Wikisumber idwikisource https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama MediaWiki 1.47.0-wmf.6 first-letter Media Istimewa Pembicaraan Pengguna Pembicaraan Pengguna Wikisumber Pembicaraan Wikisumber Berkas Pembicaraan Berkas MediaWiki Pembicaraan MediaWiki Templat Pembicaraan Templat Bantuan Pembicaraan Bantuan Kategori Pembicaraan Kategori Pengarang Pembicaraan Pengarang Indeks Pembicaraan Indeks Halaman Pembicaraan Halaman Portal Pembicaraan Portal TimedText TimedText talk Modul Pembicaraan Modul Acara Pembicaraan Acara Sekali Merdeka, Tetap Merdeka! 0 15274 297710 89335 2026-06-12T10:09:39Z Nicoskuy 26875 Perbaikan kesalahan ketikan 297710 wikitext text/x-wiki __NOTOC__ __NOEDITSECTION__ {{header | title = Sekali Merdeka, Tetap Merdeka! | author = Soekarno | translator = | section = | previous = [[Tujuhbelas Agustus 1945]] | next = [[Rawe-Rawe Rantas, Malang-Malang Putung!]] | year = 1946 | portal = | wikipedia = | commons = | commonscat = | wikiquote = | wikinews = | wiktionary = | wikibooks = | wikiversity= | wikispecies= | meta = | notes = Dimuat dalam buku [[Dibawah Bendera Revolusi]] }} Paduka Tuan Ketua Badan Pekerja Komite Nasional Pusat Seluruh rakyat Indonesia di seluruh daerah Indonesia , dan yang merantau di luar negeri, laki dan perempuan ! Saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas ucapan-ucapan yang telah diucapkan oleh Paduka Tuan Ketua Badan Pekerja Komite Nasional Pusat. Saya terharu sekali, bahwa kita pada hari ini dapat merayakan hari ulang tahun Republik kita yang pertama. Saya ingat kepada Tuhan, yang Maha Kuasa, mengucapkan syukur Alhamdulillah, sebab, – usia Republik kita yang satu tahun itu, tak lain tak bukan ialah berkat dan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa. Alangkah hebatnya tahun yang telah lalu itu! tiga ratus enam puluh lima hari kita bekerja, membanting tulang, berjuang mati-matian, menderita, menghadapi gunung-gunung kesulitan, mengatasi gunung-gunung kesulitan itu dimana dapat. Tiga ratus enam puluh lima hari kita berjuang dan bekerja, secara laki-laki, secara <em>hero-is.</em> Tatkala pada 17 Agustus tahun yang lalu kita memproklamirkan kemerdekaan kita dengan kata-kata sederhana, belum dapat kita membayangkan benar-benar apa yang kita hadapi. Kita hanyalah mengetahui, bahwa Proklamasi kita itu adalah satu kata pekik "berhenti!" kepada penjajahan yang 350 tahun. Kita majukan proklamasi kita itu kepada dunia sebagai hak asli kita, hak bangsa kita, hak kemanusiaan kita, hak hidup kita, dengan cara yang setajam-tajamnya. Kita majukan proklamasi kita itu, pula sebagai seruan yang sejelas-jelas serta yang selangsung-langsungnya kepada rakyat dan bangsa kita sendiri, untuk menentukan nasibnya sendiri dengan tindakan dan perbuatan sendiri. Dan Proklamasi kita itu menderu di udara, sebagai arus listrik yang menggetarkan jiwa bangsa kita! Seluruh rakyat kita, seluruh bangsa kita, menyambut proklamasi kita itu sebagai penebusan janji pusaka yang lama, sebagai aba-aba yang menggeledek untuk memulai kehidupan yang baru. Apakah yang kita miliki pada waktu itu? pada waktu itu yang ada pada kita hanyalah kehendak, kemauan, jiwa, yang menyala-nyala dengan semangat kemerdekaan. Kekuasaan masihlah berada di tangannya balatentara Jepang yang jumlahnya berpuluh-puluh ribu serdadu yang bersenjata selengkap-lengkapnya. Dan balatentara serikat segera akan mendarat pula, menambah persenjataan asing yang ada di negeri kita. Dunia belum mengenal bangsa kita serta belum mengenal kehendak kita akan kemerdekaan. Rakyat kita badannya lemah, seakan-akan remuk redam, oleh penderitaan-penderitaan yang dialaminya selama penjajahan Jepang. Di seluruh negeri kita, yang kelihatan hanyalah kesukaran, kekurangan, kemelaratan. Di dalam keadaan yang demikian itulah kita memulai perjuangan kebangsaan kita yang sekarang ini, kira nyatakan ke seluruh dunia: "Kita Republik", "Kita Merdeka". Gelap gelap dunia di sekeliling kita, akan tetapi di dalam bathin kita terang benderang, menyala=nyala api kemerdekaan dan api kebangsaan. Dengan kehendak yang membulat dan menjadi satu, ketetapan hati yang menggumpal menjadi satu, tekad yang membaja menjadi satu, seluruh bangsa kita, kaya, miskin, tua, muda, laki, perempuan, terpelajar, buta huruf, seluruh bangsa kita bangkit bergerak, berjuang untuk membenarkan, mewujudkan Proklamasi 17 Agustus itu. Balatentara Jepang yang telah kehilangan semangatnya, dapat kita desak dan enyahkan dari pemerintahan. Dalam beberapa minggu saja, seluruh pemerintahan di pulau-pulau Jawa, dan Sumatera dan lain-lain, benar-benar di dalam tangan kita. Dengan begitu maka proklamasi kita bukan lagi suatu janji dan tuntutan, bukan lagi suatu seruan diawang-awang. Tetapi kemerdekaan kita menjadi suatu kenyataan, Negara Republik Indonesia menjadi suatu <em>realiteit</em> bagi dunia dan kemanusiaan. Dengan begitu pertanggung jawaban kita kepada seluruh dunia bertambah pula. Alangkah hebatnya kesulitan-kesulitan yang kita hadapi! Kesulitan-kesulitan itu tidak berkurang, bahkan bertambah, sesudah kita merebut kekuasaan dari tangan Jepang. Serikat telah mendaratkan beribu-ribu serdadu bersenjata, diantara mana serdadu Belanda. Bersama-sama dengan itu, datang pula wakil kekuasaan Belanda yang mengaku dirinya pemerintah Hindia-Belanda. Di pulau-pulau di luar Jawa dan Sumatera, dimana rakyat kedudukannya terpencar-pencar, balatentara Belanda yang menamakan dirinya NICA dapat meluaskan kedudukannya serta kekuasaannya. Lawan kita dapat menguasai laut dengan kapal-kapal perang serta kapal terbang, merintangi perhubungan antara kita dengan saudara-saudara di seberang, mengasingkan kita dari saudara-saudara di seberang itu, meskipun didalam bathin, kita tidak dapat diasingkan, dan tidak akan dapat diasingkan. Dan lawan kita itupun <em>memblokkade</em> kita terhadap dunia luar, mencoba hendak melumpuhkan dengan <em>blokkade</em> itu. Kesulitan-kesulitan mula-mula timbul di dalam negeri sebagai akibat pertempuran dengan Jepang, yang dapat berhasil menggunakan kaki tangannya dari bangsa kita sendiri dan orang Indo, sehingga timbul suasana benci membenci diantara beberapa golongan bangsa kita sendiri. Dan lawan dari pihak Belanda bukan lawan, kalau ia tidak mempergunakan kemungkinan ini! sebagian kecil daripada bangsa kita dapat dihasud untuk mengadakan tindakan-tindakan ganas yang bersifat provokasi. Tembak-menembak terjadi, bunuh membunuh. Sehingga tak dapatlah dihindarkan, bahwa antara tentara serikat, dengan rakyat kita-pun timbul persengketaan. Orang-orang tawanan Bangsa Belanda, yang pada mulanya diterima kembali di dalam masyarakat kita dengan penuh rasa peri kemanusiaan. Mereka-pun terseret di dalam gelombang perasaan kebencian dan permusuhan, yang timbul dari pertempuran-pertempuran antara NICA dan rakyat kita. Didalam keadaan demikian, orang-orang ini, yang berada diantara rakyat kita yang amarah, terpaksa kita lindungi, dari kemarahan rakyat itu. Berpuluh-puluh ribu orang Indo dan Apwi yang harus diselamatkan dari keamarahan rakyat, dikumpulkanlah oleh pemimpin-pemimpin kita yang merasa bertanggung jawab, di dalam tempat-tempat yang di perlindungi. Maka dengan sedih hati, beribu orang yang bertahun-tahun telah menderita kehilangan kemerdekaannya di jaman Jepang. Tak dapat dikembalikan pada masyarakat; beribu orang yang telah mengecap kemerdekaan sedikit hari di zaman Republik, harus dikembalikan pada tempat-tempat perlindungan. Dan sudah barang tentu hal-hal ini memperbanyak kesulitan kita terhadap bala tentara Serikat, yang menurut keterangannya mendarat di Indonesia menawan orang Jepang dan memerdekakan orang-orang yang ditawan oleh Jepang dahulu. Seolah-olah seperti kita menghalangi pekerjaan tentara serikat! Padahal sejak mula-mulanya kita mengatakan, menyatakan, membuktikan, bahwa kita sedia membantu dengan segala kekuatan kita, supaya balatentara serikat dapat menyelesaikan kewajibannya di negeri kita ini, akan tetapi pihak serikat sendiri menyulitkan, kita benar-benar memberi pertolongan itu kepadanya! Meskipun kita tidak meminta kepadanya, supaya mengakui Republik kita atau pemerintahan kita pada waktu itu juga Hal mana tentu tidak mungkin bagi tentara yang sekadar menjadi alat negaranya saja, maka yang kita anggap mungkin dikabulkannya, dan jika dikabulkannya, niscaya memudahkan pemecahan segala soal serta penyelesaian segala soal, ialah ; tuntutan kita, supaya diantara tentara Serikat yang mendarat, hendaknya jangan ada bala tentara Belanda. Tuntutan Kita ini bukan semata-mata diadakan supaya menunjukkan curiga kita terhadap bangsa Belanda, bukan supaya menyatakan permusuhan kita kepada pihak Belanda. Kepada Pihak Belanda kita berkata ; "Percayalah, bahwa kami sebenarnya tidak a priori menghendaki permusuhan dan pertentangan dengan Tuan. Percayalah, bahwa kami sebenarnya mengharapkan penyelesaian soal-soal kami dengan secara damai. Apakaj yang lebih baik daripada damai?" Tetapi kita mengerti, bahwa jika tentara Belanda dimasukkan ke dalam daerah Republik, kemungkinan akan menyelesaikan soal-soal dengan damai, tentu dibahayakan oleh gerakan militer. Hal ini ternyata di kota Jakarta dan di kota Bandung, dimana bala tentara Belanda segera bertindak sangat agresif dan provokatoris, malahan bertindak bergandeng-gandengan tangan dengan bala tentara Jepang, mengadakan suatu macam teror terhadap pihak kita. Kejadian-kejadian di Jakarta itulah, dan kemudian di lain tempat, yang meluap-luapkan perasaan bangsa kita hingga menjadi gelombang kebencian terhadap keganasan yang diperlihatkan oleh tentara Belanda terhadap pihak kita. Inilah terutama, yang mendorong kita untuk mendesak kepada pihak Serikat, supaya jangan, jangan mendaratkan tentara Belanda, oleh karena terang akan mengacaukan suasana umum, terang akan merusakkan suasana umum, – tidak saja untuk usaha Serikatdi negeri kita ini, tetapi juga untuk usaha penyelesaian soal Indonesia-Belanda sendiri ! Sayang! Sayang pihak Inggris rupanya tidak dapat menolak tuntutan Belanda supaya memasukkan juga tentaranya. Tentara Serikat yang sebagian besar terdiri dari bangsa yang kita saudarai, bangsa India, terlibat pula di dalam suasana pergeseran, permusuhan, pertempuran, yang disebabkan oleh hal ini. Pertempuran di Surabaya terjadi sebagai akibat dari suasana ini. Dalam pada itu ternyata kepada dunia, bahwa kita hendak mempertahankan kehormatan kita dengan segala tenaga yang ada pada kita. Beratus ribu rakyat kita menjadi korban, beratus mati, beribu luka, beribu remuk-redam hancur-lebur rumahnya dan harta bendanya. Kota Surabaya yang berpenduduk hampir semilyun, menjadi sunyi senyap, diliputi api, ditimpakan kerusakan. Akan tetapi Bangsa kita menerima segala hal ini sebagai tebusan kehormatan bangsa, yang harus dibayar, yang musti dibayar, Kemudian Magelang, kemudian Ambarawa, kemudian Semarang, Kemudian Bandung, Kemudian Medan, Kemudian Padang. Dimana Pihak Serikat memasukkan tentara Belanda, disana menjadi Neraka. Dan disana pula pihak Serikat tak dapat menjalankan dengan sempurna kewajibannya yang diletakkan di atas bahunya. Pertempuran-pertempuran ini menggoncangkan benar-benar masyarakat bangsa kita. Terpaksa kitapun terhadap bala tentara Serikat menyatakan curiga kita; terpaksa kita membatasi kebebasannya bergerak di dalam Republik, meskipun kita tidak diakuinya sebagai Negara. Bertambahlah banyak dan tajam persoalan kita dengan Belanda. Bertambah pula persoalan kita dengan Serikat. Ini kita sayangi. Tetapi akhirnya kita diperlakukan sebagai pemerintahan de facto. Dengan begitu maka beberapa hal dapat diurus sebagai persetujuan antara dua pihak yang sama derajatnya. Dengan begitu maka beberapa hal dapat diselesaikan, zonder pertumpahan darah. Sungguh, kita tak dapat menyerahkan kekuasaan atau daerah pada pihak Serikat dengan begitu saja, halmana menimbulkan pertempuran, dan sebagai akibatnya, kekacauan di dalam beberapa daerah! Di tengah-tengah nyalanya api, ditengah-tengah menggeledeknya meriam, di tengah-tengah menghebatnya kekacauan, kita harus menjalankan, memperlengkapi, menyempurnakan pemerintahan kita. Mula-mula kita mendirikan tentara kebangsaan. Kemudian kita memperbaiki pemerintahan sipil yang menderita kerusakan di dalam revolusi. Kemudian lagi kita berikhtiar mengenai kekacauan, mengurus dan menyusun kehidupan rakyat-Murba dalam hal keamanan dan kemakmuran. Perusahaan-perusahaan umum diperhatikan, diurus, diperlengkapi. Djawatan Kereta Api, Djawatan Listrik, Djawatan Pengairan, Djawatan Kehutanan, Djawatan Kesehatan,- Semuanya itu harus di urus di dalam kesulitan yang maha besar. Rancangan untuk menyelenggarakan kemakmuran rakyat, atau sedikitnya meringankan penderitaan rakyat, pun dipikirkan. Kekalutan yang ditinggalkan oleh Jepang di atas lapangan ekonomi ekonomi, bukan kepalang. Kekalutan warisan Jepang di atas lapangan keuangan, tiada hingganya. Beribu uang Jepang di dalam Republik dan Beribu juta uang Jepang ini menghambat segala usaha untuk memulai pembersihan ekonomi. Maka yang menjadi soal yang pertama ialah: mengadakan pembersihan uang, yang sejak dari mula-mulanya Republik berdiri telah dimengerti oleh pemerintahan kita. Akan tetapi juga didalam usaha mengadakan perbersihan uang itu, kesulitan maha Hebat. Bukan saja kesulitan-kesulitan teknis dan materiil untuk mengeluarkan dengan lekas uang Republik sendiri, tetapi juga kesulitan oleh karena perlengkapan alat kekuasaan, &#8212; seperti polisi-biasa dan polisi-ekonomi–, masih belum memadai kepada keperluan yang timbul karena niat pembersihan ekonomi itu. Kesulitan keuangan-masyarakat dan keuangan-pemerintah maha hebat, Dan sebelum hal keuangan ini dapat disehatkan, belum dapatlah diusahakan kemakmuran negeri, belum dapat dibasmi tukang catut, belum dapat diberantas korupsi dengan sempurna. Maka didalam keadaan demikian alat-alat penghasilan yang seharusnya dapat membantu meringankan beban pemerintahan, tidak dapat menolong. Malahan disana sini timbul semacam “Anarcho Sindikalisme", yang sebenarnya bukan “Anarcho Sindikalisme" yang prinsipiil. Kaum buruh bertindak seolah-olah mereka-lah yang berhak atas perusahaan dan hasil perusahaan dengan langsung, mula-mula oleh karena tiada orang yang membayar gajinya. Ia mesti makan untuk dapat bekerja dan ia bekerja buat makan, Kemudian hal ini dipergunakan oleh orang-orang diantara mereka yang tidak baik, supaya berlaku sebagai tukang catut. Hasil perusahaan yang seharusnya milik Negara, dicatut oleh orang-orang yang mengangkat dirinya menjadi pengurus perusahaan-perusahaan. Demikian pula dengan isi gudang-gudang negeri. Orang-orang yang tidak baik, telah mencatutkan isi gudang-gudang itu, dan dengan begitu merugikan, mengkhianati kepada Negara. Usaha untuk memusatkan pimpinan segala perusahaan yang dalam pengawasan Negara, terus diikhtiarkan, terus dijalankan, setapak demi setapak berhasil pula, akan tetapi belum dapat berbuah sebagai dikehendaki, oleh karena alat-alat kekuasaan belum cukup, dan pengertian yang sehat dikalangan kaum buruh belum tersebar dimana-mana. Usaha untuk menghematkan segala alat dan benda yang datang dari luar negeri-pun diikhtiarkan, akan tetapi menemui pula kesulitan-kesulitan yang serupa. Terutama sekali penghematan alat—alat-lalu-lintas minta perhatian yang sungguh-sungguh Demikianlah gambaran lautan kesulitan, rimba belukar kesulitan, gunung-gunung kesulitan yang kita lalui di tahun yang lampau di atas lapangan ekonomi dan pemerintahan. Di atas lapangan politikpun tak kurang soal! Benar, revolusi kita telah membangkitkan banyak sekali tenaga-tenaga konstruktif. Benar, Revolusi kita ini telah membangunkan, dengan cara yang mengagumkan, tenaga-tenaga yang positif, yang berguna, yang menyusun, yang membangun. Tetapi disamping itu, sebagai buah dari kekacauan umum, lahir pula tenaga yang merusak, yang dekstruktif. Yang membahayakan perjuangan rakyat kita. Yang membahayakan negara. Tak berhenti-berhenti pemerintah berikhtiar mengasuh tenaga-tenaga yang dapat dipakai, tak berhenti-henti pemerintah mengajak: mari menyusun, mari membangun! Tetapi di sampingya mengasuh dan mengajak itu, pemerintah berusaha pula menghindarkan segala bahaya yang mungkin timbul dari pikiran dan jiwa pengacau. Dengan perngertian yang sedalam-dalamnya serta keyakinan yang sekuat-kuatnya, akan arti persatuan bangsa, maka pemerintah selalu mencari mempersatukan, selalu menghindarkan perselisihan, selalu menunjuk kepada ajaran sejarah: "bersatu kita teguh, bercerai kita jatuh". Akan tetapi dalam pada itu, pemerintah musti memperkuat kedudukannya sebagai pemerintah, memperkuat kedudukannya sebagai "Stable-government", memperkuat kedudukannya sebagai pucuk pimpinan negara yang ditaati oleh segenap rakyatnya. Hanya dengan kedudukan yang kuatlah pemerintah dapat "stable". Hanya dengan kedudukan yang kuatlah pemerintah dapat melakukan kewajiban-kewajiban maha besar sebagai pucuk pimpinan negara. Pemerintah bukan pengurus partai, bukan pengurus golongan, tetapi pengurus negara, kekuasaan negara, dan harus tahu dan dapat bersikap dan bertindak sebagai kekuasaan negara. Kekurangan pengertian diantara beberapa golongan menyulitkan kedudukan pemerintah dalam hal ini, membahayakan keselamatan perjuangan kita, membahayakan keselamatan negara kita. Maka tenaga peng-rusak dan pengacau politik ini, sekarang terpaksa ditetapkan oleh pemerintah sebagai bahaya negara dan bahaya perjuangan, terpaksa dibasmi. Ia telah merugikan negara dan perjuangan kita, kedalam dan keluar. Pemerintah terpaksa keras. Terhadap orang-orang yang bersangkutan dengan peristiwa solo dan Jogja baru-baru ini akan dituntutkan hukuman yang selayaknya. Dan terhadap segala kemungkinan yang semacam itu, sikap pemerintah akan sama. Tiap-tiap pengacau, tiap-tiap pengrusak akan berhadapan langsung dengan kekuasaan pemerintah. Dan pemerintah tidak akan ragu-ragu mengambil tindakan yang sepantasnya terhadap mereka itu! Di dalam politik pemerintah terhadap luar negeri ini, kita menjalankan haluan yang tetap. Tetap mengemudikan kapal Negara Republik Indonesia diantara Negara-negara yang lain, sehingga mendapat pengakuan dan kedudukan yang sama derajat. Pembicaraan yang kita lakukan dengan pihak belanda adalah satu bagian saja dari usaha yang kita lakukan untuk mendapat kedudukan yang kita maksudkan itu. Jika pembicaraan ini mendapat persetujuan, maka seharusnya hal ini dipandang sebagai hasil sementara di dalam usaha kita mencapai dan mendirikan satu negara yang merdeka, yang meliputi seluruh- Hindia-Belanda dahulu. Dan jika tidak mendapat persetujuan? Jika tidak mendapat persetujuan, maka dengan segala tenaga yang ada pada kita, kita akan melanjutkan usaha kita di lapangan lain. Dan jika pihak Belanda akan memakai kekerasan? Jika pihak Belanda akan mencoba memaksa kita dengan kekerasan untuk menerima penjajahannya kembali, maka kita akan mempertahankan kemerdekaan kita itu mati-matian, dengan segala kekuatan kita, dengan segala alat-alat kita, dengan segala apa saja yang ada pada kita, materiil, spirituiil, lahir, batin ! Terhadap negeri-negeri lain, terutama negeri-negeri tetangga kita, kita menyelenggarakan persahabatan, dan segala hal yang timbul, dapat kita selesaikan dengan baik dalam suasana persahabatan. Pemerintah kita lebih lama-lebih banyak diperlukan oleh negeri-negeri itu, sebagai pemerintah bangsa Indonesia yang ada didalam lingkungan Republik. Demikian pula oleh tentara serikat, yang telah kita tolongkan mengeluarkan tawanan Jepang, serta sebagian besar daripada Apwi. Hanya saja kita tetap merasa belum cukup mendapat penghargaan atas bantuan kita. Kita masih terus diganggu oleh bagian tentara serikat yang berupa tentara Belanda. Kita mengalami pengeboman kapal Kangean oleh pihak Belanda, kapal yang memuat orang-orang perempuan, anak-anak kecil, anak-anak bayi!. Kita mengalami penembakan Banyuwangi, pelabuhan beras yang oleh penembakan itu menderita rusaknya gudang-gudang, tenggelamnya beberapa kapal pengangkut, kocar-kacirnya persediaan gabah, sehingga terhalang benar-benar sempurnanya usaha kita di tempat itu untuk memenuhi panggilan peri kemanusiaan menolong bangsa india, yang menderita bahaya kelaparan. Oleh karena gerak gerik tentara Belanda itulah, yang rupanya tak dapat dikemudikan oleh panglima serikat, dengan menyesal usaha kita untuk mengeluarkan kaum Apwi baru-baru ini terhalang dan tertunda. Perhatikan: terhalang, tertunda—tidak diberhentikan! Mudah-mudahan halangan ini lekas dapat dihilangkan, supaya pengangkutan Apwi itu dapat lekas kita lanjutkan. Sementara itu pihak Belanda terus mendesak, dan terhadap desakan Belanda itu pimpinan tentara serikat kelihatan tiada terlalu kuat. Akibatnya ialah bahwa ditempat-tempat yang pada lahirnya berada di dalam pengawasan serikat bangsa kita terdesak, terjepit, terancam. Ini tidak saja terjadi di kota-kota yang sudah terang-terangan di serahkan kepada Belanda, tetapi juga di Jakarta, dimana pengadilan kita dicoba dihapuskan serta rakyat kita diserahkan kepada pengadilan yang berdasarkan hukum Belanda. Tetapi pemerintah kitapun tidak diam, tidak pernah lalai mempertahankan kedudukan bangsa kita dengan jalan apapun yang mungkin. Hasil usaha politik terhadap luar negeri yang paling memuaskan ialah perjanjian beras yang kita adakan dengan pemerintah India. Tidak saja kita mendapat persahabatan, mendapat persaudaraan, mendapat pertalian cinta dengan bangsa India yang dikemudian hari akan mempunyai suatu negara besar di Dunia, oleh karenanya—tetapi langsung kita mendapat bukti yang nyata dari salah satu negeri besar bahwa kita telah mempunyai kedudukan yang terpandang di Dunia, telah mendapat kepercayaaan sebagai negara, telah dipandang dan diperlakukan sebagai suatu bangsa yang dewasa. Alangkah baiknya jika lain bangsa dan negara yang juga bersahabat dengan kita, lekas menurut langkah India ini. Dunia akan menyaksikan, bahwa kita bukan bangsa yang serakah. Dunia akan menyaksikan bahwa kita suka "memberi". Tiap-tiap bangsa mempunyai "corak" sendiri, mempunyai "warna jiwa" sendiri, mempunyai "central theme" sendiri, mempunyai ''reason d’etre'' sendiri. Ada yang "coraknya" ialah senang kepada kemegahan politik. Ada bangsa yang "coraknya" ialah militer. Ada bangsa yang "coraknya" ialah kebudayaan. Tetapi bukalah kitab sejarah kita, dan lihatlah betapa "corak" bangsa kita: kita tak pernah—sekali lagi: tak pernah, di dalam sejarah kita yang ribuan tahun itu—menjajah bangsa lain, tetapi sebaliknya, kita selalu membagikan kekayaan-kekayaan kita kepada bangsa lain. Tidaklah negeri kita dahulu sebagian dinamakan orang "Jawa dwipa", oleh karena kita selalu memberikan gandum kita kepada bangsa lain—sebagian lagi dinamakan "suwarna dwipa", oleh karena kita selalu memberikan emas kita kepada bangsa lain? Sungguh, saya bersedia meminjam lenteranya Diogenes untuk mencari seseorang yang dapat membuktikan, bahwa: "corak" bangsa Indonesia adalah lain daripada itu. Dan "corak" ini tetap, tidak berubah ! dan siapa mengatakan, bahwa "corak" ini berubah—bahwa kita tidak lagi seperti dulu—ia sama dengan orang yang mengatakan bahwa air dapat mengalir ke hulu. Dapatkah air bengawan solo kembali mengalir ke sumbernya di gunung Sewu, atau air sungai gangga mengalir ke sumbernya di lereng gunung Himalaya? Tidak, kita tidak berubah. Kekayaan kita yang dapat digunakan oleh dunia, kita sediakan untuk dunia—juga untuk negeri Belanda—untuk ditukarkan dengan keperluan-keperluan bangsa kita sendiri. Sedangkan kita di dalam keadaan terancam sebagai sekarang ini membuktikan, bahwa kita dapat dan sedia mengerjakan segala usaha perdamaian yang diperlukan oleh kemanusiaan—apalagi nanti jika kita telah mendapat kesempatan untuk hidup dalam damai, tidak diancam atau diserang dari luar! Alhamdulillah, inipun sebenarnya telah diketahui oleh banyak orang. Umumnya di dunia adalah banyak sahabat kita, banyak orang yang membenarkan perjuangan kita, tidak saja oleh karena dipandangnya adil, akan tetapi juga oleh karena yakin, bahwa yang kita kehendaki itu sebenarnya adalah memang paling baik juga untuk pergaulan bangsa-bangsa di dunia. Maka adalah suatu usaha politik luar negeri kita, untuk menyebarkan keyakinan, yang demikian itu diantara bangsa-bangsa di dunia, dengan bukti-bukti yang nyata tentang kesanggupan-kesanggupan kita sebagai bangsa, sebagai pemerintah, sebagai negara. Gambaran yang saya berikan di atas, melukiskan dengan nyata, bahwa, meskipun kesulitan-kesulitan di tahun yang lalu adalah besar—maha besar, hebat—maha hebat, meskipun kesulitan-kesulitan ini kadang-kadang tampaknya seperti lautan rintangan yang tiada hingganya—kita toh dapat melaluinya dengan selamat, berkat bantuan Tuhan yang Maha Kuasa. Kita masih hidup banyak kesulitan yang telah kita kalahkan! Yang kita capai belum lagi yang kita harapkan, akan tetapi bukti-bukti adalah cukup, bahwa kita maju di segala lapangan. Kedudukan pemerintah yang telah kuat, keluar dan kedalam.segala hal yang harus diperbaiki lagi akan terus diperbaiki, disempurnakan. Susunan pemerintah akan disempurnakan, susunan tentara akan disempurnakan. Pengangkutan beras ke India serta segala akibatnya—sepertinya pembagian barang-barang yang akan diterima dari India—akan terus diselenggarakan serapih-rapihnya. Kekuatan bertahan kita di atas segala lapangan diperbaiki terus, dengan pimpinan Dewan Pertahanan Negara dan Dewan Militer. Bagaimana banyak juga lagi kesulitan di hadapan kita—terutama jika pihak Belanda berniat akan mengadakan gerakan militer di negeri kita ini—InsyaAllah kita terus maju. Yang paling berat telah kita lalui. Kepada tentara diletakkan kewajiban yang sangat berat sekarang, yaitu menjaga, supaya tiap-tiap percobaan pihak Belanda untuk mengalahkan kita dengan paksaan senjata, gagal. Kita tidak mau dijajah lagi. Rakyat seluruhnya pun harus tetap tekadnya menolak segala serangan perkosa dari lawan, dengan segala tenaga dan segala alat yang ada padanya. Kita cinta damai, tetapi kita lebih lagi cinta kemerdekaan. Kita memelihara perdamaian hingga batas yang sejauh-jauhnya, tetapi kita sekalian akan bertahan habis-habisan terhadap tiap-tiap perkosaan pada Republik kita dan bangsa kita ! apakah Republik Indonesia harus dihancurkan ? kalau Republik Indonesia dihancurkan maka perdamaian akan hancur. Maka kesejahteraan Dunia akan hancur, maka Ekonomi Dunia akan hancur, maka Demokrasi akan hancur, dan sebagai gantinya akan datang kekacauan terus menerus. Kita mendirikan Republik karena kita cinta Demokrasi, Kesejahteraan Dunia, persaudaraan bangsa. Kita mendirikan Republik untuk kebaikan kita sendiri, dan untuk kebaikan Dunia. Kita mengetahui, bahwa soal Indonesia—satu bagian daripada soal Dunia—menarik perhatian seluruh Dunia, dan bahwa soal Indonesia itu barangkali malah lebih penting daripada beberapa soal yang harus dipertahankan oleh pemimpin-pemimpin yang bertanggung jawab atau politik luar negerinya serikat bangsa-bangsa. Kita sendiri ingin selekas-lekasnya ikut serta dalam usaha mendirikan perdamaian Dunia dan dalam usaha rekonstruksi ekonomi Dunia. Oleh karena itulah, maka kita berseru kepada semua bangsa-bangsa di Dunia yang cinta damai, kepada semua bangsa-bangsa yang cinta demokrasi, kepada semua bangsa-bangsa yang bertanggung jawab atas perdamaian dunia dan kesejahteraan dunia, supaya membantu agar supaya Republik Indonesia lekas diakui. Sekali lagi, kita cinta damai, tetapi lebih lagi kita cinta kemerdekaan. Kita memelihara perdamaian sampai batas yang sejauh-jauhnya, tetapi kalau kita diperkosa oleh pihak Belanda, kita akan melawan ! melawan—dengan tidak gentar, sebab Tuhan yang Maha Adil dan Maha Kuasa adalah kita punya Jenderal ! Paduka Tuan Ketua Badan Pekerja Komite Nasional Pusat ! Rakyat Indonesia di seluruh Kepulauan Indonesia ! Pada hari Ulang Tahunnya Proklamasi kita ini, saya menundukkan kepala untuk mengheningkan terima kasih kita kepada Tuhan seru sekalian alam. Saya menundukkan kepala pula, untuk menyatakan hormat kepada semua pahlawan-pahlawan Indonesia yang telah gugur, dan semua korban-korban di atas padang kehormatan membela kehormatan bangsa. Saya menyampaikan terima kasihnya bangsa dan pemerintah pula kepada semua orang dan golongan, baik di dalam maupun di luar negeri, yang telah memberi bantuan yang berupa apapun kepada perjuangan kita. Setahun kita merdeka ! Mari kita berjalan terus. Mari kita berbesar hati. Didalam sejarah dunia, sering orang dengan revolusi mendirikan suatu Republik, tetapi banyak sekali diantaranya yang gagal. Ada yang berumur hanya beberapa bulan, ada yang hanya beberapa minggu. Tetapi Republik Indonesia telah berdiri satu tahun ! Ini adalah perbedaan yang besar ! marilah kita berjalan terus. InsyaAllah, kalau kita dapat berdiri satu tahun, kita dapat pula berdiri dua tahun. Kalau kita dapat berdiri dua tahun, kita dapat pula berdiri tiga tahun, tiga puluh tahun, tiga ratus tahun, dan seterusnya sampai ke akhir jaman—asal kita memenuhi syarat-syarat untuk berdiri terus. Asal Jiwa kita tetap jiwa Merdeka yang lebih baik mati berkalang tanah dari pada hidup bercermin bangkai, asal kegiatan-kegiatan kita emoh mengenal lelah, asal keridloan berkorban kita senantiasa hidup berseri-seri, asal kejujuran kita tidak mau menjadi serong sedikitpun juga, asal kesadaran bernegara bersarang benar-benar di dalam kita punya dada, asal pekerjaan bersama dengan lain-lain bangsa kita selenggarakan dengan sebaik-baiknya, asal kemauan hendak maju tetap menyala-nyala di dalam kalbu kita, asal persatuan Nasional, Ya sekali lagi persatuan Nasional kita jaga—maka Republik tidak akan tenggelam, tetapi akan tetap kekal dan abadi. Dan kita harus sabar, tak boleh bosan, ulet—terus menjalankan perjuangan, terus tahan menderita. Kita harus Jantan ! jangan putus asa, jangan kurang tabah, jangan kurang rajin. Ingat ! memproklamirkan negara adalah gampang, tetapi menyusun negara, mempertahankan negera, memiliki negara buat selama-lamanya—itu adalah sukar. Hanya rakyat yang memenuhi syarat-syarat sebagai yang saya sebutkan tadi itulah—rakyat yang ulet, rakyat yang tidak bosanan, rakyat yang tabah, rakyat yang jantan—hanya rakyat yang demikianlah dapat bernegara kekal dan abadi. Siapa yang ingin memiliki mutiara harus ulet menahan napas, dan berani terjun menyelami samudera yang sedalam-dalamnya. Marilah kita menjadi rakyat yang gemblengan ! Jangan Lembek ! segenap jiwaku, segenap rohku, memohon kepada Tuhan, supaya bangsa Indonesia menjadi satu bangsa yang menjadi penjaga persaudaraan dunia dan kesejahteraan dunia, Suatu bangsa yang kuat, yang ototnya kawat dan balungnya wesi, yang di dalam tubuhnya bersarang jiwa yang terbuat dari zat yang sama dengan zatnya halilintar dan guntur ! Mari kita berjalan terus ! Kearah pengakuan Republik Indonesia ! Kearah kekalnya Republik Indonesia, sampai akhir jaman ! Hidup Ketuhanan Yang Maha Esa ! Hidup Nasionalisme Indonesia ! Hidup Persaudaraan Dunia ! Hidup Demokrasi ! Hidup Kesejahteraan Sosial ! Kepada Tuhan saya mohonkan taufik dan hidayat ! Sekianlah ! Merdeka !</blockquote> [[Kategori:Pidato Soekarno‎]] ezc7nh8kotk429vjuyl8en2v5wxrxo2 Tahun Berdikari 0 15292 297711 195336 2026-06-12T10:23:43Z Nicoskuy 26875 /* */ Perbaikan kesalahan penulisan 297711 wikitext text/x-wiki {{header | title = {{PAGENAME}} | author = Soekarno | translator = | section = | previous = [[Tahun "Vivere Pericoloso"]] | next = [[Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah]] | year = 1965 | portal = Pidato | wikipedia = | commons = | commonscat = | wikiquote = | wikinews = | wiktionary = | wikibooks = | wikiversity= | wikispecies= | meta = | notes = Dimuat dalam buku [[Dibawah Bendera Revolusi]] }} Saudara-saudara! Camkanlah! Hari ini genap 20 tahun Proklamasi Kemerdekaan! Hari ini tepat 20 tahun kita menjadi bangsa merdeka! Hari ini jangkap 20 tahun sejak saya – Sukarno dan Hatta – atas nama Bangsa Indonesia memaklumkan Proklamasi suci 17 Agustus dengan mengucapkan satu pidato singkat yang kuakhiri dengan kata-kata: "Kita sekarang telah merdeka! Tidak ada satu ikatan lagi yang mengikat tanah air kita. Mulai saat ini kita menyusun Negara kita! Negara Merdeka, Negara Republik Indonesia, – merdeka kekal dan abadi. Insya Allah, Tuhan memberkati kemerdekaan kita itu!" Hari ini, detik ini, rasa hatiku luluh menjadi satu dengan hati Rakyatku, dengan hati tanah airku, dengan hati Revolusi. Pikiran dan perasaanku berpadu dengan pikiran dan perasaan semua saja yang mencintai dan membela Indonesia tanah tumpah darah kita, di kota-kota dan di desa-desa, di gunung-gunung dan di pantai-pantai, dari Sabang sampai Merauke, dari Banda Aceh sampai Sukarnapura, bahkan juga dengan Saudara-saudara kita sesama patriot yang kini menjalankan tugas di kelima-lima benua di bola-bumi ini! Hari ini, nama kita bukan Sukarno, bukan Subandrio, bukan Ali, bukan Idham, bukan Aidit, bukan Dadap, bukan Waru, bukan Suto, bukan Noyo, bukan Sarinah, bukan Fatimah, – hari ini nama kita Indonesia! Jabatan kita! Hari ini kita bukan Kepala Negara, bukan Menteri, bukan pegawai, bukan buruh, bukan petani, bukan nelayan, bukan mahasiswa, bukan seniman, bukan sarjana, bukan wartawan, hari ini jabatan kita patriot! Gatutkaca Patriot! Urusan kita? Hari ini urusan kita, dan bukan hanya hari ini tetapi seterusnya. Urusan kita bukan semata-mata politik, bukan melulu ekonomi, bukan hanya kebudayaan, bukan ''mligi ilmu'', bukan militer ''thok'', urusan kita adalah kemerdekaan! Sungguh kita diliputi rasa syukur ke hadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat-Nya kepada kita sekalian dan hari inipun kita memuja kebesaran-Nya. Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar! Saudara-saudara senasib-sepenanggungan, Kawan-kawanku seperjuangan, Kalau hari ini mongkok kita punya dada, dan kalau hari ini menetes kita punya air mata, janganlah merasa malu. Aku tidak merasa malu, aku bangga bahwa dada kita kembang – mekar – karena rasa cinta tanah air yang tidak berbatas. Aku bangga bahwa kita memiliki air mata patriotisme. Dan kalau di dunia ini ada yang mencerca kita, mengejek kita, mentertawakan kita, biarlah mereka tahu – memang beginilah pejuang-pejuang untuk kemerdekaan nasional, memang beginilah kaum yang tidak hanya berani hidup tetapi juga berani mati untuk cita-cita yang paling suci di dunia ini, yaitu kemerdekaan dan kebebasan umat manusia. Resapkanlah, endapkanlah, renungkanlah bahwa kita ini sudah 20 tahun merdeka! Apa artinya 20 tahun dalam sejarah? Tergantung, Saudara-saudara, tergantung dari peranan dan iuran kita kepada sejarah itu! Manakala kita melempem, manakala jiwa kita lembek, manakala kita menyerah sebagai obyek-sejarah dan tidak berusaha menjadi subyek-sejarah, maka jangankan 20 tahun, bahkan 200 tahun sekalipun tetapi 200 tahun yang melempem, 200 tahun itu akan lenyap dalam debu sejarah sebagai bukan apa-apa, ya, sebagai bukan apa-apa. Tetapi manakala kita berlawan, berjuang, menjebol dan membangun, mendestruksi dan mengkonstruksi, berfantasi dan berkreasi, manakala kita berjiwa elang rajawali dan bersemangat banteng, manakala kita pantas disebut pejuang sebagaimana 20 tahun ini kita membuktikannya, maka jangankan 20 tahun, 2 tahun saja pun tetapi 2 tahun yang dahsyat demikian itu, 2 tahun itu akan tercatat abadi dalam sejarah dan akan berlaku sebagai teladan. Apakah 20 tahun yang di belakang punggung kita itu benar-benar telah kita jalani dengan pantas, dengan memadai ? Dunia mengalami banyak revolusi. Di antaranya yang paling besar adalah revolusi Amerika, revolusi Perancis, revolusi Rusia. Revolusi-revolusi itu jauh lebih dahulu terjadi daripada revolusi kita, revolusi-revolusi itu mempunyai ''voorsprong'' daripada revolusi kita. Tetapi jikalau kita tengok hasil-hasil yang telah dibuahkan oleh revolusi Amerika, oleh revolusi Perancis, dan revolusi Rusia itu sampai dewasa ini, maka saya bukan hanya tidak malu dengan Revolusi Agustus 1945 kita, tetapi saya – dengan tidak ayal sedikitpun – berani mengatakan bahwa Revolusi kita memang hebat! Kita yang bukan kapitalis tidak menganggap uang atau harta-kekayaan sebagai modal yang paling berharga. Bagi kita manusialah modal yang paling utama. Dan pada manusia, yang terpenting adalah kesedarannya. Kesedaran itupun bermacam-macam, dan di antara banyak kesedaran-kesedaran itu yang menentukan adalah kesedaran politik. Mengenai kesedaran politik ini, Rakyat Indonesia yang telah ditempa oleh palu-godam revolusi 20 tahun lamanya, sungguh patut dibanggakan. Rakyat Indonesia mujur tidak dididik dalam semangat borjuis "berusahalah menjadi milyuner, setiap orang bisa menjadi milyuner". Rakyat Indonesia juga berbahagia tidak dididik dalam semangat oportunis "sayang Perang Dunia ke-2 dan perang melawan agresi kolonial 1947 dan 1948 memakan banyak korban, jangan peperangan datang kembali". Malahan kalau ditanyakan kepada Saudara-saudara bagaimana seandainya kita harus menjalani masa 20 tahun yang boleh kita pilih sendiri, maka saudara-saudara, jawab Saudara-saudara hendaknya: "Kalau kami boleh pilih jalan kami sendiri, kami akan jalani kembali 20 tahun seperti 20 tahun yang lewat ini". Demikianlah hendaknya semangat kita, ketetapan hati kita, tekad kita! Adalah penyair yang masyhur, Alexander Blok, yang pernah menyanyikan: ''Mereka yang dilahirkan di tahun-tahun kemacetan, '' ''Tiada ingat akan jalannya sendiri.'' ''Kita – putera-putera tahun keberanian …………'' ''Tiada sesuatupun kita lupakan.'' Ya, kita adalah putera-putera tahun-tahun keberanian. Kita malahan adalah putera-putera gelombang yang menderu-deru, kita adalah putera-putera prahara yang hebat-dahsyat! Kita bangsa gemblengan! Kita menggembleng diri kita sendiri, dan kita menggembleng zaman kita! Dan bersama penyair lain yang tersohor, Wait Whitman, ingin saya memuja: ''0, kehidupan … '' ''gairahmu, denyut-nadimu, kebisaanmu '' ''tak bisa ditundukkan.'' '' '' Tiada manusia, tiada dewa, tiada setan, tiada iblis yang bisa menundukkan gairah kita, denyut-nadi kita, kebisaan kita, kemauan kita. Kita mau, maka itu kita bisa. 20 tahun yang lalu kita mau merdeka, maka itu kita bisa merdeka. Sekarang kita mau mempertahankan kemerdekaan kita, maka itu kita bisa mempertahankan kemerdekaan kita! Dalam arti kata yang sedalam-dalamnya, kita telah jalani 20 tahun yang silam ini dengan pantas, dengan jitu. Apakah seterusnya kita akan hidup pantas dan jitu sebagai pejuang, inipun sepenuhnya tergantung dari kita sendiri. Perjuangan itu abadi. ''For a fighting nation there is no journey’s end''. Kita tidak akan berhenti di tengah jalan. Bukan saja karena sudah kepalang tanggung, tetapi karena tekad kita dan watak kita memang tidak kenal berhentinya perjuangan. Era jang, camah rek, kalau kita mandek! Mundur hancur, mandek amblek. Semboyan kita hanyalah satu: Maju terus, pantang mundur ! Hari ini saya ingin memberikan pertanggunganjawab kepada Rakyatku, kepada dunia, kepada Tuhan Seru sekalian alam, atas segala daya-upaya bangsa Indonesia dan aku sebagai salah seorang di antaranya, dalam masa sejarah 20 tabun ini. Karena aku sendiri tak pernah absen selama 20 tahun ini, karena aku adalah penyambung lidah Rakyat Indonesia yang pada tiap-tiap 17 Agustus menjurubicarai sikap dan pendirian Negara dan Rakyat Indonesia, maka biarlah aku cukup bagian-bagian dari pidato-pidato 17 Agustus-ku – 20 banyaknya, dari 1945 sampai 1964 – yang merupakan benang-merah yang menjelujur secara konsekwen. '''1945''' Dalam pidatoku '''[[Tujuhbelas Agustus 1945]]''' kukatakan: "Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil nasib-bangsa dan nasib-tanah air di dalam tangan kita sendiri. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri, akan dapat berdiri dengan kuatnya". '''1946''' Dalam pidatoku '''[[Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!]]''' kucetuskan semboyan: "Kita cinta damai, tetapi kita lebih lagi cinta kemerdekaan". '''1947''' Dalam pidatoku '''[[Rawe-Rawe Rantas, Malang-Malang Putung!]]''' kutegaskan: "Kita tidak mau dimakan. Dus kita melawan! &#8230; Sesudah Belanda menggempur &#8230; mulailah ia dengan politiknya divide et impera, politiknya memecah-belah &#8230; maka kita bangsa Indonesia harus bersemboyan ‘bersatu dan berkuasa’." '''1948''' Dalam pidatoku '''[[Seluruh Nusantara Berjiwa Republik]]''' kunyatakan "Kemerdekaan tidak menyudahi soal-soal, kemerdekaan malah membangunkan soal-soal, tetapi kemerdekaan juga memberi jalan untuk memecahkan soal-soal itu. Hanya ketidakmerdekaanlah yang tidak memberi jalan untuk memecahkan soal-soal &#8230; Rumah kita dikepung, rumah kita hendak dihancurkan &#8230; Bersatulah! Bhinneka Tunggal Ika. Kalau mau dipersatukan, tentulah bersatu pula !" '''1949''' Dalam pidatoku '''[[Tetaplah bersemangat Elang Rajawali!]]''' kubilang: "Kita belum hidup di dalam sinar bulan yang purnama, kita masih hidup di masa pancaroba, tetaplah bersemangat elang-rajawali !" '''1950 ''' Dalam pidatoku '''[[Dari Sabang Sampai Merauke!]]''' kugariskan: "Janganlah mengira kita semua sudahlah cukup berjasa dengan turunnya si tiga-warna. Selama masih ada ratap-tangis di gubuk-gubuk, belumlah pekerjaan kita selesai! &#8230; Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat". '''1951''' Dalam pidatoku '''[[Capailah Tata Tentrem Kerta Raharja]]''' Kumaklumkan: "Adakanlah koordinasi, adakanlah simfoni yang seharmonis-harmonisnya antara kepertingan-sendiri dan kepentingan-umum, dan janganlah kepentingan-sendiri itu dimenangkan di atas kepentingan-umum!" '''1952 ''' Dalam pidatoku '''[[Harapan dan Kenyataan]]''' kuserukan: "Kembali kepada jiwa proklamasi &#8230; kembali kepada sari-intinya yang sejati, yaitu pertama jiwa merdeka – nasional &#8230; kedua jiwa ikhlas &#8230; ketiga jiwa persatuan &#8230; keempat jiwa pembangun". '''1953''' Dalam pidatoku '''[[Jadilah Alat Sejarah]]''' kutekankan pentingnya "Bakat persatuan, bakat ’gotong-royong’ yang memang telah bersulur-berakar dalam jiwa Indonesia, ketambahan lagi daya-penyatu yang datang dari azas Pancasila". '''1954''' Dalam pidatoku '''[[Berirama Dengan Kodrat]]''' aku stress: "Dengan ’Bhinneka Tunggal Ika’ dan Pancasila, kita, prinsipiil dan dengan perbuatan, berjuang terus melawan kolonialisme dan imperialisme di mana saja". '''1955''' Dalam pidatoku '''[[Tetap Terbanglah Rajawali]]''' kukemukakan "Panca Dharma": "persatuan bangsa harus kita gembleng &#8230; tiap-tiap tenaga pemecah persatuan harus kita berantas &#8230; pembangunan di segala lapangan harus kita teruskan &#8230; perjuangan mengembalikan Irian Barat pada khususnya, perjuangan menyapu bersih tiap-tiap sisa imperialisme-kolonilalisme pada umumnya, harus kita lanjutkan &#8230; pemilihan umum harus kita selenggarakan" . '''1956''' Dalam pidatoku '''[[Berilah Isi kepada Hidupmu!]]''' kutegaskan: "Sekali kita berani bertindak revolusioner, tetap kita harus berani bertindak revolusioner. Jangan setengah-setengah, jangan ragu-ragu, jangan mandek setengah jalan &#8230; kita adalah satu ''’fighting nation’'' yang tidak mengenal ''’journey's end’''." '''1957''' Dalam pidatoku '''[[Satu Tahun Ketentuan]]''' kukobar-kobarkan: "Revolusi Indonesia benar-benar Revolusi Rakyat &#8230; Tujuan kita masyarakat adil dan makmur, masyarakat ’Rakyat untuk Rakyat’. Karakteristik segenap tindak-tanduk perjuangan kita harus tetap karakteristik Rakyat … ''demokrasi met leiderschap’'', demokrasi terpimpin’ " '''1958''' Dalam pidatoku '''[[Tahun Tantangan]]''' kusampaikan: "Rakyat 1958 sekarang sudah lebih sedar &#8230; tidak lagi tak terang siapa kawan siapa lawan, tidak lagi tak terang siapa yang setia dan siapa pengkhianat &#8230; siapa pemimpin sejati, dan siapa pemimpin anteknya asing &#8230; siapa pemimpin pengabdi Rakyat dan siapa pemimpin gadungan &#8230; Dalam masa tantangan-tantangan seperti sekarang ini, lebih daripada di masa-masa yang lampau, kita harus menggembleng-kembali Persatuan &#8230; Persatuan adalah tuntutan sejarah". '''1959''' Dalam pidatoku '''[[Penemuan Kembali Revolusi Kita]]''' yang kemudian diperkuat oleh seluruh nasion dan disyahkan sebagai '''Manifesto Politik Republik''' '''Indonesia (Manipol)''' kurumuskanlah: "'''tiga segi kerangka"''' Revolusi kita dan '''5 "persoalan-persoalan pokok Revolusi Indonesia"''' yaitu dasar/tujuan dan kewajiban-kewajiban Revolusi Indonesia; kekuatan-kekuatan sosial Revolusi Indonesia, sifat Revolusi Indonesia, hari-depan Revolusi Indonesia, dan musuh-musuh Revolusi Indonesia. '''1960''' Dalam pidatoku '''Laksana malaekat yang menyerbu dari langit, [[Jalannya Revolusi Kita]] (Jarek) '''kutandaskan: perlunya, mungkinnya dan dapatnya bersatu Nasionalisme, Agama dan Komunisme; harus satunya kata dan perbuatan bagi kaum yang betul-betul revolusioner; mutlak perlunya dilaksanakan landreform sebagai bagian mutlak Revolusi Indonesia; mutlak perlunya dibasmi segala phobi-phobian terutama Komunisto-phobi; perlunya dikonfrontasikan segenap kekuatan nasional terhadap kekuatan-kekuatan imperialis-kolonialis; dan keharusannya dijalankan revolusi dari atas dan dari bawah. '''1961''' Dalam pidatoku '''[[Revolusi–Sosialisme Indonesia–Pimpinan Nasional]] (Resopim)''' kuketengahkan: perlunya meresapkan adilnya Amanat Penderitaan Rakyat agar meresap pula tanggungjawab terhadapnya serta mustahilnya perjuangan besar kita berhasil tanpa Tritunggal: Revolusi, Ideologi nasional progresif, dan Pimpinan nasional. '''1962''' Dalam pidatoku '''[[Tahun Kemenangan]] (Takem)''' kulancarkan: gagasan untuk memperhebat pekerjaan Front Nasional, untuk menumpas perongrongan revolusi dari dalam, dan bahwa revolusi kita itu mengalami satu "''selfpropelling growth''" – "maju atas dasar kemajuan dan mekar atas dasar kemekaran". '''1963''' Dalam pidatoku '''[[Genta Suara Revolusi Indonesia]] (Gesuri)''' kulantunkan peringatan bahwa "tiada Revolusi kalau ia tidak menjalankan konfrontasi terus-menerus" dan "kalau ia tidak merupakan satu disiplin yang hidup", bahwa diperlukan "puluhan ribu kader di segala lapangan", bahwa Dekon harus dilaksanakan dan tidak boleh diselewengkan karena "Dekon adalah Manipol-nya ekonomi", bahwa abad kita ini "abad nefo" dan saya mengambil inisiatif untuk menyelenggarakan Conefo; dan akhirnya: '''1964''' Dalam pidatoku yang terkenal, '''[[Tahun "Vivere Pericoloso"]] (Tavip),''' kuformulasikan: '''" 6 hukum Revolusi ",''' yaitu bahwa Revolusi harus mengambil sikap tepat terhadap kawan dan lawan, harus dijalankan dari atas dan dari bawah, bahwa destruksi dan konstruksi harus dijalankan sekaligus, bahwa tahap pertama harus dirampungkan dulu kemudian tahap kedua, babwa harus setia kepada Program Revolusi sendiri yaitu Manipol, dan bahwa harus punya sokoguru, punya pimpinan yang tepat dan kader-kader yang tepat; juga kuformulasikan '''Trisakti:''' '''berdaulat dalam politik, ''' ''' berdikari dalam ekonomi dan ''' ''' berkepribadian dalam kebudayaan.''' Saudara-saudara setanah air dan sebangsa. Kawan-kawanku secita-cita, Dari semuanya ini jelas, ya, dari pengalaman langsung kita selama 20 tahun ini jelas, bahwa Revolusi kita terus-menerus maju, terus-menerus meningkat. Majunya sudah barang tentu bukan maju dengan gampang, meningkatnya sudah barang tentu bukan meningkat tanpa korbanan. Scgala kepahitan dan kesakitan yang ada di dunia ini sudah kita alami. Pukulan-pukulan, gempuran-gempuran, kesalahan-kesalahan, kekalahan-kekalahan, korbanan nyawa – semua sudah kita alami. Kita malahan mengucapkan syukur Alhamdulillah bahwa kita telah mengalami segalanya itu. Sebab jika tidak, sudah pasti kita ini akan menjadi bangsa yang biasa kusebut bangsa … kintel atau bangsa-tuyul, bangsa yang barangkali suka hidup tetapi takut kepada kesukaran hidup, bangsa yang cuma mau enak saja, yang nerimo makan enak, sekalipun makanannya itu dicekoki oleh orang lain. Tidak! Syukur Alhamdulillah, kita ini bukan bangsa yang demikian itu! Kita bukan semacam rumput, – kita beringin! Kita bukan kambing – kita garuda, kita banteng! Berkat jerih-payah kita selama 20 tahun ini, berkat penderitaan yang saudara-saudara semua alami selama 20 tahun ini, maka kita sekarang bukan bangsa yang dalam tata-hidup internasional tidak-masuk-buku. Kita sekarang bangsa yang dihormati oleh kawan-kawan kita dan disegani oleh lawan-lawan kita. Kita sekarang bukan hanya bangsa yang diperhitungkan, tetapi sangat diperhitungkan. Lihatlah betapa pers imperialis kehilangan-kepala menghadapi kita dan betapa segala kata-kata kotor masuk ke halaman-halaman suratkabar-suratkabar itu jika membicarakan kita. Tetapi lihatlah pula betapa pers sahabat-sahabat kita meng-apresiasi perjuangan kita dan hasil-hasil kita. Ini bukti, bahwa kita berada di jalan yang benar! Dari mimbar ini biarlah saya berseru kepada pers imperialis supaya kampanyenya yang anti-Indonesia itu jangan dihentikan, sebab kampanye itu menguntungkan kita dan membantu kita! Kepada pers negara-negara sahabat yang benar-benar bersahabat dengan kita, saya mengucapkan terimakasih atas segala kata-kata baik mereka, yang mendorong kita dan memberi inspirasi kepada kita. Saya harap, sahabat-sahabat itu tidak segan-segan mengkritik Republik Indonesia jika mereka melihat kekurangan-kekurangan Indonesia. Pada hari raya dwi-dasawarsa Proklamasi Kemerdekaan ini, Republik kita menerima ribuan kawat dan surat dari luar negeri maupun dalam negeri. Yang dari luar negeri itu datang praktis dari seluruh peloksok dunia. Dari mimbar ini sayapun ingin menyampaikan terimakasih Republik dan Rakyat Indonesia, terimakasih Pemerintah Republik Indonesia dan saya pribadi atas segala pernyataan simpati yang benar-benar mengilhami kita ini. Seperti halnya 20 tahun yang silam ini, juga di waktu-waktu yang akan datang Republik Indonesia tidak akan gagal memenuhi tugas-tugas internasionalnya – menyokong secara prinsipiil dan dengan segala-sesuatu yang mungkin kami berikan tepada setiap perjuangan kemerdekaan, di manapun dan oleh siapapun perjuangan ini dilakukan. Sebab, dengan menyokong perjuangan-perjuangan itu sesungguhnya Republik Indonesia menyokong dirinya sendiri, urusannya sendiri, cita-cita kemerdekaannya sendiri. Hari ini hadir di tengah-tengah kita, kawan-kawan seperjuangan kita dari berbagai negeri. Mereka duduk di kanan-kiri saya. Hadir di sini exponen-exponen dari Afrika revolusioner; dari Amerika Latin revolusioner; dari Asia revolusioner; hadir pula di sini wakil-wakil dari Eropa. Mari kita ucapkan terimakasih dan salut kita kepada mereka! Saudara-saudara sekalian, Saya mau mengajak saudara-saudara hari ini untuk berfikir dalam ukuran yang lebih luas, berfikir dengan sayap-sayap-fikiran yang lebih lebar. Ketika dasawarsa pertama Republik kita, saya mengundang Saudara-saudara untuk memikirkan apa-apa yang akan kita hadapi dalam dasawarsa yang mendatang. Kali ini saya mau mengajak saudara-saudara untuk memikirkan – sekurang-kurangnya soal-soal yang kita hadapi dalam 20 tahun '''yang akan datang.''' Ulang-tahun ke-20 Hari Kemerdekaan ini benar-benar satu '''mylpaal,''' satu '''tonggak''' historis dalam perjalanan kita sebagai bangsa-negara. Bagaimana hal ini mungkin? Sebabnya, Saudara-saudara, karena pada hari-hari Agustus 1945 kita bangsa Indonesia tahu menangkap kans, berani menangkap kans, dan pandai menggunakan momentum itu. Seandainya pada waktu itu kita percaya kepada Sekutu atau kepada janji-janji Jepang, maka rasanya kita tidak akan pernah merdeka! Bukankah aku di dalam '''[[Lahirnya Pancasila]]''' sudah mengatakan jangan kita njelimet, karena kalau kita njelimet kita tidak akan pernah merdeka? Bukankah di dalam pidatoku itu aku mengibaratkan penentuan kemerdekaan itu layaknya seperti mengambil keputusan perkawinan bahwa jangan menunggu gedung, menunggu permadani, menunggu tempat tidur yang mentul-mentul, menunggu meja-kursi yang selengkap-lengkapnya, menunggu sendok-garpu perak satu kaset, dan menunggu punya kinder-uitzet dulu baru mau kawin, '''melainkan''' aku katakan ketika itu, orang sudah bisa kawin dengan satu gubuk, satu tikar dan satu periuk? Bukankah aku juga katakan ketika itu bahwa ketika memutuskan Revolusi Oktober Lenin boleh dibilang tidak punya apa-apa, tidak punya Jnepprprostoff, tidak punya station radio, tidak punya kereta-api, tidak punya creches? Ya, Saudara-saudara, ketika itu bukan saja ramalanku tentang Perang Pasifik sudah menjadi kenyataan, tetapi malahan ramalanku tentang '''anaknya''' Perang Pasifik itu, jaitu '''Indonesia Merdeka''' sudah mendapatkan syarat-syarat dan kondisi-kondisi. Kita bukan bangsa yang cuma berani berjuang tetapi takut menang, tidak! Kita berani berjuang dan kita juga berani menang! Maka dari itu setelah mengadakan persiapan-persiapan seperlunya dengan mendapatkan bantuan yang sangat berharga dari gerakan-gerakan massa, terutama gerakan-gerakan pemuda revolusioner ketika itu, sayapun pada pertengahan bulan Agustus 1945 itu dengan tidak ragu-ragu memutuskan untuk menyatakan atas-nama bangsa Indonesia – '''kemerdekaan Indonesia.''' Di Eropa Timur pada waktu itu, berkat perjuangan kaum partisan negeri-negeri Eropa Timur dan berkat bantuan aktif Tentara Merah Uni Sovyet sejumlah negeri melepaskan diri dari ikatan imperialisme dan mendirikan negara-negara merdeka yang mereka namakan Demokrasi Rakjat. Tetapi di Asia, Indonesia, termasuk negeri yang '''paling pertama''' melemparkan belenggu imperialisme ke dalam lautannya sejarah dan yang menegakkan satu Republik yang – seperti tercantum di dalam Mukadimah Undang-undang Dasar 1945 kita – azasnya "merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur" dan yang berdasar kepada Pancasila. Sekitar waktu itu beraksi pula kawan-kawan kita dari Vietnam dan Korea – Vietnamnya Ho Chi Minh dan Koreanya Kim Il Sung. Ke mana saja rentetan revolusi-revolusi di Asia itu menggoncangkan bukan saja Pasifik dan Asia, tetapi bahkan menggoncangkan seluruh dunia. Oleh sebab itu, Saudara-saudara, kalau sekarang kita membina satu poros anti-imperialis yaitu poros Jakarta – Pnompenh – Hanoi – Peking – Pyongyang, janganlah dikira bahwa poros ini poros bikin-bikinan, tidak! – poros ini poros yang paling wajar, yang dibentuk oleh jalannya sejarah itu sendiri! Republik Indonesia sendiri mengalami gelombang-pasang – gelombang surut, gelombang-naik – gelombang turun. Tetapi arus-pokok daripada Republik Indonesia itu adalah arus pasang, arus naik, arus maju, arus ofensif, arus kemenangan! Ada saat-saat, yang karena kita kurang waspada terhadap jarum-perpecahan yang ditusukkan oleh kaum imperialis dan kaum reaksioner di dalam negeri, hampir-hampir saja Republik kita tertimpa bencana kehancuran. Pedih hatiku pada saat-saat yang begitu itu, karena jika Republik dirobek-robek, hatikupun rasanya dirobek-robek! Tetapi dengan pedih-hati atau pilu-hati saja orang tidak mungkin memecahkan soal-soal. Maka dari itu, pada saat-saat yang demikian itu selalu aku prihatin, selalu kupelajari sebab-sebab dan masalah-masalahnya dengan teliti dengan bimbingan arah-orientasi yang tepat, dan manakala syarat-syaratnya sudah tersedia, selalu aku mengambil keputusan, ya, selalu aku bertindak, bertindak, sekali lagi bertindak. Sebab, pada instansi yang terakhir, nasib-sejarah sesuatu bangsa itu ditentukan oleh tindakan-tindakan yang tepat yang diambil pada saat-saat yang tepat. Di sinilah dituntut kepemimpinan kita, kenegarawanan kita! Yang sudah jelas, Saudara-saudara, segala keputusan dan tindakan itu harus selalu kita ambil dengan hati yang teguh laksana gunung karang! Di waktu kita mengagungkan Revolusi Agustus sekarang ini, yang paling penting adalah untuk menarik pelajaran yang perlu-perlu dari segala pengalaman kita 20 tahun yang manis maupun yang pahit. Benar sekali pemimpin-pemimpin yang mengatakan bahwa praktek adalah ibu segala teori, bahwa pengalaman itu guru yang paling bijaksana. Bahkan, aku sendiri selalu mengatakan bahwa kegagalan itu ibunya sukses, dan kekalahan itu ibunya kemenangan. Ambillah misalnya pengalaman berunding dengan kaum penjajah. Kita tahu dari sejarah, bahwa Diponegoro yang tidak bisa ditundukkan di medan pertempuran, akhirnya dijebak ke ruang perundingan. Tetapi pengalaman Diponegoro itu buat kita merupakan pengalaman tidak-langsung, sedang selamanya pengalaman tidak-langsung itu tidak mungkin meresap seperti halnya pengalaman yang langsung. Seandainya kita tidak pernah membikin kesalahan di atas bukit Linggarjati dan di atas kapal Renville, barangkali kita juga masih naif dalam berunding dengan kaum imperialis. Karena kita belajar dari pengalaman itulah maka kita sekarang tidak naif. Sehingga, di waktu utusan Pemerintah Amerika Serikat, tuan Ellsworth Bunker datang kemari, maka dalam persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Amerika Serikat, maka ''"Peace Corps"'' Amerika diputuskan mundur! Ini merupakan peningkatan kedewasaan kita dalam menghadapi imperialisme! Semuanya ini membuat kita juga mengerti, saudara-saudara, mengapa Republik Demokrasi Vietnam tidak sudi berunding dengan Amerika Serikat yang terus saja main bom dan main roket, pendeknya, terus saja main agresi. Perginya Perancis dari Indocina bukannya ditentukan di Fauntainebleau, tetapi di Dien Bien Phu! Seperti bebasnya Irian Barat tempo hari – selalu ini aku katakan – tidak ditentukan di London atau di Moskow, di Washington atau di P.B.B., tetapi di rimba-rimba di Irian Barat sendiri! Begitulah, setiap pengalaman itu berguna dan berharga, asal dia dipelajari dan disimpulkan! Marilah pada saat-saat yang hahagia ini kita belajar sebanyak-banyaknya dari Agustus yang agung, belajar sendiri-sendiri maupun belajar bersama-sama. Sekarangpun pelajaran yang bisa kita timba dari pengalaman 20 tahun ini luar biasa banyaknya, '''luar biasa!''' Dan dengan pasti aku bisa mengatakan bahwa pelajaran itu tidak akan kunjung habis! Kelak, Saudara-saudara, manakala kita sudah lebih jauh terjarak dari masa-sejarah sekarang ini, pelajaran yang bisa dan yang akan ditimba orang akan lebih banyak lagi. Ahli-ahli sejarah, sarjana-sarjana lain, politikus-politikus, sastrawan-sastrawan, seniman-seniman, jurnalis-jumalis, semuanya kelak akan mempelajari sejarah kita, zaman kita, revolusi kita. Dan dengan menggeleng-gelengkan kepala mungkin mereka akan berkata dengan takjub: "Hebat! Hebat! Bagaimana mungkin, dalam masa sependek itu bisa ditunaikan hal-hal sebesar itu!" Sedarilah, insyafilah wahai Saudara-saudara sekalian, bahwa engkau, dan engkau, dan engkau, dan engkau – semuanya dan masing-masing, ambil bagian dalam proses sejarah yang besar ini. Seperti berkali-kali aku peringatkan, janganlah ada di antara kalian yang berfikiran "Ah, aku toh cuma satu orang; tanpa aku perjuangan juga berjalan", lalu orang itu lebih suka thenguk-thenguk dan ongkang-ongkang. Revolusi kita ini begitu maha-dahsyatnya, sehingga tidak ada satu keluarga pun, tidak ada satu makhluk pun yang tidak tersangkut di dalamnya. Atau orang memihak revolusi dan ikut ber-revolusi, atau orang menolak revolusi dan ikut menentang revolusi! Yang netral tidak ada, dan tidak mungkin ada! Duapuluh tahun, duapuluh tahun merdeka! Duapuluh tahun itu bukan masa sembarangan, Saudara-saudara! Duapuluh tahun yang bagaimana! Kalau direnung-renungkan, bahwa dalam periode 20 tahun itu kita berhasil menegakkan satu Republik kesatuan yang sentausa dengan sarana-sarananya – termasuk Angkatan Bersenjata – yang kuat, kita berhasil mengalahkan agresi-agresi imperialis dan berbagai-bagai kontra-revolusi, memulihkan keutuhan wilayah, dan yang amat-sangat pentingnya menggugah kesedaran Rakyat sehingga Rakyat kita menjadi Rakyat gemblengan seperti sekarang ini, yaitu: '''Rakyat yang bersatu dan mengembangkan persatuan, Rakyat yang berjuang dan mengembangkan perjuangan '''– maka kadang-kadang aku sendiripun keheran-heranan bagaimana segalanya ini menjadi mungkin dan bagaimana aku sendiri bisa memberikan pimpinan yang dikehendaki! Tetapi, Saudara-saudara: seperti berulang-kali kutunjukkan, sejarah itu mempunyai hukum-hukumnya yang obyektif. Seandainya kita pemimpin-pemimpin Republik Indonesia yang sekarang ini gagal, karena kita buta akan hukum-hukum obyektif sejarah itu, belum tentu sejarah akan melahirkan pemimpin-pemimpin yang lain bagi bangsa Indonesia. Tetapi karena kita memahami hukum-hukum obyektif sejarah itu, dan karena kita setia berjalan di atasnya hukum-hukum obyektif itu, maka kita bisa menjalankan tugas-tugas raksasa yang dipikulkan oleh sejarah ke atas pundak kita. Kita, malahan '''asal kita setia kepada hukum sejarah dan asal kita bersama dan memiliki tekad baja, kita bisa memindahkan gunung Semeru atau gunung Kinibalu sekalipun!''' Hari ini kita berhimpun di depan Istana Merdeka di bawah Tugu Nasional yang megah dan di hadapan Patung Pahlawan Diponegoro yang gagah, disaksikan oleh matahari yang riang-gembira dan bermilyar-milyar mata sahabat-sahabat yang penuh simpati dari segala penjuru angin. Untuk apa? Untuk mengadakan perhitungan, afrekening dengan masa-silam kita. Sebab, selalu satu bangsa itu berdiri di tengah-tengahnya masa-silam dan masa depan. Bilamana bangsa itu tidak tiap-tiap kali mengadakan perhitungan dengan masa-silamnya, bilamana bangsa itu tidak bertekad menumpas segala yang negatif dan mengembangkan segala yang positif dari masa-silamnya, maka bangsa itu tidak akan mungkin membina, membimbing, membangun masa depannya. Kita mengadakan pertanggunganjawab, kita mengadakan perhitungan, kataku, karena sesungguhnya sebagai satu nasion yang berjuang kita ini sudah mengalami kristalisasi. Seperti gadis penampi, sejarah telah memisah-misahkan, telah memilah-milahkan emas dari loyang, sari dari ampas. Pertanggunganjawab ini bahkan tidak hanya kupersembahkan kepada bangsaku yang menjadi junjunganku, tetapi juga kepada semua comrade-in-arms kita di luar negeri, kepada seluruh kekuatan Nefo di dunia, sebagai bahan konsultasi. Karena akhirnya, antara revolusi Indonesia dan revolusi-revolusi mereka juga harus diadakan suatu dialog, agar bersama-sama kita bisa menyempurnakan kita punya serangan-serangan, kita punya serbuan-serbuan ke benteng-benteng nekolim. Siapa saja boleh memberikan evaluasi, boleh memberikan penilaian terhadap hasil-hasil revolusi Indonesia. Juga lawan-lawan kita dan juga kalau penilaian mereka itu seburuk-buruknya, penilaian itu akan welkom bagi kita, karena ini akan merupakan bahan konfrontasi antara fikiran-fikiran lapuk dunia-lama dan fikiran-fikiran segar dunia-baru. Berkali-kali kukatakan bahwa abad ke-XX ini abad berakhirnya imperialisme dunia. Sudah terlalu lama "pax imperialistica" menindas-menghisap-memperbudak kita, dan genta sejarah sudah berdenting bahwa saatnya penyusunan Pax Humanica telah tiba! Pax Humanica! Damai antara semua manusia! Selamat-tinggal "pax imperialistica". Selamat-tinggal buat selama-lamanya! Selamat-datang Pax Humanica, selamat-datang buat selama-lamanya pula. Di depan Sidang M.P.R.S. sudah menunjukkan hukum dialektika yang akan membalikkan "garis hidup" imperialisme menjadi garis – mati imperialisme itu. Karl Marx benar sekali ketika meramalkan bahwa proletariat, "anak-kandung" kapitalisme itu, akan menjadi penggali liang-kuburnya. Sekarang kita semua, ya proletariat, ya kaum tani, ya kaum tertindas lainnya, kaumyang kunamakan kaum Marhaen, dan semua nasion-nasion tertindas di dunia ini,bersama-sama dan serempak menjadi penggali liang kuburnya imperialisme. Tidak ada kehormatan yang lebih besar daripada ini. Saudara-saudara ! Sesudah delik-detik Proklamasi 20 tahun yang lalu, belum pernah aku bangga seperti hari ini, belum pernah aku terharu begitu intens seperti hari ini! Lihatlah mata Rakyat Indonesia itu – sinarnya lebih cermerlang daripada matahari! Lihatlah tekad Rakyat Indonesia itu – teguhnya lebih perkasa daripada baja! Hai imperialis, Rakyat Indonesia tidak mungkin kau kalahkan lagi, '''tidak mungkin!''' Kalau hanya Rakyat kita tidak mungkin dikalahkan lagi, aku sudah akan besar-hati sekali. Tetapi ini bukan hanya itu! Rakyat kita akan mengalahkan imperialis! Rakyat kita '''akan menang !''' Ya, hai imperialis, kami akan menang ! Kesalahan kaum imperialis dan kaum reaksioner umumnya adalah, bahwa mereka meremehkan Rakyat yang jembel, meremehkan Rakyat jelata. Malahan ada di antara pemimpin-pemimpin Indonesia yang baru merasa krasan kalau berada di tengah-tengahnya ndoro-den-ayu-ndoro-den-ayu dan raden-mas-raden-mas atau berada di antara direktur-direktur yang kapitalis-birokrat, atau di antara tuan-tanah-tuan-tanah atau lintah-darat-lintah-darat. Memang ada pemimpin revolusioner dan ada pemimpin reaksioner, ada pemimpin sejati dan ada pemimpin gadungan ! Bukan salahnya Rakyat kalau kaum imperialis babak-belur menghadapi Rakyat, bukan salahnya Rakyat kalau kaum imperialis babak-bundas di Indonesia, di Vietnam, di Konggo, di Dominika, dan di mana-mana. Sebab mereka selalu mengukur Rakyat itu dengan ukuran kolonial, dengan ukuran poundsterling atau dollar. Mereka, seperti rentenir, menghitung-hitung di Asia Tenggara ada berapa juta Rakyat, di Timur Tengah ada berapa juta Rakyat, di Afrika ada berapa juta Rakyat, di Amecrika Latin ada berapa juta Rakyat, di Oseania ada berapa juta Rakyat. "Kasih mereka sekian juta dollar, habis perkara". Mereka tidak tahu, bahwa kalau ada mata-uang yang paling merosot nilainya sekarang ini mata-uang itu adalah justru pound-sterling dan dollar! Barangkali ada yang tidak percaya akan apa yang aku katakan? Tengoklah di zaman "Plan Marshall" untuk 100 juta Rakyat Eropa Timur dikeluarkan 100 juta dollar untuk subversi. Tapi sekarang, untuk mensubversi 200 juta Rakyat Asia Tenggara dikeluarkan 1.000 juta dollar. Artinya, paling sedikit dollar itu sudah merosot 5 kali! Toh dollar itu tidak menghasilkan simpati dan persahabatan terhadap Amerika Serikat, sebaliknya, dollar itu seperti memancing antipati dan permusuhan dari Rakyat-rakyat Asia Tenggara. Ataukah barangkali orang Asia lebih mahal daripada orang Eropa? Selama kita teguh dalam menegakkan kemerdekaan nasional kita, dan selama di dunia ini ada yang bernama imperialisme, maka selama itu kita harus siap menghadapi subversi, intervensi dan agresi kaum imperialis. Sebab, tidak akan pernah kaum imperialis itu memperkenankan kemerdekaan tipe Sukarno, kemerdekaan tipe Sihanouk, kemerdekaan tipe Mao Tse-tung, ataupun kemerdekaan tipe Boumedienne, tipe Hafez, tipe Nasser, tipe Toure, tipe Keita, tipe Nkrumah, tipe Nyerere. Mereka paling-paling memperkenankan, malahan merestui "kemerdekaan tipe Tjiang Kai-Sek, tipe Pak Jung Hi, tipe Ky, tipe Tsombe, tipe Tengku Abdulrakhman. Tetapi ada baiknya bahwa kaum imperialis menjagoi jagoan-jagoan seperti Tjiang Kai-Sek dan lain-lain itu, sebab anasir-anasir itu anasir-anasir yang paling korup di dunia ini, sehingga bantuan dollar berapa saja banyaknya mereka sikat sendiri dan tidak ada atau sedikit sekali yang mereka pakai untuk melawan revolusi. Ya, Saudara-saudara, boneka-boneka imperialis pun menguntungkan kepada kita! Kitapun, Saudara-saudara, kitapun jangan memakai ukuran salah untuk revolusi kita sendiri. Revolusi hanya bisa diukur dengan ukuran revolusi! Revolusi tidak bisa diukur dengan ukuran text-books, sekalipun yang ditulis oleh profesor-profesor botak di Oxford, di Cornell atau di mana saja. Rupanya aku masih perlu menandas-nandaskan hal ini, karena masih ada saja yang menganggap text-books imperialis itu sebagai standard fikiran yang dikeramatkan, sacrosanct yang tidak boleh diganggu-gugat &#8230;&#8230;&#8230; Apakah ''"mission sacree"'' atau ''"white man’s burden"'' kaum imperialis itu "Hukum Illahi"? Kira-kira, dong bung! Meleklah, hai, kaum yang tersesat! Bagaimana mengukur sesuatu revolusi dengan ukuran-ukuran revolusi? Segala-sesuatu hendaknya diamati untuk kesejahteraan umum, ya atau tidak? '''Pro bono publico '''– ini adalah semboyan kita. Untuk kesejahteraan umum! Sekalipun ada yang secara pribadi dirugikan, sekalipun ada yang laba perusahaannya berkurang, tapi asal pro bono publico, maka ia harus diterima. Sebaliknya, walaupun ada yang tambah mobil, tambah bungalow, tambah koelkast, tambah air-conditioner, walaupun ada yang bisa menyekolahkan anaknya ke Eropa atau ke "jabalkat" sekalipun, tapi jika tidak pro bono publico, maka ia harus ditolak. Kecuali – kecuali, kataku – jika orang sudah menjadi orang asing di tanah air sendiri, atau sudah menjadi orang pribumi di negeri asing! Ya, kecuali jika orang sudah cidera, sudah durhaka, sudah khianat terhadap urusan revolusi! Lihatlah kepada kaum buruh dan kaum tani, sokoguru-sokoguru revolusi kita itu! Mereka memang pantas, worthwhile, tepat kusebut sokoguru revolusi! Mereka bekerja, mereka menghasilkan, mereka berproduksi, tanpa mengeluh dan tanpa banyak cingcong. Mereka mempunyai tuntutan-tuntutan mereka, tetapi tuntutan-tuntutan itu biasanya masuk-akal. Kalau kaum buruh ingin supaya upahnya bisa untuk membeli buku-sekolah untuk anaknya, apakah itu tidak masuk-akal? Kalau kaum tani menghasratkan tanah, "senyari bumi", apakah itu tidak masuk-akal? Aku teringat kepada seniman-seniman ludruk yang mengatakan "Ya kalau punya pacul tapi ndak punya tanah, ke mana pacul itu mesti dipaculkan!" Tetapi ada di antara kita ini yang ndoro-ndoro, yang main tuan-besar, yang mengira dirinya eigenaar revolusi atau presdir Republik, lalu maunya bukan dia berkorban buat Republik, tapi Republik berkorban buat dirinya! … Orang-orang semacam ini, parvenu-parvenu, charlatan-charlatan, profitor-profitor macam ini ada baiknya kita promovir menjadi penghuni Nusakambangan! Saya selalu mengatakan bahwa perjuangan kelas harus ditundukkan kepada perjuangan nasional. Dan aku gembira bahwa jeritanku ini difahami oleh sebagian sangat terbesar dari Rakyatku. Tetapi aku mau peringatkan kalau koruptor-koruptor dan pencoleng-pencoleng kekayaan negara meneruskan "operasi" mereka yang sesungguhnya anti-Republik dan anti-Rakyat itu, maka jangan kaget jika satu waktu perjuangan antar-golongan berkobar dan membakari kemewahan hidup kaum koruptor dan poncoleng itu! Revolusi kita sekarang sudah tidak dalam taraf percobaan, sudah tidak dalam tarat eksperimen. Kita tidak boleh main eksperimen atau main coba-coba lagi. Ibaratnya kesebelasan sepakbola, tidak boleh kita memasang pemain-pemain yang belum "jadi", yang belum matang. Revolusi kita sudah menemukan vormnya, dan taraf ini meletakkan pada kita syarat-syarat baru, tuntutan-tuntutan baru, ukuran-ukuran baru. Mereka yang kemarin progresif, hari ini mungkin menjadi retrogresif; yang kemarin revolusioner, hari ini mungkin menjadi kontra-revolusioner, yang kemarin radikal, hari ini mungkin menjadi melempem. Maka itu, Saudara-saudara, janganlah di antara kita ada yang mengagul-agulkan jasa-jasa di waktu lampau saja. ''Ik walg van al die oude koek!'' Aku muak! Biar engkau dulu jenderal-petak di tahun 1945, tetapi kalau sekarang memecah persatuan nasional revolusioner, kalau sekarang mengacaukan front Nasakom, kalau sekarang memusuhi sokoguru-sokoguru revo1usi, engkau menjadi tenaga reaksi! Sebaliknya, biar engkau dulu bukan apa-apa, ya, biar sekarang engkau bukan apa-apa, tetapi setia kepada revolusi, engkau tenaga revolusioner! Tenaga-tenaga macam inilah, laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda, tinggi maupun rendah, tenaga-tenaga revolusioner macam inilah yang tanpa kecualinya ku "samenbundelen", kugabungkan menjadi satu, agar menjadi satu tenaga raksasa, "kadya prahara angguncang samodra"! Sejak matinya Roosevelt, Stalin dan Churchill, dunia kita sedikit sekali mengenal pemimpin-pemimpin besar. Dulu, di waktu-mudaku, ketika aku mulai membasuhkan diriku ke dalam gerakan kemerdekaan, kukenal nama-nama yang besar-besar. Tetapi banyak di antara mereka itu yang kini tidak terkenal lagi, sebagian karena wafat terlalu cepat, sebagian lagi karena tidak setia kepada jalan revolusioner yang sekali pernah mereka pilih sendiri. Kesetiaan kepada jalan revolusioner adalah syarat pertama bagi seseorang untuk bisa terus di dalam gerakan dan untuk memainkan peranan tertentu di dalam gerakan itu. Revolusi itu selalu mempunyai alat-alat materiil dan alat-alat spirituil sekaligus. Alat-alat materiil itu ada yang sederhana dan ada yang modern, yang up-to-date menurut perkembangan ilmu sekarang. Aku tahu, tiap-tiap kali aku sebagai Panglima Tertinggi ABRI mempermodern persenjataan keempat-empat Angkatan Bersenjata kita, atau jika Republik Indonesia membuka lin penerbangan ke jagad luar atau mempermodern alat-alat RRI dan TVRI kita, pers imperialis selalu mengejek aku dengan menulis bahwa aku membangun – demikian kata mereka – "proyek-proyek prestise". Ini adalah pembadutan jurnalistik dan pembadutan politik sekaligus yang amat jenaka! Kaum imperialis yang memang masih punya dollar dan punya bom nuklir dan lain-lain, tapi sudah tidak punya prestise lagi itu, ho ho kaum imperialis itu membicarakan prestise kita !! Monumen Nasional juga "proyek prestise"? Jalan Trans-Sumatera juga "proyek prestise"? Terimalah, wahai Rakyat di Sumatera "proyek prestise" ini dengan tangan dan hati terbuka, sebab memang prestise Sumatera akan naik karenanya! Dan catatlah, wahai wakil-wakil pers Barat, bahwa aku Insya Allah akan membikin pula proyek-proyek besar lainnya di Kalimantan, di Sulawesi, di Maluku, di Nusa Tenggara, di Irian Barat! Republik Indonesia sudah memberantas butahuruf – ini juga "proyek prestise"? Republik Indonesia memecahkan masalah kesehatan, masalah pendidikan, masalah pangan, dan lain-lain tanpa P.B.B. – ini juga "proyek prestise"? Republik Indonesia sudah meluncur-kan roket ionosfirnya – ini juga "proyek prestise"? Prestise apa dan siapa? Ya, prestise kemerdekaan dan prestise Rakyat kita yang merdeka! Dan kemerdekaan ini akan kita bela mati-matian, mati-matian, kalau perlu – seperti pernah kukatakan – kita bela kemerdekaan itu dengan bom atom! Tetapi jangan lupa, bahwa kekuatan Rakyat, persatuan Rakyat, perjuangan Rakyat itu juga satu bom atom, malahan lebih hebat daripada bom atom! Ya, jangan dikira bahwa alat-alat atau senjata-senjata spirituil kita itu kalah daripada alat-alat atau senjata-senjata materiil kita. Alat-alat materiil, teknik, dan lain-lain itu malahan tidak pernah lebih daripada sekedar alat. Alat ini harus diperalat, dan siapa yang memperalat? Yang memperalat ialah politik kita, ideologi kita, revolusi kita! Jangan dibalik! Tanggal 25 Juni yang lalu, selaku Pemimpin Tertinggi Front Nasional aku telah mengeluarkan sebuah Instruksi 5 pokok, yaitu: [[Berkas:Manipol_USDEK.jpg|thumb|Manipol USDEK]] Satu: Mempertinggi kewaspadaan dan kesiapsiagaan nasional; Dua: Mengutamakan disiplin dan tanggungjawab nasional; Tiga: Memperkokoh persatuan nasional dengan mengamalkan jiwa Deklarasi Bogor dan tatakrama Nasakom; Empat: Menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan golongan dan perseorangan; dan Lima: Meresapkan dan mengamalkan Lima Azimat Revolusi Indonesia: [[Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme|Nasakom]], [[Lahirnya Pancasila|Pancasila]], [[Penemuan Kembali Revolusi Kita|Manipol]]/[[Pidato Presiden Soekarno pada pembukaan Kongres Pemuda 1960|USDEK]], [[Tahun "Vivere Pericoloso"|Trisakti Tavip]], dan [[Berdikari]].''' Aku gembira sekali bahwa sejak saat itu hingga sekarang Instruksiku itu memang dijalankan, sehingga kelima-lima pokok itu memang diamalkan dalam amal-perbuatannya masyarakat. Terutama semakin meresapnya "Lima Azimat" Revolusi memang sangat menggembirakan sekali, sangat membesarkan hati. Gagasan-gagasanku itu:'Nasakom (1926), Pancasila (1945), Manipol/USDEK (1959), Trisakti Tavip (1964) dan Berdikari (1965) – sebenarnya hanyalah hasil penggalianku, yang dua pertama dari masyarakat bangsaku, dan yang tiga terakhir dari Revolusi Agustus. Aku mengucapkan terimakasih kepada Saudara-saudara yang telah menganggap kelima-lima ideku itu sebagai azimat-azimat Revolusi. Tidak ada kebahagian lebih besar bagi seseorang revolusioner selain mengetahui bahwa ide-idenya sesuai dengan tuntutan-tuntutan revolusi! Aku meminta kepada Saudara-saudara agar supaya kelima-lima pokok dalam Instruksiku itu terus disebar-sebarkan, diresapkan, diamalkan, sebab dari terlaksana-tidaknya Instruksi itu tergantung pula baik-tidaknya Front Nasional di hari-hari yang akan datang, baik-tidaknya persatuan bangsa di hari-hari yang akan datang. Baik Nasakom, baik Pancasila, baik Manipol/Usdek, baik Trisakti Tavip, maupun Berdikari itu kesemuanya mengabdi kepada persatuan nasional revolusioner, artinya, mengabdi kepada kepentingan revolusi. Semuanya alat pemersatu, semuanya alat revolusioner! Kalau beberapa waktu yang lalu kukatakan agar kita "berjiwa Nasakom", maksudku adalah agar kita berjiwa persatuan revolusioner, agar, kita semua gandrung kepada persatuan revolusioner. Kita tidak cukup hanya berjiwa Nasakom – kitapun harus berjiwa Pancasila, berjiwa Manipol/ Usdek, berjiwa Trisakti Tavip, berjiwa Berdikari ! Juga – dalam hal ini pers imperialis suka mengejek Sukarno. Kata mereka, Sukarno hanya pandai menyusun semboyan-semboyan, dan malahan singkatan-singkatan. Jawab saya juga singkat saja, karena, bukankah kaum imperialis sendiri membikin semboyan-semboyan, membikin singkatan-singkatan? Apa itu ''"food for peace"''? Apa itu ''"atom for peace"''? Apa itu ''"susu bubuk for peace"''? Bedanya …, bedanya ialah: semboyan-semboyan Sukarno diterima dan didukung Rakyat, sedang semboyan-semboyan mereka ditolak dan dikutuk Rakyat. Inilah bedanya! Mereka bukannya membenci NASAKOM karena abreviasi ini terdiri dari 7 huruf; mereka juga tidak membenci NEFO karena singkatan ini terdiri dari N. E, F dan O, Tidak! Mereka membenci singkatan-singkatan kita, karena mereka membenci isinya, ya, karena mereka takut terhadap isinya, terhadap daya-kekuatannya. Ini, dan tidak lain daripada ini, yang mereka benci dan takuti. Wakil-wakil pers Barat juga boleh mencatat, bahwa di Indonesia lebih banyak lagi semboyan-semboyan dan singkatan-singkatan akan lahir – semboyan-semboyan dan singkatan-singkatan yang bukan saja menjurubicarai kepentingan Rakyat, tetapi juga mudah diingat oleh Rakyat, dan dengan demikian memberikan '''kearahan,''' gerichtheid kepada jalannya revolusi kita. Ini merupakan garis "kerakyatan kita, ini adalah garis-massa kita! Semboyan-semboyan itu hanyalah perumusan-perumusan yang paling singkat-padat, yang cekak-aos daripada program dan konsepsi-konsepsi revolusi Indonesia. '''Tidak ada di dunia ini revolusi jiplakan. Setiap revolusi mesti orisinil. ''' '''Kalau ada revolusi jiplakan, revolusi begitu itu pasti gagal.''' Inilah sebabnya aku selalu menghargai kaum yang kreatif, yang punya ide-ide yang berani, yang punya fantasi yang menyundul langit, yang tahu melahirkan konsepsi-konsepsi yang baik. Kita tidak bisa menjadi revolusioner yang baik, jika kita tidak teguh dalam prinsip-prinsip revolusioner, dan jika kita tidak menguasai ajaran-ajaran revolusioner. Tetapi kita juga tidak bisa menjadi revolusioner yang baik, jika kita tidak berjiwa-cipta, tidak kreatif, tidak pandai memeras kita punya otak sehabis-habisnya. '''Revolusi adalah sekaligus ya ilmu ya seni'''! Bahkan untuk memenangkan revolusi itu sendiri, kita harus kreatif, kita harus pandai menentukan taktik-taktik perjuangan yang soepel, yang fleksible, yang bijaksana. Tetapi! Tidak boleh kita soepel atau bijaksana di dalam strategi! Tidak boleh kita menjadi oportunis! Revolusi terus meningkat. Maka dari itu revolusi itu juga mengajukan tuntutan-tuntutan yang meningkat. Itulah yang saya namakan ''rising demands of the revolution''. Administrasi kolonial tidak memerlukan pegawai-pegawai patriot, cukup asal pegawai-pegawai itu ahli malahan lebih tidak patriot lebih baik ! Sebaliknya, pada hari-hari pertama atau pada tingkat pertama Revolusi kita, patriotisme itulah syarat yang mutlak buat pegawai-pegawai, sekalipun mungkin kurang ahli. Tetapi sekarang pegawai-pegawai yang tidak sekaligus patriot dan ahli akan sukar mengikuti derapnya revolusi. Begitu juga pemimpin-pemimpin dan kader-kader revolusi. Tidak cukup lagi kalau mereka itu hanya pandai saja, atau hanya berwatak saja; pemimpin-pemimpin dan kader-kader revolusi harus sekaligus berwatak dan pandai. Bahwa revolusi kita benar-benar meningkat, ini juga kentara dari hasil-hasil kita dari tahun-ketahun. Ambillah periode sejak 17 Agustus 1964 sampai 17 Agustus 1965 ini – periode antara dua 17 Agustus itu untuk seterusnya kunamakan Tahun Kerja Proklamasi -, dalam Tahun Vivere Pericoloso itu kemenangan-kemenangan kita lebih banyak dan lebih besar daripada di masa-masa sebelumnya. Kemenangan-kemenangan dalam Tahun Vivere Pericoloso itu – saya hanya menyebut-kan yang paling pokok-pokok dan paling penting-penting saja – antara lain adalah keluarnya Republik Indonesia dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dan disedarinya pendirian bahwa mahkota kemerdekaan sesuatu bangsa adalah Berdikari; Ketetapan MPRS tentang Banting Stir; pembubaran "BPS" serta koran-koran antek-antek dan biang-keladinya; penggulungan gerombolan kontra-revolusioner Kahar Muzakkar dan Gerungan; peranan Republik Indonesia dan negara-negara progresif lainnya dalam "KTT non-blok ke-II" sehingga membikin konferensi itu berwatak anti-imperialisme; Dasawarsa Konferensi Bandung yang bersejarah; "KTT kecil" di Kairo sesudah penundaan KAA II, yaitu di antara Republik Persatuan Arab, Pakistan, Republik Rakyat Tiongkok dan Republik Indonesia; ambil-alih maskapai-maskapai Amerika Serikat, dan paling akhir, hanya beberapa hari yang lalu, kocar-kacirnya "Malaysia" dengan keluarnya Singapura dari federasi neo-kolonial itu. Kemenangan-kemenangan ini bukan kemenangan-kemenangan kecil! Kemenangan-kemenangan ini hanya mungkin, karena Rakyat Indonesia bersatu-padu dan menyerbu kubu-kubu musuh laksana satu pasukan yang kompak, satu banjir yang dahsyat, dengan disiplin yang kokoh di bawah pimpinan yang satu ! '''Tentang PBB:''' PBB dalam susunannya yang sekarang tidak mungkin dipertahankan lagi. Dengan menguntungkan Taiwan dan merugikan RRT, menguntungkan Israel dan merugikan negeri-negeri Arab, menguntungkan Afrika Selatan dan merugikan Afrika, meng-untungkan "Malaysia" dan merugikan Republik Indonesia, PBB nyata-nyata menguntungkan imperialisme dan merugikan kemerdekaan bangsa-bangsa. Dalam tahun 1960 aku menuntut supaya PBB diritul dan pindah tempat. Sekarang tuntutanku ialah bahwa PBB harus mengakui kesalahan-kesalahannya dan harus dirombak sama sekali. Kalau tidak, maka PBB bukan hanya akan ditertawai sebagai mimbar omong-kosong, tetapi lebih jelek lagi. PBB akan dikutuk sebagai badan yang lebih buruk daripada Volkenbond dan malahan lebih buruk daripada semua Parlemen kapitalis digabung menjadi satu! Sesuatu Parlemen kapitalis paling-paling "mewakili" dan menindas Rakyatnya sendiri, tetapi PBB "mewakili" dan menindas Rakyat Korea, Rakyat Konggo, Rakyat Kalimantan Utara, Rakyat-rakyat jajahan di mana-mana! '''Tentang Banting Stir:''' Ketetapan MPRS tentang Banting Stir tidak hanya punya arti ekonomi. Arti ekonominya memang besar, karena kalau kita tidak banting stir, maka kita bisa makin lama makin jauh menyimpang dari Dekon. Tetapi arti politiknya tidak kalah besarnya, sebab banting stir itu berarti juga membanting gepeng kaum avonturir dalam politik, yang coba-coba mau menyelundupkan reformisme ataupun teori-phasensprong, dan yang coba-coba mau mengkisruhkan pengertian tentang dua tahap revolusi. Lebih-lebih lagi, banting stir juga punya-arti pendidikan yang besar, yaitu mendidik kita untuk tidak subyektif dalam menyusun plan, tidak subyektif dalam mengurus ekonomi, pendeknya mendidik kita untuk membebaskan diri sama sekali dari setiap subyektivisme, berat-sebelahisme, serampanganisme! '''Tentang BPS:''' Sudah menjadi rahasia umum bahwa BPS itu dimaksudkan untuk "atas-nama Sukarnoisme membunuh ajaran-ajaran Sukarno dan membunuh Sukarno". Memang ada orang-orang yang dengan jujur menerima ide-ide politikku dan mengusulkan untuk menyebut ajaran-ajaranku itu "Sukarnoisme", tetapi dengan BPS soalnya lain sama sekali. Tidak percuma suatu suratkabar besar di Amerika Serikat mengakui bahwa pemerintahnya "terlalu cepat" memberikan dukungan kepada BPS sehingga membangkitkan kecurigaan Rakyat Indonesia. Tanpa dukungan Amerika Serikat pun Rakyat Indonesia tentu bisa membedakan daging dari ikan, bisa membedakan maksud baik dari maksud jahat, dan bisa mengenal sendiri apa hakekatnya BPS itu. Jika diingat bahwa BPS itu menyangkut suatu rencana jahat jelaslah bahwa di samping soal kriminalitas politik seperti memecah-belah persatuan nasional, mengacau-balaukan pengertian Nasakom, dan lain-lain, BPS juga tersangkut perkara kriminalitas biasa. Maka dari itu aku tidak ragu-ragu mengambil tindakan menutup suratkabar-suratkabar BPS. Aku juga mau peringatkan, janganlah BPS – isme itu yang sudah dilarang di koran ini dan koran itu, diselundupkan masuk ke koran-koran lain, yang lama maupun yang baru! '''Tentang gerombolan:''' Pembasmian gerombolan kontra-revolusioner Kartosuwiryo, Soumokil, Kahar Muzakkar dan Gerungan merupakan kemenangan-kemenangan penting. Kepada prajurit-prajurit ABRI dan Rakyat yang aktif dalam pembasmian itu saya ucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya. Terutama sekali "Siliwangi" besar sekali jasanya. Terbasminya gerombolan-gerombolan ini hendaknya menjadi canang-peringatan bagi siapa saja jangan coba-coba bermain api kontra-revolusi di Indonesia! Sudah dalam tahun 1946, yaitu dalam pidato 17 Agustus-ku 19 tahun yang lalu kuperingatkan: "Dengan pengertian yang sedalam-dalamnya serta keyakinan yang sekuat-kuatnya akan arti persatuan bangsa, maka pemerintah selalu mencari jalan mempersatukan, selalu menghindarkan perselisihan, selalu menunjuk kepada ajaran sejarah ’Bersatu kita teguh, bercerai kita jatuh’. Akan tetapi dalam pada itu, pemerintah mesti memperkuat kedudukannya sebagai pemerintah. Tiap-tiap pengacau, tiap-tiap pengrusak akan berhadapan langsung dengan kekuasaan pemerintah, dan pemerintah tidak akan ragu-ragu mengambil tindakan yang sepantasnya terhadap mereka itu. '''Tentang "K.T.T. Non-Blok":''' Pendirian R.I. tentang non-alignment rasanya sudah cukup jelas. Non-alignment, dalam pendapat R.I., harus bersifat anti-imperialis. Kalau tidak anti-imperialis, maka non-alignment demikian itu jadinya sudah aligned, karena ia menguntungkan imperialisme. Non-blok itu paling-paling bisa dalam hubungan NATO dan Pakta Warsawa, tetapi orang tidak mungkin "non-blok" dalam hubungan imperialisme dan anti-imperialisme, penjajah dan yang melawan penjajah! Dengan konsepsi anti-nekolim yang jelas-tegas, maka delegasi R.I. yang saya pimpin sendiri memberikan sumbangan-sumbangannya yang positif di "K.T.T. non-blok ke-II", dan konferensi itu benar-benar telah menjadi konferensi anti-nekolim. Non-alignment revolusioner menang, non-alignment banci kalah! Adapun R.I. sendiri, R.I. dikenal dunia tidak menganut "teori tiga kekuatan", karena R.I. membagi dunia hanya dalam dua kubu, yaitu kubu Nefo revolusioner dan kubu Oldefo reaksloner. lni adalah hasil analisa yang obyektif atas konstelasi dunia dewasa ini, dan maka dari itu Conefo yang Insya Allah akan kita selenggarakan tahun depan, itu pun obyektif adanya! '''Tentang Dasawarsa K.A.A. I:''' Perayaan Dasawarsa Konferensi Asia-Afrika ke-I atau Konferensi Bandung telah menjadi manifestasi perkasa dari tekad anti-imperialis bangsa-bangsa Asia-Afrika. Segala fitnahan terhadap konsepsi-Bandung, seakan-akan forum Asia-Afrika itu suatu forum "rasialis", "sepataris", "sektaris" serta tuduhan-tuduhan lainnya, bisa kita gempur-hancur. Melalui upacara khidmat Dasawarsa K.A.A. I dan acara-acara lainnya, antara lain pertemuan-pertemuan dan tukar-fikiran antara para utusan dari kedua benua kita, maka saling-pengertian di antara sesama negara-negara A-A yang anti-nekolim bertambah mendalam. Bukan saja usaha sabotase terhadap Dasawarsa itu gagal-berantakan sama sekali, tetapi perayaan Dasawarsa itu sendiri merupakan sukses yang gilang-gemilang. Bagi Rakyat Indonesia sendiri Dasawarsa merupakan pendidikan politik yang teramat penting, sehingga perhatian Rakyat Indonesia terhadap masalah-masalah internasional bertambah besar, setiakawan mereka terhadap saudara-saudaranya yang berjuang untuk kemerdekaan nasional bertambah besar pula. '''Tentang K.T.T. Kecil:''' Seluruh dunia tahu, bahwa R.I. menghadapi K.A.A. II di Aljazair dengan persiapan yang secukup-cukupnya. Delegasi tingkat menteri yang dipimpin oleh W.P.M. I Dr. Subandrio sudah sampai di Algiers, sedang delegasi K.T.T. yang saya pimpin sendiri hanya sampai di Kairo, karena Standing Committee K.A.A. akhirnya memutuskan penundaan K.T.T. itu sampai awal November yang akan datang. Bahwa kaum imperialis berusaha mati-matian untuk mentorpedo K.A.A. II itu, hal ini sudah dengan sendirinya. Hal ini ternyata antara lain dari rapat "persekemakmuran Inggeris". Tetapi lebih penting dari segalanya itu adalah perkembangan di Aljazair sendiri. Ketika Ben Bella digulingkan dan digantikan oleh suatu Dewan Revolusioner, Pemerintah R.I. segera mengakui rezim baru di bawah pimpinan Houari Boumedienne, bukan hanya karena pertimbangan-pertimbangan KA.A., tetapi karena pemerintah R.I. menganggap per-kembangan itu perkembangan progresif. Ada pemimpin-pemimpin yang takut dirinya akan "di-Ben-Bella-kan", tapi ini hanya membuktikan bahwa mereka itu pemimpin-pemimpin vested interest! Tergulingnya Ben Bella harus menjadi peringatan bagi pemimpin manapun, bahwa begitu seseorang pemimpin menjauhkan dirinya dari kepentingan-kepentingan Rakyatnya, begitu ia akan jatuh. Kemudian, penundaan K.A.A. II kami gunakan di Kairo untuk mengadakan suatu pertemuan puncak – ''"le’ petit sommet"'', kata harian-harian Perancis – di antara saudara-saudaraku Gamal Abdef Nasser, Ayub Khan, Tjou En-Lai dan saya sendiri. Hasil "KTT kecil" ini sudah diketahui umum, dan saya puas atas hasil tersebut. '''Tentang modal Amerika Serikat:''' Setelah di tahun 1957 kita mengambilalih modal Belanda dan di tahun 1963 modal Inggeris, maka pada awal tahun ini, Rakyat Indonesia – yang membela hak-haknya dari serangan-serangan Amerika Serikat yang memberikan active aid kepada neo-kolonialisme "Malaysia" – mengambil alih modal Amerika Serikat. Sekarang modal itu berada di bawah pengawasan Pemerintah Republik Indonesia. Ini merupakan langkah penting bagi R.I., yang dengan azas Berdikari sedang menegakkan perekonomian nasionalnya sendiri, yang bebas sama sekali dari imperialisme maupun feodalisme. Di dunia dewasa ini "Sosialisme" benar-benar menjadi mode. Tidak ada sesuatu pemerintah, yang tidak mau dimusuhi Rakyatnya, yang tidak menyatakan dirinya "Sosialis". Lucunya, di antara. "Sosialisme-sosialisme" itu ada yang mentah-mentahan "Sosialisme" dengan … modal imperialis di negerinya! Ya, malahan ada negeri yang sama sekali belum mulai dengan perubahan-perubahan nasional-demokratis, sudah menyatakan "membangun Sosialisme". Indonesia tidak mau munafik dengan Sosialismenya. Indonesia dengan tegas menyatakan bahwa revolusi masih dalam tahap nasional-demokratis, sekalipun sejumlah hasil penting telah dicapai dalam tahap ini. Nanti akan datang ketikanya, – yang Indonesia akan membangun Sosialisme, yaitu apabila modal imperialis sudah habis dan pemilikan tanah kaum tuan-tanah sudah dibagi kembali kepada rakyat. Yang terang, dengan modal imperialis tidak mungkin kita membangun Sosialisme. Jangankan Sosialisme, ekonomi nasionalpun tidak akan mungkin! Oleh sebab itu, prinsip membangun ekonomi tanpa modal monopoli asing, sudah menjadi prinsip yang tak bisa ditawar-tawar bagi kita. Adapun sikap RI terhadap AS., hal inipun sudah diketahui umum. Pemerintah AS sendiri sangat tahu akan sikap kita itu. Segala sesuatunya tidak semata-mata bergantung pada RI. Malahan, dalam keadaan sekarang, soal-soalnya lebih banyak bergantung pada sikap AS. Apakah mereka akan menghentikan sokongan mereka terhadap "Malaysia" dan bersahabat kembali dengan Indonesia, ataukah sebaliknya tetap menyokong "Malaysia" dan memusuhi RI. – ini adalah persoalan yang terpenting dewasa ini dalam relasi R.I.-A.S. Baiklah pemerintah AS. mempertimbangkan betul-betul hal ini, karena akhirnya pada kita ada hak penuh – sebagai Republik yang berdaulat – untuk menasionalisasi, atau bahkan mengkonfiskasi modal asing manapun yang memusuhi Republik Indonesia. '''Tentang Singapura:''' Lemahnya proyek "Malaysia" sudah kentara sejak permulaannya. Ini sudah ratusan kali kukatakan! Seperti seluruh dunia tahu, Brunei yang menjadi tempat pertama pecahnya revolusi Kalimantan Utara di bawah pimpinan Mahmud Azahari itu, menolak "Malaysia" dan tidak pernah tergabung dalam "Malaysia". Sekalipun diiklankan secara besar-besaran oleh pers imperialis seakan-akan ekonomi "Malaysia" itu "makmur", tapi aksi-aksi kaum buruh di sana yang melawan kemerosotan hidup tidak bisa disembunyi-kan lagi. Sementara itu, sedang R.I. mendapat pujian dari mana-mana karena politiknya yang dijiwai Bhinneka Tunggal Ika sehingga Rakyat Indonesia merupakan Rakyat yang rukun, di "Malaysia" terus-menerus timbul kerusuhan-kerusuhan rasialis. Semua ini membuktikan bahwa proyek "Malaysia" memang suatu proyek yang dipaksakan. "Malaysia" diadakan antara lain untuk. "overvote" suku Tionghoa. Pernah saya bersenda-gurau bahwa "pertentangan Kualalumpur-Singapura lebih tajam daripada pertentangan Kualalumpur – Jakarta". Tentu ini hanya senda-gurau belaka, tetapi apapun alasannya, sudah menjadi kenyataan bahwa Singapura memisahkan diri dari "Malaysia". Ya, "Malaysia" mulai rontok dari dalam! Rontok berantakan nantinya sama sekali! Tidak ada kekuatan apapun di dunia ini yang akan bisa mempertahankan kelangsungan hidup "Malaysia"! Tidak Tengku, tidak Inggeris, tidak Amerika, tidak seribu dewa dari kayangan! Peristiwa ini sekaligus mendemonstrasikan kegagalan total daripada politik kolonial Inggeris di mana-mana. Sesudah gagal dengan West Indies Federation, gagal dengan Central Federation of Africa, gagal dengan South Arabian Federation, Inggeris kini gagal pula dengan "Federation of Malaysia"! Saudara-saudaraku setanah-tumpah-darah, Kawan-kawanku serevolusi, Perjuangan kita selamanya mempunyai aspek nasional dan aspek intemasional. Kedua-dua aspek ini tak terpisah-pisahkan satu samalain. Pada perayaan dwi-dasawarsa Republik ini pun kita perlu menelaah situasi internasional dalam mana kita sekarang berada. 20 tahun setelah berakhirnya Perang Dunia II, dan 20 tahun setelah didirikannya P.B.B., perdamaian dan keamanan bangsa-bangsa tetaplah tinggal cita-cita, tinggal harapan, sedangkan kenyataannya banyak bangsa-bangsa masih merana dalam penderitaan yang berlarut-larut, akibat "peradaban" imperialisme. Kaum imperialis paling suka menyebut dirinya "beradab"; mereka juga paling suka menganggap kita-kita ini "biadab", sehingga mereka harus datang dengan pasukan-pasukan, dengan armada-armada, dengan pangkalan-pangkalan perang untuk "mengajarkan peradaban" kepada kita … Dalam "mengajarkan peradaban" itu mereka cukup royal, tidak sayang harta tidak sayang benda, dan jika kita-kita ini dianggap "mbandel", maka dibomnyalah kita, dibomnya Maluku, dibomnya Kamboja, dibomnya Laos, dibomnya Kuba. Pada saat ini rupanya bangsa yang paling "mbandel" itu bangsa Vietnam, sehingga bangsa ini setiap hari, setiap jam, setiap detik dihujani bom oleh pembawa-pembawa "missi suci" dari Washington … Kalau "missi suci" itu gagal total, sudah tentu yang salah ya kita-kita kaum "biadab" ini! Mereka yang datang dari jarak sejauh separo bola-bumi, mereka itu namanya "pembela perdamaian", sedang Rakyat Vietnam yang tinggal di negerinya sendiri, mengurusi urusannya sendiri dan mengatur tatahidupnya sendiri, Rakyat Vietnam ini dinamakan "agresor". Salah-satu harus gila, Saudara-saudara: Vietnam atau Amerika Serikat. Kedua-duanya gila tidak mungkin, kedua-duanya waras pun tidak mungkin! Saudara-saudara bisa menyimpulkan sendiri mana yang waras dan mana yang giIa! Akhirnya "alasan" A.S. mengapa melakukan ''"escalation"'' atas peperangannya di Indocina, adalah "untuk mencegah Vietnam menjadi negeri Komunis". Saya tidak pernah mendengar Paman Ho berkeberatan A.S. merupakan negeri kapitalis, jika Rakyat A.S. memang menghendaki demikian; kenapa A.S. berkeberatan Vietnam "menjadi negeri Komunis", jika Rakyat Vietnam meng-hendaki demikian? Hak menentukan nasib sendiri berarti pula hak menentukan macam pemerintah yang dikehendaki oleh sesuatu Rakyat di negerinya sendiri. Ini bahkan tercantum dalam ''"Declaration of Independence"'' Amerika sendiri ! Ataukah dokumen besar ini telah dilemparkan sendiri oleh bangsa yang melahirkannya? Kalau agresi A.S. terhadap Vietnam itu kita biarkan, maka dia akan merupakan bahaya besar bagi seluruh tata-hidup internasional kita. Sekarang agresi itu terjadi di Vietnam, besok dia mungkin terjadi di bumi lain! Dia malahan sudah terjadi juga di Dominika. Maka dari itu, demi keselamatan masing-masing dan demi keselamatan kolektif kita, kita bangsa-bangsa yang cinta-merdeka dan cinta-damai harus melawan agresi A.S. itu, dan harus aktif memberikan sokongan kita kepada saudara-saudara di Vietnam itu. Kepada pemerintah A.S. ingin saya nasehatkan – kuharap mereka masih bisa mendengar nasehat! – supaya mengakui kesalahannya dan segera menarik diri sama sekali dari Vietnam dan dari seluruh Indocina. Percuma mereka menuduh Republik Demokrasi Vietnam "tak sudi berunding", karena apabila A.S. tidak menarik diri sama sekali dari Vietnam, setiap orang melihat justru A.S.-lah yang tidak sudi penyelesaian secara damai. Baik disedari oleh A.S., bahwa satu-satunya alternatif baginya adalah keluar sama sekali dari seluruh Asia Tenggara! Jika mereka emoh menarik diri, mereka bisa kehilangan segala-galanya, segala-galanya! Hai, Amerika dan Inggeris! Zaman ini bukan zamannya imperialisme lagi. Zaman ini adalah zaman anti-imperialisme. Zaman ini adalah zaman hancurnya imperialisme! Sebagai seorang yang telah banyak makan garam perjuangan, aku tahu bahwa tak pernah imperialisme itu menyerah dengan sukarela. Mereka hanya menyerah, jika mereka dipaksa, yaitu dipaksa dengan kekuatan yang maha-dahsyat, dengan ''machtsvorming'' dan ''machtsaanwending'', nasional dan internasional. Di sinilah letak pentingnya Conefo, karena melalui Conefo itu kita akan menggalang, ''"samenbundeling van alle internationale revolutionnaire krachten"'', yang kusebut juga "Nasakom internasional", – gabungannya negara-negara Nasionalis, negara-negara Agama dan negara-negara Komunis dalam skala dunia, untuk melabrak babak-belur nekolim dan untuk membangun dunia kembali, membangun dunia baru – dunia tanpa imperialisme dan tanpa eksploitasi. Situasi internasional dewasa ini adalah baik dan menguntungkan kita. Keluarnya Republik Indonesia dari Perserikatan Bangsa-Bangsa menambah baiknya situasi internasional itu. Sebab, walaupun ada di antara sahabat-sahabat kita di luar-negeri yang tidak menyetujui Republik Indonesia ke luar dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, atau yang mengharap Republik Indonesia kembali masuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, namun keluarnya Republik Indonesia dari Perserikatan Bangsa-Bangsa itu bisa mereka gunakan untuk memperkuat posisi mereka dalam menghadapi nekolim. Yang terang Perserikatan Bangsa-Bangsa sekarang tidak bisa main seenaknya sendiri, karena Perserikatan Bangsa-Bangsa harus memperhitung-kan pendirian dan sikap negara-negara dan pemerintah-pemerintah yang berani hidup desnoods tanpa Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sikap Republik Indonesia itu adalah kritik yang paling tajam yang bisa diberikan ke alamat Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan biarlah Perserikatan Bangsa-Bangsa terbuka matanya, kalau dia mau! Dalam rangka pembinaan setiakawan Asia-Afrika, baru-baru ini saya telah mengutus Wakil Perdana Menteri I/Menteri Luar Negeri Subandrio disertai Menteri Penerangan dan dua orang Menteri Negara untuk mengunjungi 4 negara Timur Tengah dan 8 negara Arika. Missi itu telah menumbuhkan saling pengertian yang mendalam di antara kita dan negara-negara yang dikunjungi dan saya mengucapkan terimakasih kepada pemerintah-pemerintah yang bersangkutan atas sambutan mereka terhadap missi yang disebut "Safari Berdikari" itu. Republik Indonesia ingin menegaskan, bahwa Berdikari tidak berarti mengurangi, melainkan memperluas kerjasama internasional, terutama di antara sesama negara yang baru merdeka. Yang ditolak oleh Berdikari adalah ketergantungan kepada imperialisme, bukan kerjasama yang sama-derajat dan saling-menguntungkan. Karena nekolim itu biasanya mendirikan pangkalan-pangkalan militer di wilayah-wilayah orang lain, sedang pangkalan-pangkalan militer asing itu merupa-kan bahaya utama bagi perdamaian dunia, maka sejumlah organisasi massa di Indonesia telah mengambil prakarsa membentuk suatu komite yang dalam tahun ini juga akan menyelenggarakan di Indonesia suatu Konferensi Internasional Anti Pangkalan-pangkalan Militer Asing. Pemerintah Indonesia menyambut inisiatif itu, karena ide konferensi itu sesuai dengan Semangat Bandung. Makin hari makin tegas perlawanan Rakyat-rakyat sedunia terhadap neo-kolonialisme. Ada dua faktor yang menyebabkan neo-kolonialisme itu lebih berbahaya daripada kolonialisme model lama. Pertama, karena cara-cara maupun praktek-prakteknya belum cukup dikenal oleh Rakyat, artinya, Rakyat belum cukup mempunyai pengalaman dengan sistim baru itu. Kedua, karena penjajah yang sesungguhnya, seringkali tidak jelas kelihatan, sebab neo-kolonialisme itu adalah penjajahan by proxy, penjajahan by remote control, penjajahan "dari jauh". Selamanya saya bertolak dari pendirian, bahwa imperialismelah yang memerlukan kita, bukan kita memerlukan kaum imperialis! Inilah keterangannya, kenapa sesudah kaum imperialis terlalu banyak cingcong dan pertingkah, aku serukan ''"Go to hell with your aid !"''. Sesudah dipersetan, mereka sekarang mendekat-dekat lagi dan menawar-nawarkan kembali "bantuan" mereka. Tetapi saya tahu bahwa tidak ada "bantuan" nekolim yang cuma-cuma. Oleh sebab itu, soal-soalnya tergantung dari ada-tidaknya ikatan-ikatan langsung maupun tak-langsung pada "bantuan" yang ditawarkan. Di atas segala-galanya kaum sana harus tahu menghormati kedaulatan Republik Indonesia dan menghentikan sama sekali setiap kegiatan subversif di Indonesia! Republik Indonesfa akan meneruskan sokongannya yang aktif kepada perjuangan kemerdekaan Rakyat-rakyat Kalimantan Utara, Angola, Mozambyk, Guinea (Bissau), Timor "Portugis", Somali "Perancis", Yaman Selatan, Oman, Azania (Afrika Selatan), Namibia (Afrika Barat Daya), Betswana (Bechuanaland), Lesotho (Basutoland), Swatini (Swaziland), dan lain-lain. Sekalipun seluruh wilayah Republik Indonesia telah pulih di pangkuan kemerdekaan, dan sekalian nanti sisa-sisa imperialisme telah kita kikis sama sekali dari Indonesia, namun Republik Indonesia menganggap perjuangannya belum selesai selama di dunia ini masih ada wilayah yang belum bebas, sekalipun hanya sejengkal! Seperti selalu aku katakan, Rakyat Indonesia berjuang mengganyang nekolim '''as a matter of principle.''' Saudara-saudara sekalian, Di dalam-negeri situasi juga baik dan menguntungkan kita kaum revolusioner. Hari ini genap 6 tahun usia Manipol. Berkat indoktrinasi, latihan revolutionnaire gymnastiek – dan pengorganisasian yang terus-menerus dan sambung-bersambung, Rakyat Indonesia kini memiliki kesedaran politik yang patut dibanggakan. Rakyat yang demikian ini, jika diorganisir lebih teratur, dilatih lebih militan, diindoktrinir lebih bersasaran, dipimpin dengan metode yang lebih tepat, pastilah akan mempunyai kekuatan yang tidak terbatas untuk melaksanakan Amanat Penderitaannya sendiri, yaitu berofensif dengan senjata "Panca Azimat". Sejak dimaklumkannya Deklarasi Bogor maka persatuan nasional semakin kokoh, terutama karena penyingkiran anasir-anasir Manipolis-munafik dikerjakan secara lebih gencar. Tetapi jangan kita puas dengan kadar persatuan yang telah kita capai. Kita harus membikin persatuan nasional revolusioner berporos Nasakom itu menjadi kekuatan yang bersifat menentukan dalam kehidupan politik kita sebagai bangsa-negara. Untuk ini Front Nasional bisa memainkan peranan yang penting. Aku bergembira bahwa Front Nasional yang baru-baru ini aku "damprat", karena pemimpin-pemimpinnya di tingkat pusat maupun di daerah-daerah lebih merupakan amtenar-amtenar daripada menjadi pemimpin-pemimpin Rakyat, sekarang melakukan langkah-langkah baru yang mereka namakan "revolusi dalam cara-bekerja" yaitu turba, mulai menempuh cara memimpin yang tepat yaitu "dari massa kembali ke-massa", dan membangkitkan swadaya Rakyat. Tepat semboyan Panitia Negara dan Front Nasional untuk dwi-dasawarsa Proklamasi ini, yaitu: '''"Bersatu dan berkompetisi melaksanakan Panca Azimat Revolusi Indonesia"!''' Karena Manipol/Usdek, Pancasila dan Nasakom sudah semakin meresap dan bagi kaum reaksioner semakin sulit untuk melawannya dengan terang-terangan, maka gejala yang menyolok mata akhir-akhir ini ialah bertambah-tambahnya kaum munafik, kaum gadungan, kaum manis-dimulut-jahil-dihati. Semua mengaku setuju Manipol, semua mengaku setuju Pancasila, semua mengaku setuju Nasakom. Dalam keadaan begini, setialah kepada yang kukatakan bahwa ukuran terutama bagi kaum revolusioner adalah satunya kata dengan perbuatan. Ukurlah pemimpin-pemimpinmu, ukurlah orang-orang, ukurlah siapa saja terutama dari perbuatannya! Kalau perbuatannya nyeleweng, tendanglah mereka itu! Juga alat-alat negara, ormas-ormas, partai-partai politik dan badan-badan lain harus kita ukur dari satunya kata dengan perbuatan. Khusus mengenai partai-partai politik aku ingin berseru supaya mereka berlomba-lomba memperhebat peranannya dalam ofensif Manipolis sekarang ini. Partai-partai politik revolusioner adalah alat yang sangat efektif untuk mengikutsertakan dan mengerahkan massa Rakyat untuk ambil-bagian dalam revolusi. Ini tak boleh diragukan, karena meragukan ini berarti meragukan kebenarannya Manipol. Tetapi kutekankan sekali lagi partai-partai politik yang revolusioner! Yang tidak revolusioner, apalagi yang anti-revolusioner tak akan punya hak-hidup lagi di Indonesia. Tindakan pembekuan Partai Murba membuktikan bahwa Pemerintah tidak akan ragu-ragu mengambil tindakan, juga terhadap partai-partai politik, jika menyeleweng, jika memecah-belah persatuan. Kuserukan kepada partai-partai politik yang Manipolis, agar mereka membersihkan diri dan terus membersihkan diri dari elemen-elemen munafik, elemen-elemen B.P.S., elemen-elemen soska, elemen-elemen Nasakom-phobi, elemen-elemen plintat-plintut, elemen-elemen gadungan, dan sebangsanya, dan agar mereka melangsungkan kompetisi Manipolis dalam mengabdi Ampera dan berofensif dengan Panca Azimat. Kepada alat-alat negara kuserukan supaya mereka benar-benar menyatukan diri dengan Rakyat. Pengabdian kepada Rakyat itu tidak pernah cukup, apalagi berkelebihan. Jangan seperti amtenar-amtenar kolonial yang melihat Rakyat itu sebagai momok. Rakyat adalah asalmu, Rakyat adalah kekuatanmu, Rakyat adalah pepundenmu, Rakyat adalah sumbermu! Kepada Rakyat seluruhnya kuserukan agar menempuh segala daya-upaya untuk memperkokoh persatuan nasional revolusioner. Basmillah setiap prinsipalisme yang menolak kerjasama dan persatuan hanya dikarenakan masalah-masalah prinsip, masalah-masalah ideologi, masalah-masalah agama, dan sebagainya. Bulan Maret yang lalu M.P.R.S. telah memutuskan pelarangan propaganda anti-Nasionalisme, propaganda anti-Agama dan propaganda anti-Komunisme. Keputusan ini baik sekali dan membuktikan bahwa badan legislatif tertinggi di negeri kita itu tahu akan tanggungjawabnya. Camkanlah keputusan M.P.R.S. ini dan laksanakanlah ia dengan toleransi yang sebesar-besarnya ! Belakangan ini ramai dibicarakan orang tentang gagasan yang kulancarkan tentang Angkatan ke-5. Seperti tadi dikatakan, tiap-tiap kali aku mengetengahkan gagasan baru, selalu saja ada berbagai reaksi, yang sayangnya kadang-kadang dipengaruhi oleh text-books oldefo. Malahan, karena gagasanku itu, aku dituduh "main jiplak". Tetapi bagaimanapun aku sambut dengan rasa-sukur sokongan-sokongan yang diberikan kepada gagasanku itu. Kita harus selalu bertolak dari kenyataan. Kenyataannya adalah bahwa kaum nekolim mengarahkan mata-pedang dan moncong-meriamnya kepada kita. Kenyataannya adalah, bahwa pembelaan Negara menuntut dari kita tenaga yang sebanyak-banyaknya. Sedang menurut Undang-Undang Dasar 1945 kita, fasal 30, "Tiap-tiap warganegara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan Negara". Setelah mempertimbangkan soalnya secara lebih matang lagi, maka saya selaku Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata akan mengambil keputusan mengenai hal ini. Aku bangga sekali bahwa Angkatan Bersenjata Repubik Indonesia kita yang modern sekarang dalam keadaan siap-siaga dan mampu memukul musuh dari manapun datangnya. Angatan Bersenjata Republik Indonesia harus ambil-bagian yang penting dalam setiap perjuangan melawan imperialisme dan feodalisme. Tahun 1945 telah kukatakan: Angkatan Bersenjata Republik Indonesia kita itu akan merupakan kekuatan yang tak terkalahkan, apabila mereka bersatu dengan Rakyat laksana ikan dan air. Ingat – air bisa ada tanpa ikan, tetapi ikan tak bisa hidup tanpa air. Berintegrasilah dengan Rakyat, karena Angkatan Bersenjata Republik Indonesia adalah Angkatan Bersenjata yang revolusioner. Pertahanan revolusi adalah pertahanan Rakyat. Angkatan Bersenjata Republik Indonesia harus menjadi inti daripada pertahanan yang mulia itu, tetapi dengan pulau sebanyak pulau kita, dengan pantai sepanjang pantai kita, dengan angkasa selebar angkasa kita, kita tak bisa menegakkan kedaulatan Negara kita tanpa Rakyat, kalau perlu juga dipersenjatai – Rakyat, kaum "buruh dan kaum tani dan kaum-kaum lainnya, yang tetap dalam proses produksi tetapi yang kalau perlu sementara memanggul senapan. Pendek kata, Saudara-saudara sekalian, kita punya kepribadian harus kita pusatkan kepada pelaksanaan daripada Trisakti Tavip, yang kebenarannya bahkan telah diakui dan disetujui oleh Musyawarah Menteri Asia-Afrika ke-II di Jakarta tahun yang lalu. Harus diingat, bahwa Trisakti itu harus dipenuhi ketigatiganya, tidak bisa dipretel-preteli. Tidak ada kedaulatan dalam politik dan kepribadian dalam kebudayaan, bila tidak berdikari dalam ekonomi, dan sebaliknya! Seluruh minat kita, seluruh jerih-payah kita harus kita abdikan kepada pelaksanaan seluruh Trisakti, yang benar-benar sakti itu! Ya, '''Berdaulat dalam politik! '''Apa yang lebih luhur daripada ini, Saudara-saudara? Lebih setengah abad lamanya bangsa Indonesia berjuang, membanting-tulang dan mencucurkan peluh, untuk kedaulatan politik itu. Sekarang kedaulatan politik itu sudah di tangan kita. Kita tidak bisa didikte oleh siapapun lagi, kita tidak menggantungkan diri kepada siapa-siapa lagi, kita tidak mengemis-ngemis! Kedaulatan politik ini harus kita tunjang bersama-sama, harus kita tegakkan beramai-ramai. Nation-building dan character-building harus diteruskan sehebat-hebatnya, demi memperkuat kedaulatan poIitik itu. Kerukunan nasional sekarang ini – kerukunan antara berbagai agama dan berbagai sukubangsa, termasuk suku-suku keturunan asing – kerukunan nasional yang bebas sama sekali dari diskriminasi atau rasialisme macam apapun, harus kita bina dengan kecintaan seperti kita membina kesehatan tubuh kita sendiri. Demi kedaulatan politik itu pula, maka perkembangan dalam pemerintahan dalam negeri, yaitu – seperti dikehendaki D.P.R.-G.R. – dicabutnya larangan berpartai bagi Kepala-kepala Daerah dan anggota-anggota B.P.H., dipisahkannya jabatan Kepala Daerah dari Ketua D.P.R.D.-G.R. dan Nasakomisasi pimpinan D.P.R.D.-G.R., harus disusul dengan pembentukan Daswati III untuk seluruh Indonesia. '''Berdikari dalam ekonomi!''' Apa yang lebih kokoh daripada ini, Saudara-saudara? Seperti kukatakan di depan M.P.R.S. tempohari, kita harus bersandar pada dana dan tenaga yang memang sudah di tangan kita dan menggunakannya semakimal-makimalnya. Pepatah lama "ayam mati dalam lumbung" harus kita akhiri, sekali dan buat selama-lamanya. Kita memiliki segala syarat yang diperlukan untuk memecahkan masalah sandang-pangan kita. Barangsiapa merintangi pemecahan masalah ini, dia harus dihadapkan ke depan mahkamah Rakyat dan sejarah. Alam kita kaya-raya, Rakyat kita rajin, tetapi selama ini hasil keringatnya dimakan oleh tuan-tuan-tanah, tengkulak-tengkulak, lintah-lintah darat, tukang-tukang ijon dan setan-setan desa lainnya. Sudah cukup usahaku memberi kesempatan kepada kaum yang ragu-ragu dalam revolusi, untuk merubah diri; aku sudah sangat sabar, sudah kutunjukkan kesabaran seorang bapak, tapi kesabaran ada batasnya, apalagi kesabaran Rakyat! Sudah cukup usahaku memberi kesempatan bagi pelaksanaan landreform; batas waktunya malahan sudah kutunda, dan kalau perlu aku bersedia memperpanjangnya dengan 1 tahun lagi, aku sudah sangat sabar, sudah kutunjukkan kesabaran bapak, tapi aku ulangi lagi, kesabaranku ada batasnya, apalagi kesabaran Rakyat! Sudah cukup usahaku memberi kesempatan Dewan-dewan Perusahaan supaya berjalan, tapi di banyak tempat Dewan-dewan itu masih macet saja; aku sudah sangat sabar, sudah kutunjukkan kesabaran seorang bapak, tapi kesaharanku ada batasnya, apalagi kesabuan Rakyat! Hanya dengan mengatasi kemacetan-kemacetan inilah, kita bisa mentrapkan azas Berdikari dalam ekonomi. '''Berkepribadian dalam kebudayaan!''' Apa yang lebih indah daripada ini Saudara-saudara? Bukan saja bumi dan air dan udara kita kaya-raya, juga kebudayaan kita kaya-raya. Kesusastraan kita, seni-rupa kita, seni-tari kita, musik kita, semuanya kaya-raya. Juga untuk membangun kebudayaan baru Indonesia, kita memiliki segala syarat yang diperlukan. Kebudayaan baru itu harus berkepribadian nasional yang kuat dan harus tegas-tegas mengabdi kepada Rakyat. Dengan menapis yang lama, kita harus menciptakan yang baru. Sikap kita terhadap kebudayaan lama maupun kebudayaan asing adalah sikapnya revolusi nasional-demokratis pula: dari kebudayaan lama itu kita kikis feodalismenya, dari kebudayaan asing kita punahkan imperialismenya. Maka itu tepat sekali film-film imperialis Inggeris dan A.S. diboikot, juga tepat sekali pemberantasan "musik" beatle, literatur picisan, dansa-dansi gila-gilaan, dan sebagainya. Pada panji kebudayaan nasional kita harus kita tuliskan dengan tinta-emas K-nya Usdek kita! Kebudayaan kita haruslah kebudayaan yang revolusioner, yang seperti kukatakan di Sala tempohari harus menjadi "duta masa dan duta massa". Kita bukan hanya "trahing kusumo, rembesing madu", tetapi kita juga "trahing buruh-tani-lan-prajurit, rembesing revolusi" ! Saudara-saudara sekalian, Inilah Trisakti Tavip, sebagian dari Panca Azimat, Panca Azimat sebagai pengeja-wantahan seluruh jiwa nasional kita, konsepsi nasional kita, yang terbentuk di sepanjang sejarah 40 tahun lamanya. Saya sadar sesadar-sadarnya bahwa Saudara-saudara harus menghadapi kesulitan-kesulitan, menghadapi kenaikan harga-harga kebutuhan sehari-hari. Saya ikut prihatin dengan Saudara, dan Insya Allah kenaikan harga dapat dibatasi. Sebaliknya semua kesulitan ini ialah dapat dianggap sebagai suatu tebusan dari apa yang sudah dicapai dalam Revolusi Indonesia. Bandingkanlah kesulitan yang kita hadapi jika kita tidak ber-Ambeg Parama Arta dalam pelaksanaan Revolusi. Bagaimana jika kita ber-revolusi tanpa jiwa, hingga revolusi kita dianggap menjadi "Revolutie op drift", atau revolusi kita menjadi alat Nekolim? Tanpa ber-Ambeg Parama Arta dalam mempertahankan persatuan dan kesatuan, apakah Indonesia tidak sudah terpecah menjadi puluhan negara, sesuai dengan politik Balkanisasi Nekolim? Tanpa Trikora, apakah Indonesia dapat mengembalikan lrian Barat dalam kekuasaan Ibu Pertiwi? Tanpa membangun Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, apalagi kita dapat menghadapi pemberontakan dan subversi P.P.R.I. – Permesta? Tanpa menguasai perusahaan-perusahaan asing, apakah Indonesia tidak akan tetap tinggal menjadi negara jajahan di bidang ekonomi? Tanpa melaksanakan politik Dwikora, pengganyangan "Malaysia", apakah Indonesia tidak tetap dikemudikan oleh ekonomi Nekolim yang berpusat di Singapura dan Hongkong? Tanpa politik Ambeg Parama Arta, apakah kita dapat mengadakan proklamasi Bebas Buta Huruf segenap Rakyat Indonesia pada tanggal 31 Desember 1964, yang diikuti dengan komando Pelaksanaan kewajiban belajar? Memang kita ber-revolusi, berjuang dengan jiwa yang tertentu, dengan tujuan dan strategi yang tertentu. Landasan kebangsaan dan kenegaraan dari abad ke-XX dari Dunia Baru, kita Ambeg Parama Arta – kan; dan kita bersedia untuk memberikan pengorbanan apapun untuk mencapai landasan mutlak bagi kejayaan Bangsa dan Negara Indonesia. Segala pengorbanan dapat dipikul Bangsa Indonesia berkat karunia Tuhan. Kita dapat menghadapi kontra Revolusi dan pemberontakan P.R.R.I. – Permesta tanpa collapse, tanpa runtuh, dan hasilnya gilang-gemilang. Kita melaksanakan Trikora tanpa collapse, tanpa runtuh, dan hatsilnya pun gilang-gemilang. Kita melaksanakan Dwikora tanpa collapse, tanpa runtuh, dengan hasilnya … sekarang "Malaysia" sudah lebih daripada 50% berantakan sama sekali. Hai tuan-tuan Nekolim, tentu kami harus memberikan segala pengorbanan, mengalami berbagai kesulitan dalam penghidupan sehari-hari, tetapi perhatikan: kami tidak collapse, kami tidak kelaparan, kami tidak runtuh! Ramalanmu tidak benar ! Sebaliknya kamu, Nekolim, kamu makin hari makin menderita keruntuhan, kamu makin hari makin mendekati collapse. Bagi kita perjuangan anti-Nekolim banyak menguntungkan Revolusi Indonesia, menguntungkan Jiwa Indonesia, menguntungkan pembangunan Indonesia, menguntungkan kemerdekaan Indonesia. Perjuangan anti-Nekolim memberikan jiwa baru pada Indonesia, memberikan satu kesatuan yang kokoh, memberikan tekad yang membaja, memberikan kebebasan untuk mengatur Rumah Tangga Nasional, ''"the freedom to be free"''. Untuk ini kita bersedia untuk membayarnya, membayar uang belajar, membayar uang bertumbuh, membayar dengan pengorbanan dan keprihatinan. Sekarang kita sudah pada tingkatan Jiwa Berdikari, berkat perjuangan cara Ambeg Parama Arta. Sekali Revolusi kita meningkat pada Jiwa Berdikari, pertumbuhan selanjutnya tinggal soal pelaksanaan. Maka dari itu Saudara-saudara sekalian, adakan Banting Stir pada seluruh Bangsa Indonesia agar Jiwa Berdikari menjadi milikmu, agar Lima Azimat Revolusi menjadi milikmu. Saudara-saudara yang memperjuangkan landasan-landasan tersebut dengan segala pengorbanan, sekarang Jiwa Berdikari dan Lima Azimat harus menjadi alatmu, menjadi pusakamu dalam mengabdi Pada Revolusi. Ingat: Saudara-saudara sudah memberikan Jiwa pada Revolusi, sehingga Saudara-saudara harus tetap taat pada Jiwa Revolusi, tetap mempertahankan dan mempertumbuhkan Jiwa Revolusi. Jiwa Revolusi Indonesia sudah dewasa, dan akan bertumbuh sebagai suatu ''"self-propelling growth"''. Hai Bangsaku, Bangsa Indonesia, Bangsaku yang gagah berani dalam perjuangan, pantang mundur dalam kesulitan, lemah-lembut dalam pergaulan! Apa yang engkau capai dalam 20 tahun ini merupakan suatu kebanggaan. Ini sebabnya, maka aku memberanikan diri untuk memberikan pertanggungjawaban pada semua kawan dan semua lawan, – pada kawan untuk bahan konsultasi, bagi lawan sebagai alat konfrontasi. Dan pertanggungjawaban pada Engkau Bangsaku, Bangsa Indonesia, sebagai bukti bahwa Bung Karno tidak lain tidak bukan hanyalah Penyambung Lidah Bangsa Indonesia, Penyambung Semangat Bangsa Indonesia, Penyambung Kekuatan Bangsa Indonesia. Insya Allah saya akan meneruskan Pimpinan Revolusi Indonesia dengan karunia Tuhan, dengan Doa Restu Bangsa Indonesia. Sudah banyak yang kita capai dalam 20 tahun ini. Kita sudah melampaui tingkatan terpenting dalam Revolusi kita. Akan tetapi kita masih belum boleh beristirahat. Kita boleh merasa puas dengan apa yang sudah kita capai di masa yang lampau, akan tetapi tetap waspadalah buat masa depan; kita masih harus Maju Terus, Maju Terus, Maju Terus, untuk mencapai hasil dan kemenangan baru, kemenangan baru sebagai tambahan modal untuk memberikan pukulan baru pada rintangan dan musuh-musuh Revolusi. Kita merayakan 20 tahun Agustus agung ini, di waktu kita sudah mempunyai Panca Azimat. Panca Azimat adalah pengejawantahan daripada seluruh jiwa nasional kita, konsepsi nasional kita, yang terbentuk di sepanjang sejarah 40 tahun lamanya. Azimat Nasakomlah yang lahir terlebih dulu, dalam tahun 1926, karena persatuan Nasakom itulah sesungguhnya senjata kita yang paling ampuh, dulu untuk merebut, sekarang untuk mengkonsolidir kemerdekaan nasional. Azimat kedua adalah azimat Pancasila, yang lahir pada bulan Juni 1945 di waktu Ibu Sejarah sudah mengandung tua, dan di waktu bayi kemerdekaan sudah hampir lahir. Ketika itu opgave terpokok adalah menemukan suatu dasar Negara, dan maka itulah Lahir Pancasila. Azimat ketiga adalah azimat Manipol/Usdek, yang baru lahir setelah kita 14 tahun lamanya mengalami masa Republik merdeka, azimat yang berupa Program Umum Revolusi, yang inti-sarinya tidak boleh dimodulir atau diamendir. Azimat keempat adalah azimat Trisakti Tavip, yang baru lahir tahun yang lalu setelah kita mengalami bermacam-ragam pengalaman dengan kaum imperialis, dengan P.B.B., dan lain-lain. Azimat yang kelima adalah azimat Berdikari, yang terutama tahun ini kucanangkan dan serta-merta mendapat persetujuan dari M.P.R.S., dari seluruh pers Manipolis, dari segenap Rakyat progresif. Berdikari bukan hanya azas untuk tahun ini – yang sebagian Rakyat sudah menamakannya "Tahun Berdikari" – tetapi azas untuk masa yang panjang, selama kita masih mengkonsolidir kemerdekaan nasional kita dan selama kita masih berhadap-hadapan dengan imperialisme. Mungkin seluruh dasawarsa atau seluruh dwi-dasawarsa yang ada di hadapan kita ini akan merupakan "Dasawarsa Berdikari"! Kita harus meneruskan, bahkan meningkatkan lebih lanjut ofensif Manipolis, ofensif revolusioner kita. Berat dan banyak masih tugas-tugas yang ada di depan kita. Panjang dan berliku-liku masih jalan yang harus kita lalui. Tetapi ada yang meringankan kita, yaitu kenyataan bahwa kita ini memililki Panca Azimat itu! Akhir-akhir ini dilakukan kampanye yang besar-besaran bahwa "hari-hari " Sukarno sudah bisa dihitung". Malahan satu suratkabar Belanda menamakan masa sekarang ini "pre-post-Soekarno-periode". Untuk kampanye ini kaum imperialis kerahkan pers, radio, TV, sampai kepada dukun-dukun klenik! Saudara-saudara! Sukarno hanya seorang manusia. Seperti juga Saudara-saudara, maka umur saya ada di tangan Tuhan. Tetapi selama hayat dikandung badanku, selama itu pula Insya Allah aku akan mengabdikan segala yang ada padaku kepada urusan tanah air, kepada urusan Rakyat, kepada urusan Revolusi. Insya Allah, Sukarno akan selalu di tengah-tengah Rakyat dan bersama-sama Rakyat, di tengah-tengah Rakyat jelata, Rakyat kecil, Rakyat yang menjadi Pembikin daripada Sejarah! [[Pengarang:Chairil Anwar|Salah-seorang penyair kita]] menyatakan "[[Semangat|ingin hidup seribu tahun lagi]]". Akupun ingin hidup seribu tahun lagi. Tetapi hal ini tentunya tidak mungkin. Tidak ada satu manusiapun yang mencapai umur seribu tahun. Tetapi aku mendo’a, moga-moga gagasan-gagasanku, ajaran-ajaranku, yang kini tersimpul dalam Lima Azimat, gagasan-gagasan dan ajaran-ajaranku itu akan hidup seribu tahun lagi! Sebab ia adalah "Rukun Lima" daripada Kemerdekaan kita. Karena itu, majulah terus dengan Lima Azimat itu laksana api-abadi dalam kalbumu! Dengan Lima Azimat itu kita pasti menang. Kekalahan kita tidak mungkin lagi, sebagaimana juga kemenangan imperialisme tidak mungkin lagi! Sebaliknya! Kekalahan imperialisme tidak bisa dicegah, seperti kemenangan kita juga tidak bisa dicegah! Kemenangan adalah hasil perjuangan. Karena itu kita harus menumplekkan kita punya kekuatan, kita punya bakat, kita punya kepandaian, kita punya sega-gala, untuk merebut kemenangan terakhir yang sudah tampak di pelupuk mata itu! Kita harus bersatu, bersatu, bersatu, seperti satunya lima jari dalam kepalan! Kita harus teguh, teguh, teguh, seperti teguhnya batu karang di lautan yang bergelora ! Kita harus berani, berani, berani, seperti beraninya banteng dan elang rajawali ! Ya! Dengan senjata Panca Azimat, majulah terus menjalankan ofensif Manipolis di segala lapangan! Maju terus! Pantang mundur! ''Ever onward, never retreat!'' Sekali merdeka, tetap merdeka! Sekali Berdikari, tetap Berdikari! Insya Allah, kita pasti menang! Sebab Tuhan beserta kita! {{DP-DokumenPemerintahanIndonesia}} [[Kategori:Pidato Soekarno‎]] l6xik9rt4q13hxdgardm3ag8ao1lg0o Halaman:Konten Terbuka – Pedoman Praktis Penggunaan Lisensi Creative Commons.pdf/8 104 43287 297648 127848 2026-06-11T12:48:22Z ~2026-34386-64 27231 297648 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Veracious" /></noinclude>{{raw image|Konten Terbuka – Pedoman Praktis Penggunaan Lisensi Creative Commons.ppt„v‚‘“/8}}<noinclude>(8</noinclude> 3pcmreuchzimrlgv4nw1laf02mzgiw4 297653 297648 2026-06-11T13:02:00Z NDG 26152 Reverted edits by [[Special:Contribs/~2026-34386-64|~2026-34386-64]] ([[User talk:~2026-34386-64|talk]]) to last version by Veracious: test edits, please use the sandbox 127848 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Veracious" /></noinclude>{{raw image|Konten Terbuka – Pedoman Praktis Penggunaan Lisensi Creative Commons.pdf/8}}<noinclude></noinclude> sh4xq8pzmkrqvu528o94or5gw1rkmym Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1120 104 101081 297703 282773 2026-06-12T09:07:22Z Dyalim 21704 /* Tervalidasi */ 297703 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Dyalim" /></noinclude><big>{{c|ALM. DJENDERAL SOEDIRMAN.}}</big> [[Berkas:Madjalah Angkatan Darat (page 1120 crop).jpg|bingkai|ka|al=Djenderal Soedirman dengan didampingi Komandan Kesatuan tengah memeriksa Peradjurit dikaki Tjandi Borobudur. Setelah pasukannja berhasil mengenjahkan Tentara Inggris dari Magelang.|Djenderal Soedirman dengan didampingi Komandan Kesatuan tengah memeriksa Peradjurit dikaki Tjandi Borobudur. Setelah pasukannja berhasil mengenjahkan Tentara Inggris dari Magelang.]] Achirnja tentara Inggeris tidak berani mempertahankan benteng itu. Mereka melarikan diri menudju ke Semarang. Ketekunan Djendral Sudirman ternjata berhasil. Komandan2 sektor kagum akan ketjakapannja. Ia adalah seorang peradjurit sedjati. Tjakap memimpin suatu pertempuran. Orang sematjam dia, sangat diperlukan. Sesudahpertempuran itu, Djendral Sudirman diangkat mendjadi Panglima Besar, oleh Pemerintah Indonesia. Urip Soemohardjo diangkat sebagai Kepala Staf dengan pangkat Letnan Djendral. Jang melantik kedua Djendral tersebut adalah Presiden Soekarno, jg waktu itu berada di Jogjakarta. Sebagai seorang Panglima Besar, tugasnja sangatlah berat. Ia harus dapat mempersatukan kesatuan-kesatuan bekas Knil (serdadu Belanda pada djaman pendjadjahan Belanda), Peta dan Heiho jang saling mentjurigai dan tak senang hati. Kemudian harus dapat menguasai kesatuan badan-badan perdjuangan jang mempunjai faham berbeda dan masing2 merupakan aliran² tersendiri. Tugas ini membutuhkan ketjakapan luar biasa. Dengan sikapnja jang tegas dan penuh perasaan persatuan, maka faham dan aliran jang berbeda itu, dapat dikuasainja. Sikap lemah-lembutnja, kerapkali menimbulkan kesan jang salah. Ia dikira adalah seorang jang lemah hati dan mudah untuk dipengaruhi. Karena itu, badan² perdjuangan jang mempunjai faham berbeda-beda, menganggap mudah dan enteng untuk menariknja pada pihaknja. Akan tetapi. Sudirman sesungguhnja ada lah tiang negara jang sukar untuk digojahkan. Ia memberi tjontoh bagaimana seharusnja seorang peradjurit, apabila keadaan Negara tiba2 mendjadi ruwet. Tatkala timbul peristiwa kekerasan, ia berada pada pihak pemerintah dengan penuh kesadaran dan disiplin. Peristiwa Tan Malaka dan Madiun dapat diatasinja dengan tegas dan bidjaksana. Waktu itu keadaan dalam negeri sangatlah sulitnja. Perbedaan faham antara Badan Perdjuangan, meruntjing dengan hebatnja. Timbullah kemudian peristiwa militer. Perang saudara petjah. Keadaan demikian ini. adalah menguntungkan lawan. Sudirman sebagai seorang Panglima Besar harus dapat menguasainja dengan tjepat. Mula2 ia memperingatkannja sebagai seorang bapak jang penuh dengan tjinta-kasih. „Djangan berperang melawan saudaranja sendiri!” serunja. Tetapi mereka tidak mengindahkannja. Dan dengan sedih hati, ia terpaksa memberi perintah untuk menguasai keadaan. Mereka digempur! Bersamaan dengan di lantjarkannja perintahnja, ia djatuh sakit. '''Pak Dirman dioperasi.''' KIRA² 80 hari sebelum Belanda melantjarkan serangannja jang kedua, ia sudah tidak dapat bangun dari tempat tidurnja. Duapuluh hari kemudian, ia diperiksa oleh dokter tentara diantaranja: Dr. Salamun, Dr. Supratiknja, Dr. Suwondo, Dr. Sutarto, Dr. Utojo dan Dr. Sumadji. Dokte² itu menjatakan, bahwa ia menderita sakit T.B.C. Pendapat² mereka itu, dikuatkan oleh dokter² jang sudah tjukup berpengalaman, diantaranja: Dr. Sim Ki Ay dan Prof. Dr. Asikin. Sungguhpun demikian. para dokter tersebut tidak menjatakan penjakit jang dideritanja. Padahal mereka mengetahui dengan terang, bahwa penjakit tersebut tidak dapat disembuhkannja. Bahkan hingga wafatnja. Djendral Sudirman sendiri tidak diberitahukan tentang penjakitnja. Pada achir bulan Nopember 1948, Djendral Sudirman dibawa<noinclude>{{rh|10}}</noinclude> om6umqks5slkc2xxbyw4wz561e1ngow Halaman:SK Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 005 Tahun 2017.pdf/1 104 105455 297645 2026-06-11T12:16:36Z Rafka Aditia 21300 /* Telah diuji baca */ 297645 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Rafka Aditia" /></noinclude>{{Center|[[Berkas:Pramuka, Tunas Kelapa.svg|30px]]<br/>{{Larger|{{Bold|KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA}}}}<br/><br/>{{Bold|KEPUTUSAN<br/> KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA<br/> NOMOR: 005 TAHUN 2017<br/> TENTANG<br/> PETUNJUK PENYELENGGARAAN<br/> DEWAN KERJA PRAMUKA PENEGAK DAN PRAMUKA PANDEGA<br/> }}}} {{PUU-konsideran|Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka,}} {{PUU-konsideran|ket=Menimbang|n=a | bahwa Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega merupakan wadah pembinaan dan pengembangan kaderisasi kepemimpinan sebagai bagian dari kwartir dalam mengelola program dan kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega; | bahwa Petunjuk Penyelenggaraan Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega sebagaimana ditetapkan dengan [[Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 214 Tahun 2007|Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor 214 Tahun 2007]] sudah tidak sesuai lagi dengan aspirasi kaum muda dan perkembangan Gerakan Pramuka saat ini; | bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana tersebut pada huruf a dan huruf b, dipandang perlu untuk diadakan perbaikan yang penetapannya dituangkan dalam Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka.}} {{PUU-konsideran|ket=Mengingat|n=1 | [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010|Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 2010]] tentang Gerakan Pramuka. | Keputusan Munas Gerakan Pramuka Tahun 2013, Nomor 11/Munas/2013 tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. | [[Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 220 Tahun 2007|Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor 220 Tahun 2007]] tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pokok-pokok Organisasi Gerakan Pramuka. | [[Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 176 Tahun 2013|Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor 176 Tahun 2013]] tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pola dan Mekanisme Pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka {{SIC|Panega|Pandega}}.}} {{PUU-konsideran|ket=Memperhatikan | Usul/saran Pimpinan, Andalan, dan Dewan Kerja Nasional Gerakan Pramuka.}} {{Center|{{Bold|MEMUTUSKAN:}}}} {{PUU-konsideran|ket=Menetapkan}} {{PUU-konsideran|ket=Pertama | Mencabut [[Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 214 Tahun 2007|Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor 214 Tahun 2007]] tentang Petunjuk Penyelenggaraan Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.}} {{PUU-konsideran|ket=Kedua | Mengesahkan Petunjuk Penyelenggaraan Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Keputusan ini.}} {{PUU-konsideran|ket=Ketiga | Mengesahkan Bagan Struktur Organisasi dan Kepengurusan Dewan Kerja Pramuka sebagaimana tercantum dalam Lampiran II Keputusan ini.}} {{PUU-konsideran|ket=Keempat | Petunjuk Penyelenggaraan ini digunakan sebagai pedoman bagi kwartir dan jajaran Gerakan Pramuka dalam rangka terlaksananya pembinaan kaderisasi kepemimpinan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.}} {{PUU-konsideran|ket=Kelima | Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan.}} Apabila terdapat kekeliruan dalam Keputusan ini, akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya. {| style="width: 100%;" |- style="vertical-align: top;" | rowspan="3" style="width: 60%;" | | Ditetapkan&nbsp;di || : || Jakarta |- style="vertical-align: top;" | Pada&nbsp;tanggal || : || 3 Januari 2017 |- style="vertical-align: top;" | colspan="3" width: 60%;" | Kwartir Nasional Gerakan Pramuka,<br/>Ketua, <br/> <br/>ttd. <br/> <br/> <br/>Dr. Adhyaksa Dault, SH, M.Si |}<noinclude></noinclude> hh4g4jv2skm6s8ty1ui2e8gl54ws5yq Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 005 Tahun 2017 0 105456 297646 2026-06-11T12:18:27Z Rafka Aditia 21300 Halaman baru 297646 wikitext text/x-wiki {{header | title = Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 005 Tahun 2017 | author = | translator = | section = tentang Petunjuk Penyelenggaraan Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega | previous = | next = | notes = }} <div class="indented-page"> <pages index="SK Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 005 Tahun 2017.pdf" include=1 /> </div> == Lihat pula == * [[/Lampiran I/]] * [[/Lampiran II/]] {{DP-ID-bebashakcipta}} m5jsld1iad5mm2lrvpqy5qyjhrespc9 Halaman:SK Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 005 Tahun 2017.pdf/2 104 105457 297647 2026-06-11T12:37:41Z Rafka Aditia 21300 /* Telah diuji baca */ 297647 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Rafka Aditia" /></noinclude>{{rh||{{Bold|LAMPIRAN I<br/> KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA<br/> NOMOR 005 TAHUN 2017<br/> TENTANG<br/> PETUNJUK PENYELENGGARAAN<br/> DEWAN KERJA PRAMUKA PENEGAK DAN PRAMUKA PANDEGA<br/> }}|}} {{PUU-bab|I|PENDAHULUAN}} <ol type="1"> <!-- 1. --><li>'''Umum''' <ol type="a"> <!-- a. --><li>Gerakan Pramuka adalah organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi kaum muda (usia 7 sampai dengan 25 tahun).</li> <!-- b. --><li>Gerakan Pramuka bertujuan membentuk setiap pramuka agar memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa dan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila serta melestarikan lingkungan hidup.</li> <!-- c. --><li>Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi kaum muda dengan bimbingan anggota dewasa, guna menumbuhkan tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik, bertanggungjawab, mampu membina dan mengisi kemerdekaan nasional serta membangun dunia yang lebih baik.</li> <!-- d. --><li>Gerakan Pramuka sebagai organisasi besar dan tersebar di seluruh pelosok Nusantara berupaya untuk selalu meyesuaikan perkembangan kebutuhan kaum muda, sehingga kwartir di masing-masing jajaran diharapkan untuk membentuk Dewan Kerja sebagai wadah kaderisasi kepemimpinan yang membantu kwartir dalam pengelola kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.</li> </ol> <!-- 2. --><li>'''Maksud dan Tujuan''' <ol type="a"> <!-- a. --><li>Maksud disusunnya petunjuk penyelenggaraan ini adalah untuk digunakan sebagai pedoman dalam membentuk dan mengelola Dewan Kerja Pramuka yang lebih sistematis dan terarah.</li> <!-- b. --><li>Tujuannya adalah untuk menyelaraskan pelaksanaan pengelolaan Dewan Kerja Pramuka kwartir ranting, kwartir cabang, kwartir daerah, dan Kwartir Nasional.</li> </ol> <!-- 3. --><li>'''Dasar''' <ol type="a"> <!-- a. --><li>[[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010]] tentang Gerakan Pramuka</li> <!-- b. --><li>[[Keputusan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Tahun 2013 Nomor 11/Munas/2013|Keputusan Munas Gerakan Pramuka Tahun 2013 Nomor 11/Munas/2013]] tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.</li><noinclude></ol></ol> {{Right|1}}</noinclude> 1f9dqo4gokv7zqejo5l6fv2etok4ct9 297650 297647 2026-06-11T12:53:11Z Rafka Aditia 21300 297650 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Rafka Aditia" /></noinclude>{{rh||{{Bold|LAMPIRAN I<br/> KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA<br/> NOMOR 005 TAHUN 2017<br/> TENTANG<br/> PETUNJUK PENYELENGGARAAN<br/> DEWAN KERJA PRAMUKA PENEGAK DAN PRAMUKA PANDEGA<br/> }}|}} {{PUU-bab|I|PENDAHULUAN}} <ol type="1"> <!-- 1. --><li>'''Umum''' <ol type="a"> <!-- a. --><li>Gerakan Pramuka adalah organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi kaum muda (usia 7 sampai dengan 25 tahun).</li> <!-- b. --><li>Gerakan Pramuka bertujuan membentuk setiap pramuka agar memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa dan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila serta melestarikan lingkungan hidup.</li> <!-- c. --><li>Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi kaum muda dengan bimbingan anggota dewasa, guna menumbuhkan tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik, bertanggungjawab, mampu membina dan mengisi kemerdekaan nasional serta membangun dunia yang lebih baik.</li> <!-- d. --><li>Gerakan Pramuka sebagai organisasi besar dan tersebar di seluruh pelosok Nusantara berupaya untuk selalu meyesuaikan perkembangan kebutuhan kaum muda, sehingga kwartir di masing-masing jajaran diharapkan untuk membentuk Dewan Kerja sebagai wadah kaderisasi kepemimpinan yang membantu kwartir dalam pengelola kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.</li> </ol> <!-- 2. --><li>'''Maksud dan Tujuan''' <ol type="a"> <!-- a. --><li>Maksud disusunnya petunjuk penyelenggaraan ini adalah untuk digunakan sebagai pedoman dalam membentuk dan mengelola Dewan Kerja Pramuka yang lebih sistematis dan terarah.</li> <!-- b. --><li>Tujuannya adalah untuk menyelaraskan pelaksanaan pengelolaan Dewan Kerja Pramuka kwartir ranting, kwartir cabang, kwartir daerah, dan Kwartir Nasional.</li> </ol> <!-- 3. --><li>'''Dasar''' <ol type="a"> <!-- a. --><li>[[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010]] tentang Gerakan Pramuka</li> <!-- b. --><li>[[Keputusan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Tahun 2013 Nomor 11/Munas/2013|Keputusan Munas Gerakan Pramuka Tahun 2013 Nomor 11/Munas/2013]] tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.</li><noinclude></ol></ol> {{Right|1}}</noinclude> exvd9t1bd8e1ixp5m6kfcea4fb5qycg 297661 297650 2026-06-11T13:22:50Z Rafka Aditia 21300 297661 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Rafka Aditia" /><div style="text-align: justify;"/></noinclude>{{rh||{{Bold|LAMPIRAN I<br/> KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA<br/> NOMOR 005 TAHUN 2017<br/> TENTANG<br/> PETUNJUK PENYELENGGARAAN<br/> DEWAN KERJA PRAMUKA PENEGAK DAN PRAMUKA PANDEGA<br/> }}|}} {{PUU-bab|I|PENDAHULUAN}} <ol type="1"> <!-- 1. --><li>'''Umum''' <ol type="a"> <!-- a. --><li>Gerakan Pramuka adalah organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi kaum muda (usia 7 sampai dengan 25 tahun).</li> <!-- b. --><li>Gerakan Pramuka bertujuan membentuk setiap pramuka agar memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa dan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila serta melestarikan lingkungan hidup.</li> <!-- c. --><li>Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi kaum muda dengan bimbingan anggota dewasa, guna menumbuhkan tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik, bertanggungjawab, mampu membina dan mengisi kemerdekaan nasional serta membangun dunia yang lebih baik.</li> <!-- d. --><li>Gerakan Pramuka sebagai organisasi besar dan tersebar di seluruh pelosok Nusantara berupaya untuk selalu meyesuaikan perkembangan kebutuhan kaum muda, sehingga kwartir di masing-masing jajaran diharapkan untuk membentuk Dewan Kerja sebagai wadah kaderisasi kepemimpinan yang membantu kwartir dalam pengelola kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.</li> </ol> <!-- 2. --><li>'''Maksud dan Tujuan''' <ol type="a"> <!-- a. --><li>Maksud disusunnya petunjuk penyelenggaraan ini adalah untuk digunakan sebagai pedoman dalam membentuk dan mengelola Dewan Kerja Pramuka yang lebih sistematis dan terarah.</li> <!-- b. --><li>Tujuannya adalah untuk menyelaraskan pelaksanaan pengelolaan Dewan Kerja Pramuka kwartir ranting, kwartir cabang, kwartir daerah, dan Kwartir Nasional.</li> </ol> <!-- 3. --><li>'''Dasar''' <ol type="a"> <!-- a. --><li>[[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010]] tentang Gerakan Pramuka</li> <!-- b. --><li>[[Keputusan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Tahun 2013 Nomor 11/Munas/2013|Keputusan Munas Gerakan Pramuka Tahun 2013 Nomor 11/Munas/2013]] tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.</li><noinclude></ol></ol> {{Right|1}}</noinclude> qqn91jd7airjmyib05f3nkrlag4cvri Halaman:SK Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 005 Tahun 2017.pdf/3 104 105458 297649 2026-06-11T12:52:44Z Rafka Aditia 21300 /* Telah diuji baca */ 297649 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Rafka Aditia" /><ol type="1" start="4"><ol type="a" start="3"></noinclude> <!-- c. --><li>[[Keputusan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Tahun 2013 Nomor 10/Munas/2013|Keputusan Munas Gerakan Pramuka Tahun 2013 Nomor 10/Munas/2013]] tentang Rencana Strategik Gerakan Pramuka 2014-2019.</li> <!-- d. --><li>[[Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 220 Tahun 2007|Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor 220 Tahun 2007]] tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pokok-pokok Organisasi Gerakan Pramuka.</li> </ol> <!-- 4. --><li>'''Sistematika''' <p>Sistematika petunjuk penyelenggaraan ini disususun sebagai berikut:</p> <ol type="a"> <!-- a. --><li>Pendahuluan</li> <!-- b. --><li>Maksud dan Tujuan Pembentukan Dewan Kerja</li> <!-- c. --><li>Keanggotaan, Sifat, Status, dan Kedudukan Dewan Kerja</li> <!-- d. --><li>Fungsi dan Tugas Pokok Dewan Kerja</li> <!-- e. --><li>Tanggung Jawab dan Laporan Dewan Kerja</li> <!-- f. --><li>Hubungan Kerja Dewan Kerja</li> <!-- g. --><li>Masa Bakti</li> <!-- h. --><li>Organisasi Dewan Kerja</li> <!-- i. --><li>Pembagian Tugas Dalam Dewan Kerja</li> <!-- j. --><li>Fungsi, Tugas, dan Mekanisme Bidang Dalam Dewan Kerja</li> <!-- k. --><li>Sistem Administrasi dan Perencanaan Dewan Kerja</li> <!-- l. --><li>Keuangan Dewan Kerja</li> <!-- m. --><li>Sangga Kerja, Kelompok Kerja, Unit Kegiatan</li> <!-- n. --><li>Dewan Kehormatan Dewan Kerja</li> <!-- o. --><li>Rapat-Rapat Dewan Kerja</li> <!-- p. --><li>Sidang Paripurna</li> <!-- q. --><li>Musyawarah</li> <!-- r. --><li>Persyaratan Anggota Dewan Kerja</li> <!-- s. --><li>Proses Seleksi Anggota Dewan Kerja</li> <!-- t. --><li>Hak dan Kewajiban Anggota Dewan Kerja</li> <!-- u. --><li>Mutasi, Pemberhentian dan Penggantian Anggota Dewan Kerja</li> <!-- v. --><li>Penutup</li> </ol> <!-- 5. --><li>'''Pengertian''' <p>Dalam Petunjuk Penyelenggaraan ini yang dimaksud dengan:</p> <ol type="a"> <!-- a. --><li>Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang selanjutnya disingkat Dewan Kerja adalah wadah pembinaan dan pengembangan kaderisasi kepemimpinan di tingkat Kwartir yang beranggotakan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Putri Putra, sebagai bagian integral dari Kwartir dan berkedudukan sebagai badan kelengkapan Kwartir yang diberi wewenang dan kepercayaan untuk mengelola pembinaan dan kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega sesuai prinsip "dari, oleh dan untuk Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dengan bimbingan orang dewasa", yang pengelolaannya bersifat kolektif dan kolegial.</li> <!-- b. --><li>Kolektif adalah bahwa keputusan dan kebijakan Dewan Kerja adalah keputusan atau kebijakan lembaga Dewan Kerja yang diputuskan secara bersama-sama oleh seluruh anggota Dewan Kerja.</li><noinclude></ol></ol> {{Right|2}}</noinclude> s17zyq9k3peylcetgicc47fi1z4jq8o 297651 297649 2026-06-11T12:54:21Z Rafka Aditia 21300 297651 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Rafka Aditia" /><ol type="1" start="4"><ol type="a" start="3"></noinclude><!-- c. --><li>[[Keputusan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Tahun 2013 Nomor 10/Munas/2013|Keputusan Munas Gerakan Pramuka Tahun 2013 Nomor 10/Munas/2013]] tentang Rencana Strategik Gerakan Pramuka 2014-2019.</li> <!-- d. --><li>[[Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 220 Tahun 2007|Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor 220 Tahun 2007]] tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pokok-pokok Organisasi Gerakan Pramuka.</li> </ol> <!-- 4. --><li>'''Sistematika''' <p>Sistematika petunjuk penyelenggaraan ini disususun sebagai berikut:</p> <ol type="a"> <!-- a. --><li>Pendahuluan</li> <!-- b. --><li>Maksud dan Tujuan Pembentukan Dewan Kerja</li> <!-- c. --><li>Keanggotaan, Sifat, Status, dan Kedudukan Dewan Kerja</li> <!-- d. --><li>Fungsi dan Tugas Pokok Dewan Kerja</li> <!-- e. --><li>Tanggung Jawab dan Laporan Dewan Kerja</li> <!-- f. --><li>Hubungan Kerja Dewan Kerja</li> <!-- g. --><li>Masa Bakti</li> <!-- h. --><li>Organisasi Dewan Kerja</li> <!-- i. --><li>Pembagian Tugas Dalam Dewan Kerja</li> <!-- j. --><li>Fungsi, Tugas, dan Mekanisme Bidang Dalam Dewan Kerja</li> <!-- k. --><li>Sistem Administrasi dan Perencanaan Dewan Kerja</li> <!-- l. --><li>Keuangan Dewan Kerja</li> <!-- m. --><li>Sangga Kerja, Kelompok Kerja, Unit Kegiatan</li> <!-- n. --><li>Dewan Kehormatan Dewan Kerja</li> <!-- o. --><li>Rapat-Rapat Dewan Kerja</li> <!-- p. --><li>Sidang Paripurna</li> <!-- q. --><li>Musyawarah</li> <!-- r. --><li>Persyaratan Anggota Dewan Kerja</li> <!-- s. --><li>Proses Seleksi Anggota Dewan Kerja</li> <!-- t. --><li>Hak dan Kewajiban Anggota Dewan Kerja</li> <!-- u. --><li>Mutasi, Pemberhentian dan Penggantian Anggota Dewan Kerja</li> <!-- v. --><li>Penutup</li> </ol> <!-- 5. --><li>'''Pengertian''' <p>Dalam Petunjuk Penyelenggaraan ini yang dimaksud dengan:</p> <ol type="a"> <!-- a. --><li>Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang selanjutnya disingkat Dewan Kerja adalah wadah pembinaan dan pengembangan kaderisasi kepemimpinan di tingkat Kwartir yang beranggotakan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Putri Putra, sebagai bagian integral dari Kwartir dan berkedudukan sebagai badan kelengkapan Kwartir yang diberi wewenang dan kepercayaan untuk mengelola pembinaan dan kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega sesuai prinsip "dari, oleh dan untuk Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dengan bimbingan orang dewasa", yang pengelolaannya bersifat kolektif dan kolegial.</li> <!-- b. --><li>Kolektif adalah bahwa keputusan dan kebijakan Dewan Kerja adalah keputusan atau kebijakan lembaga Dewan Kerja yang diputuskan secara bersama-sama oleh seluruh anggota Dewan Kerja.</li><noinclude></ol></ol> {{Right|2}}</noinclude> bj7hujpp5pqps4p1gvbj4uaukae3j5y 297660 297651 2026-06-11T13:22:29Z Rafka Aditia 21300 297660 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Rafka Aditia" /><div style="text-align: justify;"/> <ol type="1" start="4"><ol type="a" start="3"></noinclude><!-- c. --><li>[[Keputusan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Tahun 2013 Nomor 10/Munas/2013|Keputusan Munas Gerakan Pramuka Tahun 2013 Nomor 10/Munas/2013]] tentang Rencana Strategik Gerakan Pramuka 2014-2019.</li> <!-- d. --><li>[[Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 220 Tahun 2007|Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor 220 Tahun 2007]] tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pokok-pokok Organisasi Gerakan Pramuka.</li> </ol> <!-- 4. --><li>'''Sistematika''' <p>Sistematika petunjuk penyelenggaraan ini disususun sebagai berikut:</p> <ol type="a"> <!-- a. --><li>Pendahuluan</li> <!-- b. --><li>Maksud dan Tujuan Pembentukan Dewan Kerja</li> <!-- c. --><li>Keanggotaan, Sifat, Status, dan Kedudukan Dewan Kerja</li> <!-- d. --><li>Fungsi dan Tugas Pokok Dewan Kerja</li> <!-- e. --><li>Tanggung Jawab dan Laporan Dewan Kerja</li> <!-- f. --><li>Hubungan Kerja Dewan Kerja</li> <!-- g. --><li>Masa Bakti</li> <!-- h. --><li>Organisasi Dewan Kerja</li> <!-- i. --><li>Pembagian Tugas Dalam Dewan Kerja</li> <!-- j. --><li>Fungsi, Tugas, dan Mekanisme Bidang Dalam Dewan Kerja</li> <!-- k. --><li>Sistem Administrasi dan Perencanaan Dewan Kerja</li> <!-- l. --><li>Keuangan Dewan Kerja</li> <!-- m. --><li>Sangga Kerja, Kelompok Kerja, Unit Kegiatan</li> <!-- n. --><li>Dewan Kehormatan Dewan Kerja</li> <!-- o. --><li>Rapat-Rapat Dewan Kerja</li> <!-- p. --><li>Sidang Paripurna</li> <!-- q. --><li>Musyawarah</li> <!-- r. --><li>Persyaratan Anggota Dewan Kerja</li> <!-- s. --><li>Proses Seleksi Anggota Dewan Kerja</li> <!-- t. --><li>Hak dan Kewajiban Anggota Dewan Kerja</li> <!-- u. --><li>Mutasi, Pemberhentian dan Penggantian Anggota Dewan Kerja</li> <!-- v. --><li>Penutup</li> </ol> <!-- 5. --><li>'''Pengertian''' <p>Dalam Petunjuk Penyelenggaraan ini yang dimaksud dengan:</p> <ol type="a"> <!-- a. --><li>Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang selanjutnya disingkat Dewan Kerja adalah wadah pembinaan dan pengembangan kaderisasi kepemimpinan di tingkat Kwartir yang beranggotakan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Putri Putra, sebagai bagian integral dari Kwartir dan berkedudukan sebagai badan kelengkapan Kwartir yang diberi wewenang dan kepercayaan untuk mengelola pembinaan dan kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega sesuai prinsip "dari, oleh dan untuk Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dengan bimbingan orang dewasa", yang pengelolaannya bersifat kolektif dan kolegial.</li> <!-- b. --><li>Kolektif adalah bahwa keputusan dan kebijakan Dewan Kerja adalah keputusan atau kebijakan lembaga Dewan Kerja yang diputuskan secara bersama-sama oleh seluruh anggota Dewan Kerja.</li><noinclude></ol></ol> {{Right|2}}</noinclude> 15p9hxita9fc3z55588k0k7xd9z90n4 Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 005 Tahun 2017/Lampiran I 0 105459 297652 2026-06-11T12:56:32Z Rafka Aditia 21300 Halaman lampiran baru 297652 wikitext text/x-wiki {{header | title = Lampiran I Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 005 Tahun 2017 | author = | translator = | section = tentang Petunjuk Penyelenggaraan Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega | previous = | next = | notes = }} <div class="indented-page"> <pages index="SK Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 005 Tahun 2017.pdf" from=2 to=20 /> </div> == Lihat pula == * [[/Lampiran I/]] * [[/Lampiran II/]] {{DP-ID-bebashakcipta}} 0dfoij4q81ktnlhav0b5dpcijeqkui5 297655 297652 2026-06-11T13:15:47Z Rafka Aditia 21300 297655 wikitext text/x-wiki {{header | title = Lampiran I Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 005 Tahun 2017 | author = | translator = | section = tentang Petunjuk Penyelenggaraan Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega | previous = | next = | notes = }} <div class="indented-page" style="text-align: justify;"> <pages index="SK Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 005 Tahun 2017.pdf" from=2 to=20 /> </div> == Lihat pula == * [[/Lampiran I/]] * [[/Lampiran II/]] {{DP-ID-bebashakcipta}} fo16y79brz8mwlbkiegq1i4ixyklcdk Halaman:SK Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 005 Tahun 2017.pdf/4 104 105460 297654 2026-06-11T13:03:58Z Rafka Aditia 21300 /* Telah diuji baca */ 297654 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Rafka Aditia" /><ol><ol type="a" start="3"/></noinclude><!-- c. --><li>Kolegial adalah bahwa segala pelaksanaan tugas pokok, kebijakan dan tanggungjawab Dewan Kerja dilaksanakan dalam semangat kebersamaan dan gotong royong oleh seluruh anggota berdasarkan pembagian tugas yang disepakati oleh anggota Dewan Kerja.</li> <!-- d. --><li>Ex-officio adalah status yang secara otomatis melekat pada seseorang karena adanya sebuah keadaan yang terlebih dahulu disandang oleh orang tersebut.</li> <!-- e. --><li>Tata Peradatan adalah aturan khusus yang berlaku sebagai pijakan bagi anggota dewan kerja, juga Sandi dan Pusaka Adat yang berlaku untuk Dewan Kerja yang bersangkutan.</li> <!-- f. --><li>Sangga Kerja adalah kepanitiaan yang dibentuk dan dipimpin oleh Dewan Kerja atas persetujuan Kwartirnya, yang beranggotakan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk melaksanakan sebuah kegiatan.</li> <!-- g. --><li>Dewan Kehormatan Dewan Kerja adalah dewan yang dibentuk dari, oleh dan untuk anggota Dewan Kerja untuk menyelesaikan hal-hal yang berkaitan dengan pelanggaran terhadap kode kehormatan pramuka dan etika yang berlaku di Dewan Kerja yang dilakukan oleh anggota Dewan Kerja.</li> <!-- h. --><li>Kelompok kerja adalah kelompok yang dibentuk dan dipimpin oleh Dewan Kerja atas persetujuan Kwartirnya, yang beranggotakan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega serta dapat ditambah dengan Anggota Dewasa Gerakan Pramuka atau orang dewasa di luar Gerakan Pramuka yang memiliki keahlian atau ketrampilan tertentu yang diperlukan untuk melakukan perancangan atau pengkajian tentang hal-hal yang berkaitan dengan pembinaan dan atau kegiatan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.</li> <!-- i. --><li>Sidang Paripurna adalah pertemuan tahunan sebagai media evaluasi atas kegiatan Dewan Kerja penyelenggara, sekaligus sebagai langkah pengendalian operasional melalui koordinasi, konsultasi, informasi, dan kerjasama dalam pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.</li> <!-- j. --><li>Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Putri Putra yang disingkat Musppanitra adalah forum tertinggi bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega sebagai wahana permusyawaratan untuk menampung aspirasi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dalam penyelenggaraan kegiatan pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.</li> <!-- k. --><li>Musppanitra Luar Biasa adalah Musppanitra yang diselenggarakan diantara dua Musppanitra yang seharusnya karena ada hal-hal yang bersifat khusus dan mendesak.</li> <!-- l. --><li>Mutasi anggota adalah perpindahan fungsi dan kedudukan anggota Dewan Kerja dalam pelaksanaan tugas-tugasnya.</li> <!-- m. --><li>Pemberhentian anggota adalah pengakhiran status keanggotaan anggota Dewan Kerja.</li> </ol></ol><noinclude>{{Right|3}}</noinclude> lbylrnkz5shu6j0du7tmlrepiznkh9q 297659 297654 2026-06-11T13:21:27Z Rafka Aditia 21300 297659 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Rafka Aditia" /><div style="text-align: justify;"/> <ol><ol type="a" start="3"/></noinclude><!-- c. --><li>Kolegial adalah bahwa segala pelaksanaan tugas pokok, kebijakan dan tanggungjawab Dewan Kerja dilaksanakan dalam semangat kebersamaan dan gotong royong oleh seluruh anggota berdasarkan pembagian tugas yang disepakati oleh anggota Dewan Kerja.</li> <!-- d. --><li>Ex-officio adalah status yang secara otomatis melekat pada seseorang karena adanya sebuah keadaan yang terlebih dahulu disandang oleh orang tersebut.</li> <!-- e. --><li>Tata Peradatan adalah aturan khusus yang berlaku sebagai pijakan bagi anggota dewan kerja, juga Sandi dan Pusaka Adat yang berlaku untuk Dewan Kerja yang bersangkutan.</li> <!-- f. --><li>Sangga Kerja adalah kepanitiaan yang dibentuk dan dipimpin oleh Dewan Kerja atas persetujuan Kwartirnya, yang beranggotakan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk melaksanakan sebuah kegiatan.</li> <!-- g. --><li>Dewan Kehormatan Dewan Kerja adalah dewan yang dibentuk dari, oleh dan untuk anggota Dewan Kerja untuk menyelesaikan hal-hal yang berkaitan dengan pelanggaran terhadap kode kehormatan pramuka dan etika yang berlaku di Dewan Kerja yang dilakukan oleh anggota Dewan Kerja.</li> <!-- h. --><li>Kelompok kerja adalah kelompok yang dibentuk dan dipimpin oleh Dewan Kerja atas persetujuan Kwartirnya, yang beranggotakan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega serta dapat ditambah dengan Anggota Dewasa Gerakan Pramuka atau orang dewasa di luar Gerakan Pramuka yang memiliki keahlian atau ketrampilan tertentu yang diperlukan untuk melakukan perancangan atau pengkajian tentang hal-hal yang berkaitan dengan pembinaan dan atau kegiatan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.</li> <!-- i. --><li>Sidang Paripurna adalah pertemuan tahunan sebagai media evaluasi atas kegiatan Dewan Kerja penyelenggara, sekaligus sebagai langkah pengendalian operasional melalui koordinasi, konsultasi, informasi, dan kerjasama dalam pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.</li> <!-- j. --><li>Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Putri Putra yang disingkat Musppanitra adalah forum tertinggi bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega sebagai wahana permusyawaratan untuk menampung aspirasi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dalam penyelenggaraan kegiatan pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.</li> <!-- k. --><li>Musppanitra Luar Biasa adalah Musppanitra yang diselenggarakan diantara dua Musppanitra yang seharusnya karena ada hal-hal yang bersifat khusus dan mendesak.</li> <!-- l. --><li>Mutasi anggota adalah perpindahan fungsi dan kedudukan anggota Dewan Kerja dalam pelaksanaan tugas-tugasnya.</li> <!-- m. --><li>Pemberhentian anggota adalah pengakhiran status keanggotaan anggota Dewan Kerja.</li> </ol></ol><noinclude>{{Right|3}}</noinclude> q4g1i8mcx9h9tzfd0n00qgf6k46rh25 Halaman:SK Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 005 Tahun 2017.pdf/5 104 105461 297656 2026-06-11T13:18:13Z Rafka Aditia 21300 /* Telah diuji baca */ 297656 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Rafka Aditia" /><div style="text-align: justify;"/></noinclude>{{PUU-bab|II|MAKSUD DAN TUJUAN PEMBENTUKAN DEWAN KERJA}} <ol type="1"> <!-- 1. --><li>'''Maksud''' <p>Maksud dibentuk Dewan Kerja adalah untuk memberi kesempatan kepada para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk menambah pengetahuan dan pengalaman dibidang organisasi serta mengembangkan bakat kepemimpinan.</p></li> <!-- 2. --><li>'''Tujuan''' <p>Dewan Kerja dibentuk bertujuan memberi kesempatan kepada Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk menambah pengetahuan, keterampilan dan pengalaman dalam pengelolaan organisasi, pengembangan bakat kepemimpinan dalam rangka upaya pengembangan pribadi dan pengabdiannya kepada Gerakan Pramuka, masyarakat, bangsa dan negara.</p></li> </ol> {{PUU-bab|III|KEANGGOTAAN, SIFAT, STATUS, DAN KEDUDUKAN DEWAN KERJA}} <ol type="1"> <!-- 1. --><li>'''Keanggotaan''' <p>Dewan Kerja merupakan bagian integral dari kwartir yang beranggotakan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.</p></li> <!-- 2. --><li>'''Sifat''' <p>Dewan Kerja dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya bersifat kolektif dan kolegial.</p></li> <!-- 3. --><li>'''Status''' <p>Dewan Kerja berstatus sebagai Satuan Bina sekaligus sebagai Satuan Gerak.</p></li> <!-- 4. --><li>'''Kedudukan''' <p>Dewan Kerja berkedudukan sebagai badan kelengkapan Kwartir dalam hal pengelolaan pembinaan dan kegiatan.</p></li> </ol> {{PUU-bab|IV|FUNGSI DAN TUGAS POKOK DEWAN KERJA}} <!-- 1. --><li>Fungsi: <ol type="a"> <!-- a. --><li>Pelaksana keputusan-keputusan musyawarah dan sidang paripurna yang telah disahkan oleh Kwartirnya.</li> <!-- b. --><li>Pembuat dan pemberi pandangan, pendapat, saran dan usul kepada Kwartir tentang kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.</li> <!-- c. --><li>Pengelola program pembinaan dan kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di Kwartir.</li> <!-- d. --><li>Penghubung antara Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di wilayah kerjanya dengan Kwartir.</li> <!-- e. --><li>Pendukung pelaksanaan tugas-tugas Kwartir.</li><noinclude></li></ol></ol> {{Right|4}}</noinclude> eb46u6svdchu2w3husf3o44mr4u3jit 297657 297656 2026-06-11T13:18:37Z Rafka Aditia 21300 297657 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Rafka Aditia" /><div style="text-align: justify;"/></noinclude>{{PUU-bab|II|MAKSUD DAN TUJUAN PEMBENTUKAN DEWAN KERJA}} <ol type="1"> <!-- 1. --><li>'''Maksud''' <p>Maksud dibentuk Dewan Kerja adalah untuk memberi kesempatan kepada para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk menambah pengetahuan dan pengalaman dibidang organisasi serta mengembangkan bakat kepemimpinan.</p></li> <!-- 2. --><li>'''Tujuan''' <p>Dewan Kerja dibentuk bertujuan memberi kesempatan kepada Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk menambah pengetahuan, keterampilan dan pengalaman dalam pengelolaan organisasi, pengembangan bakat kepemimpinan dalam rangka upaya pengembangan pribadi dan pengabdiannya kepada Gerakan Pramuka, masyarakat, bangsa dan negara.</p></li> </ol> {{PUU-bab|III|KEANGGOTAAN, SIFAT, STATUS, DAN KEDUDUKAN DEWAN KERJA}} <ol type="1"> <!-- 1. --><li>'''Keanggotaan''' <p>Dewan Kerja merupakan bagian integral dari kwartir yang beranggotakan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.</p></li> <!-- 2. --><li>'''Sifat''' <p>Dewan Kerja dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya bersifat kolektif dan kolegial.</p></li> <!-- 3. --><li>'''Status''' <p>Dewan Kerja berstatus sebagai Satuan Bina sekaligus sebagai Satuan Gerak.</p></li> <!-- 4. --><li>'''Kedudukan''' <p>Dewan Kerja berkedudukan sebagai badan kelengkapan Kwartir dalam hal pengelolaan pembinaan dan kegiatan.</p></li> </ol> {{PUU-bab|IV|FUNGSI DAN TUGAS POKOK DEWAN KERJA}} <ol type="1"> <!-- 1. --><li>Fungsi: <ol type="a"> <!-- a. --><li>Pelaksana keputusan-keputusan musyawarah dan sidang paripurna yang telah disahkan oleh Kwartirnya.</li> <!-- b. --><li>Pembuat dan pemberi pandangan, pendapat, saran dan usul kepada Kwartir tentang kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.</li> <!-- c. --><li>Pengelola program pembinaan dan kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di Kwartir.</li> <!-- d. --><li>Penghubung antara Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di wilayah kerjanya dengan Kwartir.</li> <!-- e. --><li>Pendukung pelaksanaan tugas-tugas Kwartir.</li><noinclude></li></ol></ol> {{Right|4}}</noinclude> 9kh86s87n7r7slan5xvmrbp02qhjzgb 297658 297657 2026-06-11T13:19:31Z Rafka Aditia 21300 297658 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Rafka Aditia" /><div style="text-align: justify;"/></noinclude>{{PUU-bab|II|MAKSUD DAN TUJUAN PEMBENTUKAN DEWAN KERJA}} <ol type="1"> <!-- 1. --><li>'''Maksud''' <p>Maksud dibentuk Dewan Kerja adalah untuk memberi kesempatan kepada para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk menambah pengetahuan dan pengalaman dibidang organisasi serta mengembangkan bakat kepemimpinan.</p></li> <!-- 2. --><li>'''Tujuan''' <p>Dewan Kerja dibentuk bertujuan memberi kesempatan kepada Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk menambah pengetahuan, keterampilan dan pengalaman dalam pengelolaan organisasi, pengembangan bakat kepemimpinan dalam rangka upaya pengembangan pribadi dan pengabdiannya kepada Gerakan Pramuka, masyarakat, bangsa dan negara.</p></li> </ol> {{PUU-bab|III|KEANGGOTAAN, SIFAT, STATUS, DAN KEDUDUKAN DEWAN KERJA}} <ol type="1"> <!-- 1. --><li>'''Keanggotaan''' <p>Dewan Kerja merupakan bagian integral dari kwartir yang beranggotakan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.</p></li> <!-- 2. --><li>'''Sifat''' <p>Dewan Kerja dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya bersifat kolektif dan kolegial.</p></li> <!-- 3. --><li>'''Status''' <p>Dewan Kerja berstatus sebagai Satuan Bina sekaligus sebagai Satuan Gerak.</p></li> <!-- 4. --><li>'''Kedudukan''' <p>Dewan Kerja berkedudukan sebagai badan kelengkapan Kwartir dalam hal pengelolaan pembinaan dan kegiatan.</p></li> </ol> {{PUU-bab|IV|FUNGSI DAN TUGAS POKOK DEWAN KERJA}} <ol type="1"> <!-- 1. --><li>Fungsi: <ol type="a"> <!-- a. --><li>Pelaksana keputusan-keputusan musyawarah dan sidang paripurna yang telah disahkan oleh Kwartirnya.</li> <!-- b. --><li>Pembuat dan pemberi pandangan, pendapat, saran dan usul kepada Kwartir tentang kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.</li> <!-- c. --><li>Pengelola program pembinaan dan kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di Kwartir.</li> <!-- d. --><li>Penghubung antara Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di wilayah kerjanya dengan Kwartir.</li> <!-- e. --><li>Pendukung pelaksanaan tugas-tugas Kwartir.</li><noinclude></li></ol></ol> {{Right|4}}</noinclude> pb0p1k9xq0adww5nur5b4w8oqjm8f4l 297662 297658 2026-06-11T13:24:45Z Rafka Aditia 21300 297662 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Rafka Aditia" /><div style="text-align: justify;"/></noinclude>{{PUU-bab|II|MAKSUD DAN TUJUAN PEMBENTUKAN DEWAN KERJA}} <ol type="1"> <!-- 1. --><li>'''Maksud''' <p>Maksud dibentuk Dewan Kerja adalah untuk memberi kesempatan kepada para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk menambah pengetahuan dan pengalaman dibidang organisasi serta mengembangkan bakat kepemimpinan.</p></li> <!-- 2. --><li>'''Tujuan''' <p>Dewan Kerja dibentuk bertujuan memberi kesempatan kepada Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk menambah pengetahuan, keterampilan dan pengalaman dalam pengelolaan organisasi, pengembangan bakat kepemimpinan dalam rangka upaya pengembangan pribadi dan pengabdiannya kepada Gerakan Pramuka, masyarakat, bangsa dan negara.</p></li> </ol> {{PUU-bab|III|KEANGGOTAAN, SIFAT, STATUS, DAN KEDUDUKAN DEWAN KERJA}} <ol type="1"> <!-- 1. --><li>'''Keanggotaan''' <p>Dewan Kerja merupakan bagian integral dari kwartir yang beranggotakan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.</p></li> <!-- 2. --><li>'''Sifat''' <p>Dewan Kerja dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya bersifat kolektif dan kolegial.</p></li> <!-- 3. --><li>'''Status''' <p>Dewan Kerja berstatus sebagai Satuan Bina sekaligus sebagai Satuan Gerak.</p></li> <!-- 4. --><li>'''Kedudukan''' <p>Dewan Kerja berkedudukan sebagai badan kelengkapan Kwartir dalam hal pengelolaan pembinaan dan kegiatan.</p></li> </ol> {{PUU-bab|IV|FUNGSI DAN TUGAS POKOK DEWAN KERJA}} <ol type="1"> <!-- 1. --><li>Fungsi: <ol type="a"> <!-- a. --><li>Pelaksana keputusan-keputusan musyawarah dan sidang paripurna yang telah disahkan oleh Kwartirnya.</li> <!-- b. --><li>Pembuat dan pemberi pandangan, pendapat, saran dan usul kepada Kwartir tentang kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.</li> <!-- c. --><li>Pengelola program pembinaan dan kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di Kwartir.</li> <!-- d. --><li>Penghubung antara Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di wilayah kerjanya dengan Kwartir.</li> <!-- e. --><li>Pendukung pelaksanaan tugas-tugas Kwartir.</li> </ol><noinclude></li></ol> {{Right|4}}</noinclude> iy1vyzq3lmpe6w1exj08omrlsmhcsak Halaman:SK Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 005 Tahun 2017.pdf/6 104 105462 297663 2026-06-11T13:36:34Z Rafka Aditia 21300 /* Telah diuji baca */ 297663 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Rafka Aditia" /><div style="text-align: justify;"/> <ol type="1" start="2"></noinclude><!-- 2. --><li>Tugas Pokok: <ol type="a"> <!-- a. --><li>Melaksanakan keputusan-keputusan Musppanitra yang telah disahkan oleh Musyawarah Kwartir.</li> <!-- b. --><li>Memberikan bimbingan kepada Dewan Kerja yang berada setingkat di bawahnya.</li> <!-- c. --><li>Melakukan koordinasi dan konsultasi antar Dewan Kerja</li> <!-- d. --><li>Mengkaji, mengkoordinasikan, dan mengusulkan bentuk program pembinaan dan kegiatan berikut tata pengaturannya bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega kepada Kwartir.</li> <!-- e. --><li>Melakukan penelitian dan evaluasi terhadap program dan kegiatan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega termasuk permasalahan yang dihadapi menyangkut proses pembinaan.</li> <!-- f. --><li>Melakukan sosialisasi atas suatu peraturan maupun petunjuk penyelenggaraan khususnya yang berhubungan dengan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.</li> <!-- g. --><li>Membuat perencanaan dan pelaporan atas kegiatan yang dilakukan dan disampaikan pada Sidang Paripurna.</li> <!-- h. --><li>Membantu Kwartir dalam melaksanakan program.</li> <!-- i. --><li>Menyelenggarakan Sidang Paripurna di tingkat Kwartir.</li> <!-- j. --><li>Menyelenggarakan Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Putri Putra di tingkat Kwartir.</li> </ol></ol> {{PUU-bab|V|TANGGUNG JAWAB DAN LAPORAN DEWAN KERJA}} <ol type="1"> <!-- 1. --><li>'''Tanggung Jawab''' <p>Dewan Kerja bertanggung jawab atas pelaksanaan fungsi dan tugas pokok serta kebijakan kepada Musppanitra dan kwartirnya.</p></li> <!-- 2. --><li>'''Laporan''' <ol type="a"> <!-- a. --><li>Dewan Kerja memberikan laporan atas kegiatan yang dilaksanakan berikut pertanggungjawaban keuangan kepada Kwartir melalui Ketua Kwartir.</li> <!-- b. --><li>Dewan Kerja menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan dan kebijakan secara berkala dalam Sidang Paripurna yang dihadiri baik sebagai peserta maupun penyelenggara.</li> </ol></ol><noinclude>{{Right|5}}</noinclude> p3wrtsgk4b4f1byqqlt6hfdhgg69e2l Halaman:SK Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 005 Tahun 2017.pdf/7 104 105463 297664 2026-06-11T13:49:31Z Rafka Aditia 21300 /* Telah diuji baca */ 297664 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Rafka Aditia" /><div style="text-align: justify;"/></noinclude>{{PUU-bab|VI|HUBUNGAN KERJA DEWAN KERJA}} <ol type="1"> <!-- 1. --><li>Hubungan Dewan Kerja dengan Kwartir berbentuk hubungan koordinatif dan konsultatif dalam hal memikirkan, merencanakan, memutuskan dan menilai kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega sesuai dengan wilayah kerjanya.</li> <!-- 2. --><li>Hubungan antar Dewan Kerja berupa informatif, koordinatif, dan konsultatif.</li> <!-- 3. --><li>Hubungan antar Dewan Kerja dilakukan atas sepengetahuan dan melalui Kwartir.</li> <!-- 4. --><li>Dewan Kerja dapat menyelenggarakan hubungan kerja sama dengan organisasi di luar Gerakan Pramuka atas izin kwartirnya baik atas inisiatif Dewan Kerja yang bersangkutan atau atas permintaan kwartir.</li> </ol> {{PUU-bab|VII|MASA BAKTI}} <ol type="1"> <!-- 1. --><li>Masa bakti Dewan Kerja dimulai dan berakhir sesuai dengan masa bakti kwartir.</li> <!-- 2. --><li>Sebelum Dewan Kerja hasil Musppanitra disahkan melalui surat keputusan kwartir, maka pengurus Dewan Kerja penyelenggara Musppanitra tetap menjalankan fungsi dan tugasnya.</li> </ol> {{PUU-bab|VIII|ORGANISASI DEWAN KERJA}} <ol type="1"> <!-- 1. --><li>Struktur Organisasi Dewan Kerja mengikuti pengorganisasian kwartir: <ol type="a"> <!-- a. --><li>Tingkat nasional disebut Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Tingkat Nasional disingkat Dewan Kerja Nasional (DKN).</li> <!-- b. --><li>Tingkat daerah disebut Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Tingkat Daerah disingkat Dewan Kerja Daerah (DKD).</li> <!-- c. --><li>Tingkat cabang disebut Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Tingkat Cabang disingkat Dewan Kerja Cabang (DKC).</li> <!-- d. --><li>Tingkat ranting disebut Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Tingkat Ranting disingkat Dewan Kerja Ranting (DKR).</li> </ol> <!-- 2. --><li>Struktur kepengurusan Dewan Kerja:</li> <ol type="a"> <!-- a. --><li>Seorang Ketua, merangkap anggota.</li> <!-- b. --><li>Seorang Wakil Ketua, merangkap anggota.</li> <!-- c. --><li>Sekretaris, merangkap anggota.</li> <!-- d. --><li>Bendahara, merangkap anggota.</li> <!-- e. --><li>Para Ketua Bidang, merangkap anggota</li> <!-- f. --><li>Beberapa orang anggota.</li> <!-- g. --><li>Jumlah sekretaris dan bendahara sebagaimana dimaksud pada huruf c dan d disesuaikan dengan kebutuhan Dewan Kerja yang bersangkutan.</li> </ol><noinclude></li></ol> {{Right|6}}</noinclude> ekyh33tgc3ep47yz7hcuydja51vbs2i Halaman:SK Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 005 Tahun 2017.pdf/8 104 105464 297665 2026-06-11T14:15:10Z Rafka Aditia 21300 /* Telah diuji baca */ 297665 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Rafka Aditia" /><div style="text-align: justify;"/> <ol type="1" start="3"></noinclude><!-- 3. --><li>Komposisi kepengurusan Dewan Kerja:</li> <ol type="a"> <!-- a. --><li>Jika Ketua seorang putra, maka wakil ketua seorang putri begitu pula sebaliknya</li> <!-- b. --><li>Jumlah anggota Dewan Kerja secara keseluruhan ditetapkan dalam Musppanitra sebanyak-banyak 21 orang.</li> <!-- c. --><li>Jumlah anggota Dewan Kerja secara keseluruhan ganjil.</li> </ol> <!-- 4. --><li>Pembidangan dalam Dewan Kerja terdiri dari:</li> <ol type="a"> <!-- a. --><li>Bidang Kajian Kepramukaan</li> <!-- b. --><li>Bidang Kegiatan</li> <!-- c. --><li>Bidang Pembinaan dan Pengembangan</li> <!-- d. --><li>Bidang Penelitian dan Evaluasi</li> </ol></ol> {{PUU-bab|IX|PEMBAGIAN TUGAS DALAM DEWAN KERJA}} <ol type="1"> <!-- 1. --><li>Ketua Dewan Kerja mempunyai tugas pokok dan tanggung jawab sebagai berikut:</li> <ol type="a"> <!-- a. --><li>Memimpin Dewan Kerja dalam menjalankan fungsi dan tugas pokok.</li> <!-- b. --><li>Sebagai penghubung antara Dewan Kerja dengan kwartir.</li> <!-- c. --><li>Bertanggung jawab atas segala kegiatan yang dilaksanakan oleh Dewan Kerja kepada Ketua Kwartir dan Musppanitra.</li> </ol> <!-- 2. --><li>Wakil Ketua Dewan Kerja mempunyai tugas pokok dan tanggung jawab sebagai berikut:</li> <ol type="a"> <!-- a. --><li>Membantu Ketua dalam melaksanakan tugasnya</li> <!-- b. --><li>Mewakili Ketua apabila berhalangan dengan mandat Ketua.</li> </ol> <!-- 3. --><li>Sekretaris Dewan Kerja mempunyai tugas pokok dan tanggung jawab membantu Ketua dan Wakil Ketua dalam pelaksana administrasi kesekretariatan Dewan Kerja.</li> <!-- 4. --><li>Bendahara Dewan Kerja mempunyai tugas pokok dan tanggung jawab mengurusi keuangan dan barang yang ada pada Dewan Kerja.</li> <!-- 5. --><li>Ketua Bidang mempunyai tugas pokok dan tanggungjawab memimpin bidangnya dalam melaksanakan tugas pokok bidang dan menyelaraskan dengan tugas pokok Dewan Kerja.</li> <!-- 6. --><li>Anggota Dewan Kerja mempunyai tugas pokok dan tanggung jawab secara bersama-sama untuk membantu ketua dan wakil ketua dalam melaksanakan tugas pokoknya dan tugas pokok Dewan Kerja.</li> <!-- 7. --><li>Seluruh anggota Dewan Kerja dapat mewakili Ketua dan Wakil Ketua bila salah seorang atau keduanya berhalangan dengan mandat yang diberikan oleh Ketua.</li> </ol><noinclude>{{Right|7}}</noinclude> 41p7lh8kg93hvfk1lmbnu99c4zc9hbu Halaman:SK Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 005 Tahun 2017.pdf/9 104 105465 297666 2026-06-11T14:45:21Z Rafka Aditia 21300 /* Telah diuji baca */ 297666 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Rafka Aditia" /><div style="text-align: justify;"/></noinclude>{{PUU-bab|X|FUNGSI, TUGAS, DAN MEKANISME BIDANG DALAM DEWAN KERJA}} <ol type="1"> <!-- 1. --><li>Fungsi</li> <p>Fungsi bidang dalam Dewan Kerja adalah sebagai penunjang pelaksanaan tugas pokok Dewan Kerja sesuai dengan tugas bidang yang bersangkutan.</p> <!-- 2. --><li>Tugas bidang dalam Dewan Kerja adalah sebagai berikut:</li> <ol type="a"> <!-- a. --><li>Bidang Kajian Kepramukaan</li> <ol type="1)"> <!-- 1) --><li>Memikirkan, merencanakan dan mengorganisasikan kebijakan pembinaan dan pengembangan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega secara konsepsional.</li> <!-- 2) --><li>Memberikan pertimbangan dan masukan kepada Kwartir maupun wadah pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega lainnya dalam pengembangan pelaksanaan suatu peraturan mengenai Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.</li> </ol> <!-- b. --><li>Bidang Kegiatan</li> <ol type="1)"> <!-- 1) --><li>Memikirkan, merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan yang merupakan kegiatan Kepramukaan dalam upaya peningkatan mutu kegiatan Kepramukaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega</li> <!-- 2) --><li>Bertanggungjawab atas pelaksanaan kegiatan Kepramukaan.</li> </ol> <!-- c. --><li>Bidang Pembinaan dan Pengembangan</li> <ol type="1)"> <!-- 1) --><li>Memikirkan, merencanakan, mengkoordinasikan, dan mengorganisasikan bentuk pembinaan berikut pengembangannya bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang sesuai dengan perkembangan zaman.</li> <!-- 2) --><li>Mengkoordinasikan pelaksanan pendidikan dan pelatihan kepada lembaga berwenang serta pelaksanaan kegiatan pengembangan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.</li> <!-- 3) --><li>Bersama Kwartir melakukan hubungan kerjasama dengan pihak lain di luar Gerakan Pramuka berkaitan dengan pengembangan kegiatan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.</li> </ol> <!-- d. --><li>Bidang Penelitian dan Evaluasi</li> <ol type="1)"> <!-- 1) --><li>Memikirkan, merencanakan dan mengorganisasikan bentuk dan pelaksanaan penelitian atas pembinaan dan jenis kegiatan yang dilaksanakan dalam upaya peningkatan mutu, pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.</li> <!-- 2) --><li>Memikirkan, merencanakan dan mengorganisasikan pelaksanaan evaluasi atas pembinaan dan jenis kegiatan yang dilaksanakan dalam upaya peningkatan mutu, pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.</li> </ol></ol><noinclude></ol> {{Right|8}}</noinclude> 3mm64t9vwxmooigip2vmii94103va2b Halaman:SK Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 005 Tahun 2017.pdf/10 104 105466 297667 2026-06-11T14:55:18Z Rafka Aditia 21300 /* Telah diuji baca */ 297667 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Rafka Aditia" /><div style="text-align: justify;"/> <ol type="1" start="3"></noinclude><!-- 3. --><li>Mekanisme</li> <p>Mekanisme bidang dalam Dewan Kerja merupakan pola interaksi antar bidang dalam melaksanakan fungsi bidang yang secara rinci diatur oleh Dewan Kerja yang bersangkutan.</p> </ol> {{PUU-bab|XI|SISTEM ADMINISTRASI DAN PERENCANAAN DEWAN KERJA}} <ol type="1"> <!-- 1. --><li>Sistem administrasi Dewan Kerja mengikuti Sistem Administrasi Kwartir.</li> <!-- 2. --><li>Sistem administrasi internal Dewan Kerja meliputi:</li> <ol type="a"> <!-- a. --><li>Persuratan internal Dewan Kerja dengan Kwartir</li> <!-- b. --><li>Pengarsipan surat menyurat dan dokumen lain yang berkaitan dengan Dewan Kerja maupun Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.</li> </ol> <!-- 3. --><li>Dewan Kerja melalui Ketua dan Wakil Ketuanya turut serta dalam penyusunan anggaran kwartir yang berhubungan dengan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.</li> </ol> {{PUU-bab|XII|KEUANGAN DEWAN KERJA}} <ol type="1"> <!-- 1. --><li>Dana yang didapat oleh atau dialokasikan kepada Dewan Kerja untuk menjalankan fungsi dan tugas pokoknya, dikelola dan dipertanggungjawabkan oleh Dewan Kerja dengan mengikuti sistem keuangan yang berlaku di kwartir</li> <!-- 2. --><li>Sumber keuangan Dewan Kerja diperoleh dari:</li> <ol type="a"> <!-- a. --><li>Alokasi dana Kwartir;</li> <!-- b. --><li>Usaha dana Dewan Kerja;</li> <!-- c. --><li>luran peserta kegiatan</li> </ol> <!-- 3. --><li>Kegiatan usaha dana Dewan Kerja dilakukan atas persetujuan kwartir.</li> <!-- 4. --><li>Pertanggungjawaban pengelolaan dana disusun oleh Dewan Kerja dan disampaikan kepada kwartir.</li> <!-- 5. --><li>Hal-hal lain yang berkenaan dengan pendanaan kegiatan Dewan Kerja akan diatur oleh Dewan Kerja yang bersangkutan atas persetujuan kwartir.</li> </ol><noinclude>{{Right|9}}</noinclude> inbrjq1wmknn12jbjs4es9rgtls55ig Halaman:17 kali bertjere.pdf/51 104 105467 297668 2026-06-12T00:55:02Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 297668 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{c|- 94 -}} ---- djoega, maka saja soeka kasi nona pake saja poenja doewa kaartjis." Saja laloe trima itoe kaartjis dengen roepa girang dan saja hendak ganti ia poenja oewang, tapi itoe pamoeda soeda menampik lebi doeloe dengen berkata, "Nona bole pake sadja, saja tida maoe trima nona poenja oewang." Maka saja laloe atoerken banjak trima kasi padanja. Dengen begitoe saja djadi berkenalan padanja, ia adjak saja naek di Barkas dan kita orang laloe doedoek berdeketan. Tida bebrapa lama poelah djoeroemoedi soeda tarik soeitan, boeat kasi tanda dan itoe kandaran aer laloe berdjalan menoedjoe kloear plaboean Pasar Ikan. Di pinggir Batterij saja liat banjak orang mantjing ikan, koetika itoe Barkas liwat, aer laoet djadi berombak sampe naek dan bikin basa ia orang poenja pakean. Kemoedian saja poenja kepala moelai merasa poesing, sebab itoe barkas jang lagi djalan kena kepoekoel geloembang soeda djadi terajoen toeroen-naek. {{c|- 95 -}} ---- Saja liat djoega ada bebrapa orang jang soeda moentaken barang makanan dari moeloetnja, sebab marika tida bisa tahan sama itoe pengrasahan „nek.” Dengen bersenjoem itoe pamoeda soeda kasiken di tangan saja, ia poenja kajoe pokho dengen berkata, „Saja kira nona djoega tentoe merasa poesing.” Dengen tida maloe-maloe saja soeda samboetin ia poenja kajoe pokho jang saja laloe gosokin di mana saja poenja djidat, hingga saja poenja kepala jang poesing rasanja djadi mendingan. Koetika soeda kenjang teroembang-ambing di tenga laoetan boeat satoe djem stenga, itoe barkas baroe kasi boenji soeitan kombali, sebagi soeatoe tanda bahoewa soeda sampe dimana tempat jang di toedjoeken, soearanja motor poen plahan-plahan djadi brenti dan itoe barkas moelai berlaboe dengen boeang djangkarnja, sementara itoe soeda dateng banjak praoe-praoe tambangan jang memang soeda menoenggoe dari pagi boeat angkoet penoempang-penoempang dari itoe barkas bawa ka pinggir. Itoe pamoeda soeda pimpin saja poenja tangan<noinclude></noinclude> dmsj3s201y88x966yx7i5q7504gep16 Halaman:17 kali bertjere.pdf/52 104 105468 297669 2026-06-12T01:11:14Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 297669 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{c|- 96 -}} ---- adjak saja naek dalem sala satoe praoe tambangan jang baroe sadja rapet dengen itoe barkas, lantaran banjak penoempang dengen berbareng soeda toeroen di itoe praoe tambangan, hingga itoe praoe soeda djadi miring sebla, ampir sadja saja ketjemploeng ka dalem laoet, baek djoega itoe pamoeda keboeroe pelok pada saja. Saja merasa kaget sekali dengen itoe kedjadian serta merasa maloe djoega bahoewa saja poenja diri soeda kena di pelok oleh itoe pamoeda jang saja baroe kenal, tapi toch tra oeroeng saja atoerken banjak trima kasi bceat ia poenja pertoeloengan. Selagi saja maoe rogo kantong, ia soeda bajarin lebi doeloe oewang sewahan praoe, hingga kombali saja kena trima ia poenja boedi. Satelah sampe di darat, ia laloe adjak saja mampir di satoe waroeng dimana ia soeda bli doewa prangkat hio, lilin dan kertas jang ia soeroe saja poenja boedjang bawa itoe barang. Saja liat di pinggir djalanan ada banjak sekali orang dagang. Didepan roema Toapekong ada berdiri satoe panggoeng bangsawan. {{c|17 KALI {{gap}}{{gap}}{{gap}} - 97 - {{gap}}{{gap}}{{gap}} BERTJERE}} ---- Di sekiternja itoe tempat ada sanget rame, koetika saja masoek dalem roema Toapekong, saja liat asep hio ada mengeboel dengen toetoepin semoewa roewangan, dan dari banjaknja lilin jang orang pasang, sampe hawa di itoe tempat djadi sanget panas. Semoewa orang jang abis pasang hio dan kotjok Tjiamsi soeda kloear dengen mandi kringet dan mata mera, sebab kena asep hio, maka saja laloe boeroe-boeroe pasang hio dan kotjok Tjiamsi kemoedian saja laloe minta itoe pamoeda toeloeng tjari-in itoe soerat Tjiamsinja, menoeroet nomor itoe Tjiamsi. Sasoedanja abis bakar kertas, kemoedian ia adjak saja kloear dari itoe roema pahala. Banjak orang pada awasin pada diri saja, tapi saja tida perdoeliken, tentoe djoega marika kira saja djadi istrinja itoe pamoeda. Sahabisnja djalan-djalan di sepoeternja itoe tempat, ia laloe adjak saja doedoek dahar di satoe Restaurant. „Djangan maloe-maloe nona misti makan sampe kenjang, sebab kaloe nona poenja peroet lapar, sebentar di Barkas bole djadi masoek angin.“<noinclude></noinclude> o05u0k5gmawsurddf5xetzttfyjtlkb Indeks:Soeloeh Sekaten.pdf 102 105469 297670 2026-06-12T01:11:54Z Moel81 25980 ←Membuat halaman berisi '' 297670 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item= |Title=Soeloeh Sekaten |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author=Chronos |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher=B.T. TJIOE |Address=Solo |Printer= |Year=1940 |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=OCR |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:Indeks]] [[Kategori:Indeks - Buku]] 4s5i8blqkifgz90s68nlosqollhc611 Halaman:17 kali bertjere.pdf/53 104 105470 297671 2026-06-12T01:13:43Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 297671 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{c|- 92 -}} ---- begitoe ia soeda kata sambil tamba'in nasi di piring saja. Saja poenja boedjang ia soeda kasi oewang soeroe pergi makan nasi Djem satoe tengahari kita orang soeda kombali lagi di Barkas. Djem ampat sore baroe itoe barkas sampe lagi di Pasar Ikan. Saja tadinja pikir maoe atoerken trima kasi sadja pada itoe pamoeda, tapi tida terdoega ia laloe berkata, "Apa bole saja toeroet anter sampe di roema nona ?" Mendenger itoe pertanjahan saja djadi soesa boeat tampik ia poenja kainginan, sebab saja maoe minta orang jang mengarti soerat Tionghoa boeat batja doeloe apa boenjinja itoe soerat Tjiamsi, baroe kemoedian saja maoe ikoet orang lagi. Tapi sekarang saja soeda kena kedesek dengen itoe pamoeda, djoega saja pikir jang saja soeda dapet soerat lepas, djadi saja ada merdika boeat pili lelaki jang mana saja penoedjoe, saja bole ikoet padanja, maka saja laloe menjaoet, ,,Tentoe saja merasa senang sekali kapan Enko {{c|- 92 -}} ---- soedi mampir di roema saja.“ Saja liat roepanja girang sekali koetika ia denger saja poenja pernjaoetan, maka ia laloe panggil delman, anter saja poelang di Djembatan Batoe. „Doedoeklah Enko.“ kata saja koetika saja soeda boeka pintoe dan soeroe saja poenja boedjang masak aer dan sedoe kopi. Dengen tjerdik ia soeda bisa pantjing pada saja, sampe saja soeka tjeritaken saja poenja hikajat, kerna ia soeda dapet taoe saja baroe di lepas, di itoe malem djoega ia soeda menginep di roema saja. Boeat tampik ia poenja kainginan saja merasa sanget brat, begitoe sedari itoe hari ia soeda tinggal teroes di saja poenja roema. Koetika saja dapetken orang jang bisa batjaken itoe soerat Tjiamsi, tapi apa jang di ramalken soeda telaat, boenjinja itoe Tjiamsi ada bilang, „Apa jang lagi di hadepin ada bagoes dan trang goemilang, tapi itoe semoewa ada sepoean, kaloe bisa sabar di blakang hari baroe bisa ketemoe jang aseli.“ Astaga, kaloe saja taoe boenjinja begitoe roepa,<noinclude></noinclude> s3w6uuftvuw3emq90xb3ckwqyjn8xyb 297672 297671 2026-06-12T01:14:11Z Link PB 26772 297672 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{c|- 98 -}} ---- begitoe ia soeda kata sambil tamba'in nasi di piring saja. Saja poenja boedjang ia soeda kasi oewang soeroe pergi makan nasi Djem satoe tengahari kita orang soeda kombali lagi di Barkas. Djem ampat sore baroe itoe barkas sampe lagi di Pasar Ikan. Saja tadinja pikir maoe atoerken trima kasi sadja pada itoe pamoeda, tapi tida terdoega ia laloe berkata, "Apa bole saja toeroet anter sampe di roema nona ?" Mendenger itoe pertanjahan saja djadi soesa boeat tampik ia poenja kainginan, sebab saja maoe minta orang jang mengarti soerat Tionghoa boeat batja doeloe apa boenjinja itoe soerat Tjiamsi, baroe kemoedian saja maoe ikoet orang lagi. Tapi sekarang saja soeda kena kedesek dengen itoe pamoeda, djoega saja pikir jang saja soeda dapet soerat lepas, djadi saja ada merdika boeat pili lelaki jang mana saja penoedjoe, saja bole ikoet padanja, maka saja laloe menjaoet, ,,Tentoe saja merasa senang sekali kapan Enko {{c|- 99 -}} ---- soedi mampir di roema saja.“ Saja liat roepanja girang sekali koetika ia denger saja poenja pernjaoetan, maka ia laloe panggil delman, anter saja poelang di Djembatan Batoe. „Doedoeklah Enko.“ kata saja koetika saja soeda boeka pintoe dan soeroe saja poenja boedjang masak aer dan sedoe kopi. Dengen tjerdik ia soeda bisa pantjing pada saja, sampe saja soeka tjeritaken saja poenja hikajat, kerna ia soeda dapet taoe saja baroe di lepas, di itoe malem djoega ia soeda menginep di roema saja. Boeat tampik ia poenja kainginan saja merasa sanget brat, begitoe sedari itoe hari ia soeda tinggal teroes di saja poenja roema. Koetika saja dapetken orang jang bisa batjaken itoe soerat Tjiamsi, tapi apa jang di ramalken soeda telaat, boenjinja itoe Tjiamsi ada bilang, „Apa jang lagi di hadepin ada bagoes dan trang goemilang, tapi itoe semoewa ada sepoean, kaloe bisa sabar di blakang hari baroe bisa ketemoe jang aseli.“ Astaga, kaloe saja taoe boenjinja begitoe roepa,<noinclude></noinclude> jzdha4bsft9nu3zz4id5fm2j8586j39 297673 297672 2026-06-12T01:23:29Z Link PB 26772 297673 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{c|- 98 -}} ---- begitoe ia soeda kata sambil tamba'in nasi di piring saja. Saja poenja boedjang ia soeda kasi oewang soeroe pergi makan nasi Djem satoe tengahari kita orang soeda kombali lagi di Barkas. Djem ampat sore baroe itoe barkas sampe lagi di Pasar Ikan. Saja tadinja pikir maoe atoerken trima kasi sadja pada itoe pamoeda, tapi tida terdoega ia laloe berkata, ,,Apa bole saja toeroet anter sampe di roema nona ?" Mendenger itoe pertanjahan saja djadi soesa boeat tampik ia poenja kainginan, sebab saja maoe minta orang jang mengarti soerat Tionghoa boeat batja doeloe apa boenjinja itoe soerat Tjiamsi, baroe kemoedian saja maoe ikoet orang lagi. Tapi sekarang saja soeda kena kedesek dengen itoe pamoeda, djoega saja pikir jang saja soeda dapet soerat lepas, djadi saja ada merdika boeat pili lelaki jang mana saja penoedjoe, saja bole ikoet padanja, maka saja laloe menjaoet, ,,Tentoe saja merasa senang sekali kapan Enko {{c|- 98 -}} ---- soedi mampir di roema saja." Saja liat roepanja girang sekali koetika ia denger saja poenja pernjaoetan, maka ia laloe panggil delman, anter saja poelang di Djembatan Batoe. "Doedoeklah Enko." kata saja koetika saja soeda boeka pintoe dan soeroe saja poenja boedjang masak aer dan sedoe kopi. Dengen tjerdik ia soeda bisa pantjing pada saja, sampe saja soeka tjeritaken saja poenja hikajat, kerna ia soeda dapet taoe saja baroe di lepas, di itoe malem djoega ia soeda menginep di roema saja. Boeat tampik ia poenja kainginan saja merasa sanget brat, begitoe sedari itoe hari ia soeda tinggal teroes di saja poenja roema. Koetika saja dapetken orang jang bisa batjaken itoe soerat Tjiamsi, tapi apa jang di ramalken soeda telaat, boenjinja itoe Tjiamsi ada bilang, „Apa jang lagi di hadepin ada bagoes dan trang goemilang, tapi itoe semoewa ada sepoean, kaloe bisa sabar di blakang hari baroe bisa ketemoe jang aseli.“ Astaga, kaloe saja taoe boenjinja begitoe roepa,<noinclude></noinclude> ii9ga5urh05ke7ppciqhvxipnk2iv2u 297674 297673 2026-06-12T01:24:16Z Link PB 26772 297674 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{c|- 98 -}} ---- begitoe ia soeda kata sambil tamba'in nasi di piring saja. Saja poenja boedjang ia soeda kasi oewang soeroe pergi makan nasi Djem satoe tengahari kita orang soeda kombali lagi di Barkas. Djem ampat sore baroe itoe barkas sampe lagi di Pasar Ikan. Saja tadinja pikir maoe atoerken trima kasi sadja pada itoe pamoeda, tapi tida terdoega ia laloe berkata, ,,Apa bole saja toeroet anter sampe di roema nona ?" Mendenger itoe pertanjahan saja djadi soesa boeat tampik ia poenja kainginan, sebab saja maoe minta orang jang mengarti soerat Tionghoa boeat batja doeloe apa boenjinja itoe soerat Tjiamsi, baroe kemoedian saja maoe ikoet orang lagi. Tapi sekarang saja soeda kena kedesek dengen itoe pamoeda, djoega saja pikir jang saja soeda dapet soerat lepas, djadi saja ada merdika boeat pili lelaki jang mana saja penoedjoe, saja bole ikoet padanja, maka saja laloe menjaoet, ,,Tentoe saja merasa senang sekali kapan Enko {{c|- 99 -}} ---- soedi mampir di roema saja." Saja liat roepanja girang sekali koetika ia denger saja poenja pernjaoetan, maka ia laloe panggil delman, anter saja poelang di Djembatan Batoe. "Doedoeklah Enko." kata saja koetika saja soeda boeka pintoe dan soeroe saja poenja boedjang masak aer dan sedoe kopi. Dengen tjerdik ia soeda bisa pantjing pada saja, sampe saja soeka tjeritaken saja poenja hikajat, kerna ia soeda dapet taoe saja baroe di lepas, di itoe malem djoega ia soeda menginep di roema saja. Boeat tampik ia poenja kainginan saja merasa sanget brat, begitoe sedari itoe hari ia soeda tinggal teroes di saja poenja roema. Koetika saja dapetken orang jang bisa batjaken itoe soerat Tjiamsi, tapi apa jang di ramalken soeda telaat, boenjinja itoe Tjiamsi ada bilang, „Apa jang lagi di hadepin ada bagoes dan trang goemilang, tapi itoe semoewa ada sepoean, kaloe bisa sabar di blakang hari baroe bisa ketemoe jang aseli.“ Astaga, kaloe saja taoe boenjinja begitoe roepa,<noinclude></noinclude> fy0bver8kerft30yy28icdktg4og76t Halaman:17 kali bertjere.pdf/54 104 105471 297675 2026-06-12T01:27:47Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 297675 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{c|- 100 -}} ---- soeda tentoe saja tampik ketjintahannja itoe pamoeda, maka begitoe lantaran itoe tjiamsi djoega saja djadi selaloe berlakoe sanget hati-hati, semoewa saja poenja barang-barang dan oewang saja simpen di tempat jang orang tida dapet tjari. Saja sendiri merasa heran sama itoe pamoeda sebab saban hari ia selaloe doedoek bertjokol sadja dengen tida bekerdja soeatoe apa, tapi kaloe saja menanja, lantes ia bilang, jang ia lagi menoenggoe warisan dari ia poenja Engkong bebrapa poeloeh reboe roepia jang bakal kloear lagi satoe doewa boelan. Hati saja djadi bertjeket barangkali, saja soeda ketemoe sama tjoete - gala - gasi, sala-saia saja poenja diri kena di lilit, sebab saja denger djoega ada banjak lelaki jang berpakean plente zonder bekerdja, tapi ia orang ada djadi toekang gaet oewangnja orang - orang prampoean jang kandel. Tapi saja blon brani njataken dengen teroes trang sebagimana adanja saja poenja pikiran, koetika abis boelan rekening sewa roema telah dateng, saja sengadja sodorin padanja. {{c|17 KALI {{gap}}{{gap}}{{gap}} - 101 - {{gap}}{{gap}}{{gap}} BERTJERE}} ---- "Nona bole toeloeng bajarin doeloe, nanti kapan saja poenja bodel kloear, saja nanti ganti nona poenja oewang." kata itoe pamoeda sambil garoek-garoek kepala. Saban malem kaloe saja lagi tidoer poeles, ia poenja tangan soeka menggrepe boeat ambil saja poenja koentji lemari, tapi seblonnja ia poenja maksoed berhasil, lebi doeloe saja soeda mendoesin. Satoe minggoe blakangan koetika saja poenja boedjang abis pergi ka waroeng, ia laloe berkata, "Kaloe nona maoe gade kaen, kenapa tida maoe soeroe saja?" "Siapa jang gade kaen?" menanja saja dengen kaget. "Baba jang lagi mengade kaen, berdiri di locket." kata itoe boedjang dengen roepa jang sanget heran. "Astaga, tentoe ia soeda tjoeri saja poenja kaen, jang memang kaloe abis di pake saja soeka sampirin sadja di tambang." begitoe saja kata sama saja poenja boedjang dan laloe adjak padanja boeat saksiken dengen mata sendiri. Sebab saja soeda dapet pergokin ia poenja<noinclude></noinclude> ou9ar13ebdnh5cbg0gx2r0hcrff7cic Halaman:17 kali bertjere.pdf/55 104 105472 297676 2026-06-12T01:32:20Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 297676 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{c|- 102 -}} ---- perboeatan, maka sahabisnja ia trima itoe oewang, ia soeda angkat kakinja, sebab maloe ia tida brani dateng kombali di roema saja. {{u|Pertjerehan jang ka anam kali.}} Saja taoe jang saja poenja deradjat dan harganja saja poenja diri soeda djadi merosot semingkin renda, maka koetika satoe klerk jang bekerdja di satoe toko Europa, jang oemoernja soeda stenga ratoes maoe piara pada saja, saja tida menoelak, kerna saja pixir barangkali saja bisa djadi awet. Tapi siapa taoe, baroe sadja berdjalan satoe minggoe ia laloe soeroe lepas saja poenja boedjang, pada siapa doeloe ia soeda minta pertoeloengan sebagi tjomblang boeat diri saja. Sebab itoe soeda bikin timboel ia poenja tjemboeroean, saja poen djadi menoeroet, maka dengen baek saja bitjaraken pada saja poenja boedjang soeroe ia pergi sadja tjari laen pakerdjahan. Tapi maski saja soeda tida poenja boedjang, toch ia sering-sering djadi oering-oeringan, saja tanja apa lantarannja, ia menjaoet jang ia tida {{c|- 103 -}} ---- merasa senang. kaloe ia pergi kerdja, kapan pintoe depan ia tida koentji. Dalem hati saja kata, barangkali ia ada mempoenja adat Arab, tetapi kapan saja misti toeroetin ia poenja maoe, ia pendjara saja dalem roema, saja bole djadi mati kelaparan, sebab saja tida bisa bli makanan. Lagi saja tida mengidjinken boeat ia pandang saja poenja diri sampe begitoe hina, sebab itoe ia soeda tinggaiken pada saja. {{u|Pertjerehan jang ka toedjoe kali.}} Satoe njonja telah dateng di roema saja, ia telah boedjoek pada saja boeat djadi ia poenja madoe, pertama saja bilang padanja, saja poenja diri maka sampe idoep sendirian, sebab saja tida senang di madoe, masalah sekarang saja sendiri misti djadi madoe orang. Tapi sebrapa bole ia soeda boedjoek sebisabisanja, dengen berkata memang ia soeka sama saja dan anggep diri saja seperti djoega ia poenja soedara poetoesan peroet. Lantaran terlaloe di paksa djadi saja tida bisa menampik, tapi saja berdjandji, kapan saja merasa<noinclude></noinclude> t7odfavuk3e0s0du1dwjymoi2hl38rs 297677 297676 2026-06-12T01:33:38Z Link PB 26772 297677 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{c|- 102 -}} ---- perboeatan, maka sahabisnja ia trima itoe oewang, ia soeda angkat kakinja, sebab maloe ia tida brani dateng kombali di roema saja. {{u|'''Pertjerehan jang ka anam kali.'''}} Saja taoe jang saja poenja deradjat dan harganja saja poenja diri soeda djadi merosot semingkin renda, maka koetika satoe klerk jang bekerdja di satoe toko Europa, jang oemoernja soeda stenga ratoes maoe piara pada saja, saja tida menoelak, kerna saja pixir barangkali saja bisa djadi awet. Tapi siapa taoe, baroe sadja berdjalan satoe minggoe ia laloe soeroe lepas saja poenja boedjang, pada siapa doeloe ia soeda minta pertoeloengan sebagi tjomblang boeat diri saja. Sebab itoe soeda bikin timboel ia poenja tjemboeroean, saja poen djadi menoeroet, maka dengen baek saja bitjaraken pada saja poenja boedjang soeroe ia pergi sadja tjari laen pakerdjahan. Tapi maski saja soeda tida poenja boedjang, toch ia sering-sering djadi oering-oeringan, saja tanja apa lantarannja, ia menjaoet jang ia tida {{c|- 103 -}} ---- merasa senang. kaloe ia pergi kerdja, kapan pintoe depan ia tida koentji. Dalem hati saja kata, barangkali ia ada mempoenja adat Arab, tetapi kapan saja misti toeroetin ia poenja maoe, ia pendjara saja dalem roema, saja bole djadi mati kelaparan, sebab saja tida bisa bli makanan. Lagi saja tida mengidjinken boeat ia pandang saja poenja diri sampe begitoe hina, sebab itoe ia soeda tinggaiken pada saja. {{u|'''Pertjerehan jang ka toedjoe kali.'''}} Satoe njonja telah dateng di roema saja, ia telah boedjoek pada saja boeat djadi ia poenja madoe, pertama saja bilang padanja, saja poenja diri maka sampe idoep sendirian, sebab saja tida senang di madoe, masalah sekarang saja sendiri misti djadi madoe orang. Tapi sebrapa bole ia soeda boedjoek sebisabisanja, dengen berkata memang ia soeka sama saja dan anggep diri saja seperti djoega ia poenja soedara poetoesan peroet. Lantaran terlaloe di paksa djadi saja tida bisa menampik, tapi saja berdjandji, kapan saja merasa<noinclude></noinclude> b69gi80wxj8gc8fklxrpk9uswqm0og0 Halaman:17 kali bertjere.pdf/56 104 105473 297678 2026-06-12T01:37:44Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 297678 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{c|- 104 -}} ---- tida senang, saja nanti kombali di roema saja. Betoel sadja koetika saja tinggal di roemanja ia soeroe saja tidoer bertiga dalem satoe pembaringan, kapan lakinja berbaring deket pada saja, ia soeda tjoebitin, maka pada besoknja saja laloe permisi poelang lagi ka roema saja. {{u|'''Pertjerehan jang ka dlapan kali.'''}} Pada soeatoe hari satoe toekang delman telah brenti didepan saja poenja roema, apa maoe djoestroe kebetoelan saja lagi djongkok dideket pinggir got. "Nona masi tinggal disini?" menanja itoe koesir dengen tjengar-tjengir. Sebab saja tida kenal padanja, maka saja soeda tida maoe saoetin, ia liat saja tinggal diam, maka ia laloe berkata poelah, "Masa nona tida kenalin, saja masi inget pada nona." Ia poenja omongan soeda membikin saja poenja hati sanget mendongkol, maka dengen goesar saja laloe tanja padanja, dimana ia soeda kenal pada saja. "Dari itoe baba toko tjita, jang saja seringkali moeat kasini." menjaoet itoe toekang delman {{c|17 KALI {{gap}}{{gap}}{{gap}} - 105 - {{gap}}{{gap}}{{gap}} BERTJERE}} ---- dengen tingka jang tengik. Saja tida maoe terlaloe pertjaja omongannja sebab saja taoe memang ada banjak toekang-toekang delman, sado dan chauffeur taxi, jang boekan sadja nambangin, tapi ada djoega lakoeken pakerdjahan djadi tengkoelak menoesia, maka saja selaloe djaga dengen betoel, soepaja saja poenja diri tida djato di bawa pengaroenja. "Begini na, saja maoe ada omong sedikit, tjoema saja banjak harep nona djangan boeat goesar, madjikan saja ada satoe soedagar tjita besar kaloe maoe di bandingin dengen nona poenja baba jang doeloean, pendeknja ada lebi menang banjak, ia poenja bini moeda soeda satoe boelan poelang ka oedik blon milir-milir lagi, maka ia soeroe saja tjari'in penggantinja, saja inget pada nona, tapi soeda doewa hari saja toenggoe di loear, nona blon kloear djoega, baroe sekarang saja dapet bitjara pada nona, kapan nona setoedjoe dan senang di hati boeat ikoet padanja, saja bole lantes adjak ia dateng disini." Ia poenja omongan soeda kena bikin bergerak saja poenja hati, maka sasoedanja saja pikir, saja tida dapet laen djalan, melaenken trima<noinclude></noinclude> cozbm2em5p6qmgsw2o4qc34lefbhrmn Halaman:17 kali bertjere.pdf/57 104 105474 297679 2026-06-12T01:41:25Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 297679 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{c|- 106 -}} ---- oentoeng sadja, maka saja laloe menjaoet, "Kaloe abang poenja madjikan lagi sempet boeat adjak ia djalan kemari.'' Satelah denger saja poenja pernjaoetan, ia laloe sontek ia poenja koeda di bagian blakang dengen toendjangan delman, hingga itoe kandara''n di bawa kaboer oleh itoe koeda dengen kentjeng sambil kedengeran boenjinja bel neng-nong-neng-nong. Stenga djem berselang, itoe delman soeda dateng kombali dengen moeat satoe pamoeda, dari dandanan dan sikepnja saja liat ada seperti satoe soedagar besar. Dengen lakoe jang sanget hormat saja laloe djongkok menjemba sambil silaken ia doedoek di satoe korsi. Kemoedian ia liat saja poenja perabotan roema jang serba lengkep, ia laloe berkata, "Dari toekang delman saja denger nona maoe ikoet orang ?'' "Boeat ikoet orang memang ada saja poenja niatan, tjoema sadja saja masi slempang, sebab saja poenja diri jang djelek dan hina, tentoe tida ada orang jang soedi.'' begitoe saja soeda {{c|- 106 -}} ---- menjaoet sambil toendoeken kepala, sebab saja merasa maloe boeat oetjapken itoe perkataahan. "Djangan nona sampe begitoe merenda'in diri kaloe engga ada jang soedi, masalah sekarang saja bole dateng disini, saja maoe piara nona dengen betoel, bagimana nona poenja pikiran ?" kata itoe pamoeda dengen awasin saja poenja moeka. "Soekoerlah kaloe Enko engga boet tjelahan." kata saja jang laloe djadi menangis, kerna inget saja poenja peroentoegan jang selaloe sial sadja. "Kenapa nona bole menangis ?" menanja itoe itoe soedagar tjita dengen heran. "Saja sedi menginget saja poenja peroentoengan." "Sekarang nona troesa sedi lagi, makan pake saja jang kasi." kata itoe soedagar tjita sambil kasi kloear ia poenja dompet oewang kertas jang besar, dimana ia laloe ambil doewa lembar dari f 100. — seraken di tangan saja. Saja trima itoe oewang dengen atoerken banjak terima kasi. Begitoe sedari itoe hari saja djadi ikoet pada itoe soedagar tjita.<noinclude></noinclude> 8dw14adadiszvqxnbplflcfi638d5or 297680 297679 2026-06-12T01:41:54Z Link PB 26772 297680 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{c|- 106 -}} ---- oentoeng sadja, maka saja laloe menjaoet, "Kaloe abang poenja madjikan lagi sempet boeat adjak ia djalan kemari.'' Satelah denger saja poenja pernjaoetan, ia laloe sontek ia poenja koeda di bagian blakang dengen toendjangan delman, hingga itoe kandara''n di bawa kaboer oleh itoe koeda dengen kentjeng sambil kedengeran boenjinja bel neng-nong-neng-nong. Stenga djem berselang, itoe delman soeda dateng kombali dengen moeat satoe pamoeda, dari dandanan dan sikepnja saja liat ada seperti satoe soedagar besar. Dengen lakoe jang sanget hormat saja laloe djongkok menjemba sambil silaken ia doedoek di satoe korsi. Kemoedian ia liat saja poenja perabotan roema jang serba lengkep, ia laloe berkata, "Dari toekang delman saja denger nona maoe ikoet orang ?'' "Boeat ikoet orang memang ada saja poenja niatan, tjoema sadja saja masi slempang, sebab saja poenja diri jang djelek dan hina, tentoe tida ada orang jang soedi.'' begitoe saja soeda {{c|- 107 -}} ---- menjaoet sambil toendoeken kepala, sebab saja merasa maloe boeat oetjapken itoe perkataahan. "Djangan nona sampe begitoe merenda'in diri kaloe engga ada jang soedi, masalah sekarang saja bole dateng disini, saja maoe piara nona dengen betoel, bagimana nona poenja pikiran ?" kata itoe pamoeda dengen awasin saja poenja moeka. "Soekoerlah kaloe Enko engga boet tjelahan." kata saja jang laloe djadi menangis, kerna inget saja poenja peroentoegan jang selaloe sial sadja. "Kenapa nona bole menangis ?" menanja itoe itoe soedagar tjita dengen heran. "Saja sedi menginget saja poenja peroentoengan." "Sekarang nona troesa sedi lagi, makan pake saja jang kasi." kata itoe soedagar tjita sambil kasi kloear ia poenja dompet oewang kertas jang besar, dimana ia laloe ambil doewa lembar dari f 100. — seraken di tangan saja. Saja trima itoe oewang dengen atoerken banjak terima kasi. Begitoe sedari itoe hari saja djadi ikoet pada itoe soedagar tjita.<noinclude></noinclude> snpuzbt3m5hmu29273axlkzt9t2mxlw 297681 297680 2026-06-12T01:43:28Z Link PB 26772 297681 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{c|- 106 -}} ---- oentoeng sadja, maka saja laloe menjaoet, "Kaloe abang poenja madjikan lagi sempet boeat adjak ia djalan kemari." Satelah denger saja poenja pernjaoetan, ia laloe sontek ia poenja koeda di bagian blakang dengen toendjangan delman, hingga itoe kandaran di bawa kaboer oleh itoe koeda dengen kentjeng sambil kedengeran boenjinja bel neng-nong-neng-nong. Stenga djem berselang, itoe delman soeda dateng kombali dengen moeat satoe pamoeda, dari dandanan dan sikepnja saja liat ada seperti satoe soedagar besar. Dengen lakoe jang sanget hormat saja laloe djongkok menjemba sambil silaken ia doedoek di satoe korsi. Kemoedian ia liat saja poenja perabotan roema jang serba lengkep, ia laloe berkata, "Dari toekang delman saja denger nona maoe ikoet orang ?" "Boeat ikoet orang memang ada saja poenja niatan, tjoema sadja saja masi slempang, sebab saja poenja diri jang djelek dan hina, tentoe tida ada orang jang soedi." begitoe saja soeda {{c|- 107 -}} ---- menjaoet sambil toendoeken kepala, sebab saja merasa maloe boeat oetjapken itoe perkataahan. "Djangan nona sampe begitoe merenda'in diri kaloe engga ada jang soedi, masalah sekarang saja bole dateng disini, saja maoe piara nona dengen betoel, bagimana nona poenja pikiran ?" kata itoe pamoeda dengen awasin saja poenja moeka. "Soekoerlah kaloe Enko engga boet tjelahan." kata saja jang laloe djadi menangis, kerna inget saja poenja peroentoegan jang selaloe sial sadja. "Kenapa nona bole menangis ?" menanja itoe itoe soedagar tjita dengen heran. "Saja sedi menginget saja poenja peroentoengan." "Sekarang nona troesa sedi lagi, makan pake saja jang kasi." kata itoe soedagar tjita sambil kasi kloear ia poenja dompet oewang kertas jang besar, dimana ia laloe ambil doewa lembar dari f 100. — seraken di tangan saja. Saja trima itoe oewang dengen atoerken banjak terima kasi. Begitoe sedari itoe hari saja djadi ikoet pada itoe soedagar tjita.<noinclude></noinclude> 9gmaiuycvvl7tze9e6owkus1k519pst Halaman:17 kali bertjere.pdf/58 104 105475 297682 2026-06-12T01:46:58Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 297682 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{c|- 108 -}} ---- Kira-kira soeda berdjalan satoe boelan, pada soeatoe malem itoe toekang delman telah dateng ketok saja poenja pintoe, sebab ia taoe betoel bahoewa itoe soedagar tida perna menginep, kaloe ia dateng selaloe di waktoe siang. „Siapa?” tanja saja dari dalem dengen ketoes. „Boeka pintoe na, saja ada bawa baba hartawan.” kata itoe toekang delman dari loear. „Djangan kau brani koerang adjar, akoe boekan prampoean hina jang soeka pake hati serong.” begitoe saja soeda menjaoet sambil memaki. Kerna ia tida dapet bikin diri saja sebagi parit mas, maka ia laloe tjari laen akal, apa maoe itoe soedagar tjita poenja bini kawin lantaran selaloe liat ia poenja soewami soeka naek pada itoe delman, ia laloe pantjing serta kasi tarohan oewang f 50.— kaloe itoe koesir bisa oendjoek, dimana ada roemanja itoe soedagar tjita poenja djinge. Itoelah ada satoe kans jang kebetoelan sekali boeat dirinja itoe koesir jang djahanam, maka ia laloe oendjoekin saja poenja roema dan dapet itoe oepa f 50.— Sedari itoe waktoe itoe soedagar tjita tida brani {{c|17 KALI {{gap}}{{gap}}{{gap}} - 109 - {{gap}}{{gap}}{{gap}} BERTJERE}} ---- dateng koendjoengin lagi pada saja. ia soeda kirim orangnja boeat kasi taoe pada saja, bahoewa lantaran ia poenja istri soeda dapet taoe, djadi ia tida bisa piara pada saja lebi lama, ia soeroe saja ikoet sadja pada laen lelaki, kombali ia soeda kasiken pada saja satoe envelope jang terisi oewang f 200.- {{u|'''Pertjerehan jang ka sembilan kali.'''} Saja djadi anggep Djembatan Batoe ada tempat jang sanget sial, dimana selaloe pertjerehan atas diri saja soeda terdjadi, maka saja laloe pergi tjari laen roema, dimana saja harep dengen pinda roema, saja poenja peroentoengan bisa djadi lebi baek. Ini kali sebrapa bole saja maoe djaga dengen betoel, saja tida maoe lagi dengen sembarangan pergi ikoet segala orang lelaki. Saja soeda itoeng saja poenja oewang simpenan semoewa ada berdjoembla anam reboe roepiah lebi, tjoba kaloe saja ada saorang prampoean jang dapet pladjaran, mengarti taktiek dagang, pasti saja bisa goenaken itoe oewang sebagi kapitaal boeat mentjari keoentoengan, tapi me-<noinclude></noinclude> 161bq493cagzyb27p4tomfikck744w0 Halaman:17 kali bertjere.pdf/59 104 105476 297683 2026-06-12T01:50:21Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 297683 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{c|- 110 -}} ---- njesel sekali bahoewa saja tjoema ada satoe prampoean moeda jang tida bisa berdiri zonder dapetken bantoeannja dari orang lelaki. Begitoe saja soeda pinda di Tangki, di satoe roema petak jang boeroek dan ketjil dengen sewahnja f 7.50 satoe boelan, saja pikir kaloe saja pake ongkos himat, biar sampe satoe taon saja tida ikoet orang, saja teroesa merasa iboek sebab saja poenja oewang tida aken djadi merosot terlaloe banjak. Koetika saja soeda tinggal doewa boelan di itoe kampoeng, saja poenja keada'an sama djoega pa tani jang harepin oedjan di moesin panas, saja pikir soesa sekali boeat diri saja, maoe tjari jang mampoe soesa di harepan, sedeng orang-orang jang pentjariannja tjoekoep dan senang tida ingin liwat di itoe kampoeng jang sepi dan betjek, semoewa pendoedoeknja kebanjakan terisi dari kaoem boeroe. Ada bebrapa tetangga prampoean jang tinggal deket saja, saja taoe bahoewa ia orang poenja kelakoean tida baek, kaloe babanja pergi kerdja marika soeka njerap, begitoe ia orang soeda boedjoek dan maoe adjak saja pergi melantjong {{c|- 111 -}} ---- di Gang Boeroeng atawa adjakin saja maen tjeki, tapi ttoe semoewa setan penggoda saja soeda bisa toelak dengen briken alesan bahoewa saja blon biasa berdjalan djahat atawa djadi toekang maentop. Djoega ada banjak orang-orang moeda di itoe kampoeng jang intjer pada diri saja, saja tida ladenin, sebab saja taoe boeat ia orang poenja ongkos pengidoepan soeda tiba setik sadja, tjara bagimana misti pikoel ongkos boeat piara pada saja. Sampe pada soeatoe malem selagi saja tidoer njenjak, saja telah dapet denger orang-orang bertreak, "Maling, maling, tangkep maling.“ Itoe treakan jang begitoe kras, soeda bikin saja djadi mendoesin, saja lantes boeroe boeroe preksa saja poenja lemari, saja merasa soekoer dan broentoeng bahoewa saja poenja harta tida kena di gondol maling. Saja denger orang soeka kata, kaloe ada oewang lebi baek simpen di Bank, maka saja timbang itoe perkatahan ada betoel sekali, hingga pada besok paginja saja laloe adjak saja poenja boedjang pergi di sala-satoe bank.<noinclude></noinclude> js5kllbnpid4b8r10v8hds0kaaz12ny Halaman:17 kali bertjere.pdf/60 104 105477 297684 2026-06-12T01:58:06Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 297684 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{c|- 112 -}} ---- Poekoel toedjoe pagi saja soeda brediri di depan itoe bank dengen bawa saja poenja oewang, saja liat pintoenja masi terkoentji. Saja pikir sebentar lagi tentoe itoe bank aken di boeka, tapi saja merasa djenga betoel, sebab banjak orang jang djalan moendar-mandir semoewa pada melirik pada diri saja, begitoe saja soeda berdiri sebagi boneka di depan bank boeat djadi tontonan orang banjak. Saja liat semingkin lama orang liwat djadi semingkin banjak semingkin banjak, sama djoega boeroeng-boeroeng jang kloear dari sarangnja pergi terbang mentjari makan. Sasoedanja saja berdiri satoe djem stenga, baroelah dateng satoe pamoeda dengen kempit tasch gepeng, ia samperin pada saja dengen mesem ia menanja, siapa jang saja lagi toenggoein. Saja laloe kasi taoe padanja bahoewa saja dateng maoe titipin saja poenja oewang di ini bank. "Kaloe begitoe nona misti toenggoe sampe djem sembilan, baroe kas di boeka." kata itoe pamoeda sambil silaken saja masoek ka dalem dan oendjoekin satoe bangkoe. {{c|17 KALI {{gap}}{{gap}}{{gap}} - 113- {{gap}}{{gap}}{{gap}} BERTJERE}} ---- Saja jang masi bodo soeda tida mengarti, apa maksoednja kas di boeka, tapi boeat menanja lebi melit pada itoe pamoeda saja merasa maloe, maka saja tjoema doedoek menoenggoe sadja. Saja liat ada medja jang terkoeroeng dengen kawat seperti koeroengan boeroeng, saja kira barangkali bank ada poenja banjak piarahan boeat di kasi tontonan orang, sebagi di komedi koeda. Koetika deket poekoel sembilan, saja liat lebi banjak lagi orang-orang jang dateng bekerdja di sitoe, semoewa pada awasin pada diri saja, sambil omong bisik-bisik sama temen kerdjanja. "Mari sini nona," kata itoe pamoeda jang baroesan adjak saja omong roepanja ia ada mendjadi kassier." "Siapa nona poenja nama, nona tinggal di mana." Saja tida dapet taoe ia poenja maksoed saja pikir kaloe orang kirim oewang, barangkali memang soeda mistinja kasi taoe nama dan tempat tinggal dengen trang. Begitoe saja soeda trangken nama saja dan tempat tinggal, dan ia laloe soeroe saja teeken saja poenja nama di satoe kertas jang tertjitak,<noinclude></noinclude> miz072z8m23w1yauk2f61t653v1cce4 Halaman:17 kali bertjere.pdf/61 104 105478 297685 2026-06-12T02:03:12Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 297685 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{c|- 114 -}} ---- sebab saja soeda mengarti djoega bagimana misti meneeken saja poenja nama, maka saja laloe ambil pena dan boeboehi saja poenja tanda tangan. Kemoedian saja laloe seraken saja poenja oewang di tangannja, jang ia laloe itoeng satoe per satoe. Sasoedanja ia trima saja poenja oewang dengen betoel, ia laloe menanja, "Sama siapa nona tinggal?" Saja si bodo laloe menjaoet dengen teroes trang bahoewa saja tinggal sendirian, koetika ia dapet taoe itoe hal, roepanja keliatan djadi sanget girang. "Nona toenggoe sebentar lagi boekoe stort baroe di teeken, sebetoelnja nona misti bajar lagi f 3.75 boeat satoe boekoe cheque dari 25 lembar, tapi ini perkara ketjil saja bole talangin, sebentar sore saja nanti anterin di roema nona." kata itoe kassier. Saja tjoema manggoet sambil membilang banjak trima kasi. Begitoe sasoedanja saja trima boekoe stort saja laloe brangkat poelang. {{c|- 115 -}} ---- Betoel sadja di itoe sore ia soeda dateng . . . . . . . . . . . . . . Saja pikir senang djoega soeda dapet soewami kassier, jang saban hari pegang banjak oewang, begitoe waktoe saja poenja tetangga maoe djoealin soerat gade peniti Brilliant jang harganja f 500.— saja oendjoekin padanja. Kaloe saja taoe itoe soerat gade sama djoega ratjoen, tentoe saja tida begitoe gila boeat kasi oendjoek padanja. Saja liat parasnja beroba mendjadi mera, koetika ia liat itoe soerat, kemoedian ia laloe berkata, „Boeat saja teboesin blon ada oewang, kaloe nona maoe bli, bole ambil sadja oewang nona dari bank.“ „Kaloe misti ambil oewang saja, baek saja kombaliken sadja sama jang poenja.“ begitoe saja soeda berkata, saja tida sekali doega bahoewa saja poenja perkatahan, soeda membikin ia poenja sakit hati, hingga sedari itoe hari ia soeda loepaken pada saja. {{u|'''Pertjerehan jang ka sepoeloe kali.'''}} Selagi saja pergi nonton di Serene Park Mangga<noinclude></noinclude> 43ep2e9s4f8hc26vepv551eo3s1srui Halaman:17 kali bertjere.pdf/62 104 105479 297686 2026-06-12T02:07:03Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 297686 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{c|- 116 -}} ---- Besar, saja telah ketemoe pada satoe pamoeda pranakan Singapore, ia soeda piara pada saja sampe tiga boelan, tapi achirnja ia soeda dipanggil poelang oleh orang toewanja, dengen begitoe saja poenja diri ia soeda tinggalkan. {{u|'''Pertjerehan jang ka sebelas kali.'''}} Di waktoe ada rame-rame pesta Petjoen di Tangerang saja soeda ketinggalan kreta api, maka saja poenja pikiran djadi bingoeng betoel, sebab di itoe waktoe taxi-taxi tida begitoe banjak, apa maoe saorang hartawan kebetoelan liwat dengen mobielnja, ia soeda adjak saja sampe di Tangki. Sebagi oepanja ia soeda menginep dalem saja poenja roema. Ia tjoema dateng lima kali di roema saja dalem tempo tiga boelan kemoedian ia tida taoe moentjoel lagi. {{u|'''Pertjerehan jang ka doewablas kali.'''}} Waktoe saja nonton di Pasar Gambir, di itoe tempo orang bole dapet nonton prodeo, djoega tida ada begitoe bagoes seperti sekarang, saja soeda bli kaartjis boat masoek dalem satoe goe- {{c|17 KALI {{gap}}{{gap}}{{gap}} - 117 - {{gap}}{{gap}}{{gap}} BERTJERE}} ---- boek jang katanja „Roema Bingoeng“ betoel sadja koetika saja soeda masoek moeter-moeteran dalem itoe goeboek, saja soeda djadi bingoeng tida dapetken djalan teroesannja, saja djalan kasana-sini semoewa terkoeroeng, baek djoega di itoe waktoe kebetoelan dateng satoe anak lelaki jang baroe besar, saja kira barangkali ia masi doedoek di bangkoe sekola, ia soeda adjak pada saja sampe bisa teroes naek di panggoeng, dimana orang soeda kasiken saja satoe kaartjis boeat tarik Tombola di bawa, itoe kaartjis telah di ambil oleh itoe pamoeda jang soeda tariken Tombola boeat saja, ia soeda dapetken „anak-anaken karet" ia seraken di tangan saja kemoedian ia telah adjak saja naek komedi poeter, koetika maoe poelang, ia adjak saja naek di kretanja jang di tarik dengen saekor koeda Australia jang besar. Saja rasaken diri saja sama djoega soeda djadi penganten baroe lagi dengen itoe pamoeda, saja taksir ia poenja oemoer ada banjak lebi moeda dari saja. Tapi toch kliatan ia soeda bangor, kerna boekan saja jang boedjoek padanja, tapi ia jang maoe<noinclude></noinclude> b8xff7spxks76nneoayrhh1w3foudj0 Halaman:17 kali bertjere.pdf/63 104 105480 297687 2026-06-12T02:12:17Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 297687 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{c|- 118 -}} ---- sendiri menginep diroema saja. Begitoe sampe bebrapa boeian saja soeda idoep manis padanja, saja poenja pirasat poen rasanja tida enak, sebab ia ada begitoe moeda masi ada dalem perlindoengannja ia poenja orang toewa jang berkwasa atas dirinja. Betoel sadja achirnja telah dateng ia poenja iboe jang telah dapet taoe itoe resia dari koesirnja, dimana itoe njonja hartawan soeda memaki pada saja dan adjak ia poenja anak lelaki poelang. Sedari itoe waktoe itoe pamoeda tida brani dateng lagi di roema saja. {{u|'''Pertjerehan jang ka tigablas kali.'''}} Angka Tigablas memang ada nomor jang paling sial, begitoe bebrapa boelan kemoedian saja telah ketemoe pada satoe pamoeda jang bekerdja sebagi Boekhouder dalem sala satoe firma Europa. Saban boelan ia poenja gadji f 200. — ia soeda seraken semoewa di tangan saja. Saja liat ia ada sanget tjinta pada saja. Saja poenja pikiran ini kali sebrapa bole saja maoe tjoba, soepaja ia poenja diri tida terlepas {{c|- 119 -}} ---- dari tangan saja, sebab saja taoe ia tida mempoenjai sanak-soedara jang mendjadi rintangan Begitoe saja soeda djaga dengen betoel ia poenja makan dan pakean, ia selaloe merasa senang dengen saja poenja lajannan. Selaga daja oepaja saja soeda goenaken boeat bikin pikirannja djangan sampe terganggoe oleh laen prampoean. Tapi dasar saja poenja peroentoengan jang sial, apa maoe ia bole gila Motor fiets, maski saja soeda boedjoek sebrapa bisa soepaja ia djangan naikin itoe kandaran jang berbahaja, tetapi ia memaksa djoega, ia maoe ambil dengen Huurkoop, koetika ternjata ia poenja niatan saja tida dapet tjega, saja laloe kloearken oewangnja jang saja soeda simpen ampir doewa reboe roepia. Begitoe ia soeda bli satoe Motor fiets dengen contant, tapi apa latjoer ia telah dapet ketjilakahan ketoebroek mobiel di djalanan antara Batavia dan Buitenzorg, dimana betoelan leter Z., hingga ia poenja djiwa telah djadi tiwas. Wadoe, begimana sedi rasanja hati saja di itoe waktoe, saja soeda djadi nekat maoe mem-<noinclude></noinclude> f1up8179g7kju311ohowxspexp1isfr Halaman:17 kali bertjere.pdf/64 104 105481 297688 2026-06-12T02:15:43Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 297688 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{c|- 120 -}} ---- boenoe diri, baek djoega saja poenja tetangga-tetangga soeda djaga dan kasiken saja ingetan. {{u|'''Pertjerehan jang ka ampatblas kali.'''}} Saja boekan ada satoe prampoean moeda jang terlaloe gemer sama plesiran doenia, soeka toekar menoekar laki, saja poenja pertjerehan semoewa ada bergantoeng dengen saja poenja nasip jang sial, soeda tida bisa ketemoeken lelaki jang kebeneran dan beroemoer pandjang. Bebrapa boelan saja tinggal dalem kesoenjian lantaran kesel saja telah dapet demem, hingga saja soeda makan Kinine Tablet dan Aspirin, koetika saja poenja sakit soeda mendjadi semboe, saja poenja moeloet merasa engga enak sekali. Maka saja laloe pergi ka Tanah Lapang boeat bli boeah anggoer. Apa maoe saja soeda mampir di waroeng boeah, dimana satoe pamoeda ada djadi eigenaar. Ia lajanin pada saja dengen sanget manis, serta tanja djoega dimana saja poenja roema. Saja liat ia soeda boengkoes bebrapa matjem boeah dan bebrapa kaleng biscuit, saja kira itoe ada pesenan laen orang. {{c|17 KALI {{gap}}{{gap}}{{gap}} - 121 - {{gap}}{{gap}}{{gap}} BERTJERE}} ---- Koetika saja maoe bajar harganja itoe boeah anggoer, dengen mesem ia soeda menampik, serta taro itoe semoewa boengkoesan di delman jang saja doedoekin. Saja soeda menampik, tapi ia troes memaksa, maka saja tida dapet laen djalan, selaennja saja atoerken banjak trima kasi boeat ia poenja pemberian. Tapi pada malemnja ia soeda dateng koendjoengin di saja poenja roema boeat berkenalan. Kemoedian ia laloe piara pada saja. Tida bebrapa lama poelah, djoestroe di itoe waktoe soeda deket taon baroe Im Lek, sebab ia taoe jang saja ada poenja oewang simpenan di Bank, maka ia soeda boeka moeloet boeat pindjem saja poenja oewang aken bli djeroek Tjina di Singapore. Ia bilang itoe dagangan bisa kasi kaoentoengan jang bagoes. Saja pertjaja betoel padanja sebab ia ada satoe soewami jang baek, maka dengen tida merasa kebratan, saja soeda kasiken saja poenja oewang f 1000.— Begitoe ia dapet saja poenja pertoeloengan,<noinclude></noinclude> rhaooiuj0x6bzfn9gyibk231ocyjleh Halaman:17 kali bertjere.pdf/65 104 105482 297689 2026-06-12T02:19:10Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 297689 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{c|- 122 -}} ---- ia laloe pergi bli kaartjis kapal api pada agent-nja dari Frensch mail. Dengen kapal Resijna ia soeda brangkat menoedjoe ka Singapore. Ja, ampoen, saja minta ampoen doewablas kali ampoen, djangan orang-orang perlajaran dapetken itoe nasip, itoe kapal api soeda kena ditoebroek oleh kapal api Inggris dideket pasisir Riouw, menoeroet wartanja soerat kabar. Sebab itoe kedjadian terbit di waktoe tenga malem, hingga itoe kapal soeda djadi kleboe waktoe banjak passagier lagi sedeng enak tidoer sementara tjoewatja ada sanget glap, hingga sebagian besar penoempang-penoempang soeda terkoeboer dalem peroet ikan atawa di dasar laoet. Aer laoet jang soeda pisaken saja poenja diri dengen dirinja saja poenja soewami, saja tida boeat pikiran dari saja poenja oewang, tjoema saja merasa menjesel sekali atas tiwasnja ia poenja djiwa, sebab kaloe sampe ia bisa idoep teroes, tentoe saja poenja diri soeda djadi broentoeng. {{c|- 123 -}} ---- {{u|'''Pertjerehan jang ka lima bias kali.'''}} Ini kali saja soeda djadi lebi tjilaka lagi, baek djoega saja soeda bisa berlakoe tjerdik, djika tida tentoe saja poenja oewang simpenan, oewang pendapetan dari pendjoealan diri saja, bole djadi moesna, sebab saja soeda ketemoe dengen satoe lelaki pementopan. Betoel baroe-baroe saja ikoet padanja, ia ada keliatan berlakoe sanget royal, melebi-in dari orang hartawan, begitoe ia soeda kasi saja persen saban kali ia menang maen. Ia ada saorang moeda dan berpakean sanget plente. Tapi blakangan, koetika ia poenja nasip moelai malang, oewangnja soeda djadi abis sama sekali maka ia soeka poelang dengen oering-oeringan dan djadi goesar dengen tida keroean. Tapi kapan ia soeda dapet oewang dari saja, ia lantes djadi baek kombali, dengen bawa itoe oewang ia laloe pergi berdjoedi lagi. Saja liat ia poenja perdjalanan tida baek, maka saja sering kasi inget boeat ia pergi tjari pakerdjahan atawa dagang, tapi ia tida maoe dengerin.<noinclude></noinclude> eofm8wv3m5e4lrkqjkeg27icazfdv2h Halaman:17 kali bertjere.pdf/66 104 105483 297690 2026-06-12T02:23:50Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 297690 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{c|- 124 -}} ---- saja poenja nasehat, maka saja djoega tida maoe kasi oewang lagi padanja. Begitoe ia laloe bikin oetang di loearan, koetika itoe acceptatie djato tempo, ia tida sanggoep penoeken kewadjibannja, dan ia poenja pioetang laloe sita dan minta vonnis dari Raad van Justitie, baek djoega saja boekan djadi ia poenja istri kawin, djadi saja poenja harta tida kena kerembet. Satelah toean oewang tida dapetken maksoednja ia laloe kirim deurwaarder boeat seret saja poenja soewami kasi masoek dalem boei oetang, dengen harepan saja nanti bajarin itoe oetang. Sebab di djebloesin dalem boei ia soeda merasa maloe, maka dengen nekat ia soeda abisin djiwanja dengen djalan menggantoeng diri. {{u|'''Pertjerehan jang ka anamblas kali.'''}} Saja soeda bentji sama kota Betawi, tadinja saja soeda maoe brangkat ka Deli sebab saja denger banjak prampoean jang dateng di itoe tempat semoewa djadi broentoeng, djadi njai toekang kebon. Apa maoe selagi saja batja soerat kabar, saja {{c|17 KALI {{gap}}{{gap}}{{gap}} - 105 - {{gap}}{{gap}}{{gap}} BERTJERE}} ---- dapet liat satoe soedagar di Soerabaja hendak tjari satoe pengoeroes roema, boeat rawatin ia poenja anak-anak. Dengen oentoeng-oentoengan saja soeda melamar itoe pakerdjahan, kebetoelan saja poenja lamaran ka trima. Maka sasoedanja saja djoeal saja poenja perabotan roema, saja laloe naek spoor menoedjoe Soerabaja. Dari Maos saja kirim kawat, boeat kasi taoe bahoewa saja ada brangkat dengen trein pagi ka Soerabaja sebab itoe soedagar ada minta pada saja boeat berlakoe begitoe dalem soeratnja, serta ia pesen pada saja misti pake tanda, taro sapoetangan dimana saja poenja poendak. Begitoe koetika trein masoek di Station, saja soeda di samboet oleh satoe Sianseng jang setenga toewa. Dengen roepa girang ia adjak saja naek dalem autonja, jang laloe di kasi iari dengen kentjeng menoedjoe ka ia poenja gedong. Baroe sadja itoe auto brenti, tiga anak lelaki jang oemoernja bertoeroen tangga, dateng samperin pada saja.<noinclude></noinclude> 72epl2p4hn2157r3cgs8dr208pbur61 Halaman:17 kali bertjere.pdf/67 104 105484 297691 2026-06-12T02:27:15Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 297691 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{c|- 126 -}} ---- Ada jang pegang saja poenja badjoe kebaja ada jang tarik saja poenja tangan sementara jang besaran sedikit dengen lakoe tjeriwis soeda pelok dan tjioem pada saja.. Saja djadi merasa heran bagimana itoe anak-anak sampe begitoe djahat, sedeng ia poenja ajah tjoema mengawasin dengen mesem sadja. "Papa, ini mama baroe?" menanja sala satoe anaknja sambil pandang saja poenja moeka; kemoedian ia berkata poelah, "ini mama baroe ada banjak lebi tjantik dari mama jang minggoe soeda." "Hoes diam," sentak sang ajah sambil delikin pada anaknja, tapi itoe anak boekan merasa takoet, malahan soeda mengotje poelah sambil berkata, "Tentoe lebi tjantik ini mama, liat sebentar kaloe Enko De poelang sekola tentoe ia nanti alem dan soeka pada mama baroe." Saja pikir barangkali itoe koelawarga ada pake atoeran setjara Barat, tapi hati saja merasa tida senang, sebab di itoe roema soeda ternjata sering sekali toekar njonja, barangkali orang-orang jang soeda mendjadi njonja dalem itoe gedong semoewa merasa kewalahan dengen itoe {{c|- 127 -}} ---- anak-anak jang bengal sekali. Betoel sadja saja poenja doegahan tida meleset, kerna baroe saja tinggal satoe minggoe dalem itoe gedong, saja merasa tjape sekali misti lajannin itoe anak-anak jang nakal dengen tida mengenal takoet, sementara di waktoe malem saja dapet ganggoean dari ia poenja ajah, boekan sadja saja minta djadi pengoeroes dari itoe anak-anak, malahan misti di rangkep mendjadi istrinja, sedeng itoe roema tangga soeda tida mempoenja atoeran sama sekali, kerna sang ajah lantaran terlaloe sajang dan kesian pada ia poenja anak-anak jang soeda tida mempoenjai iboe, hingga marika soeda djadi sanget ngeloendjak. Koetika itoe soedagar pergi kloear di waktoe malem ia poenja anak lelaki jang paling besar dengen njelongtjong soeda brani masoek dalem saja poenja kamar boeat gerajangin pada saja, ia maoe bikin saja poenja diri sebagi ia poenja goela-goela. Saja soeda oesir ia kloear, sebab saja boekan ada prampoean jang soeka berboeat jang boekan-boekan, begitoe waktoe ajahnja poelang saja soeda raportken itoe hal, tapi boekan itoe aja<noinclude></noinclude> tmxla1vy70jqjk6q5d0jv6in91cqhv7 Halaman:17 kali bertjere.pdf/68 104 105485 297692 2026-06-12T02:29:47Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 297692 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{c|- 128 -}} ---- antjem pada anaknja, jang hendak berboeat tida sopan, malahan ia soeda katain saja ada saorang prampoean jang genit. Lantaran goesar saja soeda tinggalkan roemanja, sebab saja tida dapetken keadilan, begitoe saja djadi menoempang di hotel, dimana Enko soeda ketemoeken pada saja. {{u|'''Pertjerehan jang ka toedjoeblas kali.'''}} Sampe di ini bagian, saja (Landru) poenja Dji Nio soeda tida menoetoerken lagi, kerna ada djadi saja poenja giliran sendiri. Begitoe saja poenja Dji Nio soeda toetoerken ia poenja hikajat, tapi keliatan ia soeda menangis kombali. „Soeda, Dji Nio djangan kau masi maoe bersedi sadja, sekarang soeda ada si Toedjoeblas, boekan saja alem saja poenja diri, tapi Dji Nio bisa dapet boektinja dengen trang jang si Toedjoeblas ada saorang jang paling tjinta dan djoedjoer pada Dji Nio.“ begitoe saja bilang padanja. „Enko soeda denger abis saja poenja hikajat, saja bermoehoen pada Enko jang saja poenja pengidoepan-pengidoepan jang doeloe tida aken {{c|- 131 -}} ---- „Enko saja kirim-kirim saja poenja anak sebagi tanda mata, sebab saja rasanja tida bisa idoep lebi lama lagi.“ kata Dji Nio dengen napas sengal-sengal. „Djangan poetoes harepan Dji Nio, misti idoep boeat toenggoe sampe kita poenja anak djadi besar.“ kata saja dengen melele aer mata. „Kaloe bisa, memang saja maoe toenggoe’in, tapi .......“ kata poelah Dji Nio sambil awasin anaknja jang lagi tidoer di sampingnja. „Enko, saja poenja oewang jang masi ketinggalan, dan separo bagian dari ini kebon, saja harepan Enko soeka pisa’in boeat mendjadi bagiannja saja poenja anak, sebagi satoe peninggalan dari satoe iboe jang soeda tida bisa toenggoein padanja.“ kata poelah Dji Nio seraja oesap-oesap kepalanja itoe baji. Saja poenja hati piloe sekali meliat itoe keadaan, saja ampir maoe djadi gila, tetapi kapan saja toendjoekin saja poenja kesedihan, bole djadi nanti membikin ia djadi poetoes harepan, maka sebrapa misti saja tahan saja poenja kesedihan,<noinclude></noinclude> gelazm8n96turd5xgfhg11yql1rxw30 Halaman:17 kali bertjere.pdf/69 104 105486 297693 2026-06-12T02:33:12Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 297693 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{c|- 132 -}} ---- Tapi dasar kodrat Allah misti begitoe, satoe minggoe telah berselang, maski saja soeda panggil Doktor dan senshe toch soeda tida bisa menoeloeng pada djiwanja. Dji Nio jang baek dan berboedi soeda misti tinggalkan saja boeat selama-lamanja. Kaloe tida ada anaknja sebagi hiboeran, serta ada djadi saja poenja kewadjiban boeat rawat dan pimpin padanja sampe besar, barangkali saja soeda djadi gila. {{c|<big><big><big>'''TAMAT.'''</big></big></big>}} Begitoe ada penoetoerannja saja poenja sobat Landru dari indonesia, jang soeda pake itoe gelaran sebagi peringetannja dari ia poenja Dji Nio jang mempoenjai hikajat „Toedjoeblas kali Bertjere.“ {{r|<big>JUVENILE KUO.</big>}} {{c|17 KALI {{gap}}{{gap}}{{gap}} - 129 - {{gap}}{{gap}}{{gap}} BERTJERE}} ---- bikin loeka Enko poenja hati dan boeat tjemboeroean pada saja poenja diri. Sedari ini hari kasanain kita orang bole teroesa omongin lagi apa jang soeda liwat.“ kata Dji Nio sambil pelok pada saja. „Soeda tentoe saja sanget moefaket, inilah ada jang paling baek boeat keroekoenannja kita orang poenja pengidoepan, djoega saja pikir sekarang sasoedanja dapetken Dji Nio, saja tida bole lagi maen boeang-boeang saja poenja oewang, saja soeda pikir satoe pengidoepan, jang senang di loear pergaoelan orang banjak. Jaitoe kita bole bli satoe kebon Kembang di deket Soekaboemi, saja ada poenja kenalan jang djadi Bloemenhandel di Weltevreden dan bebrapa toko-toko Kembang Europa, jang kita bole djoeal kita poenja kembang padanja, djika kira Dji Nio bisa setoedjoe dengen saja poenja ichtiar.“ kata saja sambil maoe denger ia poenja pernjaoetan. „Semoewa oeroesan mentjari pengidoepan saja seraken pada Enko, saja tjoema bisa bekerdja sebagi pembantoe, saja poenja oewang Enko bole pake poenja soeka,“ kata Dji Nio dengen penoe harepan.<noinclude></noinclude> c2fc58j6nvpef8yxj8htctr6u2mep56 Halaman:17 kali bertjere.pdf/70 104 105487 297694 2026-06-12T02:35:29Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 297694 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{c|- 130 -}} ---- Begitoe kemoedian dari Malang saja soeda brangkat ka Soekaboemi dengen saja poenja Dji Nio jang manis. Kebetoelan ada orang jang lagi maoe djoeal Kebon Kembangnja boeat ƒ 10.000.— tadinja ia soeda maoe kloearken oewangnja sendirian, tapi saja laloe tjega, sebab maski betoel ia ada pertjaja abis pada saja, saja maoe djaga paitnja kapan ia poenja pikiran bisa beroba laen, begitoe saja soeda atoer saorang kloearken ƒ 5000.— Itoe peroesahan berdjalan dengen bagoes, saja idoep broentoeng dengen Dji Nio. Ia tjinta pada saja, saja tjinta padanja, hingga tida merasa lagi telah berselang satoe taon, dimana pada soeatoe hari ia telah berkata pada saja, „Kaloe tida sala saja soeda berisi tiga boelan.“ Saja lompat sambil pelok lehernja, kerna saja merasa girang sekali. Begitoe anam boelan kemoedian, Dji Nio telah broentoeng melahirken satoe anak lelaki. Dengen tida terdoega ia telah dapet penjakit demem, jang semingkin hari panasnja kaloe saja timbang djadi semingkin tinggi.<noinclude></noinclude> hcsh3ctt4qxd7jh2tufn93ohhgk1dnr Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/1 104 105488 297695 2026-06-12T07:26:20Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 297695 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{xx-larger|'''WARISAN'''}}<br> {{larger|'''Seorang'''}}<br> {{xx-larger|'''PANGERAN'''}} {{right|DJILID 4}} {{c|'''P.T. SAKAWIDYA'''}}<noinclude></noinclude> djy3b1hiwmyh1n0y48t8fujjldrjjig Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/2 104 105489 297696 2026-06-12T07:28:56Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 297696 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>TJERITA SILAT BARU: {{c| {{x-larger|'''WARISAN SEORANG PANGERAN'''}}<br> '''(djilid 1)'''<br> '''dituturkan oleh O.K.T.'''}} Tjerita silat bersambung jang terdjadi pada zaman Thay Peng Thian Kok (peperangan Thay Ping 1851-1861). Barang angkutan (pauwhok) jang terdiri atas 5 ribu lempengan emas (warisan seorang pangeran) hendak dipersembahkan kepada pemerintah Boan (Mantju). Karena litjiknja seorang pembesar jang minta bantuan seorang piauwsioe (Tjian Tjeng Loen) untuk mengirim warisan itu dan karena itu bertanggung djawab atas emas tersebut, jang di-intjar² oleh kaum Rimba Hidjau jang hendak menghalangi supaja emas itu djangan djatuh pada tangan pemerintah Boan, terdjadilah saat jang tegang dikalangan kang-ouw, karena sering mereka ber-adu dengan kaumnja sendiri. {{c|'''Penerbit SAKAWIDYA — DJAKARTA.'''}}<noinclude></noinclude> 9hysallugpj0wfgmck52uvkciqnhp3p Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/3 104 105490 297697 2026-06-12T07:29:59Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 297697 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{c| {{xx-larger|'''WARISAN SEORANG PANGERAN'''}} dituturkan oleh O. K. T. djilid IV {{larger|'''Penerbit SAKA WIDYA Djakarta'''}}}}<noinclude></noinclude> ph6wqj6g4ala2jtaao19dqzgfyxjpjw Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/4 104 105491 297698 2026-06-12T07:33:00Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 297698 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>„Biarlah aku jang melajani kau untuk menerima peladjaran beberapa djurus !” katanja seraja menuding. {{c|'''X'''<br> '''SI MAHASISWA BERKUDA PUTIH'''}} Say Hiang Hoei tahu dengan baik, bahwa ia telah kena terkurung, akan tetapi ia tidak mendjadi berketjil hati. Begitu ia lirik Houyan Pa, ia geraki kaki kirinja untuk memernahkan diri, menjusul mana pedangnja dikerdjakan untuk menikam tangan kanan djago dari Tjietjie itu. „Bagus!” berseru Houyan Pa. Ia turunkan tangannja, untuk berkelit, berbareng ia kerahkan tenaganja ditelapakan tangannja, untuk membuat pedangnja menjontek naik guna segera membalas menjerang. Goat Hoa menolong dirinja dengan menarik pulang tangannja, tetapi ia disusul. Houyan Pa merangsak diberikuti tusukannja kearah dada, si nona. Itulah djurus „Si ular putih memuntahkan bisa”. Goat Hoa menggeser kaki kanannja kesamping, untuk mengegos. Ia tidak lantas diam sadja, ia hanja membalas pula, membabat batang leher lawannja itu, pedangnja menjambar tjepat luar biasa. Houyan Pa berkelit sambil mendak dengan kakinja digeser kebelakang. Ketika ia sudah berdiri pula dengan tegak, pedangnja dari depan dadanja dipakai menangkis pedang lawannja itu. Kedua sendjata benterok dengan menerbitkan suara njaring. Berbareng dengan itu Houyan Pa terkedjut. Pedangnja tersampok miring sedikit, udjungnja masih memperdengarkan suara pelahan. Ia terperandjat karena ia tidak menjangka sama sekali seorang wanita mempunjai tenaga demikian besar. Selagi lawannja tertjengang, Goat Hoa menjerang pula, madjukan kaki kanannja sedikit kesamping, menjusul itu kaki kirinja melajang kearah pinggang lawan. Ia telah menjusuli dengan tendangan. Berbareng dengan itu, terdengarlah mengaungnja tali busur, lantas beberapa batang panah pendek datang menjambar.<noinclude>{{rh|||187}}</noinclude> fafb55h6nkrzcm65kpwfpekx6j4a8fe Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/5 104 105492 297699 2026-06-12T08:13:05Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 297699 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Goat Hoa menduga kepada bahaja, Ia mendjedjak dengan kaki kanannja, untuk berlompat sekira dua tombak djauhnja, Itulah lompatan „Si ular hidjau keluar dari guhanja”. Hebat serangan parah-pendek itu, jang mengenai batu didekat tempat si nona berdiri, hingga batunja gempur dan petjahannja muntjrat, sedang panah jang lainnja mengenai sasaran kosong, lewat dan nantjap ditanah. Goat Hoa sudah lantas berpaling kearah dari mana serangan datang. Diatas tandjakan pasir ia melihat satu nona umur kira² duapuluh tahun, ditangannja tertjekal sebatang busur ketjil, jang buatannja mestinja istimewa. Tapi ia tidak sempat mengawasi lama-lama nona itu, karena ia dapat kenjataan, musuhanja mulai merangsak mendekati. Ia masih tetap terkurung mereka itu, jang agaknja berkuatir ia nanti dapat meloloskan diri. Dalam saat jang berbahaja itu, Goat Hoa tahu la mesti lekas² menundukkan Houyan Pa, djikalau tidak, ia tidak bakal sanggup menaklukkan jang lain০nja. Maka itu dengan lantas ia lompat kepada orang she Houyan itu untuk terus menikam iganja. Houyan Pa dapat melihat serangan berbahaja. Ia tidak menangkis, hanja berkelit dengan lompat minggir, dari sini, disamping musuh, ia membalas menjerang. Ia menikam kebelakang kepala si nona. Goat Hoa keburu menaruh kakinja ditanah. Sambil membalik tubuh, ia menjerang. Ia babat lengan kanan lawannja itu selagi pedangnja melajang lewat. Houyan Pa gesit sekali, Ia sempat menurunkan tangannja, untuk mengasi lewat bahaja. Oleh karena ia berada dekat dengan si nona, dengan kaki kirinja ia membarengi menendang. Goat Hoa berkelit dengan lompat mentjelat, Disaat tubuhnja turun, ia menikam kearah pelipis lawannja. Untuk melindungi diri, Houyan Pa berkelit dengan kepalanja mendak, berbareng dengan mana ia geraki kakinja setengah tindak. Dengan begitu ia bebas dari antjaman bahaja maut. Nona Sim telah menaruh kakinja. Mendapatkan musuh terlolos, ia hendak menjusuli dengan serangannja terlebih djauh, tetapi djusteru itu, kembali panah pendek menjambar kearahnja, kemukanja sekali. Ia lantas sadja berkelit. Adalah tengah ia menolong diri, maka Houyan Pioe, jang bersendjatakan sepasang tombak tjagak,<noinclude>{{rh|188}}</noinclude> eo7mo29ytkzw7x41871vebo88n43z2r Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/6 104 105493 297700 2026-06-12T08:16:11Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 297700 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>sudah merangsak kepadanja dan ia diserang langsung. Terpaksa ia meninggalkan Houyan Pa karena ia mesti lajani musuh belakangan ini. Mulanja ia mengegos tubuhnja kesamping, dari situ ia hendak menjerang, atau dengan mendadak Houyan Pioe telah tarik tubuhnja mundur ketempat dimana tadi ia berdiri tegak. Agaknja ia tidak sudi bertempur {{...|8}} „Lihat pedang, demikian Houyan Pa, jang sudah mengambil ketikanja untuk mendahului menjerang pula. Dia berlompat madju. Serangan itu mesti ditangkis, maka itu, Goat Hoa sudah lantas bergerak, Berbareng dengan itu, Houyan Pioe pun bergerak pula, mengantjam untuk menjerang lagi. Mau atau tidak, Goat Hoa menunda gerakannja. Ia mundur sedikit, pedangnja, pedang Pek.hong-kiam, disiapkan. Ia memasang mata tadjam kepada musuhanja itu. Gerakan pedangnja itu adalah djurus „Kera malas pulang kesarangnja”. Houyan Pa tidak berhenti sampai disitu, kembali ia berlompat, untuk menjerang. Ia arah tenggorokan si nona. Goat Hoa lantas mundur dengan kaki kirinja, dilain pihak, pedangnja menjambar kekepala musuh . Ia lawan dengan tjepat. Sebab setelah mundur dan pedang lawan lewat, ia madju pula dengan babatannja. Selagi Houyan Pa menangkis, selagi si nona pun menghindarkan tangannja jang mentjekal pedang, Houyan Pioe madju pula. Tong San Siang Koay jang muda ini berlaku litjik untuk membantui kakaknja. Ia madju apabila perlu, tapi kali ini ia menjerang benar², maka dua batang tombak tjagaknja lantas ditangkis Goat Hoa, jang tidak hendak membiarkan.iganja ditikam. Sedang tombak adiknja mental, Houyan Pa madju pula. Ia bertindak dengan kaki kanan, pedangnja mendjurus kedada si nona. Goat Hoa tidak berkelit atau lompat mundur, dengan tubuh berdiri tegak, ia menangkis. Disaat kedua pedang benterok, ia madju setindak, pedangnja diteruskan dipakai menikam. Inilah tikaman membarengi jang dinamakan „Mengikuti aliran air menolak perahu”. Houyan Pa itu banjak pengalamannja, ia bisa menduga akan gerakan si nona, maka djuga begitu kedua pedang benterok, ia berlaku sebat berlompat mundur. Dengan begitu, berdua mereka bergerak hampir berbareng.<noinclude>{{rh|||189}}</noinclude> 3a9a0v7ta7nqbhc7f672ltjct948tuk Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/7 104 105494 297701 2026-06-12T08:18:48Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 297701 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Nona Sim tidak mau mengerti, ia berlompat lagi, menjusul bagaikan bajangan orang. Kali ini kembali ia menampak halangan. Ia lantas dapat dengar suara anak panah mengaung. Sebab Tjio Soen Eng, salah satu dari Tjiatjioe Soe Kiat, lagi2 menjerang dengan anakpanah. Mau atau tidak, Goat Hoa mendjadi mendongkol, Saban² nona muda itu mengganggu padanja, merintangi usahanja, Maka ia berniat berlompat naik ketandjakan untuk menghampiri nona itu, guna menjerang. Niat ini ia hendak wudjudkan tetapi ia tak berhasil, sebab saat itu djuga dari belakangnja ia dengar suara panah, Segera ternjata, serangan datang dari arah barat dimana ada sebuah pohon besar. Dimana ada musuh jang menjembunjikan diri — musuh jang menggunakan sematjam panah. Itu artinja ia seperti digentjet dari depan dan belakang. Tapi ia tabah dan gesit, ia lantas berkelit. Penjerang jang belakangan ini adalah Tjio Hoa, adik Soen Eng. Dalam keadaan murka, Goat Hoa mentjelat kearah Houyan Pioe. Orang she Houyan ini tidak hendak melajani, ia lompat menjingkir. Dilain pihak, ia digantikan Ma Tjoen, jang sedjak tadi berdiam sadja dan mendjadi gatal tangan. Setelah madju, orang she Ma ini segera menjerang dengan sendjatanja sematjam tombak mirip gigi kuda. Melihat sendjata lawan berat, Goat Hoa tidak mau bikin sendjata mereka beradu. Ia lantas sadja berkelahi dengan selalu berkelit, mengegos tubuh atau berlompat. Baru sesudah serangan jang ketiga kali, ia ajun tangan kirinja, menimpuk dengan teratai besi kemata kanan lawannja jang garang itu. Ma Tjoen pun seorang berpengalaman dan ia pernah dengar Nona Sim pandai menggunakan sendjata rahasia thie-lian_tjie, teratai besi itu. Walaupun ia mendesak, ia berlaku waspada, maka itu begitu melihat tangan si nona terajun, ia lantas mendak sedang sendjatanja diletakkan didepan mukanja. Maka tepatlah teratai besi lewat diatas kepalanja disamping sendjatanja itu. Adalah niat Ma Tjoen, sehabis penjerangan lawan itu, ia hendak membalas menjerang, apamau ia telah didului si nona. Menjusul serangannja dengan sendjata rahasia jang gagal itu, Goat Hoa lompat mendesak, guna menjerang dengan pedangnja, Ma Tjoen hendak<noinclude>{{rh|190}}</noinclude> ecbpcjmy5a1fsk0nqkwmld104v5ucd9 Halaman:Kiem Keng Hoa Yan - 02.pdf/45 104 105495 297702 2026-06-12T09:00:10Z Suga Widi 25678 /* Telah diuji baca */ 297702 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" />{{rh||KIEM KENG HOA YAN||104}}</noinclude>di tengah djalan tida djadi koerang maski itoe waktoe soeda djaoeh malem. Sesoeda makan malem, Too Kioe Kong c.s. Jantas kloear djalan-djalan. Marika pikir, begitoe lekas tjoeatja soeda djadi terang aken balik ka praoenja. Siapa njane marika telah „poeter kajoen“ boeat stengah malem lamanja dantaran pemdhdengan ada menarik perasa‘an marika, sedeng orang jang djalan masi rame sekali. Tatkala marika poelang ka hotel, ternjata itoe waktoe lontjeng soeda mengoendjoek djam 1.30 malem. Maski begitoe, toch di dalem itoe roema penginepan semoea tetamoe masi repot bebena ini dan itoe, atawa dengen Jaen perkata‘an itoe trio tida taoe kaloe semoca pendoedoeknja itoe negri sedeng riboet bersedia boeat tidoer setengah taon lamanja. Too Kioe Kong jang soeda rasaken tjape dan ngantoek, sambil tjelangapan dan tekoek pinggang ia mengrendeng: „Perdoeli apa sama marika sekalian jang masi pada riboet dan tida maoe tidoer, biarlah sekarang akoe tjari impian di Poelo kapoek terlebih doeloe.“ Koetika ia masoek poela ka dalem kamar, baroelah ia dapet tace kaloe dalem kamar jang disewa tida ada pembaringannja. Dari sebab tadi ia dan doea temennja tida perhatiken itee, hingga sakarang sesoeda matanja ngantoek dan maoe tidoer, baroe klabakan. Satoe: diongos lantas dipanggil dan oleh Too Kioe Kong laloe ditanjak: „Kenapa dalem ini kamar tida ada tandjang-<noinclude></noinclude> bf2xluuq2b9bsaar8e0nwo01bnxk6lb Halaman:Rasia kaboesoekannja Keizer Duitsch.pdf/6 104 105496 297704 2026-06-12T09:08:35Z Suga Widi 25678 /* Telah diuji baca */ 297704 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>Keizer aîigkat bitjara aken andjoerin kaoem penggawe dari fabriek sendjata Krupp berkerdja keras. Dan dok­ tor itoeiah djoega jang soeda anter Keizer Wilhelm tatkala ia ini melarikeii diri ka kasteel Amerongen di Nederland. Di itoe tempat ttiasi djoega Keizêr Duitsch berdaja boeat siapken kembali Buitschland melawaa Negri Sariket, daja niana ia atoer dengen pertoeloengannja telefocn resia dalem itoe kasteel. Koetika dajanja itoe tida berhasil, Keizer ini laloe bales sakit hatinja pada orang-orang jang telah berhianat padanja. Kita tida bisa toetoerken lebih banjak di ini bagian, maka kita silaken sadja pembatja saksiken djalannja ini tjerita jang betoel telah kadjadiai ta'kala Duitschland moelai kalah perang pada taon 1918. {{right|''Probitas.''}} {{rule|5em}}<noinclude></noinclude> i9187jfgvbh2qijcee106ms74szg8rj Halaman:Rasia kaboesoekannja Keizer Duitsch.pdf/272 104 105497 297705 2026-06-12T09:11:02Z Suga Widi 25678 /* Telah diuji baca */ 297705 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" />{{rh||250}}</noinclude>Sabagi penoetoep dari ia poenja penoetoeran, achirnja Dr. Franz Seeliger ada kata: „Bagi bebrapa pembatja brangkali ada merasa heran jang saja telah bikin itoe pengakoean-pengakoeam jang terseboet di atas, aken tetapi, sebagi saorang jang telah mendoesin atas apa jang ia telah toeroet lakoeken boeat berbagi-bagi kadjahatannja Keizer maka saja merasa adalah saja poenja kwadjiban boeat brenti dari djabatan, dan tida maoe berkata lagi djaoe, hoekoeman apa jang itoe Keizer pantas dapet bagi ia poenja perboeatan-perboeatan berdosa."<noinclude></noinclude> qlv3acu72ow1zfrr62nnfwaag5534sp Halaman:Gadis jang Malang.pdf/28 104 105498 297706 2026-06-12T09:17:14Z Dyalim 21704 /* Telah diuji baca */ 297706 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" />{{rh||26}}</noinclude>Tatkala si Nelly mendengar perkataan Quilp itoe, melihatlah ia kepada nénéknja jang memberi isarat kepadanja soepaja laloe dari sana. Akan tetapi sebeloemnja ia pergi ditjioemlah pipinja oléh nénéknja itoe. Setelah laloelah si Nelly dari dalam bilik itoe, berpalinglah orang toea itoe kepada djamoenja, laloe bertanja dengan soeara jang gemetar: Adakah toeanhamba bawa doeit oentoek hamba?" ,,Tidak," djawab Quilp dengan péndék. ,,Djika demikian, tjelakalah kami!" sahoet orang toea itoe dengan menjoesoen tangannja karena poetoes pengharapannja. Dengarlah perkataan hamba ini!" kata Quilp poela,,,lebih baik hamba berterang-terang sadja dalam perkara ini. Rahsia toean telah hamba ketahoei." Orang toea itoe melihat dengan sangat terperandjat kepada djamoenja itoe karena mendengar perkataan itoe. ,,Sekarang tahoelah hamba," kata Quilp poela, dimana tersimpannja sekalian oeang jang telah hamba pindjamkan kepada toean itoe, jaïtoe ditempat perdjoedian. Setiap malam toean pergi kesana dan habis toean perdjoedikan oeang itoe disana. Inilah roepanja djalan toean jang baik itoe akan beroléh ke- oentoengan. Inilah roepanja perdagangan jang haroes hamba modali itoe bila hamba gila sebagai persangkaan toean. Dan inilah roepanja perbendaharaan harta toean jang ta' dapat dihabiskan itoe, boekan?" ,,Ja," djawab orang toea itoe sambil ia menentang moeka Quilp dengan matanja jang menjala sebagai api.,,Itoelah dia dari dahoeloe sampai sekarang dan dari sekarang sampai adjal hamba." ,,Sangat menjesal hati hamba," kata Quilp poela sambil melihat dengan penglihatan jang sangat menghinakan kepada orang toea itoe,,,hamba dapat diperdajakan oleh seorang pendjoedi jang bodoh!" ,,Hamba boekannja seorang pendjoedi!" sahoet orang toea itoe poela.,,Hamba perboeat sekaliannja itoe oentoek tjoetjoe hamba, oentoek si Nelly, jang hendak hamba djadikan kaja." ,,Ja, mémang, itoelah djalan jang sebaik-baiknja oentoek mendjadi kaja!" kata Quilp mentertawakan orang toea itoe. ..Moela-moela tentoelah habis toean perdjoedikan oeang simpanan toean, kemoedian datanglah toean kepada hamba. Tat-Kala hamba bersangka toean sedang beroesaha mentjari keoen- toengan, roepanja ta' lain kerdja toean dari pada menarik diri toean kedoenia minta-minta, boekan? Tetapi ta' pernahkah toean menang?" ,,Ta' pernah," sahoet orang toea itoe dengan mengeloeh.<noinclude></noinclude> e6q0qo6wdrpztrq22n0ri4ylhtc70k1 Halaman:Gadis jang Malang.pdf/29 104 105499 297707 2026-06-12T09:22:10Z Dyalim 21704 /* Telah diuji baca */ 297707 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" />{{rh||27}}</noinclude>,,Adjaib," kata si katik itoe, mentertawakan orang toea itoe poela, pada sangka hamba, bila betah berdjoedi, tentoelah achirmja akan menang djoega, sekoerang-koerangnja tidak kalah." ,,Mémang benar itoe!" djawab orang toea itoe,,,dari moelanja telah hamba ketahoei dan hamba rasaï, tetapi tiadalah seterang sekarang ini. Toean Quilp! tiga malam bertoeroet-toeroet hamba bermimpi menang banjak. Djanganlah toean tinggalkan hamba dengan oentoeng hamba ini tatkala hamba boléh mendapat kemenangan itoe! Lain dari pada toean ta' adalah orang tempat hamba boléh meminta pertolongan. Tolonglah hamba sekali ini, akan mentjoba oentoeng hamba poela; sekali ini sadja lagi, soedah itoe tiadalah hamba akan berdjoedi lagi." ,,Perdjandjian jang sedemikian, boekan kedengaran pada toean sadja, tetapi pada tiap-tiap pendjoedi jang hendak memindjam, karena kekoerangan oeang. Akan tetapi bagi orang jang telah tahoe, djandji jang sedemikian tiada berapa harganja, sebab biasanja hanja sehingga moeloet sadja, ta' sampai ke- hati. Bila telah melihat tempat perdjoedian dengan teman-teman berdjoedi jang lain-lain, bila telah kelihatan oeang taroehan jang selaloe berpindah-pindah dari tangan jang seorang kepada tangan jang seorang, loepalah sekalian djandji itoe. hilanglah boedi bitjara, hanja perdjoedian itoelah jang masih kelihatan dimata." ,,Quilp jang baik boedi!" djawab orang toea itoe sambil mengeloearkan beberapa helai kertas dari sakoenja. „Tjobalah lihat daftar ini jaïtoe pendapatan dari pada perhitoengan jang pandjang-pandjang dan pertjobaan jang banjak menghabiskan Geang. Menoeroet daftar ini ta' kan tiada menanglah hamba. Sekali ini sadja lagi hamba akan memindjam kepada toean, itoepoen ta' banjak, empat poeloeh paoen *) tjoekoeplah. Hamba jakin, akan dapat mendjadikan modal itoe harta jang banjak. Lagi poela ingatlah kepada anak piatoe jang sengsara itoe! Djika toean tiada iba kepada hamba, ialah kasihani! Boekannja oentoek hamba oeang itoe, tetapi oentoek dia. Oléh sebab itoe hamba harap soenggoeh soepaja toean perlakoekan permintaan hamba ini dan toean beri djoega hamba modal oentoek pertjobaan jang penghabisan ini." ,,Sesoenggoehnja amat sedih hati hamba karena ta' dapat menolong toean," djawab Quilp dengan sangat hormatnja. ,,Hanja nasihatlah jang dapat hamba berikan kepada toean, dengarlah! karena sesoenggoehnja nasihat ini mahal harganja, oléh sebab itoe haroes disimpan dalam hati. Pada sangka<noinclude>Pondsterling (12 roupiah</noinclude> kt5s1k1moghpe65dd8snkam80c2k3jq Halaman:Gadis jang Malang.pdf/30 104 105500 297708 2026-06-12T09:29:26Z Dyalim 21704 /* Telah diuji baca */ 297708 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" />28</noinclude>hamba, hamba ini seorang jang tjerdik jang ta' moedah terperosok kedalam randjau tipoe moeslihat, tetapi sekarang ini njata kepada hamba, hambapoen dapat teperdaja karena mendengar nama foean jang haroem itoe, sebagai seorang kaja dan terkataan tocan jang menanggoeng tocan akan berolh boenga dari ocang jang hamba berikan kepada toean, tiga kali lebih hanjak dari pada boenga jang tocan djandjikan kepada hamba. Djika tiada hamba ketahoei rahsia toean ini, tentoelah sampai pada waktoe ini hamba masih memberi pindjam kepada toean.” »Tetapi siapakah jang memboeka rahsia ini kepada toean? karena hamba sangat berhati-hati bekerdja. Katakanlah rang itoe?” kata orang toea itoe dengan poetoes asanja. Si katik jang tjerdik itoe berpikir sedjoeroes. Kalau dise'wetnja nama si Nelly, tentoelah terboeka rahsianja telah menipoe anak itoe akan mengetahoei hal nendknja. Oleh sebab ia lebih soeka rahsia itoe djangan terboeka, tiadalah didjawabnja pertanjaan orang toea itoe, melainkan 'bertanja poelalah ia: »SSiapa pada sangka toean »Tentoclah si Kit," sahoet orang toea itoe. ,Ialah jang kerap kali datang kemari, tentoe dengan niat hendak mengintip pekerdjaan hamba dan tocan tentoelah mengoepah dia sebagai mata-mata." .Apakah sebabnja lekas benar djatoeh persangkaan tocan kepadanja?” tanja si katik itoc. Tetapi seketika itoe djoega sebagai teringat poela olehnja barang sesoeatoe, laloe berkata poela: ,,Ja, si Kit. Memang si Kit itoclah jang memboeka rah- sia ini! Kasihan si Kit itoe!" Setelah itoe digojangnjalah kepalanja sedikit akan memberi selamat tinggal kepada orang toea itoe, laloe berdjalan kepintoe. Tatkala ia akan sampai kepintoe itoe berhentilah ia sesa'at, laloe berkata kepada dirinja sendiri: ,,Boekankah si Kit itoe jang telah mengatakan akoo seorang katik jang boerock sebagai ang dipertoendjoekkan pada tempat permainan wajang? Ja! ja! Ha, ha, ha! Kasihan si Kit itoe!”! Setelah itoe baroelah ia keloear pintoe itoe dengan menjeringai karena kesoekaan hatinja.<noinclude></noinclude> 4arfyuseu3ha9d1xarx0qedeql3lkg3 297709 297708 2026-06-12T09:29:54Z Dyalim 21704 297709 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Dyalim" />{{rh||28}}</noinclude>hamba, hamba ini seorang jang tjerdik jang ta' moedah terperosok kedalam randjau tipoe moeslihat, tetapi sekarang ini njata kepada hamba, hambapoen dapat teperdaja karena mendengar nama foean jang haroem itoe, sebagai seorang kaja dan terkataan tocan jang menanggoeng tocan akan berolh boenga dari ocang jang hamba berikan kepada toean, tiga kali lebih hanjak dari pada boenga jang tocan djandjikan kepada hamba. Djika tiada hamba ketahoei rahsia toean ini, tentoelah sampai pada waktoe ini hamba masih memberi pindjam kepada toean.” »Tetapi siapakah jang memboeka rahsia ini kepada toean? karena hamba sangat berhati-hati bekerdja. Katakanlah rang itoe?” kata orang toea itoe dengan poetoes asanja. Si katik jang tjerdik itoe berpikir sedjoeroes. Kalau dise'wetnja nama si Nelly, tentoelah terboeka rahsianja telah menipoe anak itoe akan mengetahoei hal nendknja. Oleh sebab ia lebih soeka rahsia itoe djangan terboeka, tiadalah didjawabnja pertanjaan orang toea itoe, melainkan 'bertanja poelalah ia: »SSiapa pada sangka toean »Tentoclah si Kit," sahoet orang toea itoe. ,Ialah jang kerap kali datang kemari, tentoe dengan niat hendak mengintip pekerdjaan hamba dan tocan tentoelah mengoepah dia sebagai mata-mata." .Apakah sebabnja lekas benar djatoeh persangkaan tocan kepadanja?” tanja si katik itoc. Tetapi seketika itoe djoega sebagai teringat poela olehnja barang sesoeatoe, laloe berkata poela: ,,Ja, si Kit. Memang si Kit itoclah jang memboeka rah- sia ini! Kasihan si Kit itoe!" Setelah itoe digojangnjalah kepalanja sedikit akan memberi selamat tinggal kepada orang toea itoe, laloe berdjalan kepintoe. Tatkala ia akan sampai kepintoe itoe berhentilah ia sesa'at, laloe berkata kepada dirinja sendiri: ,,Boekankah si Kit itoe jang telah mengatakan akoo seorang katik jang boerock sebagai ang dipertoendjoekkan pada tempat permainan wajang? Ja! ja! Ha, ha, ha! Kasihan si Kit itoe!”! Setelah itoe baroelah ia keloear pintoe itoe dengan menjeringai karena kesoekaan hatinja.<noinclude></noinclude> ect4ayj93hl68uyk1xjviopskfat9z5