Wikisumber idwikisource https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama MediaWiki 1.47.0-wmf.15 first-letter Media Istimewa Pembicaraan Pengguna Pembicaraan Pengguna Wikisumber Pembicaraan Wikisumber Berkas Pembicaraan Berkas MediaWiki Pembicaraan MediaWiki Templat Pembicaraan Templat Bantuan Pembicaraan Bantuan Kategori Pembicaraan Kategori Pengarang Pembicaraan Pengarang Indeks Pembicaraan Indeks Halaman Pembicaraan Halaman Portal Pembicaraan Portal TimedText TimedText talk Modul Pembicaraan Modul Acara Pembicaraan Acara Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 0 6121 313402 195502 2026-08-16T22:30:47Z Exploraz 27302 Membatalkan revisi [[Special:Diff/195502|195502]] oleh [[Special:Contributions/182.1.58.168|182.1.58.168]] ([[User talk:182.1.58.168|bicara]]) 313402 wikitext text/x-wiki {{UU|24|2009|tentang=Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan}} <pages index="UU 2009 24.pdf" from=1 to=29 /> == Penjelasan == <poem> TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI No. 5035 (Penjelasan Atas Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 109) PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 20092009 TENTANG BENDERA, BAHASA, DAN LAMBANG NEGARA, SERTA LAGU KEBANGSAAN == I. Umum == Bendera Negara Sang Merah Putih, Bahasa Indonesia, Lambang Negara Garuda Pancasila, dan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya merupakan jati diri bangsa dan identitas Negara Kesatuan Republik Indonesia. Keempat simbol tersebut menjadi cerminan kedaulatan negara di dalam tata pergaulan dengan negara-negara lain dan menjadi cerminan kemandirian dan eksistensi negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Dengan demikian, bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan Indonesia bukan hanya sekadar merupakan pengakuan atas Indonesia sebagai bangsa dan negara, melainkan menjadi simbol atau lambang negara yang dihormati dan dibanggakan warga negara Indonesia. Bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan Indonesia menjadi kekuatan yang sanggup menghimpun serpihan sejarah Nusantara yang beragam sebagai bangsa besar dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bahasa Indonesia bahkan cenderung berkembang menjadi bahasa perhubungan luas. Penggunaannya oleh bangsa lain yang cenderung meningkat dari waktu ke waktu menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945 sudah mengatur berbagai hal yang menyangkut tentang bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan. Dalam Pasal 35 disebutkan bahwa Bendera Negara Indonesia ialah Sang Merah Putih. Pasal 36 menyebutkan bahwa Bahasa Negara ialah bahasa Indonesia. Pasal 36A menyebutkan bahwa Lambang Negara ialah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Selanjutnya Pasal 36B menyebutkan bahwa Lagu Kebangsaan ialah Indonesia Raya. Pasal-pasal tersebut merupakan pengakuan sekaligus penegasan secara resmi oleh Negara tentang penggunaan simbol-simbol tersebut sebagai jati diri bangsa dan identitas Negara Kesatuan Republik Indonesia. Seluruh bentuk simbol kedaulatan negara dan identitas nasional harus diatur dan dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945. Bendera, bahasa, dan lambang negara serta lagu kebangsaan hingga kini belum diatur secara lengkap dalam sebuah peraturan perundang-undangan. Pada saat Undang-Undang ini dibentuk, bendera, lambang negara, dan lagu kebangsaan Indonesia diatur dengan Peraturan Pemerintah yang merupakan produk hukum berdasarkan amanat Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia Tahun 1950. Secara parsial, bendera, bahasa, dan lambang negara serta lagu kebangsaan diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan menurut kebutuhan isinya. Bahkan, pembinaan, pengembangan, dan pelindungan bahasa dan sastra hanya didasarkan pada hasil rumusan seminar politik bahasa nasional tahun 1974 dan tahun 1999, yang dikenal sebagai Politik Bahasa Nasional. Peraturan perundang-undangan yang selama ini mengatur tentang bendera, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan, antara lain: # [[Kitab Undang-Undang Hukum Pidana]] (KUHP) yang hanya mengatur tentang kejahatan (tindak pidana) yang menggunakan Bendera Sang Merah Putih; penodaan terhadap bendera negara sahabat; penodaan terhadap Bendera Sang Merah Putih dan Lambang Negara Garuda Pancasila; serta pemakaian Bendera Sang Merah Putih oleh mereka yang tidak memiliki hak menggunakannya seperti terdapat pada Pasal {{kuhp|52}}a; Pasal {{kuhp|142}}a; Pasal {{kuhp|154}}a; dan Pasal {{kuhp|473}}. # [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1950]] tentang Dasar-dasar Pendidikan dan Pengajaran di sekolah (Lembaran Negara Tahun 1950 Nomor 550), Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1954 tentang Pernyataan Berlakunya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1950 dari Republik Indonesia dahulu tentang Dasar-dasar Pendidikan dan Pengajaran di Sekolah Untuk Seluruh Indonesia (Lembaran Negara Tahun 1954 Nomor 38, Tambahan Lembaran Negara Nomor 550), Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1961 tentang Perguruan Tinggi (Lembaran Negara Tahun 1961 Nomor 302, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2361), Undang-Undang Nomor 14 PRPS Tahun 1965 Nomor 80), Undang-Undang Nomor 19 PNPS Tahun 1965 tentang Pokok-Pokok Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 1965 Nomor 81), Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 1989 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3390) jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 4301); # [[Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 1951]] tentang Lambang Negara; # [[Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1958]] tentang Bendera Kebangsaan Republik Indonesia (Lembaran Negara Tahun 1958 No. 68); # [[Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1958]] tentang Penggunaan Bendera Kebangsaan Asing (Lembaran Negara Tahun 1958 No. 69); # [[Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 1958]] tentang Panji dan Bendera Jabatan; # [[Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 1958]] tentang Penggunaan Lambang Negara; # [[Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1958]] tentang Lagu Kebangsaan Indonesia Raya; dan # [[Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 1990]] tentang Ketentuan Keprotokolan Mengenai Tata Tempat, Tata Upacara, dan Tata Penghormatan. Pengaturan perihal bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan dalam bentuk undang-undang sebagaimana diamanatkan Pasal 36C [[Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia]] Tahun 1945 perlu segera direalisasikan. '''Undang-Undang tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan''' mampu mengatasi berbagai masalah yang terkait dengan praktik penetapan dan tata cara penggunaan bendera, bahasa dan lambang negara, serta lagu kebangsaan yang selama ini masih berpedoman kepada peraturan perundang-undangan produk [[Undang-Undang Dasar Sementara Tahun 1950]]. Undang-Undang tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan merupakan jaminan kepastian hukum, keselarasan, keserasian, standardisasi, dan ketertiban di dalam penggunaan bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan. Undang-Undang ini mengatur tentang berbagai hal yang terkait dengan penetapan dan tata cara penggunaan bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan, termasuk di dalamnya diatur tentang ketentuan pidana bagi siapa saja yang secara sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan yang terdapat di dalam Undang-Undang ini. == II. PASAL DEMI PASAL == === Pasal 1 === Cukup jelas. === Pasal 2 === Huruf a Yang dimaksud dengan "asas persatuan" adalah bahwa penggunaan bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan sebagai sarana pemersatu bangsa dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Huruf b Yang dimaksud dengan "asas kedaulatan" adalah bahwa penggunaan bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan merupakan simbol yang menunjukkan kekuasaan tertinggi pada negara. Huruf c Yang dimaksud dengan "asas kehormatan" adalah bahwa penggunaan bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan sebagai jati diri yang menunjukkan harga diri, dan kebesaran bangsa dan negara. Huruf d Yang dimaksud dengan "asas kebangsaan" adalah bahwa penggunaan bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan harus mencerminkan sifat patriotisme, kepahlawanan, dan nasionalisme yang tinggi untuk tetap setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Huruf e Yang dimaksud dengan "asas kebhinnekatunggalikaan" adalah bahwa penggunaan bendera, bahasa, dan lambang negara serta lagu kebangsaan mencerminkan kesatuan dalam keberagaman penduduk, agama, suku, dan golongan, kondisi khusus daerah dan budaya bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Huruf f Yang dimaksud dengan "asas ketertiban" adalah bahwa penggunaan bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan harus dapat mewujudkan ketertiban dalam penggunaannya. Huruf g Yang dimaksud dengan "asas kepastian hukum" adalah bahwa penggunaan bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan harus dapat memberikan kepastian hukum dalam penggunaannya. Huruf h Yang dimaksud dengan "asas keseimbangan" adalah bahwa penggunaan bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan harus mencerminkan keseimbangan dalam hal pengadaan, penetapan, dan penggunaannya. Huruf i Yang dimaksud dengan "asas keserasian" adalah bahwa penggunaan bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan harus mencerminkan keserasian dalam hal pengadaan, penetapan, dan penggunaannya. Huruf j Yang dimaksud dengan "asas keselarasan" adalah bahwa penggunaan bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan harus mencerminkan keselarasan dalam hal pengadaan, penetapan, dan penggunaannya. === Pasal 3 === Cukup jelas. === Pasal 4 === Ayat (1) Yang dimaksud dengan "warna merah" adalah warna merah jernih yang secara digital mempunyai kadar MHB (Merah Hijau Biru) atau RGB (Red Green Blue): merah 255, hijau 0, dan biru 0. Warna merah telah lama dikenal dalam mitologi, kesusasteraan, dan sejarah Nusantara. Warna ini melambangkan keberanian. Yang dimaksud dengan "warna putih" adalah warna putih tanpa gradasi secara digital mempunyai kadar MHB: merah 255, hijau 255, dan biru 255. Warna putih telah lama dikenal dalam mitologi, kesusasteraan, dan sejarah Nusantara. Warna ini melambangkan kesucian. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas. Ayat (4) Yang dimaksud dengan "bahan yang berbeda" misalnya kertas, plastik, dan alumunium. Yang dimaksud dengan "ukuran yang berbeda" adalah besar kecilnya bendera. Yang dimaksud dengan "bentuk yang berbeda" adalah bentuk bendera yang tidak mengikuti bentuk persegi panjang dengan ukuran lebar 2/3 (dua-pertiga) dari panjang, misalnya bentuk segitiga, bujur sangkar, trapesium, jajaran genjang, dan lingkaran. === Pasal 5 === Cukup jelas. === Pasal 6 === Yang dimaksud dengan "pengibaran" adalah penaikan dan penurunan bendera. === Pasal 7 === Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Yang dimaksud dalam "keadaan tertentu" adalah: a. Keadaan mengobarkan semangat patriotisme, membela tanah air; b. keadaan menghormati kunjungan kepala negara atau pemerintahan negara lain; c. darurat perang; d. perlombaan olah raga; e. renungan suci; f. keadaan sangat bersuka cita; atau g. keadaan sangat berduka cita. Ayat (3) Yang dimaksud dengan "wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia" adalah termasuk wilayah yurisdiksi alat transportasi udara, laut, dan darat milik pemerintah ataupun warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sedang di luar negeri. Ayat (4) Cukup jelas. Ayat (5) Yang dimaksud dengan "hari-hari besar nasional di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia" antara lain: a. tanggal 2 Mei, hari Pendidikan Nasional b. tanggal 20 Mei, hari Kebangkitan Nasional c. tanggal 1 Oktober, hari Kesaktian Pancasila d. tanggal 28 Oktober, hari Sumpah Pemuda e. tanggal 10 November, hari Pahlawan Yang dimaksud dengan "peristiwa lain" adalah peristiwa besar atau kejadian luar biasa yang dialami oleh bangsa Indonesia, misalnya kunjungan Presiden atau Wakil Presiden ke daerah dan pada perayaan dirgahayu daerah. === Pasal 8 === Cukup jelas. === Pasal 9 === Ayat (1) Huruf a Cukup jelas. Huruf b Yang dimaksud dengan "lembaga negara" adalah lembaga yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945 dan peraturan perundang-undangan. Huruf c Cukup jelas. Huruf d Cukup jelas. Huruf e Cukup jelas. Huruf f Cukup jelas. Huruf g Cukup jelas. Huruf h Cukup jelas. Huruf i Cukup jelas. Huruf j Cukup jelas Huruf k Cukup jelas. Huruf l Cukup jelas Huruf m Cukup jelas Huruf n Cukup jelas Huruf o Yang dimaksud dengan "gedung atau kantor atau rumah jabatan lain" adalah gedung atau kantor atau rumah jabatan yang ditetapkan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Huruf p Cukup jelas. Huruf q Cukup jelas Huruf r Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas. Ayat (4) Cukup jelas. === Pasal 10 === Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (3) Yang dimaksud dengan penggunaan bendera pada kapal-kapal adalah sebagai tanda kehormatan untuk menyatakan kebangsaan dan identitas kapal-kapal tersebut. Ayat (4) Cukup jelas. Ayat (5) Cukup jelas. === Pasal 11 === Ayat (1) Huruf a Cukup jelas. Huruf b Cukup jelas. Huruf c Cukup jelas. Huruf d Cukup jelas. Huruf e Yang dimaksud dengan "perayaan atau peristiwa lain" adalah perayaan atau peristiwa yang digunakan sebagai tanda pernyataan kebangsaan dan kegembiraan umum. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas. Ayat (4) Cukup jelas. === Pasal 12 === Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas. Ayat (4) Cukup jelas. Ayat (5) Cukup jelas. Ayat (6) Pengibaran Bendera di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dilakukan di halaman rumah seluruh warga negara Indonesia, kantor/gedung pemerintah maupun swasta, satuan pendidikan, dan seluruh wilayah yurisdiksi Indonesia di luar negeri. Ayat (7) Cukup jelas. Ayat (8) Cukup jelas. Ayat (9) Cukup jelas. Ayat (10) Cukup jelas. Ayat (11) Cukup jelas. Ayat (12) Cukup jelas. Ayat (13) Cukup jelas. Ayat (14) Cukup jelas. === Pasal 13 === Cukup jelas. === Pasal 14 === Cukup jelas. === Pasal 15 === Cukup jelas. === Pasal 16 === Cukup jelas. === Pasal 17 === Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (3) Yang dimaksud dengan "kebiasaan internasional" adalah segala sesuatu mengenai prosedur atau tata cara dalam praktek pergaulan internasional. Ayat (4) Cukup jelas. === Pasal 18 === Cukup jelas. === Pasal 19 === Cukup jelas. === Pasal 20 === Cukup jelas. === Pasal 21 === Ayat (1) Huruf a Yang dimaksud dengan "panji organisasi" termasuk panji kebesaran TNI dan POLRI. Huruf b Yang dimaksud dengan "baris" adalah deretan bendera yang sejajar dengan satu baris. Huruf c Bendera Negara dibawa di depan rombongan pawai/defile untuk menghormati Bendera Negara. Huruf d Bendera Negara tidak disilangkan dengan panji organisasi karena tidak sederajat. Ayat (2) Cukup jelas. === Pasal 22 === Cukup jelas. === Pasal 23 === Cukup jelas. === Pasal 24 === Bendera Negara dalam ketentuan ini termasuk representasi Bendera Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (4). === Pasal 25 === Cukup jelas. === Pasal 26 === Cukup jelas === Pasal 27 === Yang dimaksud "dokumen resmi negara" adalah antara lain surat keputusan, surat berharga, ijazah, surat keterangan, surat identitas diri, akta jual beli, surat perjanjian, putusan pengadilan. === Pasal 28 === Yang dimaksud dengan "pidato resmi" adalah pidato yang disampaikan dalam forum resmi oleh pejabat negara atau pemerintahan, kecuali forum resmi internasional di luar negeri yang menetapkan penggunaan bahasa tertentu. === Pasal 29 === Cukup jelas. === Pasal 30 === Cukup jelas. === Pasal 31 === Ayat (1) Yang dimaksud dengan "perjanjian" adalah termasuk perjanjian internasional, yaitu setiap perjanjian di bidang hukum publik yang diatur oleh hukum internasional, dan dibuat oleh pemerintah dan negara, organisasi internasional, atau subjek hukum internasional lain. Perjanjian internasional ditulis dalam bahasa Indonesia, bahasa negara lain, dan/atau bahasa Inggris. Khusus dalam perjanjian dengan organisasi internasional yang digunakan adalah bahasa-bahasa organisasi internasional. Ayat (2) Dalam perjanjian bilateral, naskah perjanjian ditulis dalam bahasa Indonesia, bahasa nasional negara lain tersebut, dan/atau bahasa Inggris, dan semua naskah itu sama aslinya. === Pasal 32 === Ayat (1) Yang dimaksud "bersifat nasional" adalah berskala antardaerah dan berdampak nasional. Ayat (2) Yang dimaksud "bersifat internasional" adalah berskala antarbangsa dan berdampak internasional. === Pasal 33 === Yang dimaksud dengan "lingkungan kerja swasta" adalah mencakup perusahaan yang berbadan hukum Indonesia dan perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia. === Pasal 34 === Cukup jelas. === Pasal 35 === Cukup jelas. === Pasal 36 === Cukup jelas. === Pasal 37 === Cukup jelas. === Pasal 38 === Cukup jelas. === Pasal 39 === Cukup jelas. === Pasal 40 === Cukup jelas. === Pasal 41 === Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Yang dimaksud "pengembangan bahasa" adalah upaya memodernkan bahasa melalui pemerkayaan kosakata, pemantapan dan pembakuan sistem bahasa, pengembangan laras bahasa, serta mengupayakan peningkatan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional. Yang dimaksud "pembinaan bahasa" adalah upaya meningkatkan mutu penggunaan bahasa melalui pembelajaran bahasa di semua jenis dan jenjang pendidikan serta pemasyarakatan bahasa ke berbagai lapisan masyarakat. Selain itu, pembinaan bahasa juga dimaksudkan untuk meningkatkan kedisiplinan, keteladanan, dan sikap positif masyarakat terhadap bahasa Indonesia. Yang dimaksud "pelindungan bahasa" adalah upaya menjaga dan memelihara kelestarian bahasa melalui penelitian, pengembangan, pembinaan, dan pengajarannya. Ayat (3) Cukup jelas. === Pasal 42 === Cukup jelas. === Pasal 43 === Cukup jelas. === Pasal 44 === Yang dimaksud "bahasa internasional" adalah bahasa yang digunakan sebagai sarana komunikasi antarbangsa. === Pasal 45 === Cukup jelas. === Pasal 46 === Yang dimaksud dengan "Garuda Pancasila" adalah lambang berupa burung garuda yang sudah dikenal melalui mitologi kuno yaitu burung yang menyerupai burung elang rajawali. Garuda digunakan sebagai Lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk menggambarkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan negara yang kuat. Yang dimaksud dengan "perisai" adalah tameng yang telah dikenal lama dalam kebudayaan dan peradaban asli Indonesia sebagai bagian senjata yang melambangkan perjuangan dan perlindungan diri untuk mencapai tujuan. Yang dimaksud dengan "semboyan Bhinneka Tunggal Ika" adalah pepatah lama yang pernah dipakai oleh pujangga ternama Mpu Tantular. Kata bhinneka merupakan gabungan dua kata: bhinna dan ika diartikan berbeda-beda tetapi tetap satu dan kata tunggal ika diartikan bahwa di antara pusparagam bangsa Indonesia adalah satu kesatuan. Semboyan ini digunakan menggambarkan persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. === Pasal 47 === Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Yang dimaksud dengan "sayap garuda berbulu 17, ekor berbulu 8, pangkal ekor berbulu 19, dan leher berbulu 45" adalah lambang tanggal 17 Agustus 1945 yang merupakan waktu pengumandangan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. === Pasal 48 === Ayat (1) Yang dimaksud dengan "garis hitam tebal yang melukiskan katulistiwa" adalah garis untuk melambangkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara merdeka dan berdaulat yang dilintasi garis katulistiwa. Ayat (2) Huruf a Cukup jelas. Huruf b Mata rantai bulat yang berjumlah 9 melambangkan unsur perempuan, mata rantai persegi yang berjumlah 8 melambangkan unsur laki-laki. Ketujuh belas mata rantai itu sambung menyambung tidak terputus yang melambangkan unsur generasi penerus yang turun temurun. Huruf c Cukup jelas. Huruf d Cukup jelas. Huruf e Kedua tumbuhan kapas dan padi sesuai dengan hymne yang menempatkan pakaian (sandang) dan makanan (pangan) sebagai simbol tujuan kemakmuran dan kesejahteraan. === Pasal 49 === Huruf a Cukup jelas Huruf b Cukup jelas. Huruf c Yang dimaksud dengan "warna kuning emas" adalah warna kuning keemasan secara digital memunyai kadar MHB: merah 255, hijau 255, dan biru 0. Warna kuning emas melambangkan keagungan bangsa atau keluhuran Negara. Huruf d Yang dimaksud dengan "warna hitam" adalah warna hitam yang secara digital mempunyai kadar MHB: merah 0, hijau 0, biru 0. Warna hitam menggambarkan siklus dan jalinan kehidupan umat manusia dari awal mula penciptaan hingga akhir kehidupan. Huruf e Yang dimaksud dengan "warna alam" adalah warna-warna yang menyerupai warna benda dan makhluk hidup yang ada di alam. Warna-warna itu menggambarkan semangat dan dinamika kehidupan di alam semesta ini. === Pasal 50 === Cukup jelas. === Pasal 51 === Cukup jelas. === Pasal 52 === Cukup jelas. === Pasal 53 === Ayat (1) Yang dimaksud dengan "penggunaan Lambang Negara di dalam gedung atau kantor" adalah untuk menunjukkan kewibawaan negara yang penggunaannya dibatasi hanya pada kantor dinas. Huruf a Cukup jelas. Huruf b Yang dimaksud dengan "lembaga negara" antara lain: Presiden dan Wakil Presiden, Menteri dan pejabat setingkat menteri, Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Badan Pemeriksa Keuangan. Huruf c Cukup jelas. Huruf d Yang dimaksud dengan "gedung atau kantor lain" adalah gedung sekolah, kantor perusahaan swasta, organisasi dan lembaga-lembaga. Ayat (2) Yang dimaksud dengan "penggunaan Lambang Negara di luar gedung atau kantor" adalah penggunaan Lambang Negara sebagai lambang keistimewaan yang penggunaannya ditempatkan di muka sebelah luar pada rumah jabatan (ambtswoning) yang disediakan khusus untuk pejabat negara. Ayat (3) Yang dimaksud dengan "tempat tertentu" adalah tempat yang pantas, menarik perhatian orang, mudah dilihat dan tampak baik bagi pandangan mata semua orang yang datang dan berada di gedung atau kantor tersebut. Ayat (4) Cukup jelas. Ayat (5) Cukup jelas. === Pasal 54 === Ayat (1) Huruf a Cukup jelas. Huruf b Cukup jelas. Huruf c Cukup jelas. Huruf d Cukup jelas. Huruf e Yang dimaksud dengan "badan peradilan" antara lain Mahkamah Konstitusi. Huruf f Cukup jelas. Huruf g Cukup jelas. Huruf h Cukup jelas. Huruf i Cukup jelas. Huruf j Cukup jelas. Huruf k Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas. Ayat (4) Cukup jelas. === Pasal 55 === Cukup jelas. === Pasal 56 === Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Yang dimaksud dengan "Lambang Negara dibuat dari bahan yang kuat" adalah bahwa Lambang Negara harus dibuat dari bahan cor semen, metal, campuran besi atau campuran bahan lain yang liat dan kuat, sehingga bentuk Lambang Negara terlihat kokoh dan kuat, dapat digunakan untuk waktu yang lama, tidak mudah patah, hancur ataupun tidak cepat rusak. === Pasal 57 === Cukup jelas. === Pasal 58 === Cukup jelas. === Pasal 59 === Cukup jelas. === Pasal 60 === Ayat (1) Cukup Jelas Ayat (2) Yang dimaksud dengan "strofe" adalah stanza dalam musik. Ayat (3) Stanza dalam lagu Indonesia Raya terdiri atas tiga bait. Bait ketiga biasa dikenal dengan refrein. === Pasal 61 === Cukup jelas. === Pasal 62 === Yang dimaksud dengan "berdiri tegak dengan sikap hormat" pada waktu lagu kebangsaan diperdengarkan/dinyanyikan adalah berdiri tegak di tempat masing-masing dengan sikap sempurna, meluruskan lengan ke bawah, mengepalkan telapak tangan, dan ibu jari menghadap ke depan merapat pada paha disertai pandangan lurus ke depan. === Pasal 63 === Cukup jelas. === Pasal 64 === Yang dimaksud dengan "dilarang memperdengarkan atau menyanyikan Lagu Kebangsaan dengan nada-nada, irama, iringan, kata-kata dan gubahan-gubahan lain" adalah agar Lagu Kebangsaan tidak dinyanyikan secara sembarangan dan ke luar dari derajat dan kedudukannya sebagai Lagu Kebangsaan. Sedangkan yang dimaksud dilarang memperdengarkan, menyanyikan dan menggunakan Lagu Kebangsaan untuk bahan dan alat reklame dan/atau kegiatan komersial dalam bentuk apapun adalah agar Lagu Kebangsaan tidak digunakan untuk meraih keuntungan komersial tertentu yang melecehkan kedudukan Lagu Kebangsaan tersebut. === Pasal 65 === Cukup jelas. === Pasal 66 === Cukup jelas. === Pasal 67 === Cukup jelas. === Pasal 68 === Cukup jelas. === Pasal 69 === Cukup jelas. === Pasal 70 === Cukup jelas. === Pasal 71 === Cukup jelas === Pasal 72 === Cukup jelas. === Pasal 73 === Cukup jelas. === Pasal 74 === Cukup jelas TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5035 {| width="100%" |width="70%"| |LAMPIRAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 24 Tahun 2009 TANGGAL : 9 Juli 2009 </poem> [[File:Pancasila di lampiran UU No. 24 Tahun 2009.jpg]] Warna: Warna Merah : MHB (RGB) : merah 255, hijau 000, dan biru 000 Warna Putih : MHB (RGB) : merah 255, hijau 255, dan biru 255 Warna Kuning Emas : MHB (RGB) : merah 255, hijau 255, dan biru 000 Warna Hitam : MHB (RGB) : merah 000, hijau 000, dan biru 000 Perbandingan Ukuran: Jarak A – B = 12 Jarak C – D = 13 ½ Jarak E – F = 16 Jarak G –H = 15 ½ Jarak I – J = 17 <center>LIRIK LAGU KEBANGSAAN INDONESIA RAYA<br />VERSI ASLI DENGAN TIGA STANZA</center> Stanza 1: Indonesia Tanah Airkoe Tanah Toempah Darahkoe Di sanalah Akoe Berdiri Djadi Pandoe Iboekoe Indonesia Kebangsaankoe Bangsa Dan Tanah Airkoe Marilah Kita Berseroe Indonesia Bersatoe Hidoeplah Tanahkoe Hidoeplah Negrikoe Bangsakoe Ra'jatkoe Sem'wanja Bangoenlah Djiwanja Bangoenlah Badannja Oentoek Indonesia Raja (Reff: Diulang 2 kali, red) Indonesia Raja Merdeka Merdeka Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta Indonesia Raja Merdeka Merdeka Hidoeplah Indonesia Raja Stanza 2: Indonesia Tanah Jang Moelia Tanah Kita Jang Kaja Di sanalah Akoe Berdiri Oentoek Slama-Lamanja Indonesia Tanah Poesaka P'saka Kita Semoeanja Marilah Kita Mendo'a Indonesia Bahagia Soeboerlah Tanahnja Soeboerlah Djiwanja Bangsanja Ra'jatnja Sem'wanja Sadarlah Hatinja Sadarlah Boedinja Oentoek Indonesia Raja (Reff: Diulang 2 kali, red) Indonesia Raja Merdeka Merdeka Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta Indonesia Raja Merdeka Merdeka Hidoeplah Indonesia Raja Stanza 3: Indonesia Tanah Jang Seotji Tanah Kita Jang Sakti Di sanalah Akoe Berdiri 'Njaga Iboe Sedjati Indonesia Tanah Berseri Tanah Jang Akoe Sajangi Marilah Kita Berdjandji Indonesia Abadi S'lamatlah Ra'jatnja S'lamatlah Poetranja Poelaoenja Laoetnja Sem'wanja Madjoelah Negrinja Madjoelah Pandoenja Oentoek Indonesia Raja (Reff: Diulang 2 kali, red) Indonesia Raja Merdeka Merdeka Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta Indonesia Raja Merdeka Merdeka Hidoeplah Indonesia Raja {{Sidenotes end}} rrmd192qj2tgton0rhn6fz8dh4kouma Acara:Tantangan WikiPandu/Berkas 1728 111286 313505 312749 2026-08-17T05:52:47Z Quraeni 22485 /* Berkas untuk Diujibaca */ menambahkan berkas baru 313505 wikitext text/x-wiki [[Berkas:Logo WikiPandu.svg|150px|center|frameless]] {| class="wikitable" style="width:100%; text-align:center; background:#006699; font-size:150%; font-weight:bold; color:white;" |- | Tantangan WikiPandu |} {| border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="center" |- style="white-space: nowrap; font-size: 150%; font-family:Monospace, sans-serif;" | style="{{#ifeq: {{FULLPAGENAME}} | Acara:Tantangan WikiPandu | | border-bottom: 8px #f2b9df solid; text-align: center; padding: 1em 0em; }}" | [[Image:Home Icon by Lakas.svg|none|75px]] [[Acara:Tantangan WikiPandu| Beranda]] | style="width: 1em; border-bottom: 1px transparent;" | | style="{{#ifeq: {{#titleparts: {{FULLPAGENAME}} | 2 }} | Acara:Tantangan WikiPandu/Ketentuan | | border-bottom: 8px #f2b9df solid; }}" | [[Image:Checklist Noun project 5166.svg|none|75px]] [[Acara:Tantangan WikiPandu/Ketentuan|<span style="color: #0645ad;">Ketentuan</span>]] | style="width: 1em; border-bottom: 1px transparent;" | | style="{{#ifeq: {{#titleparts: {{FULLPAGENAME}} | 2 }} | Acara:Tantangan WikiPandu/Berkas | | border-bottom: 8px #f2b9df solid; }}" | [[Image:Documents icon - noun project 5020.svg|none|75px]] [[Acara:Tantangan WikiPandu/Berkas|<span style="color: #0645ad;">Buku</span>]] | style="width: 1em; border-bottom: 1px transparent;" | | style="{{#ifeq: {{#titleparts: {{FULLPAGENAME}} | 2 }} | Acara:Tantangan WikiPandu/Hasil| | border-bottom: 8px #f2b9df solid;}}" | [[Image:SVG Trophy Star.svg|none|75px]] [[Acara:Tantangan WikiPandu/Hasil|<span style="color: #0645ad;">Hasil</span>]] | style="width: 1em; border-bottom: 1px transparent;" | |} __NOTOC__ {{ambox | type = notice | image = [[File:Noto Emoji Pie 1f4e2.svg|40px]] | text = Panitia menyediakan buku-buku untuk diuji-baca dan ditransklusi. Selain yang tercantum di bawah, kontribusi Anda tidak akan dicatat sebagai bagian dari kontribusi Tantangan WikiPandu. Panitia akan menambah jumlah buku jika diperlukan. }} == Berkas untuk Diujibaca == Penghitungan kontribusi menggunakan perkakas khusus. Halaman yang telah diujibaca disetorkan melalui [https://fountain.toolforge.org/editathons/wp-ujibaca Fountain di sini.] {| class="wikitable" {{ts|wa}} ! style="text-align: center;" |No ! style="text-align: center;" |Halaman depan ! style="text-align: center;" |Judul buku ! style="text-align: center;" |Halaman indeks ! style="text-align: center;" |Catatan khusus |- |1. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf|100px]] | [[Anna Karenine 1]] | [[Indeks:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |2. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf|100px]] | [[Anna Karenine 2]] | [[Indeks:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |3. | style="text-align: center;" | [[Berkas:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf|100px]] | [[Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia (Civics)]] | [[Indeks:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf]] | |- |4. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf|100px]] | [[Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan]] | [[Indeks:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |5. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf|100px]] | [[Perkembangan Situasi Politik di Indonesia Proloog dan Epiloog Gestapu PKI]] | [[Indeks:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf]] | Sudah selesai dujibaca |- |6. | style="text-align: center;" | [[Berkas:San min chu i.pdf|100px]] | [[San Min Chu I]] | [[Indeks:San min chu i.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |7. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf|100px]] | [[Menudju Republik Indonesia]] | [[Indeks:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |8. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Sair rempah rempah.pdf|100px]] | [[Sair rempah rempah]] | [[Indeks:Sair rempah rempah.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |9. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Dari Puncak Bukit Talang.pdf|100px]] | [[Dari Puncak Bukit Talang]] | [[Indeks:Dari Puncak Bukit Talang.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |10. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf|100px]] | [[Rencana Ekonomi Berjuang]] | [[Indeks:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |11. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Korban Boedi.pdf|100px]] | [[Korban Boedi]] | [[Indeks:Korban Boedi.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |12. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Demokrasi Terpimpin.pdf|100px]] | [[Demokrasi Terpimpin ]] | [[Indeks:Demokrasi Terpimpin.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |13. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf|100px]] | [[Raden Mas Djojo Koesomo]] | [[Indeks:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |14. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Raden-Adjeng Karmiati.pdf|100px]] | [[Raden-Adjeng Karmiati]] | [[Indeks:Raden-Adjeng Karmiati.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |15. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf|100px]] | [[Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia]] | [[Indeks:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf]] | |- |16. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Revoloesi Nasional dan Mei.pdf|100px]] | [[Revoloesi Nasional dan Mei]] | [[Indeks:Revoloesi Nasional dan Mei.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |17. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Kewadjiban dan Hak.pdf|100px]] | [[Kewadjiban dan Hak]] | [[Indeks:Kewadjiban dan Hak.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |18. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Perdjandjian dengan Setan.pdf|100px]] | [[Perdjandjian dengan Setan]] | [[Indeks:Perdjandjian dengan Setan.pdf]] | |- |19. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Gerpolek.pdf|100px]] | [[Gerpolek]] | [[Indeks:Gerpolek.pdf]] | |- |20. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Boenga rampai.djvu|100px]] | [[Boenga rampai]] | [[Indeks:Boenga rampai.djvu]] | |- |21. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Janie.pdf|100px]] | [[Janie]] | [[Indeks:Janie.pdf]] | |- |22. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf|100px]] | [[Tjerita Roman Pengorbanan]] | [[Indeks:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf]] | |- |23. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Mimbar Indonesia 33.pdf|100px]] | [[Mimbar Indonesia 33]] | [[Indeks:Mimbar Indonesia 33.pdf]] | |- |24. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Sakit Hati.pdf|100px]] | [[Sakit Hati]] | [[Indeks:Sakit Hati.pdf]] | |- |25. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Selina.pdf|100px]] | [[Selina]] | [[Indeks:Selina.pdf]] | |- |26. | style="text-align: center;" | [[Berkas:The Belle of Menado.pdf|100px]] | [[The Belle of Menado]] | [[Indeks:The Belle of Menado.pdf]] | |} == Halaman untuk Ditransklusi == Penghitungan kontribusi menggunakan perkakas khusus. Halaman yang telah ditransklusi disetorkan melalui Fountain di sini. {| class="wikitable" {{ts|wa}} ! style="text-align: center;" |No ! style="text-align: center;" |Judul ! style="text-align: center;" |Halaman indeks ! style="text-align: center;" |Halaman Transklusi (Utama) ! style="text-align: center;" |Catatan khusus |- |1. | | | | |- |2. | | | |- |} mgi2ffoi9pbyjos4g5i6092k7d24h0i Halaman:Sair rempah rempah.pdf/10 104 111291 313339 310579 2026-08-16T19:41:35Z Ibrohim tijani 26379 313339 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh||SAMA RASA dan SAMA RATA.}} {{rh||_.._}} ''Sair inilah dari pendjara, <br> Waktoe kami biroe dihcekocтnja, <br> Di-Weltevreden tempat tinggalnja, <br> Doea belas boelan poenja lama.'' <br> Ini bockan sair Indie Weerbaar, <br> Sair mana jang bisa mengantar, <br> Dalam hoei jang tidak sebentar, <br> Membikin hatinja orang gentar.. <br> Kami bersair bockan kronjongan, <br> Seperti si orang pelantjongan, <br> Mondar mandir kebingoengan, <br> Jaitoe: pemocda Semarangan. <br> Docloe kita socka krontjongan,. <br> Tetapi sekarang socka terbangan <br> Dalam S.. Semarang jang aman, <br> Fergerak keras eheng-cbengan. <br> ini sair nama ; „ Sama rasa” <br> Dan Sara rata" ituelah njata, <br> Tapi bockan sair bangsanja <br> Jang menghela kami dipendjara <br> Didalam pendjara tidak enak, <br> Tertjere dengan Istri dan anak, <br> Koempoel maling dan perampok banjak, <br> Seperti bangsanja si pengampak. <br> Tapi dia djcega bangsa orang <br> Seperti mancesia jang memegang <br> Kocasa dan harta benda orang, <br> Dengan berlakce jang tidak terang.'' <br> Ada perampok aloes dan kasar, <br> Djoega perampok ketji dan besar. <br> Bertopeng beschaving dan terpeladjar : <br> Ada jang merampok dengan nasar. <br> Dia itoclak sama perampoknja , <br> Minta orang dengan lakoe paksa, <br> Tidak mengingat kebangsaannja, <br> Bangsa manoesia didoenia. <br><noinclude></noinclude> c318k706b5k43tbsvqlsyqjr4m136kn Halaman:Sair rempah rempah.pdf/11 104 111300 313340 309816 2026-08-16T19:42:18Z Ibrohim tijani 26379 313340 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||2}}</noinclude>Hal ini baik kami koentjikan, <br> Lain hal jang kami bit'arakan, <br> Perkara jang mesti difahamkan, <br> Dan achirnja kita melakoekan. <br> Banjak orang jang mengatahoei, <br> Doea kali kami kena dōeri <br> Artike! wetboek jang menakocti, <br> Djoega panasnja scperti api. <br> Kakik kami soeda sama lockak <br> Kena doeri iang koeintjak- intjak, <br> Djoega palang - palang jang koedoepak <br> Sordah ada sedikit terboekak. <br> Haraplah socdarakoe ! di tendang <br> Semcea baring jarg malang - malang, <br> Soepaja kita berdjalin senang <br> Ketempat kita jang amat terang. <br> Bocat sebentar kami berhenti <br> Didjalan perempat tempat kami, <br> Merasakan ketjapaian diri <br> Sambil melihati djalan ini. <br> Djangan takoet kami poetoes hasa, <br> Merasakan kotoran doenia, <br> Seperti anak jang beloem oesia, <br> Dan beloen bangoen dari tidoernja. <br> Kami sampe didjalan perempat, <br> Kami berdjalan terlaloe tjepat, <br> Temen kita jang berdjalan lambat <br> Ketinggalan misih djaoeh amat. <br> Kami berniat berdjalan teroes, <br> Tetapi kami terasa aoes. <br> Ad : poen pengharapan ta' poetoes, <br> Kalock perice boleh sampe mampces. <br> Djalan jang koetoedjoe amat panas , <br> Banjak doeri poen anginnja keras, <br> Tali -tali mesti kami tatas, <br> Palang-palang djoega kami papas. <br> Soepaja djalannja SAMA PATA, <br> Jang berdjalan poen SAMA meRASA <br> Enak dan senang bersama- sama, <br> ja'toe : ",Sama rasa, sama rata.” <br><noinclude></noinclude> eqxbpacv7m4q7x23z1ugnjv8loui3ol Halaman:Sair rempah rempah.pdf/12 104 111301 313341 309817 2026-08-16T19:43:04Z Ibrohim tijani 26379 313341 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||3}}</noinclude>Baik kami toenggoe temen kita <br> Jang misih ada diblakang sana, <br> Soepaja dia bisa bekerdja <br> Dengan kami dan bisa sampoerna. <br> Kami taoe ada banjak orang <br> Lebin socka berdjaian jang gampans <br> Selatan dan Oetara jang lapang, <br> Kerna ini tempat ada terang <br> Itoe tjahja boekan sesoenggoehnja, <br> Seperti jang djadi maksoed kita, <br> Tetapi itoe tjahjanja katja <br> Jang bisa membikin kaboer mata. <br> ini waktoelah merasa senang, <br> Sehab dia dapat dia an terang, <br> Tetapi hari jang dibelakang, <br> Bahaja hina datang menjerang. <br> Dia orang jang djalan kembali, <br> Kerna tidak brani melaloci <br> Djalan jang soesah d'n banjak doeri. <br> Toeroennja selaloe djadi kocli . <br> Orang-orang jang berdjalan teroes, <br> Dia tentoe dapat tempat bagoes, <br> Asal sadja berhati jang locroes, <br> Brani soesah sampe leher petoe <br> Didoenia itoe sama rasa, <br> Soesah, pajah itoe tidak ada, <br> Asal bisa bikin sama rata, <br> Dialah sesoenggochnja manoesia . <br> Ampir loepa jang koebitjarakan, <br> Ijalan prapatan jang koetccliskan <br> Kami brenti soedah kocoetjapkan, <br> Teman-teman, kami menantikan <br> Soedarakoe djangan ketil hati, <br> Tidak nanti kami akan jari, <br> Dari tempat kita jang sedjati, <br> Jaitoe : tempat jang amat soetji. <br> Kini djalan ada roepa empat, <br> Jang doea ditoclis : „ djilat - djilat <br> Jung satoe ditoelis : ,,amat lambat", <br> Lainnya ditoclis : „ sama rapat", <br><noinclude></noinclude> qlrb8uttt5efm6btqow8bckoqup0c17 Halaman:Sair rempah rempah.pdf/13 104 111302 313342 309818 2026-08-16T19:43:40Z Ibrohim tijani 26379 313342 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||4}}</noinclude>Empat djalan itoe kami bisa <br> Memilih mana kami jang soeka, <br> Poen dia terboeka boeat kita, <br> Siapa soeka melaloeinja. <br> Kami memilih djalan jang terocs, <br> Tidak bengkok, tapi amat loeroes. <br> dengan hoeroe jang bagoes <br> Sama rapat," dan papannja aloes. <br> Soedara S. 1. inilah pedang <br> Boeat memoetocs jang malang-malang, <br> Ini pedang boeatan di -Djipang, <br> ang membikin Ario Penangsang. <br> Ini pedang namanja : „ berani" , <br> Siapa jang pake besar hati, <br> Maski jang memake sampe mati, <br> Tidak akan mengoendoerkan diri. <br> Ini pedang dari besi koening, <br> Kamioe haroes jang bersih dan henning <br> Socpaja hatimoe tidak miring, <br> Mengadepi kita poenja tanding. <br> Djangan berperang seperti boeto, <br> Tjoema bisa memboeka soeworo, <br> Soeka oeang tidak brani loro, <br> Itoe bcekan adatnja Satrijo . <br> Djaman doeloe Satrijo sedjati, <br> 1a' takoct masek didalam api, <br> Terdjoem dilanet poen didjalani, <br> Boeat mengedjar maksoednja hati. <br> Pertjajalah soeda ra- soedara, <br> Menoedjoe kearah Timoer sadja; <br> Disitoe betoel tempatnja tjahja, <br> Jang bisa menerangi doenia. <br> Matahari kita menamai, <br> Jang menerangi di ini boemi, <br> Siang bertjahja, malam sembi enji, <br> Terang dan gelap soedah terdjadi. <br> Kaloek soedara menoedjoe djalan <br> Jang ke Oetara dan Selatan , <br> Tentce kamoe bakal kedinginan, <br> Tidoer poelas ta' ada ingatan . <br><noinclude></noinclude> 3469ritggoj8pra04d33lnm3wwxz30y Halaman:Sair rempah rempah.pdf/14 104 111303 313343 309819 2026-08-16T19:44:26Z Ibrohim tijani 26379 313343 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|5}}</noinclude>Itoe tempat nama Pool namanja , <br> Laoet ijs jang ta' ada poetoesja, <br> Kalock socdara metalocinja, <br> Temtoe badanmoe djadi binasa. <br> Badan kamoe tentoe djadi bekoe <br> Seperti besi jang amat kakoe, <br> Bekaкasnja pabriek-pabrick teboe <br> Djadi stoomwals menindes bangsanice ! <br> Djalan ka-Timoer bisa berpoetar <br> Sampe Barat, kalock socdah sesar, <br> Djadi socdara berkitar kitar, <br> Kerana doenia ini boendar. <br> Baik, boesoek barang didocnia, <br> Menoeroct waktoe djoega djamannja, <br> Seperti api dengan acrnja, <br> Panas dan dingin itoe rasanja. <br> Ini boekan pikiran Satrijo, <br> Jang berperang dengan beto olo, <br> Tapi ini hatinja Pandito, <br> Waktoe dia di- Gocwo Baroto. <br> Baik socdara berhati doea, <br> Batin Pendito, lahir Satrijo, <br> Waktoe perang berhati Satrijo, <br> Kaloek kalah berhati Pendito. <br> Ach ! penna kami ampir terlandjoer. <br> Mengoesik hal- hal jang tidak djoedjoer, <br> Baiklah kami sedikit moendoer, <br> Hendak brenti doeloe pergi tidoer. <br> Broeders ! Laat mij even blijven rusten ; <br> Laat den anderen zijn rol vervullen, <br> Ik zal wel met genoegen gaan spelen , <br> Zoodra het derde bedrijf moet komen. <br><noinclude></noinclude> f7x46dx3d48kody1ztk8zcqo57hgjoy 313344 313343 2026-08-16T19:44:39Z Ibrohim tijani 26379 313344 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||5}}</noinclude>Itoe tempat nama Pool namanja , <br> Laoet ijs jang ta' ada poetoesja, <br> Kalock socdara metalocinja, <br> Temtoe badanmoe djadi binasa. <br> Badan kamoe tentoe djadi bekoe <br> Seperti besi jang amat kakoe, <br> Bekaкasnja pabriek-pabrick teboe <br> Djadi stoomwals menindes bangsanice ! <br> Djalan ka-Timoer bisa berpoetar <br> Sampe Barat, kalock socdah sesar, <br> Djadi socdara berkitar kitar, <br> Kerana doenia ini boendar. <br> Baik, boesoek barang didocnia, <br> Menoeroct waktoe djoega djamannja, <br> Seperti api dengan acrnja, <br> Panas dan dingin itoe rasanja. <br> Ini boekan pikiran Satrijo, <br> Jang berperang dengan beto olo, <br> Tapi ini hatinja Pandito, <br> Waktoe dia di- Gocwo Baroto. <br> Baik socdara berhati doea, <br> Batin Pendito, lahir Satrijo, <br> Waktoe perang berhati Satrijo, <br> Kaloek kalah berhati Pendito. <br> Ach ! penna kami ampir terlandjoer. <br> Mengoesik hal- hal jang tidak djoedjoer, <br> Baiklah kami sedikit moendoer, <br> Hendak brenti doeloe pergi tidoer. <br> Broeders ! Laat mij even blijven rusten ; <br> Laat den anderen zijn rol vervullen, <br> Ik zal wel met genoegen gaan spelen , <br> Zoodra het derde bedrijf moet komen. <br><noinclude></noinclude> br3ml98e54y2v6oyseakhxx108tkgx3 Halaman:Sair rempah rempah.pdf/15 104 111304 313345 309821 2026-08-16T19:45:25Z Ibrohim tijani 26379 313345 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{|||6}}</noinclude>'''BOTJAH ANGON.''' '''-0-''' Ajam berkrekcek selocroch desa, <br> Tanda watoe pagi socdah njata, <br> Hawa dingin poen soedah terasa , <br> Mata hari molai bertjahja. <br> Kerbo dikandang soedh bediri, <br> Ekornja bergerak kian kemari, <br> Goena mengoesir lalat didiri, <br> Menggigit badan dengan berani. <br> Kerbo menoenggoe pengnembalanja, <br> Minta kaloear dari kandangnja, <br> Peroet lapar soedah dirasanja, <br> Minta makan roempoet satjoekoepnja. <br> Si Podo bangoen dari tidcernja, <br> Berdebar- debar rasa hatinja <br> Mendengar swara semoea kerbonja, <br> Mendoepak- doepak palang kandangnja. <br> Dengan sigera Podo berlontjat, <br> Seperti orang bermain silat, <br> Memboeka palang jang misih rapat, <br> Kerbonja keloear dengaʼn tjepat. <br> Ma'aflah kerbokoe pada saja,“ <br> ,,Saja baharoe inemboeka mata," <br> „ Marilah kita bersama- sama,“ <br> ,,Mentjari makan jang enak rasanja." <br> .Go ! go ! gol kamoe berjalan teroes ! " <br> Kata Podo dengan hati loeroes , <br> Podo boenjikan tjamboek jang bagoes, <br> Soepaja kerbonja berdjalan teroes. <br> Dengan soesah Podo tjari djalan <br> Jang menoedjoe titempat makanan, <br> Banjak bahaja ada didjalan, <br> Di tendangnja dengan kebranian. <br> Podo berdjalan seloeroch ladang, <br> Otan jang besar banjak binatang, <br> Babi roesa , harimau dan kidang, <br> Podo melibat merasa senang. <br><noinclude></noinclude> s6edwoiznlvdo459n4ccpqzrxldxgjj 313346 313345 2026-08-16T19:46:41Z Ibrohim tijani 26379 313346 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{r|6}}</noinclude>{{c|'''BOTJAH ANGON.'''}} {{c|'''-0-'''}} Ajam berkrekcek selocroch desa, <br> Tanda watoe pagi socdah njata, <br> Hawa dingin poen soedah terasa , <br> Mata hari molai bertjahja. <br> Kerbo dikandang soedh bediri, <br> Ekornja bergerak kian kemari, <br> Goena mengoesir lalat didiri, <br> Menggigit badan dengan berani. <br> Kerbo menoenggoe pengnembalanja, <br> Minta kaloear dari kandangnja, <br> Peroet lapar soedah dirasanja, <br> Minta makan roempoet satjoekoepnja. <br> Si Podo bangoen dari tidcernja, <br> Berdebar- debar rasa hatinja <br> Mendengar swara semoea kerbonja, <br> Mendoepak- doepak palang kandangnja. <br> Dengan sigera Podo berlontjat, <br> Seperti orang bermain silat, <br> Memboeka palang jang misih rapat, <br> Kerbonja keloear dengaʼn tjepat. <br> Ma'aflah kerbokoe pada saja,“ <br> ,,Saja baharoe inemboeka mata," <br> „ Marilah kita bersama- sama,“ <br> ,,Mentjari makan jang enak rasanja." <br> .Go ! go ! gol kamoe berjalan teroes ! " <br> Kata Podo dengan hati loeroes , <br> Podo boenjikan tjamboek jang bagoes, <br> Soepaja kerbonja berdjalan teroes. <br> Dengan soesah Podo tjari djalan <br> Jang menoedjoe titempat makanan, <br> Banjak bahaja ada didjalan, <br> Di tendangnja dengan kebranian. <br> Podo berdjalan seloeroch ladang, <br> Otan jang besar banjak binatang, <br> Babi roesa , harimau dan kidang, <br> Podo melibat merasa senang. <br><noinclude></noinclude> qkeq4r8wqaxekyrqbbqkhcctltxu14w Halaman:Sair rempah rempah.pdf/16 104 111305 313347 309822 2026-08-16T19:47:16Z Ibrohim tijani 26379 313347 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||7}}</noinclude>Kalock kamce brani ganggoe kita," <br> ,,Soedah tentoelah kamce binasa,“ <br> Sebab kamoe boekan manoesia,“ <br> ,,Tapi kamoe kotoran doenia ! “ <br> Begitoe kata Podo dihati, <br> Mata melirik dan melihati <br> Binatang jang bocas amat kedji, <br> Hendak dipoekol sampe mati. <br> ,,Kerbo ! djangan tidak, kamoc awas !" <br> „Disini banjak binatang boeas "!" <br> ,,Dia itoe jang akan merampas," <br> „ Badan kita jang sekarang lemas ! ' <br> Kerbo mencendjockkan gocmbiranja , <br> Mendengar socara pengoembalanja, <br> Tandock jang tadjam ditoendjoekkannja, <br> Bocat membinasakan moesoehnja. <br> Mata hari soedah amat terang, <br> Menjinarkan tjahjanja diledang, <br> Podo memikirkan tidak senang. <br> Kerna 10empoet toembceh amat djarang. <br> ,,Diotan sitoe banjak roempoetnja, “ <br> Kata Podo didalam hatinja, <br> ,.Tetapi selaloe didjaganja," <br> ,,Binatang jang tergendoet „peroctnja.“ <br> ,,Itoe otan kita poenja milik," <br> „Nenek kita jang bikin baik," <br> ,,Kita boleh ambil dan menarik," <br> ‚Hasilnja jang besar dan jang tjilik.“ <br> ,,Kerbo ! mari kita masoek sitce," <br> ,,Boeat memakan roempoet jang lemoe," <br> ,,Tidak perloelah takoet diganggoe," <br> ,,Sebab peroet kita amat lesce.' <br> ,,Saja poen soedah sedia tjamboek," <br> Goena melawan moesoeh jang ngamock," <br> ,,Djangan loepa kamae poenja tandoek, <br> Bocat menoesock peroet jang gemoek." <br> ,.Tjah Angon ! djangan kamce kemari," <br> Berkata seorang bidadari, <br> Jang ada dipohon amat sari, <br> .,Saja Radjanja otan disini.“ <br><noinclude></noinclude> ll82rb4s8xc8k529gccutfhmmpppqmk Halaman:Sair rempah rempah.pdf/17 104 111306 313348 309823 2026-08-16T19:47:48Z Ibrohim tijani 26379 313348 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||8}}</noinclude>,,Saja tidak kenal pada kamoe,“ Kata si Podo dengan bernapsoe , ,,Diotan sini bockan tempatmor ,“ ,,Pergilah lekas dari tempatkoe .“ ,,'ni otan, otan poesaka ," ,,Dari nenek jang meninggal doenia," ,,Kamoe tidak boleh bocka swara," ,,Bahwa ini otan kamoc poenja ." ,,Tempat ini soedah kita beli," ,,Dari nenekmoe jang soedah mati,“ ,,Denpan oeang dan bebrapa djandji,“ ,,Begitoelah kata bidadari." ,,Kamoe berkata bohong sekali,“ ,,Nenek mojangmoe jang soedah mati ," ,,Jang mengocwasai ini boemi,“ ,,Dengan menipoe berlakoe kedji.“ Berkata Tjah Angon dengan keras : ,,Iotanlah doeloe dirampas," ,,Oleh nenekmoc jang amat bocas," ,,Sekarang kita akan membalas.“ Bala Radja- otan jang dibawah, Menoendjoekkan gişi dengan marah, Mendengar swaranja itoe botjah, Jang amat brani dan marah-marah . Si Podo memboenjik un samhocknja, Boeat memberi tanda temannja, Soepaja koempoel, ada bahaja, Jang berniat menjerang bangsanja . Kerbo medengar tjamboek berboeni, Tandock dipasang ekor berdiri, Soedah sedia dan melihati, Siapa menjerang ditandoeki. Ajo madjcelalı kamoe sibangsat," ,,Kamoe maklock jang amat kianat,', ,,Sekarang kita soedan menek it," ,,Sebab socdah kamoe bikin mlarat." Begitoe kata kerbo jang brani, Kepada moesoehnja jang dibentji, ,,Ini waktoe kita sampe hati," ,,Sebab kamoe tidak menetepi.“ (Akan disambceng. )<noinclude></noinclude> tup1o3g2umrmepvtybei2h203zte9z1 313349 313348 2026-08-16T19:48:06Z Ibrohim tijani 26379 313349 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||8}}</noinclude>,,Saja tidak kenal pada kamoe,“ <br> Kata si Podo dengan bernapsoe , <br> ,,Diotan sini bockan tempatmor ,“ <br> ,,Pergilah lekas dari tempatkoe .“ <br> ,,'ni otan, otan poesaka ," <br> ,,Dari nenek jang meninggal doenia," <br> ,,Kamoe tidak boleh bocka swara," <br> ,,Bahwa ini otan kamoc poenja ." <br> ,,Tempat ini soedah kita beli," <br> ,,Dari nenekmoe jang soedah mati,“ <br> ,,Denpan oeang dan bebrapa djandji,“ <br> ,,Begitoelah kata bidadari." <br> ,,Kamoe berkata bohong sekali,“ <br> ,,Nenek mojangmoe jang soedah mati ," <br> ,,Jang mengocwasai ini boemi,“ <br> ,,Dengan menipoe berlakoe kedji.“ <br> Berkata Tjah Angon dengan keras : <br> ,,Iotanlah doeloe dirampas," <br> ,,Oleh nenekmoc jang amat bocas," <br> ,,Sekarang kita akan membalas.“ <br> Bala Radja- otan jang dibawah, <br> Menoendjoekkan gişi dengan marah, <br> Mendengar swaranja itoe botjah, <br> Jang amat brani dan marah-marah . <br> Si Podo memboenjik un samhocknja, <br> Boeat memberi tanda temannja, <br> Soepaja koempoel, ada bahaja, <br> Jang berniat menjerang bangsanja . <br> Kerbo medengar tjamboek berboeni, <br> Tandock dipasang ekor berdiri, <br> Soedah sedia dan melihati, <br> Siapa menjerang ditandoeki. <br> Ajo madjcelalı kamoe sibangsat," <br> ,,Kamoe maklock jang amat kianat,', <br> ,,Sekarang kita soedan menek it," <br> ,,Sebab socdah kamoe bikin mlarat." <br> Begitoe kata kerbo jang brani, <br> Kepada moesoehnja jang dibentji, <br> ,,Ini waktoe kita sampe hati," <br> ,,Sebab kamoe tidak menetepi.“ <br> (Akan disambceng. ) <br><noinclude></noinclude> t4hru5ddk8pyi3p92r9lv1udzwgxoae Halaman:Sair rempah rempah.pdf/18 104 111307 313350 309824 2026-08-16T19:49:24Z Ibrohim tijani 26379 313350 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><div style="text-align:center;"> S A I R Rompah - rompah O L E H MARCO. DJILID II <hr> Druk. N. V. Sinar Djawa, Semarang. 1912. </div><noinclude></noinclude> tngl566pdcswqbfgldly6wpv2a0ehj7 313351 313350 2026-08-16T19:50:00Z Ibrohim tijani 26379 313351 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><div style="text-align:center; margin-top:150px;"> S A I R Rempah - rempah O L E H MARCO. DJILID II <br><br><br> <hr style="width:40%;"> <br> Druk. N. V. Sinar Djawa, Semarang. <br> 1912. </div><noinclude></noinclude> loc8mu9xctamjvknpkeai05upt3u7s5 Halaman:Sair rempah rempah.pdf/20 104 111309 313352 310610 2026-08-16T19:54:36Z Ibrohim tijani 26379 313352 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||9}}</noinclude>་་Djandjimoe , djandji djoesta belaka,"<br> ,,Tjoema akan membikin tjelaka ," <br> Kepada bangsa kita semoea,”<br> Soepaja bangsamoe djadi kaja."<br> · Sampe lara kita menoeroet,"<br> „Atoeran kamce jang tidak patoet ," <br> Jang bisa membikin sakit peroct,"<br> Sampe bangsa kita kalang kaboet!"<br> ,,Kerbo ! djanganlah terlaloe marah,”<br> Kata matjan jang bermoeka merali,<br> ,,Kita berlakoe terlaloe merah ,”<br> Tapi kamoe bilang misih salah."<br> Matjan kamoc betoel tidak adi!!"<br> Kamoe membikin bangsamoe voordeel !"<br> Bangsa kerbo kamoe bikin nadeel !"<br> ,,ltoe atoeran jang kamoe ambil !“<br> Kata Podo melotot matanja ,<br> Djari menoendjoek aer- moekanja,<br> Dan atoeran jang tidak njata ,<br> ,,Kamoe hetoel bangsa jang doeraka !'<br> ,,Djangan kamue main poeta: balik !“<br> ,,Kata tjai Angon dengan melirik,"<br> „ Kaloek kita soedah amat serik !"<br> ,,Kamoe adjar kenal dengan bodix !“<br> ,.Kam e selaloe main klentengan,"<br> ,,Sampe kita tidak bisa makan ,“<br> ,,Koeroes kering kita poenja badan ,“<br> ,,Kerna tidak dapat makanan.“<br> ,,Diamlah diangan berseroe- scroe ! '<br> ,, ita membikin atoeran baroe !"<br> Begitoe kat orang jang ajoe,<br> Seperti Radjanja bangsa jocjoc,<br> ,,Inilah ada roempoet jang kering,"<br> „ Tapi kame djangan moering-moering,"<br> ,,Sebab kepalakoe djadi posing,"<br> ,,Suepaja kita tidak djeleding."<br> ,,Kembali kamoe tidoer jane poelas,"<br> ,,Djangan bitjara terlaloe keras,"<br> ..Soepaja bangsakoe djadi poeas,“<br> ,,Mengisap darah jang beloem panas." <br><noinclude></noinclude> dcg57louom4y9xtksmypdok7s47jbb6 Halaman:Sair rempah rempah.pdf/21 104 111310 313353 310611 2026-08-16T19:55:29Z Ibrohim tijani 26379 313353 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||10}}</noinclude>,,Kerbokee ! djangan kita pertjaja ! '<br> ,,Socara jag tidak ada njata,"<br> ,,Kita melawan dengan prekosa , “<br> „ Socpaja dapat nikmat doenia !"<br> Kata Podo dengan kesabaran,<br> Hati gojang berdebar-debaran,<br> Takoet kalock dapat tipocan,<br> Seperti jang telah kedjalanan .<br> .,Mari socdara kita titeni,"<br> ,,Apa betoel dibelakang kali,"<br> ,,Sama-sama diberi redjeki ,“<br> ,,Makan kentang, bestik, kedjoc, roti ! '<br> ,,Allahoe toean jang amat Esa,"<br> ,,Rasa hatikoe socnggoe poen soesa,"<br> ,,Kalock Toelian tidak bikin moclja,"<br> „O ! barangkali djadi binasa !“<br> {{rh||'''KEMARDIKAʼAN'''}}<br> -0- <br> Kita merd!ka diatas boemi,<br> Boleh berlakoe sesoeka kami ,<br> Asal kita poenja hati brani ,<br> Semoea boleh kita djalani .<br> Orang takoet kata sebetoelnja ,<br> Sebab hilang kemanoesiaännja,<br> Djoega tjinta kepada hidoepnja,<br> Tidak mengingat kematiannja.<br> Kita hideep didalem tindesan,<br> Kita tidak berani melawan,<br> Sebab kita kalah kekoewatan ,<br> Dengan dia jang berhati setan.<br> Tidak gampang orang mengerdjakan ,<br> Kemardika'an jang menjenangkan,<br> Bocat manoesia jang ditekan,<br> Oleh orang jang memerentahkan .<br><noinclude></noinclude> oggtte9peeqnbisirjxgan241iwafyd 313354 313353 2026-08-16T19:56:04Z Ibrohim tijani 26379 313354 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||10}}</noinclude>,,Kerbokee ! djangan kita pertjaja ! '<br> ,,Socara jag tidak ada njata,"<br> ,,Kita melawan dengan prekosa , “<br> „ Socpaja dapat nikmat doenia !"<br> Kata Podo dengan kesabaran,<br> Hati gojang berdebar-debaran,<br> Takoet kalock dapat tipocan,<br> Seperti jang telah kedjalanan .<br> .,Mari socdara kita titeni,"<br> ,,Apa betoel dibelakang kali,"<br> ,,Sama-sama diberi redjeki ,“<br> ,,Makan kentang, bestik, kedjoc, roti ! '<br> ,,Allahoe toean jang amat Esa,"<br> ,,Rasa hatikoe socnggoe poen soesa,"<br> ,,Kalock Toelian tidak bikin moclja,"<br> „O ! barangkali djadi binasa !“<br> {{rh||'''KEMARDIKAʼAN'''}}<br> {{rh||-0-}} <br> Kita merd!ka diatas boemi,<br> Boleh berlakoe sesoeka kami ,<br> Asal kita poenja hati brani ,<br> Semoea boleh kita djalani .<br> Orang takoet kata sebetoelnja ,<br> Sebab hilang kemanoesiaännja,<br> Djoega tjinta kepada hidoepnja,<br> Tidak mengingat kematiannja.<br> Kita hideep didalem tindesan,<br> Kita tidak berani melawan,<br> Sebab kita kalah kekoewatan ,<br> Dengan dia jang berhati setan.<br> Tidak gampang orang mengerdjakan ,<br> Kemardika'an jang menjenangkan,<br> Bocat manoesia jang ditekan,<br> Oleh orang jang memerentahkan .<br><noinclude></noinclude> lewok3350eku9bo6dgtz8p8hrm72xzd Halaman:Sair rempah rempah.pdf/22 104 111311 313355 310612 2026-08-16T19:56:33Z Ibrohim tijani 26379 313355 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||11}}</noinclude>Djalau kemardika'an aniat soesah,<br> Bocat orang jang hatinja lemah.<br> Dan berdjalan setengah-setengah,<br> Tidak bisa dapat jang diarah.<br> Djalan itoe amat berbahaja ,<br> Bockan harimau atau bocaja,<br> Jang mendjaga ditempat mardika,<br> Tetapi orang seperti kita.<br> Orang itoe bersifat mancesia ,<br> Tetapi makan daging manoesia ,<br> Djoega minoem darah manoesia,<br> En toch dia mengakoe manoesia.<br> Orang mentjari kemardika'an,<br> Ta'dapat pangkat dan kekaja'an,<br> Tapi sering mendapat hoekoeman ,<br> Dan achirnja djoega kematian .<br> Jang tidak berani melaloci,<br> Hal ito jang amat menakoeti,<br> Soedah tentoe ta'bisa terdjadi ,<br> Kemardika'annja jang ditjari .<br> Mesti berani kerana benar,<br> Djikalau orang hendak mengedjar,<br> Kemerdika'an jang benar-benar,<br> Tetapi boekan merdika menasar.<br> Orang djangan terlaloe merdika ,<br> terlalu Sehab ,,terlalee“ dikatakannja,<br> Tidak baik boeat semocanja ,<br> atasama Hal hal itoe jang dikoeboengkannjs.<br> Merdika itoe bagocs sekali,<br> Asal sadja hatinja soetji .<br> Diangan berlavoe jang kedji - kedjl ,<br> Tentoe dia dikatakan Wali .<br> Wali itoe sring dikata gila,<br> Kerna dia orang locar biasa,<br> Seban anch semoca lakoenja,<br> Djoega dia tidak socka kaja .<br> Kemerdika'an jang kita tjari ,<br> Jaitoe kemianoesia'an kami ,<br> Soepaja bangsakoe memadai ,<br> Dengan bangsa jang dipandang ting<br><noinclude></noinclude> buzlyivqvu95zfvsvx2gtxziu38oqh0 Halaman:Sair rempah rempah.pdf/23 104 111312 313356 310614 2026-08-16T19:57:08Z Ibrohim tijani 26379 313356 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||12}}</noinclude>Djangan scialce kita dihina,<br> Seperti boekan bangsa manoesia,<br> Kita ini maneesia djoera ,<br> Sama dengan si besar dan kaja.<br> Kita tidak mengerti bedanja,<br> Orang djadi Wali dan Gila,<br> Hal itoe tjoema dikira- kira,<br> Begitoe orang banjak berkata.<br> , Dimanakak djalannja merdika ?"<br> Begitoe orang sering bertanja,<br> Kepada handai dan tau'annja,<br> Karana dia ingin merdika.<br> Diatas sredah kami toetoerkan,<br> Dihagi doea kemerdika'an ,<br> Merdika terlaloe" dan jang bockan ,<br> Doea docanja poen ada djalan.<br> Djalannja hanja berlakee soctji,<br> Hatinja tetap dan jang berani,<br> Djangan memikir soesalınja diri,<br> Dan bahaja jang menempoeh diri.<br> Disitoe tempat ker..ardikaan ,<br> Jang bisa memberi kemocljaan ,<br> Diachirat dan kedoeniaan ,<br> Tempatnja enak hawanja njaman.<br> Bidadari tocroen dari sorga.<br> Memberikan socrat Contract kita,<br> Jang kita soedah bockan 1 oedaknja,<br> Tetapi manoesia oetama.<br> Sekarang kemerdika'an Wali ;<br> Misih hidoep tapi soedah mati ,<br> Itoe ocpamanja bangsa Wali,<br> Sebab dia orang soedah soctji.<br> Doenia ini penoch kotoran ,<br> Roenoch memboenoeh makan meniakan ;<br> Menocrueti hati penasaran ;<br> Tidak ingat hari kematian.<br> Seorang Wali berani mlarat ;<br> Kalock perloe brani tlandjang boclat ;<br> Perloe bocat mengocmpoelkan tekat,<br> Hatinja kentjang seperti sipat.<br><noinclude></noinclude> d4byioj6o0kbwe9gia8wbe7fhvdt11s Halaman:Sair rempah rempah.pdf/24 104 111313 313357 310615 2026-08-16T19:57:34Z Ibrohim tijani 26379 313357 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||13}}</noinclude>Regitoe kata ora.p jang tahoe ,<br> Kelakocan orang djaman doeloe ,<br> Jang hendak merdika soenggoe-soenggoe.<br> Itoe betoel dia poenja lakoc .<br> Tetapi bocat kami sendiri.<br> Trima kasih bocat mendjalani,<br> Seperti lakoenja itoe Wali,<br> Jang dikata hidoep, tapi mati.<br> Lebin baik kami makan roti.<br> Melihat Bioscoop dan komidi ,<br> Boeat memberi makanan hati,<br> Saben Minggoe pergi Sri Wederi.<br> Kreping kami misih amat soekak,<br> Mendengarkan pending pangkoer, enak,<br> Saben hari misih senang matjak,<br> Mordar- mandir djadi orang roesak.<br> Mata kami kalock melihati,<br> Pakaian scetra jang serba rapi,<br> Intan berlian jang peni-peni,<br> Kami tidak soeka bila mati.<br> Kami misih sceka lihat tooneel,<br> Opera, cansah dan bangsa godril,<br> Hati kami misih koewal-kocwil.<br> Djikalock tidak menandak bribil.<br> Lebih senang kami pelesiran,<br> Dengan nonah kami poenja teman ,<br> Di : cheveningen terces pergi strand,<br> Mentjari angin dan tertawaan .<br> Kalock malain pergi di - Café ,<br> Dengan nonah ang amat perlenté,<br> Bakvisch moeda ramboetnja teroeré,<br> Jang bisa membikin hati tjapė .<br> Had tje me maar met je lokji opsi,"<br> Kata orang jang socka sekali,<br> Kotoran boemi jang tidak wangi ,<br> Djcega bisa mengantjeerkan hati.<br> Diatas itoe gambar- gambarnja ,<br> Hati orang di dalam dcenia ;<br> Matjami - matjam tentce tidak same,<br> S: mcea me :: oeroct keherdaknja.<br><noinclude></noinclude> s1usq4v3i9llqzhjb0ihmt5wyjmhbmh 313358 313357 2026-08-16T19:57:58Z Ibrohim tijani 26379 313358 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||13}}</noinclude>Regitoe kata ora.p jang tahoe ,<br> Kelakocan orang djaman doeloe ,<br> Jang hendak merdika soenggoe-soenggoe.<br> Itoe betoel dia poenja lakoc .<br> Tetapi bocat kami sendiri.<br> Trima kasih bocat mendjalani,<br> Seperti lakoenja itoe Wali,<br> Jang dikata hidoep, tapi mati.<br> Lebin baik kami makan roti.<br> Melihat Bioscoop dan komidi ,<br> Boeat memberi makanan hati,<br> Saben Minggoe pergi Sri Wederi.<br> Kreping kami misih amat soekak,<br> Mendengarkan pending pangkoer, enak,<br> Saben hari misih senang matjak,<br> Mordar- mandir djadi orang roesak.<br> Mata kami kalock melihati,<br> Pakaian scetra jang serba rapi,<br> Intan berlian jang peni-peni,<br> Kami tidak soeka bila mati.<br> Kami misih sceka lihat tooneel,<br> Opera, cansah dan bangsa godril,<br> Hati kami misih koewal-kocwil.<br> Djikalock tidak menandak bribil.<br> Lebih senang kami pelesiran,<br> Dengan nonah kami poenja teman ,<br> Di : cheveningen terces pergi strand,<br> Mentjari angin dan tertawaan .<br> Kalock malain pergi di - Café ,<br> Dengan nonah ang amat perlenté,<br> Bakvisch moeda ramboetnja teroeré,<br> Jang bisa membikin hati tjapė .<br> Had tje me maar met je lokji opsi,"<br> Kata orang jang socka sekali,<br> Kotoran boemi jang tidak wangi ,<br> Djcega bisa mengantjeerkan hati.<br> Diatas itoe gambar- gambarnja ,<br> Hati orang di dalam dcenia ;<br> Matjami - matjam tentce tidak same,<br> S: mcea menoeroct keherdaknja.<br><noinclude></noinclude> j3z7w939jku6v0ysluvxe9lfzcxelbn Halaman:Sair rempah rempah.pdf/25 104 111314 313359 310616 2026-08-16T19:58:25Z Ibrohim tijani 26379 313359 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|14}}</noinclude>Manakah jang dikata merdika ?<br> Jaitoe anyan-angan belaka ,<br> Jang boleh menceroeti maoenja,<br> Tetapi tidak dengan dipaksa.<br> Memaksa itoelah dilarangnja<br> Oleh semoca igama kita,<br> Islam , Christen atawa poen Boedia<br> Soedah sama menjeriterakannja.<br> Semoea Nabi sama mentjarl<br> Akal seepaja bisa damai,<br> Sekalian manoesia diboemi<br> Hidcep rockoen tjinta mentjintai.<br> Ada Korän, Bijbel dan lainnja,<br> Semoea itoe mengendakinja<br> Segala orang melakoekannja<br> Hidoep roekoen tjinta mentjintai<br> Marika ta'soeka melakoekan<br> Nasehat bagoes jang menjenangkan .<br> Masing- masing hendak meninggikan<br> Diri dan hendak memerentahkan .<br> Kalock orang soedah memerentahkan<br> Tabeat paksa'an. dilakoekan,<br> Dengan lakoe jang ta'menjenangkan<br> Sermoea orang jang dibawahkan .<br> Paksa'an itoc banjak djalannja,<br> Kasar, aloes dan lain lainnja.<br> Memaksa kasar dikatakannja :<br> Merampok, begal dan sesamanja.<br> Merampok aloes djalann'a lain,<br> Dengan menipoe toelah jakin,<br> Dia memeras orang miskin,<br> Menarik bea orang jang radjin .<br> Aloes dan kasar kami berkata ,<br> Tapi docanja sama rampoknja,<br> Kerana dia dengan memaksa<br> Minta hasiinja orang rekerdja.<br> Ini atoeran tjara doenia,<br> Kata orang jang socka inemaksa .<br> Dan bertopeng ,,mengakoe kocasa" ,<br> Djadi wakilnja Tochan jang Esa".<br><noinclude></noinclude> afiefcbj63460niqqir8kwkmyhnjips Halaman:Sair rempah rempah.pdf/26 104 111315 313360 310618 2026-08-16T19:59:09Z Ibrohim tijani 26379 313360 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||15}}</noinclude>{{rh||'''TAE EAT APAKAN ?!'''}} {{rh||-0-}} Ja : ,,Trappen op wien het onder zich weet".<br> Dan : „ Likken al wie het boven zich weet"<br> Itoc tabeat ja bangsa demit<br> Of pendiat jang mentjari docwit.<br> ,,Di intjak-injak orang jang ilarat",<br> „ Didjilat-ċjilät orang jang k‹ eat",<br> Begitoe arti doca kelimat,<br> Bahasa Belanda jang koesoerat.<br> Tab at itoe membikin roesak,<br> Menjebabkan orang djadi galak,<br> Sama berlakoe jang tidak lajak,<br> Kapingin bisa mengindjak-indjak.<br> Menoesia memeres bangsanja,<br> Dipandang ladzin sclocroch doenia,<br> Siapa tidak melakockandja,、<br> Mendjadi orang hidoep sengsara.<br> Kaloek kelimat itoe dibalik,<br> Orang jang tinggi haroes ditarik<br> Kebawah, soepaja djadi baik,<br> Si rendah diberi antjik-antjik.<br> Bila itoc tidak dilakockan,<br> Orang tidak bisa didamaikan,<br> Kerana dia hendak menekan ,<br> O Marika itce jang dibawahkan .<br> Kaloek orang jang ada di bawah,<br> Selale dia radjin menjen: balı<br> Pada dia jang dipandang Loerah,<br> Si orang tinggi bertambah tjongkah .<br> Manoesia jang meninggikan diri,<br> Dia itoe orang ta' berboedi ,<br> Dia loepa besock kalock mati,<br> Hantjoer djoega dia pocnja diri.<br> Si rendah jang sceka djadi kodok,<br> Kerap menjen bah dan gemar djongkok,<br> Dia takoet sebab ada moinok,<br> Jaitce si tinggi, Radja kodOK.<br><noinclude></noinclude> 9yifbxaj7h0bcdnl5t5gvwf0w2k85r2 Halaman:Sair rempah rempah.pdf/27 104 111316 313361 310620 2026-08-16T19:59:39Z Ibrohim tijani 26379 313361 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|16}}</noinclude>Bila kita ada perasa'an<br> Seperti orang jang ada iman,<br> Tentoe tidak socka tindes-tindesan ,<br> Jang membikin Alam tidak aman .<br> Perloenia apa kita disembah ?<br> Bockannja Nabi octoesan Allah,<br> Tapi tjoema bangsa orang loemprah,<br> Jaitoe sebangsa orang rendah.<br> Kami tahoe barjak manoesia<br> M ngakue dirinja djadi Radja,<br> Djoega wakina Tehan jang Esa,<br> Jang merentahkan banjak manoesia.<br> Djikaloek orang mengakoe Rad´a,<br> Haroeś memikirkan kesoesalannja<br> Sekalian rajat dibawahnja,<br> Jang kesoesahan dan jang sangsara.<br> Djikaloek Radja tjoema menindes<br> Kepada rajatnja sampe boendes,<br> Poen jang tertindes berasa pedes,<br> Radja matjam itoe tidak pantes.<br> Radja seroepa ini achirnja,<br> Bahaja mendatangi dirinja,<br> Seperti Radja Rusland adanja,<br> Dilorot dari keradja'annja .<br> Radja tjelaka seroepa itoe,<br> Anak tjoetjoenja mendjadi satroe<br> Sekalian rajatnja disitoe<br> Radja terlentar seperti batoe.<br> Banjak orang besar tidak ingat,<br> Bahwa dia memakan keringat,<br> Rajat jang bekerdja berat sangat,<br> Terpoeter-poeter sampai moemat.<br> Orang besar tidak memikirkan ,<br> Bila cirinya seakan -akan<br> Boedaknja si rendah jang dibawahkar ,<br> Marika itoe jang .enegcehkan .<br> Semoca tanah rajat jang poenja,<br> Kami ini bilang sabetoelnja,<br> Kaloek Radja ta' ada rajatnja,<br> Tentue dia ta' diseboet Radja.<br><noinclude></noinclude> edw2vc3w7r042e9wknpsjwkd0yafwp2 Halaman:Sair rempah rempah.pdf/30 104 111320 313362 310621 2026-08-16T20:00:16Z Ibrohim tijani 26379 313362 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||17}}</noinclude>Bila rajat tidak poenja Radja,<br> Dengan gampang dia membikinnja.<br> Dan bisa pilih Radja oetama.<br> Poen ada perasaän manocsia.<br> Radja sekarang sama mitenah<br> Kepada rajat jang amat lemah,<br> Dia mengakoe wakilnja Allah .<br> Maar ! sesoenggoehnja mengisap darah<br> Brapa Radja jang tidak begitoe ?<br> Barang kali tidak ada satoe !<br> Hal ini banjak orang jang tahoe,<br> Rajat itoe banjak jang menipoe.<br> Begitoelah TOLSTOY berkata<br> Ada dalam boekoe karangannja :<br> ..Gelijkenis van cen profeet" nama,<br> Dari bahasa Rus disalinnja.<br> Dia berkata orang jang kaja,<br> Orang berpangkat atawa Radja.<br> Dia orang kotoran docnia,<br> Menindes sesamanja manoesia.<br> Orang baik selamanja mlarat,<br> Sebab ta' socka pat - pat- goclipat.<br> Mentjari asil mandi keringat,<br> Radjin bekerdja samai sambat.<br> Manoesia djikaloek berharta<br> Banjak jang loepa pada bangsanja,<br> Kaloek dia tinggi deradjatnja,<br> Berlakoe kedji soeka meniksa,<br> Djikalock orang dipandang pintar.<br> Laloe dia socka main poctar,<br> Menipoe orang dipandang benar.<br> Bocat mentjari makan sekedar.<br> Banjak orang akaina begitoe.<br> Dipandang ladzim tabeat iloc,<br> Walaupoen pakerdjaän jang kliroc .<br> Panjak orang jang soeka meniroe<br> Membocnoch orang dipandang djahat.<br> Ini hal semoca orang mocfakat.<br> Tapi manoesia jang lebih djahat.<br> Dia berkata orang berpangkat.<br><noinclude></noinclude> skyae74f7lff8qrl7wt402ppn7l4vvn Halaman:Sair rempah rempah.pdf/31 104 111321 313363 310625 2026-08-16T20:00:43Z Ibrohim tijani 26379 313363 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|18}}</noinclude>Semoca orang banjak jang taoe,<br> Bahwa bekerdja djadi soldadoe,<br> Memboenoeh orang beriboe-riboe,<br> Dengan bajonet djocga peloeroe.<br> Orang begini dikatakanja,<br> Gagah brani didalam doenia.<br> Dia djoega dapat keroenia .<br> Bintang perak, emas dari Radja.<br> Berapa orang mendapat bintang ?<br> Kerana dia memboenoch orang ?<br> Hal ini soenggoch tidak djarang ,<br> Sekalian orang soedah terang .<br> Tidak seorang jang mengharapnja<br> Soepaja dia djadi boehaja .<br> Pentjoeri, perampok sesamanja.<br> Tapi dia orang lebih soeka.<br> Apakah jang dikata oetama ?<br> Penipoe itoe boekan oetama !<br> Perampok djoega bockan oetama !<br> Poen pemboenoeh tentoe ta' oetama !<br> Tjoba kipir maksoednja jang dalam<br> Dengan hati soetji dan jang tadjam ,<br> Tentoe pembatja mendjadi mengsem.<br> Didalam hati merasa ajem.<br> Bintang perak, emas dan soewasa.<br> Pajoeng koening , hidjo dan lainoja.<br> Apakah iioe dikatakannja<br> Toekang penipoe dan sesamanja ?!<br> Banjak tanda jang menoendjoekkannja,<br> Keboeasan semoea manoesia,<br> Tapi dia orang memandangnja<br> Anoegrahan dari Toehan jang Esa.<br> Begitcelah tabeat manoesia .<br> Hidoep ta ' lama didalam docnia,<br> Menipoc, mentjoeri sesemanja ,<br> Gemar sekali mengerdjakannja .<br> DONGGO WARSITO telah berkata.<br> Didalam abadnja orang gila.<br> Siapa jang tidak toeroet gila,<br> Akan terserang hidoep sengsara.<br><noinclude></noinclude> ms4z7f8pvh8vdewmdo3ue89w16qgg5d Halaman:Sair rempah rempah.pdf/32 104 111322 313364 310626 2026-08-16T20:01:12Z Ibrohim tijani 26379 313364 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||19}}</noinclude>Maski dia sengsara sekali,<br> Asal tawakal didalam hati,<br> Berlakoe baik dan hati soctji,<br> Dia dikata orang sedjati.<br> Siapa soeka hidoep sengsara ?<br> Barang kali ta' seorang ada,<br> Kerna keadaan didoenia<br> Banjak sekali setan menggoda.<br> Banjak jang memilih hidoep gila.<br> Maski memeres darah bangsanja,<br> Poen memakan daging menoesia,<br> Asal sadja bisa dapat harta.<br> Harta itoelah perloe sekali.<br> Agar dia bisa menocroeti,<br> Hawa safsocnja jang disockai.<br> Baik jang boesock baik jang soetji.<br> Harta itoe dipandangnja Allah,<br> Tetapi harta bisa memetjah.<br> Antara soedara satoe darah,<br> Ini hal tidak boleh dibantah.<br> Ada orang jang mengatakannja.<br> Harta itoe setanlah adanja ,<br> Kerna dia membikin manoesia.<br> Djad: boeas seperti raksasa.<br> Sairan ini saja koentjikan,<br> Semoca jang socdah koetoelikan,<br> Soepaja soedara memikirkan,<br> Hal mana jang soeka dilakockan.<br> Saja hanjalah berkata sadja.<br> Ta tentoe bisa melakoekannja,<br> Seperti adjarannja Pendita.<br> TOLSTOY, itoe dia namanja.<br><noinclude></noinclude> ni5lmhptt1nr5b12h77c1b8035u03e7 Halaman:Sair rempah rempah.pdf/33 104 111323 313365 310629 2026-08-16T20:01:55Z Ibrohim tijani 26379 313365 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|20}}</noinclude>{{rh||'''PENOENTOEN. '''}} {{rh||'''____________'''}} Tidak gampang mendjadi penoentoen,<br> Kromo tertindas bertaoen-taoen,<br> Dia bertereak minta ampoen,<br> Seperti orang memakan ratjoen.<br> Menoesia jang mendengarkannja,<br> Socaranja jang seperti disiksa,<br> Soenggoch ta'bisa tahan hatinja,<br> Mengepil tangan dengan berkata :<br> ..Hai ! pengisap darahnja Kromo.<br> Dengarkanlah soearanja kang Kromo,<br> Kamoe mengisap seperti boeto,<br> Boeto sabrangan jang amat moerko. "<br> Begitoe kata Leider jang brani,<br> Tida menghitoeng apa jang djadi,<br> Jang mengenai diri sendiri.<br> Asal soedah berkata brani .<br> Bagaimanakah akalnja Leider ?<br> Menoeloeng kang Kromo jang dipoeter ?<br> Dia selaloe dioeber - oeber.<br> Seloeroeh negeri soedah kiter.<br> Politie tentoe memboeka mata,<br> Kepada penoentoen jang membela<br> Bangsa kita jang dibikin soesa,<br> Oleh orang bangsanja raksasa.<br> Beranikah kamoe mendjalani ?<br> Mendjadi penoentoen jang sedjati ?<br> Jang tida takoet pada Justitie,<br> Dan tida mengkirik masock boei ?<br> Itoe djalan jang paling octama ,<br> Goena membela bangsa jang tjilak.<br> Membikin dia djadi manoesia.<br> Manocsia sedjati dan moclia.<br> Kita harap bisa mengibarkan ,<br> Bandera merdika ditoendjoekkan ,<br> Bangsa orang jang sama menekan.<br> Bangsa tjilaka jang dihinakan.<br><noinclude></noinclude> 8cbwdm9729ak34s7nnv7poa0rgq36hc Halaman:Sair rempah rempah.pdf/34 104 111324 313366 310634 2026-08-16T20:02:26Z Ibrohim tijani 26379 313366 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||21}}</noinclude>Kita orang djocga hamba Allah.<br> Seperti orang jang memerentah .<br> Kita orang tentoe tidak salah.<br> Mentjari djalan socpaja gagah.<br> Penocatoen mesti berlakoc soetji.<br> Bocat menarik semoca hati<br> Manoesia jang sama mengikoeti.<br> Berdjalan lempang dan jang titi.<br> Penoentoen haroes poenja sendjata.<br> Lahir batin djangan sampei loepa.<br> Hati letap. lahirnja bekerdja.<br> Tocan Allah diangan sampai loepa.<br> Waktoe soesah ta'ada jang toeloeng.<br> Tjoema Tochanlah jang Maha Agoeng !<br> Bisa mengilangkan hati bingoeng.<br> Kesoesahanja sebab dikoeroeng .<br> Didalam boci jang amat soenji,<br> Tidak ada socara berboenji.<br> Tjoema si setan jang menggodai<br> Barang doenia jang amat rapi.<br> Barang itoclah barang kotoran.<br> Achiraja membikin kesockaran ,<br> Bila docnia socdah lebaran.<br> Hatinja jang takoet berhamboeran.<br> Tjoema hatinja orang jang tetep.<br> Semoea rintangan jang dihadep .<br> Walaupoen dia tidak diharep.<br> Tapi berani dengan hati mantep.<br> Penoentoen itoe bockan berdagang .<br> Seperti orang mentjari oeang .<br> Sana menegarock sini memegang .<br> Seperti geldteller dikantor bank.<br> Kalau ada penoentoen begitoe .<br> Scolah olah dia memaloe<br> Kepala lidnja jang amat dengoe.<br> Ini boleh dikata Penipoe .<br> Kalau memang sengadja menipoe.<br> Djangan manoesia jang tidak mampoe .<br> Tipoclah dia , si ket; oe - ketjoe.<br> Jang merampas barang kita itoс.<br><noinclude></noinclude> 4wkn2p27judv9sow5wnc9luu6064fm6 Halaman:Sair rempah rempah.pdf/35 104 111325 313367 310635 2026-08-16T20:02:51Z Ibrohim tijani 26379 313367 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|22}}</noinclude>Diangan nienoentoen setengah djalaa .<br> Tjoema berkata diperkoempoelan,<br> Katanja berani mendjadi korban .<br> Tapi selaloe bersemboenjian.<br> Mari saudara bersatoe hati,<br> Melakoekan pekerdja'an soetji .<br> Seepaja kita bisa berganti.<br> Atoeran adil jang kita tjari .<br> Bocat semoea orang Hindia.<br> Dan bocat semoea manoesia,<br> Jang hidoep diseloeroch doenia,<br> Hidoep damai dan tidak sengsara.<br> Itoe hal - hal koeadjiban kita .<br> .Bocat membikin baik doznia.<br> Meskipoen berat tidak mengapa.<br> Jang mengerti tentoe ta merasa.<br> Semoea Nabi telah bersabda:<br> Berat, enteng, soesah dan tjilaka.<br> Hanja tergantoeng di hati kita,<br> Itoelah tempatnja rasa kita.<br> Itoe rasa bisa kita koempoel,<br> Seperti emas jang misih woengkoel .<br> Bertjahja terang poen soenggoeh betoel.<br> Semoea niat akan terkaboel .<br> Kita tidak akan djadi Nabi ,<br> Tapi meneroeskan lakoe soetji.<br> Semoea orang telah mengarti.<br> Jang ada di dalam alam ini .<br> Boeda . Isa baik itoe njata,<br> Peladjarannja boeat manoesia .<br> Agar hidoep damai di docnia,<br> Tetapi tidak dilakockannja.<br> Jang kita toentoet Igama Islam .<br> Nabi Mohamad kocwasa Alam.<br> Peladjarannja poen tidak kedjam.<br> Socka damai dengan toeroen adam .<br> Lahir dan batin kita disoeroch,<br> Menoentoet ilmoe jang berpengaroch ,<br> Doenia acherat jang tidak roesoch.<br> Dilarang keras mentjari mocsoch.<br><noinclude></noinclude> j7itvv643mq209i194e32huk7eepcwy Halaman:Sair rempah rempah.pdf/36 104 111326 313368 310636 2026-08-16T20:03:27Z Ibrohim tijani 26379 313368 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||23}}</noinclude>Mentjari moesoeh itoe berarti,<br> Menipoe, memboenoeh, menjakiti,<br> Sesama hidoep di alam ini,<br> Jang poenja perasa'an di hati .<br> Kalau ada orang jang membikin<br> Kamoc socsah soedah amat jakin,<br> Kamoe membalas lahir dan batin.<br> Seperti apa jang dia bikin.<br> Bocat penoentoen tidak begitoe,<br> Tetapi diocga haroes begitoe,<br> Siapa salah haroes di paloc,<br> Soepaja dia berasa djitoe.<br> Kalau tidak mengakoe salahnja,<br> Kepada orang - orang temannja.<br> Jang membikin dia djadi kaja,<br> Haroes dipetjat dari pangkatnja.<br> Lihatlah itoc saudara kita.<br> Jang sama hidoep amat sengsara.<br> Seaken akan dipandang kera<br> Oleh orang - orang jang berharta.<br> Dia dihina, ditindas keras,<br> Dipoetar kiisap terlaloe keras .<br> Si pengisap belocm pocas - pocas.<br> Maski kita bertereak keras.<br> Semoca djalan dikasih palang.<br> Jang bisa datang di tempat lapang.<br> Kemadjoean jang berisi barang,<br> Jang membikin peroct kita kenjang .<br> Orang, penoentoen djangan berlagak<br> Pada lidnja jang diindjak - indjak<br> Oleh orang bangsanja katak.<br> Tetapi haroes berdiri tegak.<br> Penoentoen djangan mengakoe tinggi<br> Dari ledennja jang mengikoeti .<br> Sebab dialah jang memegangi .<br> Kekoeatannja jnng kita tjari.<br> Penoemoen bangsa djanganlah sombong,<br> Mengakoe pintar berkata kosong,<br> Bermaksoed hendak mengisi kantong,<br> Jang socdah lama selaloe kosong.<br><noinclude></noinclude> ss8buy253glx5flzxbdjgrhuyafrkzh Halaman:Sair rempah rempah.pdf/38 104 111330 313369 310637 2026-08-16T20:04:42Z Ibrohim tijani 26379 313369 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||25}}</noinclude>Tetapi si Redacteur Belanda<br> Bisa sepocasnja maki kita,<br> Justitie ta memperdoelikannja,<br> Sebab dia si bangsa Belanda .<br> Tahoekah socdah penoentoen kita ?<br> Apa kabar pemerentah Belanda ?<br> Boekankah dia memchak bangsa ?<br> Itoelah socdah terlaloe njata !<br> Djangan bermain pat - pat goelipat.<br> Djadi Penoentoen mendjilat pantat<br> Kepada orang - orang jang koeat,<br> Berniat hendak mentjari pangkat.<br> Banjak tjontonja orang begini .<br> Brani ocang tapi takoet mati.<br> Lebih senang sama mendjilati<br> Orang - orang jang menindas kami .<br> Saudara kita mesti jang awas !<br> Kalau ada penoentoen jang boeas.<br> Lebih baik sigera dilepas .<br> Soepaja djangan bisa merampas .<br> Leider djangan seperti ajam.<br> Dikockoeri nasi soedah diam .<br> Itoelat, nasi socdah kotoran.<br> Dia orang socdah tidak dojan !<br> Leider djangan biasa menangis .<br> Hatinja djail seperti iblis.<br> Srenta dikasih goela jang manis.<br> Lekas menrima seperti ngemis!<br> Leider begitoe bockan orang.<br> Lebih baik discboet binatang .<br> Dia bertreak setinggi bintang.<br> Tjoema bermaksoca mentjari ocang .<br> Dia mengakoe intellectueel.<br> Sesoenggoehnja toekang mengoetii .<br> Hau binatang jang amat djail.<br> Ditoetoep dengan intellectueel.<br> Penoentoen djangan soeka mengakoe,<br> Mendjadi manoesia klas satoe<br> Menocroct nenek mojangnja doeloe,<br> Bockan bangsa orang mikoel batoc..<br><noinclude></noinclude> sw4prv0manr9i5m3kjxqqcaj71l7axh Halaman:Sair rempah rempah.pdf/39 104 111331 313370 310638 2026-08-16T20:05:10Z Ibrohim tijani 26379 313370 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|26}}</noinclude>Sama rata toelah jang baik,<br> Hati jang soetji haroes ditarik,<br> Djangan bersobatan dengan pabrik,<br> Agar kang Kromo djangan mendhelik.<br> Penoentoen djangan bermoeka gedek,<br> Di tjoetji ledennja misih teblck,<br> Seperti dia moesoeh dengan blek,<br> Tentoe sadja dia gedek-gedek .<br> Penoentoen 'djangan mandjangken hidoeng.<br> Mendjaga ledennja djangan moetoeng.<br> Tidak oesah takoet moesoch mentoeng,<br> Maskipoen diserang dengan wadoeng.<br> Ingat Penoentoen diblakangmoe<br> Berdjalan hari kematianmoe,<br> Berlari-lari dia menboeroe,<br> Hendak memisah tjinta hatimoe.<br> Lahir dan batin saja berkata, '<br> Lahir setria batin pendita,<br> Doenia bagoes baik ditrima,<br> Doenia bocsoek tidak mengapa.<br> Ingat ! ertinja ini doenia :<br> Bisa membikin manoesia gila,<br> Djoega boekan barang jang sempoerna,<br> Tapi betoel ta'kekal belaka.<br> Hal itoe tidak boleh diboeang,<br> Laloe berdjalan dengan telandjang .<br> Kerna mengarti djahatnja oeang .<br> Tentoe dia. lidmoe koerang senang .<br> Sekali lagi saja berkata.<br> Lahir batin itoe jang sempoerna,<br> Bocat menjampekan maksoed kita,<br> Jang di gemari semoea bangsa.<br> Setrija itoe boekan Pendita,<br> Begitoe djoega poen sebaliknja.<br> Tetapi penocntoen jang octama ,<br> Gambang sekali mengoempoelkanoja.<br> Doca hal itoc berkoempoel boender.<br> Tidak takoet socara ..geleger",<br> Djalan sendiri zonder dianter.<br> Itoclah namanja socdah manter.<br><noinclude></noinclude> 6nl48i75pf3tdgjis9qtshayh99n56v Halaman:Sair rempah rempah.pdf/40 104 111332 313371 310641 2026-08-16T20:05:39Z Ibrohim tijani 26379 313371 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||27}}</noinclude>{{rh||'''DJAWIJAH.'''}}<br> Djawijah seorang dara manis,<br> Terlaloe kaja emas dan pitjis.<br> Roepa molek tabeatnja manis.<br> Moerah hati. djoega tidak bengis.<br> Panjak orang jang menarock tjinta<br> Pada Djawijah jang misih dara .<br> Maski dia anak Kromo desa.<br> Semoca orang tergila - gila.<br> Djawijah memakai tali pinggang<br> Dari djemeroct jang amat terang .<br> Siapa jang kasih itoe barang ?<br> Tocan Allah jang terlaloe sajang.<br> Djawijah lahir soedah begitoe,<br> Dipinggangnja socdah ada batoe<br> Smaragd bagoes idjoe rijoe- rijoc .<br> Menambahi roepanja jang hajoe.<br> Pak Kromo soenggochpoen amat senang<br> Anaknja lahir bertali pinggang .<br> Batoc hidjo jang terlaloe terang ,<br> Tertampak mata seperti konang .<br> Didesa Hindijadi namanja :<br> Djawijah manis tempat tinggalnja ;<br> Hidoep senang seperti disorga,<br> Sebab dia banjak harta benda.<br> Tiap-tiap pockoel lima pagi.<br> Djawijah kesoengi hendak mandi :<br> Memakai badjoenja loerik teki<br> Jang kelihatan terialoe rapi .<br> Kalau mata hari hendak terbit :<br> Sinar merah seloeroch langit ;<br> Menerangi oedjoeng bockit-bockit :<br> Boeroeng poen berboenji tjoewit -tjoewit.<br> Djawijah merasa amat senang<br> Melihat sawah dan ladang -ladang,<br> Dan kebon-kebon jang banjak kembang.<br> Oetannja besar banjak binatang.<br><noinclude></noinclude> euyffkrareyodk8glvaiexhtzjta5c6 313372 313371 2026-08-16T20:05:57Z Ibrohim tijani 26379 313372 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||27}}</noinclude>{{rh||'''DJAWIJAH.'''}}<br> Djawijah seorang dara manis,<br> Terlaloe kaja emas dan pitjis.<br> Roepa molek tabeatnja manis.<br> Moerah hati. djoega tidak bengis.<br> Panjak orang jang menarock tjinta<br> Pada Djawijah jang misih dara .<br> Maski dia anak Kromo desa.<br> Semoca orang tergila - gila.<br> Djawijah memakai tali pinggang<br> Dari djemeroct jang amat terang .<br> Siapa jang kasih itoe barang ?<br> Tocan Allah jang terlaloe sajang.<br> Djawijah lahir soedah begitoe,<br> Dipinggangnja socdah ada batoe<br> Smaragd bagoes idjoe rijoe- rijoc .<br> Menambahi roepanja jang hajoe.<br> Pak Kromo soenggochpoen amat senang<br> Anaknja lahir bertali pinggang .<br> Batoc hidjo jang terlaloe terang ,<br> Tertampak mata seperti konang .<br> Didesa Hindijadi namanja :<br> Djawijah manis tempat tinggalnja ;<br> Hidoep senang seperti disorga,<br> Sebab dia banjak harta benda.<br> Tiap-tiap pockoel lima pagi.<br> Djawijah kesoengi hendak mandi :<br> Memakai badjoenja loerik teki<br> Jang kelihatan terialoe rapi .<br> Kalau mata hari hendak terbit :<br> Sinar merah seloeroch langit ;<br> Menerangi oedjoeng bockit-bockit :<br> Boeroeng poen berboenji tjoewit -tjoewit.<br> Djawijah merasa amat senang<br> Melihat sawah dan ladang -ladang,<br> Dan kebon-kebon jang banjak kembang.<br> Oetannja besar banjak binatang.<br><noinclude></noinclude> euucxxvhwnp59tkj8ix0iz4sl7deidb 313373 313372 2026-08-16T20:06:25Z Ibrohim tijani 26379 313373 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||27}}</noinclude>{{rh||'''DJAWIJAH.'''}}<br> {{rh||_______________}} Djawijah seorang dara manis,<br> Terlaloe kaja emas dan pitjis.<br> Roepa molek tabeatnja manis.<br> Moerah hati. djoega tidak bengis.<br> Panjak orang jang menarock tjinta<br> Pada Djawijah jang misih dara .<br> Maski dia anak Kromo desa.<br> Semoca orang tergila - gila.<br> Djawijah memakai tali pinggang<br> Dari djemeroct jang amat terang .<br> Siapa jang kasih itoe barang ?<br> Tocan Allah jang terlaloe sajang.<br> Djawijah lahir soedah begitoe,<br> Dipinggangnja socdah ada batoe<br> Smaragd bagoes idjoe rijoe- rijoc .<br> Menambahi roepanja jang hajoe.<br> Pak Kromo soenggochpoen amat senang<br> Anaknja lahir bertali pinggang .<br> Batoc hidjo jang terlaloe terang ,<br> Tertampak mata seperti konang .<br> Didesa Hindijadi namanja :<br> Djawijah manis tempat tinggalnja ;<br> Hidoep senang seperti disorga,<br> Sebab dia banjak harta benda.<br> Tiap-tiap pockoel lima pagi.<br> Djawijah kesoengi hendak mandi :<br> Memakai badjoenja loerik teki<br> Jang kelihatan terialoe rapi .<br> Kalau mata hari hendak terbit :<br> Sinar merah seloeroch langit ;<br> Menerangi oedjoeng bockit-bockit :<br> Boeroeng poen berboenji tjoewit -tjoewit.<br> Djawijah merasa amat senang<br> Melihat sawah dan ladang -ladang,<br> Dan kebon-kebon jang banjak kembang.<br> Oetannja besar banjak binatang.<br><noinclude></noinclude> pbeqly0dxfxm9ao7cq40n8xxyytngab Halaman:Sair rempah rempah.pdf/45 104 111333 313378 309862 2026-08-16T20:08:34Z Ibrohim tijani 26379 313378 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh|32}}</noinclude>Itoe waktoe Djawijah poen awas,<br> Memegang kantongnja oeang emas,<br> Soepaja tidak bisa dirampas<br> Oleh tamoenja jang amat boeas.<br> Si Jan akalnja terlaloe pinter,<br> Soepaja dia bisa menjeler.<br> Kantong si Djawijah nengan angler,<br> Dan jang poenja poen tidak gemeter.<br> Jan mempoenjai ilmoe pemisah,<br> Keroekoenannja anak Djawijah, ·<br> Soepaja dia, si botjah - botjah,<br> Tidak koempoel dan terpisah - pisah.<br> Djawijah dan Jann tinggal sendiri.<br> Kerna anak - anak soedah lari,<br> Mentjari tempat dilain negri.<br> Goena hidoep dan berhati soetji.<br> Dengan tipoean, djoega memaksa,<br> Jan Zeventien minta harta benda<br> Pada Djawijah jang amat kaja.<br> Jan mengantjam akan memboenoehnja.<br> Kaloek Djawijah ta' menoeroeti,<br> Kemaocannja Jan poenja hati.<br> Akan diboenoeh sampai mati.<br> Dan harta bendanja dirampasi.<br> Djawijah menoeroet kehendaknja,<br> Tamoenja jang seperti boeaja.<br> Poen Djawijah mendjadi istrinja,<br> Sampe beranak berdjoeta - djoeta<br> Jan Zeventien tidak memikirkan<br> Anak Djawijah jang dilahirkan .<br> Biar anaknja mati klaperan.<br> Asal dia dapat kekajaän.<br> Djawijah lihat anak - anaknja .<br> Dia orang jang amat sengsara.<br> Kerna disiksa oleh Bapaknja.<br> Jaitoe : si Bapak jang doeraka.<br> Djawijah betoel amat kasian .<br> Banjak anaknja jang kelaperan,<br> Bersambat sambat minta makanan .<br> Agar tidak datang kematian .<br><noinclude></noinclude> mp6qav6lv6x6drx75axbwd9n7ngj8zh Halaman:Sair rempah rempah.pdf/41 104 111334 313374 310705 2026-08-16T20:06:53Z Ibrohim tijani 26379 313374 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|28}}</noinclude>Djawijah beloen poenja Igama ,<br> Baik Islam. Christen atau Boedha ;<br> Dia merasa bahwa hidoepnja<br> Tidak berarti socatoe apa.<br> Hati Djawijah merasa heran<br> Melihat mata hari dan boelan ,<br> Poen bintang jang kelihatan .<br> Dia disangka seperti Toehan.<br> Saben hari dan sore Djawijah<br> Menjembah mata hari jang merah,<br> Dia bersocdjoed ada di tanah :<br> Mati hidoep dia socdah pasrah.<br> Semoca hal itoe adjarannja<br> Pak Kromo papahnja, orang desa,<br> Jang beloen lama meninggal doenia,<br> Tapi meninggal harta benda .<br> Didesa sitoe ada tetamoe,<br> Saroso nama, seorang Hindoe.<br> Dia melihat gadis jang hajoe :,<br> Merasa senang tinggal disitoe.<br> Dengan senang Djawijah menrima<br> Dia poenja tamoe orang Boedha .<br> Jang haloes boedi dan bahasanja ;<br> Dia dipandang djadi soedara.<br> Tamoe memikir didalam hati :<br> Dia kepingin mengambil istri<br> Djawijah manis jang baik boedi.<br> Boeat temannja hidoep dan mati.<br> Lama-lama Djawijah ketarik<br> Hatinja pada tamoc jang tjerdik.<br> Menjerahkannja diri dan milik.<br> Dia orang kawin baik-baik .<br> Djawijah djadi penganten baroe,<br> Berkawin dengan seorang Hindoe :<br> Dia dipandangnja djadi goeroe,<br> Jang haroes ditoeroet dan ditiroe.<br> „ Djawijah diadjar ilmoe Boedha,<br> Dioega atoeran dan Igamanja,<br> Dia menoeroet peladjarannja ,<br> Orang Bocdha jang djadi lakinja.<br><noinclude></noinclude> n7nygqjat0mquxk7nxok8sygylblfrj Halaman:Sair rempah rempah.pdf/42 104 111336 313375 310706 2026-08-16T20:07:19Z Ibrohim tijani 26379 313375 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||29}}</noinclude>Dia orang sama hidoep roekoen<br> Sampe beranak bermiljoen -miljoen.<br> Desanja djadi negri besar, poen<br> Tidak ada orang jang manjamoen.<br> Dia orang sama bikin artja<br> Gambar orang biasa dan Radja.<br> Romah. Chewan dan sekaliannja,<br> Dibikinnja dari tanah sadja.<br> Roepa- roepa akainja Saroso<br> Bocat membikin tanda hidoepnja,<br> Oentoek tinggalan toeroen -toeroennja<br> Jang misih hidoep ada doenia.<br> Si Djawijah ketamocan poela<br> Scorang Arab poen socdah njata.<br> Igama Islam jang dipelocknja,<br> Jaitoe hendak disiarkandja.<br> Saroso tidak socka menrima<br> Peladjaran Igama tamoenja .<br> Dia berkata semangkin lama,.<br> Doea doeanja mendjadi moerka.<br> Hadji Madhjo nama si tamoe<br> Jang berbantahan perkara ilmoe.<br> Anak Djawijah, jang amat ajoc<br> Ada djoega jang sama setoedjoc.<br> Jang setoedjoe dengan ilmoe Islam.<br> Memehak tamoenja dan mengantjam ,<br> Menantang perang berlakoe kedjam :<br> Membikin rame sclocroch alam.<br> Scioeroch negri semoea santri,<br> Jang ta' mènoeroet dipeladjari .<br> Dia orang sama pergi lari<br> Njebrang laoctan ketanah Bali .<br> Rocpa Djawijah mendjadi mashoer.<br> Poen tanahnja jang terlaloe mamoer<br> Banjak tanemannja pohon nioer.<br> Djocga lainnja hertoenboch socboer.<br> Ada datang lagi orang sebrang<br> Pada Djawijah jang banjak ocang.<br> Orang itoe mengakoe berdagang<br> Dan minta tempat bocat menoempang.<br><noinclude></noinclude> dbg5rizfp1pbi2qv5v7mh6dbw59zybp Halaman:Sair rempah rempah.pdf/43 104 111337 313376 310707 2026-08-16T20:07:45Z Ibrohim tijani 26379 313376 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|30}}</noinclude>Djawijah jang memang moerah hati ,<br> Permintaan itoe ditoeroeti,<br> Asal dia ta' berhati kedji ,<br> Men.bikin roesoeh diitoe negri.<br> Tetamoc itoe orang Portegis.<br> Kipingin melihat djanda manis<br> Jang termashoer banjak emas pitjis.<br> Dia poen hendak tocroet mengemis.<br> Dia berniat hendak mengawin<br> Djawijah molek jang seperti djin.<br> Tetamoe sanggoep bekerdja radjin,<br> Asai Djawijah soeka dikawin.<br> Djawijah ta' soeka menoeroeti,<br> Sebab dia soedah poenja swami<br> Orang dari Arab bangsa hadji,<br> Poen Igamanja terlaloe soetji.<br> Portegis djoega tidak memaksa<br> Tentang itoe hal penolakannja ,<br> Tjoema minta tinggal di tanahnja 1<br> Boeat dagang selama lamanja .<br> Tiada lama dari datangnja<br> Orang Portegis diitoe desa,<br> Datang pocla seorang Belanda ,<br> Djoega berdagang , dia berkata .<br> Blanda itoe pocn minta menoempang<br> Ditanah Djawijah terlapang.<br> Djoega dia maksoednja berdagang ,<br> Beli hasil tanah dengan oeang .<br> Mata Blanda itoe nglirak-nglirik<br> Melihatkan Djawijah jang tjantik .<br> Dia berniat hendak menarik<br> Djawijah akan dibikin goendik.<br> Portegis itoc mengatahoei,<br> Si orang baroc main koemidi<br> Pada Djawijah jang amat soetji,<br> Tapi Djawijah ta' menocroeti.<br> Si Portegis laloc menjerang<br> Bangsa Blanda orang dari sebrang .<br> Laloe disitoe timbocllah perang .<br> Kerana sama mereboet ocang.<br><noinclude></noinclude> nzxskalxtjmf4oge10y2cdf64m1jtom Halaman:Sair rempah rempah.pdf/44 104 111338 313377 309880 2026-08-16T20:08:08Z Ibrohim tijani 26379 313377 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||31}}</noinclude>Dia berperang mati- matian<br> Boeat mendapatkan kekajaän,<br> Kepoenjaän Djawijah hartawan,<br> Tapi ta mereboet ketjintaan.<br> Orang Inggris jang medengar kabar<br> Itoe perang jang membikin gentar,<br> Dia datang dengan hati sabar,<br> Peprangan itoe dibikin bocbar.<br> Kedovanja dioesir kembali<br> Ketanahnja sendiri-sendiri ,<br> Tetapi si Inggris jang mengganti<br> Bersobatan dengan tocan poetri .<br> Poetri Djawijah djoega menocroct<br> Kehandaknja si Inggris jang patost,<br> Tapi dilarang membikin riboet<br> Didesanja jang banjak djoewawoet.<br> Tidak lama Blanda datang poela<br> Pada Djawijah jang banjak harta,<br> Dia mengakoe berdagang sadja .<br> Ta' membikin lagi hiroc hara.<br> Orang Inggris pergi dari sitoe<br> Mentjari tempat jang bisa madjoe,<br> Agar dagangannja bisa lakoc,<br> Jang dimocatkan bebrapa prahoe.<br> Jan Zeventien nama itoc Blanda .<br> Jang datang pada Djawijah pocla .<br> Dia berdagang beras dan mritja.<br> Jang ditanam oleh orang desa .<br> Jan Zeventien selamanja berdagang.<br> Dengan Djawijah merasa senang .<br> Sebab dapat banjak oentoeng ocang ,<br> Tetapi misih merasa koerang .<br> Banjak dagangan sama diangkat,<br> Dengan prahoe kenegeri Barat.<br> jaitoe negri ketil dan miarat.<br> Poen pinter main pat - pat - goelipat.<br> Jan Zeventien selaloe melirik<br> Kantong Djawijah isi docwik,<br> Tempo- tempo Jan hendak menarik<br> Kantongnja dengan lakoe ta' baik.<br><noinclude></noinclude> 3i13cyvas4ztofvdlo9nunfz2fdz9ac Halaman:Sair rempah rempah.pdf/49 104 111339 313334 310708 2026-08-16T19:36:33Z Ibrohim tijani 26379 313334 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|36}}</noinclude>Memang itoelah wetnja docnia. <br> Sapa menoeloeng orang sengsara, <br> Besar halanganja socdah njata. <br> Pengabisannja meninggal docnia. <br> Sajang sedikit toelisan saja, Beloem habis dimocat semoea. Jaitoc : ..Sama rasa , sama rata, " Di Pantjaran Warta koran kita. Itoe waktos di Hindia riboet. Pemerentah kita kalang kaboer. Merampas boekoe saja terseboet. Jang di pandangnja mengasoet asoet. En toch boekoc itoc masock desa. Sebab orang ingin membarjanja . Itoe bockockoc jang dilarangnja Oleh Pemerentah di Hindia , Dia semangkin tambah harganja. Dari sebab saja di toentoetnja, Dia di simpan seperti harta, Bocat tinggalan anak tjoetjoenja. Bangsa kita jang berhati brani.. Mentjari akal dengan semboenji. Soepaja boekoekoe di batjai. Oleh sekalian anak boemi. Trima kasih saudara saudara, Jang socdah soeka menjiarkannja, Boekoekoe itoe kedesa desa . Agar kita lekas sama rata.<noinclude></noinclude> quen9r4q493yhqsf0r2gvwvmt54xhub 313335 313334 2026-08-16T19:37:12Z Ibrohim tijani 26379 313335 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|36}}</noinclude>Memang itoelah wetnja docnia. <br> Sapa menoeloeng orang sengsara, <br> Besar halanganja socdah njata. <br> Pengabisannja meninggal docnia. <br> Sajang sedikit toelisan saja, <br> Beloem habis dimocat semoea. <br> Jaitoc : ..Sama rasa , sama rata, " <br> Di Pantjaran Warta koran kita. <br> Itoe waktos di Hindia riboet. <br> Pemerentah kita kalang kaboer. <br> Merampas boekoe saja terseboet. <br> Jang di pandangnja mengasoet asoet. <br> En toch boekoc itoc masock desa. <br> Sebab orang ingin membarjanja . <br> Itoe bockockoc jang dilarangnja <br> Oleh Pemerentah di Hindia , <br> Dia semangkin tambah harganja. <br> Dari sebab saja di toentoetnja, <br> Dia di simpan seperti harta, <br> Bocat tinggalan anak tjoetjoenja. <br> Bangsa kita jang berhati brani.. <br> Mentjari akal dengan semboenji. <br> Soepaja boekoekoe di batjai. <br> Oleh sekalian anak boemi. <br> Trima kasih saudara saudara, <br> Jang socdah soeka menjiarkannja, <br> Boekoekoe itoe kedesa desa . <br> Agar kita lekas sama rata. <br><noinclude></noinclude> d706u9d2y3dkuh10wvz5rovd97rj78g Halaman:Sair rempah rempah.pdf/50 104 111342 313336 309866 2026-08-16T19:38:01Z Ibrohim tijani 26379 313336 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||37}}</noinclude>'''BADJAK LAOET.''' ...Hal ini tanah bagocs sekali , <br> Soedah tentoelah kita diami, <br> Djalan mana jang kita laloei . <br> Boeat merampasi tanah ini !" <br> Begitor berkata badjak laoet. <br> Melihat tanah toemboch djoewawoet, <br> Jang bisa membikin kenjang peroet, <br> Dan bisa djoega membikin gendoet. <br> ..Baik kita orang mendekati. <br> Poelo jang bagoes tertampak asri, <br> Berkenalan dengan orang boemi. <br> Dia oranglah jang mempoenjai ." <br> Begitoelah kata kepalanja , <br> Badjak laoet bengsa jang doeraka. <br> Hendak mendekati ditepinja. <br> Tanah jang penoeh harta doenia. <br> Badjak laoet poerak poerak dagang . <br> Barang makanan ditockar ocang. <br> Si Badjak Laoet merasa senang . <br> Dan timboel tabiatnja binatang . <br> Dia orang bikin hiroe hara , <br> Dia melakockan dengan paksa, <br> Bertabiat seperti raksasa . <br> Pada orang jang tidak berdosa . <br> Toean tanah selaloe melawan , <br> Dengan gagah dan keberanian. <br> Banjak badjak laoet jang ditawan , <br> Diikat tali seperti chewan. <br> Minta dame kepalanja badjak , <br> Dengan berdjandj : ang enak enak . <br> Asal temannia tidak dirocsak . <br> Ditendang, dipockoel dan didocpak. <br> Tocan tanah djocga menoerocti . <br> Permintaännja dengan berdjandji. <br> Tiada boleh berlakoe kedji. <br> Kepada semoca orang boemi. <br><noinclude></noinclude> k77yyb0of3phezsrtk53bpc680k5caz 313379 313336 2026-08-16T20:09:53Z Ibrohim tijani 26379 313379 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||37}}</noinclude>{{rh||'''BADJAK LAOET.'''}} ...Hal ini tanah bagocs sekali , <br> Soedah tentoelah kita diami, <br> Djalan mana jang kita laloei . <br> Boeat merampasi tanah ini !" <br> Begitor berkata badjak laoet. <br> Melihat tanah toemboch djoewawoet, <br> Jang bisa membikin kenjang peroet, <br> Dan bisa djoega membikin gendoet. <br> ..Baik kita orang mendekati. <br> Poelo jang bagoes tertampak asri, <br> Berkenalan dengan orang boemi. <br> Dia oranglah jang mempoenjai ." <br> Begitoelah kata kepalanja , <br> Badjak laoet bengsa jang doeraka. <br> Hendak mendekati ditepinja. <br> Tanah jang penoeh harta doenia. <br> Badjak laoet poerak poerak dagang . <br> Barang makanan ditockar ocang. <br> Si Badjak Laoet merasa senang . <br> Dan timboel tabiatnja binatang . <br> Dia orang bikin hiroe hara , <br> Dia melakockan dengan paksa, <br> Bertabiat seperti raksasa . <br> Pada orang jang tidak berdosa . <br> Toean tanah selaloe melawan , <br> Dengan gagah dan keberanian. <br> Banjak badjak laoet jang ditawan , <br> Diikat tali seperti chewan. <br> Minta dame kepalanja badjak , <br> Dengan berdjandj : ang enak enak . <br> Asal temannia tidak dirocsak . <br> Ditendang, dipockoel dan didocpak. <br> Tocan tanah djocga menoerocti . <br> Permintaännja dengan berdjandji. <br> Tiada boleh berlakoe kedji. <br> Kepada semoca orang boemi. <br><noinclude></noinclude> lnau6mo2kc85k6f668rxknkxeb83m1p 313380 313379 2026-08-16T20:10:15Z Ibrohim tijani 26379 313380 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||37}}</noinclude>{{rh||'''BADJAK LAOET.'''150px}} ...Hal ini tanah bagocs sekali , <br> Soedah tentoelah kita diami, <br> Djalan mana jang kita laloei . <br> Boeat merampasi tanah ini !" <br> Begitor berkata badjak laoet. <br> Melihat tanah toemboch djoewawoet, <br> Jang bisa membikin kenjang peroet, <br> Dan bisa djoega membikin gendoet. <br> ..Baik kita orang mendekati. <br> Poelo jang bagoes tertampak asri, <br> Berkenalan dengan orang boemi. <br> Dia oranglah jang mempoenjai ." <br> Begitoelah kata kepalanja , <br> Badjak laoet bengsa jang doeraka. <br> Hendak mendekati ditepinja. <br> Tanah jang penoeh harta doenia. <br> Badjak laoet poerak poerak dagang . <br> Barang makanan ditockar ocang. <br> Si Badjak Laoet merasa senang . <br> Dan timboel tabiatnja binatang . <br> Dia orang bikin hiroe hara , <br> Dia melakockan dengan paksa, <br> Bertabiat seperti raksasa . <br> Pada orang jang tidak berdosa . <br> Toean tanah selaloe melawan , <br> Dengan gagah dan keberanian. <br> Banjak badjak laoet jang ditawan , <br> Diikat tali seperti chewan. <br> Minta dame kepalanja badjak , <br> Dengan berdjandj : ang enak enak . <br> Asal temannia tidak dirocsak . <br> Ditendang, dipockoel dan didocpak. <br> Tocan tanah djocga menoerocti . <br> Permintaännja dengan berdjandji. <br> Tiada boleh berlakoe kedji. <br> Kepada semoca orang boemi. <br><noinclude></noinclude> 6em66mny1s0bopfn4352ypjv2hzmhte 313381 313380 2026-08-16T20:10:28Z Ibrohim tijani 26379 313381 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||37}}</noinclude>{{rh||'''BADJAK LAOET.'''}} ...Hal ini tanah bagocs sekali , <br> Soedah tentoelah kita diami, <br> Djalan mana jang kita laloei . <br> Boeat merampasi tanah ini !" <br> Begitor berkata badjak laoet. <br> Melihat tanah toemboch djoewawoet, <br> Jang bisa membikin kenjang peroet, <br> Dan bisa djoega membikin gendoet. <br> ..Baik kita orang mendekati. <br> Poelo jang bagoes tertampak asri, <br> Berkenalan dengan orang boemi. <br> Dia oranglah jang mempoenjai ." <br> Begitoelah kata kepalanja , <br> Badjak laoet bengsa jang doeraka. <br> Hendak mendekati ditepinja. <br> Tanah jang penoeh harta doenia. <br> Badjak laoet poerak poerak dagang . <br> Barang makanan ditockar ocang. <br> Si Badjak Laoet merasa senang . <br> Dan timboel tabiatnja binatang . <br> Dia orang bikin hiroe hara , <br> Dia melakockan dengan paksa, <br> Bertabiat seperti raksasa . <br> Pada orang jang tidak berdosa . <br> Toean tanah selaloe melawan , <br> Dengan gagah dan keberanian. <br> Banjak badjak laoet jang ditawan , <br> Diikat tali seperti chewan. <br> Minta dame kepalanja badjak , <br> Dengan berdjandj : ang enak enak . <br> Asal temannia tidak dirocsak . <br> Ditendang, dipockoel dan didocpak. <br> Tocan tanah djocga menoerocti . <br> Permintaännja dengan berdjandji. <br> Tiada boleh berlakoe kedji. <br> Kepada semoca orang boemi. <br><noinclude></noinclude> lnau6mo2kc85k6f668rxknkxeb83m1p Halaman:Sair rempah rempah.pdf/52 104 111344 313338 309894 2026-08-16T19:39:14Z Ibrohim tijani 26379 313338 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh|||39}}</noinclude>Banjak orang jang sama diboenoeh <br> Oleh si Badjak jang djadi tegoeh. <br> Dita nah itoe mendjadi roesoeh. <br> Si Badjak laoet mendjadi moesoeh. <br> Orang boemi banjak jang melawan. <br> Menjerang keras mati matian. <br> Soedah tentoe banjak keroesaän . <br> Banjak orang jang sama di tawan. <br> Kepala orang boemi jang takoet. <br> Lebih senang marika menoeroet, <br> Kehendaknja badjak badjak laoet <br> Maskipoen temannja kalang kaboet. <br> Banjak orang boemi jang ta' soekak <br> Toeroet kepalanja jang mengadjak <br> Berdamal dengan si badjak badjak. <br> Dia ta' soekak mendjadı boedoek . <br> ...Lebih baik kita orang mati, <br> Dari pada kita menoeroeti, <br> Kehendak badjak jang amat kedji" <br> Bagitoe kata orang jang brani. <br> Si kepalanja mentjari akal. <br> Soepaja temannja ta'menjangkai . <br> Menoeroet kehendaknja jang nakal. <br> Bocat menoeroet badjak jang brutaal . <br> Kepalanja orang orang boemi. <br> Tidak memikir diblakang hari. <br> Tjoema memikir diri sendiri , <br> Hidoep besar dan berasa mocktı. <br> Marika itoe kena di boedjoek <br> Oleh temanaja jang soedah maboek <br> Pangkat besar. pajoong koening koeloek. <br> Itoe barang tanda dia takloek. <br> Dia takloek pada badjak laoet. <br> En toch mengakoe orang jang ketoet. <br> Merentah bangsanja jang menoeroet. <br> Sabetoelnja dia si pengetjoet. <br> Si badjak laoct tinggal tertoewa, <br> Sebab dia bisa memrentahinja . <br> Orang boemi jang djadi kepala. <br> Djoega di pandang seperti Radja. <br><noinclude></noinclude> dxznkdu843szf70wj0tc6wv1emrv8xp Halaman:Sair rempah rempah.pdf/51 104 111346 313337 309871 2026-08-16T19:38:36Z Ibrohim tijani 26379 313337 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|38}}</noinclude>Badjak laoet poen soedah menoeroet, <br> Berkata „baik" dan manggoet manggoet, <br> Bersanggoep tidak membikin kaloet. <br> Semoca prentah akan menoeroet. <br> Tocan tanah poen socdah medengar, <br> Dia poenja djandji jang klocar. <br> Dia diberi makan sekedar, <br> Oleh orang boemi jang ta'besar. <br> ..Kamoe boleh berdiam disini , <br> Kamoe mendjadi sahabat kami," <br> Kata kepalanja orang boemi, <br> Jang dermawan lagi moerah hati. <br> Kepala disitoe menjiarkan, <br> Kepada orang jang di bawahkan, <br> Orang asing socdah diidinkan <br> Bertempat tinggal didesa Bantan . <br> Semoea orang boemipoetera, <br> Menganggapnja seperti saudara, <br> Bolch berlakoe dengan merdika . <br> Tapi djangan membikin doeraka. <br> ..Disini poen banjak orang sabrang . <br> Mareka itoe sama berdagang , <br> Dia hidoep dengan kita senang, <br> Hidoep roekoen tidak dengan perang." <br> Begitoe berkata toean tanah , <br> Pada badjak laoet jang menjerah, <br> Karena dia orang socdah lemah, <br> Dia poen soedah mengakoe kalah. <br> Badjak laoct berdaja oepaja, <br> Persepekatan dengan temanja, <br> Soepaja djadi kepoenjaännja. <br> Itoe tanah jang bagocs dan kaja. <br> Badjak laoet mengirimkan soerat <br> Kapada temannja jang moefakat, <br> Jang misih ada di tanah mlarat. <br> Minta seadjata dan obat obat !! <br> Bekakas perang socdah sedia. <br> Goena merampas tanah jang kaja , <br> Dan jang pocnja dibikin binasa.. <br> Soepaja tanah djadi miliknja. <br><noinclude></noinclude> 0rxjdia3wwhgfwbyq8uldsai1dugpt4 Halaman:San min chu i.pdf/15 104 111415 313317 309987 2026-08-16T19:25:58Z Ibrohim tijani 26379 313317 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||10}}</noinclude>giat melaksanakan tjita-tjitanja. Ada djuga jang mengatakan bahwa wafatnja mempertjepat kemadjuan revolusi.Tetapi menurut pendapat Dr. Sun revolusi itu adalah suatu proses jang berdjalan terus. „Zaman kemenangan militer" pada permulaan revolusi tak begitu penting kalau dibandingkan dengan „Zaman latihan" jang berikut. Baru kalau proses latihan telah selesai, dapatlah revolusi kita mentjiptakan demokrasi jang sedjati, jang membawa kebahagiaan rakjat. Perkataan-perkataan jang diutjapkannja ketika ia hendak wafat : revolusi kita belum selesai, Kawan-kawan-ku sekalian, landjutkanlah ! Dr. Sun wafat dengan tak meninggalkan harta banjak. Ia hanja meninggalkan sebuah rumah jang dibelikan pengikut-pengikutnja diluar negeri sepuluh tahun jang lalu. Djuga sebuah taman batjaan, jang terkenal taman batjaan jang terbaik dalam ilmu-ilmu sosial dan politik. Selama ia bekerdja sungguh-sungguh dalam empat puluh tahun untuk mentjapai kemerdekaan dan persamaan bagi bangsa Tionghoa, iaditjintai sebagai bapak Tiongkok baru dan dipandang sebagai pemimpin jang sedjadjar dengan pemimpin-pemimpin jang terkemuka dalam sedjarah. {{rh|||l.T.CHEN}}<noinclude></noinclude> t8qd1wvskudlkb3ecenlwsa15app1qq Halaman:San min chu i.pdf/16 104 111416 313318 309989 2026-08-16T19:26:49Z Ibrohim tijani 26379 313318 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><div> {{rh||BAGIAN PERTAMA}} {{rh||ASAS-POKOK NASIONALISME}} <div><noinclude></noinclude> 7jezbnculih67kl8ib625rrvzxo06mh 313319 313318 2026-08-16T19:28:14Z Ibrohim tijani 26379 313319 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><br><br><br><br><br><br><br><br> <div style="text-align:center;"> BAGIAN PERTAMA ASAS-ASAS POKOK NASIONALISME </div><noinclude></noinclude> ie9mm1cza4fplezlcdg8rksic7bj7dz Halaman:San min chu i.pdf/18 104 111419 313246 311664 2026-08-16T18:18:02Z Ibrohim tijani 26379 313246 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh||'''Uraian I'''}} :{{gap}}Kekurangan semangat kebangsaan di Tiongkok nasionalitet atau bangsa dan negara-- Perbedaan antara Faktor-faktor jang mentjiptakan suatu bangsa ; pertalian darah, persatuan bahasa, persamaan tjara hidup, agama dan persamaan adat istiadat Bangsa Tionghoa adalah suatu bangsa jang homogin ; tetapi meskipun begitu tidak pernah bersatu Bahaja-bahaja jang mengantjam bangsa Tionghoa : perkembangan tjepat bangsa-bangsa ' lain Kemadjuan bangsa-bangsa Inggeris, Djepang, Rusia, Djerman, Amerika dan Perantjis dalam abad jang achir ini Pembaharuan Djepang dan Revolusi Rusia jang berfaedah bagi Tiongkok Bangsa Tionghoa dalam zaman dahulu menelan bangsa jang menindasnja, tetapi dalam zaman jang akan datang tak mungkin berbuat lagi Pembatasan djumlah kelahiran adalah suatu haluan jang sangat berbahaja bagi Tiongkok'' ''Tuan-tuan, hari ini saja datang kemari untuk membitjarakan asas-asas-pokok San Min. Apakah jang dinamakan asas-asas-pokok San Min itu? Dalam arti jang sederhana asas-asas-pokok San Min ini menundjukkan satu pokok haluan jang bertudjuan mentjapai keselamatan abadi bagi bangsa kita. Apakah arti perkataan asas-pokok ? Jang dimaksudkan dengan asas-pokok ialah suatu pikiran, suatu kepertjajaan dan suatu kekuatan. Ketika manusia mulai memahamkan suatu soal, maka pertama-tama timbullah dalamdirinja suatu pikiran ; kalau pikiran ini sudah agak terang baginja, maka hal itu menimbulkan suatu kepertjajaan ; dan berdasarkan kepertjajaan ini, maka kekuatan akan tertjipta. Sebab itu suatu asaspokok harus dimulai dengan timbulnja suatu pikiran, pikiran ini mengakibatkan kepertjajaan dan kepertjaan ini selandjutnja melahirkan kekuatan dan barulah sesudah meliwati fase-fase ini semuanja, asas-pokok itu dapat berdiri dengan teguh. Mengapakah kita berani mengatakan bahwa asas-asas-pokok San Min dapat menjelamatkan bangsa kita? Karena asas-asas-pokok ini dapat mengangkat negara Tiongkok dari lembah kehinaan sekarang ini kekedudukan jang sedjadjar dengan bangsa-bangsa lain dalam soal-soal internasional, pemerintahan dan penghidupan ekonomi, hingga ia dapat berdiri dengan kekal dan sentausa. Asas-asas-pokok San Min adalah suatu pokok haluan bagi bangsa kita untuk mentjapai keselamatan. Bukankah Tiongkok pada waktu ini sangat membutuhkan {{hws|kese-|kesejahteraan}}<noinclude></noinclude> 6vh1u8vvw2vhvlgido1qztkrfcdccsz 313247 313246 2026-08-16T18:18:47Z Ibrohim tijani 26379 313247 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh||'''Uraian I'''}} :{{gap}}Kekurangan semangat kebangsaan di Tiongkok nasionalitet atau bangsa dan negara-- Perbedaan antara Faktor-faktor jang mentjiptakan suatu bangsa ; pertalian darah, persatuan bahasa, persamaan tjara hidup, agama dan persamaan adat istiadat Bangsa Tionghoa adalah suatu bangsa jang homogin ; tetapi meskipun begitu tidak pernah bersatu Bahaja-bahaja jang mengantjam bangsa Tionghoa : perkembangan tjepat bangsa-bangsa ' lain Kemadjuan bangsa-bangsa Inggeris, Djepang, Rusia, Djerman, Amerika dan Perantjis dalam abad jang achir ini Pembaharuan Djepang dan Revolusi Rusia jang berfaedah bagi Tiongkok Bangsa Tionghoa dalam zaman dahulu menelan bangsa jang menindasnja, tetapi dalam zaman jang akan datang tak mungkin berbuat lagi Pembatasan djumlah kelahiran adalah suatu haluan jang sangat berbahaja bagi Tiongkok'' ''Tuan-tuan, hari ini saja datang kemari untuk membitjarakan asas-asas-pokok San Min. Apakah jang dinamakan asas-asas-pokok San Min itu? Dalam arti jang sederhana asas-asas-pokok San Min ini menundjukkan satu pokok haluan jang bertudjuan mentjapai keselamatan abadi bagi bangsa kita. Apakah arti perkataan asas-pokok ? Jang dimaksudkan dengan asas-pokok ialah suatu pikiran, suatu kepertjajaan dan suatu kekuatan. Ketika manusia mulai memahamkan suatu soal, maka pertama-tama timbullah dalamdirinja suatu pikiran ; kalau pikiran ini sudah agak terang baginja, maka hal itu menimbulkan suatu kepertjajaan ; dan berdasarkan kepertjajaan ini, maka kekuatan akan tertjipta. Sebab itu suatu asaspokok harus dimulai dengan timbulnja suatu pikiran, pikiran ini mengakibatkan kepertjajaan dan kepertjaan ini selandjutnja melahirkan kekuatan dan barulah sesudah meliwati fase-fase ini semuanja, asas-pokok itu dapat berdiri dengan teguh. Mengapakah kita berani mengatakan bahwa asas-asas-pokok San Min dapat menjelamatkan bangsa kita? Karena asas-asas-pokok ini dapat mengangkat negara Tiongkok dari lembah kehinaan sekarang ini kekedudukan jang sedjadjar dengan bangsa-bangsa lain dalam soal-soal internasional, pemerintahan dan penghidupan ekonomi, hingga ia dapat berdiri dengan kekal dan sentausa. Asas-asas-pokok San Min adalah suatu pokok haluan bagi bangsa kita untuk mentjapai keselamatan. Bukankah Tiongkok pada waktu ini sangat membutuhkan {{hws|kese-|keselamatan}}<noinclude></noinclude> k6sotq6luhrwzyfwi7nm6o7yukssdl6 Halaman:San min chu i.pdf/19 104 111422 313248 309999 2026-08-16T18:20:24Z Ibrohim tijani 26379 313248 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||14}}</noinclude>''{{hwe|lamatan|keselamatan}} ? Oleh karena itu, baiklah Tuan-tuan pertjaja penuh akan asas-asas-pokok San Min dan kepertjajaan ini tentu akan menghasilkan suatu kekuatan jang sanggup menjelamatkan Tiongkok. Sekarang akan saja mulai membitjarakan asas-pokok nasiona-lisme. Ketika Kuomintang baru-baru ini mengubah susunan organisasinja , maka tjita-tjita untuk menjelamatkan bangsa, pertamatama bergantung kepada propaganda. Propaganda jang luas dalam masjarakat memerlukan penerangan jang djelas tentang asas-asaspokok tadi. Selama lebih kurang 10 tahun belakangan ini, mereka jang berpengertian sudah biasa mendengarkan tentang tiga asaspokok rakjat, akan tetapi kebanjakan diantara mereka masih belum dapat memahamkannja dengan sungguh2 . Maka itu pertama kali akan saja bitjarakan asas-pokok nasionalisme berkenaan dengan beberapa soal.'' ''Apakah asas-pokok nasionalisme itu? Djika kita kembali menindjau sedjarah Tiongkok jang berkenaan dengan penghidupan soal dan adat istiadatnja, maka dapat saja katakan dengan singkat bahwa asas-pokok nasionalisme itu dapat disamakan dengan „Ideologi negara" . Rakjat Tiongkok telah menundjukkan keluhuran pekerti terhadap keluarga dan kaum, sehingga di Tiongkok pernah berkembang faham kekeluargaan dan perkauman, tetapi tak ada faham kebangsaan ( nasionalisme) . Para penindjau bangsa asing mengatakan, bahwa bangsa Tiongkok itu laksana seonggok pasir berderai. Mengapakah disebut demikian ? Karena bangsa kita hanja menundjukkan pertaliannja terhadap keluarga dan kaum dan tidak terhadap bangsa seluruhnja, nasionalisme belum pernah dikenal. Keluarga dan suku atau kaum telah pernah merupakan persatuan kekuatan ; tak djarang bangsa Tionghoa mengorbankan diri sendiri, keluarga dan segala-galanja untuk membela suku mereka. Sebagai perumpamaan, dalam permusuhan antara dua suku di Kwantung, kedua belah pihak tak mau mengalah ; anggota-anggota kedua suku berani mengorbankan segala-galanja ; semuanja hanjalah akibat dari tjita2 persukuan jang berurat-berakar dalam perasaan rakjat, sehingga mereka setiap saat bersedia untuk mengorbankan apa sadja guna membela nama sukunja. Akan tetapi untuk kepentingan bangsa tak pernah mereka mau berkorban. Persatuan rakjat Tiongkok hanja sampai kebatas lingkungan keluarga dan suku dan tak pernah meluas menudju kepada persatuan bangsa.''<noinclude></noinclude> jddrjhd5bzk1j4c4w8qjl3anpmkcep1 313320 313248 2026-08-16T19:29:04Z Ibrohim tijani 26379 313320 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||14}}</noinclude>{{hwe|lamatan|keselamatan}} ? Oleh karena itu, baiklah Tuan-tuan pertjaja penuh akan asas-asas-pokok San Min dan kepertjajaan ini tentu akan menghasilkan suatu kekuatan jang sanggup menjelamatkan Tiongkok. Sekarang akan saja mulai membitjarakan asas-pokok nasiona-lisme. Ketika Kuomintang baru-baru ini mengubah susunan organisasinja , maka tjita-tjita untuk menjelamatkan bangsa, pertamatama bergantung kepada propaganda. Propaganda jang luas dalam masjarakat memerlukan penerangan jang djelas tentang asas-asaspokok tadi. Selama lebih kurang 10 tahun belakangan ini, mereka jang berpengertian sudah biasa mendengarkan tentang tiga asaspokok rakjat, akan tetapi kebanjakan diantara mereka masih belum dapat memahamkannja dengan sungguh2 . Maka itu pertama kali akan saja bitjarakan asas-pokok nasionalisme berkenaan dengan beberapa soal.'' ''Apakah asas-pokok nasionalisme itu? Djika kita kembali menindjau sedjarah Tiongkok jang berkenaan dengan penghidupan soal dan adat istiadatnja, maka dapat saja katakan dengan singkat bahwa asas-pokok nasionalisme itu dapat disamakan dengan „Ideologi negara" . Rakjat Tiongkok telah menundjukkan keluhuran pekerti terhadap keluarga dan kaum, sehingga di Tiongkok pernah berkembang faham kekeluargaan dan perkauman, tetapi tak ada faham kebangsaan ( nasionalisme) . Para penindjau bangsa asing mengatakan, bahwa bangsa Tiongkok itu laksana seonggok pasir berderai. Mengapakah disebut demikian ? Karena bangsa kita hanja menundjukkan pertaliannja terhadap keluarga dan kaum dan tidak terhadap bangsa seluruhnja, nasionalisme belum pernah dikenal. Keluarga dan suku atau kaum telah pernah merupakan persatuan kekuatan ; tak djarang bangsa Tionghoa mengorbankan diri sendiri, keluarga dan segala-galanja untuk membela suku mereka. Sebagai perumpamaan, dalam permusuhan antara dua suku di Kwantung, kedua belah pihak tak mau mengalah ; anggota-anggota kedua suku berani mengorbankan segala-galanja ; semuanja hanjalah akibat dari tjita2 persukuan jang berurat-berakar dalam perasaan rakjat, sehingga mereka setiap saat bersedia untuk mengorbankan apa sadja guna membela nama sukunja. Akan tetapi untuk kepentingan bangsa tak pernah mereka mau berkorban. Persatuan rakjat Tiongkok hanja sampai kebatas lingkungan keluarga dan suku dan tak pernah meluas menudju kepada persatuan bangsa.<noinclude></noinclude> dy0fjh653x67u22431ne6y0woq22t28 Halaman:San min chu i.pdf/20 104 111425 313249 310005 2026-08-16T18:21:44Z Ibrohim tijani 26379 313249 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude> ''Keterangan jang saja kemukakan, bahwa asas kebangsaan itu, sama artinja dengan ideologi negara, hanja chusus tjotjok bagi Tiongkok dan bukan bagi negeri Barat. Bangsa asing berpendapat, bahwa antara bangsa dan negara ada perbedaan. Min t'su dalam bahasa Inggeris ialah nation" ; perkataan nation" mempunjai dua arti, bangsa ( ras) dan negara. Meskipun perkataan ini mempunjai dua arti jang hampir bersamaan, tetapi mereka tak boleh ditjampuradukkan satu sama lain. Perkataan Tionghoa kebanjakan mempunjai dua arti : misalnja, She-hui ( masjarakat) berarti segolongan manusia, tetapi djuga dapat digunakan untuk menundjukkan suatu badan jang tersusun. Bangsa dan negara sudah tentu mempunjai pertalian jang rapat dan hampir tak perlu membeda-bedakan kedua perkataan ini terlalu teliti, tetapi diantara kedua pengertian ini ada terdapat garis pemisahan jang njata, dan kita harus membedakan dengan hati-hati pengertian negara dan bangsa. Tetapi kalau saja katakan, bahwa bangsa dan negara menundjukkan pengertian jang sama, mengapakah hal ini hanja benar untuk Tiongkok ? Ialah karena Tiongkok sedjak pemerintahan dinasti-dinasti Ch'in dan Han merupakan satu negara dari satu bangsa, sedangkan negerinegeri asing membentuk berbagai-bagai negara jang terdiri dari satu bangsa dan memasukkan beberapa matjam bangsa kedalam satu negara. Misalnja keradjaan Inggeris jang mendjadi negara terkuat didunia pada dewasa ini dengan bangsa kulit putih sebagai sendi dasarnja memasukkan pula bangsa kulit tjoklat, kulit hitam dan bangsa lain-lain kedalam keradjaannja ; karena itu, bagi Inggeris tidaklah dapat dikatakan bahwa pengertian bangsa sama dengan negara. Djuga Hongkong adalah daerah djadjahan Inggeris, selain mempunjai penduduk jang berbangsa Inggeris, djuga mempunjai berpuluh ribu orang Tionghoa ; alangkah djanggalnja kalau kita katakan negara Inggeris di Hongkong itu menundjukkan pula pengertian bangsa Inggeris. Atau lihatlah ke India, djadjahan Inggeris pada waktu ini ; didalam bagian negara Inggeris ini terhadap tiga ratus lima puluh djuta bangsa India. Sangat keliru kalau kita katakan bahwa negara Inggeris di India ini sama artinja dengan bangsa Inggeris. Kita semua tahu, bahwa bangsa Inggeris jang asli ialah turunan bangsa Anglosaxon, tetapi keturunan mereka tidak terbatas dikepulauan Inggeris sadja ; {{hwe|umum|umumnja}}''<noinclude></noinclude> cahij6vo6jutpn9p8ila0xl3z2ybran 313321 313249 2026-08-16T19:29:23Z Ibrohim tijani 26379 313321 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude> Keterangan jang saja kemukakan, bahwa asas kebangsaan itu, sama artinja dengan ideologi negara, hanja chusus tjotjok bagi Tiongkok dan bukan bagi negeri Barat. Bangsa asing berpendapat, bahwa antara bangsa dan negara ada perbedaan. Min t'su dalam bahasa Inggeris ialah nation" ; perkataan nation" mempunjai dua arti, bangsa ( ras) dan negara. Meskipun perkataan ini mempunjai dua arti jang hampir bersamaan, tetapi mereka tak boleh ditjampuradukkan satu sama lain. Perkataan Tionghoa kebanjakan mempunjai dua arti : misalnja, She-hui ( masjarakat) berarti segolongan manusia, tetapi djuga dapat digunakan untuk menundjukkan suatu badan jang tersusun. Bangsa dan negara sudah tentu mempunjai pertalian jang rapat dan hampir tak perlu membeda-bedakan kedua perkataan ini terlalu teliti, tetapi diantara kedua pengertian ini ada terdapat garis pemisahan jang njata, dan kita harus membedakan dengan hati-hati pengertian negara dan bangsa. Tetapi kalau saja katakan, bahwa bangsa dan negara menundjukkan pengertian jang sama, mengapakah hal ini hanja benar untuk Tiongkok ? Ialah karena Tiongkok sedjak pemerintahan dinasti-dinasti Ch'in dan Han merupakan satu negara dari satu bangsa, sedangkan negerinegeri asing membentuk berbagai-bagai negara jang terdiri dari satu bangsa dan memasukkan beberapa matjam bangsa kedalam satu negara. Misalnja keradjaan Inggeris jang mendjadi negara terkuat didunia pada dewasa ini dengan bangsa kulit putih sebagai sendi dasarnja memasukkan pula bangsa kulit tjoklat, kulit hitam dan bangsa lain-lain kedalam keradjaannja ; karena itu, bagi Inggeris tidaklah dapat dikatakan bahwa pengertian bangsa sama dengan negara. Djuga Hongkong adalah daerah djadjahan Inggeris, selain mempunjai penduduk jang berbangsa Inggeris, djuga mempunjai berpuluh ribu orang Tionghoa ; alangkah djanggalnja kalau kita katakan negara Inggeris di Hongkong itu menundjukkan pula pengertian bangsa Inggeris. Atau lihatlah ke India, djadjahan Inggeris pada waktu ini ; didalam bagian negara Inggeris ini terhadap tiga ratus lima puluh djuta bangsa India. Sangat keliru kalau kita katakan bahwa negara Inggeris di India ini sama artinja dengan bangsa Inggeris. Kita semua tahu, bahwa bangsa Inggeris jang asli ialah turunan bangsa Anglosaxon, tetapi keturunan mereka tidak terbatas dikepulauan Inggeris sadja ; {{hwe|umum|umumnja}}<noinclude></noinclude> 82dk450a0k54bdsffy8n849odfgw78n Halaman:San min chu i.pdf/21 104 111426 313250 310006 2026-08-16T18:22:22Z Ibrohim tijani 26379 313250 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||16}}</noinclude>''{{hwe|nja|umumnja}} penduduk Amerika Serikatpun berasal dari bangsa itu djuga. Demikianlah kalau kita melihat kenegeri-negeri lain, tak dapat kita mengatakan bahwa bangsa dan negara itu mempunjai pengertian jang sama. Dua pengertian itu mempunjai garis pemisah jang njata. Bagaimanakah tjaranja supaja kita dapat membuat perbedaan jang terang antara kedua perkataan itu ? Tjara jang paling tepat ialah dengan djalan mempeladjari kekuatan-kekuatan jang membentuk kedua perkataan tadi. Dengan singkat dapatlah dikatakan bahwa sesuatu bangsa tertjipta karena kekuatan Alam, sedangkan negara terbentuk oleh kekuatan sendjata. Marilah kita melihat beberapa pendjelasan dalam sedjarah politik Tiongkok; bangsa Tionghoa berpendapat bahwa wangtao, djalan jang luhur atau djalan jang benar menurut kemauan Alam ; dengan perkataan lain, kekuatan Alam adalah djalan jang luhur. Golongan masjarakat jang terbentuk oleh kekuatan luhur inilah jang dinamakan bangsa. Kekuatan tentara atau djalan kekerasan ialah pa-tao; kesatuan jang terbentuk dengan djalan kekuatan atau kekerasan dinamakan negara. Misalnja, Hongkong tidak didirikan karena seribu orang penduduk Hongkong ingin supaja Inggeris jang mendirikannja; Hongkong dirampas oleh Inggeris dengan kekuatan tentara. Karena Tiongkok kalah dalam peperangan dengan Inggeris maka Hongkong diserahkannja untuk didjadikan djadjahan Inggeris dan seketika itu djuga didirikan Inggeris Hongkong baru. Setali tiga uang dengan sedjarah Hongkong, ialah sedjarah India. Djadjahan2 Inggeris sekarang bersebar diseluruh dunia. Peribahasa Inggeris mengatakan: „tak pernah matahari terbenam dikeradjaan Inggeris". Dengan perkataan lain, dimana sadja mata-hari menjinari bumi kita, disana tentu terdapat daerah negara Inggeris. Seandainja kita, penduduk Dunia Timur mengikuti djalan matahari, maka kita akan melihat jang tjahajanja mula-mula menjinari Zelandia-Baru, Australi, Hongkong dan Singapura ; kalau matahari menudju ke Barat, maka ia akan menjinari Ceylor dan India; lebih ke Barat lagi Aden dan Malta ; dan makin ke Barat lagi kepulauan Inggeris sendiri; dalam pergerakannja diatas Dunia Barat, matahari akan sampai di Kanada dan achirnja diatas Hongkong dan Singapura lagi. Djadi, dimana sadja mata-hari bersinar dalam waktu dua puluh empat djam itu, disana tentu terdapat daerah negara Inggeris. Satu daerah jang luas seperti keradjaan Inggeris hanja mungkin didirikan berkat kekerasan ; semendjak''<noinclude></noinclude> 2v14hufn0xni4fzkpd2c8pgfg33vgmn 313322 313250 2026-08-16T19:29:44Z Ibrohim tijani 26379 313322 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||16}}</noinclude>{{hwe|nja|umumnja}} penduduk Amerika Serikatpun berasal dari bangsa itu djuga. Demikianlah kalau kita melihat kenegeri-negeri lain, tak dapat kita mengatakan bahwa bangsa dan negara itu mempunjai pengertian jang sama. Dua pengertian itu mempunjai garis pemisah jang njata. Bagaimanakah tjaranja supaja kita dapat membuat perbedaan jang terang antara kedua perkataan itu ? Tjara jang paling tepat ialah dengan djalan mempeladjari kekuatan-kekuatan jang membentuk kedua perkataan tadi. Dengan singkat dapatlah dikatakan bahwa sesuatu bangsa tertjipta karena kekuatan Alam, sedangkan negara terbentuk oleh kekuatan sendjata. Marilah kita melihat beberapa pendjelasan dalam sedjarah politik Tiongkok; bangsa Tionghoa berpendapat bahwa wangtao, djalan jang luhur atau djalan jang benar menurut kemauan Alam ; dengan perkataan lain, kekuatan Alam adalah djalan jang luhur. Golongan masjarakat jang terbentuk oleh kekuatan luhur inilah jang dinamakan bangsa. Kekuatan tentara atau djalan kekerasan ialah pa-tao; kesatuan jang terbentuk dengan djalan kekuatan atau kekerasan dinamakan negara. Misalnja, Hongkong tidak didirikan karena seribu orang penduduk Hongkong ingin supaja Inggeris jang mendirikannja; Hongkong dirampas oleh Inggeris dengan kekuatan tentara. Karena Tiongkok kalah dalam peperangan dengan Inggeris maka Hongkong diserahkannja untuk didjadikan djadjahan Inggeris dan seketika itu djuga didirikan Inggeris Hongkong baru. Setali tiga uang dengan sedjarah Hongkong, ialah sedjarah India. Djadjahan2 Inggeris sekarang bersebar diseluruh dunia. Peribahasa Inggeris mengatakan: „tak pernah matahari terbenam dikeradjaan Inggeris". Dengan perkataan lain, dimana sadja mata-hari menjinari bumi kita, disana tentu terdapat daerah negara Inggeris. Seandainja kita, penduduk Dunia Timur mengikuti djalan matahari, maka kita akan melihat jang tjahajanja mula-mula menjinari Zelandia-Baru, Australi, Hongkong dan Singapura ; kalau matahari menudju ke Barat, maka ia akan menjinari Ceylor dan India; lebih ke Barat lagi Aden dan Malta ; dan makin ke Barat lagi kepulauan Inggeris sendiri; dalam pergerakannja diatas Dunia Barat, matahari akan sampai di Kanada dan achirnja diatas Hongkong dan Singapura lagi. Djadi, dimana sadja mata-hari bersinar dalam waktu dua puluh empat djam itu, disana tentu terdapat daerah negara Inggeris. Satu daerah jang luas seperti keradjaan Inggeris hanja mungkin didirikan berkat kekerasan ; semendjak<noinclude></noinclude> rgvx7kr17vdubmu2wh7p7jb643ib1gm Halaman:San min chu i.pdf/22 104 111428 313251 310009 2026-08-16T18:23:20Z Ibrohim tijani 26379 313251 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||17}}</noinclude>''zaman purbakala, belum pernah ada sesuatu negara jang dapat didirikan dengan tidak memakai kekerasan. Tetapi berbeda sekali riwajat kemadjuan suatu ras atau bangsa ; suatu bangsa sematamata berkembang karena kemauan Alam dan tidak karena kekuatan atau kekerasan. Misalnja, ribuan orang Tionghoa di Hongkong tergabung mendjadi satu bangsa oleh kekuatan Alam ; kekuatan apapun djuga jang akan dipergunakan .Irggeris, tidak akan dapat mengubah hal ini. Karena itu, sekumpulan manusia jang bersatu dan berkembang menurut tjara jang luhur, djadi oleh kekuatan Alam, dinamakan bangsa ; sekumpulan manusia jang disatukan dan berkembang oleh karena kekuasaan, djadi oleh kekuatan manusia, dinamakan negara. Inilah perbedaan antara ras atau bangsa dan negara. Sekarang akan saja uraikan tentang asal usul suatu bangsa. Sungguhpun manusia itu djauh berbeda dengan burung biasa, tetapi pada asalnja ia sedjenis dengan hewan ; ia adalah ,,sukma segala tjiptaan" . Mula-mula djenis manusia itu terbagi atas lima golongan bangsa jang terpenting : putih, hitam, merah, kuning, tjoklat. Pembagian selandjutnja dalam bangsa-bangsa jang lebih ketjil, seperti bangsa-bangsa jang tinggal dibenua Asia ialah : Mongol, Melaju, Djepang, Manchuria dan Tionghoa. Kekuatan jang mengembangkan atau menjusun bangsa-bangsa ini pada umumnja, ialah kekuatan Alam. Akan tetapi kalau kita mentjoba meng- uraikannja lebih landjut, maka banjak ditemui seluk beluknja. Kekuatan terbesar ialah pertalian darah. Bangsa Tionghoa termasuk golongan bangsa kulit kuning, karena mereka berasal sedarah keturunan dari bangsa kulit kuning. Darah nenek-mojang jang turun temurun mendjadikan ikatan pertalian jang sangat kuat. Kekuatan kedua ialah penghidupan ; karena tjara hidup jang berlainan, perkembangan bangsa djuga menundjukkan perbedaan. Tempat kediaman ialah didekat sungai dan dipadang rumput, mereka hidup mengembara dan berkemah dekat sungai atau dipa- dang rumput dan dari penghidupan dan kebiasaan mengembara ini berkembanglah suatu bangsa, jang achirnja merupakan kekuasaan Mongol. Pada zaman keemasannja, tentara dinasti Yüan ( Mongol ) menaklukkan Asia-Tengah, Arab dan disebelah Barat menduduki sebagian dari Eropah, sedangkan disebelah Timur mempersatukan Tiongkok dan hampir menaklukkan seluruh Djepang ; sehingga mereka dapat menjatukan Eropah dengan Asia. Bandingkanlah {{hwe|de|dengan}} San Min Chu I''<noinclude>{{rh|||2}}</noinclude> nuihy30tx59k8dtsn9d50uxujc1jm1w 313252 313251 2026-08-16T18:23:39Z Ibrohim tijani 26379 313252 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||17}}</noinclude>''zaman purbakala, belum pernah ada sesuatu negara jang dapat didirikan dengan tidak memakai kekerasan. Tetapi berbeda sekali riwajat kemadjuan suatu ras atau bangsa ; suatu bangsa sematamata berkembang karena kemauan Alam dan tidak karena kekuatan atau kekerasan. Misalnja, ribuan orang Tionghoa di Hongkong tergabung mendjadi satu bangsa oleh kekuatan Alam ; kekuatan apapun djuga jang akan dipergunakan .Irggeris, tidak akan dapat mengubah hal ini. Karena itu, sekumpulan manusia jang bersatu dan berkembang menurut tjara jang luhur, djadi oleh kekuatan Alam, dinamakan bangsa ; sekumpulan manusia jang disatukan dan berkembang oleh karena kekuasaan, djadi oleh kekuatan manusia, dinamakan negara. Inilah perbedaan antara ras atau bangsa dan negara. Sekarang akan saja uraikan tentang asal usul suatu bangsa. Sungguhpun manusia itu djauh berbeda dengan burung biasa, tetapi pada asalnja ia sedjenis dengan hewan ; ia adalah ,,sukma segala tjiptaan" . Mula-mula djenis manusia itu terbagi atas lima golongan bangsa jang terpenting : putih, hitam, merah, kuning, tjoklat. Pembagian selandjutnja dalam bangsa-bangsa jang lebih ketjil, seperti bangsa-bangsa jang tinggal dibenua Asia ialah : Mongol, Melaju, Djepang, Manchuria dan Tionghoa. Kekuatan jang mengembangkan atau menjusun bangsa-bangsa ini pada umumnja, ialah kekuatan Alam. Akan tetapi kalau kita mentjoba meng- uraikannja lebih landjut, maka banjak ditemui seluk beluknja. Kekuatan terbesar ialah pertalian darah. Bangsa Tionghoa termasuk golongan bangsa kulit kuning, karena mereka berasal sedarah keturunan dari bangsa kulit kuning. Darah nenek-mojang jang turun temurun mendjadikan ikatan pertalian jang sangat kuat. Kekuatan kedua ialah penghidupan ; karena tjara hidup jang berlainan, perkembangan bangsa djuga menundjukkan perbedaan. Tempat kediaman ialah didekat sungai dan dipadang rumput, mereka hidup mengembara dan berkemah dekat sungai atau dipa- dang rumput dan dari penghidupan dan kebiasaan mengembara ini berkembanglah suatu bangsa, jang achirnja merupakan kekuasaan Mongol. Pada zaman keemasannja, tentara dinasti Yüan ( Mongol ) menaklukkan Asia-Tengah, Arab dan disebelah Barat menduduki sebagian dari Eropah, sedangkan disebelah Timur mempersatukan Tiongkok dan hampir menaklukkan seluruh Djepang ; sehingga mereka dapat menjatukan Eropah dengan Asia. Bandingkanlah {{hwe|de-|dengan}} San Min Chu I''<noinclude>{{rh|||2}}</noinclude> 1ql6gzigda4xvkqy4cfvizyk6jvg083 313323 313252 2026-08-16T19:30:08Z Ibrohim tijani 26379 313323 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||17}}</noinclude>zaman purbakala, belum pernah ada sesuatu negara jang dapat didirikan dengan tidak memakai kekerasan. Tetapi berbeda sekali riwajat kemadjuan suatu ras atau bangsa ; suatu bangsa sematamata berkembang karena kemauan Alam dan tidak karena kekuatan atau kekerasan. Misalnja, ribuan orang Tionghoa di Hongkong tergabung mendjadi satu bangsa oleh kekuatan Alam ; kekuatan apapun djuga jang akan dipergunakan .Irggeris, tidak akan dapat mengubah hal ini. Karena itu, sekumpulan manusia jang bersatu dan berkembang menurut tjara jang luhur, djadi oleh kekuatan Alam, dinamakan bangsa ; sekumpulan manusia jang disatukan dan berkembang oleh karena kekuasaan, djadi oleh kekuatan manusia, dinamakan negara. Inilah perbedaan antara ras atau bangsa dan negara. Sekarang akan saja uraikan tentang asal usul suatu bangsa. Sungguhpun manusia itu djauh berbeda dengan burung biasa, tetapi pada asalnja ia sedjenis dengan hewan ; ia adalah ,,sukma segala tjiptaan" . Mula-mula djenis manusia itu terbagi atas lima golongan bangsa jang terpenting : putih, hitam, merah, kuning, tjoklat. Pembagian selandjutnja dalam bangsa-bangsa jang lebih ketjil, seperti bangsa-bangsa jang tinggal dibenua Asia ialah : Mongol, Melaju, Djepang, Manchuria dan Tionghoa. Kekuatan jang mengembangkan atau menjusun bangsa-bangsa ini pada umumnja, ialah kekuatan Alam. Akan tetapi kalau kita mentjoba meng- uraikannja lebih landjut, maka banjak ditemui seluk beluknja. Kekuatan terbesar ialah pertalian darah. Bangsa Tionghoa termasuk golongan bangsa kulit kuning, karena mereka berasal sedarah keturunan dari bangsa kulit kuning. Darah nenek-mojang jang turun temurun mendjadikan ikatan pertalian jang sangat kuat. Kekuatan kedua ialah penghidupan ; karena tjara hidup jang berlainan, perkembangan bangsa djuga menundjukkan perbedaan. Tempat kediaman ialah didekat sungai dan dipadang rumput, mereka hidup mengembara dan berkemah dekat sungai atau dipa- dang rumput dan dari penghidupan dan kebiasaan mengembara ini berkembanglah suatu bangsa, jang achirnja merupakan kekuasaan Mongol. Pada zaman keemasannja, tentara dinasti Yüan ( Mongol ) menaklukkan Asia-Tengah, Arab dan disebelah Barat menduduki sebagian dari Eropah, sedangkan disebelah Timur mempersatukan Tiongkok dan hampir menaklukkan seluruh Djepang ; sehingga mereka dapat menjatukan Eropah dengan Asia. Bandingkanlah {{hwe|de-|dengan}} San Min Chu I<noinclude>{{rh|||2}}</noinclude> hnaq6cir4rsh91ptk6h37evsmrq7e49 Halaman:San min chu i.pdf/23 104 111429 313253 310010 2026-08-16T18:24:35Z Ibrohim tijani 26379 313253 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||18}}</noinclude>''{{hws|-ngan|dengan}} zaman kebesaran bangsa lain, seperti zaman keradjaan Han dan T'ang, tatkala batas keradjaan disebelah Barat hanja sampai kelaut Kaspia atau dengan zaman keradjaan Roma jang tak dapat meluaskan batas keradjaan meliwati laut Hitam, meskipun tentaranja ada pada puntjak kekuatannja. Tak pernah suatu bangsa berhasil menaklukkan benua Asia dan Eropah kedua-duanja, ketjuali bangsa Mongol dari keradjaan Yüan dalam zaman kebesarannja . Bangsa Mongol dapat mengeluarkan tenaga jang luar biasa ini, terutama karena mereka tak segan-segan berdjalan berdjuta-djuta mil, disebabkan oleh kebiasaan mereka hidup mengembara. Kekuatan ketiga jang membentuk suatu bangsa ialah bahasa. Kalau bangsa asing mempeladjari bahasa kita, dengan gampang mereka dapat dipengaruhi, hingga achirnja mereka sungguh-sungguh merasa sebangsa dengan kita. Sebaliknja, kalau kita mengetahui bahasa-bahasa asing, maka kitapun akan mudah dipengaruhi bangsabangsa asing itu. Kalau dua orang seketurunan dan sebahasa, maka makin gampanglah mereka dapat mempengaruhi satu sama lain . Karena itulah, bahasa termasuk pula kekuatan jang mengembangkan suatu bangsa. Kekuatan keempat ialah agama. Manusia akan merasa sebangsa, bila mereka menjembah dewa-dewa jang sama atau memuliakan nenek-nenek mojang jang sama ; karena itu agamapun adalah satu faktor penting dalam perkembangan suatu bangsa. Perhatikarlah keradjaan Arab dan Jahudi jang sudah sekian lama runtuh, akan tetapi meskipun demikian bangsa Arab dan Jahudi masih tetap ada. Hal jang menjebabkan tetap adanja bangsa-bangsa ini, meskipun negara-negara mereka telah runtuh, ialah agama mereka. Kita semua mengetahui, bahwa orang Jahudi pada dewasa ini bertebaran diseluruh dunia. Beberapa orang tjerdik-pandai seperti Marx dan Einstein adalah orang Jahudi. Di Inggeris, Amerika dan negeri-negeri lain, urusan keuangan sebagian besar dikuasai oleh orang-orang Jahudi. Karena ketadjaman otak bangsa Jahudi jang telah djadi bakat mereka beserta pula keteguhan kepertjajaan akan agama mereka, maka biarpun mereka bertebaran diseluruh dunia, mereka sanggup mempertahankan kesatuan bangsa mereka sampai sekarang ini. Hal jang menjebabkan tetap adanja bangsa Arabpun agama Islam. Ada lagi tjontoh lain, jaitu bangsa India jang {{hws|sung-|sungkan}}''<noinclude></noinclude> 7ctawho6d3wuxvc7ph38edcfprx7hxq 313254 313253 2026-08-16T18:25:05Z Ibrohim tijani 26379 313254 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||18}}</noinclude>''{{hws|-ngan|dengan}} zaman kebesaran bangsa lain, seperti zaman keradjaan Han dan T'ang, tatkala batas keradjaan disebelah Barat hanja sampai kelaut Kaspia atau dengan zaman keradjaan Roma jang tak dapat meluaskan batas keradjaan meliwati laut Hitam, meskipun tentaranja ada pada puntjak kekuatannja. Tak pernah suatu bangsa berhasil menaklukkan benua Asia dan Eropah kedua-duanja, ketjuali bangsa Mongol dari keradjaan Yüan dalam zaman kebesarannja . Bangsa Mongol dapat mengeluarkan tenaga jang luar biasa ini, terutama karena mereka tak segan-segan berdjalan berdjuta-djuta mil, disebabkan oleh kebiasaan mereka hidup mengembara. Kekuatan ketiga jang membentuk suatu bangsa ialah bahasa. Kalau bangsa asing mempeladjari bahasa kita, dengan gampang mereka dapat dipengaruhi, hingga achirnja mereka sungguh-sungguh merasa sebangsa dengan kita. Sebaliknja, kalau kita mengetahui bahasa-bahasa asing, maka kitapun akan mudah dipengaruhi bangsabangsa asing itu. Kalau dua orang seketurunan dan sebahasa, maka makin gampanglah mereka dapat mempengaruhi satu sama lain . Karena itulah, bahasa termasuk pula kekuatan jang mengembangkan suatu bangsa. Kekuatan keempat ialah agama. Manusia akan merasa sebangsa, bila mereka menjembah dewa-dewa jang sama atau memuliakan nenek-nenek mojang jang sama ; karena itu agamapun adalah satu faktor penting dalam perkembangan suatu bangsa. Perhatikarlah keradjaan Arab dan Jahudi jang sudah sekian lama runtuh, akan tetapi meskipun demikian bangsa Arab dan Jahudi masih tetap ada. Hal jang menjebabkan tetap adanja bangsa-bangsa ini, meskipun negara-negara mereka telah runtuh, ialah agama mereka. Kita semua mengetahui, bahwa orang Jahudi pada dewasa ini bertebaran diseluruh dunia. Beberapa orang tjerdik-pandai seperti Marx dan Einstein adalah orang Jahudi. Di Inggeris, Amerika dan negeri-negeri lain, urusan keuangan sebagian besar dikuasai oleh orang-orang Jahudi. Karena ketadjaman otak bangsa Jahudi jang telah djadi bakat mereka beserta pula keteguhan kepertjajaan akan agama mereka, maka biarpun mereka bertebaran diseluruh dunia, mereka sanggup mempertahankan kesatuan bangsa mereka sampai sekarang ini. Hal jang menjebabkan tetap adanja bangsa Arabpun agama Islam. Ada lagi tjontoh lain, jaitu bangsa India jang {{hwe|sung-|sungguh}}''<noinclude></noinclude> 1iim9fo9l14r0pn0h550133m7509lip 313324 313254 2026-08-16T19:30:29Z Ibrohim tijani 26379 313324 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||18}}</noinclude>{{hws|-ngan|dengan}} zaman kebesaran bangsa lain, seperti zaman keradjaan Han dan T'ang, tatkala batas keradjaan disebelah Barat hanja sampai kelaut Kaspia atau dengan zaman keradjaan Roma jang tak dapat meluaskan batas keradjaan meliwati laut Hitam, meskipun tentaranja ada pada puntjak kekuatannja. Tak pernah suatu bangsa berhasil menaklukkan benua Asia dan Eropah kedua-duanja, ketjuali bangsa Mongol dari keradjaan Yüan dalam zaman kebesarannja . Bangsa Mongol dapat mengeluarkan tenaga jang luar biasa ini, terutama karena mereka tak segan-segan berdjalan berdjuta-djuta mil, disebabkan oleh kebiasaan mereka hidup mengembara. Kekuatan ketiga jang membentuk suatu bangsa ialah bahasa. Kalau bangsa asing mempeladjari bahasa kita, dengan gampang mereka dapat dipengaruhi, hingga achirnja mereka sungguh-sungguh merasa sebangsa dengan kita. Sebaliknja, kalau kita mengetahui bahasa-bahasa asing, maka kitapun akan mudah dipengaruhi bangsabangsa asing itu. Kalau dua orang seketurunan dan sebahasa, maka makin gampanglah mereka dapat mempengaruhi satu sama lain . Karena itulah, bahasa termasuk pula kekuatan jang mengembangkan suatu bangsa. Kekuatan keempat ialah agama. Manusia akan merasa sebangsa, bila mereka menjembah dewa-dewa jang sama atau memuliakan nenek-nenek mojang jang sama ; karena itu agamapun adalah satu faktor penting dalam perkembangan suatu bangsa. Perhatikarlah keradjaan Arab dan Jahudi jang sudah sekian lama runtuh, akan tetapi meskipun demikian bangsa Arab dan Jahudi masih tetap ada. Hal jang menjebabkan tetap adanja bangsa-bangsa ini, meskipun negara-negara mereka telah runtuh, ialah agama mereka. Kita semua mengetahui, bahwa orang Jahudi pada dewasa ini bertebaran diseluruh dunia. Beberapa orang tjerdik-pandai seperti Marx dan Einstein adalah orang Jahudi. Di Inggeris, Amerika dan negeri-negeri lain, urusan keuangan sebagian besar dikuasai oleh orang-orang Jahudi. Karena ketadjaman otak bangsa Jahudi jang telah djadi bakat mereka beserta pula keteguhan kepertjajaan akan agama mereka, maka biarpun mereka bertebaran diseluruh dunia, mereka sanggup mempertahankan kesatuan bangsa mereka sampai sekarang ini. Hal jang menjebabkan tetap adanja bangsa Arabpun agama Islam. Ada lagi tjontoh lain, jaitu bangsa India jang {{hwe|sung-|sungguh}}<noinclude></noinclude> q9poagj4hg9dsvrpatpy21yicbsepdy Halaman:San min chu i.pdf/24 104 111430 313255 310011 2026-08-16T18:26:01Z Ibrohim tijani 26379 313255 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||19}}</noinclude>''{{hws|guh|sungguh}}-sungguh pertjaja akan agama Buddha, meskipun negerinja djadi djadjahan Inggeris, mereka sebagai bangsa tak pernah runtuh. Kekuatan kelima ialah adat dan kebiasaan. Djika manusia djelas mempunjai adat dan kebiasaan jang sama, maka pada suatu waktu mereka akan bersatu dan membentuk satu bangsa. Oleh karena itu, kalau penduduk suatu negeri kelihatan bersatu dan membentuk suatu bangsa, maka tentulah perkembangannja disebabkan oleh lima matjam faktor tadi - pertalian darah, persatuan bahasa, persamaan tjara hidup, persatuan agama dan persamaan adat istiadat - jang semuanja tak dapat ditjiptakan oleh suatu pendudukan tentara, tetapi terlahir berkat kehendak Alam. Perbandingan antara kelima kekuatan Alam ini dengar kekuatan tentara, akan menggampangkan usaha kita dalam mentjari perbedaan antara ras atau bangsa dengan negara.'' ''Kalau kita ingin menjempurnakan negeri Tiongkok dan menjelamatkan bangsa Tionghoa, dengan menindjau hukum bangsa-bangsa kuno jang masih ada pada masa ini dan hukum bangsa-bangsa modern, maka tak dapat tidak haruslah kita memupuk tjita-tjita ke-bangsaan ( nasionalisme ) . Supaja asas ini dapat dipakai dengan sempurna guna menjelamatkan negara Tiongkok, maka pertamatama dasar-dasar atau sjarat-sjaratnja itu harus kita fahami de- ngan sungguh-sungguh. Bangsa Tionghoa berdjumlah empat ratus djuta orang ; bangsa tjampuran hanja terdiri atas beberapa djuta bangsa Mongol, lebih kurang satu djuta bangsa Manchu, beberapa djuta bangsa Tibet dan satu djuta bangsa Turki Islam. Djumlah semua bangsa tjampuran ini tak melebihi sepuluh djuta, sehingga bagian terbesar rakjat Tionghoa, ialah jang berasal dari keradjaan Han atau bangsa Tionghoa jang mempunjai pertalian darah, persasatu bangsa tuan bahasa, persatuan agama dan persamaan adat jang sedjati. Sekarang bagaimanakah kedudukan bangsa kita didunia ini ? Kalau dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain, bangsa kitalah jang terbanjak djiwanja serta berkebudajaan tentu, jakni semendjak empat ribu tahun jang lalu. Kita harus mentjapai kemadjuan sedjadjar dengan bangsa-bangsa di Eropah dan Amerika. Tetapi rakjat Tiongkok terpetjah belah dalam beberapa gerombolan suku atau djiwa kebangsaan tak ada. Akibatnja, biarpun empat ratus djuta orang berkampung dibumi Tiongkok, tetapi sesungguhnjalah kita''<noinclude></noinclude> mlg9qxftuhn52jdq1e8dcomapsvgc8p 313256 313255 2026-08-16T18:26:22Z Ibrohim tijani 26379 313256 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||19}}</noinclude>''{{hws|guh|sungguh}}sungguh pertjaja akan agama Buddha, meskipun negerinja djadi djadjahan Inggeris, mereka sebagai bangsa tak pernah runtuh. Kekuatan kelima ialah adat dan kebiasaan. Djika manusia djelas mempunjai adat dan kebiasaan jang sama, maka pada suatu waktu mereka akan bersatu dan membentuk satu bangsa. Oleh karena itu, kalau penduduk suatu negeri kelihatan bersatu dan membentuk suatu bangsa, maka tentulah perkembangannja disebabkan oleh lima matjam faktor tadi - pertalian darah, persatuan bahasa, persamaan tjara hidup, persatuan agama dan persamaan adat istiadat - jang semuanja tak dapat ditjiptakan oleh suatu pendudukan tentara, tetapi terlahir berkat kehendak Alam. Perbandingan antara kelima kekuatan Alam ini dengar kekuatan tentara, akan menggampangkan usaha kita dalam mentjari perbedaan antara ras atau bangsa dengan negara.'' ''Kalau kita ingin menjempurnakan negeri Tiongkok dan menjelamatkan bangsa Tionghoa, dengan menindjau hukum bangsa-bangsa kuno jang masih ada pada masa ini dan hukum bangsa-bangsa modern, maka tak dapat tidak haruslah kita memupuk tjita-tjita ke-bangsaan ( nasionalisme ) . Supaja asas ini dapat dipakai dengan sempurna guna menjelamatkan negara Tiongkok, maka pertamatama dasar-dasar atau sjarat-sjaratnja itu harus kita fahami de- ngan sungguh-sungguh. Bangsa Tionghoa berdjumlah empat ratus djuta orang ; bangsa tjampuran hanja terdiri atas beberapa djuta bangsa Mongol, lebih kurang satu djuta bangsa Manchu, beberapa djuta bangsa Tibet dan satu djuta bangsa Turki Islam. Djumlah semua bangsa tjampuran ini tak melebihi sepuluh djuta, sehingga bagian terbesar rakjat Tionghoa, ialah jang berasal dari keradjaan Han atau bangsa Tionghoa jang mempunjai pertalian darah, persasatu bangsa tuan bahasa, persatuan agama dan persamaan adat jang sedjati. Sekarang bagaimanakah kedudukan bangsa kita didunia ini ? Kalau dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain, bangsa kitalah jang terbanjak djiwanja serta berkebudajaan tentu, jakni semendjak empat ribu tahun jang lalu. Kita harus mentjapai kemadjuan sedjadjar dengan bangsa-bangsa di Eropah dan Amerika. Tetapi rakjat Tiongkok terpetjah belah dalam beberapa gerombolan suku atau djiwa kebangsaan tak ada. Akibatnja, biarpun empat ratus djuta orang berkampung dibumi Tiongkok, tetapi sesungguhnjalah kita''<noinclude></noinclude> 8s3gz14q4tqsj075du4nuv4t3uzw41j 313325 313256 2026-08-16T19:30:51Z Ibrohim tijani 26379 313325 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||19}}</noinclude>{{hws|guh|sungguh}}sungguh pertjaja akan agama Buddha, meskipun negerinja djadi djadjahan Inggeris, mereka sebagai bangsa tak pernah runtuh. Kekuatan kelima ialah adat dan kebiasaan. Djika manusia djelas mempunjai adat dan kebiasaan jang sama, maka pada suatu waktu mereka akan bersatu dan membentuk satu bangsa. Oleh karena itu, kalau penduduk suatu negeri kelihatan bersatu dan membentuk suatu bangsa, maka tentulah perkembangannja disebabkan oleh lima matjam faktor tadi - pertalian darah, persatuan bahasa, persamaan tjara hidup, persatuan agama dan persamaan adat istiadat - jang semuanja tak dapat ditjiptakan oleh suatu pendudukan tentara, tetapi terlahir berkat kehendak Alam. Perbandingan antara kelima kekuatan Alam ini dengar kekuatan tentara, akan menggampangkan usaha kita dalam mentjari perbedaan antara ras atau bangsa dengan negara.'' ''Kalau kita ingin menjempurnakan negeri Tiongkok dan menjelamatkan bangsa Tionghoa, dengan menindjau hukum bangsa-bangsa kuno jang masih ada pada masa ini dan hukum bangsa-bangsa modern, maka tak dapat tidak haruslah kita memupuk tjita-tjita ke-bangsaan ( nasionalisme ) . Supaja asas ini dapat dipakai dengan sempurna guna menjelamatkan negara Tiongkok, maka pertamatama dasar-dasar atau sjarat-sjaratnja itu harus kita fahami de- ngan sungguh-sungguh. Bangsa Tionghoa berdjumlah empat ratus djuta orang ; bangsa tjampuran hanja terdiri atas beberapa djuta bangsa Mongol, lebih kurang satu djuta bangsa Manchu, beberapa djuta bangsa Tibet dan satu djuta bangsa Turki Islam. Djumlah semua bangsa tjampuran ini tak melebihi sepuluh djuta, sehingga bagian terbesar rakjat Tionghoa, ialah jang berasal dari keradjaan Han atau bangsa Tionghoa jang mempunjai pertalian darah, persasatu bangsa tuan bahasa, persatuan agama dan persamaan adat jang sedjati. Sekarang bagaimanakah kedudukan bangsa kita didunia ini ? Kalau dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain, bangsa kitalah jang terbanjak djiwanja serta berkebudajaan tentu, jakni semendjak empat ribu tahun jang lalu. Kita harus mentjapai kemadjuan sedjadjar dengan bangsa-bangsa di Eropah dan Amerika. Tetapi rakjat Tiongkok terpetjah belah dalam beberapa gerombolan suku atau djiwa kebangsaan tak ada. Akibatnja, biarpun empat ratus djuta orang berkampung dibumi Tiongkok, tetapi sesungguhnjalah kita<noinclude></noinclude> efe2zf4j1q3wtfxbn5gt6x3emp2dagf Halaman:San min chu i.pdf/25 104 111431 313326 310013 2026-08-16T19:31:28Z Ibrohim tijani 26379 313326 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||20}}</noinclude>dapat dianggap segenggam pasir berderai. Diantara negara-negara didunia, negara kitalah jang paling miskin dan paling lemah, serta menduduki tempat jang paling rendah didunia internasional ; kalau bangsa-bangsa jang lain itu kita misalkan pisau dan tjawan, maka kita ini dapat dimisalkan ikan dan dagingnja. Kedudukan kita dewasa ini sangat berbahaja ; kalau kita tidak berusaha memupuk djiwa kebangsaan kita dengan sungguh-sungguh dan mengerahkan seluruh empat ratus djuta bangsa kita dalam satu negara jang kuat, maka kita akan menghadapi suatu bentjana sedih : lenjapnja tanah air kita dan musnahnja bangsa kita. Supaja kita dapat terhindar dari bentjana ini, kita harus mendjundjung nasionalisme dan mem-pergunakan djiwa kebangsaan untuk menjelamatkan tanah air.'' ''Kalau hal ini hendak kita laksanakan, maka jang sebetulnja terlebih dahulu harus kita ketahui ialah dari djurusan manakah bentjana itu datang mengantjam bangsa kita. Djalan sebaik-baiknja untuk mengetahui hal ini, ialah dengan membanding-bandingkan bangsa Tionghoa dengan Negara-negara Besar. Sebelum Peperangan Eropah, ada terdapat tudjuh atau delapan Negara Besar : jang terbesar ialah Inggeris ; jang terkuat Djerman, Ustria dan Rusia ; jang terkaja Amerika Serikat ; dan jang termuda Djepang dan Itali. Peperangan Eropah mengakibatkan runtuhnja tiga buah negara Besar hingga negara-negara kelas satu hanja tinggal Inggeris, Amerika Serikat, Perantjis, Djepang dan Itali. Inggeris, Perantjis , Rusia dan Amerika Serikat masing-masing membentuk sebuah negara dari satu rupa bangsa. Bangsa asli jang mendirikan negara Inggeris ialah bangsa Anglo-saxon ; daerah aslinja, Inggeris dan Wales bagian sebelah Barat kepulauan Inggeris jang berpenduduk tidak lebih dari tiga puluh delapan djuta orang ; mereka dapat kita anggap bangsa Anglo-saxon jang sedjati . Meskipun demikian, mereka dapat mendirikan negara terkuat diseluruh dunia. Seratus tahun jang lampau penduduknja hanja berdjumlah duabelas djuta orang ; sekarang telah naik sampai tiga puluh delapan djuta orang, djadi bertambah tiga ratus persen setiap abad. Didunia Timur kita ketemukan satu keradjaan jang dapat kita sebut Keradjaan Inggeris di Timur. Keradjaan ini ialah Djepang . Negara Djepangpun dibentuk dari satu matjam bangsa, jakni bangsa Yamato ( Perdamaian Abadi) . Sedjak permulaan keradjaan sampai sekarang, Djepang belum pernah diduduki oleh kekuasaan asing.<noinclude></noinclude> rmnsf058nuvqg039h63rs3qd7y9ulkc Halaman:San min chu i.pdf/26 104 111433 313327 310015 2026-08-16T19:31:43Z Ibrohim tijani 26379 313327 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||21}}</noinclude>Meskipun keradjaan Yuan luas sekali, tetapi bangsa Mongol tidak djuga berhasil mengalahkan Djepang. Tak terhitung bangsa Koreadan Formosa, djumlah penduduknja sekarang lima puluh enam djuta orang. Seratus tahun jang liwat sukar bagi kita memastikan djumlah jang tepat, tetapi kalau kita pergunakan disini persentase perkembangan penduduk setiap abad seperti Inggeris, djadi tiga ratus persen, maka djumlah penduduk Djepang pada waktu itu kira-kira dua puluh djuta orang. Ketjerdasan otak bangsa Yamato belum pernah mengetjewakan ; dengan mentjontoh kemadjuan peradaban Barat dan menjamakan tingkat kebudajaan mereka dengan Barat, mereka berhasil memadjukan kedudukan negara mereka ; dan dengan mempeladjari ilmu-ilmu pengetahuan modern, dalam waktu setengah abad sadja mereka dapat mendjadi bangsa terkuat di Timur, sedjadjar dengan bangsa-bangsa di Eropah dan di Amerika.Bangsa Eropah dan Amerika tak berani memandang negara Djepang sebagai negara jang lebih rendah. Sungguhpun bangsa kita berdjumlah djauh lebih banjak daripada bangsa Djepang, tapi tidak diatjuhkan orang. Apakah sebabnja ? Jang satu berdjiwa kebangsaan ;sedangkan jang lain hampa belaka. Sebelum diselenggarakan pembangunan, negara Djepangpun sangat lemah. Sungguhpun luas daerah dan penduduknja tidak sebesar provinsi Szechwan, Djepangpun telah menderita penghinaan-penghinaan dari negara Barat. Tetapi karena djiwa kebangsaan jang kuat jang melahirkan pahlawan-pahlawan negara, dalam tempoh lebih kurang lima puluh tahun, mereka berhasil mendirikan satu keradjaan jang kuat. Kalau kita ingin memperkuat kedudukan Tiongkok, maka Djepang adalah tjontoh jang sebaik-baiknja bagi kita. ''Marilah kita bandingkan sekarang bangsa Eropah dengan bangsa Asia. Pada mulanja bangsa kulit putih menganggap bahwa hanja merekalah jang mempunjai ketjerdasan dan kesanggupan serta berhak menentukan segala-galanja. Karena tak mendapat kesempatan mempeladjari kekuatan negeri Barat dan tjara mendirikanbnegara jang kuat, kita, bangsa Asia, sangat merasa putus asa keadaan ini tidak hanja terdapat pada bangsa Tionghoa, tetapi pada setiap bangsa di Asia. Tetapi dengan tidak disangka-sangka muntjullah keradjaan Djepang, jang tergolong negara kelas satu, dan kemadjuan bangsa Djepang itu, menimbulkan kembali pengharapan besar bangsa-bangsa Asia lainnja. Mereka mengetahui, bahwa<noinclude></noinclude> bzr040qbdrzjo3nn7kjanpsu5uffuc6 Halaman:San min chu i.pdf/27 104 111434 313328 310016 2026-08-16T19:32:19Z Ibrohim tijani 26379 313328 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>pada mulanja negara Djepang tidak melebihi kekuatan negara Annam dan Birma pada waktu ini; sekarang kedua negeri ini djauh terbelakang. Djepang telah mendapat kesempatan meniru Barat, dan sedjak dimulai pembangunan, dapatlah Eropah disusulnja. Sesudah peperangan Eropah, jakni pada Konperensi Perdamaian di Versailles, Djepang hadir sebagai salah satu diantara Lima Negara Besar. Disana Djepang mengemukakan soal-soal jang berkenaan dengan Asia ; dan selain negara-negara lain tak lupa memperhati- kan usul-usulnja , merekapun menganggapnja sebagai „pelopor " . Karena itulah dapat kita katakan, bahwa apa jang dapat dilakukan bangsa kulit putih terbukti dapat djuga dikerdjakan Djepang ; meskipun bangsa-bangsa berbeda warna, tetapi ternjata tak ada perbe- daan ketjerdasan dan kesanggupan diantaranja. Karena Djepang termasuk Asia, bangsa kulit putih tak berani lagi menghina Djepang atau bangsa Asia lainnja. Demikianlah timbulnja Djepang, tidak sadja memberi nama baik kepadanja, tetapi bangsa Asia seluruhnja merasakan keuntungan pula. Mula-mula kita merasa bahwa kita tak dapat menjamai bangsa Barat, tetapi Djepang sekarang telah membuktikan, bahwa kalau ada kemauan jang teguh sadja, tentu kita dapat pula berdiri sedjadjar dengan bangsa Barat. Waktu peperangan Eropah meletuslah revolusi di Rusia jang berakibat tergulingnja pemerintahan imperialisme kuno. Sedjak itu muntjullah satu pemerintahan sosialis di Rusia jang djauh berbeda dengan pemerintahan jang lalu. Orang Rusia berasal dari bangsa Slavia ; satu abad jang lalu djumlahnja empat puluh djuta, sekarang seratus enam puluh djuta, djadi angka perkembangannja empat ratus persen. Kekuatan pemerintahannjapun bertambah empat kali lipat, dar dalam seratus tahun jang lewat ini sudah terhitung negara terkuat didunia, sehingga serangannja tidak sadja menggentarkan bangsa Asia, seperti Djepang dan Tiongkok, tetapi djuga bangsa Barat, seperti Inggeris dan Djerman. Diwaktu Rusia bertjorak im- perialistis, politik pemerintahannja ditudjukan kepada penjerangan dan pengluasan daerah, sehingga Eropah dapat dipertalikannja dengan Asia karena seperdua dari Barat dapat ditaklukkannja. Waktu peperangan Rusia-Djepang, dunia sangat chawatir bahwa Rusia akan mengadakan serangan pula terhadap Tiongkok, jang dapat dianggap sebagai usaha pertama menudju kekekuasaan seluruh dunia. Kalau Rusia berhasil melangkahkan kakinja jang<noinclude></noinclude> nx34hm6pfgqh8b64nxfshtqff8bcwi7 Halaman:San min chu i.pdf/28 104 111435 313329 310020 2026-08-16T19:32:36Z Ibrohim tijani 26379 313329 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>pertama, tentu langkah jang kedua akan menjusul jaitu pertjobaan menguasai dunia seluruhnja. Sudah selajaknja bangsa-bangsa lain merasa gelisah. Persetudjuan Inggeris-Djepang adalah suatu perlawanan terhadap politik Rusia. Tetapi setelah ternjata bahwa Djepang berhasil mengusir Rusia dari Korea dan MansjuriaSelatan, menghantjur leburkan angan-angan Rusia menguasai seluruh dunia dan memperoleh kekuasan disegenap Asia-Timur, maka peristiwa maha dahsjat ini membawa perkisaran dalam politik dunia internasional. Dan tambahan pula, sesudah peperangan Eropah, Rusia melemparkan pemerintahan imperialisnja dan di- tukarnja dengan satu pemerintahan sosialistis, hingga timbullah lagi satu perubahan besar. Sedjak petjah revolusi ini, hanja dalam tempoh enam tahun sadja. Rusia berhasil mengubah susunan tatanegaranja, merombak politik kunonja, dari politik kekerasan dahulu kepolitik perdamaian sekarang. Politiknja jang baru ini, bukan sadja membuang niatan buruk menguasai seluruh dunia, tetapi malahan berkehendak menghambat jang kuat dan menolong jang lemah ; dengan singkat dapat dikatakan, bahwa politiknja berdasarkan ke- adilan. Akan tetapi karena politik Rusia bukan sadja bertudjuan meruntuhkan imperialisme dinegerinja sendiri, tetapi menggulingkan imperialisme diseluruh dunia, maka hal ini menimbulkan kegelisahan dikalangan bangsa-bangsa lain jang lebih sangat dari pada keadaan jang sudah-sudah : Lebih djauh lagi, ia bertudjuan melenjapkan kapitalisme dari seluruh dunia ini. Tiap-tiap negara nampaknja kekuasaan ada ditangan pemerintahannja, tetapi sesungguhnja kaum kapitalislah jang berkuasa; politik Rusia sekarang hendak melenjapkan kepintjangan ini; sudah tentu kaum kapitalis diseluruh dunia merasa terantjam. Inilah sebab timbulnja suatu perubahan besar dalam politik dunia internasional jang mem- pengaruhi pula aliran-aliran dunia dihari depan. Dalam sedjarah Eropah, peperangan internasional adalah barang biasa : peperangan Eropah jang paling baru, ialah antara negaranegara Sekutu Djerman, Ustria, Turki, Bulgaria dengan negara-negara Entente - Inggeris, Perantjis, Rusia, Djepang, Itali dan Amerika Serikat. Achirnja sesudah empat tahun peperangan kedua belah fihak meletakkan sendjata karena kehabisan tenaga. Beberapa orang pandai mengatakan, bahwa dihari kelak tak akan timbul lagi suatu pergolakan internasional seperti jang baru liwat, tetapi sebaliknja akan meletus suatu peperangan besar antara dua bangsa jang berlainan, misalnja antara bangsa kulit putih dan<noinclude></noinclude> 2pihtb4dla2xtuvg4ehyn1emewuktp2 Halaman:San min chu i.pdf/29 104 111437 313330 310021 2026-08-16T19:32:57Z Ibrohim tijani 26379 313330 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||24}}</noinclude>bangsa kulit kuning. Kalau saja menjelidiki kekuatan-kekuatan dalam sedjarah dan melajangkan pandangan saja terhadap beberapa wudjud kemungkinan dimasa depan, maka dapatlah saja pastikan bahwa pertarungan internasional akan semakin dahsjat dimasa depan. Akan tetapi pergolakan ini tidak akan timbul diantara dua bangsa jang berlainan, pergolakan akan meletus dikalangan bangsa-bangsa itu sendiri. Bangsa-bangsa kulit putih akan berpetjah belah - bangsa kulit kuning akan berpetjah belah pula dalam suatu pergolakan kaum; antara sipenindas dan jang ditindas dan antara ketjurangan dan keadilan. Sedjak revolusi Rusia, bangsa Slaviapun insjaf bahwa mereka harus menentang sikuat dan membela silemah, memusnahkan sikaja dan menjokong simiskin, menegakkan keadilan dan menghantjurkan ketidak sama-rataan antara umat manusia guna mentjapai keselamatan manusia pada umumnja . Ketika tjita-tjita ini masuk ke Eropah, mereka disambut dengan hangat oleh rakjat negara-negara ketjil dan lemah, terutama oleh rakjat Turki . Sebelum peperangan Eropah, Turki adalah suatu negara jang sangat miskin dan lemah, serta tampaknja tak sanggup memperbaharui susunan tata-negaranja ; negeri-negeri Barat menganggap Turki sebagai ,,sisakit dari Timur ", dan berpendapat bahwa negeri itu sudah dekat sampai adjalnja. Dalam peperangan Eropah, Turki menjebelah pada Djerman sebagai pihak jang kalah ; negeri-negeri lain kemudian hendak menghapuskan negeri ini dan daerahnja hendak mereka bagi-bagikan diantara mereka sendiri. Untunglah Rusia berpihak kepada Turki dan membantunja mengusir keluar orang-orang Junani dari daerahnja serta mengawas-awasi perdjandjian jang berat sebelah. Sungguhpun sekarang tidak tergolong negara kelas satu, tetapi berkat pertolongan Rusia, Turki berhasil mendjadi negara kelas dua atau kelas tiga. Melihat peristiwa ini dapatlah diharap-harapkan, bahwa dimasa depan negara-negara jang terdjadjah akan bersatu padu menentang kepintjangan politik dunia internasional. Negara-negara manakah pada waktu itu jang disebut negara terdjadjah ? Inggeris dan Perantjis, dalam peperangan Eropah menghantjurkan imperialisme Djerman ; dan Rusia, pada permulaan peperangan berpihak kepada mereka, serta mengorbankan manusia maupun kekajaan jang tak terhitung djumlahnja. Akan tetapi pada waktu peperangan Eropah sedang berkobar dengan dahsjatnja, Rusia tiba-tiba menarik tentaranja kembali dari medan perdjuangan karena timbulnja satu revolusi dalam negaranja sendiri.<noinclude></noinclude> 5j6dlsh2eqy1v6qleb57clqj3m9qpcj Halaman:San min chu i.pdf/30 104 111438 313331 310023 2026-08-16T19:33:19Z Ibrohim tijani 26379 313331 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||25}}</noinclude>Apakah sebabnja ? Ialah karena rakjat Rusia diperlakukan sedemikian kedjamnja sehingga ia terpaksa memilih djalan pemberontakan untuk mentjapai maksudnja, ialah satu pemerintahan sosialistis jang sanggup menentang politik kekerasan. Pemerintahan inilah jang kemudian ditentang oleh negara-negara Barat, malahan dikirimkannja pasukan-pasukan tentara gabungan untuk memerangi Rusia. Untunglah berkat djiwa Slavia jang asli, Rusia sanggup menahan serangan ini. Negara-negara itu sekarang tak berani menghadapi Rusia dengan kekerasan, sehingga terpaksa mereka memilih djalan lain, ialah tidak mengakui pemerintahannja. ( Inggeris sekarang setjara formil telah mengakui Sovjet Rusia) . Apakah sebabnja bangsa-bangsa Barat menentang pemerintahan jang baru itu ? Karena mereka mengemukakan politik penjerangan dan kekerasan, sedangkan Rusia berdjuang untuk keadilan dan menentang tjara kekerasan itu. Tidak mengherankan bahwa negara-negara itu mentjoba menghantjurkan aliran politik jang sama sekali bertentangan dengan pendirian mereka itu. Sebelum revolusi, Rusia tergolong negara jang sangat reaksioner, jang lebih suka berfihak kepada negara-negara jang memakai kekuasaan dari pada negaranegara jang mendjundjung tinggi keadilan. Berdasarkan ini saja berpendapat, bahwa kemungkinan besar sekali, meletusnja suatu peperangan dimasa depan antara kekuasaan dan keadilan. Pada dewasa ini Djermanlah negara di Eropah jang menderita penindasan. Negara-negara ketjil dan lemah di Asia (ketjuali Djepang) semuanja merasakan penindasan kedjam dan mengalami berbagai matjam penderitaan. Dengan adanja kesatuan hati antara bangsa-bangsa tertindas, maka pada suatu waktu mereka akan dapat bersatu dan menentang negara-negara jang menindas dalam satu pergolakan jang mendahsjatkan. Bangsa-bangsa berkulit kuning dan putih jarg mempertahankan keadilan diseluruh dunia, akan bersatu padu menentang bangsa-bangsa, putih maupun kuning, jang mendewa-dewakan kekuasaan. Kenjataan-kenjataan ini menambah kejakinan kita, bahwa peperangan dunia jang baru tidak mungkin dapat dielakkan. Seratus tahun jang lalu penduduk Djerman berdjumlah dua puluh empat djuta. Sungguhpun peperangan Eropah mengurangi djumlah penduduk, namun rakjat Djerman sekarang sudah berdjumlah 60 djuta, menundjukkan perkembangan 250 persen dalam seabad.<noinclude></noinclude> 8d4hssfqiddy0tsvhpx266fa6n23kxq Halaman:San min chu i.pdf/31 104 111445 313257 310032 2026-08-16T18:27:06Z Ibrohim tijani 26379 313257 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||26}}</noinclude>''Bangsa Djerman tergolong bangsa Teuton jang sangat rapat pertaliannja dengan bangsa Inggeris. Pikiran mereka sangat tadjam dan negara mereka pernah sangat kuat. Setelah peperangan Eropah berachir, dengan kekalahan militer difihak Djerman, sudah tertu mereka lebih tjondong kepada politik jang mengutamakan keadilan dari pada jang mengemukakan kekerasan. Penduduk Amerika Serikat seratus tahun jang lalu belum berdjumlah sembilan djuta ; sekarang sudah melebihi seratus djuta orang. Satu perkembangan jang sangat besar, 1000 persen dalam satu abad. Hal ini terutama disebabkan oleh kaum perantau Eropah jang pindah ke Amerika Serikat setjara besar-besaran dan bukan oleh kembang biaknja rakjat asli. Tiap-tiap negara di Eropah mengandjurkan pemindahan ke Amerika-Serikat guna mentjari penghidupan disana, karena kekurangan daerah, kesesakan penduduk dan kesukaran mata pentjaharian dinegeri asal. Itulah sebabnja dalam waktu jang singkat penduduk Amerika serikat bertambah beribu-ribu kali lipat ; perkembangan bangsa-bangsa lain semuanja disebabkan oleh kelahiran, sedangkan perkembangan penduduk Amerika disebabkan oleh kebandjiran bangsa-bangsa. Penduduk Amerika lebih banjak ragamnja dari pada penduduk negara lain, karena pemasukan bangsa-bangsa dari semua negara. Bangsa jang terwudjud sesudah pentjampuran ini agak berbeda dengan unsur aslinja. Inggeris, Perantjis, Djerman, Itali dan bangsa EropahSelatan lainnja, hingga dapat dikatakan bahwa kita berdjumpa dengan suatu bangsa baru jang dinamakan bangsa Amerika. Amerika Serikat dengan bangsa jang merdeka ini sudah mendjadi satu negara merdeka pula. Orang Perantjis tergolong bangsa Latin. Mereka bertebar keberapa negeri di Eropah - seperti Spanjol, Portugis, Itali, dan karena imigrasi, djuga keseluruh benua Amerika Mexico, Peru, Chili , Columbia Brasilia, Argentina dan beberapa republik ketjil di Amerika-Tengah. Karena bangsa Latin inilah, maka Amerika-Selatan sering disebut Amerika Latin. Perkembangan penduduk Perantjis lambat sekali. Djumlah penduduknja seratus tahun jang lalu tiga puluh djuta, sekarang tiga puluh sembilan djuta, djadi tambahannja hanja dua puluh lima persen dalam seabad. Sekarang marilah kita bandingkan angka perkembangan manusia seluruh dunia dalam abad terkebelakang ini : Amerika Serikat 1000% ; Inggeris 300 % ; Djepang djuga 300% ; Rusia 400 % ;''<noinclude></noinclude> 418h8hnvir2vxmedkog7qb82kn95g8w 313332 313257 2026-08-16T19:33:42Z Ibrohim tijani 26379 313332 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||26}}</noinclude>Bangsa Djerman tergolong bangsa Teuton jang sangat rapat pertaliannja dengan bangsa Inggeris. Pikiran mereka sangat tadjam dan negara mereka pernah sangat kuat. Setelah peperangan Eropah berachir, dengan kekalahan militer difihak Djerman, sudah tertu mereka lebih tjondong kepada politik jang mengutamakan keadilan dari pada jang mengemukakan kekerasan. Penduduk Amerika Serikat seratus tahun jang lalu belum berdjumlah sembilan djuta ; sekarang sudah melebihi seratus djuta orang. Satu perkembangan jang sangat besar, 1000 persen dalam satu abad. Hal ini terutama disebabkan oleh kaum perantau Eropah jang pindah ke Amerika Serikat setjara besar-besaran dan bukan oleh kembang biaknja rakjat asli. Tiap-tiap negara di Eropah mengandjurkan pemindahan ke Amerika-Serikat guna mentjari penghidupan disana, karena kekurangan daerah, kesesakan penduduk dan kesukaran mata pentjaharian dinegeri asal. Itulah sebabnja dalam waktu jang singkat penduduk Amerika serikat bertambah beribu-ribu kali lipat ; perkembangan bangsa-bangsa lain semuanja disebabkan oleh kelahiran, sedangkan perkembangan penduduk Amerika disebabkan oleh kebandjiran bangsa-bangsa. Penduduk Amerika lebih banjak ragamnja dari pada penduduk negara lain, karena pemasukan bangsa-bangsa dari semua negara. Bangsa jang terwudjud sesudah pentjampuran ini agak berbeda dengan unsur aslinja. Inggeris, Perantjis, Djerman, Itali dan bangsa EropahSelatan lainnja, hingga dapat dikatakan bahwa kita berdjumpa dengan suatu bangsa baru jang dinamakan bangsa Amerika. Amerika Serikat dengan bangsa jang merdeka ini sudah mendjadi satu negara merdeka pula. Orang Perantjis tergolong bangsa Latin. Mereka bertebar keberapa negeri di Eropah - seperti Spanjol, Portugis, Itali, dan karena imigrasi, djuga keseluruh benua Amerika Mexico, Peru, Chili , Columbia Brasilia, Argentina dan beberapa republik ketjil di Amerika-Tengah. Karena bangsa Latin inilah, maka Amerika-Selatan sering disebut Amerika Latin. Perkembangan penduduk Perantjis lambat sekali. Djumlah penduduknja seratus tahun jang lalu tiga puluh djuta, sekarang tiga puluh sembilan djuta, djadi tambahannja hanja dua puluh lima persen dalam seabad. Sekarang marilah kita bandingkan angka perkembangan manusia seluruh dunia dalam abad terkebelakang ini : Amerika Serikat 1000% ; Inggeris 300 % ; Djepang djuga 300% ; Rusia 400 % ;<noinclude></noinclude> cqg701q2us7xs7b2go293ykidha9m4g Halaman:San min chu i.pdf/32 104 111448 313333 310035 2026-08-16T19:34:01Z Ibrohim tijani 26379 313333 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>Djerman 250% ; Perantjis 25% . Angka perkembangan jang tinggi ini terutama disebabkan oleh kemadjuan ilmu pengetahuan, kemadjuan dalam hal obat-obatan, perbaikan keadaan kesehatan tiap-tiap tahun dan segala usaha jang bertudjuan mengurangkan djumlah kematian dan menambah djumlah kelahiran. Apakah arti ketjepatan perkembangan bangsa-bangsa lain ini bagi Tiongkok ? Gemetar badan saja kalau membandingkan angka perkembangan mereka cdengan angka perkembangan bangsa Tiongkok. Perhatikanlah Amerika Serikat ; seratus tahun jang lalu djumlah penduduknja hanja sembilan djuta, sekarang sudah melebihi seratus djuta ; kalau demikian seterusnja, maka pada achir abad jang akan datang akan mendjadi seribu djuta. Kita bangsa Tionghoa selalu bermegah diri dengan djumlah kita jang banjak itu, jang tak dapat dimusnahkan dengan mudah oleh bangsa lain. Ketika bangsa Mongol dari keradjaan Yüan mengindjak bumi Tiongkok mereka bukan sadja tak berhasil melenjapkan bangsa Tionghoa dari muka bumi ini, tetapi mereka ditelan sendiri oleh bangsa Tionghoa. Bangsa Tionghoa tak sadja hidup terus, bahkan bangsa Mongol itu mereka telan. Tiongkok pernah ditaklukkan oleh bangsa Manchu dan lebih dari dua ratus enam puluh tahun berada dibawah pemerintahannja ; bangsa Manchu tak hanja gagal dalam usaha mereka melenjapkan bangsa Tionghoa, tetapi mereka ditelan oleh bangsa Tiongkok dan lambat laun mendjadi orang Tionghoa sedjati. Banjak bangsa Manchu sekarang memakai nama tambahan Tionghoa. Karena itu banjak mahasiswa dalam ilmu sedjarah menjatakan bah-wa Tiongkok tak perlu mengchawatirkan penjerangan dan pendudukan Djepang atau bangsa kulit putih, karena bangsa Tionghoa untuk sekian kali akan sanggup lagi menelan mereka. Mereka lupa memikirkan, bahwa diabad jang akan datang penduduk Amerika Serikat akan bertambah mendjadi seribu djuta, dua setengah kali lipat djumlah kita. Sebab-sebabnja kegagalan bangsa Manchu melenjapkan bangsa Tiongkok ialah karena mereka hanja berdjumlah sedikit, kira-kira satu djuta. Sudah tentu djumlah jang ketjil ini dapat ditelan oleh bangsa Tionghoa jang banjak djumlahja itu . Tetapi kalau bangsa Amerika seratus tahun jang akan datang ingin menduduki Tiongkok, maka sepuluh orang Amerika akan berhadapan dengan empat orang Tionghoa dan bangsa Tionghoa tentu akan tertelan oleh bangsa Amerika.<noinclude></noinclude> fhqf1toxdukpdkpxawbb6lbelljptag Halaman:San min chu i.pdf/34 104 111452 313314 310039 2026-08-16T19:23:20Z Ibrohim tijani 26379 313314 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||29}}</noinclude>menderita kekurangan penduduk, semuanja disebabkan oleh ratjunnja teori Malthus. Angkatan muda Tionghoa jang modernpun turut mabuk oleh adjaran Malthus dan mengandjurkan pembatasan djumlah penduduk ; mereka tidak mengetahui akan kesedihan jang diderita Perantjis. Haluan politik kita menjerukan dan mengandjur- kan perkembangan penduduk, agar bangsa Tionghoa djangan sampai lenjap dari atas dunia ini dan tetap menduduki tempat disamping bangsa Perantjis dan bangsa-bangsa lain . Berapa besarkah djumlah penduduk Tiongkok pada dewasa ini ? Sungguhpun berkembangnja bangsa kita tak setjepat perkembangan bangsa Inggeris dan Djepang, rakjat kita sekarang harus berdjumlah lima ratus djuta ; kenjataan ini dikemukakan dengan berpegang- an kepada tjatjah djiwa pada zaman Ch'ien Lung. Sebaliknja, bekas menteri Amerika Serikat Rockhill, jang mengadakan penjelidikan diseluruh Tiongkok menarik kesimpulan, bahwa pada waktu sekarang penduduk Tiongkok sebanjak-banjaknja berdjumlah tiga ratus djuta. Kalau dalam zaman pemerintahan Ch'ien Lung kita sudah berpenduduk empat ratus djuta, maka menurut bekas menteri Amerika kita kehilangan seperempat djumlah itu. Anggaplah djumlah kita sekarang empat ratus djuta, maka berdasarkan perhitungan seperti diatas, djumlah kita pada penghabisan abad dimuka akan tetap empat ratus djuta. Negara Djepang sekarang berpenduduk enam puluh djuta orang ; seratus tahun lagi djumlah ini akan naik sampai dua ratus empat puluh djuta. Karena tak sanggup lagi memberi nafkah kepada seluruh penduduknja, Djepang mengeluh bahwa negerinja terlalu penuh sesak dan karena itu bangsanja terpaksa disebarkan kenegeri-negeri lain. Djepang kemudian mengarahkan pandangannja kedjurusan Timur, ke Amerika Serikat, tetapi California tertutup baginja; lalu ia berpaling ke Selatan, ke Australi, tetapi disana pun orang-orang Inggeris ramai membitjarakan Australi buat orang kulit putih" , hingga negeri itu djuga tak mau menerimanja. Karena sikap negara-negara tadi, Djepang berpendapat bahwa pendudukan dan perkembangan Manchuria-Selatan dan Korea adalah haknja. Bangsa-bangsa lain mengetahui hal ini, tetapi tak ada jang mengalang-alanginja, malahan dengan diam-diam mereka setudju. Tetapi kenjataan bahwa Djepang menjerang dan menduduki daerah Tiongkok tak mereka perdulikan sama sekali. Dalam abad jang akan datang, penduduk dunia tentu akan bertambah beberapa kali lipat.<noinclude></noinclude> b2u6yssokfkfczok66fp5j4lbk8kxhc Halaman:San min chu i.pdf/35 104 111454 313315 310043 2026-08-16T19:23:45Z Ibrohim tijani 26379 313315 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||30}}</noinclude>Untuk mengedjar kehilangan djiwa jang diderita dalam peperangan, Djerman dan Perantjis berichtiar sekuat tenaga untuk mempertinggi djumlah kelahiran bangsanja, hingga tentu penduduknja akan bertambah dua atau tiga kali lipat. Akan tetapi kalau kita bandingkan luas muka bumi ini dengan djumlah manusia jang hidup diatasnja, maka ternjata bahwa dunia sudah terlalu banjak penduduknja. Beberapa orang mengatakan bahwa Peperangan Eropah adalah suatu pertarungan memperoleh tempat dibawah matahari. " Negara2 Eropah pada umumnja letaknja didekat daerah dingin ; karena itu dapatlah dikatakan bahwa salah satu sebab peperangan meletus ialah perebutan mendapat daerah jang lebih panas. Djadi disini benar kalau dikatakan bahwa peperangan itu petjah karena pertjektjokan memperoleh lebih banjak matahari. Iklim di Tiongkok sangat baik dan kekajaannja berlimpah-limpah. Negara-negara lain sampai sekarang tak dapat menguasai Tiongkok karena djumlah bangsanja djauh lebih sedikit dari bangsa Tionghoa. Dalam seratus tahun lagi djumlah bangsa mereka akan bertambah terus, sedangkan tak demikian halnja dengan kita ; maka karena sudah lazim bahwa sibanjak menguasai sisedikit, dalam satu abad lagi bangsa Tionghoa tentu akan ditelan bangsa-bangsa lain. Dengan demikian, bangsa Tionghoa tak hanja akan kehilangan kekuasaannja, tetapi malahan akan hantjur dan musnah. Penguasa-penguasa Tiongkok, orang Mongol dan Manchu berhasil menaklukkan djumlah jang besar dengan mempergunakan pasukan-pasukan ketjil ; kemudian mereka berichtiar membuat djumlah jang besar ini djadi hamba sahaja mereka. Kalau Negara-negara pada suatu waktu ingin menduduki Tiongkok tentu djumlah jang besar akan mengalahkan djumlah jang ketjil dan kalau hal ini terdjadi, kita tak akan berguna bagi mereka, malahan buat hamba sahaja sekalipun.'' ''27 Djanuari 1924''<noinclude></noinclude> iiblhic6v61nt3wygd5l3vwde29wuml Halaman:San min chu i.pdf/36 104 111455 313316 311667 2026-08-16T19:24:07Z Ibrohim tijani 26379 313316 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh||Uraian II }} :Rakjat Tiongkok sekarang bukan sadja dipengaruhi oleh kekuatan seleksi dari Alam, tetapi djuga oleh tekanan pendjadjahan politik dan Pengaekonomi Banjak daerah djadjahan negara Tiongkok hilang wawasan ekonomi tak dapat kita rasakan, tetapi tetap sangat membahajakan Tiongkok satu „hypokoloni " Pengawasan bangsa asing atas bea Kerugian Tiongkok dilapangan ekopelabuhan-pelabuhan Tiongkok nomi, karena pemasukan barang-barang asing, uang kertas asing, bankbank penukar kepunjaan bangsa asing, pemuatan barang-barang bangsa asing, keuntungan dalam daerah konsesi dan keleluasaan berspekulasi. '' Sedjak zaman purbakala, perkembangan dan penjusutan manusia berpengaruh besar atas timbul tenggelamnja bangsa-bangsa. Hal ini disebut hukum seleksi alam. Sedjak masjarakat manusia belum kuat menentang kekuatan-kekuatan Alam, banjak bangsabangsa kuno jang ternama punah dengan tidak meninggalkan djedjak. Bangsa-bangsa Tionghoa, jang sebenarnja sudah bersedjarah 4000 tahun dan dengan sendirinja paling sedikit lima atau enam ribu tahun jang lalu sudah berdiri, pun termasuk salah satu diantara bangsa-bangsa kuno jang terbesar. Sungguhpun sepandjang masa sedjarah itu, kita sangat hebat diombang-ambingkan oleh kekuatan Alam, namun bangsa kita tetap abadi karena Alam, malahan Alam mempersubur keadaan bangsa kita. Kita sudah berkembang, mentjapai djumlah 400 djuta manusia, dan masih tetap berdjumlah terbanjak diantara bangsa-bangsa didunia ; kita lebih banjak mengetjap hikmat Alam dari pada bangsa-bangsa lain, sehingga berkat pengalaman jang beribu-ribu tahun lamanja, pergerakan kemanusiaan dan perubahan, kita lihat bahwa peradaban kita madju terus mentjapai deradjat tinggi serta terhindar dari sifat-sifat jang membawa kemunduran. Generasi berganti generasi, dan sampai sekarang kita masih tetap djadi satu bangsa jang berkebudajaan djauh lebih tinggi dari bangsa-bangsa lain didunia. Maka itu ada segolongan jang optimis, karena bangsa Tionghoa telah tabah menahan penderitaan-penderitaan diwaktu jang sudah-sudah, mengambil kesimpulan, bahwa bangsa Tionghoa akan tetap berdiri dimasa depan. Tetapi, keterangan dan pengharapan ini , menurut pikiran saja keliru. Kalau keadaan tersebut itu betul menurut seleksi Alam, maka bangsa kita tak akan hantjur ; akan tetapi kemadjuan didunia ini<noinclude></noinclude> 6n4eg4jns62bq16rhucwesumgonlrfc Halaman:San min chu i.pdf/52 104 111480 313313 310084 2026-08-16T19:22:46Z Ibrohim tijani 26379 313313 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>Sjanghai. Karena itu pendjualan barang-barang Eropah di Djepang djauh lebih pantas dan murah dari pada di Sjanghai. Demikian pula, kalau barang-barang Tiongkok diangkut ke Eropah melalui Sjanghai, orgkos pengangkutannja djauh lebih tinggi dari pada jang berasal dari Nagasaki dan Yokohama. Kalau barang- barang Tiongkok diekspor ke Eropah seharga $ 100 djuta, ongkos pelajaran jang harus dibajar berdjumlah $ 10 djuta. Semendjak harga barang-barang ekspor dar impor Tiongkok memuntjak sampai sedjumlah $ 1.000.000.000 tiap-tiap tahun, kerugian dilapangan tarip ongkos pelajaran sadja (tarip pelajaran jang harus dibajar kepada perusahaan pelajaran bangsa asing) tidak kurang dari $ 100.000.000 . Disamping itu terdapat tiga matjam padjak, sewa tanah dan harga tanah jang harus dibajar didaerah-daerah kolonisasi dan didaerahdaerah dibawah pengawasan bangsa asing, jang tidak pula sedikit djumlahnja. Misalnja selidikilah keadaan bangsa Tionghoa di Hongkong, Formosa, Sjanghai, Tientsin, Dalny, Hankow dan beberapa konsesi-konsesi asing lainnja; mereka disitu tiap-tiap ta- hun harus membajar kepada bangsa asing sedjumlah $ 200.000.000 sebagai pelunasan berbagai-bagai padjak. Dahulu pembajaran Formosa kepada Djepang hanja $ 20.000.000, sekarang djumlah padjak sudah bertambah mendjadi $ 100.000.000. Padjak di Hong- kong jang harus dibajar kepada Inggeris diwaktu jang lalu bolehlah dikatakan hanja beberapa djuta dolar sadja setahun; sekarang raik sampai $ 30.000.000 dan setingkat demi setingkat akan memuntjak saban tahun. Karena penilikan jang kurang saksama dan ukuran jang tidak pasti terhadap padjak sewa jang dipungut oleh bangsa-bangsa asing dan bangsa Tionghoa itu, sesungguhnja tidak mungkin diberikan suatu kepastian djumlah uang jang diterima, tetapi tidak terdapat keraguraguan sedikitpun, bahwa bangsa-bangsa asing itu mendapat lebih banjak dari pada bangsa Tionghoa sendiri. Sudah dapat dipastikan, bahwa pembajaran sewa tanah sama sekali sepuluh kali lebih banjak dari pada djumlah padjak. Harga tanah naik tiap-tiap tahun; semendjak pengawasan bangsa asing atas ekonomi kita berlangsung di Tiongkok, tanah-tanah dikonsesi-konsesi jang mereka kuasai dibeli dengan harga murah dan didjual dengan harga mahal, dan dengan sendirinja dikatakan, bahwa kekajaan membuat {{hws|saudagar|saudagar}}<noinclude></noinclude> 28gdcdgqxtxmxua05wed661w04v9gdr Halaman:San min chu i.pdf/97 104 111725 313312 310459 2026-08-16T19:21:45Z Ibrohim tijani 26379 313312 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||92}}</noinclude>Akan tetapi apakah sebabnja Tiongkok masih sanggup berdiri terus. Hal ini tiadalah berkat kekuatan Tiongkok sendiri, melainkan semata-mata karena negara-negara besar itu ingin memeras Tiongkok. Mereka ini semuanja mendjaga, supaja salah satu dari pada mereka tak mendapat konsesi-konsesi istimewa. Kekuatan berbagai-bagai negara-negara tadi di Tiongkok telah merupakan imbangan kekuatan diantara mereka, sehingga memungkinkan Tiongkok dapat berdiri terus. Ada segolongan penduduk Tiongkok jang menipu dirinja sendiri dengan membesar-besarkan pengertian terhadap Negara-negara Besar jang telah berdengki-dengkian itu dalam haknja masing- masing. Hal sematjam ini akan tetap demikian, oleh karena diantara Negara-negara Besar itu tak ada perbedaan faham antara mereka inilah mendjadi sendjata Tiongkok jang tadjam untuk berdiri terus. Anggapan sematjam ini djadi pegangan jang samar-samar bagi segolongan penduduk tadi. Djadi ramalan jang optimistis ini tidak membawa kita kearah jang tertentu. Negara-negara Besar sebetulnja ingin menaklukkan Tiongkok te- tapi mereka ragu-ragu mempergunakan kekuatan sendjata, sebab kalau hal ini terdjadi, mungkin mengakibatkar peperangan besar, seperti pernah terdjadi di Eropah baru-baru ini. Peperangan ini hanja akan mengakibatkan kerugian dan kerusakan pada kedua belah pihak, sedangkan keuntunganr.ja tak akan seberapa. Pembesar-pembesar negara-negara asing mengetahui betul-betul. kalau kekuatan dipergunakan tentu tak dapat tiada akan menimbulkan peperangan diantara negara besar itu sendiri. Andai kata kita dapat menghindarkan pertumpahan darah sematjam ini, akan tetap masih ada perselisihan tentang kesetimbangan hak dan hak-hak istimewa ( privelese2) jang diberi kepada mereka. Djuga niat untuk menguasai tentu akan menghadapi kegagalan-kegagalan. Oleh karena kegagalan-kegagalan jang tak dapat dihindarkan ini, jang sangat merugikan mereka, maka negara-regara besar itu bersungguh-sungguh mentjari djalan dan ichtiar untuk menghindarkan peperangan, ialah dengan djalan mengurangi sendjata-sendjata. Tonase angkatan laut Djepang dikurangi hingga 300 ribu ton. Inggeris dan Amerika hingga 500 ribu ton. Konperensi ini sebenarnja diadakan untuk usaha mengurangkan persendjataan, tetapi djuga ternjata soal-soal Tiongkok dipertimbangkan. Terutama mereka memperbintjangkan soal-soal pembagian hak-hak<noinclude></noinclude> 5txv7mmofb2bsxdlb3m8fz7ro7n08ln Halaman:San min chu i.pdf/98 104 111727 313309 310462 2026-08-16T19:20:10Z Ibrohim tijani 26379 313309 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||93}}</noinclude>dan hak-hak istimewa di Tiongkok, djuga bagaimana tjaranja perselisihan diantara mereka dapat diselesaikan. Seperti jang saja uraikan tadi, Negara-negara Besar mempergunakan 2 matjam djalan untuk menaklukkan suatu negara : Pertama : kekuatan sendjata ; Kedua : diplomasi. Kekuatan sendjata jang pada galibnja berarti mempergunakan senapan dan meriam dapat kita bajangkan bagaimana kita harus mengelakkannja. Tekanan diplomasi berarti penaklukkan Tiongkok dengan kertas dan pena dan penangkis ini belum kita ketahui. Meskipun Tiongkok mengirimkan suatu delegasi kekonperensi Washington dan sepintas lalu resolusi-resolusi jang diambil mengenai Tiongkok merupakan keuntungan, tetapi tak lama sesudah pembubaran konperensi itu surat-surat kabar dinegeri-negeri asing semuanja memperbintjangkan tentang pengawasan internasional atas Tiongkok dan pembitjaraan seperti ini setiap hari makin mendjadi-djadi. Kesimpulannja ialah bahwa pendapat-pendapat bersa- ma Negara Besar tak dapat tiada mengandung rentjana untuk menaklukkan Tiongkok djuga. Pengiriman tentara dan kapal2 perang mereka ke Tiongkok tak perlu lagi, hanjalah kertas dan pena serta suatu persetudjuan jang memuaskan mereka sudah tjukup untuk menghantjurkan kita. Jang diperlukan hanja suatu tempat, dimana para diplomat berbagai-bagai negara berkumpul serta membubuhkan tanda tangan mereka diatas suatu dokumen; sedangkan penanda-tanganan dan tindakan bersama itu sadja sudah tjukup melumpuhkan Tiongkok dalam waktu sehari. Keadaan demikian ada mempunjai beberapa tjontoh jang dapat dikemukakan : Lepasnja Polan dari tjengkeraman Rusia, Djerman dan Ustria misalnja adalah hasil perundingan dan persetudjuan dalam sehari sadja. Begitu pula Tiongkok mungkin lenjap disebabkan oleh penetapan bersama dari negara Inggeris, Perantjis, Amerika Serikat, Djepang dan negara lainnja. Kalau kita tindjau pengaruh politik jang mengantjam negara kita, njata benar bahwa Tiongkok berada dalam kedudukan jang sulit dan berbahaja. Bahaja kedua jang mengantjam kita ialah pengaruh asing terhadap ekonomi Tiongkok, seperti jang telah perrah saja uraikan baru ini. Tiap tahun se<noinclude></noinclude> 5srhom3vvss6icflwz4226j9z3h4svd 313311 313309 2026-08-16T19:21:18Z Ibrohim tijani 26379 313311 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||93}}</noinclude>dan hak-hak istimewa di Tiongkok, djuga bagaimana tjaranja perselisihan diantara mereka dapat diselesaikan. Seperti jang saja uraikan tadi, Negara-negara Besar mempergunakan 2 matjam djalan untuk menaklukkan suatu negara : Pertama : kekuatan sendjata ; Kedua : diplomasi. Kekuatan sendjata jang pada galibnja berarti mempergunakan senapan dan meriam dapat kita bajangkan bagaimana kita harus mengelakkannja. Tekanan diplomasi berarti penaklukkan Tiongkok dengan kertas dan pena dan penangkis ini belum kita ketahui. Meskipun Tiongkok mengirimkan suatu delegasi kekonperensi Washington dan sepintas lalu resolusi-resolusi jang diambil mengenai Tiongkok merupakan keuntungan, tetapi tak lama sesudah pembubaran konperensi itu surat-surat kabar dinegeri-negeri asing semuanja memperbintjangkan tentang pengawasan internasional atas Tiongkok dan pembitjaraan seperti ini setiap hari makin mendjadi-djadi. Kesimpulannja ialah bahwa pendapat-pendapat bersa- ma Negara Besar tak dapat tiada mengandung rentjana untuk menaklukkan Tiongkok djuga. Pengiriman tentara dan kapal2 perang mereka ke Tiongkok tak perlu lagi, hanjalah kertas dan pena serta suatu persetudjuan jang memuaskan mereka sudah tjukup untuk menghantjurkan kita. Jang diperlukan hanja suatu tempat, dimana para diplomat berbagai-bagai negara berkumpul serta membubuhkan tanda tangan mereka diatas suatu dokumen; sedangkan penanda-tanganan dan tindakan bersama itu sadja sudah tjukup melumpuhkan Tiongkok dalam waktu sehari. Keadaan demikian ada mempunjai beberapa tjontoh jang dapat dikemukakan : Lepasnja Polan dari tjengkeraman Rusia, Djerman dan Ustria misalnja adalah hasil perundingan dan persetudjuan dalam sehari sadja. Begitu pula Tiongkok mungkin lenjap disebabkan oleh penetapan bersama dari negara Inggeris, Perantjis, Amerika Serikat, Djepang dan negara lainnja. Kalau kita tindjau pengaruh politik jang mengantjam negara kita, njata benar bahwa Tiongkok berada dalam kedudukan jang sulit dan berbahaja. Bahaja kedua jang mengantjam kita ialah pengaruh asing terhadap ekonomi Tiongkok, seperti jang telah perrah saja uraikan baru ini. Tiap tahun {{hws|se|sedjhumlah}}<noinclude></noinclude> 3wj7zq2tab4ql38o0ackppqif26jr7m Halaman:San min chu i.pdf/99 104 111729 313310 310464 2026-08-16T19:20:49Z Ibrohim tijani 26379 313310 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||94}}</noinclude>{{hwe|djumlah|sedjumlah}} 1200 djuta dolar digondol oleh bangsa asing dan kerugian ini makin bertambah setiap tahun. Neratja perdagangan sepuluh tahun jang lalu adalah 200 djuta dolar, sekarang 500 djuta dolar; djadi bertambah 200 persen setiap sepuluh tahun. Didalam sepuluh tahun jang akan datang, kita akan mengalami kerugian sedjumlah 3000 djuta dolar dalam tiap2 tahun; kalau dibagi diantara 400 djuta penduduk Tiongkok, maka setiap orang akan menderita kerugian 1 setengah dolar dalam setahun. Ini akan berarti bahwa tiap2 penduduk Tiongkok diharuskan membajar 7 setengah dolar kepada bangsa asing, dengan kasarnja, harus membajar padjak sebanjak 7 setengah dolar. Kalau orang2 perempuan tidak dimasukkan, maka djumlah 200 djuta djiwa ini tak usah membajar padjak jang 7 setengah dolar itu, sehingga njata sekali bahwa kaum laki-lakilah jang harus membajarnja dua kali sebanjak 7 setengah dolar itu dalam tiap2 tahun. Tambahan lagi kaum lelaki di Tiongkok dapat dibagi dalam tiga golongan : 1 ) jang telah tua, 2) jang sedang umurnja dan 3) jang masih muda. Orang2 jang termasuk golongan 1 dan 3 belum atau tidak sanggup mentjari nafkah, akan berartilah bahwa mereka ini harus dibebaskan dari pembajaran padjak jang tersebut diatas. Maka akan tinggal golongan kedua jang harus memikul segala beban jang ditjurahkan diatas bahu rakjat Tiongkok. Golongan ini djumlahnja kira2 sepertiga dari kaum lelaki. Kita mengerti bahwa mereka ini jang harus memikul padjak sebanjak 3 kali 15 dolar, berarti 45 dolar tiap2 orang dalam setahur. Bukankah hal ini suatu peristiwa jang sangat menjedihkan ? Apalagi padjak ini tidak akan turun2, malahan akan bertambah naik. Kenjataan inilah jang tam- pak oleh saja; kalau kita belum bangun djuga kita akan tetap berada dalam keadaan seperti sekarang ini. Apalagi kalau para diplomat masih melalaikan kewadjibannja, tentu negara kita akan binasa dalam waktu sepuluh tahun. Diwaktu sekarang rakjat kita hidup dalam kemiskinan dan sumber-sumber kekajaan kita habis, bagaimana rupa penderitaan rakjat Tiongkok pada sepuluh tahun jang akan datang, hampir tak dapat kita bajangkan. Sekiranja Tiongkok mempunjai hutang sedjumlah dua setengah kali djumlah jang sekarang ini, timbul pertanjaan pada kita, apakah akan masih kuat Tiongkok memikul beban itu?'<noinclude></noinclude> cag6gs8glkaokk0euiwxvq8vvmo2erm Halaman:San min chu i.pdf/102 104 111732 313308 310467 2026-08-16T19:19:37Z Ibrohim tijani 26379 313308 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||97}}</noinclude>ini sebagai dasarnja. Kalau kita bersungguh-sungguh hendak mengembalikan rasa kebangsaan jang telah hilang itu, kita harus mempunjai kesatuan suku-suku. Suatu djalan jang mudah dan tampak-tampaknja akan berhasil untuk membangunkan kesatuan bangsa Tiongkok, jaitu memakai kesatuan-kesatuan suku dan keluarga sebagai dasar. Djuga perasaan tempat lahir" sangat mendalam di Tiongkok, hingga orang-orang jang datang dari satu provinsi atau keresidenan ataupun desa jang bersamaan mudah sekali dipersatukan. Seperti saja lihat, kalau kedua perasaan-perasaan halus ini kita djadikan sebagai sendi, tak akan sukar lagi bagi kita untuk mempersatukan rakjat diseluruh negara. Tetapi untuk mentjapai hasil jang sangat diingini itu, kita perlu bekerdja bersama-sama ; kalau pekerdjaan bersama ini diperkokoh di Tiongkok, lebih mudah bagi kita membangunkan rasa kebangsaan kita, djika dibandingkan dengan negeri-negeri lain. Karena dinegeri-negeri Barat misalnja, tiap-tiap orang merupakan kesatuan-kesatuan tersendiri ; undang-undang mengenai hak-hak orang tua dan anak, kakak dan adik, suami dan isteri, semuanja bertudjuan melindungi perseorangan ( individual ) ; dimuka hakim tak ditanjakan soal-soal perhubungan keluarga, semata-mata tingkah-laku orang tersebut jang dipertimbangkan. Kesatuan-kesatuan tersendiri ini meluas djadi kesatuan negara, sedangkan didalam negara, diantara masing-masing penduduk tak terasa kesatuan sosial jang kokoh lagi erat. Oleh sebab itu sangatlah sukarnja meleburkan kesatuan-kesatuan tersendiri tadi djadi satu kesatuan dari mereka masing-masing, hingga dalam hal ini bangsa-bangsa asing sangat terbelakang djika dibandingkan dengan Tiongkok. Sebab negara Tiongkok berdiri langsung diatas kesatuan keluarga dan suku, djuga pada penduduknja masing-masing. Hal ini dapat dilihat kalau mengambil suatu tindakan ; kita lebih dahulu meminta nasehat-nasehat kepala-kepala suku atau keluarga. Bukan mengenai hal-hal jang penting sadja, melainkan djuga dalam hal-hal jarg biasa. Tjara sematjam ini ada jang menjetudjuinja, ada jang tidak. Tetapi saja kira diantara warga-warga negara Tiongkok banjak berpendapat, bahwa terutama harus ada kesetiaan keluarga, diikuti San Min Chu I<noinclude>{{rh|||7}}</noinclude> 0s2s8xaa0vpqk7a8jfgpppl53wh7oln Halaman:San min chu i.pdf/104 104 111736 313307 310472 2026-08-16T19:18:51Z Ibrohim tijani 26379 313307 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||99}}</noinclude>padi. Tetapi kalau ia melihat bahwa sukunja terantjam, ia akan terkedjut karena takut kalau-kalau keturunannja jang telah turuntemurun sedjak berabad-abad itu akan hilang. Dengan persengketaan diantara suku-suku di Kwantung dan Fukien semuanja terdjadi dari penghinaan jang tak berarti, atas nama baik atau atas kekajaan dari suatu suku atau terhadap salah seorang anggautanja. Anggauta-anggauta suku tak pernah menghiraukan besarnja pengorbanan berupa uang atau njawa jang diberikan sukunja, asal sadja perasaan atau hasrat mempertahankan nama baik suku itu didjundjung tinggi. Meskipun kebiasaan ini seakan-akan biadab kelihatannja, namun sifat ini mengandung perasaan tanggung-djawab jang sepenuhnja terhadap suku jang patut dipertahankan. Sekiranja kita dapat menginsjafkan mereka bahwa mereka ini berada dibawah penindasan bangsa asing, ditambah dikatakan pula bahwa mereka tak lama lagi akan lenjap sebagai suatu bangsa jang mengakibatkan hantjurnja suku-suku mereka jang ada di Tiongkok, barangkali akan memberi hasil jang baik. Bangsa-bangsa di Tiongkok seperti Miaos, Yaos dan suku-suku lain sudah lama memutuskan perhubungan dengan nenek mojang mereka. Kalau kita tak berhasil mempersatukan suku-suku kita tentu kita akan lenjap seperti suku-suku bangsa tersebut diatas. Sebab itu kita harus membentuk dan menggalang persatuan jang teguh-kuat supaja dapat memberi perlawanan djika diserang. Maka oleh karena itu pekerdjaan jang pertama sekali jang kita lakukan ialah menghilangkan pertikaian jang bersimaharadjalela diantara suku-suku mendjadi persatuan jang kokoh, supaja dapat memberikan perlawanan jang teratur terhadap bangsa-bangsa asing. Sudah'' itu kita harus mempergunakan sendjata „ketakutan akan lenjapnja suku masing-masing" guna mempersatukan bangsa lebih mudah dan tjepat seraja membangunkan negara jang kuat dan kokoh. Marilah kita ambil sebagai tjontoh suatu suku sebagai sendi untuk membangunkan suatu negara. Tiongkok umpamanja mempunjai 400 buah suku, djadi seakan-akan kita hanja akan mempersatukan 400 orang. Kita akan mempergunakan organisasi asli jang ada dalam suku masing-masing ; atas nama suku-suku itu kita mulai mempersatukan rakjat. Mula-mula diusahakan mempersatukan anggauta''<noinclude></noinclude> n2vlt6m48ua5hxgpl56twcokl52b11g Halaman:San min chu i.pdf/105 104 111738 313304 310476 2026-08-16T19:17:21Z Ibrohim tijani 26379 313304 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||100}}</noinclude>''anggauta suku jang ada disekeliling kita, kemudian jang ada dikeresidenan, menjusul jang ada diprovinsi dan barulah diseluruh negara, hingga tiap-tiap suku merupakan kesatuan jang besar. Misalkan tiap-tiap anggauta jang bernama Chen masing-masing berusaha mengerahkan diri kearah satuan, mula-mula disekeliling kita kemudian dikeresidenan, sesudah itu diprovinsi dan achirnja diseluruh negara, tak akan memakan waktu lebih dari 2 atau 3 tahun. Dengan demikian lama-kelamaan suku Chen merdjadi sangat besar. Kalau tiap-tiap suku berbuat dengan djalan setjara luas ini, maka kemudian dapatlah kita mempersatukan suku-suku jang ada hubungannja jang satu dengan jang lain mendjadi kesatuan jang lebih besar. Barulah kita insjafkan mereka ini, bahwa bahaja besar sedang mengantjam mereka, karena adjal kita telah dekat. Akan tetapi kalau kita mempersatukan diri mendjadi kesatuan kebangsaan jang kokoh - Republik Tiongkok - dan dengan kesatuan demikian tak perlulah kita takut akan musuh dari luar, pun kita tak usah kuatir akan ketidak-sanggupan kita mendirikan suatu negara. Kesusasteraan kuno zaman Yan menjatakan : „Ia sanggup mer.un- djukkan kesusilaan jang tinggi dengan mentjintai sembilan keturunan keluarga ; apabila mereka hidup damai ia tenteramkan seratus keluarga; apabila mereka sudah tenteram apabila mereka terketjoh, mereka satukan ribuan negara, maka bangsa berambut hitam memasuki zaman makmur sentosa." Untuk mendirikan pemerintahan jang aman-tenteram, kita perlu mulai dengan keluarga-keluarga dan suku-suku ; sedikit demi sedikit diperluas dikalangan rakjat, hingga negara-negara ketjil semuanja disatukan, maka bangsa berambut hitam mulailah mengalami zaman kesatuar . Bukankah itu memperlihatkan suatu tjontoh jang tepat bagi kita untuk membangunkan negara kita kembali dan melawan musuh-musuh kita. Kalau kita mulai dengan 400 djuta warga-negara dan tidak dengan 400 suku, kita tak akan tahu dimana kita harus mulai mengokoh- kan ,lapangan pasir berderai " itu. Zaman dahulu Djepang mempersatukan kemauan-kemauan kaum bangsawan, berdasarkan atas tjita-tjita mendirikan bangsa Yamato jang besar. Hal mempersatukan kemauan-kemauan {{hws|orang|orang-orang}}''<noinclude></noinclude> 84m5ptod11mbbxv5i754ltpihv60f14 313305 313304 2026-08-16T19:17:38Z Ibrohim tijani 26379 313305 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||100}}</noinclude>anggauta suku jang ada disekeliling kita, kemudian jang ada dikeresidenan, menjusul jang ada diprovinsi dan barulah diseluruh negara, hingga tiap-tiap suku merupakan kesatuan jang besar. Misalkan tiap-tiap anggauta jang bernama Chen masing-masing berusaha mengerahkan diri kearah satuan, mula-mula disekeliling kita kemudian dikeresidenan, sesudah itu diprovinsi dan achirnja diseluruh negara, tak akan memakan waktu lebih dari 2 atau 3 tahun. Dengan demikian lama-kelamaan suku Chen merdjadi sangat besar. Kalau tiap-tiap suku berbuat dengan djalan setjara luas ini, maka kemudian dapatlah kita mempersatukan suku-suku jang ada hubungannja jang satu dengan jang lain mendjadi kesatuan jang lebih besar. Barulah kita insjafkan mereka ini, bahwa bahaja besar sedang mengantjam mereka, karena adjal kita telah dekat. Akan tetapi kalau kita mempersatukan diri mendjadi kesatuan kebangsaan jang kokoh - Republik Tiongkok - dan dengan kesatuan demikian tak perlulah kita takut akan musuh dari luar, pun kita tak usah kuatir akan ketidak-sanggupan kita mendirikan suatu negara. Kesusasteraan kuno zaman Yan menjatakan : „Ia sanggup mer.un- djukkan kesusilaan jang tinggi dengan mentjintai sembilan keturunan keluarga ; apabila mereka hidup damai ia tenteramkan seratus keluarga; apabila mereka sudah tenteram apabila mereka terketjoh, mereka satukan ribuan negara, maka bangsa berambut hitam memasuki zaman makmur sentosa." Untuk mendirikan pemerintahan jang aman-tenteram, kita perlu mulai dengan keluarga-keluarga dan suku-suku ; sedikit demi sedikit diperluas dikalangan rakjat, hingga negara-negara ketjil semuanja disatukan, maka bangsa berambut hitam mulailah mengalami zaman kesatuar . Bukankah itu memperlihatkan suatu tjontoh jang tepat bagi kita untuk membangunkan negara kita kembali dan melawan musuh-musuh kita. Kalau kita mulai dengan 400 djuta warga-negara dan tidak dengan 400 suku, kita tak akan tahu dimana kita harus mulai mengokoh- kan ,lapangan pasir berderai " itu. Zaman dahulu Djepang mempersatukan kemauan-kemauan kaum bangsawan, berdasarkan atas tjita-tjita mendirikan bangsa Yamato jang besar. Hal mempersatukan kemauan-kemauan {{hws|orang|orang-orang}}''<noinclude></noinclude> 7cskdffzj3sg8armt8ehiyv9g4lt82w Halaman:San min chu i.pdf/106 104 111739 313306 310478 2026-08-16T19:18:25Z Ibrohim tijani 26379 313306 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||101}}</noinclude>{{hws|orang|orang-orang}} bangsawan ini, sama dengan sebab-sebabnja saja mengandjurkan kesatuan suku-suku untuk membangunkan kembali bangsa Tiongkok. Kalau tiap-tiap orang Tionghoa telah mengetahui bahwa ia termasuk golongan rakjat jang terdjadjah dan telah mengetahui pula waktu telah tiba untuk mengadakan perlawanan, serta insjaf akan hasrat membentuk persatuan itu, pertama kali harus diusahakan dengan djalan mempersatukan segala suku-suku jang beraneka warna mendjadi satu kesatuan nasional jang besar, barulah kita akan mempunjai tjara jang positif untuk melawan bangsa asing. Seperti keadaan kita sekarang ini, kita tak dapat mengadakan perlawanan, karena tak mempunjai suatu bentuk kesatuan. Sekiranja sudah ada, barulah kita dapat mengadakan perlawanan. India misalnja sekarang berada dibawah pengaruh Inggeris dan diperintah sama-sekali oleh orang-orang Inggeris. Rakjat India tak mempunjai tjara untuk mengadakan perlawanan terhadap penindasan politik, tetapi mereka ada mempunjai sendjata untuk mengelakkan penindasan ekonomi ialah dengan sendjata ,,anti kerdja sama " (noncooperation) dari Mahatma Gandhi. Apakah sebenarnja anti kerdja sama " ini ? Rakjat India tak mau memberikan suatu apapun djuga jang diperlukan Inggeris dan sebaliknja apa jang diberikan Inggeris kepada India tak diterima oleh rakjatnja. Umpamanja kalau seorang Inggeris memerlukan tenaga orang India, seorang pekerdja misalnja, orang Inggeris tadi tak akan mendapat kehendaknja, sebab tak ada seorang Indiapun jang mau bekerdja untuknja. Inggeris banjak mendatangkan barang-barang makanan untuk India, tetapi rakjat India tak mau memakannja karena lebih suka memakan hasil djerih pajahnja sendiri. Ketika Gandhi mula-mula menjiarkan adjaran ini, orang-orang Inggeris tak ada jang mengindahkannja dan menganggap tak penting. Tetapi lama kelamaan perkumpulan-perkumpulan antikerdja-sama " bangkit diseluruh India, hingga perdagangan Inggeris menderita kerugian jang sangat besar. Oleh sebab itu Inggeris menangkap Gandhi. Kalau kita tjari sebab-sebabnja, kenapa India dapat memperoleh hasil dari politik ,,anti-kerdja-sama " ini, akan kita djumpai kesanggupan rakjat India untuk mendjalankan politik itu bersama dalam prakteknja. India jang sampai sekarang masih<noinclude></noinclude> 0bcrb684n0qhrkttx6tts1jbliwstqr Halaman:San min chu i.pdf/130 104 111756 313258 311122 2026-08-16T18:30:45Z Ibrohim tijani 26379 313258 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh||'''Uraian I'''}} Apakah jang dinamakan rakjat" dan kedaulatan " ? - Fungsi-fungsi kedaulatan : memberi perlindungan dan mendjamin penghidupan - Pembagian zaman dalam sedjarah manusia : pertama , zaman hutan-rimba, perkelahian antara manusia dan binatang Teori evolusi tentang asal - alam semesta dan manusia Sumbangan-sumbangan ilmu geologi (ilmu jang menjelidiki asal dan perubahan-perubahan bumi) kepada sedjarah kedua, zaman diwaktu manusia melawan alam Timbulnja kuno Permulaan peradaban peradaban dalam daerah-daerah jang subur - Tiongkok dilembah sungai Kuning - Teokrasi (pemerintahan negara oleh Ketiga, perkelahian antara manusia dan manusia, pendeta-pendeta ) - timbulnja negara-negara otokrasi (negara jang seluruhnja diperintah oleh han-perubahan dalam sistim pemerintahan ; seorangjaradja) ian Peruba timbuln pengert asas-asas demokratis Sudahkah Tiongkok siap untuk demokrasi ? Pikiran-pikiran demokratis dari filsafat-filsafat Tiongkok Perkuno Tiongkok harus mengikuti aliran-aliran dunia modern Pemberontakan Cromwell djuangan untuk demokrasi didunia Barat di Inggeris - Revolusi di Amerika dan Perantjis - Teori palsu dari Rous- - - seau tentang hak-hak azasi manusia" - Kenjataan mendahului teori Peperangan jang tak putus-putusnja untuk memperoleh kekuasaan negara Obat jang dapat menjembuhkan dalam sedjarah Tiongkok ialah demokrasi - Gagalnja pemberontakan di Taiping disebabkan oleh perebutan kekuasaan Perlawanan (oposisi ) mementingkan keperluan sendiri dari Ch'en Ch'iung-ming dan pemimpin-pemimpin tentara lain dalam pemberontakan Tiongkok. Tuan-tuan : Sekarang akan saja perbintjangkan kedaulatan rakjat. Apakah jang dinamakan kedaulatan rakjat itu ? Sebelum kita mendjelaskan pengertian ini, kita harus mengetahui lebih dahulu apakah jang dinamakan „rakjat". Setiap gerombolan manusia jang telah disatukan dan diorganisir dapat dinamakan: ,,rakjat " . Apakah arti kedaulatan ? Artinja ialah kekuatan dan otoritet dalam lingkungan negara. Negara-negara jang sekarang mempunjai pengaruh jang terbesar disebut negara-negara kuat, dalam bahasa asing the powers ". Tenaga mekanis disebut dalam bahasa Tionghoa kekuatan kuda" dalam bahasa asing „horse power". Djadi kekuatan dan kekuasaan (power ) tak dapat dipisah-pisahkan. Kekuasaan mendjalankan perintah dan mengatur urusan umum, dinamakan kedaulatan " . Kalau perkataan ,,rakjat " dan kedaulatan" dihubungkan , kita mempunjai kekuasaan politik rakjat. Sebelum kita dapat memahamkan kekuasaan politik", pertama kali " kita harus mengerti apakah jang dinamakan pemerintah. {{hwe|Keba-|kebanjakan}}<noinclude></noinclude> qo3aqzcnnlp4fxg6t9x02ag3v6ya8g5 Halaman:San min chu i.pdf/147 104 111766 313302 310520 2026-08-16T19:15:27Z Ibrohim tijani 26379 313302 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||142}}</noinclude>ini kita batja, insjaflah kita bahwa pengalaman-pengalaman peperangan selalu mendahului teori-teorinja. Ilmu militer jang modernpun berdasarkan pengalaman-pengalaman militer dari zaman jang lampau, berbimbingan dengan kemadjuan-kemadjuan jang diperoleh sesudahja. Sesudah mesiu jang tak berasap didapatkan, maka tjara-tjara peperangan mengalami perubahan-perubahan besar. Dahulu kalau peradjurit-peradjurit berhadapan dengan musuh, mereka madju dengan barisan-barisan jang teratur : sekarang kalau musuh tampak, dengan tjepat peradjurit-peradjurit merebahkan diri lalu menembak. Apakah pemakaian bedil-bedil jang tak berasap mendjadi sebab jang sebenarnja, maka mereka berbaring menembak ; kedjadian-kedjadian ini djuga berdasarkan pengalamanpengalaman jang sudah-sudah. Apakah kenjataan dan pengalaman-pengalaman mendahului buku-buku atau sebaliknja ? Tjara berbaring sambil menembak ditiru oleh negeri asing sesudah Peperangan Tani di Afrika Selatan. Dalam peperangan-peperangan ini peradjurit-peradjurit Inggeris menjerang orang-orang Tani dengan barisan jang teratur, sedangkan orang-orang Tani berbaring ditanah : akibatnja orang-orang Inggeris banjak jang gugur. Tjara berperang dengan berbaring ditanah dimulai oleh orang-orang Tani ini. Ketika mereka merantau ke Afrika Selatan dari negeri Belanda, mereka hanja berdjumlah tiga ratus ribu orang, sedangkan mereka harus melawan orang-orang Neger jang diam disana. Mula-mula mereka mendjedjakkan kaki disana, mereka menderita kerugian djiwa jang besar karena dalam peperangan dengan orang-orang Neger, orang Neger ini berperang dengan berbaring. Kemudian orang Tani meniru tjara orang Neger berperang ini. Ketika tentera Inggeris bertempur dengan tentera Tani orang-orang Inggeris banjak mengalami kekalahan, lalu pemimpin-pemimpin tentera Inggeris mulai mempeladjari siasat peperangan orang Tani dan sekembalinja mereka di Inggeris mereka mengadjarkan siasat ini dikalangan tentera. Kemudian seluruh dunia mempeladjari siasat-siasat ini dari orang-orang Inggeris, hingga dalam waktu jang singkat semua negara mempergunakan siasat baru ini dalam ilmu kemiliteran mereka masing-masing. Keadaan ini memperli- hatkan dengan djelas, bahwa kenjataan-kenjataan dan {{hws|penga|pegalaman}}<noinclude></noinclude> 3f7b5lklxn6g6uv6u07nt2yct1icq8u Halaman:San min chu i.pdf/148 104 111767 313303 310521 2026-08-16T19:16:06Z Ibrohim tijani 26379 313303 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||143}}</noinclude>{{hwe|laman|pengalaman}}-pengalaman melahirkan suatu teori, bukan sebaliknja. Teori Rousseau dalam buku „Contrat Social" mengemukakan bahwa hak-hak dan kedaulatan rakjat dianugerahkan Alam, djadi pada wudjudnja bertentangan dengan asas-asas evolusi sedjarah , maka sebab itu penentang-penentang demokrasi mempergunakan teori ini guna menutup mulut pembina-pembina demokrasi. Paham Rousseau bahwa demokrasi adalah pemberian Alam, tak masuk diakal sama sekali; tetapi lawan-lawan kita mempergunakan pengertian jang salah ini untuk menuduh, bahwa seluruh pikiran demokrasi tak mempunjai dasar. Kalau kita peladjari kebenaran-kebenaran Alam semesta, pertama harus kita selidiki kenjataan-kenjataan dan bukan bergantung kepada perkataanperkataan orang pandai-pandai sadja. Biarpun filsafat Rousseau tak berdasarkan kenjataan sama sekali, mengapa seluruh rakjat gembira akan kedatangannja ? Apakah sebabnja Rousseau sanggup membuat buku sematjam itu ? Ialah karena ia melihat kekuatan rakjat timbul mendadak dan memakai tjita-tjita kedaulatan rakjat ini djadi dasarnja ; andjuran-andjuran mengenai demokrasi jang dikemukakannja sangat memuaskan ilmu djiwa diwaktu itu, hingga mengakibatkan kegembiraan dikalangan rakjat . Meskipun teorinja bertentangan dengan asas-asas evolusi sedjarah, djiwa demokrasi pada waktu itu mulai njata dalam menerima teori ini dengan kepuasan, biarpun teori ini salah. Dapat ditambah pula. bahwa keterangan-keterangan Rousseau tentang hidupnja djiwa demokrasi boleh dipandang adalah salah suatu sumbangan jang terbesar dalam pemerintahan diseluruh sedjarah dunia. Sedjak mulainja sedjarah manusia, bentuk kekuasaan jang didjalankan sesuatu pemerintahan, tak dapat tiada harus dipengaruhi dan diubah menurut keadaan dan aliran zaman. Dalam zaman pengabdian terhadap dewa-dewa kekuasaan teokrasi jang dipergunakan ; dalam zaman radja-radja kekuasaan otokrasi jang didjalankan. Dapat kita katakan, bahwa otokrasi Tiongkok telah mentjapai puntjak jang tertinggi dalam waktu pemerintahan Ch'in Shih Hwang, biarpun radja-radja sesudahnja masih mentjoba meniru dan berkuasa dengan tak terbatas. Pada waktu itu radja-radja berlaku sewenang-wenang, tetapi rakjat tetap patuh. Tetapi sekarang dunia memasuki zaman demokrasi, djadi perlu kita peladjari arti demokrasi itu .<noinclude></noinclude> 093s4bwlimsis3n53kq7fbc2uk67tnu Halaman:San min chu i.pdf/170 104 111805 313301 310570 2026-08-16T19:11:42Z Ibrohim tijani 26379 313301 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||165}}</noinclude>hari sadja ; kalau ia dikeluarkan lagi, ia akan merasa gembira sebuah gambaran lain tentang prinsip kita. Sebab orang-orang Tionghoa mempunjai tingkatan kemerdekaan jang berlebih-lebihan, hingga mereka tak mengindahkan lagi, tepat seperti kita tak menghargai hawa sedjuk dalam ruangan tadi, selama masih berlebih-lebihan adanja, tetapi kalau pintu-pintu dan djendela-djendela . ditutup semuanja dan hawa sedjuk tak dapat masuk, maka insjaflah kita akan pentingnja. Orang-orang Eropah dibawah pemerintahan radja-radja jang kedjam, pada waktu dua atau tiga abad jang lalu sama sekali tak mempunjai kemerdekaan, sebab itulah tiap-tiap orang menghargai kemerdekaan setinggi-tingginja serta sanggup mengorbankan njawanja untuk keperluan itu. Sebelum mereka mentjapai kemerdekaan ini, mereka tak ubah seperti orang-orang jang ditutup dalam ruangan jang sempit ; sesudah kemerdekaan tertjapai tak ubahlah mereka seperti orang jang tiba2 dikeluarkan dari ruangan tadi. Sudah tentu tiap2 orang menganggap kemerdekaan itu sebagai sesuatu jang sangat berharga hingga mereka mengatakan berikan saja kemerdekaan atau berikan saja kematian " . Tetapi keadaan di Tiongkok berlain. Orang Tionghoa tidak tahu menghargai ,,kemerdekaan ", hanja tahu menghargai memperoleh kekajaan " . Berbitjara dengan seorang Tionghoa tentang kemerdekaan sama sadja berbitjara dengan suku-suku bangsa Yao jang diam dipegunungan Kwangsi tentang memperoleh kekajaan" dalam bentuk wang. Orang-orang Yao kerap kali turun dari pegunungan serta membawa empedu beruang dan tanduk mendjangan untuk ditukarkan dengan barang-barang lain dipasar-pasar terbuka dikota. Mula-mula pedagang-pedagang hendak membajar barangbarang itu dengan mata wang, tetapi orang-orang Yao selalu menolak wang itu, dan sangat bersenang hati kalau dibajar dengan garam atau pakaian. Kita jang menganggap ap tak ada sesuatu jang lebih baik dari pada memperoleh kekajaan" dalam bentuk wang, tetapi orang-orang Yao puas dengan mendapat barang-barang berguna. Selama mereka tak mengerti apa maknanja memperoleh kekajaan itu, selama itu mereka tak mempedulikan wang. Ahli-ahli pikir Tionghoa jang modern dalam hal mengandjurkan kemerdekaan dikalangan rakjat Tiongkok seperti pedagang2 jang berbitjara dengan orang-orang Yao mengenai „memperoleh kekajaan " berupa mata wang. Orang-orang Tionghoa tak memerlukan {{hws|kemer|kemerdekaan}}<noinclude></noinclude> 6gz4y3nujhche9bryr1enorduces5ru Halaman:San min chu i.pdf/171 104 111891 313300 310731 2026-08-16T19:11:16Z Ibrohim tijani 26379 313300 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||166}}</noinclude>{{hwe|dekaan|kemerdekaan}}, sedang mahasiswa-mahasiswa masih tetap mengandjurkannja. Tentu rakjat Tiongkok tak mengetahui aliran zaman. Seratus lima tahun jang lalu orang-orang Eropah dan Amerika mengadu untung mereka dalam pertempuran-pertempuran untuk mentjapai kemerdekaan, sebab kemerdekaan djarang mereka alami. Ketika .negara-negara seperti Perantjis dan Amerika Serikat mentjapai kemerdekaan mereka masing-masing, mereka mendjadi jang kita sebutkan perintis dalam pemerintahan demokrasi. Apakah setiap orang bebas dalam kedua negara ini ? Barjak golongan-golongan seperti mahasiswa-mahasiswa, peradjurit-peradjurit, pangreh pradja dan orang-orang jang belum mentjapai umur dua puluh tahun jang belum matang, tidak mempunjai kemerdekaan. Perdjuangan mentjapai kemerdekaan di Barat dua atau tiga abad jang lalu dilakukan oleh orang-orang jang berumur lebih dari dua puluh tahun dan mereka ini bukanlah peradjurit atau pemimpin- pemimpin negara atau mahasiswa-mahasiswa. Sesudah kemerdekaan ini tertjapai, hanja mereka jang bukan termasuk golongan tersebut diatas, jang dapat merasakan kemerdekaan itu. Djuga sekarang anggauta-anggauta dari golongan tersebut belum bebas sama sekali. Mahasiswa-mahasiswa Tionghoa setelah memahamkan arti kemerdekaan ini, lalu mempraktekkannja dalam sekolah-sekolah mereka karena tak mempunjai tempat lain. Lalu timbullah pemogokan-pemogokar dan pemberontakan-pemberontakan mahasiswa dibawah pandji-pandji ,,kemerdekaan". Kemerdekaan jang diperbintjangkan orang Barat mempunjai pembatasan-pembatasan jang teliti, dan tak dapat dilukiskan sebagai kepunjaan setiap orang. Mahasiswa-mahasiswa jang muda-muda dalam membitjarakan hal kemerdekaan membuang segala kekangan. Oleh karena dalam masjarakat luar tak ada jang suka menerima teori mereka ini, mereka hanja dapat mempraktekkannja dalam sekolah-sekolah mereka, hingga mengakibatkan kekatjauan-kekatjauan dan pemogokan-pemogokan terus-menerus. Ini adalah penodaan kemerdekaan. Kalau orang-orang asing jang tak mengenal sedjarah Tiongkok dan tak mengetahui hal ihwal zaman dahulu kalanja jang telah mengalami kemerdekaan jang luas, maka tak perlu heran kita. Tetapi sangatlah mengherankan kalau mahasiswa-mahasiswa kita sendiri melupakan „ nja- njian kemerdekaan" nenek mojang orang Tionghoa :<noinclude></noinclude> 5dmba89zot1p7r5tknegpd5dqvnd61u Halaman:San min chu i.pdf/176 104 111928 313298 310786 2026-08-16T19:09:22Z Ibrohim tijani 26379 313298 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><center>'''Uraian III'''</center> Persamaan — Persamaan bukalah satu kurnia azasi — Perbedaan-perbe- daan jang ditjiptakan manusia jang menguatkan perbedaan-perbedaan azasi — Golongan-golongan politik dan sosial dalam abad pertengahan Eropah — Arti jang sebenarnja tentang persamaan — Teori mengenai „persamaan azasi” dipergunakan di Eropah untuk melawan teori „hak- hak ketuhanan” — Tiongkok tak memerlukan „kemerdekaan perseorangan” dan „persamaan” jang sangat dianjurkan di Eropah — Revolusi- revolusi di Inggeris, Amerika, Perantjis, Rusia — Perdjuangan Amerika mentjapai kemerdekaan negara berdasarkan teori persamaan — Pepe- rangan kedua di Amerika diantara bangsanja sendiri untuk melawan perbudakan — Sebab-sebab perang saudara — Kemerdekaan budak-budak bangsa Negro ditundjang oleh bangsa kulit putih — Kebentjian orang- orang Negro terhadap orang-orang Amerika Utara jang memerdekakan mereka — Tiga prinsip akan memberi Tiongkok kemerdekaan dan per- samaan — Kemerdekaan dan persamaan tergantung kepada demokrasi — Perdjuangan jang tak berhenti-henti untuk mentjapai persamaan didunia Barat — Sedjarah organisasi buruh — Pimpinan terpeladjar diperlukan — Salah paham tentang persamaan diantara pekerdja-pekerdja Tionghoa — Susunan pemerintahan jang baik sangat penting untuk kemadjuan buruh — Filsafat-filsafat penghidupan jang mementingkan diri sendiri dan jang tak mementingkan diri sendiri, sangat bertentangan — Kerdja-sama antara orang jang dapat melihat kemuka, orang jang pandai membentuk orga- nisasi dan pelaksana — Bukan tudjuan kita. Min-ch'uan, „kedaulatan rakjat” adalah petikan kedua dari sem- bojan revolusioner kita jang sangat rapat hubungannja dengan petikan kedua dari sembojan Perantjis „persamaan”. Sebab itu marilah kita sekarang mengupas „persamaan” sebagai pokok pembitjaraan kita. Perkataan „persamaan” biasanja dihubung- kan dengan perkataan „kemerdekaan”. Diwaktu revolusi-revolusi jang lalu, diberbagai-bagai negara di- benua Eropah, rakjat mengerahkan tenaga dan mengorbankan njawanja baik untuk mentjapai kemerdekaan maupun untuk per- samaan, akibatnja penghargaan rakjat terhadap „kemerdekaan”. Tambahan pula, banjak orang mengira bahwa mereka tentu akan mentjapai persamaan, asal mereka sanggup memelihara kemerde- kaan, dan berpikir bahwa tak mungkin mereka dapat memper- lihatkan kemerdekaan mereka kalau tak memperoleh hak jang sama; malahan mereka menganggap persamaan lebih berharga dari pada kemerdekaan. Apakah jang dinamakan persamaan, dan dari mana asal mulanja? Filsafat Amerika dan Eropah jang revolusioner membitjarakan kemerdekaan sebagai suatu anugerah alam kepada manusia. Ambillah misalnja „proklamasi kemerdekaan” dari revolusi {{hws|Ame|Amerika}}<noinclude></noinclude> 4h7yhic2qti12i1925rzroj3ctde5qv Halaman:San min chu i.pdf/177 104 111929 313299 310787 2026-08-16T19:09:47Z Ibrohim tijani 26379 313299 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||172}}</noinclude>{{hwe|rika|Amerika}} dan „proklamasi mengenai hak-hak manusia dan hak-hak warga negara" dari revolusi Perantjis ; kedua-duanja mengatakan dengan tegas bahwa kemerdekaan dan persamaan adalah hak manusia jang dianugerahi alam jang tak dapat dipisahkan satu dari jang lain. Betulkah manusia dilahirkan dengan hak persamaan istimewa ini kedunia ? Marilah kita terlebih dulu mempeladjari soal ini dengan berhatihati. Dalam Uraian I kita menjelidiki sedjarah hak-hak rakjat sedjak zaman orang-orang biadab pada berdjuta-djuta tahun jang lalu sampai permulaan zaman demokrasi modern sekarang ini, tetapi kita tak menemui suatu prinsippun jang mengenai persamaan manusia didunia ini. Dalam dunia, tak pernah kita akan menemukan dua buah barang apapun jang datar, ketjuali diatas muka air Ditanah datar tiada satu tempat jang benar-benar datar. Djalan kereta api dari Kan- ton ke Hankow antara setasiun Wongsha (Kanton) dan Yinchanghwan adalah melalui lapangan datar ; kalau kita melihat keluar djendela kereta api dan memperhatikan tanah disekeliling kita dengan saksama, tampak pada kita bahwa tak ada 1 mil rel djugapun jang tak memerlukan tenaga manusia dan mesin untuk mendatarkannja. Djadi jang kita namakan lapangan datar, sebenarnja tak datar sama sekali . Atau ambillah djambangan bunga diatas medja ini. Bunga jang saja pegang ini dinamakan bunga locust. Kalau Tuan-tuan melihat sepintas lalu, Tuan boleh djadi akan mengira bahwa setiap daun dan setiap bunga serupa benar bentuknja ; tetapi kalau Tuan-tuan perhatikan benar-benar terbukti bahwa tak ada dua helai daun dan dua kuntum bunga jang bersamaan bentuknja. Malahan pada seluruh pohon locust, tak akan ada dua helai daun jang serupa. Pikirkanlah perbedaan ini dalam ruangan dan waktu. Daun locust ini tak seperti daun locust jang terdapat dimana-mana ; daun locust tahun ini berbeda dengan daun locust pada tahun jang lalu. Hal ini memperlihatkan bahwa tak ada dua barang jang ditjiptakan diatas dunia ini serupa, dan oleh karena semua barang berlainan, sudah tentu tak dapat disebut sama rupanja. Kalau tak ada persamaan didunia ini, bagaimanakah akan mungkin dikatakan ada sesuatu jang dinamakan persamaan manusia ?<noinclude></noinclude> elv6qrh64zt7mqumggaebobmsxs99cy Halaman:San min chu i.pdf/180 104 111932 313296 310790 2026-08-16T19:08:02Z Ibrohim tijani 26379 313296 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><div style="text-align:center;">175</div> <div style="text-align:center;"> {| style="width:100%; text-align:center; border-collapse:collapse;" |- | '''ahli'''<br>'''filsafat''' | '''orang'''<br>'''utama''' | '''orang'''<br>'''genie''' | '''orang'''<br>'''tjerdik'''<br>'''pandai''' | '''orang'''<br>'''perte-'''<br>'''ngahan''' | '''orang'''<br>'''biasa'''<br>'''(mediocre)''' | '''orang'''<br>'''bodoh''' | '''orang'''<br>'''hina''' |- | style="height:35px;" | | style="height:35px;" | | style="height:35px;" | | style="height:35px;" | | style="height:35px;" | | style="height:35px;" | | style="height:35px;" | | style="height:35px;" | |} </div> <div style="text-align:center;"> {| style="width:100%; border-collapse:collapse;" |- | style="width:12%; height:420px; border-right:1px solid;" | | style="width:12%; height:390px; border-right:1px solid;" | | style="width:12%; height:330px; border-right:1px solid;" | | style="width:12%; height:275px; border-right:1px solid;" | | style="width:12%; height:220px; border-right:1px solid;" | | style="width:12%; height:165px; border-right:1px solid;" | | style="width:12%; height:110px; border-right:1px solid;" | | style="width:12%; height:55px; border-right:1px solid;" | |- | colspan="8" | |} </div> <div style="text-align:center;"> '''Gambar II — Persamaan palsu.''' </div> Gambar II ini memperlihatkan bahwa kita harus melenjapkan ke- dudukan istimewa guna memperoleh persamaan hak dibagian puntjaknja, tetapi garis-garis jang menundjukkan tempat berdiri golongan-golongan jang berlainan itu akan tetap tinggal berting- kat dan tak dapat datar. Persamaan jang hendak kita bentuk ini adalah persamaan palsu. Kita harus mulai dari kedudukan jang sama dalam masjarakat kita. Setiap orang harus membangunkan career-nja sendiri berdasar- kan kedudukan jang sama ini, dan barulah kemudian mentjapai tinggi rendahnja menurut kepandaian dan kesanggupan masing- masing. Karena tiap-tiap orang dianugerahi kepandaian dan ke- sanggupan jang berbeda-beda; tentu career jang didapatnja akan berbeda-beda pula. Oleh karena tiap-tiap orang lain lapangan pekerdjaannja, sudah tentu mereka tak dapat bekerdja pada ting- katan jang sama. Hal inilah jang membawa kita kepada prinsip persamaan jang sebenar-benarnja. Kalau kepandaian dan kesang- gupan setiap orang kita perhatikan, sambil menarik mereka {{hws|ke|kebawah}}<noinclude></noinclude> at15yp2b8kxc57xt59gq65yk6i8qkxd Halaman:San min chu i.pdf/181 104 111934 313297 310792 2026-08-16T19:08:29Z Ibrohim tijani 26379 313297 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /><div style="text-align:center;">176</div></noinclude>{{hwe|bawah|kebawah}} sampai kedudukan jang sama tingginja soepaja orang sa- ma, dunia ini tak akan madju dan seluruh umat manusia akan mun- dur karenanja. Kalau kita bertjita-tjita hendak mentjapai demokrasi dan persamaan, disamping itu ingin pula melihat soepaja dunia akan madju, kita harus membitjarakan „persamaan politik”. Ka- rena persamaan adalah barang buatan dan bukan benda azasi ; djadi persamaan jang dapat kita bangunkan ialah dalam keduduk- an politik. <br> {| style="width:100%; text-align:center; border-collapse:collapse;" |- | style="vertical-align:bottom; width:12.5%;" | '''ahli'''<br>'''fil'''<br>'''safat''' | style="vertical-align:bottom; width:12.5%;" | '''orang'''<br>'''utama''' | style="vertical-align:bottom; width:12.5%;" | '''orang'''<br>'''genie''' | style="vertical-align:bottom; width:12.5%;" | '''orang tjep-'''<br>'''dik pandai''' | style="vertical-align:bottom; width:12.5%;" | '''orang per-'''<br>'''tengahan''' | style="vertical-align:bottom; width:12.5%;" | '''orang'''<br>'''biasa''' | style="vertical-align:bottom; width:12.5%;" | '''orang'''<br>'''bodoh''' | style="vertical-align:bottom; width:12.5%;" | '''orang'''<br>'''hina''' |} {| style="width:100%; border-collapse:collapse; text-align:center;" |- | style="width:12.5%; height:260px; border-left:1px solid #000; border-bottom:1px solid #000;" | | style="width:12.5%; height:230px; border-left:1px solid #000; border-bottom:1px solid #000;" | | style="width:12.5%; height:200px; border-left:1px solid #000; border-bottom:1px solid #000;" | | style="width:12.5%; height:170px; border-left:1px solid #000; border-bottom:1px solid #000;" | | style="width:12.5%; height:140px; border-left:1px solid #000; border-bottom:1px solid #000;" | | style="width:12.5%; height:110px; border-left:1px solid #000; border-bottom:1px solid #000;" | | style="width:12.5%; height:75px; border-left:1px solid #000; border-bottom:1px solid #000;" | | style="width:12.5%; height:45px; border-left:1px solid #000; border-bottom:1px solid #000; border-right:1px solid #000;" | |} <div style="text-align:center;"> '''Gambar III — Kebebasan jang benar.''' </div> Sesudah revolusi ini selesai, kita berkehendak soepaja tiap-tiap orang mempunjai kedudukan politik jang sama seperti jang didje- laskan pada gambar III. Inilah persamaan jang benar serta sesuai dengan prinsip alam. Dalam revolusi-revolusi di Eropah, rakjat berusaha pajah serta memberi pengorbanan-pengorbanan jang tak terhitung banjaknja guna mentjapai kemerdekaan dan persamaan. Soepaja kita djuga dapat mengerti, apakah sebabnja mereka mau berselisih begitu hebat dan berkorban sebanjak itu terutama kita harus mengerti<noinclude></noinclude> 9hfnetbdwhxe0pfzvs5ymw04ej40ame Halaman:San min chu i.pdf/182 104 111935 313295 310794 2026-08-16T19:07:12Z Ibrohim tijani 26379 313295 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||177}}</noinclude>tentang perbedaan-perbedaan dalam masjarakat Eropah sebelum revolusi-revolusi. Gambar I memperlihatkan keadaan masjarakat Eropah sebelum revolusi-revolusi dan perbedaan-perbedaan politik jang terdapat. Tingkat-tingkat dalam gambar itu seperti kaisar, radja, putera radja, hertog, markis, graaf, viscount, baron dan rakjat menundjukkan berbagai-bagai golongan dalam pembagian sistim politik Eropah pada waktu itu. Tiongkokpun pernah mengalami perbedaan-perbedaan golongan seperti ini dan baru ketika revolusi meletus 13 tahun jang lalu dan otokrasi didjatuhkan, perbedan-perbedaan ini dapat dihapuskan. Tetapi perbedaanperbedaan golongan dimasjarakat Tiongkok kuno tak setadjam perbedaan-perbedaan golongan di Eropah. Eropah pada dua ratus tahun jang lalu masih berada dalam keadaan sistim feodal seperti Tiongkok pada dua ribu tahun jang lalu. Berkat tjepatnja kemadjuan pemerintah di Tiongkok, sistim feodal ini dapat dilenjapkan pada dua ribu tahun jang lalu, sedangkan di Eropah sistim ini belum hilang sama sekali. Selama dua atau tiga abad jang achirachir ini, barulah orang-orang Eropah mulai insjaf akan keburukan-keburukan jang disebabkan oleh perbedaan-perbedaan ini, hingga menimbulkan pikiran-pikiran persamaan seperti jang telah terdapat di Tiongkok selama dua ribu tahun j.l. Dalam susunan politik, Tiongkok djauh lebih madju dari bangsabangsa Eropah, tetapi dalam dua abad jang achir ini Tiongkok tak hanja terkedjar sadja melainkan djuga tertinggal sama sekali. ,,Jang penghabisan djadi jang terdahulu" . Rakjat Eropah dibawah penindasan radja-radjanja sebelum revolusi menderita lebih hebat dan lebih sengsara dari pada jang pernah dialami rakjat Tiongkok. Apakah sebabnja demikian ? Karena sistim warisan meradjalela di Eropah. Gelar kaisar, radja, putera radja, hertog, markis dan tingkat lain di Eropah semuanja warisan dari keturunan mereka ; tak ada diantara mereka jang pernah merubah kedudukan jang diwariskan itu. Kedudukan-kedudukan rakjat djelatapun menurut sistim warisan ini; mereka hanja dapat melakukan pekerdjaan jang diwariskan kepada mereka. Kalau seorang pekerdjaannja mengusahakan tanah anak-anaknja serta tjutju-tjutjunja kemudian akan mendjadi petani pula. Anak-anak dan tjutju-tjutju seorang pekerdja berat harus melakukan {{hws|peker|pekerdjaan}} San Min Chu I<noinclude>{{rh|||12}}</noinclude> f3nctgcubxmrwz7pi2gpncmqhyo4ou5 Halaman:San min chu i.pdf/183 104 111936 313294 310795 2026-08-16T19:06:47Z Ibrohim tijani 26379 313294 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||178}}</noinclude>{{hwe|djaan|pekerdjaan}} jang berat pula. Seorang tjutju tak boleh memilih pekerdjaan jang disukainja, selain dari pekerdjaan neneknja. Larangan terhadap perubahan djabatan adalah salah satu tjara perbedaan jang meradjalela di Eropah pada waktu itu. Sedjak hantjurnja sistim feodal di Tiongkok, pembatasan-pembatasan pekerdjaan ini dapat dilenjapkan sama sekali. Djadi dapat kita lihat, meskipun Tiongkok mengalami sistim golongan feodal dan tjorak perbedaan jang tersebut diatas, namun Tiongkok mempunjai djuga suatu kebaikan, ialah : semendjak itu hanja gelar radja-radja sadja jang diwarisi. Kalau radja tak didjatuhkan dari tachta keradjaannja hak memerintah turun-temurun dalam suatu keluarga tetap berlaku. Hanjalah kalau ada perubahan dinasti, hak memerintah beralih. Tetapi gelar2 hertog, markis, graaf, viscount dan baron sedjak dahulu kala berganti dari keturunan jang satu keketurunan lain. Banjak orang-orang biasa djadi menteri-menteri negara atau diangkat djadi putera-putera radja atau bangsawan-bangsawan lain ; gelar-gelar ini tak dapat diwariskan. Di Eropah seorang biasa dapat djuga ditundjuk djadi menteri negara atau dihadiahkan gelar putera radja atau tingkat bangsawan lain, tetapi gelar-gelar ini dapat diwariskan keketurunan-keturunan mereka. Djuga pada waktu itu rakjat djelata tak merdeka memilih pekerdjaannja. Kekurangan kebebasan ini menjebabkan hilangnja persamaan diantara mereka. Tak hanja tingkat-tingkat politik sadja jang tak sama tetapi djuga golongan-golongan sosial dari rakjat djelatapun berbeda-beda. Hal ini mengakibatkan dua kesukaran dikalangan rakjat djelata; pertama dalam mentjapai kedudukan hertog, markis, graaf, viscount dan baron. Kedua, mentjari pekerdjaan dengan bebas, hingga dapat mereka menaiki tangga masjarakat. Achirnja mereka insjaf, bahwa keadaan seperti ini tak dapat dibiarkan begitu sadja, tetapi harus dirobah selekas mungkin. Kemudian mereka memberontak untuk mentjapai kemerdekaan ini, melepaskan diri mereka dari sistim pembatasan kerdja dan berusaha segiat-giatnja memperoleh kemadjuan. Peperangan kemerdekaan sematjam ini dan melenjapkan pembedaan klas lalim sematjam ini belum pernah kita saksikan di Tiongkok. Meskipun orang-orang Tionghoa djuga mengalami perbedaan-perbedaan golongan, namun belum pernah ia mengorbankan djiwanja atau sanak keluarganja guna mentjapai kemerdekaan itu.<noinclude></noinclude> njklpgadkg91kuh6kzf0sagwnth0j4k Halaman:San min chu i.pdf/186 104 111940 313293 310799 2026-08-16T19:05:48Z Ibrohim tijani 26379 313293 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||181}}</noinclude>Meskipun golongan rakjat jang berkulit putih atau berkulit berwarna mendapat kedudukan politik jang sama sesudah revolusi Amerika, tetapi bangsa kulit putih dan bangsa kulit berwarna mempunjai kedudukan jang berbeda djuga, kalau dipandang dari katja mata politik. Kenjataan ini sangat bertentangan dengan undang-undang dasar Amerika serta proklamasi kemerdekaannja jang berbunji : „Seluruh umat manusia ditjiptakan sama rata dan dianugerahi Jang Maha Esa hak-hak tertentu jang tak mungkin dipisah-pisahkan jang satu dari jang lain, diantaranja termasuk hak penghidupan, kemerdekaan dan keinginan untuk berbahagia" . Kemudian undang-undang dasar didasarkan menurut prinsip-prinsip tadi ; meskipun undang-undang dasar mengakui hak persamaan dari seluruh umat manusia, namun orang-orang Negro masih diperbudak sadja. Beberapa ahli-ahli pikir jang sangat menjetudjui hak-hak persamaan dan kemerdekaan itu, mengetahui benar bahwa keadaan-keadaan diatas tadi berten- tangan dengan prinsip undang-undang dasar, hingga mereka menentang dengan sengit adanja budak belian dalam negara. Bagaimanakah orang-orang Amerika pada waktu itu memperlakukan bangsa Negro ? Bangsa Negro diperlakukan dengan kedjam dan disuruh bekerdja seperti kuda dan sapi. Setiap hari mereka mendjalankan pekerdjaan-pekerdjaan jang berat dan kasar, sedangkan upah tak sekalipun diterima, tetapi hanja berupa makanan sadja. Ketika rakjat melihat keadaan jang menjedihkan ini, lalu sebagian dari mereka mulai insjaf bahwa bangsa Amerika telah berlaku tjurang terhadap prinsip undang-undang dasar. Sebab itulah mereka mulai mengandjurkan perlakuan peri kemanusiaan serta menjerang sistim perbudakan ini. Sesudah pikiran ini mendjalar, banjak orang menjetudjuinja. Mulailah beberapa orang pintarpintar menjelidiki penderitaan budak-budak Negro dalam penghidupan mereka sehari-hari, dibatja oleh setiap orang dengan sungguh-sungguh. Buku ini dinamakan .,Ratapan budak-budak hitam ke langit" . Inilah nama jang diberikan orang Tionghoa kepada buku „Pondok Paman Tom" ( ,, Uncle Tom's Cabin " ) . Sesudah buku ini diterbitkan, barulah rakjat mulai insjaf akan kesengsaraan jang diderita budak-budak belian, lalu mereka mulai menjesali kelakuan-kelakuan mereka. Kemudian semua {{hws|negara|negara-negara}}<noinclude></noinclude> 2vhjurm3rd8djfm6wgzoswtxu2morxx Halaman:San min chu i.pdf/188 104 111943 313292 310803 2026-08-16T19:05:07Z Ibrohim tijani 26379 313292 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||183}}</noinclude>orang-orang Utara guna mentjapai persamaan hak bagi budak hitam dan bukanlah karena keinsjafan orang Negro sendiri akan penderitaannja. Orang-orang Negro sudah begitu lama mendjadi budak, hingga mereka tak mengerti apa-apa lagi, selain dari pada merasa puas selama tuan-tuan mereka masih memberi mereka makanan, pakaian dan tempat perlindungan setjukupnja. Boleh djadi terdapat beberapa orang tuan-tuan tanah jang bersikap baik terhadap budak-budak; selama orang Negro mengetahui bahwa ia mempunjai tuan jang dermawan, ia tak akan melawan tuannja, menuntut emansipasi. Karena itulah dalam peperangan saudara di Amerika orang-orang kulit putih sadja jang bertempur guna mentjapai hak persamaan hak orang-orang hitam. Peperangan dilakukan oleh orang-orang jang tak termasuk golongan tertindas dan bukan pula didorong oleh keinsjafan perbedaan golongan tadi. Peperangan berachir dengan kekalahan orang-orang Selatan dan kemenangan orang-orang Utara. Dengan segera pemerintah Amerika Serikat mengumumkan suatu proklamasi jang berisi pembebasan budak-budak diseluruh negara. Negara-negara Selatan jang dikalahkan itu tak mempunjai djalan lain dari pada mengikut perintah itu, tetapi mereka kemudian menarik seluruh pertanggungan djawab mereka terhadap budakbudak itu. Baru sadja orang-orang Negro mendapat hak emansipasi, tuan-tuan tanah lalu menghentikan pemberian makanan, pakaian dan tempat perlindungan. Keadaan orang-orang Negro jang meskipun mereka dibebaskan oleh orang-orang putih dan mendjadi warga negara jang menghadapi untung baik dengan mendapat hak persamaan dan emansipasi jang baru mereka peroleh itu; karena mereka tak bekerdja lagi pada tuan-tuan mereka dan tak mendapat makanan, pakaian dan tempat perlindungan, karena „si Hidjau tak dapat dengan segera berubah djadi si Kuning" ( diutjapkan orang Tionghoa, tepat sebelum waktu penuaian, kalau persediaan gandum hampir habis), merasa bahwa mereka kehilangan bantuan T'ai Shan" ( gunung sutji di Shantung, djuga gunung jang tertinggi di Tiongkok sebelah Timur) dan achirnja mereka hidup dalam kesengsaraan. Mereka mulai menaruh dendam terhadap negara-negara jang memerdekakan mereka, terutama terhadap presiden negara-negara Utara jang mengandjurkan emansipasi itu. Siapakah presiden itu? {{hws|Tuan|Tuan-tuan}}<noinclude></noinclude> inoxwbpz0zfuf22ewndeeit4w2o5c4b Halaman:San min chu i.pdf/191 104 111946 313289 310806 2026-08-16T19:02:49Z Ibrohim tijani 26379 313289 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||186}}</noinclude>Amerika Serikat mengalami dua buah peperangan untuk memperjang pertama lamanja oleh kemerdekaan dan persamaan hak" 8 tahun, jang kedua lima tahun sebelum tudjuan tertjapai. Orang-orang Tionghoa belum pernah berperang untuk mentjapai kemerdekaan dan persamaan hak ini. Peperangan-peperangan Tiongkok selama ribuan tahun ini semuanja d perdjuangkan untuk merebut tachta keradjaan; tiap-tiap orang jang turut berperang hendak dapat djadi kaisar. Revolusi baru-baru ini, dimana dinasti Manchu kita rubuhkan, dapat dikatakan peperangan jang pertama jang tak bertudjuan merebut tachta keradjaan. Belakangan ini terbukti, bahwa hanja orang-orang dari partai revolusioner sadja jang benar-benar tak mau mendjadi kaisar. Orang-orang diluar partai seperti Tsao Kun dan Wu Pei-fu dari daerah Utara adalah penjokong-penjokong republik dibibir sadja, tetapi jang sebenar- nja mereka mengandjurkan persatuan berdasarkan kekerasan sendjata, serta bertjita-tjita hendak djadi kaisar. Kalau rantjangan mereka untuk mempersatukan negara dengan kekerasan sendjata berhasil dan tak ada seorangpun jang menentang mereka tentu kedua-dua orang tadi akan berkehendak djadi kaisar. Tepat seperti keadaan ketika dinasti Manchu digulingkan ditahun 1911, bukankah Yüan Shih-kai membantu republik ? Pernahkah ia mengandjurkan keradjaan ? Rakjat seluruhnja pertjaja bahwa pemerintahan keradjaan tak akan timbul lagi di Tiongkok. Tetapi baru sadja republik berdiri selama dua tahun, Yüan Shihkai mempergunakan kekuatan militer untuk mengalahkan partai revolusioner kita, dengan segera ia merobah sistim pemerintahan dan mengangkat dirinja djadi kaisar. Sedangkan golongangolongan militer di Tiongkok penuh dengan pikiran-pikiran korup dan djahat, tak ubah seperti pikiran Yüan Shih-kai jang telah diketahui itu. Tak ada seorangpun jang dapat meramalkan, bahaja serupa apakah jang akan timbul lagi. Kalau kita lihat demikian, revolusi Tiongkok belum selesai sama sekali, karena kita belum berhasil menindas tjita-tjita hendak djadi kaisar sampai keurat-akarnja. Kalau kita betul-betul ingin me- nindas tjita-tjita jang buruk ini sampai keurat-akarnja, kita harus berperang sekali lagi melawan mereka dan memulai revolusi baru lagi. Banjak dikalangan pemuda-pemuda Tionghoa jang terpeladjar mengandjurkan supaja kita berperang untuk mentjapai {{hws|kemerde|kemerfdekaan}}<noinclude></noinclude> 8snr2d74aj9fsoqjbrcco1l9cvug1zy Halaman:San min chu i.pdf/192 104 111947 313290 310807 2026-08-16T19:03:19Z Ibrohim tijani 26379 313290 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||187}}</noinclude>{{hwe|kaan|kemerdekaan}} dan persamaan hak. Eropah berperang guna kemerdekaan dan persamaan hak lebih dari 100 tahun lamanja, dan mengakibatkan demokrasi jang murni ; barulah rakjat akan memperoleh hak-hak mereka sesudah kemerdekaan dan persamaan hak dapat tumbuh dengan subur. Kalau kemerdekaan dan persamaan hak diiringi demokrasi akan kosong sadja artinja. Asal demokrasi djauh sekali letaknja, kalau diselidiki dalam sedjarah, mungkin pada dua ribu tahun atau lebih kebelakangnja ; orang-orang Roma dan Junani telah mulai memikirkan ha-hak rakjat dan negara jang berbentuk republik. Pada waktu itu djuga terdapatlah disebelah Selatan Laut Tengah sebuah republik lain jang bernama Carthago dan berbagai-bagai negara ketjil jang achirnja berbentuk republik pula. Meskipun negara-negara Roma dan Junani dinamakan sebuah republik, dalam kenjataannja mereka tak mentjapai kemerdekaan dan persamaan sama sekali menurut arti kata jang sebenarnja. Kedaulatan rakjat disana tak terwudjudkan. Negara Junani masih mempunjai sistim perbudakan ; kaum bangsawan umumnja banjak memelihara budak-budak; terbukti dua pertiga dari seluruh penduduk terdiri dari budak-budak belaka.. Tiap-tiap peradjurit Sparta dianugerahi lima orang budak oleh negara. Dengan djalan demikian di Junani, rakjat jang mempunjai kedaulatan hanja berdjumlah sedikit sekali, sedangkan bagian jang terbesar, tak mempunjai hak ini. Keadaan seperti ini djuga berlaku di Roma. Sebab itu Junani dan Roma pada dua ribu tahun jang lalu hanja bernama republik diatas kertas sadja, karena mereka masih mempunjai suatu sistim perbudakan, hingga mereka tak menginsjafi benar-benar apa artinja tjita-tjita kemerdekaan dan persamaan hak itu. Baru ketika Amerika Serikat membebaskan budak- budaknja pada enam puluh tahun jang lalu, serta melenjapkan sistim perbudakan itu dalam kenjataan jang benar, persamaan hak seluruh umat manusia mendjadi suatu kenjataan ; mulailah peng- harapan terhadap kemerdekaan dan persamaan hak jang sedjati timbul dalam susunan demokrasi modern. Kemerdekaan dan persamaan hak jang sedjati itu terdiri atas dasar-dasar demokrasi, serta tergantung pula sama sekali pada demokrasi. Dimana demokrasi berkembang disitulah kemerdekaan dan persamaan hak dapat hidup buat selama-lamanja ; kalau rakjat kehilangan ke<noinclude></noinclude> shcz49uqo4baqazv05hzl3zvb8iclw0 313291 313290 2026-08-16T19:04:00Z Ibrohim tijani 26379 313291 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||187}}</noinclude>{{hwe|kaan|kemerdekaan}} dan persamaan hak. Eropah berperang guna kemerdekaan dan persamaan hak lebih dari 100 tahun lamanja, dan mengakibatkan demokrasi jang murni ; barulah rakjat akan memperoleh hak-hak mereka sesudah kemerdekaan dan persamaan hak dapat tumbuh dengan subur. Kalau kemerdekaan dan persamaan hak diiringi demokrasi akan kosong sadja artinja. Asal demokrasi djauh sekali letaknja, kalau diselidiki dalam sedjarah, mungkin pada dua ribu tahun atau lebih kebelakangnja ; orang-orang Roma dan Junani telah mulai memikirkan ha-hak rakjat dan negara jang berbentuk republik. Pada waktu itu djuga terdapatlah disebelah Selatan Laut Tengah sebuah republik lain jang bernama Carthago dan berbagai-bagai negara ketjil jang achirnja berbentuk republik pula. Meskipun negara-negara Roma dan Junani dinamakan sebuah republik, dalam kenjataannja mereka tak mentjapai kemerdekaan dan persamaan sama sekali menurut arti kata jang sebenarnja. Kedaulatan rakjat disana tak terwudjudkan. Negara Junani masih mempunjai sistim perbudakan ; kaum bangsawan umumnja banjak memelihara budak-budak; terbukti dua pertiga dari seluruh penduduk terdiri dari budak-budak belaka.. Tiap-tiap peradjurit Sparta dianugerahi lima orang budak oleh negara. Dengan djalan demikian di Junani, rakjat jang mempunjai kedaulatan hanja berdjumlah sedikit sekali, sedangkan bagian jang terbesar, tak mempunjai hak ini. Keadaan seperti ini djuga berlaku di Roma. Sebab itu Junani dan Roma pada dua ribu tahun jang lalu hanja bernama republik diatas kertas sadja, karena mereka masih mempunjai suatu sistim perbudakan, hingga mereka tak menginsjafi benar-benar apa artinja tjita-tjita kemerdekaan dan persamaan hak itu. Baru ketika Amerika Serikat membebaskan budak- budaknja pada enam puluh tahun jang lalu, serta melenjapkan sistim perbudakan itu dalam kenjataan jang benar, persamaan hak seluruh umat manusia mendjadi suatu kenjataan ; mulailah peng- harapan terhadap kemerdekaan dan persamaan hak jang sedjati timbul dalam susunan demokrasi modern. Kemerdekaan dan persamaan hak jang sedjati itu terdiri atas dasar-dasar demokrasi, serta tergantung pula sama sekali pada demokrasi. Dimana demokrasi berkembang disitulah kemerdekaan dan persamaan hak dapat hidup buat selama-lamanja ; kalau rakjat kehilangan {{hws|ke|kedaulatannja}}<noinclude></noinclude> 1mjv2kskc1hqbwjk5ri0ubyjxu68seq Halaman:San min chu i.pdf/117 104 111953 313237 310823 2026-08-16T13:38:12Z Iripseudocorus 23824 313237 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||112}}</noinclude>tetapi kebudajaan mereka jang baru tak selengkap filsafat politik kita. Tiongkok telah mempunjai sebuah bentuk filsafat politik jang sangat tepat dan sempurna, sehingga belum pernah ada utjapan-utjapan atau pendapat-pendapat ahli-ahli negara asing jang dapat menandinginja. Kalimat ini terdapat dalam buku „Adjaran luhur" dan mengatakan : „Selidikilah batin, perluaskanlah batas-batas pengetahuan, buatlah tudjuan djudjur, aturlah akal, bentuklah kesusilaan diri masing-masing, kemudikanlah keluarga, perintahlah negara, damaikanlah dunia." Kalimat ini diserukan kepada setiap orang untuk mengembangkan diri pribadi, dari dalam keluar, dimulai dengan niat sutji dari hati sanubari ; hasrat ini harus dilakukan terus menerus sampai perdamaian dunia tertjipta. Logika jang meliputi segala-galanja, jang sungguh dalam hal ini tak dimiliki atau tak pernah dikatakan oleh seorang ahli pikir politik bangsa asing, adalah ibarat sekelompokan keluhuran istimewa filsafat negara jang patut dipeladjari baik-baik. Prinsip-prinsip „mengatur akal, membuat tudjuan djudjur, membentuk kesusilaan diri masing-masing, mengemudikan keluarga" sudah tentu termasuk dalam lapangan moral, tetapi pada zaman sekarang lebih tepat dianggap sebagai suatu patokan ilmu pengetahuan. Sedangkan nenek mojang kita bersusah pajah melatih diri dalam ilmu ini, kita semendjak kehilangan djiwa kebangsaan kita, djuga kehilangan semangat untuk mempeladjari ilmu itu kembali. Rakjat biasa jang mempeladjari filsafat kuno, kerap kali mempergunakan kalimat jang saja petik tadi, tetapi mereka mengulangi perkataan-perkataan itu dengan tak mentjari pendjelasan-pendjelasan lebih dahulu dan tidak menginsafi arti jang lebih dalam dari perkataan-perkataan itu. Pengetahuan bagaimana harus „mengatur akal dan membuat tudjuan djudjur” jang keluar dari pengawasan hati sanubari sukar diterangkan. Mahaguru-mahaguru dari zaman Sung sangat memperhatikan latihan djiwa ini dan kalau kita peladjari buku-buku mereka, kita dapat melihat bagaimana baiknja hasil jang ditjapai mereka. Tetapi untuk „membentuk kesusilaan diri masing-masing, mengemudikan keluarga dan memerintah negara” adalah perubahan-perubahan lahir jang belum kita uraikan, sehingga seolah-olah kita tak berhasil mendjelaskannja selama ratusan tahun jang penghabisan ini. Akibatnja ialah, kita tak sanggup memerintah<noinclude></noinclude> jrycmlpa7gjbkjvjkd7f1v15r3mhdo0 Halaman:San min chu i.pdf/118 104 111956 313236 310826 2026-08-16T13:35:56Z Iripseudocorus 23824 313236 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||113}}</noinclude>negara dan orang-orang asing jang melihat ini, hendak datang serta mendirikan pemerintahan internasional di Tiongkok. Apakah sebabnja kita tak dapat memerintah Tiongkok sendiri? Apakah jang tampak oleh orang asing? Menurut pendapat saja sendiri : dapat atau tidaknja kita mengemudikan keluarga kita, tak tampak oleh orang asing; jang tampak oleh mereka hanja kekurangan-kekurangan kita dalam peradaban diri. Tiap-tiap perkataan dan sepak terdjang orang Tionghoa memperlihatkan, bahwa ia tak mempunjai peradaban : perkenalan jang sepintas lalu dengan rakjat Tiongkok sudah membuktikan. Kesan-kesan orang asing umumnja menjatakan, bahwa orang Tionghoa tak berpendidikan dan sangat biadab. Ketjuali, orang-orang jang telah pernah tinggal di Tiongkok selama 20 atau 30 tahun, atau ahli-ahli filsafat besar seperti Bertrand Russel jang, mempunjai pendirian luas terhadap kehidupan: dan kalao ia datang di Tiongkok dengan sekedjap mata dapat melihat, bahwa peradaban Tiongkok lebih tinggi tingkatnja dari pada peradaban Eropah atau Amerika, serta ia memberikan penghormatan jang sepantasnja kepada orang Tionghoa. Sebab-sebab kesan seburuk ini ialah karena orang Tionghoa hanja sedikit mentjurahkan perhatian terhadap peradaban diri. Kita tak akan membitjarakan penghinaan-penghinaan remeh itu, perkataan dan perbuatan-perbuatan sehari-hari djustru dalam. Ketika orang Tionghoa mulai datang ke Amerika, mereka diperlakukan sebagai sesamanja dan tak diadakan perbedaan antara orang Amerika dan orang Tionghoa. Kemudian tempat-tempat penginapan besar serentak menolak tetamu-tetamu bangsa Tionghoa' serta rumah-rumah makan besarpun tak mengizinkan mereka untuk makan disana. Hal ini disebabkan karena kekurangan peradaban orang-orang Tionghoa. Pernah saja bitjara dengan seorang nachoda bangsa Amerika. Ia mentjeritakan hal seorang menteri Tiongkok jang turut dalam suatu perdjalanan dengan dia dan menteri ini mempunjai kebiasaan untuk meniup hidungnja dan meludah dimana-mana. Sampai-sampai djuga keatas kain kursi jang bersih dan mahal itu. Sangat memalukan bukan! Saja tanjakan kepada nachoda itu, apakah kemudian jang diperbuatnja. Ia mendjawab: „Saja tak dapat berbuat apa² hanjalah mengambil saputangan saja dan membersihkan kursi itu, tetapi hal ini tak menarik perhatiannja.” Kelakuan demikian itu adalah biasa sadja pada orang-orang {{hws|Tiong-|Tiong-hoa}}<noinclude>{{rh|{{smaller|San Min Chu I||8}}}}</noinclude> 5bku179b7t4c5cl8w4ubfoq2aslcxb7 Halaman:San min chu i.pdf/120 104 111960 313235 310836 2026-08-16T13:32:13Z Iripseudocorus 23824 313235 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||115}}</noinclude>{{hwe|mintang|Kuomintang}}, jang sangat menghormati pekerdjaan. Disamping semua ini, bangsa Tionghoa mempunjai gigi jang kuning atau hitam karena tak pernah dibersihkan : suatu tanda tjatjat besar lagi didalam pemeliharaan diri. Kebiasaan² jang buruk ini semuanja dapat dibasmi dengan mudah, ialah dengan djalan mengingat tiap² hari akan peradaban perseorangan. Sajang seakan-akan tak ada seorang Tionghoapun jang mau memperhatikan hal² jang ketjil ini. Sebagai akibatnja, walau sekalipun kita mempunjai kepandaian didalam „membentuk peradaban perseorangan, mengatur djiwa mengemudikan keluarga, memerintah negara dan mendamaikan dunia”, kalau orang² bergaul dengan kita segera mereka menjatakan bahwa kita tak berbudi pekerti dan mereka tak akan sudi mempeladjari filsafat kita dengan sungguh-sungguh. Dengan mengetjualikan seorang ahli filsafat seperti Russel, maka tak ada seorang asing jang dapat mengerti peradaban Tiongkok dengan melihatnja sepintas lalu sadja: hanja mereka jang telah tinggal disini sekurang-kurangnja sepuluh tahun atau lebih, dapat menghargai kebudajaan Tiongkok jang telah berabad-abad umurnja itu. Kalau tiap² orang hendak melakukan usaha jang teratur untuk memperoleh peradaban perseorangan „djanganlah mempertontonkan perangai kita” jang meminta perhatian djuga terhadap soal² jang remeh. Baik jang mengenai kelakuan, maupun kalau kita bertemu dengan orang asing, djanganlah sekali-kali melangkahi kemerdekaan mereka. Dengan sendirinja orang² asing itu akan menghormati orang Tionghoa. Inilah sebabnja saja sekarang membitjarakan „peradaban perseorangan” itu. Kamu sekalian pemuda-pemuda tentu harus mempeladjari kebudajaan modern dari orang² asing, tetapi jang utama dibentuk dirimu sendiri, barulah kamu dapat berbitjara atau membanggakan diri dengan „mengemudikan keluarga dan memerintah negara”. Dinegara manapun djuga pemerintahan madju, hanja di Tiongkok jang mundur. Apa sebab²nja ? Karena kita berada dibawah tekanan politik dan ekonomi bangsa² asing. Ini benar. tetapi kalau kita menjelidiki sebab² jang utama, kita mendjumpai bahwa kemunduran ini disebabkan kegagalan Tiongkok djuga didalam membentuk peradaban perseorangan. Kita seakan-akan lupa bahwa nenek mojang kita. memperhubungkan peradaban perseorangan itu dengan „mengatur<noinclude></noinclude> 65e3bgs1ioxbqbdj8lrhhdj6hr0n8br Halaman:San min chu i.pdf/121 104 111961 313234 310987 2026-08-16T13:29:03Z Iripseudocorus 23824 313234 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||116}}</noinclude>djiwa, membuat tudjuan djudjur, memperluas ilmu pengetahuan dan menjelidiki batin." Sangatlah dalam arti adjaran ini dan alangkah luasnja pula filsafatnja. Inilah jang dinamakan adjaran Tiongkok kuno. Kalau sekarang kita ingin mengemudikan keluarga kita dan memerintah negara kita dan tak mau dibawah pengawasan internasional, harus kita mulai dengan peradaban perseorangan, kita harus menghidupkan kembali adjaran dan filsafat kuno Tiongkok jang luas itu, sesudah itu barulah meniupkan kembali semangat serta memperbaiki kedudukan bangsa Tionghoa. Disamping adjaran kita jang kuno ada pula kekuatan² kuno. Kalau orang² Tionghoa sekarang melihat perkembangan teknik orang asing dan kemadjuan pesat dari ilmu pengetahuan modern mereka tentu mengira bahwa ketjakapan kita tak menandingi ketjakapan mereka. Telah lupakah kita akan keahlian kita pada ribuan tahun jang lalu? Dizaman purbakala orang Tionghoa djauh lebih tinggi peradabannja dari pada orang² asing. Beberapa matjam perkakas jang paling berharga dinegeri Barat sekarang adalah tjiptaan Tiongkok kuno. Lihatlah kepada kompas misalnja jang sangat diperlukan dalam pelajaran dizaman sekarang; kalau diselidiki ternjata bahwa perkakas ini adalah pendapat orang Tionghoa pada beribu-ribu tahun jang lalu. Orang² Tionghoa tak dapat membuat perkakas ini kalau tak.mempunjai suatu ketjakapan, dan karena orang² asing mempergunakan perkakas ini jang tadinja telah dipergunakan oleh orang Tionghoa dalam zaman purbakala, menjatakan bahwa ketjakapan orang Tionghoa itu telah tinggi sekali. Ada perkakas lain jang djuga mengambil tempat penting dalam peradaban, jaitu alat pentjetak. Mesin pertjetakan jang modern dinegeri Barat telah diperbaiki dan diperlengkapi, dapat mengeluarkan berpuluh-puluh ribu surat kabar sedjam, tetapi asalnja mesin pertjetakan itu adalah di Tiongkok. Perhatikan pulalah barang-barang jang terbuat dari tanah liat, jang saban hari dipergunakan manusia diseluruh dunia. Barang-barang inipun pendapatan dan barang istimewa dari Tiongkok: orangg asing berkali-kali mentjoba meniru keahlian membuat barang ini, tetapi hingga sekarang tak ada jang dapat menandingi kehalusan dan ketjantikan buatan barang-barang porselin Tiongkok.<noinclude></noinclude> c06svnryt0d5vnblbt5he2mrheo7o7p Halaman:San min chu i.pdf/198 104 111995 313288 310898 2026-08-16T19:01:11Z Ibrohim tijani 26379 313288 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||193}}</noinclude>kedaulatan rakjat. Kalau persamaan hak ini terbukti baik, kita akan mewudjudkannja; kalau terbukti buruk kita akan mengungkungnja. Hanja dengan djalan demikian, kita dapat mengembangkan demokrasi dan mempergunakan persamaan hak itu untuk madju. Sudah pernah saja katakan, bahwa rakjat diseluruh dunia dapat dipisah-pisah dalam tiga bagian menurut ketjakapan dan kepandaian masing-masing : Mereka jang mengetahui dan insjaf sebelumnja ; Mereka jang mengetahui dan insjaf sesudahnja ; Mereka jang tidak mengetahui dan tak insjaf. Djadi terdapatlah golongan-golongan ahli pikir, golongan perintis dan orang-orang praktis. Kalau ketiga golongan dapat bekerdja bersama-sama dan saling membantu, peradaban manusia akan mengalami kemadjuan ,,seribu mil sehari" . Meskipun Alam mentjiptakan manusia dengan kepandaian dan kesanggupan jang berbeda-beda, tetapi djiwa manusia masih mengharapkan pada suatu saat seluruh umat manusia akan ditjiptakan dalam tingkatan jang sama. Inilah tjita-tjita moral jang tertinggi, hingga umat manusia harus berusaha dengan sungguh-sungguh menudju kearah itu. Tetapi bagaimanakah kita akan memulainja ? Kita harus lebih paham dalam membandingkan dua tjara filsafat penghidupan jang bertentangan si egois jang mementingkan keperluan sendiri dan si altruis, jang mementingkan keperluan orang lain. Siapa jang berusaha untuk kepentingan sendiri, selalu akan melukai hati orang lain, sedangkan ia tak menjesali perbuatannja sama sekali . Ketika filsafat matjam ini berkuasa, orang-orang tjerdik-pandai berusaha sekuat tenaga, merebut hak-hak orang lain, lama-kelamaan membentuk golongan otokrasi dan menťjiptakan perbedaanperbedaan politik ; keadaan dunia seperti ini terdapat sebelum revolusi berdasarkan demokrasi. Siapa jang giat menolong orang lain dengan suka hati akan mengorbankan dirinja sendiri. Filsafat seperti ini mempengaruhi manusia, kalau kaum tjerdik pandai selalu siap sedia mempergunakan seluruh tenaga mereka untuk keselamatan orang lain, jang mengakibatkan timbulnja kebaktian-kebaktian, tjinta terhadap agama, djuga peri kemanusiaan akan tumbuh dengan subur. {{hws|Te|tetapi}} San Min Chu I<noinclude>{{rh|||13}}</noinclude> b4e9xfn9jvoidxtxo3qblta28p3hs2z Halaman:San min chu i.pdf/199 104 111996 313287 310899 2026-08-16T19:00:38Z Ibrohim tijani 26379 313287 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||194}}</noinclude>{{hwe|tapi|tetapi}} kekuatan agama dan peri kemanusiaan sadja taklah akan tjukup untuk mengenjahkan kedjahatan-kedjahatan. Itulah sebabnja kita harus mentjari salah suatu djalan jang berdasarkan keadilan ; mengadakan revolusi sampai memberi hasil, mendjatuhkan otokrasi, mendjundjung demokrasi dan menghilangkan perbedaan-perbedaan. Sesudah itu kita menjusun tiga bentuk jang saja uraikan tadi dan memberikan kedudukan jang sama pada tiap-tiap golongan tadi. Tiap-tiap orang harus bertjita-tjita untuk berbuat djasa dan tidak boleh memperkuda orang lain. Siapa sadja jang mempunjai kepandaian dan kesanggupan, berarti harus melajani beribu-ribu, malahan berpuluh-puluh ribu orang sekuat tenaganja, hingga dengan djalan demikian beribu- ribu, malahan berpuluh-puluh ribu orang akan mengetjap kebahagiaan. Barang siapa jang mempunjai kepandaian dan kesanggupan jang agak kurang sedikit, hendaklah melajani berpuluhpuluh, malahan beratus-ratus orang sekuat tenaganja, hingga dengan djalan demikian berpuluh-puluh, malahan beratus-ratus orang akan turut mengetjap kebahagiaan. Pepatah ,Si pandai djadi budak si bodoh" mendjelaskan dengan njata prinsip ini. Barang siapa jang tak mempunjai kepandaian dan kesanggupan harus pula melajani orang lain serta membahagiakan orang lain, tak lebih dari kekuatan jang ada padanja. Dengan djalan in' , meskipun manusia berbeda-beda kepandaian dan kesanggupannja, tetapi tjita-tjita moral dan semangat berdjasa akan mempengaruhi djiwa manusia, jang memberi akibat umat manusia makin lama makin mendekati persamaan" . Itulah jang dinamakan hakikat persamaan .<noinclude></noinclude> 3qqu3wskgyh736yjko8q10ooa6lyyc4 Halaman:San min chu i.pdf/203 104 111999 313286 310902 2026-08-16T18:59:32Z Ibrohim tijani 26379 313286 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||198}}</noinclude>Politik jang diandjurkan partai Hamilton bertentangan sama sekali dengan pikiran-pikiran Jefferson. Hamilton tak mempertjajai bahwa djiwa manusia senantiasa baik, dan ia jakin bahwa orang-orang djahat akan mempergunakan kekuasaan, politik mereka untuk berbuat djahat pula, seandainja tiap-tiap orang ini diserahkan pertang- gungan djawab dalam pemerintahan. Kalau orang-orang korup berhasil merebut sebagian besar dari kekuasaan negara, mereka akan mempergunakan hak-hak biasa dan hak-hak istimewa negara untuk kepentingan dan partai mereka; mereka tak akan menghiraukan moral, kebenaran dan keadilan atau peraturan-peraturan; hal ini akan mengakibatkan : pertama,,,negara jang diperintah oleh 3 orang " - kekuasaan dan keinginan untuk mentjapai persatuan terpetjah-belah ; kedua, pemerintahan rakjat murba jang berarti kemerdekaan dan persamaan jang berlebih-lebih dan anarchi. Tjorak demokrasi demikian tak akan menguntungkan negara, hanja akan menimbulkan kekatjauan belaka. Berdasarkan hal-hal ini, Hamilton mengandjurkan supaja kekuasaan politik negara djangan diserahkan seluruhnja kepada rakjat, tetapi harus dipusatkan kedalam badan pemerintahan, kedalam kekuasaan sentral ; rakjat biasa akan memperoleh kekuasaan politik jang terbatas. Sebab, kalau tak dibatasi dan dipergunakan untuk melakukar kedjahatan, maka akibatnja akan lebih menjusahkan bangsa dari pada akibat perbuatan-perbuatan buruk jang dilakukan seorang radja. Seorang radja jang tak djudjur masih akan berhadapan dengan rakjat jang dapat mengawasi dan menghalanginja melakukan perbuatan buruk, tetapi rakjat jang mendapat kekuasaan jang tak terbatas dalam tangan mereka sendiri tak akan berhadapan dengan siapapun djuga jang akan dapat mengawasi dan menahan mereka. Sebab itu Hamilton mengatakan : Kalau otokrasi ternjata harus dibatasi, demokrasipun harus dibatasi pula dan ia mendirikan partai federalis jang membela sentralissasi dan menolak kekuasaan kedaulatan jang terpentjar. Sebelum peperangan Kemerdekaan, ketiga belas buah negara djadjahan dikuasai oleh Inggeris dan tak sanggup bersatu. Kemudian, setelah mereka tak dapat menahan lebih lama lagi kekedjaman pemerintahan Inggeris, mereka memberontak dan dari tudjuan bersama-sama terlahirlah semangat jang sama. Tetapi sesudah perang berachir, bekas djadjahan-djadjahan tersebut saling {{hws|berse|berselisih}}<noinclude></noinclude> 6t4owz62vlwlfvcnwzkx8bwdblfvk1y Halaman:San min chu i.pdf/204 104 112000 313284 310903 2026-08-16T18:58:43Z Ibrohim tijani 26379 313284 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||199}}</noinclude>{{hws|lisih|berselisih}} dan tak dapat mentjapai suatu persetudjuan. Diwaktu revolusi berkobar, penduduk djadjahan-djadjahan berdjumlah kurang dari 3 djuta orang, diantara mereka 2 djuta orang jang melawan Inggeris. Sisanja jang sedjuta masih tetap bersikap lojal terhadap radja Inggeris; djadi sepertiga dari rakjat negara disebut kaum „lojalis". Hanja dua pertiga dari rakjat masuk golongan orang revolusioner ; kekatjauan-kekatjauan jang ditimbulkan orang-orang „ lojalis' menjebabkan peperangan berdjalan 8 tahun lamanja sebelum kemenangan achir tertjapai. Sesudah Inggeris dikalahkan, orang-orang ,,lojalis " tak punja tempat untuk berlindung lalu melarikan diri kesebelah Utara, menjeberang sungai St. Lawrence dan membantu mendirikan djadjahan Kanada jang termasuk daerah Inggeris jang bersikap lojal terhadap induk keradjaan. Sesudah ke 13 negara dapat menjempurnakan kemerdekaan jang mereka rebut, mereka tak diganggu lagi oleh musuh-musuh dalam negara. Tetapi tempat tinggal rakjat jang 3 djuta itu terpentjarpentjar, hingga sebuah negara mempunjai penduduk tak lebih dari dua ratus ribu orang, disamping itu negara-negara senantiasa berselisih. Karena mereka tak mau bersatu, kekuasaan bangsa mendjadi lemah ; dengan mudah dapat dikuasai oleh kekuasaan Eropah lain. Nasib hari kemudian negara-negara ini penuh bahaja. Pemimpin mereka jang berpemandangan luas, insjaf bahwa mereka harus memperkuat kekuatan nasional, hendak mentjegah bahaja-bahaja jang akan datang itu dan menjelamatkan negara untuk selamalamanja. Sebab itu mereka menghantjurkan persatuan diantara negara-negara itu dan membentuk sebuah negara jang besar. Beberapa orang membela kedaulatan rakjat jang sempurna sedangkan beberapa orang jang lain membela kedaulatan nasional jang sempurna untuk alat mentjapai persatuan. Partai Jefferson mengandjurkan memperkuat kekuasaan jang terbagi-bagi disetiap negara, sedangkan partai Hamilton mergandjurkan pemusatan kekuasaan dan pembatasan kekuasaan rakjat. Mereka mengingini supaja negara-negara semuanja menjerahkan hakhak dan kekuasaan-kekuasaan mereka kepada sebuah pemerintah pusat dan karena itu mereka ini dinamakan orang-orang federalis. Perselisihan diantara kedua partai jang bertentangan ini, baik pertentangan jang berupa lisan maupun jang berupa tulisan memakan waktu jang lama dan mendjadi-djadi. Pada achirnja kaum federalis<noinclude></noinclude> 44s6xby917ikj9i3mgrrkeitslzlwld 313285 313284 2026-08-16T18:59:02Z Ibrohim tijani 26379 313285 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||199}}</noinclude>{{hwe|lisih|berselisih}} dan tak dapat mentjapai suatu persetudjuan. Diwaktu revolusi berkobar, penduduk djadjahan-djadjahan berdjumlah kurang dari 3 djuta orang, diantara mereka 2 djuta orang jang melawan Inggeris. Sisanja jang sedjuta masih tetap bersikap lojal terhadap radja Inggeris; djadi sepertiga dari rakjat negara disebut kaum „lojalis". Hanja dua pertiga dari rakjat masuk golongan orang revolusioner ; kekatjauan-kekatjauan jang ditimbulkan orang-orang „ lojalis' menjebabkan peperangan berdjalan 8 tahun lamanja sebelum kemenangan achir tertjapai. Sesudah Inggeris dikalahkan, orang-orang ,,lojalis " tak punja tempat untuk berlindung lalu melarikan diri kesebelah Utara, menjeberang sungai St. Lawrence dan membantu mendirikan djadjahan Kanada jang termasuk daerah Inggeris jang bersikap lojal terhadap induk keradjaan. Sesudah ke 13 negara dapat menjempurnakan kemerdekaan jang mereka rebut, mereka tak diganggu lagi oleh musuh-musuh dalam negara. Tetapi tempat tinggal rakjat jang 3 djuta itu terpentjarpentjar, hingga sebuah negara mempunjai penduduk tak lebih dari dua ratus ribu orang, disamping itu negara-negara senantiasa berselisih. Karena mereka tak mau bersatu, kekuasaan bangsa mendjadi lemah ; dengan mudah dapat dikuasai oleh kekuasaan Eropah lain. Nasib hari kemudian negara-negara ini penuh bahaja. Pemimpin mereka jang berpemandangan luas, insjaf bahwa mereka harus memperkuat kekuatan nasional, hendak mentjegah bahaja-bahaja jang akan datang itu dan menjelamatkan negara untuk selamalamanja. Sebab itu mereka menghantjurkan persatuan diantara negara-negara itu dan membentuk sebuah negara jang besar. Beberapa orang membela kedaulatan rakjat jang sempurna sedangkan beberapa orang jang lain membela kedaulatan nasional jang sempurna untuk alat mentjapai persatuan. Partai Jefferson mengandjurkan memperkuat kekuasaan jang terbagi-bagi disetiap negara, sedangkan partai Hamilton mergandjurkan pemusatan kekuasaan dan pembatasan kekuasaan rakjat. Mereka mengingini supaja negara-negara semuanja menjerahkan hakhak dan kekuasaan-kekuasaan mereka kepada sebuah pemerintah pusat dan karena itu mereka ini dinamakan orang-orang federalis. Perselisihan diantara kedua partai jang bertentangan ini, baik pertentangan jang berupa lisan maupun jang berupa tulisan memakan waktu jang lama dan mendjadi-djadi. Pada achirnja kaum federalis<noinclude></noinclude> pbnkqfnoq2eqg4958tk28gcvv7n68m6 Halaman:San min chu i.pdf/206 104 112002 313283 310906 2026-08-16T18:57:37Z Ibrohim tijani 26379 313283 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||201}}</noinclude>makmur, mereka ingin menanamkan tjara pemerintahan ini di Tiongkok. Kemadjuan pesat dari sistim federal Amerika Serikat terutama disebabkan oleh karena tiap-tiap negara sudah mempunjai pemerintah dan undang-undang dasar sendiri . Kalau kita benar-benar hendak meniru tjara Amerika Serikat dan membentuk suatu kesatuan federal untuk propinsi-propinsi Tiongkok, maka tiap-tiap propinsi harus pula membuat suatu undangundang dasarnja sendiri dan memperkokoh pemerintahnja sendiri pula ; barulah kita dapat menjatukan mereka dan membuat suatu undang-undang dasar nasional diatasnja. Pendek kata kita harus memetjah belahkan lagi Tiongkok jang bersatu itu, dalam 20 kesatuan merdeka supaja ada persamaannja dengan selusin atau lebih negara-negara Amerika jang merdeka seabad jang lalu, kemudian berusaha menjatukan kembali negara-negara iri. Pemandanganpemandangan dan pikiran sematjam itu dapat mengatjau balaukan kita, kalau kita lihat sepintas lalu sadja. Kita bukan seekor burung tiung, jang mengulangi perkataan-perkataan orang lain dengan tak memikirkannja terlebih dahulu. Amerika Serikat dengan sistim federalnja mendjadi negara terkuat dan makmur diseluruh dunia ini ; penjokong-penjokong pikiran sistim federal ini, menjatakan bahwa Tiongkok harus meniru sistim ini, supaja negara Tiongkok djuga mendjadi suatu negara jang kuat dan makmur. Ketika bangsa-bangsa Barat memperdjuangkan demokrasi, mereka tak memperbintjangkan demokrasi, tetapi hanja kemerdekaan dan persamaan hak ; itu pulalah sebabnja kita harus memakai sembojansembojan Barat dan berteriak-teriak bahwa kita berperang guna mentjapai kemerdekaan dan persamaan hak ! Hal-hal demikian adalah pikiran-pikiran jang pitjik dan bersendikan asal meniru sadja. Mereka jang mengandjurkan bentuk pemerintahan sendiri dalam propinsi-propinsi Tiongkok mengatakan dengan tak menimbang lebih dahulu, bahwa negara-negara ketjil jang mempunjai pemerintahan sendiri adalah dasar tempat Amerika berdiri ; oleh karena daerah Tiongkok terbagi dalam propinsi-propinsi, propinsilah jang harus didjadikan kuat, makmur dan berpemerintahan sediri. Mereka ini tak mengetahui sama sekali tentang keadaan-keadaan jang timbul ketika kemerdekaan Amerika telah diakui. Ketika negara itu melepaskan dirinja dari Inggeris, apakah sebabnja mereka {{hws|me|mengemukakan}}<noinclude></noinclude> bri9d6qpwg87huvzbp1bkoqi24feu47 Halaman:San min chu i.pdf/207 104 112003 313282 310907 2026-08-16T18:57:10Z Ibrohim tijani 26379 313282 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||202}}</noinclude>{{hwe|ngemukakan|mengemukakan}} persatuan ? Karena ketiga belas negara itu terpisahpisah ; mereka tak berada dibawah satu pengawasan ; itulah sebabnja mereka harus disatukan supaja terbentuk sebuah bangsa teratur. Tetapi bagaimanakah keadaannja negeri Tiongkok ? Daerah Tiongkok asli terdiri dari 18 propinsi, tambah lagi 3 propinsi di Manchuria, dan propinsi Singkiang, maka mendjadi 22 propinsi. Disamping itu masih ada Jehol, Suiyüan, Kokonor dar daerah-daerah istimewa lain, tambah lagi Mongolia, Tibet dan daerah-daerah penaklukan selama 260 tahun dibawah pemerintahan dinasti Man- chu ; daerah-daerah tersebut ini semuanja tunduk kepada pemerintahan pusat. Selama dinasti Ming, propinsi-propinsi bersatu pula ; selama dinasti Yüan, tak hanja daerah Tiongkok sadja jang disatukan, tetapi Eropah dan Asia hampir seluruhnja tunduk kepada pemerintahan pusat ini. Kalau kita menilik kembali kedinasti Sung, kita akan menemukan, bahwa propinsi-propinsi terikat erat dalam satu persatuan jang kokoh ; sesudah sungai Yangtze diseberangi, propinsi-propinsi Selatan djuga mendjadi negara kesatuan. Malahan selama dinasti Tang dan Han, djadi pada zaman dahulu kala, propinsi-propinsi Tiongkok semuanja bersatu dibawah satu pemerintahan. Dari keterangan-keterangan ini dapat kita saksikan, bahwa propinsi pada zaman dahulu sudah bersatu, tidak terpisah- pisah, hingga menjatakan bahwa Tiongkok sanggup diletakkan dibawah satu pemerintahan. Lagi pula waktu Tiongkok bersatu, rakjat mengalami pemerintahan jang teratur ; waktu Tiongkok bertjerai-berai, rakjat mengalami zaman kekatjauan. Kekuatan dan kemakmuran rakjat Amerika Serikat bukanlah disebabkan karena 13 negara itu mempunjai pemerintahan sendiri, tetapi terutama karena kemadjuan pemerintahan pusat, sesudah negara-negara itu dapat dipersatukan. Karena Tiongkok jang telah bersatu sedjak dahulu itu, kita tak akan membaginja lagi dalam propinsi-propinsi jang terpisah-pisah. Keinginan bersatu di Tiongkok pada sekarang hanjalah suatu tanda kekatjauan sementara, akibat perebutan-perebutan daerah oleh kaum militer. Keadaan sematjam ini harus kita lenjapkan untuk selama- lamanja. Sekali-kali kita tak boleh membiarkan prinsip federasi jang mengatjaukan itu dipakai sebagai alat untuk kaum militer guna menguasai suatu daerah. Kalau kaum militer dibiarkan sadja hen- dak membagi-bagi Tiongkok dalam daerah-daerah, Tiongkok tak<noinclude></noinclude> n8c57afol6lx1i235pnlvchxtun7g49 Halaman:San min chu i.pdf/211 104 112007 313280 310912 2026-08-16T18:55:14Z Ibrohim tijani 26379 313280 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||206}}</noinclude>melakukan pekerdjaan orang lelaki, tak mempunjai alasan lagi serta tak berani menghina pergerakan wanita itu lagi. Pengandjur-pengandjur hak memilih untuk kaum wanita kemudian memperoleh ke- menangan jang gilang gemilang; achirnja sesudah peperangan soal ini dapat dibereskan. Dari hal ini dapat kita lihat bahwa tudjuan revolusi-revolusi Barat semata-mata demokrasi. Perang kemerdekaan di Amerika ialah perang untuk mentjapai demokrasi; tetapi sesudah perang kawan-kawan seperdjuangan terbagi dalam dua golongan - satu golongan mengandjurkan demokrasi sesempurna-sempurnanja; golongan lain mengandjurkan pembatasan kekuasaan-kekuasaan rakjat, tetapi kekuasaan-kekuasaan jang besar diserahkan kepada negara. Peristiwa-peristiwa sesudahnja banjak membuktikan, bahwa rakjat djelata tak mempu- njai kepandaian tjukup serta kekuatan untuk mendjalankan kedaulatan rakjat sepenuh-penuhnja. Jefferson dan penganutpenganutnja mentjoba memperoleh hak lebih banjak untuk rakjat, tetapi gagal. Hal tersebut memperlihatkan bahwa rakjat djelata tak mengetahui bagaimana mereka harus mempergunakan kedaulatannja itu. Itulah sebabnja revolusi-revolusi Barat dalam dua atau tiga abad ini diperdjuangkan dibawah pandji-pandji demokrasi ; hasil jang njata hanjalah penglaksanaan hak memilih bagi kaum lelaki dan wanita. Revolusi Perantjis djuga bertudjuan untuk memperoleh demokrasi. Ahli-ahli pikir jang tjondong kepada demokrasi seperti Rousseau mengatakan bahwa seluruh umat manusia mempunjai hak-hak azasi jang tak dapat direbut oleh radja-radja atau putera-putera radja; teori sematjam inilah jang menjalakan api revolusi. Ketika demokrasi mulai dipraktekkan sesudah revolusi, kaum bangsawan dan sanak keluarga radja tak tahan tinggal di Perantjis lagi, kemudian melarikan diri kenegeri-negeri lain. Rakjat Perantjis pada ketika itu sedang mengalami pertjobaan pertama dalam mendjalankan demokrasi jang sempurna; tak ada seorangpun dalam negara jang berani mengatakan bahwa rakjat tak mempunjai kepandaian dan kekuatan; kalau ada jang berani dengan segera ia didakwa mendjadi seorang kontra-revolusioner dan terus dibawa keguillotine. Akibat perlakuan sematjam ini menimbulkan suatu pemerintahan jang lalim. Anasir-anasir anarchi meradjalela, masjarakat {{hws|katjau|katjaubalau}}<noinclude></noinclude> c5tdcqjyjd5qahfoa7buv6lfibkblkf Halaman:San min chu i.pdf/212 104 112008 313281 310913 2026-08-16T18:55:40Z Ibrohim tijani 26379 313281 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||207}}</noinclude>{{hwe|balau|katjaubalau}}, tak ada seorangpun jang mengetahui apakah ia pada esok hari akan masih hidup. Seorang anggauta tetap partai revolusionerpun mungkin didjatuhkan hukuman mati karena sesuatu perkataan jang terlompat melukai hati rakjat. Dalam pertjobaan mendjalankan demokrasi jang sempurna ini banjak putera-putera radja kaum bangsawan terbunuh, tetapi tak sedikit pula orang- orang revolusioner jang terkemuka dan masjhur, seperti Danton didjatuhkan hukuman mati oleh anasir-anasir djahat dikalangan rakjat, tjuma oleh karena beberapa perkataan jang diutjapkannja sadja. Lama kelamaan, ketika rakjat Perantjis mulai insjaf bahwa keadaan masjarakat terlalu katjau, banjaknja orang-orang jang pernah ternama sebagai pengandjur-pengandjur demokrasi merasa putus asa, lalu berbalik menentang pemerintah demokrasi dan menjokong Napoleon dalam usahanja mendjadi kaisar. Sekarang demokrasi menemui rintangan besar. Rintangan ini bukanlah berasal dari otokrasi : pergerakan demokrasi sudah berurat berakar didunia, sebab sebagai jang telah saja katakan dahulu, kita telah berada dalam zaman demokrasi. Sudah sepatutnja pula demokrasi harus madju terus. Tetapi apakah sebabnja, setelah demokrasi mendjatuhkan otokrasi, otokrasi mendapat rintangan kemadjuan sematjam itu ? Apakah sebab hal-hal sematjam itu dapat timbul ? Apakah sebabnja halangan-halangan ini muntjul ? Salah suatu sebab-sebabnja ialah akibat sikap penganut-penganut demokrasi jang kolot, jang mengandjurkan pembatasan jang njata dari kedaulatan rakjat, serta pemusatan kekuatan negara; sedangkan mereka mentjela keras berdjangkitnja demokrasi jang sempurna. Tetapi golongan ini tak banjak djumlahnja dan tak begitu keras menahan kemadjuan demokrasi. Penghalang jang terbesar ialah orangorang jang pertjaja akan demokrasi jang mutlak. Ketika revolusi Perantjis berkobar-kobar, rakjat memegang kekuasaan sepenuh-penuhnja. Rakjat pada ketika itu tak ingin lagi akan pemimpin-pemimpin serta banjak orang-orang tjakap dan pandai •dihukum mati. Golongan penganut-penganut kekerasan jang masih hidup tak mempunjai pemimpin-pemimpinnja lagi jang dapat menundjukkan djalan, sehingga mereka dengan mudah dapat didjadikan alat oleh orang-orang lain. Karena kehilangan ,,telinga dan mata jang baik", rakjat Perantjis tak sanggup lagi memperbedakan siapa jang benar dan siapa jang tjurang dalam tiap-tiap<noinclude></noinclude> 8wj6ixgd8w7a840qa9ntvczhkqco314 Halaman:San min chu i.pdf/216 104 112012 313278 310919 2026-08-16T18:52:08Z Ibrohim tijani 26379 313278 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||211}}</noinclude>Teuton, kaisar Ustria pada waktu itu djuga sedang berusaha mentjapai kekuasaan tertinggi di Eropah, hingga ia tak menginginkan negara Djerman jang bersatu, jang mungkin lebih kuat dari pada Ustria. Tetapi tak ada seorang jang lebih tjerdik dari pada Bismarck ; ia merentjanakan kekuatan Djerman; dan dalam tahun 1866 ia memak- lumkan perang kepada Ustria. Ustria dengan sekedjap mata dapat dikalahkan. Sesudah kemenangan tertjapai, dengan mudah dapatlah Djerman menghapuskan negara Ustria dari peta dunia ; Bismarck jakin, meskipun pemerintah Ustria menentang, rakjat Ustria dan Djerman dikemudian hari tak akan banjak membawa kesusahan, sebab kedua bangsa ini sedarah dan seasal. Bismarck mempunjai pandangan luas dalam segala hal dan ia mengetahui bahwa Inggeris dan Perantjislah kelak jang akan sangat menjusahkan Djerman. Itulah sebabnja maka Bismarck segera menaklukkan Ustria, serta memadjukan fasal-fasal perdamaian jang lunak, sedangkan Ustria jang masih segar bugar merasa berterima kasih atas kekalahannja jang hampir tak mentjoreng muka itu. Enam tahun sesudah itu, Djerman memaklumkan perang kepada Perantjis ( 1870) , menaklukkan Napoleon III dan menduduki Paris. Dalam perundingan perdamaian Perantjis diharuskan menjerahkan Elzas Lotharingen kepada Djerman. Sebagai hasil dari kedua perang tersebut, duapuluh negara atau lebih dapat dipersatukan dengan erat. Sedjak penglaksanaan Negara Djerman Serikat sampai timbulnja perang Eropah, Djerman adalah negara jang terkuat didunia. Ia mendjadi pemimpin Eropah dan negara-negara lain di Eropah mentjontoh tjara pemerintahannja. Djerman mentjapai kedudukan tinggi, semata-mata karena usaha Bismarck. Selama dua puluh tahun ia memimpin pemerintah, Bismarck berhasil merubah Djerman jang lemah itu mendjadi suatu negara jang kuat. Sesudah tudjuan ini tertjapai, meskipun demokrasi berkembang dengan suburnja di Djerman, demokrasi masih tak mempunjai tenaga jang tjukup untuk menentang pemeTintah. Selama Bismarck memegang tampuk pemerintahan, ia tak hanja mempengaruhi dunia dalam politik militer dan segala langkah diplomasi sadja, tetapi djuga ia memperlihatkan kepandaian jang menakdjubkan dalam mentjari persetudjuan dengan gerakan demokrasi, serta memperoleh kemenangan-kemenangan atas {{hws|rak|rakjatnja}}<noinclude></noinclude> 44mr8crczrqz28pyd81a715fwp0ni21 Halaman:San min chu i.pdf/217 104 112013 313279 310920 2026-08-16T18:52:31Z Ibrohim tijani 26379 313279 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||212}}</noinclude>{{hwe|jatnja|rakjatnja}} sendiri. Pada penghabisan abad ke-19, sesudah perang Perantjis-Djerman ( Prusia) , perang dalam lapangan ekonomi dan perang guna demokrasi mulai meletus dimana-mana. Hasrat jang bernjala-njala untuk pentjiptaan demokrasi makin mendingin, tetapi suatu aliran lain terlahir Sosialisme. Sosialisme mengandung arti jang sama dengan Prinsip Penghidupan Rakjat, seperti jang telah pernah saja andjurkan. Ketika rakjat telah berkenalan dengan demokrasi, sedangkan teori sosialisme mulai menduduki tempatnja, pikiran demokrasi mulai kendor. Tetapi sekarang berdjangkit pula perang ekonomi. Perang ekonomi ini adalah akibat perselisihan antara para pekerdja dan golongan kaja. Organisasi-organisasi pekerdja jang pertama-tama didirikan di Djerman ; demikian pula sosialisme mula-mula berkembang dalam negara ini. Ahli-ahli pikir sosialis jang terbesar didunia semuanja terdiri dari orang-orang Djerman. Tuan-tuan semuanja tentu me- ngenal orang sosialis jang besar jaitu Karl Marx jang berasal dan berdarah Djerman. Partai revolusioner Rusia jang berpengalaman , jang mentjoba mempraktekkan sosialisme Marx ini semuanja terdiri dari pengikut-pengikut Marx sendiri. Pada waktu itu sosialisme Djerman telah mempunjai lapangan dan pengaruh jang luas sekali. Sosialisme pada hakekatnja sangat rapat hubungannja dengan demokrasi dan kedua-duanja ini sebetulnja harus berkembang dalam saat dan waktu jang bersamaan. Tetapi apakah sebabnja pikiranpikiran demokrasi di Eropah mengakibatkan revolusi-revolusi untuk mentjapai demokrasi, sedangkan tersebarnja teori-teori sosialisme tak berhasil melahirkan revolusi-revolusi ekonomi ? Sebabnja ialah karena lahirnja sosialisme di Djerman dalam waktu jang bertepatan dengan pemerintahan Bismarck. Orang-orang lain sudah tentu akan mempergunakan kekuatan sendjata untuk menghantjurkan sosialisme, tetapi Bismarck lebih suka memakai tjara-tjara jang lain. Ia mengetahui bahwa rakjat Djerman sudah insjaf, dan mengetahui pula bahwa organisasi-organisasi buruh berdiri kokoh ; kalau ia mentjoba menindas sosialisme dengan kekuatan sendjata, tentu ia tak akan berhasil. Bismarck selalu lebih menjukai penga. wasan jang sempurna dari pada suatu kekuasaan pusat. Tjara-tjara apakah jang harus dipergunakan untuk mentjapai persetudjuan dengan orang-orang sosialis ? Partai sosialis senantiasa mengandjurkan perubahan-perubahan sosial dan revolusi ekonomi.<noinclude></noinclude> 6e35bg50zl3s12ifzeukwshbgvnot6d Halaman:San min chu i.pdf/218 104 112014 313276 310921 2026-08-16T18:50:33Z Ibrohim tijani 26379 313276 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||213}}</noinclude>Bismarck mengetahui bahwa orang-orang sosialis tak akan dapat ditindas dengan suatu kekuatan politik, sebab itu ia mewudjudkan sematjam sosialisme negara sebagai siasat elakannja terhadap rentjana dari orang-orang sosialis Marx. Djalan-djalan kereta api misalnja termasuk alat perhubungan jang sangat penting dan suatu industri jang sangat berarti dalam tiap-tiap negara, perlu untuk mengembangkan segala matjam industri-industri jang lain. Sebelum djalan kereta api Tientsin Pukow dibuat, Chihli, Shantung dan Kiangsu sebelah Utara termasuk daerah-daerah jang sangat miskin dalam negara; sesudah djalan kereta api selesai, daerahdaerah disekitarnja mendjadi makmur. Sebelum djalan kereta api Hankow diselesaikan, Chihli, Hupeh, dan Honan adalah Peking daerah-daerah jang tandus, tetapi sesudah djalan kereta api selesai pengangkutan dari propinsi kepropinsi dipermudah ; segala daerah jang dilaluinja mendjadi sangat makmur. Pada waktu Bismarck memegang pimpinan pemerintah Djerman , djalan-djalan kereta api di Inggeris dan Perantjis kebanjakan jang mempunjainja hanja seorang sadja. Karena kapital-kapital industri dibelandjai oleh orang-orang kaja sadja, segala industri negara dimiliki oleh golongan kaja, serta dimonopoli. Banjak keburukan-keburukan jang timbul karena adanja perbedaan kekajaan ini. Bismarck tak mengingini keadaan demikian di D'jerman, itulah sebabnja ia mempraktekkan suatu paham sosialisme negara; ia menetapkan supaja djalan-djalan kereta api diseluruh negara harus dikuasai dan diawasi pemerintah, termasuk djuga industriindustri lain jang penting-penting; ia menentukan lama waktu bekerdja dalam setiap hari dan mengusahakan tundjangan-tundjangan untuk orang tua dan djaminan ketjelakaan bagi kaum buruh. Peraturan-peraturan ini termasuk dalam rantjangan-ran- tjangan jang hendak diselenggarakan partai sosialis. Bismarck mempunjai pandangan luas dalam mengambil inisiatip, serta mempergunakan kekuasaan negara untuk mentjapainja. Tambahan pula ia memakai keuntungan-keuntungan bank, djalan kereta api jang dikuasai pemerintah dan perusahaan-perusahaan lain guna melindungi kaum buruh; itulah sebabnja kaum buruh merasa sangat puas dengan pemerintahannja. Sebelum hal-hal tersebut terdjadi, beribu-ribu malahan beratus-ratus ribu kaum pekerdja meninggal- kan Djerman dalam setiap tahun dan pergi merantau kenegeri-{{hws|nege|negeri}}<noinclude></noinclude> 2m63s03ghdzfmrp7lyrg5rejgf0ph6a Halaman:San min chu i.pdf/219 104 112015 313277 310922 2026-08-16T18:51:05Z Ibrohim tijani 26379 313277 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||214}}</noinclude>hwe|ri|negeri}} lain; tetapi sesudah politik ekonomi dari Bismarck diwudjudkan, tak hanja pekerdja-pekerdja Djerman sadja jang tak mau pergi lagi, tetapi banjak djuga orang-orang dari negeri-negeri lain datang untuk bekerdja di Djerman. Bismarck menerima sosialisme dengan tak mengadakan perlawanan jang njata terhadapnja, tetapi mendahului berlangsungnja pikiran-pikiran ini serta mempersiapkan persediaan-persediaan guna memperaktekkannja; djadi tak dipaksakan Bismarck mewudjudkan keinginan tjita-tjita rakjat. Karena tak sesuatu hal lagi jang akan diperdjuangkan rakjat, sudah tentu revolusi-revolusi tak timbul. Tjara sematjam ini adalah tjara jang tjerdik digunakan Bismarck untuk menentang demokrasi. Kalau seluruh sedjarah kemadjuan demokrasi kita tindjau, kita akan milihat bahwa kemunduran terutama timbul sesudah revolusi Amerika, ketika para penjokong demokrasi terpetjah dalam dua golongan. Golongan jang dipimpin Jefferson mengandjurkan demokrasi sepenuh-penuhnja, sedangkan golongan Hamilton pemusatan kekuasaan dalam pemerintahan; politik pemusatan di Amerika mendapat kemenangan. Kemunduran kedua terdjadi selama revolusi Perantjis, ketika rakjat memperoleh kedaulatan sepenuh- penuhnja, sedangkan pemakaiannja salah, hingga berubah mendjadi pemerintahan bobrok. Kemunduran ketiga terdjadi ketika Bismarck menahan kekuasaan rakjat dengan rantjangannja jang pintar itu. Pikiran demokrasi di Barat sudah melalui ketiga pergolakan zaman ini dan menderita kemundurannja; tetapi pertentangan dengan segala pengharapan, demokrasi kemudian tetap madju terus, sedangkan tak ada kekuatan manusia jang dapat menghalanginja atau mempertjepatnja. Pada waktu sekarang ini demokrasi mendjadi soal jang besar didunia dan dikalangan ahli-ahli pikir seluruh dunia; maupun jang bersikap kuno atau jang bersikap progresif, semuanja insjaf bahwa pikiran demokrasi tak mungkin ditindas. Tetapi selama demokrasi berkembang, pemakaian jang salah tak dapat dihindarkan, seperti pernah terdjadi dalam kemerdekaan dan persamaan hak jang tak terbatas. Kita tindjau sekali lagi : Perdjuangan-perdjuangan di Eropah dan di Amerika bertudjuan mentjapai kemerdekaan dan persamaan hak jang melahirkan aliran demokrasi : sesudah demokrasi berpengaruh, demokrasi ini banjak dipakai tidak pada tempatnja. Sebelum bibit<noinclude></noinclude> ruvxow48hybol2vr0w35f9gnhwqi3qs Halaman:San min chu i.pdf/222 104 112018 313275 310925 2026-08-16T18:49:10Z Ibrohim tijani 26379 313275 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||217}}</noinclude>Sebelum sistim pemerintahan perwakilan ini diwudjudkan, rakjat Eropah dan Amerika berperang mentjapai demokrasi dan beranganangan sistim jang bentuknja sematjam perwakilan rakjat ; wudjud kedaulatan rakjat. Pikiran sematjam ini tepat serupa dengan pikiran partai revolusioner Tiongkok ; asal sadja kedudukan Djepang atau negara-negara Barat telah kita tjapai, sudah tjukuplah buat sementara waktu. Tetapi kalau Tuan-tuan pertjaja betul bahwa tertjapainja kedudukan seperti Djepang dan negara-negara Barat itu, sudah mendekati batas kesempurnaan, dengarkanlah keterangan saja jang berikut. Orang-orang Eropah dan Amerika pernah mengira bahwa mereka akan merasa puas sepenuh-penuhnja, kalau mereka dapat mentjapai pemerintahan perwakilan sadja. Sesudah revolusi kita tertjapai, bukanlah dalam tahun 1911 kita mendirikan pemerintahan perwakilan ? Hasil-hasil demokrasi matjam manakah jang benarbenar hendak ditjapai rakjat ? Tuan-tuan sekalian mengetahui, bahwa wakil-wakil kita semuanja tak djadi ,babi" sadja ; kalau ada wang masuk, mereka mau mendjual diri mereka sendiri ; hasil dibagi dan mentjari keuntungan lagi. Mereka ini dipandang sangat rendah oleh rakjat seluruhnja. Tak adalah sebuah negarapun jang mempergunakan sistim pemerintahan perwakilan dapat mentjegah beberapa kesalahan ini dalam pemakaiannja, tetapi di Tiongkok pemerintahan perwakilan mengakibatkan kedjahatan jang tak dapat dibiarkan begitu sadja. Kalau seluruh rakjat tak menghiraukan pemerintahan perwakilannja dan tak mentjoba memperbaikinja, tetapi menjerahkan mentah-mentah sadja soal negara dalam tangan wakil-wakil ,,babi ' dan membiarkan mereka itu berbuat kedjahatan sekehendaknja, sudah tentu negara akan mengalami bahaja besar dikemudian hari. Sebab itu anggapan-anggapan orang asing jang mengatakan bahwa pemerintahan perwakilan akan mendatangkan keamanan dan ketenteraman, tak dapat begitu sadja kita pertjajai. Segera sesudah demokrasi lahir, demokrasi menghadapi kesukaran jang banjak sekali ; dalam prakteknja ia menemui penghinaan jang bukan-bukan, tetapi ia tetap madju dengan teratur. Adapun hasil jang diperoleh demokrasi baru pemerintahan prwakilan sadja; sedang hal inipun telah sampai kebatasnja menurut pandangan beberapa negara-negara. Baru-baru ini Rusia mengembangkan {{hws|pe|pemerintahan}}<noinclude></noinclude> 16jcaoxeqxhb0klsbkrwukebx80yzj7 Halaman:San min chu i.pdf/223 104 112019 313273 310926 2026-08-16T18:47:32Z Ibrohim tijani 26379 313273 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||218}}</noinclude>{{whe|merintahan|pemerintahan}} jang baru tjoraknja, bukan suatu pemerintahan perwakilan, tetapi suatu bentuk pemerintahan rakjat jang sepenuh-penuhnja. Dalam waktu jang singkat ini kita dapat melihat baik buruknja pemerintahan serupa ini, akan tetapi saja insjaf, bahwa suatu pemerintahan rakjat jang sempurna lebih banjak memberi hasil dari pada pemerintahan perwakilan. Bentuk demokrasi jang diandjurkan dalam ,Tiga Prinsip Rakjat" jang hendak dipraktekkan partai Kuomintang guna pembangunan Tiongkok kembali, sangat berbeda dari tjara bentuk demokrasi Barat. Kalau sedjarah negara-negara Barat kita pergunakan sebagai bahan penjelidikan kita, sudah tentu kita tak ingin meniru bangsa-bangsa Barat begitu sadja atau menuruti djedjak mereka dalam melakukannja. Kita akan mempergunakan ,Tiga Prinsip Rakjat" sebagai dasar merubah Tiongkok djadi negara jang berpemerintahan kedaulatan rakjat jang sempurna, mendahului Eropah dan Amerika. Untuk dapat memahami tudjuan ini seteliti-telitinja, terutama kita harus mempeladjari demokrasi sampai keurat-akarnja. supaja kita dapat mempraktekkannja sebaik-baiknja. Tudjuan terpenting dari uraian saja ini ialah, memperlihatkan kepada Tuan-tuan, bahwa negara-negara Barat mengikuti aliran Demokrasi, supaja madju dalam lapangan politik ; selama satu abad ini hanja berhasil mentjapai beberapa matjam pemerintahan perwakilan sadja. Sistim-sistim pemerintahan perwakilan jang bermatjam-matjam itu tjoraknja, dibawa ke Tiongkok, jang mengakibat- kan terdjadinja keburukan dalam negeri dan kesulitan-kesulitan, karena demokrasi itu dipraktekkannja semberono sadja. Sebab itu demokrasi bagi kita masih djadi soal jang sulit. Saja akan mendjelaskan dua buah uraian lagi tentang kedaulatan rakjat, serta mentjoba mendapatkan suatu djalan jang dapat menghilangkan kesulitan-kesulitan itu sama sekali di Tiongkok. Kalau kesulitankesulitan ini tak dapat kita atasi, Tiongkok akan tetap tinggal me- ngekor negara-negara Barat sadja; kalau kita berhasil menemukan suatu djalan atau penjelesaian, Tiongkok akan mendahului dan meninggalkan Eropah dalam kemadjuan ; Amerikapun akan kita tinggalkan djauh dibelakang kita. 13 April, 1924<noinclude></noinclude> 2gufn0isekfxng9zz5rbsqnixmb984q 313274 313273 2026-08-16T18:48:40Z Ibrohim tijani 26379 313274 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||218}}</noinclude>{{hwe|merintahan|pemerintahan}} jang baru tjoraknja, bukan suatu pemerintahan perwakilan, tetapi suatu bentuk pemerintahan rakjat jang sepenuh-penuhnja. Dalam waktu jang singkat ini kita dapat melihat baik buruknja pemerintahan serupa ini, akan tetapi saja insjaf, bahwa suatu pemerintahan rakjat jang sempurna lebih banjak memberi hasil dari pada pemerintahan perwakilan. Bentuk demokrasi jang diandjurkan dalam ,Tiga Prinsip Rakjat" jang hendak dipraktekkan partai Kuomintang guna pembangunan Tiongkok kembali, sangat berbeda dari tjara bentuk demokrasi Barat. Kalau sedjarah negara-negara Barat kita pergunakan sebagai bahan penjelidikan kita, sudah tentu kita tak ingin meniru bangsa-bangsa Barat begitu sadja atau menuruti djedjak mereka dalam melakukannja. Kita akan mempergunakan ,Tiga Prinsip Rakjat" sebagai dasar merubah Tiongkok djadi negara jang berpemerintahan kedaulatan rakjat jang sempurna, mendahului Eropah dan Amerika. Untuk dapat memahami tudjuan ini seteliti-telitinja, terutama kita harus mempeladjari demokrasi sampai keurat-akarnja. supaja kita dapat mempraktekkannja sebaik-baiknja. Tudjuan terpenting dari uraian saja ini ialah, memperlihatkan kepada Tuan-tuan, bahwa negara-negara Barat mengikuti aliran Demokrasi, supaja madju dalam lapangan politik ; selama satu abad ini hanja berhasil mentjapai beberapa matjam pemerintahan perwakilan sadja. Sistim-sistim pemerintahan perwakilan jang bermatjam-matjam itu tjoraknja, dibawa ke Tiongkok, jang mengakibat- kan terdjadinja keburukan dalam negeri dan kesulitan-kesulitan, karena demokrasi itu dipraktekkannja semberono sadja. Sebab itu demokrasi bagi kita masih djadi soal jang sulit. Saja akan mendjelaskan dua buah uraian lagi tentang kedaulatan rakjat, serta mentjoba mendapatkan suatu djalan jang dapat menghilangkan kesulitan-kesulitan itu sama sekali di Tiongkok. Kalau kesulitankesulitan ini tak dapat kita atasi, Tiongkok akan tetap tinggal me- ngekor negara-negara Barat sadja; kalau kita berhasil menemukan suatu djalan atau penjelesaian, Tiongkok akan mendahului dan meninggalkan Eropah dalam kemadjuan ; Amerikapun akan kita tinggalkan djauh dibelakang kita. 13 April, 1924<noinclude></noinclude> dh4rp12wvrc6e061dxun7k4jsi1gxij Halaman:San min chu i.pdf/228 104 112025 313272 310932 2026-08-16T18:46:02Z Ibrohim tijani 26379 313272 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||223}}</noinclude>ini kita saksikan bahwa pemerintahan demokrasi tak didjalankan sepenuh-penuhnja di Barat, sedangkan demokrasi berhadapan dengan rintangan-rintangan jang banjak dalam perdjalanannja untuk madju. Sekarang orang Tionghoa mengandjurkan untuk mendjalankan demokrasi dalam prakteknja. Kalau kita hendak meniru Barat, kita harus meniru pula tjara-tjaranja. Tetapi orang Barat belum menemukan keterangan jang djelas dalam mewudjudkan demokrasi ; demokrasi sampai sekarang masih tetap mendjadi suatu soal jang sulit . Orang-orang Barat dengan bantuan ilmu-ilmu jang paling baru belum berhasil mendapatkan suatu penjelesaian jang berharga dalam teori demokrasi, mereka djuga belum berhasil mendapatkan tjara jang memuaskan untuk melenjapkan kesukaran-kesukaran demokrasi. Sebab itu tjara-tjara demokrasi Barat tak dapat kita djadikan sebagai model atau penuntun kita. Sedjak pemberontakan Boxer, orang Tionghoa umumnja hanja memikirkan tjara bagaimana meniru negara-negara lain, setiap saat atau setiap detik dalam sehari dan terhadap setiap barang apa sadja. Apakah kita harus meniru barang-barang asing itu ? Kalau kita membitjarakan sendjata-sendjata militer, tak mungkin kita membandingkan sendjata mitraljur dengan panah atau pedang: sudah tentu mitraljur djauh lebih berbahaja dan memberi hasil jang memuaskan dalam pertempuran. Segala matjam barang-barang asing jang lainpun banjak jang lebih baik dari pada barang-barang kita. Bahwa Barat sudah djauh lebih madju dari pada kita di Tiongkok dalam ilmu-ilmu alam, tak dapat kita bantah. Tetapi bagaimanakah keadaannja dalam pemerintahan ? Apakah filsafat politik di Barat djuga mengalami kemadjuan jang pesat ? Ilmu pemerintahan disitu djauh terbelakang dari pada ilmu-ilmu pengetahuan lainnja. Ambillah ilmu kemiliteran sebagai tjontoh: kepandaian Barat mendjalankan peperangan dikembangkan dan diperbaiki terus. Boleh dikatakan ilmu kemiliteran ini diperbaharui setiap hari dan berbeda setiap bulan, sehingga sekarang tak ada seorangpun jang mempeladjari buku-buku militer dari satu abad jang lalu. Malahan buku-buku militer jang dikeluarkan sepuluh tahun jang lalu, sudah basi. Setiap sepuluh tahun kita saksikan perubahan-perubahan besar dalam persendjataan-persendjataan Barat, djuga tjara-tjara {{hws|men|mendjalankan}}<noinclude></noinclude> rp5x4u2k3strddo1k32q6svfvz1kj5v Halaman:San min chu i.pdf/229 104 112026 313271 310933 2026-08-16T18:45:29Z Ibrohim tijani 26379 313271 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||224}}</noinclude>{{hwe|djalankan|mendjalankan}} peperangan dengan perkataan lain, setiap sepuluh tahun terdjadi suatu „revolusi dalam ilmu kemiliteran. Sendjata perang jang terbesar dan termahal di Barat ialah kapal penempur; tiaptiap kapal penempur harganja antara 50 dan 100 djuta dollar, kapal jang lebih murah tak dapat disebut kapal penempur. Sendjata peperangan berkembangnja djauh lebih tjepat dari pada sesuatu alat lain dan diantara sendjata-sendjata perang, kapal penempurlah jang memperlihatkan perkembangan jang paling banjak. Kapalkapal penempur buatan sekarang kira-kira dalam sepuluh tahun lagi akan kurang memuaskan dan harus diganti pula. Kapal-kapal penempur jang dibuat sebelum Perang Eropah, sekarang sudah tak terpakai lagi. Perubahan-perubahan besar djuga terdjadi dalam persendjataanpersendjataan didarat; setiap hari kita saksikan beberapa kemadju- an dan dalam setiap sepuluh tahun tentu terdapat perubahanperubahan jang besar, hal ini adalah suatu revolusi praktis dan suatu pembaharuan. Bentuk bedil jang kita pergunakan sekarang sudah tak terpakai lagi dinegara-negara lain. Meriam-meriam besar jang dipakai dalam Perang Eropah sekarang dianggap sebagai barang-barang kuno. Kemadjuan jang pesat tak hanja dalam ilmu kemiliteran sadja, setiap barang pabrik mendekati kesempurnaannja, sedangkan pendapat-pendapat baru makin lama makin banjak. Peradaban kebendaan Barat memang baru setiap hari dan berlainan setiap bulan " djuga, dalam waktu berikutnja. - tak pernah seperti dahulu Disamping hal ini, tentu kita akan bertanja bagaimanakah kemadjuan Barat dalam ilmu pemerintahan, kalau dibandingkan dengan Tiongkok ? Dalam dua atau tiga abad jang lalu Eropah dan Amerika mengalami revolusi-revolusi dan kemadjuan dalam lapangan politik, djauh lebih pesat dari pada kemadjuan-kemadjuan di Tiongkok; tetapi meskipun begitu haluan politik mereka tak memperlihatkan kemadjuan, djika dibandingkan dengan waktu dahulu. Umpamanja dua ribu tahun jang lalu di Junani ada seorang ahli filsafat politik jang terkenal, namanja Plato ; bentuk republiknja masih dipeladjari oleh ahli-ahli pikir diwaktu ini dan mereka mengatakan bahwa keterangan-keterangan jang dikemukakannja masih merupakan sumbangan besar terhadap sistim politik waktu<noinclude></noinclude> njsr9qvin9n4lxp3up14amin38tgp27 Halaman:San min chu i.pdf/234 104 112030 313268 310937 2026-08-16T18:42:48Z Ibrohim tijani 26379 313268 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||229}}</noinclude>akan membuang waktu sadja dan hanja mengikuti djedjak Barat. Ahli-ahli asing dalam mempeladjari kenjataan-kenjataan demokrasi jang bersedjarah, melahirkan berbagai-bagai teori-teori baru. Jang terbaru diadjukan oleh seorang ahli pengetahuan Amerika, jang mengatakan bahwa pemerintah jang paling ditakuti oleh negara demokratis modern ialah suatu pemerintahan jang berkuasa penuh dan rakjatnja tak ada kesempatan mengudjinja, tetapi meskipun demikian tjita-tjita demokrasi jang tertinggi adalah satu pemerintahan berkuasa-penuh mengabdi rakjat seluruhnja jang bekerdja untuk kemakmuran rakjat seluruhnja. Teori sematjam ini merupakan suatu teori jang terbaru ; hal.jang sangat ditakuti dan sangat diingini ialah pemerintahan jang berkuasa-penuh. Mula-mula teori ini mengemukakan bahwa rakjat harus takut terlebih dulu akan pemerintah berkuasa-penuh jang tak dapat mereka awasi, kemudian teori itu mendjelaskan bagaimana kita memperoleh tjara suatu pe- merintahan jang berkuasa penuh akan bekerdja bagi kemakmuran rakjat ; bagaimana pemerintahan sematjam itu dapat tetap tunduk dan tenteram kepada kemauan rakjat. Dalam negara-negara, dimana demokrasi berkembang, pemerintah sedikit sekali kekuasaannja, sedangkan dalam negara-negara dimana demokrasi lemah, pemerintahan sangat kuatnja. Seperti telah saja katakan, pemerintahan jang sangat kuat di Eropah dalam beberapa puluh tahun jang lalu ini, ialah pemerintahan Djerman dibawah Bismarck. Bentuk pemerintahan inilah salah suatu pemerintahan berkuasa-penuh. Diantara pemerintah-pemerintah jang menjokong dan menganut aliran demokrasi tak ada satu djuga jang dapat di- katakan berpemerintah berkuasa-penuh. Seorang ahli pikir Swiss mengatakan ; sedjak ber-bagai negara mempraktekkan demokrasi, kekuasaan pemerintah makin berkurang dan hal ini disebabkan oleh ketakutan pihak rakjat. Rakjat selalu mendjaga pemerintahannja dan memperbolehkannja berkuasa, achirnja dia berkuasa-penuh. Karena itu negara-negara demokrasi harus menemukan suatu penjelesaian bagi kesukaran ini, akan tetapi penjelesaian itu tak akan datang selama rakjat tak mengubah sikapnja terhadap pemerintah. Sebab terutama rakjat selalu menentang pemerintah, ialah karena kemerdekaan dan persamaan hak jang tertjapai sesudah revolusi, terlampau banjak berkembang dan salah dipakai oleh beberapa golongan. Mereka ini tak memikirkan batas-batas {{hws|pema|}}<noinclude></noinclude> 1wd3uc6dwb6tdal5t0s52o20uc9uk3o 313269 313268 2026-08-16T18:43:10Z Ibrohim tijani 26379 313269 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||229}}</noinclude>akan membuang waktu sadja dan hanja mengikuti djedjak Barat. Ahli-ahli asing dalam mempeladjari kenjataan-kenjataan demokrasi jang bersedjarah, melahirkan berbagai-bagai teori-teori baru. Jang terbaru diadjukan oleh seorang ahli pengetahuan Amerika, jang mengatakan bahwa pemerintah jang paling ditakuti oleh negara demokratis modern ialah suatu pemerintahan jang berkuasa penuh dan rakjatnja tak ada kesempatan mengudjinja, tetapi meskipun demikian tjita-tjita demokrasi jang tertinggi adalah satu pemerintahan berkuasa-penuh mengabdi rakjat seluruhnja jang bekerdja untuk kemakmuran rakjat seluruhnja. Teori sematjam ini merupakan suatu teori jang terbaru ; hal.jang sangat ditakuti dan sangat diingini ialah pemerintahan jang berkuasa-penuh. Mula-mula teori ini mengemukakan bahwa rakjat harus takut terlebih dulu akan pemerintah berkuasa-penuh jang tak dapat mereka awasi, kemudian teori itu mendjelaskan bagaimana kita memperoleh tjara suatu pe- merintahan jang berkuasa penuh akan bekerdja bagi kemakmuran rakjat ; bagaimana pemerintahan sematjam itu dapat tetap tunduk dan tenteram kepada kemauan rakjat. Dalam negara-negara, dimana demokrasi berkembang, pemerintah sedikit sekali kekuasaannja, sedangkan dalam negara-negara dimana demokrasi lemah, pemerintahan sangat kuatnja. Seperti telah saja katakan, pemerintahan jang sangat kuat di Eropah dalam beberapa puluh tahun jang lalu ini, ialah pemerintahan Djerman dibawah Bismarck. Bentuk pemerintahan inilah salah suatu pemerintahan berkuasa-penuh. Diantara pemerintah-pemerintah jang menjokong dan menganut aliran demokrasi tak ada satu djuga jang dapat di- katakan berpemerintah berkuasa-penuh. Seorang ahli pikir Swiss mengatakan ; sedjak ber-bagai negara mempraktekkan demokrasi, kekuasaan pemerintah makin berkurang dan hal ini disebabkan oleh ketakutan pihak rakjat. Rakjat selalu mendjaga pemerintahannja dan memperbolehkannja berkuasa, achirnja dia berkuasa-penuh. Karena itu negara-negara demokrasi harus menemukan suatu penjelesaian bagi kesukaran ini, akan tetapi penjelesaian itu tak akan datang selama rakjat tak mengubah sikapnja terhadap pemerintah. Sebab terutama rakjat selalu menentang pemerintah, ialah karena kemerdekaan dan persamaan hak jang tertjapai sesudah revolusi, terlampau banjak berkembang dan salah dipakai oleh beberapa golongan. Mereka ini tak memikirkan batas-batas {{hws|pema|pemakaian}}<noinclude></noinclude> gkxqqgvqsd08dhlyx99jldx8go07szw Halaman:San min chu i.pdf/235 104 112031 313270 310939 2026-08-16T18:43:47Z Ibrohim tijani 26379 313270 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||230}}</noinclude>{{hwe|kaian|pemakaian}} kemerdekaan dan persamaan hak, hingga hak itu diperguna- kan setjara berlebih-lebihan serta mengakibatkan pemerintahan tak berkuasa sama sekali, sedangkan negara jang telah berpemerintahan, seolah-olah tak mempunjai kekuasaan sama sekali. Ahli bangsa Swis jang telah saja sebut tadi menjaksikan peristiwa-peristiwa buruk ini dan sebagai tjara jang berfaedah, ia mengandjurkan supaja rakjat merubah sikapnja terhadap pemerintah. Apakah jang dimaksud ahli ini ? Apa pula hubungan sikap rakjat dengan pemerintah ? Bagaimanakah sikap rakjat terhadap pemerintahan dalam sedjarah Tiongkok lama ? Kalau kita mempeladjari sedjarah Tiongkok kita akan mendjumpai bahwa pemerintahan-pemerintahan Yao, Shun, Yü Tang, Wen Wang dan Wu Wang ( Kaisar-kaisar Tiongkok kuno) senantiasa dipudji dan dikagumi rakjat Tiongkok; orang-orang Tionghoa dalam segala zaman berharap dan berdoa supaja dapat mentjapai pemerintahan seperti diatas jang dapat mendjamin kebahagian rakjat. Sebelum pikiran demokrasi Barat masuk di Tiongkok, hasrat rakjat Tiongkok jang sebesar-besarnja ialah untuk memperoleh kaisarkaisar seperti Yao, Shun, Yü, T'ang, Wen Wang dan Wu Wang ini kembali, supaja rakjat dapat merasakan keamanan dan kebahagiaan. Inilah sikap orang Tionghoa kuno terhadap pemerintahannja. Tetapi semendjak revolusi kita baru-baru ini, rakjat lebih-lebih merasakan pikiran-pikiran demokrasi dan tak puas lagi dengan kaisar-kaisar kuno itu. Mereka itu semuanja termasuk golongan pemimpin-pemimpin otokrasi dan tak patut dipudji-pudji, meskipun mereka bidjaksana - demikian kata dan pendapat rakjat. Hal ini memperlihatkan, bahwa dengan timbulnja demokrasi, mengakibatkan berkembangnja sikap menentang terhadap pemerintah dikalangan rakjat ; bagaimanapun baiknja pemerintahan itu, rakjat tak akan merasa puas dengan keadaan pemerintahan itu. Kalau sikap djiwa sematjam ini kita biarkan sadja mendjalar tak mengadakan perubahan dengan lekas, sikap menentang itu akan menjukarkan pemerintah dalam djalannja untuk mentjapai kemadjuan. Tjara bagaimanakah jang akan kita pergunakan untuk merubah sikap ini ? Ahli-ahli pengetahuan Barat tahu akan kesalahan sikap seperti itu, tetapi mereka tak hendak mentjari djalan untuk mem- perbaikinja. Ketika kita memulai revolusi kita, kita mengandjurkan<noinclude></noinclude> 81hrf9v8kjp8uwoxxqu1s5c0q3ylket Halaman:San min chu i.pdf/238 104 112036 313262 310944 2026-08-16T18:38:44Z Ibrohim tijani 26379 313262 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||233}}</noinclude>sesudahnja; golongan terketjuali ialah orang-orang jang pertama-kali mengetahui dan mengerti segala seluk beluk pekerdjaan. Kalau tak terdapat orang-orang jang utama ini, jang pandai melihat dan mengetahui sesuatunja, dunia ini tak akan mempunjai pentjiptapentjipta; begitu pula kalau tak ada orang jang pandai melihat dan mengetahui sesuatunja kemudian, dunia tak akan mempunjai penjo- kong-penjokong, dan achirnja, kalau tak ada orang-orang jang tak dapat mengetahui dan tak dapat melihat sesuatunja, dunia tak akan mempunjai pekerdja-pekerdja jang akan mendjalankan pekerdjaan sesuatu. Dunia perdagangan sudah tentu lebih dulu menginginkan pengusaha-pengusaha atau orang jang tjakap mengambil inisiatip; kemudian baru penjelenggara-penjelenggara dan achirnja sedjumlah besar pekerdja-pekerdja, supaja pekerdjaan dapat diselesaikan dengan hasil jang memuaskan. Kemadjuan dunia bergantung pada 3 tingkat golongan ini dan tak boleh terdapat kekurangan salah satu golongan tingkat itu. Negara-negara didunia, kalau hendak mulai mempraktekkan demokrasi dan merubah pemerintahannja, harus menjerahkan kewadjiban itu kepada tiap-tiap orang jang achli dalam lapangan itu masing-masing ; kepada orang-orang golongan tingkat pertama, sesudah itu kepada orang-orang golongan tingkat kedua dan achirnja kepada orang-orang golongan tingkat ketiga. Kita harus insjaf bahwa demokrasi politik tak dianugerahkan alam kepada kita, ia tertjipta oleh perdjuangan umat manusia. Kita harus mentjiptakan demokrasi dan memberikannja kepada rakjat, tetapi sekali-kali djangan ditunggu sampai rakjat mengangkat sendjata untuk mentjapainja. Beberapa hari jang lalu saja mengundjungi seorang pembesar Djepang di Korea. Sesudah kami bertjakap-tjakap seketika, saja mempergunakan kesempatan untuk menanjakan peri hal revolusi di Korea dan apakah menurut pikirannja, revolusi itu akan berhasil atau tidak. Karena ia tak mendjawab pertanjaan saja dengan tjepat, saja menanjakan sekali lagi, bagaimana sikap pembesar-pembesar Djepang di Korea terhadap hak-hak politik rakjat Korea. Ia mendjawab : „ Kami hanja dapat menanti dan menjaksikan bentuk demokrasi apa jang diingini rakjat Korea ; kalau mereka sudah tjukup mengetahui, bahwa mereka berdjuang untuk hak-hak mereka, kami tak boleh tidak akan menjerahkan kedaulatan politik kepada mereka kembali. Tetapi pada waktu ini mereka tak banjak {{hwe|menge-|mengetahui}}<noinclude></noinclude> kadovsppsag27ug9tth2knd3rxzuz32 Halaman:San min chu i.pdf/239 104 112037 313261 310946 2026-08-16T18:37:37Z Ibrohim tijani 26379 313261 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||234}}</noinclude>tahui tentang perdjuangan jang dilakukan mereka, sebab itu kami bangsa Djepang terpaksa memerintah Korea untuk mereka". Perkataan-perkataan demikian memang enak dan bagus terdengarnja, tetapi kita jang masuk golongan kaum revolusioner tak boleh memperlakukan bangsa kita seperti Djepang memperlakukan bangsa Korea dan tak boleh pula menunggu memberikan demokrasi kepada rakjat kita sampai mereka mengangkat sendjata untuk merebut demokrasi. Oleh karena di Tiongkok, golongan orang-orang jang tak dapat melihat atau mengerti, termasuk djumlah jang terbanjak, dan kalau kita menunggu beribu tahun sedjak sekarang saja chawatir, apakah seluruh rakjat sudah akan mengerti bahwa mereka harus berdjuang untuk mentjapai hak mereka. Sebab itu mereka jang menjombongkan diri bahwa mereka tergolong orang-orang jang dapat melihat kemuka atau sesudahnja, djanganlah berbuat seperti orang Djepang, jang hanja memperhitungkan kepentingan-kepentingan mereka, tetapi haruslah mendahulukan kepentingan rakjat dan menjerahkan kekuasaan politik seluruh negara kedalam tangan rakjat. Karena Barat belum berhasil memetjahkan kesukaran2 demokrasi pada waktu ini kita hanja dapat menemukan suatu tjara jang bersendikan meniru-niru Barat sadja. Kita harus mentjari suatu tjara baru ; dan tjara baru itu tergantung pada suatu perubahan sikap terhadap pemerintah, seperti pernah dikatakan ahli pengetahuan Swis itu. Tetapi untuk mentjapai perubahan sikap ini, kita harus pandai memisahkan kedaulatan dan kesanggupan dengan njata. Untuk membantu kita dalam penjelidikan kearah ini, marilah kita menilik beberapa hal jang disebut dalam uraian jang lalu. Hal pertama ialah definisi kita tentang kedaulatan rakjat ; dengan singkat : kedaulatan rakjat berarti pengawasan rakjat terhadap pemerintah. Untuk mendjelaskan hal ini lebih landjut : Siapakah jang mengawasi pemerintahan diwaktu dahulu ? Dua buah kalimat Tiongkok kuno mengatakan „Siapa jang tak mempunjai suatu kedudukan pada pemerintah, tak tjampur tangan dengan pemerintahan" dan rakjat biasa tak ada dalam dewan-dewan" . Kedua kalimat ini memperlihatkan bahwa kekuasaan politik pada umumnja sama sekali berada dalam tangan kaisar dan tak mempunjai hubungan sama sekali dengan rakjat. Kita jang sekarang membela demokrasi menghendaki supaja kekuasaan politik diserahkan {{hwe|ke-|ketangan}}<noinclude></noinclude> a6tywenpj3vsymt6rt5gq651s9owy73 313263 313261 2026-08-16T18:39:18Z Ibrohim tijani 26379 313263 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||234}}</noinclude>{hws|tahui|mengetahui}} tentang perdjuangan jang dilakukan mereka, sebab itu kami bangsa Djepang terpaksa memerintah Korea untuk mereka". Perkataan-perkataan demikian memang enak dan bagus terdengarnja, tetapi kita jang masuk golongan kaum revolusioner tak boleh memperlakukan bangsa kita seperti Djepang memperlakukan bangsa Korea dan tak boleh pula menunggu memberikan demokrasi kepada rakjat kita sampai mereka mengangkat sendjata untuk merebut demokrasi. Oleh karena di Tiongkok, golongan orang-orang jang tak dapat melihat atau mengerti, termasuk djumlah jang terbanjak, dan kalau kita menunggu beribu tahun sedjak sekarang saja chawatir, apakah seluruh rakjat sudah akan mengerti bahwa mereka harus berdjuang untuk mentjapai hak mereka. Sebab itu mereka jang menjombongkan diri bahwa mereka tergolong orang-orang jang dapat melihat kemuka atau sesudahnja, djanganlah berbuat seperti orang Djepang, jang hanja memperhitungkan kepentingan-kepentingan mereka, tetapi haruslah mendahulukan kepentingan rakjat dan menjerahkan kekuasaan politik seluruh negara kedalam tangan rakjat. Karena Barat belum berhasil memetjahkan kesukaran2 demokrasi pada waktu ini kita hanja dapat menemukan suatu tjara jang bersendikan meniru-niru Barat sadja. Kita harus mentjari suatu tjara baru ; dan tjara baru itu tergantung pada suatu perubahan sikap terhadap pemerintah, seperti pernah dikatakan ahli pengetahuan Swis itu. Tetapi untuk mentjapai perubahan sikap ini, kita harus pandai memisahkan kedaulatan dan kesanggupan dengan njata. Untuk membantu kita dalam penjelidikan kearah ini, marilah kita menilik beberapa hal jang disebut dalam uraian jang lalu. Hal pertama ialah definisi kita tentang kedaulatan rakjat ; dengan singkat : kedaulatan rakjat berarti pengawasan rakjat terhadap pemerintah. Untuk mendjelaskan hal ini lebih landjut : Siapakah jang mengawasi pemerintahan diwaktu dahulu ? Dua buah kalimat Tiongkok kuno mengatakan „Siapa jang tak mempunjai suatu kedudukan pada pemerintah, tak tjampur tangan dengan pemerintahan" dan rakjat biasa tak ada dalam dewan-dewan" . Kedua kalimat ini memperlihatkan bahwa kekuasaan politik pada umumnja sama sekali berada dalam tangan kaisar dan tak mempunjai hubungan sama sekali dengan rakjat. Kita jang sekarang membela demokrasi menghendaki supaja kekuasaan politik diserahkan {{hwe|ke-|ketangan}}<noinclude></noinclude> ftb2a4qvvswl487k1yurt6k7mc5lmlf 313264 313263 2026-08-16T18:39:36Z Ibrohim tijani 26379 313264 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||234}}</noinclude>{{hws|tahui|mengetahui}} tentang perdjuangan jang dilakukan mereka, sebab itu kami bangsa Djepang terpaksa memerintah Korea untuk mereka". Perkataan-perkataan demikian memang enak dan bagus terdengarnja, tetapi kita jang masuk golongan kaum revolusioner tak boleh memperlakukan bangsa kita seperti Djepang memperlakukan bangsa Korea dan tak boleh pula menunggu memberikan demokrasi kepada rakjat kita sampai mereka mengangkat sendjata untuk merebut demokrasi. Oleh karena di Tiongkok, golongan orang-orang jang tak dapat melihat atau mengerti, termasuk djumlah jang terbanjak, dan kalau kita menunggu beribu tahun sedjak sekarang saja chawatir, apakah seluruh rakjat sudah akan mengerti bahwa mereka harus berdjuang untuk mentjapai hak mereka. Sebab itu mereka jang menjombongkan diri bahwa mereka tergolong orang-orang jang dapat melihat kemuka atau sesudahnja, djanganlah berbuat seperti orang Djepang, jang hanja memperhitungkan kepentingan-kepentingan mereka, tetapi haruslah mendahulukan kepentingan rakjat dan menjerahkan kekuasaan politik seluruh negara kedalam tangan rakjat. Karena Barat belum berhasil memetjahkan kesukaran2 demokrasi pada waktu ini kita hanja dapat menemukan suatu tjara jang bersendikan meniru-niru Barat sadja. Kita harus mentjari suatu tjara baru ; dan tjara baru itu tergantung pada suatu perubahan sikap terhadap pemerintah, seperti pernah dikatakan ahli pengetahuan Swis itu. Tetapi untuk mentjapai perubahan sikap ini, kita harus pandai memisahkan kedaulatan dan kesanggupan dengan njata. Untuk membantu kita dalam penjelidikan kearah ini, marilah kita menilik beberapa hal jang disebut dalam uraian jang lalu. Hal pertama ialah definisi kita tentang kedaulatan rakjat ; dengan singkat : kedaulatan rakjat berarti pengawasan rakjat terhadap pemerintah. Untuk mendjelaskan hal ini lebih landjut : Siapakah jang mengawasi pemerintahan diwaktu dahulu ? Dua buah kalimat Tiongkok kuno mengatakan „Siapa jang tak mempunjai suatu kedudukan pada pemerintah, tak tjampur tangan dengan pemerintahan" dan rakjat biasa tak ada dalam dewan-dewan" . Kedua kalimat ini memperlihatkan bahwa kekuasaan politik pada umumnja sama sekali berada dalam tangan kaisar dan tak mempunjai hubungan sama sekali dengan rakjat. Kita jang sekarang membela demokrasi menghendaki supaja kekuasaan politik diserahkan {{hwe|ke-|ketangan}}<noinclude></noinclude> 9r7pvwwzyzdu3myq0v80uh80lusmmue 313265 313264 2026-08-16T18:39:59Z Ibrohim tijani 26379 313265 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||234}}</noinclude>{{hws|tahui|mengetahui}}tentang perdjuangan jang dilakukan mereka, sebab itu kami bangsa Djepang terpaksa memerintah Korea untuk mereka". Perkataan-perkataan demikian memang enak dan bagus terdengarnja, tetapi kita jang masuk golongan kaum revolusioner tak boleh memperlakukan bangsa kita seperti Djepang memperlakukan bangsa Korea dan tak boleh pula menunggu memberikan demokrasi kepada rakjat kita sampai mereka mengangkat sendjata untuk merebut demokrasi. Oleh karena di Tiongkok, golongan orang-orang jang tak dapat melihat atau mengerti, termasuk djumlah jang terbanjak, dan kalau kita menunggu beribu tahun sedjak sekarang saja chawatir, apakah seluruh rakjat sudah akan mengerti bahwa mereka harus berdjuang untuk mentjapai hak mereka. Sebab itu mereka jang menjombongkan diri bahwa mereka tergolong orang-orang jang dapat melihat kemuka atau sesudahnja, djanganlah berbuat seperti orang Djepang, jang hanja memperhitungkan kepentingan-kepentingan mereka, tetapi haruslah mendahulukan kepentingan rakjat dan menjerahkan kekuasaan politik seluruh negara kedalam tangan rakjat. Karena Barat belum berhasil memetjahkan kesukaran2 demokrasi pada waktu ini kita hanja dapat menemukan suatu tjara jang bersendikan meniru-niru Barat sadja. Kita harus mentjari suatu tjara baru ; dan tjara baru itu tergantung pada suatu perubahan sikap terhadap pemerintah, seperti pernah dikatakan ahli pengetahuan Swis itu. Tetapi untuk mentjapai perubahan sikap ini, kita harus pandai memisahkan kedaulatan dan kesanggupan dengan njata. Untuk membantu kita dalam penjelidikan kearah ini, marilah kita menilik beberapa hal jang disebut dalam uraian jang lalu. Hal pertama ialah definisi kita tentang kedaulatan rakjat ; dengan singkat : kedaulatan rakjat berarti pengawasan rakjat terhadap pemerintah. Untuk mendjelaskan hal ini lebih landjut : Siapakah jang mengawasi pemerintahan diwaktu dahulu ? Dua buah kalimat Tiongkok kuno mengatakan „Siapa jang tak mempunjai suatu kedudukan pada pemerintah, tak tjampur tangan dengan pemerintahan" dan rakjat biasa tak ada dalam dewan-dewan" . Kedua kalimat ini memperlihatkan bahwa kekuasaan politik pada umumnja sama sekali berada dalam tangan kaisar dan tak mempunjai hubungan sama sekali dengan rakjat. Kita jang sekarang membela demokrasi menghendaki supaja kekuasaan politik diserahkan {{hwe|ke-|ketangan}}<noinclude></noinclude> l0q3jxw91zgqe6wgrskim0k74kzm5f3 313266 313265 2026-08-16T18:41:08Z Ibrohim tijani 26379 313266 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||234}}</noinclude>{{hwe|tahui|mengetahui}} tentang perdjuangan jang dilakukan mereka, sebab itu kami bangsa Djepang terpaksa memerintah Korea untuk mereka". Perkataan-perkataan demikian memang enak dan bagus terdengarnja, tetapi kita jang masuk golongan kaum revolusioner tak boleh memperlakukan bangsa kita seperti Djepang memperlakukan bangsa Korea dan tak boleh pula menunggu memberikan demokrasi kepada rakjat kita sampai mereka mengangkat sendjata untuk merebut demokrasi. Oleh karena di Tiongkok, golongan orang-orang jang tak dapat melihat atau mengerti, termasuk djumlah jang terbanjak, dan kalau kita menunggu beribu tahun sedjak sekarang saja chawatir, apakah seluruh rakjat sudah akan mengerti bahwa mereka harus berdjuang untuk mentjapai hak mereka. Sebab itu mereka jang menjombongkan diri bahwa mereka tergolong orang-orang jang dapat melihat kemuka atau sesudahnja, djanganlah berbuat seperti orang Djepang, jang hanja memperhitungkan kepentingan-kepentingan mereka, tetapi haruslah mendahulukan kepentingan rakjat dan menjerahkan kekuasaan politik seluruh negara kedalam tangan rakjat. Karena Barat belum berhasil memetjahkan kesukaran2 demokrasi pada waktu ini kita hanja dapat menemukan suatu tjara jang bersendikan meniru-niru Barat sadja. Kita harus mentjari suatu tjara baru ; dan tjara baru itu tergantung pada suatu perubahan sikap terhadap pemerintah, seperti pernah dikatakan ahli pengetahuan Swis itu. Tetapi untuk mentjapai perubahan sikap ini, kita harus pandai memisahkan kedaulatan dan kesanggupan dengan njata. Untuk membantu kita dalam penjelidikan kearah ini, marilah kita menilik beberapa hal jang disebut dalam uraian jang lalu. Hal pertama ialah definisi kita tentang kedaulatan rakjat ; dengan singkat : kedaulatan rakjat berarti pengawasan rakjat terhadap pemerintah. Untuk mendjelaskan hal ini lebih landjut : Siapakah jang mengawasi pemerintahan diwaktu dahulu ? Dua buah kalimat Tiongkok kuno mengatakan „Siapa jang tak mempunjai suatu kedudukan pada pemerintah, tak tjampur tangan dengan pemerintahan" dan rakjat biasa tak ada dalam dewan-dewan" . Kedua kalimat ini memperlihatkan bahwa kekuasaan politik pada umumnja sama sekali berada dalam tangan kaisar dan tak mempunjai hubungan sama sekali dengan rakjat. Kita jang sekarang membela demokrasi menghendaki supaja kekuasaan politik diserahkan {{hws|ke-|ketangan}}<noinclude></noinclude> bt69qs4dqanp6adq662200keevon78g 313267 313266 2026-08-16T18:41:25Z Ibrohim tijani 26379 313267 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||234}}</noinclude>{{hwe|tahui|mengetahui}} tentang perdjuangan jang dilakukan mereka, sebab itu kami bangsa Djepang terpaksa memerintah Korea untuk mereka". Perkataan-perkataan demikian memang enak dan bagus terdengarnja, tetapi kita jang masuk golongan kaum revolusioner tak boleh memperlakukan bangsa kita seperti Djepang memperlakukan bangsa Korea dan tak boleh pula menunggu memberikan demokrasi kepada rakjat kita sampai mereka mengangkat sendjata untuk merebut demokrasi. Oleh karena di Tiongkok, golongan orang-orang jang tak dapat melihat atau mengerti, termasuk djumlah jang terbanjak, dan kalau kita menunggu beribu tahun sedjak sekarang saja chawatir, apakah seluruh rakjat sudah akan mengerti bahwa mereka harus berdjuang untuk mentjapai hak mereka. Sebab itu mereka jang menjombongkan diri bahwa mereka tergolong orang-orang jang dapat melihat kemuka atau sesudahnja, djanganlah berbuat seperti orang Djepang, jang hanja memperhitungkan kepentingan-kepentingan mereka, tetapi haruslah mendahulukan kepentingan rakjat dan menjerahkan kekuasaan politik seluruh negara kedalam tangan rakjat. Karena Barat belum berhasil memetjahkan kesukaran2 demokrasi pada waktu ini kita hanja dapat menemukan suatu tjara jang bersendikan meniru-niru Barat sadja. Kita harus mentjari suatu tjara baru ; dan tjara baru itu tergantung pada suatu perubahan sikap terhadap pemerintah, seperti pernah dikatakan ahli pengetahuan Swis itu. Tetapi untuk mentjapai perubahan sikap ini, kita harus pandai memisahkan kedaulatan dan kesanggupan dengan njata. Untuk membantu kita dalam penjelidikan kearah ini, marilah kita menilik beberapa hal jang disebut dalam uraian jang lalu. Hal pertama ialah definisi kita tentang kedaulatan rakjat ; dengan singkat : kedaulatan rakjat berarti pengawasan rakjat terhadap pemerintah. Untuk mendjelaskan hal ini lebih landjut : Siapakah jang mengawasi pemerintahan diwaktu dahulu ? Dua buah kalimat Tiongkok kuno mengatakan „Siapa jang tak mempunjai suatu kedudukan pada pemerintah, tak tjampur tangan dengan pemerintahan" dan rakjat biasa tak ada dalam dewan-dewan" . Kedua kalimat ini memperlihatkan bahwa kekuasaan politik pada umumnja sama sekali berada dalam tangan kaisar dan tak mempunjai hubungan sama sekali dengan rakjat. Kita jang sekarang membela demokrasi menghendaki supaja kekuasaan politik diserahkan {{hws|ke|ketangan}}<noinclude></noinclude> 7gomzfz0be9bviv70qzjli3vy28zlf5 Halaman:San min chu i.pdf/260 104 112044 313259 310955 2026-08-16T18:34:56Z Ibrohim tijani 26379 313259 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||255}}</noinclude>segera, kalau ia menginginkan supaja kapal berhenti dapat pula segera dilakukannja. Sungguh perkembangan mesin ini mentjapai tingkat jang mengagumkan. Ketika mesin baru sadja didapatkan orang tak berani mempergunakan mesin jang mempunjai kekuatan beberapa ratus atau seribu tenaga kuda atau lebih karena kalau tenaga mesin terlalu besar, tak ada seorangpun jang sanggup mengawasinja. Kita biasanja mengukur kekuatan mesin dengan melihat tenaga kuda-nja (Τ.Κ.) . Satu T.K. kiranja sama dengan tenaga bersama dari 8 orang. 10.000 T.K. berarti 80.000 tenaga manusia. Tenaga bergerak dari kapal-kapal penumpang jang besar dan kapal-kapal penempur adalah kira-kira diantara 100.000 sampai 200.000 T.K. Kalau pengawasan kurang sempurna, mesin akan bergerak kemuka dan tak dapat berbalik kembali ; sembojannja : „mesin dapat didjalankan tetapi tak dapat dihentikan" . Kekurangan dalam pengawasan menjebabkan banjak sekali orang-orang pandai mati ketika mengadakan pertjobaan-pertjobaan dengan mereka ; sedjarah mesin penuh dengan riwajat-riwajat dan kedjadian-kedjadian sedih seperti ini ! Orang-orang asing menamakan suatu mesin Frankenstein" , jang dapat didjalankan tetapi tak dapat dihentikan . Sesudah pembuatan mesin bertambah baik dan sempurna, mesinmesin jang ber-T.K. 100.000 atau 200.000 sekalipun dapat diawasi oleh seorang sadja dengan tak membahajakan dirinja sama sekali. 100.000 T.K. berarti 800.000 tenaga manusia ; 200.000 T.K. berarti 1.600.000 tenaga manusia. Tidak akan mudah mengawasi 1.600.000 orang dengan tjara demikian ; sukar bagi seorang untuk memimpin tentara jang berdjumlah 10.000 atau 20.000 orang. Sungguhpun demikian seorang sadja dapat mengendalikan dengan aman dan mudah 1.600.000 tenaga manusia jang terkumpul dalam suatu mesin. Dari keadaan ini dapat kita lihat bahwa mesin-mesin modern memperoleh kemadjuan pesat serta tjara-tjara pengawasan sangat diperbaiki. Ahli-ahli negara dan mahasiswa-mahasiswa bagian Hukum sekarang, berbitjara tentang pemerintahan sebagai suatu mesin dan undang-undang sebagai suatu alat, dan zaman demokrasi kita jang modern memandang rakjat sebagai tenaga gerak dalam pemerintahan. Dizaman otokrasi kuno radja adalah tenaga gerak dan segala pekerdjaan dimulai dan didahului oleh radja. Makin besar {{hwe|kekua-|kekuasaan}}<noinclude></noinclude> f2dgbiasg3kxak0pufwrtk9r12ccxhr Halaman:San min chu i.pdf/261 104 112045 313260 310957 2026-08-16T18:35:25Z Ibrohim tijani 26379 313260 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||256}}</noinclude>{{hws|saan|kekuasaan}} pemerintah, makin bertambah kokoh tachta keradjaan. Suatu pemerintahan jang kuat sangat penting untuk melaksanakan perintah-perintah radja dengan baik. Sedjak radja mendjadi tenaga pendorong mesin, maka suatu organisasi pemerintahan jang kuat memungkinkan radja berbuat sesuka hatinja pada kedudukannja jang tinggi menghendaki perubahan-perubahan politik, mendja- lankan penjerangan dalam waktu lama", ber-sedia berperang dan sebagainja. Itulah sebabnja dizaman otokrasi, penambahan kekuatan pemerintahan membawa keuntungan bagi radja dan bukan kerugian. Sebaliknja dalam zaman demokrasi rakjatlah jang mendjadi tenaga gerak dalam pemeritahan. Apakah sebabnja mereka tak mengingini suatu pemerintahan jang kuat ? Karena mereka takut kalau-kalau pemerintah akan mendjadi terlampau kuat sampai tak dapat diawasi lagi dan akan menindas mereka. Oleh karena mereka pernah merasakan penindasan jang meliwati batas dari pemerintah, hingga mereka tak sanggup menanggungkan penderitaan-penderitaan lagi : itulah sebabnja mereka berusaha sekuat tenaga mentjegah penindasan dihari kemudian dengan djalan membatasi kekuasaan pemerintah. Ketika mesin baru sadja diketemukan, seorang anak ketjil sadja, sanggup menarik kembali tangkai pengisap sesudah didorong uap madju kemuka ; hal ini memperlihatkan bahwa tenaga mesin adalah sangat ketjil, tak lebih dari beberapa T.K. Sebuah mesin dengan T.K. 10.000 sudah pasti tak dapat didorong kembali oleh seorang anak ketjil. Karena tjara-tjara jang sempurna tak ada untuk mengawasi mesin, rakjat tidak berani mempergunakan mesin lain dari pada jang bertenaga ketjil sadja. Keadaan ini sama sadja dengan keadaan ketika demokrasi baru sadja dipraktekkan dan tjara-tjara kita mengawasi pemerintah djuga mengetjewakan. Sudah tentu rakjatlah jang mendjadi tenaga gerak dalam suatu negara demokrasi, tetapi rakjat pada setiap waktu harus pula dapat mengambil kembali kekuasaan jang telah mereka lepaskan. Karena itu, rakjat hanja sudi mempergunakan pemerintah jang lemah kekuasaannja ; sebab, kalau hal itu tidak demikian, mereka tidak sanggup untuk mengawasi suatu pemerintahan jang baru T.K. beratus-ratus ribu, disamping itu tidak berani pula untuk memper- gunakannja. Ketakutan akan suatu pemerintah jang kuat dikalangan rakjat Barat pada waktu ini, sama halnja dengan ketakutan akan<noinclude></noinclude> fnddihaotw8u36fmb7dz4fyc3t58zcz Halaman:San min chu i.pdf/124 104 112071 313233 311005 2026-08-16T13:14:52Z Iripseudocorus 23824 313233 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||119}}</noinclude>Karena pemakaian batu bara jang banjak ini, ratusan atau ribuan mil djalan kereta api akan belum tjukup untuk mengangkut bahan pembakar jang sangat diperlukan itu. Akibatnja ialah bahwa djalan kereta api terlalu asjik membawa batu bara sadja sehingga tak ada kesempatan mengangkut hasil² pertanian jang djuga sangat dibutuhkan. Semendjak pemakaian batu bara, hal ini menjebabkan timbulnja dua matjam kesulitan; Amerika Serikat sekarang merantjangkan suatu setasiun pusat kekuatan jang besar dan jang dapat mempersatukan sebuah sistim tenaga listerik dari beribu-ribu pabrik. Kalau rentjana jang raksasa ini berhasil maka segala „tenaga-kuda” listerik dari beribu-ribu pabrik dapat digabungkan didalam satu pusat instalasi. Tiap² pabrik tak memerlukan lagi pemakaian batu bara dan pekerdja² jang banjak untuk menghidupkan api : jang hanja diperlukan untuk mendjalankan pabrik ialah tambang tembaga untuk menimbulkan kekuatan. Keuntungan rentjana ini dapat digambarkan sebagai beratus-ratus orang berkumpul didalam sebuah sidang. Kalau tiap² orang membawa kompornja masing-masing untuk memasak makanan misalnja, keadaan akan mendjadi katjau balau, tetapi kalau kita semua bersatu padu dan memasak diatas sebuah kompor jang besar akan terbukti bahwa djalan ini lebih mudah dan ekonomis. Amerika Serikat sekarang sedang memikirkan suatu rentjana memperhubungkan segala pabrik-pabrik didalam sebuah sistim tenaga listrik jang besar; kalau Tiongkok ingin mempeladjari patokan² kekuatan negeri Barat, djanganlah dimulai mempeladjari kekuatan batu bara tetapi mulailah dari tenaga listrik jang memberikan kepada Tiongkok suatu tenaga penggerak jang besar. Tjara beladjar ini dapat disamakan dengan apa jang dinamakan kaum militer suatu penjerangan permulaan „menahan dan memukul pasukan terdepan". Kalau kita dapat beladjar dari „pendjaga depan" ini, didalam sepuluh tahun mungkin kita tak akan dapat melebihi kedudukan bangsa² lain tetapi jang sudah pasti dapat setingkat dengan mereka. Kalau kita ingin beladjar dari negeri Barat, haruslah kita memahami segala pengetahuan mereka jang terbaru dan djangan memulai dari belakang. Mempeladjari ilmu pengetahuan ini berarti kita mentjapai keuntungan, jang baru akan dapat kita tjapai dalam 200 tahun. Sekarang negara kita sedang dipersimpangan djalan : kalau kita terus berpangku tangan dan belum memulai perdjuangan kita serta<noinclude></noinclude> 795dwldpfqck2h0mxx0furlwdajoy7o Halaman:San min chu i.pdf/127 104 112077 313232 311018 2026-08-16T13:11:57Z Iripseudocorus 23824 313232 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||122}}</noinclude>sesudah kita mendjadi kuat dan mengenangkan kesengsaraan² kita dibawah pengaruh politik dan tekanan ekonomi negeri asing : lalu kita menolong bangsa² jang lemah dan lebih ketjil djumlahnja jang menderita perlakuan jang seperti kita : saat itu akan datang untuk melemparkan imperialisme itu. Maka barulah akar terdjelma tjita² kita untuk „memerintah negara dan mendamaikan dunia”. Kalau kita betul² sanggup mentjapai tjita² ini dikemudian hari, sekarang haruslah kita hidupkan kembali semangat kebangsaan kita, menemui gensi nasional kita, persatukan dunia berdasarkan moral kita jang kuno dan ketjintaan kita akan perdamaian serta tegakkan pemerintahan jang universil berdasarkan persamaan dan persaudaraan. Inilah tanggung-djawab jang diletakkan diatas bahu bangsa kita. Tuan-tuan djuga termasuk dalam empat ratus djiwa itu, sehingga Tuan-tuan semua harus turut memikul tanggung-djawab ini dan mendjelmakan djiwa asli bangsa kita. ''2 Maret 1924 .'' {{smaller|''Tjatatan Halaman 106.''<br> Kesetiaan terhadap leluhur, ''hsiao'' dan pengabdian ''chung'' kerapkali dihubungkan satu sama lain, dianggap sebagai sifat dari suatu kebadjikan.<br> Kalau didjelaskan didalam perhubungan antara ajah dan anak dinamakan ''hsiao'', kalau didjelaskan didalam perhubungannja antara radja dan hulubalang-hulubalangnja dinamakan ''chung''.}}<noinclude></noinclude> hzv5df7m91x331f99z08d0lr9v2oilp Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/23 104 112165 313921 311175 2026-08-17T09:29:31Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 313921 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude><div class="pagedata"> <center> BAB 17<br /> DEMOKRASI TERPIMPIN </center> 115. Pengertian dan pelaksanaan demokrasi bagi rakjat Indonesia tidak merupakan soal baru. Djauh sebelum pendjadjahan datang ditanah air kita, rakjat Indonesia telah mengenal demokrasi dan telah pula mengalami perdjuangan² menentang penindasan radja² dan feodalisme. Sedjarah dan peninggalan tradisi menundjukkan tjontoh² demokrasi seperti „rapat-desa”, gotong rojong dan lain². Dalam sedjarah banjak pengalaman rakjat pekerdja dan golongan tani jang menentang dan merobohkan radja² jang zalim serta kaum feodal dan kakitangan²-nja jang kedjam. Di Indonesiapun berkali-kali telah pernah terdjadi pemberontakan karena tjara penguasaan kehidupan petani, diantaranja pada achir abad ke-19 di Tjilegon, Singaparna, Tondano dll. Dengan demikian njatalah bahwa djiwa demokrasi rakjat Indonesia jang sudah mendarah-daging tak dapat dimatikan pertumbuhannja oleh feodalisme dan pendjadjahan. Dalam pada itu pendjadjahanpun menambah persoalan baru pada djiwa demokrasi rakjat Indonesia jang tengah menentang feodalisme. Jang terachir ini bersekutu sangat mesra dengan pendjadjah dalam melandjutkan dan memperhebat penindasan. Dalam pada itu pendjadjahan pada dirinja membawa penjakit² jang tak tersembuhkan sepandjang masa ketjuali dengan matinja pendjadjahan itu sendiri. 116. Pengertian² tentang demokrasi diadjarkan kepada rakjat djadjahannja untuk membenarkan pendjadjahan dan penghisapan. Sistim demokrasi liberal jang pada hakekatnja adalah penghisapan, dipraktekkan dengan bantuan setia dari sistim feodal. Kenjataannja : demokrasi merupakan kebebasan terbatas bagi pendjadjah dan kekangan bagi rakjat. Sistim pemerintahan dan kenegaraan sepenuhnja disesuaikan dengan kepentingan pendjadjahan dan kemudian djuga dengan kepentingan kapitalisme. Sekadar memenuhi formalitet lambat-laun diadakan lembaga² jang se-olah² untuk <p align="left">86</p> memenuhi tuntutan demokrasi. Tetapi sesuai dengan tipu-muslihat pendjadjahan, lembaga² ini djustru hanja untuk melegalisasi dan memberi dasar hukum jang pada hakekatnja hanja memperkokoh penindasan dan pendjadjahan, buktinja tidak pernah setjara langsung tuntutan² rakjat melalui badan² resmi itu, dilaksanakan. Melalui pendidikan disekolah-sekolah tjara berpikir ini dengan aman menjelinap kedalam benak anak² Indonesia jang beruntung mendapat kesempatan bersekolah, jang kemudian merupakan golongan elite. Inilah djalan pintu masuk bagi demokrasi Barat, jang sering pula disebut demokrasi modern, jakni demokrasi liberal atau demokrasi kapitalisme, kedalam kebudajaan bangsa² terdjadjah termasuk bangsa Indonesia pada abad kedua puluh ini. Sebagai halnja malam tak dapat bersamaan dengan siang pada suatu tempat, demikian demokrasi tak dapat sedjalan dengan penghisapan terhadap rakjat. Jang ada hanja demokrasi bagi rakjat. 117. Dalam perdjalanan revolusi bangsa Indonesia, pernah terdjadi pelaksanaan demokrasi jang sebenarnja adalah hanja penikmatan hasil revolusi oleh sebagian golongan ketjil jang berkedok demokrasi. Dan „demokrasi” djenis inilah jang mengakibatkan kegagalan di Indonesia. Demokrasi jang sebenarnja adalah demokrasi bagi rakjat atau kedaulatan rakjat. Hal ini achirnja diinsafi djuga oleh pemimpin² rakjat Indonesia jang djudjur. Dengan pendekritan kembali ke UUD 1945 dan manifesto Politik Presiden Sukarno, hal ini mendjadi djelas. Dikatakan bahwa „revolusi ditemukan kembali” dan praktek² liberalisme jang membawa kesengsaraan pada rakjat harus disudahi. Didjelaskan pula bahwa dengan tudjuan „Sosialisme à la Indonesia”, harus dilaksanakan „demokrasi terpimpin”. Dengan demokrasi terpimpin kita menudju kepada keadaan adil dan makmur, jaitu masjarakat sosialis, dalam hal ini sosialisme Indonesia. Demokrasi terpimpin disini diartikan mengikis segi-segi liberalisme dari pada demokrasi. Oleh karena dengan pseudo-demokrasi atau demokrasi liberal hanja dihasilkan kesengsaraan bagi rakjat banjak, maka demokrasi terpimpin jang dimaksudkan disini, adalah demokrasi bagi rakjat, atau kedaulatan rakjat, <p align="right">87</p> </div><noinclude></noinclude> 73b3d5g2gdn25o2gy10ejzj4eu5uxvy Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/24 104 112166 313922 311177 2026-08-17T09:29:50Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 313922 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude><div class="pagedata"> sebagai jang tertera dalam Pantjasila. Perkataan terpimpin dimaksudkan untuk membatasi demokrasi terhadap golongan² jang selama ini memperalatnja, untuk kepentingan perseorangan atau golongan ketjil. Sebagai a.l. tertera dalam penerbitan Departemen Luar Negeri jang berdjudul ''„Question and answers on guided democracy”'' demokrasi terpimpin mengakui kemerdekaan berfikir dan berbitjara, akan tetapi dalam ikatan tertentu, jakni moral dan keselamatan negara. Demokrasi terpimpin bertudjuan suatu masjarakat adil dan makmur untuk mana diperlukan suatu pola atau rentjana (jang akan disiapkan oleh Dewan Perantjang Nasional atas dasar UU no. 30/1958). Agar pola atau rentjana itu dapat dikerdjakan, harus dipergunakan demokrasi terpimpin. Dengan demikian demokrasi terpimpin pada pokoknja adalah „demokrasi pelaksana” atau demokrasi kerdja. Dengan sendirinja pola atau rentjana disesuaikan dengan kepentingan rakjat. <center> BAB 18<br /> PELAKSANAAN DEMOKRASI TERPIMPIN </center> 118. Oleh karena demokrasi terpimpin adalah lain dari pada bentuk² demokrasi jang sudah², pelaksanaannjapun berlainan. Pada galibnja norma² hukum dalam perundang-undangan bersumber pada kekuatan-kekuatan dan kepentingan masjarakat. Dengan penjelidikan ''sociological jurisprudence'' dapat pula diketahui bahwa norma-norma hukum itu kemudian mempunjai pengaruh² tertentu terhadap masjarakat. Dengan ini hendak ditundjukkan, bahwa : :<ol type="a"><li>demokrasi terpimpin pada hakekatnja bukanlah soal baru, dan</li><li>hukum jang berlaku harus bersumber kepada kekuatan² dalam masjarakat. Karena itu demokrasi terpimpin adalah demokrasi jang pimpinannja diserahkan kepada wakil² kekuatan njata partai² dan golongan² fungsionil) dalam masjarakat. Pelaksanaan dari pada demokrasi terpimpin tidak lagi hanja dapat disandarkan pada dasar klasik Trias Politica.</li></ol> <p align="left">88</p> Tidak lagi seperti halnja jang terdapat dalam demokrasi Barat jang liberal, susunan kekuasaan terdiri atas tiga bagian jakni : eksekutif, legislatif dan judikatif. Sesuai dengan makna terpimpinnja demokrasi, maka badan eksekutif dengan bantuan Depernas dan D.P.A., sekaligus merupakan pimpinan revolusi dan dengan kepertjajaan M.P.R., lebih mempunjai otoritet atau kepribadian. Sesuai pula dengan proses terdjadinja norma² hukum dan kekuasaan, dengan sendirinja badan eksekutif itu adalah eksponen jang njata dari pada kekuatan² dalam masjarakat dan revolusi. Atas dasar UUD 1945, para Menteri adalah pembantu Presiden dan bertanggung djawab kepadanja. 119. Sebagai eksponen revolusi, pimpinan negara dengan pegangan jang njata serta mentjerminkan kemauan masjarakat, melaksanakan demokrasi terpimpin seperti jang telah digariskan dengan tegas dalam Manifesto Politik Republik Indonesia dengan perintjiannja sebagai dasar haluan negara. Karena itu, buku Manifesto Politik Republik Indonesia wadjib dipeladjari untuk memperoleh pengertian tentang demokrasi terpimpin. Sesuai dengan penamaan diatas bahwa demokrasi terpimpin adalah „demokrasi kerdja”, maka jang terpokok dalam bentuk demokrasi ini adalah kerdja. Kerdja untuk kepentingan rakjat. Segala bidang harus dipenuhi dengan kegiatan² kerdja. Sekolah² diharuskan memberikan pendidikan tjinta kepada kerdja, djuga kerdja tangan. Dalam masjarakat sosialis à la Indonesia, kerdja akan mendapat kedudukan jang tersendiri, dan pekerdja² jang selama ini terkenal dengan istilah „kerdja kasar”, akan mendapat kedudukan jang terhormat. 120. Baik badan kehakiman sebagai badan pemberi peradilan maupun kedjaksaan sebagai penuntut umum, demi mempertegak hukum, tugas kedua badan itu disedjiwakan dengan tudjuan dan susunan kenegaraan. Dewan Perwakilan Rakjat sebagai wakil jang sah dari pada golongan jang hidup dalam masjarakat mempunjai kedudukan sewadjarnja dalam hubungan demokrasi terpimpin. Pembentukan undang² adalah tetap mendjadi kompetensi D.P.R. bersama-sama dengan Presiden, sedangkan Peraturan Pemerintah sebagai keputusan² pimpinan Negara jang perlu tjepat diambil <p align="right">89</p> </div><noinclude></noinclude> cw6h1qqo2c7in2o47wn9jzbw9z35ms7 Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/25 104 112167 313923 311178 2026-08-17T09:30:09Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 313923 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude><div class="pagedata"> adalah berstatus sedjadjar dengan Undang², setelah itu setjepatnja disampaikan kepada D.P.R. Dengan demikian otoritet D.P.R. sebagai wakil rakjat adalah tetap sebagai sediakala, dalam arti bahwa D.P.R. berfungsi penuh dalam pekerdjaannja. Perlu ditandaskan bahwa demokrasi terpimpin sangat berbeda dengan kediktatoran. Terpimpinnja demokrasi ini terletak pada kenjataan bahwa segala sesuatu harus ditudjukan untuk keselamatan, kemakmuran dan kemadjuan rakjat. 121. Tidak dikenal oposisi jang sekadar ber-oposisi asal ber-oposisi sadja, oleh karena pemerintah adalah lawan politiknja. Oposisi jang bersifat membangun dan mendidik mempunjai tempat jang sewadjarnja. Pengertian oposisi menurut tradisi liberal demokratis ditiadakan. Membangun suatu negara dan masjarakat dengan sempurna hanja dapat dilakukan oleh seluruh masjarakat bersama-sama. Karena itu persatuan nasional jang seluas-luasnja adalah landasan jang terdjitu bagi pelaksanaan dimpinan demokrasi ini. 122. Keperluan masjarakat luas tak dapat diambil dari perumusan satu atau dua golongan masjarakat sadja, tetapi dari segenap golongan dengan konsepsi²nja jang harus menjetudjui sosialisme. Konsepsi lain daripada ini sudah barang tentu tak dapat diterima. Kemudian dari pada itu segenap golongan dalam masjarakat bahu-membahu melaksanakan konsepsi ini dan menjempurnakannja sesuai dengan keperluan serta kemadjuan zaman. Pimpinan jang demikian ini pasti dapat diterima oleh setiap golongan masjarakat. Demikianlah, demokrasi terpimpin ini pimpinannja ada pada kebidjaksanaan dan perasaan rakjat jang dipertjajakan kepada wakil²nja jang sedjati. Njatalah bahwa tidak sembarang oknum dapat memperoleh kepertjajaan besar dan sutji ini. Selandjutnja tekanan harus diletakkan pada pengertian demokrasi dalam persoalan ini. 123. Titik beratnja adalah tetap demokrasi, sebab kalau tidak begitu ia bukan demokrasi lagi. Bentuk² demokrasi kedapatan pada kenjataan, bahwa kepada rakjat diberi setjukupnja kebebasan- <p align="left">90</p> kebebasan demokratis sesuai dengan U.U.D. 1945 dan Manifesto Politik Republik Indonesia. Melalui pelbagai saluran jang sah, pendapat² rakjat untuk memperbaiki nasibnja, keadaannja, hari depannja dan segala hal jang positif, tetap diakui dan diandjurkan. Bukan kebebasan untuk menghidupkan kediktatoran, demokrasi liberal dan jang sedjenis dengan itu. Disini letaknja inti hakekat demokrasi terpimpin, jakni bimbingan demi kepentingan rakjat. Demokrasi kerdja dalam bentuk asli (gotong rojong) dipertahankan, bahkan dikembangkan oleh masjarakat maupun pemerintah. Demokrasi kerdja jang menghasilkan didorong, dan pemerintah dalam banjak hal bahkan langsung mengadjak pelbagai organisasi masjarakat untuk mengatasi pelbagai pekerdjaan dan kesukaran. Dengan demikian hubungan pemerintah dengan masjarakat sangat erat, tidak sadja melalui saluran jang formil seperti badan² perwakilan, tetapi djuga langsung melalui badan² tidak resmi dan/atau perseorangan. Pada instansi² penting seladjaknja dibentuk badan² pertimbangan/penasehat instansi jang turut memberikan pemikiran dan pemetjahan tentang masalah² pekerdjaan dan kepentingan masjarakat. <center> BAB 19<br /> TUDJUAN DEMOKRASI TERPIMPIN </center> 124. Berdasarkan pada keterangan diatas djelaslah bahwa demokrasi terpimpin bertudjuan mewudjudkan masjarakat jang adil dan makmur. Sjarat² untuk ini memang terdapat ditanah air kita. Sjarat² kekajaan alam, banjaknja penduduk, luasnja daerah negara serta tradisi tjinta kerdja daripada rakjat Indonesia memungkinkan tertjapainja suatu masjarakat dan negara sebagai jang kita tjita²kan. Dengan keamanan jang terdjamin dan keadaan jang stabil, penghasilan nasional akan meningkat, penghasilan per kepala memadai sedang distribusipun lantjar. Sjaratnja adalah kerdja atas dasar rentjana. 125. Sosialisme à la Indonesia adalah sosialisme, artinja kemakmuran rakjat jang merata. Tudjuan kita sudah djelas, djalannja <p align="right">91</p> </div><noinclude></noinclude> 25oai5wqmdwll6ummc6psh4mcx6qtlo Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/27 104 112169 313924 311180 2026-08-17T09:30:40Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 313924 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude><div class="pagedata"> keuntungan sebagai jang termuat dalam Manifesto Politik Presiden. „Revolusi Indonesia tidak mengizinkan Indonesia mendjadi padang penggarukan harta bagi siapapun, — asing atau bukan asing. Siapa menggaruk kekajaan ten koste dari pada umum, siapa mengatjau perekonomian umum, dia akan kita tangkap, dia akan kita seret dimuka hakim, dia akan kita tangkap, dia akan kita hukum berat, dia kalau perlu akan kita djatuhi hukuman mati.” Tidak dapat lebih djelas lagi dimana letak terpimpinnja ekonomi jang dimaksudkan. Apabila kita telah lebih saksama, maka program ketiga Kabinet Kerdja mempunjai tugas jang menentukan dalam membina ekonomi terpimpin. Dalam program ke-3 jang mengenai bidang ekonomi dikatakan bahwa perdjuangan melawan Imperialisme ekonomi harus dilandjutkan. Memang, selama imperialisme ekonomi masih mentjengkeram perekonomian Indonesia, selama itu pula ekonomi Indonesia tetap terdjadjah. Kita harus waspada dan teliti terhadap imperialisme ekonomi itu. Ekonomi sosialis adalah lawan langsung dari pada ekonomi kapitalis. 136. Karena itu jang dapat disebut imperialisme ekonomi pada pokoknja adalah kapitalisme. Djadi setjara prinsipil kapitalismelah jang harus mendjadi sasaran. Kita harus terlebih dahulu memperintji bentuk² kapitalisme, mana jang paling dahulu harus dikikis. Walaupun diatas sudah dikatakan bahwa kita harus waspada dan teliti, dengan mengingat bahwa pengusaha² nasional jang djudjur, ja, bahkan djuga pedagang² ketjil jang hakekatnja masih mempergunakan tjara² jang lazim digunakan oleh golongan kapitalis tetapi golongan² ini pada masa peralihan masih dapat digunakan sebagai perantara² atau produsen² dalam proses sosialisasi ekonomi. Pengalaman mereka, djasa-djasa mereka, bahkan modal mereka masih perlu dalam djalinan ekonomi peralihan ini. (Lihat keterangan pemerintah hal. 92 dst.). 137. Kita tidak boleh keliru dalam memilih sasaran. Dibawah ini adalah sebagian bentuk² kapitalisme jang merupakan sasaran penghantaman kita : <p align="left">100</p> :<ol type="a"><li>Perusahaan² meonopoli asing ;</li><li>Perusahaan swasta vital (asing atau bukan) ;</li><li>Perusahaan golongan pemerintah swasta (''joint enterprises''). Ini harus didjadikan sepenuhnja usaha pemerintah.</li><li>Perusahaan² monopolii bukan asing ;</li><li>Penghisapan sistim feodalisme dan sistim tuan tanah.</li></ol> 138. Untuk memperoleh pengertian tentang bentuk² kapitalisme dalam teori ekonomi jang bertentangan dengan maksud ekonomi terpimpin, batja karangan Zwyndrecht — Hasan Amin (bagi S.L.A.). dan Samuelsen (bagi Mahasiswa). Untuk orientasi kepada bentuk ekonomi jang dihasratkan, perlu djuga mempeladjari, diantaranja buku Ekonomi — Politik Marxis. Disamping mengarahkan perdjuangan kepada pendobrakan bentuk² jang bertentangan dengan ekonomi terpimpin, Pemerintah akan melakukan tindakan² tegas untuk melikwidasi sendi² ekonomi kapitalis dan liberal. Faham² dan praktek seperti ''freefight liberalism'' dan ''free enterprises'' jang mengandung unsur persaingan liberal dan bebas serta pengusahaan anarkis dengan sendirinja akan terkikis dengan djalan apapun. Disini pulalah letak terpimpinnja sosialis jang dimaksudkan. Akumulasi kapital ditangan swasta atau perseorangan akan tertjegah. Dana² luar negeri serta alat² pembajaran luar negeri sepenuhnja digunakan oleh pemerintah atau atas nama pemerintah. Perdagangan barter lenjap. Dengan sendirinja hak² istimewa dalam memindahkan (men-transfer) dan menggunakan devisen seperti terdapat dalam ''let alone agreement'' hilang. Saluran antara produsen dengan konsumen akan mendjadi pendek djaraknja. <center> BAB 21<br /> EKONOMI TERPIMPIN DALAM PRAKTEK </center> 139. Pemerintah bersama-sama dengan Depernas, menjusun sebuah pola jang merupakan suatu keseluruhan dalam bidang ekonomi. Rentjana ini terdiri atas beberapa bagian, diantaranja jang terpenting : <p align="right">101</p> </div><noinclude></noinclude> tlopgrlqpzu3u01l9rlkiuoku4m1l38 Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/28 104 112170 313925 311181 2026-08-17T09:30:59Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 313925 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude><div class="pagedata"> Walaupun di Amerika Serikat adalah mendjadi fakta bahwa produksi berlimpah-limpah dan kalau diukur setjara merata keperluan per kapita memang setjara teori dapat tertjukupi, tetapi disamping itu, menurut statistik djumlah penganggur berdjuta-djuta. Gambaran tersebut diatas adalah sebagai akibat dari sistim ekonominja. Sekiranja ''social security'' tidak teratur rapi, maka pengangguran itu dapat merupakan bentjana. 148. Tudjuan lain dari ekonomi sosialis adalah ekonomi damai, sebagai lawan dari pada ekonomi perang. Artinja sebagian besar anggaran belandja harus digunakan untuk pengembangan kesedjahteraam hidup, termasuk bidang ekonomi. Karena itu program no. 2 daripada Kabinet Kerdja perlu segera diatasi, jakni mentjiptakan keamanan merata bagi rakjat. Ekonomi gotong rojong atau ekonomi sosialis á la Indonesia sesungguhnja harus mendjadi sendi dari pada faham ekonomi terpimpin. Bukankah dalam gotong rojong tertjermin sifat² perdamaian dan ketenteraman hidup bangsa? Kehidupan jang lajak sebagai manusia tidak djarang tergantung pada soal² ekonomi ; makan, pakaian dan perumahan adalah semua benda ekonomi jang harus dihasilkan untuk keadilan, kemakmuran, keamanan, perdamaian dan kesentosaan. <center> BAB 22<br /> TUDJUAN EKONOMI TERPIMPIN </center> 149. Tudjuan ekonomi terpimpin ialah, memenuhi keperluan¹ rakjat baik materiil maupun spirituil setjara lajak. Kebutuhan rohani maupun djasmani. Kebutuhan kulturil umumnja dan meteriil chususnja. Suatu masjarakat jang adil dan makmur, aman sedjahtera tanpa penghisapan dan penindasan atas manusia oleh manusia. Setiap warganegara harus merupakan anggota masjarakat jang mendapat tempat, hak serta kewadjiban jang sewadjarnja. Tudjuan jang mulia ini pasti terlaksana, djika sjarat² jang <p align="left">106</p> diperlukan dipenuhi. Perentjanaan jang sepenuhnja disesuaikan dengan tudjuan harus dibuat sedjelas-djelasnja dan sederhana. Djelas dalam arti tidak menimbulkan kekeliruan dan sederhana supaja mudah difahami oleh setiap pelaksana serta rakjat pada umumnja. Tudjuan pokok dari pada ekonomi terpimpin adalah untuk pada achirnja menumbangkan struktur ekonomi jang imperialistis feodalistis sampai keakar-akarnja. Bagi kesempurnaan realisasi ekonomi terpimpin, negara Indonesia jang selama ini sepenuhnja merupakan negara agraria, mesti djuga mendjalankan industrialisasi baik ketjil maupun besar, sehingga didalam memenuhi keperluan hidup rakjat, tidak semata-mata tergantung kepada negara lain. Untuk ini ada suatu hal besar jang dengan tegas dan berani harus diatasi, jakni soal kapital. Dalam hubungan ini, kapital harus diusahakan oleh pemerintah, djadi tidak diserahkan kepada modal monopoli asing. 150. Menurut pengertian modern, modal monopoli asing tidak lain adalah imperialisme. Untuk djelasnja batjalah dibawah ini tulisan <small>BUNG KARNO</small> tentang hal tersebut, dalam bukunja ''Mentjapai Indonesia Merdeka'', antara lain sebagai berikut : ::''„Sedjak adanja opendeur-politik didalam tahun 1905, maka modal jang boleh masuk ke Indonesia dan mentjari rezeki di Indonesia bukanlah lagi modal Belanda sadja, tetapi djuga modal Inggeris, djuga modal Amerika, djuga modal Djepang, djuga modal Djerman, djuga modal Perantjis, djuga modal Italia, djuga modal lain-lain sehingga imperialisme di Indonesia kini adalah imperialisme jang internasional karenanja. Raksasa „biasa” jang dulu berdjengkelitan diatas padang kerezekian Indonesia, kini sudah mendjadi Rahwana Dasamuka jang bermulut sepuluh.”'' 151. Selandjutnja permodalan bagi industrialisasi chususnja ekonomi terpimpin pada umumnja, ekonomi Indonesia tidak boleh bergantung pada ekonomi monopoli internasional. Disamping djeratan² dan pelbagai ikatan² jang disebabkan kapitalisme internasional itu, kapitalisme telah mengalami dan menurut kodratnja akan terus mengalami krisis² jang semakin hebat. Krisis² ini akan lebih menimpa negara² jang ekonominja ber- <p align="right">107</p> </div><noinclude></noinclude> o7hsbzhtqg0rz14e6c75xka6fr890rv Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/29 104 112171 313926 311182 2026-08-17T09:31:17Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 313926 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude><div class="pagedata"> <center> '''BAGIAN E'''<br /> '''KONPERENSI ASIA-AFRIKA''' <br /> BAB 23<br /> PANDANGAN UMUM </center> 153. Dasar dari pada kebidjaksanaan politik luar negeri Pemerintah ialah pelaksanaan prinsip politik luar negeri jang bebas dan aktif. Tudjuan terpenting dalam mendjalankan dasar politik itu, ialah pelaksanaan apa jang dinamakan ''subject policy'' dengan maksud supaja Indonesia djangan hanja mendjadi objek politik negara² lain, sedangkan apa jang dinamakan „politik tetangga baik” sudah pula didjalankan dengan teratur dan intensif. 154. Fikiran tentang mempererat kerdjasama antara negara-negara Asia-Afrika sebenarnja mulai dikemukakan disidang Parlemen oleh Perdana Menteri Mr Ali Sastroamidjojo pada tanggal 25 Agustus 1953 jang antara lain berbunji sbb : ::„Kerdjasama dalam golongan negara-negara Asia-Arab (Afrika) kami pandang penting benar, karena kami jakin, bahwa kerdjasama erat antara negara-negara tersebut akan memperkuat usaha kearah tertjapainja perdamaian dunia jang kekal.<br />Kerdjasama antara negara-negara Asia-Afrika tersebut adalah sesuai benar dengan aturan² dalam P.B.B. jang mengenai kerdjasama kedaerahan (''regional arrangements''). Lain dari itu pada umumnja memang mempunjai pendirian-pendirian jang sama dalam beberapa soal dilapangan internasional, djadi mempunjai dasar sama (''common ground'') untuk mengadakan golongan jang chusus. Oleh sebab itu kerdjasama tersebut akan kami landjutkan dan pererat.” <p align="left">110</p> 155. Pada pertengahan tahun 1953 tersebut tampaklah sudah membajang akan adanja Konperensi Asia-Afrika pada permulaan tahun 1955. Untuk melaksanakan program diatas, maka diadakan dua konperensi antara Perdana Menteri dari lima negara Asia, jaitu jang pertama konperensi informil di Colombo pada tanggal 28 April sampai 2 Mei 1954, dan jang kedua konperensi Bogor pada tanggal 29 Desember 1954. Lima negara jang dimaksud diatas ialah Birma, India, Indonesia, Pakistan, Sailan. Sebelum konperensi-konperensi tersebut dilangsungkan, fikiran tentang kerdjasama negara-negara Asia-Afrika sudah dipersiapkan dan terlebih dahulu setjara mendalam dan luas didalam suatu Konperensi Dinas antara Kepala-kepala Perwakilan kita dinegara-negara Asia-Afrika jang diadakan oleh Menteri Luar Negeri di Tugu dari tanggal 9 sampai 22 Maret 1954. Enam tahun sebelumnja, jaitu pada permulaan tahun 1949, pada saat negara Republik Indonesia terkurung dan digempur terus-menerus dari luar, dan pada saat banjak daerah-daerah kita diduduki lawan, sedangkan sebagian besar dari pemimpin-pemimpin kita dipendjarakan, di New Delhi India dilangsungkan Konperensi antara bangsa-bangsa Asia dan Afrika untuk memprotes ketidak adilan jang ditudjukan kepada Indonesia dan untuk menundjang perdjuangan kita. Para diplomat dan para ahli politik, pers dan orang biasa dari negeri-negeri tetangga kita di Asia dan Afrika semuanja menjokong perdjuangan Republik Indonesia. 156. Konperensi Bogor telah mengambil keputusan, bahwa Konperensi Asia-Afrika jang akan datang akan berlangsung dikota Bandung sebelum bulan Puasa tahun 1955. Dalam Komunike Bersama jang ditudjukan kelima Perdana Menteri tersebut diatas dalam Konperensi Bogor ditetapkan maksud dan tudjuan Konperensi Asia-Afrika sebagai berikut : :1. ''to promote goodwill and cooperation among the nations of Asia and Africa, to explore and advance their mutual as well as common interests and to establish and further friendliness neighbourly relations ;'' <p align="right">111</p> </div><noinclude></noinclude> g4r3qif8m168cu2hbkjthdy7tocncod Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/30 104 112172 313927 311183 2026-08-17T09:31:52Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 313927 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude><div class="pagedata"> <center> '''PETA NEGARA PENGUNDANG DAN NEGARA JANG DIUNDANG''' </center> <!-- Penjelasan/Elemen Teks yang terdapat pada Peta --> <div style="font-size: 90%;"> '''Keterangan Simbol/Legenda:''' * <span style="background-color: #888; color: white;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> Negara pengundang * <span style="background-color: #ccc;">&nbsp;///&nbsp;</span> Negara jang diundang '''Daftar Negara yang Tertera pada Peta:''' * AFGANISTAN * BIRMA * ETHIOPIA * FILIPINA * INDIA * IRAN * IRAK * JAMAN * JORDANIA * KAMBODJA * LAOS * LIBIA * LIBERIA * MESIR * MUANGTHAI * NEPAL * PANTAI MAS * PAKISTAN * REPUBLIK INDONESIA (Bandung) * SAILAN * SAUDI ARABIA * SIRIA / LIBANON * SUDAN * TIONGKOK (R.R.T.) * DJEPANG * TURKI * VIETNAM UTARA * VIETNAM SELATAN <br /> '''Kotak Data Statistik Peta:''' <center> '''Penduduk Dunia 2500.000.000 Luas Dunia 58.100.000 mil²''' </center> * '''Grafik Lingkaran Penduduk:''' ** 11. djuta ** 44. djuta ** Sisa penduduk dunia * '''Grafik Lingkaran Luas Area:''' ** Luas negara peserta konperensi: 12.6 mil² ** Sisa luas dunia: 45.5 mil² </div> </div><noinclude></noinclude> coqo3neoibk4bf0yc2px1gvfgnr27ly Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/31 104 112175 313928 311184 2026-08-17T09:32:30Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 313928 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude><div class="pagedata"> 165. Adapun pendjadjahan dapat dilakukan dengan dua tjara. Pertama: pendjadjahan politik jang dilakukan dengan langsung menaklukkan suatu bangsa oleh bangsa lain dan mendirikan pemerintahan djadjahan atas bangsa jang ditaklukkan itu. Lazim pendjadjahan politik itu mengakibatkan pula pendjadjahan dilapangan ekonomi, sosial, kebudajaan dan kongkungan djiwa, seperti halnja telah dialami oleh Rakjat² Asia-Afrika sendiri. Kedua : pendjadjahan matjam lainnja ialah pendjadjahan ekonomi jang menurut istilah sekarang dinamakan „modern imperialisme”. Pendjadjahan matjam ini tak perlu menaklukkan suatu bangsa dan mendirikan pemerintahan djadjahan atasnja. Ia tjukup dengan menguasai dan mengawasi perekonomian suatu bangsa. Ia tjukup membikin suatu bangsa tergantung padanja dibidang ekonomi, jang berarti, bahwa dalam segala bidang mati-hidupnja bangsa jang dikuasai ekonominja itu tergantung padanja. Tjontoh² dapat diketemukan di Asia dan Afrika. 166. Negeri-negeri jang terlibat dalam pergolakan kebangsaan menentang imperialisme dewasa ini hampir dengan tiada ketjualinja ialah negeri² jang lazim disebut negeri-negeri „kurang-madju” — suatu istilah jang tjelaka dan hanja setengah-benar. Menurut perkiraan P.B.B., dua pertiga dari umat manusia hidup dinegeri-negeri jang kurang madju, dan hanja seperlima dalam negeri² jang madju. Kedua-pertiga dari umat manusia ini pada waktu lahirnja ditaksir rata-rata akan dapat hidup tigapuluh tahun, sedangkan mereka jang beruntung lahir dalam negeri jang madju ditaksir rata-rata akan hidup 63 tahun. Selama mereka hidup 30 tahun itu, mereka akan menggunakan makanan sebanjak 2.150 kalori tiap hari, dan pendapatan mereka tiap tahun banjaknja 41 dolar Amerika. Sebaliknja, keseperlima dari pada umat manusia itu makan 3.040 kalori tiap hari (kita di Indonesia 1.880 kalori) dan menerima 461 dolar Amerika setiap tahun. Setiap 100.000 orang dinegeri-negeri jang kurang madju dirawat oleh 17 orang dokter, sedangkan 106 dokter merawat tiap² 100.000 orang di-negeri² jang madju. Taksiran lamanja hidup rata² tiap orang di Nederland ialah 70 tahun 6 bulan, sedangkan di India 26 tahun 7 bulan. <p align="left">116</p> Hal inilah jang merupakan salah satu sebab jang mahapenting jang menguatkan perasaan persatuan bangsa-bangsa Asia-Afrika dalam menghadapi imperialisme jang mengisap. 167. Awan gelap tidak selamanja bergantungan diangkasa. Setelah matahari-kedjadjaan kita tenggelam beberapa abad lamanja, sekarang fadjar-kebangunan baru Asia-Afrika telah menjingsing kembali. Rakjat-rakjat Asia-Afrika jang sependeritaan lahir dan batin telah bangun, mentjari titik² pertemuan untuk bersama-sama menggalang persatuan menentang kolonialisme dan imperialisme dalam segala bentuk. Konperensi Asia-Afrika di Bandung adalah tempat mereka memperbintjangkan nasib jang sama. Kemudian menjusul Konperensi Mahasiswa Asia-Afrika dan konperensi lain² jang sedjenis dengan itu. <center> BAB 25<br /> DJALAN KONPERENSI </center> 168. Pada achir April sebelum bulan Puasa tahun 1955, berlangsunglah Konperensi Asia-Afrika di Bandung jang dinanti-nantikan. Menurut keputusan Presiden Republik Indonesia tanggal 9 April 1955, Delegasi Indonesia untuk menghadiri Konperensi Asia-Afrika di Bandung berdjumlah 17 orang jang terdiri atas : :<ol><li>Mr Ali Sastroamidjojo, Perdana Menteri, Ketua Delegasi</li><li>Mr Sunarjo, Menteri Luar Negeri, Wakil Ketua Delegasi</li><li>Prof. Ir Roosseno, Menteri Perekonomian</li><li>Mr Muhammad Yamin, Menteri Pendidikan, Pengadjaran dan Kebudajaan</li><li>K. H. Masjkur, Menteri Agama</li><li>Dr F. L. Tobing, Menteri Penerangan</li><li>Mr Achmad Subardjo, Penasihat Kementerian Luar Negeri</li><li>Dr Abu Hanifah, Penasihat Kementerian Luar Negeri</li><li>Mr Sujono Hadinoto, Penasihat Kementerian Luar Negeri</li></ol> <p align="right">117</p> </div><noinclude></noinclude> 671p8vjxvhjslghwkqypf2k61avhtft Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/32 104 112177 313929 311186 2026-08-17T09:32:52Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 313929 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude><div class="pagedata"> :<ol start="10"><li>Sukardjo Wirjopranoto, Kepala Direktorat I Kementerian Luar Negeri</li><li>Ruslan Abdulgani, Sekretaris Djenderal Kementerian Luar Negeri</li><li>Mr Nazir Datuk Pamuntjak, Kepala Direktorat II Kementerian Luar Negeri</li><li>Mr Utojo Ramelan, Kepala Direktorat IV Kementerian Luar Negeri</li><li>Ir Djuanda, Kepala Biro Perantjang Negara</li><li>L. N. Palar, Duta Besar Republik Indonesia di New Delhi</li><li>Djenderal Major H. Abdul Kadir, Duta Besar Republik Indonesia di Cairo</li><li>Mr Sudjarwo Tjondronegoro, Duta Besar, Wakil Tetap Republik Indonesia pada Perserikatan Bangsa-bangsa.</li></ol> Disamping ketudjuhbelas orang ini telah ditetapkan pula 16 orang sebagai Penasihat. Pimpinan Konperensi jang dipilih oleh semua peserta adalah sebagai berikut : :Mr Ali Sastroamidjojo, Perdana Menteri Republik Indonesia mendjadi Ketua Konperensi. :Mr Muhammad Yamin, Menteri Pendidikan, Pengadjaran dan Kebudajaan Republik Indonesia mendjadi Ketua Panitia Kebudajaan. :Prof. Ir Roosseno, Menteri Perekonomian Republik Indonesia mendjadi Ketua Panitia Perekonomian. :Ruslan Abdulgani, Sekretaris-Djenderal Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mendjadi Sekretaris Djenderal Konperensi. Dengan demikian maka seluruh Konperensi Asia-Afrika berlangsung dibawah pertanggungan dan pimpinan Pemerintah Republik Indonesia. Berkali-kali diadakan rapat umum dan rapat tertutup di Gedung Merdeka dan Gedung Dwiwarna. 169. Mula-mula sebelum Konperensi dimulai, banjak suara-suara jang menjangsikan dan memperketjil arti Konperensi Asia Afrika. Tetapi setelah berhasil usaha Konperensi tersebut, maka <p align="left">118</p> berbaliklah suara-suara itu dan achirnja opini dunia mengatakan bahwa Konperensi Asia-Afrika di Bandung sanggup memberi sumbangan jang positif untuk mentjapai perdamaian dunia. ''The Times'', London, tanggal 30 Desember 1954 mengatakan antara lain : ''„There is a feeling that the proposed conferences will be rather too vague and purposeless, not to say heterogenous, all these invited accept”'', sedangkan ''The Montreal Star'' tanggal 29 Desember 1954 menulis sbb. : ''„”Peace, it's wonderful”, will be the slogan, but whether it is necessary to hold a vast conference in order to recite the phrase in chorus is something that can be questioned”''. ''Diario Popular'', Lisbon, tanggal 9 Maret 1955 mengatakan, bahwa ''„this spectacular conference is actually a kind of a vast white of panic .......”'' Kemudian ''The Times'', London, pada tanggal 21 April 1955 menjatakan, bahwa ''„the high hopes of the Conference had been shattered and the fears reduced”'', sedangkan wartawan G. Adam dari ''The Economist'' jang terbit pada tanggal 19 April 1955 memberi komentar sbb. : ''„... the Conference was mainly the work of Indonesia, probably in order to distract attention from her home troubles. But the result was historic because such a gathering of coloured statesmen had never happened before”''. Perdana Menteri Sovjet Uni Bulganin antara lain mengatakan, bahwa Konperensi Asia-Afrika adalah ''„a strikking demonstration”'' dari perasaan Rakjat Asia-Afrika dewasa ini. Penjelasan masalah-masalah internasional dengan djalan damai seperti disebut dalam resolusi Bandung itu, dikatakan sebagai ''„a correct approach”'' terhadap masalah-masalah jang dihadapi dunia. Dalam pada itu, Pemimpin Delegasi Amerika Serikat di P.B.B. Henry Cabot Lodge mengatakan, bahwa Konperensi Bandung telah menundjukkan ''„the real way to make true progress towards international peace”''. 170. Setelah segala persiapan selesai, dibukalah Konperensi Asia-Afrika pada tanggal 18 April 1955 djam 9.00 pagi dengan suatu pidato pembukaan Presiden jang ternjata tidak ketjil pengaruhnja atas Konperensi dalam perkembangannja lebih landjut. Pidato tersebut ketjuali menimbulkan suasana jang membesar- <p align="right">119</p> </div><noinclude></noinclude> 6ey1gumak3nt5hmxufh8mle49uhk9p9 Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/33 104 112178 313930 311187 2026-08-17T09:33:51Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 313930 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude><div class="pagedata"> kan hati kearah semangat persaudaraan dan persatuan dikalangan para peserta Konperensi, merupakan pula suatu pernjataan lahirnja Asia-Afrika baru. Dikalangan rakjat-rakjat Asia-Afrika jang mengikutinja dari djauh pidato Presiden tersebut telah memperbesar kepertjajaan kepada diri sendiri dalam menghadapi masalah-masalahnja. Kepada negara-negara diluar Asia-Afrika pidato tersebut telah pula memaksa bangsa-bangsa diluar Asia-Afrika untuk mengakui, bahwa bangsa-bangsa Asia-Afrika telah mendjadi suatu kekuatan jang tidak dapat mereka abaikan lagi seperti diabad-abad jang lampau. 171. Setelah Presiden mengutjapken pidatonja, Mr Ali Sastroamidjojo dipilih oleh sidang sebagai Ketua Konperensi jang lalu mengutjapken pidato pembukaan dengan mendjelaskan lagi dasar-dasar dan tudjuan-tudjuan dari pada Konperensi Asia-Afrika. Pidato pembukaan Ketua Konperensi ini disusul dengan pidato beberapa orang Ketua Delegasi. Dalam pidato² ini tampak gedjala-gedjala pertentangan antara beberapa negara jang masing-masing menjokong politik blok Barat atau blok Timur. Akan tetapi Mr Ali Sastroamidjojo berhasil berusaha sedemikian rupa sehingga benih-benih pertentangan ini kemudian tidak berkembang mendjadi pertentangan jang njata dalam perundingan-perundingan selandjutnja. Kebidjaksanaan Ketua Konperensi bersumber pada adjaran, ''tut wuri andayani'', jakni mengikuti dari belakang sambil memberi arah tertentu. Mengenai imperialisme, kolonialisme dan subversi, beberapa anggota delegasi mengemukakan pendapat jang agak berbeda-beda. Kolonel Gamal Abdel Nasser dari Mesir berkata : „Semendjak masa ekspansi kolonialisme, persoalan pendjadjahan oleh golongan asing selalu mendjadi sebab dari banjak perang.” Yilma Deressa dari Ethiopia meminta supaja pernjataan kolonialisme itu meliputi djuga pengertian daerah-daerah ''trustee''. Dr Djalal Abdoh dari Iran menjatakan pendiriannja, bahwa agresor-agresor jang lebih halus pada masa kita ini menemukan djalan-djalan baru untuk mentjapai tudjuannja, jaitu menemukan kolonialisme dalam bentuk baru. <p align="left">120</p> Mengenai Irian Barat, Khaled El-Azem dari Syria menjatakan, bahwa ia adalah suatu warisan dari imperialisme. Daerah itu adalah bagian jang integral dari Republik Indonesia. 172. Pada umumnja, soal-soal politik dapat dirundungkan setjara lantjar dan mudah, sekalipun timbul beberapa pertentangan, jakni timbulnja perdebatan tentang masalah kolonialisme matjam kuno dan matjam baru, tentang subversi dan masalah ''peaceful co-existence''. Tetapi berkat suasana saling mendekati dan kemauan baik jang ditundjukkan oleh masing-masing peserta, dapat pula ditjapai penjelesaian pertentangan-pertentangan ini dengan dibuatnja apa jang mendjadi terkenal sebagai ''Bandung Declaration'' dengan 10 asas-asasnja, jang merupakan dasar-dasar baru dalam hubungan antara negara-negara ditengah-tengah pergolakan ''power politics'' dewasa ini. Adapun apa jang dinamakan ''10 principles'' dari pada Piagam Bandung berbunji seperti dibawah ini : :<ol><li>''Respect for fundamental human rights and for the purposes and principles of the Charter of the United Nations.''</li><li>''Respect for the sovereignty and territorial integrity of all nations.''</li><li>''Recognition of the equality of all races and of the equality of all nations large and small.''</li><li>''Abstention from intervention or interference in the internal affairs of another country.''</li><li>''Respect for the right of each nation to defend itself singly or collectively, in conformity with the Charter of the United Nations.''</li><li><ol type="a"><li>''Abstention from the use of arrangements of collective defence to serve the particular interests of any of the big powers.''</li><li>''Abstention by any country from exerting pressures on other countries.''</li></ol></li><li>''Refraining from acts or threats of agression or the use of force against the territorial integrity or political independence of any country.''</li><li>''Settlement of all international disputes by peaceful means, such as negotiation, conciliation, arbitration or judicial settlement as well''</li></ol> <p align="right">121</p> </div><noinclude></noinclude> awg00j19x0xii9nd8qf9kncdu4by2fv Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/38 104 112262 313931 311307 2026-08-17T09:34:55Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 313931 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude><div class="pagedata"> Umat manusia berhasil melenjapkan salah paham itu, lalu bekerdja itu memperoleh tempat jang mulia. Setjara sadar hal ini ditanamkan djuga di Indonesia a.l. dengan Sapta Usaha Tama dan Pantja Wardhana disekolah-sekolah (Lihat lamp.). Berkali-kali pemimpin bangsa kita menjerukan supaja kita bekerdja keras dilapangan pembangunan. Bung Karno berulang-ulang memperingatkan, bahwa kemakmuran itu tidak djatuh dari langit, tidak datang dengan pindjaman² dari luar negeri. Bangsa kita, tiap warganegara, harus memeras keringat, menjingsingkan lengan badju buat mentjukupi keperluan sendiri dan memperbaiki nasib sendiri. Sudah barang tentu warganegara itu memilih lapangan pekerdjaan jang sesuai dengan pengetahuan dan ketjakapannja, jang menarik perhatiannja dan memberikan kepuasan kepadanja. Atjap kali sekarang ini hal itu belum mungkin. Betapa banjaknja manusia jang melakukan pekerdjaan jang tak digemarinja karena tak ada kemungkinan lain. Alangkah baiknja kalau pemerintah berhasil menjusun dan melaksanakan suatu sistim penempatan tenaga sehingga tertjapai ''the right man in the right place''. Pada waktu terluang dapatlah djuga didjalankan hobby, jaitu sesuatu pekerdjaan kegemaran, disamping perbuatan² amal dalam masjarakat. 222. Besarnja penghargaan berupa uang (upah, gadji perumahan, pengangkutan, dll), bergantung dari pada keadaan jang multi-kompleks faktor²nja. Bukan main sukarnja untuk mengatakan apa sebenarnja upah/gadji jang lajak itu. Lebih² lagi di Indonesia dengan golongan² dan lapisan²nja jang keperluan²nja berbeda-beda. Tetapi djurang djarak antara gadji tertinggi dan terendah jang dizaman pendjadjahan berbanding 200 : 1 sekarang ini telah diketjilkan mendjadi 20 : 1. Disamping itu perhubungan antara pegawai tidak lagi dalam suasana zaman kolonial. Sekalipun demikian, disiplin dan prestasi tidak boleh mundur, malahan makin madju. <p align="left">148</p> Perlu djuga diingat, bahwa revolusi nasional kita belum selesai. Sebab itu marilah kita semua bekerdja keras, hidup sederhana dan hemat. Hanja dengan djalan demikian generasi jang akan datang dapat menga'ami masa jang lebih baik dari pada jang sekarang. <center> BAB 30<br /> KEWADJIBAN DAN TANGGUNG DJAWAB POLITIK </center> 223. Sedjak dulu kala sampai sekarang tjabang terutama dan terpenting dari hidup kenegaraan itu ialah lapangan politik. Dapatlah dikatakan bahwa lapangan politik itu ialah dapur negara tempat menggodok dan mengolah segala sesuatu jang bertalian dengan negara itu. Keamanan dan pertahanan, pendidikan dan pengadjaran, keuangan dan ekonomi, pembangunan dan kesedjahteraan sosial, perang/damai dan hubungan antar-negara semuanja dilaksanakan menurut sesuatu garis politik tertentu. Sesuai dengan azas ''a government of people, by the people and for the people'', maka warganegara itu mesti sanggup dan man menjusun serta menegakkan pemerintahannja. Telah dikatakan pada bagian² diatas, bahwa ia peserta dalam organisasi jang bernama negara itu. Dalam sedjarah manusia itu lama sekali bukan peserta, melainkan objek negaranja. Suatu ''ruling class'' jang dikepalaï oleh seorang radja atau diktator atau jang bergelar lain menganggap pemerintahan itu sebagai kepentingan sendiri. Kepentingan rakjat adalah ditingkat kedua. Berkat berhasilnja beberapa revolusi, maka warganegara itu, tanpa ketjuali, mendjadi subjek peserta negara itu. Agamanja, kekajaan, kepandaiannja, tjita² politiknja, asalnja jang berbeda-beda itu tidak merupakan penghalang buat mendjalankan kewadjiban² hak²nja dalam negara itu. Generasi² silih berganti. Keadaan dan tjita² hiduppun berubah. Oleh karena itu pada tempatnjalah pemerintah itu tidak kaku, melainkan menjesuaikan diri pada tantangan masanja. Pada waktu ini warganegara Republik Indonesia ditantang menjusun suatu masjarakat jang adil dan makmur. <p align="right">149</p> </div><noinclude></noinclude> rmjoi28aryko59aigos6ct6gbqzejfl Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/39 104 112264 313932 311310 2026-08-17T09:35:16Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 313932 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude><div class="pagedata"> tra tingkat I dan II (Gubernur dan Bupati) melalui Dewan Perwakilan Rakjat Daerah dan memilih Kepala Negara, Presiden Republik Indonesia, melalui Madjelis Permusjawaratan Rakjat. Sangat diperlukan Kepala Daerah dan Kepala Negara jang berkepentingan kuat, lebih² buat pembangunan masjarakat jang adil dan makmur ; <ol type="a" start="3"><li>Hak melamar dan menduduki sesuatu djabatan resmi. Harus diakui, bahwa pegawai negeri itu tidak dapat hidup dari kehormatan jang melekat pada kedudukannja. Gadji pokoknja jang lajak merupakan balas djasa, agar supaja dapat memelihara keluarganja. Tetapi ia pasti tidak akan mendjadi kaja. Hal itu tidak boleh dipikirkan/diharapkan dari djabatan resmi itu. Pengabdian kepada nusa dan bangsa, itulah sesungguhnja pangkal bertolak kepegawaian itu ;</li><li>Hak mendirikan/hak mendjadi anggota sesuatu partai politik. Partai itulah badan jang semata-mata memperhatikan urusan politik. Tudjuan mutlak tiap partai tidak lain dar pada kemadjuan nusa dan bangsa sebagai jang terkandung oleh tjita² kebangsaan jang termaktub dalam Pantjasila. Diantara partai² ada perbedaan siasat mengedjarnja, perbedaan tekanan pada bagian² Pantjasila itu, dll. Tetapi satu hal pasti/tak dapat diganggu-gugat : kebangsaan menurut kepribadian Indonesia. Kiranja tidak berlebih-lebihan, kalau ditegaskan lagi, bahwa Revolusi Indonesia itu sekali-kali tidak sama dengan Revolusi Perantjis dan djuga tidak dengan Revolusi Rusia ! Bangsa Indonesia tidak mentjontoh, tidak meniru ! Tetapi mengisi sendiri sesuai dengan pandangan Pantjasila ;</li><li>Hak menjampaikan permohonan kepada Pemerintah. Kadang² ada kepentingan chusus jang tidak memperoleh perhatian setjukupnja, baik dari Dewan Perwakilan Rakjat/Madjelis Permusjawaratan Rakjat, maupun dari Pemerintah : umpamanja kedudukan para dokter ; nasib petani penanam djagung ; kepentingan pulau Enggano, dll. Pada tempatnjalah menjampaikan petisi kepada pemerintah, agar djangan sampai terus-menerus tak terurus.</li></ol> <p align="left">154</p> <center> BAB 31<br /> KEWADJIBAN DAN TANGGUNGDJAWAB EKONOMI </center> 227. Kesedjahteraan hidup barulah akan tertjapai, apabila manusia itu berhasil mengumpulkan barang (materi) setjukupnja jang perlu dibuat menutup keparluannja. Keperluan primer ialah sandang pangan dan perumahan. Salah satu hasil gemilang ilmu pengetahuan modern ialah penetapan sjarat² minimal buat makanan manusia, agar supaja terdjamin terus kesehatannja dan prestasinja. Ternjata, bahwa kemenangan² dilapangan olah raga, dilapangan produksi, dilapangan teknik dan ilmu, dll., tidak dapat dipisahkan dari pada daftar bahan² pangan dan tjara menjusun dan mengolahnja setiap hari. Tiap orang dengan tidak memandang kulitnja, iklim tempat tinggalnja, memerlukan protein, variasi makanan dan lain². Sebab itu tidak ada lagi satu negarapun jang tidak mempunjai kementerian atau djawatan jang bertugas mengurus sandang pangan itu. Apabila petjah perang, maka distribusi sandang pangan itu mendjadi soal hangat. Baik buruknja djalannja distribusi itu sangat berpengaruh pada hasil achir perang. Buktinja dari sedjarah tjukup ; untuk menjebutkan satu tjontoh : Djerman pada Perang Dunia I. Kapal² selam-U negeri Djerman pada permulaan perang itu berusaha keras melumpuhkan pengangkutan bahan makanan kenegeri Inggeris jang karena industrinja sangat bergantung dari import bahan makan dari benua Amerika dan Australia ; Albion berhasil melenjapkan bahaja kapal selam-U itu, malahan dapat mengadakan blokade keras terhadap Djerman. Tentu mesti diakui, bahwa orang jang tidak bekerdja memerlukan sedikit sadja. Tetapi sedikit sampai taraf tertentu. Tidak dapatlah kita bersikap tak perduli. Sebab itu mestilah ada rentjana sandang pangan ! Manusia itu harus bebas dari ketakutan akan kelaparan dan kemiskinan ! 228. Dibidang ekonomi produksi dan distribusi selalu mendjadi persoalan. Banjaklah sudah para sardjana memutar otak <p align="right">155</p> </div><noinclude></noinclude> 3ojex0m8z1tr87438jgzplructi56yr Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/40 104 112266 313933 311312 2026-08-17T09:35:38Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 313933 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude><div class="pagedata"> hatinja. Perdjuangan umat manusia berhasil mengachiri keadaan jang seram itu. Lalu lahirlah berbagai djaminan ekonomi : :<ol type="a"><li>Hanja dengan berdasarkan peraturan undang² warganegara itu dapat dipaksa melepaskan sebagian miliknja atau harta bendanja. Menjatakan seseorang tidak boleh berhak milik tidak mungkin. Dan tudjuan paksaan itu tidak lain dari pada kepentingan umum. Lagi pula harus disertai ganti kerugian jang lajak. Umpamanja sebidang tanah buat djalan dan baru² ini di Djakarta untuk kompleks stadion² dan perkampungan peserta² Asiade 1962. Pada waktu perang pengerahan alat² pengangkutan buat keperluan angkatan perang.</li><li>Begitu djuga tindakan pemerintah memaksa seseorang atau segolongan orang mendjalankan pekerdjaan tertentu. Kita kenal sekarang ini di Indonesia wadjib latih militer bagi para sardjana, tamatan sekolah Teknik dan Sekolah Teknik Menengah. Pada waktu perang banjak warganegara masuk angkatan perang, baik sebagai anggota militer, maupun sebagai pedjabat sipil dilapangan administrasi dan produksi perang ;</li><li>Pemerintah menjusun peraturan padjak jang terasa sama berat oleh segenap warganegara. Oleh karena itu Republik Indonesia menganut sistim progresif : makin tinggi penghasilan, makin besar persentasi buat padjak itu ;</li><li>Tiap orang berhak memupuk modal (berupa barang atau uang). Apakah akan diadakan wadjib simpan, hal itu bergantung dari keadaan ;</li><li>Kaum buruh berhak berserikat dan berhak mengadakan pemogokan, setelah perundingan² mengenai tuntutan²nja jang pantas dengan kaum madjikan gagal ;</li><li>Kaum madjikanpun dapat bersatu. Tudjuannja semestinja tidak boleh lain dari pada mengedjar kelantjaran, perbaikan dan standardisasi kwalitet dan pengurangan biaja produksi dan distribusi. Maksud² monopoli harus diberantas.</li></ol> Baik kekuasaan serikat kaum buruh, maupun kekuasaan serikat kaum madjikan tentu tidak boleh disalah-gunakan buat melumpuhkan hidup ekonomi <p align="left">160</p> <center> BAB 32<br /> HAK-HAK WARGANEGARA </center> 232. Undang² dasar jang disusun sesudah revolusi Perantjis selalu mengandung pasal² jang menjatakan dan mendjamin hak² warganegara itu. U.U.D. 1945 pun tidak ketinggalan : pasal 27 sampai dengan pasal 31. Sebelum abad ke-19 bolehlah dikatakan, bahwa hak² warganegara itu tidak pernah dipersoalkan, ketjuali dinegeri Inggeris (''Magna Charta ; Habeas Corpus Act''). Anggapan umat manusia ketika itu ; sudah demikian ditakdirkan oleh Tuhan. Lambat laun djiwa manusia berontak terhadap keadaan itu. Kemadjuan umat manusia merobohkannja. Achirnja lahirlah sesudah Perang Dunia II dalam Perserikatan Bangsa² ''Declaration of Human Rights''. Djadi manusia manapun dianggap memiliki hak² itu. Dengan djalan demikian djurang antara manusia jang satu dengan jang lain makin dangkal dan makin sempit. Perintis dan pengandjur Revolusi Perantjis terlalu menegaskan hak² politik. Tidak diperhatikannja hak² ekonomi. Karl Marx berdjasa mengarahkan perhatian umat manusia pada hak² ekonomi itu. Franklin Delano Roosevelt, Presiden Amerika Serikat dari 1932—1945, menegaskannja pula serta menambahnja dengan rasa bebas dari ketakutan dan antjaman. Pendek kata, hak warganegara itu ada dibidang politik, ekonomi, sosial dan hidup pribadi. Perdjuangan akan hak² itu sampai sekarang belum berhasil sama sekali diseluruh pendjuru dunia : masih ada pendjadjahan, diskriminasi antara warganegara, berbagai larangan dan sebagainja. Perlu diingat, bahwa hak² itu tidak bersifat mutlak. Mempunjai hak dan mempergunakan hak adalah dua perkara. Dalam mempergunakan hak itu kepentingan nasional sedikitpun tidak boleh dilupakan. Sebagai tjontoh : adalah hal jang sangat menjedihkan, apabila kemerdekaan pers itu dipergunakan buat memburuk-burukkan bangsa sendiri dan memudji-mudji bangsa lain. 233. Adalah suatu perdjuangan pandjang penuhkepahitan menegakkan kejakinan, bahwa manusia itu adalah samaterhadap <p align="right"><small>Civics 11</small> &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; 161</p> </div><noinclude></noinclude> sf3xd28a1eahfhmfctznrpu98lop9xt Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/42 104 112267 313934 311313 2026-08-17T09:37:38Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 313934 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude><div class="pagedata"> <center> '''BAGIAN G'''<br /> '''MANIFESTO POLITIK''' <br /> PENEMUAN KEMBALI REVOLUSI KITA </center> :Saudara-saudara sekalian ! :Hari ini adalah „Hari 17 Agustus”. :17 Agustus 1959. :17 Agustus, — tepat empatbelas tahun sesudah kita mengadakan Proklamasi. Saja berdiri dihadapan saudara², dan berbitjara kepada saudara² diseluruh tanah-air, bahkan djuga kepada saudara² bangsa Indonesia jang berada diluar tanah-air, untuk bersama-sama dengan saudara² memperingati, meradjakan, mengagungkan, mengitjamkan Proklamasi kita jang keramat itu. Dengan tegas saja katakan „mengitjamkan”. Sebab, hari ulang tahun ke-empatbelas daripada Proklamasi kita itu harus benar-benar membuka halaman baru dalam sedjarah Revolusi kita, halaman baru dalam sedjarah Perdjoangan Nasional kita. 1959 menduduki tempat jang istimewa dalam sedjarah Revolusi kita itu. Tempat jang unik ! Ada tahun jang saja namakan „tahun ketentuan”, — ''a year of decision''. Ada tahun jang saja sebut „tahun tantangan” — ''a year of challenge''. Istimewa tahun jang lalu saja namakan „tahun tantangan”. Tetapi buat tahun 1959 saja akan beri sebutan lain. Tahun 1959 adalah tahun dalam mana kita, — sesudah pengalaman pahit hampir sepuluh tahun —, kembali kepada Undang-undang Dasar 1945. — Undang-undang Dasar Revolusi. Tahun 1959 adalah tahun dalam mana kita ''kembali kepada djiwa Revolusi''. Tahun 1959 adalah tahun ''penemuan kembali Revolusi''. Tahun 1959 adalah tahun ''Rediscovery of our Revolution''. <p align="left">170</p> Oleh karena itulah maka tahun 1959 menduduki tempat jang istimewa dalam sedjarah Perdjoangan Nasional kita, satu tempat jang unik ! Seringkali telah saja djelaskan tentang tingkatan-tingkatan Revolusi kita ini. 1945 — 1950. Tingkatan ''physical Revolution''. Dalam tingkatan, ni kita merebut dan mempertahankan apa jang kita rebut itu jaitu kekuasaan, dari tangannja pihak imperialis, kedalam tangan kita sendiri. Kita merebut dan mempertahankan kekuasaan itu dengan segenap tenaga rohaniah dan djasmaniah jang ada pada kita, — dengan apinja kita punja djiwa dan dengan apinja kita punja bedil dan meriam. Angkasa Indonesia pada waktu itu adalah laksana angkasa kobong, bumi Indonesia laksana bumi tersiram api. Oleh karena itu maka periode 1945 — 1950 adalah periode Revolusi ''phisik''. Periode ini, periode merebut dan mempertahankan kekuasaan, adalah periode Revolusi ''phisik''. 1950 — 1955. Tingkatan ini saja namakan tingkatan ''survival''. Survival artinja ''tetap hidup, tidak mati''. Lima tahun ''physical revolution'' tidak membuat kita rebah, lima tahun bertempur, menderita, berkorban badaniah, lapar, kedjar-kedjaran dengan maut, tidak membuat kita binasa. Badan penuh dengan luka-luka itu, kita sulami mana jang bolong, kita tutup mana jang djebol. Dan dalam tahun 1955 kita dapat berkata, bahwa tertebuslah segala penderitaan jang kita alami dalam periodenja Revolusi phisik. 1956. Mulai dengan tahun ini kita ingin memasuki satu periode baru. Kita ingin memasuki periodenja Revolusi ''sosial-ekonomis'', untuk mentjapai tudjuan terachir daripada Revolusi kita, jaitu satu masjarakat adil dan makmur, „tata-tentrem-kerta-rahardja”. Tidakkah demikian, saudara-saudara ? Kita berrevolusi, kita berdjoang, kita berkorban, kita berdansa dengan maut, toh bukan hanja untuk menaikkan bendera Sang Merah Putih, bukan hanja untuk melepaskan Sang Garuda Indonesia terbang diangkasa? „Kita bergerak” — demikian saja tuliskan dalam risalah „Mentjapai Indonesia Merdeka” hampir tigapuluh tahun jang lalu — : „Kita bergerak karena kesengsaraan kita, kita bergerak karena ingin hidup lebih lajak dan sempurna. Kita bergerak tidak karena „ideaal” <p align="right">171</p> </div><noinclude></noinclude> i006trvyfmyqmp1k54k3e320jqgkodm Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/43 104 112268 313935 311314 2026-08-17T09:37:55Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 313935 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude><div class="pagedata"> <center> '''KEPUTUSAN DEWAN PERTIMBANGAN AGUNG TENTANG PERINTJIAN MANIFESTO POLITIK REPUBLIK INDONESIA 17 AGUSTUS 1959'''<br /> '''No. 3/Kpts/Sd/II/59''' <br /><hr width="15%" align="center" /><br /> TANGGAL 23, 24 DAN 25 SEPTEMBER 1959. </center> <small>MEMPERHATIKAN :</small> :<ol type="a"><li>Isi keseluruhan Manifesto Politik Republik Indonesia 17 Agustus 1959 ;</li><li>pendapat-pendapat dan saran-saran para anggauta Dewan Pertimbangan Agung.</li></ol> <small>MENIMBANG :</small> :perlunja ada perintjian daripada Manifesto politik Republik Indonesia 17 Agustus 1959 ; <small>BERPENDAPAT :</small> :<ol type="a"><li>Manifesto Politik Republik Indonesia adalah garis-garis besar daripada haluan Negara ;</li><li>perlu disusun sistematika perintjian jang sedapat mungkin merupakan kesatuan tafsiran daripada dasar dan tudjuan Manifesto Politik Republik Indonesia 17 Agustus 1959 untuk mendjamin ketertiban pelaksanaannja.</li></ol> <center> <small>MEMUTUSKAN :</small> </center> :<ol><li>Bahwa Manifesto Politik Republik Indonesia 17 Agustus 1959 adalah garis-garis besar haluan Negara.</li><li>Menjetudjui perintjian persoalan² pokok dan program umum revolusi Indonesia, jang diambil dari Manifesto Politik</li></ol> <p align="left">220</p> :<small>DEWAN PERTIMBANGAN AGUNG DALAM SIDANG II</small> tersebut sebagai bahan pertimbangan bagi Presiden jang urutannja terdiri dari : :<ol type="I"><li><small>PREAMBUL.</small></li><li><small>PERSOALAN-PERSOALAN POKOK REVOLUSI INDONESIA :</small><ol><li>Dasar/Tudjuan dan Kewadjiban Revolusi Indonesia.</li><li>Kekuatan-kekuatan sosial Revolusi Indonesia,</li><li>Sifat Revolusi Indonesia,</li><li>Hari depan Revolusi Indonesia,</li><li>Musuh-musuh Revolusi Indonesia.</li></ol></li><li><small>USAHA-USAHA POKOK (PROGRAM UMUM).</small><ol type="A"><li>Bidang Politik,</li><li>Bidang Ekonomi,</li><li>Bidang Sosial,</li><li>Bidang Mental dan Kebudajaan,</li><li>Bidang Keamanan,</li><li>Pembentukan badan-badan baru.</li><li>Pelaksana.</li></ol></li></ol> :Perintjian tentang I, II, III dilampirkan bersama ini. <p align="right">Djakarta, 25 September 1959</p> <p align="right">221</p> </div><noinclude></noinclude> kx3w17nxq0lf2u99fb2xjxywjxg98t3 Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/44 104 112269 313936 311315 2026-08-17T09:38:18Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 313936 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude><div class="pagedata"> ''Lampiran 1'' <center> '''DEKRIT PRESIDEN REP. IND./PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN PERANG TENTANG KEMBALI KEPADA UNDANG-UNDANG DASAR 1945.''' <br /><br /> ''Dengan Rachmat Tuhan Jang Maha Esa'' <br /><br /> <small>KAMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN PERANG</small> </center> Dengan ini menjatakan dengan chidmat : :Bahwa andjuran Presiden dan Pemerintah untuk kembali kepada Undang-undang Dasar 1945, jang disampaikan kepada Segenap Rakjat Indonesia dengan Amanat Presiden pada tanggal 22 April 1959, tidak memperoleh keputusan dari Konstituante sebagaimana ditentukan dalam Undang-undang Dasar Sementara ; :Bahwa berhubung dengan pernjataan sebagian terbesar Anggota Sidang Pembuat Undang-undang Dasar untuk tidak menghadiri lagi sidang, Konstituante tidak mungkin lagi menjelesaikan tugas jang diportjajakan oleh Rakjat kepadanja ; :Bahwa hal jang demikian menimbulkan keadaan ketatanegaraan jang membahajakan persatuan dan keselamatan Negara, Nusa dan Bangsa, serta merintangi pembangunan semesta untuk mentjapai masjarakat jang adil dan makmur ; :Bahwa dengan dukungan bagian terbesar Rakjat Indonesia dan didorong oleh kejakinan kami sendiri, kami terpaksa menempuh satu-satunja djalan untuk menjelamatkan Negara Proklamasi ; :Bahwa kami berkejakinan bahwa Piagam Djakarta tertanggal 22 Djuni 1945 mendjiwai Undang-undang Dasar 1945, dan adalah merupakan suatu rangkaian kesatuan dengan Konstitusi tersebut ; Maka atas dasar-dasar tersebut diatas, <center> <small>KAMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN PERANG</small> </center> :Menetapkan pembubaran Konstituante ; :Menetapkan Undang-undang Dasar 1945 berlaku lagi bagi segenap Bangsa Indonesia, dan seluruh tumpah darah Indonesia, terhitung mulai hari tanggal penetapan Dekrit ini, dan tidak berlakunja lagi Undang-undang Dasar Sementara <p align="left">292</p> :Pembentukan Madjelis Permusjawaratan Rakjat Sementara, jang terdiri atas Anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakjat ditambah dengan utusan-utusan dari daerah-daerah dan golongan-golongan, serta pembentukan Dewan Pertimbangan Agung Sementara, akan diselenggarakan dalam waktu jang sesingkat-singkatnja. <p align="right">Ditetapkan di Djakarta pada tanggal 5 Djuli 1959.</p> <center> Atas nama Rakjat Indonesia : <br /><br /> <small>PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN PERANG</small> <br /><br /><br /> SOEKARNO </center> <p align="right">293</p> </div><noinclude></noinclude> qr2763famn6l4nk2sli7mcsetsjpmua Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/48 104 112273 313959 311319 2026-08-17T11:15:03Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 313959 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude><div class="pagedata"> Pekerdjaan membangun masjarakat adil dan makmur berdasarkan Pantjasila dilakukan dengan tekad jang bulat oleh para anggota Dewan Perantjang Nasional dibawah sumpah supaja senantiasa bekerdja dalam suasana rochani jang menggemakan tekad jang bulat. Itulah alasannja mengapa Pembangunan Semesta dan Berentjana menurut pola olahan Dewan Perantjang Nasional jang saja amanatki pada hari ini bernama : Pembangunan Masjarakat Pantjasila. Saja telah hampir tiba pada achir amanat saja. Saja ingin menegaskan sekali lagi apa jang diharapkan rakjat dari Depernas : :# Depernas bekerdja berpedoman pada tertjapainja masjarakat Indonesia adil dan makmur ''à la'' Sosialisme Indonesia dalam rangka demokrasi ''à la'' Indonesia. :# Depernas menggariskan dengan tegas pola pembangunan semesta dan berentjana mentjapai masjarakat adil dan makmur. :# Depernas berusaha dalam waktu jang sesingkat mungkin mentjiptakan pola tersebut. Saja sangat gembira bahwa Depernas dalam sidang informilnja pada tanggal 18 Agustus 1959 ditempat ini djuga, telah membulatkan tekad menjelesaikan tugas pertama sebelum hari kemerdekaan dalam tahun 1960. Saja harap supaja para Anggota jang terhormat menebus tekad bulat jang telah diambil dalam rapat dan jang sungguh-sungguh akan dihargakan oleh rakjat. Demikian bunji Amanat saja dalam sidang pleno Dewan Perantjang Nasional jang pertama ini. Bekerdjalah dengan sepenuh hati melandjarkan kewadjiban nasional dalam rantjangan waktu dan menurut tugas-kewadjiban jang diharapkan peraturan-peraturan Negara Hukum Republik Indonesia dari pada saudara-saudara para anggota sekalian. Dari pimpinan Depernas dan dari Pemerintah jang saja pimpin, saja menunggu pelaporan sampai kemana Amanat ini dipergunakan dan diindahkan oleh Dewan Perantjang Nasional untuk menjusun rantjangan Dasar Undang-undang Pembangunan Masjarakat Pantjasila. Saja memberi pangestu kepada saudara-saudara dan seluruh keluarga Dewan Perantjang Nasional dalam menunaikan tugas pekerdjaannja dengan penuh harapan, supaja rakjat Indonesia dalam tahun 1961 sudah mulai dapat menjaksikan pekerdjaan saudara-saudara sekalian dibidang Pembangunan Masjarakat Pantjasila. Saksikanlah : Rakjat Indonesia membangun ! Sekian ! <p align="left">394</p> <center> '''POKOK-POKOK PIKIRAN MENGENAI SOSIALISME INDONESIA''' </center> SISTIMATI DAN INTI-TJIPTANJA : (1) Bahan-bahan dalam keseluruhannja dibagi atas tiga bagian jaitu : :# Pengertian dan Dasar Sosialisme Indonesia. :# Tudjuan Sosialisme Indonesia. :# Alat untuk mentjapai Sosialisme Indonesia. (2) Inti-tjipta jang tersimpul dalam pokok-pokok pikiran tersebut adalah : :# MYTHOS — nja = Amanat Penderitaan Rakjat. :# LOGOS — nja = Pengertian-pengertian dan Sistimatik. :# ETHOS — nja = Keadilan, Kerakjatan dan Kesedjahteraan dalam Pantja-Sila. (3) Pokok-pokok pikiran tersebut terdiri atas 70 paragrap, jang dirumuskan sebagai berikut . <center> A. PENGERTIAN DAN DASAR SOSIALISME INDONESIA </center> Dasa-tjipta Sosialisme Indonesia.<br /> Amanat Penderitaan Rakjat dasar Sosialisme Indonesia. <center> B. TUDJUAN SOSIALISME INDONESIA </center> Nikmat, tudjuan dan tjiri-tjiri Sosialisme Indonesia.<br /> Unsur-unsur pokok Sosialisme Indonesia.<br /> Sendi-pokok Sosialisme Indonesia.<br /> Azas-azas Gotong-rojong dan Kekeluargaan dalam Sosialisme Indonesia.<br /> Proklamasi Kemerdekaan dan Sosialisme Indonesia. <center> C. ALAT-ALAT UNTUK MENTJAPAI SOSIALISME INDONESIA </center> Usaha pembangunan dan modalnja.<br /> Tugas Dewan Perantjang Nasional.<br /> Rantjangan Pola Nasional.<br /> Aturan pelaksana. <p align="right">395</p> </div><noinclude></noinclude> tv1uidzjc4lh5attiykqaozk43e3x2b Halaman:Korban Boedi.pdf/5 104 112442 313238 311517 2026-08-16T14:34:03Z Iripseudocorus 23824 313238 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||― 3 ―}}</noinclude>„Akoe tida taoe pasti bagimana adanja perasa'ankoe pada ini waktoe, iboe ; akoe maoe bilang waras tapi akoe koeatir tida terlaloe benar ; sedeng kaloe akoe kira soeda djadi gila, tapi pikirankoe masih sedikit terang boeat bisa menginget dengen baik. Jang akoe inget terang, adalah akoe sedeng merasa penasaran sama romannja hati orang prempoean Kenapa iboe, hati orang prempoean ada begitoe lemah, gampang berobah, gampang meloepaken apa jang soeda dibosen. Akoe menanja pada kaoe, iboe, sebab kaoe ada anggotanja bangsa prampoean, hingga apa jang iaorang rasaken kaoe poen tentoe merasaken.“ „Kaoe kepingin taoe romannja hati orang prempoean? Tapi, ach, iboemoe ada terlaloe tjoepet boeat bisa beroending dengen sampoerna, tapi boeat memoeasken penasaranmoe, akoe nanti tjoba menoetoer; tapi kaoe boleh pikir lagi dan tjoba akoerken pada anggepannja orang jang lebih mengarti. Begini, anak : menoeroet pemandangan'koe, sabetoelnja antara hati orang-orang lelaki dan hati prempoean tida ada perbedahan jang terlaloe djaoe. Perbedahan jang njata adalah hati lelaki sifatnja lebih keras dan berangasan, sedeng hati prempoean ada lemboet dan lemah, sedikit sebab jang boeat orang lelaki tida dirasaken tapi bagi orang prempoean bisa mengganggoe hatinja, Dari itoe anak kaloe kaoe beroeroesan sama prempoean kaoe moesti hati-hati, teroetama sifat keras dan berangasan kaoe tida boleh oendjoeken. Pepata poen soeda oepameken hati prempoean seperti roempoet alang-alang. Itoe matjem roempoet tida aken bertoendoek pada amoekannja angin poejoe, maski djoega itoe angin bisa roesaken tangkenja, tapi ia nanti reba dengen lemas sama tioepannja angin jang aloes. Begitoe djoega ada djadi sifatnja hati {{hws|prem|prempoean}}<noinclude></noinclude> 8cx1cqepi46el2qwgvpadmdtf5fj1aa Halaman:Korban Boedi.pdf/7 104 112457 313239 311538 2026-08-16T14:35:46Z Iripseudocorus 23824 313239 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||― 5 ―}}</noinclude>tilik lebih doeloe keadahan'moe, apatah kaoe tida berboeat apa-apa jang menjakitin hingga ia berobah pikiran? „Nah, sebegitoe sadja akoe kira soeda sampe tjoekoep boeat meroendingken hati prempoean. Sekarang ada dateng giliranmoe boeat toetoerken itoe sebab jang bikin kaoe terserang penjakit berdoeka sadja. „Akoe tida bisa kasi taoe sebab, iboe, kerna memang akoe terlaloe bingoeng boeat bisa taoe betoel apa sebabnja. Kaloe dibilang akoe tida mempoenjai sebab sama sekali, itoelah terlaloe moestail, tapi kapan akoe tjoba tjari taoe, akoe sendiri tida mengarti.” Kaloe begitoe baek akoe sadja jang menebak, Boekantah kaoe poenja soeka berdoeka tersebab merasa koerang poeas lantaran maksoed hatimoe tida terkaboel? Ja, ja, itoe ada benernja djoega, iboe, dan toeloeng kaoe teroesken." “Hati menoesia ada ibarat itoe tanah tegalan, ia tida bisa dibiarken dengen pertjoema, lebih teges maoe dibilang, haroes ada apa-apa jang meriasken. Waktoenja ketjil ia perloe sama pendidikan dan barang permaenan, tapi begitoe oesia dewasa mendatengin itoe kasoekahan aken djadi tawar, pada itoe masa ia perloe sama lain matjem barang permainan jang lebih soeroep djika dibilang hiboeran.” “Iboe akoe pasrah apa jang kaoe bilang,” kata Tjin Liang dengen bingoeng. Pada itoe waktoe sala satoe sobatnja Tjin Liang dateng mengoendjoengin hingga itoe pembitjarahan djadi terpoetoes. {{C|{{larger|II.<br> DJEMAN PERLINTASAN.}}}} Sabelonnja penoelis menoetoer terlaloe djaoe, {{hws|baek|baeklah}}<noinclude></noinclude> 7rxk74843iyvsmwvfrx5fjp63wid9ma Halaman:Korban Boedi.pdf/18 104 112466 313240 311543 2026-08-16T14:38:04Z Iripseudocorus 23824 313240 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||― 16 ―}}</noinclude>aseli; marika tjoema terpengaroe sama napsoe birahi atawa penarik di lahir, itoe matjem ketjintahan dengen gampang bisa djadi loentoer. Tapi tida begitoe sama djalannja tjinta jang aseli, semingkin lama itoe pengrasahan mengoerek semingkin dalem. Sebabnja boleh djadi djoega lantaran perdjalanannja jang pelahan djadi mengasih kans aken satoe perasa'an menanem satoe fondamant dengen tida dirasa oleh jang mempoenjai hati. Demikian djoega ada terdjadi sama perhoeboengannja Tjin Liang dan Lian Nio, bermoela marika menjinta atas dasar persoedara misan, kamoedian disoeroeng sama perasa'an saling sympathie hingga marika terangkat satoe tingkat ka dalem kalangannja tjinta menjinta jang toelen. Menjintanja satoe hati lelaki terhadep orang prempoean dan sebaliknja. Tapi marika jang masih beroemoer begitoe moeda belon begitoe mengarti apa adanja itoe perasa'an aneh, jang saban sa'at menjerang hatinja; marika tjoema rasaken sadja, itoelah ada satoe kasenangan djika marika djoestroe doedoek berkoempoel. Pada soeatoe sore koetika oedara terang hingga sanget menggoembiraken, teroetama boeat itoe hati-hati jang sedeng saling metjinta, itoelah ada sa'at jang marika tida maoe liwatken dengen pertjoema. Pada itoe waktoe kekasih kekasih soeka liwatken tempo dengen doedoek berendengan sembari lajangken pikirannja sembari memandang itoe mega jang djaoe dan tida bisa didatengin. Tjin Liang berdoea Lian Nio poen kaliatan tida maoe sia siaken itoe waktoe jang soesa didapet, begitoe senang dan tentrem kaliatannja itoe sepasang merpati berdoedoekan di bawahnja poehoen mangga sembari dengerin soearanja boeroeng perkoetoet jang berkeloeloetan.<noinclude></noinclude> allhhpf04hdm28gaa6sndd0lkryrep7 Halaman:Korban Boedi.pdf/69 104 112488 313241 311574 2026-08-16T14:42:26Z Iripseudocorus 23824 313241 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||― 67 ―}}</noinclude>„Kaoe begitoe tega sama iboemoe, Tjin Liang ? berkata poela Eng Hoei sembari gigit bibirnja boeat menjega menetesnja itoe aer mata jang soeda mengembeng. „Kaoe taoe sekarang akoe tida perna bitjaraken lagi itoe oeroesan, djadi tegesnja akoe tida maoe tarik pandjang itoe kedjadian.“ „Tapi boeat akoe ada sama sadja, 'nkoe, akoe baroe bisa merasa lega kapan akoe soeda beroentoeng terangken ini oroesan, tapi menjesel akoe ada begitoe lemah hingga tida bisa terangken doedoeknja itoe perkara.“ Selandjoetnja Tjin Liang djadi mengatjo tida karoean, hingga semoea jang berhadlir di sitoe tida bisa berboeat laen dari pada goleng kepala dan mengelah napas. Dr. Siem lantas di minta pertoeloengannja. Tapi orang poenja kakoeatiran djadi bertamba besar koetika itoe thabib gojang gojang kepala sepandjang lakoeken papriksahannja. „Ini toean poenja sakit ada berat, menerangken Dr. Siem sembari teroesken papriksahannja“. Boeat bisa mereboet kombali kewarasannja tjoema ada satoe djalan, bikin ia djadi bersenang. Kaloe ia bisa bergirang akoe tanggoeng ia aken lekas semboeh.“ „Toean dokter,“ kata, Eng Hoei dengen tjepet, „apa kita masi boleh mengharep sama kasemboehannja?“ „Pengharepan masih ada, toean ; tapi asal sadja ia bisa loepaken itoe kadoekahan, dari papriksahan akoe dapet taoe ia terlaloe goenaken pikiran boeat berdoeka, hingga biar begimana pande satoe dokter tida nanti bisa semboehken dengen zonder si sakit sendiri kepingin semboeh“. Sehabisnja berkata begitoe, itoe thabib lantas menoelis satoe recept dan berpamitan poelang.<noinclude></noinclude> hgviv8k6hqm3fgy8eggfh67nmn0tkbk Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/5 104 112667 313403 313063 2026-08-16T22:46:19Z Ammachemist 27288 313403 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude><center> {{bold|{{X-larger|RADEN MAS DJOJO KOESOMO <br/> Oleh: MARJOORIE, Batavia <br/> Penerbit: THE BEAUTY}}}} </center> <center> '' {{sp|Motto:}}'' </center> {{right|Segala apa jang merasa sakit sebab perlakoean tida adil bersoeara. Roempoet dan dedaonan diam, tapi kaloe marika kepoekoel angin orang nanti denger soearanja. Aer djoega diam seperti gagoe, tapi angin besar bikin ia djadi bisa bitjara. Logam dan batoe tida bernjawa, tapi kaloe marika dipoekoel tentoe kadengeran swaranja. Bagitoepoen dengen menoesia <br> {{Italic|{{sp|(Han Yu)}}}}}} {{C|1}} Matahari belon naek tinggi. Tapi dibetoelan mana adanja dilangit, sedikit poen tida kaliatan, kerna langit ada mendoeng sekali; gelagatnja aken toeroen hoedjan besar. Sementara itoe adalah saorang lelaki moeda jang berdjalan sendiri-diri, dan maskipoen langit ada mendoeng, ia tida djalan dengen terboeroe-boeroe, hanja dengen perlahan, seperti orang sambil berpikir. Menoeroet doegahan, lelaki ini belon beroemoer sampe tigapoeloe taon; pengawakannja ada tinggi,<noinclude></noinclude> 40lg5mqwxvfv80541wehq93ofu7c99g Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/6 104 112669 313393 313065 2026-08-16T22:04:41Z Ammachemist 27288 313393 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|2|{{sp|THE BEAUTY}}}}</noinclude>{{rule}}{{rule}} potongannja kasar, sedeng roepanja moesti dihitoengken sadja pada bagian roepa jang djelek; aer moekanja poen ada asem selamanja; brangkali djoega haroes dioepamaken pada itoe langit mendoeng, jang terseboet diatas ini. laen dari bagitoe sorot matanja ada sanget „tida mengasi", hingga segala orang jang baroe taoe bertemoe padanja, tida loepoet mendapet doega-doegahan djelek atas dirinja itoe. Pakeannja poen tida bagoes; satoe topi roempoet jang pinggirannja lebar sekali, ada menoetoepi iapoenja kapala; tjelana dan badjoenja ada serba hitem, terbikin oleh kaen kasar sekali kasoetnja jang kasar boeatannja, ada terkena pada kaen hitem jang dililitken berlapis-lapis disapoeternja betis, dengen menoetoepi djoega sabagian dari kaki tjelana, sedeng pada pinggangnja zda tergantoeng satoe golok besar dan pandjang. Ia itoe ada bernama Sorto, saorang Boemipoetra toeroenan Djawa, jang maskipoen sorot matanja „tida mengasi" dan maskipoen soedah ampir sataon lamanja ia ada poenja niatan jang koerang baek — sampe pada waktoe ia djalan sendirian, sebagimana terseboet diatas ini — jaitoe pada itoengan Mesehi 17 September 1920. Ia belon taoe berboeat kadjahatan pada orang-orang jang mentjoeri heiwan-heiwan didalem hoetan jang terdjaga olehnja; ia poen ada djadi pengawal dari satoe hoetan, kapoenjahan saorang bangsanja. Sigralah doega Sorto itoe soedah sampe kahadepan satoe roemah jang ditoedjoe olehnja, jaitoe satoe gedong, jang dari pada besar dan hiasannja ada ternjata gedongnja saorang hartawan besar, sedeng dari pada papan nama jang ada pada dingding tembok disamping pintoe, orang telah dapet taoe, bahoea toean<noinclude></noinclude> qma5irbpfmxujlgah0encpafyzfjw4e 313394 313393 2026-08-16T22:06:49Z Ammachemist 27288 313394 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|2|{{sp|THE BEAUTY}}}}</noinclude>{{rule}}{{rule}} potongannja kasar, sedeng roepanja moesti dihitoengken sadja pada bagian roepa jang djelek; aer moekanja poen ada asem selamanja; brangkali djoega haroes dioepamaken pada itoe langit mendoeng, jang terseboet diatas ini. laen dari bagitoe sorot matanja ada sanget „tida mengasi", hingga segala orang jang baroe taoe bertemoe padanja, tida loepoet mendapet doega-doegahan djelek atas dirinja itoe. Pakeannja poen tida bagoes; satoe topi roempoet jang pinggirannja lebar sekali, ada menoetoepi iapoenja kapala; tjelana dan badjoenja ada serba hitem, terbikin oleh kaen kasar sekali; kasoetnja jang kasar boeatannja, ada terkena pada kaen hitem jang dililitken berlapis-lapis disapoeternja betis, dengen menoetoepi djoega sabagian dari kaki tjelana, sedeng pada pinggangnja zda tergantoeng satoe golok besar dan pandjang. Ia itoe ada bernama Sorto, saorang Boemipoetra toeroenan Djawa, jang maskipoen sorot matanja „tida mengasi" dan maskipoen soedah ampir sataon lamanja ia ada poenja niatan jang koerang baek — sampe pada waktoe ia djalan sendirian, sebagimana terseboet diatas ini — jaitoe pada itoengan Mesehi 17 September 1920. Ia belon taoe berboeat kadjahatan pada orang-orang jang mentjoeri heiwan-heiwan didalem hoetan jang terdjaga olehnja; ia poen ada djadi pengawal dari satoe hoetan, kapoenjahan saorang bangsanja. Sigralah doega Sorto itoe soedah sampe kahadepan satoe roemah jang ditoedjoe olehnja, jaitoe satoe gedong, jang dari pada besar dan hiasannja ada ternjata gedongnja saorang hartawan besar, sedeng dari pada papan nama jang ada pada dingding tembok disamping pintoe, orang telah dapet taoe, bahoea toean<noinclude></noinclude> dl9y69wcbzkjhgks69y0s7ko8tahes5 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/320 104 112674 313498 312096 2026-08-17T05:43:26Z Iripseudocorus 23824 313498 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{ordered list|start=59 |Menudju Persatuan Pemuda jang luas. Terbitan Jajasan Generasi Baru th. 1957. |Pemuda Pengawal Kemerdekaan Nasional Indonesia. Terbitan Jajasan Generasi Baru th. 1957. |Taman Siswa 30 Tahun. Terbitan Taman Siswa. Jogjakarta th. 1956 62. Program Kerdja Sama Pemuda-Militer. Terbitan BKSPM th. 1957. |Sumbangan Pemuda Atjeh pada Kongres Pemuda Seluruh Indonesia. Terbitan Penguasa Perang Daerah Atjeh th. 1960. |Pengantar Kongres Pemuda Seluruh Indonesia. Terbitan Seksi Penerangan Panitia Pusat Kongres Pemuda Seluruh Indonesia th. 1960 |Keputusan Kongres Pemuda Seluruh Indonesia di Bandung. Terbitan Sekretariat Panitia Kongres Pemuda Seluruh Daswati I. Djawa Tengah. |Pembebasan Irian Barat. Terbitan Departemen Penerangan Republik Indonesia th. 1962. |5 Tahun Pandu Rakjat Indonesia. Terbitan Badan Penerbit Pandu Rakjat Indonesia Djakarta th. 1950. |Kumpulan Berita „Antara” dari tahun 1951 sampai dengan tahun 1962. |Kumpulan Surat-kabar², Suluh Indonesia, Harian Rakjat, Merdeka, Duta Masjarakat, Warta Bhakti dari tahun-tahun 1951 sampai dengan tahun 1962. |Bahan-bahan dari berbagai surat kabar tahun-tahun 1945—1948 jang terbit di Jogjakarta. |Keterangan dari berbagai tokoh jang bersangkutan}}<noinclude>{{rh|314}}</noinclude> moh05b6btm7aq0edjhe1h3odd3j7mnz Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/319 104 112675 313499 312102 2026-08-17T05:46:14Z Iripseudocorus 23824 313499 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{Ordered list|start=40 |Kumpulan Madjalah Revolusioner tahun-tahun 1946―1948. | Kumpulan Madjalah „Demokrasi” Surabaja tahun² 1949―1950. |Kumpulan Madjalah „Pemuda” tahun² 1951, 1952, 1953, 1954, 1955, 1956. Terbitan Djawatan Pendidikan Masjarakat Bagian Pemuda dari Kementerian Pendidikan, Pengadjaran dan Kebudajaan. |Kumpulan Madjalah „Djawa Baru” tahun-tahun 1943, 1944, 1945. Terbitan Djawa Sijnboen Sja Djakarta. |Dokumentasi Perdjuangan Pemuda Indonesia, A.M. Hardjono. Terbitan Toko Buku „Islamijah” Medan th. 1950. |Pergerakan Pemuda Dalam Perdjuangan Rakjat. Terbitan Intelect Baru th. 1950. |Risalah Pemuda. Terbitan Badan Koordinasi Pemuda Indonesia th. 1950. |Pergerakan Pemuda di Indonesia. Terbitan Kementerian Penerangan Republik Indonesia th. 1950. |Lukisan Revolusi. Terbitan Kementerian Penerangan Republik Indonesia th. 1949. |14 April Hari Solidaritet Internasional Pemuda dan Peladjar Anti Fasis Franco Spanjol. Terbitan Generasi Baru Djakarta th. 1954. |Buku Peringatan Persatuan Peladjar Demobilisan. Terbitan Persatuan Peladjar Demobilisan th. 1955. |The Asian African Student' Contference. Terbitan The Indonesian National Preperatory Comittee For Asian-African Student' Conference. th. 1957. |Aktivitet Subversif di Indonesia Jungschlager dan Schmidt. Terbitan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. |Seminar Pemuda Djakarta Raya. Terbitan Panitia Seminar Pemuda Djakarta Raja th. 1957. |Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia (Civics). Terbitan Departemen P.P. &. K. th. 1960. |Kembali Kepada Djiwa Proklamasi 1945. Notosutardjo. Terbitan Harian Pemuda Djakarta th. 1959. |Tudjuh Bahan Pokok Indoktrinasi. Terbitan Dewan Pertimbangan Asung Republik Indonesia th. 1961. . |Re So Pim (Pidato Presiden th. 1961). Terbitan Departemen Penerangan Republik Indonesia. |Tahun Kemenangan (Takem) Pidato Presiden pada th. 1962. Terbitan idem.}}<noinclude>{{rh|||313}}</noinclude> omtzcxl9o7p3s1tcm2dl1f9r7n07zbo Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/317 104 112683 313500 312117 2026-08-17T05:49:39Z Iripseudocorus 23824 313500 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{C|{{larger|BUKU JANG DIPAKAI UNTUK<br> MENJUSUN}}}} {{Ordered list |Sedjarah Indonesia. Djilid I, II. Sanusi Pane. Terbitan Perpustakaan Perguruan P.P. &. K. Djakarta th. 1956. |Indonesia. Djilid I. Ir. S. J. Rutgers dan A. Huber. Terbitan „Pegasus” Amsterdam th. 1937. |Indonesia. Djilid II. Ir. S.J. Rutgers. Terbitan „Pegasus” Asmterdam th. 1947. |Imperialisme Tingkat Tertinggi Kapitalisme, W.I. Lenin. Terbitan Jajasan „Pembaruan” Djakarta th. 1958. |De Nationalistische Beweging in Nederlands-Indie, J. Th. Petrus Blumberger. Terbitan „HD. Tjeenk & Willink & Zoon” Haarlem th. 1935. |Sedjarah Pergerakan Nasional Indonesia. Mr. Susanto Tirtoprodjo Terbitan PT. Pembangunan Djakarta th. 1962. |Gedenboek Jong-Java. Terbitan Pedoman Besar Jong-Java Djakarta th. 1930. |Dibawah Bendera Revolusi. Ir. Sukarno. Terbitan Republik Rakjat Tiongkok th. 1961. |Sarinah. Dr Ir. Soekarno. Terbitan „Jajasan Pembangunan” Djakarta th. 1961. |The Communist Uprising of 1926—1927 in Indonesia. Harry J Benda and Ruth T. MC Vey. Terbitan Cornell University Ithaca New York th. 1960. |Overzicht van de Ontwikkeling der Nationalistische Beweging in Indonesia. Dr J.M. Pluvier. Terbitan W. van Hoeve ss Gravenhagen th. 1953. |De Communistische Beweging in Nederlandsch-Indie. J. Th. Petrus Blumberger. Terbitan HD. Tjeenk & Willink & Zoon Haarlem th. 1935. |Nationalism and Revolution in Indonesie. George Mc. Turman Kahin Terbitan Cornell University Press Ithaca New York th. 1950. |The Left Wing in South East Asia. Virginia Thomson — Richard Adloff Den Haag th. 1955}}<noinclude>{{rh|||311}}</noinclude> sn4i85mocry6bl1sciypxs5rw5n2l11 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/315 104 112693 313501 312134 2026-08-17T05:50:48Z Iripseudocorus 23824 313501 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{hwe|tera|tertera}} dalam halaman muka buku ini bahwa: „''Hanja bangsa jang dapat memetik peladjaran dari masa silam, dan tjakap mempergunakan pengalaman-pengalamannja dalam menghadapi masa depan, dapatlah bangsa itu mendjadi bangsa jang besar''”. Demikianlah djuga pemuda Indonesia, sebagai warga Bangsa Indonesia harus dapat menggunakan petundjuk Bung Karno jang arif ini, agar perdjuangannja sampai ke-kemenangan. Kemenangan bagi tjita-tjita pemuda Indonesia jang besar itu pasti tertjapai karena pemuda Indonesia jang setia terhadap tradisi revolusionernja terus madju berdjuang, untuk melawan dan melenjapkan segala keterbelakangan zaman {{rule|6em}}<noinclude>{{rh|||309}}</noinclude> rahmf5o3qs75s549okjpe968w7zsgsn Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/314 104 112698 313508 312149 2026-08-17T05:55:30Z Iripseudocorus 23824 313508 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>bersama. Program bersama seperti Sumpah Pemuda, Proklamasi Kemerdekaan R.I., Manipol ternjata telah memainkan peranan jang penting dalam menjatukan pemuda Indonesia, baik dalam organisasi maupun dalam tindakan. Sebaliknja ketiadaan pegangan, atau lepas dari pegangan program bersama jang patriotik dan demokratis ini maka persatuan bisa mendjadi rusak dan kekuatan pemuda tak dapat disatukan dengan baik. Untuk mewudjudkan persatuan ini pemuda harus berdjuang melawan politik pemetjah belahan dari kaum reaksioner dan kaum imperialis. Ketjuali aksi bersama jang berdasarkan program bersama, perlu adanja solidaritas antar organisasi pemuda dalam memperdjuangkan kepentingan chususnja jang adil dan jang sesuai dengan tuntutan sosial. Dengan demikian maka kerdjasama dan persatuan bukan hanja berdiri diatas dasar jang umum tetapi konkrit dan hidup, jang mempererat kerdjasama dan persatuan mendjadi kuat dan kokoh. {{Ordered list|start=5 | Dalam berdjuang untuk mentjapai tjita-tjitanja pemuda Indonesia menghadapi musuh jang bersifat internasional, jaitu imperialisme, neo-kolonialisme. Karenanja untuk mengalahkan musuh bersama ini pemuda Indonesia bukan hanja perlu dan harus menggalang persatuan nasional, tetapi djuga perlu harus menggalang persatuan internasional, persatuan antar bangsa, serta aksi bersama serta solidaritas bersama dalam memperdjuangkan kepentingan bersama. Bagi pemuda Indonesia perlu dan harus memberi perhatian jang besar akan solidaritas terhadap perdjuangan rakjat termasuk pemuda Asia, Afrika dan Amerika Latin dalam menghadapi usaha neo- kolonialisme. Perdjuangan untuk menghalaukan dan mengalahkan adalah sjarat mutlak bagi suksesnja neo-kolonialisme perdjuangan untuk mentjapai kemerdekaan nasional jang penuh dan demokratis. |Dalam perdjuangan untuk kemerdekaan nasional jang penuh dan sosialisme di Indonesia maka bagi pemuda perlu mendjadi seorang patriot jang sedjati dan sekaligus mendjadi seorang internasionalis. Ini berarti bahwa bagi seorang pemuda Indonesia harus mendjadi seorang Manipolis sedjati jang bertjita-tjitakan sosialisme ilmu.}} Inilah pengalaman dan kesimpulan dari perdjuangan pemuda selama Setengah abad, jang melalui djalan berliku-liku, pasang surut serta korban jang besar. Menarik pengalaman serta menggunakan pengalaman ini untuk menuntun kegiatan pemuda selandjutnja adalah suatu tjara untuk mempertjepat datangnja kemenangan bagi perdjuangan pemuda, dengan tidak perlu mengulangi segala kekurangan serta kesalahan dari masa silam sebagaimana jang dinjatakan setjara arif oleh Bung Karno jang {{hws|ter|tertera}}<noinclude>{{rh|308}}</noinclude> ott5qakr4mdciksl9qh581fxfa9vq91 Halaman:Demokrasi Terpimpin.pdf/67 104 112758 313242 312225 2026-08-16T14:47:52Z Iripseudocorus 23824 313242 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{ordered list|start=4 |Unsur mempersatukan (bulat bersatu-padu), unsur dwi-eka-murti (keseimbangan dalam hubungan dan susunan dwi-eka-murti), semangat gotong-rojong (kerdja-sama dalam susunan kekeluargaan rukun dan tenggang-menenggang), dan tudjuan Karya (penjelenggaraan dan pelaksanaan tjita-tjita Bangsa) dari demokrasi terpimpin itu, mendjelma didalam ''Perwakilan Rakjat'' jang mewakili seluruh Rakjat Indonesia jang mewudjudkan demokrasi politik dan demokrasi sosial, mendjelma dalam Partai sebagai himpunan dan penggalangan individu pendukung tjita-tjita dan dalam ''Front Nasional'' sebagai himpunan dan penggalangan Golongan Fungsionil pendukung kepentingan masjarakat, dan mendjelma dalam kedudukan ''Kepala Negara'' sebagai pendjaga persatuan dan kesatuan Bangsa, pendjaga keseimbangan dalam masjarakat dan Negara, penggembleng semangat gotong-rojong Rakjat, dan pendorong Karya Bangsa, Rakjat dan Negara untuk melaksanakan tjita-tjita Bangsa Indonesia jang tersirat dalam Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. |Dan sebagai kesimpulan jang terachir dapat kita kemukakan bahwa demokrasi terpimpin adalah aistim jang sesuai dan menurut ''keperibadian Bangsa Indonesia'' sendiri, jang menempatkan Bangsa dan Negara Indonesia diluar pihak manapun dalam pergaulan Internasional. Demokrasi terpimpin sebagai Pantjasila dalam keadaannja jang dinamis dilapangan politik, merupakan suatu sistim jang bulat dan dapat dimasukkan dalam sistim hukum Konstitusi positip Indonesia jang berazaskan Pantjasila.}} {{rule|6em}}<noinclude></noinclude> fwvhjdj3vc8u4iiqpslh8km83w5dy7i Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/91 104 112778 313243 312267 2026-08-16T14:52:18Z Iripseudocorus 23824 313243 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||RADEN MAS DJOJO KOESOMO|87}} {{rule}}{{Rule}}</noinclude>ini jang orang namaken KARMA? Och. KARMA ! Kaoe ada berkwasa sekali !!” Tiba-tiba satoe boedjang ada dateng menghamperi pada Koesomo dengen berkata: „Raden Mas, itoe baji, jang tadi njonja lahirken, telah meninggal doenia !” „Och. lagi-lagi Kaoe, KARMA !” kata Koesomo lebih betoel pada saorang diri, „djadinja akoe ditakdirken boeat tida moesti mempoenjai ISTRI KAWIN, ANAK DARI ISTRI KAWIN; BINI MOEDA, dan ANAK DARI BINI MOEDA, kerna MARIKA ITOE AMPAT-AMPATNJA telah DJADI MAIT!” Begitoelah ada hikajatnja R.M.Djojo Koesomo, jang terlaloe sekali sajang dan takoet pada istri sendiri, dan djoega jang terlaloe amat kepingin mempoenjai anak sampe ia moesti piara bini moeda jang achirnja berkasoedahan seperti bisa diliat diatas. Itoe Sorto jang berhati djahat, menoeroet katanja satoe orang jang ada tinggal di itoe tempat, dimana Sorto ada tinggal, dan jang ada kenal baek sekali pada Djojo Koesomo, telah mati ditikem orang, kerna brani joba melakoeken satoe kadjahatan lagi. Sedjek terdjadinja perkara jang ditoetoerken diatas Djojo Koesomo tida ada ambil lagi prampoean mendjadi istrinja. hanja ia tinggal doedoek doeda sebab pikir. bahoea Machloek Prampoean ada satoe Macloek jang Traboleh Dipertjaja ! Begitoelah boekan di Europa atawa di Duitschland sadja ada pembentji prampoean, seperti Arthur Schopenhauer; aken tetapi di Azie atawa di Indonesia poen ada orang sematjem begitoe seperti R.M. Djojokoesoemo {{C|{{sp|TAMAT}}}}<noinclude></noinclude> 7cn1bnxwlg0eqhzkf4nnoy95lhlt0d2 Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/90 104 112817 313483 312360 2026-08-17T03:38:08Z Iripseudocorus 23824 313483 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|86|{{sp|THE BEATY}}}} {{rule}}{{rule}}</noinclude>jang Raden Mas Djojo Koesomo nanti dateng. Sarnipa memboeka moeloetnja seperti maoe bilang apa-apa tapi tida djadi ia berkata. Lagi bebrapa sa'at soedah berlaloe, tapi Koesomo belon djoega dateng. Acirnja-achirnja orang bangsawan itoe dateng dengen berkoeda, laloe sigra ia toeroen dari toenggangan itoe, dan teroes masoek kakamarnja Sarnipa. Tapi di itoe waktoe Sernipa soeda ampir tida bisa kenalken orang. Ia mengawasi mendeleng-deleng ; tempo ia denger Koesomo poenja swara memanggil padanja, baroelah ia taoe siapa jang ada deket padanja. Ia koeatken dirinja, dan berkata dengen swara perlahan jang terpoetoes-poetoes: „Raden Mas poenja {{...|12}} anak {{...|12}} akoe serahken {{...|12}} piaralah {{...|12}} dengen {{...|12}} tjinta {{...|12}} Och{{...|12}}” Perkatahan teroesannja omongan itoe tida kadengeran terang, kerna swaranja Sarnipa soedah ada dalem sekali dan bibirnja bergerak tiba-tiba sadja. „O, Sarnipa jang bersengsara {{...|12}}” kata Koesomo dengen terharoe. „den M{{...|6}}a{{...|5}}s{{...|24}}mat ting{{...|9}}a{{...|6}}l{{...|24}}” Sarnipa kata. Koesomo bertjoetjoeran aer mata. Ia berkata deng swara sember: „Djanganlah kwatir !” Aken tetapi Sarnipa soedah tida bisa denger apa apa lagi. Kapalanja bergojang sedikit ; matanja lantes merem. Napasnja brenti. Badannja Sarnipa sòedah djadi mait. Koesomo djatoken badan sendiri kasatoe korsi dan menjoesoet-njoesoet aer mata bebrapa sa'at lamanja Kamoedian ia berkata, pada saorang diri: „Apata<noinclude></noinclude> 0rvnmjx4wzxynmao6ne6i9anf0mshzw Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/166 104 112820 313245 312325 2026-08-16T16:00:35Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 313245 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /></noinclude>Indonesia, Persatuan Pemuda Putri Indonesia, Barisan Pelopor, Angkatan Pemuda Kereta Api, Angkatan Pemuda Listrik dan Gas, Angkatan Muda Pos Telegrap dan Tilpon, Angkatan Muda Kebaktian Rakjat, Gabungan Gerakan Pegawai Angkatan Muda, Pemuda Indonesia Maluku, Angkatan Muda Buruh, Gerakan Pemuda Islam Indonesia, Persiapan Pemuda Kristen Indonesia, Angkatan Muda Kehutanan, Pemuda Barisan Tani, dan lain-lain. Djuga pemuda diluar Djawa tak ketinggalan dengan teman-temannja di Djawa. Setelah menangkap siaran dari Djakarta atau ulangan dari siaran radio di kota lain, mereka berusaha dengan setjepat mungkin menggalang kekuatan membentuk organisasi untuk merealisasi dan mempertahankan Proklamasi itu. Mereka mengorganisasi diri kedalam organisasi jang sesuai dengan sjarat-sjarat, keadaan dan kemungkinan jang ada didaerah itu. Di Kalimantan pemuda-pemuda membangun organisasinja jaitu : Persatuan Rakjat Indonesia (P.R.I.), Barisan Pemuda Rakjat Indonesia, jang dipimpin antara lain oleh : F. Mahani, Abdulrachman Nur, Abdul Mutalib Sjukur dll. Barisan Pemuda Republik Indonesia Kalimantan (B.P.R.I.K.) jang dipimpin antara lain oleh : M. Ruslan, Nadariah M., Abdulkadir dll. Gerakan Rakjat Mempertahankan Republik Indonesia (G.R.M.R.I.) jang dipimpin antara lain oleh : Hasan Basuki, Baderun H.A., Djangga dll. Barisan Pelopor Pemberontak Kalimantan Indonesia (B.P.P.K.I.) jang dipimpin antara lain oleh : M. Jusi, Djantera, Hamsi dll. Pemuda Penjongsong Republik Indonesia (P.P.R.I.) jang dipimpin antara lain oleh : Mozanie Ranu, Djajadi, Saman dll. Gerakan Rakjat Pengadjar Pembela Indonesia Merdeka jang antara lain dipimpin oleh : Abdul Hamidan, Js. Antenas, M. Idris, dll. Di Palembang pemuda mengorganisasi diri kedalam ”Barisan Pelopor Republik Indonesia”(B.P.R.I.), Angkatan Muda M₰injak (API Minjak) Angkatan Pemuda Indonesia (A.P.I.) Kereta Api; di Lampung, kedalam Angkatan Pemuda Indonesia (A.P.I.). Di Sumatra Barat, pemuda mengorganisasi diri kedalam Balai Penerangan Pemuda Indonesia dan kemudian kedalam Pemuda Republik Indonesia (P.R.I.). Di Riau mula-mula pemuda mengorganisasi diri kedalam Pemuda Indonesia (P.I.) dan jang kemudian berubah mendjadi Pemuda Republik Indonesia (P.R.I.) jang dipimpin Basrul Djamal, Zalik Azis, Razak Kali, Jahja, Zakaria J.U. Siregar, dll.-nja. Di Tandjung Pinang pemuda-pemuda tidak sempat mendirikan organisasinja sendiri karena kekuasaan Belanda segera menggantikan kekuasaan Djepang. Namun demikian banjak pemuda-pemuda jang tergabung kedalam {{illegible}} Kebangsaan Riau (B.K.I.R.) jang {{hws|di|dipimpin}}<noinclude>{{rh|160}}</noinclude> lrf6z83aqxl53nvt8i5463z1qra776y Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/89 104 112851 313481 312385 2026-08-17T03:36:04Z Iripseudocorus 23824 313481 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||RADEN MAS DJOJO KOESOMO||85}} {{rule}}{{rule}}</noinclude>„Sobat dari mana ? Dan ada oeroesan apa ?” bales menanja itoe boedjang dari gedong. „Akoe telah disoeroe oleh njonjakoe aken panggil Raden Mas dateng kasana, sobat.” djawabnja. ―„O, itoelah akoe moesti dapet taoe doeloe, tjara bagimana itoe njonja boleh kenal pada Raden Mas, madjikankoe ?” ―„Boeat itoe akoe poen tida begitoe taoe terang. ― Tapi, sobat, toeloenglah lantes, kerna djiwanja satoe prampoean ada terantjem.” ― „O, kaloe begitoe ada laen perkara. ― Baek, sobat boleh toenggoe disini, sementara akoe nanti beri taoe itoe pada Raden Mas.” Tida lama kamoedian boedjang gedong itoe dateng kombali kahadepannja itoe boedjang jang laennja, dan berkata: ― „Sobat boleh masoek!” Boedjang itoe lantes masoek; didepan pintoe kamar toelisnja Koesomo ia berdiri diam. Koesomo menengok dan menanja: „Kaoe ada bawa kabar apa ?” „Njonja poenja djiwa ada terantjem, Raden Mas. Sedeng begitoe swaminja, jaitoe 'den Sorto dari kamaren tida poelang-poelang; maka itoe akoe pikir, paling betoel akoe lari kemari boeat beri taoe itoe pada Raden Mas. Selaennja begitoe, njonjakoe poen ada soeroe begitoe, jaitoe boeat beri Raden Mas taoe hal njonja poenja keadahan.” djawab itoe boedjang. „Baek, sebentar akoe dateng,” kata Koesomo dengen paras poetjet, „dan sekarang kaoe boleh pergi poelang!” Pada waktoe Sarnipa soedah djadi poetoes harepan, si boedjang itoe dateng dan memberi taoe padanja,<noinclude></noinclude> sae8s3p3z8sf38olvc68nif5a6ukn7r Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/88 104 112876 313478 312407 2026-08-17T03:34:16Z Iripseudocorus 23824 313478 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|84|{{sp|THE BEATY}}}} {{rule}}{{rule}}</noinclude>{{Hwe|git|ringgit}} dari akoe poenja kwasa oewang. Apatah itoe tjoekoep?” —„Itoelah ada banjak sekali, Raden Mas !” —„Seandenja dikamoedian hari kaoe berdoea kakoerangan oewang, kaoe boleh kabarken padakoe, dan dimana djoega kaoe ada, akoe nanti kirimken kaoe sebrapa jang kaoe perloe pake.” —„Baek, Raden Mas !” Koesomo lantes boeka latji medja dan kasi pada Sorto limapoeloe ringgit jang ia kloearken dari latji itoe. Kamoedian ia toelis satoe soerat boeat Sorto trima doearatoes ringgit dari kwasanja sendiri, sesoedahnja ia tjap soerat itoe, ia serahken pada Sorto. „Trima kasi boeat Raden Mas poenja moera hati,” kata Sorto, „tapi sesoenggoenja akoe lebih soeka hidoep di ini tempat dengen miskin, dari pada hidoep dilaen tempat dengen Raden Mas poenja oewang. Aken tetapi dari sebab perloe akoe berlaloe, soepaja Raden Mas boleh senang hati, di ini hari djoega akoe brangkat pergi, dan Raden Mas tida nanti meliat lagi padakoe. Slamat tinggal, Raden Mas !” „Slamat djalan, Sorto!” kata Mas itoe sambil memanggoet pada hambanja, jang berloetoet kakinja dan teroes moendoer. Pada kaesokannja harinja diwaktoe fadjar, satoe boedjang dari roemahnja Sarnipa ada dateng kagedongnja Koesomo. Boedjang itoe ada meliat kasana-kasini, seperti djoega ia ingin berdjoempa pada satoe orang dari gedong itoe. Achirnja deket pada tembok disebla Koelon ia dapet liat satoe boedjang ada sedeng berdoedoek. Ia dateng menghamperi dan menanja: „Sobat, apatah akoe boleh berdjoempa pada Raden Mas?”<noinclude></noinclude> svugjjed8jbq0l7ks846yidflnoou4o Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/87 104 112888 313474 312435 2026-08-17T03:28:42Z Iripseudocorus 23824 313474 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||RADEN MAS DJOJO KOESOEMO||83}} {{rule}}{{rule}}</noinclude>―„Akoe mengarti, Raden Mas!” ―„Bagimana kaoe rasa? apa bitjarakoe itoe ada dengen sebenernja ?” ―„Ja, Raden Mas !” ―„Sebab itoe, kaoe nanti berlaloe ?” ―„Ja, Raden Mas, akoe nanti berlaloe.” ―„Itoelah jang akoe harep. Traoesa diseboet lagi, jang selamanja poen akoe nanti inget padamoe dan nanti memberi padamoe oewang sampe tjoekoep boeat hidoep dengen senang. Sekarang akoe inget maoe kasi padamoe satoe djoembla cowang, jang tjoekoep aken dipake modal didalem kerdjahan jang tida ketjil.” ―„Raden Mas akoe nanti tinggal dimana?” ―„Dimana sadja jang kaoe sendiri soeka ; tapi moesti njebrang laoetan!” ―„Njatalah Raden Mas ingin sekali jang kitaorang bertjere dengen laoetan besar.” „Akoe rasa, begitoe ada paling baek,” kata Koesomo. ―„Baeklah. Dan kapan akoe moesti brangkat?” ―„Apatah Istrimoe poenja kawarasan tida djadi sangkoetan kaloe ia moesti berdjalan djaoe?” ―„Istrikoe nanti toeroet akoe poenja maoe; itoe traoesa Raden Mas boeat kwatirken.”" ―„Kaloe begitoe, tida ada halangan aken kaoe brangkat di ini hari djoega, Sorto?” ―„Sedikit poen tida ada. Akoe poenja barang-barang tida banjak. Akoe djoeal moerah-moerah sebentar poen habis.” ―„Akoe nanti kasi padamoe limapoeloe ringgit, aken ganti kaoe poenja karoegian dan aken kaoe poenja ongkos boeat berdjalan pergi. Laen dari itoe akoe kasi padamoe satoe soerat aken kaoe trima doearatoes {{hws|ring|ringgit}}<noinclude></noinclude> nc5awb5jg0qwn9m1jkb89lymthuuung Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/86 104 112915 313472 312455 2026-08-17T03:27:26Z Iripseudocorus 23824 313472 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|82|{{sp|THE BEATY}}}} {{rule}}{{rule}}</noinclude>—„Ja. Sorto!” —„Raden Mas hendak oesir akoe ini?” —„Boekan akoe mengoesir. hanja akoe hendak laloeken kaoe dengen berdami.” —„Akoe moehoen Raden Mas inget, jang akoe terlahir di ini tempat dan djadi besar di ini tempat djoega.” —„Itoelah akoe taoe. Sorto, tapi akoe taoe djoega jang djikaloe orang tida soeka menanggoeng roegi aken djadi senangnja saorang laen, tidalah boleh dibilang jang ia ada tjinta pada orang itoe..” —„Itoelah betoel sekali. Raden Mas! Tapi, Raden Mas! akoe rasa tentoe sekali ada soeatoe sebab jang djadi lantaran aken Raden Mas hendak laloeken padakoe.” —„Ja. Sorto, ada satoe sebab jang besar sekali.” —„Apatah akoe boleh dapet taoe, apa adanja itoe ?” —„Dengerlah. Akoe nanti bitjara dengen teroes-terang padamoe. Sorto! Kaoe ini satoe hamba jang telah bekerdja lama padakoe, dan akoe ada merasa tjinta padamoe; tapi sekarang akoe tida bisa djadi madjikanmoe lebih lama lagi.” —„Mengapa begitoe. Raden Mas ?” —„Sebab kaoe ada taoe itoe perkara rasia jang telah terdjadi dimalem ini ; kadoea, sebab kaoe sendiri taoe, kanistahan apa jang akoe telah dapet, dan tjara bagimana akoe telah membales sakit ; achir-achirnja. sebab djikaloe kaoe tetep tinggal disini, pada tiap kali akoe bertemoe padamoe, akoe nanti inget pada segala perkara kadoekahan itoe, dan hatikoe jang loeka delem, nanti berdarah-darah kombali. Apa kaoe mengarti bitjarakoe. Sorto hambakoe?”<noinclude></noinclude> kfblls0h916gl261e8c91nye5xgm71m Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/85 104 112922 313469 312471 2026-08-17T03:25:22Z Iripseudocorus 23824 313469 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||RADEN MAS DJOJO KOESOMO|81}} {{rule}}{{rule}}</noinclude>Sorto djadi terkedjoet, kerna ia tida sekali kira nanti dapet itoe pertanjahan. Tapi sigra djoega ia lantes berkata: „Akoe rasa, soedah sering djoega akoe njataken itoe pada Raden Mas, malah di ini malem djoega.” „Boekan akoe koerang pertjaja,” kata Koesomo : „hanja melaenken akoe menanja, dari sebab akoe soeka denger lagi satoe kali dari moeloetmoe sendiri jang kaoe ada berhati menjinta padakoe.” ―„Senantiasa sagenep hatikoe akoe ada merasa rapet dan tjinta pada Raden Mas.” ―„Itoelah akoe ada taoe dengen terang. Tapi seande akoe ada perloe mendapet poelah kanjatahan hal itoe dari padamoe, bagimana?” —„Kaloe Raden Mas ada perloe, akoe tida nanti ajal aken kasi kanjatahan itoe.” —„Kendati poen kaoe moesti berboeat perkara apa djoega ?” —„Ja, Raden Mas !” —„Apatah kaoe tida nanti merasa terlaloe berat ?” —„Tida.” —„Kendati poen kaoe moesti djadi berpisa sama akoe?” Kombali Sorto itoe djadi terkedjoet, dan ia berkata dengen swara perlahan: „Berpisa sama Raden Mas?” „Ja” kata madjikannja. —„Berpisa lama ?” —„Berpisa aken selamanja. Sorto!” Si Sorto tinggal berdiam. Sakoetika lamanja ia memandang dengen tetep pada moeka madjikannja, kamoedian ia berkata dengen swara perlahan : „Apatah Raden Mas bitjara dengen soenggoe-soenggoe?”<noinclude></noinclude> nuh38e5humgchmy43syfmsa9v16fzol Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/80 104 112930 313392 312472 2026-08-16T22:01:07Z Ammachemist 27288 313392 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|76|THE BEAUTY}}</noinclude>{{rule}}{{rule}} po Sastrodjo soedah kloear dan oedjan soedah brenti, Rohija itoe berpakean serba hitem, laloe dateng diloear roemah dan mengintip-intip dengen djalan menggrepe ditempat gelap. Doea kali ia soedah berbalik aken berdjalan poelang, tapi hatinja jang bergontjang keras soedah paksa padanja aken teroesken perdjalanannja, sebagimana jang ia telah berniat, jaitoe sampe kadeket pintoe pager di Wetan. Aken tetapi ia masi berada djaoe dari pager itoe, adalah sinar kilat mengkredep samboeng-menjamboeng bebrapa kali dan didalem terangnja sinar itoe ia dapet liat doea orang jang lagi berdjalan pikoel satoe mait. Ia merasa taoe, apa adanja itoe, dan dari sebab sanget kaget ia lantes roeboe dan pangsan dibawa soeatoe poehoen. Sekarang marilah kita tengok kombali Rohija jang masi pangsan diatas pembaringan sendiri. Sebelomnja Koesomo mendapet aer panas jang ia soeroe Sorto masak, Rohija soedah djadi sedar dari pangsannja. Ia bergerak sedikit, laloe memboeka mata; kamoedian ia angkat kapalanja dan meliat koeliling dengen berlakoe kaget. Brangkali djoega itoe waktoe ingetannja ada djadi terang kombali dan ia inget pada perkara jang telah terdjadi. la kloearken swara treak jang tida keras, kapalanja terbanting kabantal, matanja merem kombali, dan soemangetnja melajang lagi. Koesomo sigra ambil sedikit obat gosok, taro itoe disapoetangan kertas ketjil jang dilengkoengken laloe tioepken obat itoe kadalem lobang hidoeng istrinja. Ampir di itoe waktoe djoega sang istri djadi sedar kombali, dan lantes bangoen berdoedoek. Tapi sebelonnja sampe berdoedoek betoel, ia lantes rebah menringkoek dan sambil menoetoepi moeka dengen tangan kanan dan<noinclude></noinclude> 5o7ce9rv44mf4ygrvtlj4hlpuco4v4j 313397 313392 2026-08-16T22:11:50Z Ammachemist 27288 313397 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|76|{{sp|THE BEAUTY}}}}</noinclude>{{rule}}{{rule}} po Sastrodjo soedah kloear dan oedjan soedah brenti, Rohija itoe berpakean serba hitem, laloe dateng diloear roemah dan mengintip-intip dengen djalan menggrepe ditempat gelap. Doea kali ia soedah berbalik aken berdjalan poelang, tapi hatinja jang bergontjang keras soedah paksa padanja aken teroesken perdjalanannja, sebagimana jang ia telah berniat, jaitoe sampe kadeket pintoe pager di Wetan. Aken tetapi ia masi berada djaoe dari pager itoe, adalah sinar kilat mengkredep samboeng-menjamboeng bebrapa kali dan didalem terangnja sinar itoe ia dapet liat doea orang jang lagi berdjalan pikoel satoe mait. Ia merasa taoe, apa adanja itoe, dan dari sebab sanget kaget ia lantes roeboe dan pangsan dibawa soeatoe poehoen. Sekarang marilah kita tengok kombali Rohija jang masi pangsan diatas pembaringan sendiri. Sebelomnja Koesomo mendapet aer panas jang ia soeroe Sorto masak, Rohija soedah djadi sedar dari pangsannja. Ia bergerak sedikit, laloe memboeka mata; kamoedian ia angkat kapalanja dan meliat koeliling dengen berlakoe kaget. Brangkali djoega itoe waktoe ingetannja ada djadi terang kombali dan ia inget pada perkara jang telah terdjadi. la kloearken swara treak jang tida keras, kapalanja terbanting kabantal, matanja merem kombali, dan soemangetnja melajang lagi. Koesomo sigra ambil sedikit obat gosok, taro itoe disapoetangan kertas ketjil jang dilengkoengken laloe tioepken obat itoe kadalem lobang hidoeng istrinja. Ampir di itoe waktoe djoega sang istri djadi sedar kombali, dan lantes bangoen berdoedoek. Tapi sebelonnja sampe berdoedoek betoel, ia lantes rebah menringkoek dan sambil menoetoepi moeka dengen tangan kanan dan<noinclude></noinclude> jaf6b7tgufdfe67n94nmpbws9zojeg4 Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/84 104 112933 313465 312479 2026-08-17T03:22:58Z Iripseudocorus 23824 313465 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|80|{{sp|THE BEAUTY}}}} {{rule}}{{rule}}</noinclude>„Raden Mas ada panggil akoe ?” kata Sorto. „Ja, Sorto !” saoet Koesomo ; „akoe moesti bitjara sama kaoe. Baroesan kaoe pergi kamana ?” —„Akoe pergi melakoeken Raden Mas poenja prenta.” —„Apatah akoe ada beri prenta apa-apa padamoe ?” —„den Mas ada prenta akoe oeroes soepaja Raden Sastrodjo poenja dompet soerat nanti dateng kadalem tangan poetranja.” —„O, ja ! sekarang baroe akoe inget. Apa kaoe soedah oeres itoe ?” —„Soedah.” —„Tjara bagimana ?” —„Lebih doeloe, seperti akoe soedah bilang, akoe nanti masoek kadalem roemahnja Raden Sastrodjo diwaktoe orang-orang disitoe sedeng kaget dan riboet, oleh kerna dapet taoe jang orang bangsawan itoe telah binasa. Tapi dari sebab akoe inget, jang akoe soedah dapet djoega disakoe badjoenja Raden Sastrodjo itoe, koentji dari pintoenja ia poenja kamar toelis, akoe soedah dapet laen niatan. Maka tadi akoe soedah pergi karoemahnja Raden terseboet, masoek seperti pentjoeri ka dalem itoe kamar toelis dan taro itoe dompet soerat-soerat diatas medja. Tida ada satoe orang jang dapet liat perboeatankoe.” —„Soekoer sekali ! ” —„Apa ada lagi laen-laen jang 'den Mas hendak tanjaken padakoe ?” —„Ada. Dengerlah, Sorto !” Sorto memanggoet sambil berdiri. „Kaoe ada berhati tjinta padakoe, boekan ?” kata poelah Raden Mas itoe.<noinclude></noinclude> b7rsflgi1ss1jwy5gu34qqxy8j3si8h Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/83 104 112941 313464 312486 2026-08-17T03:22:02Z Iripseudocorus 23824 313464 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||RADEN MAS DJOJO KOESOMO|79}} {{rule}}{{rule}}</noinclude>{{hwe|mar|kamar}} toelis jang ia memang ada kenal, kerna sering kali ia soedah taoe dateng disitoe aken menjampeken soerat madjikannja pada Sastrodjo sendiri. Tida salah doegahan Sorto itoe ; maka sigralah djoega ia soedah masoek kadalem itoe kamar toelis, dan rapetken itoe pintoe samping. Kamoedian ia rapetken djoega satoe pintoe jang ada menemboes kadalem roemah. Dikamar itoe masi ada apa menjalah satoe pelita gelas jang soedah dibiarken tinggal menjalah oleh Sastrodjo sendiri. Lebih doeloe Sorto soedah letakken sadja Sastrodjo poenja dompet soerat-soerat diatas medja toelis jang ada di itoe kamar, tapi dari sebab ada api menerangi, Sorto soedah tjoba djoega masoekken satoe koentji ketjil pada lobang koentji jang ada pada latjinja itoe medja, laloe tarik itoe latji dengen plahan, dan pindaken itoe dompet soerat-soerat kadalem itoe latji, jang melaenken ada terisi kertas toelis dan laen-laen barang sebaginja. Soedah toetoepken latji itoe, Sorto boeka latjinja medja itoe jang satoe lagi. Didalem ini latji poen tida ada barang berharga, melaenken ada barang-barang ketjil, bebrapa boekoe, dan bebrapa soerat kiriman jang tergaboeng dengen tali merah. Sorto boeka iketannja soerat-soerat itoe dan tjoba batja boenjinja satoe soerat, kamoedian ia masoekken itoe dalem sakoe sendiri. Pada waktoe moelai fadjar, Sorto soedah kombali diroemahnja madjikan sendiri, dan dari sebab orang beri taoe, jang tadi ia ditjari oleh madjikan, ia poen lantes pergi kakamar toelis, mengadep pada madjikannja itoe jang sekarang soedah toekar pakeannja jang basa dengen pakean kering.<noinclude></noinclude> f1tfpfpbfplrh3evyxrz1ydooalqmh4 Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/82 104 112944 313461 312490 2026-08-17T03:20:13Z Iripseudocorus 23824 313461 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|78|{{sp|THE BEAUTY}}}} {{rule}}{{rule}}</noinclude>berlari-lari, Koesomo menoendjoek pada kamar istrinja, laloe ia sendiri pergi kakamar toelis, dimana ada tersimpen djoega banjak obat-obatan, lebih lagi oleh kerna Koesomo sendiri ada mengenal ilmoe tabib. Setelah ia dateng kombali kamar Rohija, istri ini telah lahirken satoe anak prampoean. Itoe anak terlahir dengen soesa-paja, dan sang iboe poetoes djiwanja disitoe djoega. Tida lama poen itoe baji pergi soesoel iboenja. Sedeng boedjang-boedjang digedongnja Djojo Koesomo ada banjak kerdjahan oleh kerna meninggalnja Rohija, Sorto tida kaliatan ada disitoe ; Koesomo soeroe orang panggil padanja, tapi disana-sini ditengok, ia tida ada, maka orang kira ia soedah poelang karoemah sendiri. Tapi sebenernja ia boekan poelang, hanja pergi kasatoe roemah, aken melakoeken soeatoe kerdjahan. Pembatja tentoe inget, jang Sorto itoe moesti sampeken Sastrodjo poenja dompet jang terisi soerat-soerat pada anaknja orang bangsawan itoe, tegesnja pada orang jang sekarang ada djadi toea-toeanja itoe anak, kerna anak itoe baroe beroemoer tiga taon sadja. Sigra djoega Sorto itoe soedah sampe didepan roemahnja Sastrodjo, dan di itoe waktoe masi malem djoega, dan ada sepi sekali. Sorto menghamperi pada satoe pintoe ketjil jang ada disamping roemah disebla depan, laloe ia kloearken satoe koentji besar jang ada direntjengken sama doea koentji ketjil. Koentji-koentji ini boekan ia sendiri poenja, hanja ia soedah dapetken didalem sakoe badjoenja Sastrodjo sama-sama itoe dompet jang terisi soerat-soerat. Ia telah doega, bahoea koentji jang besar itoe, koentjinja pintoe ketjil jang ada menemboes kadalem Sastrodjo poenja {{hws|ka|kamar}}<noinclude></noinclude> cmf9n26qvrutjt8stvnhpnmvmvsg649 Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/81 104 112947 313459 312493 2026-08-17T03:18:28Z Iripseudocorus 23824 313459 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||RADEN MAS DJOJO KOESOMO|77}} {{rule}}{{rule}}</noinclude>kiri, ia menangis tersedoe-sedoe. Koesomo gojang kapala, sedeng hatinja ada merasa kaget sekali. Sedeng ia tioepken obat kadalem idoeng istrinja, ia dapet liat roepa istrinja itoe telah djadi laen amat, dan menoeroet iapoenja pengatahoean, itoelah satoe alamat djelek sekali. Selagi Koesomo masi berdiam dengen berpikir, istrinja brenti menangis dengen koenjoeng-koenjoeng, laloe berkata sambil menengok padanja : „Ampoen! ratoes ampoen, riboe ampoen! ― Raden Mas ! ampoeni akoe!” „Ja,” djawab Koesomo swara perlahan: „traoesa kaoe soesa hati, Raden Ajoe! Akoe ampoeni sekalian kasalahanmoe !” „Hm? kaoe ampoeni akoe, Raden Mas ?” kata poelah istri itoe dengen merasa heran. ―„Ja, dengen sagenap hatikoe akoe ampoeni antero kasalahanmoe.” ―„Beriboe soekoer! beriboe soekoer, Raden Mas ! Sekarang akoe boleh brangkat dengen merasa enteng{{...|6}} Ach! ambillah boeat akoe ratjoen, Raden Mas! soepaja akoe minoem itoe dan lekas djadi habis perkara.” Sehabisnja berkata demikian, Rohija itoe lantes sadja bertreak teradoe-adoe, seperti orang jang ada sanget kasakitan. Koesomo bertamba kaget. Ia menanja, kaloe-kaloe istrinja itoe ada merasa sakit. Tapi sang istri tida menjaoet, hanja teroes sadja treak-treak dan merinti-rinti, sambil mengglisa terpoeter-poeter di seantero pembaringan. Koesomo mendapet inget, jang istrinja itoe ada hamil. Ia lari kapintoe samping dan treak-treak disitoe memanggil boedjang prampoean, jang Sorto soedah kasi bangoen. Setelah boedjang itoe dateng<noinclude></noinclude> 9t5fveanf34e6ry6zydsbzh2ljnimp1 Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/66 104 112949 313382 312495 2026-08-16T21:33:53Z Ammachemist 27288 313382 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|62|THE BEAUTY}}</noinclude>{{rule}}{{rule}} —„Tida! itoelah akoe tida maoe; kerna kaloe begitoe, djadi tida menoeroet pada atoeran jang pantes. Kaoe moesti pili sendiri. Betoel badi ini ada sepansang sama pandjangnja, sama tebelnja, gagangnja poen ada sama-sama baek, tap kaoe moesti pili! sebab sendjata ini akoe jang poenja." Sastrodjo lantes ambil šatoe itoe doea badi; kamoedian ia lantes memboeka badjoenja jang diloear, dan lemparken itoe kabawa satoe poehoen. Koesomo poen lolosken badjoe loear dan lilitken oedeng-oedengnja pada kapala sendiri dengen lebih kentjeng. „Disitoe ada tempat jang lega, Raden Mas!" kata Sorto, jang sedari tadi belon mengiser dari tempatnja dan telah denger segala bitjara, jang telah terdjadi antara itoe doea orang bangsawan. „Disini djoega ada sampe lega," kata Koesomo pada hambanja itoe. Kamoedian ia berkata pada moesoenja: „Marilah kita moelai!" „Baek, Raden Mas!" saoet sastrodjo. Disitoe lantes terdenge boenjinja badi-badi jang teradoe satoe pada laen. Sengit sekali lakoenja Koesomo menjerang padá moesoenja, tapi moesoe ini tida bales menjerang, hanja menangkis sadja. Njatalah djoega jang Sastrodjo itoe pande sekali ilmoe silat; seandenja tida begitoe, tentoe sekali ia tida bisa samboetken datengnja Koesomo poenja sendjata, jang menjamber tida dengen boeta-toeli, hanja dengen digerakken oleh tangan pendekar. Seringkali Sastrodjo itoe moesti berkelip, atawa melompat, soepaja tida terkena sendjata moesoe. Tapi senantiasa ia menangkis sadja, tida sekali maoe bales mengantem. Achir-achirnja ia<noinclude></noinclude> dlkozccu61peb3q0llcya5ku4ox7lmk 313401 313382 2026-08-16T22:13:36Z Ammachemist 27288 313401 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|62|{{sp|THE BEAUTY}}}}</noinclude>{{rule}}{{rule}} —„Tida! itoelah akoe tida maoe; kerna kaloe begitoe, djadi tida menoeroet pada atoeran jang pantes. Kaoe moesti pili sendiri. Betoel badi ini ada sepansang sama pandjangnja, sama tebelnja, gagangnja poen ada sama-sama baek, tap kaoe moesti pili! sebab sendjata ini akoe jang poenja." Sastrodjo lantes ambil šatoe itoe doea badi; kamoedian ia lantes memboeka badjoenja jang diloear, dan lemparken itoe kabawa satoe poehoen. Koesomo poen lolosken badjoe loear dan lilitken oedeng-oedengnja pada kapala sendiri dengen lebih kentjeng. „Disitoe ada tempat jang lega, Raden Mas!" kata Sorto, jang sedari tadi belon mengiser dari tempatnja dan telah denger segala bitjara, jang telah terdjadi antara itoe doea orang bangsawan. „Disini djoega ada sampe lega," kata Koesomo pada hambanja itoe. Kamoedian ia berkata pada moesoenja: „Marilah kita moelai!" „Baek, Raden Mas!" saoet sastrodjo. Disitoe lantes terdenge boenjinja badi-badi jang teradoe satoe pada laen. Sengit sekali lakoenja Koesomo menjerang padá moesoenja, tapi moesoe ini tida bales menjerang, hanja menangkis sadja. Njatalah djoega jang Sastrodjo itoe pande sekali ilmoe silat; seandenja tida begitoe, tentoe sekali ia tida bisa samboetken datengnja Koesomo poenja sendjata, jang menjamber tida dengen boeta-toeli, hanja dengen digerakken oleh tangan pendekar. Seringkali Sastrodjo itoe moesti berkelip, atawa melompat, soepaja tida terkena sendjata moesoe. Tapi senantiasa ia menangkis sadja, tida sekali maoe bales mengantem. Achir-achirnja ia<noinclude></noinclude> qp09lttcaskcwbuzumg84l7wsjljqcu Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/79 104 112950 313455 312499 2026-08-17T03:13:35Z Iripseudocorus 23824 313455 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||RADEN MAS DJOJO KOESOEMO||75}} {{rule}}{{rule}}</noinclude>Sehabisnja bilang begitoe, Koesomo masoek kombali kakamar istrinja, raba poelah hatinja dan nadinja istri itoe, laloe berdoedoek diam dengen berpikir dalem. Ia merasa amat tjilaka ; tapi maskipoen ada merasa amat sakit, hatinja jang aloes ada dapet lantaran aken tida merasa terlaloe gemes pada sang istri. Ia taoe, jang istrinja kwatir nanti tida tertjinta oleh swaminja, djika selama-lamanja tida bisa mendapet anak. Dengen lantaran ingin mendapet anak, maka dengen ingetannja jang koerang baek, istri itoe soedah tjari daja-oepaja jang tida halal. Ja, tentoe sekali Rohija jang soedah memboeka djalan ; seandenja tida begitoe, tentoe sekali tida gampang aken terdjadi itoe perhoeboengan boesoek antara ia dan Sastrodjo. Koesomo merasa gemesnja itoe ada tertjampoer rasa kasian. Koesomo tida taoe, bagimana moelahnja maka istrinja soedah djadi pangsan ditenga kebon; tapi ia tida ingin mendapet taoe hal-ichwalnja itoe; ia mendoega sadja, jang istrinja soedah mendapet alamat koerang baek, dan soedah dateng dikebon, soepaja dapet kapastian. Doegahannja itoe bener sekali. Aken tetapi maskipoen perkara jang perloe ditjeritaken soedah ada tergenggem didalem itoe doegahan, kita rasa haroeslah kita toetoerken djoega perkara itoe disini. Tempo Sorto dateng dibawa djendelanja kamar Rohija, dan meraba pada tangga tali jang ada disitoe, pinggirnja iapoenja topi jang lebar ada terseset disitoe pada tembok. Rohija djadi kaget dan berkata dengen berbisik : „Apa itoe ?” Tapi Sastrodjo bilang, boekan laen, hanja daon kering jang rontok kepoekoel angin dan terkena pada tembok. Rohija berdiam, tapi hatinja tida senang. Maka {{hws|tem|tempo}}<noinclude></noinclude> dr6eq1vu2opkcexu7sdasahx1ceytlj Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/67 104 112951 313383 312500 2026-08-16T21:37:30Z Ammachemist 27288 313383 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||RADEN MAS DJOJO KOESOMO|||63}}</noinclude>{{rule}}{{rule}} melompat djaoe, laloe tantjepken badinja ditanah, dan berdiri diam dengen peloek tangan. „Apatah maksoednja lakoemoe ini?" kata Keesomo:„sedeng akoe memberi tempo aken kaoe menjerang, tida sekali kaoe menjerang, dan sekarang kaoe tantjepken sendjatamoe ditanah." „Maski apa poen kaoe berkata, Raden Mas!" kata Sastrodjo,akoe ini maoe membilang, bahoea Allah ada adil dan soetji. Akoe merasa jang hoekoeman setelah didjatoken padakoe; akoe dapet pirasat, jang di ini waktoe djoega akoe nanti mati." —„Och, masa! Perkara pertjaja pada pirasat, itoelah ada terbit sadja dari hati jang lemah atawa ingeten boetek." —„Boekan begitoe. Raden Mas! hanja sebentar poen kaoe nanti liat, tjara begimana badankoe terletak di ini tempat, dengen tida bernapsoe lagi. Kasalahankoe ada menindi berat sekali pada hatikoe. Akoe merasa takoet nanti diterkem oleh elmaoet, sedeng akoe belon ada sedia aken mengadep pada Pengadilan Allah. Djikaloe kaoe ini, Raden Mas, jang akoe soedah sanget nistaken, soeka memberi ampoen padakoe. maka bolehlah djoega akoe mengharep koernianja Allah, jang sebentar poen nanti hoekoem akoe; malah brangkali djoega akoe boleh mendapet ampoen dari padanja, kerna telah dapet ampoen lebih doeloe dari kaoe sendiri. Akoe merasa amat menjesel; akoe merasa haroes terhoekoem mati. Akoe maloe sekali dan tida ingin hidoep lebih lama lagi didoenia ini. Sehabsnja mendapet ampoen, akoe nanti lantes mati sendiri. Ampoenkenlah dosakoe, Raden Mas! Akoe bermoehoen dengen berloetoet dihadepanmoe." Dengen sesoenggoenja djoega Sastrodjo itoe berloe-<noinclude></noinclude> jr5i8n0e4oxjz6ma2tkl89cqmkct9ck Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/68 104 112953 313384 312502 2026-08-16T21:39:33Z Ammachemist 27288 313384 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|64|THE BEAUTY}}</noinclude>{{rule}}{{rule}} toet dan toendoekken kapala sendiri dihadepan Koesomo jang telah dinistaken olehnja. Koesomo merasa amat heran, hingga ia djadi tertjenggang lama. Kamoedian ia berkata: „Akoe bilang lagi padamoe. jang akoe tida maoe kenal pirasat. Begimana achirnja perklaian kita ini, itoelah kitaorang sama-sama tida taoe; bahaja jang ada mengantjem padamoe dan padakoe, itoe poen sama sadja adanja. Akoe taoe jang masing-masing menoesia ada kawadjiban aken mengampoeni kasalahan sesamanja, tapi akoe taoe djoega, jang Allah ada amat adil dan kenal betoel pada sifat menoesia. Kaoe soedah rampas istrikoe jang akoe tjintaken dengen sagenep hati. Kaoe binasaken seantero kaberoentoengankoe. Sekarang kaoe berloetoet aken meminta ampoen? Djanganlah kaoe harep! jang akoe nanti bisa ampoenken padamoe. Orang jang bisa mengampoeni moesoenja, memang baek sekali tapi akoe ini tida ada begitoe baek. Biarlah Allah mengampoeni padamoe; akoe sendiri tida bisa mengampoeni. Sastrodjo lantes berbangkit, dan sambil menoendjoek pada badjoenja jang ada dibawa poehoen, ia berkata: „Didalem sakoe badjoekoe ada satoe dompet koelit jang terisi soerat-soerat. Akoe ingin soerat-soerat itoe djangan djadi terhilang. Djika akoe terboenoe olehmoe didalem ini perklaian, biarlah kaoe toeloeng sampeken soerat-soerat itoe pada anakkoe, jang sekarang soedah tida ada iboenja, dan baroe beroemoer tiga taon. Apatah kaoe soeka memberi toeloengan itoe, Raden Mas?" —„Baek."<noinclude></noinclude> eqbcvj1trclz1sgzd8x0wbwhiczmkf9 313400 313384 2026-08-16T22:13:10Z Ammachemist 27288 313400 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|64|{{sp|THE BEAUTY}}}}</noinclude>{{rule}}{{rule}} toet dan toendoekken kapala sendiri dihadepan Koesomo jang telah dinistaken olehnja. Koesomo merasa amat heran, hingga ia djadi tertjenggang lama. Kamoedian ia berkata: „Akoe bilang lagi padamoe. jang akoe tida maoe kenal pirasat. Begimana achirnja perklaian kita ini, itoelah kitaorang sama-sama tida taoe; bahaja jang ada mengantjem padamoe dan padakoe, itoe poen sama sadja adanja. Akoe taoe jang masing-masing menoesia ada kawadjiban aken mengampoeni kasalahan sesamanja, tapi akoe taoe djoega, jang Allah ada amat adil dan kenal betoel pada sifat menoesia. Kaoe soedah rampas istrikoe jang akoe tjintaken dengen sagenep hati. Kaoe binasaken seantero kaberoentoengankoe. Sekarang kaoe berloetoet aken meminta ampoen? Djanganlah kaoe harep! jang akoe nanti bisa ampoenken padamoe. Orang jang bisa mengampoeni moesoenja, memang baek sekali tapi akoe ini tida ada begitoe baek. Biarlah Allah mengampoeni padamoe; akoe sendiri tida bisa mengampoeni. Sastrodjo lantes berbangkit, dan sambil menoendjoek pada badjoenja jang ada dibawa poehoen, ia berkata: „Didalem sakoe badjoekoe ada satoe dompet koelit jang terisi soerat-soerat. Akoe ingin soerat-soerat itoe djangan djadi terhilang. Djika akoe terboenoe olehmoe didalem ini perklaian, biarlah kaoe toeloeng sampeken soerat-soerat itoe pada anakkoe, jang sekarang soedah tida ada iboenja, dan baroe beroemoer tiga taon. Apatah kaoe soeka memberi toeloengan itoe, Raden Mas?" —„Baek."<noinclude></noinclude> c25l8nd8rpwfpw7feh4ylsld2h6mnf5 Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/69 104 112956 313385 312505 2026-08-16T21:42:11Z Ammachemist 27288 313385 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||RADEN MAS DJOJO KOESOMO|||65}}</noinclude>{{rule}}{{rule}} —„Kaoe berdjandji padakoe, jang kaoe nanti kaboelken permintahankoe itoe?" —„Ja. akoe berdjandji padamoe." —„Soekoerlah!— Sekarang akoe bersedia aken samboet sendjatamoe." Setelah ia bilang begitoe, Koesomo lantes menjerang kombali padanja. Sedeng marika adoe sendjata, oedjan toeroen deres sekali kilat poen sebentar-bentar berklebat seperti sengadja maoe terangken perklaian itoe. Doea-doea orang bangsawan itoe ada amat berhati-hati; masing-masing poen ada kenal kapandeannja sang moesoe. Tapi sedeng Koesomo ada mengantem dengen keras, Sastrodjo goenaken sadja kapandeannja aken menangkis; tida sekali ia menondjok, tida sekali ia membatjok. Brangkali djoega dari sebab hatinja jang adil ada merasa salah, ia melaenken maoe mendjaga diri, dan tida sakali ingin aken membinasaken. Boleh djadi djoega ia masi ada harep jang Koesomo nanti memberi ampoen padanja. Koesomo ada sanget mendongkol oleh kerna moesoenja tida maoe melawan. Lebih doeloe ia sangka jang Sastrodjo maoe menoenggoe sampe ia djadi lelah dan katjapean, kamoedian baroelah maoe bales memoekoel tapi setelah dapet sangkahan itoe, lantes djoega ia mendoega jang Sastrodjo tida maoe menjerang, dari sebab maoe oendjoek kamoerahan hati atawa dari sebab ada kasian padanja. Ingetan ini bikin panas sekali hatinja Koesomo hingga, sakoenjoeng-koenjoeng ia mengantem dengen sengit sekail. Sastrodjo menangkis, tapi meleset, kerna iapoenja badi melaenken oedjangnja sadja ada terkena pada badinja Koesomo. Diwaktoe itoe djoega Sastrodjo djadi limboeng dan lantes djato tje-<noinclude></noinclude> 66fg4kqbrvnmmjb69152pdof7t9j7hw Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/78 104 112957 313454 312509 2026-08-17T03:12:17Z Iripseudocorus 23824 313454 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|74|{{sp|THE BEAUTY}}}} {{rule}}{{rule}}</noinclude>{{hwe|tri|istri}} poen melaenken dirapetken sadja. Koesomo masoek kakamar itoe, laloe rebaken istrinja dipembaringan, dan slimoetken dengen slimoet tebel. Di itoe waktoe Koesomo itoe tida sekali ada ingetan aken membales djahat. Ampir boleh dibilang jang ia tida merasa sakit hati oleh kerna dinistaken. Hatinja ada penoe sadja dengen rasa menjesel, jang ia soedah tida memberi ampoen pada Sastrodjo. Ia merasa, jang djikaloe ia memberi ampoen, Sastrodjo itoe nanti boenoe diri-sendiri. Orang bangsawan itoe meminta diampoenken djoega, boekan dengen laen maksoed, hanja soepaja boleh brangkat mati dengen merasa enteng dihati. Iapoenja omongan: „Sehabisnja mendapet ampoen, akoe nanti lantes mati sendiri,” itoelah senantiasa ada kadengeran sadja dikoepingnja Koesomo. Sakoetika lamanja orang bangsawan ini tinggal berdiri diam salakoe orang jang poeles; kamoedian ia meraba pada hati istrinja, laloe berlari kakamarnja sendiri dan dateng kombali dengen membawa obat oles dan bebrapa roepa obat laen. Dengen obat itoe ia gosok istrinja poenja hati, nadi kanan-kiri dan telapakan kaki kanan-kiri. Kamoedian ia pergi kapintoe samping, dan sambil menengok kasana-sini, ia berkata: „Sorto!” „Akoe ada disini, Raden Mas !” djawab Sorto sambil menghamperi. „Apatah Raden Mas hendak memberi prenta apa-apa ?” kata poelah Sorto itoe, tempo liat madjikannja berdiam sadja. „Hm?” kata Koesomo „O, ja! akoe baroe inget. Masak sedikit aer, Sorto! akoe maoe sedoe obat. Kaoe bangoenken boedjang prampoean, tapi djangan tjerita apa-apa.”<noinclude></noinclude> ljbvgzn9bsay4m8xqs3qfifv4phppt5 Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/70 104 112958 313386 312507 2026-08-16T21:43:58Z Ammachemist 27288 313386 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|65|THE BEAUTY}}</noinclude>{{rule}}{{rule}} lentang, dengen dapet loeka dalem dikapalanja, kerna kena kabatjok. Sembari djato, ia berkata dengen swara perlahan Sekarang kaoe liat, jang Allah ada adil." Sehabisnja bilang begitoe, ia meremken matanja dan tinggal tjelentang dengen tida bergerak. Djojo Koesomo bongkokken diri dan tjoba angkat kapalanja Sastrodjo jang borboran darih. Di itoe waktoe Sastrodjo gerakken lagi bibirnja, dan berkatalah! ampoenkenlah......." Sehabisnja bilang begitoe, ia berdiam kombali. Djojo Koesomo tinggal bengong sakoetika lamanja. Kamoedian ia tjoba raba moesoenja poenja hati, laloe berkata dengen perlahan Tida ada gerak gerakannja lagi. Ia mati." Di itoe waktoe Sorto ada berdiri diblakang Koesomo. Sorto ini soedah tjaboet goloknja sendiri dengen niatan memboenoe pada madjikannja itoe. Ia soedah angkat itoe keatas, tapi tida djadi membatjok. „Salah!" kata Sorto itoe dengen swara jang tida kadengeran kaloe akoe tabas lehernja, sekarang djoega ia djadi terlepas dari kasengsarahan hati. Ia moesti rasaken doeloe kasengsarahan hati bersoesoen tindi, kamoedian baroelah ia boleh mampoes." {{rule|width=5em|height=2px}}<noinclude></noinclude> k539p8djff45l3tf28x6pjkjsewttr2 313387 313386 2026-08-16T21:44:18Z Ammachemist 27288 313387 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|66|THE BEAUTY}}</noinclude>{{rule}}{{rule}} lentang, dengen dapet loeka dalem dikapalanja, kerna kena kabatjok. Sembari djato, ia berkata dengen swara perlahan Sekarang kaoe liat, jang Allah ada adil." Sehabisnja bilang begitoe, ia meremken matanja dan tinggal tjelentang dengen tida bergerak. Djojo Koesomo bongkokken diri dan tjoba angkat kapalanja Sastrodjo jang borboran darih. Di itoe waktoe Sastrodjo gerakken lagi bibirnja, dan berkatalah! ampoenkenlah......." Sehabisnja bilang begitoe, ia berdiam kombali. Djojo Koesomo tinggal bengong sakoetika lamanja. Kamoedian ia tjoba raba moesoenja poenja hati, laloe berkata dengen perlahan Tida ada gerak gerakannja lagi. Ia mati." Di itoe waktoe Sorto ada berdiri diblakang Koesomo. Sorto ini soedah tjaboet goloknja sendiri dengen niatan memboenoe pada madjikannja itoe. Ia soedah angkat itoe keatas, tapi tida djadi membatjok. „Salah!" kata Sorto itoe dengen swara jang tida kadengeran kaloe akoe tabas lehernja, sekarang djoega ia djadi terlepas dari kasengsarahan hati. Ia moesti rasaken doeloe kasengsarahan hati bersoesoen tindi, kamoedian baroelah ia boleh mampoes." {{rule|width=5em|height=2px}}<noinclude></noinclude> 2pz6r67fh8q7at228kbwtvvl68mrebm 313388 313387 2026-08-16T21:47:26Z Ammachemist 27288 313388 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|66|THE BEAUTY}}</noinclude>{{rule}}{{rule}} lentang, dengen dapet loeka dalem dikapalanja, kerna kena kabatjok. Sembari djato, ia berkata dengen swara perlahan: „Sekarang kaoe liat, jang Allah ada adil." Sehabisnja bilang begitoe, ia meremken matanja dan tinggal tjelentang dengen tida bergerak. Djojo Koesomo bongkokken diri dan tjoba angkat kapalanja Sastrodjo jang borboran darih. Di itoe waktoe Sastrodjo gerakken lagi bibirnja, dan berkatalah! ampoenkenlah......." Sehabisnja bilang begitoe, ia berdiam kombali. Djojo Koesomo tinggal bengong sakoetika lamanja. Kamoedian ia tjoba raba moesoenja poenja hati, laloe berkata dengen perlahan: „Tida ada gerak gerakannja lagi. Ia mati." Di itoe waktoe Sorto ada berdiri diblakang Koesomo. Sorto ini soedah tjaboet goloknja sendiri dengen niatan memboenoe pada madjikannja itoe. Ia soedah angkat itoe keatas, tapi tida djadi membatjok. „Salah!" kata Sorto itoe dengen swara jang tida kadengeran: „kaloe akoe tabas lehernja, sekarang djoega ia djadi terlepas dari kasengsarahan hati. Ia moesti rasaken doeloe kasengsarahan hati bersoesoen tindi, kamoedian baroelah ia boleh mampoes." {{rule|width=5em|height=2px}}<noinclude></noinclude> 8d79pzjhy26ooqyi7wo4fugbx1heaof 313399 313388 2026-08-16T22:12:45Z Ammachemist 27288 313399 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|66|{{sp|THE BEAUTY}}}}</noinclude>{{rule}}{{rule}} lentang, dengen dapet loeka dalem dikapalanja, kerna kena kabatjok. Sembari djato, ia berkata dengen swara perlahan: „Sekarang kaoe liat, jang Allah ada adil." Sehabisnja bilang begitoe, ia meremken matanja dan tinggal tjelentang dengen tida bergerak. Djojo Koesomo bongkokken diri dan tjoba angkat kapalanja Sastrodjo jang borboran darih. Di itoe waktoe Sastrodjo gerakken lagi bibirnja, dan berkatalah! ampoenkenlah......." Sehabisnja bilang begitoe, ia berdiam kombali. Djojo Koesomo tinggal bengong sakoetika lamanja. Kamoedian ia tjoba raba moesoenja poenja hati, laloe berkata dengen perlahan: „Tida ada gerak gerakannja lagi. Ia mati." Di itoe waktoe Sorto ada berdiri diblakang Koesomo. Sorto ini soedah tjaboet goloknja sendiri dengen niatan memboenoe pada madjikannja itoe. Ia soedah angkat itoe keatas, tapi tida djadi membatjok. „Salah!" kata Sorto itoe dengen swara jang tida kadengeran: „kaloe akoe tabas lehernja, sekarang djoega ia djadi terlepas dari kasengsarahan hati. Ia moesti rasaken doeloe kasengsarahan hati bersoesoen tindi, kamoedian baroelah ia boleh mampoes." {{rule|width=5em|height=2px}}<noinclude></noinclude> juk8k1bew18grekup2hdzcodh6a4900 Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/77 104 112961 313452 312512 2026-08-17T03:10:28Z Iripseudocorus 23824 313452 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||RADEN MAS DJOJO KOESOMO|73}} {{rule}}{{rule}}</noinclude>{{hwe|ran|koeboeran}} tanah, tapi ini Raden dapet koeboeran poehoen!” Djojo Koesomo menarik napas selakoe orang jang ada sanget berdoeka hati. Kamoedian ia berkata : „Sekarang marilah kita toeroen, Sorto!” Sebentar lagi iaorang soedah ada dibawa dan lantes brangkat djalan poelang. Dari sebab tida mengikoeti djalan jang laen, maka tempo sampe dipekarangan gedongnja, Koesomo itoe meliwati djoega dideket itoe tempat, dimana tadi ia soedah berklai dan memboenoe. Sedeng ia meliwat disitoe, ia dapet liat satoe barang jang ada berbangoen seperti badannja orang sedeng terletak ditanah. Ia hampirken itoe, dan sambil berbongkok Djojo Koesomo itoe berbangkit, adalah berkredep kilat. „Astaga!” ia berkata : „Orang prampoean?” Belon sampe Koesomo berdiri itoe orang bangsawan soedah berkata poela : „Istrikoe sendiri!” Sorto jang soedah toeroet madjikannja hampirken itoe badan jang terletak, poen djadi kaget sekali tempo denger madjikannja berkata „Istrikoe sendiri!” tapi kamoedian Sorto itoe lantes tersenjoem-senjoem, dan berkata: „Ja, Raden Ajoe sendiri! mengapatah ia ada disini ?” Koesomo gojang-gojang dan panggil istrinja itoe, tapi sang istri berdiam sadja. Badannja dingin, tapi tapi hatinja masi bergerak-gerak. Njatalah jang Raden Ajoe itoe ada pangsan. Dengen tida bilang satoe apa, Koesomo lantes pondong istrinja itoe dan teroes berdjalan dengen tjepet, di ikoetken oleh Sorto, jang bertjengar-tjengir. Setelah sampe dideket roemah sendiri, ia menoedjoe kapintoe samping, kerna ia rasa, tentoe sekali itoe tida terkoentji. Tida salah doegahannja, pintoe kamarnja sang {{hws|is|tri}}<noinclude></noinclude> j7wnz0e2pv1oj0oduvml5mlmzgqkr8q Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/72 104 112962 313389 312514 2026-08-16T21:52:55Z Ammachemist 27288 313389 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|68|THE BEAUTY}}</noinclude>{{rule}}{{rule}} diri." —„Ja, tapi ia tida sekali melawan padakoe." —„Akoe rasa, 'den Mas kliroe." —„Tida, Sorto! akoe tida kliroe. Akoe soedah boenoe saorang jang tida sekali maoe melawan. Ini orang, sebab merasa jang akoe ada poenja hak aken boenoe padanja, ia ada minta ampoen padakoe, soepaja ia boleh brangkat mati dengen merasa enteng dihati. Tapi akoe soedah boenoe padanja, tida dengen entengken doeloe hatinja, jang ada tertindi dengen rasa berdosa. Akoe soedah boenoe padanja, sedeng ia tida ada poenja kahendak aken bales memoekoel padakoe. Ach!" Sehabisnja bilang begitoe, Koesomo toendoek sambil menoetoepi mata sendiri dengen sebla tangan. Oedjan riboet soedah djadi brenti, melaenken swara gloedoek masi kadengeran bergloegoeran dengen plahan ditempat djaoe dan sebentar-bentar ada sinar kilat berkredep. „'den Mas !" kata Sorto. „Ada apa, Sorto ?" tanja Koesomo dengen paras poetjet. —„Akoe rasa, ini mait tida boleh dibiarken sadja disini." —„Ja, apa sekarang kita moesti berboeat?" —„Itoelah akoe maoe tanja pada 'den Mas." —„Apa akoe taoe, kita moesti berboeat apa, sedeng hatikoe ada penoe dengen rasa doeka dan menjesel?" —„Kaloe begitoe, 'den Mas belon ada niatan apa-apa tentang mait ini?" —„Belon, Sorto!" —„Apa akoe boleh bilang niatankoe?" —„Bagimana adanja kaoe poenja niatan, Sorto?" —„'den Mas telah taoe, jang boedjangnja dan doea<noinclude></noinclude> adp8fdxykvgd5wj77t8zyys99q4so45 313398 313389 2026-08-16T22:12:19Z Ammachemist 27288 313398 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|68|{{sp|THE BEAUTY}}}}</noinclude>{{rule}}{{rule}} diri." —„Ja, tapi ia tida sekali melawan padakoe." —„Akoe rasa, 'den Mas kliroe." —„Tida, Sorto! akoe tida kliroe. Akoe soedah boenoe saorang jang tida sekali maoe melawan. Ini orang, sebab merasa jang akoe ada poenja hak aken boenoe padanja, ia ada minta ampoen padakoe, soepaja ia boleh brangkat mati dengen merasa enteng dihati. Tapi akoe soedah boenoe padanja, tida dengen entengken doeloe hatinja, jang ada tertindi dengen rasa berdosa. Akoe soedah boenoe padanja, sedeng ia tida ada poenja kahendak aken bales memoekoel padakoe. Ach!" Sehabisnja bilang begitoe, Koesomo toendoek sambil menoetoepi mata sendiri dengen sebla tangan. Oedjan riboet soedah djadi brenti, melaenken swara gloedoek masi kadengeran bergloegoeran dengen plahan ditempat djaoe dan sebentar-bentar ada sinar kilat berkredep. „'den Mas !" kata Sorto. „Ada apa, Sorto ?" tanja Koesomo dengen paras poetjet. —„Akoe rasa, ini mait tida boleh dibiarken sadja disini." —„Ja, apa sekarang kita moesti berboeat?" —„Itoelah akoe maoe tanja pada 'den Mas." —„Apa akoe taoe, kita moesti berboeat apa, sedeng hatikoe ada penoe dengen rasa doeka dan menjesel?" —„Kaloe begitoe, 'den Mas belon ada niatan apa-apa tentang mait ini?" —„Belon, Sorto!" —„Apa akoe boleh bilang niatankoe?" —„Bagimana adanja kaoe poenja niatan, Sorto?" —„'den Mas telah taoe, jang boedjangnja dan doea<noinclude></noinclude> mf1hyad3n81iylsy7ylvbuf1skeqcv4 Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/73 104 112964 313390 312516 2026-08-16T21:54:46Z Ammachemist 27288 313390 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||RADEN MAS DJOJO KOESOMO|||69}}</noinclude>{{rule}}{{rule}} koedanja Raden Sastrodjo ini telah tertjeboer kadalem itoe kali disana. Besok pagi orang nanti dapetken maitnja itoe boedjang dan doea koeda. Orang nanti kenalken siapa adanja boedjang itoe, dan orang nanti sangka. jang Raden Sastrodjo dan boedjangnja itoe soedah dapet katjilakahan dan djadi mati didalem kali. Orang tida nanti sangka, jang ini orang bangsawan telah mati diboenoe. Tapi ini mait moesti dilinjapken. Diboeang dikali, tida baek, kerna dikapalanja ada tanda loeka dengen sendjata." —„ Kaoe loepa, Sorto! jang orang nanti dapetken sadja maitnja itoe boedjang dan bangkenja koeda." —„Tida mengapa, 'den Mas! Orang poen nanti sangka, jang maitnja ini orang bangsawan ada terbenam didalem aer, atawa soedah teranjoet lebih djaoe lagi." —„Kaoe niat linjapken mait ini kamana ?" —„Didalem 'den Mas poenja oetan, tida djaoe dari satoe poehoen mangga, ada satoe poehoen jang besar sekali, boekan ?" —„Ja, dan tida sebrapa djaoe dari sini." —„Poehoen itoe ada poehoen karet; dan dari sebab soedah toea sekali, ada growong didalemnja. Kaloe kita masoekken ini mait kadalem poehoen itoe, akoe rasa tida nanti ada orang jang taoe, katjoeali kaloe poehoen itoe djadi roeboe. Tapi toch akoe rasa tida gampang ia boleh roeboe; kerna sedeng ia ada besar sekali, growongnja tida sebrapa besar." —„Growongnja itoe moelai dari mana?" —„Dari tinggi sekali; dari wates ia moelai bertjagak. Itoelah ada baek sekali, tapi dari sebab begitoe, akoe tida bisa bekerdja sendiri." —„Kaloe kita berdoea bekerdja sama-sama, apa bisa?"<noinclude></noinclude> hy4tjtyhvchvw5lvzus0nj1559uu00p Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/76 104 112965 313451 312520 2026-08-17T03:09:00Z Iripseudocorus 23824 313451 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|72|{{sp|THE BEAUTY}}}} {{rule}}{{rule}}</noinclude>Sorto masoekken dompet itoe kadalem sakoe badjoe sendiri, laloe pakeken badjoe item jang tadi itoe pada maitnja Sastrodjo. Kamoedian, sesoedahnja lolosken kasoet dari kaki sendiri, ia lantes gendong maitnja Sastrodjo, dan minta Raden Mas itoe toeloeng gaboengken mait itoe padanja poenja badan sendiri dengen itoe potong-potongan angkin soetra jang tadi. Dengen sigra permintahannja itoe diloeloesken oleh si madjikan. Dan setelah mait itoe soedah tergaboeng baek-baek pada badannja Sorto, hamba ini lantes mandjet di itoe poehoen jang ketjilan, dengen ditoeroet oleh Koesomo. Soekoerlah djoega poehoen itoe tida terlaloe litjin. dan antara doea poehoen itoe poenja tjabang-tjabang jang ada terkena satoe pada laen, ada djoega jang sampe koeat aken di indjek oleh orang jang menggedong mait orang. Maka maskipoen dengen banjak soesa, iaorang sampe djoega dengen slamat keatas itoe poehoen jang besar, dan dapetken dideket selahnja tjagak besar satoe lobang jang ampir ada tertoetoep rapet dengen tjabang-tjabang ketjil jang berdaon gompiok. Sesoedahnja mait ada sedia aken dimasoekken kadalem lobang itoe, Koesomo toelak itoe tjabang-tjabang ketjil dengen perlahan, soepaja tida djadi pata, laloe pegangken semoea itoe, soepaja itoe lobang djadi terboeka. Lebih doeloe Sorto maoe djeblosken mait itoe dengen menjoengsang, hingga ia nanti djato dengen kapala doeloean ; tapi Koesomo tida moefaket, dan dari sebab begitoe, djadilah mait itoe didjeblosken dengen berdiri. „Ha! betoel-betoel loear biasa!” kata Sorto, sedeng itoe mait terdjoen kabawa : Laen orang dapet {{hws|koeboe|koeboeran}}<noinclude></noinclude> 0x1wvbwkumhom59c5bcmf635edjmh00 Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/74 104 112967 313391 312519 2026-08-16T21:57:22Z Ammachemist 27288 313391 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|70|THE BEAUTY}}</noinclude>{{rule}}{{rule}} —„Lebih dari berdoea. tida perloe, 'den Mas." —„Kaloe begitoe, marilah kita sigra bawa mait ini kasana. Tapi lebih doeloe kita moesti dapet satoe pikoelan, soepaja kita boleh gotong berdoea." —„Disebla sitoe ada sapotong bamboe, akoe nanti pergi ambil." Selagi Sorto pergi ambil itoe bamboe, Koesomo lepasken angkin soetra jang ada dipinggangnja; dan dari sebab angkin itoe ada lebih dari doea depa pandjangnja, Koesomo koetoengken djadi tiga potong dan goenaken itoe aken iket maitnja Sastrodjo dibetoelan katek, dipinggang dan loetoet. Setelah Sorto dateng dengen membawa bamboe, tiga iketan itoe lantes ditjorok dengen itoe bamboe, dan maitnja Sastrodjo itoe lantes dipikoel kadalem oetan. Dari sebab Sorto biasa ider-ideran di oetan itoe dan taoe betoel segala selak-seloek di itoe tempat, maka maskipoen langit ada gelap dan doeatiga bintang jang berkedip-kedip ada terhalang oleh daonnja poehoen-poehoen, tida loepoet Sorto itoe bisa berdjalan dengen tjepet, sedeng madjikannja jang memikoel disebla blakang, maskipoen abis berklai lama, tida merasa paja aken mengikoeti. Sigralah djoega iaorang soedah sampe dibawa itoe poehoen besar jang terseboet diatas ini. „Tjara bagimana kitaorang moesti naek keatas ini poehoen jang tida bisa terpelok, kaloe tida ada tangga?" kata Koesomo, sedeng ia dan Sorto letakken mait Sastrodjo ditanah. „Disebla sitoe ada satoe poehoen jang tida sebrapa besar, tapi ada tinggi sekali," kata Sorto: „dan tjabang-tjabangnja itoe poehoen ada jang kena pada tjabang-tjabangnja ini poehoen besar. Kita moesti pan-<noinclude></noinclude> jvwh6wqnxcjmqd7flzvkxr6ixaf7j82 313396 313391 2026-08-16T22:11:09Z Ammachemist 27288 313396 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|70|{{sp|THE BEAUTY}}}}</noinclude>{{rule}}{{rule}} —„Lebih dari berdoea. tida perloe, 'den Mas." —„Kaloe begitoe, marilah kita sigra bawa mait ini kasana. Tapi lebih doeloe kita moesti dapet satoe pikoelan, soepaja kita boleh gotong berdoea." —„Disebla sitoe ada sapotong bamboe, akoe nanti pergi ambil." Selagi Sorto pergi ambil itoe bamboe, Koesomo lepasken angkin soetra jang ada dipinggangnja; dan dari sebab angkin itoe ada lebih dari doea depa pandjangnja, Koesomo koetoengken djadi tiga potong dan goenaken itoe aken iket maitnja Sastrodjo dibetoelan katek, dipinggang dan loetoet. Setelah Sorto dateng dengen membawa bamboe, tiga iketan itoe lantes ditjorok dengen itoe bamboe, dan maitnja Sastrodjo itoe lantes dipikoel kadalem oetan. Dari sebab Sorto biasa ider-ideran di oetan itoe dan taoe betoel segala selak-seloek di itoe tempat, maka maskipoen langit ada gelap dan doeatiga bintang jang berkedip-kedip ada terhalang oleh daonnja poehoen-poehoen, tida loepoet Sorto itoe bisa berdjalan dengen tjepet, sedeng madjikannja jang memikoel disebla blakang, maskipoen abis berklai lama, tida merasa paja aken mengikoeti. Sigralah djoega iaorang soedah sampe dibawa itoe poehoen besar jang terseboet diatas ini. „Tjara bagimana kitaorang moesti naek keatas ini poehoen jang tida bisa terpelok, kaloe tida ada tangga?" kata Koesomo, sedeng ia dan Sorto letakken mait Sastrodjo ditanah. „Disebla sitoe ada satoe poehoen jang tida sebrapa besar, tapi ada tinggi sekali," kata Sorto: „dan tjabang-tjabangnja itoe poehoen ada jang kena pada tjabang-tjabangnja ini poehoen besar. Kita moesti pan-<noinclude></noinclude> 59hu3gcnanrt0v11fe4gf64m9bc2c7d Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/59 104 112968 313395 312522 2026-08-16T22:10:19Z Ammachemist 27288 313395 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>{{C|VI}} Sesoedahnja berdiam sakoetika lamanja, Sastrodjo itoe berkata pada Koesomo : „Akoe tida maoe sangkal, Raden Mas, jang datengkoe ini pada waktoe bagini, dengen kataoean olehmoe, boleh dianggep ada menghinaken padamoe." „Akoe senang sekali, oleh kerna kaoe poen ada merasa begitoe," kata Koesomo. —„Tapi berilah tempo aken akoe terangken kalakoeankoe. Kaloe soedah, akoe nanti loeloesken segala kahendakmoe." —„Kaoe hendak memberi katerangan padakoe ?" —„Ja, Raden Mas !" —„Akoe rasa ada sampe terang, apa adanja kalakoeanmoe ini ; tapi boleh djadi, jang kaoe sendiri tida ada rasa begitoe. Baek! moelalah dengen kateranganmoe. Akoe maoe denger bitjaramoe." —„Dari doeloe hari kaoe ada anggep akoe ini sobatmoe." —„Dengen sesoenggoenja ada begitoe." —„Kaloe akoe dateng padamoe, senantiasa akoe ditrima dengen baek." —„Boekan sadja dengen baek, hanja dengen girang hati." —„Sering kali akoe dapet bertemoe pada Raden Ajoe. istrimoe, dan pada tiap kali akoe dapet liat padanja, akoe djadi kagoetn, akoe djadi tersemsem-semsem. kerna kaeilokannja. Dengen sagenep hatikoe, 'den Mas ! akoe merasa tjinta padanja." —„Tjeritamoe ini enak sekali, ''soedara jang manis''! teroeskenlah !" —„Toeroet kamoestian, akoe moesti menjingkir dari ini tempat, akoe moesti berlaloe katempat djaoe. Ka-<noinclude></noinclude> aqygo0wi4dlwq04k0alcm44bjlfdv4h Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/75 104 112971 313450 312525 2026-08-17T03:07:09Z Iripseudocorus 23824 313450 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||RADEN MAS DJOJO KOESOMO|71}} {{rule}}{{rule}}</noinclude>{{hwe|djet|mandjet}} poehoen itoe ; kaloe soedah sampe diatas, kita pinda ka ini poehoen besar, dengen melintas di itoe tjabang-tjabang jang terkena satoe pada laen. Akoe pandjet dengen gendong ini mait, dan kaloe Raden Mas djoega mandjet, gampanglah djoega kita orang bekerdja disana.” „Baek, Sorto !” kata Koesomo. Sesoedahnja lepasken dari pikoelan dan tali-tali iketan badannja, Sorto kloearken satoe badjoe item dari pinggang sendiri. „Apa itoe ?” kata Koesomo. „Raden Sastrodjo poenja badjoe jang tadi ia lemparken kabawa satoe poehoen, dan inilah ada satoe dompet doeit jang, ia minta 'den Mas toeloeng sampeken pada anaknja.” Sorto angsoerken dompet itoe pada madjikannja, tapi ini madjikan gojang kapala, laloe berkata : „Akoe soedah berdjandji nanti sampeken barang itoe pada Raden Sastrodjo ini poenja anak; tapi biarlah kaoe sadja oeroes perkara itoe, Sorto.” „Baek, Raden Mas,” saoet Sorto. ―„Tapi tjara bagimana kaoe nanti sampeken dompet itoe pada orang jang moesti trima ? Kaloe kaoe kasiken pada itoe orang, ia nanti tanja, tjara bagimana barang itoe soedah dateng kadalem tanganmoe.” ―„'den Mas tra oesa kwatir. Sedeng orang riboet diwaktoe dapet taoe atawa dapet doegahan jang Raden Sastrodjo ini mati dikali, akoe nanti masoek ka dalem roemahnja ini orang bangsawan dan taro ini dompet disatoe tempat jang bisa kaliatan. Apatah Raden Mas moefaket?” „Ja, Sorto, akoe moefaket betoel.”<noinclude></noinclude> stecz1obppbuj9gunx57qv16syj9124 Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/8 104 112972 313244 312531 2026-08-16T14:55:48Z Iripseudocorus 23824 313244 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||{{sp|THE BEAUTY}}}} {{rule}}{{rule}}</noinclude>—„Dengen pandjet pager pekarangan ?” —„Boekan Raden Mas! hanja dengen berdjalan ipintoe pager jang di Wetan” —„Jang paling djaoe dari sini, dekat itoe kali jang alem ?” —„Ja, Raden Mas ! jang ada deket pada oedjoengnja toe djembatan ketjil jang diatas gawir dalem.” —„Boekankah pintoe itoe selamanja ada terkoentji liwaktoe malem ?” —„Sebagimana jang akoe taoe, memang pintoe itoe da dikoentji; tapi itoe orang jang dateng diwaktoe malem, ia ada poenja satoe koentji aken memboeka pintoe itoe.” —„Satoe pentjoeri jang membawa koentji palsoe?” Sorto tinggal berdiam. „Siapatah adanja orang itoe ?” kata poelah itoe Raden Mas. „Itoelah akoe tida taoe”, saoet Sorto dan akoe tida brani taro doegahan apa-apa. Itoe Wedono djatoken badannja ka korsi ; dan dengen merasa poejeng ia menoetoepi moekanja dengen tangan kanan-kiri, Sesoedah berlaloe bebrapa sa'at, baroelah Raden Mas itoe mengangkat poelah kapalanja, dan berkata pada Sorto: „Tjeritakenlah semoea, apa jang kaoe ada taoe, semoea apa jang kaoe telah dapet liat; sedikit poen djangan ada jang kaoe liwatken.” Sorto lantes berkata : „Sebagimana biasa pada saban malem, 'den Mas! didalem tadi poen akoe djalan-djalan melanglang di ini perkarangan. Sedeng akoe ada dibawa itoe poehoen mangga, jang tida sebrapa djaoe dari pintoe pager di Wetan, akoe lantes dapet denger boenji {{hws|tindakan|tindakannja}}<noinclude></noinclude> pg6yv4um5olg089s9kalv0shrd6b5gn Halaman:Raden-Adjeng Karmiati.pdf/5 104 112997 313491 313060 2026-08-17T03:57:28Z Ammachemist 27288 313491 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>{{smaller| Pembatja jangterhormat,}} {{smaller|Soenggoe menjesel Tjerila Roman April-editie baroe ini hari sampe dalem tangan pembatja berhoeboeng banjaknja rintangan. Tapi sekarang dengen girang kita wartaken jang Tjerita Roman dan Liberty soeda di pindah ka Sourabaya dengen pake tenaga machine Terno boeat soesoel itoe semoea nomer-nomer jang katinggalan.}} {{smaller|Soealoe pakerdja'an memang ada rintengan — besar atawa keljil dan dengen itoe rintangan biarlah kita bisa beroleh pengalaman goena djaga pada hari jang bakal dateng. Harep pembalja lida keljil hati.}} {{Right|{{smaller|Hormatnja,}}}} {{Right|{{Smaller|Penerbit.}}}} <center> {{Larger|RADEN-ADJENG}} <br> {{Xxx-larger|{{sp|KARMIATI}}}} <br> {{smaller|(Satoe Romance en Drama, dari Pasoeroeansche Regentschappen)}} <br> {{smaller|Oleh:}} <br> {{larger|L. SUMA TJOE SING}} </center> :: {{smaller|Segala apa di ini Doenia gampang sekali bisa terdjadi. <br/> Hingga penghidoepan Manoesia seperti djoega diatas panggoeng komedi,<br/> Baroe kapan ia broentoeng dan mendadak djadi bersedi. <br/> Takdir poenja kemaoean tida idzinken Manoesia bilang; trasoedi,}} {{right|{{Italic|{{smaller|Tjoesing}}}}}} „Akoe rasa menjakitkoe aken djadi bertamba berat anak," berkata raden Karang-wirso, dengen kadoea poetranja jang berdiri disampingnja. „Kaloe oepama Romo poenja...." ia brenti sebentaran lantaran napasnja ada dirasaken sanget sesek, tapi kemoedian R. Karang-wirso troesken poela pembitjara'annja. „Romo merasa, Wirjonoto, dan Wirsojoeda, bahoea romo poennja diri bakel tida toenggoeken kau berdoea lebi lama lagi, dan romo harep kau nanti selaloe bisa oendjoeken itoe keakoran, dan saling mengerti boeat masing² mengetahoei kwadjibannja orang bersoedara'an" memesen R. Karang-wirso sembari aer matanja berlinang dan ia poenja soeara jang terharoe ada denger njata. „Akoe nanti selaloe perhatiken kau poenja pesenan, romo, tapi akoe harep djoega kau poenja penjakit bisa djadi lekas semboe, besarkenlah, romo, kau poenja hati, agar itoe kewarasan lekas dateng padamoe" menjaoet R. Wirjonoto, tapi itoe ajah tida menjaoet, ia tjoema gojangken tangan seperti hendak minta soepaia itoe<noinclude></noinclude> 4uvwo2sj2plx26dz0c4zhpilkuxm2c0 Halaman:Raden-Adjeng Karmiati.pdf/6 104 112998 313494 312564 2026-08-17T04:03:48Z Ammachemist 27288 313494 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|4||5}}</noinclude>poetra tida harep ia poenja kesehatan djadi kembali seperti sediakala. „Seperti kau telah taoe, anak, bahoea kau berdoea ada mempoenjai warisan f 10,000.— roepia, dan oewang-mana, kau nanti bakal bisa trima sahsoedahnja menika,dengen adanja itoe oewang peninggalan tida membahajaken kau poenja keslametan, dan bisa menambahken ketentremannja ini roemah-tangah jang bakal tida mempoenjai pitoewa sebagi akoe, dan iboemoe". Dengen oetjapken itoe perkata'an R. Karang-wirso angsoerken satoe kertas lipetan ditangannja ia poenja poetra jang toewa'an, R. Wirjonoto. „Romo, maskipoen akoe tida bakal trima itoe warisan tida aken mendjadiken akoe poenja kemenjeselan, seperti kaloe akoe meliat penjakitmoe jang sangetmenjedihken, akoe tida harep pada itoe djoemblah oewang, romo, hanja akoe sanget ingin kau bisa toenggoeken akoe berdoea lebi lama poela, romo," berkata R. Wirjonoto dengen bertjoetjoeran aer mata. „Wirjonoto! kau djangan menjega pada takdir poenja kemaoean, romo poenja bakal kematian ada satoe perkara jang loembra, manoesia hidoep moesti berachir dengen kematian dan lantaran itoe akoe harep, kau djangan terlaloe sediken apa jang bakal kedjadian pada romo, kendati romo berada berada ditempat baka, bakal djadi seneng dan goembira kaloe kau nanti bisa taro perhatian pada romomoe poenja pesenan jang paling pengabisan," menjaoet R. Karang-wirso jang saolah-olah ia hendak melipoerken pada poetranja jang selaloe bersedi, sementara R. Wirsojoedo, jang sedari tadi djoega berada didamping- nja ia poenja ajah, jang tjoema menoenggoe datengnja kematian, ia tida oetjapken satoe perkata'an, mala'an ia poenja tjahaia sebentar kliatan sedi, dan sebentar kliatan goembira!, seperti ia ada mengandoeng maksoed apa-apa, jang tjoema Toehan sadja bisa taoe. „Wirjonoto, kau tentoe soeda mengetaoei; sedari akoe toendangken dirimoe pada raden-adjeng Karmiati, romo poenja maksoed hendak rajaken kau poenja pernika'an dalem ini taoen, tapi tida kira sahblonnja romo poenja maksoed kesampean, romo soeda terserang ini seroepa penjakit, hingga menghalangin pada itoe maksoed jang moelia....!" „Romo, akoe masi tida mempoenjai ingetan boeat lekas menika sahblonnja kau poenja penjakit djadi semboe . . ., "memotong Wirjonoto, semberi toendoeken moekanja jang bertjahaia sedikit merah. „Kaloe kau ambil itoe poetoesan; soenggoe kau ada kliroe, anak," menjaoet R. Karang-wirso, sambil troesken pembitjara'annja. „Romo aken harep; kau nanti bisa lantas menika selakasnja, kendati oepama romo sampe tinggalken kau orang blon tjoekoep temponja kau lepas slametan bergaboeng, dengen begitoe, selaennja dirimoe, poen ini roemah tangga djadi mempoenjai pengoeroes jang teroetama." Baroe sadja R, Karang-wirso berkata tentang perika'annja ia poetra jang pertama mendadak matanja dirasaken semangkin gelap, sedeng ia poenja napas jang memangnja saben-seben terpoetoes-poetoes, kliatannja djadi lebi djarang, itoe sa'at ia soeda tida bisa landjoetken pesenannja<noinclude></noinclude> 7ww8nc981p89cuxpehyg079cju9bt1v Halaman:Raden-Adjeng Karmiati.pdf/14 104 113114 313496 312733 2026-08-17T04:26:28Z Ammachemist 27288 313496 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|20||21}}</noinclude>merdoe,kau sekarang djadi soeami-koe kangmas Wirjonoto Adoe!! begimana kaloe akoe soeda dapet itoe perkata'an? jang laen orang tida mampoe beli, dengen kekaja'an hartanja" Sesa'at itoe romannja raden Wirjonoto kliatan berseri - seri, jang kamoedian ia toedjoeken matanja pada itoe Vaas kembang jang soeda berlepotan deboe. „Ach akoe poenja Vaas-kembang tida bakal djadi sarangnja deboe kaloe akoe poenja istri Karmiati soeda berada dalem ini roemah.. ..." Soeara, dobrak!! kedengeran, dan itoe Vaas-kembang menglinding dipingir medja, lantaran disebabken serangannja angin jang santer, hingga daoen tjendela soeda soeroeng itoe Vaas jang berada dideketnja. „Ha! oentoeng tida pitja," berkata raden Wirjonoto sembari ia bangoen dari pembaringannja. Ia bediriken kombali itoe Vaas, samentara aernja itoe tempat kembang telah membashin antero lapangan medja. „Mengapa; djoerstroe pikirankoe ditoedjoeken pada Karmiati, nasibnja ini tempat boengga, mendadak diserang angin dari peloearan, apakah ini ada dirasaken sanget tida enak? „Nonsens!! kaloe ini kedjadian akoe maoe anggep sebagi satoe alamat tida baik, taro kata maskipoen sebenernja ini hal memang ada alamat koerang enak, toch akoe masi broentoeng, kerna djatonja ini vaaskembang tida sampe djadi bintjana apa2, tjoema aernja soeda djadi belarakan" achirnja kedengeran raden Wirjonoto mengrendeng dan seselken dirinja. „Tok!! tok!! tok!!!! pintoe kamarnja R. Wirjonoto, lagi ada orang mengetok. „Kau masi tidoer, kangmas?! hari soeda djadi gini siang!!" satoe soeara menanja jang kedengerannja ada begitoe ketoes!. „Oh kau soeda dateng, dimas?. Tida, akoe tida tidoer" jang sesa'at itoe pintoe kamar soeda terpentang lebar. „Akoe kira sampe nanti sore kau baroe kombali, tapi akoe belon taoe kaloe itoe oeroesan barangkali soeda kau bikin beres ?" moelai menanja raden Wirjonoto pada soedaranja. Sampe sekoetika lamanja Wirsojoedo tida menjaoet, hanja djatoken dirinja diatas pembaringan dengen belaga oendjoeken ia poenja rasa menjesel. „Apa kau tida enak badan, dimas? Akoe liat moekamoe ada begitoe lesoe," menanja poela Wirjonoto dengen pikiran berdebar-debar. „Tida, akoe merasa maloe, kangmas, sebab kau poenja...." ia brentiken perkata'annja sambil toetoepin moekanja dengen ia poenja sapoetangan. „Akoe tida mengerti, dimas, kau poenja perkata'an; boekankah kau tadi ada pergi ka kraton boeat bikin penetepan akoe poenja bakal pernika'an" menjaoet Wirjonoto dengen memandeng ia poenja soedara jang bertjahaia sedikit poetjet. „Akoe soeda koendjoengin roemahnja raden Wrekso-soerjo, tapi ia soeda. „Soeda, soeda apa!, soeda ditetepken kapan akoe menika!?" berkata Wirjonoto, dengen lakoe jang koerang sabar. „Akoe soeda dibikin maloe pada itoe bekas wedono, kangmas!!" „Kau dibikin maloe !!!!?, ach, akoe tida pertjaia, dimas, kaloe akoe poenja bakal mertoea, sampe berboeat begitoe terhadep padamoe."<noinclude></noinclude> 1sp8xetgx01x3q0tzmz5dels10rgwop Halaman:Raden-Adjeng Karmiati.pdf/15 104 113120 313497 312742 2026-08-17T04:28:46Z Ammachemist 27288 313497 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|22||23}}</noinclude>„Demi segala tenggorak kaloe akoe djoesta'in dirimoe, akoe ada sanget maloe koetika raden Wrekso-soerjo minta ini pernika'an di . . . . batalken." "Dibatalken!? of dioendoerken!!??" menanja Wirjonoto dengen kaget koetika ia denger itoe perkata'an dibatalken." „Dibatalken! la minta dioeroengken, kangmas, boekan dioendoerken," mendjawab Wirsojoedo. „Dimas!!, raden Wrekso-soerjo minta ini tali pertoenangan dioeroengken!!!???" menanja Wirjonoto dengen soeara keras, sambil pegang tangannja ia poenaja soedara. Wirsojoedo tida menjaoet, ia tjoema manggoetken kepalanja, selakoe orang jang benerken kang-masnja poenja pertanjahan. „Oh, Wrekso-soerjo !!! Wrekso-soerjo!!!, akoe tida kira kaloe kau soeda tjoerangin pada romokoe jang telah marhoem, kau soeda poengkir itoe perdjandjian, jang oleh romokoe ada dianggep perdjandjian soetji, djoedjoer dan moelia!!" berkata Wirjonoto senantiasa kepalanja dirasaken antjoer dengen adanja itoe warta, jang ia tida taoe kaloe soeda ditjoerangin oleh soedaranja sendiri. „Dimas, dengen alesan apa ia soeda oeroengken itoe pertoenangan?" menanja poela raden Wirjonoto sembari matanja kliatan berlinang aer mata kesedian jang begitoe bening, laksana mengalirnja water-val di Tjoban-rondo. „Ia tida briken lain alesan, selainnja brapa perkata'an ia bilang; tida djodo." „Akoe tida ada moeka, dimas, boeat tinggal lama di Pasoeroean kaloe akoe poenja pernika'an djadi dioeroengken oleh raden Wrekso-soerjo, kerna ini hal bisa membikin akoe poenja nama baik djadi tida berharga dimatanja orang banjak, pastilah akoe bakal tinggalken kau orang sendirian, dimas, dan akoe harep kau sadja djangan beroleh ini nasib tjilaka seperti kau poenja soedara," berkata raden Wirjonoto sambil menangis sesenggoekan, jang ia lantas landjoetken poela pembitjara'annja.„Romo! romo! akoe ada antara poetramoe jang berdosa dan akoe soeda tjemerken kau poenja nama jang moelia, akoe soeda ditampik dengen zonder sebab oleh kau poenja bakal besan, sedeng akoe tida merasa perna lakoeken perboeatan jang koerang sopan di segala kalangan, oh romo, romo, akoe tida ada moeka boeat tida berlaloe dari ini kota, romo." „Wirsojoedo jang sedari tadi awasin lakoenja ia poenja soedara jang tida beda seperti tjatjing kena aboe, diam-diam ia djadi merasa kasian, tapi itoe rasa soeda djadi boejar, kapan ia inget parasnja Karmiati jang begitoe permei, dan dalem hatinja ada berkata. Ha, ada lebi baik kaloe kau lekas berlaloe dengen begitoe bakal tida satoe setan jang mendjadi akoe poenja saingan boeat mempoenjai poetrinja itoe bekas wedono," jang itoe sa'at paras moekanja ada bersinar kedjem! „Kau hendak berlaloe, kangmas? dan kau maoe tinggalken akoe sendirian dalem ini roemah, kemanakah maoe pergi?" kedengeran Wirsojoedo menanja pada soedaranja jang telah ambil poetoesan aken tinggalken kota Pasoeroean. „Belon taoe kemana jang akoe bakal toedjoe'in, tapi dengen pasti akoe aken merat dari ini tempat jang bagi akoe ada sebagi noraka" me-<noinclude></noinclude> 7r3k3tviark4pxrc22ka6ujk4oapobr Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/3 104 113247 313485 312961 2026-08-17T03:40:42Z Iripseudocorus 23824 313485 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{C|{{xxxx-larger|{{sp|'''PERDJANDJIAN'''<br> '''DENGAN SETAN'''}}}}}} {{asterism}} {{C|Oleh:<br> ELANDA ROSI Ds.}} {{asterism}} {{C|Pustaka & Penerbit „ANALISA”" c.v. — Djakarta<br>1962}}<noinclude></noinclude> 0sm44lsbq6e7ng62ffjgocc6a5s3lhs Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/4 104 113258 313488 312973 2026-08-17T03:44:30Z Iripseudocorus 23824 313488 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude> {{rule}} {{C|Hak Pengarang dan Hak Mentjetak buku ini dipegang sepenuhnja oleh Pustaka Penerbit „ANALISA” c.v. — Djakarta, dibawah naungan UNDANG-UNDANG.}} {{rule}} {{C|'''Harga Rp. 75,'''}}<noinclude>{{rh|2}}</noinclude> r0eb13kycshnsyeuagmojq64mux6e0s 313489 313488 2026-08-17T03:45:10Z Iripseudocorus 23824 313489 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude> {{rule}} {{C|Hak Pengarang dan Hak Mentjetak buku ini dipegang sepenuhnja oleh Pustaka Penerbit „ANALISA” c.v. — Djakarta, dibawah naungan UNDANG-UNDANG.}} {{rule}} {{C|'''Harga Rp. 75,—'''}}<noinclude>{{rh|2}}</noinclude> htowkhgagagt3fn0l6rvdecbqulua5c Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/42 104 113294 313492 313026 2026-08-17T04:00:26Z Iripseudocorus 23824 313492 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>„Baiklah, tapi uraian diatas saja anggap perlu untuk mendjawab keterangan² tuan hakim sendiri jang se-akan² setjara mutlak membenarkan kekeliruan² dokter urat-sjaraf itu”, djawab tuan Farid. Setelah berhenti sedjenak ia melandjutkan lagi: „Demikianlah, tuan hakim, achirnja ajah memilih Rita — isteri saja jang terbunuh karena ulahnja sendiri itu — sebagai isteri saja. Kami kawin pada bulan Mei 1957. Saja menerima baik tjalon isteri saja itu; selain karena saja terpaksa menerima akibat tekanan² dari ajah saja jang segala tindakannja telah diratjuni oleh pendapat² dokter tersebut, keluarga Rita masih ada hubungan kekeluargaan dengan keluarga ajah. Tapi tuan hakim, setelah kami kawin beberapa bulan lamanja barulah saja mengetahui bahwa isteri saja itu adalah seorang pemalas jang bukan main djoroknja. Ia menempatkan pakaian dimana sadja, disandaran korsi, diatas medja, digantungkan ditempat tidur. Ja Nabi, terkutuklah dia! Baru kali ini saja melihat perempuan seperti dia, o lebih pemalas dari ular jang melata! Se-hari²an bergolek sadja dipetiduran seperti kerbau betina jang hanja pandai mendengusi kerbau djantan, tapi perutnja sendiri selalu kempes!”. Seluruh pendengar dalam sidang pengadilan mendjadi riuh dan hakim itu kelihatan menahan gelak. „Maksud tuan, isteri tuan tidak mengandung?”, tanja hakim itu. „Begitulah!” Selama lebih-kurang dua tahun kami kawin, perutnja tidak djuga berobah. Memang perempuan mandul dia! Kami sering bertengkar hanja karena soal² ketjil, tapi segera lekas mendjadi baik lagi. Pertengkaran² inilah jang mula² membuat saja merasa sepi dan terasing. Untuk mengisi kesepian, saja sering membunjikan piano malam². Dan pada suatu malam bulan Nopember, waktu saja sedang memainkan lagu Ave Maria sambil mengenang kembali wadjah Wati, ja Tuhan, adjaib benar!”, tiba² ia berhenti, tangannja memegang pelipisnja dan memidjitanja. „Teruskan! Tuan merasa sakit?”, tanja hakim. „Tidak! Tapi sungguh tuan hakim, lidah saja tidak bisa menari. Saja berkata apa sadja jang benar. Tuan ingat, saja anak pendeta!”, katanja dengan sombong.<noinclude>{{rh|40}}</noinclude> dsfk7mds3fd9dw846o3ew2ormn2w1gg Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/43 104 113296 313493 313030 2026-08-17T04:03:03Z Iripseudocorus 23824 313493 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>„Teruskan, tuan Farid!”, kata hakim dengan ramah. Sesudah sementara lamanja membungkam dan me-renung², siterdakwa itu mulai berbitjara lagi dengan tenang dan perlahan², se-akan² semangatnja telah dipunahkan oleh kenangan² buruk: „Tuhan selamanja selalu baik terhadap umatnja. Tuhan menurunkan keanehan² jang hampir² tak bisa dipertjaja oleh akal pikiran manusia. Keanehan² begini barangkali hanja bisa diterima manusia jang bersangkutan jang kebetulan mendapat rahmatnja. Tuan pasti pernah mendengar, bahwa dahulu kala Jesus pernah menghidupkan, Lazarus jang sudah mati dan membangunkan dari kuburnja. Begitulah djuga malam itu waktu saja memainkan lagu Ave Maria, tiba² sebuah suara jang lembut mengiringi lagu itu. Sungguh telinga saja belum sekalipun berdusta, suara itu suara Wati! Saja makin bernafsu dan djari² tangan saja makin keras memukul tuts piano. Saat itu tembok kamar seperti terbelah dan tiba² muntjullah Wati, berdjalan mendekati piano sambil bernjanji. Tapi waktu lagu itu selesai dan djari² saja berhenti memukul piano, Wati mendadak lenjap kembali. Saja tersentak dan berteriak: Wati!, Watiiii!{{...|12}} Kemudian isteri saja terbangun akibat teriakan saja jang keras. Malam itu kami bertengkar, sampai saja menghantjurkan gelas² dan porong jang terletak diatas medja. Budjang saja terbangun djuga dan masuk kekamar saja mengambil petjahan² gelas jang berserakan”. „Apa benar tuanmu pada suatu malam bertengkar dan kamu terbangun dan masuk kekamar memungut gelas² jang petjah?”, tanja hakim kepada budjang perempuan tuan Farid jang djuga hadlir dalam sidang pengadilan itu sebagai salah seorang saksi. „Ja, tuan!”, djawab budjang perempuan itu. „Saja terbangun waktu mendengar barang² jang petjah dilantai. Ketika itu tuan dan njonja saja sedang bertengkar. Tapi saja tidak tahu apa jang sedang dipertengkarkan”. „Baik! Sekarang kembali teruskan tjerita itu, tuan Farid!”. Siterdakwa dengan wadjah jang tenang mulai melanjutkan pembelaannja lagi: „Malam berikutnja saja kembali berusaha menemui Wati dengan djalan memainkan lagu Ave María lagi. Benar² adjaib,<noinclude>{{rh|||41}}</noinclude> 2pnvydr0aajra0fdp7corkg9sm0hpyy Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/39 104 113313 313490 313052 2026-08-17T03:51:59Z Iripseudocorus 23824 313490 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>SUATU KEDJADIAN jang kedengarannja terlalu fantastis telah ditjeritakan tuan Farid dimuka pengadilan dikota S. Ia seorang anak pendeta jang didakwa membunuh isterinja dengan sebilah pisau dalam kamarnja sendiri. Seluruh hadlirin dalam sidang pengadilan itu djadi ber-tanja² setelah mendengar pembelaan tuan Farid dengan tjerita²nja jang aneh dan se-akan² tidak masuk akal manusia. Tapi jang lebih adjaib ialah, bahwa pembelaannja itu dikuatkan pula oleh budjangnja perempuan jang banjak mengetahui seluk-beluk keluarga tuannja. „Saja orang ber-Tuhan”, kata tuan Farid memulai pembelaannja. Ia tampak demikian tenang dan bitjaranja tegas. „Saja tahu benar, pembunuhan adalah suatu dosa jang paling terkutuk diantara dosa² lainnja, dan itu takkan saja lakukan selamanja! Ajah saja seorang pendeta, tuan hakim. Sedjak kanak² saja dalam asuhan dan didikan keluarga baik² belaka. Bahkan untuk suatu kebohongan jang betapa ketjilnja sekalipun akan selalu saja terima hadjarannja jang setimpal. Meskipun ajah saja seorang pendeta jang nampaknja penjabar dan pengasih, tapi tjaranja mendidik anak²nja lebih kedjam dari setan. „Bulan Januari tahun 1957, tunangan saja meninggal dalam ketjelakaan kereta-api dekat perbatasan kota Bandung. Menurut berita² jang dimuat dalam suratkabar², ketjelakaan itu terdjadi akibat pentjegatan gerombolan jang membongkar rel kereta-api sehingga kereta-api itu keluar dari rel dan terdjun kedjurang. Wati, tunangan saja itu, salah seorang penjanji geredja jang kenamaan. Ia mempunjai nafas kuda, eh maksud saja nafasnja pandjang, dan suaranja tinggi sampai tiga oktaf. Sungguh saja mentjintainja lebih dari siapapun didunia ini. Setiap-kali saja bermain piano, Wati selalu mengiringi dengan suaranja, menjanjikan lagu Ave Maria atau lagu² geredja lainnja. Permainan ini ber-ulang² kami mainkan bersama hampir setiap saat kami berdjumpa. Saat² itu saja merasa seperti tidur disorga dan dibuai njanjian malaikat.<noinclude>{{rh|||37}}</noinclude> lxvu38p4dnseugrdvfmawa4l0r762av Halaman:Raden-Adjeng Karmiati.pdf/26 104 113316 313495 313067 2026-08-17T04:19:33Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313495 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|44||45}}</noinclude>„Djangan kau kwatir, raden, akoe toch belon satoe kali perna bikin kapiran apa jang kau seraken dalem akoe poenja tangan." „Lagi tiga hari Karmiati soeda berada dalem roemah-moe," menjaoet itoe boeaja. „Kaloe begitoe trima doeloe ini f 200.— roepia sebagi kau poenja pandjeran, dan kau boleh lantas trima ketinggalannja sasoedanja ini pakerdja'an kau lakoeken beres." „Trima kasi, raden, akoe tentoe koedoe kerdjaken ini oeroesan lebi hati-hati dari biasanja," mendjawab Djojo sembari trima itoe sedjoemblah oewang kertas jang dibriken padanja. Wirsojoedo lantas bediri dari doedoeknja: „Oo! Slamet tinggal, Djojo, akoe harep kau lakoeken ini kerdja'an dengen sampoerna." „Slamet djalan, raden, djangan kau kwatir," berkata itoe boeaja. {{right|{{smaller|Apakah betoel doenia tjoema terisi sama kedjahatan? <br/> Kaloe'gitoe akoe tjoema bisa bilang: „Doebilasetan"! <br/> T. S.}}}} Malem jang Gelap !!! Sang kilat jang mendjilat ka sana-kemari ada meseremannja dessa Kraton jang sesa'at itoe soeda djadi pelap goelita. Tong, tong! kedengeran bersoeara doea kali, hingga menandaken jang itoe koetika masi djam 2 liwat tenga malem. Dibawah terangnja kilat jang mengredep, ada terliat satoe bajangan item! toeroen dari atas poehoen waringin, jang tertanem dalem raden Wreksosoerjo poenja pekarangan depan. „Mengapa sampe djam 2 akoe masi belon dapet tidoer?, sedeng dalem hatikoe seperti ada apa-apa jang menakoetin," kedengeran satoe soeara prampoean jang mengrendeng pada dirinja sendiri. Soeara Gloedoek ada gemoeroe sedeng oedjan rintjik-rintjik ada membasai tana-tana dari desa Kraton jang soeda djadi soenji. Gloedoek!! Gloedoek!!!! kombali Gledek! ada mengoendjoeken boeninja jang saolah-olah sebagi bledaknja Goenoeng Kloet, samentara sang oedjan djadi semangkin deres, dan bebareng dengen itoe; kedengeran soeara merinti jang sanget ngeri dari dalem Gedongnja raden Wrekso-soerjo. Karmiati jang sedari tadi belon bisa tidoer, ia kira itoe soeara merinti ada ia poenja Ajah, atau Iboe jang djoestroe mengimpi. Ia berbangkit dari pembaringan dengen maksoed hendak bangoenin ia poenja ka doea orang toea jang berada dilain kamar; baroe sadja ia boeka pintoe kamarnja mendadak satoe tangan jang beloemoeran dara tarik Karmiati kloear pintoe, dengen lakoe jang sebat itoe pemboenoe lantas iket Karmiati poenja moeloet dengen sapoetangan. „Diam!!" membentak Djojo-astro pada Karmiati sambil atjoengken Golok jang masi basa dengen dara! "....s..i..a..p..a....k..a..u....i..n..i?" menanja itoe gadis dengen soeara terpoetoes-poetoes, sedeng badannja ada kliatan goemeter. „Lagi sekali akoe bilang, baik kau diam! dan djangan menanja siapa adanja akoe poenja diri!!" Pemandengan ngeri! jang berada disatoe kamar, ada mengletak 2 majit dari sa'orang laki Prampoean. Dara jang mengloetjoer pada membasai itoe kain sprei jang poeti; hingga kliatannja seperti menjalanja api jang berkobar!<noinclude></noinclude> 551xmqjeq36b9mc6rx1bkgouaf1whsj Halaman:Raden-Adjeng Karmiati.pdf/2 104 113353 313404 2026-08-17T01:38:55Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313404 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude><center> '''{{Xxxx-larger|TJERITA ROMAN}}''' {{rh|Taoen ka 1|| APRIL 1929||| No.4}} {{Xxx-larger|Raden-adjeng {{Xx-larger|KARMIATI}}}} (Satoe Romence en Dreme deri Pasoeroeansche Regentschappen) Oleh: {{X-larger|L. SUMA TJOE SING}} Malang {{smaller|Penerbit: Maanbiad LIBERTY. Bureau Suilkereir. 1-9, Sourabaya}} <center/><noinclude></noinclude> bw4dal7p1tb15harlf6uuqtj41i9w4x Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/7 104 113354 313405 2026-08-17T02:08:44Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313405 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{Center|'''P R A K A T A'''}} ADA KEHIDUPAN LAIN diluar kehidupan manusia jang belum kita ketahui rahasianja, jaitu kehidupan roh² halus jang sering pula turut tjampur dan turut mengambil bagian dalam kehidupan manusia wadjar. Tjerita² sematjam ini kedengarannja gandjil, gaib dan menjeramkan, namun benar² ada! Kisah² misteri tidak sadja hidup dikalangan masjarakat diberbagai kepulauan ditanah air kita, tapi djuga di-negeri² Djepang, Tiongkok, India, Perantjis, Inggeris dan Amerika-pun bukanlah merupakan kisah² jang asing lagi. Stephen Vincent Benet, seorang pengarang Amerika, pernah menulis sebuah tjerita-pendek jang berdjudul „Hantu dan Daniel Webster“. Tjerita ini mengkisahkan seorang manusia jang mentjari kekajaan dengan perantaraan setan, dan pada saat jang telah didjandjikan sisetan datang menagih njawa-nja. Tjerita ini membuktikan bahwa orang jang berhubungan dengan setan untuk bisa mendjadi kaja bukan sadja terdjadi di Indonesia, tetapi di Amerika-pun ada dan bukan merupakan hal jang aneh. Jang lebih mendirikan bulu-roma ialah apa jang terdjadi didusun Borley, dinegeri Inggeris. Dusun Borley merupakan tempat tinggal hantu² jang gentajangan, jang selama berpuluh² tahun tak pernah terpetjah­kan rahasianja. Peristiwa²-nja benar² mentakdjubkan penjelidik² psychis jang terpandaI, dan hingga kini „rumah hantu Borley“ dianggap sebagai rumah hantu jang paling menjeramkan diseluruh Inggeris. Beberapa ahli dari berbagai negeri telah mengadakan penjelidikan, diantaranya terdapat para tjerdik-pandai, pendeta², perwira², sardjana² dan seorang diplomat. Didalam mengadakan penjelidikan², mereka semuanya telah menjaksikan peristiwa² aneh dan menjeramkan jang tidak dapat diterangkan dengan akal pikiran manusia, seperti: tempat² lilin jang terbang kian kemari, genting² atap berjatuhan, anggur murni<noinclude>{{rh|||5}}</noinclude> 1k635gfwim0f5dfr5kx74fzf9e3dyii Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/37 104 113355 313406 2026-08-17T02:11:52Z Ibrohim tijani 26379 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '<div style="height: 500px; display: flex; align-items: center; justify-content: center;"> '''4. NJANJIAN ROH JANG MENGEMBARA''' </div>' 313406 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><div style="height: 500px; display: flex; align-items: center; justify-content: center;"> '''4. NJANJIAN ROH JANG MENGEMBARA''' </div><noinclude>{{rh|||35}}</noinclude> k6j33npn8oh6en1n9za4pwbqm81yg84 313407 313406 2026-08-17T02:12:08Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313407 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><div style="height: 500px; display: flex; align-items: center; justify-content: center;"> '''4. NJANJIAN ROH JANG MENGEMBARA''' </div><noinclude>{{rh|||35}}</noinclude> 9zoggxlv0ld5t90swysj4z0xo348zc2 Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/49 104 113356 313408 2026-08-17T02:14:37Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313408 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>'''WAKTU KERETA-API''' masuk stasiun Balapan — Solo, hari sudah mendjelang malam. Kereta-api terhenti satu djam diper-djalanan tadi. Orang² kelihatan ter-buru² ber-desak² ingin lekas² turun. Tubuhku jang kurus dan kurang sehat ini tidak kuat untuk ikut ber-desak². Aku tenang sadja. Menanti sampai djalan mendjadi lega. Diluar aku mendjeladjah tiap wadjah orang² jang mendjemput sanak-keluarganja, dengan harapan kalau² ada pula kawan jang mendjemputku. Seminggu jang lalu aku memberi kabar pada salah seorang kawan disini bahwa hari ini aku datang di Solo lagi. Aku terus keluar dari stasiun setelah kupandangi wadjah² pendjemput itu tak ada jang kukenal. Gerimis tipis masih turun. Mendung tebal masih bergantunggan dilangit. Sore tadi hudjan lebat nampaknja. Djalan² jang berlubang penuh tergenang air. Lampu² djalan kaku menggigil dan sinarnja seperti berselubung uap putih. Pudar oleh beku udara sekelilingnja. Aku berdjalan sadja, karena rumah kawanku hanja menjeberang djalan besar dimuka stasiun ini dan sedikit masuk kampung. Kawanku ini adalah kawan sama² mengadjar disalah satu S.M.P. dikota ini, Samsijah namanja. Begitu baiknja hubungan kami, hingga ibu-bapanja menganggapnja seperti keluarganja sendiri. Dan aku senang sekali bertjanda dengan adik² Samsijah jang periang dan lutju. Tudjuh bulan jang lalu aku mematuhi nasehat dokter untuk beristirahat dulu sementara waktu. Sakit paru²ku akan makin parah kalau kubiarkan sadja, sedang dikota diriku selalu kusibuki dengan kerja² jang tak mengenal pajah. Achirnja kupilih beristirahat dikotaku sendiri, Bandung! Kepulanganku ini sebelumnja kuberitakan pada Samsijah dan keluarganja, bahwa menurut nasehat dokter aku diharuskan beristirahat. Tapi tak kutjeritakan tentang sakitku. Aku chawati[r], mereka akan didjidjik melihatku lagi bila mereka tahu bahwa aku mengidap penjakit paru². Di Bandung aku tak pernah menjuratinja. Segan kalau<noinclude>{{rh|||47}}</noinclude> beocsuhs4st52f1rnlys1pu953omtxd Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/100 104 113357 313409 2026-08-17T02:17:26Z Ibrohim tijani 26379 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '{{gambar hilang}} {{rh||''Sajangku, bila engkau tidak menolak, aku bermaksud menetap kembali disemari sini semuara.''}}' 313409 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{rh||''Sajangku, bila engkau tidak menolak, aku bermaksud menetap kembali disemari sini semuara.''}}<noinclude></noinclude> mbp1u1o7n61iip0cdlnhz2p62l5dit0 313410 313409 2026-08-17T02:18:00Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313410 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{rh||''Sajangku, bila engkau tidak menolak, aku bermaksud}} {{rh||menetap kembali disemari sini semuara.''}}<noinclude></noinclude> 7m6djact7i6g3bb29mus962f6719hsl 313411 313410 2026-08-17T02:18:50Z Ibrohim tijani 26379 313411 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{rh||''Sajangku, bila engkau tidak menolak, aku bermaksud menetap kembali disemari sini semuara.''}}<noinclude></noinclude> lfs3tdwd0pan6k21l74xw4mo1sufhqi 313412 313411 2026-08-17T02:19:55Z Ibrohim tijani 26379 313412 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{rh||''Sajangku, bila engkau tidak menolak, aku bermaksud}} <br> {{rh||menetap kembali disemari sini semuara.''}} <br><noinclude></noinclude> bm16vey03nwkp56a2a5ekdi46q0njf3 313413 313412 2026-08-17T02:20:24Z Ibrohim tijani 26379 313413 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{rh||''Sajangku, bila engkau tidak menolak, aku bermaksud}} <br> {{rh||''menetap kembali disemari sini semuara.''}} <br><noinclude></noinclude> stzd5r19khrek3dl4c7p7lugk8x188j 313414 313413 2026-08-17T02:21:02Z Ibrohim tijani 26379 313414 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{rh||''Sajangku, bila engkau tidak menolak, aku bermaksud menetap kembali disemari sini semuara.''}}<noinclude></noinclude> lfs3tdwd0pan6k21l74xw4mo1sufhqi 313415 313414 2026-08-17T02:21:28Z Ibrohim tijani 26379 313415 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} ''Sajangku, bila engkau tidak menolak, aku bermaksud menetap kembali disemari sini semuara.''<noinclude></noinclude> 7kf8c85vgy5l0rlqed479qalc5ce7jo 313416 313415 2026-08-17T02:21:57Z Ibrohim tijani 26379 313416 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{rh||''Sajangku, bila engkau tidak menolak, aku bermaksud menetap kembali disemari sini semuara.''}}<noinclude></noinclude> f6l82vtc5813l5a2fiyhqq5tkggc5m7 Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/30 104 113358 313417 2026-08-17T02:23:08Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313417 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{Center| Setiap hari penjemputan itu termenung sedih memandang makam anaknja dari pintu belakang. }}<noinclude>{{rh|28}}</noinclude> 37qi1nwvtkr33rqqsrgkfhrllneg3qi Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/38 104 113359 313418 2026-08-17T02:24:08Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313418 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{Center| Djeri tangan saja keras memukul tats piano, dan .... tiba² Wati mendjui sambil berdjatuh. }}<noinclude>{{rh|36}}</noinclude> hl3ih81wi3po2xhhbwwqbtwyt2p3abj 313419 313418 2026-08-17T02:24:30Z Ibrohim tijani 26379 313419 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{Center| Djeri tangan saja keras memukul tats piano, dan .... tiba² Wati mendjui sambil berdjatuh.}}<noinclude>{{rh|36}}</noinclude> g8lrn3hjgznzvfz232iaqsj7mw2v1t0 Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/48 104 113360 313420 2026-08-17T02:26:05Z Ibrohim tijani 26379 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '{{gambar hilang}} {{Center|„Masuklah, nak!”, orang tua itu menjilahkan dengan meren- tangkan djari² kenanja jang kurus.}}' 313420 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{Center|„Masuklah, nak!”, orang tua itu menjilahkan dengan meren- tangkan djari² kenanja jang kurus.}}<noinclude></noinclude> ilj9d40f9dq1yb7qir6elpre0fhd6ht 313421 313420 2026-08-17T02:26:18Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313421 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{Center|„Masuklah, nak!”, orang tua itu menjilahkan dengan meren- tangkan djari² kenanja jang kurus.}}<noinclude></noinclude> lp7lffkjg9mx9ba0mz9o08trgrj5lce 313422 313421 2026-08-17T02:27:01Z Ibrohim tijani 26379 313422 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{Center|„Masuklah, nak!”, orang tua itu menjilahkan dengan meren- tangkan djari² kenanja jang kurus.}}<noinclude>{{rh|45}}</noinclude> a02baqh1gj12oxuzxhov5enzoyghvsx Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/56 104 113361 313423 2026-08-17T02:27:28Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313423 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{Center|„Harta ini untukmu dan saja masih akan membahagiakan lebih banyak lagi”, kata setan itu.}}<noinclude>{{rh|54}}</noinclude> kdkxuq9jwrwgyfjqtg5yb7zswhm09u1 Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/60 104 113362 313424 2026-08-17T02:28:17Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313424 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{Center|„Minumlah”, sedang panas ini kata suaminja sambil membantu isterinja bangun.}}<noinclude></noinclude> 1vc2fg5y4yd74av770clbq7ty0ndrtu Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/82 104 113363 313425 2026-08-17T02:28:56Z Ibrohim tijani 26379 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '{{gambar hilang}} {{Center|„Lihatlah bunga ini”, katanya sambil mendudjukkan bunga jang melingkari lehernja.}}' 313425 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{Center|„Lihatlah bunga ini”, katanya sambil mendudjukkan bunga jang melingkari lehernja.}}<noinclude></noinclude> c66jvmww62iuezkbsrm5f31aur4x1xy 313426 313425 2026-08-17T02:29:14Z Ibrohim tijani 26379 313426 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{Center|„Lihatlah bunga ini”, katanya sambil mendudjukkan bunga jang melingkari lehernja.}}<noinclude>{{rh|80}}</noinclude> iojmx81tdl7yhonnmg50sxi99gj1e5b 313427 313426 2026-08-17T02:29:25Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313427 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{Center|„Lihatlah bunga ini”, katanya sambil mendudjukkan bunga jang melingkari lehernja.}}<noinclude>{{rh|80}}</noinclude> jgb7c6i22tkbm8t6s3q9bjjngstx1i4 Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/108 104 113364 313428 2026-08-17T02:30:18Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313428 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>[[Berkas:Perdjandjian dengan Setan.jpg|center|300px]]<noinclude></noinclude> 8xfc6hm5rlv578wbzjz6785w964e1nw 313429 313428 2026-08-17T02:30:41Z Ibrohim tijani 26379 313429 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>[[Berkas:Perdjandjian dengan Setan.jpg|page 108|300px]]<noinclude></noinclude> 1v1mgoybuaivi0bm70zjq73sgsh9d9c 313430 313429 2026-08-17T02:31:42Z Ibrohim tijani 26379 313430 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>[[Berkas:Perdjandjian_dengan_Setan.jpg|center|300px]]<noinclude></noinclude> l53q240kymoweiptpwe4ztamhkpcgpb 313431 313430 2026-08-17T02:32:11Z Ibrohim tijani 26379 313431 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>[[Berkas:Perdjandjian_dengan_Setan.pdf|center|300px]]<noinclude></noinclude> ptek9cmbban1ezk89fet60poslhthrv 313432 313431 2026-08-17T02:32:31Z Ibrohim tijani 26379 313432 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>[[Berkas:Perdjandjian_dengan_Setan.pdf|page 108|300px]]<noinclude></noinclude> mrxnqqnt9ezhg3ax9expirhhyvwmsr8 Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/106 104 113365 313433 2026-08-17T02:34:02Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313433 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} <hr /> {{Center| Pertjetakan Dharma N.V. Wo. No. 3930. Oplag 7.000 ex. }}<noinclude>{{rh|104}}</noinclude> 5jcg9hcoolkpx3kadwp622jw5nf7eh4 Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/12 104 113366 313434 2026-08-17T02:35:06Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313434 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{Center| Dokter Sofjan memegang tangan rangka itu dan mengadji-djadinja. }}<noinclude>{{rh|10}}</noinclude> 8cltk1b86qmodkhoijfptfl8t07hwrn 313435 313434 2026-08-17T02:35:24Z Ibrohim tijani 26379 313435 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{Center| ''Dokter Sofjan memegang tangan rangka itu dan mengadji-djadinja.'' }}<noinclude>{{rh|10}}</noinclude> 2695k39qpenkgzsitqq55d7pwdj4b89 Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/22 104 113367 313436 2026-08-17T02:36:20Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313436 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{Center| ''„Bukan kondektur itu jang kumaksud” kata gadis itu sambil tertawa aneh.'' }}<noinclude>{{rh|20}}</noinclude> plzjtlgnmid77dyukec063bg14s0w9w Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/90 104 113368 313437 2026-08-17T02:37:18Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313437 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{Center| ''„Saja datang untuk memperingatkan anakmu jang setiap hari bermaksiat dimabuk-mabuk”.'' }}<noinclude>{{rh|83}}</noinclude> 8vqdj9bfira65ff26s6gxiesm8xkiwz Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/36 104 113369 313438 2026-08-17T02:39:07Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313438 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{Center|''Pandji Inkoro Dharma''}}<noinclude></noinclude> 4u4yyjb9p1o6zqtkv40jlokaz4rdk0r Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/43 104 113370 313439 2026-08-17T02:40:22Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313439 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{Center| ''Kenang-kenangan dari Kongres Pembaruan Djawa — Djawa'' }}<noinclude></noinclude> f009rvzwzu9ly8lvcm83xwolwfb907x Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/50 104 113371 313440 2026-08-17T02:41:24Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313440 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{Center| ''Kenang²an anggauta-anggauta P.I. di Den Haag bulan Djuni 1924'' }}<noinclude></noinclude> 6kafcnb5yx94maik81jnjeel4yvhwo3 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/71 104 113372 313441 2026-08-17T02:49:00Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313441 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{Center| Komisi Besar Indonesia Moeda (I.M.) Dari kiri kekanan : (berdiri) Adam Goel, Asnar, Krung Raba Nasution, R. Sudirman, Ach. Tawil, (duduk) Mr. R.T. Wangsonegoro, Moh. Jamin, R.M. Parboprawiro (ketua), R.M. Joepandi Danudiningrat. }}<noinclude>sedjarah perdjuangan 5 {{rh|||65}}</noinclude> qfee615t5tjw1o8frwil43iqjvxuphm Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/81 104 113373 313442 2026-08-17T02:51:21Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313442 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>Achirnja karena makin beratnja tekanan, dari pemerintah kolonial S.P.I. tak dapat melakukan kegiatannja lagi. Kongres S.P.I. jang sedianja akan dilangsungkan pada tanggal 24—25 December 1934 tak dapat dilangsungkan. Dengan ini S.P.I. praktis djuga mendjadi suatu organisasi terlarang walaupun tidak dinjatakan demikian. Namun demikian kader S.P.I. masih meneruskan kegiatannja sedapat mungkin setjara perseorangan dalam mengabdikan diri kepada usaha mentjapai tjita-tjitanja, Indonesia jang Bahagia.¹ {{Center| '''PERSATUAN PEMUDA RAKJAT INDONESIA''' '''( P E R P R I )''' }} Ketidak puasan pemuda pada umumnja terhadap organisasi pemuda jang sudah ada bukan hanja tertjermin dengan berdirinja S.P.I. tetapi djuga dengan berdirinja organisasi pemuda jang lain-lain, jang bersifat lebih radikal. Untuk merealisasi ide mempersatukan pemuda tanpa membedakan lapisan, kedudukan sosial dan pendidikannja, oleh sedjumlah pemuda-pemuda revolusioner di Jogjakarta jang antara lain terdiri dari pemuda² Mantoro Tirtonegoro, Mochamad Sunarman, Sahadoro, S.W. Lagjono, Koto Sakardi, Utomo dan Surjo, pada tahun 1931 mendirikan organisasi pemuda jang baru. Organisasi pemuda jang baru ini pada permulaannja bernama "Persatuan Pemuda Mataram". Pengurus-pengurusnja terdiri dari semua pendiri²nja. {{gambar hilang}} {{Center| Armasmanto salah seorang bekas tokoh Perpri }} Untuk merealisasi ide perluasan ada organisasi pemuda jang dapat menghimpun massa pemuda jang luas, maka nama organisasi dalam tahun itu djuga diubah mendjadi "Persatuan Pemuda Rakjat Mataram" sedangkan susunan pengurusnja disempurnakan sbb. : ketua, Mantoro Tirtonegoro; Sekretaris, Sukahar; Bendahara, Utomo; Komisaris, S.W. Lagjono, Sudarja, Koco Sakardi, Sahadoro.<noinclude>{{rh|||75}}</noinclude> oca3bpwebtem51qkrqirntnccagb5kd Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/84 104 113374 313443 2026-08-17T02:57:47Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313443 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{Center| Siswa tamu-tamu Kampus Djawa }}<noinclude></noinclude> 9kn060kdgifsrzv7pk5wa6dweovcwej Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/104 104 113375 313444 2026-08-17T02:58:48Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313444 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{Center| Kamu dan Apel mengadakan pesta. }}<noinclude></noinclude> d25l7h94xrhlwqqgvettdfyb798q9wy 313445 313444 2026-08-17T02:59:39Z Ibrohim tijani 26379 313445 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{Center| ''Kaum tani dipaksa menjetorkan padinja'' }}<noinclude></noinclude> cnrp0w5cyzvxjvq6p51t1vijd5bf75r Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/113 104 113376 313446 2026-08-17T03:00:27Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313446 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{Center| Heiho sedang dilatih }}<noinclude></noinclude> bselnvvggtjp6zregap5a49pxbdu57f Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/149 104 113377 313447 2026-08-17T03:01:26Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313447 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{Center| '''Naskah Proklamasi''' }} {{gambar hilang}} {{Center| '''Bendera Pusaka Merah Putih dinaikkan di Pegangsaan Timur 56 Djakarta''' }}<noinclude></noinclude> jb5s6t7l5a68str7frpxttbkx9yo3gp Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/152 104 113378 313448 2026-08-17T03:04:02Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313448 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{Center| Rapat Raksasa Tidak didjaga ketat oleh sendjata-sendjata fasis Djepang }}<noinclude></noinclude> 2x4uxamz9cfu5g6pjpi8d01qmvdw0ul Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/170 104 113379 313449 2026-08-17T03:05:19Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313449 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{Center| Bung Karno berpidato didepan kongres Pemuda Seluruh Indonesia pada bulan November 1945 }} {{gambar hilang}} {{Center| Rapat Raksasa penutupan kongres Pemuda Seluruh Indonesia tahun 1945 di Jogjakarta }}<noinclude></noinclude> bqs3q19jqckz6lorjjvm8xs9963vklx 313453 313449 2026-08-17T03:11:04Z Ibrohim tijani 26379 313453 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{Center|''Bung Karno berpidato didepan kongres Pemuda Seluruh Indonesia pada bulan November 1945''}} {{gambar hilang}} {{Center|''Rapat Raksasa penutupan kongres Pemuda Seluruh Indonesia tahun 1945 di Jogjakarta''}}<noinclude></noinclude> 0bq185kdxz9sibggz90pfkv5jo3avta Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/173 104 113380 313456 2026-08-17T03:13:45Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313456 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>menegakkan Proklamasi Republik Indonesia, melawan imperialisme dan kolonialisme, djuga tidak melupakan menggariskan peranan aktif jang sudah merdeka itu. Wudjud dari hasrat persatuan pemuda adalah ke- putusan untuk mendirikan satu federasi pemuda dimana semua organisasi pemuda bergabung, ialah Badan Kongres Pemuda Republik Indonesia (singkatan R.K.P.R.I.) jang dipimpin oleh sebuah Dewan Pimpinan Pusat jang terdiri dari : Pimpinan Umum Chaerul Saleh ; Wakil Pimpinan Umum I Supardo ; Wakil Pimpinan Umum II A. Buchari ; Penulis Mulja. Anggota-anggota lainnja ialah : 1 Supardo — A.P.I. ; 2. Dr. E. J. Sregar — Pemuda Protestan ; 3. Nj. Sutarman — Pemuda Putri Indone- sia ; 4. P. Suroso — Pemuda Katholik ; 5. Dr. Muwardi — Barisan Banteng Indonesia ; 6. Udin — Pemuda Andalas ; 7. Akijuwen — Pemuda Maluku ; 8. Ochid Mursidi — Angkatan Muda Guru ; 9. Gasti Djohan — Pemuda Kalimantan ; 10. A. Ratulangi — K.R.I.S ; 11. Su- perno — Pesindo. Untuk menjelenggarakan pekerdjaan Dewan ini dibentuk dua Dewan Pekerdja, jaitu : 1. Dewan Pekerdja Perdjuangan jang dipimpin oleh : pemuda Sumarsono, Soebdjanto Kusumo, Bambang Kaslan, Widarta, dll. 2. Dewan Pekerdja Pembangunan jang dipimpin pemuda : Wikana, Hardjono, Kusmandar, dll. Keputusan-keputusan lain jang berupa program kegiatan-kegiatan meliputi perdjuangan untuk terdjaminnja hak-hak demokrasi, djaminan sosial bagi buruh dan wanita muda, hak beladjar bagi semua pemuda dan lain-lain. Dalam menghadapi Tentara Pendudukan dan pendaratan personil NICA dan tentaranya, Kongres Pemuda Indonesia I mengadjukan protesnja sbb. : Protes Pemuda Indonesia. Atas nama Kongres Pemuda Indonesia, Dewan Pimpinan Pusat Pemuda Indonesia memprotes kepada seluruh dunia akan pengeboeman dan penembakan sewenang-wenang dari udara, lautan dan darat oleh tentara pendudukan Inggeris terhadap kota Soerabaja dengan tiada menge- nal perikemanusiaan sehingga telah mentjebakkan korban besar antara penduduk terutama anak-anak dan perempuan-perempuan jang dilaku- kan sedjak tanggal 10 November 1945, dengan tiada beralasan suatu apa. {{right| ''Jogjakarta, 11 November 1945'' ''Dewan Pimpinan Pusat'' ''Pemuda Indonesia.'' }} * Dokumentasi Perdjuangan Pemuda Indonesia — A.M. Hardjono, hl. 40.<noinclude></noinclude> 2njyru6uc3d2c6377tm1lvwld80qv13 313457 313456 2026-08-17T03:14:10Z Ibrohim tijani 26379 313457 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>menegakkan Proklamasi Republik Indonesia, melawan imperialisme dan kolonialisme, djuga tidak melupakan menggariskan peranan aktif jang sudah merdeka itu. Wudjud dari hasrat persatuan pemuda adalah ke- putusan untuk mendirikan satu federasi pemuda dimana semua organisasi pemuda bergabung, ialah Badan Kongres Pemuda Republik Indonesia (singkatan R.K.P.R.I.) jang dipimpin oleh sebuah Dewan Pimpinan Pusat jang terdiri dari : Pimpinan Umum Chaerul Saleh ; Wakil Pimpinan Umum I Supardo ; Wakil Pimpinan Umum II A. Buchari ; Penulis Mulja. Anggota-anggota lainnja ialah : 1 Supardo — A.P.I. ; 2. Dr. E. J. Sregar — Pemuda Protestan ; 3. Nj. Sutarman — Pemuda Putri Indone- sia ; 4. P. Suroso — Pemuda Katholik ; 5. Dr. Muwardi — Barisan Banteng Indonesia ; 6. Udin — Pemuda Andalas ; 7. Akijuwen — Pemuda Maluku ; 8. Ochid Mursidi — Angkatan Muda Guru ; 9. Gasti Djohan — Pemuda Kalimantan ; 10. A. Ratulangi — K.R.I.S ; 11. Su- perno — Pesindo. Untuk menjelenggarakan pekerdjaan Dewan ini dibentuk dua Dewan Pekerdja, jaitu : 1. Dewan Pekerdja Perdjuangan jang dipimpin oleh : pemuda Sumarsono, Soebdjanto Kusumo, Bambang Kaslan, Widarta, dll. 2. Dewan Pekerdja Pembangunan jang dipimpin pemuda : Wikana, Hardjono, Kusmandar, dll. Keputusan-keputusan lain jang berupa program kegiatan-kegiatan meliputi perdjuangan untuk terdjaminnja hak-hak demokrasi, djaminan sosial bagi buruh dan wanita muda, hak beladjar bagi semua pemuda dan lain-lain. Dalam menghadapi Tentara Pendudukan dan pendaratan personil NICA dan tentaranya, Kongres Pemuda Indonesia I mengadjukan protesnja sbb. : Protes Pemuda Indonesia. Atas nama Kongres Pemuda Indonesia, Dewan Pimpinan Pusat Pemuda Indonesia memprotes kepada seluruh dunia akan pengeboeman dan penembakan sewenang-wenang dari udara, lautan dan darat oleh tentara pendudukan Inggeris terhadap kota Soerabaja dengan tiada menge- nal perikemanusiaan sehingga telah mentjebakkan korban besar antara penduduk terutama anak-anak dan perempuan-perempuan jang dilaku- kan sedjak tanggal 10 November 1945, dengan tiada beralasan suatu apa. {{right| ''Jogjakarta, 11 November 1945'' ''Dewan Pimpinan Pusat'' ''Pemuda Indonesia.'' }} * Dokumentasi Perdjuangan Pemuda Indonesia — A.M. Hardjono, hl. 40.<noinclude>{{rh|||167}}</noinclude> kco372xy3381x22irokntb1fgcehw9d Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/174 104 113381 313458 2026-08-17T03:16:50Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313458 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>Kongres djuga menjerukan agar tentara Pendudukan Serikat segera menjelesaikan tugasnja dan meninggalkan Indonesia ; mengenai pendaratan personalia dan tentara NICA pemuda Indonesia tidak bertanggung djawab atas akibat-akibatnja dan berseru agar mereka segera meninggalkan bumi Indonesia . Kepada P.B.B. dan rakjat serta pemuda sedunia . Kongres menjatakan protes sekeras-kerasnja atas tindakan-tindakan Tentara Pendudukan Serikat jang telah melanggar batas-batas wewenangnja, dan menegaskan sikapnja untuk terus melawan setiap pelanggaran terhadap kemerdekaan tanah air rakjat dan pemuda Indonesia. Kepada Pemerintah , Kongres mendesak agar dinas wadjib militer segera dilaksanakan dan djangan dilakukan perlutjutan sendjata terhadap rakjat. Bahwa pemuda menjedari bahaja ketjenderungan berunding kompromis dengan imperialis dari Pemerintah, dapat disimpulkan darı salah satu keputusan Kongres lainnja jang menjatakan protes sekeraskerasnja terhadap pertemuan pemimpin-pemimpin Pemerintah Pusat dengan letnan gubernur Djendral Hindia- Belanda Dr. H. Van Mook. Selama Kongres berlangsung, jaitu pada tanggal 10 November 1945 . tudjuh organisasi pemuda jang seazas, jaitu 1. Angkatan Pemuda Indonesia, 2. Gerakan Pemuda Republik Indonesia - Jogjakarta, 3. Angkatan Muda Republik Indonesia — Semarang, 4. Angkatan Muda Kereta Api. 5. Angkatan Muda Gas dan Listrik, 6. Angkatan Muda Pos dan Telegram. 7. Pemuda Republik Indonesia mengadakan rapat dengan tudjuan untuk menjatukan organisasinja . Rapat tudjuh organisasi pemuda tersebut memutuskan untuk melebur kan diri kedalam satu organisasi pemuda jang berazas tudjuan sosialisme dan bermaksud menegakkan Republik Indonesia jang berdasarkan kedaulatan rakjat . Nama jang dipilih organisasi jang berfusi itu jalah "Pemuda Sosialis Indonesia" dengan disingkat "Pesindo " . Pimpinannja terdiri dari Ruslan Widjajasastra, Krissubanu , Sudisman , Djalaluddin Jusuf, Subroto, Tjugito, Wikana , Sukarno, Sudjono dan Jetty Zain. Dalam suasana berapi- api sebuah pesawat terbang jang bertanda Merah-Putih jang dikemudikan oleh pemuda Indonesia terbang rendah diatas kumpulan massa dengan menjebarkan pamflet jang berbunji "Indonesia, Indonesia Tanah Airku . Aku sungguh membelamu , Sampa tewas djiwaku" * Hal ini lebih menghangatkan semangat pemuda. Darah muda makin mendidih memanaskan tubuh-tubuh pemuda dan membakar semangat ______________________________ * Buku Republik Indonesia Daerah Istimewa Jogjakarta, hl. 367.<noinclude>{{rh|168}}</noinclude> qkoglbejqlu8febcezdf1v8velyxhqa Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/184 104 113382 313460 2026-08-17T03:19:21Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313460 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{Center| '''HUBUNGAN DENGAN GERAKAN PEMUDA''' '''PROGRESIF SEDUNIA''' }} {{gambar hilang}} {{Center| ''Utusan pemuda ke konferensi Pemuda se' Kalkuta tahun 1945''}} Perdjuangan menentang kolonialisme jang hendak rakjat dan pemuda Indonesia telah me- narik perhatian rakjat dan pemuda sedunia, terutama di Eropa, jang pada waktu sedang bangkit kembali dari puing-puing dan lembah kekedjaman perang patriotik melawan fasisme Hitler selama Perang Dunia ke-II. Kebentjian terhadap fasisme sebagai sumber peperangan dan tekad untuk melandjapkan mendapat perdjandjian didalam permusjawaratan pemuda sedunia jang diadakan di London pada tanggal 10 November 1945. Konferensi London ini dihadiri oleh 437 utusan dari 148 perwakilan dari 63 negara, dan mewakili 30 djuta pemuda. Konferensi ini merupakan pelaksanaan seruan jang dikeluarkan oleh Dewan Pimpinan Pemuda Sedunia, jang didirikan oleh wakil-wakil pemuda dari 29 negara dalam tahun 1942 di tengah-tengah dahsjatnja Perang Dunia ke-II. Sebagai hasil konferensi London pada tanggal 10 November 1945 itu, maka ter- bentuklah Gabungan Pemuda Demokratik Sedunia (G.P.D.S.). Dalam konferensi ini pakailah lahir Sumpah Pemuda Sedunia jang berbunji sbb. : "Kita datang kemari untuk menegakkan persatuan pemuda sedunia ; untuk menghormati kawan-kawan kita jang telah gugur, kita bersem- pah agar tangan jang perkasa, otak jang terdjaga dan semangat serta kegembiraan pemuda tak akan lagi disia-siakan didalam peperangan". Disamping itu, salah satu keputusan jang penting menjatakan sbb. : "Permusjawaratan ini menjetudjui, dan mendukung perdjuangan adil dari rakjat-rakjat negeri-negeri didjadjah dan setengah didjadjah untuk mentjapai hak-haknja". Dalam konferensi London ini, pemuda Indonesia sudah pula diwakili oleh pemuda/mahasiswa Indonesia dinegeri Belanda jang tergabung didalam Perhimpunan Indonesia. Tidak sedikit sumbangan jang diberikan oleh delegasi pemuda Indonesia jang dipimpin Sujono, didalam usaha untuk memberikan watak anti kolonialisme/imperialisme kepada kepu- tusan-keputusan konferensi, dan memperkenalkan Revolusi 17 Agustus. Kontak-kontak pertama ini dilandjutkan, ketika delegasi pemuda<noinclude>{{rh|178}}</noinclude> p8yowem7zl37o9hsftfxrbvf1r9anvx Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/186 104 113383 313462 2026-08-17T03:20:54Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313462 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{Center| ''Suripno, wakil Pemuda Indonesia di I.U.S. pa- da tahun 1945 — 1947'' }} {{gambar hilang}} {{Center| ''Sugiono wkl. Pemuda Indonesia di I.U.S. 1946 — 1947'' }} mahasiswa Indonesia jang untuk pertamakali pula diselenggarakan, memperkenalkan perdjuangan rakjat dan pemuda Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan nasionalnja dari tjengkeraman kolonialisme/ imperialisme Belanda kepada beribu-ribu wakil-wakil pemuda dan peladjar jang telah datang berkumpul dari Eropa dan Asia, dari Amerika dan Afrika. Delegasi Pemuda Indonesiapun tidak ketinggalan dalam memperkenalkan kesenian Indonesia kepada pemuda-pemuda luar negeri, berkat ikut sertanja pemuda/peladjar Indonesia jang beladjar dinegeri Belanda dan tergabung dalam Perhimpunan Indonesia dan Rukun Peladjar Indonesia. Rombongan pemuda/peladjar Indonesia di Eropa ini a.l. diwakili oleh Tahi Tobing, Wajang Gondokusumo, Gde Winaja dan Ruth Sanu. Demonstrasi-demonstrasi dan rapat-rapat umum mengutuk imperialisme Belanda, gerakan pengumpulan obat-obatan dan uang selama festival, permintaan² untuk didaftarkan sebagai sukarelawan menundjukkan betapa tinggi rasa solidaritet pemuda dan peladjar sedunia dengan perdjuangan kemerdekaan rakjat, pemuda dan peladjar Indonesia. Seruan jang dilantjarkan oleh delegasi pemuda Indonesia "Stop the war in Indonesia" merupakan genderang jang mengiringi dan memberikan tjorak kepada setiap pertemuan, baik ia merupakan rapat, diskusi, ataupun pertundjukan-pertundjukan berbagai matjam ragam kesenian. Perdjuangan kemerdekaan rakjat dan pemuda Indonesia dalam tahun-tahun pertama Revolusi Indonesia telah memberikan inspirasi besar kepada gerakan pemuda dan peladjar sedunia, tidak hanja di Asia, tetapi djuga di Eropa.¹<noinclude>{{rh|180}}</noinclude> 6i9tcjldd5jzwfz8snzyjc08uc967ss Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/192 104 113384 313463 2026-08-17T03:21:56Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313463 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{C|W. ''Monginsidi seorang pahlawan putra Sulawesi jang gugur sebagai akibat teror Westerling''}}<noinclude></noinclude> l1dp0tpeys5yxy0s0ckdu0051f05cj5 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/225 104 113385 313466 2026-08-17T03:23:28Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313466 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{Center| ''Rapat Raksasa Pembebasan Negara Djawa Timur — di Tambaksari Surabaja pada bulan Februari 1949.'' }} timbul apabila tuntutan Kongres Pemuda tsb., tidak segera dilakukan”. Kongres menjokong Seruan Komite Perdamaian Dunia. Karena masih banjak tawanan-tawanan politik dan perang jang meringkuk dalam pendjara Belanda, kongres mendesak Pemerintah agar membentuk suatu Komisi untuk chusus menjelidiki kedjadian² tersebut. Mengenai bentuk kerdjasama, kongres memutuskan membentuk Ba- dan Ikatan dengan nama Front Pemuda Indonesia. Demikianlah kepu- tusan-keputusan Kongres Pemuda Indonesia ke-IV. Dengan berachirnja Kongres Pemuda Indonesia ke-IV jang dise- lenggarakan dari tanggal 8 — 15 Djuni 1950, maka berachirlah suatu periode dalam gerakan pemuda jang meliputi masa antara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 sampai dengan masa K.M.B., achir tahun 1949 awal tahun 1950, suatu periode dari revolusi fisik, dimana gerakan pemuda mengalami pertjobaan-pertjobaan fisik dan mental jang berat. Ia bagaikan laksana pohon bambu jang indah tuwes-langsing, tetapi kuat dan tak terpatahkan. Ia dapat dihantam badai dan taufan sampai tunduk memeluk bumi karena pukulan jang bertubi- tubi, tetapi ia tidak patah, ia tak takluk. Habis taufan, tegap ia berdiri kembali dan ia tetap mengabdi kepada Amanat Penderitaan Rakjat, kepada hari kemudian nusa, bangsa dan tanah air.<noinclude>{{rh|||219}}</noinclude> 3nciykya227cbm3bveycw3wpevz5e6h Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/255 104 113386 313467 2026-08-17T03:24:18Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313467 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{rh||''Pembukaan Konferenst Mahasiswa AAsia - frika di Bandung''}}<noinclude></noinclude> d0l1ny7cjnh55bpdd4ewbwnpqp91ocr 313468 313467 2026-08-17T03:24:41Z Ibrohim tijani 26379 313468 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{rh||''Pembukaan Konferenst Mahasiswa Asia-frika di Bandung''}}<noinclude></noinclude> 09b5y4vlpf2fbrcv8gd1atozyajnrqv Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/259 104 113387 313470 2026-08-17T03:25:35Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313470 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{rh||Sidang Umum K.M A.A di Bandung}}<noinclude></noinclude> 3a19gq77knwvcxkqz3vkrltxggntsl4 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/264 104 113388 313471 2026-08-17T03:26:22Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313471 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{rh||''Pembukaan Pekan Pemuda Indonesia di Surabaja''}}<noinclude></noinclude> 7qfbiptp8yfp08oab3aq89ld4166sru Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/295 104 113389 313473 2026-08-17T03:27:31Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313473 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{rh||Pembukaan Kongres Pemuda Saeluruh Indenesia di Bandung}}<noinclude></noinclude> 1vlv25004u7k9wcnzglfc7oakjd3n1c Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/324 104 113390 313475 2026-08-17T03:30:00Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313475 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br> {{Centr| Pertjetakan P.N. BALAI PUSTAKA B. P. No. 131 — 61 }}<noinclude></noinclude> 1k3wvppbalskkdso6cpg9wdb72owg02 313476 313475 2026-08-17T03:30:15Z Ibrohim tijani 26379 313476 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br> {{Center| Pertjetakan P.N. BALAI PUSTAKA B. P. No. 131 — 61 }}<noinclude></noinclude> mviuwk61bzornb79cph8k2joejqug2n 313477 313476 2026-08-17T03:30:50Z Ibrohim tijani 26379 313477 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br> {{Center| Pertjetakan <br> P.N. BALAI PUSTAKA <br> B. P. No. 131 — 61 <br> }}<noinclude></noinclude> f8vsb663s05oa8559z2dfzljpje0qxo Halaman:Raden-Adjeng Karmiati.pdf/3 104 113391 313479 2026-08-17T03:34:27Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313479 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><div style="text-align:center;"> <big>'''„ALLAH POENJA KWASA”'''</big> </div> {{Center| <span style="font-family:sans-serif; letter-spacing:2px; font-size:150%;">„'''ALLAH POENJA KWASA'''”</span> }} Satoe Dramatic-Roman jang ditoelis oleh toean Ong Ping Lok, poedjian tida ce- sa, boekakan paling perloe. Pembatja poenja oewang bisa dibajar kembali kaloe pembatja tida poeas! Pem- batja tida dipakea boeat boeang oewang pertjoema. Per djilit tebal tamat . . . . . f 2.25 Kaloe kirim lebih doeloe . . . f 2.50 Onkost Vrij. {{Center| „TIO’S” BOEKHANDEL S O U R A B A Y A }}<noinclude></noinclude> ipykamoyc7uimwuntak2487pkvgs553 313480 313479 2026-08-17T03:35:54Z Ibrohim tijani 26379 313480 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><div style="text-align:center;"> <big>'''„ALLAH POENJA KWASA”'''</big> </div> {{Center| <span style="font-family:sans-serif; letter-spacing:2px; font-size:150%;">„'''ALLAH POENJA KWASA'''”</span> }} Satoe Dramatic-Roman jang ditoelis oleh toean Ong Ping Lok, poedjian tida ce- sa, boekakan paling perloe. Pembatja poenja oewang bisa dibajar kembali kaloe pembatja tida poeas! Pem- batja tida dipakea boeat boeang oewang pertjoema. Per djilit tebal tamat . . . . . f 2.25 Kaloe kirim lebih doeloe . . . f 2.50 {{rh||Onkost Vrij.}} {{Center| „TIO’S” BOEKHANDEL S O U R A B A Y A }}<noinclude></noinclude> ec415czutbpdhvozowqha1jx7sc5joc Halaman:Raden-Adjeng Karmiati.pdf/4 104 113392 313482 2026-08-17T03:36:25Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313482 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><div style="text-align:center;"> <big>'''„ALLAH POENJA KWASA”'''</big> </div> {{Center| <span style="font-family:sans-serif; letter-spacing:2px; font-size:150%;">„'''ALLAH POENJA KWASA'''”</span> }} Satoe Dramatic-Roman jang ditoelis oleh toean Ong Ping Lok, poedjian tida ce- sa, boekakan paling perloe. Pembatja poenja oewang bisa dibajar kembali kaloe pembatja tida poeas! Pem- batja tida dipakea boeat boeang oewang pertjoema. Per djilit tebal tamat . . . . . f 2.25 Kaloe kirim lebih doeloe . . . f 2.50 {{rh||Onkost Vrij.}} {{Center| „TIO’S” BOEKHANDEL S O U R A B A Y A }}<noinclude></noinclude> ec415czutbpdhvozowqha1jx7sc5joc Halaman:Demokrasi Terpimpin.pdf/68 104 113393 313484 2026-08-17T03:38:56Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313484 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{Center| '''SKETS PENJALURAN DEMOKRASI MELALUI ALAT-ALAT''' '''DAN BADAN-BADAN DEMOKRASI TERPIMPIN''' '''BERDASARKAN U.U.D.R.I. 1945.''' }} {{gambar hilang}} '''Keterangan:''' {| class="wikitable" style="border: none;" |- | ▨ | '''Badan Fungsionil pendukung kepentingan masyarakat.''' |- | □ | '''Badan politik pendukung tjita-tjita individu.''' |- | ▧ | '''Badan keachlian: perantjang pola tjita-tjita Bangsa.''' |} '''➜ Penjaluran demokrasi sosial.''' '''➜ Penjaluran demokrasi politik.''' '''➜ Penjaluran keputusan untuk diselenggarakan dan dilaksanakan.'''<noinclude>{{rh|||61}}</noinclude> qqxio32a059ghmaxapfz0t01xl7oq29 Halaman:Demokrasi Terpimpin.pdf/1 104 113394 313486 2026-08-17T03:41:10Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313486 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>[ KOSONG ]<noinclude></noinclude> dsw4tsih6p7q3rorr2fm9yjo60x1647 313487 313486 2026-08-17T03:41:51Z Ibrohim tijani 26379 313487 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br> {{Center| This is a reproduction of a library book that was digitized by Google as part of an ongoing effort to preserve the information in books and make it universally accessible. <big>'''Google books'''</big> https://books.google.com }}<noinclude></noinclude> ahtzpuauwxgchnt5htba0rwbriodsti Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/3 104 113395 313502 2026-08-17T05:51:05Z Quraeni 22485 /* Tanpa teks */ 313502 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Quraeni" /></noinclude>KULIT Isinja : Halaman PROKLAMASI KATA PENGANTAR 2 P. J. M. Drs. Moh. HATTA 17 Agustus 3 SUKARDJO WIRJOPRANOTO Panggilan Zaman DITENGAH-TENGAH ada tergambar sebuah obor sebagai 1 lambang KEMERDEKAAN jang menjala-njala. Obor itu dipegang oleh tangan Manusia, maksudnja ialah menegaskan, bahwa kemerdekaan itu tidak lepas begitu sadja dengan tidak ada watas atau pemegangnja, me- 4 lainkan didjaga oleh kekuatan pertanggungan djawab. 5 Dikeliling obor jang bertjahaja ada lingkaran daun-daunan, mePERDAMAΙΑΝ, lambangkan Prof. Mr. Dr. SUPOΜΟ Politik Hukum dalam Negara Indonesia Serikat ............ ADI NEGORO Resolusi konperensi Bandung berarti , bahwa kemerdekaan itu 6 menudju kepada tjita-tjita perdamaian . Dr. G. S. J. J. RATU LANGIE Achir chajal penguasaan dunia 7 Perlambang tersebut didukung oleh sajap, jang mendjadi lambang kemadjuan dan keluhuran Dr. ABU HANIFAH PEMBANGUNAN. Agama dan Negara 9 Dibawah terlukis dung Mr. SUNARIO seperti mesdjid, paberik Menudju keadilan sosial dan jang kesedjahteraan menundjukkan masjarakat, diperhubungkan oleh Pantja Sila dengan Prokla16 masi. * Mr. K. PURBOPRAΝΟΤΟ 3 Tahun kerdja legislatif negara paberik- lain-lainnja 13 KI HADJAR DEWANTORO Pembangunan Kebudajaan Nasional gedung-ge- 18 DIBELAKANG kulit terachir, adalah gambar dari TUGU SUTJIPTO SURJOATMODJO Arti hutan belukar bagi kemakmuran negara PERINGATAN KEMERDEKA- AN di Malang. 23 I. KASIMO Makanan dan pakaian 25 S. MANGUNSARKORO IN SYMBOLIC Perguruan Nasional di Indonesia 39 THE centre of the picture, a torch symbolizing Freedom. The Ir . HARJONO DANUSASTRO Sekitar Pembangunan dilapangan perindustrian didaerah ,,Pedalaman" 41 SUPARDO Republik membangun 41 Mr. HADI Sumatera COVER- PAGE F. J. GOEDHART Pemilihan2 paling belakang dinegeri Belanda THE 37 49 torch is being held by a human hand which signifies that freedom is guarded by the force of responsibility. Around the shining torch is a garland of leaves symbolizing Peace which signifies that freedom is directed towards peace. These symbols are carried by wings symbolizing the progress DARSJAF RACHMAN and eminence of Reconstruction. Pemuda dalam N.I.S. 52 H. B. JASSIN Tunas Baru SADJAK- SADJAK 53 56 Dr. Ir. S. UDIN Kapital luar negeri, sekarang dan besok shila" and the Proclamation. * 57 Dilarang mengutip karangan atau sebagian dari karangan dalam madjallah ini, kalau tidak dengan seizin Redaksi. At the bottom of the picture are buildings such as a mosque, factories etc., indicating prosperity interrelated by the „Pancha- On the rear page of the cover is a picture of the column commemorating Indonesian Independence in Malang .<noinclude></noinclude> bakyvcpkc0idhluznrywmr2mnlsefqq Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/68 104 113396 313503 2026-08-17T05:51:46Z Quraeni 22485 /* Tanpa teks */ 313503 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Quraeni" /></noinclude>PERUSAHAAN BATIK TIMOER TUGU DJAKARTA PASAR TANAH -ABANG No. 8 Berdiri : 1933 Persediaan besar dan bikin kain-kain batik. Rupa-rupa Model : Jogja, Solo, Tjiamis, Semarang, Garut. Semua keluaran Djakarta KAIN PANDJANG SARUNG SELENDANG Pesanan kirim uang lebih dulu, sedapat mungkin dengan Bank • KASAR • SEDANG • HALUS Daftar-harga ( Prijscourant) dikirim pertjuma siapa minta. D + PEMBERITAHUAN JAJASAN DHARMA Oleh Perkumpulan Dokter Indonesia di Djakarta akan diterbitkan MADJALLAH DOKTER INDONESIA Sudah terbit : Buku karangan Mr. Sunarjo : Parlemen dan sebuah madjallah bulanan jang diselenggarakan oleh JAJASAN DHARMA Parlementarisme akan memuat segala karangan, ichtisar MADJALLAH DOKTER INDONESIA dan kutipanjang bersangkutan dengan kedokteran seumumnja, soal-soal jang mengenai kepentingan sosial para dokter dan berita-berita jang berhubungan dengan organisasi perkumpulan dan djawatan kedokteran. format 11 x 17 cm, tebal halaman. 68 Harga f 1,50 per ex. Porto 10 % . Redaksi : Prof. Aulia, Prof. M. Djuhana Wiradikarta dan Prof. Sutomo Tjokronegoro (penanggung djawab) di Djakarta ; Achmad Ramali dan Prof. Dr. R. D. Asikin Widjajakusumah di Surakarta : Prof. Dr. M. Sardjito dan Harga f 2 ,- senomor Penerbit : JAJASAN DHARMA TJIKINI 31 , DJAKARTA Sutarman di Klaten. Dapat dipesan pada : SUDAH SEDIA Alamat Redaksi : Sluisweg 21 , Djatinegara, Perguruan Tinggi Kedokteran, Surakarta, JAJASAN DHARMA dan Instituut Pasteur, Klaten. Tjikini 31 - DJAKARTA - Tel. 926 2 buku Mr. Djody Gondokusumo a) . SOSIOLOGI. Tjetakan ke II ; 88 halaman; ukuran : 18 X 13 ; harga f 2.Porto 10 %. Buku Karangan S. Mangunsarkoro : Dasar Sosiologi dan Kebudajaan Perlu untuk PENDIDIKAN INDONESIA MERDEKA Tebal 32 hal.; 13,5 X 18 ст . HARGA f 0,75. Porto 100 0 b). MASSA PSYCHOLOGI. Tjetakan ke 11 ; 35 hal.; ukuran : 18 X 121/2 ; harga Bisa pesan pada JAJASAN DHARMA , Tjikini 31, Djakarta Tjetakan ke-II akan diterbitkan oleh JAJASAN DHARMA f 1.- Porto 10 % . JAJASAN DHARMA<noinclude></noinclude> 9nf3odbmw4dznka2dxap7qi6jpi6uau Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/67 104 113397 313504 2026-08-17T05:51:56Z Quraeni 22485 /* Tanpa teks */ 313504 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Quraeni" /></noinclude>Dipersembahkan ke-tengah masjarakat Tanah Air : PERLU DIPUNJAI !!! FALSAFAH MASJARAKAT Baru Terbit .... Sedang ditjetak !!! Disusun oleh : CHAIRUL BASRI KAMUS PENERANGAN Antara lain konklusi kandungannja jang terpenting: Analysir dan pembahasan populer, tentang seluk beluk politik, ekonomi dan sosial dengan setjara wetenschappelijk. Diuraikan ber-tingkat , mudah dipahamkan berdasarkan filsafah bangsa ! Pemimpin rakjat, anggota partai, dan pemuda Falsafah MASJARAKAT BARU Kata-kata sulit bahasa Indonesia baru Disusun oleh MADONG Lubis . jang ada mempunjai bakat mendjadi pemimpin, perlu menelaah buku ini ! Pengarang, ahli dan Guru ba- 1 .. ex. f 3,75. 10. ex. keatas potong 20%. Djangan ketinggalan! Pesan segera pada penerbitnja: PUSTAKA NASIONAL Djl. Perpati 4 Postbox 52 FEASTAR RASIONALMEDAN hasa Indonesia jang populer. Lengkap berisi lk. 5000 kata² sulit jang sering didjumpai didalam kata Politik, Sedjarah, Kebudajaan, Sosial, Teknik , Ekonomi d.l.l. Tebal lk . MEDAN 200 muka, kulit pakai karton tebal. Ditjetak diatas kertas P.s. Prijscourant dikirim gratis ! halus. Harga 1 ex . f 5,- Pesanan diatas 15 ex. korting 25%. Pesan sekarang pada pernerbit. Sudah terbit : Pustaka Andalas „Pembina bahasa Indonesia" Wilhelminastr. 103 Medan - Madjallah jang memberi tuntunan dalam tumbuhnja bahasa Indonesia . Dipimpin oleh : Mr. S. TAKDIR ALISJAHBΑΝΑ. Isinja : Kata istilah baru, berbagai-bagai pemandangan tentang Penerbit : „ TJERDAS" bahasa, soal tata bahasa, soal menterdjemahkan, soal2 pengadjaran bahasa, tanja djawab tentang berbagaiKita bagai kesulitan bahasa Indonesia modern, du . Perlu buat kaum guru, sekalian orang jg. menterdjemahkan, orang jang hendak mempeladjari bahasa dengan sungguh². Terbit sekali sebulan, mulai Djuli 1948. Langganan setahun. f 12.. ... 1.- Etjeran . kuatir t.t. tidak kebagian DARI SEKARANG, PESANLAH ! MEMEGANG BUKU (Boekhouding) oleh Gazali St. Maharadja, Peraktek Acountant. Peladjaran diberikan Alamat Tata Usaha : sangat peraktis, gampang. Tidak „PUSTAKA RAKJAT", Djl. Sukabumi 36, Djakarta. Mintalah daftar buku „PUSTAKA RAKJAT" jang harganja sudah diturunkan . memusingkan ! Sekarang tjetakan ke III, satu tanda sukses ! 100 hal. lebih. PENGATAHUAN Kabar penting buat tuan : ΑΚΑΝ SELUK BELUK BAHASA TERBIT !!! INDONESIA, oleh : SABARUDDIN AHMAD . (guru bahasa INDONESIA di SMP. Muhammadijah Medan). Dalam zaman kemadjuan ini, buku ini sangat perlu bagi perpustakaan tuan! Ingatlah : „BAHASA MENUNDJUKKAN KEMADJUAN BANGSA" !! Dengan kata pendahuluan dari t. MADONG LUBIS, ahli bahasa Indonesia. Dalam buku ini, tuan akan dapat DAGANG (Handelskennis) oleh idem. 1001 soal jg. didjumpai dlm. dunia dagang seperti : cheque, giro, clearing, endosemen, concern, asuransi dll. , dipaparkan dengan amat populer. 100 hal. lebih. mengetahui asal usulnja bhs. kita, djalan bhs. Indonesia, seni bahasa, bahasa dalam kesusasteraan d.l.l. Praktis untuk sekolah menengah. Isinja didjamin akan memuaskan ! Tebalnja 175 halaman. Kertas bagus dan teknik rapi. DITJETAK HANJA SEDIKIT ! Harga 1 ex. f 4,50. Ongkos tambah 10%. Pesana sampai 10 ex. korting 20%. Pesanan dari 11 ex. keatas korting 25%. Supaja djangan ketjewa (karena kehabisan), aturlah pesanan dari sekarang !! Penerbit : SAIFUL Djalan Kapten 46 MEDAN. AGEN BESAR : Pustaka Kemadjuan P.O. Box. 67 MEDAN. 64 Masing á Sekarang " .. f 5 . á Sudah terbit .... f 8.50 Handelstraat 20 Tebing Tinggi Deli<noinclude></noinclude> pm0gxg4rcfb5bl9yf6e93ls1aawmah5 Halaman:Selina.pdf/3 104 113398 313506 2026-08-17T05:55:04Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'SELINA" oleh: MONSIEUR d' AMOUR Hat auteursrecht voorbehouden ingevalge artikel No. 600 vh wetboek in 1912 TJERITA ROMAN di terbitken dengen tetep saben tanggal 20 boelan Masehi Abonnement f 1.- per kwartaal. Kantoor Suikerstraat 13- Saerabaia.' 313506 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>SELINA" oleh: MONSIEUR d' AMOUR Hat auteursrecht voorbehouden ingevalge artikel No. 600 vh wetboek in 1912 TJERITA ROMAN di terbitken dengen tetep saben tanggal 20 boelan Masehi Abonnement f 1.- per kwartaal. Kantoor Suikerstraat 13- Saerabaia.<noinclude></noinclude> evt28rslaql2mq9reb113sftf9kwyra Halaman:Selina.pdf/4 104 113399 313507 2026-08-17T05:55:20Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'DITJITAK OLEH : DRUKKERIJ HAHN & Co KAMP. DORO - SOERABAIA. SEDIKIT OETJAPAN OENJA harta banjak, poenja deradjat tinggi, belon Pad safe tanggoengan pasti aken tiap-tiap orang bisa hidoep manis dan broentoeng. Marika sering pake lapcenja harta dan..... deradjat (7) boeat bikin tilaka dan sia-sia lain orang, jang dipan- dengnja lebih lemah dan kena diperlakoehken apa soeka. Ini matjem poenja orang tida bisa toentoet penghidospannja dengen pikiran... 313507 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>DITJITAK OLEH : DRUKKERIJ HAHN & Co KAMP. DORO - SOERABAIA. SEDIKIT OETJAPAN OENJA harta banjak, poenja deradjat tinggi, belon Pad safe tanggoengan pasti aken tiap-tiap orang bisa hidoep manis dan broentoeng. Marika sering pake lapcenja harta dan..... deradjat (7) boeat bikin tilaka dan sia-sia lain orang, jang dipan- dengnja lebih lemah dan kena diperlakoehken apa soeka. Ini matjem poenja orang tida bisa toentoet penghidospannja dengen pikiran tentrem; sang Tempo nanti bawa itoe rasa kamenjeselan" pada iapoenja perasahan jang sehat, tjepet atawa lambat. Orang soeka mengerti bahoea berboeat tida baek atas dirinja lain orang ada saolah-olah menambahken dosa, senan- tiasa di iring oleh koetoekannja Toehan, tapi manoesia poenja watek iblis tida bisa pikir lain dari pada tjoema pikirken kasenengannja diri sendiri meskipoen itoe ka- senengan semata-mata menjilakaken nasibnja lain orang! Ini manoesial Orang jang berboeat kedjahatan dan menjakitin hati- nja lain orang, apa bisa terbebas dari lirikannja" kita poenja Toehen? Kita djangan tida pertjaia sama kakwasahannja Toshan jang maha Tinggi. lapoenja moerah hati tida ada bandingannja, tapi tidalah lantaran itoe ia lantas toetoep mata dan biarin sadja itoe perboeatan-per- bocatan terkoetoek dari machloeknja. M. Novel<noinclude></noinclude> 8lw76sz8s988yvdidn429ruy6xfxcn7 Halaman:Selina.pdf/5 104 113400 313509 2026-08-17T05:56:12Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '„SELINA" PINT oleh: MONSIEUR D'AMOUR. I INTOE dari kamar makan terboeka boeat ketiga kalinja selama setenga djam, dan Selina angkat moeka dan dapetken ia poenja boedjang prempoean Gendoek. ..Sekarang soeda liwat poekoel delapan njonja dan soeda ampir satoe setenga djam itoe makanan telah disediaken. Semoea sekarang soeda djadi dingin." Selina bersenjoem, maski satoe tjahja tida enak ada tertampak pada parasnja. Apa toean belon djoega poelang. Ge... 313509 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>„SELINA" PINT oleh: MONSIEUR D'AMOUR. I INTOE dari kamar makan terboeka boeat ketiga kalinja selama setenga djam, dan Selina angkat moeka dan dapetken ia poenja boedjang prempoean Gendoek. ..Sekarang soeda liwat poekoel delapan njonja dan soeda ampir satoe setenga djam itoe makanan telah disediaken. Semoea sekarang soeda djadi dingin." Selina bersenjoem, maski satoe tjahja tida enak ada tertampak pada parasnja. Apa toean belon djoega poelang. Gendoek?" ia menanjah. Tida" djawabnja dengen sederhana...Tapi selaloe saja pikir, kaloe satoe lelaki keloear dari roema, sering loepa boeat poelang pada waktoe jang betoel." Selina tertawa. ..Tjoba kau tahan itoe makanan lagi setengah djam. Kaloe kau soeka, kau boleh angetin doeloe, soepaja djangan lama dingin." Baeklah njonja" kata itoe boedjang jang laloe me- ninggalken madjikannja. la kombali ka dapoer dan Selina moelai membatja<noinclude></noinclude> 97nwam5gtuge0o1npfi35b4m7wee5ig Halaman:Gerpolek.pdf/110 104 113401 313510 2026-08-17T05:56:27Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '8. SANG GERILYA. Ditengah-tengah Masyarakat Rakyat Murba, Ikut-serta bekerja di-sawah, kebun, pabrik dan tambang, Diwaktu tiada berlatih atau berjuang! Berlaku sebagai guru kepada murid, Dan sebagai jururawat kepada yang sakit. ……………………………………. Tetapi sekonyong-konyong laksana Kilat-Halilintar ……………………………………. Mengejar halaukan musuh yang tersebar, kesasar! ……………………………………. Langit at...' 313510 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>8. SANG GERILYA. Ditengah-tengah Masyarakat Rakyat Murba, Ikut-serta bekerja di-sawah, kebun, pabrik dan tambang, Diwaktu tiada berlatih atau berjuang! Berlaku sebagai guru kepada murid, Dan sebagai jururawat kepada yang sakit. ……………………………………. Tetapi sekonyong-konyong laksana Kilat-Halilintar ……………………………………. Mengejar halaukan musuh yang tersebar, kesasar! ……………………………………. Langit atap-rumahnya, rumput kasurnya, Mortir, mitraliyur karabin bantalnya Atau dengan granat dan bambu-runcing, Dalam panas hujan dia berbaring ……………….. ……………………………………. Sampai musuh hancur atau terpelanting!!! Kembali dia ketengah Masyarakat-Rakyat-Murba Sebagai Sang Gerilya Putera dan Puteri, Tua dan Muda Sampai Indonesia-Merdeka! 109<noinclude></noinclude> qg4hkyq2y34vz1rv6h6ao68qowzyzze 313516 313510 2026-08-17T05:59:17Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313516 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude><poem> 8. SANG GERILYA. Ditengah-tengah Masyarakat Rakyat Murba, Ikut-serta bekerja di-sawah, kebun, pabrik dan tambang, Diwaktu tiada berlatih atau berjuang! Berlaku sebagai guru kepada murid, Dan sebagai jururawat kepada yang sakit. ............................ Tetapi sekonyong-konyong laksana Kilat-Halilintar Mengejar halaukan musuh yang tersebar, kesasar! ............................ Langit atap-rumahnya, rumput kasurnya, Mortir, mitraliyur karabin bantalnya Atau dengan granat dan bambu-runcing, Dalam panas hujan dia berbaring.................... ............................ Sampai musuh hancur atau terpelanting!!! Kembali dia ketengah Masyarakat-Rakyat-Murba Sebagai Sang Gerilya Putera dan Puteri, Tua dan Muda Sampai Indonesia-Merdeka! </poem><noinclude>{{rh||109}}</noinclude> melpn3c3gmydm45geyiasofv0k5580l 313517 313516 2026-08-17T05:59:42Z Iripseudocorus 23824 313517 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude><poem> 8. SANG GERILYA. Ditengah-tengah Masyarakat Rakyat Murba, Ikut-serta bekerja di-sawah, kebun, pabrik dan tambang, Diwaktu tiada berlatih atau berjuang! Berlaku sebagai guru kepada murid, Dan sebagai jururawat kepada yang sakit. ............................ Tetapi sekonyong-konyong laksana Kilat-Halilintar Mengejar halaukan musuh yang tersebar, kesasar! ............................ Langit atap-rumahnya, rumput kasurnya, Mortir, mitraliyur karabin bantalnya Atau dengan granat dan bambu-runcing, Dalam panas hujan dia berbaring.................... ............................ Sampai musuh hancur atau terpelanting!!! Kembali dia ketengah Masyarakat-Rakyat-Murba Sebagai Sang Gerilya Putera dan Puteri, Tua dan Muda Sampai Indonesia-Merdeka! </poem><noinclude>{{rh||109}}</noinclude> 60jg0cggv6kq2yx5s6hhlzykjux7gwa Halaman:Boenga rampai.djvu/30 104 113402 313511 2026-08-17T05:56:59Z Ibrohim tijani 26379 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '' 313511 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ibrohim tijani" />{{rh||30}}</noinclude><noinclude></noinclude> 7g5tsgzgmgsbsh46r1n8fab6qdmp80h 313515 313511 2026-08-17T05:58:52Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313515 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||30}}</noinclude>beranlah orang Singapoera melihatkan kabanjakan ikan jang didapati itoe. Adapoen tempatnja ia memboeat kelong itoe di oedjoeng Teloek ajar itoe, dekat Tandjoeng Malang itoe. Maka kabar itoe poen mashoerlah, maka pada soeatoe hari toeaŋ Ferquhar serta anaknja laki-laki perampoean pergilah bersama-sama, hendak melihat orang menangkap ikan itoe. Maka satelah sampailah ka belat itoe, maka ikan itoe poen ditjedok oranglah. Adapoen ikan dalam belat itoe tiga lapis; dibawahnja itoe ikan soedah mati, dan salapis lagi ditengahnja itoe, hampirlah mati, soeng-goeh poen hidoep-hidoep tiada lagi koesa berenang; dan lagi salapis diatas itoe, ikan hidoep belaka, kalihatan berlapis-lapis kapalannja. Maka satelah dilihat oleh toeaŋ Farquhar maka ia sendiri hendak menangkap ikan itoe dengan tangannja, maka ditangkapnjalah beberapa ekor dengan tangannja. Maka anaknja perampoean itoe poen hendak menangkap ikan itoe: satelah ditangkapnja dari ekornja maka dikibaskan oleh ikan itoe tangannja, maka sabentar itoe djoega bengkaklah, maka kembalilah ia poelang ka roemahnja. Sabermoela adapoen dehoeloe dari pada orang Malaka datang ka Singapoera, maka tiadalah orang laoet itoe memakai dajoeng di perahoe, melainkan ia berkajoëh dan mengoempil dan memakai kolek sahadja, karena belom pernah ia melihat orang memakai dajoeng; dan lagi djarang-djarang, ia berlemoe dengan orang dagang; dan lagi pada masa itoe perahoe jang memakai dajoeng itoe poen tiada berani laloe di laoet itoe, karena selat Singapoera itoe. telah termashoerlah sarang perompak. Maka apabila datang orang Malaka ka sana, maka beharoeelah diperboeat oleh marika itoe dajoeng, matjam Malaka ditoeroetnja. Adapoen perahoe besar-besar marika itoe ada djoega memakai dajoeng, tetapi dajoeng kis (?) namanja, atau dajoeng<noinclude></noinclude> b1synp5f9cve1k7nzv9rd8thwrtglsp Halaman:The Belle of Menado.pdf/10 104 113403 313512 2026-08-17T05:57:15Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'TJERITA ROMAN THE BELLE of MENADO Pendengeran ada soenji, kamoedian Tek-lok berkata: "Apa betoei itoe kabaran tida, sala? Saio masih sa ngsi boeat tetepken." "Saio tida paksa boeat kau pert.jaja, tapi saia brani tete pke~, 9 dari 10 'nko Tiong-sin bakal poenjain itoe boenga. "Akoe ~o~atir itoe kembang terlaloe ang~oe boeat gampa ng dlpegang kendati 'nko Tiong-sin ada tjoekoop harta dan segalanja .. .. ...... .. .. .. .. " "Goblok !" membentak... 313512 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" />{{rh|</noinclude>TJERITA ROMAN THE BELLE of MENADO Pendengeran ada soenji, kamoedian Tek-lok berkata: "Apa betoei itoe kabaran tida, sala? Saio masih sa ngsi boeat tetepken." "Saio tida paksa boeat kau pert.jaja, tapi saia brani tete pke~, 9 dari 10 'nko Tiong-sin bakal poenjain itoe boenga. "Akoe ~o~atir itoe kembang terlaloe ang~oe boeat gampa ng dlpegang kendati 'nko Tiong-sin ada tjoekoop harta dan segalanja .. .. ...... .. .. .. .. " "Goblok !" membentak Koe-kway sambil ketawa. "Tjintanja anak djaman sekarang kabanjakan tjoema pandeng doeit, 'kerna kabanjakan marika lebih taoe plesir den gen auto dan badan terhias brilliant dari pad~a tao.e harganj.a. katjinta'an soetji. Masah ka u poen!a katla-mata bllbnan natuur tida bisa liat brapa banlak anak moeda jang pengh idoepannja soeda dibikin roesak oleh itoe prempoean-prempoean jang berhati tjoerang tjoema la ntaran jang satoe ada g~d dan jang laen tjoema hidoep djoeal kringet? "Nko, saia tjintaken kau ma ski kau ada miskin', etc. Sabetoelnja itoe perkata 'a n tjoema mendjadi lagoo dari bibirnja soeatoe prempoean, kerna begitoe a.da dateng laen lamaran jang pake auto Sedan, boeroe- boeroe ia lantas toelis pada itoe ana,k moeda jang katanja ia ada tjinta : "Nko, menjesel saia bakal tida bisa menikah pada moe kerna orang toea ada menghalangin sanget, saia harep -kau nanti broentoeng dapet laen nona'. Ha ! apa in i komedie tida sering dimaenken oleh penghidoepann ja kaoem prempoean jang tadinja tida takoet soempah dimakan setan bahoea katanja ia ada men jinta soetji ? " ltoe pertanja'an tida ada orang jang menjaoet, brangkali Koe-kway poen ja perkata'an ada diangg~p ' betoeI, maka kamoedian ia landjoei1ken lebih djaoe: ooBegitoe djoega sama itoe ratoe kembang di Kemaweg, ia nanti mandah kena sinarnja 'ntji,k Bing..,liong poenja koempoelan inten dan mas." "Kau toch bel on dapet boekti tjoekoep?" berkata Tek-lok jang masih koerang poeas . ooTentoe saia ada boekti," mendjawab jang ditanjah' dengen bangga. "Itoe Ra+Oe Kembang trima 'nko Tiong-sin poenja oondangan, d'an berdjandji ini sore bakal toeroet koendjoengin ini pesta." ooT api kenapa sampe djam begini belon moentjoel?" tanjah Hian-ling jang toe roet ambi·1 perhatian dalem itoe perkara. Koe~kway tjaboet horlogenja : "lapoenja, djandji masih ada lOmenutes, ia bilang sama 'n'ko Tiong-sin maoe dateng precies djam 8 .... .. ... " " .. ...... , Oh, saia loepa!" memoetoes Tek-lok dengen mendadak, "ach, saia ampir loepa! Mana Tjhia ngin, kenapa belon dateng ? " "Tjhiang-in siapa? " tanjah Hian-ling. "Anak da ri Sourabaya jang kemaren baroe dateng sama kapa l Barentz." "Brangkali sa ia djoega belon kenal padanja,OO menjamboeng Koe-kway jang terpaksa moesti tinggalken pembitjara'annja di atas. "Apa ia soeda kenal sama 'nko Tiong-sin? " "Bdeh djadi, tapi saia rasa itoe perkenalan tida, begitoe kekel. marika tjoema rkenal dal'em soerat·menjoerat hal oeroesan dagang,laginja 'n'ko Tjhiang-in baroe ini pertama kali koendjoengin Menado." Marilka biki n brenti pembitjara'annja dengen angkat masing-masing poenja glas minoeman. Tida brapa sa'at dari loear ada kliatan dateng satoe enak mooda deng~n da,ndanan smoking item. Tindak"lnnja ada ~etep 10 .. ' •• •• • ,I •• · , 11<noinclude></noinclude> kfefnv1ig1h23cgb7bj8k3gy73i5kqe Halaman:Boenga rampai.djvu/3 104 113404 313513 2026-08-17T05:57:17Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'TJERITERA PAK BELALANG. Maka inilah soeatoe bidal Melajoe, jang diambil ibarat dari pada nama bapak si Belalang. Maka apabila saorang men- dapat soeatoe kaoentoengan barang sabagainja jang tiada disangka-sangka akan diperolehnja, atau djika saorang hen- dak akan soeatoe tiada didapatnja, maka datang saorang lain memperdapat soeatoe itoe dengan kamoedahan; maka dikatalah dengan diperoepamakan : Moedjoer bapak Belalang. Maka demikianlah... 313513 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>TJERITERA PAK BELALANG. Maka inilah soeatoe bidal Melajoe, jang diambil ibarat dari pada nama bapak si Belalang. Maka apabila saorang men- dapat soeatoe kaoentoengan barang sabagainja jang tiada disangka-sangka akan diperolehnja, atau djika saorang hen- dak akan soeatoe tiada didapatnja, maka datang saorang lain memperdapat soeatoe itoe dengan kamoedahan; maka dikatalah dengan diperoepamakan : Moedjoer bapak Belalang. Maka demikianlah tjeriteranja: Maka ada saorang miskin tiga beranak, maka nama anaknja si Belalang, digelarlah bapak si Belalang; doedoeknja di tepi negeri, pada hampir hoe- tan. Maka kahidoepannja poen dengan mengambil kajoe api; maka bininja mengambil oepah menoemboek tepoeng alau menampi-nampi beras. Demikian halnja. Maka si Belalang poen besarlah, maka pergilah bermain-main masoek ka kam- poeng orang. Hingga berapa lama masoek pergi bermain de- ngan boedak-boedak radja. Maka berapa kali si Belalang balik ka roemahnja tiada soeatoe apa jang dimakan, maka pada ketika iboenja atau bapaknja dapat ocpah beharoelah boleh makan. Maka didalam hal begitoe kasakitan, datang pikiran si Belalang: -Betapakah hal bapakkoe dan iboekoe ini, hidoep dengan miskin! soekat mengambil kajoe api bapakkoe, jang iboekoe mengambil oepah menoemboek tepoeng, beha- roelah dapat makan. Kalau begini, baik akoe mentjoeri kain- kain anak goendik radja, karena akoe koeat kaloear masoek bermain-main ka dalam radja; maka apabila dapat akoe tjoeri, maka akoe semboenjikan ; kemoedian kalau orang gadoeh kahi. langan nistjaja orang memanggil toekang bertilik bertenoeng,<noinclude></noinclude> azjmajyon0hrc3cp1unzzuse237swqg 313915 313513 2026-08-17T08:52:03Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313915 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{Xx-larger|{{C|TJERITERA PAK BELALANG.}}}} Maka inilah soeatoe bidal Melajoe, jang diambil ibarat dari pada nama bapak si Belalang. Maka apabila saorang mendapat soeatoe kaoentoengan barang sabagainja jang tiada disangka-sangka akan diperolehnja, atau djika saorang hendak akan soeatoe tiada didapatnja, maka datang saorang lain memperdapat soeatoe itoe dengan kamoedahan; maka dikatalah dengan diperoepamakan: Moedjoer bapak Belalang. Maka demikianlah tjeriteranja: Maka ada saorang miskin tiga beranak, maka nama anaknja si Belalang, digelarlah bapak si Belalang; doedoeknja di tepi negeri, pada lampir hoetan. Maka kahidoepannja poen dengan mengambil kajoe api; maka bininja mengambil oepah menoemboek tepoeng atau menampi-nampi beras. Demikian halnja. Maka si Belalang poen besarlah, maka pergilah bermain-main masoek ka kampoeng orang. Hingga berapa lama masoek pergi bermain dengan boedak-boedak radja. Maka berapa kali si Belalang balik ka roemahnja tiada soeatoe apa jang dimakan, maka pada ketika iboenja atau bapaknja dapat oepah beharoelah boleh makan. Maka didalam hal begitoe kasakitan, datang pikiran si Belalang: »Betapakah hal bapakkoe dan iboekoe ini, hidoep dengan miskin! soekat mengambil kajoe api bapakkoe, jang iboekoe mengambil oepah menoenboek tepoeng, beharoelah dapat makan. Kalau begini, baik akoe mentjoeri kain-kain anak goendik radja, karena akoe koeat kaloear masoek bermain-main ka dalam radja; maka apabila dapat akoe tjoeri, maka akoe semboenjikan; kemoedian kalau orang gadoeh kahilangan nistjaja orang memanggil toekang bertilik bertenoeng,<noinclude></noinclude> 18rf6fqwllexb8ro9nqnra2osu9dzbu Halaman:The Belle of Menado.pdf/11 104 113405 313514 2026-08-17T05:57:27Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '12 TJERITA ROMAN THE BELLE of MENADO ~an romannja ada. ~egitoe tjakep, samentara iapoenja slnar mata dan blblr ada meloekisken bahoea ia ada saorang jang sabar tapi poenja katertipan dan tjara lakoe jang loear biasa. "Hallo, 'nko Tjhiang-in ! ! !" berseroeh Telk-lok sembari angsoerken tangannja. "Harep kau dapet sore jang baek, saia kira kau tida dateng." Tjhia ng-in dengen amat saderhana ia bladjar kenal pada laen-Iaen tetamoe jang doedoek d... 313514 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>12 TJERITA ROMAN THE BELLE of MENADO ~an romannja ada. ~egitoe tjakep, samentara iapoenja slnar mata dan blblr ada meloekisken bahoea ia ada saorang jang sabar tapi poenja katertipan dan tjara lakoe jang loear biasa. "Hallo, 'nko Tjhiang-in ! ! !" berseroeh Telk-lok sembari angsoerken tangannja. "Harep kau dapet sore jang baek, saia kira kau tida dateng." Tjhia ng-in dengen amat saderhana ia bladjar kenal pada laen-Iaen tetamoe jang doedoek dalem itoe group. "Mana 'ntjirk Bing:liong, apa saia bisa katemoe pada nja ?" ia menanjah pada Tek-Iok. ,,Tentoe, kaloe kau soeka masoek ka dalem." Tjhiang-in sigra masoek ka dalem. Ia berdjalan semba ri memanggoet pada tetamoe-tetamoe jang doedoelk di samping roewangan. lapoenja kaada'an ada begitoe kalm dan moekanja selaloe berseri, njata na'tu ur soeda tj iptaken dalem dirinja satoe katabahaq , jang orang lelaki per/oe poenja. la djoempahin 'ntjik Bing-liong di roewangan dalem. "Hallo, 'nko Tjhiang-in, kenapa begin i laat kau dateng ?" menegor itoe toean roemah tatkala tetamoenja membri hormat padanja. "Saia kaping in dateng lebih sore, tapi kabetoelan saia dapet satoe halangan." "Apa kau soeda katemoe sama Tiong-sin? Belon? , Oh, ja, kau belon kenal padanja; brangkali ió ada di loear sama iapoenja kawa,n-kawan. Ach, kenapa kau poenjaajah tida toeroet dateng ? " "Ia sasoenggoenja kapingin dateng, tjoema di toko ini waktoe ada terlaloe repot, kabetoelan moesim djllgoeng, laginja pengabisan ini boeiIIn ajah oken pergi ,ka Singllpore." " Pergi boellt plesir IItawa boellt dagang ?" tMjllh itoe 'ntjik sembari pandeng itoe roman jang tjakep dan berseri. "Brangkali sabagian boeat pesiar, sabagian boeat liat-liat kaada'an dagang di itoe kota." Tambah menutes tetamoe dateng semingkin banjak hingga itoe gedong jang loeas dan indah roeda djadi padet dan korsi-korsi ampir tida ada jang kosong. Soeara muziek jang dipoe!<oel membawa lagoe gantiberganti dan tjoema orang jang sedeng berada di sitoe seperti rasaken penghidoepan ada taman dari Sorga, marika seperti loepll jang di loearnja itoe gedong ada tinggal ban jak orang jang pikoei soesah hati, sedih dan gagal. Kapan Tjhiang-in dan 'ntjik Bing-liong enak beromong, Tioncj-sin ada kloear dari !kamar samping dan teroes menoedjoe ka loear di mana Koe-kway dan kawankStWannja ada doedoek. Tiong-sin ada satoe anak moeda jang terpladjar finggi, djoega ada mempoenja in pengawakan dan roman jang tida bisa ditjelllh, tjoema satoe tjatjat, iapoenja sikep selaloe maoe menang sendiri dan tida gampang mengalah. Maski beg itoe, iapoenja karoyalan boewang oewang dateng/r<en ban jak sobat, melingken belon taoe apa itoe sobat ada sobat jang berarti, sebab dalem waktoe seneng di sanll tida ada ,sobat jang palsoe I semoea kliatan kekel, kliatan lemah-Iemboet dan manis 11 "Ma'af, saia tinggal,ken kau orllng lama sekali," Tiong-sin berkata sambil ketawa dan pegang-pegang poendaknja Koe-kway. "APIl kllu orang soeda dape~ minoeman tjoekoep? Minta sadja apll jllng koerang, djangan soengkan." "Astaga! saia kira kau teroes mendekem di dalem," berseroeh Koe.ikway, ,,kau roepanja maoe dedepin sen- •• 13<noinclude></noinclude> b2gxyvkg93vxw8879rvhsqrvd2c5466 Halaman:Boenga rampai.djvu/31 104 113406 313518 2026-08-17T05:59:42Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313518 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||31]}</noinclude>Melajoe, tiadalah boleh berpauel saperti dajoeng Malaka.. Dan lagi marika itoe tiada berbajoedoe, baik laki-lakinja, baik perampoeannja, melainkan sakeping kain jang tiada berkalaboean warnanja dipakainja, itoe­lah kering basah di toeboebnja, dan boesoeh baoenja poen tiada terkira-kira. Dan lagi tiadalah pernah doedock di darat atau memboeat roemah, melainkan saoemoer hidoepnja dalam perahoe, beranak ber­djoetjoe, kawin, mati sakalian­nja di perahoe djoega. Maka sebab itoe­lah dapat kakenalan marika itoe, baik laki-laki atau perampoeannja, apabila ia berdjalan di darat loenggit, oleh sebab ia biasa doedock sehadja di perahoe; lagi saperti agama marika itoe, melainkan namanja sehadja Melajoe, tetapi tiadalah ia berboeat saperti hoekoem Islam adanja. Sabermoela semendjak Singapoera mendjadi negeri, tjita Europah diboetnja basahan dan sakelat diboetnja seloear dan kain Bogis berkilat-kilat dan sapoelangan balik terdjandjang di kepala, dan jang ada berpajoeng soetera di tangan, dan berljapal di kaki, dan berloetor tjara Ingeris dan Benggala dan Keling, saperti ajar: maka kalau Ingeris hendak berloetor dengan dia tjara Melajoe, didjawabnja tjara Ingeris. Adapoen segala perkara jang tersebut itoe­lah mendjadi heran kapada­koe, oleh sebab melihat kaoebahan doenia ini dengan kanjataan adanja: jang tiada diadakan, jang ada ditilakkan; bahwa hoelan mendjadi negeri, dan negeri mendjadi hoelan. Maka sakalian itoe­lah menoen­djoekkan doenia ini serta dengan namanja itoe tiada kekal kapada soerang djoewa poen, melainkan saperti pindjaman djoega adanja. Maka apabila orang jang empoenja itoe datang meminta, tadpat tiada dipoelangkan­nja djoega adanja. Sjaihdan kembalilah poetla akoe kapada mentjeriterakan hal negeri Singapoera. Adapoen hal soeltan Hoesin Sjah, maka sapeninggal toean Raffles ber­lajar itoe, maka pada tiap-tiap boelan diberilah oleh toean Farquhar<noinclude></noinclude> l0y2qy9zw6rdd5aq3pguwnn45pie681 313519 313518 2026-08-17T06:00:06Z Ibrohim tijani 26379 313519 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||31}}</noinclude>Melajoe, tiadalah boleh berpauel saperti dajoeng Malaka.. Dan lagi marika itoe tiada berbajoedoe, baik laki-lakinja, baik perampoeannja, melainkan sakeping kain jang tiada berkalaboean warnanja dipakainja, itoe­lah kering basah di toeboebnja, dan boesoeh baoenja poen tiada terkira-kira. Dan lagi tiadalah pernah doedock di darat atau memboeat roemah, melainkan saoemoer hidoepnja dalam perahoe, beranak ber­djoetjoe, kawin, mati sakalian­nja di perahoe djoega. Maka sebab itoe­lah dapat kakenalan marika itoe, baik laki-laki atau perampoeannja, apabila ia berdjalan di darat loenggit, oleh sebab ia biasa doedock sehadja di perahoe; lagi saperti agama marika itoe, melainkan namanja sehadja Melajoe, tetapi tiadalah ia berboeat saperti hoekoem Islam adanja. Sabermoela semendjak Singapoera mendjadi negeri, tjita Europah diboetnja basahan dan sakelat diboetnja seloear dan kain Bogis berkilat-kilat dan sapoelangan balik terdjandjang di kepala, dan jang ada berpajoeng soetera di tangan, dan berljapal di kaki, dan berloetor tjara Ingeris dan Benggala dan Keling, saperti ajar: maka kalau Ingeris hendak berloetor dengan dia tjara Melajoe, didjawabnja tjara Ingeris. Adapoen segala perkara jang tersebut itoe­lah mendjadi heran kapada­koe, oleh sebab melihat kaoebahan doenia ini dengan kanjataan adanja: jang tiada diadakan, jang ada ditilakkan; bahwa hoelan mendjadi negeri, dan negeri mendjadi hoelan. Maka sakalian itoe­lah menoen­djoekkan doenia ini serta dengan namanja itoe tiada kekal kapada soerang djoewa poen, melainkan saperti pindjaman djoega adanja. Maka apabila orang jang empoenja itoe datang meminta, tadpat tiada dipoelangkan­nja djoega adanja. Sjaihdan kembalilah poetla akoe kapada mentjeriterakan hal negeri Singapoera. Adapoen hal soeltan Hoesin Sjah, maka sapeninggal toean Raffles ber­lajar itoe, maka pada tiap-tiap boelan diberilah oleh toean Farquhar<noinclude></noinclude> kyps7hv7261otr05w6m9tvzlayorx52 Halaman:Gerpolek.pdf/109 104 113407 313520 2026-08-17T06:00:56Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313520 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>seekor burung yang uju, tak kenal keburukannya sendiri dan senang dipuja orang! Dan Maksudnya serigala, ialah hendak memperoleh daging, yang ada diparuhnya gagak itu. Maka mulailah serigala itu mengucapkan pujiannya seperti berikut: "Hai burung gagak yang cantik molek berwarna bagus bersuara merdu pula. Alangkah besar hatiku dan terima kasihku kepadamu, jika kamu memperdengarkan suaramu kepadaku". Senanglah konon hatinya burung gagak mendengarkan pujiannya serigala itu. Dengan segera dibukannyalah mulutnya buat memperdengarkan suaranya, yang benar-benar disangka merdu itu. Syahdan setelah itu dia membuka mulutnya untuk menyanyi itu, maka jatuhlah dendeng tadi dari mulutnya. Sambil burung gagak masih asyik memperdengarkan suaranya dari atas dahan kayu, yang tinggi itu, maka serigala dengan segala cuka-cita memungut daging yang jatuh itu dan memakannya sampai habis{{...|12}} Komentar: Di zaman lampau, maka Pembesar Negara itu tiada suka mendengarkan kritik dari orang bawahannya. Tetapi pujangga yang cerdik insyaf pula akan kebenaran pepatah: Binatang tahan palu, manusia tahan kias. Camkanlah arti yang dalam dari pada Diplomasi-Serigala-Licik itu dengan Gagak-Pelagak (vain iydel) itu!!! Mungkin boleh sambil ibaratnya buat menafsirkan Diplomasi Indonesia-Belanda sampai sekarang!!!<noinclude>{{rh||108}}</noinclude> l1zny65j7ik5t0bojrss7l1rvp84c9a Halaman:Boenga rampai.djvu/32 104 113408 313521 2026-08-17T06:01:11Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313521 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||32}}</noinclude>belandja saperti jang telah ditentoekan oleh toean Raffles; maka temenggoeng poen demikian djoega mendapat behagiannja. Tetapi kala soeltan, tiadalah memadai akan pendapatannja itoe, sebab banjak sangat orang jang hendak dipeliharakannja, karena segala marika itoe bergantoeng kapadanja. Maka diadoekannjalah kapada toean Farquhar, oleh sebab kasempitan belandja itoe. Maka oleh toean Farquhar disoeroehkannja mengambil hasil padjak tjandoe, soepaja menambahi pendapatannja itoe. Maka djadilah ia mendapat delapan ratoes real pada raboelan, jaitoe sariboe enam ratoes roepiah banjaknja. Maka dengan hal jang demikian tetaplah beberapa boelan, sampailah toean Raffles kembali dari Benggala. Maka tatkala itoe makinlah banjak orang dagang, dan saudagar orang poetih poen makinlah bertambah-tambah. Maka termashoerlah sampai ka mana-mana kabar negeri Singapoera, mengatakan soenggoehlah telah mendjadi negeri. Maka orang jang di negeri lain poen banjaklah berpindah ka Singapoera, dan ada jang memberi wakil kapada orang dalam negeri Singapoera, ia berkirim dagangan dari negeri masing-masing. Maka oleh sebab segala perkara jang terseboet itoe, mendjadi ramailah negeri Singapoera, penoeh dengan berbagai-bagai bangsa dan djenis pekerdjaan, dan matjam toekang, semoeanja berkampoenglah ka Singapoera. Maka dalam antara itoe adalah orang jang miskin mendjadi kaja, dan ada poela orang jang membawa modal dari negerinja berpoeloeh-poeloeh riboe, sakalian itoe habislah binasa mendjadi fakir; maka masing-masing dengan nasibnja; oentoeng saboet timboel, oentoeng batoe tinggelam adanja. Sabermoela adapoen soeltan Hoesin Sjah itoe datang poela ia mengadoekan halnja kapada toean Raffles bahwa pendapatannja itoe tiada tjoekoep. Maka adalah pada masa itoe toean Raffles sedang doedoek bersama-sama toean Farquhar;<noinclude></noinclude> f85wdvm6xtzw557xoe1xcvqeclbx3w9 Halaman:Boenga rampai.djvu/4 104 113409 313522 2026-08-17T06:01:41Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313522 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||4}}</noinclude>maka akoe poen berkabar kapada bapakkoe. Soedah begitoe, akoe berkabar-kabar atau bertjakap dengan boedak radja jang sapermainan dengan dakoe, bahwa bapakkoe pandai bertilik. Apabila dapat harta orang jang kahilangan itoe, tadapal tiada diberinja oepah akan bapakkoe; boleh akoe senang makan minoem.” Apabila selesai si Belalang berpikir begitoe, maka besok harinja pergilah ia masoek ka perdalaman radja, bermain-main dengan boedak-boedak, sampailah ka tempat orang mendjemoer-djemoer kain. Maka didalam kain jang banjak-banjak itoe diambilnja doea atau tiga helai, maka pergilah ia kadalam hoetan, disemboenjikannja dibawah-bawah batang pada tempat jang tiada boleh basah. Maka tatkala pendajang radja serta goendik-goendik radja hendak mengangkit kain-kain itoe, maka gadoehlah kahilangan, maka sampai kadengaran kapada telinga radja. Maka radja poen bertitah menjoeroeh mentjehari hingga sampai malam. Maka hal si Belalang soedah bertjakap dengan bapanja akan perboeatannja mentjoeri kain itoe. Maka radja poen memanggil siapa-siapa jang pandai bertilik bertenoeng, maka lepas saorang maka saorang poela; maka ada jang berkata pada pihak barat, ada jang berkata pada pihak timoer, maka disoeroeh tjehari, tiada berdjoempa. Maka bertjakap boedak-boedak radja, mengatakan bapak si Belalang koenoen pandai djoega bertilik. Maka kadengaran kapada radja, maka dititahkan soeroeh panggil. Maka orang poen pergi memanggil bapak si Belalang, maka bapak si Belalang itoe poen datang menghadap radja. Serta sampai ditanja radja: -Ini nama bapak Belalang?” Maka sembahnja: -Ampoen toeankoe, patiklah nama bapak Belalang!” Maka laloe titah radja: -Hai bapak Belalang, tjoba tilikkan dakoe, kain-kain goendikkoe ada doea tiga helai hilang; kalau betoel saperti penilikmoe, nistjaja koeoepah.” Maka sembah pak Belalang: -Ampoen toeankoe, jang patik tiadak tahoe amat: akan tetapi titah bawah doeli toeankoe<noinclude></noinclude> fkqypjcknu5tb6n0nhhbo7m00nthkkd Halaman:Boenga rampai.djvu/33 104 113410 313523 2026-08-17T06:02:15Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313523 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||33}}</noinclude>maka temenggoeng poen ada beserta dengan orang toea- - toeanja dan segala penglimanja; maka sakaliau orang jang mengiringkan soeltan itoe poen adalah. Maka apabila toean Raffles menengar pengadocannja; laloe tepakoerlab ia sadjoeroes, sebab memikirkan hal itoe; kemoedian laloe didjawabnja, katanja: -Toean soeltan dan tengkoe temeng- gocng, ada pada sehaja soeatoe iktiar jang boleh mendatangkan kabadjikan kapada toean soeltan, dan lagi boleh termashoer nama loean soeltan serta temenggoeng ka mana-mana. Maka ada saorang sahabat sehaja di Benggala jang terlaloe kaja, jailoe kepala saudagar Inggeris, namanja tocan Famir; maka ' boleh sehaja berkirim soerat kapadanja, menjoeroeh mengantar dagangan kapada toean soeltan, berapa ratoes riboe toean soeltan maoe, dan boleh dapat komisiannja. Dan lagi boleh toean soeltan boeat saboeah roemah, di mana soeka, akan kedai, saperti saudagar-saudagar Inggeris jang ada ini; ka- rena segala bangsa sabelah sini; saperti Boegis, Melajoe dan Beroenai dan sabagainja itoe, semoeanja terlebih soeka berniaga kapada toean soeltan dari pada berniaga kapada orang poeltih atau Keling atau Tjina. Maka belaudja mem- * boeat roemah itoe, sehajalah jang mengadakan dia. Dan lagi boleh sehaja boeatkan atjoean, bagaimana bangoen roemah iloe.” ' Maka apabila didengar oleh soellan dan lemenggoeng akan perkataan toean Raffles itoe, maka ia pocn tertawa, serta katanja: -Iloe boekannja adat radja-radja, berniaga; mendjadi soeatoe aib kapada radja-radja jang lain.” Demi didengar oleh toean Raffles demikian, maka berobahlah warna moekanja; merah padam lakoenja, sambil tersenjoem-senjoem , katanja: -Toean soeltan, sebaja heran menengarkan adat bodoh itoe. Bagaimana djahat, berniaga itoe mendjadi aib, tetapi merompak itoe tiada aib?” Maka djawab soellan: -Merompak itoe soedah pocsakanja, sebab itoelah tiada mendjadi aib. Tetapi jang merompak Roenga rampai | 3<noinclude></noinclude> 5gwndannc85b92zrcelzgvikohcxnms Halaman:Boenga rampai.djvu/5 104 113411 313524 2026-08-17T06:02:58Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313524 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||5}}</noinclude>biarlah patik tjoba." Maka titah radja: Baiklah." Maka bapak si Belalang poen membilang-bilang djarinja, serta mnganggoek-nganggoekkan kapalanja dengan menggēlēng-gēlēng. Maka ada sabentar ditanja radja: Apa kabar, bapak Bela-lang?" Maka sembahnja: Ampoen toeankoe, kain itoe belom dibawanja ka mana-mana, sakadar lagi tersimpan dibawah-bawah, entah batoekah entah kajoekah: tjoba tjehari di sabelah ka darat, didalam hoetan, di pihak timoer-timoer-laoet." Maka titah radja: Pergilah tjeharikan, bawa boedak-boedak akoe barang empat lima orang." Maka Pak Belalang poen pergilah, maka si Belalang poen mengikoet. Maka ber-djalan hingga merah padam moekanja dengan berlelah-lelah; maka sampai tengah hari maka soedah penat benar roe-panja, berdjalan menjelongkar dibawah batang dan dibawah batoe-batoe, maka berdjoempalah dengan kain itoe dibawah batang di tjelah banir. Maka dibawalah balik menghadap radja, maka radja poen soekalah serta dikeroeniai bapak Belalang doea tiga dinar, karena kain itoe mahal harganja. Maka soekalah hati si Belalang, maka hal jang demikian itoe diboeat oleh si Belalang ada doea tiga kali pada tempat orang besabesar. Soedah begitoe tiap-tiap hari si Belalang memperhatikan radja bermain boeroeng koeau. Maka sangat kasih radja akan koeau saēkor itoe. Maka tiada berapa lama Pak Belalang poen tiada berbelandja; djadi si Belalang poen berdjalan, malam-malam didalam hordjan lesak, dengan angin poen riboet. Maka ditjoeri oleh si Belalang hoeroeng koeau radja itoe, dibawanja masoek ka-dalam hoetan rimba dengan ditaroehnja baik-baik. Maka tatkala pagi-pagi hari radja poen kaloear hendak melihat boeroeng koeau itoe, tiba-tiba tiada lagi, soedah hilang. Maka radja poen dari pada morkanja, menjoeroehlah ber-tjanang berkoeliling negeri: Siapa mendapat koeau radja lepas, nanti dikeroeniai oepah; kalau tiada dipoelangkan<noinclude></noinclude> 3834pp43mb9urtkfn7d4o7bvowwkez8 Halaman:Gerpolek.pdf/108 104 113412 313525 2026-08-17T06:03:01Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313525 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{ordered list|start=53| |Pemerintah Rakyat (dalam arti sesuainya haluan Pemerintah dengan kemauan Rakyat). |Tentara Rakyat (dalam arti sesuainya haluan Tentara dengan Kemauan Rakyat). |Melucuti Tentara Jepang (sudah berlaku). |Mengurus Tawanan bangsa Eropa (sudah berlaku). |Menyita (membeslag) dan menyelenggarakan pertanian musuh (kebun) (telah dilaksanakan oleh Buruh Tani sendiri). |Menyita (membeslag) dan menyelenggarakan perindustrian musuh (Parbik, bengkel tambang dll). (buat keterangan lebih lanjut bacalah Siaran yang berkepala : MINIMUM PROGRAM Persatuan Perjuangan UNITED ACTION). Untuk mengetahui ORGANISASI dan lain-lain bacalah PUTUSAN KONGRES PEMBENTUKAN “PERSATUAN PERJUANGAN" pada tanggal 15 dan 16 Januari 1946 di Solo. Buat mengetahui perbedaan MINIMUM PROGRAM Persatuan Perjuangan dengan 5 fasal PROGRAM PEMERINTAH bacalah pula siaran Persatuan Perjuangan pada tanggal 14-3-1946 yang berkepala: SAMAKAH PROGRAM PEMERINTAH DENGAN PROGRAM PERSATUAN PERJUANGAN??? 7. Gagak dan Serigala. Adalah seekor burung gagak yang mencuri sepotong dendeng. Dia hinggap pada dahannya suatu pohon. Kemudian datanglah seekor serigala mendekati burung gagak itu. Karena tempatnya burung itu terlampau tinggi, maka tiadalah serigala itu dapat merebut dendengnya burung gagak itu. Maka dipikirkannyalah suatu muslihat supaya mendapatkan dendeng yang diingininya itu. Dia tahu, bahwa gagak itu adalah seekor burung, yang buruk rupa dan lebih buruk suara, tetapi dia tahu pula, bahwa gagak itu adalah<noinclude>{{rh||107}}</noinclude> n8kqdhd0ycyu54xjspmpc4ut6jipps1 313527 313525 2026-08-17T06:03:15Z Iripseudocorus 23824 313527 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{ordered list|start=53| |Pemerintah Rakyat (dalam arti sesuainya haluan Pemerintah dengan kemauan Rakyat). |Tentara Rakyat (dalam arti sesuainya haluan Tentara dengan Kemauan Rakyat). |Melucuti Tentara Jepang (sudah berlaku). |Mengurus Tawanan bangsa Eropa (sudah berlaku). |Menyita (membeslag) dan menyelenggarakan pertanian musuh (kebun) (telah dilaksanakan oleh Buruh Tani sendiri). |Menyita (membeslag) dan menyelenggarakan perindustrian musuh (Parbik, bengkel tambang dll). }} (buat keterangan lebih lanjut bacalah Siaran yang berkepala : MINIMUM PROGRAM Persatuan Perjuangan UNITED ACTION). Untuk mengetahui ORGANISASI dan lain-lain bacalah PUTUSAN KONGRES PEMBENTUKAN “PERSATUAN PERJUANGAN" pada tanggal 15 dan 16 Januari 1946 di Solo. Buat mengetahui perbedaan MINIMUM PROGRAM Persatuan Perjuangan dengan 5 fasal PROGRAM PEMERINTAH bacalah pula siaran Persatuan Perjuangan pada tanggal 14-3-1946 yang berkepala: SAMAKAH PROGRAM PEMERINTAH DENGAN PROGRAM PERSATUAN PERJUANGAN??? 7. Gagak dan Serigala. Adalah seekor burung gagak yang mencuri sepotong dendeng. Dia hinggap pada dahannya suatu pohon. Kemudian datanglah seekor serigala mendekati burung gagak itu. Karena tempatnya burung itu terlampau tinggi, maka tiadalah serigala itu dapat merebut dendengnya burung gagak itu. Maka dipikirkannyalah suatu muslihat supaya mendapatkan dendeng yang diingininya itu. Dia tahu, bahwa gagak itu adalah seekor burung, yang buruk rupa dan lebih buruk suara, tetapi dia tahu pula, bahwa gagak itu adalah<noinclude>{{rh||107}}</noinclude> ricjgs12f91zi2k3fndwj3u7humzxr2 Halaman:Boenga rampai.djvu/34 104 113413 313526 2026-08-17T06:03:04Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313526 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||34}}</noinclude>„itoe boekannja dia asal Melajoe.” Kemoedian kata toean Raffles: „Baiklah, kalau ta soeka soedahlah. Sak­arang tjobalah toean soeltan dan temenggoeng pikir baik-baik, berapakah jang boleh tjoekoep belandja pada saboelan, soepaja djangan lagi bersoesah-soesah, saloe tiada tjoe-koep.” Maka tiadalah didjawab oleh marika itoe; sam­pai doea kali ditanja oleh toean Raffles. Kemoedian maka didjawab oleh entjik Aboe poetih: „Toean, sehaja kira-kira tiga riboe ringgit bolehlah tjoekoep, toean.” „Maka kata toean Raffles: „Sapeloeh riboe poen tiada djoega tjoekoep, dikalau dibelandjakan dengan tiada berkataboean. Pergilah toean soeltan dan temenggoeng; tjoba pikir betoel-betoel dehoeloe dalam sahari doea ini, berapa jang boleh tjoekoep pada saboelan.” Maka djawab soeltan dan temenggoeng: „Baiklah, toean.” Sjahdan pada tatkala toean Raffles datang dari Benggala itoe maka diberinja hadiah akan soeltan itoe soeatoe kareta boegi dengan koeda besar, harganja di Benggala sariboe doea ratoes roepiah. Kelakian setelah tiga hari maka datanglah soeltan serta temenggoeng, diiringkan oleh segala orang besar-besar ka roemah toean Jansen; maka toean Raffles dan toean Farquhar poen adalah bersama-sama di sitoe serta toean Pelin, ipar toean Raffles. Maka pada masa itoe­lah ditentoekan oleh toean Raffles serta toean-toean jang terseboet itoe akan belandja soeltan itoe, pada saboelan sariboe ringgit besar, dan temenggoeng toe­djoeh ratoes ringgit. Maka adapoen gadji atau belandja jang terseboet itoelah jang tinggal kekal sampai kapada zaman toean Crawfurd datang memerentahkan negeri Singapoera adanja. Sjahdan maka terseboetlah perkataan toean Raffles serta toean Farquhar doedoek moepakat hendak meloeaskan negeri Singapoera. Maka dalam itoe adalah pada pikiran toean Farquhar, kampoeng Gelam itoe hendak didjadikannja<noinclude></noinclude> b4n6ramzjo8cyzigynl9vepzx98xo5n Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/62 104 113414 313528 2026-08-17T06:03:48Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313528 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|60|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude>{{di|P}}IK-LIAN itoe maleman sabenernja tida minggat, Phanja ia tjoema semboeni di kamarnja sang iboe dengen di dalem taoenja itoe bonda, malahan dilindoengin olehnja hingga Pik bisa semboenian sampe brapa hari. 'Ntjik dan 'ntjim Hwie-bing masing-masing mempoenjain kamar sendiri jang terpisah. 'Ntjim Hwie-bing ada sanget menjinta sama Pik, poetrinja jang tinggal satoe-satoenja. Boeat goenanja ini poetri, rasanja ia soeka korbanken djiwanja. Maka kaloe di itoe maleman perdjamoean Pik semboeni di iapoenja kamar boeat lampiasken tangisan, ia malah bantoe semboeniken dengen mengharep batalnja itoe pernikahan jang ia tida ingin, dengen ia tida pikir lebih djace atas risico apa ia nanti bakal hadepin. „Ampoen, 'tia," Pik meratap sambil berloetoet di depan ajahnja jang itoe sabentar malem menjamperin padanja: „Pik tida minggat sabagimana kau ada doegah, hanja Pik tjoema semboeniken uiri di dalem kamarnja 'nio, kerna dalem kagoegoepan sebab tida taoe bagimana akoe moesti berlakoe pada soeamikoe jang sedari siang soeda ngangloeng tida karoean. 'Nio ada djadi saksi oetama boeat ini hal ......." „Itoelah bener iapoenja katerangan," 'ntjim Hwie-bing toempangan kata. „Toetoep moeloet!" 'ntjik Hwie-bing semprot istrinja. Kamoedian 'ntjik Hwie-bing laloe kloearken dari sakoenja itoe potongan kertas jang ia dapet dari Hong-hwie itoe malem. „Ini apa .......? 'ntjik Hwie-bing kamoedian kata sambil sodorken itoe potongan kertas sama anaknja. Pik poenja paras moeka djadi semingkin poetjet dantoeboehnja semingkin goemeteran.<noinclude></noinclude> eeiwg5g9j98le0nrx7tx9z3uvb7wsnt Halaman:Boenga rampai.djvu/35 104 113415 313529 2026-08-17T06:03:53Z Ibrohim tijani 26379 /* Bermasalah */ 313529 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="2" user="Ibrohim tijani" />{{rh||35}}</noinclude>kampoeng saudagar, jaitoe tempat orang berniaga dan pasar dan sebagainja. Maka pada pikiran toean Raffles, di seberang sini hendak didjadikannja kampoeng saudagar. Maka djawab toean Farquhar: „Terlaloe soesah di seberang ini, karena semoeanja tanah loempoer, dan lagi ajarnja tiada baik; lagipoen terlaloe banjak belandja kalau hendak membaiki tanah itoe; dan lagi dari mana boleh mendapat tanah sakian banjak akan menambak itoe.” Maka djawab toean Raffles: „Djikalaoe kampoeng Gelam itoe soedah mendjadi tempat orang berniaga kelak, di seberang sini terboeanglah, sampai saratoes tahoen lagi poen tiada akan terbaiki adanja.” Maka pada tatkala itoe kadoea marika itoe poen penoehlah dengan pikiran, saorang berkata begini, saorang berkata begitoe; masing-masing mentjari akal. Mada adalah tiga hari lamanja marika itoe doedoek berpikir akan hal itoe, maka masoeklah dalam pikiran toean Raffles, akan boekit jang dekat tandjoeng Singapoera itoe hendak dipetjahkannja, maka tanahnja itoelah hendak diboeatkannja penambak di seberang sini. Hata kaësokan harinja moepakatlah kadoeanja itoe laloe sapakatlah. Maka heranlah segala hamba Allah kelak melihat pekerdjaan jang demikian itoe. Maka pada esoknja datanglah orang soeroehan toean-toean itoe memanggil koeli Tjina, Melajoe, Keling, kira-kira ada doea tiga ratoes orang; koelinja soarang satoe roepiah sahari, disoeroehkannja mentjangkol dan mengangkat tanah; ada orang jang memetjahkan batoe, karena di sitoe terlaloe banjak batoe besar-besar, masing-masing dengan pekerdjaannja; ada beberapa poeloeh orang mandoernja, kalihatan saperti lakoe orang berperang roepanja. Maka koeli poen makin sahari makin mahal. Maka apabila petang hari diangkat orang dengan goeni oeang akan membajar sakalian koeli itoe. Maka adalah pada sahari doea kali toean Raffles datang ka sitoe memerentahkan orang bekerdja itoe. Dalam itoe ada poela beberapa<noinclude></noinclude> exj7ytyi8q1zgustp4w4gyq4503f3bu 313530 313529 2026-08-17T06:04:05Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313530 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||35}}</noinclude>kampoeng saudagar, jaitoe tempat orang berniaga dan pasar dan sebagainja. Maka pada pikiran toean Raffles, di seberang sini hendak didjadikannja kampoeng saudagar. Maka djawab toean Farquhar: „Terlaloe soesah di seberang ini, karena semoeanja tanah loempoer, dan lagi ajarnja tiada baik; lagipoen terlaloe banjak belandja kalau hendak membaiki tanah itoe; dan lagi dari mana boleh mendapat tanah sakian banjak akan menambak itoe.” Maka djawab toean Raffles: „Djikalaoe kampoeng Gelam itoe soedah mendjadi tempat orang berniaga kelak, di seberang sini terboeanglah, sampai saratoes tahoen lagi poen tiada akan terbaiki adanja.” Maka pada tatkala itoe kadoea marika itoe poen penoehlah dengan pikiran, saorang berkata begini, saorang berkata begitoe; masing-masing mentjari akal. Mada adalah tiga hari lamanja marika itoe doedoek berpikir akan hal itoe, maka masoeklah dalam pikiran toean Raffles, akan boekit jang dekat tandjoeng Singapoera itoe hendak dipetjahkannja, maka tanahnja itoelah hendak diboeatkannja penambak di seberang sini. Hata kaësokan harinja moepakatlah kadoeanja itoe laloe sapakatlah. Maka heranlah segala hamba Allah kelak melihat pekerdjaan jang demikian itoe. Maka pada esoknja datanglah orang soeroehan toean-toean itoe memanggil koeli Tjina, Melajoe, Keling, kira-kira ada doea tiga ratoes orang; koelinja soarang satoe roepiah sahari, disoeroehkannja mentjangkol dan mengangkat tanah; ada orang jang memetjahkan batoe, karena di sitoe terlaloe banjak batoe besar-besar, masing-masing dengan pekerdjaannja; ada beberapa poeloeh orang mandoernja, kalihatan saperti lakoe orang berperang roepanja. Maka koeli poen makin sahari makin mahal. Maka apabila petang hari diangkat orang dengan goeni oeang akan membajar sakalian koeli itoe. Maka adalah pada sahari doea kali toean Raffles datang ka sitoe memerentahkan orang bekerdja itoe. Dalam itoe ada poela beberapa<noinclude></noinclude> mifr4z42g54ayhdhihj0gvp05y0eyy9 Halaman:Boenga rampai.djvu/6 104 113416 313531 2026-08-17T06:04:11Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313531 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||6}}</noinclude>nanti diboenoch. Maka masing-masing pergi mentjehari, tiada djoega dapat. Maka sahari-hari itoe memoekoel tja-nang. Maka sampai ka roemah Pak Belalang, maka poera-poeralah si Belalang bertanja: Apalah digadoehkan radja? ada moesoehkah datang?" Maka sahoet orang bertjanang: Boekannja moesoeh, tetapi radja sangat morka, sebab boe-roeng koeaunja hilang; ini radja memanggil orang pandai bertilik." Maka segala jang pandai-pandai poen pergilah meng-hadap radja, masing-masing mengaloearkan kapandaiannja. Maka tiada djoega dapat. Maka titah radja: Panggil Pak Belalang." Maka datang orang memanggil, maka Pak Bela-lang poen datang menghadap; maka titah radja: Hai Pak Belalang, tjobalah tilikkan koeaukoe hilang; kalau dapat, koeberi oepah; kalau tiada dapat, koeboenoeh, sebab semoe-anja soedah koesoeroeh bertilik, tiada djoega dapat." Maka sembah Pak Belalang: Harap diampoen, ditjobalah dehoeloe, moedah-moedahan, dengan berkat daulat barangkali dapat didalam penilik patik." Maka titah radja: Tjobalah." Maka sembah Pak Belalang: Ampoen toeankoe, memoe-hoenlah perbaraän dengan kemenjan." Maka diberikan tempat bara dengan kemenjan, maka poera-poeralah ia membakar kemenjan dengan toendoek tengadah serta menggeleng kapa-lanja. Maka ada sadjoeroes, titah radja: Apa kabar, Pak Belalang?" Maka sembahnja: Ampoen toeankoe, tjobalah tjehari di sabelah abah oetara, di pohon kajoe jang besar-besar; karena didalam tilik patik tiada hilang, tetapi pajah benar tempatnja, karena koeau itoe boeroeng membadai." Maka titah radja: Pergi tjehari." Maka Pak Belalang poen pergilah dengan boedak-boedak radja, maka si Belalang poen pergi djoega. Maka poera-poera memboeat pajah hingga terlepas tempat boeroeng itoe. Maka soedah petang hari, berkata satengah kapada satengahnja boedak-boedak radja, seraja bertanja kapada Pak Belalang: Di mana ini,<noinclude></noinclude> 2xjfolvogz9i19skll0x2l060eu6r06 Halaman:Boenga rampai.djvu/36 104 113417 313532 2026-08-17T06:04:56Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313532 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||36}}</noinclude>orang jang mendjaga akan segala orang bekerdja itoe; dan lagi toean Farquhar poen pada tiap-tiap hari tiadalah berhenti ia berkoeda, pagi-pagi pergi membahagikan tanah jang di tempat djaoeh-djaoeh: ada jang di lelang, ada jang diberi tjoema-tjoema sehadja, asal boleh sigera terang; karena semoeanja itoe lagi hoetan belaka. Maka pada soeatoe hari kata toean Farquhar kapadakoe: „Baik toean ambil sapotong tanah di kampoeng Gelam, karena kemoedian nanti mendjadi kampoeng saudagar di sana.” Maka koembillah sapotong tanah, laloe koeperboe­atlah saboeah roemah atap, dinding papan. Akan tetapi pada masa itoe doedoeklah dalam katakoetan sahadja, sebab keliling hoetan. Hata maka adalah kira-kira tiga empat boelan lamanja orang membongkar boekit itoe, maka boekit itoe poen retalah, maka segala betjak-betjak dan anak soengai dan parit dan lembah itoe poen retalah, melainkan tinggal lagi batoe jang besar-besar, saperti gadjah tingginja dan lagi poela jang terlebih besar dari pada itoe. Maka batoe itoe poen terlaloe besar goenanja; datanglah berpoeloeh orang Tjina membelah-belah batoe itoe diboeatnja roemah. Maka tiadalah kena oepah lagi; masing-masing mereboetlah, datang meminta batoe itoe; maka diberikan oranglah. Maka pada masa itoe­lah didapat orang di oedjoeng tandjoeng itoe ada saboeah batoe terhampar dalam semak-semak itoe serta dengan litjinja, ada kira-kira sadepa lebarnja, bersēgt empat, maka semoeanja penoeh dengan toelisan dipahat; akan tetapi, soenggoeh poen ada toelisannja itoe, tiadalah dapat dibatja orang, karena soedah bekas haoes di makan ajar, entah beberapa riboe tahoen, Allah jang taboe. Maka apabila didapat itoe, berkoeroemoenlah orang datang melihat batoe itoe, segala bangsa; maka kata orang Hindoe, soerat Hindoe, tetapi tiada dapat dibatjanja; dan kata orang Tjina, soerat Tjina. Maka akoe poen pergilah bersama-sama orang<noinclude></noinclude> 9islu0c7cc0duevamgelwzprg2x9q8v Halaman:Gerpolek.pdf/107 104 113418 313533 2026-08-17T06:05:14Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313533 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{ordered list|start=46 | Komando harus tegas-tangkas dan ditaati. | Mempunyai keuletan, tekad, ketabahan dan keberanian. | Mempunyai semangat pantang kalah. | Bisa cepat menyerbu dan cepat menghilang. | Bisa cepat-tepat mengukur kekuatan musuh dan menyerang gelang rantai yang lemah pada saat yang terbaik. | sanggup terus menerus memegang inisiatif dengan terus- menerus pula menyerang musuh!!!}} 6. Minimum Program Persatuan Perjuangan. Mungkin Sang Gerilya berada di tempat yang belum ada Pasukan, Partai atau Badan Ekonomi. Dalam hal itu dia perlu membentuk semuanya dari permulaan. Mungkin dia berada ditempat yang sudah ada satu atau beberapa Pasukan, satu atau beberapa Partai dan Badan Ekonomi. Dalam hal ini baiklah dia meng-koordinir semua Pasukan, Partai dan Badan yang sudah ada itu. Soal ini penting sekali untuk menghindarkan pertikaian dan kekacauan di antara kita sama kita. Dan sebaliknya supaya ada kebulatan tekad dan aksi di antara kita. Mungkin pula Sang Gerilya harus menggabungkan Daerah yang sudah dikuasainya dengan satu atau beberapa daerah lain di Indonesia, sampai dia mendapat Gabungan Nasional. Untuk mendapatkan kebulatan tekad dan aksi perlu sekali diadakan PROGRAM BERSAMA yang mengikat SEMUA aliran dari segala Pasukan, Partai dan Badan. "Persatuan Perjuangan" pada musim “Jaya Berjuang" memperoleh PERSATUAN TUJUAN itu pada MINIMUM POGRAM seperti di bawah ini: {{Ordered list|start=52 | Berunding atas pengakuan Kemerdekaan 100 %.}}<noinclude>{{rh||106}}</noinclude> tnu0lrb9peojz4niustkr7lfnc0nvg5 Halaman:Boenga rampai.djvu/7 104 113419 313534 2026-08-17T06:05:44Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313534 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>Pak Belalang?" Maka djawabnja: Entahlah." Maka ada sabentar, kata si Belalang: Baik kita balik ka belakang, ada satoe pokok kajoe besar, lepas ka sabelah kiri kita tadi." Maka diikoet kata si Belalang itoe. Tiba-tiba terdengar-lah soeara boeroeng itoe, maka diterkamlah beramai-ramai, dapatlah boeroeng itoe. Maka dipersembahkan ka-bawah doeli radja. Maka radja poen sangat soekanja, maka dikeroeniakan berpoeloeh dinar kapada Pak Belalang. Maka Pak Belalang poen bermoehoenlah balik, dengan soeka hatinja dapat belandja, boleh makan minoem berboelan-boelan. Hai Maka pada soeatoe hari ada saorang saudagar didalam negeri, kahilangan harta didalam gedoengnja, ada toedjoeh peti jang berisi emas, perak dan permata, apa lagi kain jang mahal-mahal harganja. Maka pada halnja boekan si Belalang poenja perboeatan. Maka Pak Belalang poen dipanggil oleh radja, maka ia poen pergilah menghadap. Maka ketika itoe radja poen tengah dihadap segala orang besar-besar, jaitoe menteri hoeloebalanguja, bermasjawaratkan harta saudagar jang hilang itoe. Maka titah radja: Pak Belalang, ini saudagar kaja ini, kahilangan peti toedjoeh boeah dari dalam gedoengnja, hendak kautilikkan; dji-kalau dapat nistjaja koesoeroeh beri oepah jang patoet; djika tiada dapat olehmoe, koeboenoeh." Maka Pak Belalang poen diam menoendoekkan kapalanja, didalam pikirannja: Baik akoe bertanggoeh barang tiga hari, soepaja boleh ber-tanja kapada si Belalang, kalau-kalau ia tahoe." Maka Pak Belalang poen memoehoen bertanggoeh tiga hari kapada radja; apabila tiada dapat, mana titah patik djoendjoeng-lah." Maka titah radja: Baiklah." Maka Pak Belalang poen bermoehoen balik. Maka serta sampai ka roemahnja, ia poen bertanja kapada si Belalang, maka djawab anaknja: Sakali-kali akoe tiada tahoe." Maka bertambah-tambahlah<noinclude></noinclude> d9izsdi5hgy4vt9zh3e6tjyhx4fw2sm 313536 313534 2026-08-17T06:06:33Z Lemonwithices 26124 313536 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||7}}</noinclude>Pak Belalang?" Maka djawabnja: Entahlah." Maka ada sabentar, kata si Belalang: Baik kita balik ka belakang, ada satoe pokok kajoe besar, lepas ka sabelah kiri kita tadi." Maka diikoet kata si Belalang itoe. Tiba-tiba terdengar-lah soeara boeroeng itoe, maka diterkamlah beramai-ramai, dapatlah boeroeng itoe. Maka dipersembahkan ka-bawah doeli radja. Maka radja poen sangat soekanja, maka dikeroeniakan berpoeloeh dinar kapada Pak Belalang. Maka Pak Belalang poen bermoehoenlah balik, dengan soeka hatinja dapat belandja, boleh makan minoem berboelan-boelan. Hai Maka pada soeatoe hari ada saorang saudagar didalam negeri, kahilangan harta didalam gedoengnja, ada toedjoeh peti jang berisi emas, perak dan permata, apa lagi kain jang mahal-mahal harganja. Maka pada halnja boekan si Belalang poenja perboeatan. Maka Pak Belalang poen dipanggil oleh radja, maka ia poen pergilah menghadap. Maka ketika itoe radja poen tengah dihadap segala orang besar-besar, jaitoe menteri hoeloebalanguja, bermasjawaratkan harta saudagar jang hilang itoe. Maka titah radja: Pak Belalang, ini saudagar kaja ini, kahilangan peti toedjoeh boeah dari dalam gedoengnja, hendak kautilikkan; dji-kalau dapat nistjaja koesoeroeh beri oepah jang patoet; djika tiada dapat olehmoe, koeboenoeh." Maka Pak Belalang poen diam menoendoekkan kapalanja, didalam pikirannja: Baik akoe bertanggoeh barang tiga hari, soepaja boleh ber-tanja kapada si Belalang, kalau-kalau ia tahoe." Maka Pak Belalang poen memoehoen bertanggoeh tiga hari kapada radja; apabila tiada dapat, mana titah patik djoendjoeng-lah." Maka titah radja: Baiklah." Maka Pak Belalang poen bermoehoen balik. Maka serta sampai ka roemahnja, ia poen bertanja kapada si Belalang, maka djawab anaknja: Sakali-kali akoe tiada tahoe." Maka bertambah-tambahlah<noinclude></noinclude> bu6hsbwxpheejphtyc2cf6ko1snxagh Halaman:Boenga rampai.djvu/37 104 113420 313535 2026-08-17T06:06:14Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313535 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||37}}</noinclude>dan toean Raffles dan paderi Thomsen sakalian orang melihat batoe itoe, maka koelihat bangoen-bangoen hoeroefnja akan-akan hoeroef Arab, tetapi tiada dapat dibatja, karena oleh tersangat lama, tinggal­tinggalan timboel hoeroefnja. Maka beberapa orang jang pandai-pandai datang hendak membatja itoe; ada jang membawa tepoeng lemoek-lemoek ditekan­kannja di batoe itoe, kemoedian diangkatnja; dan ada poela orang jang membawa dawat hitam, dilaboerkannja di batoe itoe, soepaja kalihatan. Maka sampai habislah kapandaian, masing-masing hendak menentekan, belasa apakah dan hoeroef apakah itoe, tiadalah dapat kanjataan­nja. Maka adalah batoe jang terseboet itoe tinggal sampai ini di sitoe dengan soeratannja timboel tinggelam. Kemoedian maka moepakatlah toean Raffles, mengatakan bahwa sanja soerat itoe soeratan Hindoe; karena bangsa itoelah bangsa jang toea dari pada segala bangsa jang telah datang ka-bawah angin ini, jang pertama sampai ka tanah Djawa dan Bali dan Siam itoe; takkalannja katoeroenannja dari pada bangsa Hindoe djoega asalnja; akan tetapi­nja saorang poen jang ada dalam negeri Singapoera itoe tiada mengetahui, entah apakah perkat­aannja, jang ada terpahat di batoe itoe, hingga sampailah tinggal batoe itoe kapada zaman toean Bahaman mendjadi goebernoer dalam tiga boeah negeri, jaitoe Singapoera, Poelau Pinang dan Malaka. Maka pada masa itoe toean Koelman mendjadi endjenir di Singapoera, maka ialah memetjahkann batoe itoe, sajang! Maka pada sangkakoe, pekerdjaan itoe sakali-kali tiada patoet; barangkali oleh sebab bebal dan bodohnja, memetjahkann itoe; oleh sebab ia tiada boleh mengetahui itoe, dipetjahkannja; maka tiada ia berpikir, barangkali ada lagi orang jang terlebih pandai dari padanja, jang boleh mengaloearkan rahasia dari dalamnja; karena ada akoe menengar kabar, di negeri Inggeris orang jang pandai-pandai, dengan {{hws|hik|hikmatnja}}<noinclude></noinclude> ioa4sbiebq4p6tt479gwg792ej3u6fy Halaman:Boenga rampai.djvu/38 104 113421 313537 2026-08-17T06:07:00Z Ibrohim tijani 26379 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '{{rh||38|}} {{hwe|matnja|hikmatnja}} dapat ia mengatahoei segala perkara jang demikian itoe dengan moedahnja, baik dari pada barang-barang bahasa atau bangsa adanja. Saperti kata Melajoe; ta boleh dibatjki, djangan dipetjahkan. Sabermoela, telah soedah ditambak sakalian lembah dan paja lejak-lekok dan loempoer, anak ajar semoeanja, kemoe­dian disekat-sekat tanah itoe, laloe ditelang. Sjahdan djikalau kiranja barang siapa jang hendak mengetahui... 313537 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh||38|}} {{hwe|matnja|hikmatnja}} dapat ia mengatahoei segala perkara jang demikian itoe dengan moedahnja, baik dari pada barang-barang bahasa atau bangsa adanja. Saperti kata Melajoe; ta boleh dibatjki, djangan dipetjahkan. Sabermoela, telah soedah ditambak sakalian lembah dan paja lejak-lekok dan loempoer, anak ajar semoeanja, kemoe­dian disekat-sekat tanah itoe, laloe ditelang. Sjahdan djikalau kiranja barang siapa jang hendak mengetahui di mana tempat boekit jang dipetjahkann oleh toean Raffles akan memboeat tambak paja djambal dan betjak-betjak jang di seberang sini itoe, maka adalah sakarang tempat itoe di oedjoeng tandjoeng Singapoera, di boeroeng Tambangan. Maka tempat itoe diperboeatkan kebon, dinamai segala djenis boenga-boengaan dan pohon-pohonan. Maka adalah dehoeloe akoe menengar kabar koempoen pada tempat itoe hendak diperboeatkan soeatoe roemah akan menareoeh gambar roepa toean Raffles, soepaja mendjadi peringatan pada segala orang, bahwa ialah telah „memboeat pekerdjaan jang besar itoe adanja; tetapi entah apakah sebabnja, maka tiada djadi pekerdjaan itoe. Maka sakarang ini adalah kebon sahadja. Maka tempat itoe bertentangan dengan roemah toean Sepotid? dan Goenati adanja. Kelakian maka ada tatkala dilelang tempat itoe, kata toean Raffles kapadakoe: „Toean, baik ambil tanah di sini barang empat lima keping, karena nanti di belakang kelak mendjadi ramai tempat ini.” Maka djawabkoe: „Toean, sehaja di mana dapat begitoe banjak oeang akan pembajar harga tanah itoe, karena sahaja lihat dilelang sakeping-sakeping tanah itoe sariboe doea ratoes, sariboe saratoes lima poeloeh ringgit; dan lagi mana belandjanja hendak memboeat roemah batoe?” Maka toean Raffles poen tersentjoem menengar perkataankoe itoe, serta kat­anja: „Djangan toean galoeh dari hal oeang itoe, kemoedian boleh di-<noinclude></noinclude> lyhjo08kjfpd9f1vo5eu07rb8iis3wx 313540 313537 2026-08-17T06:07:48Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313540 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||38|}}</noinclude>{{hwe|matnja|hikmatnja}} dapat ia mengatahoei segala perkara jang demikian itoe dengan moedahnja, baik dari pada barang-barang bahasa atau bangsa adanja. Saperti kata Melajoe; ta boleh dibatjki, djangan dipetjahkan. Sabermoela, telah soedah ditambak sakalian lembah dan paja lejak-lekok dan loempoer, anak ajar semoeanja, kemoe­dian disekat-sekat tanah itoe, laloe ditelang. Sjahdan djikalau kiranja barang siapa jang hendak mengetahui di mana tempat boekit jang dipetjahkann oleh toean Raffles akan memboeat tambak paja djambal dan betjak-betjak jang di seberang sini itoe, maka adalah sakarang tempat itoe di oedjoeng tandjoeng Singapoera, di boeroeng Tambangan. Maka tempat itoe diperboeatkan kebon, dinamai segala djenis boenga-boengaan dan pohon-pohonan. Maka adalah dehoeloe akoe menengar kabar koempoen pada tempat itoe hendak diperboeatkan soeatoe roemah akan menareoeh gambar roepa toean Raffles, soepaja mendjadi peringatan pada segala orang, bahwa ialah telah „memboeat pekerdjaan jang besar itoe adanja; tetapi entah apakah sebabnja, maka tiada djadi pekerdjaan itoe. Maka sakarang ini adalah kebon sahadja. Maka tempat itoe bertentangan dengan roemah toean Sepotid? dan Goenati adanja. Kelakian maka ada tatkala dilelang tempat itoe, kata toean Raffles kapadakoe: „Toean, baik ambil tanah di sini barang empat lima keping, karena nanti di belakang kelak mendjadi ramai tempat ini.” Maka djawabkoe: „Toean, sehaja di mana dapat begitoe banjak oeang akan pembajar harga tanah itoe, karena sahaja lihat dilelang sakeping-sakeping tanah itoe sariboe doea ratoes, sariboe saratoes lima poeloeh ringgit; dan lagi mana belandjanja hendak memboeat roemah batoe?” Maka toean Raffles poen tersentjoem menengar perkataankoe itoe, serta kat­anja: „Djangan toean galoeh dari hal oeang itoe, kemoedian boleh {{hws|di|dibidjasanakan}}<noinclude></noinclude> 3po4sl11ydk2xa0fhtdbjpqst4gfmq5 Halaman:Gerpolek.pdf/106 104 113422 313538 2026-08-17T06:07:12Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313538 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>seluruhnya Indonesia. Berhubung dengan haluan politiknya itu maka organisasi Laskar Gerilya terlepas dari pada organsasi Tentara Resmi atas dasar: LAPISAN PENYUSUN DAN BERSATU MENGGEMPUR! Di daerah pendudukan Belanda dan di daerah atau di pegunungan yang terkepung oleh Tentara musuh, maka Laskar Gerilya adalah sumber dari segala-gala. Dalam hal ini Laskar Gerilya akan memimpin pertempuran, politik, sosial dan perekonomian Rakyat. Disinilah Laskar Rakyat menyandarkan taktik-Gerilya itu kepada politik dan ekonomi. Disinilah Sang Gerilya memegang dan menyelenggarakan GERPOLEK sebagai senjata yang maha tajam untuk mengkikis semua kekuasaan musuh dari seluruhnya bumi Indonesia. 4. Beberapa petuah militer pegangan Napoleon. Seorang hulubalang: {{Ordered list|start=38 |haruslah mempunyai otak yang terang bak-gelas. |haruslah tangkas bertindak mengatasi musuh. |haruslah menganggap Kehormatan-Pahlawan lebih mahal dari pada jiwanya sendiri. |haruslah sanggup berjalan 20 KM sehari dan bertempur. |menganggap ketabahan dan keuletan lebih penting dari pada keberanian. |haruslah insyaf, bahwa Pasukan-Kecil yang bergerak dengan cepat sama sekali atau lebih hebat dari pada Pasukan-Besar yang bergerak lambat. |haruslah pusatkan serangan terhadap satu urat-nadi musuh. 5. Beberapa syarat untuk Sang Gerilya. |Cakap membikin rencana dengan cepat-tepat. }}<noinclude>{{rh||105}}</noinclude> hq37iywjqava7penh6j632tsa9kgmbv 313539 313538 2026-08-17T06:07:46Z Iripseudocorus 23824 313539 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>seluruhnya Indonesia. Berhubung dengan haluan politiknya itu maka organisasi Laskar Gerilya terlepas dari pada organsasi Tentara Resmi atas dasar: LAPISAN PENYUSUN DAN BERSATU MENGGEMPUR! Di daerah pendudukan Belanda dan di daerah atau di pegunungan yang terkepung oleh Tentara musuh, maka Laskar Gerilya adalah sumber dari segala-gala. Dalam hal ini Laskar Gerilya akan memimpin pertempuran, politik, sosial dan perekonomian Rakyat. Disinilah Laskar Rakyat menyandarkan taktik-Gerilya itu kepada politik dan ekonomi. Disinilah Sang Gerilya memegang dan menyelenggarakan GERPOLEK sebagai senjata yang maha tajam untuk mengkikis semua kekuasaan musuh dari seluruhnya bumi Indonesia. 4. Beberapa petuah militer pegangan Napoleon. Seorang hulubalang: {{Ordered list|start=38 |haruslah mempunyai otak yang terang bak-gelas. |haruslah tangkas bertindak mengatasi musuh. |haruslah menganggap Kehormatan-Pahlawan lebih mahal dari pada jiwanya sendiri. |haruslah sanggup berjalan 20 KM sehari dan bertempur. |menganggap ketabahan dan keuletan lebih penting dari pada keberanian. |haruslah insyaf, bahwa Pasukan-Kecil yang bergerak dengan cepat sama sekali atau lebih hebat dari pada Pasukan-Besar yang bergerak lambat. |haruslah pusatkan serangan terhadap satu urat-nadi musuh. <br> 5. Beberapa syarat untuk Sang Gerilya. |Cakap membikin rencana dengan cepat-tepat. }}<noinclude>{{rh||105}}</noinclude> 6a7idsu694o3qlq41g0tyqm2atz6bgw Halaman:Boenga rampai.djvu/39 104 113423 313541 2026-08-17T06:08:54Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313541 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||39}}</noinclude>{{hwe|bitjarakan|dibitjarakan}}, asal toean ambil tempat ini dehoeloe.” Maka adalah dari sebab bodohkoe dan koerang pikirankoe, maka pada sangkakoe mendjadi hoetan­lah kelak; nistjaja soesah­lah kelak akoe hendak poelang ka Malaka; dan lagi pada ketika itoe terlaloe senang mendapat oeang dalam Singapoera. Bahwa adalah adatkoe pada masa itoe, enam boelan sakali akoe poelang ka Malaka; maka pada pikirankoe: djikalau koeambil tanah dan memboeat roemah, nistjaja tiadalah boleh akoe poelang ka Malaka. Dan sabagai lagi, bahwa sakali-kali tiadalah koesoengkakan negeri Singapoera boleh mendjadi seramai itoe. Dan lagi poela tiada koekatahoei dilelang tanah itoe, tjoema-tjoema sehadja, dengan tiada diambil harganja, nama sehadja lelang. Maka itoelah koedapati akal toean Raffles itoe terlaloe dalam. Adapoen djika dibahagikannja sehadja tanah itoe tjoema-tjoema, maka tadapat tiada segala orang miskin mereboet kelak mengambil tanah itoe, maka sampai bilakah kelak boleh ia membangoenkan roemah batoe; maka sebab itoelah dilelangnja tanah itoe, dengan harga mahal, soepaja orang kaja sehadja membeli, boleh dengan sigeranja djadi roemah. Bahwa demikianlah adanja sebab koerang pikirankoe dan bodohkoe pada masa itoe, tiada menoeroet perkataan toean Raffles, menjoeroehkan dakoe mengambil tanah itoe; maka beharoe­lah sakarang akoe menjesal, akan tetapi apakah goenanja, saperti kata Melajoe: „soal dehoeloe pendapatan; soal kemoedian itoe soeatoe apa poen tiada goenanja.” Sjahdan kemoedian dari pada itoe maka toean Raffles poer­pindah­lah kaatas boekit Larangan itoe, sebab orang Poetih terlaloe banjak datang hendak memboeat roemah. Maka boekit itoe poen berkeliling disoeroeh terangkan; maka didapati oranglah banjak pohon boeah-boeahan di sitoe, saperti pohon doerian, besarnja sapemeloek, doea penjelek; maka oleh sebab sangat toewanja itoe, tiadalah lagi besar<noinclude></noinclude> aricosk2r7d47hqou2imi6n1nxq09qy Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/63 104 113424 313542 2026-08-17T06:08:59Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313542 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{Bold|{{sp|PENGORBANAN}}}}|||61}}</noinclude>„Ini toch boekti-boekti..... ?"'ntjik Hwie-bing kata poelah dan awasin ia dengen bengis. Dengen goemeteran, dengen soeara terpoetoes-poetoes, Pik laloe tetepken hatinja dan kamoedian laloe toetoerken semoea doedoeknja perkara jang bener. „Omong kosong! Tjoema kau poenja tetesan darah nanti jang mampoe tjoetji itoe noda!" kata 'ntjik Hwie-bing. „Apa kau artiken itoe 'tetesan darah'?" 'ntjim Hwie-bing menanjah. „Diam; pergi dari sini, masoek kau poenja kamar sendiri," saoetnja 'ntjik Hwie-bing sembari tolak ka loear itoe istri. „Tida; akoe maoe djaga ia. Kau maoe apain padanjain?" 'ntjim Hwie-bing kata poelah. Zonder banjak kata lagi 'ntjik Hwie-bing laloe seret istrinja masoek ka dalem iapoenja kamar sendiri dan laloe kontji dari loear apabila ia soeda berada di dalem. Kamoedian 'ntjik Hwie-bing laloe kloear ka roeangan depan, paranin Hong-hwie jang menenggoe. „'Nko Hong-hwie, kau sekarang boleh bawa ia ka itoe tepi pasisir, adjak ia sendirian menoempang ka atas itoe prace, di mana kau minta ia pilih satoe antara doea: laoetan atawa sendjata." „Inilah terlaloe ngerih, 'nko Hwie-bing, sedeng moestinja tjoekoep kaloe kau oesir padanja. Boekankah ia ada darah-daging sendiri?" „Djoestroe itoe akoe tida maoe ia moesti kaleleran di loear, boeat lebih memboesoekin namakoe lebih loeas......." Poetoesannja 'ntjik Hwie-bing tida bisa dibantah poelah.<noinclude></noinclude> d5ij1fsfv8k0sffqm9unded3s4i7quh Halaman:Gerpolek.pdf/105 104 113425 313543 2026-08-17T06:09:04Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313543 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>kebangsaan atau kemurbaan. Kita kenal ketabahan Laskar Hizbullah, yang bersandar pada keagamaan itu. Kita kenal pula pada kekuatan Barisan Banteng, serta ketangkasan Barisan Pemberontak. Laskar Rakyat dan sebagainya, yang bersandar kepada politik kebangsaan dan kemurbaan. Semuanya ini tiada menjadi halangan untuk membentuk Laskar Gerilya atau menggabungkan beberapa Laskar yang ada. Yang terpenting buat sesuatu Laskar Gerilya ialah TAKTINYA berjuang dan CARANYA menggabungkan dirinya dengan Masyarakat disekitarnya. Ringkasnya Laskar Gerilya boleh disusun pekerjaan (golongan) boleh pula menurut Pandangan Hidup dan Haluan Politik (keagamaan, kebangsaan atau kemurbaan-keproletaran). 3. Tempatnya Gerilya. Dalam pertempuran yang dilakukan di dalam Daerah Republik, maka Laskar Gerilya seharusnya dan sedapatnya kerja sama dengan pimpinan Tentara Republik yang berjuang, laskar Gerilya membantu Tentara Resmi disemua tempat yang ditunjukkan oleh Tentara resmi revolusioner. Dalam hal ini, maka laskar Gerilya melakukan pekerjaan disayap kiri atau sayap kanan musuh atau di belakang frontnya musuh itu. Tetapi Laskar Gerilya harus memegang teguh pendiriannya, yakni kemerdekaan 100 %. Dia akan meneruskan perjuangannya terbuka atau tertutup sebelum kemerdekaan 100 % itu tercapai. Dalam keadaan "Gencatan Senjata" maka dia terus berpedoman kepada kemerdekaan 100 %. Dia akan mau berhenti, kalau kemerdekaan 100 % terjamin. Dan dia akan terus berjuang, terbuka atau tertutup, ialah menurut kekuataannya. Kalau "gencatan senjata" itu tiada berarti kemerdekaan 100 %, ialah Kemerdekaan dalam hal politik, ekonomi, urusan luar negeri, kemiliteran dan keuangan buat<noinclude>{{rh||104}}</noinclude> 5egjj34wf762hvato3zzpttp5sb071b Halaman:Boenga rampai.djvu/100 104 113426 313544 2026-08-17T06:09:33Z Lemonwithices 26124 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'hamba poen berkatalah: Adoehai adinda, jang elok paras, maka djanganlah dilakoekan jang demikian itoe, dan kakanda poehoenkan dengan nama Allah, maka hilangkanlah sakali morka jang demikian dari pada hati adinda, dan djanganlah poela adinda menaroeh niat dan maksoed jang demikian itoe, karena marika kadoea itoe saudara kapada kakanda ini; dan lagi sia-sialah bagi kita membalaskan kadjahatan itoe dengan kadjahatan.” Ja toeankoe djin, maka dengan... 313544 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Lemonwithices" />{{rh||100}}</noinclude>hamba poen berkatalah: Adoehai adinda, jang elok paras, maka djanganlah dilakoekan jang demikian itoe, dan kakanda poehoenkan dengan nama Allah, maka hilangkanlah sakali morka jang demikian dari pada hati adinda, dan djanganlah poela adinda menaroeh niat dan maksoed jang demikian itoe, karena marika kadoea itoe saudara kapada kakanda ini; dan lagi sia-sialah bagi kita membalaskan kadjahatan itoe dengan kadjahatan.” Ja toeankoe djin, maka dengan perkataan hamba jang demikian itoe dapatlah hamba melenu- boetkan hati isteri hamba itoe. Satelah soedahlah hamba berkata-kata itoe, laloe diterbangkannjalah hamba dari poelau itoe, laloe diletakkannja hamba di atas boeboengan roemah hamba sendiri di dalam negeri hamba itoe. Satelah itoe maka ia poen gaiblah dari pada mata hamba, maka hamba poen toeroenlah serta memboekai segala pintoe roemah hamba itoe dan hamba galilah oeang jang hamba tanamkan tiga riboe dirham itoe serta hamba memoelai memboeka gedoeng hamba poela, laloe berdjalanlah hamba melawati segala saudagar, jang gedoengnja dekat-dekat dengan tempat hamba itoce. Maka hamba kabarkanlah sekalian hal .hamba kadatangan peri itoe. Satelah soedah maka hamba poen kembalilah ka gedoeng hamba, maka heranlah hamba melihatkan doea ekor andjing hitam ini, datang mendapatkan hamba dengan kalakoean jang lemah lemboet; sambil mengibas-ngibaskan ekornja dan menoendoekkan kapalanja itoe. Maka tiadalah bamba katahoei, apa gerangan sebabnja maka demikian lakoenja andjing kadoea ekor itoe. Kemoedian maka isteri hamba itoe poen menjatakar dirinja poela kapada hamba sambil ia berkata, katanja; -Adoehai kakanda soeamikoe, djanganlah kiranja kakanda taadjoeb oleh melihatkan doea ekor andjing hitam ini di dalam roemah kakanda, karena ia inilah kadoea saudara toeanhamba itoe telah mengambil sifat andjing.” Ja tocankoe penghoeloe segala djin, demi<noinclude></noinclude> 5314pckiaq0yaneuaux8vsr4nds62om 313545 313544 2026-08-17T06:09:43Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313545 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||100}}</noinclude>hamba poen berkatalah: Adoehai adinda, jang elok paras, maka djanganlah dilakoekan jang demikian itoe, dan kakanda poehoenkan dengan nama Allah, maka hilangkanlah sakali morka jang demikian dari pada hati adinda, dan djanganlah poela adinda menaroeh niat dan maksoed jang demikian itoe, karena marika kadoea itoe saudara kapada kakanda ini; dan lagi sia-sialah bagi kita membalaskan kadjahatan itoe dengan kadjahatan.” Ja toeankoe djin, maka dengan perkataan hamba jang demikian itoe dapatlah hamba melenu- boetkan hati isteri hamba itoe. Satelah soedahlah hamba berkata-kata itoe, laloe diterbangkannjalah hamba dari poelau itoe, laloe diletakkannja hamba di atas boeboengan roemah hamba sendiri di dalam negeri hamba itoe. Satelah itoe maka ia poen gaiblah dari pada mata hamba, maka hamba poen toeroenlah serta memboekai segala pintoe roemah hamba itoe dan hamba galilah oeang jang hamba tanamkan tiga riboe dirham itoe serta hamba memoelai memboeka gedoeng hamba poela, laloe berdjalanlah hamba melawati segala saudagar, jang gedoengnja dekat-dekat dengan tempat hamba itoce. Maka hamba kabarkanlah sekalian hal .hamba kadatangan peri itoe. Satelah soedah maka hamba poen kembalilah ka gedoeng hamba, maka heranlah hamba melihatkan doea ekor andjing hitam ini, datang mendapatkan hamba dengan kalakoean jang lemah lemboet; sambil mengibas-ngibaskan ekornja dan menoendoekkan kapalanja itoe. Maka tiadalah bamba katahoei, apa gerangan sebabnja maka demikian lakoenja andjing kadoea ekor itoe. Kemoedian maka isteri hamba itoe poen menjatakar dirinja poela kapada hamba sambil ia berkata, katanja; -Adoehai kakanda soeamikoe, djanganlah kiranja kakanda taadjoeb oleh melihatkan doea ekor andjing hitam ini di dalam roemah kakanda, karena ia inilah kadoea saudara toeanhamba itoe telah mengambil sifat andjing.” Ja tocankoe penghoeloe segala djin, demi<noinclude></noinclude> gn83jtz4ie8f42chran84elx5eqjliq Halaman:Boenga rampai.djvu/40 104 113427 313546 2026-08-17T06:09:49Z Ibrohim tijani 26379 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'boeahnja, saperti poetik-poetik doerian besarnja; dan boeah doekoé poen ada, dan pohon limau, djam­boe, boeahnja saperti limau nipis besarnja; maka banjak lagi djenis boeah-boeahan, langsat dan sabagainja, dan boeah-boeah jang boesoek-boesoek poen ada, jaitoe saperti pohon petai dan djering. Sabermoela maka adalah hal toean Raffles doedoek dalam negeri Singapoera itoe, saperti halnja jang telah koeseboetkan, tatkala ia diam di Malaka djoega: emp... 313546 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ibrohim tijani" />{{rh||40}}</noinclude>boeahnja, saperti poetik-poetik doerian besarnja; dan boeah doekoé poen ada, dan pohon limau, djam­boe, boeahnja saperti limau nipis besarnja; maka banjak lagi djenis boeah-boeahan, langsat dan sabagainja, dan boeah-boeah jang boesoek-boesoek poen ada, jaitoe saperti pohon petai dan djering. Sabermoela maka adalah hal toean Raffles doedoek dalam negeri Singapoera itoe, saperti halnja jang telah koeseboetkan, tatkala ia diam di Malaka djoega: empat orang makan gadji, pada saboelan saorang sapoeloeh ringgit, dengan pekerdjaan pergi mentjari segala perkara dan benda jang adjaib-adjaib adanja. Maka dalam Singapoera terlebih poela banjak ia mendapat perkara jang demikian itoe dari pada jang didapatnja dari dalam negeri Malaka adanja. Sabermoela maka pada soeatoe pagi toean Farquhar berdjalan ka sebelah soengai Roetjah, serta dibawanja andjingnja. Maka andjing itoe hendak pergi mentjari ajar di soengai itoe, maka tiba-tiba disambar oleh boeaja. Maka sabentar lagi diberi tahoekan oranglah kapada toean Farquhar hal andjingnja itoe soelah dimakan boeaja. Maka oleh toean Farquhar dipanggilnja sakalian orang di sitoe, disoeroehnja mengempang soengai itoe. Setalah soedah maka boeaja itoe poen terkepoeenglah, laloe ditikam orang sampai mati. Ada tiga depa pandjangnja. Maka beharoe­lah dikatahoei orang, ada boeaja di Singapoera. Maka oleh toean Farquhar disoeroehnja ambil bangkai boeaja itoe, digantoengkannja dipohon djawi-djawi jang ditepi soengai Berns Basah itoe adanja. Sjahdan maka pada soeatoe hari datanglah sapoetjoek soerat Melajoe, jaitoe dari pada radja Siam kapada toean Raffles. Maka adalah perkataan isi soerat itoe, banja Radja Siam itoe hendak berkasih-kasihan djoega dengan kompeni Inggeris, akan tetapi sangatlah ia membesarkan dirinja; lagi<noinclude></noinclude> ghe765sagkeclhm114apmxa7t2vntuf 313547 313546 2026-08-17T06:10:02Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313547 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||40}}</noinclude>boeahnja, saperti poetik-poetik doerian besarnja; dan boeah doekoé poen ada, dan pohon limau, djam­boe, boeahnja saperti limau nipis besarnja; maka banjak lagi djenis boeah-boeahan, langsat dan sabagainja, dan boeah-boeah jang boesoek-boesoek poen ada, jaitoe saperti pohon petai dan djering. Sabermoela maka adalah hal toean Raffles doedoek dalam negeri Singapoera itoe, saperti halnja jang telah koeseboetkan, tatkala ia diam di Malaka djoega: empat orang makan gadji, pada saboelan saorang sapoeloeh ringgit, dengan pekerdjaan pergi mentjari segala perkara dan benda jang adjaib-adjaib adanja. Maka dalam Singapoera terlebih poela banjak ia mendapat perkara jang demikian itoe dari pada jang didapatnja dari dalam negeri Malaka adanja. Sabermoela maka pada soeatoe pagi toean Farquhar berdjalan ka sebelah soengai Roetjah, serta dibawanja andjingnja. Maka andjing itoe hendak pergi mentjari ajar di soengai itoe, maka tiba-tiba disambar oleh boeaja. Maka sabentar lagi diberi tahoekan oranglah kapada toean Farquhar hal andjingnja itoe soelah dimakan boeaja. Maka oleh toean Farquhar dipanggilnja sakalian orang di sitoe, disoeroehnja mengempang soengai itoe. Setalah soedah maka boeaja itoe poen terkepoeenglah, laloe ditikam orang sampai mati. Ada tiga depa pandjangnja. Maka beharoe­lah dikatahoei orang, ada boeaja di Singapoera. Maka oleh toean Farquhar disoeroehnja ambil bangkai boeaja itoe, digantoengkannja dipohon djawi-djawi jang ditepi soengai Berns Basah itoe adanja. Sjahdan maka pada soeatoe hari datanglah sapoetjoek soerat Melajoe, jaitoe dari pada radja Siam kapada toean Raffles. Maka adalah perkataan isi soerat itoe, banja Radja Siam itoe hendak berkasih-kasihan djoega dengan kompeni Inggeris, akan tetapi sangatlah ia membesarkan dirinja; lagi<noinclude></noinclude> 2qz8cqr3hnt7r81mhe5wdlxbj47podb Halaman:Gerpolek.pdf/104 104 113428 313548 2026-08-17T06:10:24Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313548 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>2. Susunan Laskar Gerilya. Sebenarnya Laskar Gerilya tak memandang kelas (golongan) di antara Rakyat Indonesia. Anak Ningrat, anak saudagar, anak buruh atau anak tani boleh menjadi anggota Laskar Gerilya atau memimpin satu pasukan Gerilya. Asal saja dia menganut politik dan program kemerekaan 100 %. Yang menjadi ukuran terakhir baginya ialah kejujuran dalam politik kemerdekaan itu, kecakapan bertempur atau memimpin. Tetapi umumnya dalam hal susunan itu berlaku pula pepatah: ASAL MINYAK-KEMINYAK, ASAL AIR-KEAIR. Kaum buruh pabrik atau tambang senang berkumpul dengan bruh pabrik atau tambang pula. Kaum tani kebun atau desa lebih mudah pula berkumpul dengan jembelan kota. Karena saling lekas mengerti, saling lekas merasa, lantaran persamaan pekerjaan, kepentingan dan persoalan hidup, maka mereka lekas pula berikatan jiwa satu dengan lainnya. Saling mengerti dan saling merasa itulah pangkalnya usaha tolong-bertolong. Dan sifat suka tolong-bertolong itulah pula jiwanya sesuatu susunan (organisasi) apa lagi susunan untuk bertempur. Begitu pula buat melancarkan pimpinan serta komando pertempuran, maka sebaiknyalah pula para opsir dipilih dari masing-masing golongan pasukan, buruh dipimpin oleh opsir buruh, pasukan tani oleh opsir tani, jembel kota oleh intellekt jembel dan sebagainya, di sekitar masing-masing. Sudahlah tentu, opsir dari golongan apapun juga, asal jujur dan setia kepada pasukannya boleh menjadi opsir. Supaya boleh dicocokkan dengan keadaan yang sudah ada disekitar kita sekarang, maka PEMANDANGAN HIDUP dan HALUAN POLITIK pun boleh pula dipakai sebagai ukuran. Laskar dan BARISAN sekarang mengambil dasar keagamaan, dan haluan politik<noinclude>{{rh||103}}</noinclude> p1rorljmz1789mfzpxvp681krzmyec1 Halaman:Boenga rampai.djvu/9 104 113429 313549 2026-08-17T06:10:57Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313549 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||9}}</noinclude>sehaja hendak minta lepaskan njawa dari pada boenoekh : radja.” Maka kata Pak Belalang: -Naiklah! Boekankah akoe kata, baik djoega engkau lekas mendapatkan dakoe; kalau tiada, tentoe engkau mati.” Maka si Nafsoe poen. sangatlah takoetnja akan Pak Belalang, serta katanja: Harta datoek saudagar itoe ada, belom loea, lagi ada: sehaja simpan didalam hoetan; kalau bapak boleh melepas- kan sehaja dari pada kena boenoeh. ambil peti-peti itoe,. biar sehaja toendjoekkan tempatnja.” Maka kata Pak Belalang: Boleh koelepaskan njawamoe, tetapi akoe hendak malam ini bawa kamari; kalau tiada, tentoe engkau se- moea mati.” Maka Pak Belalang poen hilang soesahnja,. serta kata Pak Belalang: -Baik djoega lekas engkau datang, tjah, tjoeh, tjah!” Maka si Nafsoe poen pergilah bersama- sama kawan-kawannja mengangkat peti-peti itoe kabawah roemah Pak Belalang. Maka pagi-pagi hari Pak Belalang poen pergilah menghadap radja dengan soekatjita hatinja. Maka serta sampai maka radja poen sigera bertitah: -Apa kabar, Pak Belalang?” Maka sembahnja: Ampoen, toeankoe, dengan berkat daulat toeankoe, dapat harta saudagar itoe semoeanja dengan belom loea. Maka jang pentjoeri poen dapat, toedjoeh orang; maka soedah patik koempoelkan dibawah teratak patik; nama kepala pentjoeri itoe si Nafsoe. Maka djika dengan limpah keroenia dari bawah doeli toeankoe, patik memoehoen ampoen akan si Nafsoe pen- tjoeri itoe.” Maka titah radja: -Baiklah, asal dapat harta benda saudagar itoe; jang engkau poen dapat oepah.” Maka. radja poen soekalah serta menjoeroeh memanggil saudagar. . Maka saudagar poen datang dengan sigeranja; maka serta sampai saudagar itoe dipenghadapan radja, maka radja poen- bertitah: .Hai saudagar, adapoen hartamoe jang hilang itoe soedah dapat semoeanja, dengan pentjoeri-pentjoerinja dapat sakalian.” Maka saudagar poen mengoetjap sjoekoer -<noinclude></noinclude> c0g174kqg30z1st4ayfyabqc8hmnxn4 Halaman:Boenga rampai.djvu/41 104 113430 313550 2026-08-17T06:11:06Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313550 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||42}}</noinclude>poen dengan sangat ia memoedji kabesaran karadjaannja. Adapoen soerat itoe koeli­hat kertasnja tiga pendjoeroe sehadja, maka jang sapendjoeroe itoe ditjarikkannja oedjoengnja. Maka satelah soedah koebatjakan soerat itoe, maka kata toean Raffles: „Apa ertinja kertas ini tiada sapendjoeroe?” Maka djawabkoe: „Entahlah toean; belom pernah sehaja bertemoe dengan jang begini roepa. Adapoen bekasnja ini, sengadja dikojakkan, boekannja kertas kojak dari asalnja.” Maka djawab toean Raffles itoe: „Pikirilah benar-benar, apakah ertinja sapendjoeroe itoe dikojakkan­nja.” Maka djawabkoe: „Sehaja tiada tahoe, toean.” Maka djawabnja: „Ini soerat rehasia besar, jang belom entjik Abdoe’lah tahoe, sehaja boleh menjatakan ertinja. Adapoen sebab tekeboer dan kabesaran serta bodohnja radja Siam itoe. Pada pikirannja negerinja itoe­lah semoea doenia ini, maka jang sapendjoeroe dikojak­kannja, itoelah sehadja negeri jang lain-lain adanja.” Maka apabila koedengar akan perkataan toean Raffles itoe, maka heranlah akoe dengan sabesar-besar heran, oleh sebab dikatahoeinja akan segala rehasia. Maka pada ketika itoelah masoek pikiran kadalam hatikoe, bahwa saoenggoehnja, ia inilah saorang bidjaksana adanja, karena doea perkara jang telah koedapati rehasia jang besar-besar, jang tiada didapat orang didapatinja: Bahwa pertama-tama, tatkala di Malaka dehoeloe ia menangkap soerat bohong tengkoe Panglima besar, jang dikatakannja soerat dari pada soesoehoenan Bentaram; dan kadoea, mendapat rehasia soerat dari pada radja Siam ini. Maka sakalian itoe koeta­roeh­lah didalam hati. Maka inilah koetoeliskan dalam hikajatkoe ini, kalau-kalau moedah-moedahan orang jang membatja hikajat ini dapat mengambil ibarat orang jang bidjaksana itoe, bagaimana ia telah mendapat kabesaran dan kamoeliaan serta kakajaan dan nama jang besar itoe; bahwa jaitoe boekannja sebab bagoes roepanja, atau<noinclude></noinclude> s91fc1rzzkebixzxk6258yh7pxhouib 313551 313550 2026-08-17T06:11:24Z Ibrohim tijani 26379 313551 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||41}}</noinclude>poen dengan sangat ia memoedji kabesaran karadjaannja. Adapoen soerat itoe koeli­hat kertasnja tiga pendjoeroe sehadja, maka jang sapendjoeroe itoe ditjarikkannja oedjoengnja. Maka satelah soedah koebatjakan soerat itoe, maka kata toean Raffles: „Apa ertinja kertas ini tiada sapendjoeroe?” Maka djawabkoe: „Entahlah toean; belom pernah sehaja bertemoe dengan jang begini roepa. Adapoen bekasnja ini, sengadja dikojakkan, boekannja kertas kojak dari asalnja.” Maka djawab toean Raffles itoe: „Pikirilah benar-benar, apakah ertinja sapendjoeroe itoe dikojakkan­nja.” Maka djawabkoe: „Sehaja tiada tahoe, toean.” Maka djawabnja: „Ini soerat rehasia besar, jang belom entjik Abdoe’lah tahoe, sehaja boleh menjatakan ertinja. Adapoen sebab tekeboer dan kabesaran serta bodohnja radja Siam itoe. Pada pikirannja negerinja itoe­lah semoea doenia ini, maka jang sapendjoeroe dikojak­kannja, itoelah sehadja negeri jang lain-lain adanja.” Maka apabila koedengar akan perkataan toean Raffles itoe, maka heranlah akoe dengan sabesar-besar heran, oleh sebab dikatahoeinja akan segala rehasia. Maka pada ketika itoelah masoek pikiran kadalam hatikoe, bahwa saoenggoehnja, ia inilah saorang bidjaksana adanja, karena doea perkara jang telah koedapati rehasia jang besar-besar, jang tiada didapat orang didapatinja: Bahwa pertama-tama, tatkala di Malaka dehoeloe ia menangkap soerat bohong tengkoe Panglima besar, jang dikatakannja soerat dari pada soesoehoenan Bentaram; dan kadoea, mendapat rehasia soerat dari pada radja Siam ini. Maka sakalian itoe koeta­roeh­lah didalam hati. Maka inilah koetoeliskan dalam hikajatkoe ini, kalau-kalau moedah-moedahan orang jang membatja hikajat ini dapat mengambil ibarat orang jang bidjaksana itoe, bagaimana ia telah mendapat kabesaran dan kamoeliaan serta kakajaan dan nama jang besar itoe; bahwa jaitoe boekannja sebab bagoes roepanja, atau<noinclude></noinclude> 3fngk6e1ozlpb7snxljohh9vh7ybqwd Halaman:Gerpolek.pdf/103 104 113431 313552 2026-08-17T06:11:40Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313552 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Laskar Gerilya dapat diterima menjadi bagian dari pada Tentara Rakyat! Demikian pula Tentara Rakyat boleh mengutamakan Taktik- Gerilya secara besar-besaran. Tentara Rakyat, Laskar Rakyat dan Laskar Gerilya, bukanlah Tentara FEDERAL atau tentara yang saja dan dibentuk oleh KERJA-SAMA dengan Belanda. Opsir KNIL atau KMA dalam seluruhnya Revolusi ini belum pernah menunjukan inisiatif, kecakapan dan keulungan LEBIH dari pada opsir bentukan Jepang dalam tiga atau enam bulan. Boleh dikatakan hampir seluruh Tentara Laskar dan Barisan Rakyat yang berjasa dalam Revolusi, adalah hasil INISIATIF dan JASA Rakyat/Pemuda. Didikan serta latihan kader opsir cap KNIL dan KMA akan memakan ongkos terlampau besar yang tiada dapat dipikul Rakyat yang sudah miskin itu. Bagaimana didikan dan latihan KADER OPSIR Republik sesudah Merdeka 100 %, kelak akan ditentukan oleh FILSAFAT POLITIK dan sifatnya Republik Inodneisa, serta oleh kemajuan INDUSTRI Indonesia pula. Ini adalah urusan Rakyat Indonesia semata-mata. Bukannya urusan Belanda, ataupun urusan yang boleh dicampuri oleh Belanda! Dalam perang dunia yang baru lalu sama sekali Belanda tak menunjukkan keulungan dalam kemiliteran. Kita tak boleh mengizinkan Belanda kembali IKUT-SERTA membentuk nama apa saja. Semua macam tentara yang dibentuk Belanda itu tentu Tentara di Indoensia, dengan nama TENTARA FEDERAL, atau dengan akan bersifat KOLONIAL. Tentara federal itu akan berarti satu Tentara yang terpisah dari Rakyat atas ongkosnya Rakyat, buat menindas Rakyat itu sendiri. Mempercayakan 70 juta Rakyat kita kembali kepada Tentara yang dibentuk oleh tukang warung Belanda berarti memancing kembalinya MALAPETAKA, seperti pada tanggal 8 Maret 1942!!!<noinclude>{{rh||102}}</noinclude> ev4xsmekoauqhhdvn6mvnhzhips8n97 Halaman:Boenga rampai.djvu/42 104 113432 313553 2026-08-17T06:12:16Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313553 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||42}}</noinclude>sebab tinggi bangsanja, melainkan bidjaksananja dan ilmoenja karena adalah tatkala zaman toean Raffles itoe moeda lagi, ia mendjadi djoeroetoelis saperti orang kabanjakan djoega. Sabermoela kemoedian dari pada itoe maka kat­anja kapadakoe: „Sehaja maoe menjoeroeh entjik mengarangkan sapoetjoek soerat akan balasan soerat ini kapada radja Siam. Maka boleh sebaja beri pikiran kapada entjik; satelah itoe boleh entjik karangkan soerat itoe bagaimana patoelnja.” Maka djawabkoe: „Baiklah toean.” Laloe kat­anja. „Doedoeklah entjik dehoeloe,” sambil ia tersentjoem-sentjoem, seraja berkata: „Adapoen kahendak sehaja itoe, hendak menempelak akan dia, sebab ia sangat menoendjoekkan kabesarannja itoe. Entjik mengerti baik-baik akan ibarat tjerita sehaja ini: Adalah saorang kanak-kanak; apabila diperanakkan oleh iboenja, maka dilihatnja saekor ajam djantan sehadja. Maka satelah dilihatnja itoe maka mata­nja poen boetalah kadoeanja, laloe dipeliharakanlah oleh iboe bapannja akan dia sehingga tjoekoep besarnja. Maka didengarnja berbagai-bagai kabar orang bertjerita demikian: „Pada zaman ini karadjaan Inggeris terlaloe besar.” Maka djawab orang boeta itoe: „Adakah saperti ajam djantan besarnja?” Maka kata orang itoe: „Amboi! radjatnja terlaloe banjak.” Maka djawab si Boeta: „Adakah sabanjak boeloe ajam djantan itoe radjat Inggeris?” Maka kata orang itoe: „Terlaloe pandai Inggeris berperang.” Maka djawabnja: „Adakah saperti pandai ajam djantan itoe menjaboeng?” Maka kata orang itoe: „Terlaloe banjak hikmatnja.” Maka djawab si Boeta: „Adakah saperti hikmat ajam djantan itoe?” Maka kata orang itoe: „Djikalau engkau menengar boenji meriamnja poen, engkau nanti mati.” Maka djawab si Boeta: „Adakah saperti boenji ajam djantan itoe berkoekoek?” Maka demikianlah sakalian<noinclude></noinclude> nko8a6x5ta0xxavxykwgeoe6k3loq7w Halaman:Boenga rampai.djvu/43 104 113433 313554 2026-08-17T06:12:54Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313554 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||43}}</noinclude>perkataan dan kabar orang jang didengarnja itoe, semoeanja dibandingkannja dengan ajam djantan itoelah djoega, karena itoelah jang telah dipandangnja; maka djikalau ada ia memandang perkara jang lain, bolehlah dibandingkannja dengan dia. Demikian halnja kaadaan radja Siam itoe poen; sebab tiada dipandangnja negeri-negeri jang lain dan karadjaan jang lain dan angkatan perang jang besar-besar, disangkakannja negerinja itoelah sehadja doenia ini, dan karadjaannja itoelah sehadja dalam doenia ini, saperti orang boeta jang melihat ajam djantan itoelah sehadja; maka djikalau dilihatnja, negeri Inggeris jang besar amat dan negeri besar-besar jang lain, dan bagaimana kabesaran karadjaannja dan banjak hartanja dan raajatnja dan sendjatanja, beharoe­lah ia mengetahoei negerinja itoe saperti soeatoe noktah djoega dalam boelat doenia ini.” Kelakian maka apabila soedah ia bertjerita itoe maka kat­anja: „Pergilah entjik karangkan soerat itoe. Esok petang kapal hendak ber­layar. Tiada apa perkataan lain, melainkan berkasih-kasihan antara kadoea pihak, jaitoe kompeni Inggeris dengan dia. Maka ada hadiah, doea peti sakelat berdjenis-djenis, dan lima kajoë kasah boenga emas.” Maka satelah koedengar perkataannja itoe, maka penoehlah pikiran dalam hatikoe terlaloe ganda, saperti oempama saboeah perahoe jang sarat moetan. Demikianlah hal penoehnja pikiran dalam hatikoe, hendak mengarangkan soerat itoe. Sabagai lagi dikahendakinja poela, toelisoannja itoe dengan dawat emas. Maka adalah dengan toeloeng Allah, serta dengan berkat pengadjaran sakalian goeroekoe itoe, adalah kira-kira sampai poekoel doea belas tengah malam, maka soerat itoe poen soedahlah serta dengan kandang-kandangnja dan djoedernja, semoeanja ajar emas belaka. Maka kalihatan roepanja soerat kiriman itoe gemerlapan serta berkilat-kilat, maka belomlah pernah koedapati sampai sakarang<noinclude></noinclude> 7t96giglsc5xbas2zsjp11ciqh2rcm6 Halaman:Gerpolek.pdf/102 104 113434 313555 2026-08-17T06:13:29Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313555 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{C|{{xxx-larger|'''XVI. SERBA-SERBI (Penutup).'''}}}} 1. Tentara dan Laskar. Tentara yang menjadi idaman kita, ialah Tentara Rakyat. Tentara Rakyat, ialah Tentara yang terdiri dari Rakyat, yang berjuang untuk kepentingan dan cita-cita Rakyat. Dalam masa revolusi, maka kewajiban Tentara Rakyat ialah revolusi itu. Tentara Rakyat, adalah Tentara Revolusioner, yaitu Tentara yang berpolitik revolusioenr, latihan, persenjataan, organsiasi adminstrasi dan siasat-perang Tentara-Rakyat diselenggarakan oleh Pemerintah Rakyat pula. Pemerintah Rakyat itu adalah satu pemerintah, yang ber-kemauan dan ber-politik cocok dengan kemauan dan politik Rakyat yang BER-REVOLUSI. Laskar Gerilya, ialah laskar Rakyat juga! Tetapi Laskar Gerilya mengutamakan taktik perang Gerilya dan terdiri dari satuan-kecil atau gabungan dari beberapa satuan kecil. Laskar Gerilya bisa menyamar sebagai tani atau buruh! Tetapi sanggup pula menyerbu secepat-kilat dan hilang lenyap seperti angin kembali ke tengah Murba pekerja. Laskar Gerilya MEMBANTU tentara Rakyat dikedua sayap atau di belakang front-musuh; mengacau-balaukan pos, convooi, perlengkapan dan persiapan musuh. Laskar Gerilya didirikan atas inisiatif Rakyat Murba, serta dibelanjai oleh Rakyat. Diaman Tentara Rakyat tak ada, maka Tentara Gerilya boleh mengambil pimpinan sendiri atas segala-gala. Dalam hal ini Laskar Gerilya boleh membentuk, memimpin dan mengerahkan Laskar Rakyat besar-besaran atas dasar taktik-gerilya dan dengan laskar Gerilya sebagai pelopor.<noinclude>{{rh||101}}</noinclude> 47nl45fyaf7uynlqi4r717j5p3rfrzx Halaman:Boenga rampai.djvu/44 104 113435 313556 2026-08-17T06:13:31Z Ibrohim tijani 26379 /* Bermasalah */ 313556 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="2" user="Ibrohim tijani" />{{rh||44}}</noinclude>ini soerat jang moelia serta elok roepanja saperti itoe. Maka satelah esok poekoel sapoeloeh pagi, maka koebawalah soerat itoe ka boekit. Maka tatkala itoe adalah toean Raffles berdjalan-djalan di berandanja. Apabila dilihatnja akoe datang maka ia mendjengok dari djendela, kat­anja: „Entjik bermain-main lagi? Pergi lekas, toelis soerat itoe; kapal maoe berlayar petang ini.” Maka djawabkoe: „Soedah habis, toean, ini ada sehaja bawa.” Maka terkedjoet ia, sambil kat­anja: „Bawa naik, lekas!” Maka datanglah ia kapintoe tanggannja itoe, menanti akoe naik. Satelah naiklah akoe laloe koetoendjoekkannlah soerat itoe, maka kat­anja: „Terlaloe bagoes roepa toelisan ajar emas. Inikah soerat radja Siam itoe?” Maka djawabkoe: „Ia toean.” Maka kat­anja: „Begitoe lekas soedah? Tjoba batja, entjik!” Maka koebatjakanlah. Satelah didengarnja, maka tertawalah ia gelak-gelak, sampai kakoelar isterinja dari dalam, bertanja: „Apa soeka ini?” Maka dikatakannjalah perkataan soerat itoe; maka isterinja poen tertawalah bersama-sama. Satelah soedah dibatja soerat itoe, maka kata toean Raffles: „Betoel, entjik, demikianlah kahendak sehaja. Liptalah saperti adat dan baloet dengan kain koening.” Maka satelah soedah soerat itoe disampol dengan kain koening, maka diboeboeh alamt­nja laloe ko­berikan kapadanja. Sjahdan satelah ramailah soedah negeri Singapoera, maka oleh toean Raffles dikarangkannjalah oendang-oendang, jaitoe pada menjatakan segala adat dan hoekoem jang patoet dipakai dalam negeri Singapoera, soepaja terpelihara segala isi negeri dari pada segala behaja dan kadjahatan. Maka diperboeatnja atas beberapa fasal, hoekoem oendang-oendang, jaitoe dengan bahasa Inggeris, maka kemoedian disalin dalam bahasa Melajoe, maka kemoedian disoeroehnja<noinclude></noinclude> iv3g26cxa9klxnjybonzmuqn22q1ne9 313557 313556 2026-08-17T06:13:41Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313557 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||44}}</noinclude>ini soerat jang moelia serta elok roepanja saperti itoe. Maka satelah esok poekoel sapoeloeh pagi, maka koebawalah soerat itoe ka boekit. Maka tatkala itoe adalah toean Raffles berdjalan-djalan di berandanja. Apabila dilihatnja akoe datang maka ia mendjengok dari djendela, kat­anja: „Entjik bermain-main lagi? Pergi lekas, toelis soerat itoe; kapal maoe berlayar petang ini.” Maka djawabkoe: „Soedah habis, toean, ini ada sehaja bawa.” Maka terkedjoet ia, sambil kat­anja: „Bawa naik, lekas!” Maka datanglah ia kapintoe tanggannja itoe, menanti akoe naik. Satelah naiklah akoe laloe koetoendjoekkannlah soerat itoe, maka kat­anja: „Terlaloe bagoes roepa toelisan ajar emas. Inikah soerat radja Siam itoe?” Maka djawabkoe: „Ia toean.” Maka kat­anja: „Begitoe lekas soedah? Tjoba batja, entjik!” Maka koebatjakanlah. Satelah didengarnja, maka tertawalah ia gelak-gelak, sampai kakoelar isterinja dari dalam, bertanja: „Apa soeka ini?” Maka dikatakannjalah perkataan soerat itoe; maka isterinja poen tertawalah bersama-sama. Satelah soedah dibatja soerat itoe, maka kata toean Raffles: „Betoel, entjik, demikianlah kahendak sehaja. Liptalah saperti adat dan baloet dengan kain koening.” Maka satelah soedah soerat itoe disampol dengan kain koening, maka diboeboeh alamt­nja laloe ko­berikan kapadanja. Sjahdan satelah ramailah soedah negeri Singapoera, maka oleh toean Raffles dikarangkannjalah oendang-oendang, jaitoe pada menjatakan segala adat dan hoekoem jang patoet dipakai dalam negeri Singapoera, soepaja terpelihara segala isi negeri dari pada segala behaja dan kadjahatan. Maka diperboeatnja atas beberapa fasal, hoekoem oendang-oendang, jaitoe dengan bahasa Inggeris, maka kemoedian disalin dalam bahasa Melajoe, maka kemoedian disoeroehnja<noinclude></noinclude> 6udt64r2550rmr76oy970t61zg7jgp5 313560 313557 2026-08-17T06:14:34Z Ibrohim tijani 26379 313560 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||44}}</noinclude>ini soerat jang moelia serta elok roepanja saperti itoe. Maka satelah esok poekoel sapoeloeh pagi, maka koebawalah soerat itoe ka boekit. Maka tatkala itoe adalah toean Raffles berdjalan-djalan di berandanja. Apabila dilihatnja akoe datang maka ia mendjengok dari djendela, kat­anja: „Entjik bermain-main lagi? Pergi lekas, toelis soerat itoe; kapal maoe berlayar petang ini.” Maka djawabkoe: „Soedah habis, toean, ini ada sehaja bawa.” Maka terkedjoet ia, sambil kat­anja: „Bawa naik, lekas!” Maka datanglah ia kapintoe tanggannja itoe, menanti akoe naik. Satelah naiklah akoe laloe koetoendjoekkannlah soerat itoe, maka kat­anja: „Terlaloe bagoes roepa toelisan ajar emas. Inikah soerat radja Siam itoe?” Maka djawabkoe: „Ia toean.” Maka kat­anja: „Begitoe lekas soedah? Tjoba batja, entjik!” Maka koebatjakanlah. Satelah didengarnja, maka tertawalah ia gelak-gelak, sampai kakoelar isterinja dari dalam, bertanja: „Apa soeka ini?” Maka dikatakannjalah perkataan soerat itoe; maka isterinja poen tertawalah bersama-sama. Satelah soedah dibatja soerat itoe, maka kata toean Raffles: „Betoel, entjik, demikianlah kahendak sehaja. Liptalah saperti adat dan baloet dengan kain koening.” Maka satelah soedah soerat itoe disampol dengan kain koening, maka diboeboeh alamt­nja laloe ko­berikan kapadanja. <div style="text-align:center;"> ---- </div> Sjahdan satelah ramailah soedah negeri Singapoera, maka oleh toean Raffles dikarangkannjalah oendang-oendang, jaitoe pada menjatakan segala adat dan hoekoem jang patoet dipakai dalam negeri Singapoera, soepaja terpelihara segala isi negeri dari pada segala behaja dan kadjahatan. Maka diperboeatnja atas beberapa fasal, hoekoem oendang-oendang, jaitoe dengan bahasa Inggeris, maka kemoedian disalin dalam bahasa Melajoe, maka kemoedian disoeroehnja<noinclude></noinclude> 5u414vkaqyhxzlw5i597nm8waw2e9bo Halaman:Boenga rampai.djvu/8 104 113436 313558 2026-08-17T06:14:00Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313558 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||8}}</noinclude>doekatjitanja. Maka kaesokan harinja Pak Belalang poen pergi menghadap radja, maka radja poen ada di balai dengan segala menteri-menterinja. Serta sampai laloe meniarap memoehoenkan ampoen: Belom dapat pada petoea patik, akan tetapi didalam tiga hari tiga malam ini patik memoehoen ajapan jang sedap-sedap, soepaja djangan lengah patik bertilik.” Maka titah radja: Baiklah, biar akoe beri dengan satjoekoepnja.” Maka ia poen bermoehoen poelang. Maka tiap-tiap waktoe pagi petang datang keroenia radja dengan berbagai-bagai roepa makanan jang naiat-naiat. Maka doedoeklah Pak Belalang makan minoem bersedap-sedap tiga beranak, karena poeloes pada pikirannja tentoe akan mali, sebab boekannja si Belalang menjemboenjikan barang jang hilang itoe. Maka tatkala sampai kapada malam hari jang: didjandjikan itoe, maka Pak Belalang poen sangat resah, karena apabila siang hari matilah ia diboenoeh radja. Maka malam itoe panganan dan nasi goelai, dikeroeniakan radja dengan sedap-sedap, djadi tiada termakan; maka Pa Belalang tiada boleh tidoer, sabentar baring, sabentar bangoen, berdjalan didalam roemah. Maka hari poen hoedjan riboet, goeroeh petir dengan kilat saboeng-menjaboeng. Maka kata Pak Belalang, mengata bagi dirinja: -Hai nafsoe, makanlah benda jang sedap-sedap ini, samentara belom kapalamoe bertjerai dengan badanmoe; makanlah benar-benar, nafsoe, esok pagi bertjerailah kepala dengan badanmoe.” Maka beroelang-oelang Pak Belalang berkata begitoe. Maka ketika itoe pentjoeri jang mengambil harta saudagar itoe toedjoeh orang ada bertedoeh dibawah roemah Pak Belalang; tiba-tiba pentjoeri itoe poen katakoetan; karena soedah mashoer, tilik Pak Belalang itoe belom pernah moengkir. Maka kepala pentjoeri itoe poen naiklah, minta boekakan pintoe, maka ditanja oleh Pak Belalang, katanja: -Siapa itoe?” Maka djawab kepala pentjoeri: -Sehaja, si Nafsoe; djika boleh<noinclude></noinclude> 2tr6j5qdxfewf4252h80bybqh76qi8u Halaman:Gerpolek.pdf/101 104 113437 313559 2026-08-17T06:14:21Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313559 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>dalam tanah dan 70 juta Rakyat Indonesia, maka kita niscaya akan sanggup menegakkan kemerdekaan 100 %. KETIGA: Inggris-Amerika akan terus membantu Belanda selama mengandung harapan akan dapat membeli getah, minyak, kina dan lain-lain dari Belanda. Tetapi kalau Inggris-Amerika yakin, bahwa dari Republik mereka akan bisa membeli getah, minyak, kina dan lain-lain dengan harga yang jauh lebih rendah, maka mereka mungkin sekali akan meninggalkan Belanda dan berurusan langsung dengan Republik. Asal Republik terus memperlihatkan gigi-tajamnya! Tidak seperti sampai sekarang. KE-EMPAT: dari pada membantu politik kolonial Belanda tetapi cuma menyaksikan ASAP DAN ABUNYA getah, minyak dan kina saja, maka Amerika-Inggris tentu lebih suka menjauhi Belanda, dan mendekati getah, minyak, kina, kopra, timah, kopi Republik, yang belum hangus dan murah. Ringkasnya: dengan bambu-runcing, granat, karabin, mitraliyur, mortir dan BOTOL API berapapun lamanya, dan berapapun sukarnya, akhirnya akan sanggup menegakkan kemerdekaan 100 %, baik dengan UNO atau tanpa UNO!!!<noinclude>{{rh||100}}</noinclude> 6lj19320j1jyxrqce5oz4fnrn470989 Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/64 104 113438 313561 2026-08-17T06:14:41Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313561 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|62|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude>Marika lalce samperin kamarnja Pik. „Ikoet ini 'nko Hong-hwie," memrentah 'ntjik Hwie-bing pada poetrinja. „Tia ......." dengen soeara goemeteran Pik tjoba meratap. „Tida ada 'tia lagi ..... Bangoen, ikoet ia sekarang." „Tapi ...... 'nio, iboekoe .......?" „Tida ada iboe lagi....." „Tapi, ia....... ia menangis ......" 'Ntjik Hwie-bing tida ambil poesing lagi, laloe prentah Hong-hwie bawa ia kaloear dari sitoe. „Tia ......" inilah tjoema satoe-satoenja perkata'an jang Pik oetjapken di paling achir dan laloe lemes kerna iapoenja mata seperti berkoenang, bajangken apa2 jang memberdiriken boeloe. Hong-hwie tjoema bisa menceroet prentah, tarik tangannja Pix jang menglisah di depan ajahnja dengen badan jang lemes, kamoedian toentoen ia kaloear dari itoe kamar. Itoe maleman soeda mendeketin ampir djam 12 tengah malem. Hong-hwie krobongin badannja Pik dengen itoe soetra item dan laloe bawa menoedjoe ka tepi pasisir. Itoe waktoe di tepi pasisir ada kliwat soenji, apalagi Hong-hwie menoedjoe di itoe tepi jang terpisah djaoe dari itoe tepi di mana djoestroe siangnja ada banjak prace-prace pada berlaboeh. Hong-hwie laloe samperin itoe prace jang disediaken di sitoe, naeken Pik ka atas prace mana. „'Ntjik, kau maoe bawa ka mana?" dengen soeara jang ampir tida kadengeran Pik menanjah dengen perasa'an ngerih. „Diam; kau nanti taoe sendiri."<noinclude></noinclude> lu5m2jy0euyi1ugjmh55ie941g6iaa7 Halaman:Boenga rampai.djvu/45 104 113439 313562 2026-08-17T06:15:24Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313562 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||45}}</noinclude>tjap kapada toean paderi Thomsen. Adapoen pada masa itoe belom lagi ada hoeroef tjap banjak, ada sadikit-sadikit pada toean Thomsen. Maka ia mengatahoei akoe soedah beladjar pekerdjaan memboeat hoeroef itoe di Malaka, maka barang hoeroef jang koerang itoe disoeroehkannja akoe membaiki. Maka dalam doea hari akoe doedoek memboeat hoeroef, maka hoeroef itoe poen soedahlah, laloe ditjapkan, ada lima poeloeh helai soerat Melajoe dan lima poeloeh helai soerat Inggeris. Adapoen kawankoe memboeboeh tjap itoe saorang boedak serani, namanja Mikal; sampai tengah malam poekoel tiga beharoe soedah, karena esok pagi tahoen beharoe Inggeris, hendak dikaloearkan oendang-oendang itoe. Maka bekerdja itoe dengan berpoeloeh-poeloeh dan mata poen mengantoek dan peroet lapar, sebab hendak menjoedahkan pekerdjaan itoe pada malam itoe djoega; maka dikahendaki oleh toean Raffles, tiada boleh tiada esok pagi. Maka satelah soedah esok pagi maka ditempelkanlah pada sagenap simpang. Maka adalah dari pada masa soerat itoe soedah ditempelkan, maka segala hoekoem dan adat didalam negeri Singapoera poen tetaplah; maka segala bangsa poen terlaloe­lah soekatjita, sebab menengar­kan hoekoem dan adat jang diadakan oleh toean Raffles itoe, melainkan orang Tjina djoega jang tiada soeka, sebab dalam oendang-oendang itoe menegahkan, tiada boleh bermain djoedi. Maka sebab itoe kabanjakan orang Tjina jang mengempas kaki dan menarik napas pandjang, maka adalah masing-masing marika itoe dengan masam moekanja mengoempat dan nemaki akan toean Raffles, sebab menegahkan orang dari pada bermain djoedi itoe. Bahwa sanja adalah pada pikirankoe, orang jang bodoh, lagi jang tiada mempoenjai ilmoe ini: Adapoen pekerdjaan toean Raffles menegahkan dari pada berdjoedi itoe terlaloe baiknja serta poela dengan benar­nja, dan lagi semporn­a<noinclude></noinclude> cvr0y84bc58ns1h9eyivpr08fehgr5f Halaman:Boenga rampai.djvu/10 104 113440 313563 2026-08-17T06:15:58Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313563 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||10}}</noinclude>kapada Allah dengan mendjoendjoeng kalimpahan keroenia radja. Maka titah radja: Pergilah ambil peti-peti saudagar itoe dengan tiada soeatoe jang loea; peti poen belom terboeka.” Maka saudagar sangat soekatjita, maka diberinja oepah akan Pak Belalang beriboe-riboe koepang, laloe bermoehoenlah balik ka roemahnja. Kemoedian dari pada itoe maka adalah antara saboelan alau .doea boelan, maka datang saboeah kapal, dari negeri lain ka negeri radja itoe, maka saudagarnja kaja mendjadi nakoda. Maka nialtnja hendak mengadjak radja bertaroeh, bertekakan soeatoe kajoe jang telah diperboeatnja sama besar oedjoeng pangkalnja. Maka pikir saudagar itoe: .Baik akoe pergi naik menghadap radja negeri ini, boleh akoe pertaroehkan kajoe jang akoe bawa ini kapada radja.” Telah soedah berpikir begitoe, maka naiklah ka darat saudagar itoe menghadap radja. Maka ketika itoe radja poen tengah bersemajam di balai, dihadap oleh segala orang besar-besar dan menteri hoeloebalangnja. Maka serta sampai ka penghadapan maka saudagar poen mengangkat tangan menjembah radja; maka sigera dilegoer radja, maka titah radja: Nakoda, ini dari mana datang dan apa dimoeat?” Maka sembah saudagar itoe: sPatik dari negeri alas angin; ada djoega membawa dagangan serba sadikit; akan tetapi harap akan ampoen, jang patik datang menghadap kabawah doeli toeankoe ini, karena ada membawa pertekaan. Maka hadjat patik, hendak bertaroeh.” Maka titah radja: bsApa benda jang hendak nakoda 1taroehkan iloe? beri tahoe kapada kita.” Maka sembah nakoda saudagar itoe: Ada satoe kajoe, jang patik minta kenalkan, mana oedjoeng dan mana pangkalnja, serta minla kenalkan anak itik jang beharoe petjah dari telornja, mana djantan dan mana betinanja. Maka apabila alah patik, melainkan kapal dengan moeat-moealannja patik persembah-<noinclude></noinclude> 2ip0v6geuh259a064kdgt0kaowg6pws Halaman:Gerpolek.pdf/100 104 113441 313564 2026-08-17T06:16:01Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313564 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>yang mestinya DIBOIKOT atau diperangi oleh UNO. Yang menjadi pertimbangan UNO mestinya cuma pertama tindakan yang harus dilakukan, ialah PEMBOIKOTAN atau KEKERASAN (dengan senjata). Kedua, tempo buat menjalankannya. Tetapi sebaliknya dari pada konsekwen yang kita harapkan dari UNO itu, maka kita melihat semua Negara Imperialis membantu si-Agresor Belanda. Inggris memasukkan Belanda ke dalam daerah Republik. Kalau tiada dengan pertolongan Inggris, maka Belanda mungkin sekali tak sanggup masuk sama sekali, sampai sekarang ini. Amerika mempersenjatai dan membantu melatih tentara Belanda, yang dikirimkan ke Indonesia. Lagi pula Amerika Serikat sudah beberapa kali membantu Belanda dengan uang. Tanpa uang Amerika itu, tentara Belanda mungkin sudah roboh sendiri karena mati kelaparan di Indonesia ini saja. Walaupun beberapa pahitnya pengalaman yang kita peroleh dari pihak Inggris-Amerika, yang keduanya anggota dari UNO itu, tetapi kita tiada pula boleh melupakan anggota yang tetap memberi kebutuhan diplomasi yang berharga kepada Indonesia ialah Soviet Rusia dan lain-lain. Bagaimana juga, UNO dalam corak sekarang bukanlah menjadi pengharapan yang terakhir ataupun yang pertama bagi perjuangan Kemerdekaan kita. Tetapi UNO yang banyak mengandung pertentangan dalam dirinya sendiri itu bisa dipergunakan sebagai "TRIBUNE" (mimbar) untuk mempengaruhi suara-umum di dunia! Asal saja kita jangan terlibat dalam salah satu pihak yang bertentangan, maka atas azas yang dijunjung tinggi oleh UNO sendiri itu, kita bisa mendapatkan sedikit manfaat bagi pembelaan Kemerdekaan Indonesia. Sekali lagi, asal kita awas, supaya jangan diperlakukan oleh salah satu pihak yang bertentangan. Sampai sekarang nyatalah Republik Indonesia terus diperkudakan saja oleh KTN. Ini amat berbahaya bagi kita sekalian! UNO atau Negara Imperialisme manapun juga tak pula perlu terlalu kita taati dan takuti begtiu saja. Tegasnya KTN wakil tiga Negara (Imperialis) tak perlu kita "ya-tuan-besarkan❞ saja!!! PERTAMA SEKALI: Republik Indonesia bukanlah anggota UNO. Maka putusan, yang tiada diambil BESERTA Persetujuan Wakil Republik, sebagai anggota penuh dari UNO itu, adalah bertentangan dengan kemerdekaan, kepentingan dan kehormatan bangsa Indonesia. KEDUA: Meskipun kita belum mempunyai tank, kapal-selam dan pesawat-terbang, tetapi dengan segala kekuatan yang tersembunyi<noinclude>{{rh||99}}</noinclude> d5hq3qfvdfc7mjyyl4gk8m4dsqvzbfc Halaman:Boenga rampai.djvu/46 104 113442 313565 2026-08-17T06:16:15Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313565 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||46}}</noinclude>pikirannja atas beberapa sebab. Maka pertama-tama, ia memeliharakan segala manoesia dari pada kabinasaan, karena djoedi itoe semata-mata membinasakan orang dan menipoe orang dan mendatangkan akal jang djahat kapada orang. Adapoen djoedi itoelah iboe kadjahatan, maka jaitoe ber-anak tiga orang: jang toea bernama entjik Bohong, kadoea entjik Tjoeri, katiga entjik Pamboenoeh. Maka tiga orang itoelah jang membinasakan doenia ini. Sjahdan djikalau kiranja toean Raffles itoe hendak mentjari oentoeng bagi dirinja sehadja, bahwa boekankah hasil djoedi itoe beberapa poeloeh riboe ringgit pada satahoen hendak dibeli orang? Mengapa ia tiada maoe? Dihilangkannja tjoema-tjoema oen-toeng dan pendapatan jang sakian banjak itoe? Maka djikalau sakiranja orang Melajoe jang memegang pemerintah di negeri Singapoera, nistjaja diambilnjalah tjoekai djoedi itoe, maka tiada poela ia berkata: „Oeang ini goenanja dalam doenia sehadja, tiada bergoena dalam akirat.” Tetapi, djikalau disoeroehkan anaknja beladjar ilmoe jang baik-baik, maka kat­anja: „Apakah goenanja ilmoe itoe dipeladjari? Goenanja dalam doenia ini sehadja, tiada bergoena dalam akirat.” Maka lihatlah toean Raffles itoe: Boekankah sebab ia hendak memeliharakan segala manoesia dalam doenia akirat? Maka bahwa sasoenggoehnja orang jang soeka akan pekerdjaan djoedi itoe, maka jaitoe­lah orang jang sabesar-besar aniaat atas segala manoesia, dan lagi poela ia menganiaya akan dirinja sendiri dalam doenia akirat adanja. Sjahdan maka pada perasaankoe, tatkala ada toean Raffles itoe dalam negeri Singapoera itoe, adalah kasenangan padakoe, sebab barang soeatoe hal ahwalkoe semoeanja dalam maaloemnja; dan lagi ialah tempat akoe berniagakan segala pengetahoeankoe, dan lagi ialah mengenalkan dakoe kapada segala orang poetih, dan ialah mengakoe segala kapandaiaankoe dan tabiat perang­koe, baik kapada orang<noinclude></noinclude> f9rybtnf9a96tmy5n2tbpg4zlyhf7qo Halaman:Boenga rampai.djvu/11 104 113443 313566 2026-08-17T06:16:35Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313566 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||11}}</noinclude>kan kabawah doeli toeankoe, maka ambillah; tetapi harap diampoen sembah patik, djika patik menang, apa poela pertaroehan doeli toeankoe?” Maka titah radja: Apabila kita , alah, maka kita beri satengah negeri kita akan nakoda.” Maka sembah nakoda kapal itoe: Baik, toeankoe.” Maka titah radja: Kita bertanggoeh tiga hari.” Maka apabila soedah poetoes bitjara, maka nakoda kapal poen bermoehoenlah toeroen ka kapalnja. Maka radja poen bermoepakatlah dengan segala orang besar-besarnja, saperti orang kaja-kaja, maka titah radja: Bagaimana piki-ran loean semoea?” Maka sembah segala orang besar-besar itoe: Tadapat tiada, soedah biasa ia menang, maka berani mengadjak kabawah doeli bertaroeh; kalau tiada, boekannja moedah menandangkan soeatoe jang begitoe; saperti ajam biasa disaboengkan, soekat tahoe djoe-aranja akan (locah ajamnja, maka beranilah ia menja-boeng , tentoc diharapnja akan menang.” Maka titah radja: Baiklah panggil Pak Belalang, karena belom pernah ber-salahan tiliknja.” Maka sembah segala menterinja: Am-poen toeankoe, benar titah itoe; karena kabawah doeli toeankoe soedah terlaloe titah kapada nakoda kapal itoe, hendak melawan.” Maka laloe dititahkan radja menjoeroeh memanggil Pak Belalang. Maka Pak Belalang itoe poen datang-lah menghadap; maka serta radja melihat Pak Belalang datang, radja poen bertitah: Hai Pak Belalang, ini minta tilikkan kajoe jang dibawa nakoda kapal itoe, jang mana pihak oedjoeng dan mana pihak pangkalnja; dengan mengenal anak itik, jang beharoe petjah dari telornja, mana djantan dan mana betina.” Maka sembah Pak Belalang: Ampoen toeankoe, patik tiadalah tahoe akan perkara itoe.” Maka tilah radja: Apabila tiada kautilik tenoengkan, hingga akoe mendapat maloe kapada nakoda kapal itoe, maka engkau tentoe akoe boenoeh, anak beranak koehabiskan.”<noinclude></noinclude> 3beodhstzam3tu7mizulyud37d3pvgm Halaman:Boenga rampai.djvu/47 104 113444 313567 2026-08-17T06:17:07Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313567 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||47}}</noinclude>besar-besar, baik kapada segala saudagar. Sjahdan ialah menjoeroeh akoe pada moelanja mengadjar­kan bahasa Melajoe kapada orang poetih, serta dengan adanja ditentoekan pada saorang sahari satoe djam; maka gadjinja pada saboelan sapoeloeh ringgit; karena pada masa itoe kabanjakan orang poetih beladjar, enam toedjoeh orang dalam sahari; lain poela jang datang beladjar ka roemahkoe, dan lain akoe pergi mengadjar ka roemahnja, dan lagi lain poela pendapa­tankoe memboeat-boeat soerat kiriman kapada radja-radja Melajoe dari pada beberapa saudagar Inggeris, dan lagi mem­boeat soerat tanda tangan orang berhoetang pioetang, dan lagi memboeat soerat lelang. Bahwa sanja pada zaman itoe boe­kannja saperti zaman ini; karena pada masa itoe, djikalau ada barang di mana lelang, maka ditempelkannja soerat sakeping-sakeping sagenap simpang; ada soerat Melajoe dan Tjina dan Keling dan Inggeris, mengatakan ini hari, ini djam ada lelang di roemah toean Anoe, dan barang apa-apa hendak didjoeal. Dan lagi poela segala saudagar orang Tjina jang berniaga dengan orang Melajoe, tentang soerat kirimannja dan soerat tanda tangannja itoe poen semoeanja dengan tangankoe sendiri djoega memboeat; dan lagi saperti orang Tjina jang berniaga kapada saudagar Inggeris, sebab Inggeris tiada mengerti bahasa Melajoe dan Tjina tiada mengerti bahasa Inggeris, maka dipanggil oleh marika itoe akan dakoe, mendjadi djoeroe-behasa, maka akoelah mengertikan kapada kadoea pihak, maka diberi oleh marika itoe kasemoeanja; dan ada poela jang berdjadji: „Djikalau dapat oentoeng kita behagi.” Maka berbagai-bagailah djalan dikeroeniakan Allah kapadakoe pada masa itoe; akan tetapi, oleh sebab kabodohankoe dan lalahoekoe, maka tiadalah koendahkan, menadah akan ajar hoedjan salebat itoe; maka koesangkakan salaloelah toeroen hoedjan lebat demikian itoe; maka terloepalah akoe akan peridaran doenia ini, barangkali kelak datang<noinclude></noinclude> lp3r7triw1s3x06m13jcmh0c187yf6e Halaman:Gerpolek.pdf/99 104 113445 313568 2026-08-17T06:17:23Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313568 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>“hoogmoeds-waanzin" superiority complex, kecongkakan orang berkulit putih, karena keputihan kulitnya. Selama "perasaan lebih" dipihak berkulit putih (tidak pada semua bangsa dan tidak pula pada segala kelas) itu masih ada dan dimana pula dengan "perasaan kurang" oleh pihak berwarna, selama itulah pula PERSAMAAN HAK yang dijunjung tinggi oleh UNO akan tinggal perkataan hampa saja. Orang berkulit putih yang datang ke Asia dan Afrika ini harus melenyapkan "rasa lebihnya" itu. Begitu pula orang berwarna harus menjauhkan "rasa kekurangannya". Barulah persamaan dalam undang-undang yang mengenai pergaulan kedua jenis manusia itu bisa dibentuk dan dilaksanakan. Kalau tiada maka undang-undang semacam itu akan tinggal di atas kertas saja. Demikianlah pula halnya, maka pengakuan UNO atas HAK TIAP- TIAP BANGSA UNTUK MENENTUKAN NASIBNYA SENDIRI itu (rights of self determination) akan tetap tinta di atas kertas saja! Sekianlah sekedar tentang maksud dan Daya-Upaya UNO. Marilah sedikit kita ambil beberapa kesimpulan dalam hal kita bangsa Indonesia menghadapi UNO. Seandainya UNO setia kepada azasnya sendiri dan tiada memandang warna atau kelas, maka sewajarnyalah UNO pertama sekali MENGAKUI Kemerdekaan kita. Karena apa yang kita lakukan pada tanggal 17 Agustus 1945 itu, lain tidak hanyalah menjalankan Azas UNO sendiri ialah: MENENTUKAN NASIB KITA SENDIRI. Tugasnya kita sudah MERDEKA dan Negara MANA saja yang melanggar kemerdekaan kita itu adalah Negara Ceroboh (Agressor) 98<noinclude>{{rh||98}}</noinclude> 4pfersj2jrb8dn30yj5o0e46uy0amlw Halaman:Boenga rampai.djvu/12 104 113446 313569 2026-08-17T06:17:33Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313569 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||12}}</noinclude>Maka Pak Belalang sangatlah takoetnja, maka sembahnja: Harap diampoen, jang titah doeli toctankoe itoe patik djoendjoenglah; akan tetapi memoehoenlah patik bertanggoeh tiga hari, salama-lamanja toedjoeh hari.” Maka sambil berdjalan poelang ka roemahnja, ia berpikir: xJang radja ini, tentoe: hendak memboenoeh benar-benar ini; baik akoe bertanja kapada si Belalang, kalau-kalau ia tahoe mengenal kajoe itoe.” Maka serta sampai ka roemahnja laloe bertanja kapada anaknja, si Belalang: Hai Belalang, tahoekah engkau akan mengenal kajoe, jang saroepa oedjoeng pangkalnja, saperti titah radja itoe?” Maka djawab anaknja, si Belalang: Djangankan tahoe mengenal kajoe begitoe, mendengar poen beharoelah ini.” Djadi sangat bertambah-tambah sesak Pak Belalang, serta katanja: Matilah kita anak beranak.” Maka kata anaknja: Apa dosa kita?” Maka didalam hal jang demikian itoe, pikiran Pak Belalang: Begini poen mati, begitoe poen mati; baik akoe memboeangkan diri ka dalam ajar soengai.” Maka soedah berpikir begitoe, doedoeklah ia didalam doekatjita, hingga sampai kapada malam jang katiga. Maka toeroenlah Pak Belalang kadalam ajar soengai mengikoet haroes soeroet. Maka tiba-tiba tersangkoet pada kemoedi kapal nakoda jang hendak bertaroeh. itoe, maka berpegang di kemoedi kapal itoe. Maka ada sabentar, boenji orang bertjakap di belakang kapal, jaitoe djoeroebatoe kapal datang bertjakap-tjakap dengan djoeroemoedi kapal, demikian tjakapnja. Kata djoeroebatoe: 2Apa jang hendak ditaroehkan datoek saudagar dengan: radja didalam negeri ini?” Maka djawab djoeroemoedi: Begini; ada nakoda kita ini membawa kajoe, saroepa-oedjoeng pangkalnja, tiada boleh dikenal mana oedjoeng dan mana pangkalnja; maka radja didalam negeri ini bodoh.” Maka kata djoeroebatoe: Bagaimana awak kata bodoh?” Djawab djoeroemoedi: Perkara jang moedah berdiang. Adapoen<noinclude></noinclude> gdgkvjag879l02hlq5jtr7i3cpzk6yx Halaman:Boenga rampai.djvu/48 104 113447 313570 2026-08-17T06:17:53Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313570 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||48}}</noinclude>moesim kemaraoe; nistjaja soesahlah mendapat, djangankan ajar hoedjan, ajar pergi poen kering adanja. Sabermoela adapoen jang koekatakan lalaikoe dan koe-akoe bodohkoe itoe adalah demikian, jaitoe delapan sembilan boelan lamanja akoe dalam negeri Singapoera, maka poelanglah poela akoe ka Malaka, doedoek doea tiga boelan. Maka segala pendapatankoe jang di Singapoera itoe poen terhentilah, dan jang mana telah koedapati itoe poen habislah dibelandjakan. Setalah habislah soedah semoeanja, maka beharoe­lah poelang, balik ka Singapoera. Maka sebab hal jang demikian itoe, maka beberapa saudagar Inggeris hendak menoeloeng akoe berniaga, dan ada jang berdjandji, hendak memberi sariboe doea riboe ringgit akoe pakai dengan tiada berboenga, soepaja akoe tinggal tetap di Singapoera, membawa anak isterikoe. Maka dalam pikirankoe poen benarlah pekerdjaan itoe, maka dengan saboleh-bolehnja akoe hendak djoega memboea marika itoe, tetapi tiada djoega boleh. Maka sampai soedah sedia segala perkakas roemahkoe dan barang-barang terikat, hendak ber­laljar isterikoe lagi doea hari ka Singapoera, maka datang berpoeloeh-poeloeh orang, laki-laki perampoean, adik kakak sakalian; ada jang menangis, ada jang memberi nasihat, masing-masing dengan ragamnja, saperti orang hendak mati, demikianlah lakon­nja, sehingga isterikoe poen berbaliklah hatinja. Maka hatikoe poen lembotlah, tiadalah djadi lagi akoe membawa isterikoe, maka akoelah djoega sendiri berladjar. Maka apabila akoe sampai ka Selat, maka koedapati roemahkoe poen tiada berkata­hoean, sebab tiada tentoe orang menoenggoe; maka sakitlah hatikoe, sebab terkenang­kan kalau saorang-sorang dalam roemah. Maka dengan pikiran jang demikian itoe mendjadi bertambah-tambah soesahkoe, maka koedjoedjoekanlah roemahkoe itoe kapada toean Hei. Sjahdan djikalau kiranja dari pada masa<noinclude></noinclude> 4qamw6rgwkajcjrz8lc9819ceziezao Halaman:Boenga rampai.djvu/49 104 113448 313571 2026-08-17T06:18:40Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313571 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||49}}</noinclude>itoe akoe tinggal tetap dalam negeri Singapoera, nistjaja lain djoega kalihdepankoe; tetapi soedahlah dengan kahendak Toehan jang mengatahoei lahir dan batin, saperti kata orang: „Jang satjoepak itoe tiadalah boleh mendjadi sagantang.” Bahwa adapoen jang koesesalkan itoe tiada dapat tiada bagi segala orang jang berakal jang ada halnja itoe saperti akoe ini: bahwa sanja hendaklah ia mengambil ibarat akan hikajatkoe ini, soepaja memboeangkan adat jang djahat itoe, saperti jang dikirakan oleh orang Melajoe itoe mendjadi kahinaan atau koerang hormat, sebab membawa perampoean baik-baik dari pada sabo­cah negeri, jaitoe koenoen namanja nelangkah laoetan mendjadi seboet-seboetan orang dan gamit-gamitan orang. Maka bahwa sasoenggoehnja adat bodoh itoe asalnja terbit dari pada orang jang tiada berakal lagi ahimak; bahwa sakali-kali boekannja kaloear dari dalam kitab atau larangan agama, karena terseboet dalam beberapa kitab, bahwa saharoesnjalah barang di mana soeami itoe di sitoe­lah isterinja, soepaja kadoeanja itoe terpeliharalah dari pada behaja achirat, jaitoe dari pada zina, dan lagi dari pada sakit pening dan mati, istimewa poela dari pada hal makan, pakai dan sabagainja; akan tetapi oleh sebab adat djahat itoe maka mendjadi keraslah djoega pikiran bodoh. Maka tambahan poela tiada orang jang lain jang ada pekerdjaan saperti akoe ini, dan tiada berpengatahoean jang saperti pengatahoeankoe ini; maka djikalau kiranja ada banjak orang jang sama halnja dengan akoe ini, maka tiada dapat tiada satoeroetlah saorang dengan saorang. Maka adapoen saperti hal perampoean Tjina jang di Malaka itoe poen, demikian djoega adatnja dehoeloe; saorang poen tiada maoe bergerak dari Malaka. Maka oleh sebab kabanjakan anak laki-laki masing-masing jang memegang pekerdjaan di Selat, maka saorang membawa isterinja, maka orang lain poen menoeroet, maka sampai sakarang soedah mendjadi adat pada Boenga rampai. 4<noinclude></noinclude> ixp9ousukmq205lednd8mj12y7rcvkf Halaman:Gerpolek.pdf/98 104 113449 313572 2026-08-17T06:19:03Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313572 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>5. PERTENTANGAN KAUM PENJAJAH DAN KAUM TERJAJAH. Hampir seluruhnya bangsa berwarna yang meliputi lebih kurang tiga perlima (3/5) penduduk seluruhnya dunia, masih berada di bawah pemerasan, penindasan atau pengaruh bangsa berkulit putih. Pemerasan dan penindasan itu terutama sekali dan pertama sekali bersandar kepada kelebihan Dunia Barat dari Dunia Timur dalam hal tehnik, ekonomi, ilmu bukti dan organisasi. Kelebihan itu dipertajam pula oleh perbedaan warna-kulit, bahasa dan kebudayaan. Tetapi dimana tehnik, ekonomi, ilmu bukti dan organisasi itu sudah bersamaan, perbedaan warna itu belum juga dapat melenyapkan "perbedaan ras" antara satu sama yang lainnya. Di Amerika Serikat sendiri, di antara sewarga-Negara, dalam satu Negara, yang menjunjung tinggi demokrasi dan perikemanusiaan, maka kedua azas yang cantik-molek ini cuma berlaku di antara bangsa berkulit putih saja. Itupun hanya di antara sebagian kecil yang berkulit putih itu pula. Bagi kaum buruh Amerika sendiri demokrasi dan perikemanusiaan itu, hanyalah satu perhiasan kata dan semboyan pemungutan suara kaum buruh saja di waktu pemilihan Kongres dan Presiden Amerika. Tetapi terhadap bangsa Negro kaya atau miskin, terpelajar atau tidak, oleh Yang Berkulit-Putih "perasaan lebih" (entah dalam hal mana!) itu masih terus diperlihatkan. Didalam pergaulan hidup sehari-hari antara putih dan hitam, apalagi dalam hal perkawinan, maka "perasaan lebih" orang berkulit putih itu masih bermerajalela. "Rasa-lebih"nya orang berkulit putih masih terlihat di Tiongkok, di India dan di Afrika Selatan. Kita sendiri di Indonesia ini tak perlu lama dan jauh mencari contoh di sekitar kita sendiri dalam pergaulan kita dengan bangsa Berkulit-Putih. Cuma segelintir dua gelintir manusia yang naif dan dhaif saja, yang tiada dapat melihat atau tiada mau melihat<noinclude>{{rh||97}}</noinclude> cavs73sn5wazp3zsdq6ugg38jl4rmrf Halaman:Boenga rampai.djvu/13 104 113450 313573 2026-08-17T06:19:05Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313573 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||13}}</noinclude>kajoe iloe, kalau hendak tahoe akan oedjoeng pangkalnja, ambil ajar taroeh didalam pasoe, maka kajoe itoe kita letakkan perlahan-lahan, maka mana jang tinggelam dehoeloe, itoe pangkalnja; karena kajoe di sabelah oedjoengnja ringan, di sabelah pangkal berat. Adapoen anak itik itoe demikian djoega. Ambil jang beharoe petjah menetas dari telornja, tjoba dekatkan dengan tepi ajar; mana jang toeroen dehoeloe dari pada kawannja itoe, maka itoelah djantan.” Maka Pak Belalang poen, serta mendengar pertjakapan orang berdoea itoe, hilanglah soesahnja, timboel sceka. Maka ajar poen pasang, maka berhanjoet poela Pak Belalang moedik ka hoeloe. Sampai tentang pangkalan, naiklah ia ka darat dengan soeka hatinja mendapat rehasia orang kapal, laloelah ka roemahnja. Maka esok harinja sampailah perdjandjian radja dengan nakoda kapal itoe: maka berkoempoellah orang di balai radja, maka nakoda kapal poen naik dengan membawa kajoe dengan bersampoel. Maka Pak Belalang poen soedah ada, maka nakoda kapal poen seraja menjembah radja dengan mengaloearkan kajoe itoe dari pada sampoelnja. Maka mata radja poen mengerling-ngerling Pak Belalang; maka serta dilihat oleh Pak Belalang pandang radja itoe, maka Pak Belalang poen laloe mengangkat tangan menjembah radja: Ampoen toeankoe, patik memoehoenkan pasoe besar-besar diisi ajar.” Maka saudagar nakoda kapal itoe poen mendengar Pak Belalang minta ajar dengan pasoe itoe, maka berdebar-debar hatinja, dengan berobah warna moekanja. Maka dibawa oranglah pasoe dengan berisi ajar, diletakkan ditengah-tengah balai radja itoe, dan anak itik poen soedah berpoeloeh-poeloeh disediakan radja. Maka diambil kajoe itoe oleh radja, diberikan pada tangan Pak Belalang, maka disamboetnja, seraja menjembah laloe bangoen mendekati pasoe itoe, laloelah menjembah, serta meletakkan kajoe itoe perlahan-lahan. Maka melihat nakoda kapal itoe bersama-sama radja de-<noinclude></noinclude> oulbtk2v4rh3n03764c062ob46qg6g8 Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/65 104 113451 313574 2026-08-17T06:19:25Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313574 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{Bold|{{sp|PENGORBANAN}}}}|||63}}</noinclude>Soeda anem taoen Hong-hwie ikoet sama 'ntjik Hwie-bing, bakerdja padanja sebagi satoe pahlawan jang sanget dimaloein, kerna Hong-hwie salaennja bertenaga dan tjerdik, poen ia pande ilmoe silat. Boeat itoe selama anem taoen, 3 djiwanja orang ia soeda paksa poelangken ka Giam Loo Ong dan tida koerang dari satengah dozijn ia kaniaja heibat pada orang jang djadi moesoeh-moesoehnja 'ntjik Hwie-bing, moesoeh kerna oeroesan smokkel madat, moesoeh dalem pergaoelan, moesoeh lantaran bini atawa anaknja tida boleh diambil. „Sekarang kau soeda boleh taoe," Hong-hwie laloe kata satelah ia soeda dajoeng itoe prace djaoe dari daratan. „'Ntjik...... ?" kata Pik dan tida bisa landjoetken poelan kerna tenggorokannja seperti terkantjing. „Atas prentahnja kau poenja ajah, sekarang kau pilih satoe antara doea," kata poelah Hong-hwie sambil kaloearken itoe piso blati jang ia selipken di pinggangnja, „jalah: laoetan atawa blati?" „'Ntjik, kau maoe boenoeh padakoe?" Pik menanjah dengen soeara serak dan goemeteran. „Kaloe kau pilih ini piso." Pik laloe boengkem sakean sa'at, tinggal melonggong sambil awasin bergontjangnja itoe ombak jang ditioep angin. „Kaloe akoe pilih laoetan ..........?" kamoedian Pik berkata poelah. „Kau menjeboer sendiri, akoe lepas tangan." „Allah ..........!" Pik laloe toetoepin moekanja dengen kadoea tangannja, tengkoeroepken di atas itoe loetoetnja. Hong-hwie tetep tinggal anteng awasin itoe semoea pemandengan.<noinclude></noinclude> aov7k5ttbxo0008y0bmrm8jz5bpoien Halaman:Boenga rampai.djvu/50 104 113452 313575 2026-08-17T06:19:27Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313575 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||50}}</noinclude>perampoean Tjina itoe, sebentar di Malaka, sebentar di Selat, tiadalah mendjadi tjanggoeng lagi atau perkataan orang, sebab semoeanja memboeat demikian itoe. Sjahdan maka adalah halikoe pada masa ini saperti orang jang terkedjoet dari pada tidoer: Maka apabila waktoe toeroen hoedjan lebat itoe, tiada koeindahkan menadah ajar hoedjan itoe; maka sakarang djangankan hoedjan lebat, rintik-rintiknja poen tiada. Maka beharoe­lah akoe terkatjau-katjau hendak menadah ajar hoedjan itoe. Tetapi, soenggoehpoen demikian, bahwa haraplah djoega akoe dengan sapenoeh-peneoh harap akan Toehan jang menoeroeunkan hoedjannja itoe kapada masing-masing dengan kadarnja djoega, tiada satitik djoea poen berlebih dan berkoerang dari pada jang sapatoetnja itoe. Maka sebab itoe menoedjoetlah akoe beriboe-riboe soekoer kapadanja; karena akoe sakarang poen mendapat behagiankoe bagaimana dehoeloe, karena tjita dan ingin-inginkoe itoe sangatlah lama hendak mendapat lebih dari pada jang sapatoetnja. Maka sebab itoelah akoe tertidoer pada ketika hoedjan lebat itoe, maka apabila soedah hoedjan maka beharoe­lah akoe bangoen dari pada tidoer, soepaja akoe mendapat jang bagaimana patoet behagiankoe, saperti mendapat sahari-hari adanja. Sabermoela maka pada soeatoe hari kata toean Raffles kapadakoe: „Toean, lagi tiga hari sehaja hendak berladjar, toean kemas-kemaskan segala kitab Melajoe itoe semoeanja.” Maka apabila koedengar itoe, maka berdebarlah hatikoe, rasanja terbanglah arwahkoe, seraja akoe bertanja: „Hendak ka mana toean?” Maka djawabnja: „Sehaja maoe poelang ka Eropah.” Maka serta koedengar perkataannja itoe, maka tiadalah akoe ketahan lagi hatikoe rasanja, saperti akoe kahilangan iboe bapakoe, demikianlah. Maka ajar matakoe poen berlingan-lingan. Maka dipandangnja itoe, maka moekanja poen merah­lah serta ditetapnja ajar matanja dengan<noinclude></noinclude> 2gx4q9hj96cds58xtaws59uzjxht85c Halaman:Boenga rampai.djvu/14 104 113453 313576 2026-08-17T06:19:33Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313576 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||14}}</noinclude>ngan orang besar-besar serta pegawai-pegawai. Maka kajoe itoe poen tinggelam dehoeloe jang pihak pangkalnja; maka kata Pak Belalang: Inilah pangkalnja.” Maka nakoda kapal poen poetjat moekanja. Maka diambil poela anak itik, didekatkan dengan tepi pasoe itoe, maka toeroenlah satkor dehoeloe dari pada jang banjak; maka kaloear poela saperindoek demikian djoega. Maka berkata Pak Belalang: Mana jang dehoeloe itoelah djantan.” Maka bersoeraklah isi balai itoe, tanda kamenangan radja, maka nakoda kapal poen mengakoelah ia alah, laloelah menjerahkan kapal dengan moeatannja sakalian. Maka Pak Belalang poen dipersalin oleh radja dengan dikeroeniai beriboe-riboe oeang. Demikianlah tjeriteranja kata orang toea-toea. Maka ada antara tengah doea boelan, radja itoe hendak menghabiskan sangka hatinja kapada Pak Belalang. Maka pada satoe hari disoeroeh radja boedak-boedaknja menangkap sakor belalang, maka radja poen menjoeroeh memanggil Pak Belalang. Ada sabentar Pak Belalang poen datang menghadap. Maka radja semajam itoe poera-poera roepa morka, pedang poen soedah terhoenoes. Maka pikir Pak Belalang: Patoet boedak memanggil akoe tadi hendak lekas-lekas.” Maka Pak Belalang doedoek menjembah dengan hormat serta takoetnja. Maka radja poen bertitah: Hai Pak Belalang, tjoba kauteka, apa jang koegenggam ini? karena ini penghabisan akoe hendak mengatahoei ilmoemoe; djika bersalahan dengan tekamoe, sekali ini matilah engkau, tiada koeberi tanggoeh lagi, koepantjoeng lehermoe di sini djoega; bertjerailah kepalamoe dengan badanmoe.” Maka serta didengar Pak Belalang akan titah radja itoe, maka terkedjoetlah ia dengan berobah moekanja serta poeltjat warnanja, dengan menggeletar dagoenja. Maka didalam pikirnja: Tiadalah akoe berdjoempa dengan si Belalang, anakkoe saorang itoe.” Djadi tiada katahoean daja lagi, hanjalah toendoek tenga-<noinclude></noinclude> o05wcfoud5digxhcnp97ikzp7tjuyt9 Halaman:Boenga rampai.djvu/51 104 113454 313577 2026-08-17T06:20:13Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313577 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||51}}</noinclude>sapoe-tangan, sambil katanja: „Entjik djangan soesah; kalau sehaja lagi hidoep, balik djoega sehaja ka Singapoera ini; sakarang sebab sehaja maoe poelang ini, karena ada sehaja berselisih dengan toean Farquhar, maka itoelah sehaja maoe djelaskan, maka djikalau soedah djelas sehaja balik. Entjik tinggal baik-baik, djangan soesah, boleh kita bertemoe lagi di belakang; dan lagi nanti sehaja beri satoe soerat, entjik boleh simpan baik-baik, maka salagi ada Inggeris dalam negeri Singapoera atau di Malaka, entjik toendjoekkan kapadanja soerat itoe, kapada barang siapa mendjadi kepala; entjik boleh mendapat pekerdjaan itoe.” Maka djawabkoe: „Toean, sehaja tiada soeka bekerdja di polisi itoe, sebab memberi-beri soempah kapada orang.” Maka djawabnja: „Orang jang memberi soempah itoe, toean boleh taroeh orang lain, diberi kompeni gadji lain.” Maka djawabkoe: „Itoe kemoedian boleh sehaja pikir, toean.” Maka katanja poela: „Kalau entjik tiada maoe, tinggallah kapada saudagar Inggeris, boleh memegang pekerdjaannja; sehaja boleh memberi soerat kapada toean Quares (?), boleh mendapat gadji besar. Akan tetapi, sehaja pikir pekerdjaan itoe terlaloe memberi penat, entjik tiada boleh tahan, baik djoega pekerdjaan polisi, menoelis dan mengadjar toean-toean Inggeris bahasa Melajoe.” Maka djawabkoe: „Jang mana patoet pada pikir toean, itoelah satoeroet.” Kemoedian maka dipanggilnja masoek kadalam bilik sebelah itoe, serta katanja: „Entjik bolekah almari tiga boeah ini, berisi kitab Melajoe semoeanja; alas baik-baik kitab itoe dengan kain lilin ini, soesah kadalam peti koelit ini, ada empat peti.” Satelah soedah, kemoedian ada perkakas djawa, dan lagi ada banjak djenis-djenis. Maka satelah soedah ditoendjoekkannja sakalian itoe, maka kaloearlah ia. Maka dengan tangankoe sendiri menjimpan segala kitab dan hikajat dan sair. Maka segala kitab jang berdjilid sehadja adalah kira-kira tiga ratoes, lain<noinclude></noinclude> s3axirq44322t3ni3f229a1s2rt5v66 Halaman:Boenga rampai.djvu/15 104 113455 313578 2026-08-17T06:20:17Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313578 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||15}}</noinclude>dah, mengeloeh mengoetjap, dengan berpeloeh-peloeh badannja. Maka ada sadjoeroes lagi, mengangkat moekanja, dengan berkata Pak Belalang, jaani: Tiadalah akoe berdjoempa lagi dengan anakkoe si Belalang.” Maka serta di dengar radja katanja begitoe, maka radja poen memboekakan tangannja dengan titah radja: Soenggoehlah engkau pandai bertilik, bertenoeng!” seraja dikeroeniakan persalin dengan oepah kapada Pak Belalang, dengan dikeroeniakan telap makan minoemnja hingga mati. Maka dengan sebab itoelah toeah Pak Belalang dan moedjoei Pak Belalang djadi mashoerlah; diboeat bidal dan oepamaan toeah Pak Belalang itoe di tanah Melajoe Riau Lingga ink dari dehoeloe sampai sakarang. {{c|Wa'llahoe alam.}}<noinclude></noinclude> ofq39fy6ck3h72wy1iyohdk9smz2lv4 Halaman:Gerpolek.pdf/97 104 113456 313579 2026-08-17T06:20:29Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313579 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>menentukan siapa yang "BENAR". Atau persetujuan harus diperoleh dengan "KONSESI BESAR" dari kedua pihak. Tetapi keputusan dengan jalan damai atau kekerasan itu haruslah didapatkan kalau UNO benar-benar hendak dijadikan satu organisasi yang bersifat Pengadilan dan Pemerintah Dunia. Dalam keadaan sekarang tak dapat UNO mengambil sesuatu keputusan yang agak penting. Satu keputusan UNO yang oleh Soviet Russia dirasanya merugikan dirinya, boleh digagalkannya dengan memakai HAK-VETO-nya (Hak melarang). Begitu pula sesuatu keputusan UNO yang oleh Amerika Serikat dianggapnya bertentangan dengan kepentingan dirinya, dapat ditolaknya dengan memakai HAK-VETO-nya pula. Demikianlah pertentangan tajam yang sewaktu-waktu bisa meletus menjadi perang dunia ketiga, antara kepentingan Gabungan Soviet Rusia itu dengan Gabungan Amerika Serikat terdapat hampir diseluruhnya Eropa, di Lautan Tengah (Italia, Turki dan Iran) dan di Timur Jauh (Korea dan Tiongkok). 4. PERTENTANGAN KAUM BURUH DAN KAUM KAPITALIS. Pertentangan inilah yang menjadi Sumber pertentangan yang sebenarnya antara Gabungan Soviet dan Gabungan Kapitalis yang terpusat pada Amerika Serikat seperti tersebut di atas tadi. Pertentangan ini akan terus menerus berlaku selama ada kapitalisme. Kaum buruh di seluruh dunia tentulah bersimpati dengan kaum seperjuangannya yang sudah menang di Rusia. Kaum Kapitalis diseluruh Dunia tentulah bersimpati dengan kaum kapitalis Amerika Serikat karena mereka sama-sama merasa terancam oleh gerakan buruh revolusioner. Pertentangan buruh dengan kapitalis itu tentulah, mau tak mau, merayap masuk ke dalam gedung UNO! Pertentangan itu baru akan lenyap apabila kapitalisme sendiri sudah lenyap dari seluruhnya muka bumi ini.<noinclude>{{rh||96}}</noinclude> 3trfhy11txr671jme4mbhwiaxqsr4se Halaman:Boenga rampai.djvu/52 104 113457 313580 2026-08-17T06:21:18Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313580 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||52}}</noinclude>dari pada jang belom berdjilit dan lain dari pada jang bertjerai-tjerai dan bergoeloeng dan berhelai. Maka penoehlah tiga boeah peti koelit, pandjang-pandjang sapoeda, dengan kitab Melajoe sehadja. Maka kemoedian dari pada itoe doea peti dimoeatkan soerat dan kitab Djawa dan Bali dan Boegis, serta berdjenis-djenis patoeng dan gambar dan perkakasnja dan permainannja dan toelisan­nja dalam daoen lontar, sakalian itoe semoeanja tiga empat peti; dan lagi boenji-boenjan Djawa poen ada dengan salangkappnja dalam saboeeah peti besar. Maka lain poela ada beberapa riboe djenis binatang jang telah diboeang­kan isinja dan toel­angnja, maka disin­ja dengan kapas kadalamnja, maka kalihatan roepanja saperti binatang hidoep soenggoeh djoega; dan lagi ada doea tiga peti berisi boeroeng beriboe-riboe djenis jang dipetjaboetnja bagai jang terseboet itoe djoega. Dan lagi poela ada beberapa ratoes botol besar-ketjil dan pandjang-pandjak, jang berisi oelar dan lipan, kala dan hoelat dan sebagainja; maka sakalianja botol itoe, disin­ja dengan ajar keras, jaitoe akan memeliharakan dari pada boesoek; maka roepanja segala binatang itoe saperti hidoep djoega. Dan lagi ada doea peti berisi karang-karang, jaitoe dari pada beriboe-riboe djenis sipoet dan karang dan remis jang berbagai-bagai roepanja. Maka adalah segala benda jang terseboet itoelah jang terlaloe dikasihinja, terlebih dari pada emas dan intan. Maka sabentar-sabentar ia datang melihat, sebab takoet roesak atau patah petjah. Maka satelah siaplah semoeanja itoe, maka segala peti itoe poen dimoeatkannja ka kapal. Adapoen tongkang jang membawa segala barang itoe semoeanja doea poeloeh, lain poela sekoetji dan tambang. Maka satelah soedahlah segala barangnja itoe naik di kapal, maka dipanggilnja akan dakoe pada esoknja masoek kadalam bilik tempat ia menoelis itoe, kat­anja: „Entjik, ambil soerat ini, simpan baik-baik sama-sama soerat jang soedah sehaja {{hws|be|berikan}}<noinclude></noinclude> ba4yjmw2weq8wqhzelkk6155hh0j7bh Halaman:Boenga rampai.djvu/53 104 113458 313581 2026-08-17T06:21:46Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313581 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||53}}</noinclude>{{hwe|rikan|berikan}} dehoeloe itoe di Malaka. Maka kalau esok-esok ada orang Inggeris datang kamari, entjik toendjoekkan soerat itoe, maka boleh ia memeliharakan entjik; dan lagi, kalau entjik masoek dalam pekerdjaan di koort (court), entjik toendjoekkan soerat ini kapada barang siapa jang mendjadi radja di Singapoera, maka boleh mendapat gadji lebih dari pada segala orang Melajoe. Djanganlah entjik soesah hati, sehaja lihat; kalau ada oemoer sehaja, bagaimana poen, sehaja datang djoega ka Singapoera; maka kalau sehaja soedah mati, tinggallah baik-baik; dan sehaja pesan, beladjar­lah baik-baik bahasa Inggeris boleh djadi pandai. Ini lagi satoe soerat, entjik ambil, kalau soedah sehaja berladjar, beharoe pergi toendjoekkan kapada toean Quares, nanti diberinja doea ratoes ringgit; entjik ambil oeang itoe akan belandja. Maka kalau sehaja datang kembali, sehaja hendak memboeat banjak kitab, jaitoe tentang segala negeri jang di sebelah sini, maka sehaja nanti soeboetkan nama entjik poen dalam segala kitab itoe, bagaimana banjak entjik menoloeng akan sehaja dari pada bahasa Melajoe dan kapandaian Melajoe dan segala pengetahoean entjik semoeanja sehaja nanti soeboetkan, soepaja orang poetih boleh mengenal dan pertjaja akan entjik dalam pekerdjaan.” Maka diamlah akoe sambil koesamboet soerat itoe serta ajar matakoe berhamboran tiada berasa, sebab terlaloelah sedih dihatikoe rasanja pada hari itoe saperti kamatian iboe bapakoe, sebab berteriad dengan toean Raffles itoe. Adapoen jang koesoesahkan itoe boekannja pendapatankoe dari padanja, atau boekannja sebab kabesarannja atau kakajaannja, melainkan sebab bodi? bahasanja jang baik; lagi poen barang soeatoe perkataannja itoe dengan soetji hati, lagi toeloes; dengan tiada sekali-kali melembarkan dirinja atau menghina­kan orang adanja. Maka sakalian itoelah jang ter­sangkoet dalam hati hingga sampai sakarang ini. Maka<noinclude></noinclude> 1g7riiokiawwhqa03x30z4asjmbsbrq Halaman:Boenga rampai.djvu/17 104 113459 313582 2026-08-17T06:21:52Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313582 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||17}}</noinclude>sampannja ka hoeloe. Maka berkajoeh doea tandjoeng, teringat poela, bahwa pihak hilir koerang sedap masakannja. Maka didalam begitoe, poelang balik doea tiga kali, kemoedian dikajoeh teroes ka pihak hoeloe. Maka serta sampai soedah berdiri amin toean imam membatja doa, djadi terlepaslah jang di sabelah hoeloe. Maka berkajoeh poela dengan bersoenggoeh-soenggoeh ka hilir. Maka serta sampai, berdiri poela doa toean imam di sitoe, djadi terlepas poela; djadi kata hatinja: Baik akoe balik mengambil tali kail, soepaja dapat ikan; lebih-lebih didjoeal boleh diboeat laoek; serta akoe bawa andjing perboeroean; kalau tadapat ikan, akoe berboeroe pelandoek.” Maka didalam berpikir begitoe, berkajoehlah balik, mengambil tali kail dengan mengambil nasi sedjoek. Maka nasi sedjoek itoe diboeng-kogs dengan oepih pinang, dengan sambal belatjan didalam taboeng; maka andjing itoe poen ditaroeh di belakang sampan. Serta sampai ka tempat mengail, maka berpantjang-lah di sitoe, kail poen ditjampakkanlah dengan oempannja sipoet. Maka tatkala kail soedah didalam ajar, maka perot poen lapar, laloelah memboeka oepih tempat nasi itoe; maka mengambil taboeng sambal itoe, diketoek-ketoekkan pada tepi sampan; ditoentoeng-toentoeng, tiba-tiba terpatjoel sambal itoe, djatoeh kadalam ajar. Maka lebai itoe poen menjeloek kadalam ajar, hendak mengambil sambal jang djatoeh itoe. Serta toendoek kapala, tangan poen menjeloek ka ajar, andjing poen melompat makan nasi. Maka djadi terlepas hadjatnja semoeanja. Djadi dikata orang Lebai Malang. Hingga masa ini didjadikan behasa kapada Melajoe, kapada barang siapa jang begitoe halnja, dikatalah edjadi Lebai Malang”. Demikianlah tjeriteranja.<noinclude>{{left|Boenga rampai}} {{right|2}}</noinclude> idm0j4xl1c7yyakilz48o1u5edoa0sg Halaman:Gerpolek.pdf/96 104 113460 313583 2026-08-17T06:21:57Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313583 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Dalam bulan Mei ini Yahudi sedang bertempur dengan Arab walaupun sudah UNO dengan maksud mulia dan mempunyai rancangan memberantas perusak perdamaian. Yang terpenting pula buat diketahui ialah dengan maksud mulia dan rancangan memberantas perusak perdamaian itu, sampai sekarang UNO belum mempunyai TENTARA untuk menjalankan sesuatu HUKUMAN terhadap suata Negara yang dianggap BERSALAH! 3. PERTENTANGAN ANTARA GABUNGAN SOVIET (Sosialis) DENGAN GABUNGAN KAPITALIS. Pertentangan ini sekarang berpusat pada gabungan Rusia, Polandia, Cekoslowakia, Rumania, Bulgaria, Yugoslavia, dan Hongaria di satu pihak serta Amerika, Inggris dan Perancis dll di lain pihak. Pertentangan antara Soviet Rusia dengan Gabungan Negara Imperialis memangnya sudah ada semenjak Soviet Rusia berdiri pada tahun 1917. Tetapi di masa Volkenbond, Soviet Rusia baru di belakang hari sekali masuk menjadi Anggota Volkenbond itu. Amerika Serikat tak pernah menjadi Anggota Volkenbond meskipun Bapak Volkenbond itu adalah Presiden Amerika sendiri, ialah Presiden Wilson. Keduanya Soviet Rusia, dan Amerika Serikat adalah anggota terutama dalam UNO Soviet Rusia dengan Gabungan Negaranya sudah meliputi lebih dari 300 juta penduduk, jadi lebih kurang dua kali sebesar penduduknya di masa Volkenbond. Amerika Serikat sudah terhitung Negara yang kuat sekali di dunia sesudah perang dunia kedua. Pertentangan Gabungan Soviet dengan Gabungan Amerika sekarang menjalar masuk ke dalam UNO. Pertentangan ini membikin pertentangan Soviet dan Amerika menjadi lebih terang dan lebih mudah dilihat, atau sekali lagi perang dunia terpaksa dilakukan buat<noinclude>{{rh||95}}</noinclude> kgqdgvbmwuusg2rvz7el5hpqd4ka45i Halaman:Boenga rampai.djvu/18 104 113461 313584 2026-08-17T06:22:49Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313584 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||18}}</noinclude> Tjeritera ini beharoe disoerat, Dimaaloemkan sadikit kabawah sahabat. Melajoe kabanjakan mengambil ibarat, Pada pekerdjaan djadi daroerat. Djika berpikir djangan kepalang, Tetapkan satoe djangan dioelang. Djikalau dimasoekkan soeatoe selang, Tentoe mendjadi si Lebai Malang. Hendaklah ingat, ajoe hai saudara! Bareng kerdja habiskan kira: Djangan dizoeat dengan bersigera, Malangmoc itoe mendjadi tjidera; Bersalahan kapada orang bertoewah; Tiada djandjinja ia kabawah. Pemandangan gelap mendjadi lawah; Kebon jang keljil mendjadi sawah; Saperti toewah Bapak Belalang, Segala kerdja tiada menggalang ; Ka mana pergi ia beroelang; Oeutoengnja boekan alang kepalang.<noinclude></noinclude> 6eiu88b33606i8xktu80b814jumrmvg Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/66 104 113462 313585 2026-08-17T06:22:51Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313585 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|64|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude>„Akoe pilih laoetan.........!" achirnja Pik dongaken kepalanja, berdiri dan laloe bertindak boeat melompat dari itoe praoe. „Nanti ....... " kata Hong-hwie sambil tahan badannja Pik. Kau belon sembajang." Hong-hwie laloe kasi tiga batang hio jang ia sengadja bawa. „Kaloe akoe sembajang, akoe boekan sembajangin dirikoe, hanja akoe sembajangin iboekoe......... Oh ........." katanja Pik sambil trima itoe angsoeran. „'Ntjik, kaloe nanti kau poelang, katemoe iboe, bilanglah bahoea Pik minggat di tempat jang djace, djaoe sekali, djangan bilang kaloe ........" Aer-matanja Pik jang dari tadi roepanja mampet, sasa'at ini laloe kliatan toeroen, menetes dengen tetesan jang aloes saolah- olah menetesnja itoe aer 'mboen dari oedara jang membasahin ramboetnja jang koesoet. Pik pegang itoe batang hio, mendongak ka atas oedara dan laloe roeboeh di atasnja itoe praoe dengen tida inget dirinja. {{rule|width=5em}}<noinclude></noinclude> ahr1a34pi465ktgvlp3qbbxefkyubd7 Halaman:Boenga rampai.djvu/55 104 113463 313586 2026-08-17T06:23:08Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313586 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||54}}</noinclude>banjaklah djoega orang besar-besar dan orang jang pandai-pandai dan orang jang jaka-jaka dan orang jang elok-elok roepanja, tetapi tabiat dan pandai mengambil hati orang serta dengan boedi bahasa toean Raffles itoe, tiadalah koedapati. Maka djikalau akoe mati dan hidoep kembali sakali poen tiadalah akoe mendapat orang saperti itoe lagi. Maka adalah sebab kasih hatikoe akan dia, maka koekarang­kan pantoen akan dia. <div style="text-align:center;"> '''INILAH PANTOEN TOEAN RAFFLES''' '''DOEA LAKI ISTERI.''' Boeroeng belibis diatas lantai,<br /> Boeah rambai dalam padi.<br /> Toean Raffles orang jang pandai,<br /> Tahoe soenggoeh mengambil hati. Boeah rambai dalam padi,<br /> Lazat tjita poela rasanja.<br /> Pandai soenggoeh mengambil hati,<br /> Serta dengan boedi behasanja. Lazat tjita poela rasanja,<br /> Djeroedjoe dengan doerinja.<br /> Serta dengan boedi behasanja,<br /> Satoedjoe poela dengan isterinja. Djeroedjoe dengan doerinja,<br /> Di tepi djalan orang berlari:<br /> Satoedjoe poela dengan isterinja,<br /> Saperti boelan dengan matahari. </div> Hatta satelah soedah koembalilah doea soerat itoe, maka toean Raffles doea laki isteri itoe poen toeroenlah ka laoe­t serta diiringkan oleh orang segala bangsa, entah berapa {{hws|ba|banjak}}<noinclude></noinclude> 0mtp4hfn4l20e10rm7if0g88xhmz9p6 313588 313586 2026-08-17T06:23:32Z Ibrohim tijani 26379 ←Mengganti halaman dengan '' 313588 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||55}}</noinclude><noinclude></noinclude> fcouylbw3fj5u6itw13sg3fsqgmyttx 313593 313588 2026-08-17T06:25:13Z Ibrohim tijani 26379 313593 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||55}}</noinclude>{{hwe|njak|banjak}}. Maka akoe poen pergilah bersama-sama menghantarkan dia. Serta sampai di kapal maka naiklah ia kadoea laki isteri. Maka sebentar lagi orang hendak memoetar saoeh, maka disoeroeh oleh toean Raffles panggil akoe. Maka masoeklah akoe kadalam biliknja, maka koelihat moekanja merah, serta menjapoe ajar matanja, maka katanja: „Entjik, poelanglah, djangan soesah, kalau sehaja hidoep boleh kita bertemoe poela.” Maka datanglah isterinja membawakan doea poeloeh lima ringgit, katanja: „Ini sehaja beri kapada entjik poenja anak di Malaka.” Maka apabila koedengar katanja itoe, makinlah terbeka rasanja hatikoe, sebab boedin­ja laki isteri itoe, maka koesambat, serta memberi terima kasih serta menggoejang-goejang tangan toean Raffles doea laki isteri itoe serta dengan ajar matakoe, laloe toeroen ka sampan. Maka satelah djdoehlah sampan itoe ber­djoedjang, maka akoe menoleh ka belakang, koelihat toean Raffles ada memandang dari djendela; maka akoe memberi tabik akan dia, maka diangkatnja tangannja, maka sebentar itoe djoega kapal itoe poen mengangkat lajar, laloe berlar­jalan. Sjahdan maka kaesokan harinja koebawalah pergi soerat jang diberi oleh toean Raffles itoe, koetoendjoekkan kapada toean Quares, maka dibatjanja, serta katanja: „Toean beri satoe soerat tanda tangan, boleh sehaja beri oeang itoe.” Maka koetoeliskannlah soerat itoe, mengatakan: sakian hari boelan ada sehaja menerima doea ratoes ringgit dari pada toean Quares. Setalah itoe kkoeterimalah oeang doea ratoes ringgit itoe, dengan terlaloe sedih hatikoe, sebab terkenang­kan toean Raffles itoe. Maka dari pada hari toean Raffles itoe soedah berladjar, maka tiadalah akoe merasa soeka hati, melainkan dengan masgoel adanja. Sabermoela adapoen kemoedian dari pada peninggalan toean Raffles itoe maka toean Farquhar mendjadi radja di Singapoera. Maka adapoen kalau ada bitjara jang besar-besar,<noinclude></noinclude> 12noyxqdh4ddo5o2uyhzn0ez090uefr Halaman:Gerpolek.pdf/95 104 113464 313587 2026-08-17T06:23:11Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313587 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>2. PERTENTANGAN ANTARA NEGARA IMPERIALIS DENGAN NEGARA IMPERIALIS. Diantara Negara Imperialis dan negara Imperialis, yang berada dalam Volkendbond dan di luar Volkenbond dahulu, banyak sekali terdapat pertentangan. Yang satu curiga kepada yang lain dan selalu mau mengatasi yang lain itu. Demikianlah di masa Volkenbond, Inggris (Yang Berpunya) sangat bertentangan dengan Perancis dan Amerika (juga-Berpunya). Dimasa UNO ini sekarang kelihatan benar bertentangan Inggris dengan Amerika terhadap persoalan Arab-Yahudi di Palestina. Inggris dan Amerika keduanya berbahasa satu dan banyak mengandung persamaan dalam hal kebangsaan, filsafat politik, agama dan kebudayaan. Tetapi kepentingan kapitalis masing-masing tiada selalu sama pada tiap-tiap tempat. Di Amerika Selatan kepentingan kapital Amerika Utara tiada selalu sama dengan kepentingan kapitalis Inggris disitu. Begitu pula di Palestina dan dibeberapa Negara Arab di sekitar Palestina. Demikianlah sekarang (Mei 1948) dalam menghadapi pertikaian Arab-Yahudi, maka Inggris memihak kepada Arab dan Amerika Serikat memihak kepada Yahudi. Kemungkinan ada pula, bahwa kelak Amerika Serikat akan mendapatkan kata-sepakat dengan Inggris, terhadap soal Palestina itu. Tetapi nyatalah sudah dalam waktu sedikit saja sudah dua putusan UNO yang TIDAK diperdulikan oleh bangsa Arab dan Yahudi. Kedua putusan UNO itu berseluk-beluk pula dengan pertentangan Amerika-Inggris. Bermula UNO memutuskan supaya Paletina dibagi dua, menajdi Negara Arab dan Negara Yahudi. Kedua Arab dan Yahudi menolak putusan UNO itu mentah-mentah! Kemudian UNO memutuskan mau mengadakan TRUSTEESHIP (pengawasan atas Palestina). Putusan inipun oleh Arab dan Yahudi ditolak mentah-mentah!<noinclude>{{rh||94}}</noinclude> ql95689kxwyz9d0ltqndbo7f4kzxfqm Halaman:Boenga rampai.djvu/19 104 113465 313589 2026-08-17T06:24:20Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313589 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>{{c|'''TJERITERA NEGERI SINGAPOERA.'''}} Sabermoela maka kembalilah poela akoe kapada mentjeriterakan hal negeri Singapoera itoe. Maka telah masaklah soedah biljara toean Farquhar kapada temenggoeng Abdoel Rahman, jaitoe akan hal hendak pergi mendjempoet tengkoe Loeng, poctera socltan Mahinoed dari Riau ka Singapoera; telapi tiada berani marika itoe memboeat pekerdjaan itoe kalau dengan tiada satahoe toean Raffles; karena tocan RaMes pada masa itoe ada lagi di Benggala. Hata maka dalam sadikit hari lagi toean RaMes poen datanglah dari Benggala, membawa empat boeah kapal dan doea boeah kitji. Maka apabila sampai itoe, maka pergilah toean Farquhar dengan temenggoeng mendapatkan dia ka laoet. Serta bertemoe maka disamboctnja akan marika itoe dengan sabanjak-banjak hormat, laloe bertjeriteralah marika itoe kadoea pihak tentang hal masing-masing. Kemoedian maka dikabarkan oleh toean Farquhar dari hal hendak mendjempoet tengkoe Loeng dari Riau ka Singapoera. Maka terkedjoetlah tocan RaMes, katanja: sBelomkah engkau boeat itoe lagi?” Maka djawab toean Farquhar: Sebab hendak meminta perentah dari pada toean dehoeloe, karena itoe pekerdjaan besar adanja.” Maka kata toean RaMes: sSakctika ini djoega soeroehkan; tetapi biar orang jang kaperljajaan, soepaja djangan petjah rehasia ini; dalam tiga hari akoe maoe ia sampai kamari. Tiadalah akoe maoe toveroen ka darat kalau sabelom tengkoe Loeng itoe datang.” Kelakian maka dengan saketika itoe djocga toecan Farquhar dan temenggoeng itoe poen toeroenlah ka<noinclude></noinclude> fnxw6nz2g9eralkjp3v6y61ebl7g4ia Halaman:Boenga rampai.djvu/54 104 113466 313590 2026-08-17T06:24:21Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313590 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||54}}</noinclude>banjaklah djoega orang besar-besar dan orang jang pandai-pandai dan orang jang jaka-jaka dan orang jang elok-elok roepanja, tetapi tabiat dan pandai mengambil hati orang serta dengan boedi bahasa toean Raffles itoe, tiadalah koedapati. Maka djikalau akoe mati dan hidoep kembali sakali poen tiadalah akoe mendapat orang saperti itoe lagi. Maka adalah sebab kasih hatikoe akan dia, maka koekarang­kan pantoen akan dia. {{br||'''INILAH PANTOEN TOEAN RAFFLES''' '''DOEA LAKI ISTERI.'''}} Boeroeng belibis diatas lantai,<br /> Boeah rambai dalam padi.<br /> Toean Raffles orang jang pandai,<br /> Tahoe soenggoeh mengambil hati. Boeah rambai dalam padi,<br /> Lazat tjita poela rasanja.<br /> Pandai soenggoeh mengambil hati,<br /> Serta dengan boedi behasanja. Lazat tjita poela rasanja,<br /> Djeroedjoe dengan doerinja.<br /> Serta dengan boedi behasanja,<br /> Satoedjoe poela dengan isterinja. Djeroedjoe dengan doerinja,<br /> Di tepi djalan orang berlari:<br /> Satoedjoe poela dengan isterinja,<br /> Saperti boelan dengan matahari. </div> Hatta satelah soedah koembalilah doea soerat itoe, maka toean Raffles doea laki isteri itoe poen toeroenlah ka laoe­t serta diiringkan oleh orang segala bangsa, entah berapa {{hws|ba|banjak}}<noinclude></noinclude> 0asquzx7newqwbn9tdbb3j1g8fy0idq 313591 313590 2026-08-17T06:24:41Z Ibrohim tijani 26379 313591 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||54}}</noinclude>banjaklah djoega orang besar-besar dan orang jang pandai-pandai dan orang jang jaka-jaka dan orang jang elok-elok roepanja, tetapi tabiat dan pandai mengambil hati orang serta dengan boedi bahasa toean Raffles itoe, tiadalah koedapati. Maka djikalau akoe mati dan hidoep kembali sakali poen tiadalah akoe mendapat orang saperti itoe lagi. Maka adalah sebab kasih hatikoe akan dia, maka koekarang­kan pantoen akan dia. {{rh||'''INILAH PANTOEN TOEAN RAFFLES''' '''DOEA LAKI ISTERI.'''}} Boeroeng belibis diatas lantai,<br /> Boeah rambai dalam padi.<br /> Toean Raffles orang jang pandai,<br /> Tahoe soenggoeh mengambil hati. Boeah rambai dalam padi,<br /> Lazat tjita poela rasanja.<br /> Pandai soenggoeh mengambil hati,<br /> Serta dengan boedi behasanja. Lazat tjita poela rasanja,<br /> Djeroedjoe dengan doerinja.<br /> Serta dengan boedi behasanja,<br /> Satoedjoe poela dengan isterinja. Djeroedjoe dengan doerinja,<br /> Di tepi djalan orang berlari:<br /> Satoedjoe poela dengan isterinja,<br /> Saperti boelan dengan matahari. </div> Hatta satelah soedah koembalilah doea soerat itoe, maka toean Raffles doea laki isteri itoe poen toeroenlah ka laoe­t serta diiringkan oleh orang segala bangsa, entah berapa {{hws|ba|banjak}}<noinclude></noinclude> 0trm5tzm9c0bhgjla92huf9ddoplq5y Halaman:Gerpolek.pdf/94 104 113467 313592 2026-08-17T06:25:05Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313592 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>I. PERTENTANGAN YANG PUNYA JAJAHAN (The Haves) DAN TAK PUNYA (The Have-Nots). Lama Negara Jerman tertekan, setelah takluk pada perang dunia kesatu. Teapi setelah lebih kurang lima belas tahun, maka Negara Jerman bangkit kembali dengan segala kekuatan. Dia sebagai Negara-Tak-Punya-Jajahan menuntut jajahan pada Negara-Yang-Punya Jajahan-Luas, seperti Inggris, Perancis, Belanda. Bersama Jerman ikut pula menuntut jajahan ialah Negara Italia dan Jepang. Italia yang merampas Abesinia tak dapat dihukum karena dapat bantuan dari Jepang dan Jerman. Jepang yang merampas daerah Tiongkok tak pula dapat dihukum (dibekot atau diperangi), karena Italia dan Jerman membantu Jepang. Akhirnya Jerman yang ceroboh, yang mulai merampas daerah Cekoslowakia tak pula dapat dihukum, karena dibantu oleh Italia dan Jepang. Jadi negara Yang-Tak-Punya-Jajahan selalu bersatu menghadapi beberapa Negara Berpunya. Kalau hukuman dijalankan juga tentulah gabungan Yang-Tak-Berpunya akan berhadapan dengan gabungan Yang-Berpunya. Ini berarti perang-dunia. Kalau hukuman tiada dijalankan maka akan bermerajalelalah rampas-merampas: Yang-Kuat merampas dan memerangi Yang-Lemah. Ini akan berakhir pada perang dunia juga. Memangnya Perang-Dunia timbul juga karena Volkenbond membiarkan saja Jepang, Italia, Jerman berlaku ceroboh pada waktu permulaan. Dimata UNO sekarang maka bangsa Jerman, Italia dan Jepang masih termasuk bangsa takluk dan tertekan. Tetapi untuk berapa lama? Setelah pada satu ketika mereka bangkit kembali, maka kelak pertentangan lama akan timbul pula kembali. Dengan demikian maka akan bangkitlah kembali penyakit lama yang sudah membawa Volkenbond ke kubur dan akan mengancam hidupnya UNO.<noinclude>{{rh||93}}</noinclude> gx6j5u8dde1or9t33r7t26css95oxcw Halaman:Boenga rampai.djvu/20 104 113468 313594 2026-08-17T06:25:13Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313594 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||20}}</noinclude>darat. Serta sampai marika itoe maka dipanggilnjalah radja Amboeng itoe. Adapoen radja Amboeng itoe, jaitoe koelawarga soeltan Mahmoed, maka jaitoe paugkat saudara djoega kapada tengkoe Loeng itoe. Satelah datanglah ia, maka moepakatlah marika itoe bortiga-tiga dalam bilik temenggoeng menjoeroehkan dia pergi ka Riau. Dalam tiga hari djuega tengkoe Loeng itoe sampai kamari, djangan petjah-petjah rehasia ini; karena marika itoe takoet didengar oleh Belanda; nistjaja tiada dilepaskannja tengkee Loeng itoe. Dan lagi bagaimana poen daja oepaja tengkoe, bawalah biar sahelai sapinggang; katakan toean Raffles ada menanti di Selat mendjempoet. Satelah tetaplah bitjara itoe, maka saketika itoe djoega toeroenlah radja Amboeng kadalam sekoetji, laloe berlajarlah menoedjoe Riau. Maka sahari samalam tamanja di laoet maka sampailah ka Riau, di kampoeng Penjengat, pada tengah malam. Maka radja Amboeng toeroenlah, masoek ka dalam, mengadap tengkoe Loeng, serta mentjeriterakan: Bahwa toean Raffles dan toean Farquhar serta temenggoeng Abdoel Rahman pinta silakan tengkoe ka Selat, karena hendak diangkat oleh marika itoe tengkoe, didjadikan soeltan.” Adapoen marika itoe berkata-kata itoe, saorang dengan saorang sahadja. Maka' demi didengar oleh tengkoe Loeng akan kabar itoe, maka herantah ia, seraja termenoeng sadjoeroes, sebab menengar itoe. Maka disoeroehnja panggil akan entjik Aboe. Adapoen entjik Aboe itoe, orang jang kapertjajaainnja, saperti menterinja; entjik Aboe poetih gelarnja. Maka dipanggilnja masoek kadalam biliknja, bertjakap-tjakaplah marika itoe akan mentjehari iktiar, karena hati tengkoe Loeng itoe sak, takoet barangkali ia hendak ditipoe oleh toean Raffles, sebab hendak ditangkapnja akan dia, dibawanja ka Benggala. Kemoedian maka diberilah oleh entjik Aboe iktiar bersama-sama radja Amboeng itoe, demikian sembahnja: Adapoen patik ini hamba<noinclude></noinclude> l61vpkaf3ipzd6v4tm2901gptgkux3c Halaman:The Belle of Menado.pdf/1 104 113469 313595 2026-08-17T06:25:53Z Iripseudocorus 23824 /* Tanpa teks */ 313595 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude> 4qvtwobg21ymr5yuwhb1gniddau3vs2 Halaman:The Belle of Menado.pdf/2 104 113470 313596 2026-08-17T06:26:07Z Iripseudocorus 23824 /* Tanpa teks */ 313596 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude> 4qvtwobg21ymr5yuwhb1gniddau3vs2 Halaman:Boenga rampai.djvu/56 104 113471 313597 2026-08-17T06:26:08Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313597 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||56}}</noinclude>maka diperboeatnjalah saperti jang diperboeat oleh toean Raffles, jaitoe bermoepakat dengan soeltan Hoesain Sjah serta temenggoeng akan mememoetoeskan bitjara itoe. Maka negeri Singapoera poen tetaplah hoekoemnja dan adatnja sakalian, saperti jang telah ditetapkan oleh toean Raffles itoe, maka tiadalah diobah-obah lagi oleh toean Farquhar akan adat dan oendang-oendang jang diletakkan oleh toean Raffles itoe adanja. Sjahdan maka kemoedian dari pada sadikit hari itoe, maka akoe rasa tiada soeka hatikoe, sebab terkenang-kenang­kan toean Raffles itoe, maka akoe poen kembalilah ka Malaka, ada kira-kira doea boelan lamanja. Kemoedian akoe balik poela ka Singapoera. Maka serta akoe sampai maka akoe mendapat kabar dari pada toean Farquhar, katanja, bahwa kapal tempat toean Raffles menoempang hendak poelang ka Eropah itoe soedah berladjar dari Bangkahoeloe pada petang hari; maka pada malamnja kapal itoe soedah terbakar habislah segala barang jang didalamnja, soeatoe poen tiada lepas, melainkan toean Raffles lepas doea laki isteri dengan sahelai sapinggang sehadja. Maka apabila akoe menengar kabar jang demikian itoe, terbanglah arwahkoe, sebab terkenangkan sakalian kitab bahasa Melajoe dan lain-lain dari pada beberapa zaman, dipoengoetnja dari pada sagenap negeri, sakaliannja habislah hilang tiada lagi tinggal benihnja, karena sakalian itoe toelisan tangan; djikalau kitab ditjap adalah benihnja; dan lagi saperti segala perkakas jang heran itoe sakalian. Adapoen saperti harta bendanja itoe, tiadalah koesoesahkan. Dan lagi poela terkenanglah akoe akan perdjandjiannja hendak memboeat kitab tentang hal segala negeri jang di sebelah sini, serta djandjinja hendak memasoeekkan namakoe didalam kitab itoe; semoeanja poen soedahlah hilang. Makin koekenangkan hal perkara itoe sakalian, makinlah soesah hatikoe, sebab soeatoe karoegian besar poela kapada orang<noinclude></noinclude> 7zb6slxbs0lc47y1f2ip70sbqb1apvf Halaman:Boenga rampai.djvu/87 104 113472 313598 2026-08-17T06:27:01Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313598 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||87}}</noinclude>Maka sigeralah dikerdjakan oleh orang gadji hamba saperti soeroehan hamba itoe, maka dibawanjalah saekor lemboe betina jang terlaloe tamboen sakali. Maka itoelah roepanja iboe anak hamba jang telah hilang itoe, ja toeankoe djin. Satelah soedahlah diikat kaempat-empat kaki lemboe itoe maka hamba poen hendak menjembelih dia; maka hamba lihat lemboe itoe mencendoekkan kepalanja seraja bertjoetjoeranlah ajar matanja itoe, djatoeh ka boemi. Maka hamba poen mendjadi terlaloelah heran sangat, serta terlaloe belas hamba memandang dia; maka tiadalah sampai hati rasanja hamba hendak menjembelih akan dia itoe, maka laloe hamba soeroeh orang gadji hamba itoe membawa ia poelang ka tempatnja kembali, seraja hamba soeroeh poela membawa saekor lemboe jang lain. Maka pada tatkala itoe isteri hamba ini poen adalah bersama-sama dengan hamba, dengan terlaloelah sangat geram hatinja, oleh sebab tiada sampai saperti maksoednja itoe, seraja herkatalah ia kapada hamba, katanja: Apakah jang toeanhamba perboeat itoe, dan mengapakah tiada toeanhamba sembelih akan lemboe itoe, karena tiadalah lain lagi lemboe jang terlebih baik dan tamboennja dari pada lemboe ini?” Maka oleh sebab djangan mendjadikan kamarahan di hati isteri hamba ini, maka sigeralah hamba soeroeh bawa samoela lemboe itoe kapada hamba. Satelah itoe maka tiadalah djadi hamba menjembelih lemboe itoe, melainkan hamba berikanlah pisau itoe kapada orang gadji hamba itoe, sambil hamba soeroeh ia menjembelihkan lemboe itoe sendirinja, karena akan hamba ini sangat doekatjita oleh melihatkan ajar mata lemboe itoe. Maka oleh orang gadji hamba itoe disembeliknjalah lemboe itoe dengan tiada menaroeh hati jang kasihan lagi. Satelah soedahlah dikoepasnja koelit lemboe itoe, maka hamba lihat semoeanja toelang sehadja dengan tiada berdaging, soenggoeh poen lemboe itoe hamba lihat tamboen pada moclanja; laloc hamba soeroeh angkat.<noinclude></noinclude> geozrzlwc0q1e747bio5jhgzj810up0 Halaman:Boenga rampai.djvu/57 104 113473 313599 2026-08-17T06:27:04Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313599 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||57}}</noinclude>{{rh||57|}} Eropah poen. Adapoen kahendak toean Raffles itoe, hendak mengarangkan beberapa hikajat jaitoe hikajat hal negeri Boegis, dan hikajat hal poelau Beroenai, dan hikajat hal poelau Singapoera, dan lagi poela beberapa perkara jang endah-endah hendak diperboeatnja. Maka sakalian kitab itoe serta salinannja dalam bahasa Inggeris itoe semoeanja soedahlah hilang. Maka sebentar lagi berbaliklah poela hatikoe berpikir: »Asal njawanja terlepas, itoe poen sjoekoerlah kapada Allah, melakoekan koeasanja atas hambanja; jang tiada disangkakan boleh, mendjadi, dan jang disangkakan mendjadi, tiada mendjadi; ia memboeat dengan sakahendaknja.« <div style="text-align:center;"> <hr style="width:30%;" /> </div> Kelakian maka tiadalah berapa lamanja kemoedian dari pada itoe, maka toean Farquhar poen hendak poelang ka Eropah, maka petjahlah kabar itoe. Maka apabila didengar oleh orang dalam negeri Singapoera, maka soesahlah hati masing-masing, sebab jaitoe radja jang baik, lagi pandai memeliharakan hati segala ra'ajat; istimewa poela segala orang Malaka, toean itoe saperti bapa kapadanja. Maka semendjak ia djadi radja dalam negeri Malaka sampai­lah kapada zaman negeri Singapoera bolehlah pernah ia mengetjilkan hati orang atau memboeat barang soeatoe jang tiada patoet kapada orang, sabarang bangsa poen baik, melainkan kasih­an ia akan orang, dan toeloengannja poen banjak; demikian djoega kahadjiannja. Maka sebab demikianlah orang sakalian kasih akan dia, serta dengan takoetnja akan dia, sebab hoekoemnja adil. Lagi poen adalah soeatoe tabiat kapadanja jang ter­oetama dari pada sakalian tabiat, jaitoe: baik dalam barang pekerdjaan, baik dalam hoekoem­annja, tiadalah disangkakan orang kaldoer orang miskin, melainkan semoeanja sama kapadanja. Maka ka­tjoewalnja adalah djoega kabanjakan orang besar-besar dan orang lain itoe, dipandangnja lebih orang kaja dan koerang orang<noinclude></noinclude> 6kczf58qw288aiqxscbmlw6g471pc2w 313600 313599 2026-08-17T06:27:33Z Ibrohim tijani 26379 313600 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||57}}</noinclude>{{rh||57|}} Eropah poen. Adapoen kahendak toean Raffles itoe, hendak mengarangkan beberapa hikajat jaitoe hikajat hal negeri Boegis, dan hikajat hal poelau Beroenai, dan hikajat hal poelau Singapoera, dan lagi poela beberapa perkara jang endah-endah hendak diperboeatnja. Maka sakalian kitab itoe serta salinannja dalam bahasa Inggeris itoe semoeanja soedahlah hilang. Maka sebentar lagi berbaliklah poela hatikoe berpikir: »Asal njawanja terlepas, itoe poen sjoekoerlah kapada Allah, melakoekan koeasanja atas hambanja; jang tiada disangkakan boleh, mendjadi, dan jang disangkakan mendjadi, tiada mendjadi; ia memboeat dengan sakahendaknja.« <div style="text-align:Center;"> <hr style="width:30%;" /> </div> Kelakian maka tiadalah berapa lamanja kemoedian dari pada itoe, maka toean Farquhar poen hendak poelang ka Eropah, maka petjahlah kabar itoe. Maka apabila didengar oleh orang dalam negeri Singapoera, maka soesahlah hati masing-masing, sebab jaitoe radja jang baik, lagi pandai memeliharakan hati segala ra'ajat; istimewa poela segala orang Malaka, toean itoe saperti bapa kapadanja. Maka semendjak ia djadi radja dalam negeri Malaka sampai­lah kapada zaman negeri Singapoera bolehlah pernah ia mengetjilkan hati orang atau memboeat barang soeatoe jang tiada patoet kapada orang, sabarang bangsa poen baik, melainkan kasih­an ia akan orang, dan toeloengannja poen banjak; demikian djoega kahadjiannja. Maka sebab demikianlah orang sakalian kasih akan dia, serta dengan takoetnja akan dia, sebab hoekoemnja adil. Lagi poen adalah soeatoe tabiat kapadanja jang ter­oetama dari pada sakalian tabiat, jaitoe: baik dalam barang pekerdjaan, baik dalam hoekoem­annja, tiadalah disangkakan orang kaldoer orang miskin, melainkan semoeanja sama kapadanja. Maka ka­tjoewalnja adalah djoega kabanjakan orang besar-besar dan orang lain itoe, dipandangnja lebih orang kaja dan koerang orang<noinclude></noinclude> lx79ao52enqdpaoyqc9y9uqgij72jom 313602 313600 2026-08-17T06:28:04Z Ibrohim tijani 26379 313602 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||57}}</noinclude>Eropah poen. Adapoen kahendak toean Raffles itoe, hendak mengarangkan beberapa hikajat jaitoe hikajat hal negeri Boegis, dan hikajat hal poelau Beroenai, dan hikajat hal poelau Singapoera, dan lagi poela beberapa perkara jang endah-endah hendak diperboeatnja. Maka sakalian kitab itoe serta salinannja dalam bahasa Inggeris itoe semoeanja soedahlah hilang. Maka sebentar lagi berbaliklah poela hatikoe berpikir: »Asal njawanja terlepas, itoe poen sjoekoerlah kapada Allah, melakoekan koeasanja atas hambanja; jang tiada disangkakan boleh, mendjadi, dan jang disangkakan mendjadi, tiada mendjadi; ia memboeat dengan sakahendaknja. <div style="text-align:Center;"> <hr style="width:30%;" /> </div> Kelakian maka tiadalah berapa lamanja kemoedian dari pada itoe, maka toean Farquhar poen hendak poelang ka Eropah, maka petjahlah kabar itoe. Maka apabila didengar oleh orang dalam negeri Singapoera, maka soesahlah hati masing-masing, sebab jaitoe radja jang baik, lagi pandai memeliharakan hati segala ra'ajat; istimewa poela segala orang Malaka, toean itoe saperti bapa kapadanja. Maka semendjak ia djadi radja dalam negeri Malaka sampai­lah kapada zaman negeri Singapoera bolehlah pernah ia mengetjilkan hati orang atau memboeat barang soeatoe jang tiada patoet kapada orang, sabarang bangsa poen baik, melainkan kasih­an ia akan orang, dan toeloengannja poen banjak; demikian djoega kahadjiannja. Maka sebab demikianlah orang sakalian kasih akan dia, serta dengan takoetnja akan dia, sebab hoekoemnja adil. Lagi poen adalah soeatoe tabiat kapadanja jang ter­oetama dari pada sakalian tabiat, jaitoe: baik dalam barang pekerdjaan, baik dalam hoekoem­annja, tiadalah disangkakan orang kaldoer orang miskin, melainkan semoeanja sama kapadanja. Maka ka­tjoewalnja adalah djoega kabanjakan orang besar-besar dan orang lain itoe, dipandangnja lebih orang kaja dan koerang orang<noinclude></noinclude> a894wxncdnxi50jucni2dygat094539 Halaman:Boenga rampai.djvu/86 104 113474 313601 2026-08-17T06:27:33Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313601 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||86}}</noinclude>dan kianat itoe sambil ia menoentoeti segala ilmoe sihir. Satelah pahamlah ia soedah di dalam segala ilmoe sihir itoe laloe berniatlah ia, akan pikirannja jang djahat itoe hendak didjalankannja di atas anak hamba serta dengan iboenja itoe. Satelah itoe maka oleh isteri hamba ini dibawanjalah anak hamba itoe berdjalan kapada soeatoe tempat jang djaoeh, laloe dioebahkannja sifat anak hamba itoe kapada saekor anak lemboe dengan ilmoe sihirnja itoe. Kemoedian diserahkannjalah anak lemboe itoe kapada orang gadji hamba seraja katanja, beharoe-lah djoega dibelinja anak lemboe itoe. Maka dengan demikian itoe tiadalah djoega djemoe rasa hatinja telah melakoekan jang demikian itoe atas anak hamba itoe, maka akan iboenja itoe poela didjadikannja saekor lemboe betina dengan ilmoe sihirnja itoe, seraja diserahkannja djoega kapada orang gadji hamba itoe. Sjahadan maka apabila kembalilah hamba dari pada pelajaran hamba itoe, maka bertanjalah hamba kapada isteri hamba itoe akan anak hamba serta dengan iboenja itoe. Maka sigeralah disahoeti oleh isteri hamba, katanja: Adapoen sehaja perampoean toeanhamba itoe telah mati dan akan anak toeanhamba itoe poela, telah doea boelan lamanya soedah tiada hamba melihat dia, entah ka manakah gaibnja itoe, tiadalah hamba katahoei.” Maka terlaloelah soesah rasanja hati hamba oleh kamatian sehaja hamba itoe. Maka saperti hai anak hamba jang telah gaib itoe, maka sentiasalah djoega hamba terkenang-kenang akan dia, dan berkatalah hamba, moedah-moedahan bolehlah ia dapat kembali dengan sigeranja. Maka satelah soedah delapan boelan lamanya tiadalah djoega hamba beroleh kabar tentang hal anak hamba itoe. Demikianlah, ja toeankoe djin! Satelah sampailah kapada boelan perdjamoean, maka hamba poen inginlah hendak memboeat soeatoe perdjamoean, laloe hamba soeroehkan saorang gadji hamba membawakan kapada hamba saekor lemboe jang tamboen, soepaja disembelih.<noinclude></noinclude> 4qt5a88n6aqcummx39m9muh9orz50os Halaman:Boenga rampai.djvu/85 104 113475 313603 2026-08-17T06:28:23Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313603 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||85}}</noinclude>Ja toeankoe, adapoen roesa betina jang toeankoe lihat ini, jaitoelah sepoepoe hamba dan telah mendjadi isteri hamba. Adapoen tatkala hamba kawin dengan dia itoe, beharoelah vemoernja doeabelas tahoen sehadja. Maka sebab itoe boekannjalah patoet sehadja dipandangnja akan hamba ini saperti saorang sahabat handainja atau soeaminja, melainkan patoetlah dipandangnja hamba saperti bapanja sendiri. Maka telah soedahlah tiga poeloeh tahoen lamanja hamba ini beristerikan dia, maka tiadalah hamba peroleh barang saorang anak poen dengan dia itoe. Maka dalam itoe poen tiadalah sakali-kali hamba ini berdjaoeh kasih dari padanja pada sabilang hari, serta berniatlah poela hamba, hendak beroleh saorang anak; maka laloe hamba belilah saorang sehaja perampoean dan nikahlah hamba dengan dia itoe. Maka dari pada sangat kerasnja niat hamba itoe, maka hamba perolehlah saorang anak laki-laki dengan sehaja perampoean itoe dengan kasihan Allah. Akan tetapi isteri hamba ini sangatlah tjemboeroe hatinja akan iboe anak hamba itoe, melainkan disamarkannjalah maksoed hatinja itoe pada hamba, sahingga pada achirnja sakali beharoelah hamba katahoei dengan katerangannja akan perboeatannja itoe, demikian ini: Sjahadan satelah besarlah anak hamba itoe, sakira-kira oemoernja sapoeloeh tahoen, maka hamba poen berpikirlah hendak berlajar, tetapi sabeloem lagi hamba berlajar itoe, maka hamba serahkanlah anak hamba itoe serta dengan iboenja itoe kapada isteri hamba, dengan beberapa besar harap hati hamba dapat ia memeliharakan marika itoe sapeninggal hamba berlajar itoe. Satelah soedah hamba menjerahkan anak hamba serta dengan iboenja itoe kapada isteri hamba ini, maka hamba poen berlajarlah. Maka dari semendjak hamba telah berlajar itoe, maka isteri hamba itoe poen memoelailah menoendjoekkan hatinja jang hasad.<noinclude></noinclude> 32i4cr35bwg7y66m0cjgmcauc7nwakb Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/67 104 113476 313604 2026-08-17T06:28:43Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313604 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{Bold|{{sp|PENGORBANAN}}}}|||65}}</noinclude>{{C|{{Bold|V}}}} {{right|{{smaller| „Ia boekan doerhaka, ia tida berdosa sama Allah: kaloe is salah itoelah tjoema melanggar sama adat-istiadat, boekan melanggar sama kamanoesia'an, tida melanggar wetnja Toehan Allah ......... Ajo, mana ia? Akoe nanti bisa kalap seperti matjan kailangan anak apabila kau tida oendjoeken ia!"}}} {{di|S}}AMPE ampir djam tiga deket pagi, Hong-hwie jang moentjoel dengen moeka jang lesoeh. „Bagimana?" 'ntjik Hwie-bing menanjah. „Beres," saoetnja Hong-hwie dengen soeara adem. Marika kamoedian tida nabsoe boeat mengomong lebih djaoe. Kamoedian masing-masing laloe pada masoek tidoer. Esoek paginja dan hari brikoetnja, Hong-hwie tida ada kliatan moentjoel poelah, kerna ia telah dapet sakit, sebab mana kamoedian Hong-hwie laloe minta verlof boeat poelang ka roemah familienja di Lasem. Dengen kasi oewang seratoes ringgit 'ntjik Hwie-bing idzinken ia verlof. Kapan itoe maleman soeda liwat, esoeknja 'ntjim Hwie-bing djadi kalap. „Mana Pik, mana anak'koe?" ia menanjah sama soeaminja. „Ia minggat ........." saoetnja 'ntjik Hwie-bing. „Djoesta, ia tida aken minggat, ia tida aken lari, kaloe itoe belon dapet akoe poenja perkenan!" 'ntjim Hwie-bing membantah. „Mana ia! Mana, mana! Kau apain padanja?" „Ia anak doerhaka: ia minggat dan kita tida oesah apa-apain padanja."<noinclude></noinclude> ehmha8xbwv6ekgrzkcha6lq5xhd1bsh 313608 313604 2026-08-17T06:29:06Z Ammachemist 27288 313608 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{Bold|{{sp|PENGORBANAN}}}}|||65}}</noinclude>{{C|{{Bold|V}}}} {{right|{{smaller| „Ia boekan doerhaka, ia tida berdosa sama Allah: kaloe is salah itoelah tjoema melanggar sama adat-istiadat, boekan melanggar sama kamanoesia'an, tida melanggar wetnja Toehan Allah ......... Ajo, mana ia? Akoe nanti bisa kalap seperti matjan kailangan anak apabila kau tida oendjoeken ia!"}}}} {{di|S}}AMPE ampir djam tiga deket pagi, Hong-hwie jang moentjoel dengen moeka jang lesoeh. „Bagimana?" 'ntjik Hwie-bing menanjah. „Beres," saoetnja Hong-hwie dengen soeara adem. Marika kamoedian tida nabsoe boeat mengomong lebih djaoe. Kamoedian masing-masing laloe pada masoek tidoer. Esoek paginja dan hari brikoetnja, Hong-hwie tida ada kliatan moentjoel poelah, kerna ia telah dapet sakit, sebab mana kamoedian Hong-hwie laloe minta verlof boeat poelang ka roemah familienja di Lasem. Dengen kasi oewang seratoes ringgit 'ntjik Hwie-bing idzinken ia verlof. Kapan itoe maleman soeda liwat, esoeknja 'ntjim Hwie-bing djadi kalap. „Mana Pik, mana anak'koe?" ia menanjah sama soeaminja. „Ia minggat ........." saoetnja 'ntjik Hwie-bing. „Djoesta, ia tida aken minggat, ia tida aken lari, kaloe itoe belon dapet akoe poenja perkenan!" 'ntjim Hwie-bing membantah. „Mana ia! Mana, mana! Kau apain padanja?" „Ia anak doerhaka: ia minggat dan kita tida oesah apa-apain padanja."<noinclude></noinclude> 5o2ia7myb4b6ku116x3p4cructomdcs Halaman:Boenga rampai.djvu/84 104 113477 313605 2026-08-17T06:28:52Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313605 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||84}}</noinclude>itoe maka ia poen doedoeklah bersama-sama hendak melihatkan hal itoe. Hatta maka tiada berapa lamanja lagi, maka sakoenjoeng-koenjoeng kalihatanlah kapada marika itoe kaloear dari tengah padang itoe asap, laksana doeli jang ditioepkan angin, datang menghampiri marika itoe sakalian; dan saketika lagi maka asap itoe poen gaiblah, maka dilihatnja oleh marika itoe adalah saorang djin datang menoedjoe kapada saudagar itoe saorang sehadja, dengan tiada lagi menoleh-noleh melihat orang toea jang bertiga itoe, dan adalah sabilah sjamsir jang terhoenoes di tangan djin itoe. Maka oleh djin itoe dihelanja akan saudagar itoe seraja berkata: Hai insan, berdirilah engkau, karena akoe hendak memboenoeh engkau, sebab engkau telah memboenoeh akan anakkoe itoe.” Maka akan saudagar serta dengan orang toea itoe poen katakoetanlah sangat seraja meratap dan meraoenglah, maka oedara poen penoehlah dengan ratap dan raoeng marika itoe. Satelah dilihat oleh orang toea jang membawa roesa betina itoe, bahwa djin itoe telah menangkap saudagar itoe, hendak diboenoehnja, maka sigeralah ia mendjatoehkan dirinja di kaki djin itoe, sambil ditjioemnja seraja berseroe, katanja: Adoehai penghoeloe djin, maka hamba memoehoenkan kapada toeankoe, bahwa menaroeh sabar apakah kiranja toeankoe, dan djanganlah disigerakan morka toeankoe itoe; maka haraplah hamba moedah-moedahan bolehlah kiranja toeankoe menengarkan tjeritera hamba ini, terlebih lagi herannja dari pada hal saudagar jang hendak toeankoe boenoeh ini; maka haraplah hamba, dapat toeankoe memaafkan sasoekoe behagian dari pada kasalahan saudagar jang malang ini.” Maka satelah didengar oleh djin akan perkataan orang toea itoe, maka ia poen tapakoerlah sadjoeroes lamanja. Kemoedian maka berkatalah ia: Baiklah, hai insan, berkenanlah akoe saperti perkataanmoe itoe.” Hatta maka orang toea itoe poen bertjeriteralah; katanja:<noinclude></noinclude> 681q10ec8w2e1aymhyshhsg7s4w4hrk Halaman:Boenga rampai.djvu/58 104 113478 313606 2026-08-17T06:29:01Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313606 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||58}}</noinclude>miskin, dan barang soeatoe hoekoemannja poen berat kapada orang miskin dan ringan kapada orang kaja. Sabermoela maka segala orang jang dalam negeri Singapoera poen masing-masing bersedialah dengan hadiahnja dan alatnja dan perahoenja serta dengan boenji-boenjiannja. Maka adapoen saperti esoknja ia hendak berladjar itoe, maka pada hari ini datanglah beriboe-riboe orang bertemoe dengan dia; ada jang menangis soenggoeh-soenggoeh, sebab terkenangkan banjak baiknja; ada poela jang menangis poera-poera, sebab hendak bermoeka-moeka, soepaja dikatahoei orang ia bersahabat dengan radja; maka adalah jang membawa hadiah berbagai-lagai, orang Tjina tjara Tjinanja, orang Melajoe tjara Melajoenja, dan orang Keling tjara Kelingnja. Maka sakalian itoe ditoelisnja nama masing-masing; ada jang dibalasnja dengan oeang, ada jang dibalasnja dengan kain, ada jang dibalasnja dengan perkakas Eropah jang endah-endah, masing-masing dengan kadarnja, sebab memeliharakan hati orang. Maka adalah doea hari itoe, halnja tiadalah kering ajar matanja. Maka barang siapa datang berdjoempa dengan dia diberinja nasihat dan dipesannja, katanja: „Doedoek baik-baik, djangan saperti ada sehaja, boleh sehaja menoeloeng dan memberi akal. Maka sakarang sehaja maoe poelang; tetapi kalau ada lagi oemoer sehaja baliklah djoega ka Singapoera ini.” Maka sambil ia berkata-kata itoe bertjoetjoeranlah ajar matanja, sebab sajangnja hendak meninggalkan negeri Singapoera. Maka pada hari itoe beberapa­lah banjak orang miskin datang berhimpun meminta sedekah di roemahnja, maka sakalian disoeroehnja beri masing-masing dengan sakadarnja. Maka adapoen segala anaknja, perampoean dan laki-laki poen, masing-masing dengan ajar matanja, doedoek dengan pertjintaannja. Sjahdan adalah barang perbekalan dari pada djenis-djenis halwa dan atjar dan panganan berbagai-bagai djenis itoe, entah beberapa ratoes takar<noinclude></noinclude> qr812b0kr1b4vz3pim792u5jo4mrbzd Halaman:Gerpolek.pdf/93 104 113479 313607 2026-08-17T06:29:05Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313607 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>tindakan apa yang akan diambil yang cocok dengan Pasal 41 dan 42, untuk memeliharakan perdamaian dan ketentraman dunia. PASAL 41. DK bisa memutuskan, tindakan apa (yang tiada memakai kekerasan) yang akan dipergunakan untuk melaksanakan putusannya dan boleh meminta para anggtao UNO melakukan tindakan itu. Termasuk juga pada tindakan ini, ialah pemutusan perhubungan ekonomi, seluruhnya atau sebagian saja dan memutuskan perhubungan kereta, laut, udara pos dan kawat, serta radio dan perhubungan lain dan memutuskan hubungan diplomasi. PASAL 42. Apabila DK menganggap tindakan menurut Pasal 41 tersebut tak cukup atau ternyata tak cukup, maka DK boleh mengambil tindakan dengan TENTARA udara, laut, dan darat, menurut kepentingan mengembalikan keamanan dan ketentraman dunia. Pendeknya: UNO sebagai perserikatan beberapa bangsa di dunia bermaksud memelihara perdamaian dan Ketentraman dunia. Daya Upaya untuk mencapai maksud itu, ialah melakukan PEMBOIKOTAN (ekonomi, perhubungan dan diplomasi) dengan sesuatu Negara yang sudah ditetapkan BERSALAH (ceroboh). Kalau Pemboikotan (menurut pasal 41) itu tak cukup maka UNO boleh memaksa NegaraBersalah (ceroboh) itu dengan senjata Udara, Laut dan Daratan (menurut Pasal 42). Semuanya itu memang lebih mudah dikatakan daripada dijalankan. Sebabnya ialah, karena terlampau banyak pertentangan di antara negara dan neagra yang menjadi anggota UNO itu. Pertentangan terbesar adalah LIMA.<noinclude>{{rh||92}}</noinclude> nw66ahjljbvjlmwr327xpz2ltsf9lzi Halaman:Boenga rampai.djvu/83 104 113480 313609 2026-08-17T06:29:35Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313609 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||83}}</noinclude>sampai kapada kasoedahannja. Maka didengarkan sehadjalah oleh orang toea itoe akan tjeritera saudagar itoe dengan terlaloe herannja. Satelah itoe maka orang toea itoe poen berkatalah: Adoehai saudarakoe, maka tiadalah kiranja perkara jang lain di dalam doenia ini, jang terlebih sempoernanja dari pada memeliharakan ikrar jang amanat saperti soempah toeanhamba jang betoel itoe; maka dengan sabenarnjalah djoega rilalah hamba ini akan mendjadi saksi bagi toeanhamba dengan djin itoe.” Satelah soedahlah orang toea itoe berkata-kata, maka doedoeklah ia dekat dengan saudagar itoe, sambil berkata-kata. Maka di dalam marika itoe berkata-kata maka kalihatanlah poela saorang-orang toea jang lain dengan doea ekor andjing hitam, jang ada mengikoet dari belakangnja. Maka telah hampirlah soedah orang toea itoe ka tempat saudagar itoe doedoek, maka ia poen sigeralah memberi salam sambil bertanja: Apakah sebabnja toean kadoea berhenti di sini?” Maka sigeralah dikabarkan oleh orang toea jang moela-moela itoe akan segala hal ahwal saudagar itoe, sambil dikatakannja poela: Bahwa adapoen hari inilah djoega djin itoe akan datang memboenoeh saudagar ini.” Maka orang toea itoe poen taadjoeblah sangat menengarkan hal saudagar itoe, maka ia poen berkatalah: Wahai, rilalah poela hamba ini hendak melihat akan kasoedahannja”—laloe ia poen doedoeklah bersama-sama, sambil berkata-kata poela. Maka tengah ia berkata-kata itoe datanglah poela saorang-orang toea jang lain membawa saekor kaldai, sambil bertanja kapada kadoea orang toea itoe, katanja: Hai saudarakoe, mengapakah saudagar itoe beroepa soegoel hamba lihat?”— Laloe dikabarkanlah oleh marika itoe kadoeanja akan segala hal ahwal saudagar itoe. Demi didengar oleh orang toea akan hal itoe, maka heranlah sangat ia, seraja berkata poela: Maka hamba poen hendaklah mendjadi saksi bagi saudagar ini dengan djin itoe.” Satelah<noinclude></noinclude> mregqg4yogkvulz9lzoyzu0f6ehgwgu Halaman:Boenga rampai.djvu/59 104 113481 313610 2026-08-17T06:29:58Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313610 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||59}}</noinclude>dan boejoeng dan botol sakaliannja itoe, pemberian orang sehadja, bertamboe-tamboean adanja. Hatta satelah esoknja maka orang segala bangsa poen masing-masing mengaloearkan perahoenja serta dengan perhiasannja dan benderanja serta boenji-boenjiannja, dan hadiahnja; beratoes-ratoes perahoe ada sedia. Maka ramailah boenji-boenjan di laoe itoe; ada boenji-boenjan Tjina, ada boenji-boenjan Melajoe, ada boenji-boenjan Keling dan Djawa; ada poela jang menembak, ada jang memasang petas, terlaloe rioeh rendah boenjinja. Maka sakalian marika itoe hendak mengiringkan perahoe radja Farquhar itoe. Maka apabila dilihat oleh segala orang Poetih dan orang besar-besar akan hal itoe, segala bangsa sangat memberi hormat dan memoeliakan toean Farquhar itoe, maka adalah dalam antara marika itoe orang jang soeka, ada poela orang jang menoerah dengki, serta katanja: „Apa goena memberi hormat akan dia, karena boekannja dia orang besar dalam negeri Singapoera, ia tiada boleh memboeat barang apa jang dikahendakinja.” Maka djawab orang kapadanja: „Boekan sebab orang besar atau orang ketjil, atau kaja, atau miskin, melainkan boendinja jang baik itoelah sehadja jang memboeat sangkoet dan kasih hati orang sakalian.” Maka orang besar itoe poen tertidamlah, karena pada masa itoe toean Crawford soedah datang hendak memerentahkan negeri Singapoera. Maka apabila dilihatnja hal itoe sakalian, maka tertjenganglah ia sambil ia kamaloe-maloen rasanja, sebab tiada dikenal dan dipadoeliakan orang akan dia, dan tiada memberi hormat akan dia. Maka satelah soedah toean Farquhar itoe makan pagi, maka toeroenlah ia dari roemahnja ka pantai, maka orang jang beriboe-riboe itoe poen semoeanja menghantarkan akan dia sampai ka tepi laoet; maka masing-masing poen memberi tabik dan hormat akan dia, maka disamboetnja saorang-seorang. Adalah doea djam<noinclude></noinclude> pypwuwh9knxf1exk3a6cw1kagluhsdl Halaman:Boenga rampai.djvu/82 104 113482 313611 2026-08-17T06:30:00Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313611 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||82}}</noinclude>ajahnja itoe; tetapi berkatalah saudagar itoe poela kapada sakalian anak boeahnja, katanja: Hai anakkoe sakalian, adapoen saperti jang hendak koetinggalkan kamoe sakalian ini, oleh karena akoe menoeroet akan hoekoem Allah di ataskoe, dan kamoe toeroetilah poela kalakoeankoe, sambil menjerahkan diri dengan beberapa sabar di dalam waktoe kasoekaran; dan jang teroetama sakali, ingatlah, ja anakkoe sakalian, akan perkataan ini: Tiap-tiap jang bernapas itoe akan merasai mati adanja.” Sjahadan satelah soedahlah saudagar itoe memberi nasihat akan sakalian anak boeahnja itoe, laloe berpeloek bertjioemlah ia dengan marika itoe sakalian. Satelah itoe maka ia poen berdjalanlah menoedjoe perdjalanannja jang dehoeloe itoe, serta meninggalkan sakalian anak boeahnja itoe. Maka tiada berapa lamanja saudagar itoe berdjalan, maka ia poen tibalah di tempat itoe pada hari itoe djoega, saperti perdjandjiannja itoe. Maka ia poen sigeralah toeroen dari atas koedanja itoe, laloe doedoeklah ia dekat tempat mata ajar itoe sambil menantikan djin itoe datang. Di dalam ia doedoek dengan saorang dirinja serta dengan kadoekaannja itoe, maka sakoenjoeng-koenjoeng kalihatanlah kapadanja saorang-orang toea membawa saekor roesa betina, seraja mendekati dia sambil memberi salam. Maka sigeralah disahoeti oleh saudagar akan salam orang toea itoe. Satelah itoe maka orang toea itoe poen bertanjalah, katanja: Hai saudarakoe, apakah sebabnja maka toeanhamba sampai ka tempat jang lengang ini, karena tempat inilah jang berisi dengan segala djin jang djahat, dan lagi poen, akan tempat ini, telah didoedoeki manoesia pada moelanja, karena sakalian pohon kajoe ini menjatakan jang demikian itoe; tetapi sakarang ini telah mendjadi soenji-senjap sakali, dan tiadalah haroes manoesia berhenti lama di sini. Maka oleh saudagar itoe ditjeriterakannjalah segala hal ahwalnja dari permoelaannja<noinclude></noinclude> 4sv7tfwrfge0bgottg6p57wbza0cu0c Halaman:Boenga rampai.djvu/60 104 113483 313612 2026-08-17T06:30:52Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313612 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||60}}</noinclude>lamanja beharoe­lah ia toeroen kadalam sekoetji itoe, serta dengan ajar matanja, sambil ia memboeka tjapiaunja serta memberi tabik empat lima kali akan segala orang jang menghantarkan dia di darat itoe. Maka perahoe jang bera­toes-ratoes jang terseboet itoe poen, sakaliannja datanglah mengiringkan dari belakang perahoenja serta dengan rioeh rendah boenjinja. Maka ia poen heranlah memandang­kan hal itoe sakalian, sambil toendoek. Maka segala perahoe itoe poen memasanglah meriam dan senapang dan petas; ada jang menjanji, ada jang memaloe gambang biola, masing-masing dengan ragamnja, orang Tjina tjara Tjina, orang Melajoe tjara Melajoe, orang Keling tjara Keling, gegak gempita boenjinja laoet itoe. Sehingga sampailah ka kapal laloe naiklah ia di kapal, maka segala perahoe itoe poen berhimpounlah di kapal, maka orang jang menghentar itoe poen masing-masing naiklah memberi tabik. Maka disamboetnja saorang-saorang serta dengan perkataan jang manis-manis, mem­baiki hati marika itoe dan mengadjar marika itoe dengan berbagai-bagai perkataan. Maka adalah kalakoeannja kapada segala orang itoe saperti anak dengan bapa, demikianlah; sehingga menangislah masing-masing, maka ia poen menangislah. Maka sabentar lagi masing-masing poen bermoelhoenlah laloe toeroen ka sampan, maka sakalian perahoe itoe poen kembalilah ka darat. Setalah segala perahoe itoe soedah lepas dari kapal, maka datanglah toean Farquhar itoe ka tepi kapal serta memboeka tjapiaunja memberi tabik empat lima kali; maka disamboet oleh marika itoe sakalian sambil berseroe, katanja: „Toean, salamat berladjar, dapat angin jang baik, toean boleh sampai ka negeri toean, bertemoe dengan iboe bapa, adik kakak sakalian! salamat pandjang oemoer, toean boleh balik kamari poela mendjadi radja!” Maka d­i­gojang-gojangnja tjapiaunja tiga kali dari kapal. Maka kapal itoe poen memboeka lajar,<noinclude></noinclude> m7muxdvasx1e7tzn3zzo2f5ir2r3ehs Halaman:Boenga rampai.djvu/81 104 113484 313613 2026-08-17T06:31:17Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313613 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||81}}</noinclude>dapat kakanda bersama-sama dengan adinda sakalian” laloe ditjeriterakannjalah segala halnja itoe, dari permoelaannja sampai kasoedahannja. Demi didengar oleh isterinja akan tjeritera saudagar itoe, maka sakalian anak isterinja itoe poen meratap dan meraoenglah, terlaloe sangat, saperti orang kamatianlah lakoenja di dalam roemah saudagar itoe. Maka saudagar itoe poen tiadalah tertahan lagi hatinja, lakdana diiris dengan sembiloe rasanja, oleh melihatkan anak isterinja sakalian itoe meratap terlaloe sangat. Maka dari sebab sangat kasih sajangnja akan anak isterinja itoe, maka ia poen menangislah bersama-sama. Satelah kaesckan harinja maka saudagar itoe poen menentoekan sakalian pekerdjaannja dan mendjelaskan segala hoetang pioelangnja, dan memberi sedekah kapada segala fakir dan miskin dan memberi hadiah poela kapada sakalian sahabat handainja karib dan baid dan dimerdehikakannjalah hamba-sehajanja serta dibehagi-behagikannjalah poela segala harta-bendanja kapada sakalian anaknja dan ditjeharinjalah pengasoeh bagi anaknja jang ketjil-ketjil serta diberinjalah poela kapada isterinja itoe akan sakalian kaoentoengan jang telah diperolehnja di dalam perniagaannja itoe, dan ditambahinja poela dengan lain-lain harta benda, menoeroet saperti adat hoekoem negeri. Hatta maka satelah soedahlah saudagar itoe menentoekan sakaliannja itoe, maka telah genaplah soedah satahoen lamanja dan patoetlah ia kembali ka tempat djin itoe saperti perdjandjiannja itoe, maka laloe diboengkoesnjalah kapannja bekal mati dan sabagainja. Maka pada ketika itoe djoega datanglah doekatjita jang terlaloe sangat di atas saudagar itoe, oleh sebab hendak bertjerai pandjang dengan sakalian anak boeahnja itoe. Maka akan sakalian anak boeahnja itoe poen, tiadalah dapat diperikan lagi akan kadoekaan marika itoe, sebab hendak bertjerai dengan ajahnja itoe. Maka sakaliannja poen bermasjawaratlah hendak mati bersama-sama dengan<noinclude>{{left|Boenga rampai.}} {{right|6}}</noinclude> owtte5jcgbwj94d80rceq8p33xsr7k3 Halaman:Gerpolek.pdf/92 104 113485 313614 2026-08-17T06:31:27Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313614 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Maka selama kapitalisme ini ada dan dunia terpisah-pisah dalam beberapa Negara, maka sukarlah untuk mendapatkan perdamaian dunia itu. Volkenbond, Serikat Bangsa yang didirikan setelah perang dunia pertama degan maksud memelihara perdamaian dan memberantas kecerobohan, kandas, terbengkalai, akhirnya bubar, karena pertentangan yang terbawa oleh sistem kapitalisme-imperialisme di dunia ini juga. Apakah UNO, yang didirikan setelah perang Duni ke II ini akan berhasil mecapai maksudnya? Marilah kita kupas Maksud dan Daya Upaya UNO untuk mencapai maksudnya itu, serta keadaan dunia, yang menjadi sumber bagi semua pertikaian dan kekuatan di antara Bangsa-Bangsa serta Negara dan Negara. Dalam Risalah "PIAGAM PERDAMAIAN" Bab 1 TENTANGAN MAKSUD DAN AZAS, di antara lain-lain termaktub: Maksud UNO ialah: {{Ordered list|start=36 |Memelihara perdamaian dunia dan buat itu mengambil tindakan bersama buat menolak dan melenyapkan ancaman kepada perdamaian {{...|12}}dll. |Memajukan persahabatan di antara beberapa negara berdasarkan atas kehormatan, terhadap dasar PERSAMAAN HAK (Equal Rights) serta HAK MENENTUKAN NASIB SENDIRI oleh semua bangsa (Rights of self-determination of peoples {{...|12}}dll). '''Bab VII. TINDAKAN TERHADAP ANCAMAN PERDAMAIAN GANGGUAN PERDAMAIAN DAN TINDAKAN CEROBOH (Agression).''' PASAL 39. DK (Dewan Keamanan) akan memutuskan (tidaknya) sesuatu ancaman terhadap perdamaian, gangguan (branches) perdamaian atau tindakan ceroboh dan akan mengadakan usul atau menentukan<noinclude>{{rh||91}}</noinclude> ft4b8vdv72f9uctjklo9y88xi1wkq9c Halaman:Boenga rampai.djvu/61 104 113486 313615 2026-08-17T06:31:43Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313615 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||61}}</noinclude>laloe berladjarlah. Maka segala orang jang menghentar itoe poen masing-masing kembalilah ka tempatnja. Maka adalah kalakoean marika itoe sakalian saperti orang jang doeka-tjita adanja. Maka dalam doea tiga hari itoe, pada sabarang tempat akoe pergi, koedengarlah orang menje­boet-nje­boet nama toean Raffles dan nama toean Farquhar itoe orang jang baik; dan lagi beberapa poela orang memoedji-moedji akan namanja dan tabiatnja dan boedi behasanja dan tegor sapannja dan manis moekanja. Sabermoela maka sapeninggal toean Farquhar berladjar itoe, maka toean Crawfordlah memegang karadjaan negeri Singapoera; tetapi soenggoehpoen negeri itoe berdjaja, maka roepanja dan rasanja saperti tiada; saperti perkataan pantoen: Sapoeloeh bintang bertaboer, boel­lah sama dengan boelan jang satoe? Maka koelihat akan hal negeri Singapoera pada masa itoe saperti kalakoen perampoean kamatian soem­einja, ram­boetnja poen keoeset, moekanja poen masam, doedoeklah ia dengan doeka-tjit­anja, karena serinja telah tiada <div style="text-align:center;"> <hr style="width:30%;" /> </div><noinclude></noinclude> 6xo43qmdxx5ep7q5yczadciystv8y1s 313617 313615 2026-08-17T06:32:23Z Ibrohim tijani 26379 313617 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||61}}</noinclude>laloe berladjarlah. Maka segala orang jang menghentar itoe poen masing-masing kembalilah ka tempatnja. Maka adalah kalakoean marika itoe sakalian saperti orang jang doeka-tjita adanja. Maka dalam doea tiga hari itoe, pada sabarang tempat akoe pergi, koedengarlah orang menje­boet-nje­boet nama toean Raffles dan nama toean Farquhar itoe orang jang baik; dan lagi beberapa poela orang memoedji-moedji akan namanja dan tabiatnja dan boedi behasanja dan tegor sapannja dan manis moekanja. Sabermoela maka sapeninggal toean Farquhar berladjar itoe, maka toean Crawfordlah memegang karadjaan negeri Singapoera; tetapi soenggoehpoen negeri itoe berdjaja, maka roepanja dan rasanja saperti tiada; saperti perkataan pantoen: Sapoeloeh bintang bertaboer, boel­lah sama dengan boelan jang satoe? Maka koelihat akan hal negeri Singapoera pada masa itoe saperti kalakoen perampoean kamatian soem­einja, ram­boetnja poen keoeset, moekanja poen masam, doedoeklah ia dengan doeka-tjit­anja, karena serinja telah tiada <div style="text-align:center;"> <hr style="width:30%;" center/> </div><noinclude></noinclude> c7qt7fjc69azhultagtam2ly726d6db 313619 313617 2026-08-17T06:33:06Z Ibrohim tijani 26379 313619 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||61}}</noinclude>laloe berladjarlah. Maka segala orang jang menghentar itoe poen masing-masing kembalilah ka tempatnja. Maka adalah kalakoean marika itoe sakalian saperti orang jang doeka-tjita adanja. Maka dalam doea tiga hari itoe, pada sabarang tempat akoe pergi, koedengarlah orang menje­boet-nje­boet nama toean Raffles dan nama toean Farquhar itoe orang jang baik; dan lagi beberapa poela orang memoedji-moedji akan namanja dan tabiatnja dan boedi behasanja dan tegor sapannja dan manis moekanja. Sabermoela maka sapeninggal toean Farquhar berladjar itoe, maka toean Crawfordlah memegang karadjaan negeri Singapoera; tetapi soenggoehpoen negeri itoe berdjaja, maka roepanja dan rasanja saperti tiada; saperti perkataan pantoen: Sapoeloeh bintang bertaboer, boel­lah sama dengan boelan jang satoe? Maka koelihat akan hal negeri Singapoera pada masa itoe saperti kalakoen perampoean kamatian soem­einja, ram­boetnja poen keoeset, moekanja poen masam, doedoeklah ia dengan doeka-tjit­anja, karena serinja telah tiada <div style="width:100%; text-align:center;"> <hr style="width:30%; margin-left:auto; margin-right:auto;" /> </div><noinclude></noinclude> suifcwnxcw04p237cfgbw5ft7ui113a Halaman:Boenga rampai.djvu/88 104 113487 313616 2026-08-17T06:32:05Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313616 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||88}}</noinclude>kapada orang gadji hamba itoe, serta dengan kasoesahan sangat hati hamba melihatkan lemboe jang satamboen itoe telah mendjadi soesoet dengan sabentar-bentar itoe, sambil hamba berkata kapada orang gadji hamba itoe: Ambillah olehmoe sakalian daging itoe dan perboeatlah sakahendak hatimoe dan berikanlah poela kapada siapa-siapa sahabat dan kenalanmoe itoe, dan bawalah poela kapadakoe barang saekor anak lemboe jang tamboen sakali.” Maka saketika lagi orang gadji hamba itoe poen membawa kapada hamba saekor anak lemboe jang terlaloelah amat tamboennja sakali. Bahwa tiadalah sakali-kali hamba katahoei akan dia itoe anak hamba; tetapi berdebar-debar djoega rasa hati hamba dan berbangkitlah kasihan di dalam diri hamba apabila hamba melihat dia. Pada moelanja maka diamlah anak lemboe itoe, kemoedian melihat akan hamba; maka merontalah ia sahingga poetoeslah tali penambatnja itoe, laloe sigeralah ia datang berlari-lari mendapatkan hamba laloe menaroehkan kepalanja di bawah kaki hamba saolah-olah memoehoenkan rahim kapada hamba, soepaja djangan hamba memboenoeh dia itoe. Maka akan hal jang diperboeatkannja di atas dirinja itoe maka maksoednja soepaja bolehlah hamba mengatahoei bahwa ialah anak hamba itoe. Maka makinlah bertambah-tambah lagi doekatjita hati hamba oleh melihatkan kalakoean anak lemboe itoe, terlebih poela dari pada ajar mata lemboe betina itoe. Maka dengan saketika itoe djoega djatoehlah kasih sajang hati hamba di atas anak lemboe itoe dan darah hamba poen naik-toeroenlah sehadja dan tiadalah dapat hamba bertjakap dengan kabetoelan atau poen memikirkan apakah jang hendak hamba perboeat. Satelah itoe maka berkatalah hamba kapada orang gadji hamba itoe: Bawalah poelang kembali olehmoe anak lemboe ini serta peliharakan dia baik-baik, dan bawakan dakoe poela saekor anak lemboe jang lain.” Demi didengar oleh isteri hamba'<noinclude></noinclude> t9z2lpvx78w3a6ebshevvfpfhxpjrba Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/68 104 113488 313618 2026-08-17T06:32:44Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313618 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|60|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}} {{rh|66|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude>„Ia boekan doerhaka, ia tida berdosa sama Allah; kaloe ia salah itoelah ia tjoema melanggar sama adat-istiadat, boekan melanggar sama kamanoesia'an, tida melanggar wetnja Toehan Allah .... Ajo, mana ia? Akoe nanti bisa kalap seperti matjan kailangan anak apabila kau tida oendjoeken ía!" „Toetoep moeloet; ia minggat dan biarinlah, abis perkara." 'Ntjim Hwie-bing djadi, kalap, ambil apa jang dikatempeken dan serang Girinja itoe soeami. Tapi kamoedian ia kena dipegang dan dimasoeken dalem kamarnja. Dari pagi sampe siang, dari siang sampe sore dan dari sore sampe malem, itoe iboe masih kadengeran kaok-kaokin Pik-lian beroerang-oelang seperti orang kasetanan. Loesanja 'ntjik Hwie-bing tilikin istrinja, boeka itoe kamar, boeat kasi hiboeran sama istrinja. „Hoho! Pik, achirnja kau toch dateng!" dengen tertawa 'ntjim Hwie-bing menoeoroek 'ntuk Hwie-bing, peloek dan tjioemin ia. 'Ntjik Hwie-bing sasa'at itoe laloe tinggal melonggong, dengen tida berkesip awasin moekanja sang istri, dan kamoedian ia djadi terkedjoet koetika menampak pahooa, kadoea man k-matanja itoe istri telah bisa terpoeter-poeter seperti roda — itoe tanda-tanda dari orang tida beres ingetan. „Hehe! Pik, lama sekali akoe, toenggoein padamoe; akoe ada beliken brapa elo soetra. Hahaha! sekarang kau dateng, akoe nanti bikinken kau koen jang moengil, jang molek, jang tjantik hingga kau nanti ajadi bidadari," katanja 'ntjim Hwie-bing dan laloe tinggalken soeaminja, samperin iapoenja ranajang dan ambil itoe lipetan kaen soetra jang ia letaken di atas mana.<noinclude></noinclude> 4jg0ext2jtnk45qq8jucq7kxbupxl8x 313620 313618 2026-08-17T06:33:20Z Ammachemist 27288 313620 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|66|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude>„Ia boekan doerhaka, ia tida berdosa sama Allah; kaloe ia salah itoelah ia tjoema melanggar sama adat-istiadat, boekan melanggar sama kamanoesia'an, tida melanggar wetnja Toehan Allah .... Ajo, mana ia? Akoe nanti bisa kalap seperti matjan kailangan anak apabila kau tida oendjoeken ía!" „Toetoep moeloet; ia minggat dan biarinlah, abis perkara." 'Ntjim Hwie-bing djadi, kalap, ambil apa jang dikatempeken dan serang Girinja itoe soeami. Tapi kamoedian ia kena dipegang dan dimasoeken dalem kamarnja. Dari pagi sampe siang, dari siang sampe sore dan dari sore sampe malem, itoe iboe masih kadengeran kaok-kaokin Pik-lian beroerang-oelang seperti orang kasetanan. Loesanja 'ntjik Hwie-bing tilikin istrinja, boeka itoe kamar, boeat kasi hiboeran sama istrinja. „Hoho! Pik, achirnja kau toch dateng!" dengen tertawa 'ntjim Hwie-bing menoeoroek 'ntuk Hwie-bing, peloek dan tjioemin ia. 'Ntjik Hwie-bing sasa'at itoe laloe tinggal melonggong, dengen tida berkesip awasin moekanja sang istri, dan kamoedian ia djadi terkedjoet koetika menampak pahooa, kadoea man k-matanja itoe istri telah bisa terpoeter-poeter seperti roda — itoe tanda-tanda dari orang tida beres ingetan. „Hehe! Pik, lama sekali akoe, toenggoein padamoe; akoe ada beliken brapa elo soetra. Hahaha! sekarang kau dateng, akoe nanti bikinken kau koen jang moengil, jang molek, jang tjantik hingga kau nanti ajadi bidadari," katanja 'ntjim Hwie-bing dan laloe tinggalken soeaminja, samperin iapoenja ranajang dan ambil itoe lipetan kaen soetra jang ia letaken di atas mana.<noinclude></noinclude> 6bwicq3fu69w2wt8a1tde8k5j2zzmcs Halaman:Gerpolek.pdf/91 104 113489 313621 2026-08-17T06:33:35Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313621 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{c|{{xxx-larger|'''XIV. UNO'''}}}} Sudah sepatutnyalah semua bangsa beradab di dunia ini, menaruhkan pengharapan kepada adanya satu organisasi-dunia, yang bersifat sama dengan satu Pemerintah dari Satu Negara Merdeka; Satu Pemerintah yang adil, serta cukup kuat untuk menjatuhkan dan mejalankan sesuatu Hukum kepada sesuatu Negara yang bersalah, karena melanggar peraturan sedunia, yang sudah ditetapkan bersama-sama oleh semua Negara Beradab di dunia ini. Karena tak ada Hakim-Tertinggi dan Pemerintahan-Tertinggi untuk seluruhnya dunia itu, maka pertikaian antara Negara dan Negara serta antara bangsa dan bangsa, semenjak sejarah manusia itu dikenal, cuma dapat diselesaikan dengan senjata saja. Negara atau bangsa yang kuat dan menanglah yang dianggap benar. Dan bangsa serta Negara yang lemahlah yang dianggap salah. Demikian antara Negara dan Negara di dunia itu pada abad ke-20 ini sudah memuncak kepada dua perang-dunia yang dahsyat-hebat, yang memusnahkan jutaan manusia, sehat, muda-remaja, sebagai prajurit. Pada Perang-Dunia ke I, adalah sepuluh juta prajurit yang tewas di kedua belah pihak. Disamping itu lebih kurang sepuluh juta pula yang menderita cacat-badan sehingga tak dapat lagi mencari nafkah hidup. Jadi boleh dikatakan, bahwa perang dunia pertama itu memakan lebih kurang dua puluh juta korban manusia. Perang dunia kedua ini tentulah pula memakan korban yang tiada bedanya dengan perang-dunia kesatu itu! Sesungguhnya hampir semua Agama Dunia, ialah Agama Nasrani, Budha dan Islam sudah mengandung hasrat perdamaian dunia itu. Tetapi perdamaian itu di antara beberapa bangsa dan Negara seagamapun jauh dari pada tercapai. Bukanlah bangsa Jerman dan Perancis-Inggris-Amerika, yang berperang dua kali dalam abad ini keduanya penganut Nasrani? Bukanlah Turki pernah berperang dengan Arab, walaupun keduanya bangsa itu beragama Islam? Bukankah pula Jepang dan Tiongkok yang berperang-perangan itu keduanya penganut agama Budha? Di zaman gelap purbakala, maka yang menjadi pendorong peperangan itu ialah perampasan harta tenaga manusia (budak). Di zaman kapitalisme pada empat lima abad dibelakangan ini yang menjadi pendorong itu ialah perebutan pasar, untuk mendapatkan bahan, untuk menjual barang pabrik dan untuk menanam modal.<noinclude>{{rh||90}}</noinclude> dob6b8fhgoryw6fl56lkjxys9e9m0yo Halaman:Boenga rampai.djvu/62 104 113490 313622 2026-08-17T06:34:14Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313622 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><div style="text-align:center;"> '''HIKAJAT SAEKOR KALDAI DAN'''<br /> '''SAEKOR LEMBOE DENGAN ORANGNJA.''' <hr style="width:30%; margin-left:auto; margin-right:auto;" /> </div> Kata sahiboe'lhikajat: Maka adalah saorang saudagar didalam saboeah negeri, jang terlaloe amat kaja sakali, serta mempoenjai poela beberapa banjak kampoeng halaman didalam negeri itoe. Maka akan saudagar itoe adalah dipeliharanja pelbagai djenis binatang. Maka tiada berapa lamanja maka saudagar itoe poen berpindahlah ka tempat lain, bersama-sama dengan sakalian anak isterinja. Adapoen akan saudagar itoe mengerti ia akan bahasa binatang, maka sebab itoelah apabila didengarnja barang binatang jang dipeliharakannja itoe bersoengoet, melainkan matilah kasoedahan hoekoemnja binatang itoe. Maka tiadalah poela sakali-kali saudagar itoe hendak menjatakan kapandaian­nja itoe kapada barang saorang djoea poen. Hatta maka oleh saudagar itoe ditaroehkannjalah saekor lemboe dan saekor kaldai bersama-sama didalam soeatoe kandang. Maka pada soeatoe hari saudagar itoe poen doedoeklah dekat kandang itoe laloe didengarnjalah lemboe itoe berkata-kata kapada kaldai itoe, demikian kata­nja: »Hai saudarakoe kaldai! maka betapakah senangnja hal toeanham­ba tatkala hamba taâlikkan dia, dan betapakah poela senangnja toeanham­ba tidoer, dan barang pekerdjaan toeanham­ba itoe poen ringan sehadja. Maka ada poela <div style="margin-top:10px;"> <small>Uit de „Duisend en een nacht“ in het Maleisch vertaald en uitgegeven te Singapoera (lithographie).</small> </div><noinclude></noinclude> g15bf3rvjtyilwu8km5eiedipr9s95d Halaman:Boenga rampai.djvu/102 104 113491 313623 2026-08-17T06:34:38Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313623 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||102}}</noinclude>Satelah soedahlah djin itoe berkata demikian, maka ia poen gaiblah, maka saudagar dan orang toea katiga itoe poen bersalam-salamanlah saorang dengan saorang, laloe berdjalanlah masing-masing menoedjoe perdjalanannja. Maka saudagar itoe poen sampailah ka roemahnja dengan salamatnja. {{rule|6em}}<noinclude></noinclude> 3rb91ep88styh28sgwzbgoe3lfdu6un Halaman:Boenga rampai.djvu/89 104 113492 313624 2026-08-17T06:34:52Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313624 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||89}}</noinclude>ini akan perkataan hamba itoe demikian, maka disahoetinja-lah poela, katanja: Apakah jang toeanhamba perboeat ini? hamba minta sangat-sangat kapada toeanhamba, djanganlah toeanhamba menjembelih akan lemboe jang lain dari pada saekor ini,” Tetapi berkatalah hamba dengan lemah lembut: Adoehai adinda, tiadalah sampai hati gerangan kakanda hendak menjembelih anak lemboe itoe, karena sajang kakanda akan dia, serta haraplah poela kakanda, djanganlah adinda berbantah tentang maksoed hati kakanda itoe.” Akan tetapi, ja toeankoe djin, adapoen isteri hamba jang djahat ini, tiadalah sakali-kali ia berkenan akan perkataan hamba itoe; karena sangatlah bentjinja akan anak hamba itoe hidoep dengan salamatnja, dan beroelang-oelanglah djoega dipintanja kapada hamba, soepaja hamba sembelih anak lemboe itoe djoega. Maka kemoediannja hamba toeroetilah saperti kahendak hati isteri hamba itoe, maka hamba ikatlah anak lemboe itoe laloe hamba ambil pisau poela. Maka serta hendak hamba sembelih akan dia, maka ia poen mengangkat matanja memandang hamba, sambil bertjoetjoeran ajar matanja itoe, maka bertambah-tambahlah belas hati hamba akan dia, dan hamba poen tiadalah berdaja lagi rasanja hendak menjembelih akan dia, dan pisau itoe poen terlepaslah dari pada tangan hamba, seraja hamba berkata poela kapada orang gadji hamba menjoeroeh membawa saekor anak lemboe jang lain. Maka sigeralah ditjari oleh isteri hamba djalan jang lain, hendak melemboetkan hati hamba. Maka hamba poen diamlah sambil menetapkan pikiran hamba. Maka kemoediannja berkatalah poela isteri hamba ini: Baiklah, bolehlah kita peliharakan anak lemboe ini, sampai kapada tahoen jang di hadapan, bolehlah disembelih akan dia.” Maka hamba poen berkatalah poela: Baiklah” karena hendak mengambil hatinja. Sjahadan satelah kaesokan harinja, maka orang gadji hamba itoe poen datanglah dengan<noinclude></noinclude> dghftx7zf5g62mq10mnuo2orr4p1lod Halaman:Boenga rampai.djvu/90 104 113493 313625 2026-08-17T06:35:20Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313625 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||90}}</noinclude>diam-diam mendapatkan hamba, maka katanja: Ja toean, adalah hamba ini berhadjat, hendak bermaaloemkan kapada toean, serta haraplah hamba poela, moedah-moedahan diperkenankan djoega oleh toean akan perkabaran hamba ini.” Demi hamba mendengar akan perkataan orang gadji hamba itoe demikian, maka hamba poen inginlah hendak mengalaho e i perkabarannja jang soelit itoe, seraja hamba berkata: Kabarkanlah djoega apa jang hendak kaukatakan itoe.” Satelah itoe maka orang gadji hamba itoe poen berkatalah katanja: Ja toean, adalah bagi hamba ini saorang anak perampoean jang telah beladjar ilmoe sihir sadikit-sadikit. Maka pada tatkala hamba membawa balik kembali anak lemboe itoe kelamarin, jang tiada djadi disembelih itoe, maka hamba perhatikanlah anak hamba memandang akan anak lemboe itoe dengan tersenjoem-senjoem, dan saketika lagi menangislah ia poela. Maka sigeralah hamba bertanja kapada anak hamba itoe, apakah gerangan sebabnja maka sabentar ia tersenjoem dan sabentar ia menangis itoe? Maka ia poen berkatalah: Hai bapa, adapoen anak lemboe jang bapa bawa balik itoe, maka ia itoelah anak toean kita. Maka sebab poen hamba tersenjoem itoe, oleh karena soekalah sangat hati hamba melihatkan dia lagi hidoep, dan sebabnja hamba menangis itoe oleh hamba terkenangkan iboe anak lemboe itoe jang telah disembelih kelamarin itoe dengan beroepa lemboe betina. Adapoen akan kadoea perobahan itoe, disihirkan oleh isteri toean kita itoe, sebab tjemboeroean dan sangatlah dibentjinja poela akan iboenja dan anaknja itoe. Maka inilah sehadja jang telah dikatakan oleh anak hamba itoe kapada hamba, maka itoelah sebabnja, ja toean, maka hamba ini datang memberi tahoe kapada toean.” Maka ingatlah baik-baik, ja toeankoe djin, kata orang toea itoe betapa sangatnja hamba terperandjat, apabila hamba menengarkan perkataan orang gadji hamba itoe demikian. Maka hamba<noinclude></noinclude> liru7nzst94b0k9tcc6984uedx7tfrf Halaman:Boenga rampai.djvu/63 104 113494 313626 2026-08-17T06:35:23Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313626 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||63}}</noinclude>saorang-orang sentiasa mendjagai toeanhamba dan memandikan toeanhamba dan memberi makan poela akan toeanhamba dengan makanan jang sempurna, jaitoe gandoem jang ditapisi, dan diberinja minoem poela akan toeanhamba dengan ajar jang djernih. Adapoen akan pekerdjaan toeanhamba itoe poela, sakadar mengangkat toean kita saudagar itoe tatkala ia hendak berdjalan dekat-dekat, itoelah sehadja. Maka sebab itoelah sapandjang-pandjang oemoer toeanhamba itoe terlalailah adanja. Maka betapakah djaoeh bedanja marika itoe melakoekan diatas diri hamba ini; maka nasib hamba ini terlaloe­lah amat malangnja; akan tetapi oentoeng toeanhamba itoe kasenangan. Maka apabila telah laloe­lah poekoel doea belas tengah malam, maka dipakaikanlah oleh marika itoe kok (pasangan) di tengkoek hamba, soepaja menarik badjak, maka dengan hal jang demikian itoe laloe dibiarkan oleh marika itoe akan hamba menggenboer tanah sawah itoe, dalam hoedjan dan panas pada sapandjang-pandjang hari; dan terkadang, apabila hamba menarik badjak itoe, maka orang itoe poen adalah mengikoet hamba dari belakang sambil mengerasi dan memoekoel hamba, disoeroehnja djoega hamba menarik badjak itoe. Hai saudarakoe kaldai! maka tiadalah dapat hamba katakan, betapa beratnja dan kerasnja badjak itoe, sehingga menggele­paslah koelit tengkoek hamba. Maka satelah soedahlah hamba menanggoeng dan mengerdjakan pekerdjaan membadjak itoe, dari pagi sampai malam, maka, diberi makan oleh marika itoe akan hamba hampas-hampas gandoem jang kotor-kotor dan jang boesoek-boesoek. Maka dengan hal jang demikian itoelah hamba menggenapi akan kamalangan hamba itoe. Satelah soedahlah hamba memadai akan lapar dhelaga hamba dengan memakan makanan jang tiada bersenoenoenhan itoe, laloe tidoerlah hamba didalam tempat hamba jang amat kotor itoe. Maka sebab itoe, boekankah wadjib kiranja bagi hamba, menaroeh iri hati atas hal<noinclude></noinclude> b7eivij4klatmioxrt2zmm13g7mw28a Halaman:Boenga rampai.djvu/91 104 113495 313627 2026-08-17T06:35:49Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313627 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||91}}</noinclude>poen sigeralah pergi bersama-sama dengan orang gadji hamba itoe mendapatkan anak perampoeannja. Maka tatkala sampailah hamba ka sitoe, laloe pergilah hamba ka kandang tempat anak hamba itoe ditambat. Maka tiadalah dapat diperikan betapa soekatjitanja anak hamba itoe melihat hamba, maka itoelah jang menjatakan kapada hamba, bahwa sasoenggoehnja ialah anak hamba adanja. Hatta maka apabila datanglah anak perampoean itoe, maka hamba tanjailah akan dia, dapatkah ia mengembalikan anak hamba itoe kapada roepanja jang sediakala itoe? Maka sigeralah didjawabnja: Dapat, toean, hamba mengembalikan dia saperti roepanja jang dehoeloe itoe.” Satelah itoe maka berkatalah hamba, djikalau sakiranja dapatlah didjadikannja jang demikian itoe, maka hamba djadikan dia penghoeloe atas segala harta-benda hamba. Maka didjawabnja poela, katanja: Adapoen akan toean ini toean kami sakalian, dan tiadalah hamba katahoei berapakah banjak terima kasih jang patoet kami balaskan kapada toean. Dalam pada itoe poen adalah doea perkara jang hendak hamba poehoenkan, soepaja dirilakan oleh toean, kemoedian beharoelah hamba mengembalikan anak toean itoe kapada roepanja jang sediakala itoe. Maka pertama-tama hamba poehoenkan soepaja bolehlah anak toean itoe mendjadi soeami hamba; dan kadoea, berilah hamba menghoekoemkan orang jang mendjadikan anak toean itoe saekor anak lemboe.” Maka satelah hamba menengar akan perkataan anak perampoean itoe demikian, maka sigeralah hamba sahoeti akan dia: Adapoen permintaanmoe itoe koebenarkanlah, tetapi akan isterikoe itoe, koepinta, biarlah ia hidoep, djangan dibinasakan dia.” Maka kata anak orang gadji itoe: Ja toean, bolehlah hamba lakoekan dia sabagaimana jang telah diperboeatkannja atas anak toean itoe.” Maka berkenanlah kapada hamba hoekoem jang hendak dilakoekannja atas isteri hamba itoe; maka hamba pintalah sangat-sangat.<noinclude></noinclude> eqpuaurt15x8arnel4pulwl2sj7xcln Halaman:Boenga rampai.djvu/92 104 113496 313628 2026-08-17T06:36:21Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313628 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||92}}</noinclude>soepaja dikembalikannja dehoeloe anak hamba itoe. Hatta maka diambillah oleh anak perampoean itoe saboeah piala jang berisi ajar, laloe dibatja-batjanja dengan perkataan jang tiada hamba katahoei ertinja. Kemoedian berkatalah ia kapada anak lemboe itoe, katanja: Hai anak lemboe, djikalau sakiranja engkau ini telah didjadikan Allah dengan bersifatkan jang ada padamoe itoe, maka hendaklah engkau tinggal dengan sifat itoe djoega; tetapi djikalau engkau ini asal dari pada manoesia jang telah disihirkan orang dengan mengambil sifat saekor anak lemboe, maka dengan nama Toehan jang mendjadikan dikau, maka hendaklah engkau poelang kembali kapada asalmoe jang sediakala itoe.” Satelah soedahlah ia berkata-kata demikian laloe direndjiskannjalah ajar itoe ka atas anak lemboe itoe. Maka dengan saketika itoe djoega, maka anak lemboe itoe poen kembalilah poelang samoela kapada asal manoesia. Demi hamba melihat akan anak hamba itoe, maka hamba poen berseroelah: Hai anakkoe jang koekasihi!” sambil hamba memeloek dan mentjioem akan dia dengan soekatjita jang amat sangat bahwa Allah jang menghentarkan anak perampoean ini kapada kita, jang dapat mengembalikan roepamoe jang hebat itoe, serta ia akan menentoekan bela poela kapada orang, jang mendatangkan mala-pataka atas dirimoe dan iboemoe itoe; maka sebab itoe haraplah akoe, hai anakkoe, akan membalas terima kasih kapada anak perampoean ini dengan mengambil dia mendjadi isterimoe, saperti jang telah koedjandjikan kapadanja itoe.” Maka oleh anak hamba itoe poen diterimanjalah saperti perkataan hamba itoe dengan soekatjitanja. Maka sabeloem lagi marika itoe kawin, maka anak perampoean itoe poen mendjadikan isteri hamba itoe roesa betina saperti jang ada ini di hadapan toeankoe. Maka sebab poen hamba kahendaki isteri hamba ini mengambil roepa jang demikian itoe, jaitoe<noinclude></noinclude> m374v4nz3e26eslynabs7mi8ep8iuze Halaman:Boenga rampai.djvu/101 104 113497 313629 2026-08-17T06:36:23Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313629 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||101}}</noinclude>hamba dengar perkataan isteri hamba itoe demikian, maka hilanglah soemangat hamba, seraja hamba bertanja kapada isteri hamba: »Adoehai adinda, betapakah hal kadoea saudara hamba itoe telah berobah mengambil sifat andjing itoe?" Maka kata isteri hamba: »Adoehai kakanda, hambalah jang telah mengobahkan kaadaan marika itoe, dari sebab perboeatannja jang djahat itoe; dan lagi kapal marika itoe telah hamba soeroeh tenggelamkan kapada saorang saudara perampoean hamba, maka saperti sekalian dagangan toean-hamba itoe telah binasalah adanja; akan tetapi akan hamba balasi kakanda dengan djalan jang lain poela. Akan kadoea saudara kakanda itoe, telah hamba hoekoemkanlah dengan mengambil sifat andjing, sahingga sapoeloeh tahoen lamanja, akan mendjadi pembalasan dengki-kianat marika itoe akan kakanda" ― sambil diberinjalah tahoe poela akan hamba, betapa kelak boleh hamba menengar kabarnja itoe. Satelah soedahlah isteri hamba berkata-kata demikian, maka ia poen gaiblah dari pada mata hamba. Maka akan sapoeloeh tahoen itoe poen telah hampirlah genap, maka itoelah sebabnja hamba ini kaloear mengoembara mentjehari isteri hamba itoe. Maka apabila hamba laloe pada djalan ini, maka bertemoelah hamba dengan saudagar ini serta dengan orang toea jang membawa roesa betina ini, laloe hamba poen berhentilah di sini. Demikianlah kesah hamba ini, ja toeankoe penghoeloe segala djin! Maka tiadalah kesah hamba ini mendjadikan heran kapada toeankoe?' Maka kata djin itoe: »Bahwa sasoenggoehnjalah tjeriteramoe itoe terlaloelah adjaib sakali, maka sebab itoe koemaafkanlah doea soekoe behagian kasalahan saudagar ini, dan jang sasoekoe behagian lagi itoe soedah djoega koemaafkan, tiada oesahlah kautjeriterakan halmoe dengan kaldai ini, hai orang toea jang katiga! Adapoen saudagar ini patoetlah ia memberi terima kasih akan kamoe sakalian, jang telah melepaskan njawanja."<noinclude></noinclude> dw66em0e7bvgurflf7cuhih7eldk3i6 Halaman:Boenga rampai.djvu/64 104 113498 313630 2026-08-17T06:36:39Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313630 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||64}}</noinclude>toeanhamba itoe?” Sjahdan maka oleh kaldai itoe didengarnjalah sehadja akan lemboe itoe bertjeritera dengan tiada berhenti-henti lagi, dengan kasoekaan hatinja itoe. Setalah soedahlah lemboe itoe bertjeritera, maka sigeralah disahoeti oleh kaldai itoe, katanja: „Bahwa sasoenggoehnja tiadalah salah diseboet orang toeanhamba ini ahmak dan bodoh. Maka toeanhamba sendiri djoega jang hendak menghabiskan oemoer toeanhamba itoe diatas kasoekaan marika itoe sakalian; maka sasoenggoehnja tiadalah sakali-kali kelak dapat toeanhamba merasai kasenangan; dan apakah faidahnja poela, jang telah toeanhamba peroleh dari pada sakalian pekerdjaan jang telah toeanhamba tanggoengkan itoe? melainkan sehadjalah toeanhamba sendiri hendak membinasakan diri toeanhamba itoe, dengan mandatang­kan kaoentoengan dan laba bagi marika itoe, jang tiada taloe membalas kabaktian toeanhamba itoe; akan tetapi haraplah toeanhamba akan perkataan hamba ini, asal boleh sehadja toeanhamba memberanikan diri toeanhamba serta mengeraskan hati toeanhamba. Adapoen tiap-tiap kali marika itoe datang hendak mengikat toeanhamba di kandang toeanhamba itoe, maka belomlah pernah hamba lihat toeanhamba mengeraskan diri toeanhamba, melainkan toeanhamba toeroeti belakang akan kahendak marika itoe; dan tiada pernah poela toeanhamba menakoetkan marika itoe dengan menjondol dengan kadoea tandoek toeanhamba; maka djarang poela toeanhamba menoendjoekkan gembira toeanhamba itoe sambil merentak-rentakkan kaki toeanhamba itoe di tanah; dan mengapatah poela tiada boleh toeanhamba menakoetkan marika itoe dengan memekiskan soeara toeanhamba itoe? Maka boekankah toeanhamba ini didjadikan Allah, soepaja boleh dihorm­atkan orang? Maka toeanhamba sendirilah djoega jang melalaikan sakaliannja itoe, maka sebab itoe djikalau sakiranja toeanhamba menoeroet akan adj­aran<noinclude></noinclude> t4uul7zfx7woph5iu1u3wtw1mftuax2 Halaman:Boenga rampai.djvu/93 104 113499 313631 2026-08-17T06:36:51Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313631 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||93}}</noinclude>soepaja bolehlah ia mendjadi soeatoe toeladan bagi orang jang lain-lain, dan apabila hamba melihat dia, maka haraplah, tiadalah kelak akan berlakoe jang demikian itoe di dalam roemah-tangga hamba lagi. Hatta maka tiada berapa lamanja anak hamba itoe poen mendjadilah boedjang serta membawa oentoeng nasibnja ka mana-mana, telah beberapa tahoen soedah lamanja dengan tiada kadengaran kabarnja itoe. Laloe hamba poen berdjalanlah hendak mentjari anak hamba itoe, serta hamba bawalah poela isteri hamba ini bersama-sama hamba barang ka mana hamba pergi; karena tiadalah lagi hamba pertjajai hendak meninggalkan dia kapada barang saorang poen. Maka demikianlah kesahnja hal hamba ini, ja toeankoe penghoeloe segala djin. Adalah jang terlebih taadjoeb dan heran dari pada tjeritera hamba ini?” Maka sigeralah disahoeti oleh djin itoe, katanja: Hai insan, bahwa sasoenggoehnjalah kesahmoe itoe terlaloe amat adjaib sakali, maka koemaafkanlah soekoe behagian kasalahan saudagar ini.” Satelah soedahlah orang toea jang pertama itoe mentjeriterakan halnja itoe, maka orang toea jang kadoea jang diikoet oleh doea ekor andjing hitam itoe poen berkatalah: Ja toeankoe penghoeloe segala djin, berilah hamba mentjeriterakan hal hamba dengan kadoea ekor andjing hitam jang toeankoe lihat ini, dan haraplah hamba akan tjeritera hamba ini terlebihlah lagi adjaibnja dari pada tjeritera roesa betina jang telah toeankoe dengarkan itoe. Maka djikalau soedahlah hamba tjeriterakan hal hamba itoe, maoekah poela toeankoe memaafkan kasalahan saudagar ini, jang tinggal lagi tiga soekoe behagian itoe?” Maka kata djin itoe: Sabenarnjalah, asal terlebih lagi adjaib dari pada tjeritera roesa betina itoe.” Satelah selesailah soedah sakaliannja, maka orang toea jang kadoea itoe poen bertjoriteralah demikian ini, katanja: Ja toeankoe penghoeloe segala djin, maka katahoeilah apalah kiranja oleh toeankoe:<noinclude></noinclude> bbevven2uvhbtqp3dwpcx83qad2upoa Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/69 104 113500 313632 2026-08-17T06:37:11Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313632 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{Bold|{{sp|PENGORBANAN}}}}|||67}}</noinclude>Memandeng ini hatinja 'ntjik Hwie-bing seperti dioesoek pakoe. la tida bisa oetjapken sepatah perkata'an katjoeali tinggal berdiri kesima. Oh, Allah, 'ntjim Hwie-bing telah djadi gila! Satoe waktoe ia soeka berkaok-kaok, satoe waktoe tingal terpekoer, laen waktoe poelah menangis atawa tertawa-tawa. {{di|D}}ALEM kitab Lee-kie ada diseboet fatsal „tjhit-tjhoet" atawa „toedjoe sebab" boeat soeatoe istri boleh bertjere, jalah: 1, membangkangin prentah mertoea; 2, tida melahirken anak lelaki; 3, berhati dengki; 4, berpenjakitan; 5, mempitenah; 6, mentjoeri; dan 7, berlakoe serong. Melanggar salah-salah antara itoe toedjoe sebab, satoe istri boleh lantas ditjereken. 'Ntjim Hwie-bing poen ada melanggar salah-satoe dari itoe toedjoe sebab, jalah ia tida mempoenjain anak lelaki, maski lima kali ia telah melakoeken titahnja alam melahirken anak-anak orok, kerna itoe anak-anak ternjara semoea ada prempoean. 'Ntjik Hwie-bing, sebagi loemrahnja orang Tionghoa type koeno, bentji sekali anak prempoean, ia tida inginken kalahirannja anak katjoeali anak-anak lelaki. Tapi saben kali istrinja lahirken anak selaloe prempoean, inilah sanget mendjengkelken padanja, maka saben kali itoe anak terlahir, zonder boewang tempo lagi ia laloe kasi sama laen orang boeat dipoengoet anak, apalagi doea antara itoe anak-anak prempoean ada terlahir dalem boelan „phoa-gwee", jang menoeroet kapertjaja'an Tionghoa bahoea di blakang itoe anak-anak nanti „makan" orang toea sendiri poenja oemoer apabila dipiara. Pik ada itoe anak ka ampat jang dapet laen nasib<noinclude></noinclude> ttttycgdyrv6f2ey4v9pyd6o59mtfvf Halaman:Boenga rampai.djvu/94 104 113501 313633 2026-08-17T06:37:22Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313633 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||94}}</noinclude>adapoen doea ekor andjing jang hitam, jang toeankoe lihat ini, jaitoelah saudara hamba. Maka adalah hamba ini tiga orang bersaudara, dan katiganja laki-laki. Maka adalah ditinggalkan oleh bapa hamba, tatkala ia mati, pada saorang sariboe dirham. Dengan pendapatan itoe maka hamba kaliga bersaudara poen mendjadi saudagarlah, serta memboeka gedoeng saboeah saorang dan berniaga. Satelah soedah berapa lamanja kami memboeka gedoeng itoe, maka saudara hamba jang toea itoe, jaitoe jang ada dalam antara doea ekor andjing ini, hendak berlajar dan berniaga ka negeri asing-asing. Maka dengan hal jang demikian itoe laloe didjoealnjalah sakalian harta bendanja dan dibelinjalah segala barang-barang perniagaan jang beharoe-beharoe belaka, jang boleh lakoe pada segala negeri jang hendak didatanginja itoe. Satelah moestaidlah sakaliannja itoe, maka ia poen berlajarlah. Maka satelah satahoen soedah lamanja ia berlajar itoe maka tiba-tiba pada soeatoe hari datanglah saorang fakir meminta sedekah di gedoeng hamba, sambil berkata: Assalam alaikoem!” Maka hamba sahoetilah: Wa alaikoem salam!” Satelah itoe maka berkatalah ia kapada hamba, katanja: Tiadalah toeanhamba mengenal akan hamba ini?” Maka sigeralah hamba perhatikan moekanja baik-baik, maka kemoedian hamba kenallah akan roepanja, bahwa jaitoelah saudara hamba jang toea. Maka sigeralah hamba peloek dan tjioem akan dia, seraja hamba berkata: Wah kakanda, betapakah halnja maka dapat hamba mengatahoei roepa kakanda dengan salakoe jang demikian ini?” Maka dengan saketika itoe djoega hamba bawalah akan dia ka dalam gedoeng hamba, sambil hamba bertanjakan hal ahwal pelajarannja. Maka disahoetinja, katanja: Adoehai adinda, tiadalah berfaidah adinda memereksai akan hal kakanda itoe, melainkan tjoekoeplah kiranja soedah memandangkan hal kakanda jang amat laif ini; dan lagi djikalau kakanda<noinclude></noinclude> f3pkoqduciru60e582gi84mjdny7cuf Halaman:Boenga rampai.djvu/95 104 113502 313634 2026-08-17T06:37:47Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313634 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||95}}</noinclude>tjeriterakan sakalian hal ahwal kakanda itoe, maka terkenanglah kakanda akan segala kamalangan di dalam perniagaan, jang telah berlakoe atas kakanda di dalam satahoen itoe.” Satelah itoe maka hamba poen menoetoep gedoeng hamba; dan tiadalah hamba koeatirkan barang apa djoega poen, melainkan hamba bawalah dia ka tempat mandi laloe hamba mandikan dan hamba langiri dan hamba bedaki akan dia, laloe hamba pakaikan dia poela pakaian jang baik-baik. Satelah itoe maka hamba poen memereksai kira-kira perniagaan hamba itoe, maka hamba dapati sakali ganda oentoeng hamba, mendjadi doea riboe dirham, laloe hamba berikan kapadanja sariboe dirham, maka kata hamba kapadanja: Adoehai kakanda, ambillah oeang jang sariboe dirham ini, dan djanganlah lagi dikenangkan segala karoegian kakanda itoe dan kakanda memoelailah berniaga poela.” Maka sigeralah disamboetnja oeang itoe dengan beberapa soekatjitanja, laloe ditentoekannja halnja. Satelah itoe maka berniagalah ia saperti pada moelanja. Hatta maka beberapa lamanja maka saudara hamba jang tengah poela berkira-kira hendak mendjoeal sakalian harta-bendanja, maka hamba serta dengan saudara hamba jang toea itoe poen melarangkan dia dengan saberapa boleh, akan tetapi tiadalah didengarkannja sakalian perkataan dan nasihat hamba berdoea itoe, melainkan didjoealnja sakalian barang-barangnja itoe, laloe dibelinja barang-barang jang beharoe jang bergoena di dalam perdjalanannja itoe. Satelah moestaidlah soedah sakaliannja, maka ia poen berdjalanlah mengikoet kafilah pergi ka mana-mana hendak berniaga. Maka satelah soedah satahoen lamanja, maka ia poen poelanglah kembali dengan halnja saperti saudara hamba jang toea itoe. Maka pada ketika itoe adalah kaoentoengan hamba sariboe dirham poela, maka hamba berikanlah oeang itoe kapadanja. Satelah soedahlah diterimanja, maka sigeralah ia membeli saboeah gedoeng:<noinclude></noinclude> cxgdo7zmol7boo2x6b2w52706nbuf68 Halaman:Boenga rampai.djvu/65 104 113503 313635 2026-08-17T06:37:59Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313635 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||65}}</noinclude> hamba ini, melainkan dengan sigeranja djoega, bolehlah toeanhamba mengetahui bagaimanakah djaoeh bedanja itoe, dan toeanhamba poen akan memberi terima kasih poela akan hamba, oleh sebab telah menoendjoekkan djalan ini kapada toeanhamba. Maka sebab itoe, apabila marika itoe kelak membawakan makanan jang kotor-kotor di hadapan toeanhamba, maka djanganlah toeanhamba memakan dia, melainkan toeanhamba tjoem-tjoem seh­adja dan biarkanlah makanan itoe.” Setalah didengar oleh lemboe akan adjaran kaldai itoe demikian, maka ia poen soekatjitalah sangat, sambil memberi beriboe-riboe terima kasih akan kaldai seraja berkata: „Hai saudarakoe kaldai! bahwa sakali-kali tiadalah kelak hamba alapkan adj aran toeanhamba itoe, dan lambat ban­gat bolehlah toeanhamba sendiri lihat hamba kerdjakan djoega.” Setalah soedahlah berkata-kata itoe maka kadoeanja poen diamlah. Sjahdan adapoen sakalian pertjakapan lem­boe dan kaldai itoe poen didengarlah baik-baik sakali oleh saudagar itoe. Hatta satelah kaesokan harinja, pada pagi hari, maka datanglah poela orang gadji itoe, hendak mema­ka­ikan kok kapada lemboe itoe, soepaja membadjak seperti sediakalanja itoe, maka tiadalah dilapkan oleh lemboe akan adj­aran kaldai itoe, melainkan dilakoekannja dirinja dengan kalakoean jang kakasaran. Serta hari soedahlah malam, maka orang gadji itoe poen datanglah, hendak mengikat lemboe itoe di kandangnja kembali, maka oleh lemboe itoe poen sigeralah menoendjoekkan gembiranja serta mengentak-ngentakkan kakinja di boemi, hendak menandoek orang gadji itoe, sambil ia berlari ka sana ka mari dengan menjatjakan ekornja dan menoendjoekkan kepalnja ka bawah, dengan hebat lakoenja, dan memekis-mekis dengan garau soearanja itoe; maka betoellah dilakoekannja oleh lemboe itoe saperti adjaran kaldai itoe adanja. Maka pada esoknja poela dat­anglah orang gadji itoe, membawakan gandoem hendak<noinclude>Boenga rampai | 5</noinclude> 8kbfksgok148pho3nrtzf5ishozk2vv 313638 313635 2026-08-17T06:38:20Z Ibrohim tijani 26379 313638 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||65}}</noinclude> hamba ini, melainkan dengan sigeranja djoega, bolehlah toeanhamba mengetahui bagaimanakah djaoeh bedanja itoe, dan toeanhamba poen akan memberi terima kasih poela akan hamba, oleh sebab telah menoendjoekkan djalan ini kapada toeanhamba. Maka sebab itoe, apabila marika itoe kelak membawakan makanan jang kotor-kotor di hadapan toeanhamba, maka djanganlah toeanhamba memakan dia, melainkan toeanhamba tjoem-tjoem seh­adja dan biarkanlah makanan itoe.” Setalah didengar oleh lemboe akan adjaran kaldai itoe demikian, maka ia poen soekatjitalah sangat, sambil memberi beriboe-riboe terima kasih akan kaldai seraja berkata: „Hai saudarakoe kaldai! bahwa sakali-kali tiadalah kelak hamba alapkan adj aran toeanhamba itoe, dan lambat ban­gat bolehlah toeanhamba sendiri lihat hamba kerdjakan djoega.” Setalah soedahlah berkata-kata itoe maka kadoeanja poen diamlah. Sjahdan adapoen sakalian pertjakapan lem­boe dan kaldai itoe poen didengarlah baik-baik sakali oleh saudagar itoe. Hatta satelah kaesokan harinja, pada pagi hari, maka datanglah poela orang gadji itoe, hendak mema­ka­ikan kok kapada lemboe itoe, soepaja membadjak seperti sediakalanja itoe, maka tiadalah dilapkan oleh lemboe akan adj­aran kaldai itoe, melainkan dilakoekannja dirinja dengan kalakoean jang kakasaran. Serta hari soedahlah malam, maka orang gadji itoe poen datanglah, hendak mengikat lemboe itoe di kandangnja kembali, maka oleh lemboe itoe poen sigeralah menoendjoekkan gembiranja serta mengentak-ngentakkan kakinja di boemi, hendak menandoek orang gadji itoe, sambil ia berlari ka sana ka mari dengan menjatjakan ekornja dan menoendjoekkan kepalnja ka bawah, dengan hebat lakoenja, dan memekis-mekis dengan garau soearanja itoe; maka betoellah dilakoekannja oleh lemboe itoe saperti adjaran kaldai itoe adanja. Maka pada esoknja poela dat­anglah orang gadji itoe, membawakan gandoem hendak Boenga rampai | 5<noinclude></noinclude> 9s2eok4lmw9wbgj8qqef5eljpud7ug7 313639 313638 2026-08-17T06:38:39Z Ibrohim tijani 26379 313639 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||65}}</noinclude>hamba ini, melainkan dengan sigeranja djoega, bolehlah toeanhamba mengetahui bagaimanakah djaoeh bedanja itoe, dan toeanhamba poen akan memberi terima kasih poela akan hamba, oleh sebab telah menoendjoekkan djalan ini kapada toeanhamba. Maka sebab itoe, apabila marika itoe kelak membawakan makanan jang kotor-kotor di hadapan toeanhamba, maka djanganlah toeanhamba memakan dia, melainkan toeanhamba tjoem-tjoem seh­adja dan biarkanlah makanan itoe.” Setalah didengar oleh lemboe akan adjaran kaldai itoe demikian, maka ia poen soekatjitalah sangat, sambil memberi beriboe-riboe terima kasih akan kaldai seraja berkata: „Hai saudarakoe kaldai! bahwa sakali-kali tiadalah kelak hamba alapkan adj aran toeanhamba itoe, dan lambat ban­gat bolehlah toeanhamba sendiri lihat hamba kerdjakan djoega.” Setalah soedahlah berkata-kata itoe maka kadoeanja poen diamlah. Sjahdan adapoen sakalian pertjakapan lem­boe dan kaldai itoe poen didengarlah baik-baik sakali oleh saudagar itoe. Hatta satelah kaesokan harinja, pada pagi hari, maka datanglah poela orang gadji itoe, hendak mema­ka­ikan kok kapada lemboe itoe, soepaja membadjak seperti sediakalanja itoe, maka tiadalah dilapkan oleh lemboe akan adj­aran kaldai itoe, melainkan dilakoekannja dirinja dengan kalakoean jang kakasaran. Serta hari soedahlah malam, maka orang gadji itoe poen datanglah, hendak mengikat lemboe itoe di kandangnja kembali, maka oleh lemboe itoe poen sigeralah menoendjoekkan gembiranja serta mengentak-ngentakkan kakinja di boemi, hendak menandoek orang gadji itoe, sambil ia berlari ka sana ka mari dengan menjatjakan ekornja dan menoendjoekkan kepalnja ka bawah, dengan hebat lakoenja, dan memekis-mekis dengan garau soearanja itoe; maka betoellah dilakoekannja oleh lemboe itoe saperti adjaran kaldai itoe adanja. Maka pada esoknja poela dat­anglah orang gadji itoe, membawakan gandoem hendak Boenga rampai | 5<noinclude></noinclude> rprll13ch9vbevu10pabywffxx3v71z Halaman:Boenga rampai.djvu/99 104 113504 313636 2026-08-17T06:38:07Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313636 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||99}}</noinclude>maka hamba kalihatan kapada kakanda dengan menjamar memakai pakaian jang tjompang-tjamping itoe; tetapi hamba ini dengan hal hamba jang demikian itoe diterima djoega oleh kakanda dengan rila. Maka demikianlah djoega wadjib bagi hamba menoendjoekkan djasa-setia serta memberi sjoekoer dan terima kasih. Akan tetapi adalah hamba sangat morka akan kadoea saudara kakanda itoe, dari karena dengki-kianat marika itoe dan tiadalah pocas rasanja hati hamba ini sabeloem kadocanja itoe hamba boenoch." Ja toeankoe djin, demi hamba dengar perkataan isteri hamba itoe demikian, maka soekatjitalah hati hamba serta hamba membalas terima kasih kapadanja, saberapa jang dapat hamba perboeatkan dia, oleh sebab ia telah memeliharakan njawa hamba ini, seraja hamba berkata: Adoehai adinda, jang elok paras dan jang baik boedi, maka kakanda poehoenkanlah sangat-sangat kapada adinda, soepaja dapatlah kiranja adinda memaafkan dan mengampoenkan kasalahan kadoea saudara kakanda itoe." Maka maski poen ja toeankoe djin, hamba terkenangkan sakalian boedi-pekerti kadoea saudara hamba ini atas hamba, maka tiadalah sampai rasanja hati hamba hendak mendatangkan sasoeatoe kadjahatan atas marika itoe, melainkan hamba kabarkanlah peri kasih-sajang hamba akan kadoea saudara hamba ini kapada isteri hamba itoe. Demi didengarnja akan perkataan hamba itoe demikian, maka makinlah lagi bertambah-tambah morkanja akan kadoea saudara hamba ini. Satelah itoe maka berkatalah isteri hamba itoe kapada hamba, katanja: Adoehai kakanda, tinggallah dehoeloe kakanda, karena hamba ini hendak sigera terbang mengikoeti kadoea saudara kakanda itoe, jang tiada tahoe membalas kabaikan orang, hendak hamba hoekoem akan dia dengan hoekoem jang sapatoetnja, jaitoe hamba tenggelamkan kapal marika itoe di tengah laoet." Maka serta bamba dengar perkataan isteri hamba itoe demikian, maka<noinclude></noinclude> 90f1qxluxldxlq5uk0kj41jur5l2xlw Halaman:Boenga rampai.djvu/96 104 113505 313637 2026-08-17T06:38:13Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313637 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||96}}</noinclude>laloe doedoeklah ia berniaga poela saperti sediakalanja. Sjahadan maka sakali peristiwa datanglah kadoea saudara hamba ini mendapatkan hamba, laloe diboedjoeknja hamba, diadjaknja berlajar bersama-sama marika itoe akan berniaga di negeri asing-asing. Maka sigeralah hamba djawab, saolah-olah hamba toelak kahendak marika itoe pada moelanja, maka kata hamba: Adoehai saudarakoe, apakah kaoentoengan jang telah kakanda peroleh didalam pelajaran kakanda kadoea itoe? Maka takoetlah hamba djangan poela berlakoe terlebih lagi kamalangan dari pada jang telah berlakoe atas diri kakanda kadoea itoe.” Maka sia-sialah marika itoe mengadjak hamba berlajar itoe; maski poen dikatakannja akan beroleh berganda-ganda kaoentoengannja itoe, maka hamba keraskan djoega hati hamba, tiada hendak menoeroeti akan kahendak marika itoe. Satelah itoe maka dioelang-oelanginjalah memboedjoek hamba, sahingga lima tahoen lamanja merengek-rengek mengadjak hamba berlajar itoe, maka laloe hamba toeroetilah saperti kahendak marika itoe, laloe bersiaplah kami akan berlajar itoe serta membeli segala djenis mata dagangan. Maka kemoedian hamba dapati-lah akan kadoea saudara hamba itoe telah menjemboenjikan sakalian oeangnja, dan tiadalah tinggal soeatoe dirham djoea poen pada marika; tetapi tiadalah hamba hendak menegoeri marika itoe, karena hamba poen telah beroleh laba poela, enam kali ganda banjaknja, laloe hamba berikanlah kapada marika itoe tiga riboe dirham, seraja hamba berkata: Adoehai kakanda, adapoen oeang jang tiga riboe dirham ini hendaklah kita belandjakan, dan oeang jang lain tiga riboe dirham itoe baiklah kita semboenjikan dia. Maka djikalau sakiranja berlakoe karoegian atas kita ini saperti jang telah berlakoe atas kakanda kadoea itoe, maka bolehlah kita belandjakan poela akan oeang jang tiga riboe dirham ini akan modal berniaga dengan saorang sariboe dirham, dan<noinclude></noinclude> m67x0aqww126u9cofe4ecogrzfa6g8t Halaman:Boenga rampai.djvu/66 104 113506 313640 2026-08-17T06:39:23Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313640 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||66}}</noinclude>memberi makan lemboe itoe, maka tiba-tiba dilihatnjalah akan lemboe itoe terbaring di tanah serta terloendjoer poela kaempat kakinja itoe, dengan menarik-narik napas jang pandjang. Maka orang gadji itoe poen berpikirlah: „Adapoen lemboe ini saktilah gerangan!” laloe sigeralah ia pergi memberi tahoe kapada saudagar akan hal itoe. Maka saudagar itoe poen tahoelah akan lemboe itoe telah tersoemoelah dengan adjaran kaldai itoe; maka saudagar itoe hendak menghoekoemkan kaldai itoe sambil ia berkata kapada orang gadji itoe, katanja: „Pergilah pakaikan kaldai itoe akan ganti lemboe itoe, dan biarlah ia bekerdja banjak-banjak, mengerdjakan pekerdjaan jang berat-berat dan djanganlah diberi dia itoe berhenti-henti.” Maka sigeralah diperboeat oleh orang gadji itoe saperti kata saudagar itoe, maka djadilah pada hari itoe kaldai itoe menarik badjak, menggantikan lemboe itoe. Maka terlaloe­lah sangat ajab jang dirasai oleh kaldai itoe, karena tiadalah pernah ia mengerdjakan jang demikian itoe. Maka sebab sangatlah penatnja itoe, maka tiadalah terderita lagi rasanja menarik badjak itoe, dan peroetnja poen kempis-kempis dan napasnja poen naik toeroen dengan derasnja, dan matanja poen kejoe­loehan, dan kaempat-empat kakinja itoe poen menggetarlah, seperti tiadakan terdj­alan lagi rasanja. Setalah sampailah soedah pada waktoe akan kembali ka roemah, maka kaldai itoe poen kembalilah dengan letih lesoe­nja. Setalah sampai maka dilihatnjalah lemboe itoe merasa senang dan makan poela dengan kenjang, sebab telah berhenti bekerdja sapandjang-pandjang hari itoe. Maka apabila dilihat oleh lemboe akan kaldai itoe kembali, maka ia poen memberi­lah beriboe-riboe terima kasih kapada kaldai itoe, serta gemarlah poela rasanja oleh telah menoeroet saperti adjaran kaldai itoe. Maka satelah dekatlah soedah kaldai itoe, maka tiadalah berhenti lagi lemboe itoe memberi salam dan terima kasih<noinclude></noinclude> 6krpwgxtbdi307yyhmy2rf3idlp9hta Halaman:Boenga rampai.djvu/97 104 113507 313641 2026-08-17T06:39:23Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313641 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||97}}</noinclude>biarlah adinda semboenjikan dirham jang tiga riboe ini di pendjoeroe roemah adinda ini.” Satelah soedahlah maka kami poen membelilah berbagai-bagai djenis dagangan, laloe kami moeatkan sendiri segala dagangan itoe di kapal. Satelah moestaidlah soedah sakaliannja, maka kami poen berlajarlah dengan mendapat angin jang baik. Maka satelah saboelan lamanja kami berlajar itoe maka tiba-tiba sampailah kami sakalian kapada saboeah negeri, laloe naiklah kami ka darat. Maka dagangan kami poen banjaklah lakoe. Maka hamba poen mendjoealkan dagangan hamba dengan berhimat-himat, sahingga dapatlah hamba toekarkan satoe dengan sapoeloeh. Maka kemoedian kami belilah dagangan di negeri itoe. Hatta maka berapa lamanja soedah kami berdagang di dalam negeri itoe, maka kami sakalian poen bersiaplah akan kembali ka negeri kami. Maka sakoenjoeng bertemoe lah hamba di tepi pantai negeri itoe dengan saorang perampoean jang terlaloelah amat elok roepanja, laksana bidadari parasnja; akan tetapi adalah perampoean jang elok itoe memakai pakaian jang tjompang-tjamping. Satelah itoe maka perampoean itoe poen memberi salam dan mentjioem tapak tangan hamba sambil ia minta sangat-sangat kapada hamba, soepaja boleh ia berlajar bersama-sama hamba, dan lagi hendaklah hamba djadikan isteri hamba akan dia. Maka dengan sabentar itoe djoega datanglah kadoekaan jang amat sangat di dalam hati hamba melihatkan hal perampoean itoe. Satelah itoe maka perampoean itoe poen berkatalah poela kapada hamba, katanja: Adoehai toeanhamba, bahwa djanganlah sakali-kali toeanhamba koeatirkan hal pakaian hamba jang boeroek dan tjompang-tjamping ini, melainkan lambat laoen dapatlah toeanhamba memperhatikan sakalian tingkah-lakoe hamba ini” serta dengan berbagai-bagai tjoemboe-tjoemboeannja memboedjoek hamba. Maka hamba poen tiadalah berdaja lagi rasanja, laloe sigeralah hamba tjarikan pakaian jang endah-endah.<noinclude>{{left|Boenga rampai.}} {{right|7}}</noinclude> don98mmy8yh4br752j9l9kftgxwopzf Halaman:Boenga rampai.djvu/98 104 113508 313642 2026-08-17T06:39:51Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313642 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||98}}</noinclude>akan perampoean itoe. Satelah soedah maka hamba poen nikahlah dengan nikah gantoeng. Kemoedian maka berlajarlah hamba bersama-sama dengan dia, serta dengan kadoea saudara hamba itoe. Maka di dalam pelajaran kami itoe, maka hamba dapatilah sakalian tingkah-lakoe perampoean itoe terlaloelah amat baik, maka hamba poen makinlah djoea bertambah-tambah kasik-sajang akan perampoean itoe pada tiap-tiap hari. Maka pada achirnja, ja toeankoe djin, maka saudara hamba kadoea itoe poen tjemboeroelah akan hamba kadoea laki-isteri, tambahan poela dengki-kianat marika itoe atas kaoentoengan hamba itoe, sahingga sampai hati marika itoe hendak memboenoeh hamba; karena adalah pada soeatoe malam, tatkala hamba tidoer dengan isteri hamba itoe, maka ditjampakkanlah oleh marika itoe akan hamba serta isteri hamba bersama-sama ka dalam laoet. Maka baik djoega isteri hamba itoe saorang peri dan tiadalah toleh berlakoe barang seeatoe mara-behaja poen atas dirinja itoe. Maka akan hamba ini, ja toeankoe djin, djikalau sakiranja tiada dengan toeloengam isteri hamba itoe, melainkan akan tenggelamlah hamba ini ka dalam laoet jang dalam itoe. Maka serta hamba dijatoeh ka dalam laoet itoe, maka sigeralah disamboet oleh isteri hamba akan hamba, laloe dilajangkannja hamba ka atas saboeah poelau. Satelah sianglah soedah hari, maka isteri hamba itoe poen berkatalah kapada hamba, katanja: Ja kakanda soeamikoe, maka perhatikanlah oleh kakanda baik-baik, bahwa kambalah jang telah melepaskan njawa kakanda ini dari pada fana di dalam laoet itoe, jaitoe dari sebab tiadalah terbalas oleh hamba kasih-sajang kakanda itoe akan hamba ini. Maka hendaklah kakanda katahoei, bahwa hamba ini saorang peri adanja. Maka sangatlah hati hamba hendak mengikoet kakanda, tatkala hamba bertemoe dengan kakanda di tepi pantai itoe. Maka dari karena hamba ini hendak mengoedji hati kakanda, maka itoelah sebabnja<noinclude></noinclude> rcv6etrxkl5cw3s22vo1j5hbv0pfayw Halaman:Boenga rampai.djvu/67 104 113509 313643 2026-08-17T06:40:06Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313643 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||67}}</noinclude>akan dia itoe. Maka oleh kaldai itoe tiadalah hendak dipandangnja akan lemboe itoe, karena terlaloe sangat sakit hatinja, oleh sebab dengan tiada samoe­nama telah menanggoeng pekerdjaan jang tersangat berat itoe. Maka tiadalah ia hendak menoleh memandang akan lemboe itoe atau mendjawab dia dengan sapatah kata djoea poen, melainkan berpikirlah ia didalam dirinja sendiri, katanja: „Maka akoe inilah djoega jang bodoh dan bebal, dan akoe sendirilah djoega jang mendatangkan kamalangan atas dirikoe, baik-baik akoe mendapat rezeki dengan kema­waan dan halkoe poen didalam kasenangan! Maka sebab itoe, djikalau sekiranja tiada koetjoebai melepaskan dirikoe dari pada hal ini, melainkan tiadalah kelak akoe ini terlepas dari pada kabinasaan.” Setalah soedahlah kaldai itoe berpikir demikian laloe direbahkannjalah dirinja didalam kandang itoe, salakoe saparo mati roepanja. Kemoedian dari pada itoe maka berpikirlah saudagar itoe: „Apakah halnja kaldai dan lemboe itoe?” Setalah soedah saudagar itoe sampai malam hari, laloe berdjalanlah ia bersama-sama dengan isterinja, karena boelan poen sedang poernama radja. Maka sampailah saudagar kadoea laki isteri itoe di kandang lemboe dan kaldai itoe tertambat, maka saudagar kadoea laki isteri itoe poen doedoeklah dekat kandang itoe, laloe didengarnjalah poela akan kaldai itoe berkata-kata dengan lemboe itoe, maka kata kaldai: „Hai saudarakoe lemboe! apatah kelak jang akan diperboeat oleh toeanhamba pada tatkala datang poela orang gadji itoe membawakan toeanhamba makanan esok hari?” Maka sigeralah didjawab oleh lemboe itoe, sambil berkata: „Hai saudarakoe, katakanlah djoega, apatah jang patoet hamba perboeat! Maka pada perasaan hamba ini biarlah hamba menoeroet adjaran toeanhamba itoe djoega, jaitoe meng­oenderkan diri hamba serta menoendjoekkan kepala hamba ka boemi, salakoe hendak menjondol; setalah itoe maka hamba<noinclude></noinclude> f6r5bs4txrncjc4eiwknnoppuwyo324 Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/70 104 113510 313644 2026-08-17T06:40:24Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313644 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|68|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude>dari soedara-soedaranja. 'Ntjik Hwie-bing sanget menjajang sama terlahirnja ini anak, kerna salaennja moengil poen membawa hari kalahiran jang baek. Lantaran djengkel saben-saben dikasi koernia anak prempoean meloeloe, soeatoe hari 'ntjik Hwie-bing pernah bersoempah bahoea apabila istrinja nanti melahirken anak prempoean poelah, zonder toenggoe sampe dipotong hari-harinja, ia aken boewang itoe baji dalem laoetan. Dan, helaas! anak ka lima jang terlahir poen kombali ada anak prempoean. Orang-orang type koeno itoe masa ada terlaloe fanatiek sama segala soempah atawa kacel, itoe anak jang baroe terlahir, belon bisa boeka moeloet boeat mendjoesta, pentang mata boeat menipoe atawa geraken kaki-tangan boeat lakoeken kadjahatan, tapi oleh marika soeda bisa dianggep ..anak djahat" apabila ia terlahir dalem boelan jang dianggep sial. Inilah boekan tachajoel lagi, tapi satoe kagoblokan jang mengandoeng dosa. Apa perloenja Allah adaken hari baek dan boesoek? Inilah tjoema orang-orang kepala obi jang brani lantjangin kata dengen segala nonsens. Begitoelah itoe anak ka lima, itoe ade dari Pik, laloe diboewang ka lacet, diletaken di satoe peti jang dibikin seperti satoe prace ketjil hingga bisa mengambang di atas aer. „Kaloe kau terlahir dengen membawa nasib boeat hidoep, nanti aken ada orang jang katemoeken padamoe," begitoelah kata 'ntjik Hwie-bing sambil lepasken itoe peti ka itoe laoetan. Ini hal sering kadjadian di djaman doeloe-doeloe, malah sampe sekarang itoe tabeat tida soeka anak prempoean poen masih lengket antara kita poenja pergaoelan hidoep. Tida taoe bagimana itoe empeh-empeh dan 'ntjik-<noinclude></noinclude> d3h4rsjhhvg3kad7dxcus149pixs7fz Halaman:Boenga rampai.djvu/68 104 113511 313645 2026-08-17T06:40:52Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313645 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||68}}</noinclude>memboeat diri hamba poera-poera mati.” Maka demi didengarlah oleh kaldai akan perkataan lemboe itoe demikian, maka sigeralah disahoetinja sambil berkata: „Wah saudarakoe, akan sakarang ini hendaklah toeanhamba ingat-ingatkan, apabila kelak akan diperboeat oleh toeanhamba soepaja djanganlah sampai diri toeanhamba binasa; karena pada tatkala hamba balik dari pada bekerdja kelamarin petang, maka katakoe­ntah hamba sangat, oleh menengarkan pertjakapan toean kita, saudagar itoe, tentang hal toeanhamba.” Demi didengar oleh lemboe akan perkataan kaldai itoe demikian maka sigeralah ia bertanja, katanja: „Hai saudarakoe, apatah jang toeanhamba dengar itoe?” maka hamba poeh­oer­kanlah sangat-sangat kapada toeanhamba, djanganlah sakali-kali toeanhamba semboenikan dia.” Maka disahoet oleh kaldai itoe, katanja: „Hai saudarakoe, adapoen jang telah hamba dengar itoe, jaitoe adalah saudagar, toean kita itoe, berkata kapada orang bergadjinja demikian ini: „Djikalau sekiranja lemboe itoe sakit djoega, dengan tiada maoe makan dan minoem, melainkan kausembelihlah dia pada esok hari, dan dagingnja itoe bolehlah kita sedekahkan kapada segala fakir dan miskin, dan koelitnja itoe bolehlah kita berikan kapada toekang jang menjamak koelit. Maka sebab itoe djanganlah tiada kaupanggilkan saorang jang boleh menjembelihkan lemboe itoe pada esok hari.” Maka itoelah pertjakapannja jang telah hamba dengar dari pada moeloet saudagar, toean kita itoe, sendiri. Maka sebab kita ini bersaudara adanja, maka itoelah sebabnja maka hamba tjriterakan kapada toeanhamba. Maka akan sakarang ini, hendaklah poela toeanhamba menoeroet adjaran hamba ini; moedah-moedahan akan terlepaslah diri toeanhamba dari pada disembelih. Maka sebab itoe, apabila dibawa orang kelak gandoem dan bozah, maka sigeralah toeanhamba bangoen serta mem­baikkan diri toeanhamba, dan toeanhamba makanlah segala<noinclude></noinclude> 4mo8azvmz5ixby4x5ko592vgsvdvy9c Halaman:Boenga rampai.djvu/69 104 113512 313646 2026-08-17T06:41:49Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313646 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||69}}</noinclude>makanan itoe dengan sigera. Maka apabila dilihat kelak oleh saudagar, toean kita, akan hal toeanhamba itoe demikian, maka tentoelah ia kelak berpikir, akan toeanhamba itoe soedahlah baik. Maka toeanhamba pertjajalah sehadja, maka tiadalah kelak toean kita itoe berniat didalam dirinja akan menjembelih toeanhamba. Maka akan sakarang ini, hai saudarakoe, sakadar inilah sehadja iktiar jang ada pada hamba; maka djikalau toeanhamba menoeroeti akan adjaran hamba ini, melainkan terpeliharalah kelak diri toeanhamba itoe dari pada kabinasaan; tetapi djikalau toeanhamba menoelakkan dia, melainkan tertanggoenglah atas diri toeanhamba sendiri, dan tiadalah taksir lagi hamba.” Adapoen akan perkataan kaldai itoe sangatlah mendatangkan katakoetan kapada lemboe itoe. Maka sekalian pertjakapan kaldai dengan lemboe itoe didengarlah oleh saudagar itoe dengan sabaik-baiknja, maka tiadalah tertahan hati saudagar itoe oleh menengarkan tjerdik kaldai itoe, hendak melepaskan dirinja dari pada menarik badjak itoe lagi; maka saudagar itoe poen tertawalah dengan saorang dirinja sehadja, maka sangatlah terperandjat isterinja itoe, karena pada pikirnja, kalau-kalau soeaminja itoe menertawakan dia. Maka sigeralah ditanja­nja akan soeaminja, katanja: „Adoehai kakanda, apatah jang kakanda tertawakan dengan tiada samena-menanja itoe? katakanlah kapada adinda apa jang mendjadikan kakanda tertawa itoe, soepaja adinda poen bolehlah tertawa poela bersama-sama.” Maka disahoetlah oleh saudagar itoe, katanja: „Adoehai adinda, padalah sehadja bagi adinda menengarkan kakanda ini tertawa saorang-orang.” Tetapi sigeralah disahoeti oleh isterinja itoe, katanja: „Adoehai kakanda, terlaloe­lah ingin rasanja hati adinda hendak djoega mengatahoei akan sebabnja kakanda tertawa itoe.” Setalah itoe maka berkatalah poela saudagar itoe: „Adapoen akan memberi tahoe adinda sampai djemoe dan poelas itoe, tiadalah dapat<noinclude></noinclude> 71zuk4bmahm6wl6dnvzm320gkl7g64i Halaman:Boenga rampai.djvu/21 104 113513 313647 2026-08-17T06:41:49Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313647 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||21}}</noinclude>kabawah doeli, dan mana titah patik djoendjoeng; akan tetapi dalam bitjara patik, sakali-kali kakanda radja Amboeng ini tiada hendak mendatangkan soeatoe katjelaain kabawah kaoes tengkoe adanja. Saketika lagi maka kata tengkoe Loeng: Baiklah, djikalau demikian, sigeralah engkau pergi mengambil kerismoe; mari kita pergi, djangan ingar-ingar. Kalau ditanja orang, katakan akoe hendak pergi mendjala. Maka dengan saketika itoe djoega toeroenlah kopeknja serta saboeah peti pakaiannja dan saorang pendjawatnja. Maka entjik Aboe poen toeroenlah kadalam sekoetji itoe, tiada sempat membawa perbekalan lagi, melainkan dipesankan oleh tengkoe Loeng, esok soeroeh toeroet saboeah perahoe, membawakan santap-santapan. Kemoedian sekoetji dan lagi saboeah pemajang dan saboeah kakap-naga itoe poen berdajoenglah ka Selat adanja. Sjahdan maka berlajarlah sakalian itoe. Maka sampai berlajar itoe sampai tengkoe Loeng itoe mengoelang-ngoelang akan perkataan ia dipanggil oleh toean Raifles ka Selat, karena ada djoega sak dalam hatinja saperti perkataan jang terseboet di atas tadi. Maka satelah kaesokan harinja, sampan jang membawakan santap-santapan itoe poen bertemoelah di Selat Loebam, laloe berlajarlah; doea hari lamanja di djalan maka laloe masoeklah ka Singapoera, laloe ka pangkalan tengkoe temenggoeng. Maka datanglah temenggoeng serta toean Farquhar menjamboet tangan tengkoe itoe. Serta toeroen kadalam sekoetji itoe, maka kata toean Farquhar: Tengkoe, mari pergi mendapatkan toean Raffles di laoet; ia tiada maoe toeroen ka darat sabelom tengkoe datang. Kemoedian maka titah tengkoe Loeng: Baiklah. Akan tetapi hatinja berdebar-debar, sebab sangkanja hendak ditangkap akan dia. Kemoedian maka tengkoe Loeng dan toean Farquhar poen toeroenlah bersama-sama kadalam sekoetji itoe; laloe berdajoeng ka<noinclude></noinclude> g3m7kqj7jazayoce0v49sdixi0giw6i Halaman:Boenga rampai.djvu/70 104 113514 313648 2026-08-17T06:42:31Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313648 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||70}}</noinclude>bagi kakanda; melainkan adapoen jang mendjadikan kakanda ini tertawa, jaitoe menengarkan kaldai itoe berkata-kata kapada lemboe itoelah sehadja. Maka sadja­oh itoe­lah jang dapat kakanda kabarkan kapada adinda, dan jang lain itoe tiadalah dapat kakanda kabarkan dia.” Maka sigeralah disahoeti oleh isterinja, katanja: „Adoehai kakanda, mengapakah tiada dapat kakanda njatakan dia, dan betapakah maka djadi demikian?” Maka didjawab poela oleh saudagar itoe, katanja: „Adoehai adinda, djikalau sakiranja kakanda menjatakan dia, melainkan kasoedahan kakanda ini akan matilah.” Maka kemoedian berkatalah poela isteri saudagar itoe, katanja: „Djikalau demikian, melainkan kakanda menertawakan adindalah djoega; dan djikalau sakiranja tiada kakanda maoe menjatakan dia kapada adinda, maka bersoempahlah adinda kelak dengan nama Toehan sarwa sakalian alam jang mendjadikan sames­ta sakalian jaitoe tiadalah kelak kita ini akan bersama-sama lagi.” Setalah soedah isteri saudagar itoe berkata-kata demikian, laloe bangoenlah ia seraja berdjalan dengan saorang dirinja moenoedjoe roemahnja dengan terlaloe sangat doetjatj­itnja. Setalah sampailah ia ka roemahnja, laloe doedoeklah ia menangis dan meratap sapandjang pandjang malam itoe. Maka akan saudagar itoe poen tidoerlah ia dengan saorang dirinja didalam bilik jang lain. Maka satelah kaesokan harinja itoe, maka didapatilah oleh saudagar akan isterinja itoe lagi menangis djoega, dan kadoea matanja poen bengka­klah sebab menangis itoe, maka sigeralah didj­eboet oleh saudagar akan isterinja itoe dengan beberapa perkataan jang lemah lembot, katanja: „Diamlah toean, diamlah njawa kakanda; sajang roepa jang elok mendjadi moeram, dan mata jang saperti bintang timoer mendjadi birat (!), dan ramboet jang litjin itoe mendjadi keoeset masai. Diamlah toean, njawa kakanda; sajang terboeang ajar mata toean itoe. Maka mengapakah adinda<noinclude></noinclude> 0quz2okw36i677br2tw4rnekx36ywib Halaman:Boenga rampai.djvu/22 104 113515 313649 2026-08-17T06:42:38Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '22 lanet, serta ditarikkan bandera kocning. Maka apabila dilihat dari kapal, maka bersedialah marika itoe hendak menjamboet dia. Satelah sampailah ka kapal maka toean RaiMes poen datanglah sendiri menjamboet tangan tengkoe Loeng itoe. Maka meriam poen berboenjilah dari kapal kapal dan kitji itoe, terlaloe banjak. Maka toean RaMes poen me- ngoendjoekkan dengan sabanjak-banjak hormat dan tadlim kapada tengkoe Loceng itoe, dibawanja doedoe... 313649 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>22 lanet, serta ditarikkan bandera kocning. Maka apabila dilihat dari kapal, maka bersedialah marika itoe hendak menjamboet dia. Satelah sampailah ka kapal maka toean RaiMes poen datanglah sendiri menjamboet tangan tengkoe Loeng itoe. Maka meriam poen berboenjilah dari kapal kapal dan kitji itoe, terlaloe banjak. Maka toean RaMes poen me- ngoendjoekkan dengan sabanjak-banjak hormat dan tadlim kapada tengkoe Loceng itoe, dibawanja doedoek di koersi ka- empat marika itoe. Maka entjik Aboe poetih doedoek dibe- lakang tengkoe Locug itoe, maka radja Amboeng doedoek djaoch sadikit. Laloe bertjakaplah toean Raffles pada masa itoe, dengan tersenjoem-senjoem simpoel serta moeka manis, dengan menoendoek-noendockkan kepalanja, manis saperti laoet madoe. Maka pada masa itoe djangankan hati ma- noesia, djikalau batoe sakali poen petjah-petjahlah, sebab menengarkan perkatainnja itoe, serta dengan lemah-lemboet soearanja, saperti boenji-boenjian jang amat merdoe, akan menghilangkan pertjintaan, dan sak jang ada tersemboenji didalam perbendaharaan hati manoesia itoe poen lenjaplah, maka segala ombak waswas jang berpaloe-paloean, jang diatas karang wasangka itoe poen tedoehlah, maka pokok . angin jang amat kentjang serta dengan gelap goelita itoe poen, saperti riboet jang besar akan toeroen, bahwa sakaliannja hilanglah, sahingga teranglah tjoewatja. Maka berlioeplah angin jang lemah-lemboet jang terbit dari dalam taman. Maka sakoenjoeng-koenjoeng terbitlah boelan poernama empat belas hari boelan, gilang-goemilang tjehajanja, sa- hingga kalihatanlah toeloes ichlas toean RafMes kapada tengkoe Loeng itoe. Maka dengan saketika itoe djoega bertoekarlah doekatjitanja itoe dengan soekatjita, maka ber- seri-serilah tjehaja moekanja. Maka satelah dikerling oleh toean Rafes, berobah warna moekanja, maka bangoenlah toean Raffles dari koersinja serta memegang tangan tengkoe<noinclude></noinclude> nebrp5d69371iysnsfmgru85lwhlncz 313657 313649 2026-08-17T06:44:30Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313657 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||22}}</noinclude>laoet, serta ditarikkan bandera koening. Maka apabila dilihat dari kapal, maka bersedialah marika itoe hendak menjamboet dia. Satelah sampailah ka kapal maka toean Raffles poen datanglah sendiri menjamboet tangan tengkoe Loeng itoe. Maka meriam poen berboenjilah dari kapal kapal dan kitji itoe, terlaloe banjak. Maka toean Raffles poen mengoendjoek kan dengan sabanjak-banjak hormat dan taälim kapada tengkoe Loeng itoe, dibawanja doedoek di koersi kaempat marika itoe. Maka entjik Aboe poetih doedoek dibelakang tengkoe Loeng itoe, maka radja Amboeng doedoek djaoeh sadikit. Laloe bertjakaplah toean Raffles pada masa itoe, dengan tersenjoem-senjoem simpoel serta moeka manis, dengan menoendoek-noendoekkan kepalanja, manis saperti laoet madoe. Maka pada masa itoe djangankan hati manoesia, djikalau batoe sakali poen petjah petjahlah, sebab menengarkan perkataännja itoe, serta dengan lemah-lemboet soearanja, saperti boenji-boenjian jang amat merdoe, akan menghilangkan pertjintaän, dan sak jang ada tersemboenji didalam perbendaharaan hati manoesia itoe poen lenjaplah, maka segala ombak waswas jang berpaloe-paloean, jang diatas karang wasangka itoe poen tedoehlah, maka pokok angin jang amat kentjang serta dengan gelap goelita itoe poen, saperti riboet jang besar akan toeroen, bahwa sakaliannja bilanglah, sahingga teranglah tjoewatja. Maka bertioeplah angin jang lemah-lemboet jang terbit dari dalam taman. Maka sakoenjoeng-koenjoeng terbitlah boelan poernama empat belas bari boelan, gilang-goemilang tjehajanja, sahingga kalihatanlah toeloes ichlas toean Raffles kapada tengkoe Loeng itoe. Maka dengan saketika itoe djoega bertoekarlah doekatjitanja itoe dengan soekatjita, maka berseri-serilah tjehaja moekanja. Maka satelah dikerling oleh toean Raffles, berobah warna moekanja, maka bangoenlah toean Raffles dari koersinja serta memegang tangan tengkoe<noinclude></noinclude> 5aw9k7qa4fckxxkmojmuzqnayuwqiu9 Halaman:Boenga rampai.djvu/80 104 113516 313650 2026-08-17T06:42:51Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313650 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||80}}</noinclude>Allah saksimoe saperti perdjandjianmoe itoe.” Maka kata saudagar itoe: Maka bersoempahlah hamba ini akan kembalilah poela, dan pertjajalah kiranja toeankoe akan perkataan hamba ini.” Satelah soedah berkata-kata itoe, maka djin itoe poen gaiblah dari pada mata saudagar itoe, maka pada masa itoe djoega hilanglah soedah segala takoelnja saudagar itoe; maka ia poen sigeralah mematjoe koedanja, seraja berdjalan menoedjoe kembali ka roemahnja. Maka saparo hatinja itoe ia bersoeka-soeka, oleh sebab telah terlepas dari pada mara-behaja jang besar itoe, dan saparo hatinja poela menaroeh soesah, dari karena persoeompahan itoe. Maka tiada berapa lamanja ia berdjalan itoe laloe sampailah ia ka roemahnja, maka sigeralah disamboet oleh sakalian anak-isterinja itoe akan dia dengan beberapa soekatjita. Maka digantikanlah oleh saudagar itoe akan segala peloek-tjioem jang wadjib itoe, dengan ratap-tangis jang tiada terkata-kata. Maka berpikirlah sakalian anak-isterinja itoe, kalau-kalau adalah djoega barang soeatoe jang telah berlakoe kapadanja dalam perdjalanannja itoe; maka sigeralah ditanjai oleh isterinja, apakah sebab ia menangis itoe dan apakah jang ada kadoekaannja maka salakoe demikian itoe; dan lagi kata isterinja: Adoehai kakanda, adapoen kami ini sakalian anak-beranak telah menjamboet kakanda dengan beberapa soekatjita oleh sebab kakanda telah kembali dengan salamat sedjahteranja, akan tetapi soesahlah sangat rasanja hati adinda, oleh melihatkan hal kakanda didalam kadoekain jang amat sangat; dan kabarkanlah kiranja, ja kakanda! apakah jang mendatangkan kadoekaain itoe di atas diri kakanda? Demi didengar oleh saudagar itoe akan perkataan isterinja jang demikian itoe, maka sigeralah disahoetinja, katanja: Adoehai adinda, karamlah kiranja di atas diri kakanda ini, maka betapakah rasanja hati kakanda, hanjalah satahoen sehadja lamanja<noinclude></noinclude> 0a0o3w2eppzxc6jymdj0y98kfjyobzx Halaman:Boenga rampai.djvu/79 104 113517 313651 2026-08-17T06:43:13Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313651 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||79}}</noinclude>saudagar akan djin itoe hendak djoega memboenoeh akan dia, maka ia poen berteriaklah, katanja: Ja toeankoe djin, adalah sapatah kata lagi jang hamba hendak poehoenkan kapada toeankoe, jaitoe toeankoe izinkanlah dehoeloe, soepaja hamba ini pergi barang saketika sehadja lamanja bertemoe dengan sakalian anak-isteri hamba serta memberi salamat tinggal kapada marika itoe sakalian, serta poela membehagikan segala harta benda hamba itoe kapadanja, karena belomlah lagi hamba memboeatkan soerat wasiat bagi marika itoe sakalian, soepaja djanganlah kelak berbangkit pergadoehan antara marika itoe. Maka djika soedahlah kelak hamba menentoekan sakalian itoe, maka berdjandjilah hamba akan kembali dengan sigeranja serta menoeroet saperti kahendak toeankoe itoe. Maka demi didengar oleh djin akan perkataan saudagar itoe demikian, maka sigeralah disahoetinja, katanja: Hai insan, djikalau sakiranja engkau ini koelepaskan pergi saperti permintaainmoe itoe, melainkan takoetlah akoe kalau-kalau engkau tiada akan kembali kelak. Maka kata saudagar itoe: Biarlah hamba ini bersoempah; djikalau maoe toeankoe menerima soempah hamba, melainkan bersoempahlah hamba akan kembali di tempat ini. Maka kata djin itoe: Hai insan, berapakah lamanja kelak engkau akan kembali itoe? Maka kata saudagar itoe: Ja toeankoe, barang satahoen lamanja beharoelah soedah hamba menjesaikan sakalian perkara hamba itoe, dan kemoediannja beharoelah dapat hamba memoetoeskan hal kamatian hamba itoe, ja toeankoe! Maka berdjandjilah poela hamba, maka toeankoe akan mendapati hamba, pada kaesokan harinja dari pada doea belas boelan itoe adalah hamba berhalir dibawah pohon kajoe ini djoega, serta hamba akan menantikan sahingga toeankoe datang, soepaja menjerahkan diri hamba ini kapada toeankoe. Satelah itoe maka berkatalah djin itoe: Hai insan, djadikanlah olehmoe akan<noinclude></noinclude> e79efq8632rcz9z1ecilkt1coweuw4b Halaman:Boenga rampai.djvu/71 104 113518 313652 2026-08-17T06:43:33Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313652 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||71}}</noinclude>menjadi begitoe bodoh, memboeangkan ajar mata dengan tiada samena-menanja, dan adinda menjoesahkan diri adinda sendiri itoe? Adapoen perkara jang hendak dikatahoei oleh adinda mati hidoep itoe, jaitoe soeatoe perkara jang tiada berfaidah sakali-kali; maka itoelah sebabnja djadi tiada kakanda hendak mengatakan dia. Maka kakanda pintalah poela sangat-sangat, djanganlah kiranja adinda mengambil pikiran atas perkara itoe lagi.” Maka sigeralah disahoeti oleh isterinja poela, katanja: „Wahai kakanda, sasoenggoehnjalah tiadalah kelak adinda akan berhenti memikirkan itoe serta bermasgoel dengan menaroeh bimbang dan goendah gaulana, sehingga dapatlah adinda mengatahoei dia dengan djemoe dan lpoeas hati adinda.” Setalah itoe maka berkatalah poela saudagar itoe, katanja: „Adoehai adinda, boekankah soedah kakanda kabarkan, djikalau sakiranja kakanda ini menoeroetkan kahendak adinda itoe djoega, melainkan kakanda ini akan matilah pada achirnja.” Setalah itoe maka disahoetilah poela oleh isterinja, katanja: „Serahkanlah sakalian itoe kapada Allah, melainkan tiadalah kelak adinda akan berobah dari pada pikiran jang telah termeterai didalam hati adinda itoe.” Kemoedian didjawablah poela oleh saudagar itoe, katanja: „Hai adinda, tiadalah berfaidah lagi kiranja bagi kakanda mengatakan apa-apa, melainkan keras dan kategaran hati adinda itoelah djoega jang akan membinasakan adinda. Maka oleh sebab itoelah djoega kakanda hendak menoeroeh menghimpoeni sakalian anak boeah dan kaoem koela­warga adinda, soepaja boleh sakaliannja bertemoe dengan adinda salagi ada haj­at adinda.” Setalah itoe maka disoeroehlah oleh saudagar djempoeti akan sakalian kaoem koela­warga dan iboe bapa isterinja itoe. Setalah datanglah soedah sakaliannja itoe, maka saudagar itoe poen menjatakanlah kapada marika itoe akan hadjat dan maksoed ia menjoeroeh mendjempoeti marika itoe sakalian<noinclude></noinclude> 7u5dsffk2c695pjcv25l4ux95k3w9b9 Halaman:Boenga rampai.djvu/78 104 113519 313653 2026-08-17T06:43:37Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313653 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||78}}</noinclude>itoe, melainkan sasoenggoehnja tiadalah hamba melakoekan jang demikian itoe; dan djika hamba berboeat jang demikian itoe sakalipoen, melainkan telah hamba perboeatkan dia dengan tiada sengadja hamba. Maka sebab itoe ampoenilah hamba ini dan hidoepilah hamba ini, ja toeankoe! Maka kata djin itoe poela: Hai insan, djanganlah kauharapkan ampoen dan rahim dari padakoe lagi, melainkan wadjiblah bagikoe memboenoeh dikau, sebab engkau telah memboenoeh anakkoe itoe. Maka sambil djin itoe berkata-kata itoe maka dihelanjalah akan saudagar itoe seraja dibantingkannja ka boemi dan ditiharapkannja dia laloe diangkatnja poela sjamsirnja hendak memenggal kepala saudagar itoe. Sjahadan maka pada ketika saudagar itoe poen menangislah, bertjoetjoeran ajar matanja, serta mengakoelah ia akan kasalahannja jang telah diperboeatnja dengan tiada sengadjanja itoe. Maka terkenanglah ia akan anak-isterinja, maka makinlah bertambah-tambah ajar matanja itoe. Maka ditjarinjalah djoega djalan dengan saberapa bolehnja hendak melepaskan dirinja, maka tiadalah djoega dapat. Maka djin itoe poen adalah djoega memegang sjamsirnja, menantikan saudagar itoe soedah berkata-kata itoe sehadja. Satelah itoe maka berkatalah djin itoe: Hai insan, adapoen sakalian kadoekaan dan ratap tangismoe itoe sia-sialah sehadja. Maka djikalau sakiranja engkau menangis sahingga kaloear darah kadoea bidji matamoe itoe sakalipoen, tiadalah dapat menegahkan dakoe memboenoeh dikau, jang telah memboenoeh anakkoe itoe. Maka kata saudagar itoe: Ja toeankoe djin, tiadalah ada barang sasoeatoe perkara jang lain poen, jang dapat melemboetkan hati toeankoe itoe, maka hendak djoega toeankoe menoempahkan darah saorang machloek jang amat hina ini? Maka kata djin itoe: Hai insan, bahwa sasoenggoehnja demikianlah halnja, dan wadjiblah bagikoe mengerdjakan dia itoe. Hatta maka apabila dilihat oleh<noinclude></noinclude> q4hntw6sxir09zo2ghegzneo35upit0 Halaman:Boenga rampai.djvu/77 104 113520 313654 2026-08-17T06:44:16Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313654 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||77}}</noinclude>poetoes-poetoes poela soearanja: Ja toeankoe djin, apakah salah hamba ini kapada toeankoe, maka toeankoe hendak memboenoeh hamba? Maka didjawablah oleh djin itoe dengan emarahnja, katanja: Bahwa sanja akoe ini telah bersoempah akan memboenoeh engkau, oleh sebab engkau telah memboenoeh saorang anakkoe. Demi didengar oleh saudagar akan perkataan djin itoe, maka ia poen taadjoeblah sangat akan dirinja itoe, seraja berseroe: Ja Allah, ja Toehankoe Rabbi, betapa gerangan hamba memboenoeh anak toeanhamba itoe? tambahan poela, boetalah poela mata hamba, tiada pernah melihat dia. Maka berkatalah poela djin itoe: Tiadakah engkau memboenoeh dia? Boekankah tatkala engkau sampai ka mari ini, laloe engkau doedoek sambil mengaloearkan korma dari dalam poendi-poendimoe itoe? dan tengah engkau memakan korma itoe, boekankah kautjampak-tjampakkan bidjinja itoe berkeliling? Maka sigeralah disahoeti oleh saudagar itoe, katanja: Bahwa benarlah jang demikian itoelah hamba perboeat, tiadalah dapat hamba menjangkal dia. Maka djin itoe poen berkatalah poela: Baiklah, sebab poen akoe mengatakan engkau telah memboenoeh anakkoe, karena tatkala engkau menjampak-njampakkan bidji korma itoe, maka pada ketika itoe djoega adalah anakkoe itoe laloe di sitoe maka kenalah sabidji pada matanja. Maka itoelah jang mematikan dia. Demikianlah perinja, hai insan! Satelah didengarnja akan perkataan djin itoe maka sigeralah disahoeti oleh saudagar itoe, katanja: Ja toeankoe djin, ampoenilah kiranja akan hamba ini, karena perboeatan hamba itoe tiada dengan sengadja. Maka kata djin itoe: Hai insan, tiadalah lagi ampoen dan rahim padakoe, melainkan engkau ini koeboenoeh djoega. Maka boekankah benar sakali perkataan itoe, jaitoe barang siapa memboenoeh orang maka wadjiblah ia diboenoeh? Maka kata saudagar itoe: Hamba terimalah perkataan toeankoe<noinclude></noinclude> 79r8pw7zpi5m5n9g700mhhts47syr93 Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/71 104 113521 313655 2026-08-17T06:44:19Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313655 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{Bold|{{sp|PENGORBANAN}}}}|||69}}</noinclude>'ntjik nanti berkata kaloe oepama bener-bener Allah nanti bikin sasoeatoe orang prempoean tida aken melahirken anak prempoean lagi? Kaloe tida ada prempoean bagimana ia nanti bisa menikah, bisa tjari djinge atawa sha-nge? Tapi ini semoea adalah gara-garanja Bing-tjoe poenja oetjapan: „Poet-hauw yoe sam, boe ho wie tay = tida berbakti ada tiga matjem, dan tida mempoenjain toeroenan adalah jang teroetama". Dan ini 'toeroenan' oleh bangsa Tionghoa tjoema anak-anak laki jang dianggep manoesia, anak jang bisa toeroen-menoeroenken she (nama familie). Tapi salaennja ini poen ada laen sebab. Kaloe bangsa Tionghoa tjoema soekain anak-anak laki, adalah lantaran lelaki itoe begitoe soeda dewasa bisa lantas tjari makan sendiri, malahan kena uitoempangin di hari toeanja. Maka ajangan heran, kaloe soemanget ko-ka-ti (egoistisch) bisa begitoe lengket dalem sanoebarinja bangsa Tionghoa, kerna boekan saaja dalem oeroesan negri, sociaal, atawa perdagangan, tapi sampe poen dalem melahirken anak marika poen bersikep dan memandeng boeat kagoena'annja sendiri, jalah dengen tjoema memikir di hari blakang nanti marika bisa menoempang dan itoe anak Dikin banjak seneng pada dirinja, hingga mana marika lantas loepaken kwadjibannja sebagi orang toea, boeat didik dan sampoernaken hidoepnja itoe anak. Itoe koetika tatkala Pik masih djadi anak-anak, 'ntjik Hwie-bing masih belon djadi pachter, belon djadi begitoe hartawan dan ia masi terkenal sebagi satoe orang jang alim. Tatkala di masa masih hidoepnja sang ajah, berkali-kali 'ntjik Hwie-bing dipaksa tjereken istrinja kerna tida melahirken anak lelaki, sabagimana menoeroet boenji-<noinclude></noinclude> n6253ve8w5tcyy039fczozo5h7874su Halaman:Boenga rampai.djvu/72 104 113522 313656 2026-08-17T06:44:29Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313656 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||72}}</noinclude>serta dipintalah oleh saudagar kapada marika itoe sakalian soepaja memboedjoeki akan isterinja itoe serta menempelakkan atas kabodohannja itoe. Akan tetapi sia-sialah sehadja sakalian poedjoek dan rajoe marika itoe, melainkan keraslah djoega hati isteri saudagar itoe. Setalah itoe maka masoeklah poela iboe bapa dan sahabat handai isteri saudagar itoe menghiboerkan dia dengan beberapa perkataan jang lemah lemboet serta menjatakan poela kapadanja akan peri-hal jang hendak dikatahoeinja sangat-sangat itoe tiadalah sakali-kali berfaidah kapadanja. Akan tetapi sebagaimana poela manis dan lemah lemboet perkataan marika itoe, maka tiadalah djoega ia hendak berobah dari pada pikirannja itoe. Setalah dilihat oleh sakalian anak boeahnja dan iboe bapannja itoe tiadalah djoega hendak berobah ingatan­nja itoe, maka saka­liannja poen laloe merataplah dan meraoeng terlaloe sangat, sehingga saudagar itoe poen hilanglah akalnja dan tiada ia mengatahoei apakah jang hendak diperboeatnja. Setalah itoe maka saudagar itoe poen doedoeklah di moeka pintoe roemahnja itoe dengan bermasgoel lakoenja, sambil berpikir-pikir, katanja: „Teroet­amalah akoe ini mati dari pada isterikoe, karena terlaloe­lah sangat koekasihi akan dia.” Adapoen akan saudagar itoe, adalah ia memeliharakan lima poeloeh ekor ajam betina dan ajam djantan saekor sehadja, serta poela dengan saekor andjing. Maka pada tatkala saudagar itoe doedoek di moeka pintoe roemahnja dengan bersoegoel itoe, maka dilihatlah oleh saudagar akan andjing itoe mengedjari akan ajam djantan itoe tengah berbini, sambil berkata, katanja: „Hai saudarakoe ajam djantan, sasoenggoehnjalah toeanhamba ini tiada akan hidoep lama. Tiadakah toeanhamba menaroeh maloe dan sopan poen barang sadikit, maka toeanhamba melakoekan pekerdjaan jang sial pada hari ini?” Setalah itoe maka sigeralah didjawab oleh ajam djantan itoe, katanja: „Siapakah jang dapat menegahkan<noinclude></noinclude> 2w4f0206kemo3cj45koxffvvggxu6oo Halaman:Boenga rampai.djvu/26 104 113523 313658 2026-08-17T06:45:17Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313658 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||26}}</noinclude>paro adanja. Hata satelah telap soedah gadji dan perdjandjian negeri itoe, dalam sadikit hari maka toean Raffles poen berlajarlah ka Benggala, ditinggalkannja toean Farquhar mendjadi radja, dan toean Pelin mendjadi sjahbandar, dan toean Barnid, jaitoe menantoe toean Farquhar, mendjadi magistraat hakim dalam negeri Singapoera. Kelakian maka negeri Singapoera poen pada masa itoe oepama matahari jang beharoe terbit, makin tinggi makinlah besar tjehajanja; maka dagang poen terlaloelah banjak masoek, toempah roeh. Maka segala saudagar poen dari pada tiap-tiap negeri datanglah berniaga: maka sadikit ia hendak berniaga, banjak ia hendak melihat negeri beharoe. Maka dagangan poen saperti ajar pasanglah datangnja dari pada tiap-tiap negeri. Maka saperti dagangan Eropah itoe djangan dikata lagi, barang jang tiada pernah dilihat nenek mojang kita poen adalah saperti sajoer adanja, bertimboen-timboen; pada tiap-tiap hari tiada berhenti empat lima tempat lelang, djenis-djenis barang, serta dengan moeralinja. Adapoen adat lelang pada masa itoe, tiada dipoekoel tjanang, atau memberi tahoe kapada tiap-tiap roemah, melainkan diboeat soerat berpoeloeh-poeloeh ditempelkan pada sagenap simpang diseboetkan dalam soerat itoe: Esok poekoel sapoeloeh pagi ada lelang diroemah toean Anoe dan diseboetkan djenis-djenis barang jang hendak dilelang itoe. Sjahdan pelaboehan Singapoera poen sesaklah dengan kapal, kitji, seloep, pergat dan tengah-tiga-liang, dan sekonar, pidoewain (pedewakan?) dan segala wangkang Tjina dan Anam dan Siam, dan perahoe Beroenai dan sabagainja. Tetapi soenggoeh poen demikianlah ramainja negeri, maka pada masa itoe belom lagi ada saboeah roemah batoe poen diperboeat orang, melainkan roemah ataplah sehadja semoeanja; adalah saboeah roemah batoe, jaitoe diperboeat polisi; adanja diperboeat oleh saorang saudagar Inggeris, namanja<noinclude></noinclude> 7pdhlwlpgt9c5l5pzuv3td13nrj80lp Halaman:Boenga rampai.djvu/73 104 113524 313659 2026-08-17T06:45:32Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313659 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||73}}</noinclude>hamba melakoekan pekerdjaan jang hamba soeka lakoekan itoe, walau poen pada hari ini, atau poen pada hari lain-lain? apakah toeanhamba padoelikan pekerdjaan hamba?” Kemoedian maka didjawablah oleh andjing itoe, katanja: „Hai saudarakoe, boekannja begitoe; tiadakah toeanhamba katahoei akan hal toean kita saudagar itoe? Maka toean kita itoe adalah didalam doeka nastapa jang besar, karena sangatlah dikehendaki oleh isteri toean kita itoe hendak mengatahoei akan sasoeroetoe rahasia jang terlaloeh soelit sakali; maka djikalau sakiranja didjanjikan oleh toean kita akan rahasia itoe, tadapat tiada akan matilah toean kita itoe pada achirnja. Maka takoetlah hamba, kalau-kalau akan dikatakan djoea oleh toean kita akan rahasia itoe kapada isterinja, karena sangatlah ia mengasihi akan isterinja itoe; maka oleh sebab ratap dan tangis isterinja dengan tiada berkapoetoesan lagi itoe­lah, maka bertambah-tambah kadoe­kaan­nja itoe; maka kami sakalian poen terlaloe­lah amat belas melihatkan hal toean kita itoe demikian. Didalam hal jang demikian ini, maka toeanhamba poela saolahlah sengadja mentjelakan kasoekaan kami ini, maka toeanhamba dengan tiada bermaloe lagi melakoekan pekerdjaan jang sial dan hina itoe atas ajam betina isteri toeanhamba itoe sakalian.” Setalah itoe sigeralah didjawab oleh ajam djantan itoe, katanja: „Bahwa sasoenggoehnjalah toean kita ini terlaloe­lah bodoh. Adapoen akan toean kita itoe, adalah baginja saorang isteri sehadja; itoe poen tiada djoega ia menang. Lihatlah poela akan hamba ini, adalah menoeroeh lima poeloeh isteri, maka hamba perboeatkan dia saperti jang hamba kahendaki. Maka sebab itoe biarlah kiranja toean kita itoe mendjadi sioeman, maka dengan kamoe­da­hanlah djoega dapat toean kita itoe kelak terlepas dari pada doeka nastapanja itoe.” Maka andjing itoe poen bertanjalah poela, katanja: „Hai saudarakoe, djikalau demikian perkataan<noinclude></noinclude> kgwomj6oc14fxhjwrnsswvai4t810e9 Halaman:Boenga rampai.djvu/74 104 113525 313660 2026-08-17T06:46:11Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313660 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||74}}</noinclude>{{rh||74|}} toeanhamba itoe, apakah kelak toeanhamba perboeatkan? Maka disahoetlah oleh ajam djantan itoe, katanja: „Melainkan hendaklah kiranja toean kita itoe masoek ka bilik isterinja dengan membawa soeatoe toengkat jang kasar dan kantjing­kan poela pintoe bilik itoe dari dalam; kemoedian biarlah toean kita itoe membahan isterinja dengan toengkat itoe baik-baik sakali, sehingga mengakoeilah isterinja itoe dengan berdjandji tiadalah akan mengeraskan toean kita poela, menjoeroeh mengatakan saperti kahendak hatinja itoe.” Setalah didengarlah oleh saudagar akan perkataan ajam djantan itoe demikian, maka ia poen berpikirlah didalam dirinja: „Sabenarnjalah saperti adjaran ajam djantan itoe!” laloe bangoenlah ia dengan sigeranja seraja mengambil toengkat jang kasar, laloe masoek ka dalam bilik isterinja itoe, dan didapatinja­lah isterinja itoe sedang menangis, maka sigeralah dikantjingnja pintoe bilik itoe dari dalam. Setalah itoe maka disesahnja isterinja itoe baik-baik sakali dengan toengkat. Maka isterinja itoe poen mendjeritlah serta meloe­loeng-loeng, katanja: „Wahai soeamioe toean, tjoekoeplah soedah, dan bertobatlah adinda tiadalah bertanjakan perkara itoe lagi!” Maka berhentilah saudagar itoe memaloe isterinja itoe. Setalah itoe maka diboekakannjalah pintoe bilik itoe, laloe masoeklah segala kaoem koelewarga mendapatkan isteri saudagar itoe, serta sasoekatjitalah marika itoe sakalian melihatkan ingatannja itoe telah mendjadi betoellah saperti sediakala itoe. Maka saudagar itoe poen memberilah poela beberapa djoekoer kapada ajam djantan itoe, oleh telah mengadjar­kan adjaran jang amat sempoerna itoe. <div style="text-align:center;">────────</div><noinclude></noinclude> fd6wtzk0kdmepnoaar7by4vovmnh623 313661 313660 2026-08-17T06:46:26Z Ibrohim tijani 26379 313661 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||74}}</noinclude>toeanhamba itoe, apakah kelak toeanhamba perboeatkan? Maka disahoetlah oleh ajam djantan itoe, katanja: „Melainkan hendaklah kiranja toean kita itoe masoek ka bilik isterinja dengan membawa soeatoe toengkat jang kasar dan kantjing­kan poela pintoe bilik itoe dari dalam; kemoedian biarlah toean kita itoe membahan isterinja dengan toengkat itoe baik-baik sakali, sehingga mengakoeilah isterinja itoe dengan berdjandji tiadalah akan mengeraskan toean kita poela, menjoeroeh mengatakan saperti kahendak hatinja itoe.” Setalah didengarlah oleh saudagar akan perkataan ajam djantan itoe demikian, maka ia poen berpikirlah didalam dirinja: „Sabenarnjalah saperti adjaran ajam djantan itoe!” laloe bangoenlah ia dengan sigeranja seraja mengambil toengkat jang kasar, laloe masoek ka dalam bilik isterinja itoe, dan didapatinja­lah isterinja itoe sedang menangis, maka sigeralah dikantjingnja pintoe bilik itoe dari dalam. Setalah itoe maka disesahnja isterinja itoe baik-baik sakali dengan toengkat. Maka isterinja itoe poen mendjeritlah serta meloe­loeng-loeng, katanja: „Wahai soeamioe toean, tjoekoeplah soedah, dan bertobatlah adinda tiadalah bertanjakan perkara itoe lagi!” Maka berhentilah saudagar itoe memaloe isterinja itoe. Setalah itoe maka diboekakannjalah pintoe bilik itoe, laloe masoeklah segala kaoem koelewarga mendapatkan isteri saudagar itoe, serta sasoekatjitalah marika itoe sakalian melihatkan ingatannja itoe telah mendjadi betoellah saperti sediakala itoe. Maka saudagar itoe poen memberilah poela beberapa djoekoer kapada ajam djantan itoe, oleh telah mengadjar­kan adjaran jang amat sempoerna itoe. <div style="text-align:center;">────────</div><noinclude></noinclude> kmvu2h6cqxny62xfzidza13aybgebwa Halaman:Boenga rampai.djvu/27 104 113526 313662 2026-08-17T06:46:50Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313662 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||27}}</noinclude>toean Manjiwin, jaitoelah jang pertama-tama membneat roemah batoe didalam negeri Singapoera. Maka dalam sadikit hari iapoen poelanglah ka negeri Inggeris. Maka di sitoelah didjadikan rocmah polisi jaani tempat biljara. Akan tetapi terdehoeloe dari pada itoe ada diperboeat oleh toean Bernid tempat bitjara itoe saboeah roemah atap sehadja; tempatnja itoe didalam kampoeng tengkoe temrenggoeng. Maka itoelah moela-moela sakali polisi didalain negeri Singapoera adanja. Sijahdan pada masa itoe sakalian orang docdoek dalam Kkatakoetan sahadja. Maka sabentar-sabentar roemah terbakar, dan sabentar-sabentar pentjoeri siang-siang hari, dan sabentar-sabentar orang bertikam. Maka apabila bangoen pagi adalah orang jang kena tikam dan mati dibocnoeh. Dan lagi pada masa itoec orang temenggoeng dan orang soellan dan orang dagang serba bangsa, semocanja bersendjata belaka; ada jang menjamocn barang orang di tengah-tengah loeroeng; ada jang masoek merampas harta orang, sebab tiada apa jang ditakoetinja; karena negeri belom lagi berkatentoean, orang poetih poen belom lagi banjak, dan sipai poen belom lagi datang; maka mata-mata sechadja empat lima orang. Maka adalah jang sahari-hari memoclai perkelahian itoe melainkan orang temenggoeng, karena kalakoean marika itoe dengan orang Malaka saperti kambing dengan hariman adanja; karena orang Malaka itoe tiada pernah bersendjata dan tiada tahoe orang bertikam dan belom pernah melihat darah toempah ka boemi, akan tetapi djikalau ada barang pergadoehan anak Malaka, baik Tjinanja, baik Melajer, baik anak Keling, dengan orang temenggoeng itoe, melainkan toean Farquhar itoe di sabelah anak Malaka, sebak telah dikatahoeinja tabiat marika itoe, takoet dalam hal sendjata, melainkan kalau bertoemboek tiada dapat dilawan oleh orang lain negeri akan dia. Maka adalah hak<noinclude></noinclude> 30fekmmnu0w48qfpt93zwilyi8ygtan Halaman:Boenga rampai.djvu/28 104 113527 313663 2026-08-17T06:47:12Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313663 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||28}}</noinclude>marika itoe kadoea pihak salaloe bermoesoeh, maka beberapa kali jang telah mendjadi perkelahian besar-besar, saperti kalakoean orang berperang roepanja, tiada satoe-satoe, sebab telah mendjadi berdendam-dendam saorang dengan saorang. Maka djikalau kiranja sebab tiada ditakoeti oleh marika itoe sakalian akan toean Farquhar, nistjaja tiada berhenti pada tiap-tiap bari marika itoe berboenoeh-beenoehan adanja. Sjahdan maka adalah kira-kira empat boelan oemoer negeri Singapoera, maka akoe poen datanglah bersama-sama dengan toean paderi Thomsen dari Malaka. Adapoen pada masa itoe koedapati belom lagi ada roemah di seberang sana, melainkan sakalian iloe penoeh dengan hoelan bakaw dan api-api, tempat ketam djoega adanja, hanja orang tinggal di seberang sini. Maka beharoelah waktoe itoe soeltan Hoesin Sjah hendak memoelai memboeat astananja di kampoeng Gelam, tetapi hoetan lagi semoeanja dan belom ada djalan dari darat. Djikalau orang hendak berdjalan ka kampoeng Gelam itoe berdjalan dari tepi laoet sahadja, karena takoet berdjalan di hoetan darat itoe;; maka berdjalan di tepi laoet itoe poen takoet djoega. Bermoela segala anak isteri soeltan jang di Riau itoe serta segala orangnja dan anak boeahnja dan kaoem koelawarganja poen datanglah, beratoes-ratoes perahve penoeh semoeanja, ka Singapoera. Maka ada marika itoe jang bersama-sama jamloean, ada jang doedoek bersama-sama t1epmenggoeng, ada jang pergi memboeat tempat ka hoeloe, masing-masing membawa halnja. Bermoela pada tiap-tiap hari, waktoe itoe, tiada berkapoetoesan orang mati diboenoeh sapandjang djalan kampoeng Gelam itoe. Maka ada djoega mata-mata polisi mendjaga sana sini akan tetapi .beberapa banjak mata-mata itoe diboenoeh orang sahari. Maka pada masa itqe<noinclude></noinclude> oyfg6o53xkmprgbiqz54kl8koggs6c1 Halaman:Boenga rampai.djvu/23 104 113528 313664 2026-08-17T06:47:25Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313664 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||23}}</noinclude>Loeng, dipimpinnja, laloe dibawanja masoek kadalam biliknja, serta ditoetoepkannja pintoe bilik itoe. Maka bertjakaplah marika itoe kadoea didalam bilik itoe. Maka saorang poen tiada mengatahoei akan rehasia kadoea marika itoe bertjakap; entah apakah jang ditjakapkannja itoe. Maka djikalau kiranja koekatahoei akan rehasia tjakapnja itoe, nistjaja koetoeliskan djoega didalam hikajat ini; melainkan Allah jang tahoe. Adalah sadjoeroes pandjang lamanja, maka kaloearlah kadoeanja itoe dengan tersenjoem-senjoen simpoel dengan berpegang-pegang tangan, laloe toeroenlah kadalam sekoetji. Maka tocan Farquhar dan temenggoeng poen toeroenlah bersama-sama, maka kapitan kapal itoe serta segala orangnja poen tocroculah dalam sekoetji, serta dengan alat dan perkakasnja dan sendjatanja. Maka satelah sampailah ka roemah temenggoeng, maka tengkoe Loeng itoe poen memakailah pakaian karadjaän. Maka toean Raffles dan toean Farquhar serta segala orang kapal dan orang Malaka semoeanja poen telah halirlah soedah, menanti di tengah padang itoe. Maka diatoerlah medja dengan koersi kiri kanan, maka baris kalasi adalah sedia di kiri kanan. Maka saketika lagi datanglah tengkoe Loeng dan tengkoe temenggoeng dan radja Amboeng, serta segala orang Melajoe itoe poen ramailah mengiringkan dia, dengan berpajoeng koening, laloe berdjalanlah. Adapoen ketika berdjalan itoe, dengan koeasa Allah maka toeroenlah hoedjan panas, maka dalam petoea. Melajoe koenoen alamat kabadjikan djoega kasoedahannja. Maka sigeralah toean Raffles datang menjamboet tangan tengkoe Loeng itoe laloe berdjalanlah masoek kadalam kemah itoe. Maka soenggoch poen dalam hal jang demikian itoe, maka ada djoega lagi katakoetan tengkoe Loeng, karena pada sangkanja toean Raffles hendak menipoe akan dia, hendak ditangkapnja, dibawanja ka Benggala. Ada poen sambil ia berdjalan itoe<noinclude></noinclude> dz2wo2i86c2i6r9cz4vaue8wiwdid3l Halaman:Boenga rampai.djvu/75 104 113529 313665 2026-08-17T06:47:40Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313665 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><div style="text-align:center;"> '''HIKAJAT SAORANG SAUDAGAR'''<br /> '''DENGAN SAORANG DJIN. (*)''' </div> Maka adalah pada zaman dehoeloe saorang saudagar, terlaloe amat kajanja, dan adalah poela ia mempoenjai beberapa tanah dan harta benda; maka adalah poela bagi saudagar itoe beberapa orang djoeroetoelis dan wakilnja dan beberapa banjak poela hamba sehajanja. Maka sebab sangatlah kalimpahan dagangannja ka mana-mana, maka itoelah jang mendjadikan saudagar itoe sentiasa berdjalan pada perdjalanan jang djaoeh-djaoeh, pergi memeriksai segala dagangannja itoe. Maka sakali peristiwa saudagar itoe poen kaloearlah dari roemahnja laloe dipatjoenja saekor koedanja laloe berdjalan, sebab ia hendak menentoekan soeatoe perkara jang besar didalam perniagaan jang djaoeh itoe. Maka adalah ia membawa sertanja itoe soeatoe poendi-poendi berisi dengan bekal makanannja dari pada roti dan korma. Maka tiada berapa lamanja ia berdjalan itoe laloe sampai­lah ia ka tempat itoe. Setalah soedahlah ia menentoekan sakalian perkaranja itoe ia poen kembalilah. Setalah masoeklah kapada kaempat harinja itoe didalam perdjalanannja, maka dirasainja­lah akan dirinja itoe terlaloe rimas oleh kapanasan matahari; laloe menjimpanglah ia oleh sebab hendak mentjehjari tempat soepaja boleh bertedoeh. Maka tiba-tiba terpandanglah oleh­nja dari djaoeh sapohon kajoe jang terlaloe amat rindangnja, laloe ditoedjoenja pohon kajoe itoe. Setalah sampailah {{small|(*) Uit de „Duizend en een nacht” in het Maleisch vertaald en te Singapoera uitgegeven (lithographie).}}<noinclude></noinclude> 4j03iu8lq5fcpv0kcxsfsf2kgff1fkr 313667 313665 2026-08-17T06:48:09Z Ibrohim tijani 26379 313667 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><div style="text-align:center;"> '''HIKAJAT SAORANG SAUDAGAR'''<br /> '''DENGAN SAORANG DJIN. (*)''' </div> Maka adalah pada zaman dehoeloe saorang saudagar, terlaloe amat kajanja, dan adalah poela ia mempoenjai beberapa tanah dan harta benda; maka adalah poela bagi saudagar itoe beberapa orang djoeroetoelis dan wakilnja dan beberapa banjak poela hamba sehajanja. Maka sebab sangatlah kalimpahan dagangannja ka mana-mana, maka itoelah jang mendjadikan saudagar itoe sentiasa berdjalan pada perdjalanan jang djaoeh-djaoeh, pergi memeriksai segala dagangannja itoe. Maka sakali peristiwa saudagar itoe poen kaloearlah dari roemahnja laloe dipatjoenja saekor koedanja laloe berdjalan, sebab ia hendak menentoekan soeatoe perkara jang besar didalam perniagaan jang djaoeh itoe. Maka adalah ia membawa sertanja itoe soeatoe poendi-poendi berisi dengan bekal makanannja dari pada roti dan korma. Maka tiada berapa lamanja ia berdjalan itoe laloe sampai­lah ia ka tempat itoe. Setalah soedahlah ia menentoekan sakalian perkaranja itoe ia poen kembalilah. Setalah masoeklah kapada kaempat harinja itoe didalam perdjalanannja, maka dirasainja­lah akan dirinja itoe terlaloe rimas oleh kapanasan matahari; laloe menjimpanglah ia oleh sebab hendak mentjehjari tempat soepaja boleh bertedoeh. Maka tiba-tiba terpandanglah oleh­nja dari djaoeh sapohon kajoe jang terlaloe amat rindangnja, laloe ditoedjoenja pohon kajoe itoe. Setalah sampailah {{small|(*)Uit de „Duizend en een nacht” in het Maleisch vertaald en te Singapoera uitgegeven(lithographie).}}<noinclude></noinclude> a9tn6x64sx6sfl0jflw7jpj37c2g0st 313671 313667 2026-08-17T06:49:01Z Ibrohim tijani 26379 313671 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><div style="text-align:center;"> '''HIKAJAT SAORANG SAUDAGAR'''<br /> '''DENGAN SAORANG DJIN. (*)''' </div> Maka adalah pada zaman dehoeloe saorang saudagar, terlaloe amat kajanja, dan adalah poela ia mempoenjai beberapa tanah dan harta benda; maka adalah poela bagi saudagar itoe beberapa orang djoeroetoelis dan wakilnja dan beberapa banjak poela hamba sehajanja. Maka sebab sangatlah kalimpahan dagangannja ka mana-mana, maka itoelah jang mendjadikan saudagar itoe sentiasa berdjalan pada perdjalanan jang djaoeh-djaoeh, pergi memeriksai segala dagangannja itoe. Maka sakali peristiwa saudagar itoe poen kaloearlah dari roemahnja laloe dipatjoenja saekor koedanja laloe berdjalan, sebab ia hendak menentoekan soeatoe perkara jang besar didalam perniagaan jang djaoeh itoe. Maka adalah ia membawa sertanja itoe soeatoe poendi-poendi berisi dengan bekal makanannja dari pada roti dan korma. Maka tiada berapa lamanja ia berdjalan itoe laloe sampai­lah ia ka tempat itoe. Setalah soedahlah ia menentoekan sakalian perkaranja itoe ia poen kembalilah. Setalah masoeklah kapada kaempat harinja itoe didalam perdjalanannja, maka dirasainja­lah akan dirinja itoe terlaloe rimas oleh kapanasan matahari; laloe menjimpanglah ia oleh sebab hendak mentjehjari tempat soepaja boleh bertedoeh. Maka tiba-tiba terpandanglah oleh­nja dari djaoeh sapohon kajoe jang terlaloe amat rindangnja, laloe ditoedjoenja pohon kajoe itoe. Setalah sampailah <small>(*) Uit de „Duizend en een nacht” in het Maleisch vertaald en te Singapoera uitgegeven (lithographie).</small><noinclude></noinclude> ppg75esnqpa63ak102h3nyz84o9k0ql Halaman:Boenga rampai.djvu/29 104 113530 313666 2026-08-17T06:47:40Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313666 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||29}}</noinclude>toean Farquhar poen mengoepah koeli boekannja sxdikit menebas djalan jang semak-semak dan memboeang hoetan jang dekat-dekat itoe; ada jang membaiki djalan, ada jamp membaiki roemah kompeni, masing-masing dengan peketdjaannja. Adapoen orang jang bekerdja itoe semosanja orang Melajoe Malaka, dan tempat marika itoe sakalian berhimpoen tinggal dekat dengan kampoeng temenggoeng, jaitoe bersabelahan pagar niboeng. Maka di sitoelah diperboeat marika itoe saboeah mandarsah, jaani tempat semabajang. Maka berkeliling mandarsah itoelah pondok tempat orang Malaka itoe tinggal. Maka adalah toea marika itee sakalian entjik Jahja, jang bergelar entjik Sajang. Hata adalah kira-kira delapan boelan oemoer Singapoera, behartelah datang perahoe pengail dari Malaka, mengail di Singapoera. Maka terlaloelah banjak marika itoe mendapal ikan parangparang, karena ikannja pada waktoe itoe terlaloelah djinak, karena belom pernah dikail orang saoemoer-cemoer Singapoera itoe. Maka adalah kira-kira doea tiga poeloeh depa djaoehnja dari tepi pantai orang mengail. Maka serta dilihat oleh orang Singapoera orang Malaka itoe banjak dapat doeit oleh sebab mengail itoe, maka toeroetlah marika itoe mengail saperti orang Malaka itoe. Maka dehoeloe tiadalah marika itoe tahoe menangkap ikan dengam djalan jang lain melainkan ditikamnja djoega adanja. Sjahdam maka Kkemoedian dari pada satahoen oemoer Singapoera, datanglah poela orang Malaka, namanja hadji Mata-mata, memboeat kelong dan belat, orang lain datang mema'boeat djermal. Adapoen pada moela-moelanja diboeboeh kelong itoe didapati oleh marika itoe ikan di tentang Teloek ajar itoe boekannja sadikit, tiada terkira-kira; tenggiri sahingga tiada termakan, sampai ' diboeangkan ikannja, diambil telornja sahadja, diisikan kadalam pipa diboeboeh garam akan dagangan, didjoealnja ka kapal. Maka tatkala itoe<noinclude></noinclude> bbwaoq76sxigmp3s7le902yyvjs8hrt Halaman:Boenga rampai.djvu/25 104 113531 313668 2026-08-17T06:48:42Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313668 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||25}}</noinclude>atkan akoe saboeah astana, karena akoe hendak mendjem- poet isterikoe dari Riau serta isi astana sakalian kamari.” Sebermoela maka terseboetlah perkataan toean Raffles. Setelah kaesokan harinja maka ditjoeroenkannjalah segala perkakasnja ka darat. Maka diboeatkan orang saboeah roemah atap akan dia, maka ia poen tinggal bersama-sama iparnja, jang bernama kapilan Pelin. Maka ia itoe didjadikan oleh toean Raffles sjahbandar. Adapoen bekas roemah toean Raffles itoe di oendjoeng tandjoeng Singapoera, tempat gedoeng toean Djanin sakarang ini. Maka toean Farquhar poen memboeat roemah di padang, di hadapan koert itoe, jaitoe di hadapan roemah makan Perengkoewa sakarang ini. Itoe poen roemah atap djoega, dindingnja kadjang-berapit. Maka pohon sena jang ada sakarang ini di padang itoe, tanamannjalah. Asalnja balang sena dibawa oleh perahoe Radja Hadji dari Malaka, diambilnja dari Tandjoeng Keling adanja. Sjahdan maka kemoedian dari pada soedah diangkat akan tengkoe Loeng itoe mendjadi soellan, maka diberilah hadiah oleh toean Raffles akan dia, oecang sariboe ringgit, serta kain sakelat hitam sakajoe dan sakelat koening sakajoe, serta ditentoekannja akan gadji soeltan itoe, pada saboelan empat ratoes enam belas ringgit sasoe- koe, dan gadji temenggoeng saparonja, jaitoe doea ratoes delapan ringgit satali. Maka pada hari itoelah djoega diperboeat perdjandjian antara kadoea pihak, jaitoe kompeni Inggeris dengan soeltan Hoesin Sjah. Maka adalah terseboet dalam perdjandjian itoe: adapoen saperti orang Keling dan orang Benggala, kompeni Inggeris memerentahkan dia, maka orang Tjina dan Melajoe bersama-sama dengan soeltan memerentahkan. Dan lagi ada terseboet dalam perdjandjian itoe, djikalau dapat hasil negeri Singapoera itoe, djikalau berapa sakalipoen, jaitoe dibehagi doea, kompeni Inggeris saparo dan soellan Hoesin Sjah sa-<noinclude></noinclude> bfk0ibbkpuw6cmbkfwbmqy9js6jqn4h Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/72 104 113532 313669 2026-08-17T06:48:57Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313669 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|70|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude>nja Lee-kie itoe hal ada di'idzinken. Tapi 'ntjik Hwie-bing tida tegan, kerna ada amat menjajang istrinja, maka ia ridlah dengen ambil sadja dji-nge dan blakangan kapan ia soeda kaja dan djadi pachter dan kapan itoe dji-nge tida melahirken anak, ia laloe ambil laen gadis boeat didjadiken sha-nge. Sekarang satelah djadi hartawan, 'ntjik Hwie-bing ajadi bertingkah, djadi radja-radja'an, dan dengen berslimoet sama itoe Bing-tjoe poenja pepatah boekan sedikit ia telah roesakin orang poenja gadis-gadis. 'Ntjim Hwie-bing sekarang telah djadi gila, satiap hari mengameh tida karoean dan malahan satoe waktoe djadi begitoe kalap boeat aken memboenoeh sama 'nrjik Hwie-bing, hingga 'ntjik Hwie-bing krangkeng ia di satoe kamar. Samentara, boeat melipoerken hatinja jang soesah — katanja, 'ntjik Hwis-bing bawa iapoenja dji-nge dan sha-nge ka dalem gedongnja, kerna istrinja pertama toch soeda melantoer tida karoean. Soeatoe malem, selagi ia asik bertjanda sama Liat, iapoenja dji-nge, mendadak dari itoe djendela ada melompat masoek Yong-han. „'Ntjik, mana Pik?" Yong-han menanjah. „Bangsat! Kau brani moentjoel ka mari lagi!" 'ntjik Hwie-bing berseroeh dengen mata melotot. „Kau sendiri bangsat lebih dari bangsat, orang doerdjana lebih dari orang doerhaka; kaloe doenia ada hoekoeman mati, boekan Pik tapi kaulah jang haroes dipanggal batang lehermoe!" berseroeh Yong-han dengen kamoerka'an jang tida bisa ditahan dan kamoedian dengen sebat ia tjaboet sendjatanja dan laloe serangken di toeboehnja 'ntjik Hwie-bing. „Ai.....!" Liat mendjerit sakoeatnja tenaga. Tapi ternjata itoe serangan tida apa-apa, sebab 'ntjik<noinclude></noinclude> 2j569u6bnhhr782zcnf9eshccybkrpx Halaman:Boenga rampai.djvu/76 104 113533 313670 2026-08-17T06:48:59Z Lemonwithices 26124 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '76 ka pohon itoe, jaltoe pohon ketapang, maka dilihatnja poela adalah dekat sitoe soeatoe mata ajar jang mengalir, dengan terlaloe djernihnja serta poela dengan sedjoeknja. Maka saudagar itoe poen soekatjitalah sangat seraja teeroen dari atas koedanja dengan sigeranja , laloe ditambatnjalah koedanja toe pada soeatoe dahan pohon kajoe itoe. Satelah itoe maka ia poen doedoeklah di pangkal pohon kajoe itoe seraja dikaloearkannjalah roti da... 313670 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Lemonwithices" /></noinclude>76 ka pohon itoe, jaltoe pohon ketapang, maka dilihatnja poela adalah dekat sitoe soeatoe mata ajar jang mengalir, dengan terlaloe djernihnja serta poela dengan sedjoeknja. Maka saudagar itoe poen soekatjitalah sangat seraja teeroen dari atas koedanja dengan sigeranja , laloe ditambatnjalah koedanja toe pada soeatoe dahan pohon kajoe itoe. Satelah itoe maka ia poen doedoeklah di pangkal pohon kajoe itoe seraja dikaloearkannjalah roti dan korma dari dalam poendi- | poendinja itoe, laloe dimakannja. Maka didalam ia makan itoe, maka ditjampak-tjampakkannjalah bidji korma jang dimakannja iloe berkeliling tempat itoe. Satelah kenjang- lah soedah ia makan maka pergilah ia minoem ajar dan membasoeh kaki tangannja dan moekanja, mengambil ajar sembahjang. Satelah soedah maka ia poen sembahjanglah di sitoe, betapa perboeatan orang jang moemin. Satelah hampirlah soedah saudagar itoe sembahjang dan sedang ia berteloet membatja doa, maka sakoenjoeng-koenjoeng dilihat- njalah saorang djin jang toea dan ramboetnja poen poetih saperti kapas diboesoer serta dengan besar pandjangnja datang menghampiri akan dia; dan adalah poela di tangan djin itoe sabilah sjamsir jang telah terhoenoes. Satelah hampirlah soedah djin itoe kapadanja, maka djin itoe poen bertampiklah dengan terlaloe amat hebat lakoenja, laksana halilintar membelah boemi, katanja: ,,Hai insan jang ahmak boedi, hendaklah engkau berdiri dengan sigeranja di hada- pankoe ini, soepaja koepertjeraikan kepalamoe dari pada toe- boehmoe itoe, karena engkaulah memboenoeh saorang anakkoe dengan tiada samena-mena!”— sambil djin itoe menangis dan meraoeng saperti boenji goeroeh behananja. Maka saudagar itoe poen terkedjoetlah oleh melihat roepa djin itoe serta menengarkan perkatainnja itoe poela. Maka sigeralah disa- hoet oleh saudagar itoe dengan katakoetannja serta poela dengan gementar sakalian sendi toelangnja, katanja dengan<noinclude></noinclude> fvl6y1uw5behphf37rosbr7tsjz352o 313673 313670 2026-08-17T06:49:48Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313673 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||76}}</noinclude>ka pohon itoe, jaitoe pohon ketapang, maka dilihatnja poela adalah dekat sitoe soeatoe mata ajar jang mengalir, dengan terlaloe djernihnja serta poela dengan sedjoeknja. Maka saudagar itoe poen soekatjitalah sangat seraja teeroen dari atas koedanja dengan sigeranja, laloe ditambatnjalah koedanja toe pada soeatoe dahan pohon kajoe itoe. Satelah itoe maka ia poen doedoeklah di pangkal pohon kajoe itoe seraja dikaloearkannjalah roti dan korma dari dalam poendi-poendinja itoe, laloe dimakannja. Maka didalam ia makan itoe, maka ditjampak-tjampakkannjalah bidji korma jang dimakannja itoe berkeliling tempat itoe. Satelah kenjanglah soedah ia makan maka pergilah ia minoem ajar dan membasoeh kaki tangannja dan moekanja, mengambil ajar sembahjang. Satelah soedah maka ia poen sembahjanglah di sitoe, betapa perboeatan orang jang moemin. Satelah hampirlah soedah saudagar itoe sembahjang dan sedang ia berteloet membatja doa, maka sakoenjoeng-koenjoeng dilihatnjalah saorang djin jang toea dan ramboetnja poen poetih saperti kapas diboesoer serta dengan besar pandjangnja datang menghampiri akan dia; dan adalah poela di tangan djin itoe sabilah sjamsir jang telah terhoenoes. Satelah hampirlah soedah djin itoe kapadanja, maka djin itoe poen bertampiklah dengan terlaloe amat hebat lakoenja, laksana halilintar membelah boemi, katanja: ,,Hai insan jang ahmak boedi, hendaklah engkau berdiri dengan sigeranja di hadapankoe ini, soepaja koepertjeraikan kepalamoe dari pada toeboehmoe itoe, karena engkaulah memboenoeh saorang anakkoe dengan tiada samena-mena!”— sambil djin itoe menangis dan meraoeng saperti boenji goeroeh behananja. Maka saudagar itoe poen terkedjoetlah oleh melihat roepa djin itoe serta menengarkan perkatainnja itoe poela. Maka sigeralah disahoet oleh saudagar itoe dengan katakoetannja serta poela dengan gementar sakalian sendi toelangnja, katanja dengan<noinclude></noinclude> 9ytsmk2vp4vizdef45wc4i1xildqrqm Halaman:Boenga rampai.djvu/24 104 113534 313672 2026-08-17T06:49:04Z Lemonwithices 26124 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '24 katanja: -Entjik Aboe, engkau djangan bergerak dari be- lakangkoe.” Satelah sampailah maka didoedoekkan oleh toean Raffles akan dia di tengah-tengah. Maka berdirilah toean Raffles di sabelah kanan, toean Farquhar berdiri di sabelah kiri, maka segala orang poelih poen masing-masing memboeka tjepiaunja sambil berdiri memeloek toeboeh serta memberi hormat kapada jang dipertoean. Maka dalam hal jang demikian datanglah saorang moeda Ingge... 313672 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Lemonwithices" /></noinclude>24 katanja: -Entjik Aboe, engkau djangan bergerak dari be- lakangkoe.” Satelah sampailah maka didoedoekkan oleh toean Raffles akan dia di tengah-tengah. Maka berdirilah toean Raffles di sabelah kanan, toean Farquhar berdiri di sabelah kiri, maka segala orang poelih poen masing-masing memboeka tjepiaunja sambil berdiri memeloek toeboeh serta memberi hormat kapada jang dipertoean. Maka dalam hal jang demikian datanglah saorang moeda Inggeris, dengan memakai tjepiau lipat, maka diatasnja ada berboeloe boeroeng tjinderawasih, dan badjoenja saperti pakaian hoeloebalang, penoeh dengan bintang emas serta dengan tempatnja. Maka masoeklah ia ka tengah-tengah di hadapan medja itoe, maka dikaloearkannja doea goeloeng soerat, satoe goeloeng soerat Inggeris dan satoe goeloeng soerat Melajoe. Maka berdirilah ia serta memberi hormat kabawah doeli, laloe dibatjanja soerat itoe di hadapan madjelis. Satelah sadjoeroes dibatjanja iltoe maka kemoedian datanglah entjik Jahja poela membatja soerat Melajoenja itoe. Demikian boenjinja: -Bahwa katahoeilah oleh segala orang maka toean Goebernoer Djinderal jang di Benggala mengangkat soeltan akan tengkoe Loeng dan digelar akan dia soeltan Hoesain Sjah bin almarhoem Soeltan Mahmoed Sjah, didalam negeri 'Singapoera ini serta dairah teloek rantau djadjahannja!” Satelah itoe maka segala orang poetih poen memberi tabik serta hormat kapada Soeltan. Kemoedian ditembaklah dari kapal beberapa banjak. Kemoedian soeltan dan temeng- goeng dan toean Raffles serta toean Farquhar poen kem- balilah, bersama-sama mengiringkan soeltan Hoesain Sjah ka roemah tengkoe temenggoeng. Satelah sampai maka toean Raffles poen memberi tabik dan salamat, menggoentjang- goentjang tangan soellan serta temenggoeng laloe kembali ka laoet.. Maka sapeninggal toean Reifles pergi itoe maka jamtoean bertitah kapada temenggoeng, titahnja: -Boe-<noinclude></noinclude> r7hwrui5gnr8c2d5fwpvah3nt4ksqti 313674 313672 2026-08-17T06:50:34Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313674 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||24}}</noinclude>katanja: Entjik Aboe, engkau djangan bergerak dari belakangkoe.” Satelah sampailah maka didoedoekkan oleh toean Raffles akan dia di tengah-tengah. Maka berdirilah toean Raffles di sabelah kanan, toean Farquhar berdiri di sabelah kiri, maka segala orang poetih poen masing-masing memboeka tjepiaunja sambil berdiri memeloek toeboeh serta memberi hormat kapada jang dipertoean. Maka dalam hal jang demikian datanglah saorang moeda Inggeris, dengan memakai tjepiau lipat, maka diatasnja ada berboeloe boeroeng tjinderawasih, dan badjoenja saperti pakaian hoeloebalang, penoeh dengan bintang emas serta dengan tempatnja. Maka masoeklah ia ka tengah-tengah di hadapan medja itoe, maka dikaloearkannja doea goeloeng soerat, satoe goeloeng soerat Inggeris dan satoe goeloeng soerat Melajoe. Maka berdirilah ia serta memberi hormat kabawah doeli, laloe dibatjanja soerat itoe di hadapan madjelis. Satelah sadjoeroes dibatjanja itoe maka kemoedian datanglah entjik Jahja poela membatja soerat Melajoenja itoe. Demikian boenjinja: -Bahwa katahoeilah oleh segala orang maka toean Goebernoer Djinderal jang di Benggala mengangkat soeltan akan tengkoe Loeng dan digelar akan dia soeltan Hoesain Sjah bin almarhoem Soeltan Mahmoed Sjah, didalam negeri 'Singapoera ini serta dairah teloek rantau djadjahannja!” Satelah itoe maka segala orang poetih poen memberi tabik serta hormat kapada Soeltan. Kemoedian ditembaklah dari kapal beberapa banjak. Kemoedian soeltan dan temenggoeng dan toean Raffles serta toean Farquhar poen kembalilah, bersama-sama mengiringkan soeltan Hoesain Sjah ka roemah tengkoe temenggoeng. Satelah sampai maka toean Raffles poen memberi tabik dan salamat, menggoentjang-goentjang tangan soellan serta temenggoeng laloe kembali ka laoet. Maka sapeninggal toean Reifles pergi itoe maka jamtoean bertitah kapada temenggoeng, titahnja: Boe-<noinclude></noinclude> i026xcj1vf0kat9cnvzrvyy9jvxeaqr Halaman:Gerpolek.pdf/90 104 113535 313675 2026-08-17T06:50:58Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313675 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>memberantas buta-huruf dan mengerahkan semua tenaga kejurusan itu. Dia tahu, bahwa kebodohan dan kegelapan adalah temannya kapitalisme-imperialisme. Sebaliknya pula pengetahuan yang disertai budi-pekerti adalah jiwa kekuatan sesuatu bangsa. Sang Gerilya mengerahkan teman-temannya untuk membantu petani mengerjakan sawah-ladangnya di waktu terluang, dan membantu kaum buruh dalam pekerjaannya. Dia mengerti pula, bahwa kemakmuran adalah tulang punggungnya perjuangan. Ringkasnya tak ada cabang penghidupan yang luput dari matanya dan terlepas dari pada perhatiannya Sang Gerilya. Disamping itu; SEGALA HUTANG DIBAYARNYA DAN SEGALA JANJI DITEPATINYA. Dengan perhubungan jiwa yang rapat antara Sang Gerilya dengan Rakyat Murba disekitarnya, maka pimpinan yang dilakukannya itu, adalah satu pimpinan-kekal yang tiada mudah buat ditiadakan oleh lawan dan musuh. Seandainya, untuk waktu yang lama atau sebentar, Sang Gerilya terpaksa meninggalkan tempatnya semula, maka ditempat yang ditinggalkan itu akan tetap ada pengikutnya yang akan meneruskan pekerjaannya, sebagai pemimpin baru. Seandainya dia harus berpisah dengan tempat itu, lama atau sebentar, ditempat tadi dia akan mempunyai BARISAN TERPENDAM yang kuat dan boleh dipercayai! Hasrat hidup serta pekerjaannya akan terlaksana terus! Rakyat yang bisa mengatur ekonominya sendiri dan sewaktu-waktu bisa mengadakan Pemimpin Baru dari anggotanya sendiri bila saja dan dimana saja tak akan bisa dikalahkan dengan tank dan pesawat terbang saja! Perang ekonomi yang dilakukan oleh musuh itu, oleh Rakyat Indonesia, yang menduduki alam yang Maha-Kaya dan Maha-Murah ini, bisa dijawab dengan Perang Ekonomi pula: Baru disinilah PERANG EKONOMI itu berarti sama dengan EKONOMI PERANG.<noinclude>{{rh||89}}</noinclude> pdve8aipo29qo0l8279h1o9nwenl67v Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/27 104 113536 313676 2026-08-17T06:51:19Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313676 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||25}}</noinclude>{{rh||25|}} <div style="text-align:center;">'''PENGORBANAN'''</div> „He, he, apa ini goendoekan di bawah tiker .... ?” kamoedian 'ntjik Hwie-bing berkata dengan sambil awasin itoe bagian tiker jang moendoek, di bawah mana ada toeboehnja itoe prempoean. Yong-han jang akan poera-poera kliwat pajah djadi terkedjoet dan semingkin bergoemeteran. Tapi broentoeng kamoedian ia bisa tetepken hatinja. „N’tjik, ini ada roempoet jang akoe koempoelken di sini, boeat gandjel kepalakoe jang satiap hari selalu sanget poesing,” kamoedian Yong-han menjaoet dan laloe dengen gerakan soesah ia tjoba berdoedoek. „N’tjik Hwie-bing bersenjoem dengen sambil anggoet-anggoetken kepalanja, kamoedian lantas tinggalken padanja, kloear dan kontji poelah itoe pintoe. Ada satoe hal jang kabetoelan sekali, tjoba itoe prempoean waktoe masoek di sitoe tida slot poelah itoe pintoe dan tjaboet kontjinja, pasti 'ntjik Hwie-bing nanti tjroeriga keras, pastiken tentoe ada orang dari loear telah masoek di sitoe. Kapan 'ntjik Hwie-bing soeda sakean lama berlaloe, dengen hati legah Yong-han singkap itoe tiker. „Nona, ia soeda berlaloe........” Yong-han kata dengen berbisik. Itoe prempoean laloe bangoen, sementara dengen tjara lantjang Yong-han laloe singkap itoe krobongan dan Yong-han kesima sampe brapa sa'at, kerna menampak bahoea itoe moeka jang dikrobongin ada parasnja satoe nona moeda jang tjantik, satoe potongan paras-moeka jang berbangoen potongan daon sirih-koening, antara mana ada bertachta itoe sepasang mata jang bening seperti aer telaga dengen diatasnja ada dahi diapit oleh sepasang alis jang item djenat dan melengkoeng laksana gandewa jang lagi pentang batangnja, di bawah sepasang mata mana adas.<noinclude></noinclude> lqpg64vdgzhwy5zzupyxdgl9dxwdpna 313677 313676 2026-08-17T06:51:35Z Ibrohim tijani 26379 313677 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||25}}</noinclude><div style="text-align:center;">'''PENGORBANAN'''</div> „He, he, apa ini goendoekan di bawah tiker .... ?” kamoedian 'ntjik Hwie-bing berkata dengan sambil awasin itoe bagian tiker jang moendoek, di bawah mana ada toeboehnja itoe prempoean. Yong-han jang akan poera-poera kliwat pajah djadi terkedjoet dan semingkin bergoemeteran. Tapi broentoeng kamoedian ia bisa tetepken hatinja. „N’tjik, ini ada roempoet jang akoe koempoelken di sini, boeat gandjel kepalakoe jang satiap hari selalu sanget poesing,” kamoedian Yong-han menjaoet dan laloe dengen gerakan soesah ia tjoba berdoedoek. „N’tjik Hwie-bing bersenjoem dengen sambil anggoet-anggoetken kepalanja, kamoedian lantas tinggalken padanja, kloear dan kontji poelah itoe pintoe. Ada satoe hal jang kabetoelan sekali, tjoba itoe prempoean waktoe masoek di sitoe tida slot poelah itoe pintoe dan tjaboet kontjinja, pasti 'ntjik Hwie-bing nanti tjroeriga keras, pastiken tentoe ada orang dari loear telah masoek di sitoe. Kapan 'ntjik Hwie-bing soeda sakean lama berlaloe, dengen hati legah Yong-han singkap itoe tiker. „Nona, ia soeda berlaloe........” Yong-han kata dengen berbisik. Itoe prempoean laloe bangoen, sementara dengen tjara lantjang Yong-han laloe singkap itoe krobongan dan Yong-han kesima sampe brapa sa'at, kerna menampak bahoea itoe moeka jang dikrobongin ada parasnja satoe nona moeda jang tjantik, satoe potongan paras-moeka jang berbangoen potongan daon sirih-koening, antara mana ada bertachta itoe sepasang mata jang bening seperti aer telaga dengen diatasnja ada dahi diapit oleh sepasang alis jang item djenat dan melengkoeng laksana gandewa jang lagi pentang batangnja, di bawah sepasang mata mana adas.<noinclude></noinclude> sivsj8h731zk26wpuf9skuxtgg23vgw Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/73 104 113537 313678 2026-08-17T06:51:42Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313678 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{Bold|{{sp|PENGORBANAN}}}}|||71}}</noinclude>Hwie-bing pande bersilat, dengen sama sebatnja ia bisa egosin itoe serangan. Yong-han seperti kerbo jang kamasoekan orong-orong laloe teroes mendesek menjerang hingga dalem itoe kamar jang tida begitoe loeas djadi gerombiangan tida karoean dengen dibarengin sama Liat poenja soeara djeritan. Brapa sa'at lagi mendadak salah-satoe djagonja 'ntjik Hwie-bing telah melompat naek dari itoe djendela. Meliat ini, dengen sebat Yong-han tinggalken 'ntjik Hwie-bing, laloe tendang itoe orang penceloeng hingga tergoeling djatoh, dan ia poen lantas melompat toeroen djoega dari itoe kamar boeat melariken diri. Di loear itoe djago laloe memboeroe Yong-han jang aken melarikan diri. Pergoeletan lantas terdjadi antara marika. Tapi kapan 'ntjik Hwie-bing dateng ka sana boeat membri pertoeloengan, ternjata Yong-han soeda bisa maboer, tinggalken sang moesoeh jang dapet loeka. Menilik sekarang djiwanja dimaoein, 'ntjik Hwie-bing itoe maleman lantas koempoelken antero pahlawan-pahlawannja, sabagian menajaga dan sabagian memboeroe lebih djaoe di mana larinja Yong-han. {{di|D}}JELOES, irih-hati dan dengki, orang prempoean soesah sekali boeat terlepas dari ini tiga sifat. Begitoepoen dalem oeroesan reboet pengaroeh dan kabangga'an, marika tida segan boeat lakoeken segala apa asal sadja marika bisa lakoeken. Begitoelah antara Liat dan Liang, 'ntjik Hwie-bing poenja kadoea bini-moeda, laloe moelai bersedia boeat terbitken pertempoeran satelah menilik bahoea marika ada dapet koetika boeat dapet reboet pengaroeh. Doeloe, koetika tida pengharepan apa-apa, marika hi-<noinclude></noinclude> 2q859ymvek0x120degnh3ylt1hdj3wo Halaman:Gerpolek.pdf/89 104 113538 313679 2026-08-17T06:52:28Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313679 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>KOPERASI itu memberi kesempatan penuh kepada seseorang pahlawan Gerilya untuk melaksanakan serta mempertinggi kesanggupan sebagai PEMIMPIN. Tidak saja di lapangan keprajuritan, tetapi juga di lapangan politik dan ekonomi Sang Gerilya melatih dan menggembleng dirinya sendiri untuk menjadi pemimpin bangsanya itu. Sang Gerilya, sebagai pemimpin pertempuran, pemimpin politik dan perekonomian pada salah satu daerah, adalah pemimpin Negara dalam arti-sempit. Supaya sanggup menjalankan pimpinan yang sempurna atas lingkungannya itu, maka Sang Gerilya haruslah mempunayi cukup pengetahuan tentang kemiliteran, politik dan perekonomian, terutama dalam hal ini, ialah tentangan Koperasi. Tetapi tak kurang pentingnya, ialah SIKAP SOSIAL, SIKAP KEKELUARGAAN yang harus dimiliki oleh Sang Gerilya sebagai pemimpin Sosial itu. Pengetahuan tentang dasar, undang-undang, organisasi dan administrasi yang mengenai koperasi dapat dipetik oleh Pemimpin Gerilya itu dari beberapa Risalah, yang sudah disebarkan disekitarnya. Tetapi sikap-sosial, yang harus dimiliki olehnya sebagian adalah pembawaannya sendiri dan sebagian lagi boleh diperolehnya dengan jalan latihan dan gemblengan diri sendiri. Demikianlah di waktu terluang, di waktu tiada berlatih dan bertempur, Sang Gerilya mengadakan perhubungan jiwa yang serapat-rapatnya dengan masyarkat disekitarnya. Dia berlaku seperti adik kepada yang lebih tua dan sebagai kakak atau bapak terhadap yang lebih muda. Barang pinjaman dikembalikannya dalam keadaan baik! Semua hutangnya dibayarnya! Keteledoran orang lain tentang pinjaman dan hutang itu ditegornya dan dibetulkannya dengan suara lemah-lembut. Yang sakit dicarikan obat! Yang mendapat kecelakaan ditolongnya! Dia senantiasa pula membangunkan perasaan tolong bertolong pada mereka yang berada disekitarnya. Dalam waktu terluang dia 88<noinclude>{{rh||88}}</noinclude> 6apt7swnpplsejh3bvrsenxqrppzna4 Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/74 104 113539 313680 2026-08-17T06:54:04Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313680 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|60|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude>doep akoer; tapi sekarang, lantaran ada lowongan kadoedoekan njonja besar, marika laloe moelai saling oendjoek tiakar. Dari saling melorok kamoedian marika lantas saling menjindir dan achirnja dari saling menjindir lantas bertjektjok. Tapi Liat roepanja ada lebih tjerdik ambil-ambil hati, lebih genit boeat pikat hatinja lelaki, apalagi memang ia ada lebih tjantik kaloe dibanding sama Liang, maka dalem banjak hal 'ntjik Hwie-bing soeka miring di fihaknja. Tentoe sadia ini hal disamboet dengen hati panas oleh Liang. Boeat bikin abis ini hal Liang laloe impiken. tapi boekan aken beroeroesan sama 'ntjik Hwie-bing sendiri hanja moesti dengen langsoeng sama itoe lawanan jang djadi gara-gara. 'Ntjik Hwie-bing kaloe tjerdik harcesnja lantas singkirken salah-satoe dari marika. Tapi 'ntjik Hwie-bing ada seperti itoe orang jang kalelep dalem itoe pepatah Arab: 'Berdiri di antara doea prempoean jang bersaing, satoe lelaki lantas djadi seperti radja tawon di sarang madoe'. Liang jang satiap hari hatinja selaloe mendidi seperti barah, achirnja laloe teruitken satoe poetoesan nekat, jalah pindahken dirinja itoe saingan ka laen doenia. Ngerih! Saben liwat tengah hari Liat biasa soeka minoem koffie. Ini siang poen tida terkatjoeali, jalah seperti prasanja satoe boedjang telah anterin satjingkir koffie. Itoe siang djoestroe 'ntjik Hwie-bing masih belon poelang. Lantaran repot menjoelam Liat tida sempet minoem<noinclude></noinclude> 16ewlm4075lx0rp0nvmj9diu28mm8sp Halaman:Gerpolek.pdf/30 104 113540 313681 2026-08-17T06:54:06Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313681 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>mengadakan serangan kecil atau besar. Tetapi SIASAT-POKOK ialah pembelaan. Pusat perhatian mesti ditumpuhkan kepada pembelaan. Penyerangan itu dilakukan cuma untuk menyelenggarakan pembelaan, ialah buat sementara waktu. Pada pukulan terakhir penyerang jugalah yang menjadi kata-pusuan!!!! Artinya penyerangan itu tiadalah pula bergerak menghantam TERUS-MENERUS dengan tiada berhenti-hentinya. Banyak hentian dan lama pula perhentian harus dilakukan untuk mengumpulkan orang, senjata dan persiapan makanan dll sebelum penyerangan itu dijalankan. Selainnya dari pada itu banyak dan lama pula penyelidikan yang berbahaya harus dilakukan buat mengetahui kekuatanstelling dan maksudnya musuh. Penyerangan yang dilaksanakan dengan tiada cukup persiapan dan dengan tiada cukup penyelidikan keadaan musuh; penyerangan yang dilakukan dengan sia-sia, sombong dan gegabah akan berakhir dengan kemalangan atau kecelakaan bangsa, walaupun si penyerang mempunyai cukup prajurit, keberanian dan alat senjata. Dalam keadaan mempersiapkan diri buat menyerang itu, tentara yang sedang bersiap itu harus pula bersedia membela, sambil menunggu serangan musuh, yang mungkin tiba-tiba dilakukannya untuk mengacau balaukan persiapan. Ringkasnya sifat membela itu banyak mengandung corak penyerangan. Sebaliknya pula sifat menyerang itu banyak pula mengandung corak pembelaan. Cuma dalam siasat pembelaan perhatian dipusatkan kepada pembelaan dengan tiada mengabaikan penyerangan. Dan dalam siasat penyerangan perhatian serta pikiran dipusatkan kepada penyerangan dengan tiada mengabaikan pembelaan.<noinclude>{{rh||29}}</noinclude> ivbc1fgs5qxuaxr7cffejzayoqesm5v Halaman:Gerpolek.pdf/88 104 113541 313682 2026-08-17T06:54:33Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313682 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Rakyat dan pembantu politik serta gerilya itu adalah berbagai macam, yakni: * Koperasi produksi (penghasilan). * Koperasi distribusi (pembagian). * Koperasi Kredit (keuangan). * Koperasi pasar Kelima Koperasi itu bilamana saja dan dimana saja dapat dan harus diusulkan dijalankan dan diawasi oleh Sang Gerilya. Di kota dapat didirikan KOPERASI PRODUKSI (membikin pacul, kain, alat perkakas, dan lain-lain); KOPERASI DISTRIBUSI (barang dagangan seperti kain, alat perkakas dan lain-lain); KOPERASI PENGANGKUTAN untuk mengangkut barang dari tempat ke tempat; KOPERASI KREDIT buat mendapatkan modal dengan jalan iuran sesen dua sen, atau serupiah dua rupiah. KOPERASI PASAR, ialah mengendali harga barang di pasar. Di desa atau di gunungpun dapat didirikan koperasi, terutama koperasi produksi (pertanian) dan koperasi pengangkutan dan koperasi credit. Maksud koperasi yang pertama, ialah buat mendapatkan harga semurah-murahnya bagi anggotanya. Untung yang dibikin sekecil-kecilnya itu, boleh dipakai untuk memperbesar organisasi sendiri; untuk kepentingan sosial serta untuk kepentingan perang-gerilya. Dalam maksud itu sudah terkandung pula pembelaan diri terhadap perekonomian musuh yang bersifat kapitalis dan imperialistis itu. Akhirnya koperasi dalam ekonomi itu memberikan LATIHAN, yang tepat dan praktis buat melaksanakan PERSATUAN dan menghidupkan kembali semangat TOLONG BERTOLONG, dan GOTONG ROYONG di antara Rakyat kita di kota, desa dan gunung.<noinclude>{{rh||87}}</noinclude> r3nsfqsrdzyjmzwbbt9nx2pvu83sd14 Halaman:Gerpolek.pdf/37 104 113542 313683 2026-08-17T06:54:49Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313683 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>diperhubungkan dengan tiga anasir tersebut pula. Jika diperhubungkan dengan tiga anasir tersebut di atas itu, maka Sang Tempo itu adalah penting sekali. Tempo menentukan Siasat Perang di waktu pecahnya perang dan menentukan persiapan pertahanan di masa sebelumnya perang. Soal tempo itu dipergunakan dengan baik sekali oleh seorang Jendral Romawi yang bernama Pabius Cunctator, Jendral Maju Mundur. Jendral ini berhadapan dengan Jendral yang sangat ulung dan sangat populer di masa yan lampau, ialah Jendral Hanibal masuk menyerbu ke Italia dengan melintasi pegunungan Alpen. Satu pekerjaan militer yang dianggap mustahil dapat dilakukan di masa itu. Sekonyong-konyong Hannibal sudah tiba di Italia Utara dan akhirnya di pintu gerbang Rome, Ibu Kota, setelah mengalahkan tentara Romawi di Canmae Fabius, Jendral Maju-Mundur tak mau melawan musuh yang ulung itu berhadap-hadapan, tetapi maju kalau Hannibal berhenti dan mundur kalau Hannibal menyerang. Dengan demikian dia mengharapkan tentara Hannibal yang berada jauh dari pangkalannya di Carthago itu lama-kelamaan akan kehilangan orang, seorang demi seorang, kehabisan perlengkapan dan kehilangan kesabaran. Sedangkan tentara Romawi akan tetap bertambah kuat dalam segala-galanya itu. Pengikut Fabius, bernama Scipio Afrikanus Minor dan Scipio Afrikanus Minor ini meneruskan siasat Maju Mundur itu pula. Walaupun akhirnya Hannibal menjadi lemah, lantaran jerih payah, kehilangan prajurit, senjata, perlengkapan serta kesabaran, sedikit demi sedikit, dan akhirnya terpaksa kembali pula, tetapi Scipio masih meneruskan taktik Fabius Conctator itu. Taktik Maju-Mundur itu oleh Scipio diteruskan juga, walaupun Hannibal sudah terpaksa mundur sampai ke pangkalannya sendiri di Afrika. Belum juga lagi Scipio memukul musuhnya dengan<noinclude>{{rh||36}}</noinclude> oyhznwuzgpy0fuzyzdh9pzxvlhw8y4z Halaman:Gerpolek.pdf/31 104 113543 313684 2026-08-17T06:55:05Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313684 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>Berhubung dengan seluk-beluk serta kemenangannya pembelaan dan penyerangan itulah, maka persenjataan bagi kedua muslihat tadi ialah bagi muslihat pembelaan dan muslihat penyerangan bantu-membantu pula. Muslihat membela membutuhkan senjata penyerangan. Begitulah benteng tanah atau batu zaman kuno membutuhkan alat penyerang seperti panah yang bisa mengenai musuh yang berjauhan. Demikian pula benteng beton di zaman modern memerlukan alat penyerang sebagai meriam raksasa, roket atau pesawat penggempur buat melindungi benteng beton atau baja itu. Muslihat menyerang membutuhkan senjata pembela pula! Tank sebagai alat penyerang itu mempunyai dinding yang dirasa tebal, ialah syarat pembelaan yang dirasa tiada sanggup atau tiada ditembus oleh pelor biasa. Akhirnya perlu sedikit disebutkan disini, bahwa berhubung dengan dua soal tersebut, yakni soal pembelaan dan soal penyerangan itu, maka LATIHAN keprajuritanpun harus disesuaikan dengan masing-masing muslihat perang yang berkenaan. Berlainlah pula sifat latihannya para prajurit yang dipersiapkan untuk pembelaan dan penyerangan itu. Bagi siapapun juga teranglah sudah, bahwa penyerangan itu membutuhkan nafas panjang buat berjalan jauh di dalam hujan dan panas. Selainnya dari pada kesehatan yang mengandung syarat tersebut di atas, maka para prajurit harus pula mempunyai semangat menyerang (offensive spirit), keberanian, ketabahan yang tiada bisa dipatahkan oleh kekalahan atau kegagalan sementara. Pembelaan itu lebih mengutamakan ketenangan fikiran, sifat tahan uji dan sifat tak akan patah hati, walaupun si-penyerang datang bergerombolan dengan senjata serba lengkap. Pembela adalah seorang anggota masyarakat, yang tetap percaya<noinclude>{{rh||30}}</noinclude> sre8r9nrflqem8ekn8810l9e3pt5k0b Halaman:Gerpolek.pdf/36 104 113544 313685 2026-08-17T06:55:50Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313685 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>Marilah kita sebentar memperingati front-Barat di eropa di masa perang dunia ke-I. Dengan tentara yang besarnya antara 2 dan 3 juta, maka Inggris, Perancis dapat melindungi seluruhnya front Barat dari laut sampai ke batas Swiss yang netral itu. Barisan Jerman yang berhadapan dengan barisan Inggris/Perancis itu tak bisa melakukan siasat pengepungan (umfassung). Kedua ujung barisan Inggris/Perancis tak dapat dilalui oleh Barisan Jerman. Siasat perang yang harus dilakukan, ialah siasat yang dinamai SIASAT PERANG STELLING (Trench-Warfare). Dalam hal perang stelling itu, maka Barisan Jerman dapat maju kalau stelling Inggris/Prancis dapat diterobos, ditembus dengan “Druchstross” yang bisa diperdalam atau diperluas. Atau kalau seluruhnya front Inggris/Perancis yang dipanjangnya lebih kurang 8002 km dapat dihalaukan terus menerus dengan hujan pelor. Dalam peperangan di zaman Iskandar atau Hannibal, dilakukan di lapangan luas, dengan tentara kaki dan kuda, yang terdiri dari beberapa puluh ribu orang saja, satu tentara bisa melaksanakan penyerangan menurut SIASAT-GERAK CEPAT (mobile-warfare) ialah siasat kepung-mengepung dan tembus menembus barisan musuh. Dengan naiknya jumlah prajurit sampai jutaan orang dengan semakin sempitnya ruang dan berubahnya persenjataan, maka pada perang dunia ke-II ahli-Siasat-Perang menemui soal perang stelling. Siasat GERAK CEPAT tiadalah LANGSUNG lagi dapat dijalankan seperti di zaman dahulu kala, di zaman Iskandar, Hannibal, Caesar dan Napoleon. 4. SOAL TEMPO Anasir keempat, ialah soal tempo ini tampaknya tiada begitu penting, tetapi sebenarnya amat penting pula jika<noinclude>{{rh||35}}</noinclude> 7xoea3rukvi8jsimtqxaoa6kzhwa58c Halaman:Gerpolek.pdf/32 104 113545 313686 2026-08-17T06:55:56Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313686 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>kepada kemenangan-terakhir, asal DIA tetap bertahan sampai musuh kehilangan akal untuk mematahkan semangat yang tak mengenal perkataan MENYERAH itu. Ringkasnya si Penyerang mempunyai syarat teristimewa dalam kejasmanian dan mempunyai semangat keberanian mau-menang dengan menyerang terus menerus. Si Pembela, di luar kesehatan biasa, terutama mempunyai semangat tenang, sabar, tabah tak mau mengakui kekalahan atau patah-hati. Semangatnya cocok dengan jago yang mati di kalangan kalau perlu maka tempat pertahanan yang terakhir itulah yang akan menjadi tanah kuburannya!<noinclude>{{rh||31}}</noinclude> 9is3tdsq9f0r9gzekz183ds2tirwxpu Halaman:Gerpolek.pdf/87 104 113546 313687 2026-08-17T06:56:04Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313687 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>keluarganya sendiri. Dengan demikian maka hasil tani akan susut, merosot! Tetapi kalau kaum tani cuma dapat membeli barang asing saja (kain dan lain-lain), maka pedagang asing dan pabrik asing saja yang beruntung. Jadi supaya untung jangan jatuh ke kantongnya musuh untuk membelanjai serdadunya, dan supaya tani mempertinggi hasil, maka haruslah Rakyat sendiri mendirikan pelbagai perusahaan yang dibutuhkan oleh Rakyat kita sendiri. Memang kita tahu, bahwa perusahaan modern dengan mesin modern, baru bisa kita bangunkan setelah kita merdeka. Tetapi kita semua tahu pula, bahwa kita ratusan tahun lampau sudah pandai memintal benang dan menenun kain, membikin kapak, pacul, minyak, garam dll. Di waktu belakangan ini sudah pula kita bisa membikin kecap, tahu, tempe dll! Walaupun belum secara modern, besar- besaran, kita pula sudah mempunyai mesin buat bikin kain, kertas, kina, alkohol, es dan lain-lain. Siasat ekonomi kita haruslah menambah apa yang sudah ada. Para ahli kita hendaknya terus memikirkan dan mendapatkan perkakas dan obat-obatan seperti dari zaman Jepang sampai sekarang. Hasil yang menggembirakan kita sampai sekarang ini, harus diperbesar dan diperbaiki. Selain dari pada semuanya itu, maka sistem KOPERASI lah yang harus mengisi apa yang kurang dalam PERANG EKONOMI kita menghadapi ekonomi musuh. KOPERASI itu adalah satu SENJATA EKONMI yang hebat bersama dengan senjata politik serta KARABIN dan GRANAT ditangannya SANG GERILYA. Sang Gerilya harus bisa menyelenggarakan KOPERASI itu dimana saja dia berada di kota, di desa dan di gunung. KOPERASI sebagai pengisi perekonomian<noinclude>{{rh||86}}</noinclude> 3grt8p5b9qtmnz3ewgu9dgfytmg1tdq Halaman:Gerpolek.pdf/35 104 113547 313688 2026-08-17T06:56:21Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313688 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>prajurit perang. Latihan pembelaan bagi seorang prajurit yang berdiri di belakang parit atau perisai yang menghadapi serangan musuh bersenjatakan kapak dan tombak batu, berlainan sekali dengan latihan pembelaan seorang prajurit zaman sekarang, yang diam di dalam gedung di bawah tanah, dan terbuat dari beton dan baja, yang dilindungi pula oleh meriam dan pesawat terbang. Latihan Penyerangan yang harus dipelajari oleh seorang prajurit bersenjatakan kapak atau tombak batu terhadap musuh, yang berdiri di belakang parit memegang perisai, berbeda pula dengan latihan seorang juru terbang yang mengemudikan sebuah bomber yang menuju ke benteng pertahanan musuh, yang jaraknya sampai 2000 km, atau lebih dari pangkalannya, dan yang harus pula mengatasi semua pembelaan musuh seperti meriam dan pesawat penggempur. 3. SOAL KEADAAN ORANG. Kita bicara dalam sejarah dunia, bahwa Iskandar Zulkarnaen yang disebut juga penakluk dunia, mengalahkan hampir semua Negara beradab di masa itu dengan tentara Yunani, yang terdiri dari pada cuma 40.000 orang (empat puluh ribu orang). Dalam perang dunia ke- I (tahun 1914-1918) Jerman mempergunakan lebih kurang 6.000.000 (6 juta) prajurit. Dalam perang dunia ke-II (1939-1945) Soviet Rusia mempergunakan lebih kurang 20.000.000 (20 juta) prajurit. Dengan naiknya jumlah prajurit perang dari 40.000 sampai kepada 6.000.000 atau 20.000.000 orang, maka berubahlah pula PANJANGNYA front dimana kedua belah pihak musuh berhadapan. Dengan berubahnya panjang front itu maka berubahlah pula SIASAT membela dan menyerang itu.<noinclude>{{rh||34}}</noinclude> e5vjnlu057oxx84n6yyz5akdiqyrwhp Halaman:Gerpolek.pdf/33 104 113548 313689 2026-08-17T06:56:38Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313689 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh||32|}} <div style="text-align:center;">'''VI. ANASIR PERANG'''</div> Ada empat ANASIR PERANG yang terpenting, yakni: 1. SOAL KEADAAN BUMI. 2. SOAL KEADAAN SENJATA. 3. SOAL KEADAAN ORANG. 4. SOAL TEMPOH. Anaĭsr yang lain tiadalah sebegitu penting. Lagi pula anasir-anasir lĕbih dimasukkan ke dalam empat anasir-pokok seperti tersebut di atas sebagai anasir-cabang. Maka kewajibannya seorang Ahli-Siasat-Perang, ialah mempertimbangkan, memperhubungkan serta mengemudikan keempat Anasir-Pokok dengan segala Anasir-Cabang yang lain-lainnya. Sjahdan, kalau salah satu dari ke-empat Anasir-Pokok itu berubah, yakni maju atau mundur atau jika semuanya ke-empat anasir itu berubah atau bertukar, maka berubah bertukarlah pada sifatnya perang yang dilakukan itu. '''1. SOAL KEADAAN BUMI.''' Adapun satu bangsa yang mendiami tanah, yang sebagian atau seluruhnya dikelilingi lautan, menghadapi soal siasat perang (strategi) beserta persenjataan dan latihan perang yang berlainan dengan bangsa lain, yang berada ditengah-tengah benua dan berjauhan dari lautan tempat lalu-lintas. Pada masa sekarang bangsa Inggris yang mendiami pulau menghadapi soal lain tentang sesuatu peperangan dengan bangsa Jerman, yang tinggal ditengah-tengah benua Eropa, yang jauh letaknya dari pada Lautan-lalu-lintas dunia, dan<noinclude>{{rh||32}}</noinclude> 437vh71n26pb4q0i0663b78j2g7izmx 313690 313689 2026-08-17T06:57:07Z Ibrohim tijani 26379 313690 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh||32|}} <div style="text-align:center;">'''VI. ANASIR PERANG'''</div> Ada empat ANASIR PERANG yang terpenting, yakni: 1. SOAL KEADAAN BUMI. <br> 2. SOAL KEADAAN SENJATA. <br> 3. SOAL KEADAAN ORANG.<br> 4. SOAL TEMPOH.<br> Anaĭsr yang lain tiadalah sebegitu penting. Lagi pula anasir-anasir lĕbih dimasukkan ke dalam empat anasir-pokok seperti tersebut di atas sebagai anasir-cabang. Maka kewajibannya seorang Ahli-Siasat-Perang, ialah mempertimbangkan, memperhubungkan serta mengemudikan keempat Anasir-Pokok dengan segala Anasir-Cabang yang lain-lainnya. Sjahdan, kalau salah satu dari ke-empat Anasir-Pokok itu berubah, yakni maju atau mundur atau jika semuanya ke-empat anasir itu berubah atau bertukar, maka berubah bertukarlah pada sifatnya perang yang dilakukan itu. '''1. SOAL KEADAAN BUMI.''' Adapun satu bangsa yang mendiami tanah, yang sebagian atau seluruhnya dikelilingi lautan, menghadapi soal siasat perang (strategi) beserta persenjataan dan latihan perang yang berlainan dengan bangsa lain, yang berada ditengah-tengah benua dan berjauhan dari lautan tempat lalu-lintas. Pada masa sekarang bangsa Inggris yang mendiami pulau menghadapi soal lain tentang sesuatu peperangan dengan bangsa Jerman, yang tinggal ditengah-tengah benua Eropa, yang jauh letaknya dari pada Lautan-lalu-lintas dunia, dan<noinclude>{{rh||32}}</noinclude> mvovu3h6iyfkdi5fbq4b7bmt2q7dw5g 313692 313690 2026-08-17T06:57:52Z Ibrohim tijani 26379 313692 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><div style="text-align:center;">'''VI. ANASIR PERANG'''</div> Ada empat ANASIR PERANG yang terpenting, yakni: 1. SOAL KEADAAN BUMI. <br> 2. SOAL KEADAAN SENJATA. <br> 3. SOAL KEADAAN ORANG.<br> 4. SOAL TEMPOH.<br> Anaĭsr yang lain tiadalah sebegitu penting. Lagi pula anasir-anasir lĕbih dimasukkan ke dalam empat anasir-pokok seperti tersebut di atas sebagai anasir-cabang. Maka kewajibannya seorang Ahli-Siasat-Perang, ialah mempertimbangkan, memperhubungkan serta mengemudikan keempat Anasir-Pokok dengan segala Anasir-Cabang yang lain-lainnya. Sjahdan, kalau salah satu dari ke-empat Anasir-Pokok itu berubah, yakni maju atau mundur atau jika semuanya ke-empat anasir itu berubah atau bertukar, maka berubah bertukarlah pada sifatnya perang yang dilakukan itu. '''1. SOAL KEADAAN BUMI.''' Adapun satu bangsa yang mendiami tanah, yang sebagian atau seluruhnya dikelilingi lautan, menghadapi soal siasat perang (strategi) beserta persenjataan dan latihan perang yang berlainan dengan bangsa lain, yang berada ditengah-tengah benua dan berjauhan dari lautan tempat lalu-lintas. Pada masa sekarang bangsa Inggris yang mendiami pulau menghadapi soal lain tentang sesuatu peperangan dengan bangsa Jerman, yang tinggal ditengah-tengah benua Eropa, yang jauh letaknya dari pada Lautan-lalu-lintas dunia, dan<noinclude>{{rh||32}}</noinclude> cyfatncvc446zzfs59qjxlowtrp9m5d Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/75 104 113549 313691 2026-08-17T06:57:51Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313691 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{Bold|{{sp|PENGORBANAN}}}}|||73}}</noinclude>itoe anteran hingga sampe datengnja 'ntjik Hwie-bing jang laloe masoek ka dalem kamarnja. 'Ntjik Hwie-bing roepanja kliwat aoes. Taoe itoe tjingkir masih ada isihnja penoeh, sigra ia tengak abis. „Kau poelang begini siang," Liat berkata, „Apakah soeda makan." „Soeda, soeda makan di roemahnja 'nko Tik-sing," saoetnja 'ntjik Hwie-bing, kamoedian satelah bertjanda boeat brapa sa'at ia laloe berbaring di atas randjang. Kerna itoe siang hawanja ada kliwat panas, Liat laloe kloear ka blakang, menedoeh di bawahnja itoe poehoen kembang Kantil jang gompiok. Kamoedian pada ampir djam 3 deket sore, Liat baroelah masoek dalem kamarnja dan, astaga! ia laloe dibikin terkedjoet oleh romannja 'ntjik Hwie-bing jang mendelik seperti setan dengen moeloetnja kaloearken boesa jang idjo! „Oh, Allah.........!" Liat laloe bertreak sakoeatnja tenaga hingga lantas bikin orang-orang sadalem itoe roemah, katjoeali 'ntjim Hwie-bing, djadi pada geger. Brapa poeloeh bapa-bapa, soeami-soeami dan soedara-soedara jang aken ambil djiwanja 'ntjik Hwie-bing boeat poeasken penasarannja, tapi tida ada satoe jang berhasil. Begitoepoen Yong-han, brapa kali ia tjoba djatohken 'ntjik Hwie-bing, tapi poen selaloe gagal hingga malah berachir iapoenja penghidoepan sendiri jang brantakan. Tapi, sekarang, dengen tida ada orang jang sengadja boeat ambil djiwanja, mendadak ia terlentang di atas pembaringan dengen mata mendelik dan moeloet mengangga serta tida pernapas poelah. Itoelah tjoema tangannja Liang jang lemah telah terbitken itoe. Jang dimaksoedken oleh Liang jalah tjoema maoe arah, maoe anterken poelang djiwanja Liat ka tempat<noinclude></noinclude> e7zpj7h9v9bbbphr1wpc5c88q5hme3a Halaman:Gerpolek.pdf/34 104 113550 313693 2026-08-17T06:58:13Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313693 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>cuma sebagian daerahnya saja yang dibatasi oleh lautan yang kurang penting, ialah Laut Timur. Betapakah pula bedanya persoalan perang itu buat bangsa Inggris dengan bangsa Swiss, yang sama sekali jauh dan pesisir Laut. Berhubung dengan keadaan bumi itu, maka Rakyat Inggris lebih mementingkan Armada dan angkatan Udara dari pada angkatan Darat. Sedangkan sebaliknya Jerman lebih mementingkan angkatan Darat dan Udara dari pada Armada. Dalam hal siasat perang, maka Inggris terutama selama damai lebih mengutamakan siasat membela dari pada siasat menyerang. Tetapi para Ahli Siasat Angkatan Perangnya Imperialisme Jerman lebih mengutamakan Siasat-Menyerang dari pada Siasat-Membel, Swiss yang berada di pegunungan di pusatnya benua Eropa sama sekali tiada mempunyai dan menghiraukan Armada. Swiss memusatkan persenjataannya kepada Tentara Darat dan Angkatan Udara serta memusatkan siasatnya kepada siasat membela. 2. SOAL KEADAAN SENJATA. Keadaan senjata berhubungan rapat dengan tingginya alat perkakas (teknik) dan dengan tinggi rendahnya pula pengetahuan sesuatu bangsa. Di zaman biadab, kampak dan tombak batulah yang menjadi senjata. Di zaman logam besi, maka keris, pedang dan bedillah yang menjadi senjata. Sekarang di zaman teknik dan pengetahuan yang tinggi, meriam, tank, pesawat, roket, kapal, bom atom, bacteriologis, biologis dan klimatologislah yang menjadi alat senjata. Berhubung dengan perubahan senjata dari zaman kapak dan tombak batu sampai ke zaman tank dan bom atom itu, maka berubah bertukarlah pula dalam masa ribuan tahun ini, siasat perang bagi ahli Siasat-perang dan Latihan Perang, bagi para<noinclude>{{rh||33}}</noinclude> ekl1orj5ghxoq3ccdc54qf52n6lgrcx Halaman:Gerpolek.pdf/86 104 113551 313694 2026-08-17T06:59:17Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313694 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Dalam Perang Ekonomi melawan Belanda itu, semua sikap dan tindakan Ekonomi harus ditujukkan kepada Belanda, ialah: {{ordered list|start=29 |Mengambil Sikap dan Tindakan dalam Ekonomi (yaitu dalam produksi, distribusi dan lain-lain) yang bersifat merugikan perekonomian Belanda. |Mengambil Sikap dan Tindakan dalam ekonomi yang bersifat menguntungkan Rakyat yang ber-revolusi.}} Berhubung dengan (1), maka Rakyat revolusioner janganlah sekali-kali membantu memperbesar produksi dan perdagangan (distribusi) Belanda!! Sebenarnya lebih efektif (lebih besar hasilnya) kalau di daerah pendudukan Belanda kaum buruh sama sekali tiada mau bekerja dalam kebun, tambang, atau pabrik dan kantor Belanda. Ditambah pula kalau Rakyat sama sekali tiada mau membeli barang dari saudagar Belanda dan tiada mau bekerja dengan Belanda. Hati lemah, keadaan hidup dan 1001 alasan bisa mengizinkan Rakyat Revolusioner bekerja juga dengan Belanda. Memang pula bisa dimasuki perusahaan Belanda itu dengan maksud mengadakan SABOT dari dalam atau mendirikan barisan terpendam. Tetapi tak ada orang yang bisa menyangkal, bahwa BOYCOTT-KERJA dan BOYCOTT BELILAH senjata paling efektif terhadap Belanda ceroboh itu!! Sebaliknya pula berhubung dengan (2), maka semua sikap dan tindakan harus diambil untuk memperbesar produksi dan memperbaiki distribusi bagi Rakyat kita sendiri. Haruslah pula terutama dipikirkan, bahwa tani tak akan menghasilkan lebih dari pada keperluannya sendiri, kalau kelebihan-hasilnya itu tiada dapat ditukarkannya dengan pakaian, cangkul, garam, minyak dan lain-lain. Jika petani tiada dapat membeli keperluan, yang harus dibelinya itu, maka dia tiada akan menghasilkan lebih dari pada keperluan<noinclude>{{rh||85}}</noinclude> jcjlfizk7nrt5pu9p3pk6t3sqab283g Halaman:Gerpolek.pdf/46 104 113552 313695 2026-08-17T06:59:23Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313695 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>{{c|''VIII. HUKUM MENYERANG.'''}] Panglima Perang yang ulung di zaman purbakala seperti Iskandar, Caesar, Hannibal, Djengis Khan dan Timurleng sudah menganut paham yang pasti tentang siasat menyerang untuk memperoleh kemenangan. Napoleon, yang sebagian besar dari siasat perangnya dipusatkan kepada penyerangan sudah dapat menetapkan siasat menyerang itu lebih nyata dan lebih sistematis dari pada para ahli sejarah di zaman lampau. Tetapi beru ditengah-tengah bangsa Germanialah terutama timbul dan tumbuh ilmu perang itu (kriegwissenschaft) dalam arti ilmu yang sesungguhnya, yakni sistematis (tersusun) logis (menurut hukum berfikir) dan consistent (tetap memegang dasar). Di sekitar pujangga Germania, seperti Clausewitz, Ludendorft dll nyatalah tampil ke muka pujangga militer di Perancis, Inggris dll. Memanglah juga di Tiongkok, malah ribuan tahun lampau sudah ada pujangga kepahlawanan bernama Luan Yu (?) yang banyak memberikan petunjuk yang berharga kepada keturunannya bangsa Tionghoa bangsa Jepang dan bangsa Mongolia. Tetapi karangannya itu belum lagi merupakan satu ilmu kemiliteran yang tersusun, logis dan consistent. Karangannya itu baru karangan, yang mengandung banyak nasehat serta petuah saja. Kalau kita sekedar mengadakan tinjauan atas ilmu kemiliteran yang tertulis lebih kurang satu abad dibelakangan ini oleh para pujangga Barat, teristimewa pula di antara para pujangga Jerman, maka kita mendapatkan kesan bahwa siasat menyeranglah yang mendapat pusat perhatian para ahli itu. Hal ini adalah cocok dengan sifatnya Imperialisme Barat pada abad yang di belakang ini, terutama di antara bangsa Germania. Ingatlah saja, bahwa pada perang dunia ke I dan ke II, Negara Jermanlah pihak yang menyerang lebih dahulu. Kapitalisme Imerpialisme Germania yang terlambat datangnya di medan penjajahan di Amerika, Afrika, Asia dan Australia itu terpaksa<noinclude>{{rh||45}}</noinclude> oprx5b2bdzzpv6tldindthdwhiv82p4 313696 313695 2026-08-17T06:59:40Z Lemonwithices 26124 313696 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>{{c|''VIII. HUKUM MENYERANG.'''}} Panglima Perang yang ulung di zaman purbakala seperti Iskandar, Caesar, Hannibal, Djengis Khan dan Timurleng sudah menganut paham yang pasti tentang siasat menyerang untuk memperoleh kemenangan. Napoleon, yang sebagian besar dari siasat perangnya dipusatkan kepada penyerangan sudah dapat menetapkan siasat menyerang itu lebih nyata dan lebih sistematis dari pada para ahli sejarah di zaman lampau. Tetapi beru ditengah-tengah bangsa Germanialah terutama timbul dan tumbuh ilmu perang itu (kriegwissenschaft) dalam arti ilmu yang sesungguhnya, yakni sistematis (tersusun) logis (menurut hukum berfikir) dan consistent (tetap memegang dasar). Di sekitar pujangga Germania, seperti Clausewitz, Ludendorft dll nyatalah tampil ke muka pujangga militer di Perancis, Inggris dll. Memanglah juga di Tiongkok, malah ribuan tahun lampau sudah ada pujangga kepahlawanan bernama Luan Yu (?) yang banyak memberikan petunjuk yang berharga kepada keturunannya bangsa Tionghoa bangsa Jepang dan bangsa Mongolia. Tetapi karangannya itu belum lagi merupakan satu ilmu kemiliteran yang tersusun, logis dan consistent. Karangannya itu baru karangan, yang mengandung banyak nasehat serta petuah saja. Kalau kita sekedar mengadakan tinjauan atas ilmu kemiliteran yang tertulis lebih kurang satu abad dibelakangan ini oleh para pujangga Barat, teristimewa pula di antara para pujangga Jerman, maka kita mendapatkan kesan bahwa siasat menyeranglah yang mendapat pusat perhatian para ahli itu. Hal ini adalah cocok dengan sifatnya Imperialisme Barat pada abad yang di belakang ini, terutama di antara bangsa Germania. Ingatlah saja, bahwa pada perang dunia ke I dan ke II, Negara Jermanlah pihak yang menyerang lebih dahulu. Kapitalisme Imerpialisme Germania yang terlambat datangnya di medan penjajahan di Amerika, Afrika, Asia dan Australia itu terpaksa<noinclude>{{rh||45}}</noinclude> e96g72oc6jbm5lg0u350tuttjp1u4ej 313698 313696 2026-08-17T07:00:07Z Lemonwithices 26124 313698 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>{{c|'''VIII. HUKUM MENYERANG.'''}} Panglima Perang yang ulung di zaman purbakala seperti Iskandar, Caesar, Hannibal, Djengis Khan dan Timurleng sudah menganut paham yang pasti tentang siasat menyerang untuk memperoleh kemenangan. Napoleon, yang sebagian besar dari siasat perangnya dipusatkan kepada penyerangan sudah dapat menetapkan siasat menyerang itu lebih nyata dan lebih sistematis dari pada para ahli sejarah di zaman lampau. Tetapi beru ditengah-tengah bangsa Germanialah terutama timbul dan tumbuh ilmu perang itu (kriegwissenschaft) dalam arti ilmu yang sesungguhnya, yakni sistematis (tersusun) logis (menurut hukum berfikir) dan consistent (tetap memegang dasar). Di sekitar pujangga Germania, seperti Clausewitz, Ludendorft dll nyatalah tampil ke muka pujangga militer di Perancis, Inggris dll. Memanglah juga di Tiongkok, malah ribuan tahun lampau sudah ada pujangga kepahlawanan bernama Luan Yu (?) yang banyak memberikan petunjuk yang berharga kepada keturunannya bangsa Tionghoa bangsa Jepang dan bangsa Mongolia. Tetapi karangannya itu belum lagi merupakan satu ilmu kemiliteran yang tersusun, logis dan consistent. Karangannya itu baru karangan, yang mengandung banyak nasehat serta petuah saja. Kalau kita sekedar mengadakan tinjauan atas ilmu kemiliteran yang tertulis lebih kurang satu abad dibelakangan ini oleh para pujangga Barat, teristimewa pula di antara para pujangga Jerman, maka kita mendapatkan kesan bahwa siasat menyeranglah yang mendapat pusat perhatian para ahli itu. Hal ini adalah cocok dengan sifatnya Imperialisme Barat pada abad yang di belakang ini, terutama di antara bangsa Germania. Ingatlah saja, bahwa pada perang dunia ke I dan ke II, Negara Jermanlah pihak yang menyerang lebih dahulu. Kapitalisme Imerpialisme Germania yang terlambat datangnya di medan penjajahan di Amerika, Afrika, Asia dan Australia itu terpaksa<noinclude>{{rh||45}}</noinclude> bk4mblr3mkjzig09gezk02ctr5v1r67 Halaman:Gerpolek.pdf/58 104 113553 313697 2026-08-17T06:59:47Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313697 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>menjadi untung buat membelanjai serdadu dan kaki-tangannya. Kalau terus diserang, maka Belanda kian hari kian makin melarat. Walaupun Rakyat Indonesia tiga setengah tahun lama diperas oleh Jepang dan dua tiga perempat tahun diblokir (dikepung) oleh Belanda dan dimana-mana dirampas hartanya oleh Belanda, tetapi Bumi Indonesia SEDIA memberikan cukup makanan pakaian dan senjata kepada prajuritnya. Kalau ekonomi Indonesia disesuaikan dengan keadaan perang, maka Rakyat Indonesia akan cukup menjamin hidupnya. 4. KESUSILAAN (moral). Serdadu Belanda yang jauh dari ibu-bapak, anak-istri dan handai tolan, yang ditipu dikirim ke-Indonesia tak mempunyai tekad dan keberanian untuk menghadapi perang yang lama pada bumi dan hawa yang asing dan sukar baginya. Prajurit Indonesia yang sudah insyaf akan Bahaya dari sedang melakukan perributan kampung halamannya sepatutnyalah mempunyai moral yang luhur, itulah yang dibutuhkan oleh perang yang lama dan sukar. Moral itu ternyata ada pada waktu enam bulan JAYA BERJUANG. 5. ORGANISASI DAN SIASAT. Di zaman "Hindia Belanda" maka dalam hal organisasi dan siasat peperangan, memangnya Belanda jauh melebihi bangsa Indonesia. Sesudah dua tiga tahun lamanya mendapatkan latihan dalam organisasi serta latihan dari gerombengan yang hebat dalam hal ketentaraan, maka keprajuritan Rakyat Indonesia sudah menyamai kalau tidak melebihi keprajuritan Belanda. Kalau kita ambil BALANS (perhitungan) dari pada perbandingan di atas dalam hal (1) cacah jiwa (2) kecumian (3) keuangan (4) kesusilaan dan (5) organisasi dan siasat, maka nyatalah sudah<noinclude>{{rh||57}}</noinclude> b40903oohcjfq4ligmw5bto9zundhgt Halaman:Gerpolek.pdf/59 104 113554 313699 2026-08-17T07:00:33Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313699 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>bahwa keuntungan adalah di pihak Rakyat Indonesia. Yakni, jikalau Rakyat Indonesia insaf akan perbandingan yang sebenarnya dan dengan sadar dan ulet mempergunakan semua keuntungan itu. Kita tahu akan kekurangan kita dalam satu hal, ialah dalam hal PERJENATAAN. Jadi dalam sekurangnya lima perkara kita berada dalam kelebihan, cuma dalam satu perkara saja kita berada dalam kekurangan! Tetapi dalam hal PERJENATAAN-pun kita jauh dari pada harus berpaling tangan saja. Insyaflah, bahwa kita dari tingkat Laskar-Bambu-Runcing sudah sampai ke tingkat tentara yang bersenjata bedil, tommy-gun, mitralyur, mortir, meriam, dan pesawat udara. Sembarang prajurit dapat menceritakan pengalamannya menghadapi TANK dan pesawat terbang, ialah dua senjata yang menyebabkan KEBELIBHAN tentara Belanda pada perjuangan di darat dan udara. (Perang laut adalah faktor (perkara) yang penting sekali untuk kita. Tetapi dalam PERANG KEMERDEKAAN ini Perang Laut itu bukanlah faktor yang terakhir bagi kita! Artinya kita dapat menang di darat tanpa menang di laut. Belanda akan terpaksa juga meninggalkan Indonesia! Belanda tak akan bisa hidup dengan air laut kita saja). Kembali kita kepada tank dan pesawat tadi! Tank biasanya dibiarkan saja oleh prajurit kita mondar-mandir di jalan raya. Tetapi tank cuma sanggup menguasai jalan Raya saja. Itupun kalau tiada berjumpakan barang peledak atau TORPEDO BERJUIA. Sebentar saja si-pengemudi tank mengeluarkan kepalanya keluar tank mencari makanan atau air minum, maka pada saat itu pula dia akan disambut oleh pelor atau ujungnya bambu-runcing. Tak sedikit tank yang rusak atau direbut oleh prajurit kita. Insyaflah bahwa semuanya senjata kita itu adalah senjata yang direbut dari tangan musuh. Pesawat biasanya terbang tinggi. Dalam hal itu Sang Prajurit bisa menyerap di tanah tiada mendapat gangguan. Sekiranya pesawat itu<noinclude>{{rh||58}}</noinclude> 7ce02y7hlnoqwvd5yhcr592dm2jdru4 Halaman:Gerpolek.pdf/85 104 113555 313700 2026-08-17T07:00:48Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313700 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>akan giat bekerja, kalau mereka merasakan sendiri faedahnya rencana ekonomi yang begini atau begitu. Kalau sesuatu “Braintrust" itu merencanakan produksi dan distribusi itu cuma buat kepentingan segelintir dua manusia saja, rencana itu tak akan kekal hidupnya di Indonesia ini. Apalagi kalau rencananya "Braintrust" itu harus pula disandarkan kepada "Kerjasama" dengan Belanda dan Modal Asing lainnya. Rencana semacam itu akan menjadi rencana Modal Asing saja. Dan "Braintrust" itu akan menjadi kuda-beban modal Asing itu saja. Penyakit perekonomian Rakyat Indonesia sudah sampai begitu mendalam disebabkan oleh wabah kapitalisme Belanda selama 350 tahun dan wabah kapitalisme-militerisme Jepang selama 3½ tahun. Penyakit perekonomian Rakyat tak bisa diobati pel dan pudar lagi, melainkan harus disembuhkan oleh OPERASI oleh pembedahan. Terutama sekali perekonomian Rakyat Indonesia baru dapat diselenggarakan dalam Republik yang merdeka 100%, yang SEKURANGNYA 60% memiliki dan menguasai produksi, distribusi, upah, export, dan import (LIHAT RENCANA EKONOMI oleh TAN MALAKA). Rencana yang dibikin oleh berlusin-lusin "Braintrust" dalam suasana "kerja-sama" dengan modal besar Asing akan berakhir dengan pemerasan dan penindasan atas buruh dan tani Indonesia belaka. Kami merasa wajib memperingatkan hal tersebut di atas kepada KAUM MURBA!!! Tetapi tiadalah pula berarti, bahwa dalam revolusi ini kaum Murba (buruh, tani, pedagang dan Rakyat serta intellect jembel!) haruslah berpangku tangan saja! Kaum Murba harus tunda Rencana Ekonomi tulen, besar-besaran, sampai Revolusi ini selesai dengan kemenangan bagi Murba. Tetapi selama Revolusi ini berlangsung, maka kaum Murba harus pula menjalankan Rencana Ekonomi. Rencana itu tak lain hanyalah Rencana-Ekonomi Perang.<noinclude>{{rh||84}}</noinclude> lfiwwn0tdcwcoujh2ngvlyk756c58pa Halaman:Gerpolek.pdf/45 104 113556 313701 2026-08-17T07:00:58Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313701 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>paham pasukannya, serta Rakyat disekitarnya sambil berusaha mendapatkan semua kebutuhan hidup dan pertempuran bagi pasukannya. Pasukan dan Rakyat berjuang buat kemerdekaan itu harus mengerti dan setuju dengan isi kemerdekaan itu! Memang juga SANG GERILYA membedakan dan memisahkan siasat perang dan politik. Berhubungan dengan itu maka di belakang pula organisasi keprajuritan dengan organiasi Politik dan Ekonomi. Tetapi (seperti juga Negara Merdeka tadi), maka organisasi politik dan tentara itu Kerja-sama dimana tentara berada di bawah pengawasan (supervision-nya politik). 7. TEKAD MAU MENANG. Seperti udara bagi rabu (paru-paru) untuk bernafas, demikianlah pula TEKAD MAU MENANG itu adalah syarat bagi seseorang prajurit untuk berperang. Seorang prajurit yang tiada mempunyai tekad semacam itu, tiadalah pula mempunyai banyak harapan akan menang. Dia akan mudah diombang-ambingkan oleh kesulitan atau kekalahan sementara. Satu petuah militer dari bangsa Asing berbunyi: Dia menang, karena dia berpantang kalah. Kata petuah pahlawan Indonesia: “Satu hilang, kedua terbilang; namanya anak laki-laki." Artinya: Sesudah memasuki gelanggang peperangan itu, maka cuma dua kata kemungkinan buat seorang pahlawan. PERTAMA: Dia mungkin hilang atau tewas dalam perjuangannya. KEDUA: Dia mungkin terbilang artinya terhitung sebagai seorang prajurit yang menang, sebagai seorang pahlawan jaya, karena tekad semacam itulah, maka 300 (tiga ratus) pahlawan Sparta memperoleh ujian dan pujaan luar biasa di zaman lampau. Mereka sanggup mempertahankan Negaranya dan mengusir musuhnya yang datang menyerbu meskipun musuhnya terdiri dari tentara yang berlipat ganda besarnya.<noinclude>{{rh||44}}</noinclude> 857o088v737ix8ery36r2ymzcsjfruf Halaman:Gerpolek.pdf/60 104 113557 313702 2026-08-17T07:01:20Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313702 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>terbang rendah SANG PRAJURIT segera mempergunakan mitralyur saja, ialah kalau dia tiada mempunyai alat penangkis serangan udara. Di stasiunnya di tanah pesawat itu selalu berada dalam bahaya kebakaran dan kemusnahan oleh barisan terpendam! Pendeknya prajurit yang berpengalaman tiada menganggap tank dan pesawat itu sebagai KELEBIHAN MUTLAK-nya tentara Belanda. Kelebihan dalam kedua senjata itu dapat diatasi dengan kelebihan yang ada pada prajurit dan Rakyat Indonesia dalam sekurangnya lima perkara tersebut di atas. KESIMPULAN: Mengingat kelebihan kita dalam beberapa perkara yang penting tertentu dan kekurangan kita pula dalam beberapa perkara lain, maka timbullah pertanyaan dihati kita yakni: SIASAT APAKAH YANG TERBAIK BUAT KITA UNTUK MEMPEROLEH KEMERDEKAAN 100 %? Mengingat pula, bahwa lebih kurang 70.000 mil persegi ruangan daratan Indonesia dan 4.500.000 mil persegi tanah dan air Indonesia dengan gunung, hutan dan rimba-raya, maka MUSTAHIL seribu kali MUSTAHIL, akan dapat direbut serta dipertahankan oleh 100.000 tentera Belanda itu, asal saja 70 juta Rakyat itu tetap memukul penjajahan dan prajuritnya terus menerus menyerang maka kita berani memutuskan, bahwa siasat yang terbaik buat kita ialah: Kalau kita terpaksa, kita buat sementara waktu akan menyerahkan sebagian DAERAH kita untuk memelihara prajurit dan senjata. Disamping itu kita akan mempergunakan TEMPO untuk memperoleh musuh dan memperkuat diri kita dengan PERSATUAN<noinclude>{{rrh||59}}</noinclude> ipusbbjhejx7wxj0auqwvacf4njvo2a 313704 313702 2026-08-17T07:01:41Z Ibrohim tijani 26379 313704 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>terbang rendah SANG PRAJURIT segera mempergunakan mitralyur saja, ialah kalau dia tiada mempunyai alat penangkis serangan udara. Di stasiunnya di tanah pesawat itu selalu berada dalam bahaya kebakaran dan kemusnahan oleh barisan terpendam! Pendeknya prajurit yang berpengalaman tiada menganggap tank dan pesawat itu sebagai KELEBIHAN MUTLAK-nya tentara Belanda. Kelebihan dalam kedua senjata itu dapat diatasi dengan kelebihan yang ada pada prajurit dan Rakyat Indonesia dalam sekurangnya lima perkara tersebut di atas. '''KESIMPULAN:''' Mengingat kelebihan kita dalam beberapa perkara yang penting tertentu dan kekurangan kita pula dalam beberapa perkara lain, maka timbullah pertanyaan dihati kita yakni: SIASAT APAKAH YANG TERBAIK BUAT KITA UNTUK MEMPEROLEH KEMERDEKAAN 100 %? Mengingat pula, bahwa lebih kurang 70.000 mil persegi ruangan daratan Indonesia dan 4.500.000 mil persegi tanah dan air Indonesia dengan gunung, hutan dan rimba-raya, maka MUSTAHIL seribu kali MUSTAHIL, akan dapat direbut serta dipertahankan oleh 100.000 tentera Belanda itu, asal saja 70 juta Rakyat itu tetap memukul penjajahan dan prajuritnya terus menerus menyerang maka kita berani memutuskan, bahwa siasat yang terbaik buat kita ialah: Kalau kita terpaksa, kita buat sementara waktu akan menyerahkan sebagian DAERAH kita untuk memelihara prajurit dan senjata. Disamping itu kita akan mempergunakan TEMPO untuk memperoleh musuh dan memperkuat diri kita dengan PERSATUAN<noinclude>{{rrh||59}}</noinclude> e0am9whwj2tm3zopc5ur8zvsjbsr18c 313706 313704 2026-08-17T07:02:03Z Ibrohim tijani 26379 313706 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>terbang rendah SANG PRAJURIT segera mempergunakan mitralyur saja, ialah kalau dia tiada mempunyai alat penangkis serangan udara. Di stasiunnya di tanah pesawat itu selalu berada dalam bahaya kebakaran dan kemusnahan oleh barisan terpendam! Pendeknya prajurit yang berpengalaman tiada menganggap tank dan pesawat itu sebagai KELEBIHAN MUTLAK-nya tentara Belanda. Kelebihan dalam kedua senjata itu dapat diatasi dengan kelebihan yang ada pada prajurit dan Rakyat Indonesia dalam sekurangnya lima perkara tersebut di atas. '''KESIMPULAN:''' Mengingat kelebihan kita dalam beberapa perkara yang penting tertentu dan kekurangan kita pula dalam beberapa perkara lain, maka timbullah pertanyaan dihati kita yakni: SIASAT APAKAH YANG TERBAIK BUAT KITA UNTUK MEMPEROLEH KEMERDEKAAN 100 %? Mengingat pula, bahwa lebih kurang 70.000 mil persegi ruangan daratan Indonesia dan 4.500.000 mil persegi tanah dan air Indonesia dengan gunung, hutan dan rimba-raya, maka MUSTAHIL seribu kali MUSTAHIL, akan dapat direbut serta dipertahankan oleh 100.000 tentera Belanda itu, asal saja 70 juta Rakyat itu tetap memukul penjajahan dan prajuritnya terus menerus menyerang maka kita berani memutuskan, bahwa siasat yang terbaik buat kita ialah: Kalau kita terpaksa, kita buat sementara waktu akan menyerahkan sebagian DAERAH kita untuk memelihara prajurit dan senjata. Disamping itu kita akan mempergunakan TEMPO untuk memperoleh musuh dan memperkuat diri kita dengan PERSATUAN<noinclude>{{rh||59}}</noinclude> 3qtxytqam52v1c1grp3o4oeqmi32i95 Halaman:Gerpolek.pdf/44 104 113558 313703 2026-08-17T07:01:36Z Lemonwithices 26124 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Kedua tafsiran dari Negara Merdeka tersebut di atas mendapat corak lain bagi sesuatu masyarakat yang sedang BEREVOLUSI. Bukankah pula sesuatu Negara merdeka itu SUDAH mempunyai kepastian tentangan soal daerah dan batas, soal kebangsaankewarganegaraan dan jumlah penduduk, serta soal bentuk dan kewajiban pemerintahannya dll itu? Dan bukanlah sebaliknya sesuatu BANGSA atau Kelas yang berrevolusi itu, JUSTRU SEDANG memperjuangkan Masyarakat dan Nega... 313703 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Lemonwithices" /></noinclude>Kedua tafsiran dari Negara Merdeka tersebut di atas mendapat corak lain bagi sesuatu masyarakat yang sedang BEREVOLUSI. Bukankah pula sesuatu Negara merdeka itu SUDAH mempunyai kepastian tentangan soal daerah dan batas, soal kebangsaankewarganegaraan dan jumlah penduduk, serta soal bentuk dan kewajiban pemerintahannya dll itu? Dan bukanlah sebaliknya sesuatu BANGSA atau Kelas yang berrevolusi itu, JUSTRU SEDANG memperjuangkan Masyarakat dan Negara itu yakni memperjuangkan daerah batas warga penduduk serta bentuk dan kewajiban Pemerintah dll itu? Memangnya ada Persamaan, tetapi ada pula perbedaan bagi sesuatu Negara Merdeka dan bagi sesuatu Masyarakat Berjuang berhubung dengan kedua tafsiran di atas tadi. Masyarakat Berjuang dan Negara Perang memangnya keduanya sama-sama membedakan urusan politik dengan kewajiban tentara. Tegasnya ialah, bahwa, kedua itu haruslah sama-sama membedakan urusan menentukan garis-politik dan cara bagaimana mendapatkan makanan, pakaian dan senjata bagi tentara dengan Siasat Membela dan Menyerang. Tetapi berbeda dengan Negara Merdeka, maka bagi bangsa dan kelas berjuang (seperti kita sekarang) memangnya politik dalam arti PAHAM, IDIOLOGI, itulah yang sebenarnya menjadi otak-jantung, atau keyakinan-tekadnya sesuatu tentara Rakyat, Tentara Murba, Tentara Bambu Runcing! Bangsa atau Kelas Berjuang itu, yang bersenjata serba sederhana itu, justru harus mempunyai tentara yang berpaham beridiologi, yang berkeyakinan politik, paham, idiologi dan politik kebangsaan atau politik keproletaran itulah senjata Tentara Kemerdekaan yang Nomor Satu! Begitu di masa revolusi Borjuis di Perancis (1789) dan demikian pula halnya di masa revolusi Borjusi dan Proletar di Rusia (1917). SANG GERILYA yang berpolitik jelastegas itu berkewajiban berusaha sekeras-kerasnya mempengaruhi<noinclude>{{rh||43}}</noinclude> esp0u5gm9wrt6p8592bouhfo3iqu7ri 313705 313703 2026-08-17T07:01:46Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313705 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>Kedua tafsiran dari Negara Merdeka tersebut di atas mendapat corak lain bagi sesuatu masyarakat yang sedang BEREVOLUSI. Bukankah pula sesuatu Negara merdeka itu SUDAH mempunyai kepastian tentangan soal daerah dan batas, soal kebangsaankewarganegaraan dan jumlah penduduk, serta soal bentuk dan kewajiban pemerintahannya dll itu? Dan bukanlah sebaliknya sesuatu BANGSA atau Kelas yang berrevolusi itu, JUSTRU SEDANG memperjuangkan Masyarakat dan Negara itu yakni memperjuangkan daerah batas warga penduduk serta bentuk dan kewajiban Pemerintah dll itu? Memangnya ada Persamaan, tetapi ada pula perbedaan bagi sesuatu Negara Merdeka dan bagi sesuatu Masyarakat Berjuang berhubung dengan kedua tafsiran di atas tadi. Masyarakat Berjuang dan Negara Perang memangnya keduanya sama-sama membedakan urusan politik dengan kewajiban tentara. Tegasnya ialah, bahwa, kedua itu haruslah sama-sama membedakan urusan menentukan garis-politik dan cara bagaimana mendapatkan makanan, pakaian dan senjata bagi tentara dengan Siasat Membela dan Menyerang. Tetapi berbeda dengan Negara Merdeka, maka bagi bangsa dan kelas berjuang (seperti kita sekarang) memangnya politik dalam arti PAHAM, IDIOLOGI, itulah yang sebenarnya menjadi otak-jantung, atau keyakinan-tekadnya sesuatu tentara Rakyat, Tentara Murba, Tentara Bambu Runcing! Bangsa atau Kelas Berjuang itu, yang bersenjata serba sederhana itu, justru harus mempunyai tentara yang berpaham beridiologi, yang berkeyakinan politik, paham, idiologi dan politik kebangsaan atau politik keproletaran itulah senjata Tentara Kemerdekaan yang Nomor Satu! Begitu di masa revolusi Borjuis di Perancis (1789) dan demikian pula halnya di masa revolusi Borjusi dan Proletar di Rusia (1917). SANG GERILYA yang berpolitik jelastegas itu berkewajiban berusaha sekeras-kerasnya mempengaruhi<noinclude>{{rh||43}}</noinclude> ducwz5j5qjk710obfs5540e2tfo7jcu Halaman:Gerpolek.pdf/43 104 113559 313707 2026-08-17T07:02:27Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313707 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>6. MEMPERBEDAKAN SIASAT PERANG DENGAN POLITIK. Perang adalah kelancaran politik. Apabila pertikaian politik antara Negara dan Negara, antara satu bangsa-tertindas dengan bangsa-penjajahan, atau antara satu kelas tertindas dengan klas penindas, tiada dapat lagi diselesaikan dengan jalan damai, maka peranglah yang akan menjadi hakim. Peranglah yang akan menentukan siapa yang benar, siapa yang salah. Dalam hal ini dunia menganggap yang menang peranglah pihak yang benar. ''Tetapi Siasat Perang harus dibedakan dengan Politik.'' Oleh sesuatu Negara Merdeka, maka kalimat di atas ini biasanya ditafsirkan, bahwa janganlah perbedaan paham politik dimasukkan ke dalam tentara. Tegasnya janganlah percekcokan antara Partai Kolot (conservatif), Partai Liberal atau Demokratis, Partai Sosialis atau Komunis dll ditarik-tarik pula dalam ketentaraan. Petuah yang biasa dipakai berbunyi: Tentara itu tiada berpolitik. Oleh Keizer Wilhelm ke II, ketika meletusnya perang dunia ke I, petuah itu dilaksanakan dengan ucapan: “Saya tak mengenal partai, saya cuma mengenal orang Jerman”, Kedua petuah tersebut bermaksud supaya tentara cuma memikirkan soal pertempuran saja. Tak usahlah tentara itu memikirkan garis politik Negaranya. Serahkan sajalah urusan poltiik itu kepada para Ahli-politik. Selain dari pada tafsiran di atas, maka ada pula tafsiran yang lain. Yaitu: bedakanlah urusan yang semata-mata urusan politik (dalam arti bentuk dan kewajiban sesuatu Pemerintahan) dengan urusan Perang semata-mata. Tegasnya pula! Bedakanlah soal garis politik serta CARA BAGAIMANA mendapatkan makanan, pakaian dan senjata untuk Tentara itu dengan CARA BAGAIMANA mengatasi musuh dalam pembelaan serta penyerangan.<noinclude>{{rh||42}}</noinclude> ha6pkn3jum0o817yphu1lxw3szzbrhg Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/76 104 113560 313708 2026-08-17T07:02:32Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313708 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|74|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude>baka: tapi, satoe kabetoelan atawa satoe kakwasa'an jang tida kliatan dari alam — kaloe orang tida pertjaja sama Allah — telah simpangken itoe malaekat el-maut di toeboehnja 'ntjik Hwie-bing. {{di|S}}EDARI itoe harian minta verlof sampe di harian meningalnja 'ntjik Hwie-bing, Hong-hwie tida ada kliatan moentjoel poelah. Inilah boekan lantaran ia sakit, tapi memang sengadja ia tida maoe indjek poelah gedongnja 'ntjik Hwie-bing, kerna ia telah mendoesin, kenapa manoesia moesti lakoeken kadjahatan? Apa kaloe tida saben kali pitenah, memoekoel dan memboenoeh sesamanja, orang bisa mati? Berboelan-boelan Hong-hwie laloe toentoet penghidoepan tjara loemrahnja manoesia di Lasem dengen sentuosa, dan ini semoea ada Pik jang djadi sebab. Di itoe maleman koetika Pik klenger di atas praoe, moestinja itoelah ada koetika jang paling baek boeat ia lantas goelingkén padanja ka dalem aer. Tapi ia tida lakoeken, malah ia tjoba bikin mendoesin padanja. „Pik, toetoerkenlah kau poenja semoea hal padakoe," Hong-hwie kamoedian berkata. „Itoe toch lebih baek terbawa mati ?" saoetnja Pik dengen badan kliwat lemah, tida mampoe angkat toeboehnja. „Tapi kaloe itoe ada penasaran, tida haroes dibawa." Pik boengkem sakean sa'at, kamoedian satelah koempoelken iapoenja soemanget ia laloe oetoerken semoea iapoenja perkara dengen teroes terang. „Nah, djalanken kau poenja kwaajiban," begitoelah Pik toetoep penoetoerannja. „Akoe tida taoe, akoe tida mengerti apakah jang dibilang kabedjikan. Apakah kabeajikan jalah barang boeat mendoegah-doegah, boeat poeasken penasaran, boeat menang sendiri ata-<noinclude></noinclude> c9gjhu08rzejyi6q594to07et01pgfr Halaman:Gerpolek.pdf/61 104 113561 313709 2026-08-17T07:02:43Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313709 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>yang kokoh dalam politik, siasat-perang dan per-ekonomian yang semuanya didasarkan atas PERJUANGAN KELUAR yakni: PERANG SELURUH RAKYAT DJELATA KEPULAUAN INDONESIA TERUS MENERUS. Tak ada tempat dan tempoh buat membangun dan BERISTIRAHAT bagi Belanda. Perang Rakyat, ialah Perang dalam semua lapangan hidup, ialah dalam perkara (1) Keprajuritan (2) politik, (3) ekonomi dll. Dalam tiga lapangan hidup itu kita harus mengadakan PERSATUAN yang erat di antara PEMEGANG tampuk perjuangan yang sesungguhnya pada tingkat sekarang ialah di antara KAUM MURBA, KAUM TANI, RAKYAT dan INTELLEKT DJEMBEL.<noinclude>{{rh||60}}</noinclude> d3g62kjtqgtxygpyhkemvoyym4wnxu4 Halaman:Gerpolek.pdf/84 104 113562 313710 2026-08-17T07:02:55Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313710 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>setelah Revolusi BERHASIL, pula maka pemerintah Rusia masih tiada semudah pemerintah Republik Indonesia mengizinkan orang yang keluar-masuk dimana Revolusi itu sedang berlaku dengan hebatnya. Kegampangan keluar masuknya bangsa Asing (termasuk bangsa musuh atau konconya musuh) mempermudah Belanda mencari bagian yang lemah dalam kemiliteran, politik dan ekonomi kita! Juga ekonomi! Karena dengan mengetahui keadaan ekonomi dan harga barang di pedalaman maka Belana dengan mudah dapat menjalankan perang-ekonomi dan perang-uangnya. Kita tahu bagaimana Belanda menyuruh tengkulaknya membeli makanan sayur, hedan dan lain-lain dari daerah Republik dengan ORI yang tak ada harganya di daerah pendudukan Belanda. Tetapi Rakyat harus menukarkan uang ORI dengan rupiah Belanda, kalau berada di daerah pendudukan, untuk beli semacam itu Belanda MEMBELI-MURAH kepada Republik Indonesia segala barang yang dibutuhkannya. Sebaliknya dia MENJUAL MAHAL kepada Republik segala barang yang dibutuhkan oleh Rakyat Indonesia. Dengan begitu maka uang ORI terus merosot! Sebanding dengan itu pula maka harga barang keperluan hidup sehari-hari buat Rakyat semakin melambung harganya. Untuk memperbaiki perekonomian Rakyat Indonesia belumlah cukup mendirikan apa yang dinamakan "Braintrust" (Gabungan Otak) itu. Perbaikan perekonomian Rakyat Indonesia haruslah diperbaiki dengan pertolongan Rakyat sendiri dan watak Rakyat sendiri. Tani, buruh, pedagang Indonesia sendiri harus campur dengan merencanakan produksi (penghasilan), distribusi (pembagian) serta pertukaran barang. Tidak cukup selusin atau lebih orang yang bertitel ini atau itu saja memikirkan begini atau begitu buat kaum buruh dan tani, tanpa membawa buruh dan tani itu sendiri ke dalam kincir Produksi dan distribusi. Tetapi buruh dan tani Indonesia cuma baru<noinclude>{{rh||83}}</noinclude> gt7al2s35o5kts2i395541pg2xs3z43 Halaman:Gerpolek.pdf/42 104 113563 313711 2026-08-17T07:03:20Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313711 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>4. CARA MEMUSATKAN TENTARA. Pemusatan itu dilakukan dengan terpisah dan bergelombangan. Kita masih ingat bagaimana tentara Jepang menyerbu Indonesia pada tahun 1942. Penyerbuan itu dilakukan oleh 3 pasukan yang berpisahan: #Pasukan yang berangkat dari Jepang melalui Malaya, terus ke Sumatera; #Pasukan yang langsung dari Jepang menuju pulau Jawa; #Pasukan yang berangkat dari Jepang melalui Kalimantan dan menuju Sunda kecil dll. Tiap-tiap pasukan itu maju berlapis-lapis dan bergelombangan. Pasukan (2) yang ditujukan ke pulau Jawa itu dipecah pula menjadi beberapa barisan, yang mendarat di empat tempat di pulau Jawa. Tiap-tiap barisan itu dipecah pula menjadi beberapa lapisan yang maju bergelombangan. 5. CARA MENENTUKAN PUSAT YANG BAIK ITU. Pusat yang baik buat dituju, ialah sesuatu GELANG dalam rantai pertahan musuh. GELANG ITU harus dipecahkan. Dengan pecahnya gelang itu, maka terpotonglah rantai pertahanan musuh itu. Ahli siasat Jepang menganggap Bandung-lah salah satu gelang yang penting buat pertahanan pulau Jawa ini. Berhubungan dengan itu, maka dari Bantam (Banjarnegara) dan dari Cirebon (Eretan) ditujukan berlapis-lapis pasukan ke arah Bandung itu. Melihat tentara Jepang yang datang dari pelbagai pihak dan bergelombang, maka Belanda sudah menyerah sebelum bertempur dengan sungguh-sungguh.<noinclude>{{rh||41}}</noinclude> pcza1zle4jciax2vs17clh1n9lw08ix Halaman:Gerpolek.pdf/62 104 113564 313712 2026-08-17T07:03:30Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313712 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><div style="text-align:center;">'''XI. PERANG GERILYA'''</div> Sudah agak luas kami memberikan PEMANDANGAN tentang peperangan. Dari pemandangan itu hendaknya kita sudah dapat mengambil sekadar PENGERTIAN yang berguna tentang sifat dan jenis, soal dan anasir, serta siasat dan hukum Perang. Pengertian semacam itu perlu pula buat menyelidiki Dasar Siasat yang cocok bagi kita, untuk menghalaukan musuhnya kemerdekaan kita, serta membentuk satu Negara kemakmuran serta kebudayaan Rakyat Murba. Dalam pemandangan tadi kita sudah mengenal beberapa dasar peperangan seperti termaktub dalam (1) Perang Stelling (parit) (2) Perang Gerak Cepat dan (3) Perang Mundur Maju. Yang belum kita sebut, ialah dasar yang kita anggap terpenting dalam perang pembelaan kita sekarang. Dasar yang dimaksudkan terpenting itu, ialah DASAR GERILYA. Tetapi dasar GERILYA itu dalam hakekatnya sudah terkandung oleh Dasar (3), yakni Dasar Mundur Maju. ''Dasar Perang Apakah yang baik kita pakai??'' '''(1) TENTANG PERANG STELLING.''' Perang stelling dalam arti luasnya tak dapat kita lakukan di Indonesia. Perang stelling dalam arti luasnya itu, ialah menduduki sekeliling pantai dari semua kepulauan Indonesia, besar dan kecil. Jadi berarti menduduki sekeliling pantai pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan ratusan pulau kecil-kecil. Menurut perhitungan ahli-bumi maka jumlah keliling semuanya pulau di Indonesia ini, adalah lebih kurang sama dengan lingkaran bumi kita ini. Buat membela pesisir, yang sepanjang itu dari depan ke depan dengan prajurit dan persenjataan lengkap sampai tak ada tempat terluang. Menurut syarat perang-stelling kita tiada mempunyai prajurit dan senjata. Tetapi seandainya kita mempunyai cukup prajurit dan senjata buat<noinclude>{{rh||61]}</noinclude> 4a7isvxal06alws7dnjzpel57au1dl2 Halaman:Gerpolek.pdf/83 104 113565 313713 2026-08-17T07:03:45Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'meminjam uang dari Amerika untuk memperkuat kemiliteran, keuangan dan perekonomiannya sendiri. Sebaliknya pula dia terus melakukan BLOKADE terhadap perdagangan republik. Kapal Republik yang keluar dari Indonesia mengangkut barang dagangan DISITA atau ditembakinya. Maksud Belanda ialah supaya dirinya sekian hari sekian kaya dan sekian kuat, tetapi Republik sekian hari sekian miskin, dan sekian lemah. Setelah percederaan pada tanggal 21 Jul... 313713 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>meminjam uang dari Amerika untuk memperkuat kemiliteran, keuangan dan perekonomiannya sendiri. Sebaliknya pula dia terus melakukan BLOKADE terhadap perdagangan republik. Kapal Republik yang keluar dari Indonesia mengangkut barang dagangan DISITA atau ditembakinya. Maksud Belanda ialah supaya dirinya sekian hari sekian kaya dan sekian kuat, tetapi Republik sekian hari sekian miskin, dan sekian lemah. Setelah percederaan pada tanggal 21 Juli 1947, maka hampirlah semua DAERAH-PLUS (ialah daerah berkelebihan) makanan di pulau Jawa jatuh ke tangan Belanda. Yang tinggal cuma daerah yang di zaman “Hindia Belanda” cuma cukup saja buat diri sendiri atau yang dalam kekuarangan (daerah-minus) seperti Bojonegoro, Pajitan, Yogya dan Solo. Daerah Republik yang sudah dalam keadaan kekuarangan makanan dan pakaian itu ditambah kacau-balau pula oleh PERANG UANG yang dilakukan oleh Belanda terhadap uang Republik. Bermacam tindakan jahat, yang langsung atau tidak, telah dilakukan oleh Belanda, untuk memerosotkan harga uang Republik. Akibatnya, ialah kehidupan Rakyat makin sukar karena harga uang semakin merosot dan barang keperluan hidup (seperti makanan dan pakaian) semakin melambung harganya. Perekonomian Rakyat, yang sudah kalut itu diperkalut pula oleh adanya Colonne ke-5 yang dikirimkan oleh Belanda ke dalam pemerintahan administrasi badanekonomi ketentaraan dll. Dengan maksud jahat, ialah memperkalut yang sudah kalut itu. Dalam semangat “damai-nya” maka pemerintah kita mempermudah pula masuknya pelbagai spion yang bertopeng “wartawan” atau wakil dari Serikat Sekerja ini atau itu. Revolusi di zaman manakah dan dinegeri manakah yang membolehkan anggota musuh atau sahabat musuh keluar masuk ke tempat-tempat yang penting bagi pertahanan, seperti Malang, Cirebon dan lain-lain? Puluhan tahun 82<noinclude></noinclude> drxkeu5cguadkwc6nmkzd42l7elmksr 313717 313713 2026-08-17T07:05:40Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313717 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>meminjam uang dari Amerika untuk memperkuat kemiliteran, keuangan dan perekonomiannya sendiri. Sebaliknya pula dia terus melakukan BLOKADE terhadap perdagangan republik. Kapal Republik yang keluar dari Indonesia mengangkut barang dagangan DISITA atau ditembakinya. Maksud Belanda ialah supaya dirinya sekian hari sekian kaya dan sekian kuat, tetapi Republik sekian hari sekian miskin, dan sekian lemah. Setelah percederaan pada tanggal 21 Juli 1947, maka hampirlah semua DAERAH-PLUS (ialah daerah berkelebihan) makanan di pulau Jawa jatuh ke tangan Belanda. Yang tinggal cuma daerah yang di zaman "Hindia Belanda" cuma cukup saja buat diri sendiri atau yang dalam kekuarangan (daerah-minus) seperti Bojonegoro, Pajitan, Yogya dan Solo. Daerah Republik yang sudah dalam keadaan kekuarangan makanan dan pakaian itu ditambah kacau-balau pula oleh PERANG UANG yang dilakukan oleh Belanda terhadap uang Republik. Bermacam tindakan jahat, yang langsung atau tidak, telah dilakukan oleh Belanda, untuk memerosotkan harga uang Republik. Akibatnya, ialah kehidupan Rakyat makin sukar karena harga uang semakin merosot dan barang keperluan hidup (seperti makanan dan pakaian) semakin melambung harganya. Perekonomian Rakyat, yang sudah kalut itu diperkalut pula oleh adanya Colonne ke-5 yang dikirimkan oleh Belanda ke dalam pemerintahan administrasi badan-ekonomi ketentaraan dll. Dengan maksud jahat, ialah memperkalut yang sudah kalut itu. Dalam semangat "damai-nya" maka pemerintah kita mempermudah pula masuknya pelbagai spion yang bertopeng "wartawan" atau wakil dari Serikat Sekerja ini atau itu. Revolusi di zaman manakah dan dinegeri manakah yang membolehkan anggota musuh atau sahabat musuh keluar masuk ke tempat-tempat yang penting bagi pertahanan, seperti Malang, Cirebon dan lain-lain? Puluhan tahun<noinclude>{{rh||82}}</noinclude> s0hh7omcuybvrozev0bl1z2e8gemf7j Halaman:Gerpolek.pdf/63 104 113566 313714 2026-08-17T07:04:17Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313714 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>perang-stelling dalam arti luas itu, kitapun tak akan melakukannya. Karena tiada perlu tiap-tiap depa pesisir itu diduduki buat dibela. Sudahlah cukup kita membela tempat yang penting menurut siasat perang saja. Apalagi kalau kita sudah Merdeka kelak berhasil mengusahakan pembelaan yang lengkap modern dengan Armada, Angkatan Udara dan Angkatan Darat, maka pembelaan Indonesia tak akan didasarkan pada perang-stelling. Lini Maginot kita setelah Merdeka akan mempunyai industri-industri sendiri, terutama akan terletak di Udara dan Lautan. Lini itu bukanlah pula lini yang tetap-berhenti (statis), melainkan lini yang bergerak-berubah-ubah (Mobile). Ringkasnya: Perang-stelling dalam arti luasnya tak bisa kita lakukan di masa sekarang. Tetapi dalam arti sempitnya, maka Perang Stelling itu sekarang ini memangnya terus berlaku dan banyak berlaku. Dimasa perang ini, sering kita mendengar Stelling disana atau disini yang kita bela mati-matian, kita tinggalkan atau kita rebut kembali. Stelling kita menangnya tiada tetap berhenti (statis) seperti stelling yang dibikin dari beton. Melainkan stelling yang maju mundur juga (mobile). Tetapi lebih berhenti dari pada bergerak. Stelling kita, seperti di Surabaya, Krawang dll, itu memang lebih sukar dibela, karena berada ditanah yang datar. Disana Stelling itu banyak bergerak mundur-maju. Tetapi jikalau di belakang stelling itu berada tanah pegunungan, maka stelling semacam itu akan lebih mudah dipertahankan, maka Pasukan Gerilya dapat melakukan penyerbuan ke tempat yang diduduki musuh terus menerus, sampai musuh terpaksa mundur. Di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dll banyak sekali pengunungan, yang memberi kesempatan untuk membikin parit-stelling, yang mungkin dapat direbut oleh Belanda. Karena terhadap stelling semacam itu Belanda tak sanggup lagi mempergunakan tank dan pesawat udaranya. Tanpa tank dan<noinclude>{{rh||62}}</noinclude> no8979n63fj89641ubya7b7oel28og3 Halaman:Gerpolek.pdf/41 104 113567 313715 2026-08-17T07:04:18Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313715 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>Maksud yang penghabisan dari semua peperangan ialah memperoleh kemenangan terakhir. Dalam perang yang bersifat GERAK CEPAT, maka kemenangan terakhir itu bisa langsung diperoleh dengan memecah-belah mengepung menawan atau memusnahkan musuh. Dalam perang yang bersifat maju-mundur-pun musuh belum lagi akan pulang kembali ke negerinya atau menyerah kalah sebelum merasakan pukulan yang hebat dari pihak si-pembela. Seperti sudah disebutkan di atas, maka pembelaan itu harus dilaksanakan dengan penyerangan. Jadi bagaimanapun juga siasat yang dilakukan, maka penyerangan jugalah yang akan memberi putusan terakhir kepada sembarang macam peperangan itu. 3. SELUK BELUK PEMBELAAN DAN PENYERANGAN. #Jika musuh mempertahankan diri dengan kekuatan yang besar, maka haruslah si-penyerang mempersiapkan tentara yang seimbang besarnya. #Apabila musuh mengadakan pertahanan yang barlapis-lapis yang semakin ke belakang semakin kuat barisannya maka haruslah si-penyerang mengadakan serangan dengan tentara berlapis-lapis pula. Dasar bagi beberapa lapisan penyerang itu ialah lapisan yang paling belakang menyerang haruslah yang paling kuat pula. Dengan begitu maka serangan yang menghadapi lapisan pertahanan musuh yang kian dalam kian kuat itu bisa dilakukan dengan beberapa lapisan pasukan yang kuat pula. Penyerang bisa berlaku cepat demi cepat pula sehingga musuh terperajat, kacau-balau dan akhirnya menyerah atau binasa. #Persiapan musuh yang dilaporkan oleh barisan patroli tak bolah dibiarkan begitu saja. Persiapan itu harus dikacau-balaukan dengan penyerangan terus-menerus. Dengan demikian maka persiapan musuh itu tak bisa kuat selesai.<noinclude>{{rh||40}}</noinclude> lzhcjp8ls1l6yub3n86agkzawvk1zax Halaman:Gerpolek.pdf/64 104 113568 313716 2026-08-17T07:05:06Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313716 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>pesawat udara itu, maka Belanda, sama sekali tak berdaya menghadapi prajurit Indonesia, yang insyaf, terlatih dan bersenjata karabin, granat dan mitralyur saja! Di Pegunungan Aceh, Minangkabau dll, di Sumatera, di pegunungan Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah, di Sulawesi Selatan dan Tengah, di pulau Kalimantan dll pulau kita (kalau mau!) dapat membuat stelling, yang sama menyebabkan musuh menggigit jari atau menggigit tanah dan akhirnya terpaksa pulang kembali ke negerinya atau berkubur dalam tanah kita, serta memberikan Rakyat Indonesia mengatur Masyarakat dan Negaranya sendiri. Stelling itu akan lebih hebat, kalau dijadikan pangkalan bagi Pasukan Gerilya, yang terus menerus menyerbu ke segala jurusan. '''(2) TENTANG PERANG GERAK CEPAT.''' Perang Gerak Cepat dalam arti luasnya tak dapat dilakukan di Indonesia. Maksud kita ialah Gerak Cepat yang dilakukan buat memperoleh kemenangan yang terakhir. Atau untuk memperoleh satu keputusan Militer menjelang kemenangan terakhir. Di hari kemudian, di waktu Indonesia Merdeka sudah mempunyai Pembelaan modern, maka siasat Gerak Cepat, yang dipusatkan pada Angkatan Laut dan Udara itu, boleh jadi sekali salah satu siasat yang terpenting yang harus disediakan dan dilakukan. Kita sebutkan SALAH SATU sebab siasat yang lain ialah siasat Mundur-Maju, seperti yang dilakukan Fabius Fonetator, atau siasat yang terutama dipakai oleh Inggris (the war of attritions: siasat memeras darah musuh) disamping siasat Gerak Cepat itu tetap penting pula buat Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau, karena pulau-pulau yang dikelilingi oleh lautan itu tiada mengizinkan musuh begitu saja menyerbu dengan tiada mempersiapkan lebih dahulu<noinclude>{{rh||63}}</noinclude> oc1ky5x3th7vvfdxr2m7yr5bf5ttb73 Halaman:Gerpolek.pdf/65 104 113569 313718 2026-08-17T07:05:59Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313718 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>armada dan Angkatan Udara yang sangat kuat buat mengangkut tentara penyerbunya. Dalam masa musuh mengadakan Persiapan itu kitapun mendapatkan tempoh yang cukup lama untuk mengadakan persiapan-persiapan pembelaan. Kembali kita kepada siasat Gerak-Cepat di masa sekarang! Seperti sudah kita jelaskan di atas maka syarat yang pertama sekali buat siasat gerak cepat ialah kesanggupan dan kecepatan kita memusatkan prajurit serta senjata ke-urat-nadi Tentara musuh. Karena kekurangan Alat Pengangkut di laut dan di udara, maka kita tiada sanggup sama sekali melakukan pemusatan itu. Apalagi pula melakukannya dengan cepat!! Disamping keberatan itu ada pula keberatan lain. Musuh yang mempunyai alat pengangkutan di lautan dan di udara itu membagi-bagi pula kekuatan militernya di kepulauan Indonesia ini. Karena dia mempunyai alat pengangkutan yang perlu dipakai itu, maka dia dengan mudah pula bisa mengubah-ubah pusat pertahanannya atau pusat pembelaannya dengan memindah-mindahkan pasukannya. Ringkasnya: Gerak Cepat dalam arti sempurna 100 % secara Veni, Vidi Vici-nya Julius Caesar, tiadalah dapat kita praktekkan dalam keadaan sekarang. Tetapi dalam beberapa Pusat pertempuran, ataupun kelak dalam semua pusat pertempuran Gerak Cepat itu dapat dijalankan. Dengan demikian, maka musuh tiada akan mendapat kesempatan buat memusatkan segala tenaganya pada salah satu tempat di depan salah satu pasukan kita. Bahwa untuk membela pasukannya, kalau terpisun, dengan jalan pindah-memindahkan pasukannya dari front yang aman ke front yang terancam musuh tiada pula akan mendapat kesempatan itu, terimewa pula kalau siasat Gerak cepat itu dimana-mana saja diperkuat dengan Perang Gerilya terus menerus.<noinclude>{{rh||64}}</noinclude> hq6gwe9t5e0cakts2dku8o0chsone0y Halaman:Gerpolek.pdf/39 104 113570 313719 2026-08-17T07:06:05Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313719 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>{{c|'''VII. SYARAT PERANG YANG TETAP.'''}} Sudah dijelaskan pada Bab VI tadi, bahwa empat anasir, ialah: #kebumian. #teknik persenjataan. #banyaknya prajurit serta. #soal tempo. sangat mempengaruhi dan malah bisa merubah-merombak siasat perang, yakni siasat membela dan siasat menyerang. Demikianlah dengan berubah bertukarnya ke-empat anasir itu dari zaman biadab ke zaman Julius Caesar, dari zaman Julius Caesar itu ke zaman Napoleon dan dari zaman Napoleon ke masa perang dunia ke-I dan ke-II, maka berubah bertukarlah pula siasat membela dan menyerang itu. Seperti sudah diuraikan lebih dahulu, maka perubahan keempat anasir itu pada perang Dunia pertama mengakibatkan perang Gerak-Cepat (Mobile warfare) TERPAKU kepada perang STELLING (Trench Warfare). Tetapi ada yang tinggal tetap ditengah-tengah perubahan besar-kecil selama ribuan tahun itu: yakni TETAP menurut pengertian kita manusia biasa! YANG TETAP itu ialah beberapa syarat untuk memperoleh kemenangan. Syarat Perang YANG TETAP selama ribuan tahun itu, yang terutama sekali diantaranya, ialah: #KETINGGIAN NILAINYA SIASAT-MENYERANG. #PENYERANGAN SEBAGAI PUKULAN BAGI KEMENANGAN TERAKHIR. #SELUK-BELUK PEMBELAAN DAN PENYERANGAN. #CARA MEMUSATKAN TENTARA. #CARA MENENTUKAN PUSAT YANG BAIK ITU. #MEMPERBEDAKAN SIASAT PERANG DENGAN POLITIK. #TEKAD MAU MENANG. Sekedang keterangan bagi satu persatunya 7 syarat tersebut:<noinclude>{{rh||38}}</noinclude> eshlxes8jf1i8f6tjvdmtu7rkeclb5m Halaman:Gerpolek.pdf/82 104 113571 313720 2026-08-17T07:07:10Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313720 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{xxx-larger|{{C|'''XIII. PERANG EKONOMI'''}}}} Di musim kita Jaya Berjuang, maka Belanda tak mempunyai tempat dan tempoh untuk memperkokoh ekonominya. Serangan dari luar dan dari dalam kota yang didudukinya memusingkan kepalanya dan mengancam jiwanya setiap hari. Setiap jam. Kebon, pabrik dan tambang tak bisa dibukanya kembali. Perdagangan dengan luar negeri tak dapat dilakukannya. Bukan saja tentara dan Laskar yang mengancam hidupnya berterang-terangan tetapi Laskar Terpendam, barisan bumi hangus, dan sabotase tiada memberi tempo kepada Belada buat berfikir dengan tenang. Bahkan keluar rumahpun tiada aman bagi Belanda. Dengan begitu, maka ekonomi Belanda kian hari kian kalut. Tak ada ganti buat delapan juta rupiah yang harus dibelanjakan setiap hari untuk mengongkosi serdadunya. UANG KELUAR berat sekali buat pikulan Belanda yang sudah amat miskin itu, sedangkan UANG MASUK tak ada. Setelah "Perang digencat" dan politik "Berunding" serta politik "damai" dijalankan, maka Belanda kembali masuk kebun, pabrik, tambang dan kantor. Di Surabaya, Semarang, Jakarta, dan Bandung, di Padang, di Palembang dan Medan; di Pontianak, Banjarmasin, dan balikpapan; di Makasar dll, tempat dia bisa kembali menyuruh buruh Indonesia, memegang mesin, mencangkul dan memikul. Semua pekerjaan itu tak bisa dilakukannya sendiri. Mulailah pula dia menjualkan hasil keringat pekerja Indonesia itu keluar Negeri berupa Karet, minyak, timah, the gula, kina dan lain-lain. Dalam suasana "damai" itu dapatlah Belanda memperkokoh ekonominya buat membelanjai serdadunya. Karena perdagangannya dengan Luar Negeri itu mulai hidup kembali, maka dapatlah pula Belanda<noinclude>{{rh||81}}</noinclude> 6d1rptcgsa9n4m2ovk13tr39br2rrff Halaman:Gerpolek.pdf/40 104 113572 313721 2026-08-17T07:07:12Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313721 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>1. KETINGGIAN NILAINYA SIASAT MENYERANG. Seperti sudah dijelaskan di atas, maka tidak saja menurut Siasat-Menyerang, tetapi juga menurut Siasat-Pembelaan, penyerangan itu harus dilakukan sampai kemenangan itu tercapai. Alasan yang tepat buat sikap menyerang itu, ialah: #Si-penyerang itu berada dalam gerakan jasmani ataupun rohani. Keadaan ini memberi kepuasan kepada watak yang aktif, yang suka beritndak, seperti seharusnya watak seseorang prajurit. Sebaliknya Si-Pembela berada dalam keadaan berhenti, menunggu, dalam keadaan pasif. Berhenti menunggu lebih mengganggu urat syarat dari pada bergerak berbuat. Apabila pula buat seorang prajurit yang berwatak bertindak, maka berhenti menunggu itu adalah satu siksaan hidup. #Si-penyerang tahu lebih dahulu dimana tempat yang akan diserangnya. Apabila kalau para penyelidik sudah memastikan lebih dahulu, bahwa tempat yang akan diserang itu adalah tempat barisan musuh, yang lalai-lemah, maka Si-penyerang tak akan mengenal lelah atau takut. Yang dalam pikiran dan perhatiannya cuma kemenangan yang sempurna dan yang harus diperoleh dengan cepat. Sebaliknya Si-pembela, yang berhenti menunggu di-belakang parit tiada tahu dari penjuru mana musuh itu akan datang, bila musuh itu akan datang. Beberapa banyaknya musuh yang akan datang itu dan apakah pula senjatanya musuh itu. Semuanya itu mendebar-debarkan jantung dan melemahkan urat syarat mereka, yang tiada berwatak sabar-tenang. 2. ENYERANGAN SEBAGAI PUKULAN BAGI KEMENANGAN TERAKHIR<noinclude>{{rh||39}}</noinclude> 5e7nem48ug9jo94hsxhphbp1jyim0ra Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/77 104 113573 313722 2026-08-17T07:07:13Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313722 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{Bold|{{sp|PENGORBANAN}}}}|||75}}</noinclude>wa boeat bisa memboenoeh orang dengen zonder dosa?" Hong-hwie tinggal boengkem, kamoedian brapa sa'at lagi baroe berkata: Teroesken, Pik, anggeplah kau eperti bitjara sama ajahmoe sendiri jang menjinta." Pik djadi heran menampak itoe perobahan. „Lelaki katarik hati sama prempoean dan prempoean katarik hati sama lelaki, inilah ada kaoemoeman: kaloe akoe tjoba menoeloeng ia, akoe tida taoe, tida mengerti, apakah akoe menjinta padanja atawa apakah akoe tjoema kasianin padanja. Tapi akoe inget, sama sekali akoe boekan artiken boeat djatohken ajah sen-diri, hanja akoe tjoema menoeloeng ......... Apa kadjelekannja menoeloeng? Apa kadjelekannja akoe menjinta padanja?" „Kau tjoema melanggar adat, anak, tida melanggar kamanoesia'an dan kodrat Allah ........" kata Hong-hwie. „Watesnja kabedjikan memang ada sama loeasnja dengen ini djagad. Akoe sendiri poen tida mengerti apa satoe kabedjikan moesti bedahken deradjat : Kaloe satoe ajah boleh kawinken anaknja sama orang satengah gila, bisa anggep ini ada satoe kabedjikan; dan apakah satoe anak jang tjoema bikin sedikit maloe, tida meroesak penghidoepannja itoe ada melanggar kabedjikan, sedeng sabenernja jang pertama tjoema boeat bangga'an-banga'an samentara jang blakangan adalah goena kabroentoengan, goena nasibnja saoemoer hidoep?" Sakiter matanja Pik jang tadinja soeda kering laloe menjoemberken aer-mata poelah. Memang kabeujikan ada kosong melompong; kabedjikan tjoema boeat reclamein diri belaka, kerna tida ada orang jang bisa dapetken artinja kabedjikan jang sedjati, dan kaloe ada jang mengakoe dirinja penoeh<noinclude></noinclude> 7uhz67ulm5ywrsr8km6oyahr0y7y0zm Halaman:Gerpolek.pdf/66 104 113574 313723 2026-08-17T07:07:15Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313723 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><div style="text-align:center;">'''NAPOLEON DENGAN GERAK CEPAT.'''</div> Dalam hukum menyerang yang sudah kita bentangkan lebih dahulu maksud SIASAT GERAK CEPAT itu sudah nyata tercantum! Sekali lagi Hukum Menyerang itu kita sebutkan buat dicamkan. Bunyinya: '''DENGAN KODRAT TERPUSAT DENGAN CEPAT DAN DENGAN SEKONYONG-KONYONG MEMECAH GELANG RANTAI PERTAHANAN MUSUH YANG LEMAH DENGAN MAKSUD MEMECAH-BELAHKAN HUBUNGANNYA ORGANISASINYA DAN AKHIRNYA MENGHANCUR LEBURKAN MUSUH ITU.''' Tiga anasir yang terpenting dalam Hukum Menyerang itu ialah: 13. Anasir Kodrat Terpusat. 14. Anasir Cepat dan 15. Anasir sekonyong-konyong. '''1. Anasir KODRAT TERPUSAT:''' Buat memusatkan tenaga di sekitar salah satu pasukan musuh, yang sudah ditentukan lebih dahulu maka Napoleon mempersiapkan perhubungan yang rapi-teratur. Semua jalan yang baik menuju ke urat-nadi musuh itu dan semua alat kendaraan harus sewaktu-waktu dapat dipergunakan selancar-lancarnya. Dalam hal ini, maka perkara lalu-lintas dan alat-kendaraan adalah anasir yang terpenting. '''2. Anasir CEPAT.''' Buat bergerak dengan cepat, maka para prajurit dari Pasukan Penyerbu itu haruslah berpakaian, berbekal dan bersenjata SE-ENTENG-ENTENGNYA. Janganlah sedikitpun juga gerak-geriknya dapat diperlambat oleh beban yang ada pada badannya! Ringkasnya: Prajurit penyerbu itu haruslah setiap detik siap buat berangkat ke arah yang diperintahkan dengan kecepatan seperti kilat halilintar. Jadi buat menyelenggarakan kecepatan beban<noinclude>{{rh||65}}</noinclude> 5uif5o89yxe9c4k703lnvfhv82h8x60 313724 313723 2026-08-17T07:07:44Z Ibrohim tijani 26379 313724 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><div style="text-align:center;">NAPOLEON DENGAN GERAK CEPAT.</div> Dalam hukum menyerang yang sudah kita bentangkan lebih dahulu maksud SIASAT GERAK CEPAT itu sudah nyata tercantum! Sekali lagi Hukum Menyerang itu kita sebutkan buat dicamkan. Bunyinya: DENGAN KODRAT TERPUSAT DENGAN CEPAT DAN DENGAN SEKONYONG-KONYONG MEMECAH GELANG RANTAI PERTAHANAN MUSUH YANG LEMAH DENGAN MAKSUD MEMECAH-BELAHKAN HUBUNGANNYA ORGANISASINYA DAN AKHIRNYA MENGHANCUR LEBURKAN MUSUH ITU. Tiga anasir yang terpenting dalam Hukum Menyerang itu ialah: 13. Anasir Kodrat Terpusat. 14. Anasir Cepat dan 15. Anasir sekonyong-konyong. '''1. Anasir KODRAT TERPUSAT:''' Buat memusatkan tenaga di sekitar salah satu pasukan musuh, yang sudah ditentukan lebih dahulu maka Napoleon mempersiapkan perhubungan yang rapi-teratur. Semua jalan yang baik menuju ke urat-nadi musuh itu dan semua alat kendaraan harus sewaktu-waktu dapat dipergunakan selancar-lancarnya. Dalam hal ini, maka perkara lalu-lintas dan alat-kendaraan adalah anasir yang terpenting. '''2. Anasir CEPAT.''' Buat bergerak dengan cepat, maka para prajurit dari Pasukan Penyerbu itu haruslah berpakaian, berbekal dan bersenjata SE-ENTENG-ENTENGNYA. Janganlah sedikitpun juga gerak-geriknya dapat diperlambat oleh beban yang ada pada badannya! Ringkasnya: Prajurit penyerbu itu haruslah setiap detik siap buat berangkat ke arah yang diperintahkan dengan kecepatan seperti kilat halilintar. Jadi buat menyelenggarakan kecepatan beban<noinclude>{{rh||65}}</noinclude> epgu2thkalvob03b7pgdo5iqcjvcsrq Halaman:Gerpolek.pdf/38 104 113575 313725 2026-08-17T07:07:47Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313725 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>berhadapan, tetapi lebih dahulu dia memotong jalan yang harus dilalui oleh bala-bantuan, berupa makanan dan kuda yang dikirimkan kepada Hannibal. Akhirnya setelah menderita kekuarangan dalam segala-galanya lahir dan batin, barulah Scipio memberikan pukulan terakhir dan mencapai kemenangan. Boleh dikatakan, bahwa Jendral Hannibal, salah satu Jendral terulung dikalahkan oleh Jendral Tempo. Sang Tempolah pula disamping keadaan sebagai penduduk sebuah pulau mengizinkan Inggris kurang mengindahkan Tentara Darat di musim damai. Dan Sang Tempo pula yang memberi kesempatan penuh buat mengadakan persiapan setelah perang meletus dan mengadakan siasat membela dalam waktu lama sekali pada permulaan perang. Ditemani terutama oleh Jendral Tempo, karena berada diseberang laut itulah maka Inggris dapat membatalkan penyerbuan Napoleon, Hindenburg dan Hitler berturut-turut. Ringkasnya perubahan empat anasir perang ialah: #keadaan bumi. #persenjataan. #banyak prajurit. #tempo masing-masing. Atau semuanya sangat mempengaruhi merubah-merombak serta menukar Siasat Perang, baik dalam hal pembelaan ataupun dalam hal penyerbuan.<noinclude>{{rh||37}}</noinclude> cgh8n0sd3pfr5vubp2d7idjnka3jmv7 Halaman:Gerpolek.pdf/67 104 113576 313726 2026-08-17T07:08:58Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313726 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>prajuritlah yang menjadi hal yang terpenting, ialah bersama-sama dengan hal perhubungan. '''3.''' Anasir SEKONYONG-KONYONG! Dalam kedua anasir tersebut itu sudah tersembunyi pula anasir SEKONYONG-KONYONG, Kodrat terpusat, yang tahu-tahu sudah tiba menyerbu dari semua penjuru itu amat mengetarkan membingungkan dan mengacau-balaukan musuh. Semua tempat yang lemah, yang dapat dicacau-balaukan dengan penyerbuan sekonyong-konyong (Gerebraschung surprice) itu harus dilaporkan lebih dahulu oleh satu BADAN PENYELIDIK yang paling cakap. Dalam persiapan untuk melakukan penyerbuan yang sekonyong-konyong itu sampai musuh terperanjat kebingungan, maka BADAN DAN LASKAR PENYELIDIKANlah yang mengambil bagian yang terpenting. '''MAKSUD GERAK CEPAT.''' Sjahdan maka MAKSUD Gerak Cepat di Indonesia dalam keadaan seperti sekarang (17 Mei 1948) ialah untuk (1) menghancurkan pasukan musuh yang sedang bergerak, (2) menghancurkan pasukan musuh yang bersarang pada satu tempat dan (3) memperlindungi pasukan kita, yang sedang mengadakan SABOTASE besar-besaran pada salah satu daerah yang dikuasai oleh musuh. '''SATU GERAK CEPAT.''' Sebagai militer buat melakukan salah satu pada tiga kewajiban tersebut, menurut DASAR GERILYA sudahlah cukup SERIBU prajurit yang bersenjata api seperti karabin, mortir dan mitralyur. Yang seribu bersenjata ini, sebagai SATUAN PASUKAN PELOPOR haruslah dibantu oleh LASKAR RAKYAT bersenjatakan BAMBU RUNCING dan GERANAT, yang lima sampai sepuluh kali sebesar pasukan pelopor tadi. Jadi dengan ini kita perhitungkan bahwa seribu prajurit yang<noinclude>{{rh||66|}}</noinclude> h8dxfaw3i71re5wtzjrl1xmi8bz2ub7 Halaman:Gerpolek.pdf/81 104 113577 313727 2026-08-17T07:09:20Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313727 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>BOLEH diplebiscietkan lagi. Ini berarti berkhianat kepada Proklamasi!! Demikianlah kami menganggap Perang dalam arti Politik dan Diplomasi itu adalah Politik-Diplomasi-Perang. Akhirnya baiklah juga kami peringatkan kepada Rakyat/Pemuda semuanya dan kepada SANG GERILYA khususnya hasilnya sejarah Perundingan, yang dilakukan dipelbagai tempat dan pelbagai tempo antara seluruhnya bangsa Indonesia, yang jujur percaya kepada "Belanda Peminta tanah" seperti tergambar pada kisa di bawah ini: Kata sahibul Hikayat. Kisah seorang Belanda Peminta Tanah! Setelah dapat tanah sebidang, maka dipagarilah tanah itu. Sepanjang pinggir pagar itu ditanamilah ubi jalar (merambat). Ubi itu menjalar kian kemari keluar pagar menuju ke-empat penjuru alam. Setelah cukup jauh menjalar keluar, maka diangsurnyalah pagar yang semula itu, supaya dapat meliputi ubi yang sudah menjalar kian kemari itu. Memang ubi itu adalah Hak Miliknya {{...|14}}katanya: dan tanah BARU yang diliputi oleh ubinya itupun, adalah Hak Miliknya pula {{...|14}} katanya selanjutnya! Demikianlah Belanda terus menjalankan dan memagari ubinya itu sampai puas hatinya {{...|24}}!!!<noinclude>{{rh||80}}</noinclude> m66kfzunq73ucywepze0yzcrq2eggs6 Halaman:Gerpolek.pdf/52 104 113578 313728 2026-08-17T07:09:47Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313728 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>menghadapi pasuka Perancis yang menyerbu itu dengan memperlemah pasukan Von-Kluek. Dengan demikian maka Von-Kluek tak sanggup memotong “leher” yang diulurkan itu. Baru pada perang Dunia Kedua, di bawah pimpinan Hitler, maka siasat Von Schlieffen dilaksanakan dengan cemerlang dan secepat kilat. Disamping kegagalan siasat Menyerang, yang diselenggarakan di Eropa Barat itu panglima Von Hindenburg dengan jaya melakukan siasat menyerang itu terhadap pasukan tentara Caesar-Rusia. Di Rusia Timur serangan Caesar-Rusia yang kuat dan berbahaya sekali, dipatahkan oleh pasukan Jerman yang lebih kecil. Siasat menyerang dalam Perang-Gerak-Cepat, yang dapat dilakukan pada permulaan perang dunia pertama itu terpaku pada perang stelling, pada penghabisan perang dunia pertama itu. Dua tentara dari kedua pihak, yang terdiri dari jutaan prajurit, yang menduduki PARIT (Stelling) yang ratusan KM, panjangnya, berbulan-bulan lamanya hadap-menghadapi, tembak-menembak dengan tiada mendapatkan banyak kemajuan. Barulah setelah tentara Inggris/Perancis diperkuat dengan prajurit dan senjata dari Amerika barulah Tentara Sekutu dengan hujan pelor dapat menghalaukan tentara Jerman di Eropa Barat. Mulanya menghalauan itu berlaku lambat. Kemudian cepat demi cepat, sebagai akibatnya penglaksanaan petuah Jendral Foch, yang berbunyi: "Frappa toyours” ialah pukul terus menerus, sekarang disini, nanti disana, supaya musuh tak sempat bersiap menyerang, dan akhirnya kacau balau dan menyerah. Ahli Siasat Perancis sebelumnya Perang Dunia Kedua berpendapat bahwa pada Perang Dunia ke II itu, Perang Stelling atau perang paritlah pula yang berlaku seperti pada penghabisan perang dunia pertama. Berhubung dengan mendapat itu maka didirikanlah di batas Timur Perancis satu parit panjang, yang masyhur, bernama Lini Maginot, yang terdiri dari beton-besi yang lengkap dengan gudang makanan dan persenjataan untuk pertahanan yang lama sekali.<noinclude>{{rh||51}}</noinclude> jna2uk0pi3gp5gyd5irziwuaj18qkqt Halaman:Gerpolek.pdf/68 104 113579 313729 2026-08-17T07:09:48Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313729 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>dipelopori oleh satuan GERAK CEPAT, terdiri dari seribu orang maka siasat Gerak Cepat sudah dapat diselenggarakan dengan besar sekali harapan buat mendapatkan hasil yang baik. Apalagi kalau pasukan Gerak Cepat itu dapat bersandar pada satu stelling yang teguh dipinggang gunung atau dipinggir kali, yang dikelilingi oleh rombongan desa siap sedia membantu, yang kita namakan saja DAERAH GERILYA. '''3. TENTANG SIASAT GERILYA.''' '''A. MAKSUD GERILYA.''' Seperti sudah disebutkan lebih dahulu, maka siasat Gerilya itu termasuk siasat Maju-Mundur juga. Ini tiada berarti bahwa siasat Maju-Mundur itu cuma siasat Gerilya saja. Siasat Maju-Mundur itu juga boleh dilakukan oleh Tentara yang sadar dan Teratur sebagai salah satu siasat. Tetapi oleh Pasukan Pasukan Gerilya siasat Maju- Mundur adalah satu dasar yang terutama dan teristimewa. Apakah dasar perang Gerilya itu? Dasarnya ialah: MAJU untuk menghancurkan musuh dan MUNDUR supaya jangan dihancurkan oleh musuh. Memangnya ini dasar semua Peperangan! Tetapi Para Gerilya yang terdiri dari sedikit prajurit dan bersenjatakan sederhana saja, MENCAMKAN dasar maju itu dengan sekaligus! Maju-Mundur DIJALANKAN secara sekaligus pula. '''B. TAKTIK GERILYA.''' Siasat maju mundur akan lebih jelas lagi, apabila di bawah ini kita bentangkan beberapa taktik yang dengan siat harus dilakukan oleh Sang Gerilya. Taktik itu terutama:<noinclude>{{rh||67}}</noinclude> hf4gfcyfyg6pypwnzx7q9nb2r6vchzg 313730 313729 2026-08-17T07:10:19Z Ibrohim tijani 26379 313730 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>dipelopori oleh satuan GERAK CEPAT, terdiri dari seribu orang maka siasat Gerak Cepat sudah dapat diselenggarakan dengan besar sekali harapan buat mendapatkan hasil yang baik. Apalagi kalau pasukan Gerak Cepat itu dapat bersandar pada satu stelling yang teguh dipinggang gunung atau dipinggir kali, yang dikelilingi oleh rombongan desa siap sedia membantu, yang kita namakan saja DAERAH GERILYA. 3. TENTANG SIASAT GERILYA. A. MAKSUD GERILYA. Seperti sudah disebutkan lebih dahulu, maka siasat Gerilya itu termasuk siasat Maju-Mundur juga. Ini tiada berarti bahwa siasat Maju-Mundur itu cuma siasat Gerilya saja. Siasat Maju-Mundur itu juga boleh dilakukan oleh Tentara yang sadar dan Teratur sebagai salah satu siasat. Tetapi oleh Pasukan Pasukan Gerilya siasat Maju- Mundur adalah satu dasar yang terutama dan teristimewa. Apakah dasar perang Gerilya itu? Dasarnya ialah: MAJU untuk menghancurkan musuh dan MUNDUR supaya jangan dihancurkan oleh musuh. Memangnya ini dasar semua Peperangan! Tetapi Para Gerilya yang terdiri dari sedikit prajurit dan bersenjatakan sederhana saja, MENCAMKAN dasar maju itu dengan sekaligus! Maju-Mundur DIJALANKAN secara sekaligus pula. B. TAKTIK GERILYA. Siasat maju mundur akan lebih jelas lagi, apabila di bawah ini kita bentangkan beberapa taktik yang dengan siat harus dilakukan oleh Sang Gerilya. Taktik itu terutama:<noinclude>{{rh||67}}</noinclude> 6juwa02w3xjkzvk0tx7trurq42tdcp2 Halaman:Gerpolek.pdf/51 104 113580 313731 2026-08-17T07:10:23Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313731 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>Setelah Hannibal mendapatkan kemenangan yang masyhur sekali dalam sejarah kemiliteran, bilamana dia menjalankan Hukum Menyerang itu dengan cemerlang di Cannae, maka dia berbulan-bulan terpaksa berhenti di depan pintu Gerbang Rome. Dia terpaksa melakukan pengepungan, karena tiada merasa cukup kuat buat menyerbu ke dalam kota Rome dan melakukan perang dalam kota, yang berlainan pula sifatnya dengan Perang-Gerak-Cepat. Ketika dia mengepung itu, maka dia terpaksa menyaksikan, bahwa musuhnya kian hari kian kuat, sedangkan tentaranya kian hari kian lemah. Pemimpin politik bangsa Romawi sanggup memperkokoh persatuan bangsa Romawi dan memusatkan pertahanan di dalam kota. Panglima Romawi yang insyaf akan keulungan Hannibal dan Perang-Gerak-Cepat, dengan luas terbuka tiadalah mau mengukur kekuatan dan kepintaran dalam Perang-Gerak-Cepat itu. Tetapi dia melakukan alasan maju-mundur yang lama kelamaan sangat memperlemah tentara Hannibal, sehingga Hannibal terpaksa mengundurkan diri. Julius Caesar dan Napoleon lebih banyak melakukan Hukum Menyerang itu, karena mereka banyak sekali berhadapan dengan musuh diruangan luas terbuka. Pada permulaan Perang dunia Pertama, maka para Panglima Jerman merencanakan perang Gerak-Cepat, yang ditujukan ke Eropa Barat. Seorang Ahli Siasat Jerman, bernama Von Schieffen mengadakan satu rencana Siasat Menyerang untuk merebut Perancis dalam satu bulan, dengan melalui Belgia, yang bersikap netral itu. Siasat yang cermelang itu berwujud memancing pasukan Perancis memasuki Germania Selatan. Apabila pasukan Perancis itu kelak cukup jauh mengeluarkan “lehernya” ke dalam daerah Jermania Selatan itu, maka tentara Jerman di bawah Von-Kluek yang menyerbu ke Perancis Utara berkewajiban memotong “leher” (tentara) Perancis yang diulurkan itu. Cemas terhadap penyerbuan Perancis di Selatan Germania itu, maka Kepala Staf Jerman memperkuat pasukan yang<noinclude>{{rh||50}}</noinclude> rp01pmem38eb8u0qwlpoyjz554bxrbr Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/78 104 113582 313732 2026-08-17T07:11:25Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313732 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|76|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude>kabedjikan, itoelah tjoema kalantjangan belaka dari anggepan. Kabedjikan jang oemoem, kabedjikan jang digemarin oleh sabagian besar manoesia adalah tjoema itoe kabedjikan boeat bagoesken diri sendiri, boeat ambil menang sendiri, sedeng sabenernja kabedjikan baroe berarti kabedjikan apabila di sitoe disokong oleh satoe tiang pengorbanan, artinja pengorbanan jalah tida pandeng diri sendiri. „Lakoekenlah.........akoe bersedia, kerna siapa taoe kaloe itoe poen ada satoe ........ kabedjikan," achirnja Pik berkata dan serahken toeboehnja sama itoe algodjo. Hong-hwie laloe tinggal melonggong, dengen aer mata jang mengembeng di sakiter matanja ia awasin Pik dengen tida berkesip. Pik laloe pentang matanja dan awasin Hong-hwie dengen sikep tida mengerti. „Kenapa kau tetesken aer-mata, 'ntjik?" Pik laloe menanjah dengen soeara jang ampir tida kadengeran. Hong-hwie tida menjaoet, kerna itoe koetika ia lagi melajang-lajangken iapoenja pikiran di tempat jang djaoe, di itoe tempat jalah kaloe oepama ia mempoenjain satoe anak prempoean jang tjantik seperti Pik sekarang, dan oepama lagi, kaloe mendadak menampak anaknja aken ditjeboerken di dalem laoetan, bagimanakah ia nanti berboeat. „Allah, bagimanakah akoe poenja hati nanti pikir?" begitoelah Hong-hwie laloe berseroeh dalem hatinja sendiri. „'Ntjik, kenapa kau menoeng-menoeng?" kamoedian Pik menegor koetika masih meliat Hong-hwie terpekoer begitoe roepa. „Akoe lagi impihken bahoea akoe seperti mempoenjain satoe poetri sebagi kau saoetnja Hong-hwie dan kamoedian samboeng poelah lebih djaoe:<noinclude></noinclude> o92z6ygah602cqtrf7hdjkqb8oz7uoa Halaman:Gerpolek.pdf/80 104 113583 313733 2026-08-17T07:11:25Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313733 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>pengakuan atas Kedaulatan Belanda, atas seluruhnya Indonesia. Hak kedaulatannya sudah diakui inilah yang sedang dipergunakannya dengan kelicikan "Belanda meminta tanah “untuk memperoleh semua kekuasaan atas semua urusan Rakyat Indonesia. Dengan perkataan lain dia sedang berusaha keras mendapatkan kembali kekuasaannya sebagai penjajah, ialah kekuasaan 100 % atau hidup dan matinya Rakyat Indonesia. Seperti lebih dari dua tahun lampau sikap kami tetap: Berunding atas pengakuan Kemerdekaan 100 % Berhubungan dengan sikap kami yang bersandar kepada Proklamasi ini, maka bagi kami: {{Ordered list|start=25 |Soal UNI yang berada di bawah Mahkota Belanda itu bertentangan dengan Proklamasi dan Kedaulatan Rakyat. Bagi kami Kedaulatan Rakyat itu tak boleh dipindahkan (inalienable) dan tak boleh dibagi-bagi (indivisible), baik buat selama-lamanya ataupun untuk sementara tempo saja. Bagi kami Pemerintah seluruh Indonesia itu tak boleh di Abdul Kadir atau di Husein-Djajadiningratkan lagi!! |Soal Unity atau Federasi, soal Negara Republik Kesatuan atau Negara Indonesia Serikat adalah Hak dan Urusan Rakyat Indonesia sendiri. Bangsa Belanda atau bangsa manapun juga tak BERHAK mencampuri urusan pembentukan Negara Republik Indonesia itu. |Soal Ketentaraan, urusan Luar Negeri, Keuangan dll, adalah semata-mata Hak serta Urusan Rakyat Indonesia sendiri. |Soal Plebisciet adalah bertentangan dengan tulisan dan lisan PROKLAMASI.}} Rakyat pada tanggal 17 Agustus 1945 SUDAH memproklamirkan Hak Mutlaknya ke-seluruh dunia, ialah Haknya atas Kemerdekaan dan Kedaulatannya. Kemerdekaan 70 juta bangsa Indonesia pada tanah dan air seluas 4 2 juta mili persegi itu tak PERLU dan tak<noinclude>{{Rh||79}}</noinclude> 49f0u7wtgm1k9ptnbueqwjeec7d2jbf Halaman:Gerpolek.pdf/69 104 113584 313734 2026-08-17T07:11:37Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313734 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>16. Lakukanlah serangan pura-pura.<br> 17. Jangan Bertempur di lapangan terbuka.<br> 18. Mundurlah, kalau diserang oleh pasukan yang kuat.<br> 19. Kepung dan hancurkanlah pasukan musuh yang kecil.<br> 20. Pancinglah musuh ke dalam perangkap.<br> 21. terkamlah musuh dengan sekonyong-konyong.<br> 22. Pusatkan tenaga ke urat nadi musuh!<br> 23. Semberlah dengan cepat-hebat seperti kilat-petir!<br> 24. menghilanglah dengan cepat-tak-kelihatan seperti topan!<br><br> Taktik Gerilya yang kita kenal juga dengan perkataan tipu (perang) adalah berbagai ragam. Veteran Gerilya Aceh umpamanya tak akan putus-putusnya menceritakan pelbagai tipu yang dijalankan oleh para gerilya disana selama perang besar dan kecil dari tahun 1872 sampai 1908. Banyak sekali tipu yang dapat didasarkan kepada kepentingan hidup serdadu musuh. Serdadu musuh yang lapar boleh dipancing masuk perangkap piyeh seorang dua gerilya yang pura-pura mengangkat bahan makanan seperti sayur, padi, ayam, kerbau dll di depan musuh. Atau seorang dua gerilya berpakaian wanita bisa melenggang-lenggang di depan mata serdadu musuh!! Serdadu musuh yang kelaparan dalam segala-gala itu dapat dilucuti dan disingkirkan di sekitar perangkap yang sudah disiapkan lebih dahulu. Perang Gerilya di Tiongkok yang sudah berlaku puluhan tahun lamanya itu, serta sejarah perang kita sendiri sudah memberi bukti yang sejelas-jelasnya, bahwa taktik Gerilya itu bisa mendapatkan senjata apa saja dari musuh, walaupun SANG GERILYA sendiri cuma bermodalkan senjata bambu runcing saja. C. SATUAN GERILYA. Pasukan Gerilya yang terdiri dari LIMA PULUH orang, bersenjatakan karabin, bersama satu dua mortir atau mitraliyur sanggup mendapatkan hasil yang mengagumkan! Satuan Gerilya yang terdiri dari lima puluh orang itu, haruslah dijadikan PASUKAN PELOPOR<noinclude>{{rh||68}}</noinclude> 616c1j1xid1vv4a1qxs6ucvri44bugh Halaman:Gerpolek.pdf/70 104 113585 313735 2026-08-17T07:12:26Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313735 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>untuk memimpin LASKAR RAKYAT yang lima sampai sepuluh kali sebesar itu, yang bersenjatakan bambu-runcing, golok, granat. Gabungan Laskar Gerilya Rakyat, yang terdiri dari tiga ratus sampai enam ratus orang itu adalah Pasukan Militer yang dahsyat buat menghancurkan CONVOOI (kiriman) dan pos musuh yang terdepan serta buat merampas gudang persenjataan musuh! Laskar Gerilya sebesar itu, apabila bisa bergerak-cepat (sekarang dia terdengar menyerbu disini, besok disana, cepat datang dan cepat hilang, sampai tiada kelihatan) adalah sampai membingungkan, menggelisahkan dan menakutkan musuh seolah-olah musuh berada dipinggir kawah gunung: Tak tahu kapan akan ditimpa mara bahaya.<br><br> '''D. BEBERAPA SIFAT SANG GERILYA.'''<br><br> Untuk melakukan semua gerakan yang cepat seperti kilat halilintar dan mengambil tindakan yang cepat penuh bahaya itu, haruslah Sang Gerilya mempunyai sifat yang istimewa pula, yang berhubungan dengan Akal, Perasaan, Kemauan, watak, serta Budi Pekerti. Tiada saja Sang Gerilya membutuhkan sifat itu sebagai seorang bertindak, tetapi juga sebagai seorang pemimpin pasukan.<br><br> Sang Gerilya haruslah dengan tenaga-tegap menghadapi musuh mempergunakan keadaan alam, tempat, tempo, orang dan senjata.<br><br> Sang Gerilya sedang melakukan siasat maju-Mundur itu, tak mengenal putus asa, melainkan selalu memegang tekad-ketidakberanian dan kepercayaan atas kemenangan, pantang menyerah, walaupun menghadapi ancaman dari semua penjuru.<br><br> Sang Gerilya yang berlaku seperti kakak kepada yang lebih muda seperti adik kepada yang lebih tua oleh karena kebijaksanaannya serta pengetahuan atau kesanggupan. Tiap-tiap prajuritnya Sang Gerilya<noinclude>{{rh||69}}</noinclude> o6eq1k21rsz9wcld4qcc7lu97vcxf42 Halaman:Gerpolek.pdf/79 104 113586 313736 2026-08-17T07:12:53Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313736 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Kami mau berunding dengan Belanda, sesudahnya Kemerdekaan Indonesia DIAKUI. Sebagai akibatnya pengakuan itu, maka tentara Belanda harus meninggalkan Pantai dan Lautan Indonesia. Jika Tentara itu toch TIDAK ditarik kembali, maka Belanda boleh di anggap MUSUH. Dan memangnya HAK-MILIK-MUSUH itu wajib disita. Ini adalah cocok dengan Hukum Perang dan Hukum Internasional. Buat menjamin supaya Rakyat/Pemuda bisa terus bertempur MEMBELA Kemerdekaan Indonesia yang sudah diproklamirkan pada 17 Agustus 1945 itu, maka PERSATUAN PERJUANGAN menuntut diadakan PEMERINTAH RAKYAT dan TENTARA RAKYAT. Demikianlah kami melakukan kewajiban kami sebagai warga negara Indonesia. Tetapi suara kami tiada didengarkan! Bahkan diberangus! Kami ditangkap atas permintaan Delegasi (???). Dengan demikian maka perundingan yang kami tolak, karena tiada beradasarkan atas pengakuan Kemerdekaan 100% itu, berjalan terus sampai lebih dari dua tahun lamanya. Hasilnya? Dengan terus memperkuat tentara, politik, dan perekonomian, maka Belanda terus-menerus merampas dan menuntut kian lama kian banyak, dengan suara keras demi keras! Sekarang (Mei 1948) sisa kekuasaan, yang sebenarnya atas seluruhnya Indonesia, yang tinggal di tangan Pemerintah Republik, tak lebih dari 10 % yang sedia-kala. Dan Belanda masih terus menjalankan politik diplomasi, yang di Minangkabau sudah lama terkenal dengan penuh (ejekan): Seperti Belanda meminta tanah! Demikianlah dalam perundingan selama lewat dua tahun ini, pengakuan atas Hak-Miliknya Belanda sudah menjalar menjadi<noinclude>{{rh||78}}</noinclude> jfbbz0av3nzic5hg0u9xhy1hz9drhe8 Halaman:Gerpolek.pdf/47 104 113587 313737 2026-08-17T07:13:03Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313737 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>merebut jajahan yang sudah berada di tangannya Inggris, Perancis dan Belanda. Jadi karena itulah maka tiada mengherankan kita kalau para ahli militer Jermanlah yang bermula dapat membentuk KARANGAN-KEMILITERAN yang tersusun (sistematis) logis dan consistent. Para ahli militer Jermanlah yang permata sekali membentuk formule (ketetapan) dari hukumnya SIASAT-MENYERANG itu. HUKUM-PERANG itu lebih kurang berbunyi: Dengan Kodrat terpusat, dengan cepat dan dengan sekonyong-konyong memecahkan gelang rantai pertahanan musuh yang lemah dengan maksud memecah-belahkan hubungan organisasinya dan akhirnya menghancurkan musuh itu. Tampaklah sudah beberapa anasir yang terpenting dalam hukum itu. Kalau hukum itu kita kupas maka kita memperoleh: #Anasir kodrat yang terpusat. #Anasir kecepatan. #Anasir sekonyong-konyong. #Anasir Gelang lemah di rantai pertahanan musuh. #Anasir hubungan organisasi musuh. #Anasir tekad menghancurkan musuh. Semuanya anasir itu adalah penting satu-persatunya dan lebih penting lagi kalau semuanya dipersambungkan. 8. Panglima perang harus MEMUSATKAN tenaganya lebih dahulu sebelum dia menyerang. Menyerang dengan kekuatan yang tiada seimbang, mungkin akan percuma atau akan membahayakan yang menyerang saja. 9. Anasir CEPAT itu adalah amat penting: apalagi kalau disambung dengan (3) Anasir sekonyong-konyong yang cepat dan sekonyong-konyong tiba di belakang musuh, tentu tak akan menjumpai perlawanan musuh yang sempurna. Tetapi siapa yang menyerang dengan lambat akan mudah diketahui oleh musuh. Dan<noinclude>{{rh||47}}</noinclude> dtisg1qvtyg4r6xar6dmm3j18mncm8q Halaman:Gerpolek.pdf/48 104 113588 313738 2026-08-17T07:13:41Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313738 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>mudah pula musuh mempersiapkan dirinya buat mempertahankan diri. 4. Pasukan yang menyerang GELANG RANTAI yang kuat sukar mendapatkan hasil yang memuaskan. Mungkin pasukan itu sendiri akan mendapat pukulan yang hebat. 5. Barang siapa dapat MEMECAH BELAHKAN pasukan musuh dengan menggempur tempat yang MEMPERHUBUNGKAN satu bagian pasukan musuh dengan bagian pasukan musuh yang lainnya akan bisa memusatkan tenaga untuk memukul pecah belahkan musuh itu. Inilah kemenangan permualaan yang baik buat melakukan anasir (6) yakni TEKAD menghancur-leburkan musuh. Seperti sudah disebutkan di atas para ahli di zaman lampau juga sudah lebih kurang menganut sebagian atau seluruhnya paham yang termaktub dalam HUKUM MENYERANG itu. Memangnya pula beberapa kemenangan Napoleon, yang oleh para ahli dianggap gilang gemilang, selalu berdasarkan atas HUKUM MENYERANG, seperti kita cantumkan di atas tadi. Sebelumnya dan sesudahnya Napoleon, maka sudah banyak pula Panglima Perang yang mengucapkan petuah perang yang berarti Friedrich Besar, Raja Prusia, yang hidup sebelum Napoleon berkata, bahwa: “barang siapa yang hendak mempertahankan seluruh barisannya, orang itu tiada akan dapat mempertahankan SESUATU apa”. Artinya itu Panglima yang tiada berani mengurangi prajurtinya pada beberapa bagian, buat dipusatkan pada PASUKAN PENYERANG; yang ditujukan kepada gelang-rantai pertahanan musuh, yang sudah ditujukan kepada gelang-rantai pertahanan musuh, yang sudah ditentukan maka Panglima yang terlampau “AWAS-WASPADA” itu akan mengalami “PUKULAN TERPUSAT” dari lawannya yang lebih berani nekad. Petuah Friedrich ini diucapkan pula oleh Panglima Hindenburg pada<noinclude>{{rh||47}}</noinclude> 28xm8hsqq4w8iqw0prsk4hw94cngepb Halaman:Gerpolek.pdf/71 104 113589 313739 2026-08-17T07:14:08Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313739 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>diterima perintahnya oleh Pasukannya buat dijalankan dengan segala ketaatan dan kecepatan.<br><br> 4. SIASAT KOMBINASI.<br> Yang kita maksudkan dengan kombinasi (gabungan) ialah Kombinasi dari Siasat Perang Stelling, Siasat Gerak-Cepat dan Siasat Gerilya. Maksud Siasat Kombinasi itu ialah untuk mengatasi gerakan musuh yang bergabung pula. Seandainya musuh menduduki tiga benteng atau bergerak dari tiga pangkalan, yang satu sama lainnya bantu- membantu, maka kitapun harus mengadakan koordinasi dan kombinasi dalam pembelaan atau serangan kita. Dengan memakai satu stelling yang kuat atau dua tiga stelling yang di-koordinir sebagai pangkalan, maka kita pun dapat memajukan pasukan Gerak-Cepat atau Laskar Gerilya atau keduanya untuk mematikan gerakan musuh ataupun merebut benteng pertahanan musuh. Yang pentingnya dalam hal ini ialah koordinasi KOMBINASI dari beberapa pasukan yang kita majukan atau terpaksa dimundurkan. Jangan maju dengan tiada serempak dan jangan hendaknya mundur kacau balau!<br><br> ''Satuan Siasat Kombinasi!''<br><br> Sebagai satuan buat melakukan pembelaan atau penyerbuan yang di-koordinir dan di-kombineer itu perlulah dipakai satu DIVISI, yang bersenjatakan karabin, mortir dan mitraliyur. Satuan Kombinasi ini bisa dibantu oleh Laskar Rakyat lima atau sepuluh kali sebesar itu. Dengan lima puluh ribu sampai seratus ribu tentara Kombinasi semacam itu kita akan sanggup membela atau merebut satu daerah atau propinsi. Terutama pula, kalau kita bisa mendapatkan satu daerah pegunungan sebagai pusat stelling satu daerah Gerilya sebagai membantu makanan dll. Dan satu Pasukan Gerak Cepat sebagai STOSS-TRUPPE (pelopor), maka sebagian besar dari tentara musuh akan terpaku atau terkubur disana! Apa lagi pula,<noinclude>{{rh||70}}</noinclude> t6ot7rt5lgr8remegpp1tixn3u9el3i Halaman:Gerpolek.pdf/49 104 113590 313740 2026-08-17T07:14:11Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313740 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>masa perang dunia ke I dengan perubahan kalimat yang berbunyi: “Orang harus selalu menyerang dengan mengadakan Pemusatan”. Berapa pula pentingnya anasir CEPAT dan anasir sekonyong-konyong itu, kita pelajari dari siasat dan tindakan Hannibal, yang dengan tentara dan kuda serta gajahnya melintasi gunung Alpen yang tinggi, jurang dan penuh salju. Dengan tiada disangka-sangka oleh Panglima Romawi maka sekonyong-konyong Hannibal sudah berada di Italia. Tentara Rumawi yang terpaksa dikumpulkan dan dikerahkan dengan tergesa-gesa dan sembarangan dengan mudah sekali dapat dihancur leburkan oleh Hannibal. Begitu CEPAT dan begitu SEKONYONG-KONYONG Caesar menjalankan HUKUM MENYERANG seperti termaktub pada permulaan karangan ini tadi, sehingga kemenangan yang diperolehnya di atas Tentara Egypte demikian cepat dan begitu sempurna sehingga dia dapat mencatatkan seluruhnya peristiwa perang di Egypte dengan tiga kata saja, ialah VENI, VIDI, VICI! (Saya lihat, saya gempur dan saya kalahkan!).<noinclude>{{rh||48}}</noinclude> oisx2jqcervn6dgh62vxk1o1yuf42wx Halaman:Gerpolek.pdf/50 104 113591 313741 2026-08-17T07:14:57Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313741 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>{{c|'''IX. PENGLAKSANAAN HUKUM MENYERANG.'''}} Seperti kita sudah jelaskan di atas tadi, maka hukum menyerang itu terutama dilakukan untuk mendapatkan kemenangan dalam sesuatu peperangan yang bersifat bergerak. Dengan perkataan lain Hukum Menyerang itu berlaku dengan leluasa dalam Perang-Gerak-Cepat (Mobile Warfare). Tetapi dalam Perang-Stelling (Loopgraven-onring atau Trench-Warfare) atau dalam perang menghadapi Benteng, maka tentulah Hukum Menyerang itu tiada dapat dilakukan. Dalam sejarahnya Iskandar Zulkarnaen kita baca, bahwa dia melakukan perang gerak cepat menghadapi kita hanya, bahwa dia melakukan perang gerak cepat menghadapi Raja Persia. Disinilah dia melaksanakan Hukum-Menyerang itu dengan gilang-gemilang. Dengan tentara yang cuma terdiri dari empat puluh ribu prajurit, tetapi tersusun dan terlatih, dia sekonyong-konyong dan secepat kilat menunjukkan pasukan istimewanya ke pusat tentara musuh, ialah kepada Markasnya Raja Persia sendiri. Dengan hancurnya Markas Besar itu, maka pecah-belah, kacau-balau dan kalahlah tentara Persia yang terdiri dari satu juta prajurit itu, atau 25 kali sebesar tentara Yunani di bawah pimpinan Iskandar. Tetapi selainnya dari Perang-Gerak Cepat, Iskandar sering pula terpaksa berhenti, kalau dia menghadapi kota yang diperlindungi oleh benteng, berupa dinding batu yang kokoh yang dipertahankan oleh prajurit pula. Dalam keadaan begini, maka Iskandar terpaksa menjalankan siasat mengepung, sampai dinding batu itu bisa dirobohkan atau dilintasi dan tentara pembelanya ditaklukkan. Atau sampai penduduk prajurit yang dikepung itu menyerah kalah, karena kekurangan makanan dan air atau mulai musuhan, karena diserang oleh wabah penyakit.<noinclude>{{rh||49}}</noinclude> ed3wbsa92706lwcd4pghw2hduvo9r8d Halaman:Gerpolek.pdf/78 104 113592 313742 2026-08-17T07:14:59Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313742 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>membatalkan pengakuan Negara Asing atas KEMERDEKAAN yang sudah DIPROKLAMIRKAN oleh Rakyat dan Pemuda sendiri itu. Bukankah dengan begitu Proklamasi Kemerdekaan akan menjadi LELUCON DUNIA dan SEJARAH. {{Ordered list|start=9 |Hal ketentaraan ini sedang menjadi soal yang hangat!! Rekonstruksi (!) dan rasionalisasi (!) yang sedang dijalankan ini mungkin sekali akan menimbulkan akibat yang tidak disangka-sangka dan diharapkan oleh pengamat kemerdekaan (ketika Mei 1948). |Menyerah terus atau {{...|19}} bertempur!!!}} Buat kami maksud Belanda sudah jelas sebelumnya Belanda kembali pada permulaan tahun 1946 ke Indonesia! SIFATNYA imperialisme Belanda mengakibatkan Belanda mengambil sikap seperti yang berlaku selama perundingan lebih kurang 2 tahun di belakang ini. Sifatnya imperialisme Belanda mengakibatkan dia tiada bisa (walaupun dia mau!) memberi konsesi yang berarti kepada Rakyat Indonesia! Apa lagi MENGAKUI Kemerdekaan Indonesia dan menerima segala konsekuensi pengakuan Kemerdekaan itu. Pengakuan Kemerdekaan Indonesia itu berarti runtuhnya Negara Nederland dan miskin-melaratnya Rakyat Belanda! Buat menyaksikan benar-tidaknya perkaan kami ini, kami persilahkan para pembaca yang budiman membaca RISALAH kami yang lain-lain! (Salah satunya ialah Risalah Massa Aksi, yang ditulis pada pertengahan tahun 1926). Maka berhubung dengan paham kami tentangan Sifat imperialisme Belanda itulah, maka kami pada tanggal 1-4-5 bulan Januari tahun 1946 dalam Kongres Persatuan Perjuangan memajukan tuntutan: "BERUNDING ATAS PENGAKUAN KEMERDEKAAN 100% SERTA MENUNTUT PENSITAAN HAK-MILIK-MUSUH."<noinclude>{{rh||77}}</noinclude> rc03tuffben6yujhi0l1jro2pamgmyz Halaman:Gerpolek.pdf/72 104 113593 313743 2026-08-17T07:15:03Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313743 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>kalau penyerangan Tentara Kombinasi itu serempak dan serentak dijalankan “frappe toujours!” pada 13 daerah di Indonesia (tiga di Jawa, tiga di Sumatera, tiga di Kalimantan, tiga di Sulawesi dan satu di Maluku), maka tentara Belanda yang kecil dan tak tinggi harga keprajuritannya itu niscaya akan menemui kecelakaan 13 pula. Satu Daerah saja, ialah Aceh dibela oleh Sang Gerilya yang bersenjatakan rencong saja sudah Tak DAPAT seluruhnya ditaklukkan oleh belanda selama hampir empat puluh tahun!!! Apalagi Indonesia, kalau dipertahankan oleh seluruhnya Rakyat, dengan senjata yang jauh lebih lengkap, sambil mempergunakan semua siasat-perang, yang dipusatkan kepada SIASAT GERILYA itu!!!!<noinclude>{{rh||71}}</noinclude> ccxnl1inrnxnj7dhtv2frfkfc0iv7jn Halaman:Gerpolek.pdf/73 104 113594 313744 2026-08-17T07:15:55Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313744 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>'''XII. PERANG POLITIK<br> DIPLOMAT.''' Laksamana Mountbatten belakangan ini menjadi Raja Muda Inggris di India, pernah mengakui, bahwa dengan jalan perang besar-besaran Rakyat Indonesia tak akan mungkin dapat ditaklukkan oleh Tentara Belanda! Pengakuan itu diucapkan pada tahun 1945 ialah di musim Rakyat Jaya Berjuang. Pada tanggal 15 November 1946 itu tentara Inggris terpaksa meninggalkan Indonesia, karena dia tidak dari luar dan dari dalam. Di Amerika makin keras suara diperdengarkan buat menyeruh menarik kembali tentara Inggris. Diperingatkan kepada Inggris, bahwa kewajiban tentaranya di Indonesia hanyalah buat melucuti Jepang, dan mengurus tawanan bangsa Eropa. Bukanlah buat memerangi atau menjajah Rakyat Indonesia! Australia membantu revolusi Indonesia dengan pemogokan terhadap kapal Belanda yang berangkat ke Indonesia. Dunia Arab dan Filipina menunjukkan simpati dan berakar dalam. Rakyat Inggris sendiri, yang sudah jemu perang itu menuntut kembali tentaranya dari Indonesia. Di samping semuanya itu perlawanan rakyat Pemuda Indonesia terhadap tentara Inggris banyak mendapatkan hasil berupa senjata. Sementara dan Jawa sudah mulai berlaku penyerahan Ghurka secara besar dan besar. Penyerahan Ghurka itu khususnya dan kemungkinan menangnya revolusi Indonesia umumnya amat menggelisahkan Inggris. Imperialisme Inggris takut kalau-kalau kejadian revolusi Indonesia kelak menular ke India, Birma, Malaya dll. Jajahannya, yang pada masa itu sedang memperjuangkan kemerdekaannya pula. Demikianlah ditetapkan oleh Inggris, bahwa tentaranya itu akan ditarik kembali pada akhir pertengahan bulan November tahun 1946.<noinclude>{{rh||72}}</noinclude> qw5sjsgp7h7xrnbcjjed9o5cotdsj3x 313745 313744 2026-08-17T07:16:44Z Ibrohim tijani 26379 313745 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>'{{rh||''XII. PERANG POLITIK'''<br> '''DIPLOMAT.'''}} Laksamana Mountbatten belakangan ini menjadi Raja Muda Inggris di India, pernah mengakui, bahwa dengan jalan perang besar-besaran Rakyat Indonesia tak akan mungkin dapat ditaklukkan oleh Tentara Belanda! Pengakuan itu diucapkan pada tahun 1945 ialah di musim Rakyat Jaya Berjuang. Pada tanggal 15 November 1946 itu tentara Inggris terpaksa meninggalkan Indonesia, karena dia tidak dari luar dan dari dalam. Di Amerika makin keras suara diperdengarkan buat menyeruh menarik kembali tentara Inggris. Diperingatkan kepada Inggris, bahwa kewajiban tentaranya di Indonesia hanyalah buat melucuti Jepang, dan mengurus tawanan bangsa Eropa. Bukanlah buat memerangi atau menjajah Rakyat Indonesia! Australia membantu revolusi Indonesia dengan pemogokan terhadap kapal Belanda yang berangkat ke Indonesia. Dunia Arab dan Filipina menunjukkan simpati dan berakar dalam. Rakyat Inggris sendiri, yang sudah jemu perang itu menuntut kembali tentaranya dari Indonesia. Di samping semuanya itu perlawanan rakyat Pemuda Indonesia terhadap tentara Inggris banyak mendapatkan hasil berupa senjata. Sementara dan Jawa sudah mulai berlaku penyerahan Ghurka secara besar dan besar. Penyerahan Ghurka itu khususnya dan kemungkinan menangnya revolusi Indonesia umumnya amat menggelisahkan Inggris. Imperialisme Inggris takut kalau-kalau kejadian revolusi Indonesia kelak menular ke India, Birma, Malaya dll. Jajahannya, yang pada masa itu sedang memperjuangkan kemerdekaannya pula. Demikianlah ditetapkan oleh Inggris, bahwa tentaranya itu akan ditarik kembali pada akhir pertengahan bulan November tahun 1946.<noinclude>{{rh||72}}</noinclude> f9ct0u108szm34yz5vh1uq4gqce1b6c 313748 313745 2026-08-17T07:17:11Z Ibrohim tijani 26379 313748 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh||XII. '''PERANG POLITIK'''<br> '''DIPLOMAT.'''}} Laksamana Mountbatten belakangan ini menjadi Raja Muda Inggris di India, pernah mengakui, bahwa dengan jalan perang besar-besaran Rakyat Indonesia tak akan mungkin dapat ditaklukkan oleh Tentara Belanda! Pengakuan itu diucapkan pada tahun 1945 ialah di musim Rakyat Jaya Berjuang. Pada tanggal 15 November 1946 itu tentara Inggris terpaksa meninggalkan Indonesia, karena dia tidak dari luar dan dari dalam. Di Amerika makin keras suara diperdengarkan buat menyeruh menarik kembali tentara Inggris. Diperingatkan kepada Inggris, bahwa kewajiban tentaranya di Indonesia hanyalah buat melucuti Jepang, dan mengurus tawanan bangsa Eropa. Bukanlah buat memerangi atau menjajah Rakyat Indonesia! Australia membantu revolusi Indonesia dengan pemogokan terhadap kapal Belanda yang berangkat ke Indonesia. Dunia Arab dan Filipina menunjukkan simpati dan berakar dalam. Rakyat Inggris sendiri, yang sudah jemu perang itu menuntut kembali tentaranya dari Indonesia. Di samping semuanya itu perlawanan rakyat Pemuda Indonesia terhadap tentara Inggris banyak mendapatkan hasil berupa senjata. Sementara dan Jawa sudah mulai berlaku penyerahan Ghurka secara besar dan besar. Penyerahan Ghurka itu khususnya dan kemungkinan menangnya revolusi Indonesia umumnya amat menggelisahkan Inggris. Imperialisme Inggris takut kalau-kalau kejadian revolusi Indonesia kelak menular ke India, Birma, Malaya dll. Jajahannya, yang pada masa itu sedang memperjuangkan kemerdekaannya pula. Demikianlah ditetapkan oleh Inggris, bahwa tentaranya itu akan ditarik kembali pada akhir pertengahan bulan November tahun 1946.<noinclude>{{rh||72}}</noinclude> p666pueashlys2fm5cbx6zprwjf4rp2 313749 313748 2026-08-17T07:17:28Z Ibrohim tijani 26379 313749 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh||'''XII. PERANG POLITIK'''<br> '''DIPLOMAT.'''}} Laksamana Mountbatten belakangan ini menjadi Raja Muda Inggris di India, pernah mengakui, bahwa dengan jalan perang besar-besaran Rakyat Indonesia tak akan mungkin dapat ditaklukkan oleh Tentara Belanda! Pengakuan itu diucapkan pada tahun 1945 ialah di musim Rakyat Jaya Berjuang. Pada tanggal 15 November 1946 itu tentara Inggris terpaksa meninggalkan Indonesia, karena dia tidak dari luar dan dari dalam. Di Amerika makin keras suara diperdengarkan buat menyeruh menarik kembali tentara Inggris. Diperingatkan kepada Inggris, bahwa kewajiban tentaranya di Indonesia hanyalah buat melucuti Jepang, dan mengurus tawanan bangsa Eropa. Bukanlah buat memerangi atau menjajah Rakyat Indonesia! Australia membantu revolusi Indonesia dengan pemogokan terhadap kapal Belanda yang berangkat ke Indonesia. Dunia Arab dan Filipina menunjukkan simpati dan berakar dalam. Rakyat Inggris sendiri, yang sudah jemu perang itu menuntut kembali tentaranya dari Indonesia. Di samping semuanya itu perlawanan rakyat Pemuda Indonesia terhadap tentara Inggris banyak mendapatkan hasil berupa senjata. Sementara dan Jawa sudah mulai berlaku penyerahan Ghurka secara besar dan besar. Penyerahan Ghurka itu khususnya dan kemungkinan menangnya revolusi Indonesia umumnya amat menggelisahkan Inggris. Imperialisme Inggris takut kalau-kalau kejadian revolusi Indonesia kelak menular ke India, Birma, Malaya dll. Jajahannya, yang pada masa itu sedang memperjuangkan kemerdekaannya pula. Demikianlah ditetapkan oleh Inggris, bahwa tentaranya itu akan ditarik kembali pada akhir pertengahan bulan November tahun 1946.<noinclude>{{rh||72}}</noinclude> rkr7qbfshalomjhsmab3vberlao2iau Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/79 104 113595 313746 2026-08-17T07:16:47Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313746 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{Bold|{{sp|PENGORBANAN}}}}|||77}}</noinclude>„Kau boekan jang pertama, anak, ada banjak laen korban lebih doeloe dari kau, jang serahken nasibnja padakoe. Tapi tjoema kau sekarang jang mengheranken padakoe, jalah kenapa kau belon pernah meminta ampoen?" „Akoe soeda minta ampoen sama ajahkoe, ia tida kasi: abis pada siapa lagi akoe minta?" saoetnja Pik. „Pada Allah, pada akoe......" „Akoe tida berdosa sama Allah, dan poen akoe tida berdosa padamoe ........?" „Ja, ja, anak, kau tjoema berdosa sama ajahmoe, tida pada kabedjikan, kaloe oepama itoe dianggep dosa," kata Hong-hwie lebih djaoe. „Maka kaloe oepama sekarang ada malaekat kasi kau hidoep, bagimana...?" „Pik soeda mati di pemandengan mata ajahnja, dan sekarang ini tjoema tinggal restant toeboeh jang soeda tida ada artinja............." „Kaloe akoe lepasken kau, singkirken atawa semboeniken kau di satoe tempat jang sentousa .......?" „Dan itoelah ada laoetan di sini ......." "Boekan akoe artiken begitoe, akoe poenja maoe jalah bawa kau ka laen kota ............... ?" „Kau poen salah artiken, 'ntjik: maksoednja akoe poenja oetjapan tadi jalah akoe kira ini laoetan ada lebih tentrem, lebih sentousa, lebih soetji dari pada akoe kaleleran di loearan. Boekan begini, 'ntjik ?" „Kaloe itoe goena kau poenja kapentingan sendiri: tapi kaloe goena kau poenja iboe .....?" „'Ntjik.......... Allah lindoengin padanja ............" Pik laloe djatohken kepalanja di pangkoeannja Hong-hwie dengen sasenggoekan. „Diam, anak, akoe nanti panggil satoe toekang praoe, prentah ia bawa belajar kau ka Toeban, di sana ada tinggal akoe poenja 'nko jang baek, boekan se-<noinclude></noinclude> 4ww08h59bxwyq713ujjwt3b26iik6sq Halaman:Gerpolek.pdf/29 104 113596 313747 2026-08-17T07:16:49Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313747 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>nyata kelihatan dari jauh dan terutama tempat yang dapat memberikan pukulan yang hebat terhadap Penyerang. Di zaman lampau benteng beserta perisailah alat terutama untuk melindungi diri prajurit. Tetapi perlindungan semacam kuno itu tak berharga lagi di zaman perang modern ini; menghadapi meriam, roket, bom atom, alat bactereologis, biologis, dan klimatologis di masa depan. Di daratan perang modern pun menghendaki benteng, tetapi aturan (teknik) membikin dan benda, zat serta alat pembikinnya jauh berbeda dari pada di zaman kuno. Pembelaan yang penting buat di lautan di zaman modern, ialah kapal selam dan di udara pesawat penggempur (fighter). Si Penyerang mengutamakan alat kendaraan yang cepat buat bergerak, senjata yang dahsyat buat membinasakan musuh dari jarak jauh. Di zaman kuno kuda, panah, bedil dan meriam kolot sudah cukup buat alat penyerang. Tetapi di zaman perang modern alat semacam itu tak dipakai lagi. Buat penyerang di darat didapati tank, meriam dan roket. Buat penyerang di laut dipakai kapal penggempur pesawat bomber Jet yang terbang lari 600 mil kurang lebih 1000 km atau lebih dalam satu jam, yaitu kelak dapat menaburkan wabah penyakit atau zat yang dapat menghancur-leburkan tanah, rumah, tanaman, hewan dan manusia dalam ruang yang besar di atas bumi kita ini. Adapun artinya pembelaan itu tiadalah DIAM MENUNGGU musuh begitu saja dengan senjata di tangan. Tiadalah berarti menghantam musuh kalau musuh menyerang dan berhenti menghantam kalau musuh tiada kelihatan. Pepatah kemiliteran yang manjur tepat bebunyi: “PEMBELAAN YANG SEBAIK-BAIKNYA IALAH DILAKUKAN DENGAN MENYERANG”. Maknanya pembelaan itu bukanlah berarti diam-menunggu saja, melainkan menunggu sambil<noinclude>{{rh||28}}</noinclude> l0l62nywakpctm9u5oyp1q8znps9ygb Halaman:Gerpolek.pdf/77 104 113597 313750 2026-08-17T07:17:29Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313750 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>SELURUHNYA Indonesia. Karena Republik cuma sebagian saja, dan malah sebagian kecil saja dari SELURUHNYA Indonesia, maka Belanda menuntut berlakunya kedaulatan atas ketentaraan, urusan luar negeri dan keuangan Republik. Dalam perjanjian Linggarjati sudah dituliskan pula bahwa Belanda dan Indonesia akan "kerja sama" dalam urusan kebudayaan. Barulah kemudian dalam penafsiran dan pelaksanaan ternyata, bahwa yang dimaksudkan oleh Belanda dengan “KERJA SAMA" itu ialah KEDAULATAN BELANDA dalam segala yang berhubungan dengan kenegaraan. BERHUBUNGAN DENGAN ITU MAKA: ''Tuntutan Belanda.'' {{Ordered list| |Dalam Uni (Persekutuan) Indonesia-Belanda diadakan kabinet KERAJAAN dan Dewan Perwakilan KERAJAAN. |Walaupun Belanda tak menyebut begitu, tetapi maksudnya ialah, supaya PEMERINTAH KERAJAAN itu (Kabinet dan Dewan) berada di atas Pemerintah Negara Indonesia Serikat. |Supaya urusan luar Negeri dikembalikan kepada Belanda yang memegang kedaulatan atas seluruhnya Indonesia jadi akibat dari pengakuan beberapa Negara Arab atas Republik jangan dilanjutkan dan dipergunakan oleh Republik. |Supaya TENTARA Republik DIBUBARKAN saja (inipun oleh Belanda dianggapnya cocok dengan kedaulatannya). |Hal keuangan, plebisciet, dll. Dsb{{...|15}} <br>''Sikap Pemerintah Indonesia.'' |UNI itu adalah persektuan dari DUA NEGARA merdeka ialah Negara Nederland dan Negara Indonesia Serikat. |Pemerintah Indonesia ingin Belanda mengakui kedaulatan dan kemerdekaan Negara Indonesia Serikat. Jadi NIS itu jangan berada DIBAWAH kedaulatan Pemerintah UNI |Pemerintah Republik sedang memperjuangkan (?) dan mempertimbangkan (?) tuntutan Belanda itu!! Sukar bagi republik}}<noinclude>{{rh||76}}</noinclude> 3waktudpchtjv1vco020p6hhkjw646u Halaman:Gerpolek.pdf/28 104 113598 313751 2026-08-17T07:17:40Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313751 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>{{c|'''V. SOAL PERANG'''}} SOAL POKOK dalam peperangan cuma dua ialah pertama SOAL MEMBELA dan kedua SOAL MENYERANG. Dalam perjuangan hewan melawan hewan, di darat, di air dan di udara, dalam perjuangan manusia melawan hewan atau dalam perkelahian manusia seorang melawan seorang, serta tentara melawan tentara, maka SOAL MEMBELA dan MENYERANG itulah yang menjadi DUA POKOK perhatian. Dalam perang besar yang kita kenal seperti perang KURAWA melawan PENDAWA; Panglima WIDJAYA melawan tentara Kublaikan di daerah Kediri; Diponegoro, Tengku Umar dan Tuanku Imam melawan tentara Belanda; Tentara Napoleon melawan Inggris Serikat dan akhirnya tentara Jerman Serikat melawan sekutu dalam Perang dunia kesatu dan kedua, semuanya ahli perang itu menghadapi soal membela dan soal menyerang. Soal MEMBELA itu kalau kita bentangkan lebih panjang, maka kita berhadapan dengan soal bagaimana melindungi diri dari musuh dan bagaimana membinasakan penyerang sampai lumpuh, menyerah atau musnah sama sekali, ketika memperlindungi diri itu. Soal MENYERANG itu kalau kita bentangkan lebih panjang pula, maka kita peroleh soal bagaimana menyerang musuh dengan menimbulkan kebinasaan sebanyak-banyaknya di pihak musuh atau menyebabkan penyerahan atau kemusnahan musuh sama sekali dengan sedikit kerugian di pihak penyerang sendiri. Maka berhubung dengan perbedaan sifat membela dan menyerang itu timbullah pula perbedaan syarat senjata bagi si Pembela dan si Penyerang. Si Pembela mengutamakan tempat yang tersembunyi yang dapat memberi perlindungan dirinya terhadap penyelidik musuh, atau pakaian yang tidak<noinclude>{{rh||27}}</noinclude> 7f05g0arbtcxbb105ffwzf1ft4qpqb5 Halaman:Gerpolek.pdf/27 104 113599 313752 2026-08-17T07:18:22Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313752 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>Sesungguhnya dengan kecerobohan Belanda dengan tentaranya menyerang Republik Indonesia dengan maksud hendak meruntuhkannya, maka Indonesia Merdeka semenjak 17 Agustus 1945 itu sudah berhak penuh MENYITA hak-milik si penyerang si-Ceroboh. Proklamasi Kemerdekaan Rakyat Indonesia pada tanggal 17 Agustus tidak bertentangan dengan Hukum-International, yang mengakui HAKNYA TIAP-TIAP BANGSA MENENTUKAN NASIBNYA SENDIRI. Sjahdan pada tanggal 17 Agustus Rakyat Indonesia sudah menetapkan hendak merdeka dan memutuskan semua macam belenggu, yang diikatkan oleh bangsa Asing kepadanya. Selainnya dari pada hak tersebut, maka menurut Hukum International pula, sesuatu Negara yang diserang oleh Negara lain berhak membela dirinya dengan senjata dan berhak pula MENYITA Harta-Benda si PENYERANG itu. Jadi penyerang Belanda terhadap Republik Indonesia itu sebenarnya memberi kesempatan bagus kepada bangsa Indonesia untuk MENYITA (artinya: memiliki tanpa mengganti kerugian hak-milik Belanda) yang sesungguhnya adalah hasilnya TANAH dan TENAGA MURBA INDONESIA setelah 350 tahun. Ringkasnya bagi SANG GERILYA membela KEMERDEKAAN 100 %, serta MENYITA HAK MILIK MUSUH, adalah satu kesempatan bagus yang seolah-olah jatuh dari langit yang dihadiahkan kepada Rakyat Indonesia untuk melakukan kewajiban yang luhur serta menjalankan pekerjaan yang suci murni!! Cuma manusia goblog yang tiada mengerti akan kesempatan yang bagus itu dan cuma manusia pengecut atau curang yang tiada ingin melakukan pekerjaan yang berat, tetapi bermanfaat buat masyarakat sekarang dan dihari kemudian itu.<noinclude>{{rh||26}}</noinclude> qcxb0sq86rytzyvjcmcu4v6w50c4enw Halaman:Gerpolek.pdf/26 104 113600 313753 2026-08-17T07:19:01Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313753 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>yang maksudnya cuma membelea atau merebut kursi buat dirinya saja, dan bersiap sedia menyerahkan semua sumber pencaharian yang terpenting kepada SEMUANYA bangsa Asing, baik MUSUH atau sahabat. Revolusi Indonesia, mau tak mau terpaksa mengambil tindakan ekonomi dan sosial serentak dengan tindakan merebut dan membela kemerdekaan 100%. Revolusi kemerdekaan Indonesia tidak bisa diselesaikan dengan dibungkuski dengan revolusi-nasional saja. Perang kemerdekaan Indonesia harus DI-ISI dengan jaminan sosial dan ekonomi sekaligus. Baru kalau disamping kekuasaan politik 100 % berada lebih kurang 60 % kekuasaan atas ekonomi modern di tangan Murba Indonesia, barulah revolusi-nasional itu ada artinya. Barulah ada jaminan hidup bagi Murba Indonesia. Barulah pula kaum Murba akan giat bertindak menghadapi musuh dan mengorbankan jiwa raganya buat memperoleh masyarakat baru bagi diri dan turunannya. Baru apabila para wakil rakyat yang dipilih oleh rakyat Indonesia sendiri atas pemilihan yang demokratis (umum langsung dan rahasia); baru apabila para wakil rakyat yang sesungguhnya itu memegang pemerintah Indonesia, disamping lebih kurang 60 % kebun, pabrik, tambang pengangkutan dan Bank Modern berada di tangan rakyat Indonesia, barulah revolusi-nasional ada artinya dan ada jaminannya, bagi Murba–Indonesia. Tetapi jika Pemerintah Indonesia kembali dipegang oleh kaki tangan kapitalis Asing, walaupun bangsa Indonesia sendiri, dan 100 % perusahaan modern berada di tangan kapitalis-asing, seperti di zaman “HINDIA BELANDA”, maka revolusi nasional itu berarti membatalkan Proklamasi dan kemerdekaan Nasional dan mengembalikan Proklamasi dan kemerdekaan Nasional dan mengembalikan kapitalisme dan imperialisme International.<noinclude>{{rh||25}}</noinclude> 6411bls77tr1o9dhu29lfenexsl8cp8 Halaman:Gerpolek.pdf/74 104 113601 313754 2026-08-17T07:19:24Z Ibrohim tijani 26379 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Tetapi Tentara Belanda, yang akan menggantikan Tentara Inggris di Indonesia sama sekali BELUM siap! Terdesak oleh keadaan, BELANDA BELUM SIAP TETAPI INGGRIS HARUS PERGI, itulah, maka kemudian Republik mengadakan "GENCATAN PERANG" disambut oleh Belanda dan Inggris dengan napas panjang senyum simpul dan berterima syukur. Karena "GENCATAN" itu, maka penyerbuan Tentara dan Laskar ke Jakarta, Semarang, Surabaya, Bandung, Medan dll tempat, tak dapat l... 313754 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>Tetapi Tentara Belanda, yang akan menggantikan Tentara Inggris di Indonesia sama sekali BELUM siap! Terdesak oleh keadaan, BELANDA BELUM SIAP TETAPI INGGRIS HARUS PERGI, itulah, maka kemudian Republik mengadakan "GENCATAN PERANG" disambut oleh Belanda dan Inggris dengan napas panjang senyum simpul dan berterima syukur. Karena "GENCATAN" itu, maka penyerbuan Tentara dan Laskar ke Jakarta, Semarang, Surabaya, Bandung, Medan dll tempat, tak dapat lagi diteruskan. Sementara itu Belanda tergesa-gesa melatih dan mengirimkan bala bantuannya ke Indonesia. Demikianlah dikirimnya Desember-Divisi yang sudah dikenal itu. Sementara memperkuat militer dan ekonominya itu, maka Belanda/Inggris berhasil mendapatkan perjanjian Linggarjati. Bunyinya perjanjian Belanda dalam Naskah Linggarjati itu amat merdul! Tetapi nyatalah tafsiran Perjanjian Linggarjati boleh diputar- balikkan oleh Belanda buat mendapatkan maksudnya yang sesungguhnya yakni: mengembalikan penjajahan dan menghancurkan Republik. Walaupun Belanda dengan Perjanjian Linggarjati itu sudah mendapatkan 100 % kekuasaan atas Ekonomi dan mendapatkan pengakuan Republik atas Kedaulatan Mahkota Belanda, tetapi Belanda belum juga puas. Dia masih menuntut "gendarmëri-bersama" di daerah Republik sendiri, ialah sebagai akibatnya pengakuan Republik atas "Mahkota Belanda". Jadi nyatalah yang dimaksudkan "KERJA-SAMA" Oleh Belanda itu tak ada bedanya dengan arti "NIPPON-INDONESIA SAMA-SAMA". Tetapi tentulah Pemerintah Republik tak bisa mengakui "gendarmëri- bersama" itu! Gendarmëri-bersama itu bertentangan sangat dengan kemauan Rakyat. Kalau diterima juga oleh Pemerintah, maka tak mustahillah akan mengalami PERANG SAUDARA yang hebat. Sebab<noinclude>{{rh||73}}</noinclude> e955gt83tdgopkqpev9550ohaj8h44b 313757 313754 2026-08-17T07:19:40Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313757 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>Tetapi Tentara Belanda, yang akan menggantikan Tentara Inggris di Indonesia sama sekali BELUM siap! Terdesak oleh keadaan, BELANDA BELUM SIAP TETAPI INGGRIS HARUS PERGI, itulah, maka kemudian Republik mengadakan "GENCATAN PERANG" disambut oleh Belanda dan Inggris dengan napas panjang senyum simpul dan berterima syukur. Karena "GENCATAN" itu, maka penyerbuan Tentara dan Laskar ke Jakarta, Semarang, Surabaya, Bandung, Medan dll tempat, tak dapat lagi diteruskan. Sementara itu Belanda tergesa-gesa melatih dan mengirimkan bala bantuannya ke Indonesia. Demikianlah dikirimnya Desember-Divisi yang sudah dikenal itu. Sementara memperkuat militer dan ekonominya itu, maka Belanda/Inggris berhasil mendapatkan perjanjian Linggarjati. Bunyinya perjanjian Belanda dalam Naskah Linggarjati itu amat merdul! Tetapi nyatalah tafsiran Perjanjian Linggarjati boleh diputar- balikkan oleh Belanda buat mendapatkan maksudnya yang sesungguhnya yakni: mengembalikan penjajahan dan menghancurkan Republik. Walaupun Belanda dengan Perjanjian Linggarjati itu sudah mendapatkan 100 % kekuasaan atas Ekonomi dan mendapatkan pengakuan Republik atas Kedaulatan Mahkota Belanda, tetapi Belanda belum juga puas. Dia masih menuntut "gendarmëri-bersama" di daerah Republik sendiri, ialah sebagai akibatnya pengakuan Republik atas "Mahkota Belanda". Jadi nyatalah yang dimaksudkan "KERJA-SAMA" Oleh Belanda itu tak ada bedanya dengan arti "NIPPON-INDONESIA SAMA-SAMA". Tetapi tentulah Pemerintah Republik tak bisa mengakui "gendarmëri- bersama" itu! Gendarmëri-bersama itu bertentangan sangat dengan kemauan Rakyat. Kalau diterima juga oleh Pemerintah, maka tak mustahillah akan mengalami PERANG SAUDARA yang hebat. Sebab<noinclude>{{rh||73}}</noinclude> rtcsbb38n0bl9x8qe0l8ndbobm4cagg Halaman:Gerpolek.pdf/76 104 113602 313755 2026-08-17T07:19:33Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313755 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>harta-benda Indonesia dan menembaki serta membunuh ribuan Rakyat/Pemuda Indonesia di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali dll tempat. Pengembalian semua HAK-MILIK Belanda dan semua Hak Milik Asing lainnya tentulah membutuhkan Hak Politik bagi Belanda dan Asing lain buat memelihara HAK-MILIK-ASING sebesar itu. Bukankah pula kewajiban Politik yang terutama dan teristimewa sekali ialah menjamin keberesan jalannya ekonomi? Mungkinkah ada di dunia ini satu Negara yang ekonominya 100% di tangan bangsa Asing tetapi politiknya 100% di tangan putera-bumi? Kalau Belanda sudah memiliki kembali semuanya kebun, tambang, pabrik, pengangkutan dan pelbagai Bank, seperti di zaman "Hindia-Belanda" dahulu maka Belanda akan menuntut kekuasaan Politik yang seimbang dengan kekuasaan Ekonominya itu. Jadi kekuasaan Belanda atas Polisi, ketentaraan pengadilan, keuangan, urusan luarnegeri, mesti dapat menjamin pemeliharaan dan perkembangan perusahaan, perdagangan dan keuangan Belanda dan Asing yang lain-lain di Indonesia ini. Belanda akan menuntut kekuasaan politik sebesar atau hampir sebesar kekuasaannya di zaman “Hindia Belanda" dahulu. Tetapi Pemerintah Republik tahu juga akan adanya Proklamasi 17 Agustus 1945 dan insyaf juga bahwa Rakyat dan Pemuda yang sudah berkorban begitu banyak tak akan mau begitu saja dibawa kemabli kepada status penjajahan Belanda. Inilah kesulitan yang sukar sekali buat dilintasi oleh Delegasi Republik. Inilah pula sebabnya maka perundingan acap kali menemui jalan untu, walaupun Pemerintah Indonesia sudah terlampu banyak menyerah. Diantaranya NIT diakui, Wiranatakusuma, Walii Negara Pasundan dilepaskan: perang digenjet "Kantong" dikosongkan dan lain-lain dsb. Dalam perjanjian Linggarjati dan perjanjian Renville, maka Pemerintah Republik sudah mengakui KEDAULATAN Belanda atas<noinclude>{{rh||75}}</noinclude> m9qlhho8x03fbftznplmw8nbolf9zrs Halaman:Gerpolek.pdf/25 104 113603 313756 2026-08-17T07:19:36Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313756 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>Seandainya kedaulatan dan Kekuasaan politik dikembalikan kepada bangsa Indonesia serta semua cabang Pemerintahan dipegang oleh orang Indonesia seperti Professor Husein Djajadiningrat, Kolonel Abdulkadir dan Sultan Hamid tetapi semua kebun, pabrik, tambang, kereta, Bank dll masih berada di bawah tangan Asing, maka KEMERDEKAAN NASIONAL, semacam itu buat kaum Murba sama artinya dengan keadaan di “Hindia Belanda” dahulu. Ringkasnya KEMERDEKAAN NASIONAL saja, KEMERDEKAAN POLITIK saja, belum lagi berarti apa-apa buat Murba Indonesia, yakni buruh, tani dan Rakyat-Jembel Indonesia. Di Indonesia ini, Belanda tidak bisa memberikan KEMERDEKAAN NASIONAL, yang penuh kepada bangsa Indonesia dengan tiada membahayakan Hak Milik dan pencahariannya sebagai kapitalis besar. Rakyat Indonesia tiadalah bisa memperoleh jaminan bagi hidupnya dengan mendapatkan HAK-POLITIK, ialah Kedaulatan dan Kekuasaan politik semata-mata, bilamana kapitalis Asing masih terus merajalela disini. Urusan politik dan ekonomi tak bisa lagi dipisah-pisahkan di Indonesia! PERANG KEMERDEKAAN Murba Indonesia berarti keduanya kemerdekaan politik dan perjuangan buat jaminan ekonomi. Berarti KEMERDEKAAN NASIONAL, yang serentak menjamin keadaan ekonomi dan sosial. Hasrat perang kemerdekaan Indonesia tiada saja untuk melenyapkan tindasan politik imperialisme, tetapi juga untuk melenyapkan pemerasan dan mendapatkan jaminan hidup dalam masyarakat baru yang diperjuangkan itu. Revolusi Indonesia, bukanlah Revolusi Nasional SEMATA-MATA, seperti diciptakan beberapa gelitir orang Indonesia,<noinclude>{{rh||24}}</noinclude> 793yda3g31qcqruvf0vr17yzdnpkkmz Halaman:Gerpolek.pdf/75 104 113604 313758 2026-08-17T07:19:55Z Ibrohim tijani 26379 /* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong 313758 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><noinclude></noinclude> ev9miwr44z82dkctcw6kzhqfh5i1lqj 313759 313758 2026-08-17T07:20:44Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313759 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>itulah maka MAU TAK MAU Pemerintah Republik harus menolak tuntutan “gendarmëri-bersama” dari pihak Belanda itu. Karena penolakan “gendarmëri-bersama” itu dan sebab Belanda sudah merasa jauh lebih kuat dalam hal kemiliteran dan ekonomi di pada di waktu “gencatan-perang” maka pada tanggal 21 Juli 1947, Belanda mengadakan dengan sekonyong-konyong. Republik, yang selama perundingan lebih dari setahun lamanya itu hanya menggantungkan diri pada hasil perundingan dan pembangunan bersama dengan Belanda, tertipu dan tercedera. Republik kehilangan Jawa Barat, sebagian dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Belanda sekarang hanya lebih kurang 40 Km saja dari Solo. Pemerintah Republik, yang kena-sergap, tertipu dan tercedera itu terima saja permintaan UNO untuk mengadakan “Gencatan Perang” dan menerima KTN (Komisi Tiga Negara) sebagai “Badan Perantara”. “Badan Perantara” itu, setelah perundingan berlangsung membuka topengnya dan memperlihatkan mukanya yang sesungguhnya. Komisi Tiga Negara itu, adalah wakil dari tiga Negara yang mempunyai jajahan. Masakan mereka yang sendiri menjunjung Paham penjajahan begitu saja dapat menolak penjajahan orang lain ialah Belanda! KTN sebagai alatnya imperialisme Amerika, Australia (Inggris) dan Belgia, memperalatkan Belanda buat kepentingan Negaranya masing-masing walau Tiga Negara itu. Sebaliknya Belanda berusaha pula memperalat KTN untuk kepentingan dirinya sendiri. Keduanya pihak itu berhasil mendapatkan keuntungan dari Rakyat Indonesia, yang dijadikan BARANG TAWARAN. Dalam perjanjian Renville, yang ditanda tangani pada permulaan tahun ini tetap diakui juga semua MILIK Belanda, walaupun tentara Belanda MENYERANG Republik dan sudah MENYEMBLIH 40.000 rakyat Swelawesi Selatan laki- perempuan, serta sudah membinasakan atau merampok<noinclude>{{rh||74}}</noinclude> p32glx4hwabe1migvelriz6lxl4qou3 Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/80 104 113605 313760 2026-08-17T07:20:54Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313760 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|78|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude>bagi akoe jang djadi reroentoek doenia. Akoe kasi soerat padanja boeat kau agar bisa mondok di sana boeat samentara. Kamoedian akoe nanti aken meliat glagat, kaloe dirasa sang masa mengidzinken, akoe nanti bawa balik kau ka roemahmoe, jalah kaloe oepama ajahmoe soeda tida beroepa sebagi singa lagi." begitoeláh Hong-hwie kata lebih djaoe. „Menoeroetlah sadja, Pik, kaloe ini boekan boeat kau, adalah boeat iboemoe, jang setaoe bagimana kalap dan bagimana gila kaloe ia nanti tida menampak poelah pada kau." „'Ntjik, akoe kira kau ada melaekat kamatian; tapi sekarang njata akoe salah doegah, ternjata kau ada satoe dewa ........" „Soeda, anak, djangan retjokin itoe," Hong-hwie kata poelah. Akoe nanti tjari'in Yong-han, akoe nanti aken oendjoeken padanja kaloe doenia ada dewi, itoelah tioema Pik saorang............." Achirnja Pik tida bisa berboeat laen salaennja menoeroet sadja. Maka kapan Hong-hwie poelang kombali di gedongnja nijik Hwie-bing dengen badan lesoeh, itoelah boekan ia soeda lakoeken itoe pemboenoehan, hanja dalem kepalanja telah terbit itoe sakean perasa'an jang saling bertempoer, di depan matanja selaloe berbajang-bajang kombali bangoennja itoe iapoenja korban-korban dan koepingnja seperti koemandangken kombali rintihan dan sesambatnja itoe orang-orang jang ia kirim ka noraka, dengen zonder ia mengataoein apa dosanja ketjoeali tjoema pandeng 'ntjik Hwie-bing poenja doeit jang seperti goela. {{di|D}}ARI Lasem Hong-hwie saben kali soeka sambangin Pik di Toeban, dan poen sering serepin kadjadian pada dirinja 'ntjik Hwie-bing. Taoe 'ntjim Hwie-bing<noinclude></noinclude> pe8nd5yfgvfuoiwweou9hzu7qstmner Halaman:Gerpolek.pdf/24 104 113606 313761 2026-08-17T07:20:59Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313761 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>Di Amerika pada masa belum ada pabrik-bermesin dan belum ada kereta api, jadi dimana pencarian hidup masih berdasarkan pertanian atau perusahaan tangan belaka, REVOLUSI NASIONAL itu dapat dilakukan dengan tiada banyak menyangkut-nyangkut urusan ekonomi. Mungkin di Amerika masih bersahaja dalam ekonomi itu Inggris dapat bertolak dengan tiada meninggalkan pabrik, kebun, tambang dan kereta ataupun perkapalan di Amerika Utara itu. Rakyat yang ditinggalkan ialah bangsa Inggris pula. Yang mengambil oper kedaulatan dan kekuasaan politik itu, ialah bangsa Inggris (Anglo Saxon) juga. Tetapi bangsa Belanda yang memiliki kebun, tambang, pabrik, kereta, perkapalan dan Bank-Asuransi di Indonesia tiadalah mungkin mau menyerahkan begitu saja semua kedaulatan dan kekuasaaannya kepada bangsa Indonesia. Teristimewa pula karena bangsa Indonesia itu umumnya tiada mempunyai kebun, pabrik, pengangkutan dan Bank yang serba besar itu. Di mata Belanda penyerahan semua kedaulatan dan kekuasaan politik itu kepada Bangsa Indonesia berarti membahayakan harta-benda perusahaan dan bangsanya di Republik Indonesia ini. Belanda takut, kalau-kalau hak miliknya akan dipajaki, dibeyai atau diganggu oleh Pemerintah Bangsa Indonesia, dan takut perusahaannya dimogoki oleh pekerja Indonesia atau sama sekali dirampas oleh bangsa Indonesia. Dengan perkataan lain, Belanda tak akan mau menyerahkan semua kekuasaan dan kedaulatan itu kepada bangsa Indonesia, tanpa Perkelahian. Sebaliknya pula buat Rakyat Murba Indonesia mengembalikan kedaulatan dan kekuasaan politik saja kepada Bangsa Indonesia, belum berarti apa-apa.<noinclude>{{rh||23}}</noinclude> kw3ioldmjrvc8h23polbnysxvvcuxl3 Halaman:Gerpolek.pdf/11 104 113607 313762 2026-08-17T07:21:30Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'luasnya cuma 210.000 mil persegi atau 30% dari seluruhnya daratan Indonesia. Dengan laut di pesisir Jawa / Sumatra kita menerima 225.000 mil persegi, atau + 1/20 = 5 % dari Tanah dan Air seluruhnya Indonesia. Tetapi dengan perjanjian Renville, maka hasil perundingan tadi sudah merosot lebih rendah lagi. Enam atau tujuh daerah di Jawa terpencar dari – dan beberaa daerah di Sumatera belum lagi lebih dari 2% dari pada seluruhnya Tanah dan Lautan In... 313762 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>luasnya cuma 210.000 mil persegi atau 30% dari seluruhnya daratan Indonesia. Dengan laut di pesisir Jawa / Sumatra kita menerima 225.000 mil persegi, atau + 1/20 = 5 % dari Tanah dan Air seluruhnya Indonesia. Tetapi dengan perjanjian Renville, maka hasil perundingan tadi sudah merosot lebih rendah lagi. Enam atau tujuh daerah di Jawa terpencar dari – dan beberaa daerah di Sumatera belum lagi lebih dari 2% dari pada seluruhnya Tanah dan Lautan Indonesia. B. TENTANGAN PENDUDUK. Di-Musim-Jaya-Berjuang. Semuanya penduduk yang jumlahnya 70 juta berada di bawah kedaulatan Negara Republik Merdeka. Di-Musim-Runtuh-Berjuang. Dengan menerima “de facto” Jawa, Sumatera, maka Republik AKAN menerima kasarnya 50 juta penduduk. Ini AKAN berarti sedikit lebih 70% penduduk. Tetapi dengan penandatanganan RENVILLE dan langsung berdirinya atau akan berdirinya Empat atau lebih “Negara” Baru dalam daerah Jawa-Sumatra sendiri (ialah: Negara Sumatera Timur, Negara Jawa Barat, Negara Jawa Utara, Negara Jawa Timur (Blambangan), Negara “Batavia” dll) maka Republik akan meliputi paling mujurnya cuma 23 juta jiwa. Jadi kasar cuma 33% dari seluruhnya Indonesia. 10<noinclude></noinclude> tuhr1l7q4jtqhxlqau49u4c4k32z48f 313766 313762 2026-08-17T07:22:47Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313766 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>luasnya cuma 210.000 mil persegi atau 30% dari seluruhnya daratan Indonesia. Dengan laut di pesisir Jawa / Sumatra kita menerima 225.000 mil persegi, atau + 1/20 = 5% dari Tanah dan Air seluruhnya Indonesia. Tetapi dengan perjanjian Renville, maka hasil perundingan tadi sudah merosot lebih rendah lagi. Enam atau tujuh daerah di Jawa terpencar dari dan beberaa daerah di Sumatera belum lagi lebih dari 2% dari pada seluruhnya Tanah dan Lautan Indonesia. '''B. TENTANGAN PENDUDUK.''' '''Di-Musim-Jaya-Berjuang.''' Semuanya penduduk yang jumlahnya 70 juta berada di bawah kedaulatan Negara Republik Merdeka. '''Di-Musim-Runtuh-Berjuang.''' Dengan menerima "de facto" Jawa, Sumatera, maka Republik AKAN menerima kasarnya 50 juta penduduk. Ini AKAN berarti sedikit lebih 70% penduduk. Tetapi dengan penandatanganan RENVILLE dan langsung berdirinya atau akan berdirinya Empat atau lebih "Negara" Baru dalam daerah Jawa-Sumatra sendiri (ialah: Negara Sumatera Timur, Negara Jawa Barat, Negara Jawa Utara, Negara Jawa Timur (Blambangan), Negara "Batavia" dll) maka Republik akan meliputi paling mujurnya cuma 23 juta jiwa. Jadi kasar cuma 33% dari seluruhnya Indonesia.<noinclude>{{rh||10}}</noinclude> aoblptym3tkkwo0j1eyk9as23gfpsr3 Halaman:Gerpolek.pdf/23 104 113608 313763 2026-08-17T07:21:38Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313763 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>{{c|'''IV. PERANG DI INDONESIA'''}} Yang dimaksudkan, ialah perang melawan Jepang, Inggris dan Belanda semenjak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. APAKAH JENIS, GOLONGAN DAN CORAK PERANG INDONESIA ITU? Bagi bangsa Indonesia sendiri, maka perang yang dilakukannya semenjak Proklamasi itu, bukanlah satu peperangan untuk menindas bangsa Asing. Dalam semua pertempuran yang sudah berlalu sampai sekarang Rakyat Indonesia sama sekali tiada mempunyai hasrat hendak merampas Negara Asing, serta memeras dan menindas Rakyatnya Negara Asing itu. Rakyat/Pemuda Indonesia cuma mempunyai satu hasrat, ialah memerdekakan Negaranya dari Kedaulatan dan Kekuasaan bangsa Asing. Untuk melaksanakan hasratnya itulah, maka pada tanggal 17 Agustus 1945 diproklamirkan dan dibentuk Republik Indonesia. Nyatalah sudah bahwa peperangan yang dilakukan oleh Rakyat Indonesia selama ini termasuk ke dalam JENIS PERANG KEMERDEKAAN. APAKAH PERANG KEMERDEKAAN INDONESIA SEMATA-MATA PEPERANGAN YANG DITIMBULKAN OLEH REVOLUSI NASIONAL SEMATA-MATA IALAH SATU REVOLUSI YANG MAKSUDNYA SEMATA-MATA UNTUK MELEPASKAN DIRI DARI KEDAULATAN ATAU KEKUASAAN ASING, JADI CUMA MEREBUT KEMBALI KEKUASAAN POLITIK BELAKA?<noinclude>{{rh||22}}</noinclude> 9lucsumgaec5wld7yvjxj7mdi39bgyk Halaman:Gerpolek.pdf/12 104 113609 313764 2026-08-17T07:21:42Z Ibrohim tijani 26379 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '2. EKONOMI. A. TENTANG PRODUKSI. Di-Musim-Jaya-Berjuang. Semua kebun (getah, kopi, kina, sisal dll) semuanya tambang (minyak, arang, timah, bauxit, emas, perak dll), baik kepunyaan musuh ataupun sahabat berada di bawah kekuasaan Republik. Di-Musim-Runtuh-Berunding. Perjanjian Linggarjati dan Renville mengakui pengembalian Hak Milik Asing itu baikpun Milik Negara Sahabat, ataupun Miliknya Negara Musuh, ialah sesuatu Negara yang memasukkan tentara... 313764 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>2. EKONOMI. A. TENTANG PRODUKSI. Di-Musim-Jaya-Berjuang. Semua kebun (getah, kopi, kina, sisal dll) semuanya tambang (minyak, arang, timah, bauxit, emas, perak dll), baik kepunyaan musuh ataupun sahabat berada di bawah kekuasaan Republik. Di-Musim-Runtuh-Berunding. Perjanjian Linggarjati dan Renville mengakui pengembalian Hak Milik Asing itu baikpun Milik Negara Sahabat, ataupun Miliknya Negara Musuh, ialah sesuatu Negara yang memasukkan tentaranya ke daerah Republik. B. TENTANGAN PERHUBUNGAN. Di-Musim-Jaya-Berjuang. Semuanya alat pengangkutan di darat dan di laut dimiliki dan dikuasai oleh Republik. Cuma auto, truk dan kereta untuk pengangkutan orang dan barang dari desa ke kota, ke pelabuhan dan semua perahu atau kapal yang ada atau yang akan dibikin untuk pengangkut orang dan barang dari pulau ke pulau dan kelak dari Indonesia ke Negara lain berada di tangan Rakyat Indonesia. Dengan demikian maka alat perdagangan yang terpenting dikuasai oleh Republik. Dengan adanya sebagian besar dari kebun, tambang, pabrik, alat pengangkutan serta pelbagai Bank di tangan Republik maka dengan cepat Rakyat 11<noinclude></noinclude> lgwdduhc6xgjkxr26nok0zojykkptd2 313769 313764 2026-08-17T07:23:20Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313769 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>'''2. EKONOMI.''' '''A. TENTANG PRODUKSI.''' '''Di-Musim-Jaya-Berjuang.''' Semua kebun (getah, kopi, kina, sisal dll) semuanya tambang (minyak, arang, timah, bauxit, emas, perak dll), baik kepunyaan musuh ataupun sahabat berada di bawah kekuasaan Republik. '''Di-Musim-Runtuh-Berunding.''' Perjanjian Linggarjati dan Renville mengakui pengembalian Hak Milik Asing itu baikpun Milik Negara Sahabat, ataupun Miliknya Negara Musuh, ialah sesuatu Negara yang memasukkan tentaranya ke daerah Republik. '''B. TENTANGAN PERHUBUNGAN.''' '''Di-Musim-Jaya-Berjuang.''' Semuanya alat pengangkutan di darat dan di laut dimiliki dan dikuasai oleh Republik. Cuma auto, truk dan kereta untuk pengangkutan orang dan barang dari desa ke kota, ke pelabuhan dan semua perahu atau kapal yang ada atau yang akan dibikin untuk pengangkut orang dan barang dari pulau ke pulau dan kelak dari Indonesia ke Negara lain berada di tangan Rakyat Indonesia. Dengan demikian maka alat perdagangan yang terpenting dikuasai oleh Republik. Dengan adanya sebagian besar dari kebun, tambang, pabrik, alat pengangkutan serta pelbagai Bank di tangan Republik maka dengan cepat Rakyat<noinclude>{{rh||11}}</noinclude> f86hw36xza201zodcmne86qea72tiie Halaman:Gerpolek.pdf/22 104 113610 313765 2026-08-17T07:22:16Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313765 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>SCHEMA Dua jenis PEPERANGAN Jenis I: Perang Penindasan. Jenis II: Perang Kemerdekaan. Contoh: Kebanyakan peperangan di Asia, Afrika dan Eropa, termasuk Peperangan dunia ke I dan ke II. Golongan ke I terjajah melawan penjajahan (Perang Kemerdekaan Nasional). Contoh: Amerika Serikat melawan Kerajaan Inggris (tahun 1776-1783). Golongan ke 2 Kelas Tertindas melawan Kelas Penindas. Corak I: Borjuis Melawan feodal, seperti di Perancis (tahun 1789 dan 1884). Corak II: Kaum proletar melawan Borjuis dan feodal, seperti di Rusia (tahun 1917).<noinclude>{{rh||21}}</noinclude> dmpc8rqcldmxfvsq3mfgh2v0luode02 Halaman:Gerpolek.pdf/21 104 113611 313767 2026-08-17T07:22:56Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313767 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>Kedua: Perang Kemerdekaan oleh satu kelas dalam Negara melawan kelas lain di antara sesama bangsa dan di dalam satu Negara. Perang Kemerdekaan semacam ini disebut juga PERANG SAUDARA atau PEPERANGAN SOSIAL. Perang saudara atau perang sosial ini mempunyai dua corak pula. Yang pertama bercorak BORJUIS dan yang kedua bercorak PROLETARIS. Contoh yang masyhur buat perang kemerdekaan borjuis berlaku di Perancis pada tahun 1789 sampai 1848. Pada perang saudara atau perang sosial ini kaum borjuis melawan kaum feodal dan pendeta. Perang kemerdekaan yang meletus pada tahun 1789 ini terakhir lebih kurang pada tahun 1848 dengan kemenangan kaum borjuis. Contoh yang agak masyhur pula buat perang proletar terdapat di Perancis pula, ialah pada tahun 1871. Dalam perang kemerdekaan proletaris ini, kaum proletar Paris merebut dan memegang kekuasaan di kota Paris selama kurang lebih 72 hari saja. Di Rusia pada tahun 1917 berlakulah berturut-turut revolusi-borjuis dan revolusi (perang) kemerdekaan proletaris. Pada tingkat pertama kaum borjuis menyingkirkan kaum feodal dan pada tingkat kedua kaum proletar dengan kekerasan menghancur-leburkan keduanya kaum feodal, pendeta dan kaum borjuis. Ada pula orang menyebut-nyebut perang ideologis! Tetapi kalau ditinjau lebih dalam, maka perang-ideologispun mengandung dasar yang nyata, ialah hasrat politik dan ekonomi yang mengakibatkan atau mewujudkan dan keuntungan politik dan ekonomi juga.<noinclude>{{rh||20}}</noinclude> e4q3wskoqws046xioo3fyuqidevbohi Halaman:Gerpolek.pdf/13 104 113612 313768 2026-08-17T07:23:04Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Indonesia dapat melenyapkan kemundurannya dalam ekonomi. Dengan cepat pula Rakyat Indonesia dapat mengejar kemakmuran yang cukup tinggi buat tiap-tiap orang. Di-Musim-Runtuh-Berunding. Menurut Linggarjati dan Renville, maka Belanda berhak menuntut haknya kembali atas miliknya di Indonesia. Dengan demikian maka kelak Belanda akan mendapat kesempatan sepenuhnya menguasai kembali pengangkutan di daratan dan/atau di lautan Idnonesia. Dengan begitu m... 313768 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Indonesia dapat melenyapkan kemundurannya dalam ekonomi. Dengan cepat pula Rakyat Indonesia dapat mengejar kemakmuran yang cukup tinggi buat tiap-tiap orang. Di-Musim-Runtuh-Berunding. Menurut Linggarjati dan Renville, maka Belanda berhak menuntut haknya kembali atas miliknya di Indonesia. Dengan demikian maka kelak Belanda akan mendapat kesempatan sepenuhnya menguasai kembali pengangkutan di daratan dan/atau di lautan Idnonesia. Dengan begitu maka Belanda dengan kebun, pabrik dan tambang serta semua Bnak yang ada di tangannya akan kembali menguasai perdagangan baik ke dalam ataupun ke luar Indonesia seperti pada zaman "HINDIA BELANDA" sekarangpun selama musim perundingan ini, Belanda sudah dengan AMAN sekali memiliki dan menguasai hampir semua kebun, semua tambang semua pabrik dan semua pelabuhan penting di Indonesia ini. Dengan begitu maka hampir semua export dan import berada ditangannya. Dengan memblokade Republik, maka perekonomian Republik mendapat hambatan yang hebat. 3. MILITER. Di-Musim-Jaya-Berjuang. Semua gunung, lapangan terbang yang penting buat pertahanan tentara dan Angkatan Udara, beserta pelbagai senjata berada di tangan rakyat serta pemuda Republik. Semua pelabuhan yang penting buat perdagangan dan pembelaan tetap berada di tangan Republik, semua senjata dari granat tangan sampai bom-peledak dari pistol sampai ke 12<noinclude></noinclude> 73j7dclmsblvc5zxfl83l2jzua905ne 313772 313768 2026-08-17T07:24:06Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313772 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Indonesia dapat melenyapkan kemundurannya dalam ekonomi. Dengan cepat pula Rakyat Indonesia dapat mengejar kemakmuran yang cukup tinggi buat tiap-tiap orang. '''Di-Musim-Runtuh-Berunding.''' Menurut Linggarjati dan Renville, maka Belanda berhak menuntut haknya kembali atas miliknya di Indonesia. Dengan demikian maka kelak Belanda akan mendapat kesempatan sepenuhnya menguasai kembali pengangkutan di daratan dan/atau di lautan Idnonesia. Dengan begitu maka Belanda dengan kebun, pabrik dan tambang serta semua Bnak yang ada di tangannya akan kembali menguasai perdagangan baik ke dalam ataupun ke luar Indonesia seperti pada zaman "HINDIA BELANDA" sekarangpun selama musim perundingan ini, Belanda sudah dengan AMAN sekali memiliki dan menguasai hampir semua kebun, semua tambang semua pabrik dan semua pelabuhan penting di Indonesia ini. Dengan begitu maka hampir semua export dan import berada ditangannya. Dengan memblokade Republik, maka perekonomian Republik mendapat hambatan yang hebat. '''3. MILITER.''' '''Di-Musim-Jaya-Berjuang.''' Semua gunung, lapangan terbang yang penting buat pertahanan tentara dan Angkatan Udara, beserta pelbagai senjata berada di tangan rakyat serta pemuda Republik. Semua pelabuhan yang penting buat perdagangan dan pembelaan tetap berada di tangan Republik, semua senjata dari granat tangan sampai bom-peledak dari pistol sampai ke<noinclude>{{rh||12}}</noinclude> b87c7zccvkian0iv3s7lbs6422hak8s Halaman:Gerpolek.pdf/14 104 113613 313770 2026-08-17T07:23:32Z Ibrohim tijani 26379 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'meriam, dari kapal perang sampai ke pesawat terbang dengan “BAMBU RUNCING” sebagai modal pertama, direbut oleh Rakyat/Pemuda dari Jepang dan Inggris. Di seluruh kepulauan Indonesia tak ada bandar, kota dan desa yang terbuka bagi musuh. Tak ada lagi jalan yang tiada dihalangi dengan 1001 macam penghalang, sehingga mustahil buat MENCEDERA Rakyat/Pemuda yang siap sedia. Di-Musim-Runtuh-Berunding. Semuanya pelabuhan penting berkah diplomasi di Surab... 313770 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>meriam, dari kapal perang sampai ke pesawat terbang dengan “BAMBU RUNCING” sebagai modal pertama, direbut oleh Rakyat/Pemuda dari Jepang dan Inggris. Di seluruh kepulauan Indonesia tak ada bandar, kota dan desa yang terbuka bagi musuh. Tak ada lagi jalan yang tiada dihalangi dengan 1001 macam penghalang, sehingga mustahil buat MENCEDERA Rakyat/Pemuda yang siap sedia. Di-Musim-Runtuh-Berunding. Semuanya pelabuhan penting berkah diplomasi di Surabaya, Semarang, Jakarta, Palembang, Medan dan lain-lain Pelabuhan jatuh ke tangan Belanda. Tiada berapa lagi banyaknya lapangan terbang yang berada di tangan Republik, yang dapat dipergunakan. Dengan mengosongkan “kantong” di Jawa Barat dan Jawa Timur, serta beberapa tempat di Sumatera, maka Belanda dengan ujung lidah dapat menguasai tempat yang dengan tank, meriam dan pesawat berbulan-bulan tak dapat direbutnya. Dengan terus menerus mengirimkan bala-bantuan dan mengusulkan “gencatan senjata” kalau terdesak ke laut dan mendapatkan “rasionalisasi” dari pihak Republik, maka Belanda berada dalam kedudukan jauh lebih kuat dari pada ketika gencatan Perang pertama pada bulan Oktober tahun 1946. 13<noinclude></noinclude> kwskuw0qcn8lzm63a7ac8wosepuxqw5 313773 313770 2026-08-17T07:24:15Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313773 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>meriam, dari kapal perang sampai ke pesawat terbang dengan "BAMBU RUNCING" sebagai modal pertama, direbut oleh Rakyat/Pemuda dari Jepang dan Inggris. Di seluruh kepulauan Indonesia tak ada bandar, kota dan desa yang terbuka bagi musuh. Tak ada lagi jalan yang tiada dihalangi dengan 1001 macam penghalang, sehingga mustahil buat MENCEDERA Rakyat/Pemuda yang siap sedia. '''Di-Musim-Runtuh-Berunding.''' Semuanya pelabuhan penting berhak diplomasi di Surabaya, Semarang, Jakarta, Palembang, Medan dan lain-lain Pelabuhan jatuh ke tangan Belanda. Tiada berapa lagi banyaknya lapangan terbang yang berada di tangan Republik, yang dapat dipergunakan. Dengan mengosongkan "kantong" di Jawa Barat dan Jawa Timur, serta beberapa tempat di Sumatera, maka Belanda dengan ujung lidah dapat menguasai tempat yang dengan tank, meriam dan pesawat berbulan-bulan tak dapat direbutnya. Dengan terus menerus mengirimkan bala-bantuan dan mengusulkan "gencatan senjata" kalau terdesak ke laut dan mendapatkan "rasionalisasi" dari pihak Republik, maka Belanda berada dalam kedudukan jauh lebih kuat dari pada ketika gencatan Perang pertama pada bulan Oktober tahun 1946.<noinclude>{{rh||13}}</noinclude> jf3woutbsegbe8dvf1rpd6dybv4c14m Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/81 104 113614 313771 2026-08-17T07:23:46Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313771 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{Bold|{{sp|PENGORBANAN}}}}|||79}}</noinclude>dalem kaada'an begitoe, kaloe tida takoet sama pengaroehnja 'ntjik Hwie-bing dan koeatir Pik nanti hadepin bahaja-bahaja apa-apa, tentoe ia soeda boeka teroes-terang hal dirinja Pik. Soeatoe hari Hong-hwie soeda ambil poetoesan nekat. Dengen hati soeda tetep, boeat menoeloeng 'ntjim Hwie-bing, ia aken menghadep sama itoe Hwie-bing sendiri, bertaceken halnja Pik-lian dengen tarohan djiwanja. Tapi dengen tida dinjana, sampe di sana ia tjoema katemoeken 'ntjik Hwie-bing jang soeda dimasoeken dalem peti, rohnja soeda minggat setace ka noraka atawa apa ka tempat jang dibilang tempat baka. Hong-hwie laloe katemoein 'ntjim Hwie-bing jang masih dalem krangkeng. la djadi terprandjat koetika menampak bahoea toeboehnja itoe njonja ada begitoe koeroes cepama koelit memboengkoes toelang, matanja tjowong hingga seperti djerangkong hidoep. „'Nso, ma'afken padakoe," begitoelah Hong-hwie kata padanja: ..akoe telah berlakoe bagitoe pengetjoet, tida brani setjara laki-laki boeat bertaoeken pada kau bahoea sabenernja Pik masih bernapas." „Kau gila! Selamanja Pik teroes bernapas; kau liat sekarang," begitoelah 'ntjim Hwie-bing menjaoet kamoedian toedingken djarinja pada itoe goeling dan bantal jang terletak di atas pembaringan, „sampe maski ia lagi tidoer sekarang ia djoega masih bernapas." Hong-hwie memandeng itoe semoea dengen hati piloe. „Itoe kau poenja Pik dalem impian, 'nso; tapi Pik dari kau poenja darah-daging jang sedjati, nanti aken dateng kamari ........." „Kau gila ! Kau edan! Pergi dari sini!"'ntjim Hwie-bing mendjerit. „Pik tida minggat, Pik anak'koe jang<noinclude></noinclude> 8eza1m46jif2h328krz4360d5iiidt4 Halaman:Gerpolek.pdf/20 104 113615 313774 2026-08-17T07:24:22Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313774 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude><u>'''Ketiga:'''</u> Untuk menanamkan modal kaum penjajahan dalam kebun tambang, pabrik, pengangkutan, perdagangan serta Bank Asuransinya di jajahan dan dikuasainya itu. Ketiga hasrat itu pada satu pihak menyebabkan bertambah kaya-raya dan kuasanya kaum-kapitalis di Negara Penjajah itu. Di lain pihak menyebabkan bertambah miskin, melarat dan bodohlah Rakyat di jajahan itu. Tetapi sebaliknya pula dengan bermerajalelanya kemelaratan dan tindasan itu, maka timbullah pula gerakan kemerdekaan buat melepaskan diri dari pada pemerasan dan tindasan itu. Gerakan kemerdekaan itu pada satu tempo di satu tempat bisa meletus menjadi perang kemerdekaan. Perang Kemerdekaan itulah yang tadi di atas kita masuklah ke dalam Jenis-Kedua. Baik di zaman feodal ataupun di zaman kapitalisme ini Perang Kemerdekaan itu sering pula terjadi. Perang Kemerdekaaan itupun boleh pula kita bagi atas dua golongan, ialah: Pertama: Perang Kemerdekaan yang dilakukan oleh penduduk Jajahan melawan Negara Penjajahan buat melepaskan belenggu yang dipasangkan oleh Negara Penjajahan itu atas dirinya. Perang Kemerdekaan semacam ini sering disebut juga PERANG KEMERDEKAAN NASIONAL. Perang Kemerdekaan Nasional yang masyur sekali di abad ke-18, ialah perang kemerdekaan yang jaya, antara Amerika Terjajah dan Inggris Penjajah. Lamanya Perang itu adalah lebih kurang tujuh tahun. Tetapi perang kemerdekaan nasional di Amerika tiadalah berlaku antara dua bangsa yang berlainan, melainkan di antara satu bangsa, ialah bangsa Anglo Saxon.<noinclude>{{rh||19}}</noinclude> jcc1j1yoffdmep0lvrpodq4r4nsbg34 Halaman:Gerpolek.pdf/15 104 113616 313775 2026-08-17T07:24:25Z Ibrohim tijani 26379 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '4. SOSIAL-POLITIK. Di-Musim-Jaya-Berjuang. Perpecahan di antara Partai dan Partai, Badan dan Badan serta Laskar dan Laskar yang timbul pada permulaan Revolusi oleh “PERSATUAN PERJUANGAN”, yang didirikan pada tangal 4-5 Januari 1946 di Purwokerto dapat dipersatukan kembali. 114 organisasi yang terdiri hampir semua Partai, Badan dan Ketentaraan bergabung dalam Persatuan Perjuangan untuk menentang musuh bersama atas dasar MINIMUM PROGRAM yang diset... 313775 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>4. SOSIAL-POLITIK. Di-Musim-Jaya-Berjuang. Perpecahan di antara Partai dan Partai, Badan dan Badan serta Laskar dan Laskar yang timbul pada permulaan Revolusi oleh “PERSATUAN PERJUANGAN”, yang didirikan pada tangal 4-5 Januari 1946 di Purwokerto dapat dipersatukan kembali. 114 organisasi yang terdiri hampir semua Partai, Badan dan Ketentaraan bergabung dalam Persatuan Perjuangan untuk menentang musuh bersama atas dasar MINIMUM PROGRAM yang disetujui Bersama. Di-Musim-Runtuh-Berunding. Baru saja perundingan dimulai dan “Persatuan Perjuangan” diganti dengan “Konsentrasi Nasional”, maka timbullah pertentangan tajam antara yang setuju dengan perjanjian Linggarjati dan yang Anti-perjanjian tersebut. Partai pecah menjadi golongan yang pro dan yang anti terhadap Persetujuan Linggarjati. Sekarang (Mei 1948) kita mendengar nama Sayap Kanan, Sayap Kiri dan aliran “lebih Kiri dari Kiri”. Hampir tiap-tiap partai pecah. Pula PKI sudah pecah menjadi tiga macam, PKI lama, PKI Merah dan PKI. PBI pecah dua Partai Sosialis pecah dua pula dsb. Entah berapa front didapat sekarang dan entah berapa pula Sarekat Sekerja yang sekarangnya bersatu itu. Semua perpecahan itu memudahkan Belanda memasukkan kolonne ke 5-nya ke dalam semua Badan, Kelaskaran dan Partai sampai ke dalam Tentara, Adminitrasi dan Pemerintah. 14<noinclude></noinclude> nd58jdwvhyuz46q08shms8hprddcxl0 313777 313775 2026-08-17T07:25:08Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313777 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>'''4. SOSIAL-POLITIK.''' '''Di-Musim-Jaya-Berjuang.''' Perpecahan di antara Partai dan Partai, Badan dan Badan serta Laskar dan Laskar yang timbul pada permulaan Revolusi oleh '''"PERSATUAN PERJUANGAN",''' yang didirikan pada tanggal 4-5 Januari 1946 di Purwokerto dapat dipersatukan kembali. 114 organisasi yang terdiri hampir semua Partai, Badan dan Ketentaraan bergabung dalam Persatuan Perjuangan untuk menentang musuh bersama atas dasar MINIMUM PROGRAM dan disetujui Bersama. '''Di-Musim-Runtuh-Berunding.''' Baru saja perundingan dimulai dan "Persatuan Perjuangan" diganti dengan "Konsentrasi Nasional", maka timbullah pertentangan tajam antara yang setuju dengan perjanjian Linggarjati dan yang Anti-perjanjian tersebut. Partai pecah menjadi golongan yang pro dan yang anti terhadap Persetujuan Linggarjati. Sekarang (Mei 1948) kita mendengar nama Sayap Kanan, Sayap Kiri dan aliran "lebih Kiri dari Kiri". Hampir tiap-tiap partai pula PKI sudah pecah menjadi tiga macam, PKI lama, PKI Merah dan PKI. PBI pecah dua Partai Sosialis pecah dua pula dsb. Entah berapa front dapat sekarang dan entah berapa pula Sarekat Sekerja yang sekarang bersatu itu. Semua perpecahan itu memudahkan Belanda memasukkan kolonne ke 5-nya ke dalam semua Badan, Kelaskaran dan Partai sampai ke dalam Tentara, Administrasi dan Pemerintah.<noinclude>{{rh||14}}</noinclude> dp1rg0qjufnokf0id3yryvvjklynwtt Halaman:Gerpolek.pdf/16 104 113617 313776 2026-08-17T07:24:39Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'KESIMPULAN. Dengan adanya kedaulatan di tangan Raja Belanda menurut Linggarjati serta adanya nanti kurang atau lebih dari selusin Negara Boneka, dengan kembalinya kelak hampir semua kebun, pabrik, tambang, dan alat pengangkutan serta Bank di tangan Asing, dengan beradanya hampir semua tempat, yang mengandung banyak bahan-logam dengan aman di daerah pendudukan Belanda, dengan adanya kekuatan militer Belanda di bumi Indonesia serta blokkade yang t... 313776 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>KESIMPULAN. Dengan adanya kedaulatan di tangan Raja Belanda menurut Linggarjati serta adanya nanti kurang atau lebih dari selusin Negara Boneka, dengan kembalinya kelak hampir semua kebun, pabrik, tambang, dan alat pengangkutan serta Bank di tangan Asing, dengan beradanya hampir semua tempat, yang mengandung banyak bahan-logam dengan aman di daerah pendudukan Belanda, dengan adanya kekuatan militer Belanda di bumi Indonesia serta blokkade yang terus dilakukan oleh Belanda terhadap Republik, dengan mudah masuknya kolonne ke-5 Belanda ke dalam organisasi, administrasi, kemiliteran serta pemerintahan Rakyat Indonesia, maka menurut Rencana Renville itu sekarang tak akan lebih dari pada 10% kekuasaan lahir yang masih berada di tangan Republik Indonesia. 15<noinclude></noinclude> hzbvzewaasfcd9xlqpm3ltcwdh0rles 313779 313776 2026-08-17T07:25:19Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313779 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>'''KESIMPULAN.''' Dengan adanya kedaulatan di tangan Raja Belanda menurut Linggarjati serta adanya nanti kurang atau lebih dari selusin Negara Boneka, dengan kembalinya kelak hampir semua kebun, pabrik, tambang, dan alat pengangkutan serta Bank di tangan Asing, dengan beradanya hampir semua tempat, yang mengandung banyak bahan-logam dengan aman di daerah pendudukan Belanda, dengan adanya kekuatan militer Belanda di bumi Indonesia serta blokkade yang terus dilakukan oleh Belanda terhadap Republik, dengan mudah masuknya kolonne ke-5 Belanda ke dalam organisasi, administrasi, kemiliteran serta pemerintahan Rakyat Indonesia, maka menurut Rencana Renville itu sekarang tak akan lebih dari pada 10% kekuasaan lahir yang masih berada di tangan Republik Indonesia.<noinclude>{{rh||15}}</noinclude> lhy32k56o95vv69xuo08hb3gk7z302d Halaman:Gerpolek.pdf/17 104 113618 313778 2026-08-17T07:25:18Z Ibrohim tijani 26379 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'II. G E R P O L E K. Apakah artinya GERPOLEK? Gerpolek adalah perpaduan (Persatuan) dari suku pertama dari tiga perkataan, ialah Gerilya, Politik, dan Ekonomi. Apakah gunanya GERPOLEK? GERPOLEK adalah senjata seorang Sang Gerillya buat membela PROKLAMASI 17 Agustus dan melaksanakan Kemerdekaan 100 % yang sekarang sudah merosot ke bawah 10 % itu! Siapakah konon SANG GERILYA itu? SANG GERILYA, adalah seorang Putera/Puteri, seorang Pemuda/Pemudi, s... 313778 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>II. G E R P O L E K. Apakah artinya GERPOLEK? Gerpolek adalah perpaduan (Persatuan) dari suku pertama dari tiga perkataan, ialah Gerilya, Politik, dan Ekonomi. Apakah gunanya GERPOLEK? GERPOLEK adalah senjata seorang Sang Gerillya buat membela PROKLAMASI 17 Agustus dan melaksanakan Kemerdekaan 100 % yang sekarang sudah merosot ke bawah 10 % itu! Siapakah konon SANG GERILYA itu? SANG GERILYA, adalah seorang Putera/Puteri, seorang Pemuda/Pemudi, seorang Murba/Murbi Indonesia, yang taatsetia kepada PROKLAMASI dan KEMERDEKAAN 100 % dengan menghancurkan SIAPA SAJA yang memusuhi Proklamasi serta kemerdekaan 100 %. SANG GERILYA, tiadalah pula menghiraukan lamanya tempoh buat berjuang! Walaupun perjuangan akan membutuhkan seumur hidupnya, Sang Gerilya dengan tabahberani, serta dengan tekad bergembira, melakukan kewajibannya. Yang dapat mengakhiri perjuangannya hanyalah tercapainya kemerdekaan 100 %. SANG GERILYA, tiadalah pula akan berkecil hati karena bersenjatakan sederhana menghadapi musuh bersenjatakan serba lengkap. Dengan mengemudikan TAKTIK GERILYA, Politik dan Ekonomi, tegasnya dengan mempergunakan 16<noinclude></noinclude> 20z8gabryeu3qmjininhen9meaanpkp 313788 313778 2026-08-17T07:26:43Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313788 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{x-larger|'''II. G E R P O L E K.'''}} Apakah artinya GERPOLEK? Gerpolek adalah perpaduan (Persatuan) dari suku pertama dari tiga perkataan, ialah Gerylia, Politik, dan Ekonomi. Apakah gunanya GERPOLEK? GERPOLEK adalah senjata seorang Sang Gerillya buat membela PROKLAMASI 17 Agustus dan melaksanakan Kemerdekaan 100 % yang sekarang sudah merosot ke bawah 10 % itu! Siapakah konon SANG GERILYA itu? SANG GERILYA, adalah seorang Putera/Puteri, seorang Pemuda/Pemudi, seorang Murba/Murbi Indonesia, yang taat- setia kepada PROKLAMASI dan KEMERDEKAAN 100 % dengan menghancurkan SIAPA SAJA yang memusuhi Proklamasi serta kemerdekaan 100 %. SANG GERILYA, tiadalah pula menghiraukan lamanya tempoh buat berjuang! Walaupun perjuangan akan membutuhkan seluruh hidupnya, Sang Gerilya dengan tabah- berani, serta dengan tekad bergembira, melakukan kewajibannya. Yang dapat mengakhiri perjuangannya hanyalah tercapainya kemerdekaan 100 %. SANG GERILYA, tiadalah pula akan ber kecil hati karena bersenjatakan sederhana menghadapi musuh bersenjatakan serba lengkap. Dengan memgudikan TAKTIK GERILYA, Politik dan Ekonomi, tegasnya dengan mempergunakan<noinclude>{{rh||16}}</noinclude> j3ohy8klopquydmg1rrxre80mxx26jk 313796 313788 2026-08-17T07:30:22Z Ibrohim tijani 26379 313796 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><div class="center"> {{x-larger|'''II. G E R P O L E K.'''}} </div> Apakah artinya GERPOLEK? Gerpolek adalah perpaduan (Persatuan) dari suku pertama dari tiga perkataan, ialah Gerylia, Politik, dan Ekonomi. Apakah gunanya GERPOLEK? GERPOLEK adalah senjata seorang Sang Gerillya buat membela PROKLAMASI 17 Agustus dan melaksanakan Kemerdekaan 100 % yang sekarang sudah merosot ke bawah 10 % itu! Siapakah konon SANG GERILYA itu? SANG GERILYA, adalah seorang Putera/Puteri, seorang Pemuda/Pemudi, seorang Murba/Murbi Indonesia, yang taat- setia kepada PROKLAMASI dan KEMERDEKAAN 100 % dengan menghancurkan SIAPA SAJA yang memusuhi Proklamasi serta kemerdekaan 100 %. SANG GERILYA, tiadalah pula menghiraukan lamanya tempoh buat berjuang! Walaupun perjuangan akan membutuhkan seluruh hidupnya, Sang Gerilya dengan tabah- berani, serta dengan tekad bergembira, melakukan kewajibannya. Yang dapat mengakhiri perjuangannya hanyalah tercapainya kemerdekaan 100 %. SANG GERILYA, tiadalah pula akan ber kecil hati karena bersenjatakan sederhana menghadapi musuh bersenjatakan serba lengkap. Dengan memgudikan TAKTIK GERILYA, Politik dan Ekonomi, tegasnya dengan mempergunakan<noinclude>{{rh||16}}</noinclude> lip5bwv4c0y6vylizb0uxge94v7ngs9 Halaman:Gerpolek.pdf/18 104 113619 313780 2026-08-17T07:25:34Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'GERPOLEK, maka SANG GERILYA merasa HIDUP BERBAHAGIA, bertempur-terus-menerus, dengan hati yang tak dapat dipatahkan oleh musim, musuh ataupun maut. Seperti Sang Anoman percaya, bahwa kodrat dan akalnya akan sanggup membinasakan Dasamuka, demikianlah pula SANG GERILYA percaya, bahwa GERPOLEK akan sanggup memperoleh kemenangan terakhir atas kapitalismeimperialisme. 17' 313780 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>GERPOLEK, maka SANG GERILYA merasa HIDUP BERBAHAGIA, bertempur-terus-menerus, dengan hati yang tak dapat dipatahkan oleh musim, musuh ataupun maut. Seperti Sang Anoman percaya, bahwa kodrat dan akalnya akan sanggup membinasakan Dasamuka, demikianlah pula SANG GERILYA percaya, bahwa GERPOLEK akan sanggup memperoleh kemenangan terakhir atas kapitalismeimperialisme. 17<noinclude></noinclude> knpq4p28ysq114tdqr55x32pewniikz 313786 313780 2026-08-17T07:26:22Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313786 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>GERPOLEK, maka SANG GERILYA merasa HIDUP BERBAHAGIA, bertempur-terus-menerus, dengan hati yang tak dapat dipatahkan oleh musim, musuh ataupun maut. Seperti Sang Anoman percaya, bahwa kodrat dan akalnya akan sanggup membinasakan Dasamuka, demikianlah pula SANG GERILYA percaya, bahwa GERPOLEK akan sanggup memperoleh kemenangan terakhir atas kapitalisme-imperialisme.<noinclude>{{rh||17}}</noinclude> gahirefcmyn2nkfna66m7i5okec9fdm Halaman:Gerpolek.pdf/19 104 113620 313781 2026-08-17T07:25:52Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313781 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>{{c|'''III. JENISNYA PERANG.'''}} Cocok dengan hasratnya Negara yang berperang-perangan, baiklah peperangan itu kita bagi atas dua jenis saja. Pembagian yang dimaksudkan itu berdasarkan pertentangan yang nyata. Jadi bagian yang satu sama lainnya, tiadalah tutup-menutupi, melainkan benar-benar berpisah-pisahkan. PERANG JENIS PERTAMA, ialah: Perang yang dilakukan oleh satu Negara Ceroboh terhadap Negara lain dengan maksud memeras dan menindas Negara lain itu. PERANG JENIS KEDUA, ialah: Perang yang disambut oleh satu Negara yang diserang untuk mengelakkan diri dari serangan atau bagi membebaskan diri dari pemeras dan penindas Negara lain yang sudah berlaku. Kita namakan saja Perang jenis-pertama itu PERANG PENINDASAN dan Perang jenis-kedua itu PERANG KEMERDEKAAN. Syahdan maka kebanyakan peperangan dijalankan di zaman feodal itu dikala NEGARA REBUT NEGARA, di benua Asia, Afrika dan Eropa, yang banyak kita kenal dalam cerita dan dongeng adalah Perang Penindasan. Perang Penindasan yang dilakukan di zaman kapitalisme ini kita sebut PERANG IMPERIALISME. Hasratnya peperangan imperialisme itu ialah: <u>'''Pertama:'''</u> untuk merebut bahan-pabrik serta bahan makanan dari Negara yang hendak ditaklukkan itu. <u>'''Kedua:'''</u> untuk merebut pasarannya Negara Takluk dan Negara jajahan itu buat menjualkan barang pabriknya Negara Menang atau Negara Penjajah.<noinclude>{{rh||18}}</noinclude> mv7d4f8mqxdj1u1fuw3n3oeu42mxlx5 Halaman:Gerpolek.pdf/53 104 113621 313782 2026-08-17T07:26:11Z Lemonwithices 26124 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Mulanya para ahli menyangka, bahwa Lini Maginot tak akan bisa dilalui, apalagi direbut. Tak akan bisa dilalui oleh tank, karena banyak mempunyai perkakas anti tank. Tak bisa dipecahkan dengan bom, yang dijatuhkan oleh pesawat udara, ataupun oleh bom yang ditembakkan dengan mortir, karena betonnya garis Maginot dianggap kuat kebal. Dengan demikian maka para ahli berpendapat bahwa perang dunia keuda akan bersifat perang-parit, yang lama sekali. Te... 313782 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Lemonwithices" /></noinclude>Mulanya para ahli menyangka, bahwa Lini Maginot tak akan bisa dilalui, apalagi direbut. Tak akan bisa dilalui oleh tank, karena banyak mempunyai perkakas anti tank. Tak bisa dipecahkan dengan bom, yang dijatuhkan oleh pesawat udara, ataupun oleh bom yang ditembakkan dengan mortir, karena betonnya garis Maginot dianggap kuat kebal. Dengan demikian maka para ahli berpendapat bahwa perang dunia keuda akan bersifat perang-parit, yang lama sekali. Tetapi sejarah menyaksikan, bahwa kemajuan ilmu dan tehnik dapat mengatasi kekebalan Garis Maginot itu. Dengan jatuhnya Maginot, oleh tehnik Jerman, maka jatuhlah pula Perang Parit dan berlakulah pula kembali Perang-Gerak-Cepat. Sedang para prajurit Perancis di Garis Maginot masih menunggu-nunggu Tentara Jerman dari depan, maka dua tiga PRAJURIT BERMOTOR Jerman sebagai Prajurit pelopor, sudah berada jauh di dalam Negara Perancis, di belakang Garis Maginot dengan menyeludupi front Utara Perancis. Berbarengan dengan itu pesawat Stuka Jerman sudah mendengungdengungkan di atas Ibu Kota Paris mengancam menjatuhkan bomnya kalau Pemerintah Perancis tak lekas menyerah. Demikianlah Garis Maginot yang tak dikira dapat ditembus dari depan itu, dapat ditembus dari belakang. Demikianlah selanjutnya Perang Parit pada Perang dunia Kedua bertukar pula menjadi Perang-Gerak-Cepat seperti di zaman lampau. Dalam Perang-Gerak-Cepat dengan ilmu dan tehnik modern itu, amat pentinglah TIGA ANASIR dalam siasat menyerang yang terang tercantum pada pasukan bermotor, tank dan pasukan udaranya ataupun pada kapal perang. Tiga anasir itu ialah: 10. KECEPATAN. 11. PERPUTARAN (mobility). dan 12. KODRAT TEMBAKAN. 52<noinclude></noinclude> g5ypex7womf2jmpmil4b5eres0ys4x7 313791 313782 2026-08-17T07:29:07Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313791 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>Mulanya para ahli menyangka, bahwa Lini Maginot tak akan bisa dilalui, apalagi direbut. Tak akan bisa dilalui oleh tank, karena banyak mempunyai perkakas anti tank. Tak bisa dipecahkan dengan bom, yang dijatuhkan oleh pesawat udara, ataupun oleh bom yang ditembakkan dengan mortir, karena betonnya garis Maginot dianggap kuat kebal. Dengan demikian maka para ahli berpendapat bahwa perang dunia keuda akan bersifat perang-parit, yang lama sekali. Tetapi sejarah menyaksikan, bahwa kemajuan ilmu dan tehnik dapat mengatasi kekebalan Garis Maginot itu. Dengan jatuhnya Maginot, oleh tehnik Jerman, maka jatuhlah pula Perang Parit dan berlakulah pula kembali Perang-Gerak-Cepat. Sedang para prajurit Perancis di Garis Maginot masih menunggu-nunggu Tentara Jerman dari depan, maka dua tiga PRAJURIT BERMOTOR Jerman sebagai Prajurit pelopor, sudah berada jauh di dalam Negara Perancis, di belakang Garis Maginot dengan menyeludupi front Utara Perancis. Berbarengan dengan itu pesawat Stuka Jerman sudah mendengung-dengungkan di atas Ibu Kota Paris mengancam menjatuhkan bomnya kalau Pemerintah Perancis tak lekas menyerah. Demikianlah Garis Maginot yang tak dikira dapat ditembus dari depan itu, dapat ditembus dari belakang. Demikianlah selanjutnya Perang Parit pada Perang dunia Kedua bertukar pula menjadi Perang-Gerak-Cepat seperti di zaman lampau. Dalam Perang-Gerak-Cepat dengan ilmu dan tehnik modern itu, amat pentinglah TIGA ANASIR dalam siasat menyerang yang terang tercantum pada pasukan bermotor, tank dan pasukan udaranya ataupun pada kapal perang. Tiga anasir itu ialah: 10. KECEPATAN. 11. PERPUTARAN (mobility). 12. KODRAT TEMBAKAN.<noinclude>{{rh||52}}</noinclude> 1e5oua2gdfwwid9k5qwmgmsnb04gab3 Halaman:Gerpolek.pdf/54 104 113622 313783 2026-08-17T07:26:14Z Lemonwithices 26124 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Satu mesin perang di darat, laut atau udara belum lagi sempurna kalau cuma bisa lagi cepat saja. Mesin itu harus sanggup berputar cepat memperlindungi bagian yang lemah yang tiba-tiba diserang musuh. Tank, pesawat dan kapal perang yang cepat tetapi tiada lekas bisa berputar menghadapi musuh dari belakang akan kalah, walaupun larinya cepat, seperti kilat. Seterunya pula, walaupun syarat kecepatan dan pemutaran itu ada, tetapi kalau kodrat tembaka... 313783 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Lemonwithices" /></noinclude>Satu mesin perang di darat, laut atau udara belum lagi sempurna kalau cuma bisa lagi cepat saja. Mesin itu harus sanggup berputar cepat memperlindungi bagian yang lemah yang tiba-tiba diserang musuh. Tank, pesawat dan kapal perang yang cepat tetapi tiada lekas bisa berputar menghadapi musuh dari belakang akan kalah, walaupun larinya cepat, seperti kilat. Seterunya pula, walaupun syarat kecepatan dan pemutaran itu ada, tetapi kalau kodrat tembakan itu lemah, maka kedua anasir pertama tak berarti. Kapal penjelajah bisa berputar lebih cepat dari pada kapal penggempur yang lebih besar pula itu. Tetapi karena kapal penggempur itu jauh lebih besar, maka dia bisa mengangkut meriam lebih banyak dan dengan sekaligus dapat memuntahkan lebih banyak pula pelor dari pada penjelajah yang lebih cepat itu. Jadi kodrat tembakan kapal penggempur itu lebih besar dari pada kodrat tembakan kapal penjelajah. Ketiga anasir, ialah kecepatan, perputaran, dan kodrat tembakan itu haruslah diperhitungkan laba-rugi masing-masingnya. Kemudian haruslah pula ketiganya anasir itu digabungkan menjadi satu kekuatan militer, yang setinggi-tinggi dan seefficient-efficientnya. Inilah kewajibannya para ahli teknik militer. Syahdan dalam sejarah kemiliteran tampaklah bagi kita pengaruhnya tehnik dalam ketentaraan itu serta dalam penglaksanaan Hukum Menyerang. Pasukan berkuda yang amat diutamakan untuk melaksanakan siasat menyerang dari zaman Iskandar samapai ke zaman Napoleon, semenjak perang dunia pertama dan sesudah perang dunia Kedua sudah digantikan oleh pasukan tank dan pasukan bermotor serta pasukan udara. Penyelidikan terlebih dahulu dilakukan oleh pasukan berkuda itu sekarang dijalankan oleh pasukan bermotor atau oleh pasukan udara. Kecepatan tank dan motor buat tentara darat itu haruslah diimbangi pula oleh infanteri dan artileri. Pasukan infanteri dan artileri harus dengan cepat dapat mengikuti tank. Demikian artileri (meriam) dan infanteri itu harus 53<noinclude></noinclude> 8hrb9vrkso9bmsqw0sp3lf74zr5pc77 313794 313783 2026-08-17T07:29:42Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313794 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>Satu mesin perang di darat, laut atau udara belum lagi sempurna kalau cuma bisa lagi cepat saja. Mesin itu harus sanggup berputar cepat memperlindungi bagian yang lemah yang tiba-tiba diserang musuh. Tank, pesawat dan kapal perang yang cepat tetapi tiada lekas bisa berputar menghadapi musuh dari belakang akan kalah, walaupun larinya cepat, seperti kilat. Seterunya pula, walaupun syarat kecepatan dan pemutaran itu ada, tetapi kalau kodrat tembakan itu lemah, maka kedua anasir pertama tak berarti. Kapal penjelajah bisa berputar lebih cepat dari pada kapal penggempur yang lebih besar pula itu. Tetapi karena kapal penggempur itu jauh lebih besar, maka dia bisa mengangkut meriam lebih banyak dan dengan sekaligus dapat memuntahkan lebih banyak pula pelor dari pada penjelajah yang lebih cepat itu. Jadi kodrat tembakan kapal penggempur itu lebih besar dari pada kodrat tembakan kapal penjelajah. Ketiga anasir, ialah kecepatan, perputaran, dan kodrat tembakan itu haruslah diperhitungkan laba-rugi masing-masingnya. Kemudian haruslah pula ketiganya anasir itu digabungkan menjadi satu kekuatan militer, yang setinggi-tinggi dan seefficient-efficientnya. Inilah kewajibannya para ahli teknik militer. Syahdan dalam sejarah kemiliteran tampaklah bagi kita pengaruhnya tehnik dalam ketentaraan itu serta dalam penglaksanaan Hukum Menyerang. Pasukan berkuda yang amat diutamakan untuk melaksanakan siasat menyerang dari zaman Iskandar samapai ke zaman Napoleon, semenjak perang dunia pertama dan sesudah perang dunia Kedua sudah digantikan oleh pasukan tank dan pasukan bermotor serta pasukan udara. Penyelidikan terlebih dahulu dilakukan oleh pasukan berkuda itu sekarang dijalankan oleh pasukan bermotor atau oleh pasukan udara. Kecepatan tank dan motor buat tentara darat itu haruslah diimbangi pula oleh infanteri dan artileri. Pasukan infanteri dan artileri harus dengan cepat dapat mengikuti tank. Demikian artileri (meriam) dan infanteri itu harus<noinclude>{{rh||53}}</noinclude> f26cfyboo43u76kai64uomef2iy3cqx Halaman:Gerpolek.pdf/55 104 113623 313784 2026-08-17T07:26:16Z Lemonwithices 26124 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'dimekanisir, yakni harus diangkat dengan mesin. Artileri diangkut dengan truk. Infanteri diangkut dengan truk, kereta berlapis baja atau dengan pesawat terbang. Berhubungan dengan bertukarnya alat perang itu, disebabkan oleh kemajuan ilmu dan tehnik, maka bertukarlah pula taktik dan latihan untuk mengemudikan alat perang modern itu. Tetapi bagaimanapun juga pertukaran alat perang, serta taktik dan latihan perang itu HUKUM MENYERANG, tetapi berla... 313784 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Lemonwithices" /></noinclude>dimekanisir, yakni harus diangkat dengan mesin. Artileri diangkut dengan truk. Infanteri diangkut dengan truk, kereta berlapis baja atau dengan pesawat terbang. Berhubungan dengan bertukarnya alat perang itu, disebabkan oleh kemajuan ilmu dan tehnik, maka bertukarlah pula taktik dan latihan untuk mengemudikan alat perang modern itu. Tetapi bagaimanapun juga pertukaran alat perang, serta taktik dan latihan perang itu HUKUM MENYERANG, tetapi berlaku sepeti sediakala, ialah yang berlaku semenjak Iskandar samapai ke Zukov, Rommel dan Dwight D. Eisenhower, yakni seperti yang tercantum pada BAB yang lampau. Dengan tiba-tiba menghancurkan Markas-Besar Tentara Polandia yang gagah berani itu dengan Stuka, maka seolah-olah kena pukullah “otak” tentara Polandia itu. Dengan sekonyong-konyong pula menghancurkan pesawat udara Polandia yang berada di bawah, maka hancurlah pula “mata” dan “tinju” ialah alat penyelidikan dan alat penggempurnya Tentara Polandia. Dengan menghancurkan semua jembatan penting sebagai alat penghubung di Polandia, maka pecah-belahlah tentara Polandia dalam beberapa pasukan yang sukar buat dipusatkan. Dengan dua orang prajurit bermotor, sebagai pelopor dan beberapa Sutka di udara, maka lemahlah urat-syarafnya Rakyat Polandia. Akhirnya dengan “Stoss Truppe”, Tentara pelopor yang tiada begitu besar, kalau dibandingkan dengan masa yang silam, maka dalam satu dua minggu saja tentara Jerman dapat menguasai Polandia. Perang Kilat menurut Hukum Menyerang jugalah, yang menjatuhkan Norwegia, Belanda, Belgia, Perancis, masing-masing dalam beberapa hari saja. 54<noinclude></noinclude> kpjwb8qelpr8uwyk6j7d5od8345oelp 313795 313784 2026-08-17T07:30:21Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313795 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>dimekanisir, yakni harus diangkat dengan mesin. Artileri diangkut dengan truk. Infanteri diangkut dengan truk, kereta berlapis baja atau dengan pesawat terbang. Berhubungan dengan bertukarnya alat perang itu, disebabkan oleh kemajuan ilmu dan tehnik, maka bertukarlah pula taktik dan latihan untuk mengemudikan alat perang modern itu. Tetapi bagaimanapun juga pertukaran alat perang, serta taktik dan latihan perang itu HUKUM MENYERANG, tetapi berlaku sepeti sediakala, ialah yang berlaku semenjak Iskandar samapai ke Zukov, Rommel dan Dwight D. Eisenhower, yakni seperti yang tercantum pada BAB yang lampau. Dengan tiba-tiba menghancurkan Markas-Besar Tentara Polandia yang gagah berani itu dengan Stuka, maka seolah-olah kena pukullah “otak” tentara Polandia itu. Dengan sekonyong-konyong pula menghancurkan pesawat udara Polandia yang berada di bawah, maka hancurlah pula “mata” dan “tinju” ialah alat penyelidikan dan alat penggempurnya Tentara Polandia. Dengan menghancurkan semua jembatan penting sebagai alat penghubung di Polandia, maka pecah-belahlah tentara Polandia dalam beberapa pasukan yang sukar buat dipusatkan. Dengan dua orang prajurit bermotor, sebagai pelopor dan beberapa Sutka di udara, maka lemahlah urat-syarafnya Rakyat Polandia. Akhirnya dengan “Stoss Truppe”, Tentara pelopor yang tiada begitu besar, kalau dibandingkan dengan masa yang silam, maka dalam satu dua minggu saja tentara Jerman dapat menguasai Polandia. Perang Kilat menurut Hukum Menyerang jugalah, yang menjatuhkan Norwegia, Belanda, Belgia, Perancis, masing-masing dalam beberapa hari saja.<noinclude>{{rh||54}}</noinclude> r2j9nt829zan5fb710i74eo2t2dmjps Halaman:Gerpolek.pdf/56 104 113624 313785 2026-08-17T07:26:21Z Lemonwithices 26124 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'X. PERANG RAKYAT Perang di Indonesia bukanlah Perang yang dilakukan oelh Rakyat Indonesia dengan maksud hendak menindas bangsa Asing. Perang Rakyat Indonesia adalah sebaliknya, yaitu perang yang terpaksa dijalankan untuk menolak penindasarn Asing atas Rakyat Indonesia. Perang di Indonesia adalah Perang Kemerdekaan. Perang Kemerdekaan Indonesia tiada akan berharga sepeserpun bagi kaum Murba kalau hasilnya cuma menukar Pemerintah Asing dengan Peme... 313785 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Lemonwithices" /></noinclude>X. PERANG RAKYAT Perang di Indonesia bukanlah Perang yang dilakukan oelh Rakyat Indonesia dengan maksud hendak menindas bangsa Asing. Perang Rakyat Indonesia adalah sebaliknya, yaitu perang yang terpaksa dijalankan untuk menolak penindasarn Asing atas Rakyat Indonesia. Perang di Indonesia adalah Perang Kemerdekaan. Perang Kemerdekaan Indonesia tiada akan berharga sepeserpun bagi kaum Murba kalau hasilnya cuma menukar Pemerintah Asing dengan Pemerintah Putra Bumi. Kalau cuma menukar pemerintahannya orang berkulit putih dengan Pemerintah orang berkulit coklat. Pemerintah orang berkulit coklat akan langsung atau tidak langsung, cepat atau lambat menjadi Pemerintah Boneka, kalau 100 % kebun, pabrik, tambang, pengangkutan, dan Bank berada di tangan Asing, seperti di zaman “Hindia Belanda”. Perang Kemerdekaan Indonesia baru berhasil, kalau sehabisnya Perang juga (bukan kelak dikemudian hari) 100 % para pemimpin Negara langsung dipilih dan bisa diberhentikan oleh Rakyat Indonesia. Dan kalau disamping Pemerintah yang 100 % Indonesia itu SEKURANGNYA 60 % kebun, pabrik, tambang, pengangkutan, Bank, dll DIMILIKI, DIKUASAI, DIURUS dan DIKERJAKAN oleh Negara dan Murba Indonesia. Ringkasnya Kemerdekaan Rakyat Indonesia baru TERJAMIN kalau Kemerdekaan POLITIK ada 100 % berada di tangan Rakyat Indonesia. Dan kalau Hak milik serta Kekuasaan atas EKONOMI modern sekurangnya 60 % berada di tangan Rakyat Indonesia pula. Bukan NANTI, melainkan SEKARANG juga! Ini berarti bahwa tak seorangpun anggota tentara atau polisi Belanda boleh tinggal dibagian mana saja di Indonesia! Ini pula berarti, bahwa semua harta benda MUSUH harus DISITA, di-beslag DIAMBIL-OVER, TANPA DIGANTI KERUGIAN. Penyitaan itu adalah 55<noinclude></noinclude> 8w8r0pqv7qagkvyvm7ou8p8w95yv9b0 313797 313785 2026-08-17T07:31:42Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313797 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>{{c|'''X. PERANG RAKYAT'''}} Perang di Indonesia bukanlah Perang yang dilakukan oelh Rakyat Indonesia dengan maksud hendak menindas bangsa Asing. Perang Rakyat Indonesia adalah sebaliknya, yaitu perang yang terpaksa dijalankan untuk menolak penindasarn Asing atas Rakyat Indonesia. Perang di Indonesia adalah Perang Kemerdekaan. Perang Kemerdekaan Indonesia tiada akan berharga sepeserpun bagi kaum Murba kalau hasilnya cuma menukar Pemerintah Asing dengan Pemerintah Putra Bumi. Kalau cuma menukar pemerintahannya orang berkulit putih dengan Pemerintah orang berkulit coklat. Pemerintah orang berkulit coklat akan langsung atau tidak langsung, cepat atau lambat menjadi Pemerintah Boneka, kalau 100 % kebun, pabrik, tambang, pengangkutan, dan Bank berada di tangan Asing, seperti di zaman “Hindia Belanda”. Perang Kemerdekaan Indonesia baru berhasil, kalau sehabisnya Perang juga (bukan kelak dikemudian hari) 100 % para pemimpin Negara langsung dipilih dan bisa diberhentikan oleh Rakyat Indonesia. Dan kalau disamping Pemerintah yang 100 % Indonesia itu SEKURANGNYA 60 % kebun, pabrik, tambang, pengangkutan, Bank, dll DIMILIKI, DIKUASAI, DIURUS dan DIKERJAKAN oleh Negara dan Murba Indonesia. Ringkasnya Kemerdekaan Rakyat Indonesia baru TERJAMIN kalau Kemerdekaan POLITIK ada 100 % berada di tangan Rakyat Indonesia. Dan kalau Hak milik serta Kekuasaan atas EKONOMI modern sekurangnya 60 % berada di tangan Rakyat Indonesia pula. Bukan NANTI, melainkan SEKARANG juga! Ini berarti bahwa tak seorangpun anggota tentara atau polisi Belanda boleh tinggal dibagian mana saja di Indonesia! Ini pula berarti, bahwa semua harta benda MUSUH harus DISITA, di-beslag DIAMBIL-OVER, TANPA DIGANTI KERUGIAN. Penyitaan itu adalah<noinclude>{{rh||55}}</noinclude> l99egb7fptzuzrjv6trfh5br4g3woan Halaman:Gerpolek.pdf/57 104 113625 313787 2026-08-17T07:26:28Z Lemonwithices 26124 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'cocok dengan Hukum Perang yang sudah diakui oleh Dunia International. Mempertimbangkan empat anasir Perang (1) kebumian, (2) Persenjataan, (3) banyak orang (4) tempo, maka TEMPO itu adalah perkara yang amat penting bagi kita. Makin lama perang berlaku (yakni kalau Musuh terus menerus diserang!) makin habis orangnya, makin miskin negaranya, makin gelisah rakyatnya dan makin kehilangan kepercayaan dunia kepada musuh itu sebagai bangsa cerob... 313787 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Lemonwithices" /></noinclude>cocok dengan Hukum Perang yang sudah diakui oleh Dunia International. Mempertimbangkan empat anasir Perang (1) kebumian, (2) Persenjataan, (3) banyak orang (4) tempo, maka TEMPO itu adalah perkara yang amat penting bagi kita. Makin lama perang berlaku (yakni kalau Musuh terus menerus diserang!) makin habis orangnya, makin miskin negaranya, makin gelisah rakyatnya dan makin kehilangan kepercayaan dunia kepada musuh itu sebagai bangsa ceroboh (agresor). Bandingkanlah: 1. CACAH JIWA Belanda 7 juta Indonesia 70 juta. 2. PERTANIAN Negara Belanda datar buminya dan sejuk hawanya berhubung dengan itu, maka serdadu totok tak kuat turun naik gunung, apalagi di musim hujan atau panas. Serdadu Belanda (totok) harus didatangkan dari jauh yaitu 10.000 KM jaraknya dari Indonesia. Hal ini banyak memakan tempo dan belanja. Rakyat Indonesia biasa dengan hujan dan panas dan senang naik turun gunung dalam waktu apapun juga Prajurit Indonesia berada di kampung halamannya sendiri. 3. KEUANGAN. Belanda sudah miskin lantara 5 tahun diperas dan diinjak-injak oleh Fasis Jerman, semakin hari semakin miskin, kalau di Indonesia tiada diberi kesempatan MEMBANGUN saban hari dia terpaksa memakai N.C f 3.000.000 (uang lama). Belanda tak akan dapat pinjaman lagi dari Amerika, kalau di Indonesia dia tak bisa MEMBANGUN yakni 56<noinclude></noinclude> 4v7vv8uvnv9zax8ur8we12nx2bwhg57 313799 313787 2026-08-17T07:32:27Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 313799 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>cocok dengan Hukum Perang yang sudah diakui oleh Dunia International. Mempertimbangkan empat anasir Perang (1) kebumian, (2) Persenjataan, (3) banyak orang (4) tempo, maka TEMPO itu adalah perkara yang amat penting bagi kita. Makin lama perang berlaku (yakni kalau Musuh terus menerus diserang!) makin habis orangnya, makin miskin negaranya, makin gelisah rakyatnya dan makin kehilangan kepercayaan dunia kepada musuh itu sebagai bangsa ceroboh (agresor). Bandingkanlah: #CACAH JIWA Belanda 7 juta Indonesia 70 juta. #PERTANIAN Negara Belanda datar buminya dan sejuk hawanya berhubung dengan itu, maka serdadu totok tak kuat turun naik gunung, apalagi di musim hujan atau panas. Serdadu Belanda (totok) harus didatangkan dari jauh yaitu 10.000 KM jaraknya dari Indonesia. Hal ini banyak memakan tempo dan belanja. Rakyat Indonesia biasa dengan hujan dan panas dan senang naik turun gunung dalam waktu apapun juga Prajurit Indonesia berada di kampung halamannya sendiri. #KEUANGAN. Belanda sudah miskin lantaran 5 tahun diperas dan diinjak-injak oleh Fasis Jerman, semakin hari semakin miskin, kalau di Indonesia tiada diberi kesempatan MEMBANGUN saban hari dia terpaksa memakai N.C f 3.000.000 (uang lama). Belanda tak akan dapat pinjaman lagi dari Amerika, kalau di Indonesia dia tak bisa MEMBANGUN yakni<noinclude>{{rh||56}}</noinclude> havm8kcb0bu3opnxcd8vnq8bodwh0x4 313801 313799 2026-08-17T07:32:50Z Lemonwithices 26124 313801 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>cocok dengan Hukum Perang yang sudah diakui oleh Dunia International. Mempertimbangkan empat anasir Perang (1) kebumian, (2) Persenjataan, (3) banyak orang (4) tempo, maka TEMPO itu adalah perkara yang amat penting bagi kita. Makin lama perang berlaku (yakni kalau Musuh terus menerus diserang!) makin habis orangnya, makin miskin negaranya, makin gelisah rakyatnya dan makin kehilangan kepercayaan dunia kepada musuh itu sebagai bangsa ceroboh (agresor). Bandingkanlah: 1. CACAH JIWA Belanda 7 juta Indonesia 70 juta. 2. PERTANIAN Negara Belanda datar buminya dan sejuk hawanya berhubung dengan itu, maka serdadu totok tak kuat turun naik gunung, apalagi di musim hujan atau panas. Serdadu Belanda (totok) harus didatangkan dari jauh yaitu 10.000 KM jaraknya dari Indonesia. Hal ini banyak memakan tempo dan belanja. Rakyat Indonesia biasa dengan hujan dan panas dan senang naik turun gunung dalam waktu apapun juga Prajurit Indonesia berada di kampung halamannya sendiri. 3. KEUANGAN. Belanda sudah miskin lantaran 5 tahun diperas dan diinjak-injak oleh Fasis Jerman, semakin hari semakin miskin, kalau di Indonesia tiada diberi kesempatan MEMBANGUN saban hari dia terpaksa memakai N.C f 3.000.000 (uang lama). Belanda tak akan dapat pinjaman lagi dari Amerika, kalau di Indonesia dia tak bisa MEMBANGUN yakni<noinclude>{{rh||56}}</noinclude> gva2xf304opcpt70usx7bu6r93odhit Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/5 104 113626 313789 2026-08-17T07:27:36Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'SFAD AC 95 -14 MEL V-2 1.18. Kata Pengantar MERDEKA! SEBAGAIMANA telah tersiar pada permulaan terbitnja Mimbar Indonesia dalam nomor pertama dan tahun pertamanja, maka adalah dasar-dasar madjallah ini: 1. Menuntut dan mempertahankan hak bangsa Indonesia untuk menentukan nasibnja sendiri. 2. Demokrasi sebagai sistim jang harus diselenggarakan dalam hidup kene- garaan dan keekonomian Indonesia. 3. Keadilan sosial sebagai ukuran dan tudjuan dari se... 313789 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>SFAD AC 95 -14 MEL V-2 1.18. Kata Pengantar MERDEKA! SEBAGAIMANA telah tersiar pada permulaan terbitnja Mimbar Indonesia dalam nomor pertama dan tahun pertamanja, maka adalah dasar-dasar madjallah ini: 1. Menuntut dan mempertahankan hak bangsa Indonesia untuk menentukan nasibnja sendiri. 2. Demokrasi sebagai sistim jang harus diselenggarakan dalam hidup kene- garaan dan keekonomian Indonesia. 3. Keadilan sosial sebagai ukuran dan tudjuan dari segala usaha pembangunan. Persahabatan dan kerdjasama internasional guna perdamaian dan kesedjah- teraan Dunia. 4. Dasar-dasar jang sedemikian itu telah djelas dan itulah salah satu hak azasi manusia jang telah diakui djuga oleh anggapan umum diseluruh dunia, sebagai dasar dan tudjuan demokrasi. Berhubung dengan itu tidaklah pada tempatnja bagi bangsa Indonesia, apa- lagi jang ada didaerah pendudukan, kalau pada pergantian tahun III masuk th. IV dari Republik Indonesia, diabaikan sadja peringatan Proklamasi Kemerde- kaan tanggal 17 Agustus 1945, seolah-olah tidak ada apa-apa jang kedjadian, padahal seluruh dunia telah mengetahui Proklamasi itu. Menurut perasaan kami kedjadian seperti itu jang telah mentakdjubkan dunia tidak dapat dilangkahi begitu sadja, bahkan sepatutnja dibanggakan sehebat-hebatnja. Pada mulanja kami melantjarkan usaha Jajasan Dharma ini, telah tertanam dalam hati kami pengharapan akan lekas timbulnja persetudjuan politik antara Republik dan Belanda, hal mana bila terbentuk, tentu menggembirakan kedua belah pihak. Sajang sekali sampai sekarang persetudjuan politik jang diharap- harap itu tidak djuga atau belum djuga tertjapai sampai ada menimbulkan ketjewa. Perasaan ketjewa itu telah menimbulkan pada golongan pessimist satu sikap menunggu dan duduk diam-diam, bahkan ada jany merasa telah bosan dan tidak tahu lagi apa jang akan dibuatnja, ada pula jang ingin ment jari pemetjahan soal dengan kekuatan sendjata. Tidak begitu sifat dan keadaan Jajasan Dharma, sebagai penerbit Mimbar Indonesia, malahan segala kesulitan dan kesukaran soal jang ada sekarang menimbulkan hasrát mengaturkan suatu sumbangan untuk mendjernihkan piki- ran dengan meminta pertimbangan tinggi pada para pemimpin jang bertang- gung djawab dikedua belah pihak, baik dalam Republik maupun dipihak Be- landa, supaja menuruti djalan pikiran jang sehat (common sense). Kemerdekaan itu hanjalah ibarat djembatan emas jang akan membawa kita pada perdamaian, jang berdasar pembangunan, lahir dan bathin. Kami berharap supaja rakjat seluruh Indonesia segera dapat merajakan Hari Kemerdekaan dalam suasana gembira-raja. Wassalam, Penerbit Jajasan Dharma Redaksi Mimbar Indonesia Digitized by Google<noinclude></noinclude> 3926z37plhy72vuwwsc83cbs6hel4kt 313800 313789 2026-08-17T07:32:33Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313800 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{xxx-larger|''Kata Pengantar''}} {{sp|''MERDEKA''!}} {{dropinitial|'''S'''}}''EBAGAIMANA telah tersiar pada permulaan terbitnja Mimbar Indonesia dalam nomor pertama dan tahun pertamanja, maka adalah dasar-dasar madjallah ini:'' # ''Menuntut dan mempertahankan hak bangsa Indonesia untuk menentukan nasibnja sendiri.'' # Demokrasi sebagai ''sistim jang harus diselenggarakan dalam hidup kenegaraan dan keekonomian Indonesia.'' # Keadilan sosial ''sebagai ukuran dan tudjuan dari segala usaha pembangunan.'' #Persahabatan ''dan'' kerdjasama internasional ''guna perdamaian dan kesedjahteraan Dunia''. ''Dasar-dasar jang sedemikian itu telah djelas dan itulah salah satu hak azasi manusia jang telah diakui djuga oleh anggapan umum diseluruh dunia, sebagai dasar dan tudjuan demokrasi.'' ''Berhubung dengan itu tidaklah pada tempatnja bagi bangsa Indonesia, apalagi jang ada didaerah pendudukan, kalau pada pergantian tahun III masuk th. IV dari Republik Indonesia, diabaikan sadja peringatan Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, seolah-olah tidak ada apa-apa jang kedjadian, padahal seluruh dunia telah mengetahui Proklamasi itu. Menurut perasaan kami kedjadian seperti itu jang telah mentakdjubkan dunia tidak dapat dilangkahi begitu sadja, bahkan sepatutnja dibanggakan sehebat-hebatnja.'' ''Pada mulanja kami melantjarkan usaha Jajasan Dharma ini, telah tertanam dalam hati kami pengharapan akan lekas timbulnja persetudjuan politik antara Republik dan Belanda, hal mana bila terbentuk, tentu menggembirakan kedua belah pihak. Sajang sekali sampai sekarang persetudjuan politik jang diharap-harap itu tidak djuga atau belum djuga tertjapai sampai ada menimbulkan ketjewa.'' ''Perasaan ketjewa itu telah menimbulkan pada golongan pessimist satu sikap menunggu dan duduk diam-diam, bahkan ada jang merasa telah bosan dan tidak tahu lagi apa jang akan dibuatnja, ada pula jang ingin ment jari pemetjahan soal dengan kekuatan sendjata.'' ''Tidak begitu sifat dan keadaan Jajasan Dharma, sebagai penerbit Mimbar Indonesia, malahan segala kesulitan dan kesukaran soal jang ada sekarang menimbulkan hasrát mengaturkan suatu sumbangan untuk mendjernihkan pikiran dengan meminta pertimbangan tinggi pada para pemimpin jang bertanggung djawab dikedua belah pihak, baik dalam Republik maupun dipihak Belanda, supaja menuruti djalan pikiran jang sehat (common sense).'' ''Kemerdekaan itu hanjalah ibarat djembatan emas jang akan membawa kita pada perdamaian, jang berdasar pembangunan, lahir dan bathin.'' ''Kami berharap supaja rakjat seluruh Indonesia segera dapat merajakan Hari Kemerdekaan dalam suasana gembira-raja.'' {{block right|align=center|''Wassalam,'' ''Penerbit Jajasan Dharma'' ''Redaksi Mimbar Indonesia''}}<noinclude></noinclude> m2q44qn2rap3g9xduibt79vfqcahk1k Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/82 104 113627 313790 2026-08-17T07:28:00Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313790 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|80|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude>soetji, soeda lama ia dateng dan sekarang ia tidoer kenapa kau bilang aken dateng?" Orang gila poen bisa maki laen orang gila, orang gendeng poen djoega bisa memaki laen orang gendeng, inilah memang kerna doenia ada roemah sakit gila besar, tempatnja orang gendeng. Dan poen djangan heran kaloe badjingan-badjingan bisa djoega maki'in laen orang badjingan, kerna manoesia ini semoea ada badjingan-badjingan jang pande sekali topengin hatinja jang sedjati, soeka melawan sama perasa'an hatinja sendiri, dengen tjoema ada perbeda'an antara aloes dan kasar. Hong-hwie anggep 'ntjim Hwie-bing gila, sebaliknja 'ntjim Hwie-bing poen anggep Hong-hwie gila, hingga marika berdoea pada gilanja. Doenia ini jang loeas poen tida bedah seperti dalem itoe kamar. Satoe dakwa jang laen gila dan sebaliknja jang laen poen demikian hingga lantas masing-masing pada gilanja, lantas terbitken persetorian, perklaian, paperangan d.l.l. Hong-hwie kamoedian rasa ada lebih baek lantas pergi ambil Pik di Toeban. Begitoelah brapa hari lagi kadjadian Pik soeda sampe di roemannja. „Nio-nio," begitoelah Pik berseroeh dan laloe toebroek, peloek dan tjioem iboenja. „He, he, anak nakal, dari maenan di mana kau?" katanja 'ntjim Hwie-bing dengen tertawa. „Kemaren akoe bikinken itoe koen idjo moeda, mana sekarang kau tida pake?" „Ditjoetji, 'nio," begitoelah Pik moesti berlaga ikoet djadi gila, agar tida dimaki 'gila' oleh iboenja, kamoedian seperti lakoenja satoe anak ketjil ia tjioem itoe iboe seraja kata: „Besoek Pik pake lagi, ja."<noinclude></noinclude> 8flllawd1siyv9qshj6erot64575ab3 Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/83 104 113628 313792 2026-08-17T07:29:14Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313792 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{Bold|{{sp|PENGORBANAN}}}}|||81}}</noinclude>Pik rasaken hatinja antjoer meliat romannja sang iboe jang lebin mirip dinamaken 'mait-hidoep' dari pada dibilang 'koeroes-kering'. Kapan sang hari soeda meliwatin poeloehan minggoe, kapan Pik jang sabar dan menjinta telah rawatin dengen sabar pada iboenja, rawatin dengen satoe waktoe bisa ikoet berlaga djadi gila, achirnja 'ntjim Hwie-bing poenja hati jang antjoer moelai bisa oetoeh kombali dan soemangetnja jang berantakan pelahan-pelahan maoe koempoel lagi di dalem kepalanja. {{rule|width=5em}}<noinclude></noinclude> pkpecwnh0q9g9dtfmn8wk3s2lqtgtb2 313793 313792 2026-08-17T07:29:28Z Ammachemist 27288 313793 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{Bold|{{sp|PENGORBANAN}}}}|||81}}</noinclude>Pik rasaken hatinja antjoer meliat romannja sang iboe jang lebin mirip dinamaken 'mait-hidoep' dari pada dibilang 'koeroes-kering'. Kapan sang hari soeda meliwatin poeloehan minggoe, kapan Pik jang sabar dan menjinta telah rawatin dengen sabar pada iboenja, rawatin dengen satoe waktoe bisa ikoet berlaga djadi gila, achirnja 'ntjim Hwie-bing poenja hati jang antjoer moelai bisa oetoeh kombali dan soemangetnja jang berantakan pelahan-pelahan maoe koempoel lagi di dalem kepalanja. {{rule|width=5em}}<noinclude></noinclude> qfh8q4sduf5v9uyyab4ykffpy3ou5iq Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/28 104 113629 313798 2026-08-17T07:32:12Z Ibrohim tijani 26379 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '26 TJERITA ROMAN berdiri itoe idoeng jang lantjip dan itoe sepasang bibir jang laksana belahan boeah manggis jang sedengnja njadam — merah semringah, serta samping kanan-kirinja mana ada itoe sepasang pipi jang oepama boeah djamboe dersana. Dengen matanja jang tida berkesip itoe nona awasin moekanja Yong-han. „Ma'afken, akoe lantjang , ... katanja Yong-hart dengen hati berdebar, tapi kamoedian ia legahan apa­ bila telah menampak bahoea itoe no... 313798 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>26 TJERITA ROMAN berdiri itoe idoeng jang lantjip dan itoe sepasang bibir jang laksana belahan boeah manggis jang sedengnja njadam — merah semringah, serta samping kanan-kirinja mana ada itoe sepasang pipi jang oepama boeah djamboe dersana. Dengen matanja jang tida berkesip itoe nona awasin moekanja Yong-han. „Ma'afken, akoe lantjang , ... katanja Yong-hart dengen hati berdebar, tapi kamoedian ia legahan apa­ bila telah menampak bahoea itoe nona soeda poeas dengen . iapoenja pernjata'an ma'af. Marika lantas tida mengomong poeiah katjoeali sa­ ling memandeng. ,,Nona, akoe pernah denger bahoea 'ntjik hlwiebing ada poenjain satoe poetri, kaloe tida salah brangkali itoelah ada kau sendiri ? " kamoedian Yonghan paksa berkata. „Itoelah akoe dan namakoe Pik," saoetnja dengen soeara jang pelahan. ,,Dan akoe " Yong-han belon landjoetken laloe Pik memotong bitjara : ,,Akoe soeda taoe, kau ada Yong-han, anaknja kong-sie Ting-liang." ,,Kenapa kau taoein dirikoe, dan bagima^ia kau bisa taoe bahoea akoe ditahan di sini ? " Yong-han laloe menanjah. ,,Akoe dapet tjoeri denger dari ajahkoe koetika ia dengen berkesik omong-omong sama djago-djagonja, samentara ini tempat ach, boeat akoe tida asing lagi, kerna kau boekan korban pertama." ,,Apa ini tempat memang ada tempat jang sengadja disediain boeat kerem moesoeh-moesoehnja sebagi akoe ? " ,,Boekan tjoema sebagi kau sadja, poen pernah ka-<noinclude></noinclude> 4ihnmsxopwpt2dwfp5vciy4y5gdlx7w 313810 313798 2026-08-17T07:39:49Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313810 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|26}}</noinclude>{{center|'''TJERITA ROMAN'''}} berdiri itoe idoeng jang lantjip dan itoe sepasang bibir jang laksana belahan boeah manggis jang se- dengnja njadam — merah semringah, serta samping kanan-kirinja mana ada itoe sepasang pipi jang oepama boeah djamboe dersana. Dengan matanja jang tida berkesip itoe nona awasin moekanja Yong-han. „Ma'afkan, akoe lantjang ........” katanja Yong-han dengen hati berdebar, tapi kamoedian ia legahan apa- bila telah menampak bahoea itoe nona soeda poesas dengen iapoenja pernjata'an ma'af. Marika lantas tida mengomong poelah katjoeali sa- ling memandeng. „Nona, akoe pernah denger bahoea ’ntjik Hwie- bing ada poenja'in satoe poetri, kaloe tida salah brang- kali itoelah ada kau sendiri ......?” kamoedian Yong- han paksa berkata. „Itoelah akoe ........ dan namakoe Pik,” saoetnja dengen soeara jang pelahan. „Dan akoe ........” Yong-han belon landjoetken laloe Pik memotong bi- tjara : „Akoe soeda taoe, kau ada Yong-han, anaknja kong-sie Ting-liang.” „Kenapa kau taoein dirikoe, dan bagaimana kau bisa taoe bahoea akoe ditahan di sini ?” Yong-han laloe menanjah. „Akoe dapet tjoeri denger dari ajahkoe koetika ia dengen berkesik omong-omong sama djago-djagonja, sementara ini tempat ...... ach, boeat akoe tida asing lagi, kerna kau boekan korban pertama.” „Apa ini tempat memang ada tempat jang sengadja disediain boeat kerem moesoeh-moesoehnja sebagi akoe ?” „Boekan tjoema sebagi kau sadja, poen pernah {{hws|ka-|kadjadjan}}<noinclude></noinclude> 37gg60mte3ifyl99bbmioq9w2je5b0o Halaman:Janie.pdf/4 104 113630 313802 2026-08-17T07:33:58Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'AMOR ATIURUS Kon Janie Inst. v. Taal-, Land (6076 1987 en Volkenkunde Oleh: Raro Paloepie. DILARANG KOETIB Tjerita Roman" TOSARI Terbit tiap pertengahan boelan dan saben terbit moeat satoe tjerita tamat dari penoelis-penoelis pilihan. Harga berlangganan f 1- dan loear Indonesia f 1.50 per 3 boelan.' 313802 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>AMOR ATIURUS Kon Janie Inst. v. Taal-, Land (6076 1987 en Volkenkunde Oleh: Raro Paloepie. DILARANG KOETIB Tjerita Roman" TOSARI Terbit tiap pertengahan boelan dan saben terbit moeat satoe tjerita tamat dari penoelis-penoelis pilihan. Harga berlangganan f 1- dan loear Indonesia f 1.50 per 3 boelan.<noinclude></noinclude> jgxb24dbnot3by0damt7ewhot1suiyt 313805 313802 2026-08-17T07:37:25Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313805 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{Xxx-larger|''Janie''}} {{R|''Oleh: Raro Paloepie.''}} {{rule|6em}} {{larger|{{C|<u>DILARANG KOETIB</u>}}}} {{x-larger|{{sp|{{c|'''„Tjerita Roman”'''}}}}}} {{sp|{{c|{{larger|TOSARI}}}}}} {{C| Terbit tiap pertengahan boelan dan saben terbit moeat satoe tjerita tamat dari penoelis-penoelis pilihan. Harga berlangganan ƒ 1— dan loear Indonesia ƒ 1.50 per 3 boelan.}}<noinclude></noinclude> mjo944ab55pg3zkj4gg559z9fzqa8i3 313806 313805 2026-08-17T07:37:42Z Iripseudocorus 23824 313806 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{Xxx-larger|''Janie''}} {{R|''Oleh: Raro Paloepie.''}} {{rule|12em}} {{larger|{{C|<u>DILARANG KOETIB</u>}}}} {{x-larger|{{sp|{{c|'''„Tjerita Roman”'''}}}}}} {{sp|{{c|{{larger|TOSARI}}}}}} {{C| Terbit tiap pertengahan boelan dan saben terbit moeat satoe tjerita tamat dari penoelis-penoelis pilihan. Harga berlangganan ƒ 1— dan loear Indonesia ƒ 1.50 per 3 boelan.}}<noinclude></noinclude> pt9behyujiw75ve4tp7n49ihkmsjprl Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/84 104 113631 313803 2026-08-17T07:35:34Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313803 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|82|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude>{{C|{{bold|VI}}}} {{right|{{smaller|„Ja, tapi ..............." Gwat brenti berkata, boeat kasi lampias itoe aer-mata jang mengembeng dï kadoea matanja menetes toeroen ka bawah, ....... tapi, akoe merasa, kau poenja pergi ini seperti boeat tida balik lagi............"}}}} {{di|K}}OETIKA 'ntjik Ting-liang mengoesir Yong-han, boekan tjoema lantaran ia sajang sama pangkat dan takoet hadepin perkara, tapi poen boeat menjiametken poetranja dari bahaja. Berboelan-boelan Yong-han loentang-lantoeng di loearan dengen masih meroepaken satoe antjeman bagi 'ntjik Hwie-bing, kerna boekan d|arang ia masih seringkali mengantjem kaloe kabetoelan 'ntjik Hwie-bing maoe lakoeken perboeatan sawenang-wenang. Sampe achirnja ia djadi kalap koetika dengar salentingan kabar jang tida enak atas dirinja Pik, jalah itoe maleman aengen menoenggang praoe dari Tajoe, dengen resia ia telah masoek dalem kota Rembang boeat bikin peritoengan sama 'ntjik Hwie-bing, tapi telah gagal dan malahan ia kapaksa lari dengen mengondol loeka-loeka di tangannja. Maski beroleh itoe kagagalan, Yong-han masih penasaran. Satiap sa'at ia laloe semingkin giat boeat koempoelken boekti-boekti boeat serahken Hwie-bing pada negri, jang oepama nanti pembesar di Rembang mengelonin padanja, ia nanti aken oeroes lebih djaoe sama pamerentahan jang lebih tinggi. Di Tajoe dengen pake laen nama Yong-han menoempang dan membantoe kerdja sama satoe soedagar babi. Seringkali dengen ambil djalan laoet ia lakoeken pendjoealan babi ka Semarang. 'Ntjik ning-bie, itoe soedagar, djadi girang sekali<noinclude></noinclude> p33kdmuofcg87y4qd4y8r6o1roab8p5 313804 313803 2026-08-17T07:35:55Z Ammachemist 27288 313804 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|82|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude>{{C|{{bold|VI}}}} {{right|{{smaller|„Ja, tapi ............." Gwat brenti berkata, boeat kasi lampias itoe aer-mata jang mengembeng dï kadoea matanja menetes toeroen ka bawah, ....... tapi, akoe merasa, kau poenja pergi ini seperti boeat tida balik lagi............"}}}} {{di|K}}OETIKA 'ntjik Ting-liang mengoesir Yong-han, boekan tjoema lantaran ia sajang sama pangkat dan takoet hadepin perkara, tapi poen boeat menjiametken poetranja dari bahaja. Berboelan-boelan Yong-han loentang-lantoeng di loearan dengen masih meroepaken satoe antjeman bagi 'ntjik Hwie-bing, kerna boekan d|arang ia masih seringkali mengantjem kaloe kabetoelan 'ntjik Hwie-bing maoe lakoeken perboeatan sawenang-wenang. Sampe achirnja ia djadi kalap koetika dengar salentingan kabar jang tida enak atas dirinja Pik, jalah itoe maleman aengen menoenggang praoe dari Tajoe, dengen resia ia telah masoek dalem kota Rembang boeat bikin peritoengan sama 'ntjik Hwie-bing, tapi telah gagal dan malahan ia kapaksa lari dengen mengondol loeka-loeka di tangannja. Maski beroleh itoe kagagalan, Yong-han masih penasaran. Satiap sa'at ia laloe semingkin giat boeat koempoelken boekti-boekti boeat serahken Hwie-bing pada negri, jang oepama nanti pembesar di Rembang mengelonin padanja, ia nanti aken oeroes lebih djaoe sama pamerentahan jang lebih tinggi. Di Tajoe dengen pake laen nama Yong-han menoempang dan membantoe kerdja sama satoe soedagar babi. Seringkali dengen ambil djalan laoet ia lakoeken pendjoealan babi ka Semarang. 'Ntjik ning-bie, itoe soedagar, djadi girang sekali<noinclude></noinclude> ejpd0bqk6kd2ac9qjuk6hdiue35en3u Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/85 104 113632 313807 2026-08-17T07:38:31Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313807 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{Bold|{{sp|PENGORBANAN}}}}|||83}}</noinclude>mempoenjain pembantoe sebagi ia, salaennja radjin poen memang bisa bakeruja. 'Ntjik Hing-bie ada mempoenjain satoe anak angkat prempoean, jang segala-galanja ampir mirip sama Pik. Gwat, begitoelah namanja itoe anak, sekarang soeda djadi gadis jang radjin, satiap pagi dan sore belon pernah alpa atoer oeroesan pembagian makanan babi piara'an ajahnja jang djoemblahnja ratoesan. Tapi sadjek Yong-han berada di sitoe, ia djadi tida terlaloe repot lagi, kerna dalem banjak hal Yong-han soeka membantoe padanja. 'Ntjik Hing-bie poenja tanah pekarangan ada loeas sekali, di paling blakang, sedikit djaoe dari roemah tinggalnja, ada itoe kandang-babi, kamoedian jang moeka'an lagi ada itoe kebon sajoeran dan kebon kembang, kerna memang salaennja berniaga babi ia poen ada dioeal itoe hasil tetaneman. Sabelonnja sampe di itoe kandang babi, ada satoe soengi ketjil jang melintang di sitoe, di mana, di atas itoe batoe-batoe Yong-han soeka lajap-lajapken dirinja apabila sang hari soeda djadi sore dan ia soeda menganggoer. Dateng di mana, selaloe ia belon pernah kaloepa'an membawa iapoenja soeling bamboe jang bagoes. Yong-han doeloe, kapan ajahnja repot sama pakerdja'an, laloe disekolahken di Semarang. Kabetoelan iapoenja goeroe salaennja pande ilmoe soerat dan silat poen pande dalem hal tetaboean, hingga kamoedian Yong-han salaennja pande boenjiken Soe-sie Ngo-king djoega gapah pentil khiem tioep soeling. Itoe sore, seperti biasanja, Yong-han telah tioep satoe lagoe Tionghoa klassiek begitoe moeloek. „Ho, ho, 'nko, kau tioep soeling begini moeloek, tida seperti sari-sarinja," dengen sakoenjoeng-koenjoeng<noinclude></noinclude> tmnqaasxsxclewgtpu5m7s6lt7jl579 Terjemahan Sederhana Indonesia/Matius 0 113633 313808 2026-08-17T07:38:42Z Felianiwiki 27485 ←Membuat halaman berisi ''''Daftar nenek moyang Kristus Yesus''' 1 Inilah daftar nenek moyang Kristus Yesus: Dia berasal dari keturunan Daud, yang adalah keturunan Abraham. 2-6 Inilah nenek moyang-Nya mulai dari Abraham sampai Raja Daud: *Abraham, Isak, Yakub, Yehuda (dan saudara-saudaranya), Peres (dan Zerah, ibu mereka bernama Tamar), Hesron, Ram, Aminadab, Nahason, Salmon, Boas (ibunya bernama Rahab), Obed (ibunya bernama Rut), Isai, dan Raja Daud. 7-11 Kemudian mulai dari Daud sampai...' 313808 wikitext text/x-wiki '''Daftar nenek moyang Kristus Yesus''' 1 Inilah daftar nenek moyang Kristus Yesus: Dia berasal dari keturunan Daud, yang adalah keturunan Abraham. 2-6 Inilah nenek moyang-Nya mulai dari Abraham sampai Raja Daud: *Abraham, Isak, Yakub, Yehuda (dan saudara-saudaranya), Peres (dan Zerah, ibu mereka bernama Tamar), Hesron, Ram, Aminadab, Nahason, Salmon, Boas (ibunya bernama Rahab), Obed (ibunya bernama Rut), Isai, dan Raja Daud. 7-11 Kemudian mulai dari Daud sampai masa pembuangan Israel ke negeri Babel, inilah nenek moyang Yesus: Daud, Salomo (ibunya adalah mantan istri Uria), Rehabeam, Abia, Asa, Yosafat, Yoram, Uzia, Yotam, Ahas, Hiskia, Manasye, Amon, Yosia, dan Yekonya (bersama saudara-saudaranya). 12-16 Terakhir, dari masa pembuangan bangsa Israel ke Babel sampai Yesus dilahirkan, inilah nenek moyang-Nya: Yekonya, Sealtiel, Zerubabel, Abihud, Elyakim, Azor, Zadok, Akim, Eliud, Eleazar, Matan, Yakub, dan Yusuf. Yusuf adalah suami Maria, dan Maria adalah ibu Yesus, yang disebut Kristus. 17 Jadi ada empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai waktu bangsa Israel dibawa ke Babel, dan empat belas keturunan sejak bangsa Israel mulai tinggal di negeri Babel sampai Kristus dilahirkan. '''Kelahiran Kristus Yesus''' 145472w2fi7vb2dupfjvlraoc32u3px 313813 313808 2026-08-17T07:40:39Z Felianiwiki 27485 313813 wikitext text/x-wiki '''Daftar nenek moyang Kristus Yesus''' {{Pasal1|1}} {{verse|chapter=1|verse=1}} 1 Inilah daftar nenek moyang Kristus Yesus: Dia berasal dari keturunan Daud, yang adalah keturunan Abraham. {{verse|chapter=1|verse=2-6}} Inilah nenek moyang-Nya mulai dari Abraham sampai Raja Daud: *Abraham, Isak, Yakub, Yehuda (dan saudara-saudaranya), Peres (dan Zerah, ibu mereka bernama Tamar), Hesron, Ram, Aminadab, Nahason, Salmon, Boas (ibunya bernama Rahab), Obed (ibunya bernama Rut), Isai, dan Raja Daud. {{verse|chapter=1|verse=7-11}} Kemudian mulai dari Daud sampai masa pembuangan Israel ke negeri Babel, inilah nenek moyang Yesus: Daud, Salomo (ibunya adalah mantan istri Uria), Rehabeam, Abia, Asa, Yosafat, Yoram, Uzia, Yotam, Ahas, Hiskia, Manasye, Amon, Yosia, dan Yekonya (bersama saudara-saudaranya). {{verse|chapter=1|verse=12-16}} Terakhir, dari masa pembuangan bangsa Israel ke Babel sampai Yesus dilahirkan, inilah nenek moyang-Nya: Yekonya, Sealtiel, Zerubabel, Abihud, Elyakim, Azor, Zadok, Akim, Eliud, Eleazar, Matan, Yakub, dan Yusuf. Yusuf adalah suami Maria, dan Maria adalah ibu Yesus, yang disebut Kristus. {{verse|chapter=1|verse=17}} Jadi ada empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai waktu bangsa Israel dibawa ke Babel, dan empat belas keturunan sejak bangsa Israel mulai tinggal di negeri Babel sampai Kristus dilahirkan. '''Kelahiran Kristus Yesus''' 11vgzoyjme86b3nxoxtc7krk63elgny 313817 313813 2026-08-17T07:41:10Z Felianiwiki 27485 313817 wikitext text/x-wiki '''Daftar nenek moyang Kristus Yesus''' {{Chapter1|1}} {{verse|chapter=1|verse=1}} 1 Inilah daftar nenek moyang Kristus Yesus: Dia berasal dari keturunan Daud, yang adalah keturunan Abraham. {{verse|chapter=1|verse=2-6}} Inilah nenek moyang-Nya mulai dari Abraham sampai Raja Daud: *Abraham, Isak, Yakub, Yehuda (dan saudara-saudaranya), Peres (dan Zerah, ibu mereka bernama Tamar), Hesron, Ram, Aminadab, Nahason, Salmon, Boas (ibunya bernama Rahab), Obed (ibunya bernama Rut), Isai, dan Raja Daud. {{verse|chapter=1|verse=7-11}} Kemudian mulai dari Daud sampai masa pembuangan Israel ke negeri Babel, inilah nenek moyang Yesus: Daud, Salomo (ibunya adalah mantan istri Uria), Rehabeam, Abia, Asa, Yosafat, Yoram, Uzia, Yotam, Ahas, Hiskia, Manasye, Amon, Yosia, dan Yekonya (bersama saudara-saudaranya). {{verse|chapter=1|verse=12-16}} Terakhir, dari masa pembuangan bangsa Israel ke Babel sampai Yesus dilahirkan, inilah nenek moyang-Nya: Yekonya, Sealtiel, Zerubabel, Abihud, Elyakim, Azor, Zadok, Akim, Eliud, Eleazar, Matan, Yakub, dan Yusuf. Yusuf adalah suami Maria, dan Maria adalah ibu Yesus, yang disebut Kristus. {{verse|chapter=1|verse=17}} Jadi ada empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai waktu bangsa Israel dibawa ke Babel, dan empat belas keturunan sejak bangsa Israel mulai tinggal di negeri Babel sampai Kristus dilahirkan. '''Kelahiran Kristus Yesus''' 66aqzpytha1k1tsb8fjtzw0ms3i87m4 Halaman:Janie.pdf/5 104 113634 313809 2026-08-17T07:39:04Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '{{rule}} DITJITAK OLEH: {{C|{{x-larger|''The Paragon Press''}} {{R|MALANG}} {{rule}} {{border| SEDIKIT OETJAPAN. ERASA'AN jang paling heibat menjerang pada sesoeatoe orang moeda, adalah itoe perasa'an Tjinta jang pertama timboel. Perasa'an itoe aken se- nantiasa teroekir dalem hati, biar berhasil atawa gagal. Maka itoe sasoeatoe anak moeda bisa tilik geteran perasa'annja, agar tida gampang dipengaroei oleh segala perasa'an jang tida berdasar. T... 313809 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{rule}} DITJITAK OLEH: {{C|{{x-larger|''The Paragon Press''}} {{R|MALANG}} {{rule}} {{border| SEDIKIT OETJAPAN. ERASA'AN jang paling heibat menjerang pada sesoeatoe orang moeda, adalah itoe perasa'an Tjinta jang pertama timboel. Perasa'an itoe aken se- nantiasa teroekir dalem hati, biar berhasil atawa gagal. Maka itoe sasoeatoe anak moeda bisa tilik geteran perasa'annja, agar tida gampang dipengaroei oleh segala perasa'an jang tida berdasar. Tamo al Romano.}}<noinclude></noinclude> qomlul256yx6ewmzpor2xmjy893i9nf 313812 313809 2026-08-17T07:40:36Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313812 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{rule}} DITJITAK OLEH: {{C|{{x-larger|''The Paragon Press''}}}} {{R|MALANG}} {{rule}} {{border| {{larger|{{C|'''SEDIKIT OETJAPAN.'''}}}} {{Dropinitial|'''P'''}}{{sp|'''ERASA'AN'''}} jang paling heibat menjerang pada sesoeatoe orang moeda, adalah itoe perasa'an Tjinta jang pertama timboel. Perasa'an itoe aken senantiasa teroekir dalem hati, biar berhasil atawa gagal. Maka itoe sasoeatoe anak moeda bisa tilik geteran perasa'annja, agar tida gampang dipengaroei oleh segala perasa'an jang tida berdasar. {{R|{{Sp|'''Romano.'''}}}} }}<noinclude></noinclude> rbv556mtvgrl2bkg032mnzu0aqwd5ip 313815 313812 2026-08-17T07:40:56Z Iripseudocorus 23824 313815 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{rule}} DITJITAK OLEH: {{C|{{x-larger|'''''The Paragon Press'''''}}}} {{R|MALANG}} {{rule}} {{border| {{larger|{{C|'''SEDIKIT OETJAPAN.'''}}}} {{Dropinitial|'''P'''}}{{sp|'''ERASA'AN'''}} jang paling heibat menjerang pada sesoeatoe orang moeda, adalah itoe perasa'an Tjinta jang pertama timboel. Perasa'an itoe aken senantiasa teroekir dalem hati, biar berhasil atawa gagal. Maka itoe sasoeatoe anak moeda bisa tilik geteran perasa'annja, agar tida gampang dipengaroei oleh segala perasa'an jang tida berdasar. {{R|{{Sp|'''Romano.'''}}}} }}<noinclude></noinclude> nx286ao3ao13ugwp09gf2bomg8kgo8c Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/29 104 113635 313811 2026-08-17T07:40:19Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313811 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||27}}</noinclude>{{center|'''PENGORBANAN'''}} {{hwe|djadjan|kadjadjan}} brapa nona-nona manis jang berkepala batoe ada disekep di sini, dikasi pladjaraan boeat marika djadi djinek ........ !” „St ! St ! St !” Yong-han djebiken bibirnja, menje- gah Pik oetjapkan soeara keras. „Djangan mengomong dengen soeara bernabsoe, denger, di sana roepanja ada tindakannja orang jang mendatengin kamari poe- lah.” Itoe doegahan ternjata bener. Pik dengen sigra me- njoeloesoep lagi di bawah itoe roempoetan kering dan tiker. Sabentar lagi itoe pintoe terpentang poelah, ka- moedian kliatan ’ntjik Hwie-bing masoek. „Baroesan akoe denger dengen lapat-lapat soeara- nja doea orang jang saling mengomong ........ ?” de- ngen moeka tjemberoet dan penoeh kasangsian ’ntjik Hwie-bing laloe menegor Yong-han jang lagi asik san- tap itoe makanan. Yong-han tindes berdebarinja hati dan kata : „Me- mang bener ada itoe soeara, tapi boekan doea orang, hanja ada soearakoe sendiri jang menjoemel sendirian atas nasib jang menimpah dirikoe.” ’Ntjik Hwie-bing awasin di sakoeliling sitoe. Samen- tara Yong-han dengen hati teratapan tjoba melirik itoe goendoekan roempoet, boeat liat apakah Pik tida gojangken badan, tapi soekoer Pik melingker dengen anteng. Setelah rasa tida ada apa-apa jang ditjoerain, ’ntjik Hwie-bing lantas berlaloe. „Akoe kira kau djangan boeroe-boeroe poelang, koeatin nanti dipergokin oleh ajahmoe,” kamoedian Yong-han kata dengen berbisik. „Bener begitoe, kerna memang ia soeka melek {{hws|sam-|sampe}}<noinclude></noinclude> ob5n5kbgkzvs6d3zr2ttvtlchp5z897 Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/30 104 113636 313814 2026-08-17T07:40:43Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313814 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||28}}</noinclude>{{center|'''TJERITA ROMAN'''}} {{hwe|pe|sampe}} djaoe malem,” saoetnja Pik dengen paras masih mengoendjoeken roepa katakoetan. Yong-han laloe doedoek terpekoer, kamoedian kata : „Akoe toelceng tanjah poelah, apa kau artiken itoe kau poenja oetjapan : ’Kau boekan korban pertama’ ?” „Kau tida taoe, ajahkoe poenja pengaroeh dan ka- wasa'an di ini tempat ada saolah-olah radja: ia bisa berboeat sasoeka-soeka pada segala orang jang tida disoekain, maoe boenoem mati maepoen tjoema per- sakitin sadja atawa maoein orang poenja anak-bini, ampir tida ada orang bisa rintangin sekalipoen pem- besar negri sendiri.” „Ja, ja; akoe taoe, memang banjak sekali djoemblah- nja pechter-pachter jang hidoep sebagi ’radja’.” „Dan kenapa kau poen djadi korban di sini ?” „Itoelah tjoema lantaran ’pengorbanan’ goenanja satoe orang, satoe djiwa tapi menanggoeng hidoepnja 24 familinja.” „Ja, ja; akoe denger sedikit hal itoe oeroesan.” Kombali boeat brapa sa'at marika tinggal diam. „Nona, kau kasianin padakoe ?” kamoedian Yong- han berkata. „Kaloe akoe tida kasianin kau, tida tengah malem boeta begini akoe brani samperin kamari, dan atawa waktoe denger ajahkoe kata sama itoe ’ntjik Hong- hwie jang bertaoeken bahoea kau aken dikasi poesa lima hari lima malem, hatikoe tida senantiasa kata- koetan djangan-djangan kau nanti binasa di ini kamar tjilako, maka saben liwat tengah hari, di waktoe sepih, akoe soeka intip-intip ka mari di rengangannja ini daon djendela jang belon pernah diboeka, kapingin menga- taoein apakah kau masih bernapas.” „Tapi akoe kapingin ini pertoeloengan tida dibikin boeat setengah djalan.”<noinclude></noinclude> i06qaymn1xstuyoklx8ohajjlax705o 313816 313814 2026-08-17T07:40:59Z Ibrohim tijani 26379 313816 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|28}}</noinclude>{{center|'''TJERITA ROMAN'''}} {{hwe|pe|sampe}} djaoe malem,” saoetnja Pik dengen paras masih mengoendjoeken roepa katakoetan. Yong-han laloe doedoek terpekoer, kamoedian kata : „Akoe toelceng tanjah poelah, apa kau artiken itoe kau poenja oetjapan : ’Kau boekan korban pertama’ ?” „Kau tida taoe, ajahkoe poenja pengaroeh dan ka- wasa'an di ini tempat ada saolah-olah radja: ia bisa berboeat sasoeka-soeka pada segala orang jang tida disoekain, maoe boenoem mati maepoen tjoema per- sakitin sadja atawa maoein orang poenja anak-bini, ampir tida ada orang bisa rintangin sekalipoen pem- besar negri sendiri.” „Ja, ja; akoe taoe, memang banjak sekali djoemblah- nja pechter-pachter jang hidoep sebagi ’radja’.” „Dan kenapa kau poen djadi korban di sini ?” „Itoelah tjoema lantaran ’pengorbanan’ goenanja satoe orang, satoe djiwa tapi menanggoeng hidoepnja 24 familinja.” „Ja, ja; akoe denger sedikit hal itoe oeroesan.” Kombali boeat brapa sa'at marika tinggal diam. „Nona, kau kasianin padakoe ?” kamoedian Yong- han berkata. „Kaloe akoe tida kasianin kau, tida tengah malem boeta begini akoe brani samperin kamari, dan atawa waktoe denger ajahkoe kata sama itoe ’ntjik Hong- hwie jang bertaoeken bahoea kau aken dikasi poesa lima hari lima malem, hatikoe tida senantiasa kata- koetan djangan-djangan kau nanti binasa di ini kamar tjilako, maka saben liwat tengah hari, di waktoe sepih, akoe soeka intip-intip ka mari di rengangannja ini daon djendela jang belon pernah diboeka, kapingin menga- taoein apakah kau masih bernapas.” „Tapi akoe kapingin ini pertoeloengan tida dibikin boeat setengah djalan.”<noinclude></noinclude> jq7ymyegpq1yurkb6pjkmbe3dnsfo1n Halaman:Janie.pdf/6 104 113637 313818 2026-08-17T07:41:13Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'ANON EST Janie Oleh: Rara Paloepie. 1. EKASLA H, Lem kaoe pergi ka pasar berbelandja dan kemoedian masak jang ledzat, kerna sebentar siang Niek aken dateng." ,,Nanti tentoe saja pangling pada 'den-adjeng, sé- bab saben vacantie poelang ka roemah, tentoe tam- bah besarnja dan tjantiknja. Saja nanti aken ma- saken nasi goerih boeat sebagi penjamboetan sla- met dateng." ,,Ja, masak jang enak. Tetapi djangan banjak omong, temponja nanti abis diboeat... 313818 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>ANON EST Janie Oleh: Rara Paloepie. 1. EKASLA H, Lem kaoe pergi ka pasar berbelandja dan kemoedian masak jang ledzat, kerna sebentar siang Niek aken dateng." ,,Nanti tentoe saja pangling pada 'den-adjeng, sé- bab saben vacantie poelang ka roemah, tentoe tam- bah besarnja dan tjantiknja. Saja nanti aken ma- saken nasi goerih boeat sebagi penjamboetan sla- met dateng." ,,Ja, masak jang enak. Tetapi djangan banjak omong, temponja nanti abis diboeat mengobrol sa- dja. Sekarang lekas ka pasar berbelandja." Jang bertjakepan itoe adalah R. A. Tjakrawar- daja, djanda dari R. Tjakrawardaja, bekas Weda- na dari Sragen, dan sekarang tinggal di Djokja, bertjakepan dengen boedjang prempoeannja, Ilem. Ilem sigra pergi blandja ka pasar boeat membeli daging, sajoeran dan laen-laennja kaperloean ma- sak. Sapeninggalnja sang boedjang, R. A. Tjakra laloe meliat gambar-gambar dan pot-pot kembang, prek- sa apa semoea telah teratoer baek dan tida kotor, dan mana jang tida betoel laloe dibetoelken.<noinclude></noinclude> hcziv7amwodn2w3ae5596q3esaurfow 313822 313818 2026-08-17T07:44:21Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313822 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{xxx-larger|''Janie''}} {{R|''Oleh: Rara Paloepie.''}} {{C|'''I.'''}} {{dropinitial|'''„L'''}}{{sp|'''EKASLAH'''}}, Lem kaoe pergi ka pasar berbelandja dan kemoedian masak jang ledzat, kerna sebentar siang Niek aken dateng.” „Nanti tentoe saja pangling pada 'den-adjeng, sébab saben vacantie poelang ka roemah, tentoe tambah besarnja dan tjantiknja. Saja nanti aken masaken nasi goerih boeat sebagi penjamboetan slamet dateng.” „Ja, masak jang enak. Tetapi djangan banjak omong, temponja nanti abis diboeat mengobrol sadja. Sekarang lekas ka pasar berbelandja.” Jang bertjakepan itoe adalah R. A. Tjakrawardaja, djanda dari R. Tjakrawardaja, bekas Wedana dari Sragen, dan sekarang tinggal di Djokja, bertjakepan dengen boedjang prempoeannja, Ilem. Ilem sigra pergi blandja ka pasar boeat membeli daging, sajoeran dan laen-laennja kaperloean masak. Sapeninggalnja sang boedjang, R. A. Tjakra laloe meliat gambar-gambar dan pot-pot kembang, preksa apa semoea telah teratoer baek dan tida kotor, dan mana jang tida betoel laloe dibetoelken.<noinclude></noinclude> 603r9lkijyzqwq5iia41445dc6w37gl Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/86 104 113638 313819 2026-08-17T07:41:40Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313819 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|84|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude>Gwat telah moentjoel di dampingnja, sampe akoe kira ini soeara ada dari langit boekan dari bamboe. Lagoe apakah ini?" „'Sian-li bong = Impiannja satoe dewi'," saoetnja Yong-han sambil lepasken itoe soeling dari bibirnja. „Akoe aapet tjangkok ini lagoe dari satoe Pooteehie di Semarang, jalah waktoe maenken itoe lelakon Sie Djien-kwie Tjing Tang, di bagian menikahnja Tjien Han sama Tiauw Gwat-goo, Gwat-goo ada njanjiken itoe lagoe." Tetaboean dari roepa-roepa bangsa sabenernja masing-masing poen ada mempoenjain pengrasa'an sendiri-sendiri. Begitoepoen lagoe-lagoe Tionghoa, boekan meloeloe tjoema beroepa itoe tamboer dan gembreng jang bikin penggang koeping, tapi poen mempoenjain djoega lagoe klassiek jang aloes, membawa sifat-sifat bangsawan atawa ka'agoengan serta bisa pengaroehin orang poenja pengrasa'an jang lemboet. Seperti oepama lagoe di atas, dengen di loear taoenja itoe componist (pengarang lagoe), itoelah ada satoe klassiek jang aloes, soeara-soeara jang mengandoeng kasoetjian, kasetia'an dan katjinta'an jang moeloek, bisa bikin orang jang denger lantas soemangetnja lajap-lajap pada doenia dan penghidoepan jang lebih aloes. Ini kita belon korek Li Tai-po, Tu Fu atawa itoe Song Hian poenja lagoe: „Menjoesoel iboe di sorga" jang oepama soeara menetesnja aer-mata darah, dari mata djatoh ka boemi. „Ja, begitoe moeloek," Gwat kata poelah; „belon taoe bagimana kaloe itoe soeara dilengkepin dengen khiem ?" Yong-han tertawa dan laloe toendoeken kepalanja awasin mengalirnja itoe kali ketjil jang bening. „Liat, ini kali begini bening, begini santer kerna de-<noinclude></noinclude> jnp68uqbt1xqhqeha3ranazvg2liojn Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/31 104 113639 313820 2026-08-17T07:42:04Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313820 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||29}}</noinclude>{{center|'''PENGORBANAN'''}} „Apa kau maoe artiken ini ?” „Kau taoe, nona Pik, akoe tida berdosa,” kata lebih djaoe Yong-han. „Besoëk loesa sabenernja akoe ada satoe oeroesan jang kliwat penting, biar dipanggal batang leherkoe rasanja akoe ridlah tapi asal sadja itoe hari loesa pagi akoe bisa terlepas dari sini dan oeroes itoe.” „Itoe ada pengharepan kosong, ’nko.” „Tapi kau mampoe woedjoetken, kaloe kau maoe.” „Kau artiken bahoea kau minta akoe lepasken kau ?” „Itoelah jang akoe harep.” „Sajang, akoe tida bisa lantjang sampe di sitoe, dan lagi'nja akoe tida mempoenjain kontjinja ini slot borgolan.” „Tapi kau bisa tjoeri, apalagi kaloe ini slot ada ka- doeanja.” „Tjoeri, tjoeri ...... lepasken kau dan nanti kau bikin soesah sama ajahkoe, kau nanti bikin pembalesan .......... ?” Pik menanjah dengen pentang matanja jang moelain menjoemberken itoe aer bening. „Boekan boeat bikin pembalesan, hanja boeat toe- loeng satoe orang,” saoetnja Yong-han. „Begitoe itoe beres, akoe djandi, akoe nanti soeka balik kembali di sini, kau boleh borgol poelah.” Itoe aer-mata jang sedari tadi soeda mengembeng di sakiter matanja itoe gadis pelahan-pelahan laloe menetes ka bawah. ---------<noinclude></noinclude> 8hxfhmcn6makgerto88nxb67y00jula Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/32 104 113640 313821 2026-08-17T07:43:16Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313821 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|30}}</noinclude>{{center|'''TJERITA ROMAN'''}} {{center|'''III'''}} {{center|„Ikan terlepas di laocetan, masah maoe kom- bali dalem tempajan; boeroeng terlepas di atas oedara, masah mooe kombali dalem koeroengan.”}} Hari noesanja, ’ntjik Hwie-bing dan luitenannt Ting- liang djadi amat terkedjoet koetika tida kataoean dari mana sangkanja dengen mendadak menampak ba- hoea Yong-han ada kliatan berdoedoek di itoe roea- ngan pendopo kawedanan, doedoek tida djaoe’an dari tempat doedoeknja ’ntjik Liang-kwie jang djadi per- sakitan. Kapan semoeea saksi-saksi soeda solesih dioeroes dan ’ntjik Liang-kwie poen soeda djawab itoe oedjian per- tanja’an dari Controleur kota jang kepalain itoe per- sidangan dengen dibantoe oleh wedana dan luitenannt Tiong-hoa, Yong-han laloe berdiri, dengen soeora tetep dan teges ia boeka soeora di hadepannja itoe kepala persidangan politie-rol: „Padoeka Kandjeng-toean. — Sabelonnja saia ha- toerken banjak trima kasi bahoea Kandjeng-toean soe- da izinken saia boleh membelah toean Tan Liang-kwie jang lemah. „Saia aken ringkesken sadja saia poenja pembelahan. Kaloe kita tilik dan perhatiken lebih teliti, ternjata boenjinja itoe toedoehan dan katerangannja saksi-saksi ada amat tida beralasan. „Boekti jang menjataken kabetoelannja toean Tan Liang-kwie ada dagangken madat gelap, tida ada sa- ma sekali. Pengadilan moesti boektiken dengen saksi- saksi, apa bener ia ada dagangken madat, kaloe bener, dari siapa ia trima dan pada siapa ia mendjoeel.<noinclude></noinclude> 0wg7uwu20augtfyzuw6mzs5h7xnjqf0 Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/33 104 113641 313823 2026-08-17T07:45:28Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313823 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||31}}</noinclude>{{c|'''PENGORBANAN'''}} „Kandjeng-toean, soal itoe madat jang didapetken di roemahnja, itoelah tjoema satoe pitenahan belaka, segala anak-anak bisa lakoeken itoe, oepama dalem waktoe malem dengen diam-diam masoeken itoe barang di dalem itoe roemah, kamoedian esoeknja lantas ada orang mengadoe sama negri, dan ini hal boekan satoe perkara jang tida bisa djadi, kerna ini oeroesan ada begitoe gampang dilakoeken. Lebih djaoe, kalau kita menilik dalem pergaoelan hidoep ia terkenal tjoekoep terhormat, mempoenjain peroesahan jang pantes dan poen ia bisa digolongken saorang mampoe, ini semoea ada mengoendjoeken bahoea ia tida saharoesnja trima ini toedoehan. „Boewat mongoeatken saia poenja pembelahan ini, saia bisa oendjoeken satoe saksi jang tjoekoep tegoeh. Moehoen Kandjeng-toean panggil itoe toean Kho Khing-siang boewat kasi keterangan di depan ini persidangan,” begitoelah adanja Yong-han poenja sabagian pembelahan diambil dengan ringkes. Khing-siang ada pahlawannja ’ntjik Hwie-bing jang kapan hari diprentah dengen mentjoeri masoeken itoe madat di roemahnja ’ntjik Liang-kwie, kamoedian ia laloe kena dipongaroehin oleh Yong-han boewat berdiri di fihaknja. Di depan persidangan mana kamoedian Khing-siang laloe toetoerken somooa doedoeknja perkara jang betoel. ’Ntjik Hwie-bing itoe waktoe matanja telah berapi dan melotot seperti singa. Sementara Controleur Jansen jang biasa soeka poetoesken perkara tjara gampang, tjara dal-del seperti orang potong kepala ajam, sekarang djadi madjoe-moendjoer boewat ambil kapastian, apalagi sekarang ia telah berhadapan sama Yong-han, poetra dari luitenant Tionghoa.<noinclude></noinclude> nm6plxzy38dfrcqvao5bbhp4qmqn7l4 Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/87 104 113642 313824 2026-08-17T07:45:50Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313824 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{Bold|{{sp|PENGORBANAN}}}}|||85}}</noinclude>ket soembernja; dan kaloe sampe di bawah sana ini aliran djadi boetek, itoelah boekan salahnja si soember, itoe tjoema soedi-gawenja tangan manoesia jang boewangin segala kakotoran," begitoelah kamoedian Yong-han berkata. Dan Tjinta poen demikian, sama seperti itoe soember. Apakah perloenja ia menerdjang goenoeng dan karang, melintasin desa dan kota?" „Masoek dalem laoetan." „Hoho! ternjata kau lebih pinter dari jang akoe doegah," Yong-han bersenjoem. Dan itoelah penghidoepan. Itoe lacetan adalah kita poenja lapangan penghidoepan, boeat kotjok kita poenja peroet dengen geloembangnja dan boeat tioep kita poenja kepala dengen angin toefannja." Lebih djaoe Yong-han tjeritaken iapoenja advontuur di Rembang, tjeritaken iapoenja katjinta'an jang setaoe apa sekarang masih hidoep atawa terloenta-loenta di tempat mana, tapi ia tida tjeritaken kaloe ia ada Yong-han, anaknja luitenant Tionghoa di itoe tempat. „Itoelah tjoema satoe perboeatan nakal ............" Gwat kata dengen bersenjoem. {{di|S}}ABAGIMANA di bagian atas soeda diseboetkan di itoe koetika pendoedoek Tionghoa masih dikoeroeng oleh pas-stelsel. Tida aken ada satoe orang Tionghoa bisa pergi dari satoe kota ka laen kota apabila tida membawa soerat pas dari pembesar negri, kerna di saben tapel wates dari sasoeatoe kota ada didiriken post boeat memreksa sasoeatoe orang jang masoek. Maka oepama dari Rembang dengen menoenggang grobak (kerna itoe waktoe belon ada spoor) orang aken pergi ka Soerabaia, berhari-hari marika di djalan dan moesti liwatin poeloehan post-post sematjem terseboet dengen poen poeloehan kali dipreksa<noinclude></noinclude> ep9qxwpkv8o8yjzzlcf68jdm7jd5cus Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/34 104 113643 313825 2026-08-17T07:46:19Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313825 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|32}}</noinclude>„Kandjeng-toean,” kamoedian Yong-han angkat bitjara poelah, „setelah perkara berbalik begini, atas namanja toean Tan Liang-kwie, saia minta pengadilan balik toentoet sama pachter Kwee Hwie-bing dengen doea dakwa’an: Kasatoe, ia bikin pengadoean palsoe; kadoea, dengen sengadja ia telah mempitenah dan boesoekin nama baeknja satoe orang jang terhormat.” Tentoe sadja politie-rol tida bisa tolak toe dakwa’an kembali, maskipoen sabrapa bisa marika maoe lindoengin ’ntjik Hwie-bing. Bener sadja, di persidangan politie-rol jang ka doea-nja, ’ntjik Hwie-bing didjatoehken hoekoeman denda 500 real atawa ringgit. Baroe ini kali ’ntjik Hwie-bing kena dipidjoendangin, inilah bikin ia amat penasaran dan ingin djadi itoe saekor singa jang galak boeat telen boelet, telen hidoep-hidoep, pada Yong-han. Sapoelangnja dari itoe persidangan jang pertama, ’ntjik Hwie-bing dengen napas sengal-sengal laloe samperin Yong-han poenja kamar toetoepan. Ia djadi heran sekali kerna dapetken bahoea itoe ranto dan plaat besi borgolan tida kadapatan tanda perkosa’an apa-apa, malah slotnja poen masih tinggal sebagaimana biasa. „Setan mana toeloengin ia?” begitoelah ’ntjik Hwie-bing laloe menggrendeng sendirian. {{dropinitial|B|OEKAN}} setan, boekan peri, tapi hanja Pik sendiri jang tjolong kontjinja itoe slot borgolan jang ka doea di itoe ’ntjik Hwie-bing poenja latji tempat simpen kontji-kontji duplicaat, kamoedian boeka itoe Yong-han poenja borgolan. „Oh, nona, oepama ikan dirikoe kau kasi masoek laoetan atawa oepama boeroeng kau lepasken dirikoe<noinclude></noinclude> j9djdpi2awwft24ijm7l1k93k43cfdd 313827 313825 2026-08-17T07:47:10Z Ibrohim tijani 26379 313827 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|32}}</noinclude>{{c|'''TCERITA ROMAN'''}} „Kandjeng-toean,” kamoedian Yong-han angkat bitjara poelah, „setelah perkara berbalik begini, atas namanja toean Tan Liang-kwie, saia minta pengadilan balik toentoet sama pachter Kwee Hwie-bing dengen doea dakwa’an: Kasatoe, ia bikin pengadoean palsoe; kadoea, dengen sengadja ia telah mempitenah dan boesoekin nama baeknja satoe orang jang terhormat.” Tentoe sadja politie-rol tida bisa tolak toe dakwa’an kembali, maskipoen sabrapa bisa marika maoe lindoengin ’ntjik Hwie-bing. Bener sadja, di persidangan politie-rol jang ka doea-nja, ’ntjik Hwie-bing didjatoehken hoekoeman denda 500 real atawa ringgit. Baroe ini kali ’ntjik Hwie-bing kena dipidjoendangin, inilah bikin ia amat penasaran dan ingin djadi itoe saekor singa jang galak boeat telen boelet, telen hidoep-hidoep, pada Yong-han. Sapoelangnja dari itoe persidangan jang pertama, ’ntjik Hwie-bing dengen napas sengal-sengal laloe samperin Yong-han poenja kamar toetoepan. Ia djadi heran sekali kerna dapetken bahoea itoe ranto dan plaat besi borgolan tida kadapatan tanda perkosa’an apa-apa, malah slotnja poen masih tinggal sebagaimana biasa. „Setan mana toeloengin ia?” begitoelah ’ntjik Hwie-bing laloe menggrendeng sendirian. {{dropinitial|B|OEKAN}} setan, boekan peri, tapi hanja Pik sendiri jang tjolong kontjinja itoe slot borgolan jang ka doea di itoe ’ntjik Hwie-bing poenja latji tempat simpen kontji-kontji duplicaat, kamoedian boeka itoe Yong-han poenja borgolan. „Oh, nona, oepama ikan dirikoe kau kasi masoek laoetan atawa oepama boeroeng kau lepasken dirikoe<noinclude></noinclude> 10zldyqrqnj3c4ar87280okxodj2v7i 313828 313827 2026-08-17T07:47:28Z Ibrohim tijani 26379 313828 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|32}}</noinclude>{{c|'''TJERITA ROMAN'''}} „Kandjeng-toean,” kamoedian Yong-han angkat bitjara poelah, „setelah perkara berbalik begini, atas namanja toean Tan Liang-kwie, saia minta pengadilan balik toentoet sama pachter Kwee Hwie-bing dengen doea dakwa’an: Kasatoe, ia bikin pengadoean palsoe; kadoea, dengen sengadja ia telah mempitenah dan boesoekin nama baeknja satoe orang jang terhormat.” Tentoe sadja politie-rol tida bisa tolak toe dakwa’an kembali, maskipoen sabrapa bisa marika maoe lindoengin ’ntjik Hwie-bing. Bener sadja, di persidangan politie-rol jang ka doea-nja, ’ntjik Hwie-bing didjatoehken hoekoeman denda 500 real atawa ringgit. Baroe ini kali ’ntjik Hwie-bing kena dipidjoendangin, inilah bikin ia amat penasaran dan ingin djadi itoe saekor singa jang galak boeat telen boelet, telen hidoep-hidoep, pada Yong-han. Sapoelangnja dari itoe persidangan jang pertama, ’ntjik Hwie-bing dengen napas sengal-sengal laloe samperin Yong-han poenja kamar toetoepan. Ia djadi heran sekali kerna dapetken bahoea itoe ranto dan plaat besi borgolan tida kadapatan tanda perkosa’an apa-apa, malah slotnja poen masih tinggal sebagaimana biasa. „Setan mana toeloengin ia?” begitoelah ’ntjik Hwie-bing laloe menggrendeng sendirian. {{dropinitial|B|OEKAN}} setan, boekan peri, tapi hanja Pik sendiri jang tjolong kontjinja itoe slot borgolan jang ka doea di itoe ’ntjik Hwie-bing poenja latji tempat simpen kontji-kontji duplicaat, kamoedian boeka itoe Yong-han poenja borgolan. „Oh, nona, oepama ikan dirikoe kau kasi masoek laoetan atawa oepama boeroeng kau lepasken dirikoe<noinclude></noinclude> jczuffbudii7rlyrixle8fb7t54wqzy Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/9 104 113644 313826 2026-08-17T07:46:30Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'PENGORBANAN Oleh: LIEM KHING HOO Menoeloeng dengen harep beroleh kaoen- toengan, itoelah boekan menoeloeng, itoe ada sa- roepa dengen mendjilat. Menceloeng dalem arti sedjati jalah tjoema menoeloeng dengen bikin PENGORBANAN." AVA dalem taoen 1850 JAVA Ini koetika oeroesan perdagangan masih belon begitoe madjoe: hasil satoe-satoenja jang djadi re- boetan antara soedagar-soedagar Tionghoa adalah pachter tjandoe, pachter gade, toekang rangsoem dan... 313826 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>PENGORBANAN Oleh: LIEM KHING HOO Menoeloeng dengen harep beroleh kaoen- toengan, itoelah boekan menoeloeng, itoe ada sa- roepa dengen mendjilat. Menceloeng dalem arti sedjati jalah tjoema menoeloeng dengen bikin PENGORBANAN." AVA dalem taoen 1850 JAVA Ini koetika oeroesan perdagangan masih belon begitoe madjoe: hasil satoe-satoenja jang djadi re- boetan antara soedagar-soedagar Tionghoa adalah pachter tjandoe, pachter gade, toekang rangsoem dan sebaginja. Dengen mempoenjain harta f 10.000.- sadja itoe waktoe soeda teranggep,,wan-gwee" atawa hartawan besar". Memang bener, dengen kakaja'an sabegitoe marika (Hoakiauw) soeda bisa hidoep seperti radja, piara saprangkat gamelan dengen bebrapa wijaga (toekang taboeh) serta satoe waktoe piara satoe-doea tandak jang tjantik dan pande boeat saben tjee-it, tjap-go atawa saben minggoe diboeat tandakan de- ngen sambil berdjamoe arak, boeat iseng-iseng atawa boeat ilangken katjapean satelah bakerdja pajah. Teroetama dalem oeroesan pacht..tjandoe" dan ..pa- gadean" ada djadi sóember teroetama boeat Hoakiauw maoe djadi.kaja.<noinclude></noinclude> n0xgxub7a487kljjk4ydw0zr41wg8cf 313832 313826 2026-08-17T07:50:13Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313832 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{xxx-larger|{{C|{{sp|'''PENGORBANAN'''}}}}}} {{larger|{{C|Oleh: LIEM KHING HOO}}}} {{rule|6em}} {{C|I}} {{block right|align=left|{{smaller|„Menoeloeng dengen harep beroleh kaoentoengan, itoelah boekan menoeloeng, itoe ada saroepa dengen mendjilat. Menoeloeng dalem arti sedjati jalah tjoema menoeloeng dengen bikin 'PENGORBANAN'.”}}}} {{Dropinitial|J}}AVA dalem taoen 1850{{...|10}} Ini koetika oeroesan perdagangan masih belon begitoe madjoe: hasil satoe-satoenja jang djadi reboetan antara soedagar-soedagar Tionghoa adalah pachter tjandoe, pachter gade, toekang rangsoem dan sebaginja. Dengen mempoenjain harta f 10.000.- sadja itoe waktoe soeda teranggep „wan-gwee” atawa hartawan besar”. Memang bener, dengen kakaja'an sabegitoe marika (Hoakiauw) soeda bisa hidoep seperti radja, piara saprangkat gamelan dengen bebrapa wijaga (toekang taboeh) serta satoe waktoe piara satoe-doea tandak jang tjantik dan pande boeat saben tjee-it, tjap-go atawa saben minggoe diboeat tandakan dengen sambil berdjamoe arak, boeat iseng-iseng atawa boeat ilangken katjapean satelah bakerdja pajah. Teroetama dalem oeroesan pacht „tjandoe” dan „pagadean” ada djadi sóember teroetama boeat Hoakiauw maoe djadi kaja.<noinclude></noinclude> 7r294z83ex5m48sic162dq9v3l2cczj 313834 313832 2026-08-17T07:50:43Z Iripseudocorus 23824 313834 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{xxx-larger|{{C|{{sp|'''PENGORBANAN'''}}}}}} {{larger|{{C|Oleh: LIEM KHING HOO}}}} {{rule|6em}} {{C|I}} {{block right|align=left|{{smaller|„Menoeloeng dengen harep beroleh kaoentoengan, itoelah boekan menoeloeng, itoe ada saroepa dengen mendjilat. Menoeloeng dalem arti sedjati jalah tjoema menoeloeng dengen bikin 'PENGORBANAN'.”}}}} {{Dropinitial|J}}AVA dalem taoen 1850{{...|10}} Ini koetika oeroesan perdagangan masih belon begitoe madjoe: hasil satoe-satoenja jang djadi reboetan antara soedagar-soedagar Tionghoa adalah pachter tjandoe, pachter gade, toekang rangsoem dan sebaginja. Dengen mempoenjain harta f 10.000.― sadja itoe waktoe soeda teranggep „wan-gwee” atawa hartawan besar”. Memang bener, dengen kakaja'an sabegitoe marika (Hoakiauw) soeda bisa hidoep seperti radja, piara saprangkat gamelan dengen bebrapa wijaga (toekang taboeh) serta satoe waktoe piara satoe-doea tandak jang tjantik dan pande boeat saben tjee-it, tjap-go atawa saben minggoe diboeat tandakan dengen sambil berdjamoe arak, boeat iseng-iseng atawa boeat ilangken katjapean satelah bakerdja pajah. Teroetama dalem oeroesan pacht „tjandoe” dan „pagadean” ada djadi sóember teroetama boeat Hoakiauw maoe djadi kaja.<noinclude></noinclude> iwdx0tgrngjw849irkiem12uw3nk8xv Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/35 104 113645 313829 2026-08-17T07:48:17Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313829 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||33}}</noinclude>{{c|'''PENGORBANAN'''}} dari koeroengan,” kata Yong-han sambil genggem tanganja itoe nona jang moengil; „itoelah kapan kau lepasken padakoe.” „Tapi akoe tida aken lepasken kau boeat kau nanti bikin pembalesan sama ajahkoe..........” saoetnja Pik. „Itoelah akoe djandji; akoe tida aken bikin pembalesan goenakoe sendiri, akoe tjoema perloe toeloeng satoe orang..........” saoetnja Yong-han. „Atawa kaloe perloe boeat kau, akoe poen sanggoep djandji loesa malem akoe bisa kombali poelah di sini, boeat kau borgol dan boeat kau kerem lagi di ini kamar.” „Ikan soeda masoek di laoet, boeroeng soeda terlepas di oedara, masahhtah marika maoe masoek dalem tempajan, maoe masoek dalem koeroengan? Tida, akoe tida maksoedken begitoe..........” „Soekoerlah..........” Begitoelah dengen zonder rintangan lagi Yong-han laloe terlepas dari itoe koeroengan, bener-bener ibarat boeroeng ia terlepas di oedara. Di itoe tengah malem, kapan Yong-han kasi slamet tinggal, aer-mata kliatan bertetesan toeroen dari kadoea matanja Pik-lian. „Oh, nona, djangan koetir, akoe tida aken langgar djandji; akoe nanti oekir kau poenja nama di dalem hati oepama orang oekir itoe hoeroef di atas batoe,” kataja Yong-han dan laloe menghilang di antara itoe gegelapan. Samalem itoe Yong-han tida poelang ka roemahnja sendiri, hanja menginep di roemahnja ’ntjik Liang-kwie, orang toea mana itoe waktoe masih ditahan dalem pemboeian. Terlepasnja ia ada dalem tempo jang kabetoelan sekali, kerna esoek paginja djoestroe ada harian dipreksanja ’ntjik Liang-kwie poenja perkara, sebagaimana<noinclude></noinclude> he14tp30vxwddw5ucsahrzpmpgo65qp Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/36 104 113646 313830 2026-08-17T07:49:16Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313830 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|34}}</noinclude>{{c|'''TJERITA ROMAN'''}} di atas soeda ditoetoer, ia telah beroleh kemenangan. Kaloe oepama Yong-han mempoenjain saksi-saksi dan boėkti-boėkti jang tjoekoep, belon taoe apakah ia poen aken antepin hal ’ntjik Hwie-bing poenja perboeatan sawenang-wenang atas dirinja, sebagaimana sekarang ia ada berboeat. Dengen berdiri di fihaknja Yong-han, Khing-sian poenja djiwa selaloe terantjem dalem bahaja, maka boeroe-boeroe ia moesti merat ka laen tempat jang djaoe kaloe tida maoe menerima ’ntjik Hwie-bing poenja pembalesan. Begitoe poen atas dirinja Yong-han sendiri, tida koerangan dioembahnia agent-agent dari Giam-loo ong jang beroepa djago-djago dari ’ntjik Hwie-bing setiap sa’at selaloe arah djiwanja, hingga sampe bikin ’ntjik Ting-liang tida enak makan dan tida njenjak tidoer, saben kali tjomelin dan marahin serta larang Yong-han kaloear dari pintoe roemah. „Pik-lian, Pik-lian,” begitoelah Yong-han saben-saben oelangken itoe nama dengen moeloet kemak-kemik, saolah-olah dengen sedjatinja ia aken oekir itoe nama dalem hatinja. Kamoedian ia laloe bersenjoem sendirian apabila dengen mendadak bajangannja itoe gadis seperti mendeketin padanja. {{dropinitial|S|ANG}} malem baroe djam 10, tapi kaada’an di sepanjang djalanan soeda sepih sekali. Begitoe-poen di gedongnja ’ntjik Hwie-bing, soeda soenji, semoea orang roepanja soeda pada tidoer katjoeal Pik-lian sendiri kliatan menjoelam di bawahnja itoe sinar lampoe di kamarnja. Kerna di atas oedara ada dilimpoetin oleh mendoeng, itoe maleman hawa ada kliwat panas maka Pik telah pentang djendelanja.<noinclude></noinclude> gzbghhtmoige31vxkws4kkt4s681r2x Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/88 104 113647 313831 2026-08-17T07:49:24Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313831 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|86|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude>atawa digledahin badannja kaloe-kaloe membawa tjandoe gelap. Sebab ini maka boekan djarang ini tjara ada sanget menjoesahken dan mengajenggaken pada prempoean-prempoean Tionghoa, apalagi jang masih moeda, kaloe maoe bikin perdjalanan djaoe. Dan kaloe ini atoeran bisa hidoep sampe ratoesan taoen, itoelah ada dari dosanja itoe sekalian pachter-pachter dan officier Tionghoa jang ko-ka-tie, tjoema ingin hidoep sebagi radia dari pada menengok penghidoepan oemoem. Malah jang paling heran jalah pendoedoek Tionghoa di Rembang doeloe telah dikenaken heerendienst, djaga gerdoe, ronda malem d.l.I. Soeatoe hari, boeat oeroesan perdagangan, 'ntjik Hing-bie telah pergi ka Rembang, tapi apa latjoer, koetika aken masoek dalem kota mana, ia baroe taoe kaloe iapoenja pas djalan telah katinggalan. Pada kepala politie di sitoe ia njataken bahoea ia aken poelang balik boeat ambil itoe pas djalan, tapi oleh itoe orang politie ia tida ailoeloesken, malah itoe penggawe negri laloe tangkep ia kerna didakwa orang djahat jang tida karoean tempatnja. Tida sari-sarinja 'ntjik Hing-bie berpergian begitoe lama, maka tida poelangnja ia sampe begitoe lama laloe menerbitken Yong-han poenja katjoeriga'an. „'Ntjim, akoe koeatir brangkali 'ntjik dapet halangan apa-apa di djalan; maka besoek akoe niat pergi menjoesoel ka Rembang," begitoelah soeatoe malem Yong-han kata sama istrinja 'ntjik Hing-bie. „Tapi akoe kira ia dapet halangan lantaran pasnja katinggalan .............." saoetnja 'ntjim Hing-bie. „Boleh djadi begitoe." Pagi-pagi koetika Yong-han bikin persediaan boeat brangkat, Gwat telah samperin padanja. „Ada apa kau pergi: itoe nanti tida beroepa per-<noinclude></noinclude> pluwe7rlfcz2vu20aqexc3a5er194f2 Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/37 104 113648 313833 2026-08-17T07:50:17Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313833 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||35}}</noinclude>{{c|'''PENGORBANAN'''}} Pik poenja djari-djari tangan memaenan sama itoe djarom dan itoe soetra, tapi hatinja melajang-lajang dan kenang-kenangken pada apa-apa jang tjoema tinggal bajangan sadja. „Kenapa akoe lepasken?” begitoelah ia kata dalem hati. „Sekarang ........ sekarang akoe tida bisa memandang poelah itoe iapoenja pengawakan, tida dapet denger poelah itoe iapoenja soeara-soeara ............” Pik djadi semingkin terpkoeer dan termenoėng dan kamoedian baroe tersedar kapan itoe tangannja soeda melantoer dan toesoek djarinja sendiri. „Hoho!” mendadak moentjoel itoe soeara tertawa dari loear itoe djendela. „Hati-hatilah, itoe djaroem nanti dari djari bisa menemboes di hati.” Pik djadi amat kaget. Ia laloe menengok dan lantas dapet menampak di itoe djendela, menondjol dari itoe renggangan kaen tebengan, ada kliatan kepalanja Yong-han jang menondjol dengen moeloetnja sambil bersenjoem. Pik laloe djebiken bibirnja, meminta ia djangan oetjapkan soeara keras. Marika tida lantas oetjapkan sepatah perkata’an laennja katjoeali adoe masing-masing poenja sorot mata. Kamoedian Pik hampirin ia dan kata: „Nko, ada apa kau ka mari?” „Akoe maoe bajar djandji ..........” Dengen sinar mata jang tadjem Pik awasin padanja. „Djandji, djandji apa ........?” Pik menanjah poelah. „Akoe toch pernah djandji aken kombali poelah di sini, boeat kau borgol dan sekep kombali dalem itoe kamar?” Pik bersenjoem: „Ikan terlepas di laoetan, masah maoe kombali dalem tempajan lagi; boeroeng terlepas<noinclude></noinclude> sxjekegvbmqybnas0ha8cb0xrokozqa Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/10 104 113649 313835 2026-08-17T07:51:27Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Kaloe itoe waktoe ada itoe beratoesan hartawan-hartawan Tionghoa, adalah sabagian besar terdiri dari pacnter-pachter madat atawa gade. Memang bener itoe doea matjem peroesahan ada mengasih banjak kaoentoengan. Tapi kita djangan loe- paken, di samping itoe kaoentoengan poen ada menje- lip banjak karoegian, boekan karoegian oewang, tapi karoegian moreel, karoegian kamerdika'an dari sasoea- toe orang Tiongnoa jang ingin hidoep sebagi loemrah- nja... 313835 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" />{{rh|8|TJERITA ROMAN}}</noinclude>Kaloe itoe waktoe ada itoe beratoesan hartawan-hartawan Tionghoa, adalah sabagian besar terdiri dari pacnter-pachter madat atawa gade. Memang bener itoe doea matjem peroesahan ada mengasih banjak kaoentoengan. Tapi kita djangan loe- paken, di samping itoe kaoentoengan poen ada menje- lip banjak karoegian, boekan karoegian oewang, tapi karoegian moreel, karoegian kamerdika'an dari sasoea- toe orang Tiongnoa jang ingin hidoep sebagi loemrah- nja satoe manoesia. Kaloe kita tjoba bongkar itoe segala kadjahatan pachter-pachter begitoean di banjak ploksok, pembatja bisa bergidik, kerna banjak sekali kakedjeman, kadja- hatan, sawenang-wenang, mesoem d. I. I. perboeatan doerhaka jang ditjiptaken oleh marika. Pamerentah Blanda ada sanget tjerdik. Koetika me- nampak bahoea itoe peroesahan-peroesahan mengasih banjak kaoentoengan, kamoedian dengen pelahan itoe semoea pacht lantas di'ilangken dan lantas dipegang sendiri boeat sebagi monopolie. Doeloe waktoe dipegang oleh orang Tionghoa, sa- soeatoe roemah madat atawa pagadean oleh pameren- tah dikasi djam pemboeka'an jang tetep, tida satoe hari boleh toetoep, biar hari besar, minggoe atawa hari taoen baroe, kerna katanja pamerentah itoe me- njoesahken sama orang ketjil. Tapi satelah itoe sekalian pacht di'ilangken dan djadi monopolie sendiri, saben hari minggoe, hari besar atawa taoen baroe itoe se- gala roemah pendjoealan madat atawa pagadean boleh vrij. Dalem oeroesan tanah-tanah particulier, sabagimana di bilangan Djawa-koelon orang-orang Tionghoa banjak dapet itoe hak, poen pamerentah maoe ambil sikep seperti sama oeroesan madat atawa pagadean di atas,<noinclude></noinclude> ie7tp2756pp04gg59yelymarozs14n7 313837 313835 2026-08-17T07:52:42Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313837 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|8|TJERITA ROMAN}}</noinclude>Kaloe itoe waktoe ada itoe beratoesan hartawan-hartawan Tionghoa, adalah sabagian besar terdiri dari pacnter-pachter madat atawa gade. Memang bener itoe doea matjem peroesahan ada mengasih banjak kaoentoengan. Tapi kita djangan loepaken, di samping itoe kaoentoengan poen ada menjelip banjak karoegian, boekan karoegian oewang, tapi karoegian moreel, karoegian kamerdika'an dari sasoeatoe orang Tiongnoa jang ingin hidoep sebagi loemrahnja satoe manoesia. Kaloe kita tjoba bongkar itoe segala kadjahatan pachter-pachter begitoean di banjak ploksok, pembatja bisa bergidik, kerna banjak sekali kakedjeman, kadjahatan, sawenang-wenang, mesoem d. I. I. perboeatan doerhaka jang ditjiptaken oleh marika. Pamerentah Blanda ada sanget tjerdik. Koetika menampak bahoea itoe peroesahan-peroesahan mengasih banjak kaoentoengan, kamoedian dengen pelahan itoe semoea pacht lantas di'ilangken dan lantas dipegang sendiri boeat sebagi monopolie. Doeloe waktoe dipegang oleh orang Tionghoa, sasoeatoe roemah madat atawa pagadean oleh pamerentah dikasi djam pemboeka'an jang tetep, tida satoehari boleh toetoep, biar hari besar, minggoe atawa hari taoen baroe, kerna katanja pamerentah itoe menjoesahken sama orang ketjil. Tapi satelah itoe sekalian pacht di'ilangken dan djadi monopolie sendiri, saben hari minggoe, hari besar atawa taoen baroe itoe segala roemah pendjoealan madat atawa pagadean boleh vrij. Dalem oeroesan tanah-tanah particulier, sabagimana di bilangan Djawa-koelon orang-orang Tionghoa banjak dapet itoe hak, poen pamerentah maoe ambil sikep seperti sama oeroesan madat atawa pagadean di atas,<noinclude></noinclude> qydh3ie9yf1qnk8z7j704sq6meskl5d Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/38 104 113650 313836 2026-08-17T07:51:59Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313836 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|36}}</noinclude>{{c|'''TJERITA ROMAN'''}} di oedara, masah maoe kombali dalem koeroengan poelah.” „Itoe ikan boekan terlepas di tengah laoetan, tapi tjoema pindah dari satoe tempajan ka laen tempajan; itoe boeroeng boekan terlepas di atas oedara, tapi tjoema dari satoe koeroengan pindah ka laen koeroengan.” „Apa kau artiken ini ........ ?” „Kaloe minggoe doeloe ’ntjik Hwie-bing koeroeng dirikoe, adalah dari kemaren ajahkoe sendiri jang ganti koeroeng dirikoe dengen didjaga bebrapa orang ........” „Kenapa begitoe ........ ?” „Sebab ’ntjik Hwie-bing telah bersoempah bahoea ia aken telen boelet, telen hidoep-hidoep pada dirikoe,” katanja Yong-han lebih djaoe. „Maka '''ajahkoe''' laloe pendjara dirikoe, kerna koeatir akoe nanti kloearan dan nanti kena tertjengkerom oleh ajahmoe.” „Dan toch kau sekarang ka mari ........ Oeler tjari pentoeng?” „Sebab akoe tida krosan di itoe tahanan baroe; akoe lebih krasan di sana, itoe roemah ketjil di podjok blakang ........” „Ach ........” Pik bersenjoem. „Tapi, tapi ........ itoe gila sekali ........” „Tapi, tapi ........” belon sampe Yong-han bisa landjoetken oetjapannja, mendadak sosa’at mana laloe terdenger treakan: „Maling! Maling!” Dengan sakedjap di sakiternja itoe gedong djadi geger. Dengen paras poetjet Yong-han laloe melorot dari itoe djendela, melariken diri dengen dikedjer oleh doea orang jang roepanja pendjaga dari itoe gedong. Pik djadi bergoemeteran dan hatinja berdebar-debar keras ketika mengataoein bahoea Yong-han masih da-<noinclude></noinclude> sizub7kb1sy5clpxsectj7vavirzfgi Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/39 104 113651 313838 2026-08-17T07:52:59Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313838 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||37}}</noinclude>{{c|'''PENGORBANAN'''}} lem kepoengannja itoe boedjang-boedjang di sitoe jang soeda pada mandoesin. Dengen gcegoep Pik laloe boeka pintoe kamar dan ka loear. Tapi baroe moentjoel ia telah berpapasan sama ajahnja. Pik djadi kliatan poefjet, goemeteran dan kringet dingin telah membasahin pakeannja. „Pik, baroesan ada maling intip-intip di kau poenja djendela ........ ?” menanjah ’ntjik Hwie-bing. „Tida ........ akoe tida dapet liat,” saoetnja. Kamoedian Pik djadi sedikit legahan koetika ’ntjik Hwie-bing tida menanjah lebih djaoe dan lantas tinggalken itoe roeangan kamar, paranin itoe orang-orang jang masih geger di loear. {{dropinitial|B|RAPA}} malem berselang, brapa malem telah diliwatin dengen zonder ada kadjadian apa-apa, hingga dari malem jang biasa gelap-goelita, achirnja sampelah di itoe malem dari maleman tanggal limablas lm-lik jang gilang-goemilang, kerna itoe koetika djoestroe di atas oedara ada bertachta itoe dewi Boelan-poernama jang sedang oendjoeken romannja jang boelet dan laginja tida teraling oleh mega-mega. Seperti sari-sarinja, di maleman begitoe, setelah abis pasang hio di itoe media sembajangan aboe laloehoer, di gedongnja ’ntjik Hwie-bing laloe kadengeran soeara gamelan jang dipaloe dengen dibarengin sama soeara bertjinda dan soerak-soerak dari sobat-sobatnja jang pada sinting lantaran terlaloe banjak tengak minoeman. Di maleman terseboet poen tida dikatjoealiken. Di roeangan depan dari gedongnja ’ntjik Hwie-bing poen tertampak bahoea ada banjak sobat-sobatnja jang pada koendjoengin, boeat berdjamoe arak dan sambil meliat<noinclude></noinclude> hq9nzmqwsvd2ck6pskjyyojmbretbby Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/89 104 113652 313839 2026-08-17T07:53:17Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313839 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{Bold|{{sp|PENGORBANAN}}}}|||87}}</noinclude>toeloengan, hanja beroepa kau anterin djiwa sendiri," kata Gwat. „Tapi di sana ada satoe kabaekan boeat goenanja ntjik Hing-bie." „Tapi 'ntjik Hwie-bing.........?" Akoe boekan anak kemaren lagi: ia boleh bokong dari blakang, tapi ia tida bisa djatohken akoe dengen berdepan. Ini kali akoe tida maoe sia-siaken lagi, dengerken sadja, akoe nanti bongkar itoe atoeran-atoeran gila dari pachter-pachter poenja pelatoeran penggledahan badan, dan akoe nanti telandjangin boelet itoe kepala bangsa Tionghoa poenja isih hati jang sabetoelnja, di mana 'ntjik Hing-bie nanti dapet kabaekan dari sitoe." „Tapi...... tapi......... kau djangan pergi," Gwat memoehoen. „Boekankah laen orang bisa dimintain toeloeng oeroes itoe?" „Gwat, kirim laen orang sama sadja seperti kirim babi boeat marika bikin sam-sing." Gwat laloe awasin padanja dengen aer-mata jang mengembeng di sakiter matanja. „Kenapa kau menangis? Akoe toch tida pergi perang?" achirnja Yong-han berkata poelah. „Ja, tapi......." Gwat brenti berkata, boeat kasi lampias itoe aer-mata jang mengembeng di kadoea matanja menetes toeroen ka bawah......... tapi, akoe merasa, kau poenja pergi ini seperti boeat tida balik lagi......" „He, he, Gwat, kau poenja oetjapan ini apakah terbit dari pengrasa'an serem atawa dari tjoerigain akoe loepaken padamoe .......... ?" „Tapi kau tida taoe..........." „Akoe taoe, akoe taoe; ini aer-mata ada seperti itoe aer soember, menerdjang goenoeng dan karang,<noinclude></noinclude> f1mpixvzsynb6rw1h987qrk90r5ydvq Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/11 104 113653 313840 2026-08-17T07:53:18Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'PENGORBANAN 9 jalah sasoedanja pachter-pachter Tionghoa bikin ma- djoe lantas ditarik balik boeat dimonopolie sendiri. Itoelah ada soeal-soeal jang menjangkoet sama eco- nomie Hoakiauw itoe koetika. Salaennja itoe, kita poen tida bisa loepaken sama itoe pas-stelsel" atawa pelatoeran pake pas" boeat Hoakiauw, itoe politie-rol" dan sebaginja. Boeat loekisken atawa bajangken kombali kaada'an penghidoepan oemoem dari kita Hoakiauw, sabenernja di hal... 313840 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" />{{rh||{{sp|PENGORBANAN}}|9}}</noinclude>PENGORBANAN 9 jalah sasoedanja pachter-pachter Tionghoa bikin ma- djoe lantas ditarik balik boeat dimonopolie sendiri. Itoelah ada soeal-soeal jang menjangkoet sama eco- nomie Hoakiauw itoe koetika. Salaennja itoe, kita poen tida bisa loepaken sama itoe pas-stelsel" atawa pelatoeran pake pas" boeat Hoakiauw, itoe politie-rol" dan sebaginja. Boeat loekisken atawa bajangken kombali kaada'an penghidoepan oemoem dari kita Hoakiauw, sabenernja di halaman ini ada terlaloe sempit. Maka tjoekoep kaloe saia ambil ringkesnja sadja: Itoe pelatoeran me- make pas adalah jang bikin Hoakiauw hidoep seperti ajam dalem koeroengan dan itoe politie-rol bikin ma- rika teranggep seperti satengah manoesia. Saia aken tjoba djambret sedikit dengen sedikit bajangan-bajangan dari penghidoepan Hoakiauw di itoe maşa, jang sekarang orang tida dapet menampak poelah lantaran perobahan djaman. RE EMBANG, sebagi satoe iboe kota residentie, dan seperti laen-laennja kota, poen dapet satoe roe- mah pendjoeal madat dengen di bawah pengoeroesan- nja 'ntjik Hwie-bing sebagi pachter. Dengen banjak soesah, dengen banjak korbanken oe- wang boeat menjoeap, baroelah 'ntjik Hwie-bing dapet pegang itoe peroesahan. Mamegang pacht madat memang boekan satoe pa- kerdja'an ringan, kerna satoe waktoe bisa digoda sa- tengah mati oleh smokkelaar-smokkelaar tjandoe gelap. Maka satoe waktoe boeat melindoengin peroesahannja marika bisa kalap, bisa adaken roepa-roepa pelatoeran jang tida pantes, kedjem dan biadab. Tapi kaloe tida begitoe, lantaran kalebihan cewang, terlaloe iseng atawa lantaran sebab pegang peroesahan<noinclude></noinclude> m645wc7srh0t5mbv1hsg7t2lkpkvkfl 313842 313840 2026-08-17T07:54:42Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313842 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||{{sp|PENGORBANAN}}|9}}</noinclude>jalah sasoedanja pachter-pachter Tionghoa bikin madjoe lantas ditarik balik boeat dimonopolie sendiri. Itoelah ada soeal-soeal jang menjangkoet sama economie Hoakiauw itoe koetika. Salaennja itoe, kita poen tida bisa loepaken sama itoe pas-stelsel" atawa pelatoeran pake pas" boeat Hoakiauw, itoe politie-rol" dan sebaginja. Boeat loekisken atawa bajangken kombali kaada'an penghidoepan oemoem dari kita Hoakiauw, sabenernja di halaman ini ada terlaloe sempit. Maka tjoekoep kaloe saia ambil ringkesnja sadja: Itoe pelatoeran memake pas adalah jang bikin Hoakiauw hidoep seperti ajam dalem koeroengan dan itoe politie-rol bikin marika teranggep seperti satengah manoesia. Saia aken tjoba djambret sedikit dengen sedikit bajangan-bajangan dari penghidoepan Hoakiauw di itoe maşa, jang sekarang orang tida dapet menampak poelah lantaran perobahan djaman. {{Dropinitial|'''R'''}}EEMBANG, sebagi satoe iboe kota residentie, dan seperti laen-laennja kota, poen dapet satoe roemah pendjoeal madat dengen di bawah pengoeroesannja 'ntjik Hwie-bing sebagi pachter. Dengen banjak soesah, dengen banjak korbanken oewang boeat menjoeap, baroelah 'ntjik Hwie-bing dapet pegang itoe peroesahan. Mamegang pacht madat memang boekan satoe pakerdja'an ringan, kerna satoe waktoe bisa digoda satengah mati oleh smokkelaar-smokkelaar tjandoe gelap. Maka satoe waktoe boeat melindoengin peroesahannja marika bisa kalap, bisa adaken roepa-roepa pelatoeran jang tida pantes, kedjem dan biadab. Tapi kaloe tida begitoe, lantaran kalebihan cewang, terlaloe iseng atawa lantaran sebab pegang peroesahan<noinclude></noinclude> 4trvkbjre9xh6ec73x0k8d0dalvp50s Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/40 104 113654 313841 2026-08-17T07:54:01Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313841 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|38}}</noinclude>{{c|'''TJERITA ROMAN'''}} mendjoegtnja itoe tandak dan dengerin soearanja itoe gamelan. Biasanja di waktoe begitoe Pik ikoet riboet bantoe koki-koki di dapoėr boeat sediaken makan-makanan jang ledzat. Tapi itoe maleman Pik kerem dirinja dalem kamar, di mana dengen sambil menoeng-menoėng ia awasin menaeknja itoe dewi Boelan, jang dengen sedikit dari sedikit, dengen pelahan sekali hingga tida tertampak, dari djoeroesan wetan itoe poetri malem naek dan semingkin naek ka djoeroesan koelon. Dalem kaada’an mana, kapan Pik mengawasin, tegesken dan semingkin tegesken, itoe tjedokan-tjedokan item dari toeboehnja itoe remboelan jang boelet, itoe tjedokan-tjedokan jang meroepaken itoe sepasang mata dan satoe moeloet manoesia, mendadak Pik menampak itoe seperti liat bahoea itoe ada seperti parasnja Yong-han jang lagi bersenjoem. Dan apabila itoe angin malem jang bersilir-silir telah tampek moekanja, baroelah ia sedar dari meneng-menoėngnja dan lantas bersenjoem sendirian.............. „Ach, kau begitoe soeka bertjanda sendirian sama sang dewi Boelan...........” begitoelah satoe soeara jang pelahan sekali telah bikin terkedjoetnja itoe nona. „Eh, eh, kau moentjoel lagi...........” ’nko Yong-han ..........” Pik menegor koetika meliat jang oetjapkan itoe soeara ada Yong-han sendiri sambil tondjolken kepalanja di podjok djendela. „Ja ..........” saoetnja Yong-han dan laloe melompat ka dalem. „Kenapa kau lantjang masoek ka mari ........ ?” Pik menegor. „Kau toch tida ingin akoe nanti dikepoeng poelah sebagi maling?” „Tapi .......... dan ada apa kau brani ka mari lagi?”<noinclude></noinclude> 4mk8u24m1biezpqspiezmfvomlois21 Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/41 104 113655 313843 2026-08-17T07:54:54Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313843 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||39}}</noinclude>{{c|'''PENGORBANAN'''}} „Akoe ditoentoen oleh itoe dewi Boelan,” katanja Yong-han lebih djaoe sambil toedingken djari teloendjoeknja di djoeroesan itoe remboelan poernama. „Itoe tjedokan-tjedokan item di sana, tadi telah meroepaken kau poenja sepasang mata dan bibir, bersenjoem dan kedipin padakoe dan laloe toentoen padakoe ka mari.” Pik bersenjoem dan laloe menjaoet: „Ja, ja, ka mari boeat djoeal kau poenja salembar djiwa......” Yong-han tinggal bersenjoem sembari awasin itoe paras moekanja Pik jang tertodjo oleh sinarnja itoe boelan jang koening hingga itoe roman moeka kliatan goemilang seperti patoeng emas dari Ong Tjiau-koen, itoe dewi dalem dongeng Tionghoa koeno. „Kau sanget tida hargain djiwamȯe,” kamoedian Pik kata poelah. „Kau denger, di roeangan depan sedang ramenja orang berdjamoe arak; sigralah berlaloe dari sini, kaloe kau tida ingin katimpah bahaja.” „Akoe tida taoe, brapakah harganja djiwakȯe, sama djoega seperti akoe tida taȯein bahoea brapakah harganja kau poenja sinar mata, itoe sorot mata jang soeda sedari brapa hari akoe telah tangkep dan koeroeng dalem lapangan hatikoe bersama-sama itoe bajangan dari kau poenja ka’agoengan, bajangan mana saben ketikan seconden seperti selaloe bergontjang-gontjiang dalem kalangan hatikoe dan seperti saben sa’at bisikin sang koeping: ’Nko, kenapa kau kerem dirimȯe di sini sadja, kenapa kau tida sambangin roemahkoe?’ Atawa kaloe tida begitoe, dengen sawat-sawat itoe bajangan kau koemandangken kombali kau poenja oetjapan-oetjapan kapan hari: ’Ikan terlepas di tengah laoetan, masahhtah maoe kombali lagi dalem tempajan; boeroeng terlepas di atas oedara, masahhtah maoe kombali poelah di dalem koeroengan’. Oh, itoelah jang bikin '''akoe''' saben kali menoeng-menoeng, loepa segala<noinclude></noinclude> asai3l0rm0ohac9q551d48ssopwpi6t Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/42 104 113656 313844 2026-08-17T07:55:44Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313844 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|40}}</noinclude>{{c|'''TJERITA ROMAN'''}} apa, loepa apakah akoe ada berdjiwa dan loepa brapa-kah harganja soekma itoe.” „Kau pinter mendongeng ..........” saoetnja Pik dengen moekanja berobah merah — merah seperti koelitnja itoe djamboe dersana jang sedengnja mateng. „Ja, ja, itoelah memang dongeng jang lebih moeloek dari dongengan, tinggi lebih tinggi dari itoe toedjoe sorga,” katanja Yong-han lebih djaoe. „Dan bagaimana kau nanti aken samboet kaloe akoe kata: ’Nona Pik, kau tjintain akoe’?” „Akoe poen baroesan meliat bahoea itoe tjedokan-tjedokan item di itoe boelan poen seperti meroepaken kau poenja mata dan kau poenja bibir jang kedipin dan senjoemin dirikoe ..........” saoetnja Pik dan laloe semboeniken moekanja di oedjoeng itoe lemari jang berdiri di sebelahnja. Yong-han deketin padanja, tjioem dan laloe kata: „Tjoekoep, ini penjiaoetan soeda sampe tjoekoep berharga, lebih berharga dari pada itoe soekma jang menaöeng di dalem toeboehkoe.” Marika kamoedian lantas pada boengkem. „Kau pernah kata bahoea kau terpendjara oleh ajahmoe, kenapa sekarang kau masih bisa lolos ka mari?” Pik kamoedian berkata poelah. „Marika boleh djaga kaloe akoe lagi makan, mandi atawa boewang-aer atawapoen marika djoega bisa djaga di waktoe tengah malem akoe kloear pintoe; tapi marika tida bisa djaga kapan akoe ambil djalan dari woewoengan roemah, dengen boeka genteng, merambat toeroen dari itoe poehon sawo, kamoedian pergi ka mari.” „Ach, kau anak nakal.......... Sigralah berlaloe dari sini, akoe koeatir ajahkoe poenja orang-orang nanti pergokin kita.”<noinclude></noinclude> 97bdog3r33hz0vxf4zgi1x136f5n6c4 Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/12 104 113657 313845 2026-08-17T07:56:06Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313845 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|10|TJERITA ROMAN}}</noinclude>monopolie, banjak antaranja jang loepaken sama apa jang dibilang kabedjikan. 'Ntjik Hwie-bing ada pachter dari type (matjem) di atas. Dalem tempo ampat taoen djadi pachter, boekan sedikit oewang ia telah dapet kantongin, hingga sekarang ia telah djadi satoe orang jang paling kaja dari itoe residentie. Salaennja pegang itoe pacht, 'ntjik Hwie-bing masih temaha, ia poen ada boeka satoe toko hasil boemi. Tapi ini toko pelahan-pelahan kena disaingin oleh tokonja 'ntjik Liang-kwie hingga 'ntjik Hwie-bing poenja toko terseboet hadepin crisis boeat goeloeng tiker. 'Ntjik Hwie-bing jang darah panas djadi amat penasaran. Kamoedian kerna merasa tida mempoenjain katjerdikan boeat djatohken itoe lawanan, 'ntjik Hwie-bing laloe goenaken djalan pitenahan. Gemoemnja pachter-pachter itoe koetika jalah moesti piara banjak..djago-djago" jang termasoek golongan tjabang atas", boeat melindoengin peroesahannja dan poen boeat mendjaga marika poenja kapentingan privé. Begitoepoen 'ntjik Hwie-bing tida terkatjoeali. Ia poenja djago-ujago jang biasanja tjoema boeat di soeroeh intip-intip smokkelaar atawa boeat bawa lari orang poenja anak-bini, sekarang telah dapet kwadjiban boeat pitenah 'ntjik Liang-kwie dengen tjara pengetjoet, jalah satoe antara marika pada tengah malem boeta diprentah masoek dalem gedongnja 'ntjik Liang-kwie, letaken brapa poeloeh tael tjandoe di satoe kamar kosong dari itoe roemah. Esoeknja pagi-pagi 'ntjik Hwie-bing mengadoe sama luitenant Tionghoa, jaitoe Ting-liang sia, wartaken bahoea iapoenja spion telah dapet endoes baoe bahoea 'ntjik Liang-kwie ada lakoeken smokkelaar atawa da<noinclude></noinclude> 5gn1j94920lsy6n5juobhujiczbi3vq 313847 313845 2026-08-17T07:56:41Z Iripseudocorus 23824 313847 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|10|TJERITA ROMAN}}</noinclude>monopolie, banjak antaranja jang loepaken sama apa jang dibilang kabedjikan. 'Ntjik Hwie-bing ada pachter dari type (matjem) di atas. Dalem tempo ampat taoen djadi pachter, boekan sedikit oewang ia telah dapet kantongin, hingga sekarang ia telah djadi satoe orang jang paling kaja dari itoe residentie. Salaennja pegang itoe pacht, 'ntjik Hwie-bing masih temaha, ia poen ada boeka satoe toko hasil boemi. Tapi ini toko pelahan-pelahan kena disaingin oleh tokonja 'ntjik Liang-kwie hingga 'ntjik Hwie-bing poenja toko terseboet hadepin crisis boeat goeloeng tiker. 'Ntjik Hwie-bing jang darah panas djadi amat penasaran. Kamoedian kerna merasa tida mempoenjain katjerdikan boeat djatohken itoe lawanan, 'ntjik Hwie-bing laloe goenaken djalan pitenahan. Gemoemnja pachter-pachter itoe koetika jalah moesti piara banjak..djago-djago" jang termasoek golongan tjabang atas", boeat melindoengin peroesahannja dan poen boeat mendjaga marika poenja kapentingan privé. Begitoepoen 'ntjik Hwie-bing tida terkatjoeali. Ia poenja djago-ujago jang biasanja tjoema boeat di soeroeh intip-intip smokkelaar atawa boeat bawa lari orang poenja anak-bini, sekarang telah dapet kwadjiban boeat pitenah 'ntjik Liang-kwie dengen tjara pengetjoet, jalah satoe antara marika pada tengah malem boeta diprentah masoek dalem gedongnja 'ntjik Liang-kwie, letaken brapa poeloeh tael tjandoe di satoe kamar kosong dari itoe roemah. Esoeknja pagi-pagi 'ntjik Hwie-bing mengadoe sama luitenant Tionghoa, jaitoe Ting-liang sia, wartaken bahoea iapoenja spion telah dapet endoes baoe bahoea 'ntjik Liang-kwie ada lakoeken smokkelaar atawa {{hws|da|dagangken}}<noinclude></noinclude> aw7ow4oebpfzoqskkw2teghut1afz49 Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/13 104 113658 313846 2026-08-17T07:56:20Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'PENGORBANAN 11 gangken tjandoe gelap. Lebih djace ia minta luitenant bikin gledahan di mana roemahnja 'ntjik Liang-kwie. Hoe koetika djoega penggledahan di roemahnja 'ntjik Liang-kwie lantas dilakoeken, dengen disaksiken oleh luitenant dan penggawenja bener sekali di itoe kamar kosong dari itoe roemah telah didapet brapa poeloeh tael fjandoe gelap. Menampak itoe 'ntjik Liang-kwie djadi bergoeme- teran. Dengen mata menjalah lantaran kagoesaran ia... 313846 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>PENGORBANAN 11 gangken tjandoe gelap. Lebih djace ia minta luitenant bikin gledahan di mana roemahnja 'ntjik Liang-kwie. Hoe koetika djoega penggledahan di roemahnja 'ntjik Liang-kwie lantas dilakoeken, dengen disaksiken oleh luitenant dan penggawenja bener sekali di itoe kamar kosong dari itoe roemah telah didapet brapa poeloeh tael fjandoe gelap. Menampak itoe 'ntjik Liang-kwie djadi bergoeme- teran. Dengen mata menjalah lantaran kagoesaran ia laloe kata sama luitenant: Kong-sie, inilah tjoema satoe pitenahan pengetjoet, tapi sanget kedji !" ,,Boleh djadi bisa begitoe; tapi di sini ada boekti- boekti, kita tida bisa berboeat laen katjoeali moesti fangkep padamoe," saoetnja itoe luitenant. Dengen tida bisa membantah poelah, 'ntjik Liang- kwie laloe diborgol dan dibawa ka kantoor luitenant. ,,Akoe pertjaja kong-sie ada saorang adil, maka akoe moehoen kong-sie nanti soeka selidikin lebih djaoe dan timbang apakan akoe bener ada dagangken itoe ba- rang, maski betoel di dalem roemahkoe ada kada- petan boekti-boekti tjandoe," begitoelah sasampenja di itoe kantoor 'ntjik Liang-kwie laloe berkata lebih djaoe sama itoe kepala bangsa. Ja, tapi akoe rasa akoe tida bisa berboeat apa- apa, ini hal nanti terserah sama poetoesannja politie- rol jang bakal memreksa," saoetnja. Tapi kaloe kong-sie maoe selidikin, maoe toeroet tjampoer, akoe kira ada mengasih lebih banjak ka- baekan lagi." ..Akoe nanti maoe tjoba." UITENANT Tan Ting-liang ada mempoenjain ampat anak, satoe lelaki dan tiga prempoean. Yong-han adalah namanja itoe anak lelaki, anak soeloeng, dan<noinclude></noinclude> lysm6necn9km23b44rsi34oa5mrxb4f 313850 313846 2026-08-17T07:59:27Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313850 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||{{sp|PENGORBANAN}}|11}}</noinclude>{{Hwe|gangken|dagangken}} tjandoe gelap. Lebih djace ia minta luitenant bikin gledahan di mana roemahnja 'ntjik Liang-kwie. Itoe koetika djoega penggledahan di roemahnja 'ntjik Liang-kwie lantas dilakoeken, dengen disaksiken oleh luitenant dan penggawenja bener sekali di itoe kamar kosong dari itoe roemah telah didapet brapa poeloeh tael tjandoe gelap. Menampak itoe 'ntjik Liang-kwie djadi bergoemeteran. Dengen mata menjalah lantaran kagoesaran ia laloe kata sama luitenant: Kong-sie, inilah tjoema satoe pitenahan pengetjoet, tapi sanget kedji !” „Boleh djadi bisa begitoe; tapi di sini ada boekti-boekti, kita tida bisa berboeat laen katjoeali moesti tangkep padamoe,” saoetnja itoe luitenant. Dengen tida bisa membantah poelah, 'ntjik Liang-kwie laloe diborgol dan dibawa ka kantoor luitenant. „Akoe pertjaja kong-sie ada saorang adil, maka akoe moehoen kongsie nanti soeka selidikin lebih djaoe dan timbang apakan akoe bener ada dagangken itoe barang, maski betoel di dalem roemahkoe ada kadapetan boekti-boekti tjandoe,” begitoelah sasampenja di itoe kantoor 'ntjik Liang-kwie laloe berkata lebih djaoe sama itoe kepala bangsa. „Ja, tapi akoe rasa akoe tida bisa berboeat apaapa, ini hal nanti terserah sama poetoesannja politie rol jang bakal memreksa,” saoetnja. „Tapi kaloe kong-sie maoe selidikin, maoe toeroet tjampoer, akoe kira ada mengasih lebih banjak kabaekan lagi.” „Akoe nanti maoe tjoba.” {{dropinitial|'''L'''}}UITENANT Tan Ting-liang ada mempoenjain ampat anak, satoe lelaki dan tiga prempoean. Yong-han adalah namanja itoe anak lelaki, anak soeloeng, dan<noinclude></noinclude> m5befa54t2wl6rnfy3gtyjk75lmyyic Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/90 104 113659 313848 2026-08-17T07:58:02Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313848 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|88|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude>melintasin rimba dan beboelakan, menerobos desa dan kota, perloenja jalah goena menemboes ka laoetan," saoetnja Yong-han seraja sambil seka mengalirnja itoe aer-mata di pipinja Gwat. Dan itoe laoetan adalah akoe poenja lapangan hati..........." Gwat senderken moekanja di dadanja Yong-han saolah olah minta itoe dada isep itoe aer-matanja, itoe aer dari soembernja katjinta'an. Yong-han tjioem itoe kepala dan kata: „Akoe tida taoe, apa akoe menjinta kau atawa tjoema soeka sadja: tapi ada sabenernja, kaloe kau bersenjoem atawa kaloe kau awasin padakoe, akoe lantas loepa, apakah kau Gwat atawa Pik. Maka kenapa kaloe akoe bisa menjinta Pik, kenapa tida bisa menjinta Gwat?........ Hoho! Gwat, akoe nanti balik lagi kamari, biar bagimana, katjoeali kapan akoe soeda tida bernapas poelah......." {{di|D}}ENGEN menggelap Yong-han telah bisa masoek dalem kota Rembang dengen ambil djalan dari pasisir. Dan sigra ia aengen langsoeng lantas menoedjoe di kantoornja iápoenja ajah. „Hola, Yong-han, soeda doea boelan dimoeka akoe telah soeroehan orang mentjari kau," katanja 'ntjik Ting-liang. „Itoelah oeroesan nanti, 'tia; sekarang akoe tjoema perloe menanjah: di mana adanja satoe orang Tionghoa nama Liem Hing-bie?" saoetnja Yong-han. „Ia dalem pendjara." „Dan apakah ini kombali ada perboeatannja itoe Hwi-bing, jang tjoerigain semoea orang ada toekang smokkel tjandoe gelap? „Hwie-bing soeda binasa kerna Allah..........! Ia tjoema ditahan lantaran tida mempoenjain pas." „Ini iapoenja pas: kasi ia lepas."<noinclude></noinclude> 2e8cmre6pcilm9e1ypbdkmpwksvlulr Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/43 104 113660 313849 2026-08-17T07:58:18Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313849 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||41}}</noinclude>{{c|'''PENGORBANAN'''}} Yong-han mengintip ka loear dari renggangannja itoe kaen tebengan djendela, satelah mana paras moe- kanja lantas berobah sanget poetijet. „Pik, tjilaka,” Yong-han kata sambil berbisik: „liat itoe di sana, di bawahnja itoe poehon lengkeng roe- panja ada brapa bajangan orang jang roepanja se- ngadja toenggoein padakoe.” Kapan Pik poen telah menjaksiken itoe, ia poen la- loe goemeteran dan parasnja berobah poetijet seperti mait. „Nko, ini malemlah adanja kita poenja hari penga- bisan,” katanja itoe nona dengan bergoemeteran dan laloe toeboehnja lemes seperti tida bertoolang. „Djangan takoet,” katanja Yong-nan dengan sabrapa bisa tete[?]ken berdebar[nja] sang hati. „Bagimana kau moesti berboeat boeat bisa kaloear ........ ?” Pik menanjah. Yong-han tida menjaoet, tapi poeter matanja di sa- koeliling itoe kamar, ka atas dan ka bawah. Ia pikir, boeat bisa kaloear dari pintoe, inilah ada sama sadja seperti oeler maoe tjari pentoeng, kerna di roeangan tengah, di mana ini pintoe kamar ada menemboes, djoestroe masih rame dengan orang mengomong. Kamoedian Yong-han ambil poetoesan aken melom- pat dari itoe djendela dengan gadeken sang djiwa sa- ma nasib, speculatie antara mati dan hidoep. „Djangan .........” Pik glando[t]in padanja; „marika roepanja soeda bersedia boeat samboet kau poenja kaloear.” „Kapan marika lagi dalem kaada'an begitoe roepa, adalah di roeangan depan ’ntjik Hwie-bing telah di- panggil oleh satoe djagonja dengan tanda kedipin mata. ’Ntjik Hwie-bing laloe menjamperin itoe djago.<noinclude></noinclude> l18bk61yki8pmw3xn68r2vnxpzeg0c7 Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/44 104 113661 313851 2026-08-17T08:01:23Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313851 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|42}}</noinclude>{{c|TJERITA ROMAN}} „Yong-han anterin didjwanja sendiri; sekarang ber-<br> ada dalem kamarnja Pik-lian,” itoe pahlawan laloe bi-<br> sikin koepingnja ’ntjik Hwie-bing. „Di loear akoe soeda<br> atoer brapa kawankoe mendjaga; marilah sekarang<br> kita masoek ka roeangan dalem, ketok Pik poenja ka-<br> mar.” „Masah begitoe ............ ?” ’ntjik Hwie-bing me-<br> njaoet dengan perasa’an sangsi. „Selamanja kita toch belon pernah berdjoesta ?”<br> Dengan diam-diam kamoedian ’ntjik Hwie-bing ma-<br> soek di roeangan pertengahan bersama itoe pahlawan,<br> kamoedian ketok pintoe kamarnja sang poetri. „Ja,” dari dalem Pik menjaoet dengan soeara jang<br> tida lampias. „Boekalah; kenapa kau mengerem dalem kamar, apa<br> kau sakit ?” ’ntjik Hwie-bing kata. Sampe brapa sa’at baroe kadengeran Pik memboeka<br> grendelnja itoe pintoe kamar. Kamoedian kapan daon<br> pintoe itoe kamar soeda terpoentang, ’ntjik Hwie-bing<br> tida brani gegabah masoek, katjoeali Hong-hwie, itoe<br> djago, laloe dengan sebat menerobos masoek sambil<br> hoenoes iapoenja sendjata, satelah ini baroelah ’ntjik<br> Hwie-bing baroe brani ikoet masoek. Zonder banjak kata lagi dan tida maoe boewang<br> banjak tempo, ’ntjik Hwie-bing dan Hong-hwie laloe<br> preksain itoe roeangan, sementara Pik tjoema tinggal<br> awasin, berdiri dengan kringet dingin berontosan di se-<br> loeroeh toeboehnja. Lemari diboeka, segala apa disingkapin, tapi ’ntjik<br> Hwie-bing dan Hong-hwie tida dapetken orang jang<br> ditjari. „Pik,” kamoedian dengan paras moeka jang keren<br> ’ntjik Hwie-bing hadepin anaknja, „siapa baroesan ma-<br> soek ka mari ?”<noinclude></noinclude> jlwph6lcncu1zacugpybl31aoo4vd6h 313855 313851 2026-08-17T08:02:16Z Ibrohim tijani 26379 313855 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|42}}</noinclude>{{c|TJERITA ROMAN}} „Yong-han anterin didjwanja sendiri; sekarang berada dalem kamarnja Pik-lian,” itoe pahlawan laloe bisikin koepingnja ’ntjik Hwie-bing. „Di loear akoe soeda atoer brapa kawankoe mendjaga; marilah sekarang kita masoek ka roeangan dalem, ketok Pik poenja kamar.” „Masah begitoe ............ ?” ’ntjik Hwie-bing menjaoet dengan perasa’an sangsi. „Selamanja kita toch belon pernah berdjoesta ?” Dengan diam-diam kamoedian ’ntjik Hwie-bing masoek di roeangan pertengahan bersama itoe pahlawan, kamoedian ketok pintoe kamarnja sang poetri. „Ja,” dari dalem Pik menjaoet dengan soeara jang tida lampias. „Boekalah; kenapa kau mengerem dalem kamar, apa kau sakit ?” ’ntjik Hwie-bing kata. Sampe brapa sa’at baroe kadengeran Pik memboeka grendelnja itoe pintoe kamar. Kamoedian kapan daon pintoe itoe kamar soeda terpoentang, ’ntjik Hwie-bing tida brani gegabah masoek, katjoeali Hong-hwie, itoe djago, laloe dengan sebat menerobos masoek sambil hoenoes iapoenja sendjata, satelah ini baroelah ’ntjik Hwie-bing baroe brani ikoet masoek. Zonder banjak kata lagi dan tida maoe boewang banjak tempo, ’ntjik Hwie-bing dan Hong-hwie laloe preksain itoe roeangan, sementara Pik tjoema tinggal awasin, berdiri dengan kringet dingin berontosan di seloeroeh toeboehnja. Lemari diboeka, segala apa disingkapin, tapi ’ntjik Hwie-bing dan Hong-hwie tida dapetken orang jang ditjari. „Pik,” kamoedian dengan paras moeka jang keren ’ntjik Hwie-bing hadepin anaknja, „siapa baroesan masoek ka mari ?<noinclude></noinclude> pdt7fv1b9vx7nktz0vnjgj2yk2c7y8n Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/14 104 113662 313852 2026-08-17T08:01:24Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'sekarang soeda djadi satoe djedjaka jang tjakep. Yong-han salaennja mempoenjain pengawakan badan jang tegep dan tjakep, poen ia mempoenjain katjerdikan otak, bertabeat brani dan djoedjoer, teroetama boeat oeroesan kong-ek, ia ada sanget soeka tjampoer, maka boekan djarang ia saben kali berbentrokan sama ajahnja sendiri. Oeroesannja 'ntjik Liang-kwie ia poen ambil perhatian besar. Begitoe kapan ia soeda selidikin terang, sigra ia menghadep sama... 313852 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" />{{rh|12|TJERITA ROMAN}}</noinclude>sekarang soeda djadi satoe djedjaka jang tjakep. Yong-han salaennja mempoenjain pengawakan badan jang tegep dan tjakep, poen ia mempoenjain katjerdikan otak, bertabeat brani dan djoedjoer, teroetama boeat oeroesan kong-ek, ia ada sanget soeka tjampoer, maka boekan djarang ia saben kali berbentrokan sama ajahnja sendiri. Oeroesannja 'ntjik Liang-kwie ia poen ambil perhatian besar. Begitoe kapan ia soeda selidikin terang, sigra ia menghadep sama ajahnja. ,,'Tia, tida bisa dipoengkir lagi oeroesannja 'ntjik Liang-kwie memang bener-bener tjoema satoe pitena- han belaka," katanja Yong-han dan kamoedian djelasKen lebih djaoe iapoenja pendapetan-pendapetan jang aidapet dari iapoenja penjelidikan. ,,Akoe poen pikir begitoe; tapi kita tida bisa berboeat apa," saoetnja 'ntjik Ting-liang. ,,Tapi dengen goenaken 'tia poenja pangkat, kau bisa membela banjak dalem ini oeroesan." ,,Kau ini masih anak-anak; kau kata dengen zonder dipikir. Apa kau tida taoe siapa Hwie-bing?" ,,Ia ada satoe doerdjana; soeda sakean kali ia lakoeken perboeatan-perboeatan sawenang-wenang, maka ini kali kita moesti brentiken iapoenja segala perboeatan." ,,Hoeh, kau tjoema bisa melantoer. Kita tida poenja pengaroeh apa-apa boeat djatohken ia, kerna ia ada pengaroeh besar sama pembesar-pembesar di sini. ,,Kaloe kita maoe slamet, dan kita djanganlah berlawanan padanja." ,,Kaloe kau tida djadi sebagi kepala bangsa, 'tia. Tapi kau ada satoe luitenant, satoe pangkat jang wadjibken kau moesti lindoengin kasantousa'annja bangsa Tionghoa di ini bilangan rata-rata, zonder pandeng boeloe."<noinclude></noinclude> sn6hugb3ixnx5rseuyklr9cg1xwkpxw 313853 313852 2026-08-17T08:01:56Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313853 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|12|TJERITA ROMAN}}</noinclude>sekarang soeda djadi satoe djedjaka jang tjakep. Yong-han salaennja mempoenjain pengawakan badan jang tegep dan tjakep, poen ia mempoenjain katjerdikan otak, bertabeat brani dan djoedjoer, teroetama boeat oeroesan kong-ek, ia ada sanget soeka tjampoer, maka boekan djarang ia saben kali berbentrokan sama ajahnja sendiri. Oeroesannja 'ntjik Liang-kwie ia poen ambil perhatian besar. Begitoe kapan ia soeda selidikin terang, sigra ia menghadep sama ajahnja. „'Tia, tida bisa dipoengkir lagi oeroesannja 'ntjik Liang-kwie memang bener-bener tjoema satoe pitenahan belaka,” katanja Yong-han dan kamoedian djelasKen lebih djaoe iapoenja pendapetan-pendapetan jang aidapet dari iapoenja penjelidikan. „Akoe poen pikir begitoe; tapi kita tida bisa berboeat apa,” saoetnja 'ntjik Ting-liang. „Tapi dengen goenaken 'tia poenja pangkat, kau bisa membela banjak dalem ini oeroesan.” „Kau ini masih anak-anak; kau kata dengen zonder dipikir. Apa kau tida taoe siapa Hwie-bing?” „Ia ada satoe doerdjana; soeda sakean kali ia lakoeken perboeatan-perboeatan sawenang-wenang, maka ini kali kita moesti brentiken iapoenja segala perboeatan.” „Hoeh, kau tjoema bisa melantoer. Kita tida poenja pengaroeh apa-apa boeat djatohken ia, kerna ia ada pengaroeh besar sama pembesar-pembesar di sini. „Kaloe kita maoe slamet, dan kita djanganlah berlawanan padanja.” „Kaloe kau tida djadi sebagi kepala bangsa, 'tia. Tapi kau ada satoe luitenant, satoe pangkat jang wadjibken kau moesti lindoengin kasantousa'annja bangsa Tionghoa di ini bilangan rata-rata, zonder pandeng boeloe.”<noinclude></noinclude> ci0pj9nqema0xld2bymleh4lee5zc0r Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/91 104 113663 313854 2026-08-17T08:02:10Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313854 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{Bold|{{sp|PENGORBANAN}}}}|||89}}</noinclude>„Itoelah ada oeroesannja politie-rol." „Hola! 'tia, moestinja sabelonnja ia terdjatoh di sana, 'tia saharoesnja kasi ia kasempetan minta dianterken pasnja; dan ini biarlah. Tapi sekarang kau poenja pangkat moesti lepasken ia." Sabenernja 'ntjik Ting-liang bisa berboeat banjak, tapi ia tida maoe kerna memang oemoemnja officier- officier Tionghoa ada sagolongan machloek pendjilat pantat, iaorang tjoema maoe hidoep kaja dengen minta-minta boekan maoe hidoep agoeng dengen iapoenja ambekan-tinggi = tjie-kek. Koetika maoe membela, dengen tida banjak soesah 'ntjik Ting-liang telah bisa merdikaken 'ntjik Hing-bie dari tahanan. 'Ntjik Hing-bie djadi heran koetika mengataoein bahoea itoe iapoenja pembantoe kerdja sabenernja ada poetranja satoe luitenant Tionghoa. Yong-han laloe minta katerangan lebih djace pada ajahnja hal kamatiannja 'ntjik Hwie-bing. „Dan di mana sekarang 'ntjim Hwie-bing, 'tia ?" achirnja Yong-han menanjah. „Kau menanjah 'ntjim Hwie-bing atawa apa kau artiken Pik?" Yong-han laloe melonggong dengen sinar mata menanjah. „Haha! pergilah ka sana," 'ntjik Ting-liang kata poelah. Yong-han tida maoe boewang banjak tempo lagi laloe pergi ka sana. Itoe siang hawa ada kliwat panas. Sampe di gedong mana Yong-han telah dapetken itoe roeangan depan ada soenji. „Mana kau poenja njonja?" ia menanjah sama itoe djongos jang menjamboet.<noinclude></noinclude> hfth6r6ypb89rmv26cr8mdrwmmwqr9j Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/45 104 113664 313856 2026-08-17T08:03:19Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313856 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||43}}</noinclude>{{c|PENGORBANAN}} Itoe oefjapan dari ajahnja ada saolah-olah gledek jang menjamber hatinja, hingga Pik djadi semingkin poetijet. Tapi broentoeng achirnja ia toch bisa djoega tete[?]ken hatinja. „Tida, akoe tida liat ada orang masoek ka mari ........” kamoedian Pik menjaoet. „Tida ada? Djangan djoesta!” ’ntjik Hwie-bing menjentak dan laloe tjekek lehernja Pik-lian boeat brapa sa’at, kamoedian kata p[o]elah: „Bilang teroes terang ........” „Tida ada ........” Pik menjaoet poelah dengan sambil gojangken kepalanja. ’Ntjik Hwie-bing laloe awasin Hong-hwie dengan sikep menanjah. „Heran, apa ia setan jang bisa mengilang?” Hong-hwie laloe menggrendeng sendiri. „Brangkali kau orang sendiri jang bajangken pemandengan jang tida-tida,” ’ntjik Hwie-bing kata poelah. „Tapi kita baroesan meliat boekan dalem impian, dalem melek dan dalem kaada’an biasa,” saoetnja Hong-hwie. „Tapi terlaloe banjak tengak arak ........?” ’ntjik Hwie-bing kata poelah, kamoedian laloe balik awasin dengan tida berkesip moekanja Pik jang ditoendoeken. „Kenapa dari tadi kau kerem dirmoe dalem kamar, tida seperti sari-sarinja kau biasa soeka bantoe karepotan di dap[o]er,” ’ntjik Hwie-bing menanjah padanja. „Dari tadi sore akoe tida enak badan, maka berbaring sadja di pembaringan,” Pik menjaoet. „Ja, dengan boeka djendela boeat tjari masoek angin?” „Sebab rasaken badan kliwat panas........”<noinclude></noinclude> o78rdjd0vvs424wqbtpjgsaebphw93w Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/46 104 113665 313857 2026-08-17T08:04:21Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313857 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|42}}</noinclude>{{c|TJERITA ROMAN}} ’Ntjik Hwie-bing laloe pegang djidatnja sang anak, dan betoel ia rasaken bahoea itoe toeboeh lagi panas-dingin tida karoean. „Tidoerlah lagi,” kamoedian itoe orang toea berkata: „ini djendela moesti ditoetoep, biar angin djahat tida masoek.” Hong-hwie laloe menglojor pergi dengan sambil gigit djari. Sasampenja di loear ia laloe seselken brangkali itoe sang kawan-kawan jang teledor mengawasin. Tapi itoe kawan-kawan di loear bersoempah bahoea marika belon pernah sakedjap sadja tida intjerken matanja di itoe djendela kamar. ESOEK paginja, kapan ’ntjik Hwie-bing telah bisa mendoegah dan memikir sampe di sitoe, ialah dengan djalan dari itoe lobang pian dan memboeka genteng orang bisa lolos dari itoe kamar, sigra ia laloe koendjoengin roemahnja luitenan Ting-liang. „Kong-sie, biarpoen kau koeroeng Yong-han dalem satoe kamar jang oepama dilapis oleh toedjoe lapis besi, tapi kalau akoe maoe akoe masih bisa boeat tungtjang iapoenja toeboeh hingga djadi frikadel; tapi akoe tida maoe lakoeken kerna akoe memandang dan indahken padamoe,” begitoelah katanja ’ntjik Hwie-bing dengan mata merah. „Maka itoe kau haroes pikoel menanggoeng iapoenja segala perboeatan; dan kalau kau tida mampoe, kau moesti oesir pergi ia djaoe-djaoe dari ini kota, soepaia terindar dari akoe poenja pembalesan.” „Akoe tida mengerti sama kau poenja oetjapan ini?” saoetnja ’ntjik Ting-liang dengan heran. „Akoe toch soeda sanggoepin, bahoea apa jang ia bisa berboeat terhadap padamoe, itoelah tjoema bisa kadjadian itoe satoe kali sadja, serta lebih djaoe akoe sanggoep boeat<noinclude></noinclude> 1ep0b0o87nqthx9ij7ez6og9lmh5ael Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/15 104 113666 313858 2026-08-17T08:04:26Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313858 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||{{sp|PENGORBANAN}}|13}}</noinclude>,,Telor maoe menerdjang oedjoeng tandoek, inilah adanja kau poenja pikiran gila !" itoe ajah laloe kata dengen sengit. ,,Tapi roepanja kau loepa, 'tia; waktoe kau adjari itoe kitab Soe-sie, akoe masih inget ada satoe oetjapan dari Bing-tjoe: 'Ka'adilan moesti ditaroh di atasnja kakwasa'an, boekan kakwasa'an jang moesti ditaroh di atas ka'adilan'. Lagi Jang koeat toeloeng jang lemah, inilah baroe diseboet ing-hiong = gaga perkasa'. Tapi bagimana kaloe oepama kita sekarang biarin 'ntjik Liang-kwie, sedeng kita taoe ia ada lemah dan diperlakoeken sawenang-wenang?" 'Ntjik Ting-liang poenja moeka lantas merah oepama barah, kerna itoe oetjapan dari anaknja ada saoepama balik iapoenja isih peroet masoek di dalem kepalanja. 'Ntjik Ting-liang memang doeloe pernah mendjadi goeroe mengadjar, antara moerid-moeridnja poen ada Yong-han, siapa ada djadi iapoenja moerid jang paling tjerdik. Ia memang ada pande ilmoe soerat Tiong-hoa koeno (klassiek), maka kapan ia petjahken artinja itoe semoea kitab-kitab klassiek ada sanget mamoeasken dan menarik hingga sampe bikin Yong-han kagoemin kabesarannja kasopanan Tionghoa. Yong-han poenja anggota peringetan ada amat koeat dan tadjem, apa jang doeloe ajahnja pernah adjarken, ampir semoea ia masih inget di loear kepala. Begitoepoen ia masih inget koetika ajahnja bitjaraken hal Khong-tjoe poenja pladjaran tentang ,,ka'adilan"; antaranja jang ia ingetin jalah: ,,'Ka'adilan' ada sebagi itoe goenoeng Thay-san, sabegitoe lama doenia masih ada, ia aken tetep berdiri langgeng, maka orang tida oesah koeatir boeat koekoehin 'ka'adilan' sepandjang hidoepnja, boeat sendjata dalem pergoeletan boeat hidoep". Inilah Yong-han masih bisa koemandangken<noinclude></noinclude> o36ltbox6knhty14zq1vfwm8zryv1b2 313859 313858 2026-08-17T08:04:51Z Iripseudocorus 23824 313859 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||{{sp|PENGORBANAN}}|13}}</noinclude>„Telor maoe menerdjang oedjoeng tandoek, inilah adanja kau poenja pikiran gila !” itoe ajah laloe kata dengen sengit. „Tapi roepanja kau loepa, 'tia; waktoe kau adjari itoe kitab Soe-sie, akoe masih inget ada satoe oetjapan dari Bing-tjoe: 'Ka'adilan moesti ditaroh di atasnja kakwasa'an, boekan kakwasa'an jang moesti ditaroh di atas ka'adilan'. Lagi Jang koeat toeloeng jang lemah, inilah baroe diseboet ing-hiong = gaga perkasa'. Tapi bagimana kaloe oepama kita sekarang biarin 'ntjik Liang-kwie, sedeng kita taoe ia ada lemah dan diperlakoeken sawenang-wenang?” 'Ntjik Ting-liang poenja moeka lantas merah oepama barah, kerna itoe oetjapan dari anaknja ada saoepama balik iapoenja isih peroet masoek di dalem kepalanja. 'Ntjik Ting-liang memang doeloe pernah mendjadi goeroe mengadjar, antara moerid-moeridnja poen ada Yong-han, siapa ada djadi iapoenja moerid jang paling tjerdik. Ia memang ada pande ilmoe soerat Tiong-hoa koeno (klassiek), maka kapan ia petjahken artinja itoe semoea kitab-kitab klassiek ada sanget mamoeasken dan menarik hingga sampe bikin Yong-han kagoemin kabesarannja kasopanan Tionghoa. Yong-han poenja anggota peringetan ada amat koeat dan tadjem, apa jang doeloe ajahnja pernah adjarken, ampir semoea ia masih inget di loear kepala. Begitoepoen ia masih inget koetika ajahnja bitjaraken hal Khong-tjoe poenja pladjaran tentang „ka'adilan”; antaranja jang ia ingetin jalah: „'Ka'adilan' ada sebagi itoe goenoeng Thay-san, sabegitoe lama doenia masih ada, ia aken tetep berdiri langgeng, maka orang tida oesah koeatir boeat koekoehin 'ka'adilan' sepandjang hidoepnja, boeat sendjata dalem pergoeletan boeat hidoep”. Inilah Yong-han masih bisa koemandangken<noinclude></noinclude> 064r8k0ygcqp70m14bhyvp6xohds3ct Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/47 104 113667 313860 2026-08-17T08:05:46Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313860 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||45}}</noinclude>{{c|PENGORBANAN}} djaga padanja seperti angon itoe kambing, tida aken satoe perboeatan ia bakal bisa lakoeken di loear akoe poenja taoe.” „Jang kau angon boekan satoe kambing, tapi satoe setan alas; brapa malem beroentoen ia masih tjoba maen gila dalem roemahkoe ............!” „Akoe lebih heran lagi sama omongan kau ini?” „Akoe tida memaen; inilah ada peringetan jang pengabisan kali boeat kau, kong-sie, jalah kau oesir Yong-han kloear dari ini kota atawa akoe sendiri jang toeroenin tangan boeat adjar adat padanja.” „Kaloe akoe djandji sanggoepin boeat djaga padanja hingga tida satoe ketikan djam ia bisa terlepas dari kita poenja mata ........ ?” „Akoe pertjaja kau soeka lakoeken itoe, tapi kau tida mampoe; brapa kali lipet ia ada lebih tjerik dari kau poenja pendjaga’an.” „Ach, nko Hwie-bing, kau digoda sama kau poenja bajangan sendiri ........” „Boekan digoda sama bajangan sendiri, tapi digoda sama iapoenja tingkah lakoe jang maoein akoe poenja poetri ............ !” ’Ntjik Ting-liang djadi tjelengap. „Bagimana bisa kadjadian begini?” achirnja ia menanjah. „Tjoema itoe setan sendiri jang taoe!” ’Ntjik Ting-liang toendoeken kepalanja dan memikir. „Tapi akoe rasa kau poenja perminta’an baroesan ada kliwat dari wates; tida aken ada satoe adjah jang bisa lakoeken itoe!” achirnja ’ntjik Ting-liang kata lebih djaoe dengan sengit. „Oh, begitoe, kong-sie,” saoetnja ’ntjik Hwie-bing dengan sambil anggoet-anggoetken kepalanja dengan roman jang bengis: „baeklah, kau moesti tanggoeng<noinclude></noinclude> ejqqw213hg42bcwi5xcb0r2jl0is09h Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/92 104 113668 313861 2026-08-17T08:06:01Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313861 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|90|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude>„Tidoer, 'joo." „Dan kau poenja nona?" „Itoe, itoe ia di kebonan, di samping sana." Yong-han laloe menghampirin itoe tempat jang dioendjoek. „Pik begitoelah dengen pelahan Yong-han memanggil Pik jang djoestroe angin-angin di bawahhnja itoe poehoen lengkeng. Pik djadi terkedjoet koetika menoleh menampak bahoea Yong-han jang mendatengin, dengen sebat ia laloe lari masoek ka dalem, tinggalken Yong-han jang djoestroe menjamperin. Yong-han tida mengerti dan terheran-heran. Dengen pikiran jang tida karoean ia laloe doedoek termenoeng- menoeng di bawahnja itoe poehoen. „Kliatan ia koerang seneng padakoe; kenapa?" begitoelah Yong-han laloe menggrendeng sendiri. „Ja, akoe koerang seneng, akoe marah pada kau," kamoedian satoe sceara dari blakang telah bikin kaget Yong-han, dan apabila ia menengok, njatalah ia menampak bahoea Pik lagi intip-intip di blakangnja itoe badan poehoen. „Kenapa kau lari, apa kau kira akoe matjan?" kata Yong-han. „Boekan, akoe tjoema anggep kau satoe setan....." „Setan jang menjolong kau poenja hati......?" kata poelah Yong-han dengen tertawa, tapi kamoedian ini tertawa ia telah tarik balik lagi hingga lantas tjoema djadi senjoem ketjoet kerna menampak bahoea Pik poenja paras tinggal bersengoet. „He, Pik, kenapa kau?" Yong-han laloe samperin ia. Pik tjoba aken menjingkir, tapi Yong-han kaboeroe tjekel padanja. „Kenapa kau poenja bibir seperti menjoesoer asem<noinclude></noinclude> b3yuzbezeildw8zehjpbpzz70yk6zlw Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/16 104 113669 313862 2026-08-17T08:06:02Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'poelah dengen djelas; tapi sekarang, helaas! belon itoe koemandang linjap, ajahnja poenja soemanget, ajahnja poenja ka'agoengan aan deradjat soeda doeloein djoegroek. ,,Toetoep moeloet; djangan boeka batjot lebih lebar lagi'ntjik Ting-liang gebrak medja dan laloe oesir anaknja pergi kloear. ,,Kaloe 'tia tida membela, nanti akoe aken membela sampe di achirnja." ,,Ja, ja, dan kau moesti tanggoeng sendiri risico apa jang kau bakal dapet." ,,Men... 313862 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" />{{rh|14|TJERITA ROMAN}}</noinclude>poelah dengen djelas; tapi sekarang, helaas! belon itoe koemandang linjap, ajahnja poenja soemanget, ajahnja poenja ka'agoengan aan deradjat soeda doeloein djoegroek. ,,Toetoep moeloet; djangan boeka batjot lebih lebar lagi'ntjik Ting-liang gebrak medja dan laloe oesir anaknja pergi kloear. ,,Kaloe 'tia tida membela, nanti akoe aken membela sampe di achirnja." ,,Ja, ja, dan kau moesti tanggoeng sendiri risico apa jang kau bakal dapet." ,,Menoeloeng dengen harep beroleh kaoentoengan, itoelah boekan menoeloeng, itoe ada saroepa dengen mendjilat. Menoeloeng dalem arti jang sedjati jalah tjoema menoeloeng dengen bikin 'pengorbanan'." {{Rule|6em}}<noinclude></noinclude> tp478ihcdji1yk8s0uic7foc4gqme1j 313865 313862 2026-08-17T08:06:47Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313865 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|14|TJERITA ROMAN}}</noinclude>poelah dengen djelas; tapi sekarang, helaas! belon itoe koemandang linjap, ajahnja poenja soemanget, ajahnja poenja ka'agoengan aan deradjat soeda doeloein djoegroek. „Toetoep moeloet; djangan boeka batjot lebih lebar lagi'ntjik Ting-liang gebrak medja dan laloe oesir anaknja pergi kloear. „Kaloe 'tia tida membela, nanti akoe aken membela sampe di achirnja.” „Ja, ja, dan kau moesti tanggoeng sendiri risico apa jang kau bakal dapet.” „Menoeloeng dengen harep beroleh kaoentoengan, itoelah boekan menoeloeng, itoe ada saroepa dengen mendjilat. Menoeloeng dalem arti jang sedjati jalah tjoema menoeloeng dengen bikin 'pengorbanan'.” {{Rule|6em}}<noinclude></noinclude> 4zmat2tdaspnqh9i4o7nwobt0q5wgog Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/48 104 113670 313863 2026-08-17T08:06:28Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313863 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|46}}</noinclude>{{c|TJERITA ROMAN}} sendiri kau poenja oetjapan ini dengan risico jang kau tida bisa doegah lebih doeloe." Zonder kasi slamet tinggal lagi ’ntjik Hwie-bing laloe tinggalken itoe roeangan. Satelah itoe tetamoe berdaloe, ’ntjik Ting-liang terpekoer sakean sa’at dan laloe panggil Yong-han. „Kau berboeat apa lagi sama Hwie-bing?” dengan moeka bengis itoe adjah menanjah. „Tida apa-apain lagi padanja,” saoetnja Yong-han. „Djangan djoesta!” itoe adjah menjentak. „Boekan soeda brapa malem ini kau sering koendjoengin roemahnja?” „Ja, ’tia.” „Ini kau bilang tida ’apa-apain’!?” „Ja, akoe tida apa-apa katjoeali boeat hafoerken trima kasi sama Pik-lian..........” „Siapa Pik-lian?” „Iapoenja poetri..........” „Inilah satoe djawaban jang tjoekoep koerang adjаr ............!” Dengan sengit ’ntjik Ting-liang laloe ketoken itoe batang hoen-tjwee di kepalanja itoe anak. „Tapi, inilah ada djawaban jang teroes terang, ’tia,” saoetnja Yong-han sambil oetjel-oetjel kepalanja jang bendjoel dan laloe toetoerken lebih djaoe hal oeroesan-nja ’ntjik Hwie-bing telah djebak dan tahan padanja serta hal Pik poenja pertoeloengan. „Tjoba kau timbang, ’tia, boekankah Pik ada seperti itoe dewinja kembang Trate? Apakah salahnja kaloe akoe simpen iapoenja sorot mata di antara manik matakoe, tjang-tjang dengan tali jang aloes — lebih dari apa jang bisa dibilang aloes — pada poesatnja sang hati?” „Dan lantas kau kandoeng niatan boeat menikah padanja?”<noinclude></noinclude> 3m7r6iho250o43vaabdwb6fpoaywwo1 313864 313863 2026-08-17T08:06:42Z Ibrohim tijani 26379 313864 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|46}}</noinclude>{{c|'''TJERITA ROMAN'''}} sendiri kau poenja oetjapan ini dengan risico jang kau tida bisa doegah lebih doeloe." Zonder kasi slamet tinggal lagi ’ntjik Hwie-bing laloe tinggalken itoe roeangan. Satelah itoe tetamoe berdaloe, ’ntjik Ting-liang terpekoer sakean sa’at dan laloe panggil Yong-han. „Kau berboeat apa lagi sama Hwie-bing?” dengan moeka bengis itoe adjah menanjah. „Tida apa-apain lagi padanja,” saoetnja Yong-han. „Djangan djoesta!” itoe adjah menjentak. „Boekan soeda brapa malem ini kau sering koendjoengin roemahnja?” „Ja, ’tia.” „Ini kau bilang tida ’apa-apain’!?” „Ja, akoe tida apa-apa katjoeali boeat hafoerken trima kasi sama Pik-lian..........” „Siapa Pik-lian?” „Iapoenja poetri..........” „Inilah satoe djawaban jang tjoekoep koerang adjаr ............!” Dengan sengit ’ntjik Ting-liang laloe ketoken itoe batang hoen-tjwee di kepalanja itoe anak. „Tapi, inilah ada djawaban jang teroes terang, ’tia,” saoetnja Yong-han sambil oetjel-oetjel kepalanja jang bendjoel dan laloe toetoerken lebih djaoe hal oeroesan-nja ’ntjik Hwie-bing telah djebak dan tahan padanja serta hal Pik poenja pertoeloengan. „Tjoba kau timbang, ’tia, boekankah Pik ada seperti itoe dewinja kembang Trate? Apakah salahnja kaloe akoe simpen iapoenja sorot mata di antara manik matakoe, tjang-tjang dengan tali jang aloes — lebih dari apa jang bisa dibilang aloes — pada poesatnja sang hati?” „Dan lantas kau kandoeng niatan boeat menikah padanja?”<noinclude></noinclude> m8gr76umq5uwrdy9q8rtin8esj8j3i3 Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/17 104 113671 313866 2026-08-17T08:08:08Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '{{larger|{{C|II}}}} Tjoeri, tjoeri...........lepasken kau dan kau nanti bikin soesah ajahkoe, kau nanti bikin pem- balesan..... 2" ALOE itoe prempoean-prempoean Bali menjeboer dalem itoe api pembakaran maitnja sang soeami, ikoet dibakar niaoep-hidoep dirinja sendiri, itoelah ada pengorbanan", pengorbanan boeat moeliaken, soetji- ken atawa tinggiken salah satoe kabedjikan jang di- namaken kasetia'an", dan ini pengorbananlah jang kasi satoe geseka... 313866 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" />{{Rh||{{sp|PENGORBANAN}}||15}}</noinclude>{{larger|{{C|II}}}} Tjoeri, tjoeri...........lepasken kau dan kau nanti bikin soesah ajahkoe, kau nanti bikin pem- balesan..... 2" ALOE itoe prempoean-prempoean Bali menjeboer dalem itoe api pembakaran maitnja sang soeami, ikoet dibakar niaoep-hidoep dirinja sendiri, itoelah ada pengorbanan", pengorbanan boeat moeliaken, soetji- ken atawa tinggiken salah satoe kabedjikan jang di- namaken kasetia'an", dan ini pengorbananlah jang kasi satoe gesekan batin (impressie) jang tegoeh boeat bagimana sasoeatoe prempoean Bali haroes hargaken iapoenja kasoetjian", maski sabenernja ini tjara fana- tiek ada boeas. Begitoepoen itoe prawira-prawira Ja- pan (Busido) poenja harakiri", biarpoen itoe bisa di- golongken pada pikiran pendek", tapi itoe poen sa- toe pengorbanan" jang soetji, satoe tjara boenoeh diri setjara jang paling agoeng, dan ini tiara-tjara jang kasi soemanget hingga bangsa Japan djadi satoe-satoe- nja bangsa Asia jang paling terbesar, bikin captain Perry dari America jang mengratak aken tjaplok dja- djahan djadi keder boeat telen daerah Japan, maski itoe koetika Japan belon mempoenjain persendjata'an perang jang modern. Djoega kapan Kwan Kong dari itoe hikajat Sam Kok lepasken Tjoo Tjhoo di itoe straat Hwa-yong, sedeng ia taoe dengen itoe ia bakal di- hoekoem panggal lehernja, ini poen ada satoe pe- ngorbanan" boeat mendjoendjoeng pada priboedi". Inilah ada kasopanan Asia koeno jang bikin batinnja itoe orang-orang doeloe lebih tinggi brapa tingkatan dari batinnja orang-orang djaman sekarang.<noinclude></noinclude> 2oeiq0ttmyn9ix0nztlrp0c3lwuq88f 313871 313866 2026-08-17T08:11:12Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313871 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{Rh||{{sp|PENGORBANAN}}||15}}</noinclude>{{larger|{{C|II}}}} {{Block right|align=left|{{smaller|„Tjoeri, tjoeri{{...|12}}lepasken kau dan kau nanti bikin soesah ajahkoe, kau nanti bikin pembalesan{{...|10}}?”}}}} {{Dropinitial|'''K'''}}ALOE itoe prempoean-prempoean Bali menjeboer dalem itoe api pembakaran maitnja sang soeami, ikoet dibakar niaoep-hidoep dirinja sendiri, itoelah ada pengorbanan”, pengorbanan boeat moeliaken, soetjiken atawa tinggiken salah satoe kabedjikan jang dinamaken kasetia'an”, dan ini pengorbananlah jang kasi satoe gesekan batin (impressie) jang tegoeh boeat bagimana sasoeatoe prempoean Bali haroes hargaken iapoenja kasoetjian”, maski sabenernja ini tjara fanatiek ada boeas. Begitoepoen itoe prawira-prawira Japan (Busido) poenja harakiri”, biarpoen itoe bisa di- golongken pada pikiran pendek”, tapi itoe poen satoe pengorbanan” jang soetji, satoe tjara boenoeh diri setjara jang paling agoeng, dan ini tiara-tjara jang kasi soemanget hingga bangsa Japan djadi satoe-satoenja bangsa Asia jang paling terbesar, bikin captain Perry dari America jang mengratak aken tjaplok djadjahan djadi keder boeat telen daerah Japan, maski itoe koetika Japan belon mempoenjain persendjata'an perang jang modern. Djoega kapan Kwan Kong dari itoe hikajat Sam Kok lepasken Tjoo Tjhoo di itoe straat Hwa-yong, sedeng ia taoe dengen itoe ia bakal dihoekoem panggal lehernja, ini poen ada satoe pengorbanan” boeat mendjoendjoeng pada priboedi”. Inilah ada kasopanan Asia koeno jang bikin batinnja itoe orang-orang doeloe lebih tinggi brapa tingkatan dari batinnja orang-orang djaman sekarang.<noinclude></noinclude> anjze3lqd6p6judisgecfm5cnttwfkx Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/50 104 113672 313867 2026-08-17T08:08:56Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313867 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|48}}</noinclude>{{c|'''TJERITA ROMAN'''}} {{hwe|tang|pentang}} pengaroeh, pengaroeh boeat meroegiken laen orang. Anak-anak moeda jang tjoema menjintain satoe gadis kita koetoek marika ada rendah, tapi bagaimana kita maoe kataken diri sendiri jang biasa soeka beli dan lakoeken paksa’an boeat rampas orang poenja anak-bini? Hoho! inilah kabedjikan boeat menang sendiri!” ’Ntjik Hwie-bing laloe dongaken kepalanja sambil kredep-krede­pken matanja, lajangken pikirannja pada apa jang dibilang kasopanan dan kabedjikan. Samentara ’ntjik Ting-liang poen demikian. Kasopanan Tionghoa jang tinggi, kabedjikan Tionghoa jang mentereng, kaloe sekarang djadi roesak adalah lantaran didjalanken oleh orang-orang dari type seperti ’ntjik Hwie-bing dan ’ntjik Ting-liang, boekan salahnja itoe anak-anak moeda. Memang tertjiptanja kasopanan jang aseli boekan tjoema dari pikiran-pikiran hanja poen moesti dengen tjonto-tjonto, model dari orang jang diseboet bapa kapada anak-anaknja. „Hahaha!” achirnja ’ntjik Hwie-bing tertawa. „Baroelah sekarang kita berhadapan sama satoe toea bangka jang kenal diri! Ja, ja, dan abis bagaimana kau maoe atoer, kong-sie?” „Sabaqian besar boeat ini ada terserah kepadamoe sendiri.” „Ia moesti minta ampoen dengen tiga kali pay dan tiga kali kwie padakoe, baroelah akoe nanti soeka timbang kau poenja pembitjara’an baroesan.” Kapan kamoedian itoe pembitjara’an sampe di achirnja, ’ntjik Ting-liang laloe poelang dengen moeka berseri. Kamoedian kapan ia ia soeda senggang, laloe panggil Yong-han menghadep di depannja, pada siapa ia<noinclude></noinclude> itjh0j8z35srmi65ai1mx923if51tw3 Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/49 104 113673 313868 2026-08-17T08:09:31Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313868 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||47}}</noinclude>{{c|'''PENGORBANAN'''}} „Akoe tjoema menjinta, belon tjoba pikir boeat bisa menikah padanja.” „Lebih gila dari ini tida ada!” ’ntjik Ting-liang berseroeh dan laloe ajoen iapoenja hoen-tjwee hingga bikin laen bendjoelan di kepalanja Yong-han. Satelah mana ’ntjik Ting-liang laloe gebah anaknja menjingkir, kamoedian apabila ampir satengah harian ia kenjang terpekoer, ia laloe koendjoengin gedongnja ’ntjik Hwie-bing. Antara omong-omong kamoedian ’ntjik Ting-liang ada kata: „Akoe soeda oeroes itoe anak; akoe dapet taoe bahoea ia ada menjinta sama poetri moe. Inilah ada satoe hal kabet[o]elan sekali, jalah marilah kita djodohken marika dan semoea kita poenja perkara lantas beres sendirinja.” „Hoho!” ’ntjik Hwie-bing bersenjoem singa. „Kau mengharep menetesnja aer ’mboen di waktoe siang-hari bolong. Kaloe oepama nanti akoe katemoe moeka sama ia, akoe nanti beset koelitnja, koenjah dagingnja dan iroep darahnja, bagaimana akoe bisa meliat ia djadi akoe poenja anak mantoe?” ’Ntjik Ting-liang djadi sanget bergidik apabila ia memandang paras moekanja ’ntjik Hwie-bing. „Itoe anak soeda tida mempoenjain kabedjikan, ia soeda langgar kasopanan, tida ada laen pengampoeenan salaennja hoekoe­man potong kepala!” ’ntjik Hwie-bing kamoedian kata poelah. „Hahaha!” ’ntjik Ting-liang achirnja braniken hatinja boeat tertawa dengen hati panas. „Djangan omongken hal kabedjikan, ’nko Hwie-bing: kabedjikan ada omong kosong. Kau djangan marah, ’nko Hwie-bing, kita moesti bilang dan akoeh teroes terang bahoea kita poenja kabedjikan ini ada palsoe, kabedjikan boeat sawenang-wenang, kabedjikan koelit-bibir dan tjoema boeat {{hws|pen|pentang}}<noinclude></noinclude> erlfmf10qs2i8zg4emkltiads6wfhxv Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/93 104 113674 313869 2026-08-17T08:10:12Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313869 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{Bold|{{sp|PENGORBANAN}}}}|||91}}</noinclude>jang dikasi ijs? Dan kenapa matamoe seperti itoe remboelan dialingin kapangan?" „Itoelah lantaran kau poenja perboeatan semoea ada boeat bikin tjilaka pada dirikoe." „Bikin tjilaka diri, tapi boeat kabroentoengannja kita poenja katjinta'an. Dan ini ada 'ntjik Hwie-bing sendiri jang tanem, samentara kau sendiri jang sirem, hingga achirnja itoe bibit djadi bersemi dan sekarang djadi satoe poehoen, poehoen dari kembang kabroentoengan, serta kembang mana sekarang ......." Yong-han laloe tjioem padanja. „Kenapa kau lantjang menjioem......... ?" kata Pik. „Boekan, ini kembang bibir tjoema kapingin menanjah kamana begitoe lama si kebon tida ada moentjoel poelah?" Pik awasin ia dengen mata jang seperti matahari, kamoedian baroelah ia bersenjoem. „Hahaha!" Yong-han laloe tertawa. „Itoe asem sekarang loentoer dari kau poenja bibir, itoe kapangan (grahana) sekarang lepasken alingin kau poenja mata! Itoe bibir sekarang djadi sarang madoe, dan, oh, itoe mata sekarang djadi itoe sepasang remboelan poernama!" Ia laloe tjioem poelah padanja, kamoedian dengen mendadak ia laloe tarik kepalanja, parasnja djadi goarem dan kamoedian dengen pelahan aer-mata laloe mengalir toeroen dari kadoea matanja, itoelah lantaran sa'at mana ia rasaken bahooa tangannja Gwat jang aloes seperti telah menjelak iapoenja tengah. '.............tapi akoe merasa, kau poenja pergi ini seperti tida boeat baik lagi ....... begitoelah dengen lapat-lapat koepingnja Yong-han seperti denger poelah itoe soearanja Gwat jang mewelasken, dan pelahan-pelahan ia merasa seperti seka poelah mengalirnja itoe<noinclude></noinclude> g6eul16gyj83txq9x1ito4ii5aywf2l Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/51 104 113675 313870 2026-08-17T08:10:40Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313870 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||49}}</noinclude>{{c|PENGORBANAN}} laloe toetoerken kainginan[n]ja ia dan kainginan[n]ja ’ntjik Hwie-bing. „Tia, boeat bikin akoe moesti minta ampoen dengen sambil tiga kali pay-kwie, inilah ada sama sadja dengen itoe kainginan boeat minta satoe ajam djago djadi ajam babon,” saoetnja Yong-han. „Akoe poenja ka-angkoehan dan deradjat masih ada lebih tinggi dari apa jang ia poenjain.” „Dan toch kau sir-sirin iapoenja anak?” „Ja, ’tia, dan itoe anak ada Pik-lian, boekan ’ntjik Hwie-bing,” saoetnja Yong-han. „Lebih djaoe, kita tjoema menjinta, kita belon pikir boeat menikah, katjoeali kapan nanti ’ntjik Hwie-bing mendoesoin bahoea sapenernja Yong-han tida bersalah, dan teroetama poen mendoesin bahoea dengen pendjara ’ntjik Liang-kwie, itoelah berarti iapoenja bangkroet, dan bangkroetnja ia poen berarti terlantar[n]ja iapoenja 24 familie jang ada dalem perlindoengannja.” „Inilah satoe tantangan jang heibat padanja ......!” ’ntjik Ting-liang berseroeh dengen mata mendelik. „Dengan ini poetoesan, berarti kau moesti korbanken kau poenja kadoedoekan sebagai anaknja satoe luitenan ............!” {{c|----}}<noinclude></noinclude> 9p1721ojsiuzv1a8t52p59ufbbscj4h 313872 313870 2026-08-17T08:11:32Z Ibrohim tijani 26379 313872 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||49}}</noinclude>{{c|PENGORBANAN}} laloe toetoerken kainginannja ia dan kainginannja ’ntjik Hwie-bing. „Tia, boeat bikin akoe moesti minta ampoen dengen sambil tiga kali pay-kwie, inilah ada sama sadja dengen itoe kainginan boeat minta satoe ajam djago djadi ajam babon,” saoetnja Yong-han. „Akoe poenja ka-angkoehan dan deradjat masih ada lebih tinggi dari apa jang ia poenjain.” „Dan toch kau sir-sirin iapoenja anak?” „Ja, ’tia, dan itoe anak ada Pik-lian, boekan ’ntjik Hwie-bing,” saoetnja Yong-han. „Lebih djaoe, kita tjoema menjinta, kita belon pikir boeat menikah, katjoeali kapan nanti ’ntjik Hwie-bing mendoesoin bahoea sapenernja Yong-han tida bersalah, dan teroetama poen mendoesin bahoea dengen pendjara ’ntjik Liang-kwie, itoelah berarti iapoenja bangkroet, dan bangkroetnja ia poen berarti terlantar[n]ja iapoenja 24 familie jang ada dalem perlindoengannja.” „Inilah satoe tantangan jang heibat padanja ......!” ’ntjik Ting-liang berseroeh dengen mata mendelik. „Dengan ini poetoesan, berarti kau moesti korbanken kau poenja kadoedoekan sebagai anaknja satoe luitenan ............!” <div style="width:25%; margin:auto; border-top:1px solid;"></div><noinclude></noinclude> 6ccul73niyav9tp7hxbaujhbklxz3r4 313873 313872 2026-08-17T08:11:51Z Ibrohim tijani 26379 313873 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||49}}</noinclude>{{c|'''PENGORBANAN'''}} laloe toetoerken kainginannja ia dan kainginannja ’ntjik Hwie-bing. „Tia, boeat bikin akoe moesti minta ampoen dengen sambil tiga kali pay-kwie, inilah ada sama sadja dengen itoe kainginan boeat minta satoe ajam djago djadi ajam babon,” saoetnja Yong-han. „Akoe poenja ka-angkoehan dan deradjat masih ada lebih tinggi dari apa jang ia poenjain.” „Dan toch kau sir-sirin iapoenja anak?” „Ja, ’tia, dan itoe anak ada Pik-lian, boekan ’ntjik Hwie-bing,” saoetnja Yong-han. „Lebih djaoe, kita tjoema menjinta, kita belon pikir boeat menikah, katjoeali kapan nanti ’ntjik Hwie-bing mendoesoin bahoea sapenernja Yong-han tida bersalah, dan teroetama poen mendoesin bahoea dengen pendjara ’ntjik Liang-kwie, itoelah berarti iapoenja bangkroet, dan bangkroetnja ia poen berarti terlantar[n]ja iapoenja 24 familie jang ada dalem perlindoengannja.” „Inilah satoe tantangan jang heibat padanja ......!” ’ntjik Ting-liang berseroeh dengen mata mendelik. „Dengan ini poetoesan, berarti kau moesti korbanken kau poenja kadoedoekan sebagai anaknja satoe luitenan ............!” <div style="width:25%; margin:auto; border-top:1px solid;"></div><noinclude></noinclude> eu1hc9d4uknkf3jpfgi32hhjgfgnhm0 Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/94 104 113676 313874 2026-08-17T08:13:45Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313874 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|92|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude>aer-mata jang mengalir di selah-selahnja itoe pipi jang berseri seperti itoe boenga roos di moesim semi. „'Nko, kenapa kau mengembeng aer-mata ?" kamoedian Pik menegor. Yong-han laloe tersedar dari lajap-lajapnja. Akoe inget doeloe kau pernah mati, tapi di doenia ini akoe masih dapet memandeng bahoea di atas boemi ada laen Pik-lian." Kombali Yong-han laloe terpekoer, kerna tiba-tiba itoe koepingnja seperti koemandangken poelah itoe iapoenja oetjapan kapan hari : 'Akoe tida taoe, apakah akoe menjinta kau atawa tjoema soeka sadja: tapi ada sabenernja, kaloe kau bersenjoem atawa kaloe kau awasin padakoe, akoe lantas loepa, apakah kau Gwat atawa Pik. Maka kenapa kaloe akoe bisa menjinta Pik, kenapa tida bisa menjinta Gwat?........... Hoho! Gwat, akoe nanti balik kamari, biar bagimana, katjoeali kapan akoe soeda tida bernapas poelah........ „'Nko, kau bawa terbang hatimoe kamana, kau bawa maboer di tempat kadjadian jang doeloe-doeloe atawa tempat jang aken dateng?" begitoelah Pik menegor poelah. Yong-han tjioem ia, kamoedian kata: Akoe poenja toeboeh ada di doenia, tapi akoe poenja katjinta'an ada di sorga, kerna akoe kira kau soeda ada di itoe tempat baka." {{di|N}}TJIK Hing-bie telah poelang ka roemah dengen zonder iapoenja Boen-nan (Yong-han). Inilah mengheranken sama Gwat. „Tia, mana 'nko Boen-han ?" Gwat menanjah „Hoho! la boekan Boen-han, ia ada Yong-han, anaknja kong-sie Rembang dan itoe moesoeh dari pachter<noinclude></noinclude> 9zjfhovqhuh5s0oyt9q923kb5r3sjah Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/52 104 113677 313875 2026-08-17T08:14:03Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313875 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|50}}</noinclude>{{c|'''TJERITA ROMAN'''}} {{c|IV}} „Ini loeda tjoema bisa dipesoet linjap dengen tetesan darah!” begitoelah ’ntjik Hwie-bing berkata dalem hatinja sendiri. „Akoe moesti tjari itoe doebo manoesia, boeat koelitnja dan peres darahnja boeat tjoetji ini hina’an.” SAMPENJA itoe warta tentang hal disingkirnja Yong-han dari Rembang. ’Ntjik Hwie-bing setiap hari laloe tertawa dengen hati legah, tapi padahal linjap-nja itoe pamoeda sebenarnja masih aken djadi satoe rintangan boeat iapoenja djolan. Hari-hari jang meliwatin minggoe dan boelan achir-nja sampelah meliwatin apa jang dibilang taoen. Begitoepoen Pik poenja nasib, dari itoe iapoenja hari pertoendangan sama poetraja majoor dari bangsa Tionghoa di Semarang, achirnja sampelah itoe harian penetepan boeat ia menikah. Masih djaoe hari gedongnja ’ntjik Hwie-bing soeda dipadjang bagoes sekali dengen goenaken boekan se-dikit oewang. Bangsa Timoer, teroetama bangsa Tionghoa, ada terkenal sekali soeka berlakoe amat rojal dalem oeroesan pesta pernikahan. Oepatjara jang rame, meng-gemperken péndoeoek seloeroeh kota, jang ramenja bisa melebihin pasar malem, inilah sering diboeat bang-ga oleh bangsa kita. ’Ntjik Hwie-bing tida terkatjoeli. Sedari masih pagi sekali itoe harian di iapoenja gedong soeda teramat ribeot dan ramenja. Achirnja kemanten lelaki jang ditoenggoe telah sam-pe. Kamoedian kapan marika, itoe sadjodo kemanten, soeda selesihken sembajang sama leloehoer dan meng-hormat sama papa-mama dan laen-laen familie, oleh<noinclude></noinclude> 2hrshe8usclvfc1un8m9ix316fuedpa 313877 313875 2026-08-17T08:14:30Z Ibrohim tijani 26379 313877 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|50}}</noinclude>{{c|'''TJERITA ROMAN'''}} {{c|IV}} :„Ini loeda tjoema bisa dipesoet linjap dengen tetesan darah!” begitoelah ’ntjik Hwie-bing berkata dalem hatinja sendiri. „Akoe moesti tjari itoe doebo manoesia, boeat koelitnja dan peres darahnja boeat tjoetji ini hina’an.” SAMPENJA itoe warta tentang hal disingkirnja Yong-han dari Rembang. ’Ntjik Hwie-bing setiap hari laloe tertawa dengen hati legah, tapi padahal linjap-nja itoe pamoeda sebenarnja masih aken djadi satoe rintangan boeat iapoenja djolan. Hari-hari jang meliwatin minggoe dan boelan achir-nja sampelah meliwatin apa jang dibilang taoen. Begitoepoen Pik poenja nasib, dari itoe iapoenja hari pertoendangan sama poetraja majoor dari bangsa Tionghoa di Semarang, achirnja sampelah itoe harian penetepan boeat ia menikah. Masih djaoe hari gedongnja ’ntjik Hwie-bing soeda dipadjang bagoes sekali dengen goenaken boekan se-dikit oewang. Bangsa Timoer, teroetama bangsa Tionghoa, ada terkenal sekali soeka berlakoe amat rojal dalem oeroesan pesta pernikahan. Oepatjara jang rame, meng-gemperken péndoeoek seloeroeh kota, jang ramenja bisa melebihin pasar malem, inilah sering diboeat bang-ga oleh bangsa kita. ’Ntjik Hwie-bing tida terkatjoeli. Sedari masih pagi sekali itoe harian di iapoenja gedong soeda teramat ribeot dan ramenja. Achirnja kemanten lelaki jang ditoenggoe telah sam-pe. Kamoedian kapan marika, itoe sadjodo kemanten, soeda selesihken sembajang sama leloehoer dan meng-hormat sama papa-mama dan laen-laen familie, oleh<noinclude></noinclude> 2an0q6w1glof9h8v4z98d9tvqb5ab0m Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/18 104 113678 313876 2026-08-17T08:14:20Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313876 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|16|TJERITA ROMAN}}</noinclude>Memang, tida aken ada pergerakan kabangsa'an bisa djadi besar bila di sana tida dikasi oempan „pengorbanan” milik atawa djiwa: tida ada pamoedja'an jang bener-bener bisa djadi soetji dan agoeng apabila tida dibrikoetin dengen „pengorbanan”; tida ada perboeatan jang bisa lebih mengharoeken katjoeali perboeatan dari boeahnja „pengorbanan”. Yong-han ada itoe anak-moeda jang kenjang didjedjelin sama itoe semoea kasopanan-kasopanan koeno. Doeloe ia pandeng ajahnja sama seperti dewa, ia rendengken sama itoe sakean filosoof-filosoof jang terbesar; tapi dengen tida didoega itoe anggepan, itoe pamoedja'an dari satoe anak kepada ajahnja, telah diroesak sendiri oleh itoe orang toea. Maka diam-diam ia maoe bikin „pengorbanan” boeat tampar moekanja itoe ajah, boeat njataken bahoea itoe kasopanan lahir, itoe kabedjikan-kabedjikan di koelit bibir sabenernja itoe ada sifat-sifat jang lebih boeroek dari batinnja perampok dan pembegal jang bener-bener memang tida mengenal Allah. Doeloe onderwijs boeat Hoakiauw tida madjoe seperti sekarang, tapi ternjata dalem segala hal Hoakiauw doeloe ada leoin Tionghoa dari orang-orang Tionghoa sekarang, kerna Hoakiauw doeloe, tida perdoeli pranakan atawa totok, makan nasi tjara „Tionghoa”, pakean „Tionghoa”, ngomong „Tionghoa”, bladjar soerat „Tionghoa” hingga lantaran mana dengen automatisch, dengen sendirinja, batin marika djadi batin „Tionghoa” sedjati. Dan djoestroe orang2 jang didjadiken tjonto oetamà dalem kasopanan Tionghoa adalah Baginda Giauw dan Soen, Khong-tjoe, Loo-tjoe, Gak Hoei, Kwan Kong d. l. l. filosoof dan pendekar. Maka djangan heran kalce batinnja orang-orang Tionghoa djaman<noinclude></noinclude> r3e0u4b7v9tjsgjccxz14g1hoxl6332 Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/19 104 113679 313878 2026-08-17T08:14:37Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'PENGORBANAN 17 doeloe ada lebih besar dari pada sekarang, kerna marika bisa pertjaja sama kabesarannja diri sendiri, jang mana bisa menjoeroeng marika boeat brani lakoeken soea+oe „pengorbanan". Y ONG - HAN, kau moesti brentiken kau poenja niafan; kaloe kau maoe landjoe+ken kau poenja Kamaoean terseboet, kemaren Hwie-bing peringatkan padakoe, menang afawa kalah, ia aken bikin peri^oengan jang tjoekoep ngeri," katanja 'ntjik Ting-liang. uSabe... 313878 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>PENGORBANAN 17 doeloe ada lebih besar dari pada sekarang, kerna marika bisa pertjaja sama kabesarannja diri sendiri, jang mana bisa menjoeroeng marika boeat brani lakoeken soea+oe „pengorbanan". Y ONG - HAN, kau moesti brentiken kau poenja niafan; kaloe kau maoe landjoe+ken kau poenja Kamaoean terseboet, kemaren Hwie-bing peringatkan padakoe, menang afawa kalah, ia aken bikin peri^oengan jang tjoekoep ngeri," katanja 'ntjik Ting-liang. uSabelonnja kasap, ia minta kau kasi kapastian seka­ rang, djangan toeroet tjampoer iapoenja perkara dan ia lantas lida apa-apa." ,,Hahaha _! " Yong-han menjaoet dengen bersenjoam. ,,Dalem banjak hal roepanja kau salaloe loepa, 'tia, kau loepa jang kau doaloe pernah adjarken itoe pepatahpepatah Tionghoa : Satoe ing-hiong (pendekar gagah), meliat kadjahatan dan antepin, seperti djoega ia sekongkolan atawa bantoe lakoeken itoe kadjahatan'." ,,Dan apa kau poen loepa, akoe doeloe pernah adjarin boenjinja itoe kitab Lee-kie jang kata : 'Satoe koeri-tjoe tida aken tjampoer laen orang poenja oeroesan' ? " ,,rapi, itoa oeroesan kaloe 'oeroesan roemah-tangga ; tapi sekarang boekan, kita boekan hadepin satoe oeroesan roemah-tangga, hanja kita hadepin satoe kaajahatan, satoe perboeatan sawenang-wenang, dan pa­ da perkara mana boekan kita aken toeroet tjampoer, tapi kita moesti djalanken kwadjiban, oendjoeken kaadilan dan kabedjikan, lebih tida, dan boeat ini soada terang tida bisa dilakoeken dengen zonder 'pengor­ banan'." ,,Anak poet-hauw ! " dengen mata mendelik 'ntjik I ing-liang sentak anaknja. ,,Di hadepannja orang toaa<noinclude></noinclude> fbdxitknj3xi4yu70z4r0ma91fb3hqw 313887 313878 2026-08-17T08:20:48Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313887 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||PENGORBANAN|17}}</noinclude>doeloe ada lebih besar dari pada sekarang, kerna marika bisa pertjaja sama kabesarannja diri sendiri, jang mana bisa menjoeroeng marika boeat brani lakoeken soeatoe pengorbanan”. {{Dropinitial|„'''Y'''}}ONG HAN, kau moesti brentiken kau poenja niatan: kaloe kau maoe landjoetken kau poenja kamaoean terseboet, kemaren Hwie-bing peringetken padakoe, menang atawa kalah, ia aken bikin peritoengan jang tjoekoep ngeri,” katanja 'ntjik Ting-liang. „Sabelonnja kasep, ia minta kau kasi kapastian sekarang, djangan toeroet tjampoer iapoenja perkara dan ia lantas tida apa-apa.” „Hahaha!” Yong-han menjaoet dengen bersenjoem. „Dalem banjak hal roepanja kau selaloe loepa, 'tia, kau loepa jang kau doeloe pernah adjarken itoe pepatah-pepatah Tionghoa: 'Satoe ing-hiong (pendekar gagah), meliat kadjahatan dan antepin, seperti djoega ia sekongkolan atawa bantoe lakoeken itoe kadjahatan.” Dan apa kau poen loepa, akoe doeloe pernah adjarin boenjinja itoe kitab Lee-kie jang kata: 'Satoe koen-tjoe tida aken tjampoer laen orang poenja oeroesan'?” „Tapi, itoe oeroesan kaloe 'oeroesan roemah-tangga': tapi sekarang boekan, kita boekan hadepin satoe oeroesan roemah-tangga, hanja kita hadepin satoe kadjahatan, satoe perboeatan sawenang-wenang, dan pada perkara mana boekan kita aken toeroet tjampoer. tapi kita moesti djalanken kwadjiban, oendjoeken kaadilan dan kabedjikan, lebih tida, dan boeat ini soeda terang tida bisa dilakoeken dengen zonder 'pengorbanan'.” „Anak poet-hauw!” dengen mata mendelik 'ntjik ling-liang sentak anaknja. Di hadepannja orang toea<noinclude></noinclude> b7czplgzgxdba22m7q91bldt66nv0sd Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/54 104 113680 313879 2026-08-17T08:16:12Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313879 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|52}}</noinclude>{{c|'''TJERITA ROMAN'''}} {{hwe|doeken|toendoeken}} ’ntjik Hwie-bing poenja gila-basa, kamaroe(k) djadi besarnja majoor. „Kau toea bangka tida kenal diri, boeat tjoema toeroetin kau bisa berbesan sama satoe majoor, kau moesti korbanken anak’koe jang tinggal satoe-satoenja!” begitoelah ’ntjim Hwie-bing membantah. „Liat, akoe nanti bawa minggot anakkoe; akoe tida soedi mempoenjain mantoe gila, kerna anak’koe nanti boleh mati mereras!” „Hahaha!” ’ntjik Hwie-bing menjengir. „Semoea prempoean memang pikirannja seperti kau.” KAPAN di siangnja ada begitoe rame, pada malemn­ja, pesta di gedongnja ’ntjik Hwie-bing poen djadi terlebih rame lagi, kerna salaennja itoe banjak matjem tetaboehan ditjampoer djadi satoe, poen itoe malem ada dipasang kembang api besar hingga menarik riboean penonton dan pada begroemoen saolah-olah semoeet. Kapan kemanten lelaki lagi didjamoe arak di roeangan depan sama banjak tetamoe-tetamoe jang pada bergoembirah, itoe malem adalah Pik semboeniken dirinja di kamarnja, boeat peres aer-matanja. Itoe koetika, tatkala Pik lagi semboeniken moekanja di atas bantal, mendadak di sampingnja ada melajang djaoh satoe batoe jang diboengkoes sapotong kertas poe­tih. Pik terkedjoet, ambil itoe dan satelah boeka itoe ia dapet menampak bahoea itoe kertas ada terdapat toelisaan tangan jang berboenji: Dateng di pekarangan blakang, podjok wetan dan di depan itoe kamar kosong, itoe kamar pendjara, — Han. „Inilah tentoe Yong-han,” Pik laloe kata sama dirinja sendiri.<noinclude></noinclude> da6o9m7swhp89jzfm4ukngo0t1robdw Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/95 104 113681 313880 2026-08-17T08:16:28Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313880 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{Bold|{{sp|PENGORBANAN}}}}|||93}}</noinclude>Hwie-bing jang banjak orang gemperken," saoetnja 'ntjik Hing-bie. Hwie-bing sekarang soeda binasa, Ting-liang sia minta anaknja tida boleh berlaloe lagi, maka mana Yong-han mace tinggalken iapoenja gedong boeat balik ka kandang babi sini lagi." Gwat laloe tinggal tjelengap dengen perasa'an tida pertjaja apa jang ajahnja kata. Apabila sang hari djadi malem, Gwat laloe goelang-goeling di atas pembaringan dengen isih kepala jang koesoet. „Kenapa ia djadi anaknja satoe kong-sie ? Oh, akoe lebih soeka meliat ia boekan sebagi itoe, dan nanti akoe masih boleh harep bahoea ia tentoe kombali di sini," begitoelah Gwat mengotjeh sendirian. Hari-hari, saben sore, ia masih soeka samperin itoe batoe-batoe di tepi kali, kerna di sitoe masih seperti koemandangken apa-apa, bajangken apa-apa dari Yong-han poenja sifat-sifat. „Iapoenja pakean toch masih berada di sini, kenapa ia tida ambil?" begitoelah Gwat soeka menanjah sama diri sendiri. Kapan sang hari-hari jang meliwatin minggoe soeda lebih dari saboelan, mendadak Yong-han telah moentjoel lagi, koendjoengin roemahnja dengen diloear doegahan. „Akoe kira kau tida aken balik lagi begini tjepet," begitoelah 'ntjik Hing-bie jang menjamboet laloe berkata dengen girang. „Ach, Joeat sering sambang di sini, inilah ada akoe poenja kamoestian, maka mana bisa begitoe," saoetnja Yong-han. Apalagi di sini poen perloe akoe ambil katinggalannja akoe poenja barang-barang." 'Ntjik Hing-bie dan istrinja laloe repot sediain dan bersihin kamarnja Yong-han jang ditinggal kosong ber-<noinclude></noinclude> 1no4peoc4i1j1ovziyol9a31j3yy642 Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/53 104 113682 313881 2026-08-17T08:16:49Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313881 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||51}}</noinclude>{{c|'''PENGORBANAN'''}} ’ma djomblang marika laloe dibawa ka klenteng dan di brapa roemah dari familie jang ada piara aboe leloehoer. Kemanten lelakinja itoe waktoe ada memake pakean seperti keizer Khong-hie dari itoe karadja’an Tjhing, sementara Pik dipakein itoe pakean seperti satoe princess dari Astana Terlarang, memake koen dari toedjoe lapis soetra dan kepalanja memake itoe kopiah jang lebih mirip dinamaken satoe astana di atas kepala dari pada diseboet topi kemanten prempoean, serta bagian moeka dari itoe astana kepala mana ada tertjantoem poeloehan renfjengan crystal jang tjoekoep menoetoepin seloeroeh moekanja; inilah perhiasan jang seperti mengoendjoeken kabengisannja peradatan di itoe koetika, sampe di harian menikah, di harian berfemoe, satoe gadis masih disikep matanja boeat bisa menampak bagaimanakah tjefjongornja sang soeami. Di koetika itoe kemanten aken dinaeken itoe kreta boeat pergi ka klenteng, dari itoe renfjengan crystal jang menoetoepin moekanja Pik tertampak seperti ketesken tetesan aer bening jang berketes-ketes toeroen ka boemi.......... Kerna matanja Pik dikroboengin oleh itoe renfjengan crystal, ia tida taoe kaloe di sampingnja itoe djalan, di deket ia, ada satoe lelaki jang berpakean Boemipoetra telah ikoet menetesken aer-mata sambil tekep dadanja dengen sang tangan. Perkawinan di atas sabenernja tida di’ingin oleh ’ntjim Hwie-bing, iboenja Pik, kerna biarpoen Song-ling, itoe kemanten lelaki, ada anaknja satoe majoor jang ko ja besar, tapi ia ada satengah gila (dijoot). Sabelonnja terdjadi itoe pernikahan, brapa kali ’ntjik dan ’ntjim Hwie-bing telah terbit berbantahan keras, tapi toch tida ada satoe orang laen jang bisa {{hws|toen|toendoeken}}<noinclude></noinclude> kx1xzuvs9stglx1gx1soqydb7vy73n4 Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/55 104 113683 313882 2026-08-17T08:17:43Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313882 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||53}}</noinclude>{{c|'''PENGORBANAN'''}} Pik kapingin tida aken ka sana, tapi achirnja ia toch ka sana djoega, maski berlawanan sama kamoeraannja. Dengen diam-diam Pik laloe meninggal dari kamarnja dan satelah sampe di itoe tempat, ia telah dibikin terkedjoet oleh satoe orang Boemipoetra jang dengen mendadak telah pegang poendaknja. „Pik, djangan kaget,” begitoe itoe orang laloe kata, dan Pik laloe ilang kagetnja koetika kenalin bahoea itoe soeara ada soearanja Yong-han. Marika laloe ambil tempat doedoek di itoe akarnja poehon belindjo jang pada menondjol ka atas. „Berboelan-boelan akoe telah mengoembar di loearan, teroesir dari familie,” begitoelah Yong-han moelai menoetoer. „Sabelonnja tinggalken ini kota, berkali-kali akoe kapingin katemoe moeka lagi sekali ka padamoe, tapi, helas! itoe telah sia-sia hingga bikin akoe berbaloe dengen penasaran.” „Tentoe sadja kau tida bisa katemoe­ken padakoe,” saoetnja Pik, „kerna sadjek itoe malem, kau bisa lolos dari itoe lobang pian, adjahnjaoe laloe pendjara padakoe seperti persakitan.” „Ja, ja, ini poen akoe soeda doegah,” kata poelah Yong-han. „Akoe sabenernja soeda berada di tempat jang djaoe dari sini, tapi matakoe seperti selalu memandang kau di sini dan koepingkoe senantiasa koemandangken kau poenja soeara-soeara saolah-olah akoe tjioema terpisah brapa depa dari ini kadjaman kau. Maka djangan heran kaloe warta kau poenja pernikahan sama poetraja satoe majoor poen bisa sampe djoega di dalem telingakoe.” „Dan kau lantas ka mari ............ ?” „Ja, Pik, dengen hati jang panas sebagi barah, perih seperti dipantek pakoe dan lemboet seperti telor diremes tangan.”<noinclude></noinclude> 2a4hv4prdk2zl9b92ftufkkgv3ed3j6 Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/56 104 113684 313883 2026-08-17T08:18:43Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313883 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|54}}</noinclude>{{c|'''TJERITA ROMAN'''}} „Dan kau aken berboeat apa ............?” „Akoe tida aken berboeat apa katjoeali tjoema kapingin liat bahoea kau broentoeng tapi, Allah! akoe liat, waktoe kau memake itoe makota kemanten di atas kau poenja kepala, akoe menampak itoe rentengan crystal sonantiasa tetesken berketes-ketes aer djernih saolah-olah itoe perhiasan ada boembengan jang mengalir­ken aer­nja satoe soember. „Dan itoe soember ada dari lobang-lobang dari hatikoe jang terbelah ....” „Itoelah akoe soeda doegah; dan bagaimana sekarang kau ........?” Pik djawab itoe pertanja’an dengen soearanja itoe iapoenja tetesan aer-mata jang djatoh di boemi. „Akoe ridlah, akoe nanti oeroeskin itoe hati jang loeka dengen pengorbanan, dan sirem itoe sakit-hati dengen aer-mata, apabila akoe peresin ka mari telah menampak bahoea kau bersenjoem: tapi sekarang sebaliknja, itoe hati jang loeka djadi penasaran, itoe sakit-hati djadi panas-hati jang meloeap di seloeroeh samoebarikoe ........” begitoelah Yong-han berkata lebih djaoe. „Bilang, Pik, kau masih tjinta padakoe?” „Akoe toch belon pernah tarik balik itoe?” „Marilah minggat, tinggalken ini roemah tjilaka, tinggalken itoe orang gila.” Pik laloe pentjang lebar matanja. „Akoe poenja tjinta boekan boeat wadjibken kau bawa minggat padakoe,” kamoedian Pik menjaoet. „Tapi akoe poenja tjinta’an jang dalemnja lebih dalem dari dasar laoetan, tinggi lebih tinggi dari itoe sorga, loeas lebih loeas dari ini djagad, wadjibken akoe moesti lindoengin padamoe. „Tapi itoe katjinta’an jang begitoe loeas, boekan tjoema haroes lindoengin dirinja Pik-lian, tapi poen<noinclude></noinclude> mbs5lprqxiprqtcbrv2fg43wlrz9ku6 Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/57 104 113685 313884 2026-08-17T08:19:26Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313884 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||55}}</noinclude>{{c|'''PENGORBANAN'''}} teroetama moesti lindoengin iapoenja nama, kasoetjian dan kabaktian. Tida, kau haroes tarik balik itoe oetjapan.” „Tida aken ada hatinja satoe peni[n]ta bisa lakoeken itoe, katjoeali kapan itoe ada boeat kau poenja kabroentoengan.” „Pengorbanan sanggoep lakoeken itoe ........” „Korbanken kau pada satoe orang gila?” „Boekan, itoe ada akoe poenja oeroesan sendiri; kau tjoema perloe korbanken kau poenja kapentingan sendiri.” Marika kamoedian lantas pada boengkem dan setaoe marika soeda tetesken brapa ribo tetes aer-mata di antara itoe kegelapan. „Ja, Pik, akoe korbanken segala apa, tapi akoe tida korbanken itoe kau poenja bajangan jang soeda ter-boek dalem hatikoe ........” achirnja Yong-han berkata. „Biarlah kau broentoeng ........” Satalah oetjapkan ini, dengen sebat Yong-han laloe meninggal. S AMPE liwat tengah malem itoe perdjamoeran di gedongnja ’ntjik Hwie-bing masih berdjalan rame; soearanja pendjodi-pendjodi jang berseroeh-seroeh, soearanja pemaboekan jang pada sinting, soeara tertawa-tawa dari orang jang pada menandak (mengiqel) dan sebaginja, masih belon koerangan. Katjoeali Song-ling, itoe kemanten, begitoe lontjeng soeda menandaken djam 12 tengah malem, oleh ’ma djomblang ia laloe dipersilahkan masoek dalem kamar. „He, mana kemanten prempoean?” begitoelah ’ma djomblang menanjah koetika masoek dalem kamar tida katemoeken Pik. „Biarlah, akoe pergi ka blakang, brangkali ia repot membantoe orang-orang dap[o]er.”<noinclude></noinclude> 5uyokrtr2baxxtihi3scdhdvih06djl 313886 313884 2026-08-17T08:19:40Z Ibrohim tijani 26379 313886 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||55}}</noinclude>{{c|'''PENGORBANAN'''}} teroetama moesti lindoengin iapoenja nama, kasoetjian dan kabaktian. Tida, kau haroes tarik balik itoe oetjapan.” „Tida aken ada hatinja satoe peni[n]ta bisa lakoeken itoe, katjoeali kapan itoe ada boeat kau poenja kabroentoengan.” „Pengorbanan sanggoep lakoeken itoe ........” „Korbanken kau pada satoe orang gila?” „Boekan, itoe ada akoe poenja oeroesan sendiri; kau tjoema perloe korbanken kau poenja kapentingan sendiri.” Marika kamoedian lantas pada boengkem dan setaoe marika soeda tetesken brapa ribo tetes aer-mata di antara itoe kegelapan. „Ja, Pik, akoe korbanken segala apa, tapi akoe tida korbanken itoe kau poenja bajangan jang soeda ter-boek dalem hatikoe ........” achirnja Yong-han berkata. „Biarlah kau broentoeng ........” Satalah oetjapkan ini, dengen sebat Yong-han laloe meninggal. S AMPE liwat tengah malem itoe perdjamoeran di gedongnja ’ntjik Hwie-bing masih berdjalan rame; soearanja pendjodi-pendjodi jang berseroeh-seroeh, soearanja pemaboekan jang pada sinting, soeara tertawa-tawa dari orang jang pada menandak (mengiqel) dan sebaginja, masih belon koerangan. Katjoeali Song-ling, itoe kemanten, begitoe lontjeng soeda menandaken djam 12 tengah malem, oleh ’ma djomblang ia laloe dipersilahkan masoek dalem kamar. „He, mana kemanten prempoean?” begitoelah ’ma djomblang menanjah koetika masoek dalem kamar tida katemoeken Pik. „Biarlah, akoe pergi ka blakang, brangkali ia repot membantoe orang-orang dap[o]er.”<noinclude></noinclude> emn177qrkbck5nz6h750ulc4eskhy2h Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/96 104 113686 313885 2026-08-17T08:19:38Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313885 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|94|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude>minggoe-minggoe. Sa'at mana Yong-han menampak Gwat; itoe gadis memanggoet tapi lantas mengilang masoek ka dalem kamarnja. Dalem hatinja Yong-han laloe terbit berdjenis-djenis doeganan. Kapan Yong-han soeda kenjang mengobrol sama 'ntjk dan 'ntjim Hing -bie dan satelah abis mandi sore, kamoedian ia laloe menjamperin itoe batoe-batoe di tepi soengi, tioep iapoenja soeling seperti biasanja, kerna ia ada sanget kapingin bertemoe sama Gwat. Itoe sore, Gwat laloe riboet berias, bikin aloes moekanja dengen bedak dan bikin klimis kondenja dengen minjak kenanga, sodeng biasanja, sedari Yong-han berlaloe ia soeda tida ambil poesing sama itoe semoea. Gwat soeda doegah pasti, tentoe Yong-han nanti samperin itoe batoe-batoe. Dan inilah ternjata tida meleset. „'Nko Boen-han, di waktoe melek akoe belon pernah doegah bahoea kau bakal soedi balik lagi, katjoeali tjoema di waktoe malem akoe sering mengimpi bahoea satiap sore kau masih biasa boenjiken soeling di sini," begitoelah Gwat berkata koetika soeda katemoe padanja. „Kenapa kau masih panggil akoe 'nko Boen-han'; apakah ajahmoe tida kata apa-apa pada kau?" „Ia kata banjak ......." „Nah ...........?" „Tapi akoe tida kenal 'nko Yong-han, akoe tjoema kenal sama 'nko Boen-han," saoetnja Gwat. „Laginja akoe koeatir, kaloe akoe panggil kau 'nko Yong-han, apakah kau nanti soedi pandeng padakoe?" „Ach, soedalah, Gwat: marih deket sini, ada satoe hal penting akoe maoe denger dari kau poenja moeloet."<noinclude></noinclude> 5gx7izwugjxqgock2lwc22lxl618v74 Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/97 104 113687 313888 2026-08-17T08:22:14Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313888 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{Bold|{{sp|PENGORBANAN}}}}|||95}}</noinclude>Gwat deketin ia dengen paras heran kerna menampak bahoea Yong-han poenja paras moeka kliatan goerem. „Kaloe oepama nanti ada laen prempoean kawin padakoe?" Yong-han menanjah. „Akoe nanti boenoeh ia." „Kaloe memang akoe sengadja tinggalkan padamoe?" „Itoelah akoe tida pertjaja, katjoeali kapan kau soeda djadi tjongkak dan pandeng rendah padakoe, pandeng sebagi satoe gadis doesoen jang tida ada harganja." „Dan tapi kaloo oepama Pik jang disangka mati hidoep lagi?" „Kau tentoe tarik kombali ka atas boemi sini lagi kau poenja katjinta'an padanja jang katanja kau taroh di sorga." Yong-han laloe tinggal terpekoer sambil poeter otaknja bagimana ia moesti oetjapken perkata'an lebih djaoe. „Nko, kenapa kau sasoedanja liwat saboelan baroe sambang kamari? Dan kenapa kau poenja dateng kamari dengen membawa paras jang goerem ?" kamoedian Gwat kata poelah. „Itoelah tjoema djoestroe akoe pikirin: apakah akoe moesti dianggep menipoe apabila dengen zonder kasi alesan apa-apa akoe tida moentjoel lagi kamari, dan atawa apakah akoe bisa dianggep kedjem apabila akoe dateng kamari dan tjeritaken hal jang sabenernja?" achirnja Yong-han berkata. „Akoe kira kau tida kenal 'menipoe' dan poen tida kenal 'kedjem'?' „Itoelah ada sepantesnja kaloe kau bisa oetjapken itoe perkata'an, Gwat, kerna kau poenja batin poen<noinclude></noinclude> seuivafwv0o2odirlinjfbg5zwo4goe Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/58 104 113688 313889 2026-08-17T08:22:24Z Ibrohim tijani 26379 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '56 TJERITA ROMAN Achirnja dalem itoe perdjamoean laloe terbit kaçemperan koetika orang tida katermoeken kemanten prempoean, teroetama 'ntjik Hwie-bing djadi sanget iboek. Kapan marika pada iboek, adalah itoe si gandeng Song-ling tinggal tjengar-tjengir : ,,Boleh djadi ia semboeniken diri kerna maloe." Tapi kannoedian koetika sannpe ampir djam tiga fadjar Pik masih belon ada moentjoel, dari tjengar-tjengir achirnja ia laloe mewek. „Minggat ?" b... 313889 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>56 TJERITA ROMAN Achirnja dalem itoe perdjamoean laloe terbit kaçemperan koetika orang tida katermoeken kemanten prempoean, teroetama 'ntjik Hwie-bing djadi sanget iboek. Kapan marika pada iboek, adalah itoe si gandeng Song-ling tinggal tjengar-tjengir : ,,Boleh djadi ia semboeniken diri kerna maloe." Tapi kannoedian koetika sannpe ampir djam tiga fadjar Pik masih belon ada moentjoel, dari tjengar-tjengir achirnja ia laloe mewek. „Minggat ?" begitoelah 'ntjik Hwie-bing menggrendeng sendirian dengen kringet jang berintisan di seloeroeh toeboehnja jang gemoek seperti babi. Kapan ia lagi garoek-garoek kepalanja dengen sa­ nget kabingoengan boeat mendoegah-doegah, menda­ dak 'ntjik Hong-hwie jang disebiar boeat serep-serepin telah mengadep padanja dengen sambil -angsoerken sapotong kertas, itoe potongan dari Yong-han jang baroesan dimasoeken dalem kamarnja Pik dengen perantara'annja itoe batoe. ,,Bangsat I " 'ntjik Hwie-bing berseroeh dengen ma­ ta mendelik. ,,Di mana kau dapetken ini ? " ,,Di bawahnja itoe poehoen melindjo." ,,lni tentoe soerat dari Yong-han ! Tida bisa salah lagi, pasti ia jang bawa lari gadiskoe ! Lakoeken pengedjeran di seloeroeh ploksok dari ini kota dan tjegat semoea post boeat kaloear kota I Begitoe katemoe, panggal marika poenja kepala, oeroesan tinggal blakang ! " Luitenant Ting-liang jang itoe koetika belon poelang, poen djadi ikoet goepoe kerna 'ntjik Hwie-bing menempoeh padanja. Antara djago-djagonja 'ntjik Hwie-bing laloe bakerdja actief dan dengen dibantoe oleh politie laloe mengratak di gedongnja 'ntjik Ting-liang, di segala pe-<noinclude></noinclude> bpvpq3tgoyahko8hdxnbfvovzcy9y1q 313961 313889 2026-08-17T11:17:42Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313961 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|56}}</noinclude><center>'''TJERITA ROMAN'''</center> Achirnja dalem itoe perdjamoéan laloe terbit kagemperan koetika orang tida katemœken kemanten prempoean, teroetama ’ntjik Hwie-bing djadi sanget iboek. Kapan marika pada iboek, adalah itoe si gendeng Song-ling tinggal tjengar-tjengir: „Boleh djadi ia semboeniken diri karna maloe.“ Tapi kamoedian koetika sampe ampir djam tiga fadjar Pik masih belon ada moentjoel, dari tjengar-tjengir achirnja ia laloe mewek. „Minggat ............?“ begitoelah ’ntjik Hwie-bing menggrendeng sendirian dengan kringet jang berintisan di seloeroeh toeboehnja jang gemoek seperti babi. Kapan ia lagi garoek-garoek kepalanja dengan sangat kabingoengan boeat mendoegah-doegah, mendadak ’ntjik Hong-hwie jang disebiar boeat serep-serepin telah mengadep padanja dengan sambil-angsoerken sapotong kertas, itoe potongan dari Yong-han jang baroesan dimasoeken dalem kamarnja Pik dengan perantara’annja itoe batoe. „Bangsat!“ ’ntjik Hwie-bing berseroeh dengan mata mendelik. „Di mana kau dapetken ini?“ „Di bawahnja itoe poehœn melindjo.“ „Ini tentoe soerat dari Yong-han! Tida bisa salah lagi, pasti ia jang bawa lari gadiskœe! Lakoeken pengedjeran di seloeroeh ploksok dari ini kota dan tjegat semoea post boeat kalœar kota! Begitoe katemoe, panggal marika poenja kepala, oeroesan tinggal blakang!“ Luitenant Ting-liang jang itoe koetika belon poelang, poen djadi ikoet goepoe karna ’ntjik Hwie-bing menempoeh padanja. Antara djago-djagonja ’ntjik Hwie-bing laloe bakerdja actief dan dengan dibantoe oleh politie laloe mengratak di gedongnja ’ntjik Ting-liang, di segala {{hws|pe-|penginepan}}<noinclude></noinclude> g5cosz79spp5xtxkyf8ymutz890g2pu Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/59 104 113689 313890 2026-08-17T08:22:36Z Ibrohim tijani 26379 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'PENGORBANAN 57 •nginepan dan di segala roemah jang ditjoerigain, tapi semoea sia-sia, maski dari itoe tengah malem sampe pagi mentjari oebek-oebekan seperti ikan jang kakoerangan aer. Maskipoen Song-ling satoe idioot, jang lantaran gendengnja hingga bertabeat seperti anak-anak, tapi ia poen mengerti bahoea linjapnja Pik ada satoe penghina'an bagi dirinja. Maka kaloe ia soeda liwatin itoe malem dengen nnenangis geroeng-geroeng, itoe pagi djoega... 313890 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>PENGORBANAN 57 •nginepan dan di segala roemah jang ditjoerigain, tapi semoea sia-sia, maski dari itoe tengah malem sampe pagi mentjari oebek-oebekan seperti ikan jang kakoerangan aer. Maskipoen Song-ling satoe idioot, jang lantaran gendengnja hingga bertabeat seperti anak-anak, tapi ia poen mengerti bahoea linjapnja Pik ada satoe penghina'an bagi dirinja. Maka kaloe ia soeda liwatin itoe malem dengen nnenangis geroeng-geroeng, itoe pagi djoega ia laloe mengamboel, balik poeiang kombali ka Semarang, menoempang itoe iapoenja kreta jang kemarennja bawa padanja,-kerna itoe waktoe balon ada spoor dan belon ada auto. B RAPA hari berselang 'iNtjik Hwie-bing telah trima panggilan dari ma­ joor Ing-liep boeat ia dateng di Semarang. 'Ntjik hwie-bing soeda merasain glagat jang tida enak, tapi ia tida bisa berboeat apa katjoeali moesti dateng. 'Ntjik Hwie-bing jang biasanja bisa galak seperti matjan, tapi sekarang djadi poetjet dan koentjoep sa­ telah berhadepan sama majoor Ing-liep jang djoestroe moerka. ,,Satoe penghina'an besar, satoe penipoean 1 " begitoelah majoor Ing-liep berkata dengen bernabsoe. ,,Tida pantes satoe orang sebagi kau moesti lakoeken Ini perboeatan." 'Ntjik hlwie-bing mendjawab dengen merendah, toetoerken sabenernja perkara apa jang ia taoe. ,,Hoeh," majoor Ing-liep menjemprot dengen sambil boewang loedanja jang tersentor dengen angin jang itoe waktoe djoestroe menioep itoe loeda telah me-<noinclude></noinclude> h4vads9ljmkkedly9lixxgu950bqe7q 313957 313890 2026-08-17T11:09:34Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313957 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||57}}</noinclude>{{c|'''PENGORBANAN'''}} <div style="text-align:justify; font-size:100%;"> {{hwe|nginepan|penginepan}} dan di segala roemah jang ditjoerigiain, tapi<br/> semoea sia-sia, maski dari itoe tengah malem sampe<br/> pagi mentjari oebek-oebekan seperti ikan jang kakoe-{{hws|kakoe-|kakoerangan}}<br/> {{hwe|rangan|kakoerangan}} aer. Maskipoen Song-ling satoe idioot, jang lantaran gen-{{hws|gen-|gendengnja}}<br/> {{hwe|dengnja|gendengnja}} hingga bertabeat seperti anak-anak, tapi ia<br/> poen mengerti bahoea linjapnja Pik ada satoe peng-{{hws|peng-|penghina’an}}<br/> {{hwe|hina’an|penghina’an}} bagi dirinja. Maka kaloe ia soeda liwatin itoe<br/> malem dengan menangis geroeng-geroeng, itoe pagi<br/> djoega ia laloe mengamboel, balik poelang kembali ka<br/> Semarang, menoempang itoe japoenja kreta jang ke-{{hws|ke-|kemarennja}}<br/> {{hwe|marennja|kemarennja}} bawa padanja, karna itoe waktoe belon ada<br/> spoor dan belon ada auto. B<span style="font-size:70%;">RAPA</span> hari berselang..............<br/> ’Ntjik Hwie-bing telah trima panggilan dari ma-{{hws|ma-|majoor}}<br/> {{hwe|joor|majoor}} Ing-liep boeat ia dateng di Semarang.<br/> ’Ntjik Hwie-bing soeda merasain glagat jang tida<br/> enak, tapi ia tida bisa berboeat apa katjoeali moesti<br/> dateng. ’Ntjik Hwie-bing jang biasanja bisa galak seperti<br/> matjan, tapi sekarang djadi poetjet dan koentjoep sa-{{hws|sa-|satelah}}<br/> {{hwe|telah|satelah}} berhadapan sama majoor Ing-liep jang djoestroe<br/> moerka. „Satoe penghina’an besar, satoe penipoean!“ be-{{hws|be-|bernabsoe}}<br/> {{hwe|gitœelah|bernabsoe}} majoor Ing-liep berkata dengan bernabsoe.<br/> „Tida pantes satoe orang sebagi kau moesti lakoeken<br/> ini perboeatan.“ ’Ntjik Hwie-bing mendjawab dengan merendah, toe-{{hws|toe-|toetoerken}}<br/> {{hwe|toerken|toetoerken}} sabenernja perkara apa jang ia taoe.<br/> „Hoeh,“ majoor Ing-liep menj emprot dengan sambil<br/> boewang loedanja jang tersentor dengan angin jang<br/> itoe waktoe djoestroe menioep itoe loeda telah me- </div> </div><noinclude></noinclude> kfgv5hf9jel43z7vwu9maldn60k4dj0 313960 313957 2026-08-17T11:15:56Z Ibrohim tijani 26379 313960 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||57}}</noinclude>{{c|'''PENGORBANAN'''}} {{hwe|nginepan|penginepan}} dan di segala roemah jang ditjoerigain, tapi semoea sia-sia, maski dari itoe tengah malem sampe pagi mentjari oebek-oebekan seperti ikan jang kakoerangan aer. Maskipoen Song-ling satoe idioot, jang lantaran gendengnja hingga bertabeat seperti anak-anak, tapi ia poen mengerti bahoea linjapnja Pik ada satoe penghina’an bagi dirinja. Maka kaloe ia soeda liwatin itoe malem dengen menangis geroeng-geroeng, itoe pagi djoega ia laloe mengamboel, balik poelang kembali ka Semarang, menoempang itoe japoenja kreta jang kemarennja bawa padanja, kerna itoe waktoe belon ada spoor dan belon ada auto. BRAPA hari berselang ............ ’Ntjik Hwie-bing telah trima panggilan dari majoor Ing-liep boeat ia dateng di Semarang. ’Ntjik Hwie-bing soeda merasain glagat jang tida enak, tapi ia tida bisa berboeat apa katjoeali moesti dateng. ’Ntjik Hwie-bing jang biasanja bisa galak seperti matjan, tapi sekarang djadi poetjet dan koentjoep satelah berhadapan sama majoor Ing-liep jang djoestroe moerka. „Satoe penghina’an besar, satoe penipoean!“ begitoelah majoor Ing-liep berkata dengan bernabsoe. „Tida pantes satoe orang sebagi kau moesti lakoeken ini perboeatan.“ ’Ntjik Hwie-bing mendjawab dengan merendah, toeterken sabenernja perkara apa jang ia taoe „Hoeh,“ majoor Ing-liep menjemprot dengan sambil boewang loedanja jang tersentor dengan angin jang itoe waktoe djoestroe menioep itoe loeda telah me-<noinclude></noinclude> fnhnc6lt4r7nvwgbbkb1snfnftq8iph Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/20 104 113690 313891 2026-08-17T08:22:44Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313891 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|18|TJERITA ROMAN}}</noinclude>kau brani kata begini, bagi satoe anak inilah ada klakoean doerhaka, melanggar bangsa Tionghoa poenja peradatan hauw = bakti!” Inilah memang ada sendjatanja orang-orang toea Tionghoa boeat toendoeken soemangetnja iapoenja anak-anak. Yong-han itoe koetika laloe tinggal diam, maskipoen padahal sabenernja ia tida bersalah, kerna ia tjoema koemandangken dan bajangken kombali itoe soemanget kaprawiran apa jang ajahnja pernah djedjelken di dalem otaknja. Biarpoen begitoe, Yong-han tida maoe mengiser saoedjoeng ramboet dari iapoenja niatan. Maka koetika 'ntjik Hwie-bing dapet itoe poetoesan jang pasti dari itoe pamoeda, djadi marah heibat. Daja boeat brangoes moeloetnja Yong-han laloe diatoer, dan daja mana aken goenaken tenaga perkosaan kerna Yong-han tida bisa disorok (disoeap) dengen harta. Bener sadja soeatoe hari 'ntjik Ting-liang telah dibikin terkedjoet oleh linjapnja Yong-han. Tiga hari ia oebek-oebekan soeroehan orang-orang mentjari, tapi teroes tersia-sia. Zonder sangsi lagi kamoedian Ting-liang taroh doegahan djelek atas dirinja 'ntjik Hwie-bing. „'Nko Hwie-bing, akoe telah kailangan akoe poenja anak: berhoeboeng dengen ini akoe kira ada kau poenja kwadjiban boeat menanggoeng djawab,” 'ntjik Ting-liang koendjoengin dan kata sama 'ntjik Hwie- bing. „Hahaha!” 'ntjik Hwie-bing tertawa. Bagimana akoe moesti menanggoeng djawab, sedeng kau jang djadi ajah tida berboeat begitoe?” „Kau kasi taoe ringkesnja sadja; di mana Yong-han?”<noinclude></noinclude> nux5jnt473ekek3qgpxghznjrpzsz78 Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/102 104 113691 313892 2026-08-17T08:24:49Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '„Oh, prempoean ......!" achirnja Yong-han menggrendeng dalem hati dengen hati panas. Yong-han dan iboenja bermalem di sitoe dan esoek siang ada hari nikahnja Gwat. Itoe sore Yong-han kapingin sekali katemoein Gwat, tapi ia tida ada moentjoel. Maka ia laloe bawa soelingnja ka itoe tepi kali, tioep itoe boeat sebagi oendangan Gwat dateng kasana. Tapi biarpoen ia menioep sampe napasnja abis, Gwat tida ada moentjoel. Hatinja Yong-han laloe panas s... 313892 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" />{{rh|100|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude>„Oh, prempoean ......!" achirnja Yong-han menggrendeng dalem hati dengen hati panas. Yong-han dan iboenja bermalem di sitoe dan esoek siang ada hari nikahnja Gwat. Itoe sore Yong-han kapingin sekali katemoein Gwat, tapi ia tida ada moentjoel. Maka ia laloe bawa soelingnja ka itoe tepi kali, tioep itoe boeat sebagi oendangan Gwat dateng kasana. Tapi biarpoen ia menioep sampe napasnja abis, Gwat tida ada moentjoel. Hatinja Yong-han laloe panas seperti dibakar dan dadanja sesek penoeh amarah. la tentoeken niatannja bahoea di satoe sa'at ia moesti bisa lampiasken itoe semoea di hadepannja Gwat. Esoek siangnja, di djam menikahnja Gwat dengen itoe laen lelaki, koetika menampak aer-mata jang bertjoetjoeran seperti aer oedjan menoewang boemi, itoe tetesan aer-matanja Gwat, baroelah Yong-han mendoesin bahoea menikahnja Gwat itoe adalah boeat ia-poenja kabroentoengan. Memang, Gwat sengadja korbanken iapoenja kabroentoengan. 'Ntjim Siong-gwan soeda lama lamar dirinja, tapi 'ntjik Hing-bie tida kasi, dan kaloe sekarang kadjadian itoe pernikahan, adalah atas maoenja Gwat sendiri. {{rule|width=8em}}<noinclude></noinclude> 49a3yfe7rlpusdvbfmqnykboly4xdra 313893 313892 2026-08-17T08:25:00Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313893 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|100|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude>„Oh, prempoean ......!" achirnja Yong-han menggrendeng dalem hati dengen hati panas. Yong-han dan iboenja bermalem di sitoe dan esoek siang ada hari nikahnja Gwat. Itoe sore Yong-han kapingin sekali katemoein Gwat, tapi ia tida ada moentjoel. Maka ia laloe bawa soelingnja ka itoe tepi kali, tioep itoe boeat sebagi oendangan Gwat dateng kasana. Tapi biarpoen ia menioep sampe napasnja abis, Gwat tida ada moentjoel. Hatinja Yong-han laloe panas seperti dibakar dan dadanja sesek penoeh amarah. la tentoeken niatannja bahoea di satoe sa'at ia moesti bisa lampiasken itoe semoea di hadepannja Gwat. Esoek siangnja, di djam menikahnja Gwat dengen itoe laen lelaki, koetika menampak aer-mata jang bertjoetjoeran seperti aer oedjan menoewang boemi, itoe tetesan aer-matanja Gwat, baroelah Yong-han mendoesin bahoea menikahnja Gwat itoe adalah boeat ia-poenja kabroentoengan. Memang, Gwat sengadja korbanken iapoenja kabroentoengan. 'Ntjim Siong-gwan soeda lama lamar dirinja, tapi 'ntjik Hing-bie tida kasi, dan kaloe sekarang kadjadian itoe pernikahan, adalah atas maoenja Gwat sendiri. {{rule|width=8em}}<noinclude></noinclude> adggh09m3cnj0tyei5i5lobqlleqgea Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/21 104 113692 313894 2026-08-17T08:25:30Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313894 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||{{sp|PENGORBANAN}}|19}}</noinclude>„Akoe tida taoe; kongsie toch tida bisa paksa orang jang tida tace disoeroeh taoe?” „Inget, 'nko Hwie-bing; boleh djadi akoe poenja tenaga ada lemah, tapi akoe nanti poen bisa kalap seperti matjan kalaparan apabila kau apa-apain anakkoe!” katanja ntjik Ting-liang lebih djaoe dengen moeka jang berobah merah laksana barah. „Dengen apa kong-sie maoe lakoeken atas dirikoe? Akoe toch tida ada boekti-boekti kaniaja anakmoe?” „ Tapi akoe nanti bongkar kau poenja resia-resia!” „Hahaha! Itoelah ada sama sadja seperti satoe orang maoe bongkar goenoeng Semeroe!”'ntjik Hwie-bing kata sambil bersenjoem iblis. „Inget, boeat bikin djatoh Hwie-bing, itcelah ada moestail sekali; tapi boeat bikin djatoh luitenant Tan Ting-liang, ada sama gampangnja seperti orang boelak-balik telapakan tangannja sendiri!” „Tapi, tapi akoe nanti berklai sampe jang paling achir.” „Itoelah satoe perboeatan bodo; kerna boleh dipastiken Yong-han nanti moentjoel di doenia poelah apabila perkaranja Liang-kwie soeda beres.” „Apa kau artiken dengen itoe oetjapan?” „Akoe artiken, bahoea kau ada saorang baek, akoe nanti tjari dan djaga hingga anakmoe bisa poelang dengen tida koerang satoe apa.” Achirnja 'ntjik Ting-liang poenja mata jang berapi pelahan-pelahan ringanan dan kamoedian berbalik goerem lantaran timboelnja itoe sakean kasangsian-kasangsian. {{Dropinitial|'''Y'''}}ONG-HAN masih terlaloe idjo boeat bisa tandingin 'ntjik Hwie-bing, satoe bekas tjabang atas<noinclude></noinclude> bkbs8r61n1qszr616skonm2o8jzgpv4 Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/22 104 113693 313895 2026-08-17T08:27:43Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313895 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|20|TJERITA ROMAN}}</noinclude>jang oeloeng, maka dengen gampang kena didjebak dan ditangkep oleh pahlawan-pahlawannja. Yong-han diborgol kadoea kaki dan kadoea tangannja, dimasoeken dalem satoe kamar boedjang jang terletak di pekarangan paling blakang dari gedongnja 'ntjik Hwie-bing jang loeas. Dari saking loeasnja itoe pekarangan, biarpoen Yong-han bertreak satinggi langit, tida aken ada laen koeping dari orang loear jang bisa denger, apalagi kabanjakan roemah-roemahnja orang Tionghoa di bilangan Rembang memang pada mempoenjain tanah-pekarangan jang amat loeas, sebab harga tanah di sitoe ada amat rendah kaloe dibanding sama laen-laen tempat. „Hoho! Yong-han,” 'ntjik Hwie-bing menghampirin padanja dan kata dengen menjengir, baroe sekarang kau taóe sampe di mana akoe poenja pengaroeh. Dan bagimana sekarang kau maoe ambil sikep?” Yong-han dengen mata menjalah dan paras moeka merah, panas sebagi barah, awasin dengen tida berkesip pada 'ntjik Hwie-bing. „Satelah dapet ini pladjaran, kau moesti djandji tida aken tjampoer akoe poenja oeroesan, dan akoe nanti lepasken padamoe,” 'ntjik Hwie-bing kata lebih djaoe. „Maoekah kau berdjandji {{...|8}} ?” „Tida pada satoe setan akoe maoe berdjandji saoetnja Yong-han. {{...|6}}!” „Hahaha! Soenggoe kau gagah, anak; tapi bodo seperti kerbo,” katanja 'ntjik Hwie-bing.„Kau moesti inget, kaloe akoe tida inget sama kabaekannja kong-sie, kau poenja ajah, ini djam Yong-han soeda disembajangin dengen sam-sing.” „Yong-han nanti lebih moelia disembajangin dengen sam-sing dari pada disembajangin dengen segala pachter doerhaka !”<noinclude></noinclude> mymhp5l6usqf8s8bp22cnao7bd4pc3h Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/98 104 113694 313896 2026-08-17T08:27:45Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313896 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|96|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude>masih sebagi itoe aer jang baroe intip-intip di itoe poesat mata-aer. Tapi ini laen terhadep pada dirikoe; akoe ada itoe orang jang satoe waktoe terlaloe gegabah boeat ikoetin perasa'an dan lantjangin sedjatinja sang hati." „Ach, 'nko, kau selamanja memang soeka mendongeng." „Djangan memotong, Gwat; denger, akoe ingin menanjah, apa artinja kau poenja perkata'an: 'Kau tentoe tarik balik ka atas boemi sini lagi kau poenja katjinta'an padanja jang katanja kau taroh di sorga'? Kaloe itoe ditarik balik, apakah itoe boeat Pik atawa boeat Gwat?" „Dan kau pikir boeat siapa?" Yong-han laloe awasin padanja dengen tida berkesip, samentara Gwat poen demikian dengen kamoedian laloe kadoea matanja mengembengken aer jang djernih. „Gwat, kenapa kau menangis ?" kamoedian Yong-han menanjah. „Akoe sendiri tida taoe, seperti djoega ini soember, tida taoe sampe di mana achirnja iapoenja aer, di djoerang-djoerang, sawah-sawah, laoetan atawa di rawa-rawa," saoetnja Gwat. Tapi bagi kau brangkali lebih taoe, apa sabenernja jang semboeni antara kau poenja cetjapan-oetjapan baroesan? „Ja, ja, Gwat, kaloe akoe moesti menipoe, kaloe akoe moesti berlakoe kedjem, itoelah boekan moesti pada kau," kata poelah Yong-han dan kamoedian laloe toetoerken lebih djace hal iapoenja pertemoean jang paling blakang sama Pik. „Oh, Allah! la mati, tapi hidoep kombali," katanja Gwat dengen mata terpentang. „Dan bagimana kau pikir tentang ini?" „Kau tjinta padanja?"<noinclude></noinclude> 9t9qfb6ld4u83bct67h6g0mvd86a7z4 Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/23 104 113695 313897 2026-08-17T08:30:11Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313897 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||{{sp|PENGORBANAN}}||21}}</noinclude>„Inget, anak: kau poenja oetjapan ini bisa mendatengken satce bintjana kalaparan bagi kau, kalaparan sebagi andjing kaleleran!” Dengen hati jang seperti dibakar 'ntjik Hwie-bing laloe tinggalken padanja. Bener sadja, 'ntjik Hwie-bing tida mengantjem. Sampe lamanja tida hari dan tiga malem, Yong-han tida dikasi telen saboetir nasi dan tida dikasi tengak satestes aer. Yong-han bergoemeteran, kringetnja bertjoetjoeran dan napasnja sengal-sengal kerna saking dari marahnja, lapar dan dahaga jang kliwat. Pada malem jang ka ampat, ia soeda teramat lelah, ia rasaken seperti rohnja soeda tinggalken iapoenja badan. Sampe djaoe malem ia tida bisa tidoer; ia roeboehken badannja terlentang, matanja berkoenang dan pikirannja lajap-lajap seperti lampoe jang koerang minjak. Dalem itoe tengah malem boeta, dalem itoe kaadaan tida hidoep dan tida mati, tida mengeros dan tida melek, mendadak sasa'at mana ia dibikin terkedjoet oleh soearanja kontji jang memboeka itoe pintoe toetoepan dengen gerakan jang pelahan. Dalem itoe roeangan kamar toetoepan ada gelap sekali kerna tida dipasangin lampoe maoepoen lilin. Itoe pintoe kamoedian dipentang dengen pelahan dan dari sedikit. Menampak ini Yong-han, jang biasanja tabah, djadi sedikit teratapan hatinja. Apalagi kaloe kamoedian ia telah dapet menampak bahoea dari itoe renggangan pintoe jang sedikit terpentang ia dapet meliat sepasang mata jang bening, ditjorotin dengen itoe sinarnja lilin di sampingnja, ada mengintip-intip di dalem roeangan kamarnja.<noinclude></noinclude> 2f2jptxtsuavu19z6j6q249fidrvk6b Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/99 104 113696 313898 2026-08-17T08:30:48Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313898 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{Bold|{{sp|PENGORBANAN}}}}|||97}}</noinclude>„Akoe menjinta ia sabelonnja akoe menjajang padamoe." „Itoelah soeda tjoekoep boeat kau tida oesah menanjah padakoe." Memoedji laen prempoean di hadepannja satoe prempoean, berarti kasi 'djeloes' pada itoe prempoean, apalagi kaloe ditambah dengen perkata'an tjinta, tjoekoep boeat bikin ia djadi 'sakit-hati'. Gwat laloe berdiri dan tinggalken Yong-han dengen zonder oetjapken sepatah perkata'an. „Gwat, Gwat," Yong-han memboeroe dan pegang ia, „kau tida bisa berlakoe begini, akoe masih banjak kata jang kau belon denger." Gwat tida menjaoet katjoeali tjoema senderken iapoenja kepala di dadanja Yong-han dengen aer-mata jang bertjoetjoeran dari kadoea matanja." „Dengen berlakoe begini, seperti djoega kau banting akoe poenja hati; bilanglah apa jang hatimoe kata, bilanglah apa akoe moesti lakoeken pengorbanan, dan itoe pengorbanan baroe berarti pengorbanan apabila goena kau?" Gwat laloe tjioem ia. Sabelonnja Gwat mendjelma di depan kau poenja mata, Pik soeda masoek dalem hatimoe. Maka apalagi akoe moesti kata? Poelanglah besoek, kau menikah padanja, bikin girang ajah-bondamoe dan bikin kau hidoep menoeroet sapantesnja deradjatmoe." „Dan kau ..........?" „Akoe ada akoe sendiri poenja oeroesan ........." „Tapi kau sakit-hati......... ?" „Itoe sakit-hati aken linjap apabila tida meliat akoe poenja kapentingan sendiri." „Dalem hatikoe akoe poen soeda doegah bahoea kau tentoe aken berboeat begini," katanja Yong-han<noinclude></noinclude> doimbwqdrlxixrqfgl3hu3s5hf76p72 Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/24 104 113697 313899 2026-08-17T08:32:42Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313899 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|22|TJERITA ROMAN}}</noinclude>„Siapa ia, setan atawa hantoe ?” Yong-han menanjah sama hati sendiri dengen berdebar dan kringet mengoetjoer ai seloeroeh toeboehnja. Achirnja, lebar semingkin lebar, itoe pintoe telah terpentang, satoe bajangan orang jang berkroedoeng kaen item telah masoek sambil tengteng satoe lilin, kamoedian rapetken dan kontji kombali itoe pintoe. „Siapa?” Yong-han laloe braniken hatinja menanjah. „Akoe {{...|10}}” saoetnja itoe orang. „Ja, siapa {{...|10}} ?” „Orang pembawa makanan boeat kau.” Yang-han dengen melonggong, dengen tida berkesip, awasin itoe orang jang sa'antero toeboehnja dikrobongin soetra item, katjoeali sepasang matanja jang bening tinggal tertampak. la djadi semingkin heran lagi kerna kenalin bahoea itoe orang poenja oetjapan ada soeara prempoean. Memang bener itoe orang ada saorang prempoean, ternjata kaloe dari itoe krobongan kaen terboeka dan satoe tangan jang poetih dan aloes telah angsoerken satoe boengkoes boengkoesan jang roepanja terisih nasi dan ikan. „Akoe kira kau soeda meninggal; makanlah ini makanan,” katanja itoe prempoean dengen soeara pelahan dan lemboet. Yong-han tjoba berbangkit, loepaken iapoenja kalaparan dan dahaga, ia samboet itoe angsoeran dan kata : Siapa kau {{...|10}} ?” Tapi itoe prempoean tida maoe mendjawab, hanja lantas boeroe-boeroe tinggalken itoe kamar. Seperti satoe matjan jang dapet terkem satoe kambing, Yong-han laloe santap itoe makanan dengen bernabsoe.<noinclude></noinclude> b4sxdrfp4vd6e5qijdm45cx0o3szprt Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/100 104 113698 313900 2026-08-17T08:33:56Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313900 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|98|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude>lebih djaoe. Akoe sendiri berpikir sampe rasanja kepala ampir petjah, jalah apa moestinja satoe laki-laki moesti telen balik oetjapannja: 'Hoho! Gwat, akoe nanti balik lagi kamari, biar bagimana, katjoeali kapan akoe soeda tida bernapas poelah'?" „Ja, dan sekarang itoe pengorbanan ada akoe boeat kau, boekan kau boeat akoe." Yong-han laloe tjicem itoe kepala jang menjender di dadanja. „Kau poenja tjioeman ini ada jang pengabisan kali, dan tjioeman ini nanti akoe koeboer antara alirannja itoe aer ....... " Gwat jang memang soeda lemes sedari tadian, sasa'at itoe ia djatoh di peloekannja Yong- han dengen tida inget diri. „Gwat! Gwat!" dengen goepoeh Yong-han sedarken ia, tapi sampe sakean sa'at baroelah ia inget orang poelah. Menampak ini, menampak matanja Gwat jang goerem kerna penoeh aer-mata telah awasin padanja, Yong-han laloe toendoeken kepalanja boeat kasi koetika itoe aer-mata jang mengembeng di matanja menetes ka moeka boemi. Yong-han bawa ia doedoek di itoe batoe poelah. „Gwat," Yong-han kamoedian bisikin koepingnja ia, „kaloe akoe menipoe, itoe boekan haroes pada kau: kaloe akoe berlakoe kedjem, itoe poen boekan moesti pada kau. Kau ada terlaloe soetji boeat ditjoerangin; kau ada terlaloe lemah-lemboet boeat diperlakoeken sawenang-wenang. Akoe nanti bikin itoe pengorbanan, akoe boeat kau. „Kaloe kau boekan Yong-han, poetranja satoe luitenant Tionghoa jang kaja," saoetnja Gwat. „Tapi kau toch tjinta sama Yong-han?" „Tida, akoe tida tjinta sama Yong-han; akoe tjoema<noinclude></noinclude> oxirk3xivlynd0qs9rxg35vrs8e0zm7 Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/25 104 113699 313901 2026-08-17T08:35:26Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313901 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||{{sp|PENGORBANAN}}|23}}</noinclude>{{Dropinitial|'''M'''}}ALEM brikoetnja {{...|10}} Dari tadi, saharian, Yong-han poen tida dapet santapan, kerna 'ntjik Hwie-bing soeda sedari brapa hari kelojongan di loearan, tida poelang, dengen sengadja biarin Yong-han dalem kaada'an satengah mati. Itoe maleman, selagi Yong-han dalem kalaparan, kombali itoe prempoean ada kliatan boeka pintoe dan bawain makanan. „Nona jang baek, siapa kau?” kata Yong-han dan kamoedian dengen sebat tjoba djambret itoe tangan jang mengangsoerken boengkoesan, tapi ternjata itoe tangan prempoean lebih sebat boeat tarik balik hingga terloepoet. „Ada kapentingan apakah kau moesti semboeniken sedjatinja diri kau padakoe?” Yong-han kata poelah. „Dan ada kapentingan apa kau maoe tape dirikoe?” saoetnja itoe prempoean. „Kaloe akoe hidoep, akoe nanti oekir namamoe dalem hatikoe; kaloe akoe mati, rohkoe nanti djoendjoeng itoe nama sampe di sorga.” Brapa tetes aer-mata laloe kliatan mengembeng di kadoea matanja itoe prempoean. „Mana 'ntjik Hwie-bing ?” kamoedian Yong-han menanjah. „Soeda tiga hari ia kloear, tida ada poelang; inilah memang ada iapoenja kabiasa'an,” saoetnja. Sasa'at mana marika laloe dibikin terkedjoet oleh soeara tindakan kaki jang berat dan dengen sawat terdenger itoe tindakan seperti menjamperin di djoeroesannja. Teroetama itoe prempoean djadi amat terkedjoet dan goemeteran. „Tjilaka {{...|10}}”itoe prempoean aken berseroeh, tapi kaboeroe tangannja teken tenggorokannja, {{hws|kamoe|kamoedian}}<noinclude></noinclude> apfr458bg4znysgwo57sknvlwqw8n5u Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/26 104 113700 313902 2026-08-17T08:38:22Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313902 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|24|TJERITA ROMAN}}</noinclude>{{Hwe|dian|kemoedian}} berpaling sama Yong-han dengen sinar mata katakoetan. Samentara Yong-han sendiri poen ikoet goegoep. Tapi kamoedian ia bisa tetepken hatinja. „Djangan goegoep: menjeloesoeplah di bawahnja ini tiker, akoe oeroekin dengen ini roempoet kering, toetoepin tiker dan ini slimoet {{...|10}} Lekas {{...|10}} begitoelah Yong-han berkata. Akoe kira tentoe ia ada 'ntjik Hwie-bing jang aken koendjoengin kamari.” „'Nko, pademken ini lilin{{...|10}}” kata itoe prempoean dengen goemeter, kamoedian dengen sebat laloe menjoeloesoep di bawah itoe lapisan tiker dari tempat tidoernja Yong-han dengen bawa sekali itoe boengkoesan makanan. Bener sadja sabentar poelah kadengeran soeara kontji jang dimasoeken itoe lobang kontji, kamoedian itoe pintoe lantas terpentang dan lantas bener ada 'ntjik Hwie-bing sendiri jang moentjoel sambil tengteng lilin. „Hoho!” 'ntjik Hwie-bing kata dengen menjengir dan oendjoeken senjoeman iblis. „Sasoedanja poeasa sakean hari, bagimana kau poenja pikiran?” Yong-han tida mendjawab, ia tinggal terlentang dengen roepa jang sanget lelah, pajah dan sinar mata jang goerem. „Hohoho! Akoe mengerti; makanlah ini santapan dan kau nanti bisa mendjawab bahoea kau tida aken tjampoer lagi akoe poenja oeroesan,” kata poelah 'ntjik Hwie-bing dengen menjengir dan laloe angsoerken bekelan makanan jang ia ada bawa. Yong-han poenja kaki tida merdika, kerna iapoenja kaki ada diborgol, di'iket dengen rante dan ditjangtjang di itoe tiang, maka 'ntjik Hwie-bing letaken itoe boengkoesan makanan di deket sampingnja, begitoe itoe lilin jang ia pegang poen laloe diletaken di sitoe.<noinclude></noinclude> ae1b2noxzqibgqavsmnmgcspt3ph7ca Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/101 104 113701 313903 2026-08-17T08:38:31Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313903 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{Bold|{{sp|PENGORBANAN}}}}|||99}}</noinclude>menjinta sama 'nko Boen-han, dan seboetan mana sekarang soeda mati...." „Oh, Gwat, kau maoe tipoe sama diri sendiri: tida, akoe soeda tetepken akoe poenja pikiran......." „Tapi kau kata dengen tida meliat blakang," katanja Gwat lebih djaoe. Besoek kau poelanglah ............. " „Tida; akoe tida aken poelang sabelonnja dapet meliat dan denger kau poenja bibir bergerak dan oetjapken: 'Akoe nanti djadi kau poenja istri." „Itoe oeroesan besoek; boelan delapan tanggal 20, itoo waktoelah kau kombali kasini ....." {{di|B}}OEAT goenanja orang jang ditinta, moestinja dan biasanja satoe lelaki tida maoe tengok kanan-kiri atawa moeka-blakang. Yong-han poen aken demikian, tapi achirnja hatinja laloe loemer kaloe dengen lapat-lapat koepingnja koemandangken kombali Gwat poenja soeara-soeara, terlebih lagi itoe oetjapan: 'Nko, kau ada seperti matahari dan akoe sebagi ini boemi; ini doenia nanti goerem bila sang mendoeng alingin ia'. Maka Yong-han dengen melawan perasa'annja kamoedian pergi djoega katemoein Gwat. Kapan itoe boelan Pik-gwik baroe sampe tanggal limablas, Yong-han bersama iboenja soeda sampe di roemahnja 'ntjik Hing-bie. Marika djadi tjelengap, datengnja di sitoe djoestroe 'ntjik Hing-bie lagi sedia merajahken hari nikahnja Gwat, hingga antara itoe iboe dan anak laloe terbit saling menanjah. „'Ntjik, Gwat menikah........?" Yong-han menanjah sama 'ntjik Hing-bie. „Bener begitoe; ia berdjodo sama anaknja 'nko Siong-gwan di sana, di moeka pasar." Yong-han laloe boengkem dengen pikiran melajang tida karoean.<noinclude></noinclude> q9hzqc8a8npb1airzfaprrb6al0azlj Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/103 104 113702 313904 2026-08-17T08:38:54Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'PENGORBANAN 101 VII ..Oh, Oh " 'ntjim Hing-bie laloe melonggong. ..Diboewang atas laoetan, ditaroh di atasnja satoe praoe ketjii dengen dibeicelin oewang serafoes ringgit serta satoe soerat : 'Piaralah Ini anak dan ambil ini oewang' ? " S ABAGIMANA oemoemnja terdjadi dalem kita poenja pergaoelan hidoep, apabila satoe hartawan meninggal doenia, di sitoe laloe terbit kakaloetan. Begitoepoen terdjadi atas milik, harta dan peroesahannja 'ntjik... 313904 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>PENGORBANAN 101 VII ..Oh, Oh " 'ntjim Hing-bie laloe melonggong. ..Diboewang atas laoetan, ditaroh di atasnja satoe praoe ketjii dengen dibeicelin oewang serafoes ringgit serta satoe soerat : 'Piaralah Ini anak dan ambil ini oewang' ? " S ABAGIMANA oemoemnja terdjadi dalem kita poenja pergaoelan hidoep, apabila satoe hartawan meninggal doenia, di sitoe laloe terbit kakaloetan. Begitoepoen terdjadi atas milik, harta dan peroesahannja 'ntjik Hwie-bing, laloe hadepin bahaja brantakan. Tapi soekoer kaboeroe Yong-han menikah sama Pik, ningga ia masih kaboeroe menjegah mendjalarnja itoe kakaloetan lebih djaoe. Maski ia hidoep dalem broentoeng, tapi Yong-han belon pernah loepaken sama Gwat. Boekan sedikit oe­ wang dan barang-barang dagangan Yong-han telah oeloerin sama Swie-tik, soeaminja Gwat, hingga pelahan-pelahan Swie-tik djadi kaja. Samentara Swie-tik jang tida taoe apa-apa tjoema bisa bilang bahoea Yong-han ada kliwat baek sekali. Ada banjak sekali kadjadian-kadjadian atawa pertemoean-pertemoean jang penting tjoema terdjadi da­ lem tempo jang kabetoelan sadja. Rembang soeda biasa boeat saban taoen adaken karamean gwan-siauw atawa tjap-go-me. Di maieman itoe karamean, mendadak matanja Yonghan jang tadjem telah dapet menampak Gwat, 'ntjik Hing-bie dan istrinja ada bertjampoeran antara itoe rombongan orang-orang jang seperti semoet. ,,Pik, sabentar di sini sama 'nio; akoe maoe kasana sabentaran," katanja Yong-han, laloe tinggalken Pik dan<noinclude></noinclude> m7e0udwej8lmn84bbiomy0azs53mr7v Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/104 104 113703 313905 2026-08-17T08:39:08Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '102 TJERITA ROMAN kamoedian menjamperin di itoe rombongan di mana Gwat ada tertampak. Gwat bersama ajah dan iboenja jang lagi awasin orang maenin itoe liong djadi kaget koetika dengen mendadak Yong-han telah menjelak tengah. Gwat, 'ntjik dan 'ntjim Hing-bie!" begitoelah Yong-han berseroeh. Gwat djadi terkedjoet koetika menampak Yong-han. ,,Sama sekali akoe tida doegah kaloe kau orang dateng," katanja Yong-han poelah. Kaloe taoe ten- toe akoe sam... 313905 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>102 TJERITA ROMAN kamoedian menjamperin di itoe rombongan di mana Gwat ada tertampak. Gwat bersama ajah dan iboenja jang lagi awasin orang maenin itoe liong djadi kaget koetika dengen mendadak Yong-han telah menjelak tengah. Gwat, 'ntjik dan 'ntjim Hing-bie!" begitoelah Yong-han berseroeh. Gwat djadi terkedjoet koetika menampak Yong-han. ,,Sama sekali akoe tida doegah kaloe kau orang dateng," katanja Yong-han poelah. Kaloe taoe ten- toe akoe samboet kau orang lebih siang. Tapi, biarlah; nanti sadja kau orang mampir akoe poenja roemah. Kau tentoe soeka, Gwat?" Gwat tida menjaoet, tapi goetit tangan ajahnja boeat menolak. Tapi 'ntjik Hing-bie salah-mengerti. ...Bolehlah, kita sendiri poen memang kapingin mam- pir nanti hari esoek, kaloe sadja tida merepotken pada- moe," saoetnja 'ntjik Hing-bie. Yong-han tertawa dan laloe adjak marika sama-sama djalan boeat samperin iapoenja rombongan familienja jang ditinggal. 'Ntjim Hwie-bing koetika liat Gwat, iapoenja kepala laloe terbit roepa-roepa doegahan dan saben-saben memandeng dan memandeng padanja tida abisnja, hingga Gwat sampe djadi kamaloean. ..Akoe merasa ia ada anak'koe sendiri," begitoelah 'ntjim Hwie-bing laloe kata dalem hati. Djalan poenja djalan, achirnja marika sampe di ge- dongnja 'ntjim Hwie-bing. 'Ntjim Hwie-bing laloe adjak 'ntjim Hing-bie bitjara ampat mata. ..'Ntji, apakah itoe Gwat ada anakmoe sendiri?" 'ntjim Hwie-bing menanjah.<noinclude></noinclude> 0einkle26gtka68cscvcjpei2tkid8p Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/60 104 113704 313906 2026-08-17T08:40:12Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'namper moekanja 'ntjik Hwie-bing, ,,itoelah alesan-alesan djoesta: kau poenja deradjat tida lebih sebagI satoe germo jang maoe djoeal soendel padakoe. Kaloe kau saorang terhormat, sedikit hari lagi akoe haroe denger bahoea kau soeda boenoeh diri!" Itoe majoor laloe tinggal masoek ka dalem, hingga di itoe roeangan tinggal 'ntjik Hwie-Ding sendirian jang berdiri dengen moeka poetjet sebagi mait, dengen ditonton dan aiajengekin oleh banjak tetamoe... 313906 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" />{{rh|58|TJERITA ROMAN}}</noinclude>namper moekanja 'ntjik Hwie-bing, ,,itoelah alesan-alesan djoesta: kau poenja deradjat tida lebih sebagI satoe germo jang maoe djoeal soendel padakoe. Kaloe kau saorang terhormat, sedikit hari lagi akoe haroe denger bahoea kau soeda boenoeh diri!" Itoe majoor laloe tinggal masoek ka dalem, hingga di itoe roeangan tinggal 'ntjik Hwie-Ding sendirian jang berdiri dengen moeka poetjet sebagi mait, dengen ditonton dan aiajengekin oleh banjak tetamoe laen jang terdiri dari orang kaja-kaja jang djoestroe poen mertamoe di sitoe. Inilah satoe nista'an besar bagi 'ntjik Hwie-bing. Dari ketjil sampe djadi toea bangka begitoe, belon pernah ia trima matjem hina'an sebagi ini hari, apalagi disemprot dengen loeda, inilah tida aken dapet perlakoean begini apabila boekan orang jang kliwat apes. Dengen kepala jang poejeng seperti roda terpoeter, dengen hati jang panas sebagi barah dan dengen kringet jang berontosan seperti soember, 'ntjik Hwie-bing laloe tinggalken itce gedong dengen bawa poelang itoe nista'an besar. ,,Ini loeda tjoema bisa dipesoet linjap dengen te- tesan darah!" begitoelah 'ntjik Hwie-ping kata dalem hatinja sendiri. Akoe moesti tjari itoe doea manoesia, beset koelitnja dan peres darahnja boeat tjoetji ini hina'an." Berpoeloehan djam 'ntjik Hwie-bing dikotjok dalem itoe kandara'an dengen hati jang senantiasa masih ber kobar. Begitoepoen tatkala ia soeda sampe di roemahnja sendiri, ia masih tetep djadi seperti saekor singa jang aken mentjari korban. Satelah sampe di mana roeangan dalem, 'ntjik Hwie- bing poenja sepasang mata jang merah laloe mendelik<noinclude></noinclude> jh722bikigwolj5x3inxrnb6ad9uozc 313907 313906 2026-08-17T08:41:22Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313907 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|58|TJERITA ROMAN}}</noinclude>namper moekanja 'ntjik Hwie-bing, „itoelah alesan-alesan djoesta: kau poenja deradjat tida lebih sebagI satoe germo jang maoe djoeal soendel padakoe. Kaloe kau saorang terhormat, sedikit hari lagi akoe haroe denger bahoea kau soeda boenoeh diri!” Itoe majoor laloe tinggal masoek ka dalem, hingga di itoe roeangan tinggal 'ntjik Hwie-Ding sendirian jang berdiri dengen moeka poetjet sebagi mait, dengen ditonton dan aiajengekin oleh banjak tetamoe laen jang terdiri dari orang kaja-kaja jang djoestroe poen mertamoe di sitoe. Inilah satoe nista'an besar bagi 'ntjik Hwie-bing. Dari ketjil sampe djadi toea bangka begitoe, belon pernah ia trima matjem hina'an sebagi ini hari, apalagi disemprot dengen loeda, inilah tida aken dapet perlakoean begini apabila boekan orang jang kliwat apes. Dengen kepala jang poejeng seperti roda terpoeter, dengen hati jang panas sebagi barah dan dengen kringet jang berontosan seperti soember, 'ntjik Hwie-bing laloe tinggalken itoe gedong dengen bawa poelang itoe nista'an besar. „Ini loeda tjoema bisa dipesoet linjap dengen tetesan darah!” begitoelah 'ntjik Hwie-ping kata dalem hatinja sendiri. Akoe moesti tjari itoe doea manoesia, beset koelitnja dan peres darahnja boeat tjoetji ini hina'an.” Berpoeloehan djam 'ntjik Hwie-bing dikotjok dalem itoe kandara'an dengen hati jang senantiasa masih ber kobar. Begitoepoen tatkala ia soeda sampe di roemahnja sendiri, ia masih tetep djadi seperti saekor singa jang aken mentjari korban. Satelah sampe di mana roeangan dalem, 'ntjik Hwie-bing poenja sepasang mata jang merah laloe mendelik<noinclude></noinclude> li2s0wfv6uuroeelym0vwjb19iq4u2x Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/106 104 113705 313908 2026-08-17T08:41:42Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313908 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|104|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude>Gwat dan Pik kamoedian laloe mengerti doedoeknja hal apabila 'ntjim Hwie-bing telah toetoerken. „Ade Gwet," Pik laloe samperin dan peloek ia. Gwat bales memeloek dan sembari koetjoerken aer-mata seraja kata dalem hati: „Kaloe doeloe akoe boenoeh Pik, itoelah boenoeh 'ntji sendiri." Liat rame-rame di dalem, Yong-han poen laloe masoek. 'Ntjim Hing-bie laloe bisikin koepingnja Yong-han. Sa'at mana Gwat telah semboeniken moekanja di atas dadanja Pik. <br> <br> <br> <br> <br> {{bold|{{sp|TAMAT}}}}<noinclude></noinclude> 01fqzhlnhbd3wjlr6hf6mdq7pp26lui 313909 313908 2026-08-17T08:42:07Z Ammachemist 27288 313909 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|104|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude>Gwat dan Pik kamoedian laloe mengerti doedoeknja hal apabila 'ntjim Hwie-bing telah toetoerken. „Ade Gwet," Pik laloe samperin dan peloek ia. Gwat bales memeloek dan sembari koetjoerken aer-mata seraja kata dalem hati: „Kaloe doeloe akoe boenoeh Pik, itoelah boenoeh 'ntji sendiri." Liat rame-rame di dalem, Yong-han poen laloe masoek. 'Ntjim Hing-bie laloe bisikin koepingnja Yong-han. Sa'at mana Gwat telah semboeniken moekanja di atas dadanja Pik. <br> <br> <br> <br> <br> <center> {{bold|{{sp|TAMAT}}}}<noinclude></noinclude> 1sjqfgioqnjplp9j3vo9a0f28282npm Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/61 104 113706 313910 2026-08-17T08:44:47Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313910 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||{{sp|PENGORBANAN}}|59}}</noinclude>kerna menampak bahoea Pik lagi berdoedoekan sama iboenja. Pik jang diawasin begitoe roepa oleh ajahnja jang berdiri tertjenggang di depannja djadi bergoemeteran kerna sanget katakoetan. „Bangsat{{...|10}}!” 'ntjik Hwie-bing bertreak, samperin dan laloe tjengkerem lehernja Pik hingga mendelik dan laloe anting di djoebin. „Kau masih ada moeka boeat kombali di sini!” 'Ntjim Hwie-bing laloe mendjerit dan toeloengin anaknja. Dengen tida ambil poesing lebih ajaoe, 'ntjik Hwie-bing laloe tinggalken marika, ia pergi ka roeangan loear dan prentah djongos memanggil Mong-hwie. Kapan Hong-hwie soeda mengadep di depannja, ia laloe kata: „Sabentar malem kau moesti ka mari, kau perloe moesti lakoeken satoe pakerdja'an jang laen orang tida bisa dan tida boleh kerdjaken.” „Akoe merasa bahoea kau poenja prentah ini ada aneh, 'nko Hwie-bing,” saoetnja Hong-hwie. 'Ntjik Hwie-bing laloe toetoerken itoe penghina'an besar jang ia dapet di Semarang, kamoedian samboeng lebih djaoe: „itoe kanista'an, itoe loeda jang menempel di moekakoe, moesti ditjoetji dengen marika poenja tetesan darah. Sekarang Pik soeda kombali poelah, satoe antara marika jalah ia jang pertama haroes tetesken iapoenja darah di ini moeka boemi {{...|10}}” „Oh, Allah{{...|10}}!” Hong-hwie tekepken tangannja di dada. Apa kau maksoedken kita moesti boenoeh padanja {{...|10}}?" „Itoelah {{...|10}}”<noinclude></noinclude> evmk5p3wllb5a7dnh6flicuwt7mfbg2 Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/105 104 113707 313911 2026-08-17T08:45:08Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'PENGORBANAN 103 ,,la tjoema anak angkat," saoe+nja 'ntjim Hing-bie. ,,Kenapa kau menanjah begini ?" ,,Akoe merasa ia seperti anak'koe sendiri," katanja 'ntjinn Hwie-bing lebih djaoe. ,,Akoe telah lahirken lima anak prempoean, tiga antaranja oleh ajahnja telah kasiken poengoet laen orang dan doea antara ini tiga telah dibawa ka Tiongkok samentara jang satoenja akoe tida taoe dibawa pindah kamana oleh ajah angkatnja. Dan jang paling ketjil boeat... 313911 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>PENGORBANAN 103 ,,la tjoema anak angkat," saoe+nja 'ntjim Hing-bie. ,,Kenapa kau menanjah begini ?" ,,Akoe merasa ia seperti anak'koe sendiri," katanja 'ntjinn Hwie-bing lebih djaoe. ,,Akoe telah lahirken lima anak prempoean, tiga antaranja oleh ajahnja telah kasiken poengoet laen orang dan doea antara ini tiga telah dibawa ka Tiongkok samentara jang satoenja akoe tida taoe dibawa pindah kamana oleh ajah angkatnja. Dan jang paling ketjil boeat genepin soempah diboewang ka laoetan oleh ajahnja jang gila " 'Ntjim Hwie-bing laloe melelehken aer-matanja. ,,Sampe satoe waktoe, koetika akoe kailangan Pik, akoe sampe djadi mati dalem hidoep " ,,Oh, Oh " 'ntjim hling-bie laloe melonggong. ,,Diboewang atas laoetan, ditaroh di atasnja satoe praoe ketjil dengen dibekelin oewang seratoes ringgit serta satoe soerat : 'Piaralah ini anak dan ambil ini oewang' ? " ,,Ja, ja " ,,Oh, itoelah dia ! " 'ntjim Hing-bie berseroeh pelahan. ,,Soeamikoe doeloe sering blajar di laoe­ tan sini boeaj- berniaga. Soeatoe pagi ia telah katemoe1<en itoe baii. Akoe laloe piara kerna kabetoelan akoe sendiri tida mempoenjain anak. Dan itoelah Gwat." ,,Oh, 'ntji I panggil ia kamari I" 'Ntjim Hing-bie laloe kloear adjak Gwat ka sitoe. Koetika masoek dalem itoe kamar, Gwat djadi terkedjoet koetika dengen mendadak ia dipeloek dan ditjioemin oleh 'ntjim Hwie-bing. Pik iang tjoeriga laloe masoek pergi mengintip, kamoedian masoek samperin iaorang. ,,Ha ! Pik, inilah ademoe ! " 'ntjim Hwie-bing laloe kata.<noinclude></noinclude> 1nj16abqyjb0rwn83f4uaxl0pphcj2o 313912 313911 2026-08-17T08:49:17Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313912 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{Rh||{{sp|PENGORBANAN}}|103}}</noinclude>„ia tjoema anak angkat,” saoetnja 'ntjim Hing-bie. „Kenapa kau menanjah begini?” „Akoe merasa ia seperti anak'koe sendiri,” katanja 'ntjim Hwie-bing lebih djaoe. „Akoe telah lahirken lima anak prempoean, tiga antaranja oleh ajahnja telah kasiken poengoet laen orang dan doea antara ini tiga telah dibawa ka Tiongkok samentara jang satoenja akoe tida taoe dibawa pindah kamana oleh ajah angkatnja. Dan jang paling ketjil {{...|10}}boeat genepin soempah {{...|10}}diboewang ka laoetan oleh ajahnja jang gila {{...|10}}” 'Ntjim Hwie-bing laloe melelehken aer-matanja. „Sampe satoe waktoe, koetika akoe kailangan Pik, akoe sampe djadi mati dalem hidoep {{...|10}}” „Oh, Oh {{...|10}}” 'ntjim Hing-bie laloe melonggong. „Diboewang atas laoetan, ditaroh di atasnja satoe praoe ketjil dengen dibekelin oewang seratoes ringgit serta satoe soerat: 'Piaralah ini anak dan ambil ini oewang'?” „Ja, ja {{...|10}}” „Oh, itoelah dia {{...|10}}!” 'ntjim Hing-bie berseroeh pelahan. „Soeamikoe doeloe sering blajar di laoetan sini boeat berniaga. Soeatoe pagi ia telah katemoeken itoe baji. Akoe laloe piara kerna kabetoelan akoe sendiri tida mempoenjain anak. Dan itoelah {{...|10}} Gwat.” „Oh, 'ntji! panggil ia kamari {{...|10}}!” 'Ntjim Hing-bie laloe kloear adjak Gwat ka sitoe. Koetika masoek dalem itoe kamar, Gwat djadi terkedjoet koetika dengen mendadak ia dipeloek dan ditjioemin oleh 'ntjim Hwie-bing. Pik jang tjoeriga laloe masoek pergi mengintip, kamoedian masoek samperin iaorang. „Ha! Pik, inilah ademoe.{{...|10}} !” 'ntjim Hwie-bing laloe kata.<noinclude></noinclude> di7bd1trjlqlgz5j45a3vna9y40b66j 313913 313912 2026-08-17T08:49:36Z Iripseudocorus 23824 313913 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{Rh||{{sp|PENGORBANAN}}|103}}</noinclude>„ia tjoema anak angkat,” saoetnja 'ntjim Hing-bie. „Kenapa kau menanjah begini?” „Akoe merasa ia seperti anak'koe sendiri,” katanja 'ntjim Hwie-bing lebih djaoe. „Akoe telah lahirken lima anak prempoean, tiga antaranja oleh ajahnja telah kasiken poengoet laen orang dan doea antara ini tiga telah dibawa ka Tiongkok samentara jang satoenja akoe tida taoe dibawa pindah kamana oleh ajah angkatnja. Dan jang paling ketjil {{...|10}}boeat genepin soempah {{...|10}}diboewang ka laoetan oleh ajahnja jang gila {{...|10}}” 'Ntjim Hwie-bing laloe melelehken aer-matanja. „Sampe satoe waktoe, koetika akoe kailangan Pik, akoe sampe djadi mati dalem hidoep {{...|10}}” „Oh, Oh {{...|10}}” 'ntjim Hing-bie laloe melonggong. „Diboewang atas laoetan, ditaroh di atasnja satoe praoe ketjil dengen dibekelin oewang seratoes ringgit serta satoe soerat: 'Piaralah ini anak dan ambil ini oewang'?” „Ja, ja {{...|10}}” „Oh, itoelah dia {{...|10}}!” 'ntjim Hing-bie berseroeh pelahan. „Soeamikoe doeloe sering blajar di laoetan sini boeat berniaga. Soeatoe pagi ia telah katemoeken itoe baji. Akoe laloe piara kerna kabetoelan akoe sendiri tida mempoenjain anak. Dan itoelah {{...|10}} Gwat.” „Oh, 'ntji! panggil ia kamari {{...|10}}!” 'Ntjim Hing-bie laloe kloear adjak Gwat ka sitoe. Koetika masoek dalem itoe kamar, Gwat djadi terkedjoet koetika dengen mendadak ia dipeloek dan ditjioemin oleh 'ntjim Hwie-bing. Pik jang tjoeriga laloe masoek pergi mengintip, kamoedian masoek samperin iaorang. „Ha! Pik, inilah ademoe.{{...|10}} !” 'ntjim Hwie-bing laloe kata.<noinclude></noinclude> kgjru30k0oxld6si24aakdi997trs5q Halaman:The Belle of Menado.pdf/7 104 113708 313914 2026-08-17T08:50:44Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'SEDIKIT OETJAPAN terlaloe pandeng DJANGAN enteng sama perkara ketjil. , • i , Adanja perkara besar dari perkara ketjil. ketjil sekali! Perkara bikin orang gegaba, dan lantaran gcgaba sering djadi onar besar, djadi perkara pemboenoehan atawa sebaginja. Kaloe orang maoe singkirin perkara besar, ia moesti "dia ga perkara ketjil", atawa orang perloe djaga lelatoe djika tida maoe terbit kebakaran I M. Novel.' 313914 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>SEDIKIT OETJAPAN terlaloe pandeng DJANGAN enteng sama perkara ketjil. , • i , Adanja perkara besar dari perkara ketjil. ketjil sekali! Perkara bikin orang gegaba, dan lantaran gcgaba sering djadi onar besar, djadi perkara pemboenoehan atawa sebaginja. Kaloe orang maoe singkirin perkara besar, ia moesti "dia ga perkara ketjil", atawa orang perloe djaga lelatoe djika tida maoe terbit kebakaran I M. Novel.<noinclude></noinclude> j9dto25wxbytdkk75bevrcr3fi05jys 313940 313914 2026-08-17T09:58:35Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313940 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{rule}}{{rule}} {{C|{{X-larger|{{Sp|SEDIKIT OETJAPAN}}}}}} {{dropinitial|D}}JANGAN terlaloe pandeng enteng sama perkara ketjil. Adanja perkara besar dari perkara ketjil. ketjil sekali! Perkara bikin orang gegaba, dan lantaran gegaba sering djadi onar besar, djadi perkara pemboenoehan atawa sebaginja. Kaloe orang maoe singkirin perkara besar, ia moesti „djaga perkara ketjil”, atawa orang perloe djaga lelatoe djika tida maoe terbit kebakaran ! {{R|M. Novel.}} {{rule}}{{rule}}<noinclude></noinclude> 96zfavp5tzkwnu6ratkrb75mt03uen0 Halaman:Boenga rampai.djvu/1 104 113709 313916 2026-08-17T08:52:52Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong 313916 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude> 3ykuxguduzn6rpx5lfy068fgabq13cd 313943 313916 2026-08-17T10:08:34Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 313943 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{border|bstyle=double|bthickness=10px|align=center|padding=30px| {{xxx-larger|{{c|BOENGA RAMPAI}}}} {{c|IAITOE}} {{Xx-larger|{{C|BERBAGAI-BAGAI TJERITERA}}}} {{c|TERKARANG OLEH}} {{Larger|{{C|{{sp|A. F. VON DE WALL.}}}}}} {{rule|6em}} {{c|4· Stuk.}} {{rule|6em}} {{C|Tertjitak di bandar Batawi<br>pada pertjitakan Goebernemen<br>1896}} }}<noinclude></noinclude> cfm3ecdouvspi2w3k5iqabz3sjvtr30 Halaman:Janie.pdf/30 104 113710 313917 2026-08-17T09:10:04Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313917 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|54||55}}</noinclude>{{right|{{bold|TJERITA ROMAN}}}} nja'ann ja orang laen, biarlah Allah nanti koernia ken padamoe .......... " „Oh 'dék ketjinta'an itoelah berada pada sesoeatoe orang, tapi djodo itoelah berada di tangan Allah" saoetnja Soendjata dengen terharoe. Itoe pagi Janta, istrinja dan mertoe anja laloe berpamit poelang ka Bandoeng, samentara Soendjata poen laloe kombali poelang ka Wanasaba {{rule|height=6px}}{{rule}} <center> {{Italic|{{Xx-larger|Boeat apa Hidoep?}}}}</center> inilah ada kalimat dari tjerita jang bakal djadi pengisinja "Tjerita Roman" December depan ini, ditoelis oleh toean Pouw Kioe An. Boeat Apa Hidoep?" boekan tjoema mendjadi kalimat sadja, tapi djoega mendjadi satoe pertanjakan besar jang sekalian pembatja bakal djadi pendjawabnja. Boeat apa hidoep dan apa artinja hidoep, inilah ada satoe soeal jang selaloe mendja di teka-teki. „Boeat Apa Hidoep?" boekan tjoema aken meloekisken tentang romans jang langkah, tapi poen menggenggem filosofie ten tang penghidoepan, ditoelis oleh {{C|Toean Pouw Kioe An}} dan segadja disoegoehken pada sekalian pembatja boeat sebagi bingkisan penoetoep taoen 1937. {{rule|height=6px}}{{rule}} VI. K OT A Wanasa ba jang terkena l banjak oedjan, pada maJem itoe teJah dilimpoetin oleh kegelap an, oedjan menoea ng dengen deres, angin menioep dengen santer dan kilat gledek bersam beran dan bergoemoer{)eh kean kemari hingga mem.bikin takoet pada si apa jang bernjal i ketjil. Kerna mana maka djalana n-djaJa nan di itoe kota djadi sepi, orang maoe poen kandar an ampir tida ada jang liwat di djaJanan. Hawa oedara poen tambah semang kin dingin hingga roemah -roema h jang berdind ing bamboe boe kan sadja moesti ketakoe tan boeat mengadepin seranga nnja sang angin dan menam pesnja oedjan, tapi poen marika pada kedingi nan djoega. Pada maJem itoe, satoe roemah di kampoe ng kaoema n masih tertamp ak penera ngan jang terang di bagian roeanga n dalem. Roema h itoe ada saderhana, tapi diatoer sanget netjis. Di din ding tembok ada terdape t gambar an-gam baran jang teratoe r baek dan di atas medja ada terdape t vaas jang terisi kemban g roos jang masih seger. Di atas medja toelis ada satoe Jampoe doedoek dan di sana ada kliatan satoe gadis jang maski parasnja tertamp ak rada lajoe, tapi masih tertamp ak iapoenj a ketjant ikan, doedoek di sitoe sambil membat ja boekoe. Gadis itoe memak e kaen kebaja soetra biroe hingga menam bahken kaindah annja iapoenja koelit jang warna koenin g langsat itoe. Ia itoe kliatan nja memba tja, tapi sebener nja tida mem bat ja, kern a pikiran nja tida men oe dj oe pada<noinclude></noinclude> cmmg5pu7l9wj7c66ojv6n4mxnc2d5z4 313918 313917 2026-08-17T09:18:34Z Ammachemist 27288 313918 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|54|||TJERITA ROMAN|JANIE|||55}}</noinclude>nja'ann ja orang laen, biarlah Allah nanti koernia ken padamoe .......... " „Oh 'dék ketjinta'an itoelah berada pada sesoeatoe orang, tapi djodo itoelah berada di tangan Allah" saoetnja Soendjata dengen terharoe. Itoe pagi Janta, istrinja dan mertoe anja laloe berpamit poelang ka Bandoeng, samentara Soendjata poen laloe kombali poelang ka Wanasaba {{rule|height=6px}}{{rule}} <center> {{Italic|{{Xx-larger|Boeat apa Hidoep?}}}}</center> inilah ada kalimat dari tjerita jang bakal djadi pengisinja "Tjerita Roman" December depan ini, ditoelis oleh toean Pouw Kioe An. Boeat Apa Hidoep?" boekan tjoema mendjadi kalimat sadja, tapi djoega mendjadi satoe pertanjakan besar jang sekalian pembatja bakal djadi pendjawabnja. Boeat apa hidoep dan apa artinja hidoep, inilah ada satoe soeal jang selaloe mendja di teka-teki. „Boeat Apa Hidoep?" boekan tjoema aken meloekisken tentang romans jang langkah, tapi poen menggenggem filosofie ten tang penghidoepan, ditoelis oleh {{C|Toean Pouw Kioe An}} dan segadja disoegoehken pada sekalian pembatja boeat sebagi bingkisan penoetoep taoen 1937. {{rule|height=6px}}{{rule}} {{C|{{bold|VI.}}}} {{di|K}}OTA Wanasaba jang terkenal banjak oedjan, pada maJem itoe teJah dilimpoetin oleh kegelapan, oedjan menoeaNg dengen deres, angin menioep dengen santer dan kilat gledek bersam beran dan bergoemoerOeh kean kemari hingga membikin takoet pada siapa jang bernjali ketjil. Kerna mana maka djalanan-djaLanan di itoe kota djadi sepi, orang maoe poen kandar an ampir tida ada jang liwat di djalanan. Hawa oedara poen tambah semang kin dingin hingga roemah-roemah jang berdinding bamboe boekan sadja moesti ketakoe tan boeat mengadepin serangannja sang angin dan menampesnja oedjan, tapi poen marika pada kedinginan djoega. Pada malem itoe, satoe roemah di kampoeng kaoeman masih tertampak penerangan jang terang di bagian roeangan dalem. Roemah itoe ada saderhana, tapi diatoer sanget netjis. Di dinding tembok ada terdapet gambaran-gambaran jang teratoer baek dan di atas medja ada terdapet vaas jang terisi kemban g roos jang masih seger. Di atas medja toelis ada satoe lampoe doedoek dan di sana ada kliatan satoe gadis jang maski parasnja tertampak rada lajoe, tapi masih tertampak iapoenja ketjantikan, doedoek di sitoe sambil membatja boekoe. Gadis itoe memake kaen kebaja soetra biroe hingga menam bahken kaindah annja iapoenja koelit jang warna koening langsat itoe. Ia itoe kliatannja memba tja, tapi sebenernja tida membatja, kerna pikirannja tida menoedjoe pada<noinclude></noinclude> h380d2gwhr4dbeqffdz8rge8mfjm84f Halaman:Janie.pdf/32 104 113711 313919 2026-08-17T09:25:49Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313919 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|58|||TJERITA ROMAN|JANIE|||59}}</noinclude>kasiken iapoenja barang-barang oleh-oleh pada Janie. Biarpoen Soendjata bawaken barang-barang jang aneh-aneh, tapi Janie itoe tida tertamp ak terlaloe girang, kerna sebene rnja jang ia harep-harep boekan oleh-oleh barang jang bagimanapoen, tapi hanja kabaran tentang Janta. Kaloe ia tida inget bahoea itoe boekan perboe atannja satoe gadis Timoer jang alim, adalah ia dengen tida sabar lagi ia aken madjoeken pertanjakan: 'Adakah kaoe telah ketemoeken Janta, mas Soen?" Tapi Janie tida dapet boeat boeroe-boeroe madjoeken itoe pertanjakan selagi itoe pemoeda masih belon doedoek mengaso. Maka Janie tjoema awasin sadja sikepnja Soendjata dengen penoeh pertanjakan. Meliat sikepnja Soendjata, biarpoen roepanja itoe pemoeda tjoba oempetken, Janie seperti mendapet firasat tida baek. „Adalah kaoe soedah makan, mas Soen?" kamoedian Janie menanjak. "Belon, 'dek, kerna dari kesoesoenja akoe kemari," saoetnja Soendjata. Janie laloe adjak dahar Soendjata. Soendjata dahar biasa sadja, tapi Janie ampir tida mempoenjain tenaga boeat telen itoe :boetiran nasih jang ia koenjah. Marika berdahar dengen boengkem moeloet. Soendjata rasaken hatinja antjoer meliat parasnja Janie jang begitoe roepa. Bagimana sekarang ia haroes bertjerita kepada Janie? Toetoerken dengen teroes terang? Oh, inilah ia merasa tida tegah dan tida aken mampoe oetjapken itoe perkata'an-perkata'an jang aken membikin sakit hatinja itoe gadis jang telah terloeka. Maka ltoe Soendja- ta sampe sekean lama tinggal diam dan tida menjeritaken tentang iapoenja pertemoean-pertemoean kepada Janta. Sesoedah makan, marika laloe berdoe'doekan di roeangan tengah kombali. „Mas kabar apa jang kaoe bisa bagiken padakoe tentang kaoe poenja perdjalanan di Betawie? Adakah kaoe telah ketemoe ........ ?" kemoedian Janie paksa menanjak. „Ja, akoe ketemoein Janta ........ " saoetnja Soedjata dengen kalm. Parasnja Janie tertampak bersinarken tjahjanja jang merah. „Bagimanakah keada'a nnja ia sekarang?" kemoedian Janie menanjak poela. „Baek, 'dék. „Dan kenapa ia tida pernah dateng di Wanasaba atawa maoepoen tjoema kirim sepoetjoek soerat sadja?" „Katanja ia sanget repot dengen pekerdja'annja. Tapi boleh djadi nanti brapa minggoe lagi ia aken boeang sedikit tempo lagi boeat berkoendjoeng di sini." Janie awasin parasnja Soendjata dengen penoeh sinar pertanjakan. „Mas," Janie kata poelah dengen soeara rada tergeter, „kaoe tida bitjara sebenernja, roepanja kaoe sengadja aken samboeniken apa jang kaoe liat dan jang kaoe denger. Akoe telah perhatiken kaoe poenja sikep." Soendjata rasaken hatinja seperti terpoekoel mendenger itoe tegoran. Bagimanakah ia sekarang haroes berboeat satelah mengetaoein bahoea Janie tida kena dibodoin.<noinclude></noinclude> kx8vqh9aak9ck9y7phj6v1933w0r2oy Halaman:Janie.pdf/39 104 113712 313920 2026-08-17T09:26:30Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '72 JAN TJERITA ROMAN "Ja, Niek, sepel1ti djoega kaoe, akoe poen senantiasa ingin mendjaga soepaja tida menambahken loeka di kaoe poenja hati jang masih terloeka." Begitoelah achirnja Soendjata toch menangken djoega itoe hati jang tadinja selaloe tinggal bekoe. Dengen tangan jang anjep dan goemeter SoendJjata laloe pegang tangannja J anie dan dengen soeara meratap laloe berkata : "Aohirnja akoe toch menangken kaoe, Niek ............ Kapankah k... 313920 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" />{{rh|72|{{sp|TJERITA ROMAN JANIE||73}}}}</noinclude>72 JAN TJERITA ROMAN "Ja, Niek, sepel1ti djoega kaoe, akoe poen senantiasa ingin mendjaga soepaja tida menambahken loeka di kaoe poenja hati jang masih terloeka." Begitoelah achirnja Soendjata toch menangken djoega itoe hati jang tadinja selaloe tinggal bekoe. Dengen tangan jang anjep dan goemeter SoendJjata laloe pegang tangannja J anie dan dengen soeara meratap laloe berkata : "Aohirnja akoe toch menangken kaoe, Niek ............ Kapankah kita nanti menikah?" "Begitoe kaoe semboeh, kita nanti menitkah. Maka sekarang kita haroes tida retjokin laen ketjoeali kaoe poenja kesehatan." Marika poenja pembitjara'an achirnja dibikin poetoes kerna Sri telah mendatengin dengen membawak barang makanan boeat sang Wedana itoe. Janie dengen tida mengenal tjape tc}ah rawat Soendjat a dengen penoeh perhatian hingga Soend'jata dapetken kesemboehannja dengen tjepet. Kapan Soendjata telah semboeh dan tenaga toeboehnja telah baliJk sebagi sediakala, iapoenja pertoenangan pada J anie telah dilangsoengken dengen perllmwinan Hari itoe telah diadaken perdjamoean besar, kerna dalem pesta kawin itoe ada dihadlirin djoega oleh Boepati dan laen-Iaen pembesar tinggi. Soendjata dan Janie doedoek berdjedjer di korsi kemaIllten seolah-olah Batara Kemadjaja dan Dewi Ratih. Pertoedjoekan wajang orang telllih dipertoendjoeken dan dimaenken dleh golongan kaoem prijaji dari Poerwaredja. Satelah itoe oepatjara peI1kawinan selesih, Soendjata dan ~'anie llliloe'bikin perdjalanan boeat liwat- , • ~ E. 73 ken itoe 'boelan ma doe dengen pergi koendjoengin WanlliSaJba, samlbangin koeboerannja R. A. Tjakra, lantas ka Semarang, koendjoengin kediaman dari iboenja Soendjata, 'kemoedian dari sitoe marika lantas mengaso di Kqpèng. Di itoe temp at Janie lan.tas inget pada koetika ia masih ketjil, tatkala mana ia soedah sering pergi ka Kopèng. Satoe hari marika djalan-dja1an boeat isep sedjoeknja hawa dan kemoedian ,b renti mengaso di tepi soengi jang djernih aernja, berdoedoekan atasnja itoe batoe~batoe saIJllbil mendengeri soearanja itoe aliran jang membentoer batoe-.batoe. "Istrilkoe, soearanja aliran aer jang membentoer batoe-batoe ada laksana muziek dalli sorga," Soendjata berkata. "Ja, dan boe at merameken kita poenja kebroentoengan .... .... .... " '8aoetnja Janie. Da.n marika kemoed'ian pada tinggal boeng.kem kerna marika tida bisa loekisken dengen perkata'an marika poenja kebroentoengan itoe waktoe. "Niek, adakah .kaoe tjoema inget aken kEfuroentoengan sooja?" kemoedian Soendjata petjahken itoe kesoenjian dengen madjoeken itoe pertanjakan. "Tida; akoe poen menükirken djoega pada hal-hal jang telah liwat. Sekarang akoe benpendapetan bahoea tjinta pertama itoe ada sebagi satoe penjakit, timboelnja tjepet t8lpi poen semboehnja lekas. Tjinta pertama itoe tjoema tertjipta dari perasa'an, boekan dari pikiran. Liat pada Janta, bertaoen-taoen akoe menanti dan pikirin dirinja, tap i ia tjoema anggep itoe sebagi maen-maen."<noinclude></noinclude> k9e07rw3uvfzz6f8qkeyg06ghy413ch Halaman:Janie.pdf/31 104 113713 313937 2026-08-17T09:39:17Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313937 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|56|||TJERITA ROMAN|JANIE|||57}}</noinclude>itoe lembaran-lembaran kertas, hanja ka tempattempat jang djaoe. Kadang-kadang ia soeka memandeng satoe portret di depannja, dan kapan ia meliat itoe dengen perhatian, aer-mata laloe kliatan meleleh di sepasang matanja. „Oh, iboe, kenapakah kaoe boeroe-boeroe tinggalken anakmoe sebelonnja ia bisa berdiri sendiri?" begitoelah itoe gadis telah mengelah napas. Gadis itoe adalah Janie jang setiap sore selaloe menantiken kedatengannja Soendjata. Adakah Soendjata itoe bisa ketemoein Janta? Adakah Janta itoe nanti aken dateng bersama-sama ia? lnilah ada pertanjakan-pertanjakan jang selaloe timboel dalem otaknja. Maski itoe waktoe telah liwat boe at tempo makan, tapi Janie masih belon maoe dahar, maski Ilem soedah berkali-kali persilahken djoeragannja boeat lantas santap barang-barang hidangan jang telah disediaken. Ilem itoe doe doek di bawahnja Janie dan adjak bertjakep-tjakep sang djoeragang agar bisa hiboerken sedikit itoe kesoenjian. „Kenapa mas Soen masih belon ada dateng?" begitoelah Janie kemoedian berkata. „Boleh djadi ia masih belon ketemoeken 'ndara Janta," Ilem menjaoetin. „Atawa, oepama 'ndara Soendjata dateng ini sore, tidalah ia bisa dateng kemari kerna oedjan toeroen begini lebet." „Bisa djadi begitoe, 'bi Lem." „Maka itoe lebih baek sekarang "den adjeng dahar doeloe dan kemoedian lantas masoek tidoer, tentoelah nanti aken dapet mengeros jang njenjak sekali." „Tida 'bi; akoe belon lapar dan lagi matakoe belon berasa ngantoek." Marika itoe laloe pada berdiam. Janie melajangken pikirannja lebih djaoe dan tjoba membajangken bahoea Soendjata itoe telah kombali dengen sambil membawak Janta. Tapi selagi ia ngelamoenken itoe lamoenan, mendadak terdenger soeara ketokan pintoe. „Siapa ?" tanjak Janie dengen terkedjoet, kerna ada loear biasa di dalem toeroen oedjan angin begini lebet ada orang mengetok pintoe. „Akoe, 'dék Niek. Boekalah pintoe. Janie kenalin bahoea itoe ada soearanja Soendjata. Maka boeroe-boeroe ia sigra boeka itoe pintoe dan berkata : „Ah, kiranja kaoe, mas Soen! Masoeklah." Soendjata itoe maski memake mantel oedjan, tapi pakeannja masih mendapet basah di brapa bagian kerna dari saking deresnja sang oedjan jang menoeang. Tatkala itoe Janie 'telah samboet kedatengannja Soedjata den gen dada berdebaran dan paras sebentar kliatan merah dan sekedjap poela poetjet. „Slamet dateng, mas Soen ...... " kemoedian Janie berkata. „Ja, trima kasi, 'dék Niek." „Kapankah kaoe dateng dari Betawie dan kenapakah dalem malem jang ,gelap begini serta oedjan toeroen dengen deres, kaoe perloeken dateng kemari?" „Akoe baroe dateng dan belon poelang roemah. Spoor tjoema sampe di Poerwakerta sadja hingga akoe meneroesken perdjalanan kemari dengen taxie," saoetnja Soedjata dengen kalm, dan laloe<noinclude></noinclude> nc4sbutx7s5w25w6hio1cc4pq9vffx7 Halaman:Janie.pdf/33 104 113714 313938 2026-08-17T09:44:42Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313938 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|60|||TJERITA ROMAN|JANIE|||61}}</noinclude>„Kaoe poenja sinar mata seperti membawak kabar bahoea Janta soedah tida aken kombali lagi di sini, maka apakah perloenja kaoe tjoba aken semboeniken itoe padakoe?" kemoedian Janie kata lebih djaoe. „Niek, ja, ja, seharoesnja memang akoe tida moesti bohongin kaoe," kemoedian Soendjata menjaoet. „Tapi bagimanakah akoe bisa oetjapken perkata'an-perkata'an jang akoe tida aken mampoe oetjapken?" „Tida, mas; akoe haroes berbitjara teroes terang," mendesek Janie dengen rada koerang sabar. „Tapi akoe harep kaoe haroes tjoba mendengerken dengen tenang, 'dék." „Itoelah akoe berdjandji, mas." Kerna Soendjata tida tegah boeat lebih doel oetoetoerken tentang keada'annja Janta den gen oetjapan, maka sigra ia laloe ambil itoe sepotong soerat dari Janta dan dikasiken kepadanja. „Inilah nasibkoe," begitoelah katanja Janie dengen soeara tergeter. Dengen tangan bergoemeter Janie boeka itoe envelop, kemoedian tarik kloear itoe lembaran kertas dan batja isinja. Satelah membatja itoe soerat, Janie tertampak seantero toeboehnja tida bergerak dan matanja memandeng itoe soerat dengen tida berkesip, kemoedian kekedjap lagi dibarengin dengen djatonja iapoenja badan tindihin itoe medja. Janie pangsan ! Soedjata sanget terkedjoet. Sigra ia laloe briken pertoeloengan. Dengen dibantoe oleh nem kemoedian ia bawak masoek itoe gadis ka dalem pembaringannja. Kerna keada'annja Janie ada begitoe roepa, Soendjata taro banjak kekwatiran, maka dokter laloe dipanggil boeat membri pertoeloengan. Dokter jang dipanggil telah dateng dan membri pertoeloengan hingga plahan-plahan itoe keada'an jang mengoewatirken rada koerangan. Malem itoe Soedjata táda poelang dan kepaksa mendjagain Janie, biarpoen itoe malem ia rasaken toeboehnja sanget lelah. Dokter menjataken bahoea peparoenja Janie sanget lemah dan dikwatir Janie nanti kena tering serta membri advies soepaja Janie djangan bekeridja berat dan haroes banjak mengaso serta tentremken pikiran. Maka sadjek itoe Janie lantas tida bekerdja lagi dan selaloe banjak berdiam di roemah dengen Soendjata jang selaloe perhatiken segala iapoenja kepentingan dan selaloe tjoba hiboerken iapoenja kesedihan. Janie sanget bertrima kasi dan hormatken Soendjata jang perlakoeken dirinja lebih-lebih dari satoe soedara.<noinclude></noinclude> ftfidtbh9mp0m7uzznnw0w4j4yed8sy Halaman:Janie.pdf/34 104 113715 313939 2026-08-17T09:53:46Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313939 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|62|||TJERITA ROMAN|JANIE|||63}}</noinclude>{{C|{{bold|VII.}}}} {{di|J}}ANTA sedari medapet taoe bahoea Janie dengen setia masih senantiasa menoenggoein dirinja, dalem hatinja lantas selaloe tida aman dan selaloe merasa bahoea dirinja ada seorang berdosa. Maka seringkali ia soeka ngelamoenken pikirannja, memikirken tentang dirinja Janie. Terhadep padaa istrinja Janta masih berlakoe seperti biasa, senantiasa perhatiken dan perlakoeken dengen manis boedi dari apa jang satoe soeami bisa kasiken. Tapi Zoebaénah poenja perasa'an dan mata ada sanget tadjem seolah-olah bisa temboesin lapisan apa sadja jang mengandang. Biarpoen sang soeami tjoba semboeniken, tapi Zoeb telah dapet mengetaoein bahoea soeaminja lagi mengandoeng kedoeka'an jang besar. Sebenernja memang begitoe. Biarpoen Janta tjoba berlakoe seperti biasa, tapi boleh dibilang ampir setiap malem ia soesah mendapet tidoer njenjak. Zoeb jang dapet mengetaoein kesoekeran jang lagi menindih hatinja sang soeami, boekan djadi marah hanja malah ia merasa sanget berdosa, merasa bahoea ia berkewadjiban boeat perbaekin itoe keada'an. Satoe waktoe Janta telah ngelamoen begitoe heibat seolah-olah loepaken kesedaran dirinja, hingga tida mengetaoein tatkalà Zoeb telah menjemperin dirinja dari blakang. Janta baroe mendoesin dengen sanget terkedjoet apabila Zoeb telah pegang iapoenja poendak dan menegor: „Soeamikoe, apakah jang kaoe sedeng pikirin sampe begini matjem." Janta dengen terprandjat boeroe-boeroe pegang tangan istrinja jang moengil dan menjaoet: „Oh, Zoeb, tida pikirin apa-apa. Akoe tjoema pikirken dengen keras tentang pladjaran jang akoe telah terlantarken. Akoe sanget kepingin sekali boeat bisa landjoetken peladjaran di G. H. S." „Ja, kaoe nanti bisa landjoetken itoe angen-angen dan kaoe nanti merdika, kaloe nanti Zoeb soedah tida ada, soedah tinggalken ini doenia jang fana .... " „Zoeb, kenapa kaoe oetjapken itoe perkata'an," katanja Janta dan laloe peloek istrinja. „Ma'afkenlah kaloe kiranja oetjapan tadi ada menjakitin hatimoe." „„Soeamikoe, kaoe boleh djoestain mata dan koepingkoe, tapi djangalah kaoe djoestain perasa'ankoe," Zoeb kata poela. "Biarlah soeatoe hari nanti akoe achirken itoe ... ..... .... " Istri itoe laloe menangis kerna tida dapet menahan perasa'an hatinja. „Tida, istriokoe; kaoe haroes tida melantoerken pikiranmoe sampe begitoe matjem. Pertjajalah, Janta nanti aken selaloe berada di damping kaoe." Tapi Zoeb poenja loeka di hati ada begitoe besar dan barangkali tida aken dapet dirapetken poela. Itoe kedjadian-kedjadian ada sanget menoesoek hatinja. Achirnja telah sampe itoe tempo boeat Zoeb melahirken anak. Dokter laloe dipanggil. Satelah ditoenggoe berdjam-djam, achirnja itoe baji telah terlahir, satoe anak prempoean jang moengil, terlahir dengen rada soesah kerna sang iboe poenja keada'an toeboeh ada lemah. „Zoeb, besarkenlah hatimoe, kaoe telah lahirken satoe poetri jang moengil dan mirip...... " katanja<noinclude></noinclude> fp2c3eklceerp2u5bxfdngtlwu4kvgs Halaman:Janie.pdf/35 104 113716 313941 2026-08-17T10:02:14Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313941 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|64|||TJERITA ROMAN|JANIE|||65}}</noinclude>Janta boeat hiboerken istrinj~ jang dalem keada'an lelah. „Mirip Janta atawa .......Janie?" saoetnja Zoeb dengen soeara lemah. Zoebaénah poenja keada'an tida djadi tambah baek, hanja tertampak tambah lemah kerna mengloearken dara terlaloe banjak. Dokter jang merawat tjoba toeloeng dengen seadanja iapoenja. pengataoean boeat hindarken itoe iboe dari bahaja maoet. Sampe di hari ketiga Zoeb poenja keada'an masih sanget lemah. Hari ketiga itoe, selagi Janta ·b erada di loear kamar dan bertjakep dengen mertoeanja, mendadak ia denger soeara djeritannja sang istri: „Oh, soeamikoe ............ !" Janta boeroe-boeroe masoek ka dalem kamarnja dan ketemoeken istrinja soedah tida inget diri. „Zoeb! Ingetlah!" Janta tjoba sedarken istrinja, tapi Zoeb tida berkoetik. Dokter laloe dipanggil, tapi ini thabib poen tida bisa menoeloeng djiwanja Zoebaénah. Begitoelah Zoebaénah telah tinggalken ini doenia jang fana dalem oesia 21 taoen dan baroe sadja mendjadi iboe ,boeat tiga hari. Kesedihan jang dipikoel oleh Janta ada terlaloe heibat sehingga ia tida bisa mengloearken aer-mata lagi. Sesa'at lagi, satelah rasaken tindihan jang menindih hatinja ada entengan, baroelah ia bisa menangis menggeroeng-geroeng seperti satoe anak ketjil. Satelah mait istrinja terkoeboer, dengen disetoedjoein oleh sekalian familie, Janta bawak itoe anak baji ka roemah sakit bagian baji agar itoe anak jang masih begitoe moeda ,bisa dapet perawatan jang semoestinja. Penghidoepannja Janta boleh dibilang sekarang telah antjoer berantakan, hingga apa jang ia bisa berboeat kaloe lagi berada di roemah adalah doedoek termenoeng seorang diri. Satoe hari ia membersihin lemari pakean jang doeloenja telah terisi Zoeb dan ia sendiri poenja pakean, mendadak ia telah ketemoeken satoe envelop jang terisi soerat jang diadresken kepadanja. Ia kenalin bahoea moeka soerat itoe ada memake toelisan tangan dari Zoebaénah. Dengen hati penoeh perasa'an kepingin taoe Janta laloe djoempoet itoe envelop, diboeka dan laloe dibatjanja: ::: Kanda Janta jang tertjinta, ::: Maski keada'ankoe ada sanget pajah, tapi toch akoe Ib isa paksaken boeat menoelis ini sepo tong soerat. ::: Akoe merasa pasti, kaloe ini soerat terdjato di tangan kaoe, adalah akoe soedah tida aken berada lagi bersama-sama kaoe di ini doenia jang fana. ::: Sebelon akoe menoelis lebih djaoe, akoe meminta ma'af dan minta ampoen boeat akoe poenja segaia kesalahan dan kedosa'an. ::: Sekarang terpaksa akoe moesti boeka itoe resia selagi akoe telah menghadepin bahaja maoet. ::: Koetika moela-moela akoe ketemoe padamoe, akoe poenja perasa'an tjinta ada terlampau besarnja, hingga maski kemoedian mendapet taoe bahoea kaoe telah poenjaken toenangan, toch<noinclude></noinclude> trdqbp9hrz1qebcjig7p51b1r3lw4xi 313942 313941 2026-08-17T10:02:54Z Ammachemist 27288 313942 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|64|||TJERITA ROMAN|JANIE|||65}}</noinclude>Janta boeat hiboerken istrinj~ jang dalem keada'an lelah. „Mirip Janta atawa .......Janie?" saoetnja Zoeb dengen soeara lemah. Zoebaénah poenja keada'an tida djadi tambah baek, hanja tertampak tambah lemah kerna mengloearken dara terlaloe banjak. Dokter jang merawat tjoba toeloeng dengen seadanja iapoenja. pengataoean boeat hindarken itoe iboe dari bahaja maoet. Sampe di hari ketiga Zoeb poenja keada'an masih sanget lemah. Hari ketiga itoe, selagi Janta ·b erada di loear kamar dan bertjakep dengen mertoeanja, mendadak ia denger soeara djeritannja sang istri: „Oh, soeamikoe ............ !" Janta boeroe-boeroe masoek ka dalem kamarnja dan ketemoeken istrinja soedah tida inget diri. „Zoeb! Ingetlah!" Janta tjoba sedarken istrinja, tapi Zoeb tida berkoetik. Dokter laloe dipanggil, tapi ini thabib poen tida bisa menoeloeng djiwanja Zoebaénah. Begitoelah Zoebaénah telah tinggalken ini doenia jang fana dalem oesia 21 taoen dan baroe sadja mendjadi iboe ,boeat tiga hari. Kesedihan jang dipikoel oleh Janta ada terlaloe heibat sehingga ia tida bisa mengloearken aer-mata lagi. Sesa'at lagi, satelah rasaken tindihan jang menindih hatinja ada entengan, baroelah ia bisa menangis menggeroeng-geroeng seperti satoe anak ketjil. Satelah mait istrinja terkoeboer, dengen disetoedjoein oleh sekalian familie, Janta bawak itoe anak baji ka roemah sakit bagian baji agar itoe anak jang masih begitoe moeda ,bisa dapet perawatan jang semoestinja. Penghidoepannja Janta boleh dibilang sekarang telah antjoer berantakan, hingga apa jang ia bisa berboeat kaloe lagi berada di roemah adalah doedoek termenoeng seorang diri. Satoe hari ia membersihin lemari pakean jang doeloenja telah terisi Zoeb dan ia sendiri poenja pakean, mendadak ia telah ketemoeken satoe envelop jang terisi soerat jang diadresken kepadanja. Ia kenalin bahoea moeka soerat itoe ada memake toelisan tangan dari Zoebaénah. Dengen hati penoeh perasa'an kepingin taoe Janta laloe djoempoet itoe envelop, diboeka dan laloe dibatjanja: : Kanda Janta jang tertjinta, : Maski keada'ankoe ada sanget pajah, tapi toch akoe Ib isa paksaken boeat menoelis ini sepo tong soerat. : Akoe merasa pasti, kaloe ini soerat terdjato di tangan kaoe, adalah akoe soedah tida aken berada lagi bersama-sama kaoe di ini doenia jang fana. : Sebelon akoe menoelis lebih djaoe, akoe meminta ma'af dan minta ampoen boeat akoe poenja segaia kesalahan dan kedosa'an. : Sekarang terpaksa akoe moesti boeka itoe resia selagi akoe telah menghadepin bahaja maoet. : Koetika moela-moela akoe ketemoe padamoe, akoe poenja perasa'an tjinta ada terlampau besarnja, hingga maski kemoedian mendapet taoe bahoea kaoe telah poenjaken toenangan, toch<noinclude></noinclude> ayaa7cim4q8p10e23izqmojrdsns67n Halaman:Janie.pdf/36 104 113717 313944 2026-08-17T10:10:30Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313944 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|66|||TJERITA ROMAN|JANIE|||67}}</noinclude>: akoe tida mampoe pademken itoe rasa tjinta jang telah berakar. Dengen segala apa jang akoe mampoe akoe telah tjoba pengaroeken kaoe. Hatikoe merasa sanget sirik dan dengki bahoea kaoe telah dipoenjaken oleh laen hati. : Tida ada satoe soerat jang kaoe soeroe akoe kirimken telah terkirim pada Janie. Begitoepoen tida ada sepotong soerat dari Janie jang tersampe padamoe. Semoea itoe akoe boeka sendiri dan kemóedian lantas dibakar. Sampepoen kaoe telah semboeh dan bertinggal di roemah ajah, akoe selaloe djaga dengen tertip soepaja tida ada soerat-soerat dari Janie jang ,tersampe pada kaoe dan poen tida ada soerat-soerat dari kaoe jang bisa tersampe pada Janie. : Begitoelah achirnja akoe telah dapetken itoe kemenangan, tapi satoe kemenangan jang sanget rendah. : Akoe ada satoe pengroesak dari doea djiwa. Tapi, ah, biarlah Allah ampoenken dirikoe satelah sekarang akoe teboes itoe kedosa'an dengen djiwakoe. Biarlah kaoe dan ia nanti dapet hidoep beroentoeng, satoe keberoentoengan jang kaoe berdoea semoestinja haroes dapet. Tjoema sadja, rawatlah jang baek dan tjintalah poetrimoe agar nanti di waktoe dewasanja bisa mendjaJdi satoe gadis jang bidjaksana. Kaloe nanti ia soedah besar, bilanglah padanja bahoea iapoenja iboe jang telah mangkat : ada sanget menjinta padanja maski tjoema brapa hari sadja. {{right|Slamet tinggal dari kaoe poenja <br/> {{bold|Zoebaénah. }}}} Satelah membatja abis boenjinja itoe soerat, Janta tertampak diam sebagi patoeng, kerna dari heibatnja rasa terharoe jang menjerang hatinja jang telah antjoer. „Oh, Zoeb, kenapa kaoe tida bawak sekali dirikoe! Begitoelah kemoedian Janta, berkata pada diri sendiri dan laloe menangis. Seriboe satoe pikiran telah mengadoek di dalem otaknja. Ia masih sanget doekaken kematiannja sang istn, pikirin tida abisnja pada Janie jang tersia-sia dan poen, pikirin djoega nasib sendiri pada sekarang ini. Kemana sekarang ia aken ,toedjoeken hidoepnja?<noinclude></noinclude> 6okfzdlozxo5crzrcwqhnxsqrx3p1a0 Halaman:Janie.pdf/37 104 113718 313945 2026-08-17T10:22:08Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313945 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|68|||TJERITA ROMAN|JANIE|||69}}</noinclude>{{C|{{bold|VIII.}}}} {{di|S}} {{sp|OEDAH}} lazimnja (oemoemnja) kaloe moesin patjeklik (mahal makanan) tentoe banjak pentjoerian, perampokan dan laen-laen peroesoehan. Orang lantas tida inget aken kebaekan atawa kebetjikan, asal sadja bisa tangsel peroetnja. Kaloe pentjoeri jang menijoeri kerna lapar itoe dapet ditangkep, marika malah merasa soekoer, sebab dengen begitoe ia di pendjara lantas dapet makan dan perawatan jang lebih baek. Maka itoe dalem tempo begitoe itoe kaoem penggawe negri pada sanget iboek dan merasa kewalahan. Baroe sadja tjoba aken dapetken kepoelesan, mendadak tong-tong lantas terdenger, tanda di sini ada perampokan atawa di sana ada pentjoeri jang dikepoeng pendoedoek jang moerka. Atawa di sana ada pemboenoehan dan di sitoe ada roemah terbakar. Demikianlah nasibnja kaoem penggawe negri pada tempo begitoe. Di district Loano poen telah kena hinggapannja itoe moesin patjeklik. Wedana, kepala dari itoe district, baroe sadja dibenoem. Sedari mendjabat pekerdja'an jang baroe, boleh dibilang itoe wedana tida pernah berada di roemah, kerna temponja banjak digoenaken di loearan boeat oeroes perkara pemboenoehan, perampokan d.l.l. Tatkala itoe sang Wedana itoe soedah berselang tiga hari telah tinggalken iapoenja kewedanan, kerna perloe oeroes dan tindes peroesoehan di satoe desa jang termasoek daerah dari districtnja. Samentara di kawedanan ada doea poetri jang toenggoein iapoenja kedatengan dengen penoeh kekwatiran. Poetri itoe jang satoe badannja bagoes, rada montok, dan koelitnja poetih bersih, samentara jang laen ada ,berpengawakan lentjir, koelitnja koening, jang makipoen tjantik tapi iapoenja mata seperti lampoe jang keabisan minjak, soerem dan lajoe. Kapan marika berdoea berada di loear pendapa, mendadak ada satoe djoli jang dipikoel oleh brapa or8ng-orang desa telah dibawak masoek ka sitoe dengen di'iring oleh satoe Mantri Politie. „Padoeka Wedana telah mendapei loeka" katanja itoe M. P. Doea poetri itoe boeroe-boeroe bantoe toeloeng bawak masoek itoe Wedana jang roepanja sanget lelah. Dokter laloe dipanggil dateng. Itoe thabib satelah memreksa loeka, kasi Perubalsem dan kemoedian diboengkoes dengen baek, laloe menjataken bahoea loekanja sang Wedana tida berbahaja, tjoema haroes didjaga soepaja djangan diboeat banjak bergerak sebelonnja semboeh. Dan, kerna si sakit tatkala itoe peroetnja sanget kosong, sang thabib poen soeroe masaken barang makanan jang enteng, boeboer dan sebaginja. Sri, itoe gadis jang montok, laloe pergi ka dapoer dan sediaken itoe semoea keperloean. Itoe thabib kemoedian berlaloe dan samentara itoe gadis jang lentjir toenggoein si sakit. Itoe ambtenaar koetika melekin matanja dan dapet meliat itoe gadis di samping pembaringannja, ia laloe kata: „Oh, kaoe, Niek ...... "<noinclude></noinclude> 8nxugkrklkorj6n67vqtswgzx0qdyzw Halaman:Janie.pdf/38 104 113719 313946 2026-08-17T10:31:23Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313946 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|70|||TJERITA ROMAN|JANIE|||71}}</noinclude>„Ja, dan bagimana dengen kaoe poenja keada’an, mas Soen?” saoetnja itoe gadis jang ternjata boekan laen hanja Janie sendiri. „Akoe sanget tjape dan lelah sekali.” Janie melelehken sang aer-mata kerna sanget terharoe. Doeloe, tatkala ia berada dalem kesoesahan dan kesakitan, Soendjata selaloe oendjoeken iapoenja perhatian, Dan sekarang bagimanakah ia haroes berlakoe setelah Soendjata jang lepasken banjak boedi padanja sekarang mendapet ini ketjilakka’an, „Nick, kenapa kaoe melelehken aer-mata?” kemoedian itoe ambtenaar menegor, siapa boekan laen jalah Soendjata sendiri, jang kerna ketjakepannja sekarang telah diangkat mendjadi Wedana dalem tempo jang tida begitoe lama sedari ia moelai mendjabat pekerdja’an negri. „Akoe menangis kerna seselken kaoe, kenapa kaoe tida menikah, tjoba kaoe telah beristri, dalem keada’an begini tentoelah kaoe aken dapet perawatan jang terlebih baek.” „Dengen oetjapken itoe perkata’an, adakah kaoe kwatir nanti kaoe banjak repot merawat dirikoe?” „Tida, tida, mas; akoe nanti rawatin kaoe seperti satoe djoeroe-rawat jang tida bisa didapetken pada laen djoeroe-rawat. Akoe nanti toenggoein kaoe dan rawat kaoe sehingga kaoe nanti semboeh. Kaloe akoe kataken itoe, itoelah sekedar akoe peringetken kaoe, bahoea satoe istri bagi kaoe aken lebih berharga dari pada siapapoen.” „Tapi akoe tjoema aken menikah satelah meliat kaoe kawin, Niek,” Janie awasin itoe padanja dengen mata jang penoeh sinar dari perasa’an kesian, „Kawin? Pada siapakah akoe haroes nikah? Adakah di doenia ini ada orang jang kedoea dari Mas Soendjata?” „Adakah Soendjata tida ada itoe harga boeat mendjadi satoe soeami dari seorang gadis jang soetji?” Soendjata kata lebih djaoe. „Kaoe taoe, bahoea soedah bertaoen-taoen akoe toenggoein terboekanja kaoe poenja pintoe hati, tapi sampe itoe sekean taoen akoe belon menampak pintoe itoe terboeka............ ” „Akoe taoe......... Tjoema kaoe tida taoe bahoea ibarat kembang, boengah itoe telah lajoe pada sebelonnja mekar! Hatikoe soedah kosong, soemangetkoe soedah linjap, maka adakah akoe ada itoe harga boeat berdiri di damping kaoe?” „Akoe tida tjintain kaoe poenja harga, Niek. Akoe tjintain kaoe poenja kesengsara'an dan tjintain kaoe poenja soemanget.” Janie tida bisa mendjawab hanja tengkoerepken kepalanja atas itoe slimoet jang menoetoepin dadanja Soendjata, Soendjata paksa kloearken satoe tangannja dan oesap-oesap kepalanja Janie. „Kenapa kaoe berlakoe kedjem padakoe, Niek?” Kemoedia Soendjata berkata poela Janie laloe angkat kepalanja dan tjioem itoe laen moeloet jang oetjapken itoe perkata’an jang mengharoeken. „Boekan akoe berlakoe kedjem, mas. Akoe tjoema inginken satoe hari laen prempoean jang lebih berharga nanti menempatin lapangan hatimoe,” katanja Janie dengen soeara tida lampias.<noinclude></noinclude> tibmkqgq5joyo19x626h5x47ttcy2ya Halaman:Janie.pdf/40 104 113720 313947 2026-08-17T10:38:25Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313947 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|74|||TJERITA ROMAN|JANIE|||75}}</noinclude>„Itoelah kerna dari kaoe poenja pri kesetiawanan, Niek.” „Dengen akoe terlaloe memboeta, tida bisa bedaken mana jang berharga dan mana jang tida berharga. Maka akoe sanget menjesel sekali telah sia-siaken kaoe poenja perhatian.” Sebenernja Soendjata ada satoe pemoeda jang loear biasa. Kerna iapoenja tjinta jang soetji, bertaoen-taoen ia telah poenjaken itoe kesabaran boeat menanti, menoenggoein dengen penoeh keridlahan hati terboekanja sendirinja itoe pintoe dari hatinja Janie jang agaknja seperti telah terkantjing boeat selamanja. Banjak sekali gadis-gadis dan orang-orang toea jang ingin ambil soeami atawa anak mantoe kepadanja. Tapi Soendjata selaloe toetoep hatinja boeat marika. Apalagi satelah ia diangkat mendjadi Wedana, kerna iapoenja kepandean atawa ketjakepan, banjak ajah bonda dari kalangan kaoem prijaji jang seperti dengen teroes terang tawarken poetri-poetrinja, Janie boekan tida taoe bahoea Soendjata telah mintain dirinja, Tapi Janie tida aken soeka imbangin itoe perasa’an kerna iapoenja perasa’an kesian padanja ada terlebih besar dari iapoenja perasa’an soeka Begitoelah doea-doea telah pada saling oempetken masing-masing poenja perasa’an sahingga sampe terdjadinja itoe ketjilaka’an jang menerbitken perledakan dari masing-masing hatinja. Ketjinta’an adalah manoesia jang poenjaken, tapi djodo itoelah Allah jang kwasaken, {{C|{{bold|IX.}}}} {{di|T}} {{sp|IGA}} taoen telah laloe, Janie dan Soendjata telah hidoep dalem kebroentoengan jang asli Soendjata selaloe indahken dan tida lakoeken apa jang bisa mengganggoe kesenengannja sang istri. Samentara sang istri selaloe mendjaga dan perhatiken segala keperloeannja sang soeami serta ia tida berboeatken apa jang soeaminja tida soeka. Kaloe sang soeami poelang dari tournee, Janie itoe Soeka menjamboet di loear pendapa. Kebroentoengan itoe agaknja di rasaken lebih-lebih dari biasa kerna sekarang Janie telah berbadan doea, mengandoeng anak jang bakal djadi penjamboeng dari marika poenja toeroenan. Hamilan itoe achirnja telah sampe temponja boeat melahirken satoe baji, Soedjata laloe panggil vroedvrouw boeat menoeloeng itoe kelahiran. Vroedvrouw telah dateng dan membantoe oeroes itoe bakal iboe. Tapi ternjatalah itoe vroedvrouw tida bisa berboeat banjak, kerna Janie telah hadepin bahaja soesah melahirken anak berhoeboeng dengen brapa keada’an salah jang satoe vroedvrouw poenja kepandean tida dapet menoeloeng itoe, Maka itoe kepaksa moesti memanggil dokter. Tapi sanget latjoer itoe waktoe dokter satoe-satoenja jang berada di itoe tempat telah berpergian ka loear kota, Janie telah menderita kesakitan jang heibat hingga membikin bingoeng orang sedalem roemah. Poeter telefoon ka roemahnja itoe dokter telah dipoeter berkali-kali, barangkali dokter itoe telah poelang.<noinclude></noinclude> pgt06rsp0z0emqjnf01387v1dvsizxf Halaman:Janie.pdf/41 104 113721 313948 2026-08-17T10:45:48Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313948 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|76|||TJERITA ROMAN|JANIE|||77}}</noinclude>Beroentoenganlah, kapan Janie telah berada dalem keada’an jang berbahaja, dokter itoe, Dr. Soedjana, telah dateng dengen membawak seorang kawannja, satoe dokter djoega, satoe specialist boeat orang branak. Dr. Soedjana koetika poelang dan dibri taoe tentang itoe perminta’an toeloeng jang perloe dari Soendjata boeat menoeloeng istrinja jang mendapet bahaja kerna kesoesahan branak, boeroe-boeroe ia beli telefoon ka kawedanan dan membri taoeken bahoea ia aken dateng bersama saorang dokter specialist branak. Begitoelah, boeat hormatken kawannja, Dr. Soen@jata telah bawa itoe kawan ka kawedanan dan dikasi kewadjiban boeat menoeloeng itoe bakal iboe jang berada dalem bahaja. Datengnja itoe thabib ada sanget kebetoelan sekali, kerna tatkala itoe Janie telah djatoh pangsan kerna tida dapet menahan lagi pada perasa’an sakit jang diderita. Dalem kegoegoepan itoe Soendjata tida perhatiken dengen teges itoe dokter dari loear kota jang dipoedjiken oleh Dr. Soedjana, kerna iapoenja pikiran telah ditoempleken seanteronja kepada sang istri jang dalem bahaja. Itoe dokter telah tjoba goenaken seantero iapoenja kepandean boeat menoeloeng Janie, Achirnja pengisinja itoe roemah dibikin legah dengen terdengernja soeara tangisan dari satoe badi, Janie telah dapet melahirken satoe anak laki dengen slamet, maski ia masih dalem keada’an pajah Satelah baji itoe terlahir, dokter itoe poen masih goenaken kepandeannja dengen kesoenggoean hati boeat toeloeng keada’annja sang iboe jang sanget lemah, Membetoelken apa jang tida betoel dan kasiken recept obat boeat bikin itoe iboe poenjaken tenaganja kombali. Sampe djaoe malem dokter itoe masih belon poelang, kerna ia kepingin toengkoelin sehingga itoe iboe jang baroesan melahirken dalem slamet. Saben² ia timbang panasnja badan dan poen saben-saben perksain iapoenja oerat nadi. Dokter itoe merasa girang, kerna ternjatalah keada’annja Janie ada memoeasken, Satelah dapet tidoer sesa’at sadja dan kemoedian mendoesin, Janie poenja keada’an ada baekan, dan koetika ia melekin matanja dan menampak dokter jang lagi menimbang obat, ia laloe terkedjoet kerna ia kenalin bahoea itoe thabib ada...... „Dokter, kaoe...... kaoe ada........” „Ja, akoe Janta, Adalah kaoe masih kenalin akoe, 'mbak-joe?” sacetnja itoe thabib jang ternjata ada Janta. „Tentoe, 'dék. Kaloe akoe ampir tida kenalin kaoe poenja paras moeka jang berobah begitoe banjak, tapi tidalah akoe loepa pada kaoe poenja soeara dan kaoe poenja bajangan ......." Soendjata itoe sedari tadi bersama vroedvrouw Tepot oeroes itoe baji jang selaloe menangis. Kemoedian baji itoe ditidoerken di laen kamar soepaja tida mengganggoe pada iboenja. Koetika di laen kamar ia denger soeara istrinja bertjakep, Soendjata laloe paranin itoe kamar. Soendjata agaknja koerang seneng koetika menampak bahoea itoe thabib telah berdoedoek di samping randjang istrinja. Tapi achirnja Soendjata<noinclude></noinclude> tpipz8yina3t5m3ho5kyx43bk6ib513 Halaman:Janie.pdf/42 104 113722 313949 2026-08-17T10:46:14Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '78 TJERITA ROMAN rada terkedjoet koetika sekarang tegesken romannja itoe th8lbib. . . "Mas, kaoe taoe siapa ,ini dokter?" kemoedian Janie berkaia dengen soeara lemah. "Janta?" Soendjata tahan soearanja jang aken 'bertreak. "Ja, mas Soen," Janta menjaoet dan laloe djaibat tangannja Soendjata. "Satoe pertemoean jang tida terdoega," kemoedian Soendjata kata lebih djaoe. "Sedari ikapaIlikah kaoe bersekolah lagi dan poen sedari kapankah kaoe mendj... 313949 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>78 TJERITA ROMAN rada terkedjoet koetika sekarang tegesken romannja itoe th8lbib. . . "Mas, kaoe taoe siapa ,ini dokter?" kemoedian Janie berkaia dengen soeara lemah. "Janta?" Soendjata tahan soearanja jang aken 'bertreak. "Ja, mas Soen," Janta menjaoet dan laloe djaibat tangannja Soendjata. "Satoe pertemoean jang tida terdoega," kemoedian Soendjata kata lebih djaoe. "Sedari ikapaIlikah kaoe bersekolah lagi dan poen sedari kapankah kaoe mendjadi tJhabib? Di manakah kaoe poenja istri, apakah tida ikoet kemari?" "Istrikoe .......... .. " Janta melelehken aer-matanja. "Ia telah meniggal doenia kerna melahirken anak ................ " Innallilahi wainallilahi rodjioen ............ " katanja " Soendjata sambil sedakepken tangannja. "Sama se-. kali akoe tida poenja doega'an bahoea istri kaoe beroemoer begitoe pendek." "Ia poen mendapet kasoekeran s~~ah brana~, jang maski dokter tjoba toeloeng, tapl tida .b~rhas~. Baji dapet drlahirken dengen slamet, tapl l!boenJa tida broentoeng........... .. ... " Di mana sekarang kaoe tinggal?" ::Alkoe baroe sadja boeka praktijk di Magelang." "Sedari 'kapan kaoe selkolah lagi?" "Ah, mas Soen, riwajatkoe ada dari tetesan aermata. Akoe kira djanglah ditoetoel1ken sekarang, nanti mengganggoe 'mbak-joe Janie jang perloe mengaso." JAN I E. 79 "Tida, kaoe boleh Ib itjara, dék. Akoe poen kepingin dapet taoe prihal keada'an kaoe," saoetnja Janie. "Kapan istrikoe meninggalken ini doenia, akoe kira akoe sendiri poen branglka:li aken menjoesoel. A'koe tida poenjaken aer-mata lagi, kerna itoe soedah tel1koellas wbis. "Kapan ilboenja meninggal, baji itoe baroe beroemoer tiga hari. Kaoe bisa bajangken sendiri Ibagimanakah sewhnja orang jang mendjadi iapoenja ajah, "Baji itoe akoe laloe taroek di kamar sakit bagian anak-anak baji. Dan sekarang baji itoe telah mendjadi satoe poetri jang moengil dan loetjoe, mentdjadi akoe poenja hiboeran satoe-satoenja. Penghidoepankoe Itelah antjoer, telah ambrek, sehingga berboelan-boelan akoe seperti orang gila. Tapi 'a chirnja aJkoe tersedar, akoe haroes tida siasiaken hidoepkoe dengen itoe tjara, kerna akoe ada mendjadi ajah dari satoe an8lk jang hidoepnja mendjadi akoe poenja tanggoengan. "Dengen kerasken hatikoe, akoe bersekolah lagi den gen kegiatan jang loear Ibiasa, ingin mendjadi satoe specialist branak,· kerna akoe telah kandoeng niatan boeat goeanken tempokoe goena menoeloeng orang-oranrg prèmpoean jang mendapet keso~eran branak, kepingin Ibisa tj~taken itoe angen-angen degen satoe gerakan jang setjara loeas." "Dan di mana sekarang kaoe poenja anak itoe?" Janie memotong Janta poenja pembitjara'an. "Ia sekarang ikoet padakoe di Magelang," saoetnja Janta. "Dan adakah kaoe sekarang telah kawin lagi?" • Soendjata kemoedian menanjak.<noinclude></noinclude> lb738wc8gsef6jwn6mhnrzvdz8xvhp5 Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/3 104 113723 313950 2026-08-17T11:00:20Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313950 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{center|{{blackletter|{{larger|'''Tjerita Roman'''}}}}}} {{center|{{larger|'''No. 32'''}}}} <div style="border:1px solid; padding:10px; font-family:sans-serif;"> {{center|'''{{sc|NUMMERS JANG SOEDA TERBIT.}}'''}} {{center|'''1929 JANUARI t/m DECEMBER.'''}} {| style="width:100%; font-family:sans-serif;" | style="width:58%;" | 1 „DOEA BOEAT SATOE“<br/> 2 „TIGA ANTARA SATOE“<br/> 3 „AER MATA“<br/> 4 „R. A. KARMIATI“<br/> 5 „PEMBALESAN ALLAH“<br/> 6 „MELEDAKNJA GOENOENG KELOET“<br/> 7 „KRINTDJINGNJA RINGGIT“<br/> 8 „BOEAT APA ADA DOENIA“<br/> 9 „IMPIHAN TIDA SELAMANJA BENER“<br/> 10 „Oh..... PAPA!“<br/> 11 „DEWA.....?“<br/> 12 „MARIAM“ | style="width:42%;" | {{center|oleh      Ong Ping-lok.<br/> -          Kwee Luong-lock.<br/> -          Kwee Kheng-liong.<br/> -          L. Suma Tjoesing.<br/> -          Tjia Swan-djin.<br/> -          Liem Khing-hoo.<br/> -          Koo Han-siok.<br/> -          Njoo Cheong-seng.<br/> -          L. T. Kwouk.<br/> -          Ton Chieng-lian.<br/> -          Liem Khing-hoo.<br/> -          So Chuan-hong.}} |} {{center|'''1930 JANUARI t/m DECEMBER.'''}} {| style="width:100%; font-family:sans-serif;" | style="width:58%;" | 13 „SAT0E KWADJIBAN“<br/> 14 „TIMPALAN“<br/> 15 „PERLINDOENGAN JANG TERSEMBOENI“<br/> 16 „MANOESIA“<br/> 17 „WELTEVREDEN-SINGAPORE“<br/> 18 „SENJOEMAN DI DEKET FADJAR“<br/> 19 „GOEI SIEN NIO“<br/> 20 „ROENTOENANNA KWADJIBAN“<br/> 21 „STI KARTINI“<br/> 22 „KEMBANG WIDJAJAKOESOEMА“<br/> 23 „BINATANG“<br/> 24 „GANDJARAN JANG PANTES“ | style="width:42%;" | {{center|oleh      Ong Ping-lok.<br/> -          Wu Yan-ching.<br/> -          L. T. Kwouk.<br/> -          Liem Khing-hoo. (*)<br/> -          Oei Tjing-siang.<br/> -          Tan Sioe-ljhoan.<br/> -          Tan Chieng-lian. (*)<br/> -          The Liong-gwong. (*)<br/> -          L. Suma Tjoesing. (*)<br/> -          Romano.<br/> -          L. T. Kwouk. (*)<br/> -          Tan King Tjan. (*)}} |} {{center|'''1931 JANUARI t/m AUGUSTUS'''}} {| style="width:100%; font-family:sans-serif;" | style="width:58%;" | 25 „BALAS MEMBALAS“<br/> 26 „BERTOBAT“<br/> 27 „SAKIT HATI“<br/> 28 „Kerna Hati -Mati; Kerna Malo -Boeta“<br/> 29 „MANTOE RADJA“<br/> 30 „SIKSA'AN ALLAH“<br/> 31 „MATI TAPI HID0EP“<br/> 32 „PENGORBANAN“ | style="width:42%;" | {{center|oleh      Njoo Cheong-seng. (*)<br/> -          Kwee Kheng Luong.<br/> -          Monsieur d’Amour. (*)<br/> -          Njoo Cheong-seng. (*)<br/> -          Dewa Krisna. (*)<br/> -          The Liep Nio. (*)<br/> -          Njoo Cheong-seng. (*)<br/> -          Liem Khing-hoo. (*)}} |} <hr/> {{center|'''JANG PAKE TANDA (*) MASIH ADA, HARGA KETERANGAN PER COPY<br/> F 0,75 ct. PESENAN HAREP DISERTAKEN HARGANJA.'''}} </div><noinclude></noinclude> cyq7w0cb1p6dmtfwf4vinh6c4ku2sdp Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/5 104 113724 313951 2026-08-17T11:01:44Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313951 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><div style="text-align:center; font-family:Arial, sans-serif;"> <span style="font-size:250%;">PENGORBANAN</span> <br><br> <span style="font-size:70%;">O<br/>L<br/>E<br/>H</span> <br> <span style="font-size:120%; font-weight:bold;">LIEM KHING HOO</span> <br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br> <span style="font-size:150%; font-weight:bold; letter-spacing:8px;">TJERITA ROMAN</span> <br><br> di terbitken dengan ... tiap-tiap tanggal ... soelan Mesoeli. <br><br> <span style="font-size:120%; font-weight:bold;">Abonnement f 1.— per kwartaal.</span> <br><br> <span style="font-size:110%; font-weight:bold;">Kantoor: Suikerstraat 1-3 — Soerabaja</span> </div><noinclude></noinclude> b38w10365dkg87y01rqa0fknidvd9in 313952 313951 2026-08-17T11:02:42Z Ibrohim tijani 26379 313952 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><div style="text-align:center; font-family:Arial, sans-serif;"> <span style="font-size:250%;">PENGORBANAN</span> <br><br> <span style="font-size:70%;">O<br/>L<br/>E<br/>H</span> <br> <span style="font-size:120%; font-weight:bold;">LIEM KHING HOO</span> <br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br> <span style="font-size:150%; font-weight:bold; letter-spacing:8px;">TJERITA ROMAN</span> <br><br> di terbitken dengan ... tiap-tiap tanggal ... soelan Mesoeli. <br><br> <span style="font-size:60%; font-weight:bold;">Abonnement f 1.— per kwartaal.</span> <br><br> <span style="font-size:60%; font-weight:bold;">Kantoor: Suikerstraat 1-3 — Soerabaja</span> </div><noinclude></noinclude> a53yl1ctb0ej0grsoi7hfy03v260i6q 313953 313952 2026-08-17T11:03:20Z Ibrohim tijani 26379 313953 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><div style="text-align:center; font-family:Arial, sans-serif;"> <span style="font-size:250%;">PENGORBANAN</span> <br><br> <span style="font-size:70%;">O<br/>L<br/>E<br/>H</span> <br> <span style="font-size:120%; font-weight:bold;">LIEM KHING HOO</span> <br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br> <span style="font-size:150%; font-weight:bold; letter-spacing:8px;">TJERITA ROMAN</span> <br><br> di terbitken dengan ... tiap-tiap tanggal ... soelan Mesoeli. <br><br> <span style="font-size:80%; font-weight:bold;">Abonnement f 1.— per kwartaal.</span> <span style="font-size:80%; font-weight:bold;">Kantoor: Suikerstraat 1-3 — Soerabaja</span> </div><noinclude></noinclude> q5eyzxbrab0ljd7fmge9tan87ytgmr8 313954 313953 2026-08-17T11:03:52Z Ibrohim tijani 26379 313954 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><div style="text-align:center; font-family:Arial, sans-serif;"> <span style="font-size:250%;">PENGORBANAN</span> <br><br> <span style="font-size:70%;">O<br/>L<br/>E<br/>H</span> <br> <span style="font-size:120%; font-weight:bold;">LIEM KHING HOO</span> <br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br> <span style="font-size:150%; font-weight:bold; letter-spacing:8px;">TJERITA ROMAN</span> di terbitken dengan ... tiap-tiap tanggal ... soelan Mesoeli. <span style="font-size:80%; font-weight:bold;">Abonnement f 1.— per kwartaal.</span> <span style="font-size:80%; font-weight:bold;">Kantoor: Suikerstraat 1-3 — Soerabaja</span> </div><noinclude></noinclude> f40m5z5nr4cv2ua3xgf6asuexskly42 313955 313954 2026-08-17T11:05:03Z Ibrohim tijani 26379 313955 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><div style="text-align:center; font-family:Arial, sans-serif;"> <span style="font-size:250%;">PENGORBANAN</span> <br><br> <span style="font-size:70%;">O<br/>L<br/>E<br/>H</span> <br> <span style="font-size:120%; font-weight:bold;">LIEM KHING HOO</span> <br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br> <span style="font-size:150%; font-weight:bold; letter-spacing:8px;">TJERITA ROMAN</span> di terbitken dengan tetep saben tanggal 20 boelan Masehi. <span style="font-size:80%; font-weight:bold;">Abonnement f 1.— per kwartaal.</span> <span style="font-size:80%; font-weight:bold;">Kantoor: Suikerstraat 1-3 — Soerabaja</span> </div><noinclude></noinclude> o6r3n7n4cxa2qcqq33ef999t6pyb6tj Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/7 104 113725 313956 2026-08-17T11:06:34Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 313956 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><div style="width:60%; margin:auto;"> <div style="font-size:150%; text-align:center;">SEDIKIT OETJAPAN</div> <br> <div style="text-align:justify;"> <span style="font-size:250%; float:left; line-height:0.8;">P</span>ENTANG moeleoet, poeter kida dan ge-<br/> jangken bibir boeat tjiptaken oetjapan:<br/> „akoe kasian“, „akoe tenoeng“, „akoe<br/> membela“ dan sebagainja, inilah boekaan sa-<br/> toe perboeatan jang soesah dilakoehen, ker-<br/> na mas ki anak ketjil poen bisa lakoeken<br/> itoe. Tapi boeat bikin „pengorbanan“ pada<br/> apa jang dikaoed? oleh sang hati, apa-<br/> lagi pengorbanan dengan djiwa, inilah tida<br/> ada soeatoe manoesia bisa lakoeken — jang<br/> sebenarnja bisa kaloe moer — ketjuali<br/> pada itoe orang-orang jang maso rendeng-<br/> ken dirinja sama iloe Djepan poenja kaom<br/> „Boeido“, Hindoe poenja „Satrya“ atawa<br/> Tiongkok poenja „Jng-hsiang“. </div> </div><noinclude></noinclude> 2yd8apljt1mr3sur4ixebgz6wn95xlj Halaman:Janie.pdf/43 104 113726 313958 2026-08-17T11:11:25Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313958 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|80|||TJERITA ROMAN|JANIE|||81}}</noinclude>„Kawin ........ ?" Janta bersenjoem. „Akoe kira dengen poetrilkoe jang moengil itoe soedah joekoep hiboerken penghidoepankoe ......... " Begitoelah marika bertjakep-tjakep dengen asik. Janie sanget terharoe dan taro banjak kesian pada Janta. Janta tida di'idjinken poelang dan dipaksa menginep di kawedanan sampe brapa hari. Dengen tinggalnja Janta di itoe roemah sampe be'brapa hari, Janta bisa berboeat banjak boeat bikin Janie dan bajinja djadi sehat. Poetranja Janie itoe telah dirbri nama Woerjanta. Soeatoe waktoe, kebetoelan Janie berada berdoea'an dengen Janta, Janie laloe menanjak: „Satelah kaoe toelis itoe soerat jang paling achir, kenapakah kaoe lantas tida maoe kabarken poela tentang keada'an kaoe?" „Akoe pikir, akoe soedah tida ada harganja lagi boeat kabarken apa-apa lagi pada kaoe, laginja akoe telah doega, tentoelah kaoe ada sanget bentji...... " „Ja, akoe sanget ,brentji sekali, tapi belon pernah aokoe loepaken kaoe." „Soedalah, anggep sadja itoe oeroesan ada satoe majit jang telah dikoeboer dan tida perloe dibongkar lagi. Allah berkahken kaoe ........... ." Kaloe ada orang dibikin djato bangoen oleh tjinta, adalah tjoema tjinta pertama jang membriken loeka jang tida aken bisa semboeh betoel. Satoe waktoe, biarpoen soedah lama sekali, loeka itoe aken masih teraaa sakit. Janie poenja ketjinta'an pada Soendjata ada sanget agoeng dan bersih. Tapi dengen ini tida berarti ia lantas loepaken sama sekali dirinja Janta. {{C|{{bold|X.}}}} {{di|S}}{{sp|OEATOE}} sore jang sedjoek, satoe sore dari malem minggoe, oedara ada bersih dan njaman. Tatkala mana taneman kembang² di moeka pendapa kawedanan tertampak pada seger dan kembang-kembangnja pada megar, saling bersaing oendjoeken ketjantikannja dan saling sebiarken keharoemannja. Di waktoe mana, dalem taman kembang itoe ada tertampak satoe gadis lagi memetikan kembangkembang pranti ditaroek dalem vaas Gadis itoe koelitnja poetih, parasnja boender seperti remboelan poernama, aIisnja jang item djengwt melengkoeng laJksana rbianglala, ramboetnja, maski roepanja tida diminjakin, tapi tertampak rapi dan item gompiok dan terkonde dengen baek. Potongan badannja ada baek dan montok, menandaken bahoea kesehatannja ada baek. Siapa gadis itoe? Boekan laen jalah Sri Soemarsih, ade prempoean dari Soendjata Ia itoe boekan tjoema memetikin kembang sadja, tapi poen djoega sambil melajangken pilkirannja. Dan lamoenan apakah jang ia lajangken itoe? Boekan laen tentoelah lamoenken lamoenan jang moeloek. Tiba-tlba sa'at itoe ia dibikin terkedjoet oleh brentinja satoe auto di depan kewedanan itoe. Kemoedian tertampak Dr. Drijanta telah toeroen dari itoe kandaran, siapa poen lantas pimpin kloear satoe anak prempoean ketjil kira oesia 4-5 taoen. Menampak Janta jang dateng, Sri hatinja amat berdebaran dan bingoeng. Bagimanakah ia haroes<noinclude></noinclude> oms5j5v4yemjn74k0elegy05cfaws6b Halaman:Janie.pdf/44 104 113727 313962 2026-08-17T11:20:26Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313962 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|82|||TJERITA ROMAN|JANIE|||83}}</noinclude>berboeat, adakah ia memapak ka depan atawakah tinggal masoek ka dalem. Tapi belon ia sempet mengambil poetoesan, Janta soeda masoek ka dalem pekarangan dan membri hormat. Anak ketjil itoe mendadak lari di djoeroesan itoe taneman kembang-kembang dan kata: „Papie, ini kembang-kembang begini banjak, Niek minta.” „Eh, ini boekan papie poenja kembang,” saoetnja Janta, „Siapa poenja, pap?" „Itoe,” Janta toedingken djarinja pada Sri, „ia Jang poenja,” „Siapa ia, pap? Ia iboe?” „Boekan, ia ada kaoe poenja tante.” Sri tertawa dan laloe samperin itoe anak. „Ini anak begini loetjoe. Adakah ini kaoe poenja anak, dokter?” „Ja, 'dék-adjeng,” saoetnja Janta, Sri laloe angkat dan gendong itoe anak. „Siapakah kaoe poenja nama, ‘nak?”’ „Niek,” saoetnja itoe anak dengen lantjar. „Tjoema Niek sadja, laen tida?” Sri tanjak poela. „Drijanie ......." „Kaoe amat loetjoe,” katanja Sri lebih djaoe dan laloe tjioem itoe anak beroelang-oelang Sri laloe petiken brapa kembang dan kasiken pada itoe anak ketjil. Begitoelah sampe brapa saat marika berdjanda dengen itoe anak ketjil di pekarang depan sitoe. Kemoedian Janta menanjaken Soendjata dan Janie. „Oh, marika lagi berada di serambi blakang, Marilah akoe anterken kaoe,” saoetnja Sri dan laloe adjak tamoenja itoe masoek ka dalem. Soendjata dan Janie samboet kedatengannja Janta dengen sanget girang. „Inilah kaoe poenja anak?” katanja Janie. „Ia sanget moengil. Tjoema sajang ia tida beriboe. Kessian,” „Papie aken tjariken Niek iboe,” Drijanie menjaoetin maski tida diadjak bitjara. Semoea tertawa koetika dengen bitjaranja itoe anak jang loetjoe. „Dan jang gendong kaoe ini boekankah kaoe poenja iboe?” kata Janie. Drijanie tida menjaoet hanja awasin Sri Soemarsih sambil bersenjoem, Sri poenja selebar moeka laloe tertampak berobah merah. Marika itoe lantas pada beromong-omong dengen oeplek. Kemoedian Soendjata menjataken, bahoea Drijanie haroes tida diadjak poelang lagi, hanja koedoe ditinggal di kawedanan sitoe, dimana tentoelah itoe anak aken mendapet rawatan terlebih baek dari pada di bawah rawatan ajahnja, satoe doeda. „Ia ada mendjadi penghiboer dari penghidoepankoe, mas. Kaloe ia dipisah bagimanakah rasa hatikoe?” saoetnja Janta. „Sedeng akoe telah berdjandji bahoea akoe aken senantiasa mendjadi ajah dan berbareng merangkep djadi iboe.......” Sri Soemarsih denger itoe oetjapan hatinja seperti merasa tertoesoek. Ia taroek banjak kesian pada Janta jang sial. Maka koetika dapet djalan, ia lantas berlaloe tinggalken marika. Kemoedian Drijanie koetika meliat bahoea Soemarsih tida tertampak, laloe menanjak pada ajahnja: „Papie, mana iboe Sri.” „Siapa! Kaoe poenja iboe, kaoe poenja mamie?”<noinclude></noinclude> b4gpjpkpmyuenqmjdnbtvuxy5ycxfgu Halaman:Janie.pdf/46 104 113728 313963 2026-08-17T11:30:22Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313963 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|86|||TJERITA ROMAN|JANIE|||87}}</noinclude>„Kaloe akoe kwwtir diganggoe, tentoe akoe tida adjak ia petikin kembang." Janta ibersenjoem simpoeI. Janie ikoetika kloear dan meliat marika laloe bersenjoem dan kata: "Niek, jang akoer ia sama iboenja .......... .." Janta dan Soemarsih tjoema bisa saling bersenjoem. „Niek, soedalah nanti kaoe djangan poelang, tinggal sadja. di sini bersama iboe Sri.. ...... " Janie kata poela. „Ja," saoetnja itoe anak, „kaloe sama papie di sini." Kombali marika tertawa. „Kaloe kaoe poenja papie tida maoe tinggal di sini?" Janie tanjak poela. „Niek djoega tida maoe." „Dan kaloe iboe Sri ikoet ka roemah kaoe, boleh?" „Boleh .........." Marika kombali tertawa: „Ah, 'mbakjoe masih pagi-pagi begini soedah menggodain orang!" kata Sri dengen moeka kemerahan. „Masih Ibegini ketjil kaoe soedah pinter bitjara, Niek." Gadis itoe laloe tjioem kedoea pipinja itoe anak. Kemoedian, kapan kebetoelan Janta dan Janie berada berdoea'an di kamar tamoe, di mana Janie sembari pangkoe iapoenja poetra ia sambil bertjakep-tjakep kepadanja. „Kaoe moesti menikah poela, 'dék Janta," katanja Janie. Denger itoe oetjapan Janta kliatan aken mengembengken aer-mata, tapi achirnja roepanja ia dapet tindes aken terkloearnja itoe dengen iapoenja kekerasan hati. „Akoe telah namaken poetrikoe Drijanie, inlah soedah tjoekoep boeat akoe nanti liwatken penghidoepankoe sampe di achirnja," kemoedian Janta menjaoet. „Janta soedah tjoekoep berdosa dan tida haroes tjoba aken mempersakitin hatinja saorang prempoean laen ........ " Apa jang Janta oetjapken, sebenernja memang boekan oetjapan kosong, hanja itoe telah tertjipta dari iapoenja kejakinan. Ia tida aken loepaken Janie maka ia namaken poetrinja dengen mengambil sebagian-sebagian dari doea nama jang tergaboeng. Janie poen tida aken loepaken bahoea satoe hari ia pernah kasiken iapoenja hati kepada Janta dan peringetken itoe dengen namaken iapoenja poetra dengen nama Woerjanta — doea bagian nama jang tergaboeng. „Tapi kejakinan itoe ada sanget menjakitin hatikoe," kemoedian Janie kata poela. „Kaoe sanget kedjem dan kaoe roepanja aken senantiasa membiarken loeka-loeka itoe tida aken semboeh ...... .. " Janta awasin padanja dengen sinar mata menanjak. „Dan perboeattan bagimanakah jang tida bikin kaoe sakit hati?" tanjak Janta. „Kaoe menikah dan hidoep broentoeng dengen itoe pernikahan, itoelah aken bikin akoe nanti bisa tinggalken ini doenia dengen mata merem apabila telah sampe itoe tempo:.... ....... " Aer-mata jang sedari tadi ditahan, soedah tida dapet ditahan poela, laloe menggalir kloear. Janta<noinclude></noinclude> e639ztlirgtp1nyhvrbpmkawqezu110 313964 313963 2026-08-17T11:30:37Z Ammachemist 27288 313964 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|86|||TJERITA ROMAN|JANIE|||87}}</noinclude>„Kaloe akoe kwatir diganggoe, tentoe akoe tida adjak ia petikin kembang." Janta ibersenjoem simpoeI. Janie ikoetika kloear dan meliat marika laloe bersenjoem dan kata: "Niek, jang akoer ia sama iboenja .......... .." Janta dan Soemarsih tjoema bisa saling bersenjoem. „Niek, soedalah nanti kaoe djangan poelang, tinggal sadja. di sini bersama iboe Sri.. ...... " Janie kata poela. „Ja," saoetnja itoe anak, „kaloe sama papie di sini." Kombali marika tertawa. „Kaloe kaoe poenja papie tida maoe tinggal di sini?" Janie tanjak poela. „Niek djoega tida maoe." „Dan kaloe iboe Sri ikoet ka roemah kaoe, boleh?" „Boleh .........." Marika kombali tertawa: „Ah, 'mbakjoe masih pagi-pagi begini soedah menggodain orang!" kata Sri dengen moeka kemerahan. „Masih Ibegini ketjil kaoe soedah pinter bitjara, Niek." Gadis itoe laloe tjioem kedoea pipinja itoe anak. Kemoedian, kapan kebetoelan Janta dan Janie berada berdoea'an di kamar tamoe, di mana Janie sembari pangkoe iapoenja poetra ia sambil bertjakep-tjakep kepadanja. „Kaoe moesti menikah poela, 'dék Janta," katanja Janie. Denger itoe oetjapan Janta kliatan aken mengembengken aer-mata, tapi achirnja roepanja ia dapet tindes aken terkloearnja itoe dengen iapoenja kekerasan hati. „Akoe telah namaken poetrikoe Drijanie, inlah soedah tjoekoep boeat akoe nanti liwatken penghidoepankoe sampe di achirnja," kemoedian Janta menjaoet. „Janta soedah tjoekoep berdosa dan tida haroes tjoba aken mempersakitin hatinja saorang prempoean laen ........ " Apa jang Janta oetjapken, sebenernja memang boekan oetjapan kosong, hanja itoe telah tertjipta dari iapoenja kejakinan. Ia tida aken loepaken Janie maka ia namaken poetrinja dengen mengambil sebagian-sebagian dari doea nama jang tergaboeng. Janie poen tida aken loepaken bahoea satoe hari ia pernah kasiken iapoenja hati kepada Janta dan peringetken itoe dengen namaken iapoenja poetra dengen nama Woerjanta — doea bagian nama jang tergaboeng. „Tapi kejakinan itoe ada sanget menjakitin hatikoe," kemoedian Janie kata poela. „Kaoe sanget kedjem dan kaoe roepanja aken senantiasa membiarken loeka-loeka itoe tida aken semboeh ...... .. " Janta awasin padanja dengen sinar mata menanjak. „Dan perboeattan bagimanakah jang tida bikin kaoe sakit hati?" tanjak Janta. „Kaoe menikah dan hidoep broentoeng dengen itoe pernikahan, itoelah aken bikin akoe nanti bisa tinggalken ini doenia dengen mata merem apabila telah sampe itoe tempo:.... ....... " Aer-mata jang sedari tadi ditahan, soedah tida dapet ditahan poela, laloe menggalir kloear. Janta<noinclude></noinclude> 800rv3vjbpjw28gg1smi7wvgoia0mae Halaman:Janie.pdf/47 104 113729 313965 2026-08-17T11:38:52Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'boeroe-boeroe pesoet itoe aer-mata soepaja nauti tida dipergokin orang. "Ja, akoe nanti menikah poela ... ... ...... " saoetnja Janta. . Janie hatinja sanget terharoe, tapi ia awasin Janta den gen sinar mart:a jang menggenggem kepoeasan kern a itoe djawaban. Siangnja, setelah makan tengab hari, Janta laloe berpamitan poelang. Hoe waktoe berpisahan ada sanget mengharoeken, kerna Drijanie a·g aknja Ib erat berpisahan pada Sri dan minta itoe gadis... 313965 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" />{{rh|88|||TJERITA ROMAN|JANIE|||89}}</noinclude>boeroe-boeroe pesoet itoe aer-mata soepaja nauti tida dipergokin orang. "Ja, akoe nanti menikah poela ... ... ...... " saoetnja Janta. . Janie hatinja sanget terharoe, tapi ia awasin Janta den gen sinar mart:a jang menggenggem kepoeasan kern a itoe djawaban. Siangnja, setelah makan tengab hari, Janta laloe berpamitan poelang. Hoe waktoe berpisahan ada sanget mengharoeken, kerna Drijanie a·g aknja Ib erat berpisahan pada Sri dan minta itoe gadis ikoet padanja. Semoea ,pada tertawa dengen mengalirken aermata kerna keloetjoeannja itoe anak. Sri Soemarsih hart:inja terasa kosong dan roemah itoe mendaidak terasa lSoenji, satelah tamoe itoe terlinjap .dari depan mata. Ternjatalah Ikedjadian kemaren, sato.e hari sadja, telah merobah hanjak sifatnja iapoenja penghidoepan. Sadjek itoe, boleh dibilang ampir saben malem minggoe, Janta bersama 'poetrinja telah koendjoengin itoe kawedanan, kerna Drijanie poen selaloe minta itoe kepada ajahnja. Sart:oe hari Janta telah dapet kepastian dari Sri tentang sikep dan batinja. "Sri," katanja Janta," sebenernja akoe soedah tida berharga poela ,boeat mengretjokin kesoetjiannja eatoe gadis jang soetji. Tapi itoe keada'an dan itoe laen djiwa, memaksa bahoea akoe tida haroes koekoebin kejakinan sendiri.. .........." Sri tida mendjaw8lb ,ketjoeali toendoekin kepalanja. "Kaoe perloe taoe, Sri, kaoe telah serahken kaoe 89 JAN I E. poenja .kemoelia'an, keagoengan dan kesoetjian, pendeknJa segala apa dari kaoe poenja kepoenja'an. Tapi, ja tapi, kaoe tida aken dapetken kebroentoengan sebagi selajiknja istri-istri jang laen. Kaoe b?e~an tjoe~a aken djadi istri, tapi ,poen aken djadl tboe dan saorang anak jang boekan dari kaoe poenja kandoengan ........ ". "Akoe poen tjoema bertoedjoean sekedar djadi iboe dari Drijanie jang akoe soeka ... .. ... " begitoelah saoetnja Sri dengen ,moeka merah dan sembari oesap-oesap ramboetnja Drijanie jang .berada atas pangkoeannja. Janta sanget terharoe dan laloe tjioem poetrinja. Begitoelah itoe oetjapan-oetjapan dan itoe perdjandjian-perdjandjian, brapa boelan kemoedian te~ah dilangsoengken den gen pernikahan jang diraJahken sanget rame dan dikoendjoengin ol eh 'Rmpir se moe a golongan am/bten'a ar dan orang-orang ternama, kern a jang menikah ada adenja satoe Wedana jang bidjaksan dan Dr. Drijanta jang ha roem namanja berhoeboeng den gen iapoenja pekerdja'an di kalangan sociaal. TAMAT. "<noinclude></noinclude> js7eqgmb5ftn9eruu3xququaf1v4lhm 313966 313965 2026-08-17T11:42:46Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 313966 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|88|||TJERITA ROMAN|JANIE|||89}}</noinclude>boeroe-boeroe pesoet itoe aer-mata soepaja nanti tida dipergokin orang. „Ja, akoe nanti menikah poela ...... " saoetnja Janta. Janie hatinja sanget terharoe, tapi ia awasin Janta den gen sinar mart:a jang menggenggem kepoeasan kerna itoe djawaban. Siangnja, setelah makan tengah hari, Janta laloe berpamitan poelang. Itoe waktoe berpisahan ada sanget mengharoeken, kerna Drijanie agaknja berat berpisahan pada Sri dan minta itoe gadis ikoet padanja. Semoea pada tertawa dengen mengalirken aermata kerna keloetjoeannja itoe anak. Sri Soemarsih hatinja terasa kosong dan roemah itoe mendadak terasa soenji, satelah tamoe itoe terlinjap dari depan mata. Ternjatalah kedjadian kemaren, satoe hari sadja, telah merobah banjak sifatnja iapoenja penghidoepan. Sadjek itoe, boleh dibilang ampir saben malem minggoe, Janta bersama poetrinja telah koendjoengin itoe kawedanan, kerna Drijanie poen selaloe minta itoe kepada ajahnja. Satoe hari Janta telah dapet kepastian dari Sri tentang sikep dan batinja. „Sri," katanja Janta," sebenernja akoe soedah tida berharga poela boeat mengretjokin kesoetjiannja satoe gadis jang soetji. Tapi itoe keada'an dan itoe laen djiwa, memaksa bahoea akoe tida haroes koekoehin kejakinan sendiri......." Sri tida mendjawb ,ketjoeali toendoekin kepalanja. „Kaoe perloe taoe, Sri, kaoe telah serahken kaoe poenja kemoelia'an, keagoengan dan kesoetjian, pendeknJa segala apa dari kaoe poenja kepoenja'an. Tapi, ja tapi, kaoe tida aken dapetken kebroentoengan sebagi selajiknja istri-istri jang laen. Kaoe b?e~an tjoe~a aken djadi istri, tapi ,poen aken djadl tboe dan saorang anak jang boekan dari kaoe poenja kandoengan ........ ". "Akoe poen tjoema bertoedjoean sekedar djadi iboe dari Drijanie jang akoe soeka ... .. ... " begitoelah saoetnja Sri dengen ,moeka merah dan sembari oesap-oesap ramboetnja Drijanie jang .berada atas pangkoeannja. Janta sanget terharoe dan laloe tjioem poetrinja. Begitoelah itoe oetjapan-oetjapan dan itoe perdjandjian-perdjandjian, brapa boelan kemoedian te~ah dilangsoengken den gen pernikahan jang diraJahken sanget rame dan dikoendjoengin ol eh 'Rmpir se moe a golongan am/bten'a ar dan orang-orang ternama, kern a jang menikah ada adenja satoe Wedana jang bidjaksan dan Dr. Drijanta jang ha roem namanja berhoeboeng den gen iapoenja pekerdja'an di kalangan sociaal. TAMAT. "<noinclude></noinclude> h9msrme1zwyl5qewphcsjzxk2qcatkf 313967 313966 2026-08-17T11:46:24Z Ammachemist 27288 313967 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|88|||TJERITA ROMAN|JANIE|||89}}</noinclude>boeroe-boeroe pesoet itoe aer-mata soepaja nanti tida dipergokin orang. „Ja, akoe nanti menikah poela ...... " saoetnja Janta. Janie hatinja sanget terharoe, tapi ia awasin Janta den gen sinar mart:a jang menggenggem kepoeasan kerna itoe djawaban. Siangnja, setelah makan tengah hari, Janta laloe berpamitan poelang. Itoe waktoe berpisahan ada sanget mengharoeken, kerna Drijanie agaknja berat berpisahan pada Sri dan minta itoe gadis ikoet padanja. Semoea pada tertawa dengen mengalirken aermata kerna keloetjoeannja itoe anak. Sri Soemarsih hatinja terasa kosong dan roemah itoe mendadak terasa soenji, satelah tamoe itoe terlinjap dari depan mata. Ternjatalah kedjadian kemaren, satoe hari sadja, telah merobah banjak sifatnja iapoenja penghidoepan. Sadjek itoe, boleh dibilang ampir saben malem minggoe, Janta bersama poetrinja telah koendjoengin itoe kawedanan, kerna Drijanie poen selaloe minta itoe kepada ajahnja. Satoe hari Janta telah dapet kepastian dari Sri tentang sikep dan batinja. „Sri," katanja Janta," sebenernja akoe soedah tida berharga poela boeat mengretjokin kesoetjiannja satoe gadis jang soetji. Tapi itoe keada'an dan itoe laen djiwa, memaksa bahoea akoe tida haroes koekoehin kejakinan sendiri......." Sri tida mendjawb ,ketjoeali toendoekin kepalanja. „Kaoe perloe taoe, Sri, kaoe telah serahken kaoe poenja kemoelia'an, keagoengan dan kesoetjian, pendeknja segala apa dari kaoe poenja kepoenja'an. Tapi, ja tapi, kaoe tida aken dapetken kebroentoengan sebagi selajiknja istri-istri jang laen. Kaoe boekan tjoema aken djadi istri, tapi poen aken djadi iboe dan saorang anak jang boekan dari kaoe poenja kandoengan ........ ". „Akoe poen tjoema bertoedjoean sekedar djadi iboe dari Drijanie jang akoe soeka ........ " begitoelah saoetnja Sri dengen moeka merah dan sembari oesap-oesap ramboetnja Drijanie jang berada atas pangkoeannja. Janta sanget terharoe dan laloe tjioem poetrinja. Begitoelah itoe oetjapan-oetjapan dan itoe perdjandjian-perdjandjian, brapa boelan kemoedian telah dilangsoengken den gen pernikahan jang dirajahken sanget rame dan dikoendjoengin oleh hampir semoea golongan ambtenaar dan orang-orang ternama, kerna jang menikah ada adenja satoe Wedana jang bidjaksan dan Dr. Drijanta jang haroem namanja berhoeboeng dengen iapoenja pekerdja'an di kalangan sociaal. {{bold|{{c|TAMAT.}}}} "<noinclude></noinclude> kpzxxrohasmkra85anus436ativf70w