Wikisumber
jvwikisource
https://jv.wikisource.org/wiki/Wikisumber:Pendhapa
MediaWiki 1.47.0-wmf.6
first-letter
Médhia
Mirunggan
Parembugan
Naraguna
Parembugan Naraguna
Wikisumber
Parembugan Wikisumber
Barkas
Parembugan Barkas
MédhiaWiki
Parembugan MédhiaWiki
Cithakan
Parembugan Cithakan
Pitulung
Parembugan Pitulung
Kategori
Parembugan Kategori
Panganggit
Parembugan Panganggit
Kaca
Parembugan Kaca
Indhèks
Parembugan Indhèks
TimedText
TimedText talk
Modhul
Parembugan Modhul
Acara
Pembicaraan Acara
Kaca:Setitik Air di Lokalisasi.pdf/155
250
26030
81975
2026-06-15T14:43:39Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
81975
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>'''KUTANG'''
<Poem>
Kutertarik bentuk keindahannya
la yang selalu kubutuhkan
Kupandang, kubelai dan kupeluk dikau
Wau...begitu cantiknya dikau bila kupakai
Lalu ada seorang laki-laki yang tertarik pada bentuk dan
keindahanmu
Lalu laki-laki itu meraba-rabanya
Si kutang berkata peluklah aku
Oh...tidak
Lalu laki-laki itu berkata
Aku lebih menyukai dalamnya kutang
'''ANAK BANGSA'''
Akulah anak bangsa Indonesia
Aku selalu setia pada bangsa Indonesia
Kujunjung tinggi nama bangsa Indonesia
Aku selalu bangga jadi anak bangsa Indonesia
Walau banyak yang selalu korupsi
Memakan uang rakyat
Rakyat-rakyat kecil banyak kesulitan mencari pekerjaan
</Poem><noinclude>{{rh|146}}</noinclude>
a74lel2jtwlb9szz3nz4syhc043fbwr
Kaca:Setitik Air di Lokalisasi.pdf/157
250
26031
81976
2026-06-15T14:46:00Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
81976
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>'''MELEDEK TEMAN'''
<Poem>
Semenjak aku melihat temanku
Kok lucu sekali, lalu aku bertanya?
Lho...mbak apa to rahasianya
Supaya badan bisa gendut itu?
Lalu temanku menjawab
Katanya makan saja yang banyak
Aduh jadi aku jadi tertawa sampai menangis
Lalu aku menjawab apa mungkin
Makan yang banyak itu bisa gendut
'''TENTANG INDONESIA'''
Semenjak aku hidup di dunia
Aku sangat merasa bahagia
Dan sejahtera sekali
Karena aku diberi selamat dan tanpa halangan satu apapun
Itulah Indonesiaku yang sangat ku cintai sekali
</Poem><noinclude>{{rh|148}}</noinclude>
1vhsahoe7swuo1zlntjdgg0274jfnmv
Kaca:Setitik Air di Lokalisasi.pdf/158
250
26032
81977
2026-06-15T14:48:27Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
81977
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>{{right|'''Asih B'''}}
'''KEINDAHAN'''
<Poem>
Kala itu aku berjalan menyusuri pantai...
Kutatap indahnya laut bagai permadani
Indahnya karuniamu
Sehingga dapat kunikmati
Terima kasih Tuhan
Telah Engaku tunjukkan kebesaranMu
Engkau beri keindahan alam
Yang tak temilai harganya
'''HILANGNYA SEBUAH CINTA'''
Di suatu hari aku duduk seorang diri
Meratapi nasib ini
Karena cintaku telah tiada lagi
Kemana aku mencari
Ya...Tuhan sampai kapan
Nasib terus begini dan bisa menemui cinta yang suci
Biarpun bagaimana aku tetap menyayangi
</Poem><noinclude>{{rh|||149}}</noinclude>
qbyv0w65zzjg0aszaudp3nqdn1jlv3f
Kaca:Setitik Air di Lokalisasi.pdf/159
250
26033
81978
2026-06-16T00:48:21Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
81978
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>'''TERSANDUNG BATU'''
<Poem>
Ketika itu aku jalan-jalan
Aku ketemu seorang pria yang tampan
Aku tatap raut wajahnya
Terpana aku melihatnya
Hingga aku beijalan jauh
Wajahmu masih kulihat
Aduh...sakit kakiku karena tersandung batu
Di depanku
'''BUAH NANGKA'''
Kasar kulitmu
Penuh duri yang tajam
Aku takut menyentuhmu
Aku tak sudi melihat durimu
Siapa pun pasti akan membencimu
Tersentak hatiku
Ketika aku membelahmu
Terpana aku melihat buahmu
Tak kusangka engkau begitu manis
</Poem><noinclude>{{rh|150}}</noinclude>
3ez8agsgnsnn1b779dr4msb12e5peb7
Kaca:Setitik Air di Lokalisasi.pdf/160
250
26034
81979
2026-06-16T00:51:20Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
81979
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>{{right|'''Atik'''}}
'''BULAN'''
<Poem>
Oh bulan,
Seakan-akan aku melihat wajahmu
Betapa merdunya bila kutatap bulan,
Ob bulan,
Bulan bisa menerangi kita semua
Itulah bulan
'''CINTAKU'''
Cintaku...
Malam itu aku termenung sendiri
Tak perduli panas atau dingin aku terus menatapmu
Biar langit dan bumi menjadi saksi
Ob cintaku tataplab aku sebagai ganti
Menatapi dirimu sendiri
Untuk kesetiaanku pada orang yang kucintai
'''PERGI'''
Pergi...
Sejak aku pergi ke depan
Untuk mengambil baju di penjabit
Dengan suka dan ceria
Aku bertemu dengan seorang teman
Diajak ngobrol-ngobrol
Sesudab ngobrol aku beijalan
Tapi terus saja aku masib diajak ngobrol
Tak taunya baru selangkah aku jatuh dalam got
</Poem><noinclude>{{rh|||151}}</noinclude>
61r8zuoqj15uwum27b74a7v6wjyemm0
Kaca:Setitik Air di Lokalisasi.pdf/161
250
26035
81980
2026-06-16T00:53:37Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
81980
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>'''MENUNGGU'''
<Poem>
Ketika aku menungu kenalan aku
Kutunggu-tunggu belum datang
Ada orang yang badannya sungguh besar atau gendut
Aku membayangkan
Aduh...aku bingung sekali bagaimana melakukannya...
Di atas tempat tidur, aku terjatuh dari tempat tidurku
Sungguh sempitnya, tempat tidurku sampai-sampai aku
terjatuh...
Rupanya yang kutunggu-tunggu badanya sungguh besar
Ya Allah sampai aku terjatuh-jatuh...
'''INDONESIAKU'''
Dengan pengorbanan darahku
Aku tetap mengingat bendera merah putih itu Indonesia
Kita tetap ingat waktu
Pengibaran bendera merah putih
Bendera merah putih adalah...
INDONESIAKU
</Poem><noinclude>{{rh|152}}</noinclude>
iyihtd9k3pyui0ryyizg73cxel9sjpu
Kaca:Setitik Air di Lokalisasi.pdf/162
250
26036
81981
2026-06-16T10:25:47Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
81981
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>{{right|'''Iswati'''}}
'''BAYANGAN SEMU'''
<Poem>
Bila senja telah tiba...
Kuteringat bayanganmu
Dilubuk hatiku aku menerawang di awan-awan
Bersama dirimu ooh...bayangan semu
Ooh...Tuhan tunjukkan diriMu ini
Dijalan ridaMu
Bila malam telah tiba aku selalu berdoa
Semoga tercapai tujuanku
'''RINDU ANAKKU'''
Bila senja telah tiba aku sangat merindukanmu
Dalam kesunyian malam aku mendendangkan lagu untukmu
Oh...sang rembulan malam tolong sampaikan salamku
Untuknya dan aku sangat merindukan anakku
Dalam bening nafasmu dan kapan
Kita bisa berbagi rasa di dalam pelukanmu
Dan hari esok kita selalu bisa tersenyum sepanjang hari
'''CELANA'''
Aku terpesona sekali sama celana yang kusayangi
Dan kapan aku bisa memiliki celana dari luar negeri
Sampai kapan pun akan kubeli
Oh...celana idaman hati
</Poem><noinclude>{{rh|||153}}</noinclude>
947eod9hm3p6ja3gkz4gsa0vpxdyl23
Kaca:Setitik Air di Lokalisasi.pdf/163
250
26037
81982
2026-06-16T10:27:49Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
81982
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>'''HP DIDALAM KANTONG CELANA'''
<Poem>
Jika aku melihatmu
Aku tersenyum-senyum
Melihat celanamu
Selalu kubayangkan dalam celanamu yang sangat menonjol
Kurasakan tanganku di dalam celanamu
Ternyata handphone di dalam kantong celanamu
Tak ubahnya seperti di dalam kantong celanaku
'''INDONESIA'''
Indonesia dulu makmur sekarang ajur
BBM selalu meresahkan rakyat
Rakyat Indonesia sekarang jadi resah
Dikarenakan BBM naik
Para ulama malah bikin UU sendiri
Kapan Indonesia bisa seperti dulu
Rakyat bisa aman dan tentram juga makmur
</Poem><noinclude>{{rh|154}}</noinclude>
3zbspz3kmh9nnhu16j457oi5ie813p4
Kaca:Setitik Air di Lokalisasi.pdf/164
250
26038
81983
2026-06-16T10:30:12Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
81983
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>{{right|'''Linda'''}}
'''PENANTIAN'''
<Poem>
Aku seperti ombak kecil
Di luas samudra hatimu
Teruji oleh ganasnya
Gelombang dan lewati
Terjalnya batu karang
Semua cobaan
Tak pernah kuhiraukan
Aku pasti mampu bertahan
Menambatkan bahtera
Cintaku dipelabuhan hatimu
Karena kutahu
Engkau milikku...
'''RASA CINTA'''
Cintamu yang menghangatkan hatiku
Jiwamu yang menerangi hidupku
Kuingin kau selalu di sampingku
Menjaga slalu cinta ini
Bila kau pergi
Hampalah diriku
Hangat menjadi dingin
Terang menjadi gelap
Semua telah kurasakan
Hanya dirimu yang kusayang
Memang cinta tidak bisa diungkapkan
Tadi terkadang cinta bisa kita rasakan
</Poem><noinclude>{{rh|||155}}</noinclude>
16u7ezkazhyrdf9wp2315mmq4gkvtq5
Kaca:Setitik Air di Lokalisasi.pdf/165
250
26039
81984
2026-06-16T10:32:17Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
81984
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>'''LAUT'''
<Poem>
Kalau laut dilanda badai
Aku akan menjadi karangnya
Kalau kita ke laut
Tolong mandi dengan kehangatan airnya
Di laut ada ikan
Di darat ada sapi
Bila kita ke laut
Tolong kita minggir untuk bercinta
'''PEMPRES JATUH'''
Tiap hari dan malam aku slalu terbayang
Tak kusangka hatiku slalu terbayang
Terbayang pantat semok seseorang
Temyata pantat itu punya si cantik wulan namanya
Tiada hari tiada canda dengan wulan
Adik wulan cantik punya bokong
Bokong adik wulan kelihatan semok sekali
Tapi didalamnya ada pempresnya
Ha...hah...hah...lucu sekali deh
Adik wulan cari pempresnya jatuh
Semua orang yang melihatnya bingung sekali dan
Tentu terbahak ha...ha...ha...piye to wulan iki...
</Poem><noinclude>{{rh|156}}</noinclude>
f3jgh2kwxvlcoh9y6g7zvt87qn67k7g