Wikisumber jvwikisource https://jv.wikisource.org/wiki/Wikisumber:Pendhapa MediaWiki 1.47.0-wmf.7 first-letter Médhia Mirunggan Parembugan Naraguna Parembugan Naraguna Wikisumber Parembugan Wikisumber Barkas Parembugan Barkas MédhiaWiki Parembugan MédhiaWiki Cithakan Parembugan Cithakan Pitulung Parembugan Pitulung Kategori Parembugan Kategori Panganggit Parembugan Panganggit Kaca Parembugan Kaca Indhèks Parembugan Indhèks TimedText TimedText talk Modhul Parembugan Modhul Acara Pembicaraan Acara Kaca:Setitik Air di Lokalisasi.pdf/166 250 26040 81985 2026-06-16T12:47:28Z Suga Widi 1719 /* Titiwaca */ 81985 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>{{right|'''Arliani'''}} '''TIKUS DI RUMAHKU''' <Poem> Banyak tikus di rumahku Yang selalu mengganggu Setiap tidurku Bahkan di pakaian pun Jadi sarangnya tikus Setiap aku tidur Aku terbangun Mendengar suara Gladak-gladak Aku kira suara apa Ternyata suara tikus Yang ada di atas Atap tempat tidurku Yang mengintipku tiap Aku tertidur pulas '''CINTA''' Demi cintaku pada anakku Aku sampai rela bekerja Yang sangat hina ini Entah sampai kapan Aku akan terus begini Mudah-mudahan aku Cepat bisa kembali Kejalan yang benar Amin-amin ya robbal alamin </Poem><noinclude>{{rh||157}}</noinclude> jpnf3yo8ke9yzik4o9mhe9ic0wbsh69 Kaca:Setitik Air di Lokalisasi.pdf/167 250 26041 81986 2026-06-17T09:15:21Z Suga Widi 1719 /* Titiwaca */ 81986 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>'''KUCING''' <Poem> Hampir setiap hari Kucing putih itu Datang ke rumahku Setiap aku makan Kucing itu selalu Mengeong-ngeong Di bawah kakiku Aku sangat heran Dengan yang namanya kucing Masak habis melahirkan Sudah hamil lagi Itu pun anaknya tidak hanya satu Kadang bisa dua Dan juga bisa tiga Dasar namanya kucing Rakus namanya Rakus juga lanangnya '''INDONESIA''' Semenjak BBM naik Bahan makan juga naik Semua orang meresah Apalagi yang ada Di dalam kompleks Ngunjang ini Hari demi hari Semakin sepi pengunjung Bagaimana cara mengatasinya Agar bisa kembali seperti dulu </Poem><noinclude>{{rh|158}}</noinclude> dytbsdwuy7i2i6xz5nc4u6l0qjw7rsq Kaca:Setitik Air di Lokalisasi.pdf/168 250 26042 81987 2026-06-17T09:16:54Z Suga Widi 1719 /* Titiwaca */ 81987 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>'''BANCI''' <Poem> Waktu aku duduk Di depan rumah Tiba-tiba ada seorang Yang menghampiriku Orang itu membawa Sebuah tape beserta mike Setelah tape itu dibunyikan Orangnya menyanyi sambil Bergoyang-goyang Dia selalu berpakaian Yang lucu-lucu Pakai rok mini Dia kelihatan cantik dan seksi Setelah mendengar suaranya E...ternyata dia bukan perempuan Melainkan orang banci Lain semua temanku tertawa Melihat keanehan itu </Poem><noinclude>{{rh|||159}}</noinclude> nditkpljmp7lodnra4nuc6tmt6s81p0 Kaca:Setitik Air di Lokalisasi.pdf/169 250 26043 81988 2026-06-17T09:19:18Z Suga Widi 1719 /* Titiwaca */ 81988 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>{{right|||'''Lis Sugiartik'''}} '''KEABADIAN''' <Poem> Kuhirup udara pagi Bersama indahnya mentari Kurasa hari ini Dengan hati berseri Akankah tentram dan abadi Selama hidupku ini '''BUNGA''' Pertama aku melihatmu Kujatuh hati padamu Dan pada waktu itu aku merasa Sungguh malang nasibmu Terkena sinar matahari dan hujan Hatiku sangat sedih melihat Kumbang menghisap madumu Sungguh malang nasib sang bunga '''SEPATU''' Kutertarik pada sepatu itu Dan pada waktu aku jalan-jalan Aku melihat pedagang sepatu la bilang sepatu itu asli Lalu aku membelinya dengan Harga yang sangat mahal Ternyata sepatu itu palsu Sungguh bodoh diriku dibohongi Oleh pedagang sepatu itu </Poem><noinclude>{{rh|160}}</noinclude> 7odhnxwafkpyyv58i6vd09jlhwak0gj 81989 81988 2026-06-17T09:19:50Z Suga Widi 1719 81989 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>{{right|'''Lis Sugiartik'''}} '''KEABADIAN''' <Poem> Kuhirup udara pagi Bersama indahnya mentari Kurasa hari ini Dengan hati berseri Akankah tentram dan abadi Selama hidupku ini '''BUNGA''' Pertama aku melihatmu Kujatuh hati padamu Dan pada waktu itu aku merasa Sungguh malang nasibmu Terkena sinar matahari dan hujan Hatiku sangat sedih melihat Kumbang menghisap madumu Sungguh malang nasib sang bunga '''SEPATU''' Kutertarik pada sepatu itu Dan pada waktu aku jalan-jalan Aku melihat pedagang sepatu la bilang sepatu itu asli Lalu aku membelinya dengan Harga yang sangat mahal Ternyata sepatu itu palsu Sungguh bodoh diriku dibohongi Oleh pedagang sepatu itu </Poem><noinclude>{{rh|160}}</noinclude> ew7exfq7qyvnr65m3c4wb870472j9ls