Wikisumber
idwikisource
https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama
MediaWiki 1.47.0-wmf.15
first-letter
Media
Istimewa
Pembicaraan
Pengguna
Pembicaraan Pengguna
Wikisumber
Pembicaraan Wikisumber
Berkas
Pembicaraan Berkas
MediaWiki
Pembicaraan MediaWiki
Templat
Pembicaraan Templat
Bantuan
Pembicaraan Bantuan
Kategori
Pembicaraan Kategori
Pengarang
Pembicaraan Pengarang
Indeks
Pembicaraan Indeks
Halaman
Pembicaraan Halaman
Portal
Pembicaraan Portal
TimedText
TimedText talk
Modul
Pembicaraan Modul
Acara
Pembicaraan Acara
Portal:Pidato
106
1434
313207
257931
2026-08-16T02:33:58Z
Fikri RA
2053
313207
wikitext
text/x-wiki
{{portal header
|title = Pidato
|section =
|previous =
|next =
|shortcut =
|class = P
|subclass1= N
|notes = Berikut adalah daftar koleksi pidato Wikisource.
}}
* Pidato Joko Widodo
** [[Pidato pelantikan Joko Widodo, 20 Oktober 2014]]
** [[Pidato pelantikan Joko Widodo, 20 Oktober 2019]]
** [[Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, 16 Agustus 2021]]
* Pidato Prabowo Subianto
** [[Pidato Sambutan Presiden Prabowo Subianto pada Peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur dan Bali International Hospital]]
** [[Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026]]
* Pidato Soekarno
** [[Pidato Soekarno: Lahirnya Pancasila|Lahirnya Pancasila, 1 Juni 1945]]
** [[Pidato Presiden Soekarno pada sidang pleno pertama Dewan Perantjang Nasional]]
** [[Pidato Nawaksara]]
* Pidato Soeharto
** [[Pernyataan Berhenti Sebagai Presiden Republik Indonesia, 21 Mei 1998]]
* Pidato Susilo Bambang Yudhoyono
** [[Pidato pelantikan Susilo Bambang Yudhoyono, 20 Oktober 2004]]
** [[Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, 16 Agustus 2005]]
** [[Pidato Susilo Bambang Yudhoyono 27 Januari 2006|Pidato Susilo Bambang Yudhoyono pada Peresmian Pabrik Perakitan Yamaha Motor Indonesia]]
** [[Pidato Susilo Bambang Yudhoyono 30 Januari 2006|Pidato Susilo Bambang Yudhoyono pada Peringatan 1 Muharram 1427 H]]
** [[Pidato Susilo Bambang Yudhoyono 13 Februari 2006|Pidato Susilo Bambang Yudhoyono pada Pelantikan Panglima TNI dan Kepala Stau TNI AU 13 Februari 2006]]
** [[Arahan Presiden pada Sidang Kabinet Paripurna Membahas Antisipasi Dampak Krisis Keuangan AS]]
** [[Pidato Presiden RI menanggapi Bom JW Marriott dan Ritz Carlton 2009|Pidato Presiden RI menanggapi Bom JW Marriott dan Ritz Carlton 2009]]
** [[Pidato Susilo Bambang Yudhoyono pada pengumuman susunan Kabinet Indonesia Bersatu II]]
** [[Penjelasan Susilo Bambang Yudhoyono dalam Masalah KPK dan Bank Century]]
** [[Pidato Menyambut Hari Antikorupsi Sedunia]]
** [[Pidato Presiden RI menanggapi dinamika hubungan Indonesia dengan Malaysia]]
** [[Pidato Presiden RI menanggapi hasil akhir Pansus Hak Angket Bank Century DPR-RI]]
* Pidato lainnya
** [[Pidato Sutomo, 10 November 1945]]
** [[Pidato Paus Benediktus XVI 12 September 2006]]
** [[Pidato Politik Liem Koen Hian: Darah Tionghoa]]
** [[Pidato Menteri Luar Negeri Kerajaan Belanda Jakarta 16 Agustus 2005]]
** [[Pidato Boediono pada deklarasi pencalonan SBY-Boediono, 15 Mei 2009]]
** [[Pidato Hasan Tiro pada kepulangannya ke Aceh]]
** [[Pidato Surin Pitsuwan tentang penanggulangan bencana pada KTT ASEM ke-7]]
** [[Sin Jit berobah mendjadi Sin Tit Po]]
== Lihat pula ==
* [[Istimewa:Pranala_balik/Portal:Pidato]]
[[Kategori:Pidato| ]]
[[en:Portal:Speeches]]
[[ja:Wikisource:演説]]
[[pl:Mowy]]
[[zh:Wikisource:演讲]]
qdi5kezwn2rusux001i43odvx8pmtjx
Pengguna:Ibrohim tijani
2
96412
313216
310025
2026-08-16T07:18:18Z
Ibrohim tijani
26379
313216
wikitext
text/x-wiki
Halo, aku Baim, Kontributor aktif di Wikimedia. Saat ini mencoba menjadi kontributor aktif di wikimedia
{{userboxtop|Kotak Pengguna}}
{{Peserta Kompetisi Wikisource 2026}}
{{Peserta WikiPandu}}
{{Peserta Tantangan WikiPandu}}
3zasfm8skjro6p02ru6bb9i59fdf6sy
313217
313216
2026-08-16T07:42:46Z
Ibrohim tijani
26379
313217
wikitext
text/x-wiki
<div style="text-align:center; font-size:180%; font-weight:bold;">
BAIM
</div>
<div style="text-align:center; font-size:110%; color:#666;">
'''Wikimedia Contributor · Indonesia'''
</div>
<div style="text-align:center; margin:15px 0 25px;">
''“Mendigitalisasi pengetahuan, satu halaman pada satu waktu.”''
</div>
{| style="width:100%; border:1px solid #a2a9b1; border-radius:8px; padding:12px; background:#f8f9fa;"
|-
| style="text-align:center; font-size:120%;" | '''📚 DIGITAL HERITAGE'''
|-
| style="text-align:center;" |
Saya berkontribusi pada ekosistem Wikimedia dengan fokus pada
'''Wikisumber, Wikidata, dan Wikimedia Commons''', khususnya dalam
digitalisasi, transkripsi, uji baca, dan transklusi naskah.
|}
== 👋 Tentang Saya ==
Halo! Saya '''Baim''', seorang kontributor Wikimedia yang tertarik pada
pelestarian dan pengembangan pengetahuan terbuka.
Saat ini saya sedang memperdalam kontribusi di '''Wikisumber''',
terutama pada proses:
* [[Wikisource:ProofreadPage|Uji baca]]
* Transkripsi naskah
* Transklusi
* Pengelolaan dan pengembangan data di [[d:|Wikidata]]
* Dokumentasi dan pelestarian sumber digital di [[c:|Wikimedia Commons]]
Saya percaya bahwa digitalisasi bukan hanya tentang mengubah buku
menjadi teks, tetapi juga membuat pengetahuan tersebut lebih mudah
diakses, ditelusuri, dan digunakan kembali.
== 🧭 Fokus Kontribusi ==
{| style="width:100%; text-align:center; border-spacing:8px;"
|-
! style="background:#eaecf0; padding:12px;" | 📖 Wikisumber
! style="background:#eaecf0; padding:12px;" | 🗃️ Wikidata
! style="background:#eaecf0; padding:12px;" | 🖼️ Commons
|-
| style="padding:12px; vertical-align:top;" |
'''Proofreading'''<br>
'''Transkripsi'''<br>
'''Transklusi'''<br>
Digitalisasi buku
|
Perbaikan data<br>
Pembuatan item<br>
Pengayaan metadata
|
Sumber digital<br>
Dokumentasi<br>
Pelestarian berkas
|}
== 🚀 Wikimedia Journey ==
{| style="width:100%; text-align:center; border:0;"
|-
| '''Wikidata'''
| →
| '''Wikisumber'''
| →
| '''Proofreading'''
| →
| '''Transkripsi'''
| →
| '''Transklusi'''
| →
| '''Digital Heritage'''
|}
=== 2026 — Membangun Fondasi ===
'''01 · Mengenal Wikidata'''
Belajar memahami struktur data dan cara memperbaiki informasi pengetahuan terbuka.
↓
'''02 · Masuk ke Wikisumber'''
Mulai mengenal naskah digital dan proses ProofreadPage.
↓
'''03 · Uji Baca & Transkripsi'''
Mempelajari cara mengubah halaman hasil pindai menjadi teks digital dengan tetap mempertahankan isi sumber.
↓
'''04 · Transklusi'''
Mempelajari cara menyusun halaman-halaman yang telah diuji baca menjadi karya yang dapat dibaca secara utuh.
↓
'''05 · Digital Heritage'''
Membangun kontribusi yang lebih terstruktur terhadap pelestarian literatur Indonesia.
== 📊 Kontribusi ==
{| style="width:100%; border:1px solid #a2a9b1; background:#f8f9fa; padding:15px;"
|-
| style="width:33%; text-align:center;" |
'''📖 WIKISUMBER'''<br>
[[Special:Contributions|Lihat kontribusi]]
|
'''🗃️ WIKIDATA'''<br>
[[d:Special:Contributions|Lihat kontribusi]]
|
'''🖼️ COMMONS'''<br>
[[c:Special:Contributions|Lihat kontribusi]]
|}
== 💡 Prinsip Kontribusi ==
<div style="border-left:4px solid #36c; padding:10px 15px; background:#f8f9fa;">
'''Satu halaman mungkin terlihat kecil.'''
Namun ketika halaman-halaman tersebut dikumpulkan,
ditranskripsi, diuji baca, dan ditransklusikan dengan baik,
ia dapat berubah menjadi pengetahuan yang dapat diakses siapa saja.
</div>
== 🌐 Proyek Wikimedia ==
{| style="width:100%; text-align:center;"
|-
| [[File:Wikimedia-logo_black.svg|40px|link=https://www.wikimedia.org/]]
|
'''[[Wikisource|Wikisumber]]'''
|
'''[[d:|Wikidata]]'''
|
'''[[c:|Wikimedia Commons]]'''
|}
== 🤝 Mari Berkolaborasi ==
Saya terbuka untuk berdiskusi mengenai:
* digitalisasi naskah;
* proofreading Wikisumber;
* transkripsi;
* transklusi;
* Wikidata;
* dan proyek-proyek pengetahuan terbuka lainnya.
Jika ingin berdiskusi, silakan tinggalkan pesan di
[[Pembicaraan Pengguna:Baim|halaman pembicaraan saya]].
---
<div style="text-align:center; font-size:90%; color:#72777d;">
'''BAIM · Wikimedia Contributor'''
''Membangun pengetahuan terbuka, satu halaman pada satu waktu.''
</div>
[[Kategori:Pengguna Wikisumber]]
[[Kategori:Kontributor Wikidata]]
[[Kategori:Kontributor Wikimedia Commons]]
{{userboxtop|Kotak Pengguna}}
{{Peserta Kompetisi Wikisource 2026}}
{{Peserta WikiPandu}}
{{Peserta Tantangan WikiPandu}}
rxldy2126pdyd09dgxs6o7o46d45f8s
313218
313217
2026-08-16T07:59:19Z
Ibrohim tijani
26379
313218
wikitext
text/x-wiki
<div style="text-align:center; font-size:180%; font-weight:bold;">
BAIM
</div>
<div style="text-align:center; font-size:110%; color:#666;">
'''Wikimedia Contributor · Indonesia'''
</div>
<div style="text-align:center; margin:15px 0 25px;">
''“Mendigitalisasi pengetahuan, satu halaman pada satu waktu.”''
</div>
{| style="width:100%; border:1px solid #a2a9b1; border-radius:8px; padding:12px; background:#f8f9fa;"
|-
| style="text-align:center; font-size:120%;" |
'''📚 DIGITAL HERITAGE'''
|-
| style="text-align:center;" |
Saya berkontribusi pada ekosistem Wikimedia dengan fokus pada
'''Wikisumber, Wikidata, Wikimedia Commons, Wikikamus, Wikipedia Indonesia,
dan Wikipedia Madura''', khususnya dalam digitalisasi, transkripsi,
uji baca, transklusi, pengembangan data, serta pelestarian pengetahuan
dan bahasa lokal.
|}
== 👋 Tentang Saya ==
Halo! Saya '''Baim''', seorang kontributor Wikimedia yang tertarik pada
pelestarian dan pengembangan pengetahuan terbuka.
Saat ini saya sedang memperdalam kontribusi di '''Wikisumber''',
terutama pada proses:
* [[Wikisource:ProofreadPage|Uji baca]]
* Transkripsi naskah
* Transklusi
* Pengelolaan dan pengembangan data di [[d:|Wikidata]]
* Dokumentasi dan pelestarian sumber digital di [[c:|Wikimedia Commons]]
* Pengembangan kosakata dan lema di [[wikt:|Wikikamus]]
* Penyuntingan dan pengembangan artikel di [[w:|Wikipedia bahasa Indonesia]]
* Pengembangan pengetahuan dan pelestarian bahasa serta budaya Madura [[mad:|Wikipedia bahasa Madura]]
Saya percaya bahwa digitalisasi bukan hanya tentang mengubah buku
menjadi teks, tetapi juga membuat pengetahuan tersebut lebih mudah
diakses, ditelusuri, dan digunakan kembali.
== 🧭 Fokus Kontribusi ==
{| style="width:100%; text-align:center; border-spacing:8px;"
|-
! style="background:#eaecf0; padding:12px;" | 📖 Wikisumber
! style="background:#eaecf0; padding:12px;" | 🗃️ Wikidata
! style="background:#eaecf0; padding:12px;" | 🖼️ Wikimedia Commons
|-
| style="padding:12px; vertical-align:top;" |
Proofreading<br>
Transkripsi<br>
Transklusi<br>
Digitalisasi buku
|
Perbaikan data<br>
Pembuatan item<br>
Pengayaan metadata
|
Sumber digital<br>
Dokumentasi<br>
Pelestarian berkas
|-
! style="background:#eaecf0; padding:12px;" | 📕 Wikikamus
! style="background:#eaecf0; padding:12px;" | 🇮🇩 Wikipedia Indonesia
! style="background:#eaecf0; padding:12px;" | 🌐 Wikipedia Madura
|-
| style="padding:12px; vertical-align:top;" |
Kosakata<br>
Definisi<br>
Pengembangan lema
|
Pengembangan artikel<br>
Pemutakhiran informasi<br>
Penyuntingan
|
style="padding:12px; vertical-align:top;" |
Pengembangan artikel<br>
Pelestarian bahasa Madura<br>
Pengetahuan lokal
|}
== 🚀 Wikimedia Journey ==
{| style="width:100%; text-align:center; border:0;"
|-
| '''Wikidata'''
| →
| '''Wikisumber'''
| →
| '''Proofreading'''
| →
| '''Transkripsi'''
| →
| '''Transklusi'''
| →
| '''Digital Heritage'''
|}
=== 2026 — Membangun Fondasi ===
'''01 · Mengenal Wikidata'''
Belajar memahami struktur data dan cara memperbaiki informasi
pengetahuan terbuka.
↓
'''02 · Masuk ke Wikisumber'''
Mulai mengenal naskah digital dan proses ProofreadPage.
↓
'''03 · Uji Baca & Transkripsi'''
Mempelajari cara mengubah halaman hasil pindai menjadi teks digital
dengan tetap mempertahankan isi sumber.
↓
'''04 · Transklusi'''
Mempelajari cara menyusun halaman-halaman yang telah diuji baca
menjadi karya yang dapat dibaca secara utuh.
↓
'''05 · Wikikamus & Wikipedia'''
Mengembangkan pengetahuan melalui kosakata, artikel ensiklopedia,
serta dokumentasi pengetahuan lokal.
↓
'''06 · Wikipedia Madura'''
Mendukung pelestarian bahasa, budaya, dan pengetahuan masyarakat Madura
melalui ensiklopedia bebas.
↓
'''07 · Digital Heritage'''
Membangun kontribusi yang lebih terstruktur terhadap pelestarian
literatur, bahasa, dan pengetahuan Indonesia.
== 📊 Kontribusi ==
{| style="width:100%; border:1px solid #a2a9b1; background:#f8f9fa; padding:15px; text-align:center;"
|-
| style="width:33%; padding:12px;" |
'''📖 WIKISUMBER'''<br>
[[Special:Contributions|Lihat kontribusi]]
|
'''🗃️ WIKIDATA'''<br>
[[d:Special:Contributions|Lihat kontribusi]]
|
'''🖼️ COMMONS'''<br>
[[c:Special:Contributions|Lihat kontribusi]]
|-
| style="width:33%; padding:12px;" |
'''📕 WIKIKAMUS'''<br>
[[wikt:Special:Contributions|Lihat kontribusi]]
|
'''🇮🇩 WIKIPEDIA INDONESIA'''<br>
[[w:Special:Contributions|Lihat kontribusi]]
|
'''🌐 WIKIPEDIA MADURA'''<br>
[[mad:Special:Contributions|Lihat kontribusi]]
|}
== 💡 Prinsip Kontribusi ==
<div style="border-left:4px solid #36c; padding:10px 15px; background:#f8f9fa;">
'''Satu halaman mungkin terlihat kecil.'''
Namun ketika halaman-halaman tersebut dikumpulkan,
ditranskripsi, diuji baca, dan ditransklusikan dengan baik,
ia dapat berubah menjadi pengetahuan yang dapat diakses siapa saja.
</div>
== 🌐 Proyek Wikimedia ==
{| style="width:100%; text-align:center;"
|-
| [[File:Wikimedia-logo_black.svg|40px|link=https://www.wikimedia.org/]]
|
'''[[Wikisource|Wikisumber]]'''
|
'''[[d:|Wikidata]]'''
|
'''[[c:|Wikimedia Commons]]'''
|
'''[[wikt:|Wikikamus]]'''
|
'''[[w:|Wikipedia Indonesia]]'''
|
'''[[mad:|Wikipedia Madura]]'''
|}
== 🤝 Mari Berkolaborasi ==
Saya terbuka untuk berdiskusi mengenai:
* digitalisasi naskah;
* proofreading Wikisumber;
* transkripsi;
* transklusi;
* Wikidata;
* Wikikamus;
* Wikipedia bahasa Indonesia;
* Wikipedia bahasa Madura;
* pelestarian bahasa dan budaya lokal;
* dan proyek-proyek pengetahuan terbuka lainnya.
Jika ingin berdiskusi, silakan tinggalkan pesan di
[[Pembicaraan Pengguna:Baim|halaman pembicaraan saya]].
----
<div style="text-align:center; font-size:90%; color:#72777d;">
'''BAIM · Wikimedia Contributor'''
''Membangun pengetahuan terbuka, satu halaman pada satu waktu.''
</div>
{{userboxtop|Kotak Pengguna}}
{{Peserta Kompetisi Wikisource 2026}}
{{Peserta WikiPandu}}
{{Peserta Tantangan WikiPandu}}
{{userboxbottom}}
[[Kategori:Pengguna Wikisumber]]
[[Kategori:Kontributor Wikidata]]
[[Kategori:Kontributor Wikimedia Commons]]
cvu22ts50ze8wducxp3oea67ah37q85
Mustikarasa/Bagian 4
0
110091
313209
310395
2026-08-16T06:00:24Z
Lemonwithices
26124
313209
wikitext
text/x-wiki
{{header
| title = [[../]]
| author = Kementerian Pertanian
| translator =
| section = '''LAUK PAUK BASAH TIDAK BERKUAH'''
| previous = [[Mustikarasa/Tuturaga Penju|Tuturaga Penju]]
| next = [[Mustikarasa/Ajam Bumbu Menado|Ajam Bumbu Menado]]
| notes =
}}
<pages index="Mustikarasa.pdf" include=369 />
5ciijf9kdkl07jgaye2e09huqv4men5
Mustikarasa/Bagian 6
0
110092
313211
310401
2026-08-16T06:02:11Z
Lemonwithices
26124
313211
wikitext
text/x-wiki
{{header
| title = [[../]]
| author = Kementerian Pertanian
| translator =
| section = '''LAUK PAUK BAKAR BAKARAN'''
| previous = [[Mustikarasa/Urutan|Urutan]]
| next = [[Mustikarasa/Ajam Kodok|Ajam Kodok]]
| notes =
}}
<pages index="Mustikarasa.pdf" include=719 />
nb89z5p4usvp4cfny1yeaxex4519mim
Mustikarasa/Bagian 8
0
110093
313213
310406
2026-08-16T06:04:35Z
Lemonwithices
26124
313213
wikitext
text/x-wiki
{{header
| title = [[../]]
| author = Kementerian Pertanian
| translator =
| section = '''DJIADJANAN'''
| previous = [[Mustikarasa/Sambal Widjen|Sambal Widjen]]
| next = [[Mustikarasa/Abug Matjan Ubi Kaju|Abug Matjan Ubi Kaju]]
| notes =
}}
<pages index="Mustikarasa.pdf" include=801 />
iy2ubxkp3bgzb73hxyacyelhyv8sgbd
Mustikarasa/Bagian 9
0
110094
313215
310410
2026-08-16T06:05:54Z
Lemonwithices
26124
313215
wikitext
text/x-wiki
{{header
| title = [[../]]
| author = Kementerian Pertanian
| translator =
| section = '''MINUMAN'''
| previous = [[Mustikarasa/Widaran|Widaran]]
| next = [[Mustikarasa/Badjigur|Badjigur]]
| notes =
}}
<pages index="Mustikarasa.pdf" include=1147 />
7yze6kgsqz6at1m0iq1q4c45yvqyay0
Pembicaraan:Mustikarasa/Bagian 4
1
111678
313210
310397
2026-08-16T06:00:40Z
Lemonwithices
26124
/* Judul dan bagian {{header}} */ Balas
313210
wikitext
text/x-wiki
== Judul dan bagian {{tl|header}} ==
Halo @[[Pengguna:Lemonwithices|Lemonwithices]]! Untuk bagian ini, saya rasa akan lebih baik kalau dibuat menjadi nomor bagiannya saja. Saran saya, Anda dapat memindahkan halaman ini ke [[Mustikarasa/Bagian 4]]. Selain itu, bagian <code>|previous=</code> juga dapat ditambahkan bagian resep sebelumnya. Terima kasih! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 10 Agustus 2026 07.59 (UTC)
:baik terima kasih koreksiannya sudah diperbaiki [[Pengguna:Lemonwithices|Lemonwithices]] ([[Pembicaraan Pengguna:Lemonwithices|bicara]]) 16 Agustus 2026 06.00 (UTC)
todv6g6p9gm25ymt9ak914yb9x3n2d5
Pembicaraan:Mustikarasa/Bagian 6
1
111681
313212
310403
2026-08-16T06:02:37Z
Lemonwithices
26124
/* Judul dan bagian {{header}} (Bagian 6) */ Balas
313212
wikitext
text/x-wiki
== Judul dan bagian {{tl|header}} (Bagian 6) ==
Halo @[[Pengguna:Lemonwithices|Lemonwithices]]! Untuk bagian ini, saya rasa akan lebih baik kalau dibuat menjadi nomor bagiannya saja. Saran saya, Anda dapat memindahkan halaman ini ke [[Mustikarasa/Bagian 6]]. Selain itu, bagian <code>|previous=</code> juga dapat ditambahkan bagian resep sebelumnya. Terima kasih! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 10 Agustus 2026 08.01 (UTC)
:baik terima kasih koreksiannya sudah diperbaiki [[Pengguna:Lemonwithices|Lemonwithices]] ([[Pembicaraan Pengguna:Lemonwithices|bicara]]) 16 Agustus 2026 06.02 (UTC)
e6yh2sxd7hmsh5a9lb182j1jels213y
Pembicaraan:Mustikarasa/Bagian 8
1
111685
313214
310408
2026-08-16T06:04:57Z
Lemonwithices
26124
/* Judul dan bagian {{header}} (Bagian 8) */ Balas
313214
wikitext
text/x-wiki
== Judul dan bagian {{tl|header}} (Bagian 8) ==
Halo @[[Pengguna:Lemonwithices|Lemonwithices]]! Untuk bagian ini, saya rasa akan lebih baik kalau dibuat menjadi nomor bagiannya saja. Saran saya, Anda dapat memindahkan halaman ini ke [[Mustikarasa/Bagian 8]]. Selain itu, bagian <code>|previous=</code> juga dapat ditambahkan bagian resep sebelumnya. Terima kasih! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 10 Agustus 2026 08.01 (UTC)
:baik terima kasih koreksiannya sudah diperbaiki [[Pengguna:Lemonwithices|Lemonwithices]] ([[Pembicaraan Pengguna:Lemonwithices|bicara]]) 16 Agustus 2026 06.04 (UTC)
jkz10jwrreh9m5v1sehh2i32au4nhgw
Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/38
104
111824
313174
310605
2026-08-15T14:19:00Z
Iripseudocorus
23824
313174
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{hwe|reformir|mereformir}} masjarakat Muslimin. Indonesia Muda dan Jong Islamieten Bond meresapi alam pemuda, Partai Nasional Indonesia dan Pendidikan Nasional Indonesi meng-kobar²kan kesedaran nasional. Diatas persadanja begins{{Illegible}}lah pula pemimpin² kita dizaman Djepang dengan susah-pajah memelihara naluri-pokok nasional dengan mendirikan Putera dan Hookookai, dengan Barisan Pelopor dan Barisan Peta. Dan sebagai hasil pelaksanaan beginsel itulah kita pada 17 Augustus 1945 memproklamirkan kemerdekaan, dan lima tahun lamanja kemudian dari pada itu mempertahankan dan membela kemerdekaan itu mati²an.
Apakah ini berarti bahwa dus Budi Utomo tiada berarti, dan Wahidin Sudiro Husodo tiada berdjasa ? Samasekali tidak. Kita berterimakasih kepada Budi Utomo oleh karena Budi Utomo adalah pendobrak daripada pintu jang menudju kepada tjara baru itu, dan kita menghormati Dr. Wahidin Sudiro Husodo oleh karena beliaulah jang memberikan kommando pertama untuk pendobrakan itu. Beliau berdiri diatas mijlpaal antara tjara kuno dan tjara baru, beliau berdiri disitu sebagai penundjuk djalan, dan tangannja menundjuk kedjurusan arah jang benar.
Aku pernah berdir ditepi dua sumber, dua mata-air jang amat ketjil : sumbernja sungai Berantas dan sumbernja sungai Seraju. Alangkah ketjilnja dua sumber itu ! Tetapi aku merasa dihikmati oleh satu rasa hormat, dan aku berdiri disitu dengan diem, dengan tiada ber-kata² : sebab sumber ketjil itu adalah Sumber-Ibunja dua sungai jang besar, satu diantaranja malah mendjadi Sungai-Ibunja keradjaan² Kediri, Djagala, Singasari. Madjapahit. Rasa jang demikian itulah pula menghikmati kalbu saja, kalau saja ingat kepada Dr. Wahidin Sudiro Husodo itu. la berdiri ditepinja satu sumber. Sungguh, hidupnja ialah satu hidup jang tidak ter-sia².
Sumber ketjil kita pun telah mendjadi Sungai-Besar jang maha dahsjat ! Ia telah mendjadi lebih besar daripada Berantas, lebih besar daripada Seraju, dan lebih besar pula daripada Musi dan Barito dan Kapuas, daripada Gangga dan Brahmaputera dan Hoang Ho dan Amazone dan Wolga ! Sebab ia achirnja telah menjapu dengan gelombangnja jang maha dahsjat itu satu gedung kolonialisme jang luasnja meliputi Nusantara dan tingginja<noinclude>{{rh|||39}}</noinclude>
azuesm59inble2gv6irn2gwg4dpf02n
Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/39
104
111827
313175
310643
2026-08-15T14:21:50Z
Iripseudocorus
23824
313175
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>menjakar langit dan umurnja tiga abad limapuluh tahun, dan ia
dapat berbuat demikian itu oleh karena ia sedari mulanja telah
berdiri diatas kekuatan jan{{Illegible}}bul dari ''djumlah jang disatukan'' : individu bersatu mendjadi djumlah ketjil, djumlah² ketjil dipersatukan mendjadi djumlah besar. persatuan² ketjil dipersatukan mendjadi persatuan besar. dan persatuan besar ini achirnja meliputi seluruh djumlah 75.000.000 jang mengisi seluruh tanah-air Indonesia, — mentjapai klimaks tenaganja, menggelombang mendesak. menggelombang menghantam. menggelombang merevolusi pada 17 Augustus 1945 menggugurkan kekuasaan pendjadjahan dengan sama gugur jang maha dahsjat.
Disinilah dengan {{illegible}}terlihat. bahwa 20 Mei 1908 dan 17 Agustus 1945 adalah per{{Illegible}}gannja satu sama lain. ''Tidak mungkin ada 17 Agustus kalau tidak ada 20 Mei 1908 lebih dahulu''. Tidak {{Illegible}} Kenerdekaan Nasional kalau tidak ada beginsel menj{{Illegible}} dengan persatuan lebih dahulu. Tidak mungkin mentjapai 1000 mijl kalau tidak langkah pertama lebih dahulu. Tidak mengkin ada sungai mentjapai lautan. kalau tidak ada mata-air lebih dahulu !
Karena itu. djanganlah se-kali² kita berkata: „Buat apa memuliakan Budi Utomo atau tingkatan jang sudah². jang satu-persatunja toch tidak memuaskan lagi hati kita dizaman sekarang! „Utjapan jang demikian itu sama sadja pitjiknja dengan utjapannja se-orang² jang mentjemoohkan manusia, bahwa manusia itu anak ketjil lebih dahulu. Ja memang, kebangunan kita didalam waktu empat puluh empat tahun itu meliwati beberapa tingkatan, jang satu lebih tinggi daripada jang lain. Budi Utomo. Sarekat Islam, Parindra, Partai Nasional Indonesia. dan lain-lain sebagainja, semuanja adalah fase² dalam Kebangunan kita.
Tetapi tidakkah Revolusi Perantjis djuga melalui fase² dan tingkatan²,— tingkatan Mirabeau. Robespierre. Maraat, Hebeit. Babocuf? Tidakkah Revolusi Rusia pula melalui tingkatan, sedjak dari Kerensky sampai ke Lenin. sedjak dari Trotsky sampai ke Stalin ? Kita, sebagai orang² jang mengarti adanja hukum „Panta Rei” didalam sedjarah. kita harus dapat menghargai djasa daripada semua. Kita harus menghargai tingkatan² itu sebagai mata didalam satu rantai. jng bersambung {{hws|satusama|satusama lain}}<noinclude>{{rh|40}}</noinclude>
7o0hyjljmibfme7cwv3zhtks61vtc6w
Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/40
104
111842
313176
310679
2026-08-15T14:23:54Z
Iripseudocorus
23824
313176
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{hwe|lain|satusama lain}} tiada putusnja. Victor Hugo, penulis Perantjis jang masjhur tu, mengagungkan persambungan tingkatan² dalam Revolusi Perantjis dengan kata² : „Pada satu {{illegible}}at-kalbu jang tidak kita ketahui. Mirabeau merasakan akan {{illegible}}ngnja Robespierre; Robespeierre merasakan Marat; Marat merasakan Hebert; Hebert merasakan Baboeuf”. Marilah kita djuga mengagungkan semua tingkatan dalam Kebangunan kita itu. Marilah kita tidak mengagungkan muara sungai sadja, marilah kita mengagungkan seluruh sungainja !
Disinilah tempatnja aku mengandjurkan kepada pemuda dan pemudi kita untuk lebih mengetahui sedjarahnja dan djasa²nja pemimpin² kita jang sudah mangkat. Banjak pemuda-pemudi kita jang tidak tahu siapa Tjokroaminoto, siapa Tjipto Mangunkusumo. siapa Kjai Dahlan, siapa Setiabudd. siapa Sutatmo Surjokusumo. Keadaan demikian itu harus diperbaiki selekas mungkin !
Panta Rei ! Tetapi, ja, sudah barang tentu, perbedaan azas antara partai² dan golongan² dizaman sebelum kemerdekaan itu tentu ada. Sudah barang tentu sedari mulanja ada diversiteit dialam kebangunan kita. Ada aliran nasionalistis. ada aliran sosialistis, ada aliran keigamaan, seperti sekarang. Dan sudah bareng tentu pula terutama sekali perbedaan taktik-melawan-pendjadjahanlah sering menimbulkan perselisihan dan perpisahan. Politik antitese contra politik assosiasi. non-cooperation versus cooperation. Tetapi Wahju Persatuan selalu menang. P.P.P.K.I. mengatasi perpetjahan. GAPI pun mengatasi perpetjahan, Dan persatuan itu semakin rapat, tiap² kali perdjoangar mendekati sesuatu klimaksnja. Demikian dizaman Belanda, demikian di- zaman Djepang. Demikian pula dizaman sesudah Proklamasi, sebelum kedaulatan kita diakui oleh Belanda dan dunia internasional.
Pada tanggal 27 Desember 1949 selesailah separoh daripada tudjuan perdjoangan kita, dan mulailah perdjoangan jang separoh lagi. jang memang baru mungkin peleksanaannia, manakala bagian pertama telah selesai. Kini kemerdekaan tanah-air kita — ketjuali Irian — telah tertjapai; kini perdjoangan menggugurkan kolonialisme ditanah air kita ketjuali — Irian — telah selesai. Tetapi apa jang kita lihat ?<noinclude>{{rh|||41}}</noinclude>
olh4e4b5nwdvmvugefc2d7vs51xc7cu
Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/44
104
111862
313220
310835
2026-08-16T10:48:30Z
Iripseudocorus
23824
313220
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /></noinclude>Tentang perdjandjian² dengan Negara² lain. ― siapa tidak merasa sebagai kewadjiban, untuk menindjau kembali segala perdjandjian jang merugikan Rakj{{illegible}} dan Negara? Baik Unie Indonesia Delanda maupun heberapa ketentuan² lain hasil K.M.B.. maupun perdjandjian² lain apapun djuga, jang merugikan Rakjat, jang merugikan Negara. harus kita ichtiarkan rebahnja atau hapusnja. dengan djalan jang sesuai dengan kederadjatan Negara, oleh karena kita telah ''ber'' Negara.
Dan Irian?
Sudah semestinjalah saudara² memasukkan hal Irian-Barat itu dalam putusan saudara² itu. Irian adalah wilajah kita, dan Irian harus dikembalikan mutlak kedalam kekuasaan kita. Alasan² ta' perlu saja tambahkan disini, saudara² sendiri tentunja sudah „penuh alasan” untuk menuntut kembalinja Irian-Barat itu, dan ― untuk „menggalang kesatuan sikap, program dan tindakan” sebagai saudara² putuskan) untuk memperkuat tuntutan itu. Dengan nanti „menggalang sikap, program dan tindakan” untuk mengembalikan Irian-Barat kedalam kekuasaan Republik kita itu. saudara² memang sekadar mendjalankan kewadjiban saudara² sebagai banesa jang terhormat. Saja hanja ingin menambah sekadar kata terhadap rakjat Negeri Belanda dan rakjat² di seluruh Dunia-Luaran. Kata itu ialah; Keadaan dunia semakin bertambah mendung. Tapi apinja aspirasi² nasional tidak ada jang padam karena tebalnja mendung itu. „Api Irian” didalam kalbu kitapun tetap menjala. Api itu malahan makin „memesra”. Mankala kami pada waktu sekarang ini menunda perundingan kami dengan fihak Belanda mengenai status Irian-Barat itu. ― menunggu selesainja pemilihan umum dinegeri Belanda ―. itu djanganlah diartikan kami menunda claim nasional kami. ''Perundinganlah'' jang kami tunda, ''perundinganlah'' jang kami hentikan buat sementara, tetapi ''claim'' kami itu tetap, claim itu tetap menghikmati segenap kami punja djiwa, dan akan kami kemukakan lagi dan kemukakan lagi, dengan dibantu segenap dynamisnja kami punja bangsa, sampai Irian-Barat diberikan kembali kedalam kekuasaan Republik Indonesia !<noinclude>{{rh|||45}}</noinclude>
35c3rf6xzggd1f9s1oou1rj55zudrgz
Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/41
104
111868
313177
310686
2026-08-15T14:25:47Z
Iripseudocorus
23824
313177
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Empatpuluh tahun kita berdjoang untuk kemerdekaan, tetapi hasilnja ialah terasanja ber-bagai² ''paradox'', sebagai jang ternjata pula dari pernjataan-bersa jang ditandatangani oleh saudara sekalian. Kita mengira kemerdekaan berarti enjahnja kolonialisme samasekali dari bumi tanah-air kita, tetapi di Irian Barat masih ada kolonalisme meradjalela. Kita mengira kemerdekaan segera mendatangkan berlakunja demokrasi jang sempurna, tetapi sampai sekarang sistim itu belum dapat berdjalan sempurna karena belum terdjamin keamanan dan belum dapat diadakan pemilihan umum. Kita mengira kemerdekaan segera mendatangkan kesedjahteraan rakjat dan keadilan sosial, tetapi sampai sekarang kita masih harus men-djerit² memanggil kesedjahteraan rakjat dan keadilan sosial. Kita mengira kemerdekaan segera dapat melenjapkan ikatan² dengan negara² jang merugikan rakjat dan Negara, tetapi sampai sekarang Unie Indonesia Belanda masih ada dan fatsal dalam K.M.B. jang merugikan kita pun masih ada. Kita mengira kemerdekaan berarti berhentinja serangan elemen² reaksioner dari dalam dan dari luar. tetapi elemen² reaksioner masih menjerang dengan terang²an dan dengan diam dari dalam dan dari luar. Kita mengira kemerdekaan menambah keamanan dunia se-mata². tetapi bahaja peperangan dunia ke-III malah makin menghintai di tjakrawala. Kita mengira kemerdekaan mendatangkan „freedom from fear”, tetapi gerombolan bersendjata dibeberapa tempat meniadakan tiap² rasa „freedom from fear”. Kita mengira kemerdekaan mendatangkan keberesan disemua lapangan, tetapi didalam banjak hal belum ada samasekali keberesan. Kita mengira kemerdekaan meninggikan kegiatan bekerdja, tetapi dibanjak kalangan njata merosot sekali prestasi pekerdjaan. Kita{{...|7}} kita tadinja berdjoang mati²an untuk mentjapai kemerdekaan, tetapi sekarang kadang² kita mengeluh bahwa {{...|7}} terlalu banjak kemerdekaan !
Apa sebab? Sekali lagi apa sebab ? Sebabnja ialah oleh karena kita kurang insjaf. bahwa kemerdekaan sekedar ''membuka kemungkinan'' untuk mendatangkan keberesan, sekadar ''membuka kemungkinan'' untuk mendatangkan kemakmuran, keamanan. kebahagiaan, —— dan tidak ''mendjamin'' adanja segala keberesan itu. Kita kurang mau mengarti, bahwa ''tidak benar''<noinclude>{{rh|42}}</noinclude>
8mltp6d2hq8a3izgd8wa1whdqevfx21
Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/42
104
111872
313178
310689
2026-08-15T14:28:53Z
Iripseudocorus
23824
313178
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>„sekarang merdeka. sekarang beres”. ''„tidak benar:'' sekarang merdeka, sekarang makmur”. Keberesan dan kemakmuran itu adalah hasil usaha mati²an mempe{{illegible}}makan diberi oleh kemerdekaan itu, hasi „uitbuiten” kemungkinan jang diberi beresan dan kemakmuran itu datangnja kemudian daripada kemerdekaan itu, ''sesudah'' berusaha, ''sesudah'' membanting tulang. Kalau usaha-mati²an itu tidak ada. kalau pembantingan tulang itu tidak ada, —— seribu kemerdekaan ta' akan dapat mendatangkan kemakmuran dan keberesan.
Karena itulah maka saja amat bergembira dan berterimakasih, bahwa saudara² dalam Pernjataan-Bersama jang dibatjakan tadi itu telah memutuskan (ad 3):
„''Menjatakan kesediaan untuk segera melaksanakan pembangunan nasional, dalam arti pembangunan sosial. ekonomi dan kebudajaan untuk kepentingan segenap Rakjat''”.
Bahwa pembangunan sosial, ekonomi dan kebudayaan itu adalah untuk kepentingan segenap Rakjat. ja bahwa pembangunan itu harus untuk kepentingan segenap Rakjat, itu adalah satu barang jang semustinja, satu barang jang sesuai dengan tjita² kita. dan malahan adalah satu barang jang didjamin oleh Undang² Dasar Negara kita.
Kewadjiban seluruh rakjatlah untuk mendjaga supaja ketentuan² didalam Undang² Dasar itu tidak didurhakai orang. Kewadjiban kita semualah untuk mendjaga supaja ketentuan² itu ditaati dan dihormati, dan dikerdjakan. Tetapi primair adalah kenjataan, bahwa kesedjahteraan itu ta' djatuh dari langit. tetapi harus dibangun
Primair adalah pernjataan Tuan² jang saja hargai, bahwa Tuan² bersedia untuk ''segera melaksanakan pembangunan nasional itu''. Djikalau semua kita bekerdja keras untuk melaksanakan pembangunan, bekerdja keras dengan penuh keinsafan dan kesedaran, maka akan berachirlah kekurangan² kita satu demi satu. Sebaliknja, djikalau kita tidak bekerdja keras, maka kekurangan² kita itu akan tetap ada, bahkan akan ber-tambah² makin lama makin ngeri. sebagai misalnja dalam hal urusan beras. Sembojan<noinclude>{{rh|||43}}</noinclude>
sglb3z50ct52mukgkcgpok5ufcrdla0
Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/43
104
111874
313179
310698
2026-08-15T14:31:26Z
Iripseudocorus
23824
313179
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>setengah orang: „perbaikilah nasib kita dulu, baru kita bekerdja keras”, adalah satu sembojan jang salah, satu sembojan jang berdiri diatas kepalanja. Nasib kita tidak bisa mendjadi baik, kalau tidak dibeli dengan usaha. Karena itu sembojan kita harus kebalikannja dari sembojan jang salah itu, dan harus berbunji: „Mari bekerdja keras. agar nasib mendjadi baik”.
Demikian pula maka adanja dari keputusan bersama itu saja hargai : menggalang kesatuan sikap, program serta tindakan „untuk melaksanakan demokrasi, untuk kesedjahteraan dan keadilan sosial, untuk menghapuskan perdjadjian² jang merugikan rakjat, untuk kembalinja Irian-Barat”.
Memang kita dimana mungkin harus lekas melaksanakan demokrasi disegala lapangan; memang kesedjahteraan Rakjat dan keadilan sosial harus mendjadi kenjataan jang dapat diraba se-lekas²nja; memang segala perdjandjian² jang merugikan Rakjat dan Negara harus segera diichtiarkan hapusnja atau robohnja: memang Irian-Barat harus mutlak masuk kedalam kekuasaan Republik Indonesia.
Bahwa sampai sekarang demokrasi itu belum dapat dilaksanakan disegala lapangan. itu adalah oleh karena kita belum dapat mengadakan pemilihan umum dan oleh karena keamanan di banjak tempat belum terdjamin. Oleh karena itulah maka kita harus berusaha ber-sama² agar supaja kondisi² untuk dapat diadakan pemiliha.n umum lekas tertjipta, dan agar supaja keamanan umum di-mana² lekas terselenggara pula.
Demikian pula kita semua harus bekerdja keras untuk mentjiptakan segaia kondisi²nja kesedjahteraan dan keadilan sosial. Sebab sungguh, tidak ada sesuatu hal didunia ini jang begitu tergantung kepada kondisi, dari pada kesedjahteraan dan kemakmuran. Kondisi itu harus diselenggarakan. „Ook welvaart moest geschapen worden”,— djuga kemakmuran harus ditjipta. demikianlah Marx berkata.
Dan tentang „keadilan”, itupun ditentukan dalam Undang² Dasar kita, dan kewadjiban kita-semualah,— kewadjiban, kewadjiban saudara², kewadjiban rakjat, kewadjiban kita-semua tua-muda — untuk mendjaga supaja ketentuan itu dilaksanakan.<noinclude>{{rh|44}}</noinclude>
3r5ksnwcbh3pg04nonrqt2d4io1m618
Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/85
104
111878
313221
310703
2026-08-16T10:51:58Z
Iripseudocorus
23824
313221
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{C|{{larger|'''PEMUDA² KITA DI NEDERLAND'''}}}}
Sebelum tahun 1908, jakni tahun kebangsaan nasional, maka di Nederland sudah ada sementara pemuda-pemuda bangsa kita untuk keperluan pengadjaran. Tidak sadja mereka itu menuntut peladjaran di Universiteit — sesudah nenamatkan peladjaran di H.B.S. di Indonesia atau di negeri Belanda — namun ada djuga jang disana mulai ketjil dan bersekolah di sekolah rendah atau menengah. Biasanja mereka itu putera² para bangsawan luhur jang berada, karena di Indonesia hanja anak-anak bangsawan boleh masuk ke-sekolah Belanda, di „Europeesche Lagere School” atau di H.B.S.; dan biaja bersekolah di Nederland sangat besar dan hanja mungkin bagi orang² kaja. Jang pertama kali dikirim ke negeri Belanda itu misalnja sementara anggauta² ''Keluarga Paku-Alam'' (diantaranja ''Drs. Kusumojudo'', bekas Edelcer). Ada djuga jang waktu itu, sebelum tahun 1900, ada di Nederland untuk meneruskan peladjarannja dalam salah satuvak, misalnja ''Dr. Bunjamin'', ''Dr. Abdul Rivai'', (keduanja kemudian mentjapai titel „arts”), ''Ismangun Danuwinoto'' dan ''Soetan Casajangan'', keduanja guru jang kemudian lulus udjian Hoofdakte di Nederland. Patut diperingati bahwa sekalian mereka itu disana sambil bekerdja selaku wartawan. Tidak sadja mereka mengirimkan karangan²-nja kepada madjalah² atau harian² di Indonesia, namun di Nederland mereka membantu madjalah „Bintang Hindia” jang terkenal sebagai madjalah-bergambar jang populer, diterbitkan oleh bekas opsir Hindia Belanda jang terkenal djuga, jaitu ''Clockener Brousson''. Dalam pada itu dapatlab disini saja beritahukan, bahwa Dr. Bunjamin kala itu menerbitkan sendiri sebuah madjalah dalam bahasa Belanda, Indonesia dan Djawa, jang ia beri nama „Oedyana Pengawikan”. Bahwa lama sebelum zaman itu ''Raden Saleh'' pernah ada di Nederland djuga, untuk menerima didikan sebagai pelukis, kita semua mcngetahuinja.<noinclude>{{rh|||87}}</noinclude>
g31inl5wxhj8f37v82svkamd9ddpcw7
Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/87
104
111881
313222
310713
2026-08-16T10:55:15Z
Iripseudocorus
23824
313222
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>sebagai ahli kesusasteraan, lebih² sebagai „dichter”, jang mentjiptakan buah-penanja dalam bahasa Belanda, dengan begitu mahir dan sangat indahnja, sehingga banjak orang pengarang bangsa Belanda sendiri mengaguminja. Buah tjiptaannja a. l. iatah : „Melatiknoppen”, „Moeders Haarwrong’ „Fluisteringen’ d.l.l., jang semuanja diwudjudkan sebagai „gedicht in proza” à la Rabindranath Tagore.
Selain terkenal sebagai pudjangga marhum Noto Soeroto terkenal djuga dalam usahanja untuk mempropagandakan tjita²-nja dalam so'al² kulturil dan politik. Dapat dimengerti, bahwa aliran Noto Soeroto selalu dapat tentangan dari pihak nasionalis jang sevolusioner jang mengingini kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia dengan segera dan lepas dari Nederland. Noto Soeroto dengan djudjur dan konsekwén, mempertahankan alirannja „assosiasi” antara Indonesia dan Nederland, tidak untuk tetap mendjadi negeri djadjahan, namun untuk mentjapai kemerdekaan setjara seksama. Barang siapa ingin mempeladjari haluan Noto Soeroto, jang menurut pendapat kami patut diketahui, hendak aja suka membatja buku karangannja jang terkenal, jaitu: „Van Wingewest tot Zelfbestuur” sebagai djembatan untuk mentjapai indonesia jang Merdeka dan Berdaulat. Selain itu banjak karangan²-nja mengenai berbagai so'al kebudajaan dan kesosilan, jang semuanja pernah termuat dalam madjalah „Udaya”. jang diterbitkan olehnja, sampai zamannja ia sudah kembali di sanah-air dan bekerdja berturut-turut sebagai secretaris marhum Mangkoenagoro ke-VII dan sebagai „panewu-djaksa” di Mangkunegaran Surakarta. Jang penting dan patut diketahui jaitu misalnja haluan Noto Soeroto dalam so'al kebudajaan, dalam mana ia mengandjurkan adanja „''kultuurgebied''” Djawa, mulai Pasundan sampai Bali, kultuurgebied ''Sumatra, Borneo, Sulawesi'' dsb., sekalipun semua daerah tadi merupakan ''satu negara Indosia'' jang merdeka dan berdaulat. Dalam so'al kemasjarakatan Noto Soeroto mendukung tjita² „kawula-gusti” jang dihubungLan dengan ideaalstellingnja „aristo-demokrasi”.
Sekalipun saja bukan penganut aliran Noto Socroto, bahkan dalam beberapa so'al semata-mata mendjadi „antipode”-nja. namun marhum pudjangga Noto Soeroto saja anggap seorang jang berpribadi, seorang „persoonlijkheid” jang djudjur dan {{hws|be|berani}}<noinclude>{{rh|||89}}</noinclude>
4qhpwwbfnyrk5m4s2kpkofyp7tdlsvz
Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/88
104
111883
313223
310719
2026-08-16T10:58:06Z
Iripseudocorus
23824
313223
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{hwe|rani|berani}} serta sanggup dan mampu melahirkan segala angan-angannja serta mewudjudkan tjita²nja itu dalam bentuk kepudjanggaan jang menarik perhatian, djuga dari kalangan luar-negeri. Perlu kiranja bagi perpustakaan² ita untuk menjimpan peninggalan² tersebut sebagai „dokumentasi nasional” jang berharga.
Marilah kita kembali pada berkembangnja tjita² periode kedua dari pada hidupnja para peladjar kita di Nederland, jaitu periode „kulturil-nasional” jang meliputi gerak-gerik hidup batinnja. Pada waktu itu nampak adanja tokoh² didalam masjarakat peladjar dinegeri Belanda, jang menarik perhatian karena keistimewaan jang ada pada sifat mereka masing². Pemuda² Hoesein Djajadiningrat, (jang kita semua kenal), Sosrokartono (terkenal sebagai „dokter adjaib” di Bandung dan banjak djasanja serta sangat ditjintai rakjat di Bandung. Sebelumnja itu Drs. Sosrokartono mengetuai „Middelbare Taman Siswa-school” di Bandung. Belum selang lama ia wafat dalam usia landjut, l.k. 80 tahun, dan dimakamkan di makam keluarganja di Djepara, bersama-sama adiknja. jaitu R.A. Kartini).
Lain-lain pemuda dalam peirode kedua itu ialah: Leatemia, Sarengat, Surjomihardjo, (ketiganja mendjabat ingenieur), Surjoputro (salah satu pemimpin Taman Siswa jang pertama, terkenal sebagai ahli musik dengan „suling-theorie”-nja dan pentjipta „rebab modern” serupa „cello” jang dapat memadjukan nilai konsert Djawa; ia telah wafat dan dimakamkan di makam „Giriganda” didekat Wates Jogjakarta, jaitu makam keluarga Pakualam). Lain-lainnja a. l. pemuda-pemuda Sumitro Kolopaking, jang terkenal, Wreksodiningrat (kini Decaan Faculteit Technik di Universiteit Negeri „Gadjah-Mada”), Soerachman, bekas President Universiteit Indonesia, Notokuworo marhum (dulu dokter dan Röntgenoloog di Semarang), Lockman Djajadiningrat marhum (dulu Directeur Departement van Onderwijs en Eredienst), dan masih ada lain-lainnja. Diwaktu itu mereka semua merupakan anggauta-anggauta „Indische Vereeniging”, jang ikut memberi nilai tinggi kepada hidup kolonie kita di Nederland. Boleh dikata bahwa mereka semuanja monundjukkan dan membuktikan adanja kesanggupan dan kemampuan pada bangsa Indonesia, untuk menuntut peladjaran<noinclude>{{rh|90}}</noinclude>
39m7mvazx9h9vudniicbasb854o8tbz
Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/89
104
111887
313224
310727
2026-08-16T11:00:39Z
Iripseudocorus
23824
313224
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>tjara tergesa-gesa gobnor-djendral Graaf van Limburg Stirum enawarkan kemerdekaan, sekalipun hanja status „dominion” dalam keradjaan Nederland, tawaran mana kemudian terkenal sebagai „November-belofte”. Meskipun ada partai² jang suka menerima tawaran tsb., namun ada pula golongan² non-coopèratoren jang menolaknja. Bagaimanapun djuga setelah bahaja internasional sudah agak reda, Nederland kembali pula sebagai negara pendjadjah, jang tak mau lagi tawar-menawar. Sebutan „Novemberbelofte” karena itu dapat arti „sikap tjidera” terhadap para nationalisten; sampai saat Djepang menjerbu, ketika mana Nederland tidak mungkin lagi menarik bangsa kita untuk bersatu padu guna mempertahankan Indonesia sebagai „bond-genoot” Nederland.
Jang hendak kami djelaskan disini ialah bahwa perkembangan politik di tanah-air mempengaruhi situasi para student bangsa kita dan student² lain di Nederland, jang berasal dari Indonesia dan atau akan bekerdja di Indonesia. Atas initiatif para peladjar jang tergolong dalam „Indische Nederlanders” dan para peladjar bangsa Tionghoa dapatlah di Nederland dibangun sebuah badan Federasi dengan nama „Indonesisch Verbond vanS tudeerenden”. Dalam federasi itu tergabung „Indische Vereeniging”, perhimpunan „Chung Hwa Hui Tisa Dih”, perhimpunannja golongan Student Indo-Eropa dan perhimpunannja peladjar² bangsa Belanda jang dididik untuk djabatan² di Indonesia. Orgaan mereka diserahkan kepada tiga orang redacteurs, jaitu ''Suwardi Suryaningrat, Dr. Yap Hong Tjoen dan mr. J. A. Jonkman.'' H. J. van Mook masuk kedalam pengurusnja Verbond.
Terbukti bahwa sukar sekali untuk mentjapai „kesatuan” daripada mereka. jang dikemudian hari, sungguhpun akan bersama-sama „mengabdi” kepada Indonesia, namun sebagai golongan pendjadjah dan golongan terdjadjah. Ketegangan kerap kali terdjadi, misalnja apa jang pernah terdjadi dalam Kongresnja „Indonesisch Verbond van Studeerenden” di Wageningen, dimana seorang anggauta I.V.. pemuda Ratulangi, tidak suka mengakui Radja Wilhelmina sebagai radja Indonesia. Pada waktu u nampak sikapnja golongan Belanda, ingin mendekati bangsa Indonesia, sebaliknja studenten kita nampak makin lama makin<noinclude>{{rh|||95}}</noinclude>
o7an9hap9hpearopvfdmgcsx5h5r8qs
Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/95
104
111890
313225
310733
2026-08-16T11:04:42Z
Iripseudocorus
23824
313225
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{C|{{larger|'''TENTANG INDONESISCH PERSBUREAU DI DEN HAAG'''}}}}
Jang dinamakan „Indonesisch Persbureau” itu adalah badan pemusatan penerangan dan propaganda pergerakan nasional Indonesia, jang pada tahun 1913 dipersiapkan oleh Suwardi Surya Ningrat di Den Haag. Meskipun pokok usahanja sebagian besar mengenai pemantjaran warta berita, komentar² dan pemandangan² tentang pergerakan rakjat Indonesia seumumnja, termasuk pula penerbitan madjalah² dan risalah², akan tetapi lebih dari pada itulah maksud tudjuan I.P.B. Menurut rentjananja maka I.P.B. bermaksud mengadakan pameran (exposities) djuga dan pertundjukan² kesenian diseluruh Nederland, agar rakjat Belanda mendapat penerangan, gambaran dan pengertian jang benar tentang segala tuntutan pergerakan rakjat pada waktu itu, baik jang bersifat politik maupun kulturil. Didalam mana P.B. terpakailah untuk pertama kali sebutan „Indonesia” setjara resmi.
Sebenarnja „Indonesisch Persbureau” itu pada bermulanja berupa usaha diri (persoonlijk) dari pada S. Surya Ningrat, jang setibanja di Nederland segera melakukan „correspondentschap” untuk sementara harian bangsa kita, ialah selain untuk „De Express” harian „Indische Partij” sendiri, djuga untuk : „Utusan Hindia” di Surabaja, jang waktu itu dipimpin sendiri oleh marhum ''H.O S. Tjokroaminoto'', „Tjahja Timur” di Malang, dibawah pimpinan marhum ''R. Djojosudiro'', „Sinar Djawa” di Semarang, jang dipimpin oleh Sdr. ''Semaun'' dan ''Darsono'' dari gerombolan Serikat Islam, dan „Kaum Muda” dibawah pimpinan marhum sdr. ''A. H. Wignjadisastra'' di Bandung. Pada waktu itu harian² jang berbahasa Djawa atau Indonesia selain jang tersebut tadi, misalnja „Darmokondo” di Solo, „Retnodumilah” di Jogja dan lain², sudah ada djuga, akan tetapi bukan kepunjaan Indonesia. Disamping harian² jang tersebut dimuka itu, masih ada madjalah², mingguan atau bulanan, jang diterbitkan oleh orang² Indonesia. Mengetahui keadaan pers kita pada zaman<noinclude>{{rh|||97}}</noinclude>
sfuor9h4irhd1ojs12keilmdhoyegxz
Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/96
104
111894
313226
310742
2026-08-16T11:06:48Z
Iripseudocorus
23824
313226
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>itu adalah perlu untuk dapat mengerti, bahwa „persbureau” jg. sebenar-benarnja, pada waktu itu belum diperlukan dan berhubung dengan so'al keuangannja belum mungkin berdiri.
Ketika correspondentschap S. Surya Ningrat meluas mendjadi „Indonesisch Persbureau”, belum djuga dasar „commercieel” dapat dimasukkan; I.P. Bureau masih tetap berdiri sebagai „badan propaganda” dan „alat pergerakan” semata-mata. Pers di Nederland rupa-rupanja mengerti djuga akan sipat dan pada I.P.B. itu. Tidak sadja hanja harian² dan madjalah² jang sosialistis atau progressif jang suka berlangganan warta-berita dari pada „Indonesisch Persbureau” itu, bahkan ada pula jang dengan tidak segan² mengeluarkan fitnahan² jang tadjam dan pedas. Dalam pada itu patut diketahui, bahwa ada harian² keljil (provincie-bladen), jang bersikap „neutraal”, suka djuga mengambil persberichten dari I. P. B., ketjuali jang oleh mereka dianggap „al te rood”.
Sikap dari pada pers bangsa kita di Indonesia ada baik sekali. Tidak sadja harian² jang tersebut diatas terus mengirimkan korannja (ada jang rangkap dua atau tiga), pun madjalah² tidak ketinggalan membandjiri medja-redaksi I.P. Bureau, sehingga kantoran I.P.B. di Fahrenheitstraat 473 Den Haag, seolah-olah mendjadi „leeszaal” bagi studenten kita. Patutlah diketahui, bahwa di Indonesia pada waktu itu partai jang sudah aoa, masih hidup „rukun” dan seringkali bertindak setjara „gotong-rojong”. Tjontoh jang mengharukan misalnja keridlaan dan keichlasan anggauta² dari partai² tersebut untuk turut membiajai berangkatnja „Tiga-serangkai” (driemanschap) dari „Indische Partij”, jaitu Douwes Dekker, Tjipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat ''sekeluarganja'' ke Nederland, jang memakan biaja sementara ribu rupiah.
Adapun studenten kita di Nederland, jang zaman itu hanja berdjumlah lebih kurang 40 orang, semuanja mengakui „Indonesisch Persbureau” tadi sebagai badan-usahanja. Dalam kitab peringatan dari pada perhimpunan mereka „Perhimpunan Indonesia” (jang tadinja bernama „Indische Vereeniging”) kita dapat mengetahui, bahwa kedatangan „Driemanschap” DD-Tjip-Suwardi pada tahun 1913 itu menjebabkan berbaliknja aliran „{{hws|ko|kolonial}}<noinclude>{{rh|98}}</noinclude>
dyeaa0no57z9t0y3r5b6s3s55eyfsx0
Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/97
104
111899
313227
310751
2026-08-16T11:12:26Z
Iripseudocorus
23824
313227
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{hwe|lonial”|„kolonial”}} dalam „Indische Vereeniging” ke-aliran „nasionalistische” jang murni.
Apakah jang telah diselenggarakan oléh „Indonesisch Persbureau” dinegeri Belanda ? Jang pertama kali ialah penjiaran berita² pers pada umumnja, chususnja berita² tentang kedjadian dan peristiwa², jang dengan sengadja oleh pers Belanda di Indonesia digunakan untuk men-djelek²-kan pergerakan kita. Kadang² I.P.B. menjiarkan „bulletins”, jang dikirimkan kepada semua anggauta „Tweede Kamer” dan „Eerste Kamer”, kepada pengurus partai² dan „Leeszalen dan Bibliotheken” jang terkemuka, jaitu dimana pers Belanda tidak suka memuatkan berita² jang penting bagi kita. Dengan begitu maka I.P.B. dapat menggagalkan sikap memblokeer berita² jang penting dari Indonesia oleh pers Belanda, jang masing² mempunjai „Indische medewerker” sendiri², kadang² „speciale correspondent”, jaitu biasanja orang berpangkat tinggi, misalnja seorang professor, seorang resident atau gobnor-djendral pensiun, bahkan kadang² seorang minister sendiri.
Sementara kali I.P. Bureau mengorganiseer „Debat-vergaderingen” di Amsterdam dan di Den Haag, jang resminja diselenggarakan oleh „Indische Vereeniging”, jaitu perhimpunan studenten kita. Disitulah tempat dan waktunja jang tepat untuk mendjual brochures dan mengadakan tentoonstelling harian² madjalah² dan risalah² jang mengenai so'al Indonesia, termasuk pula buku² karangan auteurs bangsa Belanda jang progressif dan membela tuntutan² pergerakan rakjat Indonesia.
Oléh „Indonesische Persbureau” bagian „Brochure handel” telah diterbitkan sementara risalah² misalnja „Onze Verbanning”, tentang „Industrialisatie” oléh H.H. van Kol, „Poenale Sancties” oleh dr. P. Endt, „Het Geval Suwardi” oleh mr. P. H. Fromberg (jang menundjukkan „onwettig”-nja interneering Suwardi Suryaningrat, karena tentang perkaranja sudah diputuskan „rechtsingang” oleh Raad van Justitie di Djakarta), „De Taalkwestie” oleh S. Suryaningrat (jang menuntut pemakaian bahasa Indonesia dan daerah untuk mengganti bahasa Belanda sebagai „bahasa pengantar” di-sekolah² negeri dan pelapuran<noinclude>{{rh|||99}}</noinclude>
hr2dtfz8rto0xsuw7eb1pqqe77650ra
Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/98
104
111904
313228
310756
2026-08-16T11:15:51Z
Iripseudocorus
23824
313228
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Kongres dari pada „Indonesisch Verbond van Studeerenden di Wageningen. (Dalam Kongres itu pemimpin² dikalangan peladjar² kita mempertahankan hak-kemerdekaan bangsa kita; diantara pemimpin² itu ialah misalnja marhum dr. Ger.. S. Ratulangi marhum dr. Gunawan Mangunkusumo, ir. Surachman, dr. Samsi dll.). Teringatlah adanja perdebatan jang hébat pada kongres itu diantara studenten kita dengan J.A. Jonkman, H.J. van Mook dan lain² studenten Belanda, jang disebabkan karena salah seorang studen kita berkata : „H.M. Wilhelmina is uw koningin, maar niet de onze” ; rapat itu djatuh pada hari 31 Agustus dan hendak melakukan upatjara penghormatan ulang tahun Radja, jang ditolak oleh studenten kita.
Orgaan „Indische Vereeniging”, jang tadinja hanja terbit pada waktu jang tertentu. sedjak adanja „Indonesisch Persbureau” keluar sebagai madjalah bulanan dengan nama „Hindia Putera”, dalam mana tidak sadja dimuat karangan² dari pelbagai penulis, djuga dari kalangan bangsa Belanda, tetapi djuga selalu memuat „Persoverzicht”, jang berasal dari harian² dan madjalah² kita dari Indonesia.
Diantara „perscampagne” jang diadakan oleh Indonesisch Persbureau dan patut diperingati, jaitu misalnja perlawanan terhadap rentjana „Koloniale Raad”, jang di Indonesia sendiri ditentang oleh Pers kita waktu itu. Karangan² berasal dari harian kita diterjemahkan kedalam bahasa Belanda dan disiarkan kepada sekalian anggauta Tweede Kamer dan para minister, djuga kepada harian² di Nederland. Mungkin zaman sekarang ada jang mengira, bahwa „Volksraad” jang diadakan pada tahun 1917 di Djakarta dan agak dapat memberi kepuasan kepada para pentjinta politik, lahir sebagai Dewan Rakjat seperti sifatnja jang kita kenali. Artinja sebagai tempat dimana pemimpin² rakjat kita berkesempatan untuk mempertahankan kepentingar rakjat, sekalipun kedudukannja jang resmi dari pada Volksraad itu tidak lebih dari pada badan penasehat.
Hendaknja diketahui, bahwa tadinja maksud pemerintah Nederland hanja hendak membentuk „Koloniale Raad”, jang djauh lebih rendah kedudukannja dari pada Volksraad almarhum; baik jang mengenai djumlah angautanja maupun hak-haknja.<noinclude>{{rh|100}}</noinclude>
pljc7k6r8u9l87yhxgwvu28rtehgisc
Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/265
104
111926
313229
310800
2026-08-16T11:17:45Z
Iripseudocorus
23824
313229
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{xx-larger|{{c|Isi}}}}
{{R|''Halaman''}}
{{Daftarisi dtt|1.|Kata Pengantar|3}}
{{Daftarisi dtt|2.|Kebangunan Nasional 20 Mei 1908|7}}
{{Daftarisi dtt|3.|Hari 20 Mei perlu diperingati|16}}
{{Daftarisi dtt|4.|Upatjara peringatan 20 Mei 1948 di Jogjakarta|23}}
{{Daftarisi dtt|5.|Maksud dan tudjuan|26}}
{{Daftarisi dtt|6.|Dokumen kesatuan Nasional|32}}
{{Daftarisi dtt|7.|Pidato Presiden Rep. Indonesia pada Hari Kebangunan Nasional 20 Mei 1952|36}}
{{Daftarisi dtt|8.|Inti Pidato Bung Karno 20 Mei 1948 di Jogjakarta|54}}
{{Daftarisi dtt|9.|Peringatan 20 Mei dizaman pendudukan|58}}
{{x-larger|{{C|'''Ichtisar perdjuangan.'''}}}}
{{Daftarisi dtt|10.|Ichtisar sedjarah singkat|63}}
{{Daftarisi dtt|11.|Hari kebangunan mendjadi hari kesatuan|75}}
{{Daftarisi dtt|12.|Pernjataan bersama|83}}
{{Daftarisi dtt|13.|Pemuda² kita di Nederland|87}}
{{Daftarisi dtt|14.|Tentang Indonesisch Persbureau di Den Haag|97}}
{{X-larger|{{C|'''Djaman Kolonial.'''}}}}
{{Daftarisi dtt|15.|Zaman disekitar tahun 1908|107}}
{{Daftarisi dtt|16.|Persiapan Kemerdekaan|117}}
{{Daftarisi dtt|17.|Ichtisar sedjarah pendidikan Pengadjaran di Indonesia|126}}<noinclude></noinclude>
n8abklwlrbl7945roy6x5nw2rwbxhiz
Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/266
104
111941
313230
310811
2026-08-16T11:19:46Z
Iripseudocorus
23824
313230
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{x-larger|{{C|'''Kenang-kenangan.'''}}}}
{{Daftarisi dtt|18.|Kenang²an pengalaman saja oleh: R.M.A.A. Kusumo Utojo|141}}
{{Daftarisi dtt|19.|Disekitar berdirinja Budi Utomo|146}}
{{Daftarisi dtt|20.|Pergulatan rakjat ketjil dalam membela nasib hidupnja|148}}
{{Daftarisi dtt|21.|Empat puluh tahun bangsa Indonesia bangkit|159}}
{{Daftarisi dtt|22.|Dari Budi Utomo sampai Parindra oleh: K.R.M.H. Woeryaningrat|162}}
{{Daftarisi dtt|23.|Sedikit tentang partai komunis Indonesia oleh: Alimin|169}}
{{X-larger|{{C|'''Satu dan lain dari hidup almarhum².'''}}}}
{{Daftarisi dtt|24.|Dokter Wahidin Sudirohusodo|176}}
{{Daftarisi dtt|25.|H.O.S. Tjokroaminoto|191}}
{{Daftarisi dtt|26.|Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat|196}}
{{Daftarisi dtt|27.|Dr. Soetomo|203}}
{{Daftarisi dtt|28.|M. Husni Thamrin|209}}
{{Daftarisi dtt|29.|Dokter Tjipto Mangunkusumo|215}}
{{Daftarisi dtt|30.|Dr. D.D. Setyabuddi dalam sedjarah perdjuangan|}}
{{Daftarisi dtt|30.|Dr. D.D. Setyabuddi dalam sedjarah perdjuangan|229}}
{{X-larger|{{C|'''Bahan-bahan dokumentasi.'''}}}}
{{Daftarisi dtt|31.|„Als ik eens Nederlander was{{...|9}}”|250}}
{{Daftarisi dtt|32.|,Andai aku seorang Nederlander{{...|9}}”|256}}
{{Daftarisi dtt|33.|Azas Perdjoangan Taman Siswa|263}}
{{Daftarisi dtt|34.|Dasar Pendidikan Taman Siswa|267}}
{{xxx-larger|{{C|<nowiki>)|(</nowiki>}}}}<noinclude></noinclude>
kvsan68d6h8hbz0g2l6j8aydhl5oy0h
Halaman:San min chu i.pdf/391
104
112095
313231
311048
2026-08-16T11:22:41Z
Iripseudocorus
23824
313231
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{C|{{x-larger|{{sp|ISI}}}}}}
{{C|{{larger|BAGIAN I<br>
ASAS-POKOK NASIONALISME}}}}
{{R|Hal.}}
{{Daftarisi dtt||Uraian I|13}}
{{Daftarisi dtt||Uraian II|31}}
{{Daftarisi dtt||Uraian III|51}}
{{Daftarisi dtt||Uraian IV|70}}
{{Daftarisi dtt||Uraian V|87}}
{{Daftarisi dtt||Uraian VI|103}}
{{C|{{larger|BAGIAN II<br>
ASAS-POKOK DEMOKRASI}}}}
{{Daftarisi dtt||Uraian I|125}}
{{Daftarisi dtt||Uraian II|152}}
{{Daftarisi dtt||Uraian III|171}}
{{Daftarisi dtt||Uraian IV|195}}
{{Daftarisi dtt||Uraian V|219}}
{{Daftarisi dtt||Uraian VI|249}}
{{C|{{larger|BAGIAN III<br>
ASAS-POKOK PENGHIDUPAN}}}}
{{Daftarisi dtt||Uraian I|283}}
{{Daftarisi dtt||Uraian II|313}}
{{Daftarisi dtt||Uraian III|337}}
{{Daftarisi dtt||Uraian IV|363}}<noinclude></noinclude>
dg4e3700mdarr947969ipckfslgqy6w
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/240
104
112805
313180
312304
2026-08-15T15:23:41Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
313180
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>keichlasan, kedjudjuran, tjita-tjita, dan kesutjian batin, Kongres berhasil melahirkan suatu organisasi pemuda Kristen seluruh Indonesia, jang bernama Persatuan Pemuda Kristen Indonesia.
Djuga dalam tahun ini GPII mengadakan kongresnja jang ke-VI digedung Pertemuan Umum. Kongres mengesjahkan berbagai resolusi dalam dan luar negeri jang antara lain menuntut diperbaikinja masalah djemaah hadji. Demikian djuga kalangan mahasiswa tak ketinggalan dalam mentjari djalan mempersatukan berbagai organisasi pemuda mahasiswa. Dalam tahun ini djuga diadakan pertemuan jang diselenggarakan oleh Komite Mahasiswa Progresif dengan wakil mahasiswa dari berbagai fakultas. Dalam pertemuan ini diadakan diskusi, untuk menindjau keadaan organisasi mahasiswa jang ada serta mempeladjari kemungkinan-kemungkinan untuk mendirikan "organisasi mahasiswa jang progresif". Alasan untuk membentuk organisasi pemuda ini jalah bahwa dengan organisasi jang sudah ada hingga saat ini masih dirasakan kurangnja hubungan antara mahasiswa dengan rakjat. Pertemuan ini walaupun belum menghasilkan bentuk organisasi jang konkrit namun telah memainkan peranan untuk mendorong menjatukan, atau untuk mendorong madjunja usaha berbagai organisasi mahasiswa dalam kerdja samanja.
Dengan didjiwai oleh putusan Kongres Pemuda di Surabaja dan atas usaha pemuda untuk menjatukan, menjederhanakan dan mentjari kerdjasama antara berbagai organisasi pemuda, maka lambat laun terwudjud apa jang dikehendaki, walaupun itu berdjalan sangat lambat pada permulaannja.
Sementara pemuda berusaha untuk menggalang kekuatan kembali, pemerintah c.q. Kementerian P.P. & K. Djawatan Pendidikan Masjarakat memberikan perhatiannja jang besar terhadap masalah pemuda dengan mendirikan Panti Pemuda. Rentjana mendirikan Panti Pemuda ini sudah dimulai sedjak tahun 1949, tetapi djalannja tidak selantjar jang diharapkan, karena berbagai kesulitan baik technis maupun politis terutama karena keadaan organisasi pemuda sendiri pada tahun-tahun itu. Untuk lebih mengintensifkan Panti Pemuda ini, pada tanggal 11 Maret 1952 oleh Djawatan Pendidikan Masjarakat dilangsungkan pertemuan jang dipimpin oleh Soejono Atmo sekku kepala Bagian Pemudanja dengan organisasi-organisasi pemuda jang ada di Djakarta untuk meluaskan Panti Pemuda. Tudjuan jang utama bagi Pemuda ialah mendjadikannja tempat mempertahankan semangat perdjuangan pemuda agar tidak melupakan tjita-tjita gerakánnja dalam masjarakat. Panti Pemuda ini kemudian dapat meluas terutama dikota-kota Nusantara kita. Usaha-usahanja antara lain adalah mengadakan sekolah-sekolah, pertemuan-pertemuan,<noinclude>{{rh|234}}</noinclude>
jv92wfnrbuxbd4ilhshll9yrcqvn2nf
Pembicaraan:Mustikarasa/Tjakar Ajam
1
113337
313219
313161
2026-08-16T08:37:25Z
Ammachemist
27288
/* Header */ Balas
313219
wikitext
text/x-wiki
== Header ==
Halo @[[Pengguna:Ammachemist|Ammachemist]], terima kasih sudah berkontribusi di WS ID :) Terdapat kesalahan pada header baris <code>previous=</code> dan <code>next=</code> semestinya diisi dengan judul resep sebelum dan sesudahnya, dapat dilihat contohnya pada [[Mustikarasa/Arem Arem|halaman ini]]. Trims :) [[Pengguna:Mbee-wiki|Mbee-wiki]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mbee-wiki|bicara]]) 15 Agustus 2026 08.46 (UTC)
:Terima kasih atas informasinya
:Sepertinya terlewat untuk menuliskannya
:Semoga ke depannya saya tidak melakukannya
:Terima kasih [[Pengguna:Ammachemist|Ammachemist]] ([[Pembicaraan Pengguna:Ammachemist|bicara]]) 16 Agustus 2026 08.37 (UTC)
d66rgx49lcrgaazdulsa5f3pe3t1vmf
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/241
104
113340
313181
2026-08-15T15:25:36Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Pemuda kegiatan olahraga, gerakan membentuk regu kerdja bakti membantu kaum tani, memberantas buta huruf dll. Panti pemuda mempunjai peranan tertentu dalam lebih memperbaiki kerdja- sama antar berbagai organisasi pemuda dan mempererat tali perkawanan antara pemuda pada umumnja. Perlu ditjatat bahwa sebagai hasil dari gerakan revolu- sioner pemuda jang mendjadi kekuatan "social-support dan social-control" terha- dap pemerintah, Kementerian P.P. &...
313181
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Pemuda
kegiatan olahraga, gerakan membentuk
regu kerdja bakti membantu kaum tani,
memberantas buta huruf dll.
Panti pemuda mempunjai peranan
tertentu dalam lebih memperbaiki kerdja-
sama antar berbagai organisasi pemuda
dan mempererat tali perkawanan antara
pemuda pada umumnja. Perlu ditjatat
bahwa sebagai hasil dari gerakan revolu-
sioner pemuda jang mendjadi kekuatan
"social-support dan social-control" terha-
dap pemerintah, Kementerian P.P. & K.
membentuk Dewan Pertimbangan Pemu-
da pada tahun 1953 guna membantu pe
Sujono Atmo salah seorang tokoh kerdjaan Bagian Pemuda dari Kemente
rian P.P. & K. Djawatan Pendidikan Ma-
sjarakat. Dewan Pertimbangan Pemuda
ini terdiri dari Mr Sukardjo, Praptinah, Walujo, Amir Hamzah Nasution,
Supardo, Bambang Singgih, Sukatno, Sarwoko, Sudirdjasastradipura,
Abadi, Jubar Ajub, Sumardjo, Bachtiar Said dan Tatang Machmud.
Sedangkan ketuanja pertama didjabat oleh Supardo SH, disusul kemudian
Mr. Sukardjo, Walujo dengan wakilnja Praptinah dan sekretarisnja Geno
Soesanto. Walaupun usia Dewan Pertimbangan Pemuda hanja singkat-
jaitu setahun, namun Dewan ini djuga telah memberikan sumbangannja
jang tertentu dalam mendekatkan Pemerintah dengan pemuda terutama
dalam memahami masalah-masalah pemuda serta pemetjahannja.
Kemungkinan-kemungkinan gerak jang ada djuga digunakan oleh
pemuda-pemuda untuk meningkatkan solidaritas internasional. Rakjat dan
pemuda Indonesia mengerti apa arti tjampur tangan dan intervensi negeri
asing terhadap masalah-masalah dalam negerinja sehingga dapat menim-
bulkan kegaduhan dan hanja menguntungkan bagi kaum imperialis.
Karenanja pemuda Indonesia tak hanja memperhatikan perdjuangan
dalam negerinja sendiri sadja, tetapi djuga perdjuangan rakjat dan
pemuda negeri lain. Tindakan agresi imperialis Perantjis, Inggris dan
Amerika di Mesir, Iran, Maroko, Vietnam, Korea dll. tak djuga lepas
dari perhatian pemuda Indonesia.
Untuk menjokong perdjuangan rakjat dan pemuda di negeri-negeri
itu, atas usaha suatu Panitia jang terdiri dari 13 organisasi pemuda di
Djakarta dilangsungkan peringatan hari solidaritas internasional pemuda
dan peladjar, dengan bertempat digedung Balai Pertemuan Umum.
235
Digitized by
Google<noinclude></noinclude>
co9h5392eq0q0465h0rax47wnv0zxr7
313182
313181
2026-08-15T15:28:39Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
313182
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{Gambar hilang}}
''Sujono Atmo salah seorang tokoh Pemuda''
kegiatan olahraga, gerakan membentuk regu kerdja bakti membantu kaum tani,
memberantas buta huruf dll.
Panti pemuda mempunjai peranan tertentu dalam lebih memperbaiki kerdjasama antar berbagai organisasi pemuda dan mempererat tali perkawanan antara pemuda pada umumnja. Perlu ditjatat bahwa sebagai hasil dari gerakan revolusioner pemuda jang mendjadi kekuatan "social-support dan social-control" terhadap pemerintah, Kementerian P.P. & K. membentuk Dewan Pertimbangan Pemuda pada tahun 1953 guna membantu pekerdjaan Bagian Pemuda dari Kementerian P.P. & K. Djawatan Pendidikan Masjarakat. Dewan Pertimbangan Pemuda ini terdiri dari Mr Sukardjo, Praptinah, Walujo, Amir Hamzah Nasution, Supardo, Bambang Singgih, Sukatno, Sarwoko, Sudirdjasastradipura, Abadi, Jubar Ajub, Sumardjo, Bachtiar Said dan Tatang Machmud. Sedangkan ketuanja pertama didjabat oleh Supardo SH, disusul kemudian Mr. Sukardjo, Walujo dengan wakilnja Praptinah dan sekretarisnja Geno Soesanto. Walaupun usia Dewan Pertimbangan Pemuda hanja singkat ― jaitu setahun, namun Dewan ini djuga telah memberikan sumbangannja jang tertentu dalam mendekatkan Pemerintah dengan pemuda terutama dalam memahami masalah-masalah pemuda serta pemetjahannja.
Kemungkinan-kemungkinan gerak jang ada djuga digunakan oleh pemuda-pemuda untuk meningkatkan solidaritas internasional. Rakjat dan pemuda Indonesia mengerti apa arti tjampur tangan dan intervensi negeri asing terhadap masalah-masalah dalam negerinja sehingga dapat menimbulkan kegaduhan dan hanja menguntungkan bagi kaum imperialis. Karenanja pemuda Indonesia tak hanja memperhatikan perdjuangan dalam negerinja sendiri sadja, tetapi djuga perdjuangan rakjat dan pemuda negeri lain. Tindakan agresi imperialis Perantjis, Inggris dan Amerika di Mesir, Iran, Maroko, Vietnam, Korea dll. tak djuga lepas dari perhatian pemuda Indonesia.
Untuk menjokong perdjuangan rakjat dan pemuda di negeri-negeri itu, atas usaha suatu Panitia jang terdiri dari 13 organisasi pemuda di Djakarta dilangsungkan peringatan hari solidaritas internasional pemuda dan peladjar, dengan bertempat digedung Balai Pertemuan Umum.<noinclude>{{rh|||235}}</noinclude>
k2m0t2dij23pbq5nzlt4g5yhv38c6fk
313183
313182
2026-08-15T15:28:54Z
Menyusurisudutnegeri
25205
313183
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{Gambar hilang}}
''Sujono Atmo salah seorang tokoh Pemuda''
kegiatan olahraga, gerakan membentuk regu kerdja bakti membantu kaum tani,
memberantas buta huruf dll.
Panti pemuda mempunjai peranan tertentu dalam lebih memperbaiki kerdjasama antar berbagai organisasi pemuda dan mempererat tali perkawanan antara pemuda pada umumnja. Perlu ditjatat bahwa sebagai hasil dari gerakan revolusioner pemuda jang mendjadi kekuatan "social-support dan social-control" terhadap pemerintah, Kementerian P.P. & K. membentuk Dewan Pertimbangan Pemuda pada tahun 1953 guna membantu pekerdjaan Bagian Pemuda dari Kementerian P.P. & K. Djawatan Pendidikan Masjarakat. Dewan Pertimbangan Pemuda ini terdiri dari Mr Sukardjo, Praptinah, Walujo, Amir Hamzah Nasution, Supardo, Bambang Singgih, Sukatno, Sarwoko, Sudirdjasastradipura, Abadi, Jubar Ajub, Sumardjo, Bachtiar Said dan Tatang Machmud. Sedangkan ketuanja pertama didjabat oleh Supardo SH, disusul kemudian Mr. Sukardjo, Walujo dengan wakilnja Praptinah dan sekretarisnja Geno Soesanto. Walaupun usia Dewan Pertimbangan Pemuda hanja singkat ― jaitu setahun, namun Dewan ini djuga telah memberikan sumbangannja jang tertentu dalam mendekatkan Pemerintah dengan pemuda terutama dalam memahami masalah-masalah pemuda serta pemetjahannja.
Kemungkinan-kemungkinan gerak jang ada djuga digunakan oleh pemuda-pemuda untuk meningkatkan solidaritas internasional. Rakjat dan pemuda Indonesia mengerti apa arti tjampur tangan dan intervensi negeri asing terhadap masalah-masalah dalam negerinja sehingga dapat menimbulkan kegaduhan dan hanja menguntungkan bagi kaum imperialis. Karenanja pemuda Indonesia tak hanja memperhatikan perdjuangan dalam negerinja sendiri sadja, tetapi djuga perdjuangan rakjat dan pemuda negeri lain. Tindakan agresi imperialis Perantjis, Inggris dan Amerika di Mesir, Iran, Maroko, Vietnam, Korea dll. tak djuga lepas dari perhatian pemuda Indonesia.
Untuk menjokong perdjuangan rakjat dan pemuda di negeri-negeri itu, atas usaha suatu Panitia jang terdiri dari 13 organisasi pemuda di Djakarta dilangsungkan peringatan hari solidaritas internasional pemuda dan peladjar, dengan bertempat digedung Balai Pertemuan Umum.<noinclude>{{rh|||235}}</noinclude>
gvy5vyjfllt6y39cdk3rawdabbd6d4w
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/242
104
113341
313184
2026-08-15T15:29:35Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Panitia hari solidaritas internasional ini djuga telah mengirimkan utusan jang terdiri dari 3 orang pemuda ke Kedutaan Perantjis, Amerika dan Inggris di Djakarta untuk menjampaikan pernjataan solidaritas pemuda Indonesia dengan perdjuangan pemuda Mesir, Irak, Maroko, Vietnam dan Korea jang mengalami tekanan jang kedjam dan ganas dari Inggris, Perantjis dan Amerika. Di Kedutaan Inggris dan Perantjis mereka di- terima oleh pedjabat-pedjabat dari k...
313184
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Panitia hari solidaritas internasional ini djuga telah mengirimkan utusan
jang terdiri dari 3 orang pemuda ke Kedutaan Perantjis, Amerika dan
Inggris di Djakarta untuk menjampaikan pernjataan solidaritas pemuda
Indonesia dengan perdjuangan pemuda Mesir, Irak, Maroko, Vietnam
dan Korea jang mengalami tekanan jang kedjam dan ganas dari Inggris,
Perantjis dan Amerika. Di Kedutaan Inggris dan Perantjis mereka di-
terima oleh pedjabat-pedjabat dari kedutaan itu, tetapi dikedutaan
Amerika mereka ditolak, dan karenanja utusan pemuda itu mengadjukan
protes.
Tahun 1952 ini ditutup dengan usaha pemuda untuk lebih memper-
erat tali perhubungan dan kerdjasama antara organisasi-organisasi
pemuda. Pemuda-pemuda di Jogjakarta mengusahakan Pekan Pemuda
di Jogjakarta. Usaha ini djuga mendapat dukungan dari pemerintah c.q.
Bagian Pemuda Departemen P.P. dan K., dan dilangsungkan bertepatan
dengan hari Pahlawan 10 Nopember 1952. Walaupun penjelenggaraannja
mendapatkan beberapa kekurangan, terutama kekurangan-kekurangan
materiil dan waktu persiapan serta tenaga jang harus dimobilisasi, namun
pekan ini mendapatkan hasil jang baik terutama dalam bidang olah raga.
Dengan demikian pekan ini djuga mempunjai peranannja tertentu dalam
mendorong kerdjasama antara berbagai organisasi pemuda. Pada penu-
tupan tahun ini Pemuda Demokrat melangsungkan kongresnja di Sura-
baja, kongres untuk lebih mengkonsolidasi organisasinja. Kongres ini
dilangsungkan dari tanggal 30 Nopember sampai 3 Desember 1952.
MELAWAN SISA-SISA PENDIDIKAN DAN
KEBUDAJAAN IMPERIALIS
Dalam menghadapi akibat fatal K.M.B. jang merestorasikan sistim
kolonial dalam lapangan pendidikan dan kebudajaan, pemuda Indonesia
selalu bertindak aktif menentangnja serta mengadjukan saran-saran jang
konstruktif. Sistim pendidikan di Indonesia, dengan adanja K.M.B. belum
berubah atau belum banjak berubah dibanding dengan masa lampau.
Hal ini ditandai oleh kenjataan bahwa pendidikan belum demokratis,
mata peladjarannja belum sesuai dengan keperluan revolusi Indonesia,
djumlah sekolah jang amat terbatas, disamping berbagai pengaruh ke-
budajaan imperialis jang merusak, berketjamuk dan berkuasa di Indone
sia. Dalam lapangan pendidikan dan kebudajaan, walaupun pemuda
Indonesia ditindjau dari usianja merupakan objek pendidikan, adalah
anak didik, namun mereka bukan suatu objek jang mati, jang pasif.
236
Digiszed by Google<noinclude></noinclude>
tp6jobvgdcvx5vdi4ngcj947woiio5q
313185
313184
2026-08-15T15:31:41Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
313185
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Panitia hari solidaritas internasional ini djuga telah mengirimkan utusan jang terdiri dari 3 orang pemuda ke Kedutaan Perantjis, Amerika dan Inggris di Djakarta untuk menjampaikan pernjataan solidaritas pemuda Indonesia dengan perdjuangan pemuda Mesir, Irak, Maroko, Vietnam dan Korea jang mengalami tekanan jang kedjam dan ganas dari Inggris, Perantjis dan Amerika. Di Kedutaan Inggris dan Perantjis mereka diterima oleh pedjabat-pedjabat dari kedutaan itu, tetapi dikedutaan Amerika mereka ditolak, dan karenanja utusan pemuda itu mengadjukan protes.
Tahun 1952 ini ditutup dengan usaha pemuda untuk lebih mempererat tali perhubungan dan kerdjasama antara organisasi-organisasi pemuda. Pemuda-pemuda di Jogjakarta mengusahakan Pekan Pemuda di Jogjakarta. Usaha ini djuga mendapat dukungan dari pemerintah c.q. Bagian Pemuda Departemen P.P. dan K., dan dilangsungkan bertepatan dengan hari Pahlawan 10 Nopember 1952. Walaupun penjelenggaraannja mendapatkan beberapa kekurangan, terutama kekurangan-kekurangan materiil dan waktu persiapan serta tenaga jang harus dimobilisasi, namun pekan ini mendapatkan hasil jang baik terutama dalam bidang olah raga. Dengan demikian pekan ini djuga mempunjai peranannja tertentu dalam mendorong kerdjasama antara berbagai organisasi pemuda. Pada penutupan tahun ini Pemuda Demokrat melangsungkan kongresnja di Surabaja, kongres untuk lebih mengkonsolidasi organisasinja. Kongres ini dilangsungkan dari tanggal 30 Nopember sampai 3 Desember 1952.
{{c|MELAWAN SISA-SISA PENDIDIKAN DAN KEBUDAJAAN IMPERIALIS}}
Dalam menghadapi akibat fatal K.M.B. jang merestorasikan sistim kolonial dalam lapangan pendidikan dan kebudajaan, pemuda Indonesia selalu bertindak aktif menentangnja serta mengadjukan saran-saran jang konstruktif. Sistim pendidikan di Indonesia, dengan adanja K.M.B. belum berubah atau belum banjak berubah dibanding dengan masa lampau. Hal ini ditandai oleh kenjataan bahwa pendidikan belum demokratis, mata peladjarannja belum sesuai dengan keperluan revolusi Indonesia, djumlah sekolah jang amat terbatas, disamping berbagai pengaruh kebudajaan imperialis jang merusak, berketjamuk dan berkuasa di Indonesia. Dalam lapangan pendidikan dan kebudajaan, walaupun pemuda Indonesia ditindjau dari usianja merupakan objek pendidikan, adalah anak didik, namun mereka bukan suatu objek jang mati, jang pasif.<noinclude>{{rh|236}}</noinclude>
m7q7kjisv3yhmrpnidi2ud4q0n1y7lm
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/244
104
113342
313186
2026-08-15T15:32:41Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'KONGGRES Peserta-peserta Kongres Peladjar Pedjuang (Bersendjata) seluruh Indonesia pada bulan Djanuari 1955 di Kaliurang Jogjakarta. berbagai Sekolah Rakjat sampai Menengah jang dapat membantu me menuhi kebutuhan pendidikan bagi pemuda. Djuga terhadap kebudaja- an pada umumnja pemuda bukannja bersikap atjuh tak atjuh dan mem- biarkan dirinja diratjuni oleh berbagai matjam kebudajaan dekaden. Mereka mengambil bagian aktif dalam menentang berbagai...
313186
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>KONGGRES
Peserta-peserta Kongres Peladjar Pedjuang (Bersendjata) seluruh Indonesia pada bulan
Djanuari 1955 di Kaliurang Jogjakarta.
berbagai Sekolah Rakjat sampai Menengah jang dapat membantu me
menuhi kebutuhan pendidikan bagi pemuda. Djuga terhadap kebudaja-
an pada umumnja pemuda bukannja bersikap atjuh tak atjuh dan mem-
biarkan dirinja diratjuni oleh berbagai matjam kebudajaan dekaden.
Mereka mengambil bagian aktif dalam menentang berbagai kebudajaan
sematjam itu. Hal ini, ketjuali tertjermin dalam berbagai keputusan
kongres-kongres, konferensi-konferensi atau diskusi-diskusi pemuda, djuga
terwudjud dalam aksi-aksi perlawanan, seperti terhadap badan hubungan
kebudajaan Indonesia-Belanda, Sticusa, terhadap diputarnja film
Amerika "Desert Fox" jang merupakan pembelaan terhadap fasisme
Djerman dan lain sebagainja.
Gerakan perlawanan terdjadi antara lain di Jogjakarta pada tahun
1953 jang menuntut dilarangnja pemutaran film fasis itu digedung
bioskop Luxor (Permata).
Demikian djuga dalam bidang olah raga jang langsung mendjadi
kebutuhan pemuda, pemuda Indonesia djuga mempunjai perhatian jang
luas dan dalam sekali. Pemuda dan olah raga tak dapat dipisah-pisahkan,
demikian djuga para mahasiswa. Pada tanggal 25 sampai dengan 27
Desember 1953 di Bandung diadakan konferensi keolahragaan mahasiswa
Indonesia jang menghasilkan suatu badan koordinasi keolah-ragaan
238
Digized by Google<noinclude>{{rh|238}}</noinclude>
06k1rg45nl23nqmrzfw9aobdno676tk
313187
313186
2026-08-15T15:34:28Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
313187
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{Gambar hilang}}
{{c|''Peserta-peserta Kongres Peladjar Pedjuang (Bersendjata) seluruh Indonesia pada bulan Djanuari 1955 di Kaliurang Jogjakarta.''}}
berbagai Sekolah Rakjat sampai Menengah jang dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan bagi pemuda. Djuga terhadap kebudajaan pada umumnja pemuda bukannja bersikap atjuh tak atjuh dan membiarkan dirinja diratjuni oleh berbagai matjam kebudajaan dekaden. Mereka mengambil bagian aktif dalam menentang berbagai kebudajaan sematjam itu. Hal ini, ketjuali tertjermin dalam berbagai keputusan kongres-kongres, konferensi-konferensi atau diskusi-diskusi pemuda, djuga terwudjud dalam aksi-aksi perlawanan, seperti terhadap badan hubungan kebudajaan Indonesia-Belanda, ― Sticusa, terhadap diputarnja film Amerika "Desert Fox" jang merupakan pembelaan terhadap fasisme Djerman dan lain sebagainja.
Gerakan perlawanan terdjadi antara lain di Jogjakarta pada tahun 1953 jang menuntut dilarangnja pemutaran film fasis itu digedung bioskop Luxor (Permata).
Demikian djuga dalam bidang olah raga jang langsung mendjadi kebutuhan pemuda, pemuda Indonesia djuga mempunjai perhatian jang luas dan dalam sekali. Pemuda dan olah raga tak dapat dipisah-pisahkan, demikian djuga para mahasiswa. Pada tanggal 25 sampai dengan 27 Desember 1953 di Bandung diadakan konferensi keolahragaan mahasiswa Indonesia jang menghasilkan suatu badan koordinasi keolah-ragaan<noinclude>{{rh|238}}</noinclude>
o69qkmd986q7kme0quzwrkjord30ia3
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/257
104
113343
313188
2026-08-15T15:35:42Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Afrika kemudian diterima oleh suatu sidang pengurus PPMI dalam bulan Mei 1952. Putusan ini kemudian diperkuat oleh Kongres PPMI jang dilangsungkan pada bulan April 1953 di Tugu, Bogor. Untuk mengkong- kritkan ide ini oleh Radjab Nasution, sebagai wakil ketua PPMI jang menghadiri sidang IUS di Warsawa ibukota Republik Rakjat Polandia, telah diadakan pembitjaraan dengan wakil-wakil mahasiswa dari India, Iran, Libanon dan Irak, jang melahirkan pern...
313188
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Afrika kemudian diterima oleh suatu sidang pengurus PPMI dalam bulan
Mei 1952. Putusan ini kemudian diperkuat oleh Kongres PPMI jang
dilangsungkan pada bulan April 1953 di Tugu, Bogor. Untuk mengkong-
kritkan ide ini oleh Radjab Nasution, sebagai wakil ketua PPMI jang
menghadiri sidang IUS di Warsawa ibukota Republik Rakjat Polandia,
telah diadakan pembitjaraan dengan wakil-wakil mahasiswa dari India,
Iran, Libanon dan Irak, jang melahirkan pernjataan bersama jang di-
tandatangani pada tanggal 14 Oktober 1953. Pernjataan bersama ini a.l.
berbunji sbb.:
"1. Kami pertjaja bahwa mahasiswa dapat memainkan peranan
penting dalam meningkatkan semangat harga-diri dan patriotisme, dalam
memperdjuangkan kemerdekaan nasional jang penuh, berdaulat dan
meningkatkan kebudajaan nasional rakjat Asia, serta meningkatkan saling
pengertian antara negeri-negeri Asia jang menghendaki hidup damai satu
sama lain.
"2. Kita telah memperhatikan dengan sungguh-sungguh sjarat-sjarat
kehidupan jang buruk, kekurangan kebebasan pendidikan dibanjak
negeri Asia dan adanja sisa-sisa dari kekuasaan kolonial jang masih tetap
menekan kebebasan perkembangan sistim pendidikan jang patriotik dan
demokratis dan usaha-usaha untuk memperbaiki keadaan ini"
Dalam pernjataan itu djuga diutarakan pentingnja segera membentuk
komite persiapan jang mempunjai tugas untuk menjiapkan konferensi
dalam mana mahasiswa-mahasiswa Asia dapat sepenuhnja ikut serta dan
mengen jam keuntungan dari padanja tanpa memandang perbedaan
politik, kepertjajaan agama dan lain-lainnja. Pernjataan itu djuga
mengusulkan agar komite persiapan itu terdiri dari wakil: Indonesia 2
orang (jang akan ditentukan oleh Komite Persiapan Nasional), India 1
orang dari Federasi Mahasiswa India, Burma 1 orang dari Uni Federasi
Mahasiswa Burma, Djepang 1 orang dari Federasi Mahasiswa Djepang
Otomi, Pilipina 1 orang dari Dewan Mahasiswa Pilipina, Tiongkok
1 orang dari Federasi Mahasiswa Tiongkok, Iran 1 orang dari Uni
Universitas Teheran, Libanon 1 orang dari Uni Nasional Mahasiswa
Libanon.
Kongres PPMI jang dilangsungkan pada bulan Mei 1954 meng-
anggap bahwa pernjataan itu adalah tjukup untuk didjadikan tuntutan
Euna menjelenggarakan ide konferensi jang pernah diputuskan, dan
menugaskan pada Badan Pekerdja untuk mengambil langkah-langkah
Dari buku "The Asian-African Students
Conference", hl. 16.
Digisted by Google
251<noinclude>{{rh|||251}}</noinclude>
ee1euh151hg64888sx05x63qv6f6myk
313189
313188
2026-08-15T15:39:03Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
313189
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Afrika kemudian diterima oleh suatu sidang pengurus PPMI dalam bulan Mei 1952. Putusan ini kemudian diperkuat oleh Kongres PPMI jang dilangsungkan pada bulan April 1953 di Tugu, Bogor. Untuk mengkongkritkan ide ini oleh Radjab Nasution, sebagai wakil ketua PPMI jang menghadiri sidang IUS di Warsawa ibukota Republik Rakjat Polandia, telah diadakan pembitjaraan dengan wakil-wakil mahasiswa dari India, Iran, Libanon dan Irak, jang melahirkan pernjataan bersama jang ditandatangani pada tanggal 14 Oktober 1953. Pernjataan bersama ini a.l. berbunji sbb.:
"1. Kami pertjaja bahwa mahasiswa dapat memainkan peranan penting dalam meningkatkan semangat harga-diri dan patriotisme, dalam memperdjuangkan kemerdekaan nasional jang penuh, berdaulat dan meningkatkan kebudajaan nasional rakjat Asia, serta meningkatkan saling pengertian antara negeri-negeri Asia jang menghendaki hidup damai satu sama lain.
"2. Kita telah memperhatikan dengan sungguh-sungguh sjarat-sjarat kehidupan jang buruk, kekurangan kebebasan pendidikan dibanjak negeri Asia dan adanja sisa-sisa dari kekuasaan kolonial jang masih tetap menekan kebebasan perkembangan sistim pendidikan jang patriotik dan demokratis dan usaha-usaha untuk memperbaiki keadaan ini"<ref>Dari buku "The Asian-African Students Conference", hl. 16.</ref>
Dalam pernjataan itu djuga diutarakan pentingnja segera membentuk komite persiapan jang mempunjai tugas untuk menjiapkan konferensi dalam mana mahasiswa-mahasiswa Asia dapat sepenuhnja ikut serta dan mengen jam keuntungan dari padanja tanpa memandang perbedaan politik, kepertjajaan agama dan lain-lainnja. Pernjataan itu djuga mengusulkan agar komite persiapan itu terdiri dari wakil: Indonesia 2 orang (jang akan ditentukan oleh Komite Persiapan Nasional), India 1 orang dari Federasi Mahasiswa India, Burma 1 orang dari Uni Federasi Mahasiswa Burma, Djepang 1 orang dari Federasi Mahasiswa Djepang Otomi, Pilipina 1 orang dari Dewan Mahasiswa Pilipina, Tiongkok 1 orang dari Federasi Mahasiswa Tiongkok, Iran 1 orang dari Uni Universitas Teheran, Libanon 1 orang dari Uni Nasional Mahasiswa Libanon.
Kongres PPMI jang dilangsungkan pada bulan Mei 1954 menganggap bahwa pernjataan itu adalah tjukup untuk didjadikan tuntutan guna menjelenggarakan ide konferensi jang pernah diputuskan, dan menugaskan pada Badan Pekerdja untuk mengambil langkah-langkah
{{rule|width=8em|align=left}}
<references/><noinclude>{{rh|||251}}</noinclude>
nqingdfw45faljgvi7n8qfh6yzzlk5l
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/262
104
113344
313190
2026-08-15T15:40:11Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Suparan sainh seorang tokoh Pemun nasional seperti mengirim delegasi keluar negeri, menghadapi subversif asing, meng- hadapi pemilihan umum, menjelenggara. kan KMAA dll-nja, tetapi ini semua ma- sih dirasakan sangat kurang bila dilihat dari tuntutan tingkat perdjuangannja. Bahkan kerap kali terasa diperbesarkannja pertentangan-pertentangan perbedaan an- tara satu sama lain. Kaum imperialis ber- sama dengan kaum reaksioner dalam ne- geri selalu b...
313190
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Suparan sainh seorang
tokoh Pemun
nasional seperti mengirim delegasi keluar
negeri, menghadapi subversif asing, meng-
hadapi pemilihan umum, menjelenggara.
kan KMAA dll-nja, tetapi ini semua ma-
sih dirasakan sangat kurang bila dilihat
dari tuntutan tingkat perdjuangannja.
Bahkan kerap kali terasa diperbesarkannja
pertentangan-pertentangan perbedaan an-
tara satu sama lain. Kaum imperialis ber-
sama dengan kaum reaksioner dalam ne-
geri selalu berusaha untuk memetjah belah
persatuan nasional termasuk pemudanja.
Hal ini lebih-lebih terasa setelah pernilihan
umum DPR dan Konstituante. Kekalahan
kanm reaksioner sebagai tiang kemasia-
rakatan dari kaum imperialis di Indonesia dalam pemilihan umum itu
membuat mereka mentjari seribu satu akal untuk melakukan perpetjahan
nasional, untuk membatalkan semua hasil-hasil pemilihan termasuk pe-
merintahannja. Mereka berusaha untuk menumbangkan pemerintahan Ali
Sastroamidjojo ke-II, suatu pemerintahan jang dibentuk sebagai hasil pe-
milihan umum. Mereka mulai menghasut beberapa tokoh pusat dan dae-
rah jang reaksioner, terutama dalam kalangan militer untuk menjatakan
ketidak puasan terhadap pemerintah Pusat. Mereka menggunakan tokoh-
tokoh reaksioner dalam militer karena mereka mengetahui bahwa tokoh
politik dengan melalui partai politik tertentu sudah tidak dapat digunakan
untuk maksudnja. Hasutan-hasutan seperti pemerintah Pusat birokrasi,
korupsi, Diawa sentris, tidak memperhatikan daerah dan lain-lain terus
menerus memenuhi udara politik, baik dalam bentuk tertulis di-surat-
kabar-di-surat-kabar trompet mereka maupun dalam pidato atau utjapan
dalam pertemuan-pertemuan. Mereka djuga menjeret pemuda dalam
usahanja untuk menimbulkan perpetjahan ini. Banjak pemuda jang tidak
sadar terhasut dari propaganda djahat itu dan menimbulkan kesulitan
tertentu dikalangan pemuda.
Keadaan inilah jang mendorong orang untuk mentjari djalan,
mentjari bentuk bagaimanalah menjemen persatuan lebih kokoh lagi
dikalangan pemuda. Salah satu bentuk efektif, atau djalan jang realistis
jang dapat dilaksanakan ialah sebagaimana jang diadjukan oleh Ketua
Jajasan Sentrum Pemuda, Mr Soepardo, mengadakan pekan pertemuan
untuk pemuda Indonesia.
256-
Ide untuk mengadakan Pekan Pemuda dari Jajasan Sentrum Pemu-
Digiszed by
Google<noinclude>{{rh|256}}</noinclude>
dnkbrij6s84j7y11qxnsehfhyd2du7h
313191
313190
2026-08-15T15:43:48Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
313191
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{Gambar hilang}}
''Suparda salah seorang tokoh Pemuda''
nasional seperti mengirim delegasi keluar negeri, menghadapi subversif asing, menghadapi pemilihan umum, menjelenggarakan KMAA dll-nja, tetapi ini semua masih dirasakan sangat kurang bila dilihat dari tuntutan tingkat perdjuangannja. Bahkan kerap kali terasa diperbesarkannja pertentangan-pertentangan perbedaan antara satu sama lain. Kaum imperialis bersama dengan kaum reaksioner dalam negeri selalu berusaha untuk memetjah belah persatuan nasional termasuk pemudanja. Hal ini lebih-lebih terasa setelah pemilihan umum DPR dan Konstituante. Kekalahan kaum reaksioner sebagai tiang kemasjarakatan dari kaum imperialis di Indonesia dalam pemilihan umum itu membuat mereka mentjari seribu satu akal untuk melakukan perpetjahan nasional, untuk membatalkan semua hasil-hasil pemilihan termasuk pemerintahannja. Mereka berusaha untuk menumbangkan pemerintahan Ali Sastroamidjojo ke-II, suatu pemerintahan jang dibentuk sebagai hasil pemilihan umum. Mereka mulai menghasut beberapa tokoh pusat dan daerah jang reaksioner, terutama dalam kalangan militer untuk menjatakan ketidak puasan terhadap pemerintah Pusat. Mereka menggunakan tokoh-tokoh reaksioner dalam militer karena mereka mengetahui bahwa tokoh politik dengan melalui partai politik tertentu sudah tidak dapat digunakan untuk maksudnja. Hasutan-hasutan seperti pemerintah Pusat birokrasi, korupsi, Diawa sentris, tidak memperhatikan daerah dan lain-lain terus menerus memenuhi udara politik, baik dalam bentuk tertulis di-surat-kabar-di-surat-kabar trompet mereka maupun dalam pidato atau utjapan dalam pertemuan-pertemuan. Mereka djuga menjeret pemuda dalam usahanja untuk menimbulkan perpetjahan ini. Banjak pemuda jang tidak sadar terhasut dari propaganda djahat itu dan menimbulkan kesulitan tertentu dikalangan pemuda.
Keadaan inilah jang mendorong orang untuk mentjari djalan, mentjari bentuk bagaimanalah menjemen persatuan lebih kokoh lagi dikalangan pemuda. Salah satu bentuk efektif, atau djalan jang realistis jang dapat dilaksanakan ialah sebagaimana jang diadjukan oleh Ketua Jajasan Sentrum Pemuda, Mr Soepardo, mengadakan pekan pertemuan untuk pemuda Indonesia.
Ide untuk mengadakan Pekan Pemuda dari Jajasan Sentrum {{hws|Pemu|Pemuda}}<noinclude>{{rh|256}}</noinclude>
2ztthynyp7f140syapt7u4v9i52nvzp
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/299
104
113345
313192
2026-08-15T15:44:49Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'menjempurnakan alat-alat perhubungan didaerah Irian Barat/Maluku ; meneruskan pengambil-alihan modal-modal Belanda termasuk modal jang ada dalam perusahaan tjampuran jang ada di Indonesia; hendaknja Pemerintah memberikan prioritas terhadap pelaksanaan wadjib latih dan bela umum diwilajah Irian Barat, membentuk brigade Transmigrasi Pembangunan ke Irian Barat jang terdiri dari tenaga-tenaga muda jang militan dan revolusioner untuk segala bidang. S...
313192
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>menjempurnakan alat-alat perhubungan didaerah Irian Barat/Maluku ;
meneruskan pengambil-alihan modal-modal Belanda termasuk modal jang
ada dalam perusahaan tjampuran jang ada di Indonesia; hendaknja
Pemerintah memberikan prioritas terhadap pelaksanaan wadjib latih dan
bela umum diwilajah Irian Barat, membentuk brigade Transmigrasi
Pembangunan ke Irian Barat jang terdiri dari tenaga-tenaga muda jang
militan dan revolusioner untuk segala bidang.
Sukatno
Tentang pembinaan Bangsa Indo-
nesia Kongres memutuskan antara lain;
bahwa pemuda Indonesia tidak mem-
benarkan adanja pendjadjahan dalam
bentuk apapun dan dimanapun djuga,
karena kemerdekaan itu hak segala
Bangsa. Pemuda Indonesia selalu ber-
usaha setjara aktif membantu setiap ge-
rakan untuk mentjapai kemerdekaan
Bangsa dan Tanah air dari setiap Bang.
sa jang hingga kini masih meringkuk
dibawah kekuasaan pendjadjahan, Pe-
muda Indonesia menjatakan mendu-
kung dan sanggup mendjadi pelopor
dalam melaksanakan Manifesto Politik
Republik Indonesia sebagai garis besar
haluan Negara dll.
Dalam masalah umum, kongres antara lain mengambil keputusan
jang menjatakan bahwa pemuda Indonesia mendorong segala matjam
usaha untuk mewudjudkan Persatuan Nasional dan mengoreksi pim-
pinan-pimpinan revolusi jang tidak melaksanakan Manifesto Politik
R. I. dengan landasan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, azas dan
dasar negara proklamasi 17 Agustus 1945; bahwa Pemuda Indonesia
menjerukan agar sengketa jang timbul antara anggota Konferensi Asia-
Afrika di Bandung diselesaikan dengan dasa sila setjara damai dan
perundingan bahwa Pemuda Indonesia memprotes sekeras-kerasnja se-
gala pelaksanaan dan penggunaan bom atom, peluru kendali, pembunuh-
an masal, dan menuntut penghentian pertjobaannja, menjokong sepenuh-
nja penggunaan tenaga atom untuk pembangunan dan maksud-maksud
damai dll.
Ketjuali kegiatan-kegiatan bersidang, delegasi kongres djuga meng-
adakan kegiatan olahraga dan kesenian, jang makin menambah meriah-
nja suasana kongres, dan makin memudahkan usaha lebih mempersatu-
Digiszed by Google
293<noinclude>{{rh|||293}}</noinclude>
jhquxni96yn7qncuujmo40pa3cbeeu7
313193
313192
2026-08-15T15:47:14Z
Menyusurisudutnegeri
25205
313193
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>menjempurnakan alat-alat perhubungan didaerah Irian Barat/Maluku ; meneruskan pengambil-alihan modal-modal Belanda termasuk modal jang ada dalam perusahaan tjampuran jang ada di Indonesia; hendaknja Pemerintah memberikan prioritas terhadap pelaksanaan wadjib latih dan bela umum diwilajah Irian Barat, membentuk brigade Transmigrasi Pembangunan ke Irian Barat jang terdiri dari tenaga-tenaga muda jang militan dan revolusioner untuk segala bidang.
{{Gambar hilang}}
''Sukatno''
Tentang pembinaan Bangsa Indonesia Kongres memutuskan antara lain; bahwa pemuda Indonesia tidak membenarkan adanja pendjadjahan dalam bentuk apapun dan dimanapun djuga, karena kemerdekaan itu hak segala Bangsa. Pemuda Indonesia selalu berusaha setjara aktif membantu setiap gerakan untuk mentjapai kemerdekaan Bangsa dan Tanah air dari setiap Bangsa jang hingga kini masih meringkuk dibawah kekuasaan pendjadjahan, Pemuda Indonesia menjatakan mendukung dan sanggup mendjadi pelopor dalam melaksanakan Manifesto Politik Republik Indonesia sebagai garis besar haluan Negara dll.
Dalam masalah umum, kongres antara lain mengambil keputusan jang menjatakan bahwa pemuda Indonesia mendorong segala matjam usaha untuk mewudjudkan Persatuan Nasional dan mengoreksi pimpinan-pimpinan revolusi jang tidak melaksanakan Manifesto Politik R. I. dengan landasan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, azas dan dasar negara proklamasi 17 Agustus 1945; bahwa Pemuda Indonesia menjerukan agar sengketa jang timbul antara anggota Konferensi Asia-Afrika di Bandung diselesaikan dengan dasa sila setjara damai dan perundingan bahwa Pemuda Indonesia memprotes sekeras-kerasnja segala pelaksanaan dan penggunaan bom atom, peluru kendali, pembunuhan masal, dan menuntut penghentian pertjobaannja, menjokong sepenuhnja penggunaan tenaga atom untuk pembangunan dan maksud-maksud damai dll.
Ketjuali kegiatan-kegiatan bersidang, delegasi kongres djuga mengadakan kegiatan olahraga dan kesenian, jang makin menambah meriahnja suasana kongres, dan makin memudahkan usaha lebih {{hws|mempersatu|mempersatukan}}<noinclude>{{rh|||293}}</noinclude>
0p2xtc3avrq07vpltg7wxxble7ot3fq
313194
313193
2026-08-15T15:47:32Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
313194
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>menjempurnakan alat-alat perhubungan didaerah Irian Barat/Maluku ; meneruskan pengambil-alihan modal-modal Belanda termasuk modal jang ada dalam perusahaan tjampuran jang ada di Indonesia; hendaknja Pemerintah memberikan prioritas terhadap pelaksanaan wadjib latih dan bela umum diwilajah Irian Barat, membentuk brigade Transmigrasi Pembangunan ke Irian Barat jang terdiri dari tenaga-tenaga muda jang militan dan revolusioner untuk segala bidang.
{{Gambar hilang}}
{{c|''Sukatno''}}
Tentang pembinaan Bangsa Indonesia Kongres memutuskan antara lain; bahwa pemuda Indonesia tidak membenarkan adanja pendjadjahan dalam bentuk apapun dan dimanapun djuga, karena kemerdekaan itu hak segala Bangsa. Pemuda Indonesia selalu berusaha setjara aktif membantu setiap gerakan untuk mentjapai kemerdekaan Bangsa dan Tanah air dari setiap Bangsa jang hingga kini masih meringkuk dibawah kekuasaan pendjadjahan, Pemuda Indonesia menjatakan mendukung dan sanggup mendjadi pelopor dalam melaksanakan Manifesto Politik Republik Indonesia sebagai garis besar haluan Negara dll.
Dalam masalah umum, kongres antara lain mengambil keputusan jang menjatakan bahwa pemuda Indonesia mendorong segala matjam usaha untuk mewudjudkan Persatuan Nasional dan mengoreksi pimpinan-pimpinan revolusi jang tidak melaksanakan Manifesto Politik R. I. dengan landasan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, azas dan dasar negara proklamasi 17 Agustus 1945; bahwa Pemuda Indonesia menjerukan agar sengketa jang timbul antara anggota Konferensi Asia-Afrika di Bandung diselesaikan dengan dasa sila setjara damai dan perundingan bahwa Pemuda Indonesia memprotes sekeras-kerasnja segala pelaksanaan dan penggunaan bom atom, peluru kendali, pembunuhan masal, dan menuntut penghentian pertjobaannja, menjokong sepenuhnja penggunaan tenaga atom untuk pembangunan dan maksud-maksud damai dll.
Ketjuali kegiatan-kegiatan bersidang, delegasi kongres djuga mengadakan kegiatan olahraga dan kesenian, jang makin menambah meriahnja suasana kongres, dan makin memudahkan usaha lebih {{hws|mempersatu|mempersatukan}}<noinclude>{{rh|||293}}</noinclude>
6omilzppp34m15wkfbndylfu0t5x0j9
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/297
104
113346
313195
2026-08-15T15:48:29Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'sendiri jang berarti menolak dengan tegas kebudajaan asing jang mau menguasai djalan kehidupan bangsa kita, baik disekolah-sekolah maupun dalam masjarakat umumnja. Mengenai pembangunan semesta, kongres antara lain mengadjukan usul agar pemerintah : Bidang produksi; dalam djangka pendek, ada- nja keharusan untuk mentjukupi sandang pangan rakjat dengan harga jang sesuai dengan daja beli rakjat. Untuk keperluan produksi harus dinaikkan dimana pemud...
313195
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>sendiri jang berarti menolak dengan tegas kebudajaan asing jang mau
menguasai djalan kehidupan bangsa kita, baik disekolah-sekolah maupun
dalam masjarakat umumnja.
Mengenai pembangunan semesta, kongres antara lain mengadjukan
usul agar pemerintah :
Bidang produksi; dalam djangka pendek, ada-
nja keharusan untuk mentjukupi sandang pangan
rakjat dengan harga jang sesuai dengan daja beli
rakjat. Untuk keperluan produksi harus dinaikkan
dimana pemuda dapat memberikan sumbangannja
dengan djalan membentuk regu-regu kerdja suka-
rela berdasarkan rentjana tertentu (seperti operasi
gerakan makmur dll.) jang pelaksanaannja diatur
menurut ketentuan-ketentuan organisasi; dalam
djangka pandjang, kegiatan ekonomi ditudjukan
kepada perombakan struktur agraris ke struktur
ekonomi jang seimbang antara agraris dan industri.
Untuk itu diperlukan tenaga kerdja jang terlatih dengan djalan mengan-
djurkan kepada Pemerintah agar menjelenggarakan pendidikan ke-
djuruan, dll.
Aminuddin Azis
Dalam bidang distribusi antara lain diputuskan agar; barang2/
bahan2/djasa keperluan rakjat harus segera sampai ketangan mereka,
pemuda dapat bertindak membantu alat-alat negara dalam mentjegah
penimbunan, spekulasi, korupsi, begitu djuga aktif membantu penjaluran
dan mengawasi harga.
Dalam bidang ekonomi antara lain diputuskan agar diadakan re-
tooling, ordening mengenai organisasi dan personalianja. Dan berhubung-
an masih adanja kegiatan-kegiatan ekonomi kapitalis jang mempergunakan
nama kooperasi maka pemuda harus aktif mensinjalirnja.
Dalam bidang keuangan segera ditentukan untuk mengatasi inflasi
dengan mengurangi pengeluaran konsumtif negara disegala sektor dengan
tidak mengurangi efisiensi kerdja dalam taraf stabilisasi perekonomian
dan pembangunan negara.
Dalam bidang agraris antara lain diputuskan agar segera diadakan
undang-undang agraria jang progresif untuk mendjamin pelaksanaan
fasal 33 Undang-undang Dasar 1945; agar pemuda mempelopori kegiat-
an-kegiatan dan aksi-aksi untuk melaksanakan landreform, haruslah ada
djaminan agar rakjat mendapatkan tanah untuk pertanian; agar pemuda
dengan aktif menggiatkan pemberantasan idjon sampai keakar-akarnja.
Mengenai masalah perumahan rakjat diputuskan antara lain: agar
Digired by Google
291<noinclude>{{rh|||291}}</noinclude>
3u60vcl9mswus9fu9s18v0jbrf48ebd
313196
313195
2026-08-15T15:51:27Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
313196
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>sendiri jang berarti menolak dengan tegas kebudajaan asing jang mau menguasai djalan kehidupan bangsa kita, baik disekolah-sekolah maupun dalam masjarakat umumnja.
Mengenai pembangunan semesta, kongres antara lain mengadjukan usul agar pemerintah :
Bidang produksi; ''dalam djangka pendek'', adanja keharusan untuk mentjukupi sandang pangan rakjat dengan harga jang sesuai dengan daja beli rakjat. Untuk keperluan produksi harus dinaikkan dimana pemuda dapat memberikan sumbangannja dengan djalan membentuk regu-regu kerdja sukarela berdasarkan rentjana tertentu (seperti operasi gerakan makmur dll.) jang pelaksanaannja diatur menurut ketentuan-ketentuan organisasi; ''dalam djangka pandjang'', kegiatan ekonomi ditudjukan kepada perombakan struktur agraris ke struktur ekonomi jang seimbang antara agraris dan industri. Untuk itu diperlukan tenaga kerdja jang terlatih dengan djalan mengandjurkan kepada Pemerintah agar menjelenggarakan pendidikan kedjuruan, dll.
{{Gambar hilang}}
{{c|''Aminuddin Azis''}}
Dalam bidang distribusi antara lain diputuskan agar; barang²/bahan²/djasa keperluan rakjat harus segera sampai ketangan mereka, pemuda dapat bertindak membantu alat-alat negara dalam mentjegah penimbunan, spekulasi, korupsi, begitu djuga aktif membantu penjaluran dan mengawasi harga.
Dalam bidang ekonomi antara lain diputuskan agar diadakan retooling, ordening mengenai organisasi dan personalianja. Dan berhubungan masih adanja kegiatan-kegiatan ekonomi kapitalis jang mempergunakan nama kooperasi maka pemuda harus aktif mensinjalirnja.
Dalam bidang keuangan segera ditentukan untuk mengatasi inflasi dengan mengurangi pengeluaran konsumtif negara disegala sektor dengan tidak mengurangi efisiensi kerdja dalam taraf stabilisasi perekonomian dan pembangunan negara.
Dalam bidang agraris antara lain diputuskan agar segera diadakan undang-undang agraria jang progresif untuk mendjamin pelaksanaan fasal 33 Undang-undang Dasar 1945; agar pemuda mempelopori kegiatan-kegiatan dan aksi-aksi untuk melaksanakan landreform, haruslah ada djaminan agar rakjat mendapatkan tanah untuk pertanian; agar pemuda dengan aktif menggiatkan pemberantasan idjon sampai keakar-akarnja.
Mengenai masalah perumahan rakjat diputuskan antara lain: agar<noinclude>{{rh|||291}}</noinclude>
0vk9llxrowg2asiwo230ty2jakgwnzb
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/294
104
113347
313197
2026-08-15T15:52:32Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'resmi diterima mendjadi haluan negara, jaitu Manifesto Politik Republik Indonesia. Untuk mendorong pemuda agar segera mengadakan kongresnja Presiden Sukarno dalam tahun 1959 telah memberi dua komando jang penting kepada pemuda jaitu: 1). Pada Hari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1959 di Surabaja dan 2). Pada Hari Pahlawan pada tanggal 10 Nopember 1959 di Jogjakarta. Komando jang pertama adalah komando untuk membasmi kebudajaan imperialis d...
313197
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>resmi diterima mendjadi haluan negara, jaitu Manifesto Politik Republik
Indonesia. Untuk mendorong pemuda agar segera mengadakan kongresnja
Presiden Sukarno dalam tahun 1959 telah memberi dua komando jang
penting kepada pemuda jaitu: 1). Pada Hari Sumpah Pemuda pada
tanggal 28 Oktober 1959 di Surabaja dan 2). Pada Hari Pahlawan pada
tanggal 10 Nopember 1959 di Jogjakarta. Komando jang pertama adalah
komando untuk membasmi kebudajaan imperialis dan menegakkan
kebudajaan nasional, dan jang kedua adalah komando agar pemuda
scickas mungkin mengadakan kongres pemuda, dalam rangka pelaksana-
an Manifesto Politik Republik Indonesia.
S.M. Taher
Sudah tentu komando Presiden ini mendapatkan
sambutan hangat dari massa pemuda umumnja dan
organisasi-organisasi pemuda chususnja. Dan segera
setelah itu berbagai organisasi pemuda dengan sibuk
dan hangat mengadakan pertukar pikiran, diskusi un-
tuk mentjari djalan bagaimana kongres itu harus di-
selenggarakan. Kebulatan pendapat dan tekad tidak
terlampau sulit untuk diejapai. Mereka umumnja se-
pakat untuk segera menjelenggarakan kongres pada
permulaan tahun 1960. Untuk ini perlu dibentuk
suatu panitia baik dipusat maupun didaerah-daerah.
Panitia Pusat dalam waktu jang singkat segera diben-
tuk jang terdiri antara lain dari ketua dan wakil-wakil ketua masing-masing
S.M. Taher (Pemuda Demokrat), Aminuddin Azis (Gerakan Pemuda
Ansor) dan Sukatno (Pemuda Rakjat) sekretaris I Oerip Hartojo (PPKI),
sekretariat II Himawan (PPKRI), sekretaris III Hasan Rangkuti (PPMI/
MMI), bendahara Dharilah (PPI). Sedangkan seksi-seksinja masing-ma-
sing dipimpin oleh Suwardi (FPI) ketua seksi penerangan, Margono (Pe-
muda Rakjat) ketua seksi pengangkutan, Tien Dauly (PPI) ketua seksi
konsumsi, Ismail Hasan (GPII) ketua seksi persidangan, Abdul Madiid
Tajib (Gerakan Pemuda Ansor) ketua seksi penginapan, Dantje (FPKI)
ketua seksi olahraga/kesenian, Amir Husein (PORPISI) ketua seksi ke-
sangan. Ketjuali Panitia Pusat ini djuga dibentuk sub Panitia Pelaksana
di Bandung jang dipimpin oleh Tarwia Surendy (Pemuda Demokrat),
Abas Usman (Pemuda Rakjat), Usman Hamim (GP. Ansor) dan M.O.
Kardina (GPII).
Setelah melalui pekerdjaan persiapan jang berat, baik dipusat.
maupun didaerah-daerah, kongres Pemuda Seluruh Indonesia dapat di-
buka di Bandung pada tanggal 14 Pebruari 1960 dan berachir pada
tanggal 21 Pebruari 1960. Kota Bandung jang sedjuk dan njaman
2881
Digated by Google<noinclude>{{rh|288}}</noinclude>
jafikcpi7s8pl4uedu7na0e93l3ca86
313198
313197
2026-08-15T15:55:14Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
313198
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>resmi diterima mendjadi haluan negara, jaitu Manifesto Politik Republik Indonesia. Untuk mendorong pemuda agar segera mengadakan kongresnja Presiden Sukarno dalam tahun 1959 telah memberi dua komando jang penting kepada pemuda jaitu: 1). Pada Hari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1959 di Surabaja dan 2). Pada Hari Pahlawan pada tanggal 10 Nopember 1959 di Jogjakarta. Komando jang pertama adalah komando untuk membasmi kebudajaan imperialis dan menegakkan kebudajaan nasional, dan jang kedua adalah komando agar pemuda scickas mungkin mengadakan kongres pemuda, dalam rangka pelaksanaan Manifesto Politik Republik Indonesia.
{{Gambar hilang}}
{{c|''S.M. Taher''}}
Sudah tentu komando Presiden ini mendapatkan sambutan hangat dari massa pemuda umumnja dan organisasi-organisasi pemuda chususnja. Dan segera setelah itu berbagai organisasi pemuda dengan sibuk dan hangat mengadakan pertukar pikiran, diskusi untuk mentjari djalan bagaimana kongres itu harus diselenggarakan. Kebulatan pendapat dan tekad tidak terlampau sulit untuk diejapai. Mereka umumnja sepakat untuk segera menjelenggarakan kongres pada permulaan tahun 1960. Untuk ini perlu dibentuk suatu panitia baik dipusat maupun didaerah-daerah. Panitia Pusat dalam waktu jang singkat segera dibentuk jang terdiri antara lain dari ketua dan wakil-wakil ketua masing-masing S.M. Taher (Pemuda Demokrat), Aminuddin Azis (Gerakan Pemuda Ansor) dan Sukatno (Pemuda Rakjat) sekretaris I Oerip Hartojo (PPKI), sekretariat II Himawan (PPKRI), sekretaris III Hasan Rangkuti (PPMI/MMI), bendahara Dharilah (PPI). Sedangkan seksi-seksinja masing-masing dipimpin oleh Suwardi (FPI) ketua seksi penerangan, Margono (Pemuda Rakjat) ketua seksi pengangkutan, Tien Dauly (PPI) ketua seksi konsumsi, Ismail Hasan (GPII) ketua seksi persidangan, Abdul Madiid Tajib (Gerakan Pemuda Ansor) ketua seksi penginapan, Dantje (FPKI) ketua seksi olahraga/kesenian, Amir Husein (PORPISI) ketua seksi keuangan. Ketjuali Panitia Pusat ini djuga dibentuk sub Panitia Pelaksan di Bandung jang dipimpin oleh Tarwia Surendy (Pemuda Demokrat), Abas Usman (Pemuda Rakjat), Usman Hamim (GP. Ansor) dan M.O. Kardina (GPII).
Setelah melalui pekerdjaan persiapan jang berat, baik dipusat. maupun didaerah-daerah, kongres Pemuda Seluruh Indonesia dapat dibuka di Bandung pada tanggal 14 Pebruari 1960 dan berachir pada tanggal 21 Pebruari 1960. Kota Bandung jang sedjuk dan njaman<noinclude>{{rh|288}}</noinclude>
lzavm9zmhamnj3w8h1zg2ilg49utsqa
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/292
104
113348
313199
2026-08-15T15:55:51Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'djuangan rakjat Indonesia termasuk pemudanja jang gigih dan terus menerus. Bambang Kusnohad! Tugas-tugas baru jang diadjukan oleh peru- bahan baru ini menuntut adanja organisasi dan tjara kerdja baru jang sesuai dengan perkembang- an keadaan itu sendiri. Dengan adanja organisasi pemuda jang banjak djumlahnja, apalagi adanja organisasi pemuda jang selama ini ternjata tidak bekerdja untuk persatuan dikalangan pemuda bah- kan ikut serta menjokong p...
313199
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>djuangan rakjat Indonesia termasuk pemudanja jang gigih dan terus
menerus.
Bambang Kusnohad!
Tugas-tugas baru jang diadjukan oleh peru-
bahan baru ini menuntut adanja organisasi dan
tjara kerdja baru jang sesuai dengan perkembang-
an keadaan itu sendiri. Dengan adanja organisasi
pemuda jang banjak djumlahnja, apalagi adanja
organisasi pemuda jang selama ini ternjata tidak
bekerdja untuk persatuan dikalangan pemuda bah-
kan ikut serta menjokong pemberontakan kontra
revolusioner, sudah tentu tidak sesuai dengan tun-
tutan keadaan.
Dengan adanja liberalisme dan ketiadaan
program bersama diantara organisasi pemuda jang
dapat didjadikan landasan untuk melakukan ker-
djasama membuat tak mungkin tertunaikannja tugas baru itu.
Memang sedjak kongres Pemuda Seluruh Indonesia di Surabaja
tahun 1950 berbagai organisasi pemuda sudah djuga mengadakan kongres
nja untuk mengkonsolidasi diri, seperti Pemuda Demokrat pada tanggal 3
Desember 1953, tanggal 7-11 Agustus 1954, 24-28 Nopember 1956;
Kongres Persatuan Pemuda Kristen Indonesia (PPKI) pada tanggal 4
-
6 Maret 1950, pada tanggal 15-18 Oktober 1951, 25 - 30 Djuli
1958, Kongres Porpisi pada tanggal 2 Desember 1953; Kongres Pemuda
Ansor pada bulan Agustus 1954; Kongres Peladjar Pedjuang seluruh
Indonesia pada tanggal 25 31 Djanuari 1955; Kongres-kongres IPPI
tanggal 46 Maret 1950, tanggal 14-17 Oktober 1951, tanggal
23 27 Pebruari 1954 dan tanggal 25-30 Djuli 1958; disamping itu
djuga lahir berbagai organisasi baru seperti Gerakan Mahasiswa Kristen
Indonesia pada tanggal 9 Pebruari 1950; Pemuda Katholik pada tgl. 14
Pebruari 1950; Persatuan Peladjar Demobilisasi pada tanggal 24-25
Djuli 1950 Front Pemuda Islam pada tanggal 8 April 1951; Gerakan
Mahasiswa Nasional pada tanggal 22 Maret 1954; Gerakan Pemuda
Bekas Tentara Peladjar pada tanggal 29 Maret 1956; Front Pemuda
Katholik Republik Indonesia pada tanggal 1 Mei 1957; Gerakan Siswa
Nasional pada tanggal 2 Djanuari 1959 dan masih banjak lainnja lagi.
Ini menundjukkan, bahwa disamping berlangsungnja proses konsolidasi
djuga tampak adanja liberalisasi dengan berdirinja berbagai organisasi
pemuda jang sebenarnja hauja menambah djumlah.
Dengan adanja berbagai organisasi pemuda jang djuga dihinggapi
liberalisme ini sudah tentu mempunjai pengaruhnja pada kerdjasama dan
286
Digid by Google<noinclude>{{rh|286}}</noinclude>
lh8qgj74omic2o022ro1ecrojfp6fm2
313200
313199
2026-08-15T15:59:59Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
313200
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{hwe|djuangan|perdjuangan}} rakjat Indonesia termasuk pemudanja jang gigih dan terus menerus.
{{Gambar hilang}}
{{c|''Bambang Kusnohadi''}}
Tugas-tugas baru jang diadjukan oleh perubahan baru ini menuntut adanja organisasi dan tjara kerdja baru jang sesuai dengan perkembangan keadaan itu sendiri. Dengan adanja organisasi pemuda jang banjak djumlahnja, apalagi adanja organisasi pemuda jang selama ini ternjata tidak bekerdja untuk persatuan dikalangan pemuda bahkan ikut serta menjokong pemberontakan kontra revolusioner, sudah tentu tidak sesuai dengan tuntutan keadaan.
Dengan adanja liberalisme dan ketiadaan program bersama diantara organisasi pemuda jang dapat didjadikan landasan untuk melakukan kerdjasama membuat tak mungkin tertunaikannja tugas baru itu.
Memang sedjak kongres Pemuda Seluruh Indonesia di Surabaja tahun 1950 berbagai organisasi pemuda sudah djuga mengadakan kongresnja untuk mengkonsolidasi diri, seperti Pemuda Demokrat pada tanggal 3 Desember 1953, tanggal 7―11 Agustus 1954, 24―28 Nopember 1956; Kongres Persatuan Pemuda Kristen Indonesia (PPKI) pada tanggal 4―6 Maret 1950, pada tanggal 15-18 Oktober 1951, 25―30 Djuli 1958, Kongres Porpisi pada tanggal 2 Desember 1953; Kongres Pemuda Ansor pada bulan Agustus 1954; Kongres Peladjar Pedjuang seluruh Indonesia pada tanggal 25 ― 31 Djanuari 1955; Kongres-kongres IPPI tanggal 4 ― 6 Maret 1950, tanggal 14-17 Oktober 1951, tanggal 23 ― 27 Pebruari 1954 dan tanggal 25 ― 30 Djuli 1958; disamping itu djuga lahir berbagai organisasi baru seperti Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia pada tanggal 9 Pebruari 1950; Pemuda Katholik pada tgl. 14 Pebruari 1950; Persatuan Peladjar Demobilisasi pada tanggal 24 ― 25 Djuli 1950 Front Pemuda Islam pada tanggal 8 April 1951; Gerakan Mahasiswa Nasional pada tanggal 22 Maret 1954; Gerakan Pemuda Bekas Tentara Peladjar pada tanggal 29 Maret 1956; Front Pemuda Katholik Republik Indonesia pada tanggal 1 Mei 1957; Gerakan Siswa Nasional pada tanggal 2 Djanuari 1959 dan masih banjak lainnja lagi. Ini menundjukkan, bahwa disamping berlangsungnja proses konsolidasi djuga tampak adanja liberalisasi dengan berdirinja berbagai organisasi pemuda jang sebenarnja hauja menambah djumlah.
Dengan adanja berbagai organisasi pemuda jang djuga dihinggapi liberalisme ini sudah tentu mempunjai pengaruhnja pada kerdjasama dan<noinclude>{{rh|286}}</noinclude>
1gws6um974ukoa979f5lvvf8lbdxcry
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/287
104
113349
313201
2026-08-15T16:00:43Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Djawa Barat pada tanggal 20 April 1959, di Makasar pada tanggal 21 April 1959, di Bandung pada tanggal 21 April 1959, di Semarang pada tanggal 22 April 1959, di Padangpandjang pada tanggal 24 April 1959, di Bukittinggi pada tanggal 6 Mei 1959, di Ternate pada tanggal 10 Mei 1959. Di Djakarta sendiri suatu rapat buruh 1 Mei 1959 mengambil resolusi mendukung ide kembali ke UUD '45. Pendeknja dukungan ter- hadap ide ini luas sekali dari daerah-daer...
313201
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Djawa Barat pada tanggal 20 April 1959, di Makasar pada tanggal 21
April 1959, di Bandung pada tanggal 21 April 1959, di Semarang pada
tanggal 22 April 1959, di Padangpandjang pada tanggal 24 April 1959,
di Bukittinggi pada tanggal 6 Mei 1959, di Ternate pada tanggal 10 Mei
1959. Di Djakarta sendiri suatu rapat buruh 1 Mei 1959 mengambil
resolusi mendukung ide kembali ke UUD '45. Pendeknja dukungan ter-
hadap ide ini luas sekali dari daerah-daerah, dari berbagai organisasi
massa, partai politik, pradjurit, polisi, veteran, pers dan lain-lainnja.
Tetapi andjuran jang mendapat dukungan luas ini tidak mendapat
sambutan dan dukungan baik dari golongan Masjumi/PSI dan dengan
demikian Konstituante mendjadi badan jang tidak dapat memenuhi
harapan ŕakjat. Karenanja maka pada tanggal 5 Djuli 1959 Presiden
Republik Indonesia/Panglima Tertinggi Angkatan Perang menjatakan
Dekritnja jang menetapkan berlakunja kembali UUD '45 sbb.:
KAMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA
TERTINGGI ANGKATAN PERANG
Menetapkan pembubaran Konstituante;
Menetapkan Undang-Undang Dasar 1945 berlaku bagi segenap
bangsa Indonesia dari seluruh tumpah darah Indonesia, terhitung mulai
hari tanggal penetapan dekrit ini, dan tidak berlakunja lagi Undang2
Dasar Sementara.
Pembentukan Madjelis Permusjawaratan Rakjat Sementara jang
terdiri dari anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakjat ditambah dengan
utusan-utusan dari daerah-daerah dan golongan-golongan, serta pemben-
tukan Dewan Pertimbangan Agung Sementara, akan diselenggarakan
dalam waktu jang sesingkat-singkatnja.
Ditetapkan di
pada tanggal
Djakarta
5 Djuli 1959
Atas nama Rakjat Indonesia
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA
TERTINGGI ANGKATAN PERANG
SOEKARNO
Empat hari kemudian, jaitu pada hari Kemis, tanggal 19 Djuli 1959
Presiden Sukarno menjatakan terbentuknja Kabinet Kerdja jang langsung
dibawah pimpinan Presiden/Panglima Tertinggi, sebagai Perdana
281
Digitized by
Google<noinclude></noinclude>
mq8zoj64z36ifmcgco1rq8xpfrwgv16
313202
313201
2026-08-15T16:06:11Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Telah diuji baca */
313202
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Djawa Barat pada tanggal 20 April 1959, di Makasar pada tanggal 21 April 1959, di Bandung pada tanggal 21 April 1959, di Semarang pada tanggal 22 April 1959, di Padangpandjang pada tanggal 24 April 1959, di Bukittinggi pada tanggal 6 Mei 1959, di Ternate pada tanggal 10 Mei 1959. Di Djakarta sendiri suatu rapat buruh 1 Mei 1959 mengambil resolusi mendukung ide kembali ke UUD '45. Pendeknja dukungan terhadap ide ini luas sekali dari daerah-daerah, dari berbagai organisasi massa, partai politik, pradjurit, polisi, veteran, pers dan lain-lainnja.
Tetapi andjuran jang mendapat dukungan luas ini tidak mendapat sambutan dan dukungan baik dari golongan Masjumi/PSI dan dengan demikian Konstituante mendjadi badan jang tidak dapat memenuhi harapan ŕakjat. Karenanja maka pada tanggal 5 Djuli 1959 Presiden Republik Indonesia/Panglima Tertinggi Angkatan Perang menjatakan Dekritnja jang menetapkan berlakunja kembali UUD '45 sbb.:
{{c|KAMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN PERANG}}
Menetapkan pembubaran Konstituante;
Menetapkan Undang-Undang Dasar 1945 berlaku bagi segenap bangsa Indonesia dari seluruh tumpah darah Indonesia, terhitung mulai hari tanggal penetapan dekrit ini, dan tidak berlakunja lagi Undang² Dasar Sementara.
Pembentukan Madjelis Permusjawaratan Rakjat Sementara jang terdiri dari anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakjat ditambah dengan utusan-utusan dari daerah-daerah dan golongan-golongan, serta pembentukan Dewan Pertimbangan Agung Sementara, akan diselenggarakan dalam waktu jang sesingkat-singkatnja.
{{Block right|
Ditetapkan di : Djakarta<br>
pada tanggal : 5 Djuli 1959<br>
Atas nama Rakjat Indonesia
{{c|PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA<br>TERTINGGI ANGKATAN PERANG<br>SOEKARNO}}
}}
Empat hari kemudian, jaitu pada hari Kemis, tanggal 19 Djuli 1959 Presiden Sukarno menjatakan terbentuknja Kabinet Kerdja jang langsung dibawah pimpinan Presiden/Panglima Tertinggi, sebagai Perdana<noinclude>{{rh|||281}}</noinclude>
o7w6ls5zt1ut4ggidmdfsdazfamiiv9
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/200
104
113350
313203
2026-08-15T16:10:24Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Sutijatna Ketua Umum Badan Pusat P.P.T.S. bahkan menerdjunkan diri didalamnja dengan kepertjajaan besar kepada kemampuan diri sendiri. Apa sadja jang tak termasuk lingkaran ke- giatan pemuda dari penjelenggaraan "Studie- fonds dibawah pimpinan Ikatan Peladjar Indonesia (I.P.I.), pembentukan Panitia Utus- an Keluar Negeri jang bersifat permanen dan a.l. beranggotakan Boes Effendi, Supardo dan Soepeno, pendirian Panitia Kemerdekaan Seta- hun diman...
313203
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Sutijatna Ketua Umum
Badan Pusat P.P.T.S.
bahkan menerdjunkan diri didalamnja dengan
kepertjajaan besar kepada kemampuan diri
sendiri.
Apa sadja jang tak termasuk lingkaran ke-
giatan pemuda dari penjelenggaraan "Studie-
fonds dibawah pimpinan Ikatan Peladjar
Indonesia (I.P.I.), pembentukan Panitia Utus-
an Keluar Negeri jang bersifat permanen dan
a.l. beranggotakan Boes Effendi, Supardo dan
Soepeno, pendirian Panitia Kemerdekaan Seta-
hun dimana a.l. salah satu atjara adalah pertun-
djukan sandiwara serentak jang sama lakonnja
dan mengirimkan rombongan hiburan kemedan pertempuran sampai
kepada pengiriman delegasi pemuda ke Inter-Asian Relation Conference
di New Delhi, dalam kesempatan mana "Aziatic Youth Meeting" di-
adakan, ke Festival Pemuda Sedunia I di Praha dan Konferensi Pemuda/
Mahasiswa Asia Tenggara di Kalkuta. Djuga usaha-usaha gerakan pe-
nerangan terutama kepada rakjat jang dekat dengan front, usaha-usaha
gerakan bersama untuk memupuk persatuan rakjat segenap lapisan,
golongan, aliran dan untuk mematahkan serta memberantas infiltrasi,
sabotase dan usaha kolone kelima dari pihak pendjadjah, membantu
terlaksananja T.N.I. dan kesatuannja Komando seluruh angkatan perang
R.I. serta menjelenggarakan pertahanan rakjat jang kuat dan ulct.
Bagaimana pula besar rasa tanggung djawab pemuda terhadap
kesulitan-kesulitan ekonomi negara ternjata dari Resolusi Presidium
B.K.P.R.I. tertanggal 19 Djuli 1946 sekitar Pengumpulan Padi, jang
mentjanangkan adanja "banjak kekatjauan-kekatjauan jang disebabkan
oleh perbuatan kaum tengkulak, kurang koordinasi diantara djawatan²
dan badan-badan jang bersangkutan". Karenanja, maka B.K.P.R.I. me-
njarankan agar pengumpulan padi dikerdjakan oleh kooperasi² rakjat
dibawah pengawasan dan penerangan Pemerintah, Badan Perwakilan
dan organisasi-organisasi."
Sikap Terhadap Kabinet, Perundingan
Indonesia Belanda Dan Naskah
Persetudjuan Linggardjati.
"Badan Kongres Pemuda djangan turut terlibat (dalam soal Kabi-
net), karena soal kabinet adalah soalnja partai-partai politik, jang harus
194
Digitized by
Google
1<noinclude>{{rh|194}}</noinclude>
crfb22u4mfjj1r40g9zgm0bu5ri8xm7
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/224
104
113351
313204
2026-08-15T16:12:54Z
Menyusurisudutnegeri
25205
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'di Jogjakarta pada tanggal 14-18 Agustus 1949 dan memakai Manifes itu sebagai dasar kerdjasama dan untuk menjempurnakan Manifes itu menegaskan sbb. : 1. Dasar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 berarti sikap menentang segala sesuatu jang bersifat kolonial feodalistis, fasistis dan imperialistis, dalam segala bentuk. 2. Negara berdasarkan Pantjasila, jang mendjadi tudjuan kita, berarti Negara jang melaksanakan demokrasi...
313204
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>di Jogjakarta pada tanggal 14-18 Agustus 1949 dan memakai Manifes
itu sebagai dasar kerdjasama dan untuk menjempurnakan Manifes itu
menegaskan sbb. :
1. Dasar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus
1945 berarti sikap menentang segala sesuatu jang bersifat kolonial
feodalistis, fasistis dan imperialistis, dalam segala bentuk.
2. Negara berdasarkan Pantjasila, jang mendjadi tudjuan kita, berarti
Negara jang melaksanakan demokrasi politik, demokrasi ekonomi dan
demokrasi sosial.
5. Dasar Proklamasi berarti tuntutan agar pokok-pokok dari Undang
Dasar Republik Indonesia dilaksanakan, diantaranja pasal 27, 28
dan 33.
Program disamping meliputi usaha-usaha untuk Pemuda Buruh.
Pemuda Tani, Pemuda Peladjar dan Pemuda Tentara, menjangkut djuga
bidang politik, hak-hak azasi rakjat, kebudajaan dan ekonomi.
Pendidikan bagi pemuda buruh dan pemuda tani, dihubungkannja
pengadjaran dengan proses produksi dan masjarakat, merupakan
tuntutan-tuntutan jang sampai madju, mengingat tingkat dan keadaan
pemuda Indonesia pada waktu itu.
Keputusan-keputusan dalam bidang penarikan tentara asing dari
wilajah Indonesia, sepenuhnja sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan po-
litik jang objektif.
Pendirian kongres bahwa penjelenggaraan pemilihan umum, peng-
hapusan pemerintahan militer menurut keadaan setempat dan pendemo
krasian pemerintahan adalah sjarat-sjarat mutlak bagi perkembangan
demokrasi setjara wadjar di Indonesia, membuktikan pengertian jang
dalam para peserta kongres terhadap hak-hak azasi rakjat.
Tekad pemuda untuk "mempelopori" tersusunnja "kebudajaan
nasional" dan untuk "mengambil bagian jang aktif dalam pembrantasan
buta huruf" (setiap anggota organisasi pemuda membantu 5 orang jang
buta huruf selama 4 bulan sampai ia dapat membatja dan menulis) -
adalah tanda kearah penjesuaian jang lebih wadjar dari gerakan pemuda
dengan kepentingan-kepentingan pemuda chususnja dalam bidang pen-
didikan dan kebudajaan.
Disamping keputusan-keputusan tersebut diatas, kongres djuga meng-
hasilkan 3 buah resolusi dan 4 buah mosi.
Pemuda menuntut peleburan daerah-daerah Sumatra Timur, Indo
nesia Timur dan Kalimantan Barat kedalam Republik Indonesia dan
"tidak bertanggung-djawab atas keamanan dan ekses-ekses jang mungkin
218
Digitized by
Google<noinclude></noinclude>
2m7nmaqwvgwzols84jjy3gu0vvnw8ht
Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026
0
113352
313205
2026-08-16T02:01:26Z
Fikri RA
2053
new
313205
wikitext
text/x-wiki
{{header
| title = Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026
| author = Prabowo Subianto
| translator =
| section =
| previous =
| next =
| year = 2026
| portal = Pidato
| wikipedia =
| commons =
| commonscat =
| wikiquote =
| wikinews =
| wiktionary =
| wikibooks =
| wikiversity=
| wikispecies=
| meta =
| notes = Sumber: [https://presidenri.go.id/transkrip/sidang-tahunan-mpr-ri-dan-sidang-bersama-dpr-ri-dan-dpd-ri-tahun-2026/ Presidenri.go.id] dan [https://www.youtube.com/watch?v=P6LamfJEglU YouTube TVR Parlemen]
}}
''Bismillahirrahmanirrahim''.
''Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh'',<br>
''Salam sejahtera bagi kita sekalian,
''Syalom'',<br>
''Om swastyastu'',<br>
''Namo buddhaya'',<br>
Salam kebajikan,<br>
Rahayu, rahayu, rahayu.
Yang saya hormati, Wakil Presiden Republik Indonesia saudara Gibran Rakabuming Raka beserta Ibu Selvi Gibran Rakabuming Raka;<br>
Yang saya hormati, Presiden ke-7 Republik Indonesia Bapak Joko Widodo, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia H. Muhammad Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-11 Republik Indonesia Bapak Boediono, Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia Bapak Kyai H. Profesor Ma’ruf Amin, istri Presiden ke-4 Republik Indonesia Ibu Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, istri Wakil Presiden ke-9 Republik Indonesia Ibu Soraya Hamzah Haz;<br>
Para pimpinan lembaga tinggi negara, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Saudara Ahmad Muzani beserta para mantan ketua dan mantan wakil ketua dan anggota MPR-RI;<br>
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Saudari Puan Maharani beserta para ketua, para mantan wakil ketua dan para anggota DPR-RI yang saya hormati;<br>
Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Saudara Sultan Bachtiar Najamudin beserta para mantan ketua dan para wakil ketua dan para anggota DPD-RI yang saya hormati;<br>
Ketua Mahkamah Agung Prof. Sunarto, Ketua Mahkamah Konstitusi Suhartoyo, Ketua Komisi Yudisial Saudara Abdul Chair Ramadhan, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Saudari Isma Yatun;<br>
Para Menteri Koordinator, para Menteri, para Kepala Badan, para Penasihat Khusus Presiden, Jaksa Agung, Kapolri, Panglima TNI, Kepala BIN, dan Kepala Staf Angkatan, serta seluruh anggota Kabinet Merah Putih yang saya banggakan;<br>
Yang terhormat para pimpinan partai politik, Ketua PDI Perjuangan diwakilkan Saudari Puan Maharani, Ketua Umum Partai Golongan Karya Saudara Bahlil Lahadalia, Partai Gerindra saya sendiri tetapi juga hadir Ketua Harian Prof. Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Saudara Zulkifli Hasan, Ketua Umum Partai Demokrat Saudara Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Saudara Abdul Muhaimin Iskandar, Presiden Partai Keadilan Sejahtera Saudara Ali Muzzammil Yusuf, Ketua Umum Partai Nasional Demokrat Saudara Surya Dharma Paloh, para Duta Besar negara sahabat yang hadir;<br>
Yang saya hormati para kepala daerah, para gubernur, para bupati, wali kota, dimanapun engkau berada;<br>
Rekan-rekan pers, media yang hadir;<br>
Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai dimanapun engkau berada.
Pertama-tama, sebagai insan yang bertakwa marilah kita tidak henti-hentinya memanjatkan syukur ke hadirat Tuhan yang Mahabesar, Tuhan yang Maha Esa, Allah SWT bagi umat Islam, atas segala rahmat dan karunia-Nya yang diberikan kepada kita atas kesehatan nafas yang masih kita nikmati, atas perdamaian yang diberikan pada negara yang diberikan kepada negara dan bangsa kita di tengah dunia yang penuh peperangan, pertikaian, konflik, dan ketidakpastian. Atas rahmat Illahi hari ini kita dapat hadir pada Sidang Tahunan MPR-RI dan Sidang Bersama DPR-RI dan DPD-RI Tahun 2026 dalam keadaan sehat tidak kekurangan apapun, dan dengan penuh semangat cinta tanah air.
Pagi ini saya kembali berdiri di aula yang terhormat ini, di aula yang sama, tempat saya telah ucapkan sumpah sebagai Presiden Republik Indonesia dan Saudara Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia. Pada hari itu 20 Oktober 2024 di hadapan majelis terhormat, di hadapan seluruh rakyat Indonesia, dan yang paling penting di hadapan Tuhan Yang Mahakuasa, saya telah bersumpah akan menjalankan kepemimpinan negara dan bangsa dengan tulus dan jujur, mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia termasuk mereka yang tidak memilih saya. Untuk menunaikan janji-janji yang telah saya ucapkan dan menunaikan sumpah saya sebagai Presiden Republik Indonesia, saya telah pimpin pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia selama 21 bulan dengan empat pedoman utama.
Pertama, kami bekerja untuk menjaga dan melaksanakan perintah-perintah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945. Kedua, kami bekerja untuk menjaga, menjalankan dan melindungi kepentingan inti nasional yang vital (the core and vital national interest), hal ini termasuk menjaga dan mengelola dengan sebaik-baiknya kekayaan bangsa Indonesia agar dapat sepenuhnya dimanfaatkan untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia. Ketiga, kami bekerja untuk mengatasi kesulitan rakyat dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Keempat, dalam bekerja kami selalu berorientasi kepada kepentingan rakyat dan kepentingan anak-anak mereka dan cucu-cucu mereka.
Hari ini, 21 bulan sejak sumpah itu saya ucapkan, saya kembali ke hadapan majelis ini, saya kembali untuk menyampaikan apa yang telah kita kerjakan, apa yang mulai kita lihat hasil-hasilnya dan apa yang masih harus kita selesaikan. Saya belum bisa mengatakan bahwa seluruh persoalan bangsa telah selesai atau bahwa seluruh janji yang saya ucapkan telah tertunaikan, belum. Tetapi, dalam waktu kurang dari dua tahun kita telah buktikan bahwa dengan keberanian mengambil keputusan, dengan kerja keras didasari oleh hati yang tulus, kehendak yang jelas, orientasi kepada rakyat, dan dengan gotong royong seluruh unsur bangsa, masalah-masalah yang telah puluhan tahun dianggap sangat rumit atau terlalu rumit dapat kita mulai selesaikan. Saya tidak mengatakan selesai, saya mengatakan kita mulai selesaikan.
Dalam 21 bulan tepatnya 663 hari sampai hari ini, pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara, sebagian masalah-masalah itu telah berpuluh tahun tidak bisa kita selesaikan. Artinya, kita bisa mengatakan bahwa kita telah putuskan satu kebijakan transformatif setiap lima hari. Demikian kerasnya menteri-menteri saya dan pembantu-pembantu saya telah bekerja, beberapa di antara mereka terpaksa masuk rumah sakit, ada yang pingsan, ada yang operasi, banyak yang kecapaian. Saya berjanji kepada mereka bahwa dalam sisa masa jabatan saya ini, saya akan memberi lebih banyak waktu istirahat untuk mereka dan mereka menjawab janji tinggal janji. Demikian bukti kesungguhan dari pemerintah yang saya pimpin, menurut pembantu-pembantu saya dalam kalender saya tidak ada hari merah. Yang ingin saya sampaikan, kita menerima amanah itu dengan penuh kehormatan. Tugas dari rakyat adalah kehormatan yang mulia bagi kita, karena itu kita akan bekerja dengan sekeras-kerasnya, kita akan habis-habisan bekerja untuk rakyat dan bangsa kita. Dan, karena kebijakan-kebijakan kita dan kerja keras kita, swasembada pangan yang dahulu kita targetkan tercapai dalam empat tahun ternyata kita berhasil dalam waktu satu tahun.
Di tengah dunia sekarang yang sangat khawatir terhadap kelaparan massal akibat kesulitan pangan dan cuaca yang tidak menentu, kita alhamdulillah dapat saya laporkan di majelis ini soal pangan, soal makanan untuk rakyat Indonesia kita berada dalam keadaan aman dan kita akan mampu menghadapi tantangan-tantangan termasuk tantangan El Nino yang katanya tahun ini El Nino-nya akan berat, berarti El Nino yang paling dahsyat. Kita telah mencapai itu dengan keberanian menghadapi masalah, 145 aturan penyaluran pupuk telah kita hilangkan, harga pupuk berhasil kita turunkan 20 persen, hal ini terjadi pertama kali dalam sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia, pertama kali harga pupuk dapat kita turunkan kepada rakyat. Tetapi pada saat yang bersamaan harga turun, tetapi volume ketersediaan pupuk tambah untuk rakyat kita, Saudara-saudara, sehingga rakyat kita sekarang mudah mendapatkan pupuk dan karena itulah produksi meningkat dan karena itulah juga kita lebih cepat swasembada pangan.
Pada saat yang bersamaan, keuntungan PT Pupuk Indonesia, perusahaan negara, BUMN, keuntungannya naik 252,8 persen, harga pupuk turun, volume tambah tetapi keuntungan bagi PT Pupuk naik 252,8 persen. Ini adalah akibat kerja tim yang membantu saya; Menteri Pertanian dengan seluruh jajarannya, para penyuluh pertanian didukung oleh banyak kementerian lain didukung oleh Pemda, didukung oleh TNI dan Polri, semuanya ini dengan semangat gotong royong kita telah mencapai suatu prestasi yang diakui oleh dunia. Karena itu, tahun ini kita sudah swasembada delapan komoditas pangan. Kita telah swasembada beras, swasembada jagung, swasembada gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
Saudara-saudara,<br>
Kita masih belum swasembada daging, itu akan kita kerjakan yang insyaallah akan kita capai dalam lima sampai enam tahun ke depan. Janji swasembada energi sekarang sudah mulai kita wujudkan dengan pertama kali swasembada BBM jenis solar kita berhasil produksi diesel dengan B50 dari kelapa sawit, sehingga mulai tahun ini, mulai 1 Juli 2026 kita tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri. Dan, kita berhasil devisa Rp170 Triliun, sekitar US$9,5 miliar Amerika tidak lagi harus kita kirim ke luar negeri.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Janji makanan bergizi, bantuan sosial, dan hilirisasi tidak lagi menjadi rencana di atas kertas, semuanya telah berjalan dan manfaatnya mulai dirasakan rakyat. Sekali lagi, ini bukan alasan untuk kita berpuas diri, ini adalah rangsangan untuk kita bekerja lebih keras lagi, karena kita sadari kemerdekaan bukan hanya apa yang kita proklamasikan, kemerdekaan adalah apa yang dapat dirasakan oleh rakyat.
Delapan puluh satu tahun yang lalu, para pendiri bangsa mewariskan kepada kita sebuah negara dan sebuah cita-cita. Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur, Indonesia yang kekayaannya harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat dan tidak boleh hanya dinikmati oleh segelintir orang saja. Saya tidak menerima mandat dari rakyat untuk menjelaskan mengapa masalah tidak dapat diselesaikan, saya menerima mandat dari rakyat justru untuk menyelesaikan masalah-masalah dan mengatasi kesulitan-kesulitan rakyat. Kami memilih mengambil keputusan yang sulit. Pada hari ini daripada mewariskan masalah yang lebih berat lagi dan lebih rumit lagi kepada generasi-generasi penerus kita.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Pembangunan bangsa bukan pekerjaan Presiden seorang diri, bukan pekerjaan hanya pemerintah, republik ini dibangun oleh kerja sama seluruh lembaga negara, pemerintah pusat dan daerah serta seluruh elemen dari masyarakat, seluruh rakyat Indonesia.
Saudara-saudara,<br>
MPR RI terus menjalankan perannya sebagai rumah kebangsaan, memperkuat literasi konstitusi, merawat Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Demokrasi tidak boleh berhenti pada prosedur pemilihan, demokrasi harus memenuhi hak dasar rakyat dan berpegang kepada semua pasal-pasal di Undang-Undang Dasar kita. DPR RI bersama pemerintah telah menyelesaikan dan mengundangkan 13 Rancangan Undang-Undang sampai bulan Juli 2026. Salah satunya adalah Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, pengakuan bahwa setiap pekerjaan memiliki nilai martabat dan setiap pekerja berhak untuk memperoleh perlindungan.
DPD RI telah menghimpun 10.883 aspirasi dari 38 provinsi dan membawanya ke dalam dialog bersama pemerintah, dalam hal ini BAPPENAS dan kementerian-kementerian lainnya sebagai masukan bagi rencana kerja pemerintah 2027. DPD juga terus memperjuangkan Rancangan Undang-Undang Daerah Kepulauan yang kini sudah masuk ke pembahasan tripartit bersama DPR dan pemerintah, Insyaallah akan selesai.
Mahkamah Agung pada tahun 2025 menangani 38.148 perkara dan berhasil memutuskan 37.973 perkara, dengan demikian produktivitasnya adalah 99,54 persen. Sebanyak 96,74 persen perkara diselesaikan dalam waktu kurang dari tiga bulan, ini adalah capaian ketepatan waktu tertinggi dalam sejarah Mahkamah Agung. Kita beri penghargaan kepada Ketua Mahkamah Agung dan jajarannya. Sesungguhnya keadilan yang terlambat adalah ketidakadilan yang dipanjangkan. Mahkamah Konstitusi sepanjang 2025 telah menangani 701 perkara dan permohonan, termasuk 334 perselisihan hasil pemilihan kepala daerah. Sebanyak 598 perkara dan permohonan telah diputus sampai dengan 23 Juli, 84,51 persen permohonan ke MK diajukan secara daring sehingga warga dari Aceh sampai Papua tidak harus selalu datang ke Jakarta.
BPK menjaga agar setiap rupiah uang rakyat digunakan dengan benar dan tepat. Sepanjang 2025, rekomendasi hasil pemeriksaan BPK telah menghasilkan penyelamatan keuangan negara sebesar Rp112 Triliun. Kepercayaan dunia kepada auditor Indonesia juga meningkat. BPK terpilih menjadi Ketua International Organization of Supreme Audit Institutions (INTOSAI) periode 2008-2031, dan juga terpilih menjadi United Nations Board of Auditors periode 2026-2032.
Komisi Yudisial pada Januari sampai Juni 2026 menerima 1.402 laporan masyarakat dan 622 permohonan pemantauan persidangan. Komisi Yudisial telah mengusulkan kepada 121 hakim yang terbukti melanggar kode etik, termasuk 14 sanksi sedang dan 17 sanksi berat. Kita harus menjaga supremasi hukum dan kemandirian hakim. Pemerintah terus berusaha untuk meningkatkan taraf hidup hakim, tetapi kemandirian tidak berarti tanpa akuntabilitas hakim.
Saudara-saudara,<br>
Mengenai masalah hakim pemerintah telah berhasil menaikkan remunerasi hakim. Untuk hakim-hakim yang paling junior, penghasilan mereka telah naik 280 persen, tertinggi dalam beberapa dasawarsa. Sekarang penghasilan hakim-hakim kita, terutama yang junior, berada di atas rata-rata ASEAN. Bahkan, Ketua Mahkamah Agung telah melaporkan kepada saya bahwa penghasilan Ketua Mahkamah Agung Indonesia sekarang lebih tinggi dari penghasilan Ketua Mahkamah Agung Singapura, beliau yang lapor kepada saya.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,<br>
Kita harus memperkuat judikatif kita. Kita harus memperkuat lembaga-lembaga judikatif, karena para hakim mahkamah kita adalah benteng terakhir keadilan, adalah benteng kepada rakyat menuntut berharap bisa mendapat keadilan bahwa supremasi hukum dan keadilan tidak hanya untuk orang yang kuat tetapi rakyat kita yang paling tidak berdaya harus mendapat keadilan di mahkamah-mahkamah kita, di pengadilan-pengadilan kita.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Kita mengetahui dunia sedang menghadapi konflik geopolitik, perang dagang, perang terbuka di Eropa, di Timur Tengah dan berbagai tempat lainnya di dunia. Seluruh dunia mengalami gangguan rantai pasok dan tekanan ekonomi. Dalam keadaan seperti ini Indonesia harus semakin mampu berdiri di atas kaki kita sendiri, kita harus bisa mandiri. Kita tidak boleh tergantung pasokan-pasokan dari luar, karena kalau situasi tiba-tiba berubah ke arah yang lebih jelek kita harus survive. Alhamdulillah, karena kerja keras kita, karena kepercayaan rakyat kepada pemerintah di tengah ketidakpastian global investasi tetap tumbuh. Sepanjang 2025, realisasi investasi mencapai Rp1.931 Triliun dan telah mencapai 2,7 juta lapangan kerja. Pada semester pertama 2026 ini saja realisasi investasi mencapai Rp1.010 triliun dan telah menciptakan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja.
Ekonomi kita pada kuartal pertama tahun 2026 tumbuh 5,61 persen dan pada semester pertama tahun 2026 tumbuh 5,45 persen, ini adalah pertumbuhan kuartal pertama dan pertumbuhan semester pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir ini. Dengan kebijakan-kebijakan yang tepat, yang rasional, yang menggunakan akal sehat, saya yakin pertumbuhan ekonomi kita di akhir tahun ini bisa mencapai angka 6 persen.
Tetapi, saya tegaskan di hadapan majelis ini, bagi saya pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir, tujuan kita adalah kesejahteraan rakyat kita. Pertumbuhan tinggi tidak bisa dinikmati oleh rakyat kita, kebanyakan tidak bermanfaat bagi kita. Setiap rupiah investasi harus menciptakan pekerjaan, harus menghasilkan perbaikan kualitas hidup rakyat kita terutama rakyat kita yang paling bawah, itulah orientasi pemerintah yang saya pimpin. Kita tidak boleh meninggalkan mereka yang tidak berdaya, kita tidak boleh membiarkan kelaparan ada di bumi Indonesia. Republik Indonesia anggota G20, tidak pantas masih ada rakyat kita yang lapar.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu memberi makan rakyatnya sendiri. Ketika kami menerima mandat, petani masih menghadapi pupuk yang sulit diperoleh, harga gabah yang jatuh setiap saat panen, aturan yang berbelit-belit. Kita harus berani menghadapi kesulitan dan masalah ini.
Dan dengan demikian, walaupun kita tidak menyalahkan siapapun, kita melangkah dengan mencari solusi. Birokrasi tidak boleh menghambat keputusan yang baik. Kita harus mengakui, masalah bangsa kita adalah antara lain masalah birokrasi yang berbelit-belit, birokrasi yang tidak bekerja dengan efisien. Para birokrat yang sering menggunakan jabatan dan wewenangnya untuk memperkaya diri, memperkaya keluarganya, dan memperkaya kelompoknya. Ini harus kita berantas, bukan kita tutup-tutupi. Era sekarang, era digital, era informasi, tidak ada gunanya kita tutup-tutupi. Justru kita harus selesaikan masalah ini, dan ini memerlukan persatuan di antara semua pemimpin dan kelompok politik, karena birokrasi yang tidak efisien, birokrasi yang korup akan menghancurkan suatu bangsa. Negara harus memudahkan rakyat, bukan mempersulit. Dan, kalau saya bicara, saya tidak hanya bicara kepada pemerintah pusat, justru saya bicara juga kepada pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten. Tanya rakyat, dengarkan suara rakyat. Mereka yang pertama akan menyampaikan, bahwa sering program-program tidak sampai ke rakyat.
Saudara-saudara,<br>
Hari ini hadir di tengah-tengah kita, kita mengundang Saudara Joko Purnomo. Bapak Joko ini Ketua Kelompok Tani dari Desa Purwosari, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Pak Joko telah 20 tahun bertani. Dengan air, teknologi, dan pupuk yang telah disediakan oleh pemerintah, ia sekarang mampu panen tiga kali setahun. Dengan produktivitas sampai sembilan ton padi per hektare. Penurunan harga pupuk 20 persen, ikut memangkas biaya produksinya. Mana Pak Joko? Kita tepuk tangan untuk Pak Joko sebagai wakil dari para petani Indonesia, para pahlawan bangsa, produsen pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Kita boleh punya tentara yang paling hebat, boleh punya pesawat terbang yang canggih. Kalau tidak ada makan, saya kira bangsa ini berhenti saja sebagai bangsa. Kerja keras petani, penyuluh, pemerintah daerah, saya katakan, semua unsur, TNI, Polri, terima kasih. Koperasi, BUMN Pangan, terima kasih atas kerja sama dan gotong royong Saudara-saudara. Kita telah menghasilkan capaian yang besar dan kita kadang-kadang harus menyadari bahwa kita, bangsa kita mampu mencapai hal-hal yang besar dan jangan kita selalu rendah diri, jangan selalu kita kalah sebelum bertarung.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Dalam satu tahun terakhir ini, Indonesia mencapai swasembada delapan komoditas pangan. Dan, dengan demikian, kita menyadari bahwa capaian kita cukup membanggakan. Kita masih belum swasembada bawah putih, kita berjuang agar dalam tiga tahun kita bisa mencapai swasembada bawah putih. Yang saya sebut tadi, daging masih belum, daging sapi yang belum, daging kerbau juga belum, tapi daging ayam sudah. Pada dasarnya, sebetulnya, untuk protein sebenarnya kita sudah swasembada, yaitu protein dari ikan, protein dari telur, protein dari daging ayam. Saudara-saudara, di hari ini, tadi sudah saya menyampaikan penghargaan khusus kepada mereka-mereka yang telah bekerja keras, sehingga kita bisa mencapai swasembada pangan ini.
Saudara-saudara,<br>
Selain itu, kita juga telah berhasil mencapai capaian-capaian yang berarti di sektor-sektor lain. Kita di bidang perikanan, kita sedang membangun Kampung Nelayan Merah Putih yang akan dilengkapi pelabuhan, dermaga, tempat pelelangan ikan, penyimpanan ruang dingin, bengkel, pengolahan hasil laut, perumahan, dan fasilitas sosial. Hari ini, 100 kampung nelayan telah kita bangun. Target kita 1.386 kampung nelayan akan berdiri dan berfungsi pada akhir Desember 2026.
Laut Indonesia harus menjadi sumber kemakmuran nelayan Indonesia. Nilai perikanan kita setiap tahun adalah sekitar 34 miliar Dolar, baru hanya mungkin lima persen yang dapat kita nikmati. Sisanya diambil oleh kapal-kapal negara lain tanpa izin kita. Bayangkan berapa nilai yang kita hilang tiap hari, tiap malam. Kita juga harus membangun armada kapal ikan yang modern. Kita butuh belasan ribu kapal. Ini tantangan berat, tapi kita harus mulai. Pada tahun 2027 akan datang kita targetkan, kita akan mulai membangun 1.582 kapal ikan modern.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Juga, tadi kita sudah singgung, dalam rangka memperkuat ekonomi rakyat dari bawah, kita juga membangun Koperasi-koperasi Desa Merah Putih. Hari ini, kita telah berhasil mendirikan dan mengoperasikan 10.000 Koperasi Merah Putih, 3.300 di antaranya operasi secara optimal. Dan, kita, target kita akhir tahun 2026 harus 30.000 Koperasi Merah Putih berdiri dan beroperasi dengan baik.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Dengan Koperasi Merah Putih ini, untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia dari sejak kita menerima kedaulatan, untuk pertama kali negara akan menguasai rantai pasok sendiri, sehingga tidak bisa kita dipermainkan oleh saudagar-saudagar yang hendak mempermainkan pasar. Kita tidak antipasar, tidak bisa kita antipasar. Ekonomi adalah didasarkan atas bergeraknya pasar. Tapi pasar bisa dimanipulasi, pasar bisa dirusak, pasar bisa diatur oleh mereka yang menguasai modal besar. Dan, karena itu, rakyat kita harus kita bantu, kita harus organisir, kita harus berdayakan melalui koperasi. Koperasi yang dibantu, koperasi yang diperkuat, koperasi yang diberdayakan.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Semua barang-barang subsidi akan disalurkan melalui Koperasi Merah Putih, sehingga barang-barang subsidi tidak boleh dan tidak bisa diperdagangkan. Subsidi adalah uang rakyat, barang yang disubsidi, disubsidi oleh uang rakyat, untuk rakyat, dan bukan dagangan.
Saudara-saudara,<br>
BUMN adalah milik seluruh rakyat Indonesia. BUMN tidak boleh milik direksi, bukan milik komisaris, bukan pula sumber dana bagi penguasa. Ketika kita bentuk Danantara, yaitu adalah dana kedaulatan kita, Sovereign Wealth Fund, kita menemukan bahwa ada 1.074 BUMN. Dan, BUMN-BUMN itu ada yang punya anak perusahaan, dan ada yang punya cucu perusahaan, bahkan ada yang punya cicit perusahaan. Ini luar biasa. Saya mengira BUMN itu adalah 300 atau 400, [ternyata] 1074. Dan, BUMN-BUMN ini kadang-kadang bekerja seenaknya. Tidak bertanggung jawab kepada bangsa, kepada negara. Pemerintah tidak dianggap. Saya tidak paham bagaimana bisa terjadi seperti ini. Mungkin harus kita bentuk suatu pengadilan ad-hoc khusus, untuk kita usut pengurus-pengurus direksi 30 tahun ke belakang, mungkin.
Tapi saya juga akan menghadapi majelis, saya akan menghadapi DPR. Saya akan minta, kalau perlu kita memberi juga peluang, semacam amnesti khusus untuk mereka yang tobat, mereka yang sadar, mereka yang mengakui. Nah, ini saya serahkan kepada wakil-wakil rakyat untuk memutuskan. Kalau saya laporkan semuanya, saya takut rakyat kita marah semuanya.
Saudara-saudara,<br>
Terlalu banyak BUMN yang tidak produktif. Rugi terus, laporannya untung. Ngarang saja itu untungnya itu. Kita kena masalah, karena banyak perusahaan-perusahaan asing, kan, juga kerja sama dengan BUMN kita. Jadi kita harus menghilangkan ini, permainan-permainan ini.
Tapi saya dengan bangga, hari ini saya mau laporkan kepada majelis yang terhormat, hari ini kita telah menutup 290 BUMN. Pada Desember 31, 2026, kita targetkan hanya akan memiliki paling banyak 300 BUMN. [Sebanyak] 750 BUMN lebih akan kita tutup. Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah untuk rakyat akan kita pertahankan. Ini mungkin adalah restrukturisasi korporasi terbesar di dunia. Dengan perampingan jumlah BUMN, hari ini saja kita telah menghemat biaya overhead sekitar Rp50 triliun. Hanya dari gaji direksi, [gaji] komisaris, sewa gedung, sewa mobil, perjalanan dinas, bla bla bla bla, kita sudah menghemat Rp50 triliun lebih. Target kita Desember 31, target kita, kita harus menghemat Rp70 triliun lebih, Saudara-saudara. Kita bisa bayangkan dengan Rp50 triliun berapa puskesmas bisa kita perbaiki, berapa sekolah bisa kita renovasi, berapa rumah untuk rakyat kita bisa kita berikan.
Jadi, Saudara-saudara sekalian, untuk itu saya memberi penghargaan khusus kepada pimpinan dari Danantara, ya, dengan seluruh timnya, seluruh jaringannya. Silakan berdiri, kita tepuk tangan. Juga tim pertanian, tim ekonomi, saya minta berdiri semua. Saya minta majelis memberi penghargaan ke mereka, tim ekonomi juga. Menteri Keuangan, Menteri Ekonomi. Kalau Menteri Keuangan senyum, saya merasa aman. Tapi, kalau saya umumkan subsidi tambah, mengerut beliau.
Saudara-saudara,<br>
Akhir tahun lalu, kita telah tutup seribu tambang timah ilegal di Bangka Belitung. Seribu tambang ilegal. Saya telah minta Panglima TNI dan Kapolri untuk usut. Masak seribu tambang, pejabat TNI dan pejabat Kapolri enggak tahu. Kapolri dan Panglima TNI, ya, usut. Untuk apa negara kasih pangkat, kasih jabatan mereka-mereka kalau enggak bisa tertibkan ini. Saya bicara atas nama rakyat Indonesia. Ini wakil-wakil rakyat semua di sini. Pemimpin yang baik, komandan yang baik adalah yang berani menertibkan anak buahnya sendiri. Kadang-kadang kita sedih, anak buah yang kita sayang, yang baru saja kita beri bintang, naikkan pangkat, harus kita tindak. Tapi demi rakyat, demi negara, demi bangsa, harus kita lakukan. Saya sadar, saya disumpah di sini. Saya tidak bisa mengizinkan perasaan saya menentukan kebijakan saya. Saya harus menentukan kebijakan saya atas dasar kepentingan rakyat Indonesia.
Karena itu, saya minta benar-benar, Panglima TNI dan Kapolri, usut! Tidak mungkin seribu tambang berjalan ilegal tanpa pejabat kepolisian dan pejabat polisi. Tapi, Menteri Keuangan, usut Bea Cukai juga. Iya, kan? Bakamla, tugasmu jaga itu penyelundupan. Kenapa masih banyak penyelundupan di situ?
Saudara-saudara,<br>
Enggak ada masalah. Kita bukan, kita justru menantang mereka berbuat yang terbaik, ya. Mereka itu anak-anak kita. Tapi harus kita berani tegakkan kebenaran. Rakyat kita sekarang tidak mau terima ketidakadilan, tidak mau melihat lagi penyelewengan. Mereka bukan bodoh, mereka pintar. Mereka orang yang paling rendah, paling tidak berdaya, sudah punya gadget-gadget semua.
Saudara-saudara,<br>
Bayangkan dalam enam bulan tahun 2026 ini, PT Timah telah mencapai keuntungan Rp2,7 triliun, sembilan kali lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, Saudara-saudara sekalian. Artinya naik 900 persen, dalam enam bulan naik keuntungan 900 persen. Karena PT Timah adalah Tbk. PT Timah valuasinya sekarang naik 280 persen di bulan Agustus 2026, dibanding Agustus 2025 yang lalu.
Saudara-saudara,<br>
Mungkin yang punya saham di PT Timah berarti kekayaannya naik 300 persen. Sayang Kepala BP Danantara tidak memberi proyeksi kepada kita, kalau enggak kita borong-borong itu saham PT Timah.
Pembenahan BUMN kita lakukan secara besar-besaran. Di enam bulan pertama tahun 2026 ini, untung bersih PT Semen Indonesia naik 408,9 persen. 400 persen. Untung bersih PT Pupuk Indonesia naik 252,8 persen. Untung bersih PT Pertamina naik 86 persen. Untung bersih Pegadaian naik 84,4 persen. Saudara-saudara, untung bersih Pelindo naik 60,4 persen. Dan untung bersih PTPN naik 54,4 persen.
Garuda Indonesia yang hampir dipailitkan, yang pesawatnya adalah puluhan pesawat di-grounded tidak bisa mereka perbaiki. Kini, kita berhasil reaktivasi pesawat-pesawat yang grounded. Per bulan Juni 2026, total pesawat yang berhasil kita reaktivasi bertambah 20 pesawat, sehingga menjadi 140 pesawat. Garuda Indonesia yang sudah sekian tahun rugi, sekarang sudah ada harapan untuk kembali untung. Kalau kemarin tidak terjadi perang di Timur Tengah, sesungguhnya bulan Juli ini Indonesia sudah untung. Kita sekarang berharap di awal tahun 2027 mereka sudah mulai untung.
Saudara-saudara,<br>
Saya juga ingatkan di sini bahwa kita tidak mau toleransi dengan permainan angka, dengan laporan palsu. Kita harus dapat angka-angka yang benar, angka yang tepat, walaupun kadang-kadang pahit. Kita telah mengoreksi laporan keuntungan dari banyak BUMN. Setelah kita koreksi, hasil BUMN tahun 2024 menjadi Rp186 triliun. Dividen BUMN di tahun 2024 adalah Rp85,5 triliun. Karena perbaikan-perbaikan yang kita kerjakan, pada tahun 2025 keuntungan BUMN mencapai Rp326 triliun. Naik 75,3 persen dari tahun 2024. Rp326 triliun ini adalah keuntungan tanpa permainan angka. Dividen BUMN yang disetor tahun 2025 mencapai Rp142,3 triliun, naik 67 persen dari tahun 2024.
Namun, tentu lebih tepat angka dividen BUMN dilihat secara net dengan penanaman modal negara (PMN) yang diberikan dari APBN ke BUMN pada tahun yang sama. Pada tahun 2024 dividen BUMN dikurangi PMN adalah Rp53 triliun. Tahun 2025 dividen BUMN dikurangi PMN adalah Rp138 triliun, Naik 160 persen. Dividen BUMN di tahun 2026 ini diproyeksikan kembali naik sampai dengan Rp200 triliun, tanpa ada PMN. Artinya dari 2024 ke 2026, naik dari Rp53 triliun ke Rp200 triliun atau bisa dikatakan empat kali lebih besar. 400 persen meningkatnya tanpa PMN, Saudara-saudara.
Ini membuktikan dengan manajemen yang akal sehat, dengan niat tidak menipu, keberhasilan kita bisa datang dengan sangat cepat. Sekali lagi, saya apresiasi manajemen dan pimpinan Danantara. Saya kira pantas ini pimpinan Danantara nanti mendapat bintang kehormatan yang pantas di suasana Hari Kemerdekaan ini. Apakah majelis menyetujui? Pantas tidak mereka menerima tanda kehormatan? Pantas tidak?
Keuntungan BUMN sekarang digunakan untuk mempercepat upaya hilirisasi kita. Dengan Danantara kita sudah groundbreaking 13 proyek hilirisasi pada tanggal 6 Februari 2026, dan 13 lagi proyek hilirisasi pada tanggal 29 April 2026. Proyek-proyek seperti pengolahan batu bara menjadi DME menggantikan LPG, hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan garam industri, smelter alumina menjadi aluminium menghasilkan puluhan ribu lapangan kerja. Belum lagi proyek-proyek waste to energy yang telah juga kita mulai.
Keuntungan BUMN juga sekarang kita gunakan untuk mempercepat upaya downstreaming kita dengan juga upstreaming. Kita juga akan membeli perusahaan-perusahaan terbaik di dunia, untuk kita bisa dapat teknologinya, kita bisa dapat IP-IP-nya, kita bisa dapat manajemen yang terbaik, kita bisa dapat pasarnya, kita bisa dapat pengalaman mereka, Sehingga nanti ekonomi kita akan kuat.
Saudara-saudara,<br>
Sebagai contoh untuk meningkatkan hasil daging kita, kita perlu sapi yang banyak, ya. Dengan itu kita bisa mendapatkan teknologi kloning. Dengan kloning, kita bisa memperbanyak kita punya ternak.
Kita juga telah membangun Bank Emas Indonesia. Kita ingin Emas Indonesia tidak hanya ditambang di negeri ini, tapi disimpan, diperdagangkan, dan diberi nilai tambah di negeri orang lain. Hari ini dengan adanya Bank Emas yang baru beroperasi satu tahun, Bank Emas kita di Pegadaian dan di Bank Syariah Indonesia sudah mengelola 153 ton emas dengan nilai sekitar Rp360 triliun atau sekitar 20 miliar Dolar Amerika Serikat. Kekayaan Indonesia harus memperkuat tabungan, pembiayaan, dan perekonomian Indonesia.
Kita juga membenahi ekspor komoditas strategis. Sebelumnya, minyak mentah sawit Indonesia dijual di pelabuhan Indonesia, ya, dijual sekitar Rp15 ribu per kilogram, sementara harga di bursa Rotterdam, Belanda, harganya Rp27 ribu per kilogram. Padahal di Belanda, satu hektare pun enggak ada kebun kelapa sawit. Artinya, sesungguhnya kita telah hilang 50 persen nilai komoditas kita.
Karena itu, pada 20 Mei 2026, Hari Kebangkitan Nasional kita, di aula terhormat ini, di hadapan Majelis terhormat ini, saya telah mengumumkan pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI) sebagai pintu tunggal processing export komoditas milik Indonesia. Saya ulangi, processing-nya, bukan bahwa satu PT yang akan menguasai komoditas dan mengekspor, tidak. Tapi, sekarang kita bisa monitor berapa yang muat di atas kapal, berapa ton, berapa yang dilaporkan di atas kertas, berapa yang sampai ke tujuan ekspor. Kita tidak ingin laporan yang satu berbeda dengan laporan di negara tujuan.
Sejak mulai beroperasi pada 1 Juni 2026, hanya dengan tiga komoditas: batu bara, kelapa sawit, dan besi baja ya ferro, dalam waktu dua bulan 13 hari, DSI sekarang telah mengelola devisa ekspor senilai 14 miliar dollar Amerika dari hanya tiga komoditas strategis.
Lebih dari 6.000 transaksi ekspor tiga komoditas tersebut telah dimonitor oleh DSI. DSI telah menemukan potensi tambahan 5 miliar Dollar, hanya dari perbedaan dan penyesuaian harga, Saudara-saudara sekalian, dari pembayaran devisa hasil ekspor. Bayangkan kalau dalam waktu yang akan datang, semua komoditas ekspor kita akan dimonitor dan dikelola oleh DSI, berapa peningkatan hasil yang akan masuk ke negara?
Saudara-saudara sekalian,<br>
DSI akan meningkatkan pengawasan meliputi 50 pelabuhan di 25 provinsi. Dan, sebagaimana saya katakan, DSI akan mengelola semua komoditas ekspor strategis kita, tidak hanya tiga.
Kita tidak ingin lagi bangsa Indonesia dicurangi. Kekayaan Indonesia tidak boleh memperkaya segelintir orang dan meninggalkan rakyatnya sendiri hidup susah. Ini bukan saja tidak adil, ini bukan sikap negara yang pandai, Saudara-saudara. Barang kita, milik kira, orang lain yang tentukan harganya, Saudara-saudara. Ini melanggar prinsip-prinsip ekonomi, melanggar prinsip pasar. Dan, pihak-pihak rating agencies bahkan banyak lembaga-lembaga keuangan menilai bahwa DSI adalah langkah positif bagi rakyat Indonesia. Mereka yang mengatakan, bukan kita. Mereka yang mengatakan. Kita menghargai semua masukan, tapi kalau kita yakin kita berada di jalan yang benar, kita terus akan kerja. Kita tidak mau dibuat raport oleh bangsa lain, tapi kita terbuka untuk masukan.
Sidang Majelis yang saya hormati, Saudara-saudara sekalian,<br>
Kekuatan ekonomi Indonesia berada di desa: pada petani kita, nelayan kita, pedagang kita, pengrajin kita, perempuan kita, kepala keluarga kita, dan anak-anak muda kita, yang membangun usaha di kampung-kampung mereka sendiri. Kita ingat waktu krisis ’98, krisis moneter, bank-bank besar tutup, perusahaan-perusahaan besar bangkrut, banyak yang jual, tapi ekonomi desa, ekonomi kerakyatan justru tetap kuat, kokoh, yang menyelamatkan kita justru adalah UMKM dan ekonomi kerakyatan.
Karena itu, konektivitas antar desa harus baik. Tahun ini kita telah menyelesaikan 2.500 jembatan desa yang dibangun oleh TNI, dan 874 jembatan desa yang dibangun oleh Kepolisian RI. Target kita pada akhir tahun ini selesai 5.000 lebih jembatan desa.
Tidak boleh lagi ada anak-anak kita yang harus bertaruh nyawa menyeberang sungai untuk ke sekolah karena tidak ada jembatan. Berangkat ke sekolah harus berjalan berjam-jam. Berangkat, basah. Di kelas, basah. Pulang, basah. Saudara-saudara sekalian, tidak boleh terjadi.
KIta berharap para gubernur, para bupati, para camat, para kepala desa semuanya mengecek desa-desanya, di mana lagi dibutuhkan jembatan desa, laporkan. Kalau gubernur, bupati, kepala desa tidak bisa mengatasi, pemerintah pusat akan turun dan mengatasi. Kita tidak akan membiarkan rakyat kita terlantar. Juga ibu-ibu kita, petani-petani kita tidak boleh berjam-jam menuju pasar mereka.
Kita mencari dan membangun juga titik-titik air bersih untuk desa-desa kita. Banyak rakyat kita yang tidak punya akses kepada air bersih. Mereka harus berjalan dengan susah payah berkilo-kilo hanya untuk mengambil satu atau dua jerigen air bersih untuk minum, untuk mandi, untuk wudhu, belum lagi air untuk ternak mereka, air untuk tanaman mereka.
Tahun ini di delapan bulan pertama tahun 2026, kita sudah membangun 3.000 titik air desa yang dibangun oleh TNI. Terima kasih, TNI.
Tadi saya sudah singgung, kita membangun Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih sebagai pusat ekonomi rakyat desa. Tadi saya singgung, per hari ini, sudah 10.000 Koperasi telah beroperasi. Dari 10.000, 3.300 Koperasi telah beroperasi secara optimal, sisanya masih menghadapi masa penyesuaian.
Operasional optimal artinya semua sarana sudah ada, listrik, air dan semua berjalan. Stok bisa dimonitor oleh sistem digital terpusat. Koperasi sudah bisa menjadi offtaker. Koperasi jadi pembeli hasil pertanian dan perikanan setempat. Koperasi sudah punya angkutannya sendiri, ini juga saya kira pertama dalam sejarah Republik Indonesia bahwa koperasi diorganisir, dibantu, dan dilengkapi dengan angkutannya sendiri. Tidak ada lagi nanti panen yang rusak, karena tidak ada yang mau beli, karena tidak ada truk yang mengambil panen tersebut. Mangga yang rusak, rambutan yang rusak, tomat yang rusak, wortel yang rusak, insyaallah ini bisa kita bantu rakyat kita secara optimal.
Target kita, 30.000 Koperasi beroperasi secara optimal pada akhir 2026. Ini target. Kita cantumkan target kita tinggi. Kita ingat kata-kata Bung Karno, gantungkan cita-citamu setinggi langit, kalau kau tidak berhasil minimal kau jatuh di antara bintang-bintang. Target harus tinggi, bekerja keras, insyaallah sampai. Kalau saya target 12.000 nanti sampainya, 11.000. Kalau nanti 30.000 sampainya 29.000, ini prestasi.
Saudara-saudara,<br>
Kekuatan ekonomi saya sebut ada di UMKM. Kita juga telah mengatur pembagian hasil yang lebih adil bagi pengemudi-pengemudi ojek online (ojol) dan aplikator. Tadinya pengemudi ojol hanya mendapat 80 persen dari penghasilan mereka, karena aplikator minta 20 persen. Tapi dengan rekomendasi Pemerintah, saya enggak mau sebut intervensi, saya pakai istilah rekomendasi, tapi sebetulnya ya agak intervensi juga itu. Para pengemudi sekarang mendapatkan 92 persen dari hasil mereka, dan banyak pengemudi melaporkan penghasilan mereka naik signifikan, ada yang dua kali, bahkan ada yang mengatakan dia naik tiga kali, Saudara-saudara.
Saudara-saudara,<br>
Kita juga menggerakkan ekonomi hijau, Sistem Registri Unit Karbon untuk pertama kali kita berlakukan di Indonesia. Dan, bursa nilai ekonomi karbon telah kita dirikan dan telah berjalan dengan mengadopsi standar karbon dunia. Hutan yang kita jaga, hutan lindung, semua hutan artinya emisi karbon kita kurangi, dan untuk itu bangsa-bangsa yang keluarkan emisi yang besar, dia bersedia bayar kita. Inilah, Saudara-saudara, ekonomi hijau harus memberi manfaat kepada rakyat kita. Kita bangun, tapi harus memberi nilai tambah kepada rakyat kita.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Pembangunan yang paling menentukan masa depan adalah pembangunan manusia. Kita memulai dari hal yang paling dasar, yaitu gizi. Tidak boleh ada anak-anak kita belajar dalam keadaan lapar. Tidak ada anak yang dapat belajar dengan baik apabila ia lapar. Mungkin sebagian di antara kita tidak akan pernah melihat atau merasakan anak-anak yang tidak makan pada pagi hari. Tapi itulah kenyataan yang kita hadapi, dan kita laksanakan program MBG ini untuk mengatasi itu. Untuk mengatasi stunting yang masih dialami oleh anak-anak kita di beberapa tempat, setinggi 25 persen anak-anak kita.
Satu dari empat anak Indonesia ada yang mengalami stunting. Sel otak tidak berkembang dengan baik. Sel otak tidak berkembang dengan baik. Sel tulang tidak berkembang dengan baik. Sudah-sudah sekalian. Untuk jadi buruh pelabuhan saja, ia mungkin tidak akan sanggup. Untuk jadi petani, buruh tani saja, mungkin dia juga tidak akan sanggup. Kita tidak boleh menerima satu dari empat anak Indonesia mengalami stunting. Kita tidak boleh menerima itu. Dan karena itu, saya bertekad teruskan program MBG. Tapi dengan perbaikan, dengan efisiensi.
Saya menilai mereka yang mau korupsi dari makan untuk anak-anak ini, ini adalah orang-orang biadab. Ini adalah orang-orang yang tidak pantas kita hormati. Menurut saya, ini sudah sama sekali tidak ada nilai kemanusiaan.
Hari ini hadir bersama kita Christina Beno. Siswi kelas 6 Sekolah Dasar dari Merauke, Papua Selatan. Christina, terima kasih. Pertama kali kamu hadir di MPR ini. Satu saat mungkin kamu duduk di atas sini. Sekarang sudah ada Menteri ESDM dari Papua. Kita tidak tahu, suatu saat anak Papua akan memimpin negeri ini. Kita tidak tahu. MDG telah membantu Christina menjadi lebih buger, lebih fokus, dan lebih rajin hadir di sekolah. Bagi sebagian orang, satu piring makanan terlihat biasa atau sederhana. Bagi Christina dan sekarang sudah puluhan juta penerima MBG, setiap hari sekolah satu piring makanan adalah tenaga untuk belajar. Protein untuk tumbuh badan yang sehat, sel otak yang sehat, sel tulang yang sehat, sel otot yang sehat. Mereka dapat belajar dan mereka dapat berkembang sebagai anak Indonesia yang sehat dan cerdas. Mereka kini punya masa depan yang lebih baik. Mari kita tepuk tangan untuk Christina dan semua anak Indonesia, semua ibu-ibu yang sedang hamil dan semua orang tua dan usia. Negara tidak akan tinggalkan kalian semua. Negara bersamamu, negara akan hadir bersamamu. Itu janji kita semua di Majelis ini.
Memberi makan bergizi saja kita sadar tidak cukup, anak-anak kita harus memperoleh pendidikan yang baik, karena itu kita jalankan program perbaikan sekolah terbesar dalam sejarah kita. Sampai tahun ini kita telah perbaiki lebih dari 71.744 sekolah. Tahun lalu 17.000, tahun ini 71.000 lebih. Tahun depan target kita 100.000. Tahun 2028, 100.000. Tahun 2029, semua sekolah di Indonesia, SD, SMP, SMA, SMK termasuk di pesantren-pesantren harus kita selesai renovasi. Bahkan di pulau yang paling terluar, yang paling terpencil, pulau Miangas, kita sudah perbaiki sekolah di Miangas, dan kita akan perbaiki puskesmas di situ. Dan, sekarang sudah ada satgas khusus untuk pulau-pulau terluar dan terpencil, di Sabang, di pulau paling barat Indonesia, di Merauke, dan di seluruh Indonesia.
Kita juga telah membagikan layar pintar interaktif, interactive flat panel untuk semua sekolah di Indonesia. Tahun lalu kita berhasil membagikan satu layar setiap sekolah. Desember 31, kita akan membagikan tambahan tiga layar setiap sekolah. Artinya, setiap sekolah di Indonesia akan memiliki empat ruang kelas yang dilengkapi dengan layar pintar interaktif. Artinya, guru-guru kita di mana pun punya akses kepada kurikulum, akses kepada konten, di hampir semua bidang yang ada di kurikulum pendidikan sekolah di Indonesia dan di luar Indonesia. Mereka bisa mengulang-ulangi pelajaran. Kalau mereka tidak kuasai, bisa dua kali, tiga kali, mereka juga bisa dari rumah mengakses program ini. Dan, kita akan membuat studio-studio terpusat dengan guru-guru terbaik yang akan mengadakan siaran jarak jauh yang ribuan sekolah bisa akses. Pelajaran apapun kita akan kumpulkan guru-guru terbaik, termasuk bahasa asing. Bahasa asing mutlak harus kita kuasai. Kita akan mulai bahasa asing untuk anak-anak kita mulai dari SD. SD kelas satu mereka harus mulai bahasa asing. Bahasa-bahasa yang paling penting, bahasa Inggris, bahasa Mandarin, bahasa Arab, bahasa-bahasa juga Jepang, Korea, bahasa Spanyol, bahasa Prancis. Dari kecil di bawah 11 tahun, 12 tahun, mereka lebih cepat belajar. Anak-anak kita harus punya akses kepada pendidikan terbaik agar mereka nanti kalau masuk, kalau sudah mencari lapangan kerja mereka punya kemampuan lebih, mereka bisa diterima di mana-mana, mereka bisa kerja dengan pihak mana pun. Dan, kita mengerti sekarang Tiongkok ekonomi yang paling dinamis, tapi Jepang juga maju, Korea juga maju, Prancis juga maju. Spanyol, banyak negara bicara Spanyol, banyak negara bicara Prancis, banyak negara bicara bahasa Arab. Kita juga harus belajar bahasa Rusia, mereka kuat di bidang sains dan teknologi.
Saudara-saudara,<br>
Sekarang banyak negara di mancanegara kekurangan tenaga kerja. Setiap pemimpin saya ketemu bertanya, bisa enggak tenaga kerja dari Indonesia? Mereka perlu untuk kerja di bidang pariwisata, pariwisata ya harus bisa belajar bahasa. Mereka butuh di rumah sakit mereka, mereka butuh perawat, mereka butuh caregiver, harus bisa bahasa. Dan, orang Indonesia dikenal ramah, pulut, dan sopan. Karena itu, tenaga kerja kita diharapkan nanti bisa menjadi kompetitif di dunia, memperkuat ekonomi Indonesia.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Kita juga membangun sekolah rakyat, sekolah berasrama bagi anak-anak dari keluarga yang paling tidak berdaya. Dengan ruang kelas, tempat tinggal, makanan bergizi, komputer, guru, dan lingkungan yang aman. Strateginya adalah kita harus memutuskan lingkaran kemiskinan. Kalau orang tua mereka menghadapi nasib yang kurang baik, mengalami kondisi keterpurukan, kondisi kemiskinan, anak-anak mereka tidak boleh terus miskin. Sesuai Pasal 34 Undang-Undang Dasar negara kita, negara harus intervensi. Hari ini 93 sekolah rakyat permainan sudah kita buka, nantinya sekolah rakyat rintisan sudah 182, sekolah dan nantinya semua kabupaten akan punya satu sekolah rakyat.
Salah satu siswanya adalah Muhammad Rizki Pratama, usia 12 tahun. Rizki pernah mengayuh sepeda, puluhan kilometer, sambil membawa sekitar 30 kilogram ikan untuk dijual. Bayangkan. Rizki berdiri lagi, Rizki berdiri lagi. Bayangkan, badan seperti ini naik sepeda membawa 30 kilo ikan. Luar biasa kau, Rizki! Kau anak yang baik. Ia sempat putus sekolah dan waktu masuk sekolah, rakyat, ia belum lancar membaca, dan belum bisa menghitung dengan baik. Hari ini Rizki kembali ke sekolah. Ia mendapatkan kembali haknya untuk belajar dan menata cita-cita. Tidak ada investasi yang lebih berharga daripada mengembalikan masa depan seorang anak, Saudara-saudara sekalian. Saya yakin Rizki, kau akan menjadi pribadi yang kuat.
Hadir pula Citra Nur Ramadani dari Kabupaten Pangkajene. Dari Provinsi Sulawesi Selatan. Ketika kelas 4 Sekolah Dasar, Citra hampir putus sekolah karena harus membantu ibunya berjualan kacang. Ayahnya telah wafat dan ibunya penyandang disabilitas. Sekolah Rakyat memberi Citra kesempatan untuk belajar tanpa meninggalkan keluarganya menghadapi perjuangan sendiri. Citra pun kemarin berhasil menjadi juara karate tingkat kabupaten. Citra, umurmu berapa, Citra? Sepuluh tahun. Ya, nanti 10 tahun lagi lah kau boleh pacaran. Citra, kau boleh pacaran setelah sabuk hitam karatemu. Jadi, enggak ada yang berani nanti main-main sama kau.
Kemarin saya juga mendapat kabar, tujuh siswa sekolah rakyat di Makassar berhasil menang Olimpiade Nasional Indonesia ke-15 di bidang Matematika, Biologi, Bahasa Indonesia, Sejarah, dan Sosiologi.
Juga ada Ismi Ulfaidah dari Sekolah Rakyat Polewali Mandar, Sulawesi Barat yang berhasil terpilih menjadi paskibraka nasional. Capaian ini membuktikan bahwa pelajar dari keluarga yang paling tidak berdaya, paling tidak mampu, jika diberi kesempatan, diberi fasilitas, diberi bimbingan, bisa mencapai prestasi yang tertinggi.
Risky, Citra, dan seluruh siswa-siswi Sekolah Rakyat di mana pun kalian berada, kami di sini untuk kamu semua. Kami semua di sini untuk memastikan bahwa kamu punya masa depan, kamu punya kesempatan yang baik. Tidak ada anak Indonesia pun yang akan kita tinggalkan. Saudara-saudara kalian,
Mari kita beri tepuk tangan kepada anak-anak siswa-siswi Sekolah Rakyat.
Saudara-saudara kalian,<br>
Adil itu tidak berarti negara beri semua orang perlakuan yang sama. Adil adalah ketika negara beri dukungan yang sesuai dengan kebutuhan. Karena itu, bagi anak-anak kita yang memiliki bakat dan kecerdasan istimewa, kita juga telah selesaikan pembangunan empat SMA unggul, yaitu SMA Garuda, di Belitung Timur, Konawe Selatan, Bulungan, dan Timur Tengah. Dan, sudah ada lebih dari 20 SMA Unggul Garuda Transformasi.
Jadi sekolah yang sudah ada, mereka daftar ikut dalam kurikulum SMA unggul Garuda. Apa yang membedakan? Karena, SMA ini menggunakan kurikulum internasional, IB, yang sesuai dengan standar tertinggi, sama dengan sekolah-sekolah terbaik di dunia. Dan, kita siapkan mereka untuk masuk ke universitas-universitas yang terbaik di dunia.
Saudara-saudara,<br>
Sekolah Unggul Garuda Transformasi, tadi saya salah bukan 20, sudah menjangkau 42 sekolah di 15 provinsi, terdiri dari 12 sekolah tahun 2025 dan 30 sekolah tambahan pada tahun 2026. Kita juga sekarang, melalui Kementerian Pertahanan, telah memiliki lima SMA Taruna Nusantara, yang baru di Cimahi, Malang, Pagar Alam, IKN, dan Minahasa. Yang sudah beroperasi, yang sudah menjalankan tahun sekolah, tentunya yang pertama di Magelang.
Kepolisian RI dan LPKTB juga telah selesai membangun satu kampus SMA Taruna Bhayangkara. TNI dan Polri berkompetisi dalam kebaikan. Itu yang kita inginkan. Kompetisi baik dalam kebaikan. Kalau saya puji TNI, Kapolri agar resah. Saya puji Kapolri, TNI agar resah. Ini yang kita kehendaki, kompetisi yang baik. Jadi, mereka bersaing dalam kebaikan untuk mencapai prestasi yang lebih baik lagi.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Dengan kurikulum internasional yang kita jalankan, jumlah siswa S1 yang kita kirimkan ke kampus-kampus terbaik dunia, dengan beasiswa Garuda, sudah mencapai 416 mahasiswa di tahun 2025, 515 di tahun 2026. Di dalam negeri kita terus tingkatkan kualitas kampus-kampus kita. Tahun ini tujuh perguruan tinggi negeri kita berada dalam jajaran 500 kampus terbaik dunia dan ini harus kita perbaiki lagi. Universitas Indonesia berada dalam peringkat 191. UGM, ITB dan Universitas Airlangga berada dalam kelompok 300 besar. Sedangkan ITB, Universitas Penjajaran dan ITS berada di kelompok 500 besar. Tentunya, ini harus lebih baik lagi di tahun-tahun yang akan datang.
Negara harus menjaga kesehatan rakyat sebelum mereka sakit berat. Sejak diluncurkan pada Februari 2025, program Cek Kesehatan Gratis telah menjangkau 108 juta orang. Pada tahun 2025 tercatat 70,2 juta peserta dan sampai akhir bulan Juni 2026 tercatat 59,5 juta peserta, dengan sebagian warga mengikuti pemeriksaan pada kedua periode. Kita menghendaki ini harus lebih baik lagi. Tapi, ada sementara rakyat kita yang takut cek kesehatan, takut ketahuan sakitnya apa. Mungkin anggota DPR ini juga termasuk belum cek kesehatan. Rata-rata bulannya pasti tinggi ini, apalagi orang Jawa Tengah. Layanan Cek Kesehatan Gratis sekarang tersedia di 10.255 puskesmas pada 38 provinsi.
Pemerataan pelayanan juga terus kita lakukan. Pemerintah telah membangun dan meningkatkan 66 rumah sakit umum daerah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Hari ini, 20 rumah sakit umum daerah baru telah kita bangun sudah operasional. Negara juga telah menanggung penuh iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi 96,8 juta warga Indonesia yang tidak mampu. Mungkin JKN kita ini salah satu sistem jaminan kesehatan terbesar di dunia.
Untuk memperkuat pelayanan kesehatan kita, kita harus menghadapi dan menyelesaikan masalah kekurangan dokter umum dan dokter spesialis kita. Hampir semua puskesmas kita belum memiliki 13 jenis tenaga kesehatan secara lengkap. Menurut data Kementerian Kesehatan, 474 kabupaten kota butuh tambahan 84.781 dokter umum, 505 kabupaten kota butuh tambahan 127.580 dokter gigi, dan 481 kabupaten kota butuh tambahan 55.712 dokter spesialis, terutama di kabupaten kota yang jauh dari ibukota provinsi, terutama juga banyak di Indonesia Timur.
Untuk itu, selama 21 bulan terakhir, pemerintah telah membuka sembilan fakultas baru, serta 170 program studi spesialis dan subspesialis, baik yang berbasis perguruan tinggi maupun berbasis rumah sakit. Kita menghadirkan program studi spesialis untuk pertama kali di sebelas provinsi untuk mengejar kebutuhan dokter umum, dokter gigi dan dokter spesialis kita.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Untuk itu, kita harus mencari solusi, kita harus memperbanyak dokter-dokter spesialis, dokter-dokter gigi, dan dokter-dokter umum kita, karena dari kerusakan gigi bisa menghasilkan kerusakan organ-organ lain di tubuh itu, Saudara-saudara sekalian. Perlindungan sosial kita sadari harus semakin tepat sasaran, mudah dan bermartabat. Per hari ini digitalisasi pendaftaran bantuan sosial untuk program PKH telah berjalan di 153 kabupaten dan kota pada 38 provinsi. Lebih dari 3 juta keluarga telah terdaftar menuju target 49 juta keluarga pendaftar atau lebih dari 50 persen keluarga Indonesia pada saat implementasi nasional. Sebelumnya, keluarga tidak mampu harus mengeluarkan 150 ribu Rupiah untuk perjalanan, dokumen, foto kopi, dan waktu kerja yang hilang. Sekarang pendaftaran dapat dilakukan tanpa biaya, gratis. Pemeriksaan kelayakan yang sebelumnya dapat memakan waktu 75-200 hari, kini dapat diselesaikan dalam hitungan menit atau jam. Rakyat yang tidak mampu tidak boleh bayar untuk membuktikan bahwa ia tidak mampu. Rakyat juga tidak boleh berkali-kali menyerahkan data yang sebenarnya sudah dimiliki oleh negara. Digitalisasi pada program perlindungan sosial harus kita terus perlukan pada semua program bantuan sosial, bantuan pemerintah, dan juga subsidi. Sebagai implementasi agenda pro-kesra terintegrasi, juga untuk meningkatkan tepat sasaran, transparansi, dan kemudahan bagi masyarakat Indonesia.
Hari ini,hadir bersama kita Ibu Susana dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian, mengupas bawang dengan upah 700 ribu rupiah per kilogram. Program Keluarga Harapan dan Program Sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya.
Hadir pula Ibu Margaret Lita Roy dari Kupas, Nusa Tenggara Timur. Sejak kecil ia hidup dalam kesulitan dan tidak pernah mengenyam pendidikan. Pada usia 38 tahun ia masih berdagang serta merawat tantenya yang sudah berusia 80 tahun. Bantuan sosial ATENSI berupa beras dan minyak menjadi penopang keluarganya. Negara hadir bukan untuk menggantikan kerja keras rakyat. Negara hadir agar kerja keras rakyat tidak sia-sia.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Sebagaimana tadi disinggung oleh Ketua DPD RI dan sebagaimana berkali-kali saya sampaikan bahwa pembangunan adalah sebuah long march suatu perjuangan panjang. Apa yang kita bisa lakukan sekarang, kita tingkatkan, kita perbaiki, kita tambah, tapi dirintis oleh presiden-presiden dan pemimpin-pemimpin sebelum saya. Banyak program perlindungan sosial dirintis oleh Presiden SBY, oleh Presiden Jokowi. Saya meneruskan apa yang mereka rintis. Semua yang kita alami, hasil dari kepemimpinan Bung Karno, kepemimpinan Pak Harto, kepemimpinan Pak Habibie, kepemimpinan Gus Dur, kepemimpinan Ibu Megawati. Sekarang, kita teruskan.
Rumah bukan sekedar bangunan. Rumah adalah tempat keluarga berlindung, tempat anak belajar, dan keluarga bertumbuh. Tahun 2026 sampai 30 Juni, pemerintah telah menyalurkan bantuan stimulan perumahan swadaya, bantuan renovasi rumah bagi 83.907 rumah. Ini masih jauh dari sasaran kita. Kita harus bekerja keras untuk tambah. Juga, kita telah bantu pembelian rumah murah dengan program FLPP dan sekarang sudah menjangkau hampir 100.000 rumah. Kredit program perumahan telah menjangkau 90.878 debitur.
Hadir bersama kita hari ini Ibu Telma Homena dari kota Manado. Rumahnya dahulu memiliki fondasi rapuh, dinding, lantai, dan atapnya rusak, melalui BSPS, keluarganya dapat memperbaiki rumah itu. Kita akan sekarang mencari langkah-langkah untuk menambah perbaikan rumah.
Hadir juga Bapak Andre Kawaru dari Samarinda. Ia berdagang kelinci dari pasar ke pasar, malam hari. Bertahun-tahun hidup di rumah kontrakan, melalui KPR subsidi FLPP, Pak Andre kini memiliki rumah sendiri. Bagi keluarga Pak Andre dan jutaan rakyat Indonesia, rumah bukan sekedar aset. Rumah adalah ketenangan martabat dan masa depan.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Delapan satu tahun yang lalu, para pendiri mewariskan kepada kita sebuah republik. Republik ini tidak didirikan agar negara sekedar ada. Republik ini didirikan agar rakyat tidak akan pernah merasa sendiri, agar rakyat merasa pemerintah ada di sampingnya. Tugas kita bukan sekedar menjaga republik itu tetap berdiri. Tugas kita adalah memastikan republik ini berhasil sebagai bangsa, republik ini berhasil punya kemampuan untuk hadir di tengah-tengah rakyat dan menghadirkan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia. Mari kita buktikan kepada dunia bahwa demokrasi kita dapat menghasilkan kesejahteraan.
Terima kasih, Ketua MPR. Terima kasih, Ketua DPD RI. Selalu dibicarakan persatuan, persatuan, persatuan. Dari Bung Karno selalu bermimpi persatuan Indonesia. Kita berbeda. Dari dasinya saja kita lihat, kita berbeda. Tapi satu, cinta merah putih.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Semoga Tuhan Mahabesar melindungi bangsa Indonesia menghadapi masa-masa yang sulit dengan optimis, dengan gembira, dengan keberanian.
Merdeka! Merdeka! Merdeka!
''Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh'',<br>
Salam sejahtera untuk kita sekalian,<br>
''Syalom'',<br>
''Om santi santi santi om'',<br>
''Namo Buddhaya''.
Jam saya 12 kurang 15. Terima kasih. Selesai.
Terima kasih semuanya.
[[Kategori:Pidato Presiden Indonesia|2026 Kenegaraan]]
qtletqniu12vortee41jk67u9ycgx6j
313206
313205
2026-08-16T02:17:37Z
Fikri RA
2053
313206
wikitext
text/x-wiki
{{header
| title = Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026
| author = Prabowo Subianto
| translator =
| section =
| previous =
| next =
| year = 2026
| portal = Pidato
| wikipedia =
| commons =
| commonscat =
| wikiquote =
| wikinews =
| wiktionary =
| wikibooks =
| wikiversity=
| wikispecies=
| meta =
| notes = Sumber: [https://presidenri.go.id/transkrip/sidang-tahunan-mpr-ri-dan-sidang-bersama-dpr-ri-dan-dpd-ri-tahun-2026/ Presidenri.go.id] dan [https://www.youtube.com/watch?v=P6LamfJEglU YouTube TVR Parlemen]
}}
''Bismillahirrahmanirrahim''.
''Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh'',<br>
''Salam sejahtera bagi kita sekalian,
''Syalom'',<br>
''Om swastyastu'',<br>
''Namo buddhaya'',<br>
Salam kebajikan,<br>
Rahayu, rahayu, rahayu.
Yang saya hormati, Wakil Presiden Republik Indonesia saudara Gibran Rakabuming Raka beserta Ibu Selvi Gibran Rakabuming Raka;<br>
Yang saya hormati, Presiden ke-7 Republik Indonesia Bapak Joko Widodo, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia H. Muhammad Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-11 Republik Indonesia Bapak Boediono, Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia Bapak Kyai H. Profesor Ma’ruf Amin, istri Presiden ke-4 Republik Indonesia Ibu Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, istri Wakil Presiden ke-9 Republik Indonesia Ibu Soraya Hamzah Haz;<br>
Para pimpinan lembaga tinggi negara, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Saudara Ahmad Muzani beserta para mantan ketua dan mantan wakil ketua dan anggota MPR-RI;<br>
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Saudari Puan Maharani beserta para ketua, para mantan wakil ketua dan para anggota DPR-RI yang saya hormati;<br>
Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Saudara Sultan Bachtiar Najamudin beserta para mantan ketua dan para wakil ketua dan para anggota DPD-RI yang saya hormati;<br>
Ketua Mahkamah Agung Prof. Sunarto, Ketua Mahkamah Konstitusi Suhartoyo, Ketua Komisi Yudisial Saudara Abdul Chair Ramadhan, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Saudari Isma Yatun;<br>
Para Menteri Koordinator, para Menteri, para Kepala Badan, para Penasihat Khusus Presiden, Jaksa Agung, Kapolri, Panglima TNI, Kepala BIN, dan Kepala Staf Angkatan, serta seluruh anggota Kabinet Merah Putih yang saya banggakan;<br>
Yang terhormat para pimpinan partai politik, Ketua PDI Perjuangan diwakilkan Saudari Puan Maharani, Ketua Umum Partai Golongan Karya Saudara Bahlil Lahadalia, Partai Gerindra saya sendiri tetapi juga hadir Ketua Harian Prof. Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Saudara Zulkifli Hasan, Ketua Umum Partai Demokrat Saudara Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Saudara Abdul Muhaimin Iskandar, Presiden Partai Keadilan Sejahtera Saudara Ali Muzzammil Yusuf, Ketua Umum Partai Nasional Demokrat Saudara Surya Dharma Paloh, para Duta Besar negara sahabat yang hadir;<br>
Yang saya hormati para kepala daerah, para gubernur, para bupati, wali kota, dimanapun engkau berada;<br>
Rekan-rekan pers, media yang hadir;<br>
Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai dimanapun engkau berada.
Pertama-tama, sebagai insan yang bertakwa marilah kita tidak henti-hentinya memanjatkan syukur ke hadirat Tuhan yang Mahabesar, Tuhan yang Maha Esa, Allah SWT bagi umat Islam, atas segala rahmat dan karunia-Nya yang diberikan kepada kita atas kesehatan nafas yang masih kita nikmati, atas perdamaian yang diberikan pada negara yang diberikan kepada negara dan bangsa kita di tengah dunia yang penuh peperangan, pertikaian, konflik, dan ketidakpastian. Atas rahmat Illahi hari ini kita dapat hadir pada Sidang Tahunan MPR-RI dan Sidang Bersama DPR-RI dan DPD-RI Tahun 2026 dalam keadaan sehat tidak kekurangan apapun, dan dengan penuh semangat cinta tanah air.
Pagi ini saya kembali berdiri di aula yang terhormat ini, di aula yang sama, tempat saya telah ucapkan sumpah sebagai Presiden Republik Indonesia dan Saudara Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia. Pada hari itu 20 Oktober 2024 di hadapan majelis terhormat, di hadapan seluruh rakyat Indonesia, dan yang paling penting di hadapan Tuhan Yang Mahakuasa, saya telah bersumpah akan menjalankan kepemimpinan negara dan bangsa dengan tulus dan jujur, mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia termasuk mereka yang tidak memilih saya. Untuk menunaikan janji-janji yang telah saya ucapkan dan menunaikan sumpah saya sebagai Presiden Republik Indonesia, saya telah pimpin pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia selama 21 bulan dengan empat pedoman utama.
Pertama, kami bekerja untuk menjaga dan melaksanakan perintah-perintah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945. Kedua, kami bekerja untuk menjaga, menjalankan dan melindungi kepentingan inti nasional yang vital (''the core and vital national interest''), hal ini termasuk menjaga dan mengelola dengan sebaik-baiknya kekayaan bangsa Indonesia agar dapat sepenuhnya dimanfaatkan untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia. Ketiga, kami bekerja untuk mengatasi kesulitan rakyat dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Keempat, dalam bekerja kami selalu berorientasi kepada kepentingan rakyat dan kepentingan anak-anak mereka dan cucu-cucu mereka.
Hari ini, 21 bulan sejak sumpah itu saya ucapkan, saya kembali ke hadapan majelis ini, saya kembali untuk menyampaikan apa yang telah kita kerjakan, apa yang mulai kita lihat hasil-hasilnya dan apa yang masih harus kita selesaikan. Saya belum bisa mengatakan bahwa seluruh persoalan bangsa telah selesai atau bahwa seluruh janji yang saya ucapkan telah tertunaikan, belum. Tetapi, dalam waktu kurang dari dua tahun kita telah buktikan bahwa dengan keberanian mengambil keputusan, dengan kerja keras didasari oleh hati yang tulus, kehendak yang jelas, orientasi kepada rakyat, dan dengan gotong royong seluruh unsur bangsa, masalah-masalah yang telah puluhan tahun dianggap sangat rumit atau terlalu rumit dapat kita mulai selesaikan. Saya tidak mengatakan selesai, saya mengatakan kita mulai selesaikan.
Dalam 21 bulan tepatnya 663 hari sampai hari ini, pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara, sebagian masalah-masalah itu telah berpuluh tahun tidak bisa kita selesaikan. Artinya, kita bisa mengatakan bahwa kita telah putuskan satu kebijakan transformatif setiap lima hari. Demikian kerasnya menteri-menteri saya dan pembantu-pembantu saya telah bekerja, beberapa di antara mereka terpaksa masuk rumah sakit, ada yang pingsan, ada yang operasi, banyak yang kecapaian. Saya berjanji kepada mereka bahwa dalam sisa masa jabatan saya ini, saya akan memberi lebih banyak waktu istirahat untuk mereka dan mereka menjawab janji tinggal janji. Demikian bukti kesungguhan dari pemerintah yang saya pimpin, menurut pembantu-pembantu saya dalam kalender saya tidak ada hari merah. Yang ingin saya sampaikan, kita menerima amanah itu dengan penuh kehormatan. Tugas dari rakyat adalah kehormatan yang mulia bagi kita, karena itu kita akan bekerja dengan sekeras-kerasnya, kita akan habis-habisan bekerja untuk rakyat dan bangsa kita. Dan, karena kebijakan-kebijakan kita dan kerja keras kita, swasembada pangan yang dahulu kita targetkan tercapai dalam empat tahun ternyata kita berhasil dalam waktu satu tahun.
Di tengah dunia sekarang yang sangat khawatir terhadap kelaparan massal akibat kesulitan pangan dan cuaca yang tidak menentu, kita alhamdulillah dapat saya laporkan di majelis ini soal pangan, soal makanan untuk rakyat Indonesia kita berada dalam keadaan aman dan kita akan mampu menghadapi tantangan-tantangan termasuk tantangan ''El Nino'' yang katanya tahun ini ''El Nino''-nya akan berat, berarti ''El Nino'' yang paling dahsyat. Kita telah mencapai itu dengan keberanian menghadapi masalah, 145 aturan penyaluran pupuk telah kita hilangkan, harga pupuk berhasil kita turunkan 20 persen, hal ini terjadi pertama kali dalam sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia, pertama kali harga pupuk dapat kita turunkan kepada rakyat. Tetapi pada saat yang bersamaan harga turun, tetapi volume ketersediaan pupuk tambah untuk rakyat kita, Saudara-saudara, sehingga rakyat kita sekarang mudah mendapatkan pupuk dan karena itulah produksi meningkat dan karena itulah juga kita lebih cepat swasembada pangan.
Pada saat yang bersamaan, keuntungan PT Pupuk Indonesia, perusahaan negara, BUMN, keuntungannya naik 252,8 persen, harga pupuk turun, volume tambah tetapi keuntungan bagi PT Pupuk naik 252,8 persen. Ini adalah akibat kerja tim yang membantu saya; Menteri Pertanian dengan seluruh jajarannya, para penyuluh pertanian didukung oleh banyak kementerian lain didukung oleh Pemda, didukung oleh TNI dan Polri, semuanya ini dengan semangat gotong royong kita telah mencapai suatu prestasi yang diakui oleh dunia. Karena itu, tahun ini kita sudah swasembada delapan komoditas pangan. Kita telah swasembada beras, swasembada jagung, swasembada gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
Saudara-saudara,<br>
Kita masih belum swasembada daging, itu akan kita kerjakan yang insyaallah akan kita capai dalam lima sampai enam tahun ke depan. Janji swasembada energi sekarang sudah mulai kita wujudkan dengan pertama kali swasembada BBM jenis solar kita berhasil produksi diesel dengan B50 dari kelapa sawit, sehingga mulai tahun ini, mulai 1 Juli 2026 kita tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri. Dan, kita berhasil devisa Rp170 Triliun, sekitar US$9,5 miliar Amerika tidak lagi harus kita kirim ke luar negeri.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Janji makanan bergizi, bantuan sosial, dan hilirisasi tidak lagi menjadi rencana di atas kertas, semuanya telah berjalan dan manfaatnya mulai dirasakan rakyat. Sekali lagi, ini bukan alasan untuk kita berpuas diri, ini adalah rangsangan untuk kita bekerja lebih keras lagi, karena kita sadari kemerdekaan bukan hanya apa yang kita proklamasikan, kemerdekaan adalah apa yang dapat dirasakan oleh rakyat.
Delapan puluh satu tahun yang lalu, para pendiri bangsa mewariskan kepada kita sebuah negara dan sebuah cita-cita. Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur, Indonesia yang kekayaannya harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat dan tidak boleh hanya dinikmati oleh segelintir orang saja. Saya tidak menerima mandat dari rakyat untuk menjelaskan mengapa masalah tidak dapat diselesaikan, saya menerima mandat dari rakyat justru untuk menyelesaikan masalah-masalah dan mengatasi kesulitan-kesulitan rakyat. Kami memilih mengambil keputusan yang sulit. Pada hari ini daripada mewariskan masalah yang lebih berat lagi dan lebih rumit lagi kepada generasi-generasi penerus kita.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Pembangunan bangsa bukan pekerjaan Presiden seorang diri, bukan pekerjaan hanya pemerintah, republik ini dibangun oleh kerja sama seluruh lembaga negara, pemerintah pusat dan daerah serta seluruh elemen dari masyarakat, seluruh rakyat Indonesia.
Saudara-saudara,<br>
MPR RI terus menjalankan perannya sebagai rumah kebangsaan, memperkuat literasi konstitusi, merawat Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Demokrasi tidak boleh berhenti pada prosedur pemilihan, demokrasi harus memenuhi hak dasar rakyat dan berpegang kepada semua pasal-pasal di Undang-Undang Dasar kita. DPR RI bersama pemerintah telah menyelesaikan dan mengundangkan 13 Rancangan Undang-Undang sampai bulan Juli 2026. Salah satunya adalah Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, pengakuan bahwa setiap pekerjaan memiliki nilai martabat dan setiap pekerja berhak untuk memperoleh perlindungan.
DPD RI telah menghimpun 10.883 aspirasi dari 38 provinsi dan membawanya ke dalam dialog bersama pemerintah, dalam hal ini BAPPENAS dan kementerian-kementerian lainnya sebagai masukan bagi rencana kerja pemerintah 2027. DPD juga terus memperjuangkan Rancangan Undang-Undang Daerah Kepulauan yang kini sudah masuk ke pembahasan tripartit bersama DPR dan pemerintah, Insyaallah akan selesai.
Mahkamah Agung pada tahun 2025 menangani 38.148 perkara dan berhasil memutuskan 37.973 perkara, dengan demikian produktivitasnya adalah 99,54 persen. Sebanyak 96,74 persen perkara diselesaikan dalam waktu kurang dari tiga bulan, ini adalah capaian ketepatan waktu tertinggi dalam sejarah Mahkamah Agung. Kita beri penghargaan kepada Ketua Mahkamah Agung dan jajarannya. Sesungguhnya keadilan yang terlambat adalah ketidakadilan yang dipanjangkan. Mahkamah Konstitusi sepanjang 2025 telah menangani 701 perkara dan permohonan, termasuk 334 perselisihan hasil pemilihan kepala daerah. Sebanyak 598 perkara dan permohonan telah diputus sampai dengan 23 Juli, 84,51 persen permohonan ke MK diajukan secara daring sehingga warga dari Aceh sampai Papua tidak harus selalu datang ke Jakarta.
BPK menjaga agar setiap rupiah uang rakyat digunakan dengan benar dan tepat. Sepanjang 2025, rekomendasi hasil pemeriksaan BPK telah menghasilkan penyelamatan keuangan negara sebesar Rp112 Triliun. Kepercayaan dunia kepada auditor Indonesia juga meningkat. BPK terpilih menjadi ''Ketua International Organization of Supreme Audit Institutions'' (''INTOSAI'') periode 2008-2031, dan juga terpilih menjadi ''United Nations Board of Auditors'' periode 2026-2032.
Komisi Yudisial pada Januari sampai Juni 2026 menerima 1.402 laporan masyarakat dan 622 permohonan pemantauan persidangan. Komisi Yudisial telah mengusulkan kepada 121 hakim yang terbukti melanggar kode etik, termasuk 14 sanksi sedang dan 17 sanksi berat. Kita harus menjaga supremasi hukum dan kemandirian hakim. Pemerintah terus berusaha untuk meningkatkan taraf hidup hakim, tetapi kemandirian tidak berarti tanpa akuntabilitas hakim.
Saudara-saudara,<br>
Mengenai masalah hakim pemerintah telah berhasil menaikkan remunerasi hakim. Untuk hakim-hakim yang paling junior, penghasilan mereka telah naik 280 persen, tertinggi dalam beberapa dasawarsa. Sekarang penghasilan hakim-hakim kita, terutama yang junior, berada di atas rata-rata ASEAN. Bahkan, Ketua Mahkamah Agung telah melaporkan kepada saya bahwa penghasilan Ketua Mahkamah Agung Indonesia sekarang lebih tinggi dari penghasilan Ketua Mahkamah Agung Singapura, beliau yang lapor kepada saya.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,<br>
Kita harus memperkuat judikatif kita. Kita harus memperkuat lembaga-lembaga judikatif, karena para hakim mahkamah kita adalah benteng terakhir keadilan, adalah benteng kepada rakyat menuntut berharap bisa mendapat keadilan bahwa supremasi hukum dan keadilan tidak hanya untuk orang yang kuat tetapi rakyat kita yang paling tidak berdaya harus mendapat keadilan di mahkamah-mahkamah kita, di pengadilan-pengadilan kita.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Kita mengetahui dunia sedang menghadapi konflik geopolitik, perang dagang, perang terbuka di Eropa, di Timur Tengah dan berbagai tempat lainnya di dunia. Seluruh dunia mengalami gangguan rantai pasok dan tekanan ekonomi. Dalam keadaan seperti ini Indonesia harus semakin mampu berdiri di atas kaki kita sendiri, kita harus bisa mandiri. Kita tidak boleh tergantung pasokan-pasokan dari luar, karena kalau situasi tiba-tiba berubah ke arah yang lebih jelek kita harus ''survive''. Alhamdulillah, karena kerja keras kita, karena kepercayaan rakyat kepada pemerintah di tengah ketidakpastian global investasi tetap tumbuh. Sepanjang 2025, realisasi investasi mencapai Rp1.931 Triliun dan telah mencapai 2,7 juta lapangan kerja. Pada semester pertama 2026 ini saja realisasi investasi mencapai Rp1.010 triliun dan telah menciptakan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja.
Ekonomi kita pada kuartal pertama tahun 2026 tumbuh 5,61 persen dan pada semester pertama tahun 2026 tumbuh 5,45 persen, ini adalah pertumbuhan kuartal pertama dan pertumbuhan semester pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir ini. Dengan kebijakan-kebijakan yang tepat, yang rasional, yang menggunakan akal sehat, saya yakin pertumbuhan ekonomi kita di akhir tahun ini bisa mencapai angka 6 persen.
Tetapi, saya tegaskan di hadapan majelis ini, bagi saya pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir, tujuan kita adalah kesejahteraan rakyat kita. Pertumbuhan tinggi tidak bisa dinikmati oleh rakyat kita, kebanyakan tidak bermanfaat bagi kita. Setiap rupiah investasi harus menciptakan pekerjaan, harus menghasilkan perbaikan kualitas hidup rakyat kita terutama rakyat kita yang paling bawah, itulah orientasi pemerintah yang saya pimpin. Kita tidak boleh meninggalkan mereka yang tidak berdaya, kita tidak boleh membiarkan kelaparan ada di bumi Indonesia. Republik Indonesia anggota G20, tidak pantas masih ada rakyat kita yang lapar.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu memberi makan rakyatnya sendiri. Ketika kami menerima mandat, petani masih menghadapi pupuk yang sulit diperoleh, harga gabah yang jatuh setiap saat panen, aturan yang berbelit-belit. Kita harus berani menghadapi kesulitan dan masalah ini.
Dan dengan demikian, walaupun kita tidak menyalahkan siapapun, kita melangkah dengan mencari solusi. Birokrasi tidak boleh menghambat keputusan yang baik. Kita harus mengakui, masalah bangsa kita adalah antara lain masalah birokrasi yang berbelit-belit, birokrasi yang tidak bekerja dengan efisien. Para birokrat yang sering menggunakan jabatan dan wewenangnya untuk memperkaya diri, memperkaya keluarganya, dan memperkaya kelompoknya. Ini harus kita berantas, bukan kita tutup-tutupi. Era sekarang, era digital, era informasi, tidak ada gunanya kita tutup-tutupi. Justru kita harus selesaikan masalah ini, dan ini memerlukan persatuan di antara semua pemimpin dan kelompok politik, karena birokrasi yang tidak efisien, birokrasi yang korup akan menghancurkan suatu bangsa. Negara harus memudahkan rakyat, bukan mempersulit. Dan, kalau saya bicara, saya tidak hanya bicara kepada pemerintah pusat, justru saya bicara juga kepada pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten. Tanya rakyat, dengarkan suara rakyat. Mereka yang pertama akan menyampaikan, bahwa sering program-program tidak sampai ke rakyat.
Saudara-saudara,<br>
Hari ini hadir di tengah-tengah kita, kita mengundang Saudara Joko Purnomo. Bapak Joko ini Ketua Kelompok Tani dari Desa Purwosari, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Pak Joko telah 20 tahun bertani. Dengan air, teknologi, dan pupuk yang telah disediakan oleh pemerintah, ia sekarang mampu panen tiga kali setahun. Dengan produktivitas sampai sembilan ton padi per hektare. Penurunan harga pupuk 20 persen, ikut memangkas biaya produksinya. Mana Pak Joko? Kita tepuk tangan untuk Pak Joko sebagai wakil dari para petani Indonesia, para pahlawan bangsa, produsen pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Kita boleh punya tentara yang paling hebat, boleh punya pesawat terbang yang canggih. Kalau tidak ada makan, saya kira bangsa ini berhenti saja sebagai bangsa. Kerja keras petani, penyuluh, pemerintah daerah, saya katakan, semua unsur, TNI, Polri, terima kasih. Koperasi, BUMN Pangan, terima kasih atas kerja sama dan gotong royong Saudara-saudara. Kita telah menghasilkan capaian yang besar dan kita kadang-kadang harus menyadari bahwa kita, bangsa kita mampu mencapai hal-hal yang besar dan jangan kita selalu rendah diri, jangan selalu kita kalah sebelum bertarung.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Dalam satu tahun terakhir ini, Indonesia mencapai swasembada delapan komoditas pangan. Dan, dengan demikian, kita menyadari bahwa capaian kita cukup membanggakan. Kita masih belum swasembada bawah putih, kita berjuang agar dalam tiga tahun kita bisa mencapai swasembada bawah putih. Yang saya sebut tadi, daging masih belum, daging sapi yang belum, daging kerbau juga belum, tapi daging ayam sudah. Pada dasarnya, sebetulnya, untuk protein sebenarnya kita sudah swasembada, yaitu protein dari ikan, protein dari telur, protein dari daging ayam. Saudara-saudara, di hari ini, tadi sudah saya menyampaikan penghargaan khusus kepada mereka-mereka yang telah bekerja keras, sehingga kita bisa mencapai swasembada pangan ini.
Saudara-saudara,<br>
Selain itu, kita juga telah berhasil mencapai capaian-capaian yang berarti di sektor-sektor lain. Kita di bidang perikanan, kita sedang membangun Kampung Nelayan Merah Putih yang akan dilengkapi pelabuhan, dermaga, tempat pelelangan ikan, penyimpanan ruang dingin, bengkel, pengolahan hasil laut, perumahan, dan fasilitas sosial. Hari ini, 100 kampung nelayan telah kita bangun. Target kita 1.386 kampung nelayan akan berdiri dan berfungsi pada akhir Desember 2026.
Laut Indonesia harus menjadi sumber kemakmuran nelayan Indonesia. Nilai perikanan kita setiap tahun adalah sekitar 34 miliar Dolar, baru hanya mungkin lima persen yang dapat kita nikmati. Sisanya diambil oleh kapal-kapal negara lain tanpa izin kita. Bayangkan berapa nilai yang kita hilang tiap hari, tiap malam. Kita juga harus membangun armada kapal ikan yang modern. Kita butuh belasan ribu kapal. Ini tantangan berat, tapi kita harus mulai. Pada tahun 2027 akan datang kita targetkan, kita akan mulai membangun 1.582 kapal ikan modern.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Juga, tadi kita sudah singgung, dalam rangka memperkuat ekonomi rakyat dari bawah, kita juga membangun Koperasi-koperasi Desa Merah Putih. Hari ini, kita telah berhasil mendirikan dan mengoperasikan 10.000 Koperasi Merah Putih, 3.300 di antaranya operasi secara optimal. Dan, kita, target kita akhir tahun 2026 harus 30.000 Koperasi Merah Putih berdiri dan beroperasi dengan baik.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Dengan Koperasi Merah Putih ini, untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia dari sejak kita menerima kedaulatan, untuk pertama kali negara akan menguasai rantai pasok sendiri, sehingga tidak bisa kita dipermainkan oleh saudagar-saudagar yang hendak mempermainkan pasar. Kita tidak antipasar, tidak bisa kita antipasar. Ekonomi adalah didasarkan atas bergeraknya pasar. Tapi pasar bisa dimanipulasi, pasar bisa dirusak, pasar bisa diatur oleh mereka yang menguasai modal besar. Dan, karena itu, rakyat kita harus kita bantu, kita harus organisir, kita harus berdayakan melalui koperasi. Koperasi yang dibantu, koperasi yang diperkuat, koperasi yang diberdayakan.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Semua barang-barang subsidi akan disalurkan melalui Koperasi Merah Putih, sehingga barang-barang subsidi tidak boleh dan tidak bisa diperdagangkan. Subsidi adalah uang rakyat, barang yang disubsidi, disubsidi oleh uang rakyat, untuk rakyat, dan bukan dagangan.
Saudara-saudara,<br>
BUMN adalah milik seluruh rakyat Indonesia. BUMN tidak boleh milik direksi, bukan milik komisaris, bukan pula sumber dana bagi penguasa. Ketika kita bentuk Danantara, yaitu adalah dana kedaulatan kita, ''Sovereign Wealth Fund'', kita menemukan bahwa ada 1.074 BUMN. Dan, BUMN-BUMN itu ada yang punya anak perusahaan, dan ada yang punya cucu perusahaan, bahkan ada yang punya cicit perusahaan. Ini luar biasa. Saya mengira BUMN itu adalah 300 atau 400, [ternyata] 1074. Dan, BUMN-BUMN ini kadang-kadang bekerja seenaknya. Tidak bertanggung jawab kepada bangsa, kepada negara. Pemerintah tidak dianggap. Saya tidak paham bagaimana bisa terjadi seperti ini. Mungkin harus kita bentuk suatu pengadilan ad-hoc khusus, untuk kita usut pengurus-pengurus direksi 30 tahun ke belakang, mungkin.
Tapi saya juga akan menghadapi majelis, saya akan menghadapi DPR. Saya akan minta, kalau perlu kita memberi juga peluang, semacam amnesti khusus untuk mereka yang tobat, mereka yang sadar, mereka yang mengakui. Nah, ini saya serahkan kepada wakil-wakil rakyat untuk memutuskan. Kalau saya laporkan semuanya, saya takut rakyat kita marah semuanya.
Saudara-saudara,<br>
Terlalu banyak BUMN yang tidak produktif. Rugi terus, laporannya untung. ''Ngarang'' saja itu untungnya itu. Kita kena masalah, karena banyak perusahaan-perusahaan asing, kan, juga kerja sama dengan BUMN kita. Jadi kita harus menghilangkan ini, permainan-permainan ini.
Tapi saya dengan bangga, hari ini saya mau laporkan kepada majelis yang terhormat, hari ini kita telah menutup 290 BUMN. Pada Desember 31, 2026, kita targetkan hanya akan memiliki paling banyak 300 BUMN. [Sebanyak] 750 BUMN lebih akan kita tutup. Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah untuk rakyat akan kita pertahankan. Ini mungkin adalah restrukturisasi korporasi terbesar di dunia. Dengan perampingan jumlah BUMN, hari ini saja kita telah menghemat biaya ''overhead'' sekitar Rp50 triliun. Hanya dari gaji direksi, [gaji] komisaris, sewa gedung, sewa mobil, perjalanan dinas, ''bla bla bla bla'', kita sudah menghemat Rp50 triliun lebih. Target kita Desember 31, target kita, kita harus menghemat Rp70 triliun lebih, Saudara-saudara. Kita bisa bayangkan dengan Rp50 triliun berapa puskesmas bisa kita perbaiki, berapa sekolah bisa kita renovasi, berapa rumah untuk rakyat kita bisa kita berikan.
Jadi, Saudara-saudara sekalian, untuk itu saya memberi penghargaan khusus kepada pimpinan dari Danantara, ya, dengan seluruh timnya, seluruh jaringannya. Silakan berdiri, kita tepuk tangan. Juga tim pertanian, tim ekonomi, saya minta berdiri semua. Saya minta majelis memberi penghargaan ke mereka, tim ekonomi juga. Menteri Keuangan, Menteri Ekonomi. Kalau Menteri Keuangan senyum, saya merasa aman. Tapi, kalau saya umumkan subsidi tambah, mengerut beliau.
Saudara-saudara,<br>
Akhir tahun lalu, kita telah tutup seribu tambang timah ilegal di Bangka Belitung. Seribu tambang ilegal. Saya telah minta Panglima TNI dan Kapolri untuk usut. Masak seribu tambang, pejabat TNI dan pejabat Kapolri enggak tahu. Kapolri dan Panglima TNI, ya, usut. Untuk apa negara kasih pangkat, kasih jabatan mereka-mereka kalau enggak bisa tertibkan ini. Saya bicara atas nama rakyat Indonesia. Ini wakil-wakil rakyat semua di sini. Pemimpin yang baik, komandan yang baik adalah yang berani menertibkan anak buahnya sendiri. Kadang-kadang kita sedih, anak buah yang kita sayang, yang baru saja kita beri bintang, naikkan pangkat, harus kita tindak. Tapi demi rakyat, demi negara, demi bangsa, harus kita lakukan. Saya sadar, saya disumpah di sini. Saya tidak bisa mengizinkan perasaan saya menentukan kebijakan saya. Saya harus menentukan kebijakan saya atas dasar kepentingan rakyat Indonesia.
Karena itu, saya minta benar-benar, Panglima TNI dan Kapolri, usut! Tidak mungkin seribu tambang berjalan ilegal tanpa pejabat kepolisian dan pejabat polisi. Tapi, Menteri Keuangan, usut Bea Cukai juga. Iya, kan? Bakamla, tugasmu jaga itu penyelundupan. Kenapa masih banyak penyelundupan di situ?
Saudara-saudara,<br>
Enggak ada masalah. Kita bukan, kita justru menantang mereka berbuat yang terbaik, ya. Mereka itu anak-anak kita. Tapi harus kita berani tegakkan kebenaran. Rakyat kita sekarang tidak mau terima ketidakadilan, tidak mau melihat lagi penyelewengan. Mereka bukan bodoh, mereka pintar. Mereka orang yang paling rendah, paling tidak berdaya, sudah punya ''gadget-gadget'' semua.
Saudara-saudara,<br>
Bayangkan dalam enam bulan tahun 2026 ini, PT Timah telah mencapai keuntungan Rp2,7 triliun, sembilan kali lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, Saudara-saudara sekalian. Artinya naik 900 persen, dalam enam bulan naik keuntungan 900 persen. Karena PT Timah adalah Tbk. PT Timah valuasinya sekarang naik 280 persen di bulan Agustus 2026, dibanding Agustus 2025 yang lalu.
Saudara-saudara,<br>
Mungkin yang punya saham di PT Timah berarti kekayaannya naik 300 persen. Sayang Kepala BP Danantara tidak memberi proyeksi kepada kita, kalau enggak kita borong-borong itu saham PT Timah.
Pembenahan BUMN kita lakukan secara besar-besaran. Di enam bulan pertama tahun 2026 ini, untung bersih PT Semen Indonesia naik 408,9 persen. 400 persen. Untung bersih PT Pupuk Indonesia naik 252,8 persen. Untung bersih PT Pertamina naik 86 persen. Untung bersih Pegadaian naik 84,4 persen. Saudara-saudara, untung bersih Pelindo naik 60,4 persen. Dan untung bersih PTPN naik 54,4 persen.
Garuda Indonesia yang hampir dipailitkan, yang pesawatnya adalah puluhan pesawat di-''grounded'' tidak bisa mereka perbaiki. Kini, kita berhasil reaktivasi pesawat-pesawat yang ''grounded''. Per bulan Juni 2026, total pesawat yang berhasil kita reaktivasi bertambah 20 pesawat, sehingga menjadi 140 pesawat. Garuda Indonesia yang sudah sekian tahun rugi, sekarang sudah ada harapan untuk kembali untung. Kalau kemarin tidak terjadi perang di Timur Tengah, sesungguhnya bulan Juli ini Indonesia sudah untung. Kita sekarang berharap di awal tahun 2027 mereka sudah mulai untung.
Saudara-saudara,<br>
Saya juga ingatkan di sini bahwa kita tidak mau toleransi dengan permainan angka, dengan laporan palsu. Kita harus dapat angka-angka yang benar, angka yang tepat, walaupun kadang-kadang pahit. Kita telah mengoreksi laporan keuntungan dari banyak BUMN. Setelah kita koreksi, hasil BUMN tahun 2024 menjadi Rp186 triliun. Dividen BUMN di tahun 2024 adalah Rp85,5 triliun. Karena perbaikan-perbaikan yang kita kerjakan, pada tahun 2025 keuntungan BUMN mencapai Rp326 triliun. Naik 75,3 persen dari tahun 2024. Rp326 triliun ini adalah keuntungan tanpa permainan angka. Dividen BUMN yang disetor tahun 2025 mencapai Rp142,3 triliun, naik 67 persen dari tahun 2024.
Namun, tentu lebih tepat angka dividen BUMN dilihat secara net dengan penanaman modal negara (PMN) yang diberikan dari APBN ke BUMN pada tahun yang sama. Pada tahun 2024 dividen BUMN dikurangi PMN adalah Rp53 triliun. Tahun 2025 dividen BUMN dikurangi PMN adalah Rp138 triliun, Naik 160 persen. Dividen BUMN di tahun 2026 ini diproyeksikan kembali naik sampai dengan Rp200 triliun, tanpa ada PMN. Artinya dari 2024 ke 2026, naik dari Rp53 triliun ke Rp200 triliun atau bisa dikatakan empat kali lebih besar. 400 persen meningkatnya tanpa PMN, Saudara-saudara.
Ini membuktikan dengan manajemen yang akal sehat, dengan niat tidak menipu, keberhasilan kita bisa datang dengan sangat cepat. Sekali lagi, saya apresiasi manajemen dan pimpinan Danantara. Saya kira pantas ini pimpinan Danantara nanti mendapat bintang kehormatan yang pantas di suasana Hari Kemerdekaan ini. Apakah majelis menyetujui? Pantas tidak mereka menerima tanda kehormatan? Pantas tidak?
Keuntungan BUMN sekarang digunakan untuk mempercepat upaya hilirisasi kita. Dengan Danantara kita sudah ''groundbreaking'' 13 proyek hilirisasi pada tanggal 6 Februari 2026, dan 13 lagi proyek hilirisasi pada tanggal 29 April 2026. Proyek-proyek seperti pengolahan batu bara menjadi DME menggantikan LPG, hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan garam industri, smelter alumina menjadi aluminium menghasilkan puluhan ribu lapangan kerja. Belum lagi proyek-proyek ''waste to energy'' yang telah juga kita mulai.
Keuntungan BUMN juga sekarang kita gunakan untuk mempercepat upaya ''downstreaming'' kita dengan juga ''upstreaming''. Kita juga akan membeli perusahaan-perusahaan terbaik di dunia, untuk kita bisa dapat teknologinya, kita bisa dapat IP-IP-nya, kita bisa dapat manajemen yang terbaik, kita bisa dapat pasarnya, kita bisa dapat pengalaman mereka, Sehingga nanti ekonomi kita akan kuat.
Saudara-saudara,<br>
Sebagai contoh untuk meningkatkan hasil daging kita, kita perlu sapi yang banyak, ya. Dengan itu kita bisa mendapatkan teknologi kloning. Dengan kloning, kita bisa memperbanyak kita punya ternak.
Kita juga telah membangun Bank Emas Indonesia. Kita ingin Emas Indonesia tidak hanya ditambang di negeri ini, tapi disimpan, diperdagangkan, dan diberi nilai tambah di negeri orang lain. Hari ini dengan adanya Bank Emas yang baru beroperasi satu tahun, Bank Emas kita di Pegadaian dan di Bank Syariah Indonesia sudah mengelola 153 ton emas dengan nilai sekitar Rp360 triliun atau sekitar 20 miliar Dolar Amerika Serikat. Kekayaan Indonesia harus memperkuat tabungan, pembiayaan, dan perekonomian Indonesia.
Kita juga membenahi ekspor komoditas strategis. Sebelumnya, minyak mentah sawit Indonesia dijual di pelabuhan Indonesia, ya, dijual sekitar Rp15 ribu per kilogram, sementara harga di bursa Rotterdam, Belanda, harganya Rp27 ribu per kilogram. Padahal di Belanda, satu hektare pun enggak ada kebun kelapa sawit. Artinya, sesungguhnya kita telah hilang 50 persen nilai komoditas kita.
Karena itu, pada 20 Mei 2026, Hari Kebangkitan Nasional kita, di aula terhormat ini, di hadapan Majelis terhormat ini, saya telah mengumumkan pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI) sebagai pintu tunggal ''processing export'' komoditas milik Indonesia. Saya ulangi, processing-nya, bukan bahwa satu PT yang akan menguasai komoditas dan mengekspor, tidak. Tapi, sekarang kita bisa monitor berapa yang muat di atas kapal, berapa ton, berapa yang dilaporkan di atas kertas, berapa yang sampai ke tujuan ekspor. Kita tidak ingin laporan yang satu berbeda dengan laporan di negara tujuan.
Sejak mulai beroperasi pada 1 Juni 2026, hanya dengan tiga komoditas: batu bara, kelapa sawit, dan besi baja ya ''ferro'', dalam waktu dua bulan 13 hari, DSI sekarang telah mengelola devisa ekspor senilai 14 miliar dollar Amerika dari hanya tiga komoditas strategis.
Lebih dari 6.000 transaksi ekspor tiga komoditas tersebut telah dimonitor oleh DSI. DSI telah menemukan potensi tambahan 5 miliar Dollar, hanya dari perbedaan dan penyesuaian harga, Saudara-saudara sekalian, dari pembayaran devisa hasil ekspor. Bayangkan kalau dalam waktu yang akan datang, semua komoditas ekspor kita akan dimonitor dan dikelola oleh DSI, berapa peningkatan hasil yang akan masuk ke negara?
Saudara-saudara sekalian,<br>
DSI akan meningkatkan pengawasan meliputi 50 pelabuhan di 25 provinsi. Dan, sebagaimana saya katakan, DSI akan mengelola semua komoditas ekspor strategis kita, tidak hanya tiga.
Kita tidak ingin lagi bangsa Indonesia dicurangi. Kekayaan Indonesia tidak boleh memperkaya segelintir orang dan meninggalkan rakyatnya sendiri hidup susah. Ini bukan saja tidak adil, ini bukan sikap negara yang pandai, Saudara-saudara. Barang kita, milik kira, orang lain yang tentukan harganya, Saudara-saudara. Ini melanggar prinsip-prinsip ekonomi, melanggar prinsip pasar. Dan, pihak-pihak ''rating agencies'' bahkan banyak lembaga-lembaga keuangan menilai bahwa DSI adalah langkah positif bagi rakyat Indonesia. Mereka yang mengatakan, bukan kita. Mereka yang mengatakan. Kita menghargai semua masukan, tapi kalau kita yakin kita berada di jalan yang benar, kita terus akan kerja. Kita tidak mau dibuat raport oleh bangsa lain, tapi kita terbuka untuk masukan.
Sidang Majelis yang saya hormati, Saudara-saudara sekalian,<br>
Kekuatan ekonomi Indonesia berada di desa: pada petani kita, nelayan kita, pedagang kita, pengrajin kita, perempuan kita, kepala keluarga kita, dan anak-anak muda kita, yang membangun usaha di kampung-kampung mereka sendiri. Kita ingat waktu krisis ’98, krisis moneter, bank-bank besar tutup, perusahaan-perusahaan besar bangkrut, banyak yang jual, tapi ekonomi desa, ekonomi kerakyatan justru tetap kuat, kokoh, yang menyelamatkan kita justru adalah UMKM dan ekonomi kerakyatan.
Karena itu, konektivitas antar desa harus baik. Tahun ini kita telah menyelesaikan 2.500 jembatan desa yang dibangun oleh TNI, dan 874 jembatan desa yang dibangun oleh Kepolisian RI. Target kita pada akhir tahun ini selesai 5.000 lebih jembatan desa.
Tidak boleh lagi ada anak-anak kita yang harus bertaruh nyawa menyeberang sungai untuk ke sekolah karena tidak ada jembatan. Berangkat ke sekolah harus berjalan berjam-jam. Berangkat, basah. Di kelas, basah. Pulang, basah. Saudara-saudara sekalian, tidak boleh terjadi.
KIta berharap para gubernur, para bupati, para camat, para kepala desa semuanya mengecek desa-desanya, di mana lagi dibutuhkan jembatan desa, laporkan. Kalau gubernur, bupati, kepala desa tidak bisa mengatasi, pemerintah pusat akan turun dan mengatasi. Kita tidak akan membiarkan rakyat kita terlantar. Juga ibu-ibu kita, petani-petani kita tidak boleh berjam-jam menuju pasar mereka.
Kita mencari dan membangun juga titik-titik air bersih untuk desa-desa kita. Banyak rakyat kita yang tidak punya akses kepada air bersih. Mereka harus berjalan dengan susah payah berkilo-kilo hanya untuk mengambil satu atau dua jerigen air bersih untuk minum, untuk mandi, untuk wudhu, belum lagi air untuk ternak mereka, air untuk tanaman mereka.
Tahun ini di delapan bulan pertama tahun 2026, kita sudah membangun 3.000 titik air desa yang dibangun oleh TNI. Terima kasih, TNI.
Tadi saya sudah singgung, kita membangun Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih sebagai pusat ekonomi rakyat desa. Tadi saya singgung, per hari ini, sudah 10.000 Koperasi telah beroperasi. Dari 10.000, 3.300 Koperasi telah beroperasi secara optimal, sisanya masih menghadapi masa penyesuaian.
Operasional optimal artinya semua sarana sudah ada, listrik, air dan semua berjalan. Stok bisa dimonitor oleh sistem digital terpusat. Koperasi sudah bisa menjadi ''offtaker''. Koperasi jadi pembeli hasil pertanian dan perikanan setempat. Koperasi sudah punya angkutannya sendiri, ini juga saya kira pertama dalam sejarah Republik Indonesia bahwa koperasi diorganisir, dibantu, dan dilengkapi dengan angkutannya sendiri. Tidak ada lagi nanti panen yang rusak, karena tidak ada yang mau beli, karena tidak ada truk yang mengambil panen tersebut. Mangga yang rusak, rambutan yang rusak, tomat yang rusak, wortel yang rusak, insyaallah ini bisa kita bantu rakyat kita secara optimal.
Target kita, 30.000 Koperasi beroperasi secara optimal pada akhir 2026. Ini target. Kita cantumkan target kita tinggi. Kita ingat kata-kata Bung Karno, gantungkan cita-citamu setinggi langit, kalau kau tidak berhasil minimal kau jatuh di antara bintang-bintang. Target harus tinggi, bekerja keras, insyaallah sampai. Kalau saya target 12.000 nanti sampainya, 11.000. Kalau nanti 30.000 sampainya 29.000, ini prestasi.
Saudara-saudara,<br>
Kekuatan ekonomi saya sebut ada di UMKM. Kita juga telah mengatur pembagian hasil yang lebih adil bagi pengemudi-pengemudi ojek ''online'' (ojol) dan aplikator. Tadinya pengemudi ojol hanya mendapat 80 persen dari penghasilan mereka, karena aplikator minta 20 persen. Tapi dengan rekomendasi Pemerintah, saya enggak mau sebut intervensi, saya pakai istilah rekomendasi, tapi sebetulnya ya agak intervensi juga itu. Para pengemudi sekarang mendapatkan 92 persen dari hasil mereka, dan banyak pengemudi melaporkan penghasilan mereka naik signifikan, ada yang dua kali, bahkan ada yang mengatakan dia naik tiga kali, Saudara-saudara.
Saudara-saudara,<br>
Kita juga menggerakkan ekonomi hijau, Sistem Registri Unit Karbon untuk pertama kali kita berlakukan di Indonesia. Dan, bursa nilai ekonomi karbon telah kita dirikan dan telah berjalan dengan mengadopsi standar karbon dunia. Hutan yang kita jaga, hutan lindung, semua hutan artinya emisi karbon kita kurangi, dan untuk itu bangsa-bangsa yang keluarkan emisi yang besar, dia bersedia bayar kita. Inilah, Saudara-saudara, ekonomi hijau harus memberi manfaat kepada rakyat kita. Kita bangun, tapi harus memberi nilai tambah kepada rakyat kita.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Pembangunan yang paling menentukan masa depan adalah pembangunan manusia. Kita memulai dari hal yang paling dasar, yaitu gizi. Tidak boleh ada anak-anak kita belajar dalam keadaan lapar. Tidak ada anak yang dapat belajar dengan baik apabila ia lapar. Mungkin sebagian di antara kita tidak akan pernah melihat atau merasakan anak-anak yang tidak makan pada pagi hari. Tapi itulah kenyataan yang kita hadapi, dan kita laksanakan program MBG ini untuk mengatasi itu. Untuk mengatasi ''stunting'' yang masih dialami oleh anak-anak kita di beberapa tempat, setinggi 25 persen anak-anak kita.
Satu dari empat anak Indonesia ada yang mengalami ''stunting''. Sel otak tidak berkembang dengan baik. Sel otak tidak berkembang dengan baik. Sel tulang tidak berkembang dengan baik. Sudah-sudah sekalian. Untuk jadi buruh pelabuhan saja, ia mungkin tidak akan sanggup. Untuk jadi petani, buruh tani saja, mungkin dia juga tidak akan sanggup. Kita tidak boleh menerima satu dari empat anak Indonesia mengalami stunting. Kita tidak boleh menerima itu. Dan karena itu, saya bertekad teruskan program MBG. Tapi dengan perbaikan, dengan efisiensi.
Saya menilai mereka yang mau korupsi dari makan untuk anak-anak ini, ini adalah orang-orang biadab. Ini adalah orang-orang yang tidak pantas kita hormati. Menurut saya, ini sudah sama sekali tidak ada nilai kemanusiaan.
Hari ini hadir bersama kita Christina Beno. Siswi kelas 6 Sekolah Dasar dari Merauke, Papua Selatan. Christina, terima kasih. Pertama kali kamu hadir di MPR ini. Satu saat mungkin kamu duduk di atas sini. Sekarang sudah ada Menteri ESDM dari Papua. Kita tidak tahu, suatu saat anak Papua akan memimpin negeri ini. Kita tidak tahu. MDG telah membantu Christina menjadi lebih buger, lebih fokus, dan lebih rajin hadir di sekolah. Bagi sebagian orang, satu piring makanan terlihat biasa atau sederhana. Bagi Christina dan sekarang sudah puluhan juta penerima MBG, setiap hari sekolah satu piring makanan adalah tenaga untuk belajar. Protein untuk tumbuh badan yang sehat, sel otak yang sehat, sel tulang yang sehat, sel otot yang sehat. Mereka dapat belajar dan mereka dapat berkembang sebagai anak Indonesia yang sehat dan cerdas. Mereka kini punya masa depan yang lebih baik. Mari kita tepuk tangan untuk Christina dan semua anak Indonesia, semua ibu-ibu yang sedang hamil dan semua orang tua dan usia. Negara tidak akan tinggalkan kalian semua. Negara bersamamu, negara akan hadir bersamamu. Itu janji kita semua di Majelis ini.
Memberi makan bergizi saja kita sadar tidak cukup, anak-anak kita harus memperoleh pendidikan yang baik, karena itu kita jalankan program perbaikan sekolah terbesar dalam sejarah kita. Sampai tahun ini kita telah perbaiki lebih dari 71.744 sekolah. Tahun lalu 17.000, tahun ini 71.000 lebih. Tahun depan target kita 100.000. Tahun 2028, 100.000. Tahun 2029, semua sekolah di Indonesia, SD, SMP, SMA, SMK termasuk di pesantren-pesantren harus kita selesai renovasi. Bahkan di pulau yang paling terluar, yang paling terpencil, pulau Miangas, kita sudah perbaiki sekolah di Miangas, dan kita akan perbaiki puskesmas di situ. Dan, sekarang sudah ada satgas khusus untuk pulau-pulau terluar dan terpencil, di Sabang, di pulau paling barat Indonesia, di Merauke, dan di seluruh Indonesia.
Kita juga telah membagikan layar pintar interaktif, ''interactive flat panel'' untuk semua sekolah di Indonesia. Tahun lalu kita berhasil membagikan satu layar setiap sekolah. Desember 31, kita akan membagikan tambahan tiga layar setiap sekolah. Artinya, setiap sekolah di Indonesia akan memiliki empat ruang kelas yang dilengkapi dengan layar pintar interaktif. Artinya, guru-guru kita di mana pun punya akses kepada kurikulum, akses kepada konten, di hampir semua bidang yang ada di kurikulum pendidikan sekolah di Indonesia dan di luar Indonesia. Mereka bisa mengulang-ulangi pelajaran. Kalau mereka tidak kuasai, bisa dua kali, tiga kali, mereka juga bisa dari rumah mengakses program ini. Dan, kita akan membuat studio-studio terpusat dengan guru-guru terbaik yang akan mengadakan siaran jarak jauh yang ribuan sekolah bisa akses. Pelajaran apapun kita akan kumpulkan guru-guru terbaik, termasuk bahasa asing. Bahasa asing mutlak harus kita kuasai. Kita akan mulai bahasa asing untuk anak-anak kita mulai dari SD. SD kelas satu mereka harus mulai bahasa asing. Bahasa-bahasa yang paling penting, bahasa Inggris, bahasa Mandarin, bahasa Arab, bahasa-bahasa juga Jepang, Korea, bahasa Spanyol, bahasa Prancis. Dari kecil di bawah 11 tahun, 12 tahun, mereka lebih cepat belajar. Anak-anak kita harus punya akses kepada pendidikan terbaik agar mereka nanti kalau masuk, kalau sudah mencari lapangan kerja mereka punya kemampuan lebih, mereka bisa diterima di mana-mana, mereka bisa kerja dengan pihak mana pun. Dan, kita mengerti sekarang Tiongkok ekonomi yang paling dinamis, tapi Jepang juga maju, Korea juga maju, Prancis juga maju. Spanyol, banyak negara bicara Spanyol, banyak negara bicara Prancis, banyak negara bicara bahasa Arab. Kita juga harus belajar bahasa Rusia, mereka kuat di bidang sains dan teknologi.
Saudara-saudara,<br>
Sekarang banyak negara di mancanegara kekurangan tenaga kerja. Setiap pemimpin saya ketemu bertanya, bisa enggak tenaga kerja dari Indonesia? Mereka perlu untuk kerja di bidang pariwisata, pariwisata ya harus bisa belajar bahasa. Mereka butuh di rumah sakit mereka, mereka butuh perawat, mereka butuh ''caregiver'', harus bisa bahasa. Dan, orang Indonesia dikenal ramah, pulut, dan sopan. Karena itu, tenaga kerja kita diharapkan nanti bisa menjadi kompetitif di dunia, memperkuat ekonomi Indonesia.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Kita juga membangun sekolah rakyat, sekolah berasrama bagi anak-anak dari keluarga yang paling tidak berdaya. Dengan ruang kelas, tempat tinggal, makanan bergizi, komputer, guru, dan lingkungan yang aman. Strateginya adalah kita harus memutuskan lingkaran kemiskinan. Kalau orang tua mereka menghadapi nasib yang kurang baik, mengalami kondisi keterpurukan, kondisi kemiskinan, anak-anak mereka tidak boleh terus miskin. Sesuai Pasal 34 Undang-Undang Dasar negara kita, negara harus intervensi. Hari ini 93 sekolah rakyat permainan sudah kita buka, nantinya sekolah rakyat rintisan sudah 182, sekolah dan nantinya semua kabupaten akan punya satu sekolah rakyat.
Salah satu siswanya adalah Muhammad Rizki Pratama, usia 12 tahun. Rizki pernah mengayuh sepeda, puluhan kilometer, sambil membawa sekitar 30 kilogram ikan untuk dijual. Bayangkan. Rizki berdiri lagi, Rizki berdiri lagi. Bayangkan, badan seperti ini naik sepeda membawa 30 kilo ikan. Luar biasa kau, Rizki! Kau anak yang baik. Ia sempat putus sekolah dan waktu masuk sekolah, rakyat, ia belum lancar membaca, dan belum bisa menghitung dengan baik. Hari ini Rizki kembali ke sekolah. Ia mendapatkan kembali haknya untuk belajar dan menata cita-cita. Tidak ada investasi yang lebih berharga daripada mengembalikan masa depan seorang anak, Saudara-saudara sekalian. Saya yakin Rizki, kau akan menjadi pribadi yang kuat.
Hadir pula Citra Nur Ramadani dari Kabupaten Pangkajene. Dari Provinsi Sulawesi Selatan. Ketika kelas 4 Sekolah Dasar, Citra hampir putus sekolah karena harus membantu ibunya berjualan kacang. Ayahnya telah wafat dan ibunya penyandang disabilitas. Sekolah Rakyat memberi Citra kesempatan untuk belajar tanpa meninggalkan keluarganya menghadapi perjuangan sendiri. Citra pun kemarin berhasil menjadi juara karate tingkat kabupaten. Citra, umurmu berapa, Citra? Sepuluh tahun. Ya, nanti 10 tahun lagi lah kau boleh pacaran. Citra, kau boleh pacaran setelah sabuk hitam karatemu. Jadi, enggak ada yang berani nanti main-main sama kau.
Kemarin saya juga mendapat kabar, tujuh siswa sekolah rakyat di Makassar berhasil menang Olimpiade Nasional Indonesia ke-15 di bidang Matematika, Biologi, Bahasa Indonesia, Sejarah, dan Sosiologi.
Juga ada Ismi Ulfaidah dari Sekolah Rakyat Polewali Mandar, Sulawesi Barat yang berhasil terpilih menjadi paskibraka nasional. Capaian ini membuktikan bahwa pelajar dari keluarga yang paling tidak berdaya, paling tidak mampu, jika diberi kesempatan, diberi fasilitas, diberi bimbingan, bisa mencapai prestasi yang tertinggi.
Risky, Citra, dan seluruh siswa-siswi Sekolah Rakyat di mana pun kalian berada, kami di sini untuk kamu semua. Kami semua di sini untuk memastikan bahwa kamu punya masa depan, kamu punya kesempatan yang baik. Tidak ada anak Indonesia pun yang akan kita tinggalkan. Saudara-saudara kalian,
Mari kita beri tepuk tangan kepada anak-anak siswa-siswi Sekolah Rakyat.
Saudara-saudara kalian,<br>
Adil itu tidak berarti negara beri semua orang perlakuan yang sama. Adil adalah ketika negara beri dukungan yang sesuai dengan kebutuhan. Karena itu, bagi anak-anak kita yang memiliki bakat dan kecerdasan istimewa, kita juga telah selesaikan pembangunan empat SMA unggul, yaitu SMA Garuda, di Belitung Timur, Konawe Selatan, Bulungan, dan Timur Tengah. Dan, sudah ada lebih dari 20 SMA Unggul Garuda Transformasi.
Jadi sekolah yang sudah ada, mereka daftar ikut dalam kurikulum SMA unggul Garuda. Apa yang membedakan? Karena, SMA ini menggunakan kurikulum internasional, IB, yang sesuai dengan standar tertinggi, sama dengan sekolah-sekolah terbaik di dunia. Dan, kita siapkan mereka untuk masuk ke universitas-universitas yang terbaik di dunia.
Saudara-saudara,<br>
Sekolah Unggul Garuda Transformasi, tadi saya salah bukan 20, sudah menjangkau 42 sekolah di 15 provinsi, terdiri dari 12 sekolah tahun 2025 dan 30 sekolah tambahan pada tahun 2026. Kita juga sekarang, melalui Kementerian Pertahanan, telah memiliki lima SMA Taruna Nusantara, yang baru di Cimahi, Malang, Pagar Alam, IKN, dan Minahasa. Yang sudah beroperasi, yang sudah menjalankan tahun sekolah, tentunya yang pertama di Magelang.
Kepolisian RI dan LPKTB juga telah selesai membangun satu kampus SMA Taruna Bhayangkara. TNI dan Polri berkompetisi dalam kebaikan. Itu yang kita inginkan. Kompetisi baik dalam kebaikan. Kalau saya puji TNI, Kapolri agar resah. Saya puji Kapolri, TNI agar resah. Ini yang kita kehendaki, kompetisi yang baik. Jadi, mereka bersaing dalam kebaikan untuk mencapai prestasi yang lebih baik lagi.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Dengan kurikulum internasional yang kita jalankan, jumlah siswa S1 yang kita kirimkan ke kampus-kampus terbaik dunia, dengan beasiswa Garuda, sudah mencapai 416 mahasiswa di tahun 2025, 515 di tahun 2026. Di dalam negeri kita terus tingkatkan kualitas kampus-kampus kita. Tahun ini tujuh perguruan tinggi negeri kita berada dalam jajaran 500 kampus terbaik dunia dan ini harus kita perbaiki lagi. Universitas Indonesia berada dalam peringkat 191. UGM, ITB dan Universitas Airlangga berada dalam kelompok 300 besar. Sedangkan ITB, Universitas Penjajaran dan ITS berada di kelompok 500 besar. Tentunya, ini harus lebih baik lagi di tahun-tahun yang akan datang.
Negara harus menjaga kesehatan rakyat sebelum mereka sakit berat. Sejak diluncurkan pada Februari 2025, program Cek Kesehatan Gratis telah menjangkau 108 juta orang. Pada tahun 2025 tercatat 70,2 juta peserta dan sampai akhir bulan Juni 2026 tercatat 59,5 juta peserta, dengan sebagian warga mengikuti pemeriksaan pada kedua periode. Kita menghendaki ini harus lebih baik lagi. Tapi, ada sementara rakyat kita yang takut cek kesehatan, takut ketahuan sakitnya apa. Mungkin anggota DPR ini juga termasuk belum cek kesehatan. Rata-rata bulannya pasti tinggi ini, apalagi orang Jawa Tengah. Layanan Cek Kesehatan Gratis sekarang tersedia di 10.255 puskesmas pada 38 provinsi.
Pemerataan pelayanan juga terus kita lakukan. Pemerintah telah membangun dan meningkatkan 66 rumah sakit umum daerah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Hari ini, 20 rumah sakit umum daerah baru telah kita bangun sudah operasional. Negara juga telah menanggung penuh iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi 96,8 juta warga Indonesia yang tidak mampu. Mungkin JKN kita ini salah satu sistem jaminan kesehatan terbesar di dunia.
Untuk memperkuat pelayanan kesehatan kita, kita harus menghadapi dan menyelesaikan masalah kekurangan dokter umum dan dokter spesialis kita. Hampir semua puskesmas kita belum memiliki 13 jenis tenaga kesehatan secara lengkap. Menurut data Kementerian Kesehatan, 474 kabupaten kota butuh tambahan 84.781 dokter umum, 505 kabupaten kota butuh tambahan 127.580 dokter gigi, dan 481 kabupaten kota butuh tambahan 55.712 dokter spesialis, terutama di kabupaten kota yang jauh dari ibukota provinsi, terutama juga banyak di Indonesia Timur.
Untuk itu, selama 21 bulan terakhir, pemerintah telah membuka sembilan fakultas baru, serta 170 program studi spesialis dan subspesialis, baik yang berbasis perguruan tinggi maupun berbasis rumah sakit. Kita menghadirkan program studi spesialis untuk pertama kali di sebelas provinsi untuk mengejar kebutuhan dokter umum, dokter gigi dan dokter spesialis kita.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Untuk itu, kita harus mencari solusi, kita harus memperbanyak dokter-dokter spesialis, dokter-dokter gigi, dan dokter-dokter umum kita, karena dari kerusakan gigi bisa menghasilkan kerusakan organ-organ lain di tubuh itu, Saudara-saudara sekalian. Perlindungan sosial kita sadari harus semakin tepat sasaran, mudah dan bermartabat. Per hari ini digitalisasi pendaftaran bantuan sosial untuk program PKH telah berjalan di 153 kabupaten dan kota pada 38 provinsi. Lebih dari 3 juta keluarga telah terdaftar menuju target 49 juta keluarga pendaftar atau lebih dari 50 persen keluarga Indonesia pada saat implementasi nasional. Sebelumnya, keluarga tidak mampu harus mengeluarkan 150 ribu Rupiah untuk perjalanan, dokumen, foto kopi, dan waktu kerja yang hilang. Sekarang pendaftaran dapat dilakukan tanpa biaya, gratis. Pemeriksaan kelayakan yang sebelumnya dapat memakan waktu 75-200 hari, kini dapat diselesaikan dalam hitungan menit atau jam. Rakyat yang tidak mampu tidak boleh bayar untuk membuktikan bahwa ia tidak mampu. Rakyat juga tidak boleh berkali-kali menyerahkan data yang sebenarnya sudah dimiliki oleh negara. Digitalisasi pada program perlindungan sosial harus kita terus perlukan pada semua program bantuan sosial, bantuan pemerintah, dan juga subsidi. Sebagai implementasi agenda pro-kesra terintegrasi, juga untuk meningkatkan tepat sasaran, transparansi, dan kemudahan bagi masyarakat Indonesia.
Hari ini,hadir bersama kita Ibu Susana dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian, mengupas bawang dengan upah 700 ribu rupiah per kilogram. Program Keluarga Harapan dan Program Sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya.
Hadir pula Ibu Margaret Lita Roy dari Kupas, Nusa Tenggara Timur. Sejak kecil ia hidup dalam kesulitan dan tidak pernah mengenyam pendidikan. Pada usia 38 tahun ia masih berdagang serta merawat tantenya yang sudah berusia 80 tahun. Bantuan sosial ATENSI berupa beras dan minyak menjadi penopang keluarganya. Negara hadir bukan untuk menggantikan kerja keras rakyat. Negara hadir agar kerja keras rakyat tidak sia-sia.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Sebagaimana tadi disinggung oleh Ketua DPD RI dan sebagaimana berkali-kali saya sampaikan bahwa pembangunan adalah sebuah ''long march'' suatu perjuangan panjang. Apa yang kita bisa lakukan sekarang, kita tingkatkan, kita perbaiki, kita tambah, tapi dirintis oleh presiden-presiden dan pemimpin-pemimpin sebelum saya. Banyak program perlindungan sosial dirintis oleh Presiden SBY, oleh Presiden Jokowi. Saya meneruskan apa yang mereka rintis. Semua yang kita alami, hasil dari kepemimpinan Bung Karno, kepemimpinan Pak Harto, kepemimpinan Pak Habibie, kepemimpinan Gus Dur, kepemimpinan Ibu Megawati. Sekarang, kita teruskan.
Rumah bukan sekedar bangunan. Rumah adalah tempat keluarga berlindung, tempat anak belajar, dan keluarga bertumbuh. Tahun 2026 sampai 30 Juni, pemerintah telah menyalurkan bantuan stimulan perumahan swadaya, bantuan renovasi rumah bagi 83.907 rumah. Ini masih jauh dari sasaran kita. Kita harus bekerja keras untuk tambah. Juga, kita telah bantu pembelian rumah murah dengan program FLPP dan sekarang sudah menjangkau hampir 100.000 rumah. Kredit program perumahan telah menjangkau 90.878 debitur.
Hadir bersama kita hari ini Ibu Telma Homena dari kota Manado. Rumahnya dahulu memiliki fondasi rapuh, dinding, lantai, dan atapnya rusak, melalui BSPS, keluarganya dapat memperbaiki rumah itu. Kita akan sekarang mencari langkah-langkah untuk menambah perbaikan rumah.
Hadir juga Bapak Andre Kawaru dari Samarinda. Ia berdagang kelinci dari pasar ke pasar, malam hari. Bertahun-tahun hidup di rumah kontrakan, melalui KPR subsidi FLPP, Pak Andre kini memiliki rumah sendiri. Bagi keluarga Pak Andre dan jutaan rakyat Indonesia, rumah bukan sekedar aset. Rumah adalah ketenangan martabat dan masa depan.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Delapan satu tahun yang lalu, para pendiri mewariskan kepada kita sebuah republik. Republik ini tidak didirikan agar negara sekedar ada. Republik ini didirikan agar rakyat tidak akan pernah merasa sendiri, agar rakyat merasa pemerintah ada di sampingnya. Tugas kita bukan sekedar menjaga republik itu tetap berdiri. Tugas kita adalah memastikan republik ini berhasil sebagai bangsa, republik ini berhasil punya kemampuan untuk hadir di tengah-tengah rakyat dan menghadirkan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia. Mari kita buktikan kepada dunia bahwa demokrasi kita dapat menghasilkan kesejahteraan.
Terima kasih, Ketua MPR. Terima kasih, Ketua DPD RI. Selalu dibicarakan persatuan, persatuan, persatuan. Dari Bung Karno selalu bermimpi persatuan Indonesia. Kita berbeda. Dari dasinya saja kita lihat, kita berbeda. Tapi satu, cinta merah putih.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Semoga Tuhan Mahabesar melindungi bangsa Indonesia menghadapi masa-masa yang sulit dengan optimis, dengan gembira, dengan keberanian.
Merdeka! Merdeka! Merdeka!
''Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh'',<br>
Salam sejahtera untuk kita sekalian,<br>
''Syalom'',<br>
''Om santi santi santi om'',<br>
''Namo Buddhaya''.
Jam saya 12 kurang 15. Terima kasih. Selesai.
Terima kasih semuanya.
[[Kategori:Pidato Presiden Indonesia|2026 Kenegaraan]]
r3bv8ioy3pc502iwcllkevs1vaeb1fe
313208
313206
2026-08-16T03:00:44Z
Fikri RA
2053
313208
wikitext
text/x-wiki
{{header
| title = Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026
| author = Prabowo Subianto
| translator =
| section =
| previous =
| next =
| year = 2026
| portal = Pidato
| wikipedia =
| commons =
| commonscat =
| wikiquote =
| wikinews =
| wiktionary =
| wikibooks =
| wikiversity=
| wikispecies=
| meta =
| notes = Sumber: [https://presidenri.go.id/transkrip/sidang-tahunan-mpr-ri-dan-sidang-bersama-dpr-ri-dan-dpd-ri-tahun-2026/ Presidenri.go.id] dan [https://www.youtube.com/watch?v=P6LamfJEglU YouTube TVR Parlemen]
}}
''Bismillahirrahmanirrahim''.
''Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh'',<br>
Salam sejahtera bagi kita sekalian,<br>
''Syalom'',<br>
''Om swastyastu'',<br>
''Namo buddhaya'',<br>
Salam kebajikan,<br>
Rahayu, rahayu, rahayu.
Yang saya hormati, Wakil Presiden Republik Indonesia saudara Gibran Rakabuming Raka beserta Ibu Selvi Gibran Rakabuming Raka;<br>
Yang saya hormati, Presiden ke-7 Republik Indonesia Bapak Joko Widodo, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia H. Muhammad Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-11 Republik Indonesia Bapak Boediono, Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia Bapak Kyai H. Profesor Ma’ruf Amin, istri Presiden ke-4 Republik Indonesia Ibu Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, istri Wakil Presiden ke-9 Republik Indonesia Ibu Soraya Hamzah Haz;<br>
Para pimpinan lembaga tinggi negara, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Saudara Ahmad Muzani beserta para mantan ketua dan mantan wakil ketua dan anggota MPR-RI;<br>
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Saudari Puan Maharani beserta para ketua, para mantan wakil ketua dan para anggota DPR-RI yang saya hormati;<br>
Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Saudara Sultan Bachtiar Najamudin beserta para mantan ketua dan para wakil ketua dan para anggota DPD-RI yang saya hormati;<br>
Ketua Mahkamah Agung Prof. Sunarto, Ketua Mahkamah Konstitusi Suhartoyo, Ketua Komisi Yudisial Saudara Abdul Chair Ramadhan, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Saudari Isma Yatun;<br>
Para Menteri Koordinator, para Menteri, para Kepala Badan, para Penasihat Khusus Presiden, Jaksa Agung, Kapolri, Panglima TNI, Kepala BIN, dan Kepala Staf Angkatan, serta seluruh anggota Kabinet Merah Putih yang saya banggakan;<br>
Yang terhormat para pimpinan partai politik, Ketua PDI Perjuangan diwakilkan Saudari Puan Maharani, Ketua Umum Partai Golongan Karya Saudara Bahlil Lahadalia, Partai Gerindra saya sendiri tetapi juga hadir Ketua Harian Prof. Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Saudara Zulkifli Hasan, Ketua Umum Partai Demokrat Saudara Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Saudara Abdul Muhaimin Iskandar, Presiden Partai Keadilan Sejahtera Saudara Ali Muzzammil Yusuf, Ketua Umum Partai Nasional Demokrat Saudara Surya Dharma Paloh, para Duta Besar negara sahabat yang hadir;<br>
Yang saya hormati para kepala daerah, para gubernur, para bupati, wali kota, dimanapun engkau berada;<br>
Rekan-rekan pers, media yang hadir;<br>
Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai dimanapun engkau berada.
Pertama-tama, sebagai insan yang bertakwa marilah kita tidak henti-hentinya memanjatkan syukur ke hadirat Tuhan yang Mahabesar, Tuhan yang Maha Esa, Allah SWT bagi umat Islam, atas segala rahmat dan karunia-Nya yang diberikan kepada kita atas kesehatan nafas yang masih kita nikmati, atas perdamaian yang diberikan pada negara yang diberikan kepada negara dan bangsa kita di tengah dunia yang penuh peperangan, pertikaian, konflik, dan ketidakpastian. Atas rahmat Illahi hari ini kita dapat hadir pada Sidang Tahunan MPR-RI dan Sidang Bersama DPR-RI dan DPD-RI Tahun 2026 dalam keadaan sehat tidak kekurangan apapun, dan dengan penuh semangat cinta tanah air.
Pagi ini saya kembali berdiri di aula yang terhormat ini, di aula yang sama, tempat saya telah ucapkan sumpah sebagai Presiden Republik Indonesia dan Saudara Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia. Pada hari itu 20 Oktober 2024 di hadapan majelis terhormat, di hadapan seluruh rakyat Indonesia, dan yang paling penting di hadapan Tuhan Yang Mahakuasa, saya telah bersumpah akan menjalankan kepemimpinan negara dan bangsa dengan tulus dan jujur, mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia termasuk mereka yang tidak memilih saya. Untuk menunaikan janji-janji yang telah saya ucapkan dan menunaikan sumpah saya sebagai Presiden Republik Indonesia, saya telah pimpin pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia selama 21 bulan dengan empat pedoman utama.
Pertama, kami bekerja untuk menjaga dan melaksanakan perintah-perintah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945. Kedua, kami bekerja untuk menjaga, menjalankan dan melindungi kepentingan inti nasional yang vital (''the core and vital national interest''), hal ini termasuk menjaga dan mengelola dengan sebaik-baiknya kekayaan bangsa Indonesia agar dapat sepenuhnya dimanfaatkan untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia. Ketiga, kami bekerja untuk mengatasi kesulitan rakyat dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Keempat, dalam bekerja kami selalu berorientasi kepada kepentingan rakyat dan kepentingan anak-anak mereka dan cucu-cucu mereka.
Hari ini, 21 bulan sejak sumpah itu saya ucapkan, saya kembali ke hadapan majelis ini, saya kembali untuk menyampaikan apa yang telah kita kerjakan, apa yang mulai kita lihat hasil-hasilnya dan apa yang masih harus kita selesaikan. Saya belum bisa mengatakan bahwa seluruh persoalan bangsa telah selesai atau bahwa seluruh janji yang saya ucapkan telah tertunaikan, belum. Tetapi, dalam waktu kurang dari dua tahun kita telah buktikan bahwa dengan keberanian mengambil keputusan, dengan kerja keras didasari oleh hati yang tulus, kehendak yang jelas, orientasi kepada rakyat, dan dengan gotong royong seluruh unsur bangsa, masalah-masalah yang telah puluhan tahun dianggap sangat rumit atau terlalu rumit dapat kita mulai selesaikan. Saya tidak mengatakan selesai, saya mengatakan kita mulai selesaikan.
Dalam 21 bulan tepatnya 663 hari sampai hari ini, pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara, sebagian masalah-masalah itu telah berpuluh tahun tidak bisa kita selesaikan. Artinya, kita bisa mengatakan bahwa kita telah putuskan satu kebijakan transformatif setiap lima hari. Demikian kerasnya menteri-menteri saya dan pembantu-pembantu saya telah bekerja, beberapa di antara mereka terpaksa masuk rumah sakit, ada yang pingsan, ada yang operasi, banyak yang kecapaian. Saya berjanji kepada mereka bahwa dalam sisa masa jabatan saya ini, saya akan memberi lebih banyak waktu istirahat untuk mereka dan mereka menjawab janji tinggal janji. Demikian bukti kesungguhan dari pemerintah yang saya pimpin, menurut pembantu-pembantu saya dalam kalender saya tidak ada hari merah. Yang ingin saya sampaikan, kita menerima amanah itu dengan penuh kehormatan. Tugas dari rakyat adalah kehormatan yang mulia bagi kita, karena itu kita akan bekerja dengan sekeras-kerasnya, kita akan habis-habisan bekerja untuk rakyat dan bangsa kita. Dan, karena kebijakan-kebijakan kita dan kerja keras kita, swasembada pangan yang dahulu kita targetkan tercapai dalam empat tahun ternyata kita berhasil dalam waktu satu tahun.
Di tengah dunia sekarang yang sangat khawatir terhadap kelaparan massal akibat kesulitan pangan dan cuaca yang tidak menentu, kita alhamdulillah dapat saya laporkan di majelis ini soal pangan, soal makanan untuk rakyat Indonesia kita berada dalam keadaan aman dan kita akan mampu menghadapi tantangan-tantangan termasuk tantangan ''El Nino'' yang katanya tahun ini ''El Nino''-nya akan berat, berarti ''El Nino'' yang paling dahsyat. Kita telah mencapai itu dengan keberanian menghadapi masalah, 145 aturan penyaluran pupuk telah kita hilangkan, harga pupuk berhasil kita turunkan 20 persen, hal ini terjadi pertama kali dalam sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia, pertama kali harga pupuk dapat kita turunkan kepada rakyat. Tetapi pada saat yang bersamaan harga turun, tetapi volume ketersediaan pupuk tambah untuk rakyat kita, Saudara-saudara, sehingga rakyat kita sekarang mudah mendapatkan pupuk dan karena itulah produksi meningkat dan karena itulah juga kita lebih cepat swasembada pangan.
Pada saat yang bersamaan, keuntungan PT Pupuk Indonesia, perusahaan negara, BUMN, keuntungannya naik 252,8 persen, harga pupuk turun, volume tambah tetapi keuntungan bagi PT Pupuk naik 252,8 persen. Ini adalah akibat kerja tim yang membantu saya; Menteri Pertanian dengan seluruh jajarannya, para penyuluh pertanian didukung oleh banyak kementerian lain didukung oleh Pemda, didukung oleh TNI dan Polri, semuanya ini dengan semangat gotong royong kita telah mencapai suatu prestasi yang diakui oleh dunia. Karena itu, tahun ini kita sudah swasembada delapan komoditas pangan. Kita telah swasembada beras, swasembada jagung, swasembada gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
Saudara-saudara,<br>
Kita masih belum swasembada daging, itu akan kita kerjakan yang insyaallah akan kita capai dalam lima sampai enam tahun ke depan. Janji swasembada energi sekarang sudah mulai kita wujudkan dengan pertama kali swasembada BBM jenis solar kita berhasil produksi diesel dengan B50 dari kelapa sawit, sehingga mulai tahun ini, mulai 1 Juli 2026 kita tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri. Dan, kita berhasil devisa Rp170 Triliun, sekitar US$9,5 miliar Amerika tidak lagi harus kita kirim ke luar negeri.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Janji makanan bergizi, bantuan sosial, dan hilirisasi tidak lagi menjadi rencana di atas kertas, semuanya telah berjalan dan manfaatnya mulai dirasakan rakyat. Sekali lagi, ini bukan alasan untuk kita berpuas diri, ini adalah rangsangan untuk kita bekerja lebih keras lagi, karena kita sadari kemerdekaan bukan hanya apa yang kita proklamasikan, kemerdekaan adalah apa yang dapat dirasakan oleh rakyat.
Delapan puluh satu tahun yang lalu, para pendiri bangsa mewariskan kepada kita sebuah negara dan sebuah cita-cita. Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur, Indonesia yang kekayaannya harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat dan tidak boleh hanya dinikmati oleh segelintir orang saja. Saya tidak menerima mandat dari rakyat untuk menjelaskan mengapa masalah tidak dapat diselesaikan, saya menerima mandat dari rakyat justru untuk menyelesaikan masalah-masalah dan mengatasi kesulitan-kesulitan rakyat. Kami memilih mengambil keputusan yang sulit. Pada hari ini daripada mewariskan masalah yang lebih berat lagi dan lebih rumit lagi kepada generasi-generasi penerus kita.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Pembangunan bangsa bukan pekerjaan Presiden seorang diri, bukan pekerjaan hanya pemerintah, republik ini dibangun oleh kerja sama seluruh lembaga negara, pemerintah pusat dan daerah serta seluruh elemen dari masyarakat, seluruh rakyat Indonesia.
Saudara-saudara,<br>
MPR RI terus menjalankan perannya sebagai rumah kebangsaan, memperkuat literasi konstitusi, merawat Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Demokrasi tidak boleh berhenti pada prosedur pemilihan, demokrasi harus memenuhi hak dasar rakyat dan berpegang kepada semua pasal-pasal di Undang-Undang Dasar kita. DPR RI bersama pemerintah telah menyelesaikan dan mengundangkan 13 Rancangan Undang-Undang sampai bulan Juli 2026. Salah satunya adalah Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, pengakuan bahwa setiap pekerjaan memiliki nilai martabat dan setiap pekerja berhak untuk memperoleh perlindungan.
DPD RI telah menghimpun 10.883 aspirasi dari 38 provinsi dan membawanya ke dalam dialog bersama pemerintah, dalam hal ini BAPPENAS dan kementerian-kementerian lainnya sebagai masukan bagi rencana kerja pemerintah 2027. DPD juga terus memperjuangkan Rancangan Undang-Undang Daerah Kepulauan yang kini sudah masuk ke pembahasan tripartit bersama DPR dan pemerintah, Insyaallah akan selesai.
Mahkamah Agung pada tahun 2025 menangani 38.148 perkara dan berhasil memutuskan 37.973 perkara, dengan demikian produktivitasnya adalah 99,54 persen. Sebanyak 96,74 persen perkara diselesaikan dalam waktu kurang dari tiga bulan, ini adalah capaian ketepatan waktu tertinggi dalam sejarah Mahkamah Agung. Kita beri penghargaan kepada Ketua Mahkamah Agung dan jajarannya. Sesungguhnya keadilan yang terlambat adalah ketidakadilan yang dipanjangkan. Mahkamah Konstitusi sepanjang 2025 telah menangani 701 perkara dan permohonan, termasuk 334 perselisihan hasil pemilihan kepala daerah. Sebanyak 598 perkara dan permohonan telah diputus sampai dengan 23 Juli, 84,51 persen permohonan ke MK diajukan secara daring sehingga warga dari Aceh sampai Papua tidak harus selalu datang ke Jakarta.
BPK menjaga agar setiap rupiah uang rakyat digunakan dengan benar dan tepat. Sepanjang 2025, rekomendasi hasil pemeriksaan BPK telah menghasilkan penyelamatan keuangan negara sebesar Rp112 Triliun. Kepercayaan dunia kepada auditor Indonesia juga meningkat. BPK terpilih menjadi ''Ketua International Organization of Supreme Audit Institutions'' (''INTOSAI'') periode 2008-2031, dan juga terpilih menjadi ''United Nations Board of Auditors'' periode 2026-2032.
Komisi Yudisial pada Januari sampai Juni 2026 menerima 1.402 laporan masyarakat dan 622 permohonan pemantauan persidangan. Komisi Yudisial telah mengusulkan kepada 121 hakim yang terbukti melanggar kode etik, termasuk 14 sanksi sedang dan 17 sanksi berat. Kita harus menjaga supremasi hukum dan kemandirian hakim. Pemerintah terus berusaha untuk meningkatkan taraf hidup hakim, tetapi kemandirian tidak berarti tanpa akuntabilitas hakim.
Saudara-saudara,<br>
Mengenai masalah hakim pemerintah telah berhasil menaikkan remunerasi hakim. Untuk hakim-hakim yang paling junior, penghasilan mereka telah naik 280 persen, tertinggi dalam beberapa dasawarsa. Sekarang penghasilan hakim-hakim kita, terutama yang junior, berada di atas rata-rata ASEAN. Bahkan, Ketua Mahkamah Agung telah melaporkan kepada saya bahwa penghasilan Ketua Mahkamah Agung Indonesia sekarang lebih tinggi dari penghasilan Ketua Mahkamah Agung Singapura, beliau yang lapor kepada saya.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,<br>
Kita harus memperkuat judikatif kita. Kita harus memperkuat lembaga-lembaga judikatif, karena para hakim mahkamah kita adalah benteng terakhir keadilan, adalah benteng kepada rakyat menuntut berharap bisa mendapat keadilan bahwa supremasi hukum dan keadilan tidak hanya untuk orang yang kuat tetapi rakyat kita yang paling tidak berdaya harus mendapat keadilan di mahkamah-mahkamah kita, di pengadilan-pengadilan kita.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Kita mengetahui dunia sedang menghadapi konflik geopolitik, perang dagang, perang terbuka di Eropa, di Timur Tengah dan berbagai tempat lainnya di dunia. Seluruh dunia mengalami gangguan rantai pasok dan tekanan ekonomi. Dalam keadaan seperti ini Indonesia harus semakin mampu berdiri di atas kaki kita sendiri, kita harus bisa mandiri. Kita tidak boleh tergantung pasokan-pasokan dari luar, karena kalau situasi tiba-tiba berubah ke arah yang lebih jelek kita harus ''survive''. Alhamdulillah, karena kerja keras kita, karena kepercayaan rakyat kepada pemerintah di tengah ketidakpastian global investasi tetap tumbuh. Sepanjang 2025, realisasi investasi mencapai Rp1.931 Triliun dan telah mencapai 2,7 juta lapangan kerja. Pada semester pertama 2026 ini saja realisasi investasi mencapai Rp1.010 triliun dan telah menciptakan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja.
Ekonomi kita pada kuartal pertama tahun 2026 tumbuh 5,61 persen dan pada semester pertama tahun 2026 tumbuh 5,45 persen, ini adalah pertumbuhan kuartal pertama dan pertumbuhan semester pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir ini. Dengan kebijakan-kebijakan yang tepat, yang rasional, yang menggunakan akal sehat, saya yakin pertumbuhan ekonomi kita di akhir tahun ini bisa mencapai angka 6 persen.
Tetapi, saya tegaskan di hadapan majelis ini, bagi saya pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir, tujuan kita adalah kesejahteraan rakyat kita. Pertumbuhan tinggi tidak bisa dinikmati oleh rakyat kita, kebanyakan tidak bermanfaat bagi kita. Setiap rupiah investasi harus menciptakan pekerjaan, harus menghasilkan perbaikan kualitas hidup rakyat kita terutama rakyat kita yang paling bawah, itulah orientasi pemerintah yang saya pimpin. Kita tidak boleh meninggalkan mereka yang tidak berdaya, kita tidak boleh membiarkan kelaparan ada di bumi Indonesia. Republik Indonesia anggota G20, tidak pantas masih ada rakyat kita yang lapar.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu memberi makan rakyatnya sendiri. Ketika kami menerima mandat, petani masih menghadapi pupuk yang sulit diperoleh, harga gabah yang jatuh setiap saat panen, aturan yang berbelit-belit. Kita harus berani menghadapi kesulitan dan masalah ini.
Dan dengan demikian, walaupun kita tidak menyalahkan siapapun, kita melangkah dengan mencari solusi. Birokrasi tidak boleh menghambat keputusan yang baik. Kita harus mengakui, masalah bangsa kita adalah antara lain masalah birokrasi yang berbelit-belit, birokrasi yang tidak bekerja dengan efisien. Para birokrat yang sering menggunakan jabatan dan wewenangnya untuk memperkaya diri, memperkaya keluarganya, dan memperkaya kelompoknya. Ini harus kita berantas, bukan kita tutup-tutupi. Era sekarang, era digital, era informasi, tidak ada gunanya kita tutup-tutupi. Justru kita harus selesaikan masalah ini, dan ini memerlukan persatuan di antara semua pemimpin dan kelompok politik, karena birokrasi yang tidak efisien, birokrasi yang korup akan menghancurkan suatu bangsa. Negara harus memudahkan rakyat, bukan mempersulit. Dan, kalau saya bicara, saya tidak hanya bicara kepada pemerintah pusat, justru saya bicara juga kepada pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten. Tanya rakyat, dengarkan suara rakyat. Mereka yang pertama akan menyampaikan, bahwa sering program-program tidak sampai ke rakyat.
Saudara-saudara,<br>
Hari ini hadir di tengah-tengah kita, kita mengundang Saudara Joko Purnomo. Bapak Joko ini Ketua Kelompok Tani dari Desa Purwosari, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Pak Joko telah 20 tahun bertani. Dengan air, teknologi, dan pupuk yang telah disediakan oleh pemerintah, ia sekarang mampu panen tiga kali setahun. Dengan produktivitas sampai sembilan ton padi per hektare. Penurunan harga pupuk 20 persen, ikut memangkas biaya produksinya. Mana Pak Joko? Kita tepuk tangan untuk Pak Joko sebagai wakil dari para petani Indonesia, para pahlawan bangsa, produsen pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Kita boleh punya tentara yang paling hebat, boleh punya pesawat terbang yang canggih. Kalau tidak ada makan, saya kira bangsa ini berhenti saja sebagai bangsa. Kerja keras petani, penyuluh, pemerintah daerah, saya katakan, semua unsur, TNI, Polri, terima kasih. Koperasi, BUMN Pangan, terima kasih atas kerja sama dan gotong royong Saudara-saudara. Kita telah menghasilkan capaian yang besar dan kita kadang-kadang harus menyadari bahwa kita, bangsa kita mampu mencapai hal-hal yang besar dan jangan kita selalu rendah diri, jangan selalu kita kalah sebelum bertarung.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Dalam satu tahun terakhir ini, Indonesia mencapai swasembada delapan komoditas pangan. Dan, dengan demikian, kita menyadari bahwa capaian kita cukup membanggakan. Kita masih belum swasembada bawah putih, kita berjuang agar dalam tiga tahun kita bisa mencapai swasembada bawah putih. Yang saya sebut tadi, daging masih belum, daging sapi yang belum, daging kerbau juga belum, tapi daging ayam sudah. Pada dasarnya, sebetulnya, untuk protein sebenarnya kita sudah swasembada, yaitu protein dari ikan, protein dari telur, protein dari daging ayam. Saudara-saudara, di hari ini, tadi sudah saya menyampaikan penghargaan khusus kepada mereka-mereka yang telah bekerja keras, sehingga kita bisa mencapai swasembada pangan ini.
Saudara-saudara,<br>
Selain itu, kita juga telah berhasil mencapai capaian-capaian yang berarti di sektor-sektor lain. Kita di bidang perikanan, kita sedang membangun Kampung Nelayan Merah Putih yang akan dilengkapi pelabuhan, dermaga, tempat pelelangan ikan, penyimpanan ruang dingin, bengkel, pengolahan hasil laut, perumahan, dan fasilitas sosial. Hari ini, 100 kampung nelayan telah kita bangun. Target kita 1.386 kampung nelayan akan berdiri dan berfungsi pada akhir Desember 2026.
Laut Indonesia harus menjadi sumber kemakmuran nelayan Indonesia. Nilai perikanan kita setiap tahun adalah sekitar 34 miliar Dolar, baru hanya mungkin lima persen yang dapat kita nikmati. Sisanya diambil oleh kapal-kapal negara lain tanpa izin kita. Bayangkan berapa nilai yang kita hilang tiap hari, tiap malam. Kita juga harus membangun armada kapal ikan yang modern. Kita butuh belasan ribu kapal. Ini tantangan berat, tapi kita harus mulai. Pada tahun 2027 akan datang kita targetkan, kita akan mulai membangun 1.582 kapal ikan modern.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Juga, tadi kita sudah singgung, dalam rangka memperkuat ekonomi rakyat dari bawah, kita juga membangun Koperasi-koperasi Desa Merah Putih. Hari ini, kita telah berhasil mendirikan dan mengoperasikan 10.000 Koperasi Merah Putih, 3.300 di antaranya operasi secara optimal. Dan, kita, target kita akhir tahun 2026 harus 30.000 Koperasi Merah Putih berdiri dan beroperasi dengan baik.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Dengan Koperasi Merah Putih ini, untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia dari sejak kita menerima kedaulatan, untuk pertama kali negara akan menguasai rantai pasok sendiri, sehingga tidak bisa kita dipermainkan oleh saudagar-saudagar yang hendak mempermainkan pasar. Kita tidak antipasar, tidak bisa kita antipasar. Ekonomi adalah didasarkan atas bergeraknya pasar. Tapi pasar bisa dimanipulasi, pasar bisa dirusak, pasar bisa diatur oleh mereka yang menguasai modal besar. Dan, karena itu, rakyat kita harus kita bantu, kita harus organisir, kita harus berdayakan melalui koperasi. Koperasi yang dibantu, koperasi yang diperkuat, koperasi yang diberdayakan.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Semua barang-barang subsidi akan disalurkan melalui Koperasi Merah Putih, sehingga barang-barang subsidi tidak boleh dan tidak bisa diperdagangkan. Subsidi adalah uang rakyat, barang yang disubsidi, disubsidi oleh uang rakyat, untuk rakyat, dan bukan dagangan.
Saudara-saudara,<br>
BUMN adalah milik seluruh rakyat Indonesia. BUMN tidak boleh milik direksi, bukan milik komisaris, bukan pula sumber dana bagi penguasa. Ketika kita bentuk Danantara, yaitu adalah dana kedaulatan kita, ''Sovereign Wealth Fund'', kita menemukan bahwa ada 1.074 BUMN. Dan, BUMN-BUMN itu ada yang punya anak perusahaan, dan ada yang punya cucu perusahaan, bahkan ada yang punya cicit perusahaan. Ini luar biasa. Saya mengira BUMN itu adalah 300 atau 400, [ternyata] 1074. Dan, BUMN-BUMN ini kadang-kadang bekerja seenaknya. Tidak bertanggung jawab kepada bangsa, kepada negara. Pemerintah tidak dianggap. Saya tidak paham bagaimana bisa terjadi seperti ini. Mungkin harus kita bentuk suatu pengadilan ad-hoc khusus, untuk kita usut pengurus-pengurus direksi 30 tahun ke belakang, mungkin.
Tapi saya juga akan menghadapi majelis, saya akan menghadapi DPR. Saya akan minta, kalau perlu kita memberi juga peluang, semacam amnesti khusus untuk mereka yang tobat, mereka yang sadar, mereka yang mengakui. Nah, ini saya serahkan kepada wakil-wakil rakyat untuk memutuskan. Kalau saya laporkan semuanya, saya takut rakyat kita marah semuanya.
Saudara-saudara,<br>
Terlalu banyak BUMN yang tidak produktif. Rugi terus, laporannya untung. ''Ngarang'' saja itu untungnya itu. Kita kena masalah, karena banyak perusahaan-perusahaan asing, kan, juga kerja sama dengan BUMN kita. Jadi kita harus menghilangkan ini, permainan-permainan ini.
Tapi saya dengan bangga, hari ini saya mau laporkan kepada majelis yang terhormat, hari ini kita telah menutup 290 BUMN. Pada Desember 31, 2026, kita targetkan hanya akan memiliki paling banyak 300 BUMN. [Sebanyak] 750 BUMN lebih akan kita tutup. Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah untuk rakyat akan kita pertahankan. Ini mungkin adalah restrukturisasi korporasi terbesar di dunia. Dengan perampingan jumlah BUMN, hari ini saja kita telah menghemat biaya ''overhead'' sekitar Rp50 triliun. Hanya dari gaji direksi, [gaji] komisaris, sewa gedung, sewa mobil, perjalanan dinas, ''bla bla bla bla'', kita sudah menghemat Rp50 triliun lebih. Target kita Desember 31, target kita, kita harus menghemat Rp70 triliun lebih, Saudara-saudara. Kita bisa bayangkan dengan Rp50 triliun berapa puskesmas bisa kita perbaiki, berapa sekolah bisa kita renovasi, berapa rumah untuk rakyat kita bisa kita berikan.
Jadi, Saudara-saudara sekalian, untuk itu saya memberi penghargaan khusus kepada pimpinan dari Danantara, ya, dengan seluruh timnya, seluruh jaringannya. Silakan berdiri, kita tepuk tangan. Juga tim pertanian, tim ekonomi, saya minta berdiri semua. Saya minta majelis memberi penghargaan ke mereka, tim ekonomi juga. Menteri Keuangan, Menteri Ekonomi. Kalau Menteri Keuangan senyum, saya merasa aman. Tapi, kalau saya umumkan subsidi tambah, mengerut beliau.
Saudara-saudara,<br>
Akhir tahun lalu, kita telah tutup seribu tambang timah ilegal di Bangka Belitung. Seribu tambang ilegal. Saya telah minta Panglima TNI dan Kapolri untuk usut. Masak seribu tambang, pejabat TNI dan pejabat Kapolri enggak tahu. Kapolri dan Panglima TNI, ya, usut. Untuk apa negara kasih pangkat, kasih jabatan mereka-mereka kalau enggak bisa tertibkan ini. Saya bicara atas nama rakyat Indonesia. Ini wakil-wakil rakyat semua di sini. Pemimpin yang baik, komandan yang baik adalah yang berani menertibkan anak buahnya sendiri. Kadang-kadang kita sedih, anak buah yang kita sayang, yang baru saja kita beri bintang, naikkan pangkat, harus kita tindak. Tapi demi rakyat, demi negara, demi bangsa, harus kita lakukan. Saya sadar, saya disumpah di sini. Saya tidak bisa mengizinkan perasaan saya menentukan kebijakan saya. Saya harus menentukan kebijakan saya atas dasar kepentingan rakyat Indonesia.
Karena itu, saya minta benar-benar, Panglima TNI dan Kapolri, usut! Tidak mungkin seribu tambang berjalan ilegal tanpa pejabat kepolisian dan pejabat polisi. Tapi, Menteri Keuangan, usut Bea Cukai juga. Iya, kan? Bakamla, tugasmu jaga itu penyelundupan. Kenapa masih banyak penyelundupan di situ?
Saudara-saudara,<br>
Enggak ada masalah. Kita bukan, kita justru menantang mereka berbuat yang terbaik, ya. Mereka itu anak-anak kita. Tapi harus kita berani tegakkan kebenaran. Rakyat kita sekarang tidak mau terima ketidakadilan, tidak mau melihat lagi penyelewengan. Mereka bukan bodoh, mereka pintar. Mereka orang yang paling rendah, paling tidak berdaya, sudah punya ''gadget-gadget'' semua.
Saudara-saudara,<br>
Bayangkan dalam enam bulan tahun 2026 ini, PT Timah telah mencapai keuntungan Rp2,7 triliun, sembilan kali lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, Saudara-saudara sekalian. Artinya naik 900 persen, dalam enam bulan naik keuntungan 900 persen. Karena PT Timah adalah Tbk. PT Timah valuasinya sekarang naik 280 persen di bulan Agustus 2026, dibanding Agustus 2025 yang lalu.
Saudara-saudara,<br>
Mungkin yang punya saham di PT Timah berarti kekayaannya naik 300 persen. Sayang Kepala BP Danantara tidak memberi proyeksi kepada kita, kalau enggak kita borong-borong itu saham PT Timah.
Pembenahan BUMN kita lakukan secara besar-besaran. Di enam bulan pertama tahun 2026 ini, untung bersih PT Semen Indonesia naik 408,9 persen. 400 persen. Untung bersih PT Pupuk Indonesia naik 252,8 persen. Untung bersih PT Pertamina naik 86 persen. Untung bersih Pegadaian naik 84,4 persen. Saudara-saudara, untung bersih Pelindo naik 60,4 persen. Dan untung bersih PTPN naik 54,4 persen.
Garuda Indonesia yang hampir dipailitkan, yang pesawatnya adalah puluhan pesawat di-''grounded'' tidak bisa mereka perbaiki. Kini, kita berhasil reaktivasi pesawat-pesawat yang ''grounded''. Per bulan Juni 2026, total pesawat yang berhasil kita reaktivasi bertambah 20 pesawat, sehingga menjadi 140 pesawat. Garuda Indonesia yang sudah sekian tahun rugi, sekarang sudah ada harapan untuk kembali untung. Kalau kemarin tidak terjadi perang di Timur Tengah, sesungguhnya bulan Juli ini Indonesia sudah untung. Kita sekarang berharap di awal tahun 2027 mereka sudah mulai untung.
Saudara-saudara,<br>
Saya juga ingatkan di sini bahwa kita tidak mau toleransi dengan permainan angka, dengan laporan palsu. Kita harus dapat angka-angka yang benar, angka yang tepat, walaupun kadang-kadang pahit. Kita telah mengoreksi laporan keuntungan dari banyak BUMN. Setelah kita koreksi, hasil BUMN tahun 2024 menjadi Rp186 triliun. Dividen BUMN di tahun 2024 adalah Rp85,5 triliun. Karena perbaikan-perbaikan yang kita kerjakan, pada tahun 2025 keuntungan BUMN mencapai Rp326 triliun. Naik 75,3 persen dari tahun 2024. Rp326 triliun ini adalah keuntungan tanpa permainan angka. Dividen BUMN yang disetor tahun 2025 mencapai Rp142,3 triliun, naik 67 persen dari tahun 2024.
Namun, tentu lebih tepat angka dividen BUMN dilihat secara net dengan penanaman modal negara (PMN) yang diberikan dari APBN ke BUMN pada tahun yang sama. Pada tahun 2024 dividen BUMN dikurangi PMN adalah Rp53 triliun. Tahun 2025 dividen BUMN dikurangi PMN adalah Rp138 triliun, Naik 160 persen. Dividen BUMN di tahun 2026 ini diproyeksikan kembali naik sampai dengan Rp200 triliun, tanpa ada PMN. Artinya dari 2024 ke 2026, naik dari Rp53 triliun ke Rp200 triliun atau bisa dikatakan empat kali lebih besar. 400 persen meningkatnya tanpa PMN, Saudara-saudara.
Ini membuktikan dengan manajemen yang akal sehat, dengan niat tidak menipu, keberhasilan kita bisa datang dengan sangat cepat. Sekali lagi, saya apresiasi manajemen dan pimpinan Danantara. Saya kira pantas ini pimpinan Danantara nanti mendapat bintang kehormatan yang pantas di suasana Hari Kemerdekaan ini. Apakah majelis menyetujui? Pantas tidak mereka menerima tanda kehormatan? Pantas tidak?
Keuntungan BUMN sekarang digunakan untuk mempercepat upaya hilirisasi kita. Dengan Danantara kita sudah ''groundbreaking'' 13 proyek hilirisasi pada tanggal 6 Februari 2026, dan 13 lagi proyek hilirisasi pada tanggal 29 April 2026. Proyek-proyek seperti pengolahan batu bara menjadi DME menggantikan LPG, hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan garam industri, smelter alumina menjadi aluminium menghasilkan puluhan ribu lapangan kerja. Belum lagi proyek-proyek ''waste to energy'' yang telah juga kita mulai.
Keuntungan BUMN juga sekarang kita gunakan untuk mempercepat upaya ''downstreaming'' kita dengan juga ''upstreaming''. Kita juga akan membeli perusahaan-perusahaan terbaik di dunia, untuk kita bisa dapat teknologinya, kita bisa dapat IP-IP-nya, kita bisa dapat manajemen yang terbaik, kita bisa dapat pasarnya, kita bisa dapat pengalaman mereka, Sehingga nanti ekonomi kita akan kuat.
Saudara-saudara,<br>
Sebagai contoh untuk meningkatkan hasil daging kita, kita perlu sapi yang banyak, ya. Dengan itu kita bisa mendapatkan teknologi kloning. Dengan kloning, kita bisa memperbanyak kita punya ternak.
Kita juga telah membangun Bank Emas Indonesia. Kita ingin Emas Indonesia tidak hanya ditambang di negeri ini, tapi disimpan, diperdagangkan, dan diberi nilai tambah di negeri orang lain. Hari ini dengan adanya Bank Emas yang baru beroperasi satu tahun, Bank Emas kita di Pegadaian dan di Bank Syariah Indonesia sudah mengelola 153 ton emas dengan nilai sekitar Rp360 triliun atau sekitar 20 miliar Dolar Amerika Serikat. Kekayaan Indonesia harus memperkuat tabungan, pembiayaan, dan perekonomian Indonesia.
Kita juga membenahi ekspor komoditas strategis. Sebelumnya, minyak mentah sawit Indonesia dijual di pelabuhan Indonesia, ya, dijual sekitar Rp15 ribu per kilogram, sementara harga di bursa Rotterdam, Belanda, harganya Rp27 ribu per kilogram. Padahal di Belanda, satu hektare pun enggak ada kebun kelapa sawit. Artinya, sesungguhnya kita telah hilang 50 persen nilai komoditas kita.
Karena itu, pada 20 Mei 2026, Hari Kebangkitan Nasional kita, di aula terhormat ini, di hadapan Majelis terhormat ini, saya telah mengumumkan pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI) sebagai pintu tunggal ''processing export'' komoditas milik Indonesia. Saya ulangi, processing-nya, bukan bahwa satu PT yang akan menguasai komoditas dan mengekspor, tidak. Tapi, sekarang kita bisa monitor berapa yang muat di atas kapal, berapa ton, berapa yang dilaporkan di atas kertas, berapa yang sampai ke tujuan ekspor. Kita tidak ingin laporan yang satu berbeda dengan laporan di negara tujuan.
Sejak mulai beroperasi pada 1 Juni 2026, hanya dengan tiga komoditas: batu bara, kelapa sawit, dan besi baja ya ''ferro'', dalam waktu dua bulan 13 hari, DSI sekarang telah mengelola devisa ekspor senilai 14 miliar dollar Amerika dari hanya tiga komoditas strategis.
Lebih dari 6.000 transaksi ekspor tiga komoditas tersebut telah dimonitor oleh DSI. DSI telah menemukan potensi tambahan 5 miliar Dollar, hanya dari perbedaan dan penyesuaian harga, Saudara-saudara sekalian, dari pembayaran devisa hasil ekspor. Bayangkan kalau dalam waktu yang akan datang, semua komoditas ekspor kita akan dimonitor dan dikelola oleh DSI, berapa peningkatan hasil yang akan masuk ke negara?
Saudara-saudara sekalian,<br>
DSI akan meningkatkan pengawasan meliputi 50 pelabuhan di 25 provinsi. Dan, sebagaimana saya katakan, DSI akan mengelola semua komoditas ekspor strategis kita, tidak hanya tiga.
Kita tidak ingin lagi bangsa Indonesia dicurangi. Kekayaan Indonesia tidak boleh memperkaya segelintir orang dan meninggalkan rakyatnya sendiri hidup susah. Ini bukan saja tidak adil, ini bukan sikap negara yang pandai, Saudara-saudara. Barang kita, milik kira, orang lain yang tentukan harganya, Saudara-saudara. Ini melanggar prinsip-prinsip ekonomi, melanggar prinsip pasar. Dan, pihak-pihak ''rating agencies'' bahkan banyak lembaga-lembaga keuangan menilai bahwa DSI adalah langkah positif bagi rakyat Indonesia. Mereka yang mengatakan, bukan kita. Mereka yang mengatakan. Kita menghargai semua masukan, tapi kalau kita yakin kita berada di jalan yang benar, kita terus akan kerja. Kita tidak mau dibuat raport oleh bangsa lain, tapi kita terbuka untuk masukan.
Sidang Majelis yang saya hormati, Saudara-saudara sekalian,<br>
Kekuatan ekonomi Indonesia berada di desa: pada petani kita, nelayan kita, pedagang kita, pengrajin kita, perempuan kita, kepala keluarga kita, dan anak-anak muda kita, yang membangun usaha di kampung-kampung mereka sendiri. Kita ingat waktu krisis ’98, krisis moneter, bank-bank besar tutup, perusahaan-perusahaan besar bangkrut, banyak yang jual, tapi ekonomi desa, ekonomi kerakyatan justru tetap kuat, kokoh, yang menyelamatkan kita justru adalah UMKM dan ekonomi kerakyatan.
Karena itu, konektivitas antar desa harus baik. Tahun ini kita telah menyelesaikan 2.500 jembatan desa yang dibangun oleh TNI, dan 874 jembatan desa yang dibangun oleh Kepolisian RI. Target kita pada akhir tahun ini selesai 5.000 lebih jembatan desa.
Tidak boleh lagi ada anak-anak kita yang harus bertaruh nyawa menyeberang sungai untuk ke sekolah karena tidak ada jembatan. Berangkat ke sekolah harus berjalan berjam-jam. Berangkat, basah. Di kelas, basah. Pulang, basah. Saudara-saudara sekalian, tidak boleh terjadi.
KIta berharap para gubernur, para bupati, para camat, para kepala desa semuanya mengecek desa-desanya, di mana lagi dibutuhkan jembatan desa, laporkan. Kalau gubernur, bupati, kepala desa tidak bisa mengatasi, pemerintah pusat akan turun dan mengatasi. Kita tidak akan membiarkan rakyat kita terlantar. Juga ibu-ibu kita, petani-petani kita tidak boleh berjam-jam menuju pasar mereka.
Kita mencari dan membangun juga titik-titik air bersih untuk desa-desa kita. Banyak rakyat kita yang tidak punya akses kepada air bersih. Mereka harus berjalan dengan susah payah berkilo-kilo hanya untuk mengambil satu atau dua jerigen air bersih untuk minum, untuk mandi, untuk wudhu, belum lagi air untuk ternak mereka, air untuk tanaman mereka.
Tahun ini di delapan bulan pertama tahun 2026, kita sudah membangun 3.000 titik air desa yang dibangun oleh TNI. Terima kasih, TNI.
Tadi saya sudah singgung, kita membangun Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih sebagai pusat ekonomi rakyat desa. Tadi saya singgung, per hari ini, sudah 10.000 Koperasi telah beroperasi. Dari 10.000, 3.300 Koperasi telah beroperasi secara optimal, sisanya masih menghadapi masa penyesuaian.
Operasional optimal artinya semua sarana sudah ada, listrik, air dan semua berjalan. Stok bisa dimonitor oleh sistem digital terpusat. Koperasi sudah bisa menjadi ''offtaker''. Koperasi jadi pembeli hasil pertanian dan perikanan setempat. Koperasi sudah punya angkutannya sendiri, ini juga saya kira pertama dalam sejarah Republik Indonesia bahwa koperasi diorganisir, dibantu, dan dilengkapi dengan angkutannya sendiri. Tidak ada lagi nanti panen yang rusak, karena tidak ada yang mau beli, karena tidak ada truk yang mengambil panen tersebut. Mangga yang rusak, rambutan yang rusak, tomat yang rusak, wortel yang rusak, insyaallah ini bisa kita bantu rakyat kita secara optimal.
Target kita, 30.000 Koperasi beroperasi secara optimal pada akhir 2026. Ini target. Kita cantumkan target kita tinggi. Kita ingat kata-kata Bung Karno, gantungkan cita-citamu setinggi langit, kalau kau tidak berhasil minimal kau jatuh di antara bintang-bintang. Target harus tinggi, bekerja keras, insyaallah sampai. Kalau saya target 12.000 nanti sampainya, 11.000. Kalau nanti 30.000 sampainya 29.000, ini prestasi.
Saudara-saudara,<br>
Kekuatan ekonomi saya sebut ada di UMKM. Kita juga telah mengatur pembagian hasil yang lebih adil bagi pengemudi-pengemudi ojek ''online'' (ojol) dan aplikator. Tadinya pengemudi ojol hanya mendapat 80 persen dari penghasilan mereka, karena aplikator minta 20 persen. Tapi dengan rekomendasi Pemerintah, saya enggak mau sebut intervensi, saya pakai istilah rekomendasi, tapi sebetulnya ya agak intervensi juga itu. Para pengemudi sekarang mendapatkan 92 persen dari hasil mereka, dan banyak pengemudi melaporkan penghasilan mereka naik signifikan, ada yang dua kali, bahkan ada yang mengatakan dia naik tiga kali, Saudara-saudara.
Saudara-saudara,<br>
Kita juga menggerakkan ekonomi hijau, Sistem Registri Unit Karbon untuk pertama kali kita berlakukan di Indonesia. Dan, bursa nilai ekonomi karbon telah kita dirikan dan telah berjalan dengan mengadopsi standar karbon dunia. Hutan yang kita jaga, hutan lindung, semua hutan artinya emisi karbon kita kurangi, dan untuk itu bangsa-bangsa yang keluarkan emisi yang besar, dia bersedia bayar kita. Inilah, Saudara-saudara, ekonomi hijau harus memberi manfaat kepada rakyat kita. Kita bangun, tapi harus memberi nilai tambah kepada rakyat kita.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Pembangunan yang paling menentukan masa depan adalah pembangunan manusia. Kita memulai dari hal yang paling dasar, yaitu gizi. Tidak boleh ada anak-anak kita belajar dalam keadaan lapar. Tidak ada anak yang dapat belajar dengan baik apabila ia lapar. Mungkin sebagian di antara kita tidak akan pernah melihat atau merasakan anak-anak yang tidak makan pada pagi hari. Tapi itulah kenyataan yang kita hadapi, dan kita laksanakan program MBG ini untuk mengatasi itu. Untuk mengatasi ''stunting'' yang masih dialami oleh anak-anak kita di beberapa tempat, setinggi 25 persen anak-anak kita.
Satu dari empat anak Indonesia ada yang mengalami ''stunting''. Sel otak tidak berkembang dengan baik. Sel otak tidak berkembang dengan baik. Sel tulang tidak berkembang dengan baik. Sudah-sudah sekalian. Untuk jadi buruh pelabuhan saja, ia mungkin tidak akan sanggup. Untuk jadi petani, buruh tani saja, mungkin dia juga tidak akan sanggup. Kita tidak boleh menerima satu dari empat anak Indonesia mengalami stunting. Kita tidak boleh menerima itu. Dan karena itu, saya bertekad teruskan program MBG. Tapi dengan perbaikan, dengan efisiensi.
Saya menilai mereka yang mau korupsi dari makan untuk anak-anak ini, ini adalah orang-orang biadab. Ini adalah orang-orang yang tidak pantas kita hormati. Menurut saya, ini sudah sama sekali tidak ada nilai kemanusiaan.
Hari ini hadir bersama kita Christina Beno. Siswi kelas 6 Sekolah Dasar dari Merauke, Papua Selatan. Christina, terima kasih. Pertama kali kamu hadir di MPR ini. Satu saat mungkin kamu duduk di atas sini. Sekarang sudah ada Menteri ESDM dari Papua. Kita tidak tahu, suatu saat anak Papua akan memimpin negeri ini. Kita tidak tahu. MDG telah membantu Christina menjadi lebih buger, lebih fokus, dan lebih rajin hadir di sekolah. Bagi sebagian orang, satu piring makanan terlihat biasa atau sederhana. Bagi Christina dan sekarang sudah puluhan juta penerima MBG, setiap hari sekolah satu piring makanan adalah tenaga untuk belajar. Protein untuk tumbuh badan yang sehat, sel otak yang sehat, sel tulang yang sehat, sel otot yang sehat. Mereka dapat belajar dan mereka dapat berkembang sebagai anak Indonesia yang sehat dan cerdas. Mereka kini punya masa depan yang lebih baik. Mari kita tepuk tangan untuk Christina dan semua anak Indonesia, semua ibu-ibu yang sedang hamil dan semua orang tua dan usia. Negara tidak akan tinggalkan kalian semua. Negara bersamamu, negara akan hadir bersamamu. Itu janji kita semua di Majelis ini.
Memberi makan bergizi saja kita sadar tidak cukup, anak-anak kita harus memperoleh pendidikan yang baik, karena itu kita jalankan program perbaikan sekolah terbesar dalam sejarah kita. Sampai tahun ini kita telah perbaiki lebih dari 71.744 sekolah. Tahun lalu 17.000, tahun ini 71.000 lebih. Tahun depan target kita 100.000. Tahun 2028, 100.000. Tahun 2029, semua sekolah di Indonesia, SD, SMP, SMA, SMK termasuk di pesantren-pesantren harus kita selesai renovasi. Bahkan di pulau yang paling terluar, yang paling terpencil, pulau Miangas, kita sudah perbaiki sekolah di Miangas, dan kita akan perbaiki puskesmas di situ. Dan, sekarang sudah ada satgas khusus untuk pulau-pulau terluar dan terpencil, di Sabang, di pulau paling barat Indonesia, di Merauke, dan di seluruh Indonesia.
Kita juga telah membagikan layar pintar interaktif, ''interactive flat panel'' untuk semua sekolah di Indonesia. Tahun lalu kita berhasil membagikan satu layar setiap sekolah. Desember 31, kita akan membagikan tambahan tiga layar setiap sekolah. Artinya, setiap sekolah di Indonesia akan memiliki empat ruang kelas yang dilengkapi dengan layar pintar interaktif. Artinya, guru-guru kita di mana pun punya akses kepada kurikulum, akses kepada konten, di hampir semua bidang yang ada di kurikulum pendidikan sekolah di Indonesia dan di luar Indonesia. Mereka bisa mengulang-ulangi pelajaran. Kalau mereka tidak kuasai, bisa dua kali, tiga kali, mereka juga bisa dari rumah mengakses program ini. Dan, kita akan membuat studio-studio terpusat dengan guru-guru terbaik yang akan mengadakan siaran jarak jauh yang ribuan sekolah bisa akses. Pelajaran apapun kita akan kumpulkan guru-guru terbaik, termasuk bahasa asing. Bahasa asing mutlak harus kita kuasai. Kita akan mulai bahasa asing untuk anak-anak kita mulai dari SD. SD kelas satu mereka harus mulai bahasa asing. Bahasa-bahasa yang paling penting, bahasa Inggris, bahasa Mandarin, bahasa Arab, bahasa-bahasa juga Jepang, Korea, bahasa Spanyol, bahasa Prancis. Dari kecil di bawah 11 tahun, 12 tahun, mereka lebih cepat belajar. Anak-anak kita harus punya akses kepada pendidikan terbaik agar mereka nanti kalau masuk, kalau sudah mencari lapangan kerja mereka punya kemampuan lebih, mereka bisa diterima di mana-mana, mereka bisa kerja dengan pihak mana pun. Dan, kita mengerti sekarang Tiongkok ekonomi yang paling dinamis, tapi Jepang juga maju, Korea juga maju, Prancis juga maju. Spanyol, banyak negara bicara Spanyol, banyak negara bicara Prancis, banyak negara bicara bahasa Arab. Kita juga harus belajar bahasa Rusia, mereka kuat di bidang sains dan teknologi.
Saudara-saudara,<br>
Sekarang banyak negara di mancanegara kekurangan tenaga kerja. Setiap pemimpin saya ketemu bertanya, bisa enggak tenaga kerja dari Indonesia? Mereka perlu untuk kerja di bidang pariwisata, pariwisata ya harus bisa belajar bahasa. Mereka butuh di rumah sakit mereka, mereka butuh perawat, mereka butuh ''caregiver'', harus bisa bahasa. Dan, orang Indonesia dikenal ramah, pulut, dan sopan. Karena itu, tenaga kerja kita diharapkan nanti bisa menjadi kompetitif di dunia, memperkuat ekonomi Indonesia.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Kita juga membangun sekolah rakyat, sekolah berasrama bagi anak-anak dari keluarga yang paling tidak berdaya. Dengan ruang kelas, tempat tinggal, makanan bergizi, komputer, guru, dan lingkungan yang aman. Strateginya adalah kita harus memutuskan lingkaran kemiskinan. Kalau orang tua mereka menghadapi nasib yang kurang baik, mengalami kondisi keterpurukan, kondisi kemiskinan, anak-anak mereka tidak boleh terus miskin. Sesuai Pasal 34 Undang-Undang Dasar negara kita, negara harus intervensi. Hari ini 93 sekolah rakyat permainan sudah kita buka, nantinya sekolah rakyat rintisan sudah 182, sekolah dan nantinya semua kabupaten akan punya satu sekolah rakyat.
Salah satu siswanya adalah Muhammad Rizki Pratama, usia 12 tahun. Rizki pernah mengayuh sepeda, puluhan kilometer, sambil membawa sekitar 30 kilogram ikan untuk dijual. Bayangkan. Rizki berdiri lagi, Rizki berdiri lagi. Bayangkan, badan seperti ini naik sepeda membawa 30 kilo ikan. Luar biasa kau, Rizki! Kau anak yang baik. Ia sempat putus sekolah dan waktu masuk sekolah, rakyat, ia belum lancar membaca, dan belum bisa menghitung dengan baik. Hari ini Rizki kembali ke sekolah. Ia mendapatkan kembali haknya untuk belajar dan menata cita-cita. Tidak ada investasi yang lebih berharga daripada mengembalikan masa depan seorang anak, Saudara-saudara sekalian. Saya yakin Rizki, kau akan menjadi pribadi yang kuat.
Hadir pula Citra Nur Ramadani dari Kabupaten Pangkajene. Dari Provinsi Sulawesi Selatan. Ketika kelas 4 Sekolah Dasar, Citra hampir putus sekolah karena harus membantu ibunya berjualan kacang. Ayahnya telah wafat dan ibunya penyandang disabilitas. Sekolah Rakyat memberi Citra kesempatan untuk belajar tanpa meninggalkan keluarganya menghadapi perjuangan sendiri. Citra pun kemarin berhasil menjadi juara karate tingkat kabupaten. Citra, umurmu berapa, Citra? Sepuluh tahun. Ya, nanti 10 tahun lagi lah kau boleh pacaran. Citra, kau boleh pacaran setelah sabuk hitam karatemu. Jadi, enggak ada yang berani nanti main-main sama kau.
Kemarin saya juga mendapat kabar, tujuh siswa sekolah rakyat di Makassar berhasil menang Olimpiade Nasional Indonesia ke-15 di bidang Matematika, Biologi, Bahasa Indonesia, Sejarah, dan Sosiologi.
Juga ada Ismi Ulfaidah dari Sekolah Rakyat Polewali Mandar, Sulawesi Barat yang berhasil terpilih menjadi paskibraka nasional. Capaian ini membuktikan bahwa pelajar dari keluarga yang paling tidak berdaya, paling tidak mampu, jika diberi kesempatan, diberi fasilitas, diberi bimbingan, bisa mencapai prestasi yang tertinggi.
Risky, Citra, dan seluruh siswa-siswi Sekolah Rakyat di mana pun kalian berada, kami di sini untuk kamu semua. Kami semua di sini untuk memastikan bahwa kamu punya masa depan, kamu punya kesempatan yang baik. Tidak ada anak Indonesia pun yang akan kita tinggalkan. Saudara-saudara kalian,
Mari kita beri tepuk tangan kepada anak-anak siswa-siswi Sekolah Rakyat.
Saudara-saudara kalian,<br>
Adil itu tidak berarti negara beri semua orang perlakuan yang sama. Adil adalah ketika negara beri dukungan yang sesuai dengan kebutuhan. Karena itu, bagi anak-anak kita yang memiliki bakat dan kecerdasan istimewa, kita juga telah selesaikan pembangunan empat SMA unggul, yaitu SMA Garuda, di Belitung Timur, Konawe Selatan, Bulungan, dan Timur Tengah. Dan, sudah ada lebih dari 20 SMA Unggul Garuda Transformasi.
Jadi sekolah yang sudah ada, mereka daftar ikut dalam kurikulum SMA unggul Garuda. Apa yang membedakan? Karena, SMA ini menggunakan kurikulum internasional, IB, yang sesuai dengan standar tertinggi, sama dengan sekolah-sekolah terbaik di dunia. Dan, kita siapkan mereka untuk masuk ke universitas-universitas yang terbaik di dunia.
Saudara-saudara,<br>
Sekolah Unggul Garuda Transformasi, tadi saya salah bukan 20, sudah menjangkau 42 sekolah di 15 provinsi, terdiri dari 12 sekolah tahun 2025 dan 30 sekolah tambahan pada tahun 2026. Kita juga sekarang, melalui Kementerian Pertahanan, telah memiliki lima SMA Taruna Nusantara, yang baru di Cimahi, Malang, Pagar Alam, IKN, dan Minahasa. Yang sudah beroperasi, yang sudah menjalankan tahun sekolah, tentunya yang pertama di Magelang.
Kepolisian RI dan LPKTB juga telah selesai membangun satu kampus SMA Taruna Bhayangkara. TNI dan Polri berkompetisi dalam kebaikan. Itu yang kita inginkan. Kompetisi baik dalam kebaikan. Kalau saya puji TNI, Kapolri agar resah. Saya puji Kapolri, TNI agar resah. Ini yang kita kehendaki, kompetisi yang baik. Jadi, mereka bersaing dalam kebaikan untuk mencapai prestasi yang lebih baik lagi.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Dengan kurikulum internasional yang kita jalankan, jumlah siswa S1 yang kita kirimkan ke kampus-kampus terbaik dunia, dengan beasiswa Garuda, sudah mencapai 416 mahasiswa di tahun 2025, 515 di tahun 2026. Di dalam negeri kita terus tingkatkan kualitas kampus-kampus kita. Tahun ini tujuh perguruan tinggi negeri kita berada dalam jajaran 500 kampus terbaik dunia dan ini harus kita perbaiki lagi. Universitas Indonesia berada dalam peringkat 191. UGM, ITB dan Universitas Airlangga berada dalam kelompok 300 besar. Sedangkan ITB, Universitas Penjajaran dan ITS berada di kelompok 500 besar. Tentunya, ini harus lebih baik lagi di tahun-tahun yang akan datang.
Negara harus menjaga kesehatan rakyat sebelum mereka sakit berat. Sejak diluncurkan pada Februari 2025, program Cek Kesehatan Gratis telah menjangkau 108 juta orang. Pada tahun 2025 tercatat 70,2 juta peserta dan sampai akhir bulan Juni 2026 tercatat 59,5 juta peserta, dengan sebagian warga mengikuti pemeriksaan pada kedua periode. Kita menghendaki ini harus lebih baik lagi. Tapi, ada sementara rakyat kita yang takut cek kesehatan, takut ketahuan sakitnya apa. Mungkin anggota DPR ini juga termasuk belum cek kesehatan. Rata-rata bulannya pasti tinggi ini, apalagi orang Jawa Tengah. Layanan Cek Kesehatan Gratis sekarang tersedia di 10.255 puskesmas pada 38 provinsi.
Pemerataan pelayanan juga terus kita lakukan. Pemerintah telah membangun dan meningkatkan 66 rumah sakit umum daerah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Hari ini, 20 rumah sakit umum daerah baru telah kita bangun sudah operasional. Negara juga telah menanggung penuh iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi 96,8 juta warga Indonesia yang tidak mampu. Mungkin JKN kita ini salah satu sistem jaminan kesehatan terbesar di dunia.
Untuk memperkuat pelayanan kesehatan kita, kita harus menghadapi dan menyelesaikan masalah kekurangan dokter umum dan dokter spesialis kita. Hampir semua puskesmas kita belum memiliki 13 jenis tenaga kesehatan secara lengkap. Menurut data Kementerian Kesehatan, 474 kabupaten kota butuh tambahan 84.781 dokter umum, 505 kabupaten kota butuh tambahan 127.580 dokter gigi, dan 481 kabupaten kota butuh tambahan 55.712 dokter spesialis, terutama di kabupaten kota yang jauh dari ibukota provinsi, terutama juga banyak di Indonesia Timur.
Untuk itu, selama 21 bulan terakhir, pemerintah telah membuka sembilan fakultas baru, serta 170 program studi spesialis dan subspesialis, baik yang berbasis perguruan tinggi maupun berbasis rumah sakit. Kita menghadirkan program studi spesialis untuk pertama kali di sebelas provinsi untuk mengejar kebutuhan dokter umum, dokter gigi dan dokter spesialis kita.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Untuk itu, kita harus mencari solusi, kita harus memperbanyak dokter-dokter spesialis, dokter-dokter gigi, dan dokter-dokter umum kita, karena dari kerusakan gigi bisa menghasilkan kerusakan organ-organ lain di tubuh itu, Saudara-saudara sekalian. Perlindungan sosial kita sadari harus semakin tepat sasaran, mudah dan bermartabat. Per hari ini digitalisasi pendaftaran bantuan sosial untuk program PKH telah berjalan di 153 kabupaten dan kota pada 38 provinsi. Lebih dari 3 juta keluarga telah terdaftar menuju target 49 juta keluarga pendaftar atau lebih dari 50 persen keluarga Indonesia pada saat implementasi nasional. Sebelumnya, keluarga tidak mampu harus mengeluarkan 150 ribu Rupiah untuk perjalanan, dokumen, foto kopi, dan waktu kerja yang hilang. Sekarang pendaftaran dapat dilakukan tanpa biaya, gratis. Pemeriksaan kelayakan yang sebelumnya dapat memakan waktu 75-200 hari, kini dapat diselesaikan dalam hitungan menit atau jam. Rakyat yang tidak mampu tidak boleh bayar untuk membuktikan bahwa ia tidak mampu. Rakyat juga tidak boleh berkali-kali menyerahkan data yang sebenarnya sudah dimiliki oleh negara. Digitalisasi pada program perlindungan sosial harus kita terus perlukan pada semua program bantuan sosial, bantuan pemerintah, dan juga subsidi. Sebagai implementasi agenda pro-kesra terintegrasi, juga untuk meningkatkan tepat sasaran, transparansi, dan kemudahan bagi masyarakat Indonesia.
Hari ini,hadir bersama kita Ibu Susana dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian, mengupas bawang dengan upah 700 ribu rupiah per kilogram. Program Keluarga Harapan dan Program Sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya.
Hadir pula Ibu Margaret Lita Roy dari Kupas, Nusa Tenggara Timur. Sejak kecil ia hidup dalam kesulitan dan tidak pernah mengenyam pendidikan. Pada usia 38 tahun ia masih berdagang serta merawat tantenya yang sudah berusia 80 tahun. Bantuan sosial ATENSI berupa beras dan minyak menjadi penopang keluarganya. Negara hadir bukan untuk menggantikan kerja keras rakyat. Negara hadir agar kerja keras rakyat tidak sia-sia.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Sebagaimana tadi disinggung oleh Ketua DPD RI dan sebagaimana berkali-kali saya sampaikan bahwa pembangunan adalah sebuah ''long march'' suatu perjuangan panjang. Apa yang kita bisa lakukan sekarang, kita tingkatkan, kita perbaiki, kita tambah, tapi dirintis oleh presiden-presiden dan pemimpin-pemimpin sebelum saya. Banyak program perlindungan sosial dirintis oleh Presiden SBY, oleh Presiden Jokowi. Saya meneruskan apa yang mereka rintis. Semua yang kita alami, hasil dari kepemimpinan Bung Karno, kepemimpinan Pak Harto, kepemimpinan Pak Habibie, kepemimpinan Gus Dur, kepemimpinan Ibu Megawati. Sekarang, kita teruskan.
Rumah bukan sekedar bangunan. Rumah adalah tempat keluarga berlindung, tempat anak belajar, dan keluarga bertumbuh. Tahun 2026 sampai 30 Juni, pemerintah telah menyalurkan bantuan stimulan perumahan swadaya, bantuan renovasi rumah bagi 83.907 rumah. Ini masih jauh dari sasaran kita. Kita harus bekerja keras untuk tambah. Juga, kita telah bantu pembelian rumah murah dengan program FLPP dan sekarang sudah menjangkau hampir 100.000 rumah. Kredit program perumahan telah menjangkau 90.878 debitur.
Hadir bersama kita hari ini Ibu Telma Homena dari kota Manado. Rumahnya dahulu memiliki fondasi rapuh, dinding, lantai, dan atapnya rusak, melalui BSPS, keluarganya dapat memperbaiki rumah itu. Kita akan sekarang mencari langkah-langkah untuk menambah perbaikan rumah.
Hadir juga Bapak Andre Kawaru dari Samarinda. Ia berdagang kelinci dari pasar ke pasar, malam hari. Bertahun-tahun hidup di rumah kontrakan, melalui KPR subsidi FLPP, Pak Andre kini memiliki rumah sendiri. Bagi keluarga Pak Andre dan jutaan rakyat Indonesia, rumah bukan sekedar aset. Rumah adalah ketenangan martabat dan masa depan.
Saudara-saudara sekalian,<br>
Delapan satu tahun yang lalu, para pendiri mewariskan kepada kita sebuah republik. Republik ini tidak didirikan agar negara sekedar ada. Republik ini didirikan agar rakyat tidak akan pernah merasa sendiri, agar rakyat merasa pemerintah ada di sampingnya. Tugas kita bukan sekedar menjaga republik itu tetap berdiri. Tugas kita adalah memastikan republik ini berhasil sebagai bangsa, republik ini berhasil punya kemampuan untuk hadir di tengah-tengah rakyat dan menghadirkan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia. Mari kita buktikan kepada dunia bahwa demokrasi kita dapat menghasilkan kesejahteraan.
Terima kasih, Ketua MPR. Terima kasih, Ketua DPD RI. Selalu dibicarakan persatuan, persatuan, persatuan. Dari Bung Karno selalu bermimpi persatuan Indonesia. Kita berbeda. Dari dasinya saja kita lihat, kita berbeda. Tapi satu, cinta merah putih.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Semoga Tuhan Mahabesar melindungi bangsa Indonesia menghadapi masa-masa yang sulit dengan optimis, dengan gembira, dengan keberanian.
Merdeka! Merdeka! Merdeka!
''Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh'',<br>
Salam sejahtera untuk kita sekalian,<br>
''Syalom'',<br>
''Om santi santi santi om'',<br>
''Namo Buddhaya''.
Jam saya 12 kurang 15. Terima kasih. Selesai.
Terima kasih semuanya.
[[Kategori:Pidato Presiden Indonesia|2026 Kenegaraan]]
3wg1g87467uumx2rnsqztbq3xfegkfn