil. Djalan jang sudah tertutup jang disana sini ditutupi rumput² jang tumbuh bebas. Djalan ketjil jang tidak lagi terpelihara dan jang djarang² sekali dilintasi manusia, karena daerah itu masih dikajau oleh gerombolan DI dengan TII-nja. Matahari kian meninggi. Terik sinarnja mulai terasa. Baji itu telah bangun, pindah dari dukungan kedukungan pradjurit lainnja. „Aneh”, udjar pradjurit Solimin. „Anak ini tidak kurang apa-apa. Selentingpun api tak ada menjentuh kulitnja.” „Sajang kita tak tahu siapa orang tuanja, diantara majat² jang hangus bergelimpangan itu”, sambut jang lain. Salimin mematahkan seranting daun dari semak² sepandjang djalan itu dan menggenggamkan ketangan anak itu. Kemudian me-metik²kan djarinja. Anak itu tertawa dan menggapai-gapaikan tangannja pada Salimin. „Anak ini sebenarnja anak ku”, udjar jang sedang mendukung. „Dan inipun sekarang djadi anakmu, djadi anak kita semua. Milik Peleton kita”, ditjampuri komandan. „Mana mungkin bisa kita pelihara dalam keadaan seperti sekarang.” „Nanti kita bitjarakan lagi, soal itu mudah sadja. Sekarang hati-hati, kita melintasi sarang gerombolan”, diperingatkan Komandan dan melangkah tjepat kemuka barisan. Tiba² terdengar letusan dari lereng bukit jang ditumbuhi alang-alang jang lebat dan tinggi. Tjepat mereka tiarap. Komandan dengan tenang dan tjepat mengeluarkan komando untuk memberikan perlawanan. Tembakan mulai berbalasan, satu-satu dan achirnya menggerutu tak henti²nja. Baji jang dibaringkan ditanah diapit oleh dua orang peradjurit. Suara tangisnja lenjap dalam dentuman gemuruh jang berbalas-balasan. „Aku kena”, udjar pradajurit Parto dengan gemas dan menutup luka dipundaknja dengan telapak tangan. Ia menoleh pada bayi jang masih mendjerit² terbaring disisinja. Sedikit perasaan-nja djadi lega. „Kau anak bertuah”, katanja senjum dan „kau pasti selamat”. „Bagaimana To ?” Tanja Siman tjemas. „Sedikit sadja bung. Terus sadja menembak. Aku bisa balut sendiri.” Siman membidik lagi. Dan sebuah kepala jang tersembul dari balik sebuah batu tepat mendjadi sasarannja. Jang punja kepala tumbang dengan tangan teratjung keudara dan hilang ditelan alang². Siman senjum. „Tepat To, sudah kubalas. Lukamu dibajar mahal”. Tembak menembak itu hanja berlangsung seperempat djam. Orang-orang Darul Islam lari mengundurkan diri. Dengan meninggalkan tiga orang bangkai kawannja. „Bagaimana anak itu”, teriak komandan dari djauh. „Selamat”!, sambut Siman. Dan pertempuran pendek itu [[File:Madjalah Angkatan Darat (page 335 crop2).jpg|400px|kanan|jmpl|''Mereka tidak dapat terus² beristirahat, karena keadaan memaksa mereka untuk bertindak seperti terlihat pada gambar ini terhadap gerombolan² pengatjau. '']]<noinclude> 57</noinclude> qx6yvmzrhyz88e5mscluceex4yzejl6 295674 295673 2026-05-14T15:00:28Z Sarieffe 26994 295674 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 335 crop).jpg|400px|kiri|jmpl|''Meskipun tugas mereka berat, namun mereka tetap gembira. Disini mereka sedang beristirahat sebentar dalam rangka tupus operasi mereka.'']] {{hwe|lam|Islam}} itu. Dan pada malam itu melakukan pembalasan sebuas itu. Peleton ini menjulur kini mengikuti djalan ketjil. Djalan jang sudah tertutup jang disana sini ditutupi rumput² jang tumbuh bebas. Djalan ketjil jang tidak lagi terpelihara dan jang djarang² sekali dilintasi manusia, karena daerah itu masih dikajau oleh gerombolan DI dengan TII-nja. Matahari kian meninggi. Terik sinarnja mulai terasa. Baji itu telah bangun, pindah dari dukungan kedukungan pradjurit lainnja. „Aneh”, udjar pradjurit Solimin. „Anak ini tidak kurang apa-apa. Selentingpun api tak ada menjentuh kulitnja.” „Sajang kita tak tahu siapa orang tuanja, diantara majat² jang hangus bergelimpangan itu”, sambut jang lain. Salimin mematahkan seranting daun dari semak² sepandjang djalan itu dan menggenggamkan ketangan anak itu. Kemudian me-metik²kan djarinja. Anak itu tertawa dan menggapai-gapaikan tangannja pada Salimin. „Anak ini sebenarnja anak ku”, udjar jang sedang mendukung. „Dan inipun sekarang djadi anakmu, djadi anak kita semua. Milik Peleton kita”, ditjampuri komandan. „Mana mungkin bisa kita pelihara dalam keadaan seperti sekarang.” „Nanti kita bitjarakan lagi, soal itu mudah sadja. Sekarang hati-hati, kita melintasi sarang gerombolan”, diperingatkan Komandan dan melangkah tjepat kemuka barisan. Tiba² terdengar letusan dari lereng bukit jang ditumbuhi alang-alang jang lebat dan tinggi. Tjepat mereka tiarap. Komandan dengan tenang dan tjepat mengeluarkan komando untuk memberikan perlawanan. Tembakan mulai berbalasan, satu-satu dan achirnya menggerutu tak henti²nja. Baji jang dibaringkan ditanah diapit oleh dua orang peradjurit. Suara tangisnja lenjap dalam dentuman gemuruh jang berbalas-balasan. „Aku kena”, udjar pradajurit Parto dengan gemas dan menutup luka dipundaknja dengan telapak tangan. Ia menoleh pada bayi jang masih mendjerit² terbaring disisinja. Sedikit perasaan-nja djadi lega. „Kau anak bertuah”, katanja senjum dan „kau pasti selamat”. „Bagaimana To ?” Tanja Siman tjemas. „Sedikit sadja bung. Terus sadja menembak. Aku bisa balut sendiri.” Siman membidik lagi. Dan sebuah kepala jang tersembul dari balik sebuah batu tepat mendjadi sasarannja. Jang punja kepala tumbang dengan tangan teratjung keudara dan hilang ditelan alang². Siman senjum. „Tepat To, sudah kubalas. Lukamu dibajar mahal”. Tembak menembak itu hanja berlangsung seperempat djam. Orang-orang Darul Islam lari mengundurkan diri. Dengan meninggalkan tiga orang bangkai kawannja. „Bagaimana anak itu”, teriak komandan dari djauh. „Selamat”!, sambut Siman. Dan pertempuran pendek itu [[File:Madjalah Angkatan Darat (page 335 crop2).jpg|400px|kanan|jmpl|''Mereka tidak dapat terus² beristirahat, karena keadaan memaksa mereka untuk bertindak seperti terlihat pada gambar ini terhadap gerombolan² pengatjau. '']]<noinclude>{{rh|||57}}</noinclude> 6ck8cxfcw0p2vs16hhrkf8hvrmsy5tv Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/208 104 103716 295625 292212 2026-05-14T14:19:11Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295625 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||30|}}</noinclude>II, 2. <u>Konsonan f</u> (1). Salah satu konsonan Arab jang tidak terdapat dalam konsonan bahasa Melaju adalah konsonan geseran tak bersuara labio-dental. Konsonan ini masuk dalam daftar konsonan bahasa Indonesia bersamaan dengan membandjirnja kata-kata pindjaman dari bahasa Arab dan kemudian bahasa-bahasa asing lainnja. Sampai sekarang ini konsonan ini masih tetap bersaing dengan konsonan bahasa Melaju jang berdekatan, jaitu konsonan bilabial letusan tak bersuara p: Kata-kata Arab atau kata-kata asing lainnja jang mengandung konsonan itu bisa beralternasi setjara bebas dengan konsonan p. Disamping ada jang mengutjapkan <u>pikir</u>, <u>paham</u>, <u>apal</u> ada pula jang mengutjapkannya <u>fikir</u>, <u>faham</u>, <u>hafal</u>. Ketiga kata tersebut berasal dari kata-kata bahasa Arab <u>fikr</u>, <u>fahm</u>, <u>ehafz</u>. Hal ini berlaku pula terhadap kata-kata dari bahasa Belanda. {{illegible}}, disamping utjapan <u>positif</u>, kita dapati pula <u>positip</u>, kata <u>aktif</u> berdampingan dengan <u>aktip</u> dan selandjutnya. Dalam pada itu banjak pula kata-kata Arab maupun kata asing lainnja jang tidak pernah lagi diutjapkan seperti dalam bahasa awalnja, seperti <u>sopir</u>, <u>aplus</u>, <u>pabrik</u> jaitu masing-masing dari kata Belanda <u>chauffeur</u>, <u>aflossen</u>, <u>fabriek</u>. Selain daripada itu kata-kata Arab maupun kata asing lainnja banjak jang tidak pernah disesuaikan dengan utjapan Indonesianja, seperti <u>taufik</u>, <u>fana</u>, <u>mahfum</u>, dari bahasa Arab, dan dari bahasa Belanda <u>positif</u>, <u>fakultatif</u>, atau <u>induktif</u> dan lain sebagainja. Dengan terus membandjirnya kata-kata arab atau kata-kata asing lainnja dalam perbendaharaan Bahasa Indonesia, maka kini banjak kata-kata jang bila ada konsonan f nja diganti dengan p akan menimbulkan arti jang berlainan. Demikian misalnja kata-kata <u>kafan</u> tidak bisa lagi beralternasi dengan <u>kapan</u> "bila", sekolah <u>vak</u> (diutjapkan fak!) tidak dapat lagi berdampingan dengan <u>pak</u> guru dan <u>fakta</u> tidak bisa diutjapkan <u>pakta</u> dalam arti jang sama. Dengan adanja kenjataan-kenjataan ini, berarti bahwa konsonan f telah terangkat sebagai fonim konsonaa Indonesia. Sebab itu ada baiknja untuk kata-kata baru lainnja diutjapkan dan dituliskan dengan konsonan aslinja f. Tentu sadja "usul" penulis ini tidak dialamatkan kepada kata-kata jang telah lama masuk kedalam Bahasa Indonesia, hingga tak pernah lagi ditulis atau diutjapkan dengan f seperti telah disebutkan tjontoh diatas.<noinclude></noinclude> sc4p2tf9tdi0ki8g3v9zo79ur09vm99 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/210 104 103719 295623 293096 2026-05-14T14:18:45Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295623 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||32|}}</noinclude><u>masjhur</u>, <u>musjkil</u> dan seterusnja akan tetapi seringkali djuga keduanja beralternasi {{illegible}} seperti disamping ada <u>masjarakat</u> ada pula <u>masarakat</u>, <u>sjetan</u> berdampingan dengan <u>setan</u>, <u>sjahadat</u> dengan <u>sahadat</u>. Penulis berpendapat, sebaiknja perbedaan utjapan dan penulisan antara s dan sj itu, hendaknja dipertahankan dalam sistim konsonan bahasa Indonesia. Pertumbuhan kata-kata baru menundjukkan bahwa perbedaan itu dalam bahasa Indonesia tidak semata-mata bersifat varian. Dari daftar kata-kata lain ternjata penjadaan penulisan dan utjapan kedua konsonan itu tidak mungkin terdjadi, kita tidak dapat menjamakan <u>sjarat</u> "condition" dengan <u>sarat</u> "berat", <u>sjah</u> dalam Sjah Iran dengan <u>sah</u> "benar, menurut peraturan." <u>II. 4. Konsonan dh, z dan z</u> Jang pertama adalah konsonan apiko-interdental bersuara (ذ), jang kedua konsonan lamino-interdental (ظ) dan jang ketiga adalah konsonan lamino palatal (ز). Konsonan jang pertama terdapat dalam kata-kata <u>Dhikr</u>, <u>adhan</u> dan <u>'idha</u>, <u>'adha:b</u>, <u>dha:t</u>, <u>dhulehidjdjah</u> dan seterusnja. Sebagian dari konsonan ini ada jang dikembalikan kedalam konsonan Indonesia d seperti <u>dikir</u>, <u>adan</u> dan <u>idin</u> atau <u>idjin</u>; sebagian lainnja didjadikan konsonan lamino palatal z seperti <u>azab</u>, <u>zat</u> dan <u>zulhidjah</u>. Dalam pada itu ada pula jang dipertahankan asalnja seperti <u>mahdhab</u>. Penulis berpendapat bahwa untuk konsonan ini sebaiknja, berdasar tjontoh jang terbanjak, diganti dengan z, sebab penjesuaian konsonan ini dengan konsonan Indonesia d akan menimbulkan adanja seperti <u>azab</u> diutjapkan <u>adab</u>, maka akan kembar dengan <u>adab</u> seperti terdapat dalam <u>peradaban</u>. Sesuai dengan itu, konsonan jang ketiga z hendaknja dipertahankan dalam bahasa Indonesia; djadi kata-kata Arab sumur <u>zamzam</u>, <u>zina</u>, <u>zaman</u>, <u>ziarah</u>, tidak perlu diutjapkan atau dituliskan lain. Hal ini tentu sadja tidak usah dilakukan terhadap kata-kata jang sudah biasa diutjapkan dengan utjapan Indonesia seperti kata-kata: <u>idjasah</u> dari <u>idjazah</u>, <u>rumus</u> dari <u>rumu:z</u>, <u>abdulazis</u> dari <u>'abdulazi:z</u>, <u>djakat</u> dari <u>zaka:h</u> dan sebagainja. Memasukkan z dalam daftar konsonan Indonesia ini, djuga untuk bisa menampung kata-kata asal barat seperti pasukan <u>zeni</u> jang harus dibedakan dari <u>seni</u> "art". Konsonan jang kedua / z / dalam bahasa Indonesia mengalami penjesuaian dengan konsonan Indonesia l; <u>zahir</u> mendjadi <u>lahir</u>, <u>zalim</u> - <u>lalim</u>, <u>zuhu:r</u> - <u>lohor</u>, <u>chafz</u> - <u>hafal</u>.<noinclude></noinclude> k05gpqxlgirce6gxbu9ls4jb10ld2xj Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/371 104 103728 295816 294098 2026-05-14T16:41:07Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295816 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude>pai tahun 1950 jang lalu, karena keadaan kita sekarang lebih baik dari pada waktu itu. Tetapi walaupun begitu sangat kita sajangkan dan harus kita akui, bahwa dikalangan kita sudah banjak jang luntur semangat perdjuangannja, tidak lagi bersedia untuk penderitaan² sematjam itu. Djuga disamping itu sudah pasti, banjak orang jang akan memusuhi kita, akan mempergunakan penderitaan itu untuk menghasut dan mengagitasi, agar tidak puas kepada Republik Indonesia dan pemerintah sekarang. Dengan demikian menambah kekatjauan dikalangan kita. Dan memang tjara² sematjam ini sudah kita alami dari dulu². Tetapi buat kita sebagai penanggung djawab dalam penegakan negara dan keselamatan bangsa tjuma memilih satu dari dua djalan. Pertama kita mundur kembali dengan teratur tindakan² kita dan berunding dengan Belanda, atau kedua kita teruskan dengan kepastian ada penderitaan² itu. Saja kira sebagian besar dari pada masjarakat kita sekarang meminta diteruskan. Tjuma sebagian ketjil jang menghendaki supaja mundur kembali, dengan alasan mereka tidak tahan menderita. Tetapi bagi pemerintah setelah dipertimbangkan dengan masak² jang ditindjau dari setiap djurusan, mengambil keputusan tidak ada djalan lain, selain dari pada harus diteruskan. Karena itulah Penguasa Militer telah memerintahkan kepada semua pedjabat² didaerah², supaja semua modal Belanda harus dioper kekuasaannja oleh kita. Disinilah kita perlu ketabahan berusaha untuk mengatasi kesulitan², jang sudah tentu dengan berangsur² bisa kita perbaiki dan diatasi kembali. Kita dengan Belanda sekarang adalah dalam keadaan berselisih. Masing² mempunjai teman dan kawan. Belanda berusaha supaja negara² Barat jang tergabung dalam Nato dan mungkin jang tergabung Seato dan lain², memberikan bantuan dan solider kepadanja, sedikitnja bantuan moral. Pendeknja dia mengharapkan supaja negara sahabatnja djangan membantu Indonesia. Dengan demikian Indonesia pasti menghadapi kesulitan² ekonomi. Sebaliknja kita sendiri pun demikian. Kita telah mengirim surat kepada negara² sahabat kita dari negara² Asia-Afrika supaja solider dengan kita. Ini telah mendapat sambutan jang baik; terbukti dari seruan² negara² sahabat kita untuk memboikot kapal² Belanda. Djuga adanja negara² sahabat kita sekarang jang bersedia untuk membantu kita dengan memberikan kapal², baik dengan dicharter maupun dibeli dengan djangka pembajaran jang bersifat kridit. Bahkan djuga bersedia mendjual alat² militer dan lain²nja untuk membantu kita. Seperti saja katakan, kita adalah dalam keadaan berselisih dengan Belanda. Oleh sebab itu Belanda tidak senang melihat kita ampuh. Maka mereka akan mentjari pertentangan² jang ada antara kita, begitu djuga dalam Angkatan Darat. Mereka menghasut dan memanas²kan supaja kita saling terus bertengkar. Dengan demikian kita lupa dengan tugas jang sekarang. Begitu pula jang sangat utama mereka akan melihat pertengkaran² jang ada antara beberapa daerah dan pemerintah pusat. Dan ini sudah pasti mereka memanas²kan pula. Djuga mereka mendekati D.I., RMS dan anasir² lain jg masih ada, menghasut² dan membantu mereka supaja lebih senter lagi menjerang pemerintah R.I. Inilah semuanja jang disebut perang dingin. Dan tjara-tjara seperti ini akan lebih hebat lagi jang akan kita hadapi. Perang dingin adalah maksudnja tidak perlu sampai mengeluarkan pelor dengan saling tembak-menembak antara tentara lawan tentara, sehingga salah satu pihak menjerah kalah. Tetapi adalah dengan tjara memasukkan kolone kelima, infiltrasi dan lain² kepihak lawan, sehingga achirnja tentara dengan rakjat sendiri bertentangan dan achirnja serang menjerang, terkam menerkam sampai hantjur sendiri. Beginilah perang dingin. Karena itulah saja meminta kepada semua anggauta supaja menginsjafi hal² ini. Sebab setiap kita bisa mendjadi sasaran perang dingin untuk berbuat sesuatu jang merugikan negara. Oleh karena itulah maka baik Presiden, Pemerintah, Kepala² Staf maupun pemimpin² lainnja menjerukan supaja ada kewaspadaan nasional pada diri kita masing², artinja kita harus waspada. Karena itu baiklah kita semua menginsjafi tugas kita pada waktu ini. Kerdjakan jang sebaik²nja. Djangan turut mengata²kan jang tidak keruan, menjebarkan berita² jang mengatjaukan. Djanganlah turut membikin pertentangan² dan lain². Kita teruskan kewadjiban kita, karena inilah sjarat mutlak untuk memperoleh kemenangan dalam persoalan jg sedang kita hadapi sekarang ini. Kalau belum insjaf, berarti seolah² kita memanggil kembali bangsa asing untuk mendjadjah negara kita. Pada hal bukan ini maksud kita dengan perdjuangan jang kita mulai pada saat djetusan proklamasi '''17-Agustus-1945''' dan saat² sebelumnja. {| style="width:100%; border-collapse: collapse;" | colspan="2" style="border: 2px solid black; padding: 10px;" | <big>'''EVEREADY'''</big><br/> {{gap}}{{gap}}trade-mark<br/> {{center|FLASHLIGHTS, BATTERIES, BULBS}}<br/> {{right|Nasional Carbon Co (Java) Ltd. Djakarta.}} |- |} </div><noinclude>{{rh|||9}}</noinclude> 0cksn2c94idtay44hkwp8loxu34d9yp Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/241 104 103733 295604 292216 2026-05-14T14:13:36Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295604 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||21}}</noinclude><u>'''Daftar pustaka'''</u> {{Hanging indent|3em|Ali Haji Ahmad, <u>Puisi Baharu Melayu</u> (Zaman Permulaan), DBP, 1959, 60 hal.}} {{Hanging indent|3em|Arenawati, <u>Cerpen Zaman Jepang</u> (suatu kajian). Pustaka Antara, Kuala Lumpur, 1968, 228 hal.}} {{Hanging indent|3em|Ali Haji Ahmad, <u>Rintisan</u> (antologi cerita pendek Melayu sebelum Perang Dunia Kedua). DBP, 1964, 265 hal.}} {{Hanging indent|3em|Yahaya Ismail, <u>Bimbingan Sastera Melayu Moden</u>. PAB, Melaka, 1967, 174 hal.}} {{Hanging indent|3em|Drs. Li Chuan Siu, <u>Ikhtisar Kesusasteraan Melayu Baru</u> (1930 - 1945). Pustaka Antara, Kuala Lumpur, 1966, 246 hal.}} {{Hanging indent|3em|C. Hooykaas dan Ismail Husain, <u>Perintis Sastera</u> (edisi Malaysia) OUP, Kuala Lumpur, 1966.}} {{Hanging indent|3em|W.R. Roff, <u>The Origins of Malay Nationalism.</u> OUP, Kuala Lumpur, 1967, 297 hal.}}<noinclude></noinclude> p8qd1je4z9eynqza980mufelk9fogjg Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/28 104 103766 295749 292371 2026-05-14T16:02:55Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ memperbaiki kesalahan tulis. 295749 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" />{{rh||22}}</noinclude>Dari tangan beliau itu terbit beberapa djilid kamus jang tebal-tebal: Bali-Kawi-Belanda. Pemerintah djadjahan di Indonesia, semenandjung Malaja, dan Filipina serta daerah-daerah Melaju-Polynesie lainnja turut berkepentingan dalam penjelidikan bahasa-bahasa bumiputera, bukan hanja untuk tudjuan ilmu pengetahuan an sich, djuga untuk lebih mengenal bangsa-bangsa dan suku-suku jang diperintahnja. Dikemedian hari timbul pula dinegeri Belanda institut-institut, seperti Javaasch Instituut, Bataksch Instituut, badan-badan partikelir jang bertudjuan membiadjai penjelidikan dan publikasi tentang suku-suku bangsa bumiputera. Para sardjana jang langsung datang menjelidiki bahasa-bahasa bumiputera sudah mendapat persiapan jang memadai diberbagai universitas Eropah dalam "bahasa-bahasa Timur". Bahasa Ibrani, bahasa Arab dan bahasa Sansakerta adalah bahasa-bahasa klasik jang harus dipeladjari. (Bahasa Sansakerta penting djuga untuk Indo-Germanistik). Tinggal bahasa-bahasa Melaju-Polynesie jang masih mentah. Semendjak pendjadjahan bangsa Barat banjak naskah mengalir ke Eropah, disimpan dalam berbagai museum dan perpustakaan universitas. Bangsa Barat mempunjai sifat jang tidak dipunjai bangsa kita. Mereka suka mentjatat dan suka mengumpul bahan jang aneh-aneh tentang adat istiadat dan mengumpul daftar kata dan naskah-naskah kuno. Dalam risalah ini kita akan membatasi diri pada bahasa Batak dan disana sini perbandingan sepintas lalu dengan bahasa-bahasa Nusantara, istimewa bahasa Kawi (Djawa Kuno) dan Tagalog. Kira-kira pada tahun 1845, Dr Van Der Tuuk selagi masih mahasiswa di Nederland, mendapat tawaran dari Zending o.q. Bijbelgenootschap untuk langsung menjelidiki bahasa Batak Toba. Bijbelgenootschap memilihnja bukan karena ia taat beragama, tapi karena menurut laporan para mahagurunja ketjerdasannja luar biasa. Beliau menerima tawaran itu. Hatinja sangat tertarik pada bidang jang akan diselidikinja. Sebelum berangkat ke Indonesia, Van der Tuuk mempeladjari naskah-naskah Batak dimuseum London. Disana terdapat lebih banjak naskah-naskah Batak dari pada dinegeri Belanda. Pada tahun 1849 beliau sampai di Djakarta untuk persiapan lebih landjut dan baru pada tahun 1851 tiba di Sibolga melalui Padang. Kota pelabuhan Sibolga dan pantai Tapanuli sudah diduduki Belanda tapi pedalaman Tanah Batak masih merdeka. Di Sibolga Van der Tuuk beladjar bahasa Batak praktis pada seorang Batak bernama Radja Biroeot. Beliau tidak tinggal lama di Sibolga, karena kota ini didiami penduduk tjampuran Batak-Minang-Melaju. Kota Barus didaerah pantai Tapanuli, jang djuga sudah dikuasai Belanda lebih tjotjok dari Sibolga. Lima tahun sardjana itu menetap di Barus. Agar bisa bergaul erat dengan penduduk, beliau membuka sebuah toko ketjil jang mendjual barang-barang keperluan sehari-hari kepada penduduk. Pada tahun 1857 beliau kembali kenegeri Belanda membawa kira-kira seratus pustaka-pustaka Batak asli (terbuat dari bahan kulit kaju). Disamping itu banjak kertas folio bertuliskan tjerita-tjerita kuno dan tjatatan-tjatatan beliau sendiri untuk diolah dinegeri Belanda. Pada tahun 1864 terbit dinegeri Belanda buku tatabahasa Batak Toba djilid I, disusul oleh djilid II pada tahun 1867, djuga sebuah kamus Batak Toba-Belanda dan buku batjaan terbit melengkapi buku tatabahasanja. Buku tatabahasa Batak Toba itu menarik perhatian besar dinegeri Belanda, karena didalamnja diolah untuk pertama kalinja tatabahasa bumiputera tidak menurut pola tatabahasa tradisional Eropah, tapi menurut kodrat bahasa itu sendiri. Selain itu dalam buku itu untuk pertama kali muntjul perbandingan bahasa-bahasa Nusantara atas dasar ilmiah jang dapat dipertanggungdjawabkan. Terkenal hukum bunji Van der Tuuk r-d-l dan r-g-h. Tentang perbandingan bahasa Batak Toba dan bahasa-bahasa Nusantara lainnja ternjata hubungan tatabahasa Tagalog dan Kawi (Djawa Kuno).<noinclude></noinclude> 85kmz584vvccci5dafxrvvju1e744cm 295751 295749 2026-05-14T16:03:43Z Upiak Ituih 27011 295751 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" />{{rh||22}}</noinclude>Dari tangan beliau itu terbit beberapa djilid kamus jang tebal-tebal: Bali-Kawi-Belanda. Pemerintah djadjahan di Indonesia, semenandjung Malaja, dan Filipina serta daerah-daerah Melaju-Polynesie lainnja turut berkepentingan dalam penjelidikan bahasa-bahasa bumiputera, bukan hanja untuk tudjuan ilmu pengetahuan an sich, djuga untuk lebih mengenal bangsa-bangsa dan suku-suku jang diperintahnja. Dikemedian hari timbul pula dinegeri Belanda institut-institut, seperti Javaasch Instituut, Bataksch Instituut, badan-badan partikelir jang bertudjuan membiadjai penjelidikan dan publikasi tentang suku-suku bangsa bumiputera. Para sardjana jang langsung datang menjelidiki bahasa-bahasa bumiputera sudah mendapat persiapan jang memadai diberbagai universitas Eropah dalam "bahasa-bahasa Timur". Bahasa Ibrani, bahasa Arab dan bahasa Sansakerta adalah bahasa-bahasa klasik jang harus dipeladjari. (Bahasa Sansakerta penting djuga untuk Indo-Germanistik). Tinggal bahasa-bahasa Melaju-Polynesie jang masih mentah. Semendjak pendjadjahan bangsa Barat banjak naskah mengalir ke Eropah, disimpan dalam berbagai museum dan perpustakaan universitas. Bangsa Barat mempunjai sifat jang tidak dipunjai bangsa kita. Mereka suka mentjatat dan suka mengumpul bahan jang aneh-aneh tentang adat istiadat dan mengumpul daftar kata dan naskah-naskah kuno. Dalam risalah ini kita akan membatasi diri pada bahasa Batak dan disana sini perbandingan sepintas lalu dengan bahasa-bahasa Nusantara, istimewa bahasa Kawi (Djawa Kuno) dan Tagalog. Kira-kira pada tahun 1845, Dr Van Der Tuuk selagi masih mahasiswa di Nederland, mendapat tawaran dari Zending o.q. Bijbelgenootschap untuk langsung menjelidiki bahasa Batak Toba. Bijbelgenootschap memilihnja bukan karena ia taat beragama, tapi karena menurut laporan para mahagurunja ketjerdasannja luar biasa. Beliau menerima tawaran itu. Hatinja sangat tertarik pada bidang jang akan diselidikinja. Sebelum berangkat ke Indonesia, Van der Tuuk mempeladjari naskah-naskah Batak dimuseum London. Disana terdapat lebih banjak naskah-naskah Batak dari pada dinegeri Belanda. Pada tahun 1849 beliau sampai di Djakarta untuk persiapan lebih landjut dan baru pada tahun 1851 tiba di Sibolga melalui Padang. Kota pelabuhan Sibolga dan pantai Tapanuli sudah diduduki Belanda tapi pedalaman Tanah Batak masih merdeka. Di Sibolga Van der Tuuk beladjar bahasa Batak praktis pada seorang Batak bernama Radja Biroeot. Beliau tidak tinggal lama di Sibolga, karena kota ini didiami penduduk tjampuran Batak-Minang-Melaju. Kota Barus didaerah pantai Tapanuli, jang djuga sudah dikuasai Belanda lebih tjotjok dari Sibolga. Lima tahun sardjana itu menetap di Barus. Agar bisa bergaul erat dengan penduduk, beliau membuka sebuah toko ketjil jang mendjual barang-barang keperluan sehari-hari kepada penduduk. Pada tahun 1857 beliau kembali kenegeri Belanda membawa kira-kira seratus pustaka-pustaka Batak asli (terbuat dari bahan kulit kaju). Disamping itu banjak kertas folio bertuliskan tjerita-tjerita kuno dan tjatatan-tjatatan beliau sendiri untuk diolah dinegeri Belanda. Pada tahun 1864 terbit dinegeri Belanda buku tatabahasa Batak Toba djilid I, disusul oleh djilid II pada tahun 1867, djuga sebuah kamus Batak Toba-Belanda dan buku batjaan terbit melengkapi buku tatabahasanja. Buku tatabahasa Batak Toba itu menarik perhatian besar dinegeri Belanda, karena didalamnja diolah untuk pertama kalinja tatabahasa bumiputera {{u|tidak}} menurut pola tatabahasa tradisional Eropah, tapi menurut kodrat bahasa itu sendiri. Selain itu dalam buku itu untuk pertama kali muntjul perbandingan bahasa-bahasa Nusantara atas dasar ilmiah jang dapat dipertanggungdjawabkan. Terkenal hukum bunji Van der Tuuk r-d-l dan r-g-h. Tentang perbandingan bahasa Batak Toba dan bahasa-bahasa Nusantara lainnja ternjata hubungan tatabahasa Tagalog dan Kawi (Djawa Kuno).<noinclude></noinclude> a4gq2n7gd03uxpxc44ovjyppig53ppv Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/115 104 103778 295763 292440 2026-05-14T16:08:20Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ memperbaiki kesalahan tulis. 295763 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" />{{rh||29}}</noinclude>Tentu sadja isi Kotak II dapat kita ganti dengan berpuluh-puluh kata jang lain, seperti: {{u|menulis}}, {{u|menggambar}}, {{u|menjuntik}}, dan kata-kata lain jang sematjan. Demikian djuga halnja dengan Kotak I dan III dapat kita isi dengan kata-kata seperti: {{u|Dia}}, {{u|rumah}}, {{u|ibu}}, {{u|dokter}}, dan beratus-ratus kata lain jang sematjam. Karena hal sematjam itu terdjadi berkali-kali, berulang-ulang setjara tetap dan teratur, kita dapat meramalkan bahwa sesudah (dibelakang) kata saling misalnja pastilah terdapat kata-kata seperti: {{u|lihat}}, {{u|pandang}}, {{u|kenal, tjinta}}, dan kata-kata lain jang kita kenal dengan nama kata kerdja. Seperti sudah kita katakan, peristiwa semat jam itu terdjadi bekali- kali, berulang-ulang setjara tetap dan teratur, hingga achirnja membentuk suatu {{u|sistem}}. Djustru karena merupakan sistem inilah maka -- sebagaimana sudah kita lakukan kita dapat djuga meramalkan sebelumnja, kata-kata apakah jang terdapat sesudah (dibelakang) kata misalnja. Lambang bunji jang ternjata mempunjai sistem (atau lebih baik: sistem lambang bunji) itu tentu sadja tidak kita dapatkan begitu sadja, tidak begitu sad ja turun dari langit. Sistem lambang bunji itu didapatkan dari perdjandjian jang diadakan dalam suatu masjarakat bahasa. Untuk seekor binatang men jusui berkaki empat jang menggonggong kita bersepakat menamakannja dengan: {{u|andjing}}, orang Madura dengan: {{u|patok}}, orang Djawa dengan {{u|asu}}, orang Spanjol dengan: {{u|perro}}, orang Inggris dengan: {{u|dog}}, orang Perantjis dengan: {{u|chien}}, orang Belanda dengan: {{u|hond}}. Dengan lambang apapun binatang itu disebut, binatang itu tetap binatang menjusui berkaki empat jang menggonggong. Sebagai anggota masjarakat bahasa kita wadjib memathui perdjandjian jang tak tertulis ini. Penggantian suatu benda tertentu harus mendapat persetudjuan bersama masjarakat bahasa jang bersangkutan. Perdjandjian ini bersifat sosial, karena hasilnja harus disetudjui oleh masjarakat ramai, Sebaliknja, perdjandjian ini bersifat semena atau sewenang-wenang, karena boleh sadja kita menamakan seekor binatang tertentu dengan nama {{u|kuda}}, atau {{u|Pferd}}, atau {{u|paard}}, atau {{u|horse}}, atau {{u|cheval}}, atau {{u|djaran}} sekalipun. Antara lambang dengan maknanja tidak ada hubungan jang sah-kuat. Itulah tjiri-tjiri chas jang ada pada bahasa. Sekarang bolehlah kita mendjawab pertanjaan pokok diatas dengan hati-hati: {{u|Bahasa}} {{u|ialah}} {{u|sistem}} {{u|lambang}} {{u|bunji}} {{u|hasil}} {{u|alat}} {{u|utjap}} {{u|manusia}} {{u|jang}} {{u|semena}} {{u|jang}} {{u|didapatkan}} {{u|dari}} {{u|perdjanjian}} {{u|sosial}}.<noinclude></noinclude> nk2xyu014twxu48s0m7lmf6uk1its47 Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/385 104 103781 295818 292652 2026-05-14T16:43:03Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295818 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{{font-size|200%|{{c|KERDJA MATA² PADA PERANG<br>DUNIA KEDUA}}}} Didalam tiap² peperangan senantiasa bertemu scene jang menarik hati tentang rol jang dimainkan oleh spion², lebih² lagi dalam peperangan diabad ketjerdasan ini. Semua negara dengan tidak ada ketjualinja ada mempunjai dinas mata rahasia sendiri, jang berusaha terus menerus untuk mentjium rahasia² musuh. Adakalanja pekerjaan seorang spion lebih berharga dari puluhan ribu serdadu². Herankah kita djika seorang penulis seperti Wilmer Rowan, pengarang dari buku ”De spionen in den wereldoorlog” menjatakan bahwa : Medan peperangan jang sebenarnja bukanlah di-tepi sungai Rijn (disuatu tempat di Djerman, Red. !), akan tetapi ditiap² pelabuhan, ditiap² kota, tegasnja ditiap² tempat jg dapat mengorek rahasia² musuh. Kerdja siponage modern dalam peperangan dunia kedua jang sungguh menarik perhatian ialah berhubung dengan tenggelamnja induk kapal perang Djerman ”Graf-Spee” dan kapal dagangnja jang bernama ”Altmark” Kisahnja adalah sebagai berikut: Ketika perang dunia kedua mula² petjah, orang Inggeris dan Peratjis tidak dapat mengetahui dimana beradanja induk kapal ”Graf-Spee” itu. Hanja jang mereka ketahui, pada tgl 5 September 1940, kapal tersebut masih berlabuh dipelabuhan Djerman Welhelmshaven. Sedjak dari waktu itu ”Graf-Spee” sudah berlajar dengan setjara rahasia mengharungi lautan Atlantik sebelah selatan jang sedemikan luasnja, menapak segala djalan pelajaran kapal untuk mentjari mangsanja jang berkeliaran dilautan itu. Selama bulan Oktober dan November 1939 admiral dari ”Graf-Spee” banjak sekali berhasil dalam pekerdjaannja, sehingga sebentar² kapal dagang Inggeris dan negeri² netral silih berganti kena serang dan tenggelam. Akan tetapi dinas mata² rahasia Inggeris dari kalangan Angkatan Laut tidak putus asa. Mereka bekerdja lebih giat untuk mengetahui kemana perginja kapal ”Graf-Spee” itu. Disetiap pelabuhan diseluruh lautan jang tudjuh didunia ini, disitu sudah berkeliaran mata² rahasia Inggeris. Mereka mentjari kontak dengan employe dari satu bank atau saudagar, turisten dan lain², untuk mendapat tahu kapal apa jang berlabuh dipelabuhan itu dan apa pula muatan jang dibawanja. Dari matjam muatan itu dapat pula diketahui apa hal itu untuk keperluan kapal perang besar; dengan demikan dapatlah didjalankan sistim pengepungan. Sewaktu kapal dagang ”USSUKUMA” dalam pelajaran menudju Amerika Latin dengan maksud akan bertemu dengan induk kapal perang ”Graf-Spee”, maka perdjalanan itu dapat ditjium oleh sebuah kruiser Inggeris. Mata² rahasiapun bekerdjalah. Entah setahu tjara bagaimana. achirnja mata² rahasia itu dapat mengetahui bahwa kapal tersebut membawa minjak untuk ”Graf-Spee”. Kapal perang Inggeris bekerdja dengan tjepat menahan kapal dagang Djerman itu. Dengan tertahannja kapal jang membawa persediaan² itu, maka dengan sendirinja ”Graf-Spee' berada didalam kesukar an hebat, sebab tank minjaknja sudah hampir² kosong. Djalan jang masih terbuka baginja ialah hanja mengurangi pelajarannja. Oleh sebab itu Kapten ”Graf-Spee” Langsdorff, mengarahkan kemudi kapal tersebut kesungai Plata dengan pengharapan kalau² ditempat itu dapat bertemu dengan kapal”Tacoma” jang membawa bekal djuga untuknja. Akan tetapi kapa' ”Tacoma” jang membawa muatan untuk ”Graff-Spee” itu kebetulan dikelubungi awan jang gelap didaerah sungai Plata sehingga ia tidak bisa meneruskan pelajarannja. Oleh karena Inggeris sudah mengetahui bahwa induk kapal perang ”Graf-Spee” tidak bisa dapat pertolongan dengan tjepat maka pada saat jang baik itulah Inggeris menjuruh mengumpulkan kapal² perangnja ke Montevideo, dan terus bekerdja mengepung kapal ”Graf-Spee”, sehingga karena tak ada djalan untuk melarikan diri, tidak sanggup lagi meneruskan perlawanan, achirnja admiral kapal tersebut menenggelamkan sendiri induk kapal perang Djerman itu. Tahukah para pembatja, bahwa tenggelamnja induk kapal perang Djerman ”Graf-Snee” itu boleh dikatakan hasil pekerdjaan mata² rahasia Inggeris ? Kissah diatas ini belum lagi memperlihatkan scene jang menarik hati. Marilah pula kita perhatikan bagaimana tjaranja kapal² terpedo Inggeris menenggelamkan kapal dagang Djerman ”Altmark” dan dari mana pula mereka mendapatkan rahasia dimana kapal tersebut berlajar. Mata² rahasia Inggeris sudah lebih dahulu mengetahui, bahwa didalam kapal ”Altmark” itu ada sedjumlah orang² Inggeris jang ditawan. Winston Churshill sudah memerintahkan kepada kapal terpedo ”Cossack” untuk mengepung kapal tersebut. Akan tetapi pekerdjaaan itu belum berhasil, karena tidak diketahui dimana kapal tersebut berada. Tiha² rahasia kedudukan kapa' itu terbuka karena kelitjinan seorang spion Inggeris, jang memberitahukan dengan tjara pidato rahasia dimuka microffon. '''Tjaranja adalah demikian.''' Didalam peperangan itu masing² negara sama² melantjarkan perang propaganda. Dalam siaran radio Djerman kerap kali berbitjara orang² Inggeris dalam<noinclude>{{rh|||23}}</noinclude> 4l8yv9yal9h9a70uahu9sd9wd8jgeve Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1166 104 103858 295844 292698 2026-05-14T16:56:31Z Lutfiyatun 26681 /* Tervalidasi */ 295844 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{| style="width:500px; margin:auto; border:2px solid #000; border-collapse:collapse;" |- | style="width:50%; vertical-align:top; border:1px solid #000; text-align:center; padding:10px;" | {{X-larger|'''TONG LAM CO. LTD.'''}}<br><br> Djalan Orpa No. 1, &nbsp;&nbsp; Telp. 203 Kota<br> DJAKARTA<br> Pabrik Sabun Tjuji merk<br> ''B - 2<sup>9</sup>''<br><br><br> ''Turut Menjatakan Hari Ulang Tahun''<br> ''Republik Indonesia ke – XIV'' | style="width:50%; vertical-align:top; border:1px solid #000; text-align:center; padding:10px;" | {{X-larger|'''{{sp|“JULIAN”}}'''}}<br><br> Pabrik Karet Busa<br> Kampung Karendang 97<br> Djakarta Kota<br><br> ■<br><br> ''Mengutjapkan Selamat Hari Ulang Tahun''<br> ''Kemerdekaan R.I. ke – XIV.'' |- | style="vertical-align:top; border:1px solid #000; text-align:center; padding:10px;" | Pabrik Datjin {{X-larger|'''„NAM LIE”'''}}<br><br> —<br><br> Kali Besar 49<br> (Mangga Besar II)<br> Djakarta-Kota | style="vertical-align:top; border:1px solid #000; text-align:left; padding:10px;" | {{X-larger|''THE''}}<br><br> {{gap}}{{Xx-larger|'''999'''}}<br><br> {{gap}}{{gap}}{{X-larger|''INDUSTRI''}}<br><br> DJAKARTA |- | style="vertical-align:top; border:1px solid #000; text-align:center; padding:10px;" | ''APOTHEEK'' {{X-larger|'''PANACEA'''}}<br><br> Krekoṭ 5, Djakarta<br> Tlp. Gbr. 268<br><br> ★<br><br><br> TERIMA SEGALA RECEPT DOKTER | style="vertical-align:top; border:1px solid #000; text-align:center; padding:10px;" | PERUSAHAAN BETON BUIS &<br>TEGEL PABRIK<br> {{X-larger|{{sp|“TJIO BOK HIN”}}}}<br><br> Djl. Djabbaroe 22,<br> DJAKARTA 11/4<br> Telp. Gbr. 906<br><br> Sedia rupa2 ukuran Beton Buis & segala madjam Tegel jang bermutu tinggi. |- | style="vertical-align:top; border:1px solid #000; text-align:center; padding:10px;" | ''Pabrik Tjat'' {{Xx-larger|'''T.K.S.'''}}<br><br><br> {{Xx-larger|║}}<br><br><br> Djl. Prof Dr. Latumeten 25 (Belakang)<br> DJAKARTA. | style="vertical-align:top; border:1px solid #000; text-align:center; padding:10px;" | ''APOTHEEK'' {{Xx-larger|'''„BUKIT”'''}}<br><br> Tanah Abang Bukit 93. Telp. Gbr. 739<br> DJAKARTA.<br><br> ◈<br><br> Adalah Apotik Anda untuk resep2 Dokter |}<noinclude></noinclude> nkclqe4bldz686imntygobmjq76die2 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/39 104 103870 295497 292857 2026-05-14T13:41:52Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295497 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>{{c|{{xx-larger|{{Cursive|'''~ Kronik ~'''<br> '''bahasa dan kesusatraan'''}}}}}} <br><br> '''DISKUSI EDJAAN BARU''' <br><br> Pada tanggal 27 September 1967, telah dilangsungkan diskusi tentang edjaan baru Bahasa Indonesia jang diprakarsai oleh PWI Pusat bertempat digedung PWI Pusat di Djalan H.O.S. Tjokroaminoto Djakarta. Diskusi ini dihadiri oleh wakil-wakil dari PWI Djakarta Raya, O.P.S. S.P.S., Ikapi Pusat, L.I.P.I. (M.I.P.I.), beberapa tokoh kebudajaan, ahli grafika dan wartawan-wartawan Djakarta. Panitia Edjaan Baru Bahasa Indonesia Departemen P. dan K. telah memberikan sebuah prasaran dengan pokok: "Edjaan Baru ditindjau dari sudut bahasa", jang disampaikan oleh Dra. Nj S.W. Rudjiati Muljadi. Turut pula memberikan prasaran / tanggapan terhadap edjaan baru tersebut wakil-wakil P.W.I. Pusat, L.I.P.I., Ikapi Pusat, O.P.S. S.P.S., dan seorang ahli Grafika. Terhadap tanggapan jang rupanja timbul karena kesalahpahaman tentang materi jang dibitjarakan, Ketua Panitia Edjaan Baru sdr. A.M. Moeliono telah memberikan pendjelasan-pendjelasan. Hanja sajang dalam pemberitaan pers pendjelasan-pendjelasan tersebut tidak disiarkan. Jang disiarkan hanja tanggapan dari wakil-wakil badan-badan tersebut diatas sadja. Pihak Panitia Edjaan dan Direktorat Bahasa dan Kesusastraan amat berterima kasih atas prakarsa dan penjelenggaraan diskusi oleh P.W.I. Pusat dan Djaya ini.<br> <br> '''IKATAN LINGGUIS INDONESIA (I.L.I.)''' <br><br> Pada tanggal 6 Mei 1967 para peminat dan sardjana lingguistik di Djakarta telah menggabungkan diri dalam suatu <u>Ikatan Lingguis Indonesia</u>, disingkat I.L.I. Tudjuan ikatan tersebut: {{Hanging indent|1.5em|1. mendorong kegiatan penelitian dalam bidang lingguistik dengan segala aspeknja, baik jang bersifat teoristis maupun jang bersifat terapan;}} {{Hanging indent|1.5em|2. mempersembahkan hasil penelitian itu kepada masjarakat dalam rangka pembinaan bahasa di Indonesia;}} {{Hanging indent|1.5em|3. memberikan kesempatan kepada para anggotanja untuk mengenal dan memperkenalkan kemadjuan-kemadjuan terachir dalam bidang lingguistik.}} Untuk mentjapai tudjuan diusahakan dengan: {{Hanging indent|1.5em|1. mengadakan seminar bulanan dengan mengambil salah satu aspek lingguistik sebagai pokok seminar;}} {{Hanging indent|1.5em|2. mengusahakan penerbitan karja-karja para anggotanja;}} {{Hanging indent|1.5em|3. mengusahakan kerdjasama dengan para peminat dan sardjana lingguistik dikota-kota lain;}} {{Hanging indent|1.5em|4. mengusahakan kerdjasama dengan para peminat, sardjana, lembaga-lembaga dan perkumpulan-perkumpulan lingguistik dinegeri-negeri lain;}} {{Hanging indent|1.5em|5. merentjanakan pertemuan tahunan para peminat dan sardjana lingguistik seindonesia.}}<noinclude></noinclude> fg2zm9kg68v5xzar6bu3ktbjztffzoa Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/38 104 103871 295498 292877 2026-05-14T13:42:20Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295498 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||32}}</noinclude><u>'''Salinan'''</u> {{c|Daftar: Lampiran kedua dari surat instruksi Menteri Pendidikan Dasar<br>dan Kebudajaan tanggal 30 Nopember 1965 No.138 i/1965}} {{c|Daftar sementara nama2 anggaota LEKRA golongan sastrawan2 <u><br>dan artikel2 dalam madjalah dan surat kabar</u>.}} ::{| style="width: 80%; vertical-align: top;" | 1. Achmad Munif, Drs. || 45. Mara, L.P. |- | 2. Adnan Basalamah || 46. Marah Djibal |- | 3. Afif, Z. || 47. Martean Sagara |- | 4. Agam Wispi || 48. Misbach Thamrin |- | 5. Aidit, D.N. || 49. Muid, P.H. |- | 6. Amarsan Ismail Hamid || 50. Njoto |- | 7. Anantaguna S. || 51. Nurbakti |- | 8. Ananta Pinola || 52. Nurlan |- | 9. Arsjad || 53. Pala Sulo Sitorus |- | 10. Ashar, M.S. || 54. Pram Atmosuwarno |- | 11. Azis Akbar || 55. Pramudya Ananta Toer |- | 12. Bachtiar Siagian || 56. Putu Oka |- | 13. Bakri Siregar || 57. Rahardjo Suwandi |- | 14. Bambang Sukawati Dewantoro || 58. Rasidin By |- | 15. Bandaharo, Hr || 59. Rijono Pratikto |- | 16. Basuki Effendi || 60. Risakotta, F.L. |- | 17. Bedjo Kr. || 61. Rivai Apin |- | 18. Benni Tjung || 62. Rukiah Kertapati, S. |- | 19. Busjari Latif || 63. Rukiah |- | 20. Bujung Saleh || 64. Rumambi |- | 21. Dhalia || 65. Samandjaja |- | 22. Dharmawan Dhiharta || 66. Setiadi Harsono, Drs. |- | 23. Dharta, A.S. || 67. Shamsudin, J. |- | 24. Dodong Djiwapradja || 68. Shannu |- | 25. Djin, S. || 69. Simandjuntak, M.A. |- | 26. Gath Molaring || 70. Situmorang, Drs. B.P. |- | 27. Hadi, M.D. || 71. Sobron Aidit |- | 28. Hadi, S. || 72. Sri Isni |- | 29. Harte Setiadi, Drs. || 73. Sugiarti Siswadi |- | 30. Iramanto, K.S. || 74. Sujud |- | 31. Iskandar, A. || 75. Sulami |- | 32. Haznam Rahman || 76. Sunardi, Drs. |- | 33. Hersat Sudijono || 77. Sunarjo, K. |- | 34. Johed Mandja || 78. Sunaso |- | 35. Jubaar Ajub || 79. Suprijadi Tomodihardjo |- | 36. Kamil, T.W. || 80. Susilo, S. |- | 37. Kaswanda Sucandy || 81. Tan Sing Hwat |- | 38. Kohar Ibrahim || 82. Tjan Tju Som, Prof. Dr. |- | 39. Kuslan Budiman || 83. Tarigan, S. |- | 40. Kuntjahjo || 84. Tazmir Tazar |- | 41. Kusni Sulang || 85. Utuy Tatang Sontani |- | 42. Kusnowardi || 86. Walujadi Tur |- | 43. Lelonokarjani || 87. Zubir, A.A. |- | 44. Maniaka Taher Tajeb || |} {{UU/TTD-1|isi={{c|Djakarta, 6 Desember 1965<br>Pembantu Menteri P.D.dan K. Bidang<br>Teknis Pendidikan}}<br> {{c|ttd.}}<br /> {{c|'''(<u>Drs. M. Setiaji Kartohadikusumo</u>)'''<br>Kol. Inf. Nrp. 16070}} }}<noinclude></noinclude> 76mcspudidgfkcz5u2u0f86l4dkyegs Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/36 104 103876 295500 292885 2026-05-14T13:42:59Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295500 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||30}}</noinclude>{| cellpadding="8"; style="width: 80%; vertical-align: top;" | 8 || -"- || Dari {{Illegible}}<br />Lapar dan Kasih || {{Illegible}} |- | 9 || {{sp|Hadi}} || Dipersimpangan Djalan || Surabaja, Purwoko, tt |- | 10 || -"- || Jang djatuh dan jang Tumbuh || -"- |- | 11 || Hadi Sumodanukusumo || Tanah Tersajang || BPD Lekra Djatim, 1963 |- | 12 || Rijono Pratikto || {{sp|Api}} || Djakarta, Bp. 1951 |- | 13 || -"- || Si Rangka || Djakarta, Pembangunan 1958 |- | 14 || F.L. Risakotta || Penjair dan Perdamaian || Djakarta, Komite Perdamaian Ind. 1959 |- | 15 || S. Rukiah || Kedjatuhan dan Hati || Djakarta, B.P. 1950 |- | 16 || -"- || Tandus || Djakarta, B.P. 1950 |- | 17 || -"- || Kisah Perdjalanan si Apin || Djakarta, Grafika, t.t. |- | 18 || -"- || Djaka Tingkir || Djakarta, B.P. 1962 |- | 19 || -"- || Teuku Hasan Djohan Pahlawan || Djakarta, Grafika, 1957 |- | 20 || Rumambi dkk || Bukit 1211 || Djakarta, Lekra, 1959 |- | 21 || Bakri Siregar || Djedjak Langkah || Djakarta, B.P. 1954 |- | 22 || -"- || Saidjah dan Adinda || Medan, Sastrawan, 1954 (disadur dari karangan Multatuli) |- | 23 || -"- || Tjeramah Sastra || Medan Pustaka Bali, '52 |- | 24 || -"- || Sedjarah Kesusastraan Indonesia Modern || Djakarta, Akademi Sastra dan Bahasa Multatuli, 1964 |- | 25 || Sugiarti Siswadi || Sorga dibumi || Djakarta, Lekra, 1960 |- | 26 || {{sp|Sobsi}} || Pitah Merah || Djakarta, Dewan Nasional Sobsi, 1959 |- | 27 || Utuy T. Sontani || Suling || Djakarta, B.P.1948 |- | 28 || -"- || Bunga Rumah Makan || -"- |- | 29 || -"- || Tambora || Djakarta, B.P.1949 |- | 30 || -"- || Orang-orang Sial || Djakarta, B.P.1951 |- | 31 || -"- || Awal dan Mira || Djakarta, B.P.1952 |- | 32 || -"- || Si Kabajan || Djakarta, Lekra 1959 |- | 33 || -"- || Sangkuriang || Djakarta, D.P. 1959 (Bahasa Indonesia) |}<noinclude></noinclude> 46ryx78a63tbkduf3nur46m33wk4gsg Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/270 104 103877 295593 292880 2026-05-14T14:10:25Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295593 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||8}}</noinclude>tiada djadi lima jaitu kitab Taurat, Indjil, Zabur dan Furqan dan jang lima tiada mendjadi enam jaitu sembahjang dan jang enam tiada mendjadi tudjuh jaitu tatkala Allah s.w.t. mendjadikan langit dan bumi didalam enam hari dan jang tudjuh tiada mendjadi delapan jaitu hari tudjuh bilangannja dan seterusnja sampai bilanagn tiga puluh. Dan tiga puluh jaitu hari bulan Ramadan, empat puluh jaitu hari kiamat dan bilangan seratus jaitu barang siapa berbuat zina maka hukumannja dipalu seratus kali. (10-20) Selandjutnja berdasarkan atas pertanjaan Abdullah Ibn Selem, diterangkan oleh Nabi tentang kedjadian Nabi Adam, jang ditjiptakan oleh Tuhan dari empat unsur jaitu bumi (tanah), air, api dan angin. Tiap manusia diawasi oleh dua malaikat, dikiri Malaikat Kiraman dan dikanan Malaikat Katiban. Perihal langit diterangkan pula oleh nabi, bahwa langit itu ditjiptakan Tuhan dari api, pintu langit daripada emas, kuntjinja daripada jakut. Langiit itu terdiri atas 7 lapis, langit I dari perak, langit II dari emas jang merah, langit III dari mutiara jang putih, langit IV dari tembaga dan suasa, langit V dari manikam, langit VI dari jakut dan langit VII dari zamrud jang hidjau. Djaraknja antara langit jang satu dengan langit jang lain itu lima retus tahun perdjalanan. Matahari itu terletak pada langit jang keempat dan bulan pada langit jang pertama, keduanja mengaku beragama Islam dan berbuat ibadah pada Allah. Adapun binatang itu bergantung sendirinja gunanja sebagai pertanda segala machluk, dan angin jang besar itu dua perkara, pertama angin jang membinasakan kaum Hud dan Samud dan kedua angin jang bertiup pada hari kiamat jang membinasakan dunia ini. Sifat-sifat neraka ditjeriterakan oleh Nabi, bahwa meraka itu tudjuh puluh ribu rantainja dan dari pada satu rantinja tudjuh puluh ribu chalikah dan pada satu chalikah tudjuh puluh ribu malaikat. Machluk jang durhaka bertangis-tangisan didalamnja menanggung azab dan menjesalinja. Djikalau api neraka itu diletakken diatas bukit, nistjaja hantjurlah bukit itu sampai pada lapis bumi jang ketudjuh. Api neraka itu tudjuh puluh kali ditjutji (disiram) oleh malaikat dengan air laut, baru didatangkan kedunia ini. Adapun matahari itu masuk pada bukit Kaf dan bukit itu suatu mata air. Langit dan bumi ini didjadikan Allah dari permata zamrut, hidjau warnanja. Tatkala ditilik oleh Allah hantjurlah permata itu, asapnya naik keudara, sehingga mendjadi<noinclude></noinclude> dbi6kphz91m8wkxxxp4gpmkbpza5wa6 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/271 104 103878 295592 292886 2026-05-14T14:10:06Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295592 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||9}}</noinclude>langit tudjuh tingkat dan jang tinggal itu djadi bumi. Ditjeriterakan tentang Malaikat Hafah; delapan belas ribu alam dilangit berada dibawahnja. Sebuah permata tempat kaki malaikat itu berdiri, besarnja hanja Allah jang tahu. Dibawah permata itu ada seekor lembu seribu kakinja, seribu ekornja dan seribu tanduknja, didjadikan Allah melingkar sehingga ekornja bertemu dengan kepalanja. Malaikat itu 7000 sajapnja, mukanja seperti matahari, besarnja dari satu sisi kesisinja jang lain setahun burung terbang djauhnja. Adapun Asrafil itu pada waktu datang hari kiamat diperintahkan oleh Allah meniup sanrkakala sehingga machluk itu mati semuanja. (20-30). Kemudian diperintahkan meniup sekali lagi, maka hiduplah segala machluk itu. Pandjangnja sangkakala itu 700 tahun perdjalanan. Ada tudjuh tempat njawa machluk itu, pertama tempat njawa malaikat, kedua manusia, ketiga djin, keempat ikan, kelima binatang, keenam margasatwa jang ditanah dan ketudjuh segala ikan. Untuk ketiga kalinja diperintahkan Israfil meniup sangkakala, meka masuklah njawa itu kepada tubuhnja masing-masing seperti dahulu kala sehelai rambutpun tiada hilang keluar dari kubur dan berkumpul di Padang Mahsjar. Ditjeriterakan pula bermatjam-matjam azab jang diderita oleh machluk di Padang Mahsjar itu, ada jang berbadju besi dari api, ada jang berlumur darah: dan nanah sambil menagis menjesali nasibnja. Sehari dipadang Mahsjar itu lima ribu tahun didunia akan tetepi dari orang jang beramal saleh sekedjap mata sadja. Dunia ini didjadikan Allah pada hari Djumat, dan langit dan bumi lengkap dengan isinja dalam tudjuh hari. Pada hari Ahad didjadikan Allah binatang dan laut serta dengan isinja, hari Selasa sekalian hutan dan bukit dengan isinja dan hari Arbaa dan Kamis lengkap semua isi dunia dan langit. Ada pula pertanjaan Abdullah itu jang berupa teka-teki, misalnja: apa jang keras daripada bapanja. Maka djawab nabi jaitu besi karena asalnja dari batu. Apa jang keras dari pada api, djawabnja isitu air dan sebagainja. Apa jang senantiasa terbang keudaradan betapa rupanja burung itu dan jang mana namanja jeng benar. Maka sabda Rasul : "Adapun rupanja burung itu putih dan pada suatu pula mengatakan rupanja burung itu seperti keladi dan bulunja seperti rambut manusia. Maka apabila ia hendak bertelur, maka ia terbang keudara serta keluar telurnja, ketika itu djuga mendjadi anak. Maka anaknja itu dibunuhnja<noinclude></noinclude> 2902264pn0iol3rjl70lopk6mxggl36 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/272 104 103882 295590 292904 2026-05-14T14:09:48Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295590 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||10}}</noinclude> dan terbang keudara serta mengutjapkan tasbih." Kemudian ditanjakan lagi tentang nabi Adam dan sebab-sebab nabi Adam keluar dari sorga. Diterangkan oleh Nabi bahwa Adam itu artinja bulan dan bumi, dan berasal dari tanah segenggam jang diambil oleh Malaikat dari hati bumi. Mula-mula disuruh oleh Tuhan Malaikat Djibrail mengambil hati bumi itu tetapi bumi tiada mau memberikannja, kemudian berturut-turut Malaikat Israfil, dan Mikail, tetapi bumi tiada djuga mau memberikannja. Achirnja disuruh Malaikat Israil mengambilnja, dan ia berhasil. Kemudian tanah itu direndam selama 10 tahun lamanja, setelah itu barulah dimasukkan djawa melalui mulutnja. Ditjeriterakan pula sebab-sebab Adam keluar dari sorga, sebabnja ialah kerena Adam memakan buah chuldi jang dilarang oleh Tuhan memakannja. Buah chuldi itu sebesar telur ajam dan pandjangnja tiga djengkal. Buah chuldi itu tinggal lagi 2 buah dan sebuah dibawa oleh Nabi Adam kedunia. Bidjinja ada 6 buah ditanamkan oleh Nabi didunia. Bidji itu tumbuh mendjedi padi, djagung, katjang dan sebagainja. Nabi Adam diturunkan ke dunia di negeri Hindi hampir negeri Keling dekat bukit Selem (Silung), dan Hawa diturunkan ditanah Djudah. Iblis diturunkan Allah di tanah Siam. Nabi Adam bertelandjang di dunia dan sebagai penutup auratnja diambilnja 3 helai daun kaju. Hawa didjadikan dari tulang rusuk/Nabi Adam, rambutnja terurai sampai tumitnja. (30-40) /kiri Malaikat Israil itu tinggal pada langit jang keempet dan Malaikat Djibriil itu mentjukur rambut Nabi Adam dengan sajapnja. Nabi Adam jua pergi ke Mekah. Anak Nabi Adam Habil membunuh saudaranja Kabil, dan kemudian dikuburkannja sendiri setelah melihat perbuatan burung gagak mengubur saudaranja pula. Hawa itu beranak kembar dan anaknja kawin dengan saudaranja. Selandjutnja ditanjakan pula tentang Nabi Musa. Terdjadinja perperangan Musa dengan Firaun dan Nabi Musa dapat menjelamatkan diri dengan membelah laut. Tongkat Nabi Musa dipalukannja pada batu maka keluarlah 12 mata air untuk minuman rakjatnja. Didjelaskan pula bahwa tongkat Nabi Musa itu dapat mendjadi Ular. Atas pertanjaan Abdullah itu diterangkan bahwa orang jang tiada berbapak jaitu Nabi Adam dan Nabi Musa, perempuan jang beranak tiada dengan laki-laki jaitu Marjam beranak Nabi Isa, perempuan jang keluar dari laki-laki jaitu Hawa dan orang jang hidup dalam kuburnja jeitu Nabi Junus jaitu tatkala hudjan<noinclude></noinclude> 1x82teh3x2bawi5espp9oieggkkja5p Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/273 104 103884 295464 292906 2026-05-14T12:45:38Z Arulbe 24016 /* Telah diuji baca */ 295464 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arulbe" />{{rh||11}}</noinclude>api datang pada umatnja, ia disembunjikan Allah kedalam perut ikan jang besar. Pusat dunia ini ditjeriterakan jaitu Baitul Mahdis, disana manusia berkumpul pada hari kiamat. Selandjutnja ditanjakan, mengapa orang jang beranak itu ada jang serupa dengan bapanja dan adapula jang serupa dengan ibunja. Didjelaskan bahwa apabila lebih berahi bapanja dari pada ibunja maka anaknja serupa dengan bapanja demikian pula sebaliknja.(40-50) Ditjeriteraken Nabi Nuh itu pandjangnja 108 depa, lebarnja 60 depa, dan pangkatnya dua belas laksa empat ribu. Tatkala zaman Nabi Nuh itu, terdjadi topan selama 6 bulan, kapalnja petjah belah tiga, setu ke masjrik, jang satu kebukit Ruslan dan jang satu lagi ke bukit Kufah. Adapun bumi itu didjadikan dari mutiara. Angin meniup air, berasap kemudian mendjadi buah. Buah itu mendjadi bumi tudjuh lapis. Djarak antara lapis bumi itu limaratus tahun perdjalanan. Segala bukit itu berasal dari bukit Kaf jang merupakan pasak bumi. Bumi itu tertungkup diatas tanduk lembu, tanduknja {{illegible}} buah dan satu tanduk itu 70.000 tjabangnja, dan pendjangnja 5000 tahun perdjalanan, djarak antara tanduk itu 500 tahun perdjalanan. Diatas sebuah batu ada bukit Sa'ud, djalan orang durhaka masuk neraka. Tinggi bukit itu 1000 tahun perdjalanan, dan dibawahnja api neraka. Dihadapan lembu ada seekor njamuk menunggu lembu itu, Sekali peristiwa lembu itu digoda oleh iblis supaja mendjatuhkan bumi dari tanduknja, lalu didjatuhkannja; seketika itu djuga masuk njamuk kedalam lobang hidung lembu itu. Lembu itu merasa sakit kemudian ia bertobat atas kesalahannja, maka diangkatnja kembali bumi itu dengan tanduknja. Ada sebuah bukit jang bernama Gasban tempat orang jang durhaka jang menjembah berhala dan api, terdiri dari 70.000 padang dari api. Satu padang 70.000 negeri, satu negeri 70.000 mahligai, satu mahligai 70.000 tabir, satu tabir 70.000 rumah daripada api, satu rumah 70.000 gudang, satu gudang 70.000 peti, satu peti 70.000 ular dan kala didalamnja. Pandjang ular itu 500 tahun perdjalanan, satu ular 1000 kepalanja, satu kepala 70.000 sajap, Apabila digigitnja bukit didunia ini nistjaja hantjur mendjadi abu. Dibawah bukit Gasban itu ada bumi Adjabab, putih seperti perak, harum baunja, tjahajanja seperti bulan<noinclude></noinclude> 2eo0mcroa3z978g0lssstl5h02x1ziw 295588 295464 2026-05-14T14:09:31Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295588 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||11}}</noinclude>api datang pada umatnja, ia disembunjikan Allah kedalam perut ikan jang besar. Pusat dunia ini ditjeriterakan jaitu Baitul Mahdis, disana manusia berkumpul pada hari kiamat. Selandjutnja ditanjakan, mengapa orang jang beranak itu ada jang serupa dengan bapanja dan adapula jang serupa dengan ibunja. Didjelaskan bahwa apabila lebih berahi bapanja dari pada ibunja maka anaknja serupa dengan bapanja demikian pula sebaliknja.(40-50) Ditjeriteraken Nabi Nuh itu pandjangnja 108 depa, lebarnja 60 depa, dan pangkatnya dua belas laksa empat ribu. Tatkala zaman Nabi Nuh itu, terdjadi topan selama 6 bulan, kapalnja petjah belah tiga, setu ke masjrik, jang satu kebukit Ruslan dan jang satu lagi ke bukit Kufah. Adapun bumi itu didjadikan dari mutiara. Angin meniup air, berasap kemudian mendjadi buah. Buah itu mendjadi bumi tudjuh lapis. Djarak antara lapis bumi itu limaratus tahun perdjalanan. Segala bukit itu berasal dari bukit Kaf jang merupakan pasak bumi. Bumi itu tertungkup diatas tanduk lembu, tanduknja {{illegible}} buah dan satu tanduk itu 70.000 tjabangnja, dan pendjangnja 5000 tahun perdjalanan, djarak antara tanduk itu 500 tahun perdjalanan. Diatas sebuah batu ada bukit Sa'ud, djalan orang durhaka masuk neraka. Tinggi bukit itu 1000 tahun perdjalanan, dan dibawahnja api neraka. Dihadapan lembu ada seekor njamuk menunggu lembu itu, Sekali peristiwa lembu itu digoda oleh iblis supaja mendjatuhkan bumi dari tanduknja, lalu didjatuhkannja; seketika itu djuga masuk njamuk kedalam lobang hidung lembu itu. Lembu itu merasa sakit kemudian ia bertobat atas kesalahannja, maka diangkatnja kembali bumi itu dengan tanduknja. Ada sebuah bukit jang bernama Gasban tempat orang jang durhaka jang menjembah berhala dan api, terdiri dari 70.000 padang dari api. Satu padang 70.000 negeri, satu negeri 70.000 mahligai, satu mahligai 70.000 tabir, satu tabir 70.000 rumah daripada api, satu rumah 70.000 gudang, satu gudang 70.000 peti, satu peti 70.000 ular dan kala didalamnja. Pandjang ular itu 500 tahun perdjalanan, satu ular 1000 kepalanja, satu kepala 70.000 sajap, Apabila digigitnja bukit didunia ini nistjaja hantjur mendjadi abu. Dibawah bukit Gasban itu ada bumi Adjabab, putih seperti perak, harum baunja, tjahajanja seperti bulan<noinclude></noinclude> 5xvcxjr6j4qku74zqtu91vey400vyfh Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/416 104 103895 295820 292931 2026-05-14T16:44:43Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295820 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude>bentuknja pemerintah baru atau negara baru di Sumatera. Dalam interview Simbolon kepada seorang wartawan Amerika, Simbolon menjatakan, kalau komunis berkuasa di Djawa, ia akan membentuk pemerintah baru di Sumatera. Timbullah perang urat sjaraf oleh pihak lain. Kita tidak bisa mengevaluir apa jang sesungguhnja dimaksudkan dengan itu. Dalam keadaan demikian Angkatan Darat merasa perlu untuk mengumumkan dokumen Lubis, jang mendjelaskan adanja alternatif: pertama, membentuk front jang lebar antara daerah^2 jang bergolak jang materiil harus berdiri sendiri dan menjerang pemerintah, dan kedua, membentuk negara lain, pemerintah lain. Oleh KSAD diuraikan terdjadinja rapat gelap di Sungai Dareh tgl. 9 Djan. 1958, jang dihadiri oleh Panglima TT-II, Sumual, Simbolon, Dahlan Djambek, Moh. Natsir, Dr. Sumitro dan lain^2. Pemerintah dan Angkatan Darat tidak mengumumkan semua jang diketahuinja. Djuga konsepsi Lubis terdapat disitu. Disitu hadir djuga Lubis. '''Perintah tangkap Lubis.''' KSAD menerangkan, bahwa ia tidak datang di Sumatera Barat (ketika ia mengundjungi berbagai daerah di Sumatera lainnja), karena Lubis masih berkeliaran di Sumatera Barat, sekalipun dari KSAD sudah ada perintah untuk menangkap dia. Dikatakannja bahwa sulit baginja sebagai KSAD untuk berkundjung di Sumatera Barat. Ia telah berulangkali memperingatkan, bahwa djangan sampai apa jang dibitjarakan di Sungai Dareh itu terdjadi. Seperti peristiwa Madiun ditahun 1948 djika hal tersebut sampai terdjadi konsekwensinja akan berat. KSAD djuga menjampaikan hal itu kepada politisi jang mondar-mandir antara Djakarta dan Padang. Djuga untuk maksud itu KSAD mengundjungi daerah^2, supaja peristiwa Sumatera Barat itu dilokalisir. Ia djuga memanggil berbagai komandan daerah, dan jang telah diundang itu sanggup mentaati dan melaksanakan perintah KSAD. Djuga dimaksudkan untuk mengadakan pertemuan dengan komandan^2 Sumatera di Bandung, tetapi tidak berhasil, karena Achmad Husein tidak datang. Ia menugaskan TT-II untuk mengadakannja di Bangka. TT-II menjanggupinja, tetapi sebelum maksud mengadakan pertemuan itu dapat dilaksanakan sudah kesusul oleh dikeluarkannja ultimatum oleh Achmad Husein cs tanggal 10 Pebruari jang lalu. '''Harus dihukum.''' Pemerintah dan pimpinan Angkatan Darat sependapat, bahwa sedjumlah perwira menengah jang melakukan itu harus dihukum. Karena itu mereka dipetjat dan dikeluarkan perintah untuk menangkap mereka. Pemerintah selalu menjatakan, bahwa pergolakan daerah untuk mengadakan stabilitet, keamanan dan kemakmuran, akan dibantu dengan segala tenaga. Tetapi apa jang dilakukan oleh segolongan perwira menengah itu tidak dapat dibenarkan. Perbuatan mereka sudah diluar batas. Kalau pemerintah membiarkan komandan² bawahan menjampaikan ultimatum dan pemerintah memenuhi ultimatum itu, maka dikemudian hari tiap kali akan timbul ultimatum² lagi dan tidak ada hormat-militer dan norma negara lagi. Hal itu djuga tidak mungkin dibolehkan terdjadi dikalangan militer. Ini bukan hanja pelanggaran routine sadja, tetapi pelanggaran fundamenteel. Tidak mungkin pemerintah mengalah. Demikian KSAD, jang menjatakan, bahwa tidak ada perwira² Angkatan Darat jang berbeda paham tentang ini kalau maksudnja memang mau menjelamatkan negara. Mengenai ini musjawarah seperti jang diandjurkan beberapa orang tidak mungkin lagi. Dalam pergolakan tak ada tempatnja bagi militer untuk kerdjasama dengan Darul Islam, dan terang ada jang kerdjasama dengan Darul Islam itu. Pun tidak ada tempat untuk bekerdjasama dengan pihak{{sup|2}} tentara asing. Ini pekerdjaan illegal jang tidak mungkin dapat dibenarkan. '''Harus pilih.''' Demikianlah KSAD. jang achirnja menjatakan apa jang sudah kita kemukakan dalam permulaan berita ini. Para perwira ia suruh pilih. Boleh sadja orang menjetudjui tudjuan membentuk kabinet dengan Hatta dan Hamengku Buwono sebagai pemimpin, menghendaki adanja senat dan pemerintah jang tegas anti-komunis. Boleh orang menentang konsepsi Presiden Sukarno. Tudjuan{{sup|2}} itu dapat dihormati. Tetapi ''perbuatan'' seperti jang dilakukan di Sumatera Barat itu tidak bisa dihormati. KSAD pun menjebut, bahwa perwira{{sup|2}} jang memberontak itu telah melanggar sumpah djabatan dan sumpah menurut agama. Iapun menjebut soal tuduhan{{sup|2}} jang disampaikan dan ditanjakan kepadanja tentang pengaruh komunis dalam pemerintah dan Angkatan Darat. Selalu ia minta supaja disebut, siapakah jang komunis itu ? Tuduhan{{sup|2}} ini dikatakannja bukan baru. Djuga dulu, ditahun 1948, A.H. Nasution sendiri dalam laporan Leger Voorlingtingsdienst Belanda dinamakan komunis. Nasution menjatakan, bahwa politik luar negeri jang bebas dan aktif telah dirumuskan oleh Hatta ditahun 1948, dan bahwa ini masih mendjadi pedoman. {| style="width:100%; border-collapse: collapse;" | colspan="2" style="border: 2px solid black; padding: 10px;" | <big>'''EVEREADY'''</big><br/> {{gap}}{{gap}}trade-mark<br/> {{center|FLASHLIGHTS, BATTERIES, BULBS}}<br/> {{right|Nasional Carbon Co (Java) Ltd. Djakarta.}} |- |} </div><noinclude> {{rh|6}}</noinclude> iwyaoc4gp2uahv036biva22smaikgul Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/12 104 103898 295721 292965 2026-05-14T15:47:52Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295721 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" />{{rh||6}}</noinclude>{| cellpadding="5"; style="width: 80%; text-align: center;" |- | || <u>Suwandi</u> (1947) || <u>Pembaharuan</u> (1957) || <u>Melindo</u> (1957) || <u>LBK</u> (1966) |-align="center" | 7. || (v) || (v) || (v) || v |-align="center" | 8. || (z) || (z) || z || z |-align="center" | 9. || (ch) || - || - || kh |-align="center" | 10. || j || y || y || y |-align="center" | 11. || e || é, e || é, e || e |-align="center" | 12. || ai || ay || ay || ai |-align="center" | 13. || au || aw || aw || au |-align="center" | 14. || oi || oy || oy || oi |} {{Hanging indent|4em| <u>Tjatatan</u> Edjaan Suwandi tidak memuat huruf f, v, z, sj, dan ch; tetapi dalam kenjataan huruf-huruf itu dipakai orang.}} Seperti yang kita lihat di atas, dalam edjaan baru tidak ada huruf satupun jang tidak terdapat didalam mesin tik maupun mesin tjetak, seperti jang terdapat dalam sistem "Pembaharuan" dan "Melindo". Perubahan penulisan huruf dana gabungan huruf terdapat pada :::::{|cellpadding="5"; style="width: 60%; text-align: center;" |- |tj || mendjadi || c |- |dj || mendjadi || j |- |j || mendjadi || y |- |nj || mendjadi || ny |- |sj || mendjadi || sy |- |ch || mendjadi || kh |- |} Dari tjontoh-tjontoh jang kita lihat diatas, masih ada dwihuruf atau gabungan huruf jang kami pertahankan dalam edjaan baru. Seperti jang telah kami utarakan tadi, kami berusaha untuk tidak memperkenalkan huruf baru, baik dengan mempergunakan tanda-tanda diakritik, maupun dengan mentjiptakan huruf jang baru. Sebagai akibat daripada penilaian baru untuk <u>c</u> dan <u>j</u>, jang masing-masing bernilai <u>tj</u> dan <u>dj</u> dalam edjaan sekarang, maka <u>j</u>, <u>nj</u>, <u>sj</u>, dan <u>ch</u> harus diganti. Disamping dwihuruf diatas, <u>ng</u> masih tetap dipertahankan. Apabila penggunaan edjaan ini telah meresap pada kita masing masing, kami rasa kekatjauan tulisan-tulisan seperti jang sekarang ada, umpamanja : dwidharma, bioskop Carya, Djaya Bhakti, tidak akan terdjadi lagi. Kata atau ungkapan-ungkapan jang dipungut dari bahasa daerah atau bahasa asing, harus dianggap turut memperkaja bahasa Indonesia, djadi djuga milik bahasa Indonesia. Dalam proses pemungutan kata tidaklah mendjadi soal, apakah bahasa sumber kata baru itu bahasa daerah ataupun bahasa asing. Kita sesuaikan edjaannja dengan bunji jang kita dengar dan kita tjoba menjesuaikannja dengan sistem tatabunji Indonesia. Berdasarkan atas taraf integrasinja kedalam bahasa Indonesia, kata-pungut dapat dibagi atas dua golongan besar : {{Hanging indent|1.5em|a. jang sudah tidak terasa keasingannja, dan sudah terpakai merata ;}} {{Hanging indent|1.5em|b. jang masih dianggap asing dalam bahasa kita.}} Kita kenal umpamanja : <u>kudeta</u>, <u>gerilja</u>, <u>ritul</u>, <u>karja</u>, <u>bakti</u>, <u>darma</u>, disamping <u>Zeitgeist</u>, <u>l'exploitation de l'homme par l'homme</u>.<noinclude></noinclude> fiw6fzwnoxbs7p7ajlskfvc2a49i5gi Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/436 104 103917 295822 292976 2026-05-14T16:46:52Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295822 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude>muda{{sup|2}} kita gelisah, tetapi tetap waspada dan bersiap{{sup|2}} menghadapi segala kemungkinan jang akan terdjadi. Heiki Bundantjo Sujono Rahardjo membagi-kan peluru dan sendjata{{sup|2}} lainnja. Mereka mengambil sendjata{{sup|2}} itu digudang jang letaknja hanja beberapa puluh meter dari tempat bermalam Kenpei-tai. Dengan tenang mereka mengangkut sendjata{{sup|2}} itu pada djam satu malam buta. Gerakan itu diikuti oleh 52 orang. Pada 14 Februari 1945 pagi, meletuslah detik{{sup|2}} jang dapat kita banggakan Dimulai dengan tembakan dua buah mortir berukuran 81 mm. jg. masing{{sup|2}} memuntahkan 4 buah peluru. Peluru{{sup|2}} mortir itu ditudjukan kehotel "Sakura", tempat bermalam orang{{sup|2}} Djepang. Selain itu tiga buah senapan mesin memuntahkan pelurunja berbondong{{sup|2}} kekantor Kenpei-tai. Tak lama kemudian Djepang sedar, bahwa pemuda{{sup|2}} Indonesia telah melawan terang{{sup|2}}an. Djepang mengadakan perlawanan jang sengit. Karena ketjilnja djumlah pemuda{{sup|2}} kita itu dan karena sedikitnja djumlah kekuatan sendjatanja djika dibandingkan dengan kekuatan sendjata pasukan Djepang, terpaksalah pemuda{{sup|2}} kita itu memetjah pasukannja mendjadi tiga kelompok, ketiga djurusan. Satu kelompok menudju Malang, satu lagi ke Ponorogo melalui Tulung-Agung dan Trenggalek dan jang sebuah lagi ke Kertosono melalui Paree. Dalam pertempuran{{sup|2}} itu, pemuda{{sup|2}} kita gugur sebagai bunga bangsa, dengan tidak mengharapkan djasa apapun djuga, hanja dengan satu keinginan Indonesia merdeka. Dalam pada itu Supriadi tidak menemui pasukannja, karena dia sendiri telah hilang entah kemana. Menurut dugaan, Supriadi sudah ditangkap oleh jang berkuasa pada waktu itu. Ketika itulah, muntjul seorang pemuda jang baru berusia 22 th, Muradi, memimpin pasukan itu dengan gagah berani. Setelah petjah, kelompok jang menudju ke Malang dapat dikedjar dan diperintahkan kembali oleh Daidantjo. Mulanja kelompok itu menolak, tetapi karena ditekan dibawah kekuatan jang djauh lebih besar dari pada kekuatan kelompok tersebut, terpaksalah mereka menjerah, tetapi banjak pula jang lebih baik mati dari pada menjerah. Kelompok² jang menudju ke Tulung-Agung dan kelompok jang menudju ke Paree, ditengah djalan menggabungkan diri dan terus menudju ke Kertosono. Disinilah Muradi dengan keberanian dan tekad bulat untuk menangkis tiap² pendjadjah, memimpin anak buahnja bertempur ber-hadap²an dengan pasukan Djepang jang djauh lebih kuat. Djepang menggunakan tank² dalam perang frontal untuk menundukkan Muradi dan kawan²nja. Tetapi pemuda² kita itu bisa bertahan selama satu minggu, dengan kurang makan dan kurang minum. Mereka bertahan seminggu dihutan Ngantjar, sebelah selatan Paree sampai tgl. 21 Februari 1945. Pihak Djepang kewalahan, lalu menggunakan mbah Bendo, karena mereka tahu, bahwa mbah Bendo itu sangat berpengaruh. Djepang meminta agar mbah Bendo menjuruh pemuda² kita itu menjerahkan diri sadja. Tapi mbah Bendo menolak pada mulanja. Achirnja desakan² Djepang itu memaksa mbah Bendo menjetudjuinja, tetapi mbah Bendo mengadjukan satu sjarat, jakni pemuda² kita itu tidak boleh dihukum dan harus dibebaskan. Seorang perwira Djepang jang bernama Katagiri (Butaitjo) menjetudjui sjarat jg. diadjukan mbah Bendo itu, bahkan sebagai bukti djandjinja itu, Katagiri menjerahkan pedang samurainja kepada mbah Bendo. Dan mbah Bendo sebagai seorang jang djudjur, mempertjajai Katagiri. Mbah Bendo memanggil pemuda² kita, tetapi achirnja ......! Pemberontakan pemuda² kita itu jang diikuti oleh 421 orang, jang diletuskan pada tgl. 14 Februari 1945 itu, memberi gema dan semangat kepada seluruh rakjat dan bangsa Indonesia. Pemberontakan itu merupakan pendahuluan dari proklamasi 17 Augustus 1945. Hanja 7 bulan sebelum proklamasi itu dinjatakan oleh Bung Karno dan Bung Hatta. **Pemberontakan PETA di Blitar** itu merupakan general-repetisi jang sangat berhasil, berhasil mentjetuskan dan memperbesar semangat mengusir pendjadjah dari tanah air Indonesia. Setelah diperiksa oleh Kenpeitai, dari 421 orang itu 78 orang ditahan. 78 pemuda tersebut pada tgl. 22 Maret 1945 djam 14.00 dibawa dengan truck ke Kertosono dan selandjutnja dengan kereta api, mereka dibawa ke Djakarta. Esoknja tgl 23 Maret 1945 djam 10.00 pagi mereka dimasukkan di Gun Po Kai (sekarang djadi Kementerian Penerangan djalan Merdeka Barat no 9). Dengan tenang, 78 pemuda kita itu menghadapi medja hidjau untuk mendengarkan hukuman jang mereka terima. Tanggal 16 April 1945 (hanja 5 bulan sebelum proklamasi 17 Augustus 1945) itu, mereka didjatuhi hukuman sebagai berikut: 8 pemuda dihukum mati, jakni Muradi, Sunanto, Halir, Suprijono, Sudarmo, Ismail (tak mau kerdja sama dengan Djepang, tetapi berdjuang bersama pemuda-pemuda kita jang hendak mengusir pendjadjah), dan dua orang lagi jg. namanja belum dapat dikumpulkan. Jang mendjadi harapan kawan-kawannja dan keluarganja ialah tempat dimana mereka dimakamkan. Hingga kini belum ada seorangpun jang mengetahui dimana makam mereka. Diharapkan agar djika diantara pembatja ada jang mengetahui dimana makam atau djenazah mereka ini, harap memberitahukan untuk diurus lebih landjut. Selain hukuman mati itu, didjatuhi pula hukuman pendjara terhadap 43 orang lainnja. Diantaranja ada jang meninggal dalam pendjara. Sesudah proklamasi 17 Augustus 1945 dinjatakan kepada seluruh rakjat Indonesia dan semua bangsa-bangsa didunia ini, pemuda-pemuda kita itu dibebaskan.<noinclude> {{rh|25}}</noinclude> pp8niqj7fofrnrl6m1lutmqzdpycpyu Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/438 104 103920 295823 292985 2026-05-14T16:47:24Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295823 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{{center|<big><big><big><big><big><big><big>'''„KABAR ANGIN”'''</big></big></big></big></big></big></big><br>}} Apakah saudara sudah mendengar bahwa sebuah kapal peronda Angkatan Laut dilautan dekat Halmahera telah menahan sebuah perahu jang berasal dari Irian Barat dan dapat menjita dokumen² jang memuat instruksi² siasat dari Westerling untuk Kartosuwirjo dan Kahar Muzakkar ? Apakah saudara telah mengetahui bahwa sebuah Kompi Mobile Brigade baru² ini dapat seputjuk mortir baru buatan PSM dari tangan gerombolan didekat Garut ? Saudara tahu bahwa si Achmad kemarin baru kembali dari Sukabumi. Ia katakan bahwa Bataljon A dan Batlajon B disana senantiasa bertjektjok sadja, sehingga mereka setelah lepas dinas semua tidak diperbolehkan membawa sendjata keluar asrama ? Inilah jang dinamakan kabar angin. Tidak masuk akal kata saudara ? Memang walaupun demikian kabar² sematjam ini biasanja mudah dipertjaja dan dilandjutkan kepada orang lain. Pentolan² Darul Islam tidak mungkin menerima perintah berupa apapun dari orang lain, sekalipun dari Westerling. Tidak mungkin pula Mortir bikinan PSM jang terbaru telah sampai di Garut dan berada ditangan gerombolan. Berita tentang adanja pertentangan antara Bataljon A dan Bataljon B pun omong kosong belaka, karena diluar djam dinas memang tidak ada seorang pradjurit djuga jang membawa sendjata api. Akan tetapi berita² serupa ini tetap ditjeritakan oleh banjak orang dan dipertjaja oleh sementara orang. Kabar angin adalah tjara jang paling primitif, jang paling sederhana dalam menjiarkan sesutau berita, ialah dengan melalui djalan dari mulut kemulut. Djustru karena sifatnja jang sederhana ini maka kabar angin itu tidak effisien, tidak pula teliti dan djumlahnja sangat banjak. Negara-negara jang telah madju mempunjai sumber-sumber pekabaran jang lebih baik daripada kabar angin, ialah surat kabar dan radio. Akan tetapi diwaktu ada ketegangan dan terutama bilamana terdapat keributan dan kekatjauan maka timbul djugalah kabar angin jg makin lama makin merata. Didalam waktu-waktu jang demikian ini terdjadilah persaingan antara dua matjam berita, disatu fihak pers dan radio dan dilain fihak ialah kabar angin. Teristimewa diwaktu perang jang menghendaki dirahasiakannja banjak hal-hal penting maka kabar angin itu sangat meluas. Hal ini disebabkan karena pengawasan dan censuur pemerintah terhadap pers dan radio, sehingga berita-berita jang disiarkan oleh kedua alat ini tidak lagi mentjukupi keinginan orang untuk mendapatkan penerangan jang djustru diwaktu perang itu sangat memuntjak. Oleh karena itu, maka orang berusaha memperoleh berita dari sumber-sumber lain, dan dengan demikian, timbullah kabar angin serta desas-desus. Achirnja meradjalelalah kabar angin itu, baik dilingkungan Angkatan Perang maupun dikalangan penduduk biasa. Para pemimpin militer hendaknja awas-awas terhadap kabar angin ini karena dapat merusak rentjana-rentjana jang telah dipikirkan serta ditetapkan dengan masak-masak dan teliti, dapat merusak moril, bahkan dapat pula mengakibatkan kekatjauan atau kekalahan. Marilah sekarang kita tindjau lebih landjut mengapa kabar angin itu dapat tersiar. Belum lama ini, mendjelang pemilihan umum untuk anggauta Dewan Perwakilan Rakjat, tersiarlah berita bahwa dibeberapa tempat di Djawa ada orang<sup style= "font-size:66%; vertical-align:0.6em; line-height:0px;">2</sup> jang suka meratjun sumur dan makanan jang sedang didjual. Kabar ini tidak hanja merata dikalangan penduduk biasa, akan tetapi djuga dibitjarakan dan diulangi oleh orang<sup style= "font-size:66%; vertical-align:0.6em; line-height:0px;">2</sup> jang tidak mempertjajainja. Kabar<sup style= "font-size:66%; vertical-align:0.6em; line-height:0px;">2</sup> sematjam ini memang mempunjai daja penarik jang sangat besar dan sangat membekas dihati orang<sup style= "font-size:66%; vertical-align:0.6em; line-height:0px;">2</sup> jang mendjadi sasarannja. Kita semua mengetahui bahwa apabila hati kita sedang penuh dengan sesuatu hal, maka besarlah keinginan kita untuk mengeluarkan isi hati kita kepada orang lain. Isi hati itu dapat berupa rasa takut, rasa gembira, rasa susah, kebimbangan, pengharapan dsb. Dengan perbuatan itu orang akan mendapat kepuasan. Marilah sadja berikan sebuah tjontoh lagi. Djika seorang pradjurit tidak menjukai komandannja karena dianggapnja terlalu keras dan tidak adil, ia tidak akan setjara langsung berbuat sesuatu terhadap perwira itu. Ia tidak akan menjerangnja atau mengatakan kepadanja tentang anggapannja terhadap komandan itu. Diwaktu perang pun sangat boleh djadi ia tidak akan mengatakan pendapatnja kepada orang lain setjara terang-terangan. Akan tetapi apabila pradjurit itu misalnja mendengar suatu kabar angin, bahwa perwira jg dibentjinja atau ditakutinja itu telah mendapat tegoran dari atasannja dan mungkin dipindahkan kelain kesatuan, maka peradjurit itu akan meneruskan kabar angin itu. Ia tidak merasa salah atau bertanggung djawab atas tersiarnja kabar itu, karena ia mendengarnja dari si Anu dan si Anu. Akan tetapi<noinclude> {{rh|||28}}</noinclude> oh1f9b1jzygbltus76l8oq6o66c2p7m Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/440 104 103926 295824 292992 2026-05-14T16:47:52Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295824 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude>angin itu disebabkan oleh perasaan-perasaan jang meliputi tiap-tiap orang, baik jang berupa rasa takut, maupun jang bersifat rasa gembira, rasa susah, kebimbangan, pengharapan dsb. Berhubung kabar angin itu dapat tersiar dengan tjepat terutama dikalangan orang-orang jang berkepentingan, maka dengan mendengarkan desas-desus dilingkungan anak buahnja, seorang komandan dalam garis besarnja dapat mengetahui pengharapan-pengharapan dan perasaan-perasaan jang terkandung didalam hati mereka. Dengan demikian ia dapat mengetahui pula meningkat dan menurunnja moril anggauta kesatuannja. Untuk ini perlulah ia menemukan djawaban atas tiga buah pertanjaan berikut ini: Pertama: kabar angin itu tersiar dikalangan manakah? Hal ini perlu diselidiki dengan seksama, karena pentafsiran berita itu tergantung dari golongan orang jang menjiarkan. Kedua: kabar-kabar angin itu mengenai apa? Disinilah komandan itu dapat menemukan petundjuk-petundjuk tentang apa jang sedang dipikirkan, jang ditakuti atau diharapkan oleh banjak dari anak buahnja. Ketiga: kabar angin menjatakan perasaan-perasaan apa? Apakah berita-berita itu menggambarkan kelesuan dan perasaan putus asa, ataukah rasa kegembiraan? Apakah kabar-kabar itu menampakkan adanja pertengkaran atau kemarahan terhadap sesuatu hal? Demikianlah setjara singkat hal-hal jang telah saja uraikan pada bagian lain. Kadang-kadang kabar angin itu ditjeriterakan demikian rupa hingga seolah-olah merupakan suatu kenjataan, akan tetapi atjap kali orang jang mentjeriterakannja itu djustru mengatakan bahwa berita itu adalah kabar angin. Tjeritera itu misalnja demikian: „Menurut apa jang saja dengar, entah mengenai kebenarannja dst.” atau ia berkata ...... begini: „Saudara tahu, bahwa saja tidak begitu mempertjajai berita itu, akan tetapi hampir setiap orang di Djakarta mengatakan bahwa .......... dst.". Kata-kata demikian membebaskan orang jang menjiarkan kabar angin itu dari perasaan tanggung djawab atas sesungguhnja dan membebaskannja pula dari rasa menjesal atas akibat² jang mungkin timbul dari tersiarnja berita itu. Tidak itu sadja, bahkan orang itu mendapat kesempatan untuk menambah ini dan itu, sehingga dongengnja lebih enak didengar dan mendjadi lebih mudah untuk dipertjajai. Disebabkan oleh tambahan² jang ketjil inilah maka sering kali kita djumpai, bahwa suatu kabar angin dibeberapa tempat mendjadi berbeda-beda. Biasanja perbedaan ini tidak sampai mengenai pokok atau inti berita, akan tetapi terletak didalam waktu atau tempat kedjadian, atau didalam angka² jang disebut didalam kabar itu dsb. Kabar angin itu dapat mendjalar sampai djauh, dan perkembangannja adalah sesuai dengan kemauan orang untuk mempertjajainja, atau dengan rasa kepuasan jang diperoleh mereka dalam mendengarkan serta melandjutkan berita itu. Orang suka mengulangi sebuah tjeritera jang membenarkan persangkaannja, jang menjatakan kechawatirannja, jang menjebabkan ia dapat mentertawakan orang lain jang tidak disukainja. Dapatlah pada umumnja kita katakan, bahwa kabar angin itu berasal dari pendapat umum, bahwa desas-desus jang kuat, ulet dan tahan lama adalah jang sesuai dengan persangkaan atau kechawatiran seseorang dan jg dimiliki djuga oleh orang lain. Sebaliknja kabar angin itu dapat djuga membentuk pendapat umum. Suatu kabar angin jang mengejutkan akan merangsang (Bhs. Belanda: Prikkelen) dan memperkuat rasa takut atau chawatir jang mendjadi sebab kabar angin itu mendjalar kemana-mana. Maka dalam hal ini berasalah kabar angin itu dari kabar angin lain, dan timbullah rasa chawatir dari rasa chawatir jang semula telah ada. Terdjadinja hal jang sedemikian sudah pernah melihatnja. Didalam suatu rapat umum misalnja, satu orang bertepuk tangan, empat lima orang disekelilingnja ikut pula bertepuk tangan. Selandjutnja diikuti oleh sepuluh, lima puluh, seratus orang. Dan achirnja seluruh hadirin bertepuk tangan. Demikian pulalah tjara tersebarnja suatu kabar angin. Dalam waktu jang singkat sekali dapatlah dikatakan, bahwa tiap² orang telah mendengar dan mempertjakajakannja. Tidaklah selamanja suatu kabar angin itu merupakan sebuah kabar bohong, dan tidak selalu pula mengandung maksud djahat. Terutama didalam waktu perang kabar angin itu kadang² adalah satu-satunja djalan dapat tersiarnja kedjadian² tertentu. Misalnja dengan melalui orang² jang telah menjaksikan suatu peristiwa, jang untuk kepentingan militer tidak boleh diumumkan maka dapatlah tersiar kabar angin mengenai kedjadian tersebut. Sebagai tjontoh kita ambil misalnja orang² jang tinggal dipantai. Pada suatu hari mereka melihat sebuah kapal terdampar ditepi pantai karena menderita kerusakan hebat akibat serangan torpedo musuh. Sekalipun kedjadian ini guna kepentingan rahasia militer tidak boleh ditjeriterakannja kepada orang lain, akan tetapi siapakah jang dapat tinggal diam apabila telah menjaksikan peristiwa sematjam itu? Memang mereka hanja menjampaikan pengalaman mereka itu kepada sanak saudara dan sahabat² jang karib sadja dengan pesan djangan sampai diteruskan kepada orang lain. Akan tetapi kawan² mempunjai teman² jang karib djuga jg harus diberi tahukan pula adanja peristiwa ini dengan disertai pesan jang serupa. Dengan demikian meratalah kabar angin itu. Sementara itu, guna men-<noinclude> {{rh|50}}</noinclude> hxi3f1aou5rx0i9up1n3pa8etm2kf1p Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/274 104 104012 295587 293338 2026-05-14T14:09:14Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295587 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||12}}</noinclude>purnama, sebagai tempat orang jang saleh. Dibawah bumi itu laut Kamkam, dibawahnja ada bumi Azrah, kemudian laut lagi beberapa saf jang dihuni 70.000 malaikat. Dan jang paling dibawah bernama Tahta 'l Sjara. Disebutkan negeri jang masuk sorga, ialah Mekah, Medinah, Baitul Makdis dan Bukit Tursina. Negeri saudara sorga jaitu bukit Adni di Arab, bukit Kuffah, Aden dan Chusam. Sungai jang masuk sorga jaitu sungai Nil (Mesir), Djidjin di Hawariah, sungai Sikun di Hindi. Negeri jang masuk neraka jaitu Fana, Tadala, Akali dan Helaju. (50-60). Sorga itu 8 pintunja, tinggi pintunja 1000 tahun perdjalanan, luasnja 500 tahun perdjalanan. Besar sorga itu dari bumi sampai kelangit. Perhiasan sorga jaitu perak, jakut, djauhar, zamrut dan sebagainja. Besar maligai di sorga 70 X dunia. Sorga itu didjaga oleh Malaikat Ridwan. Empat buah sungai di sorga pasirnja dari pada emas, batunja perak, jakut, mutiara, zamrut, setitik airnja diminum 70 tahun rasanja tidak akan hilang dan tiada haus. Lebar sungai itu 500 tahun perdjalanan dan jang paling besar jaitu sungai Kalkansar. Adapun Burak didjadikan Allah s.w.t. daripada nur dan kepalanja daripada emas, matanja jakut, {{Illegible}} seperti kuda dan sajapnja bertjahaja-tjahaja. Nabi Muhammad beserta umatnja naik borak itu, Djibrail dikanan Nabi dan Israfil dikiri datang menghadap Allah di padang sorga. Setelah melihat nur Allah mereka masuk sorga dan disana telah menunggu bidadari-bidadari. Pohon kaju di sorga itu suasa dan tjawannja dari emas 70.000 banjaknja, satu tjawang 70.000 rumah, baunja seperti kesturi. Pohon kaju tubi itu letaknja dibawah arasj, pohonnja dari manikam, tjawannja merah. Didalam sorga itu tiada tidur dan tiada sakit, pening, tiada marah, dengki, tiada sembahjang dan puasa; duduk sadja dalam kesukaan, makan, minum dengan bidadari-bidadari. Orang jang didalam sorga itu sebesar Nabi Adam, rupanja seperti Jusuf, kelakuannja seperti Nabi Muhammad, dan mudanja seperti berumur 8 tahun, pakaiannja wastabraka, halwa dan sebagainja. (60-69). Selandjutnja ditjeriterakan mengenai neraka. Neraka itu ada tudjuh matjam jaitu neraka Djahanam, Naza, Sjukra, Saira, Djahim dan neraka Hawijah. Pandjang neraka itu 1000 tahun perdjalanan, lebarnja 500 tahun perdjalanan, pintunja dari besi. Apabila djatuh api neraka itu agak sedikit, nistjaja hantjurlah dunia ini mendjadi abu. Neraka jang tudjuh itu tempat orang jang durhaka, tiada sembahjang, puasa,<noinclude></noinclude> 0emgeghco0go7ihjy6ym565lqq7iy9d Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/500 104 104013 295832 293218 2026-05-14T16:52:01Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295832 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{{center|<big><big><big>'''Gerilja Dalam Rangka Pertahanan<br>Negara Republik Indonesia.'''</big></big></big>}} {{center|Oleh: Letkol Inf. Slamet Ali Junus.}} '''Pendahuluan :''' Perang gerilja adalah suatu metode bertempur jang paling tepat bagi golongan jang lemah terhadap lawan jang lebih kuat. Peladjaran sedjarah militer dalam sepintas sedjarah lamanja menundjukkan bahwa perang gerilja sesungguhnja tidak djauh beda tuanja dengan sedjarah militer jang kita peladjari. Djatuhnja Troja adalah karena ketjerdikan Ulyssses dan bukan karena alat² bertempur. Pasukan² Romawi jang berdisiplin keras sering dikalahkan oleh „taktik pendadakan” Hamilcar dan Hannibal dengan pasukan²nja jang terdiri atas bangsa Numidia dan penduduk pegunungan Iberia jang ulet itu. Caesar pun harus menghadapi perang gerilja dari suku² Nervia, Eburona, Gallia dll. Peperangan pada zaman Pertengahan, Perang Seratus Tahun, Perang Agama, semuanja itu menundjukkan peran gerilja. Sekalipun demikian metode bertempur jang mempunjai kekhususan tersendiri itu baru mendapat perhatian dan mendjadi terkenal setelah perang gerilja Spanjol terbukti unggul dalam melawan tentara Napoleon pada tahun 1807 sampai tahun 1813. Pengalaman² selama Perang Dunia Pertama dan terutama selama dan sesudah Perang Dunia Kedua memaksakan para pemimpin militer dan pemimpin² negara pada umumnja untuk tidak mengabaikan tjara² perang gerilja, mengingat tjara peperangan itu telah berkembang sedemikian rupa hingga dapat dipergunakan oleh semua pihak, ialah baik jang lemah maupun jang kuat. '''Beberapa pokok pengertian :''' Gerilja adalah suatu kegiatan² militer jang dilakukan oleh pasukan² tidak teratur jang bertindak setjara ter-pisah² atau dalam hubungan dengan pasukan² teratur, sama pula taktiknja dengan gerakan² jang dilakukan dibelakang musuh oleh anggauta² tentara jang diselundupkan (partisan-units, infiltration-units). Operasi militer dari pasukan² gerilja biasanja dibantu dan disertai oleh operasi² politik dan ekonomi, baik setjara rahasia dari perorangan² dan kelompok² jang dipersatukan atau bertindak dalam hubungan dengan pasukan gerilja. Perkataan gerilja (querilla) berasal dari '''la guerre''' jang didapatnja dari peperangan Perantjis — Spanjol (1807 — 1813). dan berarti '''perang ketjil''' sebagai lawan dari perang besar (biasa, terbuka, klassik). Perang ketjil ini kita kenal sifat²nja sbb. : tidak dimaksudkan untuk mentjahari ketentuan (''beslissing''), tetapi untuk melemahkan musuh ; tidak perlu pasukan jang besar ; biasanja tidak dapat berdiri sendiri (kerdja-sama dengan tentara teratur) ; selalu offensif tindakan²nja (taktis offensif — strategis defensif) dan tidak merebut atau mempertahankan daerah, ketjuali untuk mendirikan dan memelihara pangkalan² persediaan dan operasi. Melemahkan musuh sebagai tudjuan gerilja tetap memberikan sasaran² jang amat luas, karena kegiatan²nja tertudju dalam lapangan politik, ekonomi, militer, moril pasukan lawan maupun moril rakjat didaerah musuh dll. Dan pelaksanaan dari kegiatan² ini mempunjai ber-matjam wudjut seperti : mendjalankan perang urat sjaraf (''psychological warfare''), pentjulikan dan perampok- an, pemogokan, segala matjam sabotages, pengadangan atau pentjegatan (ambush), penjergapan (raids) dan achirnja melakukan serangan² kuat apabila organisasi serta keadaan logistik dan kebutuhan lainnja sudah meningkat baik dan teratur. Sendjata terkuat, bahkan mendjadi sjarat mutlak bagi berlangsungnja gerilja terletak pada pelaksanaan²nja sendiri serta pada pembantunja. Gerilja dapat berkembang subur kalau dipenuhi sjarat² sbb. : ada kesatuan pandangan hidup ; berani dan sanggup menderita ; ada kepemimpinan (command & leadership) dan harus ada bantuan rakjat. Kehidupan gerilja serba kurang dan senantiasa menghadapi bahaja jang se-waktu² mengantjam djiwanja. Keadaan jang sulit serta berbahaja, terdorong pula oleh tjara² taktiknja, mengharuskan adanja pimpinan jang dapat memelihara dan mampu mempertinggi perlawanan seluruhnja hingga kepertjajaan akan kemenangan achir mendjadi suatu kejakinan sepenuhnja. Untuk ini harus ada kejakinan bahwa pandangan hidupnja adalah lebih baik daripada apa jang hendak dipaksakan musuh. Bantuan rakjat menentukan hidup-matinja gerilja ; baik bantuan setjara suka-rela maupun kalau perlu dengan paksaan lebih dulu hingga achirnja timbul pengertian jang menghasilkan bantuan spontaan dari rakjat. Mau Tze Tung menjatakan bahwa gerilja tidak mungkin terpisah dengan rakjat, jang diibaratkan sebagai ikan didalam air. '''Peranan perang gerilja pada waktu jang akan datang :''' Berhubung dengan kemadjuan²<noinclude> {{rh|42}}</noinclude> 1yvj7z06wbgriydhivzt0eg4ozfo9en Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/503 104 104018 295836 293231 2026-05-14T16:52:48Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295836 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude>Keterangan skema samping : <ol type="A"> <li> = Pemerintah Indonesia jang memimpin pertahanan</li> <li> = Tentara Tetap bersandarkan sukarela</li> <li> = Tentara berdasarkan wadjib militer</li> <li> = Rakjat terlatih.</li> </ol> Dalam soal pertahanan ini kita membenarkan satu prinsip jang pernah diletakkan oleh Mau Tze Tung jang menjatakan bahwa gerilja sangat penting dan harus merupakan bagian dari politik nasional agar mendapat dukungan jang kuat. Prinsip ini djuga mendjadi sendi pertahanan Yugoslavia dengan nama „pertahanan territoriaal” setelah dipraktekkan didalam Perang Dunia Kedua jang lalu dibawah pimpinan djenderal Dushan Kveder, dan ternjata dapat memberikan perlawanan gigih serta ulet hingga achirnja mentjapai kemenangan gemilang atas tentara pendudukan Hitler jang semula dengan operasi blietzkriegnja jang terkenal dapat melumpuhkan tentara Yugoslavia. Hantjurnja tentara oleh penjerbuan pihak lawan ini merupakan pengalaman pahit dan diharapkan tidak akan terulang lagi dengan merumuskan pertahanan territoriaal jang bersifat amat flexible. Pertahanan sebelumnja memakan waktu tertentu bagi penjusunan kekuatan baru sesudah tentara lawan berhasil menghantjurkan tentara sendiri, sedang waktu didalam peperangan mendjadi faktor penting untuk mentjapai kemenangan. '''Pelaksanaan persiapan pertahanan kita :''' Setelah kemerdekaan negara kita mendapat pengakuan dunia setjara sjah maka amanat Presiden/Panglima Tertinggi R.I. kepada seluruh bangsa kita pada permulaan tahun 1950 antara lain menegaskan bahwa tugas rakjat Indonesia sedjak waktu itu berkisar pada soal-2 : * membangun puing² akibat perang kemerdekaan jbl. * memelihara persatuan bangsa * mendjaga keamanan dalam negeri * menjelamatkan negara kita dari taufan internasional. Kalau kita renungkan sedjenak amanat tersebut, kita akan sampai kepada kesimpulan bahwa soal² itu termasuk tugas kita mempersiapkan pertahanan negara jang kini sudah mempunjai bentuk tertentu berdasarkan Undang-Undang. Pertahanan total memang diakui sebagai sifat pertahanan modern jang tidak dapat dihindari pada dewasa ini namun guna mentjapai puntjak kekuatannja meminta sjarat pelaksanaan² berentjana dan baik disegala lapangan. Karena jang harus kita siapkan sesungguhnja bukanlah tentara, melainkan seluruh bangsa seperti pernah dinjatakan oleh Wilson sbb. : "It is not an army we must shape and train for war it is a nation ; the whole nation must be a team in which every man shall play the part for which he is best fitted." Untuk ini dibutuhkan pimpinan pimpinan djudjur dan tjakap jang ditjintai rakjat dalam arti tjetusan penghargaan dan mendjadi pusat kepertjajaannja. Pimpinan sebagai negarawan jang memiliki "staatsmanschap", anggota-anggota pemerintah, pimpinan ketentaraan dan alat negara bersendjata lainnja, pimpinan jang dapat memadjukan perekonomian dan kesedjahteraan rakjat pada umumnja, jah pimpinan disegala lapangan jang tjakap menghimpun potensi nasional. Suatu tudjuan tinggi dan mulja, tetapi tidak mudah pelaksanaannja seperti apa jang telah kita alami sampai sekarang. Dalam melaksanakan persiapan pertahanan negara kita amat banjak mengalami rintangan² baik dari luar maupun jang timbul dari dalam sendiri. Rintangan dari luar chusus dari pihak Belanda jang tetap diliputi chajaluja untuk mengembalikan dan melandjutkan politik imperialisme, termasuk pula usaha² raksasa² dunia jang saling bertentangan dengan mendjalankan perang dingin jang makin menghebat. Pemberontak² APRA dibawah pimpinan Westerling, Andi Azis, Soumokil dengan RMS-nja menggambarkan perwudjudan impian kosong Belanda setjara kekerasan sendjata; tidak terhitung pelbagai kekatjauan di lapangan lain²nja. Tetapi daja-upaja Belanda ini dapat kita patahkan sekalipun belum lagi sampai kepada akar²nja. Dari dalam kita djuga tidak sedikit mengalami pemberontakan-pemberontakan dan peristiwa² jang tidak ringan. Pemberontakan Darul Islam Kartosuwirjo jang mendjalar ke Sulawesi Selatan dan Atjeh, Bataljon 426 di Djawa-Tengah, gerombolan Ibnu Hadjar di Kalimantan, peristiwa 17 Oktober dan 27 Djuni dari kalangan Angkatan Darat jang beberapa waktu dapat dipadamkan, tetapi pada waktu achir² ini meletus lagi peristiwa Sumatra Barat dan Sulawesi Utara berkenaan dengan memuntjaknja pertentangan-pertentangan partai politik jang sekian lama berlangsung di negara kita. Dengan pengalaman² ini djelas kiranja bahwa persiapan perta- {| style="width:100%; border-collapse: collapse;" | colspan="2" style="border: 2px solid black; padding: 10px;" | <big>'''EVEREADY'''</big><br/> {{gap}}{{gap}}trade-mark<br/> {{center|FLASHLIGHTS, BATTERIES, BULBS}}<br/> {{right|Nasional Carbon Co (Java) Ltd. Djakarta.}} |- |} </div><noinclude> {{rh|45}}</noinclude> diq5qndra48rrhdf9gxeyxcglddha02 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/275 104 104049 295586 293371 2026-05-14T14:08:57Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295586 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||13}}</noinclude>bajar zakat dan orang jang suka berbuat zina, minum arak, tuak, orang munafik, zalim, makan riba, dengki, orang kafir jang menjembah berhala, api, orang Jahudi dan Nasrani. Neraka Hawijah itu didalamnja ular, kala. Besar ular itu seperti gadjah. Malaikat Zabaniah memasukkan orang durhaka itu kedalam neraka, ada jang digantung melintang, diikat lehernja dengan rantai, ada jang menangis menjesali nasibnja. Mereka dimarahi oleh Malaikat Zabaniah karena tiada menurut firman Allah dalam Quran dan Hadith. Setelah badan mereka hantjur dihidupkan pula kembali, dituang tembaga jang hantjur pada mulutnja, ada jang diberi minum darah dan nanah jang amat busuk, sehingga hantjur mulutnja dan perutnja putus. Ada jang perutnja seperti bukit berisi ular dan kala berbunji seperti guruh. Berlain-lain siksa jang ditanggungkan manusia, semuanja itu menurut kadar dosanja Orang jang munafik itu neraka jang ketudjuh tempatnja, dimatikan seribu kali, kemudian dihidupkan pula dalam neraka. Orang munafik itu lahirnja Islam, batinnja kafir, kerdjanja berbuat zina, berdusta, makan jang haram, minum arak, tuak, bersumpah palsu dan sebagainja, sama dengan perbuatan iblis, maka tempatnja pun sama dengan iblis dalam neraka. Setelah mereka bertemu dengan Iblis dineraka itu, disesalinja perbuatan iblis jang telah menjesatkannja itu. Apabila manusia didunia melihat siksa neraka itu nistjaja hantjurlah hatinja. Iblis kemudian mendjawab keluhan orang munafik mengapa dulu mau sadja mengikutinja dan tiada mau mengikuti adjaran-adjaran dalam Quran dan hadith dan petundjuk-petundjuk orang alim, sjech dan imam, tiada pertjaja pada hari kiamat, siksa neraka dan nikmat sorga dan sudah diterangkan pula bahwa iblis itu membawa orang kedjalan jang salah, mengapa selalu menurutkan hawa nafsu. Pada waktu itu jang berguru lupa kepada gurunja sebab pendapatnja tiada berguna lagi. (70-83).<br>Selandjutnja atas pertanjaan Abdullah ditjeriterakan turunnja Dadjal. Dadjal itu turun pada negeri Adjam; djika ia berdjalan ditengah laut tiada basah mata kakinja. Segala orang kafir, orang menjembah berhala, Jahudi dan Nasrani dan segala orang durhaka jang menjembah api, pohon kaju sudjud menjembah Dadjal itu. Maka ia berdjalan dengan membawa dua buah bukit, sebuah sebelah kanannja dan sebuah lagi sebelah {{hws|kiri|kirinja}}<noinclude></noinclude> 37x274wf710ox8rurz6lg0dwui21d1y Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/276 104 104051 295584 293409 2026-05-14T14:08:36Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295584 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||14}}</noinclude>{{hwe|nja|kirinja}}. Bukit sebelah kanannja berisi segala matjam kenikmatan, segala perhiasan jang indah-indah, makanan, minuman, pakaian, bidadari-bidadari bernjanji dan menari, dan bukit sebelah kirinja berisi segala matjam siksa neraka, ular, kala, api bernjala-njala. Siapa jang pertjaja dan bertuhan kepadanja dimasukkannja dalam sorganja itu dan siapa jang tiada mau mempertjajainja dimasukkannja kedalam nerakanja itu. Israfil meniup sangkakala sebagai tanda hari kiamat. Tanda hari kiamat dikatakan oleh Rasulullah, diantaranja jaitu keluarnja Dadjal, banjak orang alim tiada berbuat amal, banjak perempuan tiada menaruh malu, banjak orang jang durhaka, suka minum arak dan tuak, banjak anak-anak jang lebih pandai dari orang tua, dan sebagainja. Matahari dan bulan mendjadi hitam, gelap; bintang berhamburan, bukit bertaburan, langit digulung, bumi dibalik, nerakapun datang. Adapun titian Siratal-Mustakim itu ditjeriterakan 3000 tahun perdjalanan djauhnja, halus dari pada rambut, tadjam daripada pedang. Disebelah titian itu padang Mahsjar dan timbangan. Disebelah timbangan itu sorga dan dibawah sorga itu neraka. Berhimpunlah manusia di Padang Mahsjar itu. Pada waktu itu Dadjal mengadjak manusia Djin dan Sjetan jang merupakan dirinja seperti ibu bapanja, maka senanglah hati mereka itu. Sedang umat jang saleh tiada mau mengikut, mereka berkumpul di negeri Mekah, Medinah, Baitul Makdis dan Bukit Tursina serta berdoa. Kemudian Nabi Isa datang dari langit jang keempat. Maka gemetarlah Dadjal melihatnja, lalu ia lari. Akan tetapi bumi segera menangkap kakinja lalu dipukul oleh Nabi Isa hingga keluar otaknja lalu mati. Kemudian berturut-turut keluarlah Imam Mahdi mendjadi radja sekalian Islam. Setelah itu keluar Jadjudj dan Madjudj meminum semua air, memakan semua buah-buahan sehingga habis semuanja. Banjaknja sepenuh dunia, semua negeri ditaklukannja ketjuali 4 negeri jang tersebut diatas. Kemudian ia memanah kelangit, lalu diambil oleh Malaikat panahnja itu dan dilumurinja dengan darah, maka senanglah hatinja karena ia mengira telah membunuh machluk di langit. Berkat doa orang dinegeri Mekah, Medinah, Baitul Makdis dan Bukit Tursina itu turunlah hudjan api membinasakan Jadjudj dan Madjudj itu. Kemudian keluar pula Dabbatu 'lardhi membawa tongkat Nabi Musa, lalu ditaklukkannja pula seluruh negeri ketjuali empat negeri itu. Tuhan memerintahkan Israfil meniup sangkakala maka matilah semua orang, begitu<noinclude></noinclude> fldcyvolncqddyxoegb3kcakg96bu7h Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/278 104 104054 295581 293428 2026-05-14T14:08:09Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295581 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||16}}</noinclude>itu mengakui Allah s.w.t. Esa tiada sekutu bagi-nja, tiada beranak dan tiada diperanakkan dan tiada berupa dan Muhammad itu pesuruh Allah, lalu didjundjungnja telapak kaki Rasulullah dan ditjiumnja serta mengutjapkan sjahadat dan mengaku memeluk agama Islam sampai hari kiamat. Akhirnja Nabi Muhammad mendjamu Abdullah Ibn Salam beserta dengan 700 pendeta Jahudi itu dan sama-sama mengutjapkan alhamdulillah. Setelah itu mereka minta diri kembali ke benua Chaibar. Tamat. (94-105). <u>Tjatatan</u> : #Dr. Ph. S. van Ronkel, Catalogus der Maleische Handschriften in het Museum van het Bataviasche Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, <u>Verhandelingen van het Bataviasche Genootschap van Kunsten en Wetenschappen</u>, LVVI, 1909, hal. 240-243. #Ph. S. Van Ronkel, <u>Supplement-Catalogus der Maleische Universiteits-Bibliotheek</u>, Leiden, E.J. Brill, 1921, hal. 33-34. #Dr. H. H. Juynboll, <u>Catalogus van de Maleische en Sundaneesche Handschriften der Leidsche Universiteits-Bibliotheek</u>, Leiden, E.J. Brill, 1899, hal. 264-265. #G. F. Pijper, <u>Het Boek der Duizend Vragen</u>, Leiden, E.J. Brill, 1924, hal. 55-71. #R. O. Winstedt, A History of Malay Literature, <u>J.H.B.R.A.S.,</u> Vol. XVII, part III, Januari 1940, hal. 101. #<u>Ibid</u>., hal. 102. #Dr. Ph. S. Van Ronkel, <u>Catalogus, op. cit</u>., hal. 141.<noinclude></noinclude> 16dwiqlvftxnrhpplwbunn1fxq2xurh Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/41 104 104056 295494 295084 2026-05-14T13:41:10Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295494 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||35|}}</noinclude><u>PIAGAM AMBRI</u> Untuk pertama kalinja, Hadiah Sastra Tahunan jang disebut PIAGAM AMBRI telah diberikan oleh PPSS (Paguyuban Pengarang Sastra Sunda) {{illegible}} Bandung kepada tiga orang pengarang Sunda jang telah menghasilkan karja terbaik dibidang puisi dan tjerita pendek jang {{illegible}} dalam tahun 1966. Adapun pengarang-pengarang jang karjanja telah ditetapkan untuk mendapat Hadiah Sastra PIAGAM AMBRI itu adalah: <ol type=1 start=1> <li>Ajat Rohaedi, "Kebon Binatang". Dimuat dalam <u>Madjalah Sunda</u>. Th. II, No.60 (sadjak).</li> <li>Rachnat M. Sas Karana, <u>Ombak Laut Kidul</u>. Djatiwangi, TJupumanik, 1966 (kumpulan sadjaK).</li> <li>Aam Amilia, "Di Tjidjulang aja Kembang". Dimuat dalam <u>Madjalah Mangle</u>. Th. X, No 177 (tjerita pendek).</li> </ol> Selain puisi dan tjerita pendek, bentuk-bentuk sastra lainnja: novel dan roman, jang terbit dalam tahun 1965 menurut Dewan Djuri PPSS tak ada jang pantas diberi hadiah. Perlu diketahui, bahwa jang duduk dalam Dewan Djuri Hadiah Sastra PIAGAM AMBRI tersebut adalah: Ajip Rosidi, Drs. Pope Iskandar dan Rukasah S.W. Selain PIAGAM AMBRI, dikabarkan rentjana PPSS selandjutnja, dalam rangka membina dan meningkatkan mutu kesusastraan Sunda akan memberikan Hadiah Sastra limatahunan jang dlsebut PIAGAM U. HASAN MUSTAPA. MADJALAH "SASTRA" AKAN TERBIT LAGI Setelah beberapa tahun berhenti terbit (karena dilarang oleh pemerintah Sukarno) maka mulai bulan Nopember 1967 madjalah kesusastraan "Sastra" akan terbit kembali dibawah pimpinan H.B. Jassin. Penerbitnja ialah "Mitra Indonesia" Djakarta. Sebagai diketahui madjalah tersebut terbit untuk pertama kali bulan Djuli 1961 dan terhenti pada bulan Maret 1964. Dalam madjalah ini antara lain akan dimuat tjerpen, puisi, esai, sorotan. SIARAN KESUSASTRAAN MELALUI TELEVISI Mendjelang pameran pustakan dan dokumentasi bahasa dan kesusastraan jang dimulai tanggal 28 Oktober ini, Direktorat Bahasa dan Kesusastraan telah menjelenggarakan siaran melalui televisi Djakarta, tentang arti dan guna dokumentasi (chususnja kesusastraan) bersambung mulai tanggal 12 Oktober 1967 jang lalu. Siaran kedua tanggal 19 Oktober dan jang ketiga tanggal 26 Oktober. Siaran-siaran kesusastraan selandjutnja akan dilaksanakan lagi bulan Djanuari 1968. PROF. SLAMETMULJANA MEMBERI KULIAH DI DJEPANG Prof. Slametmuljana, Dekan Fakultas Sastra Universitas Indonesia Djakart telah memberikan kuliah-kuliah selama 2 minggu pada beberapa universitas di Djepang termasuk Tokyo University of Foreign Studies. Beliau diundang ke Djepang sebagai "guest lecturer" mengenai sedjarah, kebudajaan dan sastra Indonesia. Dalam kesempatan ini Prof. Slametmuljana djuga membitjarakan berbagai hal jang berhubungan dengan djurusan Djepang (Japanologi) pada Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Prof. Slametmuljana singgah di Djepang dalam perdjalanan pulang dari Amerika Serikat setelah menghadiri konperensi para orientalis di Ann Arbor. Mengenai hasil konperensi dikatakan oleh Prof. Slametmuljana bahwa salah satu resolusi jang diterima isinja menjerukan bantuan untuk memperbaiki tjandi Borobudur. Dua orang anggota delegasi Indonesia lainnja ialah H. Rosihan Anwar dan Drs. Sukmono Kepala Direktorat Purbakala Ditdjen Kebudajaan Departemen P. dan K.<noinclude></noinclude> ck6hp12bh6v4ru8xvowpg2ehbrrc0pw Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/279 104 104057 295579 293452 2026-05-14T14:07:46Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295579 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>{{c|{{sp|'''SEDJARAH SASTRA'''}}}} {{right|Oleh: René Wellek & Austin Waren}} <br /><br /> Apakah mungkin untuk menulis tentang sedjarah sastra, atau dengan perkataan lain, menulis sesuatu jang bersifat sekaligus sastra dan sedjarah? Kebanjakan sedjarah sastra - ini perlu diakui -, adalah sedjarah sosial atau sedjarah pemikiran seperti digambarkan dalam sastra, atau kesan-kesan dan pertimbangan mengenai sesuatu karya jang disusun setjara kronologis. Sekilas pandang dalam sedjarah literatur Inggeris, memperkuat pendapat ini. Thomas Warton, historikus resmi jang pertama mengenai poesi Inggeris menjebut sebagai alasan ia mempeladjari literatur kuno, ialah karena "sastra kuno itu dengan sungguh-sungguh melukiskan tjiri-tjiri djaman dan mempertahankan gambaran adat istiadat jang paling indah dan ekspresif dan "menjebarkan kepada anak tjutju lukisan jang tepat dari kehidupan." Henry Morley menamakan sastra sebagai "biografi bangsa" atau "kisah dari pikiran bangsa Inggeris." Leslie Stephen memandang sastra sebagai "suatu fungsi chas dari seluruh organisme masjarakat," sematjam hasil tambahan dari perobahan masjarakat. W.J. Courthope, pengarang dari satunja sedjarah poesi Inggeris jang didasarkan pada gagasan dari perkembangannja jang disalurkan, menamakan "studi English poetry sebenarnja adalah studi mengenai pertumbuhan jang tak henti2nja dari lembaga-lembaga nasional sebagai tergambar pada sastra kita" dan mentjari ke kesatuan pokok "tepat dimana historikus politik mentjarinja, jakni, dalam kehidupan suatu bangsa sebagai keseluruhan." Sementara ahli-ahli sedjarah ini dan banjak lain-lain memperlakukan sastra hanja sebagai dokumen untuk melukiskan sedjarah nasional atau sosial, ada lagi suatu kelompok mengakui sastra sebagai tidak lain dan tidak bukan adalah suatu seni, tetapi ternjata mereka malahan tidak sanggup menulis sedjarah. Mereka menjadjikan kepada kita suatu rangkaian karangan-karangan jang tak bersambung tentang pengarang pribadi, dengan mentjoba untuk mempertautkannja dengan "pengaruh-pengaruh", tetapi tidak mempunjai konsepsi dari evolusi historis jang sesungguhnja. Dalam introduksi-nja pada " A short History of Modern English Literature" (1897), Edmund Gosse mengakui, ia jakin: untuk menundjukkan "gerakan dari sastra Inggeris" untuk memberikan "rasa adanja evolusi dalam sastra Inggeris,"<noinclude>{{rh|||17}}</noinclude> hvhxsojae4p6h5w70uarlets2gcnuwe Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/543 104 104075 295525 293537 2026-05-14T13:51:20Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295525 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>Di antaranya ia bagi lagi atas : 7 vokal, berupa a, e, e, i, o, y, o. Bunyi-bunyi ini disebut berbunyi sendiri, karena mereka berbunyi sendiri Ada dua vokal panjang ( e dan o ) dan vokal pendek (e dan o). Ada 5 vokal prefiks,karena mereka berada sebagai prefiks vokal i dan y. (a, e, e, o, dan o ). Kadang-kadang y menggantikan i dalam bentuk <u>myia</u> dan <u>harpya</u>. Ada 6 diftong : ai, ay, ei, ey, oi, oy. Dan 17 huruf yang lain merupakan konsonan : b, d, g, dz, th, l, m, n, ks, p, s, r, t, ph, ch, ps, dan seterusnya. (2) <u>Part of Speech/Jenis Kata</u>. Dionysius membedakan 8 jenis kata: bendan, kerja partisipel, artikel, pronomen, preposisi, adverbium, dan konjungsi. Beberapa pengertian dari jenis kata ini dijelaskan dibawah ini. {{Hanging indent|4em|{{left|onoma - jenis kata yang berinfleksi untuk kasus, dan menyatakan orang atau barang. Ada tiga jenis kelamin, kata. Ada tiga pernyataan jumlah - singular, dualis, pluralis. Ada lima kasus : orthe, genike, dotike, aitiatike, kletike.|offset=4em}}}} {{Hanging indent|4em|{{left|rhema - jenis kata yang tidak berinfleksi dalam kasus, tetapi berinfleksi untuk menyatakan tense, persona, jumlah, aktif atau pasif.|offset=4em}}}} {{Hanging indent|4em|{{left|metoche - jenis kata yang kelak kita sebut partisipel dan bertugas mencirikan benda dan kerja.|offset=4em}}}} {{Hanging indent|4em|{{left|arthron - (artikel) ia pun berinfleksi untuk kasus dan berada di depan atau di belakang benda.|offset=4em}}}} {{Hanging indent|4em|{{left|antonymia - ( pronomen ) - jenis kata yang menggantikan benda dan menyatakan orang.|offset=4em}}}} {{Hanging indent|4em|{{left|prothesis ( preposisi ) - jenis kata yang ditempatkan di depan kata-kata baik dalam komposisi dan sintaks .|offset=4em}}}}<noinclude>{{rh|||9 Bahasa dan Kesusastraan VI (3), 1973}}</noinclude> pk045rwl9auzx6kpf1nydn9fanw7xyg Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/544 104 104076 295526 293639 2026-05-14T13:51:41Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295526 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>{{Hanging indent|4em|{{left|epirrhema ( adverbium ) - jenis kata tanpa infleksi dan ditambahkan|offset=4em}}}} {{Hanging indent|4em|{{left|syndesmoi - jenis kata yang menghubungkan percakapan dan mengisi gap-gap dalam interpretasi. Jenis kata ini dibedakan pula atas: kopulatif, disjungtif, kondisionil, kausal, final, dubitatif ( barangkali, entah ), ratiosinatif (karena itu, akibatnya), eksletif ( sungguh, benar, memang ).|offset=4em}}}} Sebagaimana dengan penggolongan jenis kata dari zaman-zaman sebelumnya, Dionysius Thrax pun menganggap kata sifat termasuk dalam kata benda, karena dalam bahasa Yunani kata sifat berinfleksi menurut kata benda atau sama dengan kata benda. Setiap kelas kata dalam uraiannya selalu diterapkan pula dalam kategori, yang disebutnya <u>parepomena</u>. Dan menurut Dionysius Thrax ada lima (5) parepomena sebagai berikut : ::#Genos{{gap|6em}}-{{gap|1em}}maskulin, feminin, netral ::#Eidos ( tipe ){{gap|3.3em}}-{{gap|1em}}primer dan derivasi (turunan) bentuk ajektif <u>gaieios</u> ( dari dunia, milik dunia ), diberikan sebagai contoh kata benda derivasi dan menunjuk kepada kata benda primer ge ( gaia ), dunia, Ataupun ia menunjukkan kepada bentuk-bentuk komparatif dan superlatif bahasa Yunani. ::#<u>Schema</u> ( bentuk ){{gap|1em}}-{{gap|1em}}dasar (simple) dan majemuk. Ia menunjukkan apakah kata benda itu berakar pada satu benda atau pada dua benda. Umpamanya <u>Memnon</u> adalah bentuk tunggal dan Philodemos bentuk majemuk ( philos + demos ): ::#<u>Arithmos</u> ( jumlah ){{gap|1em}}-{{gap|1em}}singlar, dualis, dan pluralis. ::#<u>Ptosis</u> ( kasus ){{gap|2.5em}}-{{gap|1em}}nominatif, genitif, datif, akusatif, vokatif. Baik kata benda maupun sifat bahasa Yunani disusun dalam kasus-kasus ini. Satu hal yang perlu dijelaskan di sini ialah kesalahan Varro<noinclude>{{rh|||10 Bahasa dan Kesusastraan VI (3), 1973}}</noinclude> jn53ucvh5v3w6dm98c09kj8uu0glsme Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/545 104 104095 295527 293641 2026-05-14T13:52:06Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295527 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>menterjemahkan <u>kasus aitiatike</u> ( istilah Yunani dengan bentuk bahasa Latin <u>Akusatif</u>. Dengan sebenarnya <u>arti aitia artinya hanya objek</u>. Demikian pula ia memberikan kategori kata kerja dalam : modus, bentuk aktif pasif, tipe, bentuk, jumlah, persona, "tense", dan konyugasi. Hampir sama dengan kaum Stoik ia membedakan "time" dalam "presens", "past" dan "future". Dari tiga ini, hanya "past" saja yang dinyatakan lebih dari satu "tense", kenyataannya ada empat tense : imperfek, perfek, plusperfek, dan aoristus. Hal ini dapat disusun sbb : {{left|presens{{gap|3em}}-{{gap|1.5em}}imperfek perfek{{gap|3.8em}}-{{gap|1.5em}}plusperfek aoristus{{gap|3em}}-{{gap|1.5em}}furture|offset=4em}} Deret horisontal yang pertama ( perfek dan imperfek ) dapat disamakan dengan bentuk aspek kaum Stoik komplit dan takkomplit.<br>Walaupun mereka mempergunakan istilah yang berbeda, namun sebenarnya bentuk aoristus dan future tidak dibicarakan mereka dalam bentuk aspek itu. Tata bahasa Dionysius Thrax ini kemudian dideskripsikan kembali oleh Apollonius Dyscolus pada abad kedua Masehi, tetapi kurang sistimatik.<br> <br> <u>Kesimpulan</u> Dengan pengantar dan penggambaran yang singkat dan merata diatas kita dapat menilai dan melihat sejauh mana pandangan dan karya bangsa Yunani mengenai bahasa. Kemegahan intelektuil Yunani memang terasa pengaruhnya dan kemegahan ini meliputi bidang logika, etika, politik, retorik, matematik, dan juga linguistik. Pencapaian mereka dalam bidang linguistik, khususnya teori dan deskripsi tata bahasa cukup mampu untuk menghadapi kritik dan tanggapan dalam perjalanan zaman-zaman ini.<noinclude>{{rh|||11 Bahasa dan Kesusastraan VI (3), 1973}}</noinclude> gniy4fcdp2mjj2k18uz7muaj0lpee1c Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/548 104 104098 295529 293676 2026-05-14T13:52:23Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295529 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude><u>Kata</u>.{{gap|4em}}Dalam hal kata Varro mengakui bahwa ada bentuk-bentuk yang terjadi secara analogi dan anomali dalam bahasa Latin. Jadi ada bentuk-bentuk reguler dan takreguler. Dalam hubungan ini penting pula diketahui definisi kata yang diberikan oleh Varro. Kami kutip : Verbum dico orationis vocalis partem, quae sit <u>indivisa et minima</u>, si declinationem naturelem habet. Terjemahannya kurang lebih begini: Saya sebut kata ialah bagian dalam ucapan, yang <u>tidak</u> dapat <u>dipisahkan</u> lagi dan merupakan bentuk <u>minimum</u>, jika ia mempunyai deklinasi yang biasa dipakai semua orang menurut aturan. <br><br> <u>Morfologi</u>.{{gap|2em}}Dalam bidang morfologi Varro menunjukkan originalitasnya dalam mengkelaskan kata. Ia menyusun satu sistim infleksi dari kata Latin dalam empat bagian sbb : {{left|Yang berinfleksi kasus{{gap|6.5em}}-{{gap|1.5em}}kata benda ( termasuk sifat )<br> Yang berinfleksi "tense"{{gap|6em}}-{{gap|1.5em}}kata kerja<br> Yang berinfleksi kasus dan "tense"{{gap|1.2em}}-{{gap|1.5em}}partisipel<br> Yang tidak berinfleksi{{gap|7em}}-{{gap|1.5em}}adverbium.|offset=4em}} Keempat kelas kata ini dikategorikannya kembali dalam ; yang disebut, yang membuat pernyataan, yang menghubungkan ( dalam sintaksis benda dan kerja ), dan yang mendukung ( anggota bawahan dari kata kerja, adverbium). Dalam Kategori kata kerja ia bersimpati dengan kaum Stoik. Ia menyusun satupembedaan antara "tense", "time", "aspek". Dalam menyusun 6 bentuk indikatif "tense" ia membedakan pula atas aktif-pasif. Pembedaan aspek. sbb: {|cellpadding="5" style="width: 75%;" |- | || || style="border-bottom: 1px solid black;" | time || style="border-bottom: 1px solid black;" | past || style="border-bottom: 1px solid black;" | present || style="border-bottom: 1px solid black;" | futurum |- | AKTIF || aspek || || || || |- | || takkomplit || || discebam || disco || discam |- | || komplit || || didiceram || didici || didicero |- |}<noinclude>{{rh|||14 Bahasa dan Kesusastraan VI (3), 1973}}</noinclude> 4wp7pwacq1yvn1xe3tb0txs7augo9o4 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/549 104 104101 295531 293687 2026-05-14T13:52:41Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295531 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>{|cellpadding="5" style="width: 75%;" |- | PASIF || || || || || |- | || takkomplit || || amabar || amor || amabor |- | || komplit || || amatus eram || amatus sum || amatus ero |- |} Dalam hal kita melihat bahwa Varro menempatkan bentuk perfek "tense" " bahasa Latin dalam kolom presens komplit, yang sama dengan bahasa Yunani bentuk perfek "tense". Dalam hal ini tampak Varro tidak demikian saja meniru Yunani. <u>Kasus</u>.{{gap|2em}}Dalam hal kasus sesuai dengan penggunaan dan maknanya dalam bahasa Latin ada 6 kasus, berbeda dengan bahasa Yunani yang mengenal hanya 5 kasus. Kasus yang keenam ialah <u>ablativus</u>. Jadi ada kasus: <u>nominativus</u> (bentuk primer, pokok) <u>genetivus</u> (menyatakan kepunyaan), <u>dativus</u> (yang menerima), <u>akusativus</u> (objek) <u>vokativus</u> (panggilan), dan <u>ablativus</u> (menyatakan asal, dari). <u>Deklinasi</u>.{{gap|2em}}Dalam hal deklinasi Varro telah lebih jauh daripada masa Yunani. Ia membedakan pula deklinasi dari bentuk-bentuk derivasi dan infleksi: Secara sinkronis ia membedakan pula ada dua macam deklinasi <u>deklinasi naturalis</u> (deklinasi alamiah) ialah perobahan sebuah bentuk yang terjadi dengan sendirinya dan sudah terpola. Deklinasi naturalis pada umumnya reguler dan dapat diketahui masyarakat pemakai bahasa dengan serta merta tanpa ragu-ragu. Kedua <u>deklinasi voluntaria</u>, satu perobahan bentuk dari kata-kata secara morfologis yang bersifat selektif dan manasuka. Para pembicara kadang-kadang harus sadar akan bagaimana ia harus melaksanakan deklinasi itu. Mungkin ini yang dimaksudkan dengan deklinasi ireguler. Konsep deklinasi naturalis dan voluntaria ini mempengaruhi pula cara kerja penemuan etimologi. Apakah nama <u>Roma</u> berasal dari <u>Romulus</u>, dsb.<noinclude>{{rh|||15 Bahasa dan Kesusastraan VI (3), 1973}}</noinclude> p1ieng4g9anfnx6rxs0dllmib83x7yp Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/566 104 104109 295707 293662 2026-05-14T15:37:04Z N.imaema 22481 /* Tervalidasi */ 295707 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" /></noinclude>Dan achirnja kami lakukan pendaratan itu. Sesudah mengisi kembali bahan bakar, kami berangkat sekali lagi. Tetapi sial, kami terpukul angin sakal dan tjuatja menggelora semendjak mulai pemberangkatan tadi, dan sesudah tiga djam lamanja berdjuang, kami masih sadja tetap berada diatas Spanjol. Bebb tampak berkerut tjemas, — Saja harap dapat membelokkan arah untuk pesawat ini beristirahat. Namun harapan tersebut sia² belaka. Kami dipaksa untuk mendarat di Espinho, sebuah lapangan terbang militer jang ketjil di Portugal. Dengan segera kami dikepung oleh pengawal². Darah saja djadi tersirap. Perwira jang mengepung, mendengarkan tjerita saja bahwa peristiwa ini adalah semata-mata pendaratan darurat, dan bahwa kami adalah hanja pelantjong² bangsa Inggeris dalam suatu hari libur. Perwira tersebut kemudian menatap rupa Inggeris asli dari major Pollard dan dari kedua gadis² pemikat kami dan ........ tersenjum. — Tehnisnja, tuan telah melanggar undang² kami, katanja, — tetapi tuan dapat melandjutkan perdjalanan pada pagi harinja. Saja bersjukur dan berterima kasih dengan diam² didalam hati kepada la Cierva ............ pendapatnja untuk membawa serta kedua gadis itu dan major Pollard telah menjelamatkan kami hari ini. Pada pagi berikutnja kami berangkat dalam tjuatja jang djernih menudju Casablanca. Sepandjang djalan saja merasa tjemas, karena del Merito dan saja mungkin sekali tertangkap disana sebagaimana kami telah diperingatkan ketika hendak meninggalkan Bordeaux. Tetapi pada penglihatan saja, tak ada djuga orang jang rupanja tertarik kepada kami „pelantjong²” ketika kami mendarat dan diperiksa dipelabuhan udara sampai tiba di Carlton Hotel. Koran² Casablanca penuh dengan berita² jang mengedjutkan. Don Jose Calvo Sotelo, pemimpin oposisi anti-Merah didalam parlemen Spanjol, telah dibunuh oleh polisi² negara. Peristiwa² dengan njata berlaku merusakkan rentjana² pemimpin² kami dan saja tidak begitu kaget bila tak ada orang jang mendekati saja di Carlton sebagaimana jang saja harapkan. Saja sadar, bahwa saja sekarang harus bertindak atas milik sendiri. Dan dimana kami akan mendaratkan Franco setelah membawanja dari Tenerife ? ? Saja andjurkan del Merito agar pergi ke Tangier besok pagi ; kami punja perwakilan² disana jang dapat memberikan djawaban atas pertanjaan tersebut. Malam itu baru saja insjaf bahwa saja sedang dibuntuti oleh dua orang dalam pakaian pereman. Mereka itu sangat mungkin agen² Perantjis atau Spanjol. Dan peristiwa ini membuat pikiran saja mendjadi sempurna dan memutuskan untuk mempertaruhkan se-gala²nja dari satu gerakan jang putus asa. Saja minta major Pollard dan kapten Bebb kalau mereka suka terbang dengan gadis² itu ke pulau² Canari, dan mengadakan hubungan dengan Dr. Gabarda, kemudian membawa tiap² penumpang jang disarankan olehnja dan membawanja mereka kembali ke Casablanca. Dengan tidak bimbang sedikitpun, major Pollard hanja berkata : — Tentu, dan Bebb tersenjum : — Siap sedia ! Saja tetap akan tinggal di Casablanca, agar supaja untuk memperoleh kepastian dimana kami menudju sekembalinja dari pulau² Canari. Hari selandjutnja, del Merito terbang ke Tangier sedang kawan² Inggeris menudju arah kepulauan Canari (sesudah melepaskan diri dari pengaruh² alkohol si navigasi). Sepeninggal mereka, saja digoda dengan berbagai² ketjemasan, namun bagaimanapun djuga saja punja kepertjaan besar atas itu djuruterbang tjekatan, atas perwira Inggeris jang lemah-lembut itu dan atas kedua gadis² periang jang mempesonakan tadi. Dua hari kemudjan, saja menerima sebuah kawat jang berisi tiga buah perkataan dan dikirim dari London. Bunjinja sebagai berikut : ..Ajah berangkat besok". Sampai hari ini saja belum tahu siapa gerangan jang mengirim kawat tersebut, tetapi saja tjukup mengerti makna jang sebenarnja dari bunji kawat itu jang tidak lebih artinja daripada bahwa: Djenderal Franco sedang dalam perdjalanan ke Casablanca. Pagi berikutnja saja menjelinap kebawah melalui tangga belakang hotel untuk melenjapkan bajangan saja, dan berangkat kepelabuhan udara. Ketika itu terasa olehku hari pandjang sekali dan detik² djam serasa berdetak lambat dari biasa. Sedjauh mungkin saja menghindarkan penglihatan orang dan dengan hati tak sabar saja memandang dengan teliti mengawaskan pesawat diudara seraja selalu berharap panggilan tilpon dari del Merito di Tangier. Dan seperti dilanda kegelapan, tiba² saja dihadapkan kepada persoalan baru: Dimana Franco harus di-inapkan malam nanti. Saja tak dapat mempertaruhkannja dengan membawa dia kehotel saja jang sudah dalam intjeran agen². Achirnja saja memesan menjediakan beberapa kamar pada sebuah hotel ketjil jang terletak diluar kota. Pukul 09.15, pesawat de Havilland berhasil mendarat. Dua orang laki² jang belum pernah saja lihat sebelumnja muntjul keluar dari pesawat ........ lalu menjusul Djenderal Franco jang mengenakan pakaian kerdja jang gelap dan topi jang terbenam kebawah. Major Pollard dan gadisnja dan nona Watson tidak kelihatan diatas pesawat. Kami telah bersiap meninggalkan airport ketika tiba² tilpon pimpinan pelabuhan udara berdering. Tilpon tersebut panggilan del Merito dari Tangier dan mengabarkan kepada saja bahwa sekali² tak ada kemungkinan untuk mendarat disana: empat orang agen² pemerintah Spanjol dengan masing² bersendjata tommy-gun jang diperintahkan untuk menangkap Franco sedang berdjaga² selalu dipelabuhan udara. — Tapi, djangan ketinggalan djamuan teh bersama kedua kepunjaan T., kata del Merito, dan kundjungilah disana besok! „Teh” adalah kode kami dari nama '''Tetuan''' di Maroko Spanjol.<noinclude> {{rh|32}}</noinclude> 6a7um71ll8ul2o26qu0imii1n9yi5ks Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1151 104 104149 295855 293871 2026-05-14T16:59:11Z Lutfiyatun 26681 /* Tervalidasi */ 295855 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{| style="width: 100%; border-collapse: collapse; border: none;" |- | style="width: 65%; border: 1px solid black; padding: 10px; vertical-align: top;" | {{c|{{blackletter|{{xxx-larger|'''Adpis Grodeo...'''}}}}}} | style="width: 5%; border: none;" | | rowspan="2" style="width: 30%; border: 1px solid black; padding: 10px; vertical-align: top;" | {{c|{{larger|'''P.T. Persatuan Dagang Pharmasi'''}} <br> {{xx-larger|{{sp|'''NURANI'''}}}} <br> ('''D/H VAN GORKOM''')}} {{Custom rule|fy1|40}} '''Mengimpor/Berdagang :'''<br> ''Obat<sup>2</sup>an dan bahan Pharmasi<br>Alat<sup>2</sup> Kedokteran-umum dan Gigi<br>Alat<sup>2</sup> Optik<br>Alat<sup>2</sup> dan keperluan Laboratorium<br>Perabot rumah<sup>2</sup> Sakit dan Kamar periksa, dll'' [[Berkas:Double Vertical Line in Linux Biolinum Regular - U+2016.svg|30px|nirbing|pus]] '''Membuat/Menghasilkan :'''<br> ''Segala matjam Obat<sup>2</sup>an jang tidak asing lagi bagi:<br>Rumah<sup>2</sup> Obat-Rumah<sup>2</sup> Sakit - Djawatan Kesehatan - dll.'' [[Berkas:Double Vertical Line in Linux Biolinum Regular - U+2016.svg|30px|nirbing|pus]] '''Kantor pusat :'''<br> '''DJAKARTA : Djalan Budi Utomo No. 1 - Tilpon Gambir 4070 (3 Saluran) Kotakpos No. 2010''' |- | style="border: 1px solid black; padding: 10px; vertical-align: top;" | {{C|{{sp|'''OBAT-OBATAN'''}}}} #AIR ASAM (hangat<sup>2</sup>) dengan GULA KELAPA dan ditambah sedikit AIR KUNIR djika diminum akan sangat berguna bagi Nona/Njonja apabila sedang haid (menstruasi) merasa sakit dan keluarnja darah hanja sedikit. #TEMULAWAK jang direbus dan ditambah dengan tumbar mungsi, ini bisa menghilangkan bau keringat busuk. Minumlah hangat<sup>2</sup> tiap sore. #MENTJRET bagi anak ketjil dapat disembuhkan dengan djalan : tumbuk dan peraslah airnja Djantung-pisang bagian jang paling dalam (jang sudah mulai berwarna putih ketika dikupas), kemudian diberi adas-pulawaras dan sedikit garam, lantas diminumkan. #BATUK bagi anak ketjil dapat disembuhkan dengan djalan : rebuslah bunga dan pentil (putik) blimbing-wuluh dan diberi gula batu sedikit, diminumkan hangat<sup>2</sup>. #PANU penjakit kulit jang memalukan, dapat disembuhkan tanpa salycil spiritus, tetapi hanja digosok setiap pagi dengan laos jang telah diparut. ::{{xx-larger|★★★}} ::Kepada para pembatja sekalian jang mempunjai minat, untuk turut mengisi rubrik "Adpis Prodeo" ini, Redaksi menjediakan imbalan uang kopi sekedarnja atau berlangganan MAD gratis selama 1 (satu) tahun. Kami persilahkan mentjoba! {{right|'''Red.'''}} |}<noinclude></noinclude> r3qks1gdl5pehqgyjmerng7mynbfaen Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/355 104 104160 295537 293791 2026-05-14T13:55:21Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295537 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>{{rh|PEMBERONTAKAN GESTAPU/PKI}} {{rh|DALAM TJERPEN-TJERPEN INDONESIA}} {{rh|Satyagraha Hoerip}} <div style="float: right; width: 260px; border: 2px solid #000000; background-color: transparent; color: #000000; padding: 12px; margin: 0 0 10px 15px; font-size: 90%;"> {{u|Pengantar redaksi}}: Tulisan ini merupakan pokok-pokok pikiran dari diskusi yang telah berlangsung di Taman Ismail Marzuki Jakarta, pada tanggal 17 Januari 1972. Untuk meneliti lebih lanjut, disertakan daftar cerpen yang dibicarakan; juga sebuah tanggapan dari Anton J. Yake. </div> {{clear}} Dari 12 tjerpen Indonesia jang pernah dimuatkan dalam madjalah-madjalah Horison dan Sastra, jang isinja menjangkut soal Gestapu/PKI, maka kematian agaknja merupakan faktor jang tidak bisa dielakkan. Bunuh-diri kita temukan dalam 2 tjerita jaitu "Malam Kelabu"-nja Martin Aleida -sungguhpun protagonis jang bunuh-diri ini sama sekali tidak ada hubungan apa-apa dengan organisasi PKI ataupun ormas-ormasnja dan "Domba Kain"-nja Kipandjikusmin, dimana protagonisnja djuga bukan orang jang terlibat PKI melainkan hanja anak seorang pentolan PKI. Mati karena sesuatu hal, kita temukan dalam tjerpen-tjerpen "Perempuan dan Anak-anaknja" punja Gerson Poyk, "Maka sempurnalah penderitaan saja dimuka bumi" oleh Zulidahlan dan "Bintang Mant punja Kipandjikusain. Dibunuh atau bahkan disuruh membunuh, dalam tjerpen-tjerpen "Pada titik kulminasi"-nja Satyagrana Hoerip, "Perang dan Kemanusiaan" punja Usamah, "Musim Gugur kembali di Connecticut karya Umar Kayam, dan "Antjaman" punja H.G. Ugati serta "Maut" tjiptaan Mohammad Sjoekoer. Dan apabila protagonia dalam "Bawuk"-nja Umar Kayam masih {{hws|dibu|dibukakan}}<noinclude>{{rh|||41}}</noinclude> 142sm9tbewgl476inq53v6606wylje9 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/475 104 104161 295521 293792 2026-05-14T13:50:24Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295521 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh|57}}</noinclude>{{rule|20em}} {{c|ISTILAH-ISTILAH}} {{rule|20em}} <u>PENDIDIKAN</u> {| style="width:75%;" |- | adequate stimulus || , || (pe)rangsang selaras |- | affect || , || renjana hebat |- | afferent || , || pusaran |- | afferent nerve || , || saraf indria |- | afterimage || , || bayangan ikutan |- | ageusis || , || mati lidah |- | agoraphobia || , || gamang-ruang |- | agraphia || , || hilang-dayatulis |- | akinesis || , || hilang-dayagerak |- | alalia || , || hilang-dayabicara |- | algophobia || , || gamang-nyeri, algofobia |- | alienation || , || keasingan, penyelewengan |- | alpha test || , || tes alfa |- | alpha wave || , || gelombang alfa |- | ambivalence || , || dwinilai, dwiarah |- | chronaxie || , || waktuluap, kronaksi |- | circular reaction || , || reaksi berulang |- | collective imagination || , || dayabayang kolektif |- | délire du toucher || , || hasrat sentuh |- | demand character || , || sifat tuntutan |- | demophobia || , || gamang-khalayak, demofobia |- | detraction || , || susut minat |- | &nbsp; || || |- | colspan="3" | <u>AGAMA (Kristen)</u> |- | angelus || , || sembahyang-malaekat |- | anno Domini || , || tahun Masehi |}<noinclude></noinclude> ryij22cz1q0whcx88zy4ybme2ssd32x Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/961 104 104163 295618 293794 2026-05-14T14:17:35Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 295618 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{c|<big><big><big><big>'''KASAD. MENINDJAU DAERAH OPERASI<br>DI SUMATERA BARAT'''</big></big></big></big>}} Kepada Tentara dan alat² Negara beserta Rakjat seluruhnja di Sumatra Barat. '''M E R D E K A !''' Tanggal 17 April mendjadi hari jang berdarah bagi Sumatra Barat chususnja dan bagi Tanah Air Indonesia umumnja. Tanggal 17 April adalah hari pendaratan APRI di Padang jang mengachiri harapan petualang² PRRI dengan para simpatisannja didalam dan diluar Negeri. Tanggal 17 adalah hari jang menutup masa pertengkaran/pertikaian jang meluap² dan tanggal 17 April adalah hari permulaan kembalinja persatuan dan kesatuan 17 Agustus 1945. Sebelum tanggal 17 April telah bertjabol dalam tubuh Bangsa dan Negara Indonesia kuman² perpetjahan. Pemimpin² jang saling sikut merebut kedudukan. Partai jang saling bertikaian sebagai alat pemimpin². Pertikaian² dan pertarungan² jang memetjah belah sampai kepada alat² Negara dan sampai kepada batang tubuh bangsa. Pertikaian² dan pertarungan² jang disuburkan oleh sistim demokrasi liberal jang berdasarkan individualisme dan jang memperkosa dasar kekeluargaan, jaitu kepribadian bangsa Indonesia. Setelah tokoh² gagal dalam pertarungan² sikut²an dan coup-coupan di Pusat maka mereka membawa pertarungan kedaerah². Dan untuk itu tokoh² membakar pertentangan antara Daerah dan Pusat. Mereka menuduh Birokrasi dan Korupsi di Pusat. Memang ada Birokrasi dan korupsi di Pusat dan itu harus diberantas. Birokrasi dan korupsi jang berakar kepada ketidak djudjuran dan ketidak-ahlian jang berakar pada perpolitikan kepegawaian dan perekonomian. Akan tetapi birokrasi dan korupsi selama itu sama djuga adanja di-daerah². Tidak usah kita ambil tjontoh² jang djauh, dikota Padang sendiri tjukup tjontohnja. {{Missing image}} <small>''Dalam kundjungannja kedaerah Sumatera Barat, KASAD Letnan Djenderal A.H. Nasution berserta rombongan telah mendapat sambutan jang hangat sekali dari Masjarakat. Seperti dapat dilihat dalam gambar, sedang gadis² menjambut dengan pakaian adat daerah.''</small> {{Missing image}} <small>''Tampak dalam gambar KASAD Letnan Djenderal A.H. Nasution, Kmd. Operasi 17 Agustus, Let. Kol. S. Jani, dan Gubernur Sumatera Barat, Kaharuddin Dt. Rangkayo Basa, ditengah-tengah para penjambut ketika beliau baru sadja tiba.''</small><noinclude>{{rh|||7}}</noinclude> mhekdkgijbx2p05uw23quqgphpoxvyh 295620 295618 2026-05-14T14:17:47Z Link PB 26772 295620 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{c|<big><big><big><big>'''KASAD. MENINDJAU DAERAH OPERASI<br>DI SUMATERA BARAT'''</big></big></big></big>}} Kepada Tentara dan alat² Negara beserta Rakjat seluruhnja di Sumatra Barat. '''M E R D E K A !''' Tanggal 17 April mendjadi hari jang berdarah bagi Sumatra Barat chususnja dan bagi Tanah Air Indonesia umumnja. Tanggal 17 April adalah hari pendaratan APRI di Padang jang mengachiri harapan petualang² PRRI dengan para simpatisannja didalam dan diluar Negeri. Tanggal 17 adalah hari jang menutup masa pertengkaran/pertikaian jang meluap² dan tanggal 17 April adalah hari permulaan kembalinja persatuan dan kesatuan 17 Agustus 1945. Sebelum tanggal 17 April telah bertjabol dalam tubuh Bangsa dan Negara Indonesia kuman² perpetjahan. Pemimpin² jang saling sikut merebut kedudukan. Partai jang saling bertikaian sebagai alat pemimpin². Pertikaian² dan pertarungan² jang memetjah belah sampai kepada alat² Negara dan sampai kepada batang tubuh bangsa. Pertikaian² dan pertarungan² jang disuburkan oleh sistim demokrasi liberal jang berdasarkan individualisme dan jang memperkosa dasar kekeluargaan, jaitu kepribadian bangsa Indonesia. Setelah tokoh² gagal dalam pertarungan² sikut²an dan coup-coupan di Pusat maka mereka membawa pertarungan kedaerah². Dan untuk itu tokoh² membakar pertentangan antara Daerah dan Pusat. Mereka menuduh Birokrasi dan Korupsi di Pusat. Memang ada Birokrasi dan korupsi di Pusat dan itu harus diberantas. Birokrasi dan korupsi jang berakar kepada ketidak djudjuran dan ketidak-ahlian jang berakar pada perpolitikan kepegawaian dan perekonomian. Akan tetapi birokrasi dan korupsi selama itu sama djuga adanja di-daerah². Tidak usah kita ambil tjontoh² jang djauh, dikota Padang sendiri tjukup tjontohnja. {{Missing image}} <small>''Dalam kundjungannja kedaerah Sumatera Barat, KASAD Letnan Djenderal A.H. Nasution berserta rombongan telah mendapat sambutan jang hangat sekali dari Masjarakat. Seperti dapat dilihat dalam gambar, sedang gadis² menjambut dengan pakaian adat daerah.''</small> {{Missing image}} <small>''Tampak dalam gambar KASAD Letnan Djenderal A.H. Nasution, Kmd. Operasi 17 Agustus, Let. Kol. S. Jani, dan Gubernur Sumatera Barat, Kaharuddin Dt. Rangkayo Basa, ditengah-tengah para penjambut ketika beliau baru sadja tiba.''</small><noinclude>{{rh|||7}}</noinclude> c8ojxj3yxrbobrja8dlpqpx0332djgo Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/476 104 104164 295523 293801 2026-05-14T13:50:41Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295523 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh|58}}</noinclude>{| style="width:75%;" |- | annuarie || , || anuari, buku tahunan |- | apologetiek || , || ilmu pembelaan |- | apostaat || , || murtad |- | apostasie || , || kemurtadan |- | apostel || , || rasul, sahabat Nabi |- | apostolaat || , || 1 kerasulan; 2 badan kerasulan, apostolat |- | apostolisch delegaat || , || utusan rasuli, utusan apostolik |- | approbatie || , || pengesahan, aprobasi |- | (d) Ark des verbonds || , || Peti Perjanjian |- | asperges me || , || percikan air suci |- | basiliek || , || 1 ibu gereja; 2 basilik |- | benedictie || , || berkat |- | bene merenti || , || tanda jasa baik (Sri Paus), bene merenti |- | Bergrede || , || Khotbah bukit |- | bisschepsconsecratie || , || pentahbisan uskup |- | cathedra || , || singgasana (uskup), katedra |- | celibaat || , || kewadatan, selibat |- | ciborie velum || , || selubung sibori |- | clericus || , || rohaniwan |- | clerus || , || rohaniwanan |- | Deo gratias || , || syukur kepada Tuhan |- | Deo Optimo Maximo || , || untuk Tuhan Mahatinggi |- | &nbsp; || || |- | colspan="3" | <u>KESENIAN (BARAT)</u> |- | ranz des vaches ''[''Per'']'' || , || lagu gembala |- | rauschend ''[''Jer'']'' || , || mendesau |- | Rauschpfeife ''[''Jer'']'' || , || pipa desah |- | ravvivando il tempo ''[''It'']'' || , || memperhidup tempo |}<noinclude></noinclude> stpy8olbz6geqkg3tc1qqupbp0czsb2 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/376 104 104168 295512 293842 2026-05-14T13:47:57Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295512 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude><div style="margin-left:3em;">BAHASA INDONESIA DAN ISTILAH KEOLAHRAGAAN<sup>+</sup></div> Ajakan Panitia yang diprakarsai oleh ISORI (Ikatan Sarjana Olah Raga Indonesia) beberapa hari yang lalu untuk turut mempersoalkan dan mencari jalan kelaur dari kesulitan-kesulitan dunia olah raga kita dalam penggunaan dan pengetrapan bahasa Indonesia dalam menetapkan istilah-istilah olah raga, kami sambut dengan gembira. Rupanya Panitia Seminar ini berlomba-lomba dengan waktu, seperti kebiasaannya dalam dunia olah raga dan kami pun diajaknya cepat-cepat menyiapkan kertas kerja ini. Seminar Istilah-istilah Keolahragaan ini kami anggap sangat penting sebagai salah satu usaha untuk mengaitkan pengembangan kehidupan olah raga dan bahasa Indonesia. Meskipun dalam waktu yang sangat terbatas ini, karena permasalahan Saudara ialah dunia peristilahan khususnya istilah olah raga dunia peristilahan bahasa Indonesia, kami mencoba untuk memberi beberapa sumbangan fikiran. Mudah-mudahan sumbangan ini dapat dipakai dalam menanggulangi kesulitan-kesulitan saudara, yang juga merupakan masalah besar bagi kami, yang bergerak dalam lapangan bahasa Indonesia. Pada permulaan bulan ini, yaitu pada tanggal 2-3 Maret yang lalu, telah diadakan "Seminar Bahasa Indonesia 1972", yang mempersoalkan sejumlah masalah yang timbul dalam usaha pembinaan perkembangan bahasa Indonesia. Lebih dari 44 tahun yang lalu, yaitu pada Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928, bahasa Indonesia telah diikrarkan untuk dijadikan bahasa bangsa dan tanah air Indonesia. Sejak Indonesia merdeka, bahasa Indonesia menjadi bahasa negara, sesuai dengan U.U.D. 45, bab XV, fasal 36, yang <hr style="width:25%; margin-left:0; border:1px solid #000;" /> <sup>+</sup>Prasaran LBN dalam Seminar Istilah-istilah Olah Raga, tgl. 14 - 16 Maret 1972 di Jakarta. Disampaikan oleh Ny. S.W. Rudjiati Muljadi.<noinclude>{{rh||8}}</noinclude> rf1ew2on20xbz2oqtcnvvcmrf69gcel Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/477 104 104170 295524 293867 2026-05-14T13:50:55Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295524 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh|59}}</noinclude>{| style="width:100%;" |- | recalcitrante spiraal || , || ikal bergelung |- | recitando ''[''It'']'' || , || bernyanyi secara bercerita |- | recitativo secco ''[''It'']'' || , || resitatif seko ''[''resitatif yang hanya diiringi dengan piano'']'' |- | recitativo stromentato ''[''It'']'' || , || resitatif stromentato ''[''ucapan berlagu diiringi orkes'']'' |- | recuelli ''[''Per'']'' || , || 1 terkumpul; 2 hening |- | reedflute ''[''Ing'']'' || , || suling lidah ''[''register orgel'']'' |- | répétiteur ''[''Per'']'' || , || jurukor |- | tafereel || , || lukisan [peristiwa, adegan, keadaan] |- | Taktstrich ''[''Jer'']'' || , || garis matra |- | tampon ''[''Per'']'' || , || penabuh tambur |- | tampon double ''[''Per'']'' || , || penabuh tambur kepala dua |- | tangent || , || kukuan petik ''[''pd klaviker'']'' |- | tartando ''[''It'']'' || , || melambat ''[''berangsur-angsur'']'' |- | tasto solo ''[''It'']'' || , || nada-bas melulu |- | va diminuendo ''[''It'']'' || , || melembut |- | vago ''[''It'']'' || , || samar-samar |- | Vaudeville ''[''Per'']'' || , || Vaudeville, sandiwara jenaka |- | verroterie ''[''Per'']'' || , || verroterie ''[''semacam seni email berupa logam bertatahkan permata buata'']'' |- | verrotypie || , || potret kaca |- | versetto || , || 1 sajak pendek; 2 anak bait |- | versicolor || , || banyak warna |}<noinclude></noinclude> sg658uet05cyheb4sgatk8n4ik13dp3 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/375 104 104171 295511 293885 2026-05-14T13:47:30Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295511 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>{{u|Catatan:}} <ul style="list-style:none; padding:0; margin-left:1.2em;"> <li style="text-indent:-1.2em;">1) Guhadjir, "Dialek Jakarta", {{u|Bajalah Ilmu-Ilmu Sastra Indnesia}}, No. 1/II, 196;.</li> <li style="text-indent:-1.2em;">2) Munadi Patmadiwiria, {{u|Bilingualisme dan Pengaruhnya terhadap Bidang-bidang Kehidupan serta Sumbangannya terhadap Perbendaharaan kata bahasa Indonesia: untuk Studi Khusus mengenai bahaan-bahasa Melayu dan Sunda di Daerah Tanggerang}}, 1965 (belum diterbitkan).</li> <li style="text-indent:-1.2em;">3) Hans Kähler, {{u|Wörterverzeichnis Dcs Oklong Jakarta}}, Dietrich Reimer, Berlin, 1966.</li> <li style="text-indent:-1.2em;">4) Muhadjir, {{u|op. cit.}}, hal. 32.</li> <li style="text-indent:-1.2em;">5) Karena kesulitan mesin, beberapa tanda fonetis yang lazim dipakai dalam dunia fonetik diganti dengan tanda-tanda lain.</li> <li style="text-indent:-1.2em;">6) Hans Kähler, {{u|op.cit.}}, hal. V.</li> <li style="text-indent:-1.2em;">7) H.A Glenson, {{u|Introduction to Descriptive Linguistics}}, revised edition, Holt, Reinert and Winston, London, 1970, hal. 253.</li> <li style="text-indent:-1.2em;">8) Hans Kähler, {{u|op. cit.}}, hal. III.</li> <li style="text-indent:-1.2em;">9) Muhadjir, {{u|op. cit.}}, hal. 31.</li> <li style="text-indent:-1.2em;">10) Muhadjir, {{u|op. cit.}}, hal. 32.</li> <li style="text-indent:-1.2em;">11) Häns Kähler, {{u|ibid}}, hal. VI.</li> <li style="text-indent:-1.2em;">12) A. Teeuw, "{{u|Be}}ckbesprekingen" dalam {{u|B.K.I}}, 122, 1966, hal. 482</li> <li style="text-indent:-1.2em;">13) Hans Kähler, {{u|ibid.}}, hal. III, dan lihat juga hal. 36.</li> <li style="text-indent:-1.2em;">14) Lukman Hakim, "Yonim / h / dalam Dialek Jakarta", majalah {{u|Bahasa}} dan Kesusastraan, Lembaga Bahasa Nasional, nomor 2 tahun II, 1969, hal. 36.</li> <li style="text-indent:-1.2em;">15) Hans Kähler, {{u|op.cit.}}, hal. IV.</li> <li style="text-indent:-1.2em;">16) A. Teeuw, {{u|op. cit.}}, hal. 282</li> <li style="text-indent:-1.2em;">17) Bagi saya alasan asli tidaknya sebuah kata dalam deskripsi suatu dialek tidak perlu menjadi halangan untuk memperoleh kesimpulan.</li> </ul><noinclude>{{rh||7}}</noinclude> cohvgd330ss5u5ztb1gcz1fjmh8rmm3 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/425 104 104174 295793 293896 2026-05-14T16:27:00Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295793 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" />{{rh|7}}</noinclude>'''HIKAYAT MALIM DEMAN''' <br><br> Edwar Jamaris {{rule|15em|align=left}}<br> <br> Dalam kesusastraan lama ada salah satu jenis hasil sastra yang biasa disebut dengan istilah cerita penglipur lara. Cerita-cerita penglipur lara ini cukup banyak jumlahnya dalam sastra lama. Sebagai contoh dapat kami sebutkan di sini yaitu : Hikayat Malim Deman, Hikayat Malim Dewa, Si Umbut Muda, Hikayat Raja Muda, Hikayat Anggun Ci Tunggal, Hikayat Awang Sulung Merah Muda, Hikayat Raja Budiman, Hikayat Raja Ambon, Hikayat Raja Donan, Hikayat Terong Pipit dan sebagainya. Sesuai dengan namanya, dalam cerita penglipur lara ini biasanya yang diceritakan hal-hal yang indah-indah dengan tujuan menghibur pendengarnya. Biasanya cerita itu disampaikan dari mulut ke mulut, dihapalkan oleh tukang ceritanya atau pawang. Ciri utama dari cerita ini ialah kaya dengan fantasi, khayalan yang jauh tinggi melambung, sehingga apabila dibandingkan dengan masa sekarang nyatalah bahwa logikanya sedikit sekali. Akan tetapi cerita ini amat berharga, karena hal ini merupakan suatu gambaran umum tentang pemikiran, perasaan dan angan-angan sebagian besar penduduk zaman lampau, dan sesuatu yang tidak dapat dipelajari dari ilmu purbakala, dari sejarah-sejarah istana atau pun dari dokumen-dokumen lainnya.<sup>1)</sup> Yang dipentingkan dalam cerita ialah lukisan-lukisan istana yang megah, putra raja yang gagah dengan pakaian yang bagus, putri raja yang cantik yang tiada bandingannya pada masa itu, peperangan yang dahsyat, senjata yang keramat dan sebagainya. Semuanya itu berakhir dengan {{hws|kegem|kegembiraan}}<noinclude></noinclude> jz4i6q3nztumt0lg1u6jdjlykrc5xoi Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/447 104 104175 295790 293910 2026-05-14T16:26:19Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295790 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" />{{rh|29}}</noinclude><u>Lampiran 3</u> {{c|IKHTISAR ANALISA{{ref|p.29|*}}}} 1.{{gap|1em}}Soal ujian yang biasa dilakukan oleh pemerintah hingga dewasa ini dianggap dapat mencerminkan kurikulum yang berlaku, metodik yang dipergunakan dalam pengajaran, wawasan guru serta penyusunan soal-soal tersebut. Berdasarkan anggapan ini dipilihlah soal-soal ujian bahasa Indonesia sebagai bahan analisa dengan harapan akan dapat melihat kecenderungan tertentu dan selanjutnya memanfaatkan informasi yang diperoleh dalam rangka membina tata ujian lebih lanjut. Karena terbatasnya bahan yang tersedia, maka analisa ini baru dilakukan terhadap soal-soal ujian S.M.P. tahun-tahun 1950 (2 buah), 1951, 1952 ( 2 buah), 1953, 1955 ( 4 buah), 1958, 1959 dan 1967. 2.{{gap|1em}}Pendekatan yang dilakukan sebagai berikut: :{{Hanging indent|1em|2.1 Pertama, mengidentifikasikan seluruh pertanyaan atas satuan ::{{Hanging indent|2em|(1) pemahaman: semua pertanyaan yang bertujuan mengetahui kemampuan anak didik dalam memahami konsep-konsep atau pengertian-pengertian atau gagasan-gagasan dan kemampuan menjelaskannya; kemudian diturunkan atas bagian-bagian: (a) perbendaharaan, (b) kaidah bahasa, dan (c) sastra.}} ::{{Hanging indent|2em|(2) pemakaian: semua pertanyaan yang bertujuan untuk mengetahui ketrampilan anak didik menggunakan bahasa (bukan}} }} {{rule|15em|align=left}} {{Hanging indent|1em|{{note|p.29|*}}lihat: Effendi, S dan Farid Hadi; "Analisa Soal-soal Ujian Bahasa Indonesia SMP", <u>Bahasa dan Kesusastraan</u>, Seri Khusus No 15, Tahun 1972. Hal iii & iv}}<noinclude></noinclude> ciasj92y2717zd5yiy7rxjiotwrzb4k Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/374 104 104176 295510 293920 2026-05-14T13:47:11Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295510 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude><div style="text-align: center;"> ''['' kodok '']'' "katak"<span style="margin-left: 150px;"></span>''['' kodok '']'' "merogoh" </div end> Dalam rosensinya mengenai buku Kähler ini juga A. Teeuw meragukan pasangan-pasangan itu.<sup>16)</sup> Pertama karena {{u|dam}} adalah kata pinjaman dari kata Belanda<sup>17)</sup> kedua {{u|kaki}} adalah bentuk varian dari {{u|kakek}} dan {{u|aki'}}, ketiga tentang kata {{u|kodok}}; sekalipun mungkin pasangan terakhir itu pasangan riil, namun masalahnya menjadi semakin ruwet karena adanya fonim / 6 / bagi Hans Kähler. Buat saya, panjang pendeknya vokal dalam dialek ini adalah unsur yang alofonis. Pada vokal-vokal terbuka selalu diucapkan lebih panjang daripada vokal-vokal pada suku tertutup. Namun hal panjang-pendeknya vokal ini bisa berubah-ubah pula oleh pengaruh intonasi kalimat. Bagian ujaran yang mendapat tekanan tinggi selalu diucapkan lebih panjang dari bagian lainnya. Dapat saya lukiskan sebagai berikut: <div style="margin-left: 5em;">/ J<sup>3</sup>angan + diko<sup>4</sup>=dok+ <sup>32</sup>do{{u|ng}} / </div end> disini bagian ujaran {{u|ko}} yang mendapat nada yang tinggi, sebab itu juga lebih panjang. Tapi kalimat ini: <div style="margin-left: 5em;">/ R<sup>3</sup>odok+a<sup>4</sup>=jé<sup>2</sup> /(kénapé). </div end> yang mendapat nada tinggi bagian ujaran {{u|a}} pada {{u|aje}} Jadi buat saya perbedaan kwantitas pengucapan vokal adalah pertalian dengan unsur prosodi, yang tempatnya di tentukan oleh intonasi kalimat; jadi tidak tetap. Namun demikian tentang unsur-unsur suprasegmental ini belum pernah dilakukan penelitian yang cermat. Pendapat saya ini hanyalah bersifat sementara dan lebih baik dianggap sebagai "ramalan" sementara, menunggu penelitian yang sungguh-sungguh.<noinclude>{{rh||6}}</noinclude> t932wktbeq904s94yxlek18nofhac82 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/373 104 104177 295508 293945 2026-05-14T13:46:56Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295508 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>{{hwe|na;|karena;}} {{gap}} {{u|pertama}},Hans Kähler telah menyusun sistim fonologi dialek ini dari suatu daerah penyebaran bahasa yang luas, yang tempatnya terbagi-bagi atas varian-varian subdialek, {{gap}} {{u|kedua}}, bagi saya ''['' h '']'' adalah unsur koartikulasi yang timbul bertalian dengan unsur prosodi. Jadi bukan unsur fonemis, melainkan unsur morfologis. {{gap}} {{u|ketiga}}, karena Kähler menganggap pula bahwa kwantitet pengucapan vokal o juga unsur fonemis, maka pasangan minimal yang dipertentangkan antara ''['' bótéh '']'' dan ''[''botoh '']'', bukan lagi "minimal", karena yang kedua mengandung dua unsur yang keduanya menurut penulis itu fonemis. {{gap}} {{u|keempat}}, mungkin Kähler tidak melihat adanya pengucapan yang berbeda antara subdialek Pinggir Kota dengan subdialek Dalam Kota. Sebab itu lalu membandingkan antara varian dari subdialek. 2.2. Yang dapat disarankan dalam situasi semacam ini ialah, sebaiknya {{gap}}apabila hendak melakukan fonemisasi dari suatu bahasa yang luas dan memiliki banyak varian dialek, lebih dahulu harus melakukan penelitian fonologis yang tersendiri pada tiap daerah yang mempunyai varian dialek. Cara yang efektif dalam hal ini ialah melakukan penelitian yang cermat pada salahsatu varian dialek yang disangkakan merupakan salahsatu dialek standard. Lalu dengan hasil itu dicari unsur-unsur fonologis yang mana yang mungkin berbeda dengan "dialek standard" yang telah dengan cermat di teliti itu. Dan tulisan perbandingan seperti dimaksud oleh Hans Xähler<sup>15)</sup> dalam bukunya itu, pada pendapat saya akan lebih berhasil dengan cara menunjukkan perbedaan itu. 3. {{u|Vokal}} {{u|"panjang"}}, {{overline|{{underline|a}}}}, {{overline|{{underline|i}}}} dan {{overline|{{underline|o}}}}. {{gap}}Seperti juga sudah dinyatakan pada bagian 0., Hans Kähler selain menyebut ''['' 6 '']'' sebagai fonim dialek Jakarta, juga menganggap bahwa apa yang disebutnya vokal panjang {{overline|a}}, {{overline|i}}, {{overline|o}} juga adalah unsur yang fonemis dalam dialek ini. Sebagai dasar atas kesimpulannya itu dipakainya pasangan-pasangan berikut: <div style="text-align: {{Block center"> ''['' d{{overline|a}}m '']'' "sejenis permainan"<span style="margin-left: 100px;"></span>''[''dam '']'' "bendungan" ''['' k{{overline|a}}k{{overline|i}}'']'' "kaki"<span style="margin-left: 150px;"></span>''[''k{{overline|a}}ki' '']'' "nenek" </div end><noinclude>{{rh||5}}</noinclude> htokolaxhha5y75gh0c5suge2l195bg Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/448 104 104183 295789 293930 2026-05-14T16:26:05Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295789 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" />{{rh|30}}</noinclude>:::menjelaskan konsep-konsep, pengertian-pengertian atau gagasan-gagasan) tanpa diturunkan lebih lanjut karena kepaduan semua aspek bahasa dalam pemakaian. :{{Hanging indent|1.5em|2.2 Kedua, memerinci aspek-aspek tiap pertanyaan apabila mungkin, dan menjumlahkannya, dari masing-masing satuan pemahaman dan pemakaian.}} :{{Hanging indent|1.5em|2.3 Ketiga, menafsirkan serta menyimpulkan distribusi (aspek-aspek) pertanyaan tiap satuan pemahaman dan pemakaian;}} :{{Hanging indent|1.5em|2.4 Keempat, mengajukan beberapa saran.}} 3.{{gap|1em}}Dengan pendekatan tersebut dapatlah dibaca frekwensi pertanyaan pemahaman: :{{Hanging indent|1.5em|3.1 Perbendaharaan: 87 ; meliputi<br> kosa kata, ungkapan, peribahasa}} :{{Hanging indent|1.5em|3.2 Kaidah bahasa: 112 ; meliputi<br> pengenalan jenis kata, pengenalan jenis kalimat, analisa menurut jenis kata, analisa menurut fungsi (jabatan).}} :{{Hanging indent|1.5em|3.3 Sastra: 56 ; meliputi<br> pengenalan analisa bentuk, pengenalan angkatan, pengenalan aliran, biografi dan karya-karya sastra, analisa makna.}} 4.{{gap|1em}}Dari daftar dapat dibaca pertanyaan pemakaian: 124 ; meliputi: memakai kata atau ungkapan dalam kalimat, mencari padan kata atau ungkapan, menggunakan bentuk yang tepat dalam konteks kalimat, melengkapkan kalimat.<br> 5.{{gap|1em}}Dengan menyampingkan soal ujian Mengarang dan Menulis huruf Arab, terlihatlah kecenderungan yang cukup menarik: :{{Hanging indent|1.5em| 5.1 Pemahaman Pemakaian {{=}} 199 : 124<br>Kaidah bahasa: Pemakaian {{=}} 112 :124}} :{{Hanging indent|1.5em|5.2 Kecenderungan tersebut memberikan petunjuk bahwa metodik pengajaran bahasa Indonesia di S.M.P. lebih mementingkan}}<noinclude></noinclude> cobeyqzytljq5y7rs6dckxjx0fzxop5 Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/837 104 104193 295811 293951 2026-05-14T16:36:27Z N.imaema 22481 /* Tervalidasi */ 295811 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" /></noinclude>{{Missing image}} <small>''Djembatan Muara Mahat jang menghubungkan antara djalan besar Pakan Baru — Bukittinggi jang telah dihantjurkan oleh pembrontak PRRI, kini telah dapat dibangunkan kembali oleh pasukan Zeni Pioneer Ko Operasi Tegas. Pandjang djembatan tsb. 66 m.''</small> {{c|<big><big>'''Djembatan Bailey Gantung di Muara Mahat'''</big></big>}}<br> {{c|''Oleh: '''Kapt. Zi. Setyohadi'''}} '''Pendahuluan.''' Dalam gerakan operasi merebut kembali daerah jang dikuasai oleh kaum pemberontak PRRI di Sumatera, Angkatan Perang kita menghadapi banjak sekali djembatan² jang dihantjurkan mereka, diantaranja djembatan gantung Muara Mahat didaerah Riau Daratan. Kehantjuran djembatan Muara Mahat ini selandjutnja merupakan projek Zeni terbesar jg harus dihadapi oleh Pasukan Zeni Pionir A.D. dalam operasi Sumatera itu jang pelaksanaan pembangunannja kembali dibebankan kepada Det. Zi. Pi. Ko. Operasi Tegas. '''Keadaan djembatan lama.''' Djembatan lama adalah djembatan besi konstruksi-gantung, membentang diatas Sungai Mahat, jaitu anak-sungai Kampar, dengan pandjang bentang 66 meter dan menjambungkan djalan besar antara kota Pakanbaru dan Bukittinggi. Dalam gerakan mundur kearah Pajakumbuh pihak pemberontak berhasil menghantjurkan djembatan tersebut, kira² pada pertengahan bulan April jl., dengan memutuskan peneguh (verankering) ditepi seberang Barat dan memotong djembatan itu dibagian tengahnja. Dengan demikian maka seluruh djembatan dan sebuah portal-nja djatuh hantjur kedalam sungai, sedang satu dari empat kabel-utama putus. Mengingat pentingnja arti djembatan ini dalam hubungan operasi dan stabilisasi ekonomi, maka dipikirkan konstruksi djembatan jang dapat dibangun dengan tjepat dan memenuhi kebutuhan lalu-lintas seperti sediakala, sedang konstruksi itu dapat {{hws|dipertang|dipertanggung-djawabkan}}<noinclude> {{rh|||27}}</noinclude> 9wq8kg0sogytlb74nia4dmf3e0xbno7 Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1157 104 104197 295701 293962 2026-05-14T15:34:52Z N.imaema 22481 295701 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" /></noinclude>{{xx-large|'''tepat'''<br> '''pada'''<br> '''waktunja'''<br> '''dengan'''<br>}} <big><big>{{xx-large|'''TITUS'''}}</big></big> {{tab}} {{tab}} '''30 BATU ″ROYAL TIME″ CALENDAR AUTOMATIC WATERPROFF''' {{tab}} {{tab}} '''TITUS″Arlodji Swiss jang terkenal diseluruh dunia'''<noinclude></noinclude> 34x1kg3lskelb248pgtr4kzbeyvyhlc 295704 295701 2026-05-14T15:35:45Z N.imaema 22481 295704 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" /></noinclude>{{xx-large|'''tepat'''<br> '''pada'''<br> '''waktunja'''<br> '''dengan'''<br>}} <big><big>{{xx-large|'''TITUS'''}}</big></big> {{tab}} {{tab}} '''30 BATU ″ROYAL TIME″ CALENDAR AUTOMATIC WATERPROFF''' {{tab}} {{tab}} <big>'''TITUS″Arlodji Swiss jang terkenal diseluruh dunia'''</big><noinclude></noinclude> 0ti3afv121t5f455r2colmkmbpoql7s 295850 295704 2026-05-14T16:57:51Z Lutfiyatun 26681 /* Tervalidasi */ 295850 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{xx-large|'''tepat'''<br> '''pada'''<br> '''waktunja'''<br> '''dengan'''<br>}} <big><big>{{xx-large|'''TITUS'''}}</big></big> {{tab}} {{tab}} '''30 BATU ″ROYAL TIME″ CALENDAR AUTOMATIC WATERPROFF''' {{tab}} {{tab}} <big>'''TITUS″Arlodji Swiss jang terkenal diseluruh dunia'''</big><noinclude></noinclude> qmlix9mcn0frpjbgh5cnjjsbwf1t5dr Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1158 104 104198 295849 293966 2026-05-14T16:57:25Z Lutfiyatun 26681 /* Tervalidasi */ 295849 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{missing image}} {{missing image}} {{missing image}} {{missing image}}<noinclude></noinclude> i2m1cj7yquf75lmz26uu1numastbqzb Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/370 104 104199 295505 295196 2026-05-14T13:45:46Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295505 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>beda itu terutama terletak pada jumlah fonim vokal. Oleh sebab itu pembicaraan saya hari ini akan berpusat kepada masalah itu. 1. {{u|Vokoid ''['' ó- '']''}} Vokoid ''['' ó '']'' ini adalah vokoid yang dalam sistim yang disebut "cardinal vowels" dari Daniel Jones<sup>7)</sup> termasuk nomor 3 atau vokal depan tengah-rendah. Dalam dialek Jakarta terdapat dalam contoh seperti ini ''['' babó '']'' "ayah", ''['' tu<sup>w</sup>é '']'' ''['' meró '']'' "merah" dsb. Hans Kähler<sup>8)</sup> dan saya sendiri<sup>9)</sup> dengan contoh-contoh pasangan yang sama, bersama-sama telah membuktikan bahwa unsur itu adalah fonim dalam dialek Jakarta: ''['' bolé '']'' "bola" diucapkan berbeda dengan ''['' bolo '']'' "boleh"; ''['' gulé '']'' yang berarti "gula" lain ucapannya dengan ''['' gule '']'' "gulai". Baik Hans Kähler maupun saya sendiri sama-sama mengambil informan dari dalam kota Jakarta, darimana pasangan-pasangan yang dipakai sebagai bukti itu dituturkan dalam bahasa mereka; Tetapi Junaidi, sebagaimana ternyata dari judul tulisannya hanya mengambil informan dari suatu daerah di luar kota Jakarta. Di daerah itu tempat-tempat dalam tuturan yang biasanya ditempati oleh vokal / é / pada bahasa Melayu didalam kota, disana ditempati oleh vokal / a /. Itulah sebabnya maka Junaidi dalam diskripsinya tidak menghitung unsur ''['' é '']'' sebagai fonim. Dengan kata lain letak perbedaan kesimpulan Junaidi dan penulis lainnya adalah pada daerah penelitian yang tidak sama. 2. {{u|Vokoid ''['' o '']'' dan ''['' ó '']''}} Dialek ini mengenal dua o, yaitu vokoid belakang tengah ''['' o '']'' dan vokoid belakang tengah rendah ''['' ó '']'' atau menurut urutan "cardinal vowels" nya Daniel Jones, vokoid-vokoid nomor 7 dan 8. Yang pertama terdapat dalam contoh-contoh seperti ''['' pulo '']'' "pulau" dan ''['' boroboro '']'' "apalagi", sedang yang kedua terdapat dalam contoh ini ''['' sók '']'' "sombong" dan ''['' lóbaŋg '']'' "lubang". Dalam tulisan saya tersebut<sup>10)</sup>, telah saya simpulkan bahwa kedua vokoid itu adalah alofon dari satu fonim; Yang terdapat dalam semua posisi akhir: ''['' pulo '']'', ''['' baso '']'', sedang yang kedua menempati semua posisi<noinclude>{{rh||2}}</noinclude> lw57xzpwesqhozp668fhlt95rzrjm42 Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1159 104 104201 295847 293996 2026-05-14T16:57:10Z Lutfiyatun 26681 /* Tervalidasi */ 295847 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{raw image|Madjalah Angkatan Darat.djvu/1159}}<noinclude>{{rh|||49}}</noinclude> c13mydr186gngcec4662f4btv0fnzvq Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1160 104 104205 295846 293995 2026-05-14T16:57:01Z Lutfiyatun 26681 /* Tervalidasi */ 295846 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{raw image|Madjalah Angkatan Darat.djvu/1160}}<noinclude></noinclude> 48y8hfh74rrtctbf0strws2i45nyghi Halaman:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga.pdf/11 104 104222 295486 294282 2026-05-14T13:37:34Z Riiiv 22458 /* Telah diuji baca */ line break 295486 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" /></noinclude><BIG>{{C|'''PUBLISHER’S REMARK'''}}</BIG> Efforts to inventory one's thoughts in the form of a book is a serious effort that needs to be developed because one's thoughts cannot be inherited automatically. One of the efforts to inherit ideas that are effective and have a broad reach is through books. Based on the foregoing thoughts, the publisher, Widya Sari Press, tries to collect ideas that are worthy of being inventoried in the form of books. Widya Sari Press (Member of ISBN National Library), accepts contributions from readers to be processed into books. Hopefully, this simple effort can be useful for the development of science, technology, and art for human welfare. {{right|Salatiga, January 2023}} {{right|'''Widya Sari Press'''}}<noinclude>{{rh||x}}</noinclude> hph8uvoxz0wv4xrilgbbbguypcgbwgw 295686 295486 2026-05-14T15:22:29Z N.imaema 22481 /* Tervalidasi */ 295686 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" /></noinclude><BIG>{{C|'''PUBLISHER’S REMARK'''}}</BIG> Efforts to inventory one's thoughts in the form of a book is a serious effort that needs to be developed because one's thoughts cannot be inherited automatically. One of the efforts to inherit ideas that are effective and have a broad reach is through books. Based on the foregoing thoughts, the publisher, Widya Sari Press, tries to collect ideas that are worthy of being inventoried in the form of books. Widya Sari Press (Member of ISBN National Library), accepts contributions from readers to be processed into books. Hopefully, this simple effort can be useful for the development of science, technology, and art for human welfare. {{right|Salatiga, January 2023}} {{right|'''Widya Sari Press'''}}<noinclude>{{rh||x}}</noinclude> eh77plpghuxyyc5r0v61vlv0m7sa6wf Halaman:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga.pdf/22 104 104229 295492 294106 2026-05-14T13:40:34Z Riiiv 22458 295492 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>Kyai Nyenyet dan Nyai Nyenyet selalu menekankan kepada masyarakat perlunya mengarang atau memiliki cita-cita yang tinggi jika disertai usaha yang sungguh-sungguh dan doa yang tulus kepada Tuhan maka cita-citanya akan terwujud. Langkah konkrit Kyai Nyenyet dan Nyai Nyenyet mulai merintis berkebun bawang dan ini diikuti oleh seluruh masyarakat. Ternyata usaha perkebunan bawang ini berhasil dengan baik bahkan dapat dijual ke daerah sekitarnya, akibatnya daerah Karangbawang yang semula sepi (''nyenyet'') berubah menjadi daerah ramai, subur dan didatangi banyak orang. Lama kelamaan banyak para pendatang yang bertempat tinggal disitu, akhirnya terbentuknya perkampungan Karangbawang ini. {{Missing image}} {{c|'''''Makam Kyai dan Nyi Nyenyet di Dusun Karangbawang, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang; Johar Manik pernah datang ke tempat ini dalam rangka syiar agama Islam'''''}} Tradisi tentang Karangbawang tersebut sebenarnya hanyalah perlambang. Makna sesungguhnya dari mengarang adalah melaksanakan syiar agama kepada masyarakat. Dengan syiar agama ini masyarakat yang semula hidup dalam kegelapan atau hidup dalam kesepian (''nyenyet'') dibawa ke dalam penghayatan yang benar akan kehidupan. Istilah bawang dalam budaya Jawa diartikan sebagai laki-laki, ini mengisyaratkan bahwa laki-laki memiliki<noinclude>{{c|8}}</noinclude> 6uglj1n72xdfyel2phaxg7ataa73bdk Halaman:Cerita Rakyat Johar Manik dari Salatiga.pdf/13 104 104239 295487 294085 2026-05-14T13:38:15Z Riiiv 22458 /* Telah diuji baca */ line break 295487 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Riiiv" /></noinclude>Referring to this understanding, folklore as a product of the past needs to be explored again so that it becomes clear. If there were similar symptoms one would be able to live up to one's wish to relate each present event to its origin or genealogy. Folklore often portrays a certain era and will be a reflection of a certain era as well. Therefore, folklore as a story of the collective experience of the community seems to be able to carry a lot of wisdom and role models, in the form of traditions and noble values, from one generation to the next. From the introduction, it is clear that Johar Manik's role was very large in realizing the seeds of multicultural values in his era. This book was written based on data from (1) a literature review and (2) field data from interviews and observations and was compiled using the principles of folklore writing, including the author's imagination. With various considerations, this book was written in two languages, Indonesian and English. This work is far from perfect, for that criticism and suggestions will be gladly accepted. <div style="float: right; text-align: left; margin-right: 2em;"> Salatiga, january 2013<br /> '''Author''' </div> <div style="clear: both;"></div><noinclude>{{rh||xii}}</noinclude> rhrpa6jeul1zhm7qckc4ycgux4bak4k 295687 295487 2026-05-14T15:23:20Z N.imaema 22481 /* Tervalidasi */ 295687 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" /></noinclude>Referring to this understanding, folklore as a product of the past needs to be explored again so that it becomes clear. If there were similar symptoms one would be able to live up to one's wish to relate each present event to its origin or genealogy. Folklore often portrays a certain era and will be a reflection of a certain era as well. Therefore, folklore as a story of the collective experience of the community seems to be able to carry a lot of wisdom and role models, in the form of traditions and noble values, from one generation to the next. From the introduction, it is clear that Johar Manik's role was very large in realizing the seeds of multicultural values in his era. This book was written based on data from (1) a literature review and (2) field data from interviews and observations and was compiled using the principles of folklore writing, including the author's imagination. With various considerations, this book was written in two languages, Indonesian and English. This work is far from perfect, for that criticism and suggestions will be gladly accepted. <div style="float: right; text-align: left; margin-right: 2em;"> Salatiga, january 2013<br /> '''Author''' </div> <div style="clear: both;"></div><noinclude>{{rh||xii}}</noinclude> ifgsoogo97qfj6xg6i06929nyls4orv Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/540 104 104276 295841 294356 2026-05-14T16:54:59Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295841 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude>[[File:1Madjalah Angkatan Darat (page 540 crop).jpg|1Madjalah Angkatan Darat (page 540 crop)|pus]] {{c|''Pantserwagen pasukan APRRI memasuki kota Pariaman.''}} [[File:2Madjalah Angkatan Darat (page 540 crop).jpg|2Madjalah Angkatan Darat (page 540 crop)|pus]] {{c|''Djenazah pradjurit jang gugur, mendapat penghormatan dari para Perwira ketiga Angkatan, terutama dari Ko. Operasi ”17-Agustus”.'' }} {{c|Seluruh kesatuan jang tergabung didalam Ko. Operasi ”17 Agustus” telah memberi penghormatan jang terachir kepada rekan mereka jang telah gugur. }} [[File:Madjalah Angkatan Darat (page 540 crop).jpg|Madjalah Angkatan Darat (page 540 crop)|pus]] {{hwe|bahan|perobahan}} jang djauh dan prinsipil dalam pimpinan negara dan Angkatan Perang itu jang ditudjukan kepada seluruh bangsa Indonesia, dan selandjutnja susunan personalia kabinet dan personalia pimpinan Angkatan Darat. Selain itu telah disiapkan pula suatu sumpah djabatan jang diberinja nama „kata ichlas” jang bunjinja berbeda sama sekali dengan jang telah ditjantumkan dalam UUDS. Disamping itu terdapat pula dokumen dari apa jang dinamakan „Piagam Persetudjuan Palembang” dari bekas Letnan Kolonel Ahmad Husin, bekas Letnan Kolonel Sumual dan Letnan Kolonel Barlian jang dibuat mereka, beberapa saat sebelum dilangsungkannja Musjawarah Nasional jang isinja tentang tuntutan daerah<sup>2</sup> bergolak jang dikatakannja untuk penjelesaian nasional. '''Perobahan Pimpinan Pemerintah:''' Dalam konsep „Surat Keputusan Presiden” jang disusun oleh Zulkifli Lubis itu tentang perobahan susunan pemerintahan jang akan dipaksanja itu ditetapkan pentjabutan kembali mandat kabinet Djuhril dan dengan itu kabinet dibubarkan. Kemudian menundjuk (x — atau x dengan yn) sebagai penanggung djawab pimpinan pemerintah RI dengan antara lain membentuk/menjusun suatu kabinet kerdja. (x — atau x dengan yn) tidak disebutkan nama<sup>2</sup>nja. Dalam hubungan ini telah direntjanakan pula oleh Zulkifli Lubis, nama<sup>2</sup> jang akan mengisi personalia kabinet jang akan dibentuk dengan paksa itu. Selain itu direntjanakan pula adanja panitia konstitusi negara, suatu panitia perombak undang<sup>2</sup> kolonial serta suatu panitia politik jang terdiri dari ketua umum atau anggota<sup>2</sup> pimpinan dari ex partai<sup>2</sup> besar dan ex partai<sup>2</sup> ketjil jang mempunjai tjukup landasan untuk saling kerdja sama, dan tugas dari partai tersebut adalah memberikan nasihat<sup>2</sup> se-luas<sup>2</sup>nja chusus pada bidang politik. Perobahan dalam pimpinan Angkatan Darat menurut {{hws|kon|konsepsi}}<noinclude>{{rh|||6}}</noinclude> sremeaxm3yy3nuoyekt46772sa1a6az Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/541 104 104281 295842 294364 2026-05-14T16:55:46Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295842 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude>[[File:1Madjalah Angkatan Darat (page 541 crop).jpg|1Madjalah Angkatan Darat (page 541 crop)|pus|jmpl|{{c|Telah gugur dalam pertempuran, di Lubuk Alung Pradjurit Kader Genie DJANI pada tanggal 24/4. Djenazah dimakamkan di Taman Pahlawan Ulak-karang.}}]] {{hwe|sepsi|konsepsi}} Zulkifli Lubis itu adalah sebagai berikut : Memberhentikan Djend. Major A.H. Nasution dari djabatannja sebagai KSAD dan dari segala djabatan lainnja dalam organisasi kementerian pertahanan/staf Angkatan Darat. Djuga memberhentikan Brigadir Djenderal Gatot Subroto dari djabatannja sebagai Wakil KSAD dan segala djabatan Jainnja dalam organisasi kementerian pertahanan dan staf Angkatan Darat. Selandjutnja menurut konsepsi Zulkifli Lubis itu, akan diadakannja pula perobahan pimpinan T.T. III, baik panglimanja sendiri, jaitu Kolonel Kosasih maupun perwira<sup>2</sup> staf lainnja. Djuga akan digantikannja pula kedudukan Komandan KMKB Bandung dan Komandan KMKB Djakarta Raya. Dengan demikian Letnan Kolonel E. Dahjar akan digantikannja dengan orang lain. Begitu pula Kepala Staf-nja Major Marsudi akan diberhentikannja. Djuga Letnan Kolonel Rusli sebagai komandan CPM seluruh Indonesia akan digantikannja pula. Selandjutnja Zulkifli Lubis telah merentjanakan pula adanja sebuah intelegen sentral dan direktur djenderal kabinet pemerintah pusat. Zulkifli Lubis merentjanakan pula surat keputusan presiden untuk menetapkan KMKB Djakarta Raya mendjadi suatu territorium tersendiri dan menempatkannja taktis langsung dibawah KSAD. Komandan territorium jang baru ini direntjanakan Letnan Kolonel Nasuhi [[File:2Madjalah Angkatan Darat (page 541 crop).jpg|2Madjalah Angkatan Darat (page 541 crop)|pus|jmpl|{{c|Gbr. Tengah : Let. Kol. DARMOSOEGONDO sebagai Komandan Territorial daerah-daerah jang telah dibebaskan sedang memeriksa sendjata<sup>2</sup> jang dapat kita sita.}}]] [[File:3Madjalah Angkatan Darat (page 541 crop).jpg|3Madjalah Angkatan Darat (page 541 crop)|pus|jmpl|{{c|Gbr. Bawah : Berpeti-peti munitie jang ditinggalkan oleh pasukan ACHMAD HUSIN dalam sebuah sekolah di Alahan Pandjang dapat disita oleh AP kita. }}]]<noinclude></noinclude> 7160jphv448znxsk1r38peq3p4we3ua Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/542 104 104282 295843 294387 2026-05-14T16:56:16Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295843 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude>[[File:1Madjalah Angkatan Darat (page 542 crop).jpg|1Madjalah Angkatan Darat (page 542 crop)|pus|jmpl|{{c|Lobang peluru pada jeep landrover jang dipakai SJAFRUDIN & kontjo-kontjonja untuk melarikan diri}}]] dengan Kepala Staf-nja Major Bahari Effendi. '''Rentjana Amanat Presiden:''' Perobahan jang akan dilaksanakan oleh Z. Lubis dalam pimpinan pemerintahan dan Angkatan Darat itu, digandengi pula dengan suatu amanat presiden jg. akan dipaksakan pula kepada presiden Sukarno untuk menjampaikannja kepada seluruh rakjat. Z. Lubis dalam rentjana amanat presiden itu mengakui bahwa tindakan pengatjara² jang pasti itu ada pihak jang menjetudjui dan jang tidak setudju. Kepada pihak jang menjokong diandjurkan bertawakkal kepada Ilahi, djadilah penegak<sup>2</sup> amal jang memungkinkan tertjiptanja kerukunan hidup kemasjarakatan, berdjauh diri dari tutur kata dan langkah dan tindak sehari<sup>2</sup> jang dapat menimbulkan salah paham, pertentangan<sup>2</sup> serta kehangatan suasana. Pihak jang anti jang dapat membuat matjam<sup>2</sup> ragam bentuk keadaan berupa penebaran bisikan<sup>2</sup> fitnah/tuduhan<sup>2</sup>, sabotase<sup>2</sup>, persiapan<sup>2</sup> perlawanan dengan kekerasan, diandjurkan oleh Z. Lubis melalui paksaan kepada presiden — supaja tidak bermarah hati bermuram muka — (menurut istilah Z. Lubis tidaklah hendaknja bermarah hati, bermuram muka, melainkan bersuka hati menerima pesan saja) jang kiranja tidak asing lagi bagi saudara<sup>2</sup>, untuk berdingin pikiran, menilai sebaik<sup>2</sup>nja akibat dari tiap perbuatan jang negatif jang biasanja massa rendahan mendjadi korban karenanja, apakah ia merupakan tani, ataukah buruh, bawahan/bentara ataupun perwira pertama dari angkatan bersendjata. Z. Lubis selandjutnja, bahwa tidaklah sikap dari pemerintah (jang direntjanakannja) untuk menganggap pihak jang anti sebagai lawan jang harus diperangi, diantjam, ditakut<sup>2</sup>i atau diketepikan. Mudah<sup>2</sup>an katanja petundjuk Ilahi mendjauhkan kita dari kelakuan tindakan jang sedemikian. Kita jang membawa budi baik dan tanggung djawab, mempunjai tjukup sjarat<sup>2</sup> untuk bersama menegakkan sendi<sup>2</sup> masjarakat Indonesia jang adil dan makmur. Tidaklah hendaknja kata<sup>2</sup> ini merupakan kata<sup>2</sup> palsu ataupun kata2 jang mentjari popularitet kosong, melainkan suatu tjita jang menuntut amal njata. Demikian antara lain rentjana amanat presiden tersebut. '''Piagam Persetudjuan Palembang :''' Z. Lubis dalam kegiatan<sup>2</sup>nja telah mengadakan pula serangkaian pertemuan di Palembang dengan wakil<sup>2</sup> dari apa jang dinamakan daerah bergolak, masing<sup>2</sup> Ahmad Husin dengan kawan<sup>2</sup>nja, Ventje Sumual dengan kawan<sup>2</sup>nja dan Letnan Kolonel Barlian dengan kawan<sup>2</sup>nja sebelum dan sesudah Musjawarah Nasional di Djakarta. [[File:Madjalah Angkatan Darat (page 542 crop).jpg|Madjalah Angkatan Darat (page 542 crop)|pus|jmpl|{{c|Majoor NOERMATIAS menemui Kol. JANI dirumah bekas Let. Kol. ACHMAD HUSIN.}}]]<noinclude>{{rh|8}}</noinclude> ewsyllh9mhi4sb4xr3f46gogp8gy36h Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/543 104 104287 295845 294401 2026-05-14T16:56:37Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295845 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude>Pertemuan jang dilakukan sebelum Munas adalah untuk menentukan sikapnja jg akan dibawa kedalam musjawarah. Pertemuan tersebut menghasilkan suatu piagam jang dinamakan „Piagam Persetudjuan Palembang” jang antara lain menentukan pokok<sup>2</sup> tudjuan dalam Munas tersebut sebagai berikut : Menuntut pulihnja segera dwitunggal dalam rangka pimpinan negara, dan djika tidak mungkin harus diambil djalan jang tegas, jaitu Sukarno harus exit sebagai presiden dan diganti sementara oleh suatu presidium jang terdiri dari tiga orang atau lebih. Djuga menuntut segera menggantikan pimpinan Angkatan Darat jang ada sekarang. Djuga pembentukan senat dan peremadjaan dan penjederhanaan diseluruh lapangan dan tingkatan serta melarang komunisme jang pada dasarnja berpusat internasional. '''Pemerintah Pusat Jang Lain :''' Usaha Z. Lubis dan kawan<sup>2</sup>nja membentuk suatu pemerintah pusat jang lain diluar pulau Djawa telah direntjanakan lebih sebulan sesudah Munas, karena mereka menganggap hasil dan putusan dari Munas tidak ada jang dapat didjadikan djaminan untuk mendjadi pegangan, apalagi djaminan realisasinja, serta tertjapainja tuntutan<sup>2</sup> mereka jang telah ditetapkan dalam „Piagam Persetudjuan Palembang”. [[File:1Madjalah Angkatan Darat (page 543 crop).jpg|1Madjalah Angkatan Darat (page 543 crop)|pus|jmpl|{{c|Majoor NOERMATIAS (tengah) dihadapannja Komisaris Besar KAHARUDIN sedang mengadakan perundingan dengan Kol. JANI & Staf guna mengatur siasat selandjutnja. }}]] [[File:2Madjalah Angkatan Darat (page 543 crop).jpg|2Madjalah Angkatan Darat (page 543 crop)|pus|jmpl|{{c|Gbr. Tengah : Majoor NOERMATIJAS sedang mendjelaskan situasi Sumatra Barat kepada Kol. JANI bersama stafnja guna mengatur tindakan selandjutnja. }}]] [[File:3Madjalah Angkatan Darat (page 543 crop).jpg|3Madjalah Angkatan Darat (page 543 crop)|pus|jmpl|{{c|Gbr. Bawah : Komisaris Besar KAHARUDIN dan Mobile Brigade jang tetap setia kepada Pemerintah Pusat.}}]]<noinclude></noinclude> 4mg35ah6hx88ggpqkrav5ie90u7sfm3 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/95 104 104298 295771 294448 2026-05-14T16:15:32Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ memperbaiki kesalahan tulis dan format penomoran 295771 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" />{{rh||9}}</noinclude>Untuk memerikan (mendiskripsikan) suatu fona dapat dipergunakan salahsatu dari ketiga tjara diatas. Misalnja: ''['' ň '']'' pada kata <u>njala</u> dapat diperikan sebagai fona <u>depanlidah (frontal)</u> atau langit-langit <u>keras</u> (<u>palatal</u>) atau <u>depanlidah-langit-langit keras (front-palatal)</u>. Pemerian jang disebut terachir tentulah lebih lengkap; fona ''['' x '']'' pada kata <u>cha</u>-lik dapat diperikan sebagai fona <u>dorsal</u> atau <u>velar</u> atau <u>dorso-velar</u>. <div style="padding-left: 3.5em; text-indent: -3.5em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-bottom: 0.5em;"> 3. Pada umumnja fona bahasa dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar: (1) <u>vokoid</u>, dan (2) <u>kontoid</u> atau non-vokoid.<sup>5)</sup> Kemudian kedua kelompok besar ini dapat pula disubklasifikasikan lebih terperintji. </div> <div style="padding-left: 3.5em; text-indent: -3.5em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-bottom: 0.5em;"> 3.1. <u>Vokoid</u> ialah fona, umumnja bersuara, terdjadi djika arus udara dari paru-paru langsung dan kontinu melalui farings kerongga mulut melewati ladjur tengah lidah tanpa hambatan atau penjempitan jang menjebabkan terdjadinja sematjam geseran atau friksi. </div> <div style="padding-left: 3.5em; text-indent: 0em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-bottom: 0.5em;"> Utjapkanlah misalnja fona-fona ''['' i, a, u '']'', maka arus udara kontinu keluar melalui mulut tanpa mendapat hambatan. Jang menjebabkannja bermatjam-matjam vokoid terutama posisi lidah dan sikap bibir jang mengubah ruang resonator rongga mulut. Untuk pengutjapan fona ''['' i '']'', depanlidah menaik, kedua bibir ditarik kebelakang menjamping; untuk ''['' a '']'', depanlidah merendah, kedua bibir agak tebuka tak-bulat; untuk ''['' u '']'', belakang lidah menaik, kedua bibir menondjol bulat. Tapi dalam beberapa bahasa ketika diutjapkan vokoid ''['' i, a, u '']'' velik terbuka demikian rupa sehingga arus udara bukan sadja keluar mulut tapi djuga masuk kerongga hidung dan terdjadilah sengauan (nasalisasi) ketiga vokoid tersebut. </div> <div style="padding-left: 3.5em; text-indent: 0em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-bottom: 0.5em;"> Djika dirumuskan kembali, tjiri-tjiri utama vokoid ialah:<br /> (a) terdjadi karena mekanisme arus udara paru-paru (pulmonik);<br /> (b) arus udara keluar melalui mulut dan/atau hidung (egresif);<br /> (c) sebagai fona mulut (oral) atau fona sengauan;<br /> (d) arus udara keluar kontinu tanpa penjempitan atau hambatan;<br /> (e) umumnja sebagai fona bersuara,<br /> (f) terdjadi karena menaik-merendahnja depan atau belakang lidah. </div> <div style="padding-left: 3.5em; text-indent: -3.5em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-bottom: 0.5em;"> 3.1.1. Vokoid bisa diklasifikasikan berdasarkan: </div> <div style="padding-left: 3.5em; text-indent: -3.5em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-bottom: 0.5em;"> (a) tinggi-rendah lidah; akan dihasilkan: </div> <div style="padding-left: 5.5em; text-indent: -2em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> (1) vokoid tinggi, terdjadi dengan gerak lidah menaik pada posisi tertinggi; misalnja: ''['' i, u '']'' pada kata <u>diam</u>, <u>gaul</u>; </div><noinclude></noinclude> 19vyuu72fxhk6a5p2nne0nzgjeumm1d Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/137 104 104305 295643 294521 2026-05-14T14:26:34Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295643 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||9}}</noinclude> bin Abulkodir Munsyi, seperti {{u|Hikayat Abdullah}}, {{u|Kisah Pelayaran Abdullah ke Kelantan}}. Selain dari itu diusahakannya pula untuk menterjemahkan Pantjatantra dari bahasa Tamil dengan nama {{u|Panjatanderan}}. Karangan-karangan Abdullah tidak lagi menceriterakan penghidupkan dan peristiwa sekitar istana dan raja. Bahasanya sederhana, dan karangan-karangannya merupakan sumbangan besar bagi masa peralihan sastra lama ke masa modern. Catatan: <ol> Di luar jenis-jenis kesusastraan Indonesia Lama yang telah tersebut di atas, kita kenal juga naskah-naskah lama yang berisikan hukum dan undang-undang, ilmu pengetahuan umum, mau pun agama dan buku-buku mengenai ketatanegaraan. Menilik isinya yang bermacam-macam, yaitu mengenai peraturan atau undang-undang, yang disebut Kanun; buku-buku mengenai takbir mimpi, obat-obatan seperti {{u|Kitab Tib}} umpamanya, buku-buku mengenai syariat dan tarikat dalam agama Islam, dan buku-buku seperti {{u|Bustanussalatin}} dan {{u|Tajussalatin}}, maka naskah-naskah lama ini sukarlah dapat dimasukkan dalam jenis-jenis dongeng, hikayat, maupun cerita sejarah. Tetapi bagaimana juga, semuanya ini di samping prasasti-prasasti, merupakan bahan yang tak dapat kita hilangkan begitu saja bagi penyelidikan kebudayaan dan kesusastraan Indonesia lama. </ol><noinclude></noinclude> 7ko1cm9wui0ztl504p2dwmypgnnm5pd Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/132 104 104307 295648 294505 2026-05-14T14:29:26Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295648 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||4}}</noinclude>Zaman ini juga ditandai akan adanya dongeng-dongeng, yang bermacam-macam isinya. Dongeng yang juga dinamakan cerita rkayat adalah ceritarekaan masyarakat lama yang diambil dari sebagian atau seluruh kehidupan dunia manusia binatang, ataupun tumbuh-tumbuhan, untuk memberi pelajaran dan pendidikan. Cerita-cerita rakyat mengenai Pak Pandir, Pak Belalang, termasuk dalam katagori ini. Seperti juga <u>Cerita Kancil</u> yang mengandung unsur-unsur pendidikan yang dalam, disajikan dengan kelucuan-kelucuan, merupakan cerita yang hidup dalam masyarakat. Cerita-cerita yang bertalian dengan kepercayaan lama (<u>mite</u>), yang mencoba menerangkan kejadian-kejadian alam, seperti gerhana bulan dan lain-lain, dapat kita golongkan dalam dongeng. Seperti juga <u>legenda</u>, yang merupakan cerita-cerita yang mencoba menerangkan asal mula terjadinya kota, danau, gunung, yang dalam cerita lama sedikit banyak dijalin dengan fakta-fakta sejarah menurut ukuran lama. <u>Peribahasa</u> yang sampai sekarang kita kenal dianggap juga sudah dikenal oleh masyarakat lama. Peribahasa ini menggambarkan corak masyarakat dalam bidang adat, kondisi sosial, watak, pendidikan, tatahukum dan kepercayaan. Peribahasa juga terhitung puisi. Keindahan peribahasa terletak pada kiasan-kiasan, perumpamaan-perumpamaan yang tepat. Kiasan yang dipakai dalam peribahasa itu disamping tepat juga tetap dan mengingatkan kita kepada suatu arti tertentu. Beberapa contoh daripadanya ialah : <br>a. Sehari selembar benang, lama-lama menjadi sehelai kain. <br>b. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Curahan hati yang lain, yang menggambarkan rasa sedih dan kasih, rasa kesusilaan masyarakat lama, tergambar dalam <u>pantun</u>, yang sampai sekarang masih kita kenal.<br> Umpamanya :{{gap|10em}}Beras pulut dijadikan tapai,<br> {{gap|16.1em}}Ambil peti, letak di tanah;<br> {{gap|16.1em}}Daripada hidup bercermin bangkai,<br> {{gap|16.1em}}Lebih baik mati berkalang tanah. Pantun adalah semacam puisi lama yang terhitung puisi liris. Jumlah larik dalam setiap bait empat yang mempunyai rimaakhir a b a b. Larik ketiga dan keempat mengandung <u>isi</u> yang sebenarnya. Larik pertama dan kedua hanya merupakan pengantar, yang dinamakan sampiran.<noinclude></noinclude> r4aiony9shrgf0jocjdm6or76vdiqrp Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/336 104 104312 295690 294494 2026-05-14T15:26:30Z Sarieffe 26994 /* Tervalidasi */ 295690 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 336 crop).jpg|400px|kanan|jmpl|''Pengendara jang berhati-hati selalu mengharap sesuatu jang tak terduga. Ia selalu menganggap pengendara? lain sebagai pengantuk, setengah buta dan gila.'']] hanja menggoreskan luka dipundak Siman. Peleton itu tidak perlu mengusung majat peradjurit jang gugur. Semua selamat. „Baji kita menang!”, udjar Kopral Kate. „Tiga mampus bajar hutang”. Baji itu masih terus djuga menangis. Tapi anggota peleton girang sekali, anak itu mereka perebutkan berganti, mereka ambung²-kan dan tjiumi. „Ketawa dong, pembunuh² ibumu sudah kau hukum sekarang”, udjar Kate lagi dan mengeluskan djambangnja jang hitam lebat itu pada pipi anak itu. „Sudah, anak itu bisa lemas kalian bikin”, diperingatkan Komandan dengan ketawa lebar. Petangnja mereka sampai dan bergabung kembali dengan induk pasukan. Anak itu sementara belum pulang kepangkalan, mereka serahkan pada pemeliharaan isteri Tjamat desa S. Dan pada malamnja anggota² Peleton jang dikurniai baji itu mengambil putusan bersama, mendjadikan si anak anak angkat Peleton mereka. Pemeliharaan diserahkan kelak kepada isteri Sersan Gading atas tanggung djawab bersama. „Kalau kita tidak gugur semua, kita semua akan mendjadi wali seorang anak laki² jang baik, jang berbapa sepeleton peradjurit {{...||19}}” udjar Komandan. „Mudah-mudahan”, sambut jg lain. Lalu semua meraba dompet, keluar uang beli susu untuk {{...|12}} {{rule|width=4em}} {| style="margin: 0 auto; border:1px solid black; width:80%; padding:10px" |{{Xx-larger|<u>PERUSAHAAN :</u>}} |- |{{X-larger|― KELAMBU LAPANGAN}}</li> |- |{{Larger|SLINGER WEEFSEL MARQUISETTE (KLAMBU STRIMIN)}} |- |{{X-larger|― KLAMBU TIDAK BISA MENJALA}} |- |{{Larger|FLAMRIJ}} |- |{{X-larger|― KAIN MATJAN LORENG}}</li> |- |{{Larger|CLAMOUFLAGE PAKKEN}} |- |{{X-larger|― LENTJANA² ATAS KAIN}} |- |<center>{{Xxx-larger| '''»COLORES«'''}}</center> |- |<center> PEDJOMPONGAN 4 PAAL MERAH</center> |- |<center> Telf: Paal Merah 21</center> |- |<center> DJAKARTA </center> |- |<center> {{Larger|TURUT MENJAMBUT ULANG TAHUN KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA JG KE XII 17 AGUSTUS 1945 ― 17 AGUSTUS 1957}} </center> |}<noinclude>{{RH|58}}</noinclude> bot4x0yhui15vdbp9gjjdwn82xdhecg Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/133 104 104319 295649 294517 2026-05-14T14:29:41Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295649 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||5}}</noinclude>Misalnya :{{gap|10.4em}}Berlayar ke pulau Bekal,<br> {{gap|15em}}Membawa seraut dua tiga;<br> {{gap|15em}}Kalau kail panjang sejengkal,<br> {{gap|15em}}Jangan laut hendak diduga. Pantun yang lebih dari empat lariknya dinamakan <u>talibun</u>. Jumlah larik selalu genap, 6 - 16. Contoh :{{gap|11em}}Kalau anak pergi ke lepau,<br> {{gap|14.8em}}Hiu beli, belanak beli,<br> {{gap|14.8em}}Ikan panjang beli dahulu;<br> {{gap|14.8em}}Kalau anak pergi merantau,<br> {{gap|14.8em}}Ibu cari sanak pun cari,<br> {{gap|14.8em}}Induk semang cari dahulu. <u>Pantun kilat</u> adalah pantun istimewa. Larik pantun kilat ini biasanya setengah larik pantun. Umpamanja :{{gap|8.5em}}Dari Cikini<br> {{gap|14.4em}}Ke Gondangdia,<br> {{gap|14.4em}}Badan begini<br> {{gap|14.4em}}Karena si dia. Sejalan dengan berkembangnya harta kesusastraan kita secara lisan, bangsa kita mulai mengenal tulisan. Bahan-bahan tertulis yang tertua yang memuat tulisan dalam bahasa Indonesia lama ialah prasasti-prasasti, yang juga dinamakan batu-batu bertulis dari abad ke VII yang terdapat di Kedukan Bukit, Talang Tuo, Kota kapur dan Karang Berahi. Dari penemuan-penemuan itu dapat kita ketahui tingkat kebudayaan masyarakat pada masa itu. Yang dapat dicatat pula dalam Masa Permulaan ini ialah adanya penemuan sebuah batu nisan di Minye Tujoh, yang berasal dari tahun 1381, dan yang memuat suatu tulisan yang bagi kita merupakan contoh <u>syair</u> yang tertua. Syair termasuk puisi berkisah. Rimaakhir dalam syair memegang peranan yang sangat penting. Contoh :{{gap|11em}}Dengarkan tuan suatu peri,<br> {{gap|14.8em}}kisahnya raja di sebuah negeri,<br> {{gap|14.8em}}bernama Sultan bijak bestari,<br> {{gap|14.8em}}arif bercampur dengan jauhari.<noinclude></noinclude> 8rzlo5girh7m84zjpiopf3sbqvdgq1q Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/344 104 104322 295819 294538 2026-05-14T16:43:51Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295819 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{{c|<big>'''Gara<sup>2</sup> Tjiuman, Inggeris terhindar dari Serangan V-2 Djerman.'''</big>}} [[File:Madjalah Angkatan Darat (page 344 crop).jpg|Madjalah Angkatan Darat (page 344 crop)|pus|jmpl|{{c|Constance Babington Schmidt. Ia achli dalam teknik kamera dan fasih berbahasa Perantjis.}}]] Bahwa dalam Perang Duniake II, Djerman termasuk salahsatu negara penjerang jang ditakuti serta dikagumi dan dunia mengakui sedjarahnja. Tetapi, sebuah tjiuman jang mesra dari Babington Schmidt bisa menghantjurkan fabrik kapal terbang jang termahal, bukan pula mendjadi rahasia. Tertjatat bahwa pada tahun 1944 ke 45 itu, Inggeris sangat menderita akibat serangan dari udara pihak Djerman jang mempergunakan pesawat apa jang dinamakan V-2. Dengan setjara mati-matian Inggeris mempertahankan diri dan masih beruntung dapat menghantjurkan 2300 buah V-2 dari sebanjak sebanjak 8000 buah jang menggelapi langit daratan Inggeris. Untuk menghindarkan suatu malapetaka jang lebih besar Inggeris berusaha mentjari rahasia pesawat V-2 ini atau se-tidak<sup>2</sup>nja dapat menghantjurkan paberiknja. Demikianlah seorang wanita bernama Constance Babington Schmidt, gadis jang lintjah dan genit bersedia untuk menjelidiki rahasia kekuatan Djerman itu. Schmidt adalah opsir muda dari kesatuan RAF jg bertugas mempeladjari hasil<sup>2</sup> foto dari pengintai udara. Berkat ketelitiannja mempeladjari foto-foto daratan Djerman jang diambil RAF dari udara, diketahuilah fabrik V-2 itu, terletak di Poonamunde. Setelah gambar ini diperbesar lalu dikirim pada para spionage Inggeris untuk mentjari djalan penghantjuran fabrik itu. Keputusan diambil. Ternjata jang terpilih untuk menjelidiki paberik ini ialah Constance Babington Schmidt sendiri. Karena selain dia ahli dalam teknik camera, djuga kebetulan fasih berbahasa Perantjis. Schmidt berangkat kedaerah musuh dengan tekad, demi untuk negara dan bangsa. Didaerah musuh langkah pertama jang dilakukan Schmidt ialah mentjari kenalan dengan ahli mesin Perantjis jang makan gadji dipaberik V-2 itu. Tetapi dengan ini sadja, belum tjukup terbuka djalan baginja untuk mentjapai maksud jang pokok. Entah setjara kebetulan, pada suatu hari Schmidt berdjasa pada seorang pemuda jang ketjopetan uang dikantongnja disuatu restoran. Djasanja jang sedikit ini menelurkan perkenalan jg akrab, sehingga antara dia dengan Mont (nama pemuda itu) lahirlah perasaan<sup>2</sup> jang bisa dimengerti sendiri. Suatu hal jang sangat menguntungkan lagi bagi Schmidt ialah, bahwa belakangan ternjata bahwa ajah Du Mont adalah termasuk orang penting di paberik V-2. Untuk mengorek rahasia paberik ini, tidaklah ajal lagi bagi Schmidt merojalkan perasaan dan pengorbanan diri pribadinja kepada Du Mont. Schmidt mengaku begitu tjinta pada Du Mont, dengan maksud agar Schmidt dengan perantaraan ajahnja Du Mont dapat dibawa ke paberik itu. Tetapi sebegitu djauh siasatnja tak berhasil. Dalam pada itu Schmidt mengirim berita ke negaranja dengan menjatakan rentjananja telah mendekati tudjuannja. Demikianlah pada suatu pagi hari, ketika Du Mont dan<noinclude>{{rh|66}}</noinclude> cbe4eqdsbcyfi1fotvx8tj4lt4y3dbq Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/134 104 104323 295651 294531 2026-05-14T14:30:02Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295651 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||6}}</noinclude>{{Block center|Negeri bernama Belantadura,<br> kerajaannya besar tidak terkira,<br> Menteri, Hulubalang, Datuk Bendahara,<br> beribu laksa rakyatnya tentera.}} {{Block center|Baginda berputra seorang perempuan,<br> dengan adinda Permai Bangsawan,<br> eloknya tidak terperikan,<br> Putri Akal dinamakan.}} {{Block right|(Dari <u>Syair Putri Akal</u>,<br> Jakarta, Lembaga Bahasa<br> dan Kesusastraan, 1965)|offset=15em}} Yang dapat dicatat pula dalam Masa Permulaan ini ialah adanya penemuan sebuah batu nisan di Minye Tujoh, yang memuat tulisan yang bagi kita merupakan contoh syair yang tertua, berasal dari tahun 1381. Masa perkembangan kesusastraan kita memperlihatkan kepada kita bahwa dalam perjalanan waktu, kesusastraan kita mendapat sumbangan ciptasastra yang bernafaskan Hindu, Islam, dan kemudian juga kita dapati karangan-karangan yang menunjukkan pengaruh Barat dalam cara pengungkapannya. Dalam menghadapi pengaruh kebudayaan yang sangat meluas dan mendalam. Semenjak abad-abad pertama perhitungan Masehi, bangsa kita menerima dan mengolahnya dalam kebudayaannya sendiri, sehingga kita dapati akhirnya suatu kebudayaan yang baru sebagai paduan kebudayaan masyarakat Indonesia lama yang mendapat sumbangan dari luar. Keadaan ini terjelma pula dalam kehidupan kesusastraan kita. Wiracarita <u>Mahabarata</u> umpamanya, diolah dan disajikan sedemikian, sehingga tidak terasa lagi keasingannya. Dalam wadah baru, Mahabarata muncul dalam ceritera-ceritera seperti umpamanya <u>Hikayat Pandawa</u>, <u>Hikayat Perang Pandawa Jaya</u>, <u>Hikayat Sang Boma</u>. Hikayat merupakan jenis ceritarekaan lama yang paling banyak, beranekaragam, dan yang pada hakekatnya merupakan kelanjutan daripada dongeng dalam bentuk yang lebih teratur dan isi yang memperlihatkan pengaruh kebudayaan Hindu dan Islam. Dalam jenis ini dapat pula dimasukkan ceritera-ceritera Panji dalam berbagai ragamnya. Juga ceritera-ceritera wayang yang mengambil tema dari wiracarita atau epos<noinclude></noinclude> sb266bpaemv27vatxmkpu0uacqlpbr1 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/135 104 104328 295653 294550 2026-05-14T14:30:17Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295653 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||7}}</noinclude>Mahabarata dan dan Ramayana, yang merupakan sumber yang kaya bagi para penulis dan ahli-ahli ceritera lama. Dalam perjalan waktu, hikayat-hikayat yang berisikan kehidupan Nabi Muhammad, Nabi-nabi serta Rasul-rasul yang lain, pahlawan-pahlawan Islam seperti Amir Hamzah, merupakan perbendaharaan ceritera yang datang dengan agama Islam di Indonesia. Wiracarita India lain yang sangat dikenal dalam masyarakat kita ialah <u>Ramayana</u>, yang dalam Kesusastraan Indonesia Lama muncul sebagai <u>Hikayat Sri Rama</u>, <u>Hikayat Maharaja Rawana</u>, <u>Serat Kanda</u>, yang wadah dan pengolahannya pun sangat berlainan dengan yang asli. Dalam pada itu jenis ceritera yang banyak terdapat pada masa ini ialah yang disebut <u>Cerita Berbingkai</u>, seperti umpamanya <u>Hikayat Bayan Budiman</u>, <u>Cerita atau Hikayat Seribu Satu Malam</u>, <u>Hikayat Bakhtiar</u>, <u>Hikayat Kalilah dan Dimnah</u>. Ceritera Berbingkai ini juga dinamakan Ceritera Bersambung. Ceriteranya panjang lebar biasanya, karena kita dapati disini satu ceritera pokok, yang berisikan ceritera-ceritera yang lain. Masing-masing ceritera ini dapat berupa ceritera tersendiri. Di Indonesia ceritera berbingkai mengalami proses saduran pula, dibumbui menurut selera yang berlaku dalam masyarakat dari masa ke-masa. Sementara itu turut pula memperkaya masa perkembangan Kesusastraan Indonesia Lama ini Cerita Panji, yang berasal dari kesusastraan Jawa, yang kita kenal umpamanya sebagai <u>Hikayat Cekel Wanengpati</u>, <u>Hikayat Panji Semirang</u>, <u>Hikayat Dalang Indrakusuma</u>, <u>Syair Ken Tambuhan</u>, <u>Syair Bidasari</u>, yang pada umumnya mengisahkan seorang rajaputra, yang harus berkenalan dahulu menghadapi berbagai cobaan hidup sebelum dapat bertemu kembali dengan kekasihnya. Dengan masuknya agama Islam ke Indonesia, kita mulai pula mengenal ceritera-ceritera yang bernafaskan Islam. Juga terhadap pengaruh luar ini, bangsa kita mengambil sikap yang sama juga seperti menghadapi kebudayaan Hindu. Khazanah kesusastraan yang bernafaskan Islam merupakan sumbangan besar bagi Kesusastraan Indonesia Lama. Ceritera-ceritera yang selama ini beredar dalam masyarakat mulai banyak dituliskan dalam naskah-naskah yang ditulis dengan tulisan Arab atau disana-sini juga dengan tulisan Latin. Ceritera-ceritera ini kebanyakan tertuang dalam ragam prosa dan puisi.<noinclude></noinclude> rew26q2xy74xinwlo7uhaokgzvv4yvf Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/307 104 104329 295576 294552 2026-05-14T14:07:30Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295576 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||45}}</noinclude>Buku ini sebelum tercetak dalam ujudnya sekarang, telah terbit lebih dahulu dalam bentuk stensilan: nomer khusus {{u|Bahasa dan Kesusastraan}}.<sup>4</sup> Ada beberapa salah cetak yang agak mengganggu. Yakni, halaman 55 baris keenam dari atas, kata "kedalamnja" seharusnya "kedalamannja". Halaman 59, kutipan puisi Sitor Situmorang, seharusnya setelah dua kata dari tiap larik ada tanda korespondensi (^). Halaman 62, alinea ketiga baris terakhir: "perbedaan antara interese dan penilaian ada perbedaan. Interesse itu." seharusnya berbunyi: "periodisitas dan korespondensi djuga mempunjai effek dari rima itu". {{rh|||Djakarta, Oktober 1971.}} {{u|Catatan:}} <poem> {{*}}Djakarta, Penerbit Kristen, ''[''1971'']'' 78 hal. <sup>1</sup>''[''Djakarta'']'' Dian Rakjat, ''[''1969'']'' 139 hal. <sup>2</sup>Hal. 55 <sup>3</sup>Idem. <sup>4</sup>Lihat: {{u|Bahasa dan Kesusastraan,}} Seri Chusus no 2, 1968. 84 hal. Diterbitkan oleh Direktorat Bahasa dan Kesusastraan, yang kini bernama: Lembaga Bahasa Nasional. </poem><noinclude></noinclude> khl3mm46v7de2i2sczbuf22wlgrgcn8 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/136 104 104330 295654 294553 2026-05-14T14:30:30Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295654 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||8}}</noinclude>Ceritera-ceritera yang bernafaskan Islam, umpamanya ceritera-ceritera mengenai Nabi-nabi seperti <u>Hikayat Nabi</u>, <u>Hikayat Nur Muhammad</u>, <u>Hikayat Nabi bercukur</u>, <u>Hikayat Yusuf</u>, <u>Hikayat Raja Jumjumah</u>. Ceritera-ceritera ini biasanya memperlihatkan kepada kita kehidupan atau sekelumit dari kehidupan Nabi-nabi, yang memperlihatkan mukjizat-mukjizat yang menunjukkan kebesaran Tuhan. Di samping ceritera-ceritera Nabi ini kita dapati pula ceritera-ceritera pahlawan Islam yang terkenal, seperti <u>Hikayat Amir Hamzah</u>, <u>Hikayat Muhammad Ali Hanafiah</u>, <u>Hikayat Iskandar Zulkarnain</u>, <u>Hikayat Raja Badar</u>. Hikayat Amir Hamzah, maupun Hikayat Muhammad Ali Hanafiah dianggap oleh orang Islam sebagai hikayat pahlawan-pahlawan mereka, yang ceriteranya selalu disejajarkan meriwayatkannya dengan Hikayat Nabi, terutama untuk menanamkan rasa kepahlawanan, sifat patriotisme dalam membela tanah air dan bangsa. Ada pula suatu jenis puisi yang kita dapati dalam masa ini, yaitu <u>Gurindam</u>, yang terkenal dalam kesusastraan kita ialah <u>Gurindam Duabelas</u>, yang ditulis oleh Raja Ali Haji, yang banyak mengandung ajaran budiperkerti dan nasihat, seperti umpamanya: {{Ppoem| Hendak mengenal orang berbangsa, lihat kepada budi dan bahasa. Apabila anak tidak dilatih, jika besar bapanya letih.}} Setelah bangsa kita berkenalan dengan masyarakat dan cara berfikir Barat, di sana-sini hal ini mulai tampak pula dalam kesusastraan kita. Dalam ceritera-ceritera sejarah seperti <u>Syair Menteng</u>, <u>Sejarah Raja-raja Riau</u> umpamanya, gambaran-gambaran peristiwa dapat kita terima sebagai gambaran yang (agak) mendekati kenyataan. Garis keturunan raja tidak lagi digariskan sebagai keturunan dewa-dewa, seperti umpamanya kita dapati dalam Hikayat Anggun Cik Tunggal, atau Sejarah Melayu. Pembubuhan tahun, hari dan tanggal peristiwa-peristiwa terjadi, kadang-kadang kita dapatkan dan orang mulai pula membubuhkan nama penulis dalam masa ini. Pada masa perkembangan terakhir, sebagai penutup Zaman Kesusastraan Indonesia Lama ada hasil-hasil kesusastraan tulisan Abdullah<noinclude></noinclude> 8qjpwankf8zcu9daezc736uqnw24e0u Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/138 104 104331 295639 294585 2026-05-14T14:23:39Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295639 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>{{c|'''BEBERAPA POKOK PIKIRAN SEBAGAI SUMBANGAN<br>UNTUK MEMECAHKAN MASALAH PEMBAGIAN JENISKATA BAHASA INDONESIA'''}} {{right|Harimurti Kridalaksana{{ref|p.10|+)}}}} {{ol|type=1|start=0 |Pengantar |Pembicaraan tentang masalah ini dalam buku-buku tatabahasa Bahasa Indonesia |Teori Aristoteles tentang jeniskata |Teori Dyonissius Thrax tentang jeniskata Bahasa Yunanikuno |Lingguistik sebagai ilmu tentang bahasa |Prinsip lingguistik dalam penyelidikan tatabahasa |Beberapa pegangan dalam meneliti jeniskata Bahasa Indonesia<br>Catatan-catatan}} {{c|'''- - - - -'''}} <br> 0. Pengantar Soal pembagian jeniskata dalam tatabahasa Bahasa Indonesia (BI) ''['' tempat yang penting. Setiap pembicaraan dan pengajaran tentang tatabahasa dianggap kurang lengkap, apabila soal ini tidak disinggung. Sekalipun demikian hampir semua buku tatabahasa - dengan sendirinya juga, guru-guru yang mengajarkan BI - membuat kesalahan-kesalahan yang sangat prinsipiil mengenai masalah ini. Menurut penulis, dalam bidang penggolongan jeniskata para ahli bahasa BI membuat dua macam kesalahan, yakni #kesalahan historis {{gap|20em}}''[''menduduki #kesalahan teknis. Karangan ini dimaksudkan, untuk menunjukkan kesalahan-kesalahan ini /bagi dan membuka jalan ''['' para penyelidik lain untuk membuat pembagian jeniskata yang lebih tepat dan menyeluruh.{{gap|20em}}''[''bagi 1. <u>Pembicaraan tentang masalah ini dalam buku-buku tatabahasa BI</u> Salah satu buku tatabahasa yang sangat berpengaruh di Indonesia adalah karangan St. Takdir Alisjahbana <u>Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia</u>. <br><br> <div style="width:15em; border-top:1px dashed black;"></div> {{Hanging indent|{{note|p.10|+)}} Dosen Sejarah Lingguistik dan Lingguistik Komparatif pada Fakultas Sastra Universitas Indonesia.}}<noinclude>{{rh|||10}}</noinclude> ih0tz4nfr06zw42utjabywv5an86sk3 295642 295639 2026-05-14T14:26:14Z Ars-arsa 26526 295642 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>{{c|'''BEBERAPA POKOK PIKIRAN SEBAGAI SUMBANGAN<BR> '''UNTUK MEMECAHKAN MASALAH PEMBAGIAN JENISKATA BAHASA INDONESIA'''}} {{right|Harimurti Kridalaksana{{ref|p.10|+)}}}} {{ol|type=1|start=0 |Pengantar |Pembicaraan tentang masalah ini dalam buku-buku tatabahasa Bahasa Indonesia |Teori Aristoteles tentang jeniskata |Teori Dyonissius Thrax tentang jeniskata Bahasa Yunanikuno |Lingguistik sebagai ilmu tentang bahasa |Prinsip lingguistik dalam penyelidikan tatabahasa |Beberapa pegangan dalam meneliti jeniskata Bahasa Indonesia<br>Catatan-catatan}} {{c|'''- - - - -'''}} <br> 0. Pengantar Soal pembagian jeniskata dalam tatabahasa Bahasa Indonesia (BI) ''['' tempat yang penting. Setiap pembicaraan dan pengajaran tentang tatabahasa dianggap kurang lengkap, apabila soal ini tidak disinggung. Sekalipun demikian hampir semua buku tatabahasa - dengan sendirinya juga, guru-guru yang mengajarkan BI - membuat kesalahan-kesalahan yang sangat prinsipiil mengenai masalah ini. Menurut penulis, dalam bidang penggolongan jeniskata para ahli bahasa BI membuat dua macam kesalahan, yakni #kesalahan historis {{gap|20em}}''[''menduduki #kesalahan teknis. Karangan ini dimaksudkan, untuk menunjukkan kesalahan-kesalahan ini /bagi dan membuka jalan ''['' para penyelidik lain untuk membuat pembagian jeniskata yang lebih tepat dan menyeluruh.{{gap|20em}}''[''bagi 1. <u>Pembicaraan tentang masalah ini dalam buku-buku tatabahasa BI</u> Salah satu buku tatabahasa yang sangat berpengaruh di Indonesia adalah karangan St. Takdir Alisjahbana <u>Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia</u>. <br><br> <div style="width:15em; border-top:1px dashed black;"></div> {{Hanging indent|{{note|p.10|+)}} Dosen Sejarah Lingguistik dan Lingguistik Komparatif pada Fakultas Sastra Universitas Indonesia.}}<noinclude>{{rh|||10}}</noinclude> 8g3fdc8q6oyrdakcd8fzsu1hwvwlnkj Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/42 104 104334 295493 294563 2026-05-14T13:41:00Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295493 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{RH||36}}</noinclude> {{RH|HASIL-HASIL KONFERENSI MODERNISASI BAHASA-BAHASA DI ASIA}} Kanperensi internasional tentang modernisasi bahasa-bahasa di Asia jang diselenggarakan di Kualalumpur tanggal 29 September sampai 1 Oktober 1967 dihadiri oleh wakil-wakil dari Djepang, Philippina, Vietnam, Indonesia, Brunei, Thailand, Malaysia, India, Singapura, Pakistan dan Hawai (A.S.). Konperensi itu telah menghasilkan perumusan-perumusan sebagai berikut: <ol style="line-height:1.7em; text-align:justify; margin-left: 2.5em; padding-left: 0;"> <li>Mengusulkan kepada UNESCO untuk membentuk suatu komite jang mengkoordinasi dan menstandardisasi istilah-istilah ilmupengetahuan jang dipergunakan oleh bahasa-bahasa nasional di Asia.</li> <li>Mengusulkan kepada pemerintah masing-masing agar bersama-sama UNESCO mendirikan suatu lembaga atau suatu 'center' jang akan merentjanakan, menjediakan dan melaksanakan tukarmenukar dibidang bahasa, kesusastraan dan kebudajaan antara negara-negara Asia Tenggara.</li> <li>Sebagai langkah pertama kearah tudjuan itu, diusulkan agar: <ol type="a" style="margin-left: 2.0em; padding-left: 0; margin-top: 0.5em;"> <li>menjediakan hadiah bagi penulis-penulis Asia jang menulis buku-buku standar dan buku-buku teks tentang tjabang-tjabang ilmupengetahuan.</li> <li>mendirikan suatu bank buku untuk buku-buku standar dalam pelbagai tjabang ilmupengetahuan.</li> <li>mempersiapkan suatu enciklopedia mengenai sardjana-sardjana dan filsuf-filsuf Asia dalam lapangan kebudajaan dan sosial lengkap dengan sumbangan-sumbangan mereka dalam bidang itu.</li> <li>menerbitka kamus-kamus multi-lingual dengan ejaan Romawi untuk dapat saling mengerti dan saling mengambil keuntungan dari kemadjuan-kemadjuan jang telah ditjapai oleh bahasa nasional masing-masing.</li> </ol> </li> </ol> Konperensi internasional itu diprakarsai oleh Malaysian Society of Orientalists. 35 sardjana bahasa telah menjumbangkan kertaskerdjanja, 3 diantaranya dari Indonesia dengan pokok: <div style="line-height:1.7em; text-align:justify; margin-left: 2.5em; margin-top: 0.5em;"> <div style="margin-left: 0;">Harimurti, K.E. (Djakarta)</div> <div style="margin-left: 2.0em; margin-bottom: 0.5em;">"Towards a standardization of phonologic and morphologic borrowed elements in Bahasa Indonesia".</div> <div style="margin-left: 0;">Pakasi, W.J.K. (Makassar)</div> <div style="margin-left: 2.0em; margin-bottom: 0.5em;">"On the modernization of the Asian Language for the promotion of the Brotherhood of Nations and common prosperity in Asia".</div> <div style="margin-left: 0;">Rusut, Septy (Medan)</div> <div style="margin-left: 2.0em;">"The development of Bahasa Indonesia".</div> </div> {{rh|14 SARDJANA BAHASA MENJAMBUT BAIK EDJAAN BARU}} 14 orang sardjana bahasa jang menghadiri konporensi internasional tentang modernisasi bahasa-bahasa Asia jang berasal dari Indonesia, Malysia, Singapura, Brunei, Serawak dan Sabah menjambut dengan gembira persetudjuan antara Malaysia dan Indonesia mengenai penjeragaman edjaan kedua negara. Sardjana-Sardjana bahasa itu mengandjurkan agar persetudjuan itu segera dilaksanakan oloh kedua negara dan diperluas bukan hanja terbatas pada Malaysia dan Indonesia, tetapi djuga hendaknja dipergunakan di Singapura, Serawak, Brunei dan Sabah. Sardjana-Sardjana itu menjatakan, agar perbedaan pendapat jang ketjil-ketjil djangan didjadikan alasan penundaan pelaksanaan kerdjasama bahasa itu.<noinclude></noinclude> jjhz9i1k3incvw8fqh372jbp5ne455e Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/311 104 104336 295567 294574 2026-05-14T14:04:16Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295567 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||49|}}</noinclude>Prof. Ir..H. Johannes dari Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta dalam suatu tulisannja mengenai keluarga berentjana telah menggunakan edjaan tersebut. Djudul tulisannja adalah 'Keluarga Berencana untuk Peningkatan Taraf Hidup Bangsa'. Dalam menggunakan edjaan tersebut jang pada kalangan tjendekiawan dinamakan 'edjaan jang disempurnakan'. Prof, Johannes antara lain telah mengganti huruf seperti <u>tj</u> dengan, <u>c</u>, <u>j</u> dengan <u>y</u> dan sebagainja. Seorang tjendekiawan lain Dr. Ir. Andi Hakim Nasution dari Institut Pertanian Bogor telah pula menggunakan edjaan jang disempurnakan itu dalam bukunja jang berdjudul 'Matematika Mutakhir'. Menurut kalangan tjendekiawan jang mengikuti perkembangan edjaan jang disempurnakan itu, penggunaan edjaan tersebut dapat menghemat suatu tulisan ilmiah dengan sepuluh hingga limabelas persen dari djumlah huruf jang ditulis dengan edjaan jang hingga sekarang ini dipakai". Demikianlah kutipan berita dari surat kebar <u>Sinar</u> <u>Harapan</u>, Senin 10 Djanuari 1972, halaman II, dengan judul: "Tulisan dalam Edjaan Baru". <u>Ikutilah selalu</u>, <u>acara</u>: {{c|PEMBINAAN BAHASA INDONESIA}} {{c|melalui}} {{c|T.V.R.I. Pusat Djakarta}} <u>Hari</u>: Senin <u>Jam</u> : 19,00 W.I.B.<noinclude></noinclude> g0e688un0pglwzqjo3dm9d4fsoahnxc Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/43 104 104340 295491 294580 2026-05-14T13:40:30Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295491 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||37}}</noinclude>keempat belas sardjana bahasa tersebut ialah Harimurti Kridalaksana (Djakarta), Sopy Ruzui (MEdan), W.J.K. Pakaai (Makasar), Matullada (Makasar), dari Singapura: Liaw Yock Fang, dari Brunei Mohamad Bakyr, dari {{u|Malaysia}}: Prof S.T. Alisjahbana, Abubakar Hamid, DT. Taib Usman, Raja Mokhtaruddin, Asraf, Ismail Hussoin, Asmah Nj. Omar, Nik Safiah dan Abdul Karim. PENERBITAN-PENERBITAN DIREKTORAT MUSEUM Direktorat Museum Ditdjen Kebudajaan bersama-sama dengan Museum Pusat dan Ikatan Karjawan Museum achir-achir ini banjak menerbitkan madjalah-madjalah mengenai permuseuman seperti "Varia Museografia", "Kehidupan di Museum", "Manusia Indonesia", "Bulletin Museum", jang memuat artikel-artikel tentang masalah permuseum'an, dan hasil-hasil penelitian dalam bidang tersebut. Djuga diterbitkan monografi-monografi dalam seri. Telah diedarkan monografi "Gamelan Sunda" oleh Drs Zakaria Soemintaatmadja "Sjair Perang Palembang" oleh Drs. Atja (sebuah studi kesusastraan lama), "Diffusi dan Transisi Budaja di Indonesia", oleh Drs. Amir Sutaarga, dan "Mengenal Archeology" oleh Wahjono M. Perlu diketahui bahwa semua penerbitan itu masih berupa stensilan., Hanja kulitaja jang ditjetak. Hal ini disebabkan karena mata anggaran untuk penerbitan jang ditetapkan dalam anggaran belandja Departemen P. dan K. chususnja untuk Direktorat Djenderal Kebudajaan, teramat djauh dari memadai. Untuk menjelenggarakan penerbitan tersebut diatas, pihak Direktorat Museum telah berhasil menarik bantuan dari perseorangan-perseorangan jang menaruh minat dalam bidang permuseuman Indonesia. MADJALAH "HORISON" MEMAKAI EDJAAN BARU Artikel "Malaysia-Indonesia, hubungan mesra melalui sastra" jang termuat dalam madjalah kesusastraan "Horison" No. 9 Tahun II, September 1967, ditulis dalam edjaan baru oleh .B. Jassin. Artikel tersebut merupakan tjatatan kebudajaan jang setiap nomor ditulis setjara berganti oleh anggota-anggota redaksi. KUNDJUNGAN TEAM AHLI BAHASA KOTI KE KUALA LUMPUR Dalam rangka memenuhi undangan Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia kepada pihak Indonesia, maka pada tanggal 21 Djuni 1967 jang lalu telah berangkat ke Kuala Lumpur serombongan ahli bahasa jang tergabung dalam Team Ahli Bahasa Koti (G-5), untuk seminggu lamanja. Keberangkatan ini merupakan kundjungan balasan. Team ini diketuai oleh Dra: Nj. S.W. Rudjiati Muljadi. Sebagai diketahui pada bulan September 1966 jang lalu pihak Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia telah mengadakan kundjungan ke Indonesia dalam rangka bertukar pikiran tentang masalah kerjasama dalam bidang bahasa chususnja edjaan.<noinclude></noinclude> tq4613p7mc4ln1fwmc4hex9mkaq3af4 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/40 104 104341 295495 294587 2026-05-14T13:41:32Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295495 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||34}}</noinclude>Untuk mendjalankan roda organisasi talah dipilih pengurus sementara jang terdiri saudara-saudara: <ol> <poem> Drs. A.M. Mooliono, M.A. (Universitas Indonesia) Djoko Kontjono, M.A. (Universitas Indonesia) Dra. Nj. Siti Chamdiah (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Drs. M. Nurdin Ahmad (Akademi Bahasa Asing) Drs. A. Effendi (Direktorat Bahasa dan Kesusastraan) </poem> </ol> Sebagai sekretaris sementara ditundjuk Harimurti Kridalaksana. Bagi jang berminat mendjadi anggota I.L.I. dapat berhubungan dengan sekretaris d/a Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Rawamangun Djakarta. Kegiatan jang telah dilakukan ialah membahas kertas-kerdja: <ol style="line-height:1.7em; text-align:justify; margin-left: 2.5em; padding-left: 0;"> <li>"Penjempurnaan Edjaan Bahasa Indonesia", oleh Djokokentjono M.A. (seminar pertama);</li> <li>"Pembentukan istilah ilmiah dalam Bahasa Indonesia", oleh Drs. H.K. Kridalaksana (seminar kedua);</li> <li>"Suatu Reorientasi dalam Tatabahasa Indonesia", oleh Drs. A.M.Moeliono M.A. (seminar ketiga);</li> <li>"Posisi subjektif dan objektif menurut teori transformasi", oleh E.K.M. Masinambouw (seminar keempat);</li> <li>"Interferensi fonis dan Pengadjaran bahasa asing sebagai bahasa kedua", oleh Drs. B. Hoedoro Hoed.</li> <li>"Struktur morfofonemik Minangkabau", oleh Drs Rapilus Ishak (seminar keenam);</li> <li>"Beberapa persoalan variasi dalam bahasa Indonesia" oleh Drs. Umar Junus (seminar ketudjuh).</li> </ol> Untuk seminar selandjutnja, bulan Nopember 1967, direntjanakan: <ol style="line-height:1.7em; text-align:justify; margin-left: 2.5em; padding-left: 0;"> <li>tjeramah (pokokmasalah akan diusulkan) oleh Sutan Takdir Alisjahbana;</li> <li>"Penggunaan kalimat inti dalam pengadjaran bahasa Indonesia", oleh Drs. Muhadjir.</li> </ol> PAMERAN PUSTAKA DAN DOKUMENTASI Dalam rangka menjambut hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1967, Direktorat Bahasa dan Kesusastraan akan mengadakan pameran pustaka bahasa dan kesusastraan Indonesia Lama dan Modern serta Nusantara (daerah). Akan dipamerkan pula sebagian dari dokumentasi kesusastraan Indonesia Modern milik Drs. H.B.Jassin dan milik Dinas Kesusastraan Indonesia D.B.K. Pameran ini akan berlangsung selama satu minggu mulai tanggal 28 Oktober sampai tanggal 4 Nopember 1967. Diharapkan Dirdjen Kebudajaan dapat menghadiri dan meresmikan pembukaan pameran tersebut. TJERAMAH EDJAAN Dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda jang ke 39 (28 Oktober 1928 - 28 Oktober 1967), dan untuk menghilangkan kesalahpahaman tentang materi edjaan baru dikalangan masjarakat karena belum meluasnja publikasi, maka Direktorat Bahasa dan Kesusastraan akan menjelenggarakan tjeramah tentang edjaan baru pada tanggal 29 Oktober 1967 djam 8.30 pagi, bertempat diaula Fakultas Psychologi Universitas Indonesia, Djl. Diponegoro 82 Djakarta. Tjeramah terbuka untuk umum jang menaruh minat pada masalah tersebut.<noinclude></noinclude> q6fqz6uz4ln3o0bb5sx8nt69jpbdp1j Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/117 104 104342 295764 294588 2026-05-14T16:08:45Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295764 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{{C|'''ISTILAH-ISTILAH JANG DIHASILKAN RAPAT SEKSI-SEKSI KOMISI ISTILAH'''}} <br> ILMU BAHASA DAN KESUSASTRAAN<br> <br> {| style="background:transparent; border-collapse:collapse; width:100%;" |- | style="width:5%;" | a) || style="width:35%;" | clitic || style="width:60%;" | - bentuk sertaan, bentuk klisis |- | || conjunction || - sertaan penghubung |- | || dual || - duaan |- | || enclitic || - bentuk sertaan achir |- | || preposition || - sertaan sandang |- | || proclitic || - bentuk sertaan awal |- | || pronominal clitic || - sertaan ganti |- | || transcription || - alih tanda |- | || transliteration || - alih huruf |- | || trial || - tigaan |- | || &nbsp; || |- | b) || connotation || - arti tautan, konotasi |- | || denotation || - arti laziman, denotasi |- | || denoument || - peleraian |- | || plastic || - plastika |- | || point of attack || - pangkal lelakon |- | || portmanteau word || - kata paduan |- | || proportion || - perimbangan |- | || pun || - seloroh kata |- | || suspense || - tegangan |- | || tension || - ketegangan |- | || &nbsp; || |- | colspan="3" | '''PELAJARAN''' |- | || box column || - tiang bumbung |- | || box coupling || - kopeling selongsong |- | || bracket bearing || - sangga balok bantalan |- | || clap on || - menambah lajar |- | || coaming || - ambang pelekah |- | || out water || - 1 badji kaju; 2 tjutjur |- | || dead ahead || - tepat dimuka |- | || dead wood || - kaju pembantu |}<noinclude>{{rh|||31}}</noinclude> p2m4sc05w5px86cq2ppzremsk1wv2w8 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/37 104 104344 295499 294591 2026-05-14T13:42:38Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295499 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||31}}</noinclude>{| style="background:transparent; line-height:1.5em; width:100%;" | 34 || style="padding-left:1em;" | -"- || Manusia Kota || Djakarta, B.P. 1951 |- | 35 || style="padding-left:1em;" | -"- || Sangkuriang || Djakarta,...... 1959<sup>1)</sup> |- | 36 || style="padding-left:1em;" | -"- || Selamat Djalan Anak<br />kufur... || Djakarta, B.P. 1963 |- | 37 || style="padding-left:1em;" | -"- || Si Sapar || Bharata, Djakarta,<br />Sadar - 1964 |- | 38 || style="padding-left:1em;" | -"- || Si Kampeng || Djakarta, Sadar 1965 |- | 39 || Pramudya Ananta<br />Toer || Perburuan || Djakarta, B.P. 1950 |- | 40 || style="padding-left:1em;" | -"- || Subuh || Djakarta, Pembangunan 1950 |- | 41 || style="padding-left:1em;" | -"- || Pertjikan Revolusi || Djakarta, Gapura 1950 |- | 42 || style="padding-left:1em;" | -"- || Keluarga Gerilja || Djakarta, Pembangunan 1950 |- | 43 || Pramudya Ananta<br />Toer || Mereka jang dilumpuhkan || Djakarta, B.P. 1951 |- | 44 || style="padding-left:1em;" | -"- || Ditepi Kali Bekasi || Djakarta, Gapura '51 |- | 45 || style="padding-left:1em;" | -"- || Bukan Pasar Malam || Djakarta, B.P. 1951 |- | 46 || style="padding-left:1em;" | -"- || Tjerita Dari Blora || Djakarta, B.P. 1952 |- | 47 || style="padding-left:1em;" | -"- || Midah si Manis Bergigi<br />Emas || Djakarta, Nusantara 1954 |- | 48 || style="padding-left:1em;" | -"- || Korupsi || Bukittinggi-Djakarta<br />Nusantara 1961 |- | 49 || style="padding-left:1em;" | -"- || Gulat di Djakarta || Djakarta, Duta 1952 |- | 50 || style="padding-left:1em;" | -"- || Tjerita dari Djakarta || Djakarta, Grafika '57 |- | 51 || style="padding-left:1em;" | -"- || Sekali Peristiwa di<br />Banten Selatan || Djakarta, Djaw. Penempatan.<br />Tenaga, Kem. P.U.T.,t.t. |- | 52 || style="padding-left:1em;" | -"- || Tjerita Tjalon Arang || Djakarta, B.P. 1957 |- | 53 || style="padding-left:1em;" | -"- || Panggil Aku Kartini<br />sadja djilid I || Bukittinggi-Djakarta<br />Nusantara, 1962 |- | 54 || style="padding-left:1em;" | -"- || style="padding-left:3em;" | -"- II || style="padding-left:2em;" | -"- |- | 55 || style="padding-left:1em;" | -"- || Hoa Kiaw di Indonesia || |- | 56 || Agam Wispi || Matinja seorang Petani || Djakarta, Lekra, 1962 |- | 57 || style="padding-left:1em;" | -"- || Sahabat || Djakarta, Lekra, 1959 |- | 58 || style="padding-left:1em;" | -"- || Nasi dan Melati || |- | 59 || style="padding-left:1em;" | -"- || Jang tak terbungkamkan || |- | 60 || Zubir A.A. || Lagu Subuh || Djakarta, Pembaruan '59 |} ---- <sup>1)</sup> Mestinja: Djakarta, Bhratara, 1962 (dalam bahasa Sunda). Redaksi. <div style="text-align: center; line-height: 1.5em; margin-top: 2em; margin-left: auto; margin-right: auto; width: 60%;"> Djakarta, 30 Nopember 1965. Pembantu Menteri P.D. dan K. Bidang<br />Teknis Pendidikan, t.t.d. <u>(Drs. M. Setiadi Kartohadikusumo)</u><br />Kol. Inf. Nrp. 16070 </div><noinclude></noinclude> 900goantsmcgvhiigzdsj5hnlj0jrd7 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/323 104 104345 295775 294595 2026-05-14T16:22:40Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295775 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{{C|TABEL CATATAN}} Judul : {{...|20}} <br><br> {| class="wikitable" style="width:100%; border-collapse:collapse;" |- ! style="width:60%;" | Penilaian !! baik sekali !! baik !! cukup !! buruk |- | colspan="5" | <u>Struktur:</u> |- | 1) pokok cukup terbatas || || || || |- | 2) penjelasan cukup lengkap dan relevan || || || || |- | 3) urusan gagasan teratur || || || || |- | 4) satuan paragraf tertib || || || || |- | 5) transisi paragraf lancar dan logis || || || || |- | colspan="5" | <u>Gaya:</u> |- | 6) kata-kata tepat dan kongkrit || || || || |- | 7) kata-kata cukup bervariasi bentuk maupun makna || || || || |- | 8) kalimat tersusun lengkap || || || || |- | 9) kalimat tersusun ekonomis || || || || |- | 10) kalimat bervariasi dalam pola maupun panjang || || || || |- | colspan="5" | <u>Teknik:</u> |- | 11) pengejaan tepat || || || || |- | 12) penandabacaan tepat || || || || |- | 13) penghurufbesaran tepat || || || || |- | 14) perupaan bersih dan rapi || || || || |- | colspan="5" | <u>Keaslian:</u> |- | 15) keaslian gaya dipertahankan || || || || |- | 16) keaslian pikiran dipertahankan || || || || |- | style="text-align:center;" | Penilaian keseluruhan || colspan="4" | |} Nama :<br> Kelas:<noinclude>{{rh|||9}}</noinclude> se0gtpe4idvi17rugqtkve6hap7zlhw Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/78 104 104361 295761 294671 2026-05-14T16:07:23Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295761 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" />{{rh||32}}</noinclude>{| style="width:100%;" |- | style="width:40%;" | rotational spectrum || style="width:5%;" | - || style="width:55%;" | spektrum putar |- | (to) run a blank || - || mengadakan pertjobaan blanko |- |&nbsp; |- | colspan="3" | '''KEDOKTERAN''' |- | amborstig || - || sesak nafas |- | cachectisch oedeem || - || busung air kedengklik |- | cachexia || - || kedengklik |- | calcaneus || - || tulang tumit |- | dacryocystitis || - || radang kandung airmata |- | dagblind || - || buta siang |- | dentitio difficilis || - || sulit tumbuh gigi |- | ecchymosis || - || perdarahan berbercak, ekimosis |- | eclampsia || - || kedjang, eklamsi(a) |- | ectasia || - || kelapangan |- | facies abdominalis || - || wajah penjakit perut |- | facies cerebralis || - || wajah penjakit otak |- | facies dorsalis || - || bidang belakang, bidang punggung |- | facies ventralis || - || bidang depan |- | galactose || - || sukar susu gula, galaktosa |- | haarfollikel || - || kantong rambut |- | icterus ex emotione || - || kekuningan asal ihsas, kekuningan ihsahi |- | icterus intermittens || - || kekuningan belia selangseling |- | icterus neonatorum || - || kuning djobang baji |- | ictus cordis || - || pukulan udjung djantung |- ||&nbsp; |- | colspan="3" | '''KEHEWANAN''' |- | facet || - || 1 faset; 2 tjiri |- | falconidae || - || keluarga (burung) elang |- | galactagoga || - || obat peluruh susu |- | galactheidrosis || - || keringat beranak |- | galactocele || - || burut susu |- | haaktand || - || gigi kait, gigi taring |- | haarbezoar || - || gumpalan rambut, bezoar rambut |- | ichorrhaemia || - || keichoran darah, ichoremi |- | ichthyosis || - || penjakit sisik ikan, ichtiosis |- | icterus || - || kekuningan, penjakit kuning, ikterus |}<noinclude></noinclude> ti78pbfib8b56a47re07wt18tm9h8k8 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/364 104 104362 295781 294681 2026-05-14T16:24:04Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295781 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{| style="background:transparent; border-collapse:collapse; width:100%; border-top: 2px solid black; border-bottom: 2px solid black;" |- style="border-bottom: 1px solid black;" ! style="width:5%; text-align:left; padding: 5px;" | NO. ! style="width:25%; text-align:left; padding: 5px;" | PENULIS ! style="width:40%; text-align:left; padding: 5px;" | J U D U L ! style="width:20%; text-align:left; padding: 5px;" | NO./TH. ! style="width:10%; text-align:left; padding: 5px;" | HAL. |- | style="padding: 5px;" | 26. || Rosidi, Ajip || Masalah Penelitian Kesusastraan Daerah || 1/III/1970 || 29-41 |- | style="padding: 5px;" | 27. || Said, Salim || Ganzheit & Seribu Penilaian jang diramalkan{{ref|p.50|*}} || Seri Khusus 4/1970 || 57-59 |- | || || Pseudo Gestalt{{ref|p.50|*}} || Seri Khusus 4/1970 || 60-62 |- | style="padding: 5px;" | 28. || Sjubarsa M.S., Adun || D.K. Ardiwinata (1866-1947); Jasanya dalam Perkembangan Kesusastraan Sunda || 2/II/1969 || 25-27 |- | || || In Memoriam R. Satjadibrata (31 Agustus 1886 – 12 Djanuari 1970) || 3/II/1969 || 44-45 |- | style="padding: 5px;" | 29. || Supra, Djajanto || Catatan terhadap Buku Drs. M.S. Hutagalung: <u>Memahami dan Menikmati Puisi</u> || 2/IV/1971 || 41-45 |- | style="padding: 5px; border-bottom: 1px solid black;" | 30. || style="border-bottom: 1px solid black;" | Wellek, René dan Austin Warren || style="border-bottom: 1px solid black;" | <u>lihat</u>: Almatsier, A.M. || style="border-bottom: 1px solid black;" | || style="border-bottom: 1px solid black;" | |} <br> {{rule|15em|align=left}} {{note|p.50|*}} Dikutip dari surat kabar.<noinclude>{{rh|BAHASA DAN KESUSASTRAAN, NO. 1, Th. V, 1972||50}}</noinclude> au1nawev5e6gp673crozxyiq9ioo4f9 Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/206 104 104380 295814 294772 2026-05-14T16:38:11Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295814 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude><center>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 206 crop).jpg|300px|pus]]</center> <center>{{X-larger|'''TOUR OF DUTY'''}}</center> <center>Oleh: '''Teguh Raharjo'''</center> KETJELAKAAN lalu lintas jang menimpa dua anggauta keluargaku, menjebabkan aku harus mendjengau kampung halaman jang sudah tiga tahun ta' ku indjak tanahnja. [[File:Madjalah Angkatan Darat (tentara memegang senapan 206b).jpg|500px|kanan|Mr. Sjaiful masih mengisik² Tomson jang udjung larasnja sudah putus sedikit ]] Aku mampir diasrama Kie Markas, disebelah kiri station kota kelahiranku, tempat aku tiap hari bekerdja dan berlatih sebelum aku di Tour Of Duty-kan kepusat. Disebelah sana, Srs. Untung, Sers. Nata sedang mengobrol dengan anak buahnja. Nampaknja asjik benar tjeritera jang diobrolkan. — Mar, Smj. Saiful ada disini ?, tanjaku kepada seorang jang berdjaga dipos pintu muka. Ada, dia sendirian dikamar udjung itu, djawabnja. Dan Kopral Mardi menudju kearah barat. Dan Akupun terus menjusur bangsal. Kapan pulang dik? : Lts. Umur sekonjong² menegorku dari arah samping — Tadi Let, Aku terus melangkah madju. Setibaku dikamar udjung, tempat Smj. Saiful, kulihat dia sedang asjik membersihkan Tomsonnja. Dengan tidak diketahuinja aku telah berdiri dibelakangnja. Baru setelah ia memeriksa pitju ia sadar bahwa aku telah berada dibelakangnja. — Ton, sudah lama kau tadi dibelakangku ?, tiba² ia membuka suaranja. Ja, aku hanja mengangguk sebagai djawabannja. — Kapan kau datang kemari? ia menanjak dan nampak sinar matanja tambah menjorot. — Ach, baru sadja, tadi dengan K.A. Expres jang pagi-pagi. — Lalu apa keperluanmu dengan aku ? — O, aku mau pindjam Jeepmu atau apa sadja jang ada, jang dapat digunakan untuk mengantar aku pulang malam ini, djawabku singkat sadja. — Pulang, ja pulang, tapi djangan buru-buru, istirahat dulu. Dan baiknja mandi dulu dong. Ia tersenjum dan handuk hidjau jang tergantung dibelakangnja disampaikan kepadaku. Sesudah itu, dimedja tamu telah disediakan pula kopi tubruk dengan hidangannja. Hidangan ku santap dan kulirik ia masih mengisik² Tomson jang udjung larasnja sudah putus sedikit sedang popornjapun sudah nampak tidak asli lagi. Kemudian dia mulai menguar untaian kata²nja lagi : — Ton, kau ingat dengan sendjata ini? — ia menundjuk benda hitam jang dipegangnja. — Ja, aku ingat sedikit, itu kan Tomson jang biasa dibawa Plt.<noinclude>{{rh|36 }}</noinclude> rwl56f8o2j8m8ofn5nsmehcbqmp11e3 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/258 104 104381 295599 294771 2026-05-14T14:12:01Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295599 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||38}}</noinclude>::1. Tanggal 26 Oktober 1968 mengenai masalah standardisasi.<br> :::Prasaran-prasaran diberikan oleh: 1) Sutan Takdir Alisjahbana "Fungsi Standardisasi", 2) A.M. Moeliono tentang "Tata Istilah", 3) A. Latief tentang "Lafal dan Ejaan".<br>Kemudian mengenai masalah tatabasa. {{gap|4.5em}}Prasaran-prasaran diberikan oleh: 1) Samsuri tentang "Ciri-ciri Prosodi Kalimat Bahasa Indonesia", 2) M. Ramlan tentang "Partikel-partikel Bahasa Indonesia", 3) Djoko Kentjono tentang "Gatra Kalimat Bahasa Indonesia". ::2. Tanggal 27 Oktober 1968 mengenai masalah penggunaan bahasa. {{gap|4.5em}}Prasaran-prasaran diberikan oleh: 1) A.M. Affandi tentang "Pengadjaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi", 2) Hassan Ahmad: "Proses Penodunan Bahasa Melayu di Malaysia", 3) M.S. Hutagalung tentang "Bahasa Indonesia dalam Kesusastraan."<br> {{gap|3em}}3. Tanggal 28 Oktober 1968 acara dilanjutkan dengan diskusi dalam 3 sanggar dan upacara hari Sumpah Pemuda. <br><br> '''DISKUSI SASTRA''' Sebuah diskusi yang mempermasalahkan kritik sastra dewasa ini telah menjadi acara dari kegiatan sastrawan dan sarjana sastra di ibukota tanggal 31 Oktober 1968 bertempat di Gedung Balai Budaya. Prasaran disiapkan oleh Arief Budiman dan Goenawan Mohamad dengan pokok: "Tuntas Kritik Sastra, sebuah Pendirian". Penyanggah terdiri dari dua orang sarjana sastra yaitu S. Effendi dari Direktorat Bahasa dan Kesusastraan dengan pokok pembahasan: "Tentang Kritik Sastra, sebuah Pendirian lagi", dan J.U. Nasution dari Lembaga Kesusastraan Fakultas Sastra Universitas Indonesia dengan pokok pembahasan: "Pendirian atas Pendirian tentang Kritik Sastra". Pada pokoknya prasaran dan pembahasan bertolak dari persoalan apakah kritik sastra itu ilmu atau seni. Diskusi ini dihadiri oleh tidak kurang 200 orang yang terdiri dari sarjana, sastrawan, mahasiswa dan peminat-peminat sastra lainnya. Menurut rencana naskah-naskah prasaran serta pembahasannya akan segera diterbitkan. <br><br> '''PAMERAN SURATKABAR''' Direktorat Museum, bertempat di Museum Pusat Jakarta, tanggal 2 sampai dengan 15 Oktober 1968, telah mengadakan pameran suratkabar dari tahun 1810 sampai dewasa ini.<noinclude></noinclude> 0hsost2itywcvejipbsjhj4va1dqc27 Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/209 104 104384 295815 294814 2026-05-14T16:38:45Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295815 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{{Xx-larger|'''''Kalau mas Letnan tunggu udjian:''.......'''}} Kata orang dan simpatisannja, la adalah Kim-Novaknja kota Bogor. Memang manifestasi kata-kata tab. diakui kebenarannja, walau tidak mutlak seratus prosen. Tiap pagi, setelah azan, ia sudah duduk diudjung sebelah kiri, tempat aku menjandarkan bahuku pada bale-bale jang keras. Kita bersama-sama satu wagon K.A. djurusan Bogor-Djakarta. Ia akan menuaikan tugas beladjarnja dan aku hendak memenuhi kewadjiban sebagai seorang Tentara jang mendapat tugas beladjar pada salah satu Fakultas di Universitas Indonesia. Lintjah kelihatannja, potongan pakaiannja dan tutur bahasanjapun betul-betul sangat menarik. Ia selalu dikerumuni rekan-rekannja, baik jang sedjenis maupun jang bukan. Dalam hati keltjilkupun sebenarnja meronta ingin mengerumuni atau mengenalnja, tetapi aku sangsi dan takut, kalau keinginan baikku ini akan ditolaknja. Ja........., aku takut karena dipundakku hanja terpasang satu bintang putih diatas dasar hidjau dan binting putih inipun kuperoleh baru 4 bulan jang lalu, sedangkan ia........ Rotasi terus melingkari porosnja, machluk hidup dan benda mati jang berserakan didunia ini ada jang berubah dan ada jang tidak berubah. Angin lembut jang berkeliaran disubuh hari djuga tetap terasa dinginnja dan sehari semalam hanja memakan waktu dua puluh empat djam. Tetapi aku, tanggal 27-5-'57 kemarin, ketika hari pertama udjian S.M.A. C. dimulai ........ Sebelum itu setiap aku pergi pergi ketempat tugasku, setiap itu pula aku masih sama-sama satu gerbong K.A. dengan dia dan tak ketinggalan aku mengikuti tjeramahnja Kim-Novak jang diberikan kepada teman-temannja ditengah perdjalanan Bogor-Djakarta. Banjak tjeramahnja jang menarik, mulai dari bintang film Gregori Peck jang gagah, Elz.-Taylor sebagai pemegang rekord kawin-tjerai, terus menudju kesoal pic-nic. Atjara picnic belum selesai menjusul soal Dans-Gila....... Rock and Roll, dengan pemuda A. enak dengan Arjuna B. pun lekker, maka saat itu pula perhatian kutumpahkan kepadanja dan tak segan lagi telinga kubuka lebar-lebar untuk menangkap tjeramah jang istimewa itu. Ach luar biasa benar Sweet seventeen ini, pikirku. Ditengah menikmati alunan obrolan didalam gerbong K.A. tiba-tiba kita dikedjutkan suara peluit jang temberi isjarat bahwa aku sudah sampai distasiun Gambir dan Omega jang membelit dipergelangan tangan kananku, sudah menundjuk keangka 7.05. Tanpa menghiraukan orang berhiruk-pikuk aku terus kedjalan Budi Utomo langsung menudju ketempat duduk para Panitya Udjian Penghabisan jang memang sudah disediakan. Runding punja runding, achirnja aku ditugaskan untuk mengawasi ruangan No. 11. Naskah udjian dan kertas-kertas jang kuperlukan kubawa masuk ruangan, pelan-pelan seluruh pengikut udjian kuperhatikan satu demi satu dan terbenturlah bidji mataku kepada gadis tjantik jang oleh teman-temannja diberi gelar Melati manja. Kertas kotor dan bersih kubagi-bagikan dan segera kususul dengan membagikan naskah udjiannja (soalnja, tapi ketika aku memberikan naskah kepadanja ia berani menatap mukaku dan senjum pahit manisnja segera disemprotkan kearahku, tanpa pikir pandjang lagi dia kubalas dengan senjuman pula. Suasana sunji menjelubungi ruang udjian, hanja kadang² sorot mata bersih jang diawal dengan senjuman selalu mengobrak-abrik satu diantara pantja Inderaku. Nah, kenal kini aku dengan Kim-Novaknja kota Bogor,{{Illegible}} ta hatiku. Udjian terus berlangsung, semua memeras otak, hanja dia makin lama makin nampak gelisah{{Illegible}} kertas dibolak-balik dan perutnja dipegang-pegang. Melalui katja mata hitamku, aku dapat mengikuti gerakannja dari arah sudut. Kemudian ia mengantjungkan djarinja. ― Perut saja sakit Pak, saja minta diantar kekamar ketjil sebentar, djawabnja sambil merintih-rintih. Baiklah, ajo. Ia keluar, aku membuntuti dibelakangnja, ia langsung kekamar ketjil. Tudjuh detik kemudian tidak keluar lagi dan menanja kepadaku. ―Mas, kan Letnan jang tiap pagi bersama-sama saja naik K.A. Bogor-Djakarta bukan? Aku terperandjat, darah Don Juanku mendidih, karena tadi ia memanggil aku Pak mengapa kini panggil aku Mas. Betul, djawabku singkat. Dan dalam hati ketjilku berteriak keras. "Nah, kini aku akan didjebak dan diperdaja". ― Apa Mas djuga mahasiswa? tanjanja lagi. Aku mengangguk sebagai djawaban atas pertanjaannja. ― Sudah tingkat berapa Mas? Baru Sardjana Muda. ― O, ja Mas, soal No. 2,3 dan 7 ini bagaimana sih? sambil la memberikan soal udjiannja. Kertas kubatja dan soal No. 2,3 dan 7 jang dimaksud sangat sederhana. Setelah kubatja hatiku berdebar-debar, masalahnja dia kuberi tahu atau tidak, kalau tidak kuberi tahu ia pasti marah-marah. Kalau kuberi tahu maka kwalitet peladjar akan lebih merosot dan masjarakat kita dikemudian hari akan lebih brobrok lagi dari masa sekarang ini. Maka dengan alasan jang kubuat-buat kutakan kepadanja. ― Ma'af Dik saja tidak mengerti, sebab ini udjian Tata Negara, sedangkan saja dari Fakultas Kedokteran tidak diadjar soal Tata Negara. Dengan muka merah kemalu-maluan kertas udjian direbut dan la masuk keruangan udjian lagi. Aku mengikuti dibelakang dan dalam hatiku tertawa geli, karena aku pandai menipu orang. Sebenarnja aku anak Fakultas Hukum, tapi ketika ditanja soal Tata Negara aku mengaku anak Fakultas Kedokteran. "Habis fikirku, ini kan soal udjian penghabisan S.M.A. Negeri jang akan menentukan baik buruknja Negara kita dikemudian hari". Udjian Tata Negara telah berachir. Akupun segera menudju kestasiun Gambir. Ketika aku sedang berdjalan, aku diselip oleh gadis Sweet-seventeen duplikatnja Kim-Novak, dia kusapa. ― Beres semua pekerdjaanmu Dik? ― Djangan panggil-panggil saja dik. Beres atau tidak perduli apa, memangnja saja adikmu? djawabnja sambil merengut. Aduh, aku malu mendengar djawaban itu dan terpaksa aku harus garuk-garuk kepala........... {{Right sidenote|<center>Buah karangan</center> <center>GERNA</center>}}<noinclude>{{rh|||39}}</noinclude> b5d9f2jroeio144d2uby5w4jxtyoqbq Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/242 104 104396 295777 294817 2026-05-14T16:23:02Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295777 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude>'''ILMU BAHASA''' {|style="width:100%; table-layout:fixed;" |- |style="width:2%;" | ||style="width:40%;" | absorption || style="width:5%;" | - || style="width:40%;" | penjerapan |- | | ||assumption || - || pratanggap |- | | ||diacritic mark || - || tanda pembeda |- | | ||dictionary entry || - || mata kamus |- | | ||final accent || - || tekanan achir |- | | ||final stress || - || ---- final accent |- | | ||homonymous || - || (kata) seutjap, homonim |- | | ||homophonous || - || (kata) sebunji, homofon |- | | ||imagery || - || pembajangan |- | | ||imitative theory || - || teori tiru |- | | ||medial accent || - || tekanan tengah |- | | ||medial stress || - || tekanan tengah |- | | ||merger || - || penunggalan |- | | ||minimal pair || - || pasangan minimal |- | | ||minus feature || - || tjiri kurangan |- | | ||non-fiction || - || bukan rekaan |- | | ||overdifferentiation || - || pembedaan lebih |- | | ||percussor || - || pemantik |- | | ||polysyllabism || - || pantjasukuan |- | | ||underdifferentiation || - || pembedaan kurang |- |} <br> '''KESEDJAHTERAAN KELUARGA''' {|style="width:100%; table-layout:fixed;" |- |style="width:2%;" | ||style="width:40%;" | abrasion finish || style="width:5%;" | - || style="width:40%;" | penjempurnaan tahan-gesek |- | | ||abrasion resistance || - || tahan gesek |- | | ||antibacterial finish || - || penjempurnaan antibakteri |- | | ||course || - || alur radjut melintang |- | | ||double weave || - || tenunan rangkap |- | | ||flame resistance || - || tahan-njala |- | | ||germicidal finish || - || penjempurnaan antibakteri |- | | ||high tenacity || - || daja liat tinggi |- | | ||leno-weave || - || tenunan leno ''[''sematjam tenunan djarang'']'' |- | | ||mildew resistance || - || tahan-tjendawan |- | | ||pile-weave || - || tenunan bulu |}<noinclude>{{rh|||22}}</noinclude> ld1lpmxigt8olnalup567abl6g05408 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/243 104 104397 295603 294819 2026-05-14T14:12:51Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295603 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||23}}</noinclude>{|style="width:100%; table-layout:fixed;" |- |style="width:2%;" | || style="width:40%;" | plain knit || style="width:5%;" | - || style="width:40%;" | radjutan lurus |- | | ||plain stitch || - || tusuk lurus |- | | ||purl stitch || - || tusuk sungsang |- | | ||rib knit || - || radjutan sungsang |- | | ||rot resistance || - || tahan-busuk |- | | ||saponification || - || penjabunan |- | | ||wale || - || alur radjut tegak |- | | ||soil and stain resistance finish || - || penjempurnaan tahan kotoran dan noda |- |} <br> '''KEDOKTERAN''' {|style="width:100%; table-layout:fixed;" |- |style="width:2%;" | ||style="width:40%;" | obductie || style="width:5%;" | - || style="width:40%;" | (periksa) buka majat |- | | ||obesitas || - || penjakit tambun |- | | ||obligate parasiet || - || parasit perlu mangsa |- | | ||obliteratie || - || tumbuh tutup |- | | ||paedatrophia || - || lisut anak |- | | ||paederastie || - || semburit |- | | ||radiair || - || mendjari, bentuk sinar |- | | ||radiatie || - || pendjarian, sinaran, pantjaran |- | | ||radicale operatie || - || operasi sampai keakar |- | | ||saccharomyces || - || djamur ragi |- | | ||saccus || - || pundi |- | | ||sacraalwervel || - || ruas tulang kelangkang |- | | ||taai sputum || - || riak liat |- | | ||tachycardie || - || djantung-tjepat |- | | ||tachypneu || - || nafas-tjepat |- | | ||Überanstrengung || - || ati-tekun |- | | ||Übertragung ''[''Krankheit'']'' || - || pemindahan ''[''penjakit'']'' |- | | ||ubiquitair (v bacteriën) || - || bakteri semesta |- | | ||uitbloeden || - || mengetus darah |- | | ||xanthopsia || - || penglihatan kuning |- |} <br> '''TEKNIK''' {|style="width:100%; table-layout:fixed;" |- |style="width:2%;" | ||style="width:40%;" | Ablenkung || style="width:5%;" | - || style="width:40%;" | penjimpangan, pengalihan |- | | ||abzweigen || - || mentjabangkan |- | | ||angreifen || - || menggerogoti |- | | ||Angriffsfläche || - || bidang tangkap |- | | ||Auskragung || - || tondjolan |}<noinclude></noinclude> 343zcxgbsw7n03g09q0d8loh3s8i02i Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/244 104 104399 295602 294825 2026-05-14T14:12:37Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295602 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||24}}</noinclude>{|style="width:100%; table-layout:fixed;" |- |style="width:2%;" | || style="width:40%;" | Ausleger || style="width:5%;" | - || style="width:40%;" | balok lintang |- | | ||Aussengewinde || - || ulir luar |- | | ||Biegezugrand || -- || pinggir lengkung tarik |- | | ||Bügelbund || - || ikatan sengkang |- | | ||Einfallwinkel || - || sudut datang |- | | ||Einspannung || - || pendjepitan |- | | ||Knotenpunkt || - || titik kumpul, titik buhul, titik simpul |- | | ||Lötverbindung || - || sambungan simpul |- | | ||Mehrfach-Isolatorenkette || - || rantai isolator berganda |- | | ||Probebelastung || - || beban udji |- | | ||Querverbindung || - || hubungan lintang |- | | ||Schweissanschluss || - || sambungan las |- | | ||Verbindungsbolz || - || baut penghubung |- | | ||Verdrehung || - || puntiran |- |} <br> '''PELAJARAN''' {|style="width:100%; table-layout:fixed;" |- |style="width:2%;" | ||style="width:40%;" | op het droge zetten ''[''schip'']'' || style="width:5%;" | - || style="width:40%;" | meranggakkan |- | | ||op stapel zetten || - || menjosok, mematjak |- | | ||overlap || - || tempelan |- | | ||passaat || - || angin bidai |- | | ||plaatspant || - || gading2 berat, gading2 kokoh |- | | ||plaat vlechten || - || melapih |- | | ||pletten || - || melindis |- | | ||ponsen || - || menebuk |- | | ||potdeksel || - || tutup tadjuk |- | | ||praaien || - || mengimbas |- | | ||reep ''[''touw'']'' || - || sentolor |- | | ||reling || - || sempadan |- | | ||rifseizing || - || tali pengandak |- | | ||roeibank ''[''i.e. sloep'']'' || - || pulangan, sengkar |- | | ||roeroor ''[''vingerling'']'' || - || kokot kemudi |- | | ||roerplaat || - || daun kemudi |- | | ||ronde kop || - || bungkul bulat |- | | ||route || - || sirat |- | | ||schaamplaat || - || pelat tjaping, pelat badung |}<noinclude></noinclude> obxtqxgkt9o6mj2e7y72w4bwvwvvybz Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/245 104 104401 295600 294830 2026-05-14T14:12:17Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295600 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||25}}</noinclude>'''PELAJARAN''' {|style="width:100%; table-layout:fixed;" |- |style="width:2%;" | ||style="width:40%;" | aanjaagdruk || style="width:5%;" | - || style="width:40%;" | pompa mampat |- | | ||aanjageroverbrenging || - || pengantar pemampat |- | | ||aanloopslengte || - || djarak antjang2 |- | | ||aanlooptijd || - || waktu antjang2 |- | | ||aansluitflens || - || djuih penghubung |- | | ||bedieningsknop || - || tombol lajan |- | | ||bedieningsvoorschrift || - || peraturan lajanan |- | | ||bedradingschema || - || bagan pengawatan |- | | ||circulatiestroom || - || arus edar |- | | ||circulatieverdeling || - || pembagian edaran |- | | ||compensatiethermometer || - || termometer persetimbangan |- | | ||diagonaalstijl || - || penundjang sudut-menjudut |- | | ||diagonaalverspanning || - || penegang sudut-menjudut |- | | ||dichtheidshoogte || - || tinggi padat |- | | ||dichtheid van alliage || - || rapat paduan |- | | ||diensthoogte || - || tinggi biasa |- | | ||dieptecaliber || - || kaliber dalam |- | | ||ejectorzitplaats || - || kursi lanting |- | | ||electronenbuis || - || tabung elektron |- | | ||electrostaal || - || badja elektro |} <br> {{c|'''------'''}} <br> <br> {{c|'''BAHASA DAN KESUSASTRAAN No. 6<br>Th. I, 1968'''}}<noinclude></noinclude> 02c6fwtc6mrmtg4oxeahebd43noa5k1 Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/987 104 104430 295442 294946 2026-05-14T12:30:20Z N.imaema 22481 /* Telah diuji baca */ 295442 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" /></noinclude>Smj. Djoko berangkat, meskipun hatinja tetap chawatir akan istrinja jang sedang sakit dirumah. Sebaliknja ia merasa bangga dan senang bahwa, ia datang bersama kawan belum terlambat untuk menolong djiwa kawannja jang terantjam itu. Dan tugas telah selesai dengan penuh kemenangan. Tiga hari berlalu. Pada suatu hari dalam perdjalanan pulang. rombongan Pn-nja telah sampai ditepi sungai besar terletak di sebelah Selatan dari Danau sedang airnja mengalir dengan tenangnja. Mereka telah berdjalan sedjauh 12 Km ketika matahari mulai terbenam. Maka kini telah tiba waktunja untuk berkemah. Setelah diatur segala sesuatunja dengan baik, di perintahkannja kepada bagian radio untuk memantjar. Tapi seperempat djam radio itu sudah memantjar, namun belum dapat djuga menangkap berita<sup>2</sup>. Sambil berdiri tegak Smj. Djoko menggerutu : „Hmm........... , ini mesti ada apa<sup>2</sup> jang tidak tjotjok!!” Tiba<sup>2</sup>, terdengarlah suara tembakan dari senapan mesin ringan, 3X berentet pendek keatas dengan beberapa peluru apinja, dalam djarak 250 m diseberang sungai. Dengan tjepat ia mentjabut pistol F.N.-nja, dan membalas dengan tembakan 2 X berturut<sup>2</sup>, jang menandakan bahwa itu adalah kawan sendiri. Beberapa menit kemudian, didengarnja banjak orang menjeberang sungai. Di tembakkannja 2 X ber-turut<sup>2</sup> peluru tjahaja dari Mo. 5. kearah suara itu mendatang. Tampak olehnja bahwa mereka itu adalah tentara, dan me-lambai<sup>2</sup>kan tangannja jang disertai teriakan: „Kawan sendiri bung ! dari pasukan V.B.!!” Selesai penjeberangan, salah satu diantara mereka itu datang ketempat Smj. Djoko. Katanja : {{bulleted list|list_style=list-style-type:'—„'; | Dari pasukan V.B. minta keterangan dimana tempat Kmd Ki. 111-351 ?" | Disebelah sana! Tjisereuh. 400 m ke Timur dari desa jang kelihatan itu !” }} Smj. Djoko memperhatikan. Rasa<sup>2</sup>nja seperti sudah mengenal akan suara itu. Dan sebaliknja orang itu pun memandang Smj. Djoko dengan seksama. {{bulleted list|list_style=list-style-type:'—„'; | Apakah barang kali saja ini berhadapan dengan Smj. Djoko ?" Tetapi belum sampai jang ditegor itu dapat mendjawab, ia melandjutkan lagi kata<sup>2</sup>nja, sebagai penegasan daripada kata<sup>2</sup>nja sendiri. | Jakinlah Smj. Djoko! Saja tidak dapat dengan segera untuk mengenal Sdr! Masih ingatkah Sdr pertemuan kita di Ki. B. dengan sehelai surat Sdr ??" | Ja, ingat! Djadi kita bertemu lagi tukasnja”. | Hmm........" Orang itu mengeluh pandjang<sup>2</sup>. | Mengapa begitu? Lekas katakan, apa jang telah ter- djadi ?!” | Sebenarnja saja tak hendak mengganggu pikiran Sdr, sebelum tugas Sdr ini selesai dan berachir. Tapi...... ja, apa boleh buat. Semua ini karena terpaksa dan nasib. Untuk ini maka dengarkan : „Semua ini telah terdjadi. Penjesalan tak akan berguna lagi. Tapi aku telah berdjandji kepada Sdr, bahwa segala<sup>2</sup>nja akan dipenuhi sebagai apa jang di inginkan. Aku sudah mentjari dan berusaha menemukan. Tetapi nasib telah menghalang. Tepat pada djam 18.00 sore harinja setelah semua pasukan dan Sdr pergi tinggalkan Ki. B sedang gerombolan musuh datang menjerang dgn kekuatan jang besar dan lebih. Pertahanan patah. Kawan banjak gugur dan luka<sup>2</sup>. Sedang jang lain termasuk saja lari keluar kota untuk hidup.}} Baru pada esok harinja pagi<sup>2</sup> benar, kota itu dapat kita rebut kembali dengan beberapa gabungan dari satuan<sup>2</sup> pasukan kita. Lalu saja kembali kepada djandji<sup>2</sup>ku. Tetapi surat Sdr sudah tidak berguna lagi. Dan kembali ber-sama<sup>2</sup> dengan Kebaja jang berdarah ini untuk Sdr. {{right|'''(Bersamb. hal. 38)'''}} {{border|1= <small>'''PENDJELASAN'''. Smj. S. Santoso, atas nama para Bawahan dan Bentara RPKAD jang turut aktif bertempur dalam perebutan lapangan terbang Mapanget dan daerah<sup>2</sup> lain disekitar Menado, memberi pendjelasan sbb. : #Djatuhnja lapangan terbang Mapanget, bukannja diserang oleh Lts. Bennie, melainkan diserang oleh Lts. (sekarang sudah Kapten) Frets Sigarlaki. Berkat tjerdik dan tangkasnja Kapt. Frets Sigarlaki, maka beliau berhasil menjusupkan team ”B"-nja kedaerah Permesta, dgn melewati lebih kurang empat pertahanan musuh jang kurang penting, sehingga dapat mendekat dan menjergap pertahanan Permesta jang terkuat disekitar lapangan terbang Mapanget. Dalam penjergapan ini, lebih dari seratus orang pasukan Permesta dapat ditewaskan. Dan banjak lagi sendjata<sup>2</sup> modern jang dapat kita rampas. Dus, Kmd. Penjerangan atas lapangan terbang Mapanget, bukannja Lts. Bennie, melainkan Kapt. Frets Sigarlaki. #Didjelaskan pula, bahwa perebutan kota Menado, Pantser jang digunakan Permesta jang kelihatan hanja satu, dan tidak muntjul<sup>2</sup> lagi, karena Mitraljur dan penembaknja hantjur ditembak oleh penembak mahir RPKAD Serss. Wasta, Pada waktu pertempuran ini berketjamuk, pasukan jang berada didepan sekali adalah RPKAD. Sedang Bataljon<sup>2</sup> lain, termasuk Bataljon "G”, Bataljon Major Lalu, Detasemen Major Makaminang dan Kompi Bert Supit dapat madju setelah pasukan RPKAD dibawah pimpinan Ltd. Samidjo, Ltd. Soemardji, Pltd. Soewandi dan Smaj. Makmur berhasil mengenjahkan sebagian besar pasukan<sup>2</sup> Permesta, dengan penembakan<sup>2</sup> djitu dari RPKAD. Dalam pertempuran ini pula, Serss. Wasta penembak mahir RPKAD berhasil menembak Major Ottay, Kmd. Bataljon Permesta, dan mengenai pundaknja sehingga luka berat. Pendjelasan ini dimaksud, sebagai sanggahan atas tulisan Sersk. Baginda Harahap, jang berkepala : ”Kisah Menado ; Sirnalah Impian Djago<sup>2</sup> Permesta” jang telah dimuat dalam Madjlah Angkatan Darat Bulan Djuli 1958. Sebab, ada bahagian<sup>2</sup> dari tulisan Sersk. Harahap jang tidak benar. Untuk ini, jang bersangkutan telah memberi pendjelasannja. {{right|'''Redaksi.'''}}</small> }}<noinclude></noinclude> 7azes3y3blodpoe4q32ryq8rrhv6aw5 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/146 104 104432 295632 294959 2026-05-14T14:21:29Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295632 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||18}}</noinclude>Disamping prinsip-prinsip ilmiah, prinsip-prinsip {{illegible}} tersebut diatas harus kita pegang dalam menyelidiki jeniskata BI. {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse;" | style="vertical-align: top; width: 2em;" | 6. | style="vertical-align: top;" | {{u|Beberapa pegangan dalam meneliti jeniskata dalam Bahasa Indonesia}} |} Dalam buku-buku berbahasa Inggris yang agak baru yang membicarakan jeniskata, jeniskata disebut {{u|wordclass}} (dalam buku-buku lama disebut {{u|parts of speech}}). Beberapa sarjana kurang menyukai istilah {{u|wordclass}} dan mempergunakan {{u|stemclass}}, karena menurut mereka hanya {{u|stem}} atau katadasar sajalah secara morfologis dan sintaksis bersifat tetap. Kedua pandangan ini tidak bertentangan, asal kita tahu bahwa katadasar dapat berubah jenisnya kalau mengalami derivasi atau berubah distribusinya. Kita pun harus mencatat, bahwa dalam BI ada katadasar yang {{u|variabel}}, artinya yang dapat mengalami derivasi; dan ada yang {{u|invariabel}}, yang tidak mengalami derivasi. Kata {{u|baca}} yang dapat menjadi {{u|membaca}}, {{u|terbaca}}, {{u|pembacaan}} dsb. adalah contoh kata variabel; sedang kata-kata {{u|dari}}, {{u|jika}}, {{u|akan}}, {{u|tidak}} dsb. adalah contoh-contoh kata invariabel. Sesudah mencatat kedua kenyataan tadi kiranya analisa dapat dimulai dengan menetapkan {{u|distribusi}} sebuah kata. Memang analisa ini perlu kita mulai dengan menentukan perilaku {{u|sintaksis}} kata tsb. Ambillah misalnya kalimat-kalimat sederhana berikut: {| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;" | style="vertical-align: top; width: 12em;" | Tuti | style="vertical-align: top; width: 4em; text-align: center;" | // | style="vertical-align: top; width: 12em;" | sehat. |- | style="vertical-align: top;" | Orang itu | style="vertical-align: top; text-align: center;" | // | style="vertical-align: top;" | menangis. |- | style="vertical-align: top;" | Guru | style="vertical-align: top; text-align: center;" | // | style="vertical-align: top;" | membaca. |- | style="vertical-align: top;" | Bapak | style="vertical-align: top; text-align: center;" | // | style="vertical-align: top;" | bekerja. |- | style="vertical-align: top;" | Air | style="vertical-align: top; text-align: center;" | // | style="vertical-align: top;" | mengalir. |- | style="vertical-align: top;" | Kakaknya | style="vertical-align: top; text-align: center;" | // | style="vertical-align: top;" | rajin. |}<noinclude></noinclude> tmnwlfz01g2cyn8sjwivm6l9170bq2z Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/152 104 104433 295611 294967 2026-05-14T14:15:15Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295611 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||24}}</noinclude><div style="text-indent: 8em; line-height: 1.6; text-align: justify;">peranti menyimpan dan mengambilnja lagi.</div> {| style="width: 100%; border-collapse: collapse;" | style="width: 45%;" | | style="width: 55%; text-align: left; padding-left: 4em; line-height: 1.4;" | (dari: Ajip Rosidi, {{u|Kesusastraan Sunda Dewasa ini}}. Djatiwangi, Tjupumanik, 1966 hal, 5-6. |} {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse;" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (b) | style="vertical-align: top;" | Radjah penutup (tjerita pantun {{u|Tjiung Wanara}}): |} {| style="margin-left: 8em; line-height: 1.3; border-collapse: collapse;" | Utama nu ngalalakonkeun,<br />utama nu dilalakonkeun,<br />sarua teu naha-naha,<br />kari salametna bae,<br />katut djeung anu nulisna,<br />sarta djeung anu ngarsakeun. |} {| style="width: 100%; border-collapse: collapse;" | style="width: 45%;" | | style="width: 55%; text-align: left; padding-left: 4em; line-height: 1.4;" | (dari: {{u|Verhandelingen van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen}} (VBG) djilid LVIII, 1911, hal. 244) |} {| style="margin-left: 8em; line-height: 1.3; border-collapse: collapse;" | Terutama bagi jang mengisahkan,<br />terutama bagi jang dikisahkan,<br />sama tak apa-apa,<br />tinggal selamatnja sadja,<br />begitupun penulisnja,<br />serta dengan pentjiptanja. |} {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse;" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (c) | style="vertical-align: top;" | Lukisan (antara lain: Lengser sedang berlari dalam tjerita pantun {{u|Tjiung Wanara}}): |} {| style="margin-left: 8em; line-height: 1.3; border-collapse: collapse;" | Enggalna Lengser teh lumpat,<br />lumpat sakalumpat-lampet,<br />tarik batan mimis bedil,<br />lepas batan kuda lumpat,<br />ngadudud sarangka duhung,<br />liang irung mamaungan,<br />buah birit wani hapa,<br />balas kasepakan keuneung,<br />wani eor tjetjekolan,<br />ear mumuntjanganana,<br />nja kelek tatarompetan,<br />palangkakan tetembangan, |}<noinclude></noinclude> j3nbkofyldhsvhcz97k656v1btkwz7p Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/153 104 104436 295610 294971 2026-05-14T14:15:03Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295610 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||25}}</noinclude>{| style="margin-left: 8em; line-height: 1.3; border-collapse: collapse;" | lain lantung tambuh laku,<br />lain lentang tanpa budja,<br />manggul piutusan ratu,<br />ngemban piwarangan menak. |} {| style="width: 100%; border-collapse: collapse;" | style="width: 45%;" | | style="width: 55%; text-align: left; padding-left: 4em; line-height: 1.4;" | (dari: {{u|VBG}}, djilid LVIII, 1911, hal.87) |} {| style="margin-left: 8em; line-height: 1.3; border-collapse: collapse;" | Segera Lengser berlari,<br />lari sekuat-kuatnja,<br />lebih tjepat dari mimis bedil,<br />lebih kentjang dari kuda lari,<br />lubang hidung terengah-engah,<br />buah pantat sampai hampa,<br />oleh kerap terdepak tumit,<br />sampai gemertuk tjatjekolan 13),<br />gemertok bunji mata kaki,<br />ketek melingking bagai terompet,<br />palangkakan 14) bersuara,<br />bukan pergi tak berarti,<br />bertindak tanpa berita,<br />mengemban utusan ratu,<br />membawa perintah bangsawan. |} {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse;" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (2) | style="vertical-align: top;" | Kawih kanak-kanak (menurut berbagai dialek): |} {| style="margin-left: 8em; line-height: 1.3; border-collapse: collapse;" | Eundeuk-eundeukan lagoni,<br />meunang peutjang sahidji,<br />leupas deui ku nini,<br />beunang deui ku aki {{...|8}} |} {| style="width: 100%; border-collapse: collapse;" | style="width: 45%;" | | style="width: 55%; text-align: left; padding-left: 4em; line-height: 1.4;" | (dari: P. Nataprawira, {{u|Kesusastraan Sunda}}. Djakarta, Djambatan, 1952, hal. 30) |} {| style="margin-left: 8em; line-height: 1.3; border-collapse: collapse;" | Djungkat-djungkit lagoni 15),<br />mendapat kantjil seekor,<br />lepas kembali oleh nenek,<br />tertangkap lagi oleh kakek {{...|5}} |} {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse;" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (3) | style="vertical-align: top;" | {{u|Kawih orang tua}} (waktu menimang/meninabobokan anak): |} {| style="margin-left: 8em; line-height: 1.3; border-collapse: collapse;" | Ajun ambing ajun ambing,<br />diajun-ajun ku samping, |}<noinclude></noinclude> orscot2bw1bl07k84xryjlrd7dxq9jf Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/116 104 104450 295693 295024 2026-05-14T15:27:04Z N.imaema 22481 /* Tervalidasi */ 295693 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" /></noinclude>{{border|1= {{u|<big>''Menghaturkan''</big>}} {{c|<big><big><big><big>'''SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI'''</big></big></big></big>}} {{c|<big><big><big><big>'''1 SJAWAL 1376.'''</big></big></big></big>}} {{c|<big><big><big>'''IKATAN PERKUMPULAN?. TIONGHOA'''</big></big></big>}} {{c|<big>(Chung Hua Chiao Thuan Tsung Hui)</big>}} {{c|<big>'''DJL. RAYA MANGGA BESAR 73'''</big>}} {{c|<big>'''Tilpun No. 27'''</big>}} {{c|<big>'''DJAKARTA - KOTA.'''</big>}} }} {{border|1= {{c|<big><big><big>'''HERENKLEDING & MODEMAGAZIN'''</big></big></big>}} {{c|<big><big><big><big>'''M. DE KONING'''</big></big></big></big>}} {{c|<big>'''DJL. NUSANTARA 17 - TELPF. G. 591'''</big>}} {{c|<big>'''DJAKARTA.'''</big>}} Leverancier Tentara, Angkatan Darat<br> {{gap}}Special untuk pakaian dan perlengkapan militer jang representatif.<br> {{gap}}{{gap}}Kwalitet istimewa dari bahan-bahan jang bermutu tinggi.<br> {{gap}}{{gap}}{{gap}}Memberi djaminan dan kepuasan atas ladenan jang diingini. }}<noinclude></noinclude> r9jcgp9gom4pj1ujeojj5ibgt1bludd Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/206 104 104456 295627 295032 2026-05-14T14:20:07Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295627 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude><div style="text-align: center; margin-bottom: 1.5em; line-height: 1.6;">PENYESUAIAN FONOLOGIS FONIM-FONIM ARAB KEDALAM SISTIM FONIM BAHASA INDONESIA</div> <div style="text-align: right; padding-right: 5em; margin-bottom: 1.5em; line-height: 1.6;">Muhadjir *</div> {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;" | style="vertical-align: top; width: 3.5em;" | 0. | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | <u>Pengantar</u> |- | | style="vertical-align: top; text-align: justify; padding-top: 0.5em; padding-bottom: 1.5em;" | Tulisan ini adalah landjutan dari tulisan-tulisan jang pernah dimuatkan dalam madjalah Djaja, tahun 1965. Dalam tulisan-tulisan jang telah lalu itu, penulis telah mengemukakan beberapa hal jang dianggap penting dalam masalah pengambilan kata-kata asing serta penjesuaiannja ke dalam bahasa Indonesia. Antara lain penulis telah mentatat beberapa soal mengenai penjesuaian vokal kata-kata asing kedalam sistim fonim bahasa Indonesia. Pada kesempatan ini penulis bermaksud mengemukakan beberapa hal mengenai penjesuaian fonologis konsonan-konsonan asing kedalam bahasa Indonesia sebagai akibat pengambilan kata-kata baru kedalam perbendaharaan kata bahasa Indonesia. Data-data untuk tulisan ini telah penulis siapkan tahun 1965, semula dengan maksud untuk landjutan tulisan dalam madjalah Djaja tersebut, akan tetapi oleh beberapa hal belum sempat penulis laksanakan. Oleh sebab itu selisih jang hampir 4 tahun itu mengenai data-data jang saja pakai dalam karangan ini mungkin membawa hal-hal jang tidak sesuai lagi atau ada hal-hal baru jang belum tampak empat tahun jang lalu, mengingat tjepatnja pertumbuhan bahasa Indonesia. Untuk itu penulis berharap kepada para peminat dan pembatja karangan ini untuk mengemukakan keberatan-keberatannja, bilamana apa jang akan penulis kemukakan itu tidak sesuai dengan kenjataan jang hidup dalam bahasa Indonesia sekarang. |- | style="vertical-align: top;" | I. I. | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Setiap bahasa mempunjai sedjumlah fonim dan sistim fonim jang tidak sama dengan djumlah dan sistim fonim bahasa lainnja. Betapapun dekatnja hubungan antara dua bahasa - bahasa jang sempurna sekalipun - namun tiap bahasa mempunjai sistim fonologinja sendiri jang otonom, jang sebahagiannja atau seluruhnja tidak berlaku untuk bahasa lainnja. Oleh karena itu pengambilan kata-kata baru, seperti dilakukan oleh bahasa Indonesia, meski dari bahasa daerah sekalipun, selalu menimbulkan masalah penjesuaian kata-kata baru itu dalam hal fonologinja. Masalah penjesuaian ini penulis anggap hal jang penting pula, dalam rangka pembinaan bahasa, lebih-lebih pula buat bahasa Indonesia, sebuah bahasa jang diutjapkan oleh berpuluh ribu bangsa jang masing-masing mempunjai bahasa ibu jang berbeda-beda, masalah penjesuaian fonologie ini terasa pentingnja untuk disadari oleh setiap pemakai bahasa Indonesia. |} -------------------- <div style="line-height: 1.4; text-align: justify;">* Tenaga ahli Dinas Bahasa Indonesia LBK dan Lektor Muda Bahasa Arab dan Sedjarah Islam pada Fakultas Sastra Universitas Indonesia.</div><noinclude>{{RH|||28}}</noinclude> hopfnnj7x0phd3chhy9v7gyoomw8rf1 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/207 104 104458 295626 295037 2026-05-14T14:19:35Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295626 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||29}}</noinclude>Oleh latarbelakang bahasa ibu jang berlain-lainan itu, mungkin akan menimbulkan tanggapan jang berlain-lainan pula dalam penerimaannja terhadap kata-kata baru. Sebagai tjontoh, buat pemakai atau buat mereka jang berbahasa ibu bahasa Djawa atau Sunda misalnja, penerimaan kata-kata-baru jang mengandung cluster konsonan. {{u|Konsonan}} {{u|r}}, {{u|l}}, {{u|g}} atau {{u|j}} mempunjai ketjenderungan untuk menerimanja tanpa perubahan, sebab kebetulan kelompok konsonan sematjam itu terdapat pula dalam sistim konsonan mereka. Sebaliknja buat mereka jang berbahasa ibu salah satu dialek Melaju terasa asing dan oleh karena itu mempunjai dorongan untuk menjesuaikannja dengan sistim konsonannja, sebab kelompok konsonan jang manapun buat mereka tidak ada terdapat dalam bahasa ibunja. Oleh sebab itu semua, hukum-hukum jang umum berlaku buat bahasa Indonesia perlu disadari oleh setiap pemakai bahasa Indonesia, demi terbentuknja keseragaman dalam berbahasa. Seperti kita maklumi bahasa asing jang pernah dan atau masih mengalirkan kata-katanja kedalam bahasa Indonesia, jang terpenting antara lain bahasa Sanckerta, Arab, kemudian Belanda dan beberapa bahasa barat lainnja, seperti bahasa Portugis atau Perantjie dan kemudian bahasa Tjina. Saat sekarang ini jang paling banjak adalah pengambilan kata-kata baru dari bahasa Inggris. Dalam karangan ini penulis ingin mengetengahkan penjesuaian kata-kata dari bahasa Arab. I. 2. <u>Penjesuaian kata-kata Arab</u> Djumlah konsonan dan sistim bahasa Arab berbeda dengan djumlah dan sistim konsonan bahasa Indonesia. Untuk memudahkan pembitjaraan, masalah ini akan penulis bagi mendjadi dua bagian: masalah penjesuaian konsonan jang tidak ada atau berbeda dengan konsonan bahasa Indonesia dan masalah-masalah jang disebabkan oleh perbedaan sistimnja. II. 1. Bahasa Arab memiliki 27 konsonan, termasuk semi vokalnja, sedang bahasa Indonesia - tepatnja bahasa Melaju - hanja memiliki 17 konsonan; ketudjuhbelas konsonan Indonesia itu ialah: b, p, m, d, t, n, dj, tj, nj, g, k, ng serta s, h, r, l, w, dan j (ditulis menurut edjaan jang masih berlaku). Dari ketudjuhbelas konsonan bahasa Indonesia itu ketjuali konsonan d, p, tj, nj, g dan ng dapatlah kita anggap bersamaan dengan konsonan bahasa Arab. Dengan demikian sisa konsonan Arab jang belum disebutkan ialah konsonan-konsonan jang tidak ada atau berbeda dengan konsonan bahasa Indonesia, jang selandjutnja akan penulis sebutkan bersamaan dengan pembitjaraan tentang penjesuaiannja kedalam konsonan bahasa Indonesia.<noinclude></noinclude> ksirufbv4nrvlwu6n28jn1cwul1w6cp Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/209 104 104459 295624 295039 2026-05-14T14:18:59Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295624 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||31}}</noinclude> Usul ini termasuk pula buat kata-kata asing jang meskipun ditulis dengan ph namun diutjapkan sebagai f seperti <u>physic</u>, <u>morpheme</u>, <u>phoneme</u> dst., baiknja diindonesiakan mendjadi: <u>fisik</u>, <u>morfim</u> dan <u>fonim</u>. Sehubungan dengan penjesuaian konsonan f ini, perlu disinggung disini soal penulisan konsonan-konsonan v dan f jang berasal dari bahasa-bahasa barat. Seperti kita maklumi, dalam bahasa-bahasa barat, ada dua konsonan labio dental, jakni labiodental bersuara v dan tidak bersuara f. Jang kedua telah banjak disebutkan diatas, jang pertama terdapat dalam kata-kata seperti <u>variatie</u>, <u>voorloper</u>, <u>voorschot</u> dan lain sebagainja. Akan tetapi dalam bahasa Indonesia kedua konsonan itu sama dalam utjapan saja. Dan bilamana disesuaikan dengan utjapan bahasa Indonesia keduanja dikembalikan kepada satu konsonan p. Kedua tjontoh terakhir misalnja diutjapkan mendjadi <u>persekot</u> dan <u>pelopor</u>. Sama halnja dengan <u>sopir</u> dan <u>aplus</u> atau <u>pabrik</u>. Akan tetapi, meskipun kedua konsonan itu satu dalam pengutjapan bahasa Indonesia, sampai hari ini orang belum tjukup "berani" untuk menuliskannja dengan huruf jang sama. Sampai sekarang orang masih menulis <u>universitas</u>, <u>fakultas</u>, <u>variasi</u>, <u>uniform</u> dan seterusnja. Apa salahnja bilamana na kita pilih salah satu huruf itu, misalnja f untuk kedua v dan f, djadi misalnja <u>fariasi</u>, <u>unifersitas</u>, <u>fakultas</u> dan <u>uniform</u>? {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;" | style="vertical-align: top; width: 4em;" | II. 3. | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | <u>Konsonan-konsonan</u> th, s, s dan sj |} Bahasa Arab mengenal empat matjam konsonan jang saling berdekatan, jaitu masing-masing geseran apico-interdental th (ث), lamino-alveolar, s (س), lamino-alveolopalatal s (ص), dan fronto-palatal sj (ش). Dari keempat konsonan tersebut jang kurang lebih sesuai dengan konsonan bahasa Indonesia adalah hanja konsonan jang kedua, jakni s (س). Demikianlah keempat konsonan Arab itu untuk kata-kata jang sudah lama masuk kedalam bahasa Indonesia dikembalikan kepada satu konsonan sadja. Kata-kata arab <u>thulatha'</u>, <u>thabit</u>, <u>salamah</u> (tun), <u>salam</u>, <u>sjukur</u>, <u>'isja'</u>, <u>sabr</u>, <u>safar</u> masing-masing diutjapkan: bulan <u>sabit</u>, hari <u>Selasa</u>, <u>selamet</u>, <u>salam</u>, <u>sukur</u>, waktu <u>isa</u>, <u>sabar</u> dan bulan <u>sapar</u>. Akan tetapi setjara umum dapat dikatakan bahwa ketiga konsonan jang pertama diutjapkan satu, jakni disesuaikan dengan konsonan Indonesia, seperti misalnja kata-kata <u>warith</u>, <u>'ithnyn</u>, <u>sihchah</u>, <u>wasijjah</u> dan sebagainja diutjapkan <u>waris</u>, <u>Senen</u>, <u>sehat</u> dan <u>wasiat</u>. Sedang untuk konsonan terakhir umumnja dipertahankan seperti <u>isjarat</u>,<noinclude></noinclude> lwefj91i8bx9z52ywo3heyg2qahznm9 Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/158 104 104460 295812 295044 2026-05-14T16:37:07Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295812 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude>::Sekiranja dapat didjelmakan kerdjasama antara kedua tokoh tersebut, tertjapailah suatu tjara pemetjahan bermatjam-matjam soal jang dihadapi oleh Bangsa dan Negara dan dengan demikian persoalan² jang lain akan mendjadi lebih mudah diselesaikan. <ol type="1" start="2"> <li>Dalam menjelesaikan persoalan Angkatan Darat sendiri supaja tetap diutamakan tjara bermusjawarah untuk mentjapai ketenangan dan tidak sebaliknja, dengan tidak meninggalkan norma-norma militer dan disiplin.</li> <li>Mengenai Dewan Nasional agar diusahakan dalam menentukan orang jang akan duduk dalam Dewan Nasional Nasional, diperhatikan suara daerah sehingga dibelakang hari tidak timbul keadaan², dimana orang² jang ditundjuk itu tidak membawa suara daerah dalam Dewan Nasional.</li></ol> '''SEKSI KEAMANAN :''' <ol type="1"> <li>Tentang keamanan telah diputuskan, bahwa politik keamanan terhadap gerombolan bersendjata jang telah didjalankan dengan segala proces dan akibatnja, berdjalan terus dengan tidak boleh dipengaruhi oleh persoalan² politik dan perubahan² kabinet.</li> <li>Untuk memberantas subversief asing, akan diintensiveer pengawasan terhadap bangsa asing disegala lapangan, terutama dalam lapangan politik, ekonomi dan sosial.</li> <li>Terhadap smokkel dan korupsi akan didjalankan drastise maatregelen tanpa pandang bulu.</li> <li>Untuk melantjarkan ketiga pokok² tersebut diatas segera :</li> <ol type="a"> <li>memperbaiki administrasi negara,</li> <li>mendobrak birokrasi,</li> <li>mengadakan penghematan disegala lapangan,</li> <li>melantjarkan perbaikan dan kepentingan daerah.</li> </ol> </li> </ol> '''SEKSI OTONOMI :''' <ol type="1"> <li>Telah ditjapai pengertian baik tentang perubahan systeem jang dianut sekarang.</li> <li>Luas otonomi masing-masing daerah akan ditinjau bersama-sama oleh Pemerintah Pusat dan Daerah.</li> <li>Mengenai perimbangan kedimaklumi oleh daerah bahwa Pemerintah sudah selesai dengan perundingan pelaksanaannya jang njata atas dasar keadilan dan sewadjarnja.</li> <li>Ditegaskan kedudukan Pamongpradja dan Swapradja.</li> <li>Segera diadakan pendidikan khusus dalam lapangan pembentukan kader Pemerintahan.</li> <li>Diadakannja pengawasan jang effectief.</li> <li>Kepala-kepala Daerah supaja diangkat tanpa dipilih, agar perimbangan dapat dilihat dengan njata, ketjuali bagi daerah Djakarta Raya dan Djawa Barat.</li> <li>Pegawai-pegawai Pemerintah tidak dibenarkan mendjadi anggota Politik.</li> <li>Untuk melaksanakan hal-hal pokok tersebut diatas, sebulan sesudah konferensi ini, akan diadakan lagi konferensi khusus.</li> </ol> === SEKSI TRANSMIGRASI: === <ol type="1"> <li>Diakuinja adanja kepentingan transmigrasi umum untuk meratakan tenaga dalam melandjutkan pembangunan negara.</li> <li>Penjederhanaan djumlah instansi dalam organisasi transmigrasi.</li> <li>Menganaliseer transmigrasi jg timbul setjara spontaan dengan mengingat akan kesanggupan dan kepentingan daerah.</li> <li>Berusaha menghindarkan pelanggaran hukum adat jang berlaku didaerah.</li> <li>Tidak membedakan urusan pelaksanaan transmigrasi umum dan transmigrasi lokaal.</li> </ol> === SEKSI FINEX/PEM: === <ol type="1"> <li>Dalam suasana penuh pengertian telah diakui bahwa keadaan keuangan dan ekonomi memang tidak menggembirakan.</li> <li>Dalam keadaan demikian, nampak gedjala centralisme, birokrasi dan verpolitisering dalam usaha kearah perbaikan.</li> <li>Telah didapat pengertian, bahwa dalam menghadapi kesulitan² ini agar daerah² turut serta menudju kearah decentralisasi umum.</li> <li>Supaja dititik beratkan urusan daerah dilapangan finex dan diselesaikan oleh daerah sendiri.</li> <li>Adanja hasrat jang merata untuk menaikan produksi Nasional dengan djalan menghimpun segala kekuatan untuk itu, agar tertjapai apa jang tertera dalam fatsal 38, ajat 1, 2, 3 Undang² Dasar Sementara.</li> <li>Untuk melaksanakan hal² pokok tersebut diatas, sebulan sesudah konferensi ini diadakan konperensi mengenai pembangunan, setelah masing² daerah membawa rentjana² jang konkreet serta urutan prioritetnja kepada Biro Perantjang Negara.</li> <li>Begitu pula sebulan sesudah konperensi ini akan diadakan rapat antara achli-achli keuangan/ekonomi Pusat dan Daerah untuk menentukan pelaksanaannja.</li> </ol> Inilah hasil² jang telah ditjapai selama rapat Para Penguasa Militer seluruh Indonesia jang memakan waktu selama 5 hari itu. Sebagaimana halnja pada rapat para Panglima jang lalu itu maka pada penutupan rapat kali inipun PJM Presiden selaku Panglima Tertinggi telah memberikan pula amanatnja. Sebagaimana kita ketahui bahwa ini baru merupakan perumusan² dan kita masih menghadapi tjara pelaksanaan dari semuanja jang masih banjak menghendaki fikiran dan kesabaran serta kemauan jang djudjur dan ichlas untuk menghadapinja dan mendjelmakannja mendjadi kenjataan-kenjataan jang dapat dirasakan oleh setiap orang. {{c|<big><big><big><big><big><big><big><big><big><big>*</big></big></big></big></big></big></big></big></big></big>}}<noinclude>{{rh|40}}</noinclude> 7kx5wuh518tiras48eqdszb2mr31bic Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/211 104 104462 295622 295047 2026-05-14T14:18:32Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295622 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||33}}</noinclude>{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;" | style="vertical-align: top; width: 4em;" | II. 5. | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | <u>Konsonan-konsonan</u> {{illegible}} dan {{illegible}} |} Konsonan jang pertama kurang lebih sama dengan konsonan Indonesia jang terdapat dalam <u>tidak</u> atau dan sebagainja, jaitu konsonan letusan apico-interdental tak bersuara. Sedang jang kedua ialah konsonan lamino-interdental letusan tak bersuara. Konsonan pertama tidak perlu dibitjarakan disini, sebab memang kurang lebih sama. Jang kedua djuga sampai hari ini biasanja selalu diutjapkan seperti konsonan pertama. Demikian kata-kata Arab <u>tariqah</u>, <u>fitrah</u>, <u>Fatihah</u> dalam bahasa Indonesia mendjadi <u>tarekat</u>, <u>fitrah</u> dan <u>Fatimah</u>. Jang perlu disinggung disini ialah, bahwa dalam bahasa Arab, ada imbuhan penanda feminin (-at) seperti terdapat dalam <u>qa'idat</u>(un), <u>tariqat</u>(un), <u>alamat</u>(un) dan sebagainja. Istimewa buat imbuhan feminin ini dalam bahasa arab mempunjai dua alomorf: bilamana kata-kata berimbuhan feminin ini dilandjutkan dengan achiran penundjuk kasus, jakni a(n) u(n) atau i(n): madrasatun, qa'idatun dan sebagainja, maka dipakai allomorph /at/ (un), at(an) atau at(in), akan tetapi bilamana kata-kata berimbuhan feminin itu ada dalam posisi achir dan pembitjara mengambil "quick form", maka at( imbuhan itu dilaksanakan dengan allomorph /ah/. Djadi <u>madrasah</u>, <u>qa'idah</u>, <u>tariqah</u> dan seterusnja. Apakah kedua allomorph itu masuk kedalam bahasa Indonesia tanpa mengingat posisinja dalam udjaran. Demikian disamping ada <u>tarekat</u>, <u>alamat</u>, kita dapati pula <u>madrasah</u>, <u>akidah</u>, <u>kaidah</u> dan sebagainja. {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;" | style="vertical-align: top; width: 4em;" | II. 6. | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | <u>Konsonan-konsonan</u> d dan d̂ |} Konsonan jang pertama adalah konsonan letusan apiko-interdental letusan bersuara (د), sedang jang kedua lamino-interdental (ض). Seperti kita maklumi bahasa Indonesia memiliki konsonan jang berdekatan dengan konsonan jang pertama, jaitu konsonan letusan apiko-alveolar. Sebab itu sebagian besar dari konsonan Arab jang masuk kedalam bahasa Indonesia diutjapkan dengan utjapan konsonan Indonesia jang berdekatan itu. Kata Arab <u>'adil</u>, <u>du'a'</u> misalnja dalam utjapan Indonesia /<u>adil</u>/ dan /<u>doa</u>/. Akan tetapi banjak diantara kata-kata Arab jang tetap diutjapkan dengan konsonan asalnja, seperti /<u>jadwal</u>/, /<u>da'wah</u>/ dan /madrasah/. Hal ini terutama diutjapkan oleh mereka jang mempunjai latarbelakang bahasa daerah, seperti bahasa Djawa misalnja, jang dalam daftar konsonannja memiliki konsonan jang sama dengan konsonan arab. Akan tetapi baik utjapan jang pertama maupun jang kedua dalam bahasa Indonesia sampai sekarang tidak menimbulkan kesulitan apa-apa, karena tak pernah bersifat distingtif.<noinclude></noinclude> 28eq3i4vrjjq2u4u1vt490gcx2a0nvt Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/212 104 104463 295621 295050 2026-05-14T14:18:15Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295621 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||34}}</noinclude>Hanja sadja perlu ditambahkan disini, berhubung adanja sistim tatafonia jang berbeda antara bahasa Arab dan bahasa Indonesia; dalam sistim tatafonia bahasa Indonesia tidak dikenal adanja konsonan letusan bersuara pada posisi achir suku, maka konsonan-konsonan arab jang mempunjai posisi demikian, biasanja dalam bahasa Indonesia diutjapkan tanpa suara. Demikianlah {{u|djadwal}}, {{u|ahwad}}, {{u|ahad}}, {{u|muhammad}} dan seterusnja, dalam utjapan bahasa Indonesia mendjadi {{u|djatwal}}, {{u|ahwat}}, {{u|ahat}} dan {{u|muhammat}}, meskipun hampir tak pernah dituliskan demikian. Konsonan jang kedua d dalam bahasa Indonesia mempunjai tiga kemungkinan. Sebagiannja ada jang mengutjapkan seperti konsonan Indonesia, jakni konsonan apiko-alveolar d seperti terdapat dalam {{u|darurat}}, {{u|kadi}}, {{u|wudu}}, jang masing-masing dari {{u|darurah}}, {{u|qadi}} dan wudu'. Sebagian lainnja ada jang mendjadi l seperti; {{u|perlu}}, {{u|rela}} dan {{u|ramlan}}. Ketiganja dari kata-kata arab; {{u|fard}}, {{u|rida'}} dan {{u|ramadan}}. Dalam pada itu ada tendensi jang menunjukkan bahwa si pemakai hendak mempertahankan utjapan aslinja; demikian ada jang mentjoba menulisnja {{u|hadlirin}} untuk {{u|hadirin}}, nahdlatul ulama untuk nahdatul ulama, jakni masing-masing dari kata Arab {{u|cha:diri:n}}, {{u|nahdatu 'l-ulama}} dan rida'. Penulis berpendapat usaha penjesuaian dengan utjapan aslinja itu tak perlu dilandjutkan, konsonan itu tjukup disesuaikan dengan tjontoh-tjontoh jang telah ada, djadi tulis dan utjapkanlah dengan d atau l. {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;" | style="vertical-align: top; width: 4em;" | II. 7. | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | <u>Konsonan-konsonan</u> ch, kh dan gh |} Ketiga konsonan ini, masing-masing adalah: jang pertama konsonan dorsovelar geseran tak bersuara (خ), jang kedua bersuara (ح) dan jang ketiga geseran dorso uvular (غ). Konsonan jang pertama, dalam bahasa Indonesia selalu diutjapkan sebagai h seperti <u>halal</u>, <u>haram</u>, <u>sahabat</u>, <u>heran</u>, <u>hal-ihwal</u>, jaitu masing-masing dari kata <u>chalal</u>, <u>charam</u>, <u>sachabah</u>, <u>chiran</u> dan <u>chal-ichwal</u>. Demikian untuk konsonan ini tidak ada kesulitan. Konsonan jang kedua mempunjai dua kemungkinan: mendjadi k seperti terdapat dalam <u>kabar</u>, <u>Kamis</u>, <u>iklas</u> dan sebagainja (seringkali ini beralternasi bebas dengan ch). Sebagian lainnja diutjapkan sebagai dorso-velar ch seperti <u>ichtiar</u>, <u>chas</u>, <u>chattulistiwa</u>, <u>chilaf</u> dan seterusnja. Penulis mengandjurkan agar dipakai tjara jang kedua ini, sebab bilamana didjadikan k, maka akan timbul bentuk kembar untuk dua kata jang lain artinja: Bila chas 'spesifik' diganti dengan k maka akan kembar dengan kas "kotak".<noinclude></noinclude> bs43upvvcw7vj2hmckxoyq824y5fxro Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/217 104 104465 295697 295053 2026-05-14T15:31:55Z Link PB 26772 295697 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>PHILIPS Pemain rebab {{c|<big><big><big><big>'''Tentang<br>Radja dan radja'''</big></big></big></big>}} Laksana tjorak berwarna pada tenunan-bunji musik-gamelan, terdengarlah nada² keradjaan dari rebab. Dipelbagai daerah Indonesia rebab itu menduduki tugas pimpinan dalam orkes dan karena itu dinamakannja pula "radja" orkes. Siaran dan gelombang² angkasa membawakan kekajaan² kebudajaan Indonesia keseluruh keluasan dunia. Radio memberikan kesempatan kepada tuan untuk menemukan kekajaan² kebudajaan itu dan membuka dunia kaja jang baru. Philips radio: "radja" diantara radio². <big><big><big>''Radio'''''PHILIPS'''</big></big></big> {{Missing image}}<noinclude></noinclude> 87fgj71enjs6hrnsnfwrwp9j7c741xi 295768 295697 2026-05-14T16:10:15Z N.imaema 22481 /* Tervalidasi */ 295768 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" /></noinclude>PHILIPS Pemain rebab {{c|<big><big><big><big>'''Tentang<br>Radja dan radja'''</big></big></big></big>}} Laksana tjorak berwarna pada tenunan-bunji musik-gamelan, terdengarlah nada² keradjaan dari rebab. Dipelbagai daerah Indonesia rebab itu menduduki tugas pimpinan dalam orkes dan karena itu dinamakannja pula "radja" orkes. Siaran dan gelombang² angkasa membawakan kekajaan² kebudajaan Indonesia keseluruh keluasan dunia. Radio memberikan kesempatan kepada tuan untuk menemukan kekajaan² kebudajaan itu dan membuka dunia kaja jang baru. Philips radio: "radja" diantara radio². <big><big><big>''Radio'''''PHILIPS'''</big></big></big> {{Missing image}}<noinclude></noinclude> az7x72ejcubqksse46lc93z5zgh74aj Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/213 104 104466 295619 295055 2026-05-14T14:17:47Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295619 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||35}}</noinclude>Konsonan jang ketiga umumnja mendjadi g seperti {{u|magrib}}, {{u|gaib}}, {{u|gairah}} dan seterusnja, jakni masing-masing dari {{u|maghrib}}, {{u|gaib}}, {{u|ghairah}}. Untuk ini hanja ada satu kenjataan, jakni selalu diganti g, sebab itu tidak usah diperpandjang lagi pembitjaraannja. II. 8. {{u|Konsonan}} ' dan ' Jang pertama adalah konsonan letusan glottal ( ء ), sedang jang kedua nasal glottal ( ع ). Keduanja dibitjarakan sekaligus, karena penjesuaian fonologisanja sama. Apabila konsonan-konsonan ini berada pada posisi awal suku, maka biasanja diutjapkan sebagai letusan glottal, djadi kata-kata Arab {{u|'ikhtija:r}}, {{u|'isja:rah}}, {{u|'achad}} atau {{u|'ilmu}}, {{u|'alam}}, {{u|'ulama:'}} keduanja mendjadi {{u|'ihtiar}}, {{u|'isjarat}}, {{u|'ahad}}, {{u|'ilmu}}, {{u|'alam}} dan {{u|'ulama}}, tetapi konsonan glottal dalam bahasa Indonesia tak pernah ditulis, berdasar peraturan edjaan terachir. Dalam posisi achir konsonan letusan glottal biasanja hilang sadja seperti {{u|'ulama:'}}, du'at djuga dihilangkan dalam bahasa Indonesia; sedang konsonan nasal glottal seringkali mendjadi letusan glottal. Demikian kata {{u|ra'ijjah}} dan {{u|ma'lum}} mendjadi {{u|ra'jat}} dan {{u|ma'lum}} dan ditulis {{u|rakjat}} dan {{u|maklum}}. Akan tetapi sering pula dihilangkan sadja seperti {{u|ta'ri:f}} mendjadi {{u|tarif}}, malahan kata {{u|'i'tiqa:d}} kini ada jang berbentuk {{u|tekad}} disamping {{u|itikad}}. II. 9. {{u|Konsonan}} k dan q Bahasa Indonesia memiliki dua konsonan dorso velar depan ( ك ) dan belakang ( ق ). Konsonan jang kedua itu tidak dikenal dalam bahasa Indonesia, sebab itu semua konsonan kedua dari bahasa Arab, dalam bahasa Indonesia diutjapkan dengan konsonan pertama. Demikianlah kata-kata arab {{u|jaqi:n}}, {{u|taqwa:}}, {{u|muqi:m}} dan sebagainja dalam bahasa Indonesia mendjadi {{u|jakin}}, {{u|takwa}} dan {{u|mukim}}. Dalam hal ini tidak ada kesulitan karena terdjadi seragam. III. 1. Pertama-tama ingin segera penulis kemukakan bahwa dalam sistim konsonan bahasa Arab, seperti djuga dalam bahasa Indonesia tidak dikenal kelompok konsonan pada posisi awal dan tengah. Akan tetapi bahasa Arab mengenal cluster antara dua konsonan jang sama, misalnja {{u|madjallah}}, {{u|mu'allim}}, {{u|tasawwuf}} dan sebagainja. Dan oleh karena bahasa Indonesia samasekali tidak mengenal sistim konsonan ini, maka dalam bahasa Indonesia selalu tinggal satu konsonan sadja.<noinclude></noinclude> 5yrmuip05jyhi4dga9581a9m5jszraf Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/215 104 104467 295616 295056 2026-05-14T14:17:18Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295616 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||37}}</noinclude>kata-kata Arab seperti {{u|barakah}} djadi {{u|berkah}}, {{u|tafakhur}} - {{u|tepekur}} atau {{u|terpekur}}, {{u|sadaqah}} - {{u|sedekah}}, {{u|taqdir}} - {{u|takdir}}. Hal lain jang perlu disebut ialah tentang posisi diftong. Dalam bahasa kita diftong biasanja hanja pada suku achir terbuka. Sebaliknja dalam bahasa Arab tidak memilih tempat. Sebab itu untuk diftong kata Arab jang tidak sesuai dengan posisi diftong Indonesia seringkali didjadikan satu vokal, seperti kata {{u|tawbah}} - {{u|tobat}}, untuk kata {{u|tawchi:d}} djadi {{u|tohid}}. Tetapi untuk kata {{u|gawl}} mendjadi {{u|kaul}}. IV. {{u|Penutup}} Demikian bilamana kita tindjau pembitjaraan kita, maka dapat disimpulkan bahwa pada dasarnja selalu terdapat tendensi untuk menjesuaikan konsonan dan sistim konsonan asing jang bertentangan dengan konsonan atau sistim bahasa Indonesia. Konsonan asing jang tidak terdapat dalam bahasa Indonesia selalu diusahakan untuk menggantinja dengan konsonan Indonesia, atau bila hal itu tidak mungkin, maka akan diambil konsonan jang daerah artikulasinja berdekatan. Seperti ternjata diatas, konsonan Arab jang tidak atau belum mendapat penggantiannja dalam bahasa Indonesia ialah f, ch dan z. Akan tetapi dapat dirasakan, bahwa meskipun bagaimana djuga pada saatnja mungkin konsonan-konsonan itu akan disesuaikan dengan konsonan Indonesia, seperti ternjata sekarang meskipun konsonan-konsonan tersebut kini bersifat fonemis, namun selalu terdapat alternannja dengan konsonan Indonesia, jakni f dengan p, ch dengan h atau k dan z dengan s atau dj. {{u|Tjatatan.}} {| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;" | style="vertical-align: top; width: 3em;" | (1) | style="vertical-align: top; width: 45em; text-align: justify;" | Edjaan Bahasa Arab jang dipakai disini diambil dari buku {{u|G.W. Thatcher, M.A., d.d. Arabic Grammar}}, dengan perubahan-perubahan ch untuk , j untuk dan tanda jang dititik dibawah huruf, dititik diatas. |- | style="vertical-align: top;" | (2) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Tanda : penulis pakai untuk tanda vokal pandjang. |} {{u|Daftar Batjaan}} {| style="margin-left: auto; margin-right: auto; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;" | style="vertical-align: top; width: 3em;" | 1. | style="vertical-align: top; width: 45em; text-align: justify;" | Hava, S.J., J.G., {{u|Arabic English Dictionary}}, Bairut, Catholic Press, 1951. |- | style="vertical-align: top;" | 2. | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Slametmuljana, Dr., {{u|Kaidah Bahasa Indonesia}}, djilid II, Djakarta, Djambatan, 1957. |- | style="vertical-align: top;" | 3. | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Gleason, H.A., {{u|An Introduction to Descriptive Linguistics}}, New York, Henry Holt and Company, 1958. |- | style="vertical-align: top;" | 4. | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Madjalah-madjalah dan Surat Kabar. |}<noinclude></noinclude> ng5e4lrt4lu6bcoosi6r8a33g0eimz8 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/552 104 104468 295533 295059 2026-05-14T13:53:20Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295533 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude><div style="text-indent: 8em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> ("tense" dan kasus). Karena itu berbeda dari keduanya. </div> <div style="line-height: 1.6; text-align: justify; margin-left: 0; padding-left: 0;"> # {{u|Pronomen}}, jenis kata ini ialah kata-kata yang dapat menggantikan nomen biasa dan biasanya menunjukkan orang pertama, kedua, dan ketiga. # {{u|Adverbium}}, keistimewaan dari adverbium ini ialah selalu dipergunakan dalam konstruksi bersama dengan verbum, dan secara semantik merupakan attribut verbum. # {{u|Praepositio}}, ialah jeniskata yang tidak mengalami infleksi dan dipergunakan sebagai kata yang terletak di depan bentuk yang berkasus atau dalam kompositum. # {{u|Interjectio}}, jeniskata yang secara sintaksis terlepas dari verbum, dan menyatakan perasaan atau sikap pikiran. # {{u|Conjunctio}}, jenis kata yang tidak mengalami infleksi dan secara sintaksis menghubungkan anggota-anggota kelas kata yang lain untuk menyatakan hubungan antar sesamanya. </div> Demikianlah dapat kita catat jenis kata yang dikemukakan oleh Priscia. Tampaknya Priscia pun tidak begitu jelas mengkriteriakannya. {{u|Sintaksis Priscia.}} Bidang ini membahas {{u|oratio}}. Dan apa katanya tentang itu? "Oratio est ordinato dictionem congrua, setentiam perfectam demontrans". Artinya: "oratio ialah tatasusun kata yang berselaras dan menunjukkan kalimat itu selesai". Hal yang menarik dari pengertian oratio ini ialah ia menunjukkan pula bahwa {{u|sebuah kata dapat menjadi kalimat penuh}}: Salah satu contoh dari oratio yang baik dan sempurna ialah jawaban pertanyaan dengan sebuah kata. Umpamanya orang bertanya : " Apakah kebaikan yang terbesar dalam hidup? " Dan yang lain jawab: "Honor" (Kehormatan). Bentuk Honor adalah sebuah kalimat yang sempurna menurut Priscia.<noinclude>{{rh|||18{{gap}} Bahasa dan Kesusastraan VI (3), 1973}}</noinclude> ip8cqj09gdrxrj0vrlv5sb3wlzo470b Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/551 104 104469 295532 295061 2026-05-14T13:52:59Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295532 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>yang tidak dapat dituliskan. {{u|Morfologi Priscia}} <div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> Sebuah kata disebut {{u|Dictio}}. Dan kata ialah bagian yang minimum dari sebuah ujaran dan harus diartikan terpisah dalam makna sebagai satu keseluruhan. Dalam hal ini Priscia mempunyai kekeliruan seolah-olah bentuk vires bahasa Latin tidak dapat dianalisa atau dipecahkan kembali dalam bentuk yang lebih kecil lagi. </div> <div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> Dalam bidang morfologi ini Priscia-lah yang membedakan kata dalam {{u|8 jenis kata}}. </div> {{u|Partes orationis.}} <div style="text-indent: 4em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-bottom: 1em;"> Delapan jenis kata ini disebut partes orationes, yang kemudian oleh orang Inggris disebut "part of speech" dan diterjemahkan kembali dalam bahasa Indonesia : Jenis kata. Kedelapan jenis kata itu ialah : </div> {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%;" | style="vertical-align: top; width: 1.5em;" | 1. | style="vertical-align: top; width: 7em;" | {{u|Nomen}} | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | (termasuk kata sifat menurut klasifikasi sekarang). |- | style="vertical-align: top;" | | style="vertical-align: top;" | | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; width: 100%;" | style="vertical-align: top; width: 1.5em;" | - | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | kata benda yang menunjukkan subatansi dan kwalitas. ( propriuim est nominis subastantiam et qualitates significare ) |- | style="vertical-align: top; width: 1.5em;" | - | style="vertical-align: top; text-align: justify; padding-bottom: 0.5em;" | nomen adalah jeniskata, "quae uniascuique subjectorum corporum sererum comunem vel propriam qualitatem distribuit." |} |- | style="vertical-align: top;" | 2. | style="vertical-align: top;" | {{u|Verbum}} | style="vertical-align: top; text-align: justify; padding-bottom: 0.5em;" | adalah jenis kata yang mempunyai infleksi untuk menunjukkan "tense", modus, tetapi tidak berinfleksi kasus. Verbum menyatakan perbuatan atau dikenai perbuatan. ( verbum est pars orationis cum temporibus et modis, sine casu, agendi vel patiandi significativum. ) |- | style="vertical-align: top;" | 3. | style="vertical-align: top;" | {{u|Participium}} | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | ialah sebuah kelas kata yang selalu berderivasi dari verbum, mengambil kategori verbum dan nomen |}<noinclude>{{rh|||17{{gap}}Bahasa dan Kesusastraan VI (3), 1973}}</noinclude> 4j8wa7y44vhhd9zmb68len2ir58b64z Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/331 104 104477 295560 295088 2026-05-14T14:01:33Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295560 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude><ol type="#" start="9"> <li> Rentjana Pendidikan dan Peladjaran S.M.A Dinas SMA Direktorat Pendidikan Umum, Kejuruan dan Kursus2, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 1968 <br><br> {{border|maxwidth=35em|bthickness=1px|align=center|padding=20px| {{c|{{larger|'''SEGERA TERBIT!'''}}}} <br> {{left|1. '''HADIAH SASTRA'''<br>{{gap|0.9em}}dalam <u>Bahasa dan Kesusastraan</u>, Seri Chusus No. 11/1972<br> 2. '''ALMANAK SASTRA SUNDA'''<br>{{gap|0.9em}}dalam <u>Bahasa dan Kesusastraan</u>, Seri Chusus No. 12/1972}} }} <br><noinclude>{{rh|BAHASA DAN KESUSASTRAAN, NO. 1, Th. V, 1972||17}}</noinclude> c110woju5zrohx4gq687p0vgbcz3wuf Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/260 104 104482 295598 295094 2026-05-14T14:11:40Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295598 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||40}}</noinclude>(karya Alice Gerstenberg diterjemahkan oleh Dra. Tuti Indra Malaon). Pementasan ini merupakan kegiatan dari Badan Pembina Teater Nasional Indonesia (B.P.T.N.I.) yang kali ini dibawakan oleh salah satu dari anggotanya yakni Teater Populer, dengan sutradara Teguh Karya '''PAMERAN DOKUMENTASI KESUSASTRAAN INDONESIA MODERN''' Dalam rangka memperingati 40 tahun Sumpah Pemuda dan ikut memeriahkan pembukaan Pusat Kesenian "Taman Ismail Marzuki" di Jalan Cikini 73 Jakarta, Direktorat Bahasa dan Kesusastraan bekerjasama dengan Dewan Kesenian Jakarta, telah menyelenggarakan pameran dokumentasi kesusastraan Indonesia modern. Pameran ini merupakan pameran dokumentasi yang ketiga kalinya dilakukan oleh DBK, dan diangkat dari dokumentasi milik H.B. Jassin. Kali ini bahan yang dipamerkan dititik beratkan pada kegiatan Angkatan 45 sampai Angkatan 66. Dalam penyelenggaraan pameran ini Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) telah ikut pula memberikan bantuannya. '''BAHASA DAN KESUSASTRAAN SERI KHUSUS ''' Sampai bulan Oktober 1968 ini telah terbit "Bahasa dan Kesusastraan" dalam Seri Khusus yang berisi sebagai berikut: {{left|{{Hanging indent|2em|Seri Khusus No. 1, Th I, 1968 (Kritik Sastra): Drs. M. Saleh Saad: "Pagar Kawat Berduri Drs. S. Effendi : "Drama Usmar Ismail "Api"}}|offset=4em}} {{left|{{Hanging indent|2em|Seri Khusus No. 2, Th I, 1968 (Teori Sastra):<br> Drs. M.S. Hutagalung: "Memahami dan menikmati Puisi"}}|offset=4em}} {{left|{{Hanging indent|2em|Seri Khusus No. 3, Th I, 1968 (Filologi):<br> Dra. S.W. Rudjiati Muljadi: "Hikayat Bulan Berbelah".}}|offset=4em}} Sedang disiapkan Seri Khusus nomor-nomor selanjutnya yang akan memuat masalah fonologi, teori sastra dan kesusastraan daerah. {{c|'''------'''}}<noinclude>{{rh||BAHASA DAN KESUSASTRAAN, No. 6, Th I, 1968}}</noinclude> gp4hesxqlsdj6p4q2wewdqy1fzo098x Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/264 104 104483 295597 295093 2026-05-14T14:11:23Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295597 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>nomor ini menyajikan: ---- {{gap}} TAJUK RENCANA {{gap}} hal. 1 {{gap}} _____________________________________________________ {{gap}} HIKAJAT SERIBU MASALAH {{gap}} Edwar Djamaris {{gap}} hal. 3 {{gap}} _____________________________________________________ {{gap}} SEDJARAH SASTRA {{gap}} René Wellek & Austin Warren {{gap}} hal. 17 {{gap}} _____________________________________________________ {{gap}} ISTILAH-ISTILAH {{gap}} hal. 39 {{gap}} _____________________________________________________ {{gap}} CATATAN TERHADAP BUKU DRS. M,S. HUTAGALUNG: {{gap}} MEMAHAMI DAN MENIKMATI PUISI {{gap}} Djajanto Supra {{gap}} hal. 41 {{gap}} _____________________________________________________ {{gap}} {{sp|KRONIK}} {{gap}} hal. 46 ---- {{c|LEMBAGA BAHASA NASIONAL <br> <br> mengucapkan <br> <br> Selamat Hari Raya 1 Syawal 1391 II <br> Selamat Hari Natal 25 Desenber 1971 <br> Selamat Tahun Baru 1972}} <br> <br> BAHASA DAN KESUSASTRAAN, No. 2, Th. IV, 1971<noinclude></noinclude> cs18xi6soxbosezy5lm8klqvmbgufxb Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/320 104 104485 295564 295106 2026-05-14T14:02:14Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295564 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>yang memadai kepada para pengajar tentang pelajaran mengarang. Karena itulah timbul pertanyaan: Apakah dengan perincian dan penjelasan seperti tertera dalam silabus itu, pengajaran mengarang dapat dilaksanakan sebaik-baiknya serta mencapai hasil yang diharapkan? Sangat diragukan. Dan keraguan itu akan menguat apabila ditelaah data-data yang tersedia, bahkan timbul kesan diremehkannya pelajaran mengarang dikedua tingkat sekolah menengah itu. 1.3 Pokok pikiran pada 1.1 dan informasi pada 1.2 telah cukup mendorong referat untuk mencari penataan cara menyajikan pelajaran mengarang di sekolah lanjutan Dan dari telaah tentang peristiwa mengarang itu sendiri, tentang kemungkinan-kemungkinan kebutuhan anak didik serta pendekatannya, diangkatlah tertib pelajaran mengarang sebagai berikut: <u>Pertama</u>, mempersiapkan anak didik untuk memahami: ::{{Hanging indent|1.5em|1) fungsi mengarang: langkah ini mengarah kepada pemberian pertanyaan dan penjelasan seperlunya tentang peranan komunikatif dalam berbagai bentuk dan berbagai lingkungan kehidupan manusia;}} ::{{Hanging indent|1.5em|2) peristiwa mengarang: langkah ini mengarah kepada pemberian pertanyaan dan penjelasan seperlunya tentang adanya hubungan erat antara berpikir dan mengarang;}} ::{{Hanging indent|1.5em|3) berbagai variasi tutur: langkah ini mengarah kepada latihan mengenal dan mempergunakan variasi-variasi kalimat dalam bermacam situasi.}} <u>Kedua</u>, membimbing anak didik untuk mencapai ketrampilan: ::{{Hanging indent|1.5em|4) memilih pokok karangan: langkah ini mengarah kepada latihan mengembangkan sebuah gagasan/ide menjadi gagasan-gagasan lebih kecil atau terbatas, kemudian memilih salah satu sebagai pokok karangan yang cocok dengan kemampuan, tujuan karangan, panjang karangan dan tingkat atau golongan sidang pembaca yang dituju;}} ::{{Hanging indent|1.5em|5) mengumpulkan keterangan tentang pokok: langkah ini}}<noinclude>{{rh|||6}}</noinclude> 3gvgvtk75968rmt17215vmiwkck9ru6 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/321 104 104488 295562 295116 2026-05-14T14:01:52Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295562 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>:::mengarah kepada latihan cara mengumpulkan keterangan dari berbagai sumber, misalnya dari pengalaman pribadi, wibawa para ahli, buku, majalah, surat kabar, televisi dan radio; ::{{Hanging indent|1.5em|6) menyaring dan menata keterangan: langkah ini mengarah kepada latihan memilih keterangan-keterangan yang paling diperlukan atau relevan dengan pokok, kemudian menatanya sebagai suatu kerangka karangan demikian rupa sehingga tiap bagian kerangka itu memperlihatkan hubungan logis atau tertib;}} ::{{Hanging indent|1.5em|7) menuliskan kerangka : langkah ini mengarah kepada latihan mengenal dan menggunakan diksi, ragam kalimat, kadar makna kata, kaidah keekonomisan dan kekongkritan kalimat, ragam paragraf serta transisinya dan ikhtisar, dalam rangka mengembangkan kerangka menjadi karangan yang sanggup meyakinkan pembaca, sanggup mengkomunikasikan gagasan seefektif-efektifnya;}} ::{{Hanging indent|1.5em|8) memeriksa kembali karangan: langkah ini mengarah kepada latihan meneliti kembali karangan yang telah diselesaikan, antara lain tepat-tidaknya ejaan, tanda baca dan huruf besar, tepat-tidaknya pilihan kata dan kalimat, tertib-kacaunya penataan paragraf atau lancar-tidaknya transisi dari paragraf ke paragraf.}} <u>Ketiga</u>, membimbing anak didik untuk mencapai ketrampilan: ::{{Hanging indent|1.5em|9) mengenal dan menggunakan ragam karangan: langkah ini mengarah kepada latihan mengenal dan menggunakan ragam surat, pengumuman, iklan, laporan dan sebagainya, atau ragam lukisan/deskriptif, ceritera/naratif, paparan/ekspositoris dan nalaran/argumentatif.}} Sembilan langkah diatas diangkat sebagai salah satu kemungkinan untuk mencapai sasaran pelajaran mengarang di sekolah lanjutan umum : ketrampilan mengembangkan pikiran dan perasaan secara teratur dengan mengembangkan bahasa secara teratur pula<noinclude>{{rh|||7}}</noinclude> njpv6em53z10s06t89l1blqdbrjmwz2 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/363 104 104493 295780 295124 2026-05-14T16:23:50Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295780 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{| style="background:transparent; border-collapse:collapse; width:100%; border-top: 2px solid black; border-bottom: 2px solid black;" |- style="border-bottom: 1px solid black;" ! style="width:5%; text-align:left; padding: 5px;" | NO. ! style="width:25%; text-align:left; padding: 5px;" | PENULIS ! style="width:40%; text-align:left; padding: 5px;" | J U D U L ! style="width:20%; text-align:left; padding: 5px;" | NO./TH. ! style="width:10%; text-align:left; padding: 5px;" | HAL. |- | 9. || Ginarsa, Ketut || Peribahasa Bali || Seri Khusus 5/1970 || 3-78 |- | 10. || Habib, Julius || Beberapa Catatan Penelitian Kesusastraan Minangkabau || 3/II/1969 || 3-13 |- | 11. || Hakim, Lukman || Fonem /h/ dalam dialek Djakarta || 2/II/1969 || 36-37 |- | 12. || Ikram, A. || Manfaat Studi Filologi di Indonesia Masakini || 1/IV/1971 || 3-9 |- | 13. || Ismail, Yahya || Kesusastraan Melayu selepas Perang hingga 1968 (III) || 1/II/1969 || 11-22 |- | 14. || Jassin, H.B. || <u>Malam Kuala Lumpur</u>; sebuah novel Nasjah Djamin || 1/II/1969 || 25-27 |- | 15. || Koentamadi, Drs. || Pembuatan Peta Bahasa di Indonesia || 2/II/1969 || 13-24 |- | 16. || Kridalaksana, Harimurti || NYA sebagai Penanda Anafora || 1/IV/1971 || 10-24 |- | 17. || Mangemba, H.D. || Sumbangan Bahasa Daerah Bugis-Makassar terhadap Perkembangan Bahasa Indonesia || 2/II/1969 || 3-12 |- | 18. || Maulana, Hermanoe || Sedjarah Ringkas Lembaga Bahasa Nasional || 1/III/1970 || 43-55 |- | 19. || Mihardja, Achdiat K. || Kakaren Simposium Kritik Sastra* || Seri Khusus 4/1970 || 63-71 |- | 20. || Mohamad, Goenawan || Tentang Kewibawaan Kritik* || Seri Khusus 4/1970 || 47-56 |- | 21. || Muljadi, S.W. Rudjiati || Hikayat Raja Jumjumah || 3/II/1969 || 14-18 |- | 22. || Nasution, J.U. || Pendirian atas Pendirian tentang Kritik Sastra || Seri Khusus 4/1970 || 27-34 |- | 23. || Peristilahan dan Perkamusan || Istilah-istilah || 1/II/1969 || 28-31 |- | || || || 2/II/1969 || 33-35 |- | || || || 3/II/1969 || 23-26 |- | || || || 2/IV/1971 || 39-40 |- | 24. || Ranabrata, U. Djusen || Sadjak-sadjak Taufiq Ismail jang baru || 1/IV/1971 || 35-41 |- | 25. || Rasuanto, Bur || Diskusi Kritik Sastra di Balai Budaya* || Seri Khusus 4/1970 || 77-79 |- | || || Tentang Metode dalam Kritik Sastra* || Seri Khusus 4/1970 || 79-81 |}<noinclude>{{rh|||49}}</noinclude> 8v3j34am0tu5zvo7jxhejhnjed9wpaj Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/350 104 104498 295548 295155 2026-05-14T13:57:57Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295548 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>berupa konsonan sengauan maka konsonan jang lain haruslah berupa konsonan letupan jang sedjenis atau konsonan /s/. Dalam hal ini penjesuaian dilakukan dengan tjara mengganti konsonan sengauan itu sehingga mendjadi sedjenis dengan konsonan letupan dibelakangnja, seperti dalam kata <u>mungkin</u>, <u>ingkar</u>, <u>mimbar</u>. Ada djuga jang tidak mengalami penjesuaian, misalnja dalam kata <u>anbia</u>, <u>alhamdu</u>. 5.2.3. Bila konsonan achir suku awal berupa /r/ maka konsonan awal suku berikutnja tidak dapat berupa /h/, /j/ atau /w/. Dalam hal ini penjesuaian dilakukan dengan tjara membuang konsonan awal suku berikutnja, seperti dalam kata <u>kuria</u>, <u>serual</u> (mengalami metatesis mendjadi <u>seluar</u>). Disamping itu ada djuga jang tidak mengalami penjesuaian, seperti dalam kata <u>arwah</u>, <u>almarhum</u>. 5.3. (K)V + KV(K) dengan ketentuan : Bila vokal suku depan berupa : {| style="background:transparent;" | /i/ || konsonan awal suku berikutnja tidak berupa /j/, |- | /u/ || &nbsp; &nbsp; " &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; " &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; " , . " &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; " &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; " /w/, |- | /a/ || &nbsp; &nbsp; " &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; " &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; " &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; " &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; " &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; " /h/ ketjuali kalau |- | colspan="2" | /h/ itu diikuti oleh vokal jang sama dengan vokal suku depannja |} Dalam hal ini penjesuaian dilakukan dengan tjara menghilangkan konsonan /j/ atau /w/ pada suku berikutnja, seperti dalam kata <u>ilmiah, kuat</u>. Adapun pada kata <u>lahir</u>, <u>nahu</u> penjesuaiannja hanja kadang-kadang sadja tampak dalam utjapan, sehingga kedua kata itu seolah-olah diutjapkan <u>lair</u>, <u>nau</u>. Disamping itu ada djuga jang tetap tidak disesuaikan, seperti dalam kata <u>muwahid</u>, <u>hidajat</u>, <u>mahir</u>. 5.4. Rangkaian baru jang tidak terdapat didalam sistim rangkaian suku kata bahasa Indonesia. Rangkaian baru itu misalnja terdapat dalam kata <u>mas'alah</u>, <u>Djum'at</u>. Djadi polanja (K)VK + V(K). Disamping jang tidak disesuaikan seperti dalam kedua kata diatas, ada pula jang disesuaikan seperti dalam kata <u>masalah</u>, <u>Djumat</u>. Dalam hal itu penjesuaiannja dilakukan dengan tjara {{hws|men|mendjadikan|}}<noinclude>{{rh|||36}}</noinclude> rgpn5udmtbftuewik4kv0zoltg01kbk Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/372 104 104500 295507 295176 2026-05-14T13:46:13Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295507 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>''['' sapa nân datang yaʰ '' ]''. Hal ini sejajar benar dengan keterangan seorang penulis yang berbahasa ibu subdialek Kemayoran, Lukman Hakim<sup>14)</sup>, yang menerangkan bahwa / h / dalam posisi akhir dalam subdialeknya sering muncul seiring dengan unsur suprasegmental. Penulis ini memberi contoh berikut <div style="margin-left: 4em; line-height: 1.6;"> - Lo {{illegible}} makan -<br /> - ?udeh - </div> {{illegible}} yang pertama diucapkan tanpa ''['' h '']'', sedang yang kedua dengan ''['' h '']'', karena yang kedua, yang terletak pada akhir contour itu mendapat tekanan. Selanjutnya penulis tersebut memberi contoh lain: <div style="margin-left: 4em; line-height: 1.6;"> - ni di<sup>y</sup>E obatnyE -<br /> - nih di<sup>y</sup>E obatnyE - </div> Kata {{u|ni}} yang pertama tanpa ''['' h '']'', sedang yang kedua dengan ''['' h '']'', sesuai dengan keterangannya, karena yang kedua mendapat nada tinggi. Jadi baik Hans Kähler sendiri, Lukman Hakim maupun saya masing-masing menemukan bahwa ''['' h '']'' bisa menyertai akhir vokal, dengan kata lain ''['' bótóh '']'' hanyalah bentuk varian dari ''['' boto '']''. Dan sesuai dengan keterangan Hans Kähler sendiri juga, varian itu bisa dengan hamzah. Jadi bisa juga bervariasi dengan ''['' boto' '']''. Dan dengan sendirinya bentuk varian ''['' boto' '']'' tidak dapat dipakai dalam pasangan minimal dengan ''['' bōtoh '']'' sebagai bukti untuk menentukan fonim. Disamping itu kata ''['' bōtoh '']'' dalam suatu pengecekan yang saya lakukan dengan seorang informan dari Rawamangun, ternyata dapat bervariasi dengan ''['' b0to '']'' (tanpa h). Selain itu, menurut hasil pendengaran saya, ternyata bahwa vokal o bagi penutur bahasa subdialek Dalam Kota diucapkan dengan posisi lidah yang lebih tinggi dibanding dengan penutur dari Pinggir Kota. Jadi buat penutur Dalam Kota kata pulo diucapkan ''['' pulo '']'', sedang buat penutur Pinggir Kota ''['' pulo' '']''. 2.1. Demikianlah berdasar hal-hal yang disebutkan itu dapat ditarik suatu kesimpulan: Bahwa perbedaan pendapat antara Hans Kähler dan kesimpulan saya mengenai kedudukan vokoid ''['' o '']'' dan ''['' ó '']'' disebabkan {{hws|kare|karena}}<noinclude>{{rh||4}}</noinclude> qdjp13ohpjh5dwhq0ss5drhuqnbgsdz Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/352 104 104504 295541 295202 2026-05-14T13:56:37Z Ars-arsa 26526 295541 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><div style="text-align: center; font-size: 130%; letter-spacing: 2px; line-height: 1.6; margin-bottom: 2em;">ISTILAH - ISTILAH</div> KESENIAN (Barat): {| style="line-height: 1.5; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%; font-size: 95%;" | style="vertical-align: top; width: 23em;" | a battuta ''['' It '']'' | style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | menurut matra |- | style="vertical-align: top;" | accelerando ''['' It '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | mentcepat, makin cepat |- | style="vertical-align: top;" | accrescendo ''['' It '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | meningkat, akresendo |- | style="vertical-align: top;" | adagio ''['' It '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | lambat, adagio |- | style="vertical-align: top;" | addolorato ''['' It '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | sedih |- | style="vertical-align: top;" | ad libitum ''['' Lat '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | ad libitum, sekehendak pemain |- | style="vertical-align: top;" | aequitonus ''['' Lat '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | sama tinggi-nada |- | style="vertical-align: top;" | aequo animo ''['' Lat '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | (tetap) tenang |- | style="vertical-align: top;" | affanato ''['' It '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | gelisah sedih |- | style="vertical-align: top;" | a voce piena ''['' It '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | suara penuh |- | style="vertical-align: top;" | balalaika | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | balalaika ''['' alat musik petik Rusia semacam gitar '']'' |- | style="vertical-align: top;" | bal masqué | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | pesta kedok, pesta topeng |- | style="vertical-align: top;" | barre ''['' Per '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | garis matra |- | style="vertical-align: top;" | basso continuo ''['' It '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | bas menerus, bas pengikut |- | style="vertical-align: top;" | battuta ''['' It '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | batuta, (ketuk) matra |- | style="vertical-align: top;" | cadence ''['' Per '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | kadensa, penutup nada, akhir berlaras |- | style="vertical-align: top;" | cantore ''['' It '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | pendahulu nyanyi |- | style="vertical-align: top;" | celesta ''['' It '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | selesta / 1 alat musik berbilahan baja yg diketik; 2 register orgel '']'' |- | style="vertical-align: top;" | ces-dur ''['' Djer '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | ces-dur ''['' jenis tangga nada mayor - 7 mol '']'' |- | style="vertical-align: top;" | claquebois ''['' Per '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | silofon ''['' semacam gambang '']'' |- | style="vertical-align: top;" | clavichord ''['' Ing '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | klavikor ''['' piano primitif '']'' |- | style="vertical-align: top;" | decrescendo ''['' It '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | dekresendo, melemah |- | style="vertical-align: top;" | devotamente ''['' It '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | khusyuk |- | style="vertical-align: top;" | devote ''['' Per '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | bakti, khusyuk, khidmat |- | style="vertical-align: top;" | diminuendo ''['' It '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | diminuendo, mengurangi |}<noinclude>{{rh|||38}}</noinclude> 3jykigipuuamay3fl3v0bfkr8tf66xu 295545 295541 2026-05-14T13:57:22Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ Batalkan revisi [[Special:Diff/295541|295541]] oleh [[Special:Contributions/Ars-arsa|Ars-arsa]] ([[User talk:Ars-arsa|bicara]]) 295545 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude><div style="text-align: center; font-size: 130%; letter-spacing: 2px; line-height: 1.6; margin-bottom: 2em;">ISTILAH - ISTILAH</div> KESENIAN (Barat): {| style="line-height: 1.5; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%; font-size: 95%;" | style="vertical-align: top; width: 23em;" | a battuta ''['' It '']'' | style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | menurut matra |- | style="vertical-align: top;" | accelerando ''['' It '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | mentcepat, makin cepat |- | style="vertical-align: top;" | accrescendo ''['' It '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | meningkat, akresendo |- | style="vertical-align: top;" | adagio ''['' It '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | lambat, adagio |- | style="vertical-align: top;" | addolorato ''['' It '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | sedih |- | style="vertical-align: top;" | ad libitum ''['' Lat '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | ad libitum, sekehendak pemain |- | style="vertical-align: top;" | aequitonus ''['' Lat '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | sama tinggi-nada |- | style="vertical-align: top;" | aequo animo ''['' Lat '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | (tetap) tenang |- | style="vertical-align: top;" | affanato ''['' It '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | gelisah sedih |- | style="vertical-align: top;" | a voce piena ''['' It '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | suara penuh |- | style="vertical-align: top;" | balalaika | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | balalaika ''['' alat musik petik Rusia semacam gitar '']'' |- | style="vertical-align: top;" | bal masqué | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | pesta kedok, pesta topeng |- | style="vertical-align: top;" | barre ''['' Per '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | garis matra |- | style="vertical-align: top;" | basso continuo ''['' It '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | bas menerus, bas pengikut |- | style="vertical-align: top;" | battuta ''['' It '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | batuta, (ketuk) matra |- | style="vertical-align: top;" | cadence ''['' Per '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | kadensa, penutup nada, akhir berlaras |- | style="vertical-align: top;" | cantore ''['' It '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | pendahulu nyanyi |- | style="vertical-align: top;" | celesta ''['' It '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | selesta / 1 alat musik berbilahan baja yg diketik; 2 register orgel '']'' |- | style="vertical-align: top;" | ces-dur ''['' Djer '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | ces-dur ''['' jenis tangga nada mayor - 7 mol '']'' |- | style="vertical-align: top;" | claquebois ''['' Per '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | silofon ''['' semacam gambang '']'' |- | style="vertical-align: top;" | clavichord ''['' Ing '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | klavikor ''['' piano primitif '']'' |- | style="vertical-align: top;" | decrescendo ''['' It '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | dekresendo, melemah |- | style="vertical-align: top;" | devotamente ''['' It '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | khusyuk |- | style="vertical-align: top;" | devote ''['' Per '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | bakti, khusyuk, khidmat |- | style="vertical-align: top;" | diminuendo ''['' It '']'' | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | diminuendo, mengurangi |}<noinclude>{{rh|||38}}</noinclude> lup7wiq9ctdzev9evcqnridw009o5yj Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/353 104 104508 295540 295221 2026-05-14T13:56:11Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295540 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>AGAMA (Islam): {| style="line-height: 1.5; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%; font-size: 95%;" | style="vertical-align: top; width: 23em;" | aadjil (al-) | style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | yg ditangguhkan |- | style="vertical-align: top;" | 'aadjil (al-) | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | yg langsung |- | style="vertical-align: top;" | 'aalami 'Ighaibi | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | alam gaib |- | style="vertical-align: top;" | aamiliin (al-) | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | para amil |- | style="vertical-align: top;" | 'aaqil | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | akil, berakal |- | style="vertical-align: top;" | achdzu 'shshidaaq | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | terima mahar |- | style="vertical-align: top;" | adabullughah | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | kesusasteraan |- | style="vertical-align: top;" | adjnabijj | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | ajnabi, bukan muhrim |- | style="vertical-align: top;" | ahlijjatu'nnikaah | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | patut nikah |- | style="vertical-align: top;" | ahlijjatu'sjsjahaadah | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | patut (jadi) saksi |- | style="vertical-align: top;" | ahlu'lqijaas | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | ahli kias |- | style="vertical-align: top;" | ahlu'tta'wil | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | ahli takwil |- | style="vertical-align: top;" | ajjaamu'ttasjriiq | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | hari-hari tasyrik |- | style="vertical-align: top;" | amru bil ma'ruof (al-) | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | amar ma'ruf |- | style="vertical-align: top;" | amru lilwudjuub (al-) | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | amar wajib |- | style="vertical-align: top;" | ashhaabu'lhaqiIqaat | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | kaum hakikat ''['' sufi '']'' |- | style="vertical-align: top;" | asj'arijjah (al-) | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | pengikut Asy'ari ''['' tauhid '']'' |- | style="vertical-align: top;" | bid'atun djalaalah | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | bid'ah sesat |- | style="vertical-align: top;" | bid'atun hasanah | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | bid'ah baik |- | style="vertical-align: top;" | bi'sjsjuhuur | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | dng hitungan bulan |- | style="vertical-align: top;" | chatha'(al-) | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | taksengaja |- | style="vertical-align: top;" | chithaabu'lhaaliij (al-) | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | bisikan hati |- | style="vertical-align: top;" | chithaabu'lhawaatif | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | seruan (orang) halus |- | style="vertical-align: top;" | chithbah | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | khitbah, pinangan, lamaran |- | style="vertical-align: top;" | chiththatu'ddirasah | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | rencana pelajaran |} <br /> ILMU BUMI dan SOSIOLOGI: {| style="line-height: 1.5; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%; font-size: 95%;" | style="vertical-align: top; width: 23em;" | abandonned child | style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | anak buang |- | style="vertical-align: top;" | abolition of slavery | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | penghapusan perbudakan |- | style="vertical-align: top;" | (to) absorb culture | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | meresapi kebudayaan, meresapkan kebudayaan |- | style="vertical-align: top;" | accessibility by land | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | mudah dicapai dari daratan |- | style="vertical-align: top;" | accumulation | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | penimbunan |}<noinclude>{{rh|||39}}</noinclude> o94w1syrc2wv17m244bl5akv3794m3v Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/354 104 104510 295539 295225 2026-05-14T13:55:54Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295539 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>{| style="line-height: 1.5; border-collapse: collapse; margin-left: 0; padding-left: 0; width: 100%; font-size: 95%;" | style="vertical-align: top; width: 23em;" | achieved status | style="vertical-align: top; width: 2em; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | kedudukan tercapai sendiri |- | style="vertical-align: top;" | adolescence | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | keremajaan |- | style="vertical-align: top;" | adopted child | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | anak angkat |- | style="vertical-align: top;" | aesthetic ideal | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | cita-cita estetik |- | style="vertical-align: top;" | area of occupied territory | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | luas tanah yg didiami |- | style="vertical-align: top;" | artificial kinrelationship | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | (hubungan) kekerabatan buatan |- | style="vertical-align: top;" | atmospheric pressure | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | tekanan atmosfir |- | style="vertical-align: top;" | badjooe | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | bajou ''['' pengaruh yg menimbulkan penyakit '']'' |- | style="vertical-align: top;" | barometric pressure | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | tekanan barometrik (udara) |- | style="vertical-align: top;" | barysphere | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | barisfir, teras bumi |- | style="vertical-align: top;" | basalt | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | basalta ''['' batuan '']'' |- | style="vertical-align: top;" | behaviour pattern | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | pola kelakuan |- | style="vertical-align: top;" | calms of cancer | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | angin tenang utara |- | style="vertical-align: top;" | calms of capricorn | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | angin tenang selatan |- | style="vertical-align: top;" | canyon | style="vertical-align: top; text-align: center;" | , | style="vertical-align: top;" | ngarai |} <br /> <br /> {| style="width: 100%; border-collapse: collapse; text-align: center; line-height: 1.6;" | Bidang Perkamusan dan Peristilahan |} <br /> <br /> {| style="margin-left: auto; margin-right: auto; width: 60%; border: 1px solid black; padding: 25px; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;" | style="text-align: center; font-weight: bold; letter-spacing: 1px;" | PEMBINAAN BAHASA INDONESIA |- | style="text-align: center; padding-top: 1em;" | TVRI Pusat<br />Jakarta |- | style="padding-top: 1.5em; padding-left: 5em;" | {| style="line-height: 1.4; border-collapse: collapse;" | Hari || : Senin |- | Jam || : 19.00 wib |} |} <br /> <br /> <br /><noinclude>{{rh|||BAHASA DAN KESUSASTRAAN, No. 1, Th. V, 1972{{gap}}40}}</noinclude> p7g39hn97whhejk3jya8eki9whbr3p2 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/414 104 104519 295518 295281 2026-05-14T13:49:44Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295518 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (c) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | mengapit istilah jang kurang dikenal atau kata jang diberi arti chusus. |} <div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> Istilah "tak bersuara" menundjuk kepada keadaan terbuka dalam batang teŋgorok.<br /> "Lampu hijau" belum lagi menjala. </div> <div style="margin-left: 2.5em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-top: 0.5em; margin-bottom: 0.5em;"> Tjatatan: Tanda petik tutup (...") didahului oleh titik, koma, tanda tanja, dan tanda seru jang mendjadi bagian kutipan. </div> <div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-bottom: 1em;"> Ia berkata, "Jelek benar pensil ini."<br /> "Siapa kau?" tanjanja. </div> 13. Tanda petik tunggal ('...') <div style="text-indent: 2.5em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> Tanda petik tunggal mengapit kutipan dalam kutipan lain. </div> <div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-bottom: 1em;"> Katanya, "Kemana saja 'profesor' kita ini?" </div> 14. Tanda ulang (2) <div style="text-indent: 2.5em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-bottom: 1em;"> Tanda ini terbatas pemakaiannja pada tulisan tjepat, notula, dan surat kabar. </div> 15. Tanda garis miring (/) {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (a) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dipakai dalam penomoran kode surat. |- | style="vertical-align: top;" | (b) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dipakai sebagai pengganti kata per dan atau. |} <div style="margin-left: 6em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-top: 0.5em;"> No. 272/Sek/II/66<br /> Harganja Rp 97,50/meter<br /> pendahuluan/pembukaan </div><noinclude>{{rh||44}}</noinclude> tayuk6zihxwg0oro77sytswfn70sedd Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/413 104 104521 295517 295287 2026-05-14T13:49:27Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295517 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>10. Tanda kurung (( )) {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (a) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | mengapit keterangan jang ditambahkan pada kalimat atau bagian-bagiannja. |} <div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> Gempa bumi di Skopje (Yugoslavia) menimbulkan banyak korban. </div> {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (b) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | mengapit keterangan jang bukan bagian dari keseluruhan pokok pembitjaraan. |} <div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> Katanya ia belum pernah (sic) melihat karangan itu. </div> {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (c) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | mengapit angka atau huruf jang memerintji satu seri keterangan. Angka atau huruf itu dapat djuga diikuti hanja oleh kurung tutup. |} <div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-bottom: 0.5em;"> Masalah edjaan menjangkut bidang: </div> {| style="margin-left: 7em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;" | style="width: 2.5em; vertical-align: top;" | (A) | style="vertical-align: top;" | fonologi |- | style="vertical-align: top;" | (B) | style="vertical-align: top;" | morfologi |- | style="vertical-align: top;" | (C) | style="vertical-align: top;" | sintaksis |} <div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify; margin-top: 0.5em; margin-bottom: 0.5em;"> atau: </div> {| style="margin-left: 7em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;" | style="width: 2.5em; vertical-align: top;" | A) | style="vertical-align: top;" | fonologi |- | style="vertical-align: top;" | B) | style="vertical-align: top;" | morfologi |- | style="vertical-align: top;" | C) | style="vertical-align: top;" | sintaksis |} 11. Tanda kurung siku ( ''['' '' ]'' ) {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (a) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | mengapit huruf, kata, atau kelompok kata jang ditambahkan pada kalimat kutipan. |} <div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> Sang Sapurba men''[''d'']''engar bunji gemersik itu. </div> {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (b) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | mengapit keterangan dalam kalimat pendjelas jang sudah bertanda kurung. |} <div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> (Perbedaan antara dua matjam proses ini ''[''lihat Bab I'']'' tidak dibicarakan lagi.) </div> 12. Tanda petik ("...") {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (a) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | mengapit petikan langsung jang berasal dari pembitjara, dari naskah atau bahan tertulis lain. Kedua tanda petik itu ditulis sama tinggi diatas baris. |} <div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> "Sudah siap," katanja.<br /> "Saya belum siap," serunja," tunggu sebentar." </div> {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (b) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | mengapit djudul sjair, karangan, dan bab buku. |} <div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> Sadjak "Berdiri Aku" terdapat pada halaman 5.<br /> Karangan Moh. Hatta "Demokrasi Kita"<br /> sudah diterbitkan lagi.<br /> Bacalah bab "Samsulbahri membunuh diri"<br /> dalam buku Sitti Nurbaja. </div><noinclude>{{rh||43}}</noinclude> 2muub97yl0i7vp1qalhjrdo2r39ypch Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/412 104 104522 295516 295290 2026-05-14T13:49:09Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295516 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>6. Tanda pisah (----) {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (a) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | membatasi penjisipan kata, kelompok kata, atau anak kalimat jang memberi pendjelasan chusus. |} <div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> Kemerdekaan bangsa itu----dan saja yakin pasti akan datang----harus dipertjuangkan oleh bangsa itu sendiri.<br /> Semua barangnja----radio, televisi, dan perhiasan----dibawa lari pentjuri. </div> {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (b) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | menegaskan adanja oposisi atau pendjelasan lainnja. |} <div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> Mereka semua mengenal Pak Salim----guru tua di kota ketjil itu. </div> {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (c) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | diantara dua bilangan atau tanggal jang berarti sampai dengan atau diantara dua nama kota jang berarti ke, sampai. |} <div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> 1910--------1945<br /> Jakarta--------Bandung </div> 7. Tanda elipsis (...) {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (a) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | menggambarkan kalimat jang terputus-putus. |} <div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> Kalau begitu .... ya, marilah kita berangkat. </div> {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (b) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | menundjukkan bahwa dalam suatu petikan ada bagian jang dihilangkan. |} <div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> "Faktor-faktor ..... itu akan diteliti sekedarnja". </div> 8. Tanda tanja (?) {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (a) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | menundjukkan pertanjaan jang mengharapakan djawaban atau jang bersifat retoris. |} <div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> Kapan ia berangkat?<br /> Saudara tahu, bukan? </div> {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 4.5em;" | Tetapi: | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Saya tidak tahu jam berapa dia datang. |} {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (b) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | bila ditaruh dalam tanda kurung menundjukkan utjapan jang disangsikan atau jang kurang dapat dibuktikan kebenaranndja. |} <div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> Ia dilahirkan pada tahun 1683 (?)<br /> Iksan pergi ke Sigli (?) menengok neneknya. </div> 9. Tanda seru (!) <div style="text-indent: 2.5em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> Tanda seru menundjukkan ungkapan seruan, perintah, dan jang meminta perhatian chusus. </div> <div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> Merdeka!<br /> Alangkah panasnya!<br /> Pergi! </div><noinclude>{{rh||42}}</noinclude> 6xacu5ecw3zsfxfyak4m1b3wiczxrik Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/411 104 104524 295515 295295 2026-05-14T13:48:50Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295515 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (h) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dipakai dimuka angka persepuluhan dan diantara rupiah dan sen dalam bilangan. |} <div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> 12,54 m<br /> Rp 12,50 </div> 3. Titik koma (;) <div style="text-indent: 2.5em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> Titik koma memisahkan bagian-bagian kalimat, djika dalam bagian-bagian kalimat itu sudah ada koma. </div> <div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> Hasil negeri itu terdiri atas: teh dan kopi;<br /> minyak, emas, dan bidji besi; ikan dan ternak. </div> 4. Titik dua (:) {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (a) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dipakai sebagai pengantar suatu daftar, rangkaian, atau pemerintjian. |} <div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> Yang kita perlukan sekarang ialah: kertas, tinta, dan pena. </div> {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (b) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dipakai (i) diantara djilid atau nomor dan halaman, (ii) diantara bab dan ajat dalam kitab-kitab sutji, atau (iii) diantara djudul dan anak djudul suatu karangan. |} <div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> Tempo, I (1971), 34 : 7<br /> Surah Yasin : 9<br /> Karangannya, Pendidikan: Sebuah Studi, sudah terbit. </div> {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (c) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dipakai diantara bagian jang menundjukkan pembitjara dan apa jang diutjapkannja dalam pertjakapan. |} <div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> Ibu &nbsp;&nbsp;: "Bawa koper ini, Mir!"<br /> Amir : "Baik, bu." </div> 5. Tanda hubung (-) {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (a) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | menjambung suku-suku kata dasar jang terpisah oleh pergantian baris. |} <div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> ada cara ba-<br /> ru </div> {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (b) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | menjambung awalan dengan bagian kata dibelakangnja atau achiran dengan bagian kata didepannja pada pergantian baris |} <div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> cara baru meng-<br /> ukur panas<br /> cara baru me-<br /> ngukur kelapa<br /> alat pertahan-<br /> an yang baru </div> {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (c) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | menjambung unsur-unsur kata ulang. |} <div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> anak-anak<br /> kemerah-merahan </div> {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (d) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | menjambung bagian-bagian tanggal. |} <div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> 4-7-1935 </div><noinclude>{{rh||41}}</noinclude> gh8pb5u9691k1hkbumyo0e95kznhczw Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/410 104 104525 295514 295299 2026-05-14T13:48:33Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295514 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top;" | Tetapi: |- | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Saya sudah membaca Renungan Indonesia. |} {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (k) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Dalam surat-menyurat tidak dipakai dibelakang tanggal, nama, dan alamat, jang tidak mendjadi bagian kalimat. |} <div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> Jakarta, 17 Mei 1973<br /> Kepada Yth.<br /> Sdr. Kasandinama<br /> Jalan Arif 107<br /> Bandung </div> {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 4.5em;" | Tetapi: | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Sdr. Kasandinama tinggal di Jalan Arif 107, Bandung. |} 2. Koma (,) {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (a) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dipakai diantara unsur-unsur dalam suatu pemerintjian atau pembilangan. |} <div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> Saya membeli kertas, pena, dan tinta<br /> Satu, dua, ............ tiga! </div> {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (b) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | mentjeraikan anak kalimat, baik jang dirangkaikan oleh kata penghubung maupun jang tidak. |} <div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> Saya sudah selesai, tetapi ia belum.<br /> Malu bertanya, sesat di jalan. </div> {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (c) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | mentjeraikan kutipan langsung dari bagian lain dalam kalimat. |} <div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> Kata ibu dengan lemah lembut, "Hati-hatilah". </div> {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (d) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dipakai diantara (i) nama dan alamat, (ii) bagian-bagian alamat, (iii) tempat dan tanggal, jang ditulis sebaris. |} <div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> Dekan Fakultas Kedokteran UI, Salemba 6,<br /> Jakarta<br /> Surabaya, 10 Mei 1970 </div> {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (e) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | mentjeraikan bagian nama jang dibalik susunannja dalam daftar pustaka. |} <div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> Siregar, Merari, Azab dan Sengsara<br /> Weltevreden, Balai Pustaka, 1920 </div> {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (f) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dipakai diantara nama tempat penerbitan, nama penerbit, dan tahun penerbit. |} <div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> (Lihat tjontoh pada (e).) </div> {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (g) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dipakai diantara nama orang dan gelar akademis jang mengikutinja, untuk membedakannja dari singkatan nama keluarga atau marga. |} <div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> Djokosutomo, SH </div> {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 4.5em;" | Tetapi: | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | Ismail M.S. |}<noinclude>{{rh||40}}</noinclude> 58c5ca3qi2nna4z9ngq0y2zs9g9uj5i Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/409 104 104529 295513 295317 2026-05-14T13:48:15Z Ars-arsa 26526 /* Validated */ 295513 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" /></noinclude>{| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (c) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dipakai dibelakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ichtisar, dan daftar. (Lihat djuga pemakaian tanda kurung). |} <div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> III. Departemen X . </div> {| style="margin-left: 7em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;" | style="width: 2.5em; vertical-align: top;" | A. | style="vertical-align: top;" | Direktorat Djendral a |- | style="vertical-align: top;" | B. | style="vertical-align: top;" | Direktorat Djendral b |- | style="vertical-align: top;" | C. | style="vertical-align: top;" | Direktorat Djendral c |} {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (d) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dipakai dibelakang singkatan nama gelar, djabatan, dan sapaan. |} <div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> Prof. Ir. Yth. Sdr. Nn. </div> {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (e) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dipakai dibelakang singkatan kata atau ungkapan jang sudah sangat umum. |} <div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> dsb. dll. u.b. dst. a.n. d.a. </div> {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (f) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | dalam bilangan, dapat memisahkan angka ribuan, djutaan, dan seterusnja ketjutjali dalam angka tahun dan nomor (halaman, mobil, telepon, dll). Dalam menjebutkan waktu, tanda titik memisahkan angka djam dari angka menitnja. |} <div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> 1.966<br /> 1.906.111.966<br /> 1.945 halaman<br /> jam 19.45 </div> {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top;" | Tetapi: |- | style="vertical-align: top; padding-left: 2.5em; text-align: justify;" | Halaman 1945<br />pada tahun 1945<br />teleponlah 31459 |} {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (g) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | tidak dipakai dalam singkatan jang ditulis dengan huruf besar. |} {| style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;" | style="width: 12em; vertical-align: top;" | KTA<br />ISSI<br />SMP | style="vertical-align: top;" | UUD<br />ABRI |} {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (h) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | tidak dipakai dalam akronim. |} {| style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;" | style="width: 12em; vertical-align: top;" | Deppen<br />Hankam<br />Reskrim | style="vertical-align: top;" | Sekdjen<br />Tritura |} {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (i) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | tidak dipakai dalam singkatan lambang kimia, satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang. |} {| style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; border-collapse: collapse;" | style="width: 12em; vertical-align: top;" | Cu<br />cm | style="width: 12em; vertical-align: top;" | THT<br />Rp | style="vertical-align: top;" | DNA<br />l |} {| style="line-height: 1.6; border-collapse: collapse; margin-left: 2.5em; padding-left: 0; width: calc(100% - 2.5em);" | style="vertical-align: top; width: 2.5em;" | (j) | style="vertical-align: top; text-align: justify;" | tidak dipakai dibelakang djudul (buku, karangan, berita, dan bab). |} <div style="margin-left: 5em; line-height: 1.6; text-align: justify;"> Djalan Tak Ada Udjung<br /> Acara Kunjungan Adam Malik<br /> Bentuk dan Kedaulatan<br /> ( Bab I UUD 45 ) </div><noinclude>{{rh||39}}</noinclude> ergwzcbjjyqx1074bhnrbj073ak42ep Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/960 104 104555 295829 295396 2026-05-14T16:50:46Z Lutfiyatun 26681 /* Telah diuji baca */ 295829 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Sesudah kita berhari raya ini, sesudah kita bergembira, erhalal-bihalal dengan tjara² jang sudah kami sebutkan tadi, kita menghadapi lagi tugas dan kewadjiban kita, meneruskan jang lalu atzu memulai jang baru, bsik jang berhubungan dengan kepentingan diri Gan keluarga, maupun untuk kepentingan Bangsa dan Negara dan terutama lagi kewadjiban pribaai terhadap Allah s.w.t. Mudah²-an dengan tenaga semangat baru jang diberikan kepada kita sekarang ini, kesemuanja itu dapatlah kita selenggarakan, tidak adi jang terbengkelai dan tertinggal. Hasilnja bukan untuk orang lain, tetapi adalah untuk kita djuga, karena kedjajaan Negara sebasai hasil karya kita itu adalah untuk kebahasiaan kita bersama djuga. Sebasai menjambut hari jang mulia ini, tak lupa kita memohonkan ampunan dan karunia Tuhan Allah, bagi seluruh pedjuang² kita jang telah mendahului kita pulang ke Rachmatullah, kembali ke 'alam baga, mudah?-an arwah mereka mendapat tempat jang secbaik-baiknja, mencjadi tjontoh teladan bagi jang kemudian. Kemudian kita do'akan djuga kepada Tuhan, agar kitapun jang masih hidup sekarang ini, bila sudah sampai pula adjal masirg², selesai mendjalani tugas hidup didunia jang fana ini, hendaknjalah waktu itu berada dalam ,„usnulchatimah” (kesudahan jang baik), sebagaimana baiknja pada awalnja djuga pada achirnja. Amien. 1 Sjawal 1378 H {|style="width:100% |Djakarta |style="text-align: center:"| ----- |1 Sjawal 1378 |- | | |9 April 1959 M }} {{right}}KEPALA IMAM TENTARA <poem> {{right}}H.M. JUNUS ANIES<br>LET. KOL. TITULER </poem><noinclude></noinclude> 3dy6ugoj6mwdsbk0unmnqeeg5dvh2eq 295831 295829 2026-05-14T16:51:49Z Lutfiyatun 26681 295831 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Sesudah kita berhari raya ini, sesudah kita bergembira, erhalal-bihalal dengan tjara² jang sudah kami sebutkan tadi, kita menghadapi lagi tugas dan kewadjiban kita, meneruskan jang lalu atzu memulai jang baru, bsik jang berhubungan dengan kepentingan diri Gan keluarga, maupun untuk kepentingan Bangsa dan Negara dan terutama lagi kewadjiban pribaai terhadap Allah s.w.t. Mudah²-an dengan tenaga semangat baru jang diberikan kepada kita sekarang ini, kesemuanja itu dapatlah kita selenggarakan, tidak adi jang terbengkelai dan tertinggal. Hasilnja bukan untuk orang lain, tetapi adalah untuk kita djuga, karena kedjajaan Negara sebasai hasil karya kita itu adalah untuk kebahasiaan kita bersama djuga. Sebasai menjambut hari jang mulia ini, tak lupa kita memohonkan ampunan dan karunia Tuhan Allah, bagi seluruh pedjuang² kita jang telah mendahului kita pulang ke Rachmatullah, kembali ke 'alam baga, mudah?-an arwah mereka mendapat tempat jang secbaik-baiknja, mencjadi tjontoh teladan bagi jang kemudian. Kemudian kita do'akan djuga kepada Tuhan, agar kitapun jang masih hidup sekarang ini, bila sudah sampai pula adjal masirg², selesai mendjalani tugas hidup didunia jang fana ini, hendaknjalah waktu itu berada dalam ,„usnulchatimah” (kesudahan jang baik), sebagaimana baiknja pada awalnja djuga pada achirnja. Amien. {|style="width:100% |Djakarta |style="text-align: center:"| ----- |1 Sjawal 1378 |- | | |9 April 1959 M }} {{right}}KEPALA IMAM TENTARA <poem> {{right}}H.M. JUNUS ANIES<br>LET. KOL. TITULER </poem><noinclude></noinclude> jjmtj46m3crk7e1d0ek9ontu4m5dmfi 295834 295831 2026-05-14T16:52:20Z Lutfiyatun 26681 295834 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Sesudah kita berhari raya ini, sesudah kita bergembira, erhalal-bihalal dengan tjara² jang sudah kami sebutkan tadi, kita menghadapi lagi tugas dan kewadjiban kita, meneruskan jang lalu atzu memulai jang baru, bsik jang berhubungan dengan kepentingan diri Gan keluarga, maupun untuk kepentingan Bangsa dan Negara dan terutama lagi kewadjiban pribaai terhadap Allah s.w.t. Mudah²-an dengan tenaga semangat baru jang diberikan kepada kita sekarang ini, kesemuanja itu dapatlah kita selenggarakan, tidak adi jang terbengkelai dan tertinggal. Hasilnja bukan untuk orang lain, tetapi adalah untuk kita djuga, karena kedjajaan Negara sebasai hasil karya kita itu adalah untuk kebahasiaan kita bersama djuga. Sebasai menjambut hari jang mulia ini, tak lupa kita memohonkan ampunan dan karunia Tuhan Allah, bagi seluruh pedjuang² kita jang telah mendahului kita pulang ke Rachmatullah, kembali ke 'alam baga, mudah?-an arwah mereka mendapat tempat jang secbaik-baiknja, mencjadi tjontoh teladan bagi jang kemudian. Kemudian kita do'akan djuga kepada Tuhan, agar kitapun jang masih hidup sekarang ini, bila sudah sampai pula adjal masirg², selesai mendjalani tugas hidup didunia jang fana ini, hendaknjalah waktu itu berada dalam ,„usnulchatimah” (kesudahan jang baik), sebagaimana baiknja pada awalnja djuga pada achirnja. Amien. {|style="width:100% |Djakarta |style="text-align: center:"| ----- |1 Sjawal 1378 |- | | |9 April 1959 M }} {{right}}KEPALA IMAM TENTARA <poem> {{right}}H.M. JUNUS ANIES<br>LET. KOL. TITULER </poem><noinclude></noinclude> b9kc3814xr059tnbjfqgwmgucqrgui3 295837 295834 2026-05-14T16:53:09Z Lutfiyatun 26681 295837 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Sesudah kita berhari raya ini, sesudah kita bergembira, erhalal-bihalal dengan tjara² jang sudah kami sebutkan tadi, kita menghadapi lagi tugas dan kewadjiban kita, meneruskan jang lalu atzu memulai jang baru, bsik jang berhubungan dengan kepentingan diri Gan keluarga, maupun untuk kepentingan Bangsa dan Negara dan terutama lagi kewadjiban pribaai terhadap Allah s.w.t. Mudah²-an dengan tenaga semangat baru jang diberikan kepada kita sekarang ini, kesemuanja itu dapatlah kita selenggarakan, tidak adi jang terbengkelai dan tertinggal. Hasilnja bukan untuk orang lain, tetapi adalah untuk kita djuga, karena kedjajaan Negara sebasai hasil karya kita itu adalah untuk kebahasiaan kita bersama djuga. Sebasai menjambut hari jang mulia ini, tak lupa kita memohonkan ampunan dan karunia Tuhan Allah, bagi seluruh pedjuang² kita jang telah mendahului kita pulang ke Rachmatullah, kembali ke 'alam baga, mudah?-an arwah mereka mendapat tempat jang secbaik-baiknja, mencjadi tjontoh teladan bagi jang kemudian. Kemudian kita do'akan djuga kepada Tuhan, agar kitapun jang masih hidup sekarang ini, bila sudah sampai pula adjal masirg², selesai mendjalani tugas hidup didunia jang fana ini, hendaknjalah waktu itu berada dalam ,„usnulchatimah” (kesudahan jang baik), sebagaimana baiknja pada awalnja djuga pada achirnja. Amien. {|style="width:100% |Djakarta |style="text-align:center;"| ----- |1 Sjawal 1378 |- | | |9 April 1959 M }} {{right}}KEPALA IMAM TENTARA <poem> {{right}}H.M. JUNUS ANIES<br>LET. KOL. TITULER </poem><noinclude></noinclude> o3i9bshx53802i8pei3bym7l26btu8e 295838 295837 2026-05-14T16:53:45Z Lutfiyatun 26681 295838 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Sesudah kita berhari raya ini, sesudah kita bergembira, erhalal-bihalal dengan tjara² jang sudah kami sebutkan tadi, kita menghadapi lagi tugas dan kewadjiban kita, meneruskan jang lalu atzu memulai jang baru, bsik jang berhubungan dengan kepentingan diri Gan keluarga, maupun untuk kepentingan Bangsa dan Negara dan terutama lagi kewadjiban pribaai terhadap Allah s.w.t. Mudah²-an dengan tenaga semangat baru jang diberikan kepada kita sekarang ini, kesemuanja itu dapatlah kita selenggarakan, tidak adi jang terbengkelai dan tertinggal. Hasilnja bukan untuk orang lain, tetapi adalah untuk kita djuga, karena kedjajaan Negara sebasai hasil karya kita itu adalah untuk kebahasiaan kita bersama djuga. Sebasai menjambut hari jang mulia ini, tak lupa kita memohonkan ampunan dan karunia Tuhan Allah, bagi seluruh pedjuang² kita jang telah mendahului kita pulang ke Rachmatullah, kembali ke 'alam baga, mudah?-an arwah mereka mendapat tempat jang secbaik-baiknja, mencjadi tjontoh teladan bagi jang kemudian. Kemudian kita do'akan djuga kepada Tuhan, agar kitapun jang masih hidup sekarang ini, bila sudah sampai pula adjal masirg², selesai mendjalani tugas hidup didunia jang fana ini, hendaknjalah waktu itu berada dalam ,„usnulchatimah” (kesudahan jang baik), sebagaimana baiknja pada awalnja djuga pada achirnja. Amien. {|style="width:100%" |Djakarta |style="text-align:center;"| ----- |1 Sjawal 1378 |- | | |9 April 1959 M }} {{right}}KEPALA IMAM TENTARA <poem> {{right}}H.M. JUNUS ANIES<br>LET. KOL. TITULER </poem><noinclude></noinclude> 3lpw3bg318wy14otk39qfphfx407w28 295839 295838 2026-05-14T16:54:28Z Lutfiyatun 26681 295839 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lutfiyatun" /></noinclude>Sesudah kita berhari raya ini, sesudah kita bergembira, erhalal-bihalal dengan tjara² jang sudah kami sebutkan tadi, kita menghadapi lagi tugas dan kewadjiban kita, meneruskan jang lalu atau memulai jang baru, bsik jang berhubungan dengan kepentingan diri Gan keluarga, maupun untuk kepentingan Bangsa dan Negara dan terutama lagi kewadjiban pribaai terhadap Allah s.w.t. Mudah²-an dengan tenaga semangat baru jang diberikan kepada kita sekarang ini, kesemuanja itu dapatlah kita selenggarakan, tidak adi jang terbengkelai dan tertinggal. Hasilnja bukan untuk orang lain, tetapi adalah untuk kita djuga, karena kedjajaan Negara sebasai hasil karya kita itu adalah untuk kebahasiaan kita bersama djuga. Sebasai menjambut hari jang mulia ini, tak lupa kita memohonkan ampunan dan karunia Tuhan Allah, bagi seluruh pedjuang² kita jang telah mendahului kita pulang ke Rachmatullah, kembali ke 'alam baga, mudah?-an arwah mereka mendapat tempat jang secbaik-baiknja, mencjadi tjontoh teladan bagi jang kemudian. Kemudian kita do'akan djuga kepada Tuhan, agar kitapun jang masih hidup sekarang ini, bila sudah sampai pula adjal masirg², selesai mendjalani tugas hidup didunia jang fana ini, hendaknjalah waktu itu berada dalam ,„usnulchatimah” (kesudahan jang baik), sebagaimana baiknja pada awalnja djuga pada achirnja. Amien. {|style="width:100%" |Djakarta |style="text-align:center;"| ----- |1 Sjawal 1378 |- | | |9 April 1959 M }} {{right}}KEPALA IMAM TENTARA <poem> {{right}}H.M. JUNUS ANIES<br>LET. KOL. TITULER </poem><noinclude></noinclude> 82gdz9uphbm806kks0tfpk6c4ndy2nz Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/932 104 104556 295425 295404 2026-05-14T12:12:39Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 295425 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>'''Angger-angger saha wewalering agami Buddha-Djawi (Buddha-Wishnu) hing tanah Djawi (Indonesia).''' '''Pandangan utawi pitakènan.''' {{ol |Punapa sampéjan badé malebet agami Buddha-Djawi ? |Manawi sampéjan èstu-èstu purun malebet agam! Buddha-Djawi dateng tindak ingkang leres saha sutji. Kadosta:}} {| |- || 1. || Kedah temen {{sp|{{...|4}}}} || mBoten kénging goroh. |- || 2. || Kedah mantep {{sp|{{...|4}}}} || mBoten kénging njalèwèng. |- || 3. || Kedah tetep {{sp|{{...|4}}}} || mBoten kénging melikan. |- || 4. || Kedah madhep {{sp|{{...|4}}}} || mBoten kénging anglirwakaken wantjining semedi. |- || 5. || Kedah sabar {{sp|{{...|4}}}} || mBoten kénging sugih napsu. |- || 6. || Kedah sutji {{sp|{{...|4}}}} || mBoten kénging ngutjap awon. |- || 7. || Kedah sregep {{sp|{{...|4}}}} || mBoten kénging kesèd. |- || 8. || Kedah enget {{sp|{{...|4}}}} || mBoten kénging njolong, ngapusi. |- || 9. || Kedah leres ing lampahipun {{sp|{{...|4}}}} || mBoten kénging remen main, madon, madat, minum ingkang mendeml, maling, maiben, memojok kalajan misuh. |- || 10. || Kedah bekti {{sp|{{...|4}}}} || mBoten kénging drengki, dja-il, methakil, nenatjat, dahwèn, opèn saha ngraosi awoning sanès. |- || 11. || Kedah rukun {{sp|{{...|4}}}} || mBoten kénging tukar paben. |- || 12. || Kedah tapa brata amrih utami saha rahaju {{sp|{{...|4}}}} || mBoten kénging ngudja hawa, angkara, kalajan asring suka-suka. |} Manawi sampéjan sampun remen saha sagah malebet agami Buddha-Djawi, punapa sampéjan kadugi anglampahi wewaleripun utawi awisanipun agama Buddha-Djawi. Kadosta: {{ol |Tijang agami Buddha-Djawi mboten kénging menembah dateng para Nabi, Wali utawi sanèsipun kadjawi namung dateng pandjenenganipun Gusti Hulun Hjang Bathara Wishnu. Pandjenenganipun Gusti Bathari Sri. Pandjenenganipun para Déwa. Pandjenenganipun para Djawata. Pandjenenganipun para Widadari saha pandjenenganipun para leluhur ing tanah Djawi; |Tijang agami Buddha-Djawi, mboten kénging nganggé tata-tjara agami sanèsipun; |Tijang agami Buddha-Djawi, mboten kénging tumut arijadi tanggal 1 wulan Sjawal, utawi sanèsipun, awit gadhah arijadi pijambak, inggih punika kedah arijadi tanggal 1 wulan Manggasri (Sjura); |Tijang agami Buddha-Djawt, mboten kénging memetri utawi wiludjengan ngurmati wulan Mulud. Awit gadhah tata tjara pijambak, inggih punika kedah memetri nudju ing dinten Buddha }}<noinclude>{{rh|820}}</noinclude> ftcv6zocjaj7irfzshv33uly9ubnoqr Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/643 104 104557 295414 2026-05-14T12:05:11Z Upiak Ituih 27011 /* Telah diuji baca */ 295414 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><center>'''DAFTAR HIMPUNAN ANGKA-ANGKA STATISTIK KELAHIRAN/KEMATIAN<br>DALAM WILAJAH DJAWA-TIMUR.'''</center> {| class="wikitable" style="text-align:right; width:100%; margin:auto; font-size:90%; line-height:1.2em;" ! style="text-align:left;" | Karesidenan ! Djumlah<br>djiwa ! Kelahiran ! % ! Kematian ! % ! Sisa<br>Kelahiran ! % |- ! colspan="8" style="text-align:center; font-weight:bold; letter-spacing: 0.5em;" | 1 9 4 9 |- | style="text-align:left;" | Surabaja || 1.552.363 || 25.029 || 16.1 || 23.537 || 15.2 || 1.492 || 0.9 |- | style="text-align:left;" | Bodjonegoro *) || — || — || — || — || — || — || — |- | style="text-align:left;" | Madiun *) || — || — || — || — || — || — || — |- | style="text-align:left;" | Kediri *) || — || — || — || — || — || — || — |- | style="text-align:left;" | Malang *) || — || — || — || — || — || — || — |- | style="text-align:left;" | Besuki *) || — || — || — || — || — || — || — |- | style="text-align:left;" | Madura *) || — || — || — || — || — || — || — |- style="font-weight:bold; border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black;" | style="text-align:left;" | Djumlah: || 1.552.363 || 25.029 || 16.1 || 23.537 || 15.2 || 1.492 || 0.9 |- ! colspan="8" style="text-align:center; font-weight:bold; letter-spacing: 0.5em;" | 1 9 5 0 |- | style="text-align:left;" | Surabaja || 2.468.465 || 49.046 || 19.9 || 37.059 || 15.— || 11.987 || 4.9 |- | style="text-align:left;" | Bodjonegoro || 1.650.467 || 37.212 || 22.5 || 28.900 || 17.5 || 8.312 || 5.— |- | style="text-align:left;" | Madiun || 2.400.894 || 69.597 || 29.— || 29.919 || 13.5 || 39.678 || 15.5 |- | style="text-align:left;" | Kediri || 3.192.719 || 85.529 || 26.8 || 45.920 || 14.4 || 39.609 || 12.4 |- | style="text-align:left;" | Malang || 3.125.141 || 87.721 || 28.1 || 64.158 || 20.5 || 23.563 || 7.6 |- | style="text-align:left;" | Besuki || 3.078.810 || 69.672 || 22.6 || 41.102 || 13.3 || 28.570 || 9.3 |- | style="text-align:left;" | Madura || 1.811.681 || 38.553 || 21.3 || 28.965 || 16.— || 9.588 || 5.3 |- style="font-weight:bold; border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black;" | style="text-align:left;" | Djumlah: || 17.728.177 || 437.330 || 24.7 || 276.023 || 15.6 || 161.307 || 9.1 |- ! colspan="8" style="text-align:center; font-weight:bold; letter-spacing: 0.5em;" | 1 9 5 1 |- | style="text-align:left;" | Surabaja || 2.730.242 || 55.252 || 20.2 || 38.932 || 14.3 || 16.320 || 5.9 |- | style="text-align:left;" | Bodjonegoro || 1.682.886 || 49.091 || 29.2 || 32.661 || 19.4 || 16.430 || 9.8 |- | style="text-align:left;" | Madiun || 2.320.225 || 74.155 || 32.— || 31.683 || 13.7 || 42.472 || 18.3 |- | style="text-align:left;" | Kediri || 3.193.845 || 87.198 || 24.2 || 50.419 || 12.7 || 36.779 || 11.5 |- | style="text-align:left;" | Malang || 3.113.823 || 85.828 || 27.6 || 52.883 || 17.— || 32.945 || 10.6 |- | style="text-align:left;" | Besuki || 3.118.804 || 57.869 || 18.6 || 48.172 || 15.4 || 9.697 || 3.2 |- | style="text-align:left;" | Madura || 1.911.398 || 35.446 || 18.5 || 16.888 || 8.8 || 18.558 || 9.7 |- style="font-weight:bold; border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black;" | style="text-align:left;" | Djumlah: || 18.071.223 || 444.839 || 24.6 || 271.638 || 15.— || 173.201 || 9.6 |} ---- <small>*) Belum menerima laporan, berhubung dengan keadaan.</small><noinclude></noinclude> kmhd1psojsw6b7tt2xsrs7hj0xmw1cc Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/644 104 104558 295417 2026-05-14T12:08:11Z Upiak Ituih 27011 /* Telah diuji baca */ 295417 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><center>'''DAFTAR HIMPUNAN ANGKA-ANGKA STATISTIK KELAHIRAN/KEMATIAN<br>DALAM WILAJAH DJAWA-TIMUR.'''</center> {| class="wikitable" style="text-align:right; width:100%; margin:auto; font-size:90%; line-height:1.2em;" ! style="text-align:left;" | Karesidenan ! Djumlah<br>djiwa ! Kelahiran ! % ! Kematian ! % ! Sisa<br>Kelahiran ! % |- ! colspan="8" style="text-align:center; font-weight:bold; letter-spacing: 0.5em;" | 1 9 5 2 |- | style="text-align:left;" | Surabaja || 2.730.563 || 53.896 || 19.7 || 43.324 || 15.9 || 10.572 || 3.8 |- | style="text-align:left;" | Bodjonegoro || 1.700.495 || 39.778 || 23.4 || 27.501 || 16.2 || 12.277 || 7.2 |- | style="text-align:left;" | Madiun || 2.395.578 || 71.876 || 30.— || 30.801 || 12.9 || 41.075 || 17.1 |- | style="text-align:left;" | Kediri || 3.232.272 || 84.226 || 26.1 || 53.148 || 16.4 || 31.078 || 7.7 |- | style="text-align:left;" | Malang || 3.132.575 || 84.764 || 27.1 || 63.210 || 20.2 || 21.554 || 6.9 |- | style="text-align:left;" | Besuki || 3.093.518 || 54.602 || 17.7 || 40.565 || 13.1 || 14.037 || 4.5 |- | style="text-align:left;" | Madura || 1.931.353 || 32.536 || 16.8 || 19.917 || 10.3 || 12.619 || 6.5 |- style="font-weight:bold; border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black;" | style="text-align:left;" | Djumlah: || 18.216.354 || 421.678 || 23.1 || 278.466 || 15.3 || 143.212 || 7.8 |} '''Bangunan-Bangunan.''' Didalam tahun 1950 selesailah tambahan paviljun untuk 60 penderita pada Rumah Sakit Kabupaten di Bondowoso. Tambahan tempat untuk penderita klasse pada Rumah Sakit Kabupaten Banjuwangi mulai dikerdjakan pada achir tahun 1952, begitu pula dengan perluasan pada kamar potong di Rumah Sakit Kabupaten Djember dan penambahan tempat perawatan untuk 30 penderita. Untuk keperluan Rumah Sakit Umum baru di Malang telah dikeluarkan Rp. 1.000.000,— untuk pembelian tanahnja. Di Blitar dalam tahun 1952 telah selesai dan ditempati paviljun pada Rumah Sakit „Mardi Walujo” untuk 20 penderita t.b.c., sedang Rumah-Rumah Sakit Sampang dan Tuban mendapat tambahan untuk poliklinik, tata-usaha, laboratorium dan sebagainja. Gedung untuk persediaan bahan-bahan untuk perbaikan rumah didalam usaha pemberantasan pes telah dapat dibeli, diperbaiki, ditempati dan sebagian dipergunakan sebagai kantor. Biaja Rp. 35.000,—. Berhubung dengan keadaan jang tidak memuaskan, maka untuk 4 Djawatan Kesehatan Karesidenan dengan biaja dari anggaran belandja 1952, akan dibangun suatu gedung kantor sendiri, jakni di Madura, Bodjonegoro, Madiun dan Malang. Pula Kantor Inspeksi Kesehatan Djawa-Timur sendiri mendapat perluasan dalam tahun 1950.<noinclude>{{rh|610}}</noinclude> rlkqifp5jcdkj3yy3u3kh9jj9l3ryan Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/667 104 104559 295423 2026-05-14T12:10:39Z Upiak Ituih 27011 /* Telah diuji baca */ 295423 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><p style="text-align:justify; font-weight:bold; text-indent:2em;">Penampungan tenaga Bekas Pedjuang jang belum mempunjai mata pentjaharian.</p> <p style="text-align:justify; text-indent:2em;">Masaalah penampungan umum tenaga Bekas Pedjuang jang mempunjai hasrat bekerdja dalam lapangan perkebunan, perlu mendapat perhatian djuga, disamping penjelesaian soal perkebunan jang diduduki oleh tenaga-tenaga Bekas Pedjuang.</p> <p style="text-align:justify; text-indent:2em;">Sedapat mungkin mereka itu setelah diberi pendidikan seperlunja (lebih-kurang 3 bulan) ditampung pula dalam objek-objek perkebunan seperti tersebut diatas.</p> <p style="text-align:justify; font-weight:bold; text-indent:2em; margin-top:1.5em; margin-bottom:1em;">Phase Staatsproefbedrijf.</p> <p style="text-align:justify; text-indent:2em;">Dalam waktu permulaan, objek perkebunan jang dipergunakan sebagai „opvanglichaam” tenaga-tenaga Bekas Pedjuang jang mempunjai bakat berkebun (didalam hal ini mereka jang telah ada di perkebunan-perkebunan sekarang ini mendapat „voorkeur”), diperlukan sebagai „staatsproefbedrijf” terlebih dahulu jang diselenggarakan oleh B.R.N.</p> <p style="text-align:justify; text-indent:2em;">Para Bekas Pedjuang dipekerdjakan seperti halnja „werkverschaffing” biasa. Mereka diberi hak atas bagian keuntungan perusahaan (tantiemes) supaja semangat bekerdja tetap baik. Setelah berdjalan 2 à 3 tahun, dan ditindjau levensvatbaarheidnja memang baik, perusahaan itu dapat diserahkan kepada para tenaga Bekas Pedjuang jang ditampung didalam perusahaan itu „in collectief-verband”.</p> <p style="text-align:justify; text-indent:2em;">Demikianlah prinsip jang diambil oleh B.R.N. supaja tidak bertentangan dengan maksud Pemerintah untuk menghadapi tugasnja terhadap masaalah-masaalah: penjelesaian perkebunan jang diduduki oleh tenaga Bekas Pedjuang bersendjata, dan masaalah penampungan umum Bekas Pedjuang dalam objek perkebunan.</p> <p style="text-align:justify; text-indent:2em;">Untuk ini Biro Rekonstruksi Nasional Tjabang Djawa-Timur telah mengusahakan:</p> <table style="width:100%; border-collapse:collapse; text-align:justify; line-height:1.4em; margin-top:0.5em;"> <!-- Nomor 1 --> <tr style="vertical-align:top;"> <td style="width:25px; padding-right:5px;">'''1.'''</td> <td colspan="4">Objek-objek dari Kementerian Pembangunan Masjarakat dahulu jang telah dilepaskan dan hidup dengan kekuatan sendiri dan mendjadi bedrijfsobjecten ialah perkebunan-perkebunan di:</td> </tr> <!-- Sub-item Karesidenan Besuki --> <tr style="vertical-align:top;"> <td></td> <td style="width:30px; text-align:center;">—</td> <td style="width:180px;">'''Karesidenan Besuki''' di</td> <td colspan="2">Sukowono, ialah:</td> </tr> <tr style="vertical-align:top;"> <td colspan="2"></td> <td></td> <td style="width:140px;">—- Tamanan</td> <td>— Perkebunan Tembakau.</td> </tr> <tr style="vertical-align:top;"> <td colspan="2"></td> <td></td> <td>—- Ledokombo</td> <td>— Perkebunan Tembakau.</td> </tr> <tr style="vertical-align:top;"> <td colspan="2"></td> <td></td> <td>—- Rogodjampi</td> <td>— Perusahaan Kopra.</td> </tr> <!-- Sub-item Karesidenan Surabaja --> <tr style="vertical-align:top;"> <td></td> <td style="text-align:center;">—</td> <td>'''Karesidenan Surabaja:'''</td> <td>di Andjasmoro</td> <td>— Perkebunan Kopi.</td> </tr> <!-- Spasi antar nomor --> <tr><td colspan="5" style="height:0.8em;"></td></tr> <!-- Nomor 2 --> <tr style="vertical-align:top;"> <td>'''2.'''</td> <td colspan="4">Bedrijfsobjecten jang mendjadi beban Biro Rekonstruksi Nasional Tjabang Djawa-Timur:</td> </tr> <!-- Sub-item Nomor 2 --> <tr style="vertical-align:top;"> <td></td> <td style="text-align:center;">—</td> <td>'''Karesidenan Besuki:'''</td> <td>Sukosawah</td> <td>— Perkebunan Kopi.</td> </tr> <tr style="vertical-align:top;"> <td colspan="3"></td> <td>Gunung Lantung</td> <td>— Perkebunan Kopi.</td> </tr> <tr style="vertical-align:top;"> <td></td> <td style="text-align:center;">—</td> <td>'''Karesidenan Malang:'''</td> <td>Ubalan</td> <td>— Perkebunan Kopi.</td> </tr> <tr style="vertical-align:top;"> <td colspan="3"></td> <td>Sumbermandjing</td> <td>— Perkebunan Karet.</td> </tr> <tr style="vertical-align:top;"> <td></td> <td style="text-align:center;">—</td> <td>'''Karesidenan Kediri:'''</td> <td>Sumberdadi</td> <td>— Perkebunan Tebu.</td> </tr> </table><noinclude>{{rh|||633}}</noinclude> glwwhvx1e3fzozrw5cwtli8ay65ppts Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/921 104 104560 295426 2026-05-14T12:13:55Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'C. Kapel Djalan Klotok No. 3. dengan Ruhaniawan: B. Pastur 5 orang; b. Fraters 3 orang: c. Zusters 5 orang. Adapun tjara kehidupannja sebagai berikut: 1. Perkawinan Roma Katholik: 2. 8. Harus monogamy; b. Pertjeraian tak diperkenankan; c. Statistiek pertjeraian tidak ada. Chitanan untuk menganut Roma Katholik diperkenankan; Pengikut Roma Katholik di Kediri ± 757 orang. Masjarakat Keristen Protestan. Masjarakat Protestan dalam garis besarnja terb... 295426 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>C. Kapel Djalan Klotok No. 3. dengan Ruhaniawan: B. Pastur 5 orang; b. Fraters 3 orang: c. Zusters 5 orang. Adapun tjara kehidupannja sebagai berikut: 1. Perkawinan Roma Katholik: 2. 8. Harus monogamy; b. Pertjeraian tak diperkenankan; c. Statistiek pertjeraian tidak ada. Chitanan untuk menganut Roma Katholik diperkenankan; Pengikut Roma Katholik di Kediri ± 757 orang. Masjarakat Keristen Protestan. Masjarakat Protestan dalam garis besarnja terbagi dua: A. Didalam kalangan Djema'at (kedalam); B. Didalam masjarakat umum (keluar). Pendjelasan: Pergaulan kedalam meliputi kepentingan agama, menunaikan tugas keperibadian terhadap Tuhan Jang Maha Esa, mendjalankan kebaktian dalam Geredja. Didalam masjarakat umum, masjarakat Keristen Protestan mengadakan usaha-usaha dalam lapangan sosial, politik dan sebagainja. Perkembangan Confucianisme: Penduduk Bangsa Tionghoa di Indonesia umumnja dan Djawa-Timur chususnja berabad-abad, sudah berkembang baik, beranak tjutju, berpiut-miut. Oleh karena itu perkembangan Kebudajaan dan kepertjajaannja pun meara serta mempengaruhi adat-istiadat dalam. masjarakat. Dalam klenteng-klenteng di Djawa-Timur, dapatlah diketemukan adanja artja-artja Buddha dan Confucius. Dengan demikian njatalah, bahwa pudjaan Bangsa Tionghoa serta kepertjajaannja adalah tjampuran dari pada Taoisme, Confucianisme dan Buddhisme. Buddhisme: Sungguhpun pada umumnja masjarakat Djawa-Timur adalah masjarakat Islam, akan tetapi pada njatanja pengaruh Buddha masih tetap hidup. Ini terbukti dalam adat-istiadat dan pelbagai upatjara dalam perkawinan, kelahiran dan kematian. Itu semua masih ada tanda- tanda peladjaran tjampuran Buddha-Islam. Inilah sebabnja bagi Rakjat Digilized by 809 Google<noinclude>{{rh|||809}}</noinclude> 71dhfbqm192vgkq7ut7drp6w7zau4zq 295429 295426 2026-05-14T12:19:14Z Menyusurisudutnegeri 25205 295429 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{ol|type=a|start=3 |Kapel Djalan Klotok No. 3. }} dengan Ruhaniawan: {{ol|type=a |Pastur 5 orang; |Fraters 3 orang: |Zusters 5 orang. }} Adapun tjara kehidupannja sebagai berikut: {{ol |Perkawinan Roma Katholik:<br> {{ol|type=a |Harus monogamy; |Pertjeraian tak diperkenankan; |Statistiek pertjeraian tidak ada.}} |Chitanan untuk menganut Roma Katholik diperkenankan;<br> Pengikut Roma Katholik di Kediri ± 757 orang. }} '''Masjarakat Keristen Protestan.''' Masjarakat Protestan dalam garis besarnja terbagi dua: {{ol|type=A |Didalam kalangan Djema'at (kedalam); |Didalam masjarakat umum (keluar). }} Pendjelasan: Pergaulan kedalam meliputi kepentingan agama, menunaikan tugas keperibadian terhadap Tuhan Jang Maha Esa, mendjalankan kebaktian dalam Geredja. Didalam masjarakat umum, masjarakat Keristen Protestan mengadakan usaha-usaha dalam lapangan sosial, politik dan sebagainja. '''Perkembangan Confucianisme:''' Penduduk Bangsa Tionghoa di Indonesia umumnja dan Djawa-Timur chususnja berabad-abad, sudah berkembang baik, beranak tjutju, berpiut-miut. Oleh karena itu perkembangan Kebudajaan dan kepertjajaannja pun meara serta mempengaruhi adat-istiadat dalam masjarakat. Dalam klenteng-klenteng di Djawa-Timur, dapatlah diketemukan adanja artja-artja Buddha dan Confucius. Dengan demikian njatalah, bahwa pudjaan Bangsa Tionghoa serta kepertjajaannja adalah tjampuran dari pada Taoisme, Confucianisme dan Buddhisme. '''Buddhisme:''' Sungguhpun pada umumnja masjarakat Djawa-Timur adalah masjarakat Islam, akan tetapi pada njatanja pengaruh Buddha masih tetap hidup. Ini terbukti dalam adat-istiadat dan pelbagai upatjara dalam perkawinan, kelahiran dan kematian. Itu semua masih ada tanda-tanda peladjaran tjampuran Buddha-Islam. Inilah sebabnja bagi Rakjat<noinclude>{{rh|||809}}</noinclude> f26di4m1ww6u9s150wht4wxuficoxme Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/717 104 104561 295427 2026-05-14T12:15:19Z Upiak Ituih 27011 /* Telah diuji baca */ 295427 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><p style="text-align:justify; font-weight:bold; margin-bottom:0.2em; margin-left:0; text-indent:0;">Keadaan P.W.I. Djawa-Timur.</p> <table style="border-collapse:collapse; line-height:1.3em; margin-bottom:1.5em; font-size:100%; margin-left:0;"> <tr style="vertical-align:top;"> <td style="width:160px;">'''Koordinator Djawa-Timur'''</td> <td style="width:15px; text-align:center;">:</td> <td style="width:100px;">A. Azis</td> <td></td> </tr> <tr style="vertical-align:top;"> <td>'''Kring Surabaja'''</td> <td style="text-align:center;">:</td> <td>A. Azis</td> <td>'''Ketua'''</td> </tr> <tr style="vertical-align:top;"> <td colspan="2"></td> <td>W. Hidajat</td> <td>'''Wakil Ketua'''</td> </tr> <tr style="vertical-align:top;"> <td>'''Kring Kediri'''</td> <td style="text-align:center;">:</td> <td>Sedijono</td> <td>'''Ketua'''</td> </tr> <tr style="vertical-align:top;"> <td>,, &nbsp; &nbsp; '''Besuki'''</td> <td style="text-align:center;">:</td> <td>Misralani</td> <td>,,</td> </tr> <tr style="vertical-align:top;"> <td>,, &nbsp; &nbsp; '''Malang'''</td> <td style="text-align:center;">:</td> <td>Gondo</td> <td>,,</td> </tr> <tr style="vertical-align:top;"> <td>,, &nbsp; &nbsp; '''Madiun'''</td> <td style="text-align:center;">:</td> <td>Soejono</td> <td>,,</td> </tr> </table> <table style="width:100%; border-collapse:collapse; margin-bottom:1em; margin-left:0;"> <tr style="vertical-align:top;"> <td style="width:25px; font-weight:bold; font-size:110%;">I.</td> <td><p style="text-align:justify; font-weight:bold; font-size:110%; margin:0;">Kesulitan Kertas.</p></td> </tr> </table> <p style="text-align:justify; font-weight:bold; margin-left:0; text-indent:0; margin-bottom:1em;">Terpaksa terbit 3 hari seminggu dua halaman.</p> <p style="text-align:justify; margin-left:0; text-indent:0; margin-bottom:1.5em;">Oleh sebab kekurangan kertas, maka semua surat-kabar rotasi di Surabaja antaranja djuga „Utusan Indonesia” dan „Berita”, untuk sementara waktu terpaksa terbit 3 kali seminggu hanja dengan dua halaman, mulai 1 Pebruari 1951. Tindakan ini terpaksa diambil karena persediaan kertas rol Surabaja sudah hampir habis, dan kiriman baru dari Djakarta, meskipun sudah berulang-ulang diminta, belum djuga datang. Selepasnja kiriman kertas rol dari Djakarta datang, surat-kabar akan terbit lagi seperti biasa.</p> <p style="text-align:justify; font-weight:bold; margin-left:0; text-indent:0; margin-bottom:1em;">„Berita” dan „Utusan Indonesia” djadi satu harian.</p> <p style="text-align:justify; margin-left:0; text-indent:0; margin-bottom:1.5em;">Surat-kabar „{{sp|Berita}}” dan surat-kabar „{{sp|Utusan Indonesia}}” sedjak bulan Pebruari 1951 diterbitkan oleh satu N.V., jaitu {{sp|N.V. Pustaka Indonesia}}. Berhubung meningkatnja harga-harga kertas dan porto, ada dikandung maksud untuk menggabungkan kedua surat-kabar itu mendjadi satu surat-kabar jang akan diberi nama „{{sp|Suara Rakjat}}” atau „{{sp|Suara Umum}}”. Kebanjakan tenaga-tenaga jang bekerdja disitu adalah bekas-bekas orang-orang dari „Suara Umum” jang kemudian mendjadi „Suara Asia” dan achirnja „Suara Rakjat”. Surat-kabar jang mendjadi djelmaan kedua surat-kabar tersebut diatas selandjutnja akan merupakan salah-satu bagian dari usaha N.V. Pustaka Indonesia jang disamping itu akan mengusahakan pertjetakan, penerbitan dan pendjualan buku-buku dan alat-alat tulis-menulis.</p> <p style="text-align:justify; font-weight:bold; margin-left:0; text-indent:0; margin-top:1.5em; margin-bottom:1em; line-height:1.4em;"> Pikiran Pembatja tentang kenaikan harga kertas.<br> Pembatja paling banjak tinggal 50%. </p> <p style="text-align:justify; margin-left:0; text-indent:0;">Menurut kabar-kabar jang telah dimuat, harga kertas, terutama kertas koran mulai bulan Pebruari 1951 akan dinaikkan 100%, dan menurut kabar „{{sp|Antara}}” tanggal 23 Djanuari 1951, Djawatan Pengendalian Harga membenarkan kabaran itu, maka djika hal itu betul dengan sendirinja mengakibatkan dinaikkannja harga langganan. Dengan dasar ini, dimana harga langganan pada waktu itu sudah dirasa berat oleh para langganan akan dinaikkan lagi, sungguh tak terhingga nanti akibatnja. Walaupun nanti hanja</p><noinclude>{{rh|||683}}</noinclude> gh1cbrosvmgzf0g7m8669r9x8wd5z7q Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/788 104 104562 295430 2026-05-14T12:20:24Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Bagaimana besarnja perhatian Rakjat terhadap baljaan-batjaan. ternjata dalam gambar ini. Taman Pembatjaan dari Dja- walan Penerangan Ketjamalan Dawar Blandong Kabupaten. Modjokerto selalu dibandjiri oleh Rakjat. Dalam Pekan Raja Surabaja. tahun 1952, Djawatan Pene- rangan Propinst Djawa-Timur tidak ketinggalan dalam menjelanggarakan pamerannja (eksposisi). Latihan Dalang dalam bahasa Madura jang diselenggarakan oleh Djawatan Penerangan Propinsi... 295430 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Bagaimana besarnja perhatian Rakjat terhadap baljaan-batjaan. ternjata dalam gambar ini. Taman Pembatjaan dari Dja- walan Penerangan Ketjamalan Dawar Blandong Kabupaten. Modjokerto selalu dibandjiri oleh Rakjat. Dalam Pekan Raja Surabaja. tahun 1952, Djawatan Pene- rangan Propinst Djawa-Timur tidak ketinggalan dalam menjelanggarakan pamerannja (eksposisi). Latihan Dalang dalam bahasa Madura jang diselenggarakan oleh Djawatan Penerangan Propinsi Djawa-Timur telah selesat. Oleh salah seorang pengikut sedang diadakan demonstrasi bertempat di Gedung Pertemuan Surabaja. Digilized bogle<noinclude></noinclude> 8hvzm0fj5vba1o4eq68nkz3o08jgv2s 295432 295430 2026-05-14T12:23:05Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 295432 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>''Bagaimana besarnja perhatian Rakjat terhadap baljaan-batjaan. ternjata dalam gambar ini. Taman Pembatjaan dari Djawatan Penerangan Ketjamatan Dawar Blandong Kabupaten Modjokerto selalu dibandjiri oleh Rakjat.'' {{Gambar hilang}} ''Dalam Pekan Raja Surabaja. tahun 1952, Djawatan Penerangan Propinsi Djawa-Timur {{sp|tidak}} ketinggalan dalam menjelanggarakan pamerannja (eksposisi).'' {{Gambar hilang}} ''Latihan Dalang dalam bahasa Madura jang diselenggarakan oleh Djawatan Penerangan Propinsi Djawa-Timur telah selesai. Oleh salah seorang pengikut sedang diadakan {{sp|demonstrasi}} bertempat di Gedung Pertemuan Surabaja.'' {{Gambar hilang}}<noinclude></noinclude> fo5givpqzqip7dm0cc04hb35rsjzma4 Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/710 104 104563 295431 2026-05-14T12:20:53Z Upiak Ituih 27011 /* Telah diuji baca */ 295431 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><p style="text-align:justify;">Adapun anggaran belandja penerangan jang disediakan untuk tahun 1953 dalam perbandingannja dengan tahun 1952 adalah sebagai berikut:</p> {| class="wikitable" style="width:100%; font-size:95%; line-height:1.5em; margin-left:0;" |- style="border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black;" ! style="text-align:left; width:50%;" | Kementerian Penerangan<br>seluruh Indonesia ! style="text-align:right; width:25%;" | Tahun 1952 ! style="text-align:right; width:25%;" | Tahun 1953 |- | style="text-align:left; font-weight:bold;" | Propinsi Djawa-Timur || style="text-align:right; font-weight:bold;" | 188.209.000 || style="text-align:right; font-weight:bold;" | 133.418.000 = 70% |- style="border-top:1px solid black;" | '''a. Belandja Pegawai . . . .''' || 9.444.000 || 9.664.000 = 102% |- | '''b. Belandja barang:''' || || |- | style="padding-left:2em;" | 1. Ongkos kantor . . . . || 820.000 || 524.000 = 64% |- | style="padding-left:2em;" | 2. Pengangkutan barang² . || 22.000 || 45.000 = 200% |- | style="padding-left:2em;" | 3. Konperensi dinas/pers . || 86.000 || 35.000 = 40% |- | style="padding-left:2em;" | 4. Usaha penerangan lain² . || 1.590.000 || 741.000 = 50% |- | style="padding-left:2em;" | 5. Penerbitan . . . . . || 1.018.000 || 262.000 = 25% |- style="border-top:1px solid black; border-bottom:1px solid black; font-weight:bold;" | style="padding-left:4em;" | Djumlah belandja barang: || 3.536.000 || 1.607.000 = 45% |- | '''c. Djumlah belandja Pegawai'''<br>'''dan belandja barang . . .''' || 12.980.000 || 11.271.000 = 87% |} <p style="text-align:justify;">Sesuai dengan sedjarah perkembangan Kementerian Penerangan beserta Djawatan Penerangannja di Daerah-Daerah jang tumbuh dalam kantjah revolusi kemerdekaan dan jang ikut serta melopori revolusi, maka segenap Warga-Penerangan tetap memegang teguh tradisi jang baik itu untuk membaktikan diri kepada Nusa dan Bangsa dengan terus-menerus menjalankan obor penerangan laksana api nan tak kundjung padam ditengah-tengah masjarakat.</p> {{rh||———————————}}<noinclude>{{rh|676}}</noinclude> d8uetocuyl8axmcqlz8gqg9tlqi4n9z Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/789 104 104564 295433 2026-05-14T12:23:23Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Gadung Radio Republik Indonesia Studio Surabaja di Djalan Kajoon 34. Gedung Radio Republik Indonesia (dulu Hooso Kyoku) terletak di Simpang sedang mengalami pem- bangunan kembali. Digilized by Google' 295433 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Gadung Radio Republik Indonesia Studio Surabaja di Djalan Kajoon 34. Gedung Radio Republik Indonesia (dulu Hooso Kyoku) terletak di Simpang sedang mengalami pem- bangunan kembali. Digilized by Google<noinclude>{{rvh|679}}</noinclude> c83hqs2cboj68srjjug6ntuqfqvbxen 295434 295433 2026-05-14T12:24:23Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 295434 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{Gambar hilang}} ''Gadung Radio Republik Indonesia Studio Surabaja di Djalan Kajoon 34.'' ''Gedung Radio Republik Indonesia (dulu Hooso Kyoku) terletak di Simpang sedang mengalami pembangunan kembali.'' {{Gambar hilang}}<noinclude>{{rvh|679}}</noinclude> 2r9gpg7rr5j7fpxenckgj6pvk7em9en Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/790 104 104565 295435 2026-05-14T12:24:39Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Balal Wartawan Surabaja. Disini para rekan-rekan wartawan mengadakan pers-konferensi, tjeramah-tjeramah, pertemuan-pertemuan dan sebagainja. Lalaknja sangat strategis di Dialun Pemuda No. 42 (Simpang), Surabaja. Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia Kring Surabaja (1952). BALAI WARTAWAN Digilized by Google' 295435 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Balal Wartawan Surabaja. Disini para rekan-rekan wartawan mengadakan pers-konferensi, tjeramah-tjeramah, pertemuan-pertemuan dan sebagainja. Lalaknja sangat strategis di Dialun Pemuda No. 42 (Simpang), Surabaja. Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia Kring Surabaja (1952). BALAI WARTAWAN Digilized by Google<noinclude>{{rvh|680}}</noinclude> q3v1oef3xasb07ych127b2ek7zn07ay 295437 295435 2026-05-14T12:26:07Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 295437 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{Gambar hilang}} ''Balal Wartawan Surabaja. Disini para rekan-rekan wartawan mengadakan pers-konferensi, tjeramah-tjeramah, pertemuan-pertemuan dan sebagainja. Letaknja sangat strategis di Djalan Pemuda No. 42 (Simpang), Surabaja.'' ''Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia Kring Surabaja (1952).'' {{Gambar hilang}}<noinclude></noinclude> k6cruokhq2dk9lze2ed6ib9f75jd0zf Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/733 104 104566 295436 2026-05-14T12:25:26Z Upiak Ituih 27011 /* Telah diuji baca */ 295436 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><p style="text-align:justify; font-weight:bold; margin-bottom:1em;">Penjerahan urusan Sekolah Rakjat kepada Propinsi.</p> <p style="text-align:justify; margin-bottom:1.5em;">Menurut Undang-Undang No. 2 jo Undang-Undang No. 18 tahun 1950 sebagian urusan Sekolah Rakjat (Administratief gedeelte) diserahkan kepada Propinsi. Akan tetapi oleh karena Kantor Pendidikan Pengadjaran dan Kebudajaan Propinsi hingga kini belum terbentuk, penjerahan jang sesungguhnja (feitelijke overdracht) belum dapat didjalankan. Pekerdjaan ini diserahkan kepada Inspeksi Sekolah Rakjat Propinsi.</p> <p style="text-align:justify; font-weight:bold; margin-bottom:0.5em; margin-left:2em;">Rentjana tahun jang akan datang.</p> <ul style="list-style-type:none; padding-left:0; margin-left:2em; text-align:justify; margin-bottom:1.5em;"> <li>'''a.''' Menambah beberapa bilik guna mengganti bilik sewaan;</li> <li>'''b.''' Menambah djumlah Sekolah Rakjat VI;</li> <li>'''c.''' Persiapan kewadjiban beladjar.</li> </ul> <p style="text-align:justify; font-weight:bold; margin-bottom:1em; margin-left:2em;">Keadaan Sekolah Rakjat (Djanuari 1952).</p> {| class="wikitable" style="width:90%; font-size:95%; line-height:1.5em; margin-left:2em; border-collapse:collapse;" |- | Sekolah Rakjat III . . . . . . . . . . . . . . . | style="text-align:right; width:25%;" | 3.050 buah |- | Sekolah Rakjat VI . . . . . . . . . . . . . . . . | style="text-align:right;" | 1.716 buah |- style="border-bottom:2px solid black;" | style="text-align:right; font-weight:bold; padding-right:2em;" | Djumlah | style="text-align:right; font-weight:bold;" | 4.766 buah |- | Kelas . . . . . . . . . . . . . . . . . . . | style="text-align:right;" | 24.846 buah |- style="border-bottom:1px solid black;" | &nbsp; | |- | Murid laki-laki . . . . . . . . . . . . . . . . | style="text-align:right;" | 737.981 orang |- | Murid perempuan . . . . . . . . . . . . . . . | style="text-align:right;" | 301.123 orang |- style="border-bottom:2px solid black;" | style="text-align:right; font-weight:bold; padding-right:2em;" | Djumlah | style="text-align:right; font-weight:bold;" | 1.039.104 orang |- | Guru . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . | style="text-align:right;" | 15.241 orang |} <center style="margin-top:2em;">——————</center><noinclude>{{rh|||699}}</noinclude> j79dc0neoc4fx8chmieojp5tkkk99d7 Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/745 104 104567 295438 2026-05-14T12:27:37Z Upiak Ituih 27011 /* Telah diuji baca */ 295438 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><p style="text-align:justify;">Walaupun para mahasiswa masih terbagi dalam beberapa perhimpunan-perhimpunan itu, maka suasana antara mereka bersama dan satu sama lain boleh dikatakan tiada mengetjewakan.</p> <p style="text-align:justify;">Mengingat pada nasib kebanjakan mahasiswa tentang pemondokan, jang ada kalanja sangat menjedihkan dan mendatangkan banjak kesukaran dalam mengikuti peladjarannja, maka mendirikan asrama untuk mereka dipandang amat penting dan harus selekas-lekasnja dapat diusahakan. Untuk mahasiswa Puteri telah ada asrama jang sederhana, amat terbatas dan untuk sementara waktu.</p> <p style="text-align:justify; font-weight:bold; margin-left:2em; margin-bottom:0.5em;">Lulus udjian Dokter Bagian II Fakultet Kedokteran:</p> {| class="wikitable" style="width:60%; font-size:95%; line-height:1.5em; margin-left:2em; border-collapse:collapse;" |- | Tahun 1951: . . . . . . . | style="text-align:right; width:30%;" | 1 orang |- | Tahun 1952: . . . . . . . | style="text-align:right;" | 6 orang |- style="border-top:1px solid black; border-bottom:2px solid black; font-weight:bold;" | style="text-align:right; padding-right:2em;" | {{sp|Djumlah}} | style="text-align:right;" | 7 orang |} <p style="text-align:justify; font-weight:bold; margin-top:2em; margin-bottom:1em;">Lembaga Ilmu Kedokteran Gigi.</p> <p style="text-align:justify;">Lembaga ini termasuk dibawah perlindungan Fakultet Kedokteran. Sebelum perang di Surabaja adalah Sekolah Dokter Gigi dengan nama S.T.O.V.I.T. singkatan dari School tot Opleiding van Indische Tandartsen.</p> <p style="text-align:justify;">Di djaman Djepang S.T.O.V.I.T. dibubarkan dan dibentuk satu fakultet, dengan diberi kelonggaran pada peladjar-peladjar S.T.O.V.I.T. dahulu, untuk dapat mengikuti peladjaran di Perguruan Tinggi Kedokteran Gigi di Surabaja. Sesudah Djepang menjerah, maka Perguruan Tinggi Kedokteran Gigi ini dipindahkan ke Malang dan segala peladjaran diteruskan sampai clash ke-I dari Militer Belanda.</p> <p style="text-align:justify;">Pada bulan Djanuari 1948 pemerintahan prae-federal mendirikan Universitair Instituut voor Tandheelkunde, jang kemudian diberi nama Lembaga Ilmu Kedokteran Gigi di Surabaja, dengan peladjaran selama 4 tahun. Oleh sebab peladjar-peladjar S.T.O.V.I.T. dahulu banjak terhalang untuk meneruskan peladjaran di djaman Djepang, maka mereka dapat diterima di Lembaga baru untuk meneruskan peladjarannja. Lain daripada mereka itu, jang dapat diterima hanja orang-orang jang mempunjai idjazah H.B.S. atau S.M.A. Bagian B, serupa dengan ukuran penerimaan di Fakultet Kedokteran.</p> <p style="text-align:justify; font-weight:bold; margin-left:2em; margin-bottom:0.5em;">Para peladjar jang diterima adalah untuk:</p> <ul style="list-style-type:none; padding-left:0; margin-left:2em; text-align:justify; line-height:1.6em;"> <li>'''Tahun I''' — 21 mahasiswa (2 orang Indonesia, 17 orang Tionghoa dan 2 orang Belanda);</li> <li>'''Tahun II''' — 24 mahasiswa (1 orang Indonesia, 16 orang Tionghoa dan 7 orang Belanda);</li> <li>'''Tahun III''' — 9 mahasiswa (8 orang Tionghoa dan 1 orang Belanda);</li> <li>'''Tahun IV''' — 14 mahasiswa (14 orang Tionghoa).</li> </ul><noinclude>{{rh|||711}}</noinclude> g2gwmkw98ahkhngsl4b31wh7nu1uz2m Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/751 104 104568 295440 2026-05-14T12:28:51Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Pengantar Ilmu Ekonomi: 2. Mr. C. Westrate 2. Dr. J.F. Haccon 3. A.L. Meyers : Beschrijvende economie; De Indische exportproducten (beberapa bagian sadja); : Grondslagen der moderne economie: Bentuk dan usaha Panitia mendjadi lebih tegas dengan didirikannja Jajasan Perguruan Tinggi" dengan Akte Notaris tanggal 12 Desember 1950 jang dalam batas kemungkinannja akan mendorong untuk lebih pesatnja usaha-usaha Perguruan Tinggi tersebut. Adapun susuna... 295440 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Pengantar Ilmu Ekonomi: 2. Mr. C. Westrate 2. Dr. J.F. Haccon 3. A.L. Meyers : Beschrijvende economie; De Indische exportproducten (beberapa bagian sadja); : Grondslagen der moderne economie: Bentuk dan usaha Panitia mendjadi lebih tegas dengan didirikannja Jajasan Perguruan Tinggi" dengan Akte Notaris tanggal 12 Desember 1950 jang dalam batas kemungkinannja akan mendorong untuk lebih pesatnja usaha-usaha Perguruan Tinggi tersebut. Adapun susunan Pengurus Jajasan P.T.I.H. Surabaja terdiri dari: Walikota Surabaja Doel Arnowo Mr. M. Sarif Hidajat Ketua : Soerjowinoto Wakil Ketua Panitera : Roeslan Wongsokoesoemo Bendahara : Anggauta-Anggauta : Prof. Dr. Moh. Sjaaf Go Ping Hwie Susunan Dewan Pengawas: Tjioe Tjin Hok Radjab Gani A.S. Martak Ketua Dewan Curator (e.o.) Ketua Dewan Dosen (e.o.). Prof. Dr. M. Sjaaf Ketua Fakultet Kedokteran Ketua Wakil Ketua : : Gubernur Djawa-Timur Samadikoen Panitera : Anggauta-Anggauta : R. S. Probokeso Soedarsono Ketua Pengadilan Negeri Ketua Pengadilan Negeri Mr. R. P. Iskaq Tjokroadisoerjo Shieh Kuo Chen Ketua C.H.T.H. Dr. Abdul Manap (ketika itu Kepala Djawatan Penerangan Propinsi Djawa-Timur) Tr. Tan Boen Aan Parlemen Umar Hobez partikulir Ketua Dewan Dosen (e.o.). Anggauta Djumlah mahasiswa Jajasan P.T.L.H. pada tahun peladjaran 1950-1951 adalah 53 orang, termasuk 7 puteri; dalam angkatan 1951-1952 ada 188 orang, dan 21 pendengar. Berdasar atas pengalaman jang didapat dalam praktek selama itu, maka dirasa lebih bidjaksana dan sempurna bila Perguruan Tinggi Ilmu Hukum Surabaja ini digabungkan pada Universiteit Negeri jang telah lama berada dan berpengalaman penuh dalam lapangan ini. Setelah diadakan perundingan-perundingan dengan fihak jang berwadjib diputuskan oleh Pemerintah Pusat, bahwa Perguruan Tinggi Ilmu Hukum Digilized by Google 717<noinclude>{{rvh|717}}</noinclude> j5fysstcm5g7e60r6q6qg0y1n39msy7 295453 295440 2026-05-14T12:38:50Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 295453 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Pengantar Ilmu Ekonomi: {| |- || 1. || Mr. C. Westrate || : || Beschrijvende economie; |- || 2. || Dr. J.F. Haccon || : || De Indische exportproducten<br>(beberapa bagian sadja); |- || 3. || A.L. Meyers || : || Grondslagen der moderne economie: |} Bentuk dan usaha Panitia mendjadi lebih tegas dengan didirikannja „{{sp|Jajasan Perguruan Tinggi}}” dengan Akte Notaris tanggal 12 Desember 1950 jang dalam batas kemungkinannja akan mendorong untuk lebih pesatnja usaha-usaha Perguruan Tinggi tersebut. Adapun susunan Pengurus Jajasan P.T.I.H. Surabaja terdiri dari: {| |- || Ketua || : || Walikota Surabaja Doel Arnowo |- || Wakil Ketua || : || Mr. M. Sarif Hidajat |- || Panitera || : || Roeslan Wongsokoesoemo |- || Bendahara || : || Soerjowinoto |- || Anggauta-Anggauta || : || Prof. Dr. Moh. Sjaaf<br>Go Ping Hwie<br>Tjioe Tjin Hok<br>Radjab Gani<br>A.S. Martak<br>Ketua Dewan Curator (e.o.)<br>Ketua Dewan Dosen (e.o.). |} Susunan Dewan Pengawas: {| |- || Ketua || : || Gubernur Djawa-Timur Samadikoen |- || Wakil Ketua || : || Prof. Dr. M. Sjaaf Ketua Fakultet Kedokteran |- || Panitera || : || Soedarsono Ketua Pengadilan Negeri || Anggauta-Anggauta || : || R. S. Probokeso<br>Ketua Pengadilan Negeri<br>Mr. R. P. Iskaq Tjokroadisoerjo<br>Shieh Kuo Chen Ketua C.H.T.H.<br>Dr. Abdul Manap (ketika itu Kepala Djawatan Penerangan Propinsi Djawa-Timur)<br>Ir. Tan Boen Aan Angauta Parlemen<br> Umar Hobez partikulir<br> Ketua Dewan Dosen (e.o.). |} Djumlah mahasiswa Jajasan P.T.L.H. pada tahun peladjaran 1950-1951 adalah 53 orang, termasuk 7 puteri; dalam angkatan 1951-1952 ada 188 orang, dan 21 pendengar. Berdasar atas pengalaman jang didapat dalam praktek selama itu, maka dirasa lebih bidjaksana dan sempurna bila Perguruan Tinggi Ilmu Hukum Surabaja ini digabungkan pada Universiteit Negeri jang telah lama berada dan berpengalaman penuh dalam lapangan ini. Setelah diadakan perundingan-perundingan dengan fihak jang berwadjib diputuskan oleh Pemerintah Pusat, bahwa Perguruan Tinggi Ilmu Hukum<noinclude>{{rh|||717}}</noinclude> 3bcdi99orvdpqr8a7yyo49vdhiwtpzh 295454 295453 2026-05-14T12:39:43Z Menyusurisudutnegeri 25205 295454 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Pengantar Ilmu Ekonomi: {| |- || 1. || Mr. C. Westrate || : || Beschrijvende economie; |- || 2. || Dr. J.F. Haccon || : || De Indische exportproducten<br>(beberapa bagian sadja); |- || 3. || A.L. Meyers || : || Grondslagen der moderne economie: |} Bentuk dan usaha Panitia mendjadi lebih tegas dengan didirikannja „{{sp|Jajasan Perguruan Tinggi}}” dengan Akte Notaris tanggal 12 Desember 1950 jang dalam batas kemungkinannja akan mendorong untuk lebih pesatnja usaha-usaha Perguruan Tinggi tersebut. Adapun susunan Pengurus Jajasan P.T.I.H. Surabaja terdiri dari: {| |- || Ketua || : || Walikota Surabaja Doel Arnowo |- || Wakil Ketua || : || Mr. M. Sarif Hidajat |- || Panitera || : || Roeslan Wongsokoesoemo |- || Bendahara || : || Soerjowinoto |- || Anggauta-Anggauta || : || Prof. Dr. Moh. Sjaaf<br>Go Ping Hwie<br>Tjioe Tjin Hok<br>Radjab Gani<br>A.S. Martak<br>Ketua Dewan Curator (e.o.)<br>Ketua Dewan Dosen (e.o.). |} Susunan Dewan Pengawas: {| |- || Ketua || : || Gubernur Djawa-Timur Samadikoen |- || Wakil Ketua || : || Prof. Dr. M. Sjaaf Ketua Fakultet Kedokteran |- || Panitera || : || Soedarsono Ketua Pengadilan Negeri |- || Anggauta-Anggauta || : || R. S. Probokeso<br>Ketua Pengadilan Negeri<br>Mr. R. P. Iskaq Tjokroadisoerjo<br>Shieh Kuo Chen Ketua C.H.T.H.<br>Dr. Abdul Manap (ketika itu Kepala Djawatan Penerangan Propinsi Djawa-Timur)<br>Ir. Tan Boen Aan Angauta Parlemen<br> Umar Hobez partikulir<br> Ketua Dewan Dosen (e.o.). |} Djumlah mahasiswa Jajasan P.T.L.H. pada tahun peladjaran 1950-1951 adalah 53 orang, termasuk 7 puteri; dalam angkatan 1951-1952 ada 188 orang, dan 21 pendengar. Berdasar atas pengalaman jang didapat dalam praktek selama itu, maka dirasa lebih bidjaksana dan sempurna bila Perguruan Tinggi Ilmu Hukum Surabaja ini digabungkan pada Universiteit Negeri jang telah lama berada dan berpengalaman penuh dalam lapangan ini. Setelah diadakan perundingan-perundingan dengan fihak jang berwadjib diputuskan oleh Pemerintah Pusat, bahwa Perguruan Tinggi Ilmu Hukum<noinclude>{{rh|||717}}</noinclude> muv0rc32hppkcxm3v82i3psi7io3cps Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/752 104 104569 295448 2026-05-14T12:32:20Z Upiak Ituih 27011 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'diterima oleh Pemerintah Pusat dan akan digabungkan dengan TUniversiteit Negeri ,,G a d j a h M a d a” di Jogjakarta dan didjadikan Tjabang Bagian Hukum dari Fakultet Hukum, Sosial dan Politik Universiteit Negeri ,,G a d ja h M a d a”. Suatu putusan jang menggembirakan bagi pengurus Jajasan. Telah tiba saatnja jang beriwajat untuk menjerahkan hasil pekerdjaan Jajasan, ialah Perguruan Tinggi Ilmu Hukum kepada Menteri Pendidikan Pengadjaran dan K... 295448 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Upiak Ituih" /></noinclude>diterima oleh Pemerintah Pusat dan akan digabungkan dengan TUniversiteit Negeri ,,G a d j a h M a d a” di Jogjakarta dan didjadikan Tjabang Bagian Hukum dari Fakultet Hukum, Sosial dan Politik Universiteit Negeri ,,G a d ja h M a d a”. Suatu putusan jang menggembirakan bagi pengurus Jajasan. Telah tiba saatnja jang beriwajat untuk menjerahkan hasil pekerdjaan Jajasan, ialah Perguruan Tinggi Ilmu Hukum kepada Menteri Pendidikan Pengadjaran dan Kebudajaan sebagai wakil Pemerintah. Penjerahan dilakukan dengan gembira dan rasa sjukur atas kepertjajaan, bahwa dalam lingkungan Universiteit Negeri Gadjah Mada, Perguruan Tinggi Ilmu Hukum itu akan madju dengan pesat dan bermanfaat bagi masjarakat. Pada tanggal 19 Djuli 1952 telah dilakukan penjerahan disalah-suatu ruangan Sociéteit Simpang, jang disaksikan oleh ribuan hadirin dari segala Bangsa, antaranja Dewan Pengawas, Dewan Pengurus Jajasan, Dewan Dosen Jajasan P.T.I.H., para Curator, para Guru-Guru Besar, Menteri Pendidikan Pengadjaran dan Kebudajaan, Gubernur Djawa-Timur, S.P. Paku Alam dan Corps Consulair, djuga Senat Perguruan Tinggi dan Ketua-Ketua Fakultet. Malam harinja bertempat di kediaman Gubernur Djawa-Timur diselenggarakan selamatan. Djumlah mahasiswa jang mendaftarkan untuk mendjadi mahasiswa Universiteit Negeri Gadjah Mada dalam angkatan 1950-1951 ada 46 orang, angkatan 1951-1952 ada 124 orang, dan 5 orang pendengar. Pada permulaan tahun peladjaran 1952-1953 (1 September 1952) ada 184 orang, termasuk 12 puteri. Para dosen jang memberi kuliah adalah: Pringgodigdo 1. Prof. Mr. A.G. 2. Prof. Mr. Drs. Notonagoro mengenai Asas-Asas Hukum Tata Negara; Pengantar Ilmu Hukum, Filsafat Filsafat dan Hukum; 3. Prof. Mr. Djojodigoeno - Asas-Asas Sosiologi dan Hukum Adat; 4. Prof. Mr. Notosoesanto - Islam; 5. Prof. Mr. - Pengantar Koesoemadi Indonesia Tata dan Hukum Asas-Asas Hukum Perdata: 6. Prof. Mr. Moeljatno 7. Dr. Prijohoetomo •- Ethnologi; 8. Mr. R.I. Gondowardojo - Ilmu Ekonomi; 9. Mr. R. Boedisoesetyo - Ilmu Negara; 10. 11. Mr. Dr. R.M. Soeripto Mr. Oei Pek Hong Asas-Asas Hukum Pid°na; - Asas-Asas Sosiologi; - Asas-Asas Hukum Per data; 12. Mr. M. Abdulrachman sebagai pengudji peladjaran Islam. 718 dalam mata<noinclude>{{rvh|718}}</noinclude> 0f62ytlkm98vfd8fa21w28go6mjyqxb 295455 295448 2026-05-14T12:40:25Z Upiak Ituih 27011 /* Telah diuji baca */ 295455 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><p style="text-align:justify;">diterima oleh Pemerintah Pusat dan akan digabungkan dengan Universiteit Negeri „{{sp|Gadjah Mada}}” di Jogjakarta dan didjadikan Tjabang Bagian Hukum dari Fakultet Hukum, Sosial dan Politik Universiteit Negeri „{{sp|Gadjah Mada}}”.</p> <p style="text-align:justify;">Suatu putusan jang menggembirakan bagi pengurus Jajasan. Telah tiba saatnja jang berwadjat untuk menjerahkan hasil pekerdjaan Jajasan, ialah Perguruan Tinggi Ilmu Hukum kepada Menteri Pendidikan Pengadjaran dan Kebudajaan sebagai wakil Pemerintah. Penjerahan dilakukan dengan gembira dan rasa sjukur atas kepertjadjaan, bahwa dalam lingkungan Universiteit Negeri Gadjah Mada, Perguruan Tinggi Ilmu Hukum itu akan madju dengan pesat dan bermanfaat bagi masjarakat. Pada tanggal 19 Djuli 1952 telah dilakukan penjerahan disalah-suatu ruangan Sociëteit Simpang, jang disaksikan oleh ribuan hadirin dari segala Bangsa, antaranja Dewan Pengawas, Dewan Pengurus Jajasan, Dewan Dosen Jajasan P.T.I.H., para Curator, para Guru-Guru Besar, Menteri Pendidikan Pengadjaran dan Kebudajaan, Gubernur Djawa-Timur, S.P. Paku Alam dan Corps Consulair, djuga Senat Perguruan Tinggi dan Ketua-Ketua Fakultet. Malam harinja bertempat di kediaman Gubernur Djawa-Timur diselenggarakan selamatan.</p> <p style="text-align:justify;">Djumlah mahasiswa jang mendaftarkan untuk mendjadi mahasiswa Universiteit Negeri Gadjah Mada dalam angkatan 1950-1951 ada 46 orang, angkatan 1951-1952 ada 124 orang, dan 5 orang pendengar. Pada permulaan tahun peladjaran 1952-1953 (1 September 1952) ada 184 orang, termasuk 12 puteri.</p> <p style="text-align:justify; margin-left:2em; margin-bottom:0.5em;">Para dosen jang memberi kuliah adalah:</p> <ol style="margin-left:2em; padding-left:0; text-align:justify; line-height:1.5em;"> <li>Prof. Mr. A.G. Pringgodigdo mengenai Asas-Asas Hukum Tata-Negara;</li> <li>Prof. Mr. Drs. Notonagoro mengenai Pengantar Ilmu Hukum, Filsafat dan Filsafat Hukum;</li> <li>Prof. Mr. Djojodigoeno mengenai Asas-Asas Sosiologi dan Hukum Adat;</li> <li>Prof. Mr. Notosoesanto mengenai Islam;</li> <li>Prof. Mr. Koesoemadi mengenai Pengantar Tata Hukum Indonesia dan Asas-Asas Hukum Perdata;</li> <li>Prof. Mr. Moeljatno mengenai Asas-Asas Hukum Pidana;</li> <li>Dr. Prijohoetomo mengenai Ethnologi;</li> <li>Mr. R.I. Gondowardojo mengenai Ilmu Ekonomi;</li> <li>Mr. R. Boedisoesetyo mengenai Ilmu Negara;</li> <li>Mr. Dr. R.M. Soeripto mengenai Asas-Asas Sosiologi;</li> <li>Mr. Oei Pek Hong mengenai Asas-Asas Hukum Perdata;</li> <li>Mr. M. Abdulrachman sebagai pengudji dalam mata-peladjaran Islam.</li> </ol><noinclude>{{rh|718}}</noinclude> lx4b0yw7lpyq6e39ldgnd22bx18hnii 295457 295455 2026-05-14T12:40:55Z Upiak Ituih 27011 295457 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><p style="text-align:justify;">diterima oleh Pemerintah Pusat dan akan digabungkan dengan Universiteit Negeri „{{sp|Gadjah Mada}}” di Jogjakarta dan didjadikan Tjabang Bagian Hukum dari Fakultet Hukum, Sosial dan Politik Universiteit Negeri „{{sp|Gadjah Mada}}”.</p> <p style="text-align:justify;">Suatu putusan jang menggembirakan bagi pengurus Jajasan. Telah tiba saatnja jang berwadjat untuk menjerahkan hasil pekerdjaan Jajasan, ialah Perguruan Tinggi Ilmu Hukum kepada Menteri Pendidikan Pengadjaran dan Kebudajaan sebagai wakil Pemerintah. Penjerahan dilakukan dengan gembira dan rasa sjukur atas kepertjadjaan, bahwa dalam lingkungan Universiteit Negeri Gadjah Mada, Perguruan Tinggi Ilmu Hukum itu akan madju dengan pesat dan bermanfaat bagi masjarakat. Pada tanggal 19 Djuli 1952 telah dilakukan penjerahan disalah-suatu ruangan Sociëteit Simpang, jang disaksikan oleh ribuan hadirin dari segala Bangsa, antaranja Dewan Pengawas, Dewan Pengurus Jajasan, Dewan Dosen Jajasan P.T.I.H., para Curator, para Guru-Guru Besar, Menteri Pendidikan Pengadjaran dan Kebudajaan, Gubernur Djawa-Timur, S.P. Paku Alam dan Corps Consulair, djuga Senat Perguruan Tinggi dan Ketua-Ketua Fakultet. Malam harinja bertempat di kediaman Gubernur Djawa-Timur diselenggarakan selamatan.</p> <p style="text-align:justify;">Djumlah mahasiswa jang mendaftarkan untuk mendjadi mahasiswa Universiteit Negeri Gadjah Mada dalam angkatan 1950-1951 ada 46 orang, angkatan 1951-1952 ada 124 orang, dan 5 orang pendengar. Pada permulaan tahun peladjaran 1952-1953 (1 September 1952) ada 184 orang, termasuk 12 puteri.</p> <p style="text-align:justify; margin-left:2em; margin-bottom:0.5em;">Para dosen jang memberi kuliah adalah:</p> <ol style="margin-left:2em; padding-left:0; text-align:justify; line-height:1.5em;"> <li>Prof. Mr. A.G. Pringgodigdo mengenai Asas-Asas Hukum Tata-Negara;</li> <li>Prof. Mr. Drs. Notonagoro mengenai Pengantar Ilmu Hukum, Filsafat dan Filsafat Hukum;</li> <li>Prof. Mr. Djojodigoeno mengenai Asas-Asas Sosiologi dan Hukum Adat;</li> <li>Prof. Mr. Notosoesanto mengenai Islam;</li> <li>Prof. Mr. Koesoemadi mengenai Pengantar Tata Hukum Indonesia dan Asas-Asas Hukum Perdata;</li> <li>Prof. Mr. Moeljatno mengenai Asas-Asas Hukum Pidana;</li> <li>Dr. Prijohoetomo mengenai Ethnologi;</li> <li>Mr. R.I. Gondowardojo mengenai Ilmu Ekonomi;</li> <li>Mr. R. Boedisoesetyo mengenai Ilmu Negara;</li> <li>Mr. Dr. R.M. Soeripto mengenai Asas-Asas Sosiologi;</li> <li>Mr. Oei Pek Hong mengenai Asas-Asas Hukum Perdata;</li> <li>Mr. M. Abdulrachman sebagai pengudji dalam mata peladjaran Islam.</li> </ol><noinclude>{{rh|718}}</noinclude> 3csewrdytl30fi1yzpg96zdh8sfmg35 Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/63 104 104570 295452 2026-05-14T12:36:58Z Moel81 25980 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '<div style="display: flex; gap: 10px;"> <div style="flex: 1;"> {{border|maxwidth=30em|bthickness=1px|align=center|padding=20px| {{c|{{larger|'''PAKAILAH KEMEDJA JANG TERKENAL'''}}}} {{c|{{larger|Merk: '''SWALLOW'''}}}} <br> [[Berkas:Double Vertical Line in Linux Biolinum Regular - U+2016.svg|nirbing|pus]] <br> <br> {{c|'''Pabrik:''' Djaga Monjet 31--Djakarta}} }} </div> <div style="flex: 1;"> {{border|maxwidth=30em|bthickness=1px|align=center|... 295452 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Moel81" /></noinclude><div style="display: flex; gap: 10px;"> <div style="flex: 1;"> {{border|maxwidth=30em|bthickness=1px|align=center|padding=20px| {{c|{{larger|'''PAKAILAH KEMEDJA JANG TERKENAL'''}}}} {{c|{{larger|Merk: '''SWALLOW'''}}}} <br> [[Berkas:Double Vertical Line in Linux Biolinum Regular - U+2016.svg|nirbing|pus]] <br> <br> {{c|'''Pabrik:''' Djaga Monjet 31--Djakarta}} }} </div> <div style="flex: 1;"> {{border|maxwidth=30em|bthickness=1px|align=center|padding=20px| {{c|{{x-larger|'''P.T. "SULUH INDONESIA"'''}}}} {{c|{{larger|Pintu Besi '''31''' - Tilp. Gbr. 1103<br>Djl. Kraan (Kemajoran) - Tilp. Gbr. 3544<br>DJAKARTA - INDONESIA}}}} {{Left|{{larger|'''Bagian Pertjetakan'''}}}} {{c|Mengerdjakan segala matjam TJETAKAN2<br> - Tjepat, Rapi, Mungil, Harga Bersaingan}} {{Left|{{larger|'''Bagian Penerbitan'''}}}} {{right|Menerbitkan Warta Harian Pagi. SULUH<br> INDONESIA}} {{left|- Isinja selalu lengkap & hangat.<br> - Pendukung Pantja Sila<br> - Gema Suara Rakjat.}} <br> {{right|Direksi.}} }} </div> </div><noinclude></noinclude> pis1lztie521n8c9rayx10kzo7kwaev 295549 295452 2026-05-14T13:58:17Z Moel81 25980 /* Telah diuji baca */ 295549 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude><div style="display: flex; gap: 10px;"> <div style="flex: 1;"> {{border|maxwidth=30em|bthickness=1px|align=center|padding=20px| {{c|{{larger|'''PAKAILAH KEMEDJA JANG TERKENAL'''}}}} {{c|{{larger|Merk: '''SWALLOW'''}}}} <br> [[Berkas:Double Vertical Line in Linux Biolinum Regular - U+2016.svg|nirbing|pus]] <br> <br> {{c|'''Pabrik:''' Djaga Monjet 31--Djakarta}} }} <br> <br> {{border|maxwidth=30em|bthickness=1px|align=center|padding=20px| {{c|{{larger|'''"TEKNIK UMUM" N.V.'''}}}} {{c|'''Kantor Pusat : DJAKARTA.'''}} {{c|Djl. Asemlama 86, Tilp. Gb. 4209/2739}} <br> <br> {{c|'''KANTOR TJABANG'''}} <br> <br> {{left|BANDUNG{{gap|10em}}SEMARANG<br> Djl. Dr. Otten 7{{gap|9em}}Purwodinatan II/8<br> Telp. 5191/5192{{gap|8em}}Telp. 943/2146 <br><br> DJOKJA{{gap|11em}}SURABAJA<br> Dj. Tjemorodjadjar 14{{gap|5em}}Tundjungan 101<br> Telp. 1055{{gap|10em}}Telp. 5251|offset=1em}} <br><br> {{c|'''AMSTERDAM'''}} {{c|Herengracht No. 330}} {{c|Telp. 387 41/6 4666}} }} </div> <div style="flex: 1;"> {{border|maxwidth=30em|bthickness=1px|align=center|padding=20px| {{c|{{x-larger|'''P.T. "SULUH INDONESIA"'''}}}} {{c|{{larger|Pintu Besi '''31''' - Tilp. Gbr. 1103<br>Djl. Kraan (Kemajoran) - Tilp. Gbr. 3544<br>DJAKARTA - INDONESIA}}}} {{Left|{{larger|'''Bagian Pertjetakan'''}}}} {{c|Mengerdjakan segala matjam TJETAKAN2<br> - Tjepat, Rapi, Mungil, Harga Bersaingan}} {{Left|{{larger|'''Bagian Penerbitan'''}}}} {{right|Menerbitkan Warta Harian Pagi. SULUH<br> INDONESIA}} {{left|- Isinja selalu lengkap & hangat.<br> - Pendukung Pantja Sila<br> - Gema Suara Rakjat.}} <br> {{right|Direksi.}} }} <br> <br> {{border|maxwidth=30em|bthickness=1px|align=center|padding=20px| {{c|{{xxx-larger|'''n.v. marsi'''}}}} {{c|{{larger|''IMPORT — EXPORT''}}}} [[Berkas:Double Vertical Line in Linux Biolinum Regular - U+2016.svg|center|400px]] {{c|Kali Besar Barat 40}} {{c|'''DJAKARTA.'''}} }} </div> </div><noinclude></noinclude> n29oq79nszmxtpf3mgbfflknkt54gd7 295689 295549 2026-05-14T15:25:43Z N.imaema 22481 /* Tervalidasi */ 295689 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" /></noinclude><div style="display: flex; gap: 10px;"> <div style="flex: 1;"> {{border|maxwidth=30em|bthickness=1px|align=center|padding=20px| {{c|{{larger|'''PAKAILAH KEMEDJA JANG TERKENAL'''}}}} {{c|{{larger|Merk: '''SWALLOW'''}}}} <br> [[Berkas:Double Vertical Line in Linux Biolinum Regular - U+2016.svg|nirbing|pus]] <br> <br> {{c|'''Pabrik:''' Djaga Monjet 31--Djakarta}} }} <br> <br> {{border|maxwidth=30em|bthickness=1px|align=center|padding=20px| {{c|{{larger|'''"TEKNIK UMUM" N.V.'''}}}} {{c|'''Kantor Pusat : DJAKARTA.'''}} {{c|Djl. Asemlama 86, Tilp. Gb. 4209/2739}} <br> <br> {{c|'''KANTOR TJABANG'''}} <br> <br> {{left|BANDUNG{{gap|10em}}SEMARANG<br> Djl. Dr. Otten 7{{gap|9em}}Purwodinatan II/8<br> Telp. 5191/5192{{gap|8em}}Telp. 943/2146 <br><br> DJOKJA{{gap|11em}}SURABAJA<br> Dj. Tjemorodjadjar 14{{gap|5em}}Tundjungan 101<br> Telp. 1055{{gap|10em}}Telp. 5251|offset=1em}} <br><br> {{c|'''AMSTERDAM'''}} {{c|Herengracht No. 330}} {{c|Telp. 387 41/6 4666}} }} </div> <div style="flex: 1;"> {{border|maxwidth=30em|bthickness=1px|align=center|padding=20px| {{c|{{x-larger|'''P.T. "SULUH INDONESIA"'''}}}} {{c|{{larger|Pintu Besi '''31''' - Tilp. Gbr. 1103<br>Djl. Kraan (Kemajoran) - Tilp. Gbr. 3544<br>DJAKARTA - INDONESIA}}}} {{Left|{{larger|'''Bagian Pertjetakan'''}}}} {{c|Mengerdjakan segala matjam TJETAKAN2<br> - Tjepat, Rapi, Mungil, Harga Bersaingan}} {{Left|{{larger|'''Bagian Penerbitan'''}}}} {{right|Menerbitkan Warta Harian Pagi. SULUH<br> INDONESIA}} {{left|- Isinja selalu lengkap & hangat.<br> - Pendukung Pantja Sila<br> - Gema Suara Rakjat.}} <br> {{right|Direksi.}} }} <br> <br> {{border|maxwidth=30em|bthickness=1px|align=center|padding=20px| {{c|{{xxx-larger|'''n.v. marsi'''}}}} {{c|{{larger|''IMPORT — EXPORT''}}}} [[Berkas:Double Vertical Line in Linux Biolinum Regular - U+2016.svg|center|400px]] {{c|Kali Besar Barat 40}} {{c|'''DJAKARTA.'''}} }} </div> </div><noinclude></noinclude> 92pyopc1sw448qdkwzagrz6mpx91xah Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/915 104 104571 295460 2026-05-14T12:42:47Z Upiak Ituih 27011 /* Telah diuji baca */ 295460 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><center>MADRASAH TINGKATAN RENDAH.</center> {| class="wikitable" style="text-align:right; width:100%; margin:auto; font-size:90%; line-height:1.2em; border-collapse:collapse;" |- style="border-top:2px solid black; border-bottom:1px solid black;" ! style="text-align:left;" | Daerah ! Madrasah ! colspan="3" style="text-align:center;" | Guru ! colspan="3" style="text-align:center;" | Murid |- style="border-bottom:2px solid black;" ! ! ! Laki² ! Peremp. ! Djumlah ! Laki² ! Peremp. ! Djumlah |- | style="text-align:left;" | 1. Kediri | 119 | 519 | 53 | 572 | 16.756 | 11.410 | 28.166 |- | style="text-align:left;" | 2. Ngandjuk | 99 | 406 | 85 | 491 | 13.062 | 8.927 | 21.989 |- | style="text-align:left;" | 3. Tulungagung | 39 | 166 | 31 | 197 | 3.950 | 3.038 | 6.988 |- | style="text-align:left;" | 4. Blitar | 78 | 370 | 88 | 458 | 8.016 | 6.394 | 14.410 |- | style="text-align:left;" | 5. Trenggalek | 23 | 79 | 2 | 81 | 2.097 | 842 | 2.039 |- style="border-top:1px solid black; border-bottom:2px solid black;" | style="text-align:left;" | Kar. Kediri | 358 | 1.540 | 259 | 1.799 | 43.881 | 30.611 | 74.492 |- | style="text-align:left;" | 1. Malang | 91 | 328 | 77 | 405 | 11.309 | 8.789 | 20.098 |- | style="text-align:left;" | 2. Pasuruan | 44 | 158 | 47 | 205 | 4.483 | 2.560 | 7.043 |- | style="text-align:left;" | 3. Probolinggo | 46 | 138 | 39 | 177 | 5.299 | 1.346 | 6.645 |- | style="text-align:left;" | 4. Lumadjang | 46 | 125 | 21 | 146 | 3.773 | 2.313 | 6.086 |- style="border-top:1px solid black; border-bottom:2px solid black;" | style="text-align:left;" | Kar. Malang | 227 | 749 | 184 | 933 | 24.864 | 15.008 | 39.872 |- | style="text-align:left;" | 1. Bondowoso | 39 | 131 | 3 | 134 | 3.925 | 1.371 | 5.296 |- | style="text-align:left;" | 2. Djember | 127 | 459 | 14 | 473 | 12.060 | 5.895 | 17.955 |- | style="text-align:left;" | 3. Banjuwangi | 27 | 113 | 4 | 117 | 3.558 | 1.508 | 5.066 |- | style="text-align:left;" | 4. Situbondo | 57 | 190 | 7 | 197 | 5.361 | 2.236 | 7.597 |- style="border-top:1px solid black; border-bottom:2px solid black;" | style="text-align:left;" | Kar. Besuki | 250 | 893 | 28 | 921 | 25.704 | 10.210 | 35.914 |- | style="text-align:left;" | 1. Pamekasan | 34 | 147 | 6 | 153 | 4.308 | 1.545 | 5.853 |- | style="text-align:left;" | 2. Bangkalan | 26 | 98 | 5 | 103 | 2.352 | 1.100 | 3.452 |- | style="text-align:left;" | 3. Sampang | 22 | 82 | 3 | 85 | 2.012 | 719 | 2.731 |- | style="text-align:left;" | 4. Sumenep | 43 | 135 | 4 | 139 | 4.069 | 1.502 | 5.571 |- style="border-top:1px solid black; border-bottom:2px solid black;" | style="text-align:left;" | Kar. Madura | 125 | 462 | 18 | 480 | 12.741 | 4.946 | 17.687 |} <br> <center>MADRASAH TINGKATAN MENENGAH.</center> {| class="wikitable" style="text-align:right; width:100%; margin:auto; font-size:90%; line-height:1.2em; border-collapse:collapse;" |- style="border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black;" ! style="text-align:left;" | Daerah ! Madrasah ! colspan="3" style="text-align:center;" | Murid ! colspan="3" style="text-align:center;" | Guru |- style="border-bottom:2px solid black;" ! ! ! Laki² ! Peremp. ! Djumlah ! Laki² ! Peremp. ! Djumlah |- | style="text-align:left;" | 1. Surabaja | 2 | 14 | 5 | 19 | 51 | 72 | 123 |- | style="text-align:left;" | 2. Djombang | 2 | 15 | — | 15 | 297 | — | 297 |- | style="text-align:left;" | 3. Modjokerto | 1 | 6 | — | 6 | 130 | 30 | 160 |- | style="text-align:left;" | 4. Sidoarjo | 1 | 2 | 1 | 3 | 42 | 4 | 46 |- style="border-top:1px solid black; border-bottom:2px solid black;" | style="text-align:left;" | Kar. Surabaja | 6 | 37 | 6 | 43 | 520 | 106 | 626 |} <p style="text-align:justify; margin-left:2em; text-indent:0; margin-top:1em; line-height:1.4em;"> Keterangan:<br> Pesantren-pesantren Kabupaten Djombang di Redjoso (Peterongan), Tebu Ireng, Tambak Beras dan Demaijar.<br> Madrasah Nahdlatul Ulama Sidoarjo di Kedungdjangkring dan Modjokerto di Kauman. </p><noinclude>{{rh|||803}}</noinclude> b0e4kazd4xovex416pbw62ctvi7lk12 Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/886 104 104572 295462 2026-05-14T12:44:55Z N.imaema 22481 /* Telah diuji baca */ 295462 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" /></noinclude>{{c|{{xx-large|'''KISAH DITEMBUSNJA PARIGI'''}}}} {{c|xOleh : '''Ltd, Soemadi'''}} {{hii}} {{block right|Tjatatan : Walaupun kisah ini, dari sudut berita telah<br> usang, namun karena isi kisah ini mempunjai<br> nilat jang tinggi untuk peladjaran taktik dan<br> strategie bertempur, maka kami sadjikan pula<br> riwajat djatuhnja Parigi.}} {{div end}} {{right|'''PEN'''}} Tanggal 8 Mei 1958 menurut berita jang diterima oleh RTP Brawidjaja II menjatakan bahwa di Pelawa, suatu tempat antara Toboli dan Parigi, telah mendarat 3 kapal Pasukan Permesta. Pendaratan dilakukan dengan L.C.V.P. dengan dikawal oleh sebuah Bomber. Dan dinerkirakan berkekuatan tidak kurang dari satu Bataljon. Dengan adanja berita ini, maka segera semua staf Komando dipanggil untuk mengadakan pertemuan untuk menentukan sikap selandjutnja, mengingat: Kedudukan kita sudah semangkin terdjepit ditambah dengan tekanan udara dari Permesta jang luar biasa dan membabi buta, pula bantuan dari fihak A.U.R.I. jang kita nanti nantikan belum pula dilaksanakan. Pertemuan ditentukan didesa Kalukubola (Palu). Bagi siapa jang mengikuti rapat, dapatlah mengambil kesimpulan, bahwa memang benar<sup>2</sup> keadaan sangat ernstig. Raut muka para pimpinan<sup>2</sup> Staf jang bertanggung djawab terhadap tugasnja, diliputi rasa kemarahan tjampur kegelisahan. Tak ada humor sedikitpun jang menjelip dalam suasana rapat. Achirnja diputuskan untuk mentjoba merebut Kebonkopi, suatu tempat jang strategis sekali, baik kita maupun bagi musuh. Dalam hal ini Bn 501-lah jang menerima perintah untuk melaksanakan penjerangan terhadap Kebonkopi. Majoor Soemadi sebagai Kmd. Bataljon adalah seorang pendiam tetapi berkemauan keras, dergan tidak banjak bitjara, diberangkatkanlah pasukannja menudju ke titik persiapan menjerang. Tetapi diluar dugaan, ternjata info jang diterima Kebonkopi telah diduduki oleh Permesta. Walaupun demikian ditjobanja nula untuk direbut kembali. Untuk mengetahui dimana letak Kebon Kopi, baiklah kami tjeritakan dimana letak Kebon Kopi itu. Kebonkopi adalah suatu tempat jang letaknja diatas gunung antara Parigi dan Palu. Untuk mentjapai tempat itu hanja ada satu djalan dan berliku liku. Keadaan djalan sudah sangat rusaknja, sempit ditambah disana sini dipotong oleh sungai<sup>2</sup> jang mau tidak mau harus kita seberangi. Dari Kebonkopi sdr. dapat dengan bebas melihat pelabuhan Donggala. Dari sini musuh dapat melihat dengan djelas apabila ada kapal<sup>2</sup> datang. Dengan keadaan terrein jang demikian ini dapatlah sdr<sup>2</sup> mengira irakan bahwa walaupun dengan satu bataljon, Kebonkopi sukar didjatuhkan, meskipun kekuatan musuh hanja satu kompi misalnja. Tetapi walaupun demikian oleh Bn 501 ditjobanja dan ternjata usahanja gagal. Musuh telah membentuk perbentengan berlapis lapis pada tiap<sup>2</sup> tikungan. Pasukan Bn 501 terpaksa mundur dengan kerugian jang tidak sedikit. Kegagalan ini sesegera disampaikan kepada Komando RTP. Sidang untuk kedua kalinja diadakan. Suasana rapat semangkiin seram. Jah, betapa tidak ! Kalau sampai musuh berhasil, semakin mendjepit kita, kita akan lebih mengalami kesulitan. Lebih<sup>2</sup> apabila Palu berhasil diduduki, akan terputuslah hubungan kita dengan Pusar dan semakin tipis harapan kita untuk mendapat bantuan. Achirnja di putuskan untuk : mempertahankan Palu sampai titik darah penghabisan dan menjerang Poso kemudian terus ke Parigi. Tetapi lewat mana ? Inilah jang agak serem diperbintjangkan. Kalau melewati Kolawi, perdjalanan paling tjepat 10 hari. Kami melihat Majoor Soemadi diam. Rupa<sup>2</sup>nja beliau sedang memfikirkan kemungkinan djalan lain. Dan achirnja Kmd RTP menjerahkan hal ini kepada beliau, terserah lewat mana. Dengan tenang belilau meninggalkan rapat. Memang sebagai Kmd Bataljon, disinilah letak udjiannja. Sudah djelas kalau terus mengadakan serangan frontaal terhadap kedudukan musuh jang berada di Kebonkopi, tak akan mungkin memperoleh kemadjuan, bahkan akan mendapat kerugian jang tjukup besar. Musuh bersendjatakan serba berat. Achirnja seakan akan memperoleh ilham, belilau memutuskan, tidak lewat Kolawi, tetapi menerobos hutan memotong musuh di belakang. Pada tanggal 19 Mei 1958 mulailah dengan kekuatan 3 Kompi, mengadakan gerakan dari titik berkumpul (Kampung Pubaja). Tudjuannja adalah Pelawa, jaitu suatu tempat antara Toboli dan Parigi. Dengan membawa perbekalan setjukup ± 2 hari, para peradjurit mulai masuk hutan, dengan tidak memperhatikan berapa hari sebenarnja djalan masuk hutan itu dapat ditempuh. Ternjata kami tak dapat melukiskan disini, betapa {{hws|berat|beratnja}}<noinclude>{{rh|32}}</noinclude> 69q8xasx4balip86jta2454nopgzhc1 295463 295462 2026-05-14T12:45:37Z N.imaema 22481 295463 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" /></noinclude>{{c|{{xx-large|'''KISAH DITEMBUSNJA PARIGI'''}}}} {{c|Oleh : '''Ltd, Soemadi'''}} {{hii}} {{block right|Tjatatan : Walaupun kisah ini, dari sudut berita telah<br> usang, namun karena isi kisah ini mempunjai<br> nilat jang tinggi untuk peladjaran taktik dan<br> strategie bertempur, maka kami sadjikan pula<br> riwajat djatuhnja Parigi.}} {{div end}} {{right|'''PEN'''}} Tanggal 8 Mei 1958 menurut berita jang diterima oleh RTP Brawidjaja II menjatakan bahwa di Pelawa, suatu tempat antara Toboli dan Parigi, telah mendarat 3 kapal Pasukan Permesta. Pendaratan dilakukan dengan L.C.V.P. dengan dikawal oleh sebuah Bomber. Dan dinerkirakan berkekuatan tidak kurang dari satu Bataljon. Dengan adanja berita ini, maka segera semua staf Komando dipanggil untuk mengadakan pertemuan untuk menentukan sikap selandjutnja, mengingat: Kedudukan kita sudah semangkin terdjepit ditambah dengan tekanan udara dari Permesta jang luar biasa dan membabi buta, pula bantuan dari fihak A.U.R.I. jang kita nanti nantikan belum pula dilaksanakan. Pertemuan ditentukan didesa Kalukubola (Palu). Bagi siapa jang mengikuti rapat, dapatlah mengambil kesimpulan, bahwa memang benar<sup>2</sup> keadaan sangat ernstig. Raut muka para pimpinan<sup>2</sup> Staf jang bertanggung djawab terhadap tugasnja, diliputi rasa kemarahan tjampur kegelisahan. Tak ada humor sedikitpun jang menjelip dalam suasana rapat. Achirnja diputuskan untuk mentjoba merebut Kebonkopi, suatu tempat jang strategis sekali, baik kita maupun bagi musuh. Dalam hal ini Bn 501-lah jang menerima perintah untuk melaksanakan penjerangan terhadap Kebonkopi. Majoor Soemadi sebagai Kmd. Bataljon adalah seorang pendiam tetapi berkemauan keras, dergan tidak banjak bitjara, diberangkatkanlah pasukannja menudju ke titik persiapan menjerang. Tetapi diluar dugaan, ternjata info jang diterima Kebonkopi telah diduduki oleh Permesta. Walaupun demikian ditjobanja nula untuk direbut kembali. Untuk mengetahui dimana letak Kebon Kopi, baiklah kami tjeritakan dimana letak Kebon Kopi itu. Kebonkopi adalah suatu tempat jang letaknja diatas gunung antara Parigi dan Palu. Untuk mentjapai tempat itu hanja ada satu djalan dan berliku liku. Keadaan djalan sudah sangat rusaknja, sempit ditambah disana sini dipotong oleh sungai<sup>2</sup> jang mau tidak mau harus kita seberangi. Dari Kebonkopi sdr. dapat dengan bebas melihat pelabuhan Donggala. Dari sini musuh dapat melihat dengan djelas apabila ada kapal<sup>2</sup> datang. Dengan keadaan terrein jang demikian ini dapatlah sdr<sup>2</sup> mengira irakan bahwa walaupun dengan satu bataljon, Kebonkopi sukar didjatuhkan, meskipun kekuatan musuh hanja satu kompi misalnja. Tetapi walaupun demikian oleh Bn 501 ditjobanja dan ternjata usahanja gagal. Musuh telah membentuk perbentengan berlapis lapis pada tiap<sup>2</sup> tikungan. Pasukan Bn 501 terpaksa mundur dengan kerugian jang tidak sedikit. Kegagalan ini sesegera disampaikan kepada Komando RTP. Sidang untuk kedua kalinja diadakan. Suasana rapat semangkiin seram. Jah, betapa tidak ! Kalau sampai musuh berhasil, semakin mendjepit kita, kita akan lebih mengalami kesulitan. Lebih<sup>2</sup> apabila Palu berhasil diduduki, akan terputuslah hubungan kita dengan Pusar dan semakin tipis harapan kita untuk mendapat bantuan. Achirnja di putuskan untuk : mempertahankan Palu sampai titik darah penghabisan dan menjerang Poso kemudian terus ke Parigi. Tetapi lewat mana ? Inilah jang agak serem diperbintjangkan. Kalau melewati Kolawi, perdjalanan paling tjepat 10 hari. Kami melihat Majoor Soemadi diam. Rupa<sup>2</sup>nja beliau sedang memfikirkan kemungkinan djalan lain. Dan achirnja Kmd RTP menjerahkan hal ini kepada beliau, terserah lewat mana. Dengan tenang belilau meninggalkan rapat. Memang sebagai Kmd Bataljon, disinilah letak udjiannja. Sudah djelas kalau terus mengadakan serangan frontaal terhadap kedudukan musuh jang berada di Kebonkopi, tak akan mungkin memperoleh kemadjuan, bahkan akan mendapat kerugian jang tjukup besar. Musuh bersendjatakan serba berat. Achirnja seakan akan memperoleh ilham, belilau memutuskan, tidak lewat Kolawi, tetapi menerobos hutan memotong musuh di belakang. Pada tanggal 19 Mei 1958 mulailah dengan kekuatan 3 Kompi, mengadakan gerakan dari titik berkumpul (Kampung Pubaja). Tudjuannja adalah Pelawa, jaitu suatu tempat antara Toboli dan Parigi. Dengan membawa perbekalan setjukup ± 2 hari, para peradjurit mulai masuk hutan, dengan tidak memperhatikan berapa hari sebenarnja djalan masuk hutan itu dapat ditempuh. Ternjata kami tak dapat melukiskan disini, betapa {{hws|berat|beratnja}}<noinclude>{{rh|32}}</noinclude> r3i2poexe596jlcu0wxg38ashcolkir Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/327 104 104573 295469 2026-05-14T12:57:39Z Sarieffe 26994 /* Telah diuji baca */ 295469 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sarieffe" /></noinclude>{| |- |[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 327 crop).jpg|500px]]|| [[File:Madjalah Angkatan Darat (page 327 crop2).jpg|400px]] {{Smaller|<u>Our manulactaring programme :</u> |Toolroom Lathes |Hish-Spceed Universal Lathes |Engine Lathes |Turret Lathes |Universal Milling Machines |Bench Drills |Multiple Drilling Machines |Column Drills |Radial Drills |Universal Grinding Machines |Universal Toolgrinding Machines |Shaping Machines |Slotting Machines |Electro Erosion Machines |Hack Saws |Eccentric Presses |Plate Shears |Shearing and Punching Machines |Special Machines |Woodworking Machines }} {{larger|Ask for detailed information!}} {{Smaller|Hungarian Machine Industries Foreign Trading Company}} {{Left sidenote|<center>BUDAPEST 62. P.O.B. 183. HUNGARY </center>}} {{Left sidenote|<center>HUNGARY</center>}} Cables: TECIINOIMPEX BUDAPEST {{larger|For further information: }} {{Larger|Hungarian Legation Commercial Section, Djl. Djawa 98,}} {{Larger|Phone Gbr. 5494- DJAKARTA }} {{Xxx-larger|'''» TECHNOIMPEX «''' }}<noinclude></noinclude> o2i9w2lrtfhhlhd4woijqnk7xf63qqi 295479 295469 2026-05-14T13:18:18Z Sarieffe 26994 295479 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sarieffe" /></noinclude>{| |- |[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 327 crop).jpg|500px]];|| [[File:Madjalah Angkatan Darat (page 327 crop2).jpg|400px]] |- | ||{{Smaller|<u>Our manufacturing programme :</u>}} |- | ||Toolroom Lathes |- | ||Hish-Spceed Universal Lathes |- | ||Engine Lathes |- | ||Turret Lathes |- | ||Universal Milling Machines |- | ||Bench Drills |- | ||Multiple Drilling Machines |- | ||Column Drills |- | ||Radial Drills |- | ||Universal Grinding Machines |- | ||Universal Toolgrinding Machines |- | ||Shaping Machines |- | ||Slotting Machines |- | ||Electro Erosion Machines |- | ||Hack Saws |- | ||Eccentric Presses |- | ||Plate Shears |- | ||Shearing and Punching Machines |- | ||Special Machines |- | ||Woodworking Machines |- |} {| |- |{{larger|Ask for detailed information!}} || rowspan="8"; |{{Xxx-larger|'''» TECHNOIMPEX «''' }} |- |{{Smaller|Hungarian Machine Industries Foreign Trading Company}} |- |{{Left sidenote|<center>BUDAPEST 62. P.O.B. 183. HUNGARY </center>}} |- |{{Left sidenote|<center>HUNGARY</center>}} |- |Cables: TECIINOIMPEX BUDAPEST |- |{{larger|For further information: }} |- |{{Larger|Hungarian Legation Commercial Section, Djl. Djawa 98,}} |- |{{Larger|Phone Gbr. 5494- DJAKARTA }} |-<noinclude></noinclude> 40qt217fn2d3g0gk1jgkms33lu4sic5 Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/924 104 104574 295470 2026-05-14T13:02:51Z Upiak Ituih 27011 /* Telah diuji baca */ 295470 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><center>STATISTIK GEREDJA/DJEMAAT GOLONGAN KERISTEN<br>(BUKAN ROMA KATHOLIK)<br>DAERAH PROPINSI DJAWA-TIMUR.</center> {| class="wikitable" style="text-align:right; width:100%; margin:auto; font-size:90%; line-height:1.2em; border-collapse:collapse;" |- style="border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black;" ! style="text-align:left; padding-bottom:5px;" | Daerah<br>Karesidenan ! style="padding-bottom:5px;" | Banjaknja<br>tempat<br>kebaktian ! style="padding-bottom:5px;" | Djumlah<br>Djemaat ! style="padding-bottom:5px;" | Djumlah<br>Madhab<br>Agama ! style="padding-bottom:5px;" | Djumlah<br>Pendjabat<br>Agama |- | style="text-align:left;" | 1. Surabaja | 101 | 101 | 19 | 159 |- | style="text-align:left;" | 2. Malang | 59 | 59 | 11 | 70 |- | style="text-align:left;" | 3. Madiun | 22 | 23 | 7 | 41 |- | style="text-align:left;" | 4. Bodjonegoro | 9 | 9 | 2 | 6 |- | style="text-align:left;" | 5. Kediri | 36 | 54 | 7 | 24 |- | style="text-align:left;" | 6. Besuki | 52 | 52 | 7 | 23 |- | style="text-align:left;" | 7. Madura | 8 | 8 | 2 | 3 |- style="border-top:1px solid black; border-bottom:2px solid black;" | style="text-align:left;" | Djumlah seluruh<br>Djawa-Timur | 287 | 306 | 21 | 326 |} <br> <center>DAFTAR BANJAKNJA GEREDJA/KAPEL ROMA KATHOLIK<br>DAERAH PROPINSI DJAWA-TIMUR.</center> {| class="wikitable" style="text-align:right; width:100%; margin:auto; font-size:90%; line-height:1.2em; border-collapse:collapse;" |- style="border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black;" ! style="text-align:left; padding-bottom:5px;" | Daerah Karesidenan ! style="padding-bottom:5px;" | Banjaknja<br>Geredja ! style="padding-bottom:5px;" | Banjaknja<br>Kapel |- | style="text-align:left;" | 1. Surabaja | 7 | 9 |- | style="text-align:left;" | 2. Madiun | 1 | 3 |- | style="text-align:left;" | 3. Kediri | 6 | 10 |- | style="text-align:left;" | 4. Bodjonegoro | — | — |- | style="text-align:left;" | 5. Malang | 10 | 12 |- | style="text-align:left;" | 6. Besuki | 4 | 1 |- | style="text-align:left;" | 7. Madura | 2 | 2 |- style="border-top:1px solid black; border-bottom:2px solid black;" | style="text-align:left;" | Djumlah seluruh Djawa-Timur | 30 | 36 |} <br> <center>DAFTAR PEMELUK AGAMA DI DAERAH PROPINSI DJAWA-TIMUR.</center> {| class="wikitable" style="text-align:right; width:100%; margin:auto; font-size:90%; line-height:1.2em; border-collapse:collapse;" |- style="border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black;" ! style="text-align:left; padding-bottom:5px;" | Daerah Karesidenan ! style="padding-bottom:5px;" | Penduduk<br>umum ! style="padding-bottom:5px;" | Islam ! style="padding-bottom:5px;" | Keristen<br>Buddha<br>dan lain² |- | style="text-align:left;" | 1. Surabaja | 2.752.599 | 2.695.418 | 57.181 |- | style="text-align:left;" | 2. Bodjonegoro | 1.596.562 | 1.518.061 | 17.166 |- | style="text-align:left;" | 3. Madiun | 2.423.431 | 2.416.858 | 6.898 |- | style="text-align:left;" | 4. Kediri | 3.275.807 | 3.257.170 | 18.637 |- | style="text-align:left;" | 5. Malang | 3.167.473 | 3.139.870 | 27.603 |- | style="text-align:left;" | 6. Besuki | 3.214.132 | 3.197.204 | 16.928 |- | style="text-align:left;" | 7. Madura | 1.883.316 | 1.879.209 | 4.107 |- style="border-top:1px solid black; border-bottom:2px solid black;" | style="text-align:left;" | Djumlah seluruh Djawa-Timur | 18.313.320 | 18.103.790 | 147.520 |}<noinclude>{{rh|812}}</noinclude> qq7xh0kfztsi4y945hdilhs8bjbxlup Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/916 104 104575 295472 2026-05-14T13:05:35Z Upiak Ituih 27011 /* Telah diuji baca */ 295472 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><center>MADRASAH TINGKAT MENENGAH.</center> {| class="wikitable" style="text-align:right; width:100%; margin:auto; font-size:90%; line-height:1.2em; border-collapse:collapse;" |- style="border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black;" ! style="text-align:left; width:22%;" | Daerah ! style="width:11%;" | Madrasah ! style="width:11%;" | Laki² ! style="width:11%;" | Peremp. ! style="width:11%;" | Djumlah ! style="width:11%;" | Laki² ! style="width:11%;" | Peremp. ! style="width:12%;" | Djumlah |- | style="text-align:left;" | 1. Bodjonegoro | — | — | — | — | — | — | — |- | style="text-align:left;" | 2. Tuban | 1 | 6 | — | 6 | 121 | 10 | 131 |- | style="text-align:left;" | 3. Lamongan | — | — | — | — | — | — | — |- style="border-top:1px solid black; border-bottom:2px solid black;" | style="text-align:left;" | Kar. Bodjonegoro | 1 | 6 | — | 6 | 121 | 10 | 131 |} <p style="text-align:justify; margin-left:2em; text-indent:0; margin-top:0.5em; margin-bottom:1.5em; line-height:1.4em;"> Keterangan:<br> Madrasah Kabupaten Lamongan di Babat. </p> {| class="wikitable" style="text-align:right; width:100%; margin:auto; font-size:90%; line-height:1.2em; border-collapse:collapse;" |- | style="text-align:left; width:22%;" | 1. Madiun | style="width:11%;" | 4 | style="width:11%;" | 30 | style="width:11%;" | 2 | style="width:11%;" | 32 | style="width:11%;" | 580 | style="width:11%;" | 135 | style="width:12%;" | 715 |- | style="text-align:left;" | 2. Ngawi | — | — | — | — | — | — | — |- | style="text-align:left;" | 3. Magetan | 2 | 13 | — | 13 | 182 | 58 | 240 |- | style="text-align:left;" | 4. Ponorogo | 5 | 34 | 2 | 36 | 776 | 139 | 915 |- | style="text-align:left;" | 5. Patjitan | 3 | 17 | — | 17 | 251 | 64 | 315 |- style="border-top:1px solid black; border-bottom:2px solid black;" | style="text-align:left;" | Kar. Madiun | 14 | 94 | 4 | 98 | 1.789 | 396 | 2.185 |} <p style="text-align:justify; margin-left:2em; text-indent:0; margin-top:0.5em; margin-bottom:1.5em; line-height:1.4em;"> Keterangan:<br> Di Kabupaten Ponorogo, Pondok Modern Gontor, Muhammadijah, Madrasah Nahdlatul Ulama di Hadjamwuruk. Madrasah Kabupaten Magetan di Takeran. Pondok Termas di Kabupaten Patjitan. </p> {| class="wikitable" style="text-align:right; width:100%; margin:auto; font-size:90%; line-height:1.2em; border-collapse:collapse;" |- | style="text-align:left; width:22%;" | 1. Kediri | style="width:11%;" | 9 | style="width:11%;" | 54 | style="width:11%;" | 1 | style="width:11%;" | 55 | style="width:11%;" | 1.225 | style="width:11%;" | 120 | style="width:12%;" | 1.345 |- | style="text-align:left;" | 2. Ngandjuk | 8 | 53 | — | 53 | 1.252 | 24 | 1.276 |- | style="text-align:left;" | 3. Tulungagung | 1 | 7 | — | 7 | 61 | 5 | 66 |- | style="text-align:left;" | 4. Blitar | 2 | 11 | — | 11 | 111 | 22 | 133 |- | style="text-align:left;" | 5. Trenggalek | 1 | 5 | — | 5 | 110 | 9 | 119 |- style="border-top:1px solid black; border-bottom:2px solid black;" | style="text-align:left;" | Kar. Kediri | 21 | 130 | 1 | 131 | 2.759 | 180 | 2.939 |} <p style="text-align:justify; margin-left:2em; text-indent:0; margin-top:0.5em; margin-bottom:1.5em; line-height:1.4em;"> Keterangan:<br> Pondok: 1. Djampes; 2. Lirbodjo. Madrasah Ichwanul-Muslimin Kauman Kd. Madrasah Nahdlatul Ulama Kauman Tulungagung. </p> {| class="wikitable" style="text-align:right; width:100%; margin:auto; font-size:90%; line-height:1.2em; border-collapse:collapse;" |- | style="text-align:left; width:22%;" | 1. Malang | style="width:11%;" | 9 | style="width:11%;" | 57 | style="width:11%;" | 8 | style="width:11%;" | 65 | style="width:11%;" | 1.170 | style="width:11%;" | 422 | style="width:12%;" | 1.592 |- | style="text-align:left;" | 2. Pasuruan | 3 | 10 | 3 | 13 | 120 | 123 | 243 |- | style="text-align:left;" | 3. Probolinggo | 2 | 17 | — | 17 | 880 | 62 | 942 |- | style="text-align:left;" | 4. Lumadjang | 2 | 10 | — | 10 | 175 | 38 | 213 |- style="border-top:1px solid black; border-bottom:2px solid black;" | style="text-align:left;" | Kar. Malang | 16 | 94 | 11 | 105 | 2.345 | 645 | 2.990 |} <p style="text-align:justify; margin-left:2em; text-indent:0; margin-top:0.5em; line-height:1.4em;"> Keterangan:<br> Pondok Sonokeling (Kebonagung) di Kabupaten Malang. Madrasah Nahdlatul Ulama Djagalan di Kabupaten Malang. Madrasah Muhammadijah Djalan Kawi di Malang. Muhammadijah di Kabupaten Probolinggo. Nurul-Iman Lumadjang Pondok Gonggong di Probolinggo. </p><noinclude>{{rh|804}}</noinclude> 29o4bu7qwzro2gxn2r4u1h2vgh2tgob 295473 295472 2026-05-14T13:07:31Z Upiak Ituih 27011 295473 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><center>MADRASAH TINGKAT MENENGAH.</center> {| class="wikitable" style="text-align:right; width:100%; margin:auto; font-size:90%; line-height:1.2em; border-collapse:collapse;" |- style="border-top:2px solid black; border-bottom:1px solid black;" ! style="text-align:left; width:22%;" rowspan="2" | Daerah ! style="width:11%;" rowspan="2" | Madrasah ! colspan="3" style="text-align:center; width:33%;" | Guru ! colspan="3" style="text-align:center; width:34%;" | Murid |- style="border-bottom:2px solid black;" ! style="width:11%;" | Laki² ! style="width:11%;" | Peremp. ! style="width:11%;" | Djumlah ! style="width:11%;" | Laki² ! style="width:11%;" | Peremp. ! style="width:12%;" | Djumlah |- | style="text-align:left;" | 1. Bodjonegoro | — | — | — | — | — | — | — |- | style="text-align:left;" | 2. Tuban | 1 | 6 | — | 6 | 121 | 10 | 131 |- | style="text-align:left;" | 3. Lamongan | — | — | — | — | — | — | — |- style="border-top:1px solid black; border-bottom:2px solid black;" | style="text-align:left;" | Kar. Bodjonegoro | 1 | 6 | — | 6 | 121 | 10 | 131 |} <p style="text-align:justify; margin-left:2em; text-indent:0; margin-top:0.5em; margin-bottom:1.5em; line-height:1.4em;"> Keterangan:<br> Madrasah Kabupaten Lamongan di Babat. </p> {| class="wikitable" style="text-align:right; width:100%; margin:auto; font-size:90%; line-height:1.2em; border-collapse:collapse;" |- style="border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black;" ! style="text-align:left; width:22%;" rowspan="2" | Daerah ! style="width:11%;" rowspan="2" | Madrasah ! colspan="3" style="text-align:center; width:33%;" | Guru ! colspan="3" style="text-align:center; width:34%;" | Murid |- style="border-bottom:2px solid black;" ! style="width:11%;" | Laki² ! style="width:11%;" | Peremp. ! style="width:11%;" | Djumlah ! style="width:11%;" | Laki² ! style="width:11%;" | Peremp. ! style="width:12%;" | Djumlah |- | style="text-align:left;" | 1. Madiun | 4 | 30 | 2 | 32 | 580 | 135 | 715 |- | style="text-align:left;" | 2. Ngawi | — | — | — | — | — | — | — |- | style="text-align:left;" | 3. Magetan | 2 | 13 | — | 13 | 182 | 58 | 240 |- | style="text-align:left;" | 4. Ponorogo | 5 | 34 | 2 | 36 | 776 | 139 | 915 |- | style="text-align:left;" | 5. Patjitan | 3 | 17 | — | 17 | 251 | 64 | 315 |- style="border-top:1px solid black; border-bottom:2px solid black;" | style="text-align:left;" | Kar. Madiun | 14 | 94 | 4 | 98 | 1.789 | 396 | 2.185 |} <p style="text-align:justify; margin-left:2em; text-indent:0; margin-top:0.5em; margin-bottom:1.5em; line-height:1.4em;"> Keterangan:<br> Di Kabupaten Ponorogo, Pondok Modern Gontor, Muhammadijah, Madrasah Nahdlatul Ulama di Hadjamwuruk. Madrasah Kabupaten Magetan di Takeran. Pondok Termas di Kabupaten Patjitan. </p> {| class="wikitable" style="text-align:right; width:100%; margin:auto; font-size:90%; line-height:1.2em; border-collapse:collapse;" |- style="border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black;" ! style="text-align:left; width:22%;" rowspan="2" | Daerah ! style="width:11%;" rowspan="2" | Madrasah ! colspan="3" style="text-align:center; width:33%;" | Guru ! colspan="3" style="text-align:center; width:34%;" | Murid |- style="border-bottom:2px solid black;" ! style="width:11%;" | Laki² ! style="width:11%;" | Peremp. ! style="width:11%;" | Djumlah ! style="width:11%;" | Laki² ! style="width:11%;" | Peremp. ! style="width:12%;" | Djumlah |- | style="text-align:left;" | 1. Kediri | 9 | 54 | 1 | 55 | 1.225 | 120 | 1.345 |- | style="text-align:left;" | 2. Ngandjuk | 8 | 53 | — | 53 | 1.252 | 24 | 1.276 |- | style="text-align:left;" | 3. Tulungagung | 1 | 7 | — | 7 | 61 | 5 | 66 |- | style="text-align:left;" | 4. Blitar | 2 | 11 | — | 11 | 111 | 22 | 133 |- | style="text-align:left;" | 5. Trenggalek | 1 | 5 | — | 5 | 110 | 9 | 119 |- style="border-top:1px solid black; border-bottom:2px solid black;" | style="text-align:left;" | Kar. Kediri | 21 | 130 | 1 | 131 | 2.759 | 180 | 2.939 |} <p style="text-align:justify; margin-left:2em; text-indent:0; margin-top:0.5em; margin-bottom:1.5em; line-height:1.4em;"> Keterangan:<br> Pondok: 1. Djampes; 2. Lirbodjo. Madrasah Ichwanul-Muslimin Kauman Kd. Madrasah Nahdlatul Ulama Kauman Tulungagung. </p> {| class="wikitable" style="text-align:right; width:100%; margin:auto; font-size:90%; line-height:1.2em; border-collapse:collapse;" |- style="border-top:2px solid black; border-bottom:2px solid black;" ! style="text-align:left; width:22%;" rowspan="2" | Daerah ! style="width:11%;" rowspan="2" | Madrasah ! colspan="3" style="text-align:center; width:33%;" | Guru ! colspan="3" style="text-align:center; width:34%;" | Murid |- style="border-bottom:2px solid black;" ! style="width:11%;" | Laki² ! style="width:11%;" | Peremp. ! style="width:11%;" | Djumlah ! style="width:11%;" | Laki² ! style="width:11%;" | Peremp. ! style="width:12%;" | Djumlah |- | style="text-align:left;" | 1. Malang | 9 | 57 | 8 | 65 | 1.170 | 422 | 1.592 |- | style="text-align:left;" | 2. Pasuruan | 3 | 10 | 3 | 13 | 120 | 123 | 243 |- | style="text-align:left;" | 3. Probolinggo | 2 | 17 | — | 17 | 880 | 62 | 942 |- | style="text-align:left;" | 4. Lumadjang | 2 | 10 | — | 10 | 175 | 38 | 213 |- style="border-top:1px solid black; border-bottom:2px solid black;" | style="text-align:left;" | Kar. Malang | 16 | 94 | 11 | 105 | 2.345 | 645 | 2.990 |} <p style="text-align:justify; margin-left:2em; text-indent:0; margin-top:0.5em; line-height:1.4em;"> Keterangan:<br> Pondok Sonokeling (Kebonagung) di Kabupaten Malang. Madrasah Nahdlatul Ulama Djagalan di Kabupaten Malang. Madrasah Muhammadijah Djalan Kawi di Malang. Muhammadijah di Kabupaten Probolinggo. Nurul-Iman Lumadjang Pondok Gonggong di Probolinggo. </p><noinclude>{{rh|804}}</noinclude> 04qh1xfzkyqkodhj6k6eeu8har9j16x Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/917 104 104576 295476 2026-05-14T13:09:18Z Upiak Ituih 27011 /* Telah diuji baca */ 295476 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><center>MADRASAH TINGKAT MENENGAH.</center> {| class="wikitable" style="text-align:right; width:100%; margin:auto; font-size:90%; line-height:1.2em; border-collapse:collapse;" |- style="border-top:2px solid black; border-bottom:1px solid black;" ! style="text-align:left; width:22%;" rowspan="2" | Daerah ! style="width:11%;" rowspan="2" | Madrasah ! colspan="3" style="text-align:center; width:33%;" | Murid ! colspan="3" style="text-align:center; width:34%;" | Guru |- style="border-bottom:2px solid black;" ! style="width:11%;" | Laki² ! style="width:11%;" | Peremp. ! style="width:11%;" | Djumlah ! style="width:11%;" | Laki² ! style="width:11%;" | Peremp. ! style="width:12%;" | Djumlah |- | style="text-align:left;" | 1. Bondowoso | — | — | — | — | — | — | — |- | style="text-align:left;" | 2. Djember | 2 | 14 | — | 14 | 311 | 18 | 329 |- | style="text-align:left;" | 3. Banjuwangi | 4 | 26 | — | 26 | 425 | 158 | 584 |- | style="text-align:left;" | 4. Situbondo | 1 | 18 | 2 | 20 | 907 | 118 | 1.025 |- style="border-top:1px solid black; border-bottom:2px solid black;" | style="text-align:left;" | Kar. Besuki | 7 | 58 | 2 | 60 | 1.643 | 295 | 1.938 |} <p style="text-align:justify; margin-left:2em; text-indent:0; margin-top:0.5em; margin-bottom:1.5em; line-height:1.4em;"> Keterangan:<br> Pondok Tempurredjo di Djember. Sekolah Menengah Islam Telengsari di Kota Djember. Pondok Darummadijah Kampung Tukang Kaju di Banjuwangi. Madrasah Choirijah di Banjuwangi dan Pondok Sukoredjo Asembagus di Situbondo. </p> {| class="wikitable" style="text-align:right; width:100%; margin:auto; font-size:90%; line-height:1.2em; border-collapse:collapse;" |- style="border-top:2px solid black; border-bottom:1px solid black;" ! style="text-align:left; width:22%;" rowspan="2" | Daerah ! style="width:11%;" rowspan="2" | Madrasah ! colspan="3" style="text-align:center; width:33%;" | Murid ! colspan="3" style="text-align:center; width:34%;" | Guru |- style="border-bottom:2px solid black;" ! style="width:11%;" | Laki² ! style="width:11%;" | Peremp. ! style="width:11%;" | Djumlah ! style="width:11%;" | Laki² ! style="width:11%;" | Peremp. ! style="width:12%;" | Djumlah |- | style="text-align:left;" | 1. Pamekasan | — | — | — | — | — | — | — |- | style="text-align:left;" | 2. Bangkalan | — | — | — | — | — | — | — |- | style="text-align:left;" | 3. Sampang | 2 | 14 | — | 14 | 66 | 16 | 82 |- | style="text-align:left;" | 4. Sumenep | — | — | — | — | — | — | — |- style="border-top:1px solid black; border-bottom:2px solid black;" | style="text-align:left;" | Kar. Madura | 2 | 14 | — | 14 | 66 | 16 | 82 |} <p style="text-align:justify; margin-left:2em; text-indent:0; margin-top:0.5em; margin-bottom:2em; line-height:1.4em;"> Keterangan:<br> Madrasah Nahdlatul Ulama Djalan Lor Mesdjid Besar di Sumenep. </p> <p style="text-align:justify; font-weight:bold; margin-bottom:1em;">Djema'at Ahmadijah.</p> <p style="text-align:justify; margin-bottom:1em; text-indent:2em;">Pendiri Djema'at Ahmadijah ialah Hazrat Mirza Ghulam Ahmad, beliau keturunan Bangsa Persi, lahir di Qadian pada tanggal 13 Pebruari 1835 bersamaan dengan 14 Sjawalis 1250. Qadian suatu Desa jang ketjil kurang lebih 57 km disebelah Timur Kota Lahore, Punjab India. Pada tahun 1879 beliau mulai menerima ilham dan wahju dari Allah. Hazrat Ahmad a.s. mendakwa mendjadi Al Masih dan Mahdi jang didjandjikan oleh K.H. Mohammad s.a.w. untuk Ummat Islam di Achir Djaman, beliau mendapat pangkat ke Nabian. Pekerdjaan beliau jang paling utama, ialah mendjemput segala Ummat Islam kembali kepada peladjaran Al-Qur'an dan Sunat Rasul Nabi Besar Mohammad s.a.w.</p> <p style="text-align:justify; margin-bottom:1em; text-indent:2em;">Beliau membuktikan dengan ajat-ajat Al-Qur'an, bahwa Nabi Isa anak Marjam telah wafat seperti Nabi-Nabi jang lain. Begitu djuga beliau berkata, pintu rochani jang setinggi-tingginja senantiasa terbuka didalam Agama Islam. Ummat Islam jang benar-benar taat kepada Al-Qur'an dan Sunat Rasul s.a.w. mereka itu bukan sadja dapat meningkat ketingkat Salehin, Sjahidin dan Sadiqin, bahkan mereka itu boleh djuga mendapat pangkat ke Nabian.</p><noinclude>{{rh|||805}}</noinclude> 27pt2t6uy1rdm9v08g3x45sqidd07yv Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/518 104 104577 295478 2026-05-14T13:17:08Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 295478 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>danja. Sigap ia menerimanja lalu kutantang. "Ajo djagoan! Isi pestol itu! Mau mentjoba silahkan! Djangan menjindir-njindir, isi pestol itu! Saja siap." Tapi diluar dugaanku. Ia diam sadja menggenggam pestol. Jang disekitar kami bergerak mendjauh. "Ajo San! Apa mau nembak sonder saja lawan?! Ajo.......! Saja rela mati untuk kewadjiban saja!" Pestolku kutarik dan ku djatuhkan ke tanah. Sersan itu makin putjat, mengerak-gerakkan mulutnja kaku. Kemudian pestolnja diletakkan dipinggirin bangku. Betapa takutku, dan betapa aku bisa menguasainja! Aku sungguh sangat takut, tapi andai kata aku sampai tertembak akan kuterima djuga. Itu memang resiko djabatanku. Hari itu djoga sersan tadi kutemui sendirian dan ku marahi habis-habisan, diantaranja: "Kalau semua orang Indonesia seperti kamu, sekarang Indonesia belum merdeka! Kamu mestinja harus tahu menggunakan kesempatan untuk menebus dosamu. Aku tidak marah san, saja bilang begitu djustru karena saja suka sama kamu! Dan saja sedia membantu." Waktu itu ia tunduk meninggalkanku, badanku kulemparkan dikursi rotan dan nafas kulepaskan pandjang-pandjang. Lelah sekali. Moga-moga ia mengerti aku, hanja itu do'aku. Pudjian komandan resimen dan permintaan ma'afnja karena beslit kenaikan pangkatku belum djuga datang, menggelikan. Seakan-akan semuu itu kukerdjakan hanja untuk beslit itu. Aku sudah senang usul-usulku ia terima. Jaitu penggantian komandan kompi dan seorang komandan peleton. Katanja ia akan segera mengusahakan komandan² jang berdisiplin. Dan datanglah pagi itu. Aku berdiam dimess agak djauh dari tangsi. Baru djam 6 lewat sedikit telpon jang letaknja didekat kamarku berdering-dering membangunkanku. Pelajan jang menerima mengetok kamarku, memberi tahukan bahwa telpon itu untukku. "Hallo!" "Major Trisno?" suara itu gugup sekali. "Ja." "Kopral Tohir ngamuk, major!" "Ngamuk!! Kopral Tohir?" "Ja, major. Tangsi ribut. Ia bawa sendjata". "Saja segera datang!" Telpon kuletakkan dan aku termangu. Apa mesti kuperbuat? Segera datang ketangsi. Ah, tapi ........! Ada apa terdjadi? "Ada apa, pak?" tanja pelajan ingin tahu. "Heh-eh! Tidak apa-apa". Lalu kutelpon komandan kompi. Ia malah ketakutan dan katanja ia tidak bisa apa-apa. Bukan main dongkolku mendengar suaranja jang seperti menjab-kanka. "Terserah major". Kemudian ke siapa lagi kalau tidak ke komandan resimen? Telpon segera ku angkat lagi. "Hallo? Overste?" "Ja, siapa ini? Pagi-pagi betul?!" "Sersan major Trisno, overste". Lalu ku tjeritakan semuanja. Agak lama ia diam, kemudian ia berkata tegas: "Trisno, saja pertjaja kamu. Soal ini saja serahkan pada kamu. Selesaikanlah menurut kebidjaksanaanmu. Lalu laporkan ke resimen. Lekaslah bertindak!" Putus asa aku. Kebidjaksanaan! Mudah benar menjebutnja. Dan kurebahkan badanku kekasur. Banjak sekali jang kupikirkan, tapi, apa mesti kulakukan? Kalau aku tidak datang tentu djadi tertawaan orang, aku jang selama ini berani bertindak! Apa lagi djika berita dari telpon itu hanja main². Kalau aku datang ............ tidak berani aku membajangkanku apa jang mungkin akan terdjadi. Kurasa kopral Tohir sudah lama membentjiku, sedjak kulaporkan ke P.M. Ia mungkin sudah betul² mata gelap. Memang bisa aku datang membawa seregu anggota P.M. tapi tentu tidak baik pengaruhnja pada kompi jang mulai mendjadi baik itu. Anggapan mereka bawa aku takut tidak kuinginkan. Dan kenapa Tohir sampai mengamuk? Sajang usahaku untuk menelpon lagi selalu tidak ada jang menjahut. {{border|1= <div style="text-align: center;"> '''P. T. „PELAJARAN NASIONAL INDONESIA”'''<br> <big><big><big>'''PELNI'''</big></big></big><br> {{u|'''DJAKARTA'''}}<br> '''MENGUTJAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITHRI'''<br> '''1 SJAWAL 1377''' </div> }}<noinclude></noinclude> 0rk8ilu634etmk8yx9dn0tpckuu4rvy Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/700 104 104578 295480 2026-05-14T13:18:35Z Upiak Ituih 27011 /* Telah diuji baca */ 295480 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><center>DAFTAR DARI ADANJA TEBAT-TEBAT DAN<br>GENANGAN DI PROPINSI SUMATERA TENGAH.</center> {| class="wikitable" style="text-align:right; width:100%; margin:auto; font-size:80%; line-height:1.2em; border-collapse:collapse;" |- style="border-top:2px solid black;" ! style="text-align:left; width:16%;" rowspan="3" | Kabupaten<br><br>Wilajah ! style="text-align:center; width:12%;" colspan="2" | Tebat ! style="text-align:center; width:11%;" colspan="2" | Danau ! style="text-align:center; width:11%;" colspan="2" | Telaga ! style="text-align:center; width:11%;" colspan="2" | Rawang ! style="text-align:center; width:33%;" colspan="6" | Hasil ! style="text-align:left; width:6%;" rowspan="3" | Keterangan |- ! style="text-align:center;" rowspan="2" | Luas<br>ha ! style="text-align:center;" rowspan="2" | Jang<br>dile-<br>paskan ! style="text-align:center;" rowspan="2" | Luas<br>ha ! style="text-align:center;" rowspan="2" | Jang<br>dile-<br>paskan ! style="text-align:center;" rowspan="2" | Luas<br>ha ! style="text-align:center;" rowspan="2" | Jang<br>dile-<br>paskan ! style="text-align:center;" rowspan="2" | Luas<br>ha ! style="text-align:center;" rowspan="2" | Jang<br>dile-<br>paskan ! style="text-align:center;" colspan="4" | Bagi makanan kg. ! style="text-align:center;" | Benih ! style="text-align:center;" | Ekor |- style="border-bottom:2px solid black;" ! style="text-align:center;" | Tebat ! style="text-align:center;" | Danau ! style="text-align:center;" | Telaga ! style="text-align:center;" | Rawang ! style="text-align:center;" | Sangat ! style="text-align:center;" | Tahun |- | style="text-align:left;" | Kab. Agam | 152 | 170950 | 9950 | 82000 | 16 | 214910 | — | — | 152618 | 1010 | 7010 | — | 2835 | 6275000 | style="text-align:left; font-size:95%;" rowspan="8" | Mengenai hasil daerah penangkapan jang dikerdjakan sangat tak dapat ditetapkan dengan tepat. |- | style="text-align:left;" | Manindjau | 32 | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — |- | style="text-align:left;" | Tilatang Kamang | 60 | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — |- | style="text-align:left;" | V-Koto Baso | 16 | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — |- | style="text-align:left;" | IV-Angkek Tjandung | 23 | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — |- | style="text-align:left;" | IV-Koto | 7 | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — |- | style="text-align:left;" | Tandjung Raja | 6 | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — |- | style="text-align:left;" | Lb. Basung | 6 | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — |- | style="text-align:left;" | Kab. Tanah Datar | 11512 | 150000 | 5620 | 160000 | 16 | 50500 | 15 | 297000 | 76498 | 11000 | 722 | 850 | 4250 | 10523000 | |- | style="text-align:left;" | V-Kaum | 1150 | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | |- | style="text-align:left;" | Sungai Tarab | 25 | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | |- | style="text-align:left;" | Salim-Paung | 8 | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | |- | style="text-align:left;" | Sumpur | 12 | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | |- | style="text-align:left;" | Lintau/Buo | 23 | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | |- | style="text-align:left;" | Tandjung Emas | 35 | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | |- | style="text-align:left;" | Pariangan | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | |- | style="text-align:left;" | Rambatan | 75 | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | |- | style="text-align:left;" | Batipuh | 95 | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | |- | style="text-align:left;" | X-Koto | 250 | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | |- | style="text-align:left;" | Kab. Pasaman | 121 | 26400 | 20 | — | 1 | 30000 | 2700 | 2702000 | 476870 | 4325 | 45700 | 113693 | 293570 | 3313000 | |- | style="text-align:left;" | Bondjol | 11 | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | |- | style="text-align:left;" | Lb. Sikaping | 14 | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | |- | style="text-align:left;" | Rao | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | |- | style="text-align:left;" | Talamau | 87 | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | |- | style="text-align:left;" | Pasaman | 2 | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | |- | style="text-align:left;" | Lb. Malintung | 1 | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | |- | style="text-align:left;" | Sungai Beramas | 1 | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | |- | style="text-align:left;" | Kab. L. Kota | 29285 | 14500 | 3 | 116500 | 450 | 425827 | 20 | — | 21871 | — | 110 | 170 | 9885 | 10749000 | |- | style="text-align:left;" | Pajakumbuh | 765 | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | |- | style="text-align:left;" | Luhak/Harau | 221.35 | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | |- | style="text-align:left;" | Kab. Bengkalis | 3.75 | 25000 | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | |- | style="text-align:left;" | Kab. Solok | 21.50 | 100000 | 7950 | 3200 | 0.5 | 5000 | 0.5 | 5000 | — | 57090 | — | — | — | — | |- | style="text-align:left;" | Kab. P.S.K. | 25 | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | |- | style="text-align:left;" | Kab. Bengkalis | — | — | 300 | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | — | |- style="border-bottom:2px solid black;" | style="text-align:left;" | | | | | | | | | | | | | | | | |}<noinclude></noinclude> 61dngre4joey0mcta3ogeejmsly2y3g Halaman:Propinsi Sumatera Tengah.pdf/699 104 104579 295481 2026-05-14T13:24:04Z Upiak Ituih 27011 /* Telah diuji baca */ 295481 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><center>DAFTAR KEADAAN IKAN DIPETERNAKAN-PETER-<br>NAKAN IKAN DJAWATAN PERIKANAN DARAT<br>TAHUN 1952.</center> {| class="wikitable" style="text-align:right; width:100%; margin:auto; font-size:80%; line-height:1.2em; border-collapse:collapse;" |- style="border-top:2px solid black;" ! style="text-align:left; width:15%;" rowspan="3" | Peternakan ! style="text-align:left; width:10%;" rowspan="3" | Djenis ikan ! style="text-align:center; width:12%;" colspan="2" | Induk ! style="text-align:center; width:18%;" colspan="3" | Tjalon induk ! style="text-align:center; width:30%;" colspan="3" | Benih ikan ! style="text-align:left; width:15%;" rowspan="3" | Keterangan |- ! style="text-align:center;" rowspan="2" | ! style="text-align:center;" rowspan="2" | ! style="text-align:center;" rowspan="2" | ! style="text-align:center;" rowspan="2" | ! style="text-align:center;" rowspan="2" | ! style="text-align:center;" rowspan="2" | Djumlah ! style="text-align:center;" | Jang didjual ! style="text-align:center;" rowspan="2" | Sisa |- style="border-bottom:2px solid black;" ! style="text-align:center;" | disebarkan |- | style="text-align:left;" | Padang/Magek | style="text-align:left;" | Mas/Rajo | 75 | 46 | 1.830 | — | 1.000 | 41.755 | 40.000 | 1.575 | style="text-align:left;" rowspan="8" | *) Belum diadakan pemilihan. |- | style="text-align:left;" | (Kab. Tanah Datar) | style="text-align:left;" | Tawes | 134 | 219 | 500 | 1.540* | 318 | 157.040 | 152.540 | 4.500 |- | | style="text-align:left;" | Nilem | 35 | — | 80 | — | 102 | 870 | — | 870 |- | | style="text-align:left;" | Mudjahir | 500 | 500 | — | — | — | 111.300 | 103.300 | 8.000 |- | | style="text-align:left;" | Gurame | — | — | — | — | — | 23 | — | 23 |- | | style="text-align:left;" | Sinjonja | — | — | 87* | 87* | — | — | — | — |- | | style="text-align:left;" | Punten | — | — | — | 50* | — | — | — | — |- | | style="text-align:left;" | Tambakan | — | — | — | 12* | — | — | — | — |- | | style="text-align:left;" | Sepat Siam | — | — | — | — | — | 35 | — | 35 | |- | style="text-align:left;" | Lb. Sikaping | style="text-align:left;" | Mas/Rajo | 16 | 7 | 575 | — | 435 | 27.600 | 23.500 | 4.100 | |- | style="text-align:left;" | (Kab. Pasaman) | style="text-align:left;" | Tawes | 47 | 16 | — | 300* | — | 15.350 | 10.150 | 5.200 | |- | | style="text-align:left;" | Nilem | 25 | 25 | — | 300* | — | 7.800 | 3.200 | 4.600 | |- | | style="text-align:left;" | Mudjahir | 25 | 25 | — | — | — | 3.450 | 3.300 | 100 | |- | | style="text-align:left;" | Gurame | 2 | 3 | — | — | — | — | — | — | |- | | style="text-align:left;" | Sinjonja | — | — | — | — | — | — | — | — | |- | | style="text-align:left;" | Punten | — | — | — | — | — | — | — | — | |- | | style="text-align:left;" | Tambakan | — | — | — | — | — | — | — | — | |- | | style="text-align:left;" | Sepat Siam | 17 | 15 | — | — | — | — | — | — | |- style="border-top:1px solid black; border-bottom:2px solid black;" | style="text-align:left;" | Djumlah | | 876 | 876 | 2.985 | 2.289* | 1.855 | 365.543 | 335.990 | 29.053 | |}<noinclude></noinclude> qbtyx8fwok6fj458hb5eg8awv6rtrru Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/662 104 104580 295482 2026-05-14T13:26:52Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 295482 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>''PRESIDEN/PANGLIMA TERTINGGI Ir. SOEKARNO.'' <p style="text-align: center; font-size: 150%; font-weight: bold;"> A YEAR OF CHALANGE </p> Ini adalah salah satu ulang-tahun Republik Indonesia jang paling diperhatikan orang! Diperhatikan orang didalam dan diluar negeri. Boleh dikatakan seluruh dunia pada hari ini mengarahkan pandangan matanja ke Djakarta, atau memasangkan arah-telinganja ke Djakarta. Bagaimana suasana di Djakarta pada hari ini, dan apa jang akan dikatakan oleh Djakarta pada hari ini? Apakah suasananja suasana jang tertekan, suasananja rakjat jang baru sadja dapat pukulan² dihadannja, — babak-belur, babak-bundas! Apakah suaranja suara rakjat jang telah remuk-redam dalam djiwanja, suara rakjat jang telah megap²? Pantas djuga orang diluaran mengadjukan pertanjaan² jang demikian itu, terutama sekali orang² dari kalangan jang tak seuang kepada kita atau tidak senang kepada politik kita. Pantas! Sebab apa jang tidak kita alami dalam tahun jang lalu! Segala matjam tjobaan² pahit dan getir telah kita alami, jang djikalau umpamanja kita ini bukan bangsa jang ulet dan Insja Allah diridhoi Tuhan, nistjaja telah membuat kita ini remuk-redam-semangat dan kotjar-katjir-berantakan di dalam djiwa ! '''Republik Indonesia masih segar bugar.''' Tetapi kita, berkat Tuhan, tidak remuk-redam-semangat, dan tidak kotjar-katjir-berantakan di-dalam djiwa! Kepada seluruh dunia jang ingin mendengarnja, kepada seluruh dunia jang ingin mengetahuinja, dan terutama sekali kepada semua orang² jang tak senang kepada Republik Indonesia, saja atas nama Rakjat Indonesia pada hari ini berkata: „Inilah bangsa Indonesia, inilah Republik Indonesia, masih segar-bugar djiwanja untuk mempertahankan Proklamasi dan melandjutkan perdjuangan untuk realisasi Proklamasi!” Ja, tiga belas tahun kita telah berdjuang. Tiga belas tahun kita telah mendaki. Tiga belas tahun! Tetapi meskipun tudjuan terachir belum tertjapai kita masih siapsedia untuk berdjuang dan mendaki terus. Djanganpun tiga belas tahun lagi, meski duakali tiga belas tahun lagipun, atau tigakali tiga belas tahun lagi, atau empatkali tiga belas tahun lagi, kita Insja Allah masih tetap akan siap-sedia untuk meneruskan perdjuangan. '''Buang free fight liberalism.''' Tiap tahun kita perhitungkan. Tiap tahun kita periksa untung dan ruginja. Seperti menghitung kelereng! Tahun² 1945 sampai 1950 adalah tahun² revolusi bersendjata; tahun² ''physical revolution''. Tahun² 1950 sampai 1955 adalah tahun² menjembuhkan luka²; tahun² ''survival''. Tahun '56 mauuja kita hendak memasuki benar² periode ''investment'', jaitu periode menjusun perlengkapan² untuk pembangunan, tetapi gedjala² penjakit dari dalam mulai menondjol, sehingga perlu kita memberi peringatan² jang pedas untuk mengembalikan kewibawaan pusat dan kewibawaan Negara. Tahun 1957 penjakit² itu makin menondjol lagi, sehingga perlu peringatan itu dikemukakan dengan tjara jang lebih tandas dan lebih tadjam bahkan perlu kita membongkar segala norma² jang sampai sekian masih kita {{Missing image}} <small>''Penaikan bendera pusaka Sang Merah Putih didepan Istana Negara pada saat memperingati hari ulang tahun Proklamasi Kemerdekaan kita.''</small><noinclude> {{rh|4}}</noinclude> bew1gjai1d80jgrmsqr0f3n409b4p70 Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/936 104 104581 295483 2026-05-14T13:27:25Z Upiak Ituih 27011 /* Telah diuji baca */ 295483 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><p style="text-align:justify;">bermatjam-matjam badju jang diambil umpama: badju hewan, badju wadja dan sebagainja. Dengan badju tersebut dapat mempunjai kekuatan jang luar biasa atau daja-gaib, dan itulah jang dinamakan ukuran gaib (demensi IV).</p> <p style="text-align:justify; margin-left:2em; margin-bottom:0.5em;">Nama „Das Sanga” (0. 9):</p> <p style="text-align:justify; text-indent:2em;">Nama „Das Sanga” (0. 9) diartikan 0 = adalah lubang, dan 9 = angka sembilan; penjatakan/diakui, bahwa manusia ini mempunjai memiliki lubang sembilan (0. 9) maksudnja adalah sebagai berikut:</p> <table style="border-collapse:collapse; line-height:1.4em; margin-bottom:1em; font-size:100%; margin-left:4em; text-align:justify;"> <tr style="vertical-align:top;"> <td style="width:140px;">Lubang (0. 9) =</td> <td style="width:25px;">1.</td> <td style="width:120px;">Lubang hidung</td> <td style="width:80px;">djumlah</td> <td style="width:25px; text-align:center;">=</td> <td style="width:25px;">2</td> <td>lubang.</td> </tr> <tr style="vertical-align:top;"> <td></td> <td>2.</td> <td>” &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; mata</td> <td>”</td> <td style="text-align:center;">=</td> <td>2</td> <td>”</td> </tr> <tr style="vertical-align:top;"> <td></td> <td>3.</td> <td>” &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; telinga</td> <td>”</td> <td style="text-align:center;">=</td> <td>2</td> <td>”</td> </tr> <tr style="vertical-align:top;"> <td></td> <td>4.</td> <td>” &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; mulut</td> <td>”</td> <td style="text-align:center;">=</td> <td>1</td> <td>”</td> </tr> <tr style="vertical-align:top;"> <td></td> <td>5.</td> <td>” &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; kemaluan</td> <td>”</td> <td style="text-align:center;">=</td> <td>1</td> <td>”</td> </tr> <tr style="vertical-align:top;"> <td></td> <td>6.</td> <td>” &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; pantat</td> <td>”</td> <td style="text-align:center;">=</td> <td>1</td> <td>”</td> </tr> <tr style="border-top:1px solid black; border-bottom:2px solid black;"> <td colspan="3"></td> <td>Djumlah</td> <td style="text-align:center;">=</td> <td>9</td> <td>lubang.</td> </tr> </table> <p style="text-align:justify; text-indent:2em;">Angkapun djuga 9 banjaknja, das ditambah 0 mendjadi djumlah umpamanja: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 0. Djadi angka pertama ialah 1, angka Terachir ialah 0 atau 1 + 0 (10) jang djuga diartikan ialah laki-perempuan dan angka 9 diartikan ialah babahan hawa sanga. Bagi membuat suatu bilangan, orang tentu tidak lepas mengambil antara angka 0 sampai 9.</p> <p style="text-align:justify; font-weight:bold; margin-top:2em; margin-bottom:1em;">4. PERKUMPULAN MURTI-TOMO WASKITHO-TUNGGAL.</p> <p style="text-align:justify; text-indent:2em;">Perkumpulan „Murti-Tomo Waskitho-Tunggal” didirikan pada tahun 1927 di Surabaja, jang kini sedang dalam reorganisasi.</p> <p style="text-align:justify; margin-left:2em; margin-bottom:0.5em;">'''Pimpinan''':</p> <p style="text-align:justify; margin-left:2em; margin-bottom:1em;">Almarhum Raden Mas Soewono (Rama Soewono). Satrija Kadipaten Mangkunegoro, Surakarta Hadiningrat, turunan grad IV dari Pengeran Sambernjowo ke I Tanah-Djawa.</p> <p style="text-align:justify; margin-left:2em; margin-bottom:0.5em;">Jang mengganti:</p> <table style="border-collapse:collapse; line-height:1.5em; margin-bottom:1.5em; font-size:100%; margin-left:2em; text-align:justify; width:100%;"> <tr style="vertical-align:top;"> <td style="width:25px;">1.</td> <td style="width:130px;">Ismangoen</td> <td style="width:25px; text-align:center;">=</td> <td>Bodjonegoro, Kampung Klangon;</td> </tr> <tr style="vertical-align:top;"> <td>2.</td> <td>Tjitroprawiro</td> <td style="text-align:center;">=</td> <td>Pare, Gg. Wilis 38 Pare;</td> </tr> <tr style="vertical-align:top;"> <td>3.</td> <td>Ki Among</td> <td style="text-align:center;">=</td> <td>Kedungpring - Babat;</td> </tr> <tr style="vertical-align:top;"> <td>4.</td> <td>Partowijono</td> <td style="text-align:center;">=</td> <td>Srengat - Blitar;</td> </tr> <tr style="vertical-align:top;"> <td>5.</td> <td>Soemarno</td> <td style="text-align:center;">=</td> <td>Kepandjen - Malang.</td> </tr> </table> <p style="text-align:justify; margin-left:2em; margin-bottom:0.5em;">'''Pedoman''':</p> <p style="text-align:justify; margin-left:2em;">Ilmu kasampurnan dan kasundjatan jang terdapat dalam beberepa kitab-kitab sutji adjaran dari para sardjana pada djaman purba-kala</p><noinclude>{{rh|824}}</noinclude> ohswljpdt8a8fevbdzrsa3t8ll7thsi Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/328 104 104582 295484 2026-05-14T13:32:56Z Sarieffe 26994 /* Telah diuji baca */ 295484 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sarieffe" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 328 crop).jpg|900px|pus|jmpl|keamanan adalah kepentingan setiap orang]] {| style ="margin:0 auto; border:1px solid #aaa;width:30%;" |{{c|PERATURAN UNTUK KEBAKARAN.}} |- |Tjampurlah kanvas dan tali sumbu kepada tjat² dan bahan² jang mudah terbakar, tambahlah sampah dan kertas.....aduk dengan baik dan njalakanlah dengan bensin atau puntung berapi....pastilah kebakaran terdjadi!! |}<noinclude></noinclude> ly63cvrk811qlwzgrhuxu9tu3l1befq 295830 295484 2026-05-14T16:50:49Z Upiak Ituih 27011 /* Tervalidasi */ 295830 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Upiak Ituih" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 328 crop).jpg|900px|pus|jmpl|keamanan adalah kepentingan setiap orang]] {| style ="margin:0 auto; border:1px solid #aaa;width:30%;" |{{c|PERATURAN UNTUK KEBAKARAN.}} |- |Tjampurlah kanvas dan tali sumbu kepada tjat² dan bahan² jang mudah terbakar, tambahlah sampah dan kertas.....aduk dengan baik dan njalakanlah dengan bensin atau puntung berapi....pastilah kebakaran terdjadi!! |}<noinclude></noinclude> nf7scic39pf332g0effi5ffr36a0s5s Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/564 104 104583 295490 2026-05-14T13:39:23Z N.imaema 22481 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'LAUTAN ATLANTIK Kep.CANARI (Sp) Ay) P.TENERIK 2 2 o“ @ 2 AS PALMAS djalah Inggeris dan adalah sema- tjam kawan jang akan bersedia pcrgi kemana sadja untuk kita. Kemudian saja menilpon dia dan mendjandjikan untuk bertemu buat makan siang ber-sama? pada hari selasa. Di bank pada hari berikutnja, saja menerima sedjumlah amplop jang dialamatkan kepada saja, berisi uang sebanjak 2000 pound ($. 10.000.). Kemudian dengan ter-gesa?... 295490 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="N.imaema" /></noinclude>LAUTAN ATLANTIK Kep.CANARI (Sp) Ay) P.TENERIK 2 2 o“ @ 2 AS PALMAS djalah Inggeris dan adalah sema- tjam kawan jang akan bersedia pcrgi kemana sadja untuk kita. Kemudian saja menilpon dia dan mendjandjikan untuk bertemu buat makan siang ber-sama? pada hari selasa. Di bank pada hari berikutnja, saja menerima sedjumlah amplop jang dialamatkan kepada saja, berisi uang sebanjak 2000 pound ($. 10.000.). Kemudian dengan ter-gesa? saja berangkat menudju ke Croydon dan menjewa sebuah pcsawat de Havilland bermotor dua jang dapat terbang sedjauh 600 mil nonstop. Sekarang segala jang saja per- lukan adalah tinggal seorang kawan bangsa Inggeris dan dua tubuh djelita jang dapat mempe- scnakan. Dan pada hari berikut- nja, la Cierva, Jerrold dan saja, makan siang ber-sama? : — Hari lusa saja ingin terbang bcr-sama? dengan seorang prija b:ingsa Inggeris dan dua orang 30 — GISRALTAR TANGER (Doerah Int) @ | reruan "maroko sp , Skala 1:15.000.000. gadis elok jang menarik, menudju kesebuah tempat jang tak usah saja sebutkan satu persatu dipan- tai barat Afrika Utara, kata saja terus-terang. Dan kita dapat pergi kesana kira? delapan atau sepuluh hari. — Apa maksudmu dengan itu ? tanja Jerrold dengan tersenjum. — Saja tak dapat menerang- kan kepadamu, djawabku, ketjuali bahwa perdjalanan itu sama sekali tidak akan mengakibatkan sesu- atu keadjaiban atau membawa noda kepada siapapun. Dan saja menentang sesuatu jang dapat menimbulkan keseganan atas per- sahabatanmu. — Apa sahabat? saja ada untuk itu, kata Jerrold pada diri sendiri, biar saja ingat? dulu. Oh ja, saja punja kawan baik saja tlpon Hugh Pollard. Dia adalah seorang major tjadangan dan se- orang ahli tentang sendjata? api. — Saja jakin tidak akan ada perburuan disana ........ se-dikit?- nja saja tidak memikirkan bahwa itu akan ada, kata saja menatap Jerrold jang berandjak mening- galkan medja. Jerrold segera ber- balik dengan wadjah ber-seri? : — Hugh Pollard mungkin prija jang kau butuhkan itu, katanja, dia dapat didjadikan sekutu? ra- hasia, apalagi dia punja seorang gadis bidadari jang sangat tjantik, kata Jerrold, mempunjai pula se- orang kawan jang tidak kurang menariknja. Jerrold kemudian menjarankan agar kami sekarang djuga sebaiknja pergi mendapat- kan Hugh Pollard dan merun- dingkan hal ini dengan dia. Dua djam kemudian kami telah berada dirumah major Pollard di Sussex. Dia adalah seorang laki? jang tampan, umurnja kira? 45 th. dengan sebaris kumis jang melin- tang rapih diatas bibirnja dan sinar mata jang mengadjuk dalam. — Sudikah tuan djelaskan ser- ba sedikit tentang undangan tuan itu ? tanjanja dengan ramah. — Menjesal sekali, djawab saja, tetapi lebih-kurang tuan su- dah tahu jang lebih baik. Sesaat lamanja Pollard mena- tap saja dengan tenang, kemudian wadjahnja melahirkan suatu se- njuman persahabatan: — Saja bersedia bersama tuan, katanja tulus, dan sekarang saja persilah- kan tuan menjatakan gadis saja. Dimana demikian nama gadis itu memang adalah seorang gadis jang tjantik dan periang, dan se- perti ajahnja sendiri, gemar akan pengalaman? jang aneh? dan avontuur. — Saja jakin tidak akan mengadjukan sepatahpun perta- njaan, katanja kepadaku dan lalu menambahkan, saja akan menil- pon Dorothy Watson sekarang djuga. Saja tahu dia akan suka djuga pergi. — Dan kini, sahut tuan rumah kami jang berbalik kepadaku. adalah sebaiknja kita minum un- tuk berhasilnja missi tuan ini ..... 2 apapun itu adanja. Pukul 07.00 pagi tgl. 11 Djuli. kami semua bertemu dipelabuhan udara Croydon. Dorothy Watson ternjata adalah tidak kalah mem- pesonanja daripada Diana. Kedua gadis itu ber-tjakap? denganr menggiurkan dan major Pollard nampak sangat senang bila ter—<noinclude></noinclude> 2xc8cdfn3yn6p5yagu3d50dzfcczavz 295556 295490 2026-05-14T14:00:13Z N.imaema 22481 /* Telah diuji baca */ 295556 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" /></noinclude>{{missing image}} djalah Inggeris dan adalah sematjam kawan jang akan bersedia pergi kemana sadja untuk kita. Kemudian saja menilpon dia dan mendjandjikan untuk bertemu buat makan siang ber-sama<sup>2</sup> pada hari selasa. Di bank pada hari berikutnja, saja menerima sedjumlah amplop jang dialamatkan kepada saja, berisi uang sebanjak 2000 pound ($. 10.000.). Kemudian dengan ter-gesa<sup>2</sup> saja berangkat menudju ke Croydon dan menjewa sebuah pesawat de Havilland bermotor dua jang dapat terbang sedjauh 600 mil nonstop. Sekarang segala jang saja perlukan adalah tinggal seorang kawan bangsa Inggeris dan dua tubuh djelita jang dapat mempesonakan. Dan pada hari berikutnja, la Cierva, Jerrold dan saja, makan siang ber-sama<sup>2</sup> : {{bulleted list|list_style=list-style-type:'—'; | Hari lusa saja ingin terbang ber-sama<sup>2</sup> dengan seorang prija bangsa Inggeris dan dua orang gadis elok jang menarik, menudju kesebuah tempat jang tak usah saja sebutkan satu persatu dipantai barat Afrika Utara, kata saja terus-terang. Dan kita dapat pergi kesana kira<sup>2</sup> delapan atau sepuluh hari. | Apa maksudmu dengan itu ? tanja Jerrold dengan tersenjum. | Saja tak dapat menerangkan kepadamu, djawabku, ketjuali bahwa perdjalanan itu sama sekali tidak akan mengakibatkan sesuatu keadjaiban atau membawa noda kepada siapapun. Dan saja menentang sesuatu jang dapat menimbulkan keseganan atas persahabatanmu. | Apa sahabat<sup>2</sup> saja ada untuk itu, kata Jerrold pada diri sendiri, biar saja ingat<sup>2</sup> dulu. Oh ja, saja punja kawan ....... baik saja tilpon Hugh Pollard. Dia adalah seorang major tjadangan dan seorang ahli tentang sendjata<sup>2</sup> api. | Saja jakin tidak akan ada perburuan disana ........ se-dikit<sup>2</sup>nja saja tidak memikirkan bahwa itu akan ada, kata saja menatap Jerrold jang berandjak meninggalkan medja. Jerrold segera berbalik dengan wadjah ber-seri<sup>2</sup> : | Hugh Pollard mungkin prija jang kau butuhkan itu, katanja, dia dapat didjadikan sekutu<sup>2</sup> rahasia, apalagi dia punja seorang gadis bidadari jang sangat tjantik, kata Jerrold, mempunjai pula seorang kawan jang tidak kurang menariknja. Jerrold kemudian menjarankan agar kami sekarang djuga sebaiknja pergi mendapatkan Hugh Pollard dan merundingkan hal ini dengan dia.<br> Dua djam kemudian kami telah berada dirumah major Pollard di Sussex. Dia adalah seorang laki<sup>2</sup> jang tampan, umurnja kira<sup>2</sup> 45 th. dengan sebaris kumis jang melintang rapih diatas bibirnja dan sinar mata jang mengadjuk dalam. | Sudikah tuan djelaskan serba sedikit tentang undangan tuan itu ? tanjanja dengan ramah. | Menjesal sekali, djawab saja, tetapi lebih-kurang tuan sudah tahu jang lebih baik. <br>Sesaat lamanja Pollard menatap saja dengan tenang, kemudian wadjahnja melahirkan suatu senjuman persahabatan: — Saja bersedia bersama tuan, katanja tulus, dan sekarang saja persilahkan tuan menjatakan gadis saja. <br>Dimana demikian nama gadis itu memang adalah seorang gadis jang tjantik dan periang, dan seperti ajahnja sendiri, gemar akan pengalaman<sup>2</sup> jang aneh<sup>2</sup> dan avontuur. — Saja jakin tidak akan mengadjukan sepatahpun pertanjaan, katanja kepadaku dan lalu menambahkan, saja akan menilpon Dorothy Watson sekarang djuga. Saja tahu dia akan suka djuga pergi. |Dan kini, sahut tuan rumah kami jang berbalik kepadaku. adalah sebaiknja kita minum untuk berhasilnja missi tuan ini ....... apapun itu adanja. <br>Pukul 07.00 pagi tgl. 11 Djuli. kami semua bertemu dipelabuhan udara Croydon. Dorothy Watson ternjata adalah tidak kalah mempesonanja daripada Diana. Kedua gadis itu ber-tjakap<sup>2</sup> denganr menggiurkan dan major Pollard nampak sangat senang bila ter—<noinclude>{{rh|30}}</noinclude> klznfe8vpao3nafa2pvn5zm5ylpzkk8 295655 295556 2026-05-14T14:31:18Z N.imaema 22481 295655 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" /></noinclude>{{missing image}} djalah Inggeris dan adalah sematjam kawan jang akan bersedia pergi kemana sadja untuk kita. Kemudian saja menilpon dia dan mendjandjikan untuk bertemu buat makan siang ber-sama<sup>2</sup> pada hari selasa. Di bank pada hari berikutnja, saja menerima sedjumlah amplop jang dialamatkan kepada saja, berisi uang sebanjak 2000 pound ($. 10.000.). Kemudian dengan ter-gesa<sup>2</sup> saja berangkat menudju ke Croydon dan menjewa sebuah pesawat de Havilland bermotor dua jang dapat terbang sedjauh 600 mil nonstop. Sekarang segala jang saja perlukan adalah tinggal seorang kawan bangsa Inggeris dan dua tubuh djelita jang dapat mempesonakan. Dan pada hari berikutnja, la Cierva, Jerrold dan saja, makan siang ber-sama<sup>2</sup> : {{bulleted list|list_style=list-style-type:'—'; | Hari lusa saja ingin terbang ber-sama<sup>2</sup> dengan seorang prija bangsa Inggeris dan dua orang gadis elok jang menarik, menudju kesebuah tempat jang tak usah saja sebutkan satu persatu dipantai barat Afrika Utara, kata saja terus-terang. Dan kita dapat pergi kesana kira<sup>2</sup> delapan atau sepuluh hari. | Apa maksudmu dengan itu ? tanja Jerrold dengan tersenjum. | Saja tak dapat menerangkan kepadamu, djawabku, ketjuali bahwa perdjalanan itu sama sekali tidak akan mengakibatkan sesuatu keadjaiban atau membawa noda kepada siapapun. Dan saja menentang sesuatu jang dapat menimbulkan keseganan atas persahabatanmu. | Apa sahabat<sup>2</sup> saja ada untuk itu, kata Jerrold pada diri sendiri, biar saja ingat<sup>2</sup> dulu. Oh ja, saja punja kawan ....... baik saja tilpon Hugh Pollard. Dia adalah seorang major tjadangan dan seorang ahli tentang sendjata<sup>2</sup> api. | Saja jakin tidak akan ada perburuan disana ........ se-dikit<sup>2</sup>nja saja tidak memikirkan bahwa itu akan ada, kata saja menatap Jerrold jang berandjak meninggalkan medja. Jerrold segera berbalik dengan wadjah ber-seri<sup>2</sup> : | Hugh Pollard mungkin prija jang kau butuhkan itu, katanja, dia dapat didjadikan sekutu<sup>2</sup> rahasia, apalagi dia punja seorang gadis bidadari jang sangat tjantik, kata Jerrold, mempunjai pula seorang kawan jang tidak kurang menariknja. Jerrold kemudian menjarankan agar kami sekarang djuga sebaiknja pergi mendapatkan Hugh Pollard dan merundingkan hal ini dengan dia.<br> Dua djam kemudian kami telah berada dirumah major Pollard di Sussex. Dia adalah seorang laki<sup>2</sup> jang tampan, umurnja kira<sup>2</sup> 45 th. dengan sebaris kumis jang melintang rapih diatas bibirnja dan sinar mata jang mengadjuk dalam. | Sudikah tuan djelaskan serba sedikit tentang undangan tuan itu ? tanjanja dengan ramah. | Menjesal sekali, djawab saja, tetapi lebih-kurang tuan sudah tahu jang lebih baik. <br>Sesaat lamanja Pollard menatap saja dengan tenang, kemudian wadjahnja melahirkan suatu senjuman persahabatan: — Saja bersedia bersama tuan, katanja tulus, dan sekarang saja persilahkan tuan menjatakan gadis saja. <br>Dimana demikian nama gadis itu memang adalah seorang gadis jang tjantik dan periang, dan seperti ajahnja sendiri, gemar akan pengalaman<sup>2</sup> jang aneh<sup>2</sup> dan avontuur. — Saja jakin tidak akan mengadjukan sepatahpun pertanjaan, katanja kepadaku dan lalu menambahkan, saja akan menilpon Dorothy Watson sekarang djuga. Saja tahu dia akan suka djuga pergi. |Dan kini, sahut tuan rumah kami jang berbalik kepadaku. adalah sebaiknja kita minum untuk berhasilnja missi tuan ini ....... apapun itu adanja. <br>Pukul 07.00 pagi tgl. 11 Djuli. kami semua bertemu dipelabuhan udara Croydon. Dorothy Watson ternjata adalah tidak kalah mempesonanja daripada Diana. Kedua gadis itu ber-tjakap<sup>2</sup> denganr menggiurkan dan major Pollard nampak sangat senang bila ter— }}<noinclude>{{rh|30}}</noinclude> 2h8pncf71dz6r2u57yg1ie265wogyu3 295657 295655 2026-05-14T14:32:49Z N.imaema 22481 295657 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" /></noinclude>{{missing image}} djalah Inggeris dan adalah sematjam kawan jang akan bersedia pergi kemana sadja untuk kita. Kemudian saja menilpon dia dan mendjandjikan untuk bertemu buat makan siang ber-sama<sup>2</sup> pada hari selasa. Di bank pada hari berikutnja, saja menerima sedjumlah amplop jang dialamatkan kepada saja, berisi uang sebanjak 2000 pound ($. 10.000.). Kemudian dengan ter-gesa<sup>2</sup> saja berangkat menudju ke Croydon dan menjewa sebuah pesawat de Havilland bermotor dua jang dapat terbang sedjauh 600 mil nonstop. Sekarang segala jang saja perlukan adalah tinggal seorang kawan bangsa Inggeris dan dua tubuh djelita jang dapat mempesonakan. Dan pada hari berikutnja, la Cierva, Jerrold dan saja, makan siang ber-sama<sup>2</sup> : {{bulleted list|list_style=list-style-type:'—'; | Hari lusa saja ingin terbang ber-sama<sup>2</sup> dengan seorang prija bangsa Inggeris dan dua orang gadis elok jang menarik, menudju kesebuah tempat jang tak usah saja sebutkan satu persatu dipantai barat Afrika Utara, kata saja terus-terang. Dan kita dapat pergi kesana kira<sup>2</sup> delapan atau sepuluh hari. | Apa maksudmu dengan itu ? tanja Jerrold dengan tersenjum. | Saja tak dapat menerangkan kepadamu, djawabku, ketjuali bahwa perdjalanan itu sama sekali tidak akan mengakibatkan sesuatu keadjaiban atau membawa noda kepada siapapun. Dan saja menentang sesuatu jang dapat menimbulkan keseganan atas persahabatanmu. | Apa sahabat<sup>2</sup> saja ada untuk itu, kata Jerrold pada diri sendiri, biar saja ingat<sup>2</sup> dulu. Oh ja, saja punja kawan ....... baik saja tilpon Hugh Pollard. Dia adalah seorang major tjadangan dan seorang ahli tentang sendjata<sup>2</sup> api. | Saja jakin tidak akan ada perburuan disana ........ se-dikit<sup>2</sup>nja saja tidak memikirkan bahwa itu akan ada, kata saja menatap Jerrold jang berandjak meninggalkan medja. Jerrold segera berbalik dengan wadjah ber-seri<sup>2</sup> : | Hugh Pollard mungkin prija jang kau butuhkan itu, katanja, dia dapat didjadikan sekutu<sup>2</sup> rahasia, apalagi dia punja seorang gadis bidadari jang sangat tjantik, kata Jerrold, mempunjai pula seorang kawan jang tidak kurang menariknja. Jerrold kemudian menjarankan agar kami sekarang djuga sebaiknja pergi mendapatkan Hugh Pollard dan merundingkan hal ini dengan dia.<br> Dua djam kemudian kami telah berada dirumah major Pollard di Sussex. Dia adalah seorang laki<sup>2</sup> jang tampan, umurnja kira<sup>2</sup> 45 th. dengan sebaris kumis jang melintang rapih diatas bibirnja dan sinar mata jang mengadjuk dalam. | Sudikah tuan djelaskan serba sedikit tentang undangan tuan itu ? tanjanja dengan ramah. | Menjesal sekali, djawab saja, tetapi lebih-kurang tuan sudah tahu jang lebih baik. <br>Sesaat lamanja Pollard menatap saja dengan tenang, kemudian wadjahnja melahirkan suatu senjuman persahabatan: — Saja bersedia bersama tuan, katanja tulus, dan sekarang saja persilahkan tuan menjatakan gadis saja. <br>Dimana demikian nama gadis itu memang adalah seorang gadis jang tjantik dan periang, dan seperti ajahnja sendiri, gemar akan pengalaman<sup>2</sup> jang aneh<sup>2</sup> dan avontuur. — Saja jakin tidak akan mengadjukan sepatahpun pertanjaan, katanja kepadaku dan lalu menambahkan, saja akan menilpon Dorothy Watson sekarang djuga. Saja tahu dia akan suka djuga pergi. |Dan kini, sahut tuan rumah kami jang berbalik kepadaku. adalah sebaiknja kita minum untuk berhasilnja missi tuan ini ....... apapun itu adanja. <br>Pukul 07.00 pagi tgl. 11 Djuli. kami semua bertemu dipelabuhan udara Croydon. Dorothy Watson ternjata adalah tidak kalah mempesonanja daripada Diana. Kedua gadis itu ber-tjakap<sup>2</sup> denganr menggiurkan dan major Pollard nampak sangat senang bila {{hws|ter|terbang}} }}<noinclude>{{rh|30}}</noinclude> o2f42skd0c56zwm8h6kloeyiuiio8j6 295658 295657 2026-05-14T14:33:55Z N.imaema 22481 295658 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" /></noinclude>{{missing image}} {{hwe|djalah|madjalah}} Inggeris dan adalah sematjam kawan jang akan bersedia pergi kemana sadja untuk kita. Kemudian saja menilpon dia dan mendjandjikan untuk bertemu buat makan siang ber-sama<sup>2</sup> pada hari selasa. Di bank pada hari berikutnja, saja menerima sedjumlah amplop jang dialamatkan kepada saja, berisi uang sebanjak 2000 pound ($. 10.000.). Kemudian dengan ter-gesa<sup>2</sup> saja berangkat menudju ke Croydon dan menjewa sebuah pesawat de Havilland bermotor dua jang dapat terbang sedjauh 600 mil nonstop. Sekarang segala jang saja perlukan adalah tinggal seorang kawan bangsa Inggeris dan dua tubuh djelita jang dapat mempesonakan. Dan pada hari berikutnja, la Cierva, Jerrold dan saja, makan siang ber-sama<sup>2</sup> : {{bulleted list|list_style=list-style-type:'—'; | Hari lusa saja ingin terbang ber-sama<sup>2</sup> dengan seorang prija bangsa Inggeris dan dua orang gadis elok jang menarik, menudju kesebuah tempat jang tak usah saja sebutkan satu persatu dipantai barat Afrika Utara, kata saja terus-terang. Dan kita dapat pergi kesana kira<sup>2</sup> delapan atau sepuluh hari. | Apa maksudmu dengan itu ? tanja Jerrold dengan tersenjum. | Saja tak dapat menerangkan kepadamu, djawabku, ketjuali bahwa perdjalanan itu sama sekali tidak akan mengakibatkan sesuatu keadjaiban atau membawa noda kepada siapapun. Dan saja menentang sesuatu jang dapat menimbulkan keseganan atas persahabatanmu. | Apa sahabat<sup>2</sup> saja ada untuk itu, kata Jerrold pada diri sendiri, biar saja ingat<sup>2</sup> dulu. Oh ja, saja punja kawan ....... baik saja tilpon Hugh Pollard. Dia adalah seorang major tjadangan dan seorang ahli tentang sendjata<sup>2</sup> api. | Saja jakin tidak akan ada perburuan disana ........ se-dikit<sup>2</sup>nja saja tidak memikirkan bahwa itu akan ada, kata saja menatap Jerrold jang berandjak meninggalkan medja. Jerrold segera berbalik dengan wadjah ber-seri<sup>2</sup> : | Hugh Pollard mungkin prija jang kau butuhkan itu, katanja, dia dapat didjadikan sekutu<sup>2</sup> rahasia, apalagi dia punja seorang gadis bidadari jang sangat tjantik, kata Jerrold, mempunjai pula seorang kawan jang tidak kurang menariknja. Jerrold kemudian menjarankan agar kami sekarang djuga sebaiknja pergi mendapatkan Hugh Pollard dan merundingkan hal ini dengan dia.<br> Dua djam kemudian kami telah berada dirumah major Pollard di Sussex. Dia adalah seorang laki<sup>2</sup> jang tampan, umurnja kira<sup>2</sup> 45 th. dengan sebaris kumis jang melintang rapih diatas bibirnja dan sinar mata jang mengadjuk dalam. | Sudikah tuan djelaskan serba sedikit tentang undangan tuan itu ? tanjanja dengan ramah. | Menjesal sekali, djawab saja, tetapi lebih-kurang tuan sudah tahu jang lebih baik. <br>Sesaat lamanja Pollard menatap saja dengan tenang, kemudian wadjahnja melahirkan suatu senjuman persahabatan: — Saja bersedia bersama tuan, katanja tulus, dan sekarang saja persilahkan tuan menjatakan gadis saja. <br>Dimana demikian nama gadis itu memang adalah seorang gadis jang tjantik dan periang, dan seperti ajahnja sendiri, gemar akan pengalaman<sup>2</sup> jang aneh<sup>2</sup> dan avontuur. — Saja jakin tidak akan mengadjukan sepatahpun pertanjaan, katanja kepadaku dan lalu menambahkan, saja akan menilpon Dorothy Watson sekarang djuga. Saja tahu dia akan suka djuga pergi. |Dan kini, sahut tuan rumah kami jang berbalik kepadaku. adalah sebaiknja kita minum untuk berhasilnja missi tuan ini ....... apapun itu adanja. <br>Pukul 07.00 pagi tgl. 11 Djuli. kami semua bertemu dipelabuhan udara Croydon. Dorothy Watson ternjata adalah tidak kalah mempesonanja daripada Diana. Kedua gadis itu ber-tjakap<sup>2</sup> denganr menggiurkan dan major Pollard nampak sangat senang bila {{hws|ter|terbang}} }}<noinclude>{{rh|30}}</noinclude> p73aol9glct02c6veg5zwt3w9psnc99 295671 295658 2026-05-14T14:50:56Z N.imaema 22481 295671 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" /></noinclude>{{missing image}} {{hwe|djalah|madjalah}} Inggeris dan adalah sematjam kawan jang akan bersedia pergi kemana sadja untuk kita. Kemudian saja menilpon dia dan mendjandjikan untuk bertemu buat makan siang ber-sama<sup>2</sup> pada hari selasa. Di bank pada hari berikutnja, saja menerima sedjumlah amplop jang dialamatkan kepada saja, berisi uang sebanjak 2000 pound ($. 10.000.). Kemudian dengan ter-gesa<sup>2</sup> saja berangkat menudju ke Croydon dan menjewa sebuah pesawat de Havilland bermotor dua jang dapat terbang sedjauh 600 mil nonstop. Sekarang segala jang saja perlukan adalah tinggal seorang kawan bangsa Inggeris dan dua tubuh djelita jang dapat mempesonakan. Dan pada hari berikutnja, la Cierva, Jerrold dan saja, makan siang ber-sama<sup>2</sup> : — Hari lusa saja ingin terbang ber-sama<sup>2</sup> dengan seorang prija bangsa Inggeris dan dua orang gadis elok jang menarik, menudju kesebuah tempat jang tak usah saja sebutkan satu persatu dipantai barat Afrika Utara, kata saja terus-terang. Dan kita dapat pergi kesana kira<sup>2</sup> delapan atau sepuluh hari. — Apa maksudmu dengan itu ? tanja Jerrold dengan tersenjum. — Saja tak dapat menerangkan kepadamu, djawabku, ketjuali bahwa perdjalanan itu sama sekali tidak akan mengakibatkan sesuatu keadjaiban atau membawa noda kepada siapapun. Dan saja menentang sesuatu jang dapat menimbulkan keseganan atas persahabatanmu. — Apa sahabat<sup>2</sup> saja ada untuk itu, kata Jerrold pada diri sendiri, biar saja ingat<sup>2</sup> dulu. Oh ja, saja punja kawan ....... baik saja tilpon Hugh Pollard. Dia adalah seorang major tjadangan dan seorang ahli tentang sendjata<sup>2</sup> api. — Saja jakin tidak akan ada perburuan disana ........ se-dikit<sup>2</sup>nja saja tidak memikirkan bahwa itu akan ada, kata saja menatap Jerrold jang berandjak meninggalkan medja. Jerrold segera berbalik dengan wadjah ber-seri<sup>2</sup> : — Hugh Pollard mungkin prija jang kau butuhkan itu, katanja, dia dapat didjadikan sekutu<sup>2</sup> rahasia, apalagi dia punja seorang gadis bidadari jang sangat tjantik, kata Jerrold, mempunjai pula seorang kawan jang tidak kurang menariknja. Jerrold kemudian menjarankan agar kami sekarang djuga sebaiknja pergi mendapatkan Hugh Pollard dan merundingkan hal ini dengan dia. Dua djam kemudian kami telah berada dirumah major Pollard di Sussex. Dia adalah seorang laki<sup>2</sup> jang tampan, umurnja kira<sup>2</sup> 45 th. dengan sebaris kumis jang melintang rapih diatas bibirnja dan sinar mata jang mengadjuk dalam. — Sudikah tuan djelaskan serba sedikit tentang undangan tuan itu ? tanjanja dengan ramah. — Menjesal sekali, djawab saja, tetapi lebih-kurang tuan sudah tahu jang lebih baik. Sesaat lamanja Pollard menatap saja dengan tenang, kemudian wadjahnja melahirkan suatu senjuman persahabatan: — Saja bersedia bersama tuan, katanja tulus, dan sekarang saja persilahkan tuan menjatakan gadis saja. Dimana demikian nama gadis itu memang adalah seorang gadis jang tjantik dan periang, dan seperti ajahnja sendiri, gemar akan pengalaman<sup>2</sup> jang aneh<sup>2</sup> dan avontuur. — Saja jakin tidak akan mengadjukan sepatahpun pertanjaan, katanja kepadaku dan lalu menambahkan, saja akan menilpon Dorothy Watson sekarang djuga. Saja tahu dia akan suka djuga pergi. —Dan kini, sahut tuan rumah kami jang berbalik kepadaku. adalah sebaiknja kita minum untuk berhasilnja missi tuan ini ....... apapun itu adanja. Pukul 07.00 pagi tgl. 11 Djuli. kami semua bertemu dipelabuhan udara Croydon. Dorothy Watson ternjata adalah tidak kalah mempesonanja daripada Diana. Kedua gadis itu ber-tjakap<sup>2</sup> dengan menggiurkan dan major Pollard nampak sangat senang bila {{hws|ter|terbang}}<noinclude>{{rh|30}}</noinclude> 4jq98ugawfu1hn9x8mqf3j8dv5zay7g Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/44 104 104584 295496 2026-05-14T13:41:38Z Upiak Ituih 27011 /* Telah diuji baca */ 295496 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><center> '''Madjalah jang diterbitkan oleh''' '''DIREKTORAT BAHASA DAN KESUSASTRAAN''' '''Direktorat Djenderal Kebudajaan''' '''Departemen Pendidikan dan Kebudajaan''' </center> {| style="background:transparent; width:100%; line-height: 1.6;" |- valign="top" | width="18%" | '''Dewan Redaksi''' || width="2%" | : || '''Dra. Nj. S.W. Rudjiati Muljadi''' || width="20%" align="right" | '''Ketua''' |- valign="top" | || || '''Drs. Lukman Ali''' || align="right" | '''Sekretaris''' |- valign="top" | || || '''Drs. H.B. Jassin''' || align="right" | '''Anggota''' |- valign="top" | || || '''Drs. S. Effendi''' || align="right" | '''Anggota''' |- | colspan="4" | &nbsp; |- valign="top" | '''Pelaksana''' || : || Djajanto Supra |- valign="top" | || || Adun Sjubarsa, B.A. |- | colspan="4" | &nbsp; |- valign="top" | '''Tata Usaha''' || : || Drs. Munawar |- valign="top" | || || Hermanus Maulana |- | colspan="4" | &nbsp; |- valign="top" | '''Alamat''' || : || Djl. Diponegoro 82, Djakarta<br />Telepon 81459 - 82669 - 82554<br />Kotakpos 2625, Djakarta |} {| style="background:transparent; width:100%; line-height: 1.6; margin-top: 2em;" |- | colspan="2" | '''Isi nomor ini:''' |- | colspan="2" | &nbsp; |- valign="bottom" | PENGANTAR REDAKSI || width="15%" align="right" | hal. 1 |- valign="bottom" | SAMBUTAN BAPAK DIREKTUR DJENDERAL KEBUDAJAAN || align="right" | 2 |- valign="bottom" | EDJAAN BARU DITINDJAU DARI SUDUT BAHASA<br />oleh Dra. Nj. S.W. Rudjiati Muljadi || align="right" | 3 |- valign="bottom" | KESUSASTRAAN INDONESIA MODERN, BEBERAPA<br />ANGKA STATISTIK oleh Drs. H.B. Jassin || align="right" | 8 |- valign="bottom" | KOMISI ISTILAH DIREKTORAT BAHASA<br />DAN KESUSASTRAAN oleh Dra. Sri Soekesi Adiwimarta || align="right" | 13 |- valign="bottom" | BAHASA BATAK oleh Nalom Siahaan || align="right" | 21 |- valign="bottom" | BUKU-BUKU KESUSASTRAAN JANG DILARANG<br />oleh Drs. Lukman Ali || align="right" | 24 |- valign="bottom" | INSTRUKSI MENTERI PENDIDIKAN DASAR DAN<br />KEBUDAJAAN No. 1381/1965 || align="right" | 26 |- valign="bottom" | KRONIK BAHASA DAN KESUSASTRAAN || align="right" | 33 |} <center> No. 1 Tahun I Oktober 1967 </center> Rentjana kulit dan ilustrasi: Djajanto Supra<noinclude></noinclude> hs9ro0y4uqevbhqli2yxm3f1gvx2z5m 295501 295496 2026-05-14T13:43:00Z Upiak Ituih 27011 295501 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{{rh||{{illegible}} <center> '''Madjalah jang diterbitkan oleh''' '''DIREKTORAT BAHASA DAN KESUSASTRAAN''' '''Direktorat Djenderal Kebudajaan''' '''Departemen Pendidikan dan Kebudajaan''' </center> {| style="background:transparent; width:100%; line-height: 1.6;" |- valign="top" | width="18%" | '''Dewan Redaksi''' || width="2%" | : || '''Dra. Nj. S.W. Rudjiati Muljadi''' || width="20%" align="right" | '''Ketua''' |- valign="top" | || || '''Drs. Lukman Ali''' || align="right" | '''Sekretaris''' |- valign="top" | || || '''Drs. H.B. Jassin''' || align="right" | '''Anggota''' |- valign="top" | || || '''Drs. S. Effendi''' || align="right" | '''Anggota''' |- | colspan="4" | &nbsp; |- valign="top" | '''Pelaksana''' || : || Djajanto Supra |- valign="top" | || || Adun Sjubarsa, B.A. |- | colspan="4" | &nbsp; |- valign="top" | '''Tata Usaha''' || : || Drs. Munawar |- valign="top" | || || Hermanus Maulana |- | colspan="4" | &nbsp; |- valign="top" | '''Alamat''' || : || Djl. Diponegoro 82, Djakarta<br />Telepon 81459 - 82669 - 82554<br />Kotakpos 2625, Djakarta |} {| style="background:transparent; width:100%; line-height: 1.6; margin-top: 2em;" |- | colspan="2" | '''Isi nomor ini:''' |- | colspan="2" | &nbsp; |- valign="bottom" | PENGANTAR REDAKSI || width="15%" align="right" | hal. 1 |- valign="bottom" | SAMBUTAN BAPAK DIREKTUR DJENDERAL KEBUDAJAAN || align="right" | 2 |- valign="bottom" | EDJAAN BARU DITINDJAU DARI SUDUT BAHASA<br />oleh Dra. Nj. S.W. Rudjiati Muljadi || align="right" | 3 |- valign="bottom" | KESUSASTRAAN INDONESIA MODERN, BEBERAPA<br />ANGKA STATISTIK oleh Drs. H.B. Jassin || align="right" | 8 |- valign="bottom" | KOMISI ISTILAH DIREKTORAT BAHASA<br />DAN KESUSASTRAAN oleh Dra. Sri Soekesi Adiwimarta || align="right" | 13 |- valign="bottom" | BAHASA BATAK oleh Nalom Siahaan || align="right" | 21 |- valign="bottom" | BUKU-BUKU KESUSASTRAAN JANG DILARANG<br />oleh Drs. Lukman Ali || align="right" | 24 |- valign="bottom" | INSTRUKSI MENTERI PENDIDIKAN DASAR DAN<br />KEBUDAJAAN No. 1381/1965 || align="right" | 26 |- valign="bottom" | KRONIK BAHASA DAN KESUSASTRAAN || align="right" | 33 |} <center> No. 1 Tahun I Oktober 1967 </center> Rentjana kulit dan ilustrasi: Djajanto Supra<noinclude></noinclude> 3yvpd29ac5k0w8ic8yo9dj0jxohxwf3 295503 295501 2026-05-14T13:43:23Z Upiak Ituih 27011 295503 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{{rh||{{illegible}}}} <center> '''Madjalah jang diterbitkan oleh''' '''DIREKTORAT BAHASA DAN KESUSASTRAAN''' '''Direktorat Djenderal Kebudajaan''' '''Departemen Pendidikan dan Kebudajaan''' </center> {| style="background:transparent; width:100%; line-height: 1.6;" |- valign="top" | width="18%" | '''Dewan Redaksi''' || width="2%" | : || '''Dra. Nj. S.W. Rudjiati Muljadi''' || width="20%" align="right" | '''Ketua''' |- valign="top" | || || '''Drs. Lukman Ali''' || align="right" | '''Sekretaris''' |- valign="top" | || || '''Drs. H.B. Jassin''' || align="right" | '''Anggota''' |- valign="top" | || || '''Drs. S. Effendi''' || align="right" | '''Anggota''' |- | colspan="4" | &nbsp; |- valign="top" | '''Pelaksana''' || : || Djajanto Supra |- valign="top" | || || Adun Sjubarsa, B.A. |- | colspan="4" | &nbsp; |- valign="top" | '''Tata Usaha''' || : || Drs. Munawar |- valign="top" | || || Hermanus Maulana |- | colspan="4" | &nbsp; |- valign="top" | '''Alamat''' || : || Djl. Diponegoro 82, Djakarta<br />Telepon 81459 - 82669 - 82554<br />Kotakpos 2625, Djakarta |} {| style="background:transparent; width:100%; line-height: 1.6; margin-top: 2em;" |- | colspan="2" | '''Isi nomor ini:''' |- | colspan="2" | &nbsp; |- valign="bottom" | PENGANTAR REDAKSI || width="15%" align="right" | hal. 1 |- valign="bottom" | SAMBUTAN BAPAK DIREKTUR DJENDERAL KEBUDAJAAN || align="right" | 2 |- valign="bottom" | EDJAAN BARU DITINDJAU DARI SUDUT BAHASA<br />oleh Dra. Nj. S.W. Rudjiati Muljadi || align="right" | 3 |- valign="bottom" | KESUSASTRAAN INDONESIA MODERN, BEBERAPA<br />ANGKA STATISTIK oleh Drs. H.B. Jassin || align="right" | 8 |- valign="bottom" | KOMISI ISTILAH DIREKTORAT BAHASA<br />DAN KESUSASTRAAN oleh Dra. Sri Soekesi Adiwimarta || align="right" | 13 |- valign="bottom" | BAHASA BATAK oleh Nalom Siahaan || align="right" | 21 |- valign="bottom" | BUKU-BUKU KESUSASTRAAN JANG DILARANG<br />oleh Drs. Lukman Ali || align="right" | 24 |- valign="bottom" | INSTRUKSI MENTERI PENDIDIKAN DASAR DAN<br />KEBUDAJAAN No. 1381/1965 || align="right" | 26 |- valign="bottom" | KRONIK BAHASA DAN KESUSASTRAAN || align="right" | 33 |} <center> No. 1 Tahun I Oktober 1967 </center> Rentjana kulit dan ilustrasi: Djajanto Supra<noinclude></noinclude> ng4x8yqxbsb5k2e56e0hqbskxzziocu Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/48 104 104585 295504 2026-05-14T13:45:40Z Upiak Ituih 27011 /* Telah diuji baca */ 295504 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><div style="border: 3px dotted #000; padding: 2em; text-align: center; line-height: 1.6; max-width: 650px; margin: 0 auto;"> BERITA DUKA Dengan ini Direktorat Bahasa dan Kesusastraan Ditdjen Kebudajaan Departemen Pendidikan dan Kebudajaan menjatakan ikut berduka tjita atas meninggalnja sastrawan: <div style="font-size: 120%; letter-spacing: 2px; margin: 1em 0;">'''SANUSI PANE'''</div> pada tanggal 2 Djanuari 1968 di Djakarta Semoga ia mendapat tempat jang lajak disisi Tuhan Sebagai kenangan dibawah ini kami kutipkan sebuah sadjak almarhum dari kumpulannja <u>Madah Kelana</u>: '''PENJANJI''' <poem style="text-align: left; margin-left: 25%; line-height: 1.4;"> Pudjangga, kalau adjal sudahlah sampai, Engkau menutup mata didalam damai, Sebab mengetahui terang rahasia 'alam, Engkau, jang bermahkota susunan ilham. O, Pudjangga, kala dunia gundah gulana, Engkau bersila, djiwa tersenjum djua, Sebab merasa kegemetaran njawa dunia, Engkau, Penjanji lagu mulia. </poem> </div> {| style="background:transparent; width:100%; line-height: 1.6;" |- | colspan="2" | Isi nomor ini: |- | colspan="2" | &nbsp; |- valign="bottom" | Pengantar Redaksi || width="15%" align="right" | hal. 1 |- valign="bottom" | Berita Duka || align="right" | 2 |- valign="bottom" | Drs. H.B. Jassin: DOKUMENTASI KESUSASTRAAN || align="right" | 3 |- valign="bottom" | Drs. S. Effendi: LINGUISTIKA (I) || align="right" | 17 |- valign="bottom" | Julius Habib, B.A.: BAHASA DAN KESUSASTRAAN<br />MINANGKABAU DALAM TINDJAUAN SELINTAS || align="right" | 26 |- valign="bottom" | Istilah-istilah jang dihasilkan rapat seksi-seksi<br />KOMISI ISTILAH || align="right" | 29 |- valign="bottom" | Drs. B. Soehardi: LAGU KALIMAT BAHASA INDONESIA || align="right" | 33 |- valign="bottom" | Djajanto Supra: SANUSI PANE DAN KITA || align="right" | 36 |- valign="bottom" | KRONIK || align="right" | 37 |}<noinclude></noinclude> 107exdc9ogp9is6hpx48m47n28vm535 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/88 104 104586 295522 2026-05-14T13:50:39Z Upiak Ituih 27011 /* Telah diuji baca */ 295522 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude><div style="border: 2px dashed #000; padding: 2em; text-align: center; line-height: 1.6; max-width: 650px; margin: 0 auto;"> BERITA DUKA Direktorat Bahasa dan Kesusastraan Ditdjen Kebudajaan Departemen Pendidikan dan Kebudajaan, menjatakan turut berdukatjita atas meninggalnja pengarang <div style="font-size: 110%; letter-spacing: 2px; margin: 1.5em 0;">'''MARAH RUSLI'''</div> pada tanggal 17 Djanuari 1968 di Bandung dalam usia 79 tahun (1889-1968) INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI RADJI'UN Semoga Tuhan memberikan tempat jang lajak bagi almarhum </div> {| style="background:transparent; width:100%; line-height: 1.6;" |- | colspan="2" | <u>Isi nomor ini:</u> |- | colspan="2" | &nbsp; |- valign="bottom" | PENGANTAR || width="15%" align="right" | hal. 1 |- valign="bottom" | Berita duka || align="right" | 2 |- valign="bottom" | Drs. S. Effendi: LINGGUISTIKA (II) || align="right" | 3 |- valign="bottom" | A.M. Almatsier: BAHASA INDONESIA UNTUK BANGSA ASING || align="right" | 15 |- valign="bottom" | Ramli Harun: PERIBAHASA DALAM KESUSASTRAAN ATJEH || align="right" | 20 |- valign="bottom" | Drs. B. Soehardi: APAKAH BAHASA ITU? || align="right" | 25 |- valign="bottom" | ISTILAH-ISTILAH JANG DIHASILKAN OLEH SEKSI-SEKSI<br />KOMISI ISTILAH || align="right" | 31 |- valign="bottom" | Drs. Lukman Ali: MARAH RUSLI TELAH MENINGGALKAN KITA || align="right" | 35 |- valign="bottom" | KRONIK BAHASA DAN KESUSASTRAAN || align="right" | 37 |} <center style="margin-top: 3em;"> BAHASA DAN KESUSASTRAAN No. 3 Th I 1968 </center><noinclude></noinclude> ktlbyzqntqvgiyk592cgnfe0y4y1uc2 Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/663 104 104587 295561 2026-05-14T14:01:52Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 295561 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>pakai: Bongkar!, buang free-fight-liberalism! Bongkar! ganti dia dengan "demokrasi terpimpin!" Bongkar!, bongkar djiwa-ruchani kita, bongkar mental!, adakan "Gerakan Hidup Baru", — adakan revolusi Mental! Bongkar!, adakan pandangan baru, bongkar!, djangan mandek, tetapi "madjulah terus berdasarkan Proklamasi 17 Agustus 1945". — madjulah terus, demikianlah kukatakan dalam pidato 17 Agustus 1957, djangan mundur, — "mundur hantjur, mandek amblek" —, bongkar, madju terus, kita tak bisa dan tak boleh berbalik lagi, — kita telah mentjapai "point of no return"! Tahun 1957 waktu itu kunamakan a year of decision, satu Tahun Ketentuan, satu Tahun Penentuan! Dan kita telah mengambil ketentuan-ketentuan! Tahun jang lalu, artinja: antara hari ulang-tahun kedua-belas dan hari ulang-tahun ketiga-belas sekarang ini, kita telah berani mengambil ketentuan-ketentuan jang tegas. Tahun jang lalu kita telah menundjukkan kepada dunia bahwa kita ini bukan satu bangsa Hamlet jang tak berkeputusan — bukan satu bangsa jang tak tahu apa jang harus diperbuat. Ini menghiasi kita punja karakter, dan mengharumkan kita punja nama. Dan ini akan menjelamatkan kita punja hari depan! Apa jang kita hadapi antara 17 Agustus 1957 dan 17 Agustus sekarang ini? Kita hadapi di tahun jang lalu itu beberapa tantangan jang sudah beberapa kali saja uraikan: tantangan nasional dan tantangan internasional. Meskipun sudah beberapa kali saya uraikan, namun saya tak segan-segan dan tak bosan-bosan mengulangi lagi dan mengulangi lagi tantangan-tantangan itu, meski "tot in den treure toe" seIalipun oleh karena kesadaran akan adanja tantangan² itu, — kesadaran akan sifatnja dan matjamnja, mendjamin response (djawaban) dari kita terhadap kepada tantangan² itu setjara tepat dan djitu. Apa tantangan itu? Nasional: maukah kita-ini mendjadi satu bangsa jang besar dan kompak dengan mempunjai kepribadian sendiri. memiliki satu Negara-Kesatuan jang kuat, sebagai alat dan djembatan kearah satu masjarakat adil dan makmur jang memberi kebahagiaan kepada semua rakjatnya. atau : - maukah kita mendjadi satu bangsa jang sebenarnya bukan bangsa, melainkan sekadar gundukan daripada ber-puluh2 suku, tanpa kepribadian nasional jan kuat, dan karenanja tidak memiliki satu Negara jang kuat, dan memberikan timbulja satu masjarakat "free fight", dimana sikuatlah jan menang, dan silemah ditindas, dihisap, diperkuda, dieksloiter ? Dilapangan internasional dimana bangsa kita hidup di-tengah² dua blok raksasa jang bertentangan satu-sama lain power-polities didjadikan moraliteit jang tertinggi, semangat kepruk mendjiwai pemerintahan², sendjata² atom dan hidrogen direken seperti katjang goreng, kapitalisme dan imperialisme meng-aut² kekanan dan kekiri, mempraktekkan „exploitation de l'homme” dan „exploitation de pays parpaye” — dilapangan international tantangan itu berbunji: maukah kita ikut mempertahankan susunan dunia sematjam ini, jang djika tidak dirobah nistjaja menudju kepada kebinasaan-total daripada kemanusiaan, ataukah: — bersediakah kita ikut merealisasikan Dunia Baru jang berkeadilan sosial, berdasarkan persamaan, kemerdekaan, persahabatan, kerdja-sama, koeksistensi, dan toleransi? {{Missing image}} <small>''Presiden/ Panglima Tertinggi Ir. Soekarno tengah mengucapkan pidatonya berkenaan dengan peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan R.I. ke-XIII.''</small> {{Missing image}} <small>''Presiden/Panglima Tertinggi Ir. Soekarno sedang memasang Bintang Saktyalantjana didada peradjurit kita dari Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara.''</small> {{Missing image}} <small>''Pada tanggal 17 Agustus 1953, di daerah T&T-I Bukit Barisan telah dilangsungkan upatjara pemberian Bintang Sewindu kepada anggota² T&T-I. Tampak Let. Kol. Djamin Ginting, Panglima T&T-I sedang memasangkan Bintang sewindu didada seorang Perwira.''</small><noinclude> {{rh|||5}}</noinclude> rxttku3lphcrr32z2981qnt2kmyryly Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/958 104 104588 295573 2026-05-14T14:06:29Z Upiak Ituih 27011 /* Telah diuji baca */ 295573 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{{rh||'''SAMBUTAN KASAD PADA HARI LEBARAN:'''}} <center> '''Kita Berlebaran Dalam Keadaan''' '''Serba Kurang''' </center> Para pradjurit dan pegawai TNI! Chususnja jang beragama Islam! Pada saat ini kita merajakan hari Lebaran, masih dalam keadaan sulit dan berat seperti ditahun jang lalu. Lebih separoh dari pada djumlah kita tidak sempat ber-Lebaran ditengah-tengah keluarga, karena bertugas untuk keamanan negara dan rakjat kita. Kepada merekalah tertudju hati dan fikiran kita semua. Mereka jang tidak dapat ber-Lebaran ditengah keluarganja. Djuga kepada keluarga² mereka jang tidak dapat ber-Lebaran bersama dengan sang suami, sang ajah, sang anak, jang sedang bertugas operasi. Lebih-lebih tertudju hati dan fikiran kita kepada keluarga² jang telah kehilangan sang suami, sang ajah, sang anak, jang sudah gugur dalam tugas negara ditahun jang lalu. Dan teristimewa kepada teman-teman seperdjuangan itu sendiri, jang telah mendahului kita dimedan bakti. Semoga diterima dengan segala kebaikan oleh Allah SWT. Kita semua pradjurit TNI terkenang kepada keluarga² kita, jang merajakan Lebaran kali ini dalam keadaan serba kurang, karena tekanan ekonomi jang berat dewasa ini. Akan tetap saja jakni, kita semua sadar akan makna puasa dan makna Lebaran jang semestinja. Allah telah memerintahkan berpuasa, ialah untuk mendidik rochani dan budi pekerti. Kita jang suka menahan nafsu, karena perintah Allah, adalah terdidik mengingat Allah setiap waktu, serta malu kepada-Nja akan berbuat dosa. Maka karena itu kita dapat menahan nafsu terhadap hal-hal jang halal dimasa puasa, walaupun hak kita sendiri, apalagi terhadap hal-hal jang haram, hal-hal jang dilarang. Dan dengan puasa kita teringat kepada penderitaan fakir miskin, jang djadi kewadjiban kita menolongnja. Maka kebahagiaan kita ber-Lebaran ialah bahwa kita telah menempuh latihan dan udjian itu, dan kita telah memperoleh bekal rochani dan budi pekerti. Apalagi bagi kita pengabdi² dalam Tentara Nasional Indonesia, jang masih terus menghadapi tugas berat jang penuh penderitaan dan udjian bagi kita sendiri dan bagi keluarga² kita, maka arti jang sesungguhnja itu sangat berguna. Saja telah menjaksikan didaerah-daerah Sulawesi dan Sumatera, betapa Pradjurit² TNI melakukan tugasnja jang berat sambil berpuasa. Semoga Allah SWT menerima semua amal kita itu dengan sebaik-baiknja. Para Pradjurit dan pegawai TNI! Tahun jang akan datang ini TNI masih akan menghadapi tugas operasi anti gerilja dan tugas stabilisasi territoriaal jang luas dan berat. Untuk keamanan dan stabilisasi negara tugas kita masih luas dan djauh. Semoga TNI akan terus madju, berhasil selangkah demi selangkah dalam tugas jang sutji itu, menjelamatkan Proklamasi 17 Agustus '45: Indonesia jang merdeka, berdaulat, bersatu, adil dan makmur. Mudah-mudahan! Para Pradjurit dan Pegawai TNI! Pada saat menghadapi hari Raya ini, perkenankanlah saja memohon maaf atas segala kesalahan² jang telah saja perbuat. Dan marilah kita semua saling maaf-memaafkan dan memulai taraf tahun jang baru dengan bathin jang lebih bersih dan teguh lagi. Pada achirnja saja mengutapkan Selamat ber-Hari Raya kepada segenap Pradjurit dan pegawai TNI dimanapun ia berada dan bertugas. Selamat ber-Hari Raya djuga pada seluruh keluarganja. Sekian. <center> Kepala Staf Angkatan Darat <u>( A. H. NASUTION )</u> Letn. Djend. TNI. </center><noinclude>{{rh|4}}</noinclude> jwg39a6agwyaoaw8t0q8ofxhcmoyodh 295583 295573 2026-05-14T14:08:29Z Upiak Ituih 27011 295583 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Upiak Ituih" /></noinclude>{{rh||SAMBUTAN KASAD PADA HARI LEBARAN:}} <center> '''Kita Berlebaran Dalam Keadaan''' '''Serba Kurang''' </center> Para pradjurit dan pegawai TNI! Chususnja jang beragama Islam! Pada saat ini kita merajakan hari Lebaran, masih dalam keadaan sulit dan berat seperti ditahun jang lalu. Lebih separoh dari pada djumlah kita tidak sempat ber-Lebaran ditengah-tengah keluarga, karena bertugas untuk keamanan negara dan rakjat kita. Kepada merekalah tertudju hati dan fikiran kita semua. Mereka jang tidak dapat ber-Lebaran ditengah keluarganja. Djuga kepada keluarga² mereka jang tidak dapat ber-Lebaran bersama dengan sang suami, sang ajah, sang anak, jang sedang bertugas operasi. Lebih-lebih tertudju hati dan fikiran kita kepada keluarga² jang telah kehilangan sang suami, sang ajah, sang anak, jang sudah gugur dalam tugas negara ditahun jang lalu. Dan teristimewa kepada teman-teman seperdjuangan itu sendiri, jang telah mendahului kita dimedan bakti. Semoga diterima dengan segala kebaikan oleh Allah SWT. Kita semua pradjurit TNI terkenang kepada keluarga² kita, jang merajakan Lebaran kali ini dalam keadaan serba kurang, karena tekanan ekonomi jang berat dewasa ini. Akan tetap saja jakni, kita semua sadar akan makna puasa dan makna Lebaran jang semestinja. Allah telah memerintahkan berpuasa, ialah untuk mendidik rochani dan budi pekerti. Kita jang suka menahan nafsu, karena perintah Allah, adalah terdidik mengingat Allah setiap waktu, serta malu kepada-Nja akan berbuat dosa. Maka karena itu kita dapat menahan nafsu terhadap hal-hal jang halal dimasa puasa, walaupun hak kita sendiri, apalagi terhadap hal-hal jang haram, hal-hal jang dilarang. Dan dengan puasa kita teringat kepada penderitaan fakir miskin, jang djadi kewadjiban kita menolongnja. Maka kebahagiaan kita ber-Lebaran ialah bahwa kita telah menempuh latihan dan udjian itu, dan kita telah memperoleh bekal rochani dan budi pekerti. Apalagi bagi kita pengabdi² dalam Tentara Nasional Indonesia, jang masih terus menghadapi tugas berat jang penuh penderitaan dan udjian bagi kita sendiri dan bagi keluarga² kita, maka arti jang sesungguhnja itu sangat berguna. Saja telah menjaksikan didaerah-daerah Sulawesi dan Sumatera, betapa Pradjurit² TNI melakukan tugasnja jang berat sambil berpuasa. Semoga Allah SWT menerima semua amal kita itu dengan sebaik-baiknja. Para Pradjurit dan pegawai TNI! Tahun jang akan datang ini TNI masih akan menghadapi tugas operasi anti gerilja dan tugas stabilisasi territoriaal jang luas dan berat. Untuk keamanan dan stabilisasi negara tugas kita masih luas dan djauh. Semoga TNI akan terus madju, berhasil selangkah demi selangkah dalam tugas jang sutji itu, menjelamatkan Proklamasi 17 Agustus '45: Indonesia jang merdeka, berdaulat, bersatu, adil dan makmur. Mudah-mudahan! Para Pradjurit dan Pegawai TNI! Pada saat menghadapi hari Raya ini, perkenankanlah saja memohon maaf atas segala kesalahan² jang telah saja perbuat. Dan marilah kita semua saling maaf-memaafkan dan memulai taraf tahun jang baru dengan bathin jang lebih bersih dan teguh lagi. Pada achirnja saja mengutapkan Selamat ber-Hari Raya kepada segenap Pradjurit dan pegawai TNI dimanapun ia berada dan bertugas. Selamat ber-Hari Raya djuga pada seluruh keluarganja. Sekian. <center> Kepala Staf Angkatan Darat <u>( A. H. NASUTION )</u> {{rh||Letn. Djend. TNI.}} </center><noinclude>{{rh|4}}</noinclude> 1k6dl4kxppg5ihzhwhsczierrg9pivg Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1152 104 104589 295578 2026-05-14T14:07:36Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'BERITA KELUARGA LAHIR: 1. Telah lahir dengan selamat, pada tanggal 8 Djuni 1959 putri kami jang pertama dan kami beri nama : Sri Marjati Kepada Ibu Bidan jang telah menolongnja, kami meng- utjapkan banjak terima kasih. Keluarga jang berbahagia, Koprl. Djamil Soemanto Jon 303 R.I. 11 "Galuh" Tasikmalaja. 5. Telah lahir dengan selamat di RST. KDM-MIB; putri kami jang kedua jang lahir pada tanggal 27 Djuli 1959 dan telah kami beri nama: Ambon Unggu... 295578 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>BERITA KELUARGA LAHIR: 1. Telah lahir dengan selamat, pada tanggal 8 Djuni 1959 putri kami jang pertama dan kami beri nama : Sri Marjati Kepada Ibu Bidan jang telah menolongnja, kami meng- utjapkan banjak terima kasih. Keluarga jang berbahagia, Koprl. Djamil Soemanto Jon 303 R.I. 11 "Galuh" Tasikmalaja. 5. Telah lahir dengan selamat di RST. KDM-MIB; putri kami jang kedua jang lahir pada tanggal 27 Djuli 1959 dan telah kami beri nama: Ambon Unggul Pertiwi Ibu dan anak dalam keadaan selamat, dan tidak lupa kami mengutjapkan banjak terima kasih kepada Bidan dan Djururawat jang telah menolongnja. Keluarga jang berbahagia, Smaj. Soejahmin Hadiwidjaja Kie II Jon "A" Terr. IV Ambon. 2 Pada tanggal 9 Djuni 1959, telah lahir dengan selamat putra kami jang kami beri nama : Erwin Iswan Ibu dan anak dalam keadaan sehat wal'afiat, dan tidak lupa kami mengutjapkan banjak terima kasih kepada Bidan Srie dengan para pembantunja jang telah mera- wat dengan baik. Keluarga jang beruntung, Sersk. CID Abdul Munir Kep. KPT. 35-1-23 R.I. 2 Bukit Barisan. ULANG TAHUN: 1. Genap berusia tudjuh tahun putra kami jang pertama jang lahir pada tanggal 16 Djuli 1952 s/d 16 Djuli 1959: Sjahrul S. Semoga putra tsb. selalu mendapat bimbingan dan ke- lak mendjadi manusia jang berguna pada Nusanja. Keluarga jang merajakan, Kpl. Sjafari K. M. Pn. II Kie III Bi. "A" KDMA. 3. Atas Kurnia Tuhan Jang Maha Esa, pada tanggal 13 Djuli 1959 telah lahir putra kami jang kelima dan kami beri nama : Djauhari Arifin Sumarjanto Ibu dan anak dalam keadaan sehat wal'afiat, dan kami mohon Do'a Restunja agar anak kami selalu mendapat bimbingan dan perlindungan Tuhan. Keluarga jang berbahagia, Kapt. A. J. Soenarjo Pasuterr. Brawidjaja. MENINGGAL: 1. Telah dipanggil kechadirat Tuhan Jang Maha Esa, pada tanggal 31 Mei 1959, saudara kami : Plt. Joenodo Siswohadi Anggota DKAD Kodam Nusatenggara "Raksabuana". Semoga Tuhan memberikan tempat jang lajak kepada Almarhum sesuai dengan djasa dimasa hidupnja. Jang berduka-tjita, a/n Segenap Anggota DKAD "Raksabuana" Lts. Mursali. 4 Telah lahir dengan selamat putra kami jang ketudjuh, jang lahir pada tanggal 22 Djuli 1959 di Peru, Ceram Barat dan kami beri nama: Andreas Tandjung Atas bantuan Bidan RSU Piru, kami mengutjapkan ba- njak terima kasih. Keluarga jangb erbahagia, Kpld. W. Teken Kie II Jon 713 KDM-MIB. * Pemuatan Berita Keluarga didalam Ma- djalah Angkatan Darat tidak dipungut beaja, melainkan diwadjibkan menjebut Nomor Langganannja dan akan dipasang menurut urutan peristiwanja. Redaksi. 42 Digitized by Google<noinclude></noinclude> 7u8zex0rrv66y931lsjjajbmtx239j8 295640 295578 2026-05-14T14:24:37Z Menyusurisudutnegeri 25205 295640 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{c|{{xxx-larger|'''BERITA KELUARGA'''}}}} '''LAHIR:''' {{ol |Telah lahir dengan selamat, pada tanggal 8 Djuni 1959 putri kami jang pertama dan kami beri nama :<br> {{c|'''Sri Marjati'''}}<br> Kepada Ibu Bidan jang telah menolongnja, kami mengutjapkan banjak terima kasih.<br> {{Block right|{{c|Keluarga jang berbahagia,<br> '''Koprl. Djamil Soemanto'''<br> Jon 303 R.I. 11 "Galuh"<br>Tasikmalaja.}}}}<br> {{c|* * *}} |Pada tanggal 9 Djuni 1959, telah lahir dengan selamat putra kami jang kami beri nama :<br> {{c|'''Erwin Iswan'''}}<br> Ibu dan anak dalam keadaan sehat wal'afiat, dan tidak lupa kami mengutjapkan banjak terima kasih kepada Bidan Srie dengan para pembantunja jang telah merawat dengan baik.<br> {{block right|{{c|Keluarga jang beruntung,<br> '''Sersk. CID Abdul Munir'''<br> Kep. KPT. 35-1-23 R.I. 2<br>Bukit Barisan.}}}}<br> {{c|* * *}} |Atas Kurnia Tuhan Jang Maha Esa, pada tanggal 13 Djuli 1959 telah lahir putra kami jang kelima dan kami beri nama :<br> {{c|'''Djauhari Arifin Sumarjanto'''}}<br> Ibu dan anak dalam keadaan sehat wal'afiat, dan kami mohon Do'a Restunja agar anak kami selalu mendapat bimbingan dan perlindungan Tuhan. {{block right| {{c|Keluarga jang berbahagia,<br> '''Kapt. A. J. Soenarjo'''<br> Pasuterr. Brawidjaja.}}}}<br> {{c|* * *}} |Telah lahir dengan selamat putra kami jang ketudjuh, jang lahir pada tanggal 22 Djuli 1959 di Peru, Ceram Barat dan kami beri nama:<br> {{c|'''Andreas Tandjung'''}}<br> Atas bantuan Bidan RSU Piru, kami mengutjapkan banjak terima kasih.<br> {{block right|{{c|Keluarga jangb erbahagia,<br> '''Kpld. W. Teken'''<br> Kie II Jon 713 KDM-MIB.}}}}<br> {{c|* * *}} |Telah lahir dengan selamat di '''RST. KDM-MIB'''; putri kami jang kedua jang lahir pada tanggal 27 Djuli 1959 dan telah kami beri nama:<br> {{c|'''Ambon Unggul Pertiwi'''}}<br> Ibu dan anak dalam keadaan selamat, dan tidak lupa kami mengutjapkan banjak terima kasih kepada Bidan dan Djururawat jang telah menolongnja.<br> {{block right|{{c|Keluarga jang berbahagia,<br> '''Smaj. Soejahmin Hadiwidjaja'''<br> Kie II Jon "A" Terr. IV<br> Ambon.}}}}<br> {{c|* * *}} }} '''ULANG TAHUN:''' 1. Genap berusia tudjuh tahun putra kami jang pertama jang lahir pada tanggal 16 Djuli 1952 s/d 16 Djuli 1959: Sjahrul S. Semoga putra tsb. selalu mendapat bimbingan dan ke- lak mendjadi manusia jang berguna pada Nusanja. Keluarga jang merajakan, Kpl. Sjafari K. M. Pn. II Kie III Bi. "A" KDMA. MENINGGAL: 1. Telah dipanggil kechadirat Tuhan Jang Maha Esa, pada tanggal 31 Mei 1959, saudara kami : Plt. Joenodo Siswohadi Anggota DKAD Kodam Nusatenggara "Raksabuana". Semoga Tuhan memberikan tempat jang lajak kepada Almarhum sesuai dengan djasa dimasa hidupnja. Jang berduka-tjita, a/n Segenap Anggota DKAD "Raksabuana" Lts. Mursali. * Pemuatan Berita Keluarga didalam Ma- djalah Angkatan Darat tidak dipungut beaja, melainkan diwadjibkan menjebut Nomor Langganannja dan akan dipasang menurut urutan peristiwanja. Redaksi. 42 Digitized by Google<noinclude>{{rh|42}}</noinclude> 1897f69egk95jnhepcxm9ikhlrqitvc 295650 295640 2026-05-14T14:29:42Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 295650 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{c|{{xxx-larger|'''BERITA KELUARGA'''}}}} '''LAHIR:''' {{ol |Telah lahir dengan selamat, pada tanggal 8 Djuni 1959 putri kami jang pertama dan kami beri nama :<br> {{c|'''Sri Marjati'''}}<br> Kepada Ibu Bidan jang telah menolongnja, kami mengutjapkan banjak terima kasih.<br> {{Block right|{{c|Keluarga jang berbahagia,<br> '''Koprl. Djamil Soemanto'''<br> Jon 303 R.I. 11 "Galuh"<br>Tasikmalaja.}}}}<br> {{c| * * *}} |Pada tanggal 9 Djuni 1959, telah lahir dengan selamat putra kami jang kami beri nama :<br> {{c|'''Erwin Iswan'''}}<br> Ibu dan anak dalam keadaan sehat wal'afiat, dan tidak lupa kami mengutjapkan banjak terima kasih kepada Bidan Srie dengan para pembantunja jang telah merawat dengan baik.<br> {{block right|{{c|Keluarga jang beruntung,<br> '''Sersk. CID Abdul Munir'''<br> Kep. KPT. 35-1-23 R.I. 2<br>Bukit Barisan.}}}}<br> {{c| * * *}} |Atas Kurnia Tuhan Jang Maha Esa, pada tanggal 13 Djuli 1959 telah lahir putra kami jang kelima dan kami beri nama :<br> {{c|'''Djauhari Arifin Sumarjanto'''}}<br> Ibu dan anak dalam keadaan sehat wal'afiat, dan kami mohon Do'a Restunja agar anak kami selalu mendapat bimbingan dan perlindungan Tuhan. {{block right| {{c|Keluarga jang berbahagia,<br> '''Kapt. A. J. Soenarjo'''<br> Pasuterr. Brawidjaja.}}}}<br> {{c| * * *}} |Telah lahir dengan selamat putra kami jang ketudjuh, jang lahir pada tanggal 22 Djuli 1959 di Peru, Ceram Barat dan kami beri nama:<br> {{c|'''Andreas Tandjung'''}}<br> Atas bantuan Bidan RSU Piru, kami mengutjapkan banjak terima kasih.<br> {{block right|{{c|Keluarga jangb erbahagia,<br> '''Kpld. W. Teken'''<br> Kie II Jon 713 KDM-MIB.}}}}<br> {{c| * * *}} |Telah lahir dengan selamat di '''RST. KDM-MIB'''; putri kami jang kedua jang lahir pada tanggal 27 Djuli 1959 dan telah kami beri nama:<br> {{c|'''Ambon Unggul Pertiwi'''}}<br> Ibu dan anak dalam keadaan selamat, dan tidak lupa kami mengutjapkan banjak terima kasih kepada Bidan dan Djururawat jang telah menolongnja.<br> {{block right|{{c|Keluarga jang berbahagia,<br> '''Smaj. Soejahmin Hadiwidjaja'''<br> Kie II Jon "A" Terr. IV<br> Ambon.}}}}<br> {{c| * * *}} }} '''ULANG TAHUN:''' {{ol|Genap berusia tudjuh tahun putra kami jang pertama jang lahir pada tanggal 16 Djuli 1952 s/d 16 Djuli 1959:<br> {{c|'''Sjahrul S.'''}}<br> Semoga putra tsb. selalu mendapat bimbingan dan kelak mendjadi manusia jang berguna pada Nusanja.<br> {{Block right|{{c|Keluarga jang merajakan,<br> '''Kpl. Sjafari K. M.'''<br> Pn. II Kie III Bi. "A"<br> KDMA.}}}}<br> {{c| * * *}} }} '''MENINGGAL:''' {{ol|Telah dipanggil kechadirat Tuhan Jang Maha Esa, pada tanggal 31 Mei 1959, saudara kami :<br> {{c|'''Plt. Joenodo Siswohadi'''}}<br> Anggota DKAD Kodam Nusatenggara "Raksabuana". Semoga Tuhan memberikan tempat jang lajak kepada Almarhum sesuai dengan djasa dimasa hidupnja.<br> {{block right|{{c|Jang berduka-tjita,<br> a/n Segenap Anggota DKAD "Raksabuana"<br> '''Lts. Mursali.'''}}}}<br> {{c| * * *}} }} '''Pemuatan Berita Keluarga didalam Madjalah Angkatan Darat tidak dipungut beaja, melainkan diwadjibkan menjebut Nomor Langganannja dan akan dipasang menurut urutan peristiwanja.''' {{block right|'''Redaksi.'''}}<noinclude>{{rh|42}}</noinclude> el40sqjizm7o08v0xj6fwxkxfp5g6vi 295854 295650 2026-05-14T16:58:57Z Lutfiyatun 26681 /* Tervalidasi */ 295854 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{c|{{xxx-larger|'''BERITA KELUARGA'''}}}} '''LAHIR:''' {{ol |Telah lahir dengan selamat, pada tanggal 8 Djuni 1959 putri kami jang pertama dan kami beri nama :<br> {{c|'''Sri Marjati'''}}<br> Kepada Ibu Bidan jang telah menolongnja, kami mengutjapkan banjak terima kasih.<br> {{Block right|{{c|Keluarga jang berbahagia,<br> '''Koprl. Djamil Soemanto'''<br> Jon 303 R.I. 11 "Galuh"<br>Tasikmalaja.}}}}<br> {{c| * * *}} |Pada tanggal 9 Djuni 1959, telah lahir dengan selamat putra kami jang kami beri nama :<br> {{c|'''Erwin Iswan'''}}<br> Ibu dan anak dalam keadaan sehat wal'afiat, dan tidak lupa kami mengutjapkan banjak terima kasih kepada Bidan Srie dengan para pembantunja jang telah merawat dengan baik.<br> {{block right|{{c|Keluarga jang beruntung,<br> '''Sersk. CID Abdul Munir'''<br> Kep. KPT. 35-1-23 R.I. 2<br>Bukit Barisan.}}}}<br> {{c| * * *}} |Atas Kurnia Tuhan Jang Maha Esa, pada tanggal 13 Djuli 1959 telah lahir putra kami jang kelima dan kami beri nama :<br> {{c|'''Djauhari Arifin Sumarjanto'''}}<br> Ibu dan anak dalam keadaan sehat wal'afiat, dan kami mohon Do'a Restunja agar anak kami selalu mendapat bimbingan dan perlindungan Tuhan. {{block right| {{c|Keluarga jang berbahagia,<br> '''Kapt. A. J. Soenarjo'''<br> Pasuterr. Brawidjaja.}}}}<br> {{c| * * *}} |Telah lahir dengan selamat putra kami jang ketudjuh, jang lahir pada tanggal 22 Djuli 1959 di Peru, Ceram Barat dan kami beri nama:<br> {{c|'''Andreas Tandjung'''}}<br> Atas bantuan Bidan RSU Piru, kami mengutjapkan banjak terima kasih.<br> {{block right|{{c|Keluarga jangb erbahagia,<br> '''Kpld. W. Teken'''<br> Kie II Jon 713 KDM-MIB.}}}}<br> {{c| * * *}} |Telah lahir dengan selamat di '''RST. KDM-MIB'''; putri kami jang kedua jang lahir pada tanggal 27 Djuli 1959 dan telah kami beri nama:<br> {{c|'''Ambon Unggul Pertiwi'''}}<br> Ibu dan anak dalam keadaan selamat, dan tidak lupa kami mengutjapkan banjak terima kasih kepada Bidan dan Djururawat jang telah menolongnja.<br> {{block right|{{c|Keluarga jang berbahagia,<br> '''Smaj. Soejahmin Hadiwidjaja'''<br> Kie II Jon "A" Terr. IV<br> Ambon.}}}}<br> {{c| * * *}} }} '''ULANG TAHUN:''' {{ol|Genap berusia tudjuh tahun putra kami jang pertama jang lahir pada tanggal 16 Djuli 1952 s/d 16 Djuli 1959:<br> {{c|'''Sjahrul S.'''}}<br> Semoga putra tsb. selalu mendapat bimbingan dan kelak mendjadi manusia jang berguna pada Nusanja.<br> {{Block right|{{c|Keluarga jang merajakan,<br> '''Kpl. Sjafari K. M.'''<br> Pn. II Kie III Bi. "A"<br> KDMA.}}}}<br> {{c| * * *}} }} '''MENINGGAL:''' {{ol|Telah dipanggil kechadirat Tuhan Jang Maha Esa, pada tanggal 31 Mei 1959, saudara kami :<br> {{c|'''Plt. Joenodo Siswohadi'''}}<br> Anggota DKAD Kodam Nusatenggara "Raksabuana". Semoga Tuhan memberikan tempat jang lajak kepada Almarhum sesuai dengan djasa dimasa hidupnja.<br> {{block right|{{c|Jang berduka-tjita,<br> a/n Segenap Anggota DKAD "Raksabuana"<br> '''Lts. Mursali.'''}}}}<br> {{c| * * *}} }} '''Pemuatan Berita Keluarga didalam Madjalah Angkatan Darat tidak dipungut beaja, melainkan diwadjibkan menjebut Nomor Langganannja dan akan dipasang menurut urutan peristiwanja.''' {{block right|'''Redaksi.'''}}<noinclude>{{rh|42}}</noinclude> j1e5ghriiiikz7pmqj9sjd0hmt6c5l1 Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1086 104 104590 295631 2026-05-14T14:21:10Z Moel81 25980 /* Telah diuji baca */ 295631 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>{{c|{{xxxx-larger|'''masa depan<br>jang gemilang!'''}}}} <br> {{right|Putera-puteri Tuan<br> pasti dapat mentjapai gelar<br> kesardjanaan seperti Tuan harapkan, djika<br> dari sekarang Tuan dapat mengambil tin-<br> dakan jang tjepat dan tepat guna menji-<br> apkan biaja untuk mentjapai tjita<sup>2</sup>- nja.<br> Bertindaklah sebelum terlambat.<br> Tjatatkan nama Tuan sekarang djuga ke-<br> pada kami dan dengan segala senang<br> hati kami akan membantunja.|offset=10em}} <br> {{c|'''P.T. PERTANGGUNGAN DJIWA'''}} {{c|{{xx-larger|'''”DHARMA- NASIONAL"'''}}}} {{c|'''METROPOLE-FLAT 28 DJL. DIPONEGORO<br>TROMOLPOS 738 OKT. —- TELP. 1061 ONG. - DJAKARIA'''}}<noinclude></noinclude> 0mpf66uaxerg4voeavi1402b5krr2km Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1153 104 104591 295652 2026-05-14T14:30:05Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'SURAT PERINTAH No. KPTS 401/6/1959. TENTANG PERATURAN PENGGUNAAN KENDARAAN BERMOTOR DINAS ANGKATAN DARAT. KEPALA STAF ANGKATAN DARAT MENGINGAT: 1. Keputusan Menteri Pertahanan No. MP/H/79/53 tgl. 18-2-'53 tentang pemakaian kendaraan bermotor dinas bagi AD. 2. Keputusan KASAD No. 157/KSAD/Kpts/53 tgl. 11-9-53 tentang pe- makaian kendaraan bermotor dinas untuk keperluan tugas diluar djam dinas dan rekreasi. 3. Usaha dalam rangka penghematan dalam... 295652 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>SURAT PERINTAH No. KPTS 401/6/1959. TENTANG PERATURAN PENGGUNAAN KENDARAAN BERMOTOR DINAS ANGKATAN DARAT. KEPALA STAF ANGKATAN DARAT MENGINGAT: 1. Keputusan Menteri Pertahanan No. MP/H/79/53 tgl. 18-2-'53 tentang pemakaian kendaraan bermotor dinas bagi AD. 2. Keputusan KASAD No. 157/KSAD/Kpts/53 tgl. 11-9-53 tentang pe- makaian kendaraan bermotor dinas untuk keperluan tugas diluar djam dinas dan rekreasi. 3. Usaha dalam rangka penghematan dalam pengeluaran² biaja untuk AD. 4. Usaha untuk mendapatkan hasil guna jang sebesar-besarnja dari pada materiil jang digunakan oleh AD. 5. Pentingnja faktor keseragaman dari pada materiil jang digunakan oleh AD. MENIMBANG: 1. Perlu menindjau kembali dan merobah peraturan jang telah dikeluarkan mengenai penggunaan kendaraan bermotor dinas bagi AD. a. 2. Perlu mengadakan peraturan2 baru jang mengatur penggunaan kendaraan bermotor dinas sesuai maksud2 seperti tsb. diatas. MEMUTUSKAN: Mengeluarkan peraturan tentang penggunaan kendaraan bermotor dinas untuk AD sbb.: Pasal 1. UMUM. Pada prinsipnja kendaraan bermotor dinas hanja dipergunakan untuk melaksanakan tugas. b. Didalam rangka memupuk dan memelihara disiplin dan membina moril personil, maka di- anggap perlu djuga pemberian kelonggaran dalam penggunaan kendaraan bermotor dinas untuk keperluan lain-lain. C. Jang dimaksud dengan tugas-tugas ialah: tugas selama djam kerdja diluar djam kerdja Garnizun/Piket chusus. d. Jang dimaksud dengan keperluan lain-lain ialah: C. f. g. - antar djemput rekreasi/tjuti keperluan darurat. Didalam menentukan norma² penggunaan kendaraan bermotor dinas diadakan penggolongan : pendjabat representatief) utama ) lihat lampiran. selebihnja jang tidak termasuk diatas. Untuk pendjabat representatief diberikan kendaraan sedan, dan untuk pendjabat utama Jeep. Penggunaan kendaraan bermotor diatur dengan tjara : terus-menerus oleh perorangan. - pool. Pasal 2. a PENGGUNAAN KENDARAAN BERMOTOR UNTUK DINAS. Bagi pendjabat representatief dan pendjabat utama selalu digunakan kendaraan jang ada pada masing-masing untuk semua keperluan. b. Bagi selainnja tsb. a digunakan kendaraan dari pool untuk semua keperluan. 43 Digitized by Google<noinclude></noinclude> suixiz4mplk65eqilcvxpafqz8kfyaw 295660 295652 2026-05-14T14:36:39Z Menyusurisudutnegeri 25205 295660 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{c|{{sp|SURAT - PERINTAH}}}} {{rule|width=8em|align=center}} {{c|No. KPTS 401/6/1959. TENTANG PERATURAN PENGGUNAAN KENDARAAN BERMOTOR DINAS ANGKATAN DARAT. '''KEPALA STAF ANGKATAN DARAT''' }} {{PUU-konsideran|ket=MENGINGAT|n=1 |Keputusan Menteri Pertahanan No. MP/H/79/53 tgl. 18-2-'53 tentang pemakaian kendaraan bermotor dinas bagi AD. |Keputusan KASAD No. 157/KSAD/Kpts/53 tgl. 11-9-53 tentang pemakaian kendaraan bermotor dinas untuk keperluan tugas diluar djam dinas dan rekreasi. |Usaha² dalam rangka penghematan dalam pengeluaran² biaja untuk AD. |Usaha² untuk mendapatkan hasil guna jang sebesar-besarnja dari pada materiil jang digunakan oleh AD. |Pentingnja faktor keseragaman dari pada materiil jang digunakan oleh AD. }} {{PUU-konsideran|ket=MENIMBANG|n=1 |Perlu menindjau kembali dan merobah peraturan² jang telah dikeluarkan mengenai penggunaan kendaraan bermotor dinas bagi AD. |Perlu mengadakan peraturan² baru jang mengatur penggunaan kendaraan bermotor dinas sesuai maksud² seperti tsb. diatas. }} {{c|{{sp|'''MEMUTUSKAN:'''}}}} Mengeluarkan peraturan² tentang penggunaan kendaraan bermotor dinas untuk AD sbb.: Pasal 1. UMUM. Pada prinsipnja kendaraan bermotor dinas hanja dipergunakan untuk melaksanakan tugas. b. Didalam rangka memupuk dan memelihara disiplin dan membina moril personil, maka di- anggap perlu djuga pemberian kelonggaran dalam penggunaan kendaraan bermotor dinas untuk keperluan lain-lain. C. Jang dimaksud dengan tugas-tugas ialah: tugas selama djam kerdja diluar djam kerdja Garnizun/Piket chusus. d. Jang dimaksud dengan keperluan lain-lain ialah: C. f. g. - antar djemput rekreasi/tjuti keperluan darurat. Didalam menentukan norma² penggunaan kendaraan bermotor dinas diadakan penggolongan : pendjabat representatief) utama ) lihat lampiran. selebihnja jang tidak termasuk diatas. Untuk pendjabat representatief diberikan kendaraan sedan, dan untuk pendjabat utama Jeep. Penggunaan kendaraan bermotor diatur dengan tjara : terus-menerus oleh perorangan. - pool. Pasal 2. a PENGGUNAAN KENDARAAN BERMOTOR UNTUK DINAS. Bagi pendjabat representatief dan pendjabat utama selalu digunakan kendaraan jang ada pada masing-masing untuk semua keperluan. b. Bagi selainnja tsb. a digunakan kendaraan dari pool untuk semua keperluan. 43 Digitized by Google<noinclude></noinclude> tfvka63g1j73d93hjyqoqh9ompdu9me 295669 295660 2026-05-14T14:49:34Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 295669 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{c|{{sp|SURAT - PERINTAH}}}} {{rule|width=8em|align=center}} {{c|No. KPTS 401/6/1959. TENTANG PERATURAN PENGGUNAAN KENDARAAN BERMOTOR DINAS ANGKATAN DARAT. '''KEPALA STAF ANGKATAN DARAT''' }} {{PUU-konsideran|ket=MENGINGAT|n=1 |Keputusan Menteri Pertahanan No. MP/H/79/53 tgl. 18-2-'53 tentang pemakaian kendaraan bermotor dinas bagi AD. |Keputusan KASAD No. 157/KSAD/Kpts/53 tgl. 11-9-53 tentang pemakaian kendaraan bermotor dinas untuk keperluan tugas diluar djam dinas dan rekreasi. |Usaha² dalam rangka penghematan dalam pengeluaran² biaja untuk AD. |Usaha² untuk mendapatkan hasil guna jang sebesar-besarnja dari pada materiil jang digunakan oleh AD. |Pentingnja faktor keseragaman dari pada materiil jang digunakan oleh AD. }} {{PUU-konsideran|ket=MENIMBANG|n=1 |Perlu menindjau kembali dan merobah peraturan² jang telah dikeluarkan mengenai penggunaan kendaraan bermotor dinas bagi AD. |Perlu mengadakan peraturan² baru jang mengatur penggunaan kendaraan bermotor dinas sesuai maksud² seperti tsb. diatas. }} {{c|{{sp|'''MEMUTUSKAN:'''}}}} Mengeluarkan peraturan² tentang penggunaan kendaraan bermotor dinas untuk AD sbb.: {{c|{{sp|Pasal 1.}}<br>'''UMUM.'''}} {{ol|type=a |Pada prinsipnja kendaraan bermotor dinas hanja dipergunakan untuk melaksanakan tugas. |Didalam rangka memupuk dan memelihara disiplin dan membina moril personil, maka dianggap perlu djuga pemberian kelonggaran dalam penggunaan kendaraan bermotor dinas untuk keperluan lain-lain. |Jang dimaksud dengan tugas-tugas ialah:<br> – tugas selama djam kerdja<br> – " diluar djam kerdja<br> – " Garnizun/Piket<br> – " chusus. |Jang dimaksud dengan keperluan lain-lain ialah:<br> – antar djemput<br> – rekreasi/tjuti<br> – keperluan darurat. |Didalam menentukan norma² penggunaan kendaraan bermotor dinas diadakan penggolongan :<br> – pendjabat representatief)<br> – " utama ) lihat lampiran.<br> – selebihnja jang tidak termasuk diatas. |Untuk pendjabat representatief diberikan kendaraan sedan, dan untuk pendjabat utama Jeep. |Penggunaan kendaraan bermotor diatur dengan tjara :<br> – terus-menerus oleh perorangan.<br> - pool. }} {{c|{{sp|Pasal 2.}}<br>'''PENGGUNAAN KENDARAAN BERMOTOR UNTUK DINAS.'''}} {{ol|type=a |Bagi pendjabat representatief dan pendjabat utama selalu digunakan kendaraan jang ada pada masing-masing untuk semua keperluan. |Bagi selainnja tsb. a digunakan kendaraan dari pool untuk semua keperluan.}}<noinclude>{{rh|||43}}</noinclude> 5u8w5gwkbll483n3splfralf4efehc0 295852 295669 2026-05-14T16:58:37Z Lutfiyatun 26681 /* Tervalidasi */ 295852 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Lutfiyatun" /></noinclude>{{c|{{sp|SURAT - PERINTAH}}}} {{rule|width=8em|align=center}} {{c|No. KPTS 401/6/1959. TENTANG PERATURAN PENGGUNAAN KENDARAAN BERMOTOR DINAS ANGKATAN DARAT. '''KEPALA STAF ANGKATAN DARAT''' }} {{PUU-konsideran|ket=MENGINGAT|n=1 |Keputusan Menteri Pertahanan No. MP/H/79/53 tgl. 18-2-'53 tentang pemakaian kendaraan bermotor dinas bagi AD. |Keputusan KASAD No. 157/KSAD/Kpts/53 tgl. 11-9-53 tentang pemakaian kendaraan bermotor dinas untuk keperluan tugas diluar djam dinas dan rekreasi. |Usaha² dalam rangka penghematan dalam pengeluaran² biaja untuk AD. |Usaha² untuk mendapatkan hasil guna jang sebesar-besarnja dari pada materiil jang digunakan oleh AD. |Pentingnja faktor keseragaman dari pada materiil jang digunakan oleh AD. }} {{PUU-konsideran|ket=MENIMBANG|n=1 |Perlu menindjau kembali dan merobah peraturan² jang telah dikeluarkan mengenai penggunaan kendaraan bermotor dinas bagi AD. |Perlu mengadakan peraturan² baru jang mengatur penggunaan kendaraan bermotor dinas sesuai maksud² seperti tsb. diatas. }} {{c|{{sp|'''MEMUTUSKAN:'''}}}} Mengeluarkan peraturan² tentang penggunaan kendaraan bermotor dinas untuk AD sbb.: {{c|{{sp|Pasal 1.}}<br>'''UMUM.'''}} {{ol|type=a |Pada prinsipnja kendaraan bermotor dinas hanja dipergunakan untuk melaksanakan tugas. |Didalam rangka memupuk dan memelihara disiplin dan membina moril personil, maka dianggap perlu djuga pemberian kelonggaran dalam penggunaan kendaraan bermotor dinas untuk keperluan lain-lain. |Jang dimaksud dengan tugas-tugas ialah:<br> – tugas selama djam kerdja<br> – " diluar djam kerdja<br> – " Garnizun/Piket<br> – " chusus. |Jang dimaksud dengan keperluan lain-lain ialah:<br> – antar djemput<br> – rekreasi/tjuti<br> – keperluan darurat. |Didalam menentukan norma² penggunaan kendaraan bermotor dinas diadakan penggolongan :<br> – pendjabat representatief)<br> – " utama ) lihat lampiran.<br> – selebihnja jang tidak termasuk diatas. |Untuk pendjabat representatief diberikan kendaraan sedan, dan untuk pendjabat utama Jeep. |Penggunaan kendaraan bermotor diatur dengan tjara :<br> – terus-menerus oleh perorangan.<br> - pool. }} {{c|{{sp|Pasal 2.}}<br>'''PENGGUNAAN KENDARAAN BERMOTOR UNTUK DINAS.'''}} {{ol|type=a |Bagi pendjabat representatief dan pendjabat utama selalu digunakan kendaraan jang ada pada masing-masing untuk semua keperluan. |Bagi selainnja tsb. a digunakan kendaraan dari pool untuk semua keperluan.}}<noinclude>{{rh|||43}}</noinclude> 3e10h5mq49rgacctulbj4v1s6jvey1a Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/565 104 104592 295656 2026-05-14T14:31:58Z N.imaema 22481 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'bang ketempat jang belum dikenal jang merupakan suatu kedjadian se-hari? baginja. Orang jang saja sewa pesawatnja sudah menunggu kami dengan sedikit tjemas : — Saja punja seorang djuru- terbang klas wahid untuk tuan, katanja, tetapi saja harus menje- wa seorang luaran sebagai navi- gasi dan operator radio. Dia djuga tjukup tjakap, tjuma saja tak bisa mendjamin dia sepenuhnja. Ketika itu kelihatannja hal ini tidak begitu penting da... 295656 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="N.imaema" /></noinclude>bang ketempat jang belum dikenal jang merupakan suatu kedjadian se-hari? baginja. Orang jang saja sewa pesawatnja sudah menunggu kami dengan sedikit tjemas : — Saja punja seorang djuru- terbang klas wahid untuk tuan, katanja, tetapi saja harus menje- wa seorang luaran sebagai navi- gasi dan operator radio. Dia djuga tjukup tjakap, tjuma saja tak bisa mendjamin dia sepenuhnja. Ketika itu kelihatannja hal ini tidak begitu penting dan saja memang suka kepada keramah- tamahan, lagipula saja terpikat pada penerbang muda itu, kapten C.C.H. Bebb, pada pandangan pertama. Luca de Tena telah menilpon saja suatu perobahan rentjana semalam sebelumnja : untuk me- lakukan persinggahan pertama kami di Bordeaux, dimana dia akan mendjumpai saja dengan instruksi? terachir. Di Bordeaux saja mendapatkan dia sedang menunggu dilapangan udara ber- sama lima orang Spanjol lain jg penjokong? Djenderal Franco, termasuk Marguis del Merito. Hati saja ber-debar? ketika meli- hat mereka. Pemerintah? Front Populer di Perantjis dan Spanjol erat sekali kerdjasamanja, dan bila seorang agen Perantjis dapat mentjium kelompok pemberontak? terkenal ini, maka seluruh ang- gota? missi kami ini akan berada didalam bahaja. Saja nasehatkan mereka agar hanja bertjakap da- lam bahasa Perantjis dan agar kami berkumpul dengan gadis? dan major pada satu medja, de- ngan harapan bahwa sesuatu ketjurigaan dari mata? akan me- nempatkan kami kepada: Pelan- yong? bangsa Inggeris sedang melakukan pertjobaan? bahasa Perantjis kepada penunggu? itu satu kepada lainnja. Disamping itu, Luca de Tena dan saja beru- saha untuk memperoleh beberapa patah kata sendiri. — Dari Casablanca teruslah . ke Tenerife dikepulauan Canari, udjar Luca de Tena kepadaku, kundjungilah Dr. Gabarda di Vie- ray Clavijo 52, dan ulangi dengan menjebut kalimat Galicia salutes Skala I:12.500000. France, dan dia akan mengerti bahwa orang jang sebenarnja datang kepadanja. Djuga del Me- rito akan berangkat seterusnja bersama kau dari sini. Kapten Bebb telah mengisi kembali bahan bakar dan seka- rang sudah siap untuk berangkat. Kedua motor pesawat sudah di- panaskan untuk melajang, dan saja heran terpaksa keberangkat- an kami tertunda ketika saja insjaf bahwa si navigator kami tidak nampak batang hidungnja. Sesaat lamanja barulah navigator itu muntjul keluar dari bar pela- buhan udara dan memandjat ke- atas kapal dengan ter-hojong”. Achirnja kami berangkat, menu- dju arah ke Portugal. Selama satu djam kami terbang didalam kabut tebal. Saja berdiri dan berdjalan kedepan dan mendapatkan kapten Bebb sedang menjumpah? kepada si navigator itu jang telah djatuh tertidur dengan njenjaknja diatas peta”. 2 aa) Oo Sel. Chonel Britania Rojo LONGON, Pr O PERANTJIS AD. — Dia sudah mengaburkan djalan saja tentu, kata Bebb ga- rang, saja telah berusaha terbang dibawah kabut? ini dan berharap dapat melihat sesuatu jang biasa dikenal. Kemudian kami menerobos ke- luar melalui suatu titik jang nam- pak terbuka dan tiba kedalam sorotan matahari jang terang- benderang. Segera djuga kami mengenal garis lingkaran dari sebuah puntjak jang bernama Naranco de Bulnes. Dengan be- gitu kini kami berada diatas Spa- njol. Bebb menundjuk dengan diam? kearah penundjuk bahan bakar jang ber-angsur? mendjadi rendah. — Kita tidak dapat mendarat di Spanjol, kataku tegas. — Taruhan kita jang terbaik daripada pergi keutara kesuatu lapangan terbang Perantjis. Saja rasa, saja dapat melakukan pendaratan dilapangan Parma di Biarritz.<noinclude></noinclude> chq3hg0i6kj12n4poox073cr1exxmsg 295666 295656 2026-05-14T14:46:37Z N.imaema 22481 /* Telah diuji baca */ 295666 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" /></noinclude>{{missing image}} {{hwe|bang|terbang}} ketempat jang belum dikenal jang merupakan suatu kedjadian se-hari<sup>2</sup> baginja. Orang jang saja sewa pesawatnja sudah menunggu kami dengan sedikit tjemas : — Saja punja seorang djuruterbang klas wahid untuk tuan, katanja, tetapi saja harus menjewa seorang luaran sebagai navigasi dan operator radio. Dia djuga tjukup tjakap, tjuma saja tak bisa mendjamin dia sepenuhnja. Ketika itu kelihatannja hal ini tidak begitu penting dan saja memang suka kepada keramah-tamahan, lagipula saja terpikat pada penerbang muda itu, kapten C.C.H. Bebb, pada pandangan pertama. Luca de Tena telah menilpon saja suatu perobahan rentjana semalam sebelumnja : untuk melakukan persinggahan pertama kami di Bordeaux, dimana dia akan mendjumpai saja dengan instruksi<sup>2</sup> terachir. Di Bordeaux saja mendapatkan dia sedang menunggu dilapangan udara bersama lima orang Spanjol lain jg penjokong<sup>2</sup> Djenderal Franco, termasuk Marguis del Merito. Hati saja ber-debar<sup>2</sup> ketika melihat mereka. Pemerintah<sup>2</sup> Front Populer di Perantjis dan Spanjol erat sekali kerdjasamanja, dan bila seorang agen Perantjis dapat mentjium kelompok pemberontak<sup>2</sup> terkenal ini, maka seluruh anggota<sup>2</sup> missi kami ini akan berada didalam bahaja. Saja nasehatkan mereka agar hanja bertjakap dalam bahasa Perantjis dan agar kami berkumpul dengan gadis<sup>2</sup> dan major pada satu medja, dengan harapan bahwa sesuatu ketjurigaan dari mata<sup>2</sup> akan menempatkan kami kepada: Pelantjong<sup>2</sup> bangsa Inggeris sedang melakukan pertjobaan<sup>2</sup> bahasa Perantjis kepada penunggu<sup>2</sup> itu satu kepada lainnja. Disamping itu, Luca de Tena dan saja berusaha untuk memperoleh beberapa patah kata sendiri. — Dari Casablanca teruslah ke Tenerife dikepulauan Canari, udjar Luca de Tena kepadaku, kundjungilah Dr. Gabarda di Vieray Clavijo 52, dan ulangi dengan menjebut kalimat '''Galicia salutes France,''' dan dia akan mengerti bahwa orang jang sebenarnja datang kepadanja. Djuga del Merito akan berangkat seterusnja bersama kau dari sini. Kapten Bebb telah mengisi kembali bahan bakar dan sekarang sudah siap untuk berangkat. Kedua motor pesawat sudah dipanaskan untuk melajang, dan saja heran terpaksa keberangkatan kami tertunda ketika saja insjaf bahwa si navigator kami tidak nampak batang hidungnja. Sesaat lamanja barulah navigator itu muntjul keluar dari bar pelabuhan udara dan memandjat keatas kapal dengan ter-hojong<sup>2</sup>. Achirnja kami berangkat, menudju arah ke Portugal. Selama satu djam kami terbang didalam kabut tebal. Saja berdiri dan berdjalan kedepan dan mendapatkan kapten Bebb sedang menjumpah<sup>2</sup> kepada si navigator itu jang telah djatuh tertidur dengan njenjaknja diatas peta<sup>2</sup>. — Dia sudah mengaburkan djalan saja tentu, kata Bebb garang, saja telah berusaha terbang dibawah kabut<sup>2</sup> ini dan berharap dapat melihat sesuatu jang biasa dikenal. Kemudian kami menerobos keluar melalui suatu titik jang nampak terbuka dan tiba kedalam sorotan matahari jang terang-benderang. Segera djuga kami mengenal garis lingkaran dari sebuah puntjak jang bernama Naranco de Bulnes. Dengan begitu kini kami berada diatas Spanjol. Bebb menundjuk dengan diam<sup>2</sup> kearah penundjuk bahan bakar jang ber-angsur<sup>2</sup> mendjadi rendah. — Kita tidak dapat mendarat di Spanjol, kataku tegas. — Taruhan kita jang terbaik daripada pergi keutara kesuatu lapangan terbang Perantjis. Saja rasa, saja dapat melakukan pendaratan dilapangan Parma di Biarritz.<noinclude></noinclude> fej1ptu7m98vzoap5q5pseeno0er0t5 Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/64 104 104593 295662 2026-05-14T14:40:26Z Moel81 25980 /* Telah diuji baca */ 295662 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Moel81" /></noinclude>{{border|maxwidth=35em|bthickness=5px|align=center|padding=20px| {{c|{{xxx-larger|'''„RAMA MOTOR”'''}}}} {{c|{{larger|Perw. Tunggal - Sole Distributor}}}} {{c|{{xxx-larger|'''BORGWARD'''}}}} {{c|{{larger|'''UNTUK SELURUH INDONESIA<br>SALES & SERVICE - STATION<br>KRAMAT 71<sup>A</sup>. Telp. 2927 Gbr-DJAKARTA.'''}}}} }} <br> <br> {{border|maxwidth=35em|bthickness=5px|align=center|padding=20px| {{c|{{xxx-larger|{{sp|'''TOKO<sup>2</sup>'''}}}}}} {{left|'''DJAKARTA: Djl. Nusantara, No.6 Tilp G.3777<br> '''SURABAJA: Djl. Tundjungan 95a Tilp. S. 4773'''<br> '''BANDUNG: Djl. Braga 75a'''}} {{left|{{xxxx-larger|'''Hana'''}}}} {{rule|30em|align=left}}{{rule|30em|align=left}} }}<noinclude></noinclude> ar92fhclpqwgsrczo25z3p07qlw8vl4 295691 295662 2026-05-14T15:26:33Z N.imaema 22481 /* Tervalidasi */ 295691 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" /></noinclude>{{border|maxwidth=35em|bthickness=5px|align=center|padding=20px| {{c|{{xxx-larger|'''„RAMA MOTOR”'''}}}} {{c|{{larger|Perw. Tunggal - Sole Distributor}}}} {{c|{{xxx-larger|'''BORGWARD'''}}}} {{c|{{larger|'''UNTUK SELURUH INDONESIA<br>SALES & SERVICE - STATION<br>KRAMAT 71<sup>A</sup>. Telp. 2927 Gbr-DJAKARTA.'''}}}} }} <br> <br> {{border|maxwidth=35em|bthickness=5px|align=center|padding=20px| {{c|{{xxx-larger|{{sp|'''TOKO<sup>2</sup>'''}}}}}} {{left|'''DJAKARTA: Djl. Nusantara, No.6 Tilp G.3777<br> '''SURABAJA: Djl. Tundjungan 95a Tilp. S. 4773'''<br> '''BANDUNG: Djl. Braga 75a'''}} {{left|{{xxxx-larger|'''Hana'''}}}} {{rule|30em|align=left}}{{rule|30em|align=left}} }}<noinclude></noinclude> 3aoa7irn1o6wqv026qjc6ksnfdpp54u Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1113 104 104594 295670 2026-05-14T14:50:19Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Angkatan Darat No. 7 DJULI 59 Th. Ke IX Madjalah ANGKATAN DARAT DJALAN SEGARA 5 DJAKARTA Diselenggrakan untuk: Membina Semangat Pertahanan Nasional untuk Tentara dan Rakjat Penanggung Djawab K. Puspen. Redaksi/Administrasi Biro Penerbitan Puspen Tilp. O.G. 1700/33 Penerbit Pusat Penerangaa A.D. Terbit sekali sebulan Pentjetak Dittop. A.D. GAMBAR KULIT : Udara segar jang dihembus- kan oleh DEKRIT PRESI- DEN", menjebabkan bertam- bah giatnja pemba... 295670 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Angkatan Darat No. 7 DJULI 59 Th. Ke IX Madjalah ANGKATAN DARAT DJALAN SEGARA 5 DJAKARTA Diselenggrakan untuk: Membina Semangat Pertahanan Nasional untuk Tentara dan Rakjat Penanggung Djawab K. Puspen. Redaksi/Administrasi Biro Penerbitan Puspen Tilp. O.G. 1700/33 Penerbit Pusat Penerangaa A.D. Terbit sekali sebulan Pentjetak Dittop. A.D. GAMBAR KULIT : Udara segar jang dihembus- kan oleh DEKRIT PRESI- DEN", menjebabkan bertam- bah giatnja pembangunan- disegala bidang tubuh Ang- katan Darat dalam membina dirinja untuk setiap saat da- pat mendjadi Tameng Ne- gara. Kata Redak Pembatja jang budiman, Udara panas jang mengurung gedung Konstituante, akibat perdebatan sengit dalam membahas adjakan Presiden/Panglima Tertinggi Ir. Sukarno dan Pemerintah dalam gagasan Kembali ke Undang-undang Dasar 1945 sudah mentjapai klimaksnja. Sebab, golongan jang disebut utusan Rakjat, dan ditugaskan oleh Rakjat untuk menjusun suatu Undang-undang Dasar Nasional jang dapat memadahi keinginan 80.000.000 djiwa Rakjat Indo- nesia, dengan satu kejakinan akan tertjapainja suatu masjarakat adil dan makmur, ternjata hampa. Bahkan sebagian anggota Konstituante jang terhormat, memutuskan untuk tidak menghadiri sidang. Ini berarti, bahwa perdebatan disidang Konstituante dalam gagasan Kembali ke Un- dang-undang Dasar 1945 tidak akan mentjapai titik achirnja. Dengan kenjataan pahit diatas, dan ditambah keadaan ketatanega- raan jang menggenting, serta didesaknja amanat penderitaan rakjat jang minta pelepasannja dari belenggu kekalutan, maka pada tanggal 5 Djuli 1959, mengguruhlah geledek kemenangan, jang berbentuk ..DEKRIT PRE- SIDEN/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN PERANG REPUBLIK INDO- NESIA TENTANG BERLAKUNJA UNDANG-UNDANG DASAR 1945". Dan dalam sekedjap, perdebatan disidang Konstituante, jang se-olah merupa- kan volkano jang dapat memusnahkan segala kehidupan, akibat landa semburan apinja jang dahsjat, kini ternjata hanja merupakan Pagola jang ta' bergerak. Pembatja jang terhormat, Seperti kita telah maklum, bahwa sebagian terbesar Rakjat termasuk Angkatan Perang umumnja dan Angkatan Darat chususnja, dengan dju- djur dan lega menerima mutlak: „DEKRIT PRESIDEN TENTANG KEM- BALI KE UNDANG-UNDANG 1945". Penerimaan mutlak terhadap ,,Dekrit" ini, kita sebagai Warga Angkatan Darat, dengan daja dan konsekwensinja akan mentaati dan melaksanakan, berlakunja Undang-undang Dasar 1945. Sebab, dengan sadar dan kejakinan jang teguh, bahwa satu nja djalan jang terbaik dan terdekat untuk membersihkan tubuh negara dari oknum" jang kotor. Kita sebagai Warga Angkatan Perang umumnja dan Warga Angkatan Darat chususnja, baik Perwira, Bentara dan Tamtama sekali- pun, wadjib memberikan tjontoh-tauladan kepada kehidupan masjarakat disekeliling kita, bahwa warga Angkatan Darat akan mendjundjung tinggi kesanggupannja dalam menerima „DEKRIT PRESIDEN/PANGLIMA TER- TINGGI ANGKATAN PERANG TENTANG KEMBALI KE UNDANG-UN- DANG 1945" jang amat luhur itu. Semoga, kita semua dapat melaksanakan dan mendekatkan kehidu- pan kita sesuai dengan djiwa dan semangat Proklamasi 17 Agustus '45. T. R. Digitized by Google<noinclude></noinclude> rzphzlsue7vmj5chfc86krf013ltn7a 295675 295670 2026-05-14T15:01:04Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 295675 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{c| {{x-larger|''Madjalah''}} {{Xx-larger|ANGKATAN DARAT}} DJALAN SEGARA 5 '''DJAKARTA''' }} '''Diselenggrakan untuk:''' {{c|Membina Semangat Pertahanan Nasional untuk Tentara dan Rakjat {{*}} Penanggung Djawab K. Puspen. {{*}} Redaksi/Administrasi Biro Penerbitan Puspen Tilp. O.G. 1700/33 {{*}} Penerbit Pusat Penerangaa A.D. {{*}} Terbit sekali sebulan {{*}} '''''Pentjetak Dittop. A.D.''''' {{Rule}} '''GAMBAR KULIT :''' }} Udara segar jang dihembuskan oleh „DEKRIT PRESIDEN”, menjebabkan bertambah giatnja pembangunan² disegala bidang tubuh Angkatan Darat dalam membina dirinja untuk setiap saat dapat mendjadi Tameng Negara. {{c| * * *}} {{xx-larger|'''Angkatan Darat No. 7 DJULI 59 Th. Ke IX'''}} {{larger|''Kata Redaksi''}} Pembatja jang budiman, Udara panas jang mengurung gedung Konstituante, akibat perdebatan sengit dalam membahas adjakan Presiden/Panglima Tertinggi Ir. Sukarno dan Pemerintah dalam gagasan Kembali ke Undang-undang Dasar 1945 sudah mentjapai klimaksnja. Sebab, golongan jang disebut utusan Rakjat, dan ditugaskan oleh Rakjat untuk menjusun suatu Undang-undang Dasar Nasional jang dapat memadahi keinginan 80.000.000 djiwa Rakjat Indonesia, dengan satu kejakinan akan tertjapainja suatu masjarakat adil dan makmur, ternjata hampa. Bahkan sebagian anggota Konstituante jang terhormat, memutuskan untuk tidak menghadiri sidang. Ini berarti, bahwa perdebatan disidang Konstituante dalam gagasan Kembali ke Undang-undang Dasar 1945 tidak akan mentjapai titik achirnja. Dengan kenjataan² pahit diatas, dan ditambah keadaan ketatanegaraan jang menggenting, serta didesaknja amanat penderitaan rakjat jang minta pelepasannja dari belenggu kekalutan, maka pada tanggal 5 Djuli 1959, mengguruhlah geledek kemenangan, jang berbentuk „DEKRIT PRESIDEN/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN PERANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG BERLAKUNJA UNDANG-UNDANG DASAR 1945”. Dan dalam sekedjap, perdebatan disidang Konstituante, jang se-olah² merupakan volkano jang dapat memusnahkan segala kehidupan, akibat landa semburan apinja jang dahsjat, kini ternjata hanja merupakan Pagola jang ta' bergerak. Pembatja jang terhormat, Seperti kita telah maklum, bahwa sebagian terbesar Rakjat termasuk Angkatan Perang umumnja dan Angkatan Darat chususnja, dengan djudjur dan lega menerima mutlak: „DEKRIT PRESIDEN TENTANG KEMBALI KE UNDANG-UNDANG 1945”. Penerimaan mutlak terhadap „Dekrit” ini, kita sebagai Warga Angkatan Darat, dengan daja dan konsekwensinja akan mentaati dan melaksanakan, berlakunja Undang-undang Dasar 1945. Sebab, dengan sadar dan kejakinan jang teguh, bahwa satu²nja djalan jang terbaik dan terdekat untuk membersihkan tubuh negara dari oknum² jang kotor. Kita sebagai Warga Angkatan Perang umumnja dan Warga Angkatan Darat chususnja, baik Perwira, Bentara dan Tamtama sekalipun, wadjib memberikan tjontoh-tauladan kepada kehidupan masjarakat disekeliling kita, bahwa warga Angkatan Darat akan mendjundjung tinggi kesanggupannja dalam menerima „„EKRIT PRESIDEN/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN PERANG TENTANG KEMBALI KE UNDANG-UNDANG 1945” jang amat luhur itu. Semoga, kita semua dapat melaksanakan dan mendekatkan kehidupan kita sesuai dengan djiwa dan semangat Proklamasi 17 Agustus '45. {{Block right|{{c|T. R.}}}}<noinclude></noinclude> ljd3dkctcn8x0dqisej3lxu7h2dj07v Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1081 104 104595 295672 2026-05-14T14:56:34Z Arunikala 27004 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'bersangkutan dengan militer ser- ta soal? publisitet dan penerang- an. Buku? dan madjallah menge- nai ini hendaknja ada pada Do- kumentasi Peneragnan. Bukan- kah setiap orang menganggap bahwa Penerangan itu adalah tempat bertanja? Dan amatlah memusingkan kepala apabila kita sebagai pedjabat penerangan ti- dak serba tahu. Dan berapa orangkah sebagai manusia jang serba tahu itu? Oleh karena itu kita dapat menolong diri sendiri dan dj... 295672 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>bersangkutan dengan militer ser- ta soal? publisitet dan penerang- an. Buku? dan madjallah menge- nai ini hendaknja ada pada Do- kumentasi Peneragnan. Bukan- kah setiap orang menganggap bahwa Penerangan itu adalah tempat bertanja? Dan amatlah memusingkan kepala apabila kita sebagai pedjabat penerangan ti- dak serba tahu. Dan berapa orangkah sebagai manusia jang serba tahu itu? Oleh karena itu kita dapat menolong diri sendiri dan djuga menolong orang jang bertanja dengan menundjukkan buku? jang bersangkutan. Kita tiukup sekedar mengetahui garis besar sadja. Itulah gunanja se- buah perpustakaan penolong. Dan tentulah tidak sekaligus da- pat ditjapai buku-buku jang te- bal-tebal dan mahal, walaupun sebagai seorang pustakawan ki- ta ingin mempunjai sebuah per- pustakaan jang indah penuh de- ngan buku?. Dapat dimulai de- ngan membinden surat? kabar, madjallah? serta brosur? jang di- kirimkan oleh Kempen, Djawa- tan? atau kementerian?, Dan da- lam tiap bulannja kita berusaha untuk membeli 2 atau 5 buku, maka achirnja perpustakaan kita akan penuh djuga. Dan jang se- lalu dibutuhkan ialah mengenai peraturan? oleh karena itu baik- lah buku-buku peraturan?, UUD, UU, peraturan pemerintah dan peraturan? pertahanan ditiari le- bih dahulu. Dan kalau tidak ada maka dibinden sendiri dari kum- pulan? jang ada. Tidak perlu diterangkan bahwa pemeliharaan perpustakaan ini djuga bersangkutan dengan se- buah leeszaal jang berupakan se- buah medja dan beberapa korsi untuk mereka jang ingin mem- batja ditempat itu djuga. Kemu- Gian peraturan? tentang pemin- djaman buku? dengan sanksi?- nja harus pula diadakan. Organisasi. Mengenai organisasi tentulah harus disesuaikan dengan ketjil besarnja tugas atau daerah jang : odilingkunginja. Tetapi jang te- rang sudah ada beberapa unsur | kan, tugas jang tidak boleh tidak ha- rus diadakan. Jaitu : pentjahari- an, iklassifikasi, koderen, pentja- tat?2, penggunting, penempel, dan Kiranja sudah sampailah tu- djuan kami untuk membentang- kan dengan ringkas tentang do- kumentasi Penad, jang kiranja penjimpan. Serta dalam segi per- dapat dibuat perdoman oleh pustakaan terdapat pustakawan Pendam? (Penerangan Daerah 0 Kepala Administrasi O Penjimpanan Pengolahan SM et ME ”n Peniim- Red Mil. yana A5 Keamanan | | Nasa: dd GL 10 O @ Klassi- Perpus- Red Polek- fikasi takaan sos dan binder.. Bagian pengolahan membutuhkan sedjumlah redak- tur jang dapat dispesialiseer da- lam bidang? militer keamanan, politik, ekonomi dan sosial. Ka- lau setjara schematis maka dapat- lah disusun suatu struktur orga- nisasi Dokumentasi Penerangan AD itu seperti schema diatas. Kalau hanja membutuhkan do- kumentasi jang bersifat sekedar untuk menjimpan, maka tjukup- lah dengan schama Penjimpanan kebawah jang dipelihara sedang- kan bagian pengolahan itu di- tiadakan sadja. Tetapi apabila memang dapat melengkapi, ma- ka susunan diatas adalah susu- nan jang sudah selengkapnja. Dengan susunan seperti itu sudah dapat dilihat bahwa Dokumen- tasi pun menghasilkan karyanja pula seperti apa jang telah di- uraikan mengenai tugas peng- oiahan. Djadi selain menjimpan dokumen? maka dokumentasi jg aktip djuga harus mengeluarkan hasil (produksi) documentasi jg dapat dihidangkan kepada ba- gian? lainnja dalam Penad atau- pun jang dapat dikeluarkan un- tuk djawatan? jang membutuh- ..u.u sa. c..acaadcaomurigasn an ..asa rc Militer) dan Penter? untuk da- pat menudju suatu uniformiteit, sesuai dengan kenjataan untuk menerbitkan organisasi Penad se- luruh Indonesia. Untuk mentjapai kesempurnaan dokumentasi ini memang mem- butuhkan ketabahan dan keuletan pula, terutama dalam mendapat- kan tenaga? jang mau bekerdja dibagian "jang dianggap tidak menjenangkan ini”. Sjarat mut- lak untuk mendjadi personil do- kumentasi ialah mereka jang ta- bah, senang duduk serta mempu- njai kegemaran pada pekerdjaan dokumentasi. Tentang ilmu da- pat dipupuk dengan melalui "work college” (sekali seminggu menguraikan tugas dokumentasi bagian per-bagian) tentulah akan berhasil. (Ketr.: Work College seperti itu telah dilaksanakan di Dok. Puspen selama satu tahun dan hasilnja adalah memuaskan). Dan dari hasil pengalaman itu pulalah tulisan ini diperbuat, se- kedar sumbangan untuk dapat memadjukan Penad kita jang se- dang bertumbuh madju. LL LN UX .....uvu.uoeomuns.a.up 23<noinclude></noinclude> clnccq2i1wh23jngamjiu42xauf4hn3 295676 295672 2026-05-14T15:01:43Z Arunikala 27004 295676 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>bersangkutan dengan militer serta soal<sup>2</sup> publisitet dan penerangan. Buku<sup>2</sup> dan madjallah mengenai ini hendaknja ada pada Dokumentasi Peneragnan. Bukankah setiap orang menganggap bahwa Penerangan itu adalah tempat bertanja ? Dan amatlah memusingkan kepala apabila kita sebagai pedjabat penerangan tidak serba tahu. Dan berapa orangkah sebagai manusia jang serba tahu itu ? Oleh karena itu kita dapat menolong diri sendiri dan djuga menolong orang jang bertanja dengan menundjukkan buku<sup>2</sup> jang bersangkutan. Kita tiukup sekedar mengetahui garis besar sadja. Itulah gunanja sebuah perpustakaan penolong. Dan tentulah tidak sekaligus dapat ditjapai buku-buku jang tebal-tebal dan mahal, walaupun sebagai seorang pustakawan kita ingin mempunjai sebuah perpustakaan jang indah penuh dengan buku<sup>2</sup>. Dapat dimulai dengan membinden surat<sup>2</sup> kabar, madjallah<sup>2</sup> serta brosur<sup>2</sup> jang dikirimkan oleh Kempen, Djawatan<sup>2</sup> atau kementerian<sup>2</sup>, Dan dalam tiap bulannja kita berusaha untuk membeli 2 atau 5 buku, maka achirnja perpustakaan kita akan penuh djuga. Dan jang selalu dibutuhkan ialah mengenai peraturan<sup>2</sup> oleh karena itu baiklah buku-buku peraturan<sup>2</sup>, UUD, UU, peraturan pemerintah dan peraturan<sup>2</sup> pertahanan ditjari lebih dahulu. Dan kalau tidak ada maka dibinden sendiri dari kumpulan<sup>2</sup> jang ada. Tidak perlu diterangkan bahwa pemeliharaan perpustakaan ini djuga bersangkutan dengan se- buah leeszaal jang berupakan se- buah medja dan beberapa korsi untuk mereka jang ingin mem- batja ditempat itu djuga. Kemu- Gian peraturan? tentang pemin- djaman buku? dengan sanksi?- nja harus pula diadakan. Organisasi. Mengenai organisasi tentulah harus disesuaikan dengan ketjil besarnja tugas atau daerah jang : odilingkunginja. Tetapi jang te- rang sudah ada beberapa unsur | kan, tugas jang tidak boleh tidak ha- rus diadakan. Jaitu : pentjahari- an, iklassifikasi, koderen, pentja- tat?2, penggunting, penempel, dan Kiranja sudah sampailah tu- djuan kami untuk membentang- kan dengan ringkas tentang do- kumentasi Penad, jang kiranja penjimpan. Serta dalam segi per- dapat dibuat perdoman oleh pustakaan terdapat pustakawan Pendam? (Penerangan Daerah 0 Kepala Administrasi O Penjimpanan Pengolahan SM et ME ”n Peniim- Red Mil. yana A5 Keamanan | | Nasa: dd GL 10 O @ Klassi- Perpus- Red Polek- fikasi takaan sos dan binder.. Bagian pengolahan membutuhkan sedjumlah redak- tur jang dapat dispesialiseer da- lam bidang? militer keamanan, politik, ekonomi dan sosial. Ka- lau setjara schematis maka dapat- lah disusun suatu struktur orga- nisasi Dokumentasi Penerangan AD itu seperti schema diatas. Kalau hanja membutuhkan do- kumentasi jang bersifat sekedar untuk menjimpan, maka tjukup- lah dengan schama Penjimpanan kebawah jang dipelihara sedang- kan bagian pengolahan itu di- tiadakan sadja. Tetapi apabila memang dapat melengkapi, ma- ka susunan diatas adalah susu- nan jang sudah selengkapnja. Dengan susunan seperti itu sudah dapat dilihat bahwa Dokumen- tasi pun menghasilkan karyanja pula seperti apa jang telah di- uraikan mengenai tugas peng- oiahan. Djadi selain menjimpan dokumen? maka dokumentasi jg aktip djuga harus mengeluarkan hasil (produksi) documentasi jg dapat dihidangkan kepada ba- gian? lainnja dalam Penad atau- pun jang dapat dikeluarkan un- tuk djawatan? jang membutuh- ..u.u sa. c..acaadcaomurigasn an ..asa rc Militer) dan Penter? untuk da- pat menudju suatu uniformiteit, sesuai dengan kenjataan untuk menerbitkan organisasi Penad se- luruh Indonesia. Untuk mentjapai kesempurnaan dokumentasi ini memang mem- butuhkan ketabahan dan keuletan pula, terutama dalam mendapat- kan tenaga? jang mau bekerdja dibagian "jang dianggap tidak menjenangkan ini”. Sjarat mut- lak untuk mendjadi personil do- kumentasi ialah mereka jang ta- bah, senang duduk serta mempu- njai kegemaran pada pekerdjaan dokumentasi. Tentang ilmu da- pat dipupuk dengan melalui "work college” (sekali seminggu menguraikan tugas dokumentasi bagian per-bagian) tentulah akan berhasil. (Ketr.: Work College seperti itu telah dilaksanakan di Dok. Puspen selama satu tahun dan hasilnja adalah memuaskan). Dan dari hasil pengalaman itu pulalah tulisan ini diperbuat, se- kedar sumbangan untuk dapat memadjukan Penad kita jang se- dang bertumbuh madju. LL LN UX .....uvu.uoeomuns.a.up 23<noinclude></noinclude> caxjkpzpk1vtgvu69pb2kr5hxd9bis3 295678 295676 2026-05-14T15:03:00Z Arunikala 27004 295678 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>bersangkutan dengan militer serta soal<sup>2</sup> publisitet dan penerangan. Buku<sup>2</sup> dan madjallah mengenai ini hendaknja ada pada Dokumentasi Peneragnan. Bukankah setiap orang menganggap bahwa Penerangan itu adalah tempat bertanja ? Dan amatlah memusingkan kepala apabila kita sebagai pedjabat penerangan tidak serba tahu. Dan berapa orangkah sebagai manusia jang serba tahu itu ? Oleh karena itu kita dapat menolong diri sendiri dan djuga menolong orang jang bertanja dengan menundjukkan buku<sup>2</sup> jang bersangkutan. Kita tiukup sekedar mengetahui garis besar sadja. Itulah gunanja sebuah perpustakaan penolong. Dan tentulah tidak sekaligus dapat ditjapai buku-buku jang tebal-tebal dan mahal, walaupun sebagai seorang pustakawan kita ingin mempunjai sebuah perpustakaan jang indah penuh dengan buku<sup>2</sup>. Dapat dimulai dengan membinden surat<sup>2</sup> kabar, madjallah<sup>2</sup> serta brosur<sup>2</sup> jang dikirimkan oleh Kempen, Djawatan<sup>2</sup> atau kementerian<sup>2</sup>, Dan dalam tiap bulannja kita berusaha untuk membeli 2 atau 5 buku, maka achirnja perpustakaan kita akan penuh djuga. Dan jang selalu dibutuhkan ialah mengenai peraturan<sup>2</sup> oleh karena itu baiklah buku-buku peraturan<sup>2</sup>, UUD, UU, peraturan pemerintah dan peraturan<sup>2</sup> pertahanan ditjari lebih dahulu. Dan kalau tidak ada maka dibinden sendiri dari kumpulan<sup>2</sup> jang ada. Tidak perlu diterangkan bahwa pemeliharaan perpustakaan ini djuga bersangkutan dengan sebuah leeszaal jang berupakan sebuah medja dan beberapa korsi untuk mereka jang ingin membatja ditempat itu djuga. Kemudian peraturan<sup>2</sup> tentang pemindjaman buku<sup>2</sup> dengan sanksi<sup>2</sup>nja harus pula diadakan. Organisasi. Mengenai organisasi tentulah harus disesuaikan dengan ketjil besarnja tugas atau daerah jang : odilingkunginja. Tetapi jang te- rang sudah ada beberapa unsur | kan, tugas jang tidak boleh tidak ha- rus diadakan. Jaitu : pentjahari- an, iklassifikasi, koderen, pentja- tat?2, penggunting, penempel, dan Kiranja sudah sampailah tu- djuan kami untuk membentang- kan dengan ringkas tentang do- kumentasi Penad, jang kiranja penjimpan. Serta dalam segi per- dapat dibuat perdoman oleh pustakaan terdapat pustakawan Pendam? (Penerangan Daerah 0 Kepala Administrasi O Penjimpanan Pengolahan SM et ME ”n Peniim- Red Mil. yana A5 Keamanan | | Nasa: dd GL 10 O @ Klassi- Perpus- Red Polek- fikasi takaan sos dan binder.. Bagian pengolahan membutuhkan sedjumlah redak- tur jang dapat dispesialiseer da- lam bidang? militer keamanan, politik, ekonomi dan sosial. Ka- lau setjara schematis maka dapat- lah disusun suatu struktur orga- nisasi Dokumentasi Penerangan AD itu seperti schema diatas. Kalau hanja membutuhkan do- kumentasi jang bersifat sekedar untuk menjimpan, maka tjukup- lah dengan schama Penjimpanan kebawah jang dipelihara sedang- kan bagian pengolahan itu di- tiadakan sadja. Tetapi apabila memang dapat melengkapi, ma- ka susunan diatas adalah susu- nan jang sudah selengkapnja. Dengan susunan seperti itu sudah dapat dilihat bahwa Dokumen- tasi pun menghasilkan karyanja pula seperti apa jang telah di- uraikan mengenai tugas peng- oiahan. Djadi selain menjimpan dokumen? maka dokumentasi jg aktip djuga harus mengeluarkan hasil (produksi) documentasi jg dapat dihidangkan kepada ba- gian? lainnja dalam Penad atau- pun jang dapat dikeluarkan un- tuk djawatan? jang membutuh- ..u.u sa. c..acaadcaomurigasn an ..asa rc Militer) dan Penter? untuk da- pat menudju suatu uniformiteit, sesuai dengan kenjataan untuk menerbitkan organisasi Penad se- luruh Indonesia. Untuk mentjapai kesempurnaan dokumentasi ini memang mem- butuhkan ketabahan dan keuletan pula, terutama dalam mendapat- kan tenaga? jang mau bekerdja dibagian "jang dianggap tidak menjenangkan ini”. Sjarat mut- lak untuk mendjadi personil do- kumentasi ialah mereka jang ta- bah, senang duduk serta mempu- njai kegemaran pada pekerdjaan dokumentasi. Tentang ilmu da- pat dipupuk dengan melalui "work college” (sekali seminggu menguraikan tugas dokumentasi bagian per-bagian) tentulah akan berhasil. (Ketr.: Work College seperti itu telah dilaksanakan di Dok. Puspen selama satu tahun dan hasilnja adalah memuaskan). Dan dari hasil pengalaman itu pulalah tulisan ini diperbuat, se- kedar sumbangan untuk dapat memadjukan Penad kita jang se- dang bertumbuh madju. LL LN UX .....uvu.uoeomuns.a.up 23<noinclude></noinclude> kedfgoxic5zakqu5kp4aztnyiqhup6a 295679 295678 2026-05-14T15:07:08Z Arunikala 27004 295679 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>bersangkutan dengan militer serta soal<sup>2</sup> publisitet dan penerangan. Buku<sup>2</sup> dan madjallah mengenai ini hendaknja ada pada Dokumentasi Peneragnan. Bukankah setiap orang menganggap bahwa Penerangan itu adalah tempat bertanja ? Dan amatlah memusingkan kepala apabila kita sebagai pedjabat penerangan tidak serba tahu. Dan berapa orangkah sebagai manusia jang serba tahu itu ? Oleh karena itu kita dapat menolong diri sendiri dan djuga menolong orang jang bertanja dengan menundjukkan buku<sup>2</sup> jang bersangkutan. Kita tiukup sekedar mengetahui garis besar sadja. Itulah gunanja sebuah perpustakaan penolong. Dan tentulah tidak sekaligus dapat ditjapai buku-buku jang tebal-tebal dan mahal, walaupun sebagai seorang pustakawan kita ingin mempunjai sebuah perpustakaan jang indah penuh dengan buku<sup>2</sup>. Dapat dimulai dengan membinden surat<sup>2</sup> kabar, madjallah<sup>2</sup> serta brosur<sup>2</sup> jang dikirimkan oleh Kempen, Djawatan<sup>2</sup> atau kementerian<sup>2</sup>, Dan dalam tiap bulannja kita berusaha untuk membeli 2 atau 5 buku, maka achirnja perpustakaan kita akan penuh djuga. Dan jang selalu dibutuhkan ialah mengenai peraturan<sup>2</sup> oleh karena itu baiklah buku-buku peraturan<sup>2</sup>, UUD, UU, peraturan pemerintah dan peraturan<sup>2</sup> pertahanan ditjari lebih dahulu. Dan kalau tidak ada maka dibinden sendiri dari kumpulan<sup>2</sup> jang ada. Tidak perlu diterangkan bahwa pemeliharaan perpustakaan ini djuga bersangkutan dengan sebuah leeszaal jang berupakan sebuah medja dan beberapa korsi untuk mereka jang ingin membatja ditempat itu djuga. Kemudian peraturan<sup>2</sup> tentang pemindjaman buku<sup>2</sup> dengan sanksi<sup>2</sup>nja harus pula diadakan. '''Organisasi.''' Mengenai organisasi tentulah harus disesuaikan dengan ketjil besarnja tugas atau daerah jang dilingkunginja. Tetapi jang terang sudah ada beberapa unsur tugas jang tidak boleh tidak harus diadakan. Jaitu : pentjaharian, klassifikasi, koderen, pentjatat<sup>2</sup>, penggunting, penempel, dan penjimpan. Serta dalam segi perpustakaan terdapat pustakawan dan binder. Bagian pengolahan membutuhkan sedjumlah redaktur jang dapat dispesialiseer dalam bidang<sup>2</sup> militer keamanan, politik, ekonomi dan sosial. Kalau setjara schematis maka dapatlah disusun suatu struktur organisasi Dokumentasi Penerangan AD itu seperti schema diatas. Kalau hanja membutuhkan do- kumentasi jang bersifat sekedar untuk menjimpan, maka tjukup- lah dengan schama Penjimpanan kebawah jang dipelihara sedang- kan bagian pengolahan itu di- tiadakan sadja. Tetapi apabila memang dapat melengkapi, ma- ka susunan diatas adalah susu- nan jang sudah selengkapnja. Dengan susunan seperti itu sudah dapat dilihat bahwa Dokumen- tasi pun menghasilkan karyanja pula seperti apa jang telah di- uraikan mengenai tugas peng- oiahan. Djadi selain menjimpan dokumen? maka dokumentasi jg aktip djuga harus mengeluarkan hasil (produksi) documentasi jg dapat dihidangkan kepada ba- gian? lainnja dalam Penad atau- pun jang dapat dikeluarkan un- tuk djawatan? jang membutuh- ..u.u sa. c..acaadcaomurigasn an ..asa rc Kiranja sudah sampailah tu- djuan kami untuk membentang- kan dengan ringkas tentang do- kumentasi Penad, jang kiranj Militer) dan Penter? untuk da- pat menudju suatu uniformiteit, sesuai dengan kenjataan untuk menerbitkan organisasi Penad se- luruh Indonesia. Untuk mentjapai kesempurnaan dokumentasi ini memang mem- butuhkan ketabahan dan keuletan pula, terutama dalam mendapat- kan tenaga? jang mau bekerdja dibagian "jang dianggap tidak menjenangkan ini”. Sjarat mut- lak untuk mendjadi personil do- kumentasi ialah mereka jang ta- bah, senang duduk serta mempu- njai kegemaran pada pekerdjaan dokumentasi. Tentang ilmu da- pat dipupuk dengan melalui "work college” (sekali seminggu menguraikan tugas dokumentasi bagian per-bagian) tentulah akan berhasil. (Ketr.: Work College seperti itu telah dilaksanakan di Dok. Puspen selama satu tahun dan hasilnja adalah memuaskan). Dan dari hasil pengalaman itu pulalah tulisan ini diperbuat, se- kedar sumbangan untuk dapat memadjukan Penad kita jang se- dang bertumbuh madju. LL LN UX .....uvu.uoeomuns.a.up 23<noinclude></noinclude> 9a18rnxsfm5sftfch9bpuliok1iqsur 295680 295679 2026-05-14T15:10:48Z Arunikala 27004 295680 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>bersangkutan dengan militer serta soal<sup>2</sup> publisitet dan penerangan. Buku<sup>2</sup> dan madjallah mengenai ini hendaknja ada pada Dokumentasi Peneragnan. Bukankah setiap orang menganggap bahwa Penerangan itu adalah tempat bertanja ? Dan amatlah memusingkan kepala apabila kita sebagai pedjabat penerangan tidak serba tahu. Dan berapa orangkah sebagai manusia jang serba tahu itu ? Oleh karena itu kita dapat menolong diri sendiri dan djuga menolong orang jang bertanja dengan menundjukkan buku<sup>2</sup> jang bersangkutan. Kita tiukup sekedar mengetahui garis besar sadja. Itulah gunanja sebuah perpustakaan penolong. Dan tentulah tidak sekaligus dapat ditjapai buku-buku jang tebal-tebal dan mahal, walaupun sebagai seorang pustakawan kita ingin mempunjai sebuah perpustakaan jang indah penuh dengan buku<sup>2</sup>. Dapat dimulai dengan membinden surat<sup>2</sup> kabar, madjallah<sup>2</sup> serta brosur<sup>2</sup> jang dikirimkan oleh Kempen, Djawatan<sup>2</sup> atau kementerian<sup>2</sup>, Dan dalam tiap bulannja kita berusaha untuk membeli 2 atau 5 buku, maka achirnja perpustakaan kita akan penuh djuga. Dan jang selalu dibutuhkan ialah mengenai peraturan<sup>2</sup> oleh karena itu baiklah buku-buku peraturan<sup>2</sup>, UUD, UU, peraturan pemerintah dan peraturan<sup>2</sup> pertahanan ditjari lebih dahulu. Dan kalau tidak ada maka dibinden sendiri dari kumpulan<sup>2</sup> jang ada. Tidak perlu diterangkan bahwa pemeliharaan perpustakaan ini djuga bersangkutan dengan sebuah leeszaal jang berupakan sebuah medja dan beberapa korsi untuk mereka jang ingin membatja ditempat itu djuga. Kemudian peraturan<sup>2</sup> tentang pemindjaman buku<sup>2</sup> dengan sanksi<sup>2</sup>nja harus pula diadakan. '''Organisasi.''' Mengenai organisasi tentulah harus disesuaikan dengan ketjil besarnja tugas atau daerah jang dilingkunginja. Tetapi jang terang sudah ada beberapa unsur tugas jang tidak boleh tidak harus diadakan. Jaitu : pentjaharian, klassifikasi, koderen, pentjatat<sup>2</sup>, penggunting, penempel, dan penjimpan. Serta dalam segi perpustakaan terdapat pustakawan dan binder. Bagian pengolahan membutuhkan sedjumlah redaktur jang dapat dispesialiseer dalam bidang<sup>2</sup> militer keamanan, politik, ekonomi dan sosial. Kalau setjara schematis maka dapatlah disusun suatu struktur organisasi Dokumentasi Penerangan AD itu seperti schema diatas. Kalau hanja membutuhkan dokumentasi jang bersifat sekedar untuk menjimpan, maka tjukuplah dengan schema Penjimpanan kebawah jang dipelihara sedangkan bagian pengolahan itu ditiadakan sadja. Tetapi apabila memang dapat melengkapi, maka susunan diatas adalah susunan jang sudah selengkapnja. Dengan susunan seperti itu sudah dapat dilihat bahwa Dokumentasi pun menghasilkan karyanja pula seperti apa jang telah diuraikan mengenai tugas pengolahan. Djadi selain menjimpan dokumen<sup>2</sup> maka dokumentasi jg aktip djuga harus mengeluarkan hasil (produksi) dokumentasi jg dapat dihidangkan kepada bagian<sup>2</sup> lainnja dalam Penad ataupun jang dapat dikeluarkan untuk djawatan<sup>2</sup> jang membutuhkan. Kiranja sudah sampailah tu- djuan kami untuk membentang- kan dengan ringkas tentang do- kumentasi Penad, jang kiranj Militer) dan Penter? untuk da- pat menudju suatu uniformiteit, sesuai dengan kenjataan untuk menerbitkan organisasi Penad se- luruh Indonesia. Untuk mentjapai kesempurnaan dokumentasi ini memang mem- butuhkan ketabahan dan keuletan pula, terutama dalam mendapat- kan tenaga? jang mau bekerdja dibagian "jang dianggap tidak menjenangkan ini”. Sjarat mut- lak untuk mendjadi personil do- kumentasi ialah mereka jang ta- bah, senang duduk serta mempu- njai kegemaran pada pekerdjaan dokumentasi. Tentang ilmu da- pat dipupuk dengan melalui "work college” (sekali seminggu menguraikan tugas dokumentasi bagian per-bagian) tentulah akan berhasil. (Ketr.: Work College seperti itu telah dilaksanakan di Dok. Puspen selama satu tahun dan hasilnja adalah memuaskan). Dan dari hasil pengalaman itu pulalah tulisan ini diperbuat, se- kedar sumbangan untuk dapat memadjukan Penad kita jang se- dang bertumbuh madju. LL LN UX .....uvu.uoeomuns.a.up 23<noinclude></noinclude> 6nw8fq78fbqhwlpu5z6iwoommivopk1 295681 295680 2026-05-14T15:11:27Z Arunikala 27004 295681 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>bersangkutan dengan militer serta soal<sup>2</sup> publisitet dan penerangan. Buku<sup>2</sup> dan madjallah mengenai ini hendaknja ada pada Dokumentasi Peneragnan. Bukankah setiap orang menganggap bahwa Penerangan itu adalah tempat bertanja ? Dan amatlah memusingkan kepala apabila kita sebagai pedjabat penerangan tidak serba tahu. Dan berapa orangkah sebagai manusia jang serba tahu itu ? Oleh karena itu kita dapat menolong diri sendiri dan djuga menolong orang jang bertanja dengan menundjukkan buku<sup>2</sup> jang bersangkutan. Kita tiukup sekedar mengetahui garis besar sadja. Itulah gunanja sebuah perpustakaan penolong. Dan tentulah tidak sekaligus dapat ditjapai buku-buku jang tebal-tebal dan mahal, walaupun sebagai seorang pustakawan kita ingin mempunjai sebuah perpustakaan jang indah penuh dengan buku<sup>2</sup>. Dapat dimulai dengan membinden surat<sup>2</sup> kabar, madjallah<sup>2</sup> serta brosur<sup>2</sup> jang dikirimkan oleh Kempen, Djawatan<sup>2</sup> atau kementerian<sup>2</sup>, Dan dalam tiap bulannja kita berusaha untuk membeli 2 atau 5 buku, maka achirnja perpustakaan kita akan penuh djuga. Dan jang selalu dibutuhkan ialah mengenai peraturan<sup>2</sup> oleh karena itu baiklah buku-buku peraturan<sup>2</sup>, UUD, UU, peraturan pemerintah dan peraturan<sup>2</sup> pertahanan ditjari lebih dahulu. Dan kalau tidak ada maka dibinden sendiri dari kumpulan<sup>2</sup> jang ada. Tidak perlu diterangkan bahwa pemeliharaan perpustakaan ini djuga bersangkutan dengan sebuah leeszaal jang berupakan sebuah medja dan beberapa korsi untuk mereka jang ingin membatja ditempat itu djuga. Kemudian peraturan<sup>2</sup> tentang pemindjaman buku<sup>2</sup> dengan sanksi<sup>2</sup>nja harus pula diadakan. '''Organisasi.''' [[File:Madjalah Angkatan Darat (page 1081 crop).jpg|Madjalah Angkatan Darat (page 1081 crop)|pus]] Mengenai organisasi tentulah harus disesuaikan dengan ketjil besarnja tugas atau daerah jang dilingkunginja. Tetapi jang terang sudah ada beberapa unsur tugas jang tidak boleh tidak harus diadakan. Jaitu : pentjaharian, klassifikasi, koderen, pentjatat<sup>2</sup>, penggunting, penempel, dan penjimpan. Serta dalam segi perpustakaan terdapat pustakawan dan binder. Bagian pengolahan membutuhkan sedjumlah redaktur jang dapat dispesialiseer dalam bidang<sup>2</sup> militer keamanan, politik, ekonomi dan sosial. Kalau setjara schematis maka dapatlah disusun suatu struktur organisasi Dokumentasi Penerangan AD itu seperti schema diatas. Kalau hanja membutuhkan dokumentasi jang bersifat sekedar untuk menjimpan, maka tjukuplah dengan schema Penjimpanan kebawah jang dipelihara sedangkan bagian pengolahan itu ditiadakan sadja. Tetapi apabila memang dapat melengkapi, maka susunan diatas adalah susunan jang sudah selengkapnja. Dengan susunan seperti itu sudah dapat dilihat bahwa Dokumentasi pun menghasilkan karyanja pula seperti apa jang telah diuraikan mengenai tugas pengolahan. Djadi selain menjimpan dokumen<sup>2</sup> maka dokumentasi jg aktip djuga harus mengeluarkan hasil (produksi) dokumentasi jg dapat dihidangkan kepada bagian<sup>2</sup> lainnja dalam Penad ataupun jang dapat dikeluarkan untuk djawatan<sup>2</sup> jang membutuhkan. Kiranja sudah sampailah tu- djuan kami untuk membentang- kan dengan ringkas tentang do- kumentasi Penad, jang kiranj Militer) dan Penter? untuk da- pat menudju suatu uniformiteit, sesuai dengan kenjataan untuk menerbitkan organisasi Penad se- luruh Indonesia. Untuk mentjapai kesempurnaan dokumentasi ini memang mem- butuhkan ketabahan dan keuletan pula, terutama dalam mendapat- kan tenaga? jang mau bekerdja dibagian "jang dianggap tidak menjenangkan ini”. Sjarat mut- lak untuk mendjadi personil do- kumentasi ialah mereka jang ta- bah, senang duduk serta mempu- njai kegemaran pada pekerdjaan dokumentasi. Tentang ilmu da- pat dipupuk dengan melalui "work college” (sekali seminggu menguraikan tugas dokumentasi bagian per-bagian) tentulah akan berhasil. (Ketr.: Work College seperti itu telah dilaksanakan di Dok. Puspen selama satu tahun dan hasilnja adalah memuaskan). Dan dari hasil pengalaman itu pulalah tulisan ini diperbuat, se- kedar sumbangan untuk dapat memadjukan Penad kita jang se- dang bertumbuh madju. LL LN UX .....uvu.uoeomuns.a.up 23<noinclude></noinclude> ej47qdeirr5864e0sy0w98uwcmuyz38 295682 295681 2026-05-14T15:13:00Z Arunikala 27004 295682 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>bersangkutan dengan militer serta soal<sup>2</sup> publisitet dan penerangan. Buku<sup>2</sup> dan madjallah mengenai ini hendaknja ada pada Dokumentasi Peneragnan. Bukankah setiap orang menganggap bahwa Penerangan itu adalah tempat bertanja ? Dan amatlah memusingkan kepala apabila kita sebagai pedjabat penerangan tidak serba tahu. Dan berapa orangkah sebagai manusia jang serba tahu itu ? Oleh karena itu kita dapat menolong diri sendiri dan djuga menolong orang jang bertanja dengan menundjukkan buku<sup>2</sup> jang bersangkutan. Kita tiukup sekedar mengetahui garis besar sadja. Itulah gunanja sebuah perpustakaan penolong. Dan tentulah tidak sekaligus dapat ditjapai buku-buku jang tebal-tebal dan mahal, walaupun sebagai seorang pustakawan kita ingin mempunjai sebuah perpustakaan jang indah penuh dengan buku<sup>2</sup>. Dapat dimulai dengan membinden surat<sup>2</sup> kabar, madjallah<sup>2</sup> serta brosur<sup>2</sup> jang dikirimkan oleh Kempen, Djawatan<sup>2</sup> atau kementerian<sup>2</sup>, Dan dalam tiap bulannja kita berusaha untuk membeli 2 atau 5 buku, maka achirnja perpustakaan kita akan penuh djuga. Dan jang selalu dibutuhkan ialah mengenai peraturan<sup>2</sup> oleh karena itu baiklah buku-buku peraturan<sup>2</sup>, UUD, UU, peraturan pemerintah dan peraturan<sup>2</sup> pertahanan ditjari lebih dahulu. Dan kalau tidak ada maka dibinden sendiri dari kumpulan<sup>2</sup> jang ada. Tidak perlu diterangkan bahwa pemeliharaan perpustakaan ini djuga bersangkutan dengan sebuah leeszaal jang berupakan sebuah medja dan beberapa korsi untuk mereka jang ingin membatja ditempat itu djuga. Kemudian peraturan<sup>2</sup> tentang pemindjaman buku<sup>2</sup> dengan sanksi<sup>2</sup>nja harus pula diadakan. '''Organisasi.''' [[File:Madjalah Angkatan Darat (page 1081 crop).jpg|Madjalah Angkatan Darat (page 1081 crop)|pus]] Mengenai organisasi tentulah harus disesuaikan dengan ketjil besarnja tugas atau daerah jang dilingkunginja. Tetapi jang terang sudah ada beberapa unsur tugas jang tidak boleh tidak harus diadakan. Jaitu : pentjaharian, klassifikasi, koderen, pentjatat<sup>2</sup>, penggunting, penempel, dan penjimpan. Serta dalam segi perpustakaan terdapat pustakawan dan binder. Bagian pengolahan membutuhkan sedjumlah redaktur jang dapat dispesialiseer dalam bidang<sup>2</sup> militer keamanan, politik, ekonomi dan sosial. Kalau setjara schematis maka dapatlah disusun suatu struktur organisasi Dokumentasi Penerangan AD itu seperti schema diatas. Kalau hanja membutuhkan dokumentasi jang bersifat sekedar untuk menjimpan, maka tjukuplah dengan schema Penjimpanan kebawah jang dipelihara sedangkan bagian pengolahan itu ditiadakan sadja. Tetapi apabila memang dapat melengkapi, maka susunan diatas adalah susunan jang sudah selengkapnja. Dengan susunan seperti itu sudah dapat dilihat bahwa Dokumentasi pun menghasilkan karyanja pula seperti apa jang telah diuraikan mengenai tugas pengolahan. Djadi selain menjimpan dokumen<sup>2</sup> maka dokumentasi jg aktip djuga harus mengeluarkan hasil (produksi) dokumentasi jg dapat dihidangkan kepada bagian<sup>2</sup> lainnja dalam Penad ataupun jang dapat dikeluarkan untuk djawatan<sup>2</sup> jang membutuhkan. Kiranja sudah sampailah tudjuan kami untuk membentangkan dengan ringkas tentang dokumentasi Penad, jang kiranja dapat dibuat perdoman oleh Pendam<sup>2</sup> (Penerangan Daerah Militer) dan Penter<sup>2</sup> untuk dapat menudju suatu uniformiteit, sesuai dengan kenjataan untuk menerbitkan organisasi Penad seluruh Indonesia. Untuk mentjapai kesempurnaan dokumentasi ini memang mem- butuhkan ketabahan dan keuletan pula, terutama dalam mendapat- kan tenaga? jang mau bekerdja dibagian "jang dianggap tidak menjenangkan ini”. Sjarat mut- lak untuk mendjadi personil do- kumentasi ialah mereka jang ta- bah, senang duduk serta mempu- njai kegemaran pada pekerdjaan dokumentasi. Tentang ilmu da- pat dipupuk dengan melalui "work college” (sekali seminggu menguraikan tugas dokumentasi bagian per-bagian) tentulah akan berhasil. (Ketr.: Work College seperti itu telah dilaksanakan di Dok. Puspen selama satu tahun dan hasilnja adalah memuaskan). Dan dari hasil pengalaman itu pulalah tulisan ini diperbuat, se- kedar sumbangan untuk dapat memadjukan Penad kita jang se- dang bertumbuh madju. LL LN UX .....uvu.uoeomuns.a.up 23<noinclude></noinclude> gbcvlixz5r7ppfjqraxsh87t906u9m8 295685 295682 2026-05-14T15:17:37Z Arunikala 27004 /* Telah diuji baca */ 295685 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunikala" /></noinclude>bersangkutan dengan militer serta soal<sup>2</sup> publisitet dan penerangan. Buku<sup>2</sup> dan madjallah mengenai ini hendaknja ada pada Dokumentasi Peneragnan. Bukankah setiap orang menganggap bahwa Penerangan itu adalah tempat bertanja ? Dan amatlah memusingkan kepala apabila kita sebagai pedjabat penerangan tidak serba tahu. Dan berapa orangkah sebagai manusia jang serba tahu itu ? Oleh karena itu kita dapat menolong diri sendiri dan djuga menolong orang jang bertanja dengan menundjukkan buku<sup>2</sup> jang bersangkutan. Kita tiukup sekedar mengetahui garis besar sadja. Itulah gunanja sebuah perpustakaan penolong. Dan tentulah tidak sekaligus dapat ditjapai buku-buku jang tebal-tebal dan mahal, walaupun sebagai seorang pustakawan kita ingin mempunjai sebuah perpustakaan jang indah penuh dengan buku<sup>2</sup>. Dapat dimulai dengan membinden surat<sup>2</sup> kabar, madjallah<sup>2</sup> serta brosur<sup>2</sup> jang dikirimkan oleh Kempen, Djawatan<sup>2</sup> atau kementerian<sup>2</sup>, Dan dalam tiap bulannja kita berusaha untuk membeli 2 atau 5 buku, maka achirnja perpustakaan kita akan penuh djuga. Dan jang selalu dibutuhkan ialah mengenai peraturan<sup>2</sup> oleh karena itu baiklah buku-buku peraturan<sup>2</sup>, UUD, UU, peraturan pemerintah dan peraturan<sup>2</sup> pertahanan ditjari lebih dahulu. Dan kalau tidak ada maka dibinden sendiri dari kumpulan<sup>2</sup> jang ada. Tidak perlu diterangkan bahwa pemeliharaan perpustakaan ini djuga bersangkutan dengan sebuah leeszaal jang berupakan sebuah medja dan beberapa korsi untuk mereka jang ingin membatja ditempat itu djuga. Kemudian peraturan<sup>2</sup> tentang pemindjaman buku<sup>2</sup> dengan sanksi<sup>2</sup>nja harus pula diadakan. '''Organisasi.''' [[File:Madjalah Angkatan Darat (page 1081 crop).jpg|Madjalah Angkatan Darat (page 1081 crop)|pus]] Mengenai organisasi tentulah harus disesuaikan dengan ketjil besarnja tugas atau daerah jang dilingkunginja. Tetapi jang terang sudah ada beberapa unsur tugas jang tidak boleh tidak harus diadakan. Jaitu : pentjaharian, klassifikasi, koderen, pentjatat<sup>2</sup>, penggunting, penempel, dan penjimpan. Serta dalam segi perpustakaan terdapat pustakawan dan binder. Bagian pengolahan membutuhkan sedjumlah redaktur jang dapat dispesialiseer dalam bidang<sup>2</sup> militer keamanan, politik, ekonomi dan sosial. Kalau setjara schematis maka dapatlah disusun suatu struktur organisasi Dokumentasi Penerangan AD itu seperti schema diatas. Kalau hanja membutuhkan dokumentasi jang bersifat sekedar untuk menjimpan, maka tjukuplah dengan schema Penjimpanan kebawah jang dipelihara sedangkan bagian pengolahan itu ditiadakan sadja. Tetapi apabila memang dapat melengkapi, maka susunan diatas adalah susunan jang sudah selengkapnja. Dengan susunan seperti itu sudah dapat dilihat bahwa Dokumentasi pun menghasilkan karyanja pula seperti apa jang telah diuraikan mengenai tugas pengolahan. Djadi selain menjimpan dokumen<sup>2</sup> maka dokumentasi jg aktip djuga harus mengeluarkan hasil (produksi) dokumentasi jg dapat dihidangkan kepada bagian<sup>2</sup> lainnja dalam Penad ataupun jang dapat dikeluarkan untuk djawatan<sup>2</sup> jang membutuhkan. Kiranja sudah sampailah tudjuan kami untuk membentangkan dengan ringkas tentang dokumentasi Penad, jang kiranja dapat dibuat perdoman oleh Pendam<sup>2</sup> (Penerangan Daerah Militer) dan Penter<sup>2</sup> untuk dapat menudju suatu uniformiteit, sesuai dengan kenjataan untuk menerbitkan organisasi Penad seluruh Indonesia. Untuk mentjapai kesempurnaan dokumentasi ini memang membutuhkan ketabahan dan keuletan pula, terutama dalam mendapatkan tenaga<sup>2</sup> jang mau bekerdja dibagian "jang dianggap tidak menjenangkan ini. Sjarat mutlak untuk mendjadi personil dokumentasi ialah mereka jang tabah, senang duduk serta mempunjai kegemaran pada pekerdjaan dokumentasi. Tentang ilmu dapat dipupuk dengan melalui "work college" (sekali seminggu menguraikan tugas dokumentasi bagian per-bagian) tentulah akan berhasil. (Ketr.: Work College seperti itu telah dilaksanakan di Dok. Puspen selama satu tahun dan hasilnja adalah memuaskan). Dan dari hasil pengalaman itu pulalah tulisan ini diperbuat, sekedar sumbangan untuk dapat memadjukan Penad kita jang sedang bertumbuh madju.<noinclude>{{rh|||23}}</noinclude> kvywi1xw5xlt3wlnrfqr4klbg8ygwsy Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1097 104 104596 295677 2026-05-14T15:02:14Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '3. Perlu diberikan suatu pegangan bathin jang dapat dipakai sebagai dasar-dasar pedoman dan pegangan pokok untuk menghentikan proses des-integrasi dan/atau jang bersifat distruksi. 4. Perlu dikembalikan dynamika dalam djiwa rakjat agar mereka dapat dibawa serta dalam usaha-usaha kongkrit jang konstruktip guna menimbulkan keinsjafan setiap orang adalah berguna dan produktief bagi Negara dan Masjarakat. IV. DASAR² POKOK TATA-RENTJANA: 1. Untuk men... 295677 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>3. Perlu diberikan suatu pegangan bathin jang dapat dipakai sebagai dasar-dasar pedoman dan pegangan pokok untuk menghentikan proses des-integrasi dan/atau jang bersifat distruksi. 4. Perlu dikembalikan dynamika dalam djiwa rakjat agar mereka dapat dibawa serta dalam usaha-usaha kongkrit jang konstruktip guna menimbulkan keinsjafan setiap orang adalah berguna dan produktief bagi Negara dan Masjarakat. IV. DASAR² POKOK TATA-RENTJANA: 1. Untuk mentjapai tudjuan tersebut, disamping diadakannja kegiatan jang bersifat kedji- waan (psychologies) misalnja: penerangan, propoganda, tjeramah, djuga digerakkan kegiatan lain jang setjara konkrit misalnja dengan tjara perbuatan" njata (lahir). 2. Djuga dengan tjara atau systeem pendidikan setjara tidak langsung jakni mengadakan suatu perbuatan jang konkrit jang lambat-laun didjadikan kebiasaan. Kebiasaan ini serta akibat psychis dari kebiasaan ini dibuat mendarah-daging. 3. Jang tersebut pada ad. 1. diatas dapat ditjapai misalnja dengan tjara : 3.1. Mengadakan upatjara penaikan Sang Saka. 3.2. Mengadakan upatjara dengan menjanjikan lagu Indonesia Raya. 3.3. Memberikan pendidikan dan/atau peladjaran², tjeramah2 chusus tentang lambang (bendera dan lagu) Nasional dan Síla Negara setjara indoctrinasi dan sebagai ideologi tunggal dari negara dan rakjat Indonesia dan termasuk djuga mengenai sedjarah perdjoangan nasional, sedjarah2 kebesaran/kebanggaan nasional, tentang tokoh perdjuangan dari negara dan bangsa Indonesia. 3.4. dan sebagainja. V. DASAR POKOK PELAKSANAAN: Dalam hal pelaksanaan dari gerakan operasi kesadaran nasional ini dapatlah dibagi atas dasar pokok sebagai berikut: 1. Tudjuan utama jang harus ditjapai ialah "Kesadaran Nasional" ini harus tertanam kekal pada djiwa dan diperbuat setjara konkrit dan terus-menerus oleh setiap warga Indonesia turun-temurun. 2. Setjara garis besar dalam hendak melaksanakan untuk mentjapai tudjuan tersebut dapat dibagi atas taraf² dan/atau dasar pokok sebagai berikut: 2.1. Dengan tjara, sifat dan bentuk penerangan2 pendidikan, peladjaran² jang ditudju- kan terhadap seluruh warga Indonesia segala lapisan/golongan (pemuda, peladjar², wanita, orang2 dewasa dan sebagainja) ditanamkan dasar2 kesadaran nasional (ke- sadaran bernegara, berpemerintah, bertentara, berideologie negara dan sebagainja). 2.2. Ditanamkan pada masjarakat tentang hak dan kewadjiban serta tanggung-djawab sebagai warga dan/atau abdi negara dan bangsa. 2.3. Setiap warga Indonesia diharuskan memiliki pengertian tentang lambang Nasional (bendera, lagu kebangsaan, Bhineka Tunggal Ika), dasar2 (sila) negara dan tjita² dasar perdjuangan nasional, dengannja ia akan berbuat sesuatu jang sesuai dengan itu dan/atau akan memberikan penghargaan/perlakuan jang semestinja misalnja terhadap bendera, lagu Nasional dan sebagainja. 2.4. Setiap rumah dari Warga Indonenesia diharuskan memiliki Bendera Nasional jang ditetapkan sama ukurannja dan mengerti tentang tata-tjara pemasangan, penjimpa- nan, pun harus memelihara bendera tersebut sesuai dengan peraturan² jang dike- luarkan. 2.5. Setiap warga Indonesia baik dalam fikiran, bitjara dan perbuatan sesuai dengan isi djiwa dari lambang, lagu dan sila Negara. Segi lain mereka misalnja harus da- pat mengutjapkan/menjanjikan lagu kebangsaan, hafal dan mengerti tentang sila negara dan sebagainja. 2.6. Setiap seminggu sekali paling kurang dan pada djam-djam dan hari-hari jang di- adakan upatjara pengibaran Sang Saka dan menjanjikan lagu Indonesia Raya jang dilakukan oleh : a. Semua sekolah, madrasah2 pemerintah dan partikulir. b. Semua kantor2 dan perusahaan2 pemerintah dan partikulir jang pekerdja/buruh- nja lebih dari 50 orang dalam satu tempat, ketjuali terhadap kantor2 dan/atau perusahaan jang oleh karena sifat dan kerdjanja, pekerdja2/buruhnja tidak da- pat meninggalkan pekerdjaannja (misal: Stasion kereta-api, kilang jang beker- dja terus dalam 24 djam). Digitized by Google 39<noinclude></noinclude> 5v6t5ohbcz58fi7bot5wemv8gbt04xk 295683 295677 2026-05-14T15:13:03Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 295683 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{ol|start=3 |Perlu diberikan suatu pegangan bathin jang dapat dipakai sebagai dasar-dasar pedoman dan pegangan pokok untuk menghentikan proses des-integrasi dan/atau jang bersifat distruksi. |Perlu dikembalikan dynamika dalam djiwa rakjat agar mereka dapat dibawa serta dalam usaha-usaha kongkrit jang konstruktip guna menimbulkan keinsjafan setiap orang adalah berguna dan produktief bagi Negara dan Masjarakat. }} {{ol|type=I|start=4 |'''DASAR² POKOK TATA-RENTJANA:''' {{ol| |Untuk mentjapai tudjuan tersebut, disamping diadakannja kegiatan jang bersifat kedjiwaan (psychologies) misalnja: penerangan², propoganda², tjeramah², djuga digerakkan kegiatan² lain jang setjara konkrit misalnja dengan tjara perbuatan² njata (lahir). |Djuga dengan tjara atau systeem pendidikan setjara tidak langsung jakni mengadakan suatu perbuatan jang konkrit jang lambat-laun didjadikan kebiasaan.<br> Kebiasaan ini serta akibat psychis dari kebiasaan ini dibuat mendarah-daging. |Jang tersebut pada ad. 1. diatas dapat ditjapai misalnja dengan tjara :<br> 3.1. Mengadakan upatjara penaikan Sang Saka.<br> 3.2. Mengadakan upatjara dengan menjanjikan lagu Indonesia Raya.<br> 3.3. Memberikan pendidikan² dan/atau peladjaran², tjeramah² chusus tentang lambang (bendera dan lagu) Nasional dan Síla Negara setjara indoctrinasi dan sebagai ideologi tunggal dari negara dan rakjat Indonesia dan termasuk djuga mengenai sedjarah² perdjoangan nasional, sedjarah² kebesaran/kebanggaan nasional, tentang tokoh² perdjuangan dari negara dan bangsa Indonesia.<br> 3.4. dan sebagainja. }} |'''DASAR POKOK PELAKSANAAN:'''<br> Dalam hal pelaksanaan dari gerakan operasi kesadaran nasional ini dapatlah dibagi atas dasar² pokok sebagai berikut: {{Ol |Tudjuan utama jang harus ditjapai ialah "Kesadaran Nasional" ini harus tertanam kekal pada djiwa dan diperbuat setjara konkrit dan terus-menerus oleh setiap warga Indonesia turun-temurun. |Setjara garis besar dalam hendak melaksanakan untuk mentjapai tudjuan tersebut dapat dibagi atas taraf² dan/atau dasar pokok sebagai berikut:<br> 2.1. Dengan tjara, sifat dan bentuk penerangan² pendidikan, peladjaran² jang ditudjukan terhadap seluruh warga Indonesia segala lapisan/golongan (pemuda, peladjar², wanita, orang² dewasa dan sebagainja) ditanamkan dasar² kesadaran nasional (kesadaran bernegara, berpemerintah, bertentara, berideologie negara dan sebagainja).<br> 2.2. Ditanamkan pada masjarakat tentang hak dan kewadjiban serta tanggung-djawab sebagai warga dan/atau abdi negara dan bangsa.<br> 2.3. Setiap warga Indonesia diharuskan memiliki pengertian tentang lambang Nasional (bendera, lagu kebangsaan, Bhineka Tunggal Ika), dasar² (sila) negara dan tjita² dasar perdjuangan nasional, dengannja ia akan berbuat sesuatu jang sesuai dengan itu dan/atau akan memberikan penghargaan/perlakuan jang semestinja misalnja terhadap bendera, lagu Nasional dan sebagainja.<br> 2.4. Setiap rumah dari Warga Indonenesia diharuskan memiliki Bendera Nasional jang ditetapkan sama ukurannja dan mengerti tentang tata-tjara pemasangan, penjimpanan, pun harus memelihara bendera tersebut sesuai dengan peraturan² jang dikeluarkan.<br> 2.5. Setiap warga Indonesia baik dalam fikiran, bitjara dan perbuatan sesuai dengan isi djiwa dari lambang, lagu dan sila Negara. Segi lain mereka misalnja harus dapat mengutjapkan/menjanjikan lagu kebangsaan, hafal dan mengerti tentang sila negara dan sebagainja.<br> 2.6. Setiap seminggu sekali paling kurang dan pada djam-djam dan hari-hari jang di- adakan upatjara pengibaran Sang Saka dan menjanjikan lagu Indonesia Raya jang dilakukan oleh :<br> {{ol|type=a |Semua sekolah, madrasah² pemerintah dan partikulir. |Semua kantor² dan perusahaan² pemerintah dan partikulir jang pekerdja/buruhnja lebih dari 50 orang dalam satu tempat, ketjuali terhadap kantor² dan/atau perusahaan jang oleh karena sifat dan kerdjanja, pekerdja²/buruhnja tidak dapat meninggalkan pekerdjaannja (misal: Stasion kereta-api, kilang² jang bekerdja terus dalam 24 djam). }}}}}}<noinclude>{{rh|||39}}</noinclude> taamtk9pcdeivczdrz9qfdjp6jn4ygp Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1098 104 104597 295684 2026-05-14T15:13:45Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '2.7. Dengan tjara dan/atau sifat saluran Visueel (misalnja: Film) jang berthemakan tata tjara/upatjara pengibaran/penghormatan terhadap bendera Nasional (misalnja upatjara 17 Agustus di Istana Negara dan sebagainja) dipertundjukkan oleh Dja- watan Penerangan baik bagi masjarakat umum maupun terhadap peladjar². 2.8. Indoctrinasi Pantja Sila dilakukan dengan tjara antara lain sebagai berikut: a. Setiap sekolah landjutan (Pemerintah, partikulir ter... 295684 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>2.7. Dengan tjara dan/atau sifat saluran Visueel (misalnja: Film) jang berthemakan tata tjara/upatjara pengibaran/penghormatan terhadap bendera Nasional (misalnja upatjara 17 Agustus di Istana Negara dan sebagainja) dipertundjukkan oleh Dja- watan Penerangan baik bagi masjarakat umum maupun terhadap peladjar². 2.8. Indoctrinasi Pantja Sila dilakukan dengan tjara antara lain sebagai berikut: a. Setiap sekolah landjutan (Pemerintah, partikulir termasuk madrasah²) paling kurang seminggu sekali diberikan tjeramah oleh Kepala sekolahnja masing2 me- ngenai sila negara (Pantja Sila). b. Djuga terhadap masjarakat umum dilakukan tjeramah", penerangan² lisan, tuli- san mengenai Sila Negara (Pantja Sila) tersebut. c. Paling kurang seminggu sekali setiap pemantjar RRI mengadakan ulasan menge- nai Pantja Sila (Sila Negara). d. Kementerian Penerangan dengan bekerdja sama dengan Kementerian P.P. & K. menerbitkan brosur dan/atau membagikan brosur jang telah ada mengenai Pantja Sila sebagai pedoman pegangan pada guru". e. dan sebagainja. 2.9. Gotong rojong Nasional, direntjanakan dan diselenggarakan serta diawasi dan/atau dipelopori oleh Front Nasional cq. B.K.S.-B.K.S.-nja. 2.10. Chusus terhadap anggauta" alat bersendjata negara, selaku alat negara jang ber- ideologie negara terhadapnja dengan tjara dan saluran tata-tjara jang berlaku bagi organisasinja, lebih ditekankan untuk mengerti dan melaksanakan serta benar2 de- ngan sepenuh djiwa dan perasaan untuk melakukan ketentuan tata-tjara pemberian penghormatan dan perlakuan terhadap bendera dan lagu Nasional dan harus pula benar mengerti serta melaksanakan segala sesuatu jang mendjadi Sila Negara (Pantja Sila). 2.11. Bila mungkin, Pemerintah membuka kursus2 dan/atau bila sudah ada maka supaja lebih diperluas jang dapat diikuti oleh baik utamanja dari anggauta² badan peme- rintah, djuga diberi kesempatan atau keluasan bagi anggauta partai, organisasi massa, perusahaan dan sebagainja, mengenai segala sesuatu tentang tata-tjara memberikan penghormatan/perlakuan terhadap bendera dan lagu Nasional serta me- ngenai Sila Negara. Dengan tenaga tersebut maka akan tersebarlah pengertian2 dan sebagainja ter- masuk pula ditjapainja keseragaman pun akan lebih luas dan/atau tertanam didjiwa warga Indonesia mengenai bendera dan lagu Nasional serta Sila Negara tersebut. 2.12. Menjesuaikan pada sifat, bentuk dan dasar Negara dan Bangsa Indonesia, maka akan diusahakan agar tidak terdjadinja pemaksaan terhadap warga Indonesia untuk memberikan penghormatan/ perlakuan jang semestinja terhadap bendera "Nasional Sang Saka Merah-Putih dan lagi Nasional "Indonesia Raya" tetapi dengan tjara² kebidjaksanaan jang dipakai kiranja akan menegaskan kewadjiban bagi setiap war- ga Indonesia untuk berbuat dengan sadar serta berpengertian memberikan peng- hormatan/perlakuan jang semestinja terhadap bendera dan lagu nasional tersebut. IV. ANTJAR DJANGKA WAKTU: 40 1. TARAF KE-I. 1. Dikeluarkannja ketentuan", peraturan dari Pemerintah mengenai kewadjiban dan ke- tentuan tata-tjara memberikan penghormatan/perlakuan terhadap bendera dan lagu Nasional Negara dan Bangsa Indonesia. 2. Dikeluarkannja ketentuan, peraturan² dari Pemerintah mengenai wadjib mengetahui Sila Negara (Pantja Sila) bagi seluruh warga Indonesia. 3. Dikeluarkannja ketentuan, peraturan dari Pemerintah. mengenai wadjib memiliki bendera Nasional Sang Merah Putih jang ukurannja menurut jang ditentukan bagi setiap rumah warga Indonesia dan wadjib dapat menjanjikan lagu Indonesia Raya. 4. Diterbitkan dan/atau disebarkannja penerbitan atau brosur mengenai bendera, lagu Nasional dan Sila Negara sedapat mungkin dengan perbandingan paling kurang 1: 10 (satu brosur untuk 10 orang). 5. Diberikan tjeramah", peladjaran dan/atau penerangan setjara massal terhadap se- luruh warga Indonesia jang dalam pelaksanaannja dapat disalurkan melalui setiap Kepala Sekolah. djuga oleh djuru penerangan Djawatan Penerangan mengenai ben- dera, lagu Nasional dan Sila Negara. Dalam pada ini dapat pula diputarkan film penerangan misalnja tentang pengibaran bendera Nasional (bahan dari KEMEN cq. P.F.N.). Digitized by Google<noinclude></noinclude> j7mr9osy9nt1yw63rtbuqcwb27brqb2 295692 295684 2026-05-14T15:26:50Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 295692 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>2.7. Dengan tjara dan/atau sifat saluran Visueel (misalnja: Film) jang berthemakan tata tjara/upatjara pengibaran/penghormatan terhadap bendera Nasional (misalnja upatjara 17 Agustus di Istana Negara dan sebagainja) dipertundjukkan oleh Djawatan Penerangan baik bagi masjarakat umum maupun terhadap peladjar². 2.8. Indoctrinasi Pantja Sila dilakukan dengan tjara antara lain sebagai berikut: {{ol|type=a |Setiap sekolah landjutan (Pemerintah, partikulir termasuk madrasah²) paling kurang seminggu sekali diberikan tjeramah oleh Kepala sekolahnja masing² mengenai sila negara (Pantja Sila). |Djuga terhadap masjarakat umum dilakukan tjeramah², penerangan² lisan, tulisan mengenai Sila Negara (Pantja Sila) tersebut. |Paling kurang seminggu sekali setiap pemantjar RRI mengadakan ulasan mengenai Pantja Sila (Sila Negara). |Kementerian Penerangan dengan bekerdja sama dengan Kementerian P.P. & K. menerbitkan brosur² dan/atau membagikan brosur jang telah ada mengenai Pantja Sila sebagai pedoman pegangan pada guru². |dan sebagainja. }} 2.9. Gotong rojong Nasional, direntjanakan dan diselenggarakan serta diawasi dan/atau dipelopori oleh Front Nasional cq. B.K.S.-B.K.S.-nja. 2.10. Chusus terhadap anggauta² alat bersendjata negara, selaku alat negara jang berideologie negara terhadapnja dengan tjara dan saluran tata-tjara jang berlaku bagi organisasinja, lebih ditekankan untuk mengerti dan melaksanakan serta benar² dengan sepenuh djiwa dan perasaan untuk melakukan ketentuan² tata-tjara pemberian penghormatan dan perlakuan terhadap bendera dan lagu Nasional dan harus pula benar² mengerti serta melaksanakan segala sesuatu jang mendjadi Sila Negara (Pantja Sila). 2.11. Bila mungkin, Pemerintah membuka kursus² dan/atau bila sudah ada maka supaja lebih diperluas jang dapat diikuti oleh baik utamanja dari anggauta² badan pemerintah, djuga diberi kesempatan atau keluasan bagi anggauta partai, organisasi massa, perusahaan² dan sebagainja, mengenai segala sesuatu tentang tata-tjara memberikan penghormatan/perlakuan terhadap bendera dan lagu Nasional serta mengenai Sila Negara.<br> Dengan tenaga² tersebut maka akan tersebarlah pengertian² dan sebagainja termasuk pula ditjapainja keseragaman pun akan lebih luas dan/atau tertanam didjiwa warga Indonesia mengenai bendera dan lagu Nasional serta Sila Negara tersebut. 2.12. Menjesuaikan pada sifat, bentuk dan dasar² Negara dan Bangsa Indonesia, maka akan diusahakan agar tidak terdjadinja pemaksaan terhadap warga Indonesia untuk memberikan penghormatan/ perlakuan jang semestinja terhadap bendera “Nasional” Sang Saka Merah-Putih dan lagi Nasional "Indonesia Raya" tetapi dengan tjara² kebidjaksanaan jang dipakai kiranja akan menegaskan kewadjiban bagi setiap warga Indonesia untuk berbuat dengan sadar serta berpengertian memberikan penghormatan/perlakuan jang semestinja terhadap bendera dan lagu nasional tersebut. {{ol|type=I|start=4|'''ANTJAR² DJANGKA WAKTU:'''<br> {{ol|TARAF KE-I.<br> {{ol |Dikeluarkannja ketentuan², peraturan dari Pemerintah mengenai kewadjiban dan ketentuan tata-tjara memberikan penghormatan/perlakuan terhadap bendera dan lagu Nasional Negara dan Bangsa Indonesia. |Dikeluarkannja ketentuan², peraturan² dari Pemerintah mengenai wadjib mengetahui Sila Negara (Pantja Sila) bagi seluruh warga Indonesia. |Dikeluarkannja ketentuan², peraturan² dari Pemerintah. mengenai wadjib memiliki bendera Nasional Sang Merah Putih jang ukurannja menurut jang ditentukan bagi setiap rumah warga Indonesia dan wadjib dapat menjanjikan lagu Indonesia Raya. |Diterbitkan dan/atau disebarkannja penerbitan² atau brosur² mengenai bendera, lagu Nasional dan Sila Negara sedapat mungkin dengan perbandingan paling kurang 1 : 10 (satu brosur untuk 10 orang). |Diberikan tjeramah², peladjaran dan/atau penerangan setjara massal terhadap se- luruh warga Indonesia jang dalam pelaksanaannja dapat disalurkan melalui setiap Kepala Sekolah. djuga oleh djuru² penerangan Djawatan Penerangan mengenai bendera, lagu Nasional dan Sila Negara.<br> Dalam pada ini dapat pula diputarkan film² penerangan misalnja tentang pengibaran bendera Nasional (bahan dari KEMEN cq. P.F.N.).}}}}}}<noinclude>{{rh|40}}</noinclude> jno9gd7ywnpygjrzbfjowmjl55whkrc Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/649 104 104598 295688 2026-05-14T15:25:37Z Arunikala 27004 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'chauvinisme nasional (tjeritera te:$hadap negara berlebih?an) dengan djalan melaksanakan se- mua pendapatan untuk negara sendiri, dengan mempropaganda- kan bahwa tingkat hidup lebih rendah dari pada jang terdapat di-negara? mereka, namun sela- manja orang jang tetap menjang- sikan golongan ini. Golongan jang sangsi tersebut, sesudah me- reka melihat bukti? kenjataan, jaitu kebenaranja, merekalah jang mendjadi propaganda? jang terba... 295688 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>chauvinisme nasional (tjeritera te:$hadap negara berlebih?an) dengan djalan melaksanakan se- mua pendapatan untuk negara sendiri, dengan mempropaganda- kan bahwa tingkat hidup lebih rendah dari pada jang terdapat di-negara? mereka, namun sela- manja orang jang tetap menjang- sikan golongan ini. Golongan jang sangsi tersebut, sesudah me- reka melihat bukti? kenjataan, jaitu kebenaranja, merekalah jang mendjadi propaganda? jang terbaik. Untuk menjusun sesuatu tjera- mah atau berita propaganda me- merlukan banjak fantasi dan pe- ngetahuan tentang musuh. Dalam memilih kata-kata dan utjapan? harus diperhatikan selalu arti in- formatif (sifat memberi penera- ngan) dan membangkitkan pera- saan jang dapat terkandung da- fam beberapa perkataan. Bila propaganda harus disalin kedalam bahasa lain, maka tidak boleh hal ini dilakukan menurut arti kata sadja (letterlijik). Pili- nan kata dan susunan kalimat memerlukan ketelitian sesuai de- ngan informasi dan perasaan jang hendak dinjatakan oleh »enjusun dalam bahasanja sendiri. Dalam merentjanakan suatu aksi propaganda, adakalanja me- lalui penggunaan teknik, baik sendiri maupun dalam kombinasi. Akan tjara? teknis ini djuga di- ketahui dalam hidup sehari?, ba- ik melalui radio atau pers. Djuga dalam iklan? kita djumpai teknik sedemikian. Dalam tjara, baik simplifica- tion atau penjederhanaan, diusa- ' CHINA CAN CO. (INDONESIA ) LID. hakan agar isi propaganda disam- paikan kepada objeknja dalam bentuk jang pendek dan dengan istilah bulat dan tinggi. Dalam hal ini, orang biasa mentjatut atas ketjenderungan? kemanusia- an seperti: membiarkan orang berpikir dan djawaban? jang agak dapat dipertjaja/diterima se-akan? benar, tetapi dengan sedikit kritis, suka mempeladjari sesuatu dalam kesempatan? wa- laupun dalam waktu seketika sa- dja: hal memuaskan diri dapat diperoleh djika betul? mengerti sesuatu masaalah jang sukar, se- bagaimana para ahli pikir dapat melakukannja, ketjenderungan untuk dapat berpikir setjara eks- trim. Matjam teknik jang lain ialah teristimewa, dalam hal ini seba- gai permulaan ialah menganggap bahwa tidak seorangpun jang se- lalu dapat pertjaja terhadap apa jang dipastikan oleh para djuru propaganda. Ia ingin selalu me- ngetahui apa jang dibenarkan oleh orang? atau golongan jang ia kenal atau orang jang pendiri- annja dapat ia pertimbangkan. Djika orang telah dapat membuat seorang musuh jang dahulu agar ia dapat mengirimkan kabar ter- tentu kefront teman? sewarganja, maka dengan djalan ini saksi de- mikian telah diantar pada djalan jang terang. Baik orang? atasan maupun orang biasa dapat mendjadi alat dalam maksud sedemikian. Dju- ga segolongan orang dapat di- peralat sebagai saksi. Teknis de- mikian sering djuga diperguna- kan dalam reklame. Dr. Roels, ———. aa | TINLITHOGRAPHERS & CAN MANUFACTURES. Djalan Djembatan Lima No. 11 : DJAKARTA 1/9 (INDONESIA) Import - Export - General Merchants 28 D Blandongan - dalam "Psvchologie der Reclame” mengemukakan: sama sekali ti- dak dapat dimengerti, bahwa orang dapat menghargai pemas- tian dari pihak seorang laki-laki atau wanita jang sama sekali ti- dak dikenal. Suatu kenjataan bahwa dari testimonia tidaklah sedikit akibat jang timbul. Dalam teknik insinuasi diusa- hakan gerakan mata-mata dian- tara orang? atau golongan? dida- lam kamp? musuh. Bibit? perpe- tjahan, tjuriga mentjurigai dan bentji/satu sama lain jang diham- burkan oleh gerakan tersebut da- pat ditudjukan pada pertentangan antara para pemimpin? dan jang dipimpin, perbedaan kebangsaan, pertentangan politis, perselisihan antara sekte? agama, pergeseran antara golongan? kelas dan lain- lain sebagainja. Dalam teknik terachir dan ter- penting, jang mendjadi sasaran propaganda ialah nostalgie, ialah djiwa jang berusaha dan perasa- an-perasaan lain jang menekan, jang pada seorang tinggi sekali- pun, sekali waktu akan dapat timbul bila orang itu ada dalam hidup penuh bahaja dan penderi- taan jang biasanja ditanggung dalam masa peperangan. Dengan musik jang mengajun dan berirama, suara wanita jang membudjuk?, kabar-kabar tentang kehidupan dalam rumah tangga bersama keluarganja, diusahakan untuk membangkitkan dan mem- perkuat perasaan? sedemikian. Dalam perang dunia ke II, orang Djerman dan Rusia mengga- bungkan teknik ini dengan insi- nuasi-insinuasi jang berhubungan — —mma Ha mma MN La SMAN WARAS TRADING (CO. LT.D. Djakarta Kota Telp. Kota 91 ——— -——-——.— A.A. 59<noinclude></noinclude> co0pnjills2jka8p91vak0fxwkucp6s 295708 295688 2026-05-14T15:40:42Z Arunikala 27004 /* Telah diuji baca */ 295708 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunikala" /></noinclude>chauvinisme nasional (tjeritera terhadap negara berlebih<sup>2</sup>an) dengan djalan melaksanakan semua pendapatan untuk negara sendiri, dengan mempropagandakan bahwa tingkat hidup lebih rendah dari pada jang terdapat di-negara<sup>2</sup> mereka, namun selamanja orang jang tetap menjangsikan golongan ini. Golongan jang sangsi tersebut, sesudah mereka melihat bukti<sup>2</sup> kenjataan, jaitu kebenaranja, merekalah jang mendjadi propaganda<sup>2</sup> jang terbaik. Untuk menjusun sesuatu tjeramah atau berita propaganda memerlukan banjak fantasi dan pengetahuan tentang musuh. Dalam memilih kata-kata dan utjapan<sup>2</sup> harus diperhatikan selalu arti informatif (sifat memberi penerangan) dan membangkitkan perasaan jang dapat terkandung dalam beberapa perkataan. Bila propaganda harus disalin kedalam bahasa lain, maka tidak boleh hal ini dilakukan menurut arti kata sadja (letterlijk). Pilihan kata dan susunan kalimat memerlukan ketelitian sesuai dengan informasi dan perasaan jang hendak dinjatakan oleh penjusun dalam bahasanja sendiri. Dalam merentjanakan suatu aksi propaganda, adakalanja melalui penggunaan teknik, baik sendiri maupun dalam kombinasi. Akan tjara<sup>2</sup> teknis ini djuga diketahui dalam hidup sehari<sup>2</sup>, baik melalui radio atau pers. Djuga dalam iklan<sup>2</sup> kita djumpai teknik sedemikian. Dalam tjara, baik simplification atau penjederhanaan, diusahakan agar isi propaganda disampaikan kepada objeknja dalam bentuk jang pendek dan dengan istilah bulat dan tinggi. Dalam hal ini, orang biasa mentjatut atas ketjenderungan<sup>2</sup> kemanusiaan seperti : membiarkan orang berpikir dan djawaban<sup>2</sup> jang agak dapat dipertjaja/diterima se-akan<sup>2</sup> benar, tetapi dengan sedikit kritis, suka mempeladjari sesuatu dalam kesempatan<sup>2</sup> walaupun dalam waktu seketika sadja : hal memuaskan diri dapat diperoleh djika betul<sup>2</sup> mengerti sesuatu masaalah jang sukar, sebagaimana para ahli pikir dapat melakukannja, ketjenderungan untuk dapat berpikir setjara ekstrim. Matjam teknik jang lain ialah teristimewa, dalam hal ini sebagai permulaan ialah menganggap bahwa tidak seorangpun jang selalu dapat pertjaja terhadap apa jang dipastikan oleh para djuru propaganda. Ia ingin selalu mengetahui apa jang dibenarkan oleh orang<sup>2</sup> atau golongan jang ia kenal atau orang jang pendiriannja dapat ia pertimbangkan. Djika orang telah dapat membuat seorang musuh jang dahulu agar ia dapat mengirimkan kabar tertentu kefront teman<sup>2</sup> sewarganja, maka dengan djalan ini saksi demikian telah diantar pada djalan jang terang. Baik orang<sup>2</sup> atasan maupun orang biasa dapat mendjadi alat dalam maksud sedemikian. Djuga segolongan orang dapat diperalat sebagai saksi. Teknis demikian sering djuga dipergunakan dalam reklame. Dr. Roels, dalam "Psychologie der Reclame" mengemukakan: sama sekali tidak dapat dimengerti, bahwa orang dapat menghargai pemastian dari pihak seorang laki-laki atau wanita jang sama sekali tidak dikenal. Suatu kenjataan bahwa dari testimonia tidaklah sedikit akibat jang timbul. Dalam teknik insinuasi diusahakan gerakan mata-mata diantara orang<sup>2</sup> atau golongan<sup>2</sup> didalam kamp<sup>2</sup> musuh. Bibit<sup>2</sup> perpetjahan, tjuriga mentjurigai dan bentji/satu sama lain jang dihamburkan oleh gerakan tersebut dapat ditudjukan pada pertentangan antara para pemimpin<sup>2</sup> dan jang dipimpin, perbedaan kebangsaan, pertentangan politis, perselisihan antara sekte<sup>2</sup> agama, pergeseran antara golongan<sup>2</sup> kelas dan lain-lain sebagainja. Dalam teknik terachir dan terpenting, jang mendjadi sasaran propaganda ialah nostalgie, ialah djiwa jang berusaha dan perasaan-perasaan lain jang menekan, jang pada seorang tinggi sekalipun, sekali waktu akan dapat timbul bila orang itu ada dalam hidup penuh bahaja dan penderitaan jang biasanja ditanggung dalam masa peperangan. Dengan musik jang mengajun dan berirama, suara wanita jang membudjuk<sup>2</sup>, kabar-kabar tentang kehidupan dalam rumah tangga bersama keluarganja, diusahakan untuk membangkitkan dan memperkuat perasaan<sup>2</sup> sedemikian. Dalam perang dunia ke II, orang Djerman dan Rusia menggabungkan teknik ini dengan insinuasi-insinuasi jang berhubungan {{border|1= {{c|'''CHINA CAN CO. (INDONESIA) LTD.'''}} {{c|'''TIN LITHOGRAPHERS & CAN MANUFACTURES'''}} {{c|Djalan Djembatan Lima No. II}} {{c|DJAKARTA 1/9 (INDONESIA)}} }} {{border|1= {{c|WARAS TRADING CO. LTD.}} {{c|Import - Export - General Merchants}} {{c|28 D Blandongan - Djakarta Kota}} {{c|Telp. Kota 91}} }}<noinclude>{{rh|||59}}</noinclude> bi538yffi5fo0vv7f39ghh3l472p25t Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1099 104 104599 295694 2026-05-14T15:27:18Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '6. Dalam taraf ini sudah dimulai dilakukan setjara pelaksanaan tentang upatjara pe- ngibaran bendera dan menjanjikan lagu Nasional sesuai dengan ketentuan2 dan se- suai dengan waktu² jang ditetapkan (misalnja seminggu sekali). TARAF KE-II. 1. Pelaksanaan dari tersebut TARAF KE-I oleh seluruh warga Indonesia (ad. 1-2-3). 2. Diadakan kontrole oleh instansi Pemerintah jang ditundjuk misalnja oleh Lurah², Tja- mat jang didampingi oleh alat Negara be... 295694 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>6. Dalam taraf ini sudah dimulai dilakukan setjara pelaksanaan tentang upatjara pe- ngibaran bendera dan menjanjikan lagu Nasional sesuai dengan ketentuan2 dan se- suai dengan waktu² jang ditetapkan (misalnja seminggu sekali). TARAF KE-II. 1. Pelaksanaan dari tersebut TARAF KE-I oleh seluruh warga Indonesia (ad. 1-2-3). 2. Diadakan kontrole oleh instansi Pemerintah jang ditundjuk misalnja oleh Lurah², Tja- mat jang didampingi oleh alat Negara bersendjata terhadap pelaksanaan ketentuan jang tersebut dalam taraf ke-I ad 1, 2, 3. 3. Bila dalam taraf ini terdapat sesuatu saat bersedjarah jang diadakan upatjara peringatan, terutama setjara besar-besaran, maka kesempatan ini dilakukan prakteknja tentang pengi- baran bendera dan menjanjikan lagu Nasional (tanpa muziek). 4. Pun dalam kesempatan tersebut diatas, untuk mengetahui sampai dimana warga Indo- nesia mengetahui, memahami dan mengerti tentang sila Negara dapat diadakan sematjam sajembara karang mengarang dan/atau mendjawab pertanjaan jang diadjukan misalnja jang dibuat oleh suatu Panitya Perajaan peringatan jang diadakan. TARAF KE-III. 1. Suatu saat jang baik untuk lebih meresapkan kesadaran Nasional, ialah diadakannja suatu gerakan massal nasional dengan tjara, bentuk, sifat apapun tetapi jang tertib, ter- atur dan jang bermanfaat, pada saat mengenangkan betapa kedjamnja politik dan ke- ganasan militer Belanda pada peristiwa terdjadinja Perang Kemerdekaan ke-I (21 Djuli 1947 jang silam). Dengan gerakan ini, segala kegiatan² jang dilakukan jang berdasarkan mempertebal ke- sadaran Nasional serta menggalang persatuan untuk memperhebat Potensi Nasional. 2. Mendjelang akan diadakannja upatjara nasional memperingati Ulang Tahun ke-XIV Proklamasi 17 Agustus 1945, diadakan latihan oleh seluruh sekolah-sekolah, organisasi" pemuda, misalnja Kepanduan. Peladjar tingkat atas. Kantor/Perusahaan dan sebagai- nja mengenai tata-tjara memberikan penghormatan/perlakuan terhadap Bendera dan lagu Nasional. 3. Pada saat memperingati hari Ulang Tahun Proklamasi 17 Agustus 1945, diadakan pe- rajaan dan upatjara meriah jang berisikan mempertebal kesadaran Nasional dan pada hari tanggal 17 Agustus, perajaan resmi diadakan jang benar2 memberi kesan dan chid- mad utamanja pada saat pengibaran Sang Merah Putih baik di-kota besar maupun sampai di-desa². TARAF KE-IV. 1. Taraf ini adalah suatu taraf jang telah memastikan bahwa Operasi Kesadaran Nasional telah mentjapai hasil nja. 2. Scdjak taraf ini maka selandjutnja mengenai hal bendera dan lagu Nasional serta Sila Negara telah mendarah daging serta terus menerus dipraktekkan oleh setiap warga In- donesia. 3. Selandjutnja Gerakan Operasi Kesadaran Nasional akan meneruskan rentjananja menge- nai segi²/bidang Nasional lainnja misalnja mengenai Bahasa Nasional "Bahasa Indo- nesia dan sebagainja. Demikian seterusnja Operasi Kesadaran Nasional ini akan terus- menerus bergerak menudju pada tertjapainja dan selesainja Revolusi Nasional. VII. PENUTUP: Terlampir : (1) Peraturan Pemerintah No. 40 tahun 1958 tentang Bendera Kebangsaan Republik In- donesia. (2) Peraturan Pemerintah No. 44 tahun 1958 tentang Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, untuk diindahkan dalam penggunaan Bendera Kebangsaan Republik Indonesia dan Lagu Kebangsaan Indonesia Raja. Digitized by Google 41<noinclude></noinclude> i73nwc5gjqqff8u91grdzjduis6co4t 295700 295694 2026-05-14T15:34:52Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 295700 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{ol|start=6|Dalam taraf ini sudah dimulai dilakukan setjara pelaksanaan tentang upatjara pengibaran bendera dan menjanjikan lagu Nasional sesuai dengan ketentuan² dan sesuai dengan waktu² jang ditetapkan (misalnja seminggu sekali).}} '''TARAF KE-II.''' {{ol |Pelaksanaan dari tersebut TARAF KE-I oleh seluruh warga Indonesia (ad. 1-2-3). |Diadakan kontrole oleh instansi² Pemerintah jang ditundjuk misalnja oleh Lurah², Tjamat jang didampingi oleh alat Negara bersendjata terhadap pelaksanaan ketentuan² jang tersebut dalam taraf ke-I ad 1, 2, 3. |Bila dalam taraf ini terdapat sesuatu saat bersedjarah jang diadakan upatjara peringatan, terutama setjara besar-besaran, maka kesempatan ini dilakukan prakteknja tentang pengibaran bendera dan menjanjikan lagu Nasional (tanpa muziek). |Pun dalam kesempatan tersebut diatas, untuk mengetahui sampai dimana warga Indonesia mengetahui, memahami dan mengerti tentang sila Negara dapat diadakan sematjam sajembara karang mengarang dan/atau mendjawab pertanjaan² jang diadjukan misalnja jang dibuat oleh suatu Panitya Perajaan peringatan jang diadakan. }} '''TARAF KE-III.''' {{ol |Suatu saat jang baik untuk lebih meresapkan kesadaran Nasional, ialah diadakannja suatu gerakan massal nasional dengan tjara, bentuk, sifat apapun tetapi jang tertib, teratur dan jang bermanfaat, pada saat mengenangkan betapa kedjamnja politik dan keganasan militer Belanda pada peristiwa terdjadinja Perang Kemerdekaan ke-I (21 Djuli 1947 jang silam).<br> Dengan gerakan ini, segala kegiatan² jang dilakukan jang berdasarkan mempertebal kesadaran Nasional serta menggalang persatuan untuk memperhebat Potensi Nasional. |Mendjelang akan diadakannja upatjara nasional memperingati Ulang Tahun ke-XIV Proklamasi 17 Agustus 1945, diadakan latihan² oleh seluruh sekolah-sekolah, organisasi² pemuda, misalnja Kepanduan. Peladjar² tingkat atas. Kantor²/Perusahaan² dan sebagainja mengenai tata-tjara memberikan penghormatan/perlakuan terhadap Bendera dan lagu Nasional. |Pada saat² memperingati hari Ulang Tahun Proklamasi 17 Agustus 1945, diadakan perajaan dan upatjara meriah jang berisikan mempertebal kesadaran Nasional dan pada hari tanggal 17 Agustus, perajaan resmi diadakan jang benar² memberi kesan dan chidmad utamanja pada saat pengibaran Sang Merah Putih baik di-kota² besar maupun sampai di-desa². }} '''TARAF KE-IV.''' {{ol |Taraf ini adalah suatu taraf jang telah memastikan bahwa Operasi Kesadaran Nasional telah mentjapai hasil nja. |Sedjak taraf ini maka selandjutnja mengenai hal bendera dan lagu Nasional serta Sila Negara telah mendarah daging serta terus menerus dipraktekkan oleh setiap warga Indonesia. |Selandjutnja Gerakan Operasi Kesadaran Nasional akan meneruskan rentjananja mengenai segi²/bidang² Nasional lainnja misalnja mengenai Bahasa Nasional "Bahasa Indonesia dan sebagainja. Demikian seterusnja Operasi Kesadaran Nasional ini akan terusmenerus bergerak menudju pada tertjapainja dan selesainja Revolusi Nasional. }} {{ol|type=I|strat=7|{{sp|'''PENUTUP:'''}}<br> '''Terlampir :''' {{ol |Peraturan Pemerintah No. 40 tahun 1958 tentang Bendera Kebangsaan Republik Indonesia. |Peraturan Pemerintah No. 44 tahun 1958 tentang Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, untuk diindahkan dalam penggunaan Bendera Kebangsaan Republik Indonesia dan Lagu Kebangsaan Indonesia Raja. }}}} {{rule|width=8em|align=center}}<noinclude>{{rh|||41}}</noinclude> fnpfh726tdeomksy0ihqvsizxoea0d6 295703 295700 2026-05-14T15:35:13Z Menyusurisudutnegeri 25205 295703 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{ol|start=6|Dalam taraf ini sudah dimulai dilakukan setjara pelaksanaan tentang upatjara pengibaran bendera dan menjanjikan lagu Nasional sesuai dengan ketentuan² dan sesuai dengan waktu² jang ditetapkan (misalnja seminggu sekali).}} '''TARAF KE-II.''' {{ol |Pelaksanaan dari tersebut TARAF KE-I oleh seluruh warga Indonesia (ad. 1-2-3). |Diadakan kontrole oleh instansi² Pemerintah jang ditundjuk misalnja oleh Lurah², Tjamat jang didampingi oleh alat Negara bersendjata terhadap pelaksanaan ketentuan² jang tersebut dalam taraf ke-I ad 1, 2, 3. |Bila dalam taraf ini terdapat sesuatu saat bersedjarah jang diadakan upatjara peringatan, terutama setjara besar-besaran, maka kesempatan ini dilakukan prakteknja tentang pengibaran bendera dan menjanjikan lagu Nasional (tanpa muziek). |Pun dalam kesempatan tersebut diatas, untuk mengetahui sampai dimana warga Indonesia mengetahui, memahami dan mengerti tentang sila Negara dapat diadakan sematjam sajembara karang mengarang dan/atau mendjawab pertanjaan² jang diadjukan misalnja jang dibuat oleh suatu Panitya Perajaan peringatan jang diadakan. }} '''TARAF KE-III.''' {{ol |Suatu saat jang baik untuk lebih meresapkan kesadaran Nasional, ialah diadakannja suatu gerakan massal nasional dengan tjara, bentuk, sifat apapun tetapi jang tertib, teratur dan jang bermanfaat, pada saat mengenangkan betapa kedjamnja politik dan keganasan militer Belanda pada peristiwa terdjadinja Perang Kemerdekaan ke-I (21 Djuli 1947 jang silam).<br> Dengan gerakan ini, segala kegiatan² jang dilakukan jang berdasarkan mempertebal kesadaran Nasional serta menggalang persatuan untuk memperhebat Potensi Nasional. |Mendjelang akan diadakannja upatjara nasional memperingati Ulang Tahun ke-XIV Proklamasi 17 Agustus 1945, diadakan latihan² oleh seluruh sekolah-sekolah, organisasi² pemuda, misalnja Kepanduan. Peladjar² tingkat atas. Kantor²/Perusahaan² dan sebagainja mengenai tata-tjara memberikan penghormatan/perlakuan terhadap Bendera dan lagu Nasional. |Pada saat² memperingati hari Ulang Tahun Proklamasi 17 Agustus 1945, diadakan perajaan dan upatjara meriah jang berisikan mempertebal kesadaran Nasional dan pada hari tanggal 17 Agustus, perajaan resmi diadakan jang benar² memberi kesan dan chidmad utamanja pada saat pengibaran Sang Merah Putih baik di-kota² besar maupun sampai di-desa². }} '''TARAF KE-IV.''' {{ol |Taraf ini adalah suatu taraf jang telah memastikan bahwa Operasi Kesadaran Nasional telah mentjapai hasil nja. |Sedjak taraf ini maka selandjutnja mengenai hal bendera dan lagu Nasional serta Sila Negara telah mendarah daging serta terus menerus dipraktekkan oleh setiap warga Indonesia. |Selandjutnja Gerakan Operasi Kesadaran Nasional akan meneruskan rentjananja mengenai segi²/bidang² Nasional lainnja misalnja mengenai Bahasa Nasional "Bahasa Indonesia dan sebagainja. Demikian seterusnja Operasi Kesadaran Nasional ini akan terusmenerus bergerak menudju pada tertjapainja dan selesainja Revolusi Nasional. }} {{ol|type=I|start=7|{{sp|'''PENUTUP:'''}}<br> '''Terlampir :''' {{ol |Peraturan Pemerintah No. 40 tahun 1958 tentang Bendera Kebangsaan Republik Indonesia. |Peraturan Pemerintah No. 44 tahun 1958 tentang Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, untuk diindahkan dalam penggunaan Bendera Kebangsaan Republik Indonesia dan Lagu Kebangsaan Indonesia Raja. }}}} {{rule|width=8em|align=center}}<noinclude>{{rh|||41}}</noinclude> ocwlduccxiun29fv8g7ju54coo9rvjp Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/108 104 104600 295695 2026-05-14T15:31:22Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 295695 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>PHILIPS Pemain rebab <big><big><big><big>'''Tentang<br>Radja dan radja'''</big></big></big></big> Laksana tjorak berwarna pada tenunan-bunji musik-gamelan, terdengarlah nada² keradjaan dari rebab. Dipelbagai daerah Indonesia rebab itu menduduki tugas pimpinan dalam orkes dan karena itu dinamakannja pula "radja" orkes. Siaran dan gelombang² angkasa membawakan kekajaan² kebudajaan Indonesia keseluruh keluasan dunia. Radio memberikan kesempatan kepada tuan untuk menemukan kekajaan² kebudajaan itu dan membuka dunia kaja jang baru. Philips radio: "radja" diantara radio². <big><big><big>''Radio'''''PHILIPS'''</big></big></big> {{Missing image}}<noinclude></noinclude> namady8098f0wgpwugitsnzyyu7af2f 295696 295695 2026-05-14T15:31:52Z Link PB 26772 295696 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>PHILIPS Pemain rebab {{c|<big><big><big><big>'''Tentang<br>Radja dan radja'''</big></big></big></big>}} Laksana tjorak berwarna pada tenunan-bunji musik-gamelan, terdengarlah nada² keradjaan dari rebab. Dipelbagai daerah Indonesia rebab itu menduduki tugas pimpinan dalam orkes dan karena itu dinamakannja pula "radja" orkes. Siaran dan gelombang² angkasa membawakan kekajaan² kebudajaan Indonesia keseluruh keluasan dunia. Radio memberikan kesempatan kepada tuan untuk menemukan kekajaan² kebudajaan itu dan membuka dunia kaja jang baru. Philips radio: "radja" diantara radio². <big><big><big>''Radio'''''PHILIPS'''</big></big></big> {{Missing image}}<noinclude></noinclude> 87fgj71enjs6hrnsnfwrwp9j7c741xi 295760 295696 2026-05-14T16:07:01Z N.imaema 22481 /* Tervalidasi */ 295760 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" /></noinclude>PHILIPS Pemain rebab {{c|<big><big><big><big>'''Tentang<br>Radja dan radja'''</big></big></big></big>}} Laksana tjorak berwarna pada tenunan-bunji musik-gamelan, terdengarlah nada² keradjaan dari rebab. Dipelbagai daerah Indonesia rebab itu menduduki tugas pimpinan dalam orkes dan karena itu dinamakannja pula "radja" orkes. Siaran dan gelombang² angkasa membawakan kekajaan² kebudajaan Indonesia keseluruh keluasan dunia. Radio memberikan kesempatan kepada tuan untuk menemukan kekajaan² kebudajaan itu dan membuka dunia kaja jang baru. Philips radio: "radja" diantara radio². <big><big><big>''Radio'''''PHILIPS'''</big></big></big> {{Missing image}}<noinclude></noinclude> az7x72ejcubqksse46lc93z5zgh74aj Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/835 104 104601 295705 2026-05-14T15:36:37Z N.imaema 22481 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'hulu Gubernur Djenderal Belan- da bernama Daendels membuat djalan jang tersohor, jaitu djalan dari Anjer ke Banjuwangi. Dja- lan tersebut dibuatnja chusus un- tuk keperluan pertahanannja, karena pada waktu itu dia se- dang menghadapi Inggeris. Kemungkinan djuga ada bah- wa djalan? jang pada waktu ini telah mentjukupi keperluan per- tahanan kita: tetapi jang terang ialah bahwa keadaan djalan? jang ada pada waktu ini belum semuanja... 295705 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="N.imaema" /></noinclude>hulu Gubernur Djenderal Belan- da bernama Daendels membuat djalan jang tersohor, jaitu djalan dari Anjer ke Banjuwangi. Dja- lan tersebut dibuatnja chusus un- tuk keperluan pertahanannja, karena pada waktu itu dia se- dang menghadapi Inggeris. Kemungkinan djuga ada bah- wa djalan? jang pada waktu ini telah mentjukupi keperluan per- tahanan kita: tetapi jang terang ialah bahwa keadaan djalan? jang ada pada waktu ini belum semuanja tjotjok untuk pasukan? tank berat, pula tidak semua djalan sesuai atau tjotjok untuk kendaraan bermotor jang besar?. Maka tidak begitu mendesak persoalannja untuk memperbaiki dan memperlengkapi pasukan? bermotor atau pasukan? pengang- kut bermotor. Perhatian dapat ditudjukan kepada pembentukan pasukan helikopter jang tidak tergantung kepada baik-buruknja djalan?. Karena djalan? tidak menga- lami perobahan? jang pokok dan besar maka Angkatan Darat se- mentara dapat menunda pemben- tukan satuan? infanteri bermotor (motorised) karena toch djalan? jang ada belum sesuai. Untuk pemindahan pasukan dapat di- perhebat dan di pergiat pemben- twukan dan latihan pasukan gerak tjepat jaitu air borner troops ja dipindah-pindahkan dari satu tempat ke tempat jang lain dgn djalan diterdjunkan dari kapal udara dan tidak diangkut dengan kendaraan bermotor melalui dja- lan-djalan. Pembentukan pasukan? tank sebagai sendjata bantuan dapat ditunda dahulu karena djalan? belum sesuai dan sebagai ganti- nja dapat dipertimbangkan pem- bentukan pasukan? pesawat pe- nempur jang banjak sehingga da- pat diminta bantuannja untuk menindas lawan sewaktu diperlu- kannja. Karena sektor sipil belum me- rentjanakan tambahan alat per- hubungan dapat mengakibatkan djuga bahwa djumlah lapangan terbang akan tetap seperti keada- “ MOBIL BERBENTUK PIPA BERATNJA 80 TON Letakkan ini dipipa anda — dan bawa ia. Itulah kiranja apa jang dapat dikerdjakan mobilpipa ini ketika dilaksana- kannja pembangunan Torowongan Los Angelos-San Diego Metropolitan. Dengan mempunjai 7 buah ban pemindah tanah jang besar buatan Goodyear, mesin jang beratnja 80 ton itu bergerak sebagian djalan melalui suatu bagian dari pipa, mengangkatnja, membawanja kesuatu tempat, dan kemudian mundur kesuatu bagian lainnja dari pipa. Mobil pipa jang digerakkan oleh diesel ini diketemukan oleh American Pipe dan Construction Company of South Gate, California. an sekarang ini. Hal ini perlu mendapat perhatian Angkatan Udara dalam rentjana pemba- ngunannja. Djika djumlah la- pangan terbang belum mentju- kupi kebutuhan pertahanan, ma- ka Angkatan Udara dapat mem- buat lapangan? baru. Hal jang serupa telah terdjadi pula sela- ma pendjadjahan jaitu sewaktu akan menghadapi Djepang, Pe- merintah Belanda membuat la- pangan? terbang baru jang di- chususkan untuk Angkatan Uda- ranja. Pula dalam rangka mem- bangun pertahanan Eropa Barat oleh pihak Barat dipelbagai ne- geri ditambah djumlah lapangan terbangnja. Demikian pula halnja djika sektor sipil belum memulai de- ngan penjempurnaan lapangan? jang telah ada supaja dapat di- pergunakan oleh pesawat? pan- tjar gas. Djika demikian maka Angkatan Udara harus memilih antara menunda dipergunakannja pesawat? pantjar gas atau meng- adakan lapangan? sendiri untuk memenuhi keperluannja. Dari uraian? ini djelaslah be- tapa eratnja hubungan antara pembangunan sektor sipil dan militer, Bagaimanakah halnja djika sektor sipil telah menitik- beratkan pembangunannja kepa- da mengadakan alat? jang baru sama sekali. Djadi dalam sektor 25<noinclude></noinclude> fb9ctdfkq0p5ud9fr96u20hv4xno6ab 295773 295705 2026-05-14T16:21:19Z N.imaema 22481 /* Telah diuji baca */ 295773 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" /></noinclude>{{border|1= {{missing image}} '''MOBIL BERBENTUK PIPA BERATNJA 80 TON''' ''Letakkan ini dipipa anda — dan bawa ia. Itulah kiranja apa jang dapat dikerdjakan mobilpipa ini ketika dilaksanakannja pembangunan Torowongan Los Angelos-San Diego Metropolitan. Dengan mempunjai 7 buah ban pemindah tanah jang besar buatan Goodyear, mesin jang beratnja 80 ton itu bergerak sebagian djalan melalui suatu bagian dari pipa, mengangkatnja, membawanja kesuatu tempat, dan kemudian mundur kesuatu bagian lainnja dari pipa. Mobil pipa jang digerakkan oleh diesel ini diketemukan oleh American Pipe dan Construction Company of South Gate, California.'' }} hulu Gubernur Djenderal Belanda bernama Daendels membuat djalan jang tersohor, jaitu djalan dari Anjer ke Banjuwangi. Djalan tersebut dibuatnja chusus untuk keperluan pertahanannja, karena pada waktu itu dia sedang menghadapi Inggeris. Kemungkinan djuga ada bahwa djalan<sup>2</sup> jang pada waktu ini telah mentjukupi keperluan pertahanan kita: tetapi jang terang ialah bahwa keadaan djalan<sup>2</sup> jang ada pada waktu ini belum semuanja tjotjok untuk pasukan<sup>2</sup> tank berat, pula tidak semua djalan sesuai atau tjotjok untuk kendaraan bermotor jang besar<sup>2</sup>. Maka tidak begitu mendesak persoalannja untuk memperbaiki dan memperlengkapi pasukan<sup>2</sup> bermotor atau pasukan<sup>2</sup> pengangkut bermotor. Perhatian dapat ditudjukan kepada pembentukan pasukan helikopter jang tidak tergantung kepada baik-buruknja djalan<sup>2</sup>. Karena djalan<sup>2</sup> tidak mengalami perobahan<sup>2</sup> jang pokok dan besar maka Angkatan Darat sementara dapat menunda pembentukan satuan<sup>2</sup> infanteri bermotor (motorised) karena toch djalan<sup>2</sup> jang ada belum sesuai. Untuk pemindahan pasukan dapat diperhebat dan di pergiat pembentukan dan latihan pasukan gerak tjepat jaitu air borner troops ja dipindah-pindahkan dari satu tempat ke tempat jang lain dgn djalan diterdjunkan dari kapal udara dan tidak diangkut dengan kendaraan bermotor melalui djalan-djalan. Pembentukan pasukan<sup>2</sup> tank sebagai sendjata bantuan dapat ditunda dahulu karena djalan<sup>2</sup> belum sesuai dan sebagai gantinja dapat dipertimbangkan pembentukan pasukan<sup>2</sup> pesawat penempur jang banjak sehingga dapat diminta bantuannja untuk menindas lawan sewaktu diperlukannja. Karena sektor sipil belum merentjanakan tambahan alat perhubungan dapat mengakibatkan djuga bahwa djumlah lapangan terbang akan tetap seperti keadaan sekarang ini. Hal ini perlu mendapat perhatian Angkatan Udara dalam rentjana pembangunannja. Djika djumlah lapangan terbang belum mentjukupi kebutuhan pertahanan, maka Angkatan Udara dapat membuat lapangan<sup>2</sup> baru. Hal jang serupa telah terdjadi pula selama pendjadjahan jaitu sewaktu akan menghadapi Djepang, Pemerintah Belanda membuat lapangan<sup>2</sup> terbang baru jang dichususkan untuk Angkatan Udaranja. Pula dalam rangka membangun pertahanan Eropa Barat oleh pihak Barat dipelbagai negeri ditambah djumlah lapangan terbangnja. Demikian pula halnja djika sektor sipil belum memulai dengan penjempurnaan lapangan<sup>2</sup> jang telah ada supaja dapat dipergunakan oleh pesawat<sup>2</sup> pantjar gas. Djika demikian maka Angkatan Udara harus memilih antara menunda dipergunakannja pesawat<sup>2</sup> pantjar gas atau mengadakan lapangan<sup>2</sup> sendiri untuk memenuhi keperluannja. Dari uraian<sup>2</sup> ini djelaslah betapa eratnja hubungan antara pembangunan sektor sipil dan militer, Bagaimanakah halnja djika sektor sipil telah menitik- beratkan pembangunannja kepada mengadakan alat? jang baru sama sekali. Djadi dalam sektor<noinclude>{{rh|||25}}</noinclude> pe02wgqwj32criwmwzugf5dheomp5rj 295776 295773 2026-05-14T16:22:44Z N.imaema 22481 295776 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" /></noinclude>{{border|1= {{missing image}} '''MOBIL BERBENTUK PIPA BERATNJA 80 TON''' ''Letakkan ini dipipa anda — dan bawa ia. Itulah kiranja apa jang dapat dikerdjakan mobilpipa ini ketika dilaksanakannja pembangunan Torowongan Los Angelos-San Diego Metropolitan. Dengan mempunjai 7 buah ban pemindah tanah jang besar buatan Goodyear, mesin jang beratnja 80 ton itu bergerak sebagian djalan melalui suatu bagian dari pipa, mengangkatnja, membawanja kesuatu tempat, dan kemudian mundur kesuatu bagian lainnja dari pipa. Mobil pipa jang digerakkan oleh diesel ini diketemukan oleh American Pipe dan Construction Company of South Gate, California.'' }} {{hwe|hulu|dahulu}} Gubernur Djenderal Belanda bernama Daendels membuat djalan jang tersohor, jaitu djalan dari Anjer ke Banjuwangi. Djalan tersebut dibuatnja chusus untuk keperluan pertahanannja, karena pada waktu itu dia sedang menghadapi Inggeris. Kemungkinan djuga ada bahwa djalan<sup>2</sup> jang pada waktu ini telah mentjukupi keperluan pertahanan kita: tetapi jang terang ialah bahwa keadaan djalan<sup>2</sup> jang ada pada waktu ini belum semuanja tjotjok untuk pasukan<sup>2</sup> tank berat, pula tidak semua djalan sesuai atau tjotjok untuk kendaraan bermotor jang besar<sup>2</sup>. Maka tidak begitu mendesak persoalannja untuk memperbaiki dan memperlengkapi pasukan<sup>2</sup> bermotor atau pasukan<sup>2</sup> pengangkut bermotor. Perhatian dapat ditudjukan kepada pembentukan pasukan helikopter jang tidak tergantung kepada baik-buruknja djalan<sup>2</sup>. Karena djalan<sup>2</sup> tidak mengalami perobahan<sup>2</sup> jang pokok dan besar maka Angkatan Darat sementara dapat menunda pembentukan satuan<sup>2</sup> infanteri bermotor (motorised) karena toch djalan<sup>2</sup> jang ada belum sesuai. Untuk pemindahan pasukan dapat diperhebat dan di pergiat pembentukan dan latihan pasukan gerak tjepat jaitu air borner troops ja dipindah-pindahkan dari satu tempat ke tempat jang lain dgn djalan diterdjunkan dari kapal udara dan tidak diangkut dengan kendaraan bermotor melalui djalan-djalan. Pembentukan pasukan<sup>2</sup> tank sebagai sendjata bantuan dapat ditunda dahulu karena djalan<sup>2</sup> belum sesuai dan sebagai gantinja dapat dipertimbangkan pembentukan pasukan<sup>2</sup> pesawat penempur jang banjak sehingga dapat diminta bantuannja untuk menindas lawan sewaktu diperlukannja. Karena sektor sipil belum merentjanakan tambahan alat perhubungan dapat mengakibatkan djuga bahwa djumlah lapangan terbang akan tetap seperti keadaan sekarang ini. Hal ini perlu mendapat perhatian Angkatan Udara dalam rentjana pembangunannja. Djika djumlah lapangan terbang belum mentjukupi kebutuhan pertahanan, maka Angkatan Udara dapat membuat lapangan<sup>2</sup> baru. Hal jang serupa telah terdjadi pula selama pendjadjahan jaitu sewaktu akan menghadapi Djepang, Pemerintah Belanda membuat lapangan<sup>2</sup> terbang baru jang dichususkan untuk Angkatan Udaranja. Pula dalam rangka membangun pertahanan Eropa Barat oleh pihak Barat dipelbagai negeri ditambah djumlah lapangan terbangnja. Demikian pula halnja djika sektor sipil belum memulai dengan penjempurnaan lapangan<sup>2</sup> jang telah ada supaja dapat dipergunakan oleh pesawat<sup>2</sup> pantjar gas. Djika demikian maka Angkatan Udara harus memilih antara menunda dipergunakannja pesawat<sup>2</sup> pantjar gas atau mengadakan lapangan<sup>2</sup> sendiri untuk memenuhi keperluannja. Dari uraian<sup>2</sup> ini djelaslah betapa eratnja hubungan antara pembangunan sektor sipil dan militer, Bagaimanakah halnja djika sektor sipil telah menitik- beratkan pembangunannja kepada mengadakan alat? jang baru sama sekali. Djadi dalam sektor<noinclude>{{rh|||25}}</noinclude> kplajvli4c8wuvvtcz5rc9rlcs4efsm Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1085 104 104602 295706 2026-05-14T15:36:44Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '500 REPUBLIK INDONESIA PEMERINTANT REVOSESIONER RI 500 JW 18485 500 Jw No 18488 furhaka" ami, pendurhakaan gerom- gerombolan lain jang oklamasi '45 kita. Dur- eka terhadap segala sen- Durhaka, sebab mereka g untuk menggempur g amat durhaka, ialah alangan rakjat didaerah Uang seperti digambar S. dan diedarkan tanpa mpunjai nilai mata uang an atas berlakunja uang rtinja barang siapa me- ak atau mereka penggal in nekat ini, rakjat lebih onomian men... 295706 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>500 REPUBLIK INDONESIA PEMERINTANT REVOSESIONER RI 500 JW 18485 500 Jw No 18488 furhaka" ami, pendurhakaan gerom- gerombolan lain jang oklamasi '45 kita. Dur- eka terhadap segala sen- Durhaka, sebab mereka g untuk menggempur g amat durhaka, ialah alangan rakjat didaerah Uang seperti digambar S. dan diedarkan tanpa mpunjai nilai mata uang an atas berlakunja uang rtinja barang siapa me- ak atau mereka penggal in nekat ini, rakjat lebih onomian mendjadi lum- idak mengherankan bila didjelaskan bahwa se h uang dollar Singapore jepang jang sudah tidak hi tjap oleh apa jang DI/TII; dengan harga ka. Inilah Fakta Dur- 500 100 LIMA RATUS RUPIAH 500 REPUBLIK CROOKESIN PEMERINTAH REVOLUSIONER R.1. 100 Barangsiapa meniru sa mente jag bertas dan betalage angelarkan denger, wogadja eta nang keras jeg dipais Wk Perdana Menten. az ang kan cut deska þideć 100 100 100 100 100 100 100 Diorized by Google 100<noinclude></noinclude> bcoy6mf95gug94suq3clxfx9zcybx8u 295710 295706 2026-05-14T15:43:18Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 295710 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{Illegible}}{{Xx-larger|'''urhaka"'''}} {{Illegible}}pendurhakaan gerom{{Illegible}} gerombolan lain jang {{Illegible}}oklamasi '45 kita. Dur{{Illegible}}eka terhadap segala sen{{Illegible}} Durhaka, sebab mereka {{Illegible}}g untuk menggempur {{Illegible}}g amat durhaka, ialah {{Illegible}}alangan rakjat didaerah Uang seperti digambar {{Illegible}}S. dan diedarkan tanpa {{Illegible}}mpunjai nilai mata uang {{Illegible}}an atas berlakunja uang {{Illegible}}rtinja barang siapa me{{Illegible}}ak atau mereka penggal {{Illegible}}in nekat ini, rakjat lebih {{Illegible}}onomian mendjadi lum{{Illegible}}idak mengherankan bila didjelaskan bahwa se {{Illegible}}h uang dollar Singapore jepang jang sudah tidak {{Illegible}}hi tjap oleh apa jang DI/TII; dengan harga {{Illegible}}ka. Inilah '''Fakta''' {{hws|'''Dur'''|Dura}} {{Gambar hilang}} {{Gambar hilang}} {{Gambar hilang}}<noinclude></noinclude> 83zpib77zmja2uzsamg3p3jthpvluvj Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/65 104 104603 295709 2026-05-14T15:41:42Z Arunikala 27004 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Arlodji Swiss jang terkenal diseluruh dunia BALANS SOLFIX DAN PER JG.TA DAPAT PUTUS 17 DAN 21 BATU k e - - . . | cc... o0o.0o0o&eeee , ' ' LG ran CG: bs (9 e » Me aa sa bal ....... / 4 — 00... aon...' 295709 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>Arlodji Swiss jang terkenal diseluruh dunia BALANS SOLFIX DAN PER JG.TA DAPAT PUTUS 17 DAN 21 BATU k e - - . . | cc... o0o.0o0o&eeee , ' ' LG ran CG: bs (9 e » Me aa sa bal ....... / 4 — 00... aon...<noinclude></noinclude> 8a13o14px6keqryb9m4w6azyxoeuu9m 295711 295709 2026-05-14T15:43:29Z Arunikala 27004 295711 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>{{c|'''<big><big>TITUS</big></big>'''}} {{c|Arlodji Swiss jang terkenal diseluruh dunia}} {{c|'''DENGAN BALANS SOLFIX DAN PER JG.TA' DAPAT PUTUS'''}} {{c| TAHAN AIR 17 DAN 21 BATU INCABLOC ANTIMAKNIT<noinclude>{{rh|73}}</noinclude> 5thjjmppehuu56d36051tmajpdm3jp3 295712 295711 2026-05-14T15:43:44Z Arunikala 27004 /* Telah diuji baca */ 295712 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunikala" /></noinclude>{{c|'''<big><big>TITUS</big></big>'''}} {{c|Arlodji Swiss jang terkenal diseluruh dunia}} {{c|'''DENGAN BALANS SOLFIX DAN PER JG.TA' DAPAT PUTUS'''}} {{c| TAHAN AIR 17 DAN 21 BATU INCABLOC ANTIMAKNIT}}<noinclude>{{rh|73}}</noinclude> r2f29h15nx4c8906zb3e3vbvtye2gmy 295713 295712 2026-05-14T15:44:00Z Arunikala 27004 295713 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunikala" /></noinclude>{{c|'''<big><big>TITUS</big></big>'''}} {{c|Arlodji Swiss jang terkenal diseluruh dunia}} {{c|'''DENGAN BALANS SOLFIX DAN PER JG.TA' DAPAT PUTUS'''}} {{c|TAHAN AIR 17 DAN 21 BATU INCABLOC ANTIMAKNIT}}<noinclude>{{rh|73}}</noinclude> stws8967ggfhnpnxvbqh4f5oqnsstc8 295757 295713 2026-05-14T16:05:53Z N.imaema 22481 /* Tervalidasi */ 295757 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" /></noinclude>{{c|'''<big><big>TITUS</big></big>'''}} {{c|Arlodji Swiss jang terkenal diseluruh dunia}} {{c|'''DENGAN BALANS SOLFIX DAN PER JG.TA' DAPAT PUTUS'''}} {{c|TAHAN AIR 17 DAN 21 BATU INCABLOC ANTIMAKNIT}}<noinclude>{{rh|73}}</noinclude> 0wfouo9mjursd50qocslkj1t6416hnu Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/68 104 104604 295714 2026-05-14T15:44:40Z Arunikala 27004 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Nahan “ PAN NN LN Inarsu .. KOTA 283 DJAMINAN MEMUASKAN ROA MALAKA SELATAN 10. DJ AKARTA. Aa Aw” peang “' 295714 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>Nahan “ PAN NN LN Inarsu .. KOTA 283 DJAMINAN MEMUASKAN ROA MALAKA SELATAN 10. DJ AKARTA. Aa Aw” peang “<noinclude></noinclude> 6mhzur8uu0u15ucimsrvf746hjwtz74 295717 295714 2026-05-14T15:46:08Z Arunikala 27004 /* Telah diuji baca */ 295717 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunikala" /></noinclude>{{c|„Sinarsurya” ASURANSI}} KOTA 283 {{c|'''DJAMINAN MEMUASKAN''' ROA MALAKA SELATAN 10. DJAKARTA}}<noinclude></noinclude> mnuy1dcg8oprypwlbnzo66bb5ef9c35 295718 295717 2026-05-14T15:46:32Z Arunikala 27004 295718 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunikala" /></noinclude>{{c|„Sinarsurya” ASURANSI}} KOTA 283 {{c|'''DJAMINAN MEMUASKAN''' ROA MALAKA SELATAN 10. DJAKARTA}}<noinclude></noinclude> syrkve6j0n730a91yyuumcnpd04zplb 295719 295718 2026-05-14T15:46:45Z Arunikala 27004 295719 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunikala" /></noinclude>{{c|„Sinarsurya” ASURANSI}} KOTA 283 {{c|'''DJAMINAN MEMUASKAN''' ROA MALAKA SELATAN 10. DJAKARTA.}}<noinclude></noinclude> sozvvqujzr2ux9s3iiuj2w5bcqebtdt Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1068 104 104605 295715 2026-05-14T15:45:06Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Menjerbu tentara Inggeris. Ia mempersiapkan peta Amba- rawa. Melihat letaknja. Melihat djalan-djalannja. Melihat ben- teng musuhnja. Kemudian dia menjusun kekuatan tentaranja dengan teratur. Setelah rapi, ti- balah perintahnja: .,Esok pagi djam 4.30, kita mu- lai menjerang! Pasukan dari badan perdjuangan berada di- belakang dahulu ! Komando pe- njerangan harus dipegang oleh sektor-komando TKR. Sebab komando² TKR mempunjai pe- ngalaman militer".... 295715 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Menjerbu tentara Inggeris. Ia mempersiapkan peta Amba- rawa. Melihat letaknja. Melihat djalan-djalannja. Melihat ben- teng musuhnja. Kemudian dia menjusun kekuatan tentaranja dengan teratur. Setelah rapi, ti- balah perintahnja: .,Esok pagi djam 4.30, kita mu- lai menjerang! Pasukan dari badan perdjuangan berada di- belakang dahulu ! Komando pe- njerangan harus dipegang oleh sektor-komando TKR. Sebab komando² TKR mempunjai pe- ngalaman militer". Malam itu, sangatlah gelapnja. Hanja ada beberapa bintang sa- dja bergetar dilangit. Djendral Sudirman memusatkan segenap tentaranja pada suatu tempat. Ia membentuk barisan penggempur. Komandan² sektor dipanggil. Mereka diperintahkan mentjo- tjokkan djamnja. Setelah itu, ia memberi perin- tah seperti geledek: ,,Kita mulai menjerang!" Dan mulailah tentara Djendral Sudirman me-rangkak2 mende- kati benteng Inggeris. Waktu itu, djam sudah menundjukkan djam 4.20. Ini berarti, bahwa se- puluh menit lagi, pertempuran dahsjat akan terdjadi. Pertem- puran antara tentara Republik Indonesia dan tentara Inggeris. Djendral Sudirman, merentja- nakan suatu serangan jang tiba2 dari berbagai djurusan. Ia ber- pendapat pula bertindak demiki- an, karena pasukannja tidak me- miliki sendjata berat jang dapat ditembakkan dari djarak djauh. Peradjuritnja harus mendekati benteng sedekat2-nja! Djangan lebih dari 200 meter! Tatkala djam sudah menundjuk djam 4.30, mulailah pasukannja menjerang. Tentara Inggeris jg berada dalam benteng tsb., ter- kedjut oleh serangan jang seko- njong-konjong datangnja. Ka- rena serangan itu demikian se- rentak dan datang dari berbagai pendjuru. Maka meriamnja di- muntahkan dengan sedjadi-djadi- nja. Akan tetapi pasukan Djen- dral Sudirman terus bergerak ma- dju. Djendral Sudirman memim- pin pertempuran itu. Pedangnja dihunusnja. Kepala dililitnja de- ngan sehelai handuk. Matanja menjinarkan api perdjuangan jg menjala-njala. Djam enam pagi, pertempuran masih terus berlangsung. la ti- dak mengenal pajah. Nampaklah disini, keuletan dan kekerasan hatinja. Sebelum benteng Ingge- ris dapat direbutnja kembali, ia tidak akan mundur setapakpun. Djalan jang menghubungkan Ambarawa dengan Semarang te- lah berhasil didudukinja. Ia ber- lega hati. Sebab betapa kuat sua- tu pasukan tentara, achirnja akan berantakan djuga apabila terpu- tus rantai perhubungannja. ..Djalan itu harus dipertahan- kan!" perintahnja. Setiap kon- voi jang datang atau pergi harus kita sapu bersih!" Pertempuran makin berketja- muk dengan hebatnja. Empat ha- ri empat malam lamanja. Djen- dral Sudirman tidak mau mundur setapak pun. Majat serdadu Gurka dan Inggeris bertebaran. (Akan disambung) 10 P.E. Zapharma DJ. MATRAMAN RAYA 46 A. DJAKARTA KAWAT: ZOAPHARMA TILP, DGN. 343 Segala keperluan Ternak & Binatang OBAT AN ALAT KEDOKTERAN-KEHEWANAN MAKANAN AJAM (Pabrik makanan ternak kami dipimpin oleh seorang Dokter Hewan) gloves game KWALITET DAN MUTU DIDJAMIN da Digitized by Google<noinclude></noinclude> s5fqhvtvbnsk7n1hlpjld8du5pa58vf 295733 295715 2026-05-14T15:54:14Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 295733 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>'''Menjerbu tentara Inggeris.''' Ia mempersiapkan peta Ambarawa. Melihat letaknja. Melihat djalan-djalannja. Melihat benteng musuhnja. Kemudian dia menjusun kekuatan tentaranja dengan teratur. Setelah rapi, tibalah perintahnja: „Esok pagi djam 4.30, kita mulai menjerang! Pasukan² dari badan² perdjuangan berada dibelakang dahulu ! Komando penjerangan harus dipegang oleh sektor-komando TKR. Sebab komando² TKR mempunjai pengalaman militer“. Malam itu, sangatlah gelapnja. Hanja ada beberapa bintang sadja bergetar dilangit. Djendral Sudirman memusatkan segenap tentaranja pada suatu tempat. Ia membentuk barisan penggempur. Komandan² sektor dipanggil. Mereka diperintahkan mentjotjokkan djamnja. Setelah itu, ia memberi perintah seperti geledek: „Kita mulai menjerang!” Dan mulailah tentara Djendral Sudirman me-rangkak² mendekati benteng Inggeris. Waktu itu, djam sudah menundjukkan djam 4.20. Ini berarti, bahwa sepuluh menit lagi, pertempuran dahsjat akan terdjadi. Pertempuran antara tentara Republik Indonesia dan tentara Inggeris. Djendral Sudirman, merentjanakan suatu serangan jang tiba² dari berbagai djurusan. Ia berpendapat pula bertindak demikian, karena pasukannja tidak memiliki sendjata berat jang dapat ditembakkan dari djarak djauh. Peradjuritnja harus mendekati benteng sedekat²-nja! Djangan lebih dari : 200 meter! Tatkala djam sudah menundjuk djam 4.30, mulailah pasukannja menjerang. Tentara Inggeris jg berada dalam benteng tsb., terkedjut oleh serangan jang sekonjong-konjong datangnja. Karena serangan itu demikian serentak dan datang dari berbagai pendjuru. Maka meriamnja dimuntahkan dengan sedjadi-djadinja. Akan tetapi pasukan Djendral Sudirman terus bergerak madju. Djendral Sudirman memimpin pertempuran itu. Pedangnja dihunusnja. Kepala dililitnja dengan sehelai handuk. Matanja menjinarkan api perdjuangan jg menjala-njala. Djam enam pagi, pertempuran masih terus berlangsung. la tidak mengenal pajah. Nampaklah disini, keuletan dan kekerasan hatinja. Sebelum benteng Inggeris dapat direbutnja kembali, ia tidak akan mundur setapakpun. Djalan jang menghubungkan Ambarawa dengan Semarang telah berhasil didudukinja. Ia berlega hati. Sebab betapa kuat suatu pasukan tentara, achirnja akan berantakan djuga apabila terputus rantai perhubungannja. „Djalan itu harus dipertahankan!” perintahnja. „Setiap konvoi jang datang atau pergi harus kita sapu bersih!” Pertempuran makin berketjamuk dengan hebatnja. Empat hari empat malam lamanja. Djendral Sudirman tidak mau mundur setapak pun. Majat serdadu Gurka dan Inggeris bertebaran. {{right|(Akan disambung)}} {{c| * * * }} {{c|{{xxx-larger|}}}} DJ. MATRAMAN RAYA 46 A. DJAKARTA KAWAT: ZOAPHARMA TILP, DGN. 343 Segala keperluan Ternak & Binatang OBAT²AN ALAT² KEDOKTERAN-KEHEWANAN MAKANAN AJAM (Pabrik makanan ternak kami dipimpin oleh seorang Dokter Hewan) {{c|KWALITET DAN MUTU DIDJAMIN}}<noinclude>{{rh|10}}</noinclude> ig0nhfulyicuyvtqxpes4gsmftjab3j 295735 295733 2026-05-14T15:54:58Z Menyusurisudutnegeri 25205 295735 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>'''Menjerbu tentara Inggeris.''' Ia mempersiapkan peta Ambarawa. Melihat letaknja. Melihat djalan-djalannja. Melihat benteng musuhnja. Kemudian dia menjusun kekuatan tentaranja dengan teratur. Setelah rapi, tibalah perintahnja: „Esok pagi djam 4.30, kita mulai menjerang! Pasukan² dari badan² perdjuangan berada dibelakang dahulu ! Komando penjerangan harus dipegang oleh sektor-komando TKR. Sebab komando² TKR mempunjai pengalaman militer“. Malam itu, sangatlah gelapnja. Hanja ada beberapa bintang sadja bergetar dilangit. Djendral Sudirman memusatkan segenap tentaranja pada suatu tempat. Ia membentuk barisan penggempur. Komandan² sektor dipanggil. Mereka diperintahkan mentjotjokkan djamnja. Setelah itu, ia memberi perintah seperti geledek: „Kita mulai menjerang!” Dan mulailah tentara Djendral Sudirman me-rangkak² mendekati benteng Inggeris. Waktu itu, djam sudah menundjukkan djam 4.20. Ini berarti, bahwa sepuluh menit lagi, pertempuran dahsjat akan terdjadi. Pertempuran antara tentara Republik Indonesia dan tentara Inggeris. Djendral Sudirman, merentjanakan suatu serangan jang tiba² dari berbagai djurusan. Ia berpendapat pula bertindak demikian, karena pasukannja tidak memiliki sendjata berat jang dapat ditembakkan dari djarak djauh. Peradjuritnja harus mendekati benteng sedekat²-nja! Djangan lebih dari : 200 meter! Tatkala djam sudah menundjuk djam 4.30, mulailah pasukannja menjerang. Tentara Inggeris jg berada dalam benteng tsb., terkedjut oleh serangan jang sekonjong-konjong datangnja. Karena serangan itu demikian serentak dan datang dari berbagai pendjuru. Maka meriamnja dimuntahkan dengan sedjadi-djadinja. Akan tetapi pasukan Djendral Sudirman terus bergerak madju. Djendral Sudirman memimpin pertempuran itu. Pedangnja dihunusnja. Kepala dililitnja dengan sehelai handuk. Matanja menjinarkan api perdjuangan jg menjala-njala. Djam enam pagi, pertempuran masih terus berlangsung. la tidak mengenal pajah. Nampaklah disini, keuletan dan kekerasan hatinja. Sebelum benteng Inggeris dapat direbutnja kembali, ia tidak akan mundur setapakpun. Djalan jang menghubungkan Ambarawa dengan Semarang telah berhasil didudukinja. Ia berlega hati. Sebab betapa kuat suatu pasukan tentara, achirnja akan berantakan djuga apabila terputus rantai perhubungannja. „Djalan itu harus dipertahankan!” perintahnja. „Setiap konvoi jang datang atau pergi harus kita sapu bersih!” Pertempuran makin berketjamuk dengan hebatnja. Empat hari empat malam lamanja. Djendral Sudirman tidak mau mundur setapak pun. Majat serdadu Gurka dan Inggeris bertebaran. {{right|(Akan disambung)}} {{c| * * * }} {{c|{{xxx-larger|P.T. Zoapharma}}}} DJ. MATRAMAN RAYA 46 A. DJAKARTA KAWAT: ZOAPHARMA TILP, DGN. 343 Segala keperluan Ternak & Binatang OBAT²AN ALAT² KEDOKTERAN-KEHEWANAN MAKANAN AJAM (Pabrik makanan ternak kami dipimpin oleh seorang Dokter Hewan) {{c|KWALITET DAN MUTU DIDJAMIN}}<noinclude>{{rh|10}}</noinclude> rnxzkcuo95iav0ttlytss37dknr13y2 Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/105 104 104606 295720 2026-05-14T15:47:05Z Arunikala 27004 /* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong 295720 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude><noinclude></noinclude> ld8xhj544kp8w0645w64dbhn3ponpim 295722 295720 2026-05-14T15:48:23Z Arunikala 27004 /* Telah diuji baca */ 295722 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunikala" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 105 crop).jpg|Madjalah Angkatan Darat (page 105 crop)|pus]]<noinclude></noinclude> bn96dqfzm0k8g2gzb7djwu2gxvxyzy5 295758 295722 2026-05-14T16:06:18Z N.imaema 22481 /* Tervalidasi */ 295758 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" /></noinclude>[[File:Madjalah Angkatan Darat (page 105 crop).jpg|Madjalah Angkatan Darat (page 105 crop)|pus]]<noinclude></noinclude> 7noj08haj6inf9zfhti1tmtta2m5pey Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/107 104 104607 295723 2026-05-14T15:48:54Z Arunikala 27004 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Terbitan baru: perentjanaan organisasi, komando Oan kontrole dalam pertahanan nasional karangan John R. Beishline Ph. D. Kolonel A.D. Amerika Serikat. diterdjemahkan oleh: Daan Jahja, Letnan Ko- lonel Infanterie Angkatan Darat. Penting untuk: PERWIRA? ANGKATAN PERANG. SEMUA ORANG JANG MEME- GANG PIMPINAN PADA DJAWATAN ORGANISASI DAN PERUSA- HAAN. | 371 halaman dengan index. Djahitan setengah linen, kulit tebal, jacket jan... 295723 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>Terbitan baru: perentjanaan organisasi, komando Oan kontrole dalam pertahanan nasional karangan John R. Beishline Ph. D. Kolonel A.D. Amerika Serikat. diterdjemahkan oleh: Daan Jahja, Letnan Ko- lonel Infanterie Angkatan Darat. Penting untuk: PERWIRA? ANGKATAN PERANG. SEMUA ORANG JANG MEME- GANG PIMPINAN PADA DJAWATAN ORGANISASI DAN PERUSA- HAAN. | 371 halaman dengan index. Djahitan setengah linen, kulit tebal, jacket jang menarik. Harga Rp.50,- Ongkos kirim pos tertjatat Rp. 3,- Potongan untuk toko? Buku 1 — 10 buah 205 11 — 20 buah 254 21 — 50 buah 3096 50 buah keatas 3545 Dapat dipesan melalui Toko Buku Tuan atau langsung pada Penerbitnja: PT. INDIRA Djl. Dr. Sam Ratulangie 37 - Djakarta - Teromol Pos 181.<noinclude></noinclude> bzsnl9o80a119uu1rt1hld7g1hkdkqx 295731 295723 2026-05-14T15:53:50Z Arunikala 27004 /* Telah diuji baca */ 295731 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunikala" /></noinclude>Terbitan baru: {{gap}} perentjanaan organisasi, komando dan kontrole dalam pertahanan nasional {{c|karangan John R. Beishline Ph. D. Kolonel A.D. Amerika Serikat.}} diterdjemahkan oleh: Daan Jahja, Letnan Ko- lonel Infanterie Angkatan Darat. Penting untuk: {{gap}}PERWIRA<sup>2</sup> ANGKATAN PERANG. SEMUA ORANG JANG MEMEGANG PIMPINAN PADA DJAWATAN ORGANISASI DAN PERUSAHAAN. {{gap}}'''371 halaman dengan index. Djahitan setengah linen, kulit tebal, jacket jang menarik. ''' {{c|'''Harga Rp.50,- Ongkos kirim pos tertjatat Rp. 3,-'''}} {{c|Potongan untuk toko<sup>2</sup> Buku }} {{c|'''1 — 10 buah 20% 11 — 20 buah 25% 21 — 50 buah 30% 50 buah keatas 35%'''}} {{c|Dapat dipesan melalui Toko Buku Tuan atau langsung pada Penerbitnja: }} {{c|<big>'''P.T. INDIRA'''</big> Djl. Dr. Sam Ratulangie 37 - Djakarta - Teromol Pos 181.}}<noinclude></noinclude> b61hl0a7w00ok73ew9jx0iwo58wtsjr 295732 295731 2026-05-14T15:54:12Z Arunikala 27004 295732 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunikala" /></noinclude>Terbitan baru: {{gap}} perentjanaan organisasi, komando dan kontrole dalam pertahanan nasional {{c|karangan John R. Beishline Ph. D. Kolonel A.D. Amerika Serikat.}} diterdjemahkan oleh: Daan Jahja, Letnan Ko- lonel Infanterie Angkatan Darat. Penting untuk: {{gap}}PERWIRA<sup>2</sup> ANGKATAN PERANG. SEMUA ORANG JANG MEMEGANG PIMPINAN PADA DJAWATAN ORGANISASI DAN PERUSAHAAN. {{gap}}'''371 halaman dengan index. Djahitan setengah linen, kulit tebal, jacket jang menarik. ''' {{c|'''Harga Rp.50,- Ongkos kirim pos tertjatat Rp. 3,-'''}} {{c|Potongan untuk toko<sup>2</sup> Buku }} {{c|1 — 10 buah 20% 11 — 20 buah 25% 21 — 50 buah 30% 50 buah keatas 35%}} {{c|Dapat dipesan melalui Toko Buku Tuan atau langsung pada Penerbitnja: }} {{c|<big>'''P.T. INDIRA'''</big> Djl. Dr. Sam Ratulangie 37 - Djakarta - Teromol Pos 181.}}<noinclude></noinclude> ryt97aykdquucrzjlel9f8evcuxldi5 295734 295732 2026-05-14T15:54:39Z Arunikala 27004 295734 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunikala" /></noinclude>{{border|1=Terbitan baru: {{gap}} perentjanaan organisasi, komando dan kontrole dalam pertahanan nasional {{c|karangan John R. Beishline Ph. D. Kolonel A.D. Amerika Serikat.}} diterdjemahkan oleh: Daan Jahja, Letnan Ko- lonel Infanterie Angkatan Darat. Penting untuk: {{gap}}PERWIRA<sup>2</sup> ANGKATAN PERANG. SEMUA ORANG JANG MEMEGANG PIMPINAN PADA DJAWATAN ORGANISASI DAN PERUSAHAAN. {{gap}}'''371 halaman dengan index. Djahitan setengah linen, kulit tebal, jacket jang menarik. ''' {{c|'''Harga Rp.50,- Ongkos kirim pos tertjatat Rp. 3,-'''}} {{c|Potongan untuk toko<sup>2</sup> Buku }} {{c|1 — 10 buah 20% 11 — 20 buah 25% 21 — 50 buah 30% 50 buah keatas 35%}} {{c|Dapat dipesan melalui Toko Buku Tuan atau langsung pada Penerbitnja: }} {{c|<big>'''P.T. INDIRA'''</big> Djl. Dr. Sam Ratulangie 37 - Djakarta - Teromol Pos 181.}}}}<noinclude></noinclude> jizsr5fzkaqkc50jwdi7jm4h8ake8m3 295762 295734 2026-05-14T16:07:27Z N.imaema 22481 /* Tervalidasi */ 295762 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" /></noinclude>{{border|1=Terbitan baru: {{gap}} perentjanaan organisasi, komando dan kontrole dalam pertahanan nasional {{c|karangan John R. Beishline Ph. D. Kolonel A.D. Amerika Serikat.}} diterdjemahkan oleh: Daan Jahja, Letnan Ko- lonel Infanterie Angkatan Darat. Penting untuk: {{gap}}PERWIRA<sup>2</sup> ANGKATAN PERANG. SEMUA ORANG JANG MEMEGANG PIMPINAN PADA DJAWATAN ORGANISASI DAN PERUSAHAAN. {{gap}}'''371 halaman dengan index. Djahitan setengah linen, kulit tebal, jacket jang menarik. ''' {{c|'''Harga Rp.50,- Ongkos kirim pos tertjatat Rp. 3,-'''}} {{c|Potongan untuk toko<sup>2</sup> Buku }} {{c|1 — 10 buah 20% 11 — 20 buah 25% 21 — 50 buah 30% 50 buah keatas 35%}} {{c|Dapat dipesan melalui Toko Buku Tuan atau langsung pada Penerbitnja: }} {{c|<big>'''P.T. INDIRA'''</big> Djl. Dr. Sam Ratulangie 37 - Djakarta - Teromol Pos 181.}}}}<noinclude></noinclude> owunckwrgorq4bzktt5874w5aaueufc Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/300 104 104608 295724 2026-05-14T15:49:06Z Sarieffe 26994 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '£ Sempurnakanlah Djiwa 17 Agustus 1945 | | Laksanakaniah Gotong Rojong 17 Agustus 1945 | Bila perlu belalah dengan Darah dan Djiwamu” | TEDUH" VEEM | Expeditie & Transport Djalan Tongkol 6, Djakarta - Kota. Mengutjapkan : | Selamat Hari Ulang Tahun ke-XII PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA ALAMAT TERKENAL 2P pE 7'S) LISE ar Re ( CLAD wara aa KEBON SIRIH TIMUR GANGIL/22 DJAKARTA 22' 295724 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Sarieffe" /></noinclude>£ Sempurnakanlah Djiwa 17 Agustus 1945 | | Laksanakaniah Gotong Rojong 17 Agustus 1945 | Bila perlu belalah dengan Darah dan Djiwamu” | TEDUH" VEEM | Expeditie & Transport Djalan Tongkol 6, Djakarta - Kota. Mengutjapkan : | Selamat Hari Ulang Tahun ke-XII PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA ALAMAT TERKENAL 2P pE 7'S) LISE ar Re ( CLAD wara aa KEBON SIRIH TIMUR GANGIL/22 DJAKARTA 22<noinclude></noinclude> kko5g28obvts2q29u51g3ogr82sq2e8 295766 295724 2026-05-14T16:09:17Z Sarieffe 26994 /* Telah diuji baca */ 295766 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sarieffe" /></noinclude>{| style="margin:0 auto; border:1px solid black;width:80%;padding:10px;" |- |Sempurnakanlah Djiwa 17 Agustus 1945 |- |<center> Laksanakaniah Gotong Rojong 17 Agustus 1945 </center> |- |<center> {{X-larger|''”Bila perlu belalah dengan Darah dan Djiwamu”'' }} |- |<center>{{Xxx-larger| '''„TEDUH“ VEEM''' }} |- |<center>{{X-larger|'''Expeditie & Transport''' }} |- |<center>{{X-larger|'''Djalan Tongkol 6, {{gap}} {{gap}} Djakarta - Kota.''' }} |- |} <br> {|style="margin:0 auto; border:1px solid black;width:80%;padding:10px;" |- |Mengutjapkan : |- |Selamat Hari Ulang Tahun ke-XII |- |PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA |- |ALAMAT TERKENAL |- |<center> {{Xxx-larger|'''SETIA'''}}</center> |- |terima membikin : |- |• LENTJANA EMBLEM NAAMP |- |• LAT MEDALI (PRESS) |- |• SULAM (TANDA PANGKAT) |- |• PENING, GRAVEER, PET |- |• PETJI (BIVAKMUT'S) |- |•STEMPEL, KLISE |- |DAN LAIN² |- |{{Right sidenote|<center>Indonesich</center>}} |- |{{Right sidenote|<center>C.I.A.D PUSAT DAN M.B.A.U</center>}} |- |{{Right sidenote|KEBON SIRIH TIMUR}} |- |{{Right sidenote|GANGIL/22 DJAKARTA}} |}<noinclude>{{RH|22}}</noinclude> 6m7vx2ks7hdq30kbngic3ci6jeep1o9 Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1109 104 104609 295725 2026-05-14T15:50:24Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 295725 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{border|1= {{center| <big><big><big><big>'''P.T. BANK BENTENG REPUBLIK INDONESIA'''</big></big></big></big> (DIBANGUN OLEH TENAGA VETERAN KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA) MENGUTJAPKAN: '''„SELAMAT HARI ULANG TAHUN KE XIV<br>KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA”''' <nowiki><big><big><big>*</big></big></big></nowiki> }} '''KANTOR PUSAT :''' DJALAN RAYA KREKOT BUNDER No. 5 — DJAKARTA '''CABLE ADDRES :''' BABENRI DJAKARTA — TELEPON GAMBIR 1570 '''CABLE ADDRES :''' BABENRI MAKASAR — TELEPON GAMBIR 5843 {{center|<nowiki><big><big><big>*</big></big></big></nowiki>}} '''TJABANG² :''' DJAKARTA-KOTA, PINTU BESAR SELATAN 87. MAKASSER, DJALAN NUSANTARA 124-126 '''PERWAKILAN :''' MENADO, DJALAN BENTENG. '''MENGERDJAKAN :''' SEGALA URUSAN/PEKERDJAAN BANK TABUNGAN Dll. '''AGEN :''' P.T. MASKAPI ASURANSI GADJAH MADA. }}<noinclude></noinclude> k4p7nisedwt8ba0zbsc1vqgh7j4cajj 295726 295725 2026-05-14T15:51:05Z Link PB 26772 295726 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{border|1= {{center| <big><big><big><big>'''P.T. BANK BENTENG REPUBLIK INDONESIA'''</big></big></big></big> (DIBANGUN OLEH TENAGA VETERAN KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA) MENGUTJAPKAN: '''„SELAMAT HARI ULANG TAHUN KE XIV<br>KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA”''' <big><big><big>*</big></big></big> }} '''KANTOR PUSAT :''' DJALAN RAYA KREKOT BUNDER No. 5 — DJAKARTA '''CABLE ADDRES :''' BABENRI DJAKARTA — TELEPON GAMBIR 1570 '''CABLE ADDRES :''' BABENRI MAKASAR — TELEPON GAMBIR 5843 {{center|<big><big><big>*</big></big></big>}} '''TJABANG² :''' DJAKARTA-KOTA, PINTU BESAR SELATAN 87. MAKASSER, DJALAN NUSANTARA 124-126 '''PERWAKILAN :''' MENADO, DJALAN BENTENG. '''MENGERDJAKAN :''' SEGALA URUSAN/PEKERDJAAN BANK TABUNGAN Dll. '''AGEN :''' P.T. MASKAPI ASURANSI GADJAH MADA. }}<noinclude></noinclude> dbi3yofcn42fqxm57j883w0uqovqqtu 295727 295726 2026-05-14T15:51:22Z Link PB 26772 295727 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{border|1= {{center| <big><big><big><big>'''P.T. BANK BENTENG REPUBLIK INDONESIA'''</big></big></big></big> (DIBANGUN OLEH TENAGA VETERAN KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA) MENGUTJAPKAN: '''„SELAMAT HARI ULANG TAHUN KE XIV<br>KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA”''' <big><big><big>*</big></big></big> }} '''KANTOR PUSAT :''' DJALAN RAYA KREKOT BUNDER No. 5 — DJAKARTA '''CABLE ADDRES :''' BABENRI DJAKARTA — TELEPON GAMBIR 1570 '''CABLE ADDRES :''' BABENRI MAKASAR — TELEPON GAMBIR 5843 {{center|<big><big><big>*</big></big></big>}} '''TJABANG² :''' DJAKARTA-KOTA, PINTU BESAR SELATAN 87. MAKASSER, DJALAN NUSANTARA 124-126 '''PERWAKILAN :''' MENADO, DJALAN BENTENG. '''MENGERDJAKAN :''' SEGALA URUSAN/PEKERDJAAN BANK TABUNGAN Dll. '''AGEN :''' P.T. MASKAPI ASURANSI GADJAH MADA. }}<noinclude></noinclude> lc26v8svhytsfnbtbpjjz2dqa1dz56g 295728 295727 2026-05-14T15:52:06Z Link PB 26772 295728 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{border|1= {{center| <big><big><big><big>'''P.T. BANK BENTENG REPUBLIK INDONESIA'''</big></big></big></big> '''(DIBANGUN OLEH TENAGA VETERAN<br>KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA)''' MENGUTJAPKAN: '''„SELAMAT HARI ULANG TAHUN KE XIV<br>KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA”''' <big><big><big>*</big></big></big> }} '''KANTOR PUSAT :''' DJALAN RAYA KREKOT BUNDER No. 5 — DJAKARTA '''CABLE ADDRES :''' BABENRI DJAKARTA — TELEPON GAMBIR 1570 '''CABLE ADDRES :''' BABENRI MAKASAR — TELEPON GAMBIR 5843 {{center|<big><big><big>*</big></big></big>}} '''TJABANG² :''' DJAKARTA-KOTA, PINTU BESAR SELATAN 87. MAKASSER, DJALAN NUSANTARA 124-126 '''PERWAKILAN :''' MENADO, DJALAN BENTENG. '''MENGERDJAKAN :''' SEGALA URUSAN/PEKERDJAAN BANK TABUNGAN Dll. '''AGEN :''' P.T. MASKAPI ASURANSI GADJAH MADA. }}<noinclude></noinclude> jf2n74i61owg3nmmzatx7xi8nuf7rxa 295729 295728 2026-05-14T15:52:55Z Link PB 26772 295729 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{border|1= {{center| <big><big><big><big>'''P.T. BANK BENTENG REPUBLIK INDONESIA'''</big></big></big></big> <br> <br> '''(DIBANGUN OLEH TENAGA VETERAN<br>KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA)''' <br> <br> MENGUTJAPKAN: <br> <br> '''„SELAMAT HARI ULANG TAHUN KE XIV<br>KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA”''' <br> <br> <big><big><big>*</big></big></big> }} <br> <br> '''KANTOR PUSAT :''' DJALAN RAYA KREKOT BUNDER No. 5 — DJAKARTA '''CABLE ADDRES :''' BABENRI DJAKARTA — TELEPON GAMBIR 1570 '''CABLE ADDRES :''' BABENRI MAKASAR — TELEPON GAMBIR 5843 <br> <br> {{center|<big><big><big>*</big></big></big>}} <br> <br> '''TJABANG² :''' DJAKARTA-KOTA, PINTU BESAR SELATAN 87. MAKASSER, DJALAN NUSANTARA 124-126 '''PERWAKILAN :''' MENADO, DJALAN BENTENG. '''MENGERDJAKAN :''' SEGALA URUSAN/PEKERDJAAN BANK TABUNGAN Dll. '''AGEN :''' P.T. MASKAPI ASURANSI GADJAH MADA. }}<noinclude></noinclude> 909xhjv9asdflzm6f1h1yj5izytz9t9 Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1092 104 104610 295737 2026-05-14T15:55:38Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '34 LAMPIRAN: INSTRUKSI PENGUASA PERANG PUSAT No. Instr./Peperpu/077/1959. TENTANG "OPERASI KESADARAN NASIONAL". I. DASAR PENGERTIAN: 1. Jang dimaksud dengan "Operasi Kesadaran Nasional" dalam hal ini, bukan suatu gera- kan operasi jang menggunakan kekuatan sendjata dan/atau tenaga militer, melainkan adalah suatu gerakan jang dilakukan serentak dan bersama-sama serta terus-terusan di- laksanakan pada waktu-waktu jang bersamaan (jang telah ditentu... 295737 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>34 LAMPIRAN: INSTRUKSI PENGUASA PERANG PUSAT No. Instr./Peperpu/077/1959. TENTANG "OPERASI KESADARAN NASIONAL". I. DASAR PENGERTIAN: 1. Jang dimaksud dengan "Operasi Kesadaran Nasional" dalam hal ini, bukan suatu gera- kan operasi jang menggunakan kekuatan sendjata dan/atau tenaga militer, melainkan adalah suatu gerakan jang dilakukan serentak dan bersama-sama serta terus-terusan di- laksanakan pada waktu-waktu jang bersamaan (jang telah ditentukan), oleh seluruh warga Indonesia, baik dilakukannja atas kesadaran dan keinsjafan dari diri pribadi per- orangan masing-masing, maupun setjara bersama-sama setjara dipimpin. 2. Dilaksanakannja "Operasi Kesadaran Nasional" ini adalah dengan tjara dan sifat militant. keinsjafan dan berpengertian atas dasar-dasar pokok maksud dan tudjuannja, jakni untuk lebih tertanam, dibina, dipupuk dan dipeliharanja djiwa dasar Kesadaran Nasional ter- hadap dasar-dasar kenasionalan Negara dan Bangsa Indonesia. 3. Operasi Kesadaran Nasional adalah suatu gerakan jang dalam pelaksanaannja ditudjukan dan/atau bersifat segi psychologis, tetapi tidak berarti bahwa dalam gerakannja didasar- kan karena factor psychologis, melainkan harus dan/atau wadjib dilakukan demi mendjadi dasar djiwa setiap warga Indonesia untuk tetap dan kekal memiliki Kesadaran Nasional terhadap Negara dan Bangsanja serta dimiliki setjara tradisionil (turun-temurun). 4. Operasi Kesadaran Nasional untuk taraf permulaan, tetapi ini adalah sangat utama dan penting. serta harus dilaksanakannja pada waktu sekarang ini djustru mengingat tidak hanja berdasarkan pada urgensinja sadja, melainkan adalah mendjadi utama sekali jang harus dimilikinja demi untuk dapat digalangnja potensi nasional jang besar serta kukuh jang akan dipergunakan untuk menjelesaikan revolusi Nasional dan/atau mentjapai hasil- hasil perdjoangan tjita-tjita dasar perdjoangan Nasional kita jakni ditjapainja setjara penuh dan dirasai merata Kemerdekaan, kedaulatan, persatuan keadilan dan kemakmuran seluruh Negara dan Bangsa kita. Dasar-dasar pokok jang dimaksud dalam operasi Kesadaran Nasional taraf permulaan ini adalah mengenai keharusan atau kewadjiban setiap warga Indonesia untuk memberi- kan penghormatan serta perlakuan jang semestinja terhadap kehormatan dan kedudukan dari jang telah didjadikan perlambang Nasional dan sila (dasar) Negara Republik In- donesia jakni: 4.1. Bendera Nasional 4.2. Lagu Nasional MERAH PUTIH. INDONESIA RAYA. 4.3. Harus serta wadjib mengerti serta melaksanakan sila Negara : II. DASAR - Ketuhanan Jang Maha Esa. Peri Kemanusiaan. Kebangsaan. Kedaulatan Rakjat. Keadilan Sosial. PEGANGAN: 1. Sudah mendjadi dasar, bahwa setiap Bangsa dan Negara didunia ini memiliki : 1.1. Bendera Nasional. 1.2. Lagu Nasional. 1.3. Sila (dasar) Negara. Demikian pula bagi Bangsa dan Negara Republik Indonesia, memiliki : Bendera Nasional Lagu Nasional - Sang Merah Putih. Indonesia Raya. Sila (Dasar) Negara Pantjasila : Ketuhanan Jang Maha Esa. Peri-Kemanusiaan. Kebangsaan. Kedaulatan Rakjat. Keadilan Sosial. Digitized by Google<noinclude></noinclude> 7x7z49vcg5x773gyabxl8xvzm3wxr4j Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1061 104 104611 295738 2026-05-14T15:57:15Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Madj alah DJALAN SEGARA 5 . DJAKARTA | Diselenggrakan untuk : Membina Semangat Pertahanan Nasional untuk Tentara dan Rakjat Penanggung Djawab K. Puspen. Redaksi/Administrasi Biro Penerbitan Puspen Tilp. O.G. 1700/33 t Penerbit Pusat Penerangan A.D. t Terbit sekali sebulan t Pentjetak Dittop. A.D. GAMBAR KULIT : ,Bangsa jang mau menghor- mati djasa? Pahlawannja adalah bangsa jang besar”. Demikian kata Pres... 295738 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Madj alah DJALAN SEGARA 5 . DJAKARTA | Diselenggrakan untuk : Membina Semangat Pertahanan Nasional untuk Tentara dan Rakjat Penanggung Djawab K. Puspen. Redaksi/Administrasi Biro Penerbitan Puspen Tilp. O.G. 1700/33 t Penerbit Pusat Penerangan A.D. t Terbit sekali sebulan t Pentjetak Dittop. A.D. GAMBAR KULIT : ,Bangsa jang mau menghor- mati djasa? Pahlawannja adalah bangsa jang besar”. Demikian kata Presiden Soe- karno. Memang, hanja karena perdjuangan dan pengorba- nan Pahlawan inilah Negara jang kita pindjak ini, dari tiada mendjadi ada dan dari terdjadjah mendjadi Mer- deka. Angkatan Darat No. 6 DJUNI "59 Th. Ke IX Kata Redaksi: Mengerdjakan kebiasaan baik dan tabiat utama, umumnja dirasa/ dibuat berat dan sulit oleh seseorang. Seperti membiasakan bangun pagi2, menjikat gigi sebelum dan sesudah tidur, dan lain?. Sebenarnja ini hanja oleh rasa malas/segan, meski untuk pekerdjaan seringan itu, pula nam- paknja remeh-temeh. Tentu menfaatnjapun tidka RENA, fikirnja, konon pengaruh dan akibatnja. Dalam kalangan Tentara kita, gedjala menganggap remeh terhadap kebiasaan ketjil dan ringan itu tampak menjolok, misalnja sadja dalam soal appel. Keluh kesah dan gerutu menghambur tanpa arah jang tepat, seperti bagi mereka jang bertugas di staf menganggap appel itu peker- djaan orang? pasukan (troep), jang berdinas administrasi tjukup Ka aNUa kantor djam 07.00 pulang djam 14.00. Jaah, kebanjakan orang melupakan pengaruhnja, efeknja, akibatnja daripada kemalasan/keseganan jang ringan itu. Orang melupakan bahwa seutas benang sehari, akan mendjadi sehelai sarong dalam setahun. Dan sarong itu sangat berguna dan berharga dihari kemudian/tertentu. Ekses? mesum dari keseganan/kemalasan itu dapat kita intip pada setiap ada peristiwa upatjara?, bahkan setiap hari, seperti: Ada Bentara mulutnja bungkem dalam upatjara mengutjapkan Sapta Marga ber-sama?, karena tak biasa. Ada seorang Perwira lidahnja kaku untuk mengutjap- kan bahasa Indonesia, karena tidak biasa. Ada Tamtama kalung Sang Saka, karena tak biasa turut serta dalam ujjatjara penghormatan/penai- kan bendera Nasional kita. Dan banjak lagi tingkah? menjedihkan dan memalukan lainnja, baik dalam kalangan Tentara maupun Masjarakat umum. Maka bukanlah bermaksud undjuk kuasa, apabila KASAD selaku PEPERPU terpaksa mengeluarkan Instruksi No. Instr./Peperpu/0177/1959 tentanz Operasi Kesedaran Nasional dimana kepada Masjarakat kita se- luruhnja diwadjibkan sedar diri atas kemesuman tersebut diatas. Pun pula ini dapat dianggap suatu kelandjutan daripada Penetapan Pemerintah tentang adanja Hari? Raja Nasional, seperti 20 Mei, 17 Agustus, dls. Achirnja dapat diharapkan taraf demi taraf terwudjudlah kembali kepribadian Bangsa Indonesia jang asli, setelah mengalami cultuur-stelsel model Belanda (Barat) sekian abad lamanja. Dan kita baru akan tampak selaras dan serasi, manakala kita mengenakan pakaian menurut ukuran badan kita sendiri. Kita harus pasti dan jakin. ) Pe. Es. & — PA<noinclude></noinclude> hqyt5e1f6hrt6157w63p6gpg6oopzsu 295756 295738 2026-05-14T16:05:49Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 295756 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{c| {{x-larger|''Madjalah''}} {{Xx-larger|ANGKATAN DARAT}} DJALAN SEGARA 5 '''DJAKARTA''' }} '''Diselenggrakan untuk:''' {{c|Membina Semangat Pertahanan Nasional untuk Tentara dan Rakjat {{*}} Penanggung Djawab K. Puspen. {{*}} Redaksi/Administrasi Biro Penerbitan Puspen Tilp. O.G. 1700/33 {{*}} Penerbit Pusat Penerangaa A.D. {{*}} Terbit sekali sebulan {{*}} '''''Pentjetak Dittop. A.D.''''' {{Rule}} '''GAMBAR KULIT :''' }} „Bangsa jang mau menghormati djasa² Pahlawannja adalah bangsa jang besar”. Demikian kata Presiden Soekarno. Memang, hanja karena perdjuangan dan pengorbanan Pahlawan inilah Negara jang kita pindjak ini, dari tiada mendjadi ada dan dari terdjadjah mendjadi Merdeka. {{c| * * *}} {{xx-larger|'''Angkatan Darat No. 6 DJUNI 59 Th. Ke IX'''}} ''Kata Redaksi:'' Mengerdjakan kebiasaan baik dan tabiat utama, umumnja dirasa/dibuat berat dan sulit oleh seseorang. Seperti membiasakan bangun pagi, menjikat gigi sebelum dan sesudah tidur, dan laini. Sebenarnja ini hanja oleh rasa malas/segan, meski untuk pekerdjaan seringan itu, pula nampaknja remeh-temeh. Tentu menfaatnjapun tidka banjak, fikirnja, konon pengaruh dan akibatnja. Dalam kalangan Tentara kita, gedjala menganggap remeh terhadap kebiasaan ketjil dan ringan itu tampak menjolok, misalnja sadja dalam soal appel. Keluh kesah dan gerutu menghambur tanpa arah jang tepat, seperti bagi mereka jang bertugas di staf menganggap appel itu pekerdjaan orangi pasukan (troep), jang berdinas administrasi tjukup masuk kantor djam 07.00 pulang djam 14.00. Jaah, kebanjakan orang melupakan pengaruhnja, efeknja, akibatnja daripada kemalasan/keseganan jang ringan itu. Orang melupakan bahwa seutas benang sehari, akan mendjadi sehelai sarong dalam setahun. Dan sarong itu sangat berguna dan berharga dihari kemudian/tertentu. Eksesi mesum dari keseganan/kemalasan itu dapat kita intip pada setiap ada peristiwa upatjarai, bahkan setiap hari, seperti: Ada Bentara mulutnja bungkem dalam upatjara mengutjapkan Sapta Marga ber-sama², karena tak biasa. Ada seorang Perwira lidahnja kaku untuk mengutjapkan bahasa Indonesia, karena tidak biasa. Ada Tamtama kalung Sang Saka, karena tak biasa turut serta dalam upatjara penghormatan/penaikan bendera Nasional kita. Dan banjak lagi tingkahi menjedihkan dan memalukan lainnja, baik dalam kalangan Tentara maupun Masjarakat umum. Maka bukanlah bermaksud undjuk kuasa, apabila KASAD selaku PEPERPU terpaksa mengeluarkan Instruksi No. Instr./Peperpu/077/1959 tentang Operasi Kesedaran Nasional dimana kepada Masjarakat kita seluruhnja diwadjibkan sedar diri atas kemesuman tersebut diatas. Pun pula ini dapat dianggap suatu kelandjutan daripada Penetapan Pemerintah tentang adanja Harii Raja Nasional, seperti 20 Mei, 17 Agustus, dls. Achirnja dapat diharapkan taraf demi taraf terwudjudlah kembali kepribadian Bangsa Indonesia jang asli, setelah mengalami cultuur-stelsel model Belanda (Barat) sekian abad lamanja. Dan kita baru akan tampak selaras dan serasi, manakala kita mengenakan pakaian menurut ukuran badan kita sendiri. Kita harus pasti dan jakin. {{Right|Pe. Es.}}<noinclude></noinclude> os88xz2gx3snus5l1lurmzfzzjjdha6 Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/169 104 104612 295740 2026-05-14T15:58:58Z Arunikala 27004 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Djanganlah membeli ,,tapal gigi" dengan sembarangan..... tapi mintalah, PRODENT embuat gigi seputih mutiara! Setiap kali sehabis makan, sikatlah gigi dengan PRODENT. Membikin hawa mulut mendjadi harum dan tak tertinggal suatu kotoran di gigi PRODENT PRODENT TAPAL GIGI TAPAL GIGI PROL TAPAL Perhatikanlah tube jang besar, Tuan mendapat lebih dengan harga jang murah PUTIH Tube sangat besar Rp. 3,50 Tube biasa Rp. 2,50 HIDJAU (Chlorophyl) Tube sanga... 295740 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude>Djanganlah membeli ,,tapal gigi" dengan sembarangan..... tapi mintalah, PRODENT embuat gigi seputih mutiara! Setiap kali sehabis makan, sikatlah gigi dengan PRODENT. Membikin hawa mulut mendjadi harum dan tak tertinggal suatu kotoran di gigi PRODENT PRODENT TAPAL GIGI TAPAL GIGI PROL TAPAL Perhatikanlah tube jang besar, Tuan mendapat lebih dengan harga jang murah PUTIH Tube sangat besar Rp. 3,50 Tube biasa Rp. 2,50 HIDJAU (Chlorophyl) Tube sangat besar Rp. 4,50 P.1.119 Digitized by Google<noinclude></noinclude> gts7v0yq6mvq9agzx9nc1ipqnpyiwec 295746 295740 2026-05-14T16:01:54Z Arunikala 27004 /* Telah diuji baca */ 295746 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunikala" /></noinclude>'''Djanganlah membeli „tapal gigi” dengan sembarangan{{...|5}} tapi mintalah, ''' {{c|'''<big>PRODENT</big>'''}} {{c|'''membuat gigi seputih mutiara!'''}} Setiap kali sehabis makan, sikatlah gigi dengan PRODENT. Membikin hawa mulut mendjadi harum dan tak tertinggal suatu kotoran di gigi Perhatikanlah tube jang besar, Tuan mendapat lebih dengan harga jang murah {{c|PUTIH Tube sangat besar Rp. 3,50 Tube biasa {{gap}} Rp. 2,50 }} {{c|HIDJAU (Chlorophyl) Tube sangat besar Rp. 4,50 }}<noinclude></noinclude> 87mzvolb275kbjv9d9h9wemhplzk8l2 295748 295746 2026-05-14T16:02:16Z Arunikala 27004 295748 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunikala" /></noinclude>'''Djanganlah membeli „tapal gigi” dengan sembarangan{{...|5}} tapi mintalah, ''' {{c|'''<big>PRODENT</big>'''}} {{c|'''membuat gigi seputih mutiara!'''}} Setiap kali sehabis makan, sikatlah gigi dengan PRODENT. Membikin hawa mulut mendjadi harum dan tak tertinggal suatu kotoran di gigi Perhatikanlah tube jang besar, Tuan mendapat lebih dengan harga jang murah {{c|PUTIH Tube sangat besar Rp. 3,50 Tube biasa {{gap}} Rp. 2,50 }} {{c|HIDJAU (Chlorophyl) Tube sangat besar Rp. 4,50 }}<noinclude></noinclude> mskqrb9lvw4yvp6vw209q2ewk9x2uqm 295755 295748 2026-05-14T16:04:43Z Arunikala 27004 295755 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunikala" /></noinclude>'''Djanganlah membeli „tapal gigi” dengan sembarangan{{...|5}} tapi mintalah, ''' {{c|'''<big>PRODENT</big>'''}} {{c|'''membuat gigi seputih mutiara!'''}} Setiap kali sehabis makan, sikatlah gigi dengan PRODENT. Membikin hawa mulut mendjadi harum dan tak tertinggal suatu kotoran di gigi Perhatikanlah tube jang besar, Tuan mendapat lebih dengan harga jang murah {{c|PUTIH Tube sangat besar Rp. 3,50 Tube biasa {{gap}} Rp. 2,50 }} {{c|HIDJAU (Chlorophyl) Tube sangat besar Rp. 4,50 }}<noinclude></noinclude> 754ar5lcq2r3j4clk4niwe4emr6h1vj Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/816 104 104613 295741 2026-05-14T16:00:50Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 295741 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center> {{u|'''Mengenangkan Hari Pahlawan :'''}} <big><big><big><big>'''10 NOPEMBER'''</big></big></big></big> </center> <big>''SATU GUGUR, JANG SERIBU MADJU. TUMPUKAN JANG GUGUR MENINGGI, TAPI SERANGAN RAKJAT MAKIN MENDAHSJAT.''' </big> {{Missing image}} <small>''Ruslan Abdulgani<br>Wakil Ketua Dewan Nasional</small> "The Indonesians in Sourabaya took no account of their dead; when one man fell, another came forward. ............. The Brenn continued to speak, the piles of dead at the barricades mounted, but more and more Indonesians came forward trampling on the fallen". "Rakjat Indonesia di Surabaja tidak memperhitungkan jang gugur; pada saat satu djatuh, jang lain madju kedepan ............. Sendjata bren bersuara terus, tumpukan jang gugur diatas baricade meninggi, tapi terus bertambah jang madju dari rakjat Indonesia, menari diatas jang meninggal". (Dari buku "The fighting Cock" oleh Lt. Kol. A.J.F. Doulton). Hari Pahlawan lahir karena ada pertempuran jang hebat di Surabaja. Pertempuran itu berlaku antara rakjat Indonesia di Surabaja dengan Tentara gabungan Inggris dan Belanda. Pertaruhannja adalah kemerdekaan rakjat dan Bangsa Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Karena itu Hari Pahlawan tidak dapat dilihat lepas dari Hari Proklamasi tanggal 17 Agustus 1945. Dan ditindjau dari sudut penjusunan kekuatan pertahanan kita, maka Hari Pahlawan itu tidak dapat dilepaskan pula dari Hari Angkatan Perang tanggal 5 Oktober 1945. Kita sebenarnja boleh bangga, bahwa Djawa-Timur umumnja telah dapat menjumbangkan suatu Hari Keramat pula pada Revolusi kita. Sebab, selain Hari Proklamasi 17 Agustus 1945 dan Hari Angkatan Perang 5 Oktober 1945, maka sebenarnja tahun 1945 itu mengenal pula tanggal-tanggal lain, jaitu: umpama tanggal 16 Oktober 1945 waktu Wakil Presiden Hatta menjerahi tugas-tugas legislatif kepada Komite Nasional Pusat; tanggal 1 Nopember 1945 waktu Manifes-Politik Pemerintah Republik Indonesia dikeluarkan; dan 3 Nopember 1945 waktu Maklumat untuk mendirikan party-party politik diumumkan. Tapi tidak ada satu dari tanggal lain-lain jang tersebut achir itu kini diperingati, sekalipun dokumen-dokumen dari Pusat Djakarta itu, setjara politis mempunjai arti sedjarahnja sendiri. Djustru tanggal 10 Nopember 1945, suatu tanggal tanpa-dokumen, ini dirajakan dimana-mana dengan begitu menambah pada Hari Proklamasi dan Hari Angkatan Perang suatu Hari Keramat jang baru, dan jang meresap keseluruh darah-daging rakjat Indonesia. {{border|1= Roeslan Abdulgani adalah salah satu pemain dalam pergolakan dikota Surabaja, baik sewaktu Djepang hendak menjerah, maupun sesudah Proklamasi Kemerdekaan. Ia pernah mendjadi anggota pimpinan „POETERA” daerah Surabaja, jang diketuai oleh Alm. Soedirman; kemodian Ketua Panitya Angkatan Muda Surabaja; Wk. Ketua KNI daerah Surabaja, dan Sekretaris Kontak Biro antar Pemerintah Republik Indonesia Djawa Timur dan Tentara Inggeris, jang pada tanggal 28 Oktober dan 10 Nopember 1945 bertempur bersama Rakjat Surabaja. Fakta² untuk karangan ini kali diambilnja dari sumber² Inggeris dan Belanda. }} Periode 17 Agustus sampai dengan September 1945 adalah periode perlombaan antara kita dengan Tentara Sekutu. Perlombaan antara kita dengan '''NICA''' dan '''RAPWI''' (jaitu organisasi untuk ''Recovery of Allied Prisoners of War and Internees'', organisasi untuk mengatur nasibnja tawanan perang dan interniran dari Sekutu); dan djuga perlombaan antara kita dengan Tentara Djepang. Perlombaan ini dilakukan dimana-mana. Semula dengan Djepang jang segera setelah mereka menjerah, diserahi tugas oleh Sekutu untuk mendjaga keamanan.<noinclude>{{rh|6}}</noinclude> iw4co4t413uv88ajdssq5za1ewqwbr7 295743 295741 2026-05-14T16:01:13Z Link PB 26772 295743 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{u|'''Mengenangkan Hari Pahlawan :'''}} <center> <big><big><big><big>'''10 NOPEMBER'''</big></big></big></big> </center> <big>''SATU GUGUR, JANG SERIBU MADJU. TUMPUKAN JANG GUGUR MENINGGI, TAPI SERANGAN RAKJAT MAKIN MENDAHSJAT.''' </big> {{Missing image}} <small>''Ruslan Abdulgani<br>Wakil Ketua Dewan Nasional</small> "The Indonesians in Sourabaya took no account of their dead; when one man fell, another came forward. ............. The Brenn continued to speak, the piles of dead at the barricades mounted, but more and more Indonesians came forward trampling on the fallen". "Rakjat Indonesia di Surabaja tidak memperhitungkan jang gugur; pada saat satu djatuh, jang lain madju kedepan ............. Sendjata bren bersuara terus, tumpukan jang gugur diatas baricade meninggi, tapi terus bertambah jang madju dari rakjat Indonesia, menari diatas jang meninggal". (Dari buku "The fighting Cock" oleh Lt. Kol. A.J.F. Doulton). Hari Pahlawan lahir karena ada pertempuran jang hebat di Surabaja. Pertempuran itu berlaku antara rakjat Indonesia di Surabaja dengan Tentara gabungan Inggris dan Belanda. Pertaruhannja adalah kemerdekaan rakjat dan Bangsa Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Karena itu Hari Pahlawan tidak dapat dilihat lepas dari Hari Proklamasi tanggal 17 Agustus 1945. Dan ditindjau dari sudut penjusunan kekuatan pertahanan kita, maka Hari Pahlawan itu tidak dapat dilepaskan pula dari Hari Angkatan Perang tanggal 5 Oktober 1945. Kita sebenarnja boleh bangga, bahwa Djawa-Timur umumnja telah dapat menjumbangkan suatu Hari Keramat pula pada Revolusi kita. Sebab, selain Hari Proklamasi 17 Agustus 1945 dan Hari Angkatan Perang 5 Oktober 1945, maka sebenarnja tahun 1945 itu mengenal pula tanggal-tanggal lain, jaitu: umpama tanggal 16 Oktober 1945 waktu Wakil Presiden Hatta menjerahi tugas-tugas legislatif kepada Komite Nasional Pusat; tanggal 1 Nopember 1945 waktu Manifes-Politik Pemerintah Republik Indonesia dikeluarkan; dan 3 Nopember 1945 waktu Maklumat untuk mendirikan party-party politik diumumkan. Tapi tidak ada satu dari tanggal lain-lain jang tersebut achir itu kini diperingati, sekalipun dokumen-dokumen dari Pusat Djakarta itu, setjara politis mempunjai arti sedjarahnja sendiri. Djustru tanggal 10 Nopember 1945, suatu tanggal tanpa-dokumen, ini dirajakan dimana-mana dengan begitu menambah pada Hari Proklamasi dan Hari Angkatan Perang suatu Hari Keramat jang baru, dan jang meresap keseluruh darah-daging rakjat Indonesia. {{border|1= Roeslan Abdulgani adalah salah satu pemain dalam pergolakan dikota Surabaja, baik sewaktu Djepang hendak menjerah, maupun sesudah Proklamasi Kemerdekaan. Ia pernah mendjadi anggota pimpinan „POETERA” daerah Surabaja, jang diketuai oleh Alm. Soedirman; kemodian Ketua Panitya Angkatan Muda Surabaja; Wk. Ketua KNI daerah Surabaja, dan Sekretaris Kontak Biro antar Pemerintah Republik Indonesia Djawa Timur dan Tentara Inggeris, jang pada tanggal 28 Oktober dan 10 Nopember 1945 bertempur bersama Rakjat Surabaja. Fakta² untuk karangan ini kali diambilnja dari sumber² Inggeris dan Belanda. }} Periode 17 Agustus sampai dengan September 1945 adalah periode perlombaan antara kita dengan Tentara Sekutu. Perlombaan antara kita dengan '''NICA''' dan '''RAPWI''' (jaitu organisasi untuk ''Recovery of Allied Prisoners of War and Internees'', organisasi untuk mengatur nasibnja tawanan perang dan interniran dari Sekutu); dan djuga perlombaan antara kita dengan Tentara Djepang. Perlombaan ini dilakukan dimana-mana. Semula dengan Djepang jang segera setelah mereka menjerah, diserahi tugas oleh Sekutu untuk mendjaga keamanan.<noinclude>{{rh|6}}</noinclude> tg3mm2gi8wh479vk49s9q5kxgmkhust 295745 295743 2026-05-14T16:01:40Z Link PB 26772 295745 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{u|'''Mengenangkan Hari Pahlawan :'''}} <center> <big><big><big><big>'''10 NOPEMBER'''</big></big></big></big> </center> <big>''SATU GUGUR, JANG SERIBU MADJU. TUMPUKAN JANG GUGUR MENINGGI, TAPI SERANGAN RAKJAT MAKIN MENDAHSJAT.''' </big> {{Missing image}} {{c|<small>''Ruslan Abdulgani<br>Wakil Ketua Dewan Nasional</small>}} "The Indonesians in Sourabaya took no account of their dead; when one man fell, another came forward. ............. The Brenn continued to speak, the piles of dead at the barricades mounted, but more and more Indonesians came forward trampling on the fallen". "Rakjat Indonesia di Surabaja tidak memperhitungkan jang gugur; pada saat satu djatuh, jang lain madju kedepan ............. Sendjata bren bersuara terus, tumpukan jang gugur diatas baricade meninggi, tapi terus bertambah jang madju dari rakjat Indonesia, menari diatas jang meninggal". (Dari buku "The fighting Cock" oleh Lt. Kol. A.J.F. Doulton). Hari Pahlawan lahir karena ada pertempuran jang hebat di Surabaja. Pertempuran itu berlaku antara rakjat Indonesia di Surabaja dengan Tentara gabungan Inggris dan Belanda. Pertaruhannja adalah kemerdekaan rakjat dan Bangsa Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Karena itu Hari Pahlawan tidak dapat dilihat lepas dari Hari Proklamasi tanggal 17 Agustus 1945. Dan ditindjau dari sudut penjusunan kekuatan pertahanan kita, maka Hari Pahlawan itu tidak dapat dilepaskan pula dari Hari Angkatan Perang tanggal 5 Oktober 1945. Kita sebenarnja boleh bangga, bahwa Djawa-Timur umumnja telah dapat menjumbangkan suatu Hari Keramat pula pada Revolusi kita. Sebab, selain Hari Proklamasi 17 Agustus 1945 dan Hari Angkatan Perang 5 Oktober 1945, maka sebenarnja tahun 1945 itu mengenal pula tanggal-tanggal lain, jaitu: umpama tanggal 16 Oktober 1945 waktu Wakil Presiden Hatta menjerahi tugas-tugas legislatif kepada Komite Nasional Pusat; tanggal 1 Nopember 1945 waktu Manifes-Politik Pemerintah Republik Indonesia dikeluarkan; dan 3 Nopember 1945 waktu Maklumat untuk mendirikan party-party politik diumumkan. Tapi tidak ada satu dari tanggal lain-lain jang tersebut achir itu kini diperingati, sekalipun dokumen-dokumen dari Pusat Djakarta itu, setjara politis mempunjai arti sedjarahnja sendiri. Djustru tanggal 10 Nopember 1945, suatu tanggal tanpa-dokumen, ini dirajakan dimana-mana dengan begitu menambah pada Hari Proklamasi dan Hari Angkatan Perang suatu Hari Keramat jang baru, dan jang meresap keseluruh darah-daging rakjat Indonesia. {{border|1= Roeslan Abdulgani adalah salah satu pemain dalam pergolakan dikota Surabaja, baik sewaktu Djepang hendak menjerah, maupun sesudah Proklamasi Kemerdekaan. Ia pernah mendjadi anggota pimpinan „POETERA” daerah Surabaja, jang diketuai oleh Alm. Soedirman; kemodian Ketua Panitya Angkatan Muda Surabaja; Wk. Ketua KNI daerah Surabaja, dan Sekretaris Kontak Biro antar Pemerintah Republik Indonesia Djawa Timur dan Tentara Inggeris, jang pada tanggal 28 Oktober dan 10 Nopember 1945 bertempur bersama Rakjat Surabaja. Fakta² untuk karangan ini kali diambilnja dari sumber² Inggeris dan Belanda. }} Periode 17 Agustus sampai dengan September 1945 adalah periode perlombaan antara kita dengan Tentara Sekutu. Perlombaan antara kita dengan '''NICA''' dan '''RAPWI''' (jaitu organisasi untuk ''Recovery of Allied Prisoners of War and Internees'', organisasi untuk mengatur nasibnja tawanan perang dan interniran dari Sekutu); dan djuga perlombaan antara kita dengan Tentara Djepang. Perlombaan ini dilakukan dimana-mana. Semula dengan Djepang jang segera setelah mereka menjerah, diserahi tugas oleh Sekutu untuk mendjaga keamanan.<noinclude>{{rh|6}}</noinclude> 0aqkubmumd0ynhpxdw0samwinlsnhd0 295747 295745 2026-05-14T16:02:14Z Link PB 26772 295747 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{u|'''Mengenangkan Hari Pahlawan :'''}} <center> <big><big><big><big>'''10 NOPEMBER'''</big></big></big></big> </center> <big>''SATU GUGUR, JANG SERIBU MADJU. TUMPUKAN JANG GUGUR MENINGGI, TAPI SERANGAN RAKJAT MAKIN MENDAHSJAT.''' </big> {{Missing image}} {{c|<small>''Ruslan Abdulgani<br>Wakil Ketua Dewan Nasional</small>}} "The Indonesians in Sourabaya took no account of their dead; when one man fell, another came forward. ............. The Brenn continued to speak, the piles of dead at the barricades mounted, but more and more Indonesians came forward trampling on the fallen". "Rakjat Indonesia di Surabaja tidak memperhitungkan jang gugur; pada saat satu djatuh, jang lain madju kedepan ............. Sendjata bren bersuara terus, tumpukan jang gugur diatas baricade meninggi, tapi terus bertambah jang madju dari rakjat Indonesia, menari diatas jang meninggal". (Dari buku "The fighting Cock" oleh Lt. Kol. A.J.F. Doulton). Hari Pahlawan lahir karena ada pertempuran jang hebat di Surabaja. Pertempuran itu berlaku antara rakjat Indonesia di Surabaja dengan Tentara gabungan Inggris dan Belanda. Pertaruhannja adalah kemerdekaan rakjat dan Bangsa Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Karena itu Hari Pahlawan tidak dapat dilihat lepas dari Hari Proklamasi tanggal 17 Agustus 1945. Dan ditindjau dari sudut penjusunan kekuatan pertahanan kita, maka Hari Pahlawan itu tidak dapat dilepaskan pula dari Hari Angkatan Perang tanggal 5 Oktober 1945. Kita sebenarnja boleh bangga, bahwa Djawa-Timur umumnja telah dapat menjumbangkan suatu Hari Keramat pula pada Revolusi kita. Sebab, selain Hari Proklamasi 17 Agustus 1945 dan Hari Angkatan Perang 5 Oktober 1945, maka sebenarnja tahun 1945 itu mengenal pula tanggal-tanggal lain, jaitu: umpama tanggal 16 Oktober 1945 waktu Wakil Presiden Hatta menjerahi tugas-tugas legislatif kepada Komite Nasional Pusat; tanggal 1 Nopember 1945 waktu Manifes-Politik Pemerintah Republik Indonesia dikeluarkan; dan 3 Nopember 1945 waktu Maklumat untuk mendirikan party-party politik diumumkan. Tapi tidak ada satu dari tanggal lain-lain jang tersebut achir itu kini diperingati, sekalipun dokumen-dokumen dari Pusat Djakarta itu, setjara politis mempunjai arti sedjarahnja sendiri. Djustru tanggal 10 Nopember 1945, suatu tanggal tanpa-dokumen, ini dirajakan dimana-mana dengan begitu menambah pada Hari Proklamasi dan Hari Angkatan Perang suatu Hari Keramat jang baru, dan jang meresap keseluruh darah-daging rakjat Indonesia. {{border|1= Roeslan Abdulgani adalah salah satu pemain dalam pergolakan dikota Surabaja, baik sewaktu Djepang hendak menjerah, maupun sesudah Proklamasi Kemerdekaan. Ia pernah mendjadi anggota pimpinan „POETERA” daerah Surabaja, jang diketuai oleh Alm. Soedirman; kemodian Ketua Panitya Angkatan Muda Surabaja; Wk. Ketua KNI daerah Surabaja, dan Sekretaris Kontak Biro antar Pemerintah Republik Indonesia Djawa Timur dan Tentara Inggeris, jang pada tanggal 28 Oktober dan 10 Nopember 1945 bertempur bersama Rakjat Surabaja. Fakta² untuk karangan ini kali diambilnja dari sumber² Inggeris dan Belanda. }} Periode 17 Agustus sampai dengan September 1945 adalah periode perlombaan antara kita dengan Tentara Sekutu. Perlombaan antara kita dengan NICA dan RAPWI (jaitu organisasi untuk ''Recovery of Allied Prisoners of War and Internees'', organisasi untuk mengatur nasibnja tawanan perang dan interniran dari Sekutu); dan djuga perlombaan antara kita dengan Tentara Djepang. Perlombaan ini dilakukan dimana-mana. Semula dengan Djepang jang segera setelah mereka menjerah, diserahi tugas oleh Sekutu untuk mendjaga keamanan.<noinclude>{{rh|6}}</noinclude> m9v5cacwro03pk7ezbqdueq0mw7k2dt Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/117 104 104614 295750 2026-05-14T16:03:30Z Arunikala 27004 /* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong 295750 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Arunikala" /></noinclude><noinclude></noinclude> ld8xhj544kp8w0645w64dbhn3ponpim 295752 295750 2026-05-14T16:03:44Z Arunikala 27004 /* Telah diuji baca */ 295752 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunikala" /></noinclude>'''Djanganlah membeli „tapal gigi” dengan sembarangan{{...|5}} tapi mintalah, ''' {{c|'''<big>PRODENT</big>'''}} {{c|'''membuat gigi seputih mutiara!'''}} Setiap kali sehabis makan, sikatlah gigi dengan PRODENT. Membikin hawa mulut mendjadi harum dan tak tertinggal suatu kotoran di gigi Perhatikanlah tube jang besar, Tuan mendapat lebih dengan harga jang murah {{c|PUTIH Tube sangat besar Rp. 3,50 Tube biasa {{gap}} Rp. 2,50 }} {{c|HIDJAU (Chlorophyl) Tube sangat besar Rp. 4,50 }}<noinclude></noinclude> mskqrb9lvw4yvp6vw209q2ewk9x2uqm 295754 295752 2026-05-14T16:04:16Z Arunikala 27004 295754 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunikala" /></noinclude>'''Djanganlah membeli „tapal gigi” dengan sembarangan{{...|5}} tapi mintalah, ''' {{c|'''<big>PRODENT</big>'''}} {{c|'''membuat gigi seputih mutiara!'''}} Setiap kali sehabis makan, sikatlah gigi dengan PRODENT. Membikin hawa mulut mendjadi harum dan tak tertinggal suatu kotoran di gigi Perhatikanlah tube jang besar, Tuan mendapat lebih dengan harga jang murah {{c|PUTIH Tube sangat besar Rp. 3,50 Tube biasa {{gap}} Rp. 2,50 }} {{c|HIDJAU (Chlorophyl) Tube sangat besar Rp. 4,50 }}<noinclude></noinclude> 754ar5lcq2r3j4clk4niwe4emr6h1vj Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/985 104 104615 295765 2026-05-14T16:09:05Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 295765 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>sesuatunja dapat beres dan lantjar, maka dibentuklah suatu Panitya jang diberi nama Panitya Penjalur Garis Depan, jang diketuai oleh Ibu Kol. Kretarto dengan alamat Djl. Kenari 11, Djakarta. Dengan adanja Panitya ini, lebih mudah bagi para Dermawan dan Sosiawan jang ingin beramal kepada para Pradjurit kita di medan-bakti. '''Pendidikan (Djangka pandjang).''' Pendidikan ditudjakan terhadap pendidikan Otak dan Achlak. Pada garis besarnja, bidang pendidikan dibagi dalam dua (2) golongan: * pertama: pendidikan jang ditudjakan kepada anggauta² Persit, artinja kepada istri² Tentara, dan * kedua: pendidikan jang ditudjakan kepada anak² anggauta Tentara. '''Pertama:''' Pendidikan untuk para istri Tentara itu sendiri bermatjam² tjorak dan tjaranja: diantaranja jang tertudju kepada pendidikan otak, mitsalnja: * kepada anggauta² Persit diberi peladjaran mendjahit, menjulam, mengarang bunga dan lain² kepandaian keputrian. Selain hasilnja ini semua dapat dipakai untuk keperluan rumah-tangga mereka sendiri, berarti dapat menghemat pengeluaran keuangan, pun djuga djika dapat pula dipergunakan untuk mentjari tambahan penghasilan, guna meringankan beban ekonomi rumah-tangga. Disamping itu Persit djuga menjelenggarakan kursus² vak kepandaian putri lainnja. * Djuga usaha² gotong-rojong seperti koperasi, arisan dll., jang dapat mendorong anggauta Persit mengadakan hubungan satu sama lain, hingga diharapkan daripadanja dapat timbul rasa persaudaraan. Djangan dilupakan bahwa dengan djalan pertemuan tersebut pendidikan achlak-pun dapat dimasukkan. Bukankah achlak sehat itu merupakan tiang jang terkuat bagi manusia. '''Kedua:''' Pendidikan untuk para kanak² Tentara harus djuga mendapat perhatian chusus, disebabkan oleh suasana dan tugas orang-tuanja, ajah-ajahnja selaku anggauta Tentara jang selalu berpindah², dengan sendirinja keluarganja termasuk anak²-nja djuga ikut berpindah-pindah pula. Bagaimana nasib seorang anak jang selalu ikut berpindah-pindah, dapat kita bajangkan sendiri betapa rusak dan mundurnja peladjarannja. Lebih² djika melihat keadaan sekarang, dimana memasukkan anak² ke sekolah umum sudah merupakan masalah jang membikin pusing kepala orang-tua. Dalam hal ini Persit jang mengetahui dunia kehidupan anggauta Tentara, memandang perlu ambil inisiatif dan kegiatan jang sungguh² untuk bekerdja aktip dalam mendirikan sekolah² itu, demi kepentingan pendidikan anak² Tentara, djangan sampai terlantar, akibat tugas orang-tuanja. Dalam kegiatan ini Persit berusaha mendirikan sekolahan² seperti Taman Kanak², SR, SMP, SGKP, dan kalau perlu sampai Sekolah Tinggi sekalipun. Dan untuk mendjaga mutu daripada mata-peladjaran dalam sekolah jang diusahakan Persit tsb., maka fihak Persit selalu mengadakan kerdjasama dengan Kem. PP & K. Djadi djelaslah, bahwa kegiatan ini tertudju chusus untuk menampung anak-anak anggauta Tentara djangan sampai terlantar pendidikannja dan bukan dimaksudkan, bahwa anak² anggauta Tentara dalam pendidikan minta di-istimewakan atau diketualikan daripada anak² jang lain pada umumnja. Disamping itu pula maksud jg terpenting dalam pendidikan anak² anggauta Tentara tadi ialah: disamping pendidikan otak, maka sekaligus dapat dinamakan pendidikan achlak, sehingga anak² anggauta Tentara kita jg sekarang, tidak mendjadi anak² nakal seperti pada djaman serdadu² pendjadjahan dulu. Betapa takut dan bentji kita sebagai ibu² jang bertanggung-djawab terhadap anak² tangsi dulu : maka dengan sendirinja kini kita harus membimbing anak² kita, agar terhindar dari sifat dan kelakuan sematjam itu. Dengan uraian jg serba dangkal ini, jang mana dapat dikenal usaha dan kegiatan Persit, suatu organisasi dari pada istri Tentara, mudah-mudahan akan mendapat pengertian dari pihak umum, sehingga akan dapat diusahakan saling bahu-membahu dalam lapangan sosial dan pendidikan, lebih-lebih para istri Tentara sendiri, jang sampai saat ini mungkin belum menginsjafi akan pentingnja organisasi ini (djika ada — Red.), agar lebih giat membantu dan menundjang usaha dari organisasinja itu, untuk menegakkan Persit. Sesuai pula dengan seruan KASAD, maka sewadjarnjalah djika para Komandan/Kepala plus Njonja, wadjib ikut serta bahkan memelopori dan menggiatkan usaha jang luhur itu. Sekianlah dulu perkenalan kita dengan Persit, suatu organisasi istri Tentara, jang berpegang kepada sembojannja : '''Untuk Kesedjahteraan Keluarga Oleh Para Keluarga dan Atas Dasar Kekeluargaan.''' {{c|_O_}} {| style="width:100%; border-collapse: collapse;" | colspan="2" style="border: 2px solid black; padding: 10px;" | {{center|<big><big>'''PAKAILAH SELAMANJA'''</big></big>}}<br> {{center|<big><big>'''BATIK'''</big></big>}}<br> {{center|<big><big>'''TJAP'''</big></big>}}<br> <big><big>'''DAPAT{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}DIMANA'''</big></big><br> <big><big>'''DIBELI{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}NJ/TN BERADA'''</big></big><br> |- |} </div> {{Missing image}}<noinclude></noinclude> nfovi0r37o06ngmgwr0n8fxl2nqbxqx 295767 295765 2026-05-14T16:09:34Z Link PB 26772 295767 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>sesuatunja dapat beres dan lantjar, maka dibentuklah suatu Panitya jang diberi nama Panitya Penjalur Garis Depan, jang diketuai oleh Ibu Kol. Kretarto dengan alamat Djl. Kenari 11, Djakarta. Dengan adanja Panitya ini, lebih mudah bagi para Dermawan dan Sosiawan jang ingin beramal kepada para Pradjurit kita di medan-bakti. '''Pendidikan (Djangka pandjang).''' Pendidikan ditudjakan terhadap pendidikan Otak dan Achlak. Pada garis besarnja, bidang pendidikan dibagi dalam dua (2) golongan: pertama: pendidikan jang ditudjakan kepada anggauta² Persit, artinja kepada istri² Tentara, dan<br> kedua: pendidikan jang ditudjakan kepada anak² anggauta Tentara. '''Pertama:''' Pendidikan untuk para istri Tentara itu sendiri bermatjam² tjorak dan tjaranja: diantaranja jang tertudju kepada pendidikan otak, mitsalnja: * kepada anggauta² Persit diberi peladjaran mendjahit, menjulam, mengarang bunga dan lain² kepandaian keputrian. Selain hasilnja ini semua dapat dipakai untuk keperluan rumah-tangga mereka sendiri, berarti dapat menghemat pengeluaran keuangan, pun djuga djika dapat pula dipergunakan untuk mentjari tambahan penghasilan, guna meringankan beban ekonomi rumah-tangga. Disamping itu Persit djuga menjelenggarakan kursus² vak kepandaian putri lainnja. * Djuga usaha² gotong-rojong seperti koperasi, arisan dll., jang dapat mendorong anggauta Persit mengadakan hubungan satu sama lain, hingga diharapkan daripadanja dapat timbul rasa persaudaraan. Djangan dilupakan bahwa dengan djalan pertemuan tersebut pendidikan achlak-pun dapat dimasukkan. Bukankah achlak sehat itu merupakan tiang jang terkuat bagi manusia. '''Kedua:''' Pendidikan untuk para kanak² Tentara harus djuga mendapat perhatian chusus, disebabkan oleh suasana dan tugas orang-tuanja, ajah-ajahnja selaku anggauta Tentara jang selalu berpindah², dengan sendirinja keluarganja termasuk anak²-nja djuga ikut berpindah-pindah pula. Bagaimana nasib seorang anak jang selalu ikut berpindah-pindah, dapat kita bajangkan sendiri betapa rusak dan mundurnja peladjarannja. Lebih² djika melihat keadaan sekarang, dimana memasukkan anak² ke sekolah umum sudah merupakan masalah jang membikin pusing kepala orang-tua. Dalam hal ini Persit jang mengetahui dunia kehidupan anggauta Tentara, memandang perlu ambil inisiatif dan kegiatan jang sungguh² untuk bekerdja aktip dalam mendirikan sekolah² itu, demi kepentingan pendidikan anak² Tentara, djangan sampai terlantar, akibat tugas orang-tuanja. Dalam kegiatan ini Persit berusaha mendirikan sekolahan² seperti Taman Kanak², SR, SMP, SGKP, dan kalau perlu sampai Sekolah Tinggi sekalipun. Dan untuk mendjaga mutu daripada mata-peladjaran dalam sekolah jang diusahakan Persit tsb., maka fihak Persit selalu mengadakan kerdjasama dengan Kem. PP & K. Djadi djelaslah, bahwa kegiatan ini tertudju chusus untuk menampung anak-anak anggauta Tentara djangan sampai terlantar pendidikannja dan bukan dimaksudkan, bahwa anak² anggauta Tentara dalam pendidikan minta di-istimewakan atau diketualikan daripada anak² jang lain pada umumnja. Disamping itu pula maksud jg terpenting dalam pendidikan anak² anggauta Tentara tadi ialah: disamping pendidikan otak, maka sekaligus dapat dinamakan pendidikan achlak, sehingga anak² anggauta Tentara kita jg sekarang, tidak mendjadi anak² nakal seperti pada djaman serdadu² pendjadjahan dulu. Betapa takut dan bentji kita sebagai ibu² jang bertanggung-djawab terhadap anak² tangsi dulu : maka dengan sendirinja kini kita harus membimbing anak² kita, agar terhindar dari sifat dan kelakuan sematjam itu. Dengan uraian jg serba dangkal ini, jang mana dapat dikenal usaha dan kegiatan Persit, suatu organisasi dari pada istri Tentara, mudah-mudahan akan mendapat pengertian dari pihak umum, sehingga akan dapat diusahakan saling bahu-membahu dalam lapangan sosial dan pendidikan, lebih-lebih para istri Tentara sendiri, jang sampai saat ini mungkin belum menginsjafi akan pentingnja organisasi ini (djika ada — Red.), agar lebih giat membantu dan menundjang usaha dari organisasinja itu, untuk menegakkan Persit. Sesuai pula dengan seruan KASAD, maka sewadjarnjalah djika para Komandan/Kepala plus Njonja, wadjib ikut serta bahkan memelopori dan menggiatkan usaha jang luhur itu. Sekianlah dulu perkenalan kita dengan Persit, suatu organisasi istri Tentara, jang berpegang kepada sembojannja : '''Untuk Kesedjahteraan Keluarga Oleh Para Keluarga dan Atas Dasar Kekeluargaan.''' {{c|_O_}} {| style="width:100%; border-collapse: collapse;" | colspan="2" style="border: 2px solid black; padding: 10px;" | {{center|<big><big>'''PAKAILAH SELAMANJA'''</big></big>}}<br> {{center|<big><big>'''BATIK'''</big></big>}}<br> {{center|<big><big>'''TJAP'''</big></big>}}<br> <big><big>'''DAPAT{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}DIMANA'''</big></big><br> <big><big>'''DIBELI{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}NJ/TN BERADA'''</big></big><br> |- |} </div> {{Missing image}}<noinclude></noinclude> 85t9fqu3izzcdknv9vola42oekc7i83 295769 295767 2026-05-14T16:10:50Z Link PB 26772 295769 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>sesuatunja dapat beres dan lantjar, maka dibentuklah suatu Panitya jang diberi nama Panitya Penjalur Garis Depan, jang diketuai oleh Ibu Kol. Kretarto dengan alamat Djl. Kenari 11, Djakarta. Dengan adanja Panitya ini, lebih mudah bagi para Dermawan dan Sosiawan jang ingin beramal kepada para Pradjurit kita di medan-bakti. '''Pendidikan (Djangka pandjang).''' Pendidikan ditudjakan terhadap pendidikan Otak dan Achlak. Pada garis besarnja, bidang pendidikan dibagi dalam dua (2) golongan: pertama: pendidikan jang ditudjakan kepada anggauta² Persit, artinja kepada istri² Tentara, dan<br> kedua: pendidikan jang ditudjakan kepada anak² anggauta Tentara. '''Pertama:''' Pendidikan untuk para istri Tentara itu sendiri bermatjam² tjorak dan tjaranja: diantaranja jang tertudju kepada pendidikan otak, mitsalnja: * kepada anggauta² Persit diberi peladjaran mendjahit, menjulam, mengarang bunga dan lain² kepandaian keputrian. Selain hasilnja ini semua dapat dipakai untuk keperluan rumah-tangga mereka sendiri, berarti dapat menghemat pengeluaran keuangan, pun djuga djika dapat pula dipergunakan untuk mentjari tambahan penghasilan, guna meringankan beban ekonomi rumah-tangga. Disamping itu Persit djuga menjelenggarakan kursus² vak kepandaian putri lainnja. * Djuga usaha² gotong-rojong seperti koperasi, arisan dll., jang dapat mendorong anggauta Persit mengadakan hubungan satu sama lain, hingga diharapkan daripadanja dapat timbul rasa persaudaraan. Djangan dilupakan bahwa dengan djalan pertemuan tersebut pendidikan achlak-pun dapat dimasukkan. Bukankah achlak sehat itu merupakan tiang jang terkuat bagi manusia. '''Kedua:''' Pendidikan untuk para kanak² Tentara harus djuga mendapat perhatian chusus, disebabkan oleh suasana dan tugas orang-tuanja, ajah-ajahnja selaku anggauta Tentara jang selalu berpindah², dengan sendirinja keluarganja termasuk anak²-nja djuga ikut berpindah-pindah pula. Bagaimana nasib seorang anak jang selalu ikut berpindah-pindah, dapat kita bajangkan sendiri betapa rusak dan mundurnja peladjarannja. Lebih² djika melihat keadaan sekarang, dimana memasukkan anak² ke sekolah umum sudah merupakan masalah jang membikin pusing kepala orang-tua. Dalam hal ini Persit jang mengetahui dunia kehidupan anggauta Tentara, memandang perlu ambil inisiatif dan kegiatan jang sungguh² untuk bekerdja aktip dalam mendirikan sekolah² itu, demi kepentingan pendidikan anak² Tentara, djangan sampai terlantar, akibat tugas orang-tuanja. Dalam kegiatan ini Persit berusaha mendirikan sekolahan² seperti Taman Kanak², SR, SMP, SGKP, dan kalau perlu sampai Sekolah Tinggi sekalipun. Dan untuk mendjaga mutu daripada mata-peladjaran dalam sekolah jang diusahakan Persit tsb., maka fihak Persit selalu mengadakan kerdjasama dengan Kem. PP & K. Djadi djelaslah, bahwa kegiatan ini tertudju chusus untuk menampung anak-anak anggauta Tentara djangan sampai terlantar pendidikannja dan bukan dimaksudkan, bahwa anak² anggauta Tentara dalam pendidikan minta di-istimewakan atau diketualikan daripada anak² jang lain pada umumnja. Disamping itu pula maksud jg terpenting dalam pendidikan anak² anggauta Tentara tadi ialah: disamping pendidikan otak, maka sekaligus dapat dinamakan pendidikan achlak, sehingga anak² anggauta Tentara kita jg sekarang, tidak mendjadi anak² nakal seperti pada djaman serdadu² pendjadjahan dulu. Betapa takut dan bentji kita sebagai ibu² jang bertanggung-djawab terhadap anak² tangsi dulu : maka dengan sendirinja kini kita harus membimbing anak² kita, agar terhindar dari sifat dan kelakuan sematjam itu. Dengan uraian jg serba dangkal ini, jang mana dapat dikenal usaha dan kegiatan Persit, suatu organisasi dari pada istri Tentara, mudah-mudahan akan mendapat pengertian dari pihak umum, sehingga akan dapat diusahakan saling bahu-membahu dalam lapangan sosial dan pendidikan, lebih-lebih para istri Tentara sendiri, jang sampai saat ini mungkin belum menginsjafi akan pentingnja organisasi ini (djika ada — Red.), agar lebih giat membantu dan menundjang usaha dari organisasinja itu, untuk menegakkan Persit. Sesuai pula dengan seruan KASAD, maka sewadjarnjalah djika para Komandan/Kepala plus Njonja, wadjib ikut serta bahkan memelopori dan menggiatkan usaha jang luhur itu. Sekianlah dulu perkenalan kita dengan Persit, suatu organisasi istri Tentara, jang berpegang kepada sembojannja : '''Untuk Kesedjahteraan Keluarga Oleh Para Keluarga dan Atas Dasar Kekeluargaan.''' {{c|_O_}} {| style="width:100%; border-collapse: collapse;" | colspan="2" style="border: 2px solid black; padding: 10px;" | {{center|<big><big>'''PAKAILAH SELAMANJA'''</big></big>}}<br> {{center|<big><big>'''BATIK'''</big></big>}}<br> {{center|<big><big>'''TJAP'''</big></big>}}<br> <big><big>'''DAPAT{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}DIMANA'''</big></big><br> <big><big>'''DIBELI{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}NJ/TN BERADA'''</big></big><br> |- |} </div> {{Missing image}}<noinclude>{{rh|||31}}</noinclude> 9ynbtjhl9fjpulwx4wbo90zv2rumm04 Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/988 104 104616 295770 2026-05-14T16:12:05Z Sarieffe 26994 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'PERATURAN PENGUASA PERANG PUSAT No. : Pet/ Peperpu 1038/1959 TENTANG WADJIB MILITER DARURAT KEPALA STAF ANGKATAN DARAT SELAKU PENGUASA PERANG PUSAT UNTUK DAERAH ANGKATAN DARAT Menimbang : bahwa untuk memenuhi kebu- tuhan jang segera dan penam- bahan tenaga perorangan dari pada kesatuan? Angkatan Da- rat dalam melaksanakan/menje- lenggarakan tugas pemulihan ke- amanan dalam Negeri dalam rangka full scale operation, perlu sege... 295770 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Sarieffe" /></noinclude>PERATURAN PENGUASA PERANG PUSAT No. : Pet/ Peperpu 1038/1959 TENTANG WADJIB MILITER DARURAT KEPALA STAF ANGKATAN DARAT SELAKU PENGUASA PERANG PUSAT UNTUK DAERAH ANGKATAN DARAT Menimbang : bahwa untuk memenuhi kebu- tuhan jang segera dan penam- bahan tenaga perorangan dari pada kesatuan? Angkatan Da- rat dalam melaksanakan/menje- lenggarakan tugas pemulihan ke- amanan dalam Negeri dalam rangka full scale operation, perlu segera diadakan langkah? ke- arah memenuhi kebutuhan ter- sebut : bahwa mengikut-sertakan rak- jat dalam pertahanan, adalah mendjadi azas dari sifat perta- hanan Negara Republik Indone- sia, jang bersifat pertahanan rak- jat jang teratur dan jang dise- lenggarakan dibawah pimpinan Pemerintah Republik Indonesia : bahwa untuk dapat memenuhi maksud diatas pasal 40 angka 1 Undang? Keadaan Bahaja 1957 dapat digunakan untuk mendjadi dasar hukum dari ketentuan ini, jang sifatnja adalah luas sekali jaitu mengikut-sertakan rakjat dalam segala bentuk pertahanan Negara : bahwa adanja Undang? No. 66 th. 1958 tentang Wadjib Militer, jang karena belum adanja Per- aturan Pemerintah untuk meng- atur pelaksanaannja, sedangkan kebutuhan jang mendesak untuk dapat mengerahkan rakjat dalam pemulihan keamanan, perlu me- ngeluarkan Peraturan Peperpu tentang Wadjib Militer Darurat jang pembuatannja disesuaikan dengan isi dari Undang? No. 66 th. 58. Mengingat : Keputusan Presiden Repu- blik Indonesia No. 225 ta- 34 hun 1957 berhubungan de- ngan Undang? No. 29 tahun 1957 (LN 1957/170: TLN 1957/1491) tentang pernja- taan perang atas seluruh wi- lajah Republik Indonesia ber- hubungan pula dengan Un- dang? No. 82 tahun 1958 (LN 1958/152: TLN 1958/ 1680) tentang perpandjang- an Keadaan Perang: Undang? No. 74 tahun 1957 (LN 1957/160: TLN 1957/ 1485) tentang Keadaan Ba- haja, pasal 40 angka 1 ber- hubungan dengan pasal 7 ajat (2): Undang? No. 66 tahun 1958 (LN 1958/117: TLN 1958/ 1651) tentang Wadjib Mi- liter. (3 — Mengingat pula : Peraturan Penguasa Perang Pusat Kepala Staf Angkatan Da- rat No. Prt/Peperpu/022/1958 tentang "Panggilan terhadap orang? Warga Negara untuk bekerdja dan mendjalankan ke- wadjiban jang merupakan bantu- an kepada alat-alat Negara da- lam pendjagaan keamanan, pe- njelenggaraan pertahanan sipil, maupun untuk mendjalankan pe- kerdjaan jang bersifat kemiliter- an menurut kemampuan jang da- pat mereka lakukan serta keha- rusan mengikuti latihan?. MEMUTUSKAN: Menetapkan : Peraturan tentang Militer Darurat”. BAB 1. Tudjuan. Pasal 1. .Wadjib Peraturan Penguasa Perang Pusat ini, dalam penjelenggaraan dan pelaksanaan tugas pemulih- an keamanan dan pertahanan Ne- gara jang berudjud operasi Mi- liter dan kegiatan teritorial, ber- tudjuan : (1) Mendapatkan tenaga? muda jang terlatih dalam bidang ketentaraan guna memenuhi kebutuhan perorangan dari para kesatuan? Angkatan Darat : Mendapatkan tenaga? jang terlatih didalam rangka pe- ngertian Wadjib Bela Umum melalui pendidikan?/latihan? ketentaraan jang dikendali- kan. (2 — BAB II. Ketentuan-ketentuan Umum. asal 2. (1) Setiap Warga Negara jg memenuhi sjarat? seperti tersebut dibawah dapat ditudjukan dan dipanggil untuk melakukan ke- wadjiban Wadjib Militer Daru- rat menurut peraturan Penguasa Perang Pusat ini : a. Warga Negara jang berumur 18 tahun sampai dengan 23 tahun : b. Memenuhi sjarat? sesuai per- aturan udjian badan Angka- tan Darat (sementara) No. 6602 : Belum kawin : d. Berkelakuan baik : e. Pendidikan : — untuk tjalon pradjurit Wa- djib Militer Darurat se- rendah-rendahnja tamatan Sekolah Rakjat : 4.<noinclude></noinclude> fr8cizi4hvywynl5k16d8pe5n0z6hm6 295821 295770 2026-05-14T16:45:57Z Sarieffe 26994 /* Telah diuji baca */ 295821 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sarieffe" /></noinclude><center><u>{{Larger|PERATURAN PENGUASA PERANG PUSAT}}</u> </center> <center>No. : Pet/ Peperpu 1038/1959 </center> <center>TENTANG </center> <center> {{larger|'''WADJIB MILITER DARURAT''' }}</center> <center> KEPALA STAF ANGKATAN DARAT SELAKU PENGUASA PERANG PUSAT UNTUK DAERAH ANGKATAN DARAT </center> '''Menimbang :''' bahwa untuk memenuhi kebutuhan jang segera dan penambahan tenaga perorangan dari pada kesatuan² Angkatan Darat dalam melaksanakan/menjelenggarakan tugas pemulihan keamanan dalam Negeri dalam rangka full scale operation, perlu segera diadakan langkah² kearah memenuhi kebutuhan tersebut : bahwa mengikut-sertakan rakjat dalam pertahanan, adalah mendjadi azas dari sifat pertahanan Negara Republik Indonesia, jang bersifat pertahanan rakjat jang teratur dan jang diselenggarakan dibawah pimpinan Pemerintah Republik Indonesia : bahwa untuk dapat memenuhi maksud diatas pasal 40 angka 1 Undang² Keadaan Bahaja 1957 dapat digunakan untuk mendjadi dasar hukum dari ketentuan ini, jang sifatnja adalah luas sekali jaitu mengikut-sertakan rakjat dalam segala bentuk pertahanan Negara : bahwa adanja Undang² No. 66 th. 1958 tentang Wadjib Militer, jang karena belum adanja Peraturan Pemerintah untuk mengatur pelaksanaannja, sedangkan kebutuhan jang mendesak untuk dapat mengerahkan rakjat dalam pemulihan keamanan, perlu mengeluarkan Peraturan Peperpu tentang Wadjib Militer Darurat jang pembuatannja disesuaikan dengan isi dari Undang² No. 66 th. '58. '''Mengingat :''' #<li value="(1)">. Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 225 tahun 1957 berhubungan dengan Undang² No. 29 tahun 1957 (LN 1957/170; TLN 1957/1491) tentang pernjataan perang atas seluruh wilajah Republik Indonesia berhubungan pula dengan Undang² No. 82 tahun 1958 (LN 1958/152: TLN 1958/1680) tentang perpandjangan Keadaan Perang: #. Undang² No. 74 tahun 1957 (LN 1957/160; TLN 1957/1485) tentang Keadaan Bahaja, pasal 40 angka 1 berhubungan dengan pasal 7 ajat (2); #. Undang² No. 66 tahun 1958 (LN 1958/117: TLN 1958/1651) tentang Wadjib Militer. </li> '''Mengingat pula :''' Peraturan Penguasa Perang Pusat Kepala Staf Angkatan Darat No. Prt/Peperpu/022/1958 tentang "Panggilan terhadap orang² Warga negara untuk bekerdja dan mendjalankan kewadjiban jang merupakan bantuan kepada alat-alat Negara dalam pendjagaan keamanan, penjelenggaraan pertahanan sipil, maupun untuk mendjalankan pekerdjaan jang bersifat kemiliteran menurut kemampuan jang dapat mereka lakukan serta keharusan mengikuti latihan². <center> '''MEMUTUSKAN:''' </center> '''Menetapkan :''' <center>Peraturan tentang „Wajib Militer Darurat”. </center> {{c|'''BAB 1.''' }} {{c|'''Tudjuan.''' }} {{c|'''Pasal 1.''' }} Peraturan Penguasa Perang Pusat ini, dalam penjelenggaraan dan pelaksanaan tugas pemulihan keamanan dan pertahanan Negara jang berudjud operasi Militer dan kegiatan teritorial, bertudjuan : (1) Mendapatkan tenaga² muda jang terlatih dalam bidang ketentaraan guna memenuhi kebutuhan perorangan dari para kesatuan² Angkatan Darat : (2)Mendapatkan tenaga² jang terlatih didalam rangka pengertian Wadjib Bela Umum melalui pendidikan²/latihan² ketentaraan jang dikendalikan. {{c|'''BAB II.'' }} {{c|'''Ketentuan-ketentuan Umum.''' }} {{c|'''Pasal 2.''' }} (1) Setiap Warga Negara jg memenuhi sjarat² seperti tersebut dibawah dapat ditudjukan dan dipanggil untuk melakukan kewadjiban Wadjib Militer Darurat menurut peraturan Penguasa Perang Pusat ini : <ol type="a"> <li>Warga Negara jang berumur 18 tahun sampai dengan 23 tahun ;</li> <li>Memenuhi sjarat² sesuai peraturan udjian badan Angkatan Darat sementara) No. 6602 ; </li> <li>Belum kawin ; </li> <li>Berkelakuan baik ;</li> <li>Pendidikan ; </li> </ol> ::— untuk tjalon pradjurit Wadjib Militer Darurat serendah-rendahnja tamatan Sekolah Rakjat :<noinclude>{{rh|34}}</noinclude> rtugqy8yspjaexjs1difuht1woae9cj Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/836 104 104617 295778 2026-05-14T16:23:05Z N.imaema 22481 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Demonstrasi menaik-turunkan kendaraan? dengan katrol telah di- pertundjukan oleh anggota? DPLAD KDM Nusatenggara. Tampak sebuah Jeep sedang diturunkan ditanah lapang untuk segera dipergunakan. sipil diadakan pembangunan se- tjara besar-besaran. Djika hal jang demikian terdjadi maka Ang- katan Perang harus djuga mem- perhatikan perkembangan”-nja supaja tertjapai lagi harmoni an- tara sektor sipil dan militer. Hal ini disebabkan karen... 295778 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="N.imaema" /></noinclude>Demonstrasi menaik-turunkan kendaraan? dengan katrol telah di- pertundjukan oleh anggota? DPLAD KDM Nusatenggara. Tampak sebuah Jeep sedang diturunkan ditanah lapang untuk segera dipergunakan. sipil diadakan pembangunan se- tjara besar-besaran. Djika hal jang demikian terdjadi maka Ang- katan Perang harus djuga mem- perhatikan perkembangan”-nja supaja tertjapai lagi harmoni an- tara sektor sipil dan militer. Hal ini disebabkan karena hal-hal jg baru belum tentu sesuai dengan rentjana dari Angkatan Perang. Hal? jang harus mendapat per- hatian chusus jaitu supaja : Dja- . lan? jang szkarang ada tidalk ha- nja diperbaiki sadja tetapi djum- lahnja pun akan ditambah. Aki- batnja ialah kita akan kaja dja- lan? besar dan baik jaitu dari be- ton atau aspal. Dengan demi- kian keadaan djalan telah se- suai untuk pasukan? berlapis ba- dja dan tank, pula pengangkutan melalui djalan dapat dikerdjakan dengan sempurna. Maka ren- tjana Angkatan Perang untuk memperbesar daja tempur dengan satuan? tank berat dan kenda- raan berlapis badja segera dapat dirobah mendjadi pasu- kan infanteri bermotor seluruh- nja jaitu motorised infanry. Da- lam soal ini dapat dikemukakan hal jang terdjadi di Djerman se- lama pemerintah Hitler. Pada waktu itu bersama-sama dengan timbulnja pasukan? bermotor di- seluruh Djerman dibuatnja dja- lean? raja jang sangat baik jaitu 26 autobahn atau autostrada. Dja- lan? tersebut dibuat disamping- nja djalan? besar jang menghu- bungkan satu kota dengan lain- ria. Tetapi dengan adanja auto- strada itu pemindahan pasukan? dengan kendaraan bermotor da- pat berdjalan dengan sempurna sehingga menguntungkan gerak- an-gerakan pasukan. Dalam rangka pembangunan ini sektor sipil dapat djuga mem- bangun terusan?. Djika hal ini terdjadi maka pertahanan dapat dirobah disesuaikan dengan ada- nja terusan? itu, karena terusan? ini dapat dipergunakan sebagai rintangan? untuk menghambat gerakan lawan. Sektor sipil dapat menambah djumlah lapangan terbang jang ada atau menjempurnakannja se- hingga dapat dipergunakan oleh pesawat? pantjar gas. Djika hal jang demikian terdjadi maka per- 'sembangan ini harus mendapat perhatian Angkatan Udara da- lam merentjanakan pembangun- annja sehingga dengan demikian pemakaian pesawat pantjar gas dapat dilakukan tidak tergantung oleh tidak adanja lapangan jang sesuai. Dislokasi pasukan? pe- nempur jagers dapat disesuaikan dengan keadaan dan pertahanan terhadap serangan udara dapat disempurnakan. Dengan disempurnakannja per- hubungan laut maka armada per- dagangan jaitu djumlah kapal? perdagangan akan mendjadi be- sar. Hal jang demikian merupa- Ikan faktor jang penting pula un- tuk Angkatan Laut. Maka djika hal ini terdjadi, Angkatan Laut dapat merobah rentjana pemba- ngunannja. Umpamanja rentja- na pembuatan kapal? selam dan pelindung (escorte vaartuigen) dapat dipergiat supaja kita dapat mengawal pengangkutan? dilaut. Karena besarnja armada per- dagangan mengakibatkan banjak- nja pelaut pula. Hal ini dapat mempermudah Angkatan Laut dalam merentjanakan sisteem wa- diib latihnja dan pendidikan ka- der. Masih banjak lagi hal? jang perlu mendapat perhatian Ang- katan Perang dalam suasana pembangunan ini. Dengan tjon- toh jang serba singkat ini tjukup djelaslah kiranja bagaimana ra- patnja hubungan antara sektor sipil dan militer dalam usahanja mengisi kemerdekaan Negara kita. Mudah-mudahan uraian kami ini dapat dipergunakan se- bagai tambahan? dalam usaha kita sekalian untuk melaksana- kan proses raksasa Nasional ini jaitu: Membangun Negara se- suai dengan tjita-tjita proklamasi 1945. BERITA REDAKSI Kepada saudara? jang telah dan atau tengah mendjalankan tugas operasi didaerah?, kami minta mengirimkan pengalaman?- nja, baik jang bersifat humor atau kisah jang sungguh? ter- djadi, untuk menambah isi Madjalah kita ini. Redaksi selalu menunggu tulisan/foto? saudara ! Red.<noinclude></noinclude> b2y8x7flzpq1r58vrwu8xv3abkufxnn 295809 295778 2026-05-14T16:34:51Z N.imaema 22481 /* Telah diuji baca */ 295809 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="N.imaema" /></noinclude>{{missing image}} ''Demonstrasi menaik-turunkan kendaraan<sup>2</sup> dengan katrol telah dipertundjukan oleh anggota<sup>2</sup> DPLAD KDM Nusatenggara.<br> Tampak sebuah Jeep sedang diturunkan ditanah lapang untuk segera dipergunakan.'' sipil diadakan pembangunan setjara besar-besaran. Djika hal jang demikian terdjadi maka Angkatan Perang harus djuga memperhatikan perkembangan<sup>2</sup>-nja supaja tertjapai lagi harmoni antara sektor sipil dan militer. Hal ini disebabkan karena hal-hal jg baru belum tentu sesuai dengan rentjana dari Angkatan Perang. Hal<sup>2</sup> jang harus mendapat perhatian chusus jaitu supaja : Djalan<sup>2</sup> jang szkarang ada tidalk hanja diperbaiki sadja tetapi djumlahnja pun akan ditambah. Akibatnja ialah kita akan kaja djalan<sup>2</sup> besar dan baik jaitu dari beton atau aspal. Dengan demikian keadaan djalan telah sesuai untuk pasukan<sup>2</sup> berlapis badja dan tank, pula pengangkutan melalui djalan dapat dikerdjakan dengan sempurna. Maka rentjana Angkatan Perang untuk memperbesar daja tempur dengan satuan<sup>2</sup> tank berat dan kendaraan berlapis badja segera dapat dirobah mendjadi pasukan infanteri bermotor seluruhnja jaitu motorised infanry. Dalam soal ini dapat dikemukakan hal jang terdjadi di Djerman selama pemerintah Hitler. Pada waktu itu bersama-sama dengan timbulnja pasukan<sup>2</sup> bermotor diseluruh Djerman dibuatnja djalan<sup>2</sup> raja jang sangat baik jaitu autobahn atau autostrada. Djalan<sup>2</sup> tersebut dibuat disampingnja djalan<sup>2</sup> besar jang menghubungkan satu kota dengan lainnja. Tetapi dengan adanja autostrada itu pemindahan pasukan<sup>2</sup> dengan kendaraan bermotor dapat berdjalan dengan sempurna sehingga menguntungkan gerakan-gerakan pasukan. Dalam rangka pembangunan ini sektor sipil dapat djuga membangun terusan<sup>2</sup>. Djika hal ini terdjadi maka pertahanan dapat dirobah disesuaikan dengan adanja terusan<sup>2</sup> itu, karena terusan<sup>2</sup> ini dapat dipergunakan sebagai rintangan<sup>2</sup> untuk menghambat gerakan lawan. Sektor sipil dapat menambah djumlah lapangan terbang jang ada atau menjempurnakannja sehingga dapat dipergunakan oleh pesawat<sup>2</sup> pantjar gas. Djika hal jang demikian terdjadi maka persembangan ini harus mendapat perhatian Angkatan Udara dalam merentjanakan pembangunannja sehingga dengan demikian pemakaian pesawat pantjar gas dapat dilakukan tidak tergantung oleh tidak adanja lapangan jang sesuai. Dislokasi pasukan<sup>2</sup> penempur jagers dapat disesuaikan dengan keadaan dan pertahanan terhadap serangan udara dapat disempurnakan. Dengan disempurnakannja perhubungan laut maka armada perdagangan jaitu djumlah kapal<sup>2</sup> perdagangan akan mendjadi besar. Hal jang demikian merupakan faktor jang penting pula untuk Angkatan Laut. Maka djika hal ini terdjadi, Angkatan Laut dapat merobah rentjana pembangunannja. Umpamanja rentjana pembuatan kapal<sup>2</sup> selam dan pelindung (escorte vaartuigen) dapat dipergiat supaja kita dapat mengawal pengangkutan<sup>2</sup> dilaut. Karena besarnja armada perdagangan mengakibatkan banjaknja pelaut pula. Hal ini dapat mempermudah Angkatan Laut dalam merentjanakan sisteem wadjib latihnja dan pendidikan kader. Masih banjak lagi hal<sup>2</sup> jang perlu mendapat perhatian Angkatan Perang dalam suasana pembangunan ini. Dengan tjontoh jang serba singkat ini tjukup djelaslah kiranja bagaimana rapatnja hubungan antara sektor sipil dan militer dalam usahanja mengisi kemerdekaan Negara kita. Mudah-mudahan uraian kami ini dapat dipergunakan sebagai tambahan<sup>2</sup> dalam usaha kita sekalian untuk melaksanakan proses raksasa Nasional ini jaitu: Membangun Negara sesuai dengan tjita-tjita proklamasi 1945. {{border|1= {{c|'''BERITA REDAKSI'''}} Kepada saudara<sup>2</sup> jang telah dan atau tengah mendjalankan tugas operasi didaerah<sup>2</sup>, kami minta mengirimkan pengalaman<sup>2</sup>-nja, baik jang bersifat humor atau kisah jang sungguh<sup>2</sup> terdjadi, untuk menambah isi Madjalah kita ini. Redaksi selalu menunggu tulisan/foto<sup>2</sup> saudara ! {{right|'''Red.'''}}<noinclude>{[rh|26}}</noinclude> 37mvst1easrdrw0k52rbulls4wf8w2i Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/905 104 104618 295794 2026-05-14T16:27:05Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Angkatan Darat No. 2-3 Pebr.-Maret '59 Th. Ke IX Madjalah LANGKATAN DARAT DJALAN SEGARA 5 DJAKARTA Diselenggrakan untuk: Membina Semangat Pertahanan Nasional untuk Tentara dan Rakjat Penanggung Djawab K. Puspen. Redaksi/Administrasi Biro Penerbitan Puspen Tilp. O.G. 1700/33 Penerbit Pusat Penerangan A.D. Terbit sekali sebulan Pentjetak Dittop. A.D. Gambar Kulit Dengan mengenakan pakaian PDU-A, KSAD Letnan Djenderal A. H. Nasution bergambar di- m... 295794 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Angkatan Darat No. 2-3 Pebr.-Maret '59 Th. Ke IX Madjalah LANGKATAN DARAT DJALAN SEGARA 5 DJAKARTA Diselenggrakan untuk: Membina Semangat Pertahanan Nasional untuk Tentara dan Rakjat Penanggung Djawab K. Puspen. Redaksi/Administrasi Biro Penerbitan Puspen Tilp. O.G. 1700/33 Penerbit Pusat Penerangan A.D. Terbit sekali sebulan Pentjetak Dittop. A.D. Gambar Kulit Dengan mengenakan pakaian PDU-A, KSAD Letnan Djenderal A. H. Nasution bergambar di- muka almari buku. Kata Redaksi. Selamat berdjumpa lagi pembatja! Tanggal 29 Djanuari 1959 adalah sembilan tahun hari wafat Alm. Bapak Tentara Nasional Indonesia, Djenderal Soedirman. Kiranja tak akan ada seorangpun jang tidak mengetahui djedjak perdjuangan pahlawan Soedirman, lebih2 kita sebagai Warga TNI. Dan mengapa upatjara pemberian Bintang Gerilja kepada pedjuang2 kita, incl: Sri Sultan, Maladi, Prof Dr Sardjito dll itu didjatuhkan tepat hari wafat Djenderal Soedirman? Djawaban atas pertanjaan ini, tidak lain untuk menghormati kepah- lawanan Pak Dirman, agar pedjuang jang kini masih hidup, dapat mentjontoh per- djuangan dan pengorbanan Almarhum dalam usaha membela dan memelihara ke- merdekaan nusa & bangsanja. "Sepi ing pamrih, rame ing gawe", inilah jang mendjadi watak perdjuangan Sri Sultan, beliau ta' banjak berkata apa-apa, tapi karya beliau tjukup banjak untuk kepentingan rakjat. Tidak untuk kepentingan pribadinja. Sebab, Sri Sultan jang sedjak dahulu sudah kaja-raya itu, hidupnja sangat sederhana. Dan barangkali ta' banjak orang jang mengerti, djabatn apa jang sekarang ini dipangku Sri Sultan. Beliau kini mendjabat sebagai: Kepala Daerah Ist. Jogjakarta, Ketua Dewan Tourisme, Ketua KOI, Ketua Dewan Kurator UI Gadjah Mada dan masih lebih selosin lagi dja- batan-djabatan jang dipangku oleh Sri Sultan, inilah bukti, "Sepi ing pamrih, rame ing gawe", sehingga wadjarlah kalau beliau mendapat anugerah gelar Maha Putra dari Presiden/Panglima Tertinggi Ir Soekarno. Djuga Maladi, Direktur Djenderal Radio Republik Indonesia, djedjak perdju- angannja dibidang Penerangan & Perhubungan ta' dapat dipisahkan dengan perdju- angan bersendjata kita dalam megusir kaum pendjadjah. Dari detik? meletusnja proklamasi, sampai clas I dan clas II, beliau aktif bergerilja. Dan Pak Maladi pernah diangkat sebagai Perwira Penerangan dengan pangkat Major. Demikian pula perdjuangan Prof Dr Sardjito, Alm. Letkol Surjosumarno, se- orang pendiri, Artileri Sapudjagat, disamping pedjuang2 lain jang telah gugur dalam mempertahankan Negara Proklamasi 17 Agustus '45. Browning Automatic Rifle, jang lebih kita kenal dengan sebutan Brengun, Garrand M1, Karabin M2, dan senapan mesin semi otomatis M3, mulai tahun 1960 akan dipensjunkan oleh Tentara Amerika Serikat, dan sebagai pengganti sendjata2 jang akan dipensiun itu, Tentara Amerika Serikat akan mempergunakan senapan M14 dan M15. Menurut penjelidikannja, sendjata2 M14 dan M15 ini mempunjai kemampuan jang lebih efektif. Mengenai detail sendjata2 ini, Anda dapat mem- batja dalam pagina 12. Kita semua mengetahui, tentang keganasan gerombolan, baik gerombolan Per- mesta, PRRI, DI/TII-nja Kahar Muzakar ataupun DI/TII-nja Kartosuwirjo sama sadja bengisnja, mempunjai hobby jang sama, jaitu: merampok, membakar dan membunuh rakjat. Praktik2 terror sematjam ini dapat Anda batja tulisan Lts. Kus- majadi, jang kini sedang bertugas didaerah operasi Garut. Kissah jang dialami peradjurit2 kita, dimana kapal NAIKO jang membawanja telah dibombarder hantjur oleh pesawat Permesta dengan penerbang asingnja, sung- guh-sungguh kissah jang mengerikan. Untuk ini tidak perlu kami beri komentar, pembatja sendiri jang harus memberinja. Dan, sebagai penutup kami utjapkan selamat membatja dan mempeladjari......... R JUL 15 192 T.R. Digitized by Google<noinclude></noinclude> 4zxxmfo46o8jna6npcumpbpie427c1k 295806 295794 2026-05-14T16:33:54Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 295806 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{c| {{x-larger|''Madjalah''}} {{Xx-larger|ANGKATAN DARAT}} DJALAN SEGARA 5 '''DJAKARTA''' }} '''Diselenggrakan untuk:''' {{c|Membina Semangat Pertahanan Nasional untuk Tentara dan Rakjat {{*}} Penanggung Djawab K. Puspen. {{*}} Redaksi/Administrasi Biro Penerbitan Puspen Tilp. O.G. 1700/33 {{*}} Penerbit Pusat Penerangaa A.D. {{*}} Terbit sekali sebulan {{*}} '''''Pentjetak Dittop. A.D.''''' {{Rule}} '''GAMBAR KULIT :''' }} Dengan mengenakan pakaian PDU-A, KSAD Letnan Djenderal A. H. Nasution bergambar dimuka almari buku. {{c| * * *}} {{xx-larger|'''Angkatan Darat No.2-3 Pebr. - Maret '59 Th. Ke IX'''}} ''Kata Redaksi.'' Selamat berdjumpa lagi pembatja! Tanggal 29 Djanuari 1959 adalah sembilan tahun hari wafat Alm. Bapak Tentara Nasional Indonesia, Djenderal Soedirman. Kiranja tak akan ada seorangpun jang tidak mengetahui djedjak perdjuangan pahlawan Soedirman, lebih² kita sebagai Warga TNI. Dan mengapa upatjara pemberian Bintang Gerilja kepada pedjuang² kita, incl: Sri Sultan, Maladi, Prof Dr Sardjito dll itu didjatuhkan tepat hari wafat Djenderal Soedirman? Djawaban atas pertanjaan ini, tidak lain untuk menghormati kepahlawanan Pak Dirman, agar pedjuang jang kini masih hidup, dapat mentjontoh perdjuangan dan pengorbanan Almarhum dalam usaha membela dan memelihara kemerdekaan nusa & bangsanja. "Sepi ing pamrih, rame ing gawe", inilah jang mendjadi watak perdjuangan Sri Sultan, beliau ta' banjak berkata apa-apa, tapi karya beliau tjukup banjak untuk kepentingan rakjat. Tidak untuk kepentingan pribadinja. Sebab, Sri Sultan jang sedjak dahulu sudah kaja-raya itu, hidupnja sangat sederhana. Dan barangkali ta' banjak orang jang mengerti, djabatn apa jang sekarang ini dipangku Sri Sultan. Beliau kini mendjabat sebagai: Kepala Daerah Ist. Jogjakarta, Ketua Dewan Tourisme, Ketua KOI, Ketua Dewan Kurator UI Gadjah Mada dan masih lebih selosin lagi djabatan-djabatan jang dipangku oleh Sri Sultan, inilah bukti, "Sepi ing pamrih, rame ing gawe", sehingga wadjarlah kalau beliau mendapat anugerah gelar Maha Putra dari Presiden/Panglima Tertinggi Ir Soekarno. Djuga Maladi, Direktur Djenderal Radio Republik Indonesia, djedjak perdjuangannja dibidang Penerangan & Perhubungan ta' dapat dipisahkan dengan perdjuangan bersendjata kita dalam megusir kaum pendjadjah. Dari detik² meletusnja proklamasi, sampai clas I dan clas II, beliau aktif bergerilja. Dan Pak Maladi pernah diangkat sebagai Perwira Penerangan dengan pangkat Major. Demikian pula perdjuangan Prof Dr Sardjito, Alm. Letkol Surjosumarno, seorang pendiri, Artileri Sapudjagat, disamping pedjuang² lain jang telah gugur dalam mempertahankan Negara Proklamasi 17 Agustus '45. Browning Automatic Rifle, jang lebih kita kenal dengan sebutan Brengun, Garrand M1, Karabin M2, dan senapan mesin semi otomatis M3, mulai tahun 1960 akan dipensjunkan oleh Tentara Amerika Serikat, dan sebagai pengganti sendjata² jang akan dipensiun itu, Tentara Amerika Serikat akan mempergunakan senapan M14 dan M15. Menurut penjelidikannja, sendjata² M14 dan M15 ini mempunjai kemampuan jang lebih efektif. Mengenai detail sendjata² ini, Anda dapat membatja dalam pagina 12. Kita semua mengetahui, tentang keganasan gerombolan, baik gerombolan Permesta, PRRI, DI/TII-nja Kahar Muzakar ataupun DI/TII-nja Kartosuwirjo sama sadja bengisnja, mempunjai hobby jang sama, jaitu: merampok, membakar dan membunuh rakjat. Praktik² terror sematjam ini dapat Anda batja tulisan Lts. Kusmajadi, jang kini sedang bertugas didaerah operasi Garut. Kissah jang dialami peradjurit² kita, dimana kapal NAIKO jang membawanja telah dibombarder hantjur oleh pesawat Permesta dengan penerbang asingnja, sungguh-sungguh kissah jang mengerikan. Untuk ini tidak perlu kami beri komentar, pembatja sendiri jang harus memberinja. Dan, sebagai penutup kami utjapkan selamat membatja dan mempeladjari {{...|7}} {{right|T.R.}}<noinclude></noinclude> sb1lzpnxdmtw67e039j5w6ig30mzlov Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/957 104 104619 295808 2026-05-14T16:34:50Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Angkatan Darat No. 4 APRIL 59 Th. Ke IX Madjalah ANGKATAN DARAT DJALAN SEGARA 5 DJAKARTA Kata Redaksi: Diselenggarakan untuk: Membina Semangat Pertahanan Nasional untuk Tentara dan Rakjat Penanggung Djawab K. Puspen. Redaksi/Administrasi Biro Penerbitan Puspen Tilp. O.G. 1700/33 * Penerbit Pusat Penerangan A.D. Terbit sekali sebulan Pentjetak Dittop. A.D. Pembatja M.A.D. jang budiman. Apabila M.A.D. ini sampai ditangan Pembatja, maka hari Lebara... 295808 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Angkatan Darat No. 4 APRIL 59 Th. Ke IX Madjalah ANGKATAN DARAT DJALAN SEGARA 5 DJAKARTA Kata Redaksi: Diselenggarakan untuk: Membina Semangat Pertahanan Nasional untuk Tentara dan Rakjat Penanggung Djawab K. Puspen. Redaksi/Administrasi Biro Penerbitan Puspen Tilp. O.G. 1700/33 * Penerbit Pusat Penerangan A.D. Terbit sekali sebulan Pentjetak Dittop. A.D. Pembatja M.A.D. jang budiman. Apabila M.A.D. ini sampai ditangan Pembatja, maka hari Lebaran telah ber- lalu, dengan meninggalkan kesan jang mengetjewakan bagi mereka jang tidak puas. Tidak puas disebabkan tidak mengerti makna, maksud dan tudjuan daripada Puasa dan Lebaran. KASAD memberikan makna itu diantaranja, akan tetapi djika kita sadar akan makna daripada Puasa dan Lebaran sebagaimana mestinja, tidak perlu kita murung didalam hati, djustru masih sempat merasa gembira dan puas. Puasa adalah untuk mendidik rochani dan budipekerti,karena dengan puasa berarti harus dapat menahan nafsu terhadap hal-hal jang halal dimasa berpuasa, walaupun hak kita sendiri; apalagi terhadap hal-hal jang haram, jang dilarang. Kita masih lajak merasa gembira dan puas ber-Lebaran dengan serba kurang, sebab ber-Lebaran ialah bahwa kita telah selesai dan berhasil menempuh latihan dan udjian itu, dan kita memperoleh bekal rochani dan budipekerti". Demikian KASAD dalam menjambut hari Lebaran, jang suram tahun ini. Meskipun peristiwanja telah lampau, tetapi pribadi Presiden Ho Chi Minh masih tetap belum basi untuk dihidangkan disini. Teristimewa tentang djiwanja jang tang- guh dan perdjoangannja jang gigih dan patriotik dalam mengusir pendjadjah, di- tambah dengan kesederhanaannja dalam kehidupan dan tjaranja berfikir. Terlepas daripada ideologi jang dianutnja, maka dalam memperdjoangkan nasib Rakjat Indo- nesia umumnja, tokoh Ho Chi Minh merupakan tjontoh dan tauladan bagi Pemimpin' kita jang ingin konsekwan dengan sembojan-nja. Hanja Pemimpin-gadungan jang mengedjar keuntungan untuk diri sendiri, akan menolak terhadap tjontoh ini. Kiranja setjara djudjur kita dapat mengakuinja. Bilamana Pembatja melihat tank, brandcarier dengan bentuknja jang serba badja serta sendjatanja jang mendjulang, lagi pula suaranja jang gemuruh itu, mungkin Pembatja akan bertanja, itu termasuk pasukan apa. Marilah kita ikuti sedjarah dan pertumbuhannja. Masalah keuangan sangat menarik untuk diselami, karena memang uang me- rupakan alat jang ampuh, bahkan kadang sangat menentukan. Dalam segala bidang jang dikemudikan orang, entah itu rumah-tangga, organisasi, bahkan Pemerintah dan Negara, dsb.; maka uang (Keuangan) nampak memegang peranan penting sekali. Dalam lingkungan Angkatan Darat, masalah ini dengan djelas dikupas oleh Maj. Soedijono. Kalau Pembatja sampai pada halaman jang memuat Keputusan KASAD selaku Ketua Penguasa Perang Pusat, disitulah terdapat djawaban akan maksud daripada diperlakukannja "Peraturan Wadjib Militer", jang belakangan ini mendjadi per- tjaturan hangat dikalangan pemuda2 Warga Indonesia. Disamping naskah jang baik menarik pun bermutu, maka rubrik "ADPIS PRODEO" tidak kurang manfaatnja bagi para Ibu Persit chususnja, dan Tjalon Persit umumnja. Selamat membatja. GAMBAR KULIT : "Selamat Djalan Presiden Ho! Mudah-an persahabatan antara rakjat Indonesia dan rakjat Vietnam tambah kekal". Demi- kian kata2 jang terdengar ketika pesawat terbang jang mengang- kut Presiden Ho mulai mening- galkan landasan. P.S. Digitized by Google<noinclude></noinclude> 6vqgwxt19zphoz8j3919hggh81jgubw 295817 295808 2026-05-14T16:42:11Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 295817 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{c| {{x-larger|''Madjalah''}} {{Xx-larger|ANGKATAN DARAT}} DJALAN SEGARA 5 '''DJAKARTA''' }} '''Diselenggrakan untuk:''' {{c|Membina Semangat Pertahanan Nasional untuk Tentara dan Rakjat {{*}} Penanggung Djawab K. Puspen. {{*}} Redaksi/Administrasi Biro Penerbitan Puspen Tilp. O.G. 1700/33 {{*}} Penerbit Pusat Penerangaa A.D. {{*}} Terbit sekali sebulan {{*}} '''''Pentjetak Dittop. A.D.''''' {{Rule}} '''GAMBAR KULIT :''' }} "Selamat Djalan Presiden Ho! Mudah²-an persahabatan antara rakjat Indonesia dan rakjat Vietnam tambah kekal". Demikian kata² jang terdengar ketika pesawat terbang jang mengangkut Presiden Ho mulai meninggalkan landasan. {{c| * * *}} {{xx-larger|'''Angkatan Darat No. 4 APRIL '59 Th. Ke IX'''}} ''Kata Redaksi'' Pembatja M.A.D. jang budiman. Apabila M.A.D. ini sampai ditangan Pembatja, maka hari Lebaran telah berlalu, dengan meninggalkan kesan jang mengetjewakan bagi mereka jang tidak puas. Tidak puas disebabkan tidak mengerti makna, maksud dan tudjuan daripada Puasa dan Lebaran. KASAD memberikan makna itu diantaranja, "{{...|12}} akan tetapi djika kita sadar akan makna daripada Puasa dan Lebaran sebagaimana mestinja, tidak perlu kita murung didalam hati, djustru masih sempat merasa gembira dan puas. Puasa adalah untuk mendidik rochani dan budipekerti,karena dengan puasa berarti harus dapat menahan nafsu terhadap hal-hal jang halal dimasa berpuasa, walaupun hak kita sendiri; apalagi terhadap hal-hal jang haram, jang dilarang. Kita masih lajak merasa gembira dan puas ber-Lebaran dengan serba kurang, sebab ber-Lebaran ialah bahwa kita telah selesai dan berhasil menempuh latihan dan udjian itu, dan kita memperoleh bekal rochani dan budipekerti". Demikian KASAD dalam menjambut hari Lebaran, jang suram tahun ini. Meskipun peristiwanja telah lampau, tetapi pribadi Presiden Ho Chi Minh masih tetap belum basi untuk dihidangkan disini. Teristimewa tentang djiwanja jang tangguh dan perdjoangannja jang gigih dan patriotik dalam mengusir pendjadjah, ditambah dengan kesederhanaannja dalam kehidupan dan tjaranja berfikir. Terlepas daripada ideologi jang dianutnja, maka dalam memperdjoangkan nasib Rakjat Indonesia umumnja, tokoh Ho Chi Minh merupakan tjontoh dan tauladan bagi Pemimpin² kita jang ingin konsekwan dengan sembojan²-nja. Hanja Pemimpin-gadungan jang mengedjar keuntungan untuk diri sendiri, akan menolak terhadap tjontoh ini. Kiranja setjara djudjur kita dapat mengakuinja. Bilamana Pembatja melihat tank, brandcarier dengan bentuknja jang serba badja serta sendjatanja jang mendjulang, lagi pula suaranja jang gemuruh itu, mungkin Pembatja akan bertanja, itu termasuk pasukan apa. Marilah kita ikuti sedjarah dan pertumbuhannja. Masalah keuangan sangat menarik untuk diselami, karena memang uang merupakan alat jang ampuh, bahkan kadang² sangat menentukan. Dalam segala bidang jang dikemudikan orang, entah itu rumah-tangga, organisasi, bahkan Pemerintah dan Negara, dsb.; maka uang (Keuangan) nampak memegang peranan penting sekali. Dalam lingkungan Angkatan Darat, masalah ini dengan djelas dikupas oleh Maj. Soedijono. Kalau Pembatja sampai pada halaman jang memuat Keputusan KASAD selaku Ketua Penguasa Perang Pusat, disitulah terdapat djawaban akan maksud daripada diperlakukannja "Peraturan Wadjib Militer", jang belakangan ini mendjadi pertjaturan hangat dikalangan pemuda2 Warga Indonesia. Disamping naskah² jang baik menarik pun bermutu, maka rubrik "ADPIS PRODEO" tidak kurang manfaatnja bagi para Ibu² Persit chususnja, dan Tjalon Persit umumnja. Selamat membatja. {{right|P.S.}}<noinclude></noinclude> kfdsbetk9qjxuaf9fh2ogrmrq5m1r37 Halaman:BUKU PUTIH PERTAHANAN INDONESIA 2015.pdf/22 104 104620 295862 2026-05-14T18:29:27Z Bibazi 25578 /* Telah diuji baca */ 295862 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Bibazi" />PERKEMBANGAN LINGKUNGAN STRATEGIS</noinclude> 2.5 Konflik Intra dan Antarnegara Konflik intra dan antarnegara masih terjadi di beberapa kawasan dunia. Di kawasan Afrika, Timur Tengah, Eropa Timur dan Eropa Barat masih terjadi konflik internal, bahkan sampai perang saudara yang menyebabkan terjadinya pengungsian penduduk. Pemicu konflik umumnya akibat pertarungan politik dan kekuasaan, ketidakpuasan dan ketidakadilan, persaingan akses ke sumber daya, penindasan, korupsi dan masalah absennya demokrasi. Beberapa pemicu konflik ini dapat bertransformasi ke kawasan Asia Pasifik. Konflik intranegara cenderung bereskalasi dan bertransformasi secara signifikan. Konflik yang terjadi di beberapa kawasan di Afrika Utara, Afrika Tengah, Israel-Palestina, Irak, Suriah, Afganistan, Asia Selatan, Asia Tenggara, Asia Timur dan Eropa masih terjadi, bahkan cenderung meningkat dan dapat berubah menjadi perang saudara yang sulit untuk dicarikan solusi damai. Demikian juga konflik antarnegara, masih berpotensi terjadi di wilayah Asia Timur yang penyelesaiannya membutuhkan pendekatan-pendekatan baru dan tidak menggunakan pendekatan kekerasan yang dapat mengancam stabilitas keamanan dan perdamaian di kawasan Asia Pasifik. 2.6 Kecenderungan Konflik Kontemporer Pola konflik bersenjata saat ini mengalami perubahan yang signifikan sehingga memengaruhi kecenderungan bentuk konflik kontemporer di dunia. Hal ini disebabkan adanya perkembangan teknologi militer, keinginan untuk mengurangi jatuhnya korban,<noinclude>BUKU PUTIH PERTAHANAN INDONESIA. 10</noinclude> g38mvy6zb1rypbsx85mno5i49qatjg1 Halaman:BUKU PUTIH PERTAHANAN INDONESIA 2015.pdf/23 104 104621 295863 2026-05-14T18:33:56Z Bibazi 25578 /* Telah diuji baca */ 295863 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Bibazi" />PERKEMBANGAN LINGKUNGAN STRATEGIS</noinclude>biaya perang yang tinggi dan semakin ketatnya penerapan kaidah-kaidah hukum dan konvensi internasional. Pola untuk menguasai ruang tidak lagi dilakukan secara frontal, melainkan dilakukan dengan cara-cara nonlinier, tidak langsung, dan bersifat proxy war. Tren menguasai suatu negara dengan menggunakan ‘senjata’ asimetris yang dibangun secara sistematis, seperti konflik Suriah dan perang di Ukraina semakin meningkat. Penciptaan kondisi lewat propaganda dilakukan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan ruang siber seperti media sosial. Permasalahan serius terkait konflik kontemporer adalah meningkatnya konflik internal, yaitu konflik yang dapat memicu gerakan separatis karena kepentingan politik dan wilayah, termasuk konflik sosial yang terjadi di beberapa negara dengan dilatarbelakangi dinamika sosial, budaya, primordialisme, suku, ras, dan agama. Pola devide et impera atau memecahbelah komponen-komponen bangsa dalam negeri merupakan cara yang efektif untuk menghancurkan suatu negara. seperti yang terjadi pada fenomena Arab Spring, kekacauan politik dan keamanan di Mesir, serta perang saudara di Irak, Afghanistan, Libya, dan Suriah membuktikan adanya pola konflik tersebut. 2.7 Isu Senjata Pemusnah Massal Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dalam bidang kimia, biologi, radiologi, nuklir, dan bahan peledak (Chemical, Biological, Radiological, Nuclear, and Explosives/ CBRNE) yang bersamaan dengan kemajuan alat transportasi dan komunikasi informasi<noinclude>BUKU PUTIH PERTAHANAN INDONESIA. 11</noinclude> 89uctin9cy912wzit4zn8yplgr97lwn Halaman:BUKU PUTIH PERTAHANAN INDONESIA 2015.pdf/30 104 104622 295864 2026-05-14T18:38:27Z Bibazi 25578 /* Telah diuji baca */ 295864 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Bibazi" />PERKEMBANGAN LINGKUNGAN STRATEGIS</noinclude>2.15 Epidemi Dunia masih menghadapi epidemi beberapa penyakit infeksi yang berbahaya pada manusia. Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) terus memberikan peringatan kepada dunia bahwa penyakit infeksi berbahaya bagi umat manusia belum sepenuhnya dapat diatasi bahkan penyebarannnya cenderung semakin luas. Hampir setiap tahun ditemukan satu hingga tiga varian penyakit infeksi baru pada manusia atau penyakit lama yang muncul kembali. Ada kecenderungan bahwa penyakit infeksi pernapasan pada manusia bertambah dengan munculnya kasus-kasus baru pada populasi yang terindikasi di kawasan tertentu. WHO telah mengumumkan sejumlah penyakit yang masih mengancam umat manusia, yaitu demam berdarah (Dengue Fever), Tubercolosis (TBC), Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS), penyakit sapi gila (Mad Cow) atau Variant Creutzfeldt-Jakob Disease (VCJD), Avian Influenza (H5N1) atau flu burung (Bird Flu), Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), flu babi (Swine Flu/H1N1 flu virus), Middle East Respiratory Syndrome (MERS), Ebola, dan Avian Influenza (H7N9) atau flu burung varian baru, serta virus Zika. Secara geografis, kawasan Asia, Afrika Sub-Sahara, Amerika Latin, dan Karibia diidentifikasi oleh WHO sebagai wilayah yang rawan terhadap munculnya berbagai penyakit yang berbahaya.<noinclude>BUKU PUTIH PERTAHANAN INDONESIA. 18</noinclude> 3qmaz1xnhj9w5wim99pilawpmg0fule Pengguna:Salmaqilahz 2 104623 295866 2026-05-14T19:21:15Z J ansari 12978 J ansari memindahkan halaman [[Pengguna:Salmaqilahz]] ke [[Pengguna:Salmaqilah]]: Secara otomatis memindahkan halaman ketika mengganti nama pengguna "[[Special:CentralAuth/Salmaqilahz|Salmaqilahz]]" menjadi "[[Special:CentralAuth/Salmaqilah|Salmaqilah]]" 295866 wikitext text/x-wiki #ALIH [[Pengguna:Salmaqilah]] iy3lyvlanwqs0lj6qtou90evellxdo6